\n

Selain itu, adanya industri kretek sebagai cermin kemandirian dan kedaulatan bangsa, karena sebagai pemenuhan kebutuhan pokok rakyat dalam hal ini pendapatan masyarakat sebagai agenda pemberantasan kemiskinan. <\/p>\n\n\n\n

Dengan pertimbangan di atas, diharapkan pemerintah dalam hal ini Presiden memberikan ketegasan, apakah industri rokok nasional tetap berproduksi atau dilarang berproduksi. Kalau tetap berproduksi, pemerintah secara totalitas harus melindunginya mulai kebijakan sampai pada strategi pemasarannya. Andaikan dilarang beroperasi, pemerintah paling tidak harus berani mempersiapkan lapangan pekerjaan lain bagi petani dan buruh tani cengkeh dan tembakau, buruh industri dan mungkin menata perekonomian akibat multiplier<\/em> <\/em>effect<\/em> keberadaan industri kretek. Dan yang terpenting keberadaan industri kretek, sebagai industri nasional sebagai perwujudan agenda prioritas  tujuan Nawa Cita, sehingga jangan sampai digiring dan diatur kepentingan asing melalui rezim kesehatan sebagai leading sector, <\/em>yang belum tentu benar dan terkesan dipaksakan.  
<\/p>\n","post_title":"Ketika Pemerintah Plin-Plan Membuat Regulasi Terkait Dunia Pertembakauan","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"ketika-pemerintah-plin-plan-membuat-regulasi-terkait-dunia-pertembakauan","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-08-06 10:53:48","post_modified_gmt":"2019-08-06 03:53:48","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5936","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":16},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"epic_block_3"};

\n

Keberadaan industri kretek berkontribusi adanya hak jaminan sosial dan corporate social responsibility<\/em> (CSR), seperti halnya jaminan kesehatan, bhakti pendidikan, bhakti budaya, bhakti olahraga, bhakti lingkungan dan lain sebagainya. Berkontribusi pendapatan Negara melalui setoran cukai, berkontribusi bagi kesehatan publik dari alokasi dana bagi hasil cukai hasil tembakau (DBH-CHT) untuk sarana kesehatan dan pembayaran defisit Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS).  <\/p>\n\n\n\n

Selain itu, adanya industri kretek sebagai cermin kemandirian dan kedaulatan bangsa, karena sebagai pemenuhan kebutuhan pokok rakyat dalam hal ini pendapatan masyarakat sebagai agenda pemberantasan kemiskinan. <\/p>\n\n\n\n

Dengan pertimbangan di atas, diharapkan pemerintah dalam hal ini Presiden memberikan ketegasan, apakah industri rokok nasional tetap berproduksi atau dilarang berproduksi. Kalau tetap berproduksi, pemerintah secara totalitas harus melindunginya mulai kebijakan sampai pada strategi pemasarannya. Andaikan dilarang beroperasi, pemerintah paling tidak harus berani mempersiapkan lapangan pekerjaan lain bagi petani dan buruh tani cengkeh dan tembakau, buruh industri dan mungkin menata perekonomian akibat multiplier<\/em> <\/em>effect<\/em> keberadaan industri kretek. Dan yang terpenting keberadaan industri kretek, sebagai industri nasional sebagai perwujudan agenda prioritas  tujuan Nawa Cita, sehingga jangan sampai digiring dan diatur kepentingan asing melalui rezim kesehatan sebagai leading sector, <\/em>yang belum tentu benar dan terkesan dipaksakan.  
<\/p>\n","post_title":"Ketika Pemerintah Plin-Plan Membuat Regulasi Terkait Dunia Pertembakauan","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"ketika-pemerintah-plin-plan-membuat-regulasi-terkait-dunia-pertembakauan","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-08-06 10:53:48","post_modified_gmt":"2019-08-06 03:53:48","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5936","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":16},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"epic_block_3"};

\n

Selain itu, posisi industri kretek sangat stategis bagi bangsa Indonesia. Industri kretek membuktikan tetap bertahan setidaknya lebih dari 130 tahun. Disaat industri lain tumbang di zaman kolonial, industri kretek tetap eksis memberikan penghidupan masyarakat Indonesia. Bahkan tergolong industri yang peka zaman, dengan memberikan kontribusi yang sangat besar. Menghidupi setidaknya 6.1 juta jiwa petani cengkeh yang tersebar di 30 provinsi, petani tembakau yang tersebar di 15 provinsi. Menghidupi ribuan karyawan yang bekerja di industri kretek. Mempunyai multiplier<\/em> <\/em>effect<\/em> ke sektor perokonomian lainnya yang berada di sekitar industri kretek. <\/p>\n\n\n\n

Keberadaan industri kretek berkontribusi adanya hak jaminan sosial dan corporate social responsibility<\/em> (CSR), seperti halnya jaminan kesehatan, bhakti pendidikan, bhakti budaya, bhakti olahraga, bhakti lingkungan dan lain sebagainya. Berkontribusi pendapatan Negara melalui setoran cukai, berkontribusi bagi kesehatan publik dari alokasi dana bagi hasil cukai hasil tembakau (DBH-CHT) untuk sarana kesehatan dan pembayaran defisit Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS).  <\/p>\n\n\n\n

Selain itu, adanya industri kretek sebagai cermin kemandirian dan kedaulatan bangsa, karena sebagai pemenuhan kebutuhan pokok rakyat dalam hal ini pendapatan masyarakat sebagai agenda pemberantasan kemiskinan. <\/p>\n\n\n\n

Dengan pertimbangan di atas, diharapkan pemerintah dalam hal ini Presiden memberikan ketegasan, apakah industri rokok nasional tetap berproduksi atau dilarang berproduksi. Kalau tetap berproduksi, pemerintah secara totalitas harus melindunginya mulai kebijakan sampai pada strategi pemasarannya. Andaikan dilarang beroperasi, pemerintah paling tidak harus berani mempersiapkan lapangan pekerjaan lain bagi petani dan buruh tani cengkeh dan tembakau, buruh industri dan mungkin menata perekonomian akibat multiplier<\/em> <\/em>effect<\/em> keberadaan industri kretek. Dan yang terpenting keberadaan industri kretek, sebagai industri nasional sebagai perwujudan agenda prioritas  tujuan Nawa Cita, sehingga jangan sampai digiring dan diatur kepentingan asing melalui rezim kesehatan sebagai leading sector, <\/em>yang belum tentu benar dan terkesan dipaksakan.  
<\/p>\n","post_title":"Ketika Pemerintah Plin-Plan Membuat Regulasi Terkait Dunia Pertembakauan","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"ketika-pemerintah-plin-plan-membuat-regulasi-terkait-dunia-pertembakauan","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-08-06 10:53:48","post_modified_gmt":"2019-08-06 03:53:48","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5936","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":16},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"epic_block_3"};

\n

Pemerintah dalam hal ini harus tegas mengambil sikap, untuk kepastian dan masa depan industri rokok kretek asli Indonesia. Dimana sejarah penemuan rokok kretek tidak lain untuk pengobatan yang dilakukan H. Djamhari sebagai obat sakit bengeknya. Karena rokok kretek adalah campuran tembakau dan cengkeh, berbeda dengan rokok non kretek yang hanya memakai tembakau saja. Selama ini, belum ada uji atau riset bahwa rokok kretek berkorelasi signifikan terhadap timbulnya penyakit yang dituduhkan. Kalau menjadi salah satu bagian kecil penyebab penyakit, tentunya ya dan bukan faktor penyebab utama. Itu seperti halnya barang-barang lain yang dikonsumsi manusia secara berlebihan dan hidup tidak seimbang. Termasuk makan nasi, mengkonsumsi gula dan mengkonsumsi lainnya secara berlebihan, tanpa diimbangi olah raga dan istirahat yang cukup. <\/p>\n\n\n\n

Selain itu, posisi industri kretek sangat stategis bagi bangsa Indonesia. Industri kretek membuktikan tetap bertahan setidaknya lebih dari 130 tahun. Disaat industri lain tumbang di zaman kolonial, industri kretek tetap eksis memberikan penghidupan masyarakat Indonesia. Bahkan tergolong industri yang peka zaman, dengan memberikan kontribusi yang sangat besar. Menghidupi setidaknya 6.1 juta jiwa petani cengkeh yang tersebar di 30 provinsi, petani tembakau yang tersebar di 15 provinsi. Menghidupi ribuan karyawan yang bekerja di industri kretek. Mempunyai multiplier<\/em> <\/em>effect<\/em> ke sektor perokonomian lainnya yang berada di sekitar industri kretek. <\/p>\n\n\n\n

Keberadaan industri kretek berkontribusi adanya hak jaminan sosial dan corporate social responsibility<\/em> (CSR), seperti halnya jaminan kesehatan, bhakti pendidikan, bhakti budaya, bhakti olahraga, bhakti lingkungan dan lain sebagainya. Berkontribusi pendapatan Negara melalui setoran cukai, berkontribusi bagi kesehatan publik dari alokasi dana bagi hasil cukai hasil tembakau (DBH-CHT) untuk sarana kesehatan dan pembayaran defisit Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS).  <\/p>\n\n\n\n

Selain itu, adanya industri kretek sebagai cermin kemandirian dan kedaulatan bangsa, karena sebagai pemenuhan kebutuhan pokok rakyat dalam hal ini pendapatan masyarakat sebagai agenda pemberantasan kemiskinan. <\/p>\n\n\n\n

Dengan pertimbangan di atas, diharapkan pemerintah dalam hal ini Presiden memberikan ketegasan, apakah industri rokok nasional tetap berproduksi atau dilarang berproduksi. Kalau tetap berproduksi, pemerintah secara totalitas harus melindunginya mulai kebijakan sampai pada strategi pemasarannya. Andaikan dilarang beroperasi, pemerintah paling tidak harus berani mempersiapkan lapangan pekerjaan lain bagi petani dan buruh tani cengkeh dan tembakau, buruh industri dan mungkin menata perekonomian akibat multiplier<\/em> <\/em>effect<\/em> keberadaan industri kretek. Dan yang terpenting keberadaan industri kretek, sebagai industri nasional sebagai perwujudan agenda prioritas  tujuan Nawa Cita, sehingga jangan sampai digiring dan diatur kepentingan asing melalui rezim kesehatan sebagai leading sector, <\/em>yang belum tentu benar dan terkesan dipaksakan.  
<\/p>\n","post_title":"Ketika Pemerintah Plin-Plan Membuat Regulasi Terkait Dunia Pertembakauan","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"ketika-pemerintah-plin-plan-membuat-regulasi-terkait-dunia-pertembakauan","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-08-06 10:53:48","post_modified_gmt":"2019-08-06 03:53:48","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5936","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":16},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"epic_block_3"};

\n

Isu kuat saat ini yang beredar untuk agenda pengendalian tembakau dan rokok di Indonesia salah satunya, KPAI melarang audisi pencarian bakat bulu tangkis sejak dini yang dilakukan Djarum Foundation dengan alasan ekploitasi anak, Kementerian Kesehatan dan KPAI melarang adanya iklan di media sosia karena akan mengakibatkan bertambahnya perokok pemula, penggabungan golongan industri rokok atau penyederhanaan layer tarif cukai rokok yang intinya pengurangan terhadap industri rokok kretek, menaikkan cukai rokok untuk mengurangi peredaran rokok, dan korelasinya rokok dengan kemiskinan bertujuan agar ada kebijakan menghalau laju industri rokok kretek. <\/p>\n\n\n\n

Pemerintah dalam hal ini harus tegas mengambil sikap, untuk kepastian dan masa depan industri rokok kretek asli Indonesia. Dimana sejarah penemuan rokok kretek tidak lain untuk pengobatan yang dilakukan H. Djamhari sebagai obat sakit bengeknya. Karena rokok kretek adalah campuran tembakau dan cengkeh, berbeda dengan rokok non kretek yang hanya memakai tembakau saja. Selama ini, belum ada uji atau riset bahwa rokok kretek berkorelasi signifikan terhadap timbulnya penyakit yang dituduhkan. Kalau menjadi salah satu bagian kecil penyebab penyakit, tentunya ya dan bukan faktor penyebab utama. Itu seperti halnya barang-barang lain yang dikonsumsi manusia secara berlebihan dan hidup tidak seimbang. Termasuk makan nasi, mengkonsumsi gula dan mengkonsumsi lainnya secara berlebihan, tanpa diimbangi olah raga dan istirahat yang cukup. <\/p>\n\n\n\n

Selain itu, posisi industri kretek sangat stategis bagi bangsa Indonesia. Industri kretek membuktikan tetap bertahan setidaknya lebih dari 130 tahun. Disaat industri lain tumbang di zaman kolonial, industri kretek tetap eksis memberikan penghidupan masyarakat Indonesia. Bahkan tergolong industri yang peka zaman, dengan memberikan kontribusi yang sangat besar. Menghidupi setidaknya 6.1 juta jiwa petani cengkeh yang tersebar di 30 provinsi, petani tembakau yang tersebar di 15 provinsi. Menghidupi ribuan karyawan yang bekerja di industri kretek. Mempunyai multiplier<\/em> <\/em>effect<\/em> ke sektor perokonomian lainnya yang berada di sekitar industri kretek. <\/p>\n\n\n\n

Keberadaan industri kretek berkontribusi adanya hak jaminan sosial dan corporate social responsibility<\/em> (CSR), seperti halnya jaminan kesehatan, bhakti pendidikan, bhakti budaya, bhakti olahraga, bhakti lingkungan dan lain sebagainya. Berkontribusi pendapatan Negara melalui setoran cukai, berkontribusi bagi kesehatan publik dari alokasi dana bagi hasil cukai hasil tembakau (DBH-CHT) untuk sarana kesehatan dan pembayaran defisit Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS).  <\/p>\n\n\n\n

Selain itu, adanya industri kretek sebagai cermin kemandirian dan kedaulatan bangsa, karena sebagai pemenuhan kebutuhan pokok rakyat dalam hal ini pendapatan masyarakat sebagai agenda pemberantasan kemiskinan. <\/p>\n\n\n\n

Dengan pertimbangan di atas, diharapkan pemerintah dalam hal ini Presiden memberikan ketegasan, apakah industri rokok nasional tetap berproduksi atau dilarang berproduksi. Kalau tetap berproduksi, pemerintah secara totalitas harus melindunginya mulai kebijakan sampai pada strategi pemasarannya. Andaikan dilarang beroperasi, pemerintah paling tidak harus berani mempersiapkan lapangan pekerjaan lain bagi petani dan buruh tani cengkeh dan tembakau, buruh industri dan mungkin menata perekonomian akibat multiplier<\/em> <\/em>effect<\/em> keberadaan industri kretek. Dan yang terpenting keberadaan industri kretek, sebagai industri nasional sebagai perwujudan agenda prioritas  tujuan Nawa Cita, sehingga jangan sampai digiring dan diatur kepentingan asing melalui rezim kesehatan sebagai leading sector, <\/em>yang belum tentu benar dan terkesan dipaksakan.  
<\/p>\n","post_title":"Ketika Pemerintah Plin-Plan Membuat Regulasi Terkait Dunia Pertembakauan","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"ketika-pemerintah-plin-plan-membuat-regulasi-terkait-dunia-pertembakauan","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-08-06 10:53:48","post_modified_gmt":"2019-08-06 03:53:48","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5936","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":16},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"epic_block_3"};

\n

Baca:
Tinjauan Kritis Atas Larangan Iklan dan Sponshorship dengan Mencantumkan Logo, Brand Image, dan Identitas CSR Sebuah Perusahaan<\/a> <\/p>\n\n\n\n

Isu kuat saat ini yang beredar untuk agenda pengendalian tembakau dan rokok di Indonesia salah satunya, KPAI melarang audisi pencarian bakat bulu tangkis sejak dini yang dilakukan Djarum Foundation dengan alasan ekploitasi anak, Kementerian Kesehatan dan KPAI melarang adanya iklan di media sosia karena akan mengakibatkan bertambahnya perokok pemula, penggabungan golongan industri rokok atau penyederhanaan layer tarif cukai rokok yang intinya pengurangan terhadap industri rokok kretek, menaikkan cukai rokok untuk mengurangi peredaran rokok, dan korelasinya rokok dengan kemiskinan bertujuan agar ada kebijakan menghalau laju industri rokok kretek. <\/p>\n\n\n\n

Pemerintah dalam hal ini harus tegas mengambil sikap, untuk kepastian dan masa depan industri rokok kretek asli Indonesia. Dimana sejarah penemuan rokok kretek tidak lain untuk pengobatan yang dilakukan H. Djamhari sebagai obat sakit bengeknya. Karena rokok kretek adalah campuran tembakau dan cengkeh, berbeda dengan rokok non kretek yang hanya memakai tembakau saja. Selama ini, belum ada uji atau riset bahwa rokok kretek berkorelasi signifikan terhadap timbulnya penyakit yang dituduhkan. Kalau menjadi salah satu bagian kecil penyebab penyakit, tentunya ya dan bukan faktor penyebab utama. Itu seperti halnya barang-barang lain yang dikonsumsi manusia secara berlebihan dan hidup tidak seimbang. Termasuk makan nasi, mengkonsumsi gula dan mengkonsumsi lainnya secara berlebihan, tanpa diimbangi olah raga dan istirahat yang cukup. <\/p>\n\n\n\n

Selain itu, posisi industri kretek sangat stategis bagi bangsa Indonesia. Industri kretek membuktikan tetap bertahan setidaknya lebih dari 130 tahun. Disaat industri lain tumbang di zaman kolonial, industri kretek tetap eksis memberikan penghidupan masyarakat Indonesia. Bahkan tergolong industri yang peka zaman, dengan memberikan kontribusi yang sangat besar. Menghidupi setidaknya 6.1 juta jiwa petani cengkeh yang tersebar di 30 provinsi, petani tembakau yang tersebar di 15 provinsi. Menghidupi ribuan karyawan yang bekerja di industri kretek. Mempunyai multiplier<\/em> <\/em>effect<\/em> ke sektor perokonomian lainnya yang berada di sekitar industri kretek. <\/p>\n\n\n\n

Keberadaan industri kretek berkontribusi adanya hak jaminan sosial dan corporate social responsibility<\/em> (CSR), seperti halnya jaminan kesehatan, bhakti pendidikan, bhakti budaya, bhakti olahraga, bhakti lingkungan dan lain sebagainya. Berkontribusi pendapatan Negara melalui setoran cukai, berkontribusi bagi kesehatan publik dari alokasi dana bagi hasil cukai hasil tembakau (DBH-CHT) untuk sarana kesehatan dan pembayaran defisit Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS).  <\/p>\n\n\n\n

Selain itu, adanya industri kretek sebagai cermin kemandirian dan kedaulatan bangsa, karena sebagai pemenuhan kebutuhan pokok rakyat dalam hal ini pendapatan masyarakat sebagai agenda pemberantasan kemiskinan. <\/p>\n\n\n\n

Dengan pertimbangan di atas, diharapkan pemerintah dalam hal ini Presiden memberikan ketegasan, apakah industri rokok nasional tetap berproduksi atau dilarang berproduksi. Kalau tetap berproduksi, pemerintah secara totalitas harus melindunginya mulai kebijakan sampai pada strategi pemasarannya. Andaikan dilarang beroperasi, pemerintah paling tidak harus berani mempersiapkan lapangan pekerjaan lain bagi petani dan buruh tani cengkeh dan tembakau, buruh industri dan mungkin menata perekonomian akibat multiplier<\/em> <\/em>effect<\/em> keberadaan industri kretek. Dan yang terpenting keberadaan industri kretek, sebagai industri nasional sebagai perwujudan agenda prioritas  tujuan Nawa Cita, sehingga jangan sampai digiring dan diatur kepentingan asing melalui rezim kesehatan sebagai leading sector, <\/em>yang belum tentu benar dan terkesan dipaksakan.  
<\/p>\n","post_title":"Ketika Pemerintah Plin-Plan Membuat Regulasi Terkait Dunia Pertembakauan","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"ketika-pemerintah-plin-plan-membuat-regulasi-terkait-dunia-pertembakauan","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-08-06 10:53:48","post_modified_gmt":"2019-08-06 03:53:48","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5936","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":16},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"epic_block_3"};

\n

Ada sekitar lebih dari 20an lembaga di Indonesia mendapatkan sokongan dana langsung maupun tidak langsung dari bloomberg initiative. Lembaga-lembaga tersebut bervarian, ada lembaga yang bergerak dalam pendidikan, bergerak pemberantasan korupsi, bergerak dalam kesehatan, bergerak perlindungan konsumen, bergerak melindungi anak, bahkan sampai pada lembaga agama. Numun pada intinya leading sector<\/em> yaitu sektor potensial yang dapat\u00a0menggerakkan agenda pengendalian tembakau dan rokok di Indonesia ada pada rezim kesehatan dalam hal ini Kementerian Kesehatan. Dengan menggunakan dalil kesehatan yang mulia, agenda bloomberg initiative dan farmasi berselancar dengan baik di Indonesia. \u00a0<\/p>\n\n\n\n

Baca:
Tinjauan Kritis Atas Larangan Iklan dan Sponshorship dengan Mencantumkan Logo, Brand Image, dan Identitas CSR Sebuah Perusahaan<\/a> <\/p>\n\n\n\n

Isu kuat saat ini yang beredar untuk agenda pengendalian tembakau dan rokok di Indonesia salah satunya, KPAI melarang audisi pencarian bakat bulu tangkis sejak dini yang dilakukan Djarum Foundation dengan alasan ekploitasi anak, Kementerian Kesehatan dan KPAI melarang adanya iklan di media sosia karena akan mengakibatkan bertambahnya perokok pemula, penggabungan golongan industri rokok atau penyederhanaan layer tarif cukai rokok yang intinya pengurangan terhadap industri rokok kretek, menaikkan cukai rokok untuk mengurangi peredaran rokok, dan korelasinya rokok dengan kemiskinan bertujuan agar ada kebijakan menghalau laju industri rokok kretek. <\/p>\n\n\n\n

Pemerintah dalam hal ini harus tegas mengambil sikap, untuk kepastian dan masa depan industri rokok kretek asli Indonesia. Dimana sejarah penemuan rokok kretek tidak lain untuk pengobatan yang dilakukan H. Djamhari sebagai obat sakit bengeknya. Karena rokok kretek adalah campuran tembakau dan cengkeh, berbeda dengan rokok non kretek yang hanya memakai tembakau saja. Selama ini, belum ada uji atau riset bahwa rokok kretek berkorelasi signifikan terhadap timbulnya penyakit yang dituduhkan. Kalau menjadi salah satu bagian kecil penyebab penyakit, tentunya ya dan bukan faktor penyebab utama. Itu seperti halnya barang-barang lain yang dikonsumsi manusia secara berlebihan dan hidup tidak seimbang. Termasuk makan nasi, mengkonsumsi gula dan mengkonsumsi lainnya secara berlebihan, tanpa diimbangi olah raga dan istirahat yang cukup. <\/p>\n\n\n\n

Selain itu, posisi industri kretek sangat stategis bagi bangsa Indonesia. Industri kretek membuktikan tetap bertahan setidaknya lebih dari 130 tahun. Disaat industri lain tumbang di zaman kolonial, industri kretek tetap eksis memberikan penghidupan masyarakat Indonesia. Bahkan tergolong industri yang peka zaman, dengan memberikan kontribusi yang sangat besar. Menghidupi setidaknya 6.1 juta jiwa petani cengkeh yang tersebar di 30 provinsi, petani tembakau yang tersebar di 15 provinsi. Menghidupi ribuan karyawan yang bekerja di industri kretek. Mempunyai multiplier<\/em> <\/em>effect<\/em> ke sektor perokonomian lainnya yang berada di sekitar industri kretek. <\/p>\n\n\n\n

Keberadaan industri kretek berkontribusi adanya hak jaminan sosial dan corporate social responsibility<\/em> (CSR), seperti halnya jaminan kesehatan, bhakti pendidikan, bhakti budaya, bhakti olahraga, bhakti lingkungan dan lain sebagainya. Berkontribusi pendapatan Negara melalui setoran cukai, berkontribusi bagi kesehatan publik dari alokasi dana bagi hasil cukai hasil tembakau (DBH-CHT) untuk sarana kesehatan dan pembayaran defisit Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS).  <\/p>\n\n\n\n

Selain itu, adanya industri kretek sebagai cermin kemandirian dan kedaulatan bangsa, karena sebagai pemenuhan kebutuhan pokok rakyat dalam hal ini pendapatan masyarakat sebagai agenda pemberantasan kemiskinan. <\/p>\n\n\n\n

Dengan pertimbangan di atas, diharapkan pemerintah dalam hal ini Presiden memberikan ketegasan, apakah industri rokok nasional tetap berproduksi atau dilarang berproduksi. Kalau tetap berproduksi, pemerintah secara totalitas harus melindunginya mulai kebijakan sampai pada strategi pemasarannya. Andaikan dilarang beroperasi, pemerintah paling tidak harus berani mempersiapkan lapangan pekerjaan lain bagi petani dan buruh tani cengkeh dan tembakau, buruh industri dan mungkin menata perekonomian akibat multiplier<\/em> <\/em>effect<\/em> keberadaan industri kretek. Dan yang terpenting keberadaan industri kretek, sebagai industri nasional sebagai perwujudan agenda prioritas  tujuan Nawa Cita, sehingga jangan sampai digiring dan diatur kepentingan asing melalui rezim kesehatan sebagai leading sector, <\/em>yang belum tentu benar dan terkesan dipaksakan.  
<\/p>\n","post_title":"Ketika Pemerintah Plin-Plan Membuat Regulasi Terkait Dunia Pertembakauan","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"ketika-pemerintah-plin-plan-membuat-regulasi-terkait-dunia-pertembakauan","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-08-06 10:53:48","post_modified_gmt":"2019-08-06 03:53:48","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5936","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":16},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"epic_block_3"};

\n

Tidak mengherankan jika pendukung program pengendalian rokok dan tembakau di Indonesia mendapatkan sokongan dana dari bloomberg initiative termasuk lembaga yang bergerak untuk perlindungan anak, salah satunya Komnas Perlindungan Anak Indonesia (KPAI). Apapun bentuk lembaganya, selama mendapatkan kucuran dana bloomberg initiative, program utamanya harus sinergi dengan program bloomberg initiative dan rezim kesehatan dunia (WHO) yaitu pengendalian tembakau dan rokok, terutama rokok kretek asli Indonesia.<\/p>\n\n\n\n

Ada sekitar lebih dari 20an lembaga di Indonesia mendapatkan sokongan dana langsung maupun tidak langsung dari bloomberg initiative. Lembaga-lembaga tersebut bervarian, ada lembaga yang bergerak dalam pendidikan, bergerak pemberantasan korupsi, bergerak dalam kesehatan, bergerak perlindungan konsumen, bergerak melindungi anak, bahkan sampai pada lembaga agama. Numun pada intinya leading sector<\/em> yaitu sektor potensial yang dapat\u00a0menggerakkan agenda pengendalian tembakau dan rokok di Indonesia ada pada rezim kesehatan dalam hal ini Kementerian Kesehatan. Dengan menggunakan dalil kesehatan yang mulia, agenda bloomberg initiative dan farmasi berselancar dengan baik di Indonesia. \u00a0<\/p>\n\n\n\n

Baca:
Tinjauan Kritis Atas Larangan Iklan dan Sponshorship dengan Mencantumkan Logo, Brand Image, dan Identitas CSR Sebuah Perusahaan<\/a> <\/p>\n\n\n\n

Isu kuat saat ini yang beredar untuk agenda pengendalian tembakau dan rokok di Indonesia salah satunya, KPAI melarang audisi pencarian bakat bulu tangkis sejak dini yang dilakukan Djarum Foundation dengan alasan ekploitasi anak, Kementerian Kesehatan dan KPAI melarang adanya iklan di media sosia karena akan mengakibatkan bertambahnya perokok pemula, penggabungan golongan industri rokok atau penyederhanaan layer tarif cukai rokok yang intinya pengurangan terhadap industri rokok kretek, menaikkan cukai rokok untuk mengurangi peredaran rokok, dan korelasinya rokok dengan kemiskinan bertujuan agar ada kebijakan menghalau laju industri rokok kretek. <\/p>\n\n\n\n

Pemerintah dalam hal ini harus tegas mengambil sikap, untuk kepastian dan masa depan industri rokok kretek asli Indonesia. Dimana sejarah penemuan rokok kretek tidak lain untuk pengobatan yang dilakukan H. Djamhari sebagai obat sakit bengeknya. Karena rokok kretek adalah campuran tembakau dan cengkeh, berbeda dengan rokok non kretek yang hanya memakai tembakau saja. Selama ini, belum ada uji atau riset bahwa rokok kretek berkorelasi signifikan terhadap timbulnya penyakit yang dituduhkan. Kalau menjadi salah satu bagian kecil penyebab penyakit, tentunya ya dan bukan faktor penyebab utama. Itu seperti halnya barang-barang lain yang dikonsumsi manusia secara berlebihan dan hidup tidak seimbang. Termasuk makan nasi, mengkonsumsi gula dan mengkonsumsi lainnya secara berlebihan, tanpa diimbangi olah raga dan istirahat yang cukup. <\/p>\n\n\n\n

Selain itu, posisi industri kretek sangat stategis bagi bangsa Indonesia. Industri kretek membuktikan tetap bertahan setidaknya lebih dari 130 tahun. Disaat industri lain tumbang di zaman kolonial, industri kretek tetap eksis memberikan penghidupan masyarakat Indonesia. Bahkan tergolong industri yang peka zaman, dengan memberikan kontribusi yang sangat besar. Menghidupi setidaknya 6.1 juta jiwa petani cengkeh yang tersebar di 30 provinsi, petani tembakau yang tersebar di 15 provinsi. Menghidupi ribuan karyawan yang bekerja di industri kretek. Mempunyai multiplier<\/em> <\/em>effect<\/em> ke sektor perokonomian lainnya yang berada di sekitar industri kretek. <\/p>\n\n\n\n

Keberadaan industri kretek berkontribusi adanya hak jaminan sosial dan corporate social responsibility<\/em> (CSR), seperti halnya jaminan kesehatan, bhakti pendidikan, bhakti budaya, bhakti olahraga, bhakti lingkungan dan lain sebagainya. Berkontribusi pendapatan Negara melalui setoran cukai, berkontribusi bagi kesehatan publik dari alokasi dana bagi hasil cukai hasil tembakau (DBH-CHT) untuk sarana kesehatan dan pembayaran defisit Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS).  <\/p>\n\n\n\n

Selain itu, adanya industri kretek sebagai cermin kemandirian dan kedaulatan bangsa, karena sebagai pemenuhan kebutuhan pokok rakyat dalam hal ini pendapatan masyarakat sebagai agenda pemberantasan kemiskinan. <\/p>\n\n\n\n

Dengan pertimbangan di atas, diharapkan pemerintah dalam hal ini Presiden memberikan ketegasan, apakah industri rokok nasional tetap berproduksi atau dilarang berproduksi. Kalau tetap berproduksi, pemerintah secara totalitas harus melindunginya mulai kebijakan sampai pada strategi pemasarannya. Andaikan dilarang beroperasi, pemerintah paling tidak harus berani mempersiapkan lapangan pekerjaan lain bagi petani dan buruh tani cengkeh dan tembakau, buruh industri dan mungkin menata perekonomian akibat multiplier<\/em> <\/em>effect<\/em> keberadaan industri kretek. Dan yang terpenting keberadaan industri kretek, sebagai industri nasional sebagai perwujudan agenda prioritas  tujuan Nawa Cita, sehingga jangan sampai digiring dan diatur kepentingan asing melalui rezim kesehatan sebagai leading sector, <\/em>yang belum tentu benar dan terkesan dipaksakan.  
<\/p>\n","post_title":"Ketika Pemerintah Plin-Plan Membuat Regulasi Terkait Dunia Pertembakauan","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"ketika-pemerintah-plin-plan-membuat-regulasi-terkait-dunia-pertembakauan","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-08-06 10:53:48","post_modified_gmt":"2019-08-06 03:53:48","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5936","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":16},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"epic_block_3"};

\n

Untuk menguasai pasar nikotin di dunia, industri farmasi mendapatkan sokongan dana dari bloomberg initiative. Karena salah satu direktur dari persekutuan perusahaan farmasi dunia bernama William R. Brody punya kedekatan dengan bloomberg initiative, selain teman karib juga posisinya sebagai penasehat. <\/h4>\n\n\n\n

Tidak mengherankan jika pendukung program pengendalian rokok dan tembakau di Indonesia mendapatkan sokongan dana dari bloomberg initiative termasuk lembaga yang bergerak untuk perlindungan anak, salah satunya Komnas Perlindungan Anak Indonesia (KPAI). Apapun bentuk lembaganya, selama mendapatkan kucuran dana bloomberg initiative, program utamanya harus sinergi dengan program bloomberg initiative dan rezim kesehatan dunia (WHO) yaitu pengendalian tembakau dan rokok, terutama rokok kretek asli Indonesia.<\/p>\n\n\n\n

Ada sekitar lebih dari 20an lembaga di Indonesia mendapatkan sokongan dana langsung maupun tidak langsung dari bloomberg initiative. Lembaga-lembaga tersebut bervarian, ada lembaga yang bergerak dalam pendidikan, bergerak pemberantasan korupsi, bergerak dalam kesehatan, bergerak perlindungan konsumen, bergerak melindungi anak, bahkan sampai pada lembaga agama. Numun pada intinya leading sector<\/em> yaitu sektor potensial yang dapat\u00a0menggerakkan agenda pengendalian tembakau dan rokok di Indonesia ada pada rezim kesehatan dalam hal ini Kementerian Kesehatan. Dengan menggunakan dalil kesehatan yang mulia, agenda bloomberg initiative dan farmasi berselancar dengan baik di Indonesia. \u00a0<\/p>\n\n\n\n

Baca:
Tinjauan Kritis Atas Larangan Iklan dan Sponshorship dengan Mencantumkan Logo, Brand Image, dan Identitas CSR Sebuah Perusahaan<\/a> <\/p>\n\n\n\n

Isu kuat saat ini yang beredar untuk agenda pengendalian tembakau dan rokok di Indonesia salah satunya, KPAI melarang audisi pencarian bakat bulu tangkis sejak dini yang dilakukan Djarum Foundation dengan alasan ekploitasi anak, Kementerian Kesehatan dan KPAI melarang adanya iklan di media sosia karena akan mengakibatkan bertambahnya perokok pemula, penggabungan golongan industri rokok atau penyederhanaan layer tarif cukai rokok yang intinya pengurangan terhadap industri rokok kretek, menaikkan cukai rokok untuk mengurangi peredaran rokok, dan korelasinya rokok dengan kemiskinan bertujuan agar ada kebijakan menghalau laju industri rokok kretek. <\/p>\n\n\n\n

Pemerintah dalam hal ini harus tegas mengambil sikap, untuk kepastian dan masa depan industri rokok kretek asli Indonesia. Dimana sejarah penemuan rokok kretek tidak lain untuk pengobatan yang dilakukan H. Djamhari sebagai obat sakit bengeknya. Karena rokok kretek adalah campuran tembakau dan cengkeh, berbeda dengan rokok non kretek yang hanya memakai tembakau saja. Selama ini, belum ada uji atau riset bahwa rokok kretek berkorelasi signifikan terhadap timbulnya penyakit yang dituduhkan. Kalau menjadi salah satu bagian kecil penyebab penyakit, tentunya ya dan bukan faktor penyebab utama. Itu seperti halnya barang-barang lain yang dikonsumsi manusia secara berlebihan dan hidup tidak seimbang. Termasuk makan nasi, mengkonsumsi gula dan mengkonsumsi lainnya secara berlebihan, tanpa diimbangi olah raga dan istirahat yang cukup. <\/p>\n\n\n\n

Selain itu, posisi industri kretek sangat stategis bagi bangsa Indonesia. Industri kretek membuktikan tetap bertahan setidaknya lebih dari 130 tahun. Disaat industri lain tumbang di zaman kolonial, industri kretek tetap eksis memberikan penghidupan masyarakat Indonesia. Bahkan tergolong industri yang peka zaman, dengan memberikan kontribusi yang sangat besar. Menghidupi setidaknya 6.1 juta jiwa petani cengkeh yang tersebar di 30 provinsi, petani tembakau yang tersebar di 15 provinsi. Menghidupi ribuan karyawan yang bekerja di industri kretek. Mempunyai multiplier<\/em> <\/em>effect<\/em> ke sektor perokonomian lainnya yang berada di sekitar industri kretek. <\/p>\n\n\n\n

Keberadaan industri kretek berkontribusi adanya hak jaminan sosial dan corporate social responsibility<\/em> (CSR), seperti halnya jaminan kesehatan, bhakti pendidikan, bhakti budaya, bhakti olahraga, bhakti lingkungan dan lain sebagainya. Berkontribusi pendapatan Negara melalui setoran cukai, berkontribusi bagi kesehatan publik dari alokasi dana bagi hasil cukai hasil tembakau (DBH-CHT) untuk sarana kesehatan dan pembayaran defisit Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS).  <\/p>\n\n\n\n

Selain itu, adanya industri kretek sebagai cermin kemandirian dan kedaulatan bangsa, karena sebagai pemenuhan kebutuhan pokok rakyat dalam hal ini pendapatan masyarakat sebagai agenda pemberantasan kemiskinan. <\/p>\n\n\n\n

Dengan pertimbangan di atas, diharapkan pemerintah dalam hal ini Presiden memberikan ketegasan, apakah industri rokok nasional tetap berproduksi atau dilarang berproduksi. Kalau tetap berproduksi, pemerintah secara totalitas harus melindunginya mulai kebijakan sampai pada strategi pemasarannya. Andaikan dilarang beroperasi, pemerintah paling tidak harus berani mempersiapkan lapangan pekerjaan lain bagi petani dan buruh tani cengkeh dan tembakau, buruh industri dan mungkin menata perekonomian akibat multiplier<\/em> <\/em>effect<\/em> keberadaan industri kretek. Dan yang terpenting keberadaan industri kretek, sebagai industri nasional sebagai perwujudan agenda prioritas  tujuan Nawa Cita, sehingga jangan sampai digiring dan diatur kepentingan asing melalui rezim kesehatan sebagai leading sector, <\/em>yang belum tentu benar dan terkesan dipaksakan.  
<\/p>\n","post_title":"Ketika Pemerintah Plin-Plan Membuat Regulasi Terkait Dunia Pertembakauan","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"ketika-pemerintah-plin-plan-membuat-regulasi-terkait-dunia-pertembakauan","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-08-06 10:53:48","post_modified_gmt":"2019-08-06 03:53:48","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5936","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":16},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"epic_block_3"};

\n

WHO tidak semata-mata bertujuan demi meningkatkan taraf kesehatan penduduk. Di sini WHO sebagai ujung tombak industri farmasi. Terjadi peralihan di lingkup kesehatan, dimana dokter dan ilmuwan kesehatan dikuasai perusahan obat (farmasi). Tujuan utamanya tidak lain untuk merebut pasar nikotin dunia, dan menggantikan pemanfaatan nikotin alami dari tembakau dengan produk rekayasa nikotin yang telah dikantongi hak patennya. Keterlibatan WHO memuluskan tujuan industri farmasi tersebut dengan mendorong negara-negara di dunia untuk memberlakukan kebijakan sesuai kerangka kesehatan, tanpa mempertimbangkan peran sosial, ekonomi, politik dan budaya. Walaupun alasan kesehatan yang dibangun ternyata tidak 100% benar dan terkesan dipaksakan. Negara yang menjadi sasaran utama adalah Negara yang berkembang, seperti Indonesia, China, Bangladesh, India, Rusia, Mesir, Thailand, Filipina dan Brazil. <\/p>\n\n\n\n

Untuk menguasai pasar nikotin di dunia, industri farmasi mendapatkan sokongan dana dari bloomberg initiative. Karena salah satu direktur dari persekutuan perusahaan farmasi dunia bernama William R. Brody punya kedekatan dengan bloomberg initiative, selain teman karib juga posisinya sebagai penasehat. <\/h4>\n\n\n\n

Tidak mengherankan jika pendukung program pengendalian rokok dan tembakau di Indonesia mendapatkan sokongan dana dari bloomberg initiative termasuk lembaga yang bergerak untuk perlindungan anak, salah satunya Komnas Perlindungan Anak Indonesia (KPAI). Apapun bentuk lembaganya, selama mendapatkan kucuran dana bloomberg initiative, program utamanya harus sinergi dengan program bloomberg initiative dan rezim kesehatan dunia (WHO) yaitu pengendalian tembakau dan rokok, terutama rokok kretek asli Indonesia.<\/p>\n\n\n\n

Ada sekitar lebih dari 20an lembaga di Indonesia mendapatkan sokongan dana langsung maupun tidak langsung dari bloomberg initiative. Lembaga-lembaga tersebut bervarian, ada lembaga yang bergerak dalam pendidikan, bergerak pemberantasan korupsi, bergerak dalam kesehatan, bergerak perlindungan konsumen, bergerak melindungi anak, bahkan sampai pada lembaga agama. Numun pada intinya leading sector<\/em> yaitu sektor potensial yang dapat\u00a0menggerakkan agenda pengendalian tembakau dan rokok di Indonesia ada pada rezim kesehatan dalam hal ini Kementerian Kesehatan. Dengan menggunakan dalil kesehatan yang mulia, agenda bloomberg initiative dan farmasi berselancar dengan baik di Indonesia. \u00a0<\/p>\n\n\n\n

Baca:
Tinjauan Kritis Atas Larangan Iklan dan Sponshorship dengan Mencantumkan Logo, Brand Image, dan Identitas CSR Sebuah Perusahaan<\/a> <\/p>\n\n\n\n

Isu kuat saat ini yang beredar untuk agenda pengendalian tembakau dan rokok di Indonesia salah satunya, KPAI melarang audisi pencarian bakat bulu tangkis sejak dini yang dilakukan Djarum Foundation dengan alasan ekploitasi anak, Kementerian Kesehatan dan KPAI melarang adanya iklan di media sosia karena akan mengakibatkan bertambahnya perokok pemula, penggabungan golongan industri rokok atau penyederhanaan layer tarif cukai rokok yang intinya pengurangan terhadap industri rokok kretek, menaikkan cukai rokok untuk mengurangi peredaran rokok, dan korelasinya rokok dengan kemiskinan bertujuan agar ada kebijakan menghalau laju industri rokok kretek. <\/p>\n\n\n\n

Pemerintah dalam hal ini harus tegas mengambil sikap, untuk kepastian dan masa depan industri rokok kretek asli Indonesia. Dimana sejarah penemuan rokok kretek tidak lain untuk pengobatan yang dilakukan H. Djamhari sebagai obat sakit bengeknya. Karena rokok kretek adalah campuran tembakau dan cengkeh, berbeda dengan rokok non kretek yang hanya memakai tembakau saja. Selama ini, belum ada uji atau riset bahwa rokok kretek berkorelasi signifikan terhadap timbulnya penyakit yang dituduhkan. Kalau menjadi salah satu bagian kecil penyebab penyakit, tentunya ya dan bukan faktor penyebab utama. Itu seperti halnya barang-barang lain yang dikonsumsi manusia secara berlebihan dan hidup tidak seimbang. Termasuk makan nasi, mengkonsumsi gula dan mengkonsumsi lainnya secara berlebihan, tanpa diimbangi olah raga dan istirahat yang cukup. <\/p>\n\n\n\n

Selain itu, posisi industri kretek sangat stategis bagi bangsa Indonesia. Industri kretek membuktikan tetap bertahan setidaknya lebih dari 130 tahun. Disaat industri lain tumbang di zaman kolonial, industri kretek tetap eksis memberikan penghidupan masyarakat Indonesia. Bahkan tergolong industri yang peka zaman, dengan memberikan kontribusi yang sangat besar. Menghidupi setidaknya 6.1 juta jiwa petani cengkeh yang tersebar di 30 provinsi, petani tembakau yang tersebar di 15 provinsi. Menghidupi ribuan karyawan yang bekerja di industri kretek. Mempunyai multiplier<\/em> <\/em>effect<\/em> ke sektor perokonomian lainnya yang berada di sekitar industri kretek. <\/p>\n\n\n\n

Keberadaan industri kretek berkontribusi adanya hak jaminan sosial dan corporate social responsibility<\/em> (CSR), seperti halnya jaminan kesehatan, bhakti pendidikan, bhakti budaya, bhakti olahraga, bhakti lingkungan dan lain sebagainya. Berkontribusi pendapatan Negara melalui setoran cukai, berkontribusi bagi kesehatan publik dari alokasi dana bagi hasil cukai hasil tembakau (DBH-CHT) untuk sarana kesehatan dan pembayaran defisit Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS).  <\/p>\n\n\n\n

Selain itu, adanya industri kretek sebagai cermin kemandirian dan kedaulatan bangsa, karena sebagai pemenuhan kebutuhan pokok rakyat dalam hal ini pendapatan masyarakat sebagai agenda pemberantasan kemiskinan. <\/p>\n\n\n\n

Dengan pertimbangan di atas, diharapkan pemerintah dalam hal ini Presiden memberikan ketegasan, apakah industri rokok nasional tetap berproduksi atau dilarang berproduksi. Kalau tetap berproduksi, pemerintah secara totalitas harus melindunginya mulai kebijakan sampai pada strategi pemasarannya. Andaikan dilarang beroperasi, pemerintah paling tidak harus berani mempersiapkan lapangan pekerjaan lain bagi petani dan buruh tani cengkeh dan tembakau, buruh industri dan mungkin menata perekonomian akibat multiplier<\/em> <\/em>effect<\/em> keberadaan industri kretek. Dan yang terpenting keberadaan industri kretek, sebagai industri nasional sebagai perwujudan agenda prioritas  tujuan Nawa Cita, sehingga jangan sampai digiring dan diatur kepentingan asing melalui rezim kesehatan sebagai leading sector, <\/em>yang belum tentu benar dan terkesan dipaksakan.  
<\/p>\n","post_title":"Ketika Pemerintah Plin-Plan Membuat Regulasi Terkait Dunia Pertembakauan","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"ketika-pemerintah-plin-plan-membuat-regulasi-terkait-dunia-pertembakauan","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-08-06 10:53:48","post_modified_gmt":"2019-08-06 03:53:48","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5936","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":16},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"epic_block_3"};

\n

Baca:
Ada Campur Tangan Bloomberg dalam Surat Edaran Menkes terkait Pemblokiran Iklan Rokok <\/a><\/p>\n\n\n\n

WHO tidak semata-mata bertujuan demi meningkatkan taraf kesehatan penduduk. Di sini WHO sebagai ujung tombak industri farmasi. Terjadi peralihan di lingkup kesehatan, dimana dokter dan ilmuwan kesehatan dikuasai perusahan obat (farmasi). Tujuan utamanya tidak lain untuk merebut pasar nikotin dunia, dan menggantikan pemanfaatan nikotin alami dari tembakau dengan produk rekayasa nikotin yang telah dikantongi hak patennya. Keterlibatan WHO memuluskan tujuan industri farmasi tersebut dengan mendorong negara-negara di dunia untuk memberlakukan kebijakan sesuai kerangka kesehatan, tanpa mempertimbangkan peran sosial, ekonomi, politik dan budaya. Walaupun alasan kesehatan yang dibangun ternyata tidak 100% benar dan terkesan dipaksakan. Negara yang menjadi sasaran utama adalah Negara yang berkembang, seperti Indonesia, China, Bangladesh, India, Rusia, Mesir, Thailand, Filipina dan Brazil. <\/p>\n\n\n\n

Untuk menguasai pasar nikotin di dunia, industri farmasi mendapatkan sokongan dana dari bloomberg initiative. Karena salah satu direktur dari persekutuan perusahaan farmasi dunia bernama William R. Brody punya kedekatan dengan bloomberg initiative, selain teman karib juga posisinya sebagai penasehat. <\/h4>\n\n\n\n

Tidak mengherankan jika pendukung program pengendalian rokok dan tembakau di Indonesia mendapatkan sokongan dana dari bloomberg initiative termasuk lembaga yang bergerak untuk perlindungan anak, salah satunya Komnas Perlindungan Anak Indonesia (KPAI). Apapun bentuk lembaganya, selama mendapatkan kucuran dana bloomberg initiative, program utamanya harus sinergi dengan program bloomberg initiative dan rezim kesehatan dunia (WHO) yaitu pengendalian tembakau dan rokok, terutama rokok kretek asli Indonesia.<\/p>\n\n\n\n

Ada sekitar lebih dari 20an lembaga di Indonesia mendapatkan sokongan dana langsung maupun tidak langsung dari bloomberg initiative. Lembaga-lembaga tersebut bervarian, ada lembaga yang bergerak dalam pendidikan, bergerak pemberantasan korupsi, bergerak dalam kesehatan, bergerak perlindungan konsumen, bergerak melindungi anak, bahkan sampai pada lembaga agama. Numun pada intinya leading sector<\/em> yaitu sektor potensial yang dapat\u00a0menggerakkan agenda pengendalian tembakau dan rokok di Indonesia ada pada rezim kesehatan dalam hal ini Kementerian Kesehatan. Dengan menggunakan dalil kesehatan yang mulia, agenda bloomberg initiative dan farmasi berselancar dengan baik di Indonesia. \u00a0<\/p>\n\n\n\n

Baca:
Tinjauan Kritis Atas Larangan Iklan dan Sponshorship dengan Mencantumkan Logo, Brand Image, dan Identitas CSR Sebuah Perusahaan<\/a> <\/p>\n\n\n\n

Isu kuat saat ini yang beredar untuk agenda pengendalian tembakau dan rokok di Indonesia salah satunya, KPAI melarang audisi pencarian bakat bulu tangkis sejak dini yang dilakukan Djarum Foundation dengan alasan ekploitasi anak, Kementerian Kesehatan dan KPAI melarang adanya iklan di media sosia karena akan mengakibatkan bertambahnya perokok pemula, penggabungan golongan industri rokok atau penyederhanaan layer tarif cukai rokok yang intinya pengurangan terhadap industri rokok kretek, menaikkan cukai rokok untuk mengurangi peredaran rokok, dan korelasinya rokok dengan kemiskinan bertujuan agar ada kebijakan menghalau laju industri rokok kretek. <\/p>\n\n\n\n

Pemerintah dalam hal ini harus tegas mengambil sikap, untuk kepastian dan masa depan industri rokok kretek asli Indonesia. Dimana sejarah penemuan rokok kretek tidak lain untuk pengobatan yang dilakukan H. Djamhari sebagai obat sakit bengeknya. Karena rokok kretek adalah campuran tembakau dan cengkeh, berbeda dengan rokok non kretek yang hanya memakai tembakau saja. Selama ini, belum ada uji atau riset bahwa rokok kretek berkorelasi signifikan terhadap timbulnya penyakit yang dituduhkan. Kalau menjadi salah satu bagian kecil penyebab penyakit, tentunya ya dan bukan faktor penyebab utama. Itu seperti halnya barang-barang lain yang dikonsumsi manusia secara berlebihan dan hidup tidak seimbang. Termasuk makan nasi, mengkonsumsi gula dan mengkonsumsi lainnya secara berlebihan, tanpa diimbangi olah raga dan istirahat yang cukup. <\/p>\n\n\n\n

Selain itu, posisi industri kretek sangat stategis bagi bangsa Indonesia. Industri kretek membuktikan tetap bertahan setidaknya lebih dari 130 tahun. Disaat industri lain tumbang di zaman kolonial, industri kretek tetap eksis memberikan penghidupan masyarakat Indonesia. Bahkan tergolong industri yang peka zaman, dengan memberikan kontribusi yang sangat besar. Menghidupi setidaknya 6.1 juta jiwa petani cengkeh yang tersebar di 30 provinsi, petani tembakau yang tersebar di 15 provinsi. Menghidupi ribuan karyawan yang bekerja di industri kretek. Mempunyai multiplier<\/em> <\/em>effect<\/em> ke sektor perokonomian lainnya yang berada di sekitar industri kretek. <\/p>\n\n\n\n

Keberadaan industri kretek berkontribusi adanya hak jaminan sosial dan corporate social responsibility<\/em> (CSR), seperti halnya jaminan kesehatan, bhakti pendidikan, bhakti budaya, bhakti olahraga, bhakti lingkungan dan lain sebagainya. Berkontribusi pendapatan Negara melalui setoran cukai, berkontribusi bagi kesehatan publik dari alokasi dana bagi hasil cukai hasil tembakau (DBH-CHT) untuk sarana kesehatan dan pembayaran defisit Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS).  <\/p>\n\n\n\n

Selain itu, adanya industri kretek sebagai cermin kemandirian dan kedaulatan bangsa, karena sebagai pemenuhan kebutuhan pokok rakyat dalam hal ini pendapatan masyarakat sebagai agenda pemberantasan kemiskinan. <\/p>\n\n\n\n

Dengan pertimbangan di atas, diharapkan pemerintah dalam hal ini Presiden memberikan ketegasan, apakah industri rokok nasional tetap berproduksi atau dilarang berproduksi. Kalau tetap berproduksi, pemerintah secara totalitas harus melindunginya mulai kebijakan sampai pada strategi pemasarannya. Andaikan dilarang beroperasi, pemerintah paling tidak harus berani mempersiapkan lapangan pekerjaan lain bagi petani dan buruh tani cengkeh dan tembakau, buruh industri dan mungkin menata perekonomian akibat multiplier<\/em> <\/em>effect<\/em> keberadaan industri kretek. Dan yang terpenting keberadaan industri kretek, sebagai industri nasional sebagai perwujudan agenda prioritas  tujuan Nawa Cita, sehingga jangan sampai digiring dan diatur kepentingan asing melalui rezim kesehatan sebagai leading sector, <\/em>yang belum tentu benar dan terkesan dipaksakan.  
<\/p>\n","post_title":"Ketika Pemerintah Plin-Plan Membuat Regulasi Terkait Dunia Pertembakauan","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"ketika-pemerintah-plin-plan-membuat-regulasi-terkait-dunia-pertembakauan","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-08-06 10:53:48","post_modified_gmt":"2019-08-06 03:53:48","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5936","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":16},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"epic_block_3"};

\n

Semisal, yang pro dapat menceritakan dan meruntutkan agenda pengendalian rokok dan tembakau di Indonesia sebagai agenda politik dagang internasional. Semua program pengendalian rokok dan tembakau di Indonesia mengadopsi dari program World Health Organization (WHO) organisasi program dunia yang mendapatkan sokongan dana dari industri farmasi.\u00a0<\/p>\n\n\n\n

Baca:
Ada Campur Tangan Bloomberg dalam Surat Edaran Menkes terkait Pemblokiran Iklan Rokok <\/a><\/p>\n\n\n\n

WHO tidak semata-mata bertujuan demi meningkatkan taraf kesehatan penduduk. Di sini WHO sebagai ujung tombak industri farmasi. Terjadi peralihan di lingkup kesehatan, dimana dokter dan ilmuwan kesehatan dikuasai perusahan obat (farmasi). Tujuan utamanya tidak lain untuk merebut pasar nikotin dunia, dan menggantikan pemanfaatan nikotin alami dari tembakau dengan produk rekayasa nikotin yang telah dikantongi hak patennya. Keterlibatan WHO memuluskan tujuan industri farmasi tersebut dengan mendorong negara-negara di dunia untuk memberlakukan kebijakan sesuai kerangka kesehatan, tanpa mempertimbangkan peran sosial, ekonomi, politik dan budaya. Walaupun alasan kesehatan yang dibangun ternyata tidak 100% benar dan terkesan dipaksakan. Negara yang menjadi sasaran utama adalah Negara yang berkembang, seperti Indonesia, China, Bangladesh, India, Rusia, Mesir, Thailand, Filipina dan Brazil. <\/p>\n\n\n\n

Untuk menguasai pasar nikotin di dunia, industri farmasi mendapatkan sokongan dana dari bloomberg initiative. Karena salah satu direktur dari persekutuan perusahaan farmasi dunia bernama William R. Brody punya kedekatan dengan bloomberg initiative, selain teman karib juga posisinya sebagai penasehat. <\/h4>\n\n\n\n

Tidak mengherankan jika pendukung program pengendalian rokok dan tembakau di Indonesia mendapatkan sokongan dana dari bloomberg initiative termasuk lembaga yang bergerak untuk perlindungan anak, salah satunya Komnas Perlindungan Anak Indonesia (KPAI). Apapun bentuk lembaganya, selama mendapatkan kucuran dana bloomberg initiative, program utamanya harus sinergi dengan program bloomberg initiative dan rezim kesehatan dunia (WHO) yaitu pengendalian tembakau dan rokok, terutama rokok kretek asli Indonesia.<\/p>\n\n\n\n

Ada sekitar lebih dari 20an lembaga di Indonesia mendapatkan sokongan dana langsung maupun tidak langsung dari bloomberg initiative. Lembaga-lembaga tersebut bervarian, ada lembaga yang bergerak dalam pendidikan, bergerak pemberantasan korupsi, bergerak dalam kesehatan, bergerak perlindungan konsumen, bergerak melindungi anak, bahkan sampai pada lembaga agama. Numun pada intinya leading sector<\/em> yaitu sektor potensial yang dapat\u00a0menggerakkan agenda pengendalian tembakau dan rokok di Indonesia ada pada rezim kesehatan dalam hal ini Kementerian Kesehatan. Dengan menggunakan dalil kesehatan yang mulia, agenda bloomberg initiative dan farmasi berselancar dengan baik di Indonesia. \u00a0<\/p>\n\n\n\n

Baca:
Tinjauan Kritis Atas Larangan Iklan dan Sponshorship dengan Mencantumkan Logo, Brand Image, dan Identitas CSR Sebuah Perusahaan<\/a> <\/p>\n\n\n\n

Isu kuat saat ini yang beredar untuk agenda pengendalian tembakau dan rokok di Indonesia salah satunya, KPAI melarang audisi pencarian bakat bulu tangkis sejak dini yang dilakukan Djarum Foundation dengan alasan ekploitasi anak, Kementerian Kesehatan dan KPAI melarang adanya iklan di media sosia karena akan mengakibatkan bertambahnya perokok pemula, penggabungan golongan industri rokok atau penyederhanaan layer tarif cukai rokok yang intinya pengurangan terhadap industri rokok kretek, menaikkan cukai rokok untuk mengurangi peredaran rokok, dan korelasinya rokok dengan kemiskinan bertujuan agar ada kebijakan menghalau laju industri rokok kretek. <\/p>\n\n\n\n

Pemerintah dalam hal ini harus tegas mengambil sikap, untuk kepastian dan masa depan industri rokok kretek asli Indonesia. Dimana sejarah penemuan rokok kretek tidak lain untuk pengobatan yang dilakukan H. Djamhari sebagai obat sakit bengeknya. Karena rokok kretek adalah campuran tembakau dan cengkeh, berbeda dengan rokok non kretek yang hanya memakai tembakau saja. Selama ini, belum ada uji atau riset bahwa rokok kretek berkorelasi signifikan terhadap timbulnya penyakit yang dituduhkan. Kalau menjadi salah satu bagian kecil penyebab penyakit, tentunya ya dan bukan faktor penyebab utama. Itu seperti halnya barang-barang lain yang dikonsumsi manusia secara berlebihan dan hidup tidak seimbang. Termasuk makan nasi, mengkonsumsi gula dan mengkonsumsi lainnya secara berlebihan, tanpa diimbangi olah raga dan istirahat yang cukup. <\/p>\n\n\n\n

Selain itu, posisi industri kretek sangat stategis bagi bangsa Indonesia. Industri kretek membuktikan tetap bertahan setidaknya lebih dari 130 tahun. Disaat industri lain tumbang di zaman kolonial, industri kretek tetap eksis memberikan penghidupan masyarakat Indonesia. Bahkan tergolong industri yang peka zaman, dengan memberikan kontribusi yang sangat besar. Menghidupi setidaknya 6.1 juta jiwa petani cengkeh yang tersebar di 30 provinsi, petani tembakau yang tersebar di 15 provinsi. Menghidupi ribuan karyawan yang bekerja di industri kretek. Mempunyai multiplier<\/em> <\/em>effect<\/em> ke sektor perokonomian lainnya yang berada di sekitar industri kretek. <\/p>\n\n\n\n

Keberadaan industri kretek berkontribusi adanya hak jaminan sosial dan corporate social responsibility<\/em> (CSR), seperti halnya jaminan kesehatan, bhakti pendidikan, bhakti budaya, bhakti olahraga, bhakti lingkungan dan lain sebagainya. Berkontribusi pendapatan Negara melalui setoran cukai, berkontribusi bagi kesehatan publik dari alokasi dana bagi hasil cukai hasil tembakau (DBH-CHT) untuk sarana kesehatan dan pembayaran defisit Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS).  <\/p>\n\n\n\n

Selain itu, adanya industri kretek sebagai cermin kemandirian dan kedaulatan bangsa, karena sebagai pemenuhan kebutuhan pokok rakyat dalam hal ini pendapatan masyarakat sebagai agenda pemberantasan kemiskinan. <\/p>\n\n\n\n

Dengan pertimbangan di atas, diharapkan pemerintah dalam hal ini Presiden memberikan ketegasan, apakah industri rokok nasional tetap berproduksi atau dilarang berproduksi. Kalau tetap berproduksi, pemerintah secara totalitas harus melindunginya mulai kebijakan sampai pada strategi pemasarannya. Andaikan dilarang beroperasi, pemerintah paling tidak harus berani mempersiapkan lapangan pekerjaan lain bagi petani dan buruh tani cengkeh dan tembakau, buruh industri dan mungkin menata perekonomian akibat multiplier<\/em> <\/em>effect<\/em> keberadaan industri kretek. Dan yang terpenting keberadaan industri kretek, sebagai industri nasional sebagai perwujudan agenda prioritas  tujuan Nawa Cita, sehingga jangan sampai digiring dan diatur kepentingan asing melalui rezim kesehatan sebagai leading sector, <\/em>yang belum tentu benar dan terkesan dipaksakan.  
<\/p>\n","post_title":"Ketika Pemerintah Plin-Plan Membuat Regulasi Terkait Dunia Pertembakauan","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"ketika-pemerintah-plin-plan-membuat-regulasi-terkait-dunia-pertembakauan","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-08-06 10:53:48","post_modified_gmt":"2019-08-06 03:53:48","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5936","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":16},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"epic_block_3"};

\n

Sekarang, efek sikap pemerintah di atas meluas kemana-mana, mulai dari isu penyederhanaan layer atau penggabungan golongan industri rokok, isu pelarangan iklan rokok di media sosial karena pengguna media sosial banyak anak-anak, sampai pada pelarangan audisi pencari bakat bulu tangkis yang dilakukan Djarum Foundation dengan alasan ekploitasi anak. Ini semua adalah beberapa agenda untuk pengendalian rokok dan tembakau di Indonesia yang alasannya sudah dipatahkan dengan data yang lebih akurat.<\/p>\n\n\n\n

Semisal, yang pro dapat menceritakan dan meruntutkan agenda pengendalian rokok dan tembakau di Indonesia sebagai agenda politik dagang internasional. Semua program pengendalian rokok dan tembakau di Indonesia mengadopsi dari program World Health Organization (WHO) organisasi program dunia yang mendapatkan sokongan dana dari industri farmasi.\u00a0<\/p>\n\n\n\n

Baca:
Ada Campur Tangan Bloomberg dalam Surat Edaran Menkes terkait Pemblokiran Iklan Rokok <\/a><\/p>\n\n\n\n

WHO tidak semata-mata bertujuan demi meningkatkan taraf kesehatan penduduk. Di sini WHO sebagai ujung tombak industri farmasi. Terjadi peralihan di lingkup kesehatan, dimana dokter dan ilmuwan kesehatan dikuasai perusahan obat (farmasi). Tujuan utamanya tidak lain untuk merebut pasar nikotin dunia, dan menggantikan pemanfaatan nikotin alami dari tembakau dengan produk rekayasa nikotin yang telah dikantongi hak patennya. Keterlibatan WHO memuluskan tujuan industri farmasi tersebut dengan mendorong negara-negara di dunia untuk memberlakukan kebijakan sesuai kerangka kesehatan, tanpa mempertimbangkan peran sosial, ekonomi, politik dan budaya. Walaupun alasan kesehatan yang dibangun ternyata tidak 100% benar dan terkesan dipaksakan. Negara yang menjadi sasaran utama adalah Negara yang berkembang, seperti Indonesia, China, Bangladesh, India, Rusia, Mesir, Thailand, Filipina dan Brazil. <\/p>\n\n\n\n

Untuk menguasai pasar nikotin di dunia, industri farmasi mendapatkan sokongan dana dari bloomberg initiative. Karena salah satu direktur dari persekutuan perusahaan farmasi dunia bernama William R. Brody punya kedekatan dengan bloomberg initiative, selain teman karib juga posisinya sebagai penasehat. <\/h4>\n\n\n\n

Tidak mengherankan jika pendukung program pengendalian rokok dan tembakau di Indonesia mendapatkan sokongan dana dari bloomberg initiative termasuk lembaga yang bergerak untuk perlindungan anak, salah satunya Komnas Perlindungan Anak Indonesia (KPAI). Apapun bentuk lembaganya, selama mendapatkan kucuran dana bloomberg initiative, program utamanya harus sinergi dengan program bloomberg initiative dan rezim kesehatan dunia (WHO) yaitu pengendalian tembakau dan rokok, terutama rokok kretek asli Indonesia.<\/p>\n\n\n\n

Ada sekitar lebih dari 20an lembaga di Indonesia mendapatkan sokongan dana langsung maupun tidak langsung dari bloomberg initiative. Lembaga-lembaga tersebut bervarian, ada lembaga yang bergerak dalam pendidikan, bergerak pemberantasan korupsi, bergerak dalam kesehatan, bergerak perlindungan konsumen, bergerak melindungi anak, bahkan sampai pada lembaga agama. Numun pada intinya leading sector<\/em> yaitu sektor potensial yang dapat\u00a0menggerakkan agenda pengendalian tembakau dan rokok di Indonesia ada pada rezim kesehatan dalam hal ini Kementerian Kesehatan. Dengan menggunakan dalil kesehatan yang mulia, agenda bloomberg initiative dan farmasi berselancar dengan baik di Indonesia. \u00a0<\/p>\n\n\n\n

Baca:
Tinjauan Kritis Atas Larangan Iklan dan Sponshorship dengan Mencantumkan Logo, Brand Image, dan Identitas CSR Sebuah Perusahaan<\/a> <\/p>\n\n\n\n

Isu kuat saat ini yang beredar untuk agenda pengendalian tembakau dan rokok di Indonesia salah satunya, KPAI melarang audisi pencarian bakat bulu tangkis sejak dini yang dilakukan Djarum Foundation dengan alasan ekploitasi anak, Kementerian Kesehatan dan KPAI melarang adanya iklan di media sosia karena akan mengakibatkan bertambahnya perokok pemula, penggabungan golongan industri rokok atau penyederhanaan layer tarif cukai rokok yang intinya pengurangan terhadap industri rokok kretek, menaikkan cukai rokok untuk mengurangi peredaran rokok, dan korelasinya rokok dengan kemiskinan bertujuan agar ada kebijakan menghalau laju industri rokok kretek. <\/p>\n\n\n\n

Pemerintah dalam hal ini harus tegas mengambil sikap, untuk kepastian dan masa depan industri rokok kretek asli Indonesia. Dimana sejarah penemuan rokok kretek tidak lain untuk pengobatan yang dilakukan H. Djamhari sebagai obat sakit bengeknya. Karena rokok kretek adalah campuran tembakau dan cengkeh, berbeda dengan rokok non kretek yang hanya memakai tembakau saja. Selama ini, belum ada uji atau riset bahwa rokok kretek berkorelasi signifikan terhadap timbulnya penyakit yang dituduhkan. Kalau menjadi salah satu bagian kecil penyebab penyakit, tentunya ya dan bukan faktor penyebab utama. Itu seperti halnya barang-barang lain yang dikonsumsi manusia secara berlebihan dan hidup tidak seimbang. Termasuk makan nasi, mengkonsumsi gula dan mengkonsumsi lainnya secara berlebihan, tanpa diimbangi olah raga dan istirahat yang cukup. <\/p>\n\n\n\n

Selain itu, posisi industri kretek sangat stategis bagi bangsa Indonesia. Industri kretek membuktikan tetap bertahan setidaknya lebih dari 130 tahun. Disaat industri lain tumbang di zaman kolonial, industri kretek tetap eksis memberikan penghidupan masyarakat Indonesia. Bahkan tergolong industri yang peka zaman, dengan memberikan kontribusi yang sangat besar. Menghidupi setidaknya 6.1 juta jiwa petani cengkeh yang tersebar di 30 provinsi, petani tembakau yang tersebar di 15 provinsi. Menghidupi ribuan karyawan yang bekerja di industri kretek. Mempunyai multiplier<\/em> <\/em>effect<\/em> ke sektor perokonomian lainnya yang berada di sekitar industri kretek. <\/p>\n\n\n\n

Keberadaan industri kretek berkontribusi adanya hak jaminan sosial dan corporate social responsibility<\/em> (CSR), seperti halnya jaminan kesehatan, bhakti pendidikan, bhakti budaya, bhakti olahraga, bhakti lingkungan dan lain sebagainya. Berkontribusi pendapatan Negara melalui setoran cukai, berkontribusi bagi kesehatan publik dari alokasi dana bagi hasil cukai hasil tembakau (DBH-CHT) untuk sarana kesehatan dan pembayaran defisit Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS).  <\/p>\n\n\n\n

Selain itu, adanya industri kretek sebagai cermin kemandirian dan kedaulatan bangsa, karena sebagai pemenuhan kebutuhan pokok rakyat dalam hal ini pendapatan masyarakat sebagai agenda pemberantasan kemiskinan. <\/p>\n\n\n\n

Dengan pertimbangan di atas, diharapkan pemerintah dalam hal ini Presiden memberikan ketegasan, apakah industri rokok nasional tetap berproduksi atau dilarang berproduksi. Kalau tetap berproduksi, pemerintah secara totalitas harus melindunginya mulai kebijakan sampai pada strategi pemasarannya. Andaikan dilarang beroperasi, pemerintah paling tidak harus berani mempersiapkan lapangan pekerjaan lain bagi petani dan buruh tani cengkeh dan tembakau, buruh industri dan mungkin menata perekonomian akibat multiplier<\/em> <\/em>effect<\/em> keberadaan industri kretek. Dan yang terpenting keberadaan industri kretek, sebagai industri nasional sebagai perwujudan agenda prioritas  tujuan Nawa Cita, sehingga jangan sampai digiring dan diatur kepentingan asing melalui rezim kesehatan sebagai leading sector, <\/em>yang belum tentu benar dan terkesan dipaksakan.  
<\/p>\n","post_title":"Ketika Pemerintah Plin-Plan Membuat Regulasi Terkait Dunia Pertembakauan","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"ketika-pemerintah-plin-plan-membuat-regulasi-terkait-dunia-pertembakauan","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-08-06 10:53:48","post_modified_gmt":"2019-08-06 03:53:48","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5936","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":16},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"epic_block_3"};

\n

Sikap pemerintah sampai saat ini menimbulkan pro dan kontra. Di satu sisi pemerintah melalui Kementrian Kesehatan membuat aturan pembatasan dan pelarangan beredarnya rokok, bahkan melarang adanya iklan rokok dan mengatur packaging<\/em> dengan bermacam gambar dan peringatan yang menggelian. Di sisi lain, pemerintah mendorong peningkatkan pendapatan Negara, mendorong peningkatan ekonomi rakyat, mendorong peningkatan produktivitas rakyat dan daya saing di pasar internasional, dan mendorong pengentasan kemiskinan.<\/p>\n\n\n\n

Sekarang, efek sikap pemerintah di atas meluas kemana-mana, mulai dari isu penyederhanaan layer atau penggabungan golongan industri rokok, isu pelarangan iklan rokok di media sosial karena pengguna media sosial banyak anak-anak, sampai pada pelarangan audisi pencari bakat bulu tangkis yang dilakukan Djarum Foundation dengan alasan ekploitasi anak. Ini semua adalah beberapa agenda untuk pengendalian rokok dan tembakau di Indonesia yang alasannya sudah dipatahkan dengan data yang lebih akurat.<\/p>\n\n\n\n

Semisal, yang pro dapat menceritakan dan meruntutkan agenda pengendalian rokok dan tembakau di Indonesia sebagai agenda politik dagang internasional. Semua program pengendalian rokok dan tembakau di Indonesia mengadopsi dari program World Health Organization (WHO) organisasi program dunia yang mendapatkan sokongan dana dari industri farmasi.\u00a0<\/p>\n\n\n\n

Baca:
Ada Campur Tangan Bloomberg dalam Surat Edaran Menkes terkait Pemblokiran Iklan Rokok <\/a><\/p>\n\n\n\n

WHO tidak semata-mata bertujuan demi meningkatkan taraf kesehatan penduduk. Di sini WHO sebagai ujung tombak industri farmasi. Terjadi peralihan di lingkup kesehatan, dimana dokter dan ilmuwan kesehatan dikuasai perusahan obat (farmasi). Tujuan utamanya tidak lain untuk merebut pasar nikotin dunia, dan menggantikan pemanfaatan nikotin alami dari tembakau dengan produk rekayasa nikotin yang telah dikantongi hak patennya. Keterlibatan WHO memuluskan tujuan industri farmasi tersebut dengan mendorong negara-negara di dunia untuk memberlakukan kebijakan sesuai kerangka kesehatan, tanpa mempertimbangkan peran sosial, ekonomi, politik dan budaya. Walaupun alasan kesehatan yang dibangun ternyata tidak 100% benar dan terkesan dipaksakan. Negara yang menjadi sasaran utama adalah Negara yang berkembang, seperti Indonesia, China, Bangladesh, India, Rusia, Mesir, Thailand, Filipina dan Brazil. <\/p>\n\n\n\n

Untuk menguasai pasar nikotin di dunia, industri farmasi mendapatkan sokongan dana dari bloomberg initiative. Karena salah satu direktur dari persekutuan perusahaan farmasi dunia bernama William R. Brody punya kedekatan dengan bloomberg initiative, selain teman karib juga posisinya sebagai penasehat. <\/h4>\n\n\n\n

Tidak mengherankan jika pendukung program pengendalian rokok dan tembakau di Indonesia mendapatkan sokongan dana dari bloomberg initiative termasuk lembaga yang bergerak untuk perlindungan anak, salah satunya Komnas Perlindungan Anak Indonesia (KPAI). Apapun bentuk lembaganya, selama mendapatkan kucuran dana bloomberg initiative, program utamanya harus sinergi dengan program bloomberg initiative dan rezim kesehatan dunia (WHO) yaitu pengendalian tembakau dan rokok, terutama rokok kretek asli Indonesia.<\/p>\n\n\n\n

Ada sekitar lebih dari 20an lembaga di Indonesia mendapatkan sokongan dana langsung maupun tidak langsung dari bloomberg initiative. Lembaga-lembaga tersebut bervarian, ada lembaga yang bergerak dalam pendidikan, bergerak pemberantasan korupsi, bergerak dalam kesehatan, bergerak perlindungan konsumen, bergerak melindungi anak, bahkan sampai pada lembaga agama. Numun pada intinya leading sector<\/em> yaitu sektor potensial yang dapat\u00a0menggerakkan agenda pengendalian tembakau dan rokok di Indonesia ada pada rezim kesehatan dalam hal ini Kementerian Kesehatan. Dengan menggunakan dalil kesehatan yang mulia, agenda bloomberg initiative dan farmasi berselancar dengan baik di Indonesia. \u00a0<\/p>\n\n\n\n

Baca:
Tinjauan Kritis Atas Larangan Iklan dan Sponshorship dengan Mencantumkan Logo, Brand Image, dan Identitas CSR Sebuah Perusahaan<\/a> <\/p>\n\n\n\n

Isu kuat saat ini yang beredar untuk agenda pengendalian tembakau dan rokok di Indonesia salah satunya, KPAI melarang audisi pencarian bakat bulu tangkis sejak dini yang dilakukan Djarum Foundation dengan alasan ekploitasi anak, Kementerian Kesehatan dan KPAI melarang adanya iklan di media sosia karena akan mengakibatkan bertambahnya perokok pemula, penggabungan golongan industri rokok atau penyederhanaan layer tarif cukai rokok yang intinya pengurangan terhadap industri rokok kretek, menaikkan cukai rokok untuk mengurangi peredaran rokok, dan korelasinya rokok dengan kemiskinan bertujuan agar ada kebijakan menghalau laju industri rokok kretek. <\/p>\n\n\n\n

Pemerintah dalam hal ini harus tegas mengambil sikap, untuk kepastian dan masa depan industri rokok kretek asli Indonesia. Dimana sejarah penemuan rokok kretek tidak lain untuk pengobatan yang dilakukan H. Djamhari sebagai obat sakit bengeknya. Karena rokok kretek adalah campuran tembakau dan cengkeh, berbeda dengan rokok non kretek yang hanya memakai tembakau saja. Selama ini, belum ada uji atau riset bahwa rokok kretek berkorelasi signifikan terhadap timbulnya penyakit yang dituduhkan. Kalau menjadi salah satu bagian kecil penyebab penyakit, tentunya ya dan bukan faktor penyebab utama. Itu seperti halnya barang-barang lain yang dikonsumsi manusia secara berlebihan dan hidup tidak seimbang. Termasuk makan nasi, mengkonsumsi gula dan mengkonsumsi lainnya secara berlebihan, tanpa diimbangi olah raga dan istirahat yang cukup. <\/p>\n\n\n\n

Selain itu, posisi industri kretek sangat stategis bagi bangsa Indonesia. Industri kretek membuktikan tetap bertahan setidaknya lebih dari 130 tahun. Disaat industri lain tumbang di zaman kolonial, industri kretek tetap eksis memberikan penghidupan masyarakat Indonesia. Bahkan tergolong industri yang peka zaman, dengan memberikan kontribusi yang sangat besar. Menghidupi setidaknya 6.1 juta jiwa petani cengkeh yang tersebar di 30 provinsi, petani tembakau yang tersebar di 15 provinsi. Menghidupi ribuan karyawan yang bekerja di industri kretek. Mempunyai multiplier<\/em> <\/em>effect<\/em> ke sektor perokonomian lainnya yang berada di sekitar industri kretek. <\/p>\n\n\n\n

Keberadaan industri kretek berkontribusi adanya hak jaminan sosial dan corporate social responsibility<\/em> (CSR), seperti halnya jaminan kesehatan, bhakti pendidikan, bhakti budaya, bhakti olahraga, bhakti lingkungan dan lain sebagainya. Berkontribusi pendapatan Negara melalui setoran cukai, berkontribusi bagi kesehatan publik dari alokasi dana bagi hasil cukai hasil tembakau (DBH-CHT) untuk sarana kesehatan dan pembayaran defisit Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS).  <\/p>\n\n\n\n

Selain itu, adanya industri kretek sebagai cermin kemandirian dan kedaulatan bangsa, karena sebagai pemenuhan kebutuhan pokok rakyat dalam hal ini pendapatan masyarakat sebagai agenda pemberantasan kemiskinan. <\/p>\n\n\n\n

Dengan pertimbangan di atas, diharapkan pemerintah dalam hal ini Presiden memberikan ketegasan, apakah industri rokok nasional tetap berproduksi atau dilarang berproduksi. Kalau tetap berproduksi, pemerintah secara totalitas harus melindunginya mulai kebijakan sampai pada strategi pemasarannya. Andaikan dilarang beroperasi, pemerintah paling tidak harus berani mempersiapkan lapangan pekerjaan lain bagi petani dan buruh tani cengkeh dan tembakau, buruh industri dan mungkin menata perekonomian akibat multiplier<\/em> <\/em>effect<\/em> keberadaan industri kretek. Dan yang terpenting keberadaan industri kretek, sebagai industri nasional sebagai perwujudan agenda prioritas  tujuan Nawa Cita, sehingga jangan sampai digiring dan diatur kepentingan asing melalui rezim kesehatan sebagai leading sector, <\/em>yang belum tentu benar dan terkesan dipaksakan.  
<\/p>\n","post_title":"Ketika Pemerintah Plin-Plan Membuat Regulasi Terkait Dunia Pertembakauan","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"ketika-pemerintah-plin-plan-membuat-regulasi-terkait-dunia-pertembakauan","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-08-06 10:53:48","post_modified_gmt":"2019-08-06 03:53:48","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5936","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":16},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"epic_block_3"};

\n

Masalah peredaran rokok di Indonesia, pemerintah cenderung mengambil langkah aman. Sudah saatnya pemerintah harus tegas menentukan sikap pelarangan atau membolehkan peredaran rokok di tengah-tengah masyarakat. <\/p>\n\n\n\n

Sikap pemerintah sampai saat ini menimbulkan pro dan kontra. Di satu sisi pemerintah melalui Kementrian Kesehatan membuat aturan pembatasan dan pelarangan beredarnya rokok, bahkan melarang adanya iklan rokok dan mengatur packaging<\/em> dengan bermacam gambar dan peringatan yang menggelian. Di sisi lain, pemerintah mendorong peningkatkan pendapatan Negara, mendorong peningkatan ekonomi rakyat, mendorong peningkatan produktivitas rakyat dan daya saing di pasar internasional, dan mendorong pengentasan kemiskinan.<\/p>\n\n\n\n

Sekarang, efek sikap pemerintah di atas meluas kemana-mana, mulai dari isu penyederhanaan layer atau penggabungan golongan industri rokok, isu pelarangan iklan rokok di media sosial karena pengguna media sosial banyak anak-anak, sampai pada pelarangan audisi pencari bakat bulu tangkis yang dilakukan Djarum Foundation dengan alasan ekploitasi anak. Ini semua adalah beberapa agenda untuk pengendalian rokok dan tembakau di Indonesia yang alasannya sudah dipatahkan dengan data yang lebih akurat.<\/p>\n\n\n\n

Semisal, yang pro dapat menceritakan dan meruntutkan agenda pengendalian rokok dan tembakau di Indonesia sebagai agenda politik dagang internasional. Semua program pengendalian rokok dan tembakau di Indonesia mengadopsi dari program World Health Organization (WHO) organisasi program dunia yang mendapatkan sokongan dana dari industri farmasi.\u00a0<\/p>\n\n\n\n

Baca:
Ada Campur Tangan Bloomberg dalam Surat Edaran Menkes terkait Pemblokiran Iklan Rokok <\/a><\/p>\n\n\n\n

WHO tidak semata-mata bertujuan demi meningkatkan taraf kesehatan penduduk. Di sini WHO sebagai ujung tombak industri farmasi. Terjadi peralihan di lingkup kesehatan, dimana dokter dan ilmuwan kesehatan dikuasai perusahan obat (farmasi). Tujuan utamanya tidak lain untuk merebut pasar nikotin dunia, dan menggantikan pemanfaatan nikotin alami dari tembakau dengan produk rekayasa nikotin yang telah dikantongi hak patennya. Keterlibatan WHO memuluskan tujuan industri farmasi tersebut dengan mendorong negara-negara di dunia untuk memberlakukan kebijakan sesuai kerangka kesehatan, tanpa mempertimbangkan peran sosial, ekonomi, politik dan budaya. Walaupun alasan kesehatan yang dibangun ternyata tidak 100% benar dan terkesan dipaksakan. Negara yang menjadi sasaran utama adalah Negara yang berkembang, seperti Indonesia, China, Bangladesh, India, Rusia, Mesir, Thailand, Filipina dan Brazil. <\/p>\n\n\n\n

Untuk menguasai pasar nikotin di dunia, industri farmasi mendapatkan sokongan dana dari bloomberg initiative. Karena salah satu direktur dari persekutuan perusahaan farmasi dunia bernama William R. Brody punya kedekatan dengan bloomberg initiative, selain teman karib juga posisinya sebagai penasehat. <\/h4>\n\n\n\n

Tidak mengherankan jika pendukung program pengendalian rokok dan tembakau di Indonesia mendapatkan sokongan dana dari bloomberg initiative termasuk lembaga yang bergerak untuk perlindungan anak, salah satunya Komnas Perlindungan Anak Indonesia (KPAI). Apapun bentuk lembaganya, selama mendapatkan kucuran dana bloomberg initiative, program utamanya harus sinergi dengan program bloomberg initiative dan rezim kesehatan dunia (WHO) yaitu pengendalian tembakau dan rokok, terutama rokok kretek asli Indonesia.<\/p>\n\n\n\n

Ada sekitar lebih dari 20an lembaga di Indonesia mendapatkan sokongan dana langsung maupun tidak langsung dari bloomberg initiative. Lembaga-lembaga tersebut bervarian, ada lembaga yang bergerak dalam pendidikan, bergerak pemberantasan korupsi, bergerak dalam kesehatan, bergerak perlindungan konsumen, bergerak melindungi anak, bahkan sampai pada lembaga agama. Numun pada intinya leading sector<\/em> yaitu sektor potensial yang dapat\u00a0menggerakkan agenda pengendalian tembakau dan rokok di Indonesia ada pada rezim kesehatan dalam hal ini Kementerian Kesehatan. Dengan menggunakan dalil kesehatan yang mulia, agenda bloomberg initiative dan farmasi berselancar dengan baik di Indonesia. \u00a0<\/p>\n\n\n\n

Baca:
Tinjauan Kritis Atas Larangan Iklan dan Sponshorship dengan Mencantumkan Logo, Brand Image, dan Identitas CSR Sebuah Perusahaan<\/a> <\/p>\n\n\n\n

Isu kuat saat ini yang beredar untuk agenda pengendalian tembakau dan rokok di Indonesia salah satunya, KPAI melarang audisi pencarian bakat bulu tangkis sejak dini yang dilakukan Djarum Foundation dengan alasan ekploitasi anak, Kementerian Kesehatan dan KPAI melarang adanya iklan di media sosia karena akan mengakibatkan bertambahnya perokok pemula, penggabungan golongan industri rokok atau penyederhanaan layer tarif cukai rokok yang intinya pengurangan terhadap industri rokok kretek, menaikkan cukai rokok untuk mengurangi peredaran rokok, dan korelasinya rokok dengan kemiskinan bertujuan agar ada kebijakan menghalau laju industri rokok kretek. <\/p>\n\n\n\n

Pemerintah dalam hal ini harus tegas mengambil sikap, untuk kepastian dan masa depan industri rokok kretek asli Indonesia. Dimana sejarah penemuan rokok kretek tidak lain untuk pengobatan yang dilakukan H. Djamhari sebagai obat sakit bengeknya. Karena rokok kretek adalah campuran tembakau dan cengkeh, berbeda dengan rokok non kretek yang hanya memakai tembakau saja. Selama ini, belum ada uji atau riset bahwa rokok kretek berkorelasi signifikan terhadap timbulnya penyakit yang dituduhkan. Kalau menjadi salah satu bagian kecil penyebab penyakit, tentunya ya dan bukan faktor penyebab utama. Itu seperti halnya barang-barang lain yang dikonsumsi manusia secara berlebihan dan hidup tidak seimbang. Termasuk makan nasi, mengkonsumsi gula dan mengkonsumsi lainnya secara berlebihan, tanpa diimbangi olah raga dan istirahat yang cukup. <\/p>\n\n\n\n

Selain itu, posisi industri kretek sangat stategis bagi bangsa Indonesia. Industri kretek membuktikan tetap bertahan setidaknya lebih dari 130 tahun. Disaat industri lain tumbang di zaman kolonial, industri kretek tetap eksis memberikan penghidupan masyarakat Indonesia. Bahkan tergolong industri yang peka zaman, dengan memberikan kontribusi yang sangat besar. Menghidupi setidaknya 6.1 juta jiwa petani cengkeh yang tersebar di 30 provinsi, petani tembakau yang tersebar di 15 provinsi. Menghidupi ribuan karyawan yang bekerja di industri kretek. Mempunyai multiplier<\/em> <\/em>effect<\/em> ke sektor perokonomian lainnya yang berada di sekitar industri kretek. <\/p>\n\n\n\n

Keberadaan industri kretek berkontribusi adanya hak jaminan sosial dan corporate social responsibility<\/em> (CSR), seperti halnya jaminan kesehatan, bhakti pendidikan, bhakti budaya, bhakti olahraga, bhakti lingkungan dan lain sebagainya. Berkontribusi pendapatan Negara melalui setoran cukai, berkontribusi bagi kesehatan publik dari alokasi dana bagi hasil cukai hasil tembakau (DBH-CHT) untuk sarana kesehatan dan pembayaran defisit Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS).  <\/p>\n\n\n\n

Selain itu, adanya industri kretek sebagai cermin kemandirian dan kedaulatan bangsa, karena sebagai pemenuhan kebutuhan pokok rakyat dalam hal ini pendapatan masyarakat sebagai agenda pemberantasan kemiskinan. <\/p>\n\n\n\n

Dengan pertimbangan di atas, diharapkan pemerintah dalam hal ini Presiden memberikan ketegasan, apakah industri rokok nasional tetap berproduksi atau dilarang berproduksi. Kalau tetap berproduksi, pemerintah secara totalitas harus melindunginya mulai kebijakan sampai pada strategi pemasarannya. Andaikan dilarang beroperasi, pemerintah paling tidak harus berani mempersiapkan lapangan pekerjaan lain bagi petani dan buruh tani cengkeh dan tembakau, buruh industri dan mungkin menata perekonomian akibat multiplier<\/em> <\/em>effect<\/em> keberadaan industri kretek. Dan yang terpenting keberadaan industri kretek, sebagai industri nasional sebagai perwujudan agenda prioritas  tujuan Nawa Cita, sehingga jangan sampai digiring dan diatur kepentingan asing melalui rezim kesehatan sebagai leading sector, <\/em>yang belum tentu benar dan terkesan dipaksakan.  
<\/p>\n","post_title":"Ketika Pemerintah Plin-Plan Membuat Regulasi Terkait Dunia Pertembakauan","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"ketika-pemerintah-plin-plan-membuat-regulasi-terkait-dunia-pertembakauan","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-08-06 10:53:48","post_modified_gmt":"2019-08-06 03:53:48","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5936","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":16},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"epic_block_3"};

\n

Juga, program Djarum Foundation audisi bulutangkis adalah salah satu bentuk kesadaran dan kewajibannya membangun bangsa dengan melibatkan anak-anak. Lalu apa yang salah dari Djarum Foundation Bhakti Olahraga, jelas-jelas telah menghibahkan fasilitas, pikiran hingga dana untuk kepentingan kejayaan bangsa Indonesia, melalui olahraga. Pemerintah harus mendukung program tersebut, begitupun KPAI. KPAI jangan sampai menjadi penghalang, seperti halnya penghalang Nabi Ibrahim dalam kisah di atas.  
<\/p>\n","post_title":"Refleksi Kisah Kurban sebagai Bahan Pengingat KPAI","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"refleksi-kisah-kurban-sebagai-bahan-pengingat-kpai","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-08-12 08:30:31","post_modified_gmt":"2019-08-12 01:30:31","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5949","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5936,"post_author":"877","post_date":"2019-08-06 10:53:42","post_date_gmt":"2019-08-06 03:53:42","post_content":"\n

Masalah peredaran rokok di Indonesia, pemerintah cenderung mengambil langkah aman. Sudah saatnya pemerintah harus tegas menentukan sikap pelarangan atau membolehkan peredaran rokok di tengah-tengah masyarakat. <\/p>\n\n\n\n

Sikap pemerintah sampai saat ini menimbulkan pro dan kontra. Di satu sisi pemerintah melalui Kementrian Kesehatan membuat aturan pembatasan dan pelarangan beredarnya rokok, bahkan melarang adanya iklan rokok dan mengatur packaging<\/em> dengan bermacam gambar dan peringatan yang menggelian. Di sisi lain, pemerintah mendorong peningkatkan pendapatan Negara, mendorong peningkatan ekonomi rakyat, mendorong peningkatan produktivitas rakyat dan daya saing di pasar internasional, dan mendorong pengentasan kemiskinan.<\/p>\n\n\n\n

Sekarang, efek sikap pemerintah di atas meluas kemana-mana, mulai dari isu penyederhanaan layer atau penggabungan golongan industri rokok, isu pelarangan iklan rokok di media sosial karena pengguna media sosial banyak anak-anak, sampai pada pelarangan audisi pencari bakat bulu tangkis yang dilakukan Djarum Foundation dengan alasan ekploitasi anak. Ini semua adalah beberapa agenda untuk pengendalian rokok dan tembakau di Indonesia yang alasannya sudah dipatahkan dengan data yang lebih akurat.<\/p>\n\n\n\n

Semisal, yang pro dapat menceritakan dan meruntutkan agenda pengendalian rokok dan tembakau di Indonesia sebagai agenda politik dagang internasional. Semua program pengendalian rokok dan tembakau di Indonesia mengadopsi dari program World Health Organization (WHO) organisasi program dunia yang mendapatkan sokongan dana dari industri farmasi.\u00a0<\/p>\n\n\n\n

Baca:
Ada Campur Tangan Bloomberg dalam Surat Edaran Menkes terkait Pemblokiran Iklan Rokok <\/a><\/p>\n\n\n\n

WHO tidak semata-mata bertujuan demi meningkatkan taraf kesehatan penduduk. Di sini WHO sebagai ujung tombak industri farmasi. Terjadi peralihan di lingkup kesehatan, dimana dokter dan ilmuwan kesehatan dikuasai perusahan obat (farmasi). Tujuan utamanya tidak lain untuk merebut pasar nikotin dunia, dan menggantikan pemanfaatan nikotin alami dari tembakau dengan produk rekayasa nikotin yang telah dikantongi hak patennya. Keterlibatan WHO memuluskan tujuan industri farmasi tersebut dengan mendorong negara-negara di dunia untuk memberlakukan kebijakan sesuai kerangka kesehatan, tanpa mempertimbangkan peran sosial, ekonomi, politik dan budaya. Walaupun alasan kesehatan yang dibangun ternyata tidak 100% benar dan terkesan dipaksakan. Negara yang menjadi sasaran utama adalah Negara yang berkembang, seperti Indonesia, China, Bangladesh, India, Rusia, Mesir, Thailand, Filipina dan Brazil. <\/p>\n\n\n\n

Untuk menguasai pasar nikotin di dunia, industri farmasi mendapatkan sokongan dana dari bloomberg initiative. Karena salah satu direktur dari persekutuan perusahaan farmasi dunia bernama William R. Brody punya kedekatan dengan bloomberg initiative, selain teman karib juga posisinya sebagai penasehat. <\/h4>\n\n\n\n

Tidak mengherankan jika pendukung program pengendalian rokok dan tembakau di Indonesia mendapatkan sokongan dana dari bloomberg initiative termasuk lembaga yang bergerak untuk perlindungan anak, salah satunya Komnas Perlindungan Anak Indonesia (KPAI). Apapun bentuk lembaganya, selama mendapatkan kucuran dana bloomberg initiative, program utamanya harus sinergi dengan program bloomberg initiative dan rezim kesehatan dunia (WHO) yaitu pengendalian tembakau dan rokok, terutama rokok kretek asli Indonesia.<\/p>\n\n\n\n

Ada sekitar lebih dari 20an lembaga di Indonesia mendapatkan sokongan dana langsung maupun tidak langsung dari bloomberg initiative. Lembaga-lembaga tersebut bervarian, ada lembaga yang bergerak dalam pendidikan, bergerak pemberantasan korupsi, bergerak dalam kesehatan, bergerak perlindungan konsumen, bergerak melindungi anak, bahkan sampai pada lembaga agama. Numun pada intinya leading sector<\/em> yaitu sektor potensial yang dapat\u00a0menggerakkan agenda pengendalian tembakau dan rokok di Indonesia ada pada rezim kesehatan dalam hal ini Kementerian Kesehatan. Dengan menggunakan dalil kesehatan yang mulia, agenda bloomberg initiative dan farmasi berselancar dengan baik di Indonesia. \u00a0<\/p>\n\n\n\n

Baca:
Tinjauan Kritis Atas Larangan Iklan dan Sponshorship dengan Mencantumkan Logo, Brand Image, dan Identitas CSR Sebuah Perusahaan<\/a> <\/p>\n\n\n\n

Isu kuat saat ini yang beredar untuk agenda pengendalian tembakau dan rokok di Indonesia salah satunya, KPAI melarang audisi pencarian bakat bulu tangkis sejak dini yang dilakukan Djarum Foundation dengan alasan ekploitasi anak, Kementerian Kesehatan dan KPAI melarang adanya iklan di media sosia karena akan mengakibatkan bertambahnya perokok pemula, penggabungan golongan industri rokok atau penyederhanaan layer tarif cukai rokok yang intinya pengurangan terhadap industri rokok kretek, menaikkan cukai rokok untuk mengurangi peredaran rokok, dan korelasinya rokok dengan kemiskinan bertujuan agar ada kebijakan menghalau laju industri rokok kretek. <\/p>\n\n\n\n

Pemerintah dalam hal ini harus tegas mengambil sikap, untuk kepastian dan masa depan industri rokok kretek asli Indonesia. Dimana sejarah penemuan rokok kretek tidak lain untuk pengobatan yang dilakukan H. Djamhari sebagai obat sakit bengeknya. Karena rokok kretek adalah campuran tembakau dan cengkeh, berbeda dengan rokok non kretek yang hanya memakai tembakau saja. Selama ini, belum ada uji atau riset bahwa rokok kretek berkorelasi signifikan terhadap timbulnya penyakit yang dituduhkan. Kalau menjadi salah satu bagian kecil penyebab penyakit, tentunya ya dan bukan faktor penyebab utama. Itu seperti halnya barang-barang lain yang dikonsumsi manusia secara berlebihan dan hidup tidak seimbang. Termasuk makan nasi, mengkonsumsi gula dan mengkonsumsi lainnya secara berlebihan, tanpa diimbangi olah raga dan istirahat yang cukup. <\/p>\n\n\n\n

Selain itu, posisi industri kretek sangat stategis bagi bangsa Indonesia. Industri kretek membuktikan tetap bertahan setidaknya lebih dari 130 tahun. Disaat industri lain tumbang di zaman kolonial, industri kretek tetap eksis memberikan penghidupan masyarakat Indonesia. Bahkan tergolong industri yang peka zaman, dengan memberikan kontribusi yang sangat besar. Menghidupi setidaknya 6.1 juta jiwa petani cengkeh yang tersebar di 30 provinsi, petani tembakau yang tersebar di 15 provinsi. Menghidupi ribuan karyawan yang bekerja di industri kretek. Mempunyai multiplier<\/em> <\/em>effect<\/em> ke sektor perokonomian lainnya yang berada di sekitar industri kretek. <\/p>\n\n\n\n

Keberadaan industri kretek berkontribusi adanya hak jaminan sosial dan corporate social responsibility<\/em> (CSR), seperti halnya jaminan kesehatan, bhakti pendidikan, bhakti budaya, bhakti olahraga, bhakti lingkungan dan lain sebagainya. Berkontribusi pendapatan Negara melalui setoran cukai, berkontribusi bagi kesehatan publik dari alokasi dana bagi hasil cukai hasil tembakau (DBH-CHT) untuk sarana kesehatan dan pembayaran defisit Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS).  <\/p>\n\n\n\n

Selain itu, adanya industri kretek sebagai cermin kemandirian dan kedaulatan bangsa, karena sebagai pemenuhan kebutuhan pokok rakyat dalam hal ini pendapatan masyarakat sebagai agenda pemberantasan kemiskinan. <\/p>\n\n\n\n

Dengan pertimbangan di atas, diharapkan pemerintah dalam hal ini Presiden memberikan ketegasan, apakah industri rokok nasional tetap berproduksi atau dilarang berproduksi. Kalau tetap berproduksi, pemerintah secara totalitas harus melindunginya mulai kebijakan sampai pada strategi pemasarannya. Andaikan dilarang beroperasi, pemerintah paling tidak harus berani mempersiapkan lapangan pekerjaan lain bagi petani dan buruh tani cengkeh dan tembakau, buruh industri dan mungkin menata perekonomian akibat multiplier<\/em> <\/em>effect<\/em> keberadaan industri kretek. Dan yang terpenting keberadaan industri kretek, sebagai industri nasional sebagai perwujudan agenda prioritas  tujuan Nawa Cita, sehingga jangan sampai digiring dan diatur kepentingan asing melalui rezim kesehatan sebagai leading sector, <\/em>yang belum tentu benar dan terkesan dipaksakan.  
<\/p>\n","post_title":"Ketika Pemerintah Plin-Plan Membuat Regulasi Terkait Dunia Pertembakauan","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"ketika-pemerintah-plin-plan-membuat-regulasi-terkait-dunia-pertembakauan","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-08-06 10:53:48","post_modified_gmt":"2019-08-06 03:53:48","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5936","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":16},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"epic_block_3"};

\n

Tujuan utama Djarum Foundation mencari bibit unggul pebulutangkis Indonesia, yang selama ini sebagai salah satu olahraga kebanggaan masyarakat Indonesia atas banyaknya prestasi yang di peroleh. Program Djarum Foundation Bhakti olahraga jauh dari niatan ekploitasi anak untuk promosi, yang ada ekploitasi anak untuk kejayaan olah raga bulutangkis bangsa Indonesia. <\/p>\n\n\n\n

Juga, program Djarum Foundation audisi bulutangkis adalah salah satu bentuk kesadaran dan kewajibannya membangun bangsa dengan melibatkan anak-anak. Lalu apa yang salah dari Djarum Foundation Bhakti Olahraga, jelas-jelas telah menghibahkan fasilitas, pikiran hingga dana untuk kepentingan kejayaan bangsa Indonesia, melalui olahraga. Pemerintah harus mendukung program tersebut, begitupun KPAI. KPAI jangan sampai menjadi penghalang, seperti halnya penghalang Nabi Ibrahim dalam kisah di atas.  
<\/p>\n","post_title":"Refleksi Kisah Kurban sebagai Bahan Pengingat KPAI","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"refleksi-kisah-kurban-sebagai-bahan-pengingat-kpai","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-08-12 08:30:31","post_modified_gmt":"2019-08-12 01:30:31","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5949","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5936,"post_author":"877","post_date":"2019-08-06 10:53:42","post_date_gmt":"2019-08-06 03:53:42","post_content":"\n

Masalah peredaran rokok di Indonesia, pemerintah cenderung mengambil langkah aman. Sudah saatnya pemerintah harus tegas menentukan sikap pelarangan atau membolehkan peredaran rokok di tengah-tengah masyarakat. <\/p>\n\n\n\n

Sikap pemerintah sampai saat ini menimbulkan pro dan kontra. Di satu sisi pemerintah melalui Kementrian Kesehatan membuat aturan pembatasan dan pelarangan beredarnya rokok, bahkan melarang adanya iklan rokok dan mengatur packaging<\/em> dengan bermacam gambar dan peringatan yang menggelian. Di sisi lain, pemerintah mendorong peningkatkan pendapatan Negara, mendorong peningkatan ekonomi rakyat, mendorong peningkatan produktivitas rakyat dan daya saing di pasar internasional, dan mendorong pengentasan kemiskinan.<\/p>\n\n\n\n

Sekarang, efek sikap pemerintah di atas meluas kemana-mana, mulai dari isu penyederhanaan layer atau penggabungan golongan industri rokok, isu pelarangan iklan rokok di media sosial karena pengguna media sosial banyak anak-anak, sampai pada pelarangan audisi pencari bakat bulu tangkis yang dilakukan Djarum Foundation dengan alasan ekploitasi anak. Ini semua adalah beberapa agenda untuk pengendalian rokok dan tembakau di Indonesia yang alasannya sudah dipatahkan dengan data yang lebih akurat.<\/p>\n\n\n\n

Semisal, yang pro dapat menceritakan dan meruntutkan agenda pengendalian rokok dan tembakau di Indonesia sebagai agenda politik dagang internasional. Semua program pengendalian rokok dan tembakau di Indonesia mengadopsi dari program World Health Organization (WHO) organisasi program dunia yang mendapatkan sokongan dana dari industri farmasi.\u00a0<\/p>\n\n\n\n

Baca:
Ada Campur Tangan Bloomberg dalam Surat Edaran Menkes terkait Pemblokiran Iklan Rokok <\/a><\/p>\n\n\n\n

WHO tidak semata-mata bertujuan demi meningkatkan taraf kesehatan penduduk. Di sini WHO sebagai ujung tombak industri farmasi. Terjadi peralihan di lingkup kesehatan, dimana dokter dan ilmuwan kesehatan dikuasai perusahan obat (farmasi). Tujuan utamanya tidak lain untuk merebut pasar nikotin dunia, dan menggantikan pemanfaatan nikotin alami dari tembakau dengan produk rekayasa nikotin yang telah dikantongi hak patennya. Keterlibatan WHO memuluskan tujuan industri farmasi tersebut dengan mendorong negara-negara di dunia untuk memberlakukan kebijakan sesuai kerangka kesehatan, tanpa mempertimbangkan peran sosial, ekonomi, politik dan budaya. Walaupun alasan kesehatan yang dibangun ternyata tidak 100% benar dan terkesan dipaksakan. Negara yang menjadi sasaran utama adalah Negara yang berkembang, seperti Indonesia, China, Bangladesh, India, Rusia, Mesir, Thailand, Filipina dan Brazil. <\/p>\n\n\n\n

Untuk menguasai pasar nikotin di dunia, industri farmasi mendapatkan sokongan dana dari bloomberg initiative. Karena salah satu direktur dari persekutuan perusahaan farmasi dunia bernama William R. Brody punya kedekatan dengan bloomberg initiative, selain teman karib juga posisinya sebagai penasehat. <\/h4>\n\n\n\n

Tidak mengherankan jika pendukung program pengendalian rokok dan tembakau di Indonesia mendapatkan sokongan dana dari bloomberg initiative termasuk lembaga yang bergerak untuk perlindungan anak, salah satunya Komnas Perlindungan Anak Indonesia (KPAI). Apapun bentuk lembaganya, selama mendapatkan kucuran dana bloomberg initiative, program utamanya harus sinergi dengan program bloomberg initiative dan rezim kesehatan dunia (WHO) yaitu pengendalian tembakau dan rokok, terutama rokok kretek asli Indonesia.<\/p>\n\n\n\n

Ada sekitar lebih dari 20an lembaga di Indonesia mendapatkan sokongan dana langsung maupun tidak langsung dari bloomberg initiative. Lembaga-lembaga tersebut bervarian, ada lembaga yang bergerak dalam pendidikan, bergerak pemberantasan korupsi, bergerak dalam kesehatan, bergerak perlindungan konsumen, bergerak melindungi anak, bahkan sampai pada lembaga agama. Numun pada intinya leading sector<\/em> yaitu sektor potensial yang dapat\u00a0menggerakkan agenda pengendalian tembakau dan rokok di Indonesia ada pada rezim kesehatan dalam hal ini Kementerian Kesehatan. Dengan menggunakan dalil kesehatan yang mulia, agenda bloomberg initiative dan farmasi berselancar dengan baik di Indonesia. \u00a0<\/p>\n\n\n\n

Baca:
Tinjauan Kritis Atas Larangan Iklan dan Sponshorship dengan Mencantumkan Logo, Brand Image, dan Identitas CSR Sebuah Perusahaan<\/a> <\/p>\n\n\n\n

Isu kuat saat ini yang beredar untuk agenda pengendalian tembakau dan rokok di Indonesia salah satunya, KPAI melarang audisi pencarian bakat bulu tangkis sejak dini yang dilakukan Djarum Foundation dengan alasan ekploitasi anak, Kementerian Kesehatan dan KPAI melarang adanya iklan di media sosia karena akan mengakibatkan bertambahnya perokok pemula, penggabungan golongan industri rokok atau penyederhanaan layer tarif cukai rokok yang intinya pengurangan terhadap industri rokok kretek, menaikkan cukai rokok untuk mengurangi peredaran rokok, dan korelasinya rokok dengan kemiskinan bertujuan agar ada kebijakan menghalau laju industri rokok kretek. <\/p>\n\n\n\n

Pemerintah dalam hal ini harus tegas mengambil sikap, untuk kepastian dan masa depan industri rokok kretek asli Indonesia. Dimana sejarah penemuan rokok kretek tidak lain untuk pengobatan yang dilakukan H. Djamhari sebagai obat sakit bengeknya. Karena rokok kretek adalah campuran tembakau dan cengkeh, berbeda dengan rokok non kretek yang hanya memakai tembakau saja. Selama ini, belum ada uji atau riset bahwa rokok kretek berkorelasi signifikan terhadap timbulnya penyakit yang dituduhkan. Kalau menjadi salah satu bagian kecil penyebab penyakit, tentunya ya dan bukan faktor penyebab utama. Itu seperti halnya barang-barang lain yang dikonsumsi manusia secara berlebihan dan hidup tidak seimbang. Termasuk makan nasi, mengkonsumsi gula dan mengkonsumsi lainnya secara berlebihan, tanpa diimbangi olah raga dan istirahat yang cukup. <\/p>\n\n\n\n

Selain itu, posisi industri kretek sangat stategis bagi bangsa Indonesia. Industri kretek membuktikan tetap bertahan setidaknya lebih dari 130 tahun. Disaat industri lain tumbang di zaman kolonial, industri kretek tetap eksis memberikan penghidupan masyarakat Indonesia. Bahkan tergolong industri yang peka zaman, dengan memberikan kontribusi yang sangat besar. Menghidupi setidaknya 6.1 juta jiwa petani cengkeh yang tersebar di 30 provinsi, petani tembakau yang tersebar di 15 provinsi. Menghidupi ribuan karyawan yang bekerja di industri kretek. Mempunyai multiplier<\/em> <\/em>effect<\/em> ke sektor perokonomian lainnya yang berada di sekitar industri kretek. <\/p>\n\n\n\n

Keberadaan industri kretek berkontribusi adanya hak jaminan sosial dan corporate social responsibility<\/em> (CSR), seperti halnya jaminan kesehatan, bhakti pendidikan, bhakti budaya, bhakti olahraga, bhakti lingkungan dan lain sebagainya. Berkontribusi pendapatan Negara melalui setoran cukai, berkontribusi bagi kesehatan publik dari alokasi dana bagi hasil cukai hasil tembakau (DBH-CHT) untuk sarana kesehatan dan pembayaran defisit Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS).  <\/p>\n\n\n\n

Selain itu, adanya industri kretek sebagai cermin kemandirian dan kedaulatan bangsa, karena sebagai pemenuhan kebutuhan pokok rakyat dalam hal ini pendapatan masyarakat sebagai agenda pemberantasan kemiskinan. <\/p>\n\n\n\n

Dengan pertimbangan di atas, diharapkan pemerintah dalam hal ini Presiden memberikan ketegasan, apakah industri rokok nasional tetap berproduksi atau dilarang berproduksi. Kalau tetap berproduksi, pemerintah secara totalitas harus melindunginya mulai kebijakan sampai pada strategi pemasarannya. Andaikan dilarang beroperasi, pemerintah paling tidak harus berani mempersiapkan lapangan pekerjaan lain bagi petani dan buruh tani cengkeh dan tembakau, buruh industri dan mungkin menata perekonomian akibat multiplier<\/em> <\/em>effect<\/em> keberadaan industri kretek. Dan yang terpenting keberadaan industri kretek, sebagai industri nasional sebagai perwujudan agenda prioritas  tujuan Nawa Cita, sehingga jangan sampai digiring dan diatur kepentingan asing melalui rezim kesehatan sebagai leading sector, <\/em>yang belum tentu benar dan terkesan dipaksakan.  
<\/p>\n","post_title":"Ketika Pemerintah Plin-Plan Membuat Regulasi Terkait Dunia Pertembakauan","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"ketika-pemerintah-plin-plan-membuat-regulasi-terkait-dunia-pertembakauan","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-08-06 10:53:48","post_modified_gmt":"2019-08-06 03:53:48","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5936","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":16},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"epic_block_3"};

\n

Walaupun ktidak persis, tapi hampir mirip kisah qurban diatas dengan audisi oleh Djarum Foundation yang melibatkan. Program audisi bulutangkis usia anak-anak Djarum Foundation, tidak lain ikut serta program pemerintah dalam mencerdaskan bangsa melalui pencarian bakat sedini mungkin. Anak-anak yang berbakat bulutangkis tentunya yang terjaring dalam audisi, dididik dengan penuh semangat oleh Djarum Foundation Bhakti olahraga. Buktinya, anak-anak tersebut disekolahkan formal, dilatih bulu tangkis dengan disiplin dan penuh tanggungjawab, tanpa dipungut biaya apapun, bahkan semua kebutuhan anak-anak tercukupi dengan baik. Pola didiknya, seperti pola pendidikan sekolah lainnya, anak-anak dididik dan diajar agar berpretasi, setidaknya punya pengetahuan, pengalaman dan keahlian sebagai bekal masa depan. Disisi lain, ternyata anak-anak yang terjaring audisi merasa sangat gembira, senang dan bangga bisa terpilih. Mereka dapat mengembangkan bakatnya, dan mendapatkan pendidikan sekolah dengan gratis.<\/p>\n\n\n\n

Tujuan utama Djarum Foundation mencari bibit unggul pebulutangkis Indonesia, yang selama ini sebagai salah satu olahraga kebanggaan masyarakat Indonesia atas banyaknya prestasi yang di peroleh. Program Djarum Foundation Bhakti olahraga jauh dari niatan ekploitasi anak untuk promosi, yang ada ekploitasi anak untuk kejayaan olah raga bulutangkis bangsa Indonesia. <\/p>\n\n\n\n

Juga, program Djarum Foundation audisi bulutangkis adalah salah satu bentuk kesadaran dan kewajibannya membangun bangsa dengan melibatkan anak-anak. Lalu apa yang salah dari Djarum Foundation Bhakti Olahraga, jelas-jelas telah menghibahkan fasilitas, pikiran hingga dana untuk kepentingan kejayaan bangsa Indonesia, melalui olahraga. Pemerintah harus mendukung program tersebut, begitupun KPAI. KPAI jangan sampai menjadi penghalang, seperti halnya penghalang Nabi Ibrahim dalam kisah di atas.  
<\/p>\n","post_title":"Refleksi Kisah Kurban sebagai Bahan Pengingat KPAI","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"refleksi-kisah-kurban-sebagai-bahan-pengingat-kpai","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-08-12 08:30:31","post_modified_gmt":"2019-08-12 01:30:31","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5949","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5936,"post_author":"877","post_date":"2019-08-06 10:53:42","post_date_gmt":"2019-08-06 03:53:42","post_content":"\n

Masalah peredaran rokok di Indonesia, pemerintah cenderung mengambil langkah aman. Sudah saatnya pemerintah harus tegas menentukan sikap pelarangan atau membolehkan peredaran rokok di tengah-tengah masyarakat. <\/p>\n\n\n\n

Sikap pemerintah sampai saat ini menimbulkan pro dan kontra. Di satu sisi pemerintah melalui Kementrian Kesehatan membuat aturan pembatasan dan pelarangan beredarnya rokok, bahkan melarang adanya iklan rokok dan mengatur packaging<\/em> dengan bermacam gambar dan peringatan yang menggelian. Di sisi lain, pemerintah mendorong peningkatkan pendapatan Negara, mendorong peningkatan ekonomi rakyat, mendorong peningkatan produktivitas rakyat dan daya saing di pasar internasional, dan mendorong pengentasan kemiskinan.<\/p>\n\n\n\n

Sekarang, efek sikap pemerintah di atas meluas kemana-mana, mulai dari isu penyederhanaan layer atau penggabungan golongan industri rokok, isu pelarangan iklan rokok di media sosial karena pengguna media sosial banyak anak-anak, sampai pada pelarangan audisi pencari bakat bulu tangkis yang dilakukan Djarum Foundation dengan alasan ekploitasi anak. Ini semua adalah beberapa agenda untuk pengendalian rokok dan tembakau di Indonesia yang alasannya sudah dipatahkan dengan data yang lebih akurat.<\/p>\n\n\n\n

Semisal, yang pro dapat menceritakan dan meruntutkan agenda pengendalian rokok dan tembakau di Indonesia sebagai agenda politik dagang internasional. Semua program pengendalian rokok dan tembakau di Indonesia mengadopsi dari program World Health Organization (WHO) organisasi program dunia yang mendapatkan sokongan dana dari industri farmasi.\u00a0<\/p>\n\n\n\n

Baca:
Ada Campur Tangan Bloomberg dalam Surat Edaran Menkes terkait Pemblokiran Iklan Rokok <\/a><\/p>\n\n\n\n

WHO tidak semata-mata bertujuan demi meningkatkan taraf kesehatan penduduk. Di sini WHO sebagai ujung tombak industri farmasi. Terjadi peralihan di lingkup kesehatan, dimana dokter dan ilmuwan kesehatan dikuasai perusahan obat (farmasi). Tujuan utamanya tidak lain untuk merebut pasar nikotin dunia, dan menggantikan pemanfaatan nikotin alami dari tembakau dengan produk rekayasa nikotin yang telah dikantongi hak patennya. Keterlibatan WHO memuluskan tujuan industri farmasi tersebut dengan mendorong negara-negara di dunia untuk memberlakukan kebijakan sesuai kerangka kesehatan, tanpa mempertimbangkan peran sosial, ekonomi, politik dan budaya. Walaupun alasan kesehatan yang dibangun ternyata tidak 100% benar dan terkesan dipaksakan. Negara yang menjadi sasaran utama adalah Negara yang berkembang, seperti Indonesia, China, Bangladesh, India, Rusia, Mesir, Thailand, Filipina dan Brazil. <\/p>\n\n\n\n

Untuk menguasai pasar nikotin di dunia, industri farmasi mendapatkan sokongan dana dari bloomberg initiative. Karena salah satu direktur dari persekutuan perusahaan farmasi dunia bernama William R. Brody punya kedekatan dengan bloomberg initiative, selain teman karib juga posisinya sebagai penasehat. <\/h4>\n\n\n\n

Tidak mengherankan jika pendukung program pengendalian rokok dan tembakau di Indonesia mendapatkan sokongan dana dari bloomberg initiative termasuk lembaga yang bergerak untuk perlindungan anak, salah satunya Komnas Perlindungan Anak Indonesia (KPAI). Apapun bentuk lembaganya, selama mendapatkan kucuran dana bloomberg initiative, program utamanya harus sinergi dengan program bloomberg initiative dan rezim kesehatan dunia (WHO) yaitu pengendalian tembakau dan rokok, terutama rokok kretek asli Indonesia.<\/p>\n\n\n\n

Ada sekitar lebih dari 20an lembaga di Indonesia mendapatkan sokongan dana langsung maupun tidak langsung dari bloomberg initiative. Lembaga-lembaga tersebut bervarian, ada lembaga yang bergerak dalam pendidikan, bergerak pemberantasan korupsi, bergerak dalam kesehatan, bergerak perlindungan konsumen, bergerak melindungi anak, bahkan sampai pada lembaga agama. Numun pada intinya leading sector<\/em> yaitu sektor potensial yang dapat\u00a0menggerakkan agenda pengendalian tembakau dan rokok di Indonesia ada pada rezim kesehatan dalam hal ini Kementerian Kesehatan. Dengan menggunakan dalil kesehatan yang mulia, agenda bloomberg initiative dan farmasi berselancar dengan baik di Indonesia. \u00a0<\/p>\n\n\n\n

Baca:
Tinjauan Kritis Atas Larangan Iklan dan Sponshorship dengan Mencantumkan Logo, Brand Image, dan Identitas CSR Sebuah Perusahaan<\/a> <\/p>\n\n\n\n

Isu kuat saat ini yang beredar untuk agenda pengendalian tembakau dan rokok di Indonesia salah satunya, KPAI melarang audisi pencarian bakat bulu tangkis sejak dini yang dilakukan Djarum Foundation dengan alasan ekploitasi anak, Kementerian Kesehatan dan KPAI melarang adanya iklan di media sosia karena akan mengakibatkan bertambahnya perokok pemula, penggabungan golongan industri rokok atau penyederhanaan layer tarif cukai rokok yang intinya pengurangan terhadap industri rokok kretek, menaikkan cukai rokok untuk mengurangi peredaran rokok, dan korelasinya rokok dengan kemiskinan bertujuan agar ada kebijakan menghalau laju industri rokok kretek. <\/p>\n\n\n\n

Pemerintah dalam hal ini harus tegas mengambil sikap, untuk kepastian dan masa depan industri rokok kretek asli Indonesia. Dimana sejarah penemuan rokok kretek tidak lain untuk pengobatan yang dilakukan H. Djamhari sebagai obat sakit bengeknya. Karena rokok kretek adalah campuran tembakau dan cengkeh, berbeda dengan rokok non kretek yang hanya memakai tembakau saja. Selama ini, belum ada uji atau riset bahwa rokok kretek berkorelasi signifikan terhadap timbulnya penyakit yang dituduhkan. Kalau menjadi salah satu bagian kecil penyebab penyakit, tentunya ya dan bukan faktor penyebab utama. Itu seperti halnya barang-barang lain yang dikonsumsi manusia secara berlebihan dan hidup tidak seimbang. Termasuk makan nasi, mengkonsumsi gula dan mengkonsumsi lainnya secara berlebihan, tanpa diimbangi olah raga dan istirahat yang cukup. <\/p>\n\n\n\n

Selain itu, posisi industri kretek sangat stategis bagi bangsa Indonesia. Industri kretek membuktikan tetap bertahan setidaknya lebih dari 130 tahun. Disaat industri lain tumbang di zaman kolonial, industri kretek tetap eksis memberikan penghidupan masyarakat Indonesia. Bahkan tergolong industri yang peka zaman, dengan memberikan kontribusi yang sangat besar. Menghidupi setidaknya 6.1 juta jiwa petani cengkeh yang tersebar di 30 provinsi, petani tembakau yang tersebar di 15 provinsi. Menghidupi ribuan karyawan yang bekerja di industri kretek. Mempunyai multiplier<\/em> <\/em>effect<\/em> ke sektor perokonomian lainnya yang berada di sekitar industri kretek. <\/p>\n\n\n\n

Keberadaan industri kretek berkontribusi adanya hak jaminan sosial dan corporate social responsibility<\/em> (CSR), seperti halnya jaminan kesehatan, bhakti pendidikan, bhakti budaya, bhakti olahraga, bhakti lingkungan dan lain sebagainya. Berkontribusi pendapatan Negara melalui setoran cukai, berkontribusi bagi kesehatan publik dari alokasi dana bagi hasil cukai hasil tembakau (DBH-CHT) untuk sarana kesehatan dan pembayaran defisit Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS).  <\/p>\n\n\n\n

Selain itu, adanya industri kretek sebagai cermin kemandirian dan kedaulatan bangsa, karena sebagai pemenuhan kebutuhan pokok rakyat dalam hal ini pendapatan masyarakat sebagai agenda pemberantasan kemiskinan. <\/p>\n\n\n\n

Dengan pertimbangan di atas, diharapkan pemerintah dalam hal ini Presiden memberikan ketegasan, apakah industri rokok nasional tetap berproduksi atau dilarang berproduksi. Kalau tetap berproduksi, pemerintah secara totalitas harus melindunginya mulai kebijakan sampai pada strategi pemasarannya. Andaikan dilarang beroperasi, pemerintah paling tidak harus berani mempersiapkan lapangan pekerjaan lain bagi petani dan buruh tani cengkeh dan tembakau, buruh industri dan mungkin menata perekonomian akibat multiplier<\/em> <\/em>effect<\/em> keberadaan industri kretek. Dan yang terpenting keberadaan industri kretek, sebagai industri nasional sebagai perwujudan agenda prioritas  tujuan Nawa Cita, sehingga jangan sampai digiring dan diatur kepentingan asing melalui rezim kesehatan sebagai leading sector, <\/em>yang belum tentu benar dan terkesan dipaksakan.  
<\/p>\n","post_title":"Ketika Pemerintah Plin-Plan Membuat Regulasi Terkait Dunia Pertembakauan","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"ketika-pemerintah-plin-plan-membuat-regulasi-terkait-dunia-pertembakauan","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-08-06 10:53:48","post_modified_gmt":"2019-08-06 03:53:48","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5936","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":16},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"epic_block_3"};

\n

Dari sejarah singkat qurban yang ektrim di atas, kira-kira pendapat KPAI apakah mendukung apa yang telah di lakukan Nabi Ibrahim?, atau sebaliknya mendukung Iblis yang menghalangi Nabi Ibrahim yang akan menjalankan kewajibannya sebagai hamba?. Saya yakin KPAI akan mendukung Nabi Ibrahim, tidak mendukung langkah Iblis. 
<\/p>\n\n\n\n

Walaupun ktidak persis, tapi hampir mirip kisah qurban diatas dengan audisi oleh Djarum Foundation yang melibatkan. Program audisi bulutangkis usia anak-anak Djarum Foundation, tidak lain ikut serta program pemerintah dalam mencerdaskan bangsa melalui pencarian bakat sedini mungkin. Anak-anak yang berbakat bulutangkis tentunya yang terjaring dalam audisi, dididik dengan penuh semangat oleh Djarum Foundation Bhakti olahraga. Buktinya, anak-anak tersebut disekolahkan formal, dilatih bulu tangkis dengan disiplin dan penuh tanggungjawab, tanpa dipungut biaya apapun, bahkan semua kebutuhan anak-anak tercukupi dengan baik. Pola didiknya, seperti pola pendidikan sekolah lainnya, anak-anak dididik dan diajar agar berpretasi, setidaknya punya pengetahuan, pengalaman dan keahlian sebagai bekal masa depan. Disisi lain, ternyata anak-anak yang terjaring audisi merasa sangat gembira, senang dan bangga bisa terpilih. Mereka dapat mengembangkan bakatnya, dan mendapatkan pendidikan sekolah dengan gratis.<\/p>\n\n\n\n

Tujuan utama Djarum Foundation mencari bibit unggul pebulutangkis Indonesia, yang selama ini sebagai salah satu olahraga kebanggaan masyarakat Indonesia atas banyaknya prestasi yang di peroleh. Program Djarum Foundation Bhakti olahraga jauh dari niatan ekploitasi anak untuk promosi, yang ada ekploitasi anak untuk kejayaan olah raga bulutangkis bangsa Indonesia. <\/p>\n\n\n\n

Juga, program Djarum Foundation audisi bulutangkis adalah salah satu bentuk kesadaran dan kewajibannya membangun bangsa dengan melibatkan anak-anak. Lalu apa yang salah dari Djarum Foundation Bhakti Olahraga, jelas-jelas telah menghibahkan fasilitas, pikiran hingga dana untuk kepentingan kejayaan bangsa Indonesia, melalui olahraga. Pemerintah harus mendukung program tersebut, begitupun KPAI. KPAI jangan sampai menjadi penghalang, seperti halnya penghalang Nabi Ibrahim dalam kisah di atas.  
<\/p>\n","post_title":"Refleksi Kisah Kurban sebagai Bahan Pengingat KPAI","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"refleksi-kisah-kurban-sebagai-bahan-pengingat-kpai","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-08-12 08:30:31","post_modified_gmt":"2019-08-12 01:30:31","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5949","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5936,"post_author":"877","post_date":"2019-08-06 10:53:42","post_date_gmt":"2019-08-06 03:53:42","post_content":"\n

Masalah peredaran rokok di Indonesia, pemerintah cenderung mengambil langkah aman. Sudah saatnya pemerintah harus tegas menentukan sikap pelarangan atau membolehkan peredaran rokok di tengah-tengah masyarakat. <\/p>\n\n\n\n

Sikap pemerintah sampai saat ini menimbulkan pro dan kontra. Di satu sisi pemerintah melalui Kementrian Kesehatan membuat aturan pembatasan dan pelarangan beredarnya rokok, bahkan melarang adanya iklan rokok dan mengatur packaging<\/em> dengan bermacam gambar dan peringatan yang menggelian. Di sisi lain, pemerintah mendorong peningkatkan pendapatan Negara, mendorong peningkatan ekonomi rakyat, mendorong peningkatan produktivitas rakyat dan daya saing di pasar internasional, dan mendorong pengentasan kemiskinan.<\/p>\n\n\n\n

Sekarang, efek sikap pemerintah di atas meluas kemana-mana, mulai dari isu penyederhanaan layer atau penggabungan golongan industri rokok, isu pelarangan iklan rokok di media sosial karena pengguna media sosial banyak anak-anak, sampai pada pelarangan audisi pencari bakat bulu tangkis yang dilakukan Djarum Foundation dengan alasan ekploitasi anak. Ini semua adalah beberapa agenda untuk pengendalian rokok dan tembakau di Indonesia yang alasannya sudah dipatahkan dengan data yang lebih akurat.<\/p>\n\n\n\n

Semisal, yang pro dapat menceritakan dan meruntutkan agenda pengendalian rokok dan tembakau di Indonesia sebagai agenda politik dagang internasional. Semua program pengendalian rokok dan tembakau di Indonesia mengadopsi dari program World Health Organization (WHO) organisasi program dunia yang mendapatkan sokongan dana dari industri farmasi.\u00a0<\/p>\n\n\n\n

Baca:
Ada Campur Tangan Bloomberg dalam Surat Edaran Menkes terkait Pemblokiran Iklan Rokok <\/a><\/p>\n\n\n\n

WHO tidak semata-mata bertujuan demi meningkatkan taraf kesehatan penduduk. Di sini WHO sebagai ujung tombak industri farmasi. Terjadi peralihan di lingkup kesehatan, dimana dokter dan ilmuwan kesehatan dikuasai perusahan obat (farmasi). Tujuan utamanya tidak lain untuk merebut pasar nikotin dunia, dan menggantikan pemanfaatan nikotin alami dari tembakau dengan produk rekayasa nikotin yang telah dikantongi hak patennya. Keterlibatan WHO memuluskan tujuan industri farmasi tersebut dengan mendorong negara-negara di dunia untuk memberlakukan kebijakan sesuai kerangka kesehatan, tanpa mempertimbangkan peran sosial, ekonomi, politik dan budaya. Walaupun alasan kesehatan yang dibangun ternyata tidak 100% benar dan terkesan dipaksakan. Negara yang menjadi sasaran utama adalah Negara yang berkembang, seperti Indonesia, China, Bangladesh, India, Rusia, Mesir, Thailand, Filipina dan Brazil. <\/p>\n\n\n\n

Untuk menguasai pasar nikotin di dunia, industri farmasi mendapatkan sokongan dana dari bloomberg initiative. Karena salah satu direktur dari persekutuan perusahaan farmasi dunia bernama William R. Brody punya kedekatan dengan bloomberg initiative, selain teman karib juga posisinya sebagai penasehat. <\/h4>\n\n\n\n

Tidak mengherankan jika pendukung program pengendalian rokok dan tembakau di Indonesia mendapatkan sokongan dana dari bloomberg initiative termasuk lembaga yang bergerak untuk perlindungan anak, salah satunya Komnas Perlindungan Anak Indonesia (KPAI). Apapun bentuk lembaganya, selama mendapatkan kucuran dana bloomberg initiative, program utamanya harus sinergi dengan program bloomberg initiative dan rezim kesehatan dunia (WHO) yaitu pengendalian tembakau dan rokok, terutama rokok kretek asli Indonesia.<\/p>\n\n\n\n

Ada sekitar lebih dari 20an lembaga di Indonesia mendapatkan sokongan dana langsung maupun tidak langsung dari bloomberg initiative. Lembaga-lembaga tersebut bervarian, ada lembaga yang bergerak dalam pendidikan, bergerak pemberantasan korupsi, bergerak dalam kesehatan, bergerak perlindungan konsumen, bergerak melindungi anak, bahkan sampai pada lembaga agama. Numun pada intinya leading sector<\/em> yaitu sektor potensial yang dapat\u00a0menggerakkan agenda pengendalian tembakau dan rokok di Indonesia ada pada rezim kesehatan dalam hal ini Kementerian Kesehatan. Dengan menggunakan dalil kesehatan yang mulia, agenda bloomberg initiative dan farmasi berselancar dengan baik di Indonesia. \u00a0<\/p>\n\n\n\n

Baca:
Tinjauan Kritis Atas Larangan Iklan dan Sponshorship dengan Mencantumkan Logo, Brand Image, dan Identitas CSR Sebuah Perusahaan<\/a> <\/p>\n\n\n\n

Isu kuat saat ini yang beredar untuk agenda pengendalian tembakau dan rokok di Indonesia salah satunya, KPAI melarang audisi pencarian bakat bulu tangkis sejak dini yang dilakukan Djarum Foundation dengan alasan ekploitasi anak, Kementerian Kesehatan dan KPAI melarang adanya iklan di media sosia karena akan mengakibatkan bertambahnya perokok pemula, penggabungan golongan industri rokok atau penyederhanaan layer tarif cukai rokok yang intinya pengurangan terhadap industri rokok kretek, menaikkan cukai rokok untuk mengurangi peredaran rokok, dan korelasinya rokok dengan kemiskinan bertujuan agar ada kebijakan menghalau laju industri rokok kretek. <\/p>\n\n\n\n

Pemerintah dalam hal ini harus tegas mengambil sikap, untuk kepastian dan masa depan industri rokok kretek asli Indonesia. Dimana sejarah penemuan rokok kretek tidak lain untuk pengobatan yang dilakukan H. Djamhari sebagai obat sakit bengeknya. Karena rokok kretek adalah campuran tembakau dan cengkeh, berbeda dengan rokok non kretek yang hanya memakai tembakau saja. Selama ini, belum ada uji atau riset bahwa rokok kretek berkorelasi signifikan terhadap timbulnya penyakit yang dituduhkan. Kalau menjadi salah satu bagian kecil penyebab penyakit, tentunya ya dan bukan faktor penyebab utama. Itu seperti halnya barang-barang lain yang dikonsumsi manusia secara berlebihan dan hidup tidak seimbang. Termasuk makan nasi, mengkonsumsi gula dan mengkonsumsi lainnya secara berlebihan, tanpa diimbangi olah raga dan istirahat yang cukup. <\/p>\n\n\n\n

Selain itu, posisi industri kretek sangat stategis bagi bangsa Indonesia. Industri kretek membuktikan tetap bertahan setidaknya lebih dari 130 tahun. Disaat industri lain tumbang di zaman kolonial, industri kretek tetap eksis memberikan penghidupan masyarakat Indonesia. Bahkan tergolong industri yang peka zaman, dengan memberikan kontribusi yang sangat besar. Menghidupi setidaknya 6.1 juta jiwa petani cengkeh yang tersebar di 30 provinsi, petani tembakau yang tersebar di 15 provinsi. Menghidupi ribuan karyawan yang bekerja di industri kretek. Mempunyai multiplier<\/em> <\/em>effect<\/em> ke sektor perokonomian lainnya yang berada di sekitar industri kretek. <\/p>\n\n\n\n

Keberadaan industri kretek berkontribusi adanya hak jaminan sosial dan corporate social responsibility<\/em> (CSR), seperti halnya jaminan kesehatan, bhakti pendidikan, bhakti budaya, bhakti olahraga, bhakti lingkungan dan lain sebagainya. Berkontribusi pendapatan Negara melalui setoran cukai, berkontribusi bagi kesehatan publik dari alokasi dana bagi hasil cukai hasil tembakau (DBH-CHT) untuk sarana kesehatan dan pembayaran defisit Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS).  <\/p>\n\n\n\n

Selain itu, adanya industri kretek sebagai cermin kemandirian dan kedaulatan bangsa, karena sebagai pemenuhan kebutuhan pokok rakyat dalam hal ini pendapatan masyarakat sebagai agenda pemberantasan kemiskinan. <\/p>\n\n\n\n

Dengan pertimbangan di atas, diharapkan pemerintah dalam hal ini Presiden memberikan ketegasan, apakah industri rokok nasional tetap berproduksi atau dilarang berproduksi. Kalau tetap berproduksi, pemerintah secara totalitas harus melindunginya mulai kebijakan sampai pada strategi pemasarannya. Andaikan dilarang beroperasi, pemerintah paling tidak harus berani mempersiapkan lapangan pekerjaan lain bagi petani dan buruh tani cengkeh dan tembakau, buruh industri dan mungkin menata perekonomian akibat multiplier<\/em> <\/em>effect<\/em> keberadaan industri kretek. Dan yang terpenting keberadaan industri kretek, sebagai industri nasional sebagai perwujudan agenda prioritas  tujuan Nawa Cita, sehingga jangan sampai digiring dan diatur kepentingan asing melalui rezim kesehatan sebagai leading sector, <\/em>yang belum tentu benar dan terkesan dipaksakan.  
<\/p>\n","post_title":"Ketika Pemerintah Plin-Plan Membuat Regulasi Terkait Dunia Pertembakauan","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"ketika-pemerintah-plin-plan-membuat-regulasi-terkait-dunia-pertembakauan","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-08-06 10:53:48","post_modified_gmt":"2019-08-06 03:53:48","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5936","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":16},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"epic_block_3"};

\n

Keterangan dalam kitab tafsir  \u201cTanwirul Adhan<\/em>\u201d penjelasan dari surat As-Saffat ayat 102 bahwa usia Ismail saat itu 13 tahun ada juga Ulama\u2019 yang mengatakan umur 7 tahun. ada riwayat lain yang mengatakan umur Ismail saat itu 14 tahun. Pada intinya saat kejadian kisah penyembelihan, Ismail masih usia anak-anak, ia dengan senang hati dan ikhlas, menjalani perannya.  <\/p>\n\n\n\n

Dari sejarah singkat qurban yang ektrim di atas, kira-kira pendapat KPAI apakah mendukung apa yang telah di lakukan Nabi Ibrahim?, atau sebaliknya mendukung Iblis yang menghalangi Nabi Ibrahim yang akan menjalankan kewajibannya sebagai hamba?. Saya yakin KPAI akan mendukung Nabi Ibrahim, tidak mendukung langkah Iblis. 
<\/p>\n\n\n\n

Walaupun ktidak persis, tapi hampir mirip kisah qurban diatas dengan audisi oleh Djarum Foundation yang melibatkan. Program audisi bulutangkis usia anak-anak Djarum Foundation, tidak lain ikut serta program pemerintah dalam mencerdaskan bangsa melalui pencarian bakat sedini mungkin. Anak-anak yang berbakat bulutangkis tentunya yang terjaring dalam audisi, dididik dengan penuh semangat oleh Djarum Foundation Bhakti olahraga. Buktinya, anak-anak tersebut disekolahkan formal, dilatih bulu tangkis dengan disiplin dan penuh tanggungjawab, tanpa dipungut biaya apapun, bahkan semua kebutuhan anak-anak tercukupi dengan baik. Pola didiknya, seperti pola pendidikan sekolah lainnya, anak-anak dididik dan diajar agar berpretasi, setidaknya punya pengetahuan, pengalaman dan keahlian sebagai bekal masa depan. Disisi lain, ternyata anak-anak yang terjaring audisi merasa sangat gembira, senang dan bangga bisa terpilih. Mereka dapat mengembangkan bakatnya, dan mendapatkan pendidikan sekolah dengan gratis.<\/p>\n\n\n\n

Tujuan utama Djarum Foundation mencari bibit unggul pebulutangkis Indonesia, yang selama ini sebagai salah satu olahraga kebanggaan masyarakat Indonesia atas banyaknya prestasi yang di peroleh. Program Djarum Foundation Bhakti olahraga jauh dari niatan ekploitasi anak untuk promosi, yang ada ekploitasi anak untuk kejayaan olah raga bulutangkis bangsa Indonesia. <\/p>\n\n\n\n

Juga, program Djarum Foundation audisi bulutangkis adalah salah satu bentuk kesadaran dan kewajibannya membangun bangsa dengan melibatkan anak-anak. Lalu apa yang salah dari Djarum Foundation Bhakti Olahraga, jelas-jelas telah menghibahkan fasilitas, pikiran hingga dana untuk kepentingan kejayaan bangsa Indonesia, melalui olahraga. Pemerintah harus mendukung program tersebut, begitupun KPAI. KPAI jangan sampai menjadi penghalang, seperti halnya penghalang Nabi Ibrahim dalam kisah di atas.  
<\/p>\n","post_title":"Refleksi Kisah Kurban sebagai Bahan Pengingat KPAI","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"refleksi-kisah-kurban-sebagai-bahan-pengingat-kpai","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-08-12 08:30:31","post_modified_gmt":"2019-08-12 01:30:31","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5949","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5936,"post_author":"877","post_date":"2019-08-06 10:53:42","post_date_gmt":"2019-08-06 03:53:42","post_content":"\n

Masalah peredaran rokok di Indonesia, pemerintah cenderung mengambil langkah aman. Sudah saatnya pemerintah harus tegas menentukan sikap pelarangan atau membolehkan peredaran rokok di tengah-tengah masyarakat. <\/p>\n\n\n\n

Sikap pemerintah sampai saat ini menimbulkan pro dan kontra. Di satu sisi pemerintah melalui Kementrian Kesehatan membuat aturan pembatasan dan pelarangan beredarnya rokok, bahkan melarang adanya iklan rokok dan mengatur packaging<\/em> dengan bermacam gambar dan peringatan yang menggelian. Di sisi lain, pemerintah mendorong peningkatkan pendapatan Negara, mendorong peningkatan ekonomi rakyat, mendorong peningkatan produktivitas rakyat dan daya saing di pasar internasional, dan mendorong pengentasan kemiskinan.<\/p>\n\n\n\n

Sekarang, efek sikap pemerintah di atas meluas kemana-mana, mulai dari isu penyederhanaan layer atau penggabungan golongan industri rokok, isu pelarangan iklan rokok di media sosial karena pengguna media sosial banyak anak-anak, sampai pada pelarangan audisi pencari bakat bulu tangkis yang dilakukan Djarum Foundation dengan alasan ekploitasi anak. Ini semua adalah beberapa agenda untuk pengendalian rokok dan tembakau di Indonesia yang alasannya sudah dipatahkan dengan data yang lebih akurat.<\/p>\n\n\n\n

Semisal, yang pro dapat menceritakan dan meruntutkan agenda pengendalian rokok dan tembakau di Indonesia sebagai agenda politik dagang internasional. Semua program pengendalian rokok dan tembakau di Indonesia mengadopsi dari program World Health Organization (WHO) organisasi program dunia yang mendapatkan sokongan dana dari industri farmasi.\u00a0<\/p>\n\n\n\n

Baca:
Ada Campur Tangan Bloomberg dalam Surat Edaran Menkes terkait Pemblokiran Iklan Rokok <\/a><\/p>\n\n\n\n

WHO tidak semata-mata bertujuan demi meningkatkan taraf kesehatan penduduk. Di sini WHO sebagai ujung tombak industri farmasi. Terjadi peralihan di lingkup kesehatan, dimana dokter dan ilmuwan kesehatan dikuasai perusahan obat (farmasi). Tujuan utamanya tidak lain untuk merebut pasar nikotin dunia, dan menggantikan pemanfaatan nikotin alami dari tembakau dengan produk rekayasa nikotin yang telah dikantongi hak patennya. Keterlibatan WHO memuluskan tujuan industri farmasi tersebut dengan mendorong negara-negara di dunia untuk memberlakukan kebijakan sesuai kerangka kesehatan, tanpa mempertimbangkan peran sosial, ekonomi, politik dan budaya. Walaupun alasan kesehatan yang dibangun ternyata tidak 100% benar dan terkesan dipaksakan. Negara yang menjadi sasaran utama adalah Negara yang berkembang, seperti Indonesia, China, Bangladesh, India, Rusia, Mesir, Thailand, Filipina dan Brazil. <\/p>\n\n\n\n

Untuk menguasai pasar nikotin di dunia, industri farmasi mendapatkan sokongan dana dari bloomberg initiative. Karena salah satu direktur dari persekutuan perusahaan farmasi dunia bernama William R. Brody punya kedekatan dengan bloomberg initiative, selain teman karib juga posisinya sebagai penasehat. <\/h4>\n\n\n\n

Tidak mengherankan jika pendukung program pengendalian rokok dan tembakau di Indonesia mendapatkan sokongan dana dari bloomberg initiative termasuk lembaga yang bergerak untuk perlindungan anak, salah satunya Komnas Perlindungan Anak Indonesia (KPAI). Apapun bentuk lembaganya, selama mendapatkan kucuran dana bloomberg initiative, program utamanya harus sinergi dengan program bloomberg initiative dan rezim kesehatan dunia (WHO) yaitu pengendalian tembakau dan rokok, terutama rokok kretek asli Indonesia.<\/p>\n\n\n\n

Ada sekitar lebih dari 20an lembaga di Indonesia mendapatkan sokongan dana langsung maupun tidak langsung dari bloomberg initiative. Lembaga-lembaga tersebut bervarian, ada lembaga yang bergerak dalam pendidikan, bergerak pemberantasan korupsi, bergerak dalam kesehatan, bergerak perlindungan konsumen, bergerak melindungi anak, bahkan sampai pada lembaga agama. Numun pada intinya leading sector<\/em> yaitu sektor potensial yang dapat\u00a0menggerakkan agenda pengendalian tembakau dan rokok di Indonesia ada pada rezim kesehatan dalam hal ini Kementerian Kesehatan. Dengan menggunakan dalil kesehatan yang mulia, agenda bloomberg initiative dan farmasi berselancar dengan baik di Indonesia. \u00a0<\/p>\n\n\n\n

Baca:
Tinjauan Kritis Atas Larangan Iklan dan Sponshorship dengan Mencantumkan Logo, Brand Image, dan Identitas CSR Sebuah Perusahaan<\/a> <\/p>\n\n\n\n

Isu kuat saat ini yang beredar untuk agenda pengendalian tembakau dan rokok di Indonesia salah satunya, KPAI melarang audisi pencarian bakat bulu tangkis sejak dini yang dilakukan Djarum Foundation dengan alasan ekploitasi anak, Kementerian Kesehatan dan KPAI melarang adanya iklan di media sosia karena akan mengakibatkan bertambahnya perokok pemula, penggabungan golongan industri rokok atau penyederhanaan layer tarif cukai rokok yang intinya pengurangan terhadap industri rokok kretek, menaikkan cukai rokok untuk mengurangi peredaran rokok, dan korelasinya rokok dengan kemiskinan bertujuan agar ada kebijakan menghalau laju industri rokok kretek. <\/p>\n\n\n\n

Pemerintah dalam hal ini harus tegas mengambil sikap, untuk kepastian dan masa depan industri rokok kretek asli Indonesia. Dimana sejarah penemuan rokok kretek tidak lain untuk pengobatan yang dilakukan H. Djamhari sebagai obat sakit bengeknya. Karena rokok kretek adalah campuran tembakau dan cengkeh, berbeda dengan rokok non kretek yang hanya memakai tembakau saja. Selama ini, belum ada uji atau riset bahwa rokok kretek berkorelasi signifikan terhadap timbulnya penyakit yang dituduhkan. Kalau menjadi salah satu bagian kecil penyebab penyakit, tentunya ya dan bukan faktor penyebab utama. Itu seperti halnya barang-barang lain yang dikonsumsi manusia secara berlebihan dan hidup tidak seimbang. Termasuk makan nasi, mengkonsumsi gula dan mengkonsumsi lainnya secara berlebihan, tanpa diimbangi olah raga dan istirahat yang cukup. <\/p>\n\n\n\n

Selain itu, posisi industri kretek sangat stategis bagi bangsa Indonesia. Industri kretek membuktikan tetap bertahan setidaknya lebih dari 130 tahun. Disaat industri lain tumbang di zaman kolonial, industri kretek tetap eksis memberikan penghidupan masyarakat Indonesia. Bahkan tergolong industri yang peka zaman, dengan memberikan kontribusi yang sangat besar. Menghidupi setidaknya 6.1 juta jiwa petani cengkeh yang tersebar di 30 provinsi, petani tembakau yang tersebar di 15 provinsi. Menghidupi ribuan karyawan yang bekerja di industri kretek. Mempunyai multiplier<\/em> <\/em>effect<\/em> ke sektor perokonomian lainnya yang berada di sekitar industri kretek. <\/p>\n\n\n\n

Keberadaan industri kretek berkontribusi adanya hak jaminan sosial dan corporate social responsibility<\/em> (CSR), seperti halnya jaminan kesehatan, bhakti pendidikan, bhakti budaya, bhakti olahraga, bhakti lingkungan dan lain sebagainya. Berkontribusi pendapatan Negara melalui setoran cukai, berkontribusi bagi kesehatan publik dari alokasi dana bagi hasil cukai hasil tembakau (DBH-CHT) untuk sarana kesehatan dan pembayaran defisit Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS).  <\/p>\n\n\n\n

Selain itu, adanya industri kretek sebagai cermin kemandirian dan kedaulatan bangsa, karena sebagai pemenuhan kebutuhan pokok rakyat dalam hal ini pendapatan masyarakat sebagai agenda pemberantasan kemiskinan. <\/p>\n\n\n\n

Dengan pertimbangan di atas, diharapkan pemerintah dalam hal ini Presiden memberikan ketegasan, apakah industri rokok nasional tetap berproduksi atau dilarang berproduksi. Kalau tetap berproduksi, pemerintah secara totalitas harus melindunginya mulai kebijakan sampai pada strategi pemasarannya. Andaikan dilarang beroperasi, pemerintah paling tidak harus berani mempersiapkan lapangan pekerjaan lain bagi petani dan buruh tani cengkeh dan tembakau, buruh industri dan mungkin menata perekonomian akibat multiplier<\/em> <\/em>effect<\/em> keberadaan industri kretek. Dan yang terpenting keberadaan industri kretek, sebagai industri nasional sebagai perwujudan agenda prioritas  tujuan Nawa Cita, sehingga jangan sampai digiring dan diatur kepentingan asing melalui rezim kesehatan sebagai leading sector, <\/em>yang belum tentu benar dan terkesan dipaksakan.  
<\/p>\n","post_title":"Ketika Pemerintah Plin-Plan Membuat Regulasi Terkait Dunia Pertembakauan","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"ketika-pemerintah-plin-plan-membuat-regulasi-terkait-dunia-pertembakauan","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-08-06 10:53:48","post_modified_gmt":"2019-08-06 03:53:48","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5936","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":16},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"epic_block_3"};

\n

Baca: Kegagalan Lakpesdam PBNU dalam Melihat Produk Tembakau Alternatif<\/a><\/p>\n\n\n\n

Keterangan dalam kitab tafsir  \u201cTanwirul Adhan<\/em>\u201d penjelasan dari surat As-Saffat ayat 102 bahwa usia Ismail saat itu 13 tahun ada juga Ulama\u2019 yang mengatakan umur 7 tahun. ada riwayat lain yang mengatakan umur Ismail saat itu 14 tahun. Pada intinya saat kejadian kisah penyembelihan, Ismail masih usia anak-anak, ia dengan senang hati dan ikhlas, menjalani perannya.  <\/p>\n\n\n\n

Dari sejarah singkat qurban yang ektrim di atas, kira-kira pendapat KPAI apakah mendukung apa yang telah di lakukan Nabi Ibrahim?, atau sebaliknya mendukung Iblis yang menghalangi Nabi Ibrahim yang akan menjalankan kewajibannya sebagai hamba?. Saya yakin KPAI akan mendukung Nabi Ibrahim, tidak mendukung langkah Iblis. 
<\/p>\n\n\n\n

Walaupun ktidak persis, tapi hampir mirip kisah qurban diatas dengan audisi oleh Djarum Foundation yang melibatkan. Program audisi bulutangkis usia anak-anak Djarum Foundation, tidak lain ikut serta program pemerintah dalam mencerdaskan bangsa melalui pencarian bakat sedini mungkin. Anak-anak yang berbakat bulutangkis tentunya yang terjaring dalam audisi, dididik dengan penuh semangat oleh Djarum Foundation Bhakti olahraga. Buktinya, anak-anak tersebut disekolahkan formal, dilatih bulu tangkis dengan disiplin dan penuh tanggungjawab, tanpa dipungut biaya apapun, bahkan semua kebutuhan anak-anak tercukupi dengan baik. Pola didiknya, seperti pola pendidikan sekolah lainnya, anak-anak dididik dan diajar agar berpretasi, setidaknya punya pengetahuan, pengalaman dan keahlian sebagai bekal masa depan. Disisi lain, ternyata anak-anak yang terjaring audisi merasa sangat gembira, senang dan bangga bisa terpilih. Mereka dapat mengembangkan bakatnya, dan mendapatkan pendidikan sekolah dengan gratis.<\/p>\n\n\n\n

Tujuan utama Djarum Foundation mencari bibit unggul pebulutangkis Indonesia, yang selama ini sebagai salah satu olahraga kebanggaan masyarakat Indonesia atas banyaknya prestasi yang di peroleh. Program Djarum Foundation Bhakti olahraga jauh dari niatan ekploitasi anak untuk promosi, yang ada ekploitasi anak untuk kejayaan olah raga bulutangkis bangsa Indonesia. <\/p>\n\n\n\n

Juga, program Djarum Foundation audisi bulutangkis adalah salah satu bentuk kesadaran dan kewajibannya membangun bangsa dengan melibatkan anak-anak. Lalu apa yang salah dari Djarum Foundation Bhakti Olahraga, jelas-jelas telah menghibahkan fasilitas, pikiran hingga dana untuk kepentingan kejayaan bangsa Indonesia, melalui olahraga. Pemerintah harus mendukung program tersebut, begitupun KPAI. KPAI jangan sampai menjadi penghalang, seperti halnya penghalang Nabi Ibrahim dalam kisah di atas.  
<\/p>\n","post_title":"Refleksi Kisah Kurban sebagai Bahan Pengingat KPAI","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"refleksi-kisah-kurban-sebagai-bahan-pengingat-kpai","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-08-12 08:30:31","post_modified_gmt":"2019-08-12 01:30:31","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5949","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5936,"post_author":"877","post_date":"2019-08-06 10:53:42","post_date_gmt":"2019-08-06 03:53:42","post_content":"\n

Masalah peredaran rokok di Indonesia, pemerintah cenderung mengambil langkah aman. Sudah saatnya pemerintah harus tegas menentukan sikap pelarangan atau membolehkan peredaran rokok di tengah-tengah masyarakat. <\/p>\n\n\n\n

Sikap pemerintah sampai saat ini menimbulkan pro dan kontra. Di satu sisi pemerintah melalui Kementrian Kesehatan membuat aturan pembatasan dan pelarangan beredarnya rokok, bahkan melarang adanya iklan rokok dan mengatur packaging<\/em> dengan bermacam gambar dan peringatan yang menggelian. Di sisi lain, pemerintah mendorong peningkatkan pendapatan Negara, mendorong peningkatan ekonomi rakyat, mendorong peningkatan produktivitas rakyat dan daya saing di pasar internasional, dan mendorong pengentasan kemiskinan.<\/p>\n\n\n\n

Sekarang, efek sikap pemerintah di atas meluas kemana-mana, mulai dari isu penyederhanaan layer atau penggabungan golongan industri rokok, isu pelarangan iklan rokok di media sosial karena pengguna media sosial banyak anak-anak, sampai pada pelarangan audisi pencari bakat bulu tangkis yang dilakukan Djarum Foundation dengan alasan ekploitasi anak. Ini semua adalah beberapa agenda untuk pengendalian rokok dan tembakau di Indonesia yang alasannya sudah dipatahkan dengan data yang lebih akurat.<\/p>\n\n\n\n

Semisal, yang pro dapat menceritakan dan meruntutkan agenda pengendalian rokok dan tembakau di Indonesia sebagai agenda politik dagang internasional. Semua program pengendalian rokok dan tembakau di Indonesia mengadopsi dari program World Health Organization (WHO) organisasi program dunia yang mendapatkan sokongan dana dari industri farmasi.\u00a0<\/p>\n\n\n\n

Baca:
Ada Campur Tangan Bloomberg dalam Surat Edaran Menkes terkait Pemblokiran Iklan Rokok <\/a><\/p>\n\n\n\n

WHO tidak semata-mata bertujuan demi meningkatkan taraf kesehatan penduduk. Di sini WHO sebagai ujung tombak industri farmasi. Terjadi peralihan di lingkup kesehatan, dimana dokter dan ilmuwan kesehatan dikuasai perusahan obat (farmasi). Tujuan utamanya tidak lain untuk merebut pasar nikotin dunia, dan menggantikan pemanfaatan nikotin alami dari tembakau dengan produk rekayasa nikotin yang telah dikantongi hak patennya. Keterlibatan WHO memuluskan tujuan industri farmasi tersebut dengan mendorong negara-negara di dunia untuk memberlakukan kebijakan sesuai kerangka kesehatan, tanpa mempertimbangkan peran sosial, ekonomi, politik dan budaya. Walaupun alasan kesehatan yang dibangun ternyata tidak 100% benar dan terkesan dipaksakan. Negara yang menjadi sasaran utama adalah Negara yang berkembang, seperti Indonesia, China, Bangladesh, India, Rusia, Mesir, Thailand, Filipina dan Brazil. <\/p>\n\n\n\n

Untuk menguasai pasar nikotin di dunia, industri farmasi mendapatkan sokongan dana dari bloomberg initiative. Karena salah satu direktur dari persekutuan perusahaan farmasi dunia bernama William R. Brody punya kedekatan dengan bloomberg initiative, selain teman karib juga posisinya sebagai penasehat. <\/h4>\n\n\n\n

Tidak mengherankan jika pendukung program pengendalian rokok dan tembakau di Indonesia mendapatkan sokongan dana dari bloomberg initiative termasuk lembaga yang bergerak untuk perlindungan anak, salah satunya Komnas Perlindungan Anak Indonesia (KPAI). Apapun bentuk lembaganya, selama mendapatkan kucuran dana bloomberg initiative, program utamanya harus sinergi dengan program bloomberg initiative dan rezim kesehatan dunia (WHO) yaitu pengendalian tembakau dan rokok, terutama rokok kretek asli Indonesia.<\/p>\n\n\n\n

Ada sekitar lebih dari 20an lembaga di Indonesia mendapatkan sokongan dana langsung maupun tidak langsung dari bloomberg initiative. Lembaga-lembaga tersebut bervarian, ada lembaga yang bergerak dalam pendidikan, bergerak pemberantasan korupsi, bergerak dalam kesehatan, bergerak perlindungan konsumen, bergerak melindungi anak, bahkan sampai pada lembaga agama. Numun pada intinya leading sector<\/em> yaitu sektor potensial yang dapat\u00a0menggerakkan agenda pengendalian tembakau dan rokok di Indonesia ada pada rezim kesehatan dalam hal ini Kementerian Kesehatan. Dengan menggunakan dalil kesehatan yang mulia, agenda bloomberg initiative dan farmasi berselancar dengan baik di Indonesia. \u00a0<\/p>\n\n\n\n

Baca:
Tinjauan Kritis Atas Larangan Iklan dan Sponshorship dengan Mencantumkan Logo, Brand Image, dan Identitas CSR Sebuah Perusahaan<\/a> <\/p>\n\n\n\n

Isu kuat saat ini yang beredar untuk agenda pengendalian tembakau dan rokok di Indonesia salah satunya, KPAI melarang audisi pencarian bakat bulu tangkis sejak dini yang dilakukan Djarum Foundation dengan alasan ekploitasi anak, Kementerian Kesehatan dan KPAI melarang adanya iklan di media sosia karena akan mengakibatkan bertambahnya perokok pemula, penggabungan golongan industri rokok atau penyederhanaan layer tarif cukai rokok yang intinya pengurangan terhadap industri rokok kretek, menaikkan cukai rokok untuk mengurangi peredaran rokok, dan korelasinya rokok dengan kemiskinan bertujuan agar ada kebijakan menghalau laju industri rokok kretek. <\/p>\n\n\n\n

Pemerintah dalam hal ini harus tegas mengambil sikap, untuk kepastian dan masa depan industri rokok kretek asli Indonesia. Dimana sejarah penemuan rokok kretek tidak lain untuk pengobatan yang dilakukan H. Djamhari sebagai obat sakit bengeknya. Karena rokok kretek adalah campuran tembakau dan cengkeh, berbeda dengan rokok non kretek yang hanya memakai tembakau saja. Selama ini, belum ada uji atau riset bahwa rokok kretek berkorelasi signifikan terhadap timbulnya penyakit yang dituduhkan. Kalau menjadi salah satu bagian kecil penyebab penyakit, tentunya ya dan bukan faktor penyebab utama. Itu seperti halnya barang-barang lain yang dikonsumsi manusia secara berlebihan dan hidup tidak seimbang. Termasuk makan nasi, mengkonsumsi gula dan mengkonsumsi lainnya secara berlebihan, tanpa diimbangi olah raga dan istirahat yang cukup. <\/p>\n\n\n\n

Selain itu, posisi industri kretek sangat stategis bagi bangsa Indonesia. Industri kretek membuktikan tetap bertahan setidaknya lebih dari 130 tahun. Disaat industri lain tumbang di zaman kolonial, industri kretek tetap eksis memberikan penghidupan masyarakat Indonesia. Bahkan tergolong industri yang peka zaman, dengan memberikan kontribusi yang sangat besar. Menghidupi setidaknya 6.1 juta jiwa petani cengkeh yang tersebar di 30 provinsi, petani tembakau yang tersebar di 15 provinsi. Menghidupi ribuan karyawan yang bekerja di industri kretek. Mempunyai multiplier<\/em> <\/em>effect<\/em> ke sektor perokonomian lainnya yang berada di sekitar industri kretek. <\/p>\n\n\n\n

Keberadaan industri kretek berkontribusi adanya hak jaminan sosial dan corporate social responsibility<\/em> (CSR), seperti halnya jaminan kesehatan, bhakti pendidikan, bhakti budaya, bhakti olahraga, bhakti lingkungan dan lain sebagainya. Berkontribusi pendapatan Negara melalui setoran cukai, berkontribusi bagi kesehatan publik dari alokasi dana bagi hasil cukai hasil tembakau (DBH-CHT) untuk sarana kesehatan dan pembayaran defisit Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS).  <\/p>\n\n\n\n

Selain itu, adanya industri kretek sebagai cermin kemandirian dan kedaulatan bangsa, karena sebagai pemenuhan kebutuhan pokok rakyat dalam hal ini pendapatan masyarakat sebagai agenda pemberantasan kemiskinan. <\/p>\n\n\n\n

Dengan pertimbangan di atas, diharapkan pemerintah dalam hal ini Presiden memberikan ketegasan, apakah industri rokok nasional tetap berproduksi atau dilarang berproduksi. Kalau tetap berproduksi, pemerintah secara totalitas harus melindunginya mulai kebijakan sampai pada strategi pemasarannya. Andaikan dilarang beroperasi, pemerintah paling tidak harus berani mempersiapkan lapangan pekerjaan lain bagi petani dan buruh tani cengkeh dan tembakau, buruh industri dan mungkin menata perekonomian akibat multiplier<\/em> <\/em>effect<\/em> keberadaan industri kretek. Dan yang terpenting keberadaan industri kretek, sebagai industri nasional sebagai perwujudan agenda prioritas  tujuan Nawa Cita, sehingga jangan sampai digiring dan diatur kepentingan asing melalui rezim kesehatan sebagai leading sector, <\/em>yang belum tentu benar dan terkesan dipaksakan.  
<\/p>\n","post_title":"Ketika Pemerintah Plin-Plan Membuat Regulasi Terkait Dunia Pertembakauan","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"ketika-pemerintah-plin-plan-membuat-regulasi-terkait-dunia-pertembakauan","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-08-06 10:53:48","post_modified_gmt":"2019-08-06 03:53:48","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5936","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":16},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"epic_block_3"};

\n

Ada cerita lucu setelah Nabi Ibrahim selesai menyembelih kambing, Nabi Ibrahim bertanya pada Ismail, siapa yang paling dermawan diantara kita? Ismail menjawab, saya. Tidak bisa kata Nabi Ibrahim, saya yang paling dermawan, karena akan mngorbankan anak yang kucintai. Ismail berkata, tidak bisa, saya yang dermawan, karena bapak punya dua anak, kalau saya dikorbankan, masih punya anak satu, lalu malaikat berkata, tidak bisa, saya yang dermawan karena saya sudah kehilangan kambing satu.\u00a0\u00a0<\/p>\n\n\n\n

Baca: Kegagalan Lakpesdam PBNU dalam Melihat Produk Tembakau Alternatif<\/a><\/p>\n\n\n\n

Keterangan dalam kitab tafsir  \u201cTanwirul Adhan<\/em>\u201d penjelasan dari surat As-Saffat ayat 102 bahwa usia Ismail saat itu 13 tahun ada juga Ulama\u2019 yang mengatakan umur 7 tahun. ada riwayat lain yang mengatakan umur Ismail saat itu 14 tahun. Pada intinya saat kejadian kisah penyembelihan, Ismail masih usia anak-anak, ia dengan senang hati dan ikhlas, menjalani perannya.  <\/p>\n\n\n\n

Dari sejarah singkat qurban yang ektrim di atas, kira-kira pendapat KPAI apakah mendukung apa yang telah di lakukan Nabi Ibrahim?, atau sebaliknya mendukung Iblis yang menghalangi Nabi Ibrahim yang akan menjalankan kewajibannya sebagai hamba?. Saya yakin KPAI akan mendukung Nabi Ibrahim, tidak mendukung langkah Iblis. 
<\/p>\n\n\n\n

Walaupun ktidak persis, tapi hampir mirip kisah qurban diatas dengan audisi oleh Djarum Foundation yang melibatkan. Program audisi bulutangkis usia anak-anak Djarum Foundation, tidak lain ikut serta program pemerintah dalam mencerdaskan bangsa melalui pencarian bakat sedini mungkin. Anak-anak yang berbakat bulutangkis tentunya yang terjaring dalam audisi, dididik dengan penuh semangat oleh Djarum Foundation Bhakti olahraga. Buktinya, anak-anak tersebut disekolahkan formal, dilatih bulu tangkis dengan disiplin dan penuh tanggungjawab, tanpa dipungut biaya apapun, bahkan semua kebutuhan anak-anak tercukupi dengan baik. Pola didiknya, seperti pola pendidikan sekolah lainnya, anak-anak dididik dan diajar agar berpretasi, setidaknya punya pengetahuan, pengalaman dan keahlian sebagai bekal masa depan. Disisi lain, ternyata anak-anak yang terjaring audisi merasa sangat gembira, senang dan bangga bisa terpilih. Mereka dapat mengembangkan bakatnya, dan mendapatkan pendidikan sekolah dengan gratis.<\/p>\n\n\n\n

Tujuan utama Djarum Foundation mencari bibit unggul pebulutangkis Indonesia, yang selama ini sebagai salah satu olahraga kebanggaan masyarakat Indonesia atas banyaknya prestasi yang di peroleh. Program Djarum Foundation Bhakti olahraga jauh dari niatan ekploitasi anak untuk promosi, yang ada ekploitasi anak untuk kejayaan olah raga bulutangkis bangsa Indonesia. <\/p>\n\n\n\n

Juga, program Djarum Foundation audisi bulutangkis adalah salah satu bentuk kesadaran dan kewajibannya membangun bangsa dengan melibatkan anak-anak. Lalu apa yang salah dari Djarum Foundation Bhakti Olahraga, jelas-jelas telah menghibahkan fasilitas, pikiran hingga dana untuk kepentingan kejayaan bangsa Indonesia, melalui olahraga. Pemerintah harus mendukung program tersebut, begitupun KPAI. KPAI jangan sampai menjadi penghalang, seperti halnya penghalang Nabi Ibrahim dalam kisah di atas.  
<\/p>\n","post_title":"Refleksi Kisah Kurban sebagai Bahan Pengingat KPAI","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"refleksi-kisah-kurban-sebagai-bahan-pengingat-kpai","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-08-12 08:30:31","post_modified_gmt":"2019-08-12 01:30:31","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5949","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5936,"post_author":"877","post_date":"2019-08-06 10:53:42","post_date_gmt":"2019-08-06 03:53:42","post_content":"\n

Masalah peredaran rokok di Indonesia, pemerintah cenderung mengambil langkah aman. Sudah saatnya pemerintah harus tegas menentukan sikap pelarangan atau membolehkan peredaran rokok di tengah-tengah masyarakat. <\/p>\n\n\n\n

Sikap pemerintah sampai saat ini menimbulkan pro dan kontra. Di satu sisi pemerintah melalui Kementrian Kesehatan membuat aturan pembatasan dan pelarangan beredarnya rokok, bahkan melarang adanya iklan rokok dan mengatur packaging<\/em> dengan bermacam gambar dan peringatan yang menggelian. Di sisi lain, pemerintah mendorong peningkatkan pendapatan Negara, mendorong peningkatan ekonomi rakyat, mendorong peningkatan produktivitas rakyat dan daya saing di pasar internasional, dan mendorong pengentasan kemiskinan.<\/p>\n\n\n\n

Sekarang, efek sikap pemerintah di atas meluas kemana-mana, mulai dari isu penyederhanaan layer atau penggabungan golongan industri rokok, isu pelarangan iklan rokok di media sosial karena pengguna media sosial banyak anak-anak, sampai pada pelarangan audisi pencari bakat bulu tangkis yang dilakukan Djarum Foundation dengan alasan ekploitasi anak. Ini semua adalah beberapa agenda untuk pengendalian rokok dan tembakau di Indonesia yang alasannya sudah dipatahkan dengan data yang lebih akurat.<\/p>\n\n\n\n

Semisal, yang pro dapat menceritakan dan meruntutkan agenda pengendalian rokok dan tembakau di Indonesia sebagai agenda politik dagang internasional. Semua program pengendalian rokok dan tembakau di Indonesia mengadopsi dari program World Health Organization (WHO) organisasi program dunia yang mendapatkan sokongan dana dari industri farmasi.\u00a0<\/p>\n\n\n\n

Baca:
Ada Campur Tangan Bloomberg dalam Surat Edaran Menkes terkait Pemblokiran Iklan Rokok <\/a><\/p>\n\n\n\n

WHO tidak semata-mata bertujuan demi meningkatkan taraf kesehatan penduduk. Di sini WHO sebagai ujung tombak industri farmasi. Terjadi peralihan di lingkup kesehatan, dimana dokter dan ilmuwan kesehatan dikuasai perusahan obat (farmasi). Tujuan utamanya tidak lain untuk merebut pasar nikotin dunia, dan menggantikan pemanfaatan nikotin alami dari tembakau dengan produk rekayasa nikotin yang telah dikantongi hak patennya. Keterlibatan WHO memuluskan tujuan industri farmasi tersebut dengan mendorong negara-negara di dunia untuk memberlakukan kebijakan sesuai kerangka kesehatan, tanpa mempertimbangkan peran sosial, ekonomi, politik dan budaya. Walaupun alasan kesehatan yang dibangun ternyata tidak 100% benar dan terkesan dipaksakan. Negara yang menjadi sasaran utama adalah Negara yang berkembang, seperti Indonesia, China, Bangladesh, India, Rusia, Mesir, Thailand, Filipina dan Brazil. <\/p>\n\n\n\n

Untuk menguasai pasar nikotin di dunia, industri farmasi mendapatkan sokongan dana dari bloomberg initiative. Karena salah satu direktur dari persekutuan perusahaan farmasi dunia bernama William R. Brody punya kedekatan dengan bloomberg initiative, selain teman karib juga posisinya sebagai penasehat. <\/h4>\n\n\n\n

Tidak mengherankan jika pendukung program pengendalian rokok dan tembakau di Indonesia mendapatkan sokongan dana dari bloomberg initiative termasuk lembaga yang bergerak untuk perlindungan anak, salah satunya Komnas Perlindungan Anak Indonesia (KPAI). Apapun bentuk lembaganya, selama mendapatkan kucuran dana bloomberg initiative, program utamanya harus sinergi dengan program bloomberg initiative dan rezim kesehatan dunia (WHO) yaitu pengendalian tembakau dan rokok, terutama rokok kretek asli Indonesia.<\/p>\n\n\n\n

Ada sekitar lebih dari 20an lembaga di Indonesia mendapatkan sokongan dana langsung maupun tidak langsung dari bloomberg initiative. Lembaga-lembaga tersebut bervarian, ada lembaga yang bergerak dalam pendidikan, bergerak pemberantasan korupsi, bergerak dalam kesehatan, bergerak perlindungan konsumen, bergerak melindungi anak, bahkan sampai pada lembaga agama. Numun pada intinya leading sector<\/em> yaitu sektor potensial yang dapat\u00a0menggerakkan agenda pengendalian tembakau dan rokok di Indonesia ada pada rezim kesehatan dalam hal ini Kementerian Kesehatan. Dengan menggunakan dalil kesehatan yang mulia, agenda bloomberg initiative dan farmasi berselancar dengan baik di Indonesia. \u00a0<\/p>\n\n\n\n

Baca:
Tinjauan Kritis Atas Larangan Iklan dan Sponshorship dengan Mencantumkan Logo, Brand Image, dan Identitas CSR Sebuah Perusahaan<\/a> <\/p>\n\n\n\n

Isu kuat saat ini yang beredar untuk agenda pengendalian tembakau dan rokok di Indonesia salah satunya, KPAI melarang audisi pencarian bakat bulu tangkis sejak dini yang dilakukan Djarum Foundation dengan alasan ekploitasi anak, Kementerian Kesehatan dan KPAI melarang adanya iklan di media sosia karena akan mengakibatkan bertambahnya perokok pemula, penggabungan golongan industri rokok atau penyederhanaan layer tarif cukai rokok yang intinya pengurangan terhadap industri rokok kretek, menaikkan cukai rokok untuk mengurangi peredaran rokok, dan korelasinya rokok dengan kemiskinan bertujuan agar ada kebijakan menghalau laju industri rokok kretek. <\/p>\n\n\n\n

Pemerintah dalam hal ini harus tegas mengambil sikap, untuk kepastian dan masa depan industri rokok kretek asli Indonesia. Dimana sejarah penemuan rokok kretek tidak lain untuk pengobatan yang dilakukan H. Djamhari sebagai obat sakit bengeknya. Karena rokok kretek adalah campuran tembakau dan cengkeh, berbeda dengan rokok non kretek yang hanya memakai tembakau saja. Selama ini, belum ada uji atau riset bahwa rokok kretek berkorelasi signifikan terhadap timbulnya penyakit yang dituduhkan. Kalau menjadi salah satu bagian kecil penyebab penyakit, tentunya ya dan bukan faktor penyebab utama. Itu seperti halnya barang-barang lain yang dikonsumsi manusia secara berlebihan dan hidup tidak seimbang. Termasuk makan nasi, mengkonsumsi gula dan mengkonsumsi lainnya secara berlebihan, tanpa diimbangi olah raga dan istirahat yang cukup. <\/p>\n\n\n\n

Selain itu, posisi industri kretek sangat stategis bagi bangsa Indonesia. Industri kretek membuktikan tetap bertahan setidaknya lebih dari 130 tahun. Disaat industri lain tumbang di zaman kolonial, industri kretek tetap eksis memberikan penghidupan masyarakat Indonesia. Bahkan tergolong industri yang peka zaman, dengan memberikan kontribusi yang sangat besar. Menghidupi setidaknya 6.1 juta jiwa petani cengkeh yang tersebar di 30 provinsi, petani tembakau yang tersebar di 15 provinsi. Menghidupi ribuan karyawan yang bekerja di industri kretek. Mempunyai multiplier<\/em> <\/em>effect<\/em> ke sektor perokonomian lainnya yang berada di sekitar industri kretek. <\/p>\n\n\n\n

Keberadaan industri kretek berkontribusi adanya hak jaminan sosial dan corporate social responsibility<\/em> (CSR), seperti halnya jaminan kesehatan, bhakti pendidikan, bhakti budaya, bhakti olahraga, bhakti lingkungan dan lain sebagainya. Berkontribusi pendapatan Negara melalui setoran cukai, berkontribusi bagi kesehatan publik dari alokasi dana bagi hasil cukai hasil tembakau (DBH-CHT) untuk sarana kesehatan dan pembayaran defisit Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS).  <\/p>\n\n\n\n

Selain itu, adanya industri kretek sebagai cermin kemandirian dan kedaulatan bangsa, karena sebagai pemenuhan kebutuhan pokok rakyat dalam hal ini pendapatan masyarakat sebagai agenda pemberantasan kemiskinan. <\/p>\n\n\n\n

Dengan pertimbangan di atas, diharapkan pemerintah dalam hal ini Presiden memberikan ketegasan, apakah industri rokok nasional tetap berproduksi atau dilarang berproduksi. Kalau tetap berproduksi, pemerintah secara totalitas harus melindunginya mulai kebijakan sampai pada strategi pemasarannya. Andaikan dilarang beroperasi, pemerintah paling tidak harus berani mempersiapkan lapangan pekerjaan lain bagi petani dan buruh tani cengkeh dan tembakau, buruh industri dan mungkin menata perekonomian akibat multiplier<\/em> <\/em>effect<\/em> keberadaan industri kretek. Dan yang terpenting keberadaan industri kretek, sebagai industri nasional sebagai perwujudan agenda prioritas  tujuan Nawa Cita, sehingga jangan sampai digiring dan diatur kepentingan asing melalui rezim kesehatan sebagai leading sector, <\/em>yang belum tentu benar dan terkesan dipaksakan.  
<\/p>\n","post_title":"Ketika Pemerintah Plin-Plan Membuat Regulasi Terkait Dunia Pertembakauan","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"ketika-pemerintah-plin-plan-membuat-regulasi-terkait-dunia-pertembakauan","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-08-06 10:53:48","post_modified_gmt":"2019-08-06 03:53:48","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5936","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":16},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"epic_block_3"};

\n

Sesampainya di puncak bukit Mina, Nabi Ibrahim menceritakan mimpinya dan mengatakan maksud dan tujuannya mengajak Ismail jalan-jalan. Selesai Nabi Ibrahim cerita, kemudian Ismail berkata pada bapaknya, untuk segera menjalankan perintah Tuhan. Pada saat menyembebelih, pisau\/pedang Nabi Ibrahim tidak bisa melukai kulit Ismail, karena Nabi Ibrahim masih gelisah dan menangis saat melihat wajah Ismail. Kemudian Ismail berkata, mungkin karena bapak melihat wajahku, hingga tidak tega menyembelih, lalu Ismail membalikkan badannya memposisisikan badannya telungkup. Lalau Nabi Ibrahim dengan kesiapan hati melakukan penyembelihan yang kedua, lagi-lagi pisau\/pedangnya tidak mampu melukai kulit leher Ismail. Dengan bingung karena tidak berhasil menyembelih Ismail, turunlah Malaikat Jibril dengan membawa kambing, digantikannya Ismail dengan kambing tersebut. Bersamaan dengan turunnya wahyu Tuhan yang menjelaskan keduanya telah lulus  dari ujian. Kemudian Nabi Ibrahim membaca takbir \u201cAllahu Akbar\u201d<\/em> 3x, disaut Ismail dengan .membaca \u201cLaa ilaaha illahhu wallahu akbar<\/em>\u201d, diakhiri Malikat Jibril dengan bacaan \u201cAllahu Akbar walillahil Hamd<\/em>\u201d, dilanjutkan dengan menyembelih kambing bawaan malaikat jibril.<\/p>\n\n\n\n

Ada cerita lucu setelah Nabi Ibrahim selesai menyembelih kambing, Nabi Ibrahim bertanya pada Ismail, siapa yang paling dermawan diantara kita? Ismail menjawab, saya. Tidak bisa kata Nabi Ibrahim, saya yang paling dermawan, karena akan mngorbankan anak yang kucintai. Ismail berkata, tidak bisa, saya yang dermawan, karena bapak punya dua anak, kalau saya dikorbankan, masih punya anak satu, lalu malaikat berkata, tidak bisa, saya yang dermawan karena saya sudah kehilangan kambing satu.\u00a0\u00a0<\/p>\n\n\n\n

Baca: Kegagalan Lakpesdam PBNU dalam Melihat Produk Tembakau Alternatif<\/a><\/p>\n\n\n\n

Keterangan dalam kitab tafsir  \u201cTanwirul Adhan<\/em>\u201d penjelasan dari surat As-Saffat ayat 102 bahwa usia Ismail saat itu 13 tahun ada juga Ulama\u2019 yang mengatakan umur 7 tahun. ada riwayat lain yang mengatakan umur Ismail saat itu 14 tahun. Pada intinya saat kejadian kisah penyembelihan, Ismail masih usia anak-anak, ia dengan senang hati dan ikhlas, menjalani perannya.  <\/p>\n\n\n\n

Dari sejarah singkat qurban yang ektrim di atas, kira-kira pendapat KPAI apakah mendukung apa yang telah di lakukan Nabi Ibrahim?, atau sebaliknya mendukung Iblis yang menghalangi Nabi Ibrahim yang akan menjalankan kewajibannya sebagai hamba?. Saya yakin KPAI akan mendukung Nabi Ibrahim, tidak mendukung langkah Iblis. 
<\/p>\n\n\n\n

Walaupun ktidak persis, tapi hampir mirip kisah qurban diatas dengan audisi oleh Djarum Foundation yang melibatkan. Program audisi bulutangkis usia anak-anak Djarum Foundation, tidak lain ikut serta program pemerintah dalam mencerdaskan bangsa melalui pencarian bakat sedini mungkin. Anak-anak yang berbakat bulutangkis tentunya yang terjaring dalam audisi, dididik dengan penuh semangat oleh Djarum Foundation Bhakti olahraga. Buktinya, anak-anak tersebut disekolahkan formal, dilatih bulu tangkis dengan disiplin dan penuh tanggungjawab, tanpa dipungut biaya apapun, bahkan semua kebutuhan anak-anak tercukupi dengan baik. Pola didiknya, seperti pola pendidikan sekolah lainnya, anak-anak dididik dan diajar agar berpretasi, setidaknya punya pengetahuan, pengalaman dan keahlian sebagai bekal masa depan. Disisi lain, ternyata anak-anak yang terjaring audisi merasa sangat gembira, senang dan bangga bisa terpilih. Mereka dapat mengembangkan bakatnya, dan mendapatkan pendidikan sekolah dengan gratis.<\/p>\n\n\n\n

Tujuan utama Djarum Foundation mencari bibit unggul pebulutangkis Indonesia, yang selama ini sebagai salah satu olahraga kebanggaan masyarakat Indonesia atas banyaknya prestasi yang di peroleh. Program Djarum Foundation Bhakti olahraga jauh dari niatan ekploitasi anak untuk promosi, yang ada ekploitasi anak untuk kejayaan olah raga bulutangkis bangsa Indonesia. <\/p>\n\n\n\n

Juga, program Djarum Foundation audisi bulutangkis adalah salah satu bentuk kesadaran dan kewajibannya membangun bangsa dengan melibatkan anak-anak. Lalu apa yang salah dari Djarum Foundation Bhakti Olahraga, jelas-jelas telah menghibahkan fasilitas, pikiran hingga dana untuk kepentingan kejayaan bangsa Indonesia, melalui olahraga. Pemerintah harus mendukung program tersebut, begitupun KPAI. KPAI jangan sampai menjadi penghalang, seperti halnya penghalang Nabi Ibrahim dalam kisah di atas.  
<\/p>\n","post_title":"Refleksi Kisah Kurban sebagai Bahan Pengingat KPAI","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"refleksi-kisah-kurban-sebagai-bahan-pengingat-kpai","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-08-12 08:30:31","post_modified_gmt":"2019-08-12 01:30:31","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5949","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5936,"post_author":"877","post_date":"2019-08-06 10:53:42","post_date_gmt":"2019-08-06 03:53:42","post_content":"\n

Masalah peredaran rokok di Indonesia, pemerintah cenderung mengambil langkah aman. Sudah saatnya pemerintah harus tegas menentukan sikap pelarangan atau membolehkan peredaran rokok di tengah-tengah masyarakat. <\/p>\n\n\n\n

Sikap pemerintah sampai saat ini menimbulkan pro dan kontra. Di satu sisi pemerintah melalui Kementrian Kesehatan membuat aturan pembatasan dan pelarangan beredarnya rokok, bahkan melarang adanya iklan rokok dan mengatur packaging<\/em> dengan bermacam gambar dan peringatan yang menggelian. Di sisi lain, pemerintah mendorong peningkatkan pendapatan Negara, mendorong peningkatan ekonomi rakyat, mendorong peningkatan produktivitas rakyat dan daya saing di pasar internasional, dan mendorong pengentasan kemiskinan.<\/p>\n\n\n\n

Sekarang, efek sikap pemerintah di atas meluas kemana-mana, mulai dari isu penyederhanaan layer atau penggabungan golongan industri rokok, isu pelarangan iklan rokok di media sosial karena pengguna media sosial banyak anak-anak, sampai pada pelarangan audisi pencari bakat bulu tangkis yang dilakukan Djarum Foundation dengan alasan ekploitasi anak. Ini semua adalah beberapa agenda untuk pengendalian rokok dan tembakau di Indonesia yang alasannya sudah dipatahkan dengan data yang lebih akurat.<\/p>\n\n\n\n

Semisal, yang pro dapat menceritakan dan meruntutkan agenda pengendalian rokok dan tembakau di Indonesia sebagai agenda politik dagang internasional. Semua program pengendalian rokok dan tembakau di Indonesia mengadopsi dari program World Health Organization (WHO) organisasi program dunia yang mendapatkan sokongan dana dari industri farmasi.\u00a0<\/p>\n\n\n\n

Baca:
Ada Campur Tangan Bloomberg dalam Surat Edaran Menkes terkait Pemblokiran Iklan Rokok <\/a><\/p>\n\n\n\n

WHO tidak semata-mata bertujuan demi meningkatkan taraf kesehatan penduduk. Di sini WHO sebagai ujung tombak industri farmasi. Terjadi peralihan di lingkup kesehatan, dimana dokter dan ilmuwan kesehatan dikuasai perusahan obat (farmasi). Tujuan utamanya tidak lain untuk merebut pasar nikotin dunia, dan menggantikan pemanfaatan nikotin alami dari tembakau dengan produk rekayasa nikotin yang telah dikantongi hak patennya. Keterlibatan WHO memuluskan tujuan industri farmasi tersebut dengan mendorong negara-negara di dunia untuk memberlakukan kebijakan sesuai kerangka kesehatan, tanpa mempertimbangkan peran sosial, ekonomi, politik dan budaya. Walaupun alasan kesehatan yang dibangun ternyata tidak 100% benar dan terkesan dipaksakan. Negara yang menjadi sasaran utama adalah Negara yang berkembang, seperti Indonesia, China, Bangladesh, India, Rusia, Mesir, Thailand, Filipina dan Brazil. <\/p>\n\n\n\n

Untuk menguasai pasar nikotin di dunia, industri farmasi mendapatkan sokongan dana dari bloomberg initiative. Karena salah satu direktur dari persekutuan perusahaan farmasi dunia bernama William R. Brody punya kedekatan dengan bloomberg initiative, selain teman karib juga posisinya sebagai penasehat. <\/h4>\n\n\n\n

Tidak mengherankan jika pendukung program pengendalian rokok dan tembakau di Indonesia mendapatkan sokongan dana dari bloomberg initiative termasuk lembaga yang bergerak untuk perlindungan anak, salah satunya Komnas Perlindungan Anak Indonesia (KPAI). Apapun bentuk lembaganya, selama mendapatkan kucuran dana bloomberg initiative, program utamanya harus sinergi dengan program bloomberg initiative dan rezim kesehatan dunia (WHO) yaitu pengendalian tembakau dan rokok, terutama rokok kretek asli Indonesia.<\/p>\n\n\n\n

Ada sekitar lebih dari 20an lembaga di Indonesia mendapatkan sokongan dana langsung maupun tidak langsung dari bloomberg initiative. Lembaga-lembaga tersebut bervarian, ada lembaga yang bergerak dalam pendidikan, bergerak pemberantasan korupsi, bergerak dalam kesehatan, bergerak perlindungan konsumen, bergerak melindungi anak, bahkan sampai pada lembaga agama. Numun pada intinya leading sector<\/em> yaitu sektor potensial yang dapat\u00a0menggerakkan agenda pengendalian tembakau dan rokok di Indonesia ada pada rezim kesehatan dalam hal ini Kementerian Kesehatan. Dengan menggunakan dalil kesehatan yang mulia, agenda bloomberg initiative dan farmasi berselancar dengan baik di Indonesia. \u00a0<\/p>\n\n\n\n

Baca:
Tinjauan Kritis Atas Larangan Iklan dan Sponshorship dengan Mencantumkan Logo, Brand Image, dan Identitas CSR Sebuah Perusahaan<\/a> <\/p>\n\n\n\n

Isu kuat saat ini yang beredar untuk agenda pengendalian tembakau dan rokok di Indonesia salah satunya, KPAI melarang audisi pencarian bakat bulu tangkis sejak dini yang dilakukan Djarum Foundation dengan alasan ekploitasi anak, Kementerian Kesehatan dan KPAI melarang adanya iklan di media sosia karena akan mengakibatkan bertambahnya perokok pemula, penggabungan golongan industri rokok atau penyederhanaan layer tarif cukai rokok yang intinya pengurangan terhadap industri rokok kretek, menaikkan cukai rokok untuk mengurangi peredaran rokok, dan korelasinya rokok dengan kemiskinan bertujuan agar ada kebijakan menghalau laju industri rokok kretek. <\/p>\n\n\n\n

Pemerintah dalam hal ini harus tegas mengambil sikap, untuk kepastian dan masa depan industri rokok kretek asli Indonesia. Dimana sejarah penemuan rokok kretek tidak lain untuk pengobatan yang dilakukan H. Djamhari sebagai obat sakit bengeknya. Karena rokok kretek adalah campuran tembakau dan cengkeh, berbeda dengan rokok non kretek yang hanya memakai tembakau saja. Selama ini, belum ada uji atau riset bahwa rokok kretek berkorelasi signifikan terhadap timbulnya penyakit yang dituduhkan. Kalau menjadi salah satu bagian kecil penyebab penyakit, tentunya ya dan bukan faktor penyebab utama. Itu seperti halnya barang-barang lain yang dikonsumsi manusia secara berlebihan dan hidup tidak seimbang. Termasuk makan nasi, mengkonsumsi gula dan mengkonsumsi lainnya secara berlebihan, tanpa diimbangi olah raga dan istirahat yang cukup. <\/p>\n\n\n\n

Selain itu, posisi industri kretek sangat stategis bagi bangsa Indonesia. Industri kretek membuktikan tetap bertahan setidaknya lebih dari 130 tahun. Disaat industri lain tumbang di zaman kolonial, industri kretek tetap eksis memberikan penghidupan masyarakat Indonesia. Bahkan tergolong industri yang peka zaman, dengan memberikan kontribusi yang sangat besar. Menghidupi setidaknya 6.1 juta jiwa petani cengkeh yang tersebar di 30 provinsi, petani tembakau yang tersebar di 15 provinsi. Menghidupi ribuan karyawan yang bekerja di industri kretek. Mempunyai multiplier<\/em> <\/em>effect<\/em> ke sektor perokonomian lainnya yang berada di sekitar industri kretek. <\/p>\n\n\n\n

Keberadaan industri kretek berkontribusi adanya hak jaminan sosial dan corporate social responsibility<\/em> (CSR), seperti halnya jaminan kesehatan, bhakti pendidikan, bhakti budaya, bhakti olahraga, bhakti lingkungan dan lain sebagainya. Berkontribusi pendapatan Negara melalui setoran cukai, berkontribusi bagi kesehatan publik dari alokasi dana bagi hasil cukai hasil tembakau (DBH-CHT) untuk sarana kesehatan dan pembayaran defisit Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS).  <\/p>\n\n\n\n

Selain itu, adanya industri kretek sebagai cermin kemandirian dan kedaulatan bangsa, karena sebagai pemenuhan kebutuhan pokok rakyat dalam hal ini pendapatan masyarakat sebagai agenda pemberantasan kemiskinan. <\/p>\n\n\n\n

Dengan pertimbangan di atas, diharapkan pemerintah dalam hal ini Presiden memberikan ketegasan, apakah industri rokok nasional tetap berproduksi atau dilarang berproduksi. Kalau tetap berproduksi, pemerintah secara totalitas harus melindunginya mulai kebijakan sampai pada strategi pemasarannya. Andaikan dilarang beroperasi, pemerintah paling tidak harus berani mempersiapkan lapangan pekerjaan lain bagi petani dan buruh tani cengkeh dan tembakau, buruh industri dan mungkin menata perekonomian akibat multiplier<\/em> <\/em>effect<\/em> keberadaan industri kretek. Dan yang terpenting keberadaan industri kretek, sebagai industri nasional sebagai perwujudan agenda prioritas  tujuan Nawa Cita, sehingga jangan sampai digiring dan diatur kepentingan asing melalui rezim kesehatan sebagai leading sector, <\/em>yang belum tentu benar dan terkesan dipaksakan.  
<\/p>\n","post_title":"Ketika Pemerintah Plin-Plan Membuat Regulasi Terkait Dunia Pertembakauan","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"ketika-pemerintah-plin-plan-membuat-regulasi-terkait-dunia-pertembakauan","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-08-06 10:53:48","post_modified_gmt":"2019-08-06 03:53:48","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5936","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":16},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"epic_block_3"};

\n

Ismail sudah siap, diajaklah jalan jalan bapaknya (Nabi Ibrahim) menuju bukit Mina di Makkah, dengan niatan mau disembelih sesui perintah Tuhan. Di tengah perjalanan, Nabi Ibrahim dihadang iblis yang berwujud manusia, dengan mengatakan Ibrahim, anakmu itu ganteng, tega kamu sembelih, urungkan niatmu. Nabi Ibrahim tidak menjawab, malah mengambil batu kecil 7 butir, kemudian batu kecil tersebut dilemparkan ke arah iblis tersebut, sambil mengatakan, pergi kamu Iblis. Nabi Ibrahim tetap melanjutkan perjalannya, dan dihadang Iblis lagi kali kedua, Nabi Ibrahim mengambil batu kecil lagi dilempar ke iblis. Kemudian Nabi melanjutkan perjalannya, dihadang iblis lagi kali ketiga, seperti penghadangan yang pertama dan kedua, Nabi mengambil batu kecil dan dilemparkan ke arah iblis, lalu Nabi Ibrahim lanjut lagi. Inilah cerita, yang menjadi cikal bakal adanya jumroh ula, jumroh wustho dan jumroh aqobah. Tiap ibadah haji jumroh ini harus diperagakan seperti halnya apa yang telah dilakukan Nabi Ibrahim dengan maksud melawan dan melempar iblis dengan batu agar tidak mengganggu..  <\/p>\n\n\n\n

Sesampainya di puncak bukit Mina, Nabi Ibrahim menceritakan mimpinya dan mengatakan maksud dan tujuannya mengajak Ismail jalan-jalan. Selesai Nabi Ibrahim cerita, kemudian Ismail berkata pada bapaknya, untuk segera menjalankan perintah Tuhan. Pada saat menyembebelih, pisau\/pedang Nabi Ibrahim tidak bisa melukai kulit Ismail, karena Nabi Ibrahim masih gelisah dan menangis saat melihat wajah Ismail. Kemudian Ismail berkata, mungkin karena bapak melihat wajahku, hingga tidak tega menyembelih, lalu Ismail membalikkan badannya memposisisikan badannya telungkup. Lalau Nabi Ibrahim dengan kesiapan hati melakukan penyembelihan yang kedua, lagi-lagi pisau\/pedangnya tidak mampu melukai kulit leher Ismail. Dengan bingung karena tidak berhasil menyembelih Ismail, turunlah Malaikat Jibril dengan membawa kambing, digantikannya Ismail dengan kambing tersebut. Bersamaan dengan turunnya wahyu Tuhan yang menjelaskan keduanya telah lulus  dari ujian. Kemudian Nabi Ibrahim membaca takbir \u201cAllahu Akbar\u201d<\/em> 3x, disaut Ismail dengan .membaca \u201cLaa ilaaha illahhu wallahu akbar<\/em>\u201d, diakhiri Malikat Jibril dengan bacaan \u201cAllahu Akbar walillahil Hamd<\/em>\u201d, dilanjutkan dengan menyembelih kambing bawaan malaikat jibril.<\/p>\n\n\n\n

Ada cerita lucu setelah Nabi Ibrahim selesai menyembelih kambing, Nabi Ibrahim bertanya pada Ismail, siapa yang paling dermawan diantara kita? Ismail menjawab, saya. Tidak bisa kata Nabi Ibrahim, saya yang paling dermawan, karena akan mngorbankan anak yang kucintai. Ismail berkata, tidak bisa, saya yang dermawan, karena bapak punya dua anak, kalau saya dikorbankan, masih punya anak satu, lalu malaikat berkata, tidak bisa, saya yang dermawan karena saya sudah kehilangan kambing satu.\u00a0\u00a0<\/p>\n\n\n\n

Baca: Kegagalan Lakpesdam PBNU dalam Melihat Produk Tembakau Alternatif<\/a><\/p>\n\n\n\n

Keterangan dalam kitab tafsir  \u201cTanwirul Adhan<\/em>\u201d penjelasan dari surat As-Saffat ayat 102 bahwa usia Ismail saat itu 13 tahun ada juga Ulama\u2019 yang mengatakan umur 7 tahun. ada riwayat lain yang mengatakan umur Ismail saat itu 14 tahun. Pada intinya saat kejadian kisah penyembelihan, Ismail masih usia anak-anak, ia dengan senang hati dan ikhlas, menjalani perannya.  <\/p>\n\n\n\n

Dari sejarah singkat qurban yang ektrim di atas, kira-kira pendapat KPAI apakah mendukung apa yang telah di lakukan Nabi Ibrahim?, atau sebaliknya mendukung Iblis yang menghalangi Nabi Ibrahim yang akan menjalankan kewajibannya sebagai hamba?. Saya yakin KPAI akan mendukung Nabi Ibrahim, tidak mendukung langkah Iblis. 
<\/p>\n\n\n\n

Walaupun ktidak persis, tapi hampir mirip kisah qurban diatas dengan audisi oleh Djarum Foundation yang melibatkan. Program audisi bulutangkis usia anak-anak Djarum Foundation, tidak lain ikut serta program pemerintah dalam mencerdaskan bangsa melalui pencarian bakat sedini mungkin. Anak-anak yang berbakat bulutangkis tentunya yang terjaring dalam audisi, dididik dengan penuh semangat oleh Djarum Foundation Bhakti olahraga. Buktinya, anak-anak tersebut disekolahkan formal, dilatih bulu tangkis dengan disiplin dan penuh tanggungjawab, tanpa dipungut biaya apapun, bahkan semua kebutuhan anak-anak tercukupi dengan baik. Pola didiknya, seperti pola pendidikan sekolah lainnya, anak-anak dididik dan diajar agar berpretasi, setidaknya punya pengetahuan, pengalaman dan keahlian sebagai bekal masa depan. Disisi lain, ternyata anak-anak yang terjaring audisi merasa sangat gembira, senang dan bangga bisa terpilih. Mereka dapat mengembangkan bakatnya, dan mendapatkan pendidikan sekolah dengan gratis.<\/p>\n\n\n\n

Tujuan utama Djarum Foundation mencari bibit unggul pebulutangkis Indonesia, yang selama ini sebagai salah satu olahraga kebanggaan masyarakat Indonesia atas banyaknya prestasi yang di peroleh. Program Djarum Foundation Bhakti olahraga jauh dari niatan ekploitasi anak untuk promosi, yang ada ekploitasi anak untuk kejayaan olah raga bulutangkis bangsa Indonesia. <\/p>\n\n\n\n

Juga, program Djarum Foundation audisi bulutangkis adalah salah satu bentuk kesadaran dan kewajibannya membangun bangsa dengan melibatkan anak-anak. Lalu apa yang salah dari Djarum Foundation Bhakti Olahraga, jelas-jelas telah menghibahkan fasilitas, pikiran hingga dana untuk kepentingan kejayaan bangsa Indonesia, melalui olahraga. Pemerintah harus mendukung program tersebut, begitupun KPAI. KPAI jangan sampai menjadi penghalang, seperti halnya penghalang Nabi Ibrahim dalam kisah di atas.  
<\/p>\n","post_title":"Refleksi Kisah Kurban sebagai Bahan Pengingat KPAI","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"refleksi-kisah-kurban-sebagai-bahan-pengingat-kpai","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-08-12 08:30:31","post_modified_gmt":"2019-08-12 01:30:31","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5949","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5936,"post_author":"877","post_date":"2019-08-06 10:53:42","post_date_gmt":"2019-08-06 03:53:42","post_content":"\n

Masalah peredaran rokok di Indonesia, pemerintah cenderung mengambil langkah aman. Sudah saatnya pemerintah harus tegas menentukan sikap pelarangan atau membolehkan peredaran rokok di tengah-tengah masyarakat. <\/p>\n\n\n\n

Sikap pemerintah sampai saat ini menimbulkan pro dan kontra. Di satu sisi pemerintah melalui Kementrian Kesehatan membuat aturan pembatasan dan pelarangan beredarnya rokok, bahkan melarang adanya iklan rokok dan mengatur packaging<\/em> dengan bermacam gambar dan peringatan yang menggelian. Di sisi lain, pemerintah mendorong peningkatkan pendapatan Negara, mendorong peningkatan ekonomi rakyat, mendorong peningkatan produktivitas rakyat dan daya saing di pasar internasional, dan mendorong pengentasan kemiskinan.<\/p>\n\n\n\n

Sekarang, efek sikap pemerintah di atas meluas kemana-mana, mulai dari isu penyederhanaan layer atau penggabungan golongan industri rokok, isu pelarangan iklan rokok di media sosial karena pengguna media sosial banyak anak-anak, sampai pada pelarangan audisi pencari bakat bulu tangkis yang dilakukan Djarum Foundation dengan alasan ekploitasi anak. Ini semua adalah beberapa agenda untuk pengendalian rokok dan tembakau di Indonesia yang alasannya sudah dipatahkan dengan data yang lebih akurat.<\/p>\n\n\n\n

Semisal, yang pro dapat menceritakan dan meruntutkan agenda pengendalian rokok dan tembakau di Indonesia sebagai agenda politik dagang internasional. Semua program pengendalian rokok dan tembakau di Indonesia mengadopsi dari program World Health Organization (WHO) organisasi program dunia yang mendapatkan sokongan dana dari industri farmasi.\u00a0<\/p>\n\n\n\n

Baca:
Ada Campur Tangan Bloomberg dalam Surat Edaran Menkes terkait Pemblokiran Iklan Rokok <\/a><\/p>\n\n\n\n

WHO tidak semata-mata bertujuan demi meningkatkan taraf kesehatan penduduk. Di sini WHO sebagai ujung tombak industri farmasi. Terjadi peralihan di lingkup kesehatan, dimana dokter dan ilmuwan kesehatan dikuasai perusahan obat (farmasi). Tujuan utamanya tidak lain untuk merebut pasar nikotin dunia, dan menggantikan pemanfaatan nikotin alami dari tembakau dengan produk rekayasa nikotin yang telah dikantongi hak patennya. Keterlibatan WHO memuluskan tujuan industri farmasi tersebut dengan mendorong negara-negara di dunia untuk memberlakukan kebijakan sesuai kerangka kesehatan, tanpa mempertimbangkan peran sosial, ekonomi, politik dan budaya. Walaupun alasan kesehatan yang dibangun ternyata tidak 100% benar dan terkesan dipaksakan. Negara yang menjadi sasaran utama adalah Negara yang berkembang, seperti Indonesia, China, Bangladesh, India, Rusia, Mesir, Thailand, Filipina dan Brazil. <\/p>\n\n\n\n

Untuk menguasai pasar nikotin di dunia, industri farmasi mendapatkan sokongan dana dari bloomberg initiative. Karena salah satu direktur dari persekutuan perusahaan farmasi dunia bernama William R. Brody punya kedekatan dengan bloomberg initiative, selain teman karib juga posisinya sebagai penasehat. <\/h4>\n\n\n\n

Tidak mengherankan jika pendukung program pengendalian rokok dan tembakau di Indonesia mendapatkan sokongan dana dari bloomberg initiative termasuk lembaga yang bergerak untuk perlindungan anak, salah satunya Komnas Perlindungan Anak Indonesia (KPAI). Apapun bentuk lembaganya, selama mendapatkan kucuran dana bloomberg initiative, program utamanya harus sinergi dengan program bloomberg initiative dan rezim kesehatan dunia (WHO) yaitu pengendalian tembakau dan rokok, terutama rokok kretek asli Indonesia.<\/p>\n\n\n\n

Ada sekitar lebih dari 20an lembaga di Indonesia mendapatkan sokongan dana langsung maupun tidak langsung dari bloomberg initiative. Lembaga-lembaga tersebut bervarian, ada lembaga yang bergerak dalam pendidikan, bergerak pemberantasan korupsi, bergerak dalam kesehatan, bergerak perlindungan konsumen, bergerak melindungi anak, bahkan sampai pada lembaga agama. Numun pada intinya leading sector<\/em> yaitu sektor potensial yang dapat\u00a0menggerakkan agenda pengendalian tembakau dan rokok di Indonesia ada pada rezim kesehatan dalam hal ini Kementerian Kesehatan. Dengan menggunakan dalil kesehatan yang mulia, agenda bloomberg initiative dan farmasi berselancar dengan baik di Indonesia. \u00a0<\/p>\n\n\n\n

Baca:
Tinjauan Kritis Atas Larangan Iklan dan Sponshorship dengan Mencantumkan Logo, Brand Image, dan Identitas CSR Sebuah Perusahaan<\/a> <\/p>\n\n\n\n

Isu kuat saat ini yang beredar untuk agenda pengendalian tembakau dan rokok di Indonesia salah satunya, KPAI melarang audisi pencarian bakat bulu tangkis sejak dini yang dilakukan Djarum Foundation dengan alasan ekploitasi anak, Kementerian Kesehatan dan KPAI melarang adanya iklan di media sosia karena akan mengakibatkan bertambahnya perokok pemula, penggabungan golongan industri rokok atau penyederhanaan layer tarif cukai rokok yang intinya pengurangan terhadap industri rokok kretek, menaikkan cukai rokok untuk mengurangi peredaran rokok, dan korelasinya rokok dengan kemiskinan bertujuan agar ada kebijakan menghalau laju industri rokok kretek. <\/p>\n\n\n\n

Pemerintah dalam hal ini harus tegas mengambil sikap, untuk kepastian dan masa depan industri rokok kretek asli Indonesia. Dimana sejarah penemuan rokok kretek tidak lain untuk pengobatan yang dilakukan H. Djamhari sebagai obat sakit bengeknya. Karena rokok kretek adalah campuran tembakau dan cengkeh, berbeda dengan rokok non kretek yang hanya memakai tembakau saja. Selama ini, belum ada uji atau riset bahwa rokok kretek berkorelasi signifikan terhadap timbulnya penyakit yang dituduhkan. Kalau menjadi salah satu bagian kecil penyebab penyakit, tentunya ya dan bukan faktor penyebab utama. Itu seperti halnya barang-barang lain yang dikonsumsi manusia secara berlebihan dan hidup tidak seimbang. Termasuk makan nasi, mengkonsumsi gula dan mengkonsumsi lainnya secara berlebihan, tanpa diimbangi olah raga dan istirahat yang cukup. <\/p>\n\n\n\n

Selain itu, posisi industri kretek sangat stategis bagi bangsa Indonesia. Industri kretek membuktikan tetap bertahan setidaknya lebih dari 130 tahun. Disaat industri lain tumbang di zaman kolonial, industri kretek tetap eksis memberikan penghidupan masyarakat Indonesia. Bahkan tergolong industri yang peka zaman, dengan memberikan kontribusi yang sangat besar. Menghidupi setidaknya 6.1 juta jiwa petani cengkeh yang tersebar di 30 provinsi, petani tembakau yang tersebar di 15 provinsi. Menghidupi ribuan karyawan yang bekerja di industri kretek. Mempunyai multiplier<\/em> <\/em>effect<\/em> ke sektor perokonomian lainnya yang berada di sekitar industri kretek. <\/p>\n\n\n\n

Keberadaan industri kretek berkontribusi adanya hak jaminan sosial dan corporate social responsibility<\/em> (CSR), seperti halnya jaminan kesehatan, bhakti pendidikan, bhakti budaya, bhakti olahraga, bhakti lingkungan dan lain sebagainya. Berkontribusi pendapatan Negara melalui setoran cukai, berkontribusi bagi kesehatan publik dari alokasi dana bagi hasil cukai hasil tembakau (DBH-CHT) untuk sarana kesehatan dan pembayaran defisit Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS).  <\/p>\n\n\n\n

Selain itu, adanya industri kretek sebagai cermin kemandirian dan kedaulatan bangsa, karena sebagai pemenuhan kebutuhan pokok rakyat dalam hal ini pendapatan masyarakat sebagai agenda pemberantasan kemiskinan. <\/p>\n\n\n\n

Dengan pertimbangan di atas, diharapkan pemerintah dalam hal ini Presiden memberikan ketegasan, apakah industri rokok nasional tetap berproduksi atau dilarang berproduksi. Kalau tetap berproduksi, pemerintah secara totalitas harus melindunginya mulai kebijakan sampai pada strategi pemasarannya. Andaikan dilarang beroperasi, pemerintah paling tidak harus berani mempersiapkan lapangan pekerjaan lain bagi petani dan buruh tani cengkeh dan tembakau, buruh industri dan mungkin menata perekonomian akibat multiplier<\/em> <\/em>effect<\/em> keberadaan industri kretek. Dan yang terpenting keberadaan industri kretek, sebagai industri nasional sebagai perwujudan agenda prioritas  tujuan Nawa Cita, sehingga jangan sampai digiring dan diatur kepentingan asing melalui rezim kesehatan sebagai leading sector, <\/em>yang belum tentu benar dan terkesan dipaksakan.  
<\/p>\n","post_title":"Ketika Pemerintah Plin-Plan Membuat Regulasi Terkait Dunia Pertembakauan","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"ketika-pemerintah-plin-plan-membuat-regulasi-terkait-dunia-pertembakauan","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-08-06 10:53:48","post_modified_gmt":"2019-08-06 03:53:48","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5936","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":16},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"epic_block_3"};

\n

Cerita KH. Sya\u2019roni, saat pagi hari pada tanggal 10 dzulhijjah Nabi Ibrahim menyuruh istrinya bernama Siti Hajar (ibu kandung Ismail) untuk memandikan Ismail setelah itu memakaikan pakaian yang bagus-bagus, dengan alasan mau diajak jalan-jalan. Siti Hajar melaksanakan sesuai perintah suaminya, sembari menunggu istrinya selesai, Nabi Ibrahim mengasah pisaunya\/pedangnya. <\/p>\n\n\n\n

Ismail sudah siap, diajaklah jalan jalan bapaknya (Nabi Ibrahim) menuju bukit Mina di Makkah, dengan niatan mau disembelih sesui perintah Tuhan. Di tengah perjalanan, Nabi Ibrahim dihadang iblis yang berwujud manusia, dengan mengatakan Ibrahim, anakmu itu ganteng, tega kamu sembelih, urungkan niatmu. Nabi Ibrahim tidak menjawab, malah mengambil batu kecil 7 butir, kemudian batu kecil tersebut dilemparkan ke arah iblis tersebut, sambil mengatakan, pergi kamu Iblis. Nabi Ibrahim tetap melanjutkan perjalannya, dan dihadang Iblis lagi kali kedua, Nabi Ibrahim mengambil batu kecil lagi dilempar ke iblis. Kemudian Nabi melanjutkan perjalannya, dihadang iblis lagi kali ketiga, seperti penghadangan yang pertama dan kedua, Nabi mengambil batu kecil dan dilemparkan ke arah iblis, lalu Nabi Ibrahim lanjut lagi. Inilah cerita, yang menjadi cikal bakal adanya jumroh ula, jumroh wustho dan jumroh aqobah. Tiap ibadah haji jumroh ini harus diperagakan seperti halnya apa yang telah dilakukan Nabi Ibrahim dengan maksud melawan dan melempar iblis dengan batu agar tidak mengganggu..  <\/p>\n\n\n\n

Sesampainya di puncak bukit Mina, Nabi Ibrahim menceritakan mimpinya dan mengatakan maksud dan tujuannya mengajak Ismail jalan-jalan. Selesai Nabi Ibrahim cerita, kemudian Ismail berkata pada bapaknya, untuk segera menjalankan perintah Tuhan. Pada saat menyembebelih, pisau\/pedang Nabi Ibrahim tidak bisa melukai kulit Ismail, karena Nabi Ibrahim masih gelisah dan menangis saat melihat wajah Ismail. Kemudian Ismail berkata, mungkin karena bapak melihat wajahku, hingga tidak tega menyembelih, lalu Ismail membalikkan badannya memposisisikan badannya telungkup. Lalau Nabi Ibrahim dengan kesiapan hati melakukan penyembelihan yang kedua, lagi-lagi pisau\/pedangnya tidak mampu melukai kulit leher Ismail. Dengan bingung karena tidak berhasil menyembelih Ismail, turunlah Malaikat Jibril dengan membawa kambing, digantikannya Ismail dengan kambing tersebut. Bersamaan dengan turunnya wahyu Tuhan yang menjelaskan keduanya telah lulus  dari ujian. Kemudian Nabi Ibrahim membaca takbir \u201cAllahu Akbar\u201d<\/em> 3x, disaut Ismail dengan .membaca \u201cLaa ilaaha illahhu wallahu akbar<\/em>\u201d, diakhiri Malikat Jibril dengan bacaan \u201cAllahu Akbar walillahil Hamd<\/em>\u201d, dilanjutkan dengan menyembelih kambing bawaan malaikat jibril.<\/p>\n\n\n\n

Ada cerita lucu setelah Nabi Ibrahim selesai menyembelih kambing, Nabi Ibrahim bertanya pada Ismail, siapa yang paling dermawan diantara kita? Ismail menjawab, saya. Tidak bisa kata Nabi Ibrahim, saya yang paling dermawan, karena akan mngorbankan anak yang kucintai. Ismail berkata, tidak bisa, saya yang dermawan, karena bapak punya dua anak, kalau saya dikorbankan, masih punya anak satu, lalu malaikat berkata, tidak bisa, saya yang dermawan karena saya sudah kehilangan kambing satu.\u00a0\u00a0<\/p>\n\n\n\n

Baca: Kegagalan Lakpesdam PBNU dalam Melihat Produk Tembakau Alternatif<\/a><\/p>\n\n\n\n

Keterangan dalam kitab tafsir  \u201cTanwirul Adhan<\/em>\u201d penjelasan dari surat As-Saffat ayat 102 bahwa usia Ismail saat itu 13 tahun ada juga Ulama\u2019 yang mengatakan umur 7 tahun. ada riwayat lain yang mengatakan umur Ismail saat itu 14 tahun. Pada intinya saat kejadian kisah penyembelihan, Ismail masih usia anak-anak, ia dengan senang hati dan ikhlas, menjalani perannya.  <\/p>\n\n\n\n

Dari sejarah singkat qurban yang ektrim di atas, kira-kira pendapat KPAI apakah mendukung apa yang telah di lakukan Nabi Ibrahim?, atau sebaliknya mendukung Iblis yang menghalangi Nabi Ibrahim yang akan menjalankan kewajibannya sebagai hamba?. Saya yakin KPAI akan mendukung Nabi Ibrahim, tidak mendukung langkah Iblis. 
<\/p>\n\n\n\n

Walaupun ktidak persis, tapi hampir mirip kisah qurban diatas dengan audisi oleh Djarum Foundation yang melibatkan. Program audisi bulutangkis usia anak-anak Djarum Foundation, tidak lain ikut serta program pemerintah dalam mencerdaskan bangsa melalui pencarian bakat sedini mungkin. Anak-anak yang berbakat bulutangkis tentunya yang terjaring dalam audisi, dididik dengan penuh semangat oleh Djarum Foundation Bhakti olahraga. Buktinya, anak-anak tersebut disekolahkan formal, dilatih bulu tangkis dengan disiplin dan penuh tanggungjawab, tanpa dipungut biaya apapun, bahkan semua kebutuhan anak-anak tercukupi dengan baik. Pola didiknya, seperti pola pendidikan sekolah lainnya, anak-anak dididik dan diajar agar berpretasi, setidaknya punya pengetahuan, pengalaman dan keahlian sebagai bekal masa depan. Disisi lain, ternyata anak-anak yang terjaring audisi merasa sangat gembira, senang dan bangga bisa terpilih. Mereka dapat mengembangkan bakatnya, dan mendapatkan pendidikan sekolah dengan gratis.<\/p>\n\n\n\n

Tujuan utama Djarum Foundation mencari bibit unggul pebulutangkis Indonesia, yang selama ini sebagai salah satu olahraga kebanggaan masyarakat Indonesia atas banyaknya prestasi yang di peroleh. Program Djarum Foundation Bhakti olahraga jauh dari niatan ekploitasi anak untuk promosi, yang ada ekploitasi anak untuk kejayaan olah raga bulutangkis bangsa Indonesia. <\/p>\n\n\n\n

Juga, program Djarum Foundation audisi bulutangkis adalah salah satu bentuk kesadaran dan kewajibannya membangun bangsa dengan melibatkan anak-anak. Lalu apa yang salah dari Djarum Foundation Bhakti Olahraga, jelas-jelas telah menghibahkan fasilitas, pikiran hingga dana untuk kepentingan kejayaan bangsa Indonesia, melalui olahraga. Pemerintah harus mendukung program tersebut, begitupun KPAI. KPAI jangan sampai menjadi penghalang, seperti halnya penghalang Nabi Ibrahim dalam kisah di atas.  
<\/p>\n","post_title":"Refleksi Kisah Kurban sebagai Bahan Pengingat KPAI","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"refleksi-kisah-kurban-sebagai-bahan-pengingat-kpai","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-08-12 08:30:31","post_modified_gmt":"2019-08-12 01:30:31","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5949","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5936,"post_author":"877","post_date":"2019-08-06 10:53:42","post_date_gmt":"2019-08-06 03:53:42","post_content":"\n

Masalah peredaran rokok di Indonesia, pemerintah cenderung mengambil langkah aman. Sudah saatnya pemerintah harus tegas menentukan sikap pelarangan atau membolehkan peredaran rokok di tengah-tengah masyarakat. <\/p>\n\n\n\n

Sikap pemerintah sampai saat ini menimbulkan pro dan kontra. Di satu sisi pemerintah melalui Kementrian Kesehatan membuat aturan pembatasan dan pelarangan beredarnya rokok, bahkan melarang adanya iklan rokok dan mengatur packaging<\/em> dengan bermacam gambar dan peringatan yang menggelian. Di sisi lain, pemerintah mendorong peningkatkan pendapatan Negara, mendorong peningkatan ekonomi rakyat, mendorong peningkatan produktivitas rakyat dan daya saing di pasar internasional, dan mendorong pengentasan kemiskinan.<\/p>\n\n\n\n

Sekarang, efek sikap pemerintah di atas meluas kemana-mana, mulai dari isu penyederhanaan layer atau penggabungan golongan industri rokok, isu pelarangan iklan rokok di media sosial karena pengguna media sosial banyak anak-anak, sampai pada pelarangan audisi pencari bakat bulu tangkis yang dilakukan Djarum Foundation dengan alasan ekploitasi anak. Ini semua adalah beberapa agenda untuk pengendalian rokok dan tembakau di Indonesia yang alasannya sudah dipatahkan dengan data yang lebih akurat.<\/p>\n\n\n\n

Semisal, yang pro dapat menceritakan dan meruntutkan agenda pengendalian rokok dan tembakau di Indonesia sebagai agenda politik dagang internasional. Semua program pengendalian rokok dan tembakau di Indonesia mengadopsi dari program World Health Organization (WHO) organisasi program dunia yang mendapatkan sokongan dana dari industri farmasi.\u00a0<\/p>\n\n\n\n

Baca:
Ada Campur Tangan Bloomberg dalam Surat Edaran Menkes terkait Pemblokiran Iklan Rokok <\/a><\/p>\n\n\n\n

WHO tidak semata-mata bertujuan demi meningkatkan taraf kesehatan penduduk. Di sini WHO sebagai ujung tombak industri farmasi. Terjadi peralihan di lingkup kesehatan, dimana dokter dan ilmuwan kesehatan dikuasai perusahan obat (farmasi). Tujuan utamanya tidak lain untuk merebut pasar nikotin dunia, dan menggantikan pemanfaatan nikotin alami dari tembakau dengan produk rekayasa nikotin yang telah dikantongi hak patennya. Keterlibatan WHO memuluskan tujuan industri farmasi tersebut dengan mendorong negara-negara di dunia untuk memberlakukan kebijakan sesuai kerangka kesehatan, tanpa mempertimbangkan peran sosial, ekonomi, politik dan budaya. Walaupun alasan kesehatan yang dibangun ternyata tidak 100% benar dan terkesan dipaksakan. Negara yang menjadi sasaran utama adalah Negara yang berkembang, seperti Indonesia, China, Bangladesh, India, Rusia, Mesir, Thailand, Filipina dan Brazil. <\/p>\n\n\n\n

Untuk menguasai pasar nikotin di dunia, industri farmasi mendapatkan sokongan dana dari bloomberg initiative. Karena salah satu direktur dari persekutuan perusahaan farmasi dunia bernama William R. Brody punya kedekatan dengan bloomberg initiative, selain teman karib juga posisinya sebagai penasehat. <\/h4>\n\n\n\n

Tidak mengherankan jika pendukung program pengendalian rokok dan tembakau di Indonesia mendapatkan sokongan dana dari bloomberg initiative termasuk lembaga yang bergerak untuk perlindungan anak, salah satunya Komnas Perlindungan Anak Indonesia (KPAI). Apapun bentuk lembaganya, selama mendapatkan kucuran dana bloomberg initiative, program utamanya harus sinergi dengan program bloomberg initiative dan rezim kesehatan dunia (WHO) yaitu pengendalian tembakau dan rokok, terutama rokok kretek asli Indonesia.<\/p>\n\n\n\n

Ada sekitar lebih dari 20an lembaga di Indonesia mendapatkan sokongan dana langsung maupun tidak langsung dari bloomberg initiative. Lembaga-lembaga tersebut bervarian, ada lembaga yang bergerak dalam pendidikan, bergerak pemberantasan korupsi, bergerak dalam kesehatan, bergerak perlindungan konsumen, bergerak melindungi anak, bahkan sampai pada lembaga agama. Numun pada intinya leading sector<\/em> yaitu sektor potensial yang dapat\u00a0menggerakkan agenda pengendalian tembakau dan rokok di Indonesia ada pada rezim kesehatan dalam hal ini Kementerian Kesehatan. Dengan menggunakan dalil kesehatan yang mulia, agenda bloomberg initiative dan farmasi berselancar dengan baik di Indonesia. \u00a0<\/p>\n\n\n\n

Baca:
Tinjauan Kritis Atas Larangan Iklan dan Sponshorship dengan Mencantumkan Logo, Brand Image, dan Identitas CSR Sebuah Perusahaan<\/a> <\/p>\n\n\n\n

Isu kuat saat ini yang beredar untuk agenda pengendalian tembakau dan rokok di Indonesia salah satunya, KPAI melarang audisi pencarian bakat bulu tangkis sejak dini yang dilakukan Djarum Foundation dengan alasan ekploitasi anak, Kementerian Kesehatan dan KPAI melarang adanya iklan di media sosia karena akan mengakibatkan bertambahnya perokok pemula, penggabungan golongan industri rokok atau penyederhanaan layer tarif cukai rokok yang intinya pengurangan terhadap industri rokok kretek, menaikkan cukai rokok untuk mengurangi peredaran rokok, dan korelasinya rokok dengan kemiskinan bertujuan agar ada kebijakan menghalau laju industri rokok kretek. <\/p>\n\n\n\n

Pemerintah dalam hal ini harus tegas mengambil sikap, untuk kepastian dan masa depan industri rokok kretek asli Indonesia. Dimana sejarah penemuan rokok kretek tidak lain untuk pengobatan yang dilakukan H. Djamhari sebagai obat sakit bengeknya. Karena rokok kretek adalah campuran tembakau dan cengkeh, berbeda dengan rokok non kretek yang hanya memakai tembakau saja. Selama ini, belum ada uji atau riset bahwa rokok kretek berkorelasi signifikan terhadap timbulnya penyakit yang dituduhkan. Kalau menjadi salah satu bagian kecil penyebab penyakit, tentunya ya dan bukan faktor penyebab utama. Itu seperti halnya barang-barang lain yang dikonsumsi manusia secara berlebihan dan hidup tidak seimbang. Termasuk makan nasi, mengkonsumsi gula dan mengkonsumsi lainnya secara berlebihan, tanpa diimbangi olah raga dan istirahat yang cukup. <\/p>\n\n\n\n

Selain itu, posisi industri kretek sangat stategis bagi bangsa Indonesia. Industri kretek membuktikan tetap bertahan setidaknya lebih dari 130 tahun. Disaat industri lain tumbang di zaman kolonial, industri kretek tetap eksis memberikan penghidupan masyarakat Indonesia. Bahkan tergolong industri yang peka zaman, dengan memberikan kontribusi yang sangat besar. Menghidupi setidaknya 6.1 juta jiwa petani cengkeh yang tersebar di 30 provinsi, petani tembakau yang tersebar di 15 provinsi. Menghidupi ribuan karyawan yang bekerja di industri kretek. Mempunyai multiplier<\/em> <\/em>effect<\/em> ke sektor perokonomian lainnya yang berada di sekitar industri kretek. <\/p>\n\n\n\n

Keberadaan industri kretek berkontribusi adanya hak jaminan sosial dan corporate social responsibility<\/em> (CSR), seperti halnya jaminan kesehatan, bhakti pendidikan, bhakti budaya, bhakti olahraga, bhakti lingkungan dan lain sebagainya. Berkontribusi pendapatan Negara melalui setoran cukai, berkontribusi bagi kesehatan publik dari alokasi dana bagi hasil cukai hasil tembakau (DBH-CHT) untuk sarana kesehatan dan pembayaran defisit Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS).  <\/p>\n\n\n\n

Selain itu, adanya industri kretek sebagai cermin kemandirian dan kedaulatan bangsa, karena sebagai pemenuhan kebutuhan pokok rakyat dalam hal ini pendapatan masyarakat sebagai agenda pemberantasan kemiskinan. <\/p>\n\n\n\n

Dengan pertimbangan di atas, diharapkan pemerintah dalam hal ini Presiden memberikan ketegasan, apakah industri rokok nasional tetap berproduksi atau dilarang berproduksi. Kalau tetap berproduksi, pemerintah secara totalitas harus melindunginya mulai kebijakan sampai pada strategi pemasarannya. Andaikan dilarang beroperasi, pemerintah paling tidak harus berani mempersiapkan lapangan pekerjaan lain bagi petani dan buruh tani cengkeh dan tembakau, buruh industri dan mungkin menata perekonomian akibat multiplier<\/em> <\/em>effect<\/em> keberadaan industri kretek. Dan yang terpenting keberadaan industri kretek, sebagai industri nasional sebagai perwujudan agenda prioritas  tujuan Nawa Cita, sehingga jangan sampai digiring dan diatur kepentingan asing melalui rezim kesehatan sebagai leading sector, <\/em>yang belum tentu benar dan terkesan dipaksakan.  
<\/p>\n","post_title":"Ketika Pemerintah Plin-Plan Membuat Regulasi Terkait Dunia Pertembakauan","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"ketika-pemerintah-plin-plan-membuat-regulasi-terkait-dunia-pertembakauan","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-08-06 10:53:48","post_modified_gmt":"2019-08-06 03:53:48","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5936","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":16},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"epic_block_3"};

\n

Pada malam tanggal 09 dzulhijjah Nabi Ibrahim mimpi lagi dengan perintah yang sama. Mimpi kali kedua, Nabi Ibrahim merasa yakin kalau benar-benar perintah Tuhan. Pada mimpi kedua disebut hari arafah<\/em>. Pada tanggal 10 dzulhijjah, hari Nabi Ibrahim melaksanakan perintah Tuhan untuk menyembelih Ismail (putranya), yang kemudian disebut  hari nakhr <\/em>(biasa disebut nahar bagi orang Indonesia). <\/p>\n\n\n\n

Cerita KH. Sya\u2019roni, saat pagi hari pada tanggal 10 dzulhijjah Nabi Ibrahim menyuruh istrinya bernama Siti Hajar (ibu kandung Ismail) untuk memandikan Ismail setelah itu memakaikan pakaian yang bagus-bagus, dengan alasan mau diajak jalan-jalan. Siti Hajar melaksanakan sesuai perintah suaminya, sembari menunggu istrinya selesai, Nabi Ibrahim mengasah pisaunya\/pedangnya. <\/p>\n\n\n\n

Ismail sudah siap, diajaklah jalan jalan bapaknya (Nabi Ibrahim) menuju bukit Mina di Makkah, dengan niatan mau disembelih sesui perintah Tuhan. Di tengah perjalanan, Nabi Ibrahim dihadang iblis yang berwujud manusia, dengan mengatakan Ibrahim, anakmu itu ganteng, tega kamu sembelih, urungkan niatmu. Nabi Ibrahim tidak menjawab, malah mengambil batu kecil 7 butir, kemudian batu kecil tersebut dilemparkan ke arah iblis tersebut, sambil mengatakan, pergi kamu Iblis. Nabi Ibrahim tetap melanjutkan perjalannya, dan dihadang Iblis lagi kali kedua, Nabi Ibrahim mengambil batu kecil lagi dilempar ke iblis. Kemudian Nabi melanjutkan perjalannya, dihadang iblis lagi kali ketiga, seperti penghadangan yang pertama dan kedua, Nabi mengambil batu kecil dan dilemparkan ke arah iblis, lalu Nabi Ibrahim lanjut lagi. Inilah cerita, yang menjadi cikal bakal adanya jumroh ula, jumroh wustho dan jumroh aqobah. Tiap ibadah haji jumroh ini harus diperagakan seperti halnya apa yang telah dilakukan Nabi Ibrahim dengan maksud melawan dan melempar iblis dengan batu agar tidak mengganggu..  <\/p>\n\n\n\n

Sesampainya di puncak bukit Mina, Nabi Ibrahim menceritakan mimpinya dan mengatakan maksud dan tujuannya mengajak Ismail jalan-jalan. Selesai Nabi Ibrahim cerita, kemudian Ismail berkata pada bapaknya, untuk segera menjalankan perintah Tuhan. Pada saat menyembebelih, pisau\/pedang Nabi Ibrahim tidak bisa melukai kulit Ismail, karena Nabi Ibrahim masih gelisah dan menangis saat melihat wajah Ismail. Kemudian Ismail berkata, mungkin karena bapak melihat wajahku, hingga tidak tega menyembelih, lalu Ismail membalikkan badannya memposisisikan badannya telungkup. Lalau Nabi Ibrahim dengan kesiapan hati melakukan penyembelihan yang kedua, lagi-lagi pisau\/pedangnya tidak mampu melukai kulit leher Ismail. Dengan bingung karena tidak berhasil menyembelih Ismail, turunlah Malaikat Jibril dengan membawa kambing, digantikannya Ismail dengan kambing tersebut. Bersamaan dengan turunnya wahyu Tuhan yang menjelaskan keduanya telah lulus  dari ujian. Kemudian Nabi Ibrahim membaca takbir \u201cAllahu Akbar\u201d<\/em> 3x, disaut Ismail dengan .membaca \u201cLaa ilaaha illahhu wallahu akbar<\/em>\u201d, diakhiri Malikat Jibril dengan bacaan \u201cAllahu Akbar walillahil Hamd<\/em>\u201d, dilanjutkan dengan menyembelih kambing bawaan malaikat jibril.<\/p>\n\n\n\n

Ada cerita lucu setelah Nabi Ibrahim selesai menyembelih kambing, Nabi Ibrahim bertanya pada Ismail, siapa yang paling dermawan diantara kita? Ismail menjawab, saya. Tidak bisa kata Nabi Ibrahim, saya yang paling dermawan, karena akan mngorbankan anak yang kucintai. Ismail berkata, tidak bisa, saya yang dermawan, karena bapak punya dua anak, kalau saya dikorbankan, masih punya anak satu, lalu malaikat berkata, tidak bisa, saya yang dermawan karena saya sudah kehilangan kambing satu.\u00a0\u00a0<\/p>\n\n\n\n

Baca: Kegagalan Lakpesdam PBNU dalam Melihat Produk Tembakau Alternatif<\/a><\/p>\n\n\n\n

Keterangan dalam kitab tafsir  \u201cTanwirul Adhan<\/em>\u201d penjelasan dari surat As-Saffat ayat 102 bahwa usia Ismail saat itu 13 tahun ada juga Ulama\u2019 yang mengatakan umur 7 tahun. ada riwayat lain yang mengatakan umur Ismail saat itu 14 tahun. Pada intinya saat kejadian kisah penyembelihan, Ismail masih usia anak-anak, ia dengan senang hati dan ikhlas, menjalani perannya.  <\/p>\n\n\n\n

Dari sejarah singkat qurban yang ektrim di atas, kira-kira pendapat KPAI apakah mendukung apa yang telah di lakukan Nabi Ibrahim?, atau sebaliknya mendukung Iblis yang menghalangi Nabi Ibrahim yang akan menjalankan kewajibannya sebagai hamba?. Saya yakin KPAI akan mendukung Nabi Ibrahim, tidak mendukung langkah Iblis. 
<\/p>\n\n\n\n

Walaupun ktidak persis, tapi hampir mirip kisah qurban diatas dengan audisi oleh Djarum Foundation yang melibatkan. Program audisi bulutangkis usia anak-anak Djarum Foundation, tidak lain ikut serta program pemerintah dalam mencerdaskan bangsa melalui pencarian bakat sedini mungkin. Anak-anak yang berbakat bulutangkis tentunya yang terjaring dalam audisi, dididik dengan penuh semangat oleh Djarum Foundation Bhakti olahraga. Buktinya, anak-anak tersebut disekolahkan formal, dilatih bulu tangkis dengan disiplin dan penuh tanggungjawab, tanpa dipungut biaya apapun, bahkan semua kebutuhan anak-anak tercukupi dengan baik. Pola didiknya, seperti pola pendidikan sekolah lainnya, anak-anak dididik dan diajar agar berpretasi, setidaknya punya pengetahuan, pengalaman dan keahlian sebagai bekal masa depan. Disisi lain, ternyata anak-anak yang terjaring audisi merasa sangat gembira, senang dan bangga bisa terpilih. Mereka dapat mengembangkan bakatnya, dan mendapatkan pendidikan sekolah dengan gratis.<\/p>\n\n\n\n

Tujuan utama Djarum Foundation mencari bibit unggul pebulutangkis Indonesia, yang selama ini sebagai salah satu olahraga kebanggaan masyarakat Indonesia atas banyaknya prestasi yang di peroleh. Program Djarum Foundation Bhakti olahraga jauh dari niatan ekploitasi anak untuk promosi, yang ada ekploitasi anak untuk kejayaan olah raga bulutangkis bangsa Indonesia. <\/p>\n\n\n\n

Juga, program Djarum Foundation audisi bulutangkis adalah salah satu bentuk kesadaran dan kewajibannya membangun bangsa dengan melibatkan anak-anak. Lalu apa yang salah dari Djarum Foundation Bhakti Olahraga, jelas-jelas telah menghibahkan fasilitas, pikiran hingga dana untuk kepentingan kejayaan bangsa Indonesia, melalui olahraga. Pemerintah harus mendukung program tersebut, begitupun KPAI. KPAI jangan sampai menjadi penghalang, seperti halnya penghalang Nabi Ibrahim dalam kisah di atas.  
<\/p>\n","post_title":"Refleksi Kisah Kurban sebagai Bahan Pengingat KPAI","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"refleksi-kisah-kurban-sebagai-bahan-pengingat-kpai","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-08-12 08:30:31","post_modified_gmt":"2019-08-12 01:30:31","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5949","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5936,"post_author":"877","post_date":"2019-08-06 10:53:42","post_date_gmt":"2019-08-06 03:53:42","post_content":"\n

Masalah peredaran rokok di Indonesia, pemerintah cenderung mengambil langkah aman. Sudah saatnya pemerintah harus tegas menentukan sikap pelarangan atau membolehkan peredaran rokok di tengah-tengah masyarakat. <\/p>\n\n\n\n

Sikap pemerintah sampai saat ini menimbulkan pro dan kontra. Di satu sisi pemerintah melalui Kementrian Kesehatan membuat aturan pembatasan dan pelarangan beredarnya rokok, bahkan melarang adanya iklan rokok dan mengatur packaging<\/em> dengan bermacam gambar dan peringatan yang menggelian. Di sisi lain, pemerintah mendorong peningkatkan pendapatan Negara, mendorong peningkatan ekonomi rakyat, mendorong peningkatan produktivitas rakyat dan daya saing di pasar internasional, dan mendorong pengentasan kemiskinan.<\/p>\n\n\n\n

Sekarang, efek sikap pemerintah di atas meluas kemana-mana, mulai dari isu penyederhanaan layer atau penggabungan golongan industri rokok, isu pelarangan iklan rokok di media sosial karena pengguna media sosial banyak anak-anak, sampai pada pelarangan audisi pencari bakat bulu tangkis yang dilakukan Djarum Foundation dengan alasan ekploitasi anak. Ini semua adalah beberapa agenda untuk pengendalian rokok dan tembakau di Indonesia yang alasannya sudah dipatahkan dengan data yang lebih akurat.<\/p>\n\n\n\n

Semisal, yang pro dapat menceritakan dan meruntutkan agenda pengendalian rokok dan tembakau di Indonesia sebagai agenda politik dagang internasional. Semua program pengendalian rokok dan tembakau di Indonesia mengadopsi dari program World Health Organization (WHO) organisasi program dunia yang mendapatkan sokongan dana dari industri farmasi.\u00a0<\/p>\n\n\n\n

Baca:
Ada Campur Tangan Bloomberg dalam Surat Edaran Menkes terkait Pemblokiran Iklan Rokok <\/a><\/p>\n\n\n\n

WHO tidak semata-mata bertujuan demi meningkatkan taraf kesehatan penduduk. Di sini WHO sebagai ujung tombak industri farmasi. Terjadi peralihan di lingkup kesehatan, dimana dokter dan ilmuwan kesehatan dikuasai perusahan obat (farmasi). Tujuan utamanya tidak lain untuk merebut pasar nikotin dunia, dan menggantikan pemanfaatan nikotin alami dari tembakau dengan produk rekayasa nikotin yang telah dikantongi hak patennya. Keterlibatan WHO memuluskan tujuan industri farmasi tersebut dengan mendorong negara-negara di dunia untuk memberlakukan kebijakan sesuai kerangka kesehatan, tanpa mempertimbangkan peran sosial, ekonomi, politik dan budaya. Walaupun alasan kesehatan yang dibangun ternyata tidak 100% benar dan terkesan dipaksakan. Negara yang menjadi sasaran utama adalah Negara yang berkembang, seperti Indonesia, China, Bangladesh, India, Rusia, Mesir, Thailand, Filipina dan Brazil. <\/p>\n\n\n\n

Untuk menguasai pasar nikotin di dunia, industri farmasi mendapatkan sokongan dana dari bloomberg initiative. Karena salah satu direktur dari persekutuan perusahaan farmasi dunia bernama William R. Brody punya kedekatan dengan bloomberg initiative, selain teman karib juga posisinya sebagai penasehat. <\/h4>\n\n\n\n

Tidak mengherankan jika pendukung program pengendalian rokok dan tembakau di Indonesia mendapatkan sokongan dana dari bloomberg initiative termasuk lembaga yang bergerak untuk perlindungan anak, salah satunya Komnas Perlindungan Anak Indonesia (KPAI). Apapun bentuk lembaganya, selama mendapatkan kucuran dana bloomberg initiative, program utamanya harus sinergi dengan program bloomberg initiative dan rezim kesehatan dunia (WHO) yaitu pengendalian tembakau dan rokok, terutama rokok kretek asli Indonesia.<\/p>\n\n\n\n

Ada sekitar lebih dari 20an lembaga di Indonesia mendapatkan sokongan dana langsung maupun tidak langsung dari bloomberg initiative. Lembaga-lembaga tersebut bervarian, ada lembaga yang bergerak dalam pendidikan, bergerak pemberantasan korupsi, bergerak dalam kesehatan, bergerak perlindungan konsumen, bergerak melindungi anak, bahkan sampai pada lembaga agama. Numun pada intinya leading sector<\/em> yaitu sektor potensial yang dapat\u00a0menggerakkan agenda pengendalian tembakau dan rokok di Indonesia ada pada rezim kesehatan dalam hal ini Kementerian Kesehatan. Dengan menggunakan dalil kesehatan yang mulia, agenda bloomberg initiative dan farmasi berselancar dengan baik di Indonesia. \u00a0<\/p>\n\n\n\n

Baca:
Tinjauan Kritis Atas Larangan Iklan dan Sponshorship dengan Mencantumkan Logo, Brand Image, dan Identitas CSR Sebuah Perusahaan<\/a> <\/p>\n\n\n\n

Isu kuat saat ini yang beredar untuk agenda pengendalian tembakau dan rokok di Indonesia salah satunya, KPAI melarang audisi pencarian bakat bulu tangkis sejak dini yang dilakukan Djarum Foundation dengan alasan ekploitasi anak, Kementerian Kesehatan dan KPAI melarang adanya iklan di media sosia karena akan mengakibatkan bertambahnya perokok pemula, penggabungan golongan industri rokok atau penyederhanaan layer tarif cukai rokok yang intinya pengurangan terhadap industri rokok kretek, menaikkan cukai rokok untuk mengurangi peredaran rokok, dan korelasinya rokok dengan kemiskinan bertujuan agar ada kebijakan menghalau laju industri rokok kretek. <\/p>\n\n\n\n

Pemerintah dalam hal ini harus tegas mengambil sikap, untuk kepastian dan masa depan industri rokok kretek asli Indonesia. Dimana sejarah penemuan rokok kretek tidak lain untuk pengobatan yang dilakukan H. Djamhari sebagai obat sakit bengeknya. Karena rokok kretek adalah campuran tembakau dan cengkeh, berbeda dengan rokok non kretek yang hanya memakai tembakau saja. Selama ini, belum ada uji atau riset bahwa rokok kretek berkorelasi signifikan terhadap timbulnya penyakit yang dituduhkan. Kalau menjadi salah satu bagian kecil penyebab penyakit, tentunya ya dan bukan faktor penyebab utama. Itu seperti halnya barang-barang lain yang dikonsumsi manusia secara berlebihan dan hidup tidak seimbang. Termasuk makan nasi, mengkonsumsi gula dan mengkonsumsi lainnya secara berlebihan, tanpa diimbangi olah raga dan istirahat yang cukup. <\/p>\n\n\n\n

Selain itu, posisi industri kretek sangat stategis bagi bangsa Indonesia. Industri kretek membuktikan tetap bertahan setidaknya lebih dari 130 tahun. Disaat industri lain tumbang di zaman kolonial, industri kretek tetap eksis memberikan penghidupan masyarakat Indonesia. Bahkan tergolong industri yang peka zaman, dengan memberikan kontribusi yang sangat besar. Menghidupi setidaknya 6.1 juta jiwa petani cengkeh yang tersebar di 30 provinsi, petani tembakau yang tersebar di 15 provinsi. Menghidupi ribuan karyawan yang bekerja di industri kretek. Mempunyai multiplier<\/em> <\/em>effect<\/em> ke sektor perokonomian lainnya yang berada di sekitar industri kretek. <\/p>\n\n\n\n

Keberadaan industri kretek berkontribusi adanya hak jaminan sosial dan corporate social responsibility<\/em> (CSR), seperti halnya jaminan kesehatan, bhakti pendidikan, bhakti budaya, bhakti olahraga, bhakti lingkungan dan lain sebagainya. Berkontribusi pendapatan Negara melalui setoran cukai, berkontribusi bagi kesehatan publik dari alokasi dana bagi hasil cukai hasil tembakau (DBH-CHT) untuk sarana kesehatan dan pembayaran defisit Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS).  <\/p>\n\n\n\n

Selain itu, adanya industri kretek sebagai cermin kemandirian dan kedaulatan bangsa, karena sebagai pemenuhan kebutuhan pokok rakyat dalam hal ini pendapatan masyarakat sebagai agenda pemberantasan kemiskinan. <\/p>\n\n\n\n

Dengan pertimbangan di atas, diharapkan pemerintah dalam hal ini Presiden memberikan ketegasan, apakah industri rokok nasional tetap berproduksi atau dilarang berproduksi. Kalau tetap berproduksi, pemerintah secara totalitas harus melindunginya mulai kebijakan sampai pada strategi pemasarannya. Andaikan dilarang beroperasi, pemerintah paling tidak harus berani mempersiapkan lapangan pekerjaan lain bagi petani dan buruh tani cengkeh dan tembakau, buruh industri dan mungkin menata perekonomian akibat multiplier<\/em> <\/em>effect<\/em> keberadaan industri kretek. Dan yang terpenting keberadaan industri kretek, sebagai industri nasional sebagai perwujudan agenda prioritas  tujuan Nawa Cita, sehingga jangan sampai digiring dan diatur kepentingan asing melalui rezim kesehatan sebagai leading sector, <\/em>yang belum tentu benar dan terkesan dipaksakan.  
<\/p>\n","post_title":"Ketika Pemerintah Plin-Plan Membuat Regulasi Terkait Dunia Pertembakauan","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"ketika-pemerintah-plin-plan-membuat-regulasi-terkait-dunia-pertembakauan","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-08-06 10:53:48","post_modified_gmt":"2019-08-06 03:53:48","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5936","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":16},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"epic_block_3"};

\n

Baca: Tinjauan Kritis Atas Larangan Iklan dan Sponshorship dengan Mencantumkan Logo, Brand Image, dan Identitas CSR Sebuah Perusahaan<\/a><\/p>\n\n\n\n

Pada malam tanggal 09 dzulhijjah Nabi Ibrahim mimpi lagi dengan perintah yang sama. Mimpi kali kedua, Nabi Ibrahim merasa yakin kalau benar-benar perintah Tuhan. Pada mimpi kedua disebut hari arafah<\/em>. Pada tanggal 10 dzulhijjah, hari Nabi Ibrahim melaksanakan perintah Tuhan untuk menyembelih Ismail (putranya), yang kemudian disebut  hari nakhr <\/em>(biasa disebut nahar bagi orang Indonesia). <\/p>\n\n\n\n

Cerita KH. Sya\u2019roni, saat pagi hari pada tanggal 10 dzulhijjah Nabi Ibrahim menyuruh istrinya bernama Siti Hajar (ibu kandung Ismail) untuk memandikan Ismail setelah itu memakaikan pakaian yang bagus-bagus, dengan alasan mau diajak jalan-jalan. Siti Hajar melaksanakan sesuai perintah suaminya, sembari menunggu istrinya selesai, Nabi Ibrahim mengasah pisaunya\/pedangnya. <\/p>\n\n\n\n

Ismail sudah siap, diajaklah jalan jalan bapaknya (Nabi Ibrahim) menuju bukit Mina di Makkah, dengan niatan mau disembelih sesui perintah Tuhan. Di tengah perjalanan, Nabi Ibrahim dihadang iblis yang berwujud manusia, dengan mengatakan Ibrahim, anakmu itu ganteng, tega kamu sembelih, urungkan niatmu. Nabi Ibrahim tidak menjawab, malah mengambil batu kecil 7 butir, kemudian batu kecil tersebut dilemparkan ke arah iblis tersebut, sambil mengatakan, pergi kamu Iblis. Nabi Ibrahim tetap melanjutkan perjalannya, dan dihadang Iblis lagi kali kedua, Nabi Ibrahim mengambil batu kecil lagi dilempar ke iblis. Kemudian Nabi melanjutkan perjalannya, dihadang iblis lagi kali ketiga, seperti penghadangan yang pertama dan kedua, Nabi mengambil batu kecil dan dilemparkan ke arah iblis, lalu Nabi Ibrahim lanjut lagi. Inilah cerita, yang menjadi cikal bakal adanya jumroh ula, jumroh wustho dan jumroh aqobah. Tiap ibadah haji jumroh ini harus diperagakan seperti halnya apa yang telah dilakukan Nabi Ibrahim dengan maksud melawan dan melempar iblis dengan batu agar tidak mengganggu..  <\/p>\n\n\n\n

Sesampainya di puncak bukit Mina, Nabi Ibrahim menceritakan mimpinya dan mengatakan maksud dan tujuannya mengajak Ismail jalan-jalan. Selesai Nabi Ibrahim cerita, kemudian Ismail berkata pada bapaknya, untuk segera menjalankan perintah Tuhan. Pada saat menyembebelih, pisau\/pedang Nabi Ibrahim tidak bisa melukai kulit Ismail, karena Nabi Ibrahim masih gelisah dan menangis saat melihat wajah Ismail. Kemudian Ismail berkata, mungkin karena bapak melihat wajahku, hingga tidak tega menyembelih, lalu Ismail membalikkan badannya memposisisikan badannya telungkup. Lalau Nabi Ibrahim dengan kesiapan hati melakukan penyembelihan yang kedua, lagi-lagi pisau\/pedangnya tidak mampu melukai kulit leher Ismail. Dengan bingung karena tidak berhasil menyembelih Ismail, turunlah Malaikat Jibril dengan membawa kambing, digantikannya Ismail dengan kambing tersebut. Bersamaan dengan turunnya wahyu Tuhan yang menjelaskan keduanya telah lulus  dari ujian. Kemudian Nabi Ibrahim membaca takbir \u201cAllahu Akbar\u201d<\/em> 3x, disaut Ismail dengan .membaca \u201cLaa ilaaha illahhu wallahu akbar<\/em>\u201d, diakhiri Malikat Jibril dengan bacaan \u201cAllahu Akbar walillahil Hamd<\/em>\u201d, dilanjutkan dengan menyembelih kambing bawaan malaikat jibril.<\/p>\n\n\n\n

Ada cerita lucu setelah Nabi Ibrahim selesai menyembelih kambing, Nabi Ibrahim bertanya pada Ismail, siapa yang paling dermawan diantara kita? Ismail menjawab, saya. Tidak bisa kata Nabi Ibrahim, saya yang paling dermawan, karena akan mngorbankan anak yang kucintai. Ismail berkata, tidak bisa, saya yang dermawan, karena bapak punya dua anak, kalau saya dikorbankan, masih punya anak satu, lalu malaikat berkata, tidak bisa, saya yang dermawan karena saya sudah kehilangan kambing satu.\u00a0\u00a0<\/p>\n\n\n\n

Baca: Kegagalan Lakpesdam PBNU dalam Melihat Produk Tembakau Alternatif<\/a><\/p>\n\n\n\n

Keterangan dalam kitab tafsir  \u201cTanwirul Adhan<\/em>\u201d penjelasan dari surat As-Saffat ayat 102 bahwa usia Ismail saat itu 13 tahun ada juga Ulama\u2019 yang mengatakan umur 7 tahun. ada riwayat lain yang mengatakan umur Ismail saat itu 14 tahun. Pada intinya saat kejadian kisah penyembelihan, Ismail masih usia anak-anak, ia dengan senang hati dan ikhlas, menjalani perannya.  <\/p>\n\n\n\n

Dari sejarah singkat qurban yang ektrim di atas, kira-kira pendapat KPAI apakah mendukung apa yang telah di lakukan Nabi Ibrahim?, atau sebaliknya mendukung Iblis yang menghalangi Nabi Ibrahim yang akan menjalankan kewajibannya sebagai hamba?. Saya yakin KPAI akan mendukung Nabi Ibrahim, tidak mendukung langkah Iblis. 
<\/p>\n\n\n\n

Walaupun ktidak persis, tapi hampir mirip kisah qurban diatas dengan audisi oleh Djarum Foundation yang melibatkan. Program audisi bulutangkis usia anak-anak Djarum Foundation, tidak lain ikut serta program pemerintah dalam mencerdaskan bangsa melalui pencarian bakat sedini mungkin. Anak-anak yang berbakat bulutangkis tentunya yang terjaring dalam audisi, dididik dengan penuh semangat oleh Djarum Foundation Bhakti olahraga. Buktinya, anak-anak tersebut disekolahkan formal, dilatih bulu tangkis dengan disiplin dan penuh tanggungjawab, tanpa dipungut biaya apapun, bahkan semua kebutuhan anak-anak tercukupi dengan baik. Pola didiknya, seperti pola pendidikan sekolah lainnya, anak-anak dididik dan diajar agar berpretasi, setidaknya punya pengetahuan, pengalaman dan keahlian sebagai bekal masa depan. Disisi lain, ternyata anak-anak yang terjaring audisi merasa sangat gembira, senang dan bangga bisa terpilih. Mereka dapat mengembangkan bakatnya, dan mendapatkan pendidikan sekolah dengan gratis.<\/p>\n\n\n\n

Tujuan utama Djarum Foundation mencari bibit unggul pebulutangkis Indonesia, yang selama ini sebagai salah satu olahraga kebanggaan masyarakat Indonesia atas banyaknya prestasi yang di peroleh. Program Djarum Foundation Bhakti olahraga jauh dari niatan ekploitasi anak untuk promosi, yang ada ekploitasi anak untuk kejayaan olah raga bulutangkis bangsa Indonesia. <\/p>\n\n\n\n

Juga, program Djarum Foundation audisi bulutangkis adalah salah satu bentuk kesadaran dan kewajibannya membangun bangsa dengan melibatkan anak-anak. Lalu apa yang salah dari Djarum Foundation Bhakti Olahraga, jelas-jelas telah menghibahkan fasilitas, pikiran hingga dana untuk kepentingan kejayaan bangsa Indonesia, melalui olahraga. Pemerintah harus mendukung program tersebut, begitupun KPAI. KPAI jangan sampai menjadi penghalang, seperti halnya penghalang Nabi Ibrahim dalam kisah di atas.  
<\/p>\n","post_title":"Refleksi Kisah Kurban sebagai Bahan Pengingat KPAI","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"refleksi-kisah-kurban-sebagai-bahan-pengingat-kpai","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-08-12 08:30:31","post_modified_gmt":"2019-08-12 01:30:31","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5949","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5936,"post_author":"877","post_date":"2019-08-06 10:53:42","post_date_gmt":"2019-08-06 03:53:42","post_content":"\n

Masalah peredaran rokok di Indonesia, pemerintah cenderung mengambil langkah aman. Sudah saatnya pemerintah harus tegas menentukan sikap pelarangan atau membolehkan peredaran rokok di tengah-tengah masyarakat. <\/p>\n\n\n\n

Sikap pemerintah sampai saat ini menimbulkan pro dan kontra. Di satu sisi pemerintah melalui Kementrian Kesehatan membuat aturan pembatasan dan pelarangan beredarnya rokok, bahkan melarang adanya iklan rokok dan mengatur packaging<\/em> dengan bermacam gambar dan peringatan yang menggelian. Di sisi lain, pemerintah mendorong peningkatkan pendapatan Negara, mendorong peningkatan ekonomi rakyat, mendorong peningkatan produktivitas rakyat dan daya saing di pasar internasional, dan mendorong pengentasan kemiskinan.<\/p>\n\n\n\n

Sekarang, efek sikap pemerintah di atas meluas kemana-mana, mulai dari isu penyederhanaan layer atau penggabungan golongan industri rokok, isu pelarangan iklan rokok di media sosial karena pengguna media sosial banyak anak-anak, sampai pada pelarangan audisi pencari bakat bulu tangkis yang dilakukan Djarum Foundation dengan alasan ekploitasi anak. Ini semua adalah beberapa agenda untuk pengendalian rokok dan tembakau di Indonesia yang alasannya sudah dipatahkan dengan data yang lebih akurat.<\/p>\n\n\n\n

Semisal, yang pro dapat menceritakan dan meruntutkan agenda pengendalian rokok dan tembakau di Indonesia sebagai agenda politik dagang internasional. Semua program pengendalian rokok dan tembakau di Indonesia mengadopsi dari program World Health Organization (WHO) organisasi program dunia yang mendapatkan sokongan dana dari industri farmasi.\u00a0<\/p>\n\n\n\n

Baca:
Ada Campur Tangan Bloomberg dalam Surat Edaran Menkes terkait Pemblokiran Iklan Rokok <\/a><\/p>\n\n\n\n

WHO tidak semata-mata bertujuan demi meningkatkan taraf kesehatan penduduk. Di sini WHO sebagai ujung tombak industri farmasi. Terjadi peralihan di lingkup kesehatan, dimana dokter dan ilmuwan kesehatan dikuasai perusahan obat (farmasi). Tujuan utamanya tidak lain untuk merebut pasar nikotin dunia, dan menggantikan pemanfaatan nikotin alami dari tembakau dengan produk rekayasa nikotin yang telah dikantongi hak patennya. Keterlibatan WHO memuluskan tujuan industri farmasi tersebut dengan mendorong negara-negara di dunia untuk memberlakukan kebijakan sesuai kerangka kesehatan, tanpa mempertimbangkan peran sosial, ekonomi, politik dan budaya. Walaupun alasan kesehatan yang dibangun ternyata tidak 100% benar dan terkesan dipaksakan. Negara yang menjadi sasaran utama adalah Negara yang berkembang, seperti Indonesia, China, Bangladesh, India, Rusia, Mesir, Thailand, Filipina dan Brazil. <\/p>\n\n\n\n

Untuk menguasai pasar nikotin di dunia, industri farmasi mendapatkan sokongan dana dari bloomberg initiative. Karena salah satu direktur dari persekutuan perusahaan farmasi dunia bernama William R. Brody punya kedekatan dengan bloomberg initiative, selain teman karib juga posisinya sebagai penasehat. <\/h4>\n\n\n\n

Tidak mengherankan jika pendukung program pengendalian rokok dan tembakau di Indonesia mendapatkan sokongan dana dari bloomberg initiative termasuk lembaga yang bergerak untuk perlindungan anak, salah satunya Komnas Perlindungan Anak Indonesia (KPAI). Apapun bentuk lembaganya, selama mendapatkan kucuran dana bloomberg initiative, program utamanya harus sinergi dengan program bloomberg initiative dan rezim kesehatan dunia (WHO) yaitu pengendalian tembakau dan rokok, terutama rokok kretek asli Indonesia.<\/p>\n\n\n\n

Ada sekitar lebih dari 20an lembaga di Indonesia mendapatkan sokongan dana langsung maupun tidak langsung dari bloomberg initiative. Lembaga-lembaga tersebut bervarian, ada lembaga yang bergerak dalam pendidikan, bergerak pemberantasan korupsi, bergerak dalam kesehatan, bergerak perlindungan konsumen, bergerak melindungi anak, bahkan sampai pada lembaga agama. Numun pada intinya leading sector<\/em> yaitu sektor potensial yang dapat\u00a0menggerakkan agenda pengendalian tembakau dan rokok di Indonesia ada pada rezim kesehatan dalam hal ini Kementerian Kesehatan. Dengan menggunakan dalil kesehatan yang mulia, agenda bloomberg initiative dan farmasi berselancar dengan baik di Indonesia. \u00a0<\/p>\n\n\n\n

Baca:
Tinjauan Kritis Atas Larangan Iklan dan Sponshorship dengan Mencantumkan Logo, Brand Image, dan Identitas CSR Sebuah Perusahaan<\/a> <\/p>\n\n\n\n

Isu kuat saat ini yang beredar untuk agenda pengendalian tembakau dan rokok di Indonesia salah satunya, KPAI melarang audisi pencarian bakat bulu tangkis sejak dini yang dilakukan Djarum Foundation dengan alasan ekploitasi anak, Kementerian Kesehatan dan KPAI melarang adanya iklan di media sosia karena akan mengakibatkan bertambahnya perokok pemula, penggabungan golongan industri rokok atau penyederhanaan layer tarif cukai rokok yang intinya pengurangan terhadap industri rokok kretek, menaikkan cukai rokok untuk mengurangi peredaran rokok, dan korelasinya rokok dengan kemiskinan bertujuan agar ada kebijakan menghalau laju industri rokok kretek. <\/p>\n\n\n\n

Pemerintah dalam hal ini harus tegas mengambil sikap, untuk kepastian dan masa depan industri rokok kretek asli Indonesia. Dimana sejarah penemuan rokok kretek tidak lain untuk pengobatan yang dilakukan H. Djamhari sebagai obat sakit bengeknya. Karena rokok kretek adalah campuran tembakau dan cengkeh, berbeda dengan rokok non kretek yang hanya memakai tembakau saja. Selama ini, belum ada uji atau riset bahwa rokok kretek berkorelasi signifikan terhadap timbulnya penyakit yang dituduhkan. Kalau menjadi salah satu bagian kecil penyebab penyakit, tentunya ya dan bukan faktor penyebab utama. Itu seperti halnya barang-barang lain yang dikonsumsi manusia secara berlebihan dan hidup tidak seimbang. Termasuk makan nasi, mengkonsumsi gula dan mengkonsumsi lainnya secara berlebihan, tanpa diimbangi olah raga dan istirahat yang cukup. <\/p>\n\n\n\n

Selain itu, posisi industri kretek sangat stategis bagi bangsa Indonesia. Industri kretek membuktikan tetap bertahan setidaknya lebih dari 130 tahun. Disaat industri lain tumbang di zaman kolonial, industri kretek tetap eksis memberikan penghidupan masyarakat Indonesia. Bahkan tergolong industri yang peka zaman, dengan memberikan kontribusi yang sangat besar. Menghidupi setidaknya 6.1 juta jiwa petani cengkeh yang tersebar di 30 provinsi, petani tembakau yang tersebar di 15 provinsi. Menghidupi ribuan karyawan yang bekerja di industri kretek. Mempunyai multiplier<\/em> <\/em>effect<\/em> ke sektor perokonomian lainnya yang berada di sekitar industri kretek. <\/p>\n\n\n\n

Keberadaan industri kretek berkontribusi adanya hak jaminan sosial dan corporate social responsibility<\/em> (CSR), seperti halnya jaminan kesehatan, bhakti pendidikan, bhakti budaya, bhakti olahraga, bhakti lingkungan dan lain sebagainya. Berkontribusi pendapatan Negara melalui setoran cukai, berkontribusi bagi kesehatan publik dari alokasi dana bagi hasil cukai hasil tembakau (DBH-CHT) untuk sarana kesehatan dan pembayaran defisit Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS).  <\/p>\n\n\n\n

Selain itu, adanya industri kretek sebagai cermin kemandirian dan kedaulatan bangsa, karena sebagai pemenuhan kebutuhan pokok rakyat dalam hal ini pendapatan masyarakat sebagai agenda pemberantasan kemiskinan. <\/p>\n\n\n\n

Dengan pertimbangan di atas, diharapkan pemerintah dalam hal ini Presiden memberikan ketegasan, apakah industri rokok nasional tetap berproduksi atau dilarang berproduksi. Kalau tetap berproduksi, pemerintah secara totalitas harus melindunginya mulai kebijakan sampai pada strategi pemasarannya. Andaikan dilarang beroperasi, pemerintah paling tidak harus berani mempersiapkan lapangan pekerjaan lain bagi petani dan buruh tani cengkeh dan tembakau, buruh industri dan mungkin menata perekonomian akibat multiplier<\/em> <\/em>effect<\/em> keberadaan industri kretek. Dan yang terpenting keberadaan industri kretek, sebagai industri nasional sebagai perwujudan agenda prioritas  tujuan Nawa Cita, sehingga jangan sampai digiring dan diatur kepentingan asing melalui rezim kesehatan sebagai leading sector, <\/em>yang belum tentu benar dan terkesan dipaksakan.  
<\/p>\n","post_title":"Ketika Pemerintah Plin-Plan Membuat Regulasi Terkait Dunia Pertembakauan","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"ketika-pemerintah-plin-plan-membuat-regulasi-terkait-dunia-pertembakauan","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-08-06 10:53:48","post_modified_gmt":"2019-08-06 03:53:48","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5936","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":16},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"epic_block_3"};

\n

Kembali ke Idul Adha, diceritakan oleh para Ulama\u2019 ada kisah tentang Nabi Ibrahim yang akan mengorbankan putranya yang masih kecil namanya Ismail (besarnya menjadi Nabi). Ceritanya Nabi Ibrahim saat tidur bermimpi, ia diperintah Tuhan untuk menyembelih putranya bernama Ismail. Saat bangun, ia merenung, berfikir sambil bertanya dihati, benarkah ini perintah Tuhan?. Kali pertama mimpinya ini, ia masih ragu antara benar perintah Tuhan atau tidak. Mimpi yang direnungkan dan difikir terjadi pada malam tanggal 08 dzulhijjah,disebut hari tarwiyah<\/em>.\u00a0<\/p>\n\n\n\n

Baca: Tinjauan Kritis Atas Larangan Iklan dan Sponshorship dengan Mencantumkan Logo, Brand Image, dan Identitas CSR Sebuah Perusahaan<\/a><\/p>\n\n\n\n

Pada malam tanggal 09 dzulhijjah Nabi Ibrahim mimpi lagi dengan perintah yang sama. Mimpi kali kedua, Nabi Ibrahim merasa yakin kalau benar-benar perintah Tuhan. Pada mimpi kedua disebut hari arafah<\/em>. Pada tanggal 10 dzulhijjah, hari Nabi Ibrahim melaksanakan perintah Tuhan untuk menyembelih Ismail (putranya), yang kemudian disebut  hari nakhr <\/em>(biasa disebut nahar bagi orang Indonesia). <\/p>\n\n\n\n

Cerita KH. Sya\u2019roni, saat pagi hari pada tanggal 10 dzulhijjah Nabi Ibrahim menyuruh istrinya bernama Siti Hajar (ibu kandung Ismail) untuk memandikan Ismail setelah itu memakaikan pakaian yang bagus-bagus, dengan alasan mau diajak jalan-jalan. Siti Hajar melaksanakan sesuai perintah suaminya, sembari menunggu istrinya selesai, Nabi Ibrahim mengasah pisaunya\/pedangnya. <\/p>\n\n\n\n

Ismail sudah siap, diajaklah jalan jalan bapaknya (Nabi Ibrahim) menuju bukit Mina di Makkah, dengan niatan mau disembelih sesui perintah Tuhan. Di tengah perjalanan, Nabi Ibrahim dihadang iblis yang berwujud manusia, dengan mengatakan Ibrahim, anakmu itu ganteng, tega kamu sembelih, urungkan niatmu. Nabi Ibrahim tidak menjawab, malah mengambil batu kecil 7 butir, kemudian batu kecil tersebut dilemparkan ke arah iblis tersebut, sambil mengatakan, pergi kamu Iblis. Nabi Ibrahim tetap melanjutkan perjalannya, dan dihadang Iblis lagi kali kedua, Nabi Ibrahim mengambil batu kecil lagi dilempar ke iblis. Kemudian Nabi melanjutkan perjalannya, dihadang iblis lagi kali ketiga, seperti penghadangan yang pertama dan kedua, Nabi mengambil batu kecil dan dilemparkan ke arah iblis, lalu Nabi Ibrahim lanjut lagi. Inilah cerita, yang menjadi cikal bakal adanya jumroh ula, jumroh wustho dan jumroh aqobah. Tiap ibadah haji jumroh ini harus diperagakan seperti halnya apa yang telah dilakukan Nabi Ibrahim dengan maksud melawan dan melempar iblis dengan batu agar tidak mengganggu..  <\/p>\n\n\n\n

Sesampainya di puncak bukit Mina, Nabi Ibrahim menceritakan mimpinya dan mengatakan maksud dan tujuannya mengajak Ismail jalan-jalan. Selesai Nabi Ibrahim cerita, kemudian Ismail berkata pada bapaknya, untuk segera menjalankan perintah Tuhan. Pada saat menyembebelih, pisau\/pedang Nabi Ibrahim tidak bisa melukai kulit Ismail, karena Nabi Ibrahim masih gelisah dan menangis saat melihat wajah Ismail. Kemudian Ismail berkata, mungkin karena bapak melihat wajahku, hingga tidak tega menyembelih, lalu Ismail membalikkan badannya memposisisikan badannya telungkup. Lalau Nabi Ibrahim dengan kesiapan hati melakukan penyembelihan yang kedua, lagi-lagi pisau\/pedangnya tidak mampu melukai kulit leher Ismail. Dengan bingung karena tidak berhasil menyembelih Ismail, turunlah Malaikat Jibril dengan membawa kambing, digantikannya Ismail dengan kambing tersebut. Bersamaan dengan turunnya wahyu Tuhan yang menjelaskan keduanya telah lulus  dari ujian. Kemudian Nabi Ibrahim membaca takbir \u201cAllahu Akbar\u201d<\/em> 3x, disaut Ismail dengan .membaca \u201cLaa ilaaha illahhu wallahu akbar<\/em>\u201d, diakhiri Malikat Jibril dengan bacaan \u201cAllahu Akbar walillahil Hamd<\/em>\u201d, dilanjutkan dengan menyembelih kambing bawaan malaikat jibril.<\/p>\n\n\n\n

Ada cerita lucu setelah Nabi Ibrahim selesai menyembelih kambing, Nabi Ibrahim bertanya pada Ismail, siapa yang paling dermawan diantara kita? Ismail menjawab, saya. Tidak bisa kata Nabi Ibrahim, saya yang paling dermawan, karena akan mngorbankan anak yang kucintai. Ismail berkata, tidak bisa, saya yang dermawan, karena bapak punya dua anak, kalau saya dikorbankan, masih punya anak satu, lalu malaikat berkata, tidak bisa, saya yang dermawan karena saya sudah kehilangan kambing satu.\u00a0\u00a0<\/p>\n\n\n\n

Baca: Kegagalan Lakpesdam PBNU dalam Melihat Produk Tembakau Alternatif<\/a><\/p>\n\n\n\n

Keterangan dalam kitab tafsir  \u201cTanwirul Adhan<\/em>\u201d penjelasan dari surat As-Saffat ayat 102 bahwa usia Ismail saat itu 13 tahun ada juga Ulama\u2019 yang mengatakan umur 7 tahun. ada riwayat lain yang mengatakan umur Ismail saat itu 14 tahun. Pada intinya saat kejadian kisah penyembelihan, Ismail masih usia anak-anak, ia dengan senang hati dan ikhlas, menjalani perannya.  <\/p>\n\n\n\n

Dari sejarah singkat qurban yang ektrim di atas, kira-kira pendapat KPAI apakah mendukung apa yang telah di lakukan Nabi Ibrahim?, atau sebaliknya mendukung Iblis yang menghalangi Nabi Ibrahim yang akan menjalankan kewajibannya sebagai hamba?. Saya yakin KPAI akan mendukung Nabi Ibrahim, tidak mendukung langkah Iblis. 
<\/p>\n\n\n\n

Walaupun ktidak persis, tapi hampir mirip kisah qurban diatas dengan audisi oleh Djarum Foundation yang melibatkan. Program audisi bulutangkis usia anak-anak Djarum Foundation, tidak lain ikut serta program pemerintah dalam mencerdaskan bangsa melalui pencarian bakat sedini mungkin. Anak-anak yang berbakat bulutangkis tentunya yang terjaring dalam audisi, dididik dengan penuh semangat oleh Djarum Foundation Bhakti olahraga. Buktinya, anak-anak tersebut disekolahkan formal, dilatih bulu tangkis dengan disiplin dan penuh tanggungjawab, tanpa dipungut biaya apapun, bahkan semua kebutuhan anak-anak tercukupi dengan baik. Pola didiknya, seperti pola pendidikan sekolah lainnya, anak-anak dididik dan diajar agar berpretasi, setidaknya punya pengetahuan, pengalaman dan keahlian sebagai bekal masa depan. Disisi lain, ternyata anak-anak yang terjaring audisi merasa sangat gembira, senang dan bangga bisa terpilih. Mereka dapat mengembangkan bakatnya, dan mendapatkan pendidikan sekolah dengan gratis.<\/p>\n\n\n\n

Tujuan utama Djarum Foundation mencari bibit unggul pebulutangkis Indonesia, yang selama ini sebagai salah satu olahraga kebanggaan masyarakat Indonesia atas banyaknya prestasi yang di peroleh. Program Djarum Foundation Bhakti olahraga jauh dari niatan ekploitasi anak untuk promosi, yang ada ekploitasi anak untuk kejayaan olah raga bulutangkis bangsa Indonesia. <\/p>\n\n\n\n

Juga, program Djarum Foundation audisi bulutangkis adalah salah satu bentuk kesadaran dan kewajibannya membangun bangsa dengan melibatkan anak-anak. Lalu apa yang salah dari Djarum Foundation Bhakti Olahraga, jelas-jelas telah menghibahkan fasilitas, pikiran hingga dana untuk kepentingan kejayaan bangsa Indonesia, melalui olahraga. Pemerintah harus mendukung program tersebut, begitupun KPAI. KPAI jangan sampai menjadi penghalang, seperti halnya penghalang Nabi Ibrahim dalam kisah di atas.  
<\/p>\n","post_title":"Refleksi Kisah Kurban sebagai Bahan Pengingat KPAI","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"refleksi-kisah-kurban-sebagai-bahan-pengingat-kpai","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-08-12 08:30:31","post_modified_gmt":"2019-08-12 01:30:31","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5949","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5936,"post_author":"877","post_date":"2019-08-06 10:53:42","post_date_gmt":"2019-08-06 03:53:42","post_content":"\n

Masalah peredaran rokok di Indonesia, pemerintah cenderung mengambil langkah aman. Sudah saatnya pemerintah harus tegas menentukan sikap pelarangan atau membolehkan peredaran rokok di tengah-tengah masyarakat. <\/p>\n\n\n\n

Sikap pemerintah sampai saat ini menimbulkan pro dan kontra. Di satu sisi pemerintah melalui Kementrian Kesehatan membuat aturan pembatasan dan pelarangan beredarnya rokok, bahkan melarang adanya iklan rokok dan mengatur packaging<\/em> dengan bermacam gambar dan peringatan yang menggelian. Di sisi lain, pemerintah mendorong peningkatkan pendapatan Negara, mendorong peningkatan ekonomi rakyat, mendorong peningkatan produktivitas rakyat dan daya saing di pasar internasional, dan mendorong pengentasan kemiskinan.<\/p>\n\n\n\n

Sekarang, efek sikap pemerintah di atas meluas kemana-mana, mulai dari isu penyederhanaan layer atau penggabungan golongan industri rokok, isu pelarangan iklan rokok di media sosial karena pengguna media sosial banyak anak-anak, sampai pada pelarangan audisi pencari bakat bulu tangkis yang dilakukan Djarum Foundation dengan alasan ekploitasi anak. Ini semua adalah beberapa agenda untuk pengendalian rokok dan tembakau di Indonesia yang alasannya sudah dipatahkan dengan data yang lebih akurat.<\/p>\n\n\n\n

Semisal, yang pro dapat menceritakan dan meruntutkan agenda pengendalian rokok dan tembakau di Indonesia sebagai agenda politik dagang internasional. Semua program pengendalian rokok dan tembakau di Indonesia mengadopsi dari program World Health Organization (WHO) organisasi program dunia yang mendapatkan sokongan dana dari industri farmasi.\u00a0<\/p>\n\n\n\n

Baca:
Ada Campur Tangan Bloomberg dalam Surat Edaran Menkes terkait Pemblokiran Iklan Rokok <\/a><\/p>\n\n\n\n

WHO tidak semata-mata bertujuan demi meningkatkan taraf kesehatan penduduk. Di sini WHO sebagai ujung tombak industri farmasi. Terjadi peralihan di lingkup kesehatan, dimana dokter dan ilmuwan kesehatan dikuasai perusahan obat (farmasi). Tujuan utamanya tidak lain untuk merebut pasar nikotin dunia, dan menggantikan pemanfaatan nikotin alami dari tembakau dengan produk rekayasa nikotin yang telah dikantongi hak patennya. Keterlibatan WHO memuluskan tujuan industri farmasi tersebut dengan mendorong negara-negara di dunia untuk memberlakukan kebijakan sesuai kerangka kesehatan, tanpa mempertimbangkan peran sosial, ekonomi, politik dan budaya. Walaupun alasan kesehatan yang dibangun ternyata tidak 100% benar dan terkesan dipaksakan. Negara yang menjadi sasaran utama adalah Negara yang berkembang, seperti Indonesia, China, Bangladesh, India, Rusia, Mesir, Thailand, Filipina dan Brazil. <\/p>\n\n\n\n

Untuk menguasai pasar nikotin di dunia, industri farmasi mendapatkan sokongan dana dari bloomberg initiative. Karena salah satu direktur dari persekutuan perusahaan farmasi dunia bernama William R. Brody punya kedekatan dengan bloomberg initiative, selain teman karib juga posisinya sebagai penasehat. <\/h4>\n\n\n\n

Tidak mengherankan jika pendukung program pengendalian rokok dan tembakau di Indonesia mendapatkan sokongan dana dari bloomberg initiative termasuk lembaga yang bergerak untuk perlindungan anak, salah satunya Komnas Perlindungan Anak Indonesia (KPAI). Apapun bentuk lembaganya, selama mendapatkan kucuran dana bloomberg initiative, program utamanya harus sinergi dengan program bloomberg initiative dan rezim kesehatan dunia (WHO) yaitu pengendalian tembakau dan rokok, terutama rokok kretek asli Indonesia.<\/p>\n\n\n\n

Ada sekitar lebih dari 20an lembaga di Indonesia mendapatkan sokongan dana langsung maupun tidak langsung dari bloomberg initiative. Lembaga-lembaga tersebut bervarian, ada lembaga yang bergerak dalam pendidikan, bergerak pemberantasan korupsi, bergerak dalam kesehatan, bergerak perlindungan konsumen, bergerak melindungi anak, bahkan sampai pada lembaga agama. Numun pada intinya leading sector<\/em> yaitu sektor potensial yang dapat\u00a0menggerakkan agenda pengendalian tembakau dan rokok di Indonesia ada pada rezim kesehatan dalam hal ini Kementerian Kesehatan. Dengan menggunakan dalil kesehatan yang mulia, agenda bloomberg initiative dan farmasi berselancar dengan baik di Indonesia. \u00a0<\/p>\n\n\n\n

Baca:
Tinjauan Kritis Atas Larangan Iklan dan Sponshorship dengan Mencantumkan Logo, Brand Image, dan Identitas CSR Sebuah Perusahaan<\/a> <\/p>\n\n\n\n

Isu kuat saat ini yang beredar untuk agenda pengendalian tembakau dan rokok di Indonesia salah satunya, KPAI melarang audisi pencarian bakat bulu tangkis sejak dini yang dilakukan Djarum Foundation dengan alasan ekploitasi anak, Kementerian Kesehatan dan KPAI melarang adanya iklan di media sosia karena akan mengakibatkan bertambahnya perokok pemula, penggabungan golongan industri rokok atau penyederhanaan layer tarif cukai rokok yang intinya pengurangan terhadap industri rokok kretek, menaikkan cukai rokok untuk mengurangi peredaran rokok, dan korelasinya rokok dengan kemiskinan bertujuan agar ada kebijakan menghalau laju industri rokok kretek. <\/p>\n\n\n\n

Pemerintah dalam hal ini harus tegas mengambil sikap, untuk kepastian dan masa depan industri rokok kretek asli Indonesia. Dimana sejarah penemuan rokok kretek tidak lain untuk pengobatan yang dilakukan H. Djamhari sebagai obat sakit bengeknya. Karena rokok kretek adalah campuran tembakau dan cengkeh, berbeda dengan rokok non kretek yang hanya memakai tembakau saja. Selama ini, belum ada uji atau riset bahwa rokok kretek berkorelasi signifikan terhadap timbulnya penyakit yang dituduhkan. Kalau menjadi salah satu bagian kecil penyebab penyakit, tentunya ya dan bukan faktor penyebab utama. Itu seperti halnya barang-barang lain yang dikonsumsi manusia secara berlebihan dan hidup tidak seimbang. Termasuk makan nasi, mengkonsumsi gula dan mengkonsumsi lainnya secara berlebihan, tanpa diimbangi olah raga dan istirahat yang cukup. <\/p>\n\n\n\n

Selain itu, posisi industri kretek sangat stategis bagi bangsa Indonesia. Industri kretek membuktikan tetap bertahan setidaknya lebih dari 130 tahun. Disaat industri lain tumbang di zaman kolonial, industri kretek tetap eksis memberikan penghidupan masyarakat Indonesia. Bahkan tergolong industri yang peka zaman, dengan memberikan kontribusi yang sangat besar. Menghidupi setidaknya 6.1 juta jiwa petani cengkeh yang tersebar di 30 provinsi, petani tembakau yang tersebar di 15 provinsi. Menghidupi ribuan karyawan yang bekerja di industri kretek. Mempunyai multiplier<\/em> <\/em>effect<\/em> ke sektor perokonomian lainnya yang berada di sekitar industri kretek. <\/p>\n\n\n\n

Keberadaan industri kretek berkontribusi adanya hak jaminan sosial dan corporate social responsibility<\/em> (CSR), seperti halnya jaminan kesehatan, bhakti pendidikan, bhakti budaya, bhakti olahraga, bhakti lingkungan dan lain sebagainya. Berkontribusi pendapatan Negara melalui setoran cukai, berkontribusi bagi kesehatan publik dari alokasi dana bagi hasil cukai hasil tembakau (DBH-CHT) untuk sarana kesehatan dan pembayaran defisit Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS).  <\/p>\n\n\n\n

Selain itu, adanya industri kretek sebagai cermin kemandirian dan kedaulatan bangsa, karena sebagai pemenuhan kebutuhan pokok rakyat dalam hal ini pendapatan masyarakat sebagai agenda pemberantasan kemiskinan. <\/p>\n\n\n\n

Dengan pertimbangan di atas, diharapkan pemerintah dalam hal ini Presiden memberikan ketegasan, apakah industri rokok nasional tetap berproduksi atau dilarang berproduksi. Kalau tetap berproduksi, pemerintah secara totalitas harus melindunginya mulai kebijakan sampai pada strategi pemasarannya. Andaikan dilarang beroperasi, pemerintah paling tidak harus berani mempersiapkan lapangan pekerjaan lain bagi petani dan buruh tani cengkeh dan tembakau, buruh industri dan mungkin menata perekonomian akibat multiplier<\/em> <\/em>effect<\/em> keberadaan industri kretek. Dan yang terpenting keberadaan industri kretek, sebagai industri nasional sebagai perwujudan agenda prioritas  tujuan Nawa Cita, sehingga jangan sampai digiring dan diatur kepentingan asing melalui rezim kesehatan sebagai leading sector, <\/em>yang belum tentu benar dan terkesan dipaksakan.  
<\/p>\n","post_title":"Ketika Pemerintah Plin-Plan Membuat Regulasi Terkait Dunia Pertembakauan","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"ketika-pemerintah-plin-plan-membuat-regulasi-terkait-dunia-pertembakauan","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-08-06 10:53:48","post_modified_gmt":"2019-08-06 03:53:48","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5936","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":16},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"epic_block_3"};

\n

Kemarin, pada tanggal 11 Agustus 2019 hari Minggu, tepatnya pada tanggal 10 dzulhijjah 1440 M., dipagi hari umat Islam terlihat berbondong-bondong ada yang ke masjid ada yang kelapangan, tidak lain menjalankan ibadah sholat Idul Adha, atau biasa disebut hari raya qurban. Selain melakukan sholad, umat Islam merayakannya dengan menyembelih hewan qurban, seperti unta tradisi di Timur Tengah, sedangkam di Indonesia menyembelih sapi atau kerbau. Khusus di Kudus kota Kretek rerata menyembelih kerbau, sapi bagi sebagian besar masyarakat Kudus tidak mau menyembelih. Cerita yang beredar di masyarakat turun menurun, pelarangan menyembelih sapi sejak zaman kewalian yaitu Sunan Kudus sebagai penghormatan terhadap agama lain yang beranggapan hewan sapi sebagai hewan yang suci.<\/p>\n\n\n\n

Kembali ke Idul Adha, diceritakan oleh para Ulama\u2019 ada kisah tentang Nabi Ibrahim yang akan mengorbankan putranya yang masih kecil namanya Ismail (besarnya menjadi Nabi). Ceritanya Nabi Ibrahim saat tidur bermimpi, ia diperintah Tuhan untuk menyembelih putranya bernama Ismail. Saat bangun, ia merenung, berfikir sambil bertanya dihati, benarkah ini perintah Tuhan?. Kali pertama mimpinya ini, ia masih ragu antara benar perintah Tuhan atau tidak. Mimpi yang direnungkan dan difikir terjadi pada malam tanggal 08 dzulhijjah,disebut hari tarwiyah<\/em>.\u00a0<\/p>\n\n\n\n

Baca: Tinjauan Kritis Atas Larangan Iklan dan Sponshorship dengan Mencantumkan Logo, Brand Image, dan Identitas CSR Sebuah Perusahaan<\/a><\/p>\n\n\n\n

Pada malam tanggal 09 dzulhijjah Nabi Ibrahim mimpi lagi dengan perintah yang sama. Mimpi kali kedua, Nabi Ibrahim merasa yakin kalau benar-benar perintah Tuhan. Pada mimpi kedua disebut hari arafah<\/em>. Pada tanggal 10 dzulhijjah, hari Nabi Ibrahim melaksanakan perintah Tuhan untuk menyembelih Ismail (putranya), yang kemudian disebut  hari nakhr <\/em>(biasa disebut nahar bagi orang Indonesia). <\/p>\n\n\n\n

Cerita KH. Sya\u2019roni, saat pagi hari pada tanggal 10 dzulhijjah Nabi Ibrahim menyuruh istrinya bernama Siti Hajar (ibu kandung Ismail) untuk memandikan Ismail setelah itu memakaikan pakaian yang bagus-bagus, dengan alasan mau diajak jalan-jalan. Siti Hajar melaksanakan sesuai perintah suaminya, sembari menunggu istrinya selesai, Nabi Ibrahim mengasah pisaunya\/pedangnya. <\/p>\n\n\n\n

Ismail sudah siap, diajaklah jalan jalan bapaknya (Nabi Ibrahim) menuju bukit Mina di Makkah, dengan niatan mau disembelih sesui perintah Tuhan. Di tengah perjalanan, Nabi Ibrahim dihadang iblis yang berwujud manusia, dengan mengatakan Ibrahim, anakmu itu ganteng, tega kamu sembelih, urungkan niatmu. Nabi Ibrahim tidak menjawab, malah mengambil batu kecil 7 butir, kemudian batu kecil tersebut dilemparkan ke arah iblis tersebut, sambil mengatakan, pergi kamu Iblis. Nabi Ibrahim tetap melanjutkan perjalannya, dan dihadang Iblis lagi kali kedua, Nabi Ibrahim mengambil batu kecil lagi dilempar ke iblis. Kemudian Nabi melanjutkan perjalannya, dihadang iblis lagi kali ketiga, seperti penghadangan yang pertama dan kedua, Nabi mengambil batu kecil dan dilemparkan ke arah iblis, lalu Nabi Ibrahim lanjut lagi. Inilah cerita, yang menjadi cikal bakal adanya jumroh ula, jumroh wustho dan jumroh aqobah. Tiap ibadah haji jumroh ini harus diperagakan seperti halnya apa yang telah dilakukan Nabi Ibrahim dengan maksud melawan dan melempar iblis dengan batu agar tidak mengganggu..  <\/p>\n\n\n\n

Sesampainya di puncak bukit Mina, Nabi Ibrahim menceritakan mimpinya dan mengatakan maksud dan tujuannya mengajak Ismail jalan-jalan. Selesai Nabi Ibrahim cerita, kemudian Ismail berkata pada bapaknya, untuk segera menjalankan perintah Tuhan. Pada saat menyembebelih, pisau\/pedang Nabi Ibrahim tidak bisa melukai kulit Ismail, karena Nabi Ibrahim masih gelisah dan menangis saat melihat wajah Ismail. Kemudian Ismail berkata, mungkin karena bapak melihat wajahku, hingga tidak tega menyembelih, lalu Ismail membalikkan badannya memposisisikan badannya telungkup. Lalau Nabi Ibrahim dengan kesiapan hati melakukan penyembelihan yang kedua, lagi-lagi pisau\/pedangnya tidak mampu melukai kulit leher Ismail. Dengan bingung karena tidak berhasil menyembelih Ismail, turunlah Malaikat Jibril dengan membawa kambing, digantikannya Ismail dengan kambing tersebut. Bersamaan dengan turunnya wahyu Tuhan yang menjelaskan keduanya telah lulus  dari ujian. Kemudian Nabi Ibrahim membaca takbir \u201cAllahu Akbar\u201d<\/em> 3x, disaut Ismail dengan .membaca \u201cLaa ilaaha illahhu wallahu akbar<\/em>\u201d, diakhiri Malikat Jibril dengan bacaan \u201cAllahu Akbar walillahil Hamd<\/em>\u201d, dilanjutkan dengan menyembelih kambing bawaan malaikat jibril.<\/p>\n\n\n\n

Ada cerita lucu setelah Nabi Ibrahim selesai menyembelih kambing, Nabi Ibrahim bertanya pada Ismail, siapa yang paling dermawan diantara kita? Ismail menjawab, saya. Tidak bisa kata Nabi Ibrahim, saya yang paling dermawan, karena akan mngorbankan anak yang kucintai. Ismail berkata, tidak bisa, saya yang dermawan, karena bapak punya dua anak, kalau saya dikorbankan, masih punya anak satu, lalu malaikat berkata, tidak bisa, saya yang dermawan karena saya sudah kehilangan kambing satu.\u00a0\u00a0<\/p>\n\n\n\n

Baca: Kegagalan Lakpesdam PBNU dalam Melihat Produk Tembakau Alternatif<\/a><\/p>\n\n\n\n

Keterangan dalam kitab tafsir  \u201cTanwirul Adhan<\/em>\u201d penjelasan dari surat As-Saffat ayat 102 bahwa usia Ismail saat itu 13 tahun ada juga Ulama\u2019 yang mengatakan umur 7 tahun. ada riwayat lain yang mengatakan umur Ismail saat itu 14 tahun. Pada intinya saat kejadian kisah penyembelihan, Ismail masih usia anak-anak, ia dengan senang hati dan ikhlas, menjalani perannya.  <\/p>\n\n\n\n

Dari sejarah singkat qurban yang ektrim di atas, kira-kira pendapat KPAI apakah mendukung apa yang telah di lakukan Nabi Ibrahim?, atau sebaliknya mendukung Iblis yang menghalangi Nabi Ibrahim yang akan menjalankan kewajibannya sebagai hamba?. Saya yakin KPAI akan mendukung Nabi Ibrahim, tidak mendukung langkah Iblis. 
<\/p>\n\n\n\n

Walaupun ktidak persis, tapi hampir mirip kisah qurban diatas dengan audisi oleh Djarum Foundation yang melibatkan. Program audisi bulutangkis usia anak-anak Djarum Foundation, tidak lain ikut serta program pemerintah dalam mencerdaskan bangsa melalui pencarian bakat sedini mungkin. Anak-anak yang berbakat bulutangkis tentunya yang terjaring dalam audisi, dididik dengan penuh semangat oleh Djarum Foundation Bhakti olahraga. Buktinya, anak-anak tersebut disekolahkan formal, dilatih bulu tangkis dengan disiplin dan penuh tanggungjawab, tanpa dipungut biaya apapun, bahkan semua kebutuhan anak-anak tercukupi dengan baik. Pola didiknya, seperti pola pendidikan sekolah lainnya, anak-anak dididik dan diajar agar berpretasi, setidaknya punya pengetahuan, pengalaman dan keahlian sebagai bekal masa depan. Disisi lain, ternyata anak-anak yang terjaring audisi merasa sangat gembira, senang dan bangga bisa terpilih. Mereka dapat mengembangkan bakatnya, dan mendapatkan pendidikan sekolah dengan gratis.<\/p>\n\n\n\n

Tujuan utama Djarum Foundation mencari bibit unggul pebulutangkis Indonesia, yang selama ini sebagai salah satu olahraga kebanggaan masyarakat Indonesia atas banyaknya prestasi yang di peroleh. Program Djarum Foundation Bhakti olahraga jauh dari niatan ekploitasi anak untuk promosi, yang ada ekploitasi anak untuk kejayaan olah raga bulutangkis bangsa Indonesia. <\/p>\n\n\n\n

Juga, program Djarum Foundation audisi bulutangkis adalah salah satu bentuk kesadaran dan kewajibannya membangun bangsa dengan melibatkan anak-anak. Lalu apa yang salah dari Djarum Foundation Bhakti Olahraga, jelas-jelas telah menghibahkan fasilitas, pikiran hingga dana untuk kepentingan kejayaan bangsa Indonesia, melalui olahraga. Pemerintah harus mendukung program tersebut, begitupun KPAI. KPAI jangan sampai menjadi penghalang, seperti halnya penghalang Nabi Ibrahim dalam kisah di atas.  
<\/p>\n","post_title":"Refleksi Kisah Kurban sebagai Bahan Pengingat KPAI","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"refleksi-kisah-kurban-sebagai-bahan-pengingat-kpai","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-08-12 08:30:31","post_modified_gmt":"2019-08-12 01:30:31","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5949","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5936,"post_author":"877","post_date":"2019-08-06 10:53:42","post_date_gmt":"2019-08-06 03:53:42","post_content":"\n

Masalah peredaran rokok di Indonesia, pemerintah cenderung mengambil langkah aman. Sudah saatnya pemerintah harus tegas menentukan sikap pelarangan atau membolehkan peredaran rokok di tengah-tengah masyarakat. <\/p>\n\n\n\n

Sikap pemerintah sampai saat ini menimbulkan pro dan kontra. Di satu sisi pemerintah melalui Kementrian Kesehatan membuat aturan pembatasan dan pelarangan beredarnya rokok, bahkan melarang adanya iklan rokok dan mengatur packaging<\/em> dengan bermacam gambar dan peringatan yang menggelian. Di sisi lain, pemerintah mendorong peningkatkan pendapatan Negara, mendorong peningkatan ekonomi rakyat, mendorong peningkatan produktivitas rakyat dan daya saing di pasar internasional, dan mendorong pengentasan kemiskinan.<\/p>\n\n\n\n

Sekarang, efek sikap pemerintah di atas meluas kemana-mana, mulai dari isu penyederhanaan layer atau penggabungan golongan industri rokok, isu pelarangan iklan rokok di media sosial karena pengguna media sosial banyak anak-anak, sampai pada pelarangan audisi pencari bakat bulu tangkis yang dilakukan Djarum Foundation dengan alasan ekploitasi anak. Ini semua adalah beberapa agenda untuk pengendalian rokok dan tembakau di Indonesia yang alasannya sudah dipatahkan dengan data yang lebih akurat.<\/p>\n\n\n\n

Semisal, yang pro dapat menceritakan dan meruntutkan agenda pengendalian rokok dan tembakau di Indonesia sebagai agenda politik dagang internasional. Semua program pengendalian rokok dan tembakau di Indonesia mengadopsi dari program World Health Organization (WHO) organisasi program dunia yang mendapatkan sokongan dana dari industri farmasi.\u00a0<\/p>\n\n\n\n

Baca:
Ada Campur Tangan Bloomberg dalam Surat Edaran Menkes terkait Pemblokiran Iklan Rokok <\/a><\/p>\n\n\n\n

WHO tidak semata-mata bertujuan demi meningkatkan taraf kesehatan penduduk. Di sini WHO sebagai ujung tombak industri farmasi. Terjadi peralihan di lingkup kesehatan, dimana dokter dan ilmuwan kesehatan dikuasai perusahan obat (farmasi). Tujuan utamanya tidak lain untuk merebut pasar nikotin dunia, dan menggantikan pemanfaatan nikotin alami dari tembakau dengan produk rekayasa nikotin yang telah dikantongi hak patennya. Keterlibatan WHO memuluskan tujuan industri farmasi tersebut dengan mendorong negara-negara di dunia untuk memberlakukan kebijakan sesuai kerangka kesehatan, tanpa mempertimbangkan peran sosial, ekonomi, politik dan budaya. Walaupun alasan kesehatan yang dibangun ternyata tidak 100% benar dan terkesan dipaksakan. Negara yang menjadi sasaran utama adalah Negara yang berkembang, seperti Indonesia, China, Bangladesh, India, Rusia, Mesir, Thailand, Filipina dan Brazil. <\/p>\n\n\n\n

Untuk menguasai pasar nikotin di dunia, industri farmasi mendapatkan sokongan dana dari bloomberg initiative. Karena salah satu direktur dari persekutuan perusahaan farmasi dunia bernama William R. Brody punya kedekatan dengan bloomberg initiative, selain teman karib juga posisinya sebagai penasehat. <\/h4>\n\n\n\n

Tidak mengherankan jika pendukung program pengendalian rokok dan tembakau di Indonesia mendapatkan sokongan dana dari bloomberg initiative termasuk lembaga yang bergerak untuk perlindungan anak, salah satunya Komnas Perlindungan Anak Indonesia (KPAI). Apapun bentuk lembaganya, selama mendapatkan kucuran dana bloomberg initiative, program utamanya harus sinergi dengan program bloomberg initiative dan rezim kesehatan dunia (WHO) yaitu pengendalian tembakau dan rokok, terutama rokok kretek asli Indonesia.<\/p>\n\n\n\n

Ada sekitar lebih dari 20an lembaga di Indonesia mendapatkan sokongan dana langsung maupun tidak langsung dari bloomberg initiative. Lembaga-lembaga tersebut bervarian, ada lembaga yang bergerak dalam pendidikan, bergerak pemberantasan korupsi, bergerak dalam kesehatan, bergerak perlindungan konsumen, bergerak melindungi anak, bahkan sampai pada lembaga agama. Numun pada intinya leading sector<\/em> yaitu sektor potensial yang dapat\u00a0menggerakkan agenda pengendalian tembakau dan rokok di Indonesia ada pada rezim kesehatan dalam hal ini Kementerian Kesehatan. Dengan menggunakan dalil kesehatan yang mulia, agenda bloomberg initiative dan farmasi berselancar dengan baik di Indonesia. \u00a0<\/p>\n\n\n\n

Baca:
Tinjauan Kritis Atas Larangan Iklan dan Sponshorship dengan Mencantumkan Logo, Brand Image, dan Identitas CSR Sebuah Perusahaan<\/a> <\/p>\n\n\n\n

Isu kuat saat ini yang beredar untuk agenda pengendalian tembakau dan rokok di Indonesia salah satunya, KPAI melarang audisi pencarian bakat bulu tangkis sejak dini yang dilakukan Djarum Foundation dengan alasan ekploitasi anak, Kementerian Kesehatan dan KPAI melarang adanya iklan di media sosia karena akan mengakibatkan bertambahnya perokok pemula, penggabungan golongan industri rokok atau penyederhanaan layer tarif cukai rokok yang intinya pengurangan terhadap industri rokok kretek, menaikkan cukai rokok untuk mengurangi peredaran rokok, dan korelasinya rokok dengan kemiskinan bertujuan agar ada kebijakan menghalau laju industri rokok kretek. <\/p>\n\n\n\n

Pemerintah dalam hal ini harus tegas mengambil sikap, untuk kepastian dan masa depan industri rokok kretek asli Indonesia. Dimana sejarah penemuan rokok kretek tidak lain untuk pengobatan yang dilakukan H. Djamhari sebagai obat sakit bengeknya. Karena rokok kretek adalah campuran tembakau dan cengkeh, berbeda dengan rokok non kretek yang hanya memakai tembakau saja. Selama ini, belum ada uji atau riset bahwa rokok kretek berkorelasi signifikan terhadap timbulnya penyakit yang dituduhkan. Kalau menjadi salah satu bagian kecil penyebab penyakit, tentunya ya dan bukan faktor penyebab utama. Itu seperti halnya barang-barang lain yang dikonsumsi manusia secara berlebihan dan hidup tidak seimbang. Termasuk makan nasi, mengkonsumsi gula dan mengkonsumsi lainnya secara berlebihan, tanpa diimbangi olah raga dan istirahat yang cukup. <\/p>\n\n\n\n

Selain itu, posisi industri kretek sangat stategis bagi bangsa Indonesia. Industri kretek membuktikan tetap bertahan setidaknya lebih dari 130 tahun. Disaat industri lain tumbang di zaman kolonial, industri kretek tetap eksis memberikan penghidupan masyarakat Indonesia. Bahkan tergolong industri yang peka zaman, dengan memberikan kontribusi yang sangat besar. Menghidupi setidaknya 6.1 juta jiwa petani cengkeh yang tersebar di 30 provinsi, petani tembakau yang tersebar di 15 provinsi. Menghidupi ribuan karyawan yang bekerja di industri kretek. Mempunyai multiplier<\/em> <\/em>effect<\/em> ke sektor perokonomian lainnya yang berada di sekitar industri kretek. <\/p>\n\n\n\n

Keberadaan industri kretek berkontribusi adanya hak jaminan sosial dan corporate social responsibility<\/em> (CSR), seperti halnya jaminan kesehatan, bhakti pendidikan, bhakti budaya, bhakti olahraga, bhakti lingkungan dan lain sebagainya. Berkontribusi pendapatan Negara melalui setoran cukai, berkontribusi bagi kesehatan publik dari alokasi dana bagi hasil cukai hasil tembakau (DBH-CHT) untuk sarana kesehatan dan pembayaran defisit Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS).  <\/p>\n\n\n\n

Selain itu, adanya industri kretek sebagai cermin kemandirian dan kedaulatan bangsa, karena sebagai pemenuhan kebutuhan pokok rakyat dalam hal ini pendapatan masyarakat sebagai agenda pemberantasan kemiskinan. <\/p>\n\n\n\n

Dengan pertimbangan di atas, diharapkan pemerintah dalam hal ini Presiden memberikan ketegasan, apakah industri rokok nasional tetap berproduksi atau dilarang berproduksi. Kalau tetap berproduksi, pemerintah secara totalitas harus melindunginya mulai kebijakan sampai pada strategi pemasarannya. Andaikan dilarang beroperasi, pemerintah paling tidak harus berani mempersiapkan lapangan pekerjaan lain bagi petani dan buruh tani cengkeh dan tembakau, buruh industri dan mungkin menata perekonomian akibat multiplier<\/em> <\/em>effect<\/em> keberadaan industri kretek. Dan yang terpenting keberadaan industri kretek, sebagai industri nasional sebagai perwujudan agenda prioritas  tujuan Nawa Cita, sehingga jangan sampai digiring dan diatur kepentingan asing melalui rezim kesehatan sebagai leading sector, <\/em>yang belum tentu benar dan terkesan dipaksakan.  
<\/p>\n","post_title":"Ketika Pemerintah Plin-Plan Membuat Regulasi Terkait Dunia Pertembakauan","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"ketika-pemerintah-plin-plan-membuat-regulasi-terkait-dunia-pertembakauan","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-08-06 10:53:48","post_modified_gmt":"2019-08-06 03:53:48","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5936","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":16},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"epic_block_3"};

\n

Kurban tidak semata-mata hanya menyembelih hewan, dibaliknya ada kisah indah yang bisa sebagai bahan renungan dan pengingat bagi semua. Pada kisah qurban, terdapat peran anak usia dini yang akhirnya dikenang umat Islam sedunia sepanjang masa dan juga dapat mengangkat harkat martabat keluarganya dihadapan Tuhan. Selama anak suka bahkan bahagia menjalankan perannya untuk kepentingan dirinya sendiri kedepan dan mengangkat harkat martabat keluarganya dengan bimbingan yang baik, maka hal tersebut sah-sah saja tidak ada larangan.\u00a0<\/p>\n\n\n\n

Kemarin, pada tanggal 11 Agustus 2019 hari Minggu, tepatnya pada tanggal 10 dzulhijjah 1440 M., dipagi hari umat Islam terlihat berbondong-bondong ada yang ke masjid ada yang kelapangan, tidak lain menjalankan ibadah sholat Idul Adha, atau biasa disebut hari raya qurban. Selain melakukan sholad, umat Islam merayakannya dengan menyembelih hewan qurban, seperti unta tradisi di Timur Tengah, sedangkam di Indonesia menyembelih sapi atau kerbau. Khusus di Kudus kota Kretek rerata menyembelih kerbau, sapi bagi sebagian besar masyarakat Kudus tidak mau menyembelih. Cerita yang beredar di masyarakat turun menurun, pelarangan menyembelih sapi sejak zaman kewalian yaitu Sunan Kudus sebagai penghormatan terhadap agama lain yang beranggapan hewan sapi sebagai hewan yang suci.<\/p>\n\n\n\n

Kembali ke Idul Adha, diceritakan oleh para Ulama\u2019 ada kisah tentang Nabi Ibrahim yang akan mengorbankan putranya yang masih kecil namanya Ismail (besarnya menjadi Nabi). Ceritanya Nabi Ibrahim saat tidur bermimpi, ia diperintah Tuhan untuk menyembelih putranya bernama Ismail. Saat bangun, ia merenung, berfikir sambil bertanya dihati, benarkah ini perintah Tuhan?. Kali pertama mimpinya ini, ia masih ragu antara benar perintah Tuhan atau tidak. Mimpi yang direnungkan dan difikir terjadi pada malam tanggal 08 dzulhijjah,disebut hari tarwiyah<\/em>.\u00a0<\/p>\n\n\n\n

Baca: Tinjauan Kritis Atas Larangan Iklan dan Sponshorship dengan Mencantumkan Logo, Brand Image, dan Identitas CSR Sebuah Perusahaan<\/a><\/p>\n\n\n\n

Pada malam tanggal 09 dzulhijjah Nabi Ibrahim mimpi lagi dengan perintah yang sama. Mimpi kali kedua, Nabi Ibrahim merasa yakin kalau benar-benar perintah Tuhan. Pada mimpi kedua disebut hari arafah<\/em>. Pada tanggal 10 dzulhijjah, hari Nabi Ibrahim melaksanakan perintah Tuhan untuk menyembelih Ismail (putranya), yang kemudian disebut  hari nakhr <\/em>(biasa disebut nahar bagi orang Indonesia). <\/p>\n\n\n\n

Cerita KH. Sya\u2019roni, saat pagi hari pada tanggal 10 dzulhijjah Nabi Ibrahim menyuruh istrinya bernama Siti Hajar (ibu kandung Ismail) untuk memandikan Ismail setelah itu memakaikan pakaian yang bagus-bagus, dengan alasan mau diajak jalan-jalan. Siti Hajar melaksanakan sesuai perintah suaminya, sembari menunggu istrinya selesai, Nabi Ibrahim mengasah pisaunya\/pedangnya. <\/p>\n\n\n\n

Ismail sudah siap, diajaklah jalan jalan bapaknya (Nabi Ibrahim) menuju bukit Mina di Makkah, dengan niatan mau disembelih sesui perintah Tuhan. Di tengah perjalanan, Nabi Ibrahim dihadang iblis yang berwujud manusia, dengan mengatakan Ibrahim, anakmu itu ganteng, tega kamu sembelih, urungkan niatmu. Nabi Ibrahim tidak menjawab, malah mengambil batu kecil 7 butir, kemudian batu kecil tersebut dilemparkan ke arah iblis tersebut, sambil mengatakan, pergi kamu Iblis. Nabi Ibrahim tetap melanjutkan perjalannya, dan dihadang Iblis lagi kali kedua, Nabi Ibrahim mengambil batu kecil lagi dilempar ke iblis. Kemudian Nabi melanjutkan perjalannya, dihadang iblis lagi kali ketiga, seperti penghadangan yang pertama dan kedua, Nabi mengambil batu kecil dan dilemparkan ke arah iblis, lalu Nabi Ibrahim lanjut lagi. Inilah cerita, yang menjadi cikal bakal adanya jumroh ula, jumroh wustho dan jumroh aqobah. Tiap ibadah haji jumroh ini harus diperagakan seperti halnya apa yang telah dilakukan Nabi Ibrahim dengan maksud melawan dan melempar iblis dengan batu agar tidak mengganggu..  <\/p>\n\n\n\n

Sesampainya di puncak bukit Mina, Nabi Ibrahim menceritakan mimpinya dan mengatakan maksud dan tujuannya mengajak Ismail jalan-jalan. Selesai Nabi Ibrahim cerita, kemudian Ismail berkata pada bapaknya, untuk segera menjalankan perintah Tuhan. Pada saat menyembebelih, pisau\/pedang Nabi Ibrahim tidak bisa melukai kulit Ismail, karena Nabi Ibrahim masih gelisah dan menangis saat melihat wajah Ismail. Kemudian Ismail berkata, mungkin karena bapak melihat wajahku, hingga tidak tega menyembelih, lalu Ismail membalikkan badannya memposisisikan badannya telungkup. Lalau Nabi Ibrahim dengan kesiapan hati melakukan penyembelihan yang kedua, lagi-lagi pisau\/pedangnya tidak mampu melukai kulit leher Ismail. Dengan bingung karena tidak berhasil menyembelih Ismail, turunlah Malaikat Jibril dengan membawa kambing, digantikannya Ismail dengan kambing tersebut. Bersamaan dengan turunnya wahyu Tuhan yang menjelaskan keduanya telah lulus  dari ujian. Kemudian Nabi Ibrahim membaca takbir \u201cAllahu Akbar\u201d<\/em> 3x, disaut Ismail dengan .membaca \u201cLaa ilaaha illahhu wallahu akbar<\/em>\u201d, diakhiri Malikat Jibril dengan bacaan \u201cAllahu Akbar walillahil Hamd<\/em>\u201d, dilanjutkan dengan menyembelih kambing bawaan malaikat jibril.<\/p>\n\n\n\n

Ada cerita lucu setelah Nabi Ibrahim selesai menyembelih kambing, Nabi Ibrahim bertanya pada Ismail, siapa yang paling dermawan diantara kita? Ismail menjawab, saya. Tidak bisa kata Nabi Ibrahim, saya yang paling dermawan, karena akan mngorbankan anak yang kucintai. Ismail berkata, tidak bisa, saya yang dermawan, karena bapak punya dua anak, kalau saya dikorbankan, masih punya anak satu, lalu malaikat berkata, tidak bisa, saya yang dermawan karena saya sudah kehilangan kambing satu.\u00a0\u00a0<\/p>\n\n\n\n

Baca: Kegagalan Lakpesdam PBNU dalam Melihat Produk Tembakau Alternatif<\/a><\/p>\n\n\n\n

Keterangan dalam kitab tafsir  \u201cTanwirul Adhan<\/em>\u201d penjelasan dari surat As-Saffat ayat 102 bahwa usia Ismail saat itu 13 tahun ada juga Ulama\u2019 yang mengatakan umur 7 tahun. ada riwayat lain yang mengatakan umur Ismail saat itu 14 tahun. Pada intinya saat kejadian kisah penyembelihan, Ismail masih usia anak-anak, ia dengan senang hati dan ikhlas, menjalani perannya.  <\/p>\n\n\n\n

Dari sejarah singkat qurban yang ektrim di atas, kira-kira pendapat KPAI apakah mendukung apa yang telah di lakukan Nabi Ibrahim?, atau sebaliknya mendukung Iblis yang menghalangi Nabi Ibrahim yang akan menjalankan kewajibannya sebagai hamba?. Saya yakin KPAI akan mendukung Nabi Ibrahim, tidak mendukung langkah Iblis. 
<\/p>\n\n\n\n

Walaupun ktidak persis, tapi hampir mirip kisah qurban diatas dengan audisi oleh Djarum Foundation yang melibatkan. Program audisi bulutangkis usia anak-anak Djarum Foundation, tidak lain ikut serta program pemerintah dalam mencerdaskan bangsa melalui pencarian bakat sedini mungkin. Anak-anak yang berbakat bulutangkis tentunya yang terjaring dalam audisi, dididik dengan penuh semangat oleh Djarum Foundation Bhakti olahraga. Buktinya, anak-anak tersebut disekolahkan formal, dilatih bulu tangkis dengan disiplin dan penuh tanggungjawab, tanpa dipungut biaya apapun, bahkan semua kebutuhan anak-anak tercukupi dengan baik. Pola didiknya, seperti pola pendidikan sekolah lainnya, anak-anak dididik dan diajar agar berpretasi, setidaknya punya pengetahuan, pengalaman dan keahlian sebagai bekal masa depan. Disisi lain, ternyata anak-anak yang terjaring audisi merasa sangat gembira, senang dan bangga bisa terpilih. Mereka dapat mengembangkan bakatnya, dan mendapatkan pendidikan sekolah dengan gratis.<\/p>\n\n\n\n

Tujuan utama Djarum Foundation mencari bibit unggul pebulutangkis Indonesia, yang selama ini sebagai salah satu olahraga kebanggaan masyarakat Indonesia atas banyaknya prestasi yang di peroleh. Program Djarum Foundation Bhakti olahraga jauh dari niatan ekploitasi anak untuk promosi, yang ada ekploitasi anak untuk kejayaan olah raga bulutangkis bangsa Indonesia. <\/p>\n\n\n\n

Juga, program Djarum Foundation audisi bulutangkis adalah salah satu bentuk kesadaran dan kewajibannya membangun bangsa dengan melibatkan anak-anak. Lalu apa yang salah dari Djarum Foundation Bhakti Olahraga, jelas-jelas telah menghibahkan fasilitas, pikiran hingga dana untuk kepentingan kejayaan bangsa Indonesia, melalui olahraga. Pemerintah harus mendukung program tersebut, begitupun KPAI. KPAI jangan sampai menjadi penghalang, seperti halnya penghalang Nabi Ibrahim dalam kisah di atas.  
<\/p>\n","post_title":"Refleksi Kisah Kurban sebagai Bahan Pengingat KPAI","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"refleksi-kisah-kurban-sebagai-bahan-pengingat-kpai","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-08-12 08:30:31","post_modified_gmt":"2019-08-12 01:30:31","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5949","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5936,"post_author":"877","post_date":"2019-08-06 10:53:42","post_date_gmt":"2019-08-06 03:53:42","post_content":"\n

Masalah peredaran rokok di Indonesia, pemerintah cenderung mengambil langkah aman. Sudah saatnya pemerintah harus tegas menentukan sikap pelarangan atau membolehkan peredaran rokok di tengah-tengah masyarakat. <\/p>\n\n\n\n

Sikap pemerintah sampai saat ini menimbulkan pro dan kontra. Di satu sisi pemerintah melalui Kementrian Kesehatan membuat aturan pembatasan dan pelarangan beredarnya rokok, bahkan melarang adanya iklan rokok dan mengatur packaging<\/em> dengan bermacam gambar dan peringatan yang menggelian. Di sisi lain, pemerintah mendorong peningkatkan pendapatan Negara, mendorong peningkatan ekonomi rakyat, mendorong peningkatan produktivitas rakyat dan daya saing di pasar internasional, dan mendorong pengentasan kemiskinan.<\/p>\n\n\n\n

Sekarang, efek sikap pemerintah di atas meluas kemana-mana, mulai dari isu penyederhanaan layer atau penggabungan golongan industri rokok, isu pelarangan iklan rokok di media sosial karena pengguna media sosial banyak anak-anak, sampai pada pelarangan audisi pencari bakat bulu tangkis yang dilakukan Djarum Foundation dengan alasan ekploitasi anak. Ini semua adalah beberapa agenda untuk pengendalian rokok dan tembakau di Indonesia yang alasannya sudah dipatahkan dengan data yang lebih akurat.<\/p>\n\n\n\n

Semisal, yang pro dapat menceritakan dan meruntutkan agenda pengendalian rokok dan tembakau di Indonesia sebagai agenda politik dagang internasional. Semua program pengendalian rokok dan tembakau di Indonesia mengadopsi dari program World Health Organization (WHO) organisasi program dunia yang mendapatkan sokongan dana dari industri farmasi.\u00a0<\/p>\n\n\n\n

Baca:
Ada Campur Tangan Bloomberg dalam Surat Edaran Menkes terkait Pemblokiran Iklan Rokok <\/a><\/p>\n\n\n\n

WHO tidak semata-mata bertujuan demi meningkatkan taraf kesehatan penduduk. Di sini WHO sebagai ujung tombak industri farmasi. Terjadi peralihan di lingkup kesehatan, dimana dokter dan ilmuwan kesehatan dikuasai perusahan obat (farmasi). Tujuan utamanya tidak lain untuk merebut pasar nikotin dunia, dan menggantikan pemanfaatan nikotin alami dari tembakau dengan produk rekayasa nikotin yang telah dikantongi hak patennya. Keterlibatan WHO memuluskan tujuan industri farmasi tersebut dengan mendorong negara-negara di dunia untuk memberlakukan kebijakan sesuai kerangka kesehatan, tanpa mempertimbangkan peran sosial, ekonomi, politik dan budaya. Walaupun alasan kesehatan yang dibangun ternyata tidak 100% benar dan terkesan dipaksakan. Negara yang menjadi sasaran utama adalah Negara yang berkembang, seperti Indonesia, China, Bangladesh, India, Rusia, Mesir, Thailand, Filipina dan Brazil. <\/p>\n\n\n\n

Untuk menguasai pasar nikotin di dunia, industri farmasi mendapatkan sokongan dana dari bloomberg initiative. Karena salah satu direktur dari persekutuan perusahaan farmasi dunia bernama William R. Brody punya kedekatan dengan bloomberg initiative, selain teman karib juga posisinya sebagai penasehat. <\/h4>\n\n\n\n

Tidak mengherankan jika pendukung program pengendalian rokok dan tembakau di Indonesia mendapatkan sokongan dana dari bloomberg initiative termasuk lembaga yang bergerak untuk perlindungan anak, salah satunya Komnas Perlindungan Anak Indonesia (KPAI). Apapun bentuk lembaganya, selama mendapatkan kucuran dana bloomberg initiative, program utamanya harus sinergi dengan program bloomberg initiative dan rezim kesehatan dunia (WHO) yaitu pengendalian tembakau dan rokok, terutama rokok kretek asli Indonesia.<\/p>\n\n\n\n

Ada sekitar lebih dari 20an lembaga di Indonesia mendapatkan sokongan dana langsung maupun tidak langsung dari bloomberg initiative. Lembaga-lembaga tersebut bervarian, ada lembaga yang bergerak dalam pendidikan, bergerak pemberantasan korupsi, bergerak dalam kesehatan, bergerak perlindungan konsumen, bergerak melindungi anak, bahkan sampai pada lembaga agama. Numun pada intinya leading sector<\/em> yaitu sektor potensial yang dapat\u00a0menggerakkan agenda pengendalian tembakau dan rokok di Indonesia ada pada rezim kesehatan dalam hal ini Kementerian Kesehatan. Dengan menggunakan dalil kesehatan yang mulia, agenda bloomberg initiative dan farmasi berselancar dengan baik di Indonesia. \u00a0<\/p>\n\n\n\n

Baca:
Tinjauan Kritis Atas Larangan Iklan dan Sponshorship dengan Mencantumkan Logo, Brand Image, dan Identitas CSR Sebuah Perusahaan<\/a> <\/p>\n\n\n\n

Isu kuat saat ini yang beredar untuk agenda pengendalian tembakau dan rokok di Indonesia salah satunya, KPAI melarang audisi pencarian bakat bulu tangkis sejak dini yang dilakukan Djarum Foundation dengan alasan ekploitasi anak, Kementerian Kesehatan dan KPAI melarang adanya iklan di media sosia karena akan mengakibatkan bertambahnya perokok pemula, penggabungan golongan industri rokok atau penyederhanaan layer tarif cukai rokok yang intinya pengurangan terhadap industri rokok kretek, menaikkan cukai rokok untuk mengurangi peredaran rokok, dan korelasinya rokok dengan kemiskinan bertujuan agar ada kebijakan menghalau laju industri rokok kretek. <\/p>\n\n\n\n

Pemerintah dalam hal ini harus tegas mengambil sikap, untuk kepastian dan masa depan industri rokok kretek asli Indonesia. Dimana sejarah penemuan rokok kretek tidak lain untuk pengobatan yang dilakukan H. Djamhari sebagai obat sakit bengeknya. Karena rokok kretek adalah campuran tembakau dan cengkeh, berbeda dengan rokok non kretek yang hanya memakai tembakau saja. Selama ini, belum ada uji atau riset bahwa rokok kretek berkorelasi signifikan terhadap timbulnya penyakit yang dituduhkan. Kalau menjadi salah satu bagian kecil penyebab penyakit, tentunya ya dan bukan faktor penyebab utama. Itu seperti halnya barang-barang lain yang dikonsumsi manusia secara berlebihan dan hidup tidak seimbang. Termasuk makan nasi, mengkonsumsi gula dan mengkonsumsi lainnya secara berlebihan, tanpa diimbangi olah raga dan istirahat yang cukup. <\/p>\n\n\n\n

Selain itu, posisi industri kretek sangat stategis bagi bangsa Indonesia. Industri kretek membuktikan tetap bertahan setidaknya lebih dari 130 tahun. Disaat industri lain tumbang di zaman kolonial, industri kretek tetap eksis memberikan penghidupan masyarakat Indonesia. Bahkan tergolong industri yang peka zaman, dengan memberikan kontribusi yang sangat besar. Menghidupi setidaknya 6.1 juta jiwa petani cengkeh yang tersebar di 30 provinsi, petani tembakau yang tersebar di 15 provinsi. Menghidupi ribuan karyawan yang bekerja di industri kretek. Mempunyai multiplier<\/em> <\/em>effect<\/em> ke sektor perokonomian lainnya yang berada di sekitar industri kretek. <\/p>\n\n\n\n

Keberadaan industri kretek berkontribusi adanya hak jaminan sosial dan corporate social responsibility<\/em> (CSR), seperti halnya jaminan kesehatan, bhakti pendidikan, bhakti budaya, bhakti olahraga, bhakti lingkungan dan lain sebagainya. Berkontribusi pendapatan Negara melalui setoran cukai, berkontribusi bagi kesehatan publik dari alokasi dana bagi hasil cukai hasil tembakau (DBH-CHT) untuk sarana kesehatan dan pembayaran defisit Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS).  <\/p>\n\n\n\n

Selain itu, adanya industri kretek sebagai cermin kemandirian dan kedaulatan bangsa, karena sebagai pemenuhan kebutuhan pokok rakyat dalam hal ini pendapatan masyarakat sebagai agenda pemberantasan kemiskinan. <\/p>\n\n\n\n

Dengan pertimbangan di atas, diharapkan pemerintah dalam hal ini Presiden memberikan ketegasan, apakah industri rokok nasional tetap berproduksi atau dilarang berproduksi. Kalau tetap berproduksi, pemerintah secara totalitas harus melindunginya mulai kebijakan sampai pada strategi pemasarannya. Andaikan dilarang beroperasi, pemerintah paling tidak harus berani mempersiapkan lapangan pekerjaan lain bagi petani dan buruh tani cengkeh dan tembakau, buruh industri dan mungkin menata perekonomian akibat multiplier<\/em> <\/em>effect<\/em> keberadaan industri kretek. Dan yang terpenting keberadaan industri kretek, sebagai industri nasional sebagai perwujudan agenda prioritas  tujuan Nawa Cita, sehingga jangan sampai digiring dan diatur kepentingan asing melalui rezim kesehatan sebagai leading sector, <\/em>yang belum tentu benar dan terkesan dipaksakan.  
<\/p>\n","post_title":"Ketika Pemerintah Plin-Plan Membuat Regulasi Terkait Dunia Pertembakauan","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"ketika-pemerintah-plin-plan-membuat-regulasi-terkait-dunia-pertembakauan","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-08-06 10:53:48","post_modified_gmt":"2019-08-06 03:53:48","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5936","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":16},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"epic_block_3"};

\n


Jika kemudian KPAI dan lembaga lain yang mengatasnamakan peduli anak, melarang kegiatan audisi pencarian bakat olah raga bulutangkis yang dilakukan Djarum Foundation, sama dengan menghalangi anak Indonesia mengembangkan minat dan bakatnya sesuai keinginan, menghalangi anak Indonesia belajar sambil bermain dan gembira, menghalangi anak Indonesia untuk mendapatkan bekal hidup selanjutnya, menghalangi anak Indonesia untuk mewujudkan cita-cita. Apa yang dilakukan KPAI dan lembaga lain tersebut, sangat bertentangan dengan cita-cita Bangsa, dan cita-cita pendidikan bagi anak di Indonesia. <\/p>\n","post_title":"Sesat pikir KPAI Melarang Audisi Pencarian Bakat Bulutangkis Anak-Anak","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"sesat-pikir-kpai-melarang-audisi-pencarian-bakat-bulutangkis-anak-anak","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-08-14 11:00:58","post_modified_gmt":"2019-08-14 04:00:58","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5956","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5949,"post_author":"877","post_date":"2019-08-12 08:28:29","post_date_gmt":"2019-08-12 01:28:29","post_content":"\n

Kurban tidak semata-mata hanya menyembelih hewan, dibaliknya ada kisah indah yang bisa sebagai bahan renungan dan pengingat bagi semua. Pada kisah qurban, terdapat peran anak usia dini yang akhirnya dikenang umat Islam sedunia sepanjang masa dan juga dapat mengangkat harkat martabat keluarganya dihadapan Tuhan. Selama anak suka bahkan bahagia menjalankan perannya untuk kepentingan dirinya sendiri kedepan dan mengangkat harkat martabat keluarganya dengan bimbingan yang baik, maka hal tersebut sah-sah saja tidak ada larangan.\u00a0<\/p>\n\n\n\n

Kemarin, pada tanggal 11 Agustus 2019 hari Minggu, tepatnya pada tanggal 10 dzulhijjah 1440 M., dipagi hari umat Islam terlihat berbondong-bondong ada yang ke masjid ada yang kelapangan, tidak lain menjalankan ibadah sholat Idul Adha, atau biasa disebut hari raya qurban. Selain melakukan sholad, umat Islam merayakannya dengan menyembelih hewan qurban, seperti unta tradisi di Timur Tengah, sedangkam di Indonesia menyembelih sapi atau kerbau. Khusus di Kudus kota Kretek rerata menyembelih kerbau, sapi bagi sebagian besar masyarakat Kudus tidak mau menyembelih. Cerita yang beredar di masyarakat turun menurun, pelarangan menyembelih sapi sejak zaman kewalian yaitu Sunan Kudus sebagai penghormatan terhadap agama lain yang beranggapan hewan sapi sebagai hewan yang suci.<\/p>\n\n\n\n

Kembali ke Idul Adha, diceritakan oleh para Ulama\u2019 ada kisah tentang Nabi Ibrahim yang akan mengorbankan putranya yang masih kecil namanya Ismail (besarnya menjadi Nabi). Ceritanya Nabi Ibrahim saat tidur bermimpi, ia diperintah Tuhan untuk menyembelih putranya bernama Ismail. Saat bangun, ia merenung, berfikir sambil bertanya dihati, benarkah ini perintah Tuhan?. Kali pertama mimpinya ini, ia masih ragu antara benar perintah Tuhan atau tidak. Mimpi yang direnungkan dan difikir terjadi pada malam tanggal 08 dzulhijjah,disebut hari tarwiyah<\/em>.\u00a0<\/p>\n\n\n\n

Baca: Tinjauan Kritis Atas Larangan Iklan dan Sponshorship dengan Mencantumkan Logo, Brand Image, dan Identitas CSR Sebuah Perusahaan<\/a><\/p>\n\n\n\n

Pada malam tanggal 09 dzulhijjah Nabi Ibrahim mimpi lagi dengan perintah yang sama. Mimpi kali kedua, Nabi Ibrahim merasa yakin kalau benar-benar perintah Tuhan. Pada mimpi kedua disebut hari arafah<\/em>. Pada tanggal 10 dzulhijjah, hari Nabi Ibrahim melaksanakan perintah Tuhan untuk menyembelih Ismail (putranya), yang kemudian disebut  hari nakhr <\/em>(biasa disebut nahar bagi orang Indonesia). <\/p>\n\n\n\n

Cerita KH. Sya\u2019roni, saat pagi hari pada tanggal 10 dzulhijjah Nabi Ibrahim menyuruh istrinya bernama Siti Hajar (ibu kandung Ismail) untuk memandikan Ismail setelah itu memakaikan pakaian yang bagus-bagus, dengan alasan mau diajak jalan-jalan. Siti Hajar melaksanakan sesuai perintah suaminya, sembari menunggu istrinya selesai, Nabi Ibrahim mengasah pisaunya\/pedangnya. <\/p>\n\n\n\n

Ismail sudah siap, diajaklah jalan jalan bapaknya (Nabi Ibrahim) menuju bukit Mina di Makkah, dengan niatan mau disembelih sesui perintah Tuhan. Di tengah perjalanan, Nabi Ibrahim dihadang iblis yang berwujud manusia, dengan mengatakan Ibrahim, anakmu itu ganteng, tega kamu sembelih, urungkan niatmu. Nabi Ibrahim tidak menjawab, malah mengambil batu kecil 7 butir, kemudian batu kecil tersebut dilemparkan ke arah iblis tersebut, sambil mengatakan, pergi kamu Iblis. Nabi Ibrahim tetap melanjutkan perjalannya, dan dihadang Iblis lagi kali kedua, Nabi Ibrahim mengambil batu kecil lagi dilempar ke iblis. Kemudian Nabi melanjutkan perjalannya, dihadang iblis lagi kali ketiga, seperti penghadangan yang pertama dan kedua, Nabi mengambil batu kecil dan dilemparkan ke arah iblis, lalu Nabi Ibrahim lanjut lagi. Inilah cerita, yang menjadi cikal bakal adanya jumroh ula, jumroh wustho dan jumroh aqobah. Tiap ibadah haji jumroh ini harus diperagakan seperti halnya apa yang telah dilakukan Nabi Ibrahim dengan maksud melawan dan melempar iblis dengan batu agar tidak mengganggu..  <\/p>\n\n\n\n

Sesampainya di puncak bukit Mina, Nabi Ibrahim menceritakan mimpinya dan mengatakan maksud dan tujuannya mengajak Ismail jalan-jalan. Selesai Nabi Ibrahim cerita, kemudian Ismail berkata pada bapaknya, untuk segera menjalankan perintah Tuhan. Pada saat menyembebelih, pisau\/pedang Nabi Ibrahim tidak bisa melukai kulit Ismail, karena Nabi Ibrahim masih gelisah dan menangis saat melihat wajah Ismail. Kemudian Ismail berkata, mungkin karena bapak melihat wajahku, hingga tidak tega menyembelih, lalu Ismail membalikkan badannya memposisisikan badannya telungkup. Lalau Nabi Ibrahim dengan kesiapan hati melakukan penyembelihan yang kedua, lagi-lagi pisau\/pedangnya tidak mampu melukai kulit leher Ismail. Dengan bingung karena tidak berhasil menyembelih Ismail, turunlah Malaikat Jibril dengan membawa kambing, digantikannya Ismail dengan kambing tersebut. Bersamaan dengan turunnya wahyu Tuhan yang menjelaskan keduanya telah lulus  dari ujian. Kemudian Nabi Ibrahim membaca takbir \u201cAllahu Akbar\u201d<\/em> 3x, disaut Ismail dengan .membaca \u201cLaa ilaaha illahhu wallahu akbar<\/em>\u201d, diakhiri Malikat Jibril dengan bacaan \u201cAllahu Akbar walillahil Hamd<\/em>\u201d, dilanjutkan dengan menyembelih kambing bawaan malaikat jibril.<\/p>\n\n\n\n

Ada cerita lucu setelah Nabi Ibrahim selesai menyembelih kambing, Nabi Ibrahim bertanya pada Ismail, siapa yang paling dermawan diantara kita? Ismail menjawab, saya. Tidak bisa kata Nabi Ibrahim, saya yang paling dermawan, karena akan mngorbankan anak yang kucintai. Ismail berkata, tidak bisa, saya yang dermawan, karena bapak punya dua anak, kalau saya dikorbankan, masih punya anak satu, lalu malaikat berkata, tidak bisa, saya yang dermawan karena saya sudah kehilangan kambing satu.\u00a0\u00a0<\/p>\n\n\n\n

Baca: Kegagalan Lakpesdam PBNU dalam Melihat Produk Tembakau Alternatif<\/a><\/p>\n\n\n\n

Keterangan dalam kitab tafsir  \u201cTanwirul Adhan<\/em>\u201d penjelasan dari surat As-Saffat ayat 102 bahwa usia Ismail saat itu 13 tahun ada juga Ulama\u2019 yang mengatakan umur 7 tahun. ada riwayat lain yang mengatakan umur Ismail saat itu 14 tahun. Pada intinya saat kejadian kisah penyembelihan, Ismail masih usia anak-anak, ia dengan senang hati dan ikhlas, menjalani perannya.  <\/p>\n\n\n\n

Dari sejarah singkat qurban yang ektrim di atas, kira-kira pendapat KPAI apakah mendukung apa yang telah di lakukan Nabi Ibrahim?, atau sebaliknya mendukung Iblis yang menghalangi Nabi Ibrahim yang akan menjalankan kewajibannya sebagai hamba?. Saya yakin KPAI akan mendukung Nabi Ibrahim, tidak mendukung langkah Iblis. 
<\/p>\n\n\n\n

Walaupun ktidak persis, tapi hampir mirip kisah qurban diatas dengan audisi oleh Djarum Foundation yang melibatkan. Program audisi bulutangkis usia anak-anak Djarum Foundation, tidak lain ikut serta program pemerintah dalam mencerdaskan bangsa melalui pencarian bakat sedini mungkin. Anak-anak yang berbakat bulutangkis tentunya yang terjaring dalam audisi, dididik dengan penuh semangat oleh Djarum Foundation Bhakti olahraga. Buktinya, anak-anak tersebut disekolahkan formal, dilatih bulu tangkis dengan disiplin dan penuh tanggungjawab, tanpa dipungut biaya apapun, bahkan semua kebutuhan anak-anak tercukupi dengan baik. Pola didiknya, seperti pola pendidikan sekolah lainnya, anak-anak dididik dan diajar agar berpretasi, setidaknya punya pengetahuan, pengalaman dan keahlian sebagai bekal masa depan. Disisi lain, ternyata anak-anak yang terjaring audisi merasa sangat gembira, senang dan bangga bisa terpilih. Mereka dapat mengembangkan bakatnya, dan mendapatkan pendidikan sekolah dengan gratis.<\/p>\n\n\n\n

Tujuan utama Djarum Foundation mencari bibit unggul pebulutangkis Indonesia, yang selama ini sebagai salah satu olahraga kebanggaan masyarakat Indonesia atas banyaknya prestasi yang di peroleh. Program Djarum Foundation Bhakti olahraga jauh dari niatan ekploitasi anak untuk promosi, yang ada ekploitasi anak untuk kejayaan olah raga bulutangkis bangsa Indonesia. <\/p>\n\n\n\n

Juga, program Djarum Foundation audisi bulutangkis adalah salah satu bentuk kesadaran dan kewajibannya membangun bangsa dengan melibatkan anak-anak. Lalu apa yang salah dari Djarum Foundation Bhakti Olahraga, jelas-jelas telah menghibahkan fasilitas, pikiran hingga dana untuk kepentingan kejayaan bangsa Indonesia, melalui olahraga. Pemerintah harus mendukung program tersebut, begitupun KPAI. KPAI jangan sampai menjadi penghalang, seperti halnya penghalang Nabi Ibrahim dalam kisah di atas.  
<\/p>\n","post_title":"Refleksi Kisah Kurban sebagai Bahan Pengingat KPAI","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"refleksi-kisah-kurban-sebagai-bahan-pengingat-kpai","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-08-12 08:30:31","post_modified_gmt":"2019-08-12 01:30:31","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5949","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5936,"post_author":"877","post_date":"2019-08-06 10:53:42","post_date_gmt":"2019-08-06 03:53:42","post_content":"\n

Masalah peredaran rokok di Indonesia, pemerintah cenderung mengambil langkah aman. Sudah saatnya pemerintah harus tegas menentukan sikap pelarangan atau membolehkan peredaran rokok di tengah-tengah masyarakat. <\/p>\n\n\n\n

Sikap pemerintah sampai saat ini menimbulkan pro dan kontra. Di satu sisi pemerintah melalui Kementrian Kesehatan membuat aturan pembatasan dan pelarangan beredarnya rokok, bahkan melarang adanya iklan rokok dan mengatur packaging<\/em> dengan bermacam gambar dan peringatan yang menggelian. Di sisi lain, pemerintah mendorong peningkatkan pendapatan Negara, mendorong peningkatan ekonomi rakyat, mendorong peningkatan produktivitas rakyat dan daya saing di pasar internasional, dan mendorong pengentasan kemiskinan.<\/p>\n\n\n\n

Sekarang, efek sikap pemerintah di atas meluas kemana-mana, mulai dari isu penyederhanaan layer atau penggabungan golongan industri rokok, isu pelarangan iklan rokok di media sosial karena pengguna media sosial banyak anak-anak, sampai pada pelarangan audisi pencari bakat bulu tangkis yang dilakukan Djarum Foundation dengan alasan ekploitasi anak. Ini semua adalah beberapa agenda untuk pengendalian rokok dan tembakau di Indonesia yang alasannya sudah dipatahkan dengan data yang lebih akurat.<\/p>\n\n\n\n

Semisal, yang pro dapat menceritakan dan meruntutkan agenda pengendalian rokok dan tembakau di Indonesia sebagai agenda politik dagang internasional. Semua program pengendalian rokok dan tembakau di Indonesia mengadopsi dari program World Health Organization (WHO) organisasi program dunia yang mendapatkan sokongan dana dari industri farmasi.\u00a0<\/p>\n\n\n\n

Baca:
Ada Campur Tangan Bloomberg dalam Surat Edaran Menkes terkait Pemblokiran Iklan Rokok <\/a><\/p>\n\n\n\n

WHO tidak semata-mata bertujuan demi meningkatkan taraf kesehatan penduduk. Di sini WHO sebagai ujung tombak industri farmasi. Terjadi peralihan di lingkup kesehatan, dimana dokter dan ilmuwan kesehatan dikuasai perusahan obat (farmasi). Tujuan utamanya tidak lain untuk merebut pasar nikotin dunia, dan menggantikan pemanfaatan nikotin alami dari tembakau dengan produk rekayasa nikotin yang telah dikantongi hak patennya. Keterlibatan WHO memuluskan tujuan industri farmasi tersebut dengan mendorong negara-negara di dunia untuk memberlakukan kebijakan sesuai kerangka kesehatan, tanpa mempertimbangkan peran sosial, ekonomi, politik dan budaya. Walaupun alasan kesehatan yang dibangun ternyata tidak 100% benar dan terkesan dipaksakan. Negara yang menjadi sasaran utama adalah Negara yang berkembang, seperti Indonesia, China, Bangladesh, India, Rusia, Mesir, Thailand, Filipina dan Brazil. <\/p>\n\n\n\n

Untuk menguasai pasar nikotin di dunia, industri farmasi mendapatkan sokongan dana dari bloomberg initiative. Karena salah satu direktur dari persekutuan perusahaan farmasi dunia bernama William R. Brody punya kedekatan dengan bloomberg initiative, selain teman karib juga posisinya sebagai penasehat. <\/h4>\n\n\n\n

Tidak mengherankan jika pendukung program pengendalian rokok dan tembakau di Indonesia mendapatkan sokongan dana dari bloomberg initiative termasuk lembaga yang bergerak untuk perlindungan anak, salah satunya Komnas Perlindungan Anak Indonesia (KPAI). Apapun bentuk lembaganya, selama mendapatkan kucuran dana bloomberg initiative, program utamanya harus sinergi dengan program bloomberg initiative dan rezim kesehatan dunia (WHO) yaitu pengendalian tembakau dan rokok, terutama rokok kretek asli Indonesia.<\/p>\n\n\n\n

Ada sekitar lebih dari 20an lembaga di Indonesia mendapatkan sokongan dana langsung maupun tidak langsung dari bloomberg initiative. Lembaga-lembaga tersebut bervarian, ada lembaga yang bergerak dalam pendidikan, bergerak pemberantasan korupsi, bergerak dalam kesehatan, bergerak perlindungan konsumen, bergerak melindungi anak, bahkan sampai pada lembaga agama. Numun pada intinya leading sector<\/em> yaitu sektor potensial yang dapat\u00a0menggerakkan agenda pengendalian tembakau dan rokok di Indonesia ada pada rezim kesehatan dalam hal ini Kementerian Kesehatan. Dengan menggunakan dalil kesehatan yang mulia, agenda bloomberg initiative dan farmasi berselancar dengan baik di Indonesia. \u00a0<\/p>\n\n\n\n

Baca:
Tinjauan Kritis Atas Larangan Iklan dan Sponshorship dengan Mencantumkan Logo, Brand Image, dan Identitas CSR Sebuah Perusahaan<\/a> <\/p>\n\n\n\n

Isu kuat saat ini yang beredar untuk agenda pengendalian tembakau dan rokok di Indonesia salah satunya, KPAI melarang audisi pencarian bakat bulu tangkis sejak dini yang dilakukan Djarum Foundation dengan alasan ekploitasi anak, Kementerian Kesehatan dan KPAI melarang adanya iklan di media sosia karena akan mengakibatkan bertambahnya perokok pemula, penggabungan golongan industri rokok atau penyederhanaan layer tarif cukai rokok yang intinya pengurangan terhadap industri rokok kretek, menaikkan cukai rokok untuk mengurangi peredaran rokok, dan korelasinya rokok dengan kemiskinan bertujuan agar ada kebijakan menghalau laju industri rokok kretek. <\/p>\n\n\n\n

Pemerintah dalam hal ini harus tegas mengambil sikap, untuk kepastian dan masa depan industri rokok kretek asli Indonesia. Dimana sejarah penemuan rokok kretek tidak lain untuk pengobatan yang dilakukan H. Djamhari sebagai obat sakit bengeknya. Karena rokok kretek adalah campuran tembakau dan cengkeh, berbeda dengan rokok non kretek yang hanya memakai tembakau saja. Selama ini, belum ada uji atau riset bahwa rokok kretek berkorelasi signifikan terhadap timbulnya penyakit yang dituduhkan. Kalau menjadi salah satu bagian kecil penyebab penyakit, tentunya ya dan bukan faktor penyebab utama. Itu seperti halnya barang-barang lain yang dikonsumsi manusia secara berlebihan dan hidup tidak seimbang. Termasuk makan nasi, mengkonsumsi gula dan mengkonsumsi lainnya secara berlebihan, tanpa diimbangi olah raga dan istirahat yang cukup. <\/p>\n\n\n\n

Selain itu, posisi industri kretek sangat stategis bagi bangsa Indonesia. Industri kretek membuktikan tetap bertahan setidaknya lebih dari 130 tahun. Disaat industri lain tumbang di zaman kolonial, industri kretek tetap eksis memberikan penghidupan masyarakat Indonesia. Bahkan tergolong industri yang peka zaman, dengan memberikan kontribusi yang sangat besar. Menghidupi setidaknya 6.1 juta jiwa petani cengkeh yang tersebar di 30 provinsi, petani tembakau yang tersebar di 15 provinsi. Menghidupi ribuan karyawan yang bekerja di industri kretek. Mempunyai multiplier<\/em> <\/em>effect<\/em> ke sektor perokonomian lainnya yang berada di sekitar industri kretek. <\/p>\n\n\n\n

Keberadaan industri kretek berkontribusi adanya hak jaminan sosial dan corporate social responsibility<\/em> (CSR), seperti halnya jaminan kesehatan, bhakti pendidikan, bhakti budaya, bhakti olahraga, bhakti lingkungan dan lain sebagainya. Berkontribusi pendapatan Negara melalui setoran cukai, berkontribusi bagi kesehatan publik dari alokasi dana bagi hasil cukai hasil tembakau (DBH-CHT) untuk sarana kesehatan dan pembayaran defisit Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS).  <\/p>\n\n\n\n

Selain itu, adanya industri kretek sebagai cermin kemandirian dan kedaulatan bangsa, karena sebagai pemenuhan kebutuhan pokok rakyat dalam hal ini pendapatan masyarakat sebagai agenda pemberantasan kemiskinan. <\/p>\n\n\n\n

Dengan pertimbangan di atas, diharapkan pemerintah dalam hal ini Presiden memberikan ketegasan, apakah industri rokok nasional tetap berproduksi atau dilarang berproduksi. Kalau tetap berproduksi, pemerintah secara totalitas harus melindunginya mulai kebijakan sampai pada strategi pemasarannya. Andaikan dilarang beroperasi, pemerintah paling tidak harus berani mempersiapkan lapangan pekerjaan lain bagi petani dan buruh tani cengkeh dan tembakau, buruh industri dan mungkin menata perekonomian akibat multiplier<\/em> <\/em>effect<\/em> keberadaan industri kretek. Dan yang terpenting keberadaan industri kretek, sebagai industri nasional sebagai perwujudan agenda prioritas  tujuan Nawa Cita, sehingga jangan sampai digiring dan diatur kepentingan asing melalui rezim kesehatan sebagai leading sector, <\/em>yang belum tentu benar dan terkesan dipaksakan.  
<\/p>\n","post_title":"Ketika Pemerintah Plin-Plan Membuat Regulasi Terkait Dunia Pertembakauan","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"ketika-pemerintah-plin-plan-membuat-regulasi-terkait-dunia-pertembakauan","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-08-06 10:53:48","post_modified_gmt":"2019-08-06 03:53:48","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5936","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":16},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"epic_block_3"};

\n


Belum lagi, tanpa disadari lembaga KPAI juga menumpang hidup dari anak-anak. Kemana-mana membawa nama anak-anak untuk kegiatannya, bahkan sampai untuk menggalang donasi. Namun kegiatan yang betul-betul sangat dibutuhkan anak-anak belum atau bahkan tidak tersasar dan tidak menjadi prioritas. Sehingga, program KPAI untuk perlindungan anak dipastikan tidak efektif. Buktinya, KPAI membuat masalah yang sederhana dibuat rumit, seperti mempermasalahkan tulisan Djarum sebagai club dalam ajang audisi pencarian bakat Djarum Foundation Bhakti Olahraga. Jelas-jelas untuk kepentingan masa depan anak, dengan meningkakan minat dan bakat anak dalam olahraga atas dasar suka dan tidak ada paksaan.
Kata kunci pendidikan bagi anak adalah bermain, senang atau suka, sesuai keinginan, dan untuk bekal hidup selanjutnya. Jika KPAI mempermasalahkan tulisan club Djarum, yang dianggap sebagai ajang promosi dan ekploitasi anak, alasan tersebut tidak benar dan tanpa dasar. Seperti halnya penjelasan di atas, audisi pencarian bakat bulutangkis Djarum Foundation, jauh dari promosi dan ekploitasi. Tujuan utama audisi tidak lain memberikan bekal dan pendidikan bagi anak sesui keinginannya, anak belajar dengan senang, gembira, dan bermain. <\/p>\n\n\n\n


Jika kemudian KPAI dan lembaga lain yang mengatasnamakan peduli anak, melarang kegiatan audisi pencarian bakat olah raga bulutangkis yang dilakukan Djarum Foundation, sama dengan menghalangi anak Indonesia mengembangkan minat dan bakatnya sesuai keinginan, menghalangi anak Indonesia belajar sambil bermain dan gembira, menghalangi anak Indonesia untuk mendapatkan bekal hidup selanjutnya, menghalangi anak Indonesia untuk mewujudkan cita-cita. Apa yang dilakukan KPAI dan lembaga lain tersebut, sangat bertentangan dengan cita-cita Bangsa, dan cita-cita pendidikan bagi anak di Indonesia. <\/p>\n","post_title":"Sesat pikir KPAI Melarang Audisi Pencarian Bakat Bulutangkis Anak-Anak","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"sesat-pikir-kpai-melarang-audisi-pencarian-bakat-bulutangkis-anak-anak","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-08-14 11:00:58","post_modified_gmt":"2019-08-14 04:00:58","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5956","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5949,"post_author":"877","post_date":"2019-08-12 08:28:29","post_date_gmt":"2019-08-12 01:28:29","post_content":"\n

Kurban tidak semata-mata hanya menyembelih hewan, dibaliknya ada kisah indah yang bisa sebagai bahan renungan dan pengingat bagi semua. Pada kisah qurban, terdapat peran anak usia dini yang akhirnya dikenang umat Islam sedunia sepanjang masa dan juga dapat mengangkat harkat martabat keluarganya dihadapan Tuhan. Selama anak suka bahkan bahagia menjalankan perannya untuk kepentingan dirinya sendiri kedepan dan mengangkat harkat martabat keluarganya dengan bimbingan yang baik, maka hal tersebut sah-sah saja tidak ada larangan.\u00a0<\/p>\n\n\n\n

Kemarin, pada tanggal 11 Agustus 2019 hari Minggu, tepatnya pada tanggal 10 dzulhijjah 1440 M., dipagi hari umat Islam terlihat berbondong-bondong ada yang ke masjid ada yang kelapangan, tidak lain menjalankan ibadah sholat Idul Adha, atau biasa disebut hari raya qurban. Selain melakukan sholad, umat Islam merayakannya dengan menyembelih hewan qurban, seperti unta tradisi di Timur Tengah, sedangkam di Indonesia menyembelih sapi atau kerbau. Khusus di Kudus kota Kretek rerata menyembelih kerbau, sapi bagi sebagian besar masyarakat Kudus tidak mau menyembelih. Cerita yang beredar di masyarakat turun menurun, pelarangan menyembelih sapi sejak zaman kewalian yaitu Sunan Kudus sebagai penghormatan terhadap agama lain yang beranggapan hewan sapi sebagai hewan yang suci.<\/p>\n\n\n\n

Kembali ke Idul Adha, diceritakan oleh para Ulama\u2019 ada kisah tentang Nabi Ibrahim yang akan mengorbankan putranya yang masih kecil namanya Ismail (besarnya menjadi Nabi). Ceritanya Nabi Ibrahim saat tidur bermimpi, ia diperintah Tuhan untuk menyembelih putranya bernama Ismail. Saat bangun, ia merenung, berfikir sambil bertanya dihati, benarkah ini perintah Tuhan?. Kali pertama mimpinya ini, ia masih ragu antara benar perintah Tuhan atau tidak. Mimpi yang direnungkan dan difikir terjadi pada malam tanggal 08 dzulhijjah,disebut hari tarwiyah<\/em>.\u00a0<\/p>\n\n\n\n

Baca: Tinjauan Kritis Atas Larangan Iklan dan Sponshorship dengan Mencantumkan Logo, Brand Image, dan Identitas CSR Sebuah Perusahaan<\/a><\/p>\n\n\n\n

Pada malam tanggal 09 dzulhijjah Nabi Ibrahim mimpi lagi dengan perintah yang sama. Mimpi kali kedua, Nabi Ibrahim merasa yakin kalau benar-benar perintah Tuhan. Pada mimpi kedua disebut hari arafah<\/em>. Pada tanggal 10 dzulhijjah, hari Nabi Ibrahim melaksanakan perintah Tuhan untuk menyembelih Ismail (putranya), yang kemudian disebut  hari nakhr <\/em>(biasa disebut nahar bagi orang Indonesia). <\/p>\n\n\n\n

Cerita KH. Sya\u2019roni, saat pagi hari pada tanggal 10 dzulhijjah Nabi Ibrahim menyuruh istrinya bernama Siti Hajar (ibu kandung Ismail) untuk memandikan Ismail setelah itu memakaikan pakaian yang bagus-bagus, dengan alasan mau diajak jalan-jalan. Siti Hajar melaksanakan sesuai perintah suaminya, sembari menunggu istrinya selesai, Nabi Ibrahim mengasah pisaunya\/pedangnya. <\/p>\n\n\n\n

Ismail sudah siap, diajaklah jalan jalan bapaknya (Nabi Ibrahim) menuju bukit Mina di Makkah, dengan niatan mau disembelih sesui perintah Tuhan. Di tengah perjalanan, Nabi Ibrahim dihadang iblis yang berwujud manusia, dengan mengatakan Ibrahim, anakmu itu ganteng, tega kamu sembelih, urungkan niatmu. Nabi Ibrahim tidak menjawab, malah mengambil batu kecil 7 butir, kemudian batu kecil tersebut dilemparkan ke arah iblis tersebut, sambil mengatakan, pergi kamu Iblis. Nabi Ibrahim tetap melanjutkan perjalannya, dan dihadang Iblis lagi kali kedua, Nabi Ibrahim mengambil batu kecil lagi dilempar ke iblis. Kemudian Nabi melanjutkan perjalannya, dihadang iblis lagi kali ketiga, seperti penghadangan yang pertama dan kedua, Nabi mengambil batu kecil dan dilemparkan ke arah iblis, lalu Nabi Ibrahim lanjut lagi. Inilah cerita, yang menjadi cikal bakal adanya jumroh ula, jumroh wustho dan jumroh aqobah. Tiap ibadah haji jumroh ini harus diperagakan seperti halnya apa yang telah dilakukan Nabi Ibrahim dengan maksud melawan dan melempar iblis dengan batu agar tidak mengganggu..  <\/p>\n\n\n\n

Sesampainya di puncak bukit Mina, Nabi Ibrahim menceritakan mimpinya dan mengatakan maksud dan tujuannya mengajak Ismail jalan-jalan. Selesai Nabi Ibrahim cerita, kemudian Ismail berkata pada bapaknya, untuk segera menjalankan perintah Tuhan. Pada saat menyembebelih, pisau\/pedang Nabi Ibrahim tidak bisa melukai kulit Ismail, karena Nabi Ibrahim masih gelisah dan menangis saat melihat wajah Ismail. Kemudian Ismail berkata, mungkin karena bapak melihat wajahku, hingga tidak tega menyembelih, lalu Ismail membalikkan badannya memposisisikan badannya telungkup. Lalau Nabi Ibrahim dengan kesiapan hati melakukan penyembelihan yang kedua, lagi-lagi pisau\/pedangnya tidak mampu melukai kulit leher Ismail. Dengan bingung karena tidak berhasil menyembelih Ismail, turunlah Malaikat Jibril dengan membawa kambing, digantikannya Ismail dengan kambing tersebut. Bersamaan dengan turunnya wahyu Tuhan yang menjelaskan keduanya telah lulus  dari ujian. Kemudian Nabi Ibrahim membaca takbir \u201cAllahu Akbar\u201d<\/em> 3x, disaut Ismail dengan .membaca \u201cLaa ilaaha illahhu wallahu akbar<\/em>\u201d, diakhiri Malikat Jibril dengan bacaan \u201cAllahu Akbar walillahil Hamd<\/em>\u201d, dilanjutkan dengan menyembelih kambing bawaan malaikat jibril.<\/p>\n\n\n\n

Ada cerita lucu setelah Nabi Ibrahim selesai menyembelih kambing, Nabi Ibrahim bertanya pada Ismail, siapa yang paling dermawan diantara kita? Ismail menjawab, saya. Tidak bisa kata Nabi Ibrahim, saya yang paling dermawan, karena akan mngorbankan anak yang kucintai. Ismail berkata, tidak bisa, saya yang dermawan, karena bapak punya dua anak, kalau saya dikorbankan, masih punya anak satu, lalu malaikat berkata, tidak bisa, saya yang dermawan karena saya sudah kehilangan kambing satu.\u00a0\u00a0<\/p>\n\n\n\n

Baca: Kegagalan Lakpesdam PBNU dalam Melihat Produk Tembakau Alternatif<\/a><\/p>\n\n\n\n

Keterangan dalam kitab tafsir  \u201cTanwirul Adhan<\/em>\u201d penjelasan dari surat As-Saffat ayat 102 bahwa usia Ismail saat itu 13 tahun ada juga Ulama\u2019 yang mengatakan umur 7 tahun. ada riwayat lain yang mengatakan umur Ismail saat itu 14 tahun. Pada intinya saat kejadian kisah penyembelihan, Ismail masih usia anak-anak, ia dengan senang hati dan ikhlas, menjalani perannya.  <\/p>\n\n\n\n

Dari sejarah singkat qurban yang ektrim di atas, kira-kira pendapat KPAI apakah mendukung apa yang telah di lakukan Nabi Ibrahim?, atau sebaliknya mendukung Iblis yang menghalangi Nabi Ibrahim yang akan menjalankan kewajibannya sebagai hamba?. Saya yakin KPAI akan mendukung Nabi Ibrahim, tidak mendukung langkah Iblis. 
<\/p>\n\n\n\n

Walaupun ktidak persis, tapi hampir mirip kisah qurban diatas dengan audisi oleh Djarum Foundation yang melibatkan. Program audisi bulutangkis usia anak-anak Djarum Foundation, tidak lain ikut serta program pemerintah dalam mencerdaskan bangsa melalui pencarian bakat sedini mungkin. Anak-anak yang berbakat bulutangkis tentunya yang terjaring dalam audisi, dididik dengan penuh semangat oleh Djarum Foundation Bhakti olahraga. Buktinya, anak-anak tersebut disekolahkan formal, dilatih bulu tangkis dengan disiplin dan penuh tanggungjawab, tanpa dipungut biaya apapun, bahkan semua kebutuhan anak-anak tercukupi dengan baik. Pola didiknya, seperti pola pendidikan sekolah lainnya, anak-anak dididik dan diajar agar berpretasi, setidaknya punya pengetahuan, pengalaman dan keahlian sebagai bekal masa depan. Disisi lain, ternyata anak-anak yang terjaring audisi merasa sangat gembira, senang dan bangga bisa terpilih. Mereka dapat mengembangkan bakatnya, dan mendapatkan pendidikan sekolah dengan gratis.<\/p>\n\n\n\n

Tujuan utama Djarum Foundation mencari bibit unggul pebulutangkis Indonesia, yang selama ini sebagai salah satu olahraga kebanggaan masyarakat Indonesia atas banyaknya prestasi yang di peroleh. Program Djarum Foundation Bhakti olahraga jauh dari niatan ekploitasi anak untuk promosi, yang ada ekploitasi anak untuk kejayaan olah raga bulutangkis bangsa Indonesia. <\/p>\n\n\n\n

Juga, program Djarum Foundation audisi bulutangkis adalah salah satu bentuk kesadaran dan kewajibannya membangun bangsa dengan melibatkan anak-anak. Lalu apa yang salah dari Djarum Foundation Bhakti Olahraga, jelas-jelas telah menghibahkan fasilitas, pikiran hingga dana untuk kepentingan kejayaan bangsa Indonesia, melalui olahraga. Pemerintah harus mendukung program tersebut, begitupun KPAI. KPAI jangan sampai menjadi penghalang, seperti halnya penghalang Nabi Ibrahim dalam kisah di atas.  
<\/p>\n","post_title":"Refleksi Kisah Kurban sebagai Bahan Pengingat KPAI","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"refleksi-kisah-kurban-sebagai-bahan-pengingat-kpai","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-08-12 08:30:31","post_modified_gmt":"2019-08-12 01:30:31","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5949","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5936,"post_author":"877","post_date":"2019-08-06 10:53:42","post_date_gmt":"2019-08-06 03:53:42","post_content":"\n

Masalah peredaran rokok di Indonesia, pemerintah cenderung mengambil langkah aman. Sudah saatnya pemerintah harus tegas menentukan sikap pelarangan atau membolehkan peredaran rokok di tengah-tengah masyarakat. <\/p>\n\n\n\n

Sikap pemerintah sampai saat ini menimbulkan pro dan kontra. Di satu sisi pemerintah melalui Kementrian Kesehatan membuat aturan pembatasan dan pelarangan beredarnya rokok, bahkan melarang adanya iklan rokok dan mengatur packaging<\/em> dengan bermacam gambar dan peringatan yang menggelian. Di sisi lain, pemerintah mendorong peningkatkan pendapatan Negara, mendorong peningkatan ekonomi rakyat, mendorong peningkatan produktivitas rakyat dan daya saing di pasar internasional, dan mendorong pengentasan kemiskinan.<\/p>\n\n\n\n

Sekarang, efek sikap pemerintah di atas meluas kemana-mana, mulai dari isu penyederhanaan layer atau penggabungan golongan industri rokok, isu pelarangan iklan rokok di media sosial karena pengguna media sosial banyak anak-anak, sampai pada pelarangan audisi pencari bakat bulu tangkis yang dilakukan Djarum Foundation dengan alasan ekploitasi anak. Ini semua adalah beberapa agenda untuk pengendalian rokok dan tembakau di Indonesia yang alasannya sudah dipatahkan dengan data yang lebih akurat.<\/p>\n\n\n\n

Semisal, yang pro dapat menceritakan dan meruntutkan agenda pengendalian rokok dan tembakau di Indonesia sebagai agenda politik dagang internasional. Semua program pengendalian rokok dan tembakau di Indonesia mengadopsi dari program World Health Organization (WHO) organisasi program dunia yang mendapatkan sokongan dana dari industri farmasi.\u00a0<\/p>\n\n\n\n

Baca:
Ada Campur Tangan Bloomberg dalam Surat Edaran Menkes terkait Pemblokiran Iklan Rokok <\/a><\/p>\n\n\n\n

WHO tidak semata-mata bertujuan demi meningkatkan taraf kesehatan penduduk. Di sini WHO sebagai ujung tombak industri farmasi. Terjadi peralihan di lingkup kesehatan, dimana dokter dan ilmuwan kesehatan dikuasai perusahan obat (farmasi). Tujuan utamanya tidak lain untuk merebut pasar nikotin dunia, dan menggantikan pemanfaatan nikotin alami dari tembakau dengan produk rekayasa nikotin yang telah dikantongi hak patennya. Keterlibatan WHO memuluskan tujuan industri farmasi tersebut dengan mendorong negara-negara di dunia untuk memberlakukan kebijakan sesuai kerangka kesehatan, tanpa mempertimbangkan peran sosial, ekonomi, politik dan budaya. Walaupun alasan kesehatan yang dibangun ternyata tidak 100% benar dan terkesan dipaksakan. Negara yang menjadi sasaran utama adalah Negara yang berkembang, seperti Indonesia, China, Bangladesh, India, Rusia, Mesir, Thailand, Filipina dan Brazil. <\/p>\n\n\n\n

Untuk menguasai pasar nikotin di dunia, industri farmasi mendapatkan sokongan dana dari bloomberg initiative. Karena salah satu direktur dari persekutuan perusahaan farmasi dunia bernama William R. Brody punya kedekatan dengan bloomberg initiative, selain teman karib juga posisinya sebagai penasehat. <\/h4>\n\n\n\n

Tidak mengherankan jika pendukung program pengendalian rokok dan tembakau di Indonesia mendapatkan sokongan dana dari bloomberg initiative termasuk lembaga yang bergerak untuk perlindungan anak, salah satunya Komnas Perlindungan Anak Indonesia (KPAI). Apapun bentuk lembaganya, selama mendapatkan kucuran dana bloomberg initiative, program utamanya harus sinergi dengan program bloomberg initiative dan rezim kesehatan dunia (WHO) yaitu pengendalian tembakau dan rokok, terutama rokok kretek asli Indonesia.<\/p>\n\n\n\n

Ada sekitar lebih dari 20an lembaga di Indonesia mendapatkan sokongan dana langsung maupun tidak langsung dari bloomberg initiative. Lembaga-lembaga tersebut bervarian, ada lembaga yang bergerak dalam pendidikan, bergerak pemberantasan korupsi, bergerak dalam kesehatan, bergerak perlindungan konsumen, bergerak melindungi anak, bahkan sampai pada lembaga agama. Numun pada intinya leading sector<\/em> yaitu sektor potensial yang dapat\u00a0menggerakkan agenda pengendalian tembakau dan rokok di Indonesia ada pada rezim kesehatan dalam hal ini Kementerian Kesehatan. Dengan menggunakan dalil kesehatan yang mulia, agenda bloomberg initiative dan farmasi berselancar dengan baik di Indonesia. \u00a0<\/p>\n\n\n\n

Baca:
Tinjauan Kritis Atas Larangan Iklan dan Sponshorship dengan Mencantumkan Logo, Brand Image, dan Identitas CSR Sebuah Perusahaan<\/a> <\/p>\n\n\n\n

Isu kuat saat ini yang beredar untuk agenda pengendalian tembakau dan rokok di Indonesia salah satunya, KPAI melarang audisi pencarian bakat bulu tangkis sejak dini yang dilakukan Djarum Foundation dengan alasan ekploitasi anak, Kementerian Kesehatan dan KPAI melarang adanya iklan di media sosia karena akan mengakibatkan bertambahnya perokok pemula, penggabungan golongan industri rokok atau penyederhanaan layer tarif cukai rokok yang intinya pengurangan terhadap industri rokok kretek, menaikkan cukai rokok untuk mengurangi peredaran rokok, dan korelasinya rokok dengan kemiskinan bertujuan agar ada kebijakan menghalau laju industri rokok kretek. <\/p>\n\n\n\n

Pemerintah dalam hal ini harus tegas mengambil sikap, untuk kepastian dan masa depan industri rokok kretek asli Indonesia. Dimana sejarah penemuan rokok kretek tidak lain untuk pengobatan yang dilakukan H. Djamhari sebagai obat sakit bengeknya. Karena rokok kretek adalah campuran tembakau dan cengkeh, berbeda dengan rokok non kretek yang hanya memakai tembakau saja. Selama ini, belum ada uji atau riset bahwa rokok kretek berkorelasi signifikan terhadap timbulnya penyakit yang dituduhkan. Kalau menjadi salah satu bagian kecil penyebab penyakit, tentunya ya dan bukan faktor penyebab utama. Itu seperti halnya barang-barang lain yang dikonsumsi manusia secara berlebihan dan hidup tidak seimbang. Termasuk makan nasi, mengkonsumsi gula dan mengkonsumsi lainnya secara berlebihan, tanpa diimbangi olah raga dan istirahat yang cukup. <\/p>\n\n\n\n

Selain itu, posisi industri kretek sangat stategis bagi bangsa Indonesia. Industri kretek membuktikan tetap bertahan setidaknya lebih dari 130 tahun. Disaat industri lain tumbang di zaman kolonial, industri kretek tetap eksis memberikan penghidupan masyarakat Indonesia. Bahkan tergolong industri yang peka zaman, dengan memberikan kontribusi yang sangat besar. Menghidupi setidaknya 6.1 juta jiwa petani cengkeh yang tersebar di 30 provinsi, petani tembakau yang tersebar di 15 provinsi. Menghidupi ribuan karyawan yang bekerja di industri kretek. Mempunyai multiplier<\/em> <\/em>effect<\/em> ke sektor perokonomian lainnya yang berada di sekitar industri kretek. <\/p>\n\n\n\n

Keberadaan industri kretek berkontribusi adanya hak jaminan sosial dan corporate social responsibility<\/em> (CSR), seperti halnya jaminan kesehatan, bhakti pendidikan, bhakti budaya, bhakti olahraga, bhakti lingkungan dan lain sebagainya. Berkontribusi pendapatan Negara melalui setoran cukai, berkontribusi bagi kesehatan publik dari alokasi dana bagi hasil cukai hasil tembakau (DBH-CHT) untuk sarana kesehatan dan pembayaran defisit Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS).  <\/p>\n\n\n\n

Selain itu, adanya industri kretek sebagai cermin kemandirian dan kedaulatan bangsa, karena sebagai pemenuhan kebutuhan pokok rakyat dalam hal ini pendapatan masyarakat sebagai agenda pemberantasan kemiskinan. <\/p>\n\n\n\n

Dengan pertimbangan di atas, diharapkan pemerintah dalam hal ini Presiden memberikan ketegasan, apakah industri rokok nasional tetap berproduksi atau dilarang berproduksi. Kalau tetap berproduksi, pemerintah secara totalitas harus melindunginya mulai kebijakan sampai pada strategi pemasarannya. Andaikan dilarang beroperasi, pemerintah paling tidak harus berani mempersiapkan lapangan pekerjaan lain bagi petani dan buruh tani cengkeh dan tembakau, buruh industri dan mungkin menata perekonomian akibat multiplier<\/em> <\/em>effect<\/em> keberadaan industri kretek. Dan yang terpenting keberadaan industri kretek, sebagai industri nasional sebagai perwujudan agenda prioritas  tujuan Nawa Cita, sehingga jangan sampai digiring dan diatur kepentingan asing melalui rezim kesehatan sebagai leading sector, <\/em>yang belum tentu benar dan terkesan dipaksakan.  
<\/p>\n","post_title":"Ketika Pemerintah Plin-Plan Membuat Regulasi Terkait Dunia Pertembakauan","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"ketika-pemerintah-plin-plan-membuat-regulasi-terkait-dunia-pertembakauan","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-08-06 10:53:48","post_modified_gmt":"2019-08-06 03:53:48","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5936","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":16},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"epic_block_3"};

\n


Kegiatan perlindungan untuk anak adalah pekerjaan yang sangat mulia kalau benar-benar dilakukan. KPAI, sebagai lembaga dengan memapang langsung tulisan perlindungan anak akan lebih mulia jika programnya konkret. Seperti lembaga sekolah negeri atau swasta, tanpa memakai kata-kata perlindungan, sekolah tersebut mendidik anak melindungi anak dari kebodohan untuk kesiapan masa depan. Audisi pencarian bakat bulutangkis Djarum Foundation pun demikian, kegiatannya konkret menyiapkan atlet olahraga bulutangkis. Dan apa yang telah dilakukan Djarum Foundation dengan audisinya sangat beda dari bentuk promosi. Berbeda dengan pelibatan anak-anak untuk promosi produk, murni tujuannya agar produknya laku. Apalagi produk yang ditawarkan untuk kebutuhan anak. Contohnya banyak sekali beredar iklan-iklan yang terpampang di pinggir jalan, di media sosial, bahkan di stasiun televisi, hal ini kayaknya lolos dari bahasan KPAI.<\/p>\n\n\n\n


Belum lagi, tanpa disadari lembaga KPAI juga menumpang hidup dari anak-anak. Kemana-mana membawa nama anak-anak untuk kegiatannya, bahkan sampai untuk menggalang donasi. Namun kegiatan yang betul-betul sangat dibutuhkan anak-anak belum atau bahkan tidak tersasar dan tidak menjadi prioritas. Sehingga, program KPAI untuk perlindungan anak dipastikan tidak efektif. Buktinya, KPAI membuat masalah yang sederhana dibuat rumit, seperti mempermasalahkan tulisan Djarum sebagai club dalam ajang audisi pencarian bakat Djarum Foundation Bhakti Olahraga. Jelas-jelas untuk kepentingan masa depan anak, dengan meningkakan minat dan bakat anak dalam olahraga atas dasar suka dan tidak ada paksaan.
Kata kunci pendidikan bagi anak adalah bermain, senang atau suka, sesuai keinginan, dan untuk bekal hidup selanjutnya. Jika KPAI mempermasalahkan tulisan club Djarum, yang dianggap sebagai ajang promosi dan ekploitasi anak, alasan tersebut tidak benar dan tanpa dasar. Seperti halnya penjelasan di atas, audisi pencarian bakat bulutangkis Djarum Foundation, jauh dari promosi dan ekploitasi. Tujuan utama audisi tidak lain memberikan bekal dan pendidikan bagi anak sesui keinginannya, anak belajar dengan senang, gembira, dan bermain. <\/p>\n\n\n\n


Jika kemudian KPAI dan lembaga lain yang mengatasnamakan peduli anak, melarang kegiatan audisi pencarian bakat olah raga bulutangkis yang dilakukan Djarum Foundation, sama dengan menghalangi anak Indonesia mengembangkan minat dan bakatnya sesuai keinginan, menghalangi anak Indonesia belajar sambil bermain dan gembira, menghalangi anak Indonesia untuk mendapatkan bekal hidup selanjutnya, menghalangi anak Indonesia untuk mewujudkan cita-cita. Apa yang dilakukan KPAI dan lembaga lain tersebut, sangat bertentangan dengan cita-cita Bangsa, dan cita-cita pendidikan bagi anak di Indonesia. <\/p>\n","post_title":"Sesat pikir KPAI Melarang Audisi Pencarian Bakat Bulutangkis Anak-Anak","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"sesat-pikir-kpai-melarang-audisi-pencarian-bakat-bulutangkis-anak-anak","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-08-14 11:00:58","post_modified_gmt":"2019-08-14 04:00:58","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5956","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5949,"post_author":"877","post_date":"2019-08-12 08:28:29","post_date_gmt":"2019-08-12 01:28:29","post_content":"\n

Kurban tidak semata-mata hanya menyembelih hewan, dibaliknya ada kisah indah yang bisa sebagai bahan renungan dan pengingat bagi semua. Pada kisah qurban, terdapat peran anak usia dini yang akhirnya dikenang umat Islam sedunia sepanjang masa dan juga dapat mengangkat harkat martabat keluarganya dihadapan Tuhan. Selama anak suka bahkan bahagia menjalankan perannya untuk kepentingan dirinya sendiri kedepan dan mengangkat harkat martabat keluarganya dengan bimbingan yang baik, maka hal tersebut sah-sah saja tidak ada larangan.\u00a0<\/p>\n\n\n\n

Kemarin, pada tanggal 11 Agustus 2019 hari Minggu, tepatnya pada tanggal 10 dzulhijjah 1440 M., dipagi hari umat Islam terlihat berbondong-bondong ada yang ke masjid ada yang kelapangan, tidak lain menjalankan ibadah sholat Idul Adha, atau biasa disebut hari raya qurban. Selain melakukan sholad, umat Islam merayakannya dengan menyembelih hewan qurban, seperti unta tradisi di Timur Tengah, sedangkam di Indonesia menyembelih sapi atau kerbau. Khusus di Kudus kota Kretek rerata menyembelih kerbau, sapi bagi sebagian besar masyarakat Kudus tidak mau menyembelih. Cerita yang beredar di masyarakat turun menurun, pelarangan menyembelih sapi sejak zaman kewalian yaitu Sunan Kudus sebagai penghormatan terhadap agama lain yang beranggapan hewan sapi sebagai hewan yang suci.<\/p>\n\n\n\n

Kembali ke Idul Adha, diceritakan oleh para Ulama\u2019 ada kisah tentang Nabi Ibrahim yang akan mengorbankan putranya yang masih kecil namanya Ismail (besarnya menjadi Nabi). Ceritanya Nabi Ibrahim saat tidur bermimpi, ia diperintah Tuhan untuk menyembelih putranya bernama Ismail. Saat bangun, ia merenung, berfikir sambil bertanya dihati, benarkah ini perintah Tuhan?. Kali pertama mimpinya ini, ia masih ragu antara benar perintah Tuhan atau tidak. Mimpi yang direnungkan dan difikir terjadi pada malam tanggal 08 dzulhijjah,disebut hari tarwiyah<\/em>.\u00a0<\/p>\n\n\n\n

Baca: Tinjauan Kritis Atas Larangan Iklan dan Sponshorship dengan Mencantumkan Logo, Brand Image, dan Identitas CSR Sebuah Perusahaan<\/a><\/p>\n\n\n\n

Pada malam tanggal 09 dzulhijjah Nabi Ibrahim mimpi lagi dengan perintah yang sama. Mimpi kali kedua, Nabi Ibrahim merasa yakin kalau benar-benar perintah Tuhan. Pada mimpi kedua disebut hari arafah<\/em>. Pada tanggal 10 dzulhijjah, hari Nabi Ibrahim melaksanakan perintah Tuhan untuk menyembelih Ismail (putranya), yang kemudian disebut  hari nakhr <\/em>(biasa disebut nahar bagi orang Indonesia). <\/p>\n\n\n\n

Cerita KH. Sya\u2019roni, saat pagi hari pada tanggal 10 dzulhijjah Nabi Ibrahim menyuruh istrinya bernama Siti Hajar (ibu kandung Ismail) untuk memandikan Ismail setelah itu memakaikan pakaian yang bagus-bagus, dengan alasan mau diajak jalan-jalan. Siti Hajar melaksanakan sesuai perintah suaminya, sembari menunggu istrinya selesai, Nabi Ibrahim mengasah pisaunya\/pedangnya. <\/p>\n\n\n\n

Ismail sudah siap, diajaklah jalan jalan bapaknya (Nabi Ibrahim) menuju bukit Mina di Makkah, dengan niatan mau disembelih sesui perintah Tuhan. Di tengah perjalanan, Nabi Ibrahim dihadang iblis yang berwujud manusia, dengan mengatakan Ibrahim, anakmu itu ganteng, tega kamu sembelih, urungkan niatmu. Nabi Ibrahim tidak menjawab, malah mengambil batu kecil 7 butir, kemudian batu kecil tersebut dilemparkan ke arah iblis tersebut, sambil mengatakan, pergi kamu Iblis. Nabi Ibrahim tetap melanjutkan perjalannya, dan dihadang Iblis lagi kali kedua, Nabi Ibrahim mengambil batu kecil lagi dilempar ke iblis. Kemudian Nabi melanjutkan perjalannya, dihadang iblis lagi kali ketiga, seperti penghadangan yang pertama dan kedua, Nabi mengambil batu kecil dan dilemparkan ke arah iblis, lalu Nabi Ibrahim lanjut lagi. Inilah cerita, yang menjadi cikal bakal adanya jumroh ula, jumroh wustho dan jumroh aqobah. Tiap ibadah haji jumroh ini harus diperagakan seperti halnya apa yang telah dilakukan Nabi Ibrahim dengan maksud melawan dan melempar iblis dengan batu agar tidak mengganggu..  <\/p>\n\n\n\n

Sesampainya di puncak bukit Mina, Nabi Ibrahim menceritakan mimpinya dan mengatakan maksud dan tujuannya mengajak Ismail jalan-jalan. Selesai Nabi Ibrahim cerita, kemudian Ismail berkata pada bapaknya, untuk segera menjalankan perintah Tuhan. Pada saat menyembebelih, pisau\/pedang Nabi Ibrahim tidak bisa melukai kulit Ismail, karena Nabi Ibrahim masih gelisah dan menangis saat melihat wajah Ismail. Kemudian Ismail berkata, mungkin karena bapak melihat wajahku, hingga tidak tega menyembelih, lalu Ismail membalikkan badannya memposisisikan badannya telungkup. Lalau Nabi Ibrahim dengan kesiapan hati melakukan penyembelihan yang kedua, lagi-lagi pisau\/pedangnya tidak mampu melukai kulit leher Ismail. Dengan bingung karena tidak berhasil menyembelih Ismail, turunlah Malaikat Jibril dengan membawa kambing, digantikannya Ismail dengan kambing tersebut. Bersamaan dengan turunnya wahyu Tuhan yang menjelaskan keduanya telah lulus  dari ujian. Kemudian Nabi Ibrahim membaca takbir \u201cAllahu Akbar\u201d<\/em> 3x, disaut Ismail dengan .membaca \u201cLaa ilaaha illahhu wallahu akbar<\/em>\u201d, diakhiri Malikat Jibril dengan bacaan \u201cAllahu Akbar walillahil Hamd<\/em>\u201d, dilanjutkan dengan menyembelih kambing bawaan malaikat jibril.<\/p>\n\n\n\n

Ada cerita lucu setelah Nabi Ibrahim selesai menyembelih kambing, Nabi Ibrahim bertanya pada Ismail, siapa yang paling dermawan diantara kita? Ismail menjawab, saya. Tidak bisa kata Nabi Ibrahim, saya yang paling dermawan, karena akan mngorbankan anak yang kucintai. Ismail berkata, tidak bisa, saya yang dermawan, karena bapak punya dua anak, kalau saya dikorbankan, masih punya anak satu, lalu malaikat berkata, tidak bisa, saya yang dermawan karena saya sudah kehilangan kambing satu.\u00a0\u00a0<\/p>\n\n\n\n

Baca: Kegagalan Lakpesdam PBNU dalam Melihat Produk Tembakau Alternatif<\/a><\/p>\n\n\n\n

Keterangan dalam kitab tafsir  \u201cTanwirul Adhan<\/em>\u201d penjelasan dari surat As-Saffat ayat 102 bahwa usia Ismail saat itu 13 tahun ada juga Ulama\u2019 yang mengatakan umur 7 tahun. ada riwayat lain yang mengatakan umur Ismail saat itu 14 tahun. Pada intinya saat kejadian kisah penyembelihan, Ismail masih usia anak-anak, ia dengan senang hati dan ikhlas, menjalani perannya.  <\/p>\n\n\n\n

Dari sejarah singkat qurban yang ektrim di atas, kira-kira pendapat KPAI apakah mendukung apa yang telah di lakukan Nabi Ibrahim?, atau sebaliknya mendukung Iblis yang menghalangi Nabi Ibrahim yang akan menjalankan kewajibannya sebagai hamba?. Saya yakin KPAI akan mendukung Nabi Ibrahim, tidak mendukung langkah Iblis. 
<\/p>\n\n\n\n

Walaupun ktidak persis, tapi hampir mirip kisah qurban diatas dengan audisi oleh Djarum Foundation yang melibatkan. Program audisi bulutangkis usia anak-anak Djarum Foundation, tidak lain ikut serta program pemerintah dalam mencerdaskan bangsa melalui pencarian bakat sedini mungkin. Anak-anak yang berbakat bulutangkis tentunya yang terjaring dalam audisi, dididik dengan penuh semangat oleh Djarum Foundation Bhakti olahraga. Buktinya, anak-anak tersebut disekolahkan formal, dilatih bulu tangkis dengan disiplin dan penuh tanggungjawab, tanpa dipungut biaya apapun, bahkan semua kebutuhan anak-anak tercukupi dengan baik. Pola didiknya, seperti pola pendidikan sekolah lainnya, anak-anak dididik dan diajar agar berpretasi, setidaknya punya pengetahuan, pengalaman dan keahlian sebagai bekal masa depan. Disisi lain, ternyata anak-anak yang terjaring audisi merasa sangat gembira, senang dan bangga bisa terpilih. Mereka dapat mengembangkan bakatnya, dan mendapatkan pendidikan sekolah dengan gratis.<\/p>\n\n\n\n

Tujuan utama Djarum Foundation mencari bibit unggul pebulutangkis Indonesia, yang selama ini sebagai salah satu olahraga kebanggaan masyarakat Indonesia atas banyaknya prestasi yang di peroleh. Program Djarum Foundation Bhakti olahraga jauh dari niatan ekploitasi anak untuk promosi, yang ada ekploitasi anak untuk kejayaan olah raga bulutangkis bangsa Indonesia. <\/p>\n\n\n\n

Juga, program Djarum Foundation audisi bulutangkis adalah salah satu bentuk kesadaran dan kewajibannya membangun bangsa dengan melibatkan anak-anak. Lalu apa yang salah dari Djarum Foundation Bhakti Olahraga, jelas-jelas telah menghibahkan fasilitas, pikiran hingga dana untuk kepentingan kejayaan bangsa Indonesia, melalui olahraga. Pemerintah harus mendukung program tersebut, begitupun KPAI. KPAI jangan sampai menjadi penghalang, seperti halnya penghalang Nabi Ibrahim dalam kisah di atas.  
<\/p>\n","post_title":"Refleksi Kisah Kurban sebagai Bahan Pengingat KPAI","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"refleksi-kisah-kurban-sebagai-bahan-pengingat-kpai","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-08-12 08:30:31","post_modified_gmt":"2019-08-12 01:30:31","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5949","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5936,"post_author":"877","post_date":"2019-08-06 10:53:42","post_date_gmt":"2019-08-06 03:53:42","post_content":"\n

Masalah peredaran rokok di Indonesia, pemerintah cenderung mengambil langkah aman. Sudah saatnya pemerintah harus tegas menentukan sikap pelarangan atau membolehkan peredaran rokok di tengah-tengah masyarakat. <\/p>\n\n\n\n

Sikap pemerintah sampai saat ini menimbulkan pro dan kontra. Di satu sisi pemerintah melalui Kementrian Kesehatan membuat aturan pembatasan dan pelarangan beredarnya rokok, bahkan melarang adanya iklan rokok dan mengatur packaging<\/em> dengan bermacam gambar dan peringatan yang menggelian. Di sisi lain, pemerintah mendorong peningkatkan pendapatan Negara, mendorong peningkatan ekonomi rakyat, mendorong peningkatan produktivitas rakyat dan daya saing di pasar internasional, dan mendorong pengentasan kemiskinan.<\/p>\n\n\n\n

Sekarang, efek sikap pemerintah di atas meluas kemana-mana, mulai dari isu penyederhanaan layer atau penggabungan golongan industri rokok, isu pelarangan iklan rokok di media sosial karena pengguna media sosial banyak anak-anak, sampai pada pelarangan audisi pencari bakat bulu tangkis yang dilakukan Djarum Foundation dengan alasan ekploitasi anak. Ini semua adalah beberapa agenda untuk pengendalian rokok dan tembakau di Indonesia yang alasannya sudah dipatahkan dengan data yang lebih akurat.<\/p>\n\n\n\n

Semisal, yang pro dapat menceritakan dan meruntutkan agenda pengendalian rokok dan tembakau di Indonesia sebagai agenda politik dagang internasional. Semua program pengendalian rokok dan tembakau di Indonesia mengadopsi dari program World Health Organization (WHO) organisasi program dunia yang mendapatkan sokongan dana dari industri farmasi.\u00a0<\/p>\n\n\n\n

Baca:
Ada Campur Tangan Bloomberg dalam Surat Edaran Menkes terkait Pemblokiran Iklan Rokok <\/a><\/p>\n\n\n\n

WHO tidak semata-mata bertujuan demi meningkatkan taraf kesehatan penduduk. Di sini WHO sebagai ujung tombak industri farmasi. Terjadi peralihan di lingkup kesehatan, dimana dokter dan ilmuwan kesehatan dikuasai perusahan obat (farmasi). Tujuan utamanya tidak lain untuk merebut pasar nikotin dunia, dan menggantikan pemanfaatan nikotin alami dari tembakau dengan produk rekayasa nikotin yang telah dikantongi hak patennya. Keterlibatan WHO memuluskan tujuan industri farmasi tersebut dengan mendorong negara-negara di dunia untuk memberlakukan kebijakan sesuai kerangka kesehatan, tanpa mempertimbangkan peran sosial, ekonomi, politik dan budaya. Walaupun alasan kesehatan yang dibangun ternyata tidak 100% benar dan terkesan dipaksakan. Negara yang menjadi sasaran utama adalah Negara yang berkembang, seperti Indonesia, China, Bangladesh, India, Rusia, Mesir, Thailand, Filipina dan Brazil. <\/p>\n\n\n\n

Untuk menguasai pasar nikotin di dunia, industri farmasi mendapatkan sokongan dana dari bloomberg initiative. Karena salah satu direktur dari persekutuan perusahaan farmasi dunia bernama William R. Brody punya kedekatan dengan bloomberg initiative, selain teman karib juga posisinya sebagai penasehat. <\/h4>\n\n\n\n

Tidak mengherankan jika pendukung program pengendalian rokok dan tembakau di Indonesia mendapatkan sokongan dana dari bloomberg initiative termasuk lembaga yang bergerak untuk perlindungan anak, salah satunya Komnas Perlindungan Anak Indonesia (KPAI). Apapun bentuk lembaganya, selama mendapatkan kucuran dana bloomberg initiative, program utamanya harus sinergi dengan program bloomberg initiative dan rezim kesehatan dunia (WHO) yaitu pengendalian tembakau dan rokok, terutama rokok kretek asli Indonesia.<\/p>\n\n\n\n

Ada sekitar lebih dari 20an lembaga di Indonesia mendapatkan sokongan dana langsung maupun tidak langsung dari bloomberg initiative. Lembaga-lembaga tersebut bervarian, ada lembaga yang bergerak dalam pendidikan, bergerak pemberantasan korupsi, bergerak dalam kesehatan, bergerak perlindungan konsumen, bergerak melindungi anak, bahkan sampai pada lembaga agama. Numun pada intinya leading sector<\/em> yaitu sektor potensial yang dapat\u00a0menggerakkan agenda pengendalian tembakau dan rokok di Indonesia ada pada rezim kesehatan dalam hal ini Kementerian Kesehatan. Dengan menggunakan dalil kesehatan yang mulia, agenda bloomberg initiative dan farmasi berselancar dengan baik di Indonesia. \u00a0<\/p>\n\n\n\n

Baca:
Tinjauan Kritis Atas Larangan Iklan dan Sponshorship dengan Mencantumkan Logo, Brand Image, dan Identitas CSR Sebuah Perusahaan<\/a> <\/p>\n\n\n\n

Isu kuat saat ini yang beredar untuk agenda pengendalian tembakau dan rokok di Indonesia salah satunya, KPAI melarang audisi pencarian bakat bulu tangkis sejak dini yang dilakukan Djarum Foundation dengan alasan ekploitasi anak, Kementerian Kesehatan dan KPAI melarang adanya iklan di media sosia karena akan mengakibatkan bertambahnya perokok pemula, penggabungan golongan industri rokok atau penyederhanaan layer tarif cukai rokok yang intinya pengurangan terhadap industri rokok kretek, menaikkan cukai rokok untuk mengurangi peredaran rokok, dan korelasinya rokok dengan kemiskinan bertujuan agar ada kebijakan menghalau laju industri rokok kretek. <\/p>\n\n\n\n

Pemerintah dalam hal ini harus tegas mengambil sikap, untuk kepastian dan masa depan industri rokok kretek asli Indonesia. Dimana sejarah penemuan rokok kretek tidak lain untuk pengobatan yang dilakukan H. Djamhari sebagai obat sakit bengeknya. Karena rokok kretek adalah campuran tembakau dan cengkeh, berbeda dengan rokok non kretek yang hanya memakai tembakau saja. Selama ini, belum ada uji atau riset bahwa rokok kretek berkorelasi signifikan terhadap timbulnya penyakit yang dituduhkan. Kalau menjadi salah satu bagian kecil penyebab penyakit, tentunya ya dan bukan faktor penyebab utama. Itu seperti halnya barang-barang lain yang dikonsumsi manusia secara berlebihan dan hidup tidak seimbang. Termasuk makan nasi, mengkonsumsi gula dan mengkonsumsi lainnya secara berlebihan, tanpa diimbangi olah raga dan istirahat yang cukup. <\/p>\n\n\n\n

Selain itu, posisi industri kretek sangat stategis bagi bangsa Indonesia. Industri kretek membuktikan tetap bertahan setidaknya lebih dari 130 tahun. Disaat industri lain tumbang di zaman kolonial, industri kretek tetap eksis memberikan penghidupan masyarakat Indonesia. Bahkan tergolong industri yang peka zaman, dengan memberikan kontribusi yang sangat besar. Menghidupi setidaknya 6.1 juta jiwa petani cengkeh yang tersebar di 30 provinsi, petani tembakau yang tersebar di 15 provinsi. Menghidupi ribuan karyawan yang bekerja di industri kretek. Mempunyai multiplier<\/em> <\/em>effect<\/em> ke sektor perokonomian lainnya yang berada di sekitar industri kretek. <\/p>\n\n\n\n

Keberadaan industri kretek berkontribusi adanya hak jaminan sosial dan corporate social responsibility<\/em> (CSR), seperti halnya jaminan kesehatan, bhakti pendidikan, bhakti budaya, bhakti olahraga, bhakti lingkungan dan lain sebagainya. Berkontribusi pendapatan Negara melalui setoran cukai, berkontribusi bagi kesehatan publik dari alokasi dana bagi hasil cukai hasil tembakau (DBH-CHT) untuk sarana kesehatan dan pembayaran defisit Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS).  <\/p>\n\n\n\n

Selain itu, adanya industri kretek sebagai cermin kemandirian dan kedaulatan bangsa, karena sebagai pemenuhan kebutuhan pokok rakyat dalam hal ini pendapatan masyarakat sebagai agenda pemberantasan kemiskinan. <\/p>\n\n\n\n

Dengan pertimbangan di atas, diharapkan pemerintah dalam hal ini Presiden memberikan ketegasan, apakah industri rokok nasional tetap berproduksi atau dilarang berproduksi. Kalau tetap berproduksi, pemerintah secara totalitas harus melindunginya mulai kebijakan sampai pada strategi pemasarannya. Andaikan dilarang beroperasi, pemerintah paling tidak harus berani mempersiapkan lapangan pekerjaan lain bagi petani dan buruh tani cengkeh dan tembakau, buruh industri dan mungkin menata perekonomian akibat multiplier<\/em> <\/em>effect<\/em> keberadaan industri kretek. Dan yang terpenting keberadaan industri kretek, sebagai industri nasional sebagai perwujudan agenda prioritas  tujuan Nawa Cita, sehingga jangan sampai digiring dan diatur kepentingan asing melalui rezim kesehatan sebagai leading sector, <\/em>yang belum tentu benar dan terkesan dipaksakan.  
<\/p>\n","post_title":"Ketika Pemerintah Plin-Plan Membuat Regulasi Terkait Dunia Pertembakauan","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"ketika-pemerintah-plin-plan-membuat-regulasi-terkait-dunia-pertembakauan","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-08-06 10:53:48","post_modified_gmt":"2019-08-06 03:53:48","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5936","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":16},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"epic_block_3"};

\n


Kalau mau melarang program audisi Djarum Foundation, tunjukkan dulu KPAI punya program pencarian bakat seperti Djarum Foundation lakukan. Jangan seenaknya KPAI, melarang-larang tanpa solusi konkret dengan dalil perlindungan. Lucunya, KPAI dengan dalil perlindungan anak mengatakan, audisi pencarian bakat bulutangkis yes, ajang promosi no. Kalau dipahami, KPAI ingin audisi Djarum Foundation tetap jalan, tapi tulisan Djarum dihilangkan. Ini sama saja, tidak boleh menulis atau memaparkan nama club. Sedangkan pencantuman nama club sangat penting sebagai identitas dan jati diri. <\/p>\n\n\n\n


Kegiatan perlindungan untuk anak adalah pekerjaan yang sangat mulia kalau benar-benar dilakukan. KPAI, sebagai lembaga dengan memapang langsung tulisan perlindungan anak akan lebih mulia jika programnya konkret. Seperti lembaga sekolah negeri atau swasta, tanpa memakai kata-kata perlindungan, sekolah tersebut mendidik anak melindungi anak dari kebodohan untuk kesiapan masa depan. Audisi pencarian bakat bulutangkis Djarum Foundation pun demikian, kegiatannya konkret menyiapkan atlet olahraga bulutangkis. Dan apa yang telah dilakukan Djarum Foundation dengan audisinya sangat beda dari bentuk promosi. Berbeda dengan pelibatan anak-anak untuk promosi produk, murni tujuannya agar produknya laku. Apalagi produk yang ditawarkan untuk kebutuhan anak. Contohnya banyak sekali beredar iklan-iklan yang terpampang di pinggir jalan, di media sosial, bahkan di stasiun televisi, hal ini kayaknya lolos dari bahasan KPAI.<\/p>\n\n\n\n


Belum lagi, tanpa disadari lembaga KPAI juga menumpang hidup dari anak-anak. Kemana-mana membawa nama anak-anak untuk kegiatannya, bahkan sampai untuk menggalang donasi. Namun kegiatan yang betul-betul sangat dibutuhkan anak-anak belum atau bahkan tidak tersasar dan tidak menjadi prioritas. Sehingga, program KPAI untuk perlindungan anak dipastikan tidak efektif. Buktinya, KPAI membuat masalah yang sederhana dibuat rumit, seperti mempermasalahkan tulisan Djarum sebagai club dalam ajang audisi pencarian bakat Djarum Foundation Bhakti Olahraga. Jelas-jelas untuk kepentingan masa depan anak, dengan meningkakan minat dan bakat anak dalam olahraga atas dasar suka dan tidak ada paksaan.
Kata kunci pendidikan bagi anak adalah bermain, senang atau suka, sesuai keinginan, dan untuk bekal hidup selanjutnya. Jika KPAI mempermasalahkan tulisan club Djarum, yang dianggap sebagai ajang promosi dan ekploitasi anak, alasan tersebut tidak benar dan tanpa dasar. Seperti halnya penjelasan di atas, audisi pencarian bakat bulutangkis Djarum Foundation, jauh dari promosi dan ekploitasi. Tujuan utama audisi tidak lain memberikan bekal dan pendidikan bagi anak sesui keinginannya, anak belajar dengan senang, gembira, dan bermain. <\/p>\n\n\n\n


Jika kemudian KPAI dan lembaga lain yang mengatasnamakan peduli anak, melarang kegiatan audisi pencarian bakat olah raga bulutangkis yang dilakukan Djarum Foundation, sama dengan menghalangi anak Indonesia mengembangkan minat dan bakatnya sesuai keinginan, menghalangi anak Indonesia belajar sambil bermain dan gembira, menghalangi anak Indonesia untuk mendapatkan bekal hidup selanjutnya, menghalangi anak Indonesia untuk mewujudkan cita-cita. Apa yang dilakukan KPAI dan lembaga lain tersebut, sangat bertentangan dengan cita-cita Bangsa, dan cita-cita pendidikan bagi anak di Indonesia. <\/p>\n","post_title":"Sesat pikir KPAI Melarang Audisi Pencarian Bakat Bulutangkis Anak-Anak","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"sesat-pikir-kpai-melarang-audisi-pencarian-bakat-bulutangkis-anak-anak","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-08-14 11:00:58","post_modified_gmt":"2019-08-14 04:00:58","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5956","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5949,"post_author":"877","post_date":"2019-08-12 08:28:29","post_date_gmt":"2019-08-12 01:28:29","post_content":"\n

Kurban tidak semata-mata hanya menyembelih hewan, dibaliknya ada kisah indah yang bisa sebagai bahan renungan dan pengingat bagi semua. Pada kisah qurban, terdapat peran anak usia dini yang akhirnya dikenang umat Islam sedunia sepanjang masa dan juga dapat mengangkat harkat martabat keluarganya dihadapan Tuhan. Selama anak suka bahkan bahagia menjalankan perannya untuk kepentingan dirinya sendiri kedepan dan mengangkat harkat martabat keluarganya dengan bimbingan yang baik, maka hal tersebut sah-sah saja tidak ada larangan.\u00a0<\/p>\n\n\n\n

Kemarin, pada tanggal 11 Agustus 2019 hari Minggu, tepatnya pada tanggal 10 dzulhijjah 1440 M., dipagi hari umat Islam terlihat berbondong-bondong ada yang ke masjid ada yang kelapangan, tidak lain menjalankan ibadah sholat Idul Adha, atau biasa disebut hari raya qurban. Selain melakukan sholad, umat Islam merayakannya dengan menyembelih hewan qurban, seperti unta tradisi di Timur Tengah, sedangkam di Indonesia menyembelih sapi atau kerbau. Khusus di Kudus kota Kretek rerata menyembelih kerbau, sapi bagi sebagian besar masyarakat Kudus tidak mau menyembelih. Cerita yang beredar di masyarakat turun menurun, pelarangan menyembelih sapi sejak zaman kewalian yaitu Sunan Kudus sebagai penghormatan terhadap agama lain yang beranggapan hewan sapi sebagai hewan yang suci.<\/p>\n\n\n\n

Kembali ke Idul Adha, diceritakan oleh para Ulama\u2019 ada kisah tentang Nabi Ibrahim yang akan mengorbankan putranya yang masih kecil namanya Ismail (besarnya menjadi Nabi). Ceritanya Nabi Ibrahim saat tidur bermimpi, ia diperintah Tuhan untuk menyembelih putranya bernama Ismail. Saat bangun, ia merenung, berfikir sambil bertanya dihati, benarkah ini perintah Tuhan?. Kali pertama mimpinya ini, ia masih ragu antara benar perintah Tuhan atau tidak. Mimpi yang direnungkan dan difikir terjadi pada malam tanggal 08 dzulhijjah,disebut hari tarwiyah<\/em>.\u00a0<\/p>\n\n\n\n

Baca: Tinjauan Kritis Atas Larangan Iklan dan Sponshorship dengan Mencantumkan Logo, Brand Image, dan Identitas CSR Sebuah Perusahaan<\/a><\/p>\n\n\n\n

Pada malam tanggal 09 dzulhijjah Nabi Ibrahim mimpi lagi dengan perintah yang sama. Mimpi kali kedua, Nabi Ibrahim merasa yakin kalau benar-benar perintah Tuhan. Pada mimpi kedua disebut hari arafah<\/em>. Pada tanggal 10 dzulhijjah, hari Nabi Ibrahim melaksanakan perintah Tuhan untuk menyembelih Ismail (putranya), yang kemudian disebut  hari nakhr <\/em>(biasa disebut nahar bagi orang Indonesia). <\/p>\n\n\n\n

Cerita KH. Sya\u2019roni, saat pagi hari pada tanggal 10 dzulhijjah Nabi Ibrahim menyuruh istrinya bernama Siti Hajar (ibu kandung Ismail) untuk memandikan Ismail setelah itu memakaikan pakaian yang bagus-bagus, dengan alasan mau diajak jalan-jalan. Siti Hajar melaksanakan sesuai perintah suaminya, sembari menunggu istrinya selesai, Nabi Ibrahim mengasah pisaunya\/pedangnya. <\/p>\n\n\n\n

Ismail sudah siap, diajaklah jalan jalan bapaknya (Nabi Ibrahim) menuju bukit Mina di Makkah, dengan niatan mau disembelih sesui perintah Tuhan. Di tengah perjalanan, Nabi Ibrahim dihadang iblis yang berwujud manusia, dengan mengatakan Ibrahim, anakmu itu ganteng, tega kamu sembelih, urungkan niatmu. Nabi Ibrahim tidak menjawab, malah mengambil batu kecil 7 butir, kemudian batu kecil tersebut dilemparkan ke arah iblis tersebut, sambil mengatakan, pergi kamu Iblis. Nabi Ibrahim tetap melanjutkan perjalannya, dan dihadang Iblis lagi kali kedua, Nabi Ibrahim mengambil batu kecil lagi dilempar ke iblis. Kemudian Nabi melanjutkan perjalannya, dihadang iblis lagi kali ketiga, seperti penghadangan yang pertama dan kedua, Nabi mengambil batu kecil dan dilemparkan ke arah iblis, lalu Nabi Ibrahim lanjut lagi. Inilah cerita, yang menjadi cikal bakal adanya jumroh ula, jumroh wustho dan jumroh aqobah. Tiap ibadah haji jumroh ini harus diperagakan seperti halnya apa yang telah dilakukan Nabi Ibrahim dengan maksud melawan dan melempar iblis dengan batu agar tidak mengganggu..  <\/p>\n\n\n\n

Sesampainya di puncak bukit Mina, Nabi Ibrahim menceritakan mimpinya dan mengatakan maksud dan tujuannya mengajak Ismail jalan-jalan. Selesai Nabi Ibrahim cerita, kemudian Ismail berkata pada bapaknya, untuk segera menjalankan perintah Tuhan. Pada saat menyembebelih, pisau\/pedang Nabi Ibrahim tidak bisa melukai kulit Ismail, karena Nabi Ibrahim masih gelisah dan menangis saat melihat wajah Ismail. Kemudian Ismail berkata, mungkin karena bapak melihat wajahku, hingga tidak tega menyembelih, lalu Ismail membalikkan badannya memposisisikan badannya telungkup. Lalau Nabi Ibrahim dengan kesiapan hati melakukan penyembelihan yang kedua, lagi-lagi pisau\/pedangnya tidak mampu melukai kulit leher Ismail. Dengan bingung karena tidak berhasil menyembelih Ismail, turunlah Malaikat Jibril dengan membawa kambing, digantikannya Ismail dengan kambing tersebut. Bersamaan dengan turunnya wahyu Tuhan yang menjelaskan keduanya telah lulus  dari ujian. Kemudian Nabi Ibrahim membaca takbir \u201cAllahu Akbar\u201d<\/em> 3x, disaut Ismail dengan .membaca \u201cLaa ilaaha illahhu wallahu akbar<\/em>\u201d, diakhiri Malikat Jibril dengan bacaan \u201cAllahu Akbar walillahil Hamd<\/em>\u201d, dilanjutkan dengan menyembelih kambing bawaan malaikat jibril.<\/p>\n\n\n\n

Ada cerita lucu setelah Nabi Ibrahim selesai menyembelih kambing, Nabi Ibrahim bertanya pada Ismail, siapa yang paling dermawan diantara kita? Ismail menjawab, saya. Tidak bisa kata Nabi Ibrahim, saya yang paling dermawan, karena akan mngorbankan anak yang kucintai. Ismail berkata, tidak bisa, saya yang dermawan, karena bapak punya dua anak, kalau saya dikorbankan, masih punya anak satu, lalu malaikat berkata, tidak bisa, saya yang dermawan karena saya sudah kehilangan kambing satu.\u00a0\u00a0<\/p>\n\n\n\n

Baca: Kegagalan Lakpesdam PBNU dalam Melihat Produk Tembakau Alternatif<\/a><\/p>\n\n\n\n

Keterangan dalam kitab tafsir  \u201cTanwirul Adhan<\/em>\u201d penjelasan dari surat As-Saffat ayat 102 bahwa usia Ismail saat itu 13 tahun ada juga Ulama\u2019 yang mengatakan umur 7 tahun. ada riwayat lain yang mengatakan umur Ismail saat itu 14 tahun. Pada intinya saat kejadian kisah penyembelihan, Ismail masih usia anak-anak, ia dengan senang hati dan ikhlas, menjalani perannya.  <\/p>\n\n\n\n

Dari sejarah singkat qurban yang ektrim di atas, kira-kira pendapat KPAI apakah mendukung apa yang telah di lakukan Nabi Ibrahim?, atau sebaliknya mendukung Iblis yang menghalangi Nabi Ibrahim yang akan menjalankan kewajibannya sebagai hamba?. Saya yakin KPAI akan mendukung Nabi Ibrahim, tidak mendukung langkah Iblis. 
<\/p>\n\n\n\n

Walaupun ktidak persis, tapi hampir mirip kisah qurban diatas dengan audisi oleh Djarum Foundation yang melibatkan. Program audisi bulutangkis usia anak-anak Djarum Foundation, tidak lain ikut serta program pemerintah dalam mencerdaskan bangsa melalui pencarian bakat sedini mungkin. Anak-anak yang berbakat bulutangkis tentunya yang terjaring dalam audisi, dididik dengan penuh semangat oleh Djarum Foundation Bhakti olahraga. Buktinya, anak-anak tersebut disekolahkan formal, dilatih bulu tangkis dengan disiplin dan penuh tanggungjawab, tanpa dipungut biaya apapun, bahkan semua kebutuhan anak-anak tercukupi dengan baik. Pola didiknya, seperti pola pendidikan sekolah lainnya, anak-anak dididik dan diajar agar berpretasi, setidaknya punya pengetahuan, pengalaman dan keahlian sebagai bekal masa depan. Disisi lain, ternyata anak-anak yang terjaring audisi merasa sangat gembira, senang dan bangga bisa terpilih. Mereka dapat mengembangkan bakatnya, dan mendapatkan pendidikan sekolah dengan gratis.<\/p>\n\n\n\n

Tujuan utama Djarum Foundation mencari bibit unggul pebulutangkis Indonesia, yang selama ini sebagai salah satu olahraga kebanggaan masyarakat Indonesia atas banyaknya prestasi yang di peroleh. Program Djarum Foundation Bhakti olahraga jauh dari niatan ekploitasi anak untuk promosi, yang ada ekploitasi anak untuk kejayaan olah raga bulutangkis bangsa Indonesia. <\/p>\n\n\n\n

Juga, program Djarum Foundation audisi bulutangkis adalah salah satu bentuk kesadaran dan kewajibannya membangun bangsa dengan melibatkan anak-anak. Lalu apa yang salah dari Djarum Foundation Bhakti Olahraga, jelas-jelas telah menghibahkan fasilitas, pikiran hingga dana untuk kepentingan kejayaan bangsa Indonesia, melalui olahraga. Pemerintah harus mendukung program tersebut, begitupun KPAI. KPAI jangan sampai menjadi penghalang, seperti halnya penghalang Nabi Ibrahim dalam kisah di atas.  
<\/p>\n","post_title":"Refleksi Kisah Kurban sebagai Bahan Pengingat KPAI","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"refleksi-kisah-kurban-sebagai-bahan-pengingat-kpai","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-08-12 08:30:31","post_modified_gmt":"2019-08-12 01:30:31","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5949","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5936,"post_author":"877","post_date":"2019-08-06 10:53:42","post_date_gmt":"2019-08-06 03:53:42","post_content":"\n

Masalah peredaran rokok di Indonesia, pemerintah cenderung mengambil langkah aman. Sudah saatnya pemerintah harus tegas menentukan sikap pelarangan atau membolehkan peredaran rokok di tengah-tengah masyarakat. <\/p>\n\n\n\n

Sikap pemerintah sampai saat ini menimbulkan pro dan kontra. Di satu sisi pemerintah melalui Kementrian Kesehatan membuat aturan pembatasan dan pelarangan beredarnya rokok, bahkan melarang adanya iklan rokok dan mengatur packaging<\/em> dengan bermacam gambar dan peringatan yang menggelian. Di sisi lain, pemerintah mendorong peningkatkan pendapatan Negara, mendorong peningkatan ekonomi rakyat, mendorong peningkatan produktivitas rakyat dan daya saing di pasar internasional, dan mendorong pengentasan kemiskinan.<\/p>\n\n\n\n

Sekarang, efek sikap pemerintah di atas meluas kemana-mana, mulai dari isu penyederhanaan layer atau penggabungan golongan industri rokok, isu pelarangan iklan rokok di media sosial karena pengguna media sosial banyak anak-anak, sampai pada pelarangan audisi pencari bakat bulu tangkis yang dilakukan Djarum Foundation dengan alasan ekploitasi anak. Ini semua adalah beberapa agenda untuk pengendalian rokok dan tembakau di Indonesia yang alasannya sudah dipatahkan dengan data yang lebih akurat.<\/p>\n\n\n\n

Semisal, yang pro dapat menceritakan dan meruntutkan agenda pengendalian rokok dan tembakau di Indonesia sebagai agenda politik dagang internasional. Semua program pengendalian rokok dan tembakau di Indonesia mengadopsi dari program World Health Organization (WHO) organisasi program dunia yang mendapatkan sokongan dana dari industri farmasi.\u00a0<\/p>\n\n\n\n

Baca:
Ada Campur Tangan Bloomberg dalam Surat Edaran Menkes terkait Pemblokiran Iklan Rokok <\/a><\/p>\n\n\n\n

WHO tidak semata-mata bertujuan demi meningkatkan taraf kesehatan penduduk. Di sini WHO sebagai ujung tombak industri farmasi. Terjadi peralihan di lingkup kesehatan, dimana dokter dan ilmuwan kesehatan dikuasai perusahan obat (farmasi). Tujuan utamanya tidak lain untuk merebut pasar nikotin dunia, dan menggantikan pemanfaatan nikotin alami dari tembakau dengan produk rekayasa nikotin yang telah dikantongi hak patennya. Keterlibatan WHO memuluskan tujuan industri farmasi tersebut dengan mendorong negara-negara di dunia untuk memberlakukan kebijakan sesuai kerangka kesehatan, tanpa mempertimbangkan peran sosial, ekonomi, politik dan budaya. Walaupun alasan kesehatan yang dibangun ternyata tidak 100% benar dan terkesan dipaksakan. Negara yang menjadi sasaran utama adalah Negara yang berkembang, seperti Indonesia, China, Bangladesh, India, Rusia, Mesir, Thailand, Filipina dan Brazil. <\/p>\n\n\n\n

Untuk menguasai pasar nikotin di dunia, industri farmasi mendapatkan sokongan dana dari bloomberg initiative. Karena salah satu direktur dari persekutuan perusahaan farmasi dunia bernama William R. Brody punya kedekatan dengan bloomberg initiative, selain teman karib juga posisinya sebagai penasehat. <\/h4>\n\n\n\n

Tidak mengherankan jika pendukung program pengendalian rokok dan tembakau di Indonesia mendapatkan sokongan dana dari bloomberg initiative termasuk lembaga yang bergerak untuk perlindungan anak, salah satunya Komnas Perlindungan Anak Indonesia (KPAI). Apapun bentuk lembaganya, selama mendapatkan kucuran dana bloomberg initiative, program utamanya harus sinergi dengan program bloomberg initiative dan rezim kesehatan dunia (WHO) yaitu pengendalian tembakau dan rokok, terutama rokok kretek asli Indonesia.<\/p>\n\n\n\n

Ada sekitar lebih dari 20an lembaga di Indonesia mendapatkan sokongan dana langsung maupun tidak langsung dari bloomberg initiative. Lembaga-lembaga tersebut bervarian, ada lembaga yang bergerak dalam pendidikan, bergerak pemberantasan korupsi, bergerak dalam kesehatan, bergerak perlindungan konsumen, bergerak melindungi anak, bahkan sampai pada lembaga agama. Numun pada intinya leading sector<\/em> yaitu sektor potensial yang dapat\u00a0menggerakkan agenda pengendalian tembakau dan rokok di Indonesia ada pada rezim kesehatan dalam hal ini Kementerian Kesehatan. Dengan menggunakan dalil kesehatan yang mulia, agenda bloomberg initiative dan farmasi berselancar dengan baik di Indonesia. \u00a0<\/p>\n\n\n\n

Baca:
Tinjauan Kritis Atas Larangan Iklan dan Sponshorship dengan Mencantumkan Logo, Brand Image, dan Identitas CSR Sebuah Perusahaan<\/a> <\/p>\n\n\n\n

Isu kuat saat ini yang beredar untuk agenda pengendalian tembakau dan rokok di Indonesia salah satunya, KPAI melarang audisi pencarian bakat bulu tangkis sejak dini yang dilakukan Djarum Foundation dengan alasan ekploitasi anak, Kementerian Kesehatan dan KPAI melarang adanya iklan di media sosia karena akan mengakibatkan bertambahnya perokok pemula, penggabungan golongan industri rokok atau penyederhanaan layer tarif cukai rokok yang intinya pengurangan terhadap industri rokok kretek, menaikkan cukai rokok untuk mengurangi peredaran rokok, dan korelasinya rokok dengan kemiskinan bertujuan agar ada kebijakan menghalau laju industri rokok kretek. <\/p>\n\n\n\n

Pemerintah dalam hal ini harus tegas mengambil sikap, untuk kepastian dan masa depan industri rokok kretek asli Indonesia. Dimana sejarah penemuan rokok kretek tidak lain untuk pengobatan yang dilakukan H. Djamhari sebagai obat sakit bengeknya. Karena rokok kretek adalah campuran tembakau dan cengkeh, berbeda dengan rokok non kretek yang hanya memakai tembakau saja. Selama ini, belum ada uji atau riset bahwa rokok kretek berkorelasi signifikan terhadap timbulnya penyakit yang dituduhkan. Kalau menjadi salah satu bagian kecil penyebab penyakit, tentunya ya dan bukan faktor penyebab utama. Itu seperti halnya barang-barang lain yang dikonsumsi manusia secara berlebihan dan hidup tidak seimbang. Termasuk makan nasi, mengkonsumsi gula dan mengkonsumsi lainnya secara berlebihan, tanpa diimbangi olah raga dan istirahat yang cukup. <\/p>\n\n\n\n

Selain itu, posisi industri kretek sangat stategis bagi bangsa Indonesia. Industri kretek membuktikan tetap bertahan setidaknya lebih dari 130 tahun. Disaat industri lain tumbang di zaman kolonial, industri kretek tetap eksis memberikan penghidupan masyarakat Indonesia. Bahkan tergolong industri yang peka zaman, dengan memberikan kontribusi yang sangat besar. Menghidupi setidaknya 6.1 juta jiwa petani cengkeh yang tersebar di 30 provinsi, petani tembakau yang tersebar di 15 provinsi. Menghidupi ribuan karyawan yang bekerja di industri kretek. Mempunyai multiplier<\/em> <\/em>effect<\/em> ke sektor perokonomian lainnya yang berada di sekitar industri kretek. <\/p>\n\n\n\n

Keberadaan industri kretek berkontribusi adanya hak jaminan sosial dan corporate social responsibility<\/em> (CSR), seperti halnya jaminan kesehatan, bhakti pendidikan, bhakti budaya, bhakti olahraga, bhakti lingkungan dan lain sebagainya. Berkontribusi pendapatan Negara melalui setoran cukai, berkontribusi bagi kesehatan publik dari alokasi dana bagi hasil cukai hasil tembakau (DBH-CHT) untuk sarana kesehatan dan pembayaran defisit Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS).  <\/p>\n\n\n\n

Selain itu, adanya industri kretek sebagai cermin kemandirian dan kedaulatan bangsa, karena sebagai pemenuhan kebutuhan pokok rakyat dalam hal ini pendapatan masyarakat sebagai agenda pemberantasan kemiskinan. <\/p>\n\n\n\n

Dengan pertimbangan di atas, diharapkan pemerintah dalam hal ini Presiden memberikan ketegasan, apakah industri rokok nasional tetap berproduksi atau dilarang berproduksi. Kalau tetap berproduksi, pemerintah secara totalitas harus melindunginya mulai kebijakan sampai pada strategi pemasarannya. Andaikan dilarang beroperasi, pemerintah paling tidak harus berani mempersiapkan lapangan pekerjaan lain bagi petani dan buruh tani cengkeh dan tembakau, buruh industri dan mungkin menata perekonomian akibat multiplier<\/em> <\/em>effect<\/em> keberadaan industri kretek. Dan yang terpenting keberadaan industri kretek, sebagai industri nasional sebagai perwujudan agenda prioritas  tujuan Nawa Cita, sehingga jangan sampai digiring dan diatur kepentingan asing melalui rezim kesehatan sebagai leading sector, <\/em>yang belum tentu benar dan terkesan dipaksakan.  
<\/p>\n","post_title":"Ketika Pemerintah Plin-Plan Membuat Regulasi Terkait Dunia Pertembakauan","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"ketika-pemerintah-plin-plan-membuat-regulasi-terkait-dunia-pertembakauan","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-08-06 10:53:48","post_modified_gmt":"2019-08-06 03:53:48","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5936","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":16},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"epic_block_3"};

\n


Tapi anehnya KPAI saat ini malah lebih intens mengurusi hal yang tidak penting degan melarang audisi pencarian bakat bulutangkis oleh Djarum Foundation. KPAI cenderung gagal faham dalam memahami, menafsiri, dan mensikapi hal tersebut. Anehnya lagi, apa yang dilakukan KPAI sampai ngotot. <\/p>\n\n\n\n


Kalau mau melarang program audisi Djarum Foundation, tunjukkan dulu KPAI punya program pencarian bakat seperti Djarum Foundation lakukan. Jangan seenaknya KPAI, melarang-larang tanpa solusi konkret dengan dalil perlindungan. Lucunya, KPAI dengan dalil perlindungan anak mengatakan, audisi pencarian bakat bulutangkis yes, ajang promosi no. Kalau dipahami, KPAI ingin audisi Djarum Foundation tetap jalan, tapi tulisan Djarum dihilangkan. Ini sama saja, tidak boleh menulis atau memaparkan nama club. Sedangkan pencantuman nama club sangat penting sebagai identitas dan jati diri. <\/p>\n\n\n\n


Kegiatan perlindungan untuk anak adalah pekerjaan yang sangat mulia kalau benar-benar dilakukan. KPAI, sebagai lembaga dengan memapang langsung tulisan perlindungan anak akan lebih mulia jika programnya konkret. Seperti lembaga sekolah negeri atau swasta, tanpa memakai kata-kata perlindungan, sekolah tersebut mendidik anak melindungi anak dari kebodohan untuk kesiapan masa depan. Audisi pencarian bakat bulutangkis Djarum Foundation pun demikian, kegiatannya konkret menyiapkan atlet olahraga bulutangkis. Dan apa yang telah dilakukan Djarum Foundation dengan audisinya sangat beda dari bentuk promosi. Berbeda dengan pelibatan anak-anak untuk promosi produk, murni tujuannya agar produknya laku. Apalagi produk yang ditawarkan untuk kebutuhan anak. Contohnya banyak sekali beredar iklan-iklan yang terpampang di pinggir jalan, di media sosial, bahkan di stasiun televisi, hal ini kayaknya lolos dari bahasan KPAI.<\/p>\n\n\n\n


Belum lagi, tanpa disadari lembaga KPAI juga menumpang hidup dari anak-anak. Kemana-mana membawa nama anak-anak untuk kegiatannya, bahkan sampai untuk menggalang donasi. Namun kegiatan yang betul-betul sangat dibutuhkan anak-anak belum atau bahkan tidak tersasar dan tidak menjadi prioritas. Sehingga, program KPAI untuk perlindungan anak dipastikan tidak efektif. Buktinya, KPAI membuat masalah yang sederhana dibuat rumit, seperti mempermasalahkan tulisan Djarum sebagai club dalam ajang audisi pencarian bakat Djarum Foundation Bhakti Olahraga. Jelas-jelas untuk kepentingan masa depan anak, dengan meningkakan minat dan bakat anak dalam olahraga atas dasar suka dan tidak ada paksaan.
Kata kunci pendidikan bagi anak adalah bermain, senang atau suka, sesuai keinginan, dan untuk bekal hidup selanjutnya. Jika KPAI mempermasalahkan tulisan club Djarum, yang dianggap sebagai ajang promosi dan ekploitasi anak, alasan tersebut tidak benar dan tanpa dasar. Seperti halnya penjelasan di atas, audisi pencarian bakat bulutangkis Djarum Foundation, jauh dari promosi dan ekploitasi. Tujuan utama audisi tidak lain memberikan bekal dan pendidikan bagi anak sesui keinginannya, anak belajar dengan senang, gembira, dan bermain. <\/p>\n\n\n\n


Jika kemudian KPAI dan lembaga lain yang mengatasnamakan peduli anak, melarang kegiatan audisi pencarian bakat olah raga bulutangkis yang dilakukan Djarum Foundation, sama dengan menghalangi anak Indonesia mengembangkan minat dan bakatnya sesuai keinginan, menghalangi anak Indonesia belajar sambil bermain dan gembira, menghalangi anak Indonesia untuk mendapatkan bekal hidup selanjutnya, menghalangi anak Indonesia untuk mewujudkan cita-cita. Apa yang dilakukan KPAI dan lembaga lain tersebut, sangat bertentangan dengan cita-cita Bangsa, dan cita-cita pendidikan bagi anak di Indonesia. <\/p>\n","post_title":"Sesat pikir KPAI Melarang Audisi Pencarian Bakat Bulutangkis Anak-Anak","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"sesat-pikir-kpai-melarang-audisi-pencarian-bakat-bulutangkis-anak-anak","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-08-14 11:00:58","post_modified_gmt":"2019-08-14 04:00:58","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5956","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5949,"post_author":"877","post_date":"2019-08-12 08:28:29","post_date_gmt":"2019-08-12 01:28:29","post_content":"\n

Kurban tidak semata-mata hanya menyembelih hewan, dibaliknya ada kisah indah yang bisa sebagai bahan renungan dan pengingat bagi semua. Pada kisah qurban, terdapat peran anak usia dini yang akhirnya dikenang umat Islam sedunia sepanjang masa dan juga dapat mengangkat harkat martabat keluarganya dihadapan Tuhan. Selama anak suka bahkan bahagia menjalankan perannya untuk kepentingan dirinya sendiri kedepan dan mengangkat harkat martabat keluarganya dengan bimbingan yang baik, maka hal tersebut sah-sah saja tidak ada larangan.\u00a0<\/p>\n\n\n\n

Kemarin, pada tanggal 11 Agustus 2019 hari Minggu, tepatnya pada tanggal 10 dzulhijjah 1440 M., dipagi hari umat Islam terlihat berbondong-bondong ada yang ke masjid ada yang kelapangan, tidak lain menjalankan ibadah sholat Idul Adha, atau biasa disebut hari raya qurban. Selain melakukan sholad, umat Islam merayakannya dengan menyembelih hewan qurban, seperti unta tradisi di Timur Tengah, sedangkam di Indonesia menyembelih sapi atau kerbau. Khusus di Kudus kota Kretek rerata menyembelih kerbau, sapi bagi sebagian besar masyarakat Kudus tidak mau menyembelih. Cerita yang beredar di masyarakat turun menurun, pelarangan menyembelih sapi sejak zaman kewalian yaitu Sunan Kudus sebagai penghormatan terhadap agama lain yang beranggapan hewan sapi sebagai hewan yang suci.<\/p>\n\n\n\n

Kembali ke Idul Adha, diceritakan oleh para Ulama\u2019 ada kisah tentang Nabi Ibrahim yang akan mengorbankan putranya yang masih kecil namanya Ismail (besarnya menjadi Nabi). Ceritanya Nabi Ibrahim saat tidur bermimpi, ia diperintah Tuhan untuk menyembelih putranya bernama Ismail. Saat bangun, ia merenung, berfikir sambil bertanya dihati, benarkah ini perintah Tuhan?. Kali pertama mimpinya ini, ia masih ragu antara benar perintah Tuhan atau tidak. Mimpi yang direnungkan dan difikir terjadi pada malam tanggal 08 dzulhijjah,disebut hari tarwiyah<\/em>.\u00a0<\/p>\n\n\n\n

Baca: Tinjauan Kritis Atas Larangan Iklan dan Sponshorship dengan Mencantumkan Logo, Brand Image, dan Identitas CSR Sebuah Perusahaan<\/a><\/p>\n\n\n\n

Pada malam tanggal 09 dzulhijjah Nabi Ibrahim mimpi lagi dengan perintah yang sama. Mimpi kali kedua, Nabi Ibrahim merasa yakin kalau benar-benar perintah Tuhan. Pada mimpi kedua disebut hari arafah<\/em>. Pada tanggal 10 dzulhijjah, hari Nabi Ibrahim melaksanakan perintah Tuhan untuk menyembelih Ismail (putranya), yang kemudian disebut  hari nakhr <\/em>(biasa disebut nahar bagi orang Indonesia). <\/p>\n\n\n\n

Cerita KH. Sya\u2019roni, saat pagi hari pada tanggal 10 dzulhijjah Nabi Ibrahim menyuruh istrinya bernama Siti Hajar (ibu kandung Ismail) untuk memandikan Ismail setelah itu memakaikan pakaian yang bagus-bagus, dengan alasan mau diajak jalan-jalan. Siti Hajar melaksanakan sesuai perintah suaminya, sembari menunggu istrinya selesai, Nabi Ibrahim mengasah pisaunya\/pedangnya. <\/p>\n\n\n\n

Ismail sudah siap, diajaklah jalan jalan bapaknya (Nabi Ibrahim) menuju bukit Mina di Makkah, dengan niatan mau disembelih sesui perintah Tuhan. Di tengah perjalanan, Nabi Ibrahim dihadang iblis yang berwujud manusia, dengan mengatakan Ibrahim, anakmu itu ganteng, tega kamu sembelih, urungkan niatmu. Nabi Ibrahim tidak menjawab, malah mengambil batu kecil 7 butir, kemudian batu kecil tersebut dilemparkan ke arah iblis tersebut, sambil mengatakan, pergi kamu Iblis. Nabi Ibrahim tetap melanjutkan perjalannya, dan dihadang Iblis lagi kali kedua, Nabi Ibrahim mengambil batu kecil lagi dilempar ke iblis. Kemudian Nabi melanjutkan perjalannya, dihadang iblis lagi kali ketiga, seperti penghadangan yang pertama dan kedua, Nabi mengambil batu kecil dan dilemparkan ke arah iblis, lalu Nabi Ibrahim lanjut lagi. Inilah cerita, yang menjadi cikal bakal adanya jumroh ula, jumroh wustho dan jumroh aqobah. Tiap ibadah haji jumroh ini harus diperagakan seperti halnya apa yang telah dilakukan Nabi Ibrahim dengan maksud melawan dan melempar iblis dengan batu agar tidak mengganggu..  <\/p>\n\n\n\n

Sesampainya di puncak bukit Mina, Nabi Ibrahim menceritakan mimpinya dan mengatakan maksud dan tujuannya mengajak Ismail jalan-jalan. Selesai Nabi Ibrahim cerita, kemudian Ismail berkata pada bapaknya, untuk segera menjalankan perintah Tuhan. Pada saat menyembebelih, pisau\/pedang Nabi Ibrahim tidak bisa melukai kulit Ismail, karena Nabi Ibrahim masih gelisah dan menangis saat melihat wajah Ismail. Kemudian Ismail berkata, mungkin karena bapak melihat wajahku, hingga tidak tega menyembelih, lalu Ismail membalikkan badannya memposisisikan badannya telungkup. Lalau Nabi Ibrahim dengan kesiapan hati melakukan penyembelihan yang kedua, lagi-lagi pisau\/pedangnya tidak mampu melukai kulit leher Ismail. Dengan bingung karena tidak berhasil menyembelih Ismail, turunlah Malaikat Jibril dengan membawa kambing, digantikannya Ismail dengan kambing tersebut. Bersamaan dengan turunnya wahyu Tuhan yang menjelaskan keduanya telah lulus  dari ujian. Kemudian Nabi Ibrahim membaca takbir \u201cAllahu Akbar\u201d<\/em> 3x, disaut Ismail dengan .membaca \u201cLaa ilaaha illahhu wallahu akbar<\/em>\u201d, diakhiri Malikat Jibril dengan bacaan \u201cAllahu Akbar walillahil Hamd<\/em>\u201d, dilanjutkan dengan menyembelih kambing bawaan malaikat jibril.<\/p>\n\n\n\n

Ada cerita lucu setelah Nabi Ibrahim selesai menyembelih kambing, Nabi Ibrahim bertanya pada Ismail, siapa yang paling dermawan diantara kita? Ismail menjawab, saya. Tidak bisa kata Nabi Ibrahim, saya yang paling dermawan, karena akan mngorbankan anak yang kucintai. Ismail berkata, tidak bisa, saya yang dermawan, karena bapak punya dua anak, kalau saya dikorbankan, masih punya anak satu, lalu malaikat berkata, tidak bisa, saya yang dermawan karena saya sudah kehilangan kambing satu.\u00a0\u00a0<\/p>\n\n\n\n

Baca: Kegagalan Lakpesdam PBNU dalam Melihat Produk Tembakau Alternatif<\/a><\/p>\n\n\n\n

Keterangan dalam kitab tafsir  \u201cTanwirul Adhan<\/em>\u201d penjelasan dari surat As-Saffat ayat 102 bahwa usia Ismail saat itu 13 tahun ada juga Ulama\u2019 yang mengatakan umur 7 tahun. ada riwayat lain yang mengatakan umur Ismail saat itu 14 tahun. Pada intinya saat kejadian kisah penyembelihan, Ismail masih usia anak-anak, ia dengan senang hati dan ikhlas, menjalani perannya.  <\/p>\n\n\n\n

Dari sejarah singkat qurban yang ektrim di atas, kira-kira pendapat KPAI apakah mendukung apa yang telah di lakukan Nabi Ibrahim?, atau sebaliknya mendukung Iblis yang menghalangi Nabi Ibrahim yang akan menjalankan kewajibannya sebagai hamba?. Saya yakin KPAI akan mendukung Nabi Ibrahim, tidak mendukung langkah Iblis. 
<\/p>\n\n\n\n

Walaupun ktidak persis, tapi hampir mirip kisah qurban diatas dengan audisi oleh Djarum Foundation yang melibatkan. Program audisi bulutangkis usia anak-anak Djarum Foundation, tidak lain ikut serta program pemerintah dalam mencerdaskan bangsa melalui pencarian bakat sedini mungkin. Anak-anak yang berbakat bulutangkis tentunya yang terjaring dalam audisi, dididik dengan penuh semangat oleh Djarum Foundation Bhakti olahraga. Buktinya, anak-anak tersebut disekolahkan formal, dilatih bulu tangkis dengan disiplin dan penuh tanggungjawab, tanpa dipungut biaya apapun, bahkan semua kebutuhan anak-anak tercukupi dengan baik. Pola didiknya, seperti pola pendidikan sekolah lainnya, anak-anak dididik dan diajar agar berpretasi, setidaknya punya pengetahuan, pengalaman dan keahlian sebagai bekal masa depan. Disisi lain, ternyata anak-anak yang terjaring audisi merasa sangat gembira, senang dan bangga bisa terpilih. Mereka dapat mengembangkan bakatnya, dan mendapatkan pendidikan sekolah dengan gratis.<\/p>\n\n\n\n

Tujuan utama Djarum Foundation mencari bibit unggul pebulutangkis Indonesia, yang selama ini sebagai salah satu olahraga kebanggaan masyarakat Indonesia atas banyaknya prestasi yang di peroleh. Program Djarum Foundation Bhakti olahraga jauh dari niatan ekploitasi anak untuk promosi, yang ada ekploitasi anak untuk kejayaan olah raga bulutangkis bangsa Indonesia. <\/p>\n\n\n\n

Juga, program Djarum Foundation audisi bulutangkis adalah salah satu bentuk kesadaran dan kewajibannya membangun bangsa dengan melibatkan anak-anak. Lalu apa yang salah dari Djarum Foundation Bhakti Olahraga, jelas-jelas telah menghibahkan fasilitas, pikiran hingga dana untuk kepentingan kejayaan bangsa Indonesia, melalui olahraga. Pemerintah harus mendukung program tersebut, begitupun KPAI. KPAI jangan sampai menjadi penghalang, seperti halnya penghalang Nabi Ibrahim dalam kisah di atas.  
<\/p>\n","post_title":"Refleksi Kisah Kurban sebagai Bahan Pengingat KPAI","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"refleksi-kisah-kurban-sebagai-bahan-pengingat-kpai","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-08-12 08:30:31","post_modified_gmt":"2019-08-12 01:30:31","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5949","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5936,"post_author":"877","post_date":"2019-08-06 10:53:42","post_date_gmt":"2019-08-06 03:53:42","post_content":"\n

Masalah peredaran rokok di Indonesia, pemerintah cenderung mengambil langkah aman. Sudah saatnya pemerintah harus tegas menentukan sikap pelarangan atau membolehkan peredaran rokok di tengah-tengah masyarakat. <\/p>\n\n\n\n

Sikap pemerintah sampai saat ini menimbulkan pro dan kontra. Di satu sisi pemerintah melalui Kementrian Kesehatan membuat aturan pembatasan dan pelarangan beredarnya rokok, bahkan melarang adanya iklan rokok dan mengatur packaging<\/em> dengan bermacam gambar dan peringatan yang menggelian. Di sisi lain, pemerintah mendorong peningkatkan pendapatan Negara, mendorong peningkatan ekonomi rakyat, mendorong peningkatan produktivitas rakyat dan daya saing di pasar internasional, dan mendorong pengentasan kemiskinan.<\/p>\n\n\n\n

Sekarang, efek sikap pemerintah di atas meluas kemana-mana, mulai dari isu penyederhanaan layer atau penggabungan golongan industri rokok, isu pelarangan iklan rokok di media sosial karena pengguna media sosial banyak anak-anak, sampai pada pelarangan audisi pencari bakat bulu tangkis yang dilakukan Djarum Foundation dengan alasan ekploitasi anak. Ini semua adalah beberapa agenda untuk pengendalian rokok dan tembakau di Indonesia yang alasannya sudah dipatahkan dengan data yang lebih akurat.<\/p>\n\n\n\n

Semisal, yang pro dapat menceritakan dan meruntutkan agenda pengendalian rokok dan tembakau di Indonesia sebagai agenda politik dagang internasional. Semua program pengendalian rokok dan tembakau di Indonesia mengadopsi dari program World Health Organization (WHO) organisasi program dunia yang mendapatkan sokongan dana dari industri farmasi.\u00a0<\/p>\n\n\n\n

Baca:
Ada Campur Tangan Bloomberg dalam Surat Edaran Menkes terkait Pemblokiran Iklan Rokok <\/a><\/p>\n\n\n\n

WHO tidak semata-mata bertujuan demi meningkatkan taraf kesehatan penduduk. Di sini WHO sebagai ujung tombak industri farmasi. Terjadi peralihan di lingkup kesehatan, dimana dokter dan ilmuwan kesehatan dikuasai perusahan obat (farmasi). Tujuan utamanya tidak lain untuk merebut pasar nikotin dunia, dan menggantikan pemanfaatan nikotin alami dari tembakau dengan produk rekayasa nikotin yang telah dikantongi hak patennya. Keterlibatan WHO memuluskan tujuan industri farmasi tersebut dengan mendorong negara-negara di dunia untuk memberlakukan kebijakan sesuai kerangka kesehatan, tanpa mempertimbangkan peran sosial, ekonomi, politik dan budaya. Walaupun alasan kesehatan yang dibangun ternyata tidak 100% benar dan terkesan dipaksakan. Negara yang menjadi sasaran utama adalah Negara yang berkembang, seperti Indonesia, China, Bangladesh, India, Rusia, Mesir, Thailand, Filipina dan Brazil. <\/p>\n\n\n\n

Untuk menguasai pasar nikotin di dunia, industri farmasi mendapatkan sokongan dana dari bloomberg initiative. Karena salah satu direktur dari persekutuan perusahaan farmasi dunia bernama William R. Brody punya kedekatan dengan bloomberg initiative, selain teman karib juga posisinya sebagai penasehat. <\/h4>\n\n\n\n

Tidak mengherankan jika pendukung program pengendalian rokok dan tembakau di Indonesia mendapatkan sokongan dana dari bloomberg initiative termasuk lembaga yang bergerak untuk perlindungan anak, salah satunya Komnas Perlindungan Anak Indonesia (KPAI). Apapun bentuk lembaganya, selama mendapatkan kucuran dana bloomberg initiative, program utamanya harus sinergi dengan program bloomberg initiative dan rezim kesehatan dunia (WHO) yaitu pengendalian tembakau dan rokok, terutama rokok kretek asli Indonesia.<\/p>\n\n\n\n

Ada sekitar lebih dari 20an lembaga di Indonesia mendapatkan sokongan dana langsung maupun tidak langsung dari bloomberg initiative. Lembaga-lembaga tersebut bervarian, ada lembaga yang bergerak dalam pendidikan, bergerak pemberantasan korupsi, bergerak dalam kesehatan, bergerak perlindungan konsumen, bergerak melindungi anak, bahkan sampai pada lembaga agama. Numun pada intinya leading sector<\/em> yaitu sektor potensial yang dapat\u00a0menggerakkan agenda pengendalian tembakau dan rokok di Indonesia ada pada rezim kesehatan dalam hal ini Kementerian Kesehatan. Dengan menggunakan dalil kesehatan yang mulia, agenda bloomberg initiative dan farmasi berselancar dengan baik di Indonesia. \u00a0<\/p>\n\n\n\n

Baca:
Tinjauan Kritis Atas Larangan Iklan dan Sponshorship dengan Mencantumkan Logo, Brand Image, dan Identitas CSR Sebuah Perusahaan<\/a> <\/p>\n\n\n\n

Isu kuat saat ini yang beredar untuk agenda pengendalian tembakau dan rokok di Indonesia salah satunya, KPAI melarang audisi pencarian bakat bulu tangkis sejak dini yang dilakukan Djarum Foundation dengan alasan ekploitasi anak, Kementerian Kesehatan dan KPAI melarang adanya iklan di media sosia karena akan mengakibatkan bertambahnya perokok pemula, penggabungan golongan industri rokok atau penyederhanaan layer tarif cukai rokok yang intinya pengurangan terhadap industri rokok kretek, menaikkan cukai rokok untuk mengurangi peredaran rokok, dan korelasinya rokok dengan kemiskinan bertujuan agar ada kebijakan menghalau laju industri rokok kretek. <\/p>\n\n\n\n

Pemerintah dalam hal ini harus tegas mengambil sikap, untuk kepastian dan masa depan industri rokok kretek asli Indonesia. Dimana sejarah penemuan rokok kretek tidak lain untuk pengobatan yang dilakukan H. Djamhari sebagai obat sakit bengeknya. Karena rokok kretek adalah campuran tembakau dan cengkeh, berbeda dengan rokok non kretek yang hanya memakai tembakau saja. Selama ini, belum ada uji atau riset bahwa rokok kretek berkorelasi signifikan terhadap timbulnya penyakit yang dituduhkan. Kalau menjadi salah satu bagian kecil penyebab penyakit, tentunya ya dan bukan faktor penyebab utama. Itu seperti halnya barang-barang lain yang dikonsumsi manusia secara berlebihan dan hidup tidak seimbang. Termasuk makan nasi, mengkonsumsi gula dan mengkonsumsi lainnya secara berlebihan, tanpa diimbangi olah raga dan istirahat yang cukup. <\/p>\n\n\n\n

Selain itu, posisi industri kretek sangat stategis bagi bangsa Indonesia. Industri kretek membuktikan tetap bertahan setidaknya lebih dari 130 tahun. Disaat industri lain tumbang di zaman kolonial, industri kretek tetap eksis memberikan penghidupan masyarakat Indonesia. Bahkan tergolong industri yang peka zaman, dengan memberikan kontribusi yang sangat besar. Menghidupi setidaknya 6.1 juta jiwa petani cengkeh yang tersebar di 30 provinsi, petani tembakau yang tersebar di 15 provinsi. Menghidupi ribuan karyawan yang bekerja di industri kretek. Mempunyai multiplier<\/em> <\/em>effect<\/em> ke sektor perokonomian lainnya yang berada di sekitar industri kretek. <\/p>\n\n\n\n

Keberadaan industri kretek berkontribusi adanya hak jaminan sosial dan corporate social responsibility<\/em> (CSR), seperti halnya jaminan kesehatan, bhakti pendidikan, bhakti budaya, bhakti olahraga, bhakti lingkungan dan lain sebagainya. Berkontribusi pendapatan Negara melalui setoran cukai, berkontribusi bagi kesehatan publik dari alokasi dana bagi hasil cukai hasil tembakau (DBH-CHT) untuk sarana kesehatan dan pembayaran defisit Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS).  <\/p>\n\n\n\n

Selain itu, adanya industri kretek sebagai cermin kemandirian dan kedaulatan bangsa, karena sebagai pemenuhan kebutuhan pokok rakyat dalam hal ini pendapatan masyarakat sebagai agenda pemberantasan kemiskinan. <\/p>\n\n\n\n

Dengan pertimbangan di atas, diharapkan pemerintah dalam hal ini Presiden memberikan ketegasan, apakah industri rokok nasional tetap berproduksi atau dilarang berproduksi. Kalau tetap berproduksi, pemerintah secara totalitas harus melindunginya mulai kebijakan sampai pada strategi pemasarannya. Andaikan dilarang beroperasi, pemerintah paling tidak harus berani mempersiapkan lapangan pekerjaan lain bagi petani dan buruh tani cengkeh dan tembakau, buruh industri dan mungkin menata perekonomian akibat multiplier<\/em> <\/em>effect<\/em> keberadaan industri kretek. Dan yang terpenting keberadaan industri kretek, sebagai industri nasional sebagai perwujudan agenda prioritas  tujuan Nawa Cita, sehingga jangan sampai digiring dan diatur kepentingan asing melalui rezim kesehatan sebagai leading sector, <\/em>yang belum tentu benar dan terkesan dipaksakan.  
<\/p>\n","post_title":"Ketika Pemerintah Plin-Plan Membuat Regulasi Terkait Dunia Pertembakauan","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"ketika-pemerintah-plin-plan-membuat-regulasi-terkait-dunia-pertembakauan","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-08-06 10:53:48","post_modified_gmt":"2019-08-06 03:53:48","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5936","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":16},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"epic_block_3"};

\n


Belum lagi, katanya KPAI akan mengambil langkah mengundang Kepala Daerah, dimana kotanya dibuat ajang audisi tersebut. Kalau nanti benar terjadi, menandakan kinerja KPAI tidak efektif. Masalah anak yang paling penting tidak terurus, dan selalu bergejolak di masyarakat kelas bawah. Sekali lagi seperti tidak sekolah karena orang tuanya tidak mampu atau orang tuanya meninggal dunia, walaupun sekolah katanya gratis, akan tetapi dampak lain timbul seperti halnya masalah ekonomi, akhirnya anak-anak mendingan cari uang untuk hidup sehari-hari dari pada sekolah. Anak-anak suka beli jajan (makanan ringat) di toko maupun dipinggir jalan yang mengandung bahan membahayakan bagi pertumbuhan anak. Di perempatan jalan atau lampu merah banyak anak-anak yang hidupnya menggelandang tanpa tujuan. Ini riil dan nyata di hadapan mata kita tiap hari. <\/p>\n\n\n\n


Tapi anehnya KPAI saat ini malah lebih intens mengurusi hal yang tidak penting degan melarang audisi pencarian bakat bulutangkis oleh Djarum Foundation. KPAI cenderung gagal faham dalam memahami, menafsiri, dan mensikapi hal tersebut. Anehnya lagi, apa yang dilakukan KPAI sampai ngotot. <\/p>\n\n\n\n


Kalau mau melarang program audisi Djarum Foundation, tunjukkan dulu KPAI punya program pencarian bakat seperti Djarum Foundation lakukan. Jangan seenaknya KPAI, melarang-larang tanpa solusi konkret dengan dalil perlindungan. Lucunya, KPAI dengan dalil perlindungan anak mengatakan, audisi pencarian bakat bulutangkis yes, ajang promosi no. Kalau dipahami, KPAI ingin audisi Djarum Foundation tetap jalan, tapi tulisan Djarum dihilangkan. Ini sama saja, tidak boleh menulis atau memaparkan nama club. Sedangkan pencantuman nama club sangat penting sebagai identitas dan jati diri. <\/p>\n\n\n\n


Kegiatan perlindungan untuk anak adalah pekerjaan yang sangat mulia kalau benar-benar dilakukan. KPAI, sebagai lembaga dengan memapang langsung tulisan perlindungan anak akan lebih mulia jika programnya konkret. Seperti lembaga sekolah negeri atau swasta, tanpa memakai kata-kata perlindungan, sekolah tersebut mendidik anak melindungi anak dari kebodohan untuk kesiapan masa depan. Audisi pencarian bakat bulutangkis Djarum Foundation pun demikian, kegiatannya konkret menyiapkan atlet olahraga bulutangkis. Dan apa yang telah dilakukan Djarum Foundation dengan audisinya sangat beda dari bentuk promosi. Berbeda dengan pelibatan anak-anak untuk promosi produk, murni tujuannya agar produknya laku. Apalagi produk yang ditawarkan untuk kebutuhan anak. Contohnya banyak sekali beredar iklan-iklan yang terpampang di pinggir jalan, di media sosial, bahkan di stasiun televisi, hal ini kayaknya lolos dari bahasan KPAI.<\/p>\n\n\n\n


Belum lagi, tanpa disadari lembaga KPAI juga menumpang hidup dari anak-anak. Kemana-mana membawa nama anak-anak untuk kegiatannya, bahkan sampai untuk menggalang donasi. Namun kegiatan yang betul-betul sangat dibutuhkan anak-anak belum atau bahkan tidak tersasar dan tidak menjadi prioritas. Sehingga, program KPAI untuk perlindungan anak dipastikan tidak efektif. Buktinya, KPAI membuat masalah yang sederhana dibuat rumit, seperti mempermasalahkan tulisan Djarum sebagai club dalam ajang audisi pencarian bakat Djarum Foundation Bhakti Olahraga. Jelas-jelas untuk kepentingan masa depan anak, dengan meningkakan minat dan bakat anak dalam olahraga atas dasar suka dan tidak ada paksaan.
Kata kunci pendidikan bagi anak adalah bermain, senang atau suka, sesuai keinginan, dan untuk bekal hidup selanjutnya. Jika KPAI mempermasalahkan tulisan club Djarum, yang dianggap sebagai ajang promosi dan ekploitasi anak, alasan tersebut tidak benar dan tanpa dasar. Seperti halnya penjelasan di atas, audisi pencarian bakat bulutangkis Djarum Foundation, jauh dari promosi dan ekploitasi. Tujuan utama audisi tidak lain memberikan bekal dan pendidikan bagi anak sesui keinginannya, anak belajar dengan senang, gembira, dan bermain. <\/p>\n\n\n\n


Jika kemudian KPAI dan lembaga lain yang mengatasnamakan peduli anak, melarang kegiatan audisi pencarian bakat olah raga bulutangkis yang dilakukan Djarum Foundation, sama dengan menghalangi anak Indonesia mengembangkan minat dan bakatnya sesuai keinginan, menghalangi anak Indonesia belajar sambil bermain dan gembira, menghalangi anak Indonesia untuk mendapatkan bekal hidup selanjutnya, menghalangi anak Indonesia untuk mewujudkan cita-cita. Apa yang dilakukan KPAI dan lembaga lain tersebut, sangat bertentangan dengan cita-cita Bangsa, dan cita-cita pendidikan bagi anak di Indonesia. <\/p>\n","post_title":"Sesat pikir KPAI Melarang Audisi Pencarian Bakat Bulutangkis Anak-Anak","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"sesat-pikir-kpai-melarang-audisi-pencarian-bakat-bulutangkis-anak-anak","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-08-14 11:00:58","post_modified_gmt":"2019-08-14 04:00:58","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5956","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5949,"post_author":"877","post_date":"2019-08-12 08:28:29","post_date_gmt":"2019-08-12 01:28:29","post_content":"\n

Kurban tidak semata-mata hanya menyembelih hewan, dibaliknya ada kisah indah yang bisa sebagai bahan renungan dan pengingat bagi semua. Pada kisah qurban, terdapat peran anak usia dini yang akhirnya dikenang umat Islam sedunia sepanjang masa dan juga dapat mengangkat harkat martabat keluarganya dihadapan Tuhan. Selama anak suka bahkan bahagia menjalankan perannya untuk kepentingan dirinya sendiri kedepan dan mengangkat harkat martabat keluarganya dengan bimbingan yang baik, maka hal tersebut sah-sah saja tidak ada larangan.\u00a0<\/p>\n\n\n\n

Kemarin, pada tanggal 11 Agustus 2019 hari Minggu, tepatnya pada tanggal 10 dzulhijjah 1440 M., dipagi hari umat Islam terlihat berbondong-bondong ada yang ke masjid ada yang kelapangan, tidak lain menjalankan ibadah sholat Idul Adha, atau biasa disebut hari raya qurban. Selain melakukan sholad, umat Islam merayakannya dengan menyembelih hewan qurban, seperti unta tradisi di Timur Tengah, sedangkam di Indonesia menyembelih sapi atau kerbau. Khusus di Kudus kota Kretek rerata menyembelih kerbau, sapi bagi sebagian besar masyarakat Kudus tidak mau menyembelih. Cerita yang beredar di masyarakat turun menurun, pelarangan menyembelih sapi sejak zaman kewalian yaitu Sunan Kudus sebagai penghormatan terhadap agama lain yang beranggapan hewan sapi sebagai hewan yang suci.<\/p>\n\n\n\n

Kembali ke Idul Adha, diceritakan oleh para Ulama\u2019 ada kisah tentang Nabi Ibrahim yang akan mengorbankan putranya yang masih kecil namanya Ismail (besarnya menjadi Nabi). Ceritanya Nabi Ibrahim saat tidur bermimpi, ia diperintah Tuhan untuk menyembelih putranya bernama Ismail. Saat bangun, ia merenung, berfikir sambil bertanya dihati, benarkah ini perintah Tuhan?. Kali pertama mimpinya ini, ia masih ragu antara benar perintah Tuhan atau tidak. Mimpi yang direnungkan dan difikir terjadi pada malam tanggal 08 dzulhijjah,disebut hari tarwiyah<\/em>.\u00a0<\/p>\n\n\n\n

Baca: Tinjauan Kritis Atas Larangan Iklan dan Sponshorship dengan Mencantumkan Logo, Brand Image, dan Identitas CSR Sebuah Perusahaan<\/a><\/p>\n\n\n\n

Pada malam tanggal 09 dzulhijjah Nabi Ibrahim mimpi lagi dengan perintah yang sama. Mimpi kali kedua, Nabi Ibrahim merasa yakin kalau benar-benar perintah Tuhan. Pada mimpi kedua disebut hari arafah<\/em>. Pada tanggal 10 dzulhijjah, hari Nabi Ibrahim melaksanakan perintah Tuhan untuk menyembelih Ismail (putranya), yang kemudian disebut  hari nakhr <\/em>(biasa disebut nahar bagi orang Indonesia). <\/p>\n\n\n\n

Cerita KH. Sya\u2019roni, saat pagi hari pada tanggal 10 dzulhijjah Nabi Ibrahim menyuruh istrinya bernama Siti Hajar (ibu kandung Ismail) untuk memandikan Ismail setelah itu memakaikan pakaian yang bagus-bagus, dengan alasan mau diajak jalan-jalan. Siti Hajar melaksanakan sesuai perintah suaminya, sembari menunggu istrinya selesai, Nabi Ibrahim mengasah pisaunya\/pedangnya. <\/p>\n\n\n\n

Ismail sudah siap, diajaklah jalan jalan bapaknya (Nabi Ibrahim) menuju bukit Mina di Makkah, dengan niatan mau disembelih sesui perintah Tuhan. Di tengah perjalanan, Nabi Ibrahim dihadang iblis yang berwujud manusia, dengan mengatakan Ibrahim, anakmu itu ganteng, tega kamu sembelih, urungkan niatmu. Nabi Ibrahim tidak menjawab, malah mengambil batu kecil 7 butir, kemudian batu kecil tersebut dilemparkan ke arah iblis tersebut, sambil mengatakan, pergi kamu Iblis. Nabi Ibrahim tetap melanjutkan perjalannya, dan dihadang Iblis lagi kali kedua, Nabi Ibrahim mengambil batu kecil lagi dilempar ke iblis. Kemudian Nabi melanjutkan perjalannya, dihadang iblis lagi kali ketiga, seperti penghadangan yang pertama dan kedua, Nabi mengambil batu kecil dan dilemparkan ke arah iblis, lalu Nabi Ibrahim lanjut lagi. Inilah cerita, yang menjadi cikal bakal adanya jumroh ula, jumroh wustho dan jumroh aqobah. Tiap ibadah haji jumroh ini harus diperagakan seperti halnya apa yang telah dilakukan Nabi Ibrahim dengan maksud melawan dan melempar iblis dengan batu agar tidak mengganggu..  <\/p>\n\n\n\n

Sesampainya di puncak bukit Mina, Nabi Ibrahim menceritakan mimpinya dan mengatakan maksud dan tujuannya mengajak Ismail jalan-jalan. Selesai Nabi Ibrahim cerita, kemudian Ismail berkata pada bapaknya, untuk segera menjalankan perintah Tuhan. Pada saat menyembebelih, pisau\/pedang Nabi Ibrahim tidak bisa melukai kulit Ismail, karena Nabi Ibrahim masih gelisah dan menangis saat melihat wajah Ismail. Kemudian Ismail berkata, mungkin karena bapak melihat wajahku, hingga tidak tega menyembelih, lalu Ismail membalikkan badannya memposisisikan badannya telungkup. Lalau Nabi Ibrahim dengan kesiapan hati melakukan penyembelihan yang kedua, lagi-lagi pisau\/pedangnya tidak mampu melukai kulit leher Ismail. Dengan bingung karena tidak berhasil menyembelih Ismail, turunlah Malaikat Jibril dengan membawa kambing, digantikannya Ismail dengan kambing tersebut. Bersamaan dengan turunnya wahyu Tuhan yang menjelaskan keduanya telah lulus  dari ujian. Kemudian Nabi Ibrahim membaca takbir \u201cAllahu Akbar\u201d<\/em> 3x, disaut Ismail dengan .membaca \u201cLaa ilaaha illahhu wallahu akbar<\/em>\u201d, diakhiri Malikat Jibril dengan bacaan \u201cAllahu Akbar walillahil Hamd<\/em>\u201d, dilanjutkan dengan menyembelih kambing bawaan malaikat jibril.<\/p>\n\n\n\n

Ada cerita lucu setelah Nabi Ibrahim selesai menyembelih kambing, Nabi Ibrahim bertanya pada Ismail, siapa yang paling dermawan diantara kita? Ismail menjawab, saya. Tidak bisa kata Nabi Ibrahim, saya yang paling dermawan, karena akan mngorbankan anak yang kucintai. Ismail berkata, tidak bisa, saya yang dermawan, karena bapak punya dua anak, kalau saya dikorbankan, masih punya anak satu, lalu malaikat berkata, tidak bisa, saya yang dermawan karena saya sudah kehilangan kambing satu.\u00a0\u00a0<\/p>\n\n\n\n

Baca: Kegagalan Lakpesdam PBNU dalam Melihat Produk Tembakau Alternatif<\/a><\/p>\n\n\n\n

Keterangan dalam kitab tafsir  \u201cTanwirul Adhan<\/em>\u201d penjelasan dari surat As-Saffat ayat 102 bahwa usia Ismail saat itu 13 tahun ada juga Ulama\u2019 yang mengatakan umur 7 tahun. ada riwayat lain yang mengatakan umur Ismail saat itu 14 tahun. Pada intinya saat kejadian kisah penyembelihan, Ismail masih usia anak-anak, ia dengan senang hati dan ikhlas, menjalani perannya.  <\/p>\n\n\n\n

Dari sejarah singkat qurban yang ektrim di atas, kira-kira pendapat KPAI apakah mendukung apa yang telah di lakukan Nabi Ibrahim?, atau sebaliknya mendukung Iblis yang menghalangi Nabi Ibrahim yang akan menjalankan kewajibannya sebagai hamba?. Saya yakin KPAI akan mendukung Nabi Ibrahim, tidak mendukung langkah Iblis. 
<\/p>\n\n\n\n

Walaupun ktidak persis, tapi hampir mirip kisah qurban diatas dengan audisi oleh Djarum Foundation yang melibatkan. Program audisi bulutangkis usia anak-anak Djarum Foundation, tidak lain ikut serta program pemerintah dalam mencerdaskan bangsa melalui pencarian bakat sedini mungkin. Anak-anak yang berbakat bulutangkis tentunya yang terjaring dalam audisi, dididik dengan penuh semangat oleh Djarum Foundation Bhakti olahraga. Buktinya, anak-anak tersebut disekolahkan formal, dilatih bulu tangkis dengan disiplin dan penuh tanggungjawab, tanpa dipungut biaya apapun, bahkan semua kebutuhan anak-anak tercukupi dengan baik. Pola didiknya, seperti pola pendidikan sekolah lainnya, anak-anak dididik dan diajar agar berpretasi, setidaknya punya pengetahuan, pengalaman dan keahlian sebagai bekal masa depan. Disisi lain, ternyata anak-anak yang terjaring audisi merasa sangat gembira, senang dan bangga bisa terpilih. Mereka dapat mengembangkan bakatnya, dan mendapatkan pendidikan sekolah dengan gratis.<\/p>\n\n\n\n

Tujuan utama Djarum Foundation mencari bibit unggul pebulutangkis Indonesia, yang selama ini sebagai salah satu olahraga kebanggaan masyarakat Indonesia atas banyaknya prestasi yang di peroleh. Program Djarum Foundation Bhakti olahraga jauh dari niatan ekploitasi anak untuk promosi, yang ada ekploitasi anak untuk kejayaan olah raga bulutangkis bangsa Indonesia. <\/p>\n\n\n\n

Juga, program Djarum Foundation audisi bulutangkis adalah salah satu bentuk kesadaran dan kewajibannya membangun bangsa dengan melibatkan anak-anak. Lalu apa yang salah dari Djarum Foundation Bhakti Olahraga, jelas-jelas telah menghibahkan fasilitas, pikiran hingga dana untuk kepentingan kejayaan bangsa Indonesia, melalui olahraga. Pemerintah harus mendukung program tersebut, begitupun KPAI. KPAI jangan sampai menjadi penghalang, seperti halnya penghalang Nabi Ibrahim dalam kisah di atas.  
<\/p>\n","post_title":"Refleksi Kisah Kurban sebagai Bahan Pengingat KPAI","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"refleksi-kisah-kurban-sebagai-bahan-pengingat-kpai","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-08-12 08:30:31","post_modified_gmt":"2019-08-12 01:30:31","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5949","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5936,"post_author":"877","post_date":"2019-08-06 10:53:42","post_date_gmt":"2019-08-06 03:53:42","post_content":"\n

Masalah peredaran rokok di Indonesia, pemerintah cenderung mengambil langkah aman. Sudah saatnya pemerintah harus tegas menentukan sikap pelarangan atau membolehkan peredaran rokok di tengah-tengah masyarakat. <\/p>\n\n\n\n

Sikap pemerintah sampai saat ini menimbulkan pro dan kontra. Di satu sisi pemerintah melalui Kementrian Kesehatan membuat aturan pembatasan dan pelarangan beredarnya rokok, bahkan melarang adanya iklan rokok dan mengatur packaging<\/em> dengan bermacam gambar dan peringatan yang menggelian. Di sisi lain, pemerintah mendorong peningkatkan pendapatan Negara, mendorong peningkatan ekonomi rakyat, mendorong peningkatan produktivitas rakyat dan daya saing di pasar internasional, dan mendorong pengentasan kemiskinan.<\/p>\n\n\n\n

Sekarang, efek sikap pemerintah di atas meluas kemana-mana, mulai dari isu penyederhanaan layer atau penggabungan golongan industri rokok, isu pelarangan iklan rokok di media sosial karena pengguna media sosial banyak anak-anak, sampai pada pelarangan audisi pencari bakat bulu tangkis yang dilakukan Djarum Foundation dengan alasan ekploitasi anak. Ini semua adalah beberapa agenda untuk pengendalian rokok dan tembakau di Indonesia yang alasannya sudah dipatahkan dengan data yang lebih akurat.<\/p>\n\n\n\n

Semisal, yang pro dapat menceritakan dan meruntutkan agenda pengendalian rokok dan tembakau di Indonesia sebagai agenda politik dagang internasional. Semua program pengendalian rokok dan tembakau di Indonesia mengadopsi dari program World Health Organization (WHO) organisasi program dunia yang mendapatkan sokongan dana dari industri farmasi.\u00a0<\/p>\n\n\n\n

Baca:
Ada Campur Tangan Bloomberg dalam Surat Edaran Menkes terkait Pemblokiran Iklan Rokok <\/a><\/p>\n\n\n\n

WHO tidak semata-mata bertujuan demi meningkatkan taraf kesehatan penduduk. Di sini WHO sebagai ujung tombak industri farmasi. Terjadi peralihan di lingkup kesehatan, dimana dokter dan ilmuwan kesehatan dikuasai perusahan obat (farmasi). Tujuan utamanya tidak lain untuk merebut pasar nikotin dunia, dan menggantikan pemanfaatan nikotin alami dari tembakau dengan produk rekayasa nikotin yang telah dikantongi hak patennya. Keterlibatan WHO memuluskan tujuan industri farmasi tersebut dengan mendorong negara-negara di dunia untuk memberlakukan kebijakan sesuai kerangka kesehatan, tanpa mempertimbangkan peran sosial, ekonomi, politik dan budaya. Walaupun alasan kesehatan yang dibangun ternyata tidak 100% benar dan terkesan dipaksakan. Negara yang menjadi sasaran utama adalah Negara yang berkembang, seperti Indonesia, China, Bangladesh, India, Rusia, Mesir, Thailand, Filipina dan Brazil. <\/p>\n\n\n\n

Untuk menguasai pasar nikotin di dunia, industri farmasi mendapatkan sokongan dana dari bloomberg initiative. Karena salah satu direktur dari persekutuan perusahaan farmasi dunia bernama William R. Brody punya kedekatan dengan bloomberg initiative, selain teman karib juga posisinya sebagai penasehat. <\/h4>\n\n\n\n

Tidak mengherankan jika pendukung program pengendalian rokok dan tembakau di Indonesia mendapatkan sokongan dana dari bloomberg initiative termasuk lembaga yang bergerak untuk perlindungan anak, salah satunya Komnas Perlindungan Anak Indonesia (KPAI). Apapun bentuk lembaganya, selama mendapatkan kucuran dana bloomberg initiative, program utamanya harus sinergi dengan program bloomberg initiative dan rezim kesehatan dunia (WHO) yaitu pengendalian tembakau dan rokok, terutama rokok kretek asli Indonesia.<\/p>\n\n\n\n

Ada sekitar lebih dari 20an lembaga di Indonesia mendapatkan sokongan dana langsung maupun tidak langsung dari bloomberg initiative. Lembaga-lembaga tersebut bervarian, ada lembaga yang bergerak dalam pendidikan, bergerak pemberantasan korupsi, bergerak dalam kesehatan, bergerak perlindungan konsumen, bergerak melindungi anak, bahkan sampai pada lembaga agama. Numun pada intinya leading sector<\/em> yaitu sektor potensial yang dapat\u00a0menggerakkan agenda pengendalian tembakau dan rokok di Indonesia ada pada rezim kesehatan dalam hal ini Kementerian Kesehatan. Dengan menggunakan dalil kesehatan yang mulia, agenda bloomberg initiative dan farmasi berselancar dengan baik di Indonesia. \u00a0<\/p>\n\n\n\n

Baca:
Tinjauan Kritis Atas Larangan Iklan dan Sponshorship dengan Mencantumkan Logo, Brand Image, dan Identitas CSR Sebuah Perusahaan<\/a> <\/p>\n\n\n\n

Isu kuat saat ini yang beredar untuk agenda pengendalian tembakau dan rokok di Indonesia salah satunya, KPAI melarang audisi pencarian bakat bulu tangkis sejak dini yang dilakukan Djarum Foundation dengan alasan ekploitasi anak, Kementerian Kesehatan dan KPAI melarang adanya iklan di media sosia karena akan mengakibatkan bertambahnya perokok pemula, penggabungan golongan industri rokok atau penyederhanaan layer tarif cukai rokok yang intinya pengurangan terhadap industri rokok kretek, menaikkan cukai rokok untuk mengurangi peredaran rokok, dan korelasinya rokok dengan kemiskinan bertujuan agar ada kebijakan menghalau laju industri rokok kretek. <\/p>\n\n\n\n

Pemerintah dalam hal ini harus tegas mengambil sikap, untuk kepastian dan masa depan industri rokok kretek asli Indonesia. Dimana sejarah penemuan rokok kretek tidak lain untuk pengobatan yang dilakukan H. Djamhari sebagai obat sakit bengeknya. Karena rokok kretek adalah campuran tembakau dan cengkeh, berbeda dengan rokok non kretek yang hanya memakai tembakau saja. Selama ini, belum ada uji atau riset bahwa rokok kretek berkorelasi signifikan terhadap timbulnya penyakit yang dituduhkan. Kalau menjadi salah satu bagian kecil penyebab penyakit, tentunya ya dan bukan faktor penyebab utama. Itu seperti halnya barang-barang lain yang dikonsumsi manusia secara berlebihan dan hidup tidak seimbang. Termasuk makan nasi, mengkonsumsi gula dan mengkonsumsi lainnya secara berlebihan, tanpa diimbangi olah raga dan istirahat yang cukup. <\/p>\n\n\n\n

Selain itu, posisi industri kretek sangat stategis bagi bangsa Indonesia. Industri kretek membuktikan tetap bertahan setidaknya lebih dari 130 tahun. Disaat industri lain tumbang di zaman kolonial, industri kretek tetap eksis memberikan penghidupan masyarakat Indonesia. Bahkan tergolong industri yang peka zaman, dengan memberikan kontribusi yang sangat besar. Menghidupi setidaknya 6.1 juta jiwa petani cengkeh yang tersebar di 30 provinsi, petani tembakau yang tersebar di 15 provinsi. Menghidupi ribuan karyawan yang bekerja di industri kretek. Mempunyai multiplier<\/em> <\/em>effect<\/em> ke sektor perokonomian lainnya yang berada di sekitar industri kretek. <\/p>\n\n\n\n

Keberadaan industri kretek berkontribusi adanya hak jaminan sosial dan corporate social responsibility<\/em> (CSR), seperti halnya jaminan kesehatan, bhakti pendidikan, bhakti budaya, bhakti olahraga, bhakti lingkungan dan lain sebagainya. Berkontribusi pendapatan Negara melalui setoran cukai, berkontribusi bagi kesehatan publik dari alokasi dana bagi hasil cukai hasil tembakau (DBH-CHT) untuk sarana kesehatan dan pembayaran defisit Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS).  <\/p>\n\n\n\n

Selain itu, adanya industri kretek sebagai cermin kemandirian dan kedaulatan bangsa, karena sebagai pemenuhan kebutuhan pokok rakyat dalam hal ini pendapatan masyarakat sebagai agenda pemberantasan kemiskinan. <\/p>\n\n\n\n

Dengan pertimbangan di atas, diharapkan pemerintah dalam hal ini Presiden memberikan ketegasan, apakah industri rokok nasional tetap berproduksi atau dilarang berproduksi. Kalau tetap berproduksi, pemerintah secara totalitas harus melindunginya mulai kebijakan sampai pada strategi pemasarannya. Andaikan dilarang beroperasi, pemerintah paling tidak harus berani mempersiapkan lapangan pekerjaan lain bagi petani dan buruh tani cengkeh dan tembakau, buruh industri dan mungkin menata perekonomian akibat multiplier<\/em> <\/em>effect<\/em> keberadaan industri kretek. Dan yang terpenting keberadaan industri kretek, sebagai industri nasional sebagai perwujudan agenda prioritas  tujuan Nawa Cita, sehingga jangan sampai digiring dan diatur kepentingan asing melalui rezim kesehatan sebagai leading sector, <\/em>yang belum tentu benar dan terkesan dipaksakan.  
<\/p>\n","post_title":"Ketika Pemerintah Plin-Plan Membuat Regulasi Terkait Dunia Pertembakauan","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"ketika-pemerintah-plin-plan-membuat-regulasi-terkait-dunia-pertembakauan","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-08-06 10:53:48","post_modified_gmt":"2019-08-06 03:53:48","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5936","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":16},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"epic_block_3"};

\n


KPAI harusnya faham makna perlindungan bagi anak, jangan hanya dimaknai secara sempit, semisal anak juga butuh perlindungan dari kebodohan dan kebutuhan lain yang sifatnya sangat mendesak. Nyatanya masih banyak anak \u2013anak yang tidak sekolah karena tidak mampu, masih banyak anak-anak yang hidup terlantar di Jalan, masih banyak anak-anak sebagai obyek makanan ringan yang bahannya membahayakan bagi tubuh. Dimana dan apa yang sudah dilakukan KPAI untuk melindungi anak tersebut?. Masih banyak masalah anak yang sangat penting dan krusial harus dikerjakan KPAI, dari pada mengurusi tulisan club Djarum dalam program audisi Djarum Foundation.<\/p>\n\n\n\n


Belum lagi, katanya KPAI akan mengambil langkah mengundang Kepala Daerah, dimana kotanya dibuat ajang audisi tersebut. Kalau nanti benar terjadi, menandakan kinerja KPAI tidak efektif. Masalah anak yang paling penting tidak terurus, dan selalu bergejolak di masyarakat kelas bawah. Sekali lagi seperti tidak sekolah karena orang tuanya tidak mampu atau orang tuanya meninggal dunia, walaupun sekolah katanya gratis, akan tetapi dampak lain timbul seperti halnya masalah ekonomi, akhirnya anak-anak mendingan cari uang untuk hidup sehari-hari dari pada sekolah. Anak-anak suka beli jajan (makanan ringat) di toko maupun dipinggir jalan yang mengandung bahan membahayakan bagi pertumbuhan anak. Di perempatan jalan atau lampu merah banyak anak-anak yang hidupnya menggelandang tanpa tujuan. Ini riil dan nyata di hadapan mata kita tiap hari. <\/p>\n\n\n\n


Tapi anehnya KPAI saat ini malah lebih intens mengurusi hal yang tidak penting degan melarang audisi pencarian bakat bulutangkis oleh Djarum Foundation. KPAI cenderung gagal faham dalam memahami, menafsiri, dan mensikapi hal tersebut. Anehnya lagi, apa yang dilakukan KPAI sampai ngotot. <\/p>\n\n\n\n


Kalau mau melarang program audisi Djarum Foundation, tunjukkan dulu KPAI punya program pencarian bakat seperti Djarum Foundation lakukan. Jangan seenaknya KPAI, melarang-larang tanpa solusi konkret dengan dalil perlindungan. Lucunya, KPAI dengan dalil perlindungan anak mengatakan, audisi pencarian bakat bulutangkis yes, ajang promosi no. Kalau dipahami, KPAI ingin audisi Djarum Foundation tetap jalan, tapi tulisan Djarum dihilangkan. Ini sama saja, tidak boleh menulis atau memaparkan nama club. Sedangkan pencantuman nama club sangat penting sebagai identitas dan jati diri. <\/p>\n\n\n\n


Kegiatan perlindungan untuk anak adalah pekerjaan yang sangat mulia kalau benar-benar dilakukan. KPAI, sebagai lembaga dengan memapang langsung tulisan perlindungan anak akan lebih mulia jika programnya konkret. Seperti lembaga sekolah negeri atau swasta, tanpa memakai kata-kata perlindungan, sekolah tersebut mendidik anak melindungi anak dari kebodohan untuk kesiapan masa depan. Audisi pencarian bakat bulutangkis Djarum Foundation pun demikian, kegiatannya konkret menyiapkan atlet olahraga bulutangkis. Dan apa yang telah dilakukan Djarum Foundation dengan audisinya sangat beda dari bentuk promosi. Berbeda dengan pelibatan anak-anak untuk promosi produk, murni tujuannya agar produknya laku. Apalagi produk yang ditawarkan untuk kebutuhan anak. Contohnya banyak sekali beredar iklan-iklan yang terpampang di pinggir jalan, di media sosial, bahkan di stasiun televisi, hal ini kayaknya lolos dari bahasan KPAI.<\/p>\n\n\n\n


Belum lagi, tanpa disadari lembaga KPAI juga menumpang hidup dari anak-anak. Kemana-mana membawa nama anak-anak untuk kegiatannya, bahkan sampai untuk menggalang donasi. Namun kegiatan yang betul-betul sangat dibutuhkan anak-anak belum atau bahkan tidak tersasar dan tidak menjadi prioritas. Sehingga, program KPAI untuk perlindungan anak dipastikan tidak efektif. Buktinya, KPAI membuat masalah yang sederhana dibuat rumit, seperti mempermasalahkan tulisan Djarum sebagai club dalam ajang audisi pencarian bakat Djarum Foundation Bhakti Olahraga. Jelas-jelas untuk kepentingan masa depan anak, dengan meningkakan minat dan bakat anak dalam olahraga atas dasar suka dan tidak ada paksaan.
Kata kunci pendidikan bagi anak adalah bermain, senang atau suka, sesuai keinginan, dan untuk bekal hidup selanjutnya. Jika KPAI mempermasalahkan tulisan club Djarum, yang dianggap sebagai ajang promosi dan ekploitasi anak, alasan tersebut tidak benar dan tanpa dasar. Seperti halnya penjelasan di atas, audisi pencarian bakat bulutangkis Djarum Foundation, jauh dari promosi dan ekploitasi. Tujuan utama audisi tidak lain memberikan bekal dan pendidikan bagi anak sesui keinginannya, anak belajar dengan senang, gembira, dan bermain. <\/p>\n\n\n\n


Jika kemudian KPAI dan lembaga lain yang mengatasnamakan peduli anak, melarang kegiatan audisi pencarian bakat olah raga bulutangkis yang dilakukan Djarum Foundation, sama dengan menghalangi anak Indonesia mengembangkan minat dan bakatnya sesuai keinginan, menghalangi anak Indonesia belajar sambil bermain dan gembira, menghalangi anak Indonesia untuk mendapatkan bekal hidup selanjutnya, menghalangi anak Indonesia untuk mewujudkan cita-cita. Apa yang dilakukan KPAI dan lembaga lain tersebut, sangat bertentangan dengan cita-cita Bangsa, dan cita-cita pendidikan bagi anak di Indonesia. <\/p>\n","post_title":"Sesat pikir KPAI Melarang Audisi Pencarian Bakat Bulutangkis Anak-Anak","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"sesat-pikir-kpai-melarang-audisi-pencarian-bakat-bulutangkis-anak-anak","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-08-14 11:00:58","post_modified_gmt":"2019-08-14 04:00:58","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5956","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5949,"post_author":"877","post_date":"2019-08-12 08:28:29","post_date_gmt":"2019-08-12 01:28:29","post_content":"\n

Kurban tidak semata-mata hanya menyembelih hewan, dibaliknya ada kisah indah yang bisa sebagai bahan renungan dan pengingat bagi semua. Pada kisah qurban, terdapat peran anak usia dini yang akhirnya dikenang umat Islam sedunia sepanjang masa dan juga dapat mengangkat harkat martabat keluarganya dihadapan Tuhan. Selama anak suka bahkan bahagia menjalankan perannya untuk kepentingan dirinya sendiri kedepan dan mengangkat harkat martabat keluarganya dengan bimbingan yang baik, maka hal tersebut sah-sah saja tidak ada larangan.\u00a0<\/p>\n\n\n\n

Kemarin, pada tanggal 11 Agustus 2019 hari Minggu, tepatnya pada tanggal 10 dzulhijjah 1440 M., dipagi hari umat Islam terlihat berbondong-bondong ada yang ke masjid ada yang kelapangan, tidak lain menjalankan ibadah sholat Idul Adha, atau biasa disebut hari raya qurban. Selain melakukan sholad, umat Islam merayakannya dengan menyembelih hewan qurban, seperti unta tradisi di Timur Tengah, sedangkam di Indonesia menyembelih sapi atau kerbau. Khusus di Kudus kota Kretek rerata menyembelih kerbau, sapi bagi sebagian besar masyarakat Kudus tidak mau menyembelih. Cerita yang beredar di masyarakat turun menurun, pelarangan menyembelih sapi sejak zaman kewalian yaitu Sunan Kudus sebagai penghormatan terhadap agama lain yang beranggapan hewan sapi sebagai hewan yang suci.<\/p>\n\n\n\n

Kembali ke Idul Adha, diceritakan oleh para Ulama\u2019 ada kisah tentang Nabi Ibrahim yang akan mengorbankan putranya yang masih kecil namanya Ismail (besarnya menjadi Nabi). Ceritanya Nabi Ibrahim saat tidur bermimpi, ia diperintah Tuhan untuk menyembelih putranya bernama Ismail. Saat bangun, ia merenung, berfikir sambil bertanya dihati, benarkah ini perintah Tuhan?. Kali pertama mimpinya ini, ia masih ragu antara benar perintah Tuhan atau tidak. Mimpi yang direnungkan dan difikir terjadi pada malam tanggal 08 dzulhijjah,disebut hari tarwiyah<\/em>.\u00a0<\/p>\n\n\n\n

Baca: Tinjauan Kritis Atas Larangan Iklan dan Sponshorship dengan Mencantumkan Logo, Brand Image, dan Identitas CSR Sebuah Perusahaan<\/a><\/p>\n\n\n\n

Pada malam tanggal 09 dzulhijjah Nabi Ibrahim mimpi lagi dengan perintah yang sama. Mimpi kali kedua, Nabi Ibrahim merasa yakin kalau benar-benar perintah Tuhan. Pada mimpi kedua disebut hari arafah<\/em>. Pada tanggal 10 dzulhijjah, hari Nabi Ibrahim melaksanakan perintah Tuhan untuk menyembelih Ismail (putranya), yang kemudian disebut  hari nakhr <\/em>(biasa disebut nahar bagi orang Indonesia). <\/p>\n\n\n\n

Cerita KH. Sya\u2019roni, saat pagi hari pada tanggal 10 dzulhijjah Nabi Ibrahim menyuruh istrinya bernama Siti Hajar (ibu kandung Ismail) untuk memandikan Ismail setelah itu memakaikan pakaian yang bagus-bagus, dengan alasan mau diajak jalan-jalan. Siti Hajar melaksanakan sesuai perintah suaminya, sembari menunggu istrinya selesai, Nabi Ibrahim mengasah pisaunya\/pedangnya. <\/p>\n\n\n\n

Ismail sudah siap, diajaklah jalan jalan bapaknya (Nabi Ibrahim) menuju bukit Mina di Makkah, dengan niatan mau disembelih sesui perintah Tuhan. Di tengah perjalanan, Nabi Ibrahim dihadang iblis yang berwujud manusia, dengan mengatakan Ibrahim, anakmu itu ganteng, tega kamu sembelih, urungkan niatmu. Nabi Ibrahim tidak menjawab, malah mengambil batu kecil 7 butir, kemudian batu kecil tersebut dilemparkan ke arah iblis tersebut, sambil mengatakan, pergi kamu Iblis. Nabi Ibrahim tetap melanjutkan perjalannya, dan dihadang Iblis lagi kali kedua, Nabi Ibrahim mengambil batu kecil lagi dilempar ke iblis. Kemudian Nabi melanjutkan perjalannya, dihadang iblis lagi kali ketiga, seperti penghadangan yang pertama dan kedua, Nabi mengambil batu kecil dan dilemparkan ke arah iblis, lalu Nabi Ibrahim lanjut lagi. Inilah cerita, yang menjadi cikal bakal adanya jumroh ula, jumroh wustho dan jumroh aqobah. Tiap ibadah haji jumroh ini harus diperagakan seperti halnya apa yang telah dilakukan Nabi Ibrahim dengan maksud melawan dan melempar iblis dengan batu agar tidak mengganggu..  <\/p>\n\n\n\n

Sesampainya di puncak bukit Mina, Nabi Ibrahim menceritakan mimpinya dan mengatakan maksud dan tujuannya mengajak Ismail jalan-jalan. Selesai Nabi Ibrahim cerita, kemudian Ismail berkata pada bapaknya, untuk segera menjalankan perintah Tuhan. Pada saat menyembebelih, pisau\/pedang Nabi Ibrahim tidak bisa melukai kulit Ismail, karena Nabi Ibrahim masih gelisah dan menangis saat melihat wajah Ismail. Kemudian Ismail berkata, mungkin karena bapak melihat wajahku, hingga tidak tega menyembelih, lalu Ismail membalikkan badannya memposisisikan badannya telungkup. Lalau Nabi Ibrahim dengan kesiapan hati melakukan penyembelihan yang kedua, lagi-lagi pisau\/pedangnya tidak mampu melukai kulit leher Ismail. Dengan bingung karena tidak berhasil menyembelih Ismail, turunlah Malaikat Jibril dengan membawa kambing, digantikannya Ismail dengan kambing tersebut. Bersamaan dengan turunnya wahyu Tuhan yang menjelaskan keduanya telah lulus  dari ujian. Kemudian Nabi Ibrahim membaca takbir \u201cAllahu Akbar\u201d<\/em> 3x, disaut Ismail dengan .membaca \u201cLaa ilaaha illahhu wallahu akbar<\/em>\u201d, diakhiri Malikat Jibril dengan bacaan \u201cAllahu Akbar walillahil Hamd<\/em>\u201d, dilanjutkan dengan menyembelih kambing bawaan malaikat jibril.<\/p>\n\n\n\n

Ada cerita lucu setelah Nabi Ibrahim selesai menyembelih kambing, Nabi Ibrahim bertanya pada Ismail, siapa yang paling dermawan diantara kita? Ismail menjawab, saya. Tidak bisa kata Nabi Ibrahim, saya yang paling dermawan, karena akan mngorbankan anak yang kucintai. Ismail berkata, tidak bisa, saya yang dermawan, karena bapak punya dua anak, kalau saya dikorbankan, masih punya anak satu, lalu malaikat berkata, tidak bisa, saya yang dermawan karena saya sudah kehilangan kambing satu.\u00a0\u00a0<\/p>\n\n\n\n

Baca: Kegagalan Lakpesdam PBNU dalam Melihat Produk Tembakau Alternatif<\/a><\/p>\n\n\n\n

Keterangan dalam kitab tafsir  \u201cTanwirul Adhan<\/em>\u201d penjelasan dari surat As-Saffat ayat 102 bahwa usia Ismail saat itu 13 tahun ada juga Ulama\u2019 yang mengatakan umur 7 tahun. ada riwayat lain yang mengatakan umur Ismail saat itu 14 tahun. Pada intinya saat kejadian kisah penyembelihan, Ismail masih usia anak-anak, ia dengan senang hati dan ikhlas, menjalani perannya.  <\/p>\n\n\n\n

Dari sejarah singkat qurban yang ektrim di atas, kira-kira pendapat KPAI apakah mendukung apa yang telah di lakukan Nabi Ibrahim?, atau sebaliknya mendukung Iblis yang menghalangi Nabi Ibrahim yang akan menjalankan kewajibannya sebagai hamba?. Saya yakin KPAI akan mendukung Nabi Ibrahim, tidak mendukung langkah Iblis. 
<\/p>\n\n\n\n

Walaupun ktidak persis, tapi hampir mirip kisah qurban diatas dengan audisi oleh Djarum Foundation yang melibatkan. Program audisi bulutangkis usia anak-anak Djarum Foundation, tidak lain ikut serta program pemerintah dalam mencerdaskan bangsa melalui pencarian bakat sedini mungkin. Anak-anak yang berbakat bulutangkis tentunya yang terjaring dalam audisi, dididik dengan penuh semangat oleh Djarum Foundation Bhakti olahraga. Buktinya, anak-anak tersebut disekolahkan formal, dilatih bulu tangkis dengan disiplin dan penuh tanggungjawab, tanpa dipungut biaya apapun, bahkan semua kebutuhan anak-anak tercukupi dengan baik. Pola didiknya, seperti pola pendidikan sekolah lainnya, anak-anak dididik dan diajar agar berpretasi, setidaknya punya pengetahuan, pengalaman dan keahlian sebagai bekal masa depan. Disisi lain, ternyata anak-anak yang terjaring audisi merasa sangat gembira, senang dan bangga bisa terpilih. Mereka dapat mengembangkan bakatnya, dan mendapatkan pendidikan sekolah dengan gratis.<\/p>\n\n\n\n

Tujuan utama Djarum Foundation mencari bibit unggul pebulutangkis Indonesia, yang selama ini sebagai salah satu olahraga kebanggaan masyarakat Indonesia atas banyaknya prestasi yang di peroleh. Program Djarum Foundation Bhakti olahraga jauh dari niatan ekploitasi anak untuk promosi, yang ada ekploitasi anak untuk kejayaan olah raga bulutangkis bangsa Indonesia. <\/p>\n\n\n\n

Juga, program Djarum Foundation audisi bulutangkis adalah salah satu bentuk kesadaran dan kewajibannya membangun bangsa dengan melibatkan anak-anak. Lalu apa yang salah dari Djarum Foundation Bhakti Olahraga, jelas-jelas telah menghibahkan fasilitas, pikiran hingga dana untuk kepentingan kejayaan bangsa Indonesia, melalui olahraga. Pemerintah harus mendukung program tersebut, begitupun KPAI. KPAI jangan sampai menjadi penghalang, seperti halnya penghalang Nabi Ibrahim dalam kisah di atas.  
<\/p>\n","post_title":"Refleksi Kisah Kurban sebagai Bahan Pengingat KPAI","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"refleksi-kisah-kurban-sebagai-bahan-pengingat-kpai","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-08-12 08:30:31","post_modified_gmt":"2019-08-12 01:30:31","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5949","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5936,"post_author":"877","post_date":"2019-08-06 10:53:42","post_date_gmt":"2019-08-06 03:53:42","post_content":"\n

Masalah peredaran rokok di Indonesia, pemerintah cenderung mengambil langkah aman. Sudah saatnya pemerintah harus tegas menentukan sikap pelarangan atau membolehkan peredaran rokok di tengah-tengah masyarakat. <\/p>\n\n\n\n

Sikap pemerintah sampai saat ini menimbulkan pro dan kontra. Di satu sisi pemerintah melalui Kementrian Kesehatan membuat aturan pembatasan dan pelarangan beredarnya rokok, bahkan melarang adanya iklan rokok dan mengatur packaging<\/em> dengan bermacam gambar dan peringatan yang menggelian. Di sisi lain, pemerintah mendorong peningkatkan pendapatan Negara, mendorong peningkatan ekonomi rakyat, mendorong peningkatan produktivitas rakyat dan daya saing di pasar internasional, dan mendorong pengentasan kemiskinan.<\/p>\n\n\n\n

Sekarang, efek sikap pemerintah di atas meluas kemana-mana, mulai dari isu penyederhanaan layer atau penggabungan golongan industri rokok, isu pelarangan iklan rokok di media sosial karena pengguna media sosial banyak anak-anak, sampai pada pelarangan audisi pencari bakat bulu tangkis yang dilakukan Djarum Foundation dengan alasan ekploitasi anak. Ini semua adalah beberapa agenda untuk pengendalian rokok dan tembakau di Indonesia yang alasannya sudah dipatahkan dengan data yang lebih akurat.<\/p>\n\n\n\n

Semisal, yang pro dapat menceritakan dan meruntutkan agenda pengendalian rokok dan tembakau di Indonesia sebagai agenda politik dagang internasional. Semua program pengendalian rokok dan tembakau di Indonesia mengadopsi dari program World Health Organization (WHO) organisasi program dunia yang mendapatkan sokongan dana dari industri farmasi.\u00a0<\/p>\n\n\n\n

Baca:
Ada Campur Tangan Bloomberg dalam Surat Edaran Menkes terkait Pemblokiran Iklan Rokok <\/a><\/p>\n\n\n\n

WHO tidak semata-mata bertujuan demi meningkatkan taraf kesehatan penduduk. Di sini WHO sebagai ujung tombak industri farmasi. Terjadi peralihan di lingkup kesehatan, dimana dokter dan ilmuwan kesehatan dikuasai perusahan obat (farmasi). Tujuan utamanya tidak lain untuk merebut pasar nikotin dunia, dan menggantikan pemanfaatan nikotin alami dari tembakau dengan produk rekayasa nikotin yang telah dikantongi hak patennya. Keterlibatan WHO memuluskan tujuan industri farmasi tersebut dengan mendorong negara-negara di dunia untuk memberlakukan kebijakan sesuai kerangka kesehatan, tanpa mempertimbangkan peran sosial, ekonomi, politik dan budaya. Walaupun alasan kesehatan yang dibangun ternyata tidak 100% benar dan terkesan dipaksakan. Negara yang menjadi sasaran utama adalah Negara yang berkembang, seperti Indonesia, China, Bangladesh, India, Rusia, Mesir, Thailand, Filipina dan Brazil. <\/p>\n\n\n\n

Untuk menguasai pasar nikotin di dunia, industri farmasi mendapatkan sokongan dana dari bloomberg initiative. Karena salah satu direktur dari persekutuan perusahaan farmasi dunia bernama William R. Brody punya kedekatan dengan bloomberg initiative, selain teman karib juga posisinya sebagai penasehat. <\/h4>\n\n\n\n

Tidak mengherankan jika pendukung program pengendalian rokok dan tembakau di Indonesia mendapatkan sokongan dana dari bloomberg initiative termasuk lembaga yang bergerak untuk perlindungan anak, salah satunya Komnas Perlindungan Anak Indonesia (KPAI). Apapun bentuk lembaganya, selama mendapatkan kucuran dana bloomberg initiative, program utamanya harus sinergi dengan program bloomberg initiative dan rezim kesehatan dunia (WHO) yaitu pengendalian tembakau dan rokok, terutama rokok kretek asli Indonesia.<\/p>\n\n\n\n

Ada sekitar lebih dari 20an lembaga di Indonesia mendapatkan sokongan dana langsung maupun tidak langsung dari bloomberg initiative. Lembaga-lembaga tersebut bervarian, ada lembaga yang bergerak dalam pendidikan, bergerak pemberantasan korupsi, bergerak dalam kesehatan, bergerak perlindungan konsumen, bergerak melindungi anak, bahkan sampai pada lembaga agama. Numun pada intinya leading sector<\/em> yaitu sektor potensial yang dapat\u00a0menggerakkan agenda pengendalian tembakau dan rokok di Indonesia ada pada rezim kesehatan dalam hal ini Kementerian Kesehatan. Dengan menggunakan dalil kesehatan yang mulia, agenda bloomberg initiative dan farmasi berselancar dengan baik di Indonesia. \u00a0<\/p>\n\n\n\n

Baca:
Tinjauan Kritis Atas Larangan Iklan dan Sponshorship dengan Mencantumkan Logo, Brand Image, dan Identitas CSR Sebuah Perusahaan<\/a> <\/p>\n\n\n\n

Isu kuat saat ini yang beredar untuk agenda pengendalian tembakau dan rokok di Indonesia salah satunya, KPAI melarang audisi pencarian bakat bulu tangkis sejak dini yang dilakukan Djarum Foundation dengan alasan ekploitasi anak, Kementerian Kesehatan dan KPAI melarang adanya iklan di media sosia karena akan mengakibatkan bertambahnya perokok pemula, penggabungan golongan industri rokok atau penyederhanaan layer tarif cukai rokok yang intinya pengurangan terhadap industri rokok kretek, menaikkan cukai rokok untuk mengurangi peredaran rokok, dan korelasinya rokok dengan kemiskinan bertujuan agar ada kebijakan menghalau laju industri rokok kretek. <\/p>\n\n\n\n

Pemerintah dalam hal ini harus tegas mengambil sikap, untuk kepastian dan masa depan industri rokok kretek asli Indonesia. Dimana sejarah penemuan rokok kretek tidak lain untuk pengobatan yang dilakukan H. Djamhari sebagai obat sakit bengeknya. Karena rokok kretek adalah campuran tembakau dan cengkeh, berbeda dengan rokok non kretek yang hanya memakai tembakau saja. Selama ini, belum ada uji atau riset bahwa rokok kretek berkorelasi signifikan terhadap timbulnya penyakit yang dituduhkan. Kalau menjadi salah satu bagian kecil penyebab penyakit, tentunya ya dan bukan faktor penyebab utama. Itu seperti halnya barang-barang lain yang dikonsumsi manusia secara berlebihan dan hidup tidak seimbang. Termasuk makan nasi, mengkonsumsi gula dan mengkonsumsi lainnya secara berlebihan, tanpa diimbangi olah raga dan istirahat yang cukup. <\/p>\n\n\n\n

Selain itu, posisi industri kretek sangat stategis bagi bangsa Indonesia. Industri kretek membuktikan tetap bertahan setidaknya lebih dari 130 tahun. Disaat industri lain tumbang di zaman kolonial, industri kretek tetap eksis memberikan penghidupan masyarakat Indonesia. Bahkan tergolong industri yang peka zaman, dengan memberikan kontribusi yang sangat besar. Menghidupi setidaknya 6.1 juta jiwa petani cengkeh yang tersebar di 30 provinsi, petani tembakau yang tersebar di 15 provinsi. Menghidupi ribuan karyawan yang bekerja di industri kretek. Mempunyai multiplier<\/em> <\/em>effect<\/em> ke sektor perokonomian lainnya yang berada di sekitar industri kretek. <\/p>\n\n\n\n

Keberadaan industri kretek berkontribusi adanya hak jaminan sosial dan corporate social responsibility<\/em> (CSR), seperti halnya jaminan kesehatan, bhakti pendidikan, bhakti budaya, bhakti olahraga, bhakti lingkungan dan lain sebagainya. Berkontribusi pendapatan Negara melalui setoran cukai, berkontribusi bagi kesehatan publik dari alokasi dana bagi hasil cukai hasil tembakau (DBH-CHT) untuk sarana kesehatan dan pembayaran defisit Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS).  <\/p>\n\n\n\n

Selain itu, adanya industri kretek sebagai cermin kemandirian dan kedaulatan bangsa, karena sebagai pemenuhan kebutuhan pokok rakyat dalam hal ini pendapatan masyarakat sebagai agenda pemberantasan kemiskinan. <\/p>\n\n\n\n

Dengan pertimbangan di atas, diharapkan pemerintah dalam hal ini Presiden memberikan ketegasan, apakah industri rokok nasional tetap berproduksi atau dilarang berproduksi. Kalau tetap berproduksi, pemerintah secara totalitas harus melindunginya mulai kebijakan sampai pada strategi pemasarannya. Andaikan dilarang beroperasi, pemerintah paling tidak harus berani mempersiapkan lapangan pekerjaan lain bagi petani dan buruh tani cengkeh dan tembakau, buruh industri dan mungkin menata perekonomian akibat multiplier<\/em> <\/em>effect<\/em> keberadaan industri kretek. Dan yang terpenting keberadaan industri kretek, sebagai industri nasional sebagai perwujudan agenda prioritas  tujuan Nawa Cita, sehingga jangan sampai digiring dan diatur kepentingan asing melalui rezim kesehatan sebagai leading sector, <\/em>yang belum tentu benar dan terkesan dipaksakan.  
<\/p>\n","post_title":"Ketika Pemerintah Plin-Plan Membuat Regulasi Terkait Dunia Pertembakauan","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"ketika-pemerintah-plin-plan-membuat-regulasi-terkait-dunia-pertembakauan","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-08-06 10:53:48","post_modified_gmt":"2019-08-06 03:53:48","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5936","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":16},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"epic_block_3"};

\n


Sitty Hikmawatty sebagai komisioner KPAI, harusnya cerdas menyikapi hal tersebut. Harusnya ada apresiasi pada Djarum yang sadar akan kewajibannya, andil dalam pengembangan bakat bagi anak-anak. Dan apa yang telah dilakukan Djarum Foundation tidaklah mudah, membutuhkan tenaga dan matriil begitu besar. Sekarang pertanyaannya, siapa dan industri pribumi mana yang berani melakukan seperti itu?, bahkan KPAI pun tidak akan berani membuat program pencarian bakat secara intensif dan masif. <\/p>\n\n\n\n


KPAI harusnya faham makna perlindungan bagi anak, jangan hanya dimaknai secara sempit, semisal anak juga butuh perlindungan dari kebodohan dan kebutuhan lain yang sifatnya sangat mendesak. Nyatanya masih banyak anak \u2013anak yang tidak sekolah karena tidak mampu, masih banyak anak-anak yang hidup terlantar di Jalan, masih banyak anak-anak sebagai obyek makanan ringan yang bahannya membahayakan bagi tubuh. Dimana dan apa yang sudah dilakukan KPAI untuk melindungi anak tersebut?. Masih banyak masalah anak yang sangat penting dan krusial harus dikerjakan KPAI, dari pada mengurusi tulisan club Djarum dalam program audisi Djarum Foundation.<\/p>\n\n\n\n


Belum lagi, katanya KPAI akan mengambil langkah mengundang Kepala Daerah, dimana kotanya dibuat ajang audisi tersebut. Kalau nanti benar terjadi, menandakan kinerja KPAI tidak efektif. Masalah anak yang paling penting tidak terurus, dan selalu bergejolak di masyarakat kelas bawah. Sekali lagi seperti tidak sekolah karena orang tuanya tidak mampu atau orang tuanya meninggal dunia, walaupun sekolah katanya gratis, akan tetapi dampak lain timbul seperti halnya masalah ekonomi, akhirnya anak-anak mendingan cari uang untuk hidup sehari-hari dari pada sekolah. Anak-anak suka beli jajan (makanan ringat) di toko maupun dipinggir jalan yang mengandung bahan membahayakan bagi pertumbuhan anak. Di perempatan jalan atau lampu merah banyak anak-anak yang hidupnya menggelandang tanpa tujuan. Ini riil dan nyata di hadapan mata kita tiap hari. <\/p>\n\n\n\n


Tapi anehnya KPAI saat ini malah lebih intens mengurusi hal yang tidak penting degan melarang audisi pencarian bakat bulutangkis oleh Djarum Foundation. KPAI cenderung gagal faham dalam memahami, menafsiri, dan mensikapi hal tersebut. Anehnya lagi, apa yang dilakukan KPAI sampai ngotot. <\/p>\n\n\n\n


Kalau mau melarang program audisi Djarum Foundation, tunjukkan dulu KPAI punya program pencarian bakat seperti Djarum Foundation lakukan. Jangan seenaknya KPAI, melarang-larang tanpa solusi konkret dengan dalil perlindungan. Lucunya, KPAI dengan dalil perlindungan anak mengatakan, audisi pencarian bakat bulutangkis yes, ajang promosi no. Kalau dipahami, KPAI ingin audisi Djarum Foundation tetap jalan, tapi tulisan Djarum dihilangkan. Ini sama saja, tidak boleh menulis atau memaparkan nama club. Sedangkan pencantuman nama club sangat penting sebagai identitas dan jati diri. <\/p>\n\n\n\n


Kegiatan perlindungan untuk anak adalah pekerjaan yang sangat mulia kalau benar-benar dilakukan. KPAI, sebagai lembaga dengan memapang langsung tulisan perlindungan anak akan lebih mulia jika programnya konkret. Seperti lembaga sekolah negeri atau swasta, tanpa memakai kata-kata perlindungan, sekolah tersebut mendidik anak melindungi anak dari kebodohan untuk kesiapan masa depan. Audisi pencarian bakat bulutangkis Djarum Foundation pun demikian, kegiatannya konkret menyiapkan atlet olahraga bulutangkis. Dan apa yang telah dilakukan Djarum Foundation dengan audisinya sangat beda dari bentuk promosi. Berbeda dengan pelibatan anak-anak untuk promosi produk, murni tujuannya agar produknya laku. Apalagi produk yang ditawarkan untuk kebutuhan anak. Contohnya banyak sekali beredar iklan-iklan yang terpampang di pinggir jalan, di media sosial, bahkan di stasiun televisi, hal ini kayaknya lolos dari bahasan KPAI.<\/p>\n\n\n\n


Belum lagi, tanpa disadari lembaga KPAI juga menumpang hidup dari anak-anak. Kemana-mana membawa nama anak-anak untuk kegiatannya, bahkan sampai untuk menggalang donasi. Namun kegiatan yang betul-betul sangat dibutuhkan anak-anak belum atau bahkan tidak tersasar dan tidak menjadi prioritas. Sehingga, program KPAI untuk perlindungan anak dipastikan tidak efektif. Buktinya, KPAI membuat masalah yang sederhana dibuat rumit, seperti mempermasalahkan tulisan Djarum sebagai club dalam ajang audisi pencarian bakat Djarum Foundation Bhakti Olahraga. Jelas-jelas untuk kepentingan masa depan anak, dengan meningkakan minat dan bakat anak dalam olahraga atas dasar suka dan tidak ada paksaan.
Kata kunci pendidikan bagi anak adalah bermain, senang atau suka, sesuai keinginan, dan untuk bekal hidup selanjutnya. Jika KPAI mempermasalahkan tulisan club Djarum, yang dianggap sebagai ajang promosi dan ekploitasi anak, alasan tersebut tidak benar dan tanpa dasar. Seperti halnya penjelasan di atas, audisi pencarian bakat bulutangkis Djarum Foundation, jauh dari promosi dan ekploitasi. Tujuan utama audisi tidak lain memberikan bekal dan pendidikan bagi anak sesui keinginannya, anak belajar dengan senang, gembira, dan bermain. <\/p>\n\n\n\n


Jika kemudian KPAI dan lembaga lain yang mengatasnamakan peduli anak, melarang kegiatan audisi pencarian bakat olah raga bulutangkis yang dilakukan Djarum Foundation, sama dengan menghalangi anak Indonesia mengembangkan minat dan bakatnya sesuai keinginan, menghalangi anak Indonesia belajar sambil bermain dan gembira, menghalangi anak Indonesia untuk mendapatkan bekal hidup selanjutnya, menghalangi anak Indonesia untuk mewujudkan cita-cita. Apa yang dilakukan KPAI dan lembaga lain tersebut, sangat bertentangan dengan cita-cita Bangsa, dan cita-cita pendidikan bagi anak di Indonesia. <\/p>\n","post_title":"Sesat pikir KPAI Melarang Audisi Pencarian Bakat Bulutangkis Anak-Anak","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"sesat-pikir-kpai-melarang-audisi-pencarian-bakat-bulutangkis-anak-anak","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-08-14 11:00:58","post_modified_gmt":"2019-08-14 04:00:58","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5956","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5949,"post_author":"877","post_date":"2019-08-12 08:28:29","post_date_gmt":"2019-08-12 01:28:29","post_content":"\n

Kurban tidak semata-mata hanya menyembelih hewan, dibaliknya ada kisah indah yang bisa sebagai bahan renungan dan pengingat bagi semua. Pada kisah qurban, terdapat peran anak usia dini yang akhirnya dikenang umat Islam sedunia sepanjang masa dan juga dapat mengangkat harkat martabat keluarganya dihadapan Tuhan. Selama anak suka bahkan bahagia menjalankan perannya untuk kepentingan dirinya sendiri kedepan dan mengangkat harkat martabat keluarganya dengan bimbingan yang baik, maka hal tersebut sah-sah saja tidak ada larangan.\u00a0<\/p>\n\n\n\n

Kemarin, pada tanggal 11 Agustus 2019 hari Minggu, tepatnya pada tanggal 10 dzulhijjah 1440 M., dipagi hari umat Islam terlihat berbondong-bondong ada yang ke masjid ada yang kelapangan, tidak lain menjalankan ibadah sholat Idul Adha, atau biasa disebut hari raya qurban. Selain melakukan sholad, umat Islam merayakannya dengan menyembelih hewan qurban, seperti unta tradisi di Timur Tengah, sedangkam di Indonesia menyembelih sapi atau kerbau. Khusus di Kudus kota Kretek rerata menyembelih kerbau, sapi bagi sebagian besar masyarakat Kudus tidak mau menyembelih. Cerita yang beredar di masyarakat turun menurun, pelarangan menyembelih sapi sejak zaman kewalian yaitu Sunan Kudus sebagai penghormatan terhadap agama lain yang beranggapan hewan sapi sebagai hewan yang suci.<\/p>\n\n\n\n

Kembali ke Idul Adha, diceritakan oleh para Ulama\u2019 ada kisah tentang Nabi Ibrahim yang akan mengorbankan putranya yang masih kecil namanya Ismail (besarnya menjadi Nabi). Ceritanya Nabi Ibrahim saat tidur bermimpi, ia diperintah Tuhan untuk menyembelih putranya bernama Ismail. Saat bangun, ia merenung, berfikir sambil bertanya dihati, benarkah ini perintah Tuhan?. Kali pertama mimpinya ini, ia masih ragu antara benar perintah Tuhan atau tidak. Mimpi yang direnungkan dan difikir terjadi pada malam tanggal 08 dzulhijjah,disebut hari tarwiyah<\/em>.\u00a0<\/p>\n\n\n\n

Baca: Tinjauan Kritis Atas Larangan Iklan dan Sponshorship dengan Mencantumkan Logo, Brand Image, dan Identitas CSR Sebuah Perusahaan<\/a><\/p>\n\n\n\n

Pada malam tanggal 09 dzulhijjah Nabi Ibrahim mimpi lagi dengan perintah yang sama. Mimpi kali kedua, Nabi Ibrahim merasa yakin kalau benar-benar perintah Tuhan. Pada mimpi kedua disebut hari arafah<\/em>. Pada tanggal 10 dzulhijjah, hari Nabi Ibrahim melaksanakan perintah Tuhan untuk menyembelih Ismail (putranya), yang kemudian disebut  hari nakhr <\/em>(biasa disebut nahar bagi orang Indonesia). <\/p>\n\n\n\n

Cerita KH. Sya\u2019roni, saat pagi hari pada tanggal 10 dzulhijjah Nabi Ibrahim menyuruh istrinya bernama Siti Hajar (ibu kandung Ismail) untuk memandikan Ismail setelah itu memakaikan pakaian yang bagus-bagus, dengan alasan mau diajak jalan-jalan. Siti Hajar melaksanakan sesuai perintah suaminya, sembari menunggu istrinya selesai, Nabi Ibrahim mengasah pisaunya\/pedangnya. <\/p>\n\n\n\n

Ismail sudah siap, diajaklah jalan jalan bapaknya (Nabi Ibrahim) menuju bukit Mina di Makkah, dengan niatan mau disembelih sesui perintah Tuhan. Di tengah perjalanan, Nabi Ibrahim dihadang iblis yang berwujud manusia, dengan mengatakan Ibrahim, anakmu itu ganteng, tega kamu sembelih, urungkan niatmu. Nabi Ibrahim tidak menjawab, malah mengambil batu kecil 7 butir, kemudian batu kecil tersebut dilemparkan ke arah iblis tersebut, sambil mengatakan, pergi kamu Iblis. Nabi Ibrahim tetap melanjutkan perjalannya, dan dihadang Iblis lagi kali kedua, Nabi Ibrahim mengambil batu kecil lagi dilempar ke iblis. Kemudian Nabi melanjutkan perjalannya, dihadang iblis lagi kali ketiga, seperti penghadangan yang pertama dan kedua, Nabi mengambil batu kecil dan dilemparkan ke arah iblis, lalu Nabi Ibrahim lanjut lagi. Inilah cerita, yang menjadi cikal bakal adanya jumroh ula, jumroh wustho dan jumroh aqobah. Tiap ibadah haji jumroh ini harus diperagakan seperti halnya apa yang telah dilakukan Nabi Ibrahim dengan maksud melawan dan melempar iblis dengan batu agar tidak mengganggu..  <\/p>\n\n\n\n

Sesampainya di puncak bukit Mina, Nabi Ibrahim menceritakan mimpinya dan mengatakan maksud dan tujuannya mengajak Ismail jalan-jalan. Selesai Nabi Ibrahim cerita, kemudian Ismail berkata pada bapaknya, untuk segera menjalankan perintah Tuhan. Pada saat menyembebelih, pisau\/pedang Nabi Ibrahim tidak bisa melukai kulit Ismail, karena Nabi Ibrahim masih gelisah dan menangis saat melihat wajah Ismail. Kemudian Ismail berkata, mungkin karena bapak melihat wajahku, hingga tidak tega menyembelih, lalu Ismail membalikkan badannya memposisisikan badannya telungkup. Lalau Nabi Ibrahim dengan kesiapan hati melakukan penyembelihan yang kedua, lagi-lagi pisau\/pedangnya tidak mampu melukai kulit leher Ismail. Dengan bingung karena tidak berhasil menyembelih Ismail, turunlah Malaikat Jibril dengan membawa kambing, digantikannya Ismail dengan kambing tersebut. Bersamaan dengan turunnya wahyu Tuhan yang menjelaskan keduanya telah lulus  dari ujian. Kemudian Nabi Ibrahim membaca takbir \u201cAllahu Akbar\u201d<\/em> 3x, disaut Ismail dengan .membaca \u201cLaa ilaaha illahhu wallahu akbar<\/em>\u201d, diakhiri Malikat Jibril dengan bacaan \u201cAllahu Akbar walillahil Hamd<\/em>\u201d, dilanjutkan dengan menyembelih kambing bawaan malaikat jibril.<\/p>\n\n\n\n

Ada cerita lucu setelah Nabi Ibrahim selesai menyembelih kambing, Nabi Ibrahim bertanya pada Ismail, siapa yang paling dermawan diantara kita? Ismail menjawab, saya. Tidak bisa kata Nabi Ibrahim, saya yang paling dermawan, karena akan mngorbankan anak yang kucintai. Ismail berkata, tidak bisa, saya yang dermawan, karena bapak punya dua anak, kalau saya dikorbankan, masih punya anak satu, lalu malaikat berkata, tidak bisa, saya yang dermawan karena saya sudah kehilangan kambing satu.\u00a0\u00a0<\/p>\n\n\n\n

Baca: Kegagalan Lakpesdam PBNU dalam Melihat Produk Tembakau Alternatif<\/a><\/p>\n\n\n\n

Keterangan dalam kitab tafsir  \u201cTanwirul Adhan<\/em>\u201d penjelasan dari surat As-Saffat ayat 102 bahwa usia Ismail saat itu 13 tahun ada juga Ulama\u2019 yang mengatakan umur 7 tahun. ada riwayat lain yang mengatakan umur Ismail saat itu 14 tahun. Pada intinya saat kejadian kisah penyembelihan, Ismail masih usia anak-anak, ia dengan senang hati dan ikhlas, menjalani perannya.  <\/p>\n\n\n\n

Dari sejarah singkat qurban yang ektrim di atas, kira-kira pendapat KPAI apakah mendukung apa yang telah di lakukan Nabi Ibrahim?, atau sebaliknya mendukung Iblis yang menghalangi Nabi Ibrahim yang akan menjalankan kewajibannya sebagai hamba?. Saya yakin KPAI akan mendukung Nabi Ibrahim, tidak mendukung langkah Iblis. 
<\/p>\n\n\n\n

Walaupun ktidak persis, tapi hampir mirip kisah qurban diatas dengan audisi oleh Djarum Foundation yang melibatkan. Program audisi bulutangkis usia anak-anak Djarum Foundation, tidak lain ikut serta program pemerintah dalam mencerdaskan bangsa melalui pencarian bakat sedini mungkin. Anak-anak yang berbakat bulutangkis tentunya yang terjaring dalam audisi, dididik dengan penuh semangat oleh Djarum Foundation Bhakti olahraga. Buktinya, anak-anak tersebut disekolahkan formal, dilatih bulu tangkis dengan disiplin dan penuh tanggungjawab, tanpa dipungut biaya apapun, bahkan semua kebutuhan anak-anak tercukupi dengan baik. Pola didiknya, seperti pola pendidikan sekolah lainnya, anak-anak dididik dan diajar agar berpretasi, setidaknya punya pengetahuan, pengalaman dan keahlian sebagai bekal masa depan. Disisi lain, ternyata anak-anak yang terjaring audisi merasa sangat gembira, senang dan bangga bisa terpilih. Mereka dapat mengembangkan bakatnya, dan mendapatkan pendidikan sekolah dengan gratis.<\/p>\n\n\n\n

Tujuan utama Djarum Foundation mencari bibit unggul pebulutangkis Indonesia, yang selama ini sebagai salah satu olahraga kebanggaan masyarakat Indonesia atas banyaknya prestasi yang di peroleh. Program Djarum Foundation Bhakti olahraga jauh dari niatan ekploitasi anak untuk promosi, yang ada ekploitasi anak untuk kejayaan olah raga bulutangkis bangsa Indonesia. <\/p>\n\n\n\n

Juga, program Djarum Foundation audisi bulutangkis adalah salah satu bentuk kesadaran dan kewajibannya membangun bangsa dengan melibatkan anak-anak. Lalu apa yang salah dari Djarum Foundation Bhakti Olahraga, jelas-jelas telah menghibahkan fasilitas, pikiran hingga dana untuk kepentingan kejayaan bangsa Indonesia, melalui olahraga. Pemerintah harus mendukung program tersebut, begitupun KPAI. KPAI jangan sampai menjadi penghalang, seperti halnya penghalang Nabi Ibrahim dalam kisah di atas.  
<\/p>\n","post_title":"Refleksi Kisah Kurban sebagai Bahan Pengingat KPAI","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"refleksi-kisah-kurban-sebagai-bahan-pengingat-kpai","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-08-12 08:30:31","post_modified_gmt":"2019-08-12 01:30:31","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5949","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5936,"post_author":"877","post_date":"2019-08-06 10:53:42","post_date_gmt":"2019-08-06 03:53:42","post_content":"\n

Masalah peredaran rokok di Indonesia, pemerintah cenderung mengambil langkah aman. Sudah saatnya pemerintah harus tegas menentukan sikap pelarangan atau membolehkan peredaran rokok di tengah-tengah masyarakat. <\/p>\n\n\n\n

Sikap pemerintah sampai saat ini menimbulkan pro dan kontra. Di satu sisi pemerintah melalui Kementrian Kesehatan membuat aturan pembatasan dan pelarangan beredarnya rokok, bahkan melarang adanya iklan rokok dan mengatur packaging<\/em> dengan bermacam gambar dan peringatan yang menggelian. Di sisi lain, pemerintah mendorong peningkatkan pendapatan Negara, mendorong peningkatan ekonomi rakyat, mendorong peningkatan produktivitas rakyat dan daya saing di pasar internasional, dan mendorong pengentasan kemiskinan.<\/p>\n\n\n\n

Sekarang, efek sikap pemerintah di atas meluas kemana-mana, mulai dari isu penyederhanaan layer atau penggabungan golongan industri rokok, isu pelarangan iklan rokok di media sosial karena pengguna media sosial banyak anak-anak, sampai pada pelarangan audisi pencari bakat bulu tangkis yang dilakukan Djarum Foundation dengan alasan ekploitasi anak. Ini semua adalah beberapa agenda untuk pengendalian rokok dan tembakau di Indonesia yang alasannya sudah dipatahkan dengan data yang lebih akurat.<\/p>\n\n\n\n

Semisal, yang pro dapat menceritakan dan meruntutkan agenda pengendalian rokok dan tembakau di Indonesia sebagai agenda politik dagang internasional. Semua program pengendalian rokok dan tembakau di Indonesia mengadopsi dari program World Health Organization (WHO) organisasi program dunia yang mendapatkan sokongan dana dari industri farmasi.\u00a0<\/p>\n\n\n\n

Baca:
Ada Campur Tangan Bloomberg dalam Surat Edaran Menkes terkait Pemblokiran Iklan Rokok <\/a><\/p>\n\n\n\n

WHO tidak semata-mata bertujuan demi meningkatkan taraf kesehatan penduduk. Di sini WHO sebagai ujung tombak industri farmasi. Terjadi peralihan di lingkup kesehatan, dimana dokter dan ilmuwan kesehatan dikuasai perusahan obat (farmasi). Tujuan utamanya tidak lain untuk merebut pasar nikotin dunia, dan menggantikan pemanfaatan nikotin alami dari tembakau dengan produk rekayasa nikotin yang telah dikantongi hak patennya. Keterlibatan WHO memuluskan tujuan industri farmasi tersebut dengan mendorong negara-negara di dunia untuk memberlakukan kebijakan sesuai kerangka kesehatan, tanpa mempertimbangkan peran sosial, ekonomi, politik dan budaya. Walaupun alasan kesehatan yang dibangun ternyata tidak 100% benar dan terkesan dipaksakan. Negara yang menjadi sasaran utama adalah Negara yang berkembang, seperti Indonesia, China, Bangladesh, India, Rusia, Mesir, Thailand, Filipina dan Brazil. <\/p>\n\n\n\n

Untuk menguasai pasar nikotin di dunia, industri farmasi mendapatkan sokongan dana dari bloomberg initiative. Karena salah satu direktur dari persekutuan perusahaan farmasi dunia bernama William R. Brody punya kedekatan dengan bloomberg initiative, selain teman karib juga posisinya sebagai penasehat. <\/h4>\n\n\n\n

Tidak mengherankan jika pendukung program pengendalian rokok dan tembakau di Indonesia mendapatkan sokongan dana dari bloomberg initiative termasuk lembaga yang bergerak untuk perlindungan anak, salah satunya Komnas Perlindungan Anak Indonesia (KPAI). Apapun bentuk lembaganya, selama mendapatkan kucuran dana bloomberg initiative, program utamanya harus sinergi dengan program bloomberg initiative dan rezim kesehatan dunia (WHO) yaitu pengendalian tembakau dan rokok, terutama rokok kretek asli Indonesia.<\/p>\n\n\n\n

Ada sekitar lebih dari 20an lembaga di Indonesia mendapatkan sokongan dana langsung maupun tidak langsung dari bloomberg initiative. Lembaga-lembaga tersebut bervarian, ada lembaga yang bergerak dalam pendidikan, bergerak pemberantasan korupsi, bergerak dalam kesehatan, bergerak perlindungan konsumen, bergerak melindungi anak, bahkan sampai pada lembaga agama. Numun pada intinya leading sector<\/em> yaitu sektor potensial yang dapat\u00a0menggerakkan agenda pengendalian tembakau dan rokok di Indonesia ada pada rezim kesehatan dalam hal ini Kementerian Kesehatan. Dengan menggunakan dalil kesehatan yang mulia, agenda bloomberg initiative dan farmasi berselancar dengan baik di Indonesia. \u00a0<\/p>\n\n\n\n

Baca:
Tinjauan Kritis Atas Larangan Iklan dan Sponshorship dengan Mencantumkan Logo, Brand Image, dan Identitas CSR Sebuah Perusahaan<\/a> <\/p>\n\n\n\n

Isu kuat saat ini yang beredar untuk agenda pengendalian tembakau dan rokok di Indonesia salah satunya, KPAI melarang audisi pencarian bakat bulu tangkis sejak dini yang dilakukan Djarum Foundation dengan alasan ekploitasi anak, Kementerian Kesehatan dan KPAI melarang adanya iklan di media sosia karena akan mengakibatkan bertambahnya perokok pemula, penggabungan golongan industri rokok atau penyederhanaan layer tarif cukai rokok yang intinya pengurangan terhadap industri rokok kretek, menaikkan cukai rokok untuk mengurangi peredaran rokok, dan korelasinya rokok dengan kemiskinan bertujuan agar ada kebijakan menghalau laju industri rokok kretek. <\/p>\n\n\n\n

Pemerintah dalam hal ini harus tegas mengambil sikap, untuk kepastian dan masa depan industri rokok kretek asli Indonesia. Dimana sejarah penemuan rokok kretek tidak lain untuk pengobatan yang dilakukan H. Djamhari sebagai obat sakit bengeknya. Karena rokok kretek adalah campuran tembakau dan cengkeh, berbeda dengan rokok non kretek yang hanya memakai tembakau saja. Selama ini, belum ada uji atau riset bahwa rokok kretek berkorelasi signifikan terhadap timbulnya penyakit yang dituduhkan. Kalau menjadi salah satu bagian kecil penyebab penyakit, tentunya ya dan bukan faktor penyebab utama. Itu seperti halnya barang-barang lain yang dikonsumsi manusia secara berlebihan dan hidup tidak seimbang. Termasuk makan nasi, mengkonsumsi gula dan mengkonsumsi lainnya secara berlebihan, tanpa diimbangi olah raga dan istirahat yang cukup. <\/p>\n\n\n\n

Selain itu, posisi industri kretek sangat stategis bagi bangsa Indonesia. Industri kretek membuktikan tetap bertahan setidaknya lebih dari 130 tahun. Disaat industri lain tumbang di zaman kolonial, industri kretek tetap eksis memberikan penghidupan masyarakat Indonesia. Bahkan tergolong industri yang peka zaman, dengan memberikan kontribusi yang sangat besar. Menghidupi setidaknya 6.1 juta jiwa petani cengkeh yang tersebar di 30 provinsi, petani tembakau yang tersebar di 15 provinsi. Menghidupi ribuan karyawan yang bekerja di industri kretek. Mempunyai multiplier<\/em> <\/em>effect<\/em> ke sektor perokonomian lainnya yang berada di sekitar industri kretek. <\/p>\n\n\n\n

Keberadaan industri kretek berkontribusi adanya hak jaminan sosial dan corporate social responsibility<\/em> (CSR), seperti halnya jaminan kesehatan, bhakti pendidikan, bhakti budaya, bhakti olahraga, bhakti lingkungan dan lain sebagainya. Berkontribusi pendapatan Negara melalui setoran cukai, berkontribusi bagi kesehatan publik dari alokasi dana bagi hasil cukai hasil tembakau (DBH-CHT) untuk sarana kesehatan dan pembayaran defisit Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS).  <\/p>\n\n\n\n

Selain itu, adanya industri kretek sebagai cermin kemandirian dan kedaulatan bangsa, karena sebagai pemenuhan kebutuhan pokok rakyat dalam hal ini pendapatan masyarakat sebagai agenda pemberantasan kemiskinan. <\/p>\n\n\n\n

Dengan pertimbangan di atas, diharapkan pemerintah dalam hal ini Presiden memberikan ketegasan, apakah industri rokok nasional tetap berproduksi atau dilarang berproduksi. Kalau tetap berproduksi, pemerintah secara totalitas harus melindunginya mulai kebijakan sampai pada strategi pemasarannya. Andaikan dilarang beroperasi, pemerintah paling tidak harus berani mempersiapkan lapangan pekerjaan lain bagi petani dan buruh tani cengkeh dan tembakau, buruh industri dan mungkin menata perekonomian akibat multiplier<\/em> <\/em>effect<\/em> keberadaan industri kretek. Dan yang terpenting keberadaan industri kretek, sebagai industri nasional sebagai perwujudan agenda prioritas  tujuan Nawa Cita, sehingga jangan sampai digiring dan diatur kepentingan asing melalui rezim kesehatan sebagai leading sector, <\/em>yang belum tentu benar dan terkesan dipaksakan.  
<\/p>\n","post_title":"Ketika Pemerintah Plin-Plan Membuat Regulasi Terkait Dunia Pertembakauan","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"ketika-pemerintah-plin-plan-membuat-regulasi-terkait-dunia-pertembakauan","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-08-06 10:53:48","post_modified_gmt":"2019-08-06 03:53:48","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5936","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":16},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"epic_block_3"};

\n


Djarum Foundation sebagai wujud bhakti terhadap Bangsa dan Negara, sehingga prakteknya Djarum Foundation mengeluarkan uang, bukan mencari keuntungan. Ketika dikatakan sebagai ajang promosi produk rokok, sudah ditampik dan sudah dijelaskan secara detail pengurus Djarum Foundation, bahwa program yang dijalankan jauh dari niatan promosi produk rokok. Kalaupun ada tulisan Djarum di kaos olahraga, memang sejarahnya dari dulu sebagai nama clubnya. <\/p>\n\n\n\n


Sitty Hikmawatty sebagai komisioner KPAI, harusnya cerdas menyikapi hal tersebut. Harusnya ada apresiasi pada Djarum yang sadar akan kewajibannya, andil dalam pengembangan bakat bagi anak-anak. Dan apa yang telah dilakukan Djarum Foundation tidaklah mudah, membutuhkan tenaga dan matriil begitu besar. Sekarang pertanyaannya, siapa dan industri pribumi mana yang berani melakukan seperti itu?, bahkan KPAI pun tidak akan berani membuat program pencarian bakat secara intensif dan masif. <\/p>\n\n\n\n


KPAI harusnya faham makna perlindungan bagi anak, jangan hanya dimaknai secara sempit, semisal anak juga butuh perlindungan dari kebodohan dan kebutuhan lain yang sifatnya sangat mendesak. Nyatanya masih banyak anak \u2013anak yang tidak sekolah karena tidak mampu, masih banyak anak-anak yang hidup terlantar di Jalan, masih banyak anak-anak sebagai obyek makanan ringan yang bahannya membahayakan bagi tubuh. Dimana dan apa yang sudah dilakukan KPAI untuk melindungi anak tersebut?. Masih banyak masalah anak yang sangat penting dan krusial harus dikerjakan KPAI, dari pada mengurusi tulisan club Djarum dalam program audisi Djarum Foundation.<\/p>\n\n\n\n


Belum lagi, katanya KPAI akan mengambil langkah mengundang Kepala Daerah, dimana kotanya dibuat ajang audisi tersebut. Kalau nanti benar terjadi, menandakan kinerja KPAI tidak efektif. Masalah anak yang paling penting tidak terurus, dan selalu bergejolak di masyarakat kelas bawah. Sekali lagi seperti tidak sekolah karena orang tuanya tidak mampu atau orang tuanya meninggal dunia, walaupun sekolah katanya gratis, akan tetapi dampak lain timbul seperti halnya masalah ekonomi, akhirnya anak-anak mendingan cari uang untuk hidup sehari-hari dari pada sekolah. Anak-anak suka beli jajan (makanan ringat) di toko maupun dipinggir jalan yang mengandung bahan membahayakan bagi pertumbuhan anak. Di perempatan jalan atau lampu merah banyak anak-anak yang hidupnya menggelandang tanpa tujuan. Ini riil dan nyata di hadapan mata kita tiap hari. <\/p>\n\n\n\n


Tapi anehnya KPAI saat ini malah lebih intens mengurusi hal yang tidak penting degan melarang audisi pencarian bakat bulutangkis oleh Djarum Foundation. KPAI cenderung gagal faham dalam memahami, menafsiri, dan mensikapi hal tersebut. Anehnya lagi, apa yang dilakukan KPAI sampai ngotot. <\/p>\n\n\n\n


Kalau mau melarang program audisi Djarum Foundation, tunjukkan dulu KPAI punya program pencarian bakat seperti Djarum Foundation lakukan. Jangan seenaknya KPAI, melarang-larang tanpa solusi konkret dengan dalil perlindungan. Lucunya, KPAI dengan dalil perlindungan anak mengatakan, audisi pencarian bakat bulutangkis yes, ajang promosi no. Kalau dipahami, KPAI ingin audisi Djarum Foundation tetap jalan, tapi tulisan Djarum dihilangkan. Ini sama saja, tidak boleh menulis atau memaparkan nama club. Sedangkan pencantuman nama club sangat penting sebagai identitas dan jati diri. <\/p>\n\n\n\n


Kegiatan perlindungan untuk anak adalah pekerjaan yang sangat mulia kalau benar-benar dilakukan. KPAI, sebagai lembaga dengan memapang langsung tulisan perlindungan anak akan lebih mulia jika programnya konkret. Seperti lembaga sekolah negeri atau swasta, tanpa memakai kata-kata perlindungan, sekolah tersebut mendidik anak melindungi anak dari kebodohan untuk kesiapan masa depan. Audisi pencarian bakat bulutangkis Djarum Foundation pun demikian, kegiatannya konkret menyiapkan atlet olahraga bulutangkis. Dan apa yang telah dilakukan Djarum Foundation dengan audisinya sangat beda dari bentuk promosi. Berbeda dengan pelibatan anak-anak untuk promosi produk, murni tujuannya agar produknya laku. Apalagi produk yang ditawarkan untuk kebutuhan anak. Contohnya banyak sekali beredar iklan-iklan yang terpampang di pinggir jalan, di media sosial, bahkan di stasiun televisi, hal ini kayaknya lolos dari bahasan KPAI.<\/p>\n\n\n\n


Belum lagi, tanpa disadari lembaga KPAI juga menumpang hidup dari anak-anak. Kemana-mana membawa nama anak-anak untuk kegiatannya, bahkan sampai untuk menggalang donasi. Namun kegiatan yang betul-betul sangat dibutuhkan anak-anak belum atau bahkan tidak tersasar dan tidak menjadi prioritas. Sehingga, program KPAI untuk perlindungan anak dipastikan tidak efektif. Buktinya, KPAI membuat masalah yang sederhana dibuat rumit, seperti mempermasalahkan tulisan Djarum sebagai club dalam ajang audisi pencarian bakat Djarum Foundation Bhakti Olahraga. Jelas-jelas untuk kepentingan masa depan anak, dengan meningkakan minat dan bakat anak dalam olahraga atas dasar suka dan tidak ada paksaan.
Kata kunci pendidikan bagi anak adalah bermain, senang atau suka, sesuai keinginan, dan untuk bekal hidup selanjutnya. Jika KPAI mempermasalahkan tulisan club Djarum, yang dianggap sebagai ajang promosi dan ekploitasi anak, alasan tersebut tidak benar dan tanpa dasar. Seperti halnya penjelasan di atas, audisi pencarian bakat bulutangkis Djarum Foundation, jauh dari promosi dan ekploitasi. Tujuan utama audisi tidak lain memberikan bekal dan pendidikan bagi anak sesui keinginannya, anak belajar dengan senang, gembira, dan bermain. <\/p>\n\n\n\n


Jika kemudian KPAI dan lembaga lain yang mengatasnamakan peduli anak, melarang kegiatan audisi pencarian bakat olah raga bulutangkis yang dilakukan Djarum Foundation, sama dengan menghalangi anak Indonesia mengembangkan minat dan bakatnya sesuai keinginan, menghalangi anak Indonesia belajar sambil bermain dan gembira, menghalangi anak Indonesia untuk mendapatkan bekal hidup selanjutnya, menghalangi anak Indonesia untuk mewujudkan cita-cita. Apa yang dilakukan KPAI dan lembaga lain tersebut, sangat bertentangan dengan cita-cita Bangsa, dan cita-cita pendidikan bagi anak di Indonesia. <\/p>\n","post_title":"Sesat pikir KPAI Melarang Audisi Pencarian Bakat Bulutangkis Anak-Anak","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"sesat-pikir-kpai-melarang-audisi-pencarian-bakat-bulutangkis-anak-anak","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-08-14 11:00:58","post_modified_gmt":"2019-08-14 04:00:58","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5956","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5949,"post_author":"877","post_date":"2019-08-12 08:28:29","post_date_gmt":"2019-08-12 01:28:29","post_content":"\n

Kurban tidak semata-mata hanya menyembelih hewan, dibaliknya ada kisah indah yang bisa sebagai bahan renungan dan pengingat bagi semua. Pada kisah qurban, terdapat peran anak usia dini yang akhirnya dikenang umat Islam sedunia sepanjang masa dan juga dapat mengangkat harkat martabat keluarganya dihadapan Tuhan. Selama anak suka bahkan bahagia menjalankan perannya untuk kepentingan dirinya sendiri kedepan dan mengangkat harkat martabat keluarganya dengan bimbingan yang baik, maka hal tersebut sah-sah saja tidak ada larangan.\u00a0<\/p>\n\n\n\n

Kemarin, pada tanggal 11 Agustus 2019 hari Minggu, tepatnya pada tanggal 10 dzulhijjah 1440 M., dipagi hari umat Islam terlihat berbondong-bondong ada yang ke masjid ada yang kelapangan, tidak lain menjalankan ibadah sholat Idul Adha, atau biasa disebut hari raya qurban. Selain melakukan sholad, umat Islam merayakannya dengan menyembelih hewan qurban, seperti unta tradisi di Timur Tengah, sedangkam di Indonesia menyembelih sapi atau kerbau. Khusus di Kudus kota Kretek rerata menyembelih kerbau, sapi bagi sebagian besar masyarakat Kudus tidak mau menyembelih. Cerita yang beredar di masyarakat turun menurun, pelarangan menyembelih sapi sejak zaman kewalian yaitu Sunan Kudus sebagai penghormatan terhadap agama lain yang beranggapan hewan sapi sebagai hewan yang suci.<\/p>\n\n\n\n

Kembali ke Idul Adha, diceritakan oleh para Ulama\u2019 ada kisah tentang Nabi Ibrahim yang akan mengorbankan putranya yang masih kecil namanya Ismail (besarnya menjadi Nabi). Ceritanya Nabi Ibrahim saat tidur bermimpi, ia diperintah Tuhan untuk menyembelih putranya bernama Ismail. Saat bangun, ia merenung, berfikir sambil bertanya dihati, benarkah ini perintah Tuhan?. Kali pertama mimpinya ini, ia masih ragu antara benar perintah Tuhan atau tidak. Mimpi yang direnungkan dan difikir terjadi pada malam tanggal 08 dzulhijjah,disebut hari tarwiyah<\/em>.\u00a0<\/p>\n\n\n\n

Baca: Tinjauan Kritis Atas Larangan Iklan dan Sponshorship dengan Mencantumkan Logo, Brand Image, dan Identitas CSR Sebuah Perusahaan<\/a><\/p>\n\n\n\n

Pada malam tanggal 09 dzulhijjah Nabi Ibrahim mimpi lagi dengan perintah yang sama. Mimpi kali kedua, Nabi Ibrahim merasa yakin kalau benar-benar perintah Tuhan. Pada mimpi kedua disebut hari arafah<\/em>. Pada tanggal 10 dzulhijjah, hari Nabi Ibrahim melaksanakan perintah Tuhan untuk menyembelih Ismail (putranya), yang kemudian disebut  hari nakhr <\/em>(biasa disebut nahar bagi orang Indonesia). <\/p>\n\n\n\n

Cerita KH. Sya\u2019roni, saat pagi hari pada tanggal 10 dzulhijjah Nabi Ibrahim menyuruh istrinya bernama Siti Hajar (ibu kandung Ismail) untuk memandikan Ismail setelah itu memakaikan pakaian yang bagus-bagus, dengan alasan mau diajak jalan-jalan. Siti Hajar melaksanakan sesuai perintah suaminya, sembari menunggu istrinya selesai, Nabi Ibrahim mengasah pisaunya\/pedangnya. <\/p>\n\n\n\n

Ismail sudah siap, diajaklah jalan jalan bapaknya (Nabi Ibrahim) menuju bukit Mina di Makkah, dengan niatan mau disembelih sesui perintah Tuhan. Di tengah perjalanan, Nabi Ibrahim dihadang iblis yang berwujud manusia, dengan mengatakan Ibrahim, anakmu itu ganteng, tega kamu sembelih, urungkan niatmu. Nabi Ibrahim tidak menjawab, malah mengambil batu kecil 7 butir, kemudian batu kecil tersebut dilemparkan ke arah iblis tersebut, sambil mengatakan, pergi kamu Iblis. Nabi Ibrahim tetap melanjutkan perjalannya, dan dihadang Iblis lagi kali kedua, Nabi Ibrahim mengambil batu kecil lagi dilempar ke iblis. Kemudian Nabi melanjutkan perjalannya, dihadang iblis lagi kali ketiga, seperti penghadangan yang pertama dan kedua, Nabi mengambil batu kecil dan dilemparkan ke arah iblis, lalu Nabi Ibrahim lanjut lagi. Inilah cerita, yang menjadi cikal bakal adanya jumroh ula, jumroh wustho dan jumroh aqobah. Tiap ibadah haji jumroh ini harus diperagakan seperti halnya apa yang telah dilakukan Nabi Ibrahim dengan maksud melawan dan melempar iblis dengan batu agar tidak mengganggu..  <\/p>\n\n\n\n

Sesampainya di puncak bukit Mina, Nabi Ibrahim menceritakan mimpinya dan mengatakan maksud dan tujuannya mengajak Ismail jalan-jalan. Selesai Nabi Ibrahim cerita, kemudian Ismail berkata pada bapaknya, untuk segera menjalankan perintah Tuhan. Pada saat menyembebelih, pisau\/pedang Nabi Ibrahim tidak bisa melukai kulit Ismail, karena Nabi Ibrahim masih gelisah dan menangis saat melihat wajah Ismail. Kemudian Ismail berkata, mungkin karena bapak melihat wajahku, hingga tidak tega menyembelih, lalu Ismail membalikkan badannya memposisisikan badannya telungkup. Lalau Nabi Ibrahim dengan kesiapan hati melakukan penyembelihan yang kedua, lagi-lagi pisau\/pedangnya tidak mampu melukai kulit leher Ismail. Dengan bingung karena tidak berhasil menyembelih Ismail, turunlah Malaikat Jibril dengan membawa kambing, digantikannya Ismail dengan kambing tersebut. Bersamaan dengan turunnya wahyu Tuhan yang menjelaskan keduanya telah lulus  dari ujian. Kemudian Nabi Ibrahim membaca takbir \u201cAllahu Akbar\u201d<\/em> 3x, disaut Ismail dengan .membaca \u201cLaa ilaaha illahhu wallahu akbar<\/em>\u201d, diakhiri Malikat Jibril dengan bacaan \u201cAllahu Akbar walillahil Hamd<\/em>\u201d, dilanjutkan dengan menyembelih kambing bawaan malaikat jibril.<\/p>\n\n\n\n

Ada cerita lucu setelah Nabi Ibrahim selesai menyembelih kambing, Nabi Ibrahim bertanya pada Ismail, siapa yang paling dermawan diantara kita? Ismail menjawab, saya. Tidak bisa kata Nabi Ibrahim, saya yang paling dermawan, karena akan mngorbankan anak yang kucintai. Ismail berkata, tidak bisa, saya yang dermawan, karena bapak punya dua anak, kalau saya dikorbankan, masih punya anak satu, lalu malaikat berkata, tidak bisa, saya yang dermawan karena saya sudah kehilangan kambing satu.\u00a0\u00a0<\/p>\n\n\n\n

Baca: Kegagalan Lakpesdam PBNU dalam Melihat Produk Tembakau Alternatif<\/a><\/p>\n\n\n\n

Keterangan dalam kitab tafsir  \u201cTanwirul Adhan<\/em>\u201d penjelasan dari surat As-Saffat ayat 102 bahwa usia Ismail saat itu 13 tahun ada juga Ulama\u2019 yang mengatakan umur 7 tahun. ada riwayat lain yang mengatakan umur Ismail saat itu 14 tahun. Pada intinya saat kejadian kisah penyembelihan, Ismail masih usia anak-anak, ia dengan senang hati dan ikhlas, menjalani perannya.  <\/p>\n\n\n\n

Dari sejarah singkat qurban yang ektrim di atas, kira-kira pendapat KPAI apakah mendukung apa yang telah di lakukan Nabi Ibrahim?, atau sebaliknya mendukung Iblis yang menghalangi Nabi Ibrahim yang akan menjalankan kewajibannya sebagai hamba?. Saya yakin KPAI akan mendukung Nabi Ibrahim, tidak mendukung langkah Iblis. 
<\/p>\n\n\n\n

Walaupun ktidak persis, tapi hampir mirip kisah qurban diatas dengan audisi oleh Djarum Foundation yang melibatkan. Program audisi bulutangkis usia anak-anak Djarum Foundation, tidak lain ikut serta program pemerintah dalam mencerdaskan bangsa melalui pencarian bakat sedini mungkin. Anak-anak yang berbakat bulutangkis tentunya yang terjaring dalam audisi, dididik dengan penuh semangat oleh Djarum Foundation Bhakti olahraga. Buktinya, anak-anak tersebut disekolahkan formal, dilatih bulu tangkis dengan disiplin dan penuh tanggungjawab, tanpa dipungut biaya apapun, bahkan semua kebutuhan anak-anak tercukupi dengan baik. Pola didiknya, seperti pola pendidikan sekolah lainnya, anak-anak dididik dan diajar agar berpretasi, setidaknya punya pengetahuan, pengalaman dan keahlian sebagai bekal masa depan. Disisi lain, ternyata anak-anak yang terjaring audisi merasa sangat gembira, senang dan bangga bisa terpilih. Mereka dapat mengembangkan bakatnya, dan mendapatkan pendidikan sekolah dengan gratis.<\/p>\n\n\n\n

Tujuan utama Djarum Foundation mencari bibit unggul pebulutangkis Indonesia, yang selama ini sebagai salah satu olahraga kebanggaan masyarakat Indonesia atas banyaknya prestasi yang di peroleh. Program Djarum Foundation Bhakti olahraga jauh dari niatan ekploitasi anak untuk promosi, yang ada ekploitasi anak untuk kejayaan olah raga bulutangkis bangsa Indonesia. <\/p>\n\n\n\n

Juga, program Djarum Foundation audisi bulutangkis adalah salah satu bentuk kesadaran dan kewajibannya membangun bangsa dengan melibatkan anak-anak. Lalu apa yang salah dari Djarum Foundation Bhakti Olahraga, jelas-jelas telah menghibahkan fasilitas, pikiran hingga dana untuk kepentingan kejayaan bangsa Indonesia, melalui olahraga. Pemerintah harus mendukung program tersebut, begitupun KPAI. KPAI jangan sampai menjadi penghalang, seperti halnya penghalang Nabi Ibrahim dalam kisah di atas.  
<\/p>\n","post_title":"Refleksi Kisah Kurban sebagai Bahan Pengingat KPAI","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"refleksi-kisah-kurban-sebagai-bahan-pengingat-kpai","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-08-12 08:30:31","post_modified_gmt":"2019-08-12 01:30:31","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5949","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5936,"post_author":"877","post_date":"2019-08-06 10:53:42","post_date_gmt":"2019-08-06 03:53:42","post_content":"\n

Masalah peredaran rokok di Indonesia, pemerintah cenderung mengambil langkah aman. Sudah saatnya pemerintah harus tegas menentukan sikap pelarangan atau membolehkan peredaran rokok di tengah-tengah masyarakat. <\/p>\n\n\n\n

Sikap pemerintah sampai saat ini menimbulkan pro dan kontra. Di satu sisi pemerintah melalui Kementrian Kesehatan membuat aturan pembatasan dan pelarangan beredarnya rokok, bahkan melarang adanya iklan rokok dan mengatur packaging<\/em> dengan bermacam gambar dan peringatan yang menggelian. Di sisi lain, pemerintah mendorong peningkatkan pendapatan Negara, mendorong peningkatan ekonomi rakyat, mendorong peningkatan produktivitas rakyat dan daya saing di pasar internasional, dan mendorong pengentasan kemiskinan.<\/p>\n\n\n\n

Sekarang, efek sikap pemerintah di atas meluas kemana-mana, mulai dari isu penyederhanaan layer atau penggabungan golongan industri rokok, isu pelarangan iklan rokok di media sosial karena pengguna media sosial banyak anak-anak, sampai pada pelarangan audisi pencari bakat bulu tangkis yang dilakukan Djarum Foundation dengan alasan ekploitasi anak. Ini semua adalah beberapa agenda untuk pengendalian rokok dan tembakau di Indonesia yang alasannya sudah dipatahkan dengan data yang lebih akurat.<\/p>\n\n\n\n

Semisal, yang pro dapat menceritakan dan meruntutkan agenda pengendalian rokok dan tembakau di Indonesia sebagai agenda politik dagang internasional. Semua program pengendalian rokok dan tembakau di Indonesia mengadopsi dari program World Health Organization (WHO) organisasi program dunia yang mendapatkan sokongan dana dari industri farmasi.\u00a0<\/p>\n\n\n\n

Baca:
Ada Campur Tangan Bloomberg dalam Surat Edaran Menkes terkait Pemblokiran Iklan Rokok <\/a><\/p>\n\n\n\n

WHO tidak semata-mata bertujuan demi meningkatkan taraf kesehatan penduduk. Di sini WHO sebagai ujung tombak industri farmasi. Terjadi peralihan di lingkup kesehatan, dimana dokter dan ilmuwan kesehatan dikuasai perusahan obat (farmasi). Tujuan utamanya tidak lain untuk merebut pasar nikotin dunia, dan menggantikan pemanfaatan nikotin alami dari tembakau dengan produk rekayasa nikotin yang telah dikantongi hak patennya. Keterlibatan WHO memuluskan tujuan industri farmasi tersebut dengan mendorong negara-negara di dunia untuk memberlakukan kebijakan sesuai kerangka kesehatan, tanpa mempertimbangkan peran sosial, ekonomi, politik dan budaya. Walaupun alasan kesehatan yang dibangun ternyata tidak 100% benar dan terkesan dipaksakan. Negara yang menjadi sasaran utama adalah Negara yang berkembang, seperti Indonesia, China, Bangladesh, India, Rusia, Mesir, Thailand, Filipina dan Brazil. <\/p>\n\n\n\n

Untuk menguasai pasar nikotin di dunia, industri farmasi mendapatkan sokongan dana dari bloomberg initiative. Karena salah satu direktur dari persekutuan perusahaan farmasi dunia bernama William R. Brody punya kedekatan dengan bloomberg initiative, selain teman karib juga posisinya sebagai penasehat. <\/h4>\n\n\n\n

Tidak mengherankan jika pendukung program pengendalian rokok dan tembakau di Indonesia mendapatkan sokongan dana dari bloomberg initiative termasuk lembaga yang bergerak untuk perlindungan anak, salah satunya Komnas Perlindungan Anak Indonesia (KPAI). Apapun bentuk lembaganya, selama mendapatkan kucuran dana bloomberg initiative, program utamanya harus sinergi dengan program bloomberg initiative dan rezim kesehatan dunia (WHO) yaitu pengendalian tembakau dan rokok, terutama rokok kretek asli Indonesia.<\/p>\n\n\n\n

Ada sekitar lebih dari 20an lembaga di Indonesia mendapatkan sokongan dana langsung maupun tidak langsung dari bloomberg initiative. Lembaga-lembaga tersebut bervarian, ada lembaga yang bergerak dalam pendidikan, bergerak pemberantasan korupsi, bergerak dalam kesehatan, bergerak perlindungan konsumen, bergerak melindungi anak, bahkan sampai pada lembaga agama. Numun pada intinya leading sector<\/em> yaitu sektor potensial yang dapat\u00a0menggerakkan agenda pengendalian tembakau dan rokok di Indonesia ada pada rezim kesehatan dalam hal ini Kementerian Kesehatan. Dengan menggunakan dalil kesehatan yang mulia, agenda bloomberg initiative dan farmasi berselancar dengan baik di Indonesia. \u00a0<\/p>\n\n\n\n

Baca:
Tinjauan Kritis Atas Larangan Iklan dan Sponshorship dengan Mencantumkan Logo, Brand Image, dan Identitas CSR Sebuah Perusahaan<\/a> <\/p>\n\n\n\n

Isu kuat saat ini yang beredar untuk agenda pengendalian tembakau dan rokok di Indonesia salah satunya, KPAI melarang audisi pencarian bakat bulu tangkis sejak dini yang dilakukan Djarum Foundation dengan alasan ekploitasi anak, Kementerian Kesehatan dan KPAI melarang adanya iklan di media sosia karena akan mengakibatkan bertambahnya perokok pemula, penggabungan golongan industri rokok atau penyederhanaan layer tarif cukai rokok yang intinya pengurangan terhadap industri rokok kretek, menaikkan cukai rokok untuk mengurangi peredaran rokok, dan korelasinya rokok dengan kemiskinan bertujuan agar ada kebijakan menghalau laju industri rokok kretek. <\/p>\n\n\n\n

Pemerintah dalam hal ini harus tegas mengambil sikap, untuk kepastian dan masa depan industri rokok kretek asli Indonesia. Dimana sejarah penemuan rokok kretek tidak lain untuk pengobatan yang dilakukan H. Djamhari sebagai obat sakit bengeknya. Karena rokok kretek adalah campuran tembakau dan cengkeh, berbeda dengan rokok non kretek yang hanya memakai tembakau saja. Selama ini, belum ada uji atau riset bahwa rokok kretek berkorelasi signifikan terhadap timbulnya penyakit yang dituduhkan. Kalau menjadi salah satu bagian kecil penyebab penyakit, tentunya ya dan bukan faktor penyebab utama. Itu seperti halnya barang-barang lain yang dikonsumsi manusia secara berlebihan dan hidup tidak seimbang. Termasuk makan nasi, mengkonsumsi gula dan mengkonsumsi lainnya secara berlebihan, tanpa diimbangi olah raga dan istirahat yang cukup. <\/p>\n\n\n\n

Selain itu, posisi industri kretek sangat stategis bagi bangsa Indonesia. Industri kretek membuktikan tetap bertahan setidaknya lebih dari 130 tahun. Disaat industri lain tumbang di zaman kolonial, industri kretek tetap eksis memberikan penghidupan masyarakat Indonesia. Bahkan tergolong industri yang peka zaman, dengan memberikan kontribusi yang sangat besar. Menghidupi setidaknya 6.1 juta jiwa petani cengkeh yang tersebar di 30 provinsi, petani tembakau yang tersebar di 15 provinsi. Menghidupi ribuan karyawan yang bekerja di industri kretek. Mempunyai multiplier<\/em> <\/em>effect<\/em> ke sektor perokonomian lainnya yang berada di sekitar industri kretek. <\/p>\n\n\n\n

Keberadaan industri kretek berkontribusi adanya hak jaminan sosial dan corporate social responsibility<\/em> (CSR), seperti halnya jaminan kesehatan, bhakti pendidikan, bhakti budaya, bhakti olahraga, bhakti lingkungan dan lain sebagainya. Berkontribusi pendapatan Negara melalui setoran cukai, berkontribusi bagi kesehatan publik dari alokasi dana bagi hasil cukai hasil tembakau (DBH-CHT) untuk sarana kesehatan dan pembayaran defisit Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS).  <\/p>\n\n\n\n

Selain itu, adanya industri kretek sebagai cermin kemandirian dan kedaulatan bangsa, karena sebagai pemenuhan kebutuhan pokok rakyat dalam hal ini pendapatan masyarakat sebagai agenda pemberantasan kemiskinan. <\/p>\n\n\n\n

Dengan pertimbangan di atas, diharapkan pemerintah dalam hal ini Presiden memberikan ketegasan, apakah industri rokok nasional tetap berproduksi atau dilarang berproduksi. Kalau tetap berproduksi, pemerintah secara totalitas harus melindunginya mulai kebijakan sampai pada strategi pemasarannya. Andaikan dilarang beroperasi, pemerintah paling tidak harus berani mempersiapkan lapangan pekerjaan lain bagi petani dan buruh tani cengkeh dan tembakau, buruh industri dan mungkin menata perekonomian akibat multiplier<\/em> <\/em>effect<\/em> keberadaan industri kretek. Dan yang terpenting keberadaan industri kretek, sebagai industri nasional sebagai perwujudan agenda prioritas  tujuan Nawa Cita, sehingga jangan sampai digiring dan diatur kepentingan asing melalui rezim kesehatan sebagai leading sector, <\/em>yang belum tentu benar dan terkesan dipaksakan.  
<\/p>\n","post_title":"Ketika Pemerintah Plin-Plan Membuat Regulasi Terkait Dunia Pertembakauan","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"ketika-pemerintah-plin-plan-membuat-regulasi-terkait-dunia-pertembakauan","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-08-06 10:53:48","post_modified_gmt":"2019-08-06 03:53:48","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5936","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":16},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"epic_block_3"};

\n

Komisioner Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) Sitty Hikmawatty sesat pikir saat mengatakan bahwa program audisi beasiswa bulutangkis sebagai ajang ekploitasi anak. KPAI mempermasalahkan tulisan Djarum di kaos olahraga, karena sebagai ajang promosi brand rokok. Disini KPAI gagal faham membedakan antara Djarum Foundation dan Djarum industri rokok. <\/p>\n\n\n\n


Djarum Foundation sebagai wujud bhakti terhadap Bangsa dan Negara, sehingga prakteknya Djarum Foundation mengeluarkan uang, bukan mencari keuntungan. Ketika dikatakan sebagai ajang promosi produk rokok, sudah ditampik dan sudah dijelaskan secara detail pengurus Djarum Foundation, bahwa program yang dijalankan jauh dari niatan promosi produk rokok. Kalaupun ada tulisan Djarum di kaos olahraga, memang sejarahnya dari dulu sebagai nama clubnya. <\/p>\n\n\n\n


Sitty Hikmawatty sebagai komisioner KPAI, harusnya cerdas menyikapi hal tersebut. Harusnya ada apresiasi pada Djarum yang sadar akan kewajibannya, andil dalam pengembangan bakat bagi anak-anak. Dan apa yang telah dilakukan Djarum Foundation tidaklah mudah, membutuhkan tenaga dan matriil begitu besar. Sekarang pertanyaannya, siapa dan industri pribumi mana yang berani melakukan seperti itu?, bahkan KPAI pun tidak akan berani membuat program pencarian bakat secara intensif dan masif. <\/p>\n\n\n\n


KPAI harusnya faham makna perlindungan bagi anak, jangan hanya dimaknai secara sempit, semisal anak juga butuh perlindungan dari kebodohan dan kebutuhan lain yang sifatnya sangat mendesak. Nyatanya masih banyak anak \u2013anak yang tidak sekolah karena tidak mampu, masih banyak anak-anak yang hidup terlantar di Jalan, masih banyak anak-anak sebagai obyek makanan ringan yang bahannya membahayakan bagi tubuh. Dimana dan apa yang sudah dilakukan KPAI untuk melindungi anak tersebut?. Masih banyak masalah anak yang sangat penting dan krusial harus dikerjakan KPAI, dari pada mengurusi tulisan club Djarum dalam program audisi Djarum Foundation.<\/p>\n\n\n\n


Belum lagi, katanya KPAI akan mengambil langkah mengundang Kepala Daerah, dimana kotanya dibuat ajang audisi tersebut. Kalau nanti benar terjadi, menandakan kinerja KPAI tidak efektif. Masalah anak yang paling penting tidak terurus, dan selalu bergejolak di masyarakat kelas bawah. Sekali lagi seperti tidak sekolah karena orang tuanya tidak mampu atau orang tuanya meninggal dunia, walaupun sekolah katanya gratis, akan tetapi dampak lain timbul seperti halnya masalah ekonomi, akhirnya anak-anak mendingan cari uang untuk hidup sehari-hari dari pada sekolah. Anak-anak suka beli jajan (makanan ringat) di toko maupun dipinggir jalan yang mengandung bahan membahayakan bagi pertumbuhan anak. Di perempatan jalan atau lampu merah banyak anak-anak yang hidupnya menggelandang tanpa tujuan. Ini riil dan nyata di hadapan mata kita tiap hari. <\/p>\n\n\n\n


Tapi anehnya KPAI saat ini malah lebih intens mengurusi hal yang tidak penting degan melarang audisi pencarian bakat bulutangkis oleh Djarum Foundation. KPAI cenderung gagal faham dalam memahami, menafsiri, dan mensikapi hal tersebut. Anehnya lagi, apa yang dilakukan KPAI sampai ngotot. <\/p>\n\n\n\n


Kalau mau melarang program audisi Djarum Foundation, tunjukkan dulu KPAI punya program pencarian bakat seperti Djarum Foundation lakukan. Jangan seenaknya KPAI, melarang-larang tanpa solusi konkret dengan dalil perlindungan. Lucunya, KPAI dengan dalil perlindungan anak mengatakan, audisi pencarian bakat bulutangkis yes, ajang promosi no. Kalau dipahami, KPAI ingin audisi Djarum Foundation tetap jalan, tapi tulisan Djarum dihilangkan. Ini sama saja, tidak boleh menulis atau memaparkan nama club. Sedangkan pencantuman nama club sangat penting sebagai identitas dan jati diri. <\/p>\n\n\n\n


Kegiatan perlindungan untuk anak adalah pekerjaan yang sangat mulia kalau benar-benar dilakukan. KPAI, sebagai lembaga dengan memapang langsung tulisan perlindungan anak akan lebih mulia jika programnya konkret. Seperti lembaga sekolah negeri atau swasta, tanpa memakai kata-kata perlindungan, sekolah tersebut mendidik anak melindungi anak dari kebodohan untuk kesiapan masa depan. Audisi pencarian bakat bulutangkis Djarum Foundation pun demikian, kegiatannya konkret menyiapkan atlet olahraga bulutangkis. Dan apa yang telah dilakukan Djarum Foundation dengan audisinya sangat beda dari bentuk promosi. Berbeda dengan pelibatan anak-anak untuk promosi produk, murni tujuannya agar produknya laku. Apalagi produk yang ditawarkan untuk kebutuhan anak. Contohnya banyak sekali beredar iklan-iklan yang terpampang di pinggir jalan, di media sosial, bahkan di stasiun televisi, hal ini kayaknya lolos dari bahasan KPAI.<\/p>\n\n\n\n


Belum lagi, tanpa disadari lembaga KPAI juga menumpang hidup dari anak-anak. Kemana-mana membawa nama anak-anak untuk kegiatannya, bahkan sampai untuk menggalang donasi. Namun kegiatan yang betul-betul sangat dibutuhkan anak-anak belum atau bahkan tidak tersasar dan tidak menjadi prioritas. Sehingga, program KPAI untuk perlindungan anak dipastikan tidak efektif. Buktinya, KPAI membuat masalah yang sederhana dibuat rumit, seperti mempermasalahkan tulisan Djarum sebagai club dalam ajang audisi pencarian bakat Djarum Foundation Bhakti Olahraga. Jelas-jelas untuk kepentingan masa depan anak, dengan meningkakan minat dan bakat anak dalam olahraga atas dasar suka dan tidak ada paksaan.
Kata kunci pendidikan bagi anak adalah bermain, senang atau suka, sesuai keinginan, dan untuk bekal hidup selanjutnya. Jika KPAI mempermasalahkan tulisan club Djarum, yang dianggap sebagai ajang promosi dan ekploitasi anak, alasan tersebut tidak benar dan tanpa dasar. Seperti halnya penjelasan di atas, audisi pencarian bakat bulutangkis Djarum Foundation, jauh dari promosi dan ekploitasi. Tujuan utama audisi tidak lain memberikan bekal dan pendidikan bagi anak sesui keinginannya, anak belajar dengan senang, gembira, dan bermain. <\/p>\n\n\n\n


Jika kemudian KPAI dan lembaga lain yang mengatasnamakan peduli anak, melarang kegiatan audisi pencarian bakat olah raga bulutangkis yang dilakukan Djarum Foundation, sama dengan menghalangi anak Indonesia mengembangkan minat dan bakatnya sesuai keinginan, menghalangi anak Indonesia belajar sambil bermain dan gembira, menghalangi anak Indonesia untuk mendapatkan bekal hidup selanjutnya, menghalangi anak Indonesia untuk mewujudkan cita-cita. Apa yang dilakukan KPAI dan lembaga lain tersebut, sangat bertentangan dengan cita-cita Bangsa, dan cita-cita pendidikan bagi anak di Indonesia. <\/p>\n","post_title":"Sesat pikir KPAI Melarang Audisi Pencarian Bakat Bulutangkis Anak-Anak","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"sesat-pikir-kpai-melarang-audisi-pencarian-bakat-bulutangkis-anak-anak","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-08-14 11:00:58","post_modified_gmt":"2019-08-14 04:00:58","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5956","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5949,"post_author":"877","post_date":"2019-08-12 08:28:29","post_date_gmt":"2019-08-12 01:28:29","post_content":"\n

Kurban tidak semata-mata hanya menyembelih hewan, dibaliknya ada kisah indah yang bisa sebagai bahan renungan dan pengingat bagi semua. Pada kisah qurban, terdapat peran anak usia dini yang akhirnya dikenang umat Islam sedunia sepanjang masa dan juga dapat mengangkat harkat martabat keluarganya dihadapan Tuhan. Selama anak suka bahkan bahagia menjalankan perannya untuk kepentingan dirinya sendiri kedepan dan mengangkat harkat martabat keluarganya dengan bimbingan yang baik, maka hal tersebut sah-sah saja tidak ada larangan.\u00a0<\/p>\n\n\n\n

Kemarin, pada tanggal 11 Agustus 2019 hari Minggu, tepatnya pada tanggal 10 dzulhijjah 1440 M., dipagi hari umat Islam terlihat berbondong-bondong ada yang ke masjid ada yang kelapangan, tidak lain menjalankan ibadah sholat Idul Adha, atau biasa disebut hari raya qurban. Selain melakukan sholad, umat Islam merayakannya dengan menyembelih hewan qurban, seperti unta tradisi di Timur Tengah, sedangkam di Indonesia menyembelih sapi atau kerbau. Khusus di Kudus kota Kretek rerata menyembelih kerbau, sapi bagi sebagian besar masyarakat Kudus tidak mau menyembelih. Cerita yang beredar di masyarakat turun menurun, pelarangan menyembelih sapi sejak zaman kewalian yaitu Sunan Kudus sebagai penghormatan terhadap agama lain yang beranggapan hewan sapi sebagai hewan yang suci.<\/p>\n\n\n\n

Kembali ke Idul Adha, diceritakan oleh para Ulama\u2019 ada kisah tentang Nabi Ibrahim yang akan mengorbankan putranya yang masih kecil namanya Ismail (besarnya menjadi Nabi). Ceritanya Nabi Ibrahim saat tidur bermimpi, ia diperintah Tuhan untuk menyembelih putranya bernama Ismail. Saat bangun, ia merenung, berfikir sambil bertanya dihati, benarkah ini perintah Tuhan?. Kali pertama mimpinya ini, ia masih ragu antara benar perintah Tuhan atau tidak. Mimpi yang direnungkan dan difikir terjadi pada malam tanggal 08 dzulhijjah,disebut hari tarwiyah<\/em>.\u00a0<\/p>\n\n\n\n

Baca: Tinjauan Kritis Atas Larangan Iklan dan Sponshorship dengan Mencantumkan Logo, Brand Image, dan Identitas CSR Sebuah Perusahaan<\/a><\/p>\n\n\n\n

Pada malam tanggal 09 dzulhijjah Nabi Ibrahim mimpi lagi dengan perintah yang sama. Mimpi kali kedua, Nabi Ibrahim merasa yakin kalau benar-benar perintah Tuhan. Pada mimpi kedua disebut hari arafah<\/em>. Pada tanggal 10 dzulhijjah, hari Nabi Ibrahim melaksanakan perintah Tuhan untuk menyembelih Ismail (putranya), yang kemudian disebut  hari nakhr <\/em>(biasa disebut nahar bagi orang Indonesia). <\/p>\n\n\n\n

Cerita KH. Sya\u2019roni, saat pagi hari pada tanggal 10 dzulhijjah Nabi Ibrahim menyuruh istrinya bernama Siti Hajar (ibu kandung Ismail) untuk memandikan Ismail setelah itu memakaikan pakaian yang bagus-bagus, dengan alasan mau diajak jalan-jalan. Siti Hajar melaksanakan sesuai perintah suaminya, sembari menunggu istrinya selesai, Nabi Ibrahim mengasah pisaunya\/pedangnya. <\/p>\n\n\n\n

Ismail sudah siap, diajaklah jalan jalan bapaknya (Nabi Ibrahim) menuju bukit Mina di Makkah, dengan niatan mau disembelih sesui perintah Tuhan. Di tengah perjalanan, Nabi Ibrahim dihadang iblis yang berwujud manusia, dengan mengatakan Ibrahim, anakmu itu ganteng, tega kamu sembelih, urungkan niatmu. Nabi Ibrahim tidak menjawab, malah mengambil batu kecil 7 butir, kemudian batu kecil tersebut dilemparkan ke arah iblis tersebut, sambil mengatakan, pergi kamu Iblis. Nabi Ibrahim tetap melanjutkan perjalannya, dan dihadang Iblis lagi kali kedua, Nabi Ibrahim mengambil batu kecil lagi dilempar ke iblis. Kemudian Nabi melanjutkan perjalannya, dihadang iblis lagi kali ketiga, seperti penghadangan yang pertama dan kedua, Nabi mengambil batu kecil dan dilemparkan ke arah iblis, lalu Nabi Ibrahim lanjut lagi. Inilah cerita, yang menjadi cikal bakal adanya jumroh ula, jumroh wustho dan jumroh aqobah. Tiap ibadah haji jumroh ini harus diperagakan seperti halnya apa yang telah dilakukan Nabi Ibrahim dengan maksud melawan dan melempar iblis dengan batu agar tidak mengganggu..  <\/p>\n\n\n\n

Sesampainya di puncak bukit Mina, Nabi Ibrahim menceritakan mimpinya dan mengatakan maksud dan tujuannya mengajak Ismail jalan-jalan. Selesai Nabi Ibrahim cerita, kemudian Ismail berkata pada bapaknya, untuk segera menjalankan perintah Tuhan. Pada saat menyembebelih, pisau\/pedang Nabi Ibrahim tidak bisa melukai kulit Ismail, karena Nabi Ibrahim masih gelisah dan menangis saat melihat wajah Ismail. Kemudian Ismail berkata, mungkin karena bapak melihat wajahku, hingga tidak tega menyembelih, lalu Ismail membalikkan badannya memposisisikan badannya telungkup. Lalau Nabi Ibrahim dengan kesiapan hati melakukan penyembelihan yang kedua, lagi-lagi pisau\/pedangnya tidak mampu melukai kulit leher Ismail. Dengan bingung karena tidak berhasil menyembelih Ismail, turunlah Malaikat Jibril dengan membawa kambing, digantikannya Ismail dengan kambing tersebut. Bersamaan dengan turunnya wahyu Tuhan yang menjelaskan keduanya telah lulus  dari ujian. Kemudian Nabi Ibrahim membaca takbir \u201cAllahu Akbar\u201d<\/em> 3x, disaut Ismail dengan .membaca \u201cLaa ilaaha illahhu wallahu akbar<\/em>\u201d, diakhiri Malikat Jibril dengan bacaan \u201cAllahu Akbar walillahil Hamd<\/em>\u201d, dilanjutkan dengan menyembelih kambing bawaan malaikat jibril.<\/p>\n\n\n\n

Ada cerita lucu setelah Nabi Ibrahim selesai menyembelih kambing, Nabi Ibrahim bertanya pada Ismail, siapa yang paling dermawan diantara kita? Ismail menjawab, saya. Tidak bisa kata Nabi Ibrahim, saya yang paling dermawan, karena akan mngorbankan anak yang kucintai. Ismail berkata, tidak bisa, saya yang dermawan, karena bapak punya dua anak, kalau saya dikorbankan, masih punya anak satu, lalu malaikat berkata, tidak bisa, saya yang dermawan karena saya sudah kehilangan kambing satu.\u00a0\u00a0<\/p>\n\n\n\n

Baca: Kegagalan Lakpesdam PBNU dalam Melihat Produk Tembakau Alternatif<\/a><\/p>\n\n\n\n

Keterangan dalam kitab tafsir  \u201cTanwirul Adhan<\/em>\u201d penjelasan dari surat As-Saffat ayat 102 bahwa usia Ismail saat itu 13 tahun ada juga Ulama\u2019 yang mengatakan umur 7 tahun. ada riwayat lain yang mengatakan umur Ismail saat itu 14 tahun. Pada intinya saat kejadian kisah penyembelihan, Ismail masih usia anak-anak, ia dengan senang hati dan ikhlas, menjalani perannya.  <\/p>\n\n\n\n

Dari sejarah singkat qurban yang ektrim di atas, kira-kira pendapat KPAI apakah mendukung apa yang telah di lakukan Nabi Ibrahim?, atau sebaliknya mendukung Iblis yang menghalangi Nabi Ibrahim yang akan menjalankan kewajibannya sebagai hamba?. Saya yakin KPAI akan mendukung Nabi Ibrahim, tidak mendukung langkah Iblis. 
<\/p>\n\n\n\n

Walaupun ktidak persis, tapi hampir mirip kisah qurban diatas dengan audisi oleh Djarum Foundation yang melibatkan. Program audisi bulutangkis usia anak-anak Djarum Foundation, tidak lain ikut serta program pemerintah dalam mencerdaskan bangsa melalui pencarian bakat sedini mungkin. Anak-anak yang berbakat bulutangkis tentunya yang terjaring dalam audisi, dididik dengan penuh semangat oleh Djarum Foundation Bhakti olahraga. Buktinya, anak-anak tersebut disekolahkan formal, dilatih bulu tangkis dengan disiplin dan penuh tanggungjawab, tanpa dipungut biaya apapun, bahkan semua kebutuhan anak-anak tercukupi dengan baik. Pola didiknya, seperti pola pendidikan sekolah lainnya, anak-anak dididik dan diajar agar berpretasi, setidaknya punya pengetahuan, pengalaman dan keahlian sebagai bekal masa depan. Disisi lain, ternyata anak-anak yang terjaring audisi merasa sangat gembira, senang dan bangga bisa terpilih. Mereka dapat mengembangkan bakatnya, dan mendapatkan pendidikan sekolah dengan gratis.<\/p>\n\n\n\n

Tujuan utama Djarum Foundation mencari bibit unggul pebulutangkis Indonesia, yang selama ini sebagai salah satu olahraga kebanggaan masyarakat Indonesia atas banyaknya prestasi yang di peroleh. Program Djarum Foundation Bhakti olahraga jauh dari niatan ekploitasi anak untuk promosi, yang ada ekploitasi anak untuk kejayaan olah raga bulutangkis bangsa Indonesia. <\/p>\n\n\n\n

Juga, program Djarum Foundation audisi bulutangkis adalah salah satu bentuk kesadaran dan kewajibannya membangun bangsa dengan melibatkan anak-anak. Lalu apa yang salah dari Djarum Foundation Bhakti Olahraga, jelas-jelas telah menghibahkan fasilitas, pikiran hingga dana untuk kepentingan kejayaan bangsa Indonesia, melalui olahraga. Pemerintah harus mendukung program tersebut, begitupun KPAI. KPAI jangan sampai menjadi penghalang, seperti halnya penghalang Nabi Ibrahim dalam kisah di atas.  
<\/p>\n","post_title":"Refleksi Kisah Kurban sebagai Bahan Pengingat KPAI","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"refleksi-kisah-kurban-sebagai-bahan-pengingat-kpai","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-08-12 08:30:31","post_modified_gmt":"2019-08-12 01:30:31","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5949","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5936,"post_author":"877","post_date":"2019-08-06 10:53:42","post_date_gmt":"2019-08-06 03:53:42","post_content":"\n

Masalah peredaran rokok di Indonesia, pemerintah cenderung mengambil langkah aman. Sudah saatnya pemerintah harus tegas menentukan sikap pelarangan atau membolehkan peredaran rokok di tengah-tengah masyarakat. <\/p>\n\n\n\n

Sikap pemerintah sampai saat ini menimbulkan pro dan kontra. Di satu sisi pemerintah melalui Kementrian Kesehatan membuat aturan pembatasan dan pelarangan beredarnya rokok, bahkan melarang adanya iklan rokok dan mengatur packaging<\/em> dengan bermacam gambar dan peringatan yang menggelian. Di sisi lain, pemerintah mendorong peningkatkan pendapatan Negara, mendorong peningkatan ekonomi rakyat, mendorong peningkatan produktivitas rakyat dan daya saing di pasar internasional, dan mendorong pengentasan kemiskinan.<\/p>\n\n\n\n

Sekarang, efek sikap pemerintah di atas meluas kemana-mana, mulai dari isu penyederhanaan layer atau penggabungan golongan industri rokok, isu pelarangan iklan rokok di media sosial karena pengguna media sosial banyak anak-anak, sampai pada pelarangan audisi pencari bakat bulu tangkis yang dilakukan Djarum Foundation dengan alasan ekploitasi anak. Ini semua adalah beberapa agenda untuk pengendalian rokok dan tembakau di Indonesia yang alasannya sudah dipatahkan dengan data yang lebih akurat.<\/p>\n\n\n\n

Semisal, yang pro dapat menceritakan dan meruntutkan agenda pengendalian rokok dan tembakau di Indonesia sebagai agenda politik dagang internasional. Semua program pengendalian rokok dan tembakau di Indonesia mengadopsi dari program World Health Organization (WHO) organisasi program dunia yang mendapatkan sokongan dana dari industri farmasi.\u00a0<\/p>\n\n\n\n

Baca:
Ada Campur Tangan Bloomberg dalam Surat Edaran Menkes terkait Pemblokiran Iklan Rokok <\/a><\/p>\n\n\n\n

WHO tidak semata-mata bertujuan demi meningkatkan taraf kesehatan penduduk. Di sini WHO sebagai ujung tombak industri farmasi. Terjadi peralihan di lingkup kesehatan, dimana dokter dan ilmuwan kesehatan dikuasai perusahan obat (farmasi). Tujuan utamanya tidak lain untuk merebut pasar nikotin dunia, dan menggantikan pemanfaatan nikotin alami dari tembakau dengan produk rekayasa nikotin yang telah dikantongi hak patennya. Keterlibatan WHO memuluskan tujuan industri farmasi tersebut dengan mendorong negara-negara di dunia untuk memberlakukan kebijakan sesuai kerangka kesehatan, tanpa mempertimbangkan peran sosial, ekonomi, politik dan budaya. Walaupun alasan kesehatan yang dibangun ternyata tidak 100% benar dan terkesan dipaksakan. Negara yang menjadi sasaran utama adalah Negara yang berkembang, seperti Indonesia, China, Bangladesh, India, Rusia, Mesir, Thailand, Filipina dan Brazil. <\/p>\n\n\n\n

Untuk menguasai pasar nikotin di dunia, industri farmasi mendapatkan sokongan dana dari bloomberg initiative. Karena salah satu direktur dari persekutuan perusahaan farmasi dunia bernama William R. Brody punya kedekatan dengan bloomberg initiative, selain teman karib juga posisinya sebagai penasehat. <\/h4>\n\n\n\n

Tidak mengherankan jika pendukung program pengendalian rokok dan tembakau di Indonesia mendapatkan sokongan dana dari bloomberg initiative termasuk lembaga yang bergerak untuk perlindungan anak, salah satunya Komnas Perlindungan Anak Indonesia (KPAI). Apapun bentuk lembaganya, selama mendapatkan kucuran dana bloomberg initiative, program utamanya harus sinergi dengan program bloomberg initiative dan rezim kesehatan dunia (WHO) yaitu pengendalian tembakau dan rokok, terutama rokok kretek asli Indonesia.<\/p>\n\n\n\n

Ada sekitar lebih dari 20an lembaga di Indonesia mendapatkan sokongan dana langsung maupun tidak langsung dari bloomberg initiative. Lembaga-lembaga tersebut bervarian, ada lembaga yang bergerak dalam pendidikan, bergerak pemberantasan korupsi, bergerak dalam kesehatan, bergerak perlindungan konsumen, bergerak melindungi anak, bahkan sampai pada lembaga agama. Numun pada intinya leading sector<\/em> yaitu sektor potensial yang dapat\u00a0menggerakkan agenda pengendalian tembakau dan rokok di Indonesia ada pada rezim kesehatan dalam hal ini Kementerian Kesehatan. Dengan menggunakan dalil kesehatan yang mulia, agenda bloomberg initiative dan farmasi berselancar dengan baik di Indonesia. \u00a0<\/p>\n\n\n\n

Baca:
Tinjauan Kritis Atas Larangan Iklan dan Sponshorship dengan Mencantumkan Logo, Brand Image, dan Identitas CSR Sebuah Perusahaan<\/a> <\/p>\n\n\n\n

Isu kuat saat ini yang beredar untuk agenda pengendalian tembakau dan rokok di Indonesia salah satunya, KPAI melarang audisi pencarian bakat bulu tangkis sejak dini yang dilakukan Djarum Foundation dengan alasan ekploitasi anak, Kementerian Kesehatan dan KPAI melarang adanya iklan di media sosia karena akan mengakibatkan bertambahnya perokok pemula, penggabungan golongan industri rokok atau penyederhanaan layer tarif cukai rokok yang intinya pengurangan terhadap industri rokok kretek, menaikkan cukai rokok untuk mengurangi peredaran rokok, dan korelasinya rokok dengan kemiskinan bertujuan agar ada kebijakan menghalau laju industri rokok kretek. <\/p>\n\n\n\n

Pemerintah dalam hal ini harus tegas mengambil sikap, untuk kepastian dan masa depan industri rokok kretek asli Indonesia. Dimana sejarah penemuan rokok kretek tidak lain untuk pengobatan yang dilakukan H. Djamhari sebagai obat sakit bengeknya. Karena rokok kretek adalah campuran tembakau dan cengkeh, berbeda dengan rokok non kretek yang hanya memakai tembakau saja. Selama ini, belum ada uji atau riset bahwa rokok kretek berkorelasi signifikan terhadap timbulnya penyakit yang dituduhkan. Kalau menjadi salah satu bagian kecil penyebab penyakit, tentunya ya dan bukan faktor penyebab utama. Itu seperti halnya barang-barang lain yang dikonsumsi manusia secara berlebihan dan hidup tidak seimbang. Termasuk makan nasi, mengkonsumsi gula dan mengkonsumsi lainnya secara berlebihan, tanpa diimbangi olah raga dan istirahat yang cukup. <\/p>\n\n\n\n

Selain itu, posisi industri kretek sangat stategis bagi bangsa Indonesia. Industri kretek membuktikan tetap bertahan setidaknya lebih dari 130 tahun. Disaat industri lain tumbang di zaman kolonial, industri kretek tetap eksis memberikan penghidupan masyarakat Indonesia. Bahkan tergolong industri yang peka zaman, dengan memberikan kontribusi yang sangat besar. Menghidupi setidaknya 6.1 juta jiwa petani cengkeh yang tersebar di 30 provinsi, petani tembakau yang tersebar di 15 provinsi. Menghidupi ribuan karyawan yang bekerja di industri kretek. Mempunyai multiplier<\/em> <\/em>effect<\/em> ke sektor perokonomian lainnya yang berada di sekitar industri kretek. <\/p>\n\n\n\n

Keberadaan industri kretek berkontribusi adanya hak jaminan sosial dan corporate social responsibility<\/em> (CSR), seperti halnya jaminan kesehatan, bhakti pendidikan, bhakti budaya, bhakti olahraga, bhakti lingkungan dan lain sebagainya. Berkontribusi pendapatan Negara melalui setoran cukai, berkontribusi bagi kesehatan publik dari alokasi dana bagi hasil cukai hasil tembakau (DBH-CHT) untuk sarana kesehatan dan pembayaran defisit Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS).  <\/p>\n\n\n\n

Selain itu, adanya industri kretek sebagai cermin kemandirian dan kedaulatan bangsa, karena sebagai pemenuhan kebutuhan pokok rakyat dalam hal ini pendapatan masyarakat sebagai agenda pemberantasan kemiskinan. <\/p>\n\n\n\n

Dengan pertimbangan di atas, diharapkan pemerintah dalam hal ini Presiden memberikan ketegasan, apakah industri rokok nasional tetap berproduksi atau dilarang berproduksi. Kalau tetap berproduksi, pemerintah secara totalitas harus melindunginya mulai kebijakan sampai pada strategi pemasarannya. Andaikan dilarang beroperasi, pemerintah paling tidak harus berani mempersiapkan lapangan pekerjaan lain bagi petani dan buruh tani cengkeh dan tembakau, buruh industri dan mungkin menata perekonomian akibat multiplier<\/em> <\/em>effect<\/em> keberadaan industri kretek. Dan yang terpenting keberadaan industri kretek, sebagai industri nasional sebagai perwujudan agenda prioritas  tujuan Nawa Cita, sehingga jangan sampai digiring dan diatur kepentingan asing melalui rezim kesehatan sebagai leading sector, <\/em>yang belum tentu benar dan terkesan dipaksakan.  
<\/p>\n","post_title":"Ketika Pemerintah Plin-Plan Membuat Regulasi Terkait Dunia Pertembakauan","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"ketika-pemerintah-plin-plan-membuat-regulasi-terkait-dunia-pertembakauan","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-08-06 10:53:48","post_modified_gmt":"2019-08-06 03:53:48","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5936","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":16},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"epic_block_3"};

\n

Untuk itu, kedepan pemerintah harus hati-hati dan jeli dalam memutuskan dan memberlakukan kebijakan untuk kepentingan sektor pertembakauan. Karena, yang sudah-sudah, kebijakan pemerintah pada sektor pertembakauan tidak mengakomodir kepentingan industri nasional, cenderung mengakomodir kepentingan industri asing. Baik pemerintah, industri kretek, petani tembakau dan cengkeh serta masyarakat Indonesia harus berdaulat, saling menjaga dan saling melindungi untuk kepentingan bersama, menjadi bangsa yang besar dan kuat tanpa disetir Negara lain (asing). Inilah makna kemerdekaan yang sesungguhnya di era melenial.
<\/p>\n","post_title":"Kebijakan Simplifikasi Layer Cukai Adalah Rencana Pembunuhan terhadap Kretek","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"kebijakan-simplifikasi-layer-cukai-adalah-rencana-pembunuhan-terhadap-kretek","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-08-21 09:57:34","post_modified_gmt":"2019-08-21 02:57:34","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5979","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5956,"post_author":"877","post_date":"2019-08-14 11:00:51","post_date_gmt":"2019-08-14 04:00:51","post_content":"\n

Komisioner Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) Sitty Hikmawatty sesat pikir saat mengatakan bahwa program audisi beasiswa bulutangkis sebagai ajang ekploitasi anak. KPAI mempermasalahkan tulisan Djarum di kaos olahraga, karena sebagai ajang promosi brand rokok. Disini KPAI gagal faham membedakan antara Djarum Foundation dan Djarum industri rokok. <\/p>\n\n\n\n


Djarum Foundation sebagai wujud bhakti terhadap Bangsa dan Negara, sehingga prakteknya Djarum Foundation mengeluarkan uang, bukan mencari keuntungan. Ketika dikatakan sebagai ajang promosi produk rokok, sudah ditampik dan sudah dijelaskan secara detail pengurus Djarum Foundation, bahwa program yang dijalankan jauh dari niatan promosi produk rokok. Kalaupun ada tulisan Djarum di kaos olahraga, memang sejarahnya dari dulu sebagai nama clubnya. <\/p>\n\n\n\n


Sitty Hikmawatty sebagai komisioner KPAI, harusnya cerdas menyikapi hal tersebut. Harusnya ada apresiasi pada Djarum yang sadar akan kewajibannya, andil dalam pengembangan bakat bagi anak-anak. Dan apa yang telah dilakukan Djarum Foundation tidaklah mudah, membutuhkan tenaga dan matriil begitu besar. Sekarang pertanyaannya, siapa dan industri pribumi mana yang berani melakukan seperti itu?, bahkan KPAI pun tidak akan berani membuat program pencarian bakat secara intensif dan masif. <\/p>\n\n\n\n


KPAI harusnya faham makna perlindungan bagi anak, jangan hanya dimaknai secara sempit, semisal anak juga butuh perlindungan dari kebodohan dan kebutuhan lain yang sifatnya sangat mendesak. Nyatanya masih banyak anak \u2013anak yang tidak sekolah karena tidak mampu, masih banyak anak-anak yang hidup terlantar di Jalan, masih banyak anak-anak sebagai obyek makanan ringan yang bahannya membahayakan bagi tubuh. Dimana dan apa yang sudah dilakukan KPAI untuk melindungi anak tersebut?. Masih banyak masalah anak yang sangat penting dan krusial harus dikerjakan KPAI, dari pada mengurusi tulisan club Djarum dalam program audisi Djarum Foundation.<\/p>\n\n\n\n


Belum lagi, katanya KPAI akan mengambil langkah mengundang Kepala Daerah, dimana kotanya dibuat ajang audisi tersebut. Kalau nanti benar terjadi, menandakan kinerja KPAI tidak efektif. Masalah anak yang paling penting tidak terurus, dan selalu bergejolak di masyarakat kelas bawah. Sekali lagi seperti tidak sekolah karena orang tuanya tidak mampu atau orang tuanya meninggal dunia, walaupun sekolah katanya gratis, akan tetapi dampak lain timbul seperti halnya masalah ekonomi, akhirnya anak-anak mendingan cari uang untuk hidup sehari-hari dari pada sekolah. Anak-anak suka beli jajan (makanan ringat) di toko maupun dipinggir jalan yang mengandung bahan membahayakan bagi pertumbuhan anak. Di perempatan jalan atau lampu merah banyak anak-anak yang hidupnya menggelandang tanpa tujuan. Ini riil dan nyata di hadapan mata kita tiap hari. <\/p>\n\n\n\n


Tapi anehnya KPAI saat ini malah lebih intens mengurusi hal yang tidak penting degan melarang audisi pencarian bakat bulutangkis oleh Djarum Foundation. KPAI cenderung gagal faham dalam memahami, menafsiri, dan mensikapi hal tersebut. Anehnya lagi, apa yang dilakukan KPAI sampai ngotot. <\/p>\n\n\n\n


Kalau mau melarang program audisi Djarum Foundation, tunjukkan dulu KPAI punya program pencarian bakat seperti Djarum Foundation lakukan. Jangan seenaknya KPAI, melarang-larang tanpa solusi konkret dengan dalil perlindungan. Lucunya, KPAI dengan dalil perlindungan anak mengatakan, audisi pencarian bakat bulutangkis yes, ajang promosi no. Kalau dipahami, KPAI ingin audisi Djarum Foundation tetap jalan, tapi tulisan Djarum dihilangkan. Ini sama saja, tidak boleh menulis atau memaparkan nama club. Sedangkan pencantuman nama club sangat penting sebagai identitas dan jati diri. <\/p>\n\n\n\n


Kegiatan perlindungan untuk anak adalah pekerjaan yang sangat mulia kalau benar-benar dilakukan. KPAI, sebagai lembaga dengan memapang langsung tulisan perlindungan anak akan lebih mulia jika programnya konkret. Seperti lembaga sekolah negeri atau swasta, tanpa memakai kata-kata perlindungan, sekolah tersebut mendidik anak melindungi anak dari kebodohan untuk kesiapan masa depan. Audisi pencarian bakat bulutangkis Djarum Foundation pun demikian, kegiatannya konkret menyiapkan atlet olahraga bulutangkis. Dan apa yang telah dilakukan Djarum Foundation dengan audisinya sangat beda dari bentuk promosi. Berbeda dengan pelibatan anak-anak untuk promosi produk, murni tujuannya agar produknya laku. Apalagi produk yang ditawarkan untuk kebutuhan anak. Contohnya banyak sekali beredar iklan-iklan yang terpampang di pinggir jalan, di media sosial, bahkan di stasiun televisi, hal ini kayaknya lolos dari bahasan KPAI.<\/p>\n\n\n\n


Belum lagi, tanpa disadari lembaga KPAI juga menumpang hidup dari anak-anak. Kemana-mana membawa nama anak-anak untuk kegiatannya, bahkan sampai untuk menggalang donasi. Namun kegiatan yang betul-betul sangat dibutuhkan anak-anak belum atau bahkan tidak tersasar dan tidak menjadi prioritas. Sehingga, program KPAI untuk perlindungan anak dipastikan tidak efektif. Buktinya, KPAI membuat masalah yang sederhana dibuat rumit, seperti mempermasalahkan tulisan Djarum sebagai club dalam ajang audisi pencarian bakat Djarum Foundation Bhakti Olahraga. Jelas-jelas untuk kepentingan masa depan anak, dengan meningkakan minat dan bakat anak dalam olahraga atas dasar suka dan tidak ada paksaan.
Kata kunci pendidikan bagi anak adalah bermain, senang atau suka, sesuai keinginan, dan untuk bekal hidup selanjutnya. Jika KPAI mempermasalahkan tulisan club Djarum, yang dianggap sebagai ajang promosi dan ekploitasi anak, alasan tersebut tidak benar dan tanpa dasar. Seperti halnya penjelasan di atas, audisi pencarian bakat bulutangkis Djarum Foundation, jauh dari promosi dan ekploitasi. Tujuan utama audisi tidak lain memberikan bekal dan pendidikan bagi anak sesui keinginannya, anak belajar dengan senang, gembira, dan bermain. <\/p>\n\n\n\n


Jika kemudian KPAI dan lembaga lain yang mengatasnamakan peduli anak, melarang kegiatan audisi pencarian bakat olah raga bulutangkis yang dilakukan Djarum Foundation, sama dengan menghalangi anak Indonesia mengembangkan minat dan bakatnya sesuai keinginan, menghalangi anak Indonesia belajar sambil bermain dan gembira, menghalangi anak Indonesia untuk mendapatkan bekal hidup selanjutnya, menghalangi anak Indonesia untuk mewujudkan cita-cita. Apa yang dilakukan KPAI dan lembaga lain tersebut, sangat bertentangan dengan cita-cita Bangsa, dan cita-cita pendidikan bagi anak di Indonesia. <\/p>\n","post_title":"Sesat pikir KPAI Melarang Audisi Pencarian Bakat Bulutangkis Anak-Anak","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"sesat-pikir-kpai-melarang-audisi-pencarian-bakat-bulutangkis-anak-anak","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-08-14 11:00:58","post_modified_gmt":"2019-08-14 04:00:58","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5956","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5949,"post_author":"877","post_date":"2019-08-12 08:28:29","post_date_gmt":"2019-08-12 01:28:29","post_content":"\n

Kurban tidak semata-mata hanya menyembelih hewan, dibaliknya ada kisah indah yang bisa sebagai bahan renungan dan pengingat bagi semua. Pada kisah qurban, terdapat peran anak usia dini yang akhirnya dikenang umat Islam sedunia sepanjang masa dan juga dapat mengangkat harkat martabat keluarganya dihadapan Tuhan. Selama anak suka bahkan bahagia menjalankan perannya untuk kepentingan dirinya sendiri kedepan dan mengangkat harkat martabat keluarganya dengan bimbingan yang baik, maka hal tersebut sah-sah saja tidak ada larangan.\u00a0<\/p>\n\n\n\n

Kemarin, pada tanggal 11 Agustus 2019 hari Minggu, tepatnya pada tanggal 10 dzulhijjah 1440 M., dipagi hari umat Islam terlihat berbondong-bondong ada yang ke masjid ada yang kelapangan, tidak lain menjalankan ibadah sholat Idul Adha, atau biasa disebut hari raya qurban. Selain melakukan sholad, umat Islam merayakannya dengan menyembelih hewan qurban, seperti unta tradisi di Timur Tengah, sedangkam di Indonesia menyembelih sapi atau kerbau. Khusus di Kudus kota Kretek rerata menyembelih kerbau, sapi bagi sebagian besar masyarakat Kudus tidak mau menyembelih. Cerita yang beredar di masyarakat turun menurun, pelarangan menyembelih sapi sejak zaman kewalian yaitu Sunan Kudus sebagai penghormatan terhadap agama lain yang beranggapan hewan sapi sebagai hewan yang suci.<\/p>\n\n\n\n

Kembali ke Idul Adha, diceritakan oleh para Ulama\u2019 ada kisah tentang Nabi Ibrahim yang akan mengorbankan putranya yang masih kecil namanya Ismail (besarnya menjadi Nabi). Ceritanya Nabi Ibrahim saat tidur bermimpi, ia diperintah Tuhan untuk menyembelih putranya bernama Ismail. Saat bangun, ia merenung, berfikir sambil bertanya dihati, benarkah ini perintah Tuhan?. Kali pertama mimpinya ini, ia masih ragu antara benar perintah Tuhan atau tidak. Mimpi yang direnungkan dan difikir terjadi pada malam tanggal 08 dzulhijjah,disebut hari tarwiyah<\/em>.\u00a0<\/p>\n\n\n\n

Baca: Tinjauan Kritis Atas Larangan Iklan dan Sponshorship dengan Mencantumkan Logo, Brand Image, dan Identitas CSR Sebuah Perusahaan<\/a><\/p>\n\n\n\n

Pada malam tanggal 09 dzulhijjah Nabi Ibrahim mimpi lagi dengan perintah yang sama. Mimpi kali kedua, Nabi Ibrahim merasa yakin kalau benar-benar perintah Tuhan. Pada mimpi kedua disebut hari arafah<\/em>. Pada tanggal 10 dzulhijjah, hari Nabi Ibrahim melaksanakan perintah Tuhan untuk menyembelih Ismail (putranya), yang kemudian disebut  hari nakhr <\/em>(biasa disebut nahar bagi orang Indonesia). <\/p>\n\n\n\n

Cerita KH. Sya\u2019roni, saat pagi hari pada tanggal 10 dzulhijjah Nabi Ibrahim menyuruh istrinya bernama Siti Hajar (ibu kandung Ismail) untuk memandikan Ismail setelah itu memakaikan pakaian yang bagus-bagus, dengan alasan mau diajak jalan-jalan. Siti Hajar melaksanakan sesuai perintah suaminya, sembari menunggu istrinya selesai, Nabi Ibrahim mengasah pisaunya\/pedangnya. <\/p>\n\n\n\n

Ismail sudah siap, diajaklah jalan jalan bapaknya (Nabi Ibrahim) menuju bukit Mina di Makkah, dengan niatan mau disembelih sesui perintah Tuhan. Di tengah perjalanan, Nabi Ibrahim dihadang iblis yang berwujud manusia, dengan mengatakan Ibrahim, anakmu itu ganteng, tega kamu sembelih, urungkan niatmu. Nabi Ibrahim tidak menjawab, malah mengambil batu kecil 7 butir, kemudian batu kecil tersebut dilemparkan ke arah iblis tersebut, sambil mengatakan, pergi kamu Iblis. Nabi Ibrahim tetap melanjutkan perjalannya, dan dihadang Iblis lagi kali kedua, Nabi Ibrahim mengambil batu kecil lagi dilempar ke iblis. Kemudian Nabi melanjutkan perjalannya, dihadang iblis lagi kali ketiga, seperti penghadangan yang pertama dan kedua, Nabi mengambil batu kecil dan dilemparkan ke arah iblis, lalu Nabi Ibrahim lanjut lagi. Inilah cerita, yang menjadi cikal bakal adanya jumroh ula, jumroh wustho dan jumroh aqobah. Tiap ibadah haji jumroh ini harus diperagakan seperti halnya apa yang telah dilakukan Nabi Ibrahim dengan maksud melawan dan melempar iblis dengan batu agar tidak mengganggu..  <\/p>\n\n\n\n

Sesampainya di puncak bukit Mina, Nabi Ibrahim menceritakan mimpinya dan mengatakan maksud dan tujuannya mengajak Ismail jalan-jalan. Selesai Nabi Ibrahim cerita, kemudian Ismail berkata pada bapaknya, untuk segera menjalankan perintah Tuhan. Pada saat menyembebelih, pisau\/pedang Nabi Ibrahim tidak bisa melukai kulit Ismail, karena Nabi Ibrahim masih gelisah dan menangis saat melihat wajah Ismail. Kemudian Ismail berkata, mungkin karena bapak melihat wajahku, hingga tidak tega menyembelih, lalu Ismail membalikkan badannya memposisisikan badannya telungkup. Lalau Nabi Ibrahim dengan kesiapan hati melakukan penyembelihan yang kedua, lagi-lagi pisau\/pedangnya tidak mampu melukai kulit leher Ismail. Dengan bingung karena tidak berhasil menyembelih Ismail, turunlah Malaikat Jibril dengan membawa kambing, digantikannya Ismail dengan kambing tersebut. Bersamaan dengan turunnya wahyu Tuhan yang menjelaskan keduanya telah lulus  dari ujian. Kemudian Nabi Ibrahim membaca takbir \u201cAllahu Akbar\u201d<\/em> 3x, disaut Ismail dengan .membaca \u201cLaa ilaaha illahhu wallahu akbar<\/em>\u201d, diakhiri Malikat Jibril dengan bacaan \u201cAllahu Akbar walillahil Hamd<\/em>\u201d, dilanjutkan dengan menyembelih kambing bawaan malaikat jibril.<\/p>\n\n\n\n

Ada cerita lucu setelah Nabi Ibrahim selesai menyembelih kambing, Nabi Ibrahim bertanya pada Ismail, siapa yang paling dermawan diantara kita? Ismail menjawab, saya. Tidak bisa kata Nabi Ibrahim, saya yang paling dermawan, karena akan mngorbankan anak yang kucintai. Ismail berkata, tidak bisa, saya yang dermawan, karena bapak punya dua anak, kalau saya dikorbankan, masih punya anak satu, lalu malaikat berkata, tidak bisa, saya yang dermawan karena saya sudah kehilangan kambing satu.\u00a0\u00a0<\/p>\n\n\n\n

Baca: Kegagalan Lakpesdam PBNU dalam Melihat Produk Tembakau Alternatif<\/a><\/p>\n\n\n\n

Keterangan dalam kitab tafsir  \u201cTanwirul Adhan<\/em>\u201d penjelasan dari surat As-Saffat ayat 102 bahwa usia Ismail saat itu 13 tahun ada juga Ulama\u2019 yang mengatakan umur 7 tahun. ada riwayat lain yang mengatakan umur Ismail saat itu 14 tahun. Pada intinya saat kejadian kisah penyembelihan, Ismail masih usia anak-anak, ia dengan senang hati dan ikhlas, menjalani perannya.  <\/p>\n\n\n\n

Dari sejarah singkat qurban yang ektrim di atas, kira-kira pendapat KPAI apakah mendukung apa yang telah di lakukan Nabi Ibrahim?, atau sebaliknya mendukung Iblis yang menghalangi Nabi Ibrahim yang akan menjalankan kewajibannya sebagai hamba?. Saya yakin KPAI akan mendukung Nabi Ibrahim, tidak mendukung langkah Iblis. 
<\/p>\n\n\n\n

Walaupun ktidak persis, tapi hampir mirip kisah qurban diatas dengan audisi oleh Djarum Foundation yang melibatkan. Program audisi bulutangkis usia anak-anak Djarum Foundation, tidak lain ikut serta program pemerintah dalam mencerdaskan bangsa melalui pencarian bakat sedini mungkin. Anak-anak yang berbakat bulutangkis tentunya yang terjaring dalam audisi, dididik dengan penuh semangat oleh Djarum Foundation Bhakti olahraga. Buktinya, anak-anak tersebut disekolahkan formal, dilatih bulu tangkis dengan disiplin dan penuh tanggungjawab, tanpa dipungut biaya apapun, bahkan semua kebutuhan anak-anak tercukupi dengan baik. Pola didiknya, seperti pola pendidikan sekolah lainnya, anak-anak dididik dan diajar agar berpretasi, setidaknya punya pengetahuan, pengalaman dan keahlian sebagai bekal masa depan. Disisi lain, ternyata anak-anak yang terjaring audisi merasa sangat gembira, senang dan bangga bisa terpilih. Mereka dapat mengembangkan bakatnya, dan mendapatkan pendidikan sekolah dengan gratis.<\/p>\n\n\n\n

Tujuan utama Djarum Foundation mencari bibit unggul pebulutangkis Indonesia, yang selama ini sebagai salah satu olahraga kebanggaan masyarakat Indonesia atas banyaknya prestasi yang di peroleh. Program Djarum Foundation Bhakti olahraga jauh dari niatan ekploitasi anak untuk promosi, yang ada ekploitasi anak untuk kejayaan olah raga bulutangkis bangsa Indonesia. <\/p>\n\n\n\n

Juga, program Djarum Foundation audisi bulutangkis adalah salah satu bentuk kesadaran dan kewajibannya membangun bangsa dengan melibatkan anak-anak. Lalu apa yang salah dari Djarum Foundation Bhakti Olahraga, jelas-jelas telah menghibahkan fasilitas, pikiran hingga dana untuk kepentingan kejayaan bangsa Indonesia, melalui olahraga. Pemerintah harus mendukung program tersebut, begitupun KPAI. KPAI jangan sampai menjadi penghalang, seperti halnya penghalang Nabi Ibrahim dalam kisah di atas.  
<\/p>\n","post_title":"Refleksi Kisah Kurban sebagai Bahan Pengingat KPAI","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"refleksi-kisah-kurban-sebagai-bahan-pengingat-kpai","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-08-12 08:30:31","post_modified_gmt":"2019-08-12 01:30:31","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5949","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5936,"post_author":"877","post_date":"2019-08-06 10:53:42","post_date_gmt":"2019-08-06 03:53:42","post_content":"\n

Masalah peredaran rokok di Indonesia, pemerintah cenderung mengambil langkah aman. Sudah saatnya pemerintah harus tegas menentukan sikap pelarangan atau membolehkan peredaran rokok di tengah-tengah masyarakat. <\/p>\n\n\n\n

Sikap pemerintah sampai saat ini menimbulkan pro dan kontra. Di satu sisi pemerintah melalui Kementrian Kesehatan membuat aturan pembatasan dan pelarangan beredarnya rokok, bahkan melarang adanya iklan rokok dan mengatur packaging<\/em> dengan bermacam gambar dan peringatan yang menggelian. Di sisi lain, pemerintah mendorong peningkatkan pendapatan Negara, mendorong peningkatan ekonomi rakyat, mendorong peningkatan produktivitas rakyat dan daya saing di pasar internasional, dan mendorong pengentasan kemiskinan.<\/p>\n\n\n\n

Sekarang, efek sikap pemerintah di atas meluas kemana-mana, mulai dari isu penyederhanaan layer atau penggabungan golongan industri rokok, isu pelarangan iklan rokok di media sosial karena pengguna media sosial banyak anak-anak, sampai pada pelarangan audisi pencari bakat bulu tangkis yang dilakukan Djarum Foundation dengan alasan ekploitasi anak. Ini semua adalah beberapa agenda untuk pengendalian rokok dan tembakau di Indonesia yang alasannya sudah dipatahkan dengan data yang lebih akurat.<\/p>\n\n\n\n

Semisal, yang pro dapat menceritakan dan meruntutkan agenda pengendalian rokok dan tembakau di Indonesia sebagai agenda politik dagang internasional. Semua program pengendalian rokok dan tembakau di Indonesia mengadopsi dari program World Health Organization (WHO) organisasi program dunia yang mendapatkan sokongan dana dari industri farmasi.\u00a0<\/p>\n\n\n\n

Baca:
Ada Campur Tangan Bloomberg dalam Surat Edaran Menkes terkait Pemblokiran Iklan Rokok <\/a><\/p>\n\n\n\n

WHO tidak semata-mata bertujuan demi meningkatkan taraf kesehatan penduduk. Di sini WHO sebagai ujung tombak industri farmasi. Terjadi peralihan di lingkup kesehatan, dimana dokter dan ilmuwan kesehatan dikuasai perusahan obat (farmasi). Tujuan utamanya tidak lain untuk merebut pasar nikotin dunia, dan menggantikan pemanfaatan nikotin alami dari tembakau dengan produk rekayasa nikotin yang telah dikantongi hak patennya. Keterlibatan WHO memuluskan tujuan industri farmasi tersebut dengan mendorong negara-negara di dunia untuk memberlakukan kebijakan sesuai kerangka kesehatan, tanpa mempertimbangkan peran sosial, ekonomi, politik dan budaya. Walaupun alasan kesehatan yang dibangun ternyata tidak 100% benar dan terkesan dipaksakan. Negara yang menjadi sasaran utama adalah Negara yang berkembang, seperti Indonesia, China, Bangladesh, India, Rusia, Mesir, Thailand, Filipina dan Brazil. <\/p>\n\n\n\n

Untuk menguasai pasar nikotin di dunia, industri farmasi mendapatkan sokongan dana dari bloomberg initiative. Karena salah satu direktur dari persekutuan perusahaan farmasi dunia bernama William R. Brody punya kedekatan dengan bloomberg initiative, selain teman karib juga posisinya sebagai penasehat. <\/h4>\n\n\n\n

Tidak mengherankan jika pendukung program pengendalian rokok dan tembakau di Indonesia mendapatkan sokongan dana dari bloomberg initiative termasuk lembaga yang bergerak untuk perlindungan anak, salah satunya Komnas Perlindungan Anak Indonesia (KPAI). Apapun bentuk lembaganya, selama mendapatkan kucuran dana bloomberg initiative, program utamanya harus sinergi dengan program bloomberg initiative dan rezim kesehatan dunia (WHO) yaitu pengendalian tembakau dan rokok, terutama rokok kretek asli Indonesia.<\/p>\n\n\n\n

Ada sekitar lebih dari 20an lembaga di Indonesia mendapatkan sokongan dana langsung maupun tidak langsung dari bloomberg initiative. Lembaga-lembaga tersebut bervarian, ada lembaga yang bergerak dalam pendidikan, bergerak pemberantasan korupsi, bergerak dalam kesehatan, bergerak perlindungan konsumen, bergerak melindungi anak, bahkan sampai pada lembaga agama. Numun pada intinya leading sector<\/em> yaitu sektor potensial yang dapat\u00a0menggerakkan agenda pengendalian tembakau dan rokok di Indonesia ada pada rezim kesehatan dalam hal ini Kementerian Kesehatan. Dengan menggunakan dalil kesehatan yang mulia, agenda bloomberg initiative dan farmasi berselancar dengan baik di Indonesia. \u00a0<\/p>\n\n\n\n

Baca:
Tinjauan Kritis Atas Larangan Iklan dan Sponshorship dengan Mencantumkan Logo, Brand Image, dan Identitas CSR Sebuah Perusahaan<\/a> <\/p>\n\n\n\n

Isu kuat saat ini yang beredar untuk agenda pengendalian tembakau dan rokok di Indonesia salah satunya, KPAI melarang audisi pencarian bakat bulu tangkis sejak dini yang dilakukan Djarum Foundation dengan alasan ekploitasi anak, Kementerian Kesehatan dan KPAI melarang adanya iklan di media sosia karena akan mengakibatkan bertambahnya perokok pemula, penggabungan golongan industri rokok atau penyederhanaan layer tarif cukai rokok yang intinya pengurangan terhadap industri rokok kretek, menaikkan cukai rokok untuk mengurangi peredaran rokok, dan korelasinya rokok dengan kemiskinan bertujuan agar ada kebijakan menghalau laju industri rokok kretek. <\/p>\n\n\n\n

Pemerintah dalam hal ini harus tegas mengambil sikap, untuk kepastian dan masa depan industri rokok kretek asli Indonesia. Dimana sejarah penemuan rokok kretek tidak lain untuk pengobatan yang dilakukan H. Djamhari sebagai obat sakit bengeknya. Karena rokok kretek adalah campuran tembakau dan cengkeh, berbeda dengan rokok non kretek yang hanya memakai tembakau saja. Selama ini, belum ada uji atau riset bahwa rokok kretek berkorelasi signifikan terhadap timbulnya penyakit yang dituduhkan. Kalau menjadi salah satu bagian kecil penyebab penyakit, tentunya ya dan bukan faktor penyebab utama. Itu seperti halnya barang-barang lain yang dikonsumsi manusia secara berlebihan dan hidup tidak seimbang. Termasuk makan nasi, mengkonsumsi gula dan mengkonsumsi lainnya secara berlebihan, tanpa diimbangi olah raga dan istirahat yang cukup. <\/p>\n\n\n\n

Selain itu, posisi industri kretek sangat stategis bagi bangsa Indonesia. Industri kretek membuktikan tetap bertahan setidaknya lebih dari 130 tahun. Disaat industri lain tumbang di zaman kolonial, industri kretek tetap eksis memberikan penghidupan masyarakat Indonesia. Bahkan tergolong industri yang peka zaman, dengan memberikan kontribusi yang sangat besar. Menghidupi setidaknya 6.1 juta jiwa petani cengkeh yang tersebar di 30 provinsi, petani tembakau yang tersebar di 15 provinsi. Menghidupi ribuan karyawan yang bekerja di industri kretek. Mempunyai multiplier<\/em> <\/em>effect<\/em> ke sektor perokonomian lainnya yang berada di sekitar industri kretek. <\/p>\n\n\n\n

Keberadaan industri kretek berkontribusi adanya hak jaminan sosial dan corporate social responsibility<\/em> (CSR), seperti halnya jaminan kesehatan, bhakti pendidikan, bhakti budaya, bhakti olahraga, bhakti lingkungan dan lain sebagainya. Berkontribusi pendapatan Negara melalui setoran cukai, berkontribusi bagi kesehatan publik dari alokasi dana bagi hasil cukai hasil tembakau (DBH-CHT) untuk sarana kesehatan dan pembayaran defisit Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS).  <\/p>\n\n\n\n

Selain itu, adanya industri kretek sebagai cermin kemandirian dan kedaulatan bangsa, karena sebagai pemenuhan kebutuhan pokok rakyat dalam hal ini pendapatan masyarakat sebagai agenda pemberantasan kemiskinan. <\/p>\n\n\n\n

Dengan pertimbangan di atas, diharapkan pemerintah dalam hal ini Presiden memberikan ketegasan, apakah industri rokok nasional tetap berproduksi atau dilarang berproduksi. Kalau tetap berproduksi, pemerintah secara totalitas harus melindunginya mulai kebijakan sampai pada strategi pemasarannya. Andaikan dilarang beroperasi, pemerintah paling tidak harus berani mempersiapkan lapangan pekerjaan lain bagi petani dan buruh tani cengkeh dan tembakau, buruh industri dan mungkin menata perekonomian akibat multiplier<\/em> <\/em>effect<\/em> keberadaan industri kretek. Dan yang terpenting keberadaan industri kretek, sebagai industri nasional sebagai perwujudan agenda prioritas  tujuan Nawa Cita, sehingga jangan sampai digiring dan diatur kepentingan asing melalui rezim kesehatan sebagai leading sector, <\/em>yang belum tentu benar dan terkesan dipaksakan.  
<\/p>\n","post_title":"Ketika Pemerintah Plin-Plan Membuat Regulasi Terkait Dunia Pertembakauan","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"ketika-pemerintah-plin-plan-membuat-regulasi-terkait-dunia-pertembakauan","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-08-06 10:53:48","post_modified_gmt":"2019-08-06 03:53:48","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5936","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":16},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"epic_block_3"};

\n

Jangan salahkan industri\/pabrikan rokok kretek jika pelan-pelan merumahkan karyawannya karena merugi bahkan tidak beroperasi. Jika pembelian bahan baku rokok kretek (tembakau dan cengkeh) menurun dan ribuan juta petani merugi, dan masih banyak lagi efek dampaknya ke segala lini yang menggantungkan hidupnya berhubungan dengan sektor pertembakauan. Pemerintah harus bertanggungjawab atas dampak tersebut, jangan asal cuci tangan jika dampak negatif terjadi. Karena pemerintahlah yang bikin aturan. <\/p>\n\n\n\n

Untuk itu, kedepan pemerintah harus hati-hati dan jeli dalam memutuskan dan memberlakukan kebijakan untuk kepentingan sektor pertembakauan. Karena, yang sudah-sudah, kebijakan pemerintah pada sektor pertembakauan tidak mengakomodir kepentingan industri nasional, cenderung mengakomodir kepentingan industri asing. Baik pemerintah, industri kretek, petani tembakau dan cengkeh serta masyarakat Indonesia harus berdaulat, saling menjaga dan saling melindungi untuk kepentingan bersama, menjadi bangsa yang besar dan kuat tanpa disetir Negara lain (asing). Inilah makna kemerdekaan yang sesungguhnya di era melenial.
<\/p>\n","post_title":"Kebijakan Simplifikasi Layer Cukai Adalah Rencana Pembunuhan terhadap Kretek","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"kebijakan-simplifikasi-layer-cukai-adalah-rencana-pembunuhan-terhadap-kretek","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-08-21 09:57:34","post_modified_gmt":"2019-08-21 02:57:34","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5979","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5956,"post_author":"877","post_date":"2019-08-14 11:00:51","post_date_gmt":"2019-08-14 04:00:51","post_content":"\n

Komisioner Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) Sitty Hikmawatty sesat pikir saat mengatakan bahwa program audisi beasiswa bulutangkis sebagai ajang ekploitasi anak. KPAI mempermasalahkan tulisan Djarum di kaos olahraga, karena sebagai ajang promosi brand rokok. Disini KPAI gagal faham membedakan antara Djarum Foundation dan Djarum industri rokok. <\/p>\n\n\n\n


Djarum Foundation sebagai wujud bhakti terhadap Bangsa dan Negara, sehingga prakteknya Djarum Foundation mengeluarkan uang, bukan mencari keuntungan. Ketika dikatakan sebagai ajang promosi produk rokok, sudah ditampik dan sudah dijelaskan secara detail pengurus Djarum Foundation, bahwa program yang dijalankan jauh dari niatan promosi produk rokok. Kalaupun ada tulisan Djarum di kaos olahraga, memang sejarahnya dari dulu sebagai nama clubnya. <\/p>\n\n\n\n


Sitty Hikmawatty sebagai komisioner KPAI, harusnya cerdas menyikapi hal tersebut. Harusnya ada apresiasi pada Djarum yang sadar akan kewajibannya, andil dalam pengembangan bakat bagi anak-anak. Dan apa yang telah dilakukan Djarum Foundation tidaklah mudah, membutuhkan tenaga dan matriil begitu besar. Sekarang pertanyaannya, siapa dan industri pribumi mana yang berani melakukan seperti itu?, bahkan KPAI pun tidak akan berani membuat program pencarian bakat secara intensif dan masif. <\/p>\n\n\n\n


KPAI harusnya faham makna perlindungan bagi anak, jangan hanya dimaknai secara sempit, semisal anak juga butuh perlindungan dari kebodohan dan kebutuhan lain yang sifatnya sangat mendesak. Nyatanya masih banyak anak \u2013anak yang tidak sekolah karena tidak mampu, masih banyak anak-anak yang hidup terlantar di Jalan, masih banyak anak-anak sebagai obyek makanan ringan yang bahannya membahayakan bagi tubuh. Dimana dan apa yang sudah dilakukan KPAI untuk melindungi anak tersebut?. Masih banyak masalah anak yang sangat penting dan krusial harus dikerjakan KPAI, dari pada mengurusi tulisan club Djarum dalam program audisi Djarum Foundation.<\/p>\n\n\n\n


Belum lagi, katanya KPAI akan mengambil langkah mengundang Kepala Daerah, dimana kotanya dibuat ajang audisi tersebut. Kalau nanti benar terjadi, menandakan kinerja KPAI tidak efektif. Masalah anak yang paling penting tidak terurus, dan selalu bergejolak di masyarakat kelas bawah. Sekali lagi seperti tidak sekolah karena orang tuanya tidak mampu atau orang tuanya meninggal dunia, walaupun sekolah katanya gratis, akan tetapi dampak lain timbul seperti halnya masalah ekonomi, akhirnya anak-anak mendingan cari uang untuk hidup sehari-hari dari pada sekolah. Anak-anak suka beli jajan (makanan ringat) di toko maupun dipinggir jalan yang mengandung bahan membahayakan bagi pertumbuhan anak. Di perempatan jalan atau lampu merah banyak anak-anak yang hidupnya menggelandang tanpa tujuan. Ini riil dan nyata di hadapan mata kita tiap hari. <\/p>\n\n\n\n


Tapi anehnya KPAI saat ini malah lebih intens mengurusi hal yang tidak penting degan melarang audisi pencarian bakat bulutangkis oleh Djarum Foundation. KPAI cenderung gagal faham dalam memahami, menafsiri, dan mensikapi hal tersebut. Anehnya lagi, apa yang dilakukan KPAI sampai ngotot. <\/p>\n\n\n\n


Kalau mau melarang program audisi Djarum Foundation, tunjukkan dulu KPAI punya program pencarian bakat seperti Djarum Foundation lakukan. Jangan seenaknya KPAI, melarang-larang tanpa solusi konkret dengan dalil perlindungan. Lucunya, KPAI dengan dalil perlindungan anak mengatakan, audisi pencarian bakat bulutangkis yes, ajang promosi no. Kalau dipahami, KPAI ingin audisi Djarum Foundation tetap jalan, tapi tulisan Djarum dihilangkan. Ini sama saja, tidak boleh menulis atau memaparkan nama club. Sedangkan pencantuman nama club sangat penting sebagai identitas dan jati diri. <\/p>\n\n\n\n


Kegiatan perlindungan untuk anak adalah pekerjaan yang sangat mulia kalau benar-benar dilakukan. KPAI, sebagai lembaga dengan memapang langsung tulisan perlindungan anak akan lebih mulia jika programnya konkret. Seperti lembaga sekolah negeri atau swasta, tanpa memakai kata-kata perlindungan, sekolah tersebut mendidik anak melindungi anak dari kebodohan untuk kesiapan masa depan. Audisi pencarian bakat bulutangkis Djarum Foundation pun demikian, kegiatannya konkret menyiapkan atlet olahraga bulutangkis. Dan apa yang telah dilakukan Djarum Foundation dengan audisinya sangat beda dari bentuk promosi. Berbeda dengan pelibatan anak-anak untuk promosi produk, murni tujuannya agar produknya laku. Apalagi produk yang ditawarkan untuk kebutuhan anak. Contohnya banyak sekali beredar iklan-iklan yang terpampang di pinggir jalan, di media sosial, bahkan di stasiun televisi, hal ini kayaknya lolos dari bahasan KPAI.<\/p>\n\n\n\n


Belum lagi, tanpa disadari lembaga KPAI juga menumpang hidup dari anak-anak. Kemana-mana membawa nama anak-anak untuk kegiatannya, bahkan sampai untuk menggalang donasi. Namun kegiatan yang betul-betul sangat dibutuhkan anak-anak belum atau bahkan tidak tersasar dan tidak menjadi prioritas. Sehingga, program KPAI untuk perlindungan anak dipastikan tidak efektif. Buktinya, KPAI membuat masalah yang sederhana dibuat rumit, seperti mempermasalahkan tulisan Djarum sebagai club dalam ajang audisi pencarian bakat Djarum Foundation Bhakti Olahraga. Jelas-jelas untuk kepentingan masa depan anak, dengan meningkakan minat dan bakat anak dalam olahraga atas dasar suka dan tidak ada paksaan.
Kata kunci pendidikan bagi anak adalah bermain, senang atau suka, sesuai keinginan, dan untuk bekal hidup selanjutnya. Jika KPAI mempermasalahkan tulisan club Djarum, yang dianggap sebagai ajang promosi dan ekploitasi anak, alasan tersebut tidak benar dan tanpa dasar. Seperti halnya penjelasan di atas, audisi pencarian bakat bulutangkis Djarum Foundation, jauh dari promosi dan ekploitasi. Tujuan utama audisi tidak lain memberikan bekal dan pendidikan bagi anak sesui keinginannya, anak belajar dengan senang, gembira, dan bermain. <\/p>\n\n\n\n


Jika kemudian KPAI dan lembaga lain yang mengatasnamakan peduli anak, melarang kegiatan audisi pencarian bakat olah raga bulutangkis yang dilakukan Djarum Foundation, sama dengan menghalangi anak Indonesia mengembangkan minat dan bakatnya sesuai keinginan, menghalangi anak Indonesia belajar sambil bermain dan gembira, menghalangi anak Indonesia untuk mendapatkan bekal hidup selanjutnya, menghalangi anak Indonesia untuk mewujudkan cita-cita. Apa yang dilakukan KPAI dan lembaga lain tersebut, sangat bertentangan dengan cita-cita Bangsa, dan cita-cita pendidikan bagi anak di Indonesia. <\/p>\n","post_title":"Sesat pikir KPAI Melarang Audisi Pencarian Bakat Bulutangkis Anak-Anak","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"sesat-pikir-kpai-melarang-audisi-pencarian-bakat-bulutangkis-anak-anak","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-08-14 11:00:58","post_modified_gmt":"2019-08-14 04:00:58","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5956","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5949,"post_author":"877","post_date":"2019-08-12 08:28:29","post_date_gmt":"2019-08-12 01:28:29","post_content":"\n

Kurban tidak semata-mata hanya menyembelih hewan, dibaliknya ada kisah indah yang bisa sebagai bahan renungan dan pengingat bagi semua. Pada kisah qurban, terdapat peran anak usia dini yang akhirnya dikenang umat Islam sedunia sepanjang masa dan juga dapat mengangkat harkat martabat keluarganya dihadapan Tuhan. Selama anak suka bahkan bahagia menjalankan perannya untuk kepentingan dirinya sendiri kedepan dan mengangkat harkat martabat keluarganya dengan bimbingan yang baik, maka hal tersebut sah-sah saja tidak ada larangan.\u00a0<\/p>\n\n\n\n

Kemarin, pada tanggal 11 Agustus 2019 hari Minggu, tepatnya pada tanggal 10 dzulhijjah 1440 M., dipagi hari umat Islam terlihat berbondong-bondong ada yang ke masjid ada yang kelapangan, tidak lain menjalankan ibadah sholat Idul Adha, atau biasa disebut hari raya qurban. Selain melakukan sholad, umat Islam merayakannya dengan menyembelih hewan qurban, seperti unta tradisi di Timur Tengah, sedangkam di Indonesia menyembelih sapi atau kerbau. Khusus di Kudus kota Kretek rerata menyembelih kerbau, sapi bagi sebagian besar masyarakat Kudus tidak mau menyembelih. Cerita yang beredar di masyarakat turun menurun, pelarangan menyembelih sapi sejak zaman kewalian yaitu Sunan Kudus sebagai penghormatan terhadap agama lain yang beranggapan hewan sapi sebagai hewan yang suci.<\/p>\n\n\n\n

Kembali ke Idul Adha, diceritakan oleh para Ulama\u2019 ada kisah tentang Nabi Ibrahim yang akan mengorbankan putranya yang masih kecil namanya Ismail (besarnya menjadi Nabi). Ceritanya Nabi Ibrahim saat tidur bermimpi, ia diperintah Tuhan untuk menyembelih putranya bernama Ismail. Saat bangun, ia merenung, berfikir sambil bertanya dihati, benarkah ini perintah Tuhan?. Kali pertama mimpinya ini, ia masih ragu antara benar perintah Tuhan atau tidak. Mimpi yang direnungkan dan difikir terjadi pada malam tanggal 08 dzulhijjah,disebut hari tarwiyah<\/em>.\u00a0<\/p>\n\n\n\n

Baca: Tinjauan Kritis Atas Larangan Iklan dan Sponshorship dengan Mencantumkan Logo, Brand Image, dan Identitas CSR Sebuah Perusahaan<\/a><\/p>\n\n\n\n

Pada malam tanggal 09 dzulhijjah Nabi Ibrahim mimpi lagi dengan perintah yang sama. Mimpi kali kedua, Nabi Ibrahim merasa yakin kalau benar-benar perintah Tuhan. Pada mimpi kedua disebut hari arafah<\/em>. Pada tanggal 10 dzulhijjah, hari Nabi Ibrahim melaksanakan perintah Tuhan untuk menyembelih Ismail (putranya), yang kemudian disebut  hari nakhr <\/em>(biasa disebut nahar bagi orang Indonesia). <\/p>\n\n\n\n

Cerita KH. Sya\u2019roni, saat pagi hari pada tanggal 10 dzulhijjah Nabi Ibrahim menyuruh istrinya bernama Siti Hajar (ibu kandung Ismail) untuk memandikan Ismail setelah itu memakaikan pakaian yang bagus-bagus, dengan alasan mau diajak jalan-jalan. Siti Hajar melaksanakan sesuai perintah suaminya, sembari menunggu istrinya selesai, Nabi Ibrahim mengasah pisaunya\/pedangnya. <\/p>\n\n\n\n

Ismail sudah siap, diajaklah jalan jalan bapaknya (Nabi Ibrahim) menuju bukit Mina di Makkah, dengan niatan mau disembelih sesui perintah Tuhan. Di tengah perjalanan, Nabi Ibrahim dihadang iblis yang berwujud manusia, dengan mengatakan Ibrahim, anakmu itu ganteng, tega kamu sembelih, urungkan niatmu. Nabi Ibrahim tidak menjawab, malah mengambil batu kecil 7 butir, kemudian batu kecil tersebut dilemparkan ke arah iblis tersebut, sambil mengatakan, pergi kamu Iblis. Nabi Ibrahim tetap melanjutkan perjalannya, dan dihadang Iblis lagi kali kedua, Nabi Ibrahim mengambil batu kecil lagi dilempar ke iblis. Kemudian Nabi melanjutkan perjalannya, dihadang iblis lagi kali ketiga, seperti penghadangan yang pertama dan kedua, Nabi mengambil batu kecil dan dilemparkan ke arah iblis, lalu Nabi Ibrahim lanjut lagi. Inilah cerita, yang menjadi cikal bakal adanya jumroh ula, jumroh wustho dan jumroh aqobah. Tiap ibadah haji jumroh ini harus diperagakan seperti halnya apa yang telah dilakukan Nabi Ibrahim dengan maksud melawan dan melempar iblis dengan batu agar tidak mengganggu..  <\/p>\n\n\n\n

Sesampainya di puncak bukit Mina, Nabi Ibrahim menceritakan mimpinya dan mengatakan maksud dan tujuannya mengajak Ismail jalan-jalan. Selesai Nabi Ibrahim cerita, kemudian Ismail berkata pada bapaknya, untuk segera menjalankan perintah Tuhan. Pada saat menyembebelih, pisau\/pedang Nabi Ibrahim tidak bisa melukai kulit Ismail, karena Nabi Ibrahim masih gelisah dan menangis saat melihat wajah Ismail. Kemudian Ismail berkata, mungkin karena bapak melihat wajahku, hingga tidak tega menyembelih, lalu Ismail membalikkan badannya memposisisikan badannya telungkup. Lalau Nabi Ibrahim dengan kesiapan hati melakukan penyembelihan yang kedua, lagi-lagi pisau\/pedangnya tidak mampu melukai kulit leher Ismail. Dengan bingung karena tidak berhasil menyembelih Ismail, turunlah Malaikat Jibril dengan membawa kambing, digantikannya Ismail dengan kambing tersebut. Bersamaan dengan turunnya wahyu Tuhan yang menjelaskan keduanya telah lulus  dari ujian. Kemudian Nabi Ibrahim membaca takbir \u201cAllahu Akbar\u201d<\/em> 3x, disaut Ismail dengan .membaca \u201cLaa ilaaha illahhu wallahu akbar<\/em>\u201d, diakhiri Malikat Jibril dengan bacaan \u201cAllahu Akbar walillahil Hamd<\/em>\u201d, dilanjutkan dengan menyembelih kambing bawaan malaikat jibril.<\/p>\n\n\n\n

Ada cerita lucu setelah Nabi Ibrahim selesai menyembelih kambing, Nabi Ibrahim bertanya pada Ismail, siapa yang paling dermawan diantara kita? Ismail menjawab, saya. Tidak bisa kata Nabi Ibrahim, saya yang paling dermawan, karena akan mngorbankan anak yang kucintai. Ismail berkata, tidak bisa, saya yang dermawan, karena bapak punya dua anak, kalau saya dikorbankan, masih punya anak satu, lalu malaikat berkata, tidak bisa, saya yang dermawan karena saya sudah kehilangan kambing satu.\u00a0\u00a0<\/p>\n\n\n\n

Baca: Kegagalan Lakpesdam PBNU dalam Melihat Produk Tembakau Alternatif<\/a><\/p>\n\n\n\n

Keterangan dalam kitab tafsir  \u201cTanwirul Adhan<\/em>\u201d penjelasan dari surat As-Saffat ayat 102 bahwa usia Ismail saat itu 13 tahun ada juga Ulama\u2019 yang mengatakan umur 7 tahun. ada riwayat lain yang mengatakan umur Ismail saat itu 14 tahun. Pada intinya saat kejadian kisah penyembelihan, Ismail masih usia anak-anak, ia dengan senang hati dan ikhlas, menjalani perannya.  <\/p>\n\n\n\n

Dari sejarah singkat qurban yang ektrim di atas, kira-kira pendapat KPAI apakah mendukung apa yang telah di lakukan Nabi Ibrahim?, atau sebaliknya mendukung Iblis yang menghalangi Nabi Ibrahim yang akan menjalankan kewajibannya sebagai hamba?. Saya yakin KPAI akan mendukung Nabi Ibrahim, tidak mendukung langkah Iblis. 
<\/p>\n\n\n\n

Walaupun ktidak persis, tapi hampir mirip kisah qurban diatas dengan audisi oleh Djarum Foundation yang melibatkan. Program audisi bulutangkis usia anak-anak Djarum Foundation, tidak lain ikut serta program pemerintah dalam mencerdaskan bangsa melalui pencarian bakat sedini mungkin. Anak-anak yang berbakat bulutangkis tentunya yang terjaring dalam audisi, dididik dengan penuh semangat oleh Djarum Foundation Bhakti olahraga. Buktinya, anak-anak tersebut disekolahkan formal, dilatih bulu tangkis dengan disiplin dan penuh tanggungjawab, tanpa dipungut biaya apapun, bahkan semua kebutuhan anak-anak tercukupi dengan baik. Pola didiknya, seperti pola pendidikan sekolah lainnya, anak-anak dididik dan diajar agar berpretasi, setidaknya punya pengetahuan, pengalaman dan keahlian sebagai bekal masa depan. Disisi lain, ternyata anak-anak yang terjaring audisi merasa sangat gembira, senang dan bangga bisa terpilih. Mereka dapat mengembangkan bakatnya, dan mendapatkan pendidikan sekolah dengan gratis.<\/p>\n\n\n\n

Tujuan utama Djarum Foundation mencari bibit unggul pebulutangkis Indonesia, yang selama ini sebagai salah satu olahraga kebanggaan masyarakat Indonesia atas banyaknya prestasi yang di peroleh. Program Djarum Foundation Bhakti olahraga jauh dari niatan ekploitasi anak untuk promosi, yang ada ekploitasi anak untuk kejayaan olah raga bulutangkis bangsa Indonesia. <\/p>\n\n\n\n

Juga, program Djarum Foundation audisi bulutangkis adalah salah satu bentuk kesadaran dan kewajibannya membangun bangsa dengan melibatkan anak-anak. Lalu apa yang salah dari Djarum Foundation Bhakti Olahraga, jelas-jelas telah menghibahkan fasilitas, pikiran hingga dana untuk kepentingan kejayaan bangsa Indonesia, melalui olahraga. Pemerintah harus mendukung program tersebut, begitupun KPAI. KPAI jangan sampai menjadi penghalang, seperti halnya penghalang Nabi Ibrahim dalam kisah di atas.  
<\/p>\n","post_title":"Refleksi Kisah Kurban sebagai Bahan Pengingat KPAI","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"refleksi-kisah-kurban-sebagai-bahan-pengingat-kpai","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-08-12 08:30:31","post_modified_gmt":"2019-08-12 01:30:31","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5949","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5936,"post_author":"877","post_date":"2019-08-06 10:53:42","post_date_gmt":"2019-08-06 03:53:42","post_content":"\n

Masalah peredaran rokok di Indonesia, pemerintah cenderung mengambil langkah aman. Sudah saatnya pemerintah harus tegas menentukan sikap pelarangan atau membolehkan peredaran rokok di tengah-tengah masyarakat. <\/p>\n\n\n\n

Sikap pemerintah sampai saat ini menimbulkan pro dan kontra. Di satu sisi pemerintah melalui Kementrian Kesehatan membuat aturan pembatasan dan pelarangan beredarnya rokok, bahkan melarang adanya iklan rokok dan mengatur packaging<\/em> dengan bermacam gambar dan peringatan yang menggelian. Di sisi lain, pemerintah mendorong peningkatkan pendapatan Negara, mendorong peningkatan ekonomi rakyat, mendorong peningkatan produktivitas rakyat dan daya saing di pasar internasional, dan mendorong pengentasan kemiskinan.<\/p>\n\n\n\n

Sekarang, efek sikap pemerintah di atas meluas kemana-mana, mulai dari isu penyederhanaan layer atau penggabungan golongan industri rokok, isu pelarangan iklan rokok di media sosial karena pengguna media sosial banyak anak-anak, sampai pada pelarangan audisi pencari bakat bulu tangkis yang dilakukan Djarum Foundation dengan alasan ekploitasi anak. Ini semua adalah beberapa agenda untuk pengendalian rokok dan tembakau di Indonesia yang alasannya sudah dipatahkan dengan data yang lebih akurat.<\/p>\n\n\n\n

Semisal, yang pro dapat menceritakan dan meruntutkan agenda pengendalian rokok dan tembakau di Indonesia sebagai agenda politik dagang internasional. Semua program pengendalian rokok dan tembakau di Indonesia mengadopsi dari program World Health Organization (WHO) organisasi program dunia yang mendapatkan sokongan dana dari industri farmasi.\u00a0<\/p>\n\n\n\n

Baca:
Ada Campur Tangan Bloomberg dalam Surat Edaran Menkes terkait Pemblokiran Iklan Rokok <\/a><\/p>\n\n\n\n

WHO tidak semata-mata bertujuan demi meningkatkan taraf kesehatan penduduk. Di sini WHO sebagai ujung tombak industri farmasi. Terjadi peralihan di lingkup kesehatan, dimana dokter dan ilmuwan kesehatan dikuasai perusahan obat (farmasi). Tujuan utamanya tidak lain untuk merebut pasar nikotin dunia, dan menggantikan pemanfaatan nikotin alami dari tembakau dengan produk rekayasa nikotin yang telah dikantongi hak patennya. Keterlibatan WHO memuluskan tujuan industri farmasi tersebut dengan mendorong negara-negara di dunia untuk memberlakukan kebijakan sesuai kerangka kesehatan, tanpa mempertimbangkan peran sosial, ekonomi, politik dan budaya. Walaupun alasan kesehatan yang dibangun ternyata tidak 100% benar dan terkesan dipaksakan. Negara yang menjadi sasaran utama adalah Negara yang berkembang, seperti Indonesia, China, Bangladesh, India, Rusia, Mesir, Thailand, Filipina dan Brazil. <\/p>\n\n\n\n

Untuk menguasai pasar nikotin di dunia, industri farmasi mendapatkan sokongan dana dari bloomberg initiative. Karena salah satu direktur dari persekutuan perusahaan farmasi dunia bernama William R. Brody punya kedekatan dengan bloomberg initiative, selain teman karib juga posisinya sebagai penasehat. <\/h4>\n\n\n\n

Tidak mengherankan jika pendukung program pengendalian rokok dan tembakau di Indonesia mendapatkan sokongan dana dari bloomberg initiative termasuk lembaga yang bergerak untuk perlindungan anak, salah satunya Komnas Perlindungan Anak Indonesia (KPAI). Apapun bentuk lembaganya, selama mendapatkan kucuran dana bloomberg initiative, program utamanya harus sinergi dengan program bloomberg initiative dan rezim kesehatan dunia (WHO) yaitu pengendalian tembakau dan rokok, terutama rokok kretek asli Indonesia.<\/p>\n\n\n\n

Ada sekitar lebih dari 20an lembaga di Indonesia mendapatkan sokongan dana langsung maupun tidak langsung dari bloomberg initiative. Lembaga-lembaga tersebut bervarian, ada lembaga yang bergerak dalam pendidikan, bergerak pemberantasan korupsi, bergerak dalam kesehatan, bergerak perlindungan konsumen, bergerak melindungi anak, bahkan sampai pada lembaga agama. Numun pada intinya leading sector<\/em> yaitu sektor potensial yang dapat\u00a0menggerakkan agenda pengendalian tembakau dan rokok di Indonesia ada pada rezim kesehatan dalam hal ini Kementerian Kesehatan. Dengan menggunakan dalil kesehatan yang mulia, agenda bloomberg initiative dan farmasi berselancar dengan baik di Indonesia. \u00a0<\/p>\n\n\n\n

Baca:
Tinjauan Kritis Atas Larangan Iklan dan Sponshorship dengan Mencantumkan Logo, Brand Image, dan Identitas CSR Sebuah Perusahaan<\/a> <\/p>\n\n\n\n

Isu kuat saat ini yang beredar untuk agenda pengendalian tembakau dan rokok di Indonesia salah satunya, KPAI melarang audisi pencarian bakat bulu tangkis sejak dini yang dilakukan Djarum Foundation dengan alasan ekploitasi anak, Kementerian Kesehatan dan KPAI melarang adanya iklan di media sosia karena akan mengakibatkan bertambahnya perokok pemula, penggabungan golongan industri rokok atau penyederhanaan layer tarif cukai rokok yang intinya pengurangan terhadap industri rokok kretek, menaikkan cukai rokok untuk mengurangi peredaran rokok, dan korelasinya rokok dengan kemiskinan bertujuan agar ada kebijakan menghalau laju industri rokok kretek. <\/p>\n\n\n\n

Pemerintah dalam hal ini harus tegas mengambil sikap, untuk kepastian dan masa depan industri rokok kretek asli Indonesia. Dimana sejarah penemuan rokok kretek tidak lain untuk pengobatan yang dilakukan H. Djamhari sebagai obat sakit bengeknya. Karena rokok kretek adalah campuran tembakau dan cengkeh, berbeda dengan rokok non kretek yang hanya memakai tembakau saja. Selama ini, belum ada uji atau riset bahwa rokok kretek berkorelasi signifikan terhadap timbulnya penyakit yang dituduhkan. Kalau menjadi salah satu bagian kecil penyebab penyakit, tentunya ya dan bukan faktor penyebab utama. Itu seperti halnya barang-barang lain yang dikonsumsi manusia secara berlebihan dan hidup tidak seimbang. Termasuk makan nasi, mengkonsumsi gula dan mengkonsumsi lainnya secara berlebihan, tanpa diimbangi olah raga dan istirahat yang cukup. <\/p>\n\n\n\n

Selain itu, posisi industri kretek sangat stategis bagi bangsa Indonesia. Industri kretek membuktikan tetap bertahan setidaknya lebih dari 130 tahun. Disaat industri lain tumbang di zaman kolonial, industri kretek tetap eksis memberikan penghidupan masyarakat Indonesia. Bahkan tergolong industri yang peka zaman, dengan memberikan kontribusi yang sangat besar. Menghidupi setidaknya 6.1 juta jiwa petani cengkeh yang tersebar di 30 provinsi, petani tembakau yang tersebar di 15 provinsi. Menghidupi ribuan karyawan yang bekerja di industri kretek. Mempunyai multiplier<\/em> <\/em>effect<\/em> ke sektor perokonomian lainnya yang berada di sekitar industri kretek. <\/p>\n\n\n\n

Keberadaan industri kretek berkontribusi adanya hak jaminan sosial dan corporate social responsibility<\/em> (CSR), seperti halnya jaminan kesehatan, bhakti pendidikan, bhakti budaya, bhakti olahraga, bhakti lingkungan dan lain sebagainya. Berkontribusi pendapatan Negara melalui setoran cukai, berkontribusi bagi kesehatan publik dari alokasi dana bagi hasil cukai hasil tembakau (DBH-CHT) untuk sarana kesehatan dan pembayaran defisit Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS).  <\/p>\n\n\n\n

Selain itu, adanya industri kretek sebagai cermin kemandirian dan kedaulatan bangsa, karena sebagai pemenuhan kebutuhan pokok rakyat dalam hal ini pendapatan masyarakat sebagai agenda pemberantasan kemiskinan. <\/p>\n\n\n\n

Dengan pertimbangan di atas, diharapkan pemerintah dalam hal ini Presiden memberikan ketegasan, apakah industri rokok nasional tetap berproduksi atau dilarang berproduksi. Kalau tetap berproduksi, pemerintah secara totalitas harus melindunginya mulai kebijakan sampai pada strategi pemasarannya. Andaikan dilarang beroperasi, pemerintah paling tidak harus berani mempersiapkan lapangan pekerjaan lain bagi petani dan buruh tani cengkeh dan tembakau, buruh industri dan mungkin menata perekonomian akibat multiplier<\/em> <\/em>effect<\/em> keberadaan industri kretek. Dan yang terpenting keberadaan industri kretek, sebagai industri nasional sebagai perwujudan agenda prioritas  tujuan Nawa Cita, sehingga jangan sampai digiring dan diatur kepentingan asing melalui rezim kesehatan sebagai leading sector, <\/em>yang belum tentu benar dan terkesan dipaksakan.  
<\/p>\n","post_title":"Ketika Pemerintah Plin-Plan Membuat Regulasi Terkait Dunia Pertembakauan","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"ketika-pemerintah-plin-plan-membuat-regulasi-terkait-dunia-pertembakauan","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-08-06 10:53:48","post_modified_gmt":"2019-08-06 03:53:48","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5936","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":16},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"epic_block_3"};

\n

Kemungkinan yang kedua, juga demikian, sangat merugikan SKM, karena levelnya naik mengikuti SPM. Jika demikian, sangat memberatkan SKM, apalagi pangsa rokok kretek ditahun-tahun terakhir ini merosot tajam penjualannya. Kemerosotan penjualan rokok kretek juga pengaruh dari kebijakan pemerintah dan oknum (anti rokok) yang selalu merecoki industri kretek, seperti pungutan cukai naik,  pelarangan iklan, membuat isu yang dibuat-buat tanpa dasar dan lain sebagainya. Apakah keadaan industri kretek nasional saat ini, pemerintah masih memejamkan mata dan akan memberlakukan simplikasi layer CHT?. Jika demikian, sama saja pemerintah membunuh industri\/pabrikan kretek nasional dengan pelan-pelan. <\/p>\n\n\n\n

Jangan salahkan industri\/pabrikan rokok kretek jika pelan-pelan merumahkan karyawannya karena merugi bahkan tidak beroperasi. Jika pembelian bahan baku rokok kretek (tembakau dan cengkeh) menurun dan ribuan juta petani merugi, dan masih banyak lagi efek dampaknya ke segala lini yang menggantungkan hidupnya berhubungan dengan sektor pertembakauan. Pemerintah harus bertanggungjawab atas dampak tersebut, jangan asal cuci tangan jika dampak negatif terjadi. Karena pemerintahlah yang bikin aturan. <\/p>\n\n\n\n

Untuk itu, kedepan pemerintah harus hati-hati dan jeli dalam memutuskan dan memberlakukan kebijakan untuk kepentingan sektor pertembakauan. Karena, yang sudah-sudah, kebijakan pemerintah pada sektor pertembakauan tidak mengakomodir kepentingan industri nasional, cenderung mengakomodir kepentingan industri asing. Baik pemerintah, industri kretek, petani tembakau dan cengkeh serta masyarakat Indonesia harus berdaulat, saling menjaga dan saling melindungi untuk kepentingan bersama, menjadi bangsa yang besar dan kuat tanpa disetir Negara lain (asing). Inilah makna kemerdekaan yang sesungguhnya di era melenial.
<\/p>\n","post_title":"Kebijakan Simplifikasi Layer Cukai Adalah Rencana Pembunuhan terhadap Kretek","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"kebijakan-simplifikasi-layer-cukai-adalah-rencana-pembunuhan-terhadap-kretek","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-08-21 09:57:34","post_modified_gmt":"2019-08-21 02:57:34","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5979","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5956,"post_author":"877","post_date":"2019-08-14 11:00:51","post_date_gmt":"2019-08-14 04:00:51","post_content":"\n

Komisioner Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) Sitty Hikmawatty sesat pikir saat mengatakan bahwa program audisi beasiswa bulutangkis sebagai ajang ekploitasi anak. KPAI mempermasalahkan tulisan Djarum di kaos olahraga, karena sebagai ajang promosi brand rokok. Disini KPAI gagal faham membedakan antara Djarum Foundation dan Djarum industri rokok. <\/p>\n\n\n\n


Djarum Foundation sebagai wujud bhakti terhadap Bangsa dan Negara, sehingga prakteknya Djarum Foundation mengeluarkan uang, bukan mencari keuntungan. Ketika dikatakan sebagai ajang promosi produk rokok, sudah ditampik dan sudah dijelaskan secara detail pengurus Djarum Foundation, bahwa program yang dijalankan jauh dari niatan promosi produk rokok. Kalaupun ada tulisan Djarum di kaos olahraga, memang sejarahnya dari dulu sebagai nama clubnya. <\/p>\n\n\n\n


Sitty Hikmawatty sebagai komisioner KPAI, harusnya cerdas menyikapi hal tersebut. Harusnya ada apresiasi pada Djarum yang sadar akan kewajibannya, andil dalam pengembangan bakat bagi anak-anak. Dan apa yang telah dilakukan Djarum Foundation tidaklah mudah, membutuhkan tenaga dan matriil begitu besar. Sekarang pertanyaannya, siapa dan industri pribumi mana yang berani melakukan seperti itu?, bahkan KPAI pun tidak akan berani membuat program pencarian bakat secara intensif dan masif. <\/p>\n\n\n\n


KPAI harusnya faham makna perlindungan bagi anak, jangan hanya dimaknai secara sempit, semisal anak juga butuh perlindungan dari kebodohan dan kebutuhan lain yang sifatnya sangat mendesak. Nyatanya masih banyak anak \u2013anak yang tidak sekolah karena tidak mampu, masih banyak anak-anak yang hidup terlantar di Jalan, masih banyak anak-anak sebagai obyek makanan ringan yang bahannya membahayakan bagi tubuh. Dimana dan apa yang sudah dilakukan KPAI untuk melindungi anak tersebut?. Masih banyak masalah anak yang sangat penting dan krusial harus dikerjakan KPAI, dari pada mengurusi tulisan club Djarum dalam program audisi Djarum Foundation.<\/p>\n\n\n\n


Belum lagi, katanya KPAI akan mengambil langkah mengundang Kepala Daerah, dimana kotanya dibuat ajang audisi tersebut. Kalau nanti benar terjadi, menandakan kinerja KPAI tidak efektif. Masalah anak yang paling penting tidak terurus, dan selalu bergejolak di masyarakat kelas bawah. Sekali lagi seperti tidak sekolah karena orang tuanya tidak mampu atau orang tuanya meninggal dunia, walaupun sekolah katanya gratis, akan tetapi dampak lain timbul seperti halnya masalah ekonomi, akhirnya anak-anak mendingan cari uang untuk hidup sehari-hari dari pada sekolah. Anak-anak suka beli jajan (makanan ringat) di toko maupun dipinggir jalan yang mengandung bahan membahayakan bagi pertumbuhan anak. Di perempatan jalan atau lampu merah banyak anak-anak yang hidupnya menggelandang tanpa tujuan. Ini riil dan nyata di hadapan mata kita tiap hari. <\/p>\n\n\n\n


Tapi anehnya KPAI saat ini malah lebih intens mengurusi hal yang tidak penting degan melarang audisi pencarian bakat bulutangkis oleh Djarum Foundation. KPAI cenderung gagal faham dalam memahami, menafsiri, dan mensikapi hal tersebut. Anehnya lagi, apa yang dilakukan KPAI sampai ngotot. <\/p>\n\n\n\n


Kalau mau melarang program audisi Djarum Foundation, tunjukkan dulu KPAI punya program pencarian bakat seperti Djarum Foundation lakukan. Jangan seenaknya KPAI, melarang-larang tanpa solusi konkret dengan dalil perlindungan. Lucunya, KPAI dengan dalil perlindungan anak mengatakan, audisi pencarian bakat bulutangkis yes, ajang promosi no. Kalau dipahami, KPAI ingin audisi Djarum Foundation tetap jalan, tapi tulisan Djarum dihilangkan. Ini sama saja, tidak boleh menulis atau memaparkan nama club. Sedangkan pencantuman nama club sangat penting sebagai identitas dan jati diri. <\/p>\n\n\n\n


Kegiatan perlindungan untuk anak adalah pekerjaan yang sangat mulia kalau benar-benar dilakukan. KPAI, sebagai lembaga dengan memapang langsung tulisan perlindungan anak akan lebih mulia jika programnya konkret. Seperti lembaga sekolah negeri atau swasta, tanpa memakai kata-kata perlindungan, sekolah tersebut mendidik anak melindungi anak dari kebodohan untuk kesiapan masa depan. Audisi pencarian bakat bulutangkis Djarum Foundation pun demikian, kegiatannya konkret menyiapkan atlet olahraga bulutangkis. Dan apa yang telah dilakukan Djarum Foundation dengan audisinya sangat beda dari bentuk promosi. Berbeda dengan pelibatan anak-anak untuk promosi produk, murni tujuannya agar produknya laku. Apalagi produk yang ditawarkan untuk kebutuhan anak. Contohnya banyak sekali beredar iklan-iklan yang terpampang di pinggir jalan, di media sosial, bahkan di stasiun televisi, hal ini kayaknya lolos dari bahasan KPAI.<\/p>\n\n\n\n


Belum lagi, tanpa disadari lembaga KPAI juga menumpang hidup dari anak-anak. Kemana-mana membawa nama anak-anak untuk kegiatannya, bahkan sampai untuk menggalang donasi. Namun kegiatan yang betul-betul sangat dibutuhkan anak-anak belum atau bahkan tidak tersasar dan tidak menjadi prioritas. Sehingga, program KPAI untuk perlindungan anak dipastikan tidak efektif. Buktinya, KPAI membuat masalah yang sederhana dibuat rumit, seperti mempermasalahkan tulisan Djarum sebagai club dalam ajang audisi pencarian bakat Djarum Foundation Bhakti Olahraga. Jelas-jelas untuk kepentingan masa depan anak, dengan meningkakan minat dan bakat anak dalam olahraga atas dasar suka dan tidak ada paksaan.
Kata kunci pendidikan bagi anak adalah bermain, senang atau suka, sesuai keinginan, dan untuk bekal hidup selanjutnya. Jika KPAI mempermasalahkan tulisan club Djarum, yang dianggap sebagai ajang promosi dan ekploitasi anak, alasan tersebut tidak benar dan tanpa dasar. Seperti halnya penjelasan di atas, audisi pencarian bakat bulutangkis Djarum Foundation, jauh dari promosi dan ekploitasi. Tujuan utama audisi tidak lain memberikan bekal dan pendidikan bagi anak sesui keinginannya, anak belajar dengan senang, gembira, dan bermain. <\/p>\n\n\n\n


Jika kemudian KPAI dan lembaga lain yang mengatasnamakan peduli anak, melarang kegiatan audisi pencarian bakat olah raga bulutangkis yang dilakukan Djarum Foundation, sama dengan menghalangi anak Indonesia mengembangkan minat dan bakatnya sesuai keinginan, menghalangi anak Indonesia belajar sambil bermain dan gembira, menghalangi anak Indonesia untuk mendapatkan bekal hidup selanjutnya, menghalangi anak Indonesia untuk mewujudkan cita-cita. Apa yang dilakukan KPAI dan lembaga lain tersebut, sangat bertentangan dengan cita-cita Bangsa, dan cita-cita pendidikan bagi anak di Indonesia. <\/p>\n","post_title":"Sesat pikir KPAI Melarang Audisi Pencarian Bakat Bulutangkis Anak-Anak","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"sesat-pikir-kpai-melarang-audisi-pencarian-bakat-bulutangkis-anak-anak","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-08-14 11:00:58","post_modified_gmt":"2019-08-14 04:00:58","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5956","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5949,"post_author":"877","post_date":"2019-08-12 08:28:29","post_date_gmt":"2019-08-12 01:28:29","post_content":"\n

Kurban tidak semata-mata hanya menyembelih hewan, dibaliknya ada kisah indah yang bisa sebagai bahan renungan dan pengingat bagi semua. Pada kisah qurban, terdapat peran anak usia dini yang akhirnya dikenang umat Islam sedunia sepanjang masa dan juga dapat mengangkat harkat martabat keluarganya dihadapan Tuhan. Selama anak suka bahkan bahagia menjalankan perannya untuk kepentingan dirinya sendiri kedepan dan mengangkat harkat martabat keluarganya dengan bimbingan yang baik, maka hal tersebut sah-sah saja tidak ada larangan.\u00a0<\/p>\n\n\n\n

Kemarin, pada tanggal 11 Agustus 2019 hari Minggu, tepatnya pada tanggal 10 dzulhijjah 1440 M., dipagi hari umat Islam terlihat berbondong-bondong ada yang ke masjid ada yang kelapangan, tidak lain menjalankan ibadah sholat Idul Adha, atau biasa disebut hari raya qurban. Selain melakukan sholad, umat Islam merayakannya dengan menyembelih hewan qurban, seperti unta tradisi di Timur Tengah, sedangkam di Indonesia menyembelih sapi atau kerbau. Khusus di Kudus kota Kretek rerata menyembelih kerbau, sapi bagi sebagian besar masyarakat Kudus tidak mau menyembelih. Cerita yang beredar di masyarakat turun menurun, pelarangan menyembelih sapi sejak zaman kewalian yaitu Sunan Kudus sebagai penghormatan terhadap agama lain yang beranggapan hewan sapi sebagai hewan yang suci.<\/p>\n\n\n\n

Kembali ke Idul Adha, diceritakan oleh para Ulama\u2019 ada kisah tentang Nabi Ibrahim yang akan mengorbankan putranya yang masih kecil namanya Ismail (besarnya menjadi Nabi). Ceritanya Nabi Ibrahim saat tidur bermimpi, ia diperintah Tuhan untuk menyembelih putranya bernama Ismail. Saat bangun, ia merenung, berfikir sambil bertanya dihati, benarkah ini perintah Tuhan?. Kali pertama mimpinya ini, ia masih ragu antara benar perintah Tuhan atau tidak. Mimpi yang direnungkan dan difikir terjadi pada malam tanggal 08 dzulhijjah,disebut hari tarwiyah<\/em>.\u00a0<\/p>\n\n\n\n

Baca: Tinjauan Kritis Atas Larangan Iklan dan Sponshorship dengan Mencantumkan Logo, Brand Image, dan Identitas CSR Sebuah Perusahaan<\/a><\/p>\n\n\n\n

Pada malam tanggal 09 dzulhijjah Nabi Ibrahim mimpi lagi dengan perintah yang sama. Mimpi kali kedua, Nabi Ibrahim merasa yakin kalau benar-benar perintah Tuhan. Pada mimpi kedua disebut hari arafah<\/em>. Pada tanggal 10 dzulhijjah, hari Nabi Ibrahim melaksanakan perintah Tuhan untuk menyembelih Ismail (putranya), yang kemudian disebut  hari nakhr <\/em>(biasa disebut nahar bagi orang Indonesia). <\/p>\n\n\n\n

Cerita KH. Sya\u2019roni, saat pagi hari pada tanggal 10 dzulhijjah Nabi Ibrahim menyuruh istrinya bernama Siti Hajar (ibu kandung Ismail) untuk memandikan Ismail setelah itu memakaikan pakaian yang bagus-bagus, dengan alasan mau diajak jalan-jalan. Siti Hajar melaksanakan sesuai perintah suaminya, sembari menunggu istrinya selesai, Nabi Ibrahim mengasah pisaunya\/pedangnya. <\/p>\n\n\n\n

Ismail sudah siap, diajaklah jalan jalan bapaknya (Nabi Ibrahim) menuju bukit Mina di Makkah, dengan niatan mau disembelih sesui perintah Tuhan. Di tengah perjalanan, Nabi Ibrahim dihadang iblis yang berwujud manusia, dengan mengatakan Ibrahim, anakmu itu ganteng, tega kamu sembelih, urungkan niatmu. Nabi Ibrahim tidak menjawab, malah mengambil batu kecil 7 butir, kemudian batu kecil tersebut dilemparkan ke arah iblis tersebut, sambil mengatakan, pergi kamu Iblis. Nabi Ibrahim tetap melanjutkan perjalannya, dan dihadang Iblis lagi kali kedua, Nabi Ibrahim mengambil batu kecil lagi dilempar ke iblis. Kemudian Nabi melanjutkan perjalannya, dihadang iblis lagi kali ketiga, seperti penghadangan yang pertama dan kedua, Nabi mengambil batu kecil dan dilemparkan ke arah iblis, lalu Nabi Ibrahim lanjut lagi. Inilah cerita, yang menjadi cikal bakal adanya jumroh ula, jumroh wustho dan jumroh aqobah. Tiap ibadah haji jumroh ini harus diperagakan seperti halnya apa yang telah dilakukan Nabi Ibrahim dengan maksud melawan dan melempar iblis dengan batu agar tidak mengganggu..  <\/p>\n\n\n\n

Sesampainya di puncak bukit Mina, Nabi Ibrahim menceritakan mimpinya dan mengatakan maksud dan tujuannya mengajak Ismail jalan-jalan. Selesai Nabi Ibrahim cerita, kemudian Ismail berkata pada bapaknya, untuk segera menjalankan perintah Tuhan. Pada saat menyembebelih, pisau\/pedang Nabi Ibrahim tidak bisa melukai kulit Ismail, karena Nabi Ibrahim masih gelisah dan menangis saat melihat wajah Ismail. Kemudian Ismail berkata, mungkin karena bapak melihat wajahku, hingga tidak tega menyembelih, lalu Ismail membalikkan badannya memposisisikan badannya telungkup. Lalau Nabi Ibrahim dengan kesiapan hati melakukan penyembelihan yang kedua, lagi-lagi pisau\/pedangnya tidak mampu melukai kulit leher Ismail. Dengan bingung karena tidak berhasil menyembelih Ismail, turunlah Malaikat Jibril dengan membawa kambing, digantikannya Ismail dengan kambing tersebut. Bersamaan dengan turunnya wahyu Tuhan yang menjelaskan keduanya telah lulus  dari ujian. Kemudian Nabi Ibrahim membaca takbir \u201cAllahu Akbar\u201d<\/em> 3x, disaut Ismail dengan .membaca \u201cLaa ilaaha illahhu wallahu akbar<\/em>\u201d, diakhiri Malikat Jibril dengan bacaan \u201cAllahu Akbar walillahil Hamd<\/em>\u201d, dilanjutkan dengan menyembelih kambing bawaan malaikat jibril.<\/p>\n\n\n\n

Ada cerita lucu setelah Nabi Ibrahim selesai menyembelih kambing, Nabi Ibrahim bertanya pada Ismail, siapa yang paling dermawan diantara kita? Ismail menjawab, saya. Tidak bisa kata Nabi Ibrahim, saya yang paling dermawan, karena akan mngorbankan anak yang kucintai. Ismail berkata, tidak bisa, saya yang dermawan, karena bapak punya dua anak, kalau saya dikorbankan, masih punya anak satu, lalu malaikat berkata, tidak bisa, saya yang dermawan karena saya sudah kehilangan kambing satu.\u00a0\u00a0<\/p>\n\n\n\n

Baca: Kegagalan Lakpesdam PBNU dalam Melihat Produk Tembakau Alternatif<\/a><\/p>\n\n\n\n

Keterangan dalam kitab tafsir  \u201cTanwirul Adhan<\/em>\u201d penjelasan dari surat As-Saffat ayat 102 bahwa usia Ismail saat itu 13 tahun ada juga Ulama\u2019 yang mengatakan umur 7 tahun. ada riwayat lain yang mengatakan umur Ismail saat itu 14 tahun. Pada intinya saat kejadian kisah penyembelihan, Ismail masih usia anak-anak, ia dengan senang hati dan ikhlas, menjalani perannya.  <\/p>\n\n\n\n

Dari sejarah singkat qurban yang ektrim di atas, kira-kira pendapat KPAI apakah mendukung apa yang telah di lakukan Nabi Ibrahim?, atau sebaliknya mendukung Iblis yang menghalangi Nabi Ibrahim yang akan menjalankan kewajibannya sebagai hamba?. Saya yakin KPAI akan mendukung Nabi Ibrahim, tidak mendukung langkah Iblis. 
<\/p>\n\n\n\n

Walaupun ktidak persis, tapi hampir mirip kisah qurban diatas dengan audisi oleh Djarum Foundation yang melibatkan. Program audisi bulutangkis usia anak-anak Djarum Foundation, tidak lain ikut serta program pemerintah dalam mencerdaskan bangsa melalui pencarian bakat sedini mungkin. Anak-anak yang berbakat bulutangkis tentunya yang terjaring dalam audisi, dididik dengan penuh semangat oleh Djarum Foundation Bhakti olahraga. Buktinya, anak-anak tersebut disekolahkan formal, dilatih bulu tangkis dengan disiplin dan penuh tanggungjawab, tanpa dipungut biaya apapun, bahkan semua kebutuhan anak-anak tercukupi dengan baik. Pola didiknya, seperti pola pendidikan sekolah lainnya, anak-anak dididik dan diajar agar berpretasi, setidaknya punya pengetahuan, pengalaman dan keahlian sebagai bekal masa depan. Disisi lain, ternyata anak-anak yang terjaring audisi merasa sangat gembira, senang dan bangga bisa terpilih. Mereka dapat mengembangkan bakatnya, dan mendapatkan pendidikan sekolah dengan gratis.<\/p>\n\n\n\n

Tujuan utama Djarum Foundation mencari bibit unggul pebulutangkis Indonesia, yang selama ini sebagai salah satu olahraga kebanggaan masyarakat Indonesia atas banyaknya prestasi yang di peroleh. Program Djarum Foundation Bhakti olahraga jauh dari niatan ekploitasi anak untuk promosi, yang ada ekploitasi anak untuk kejayaan olah raga bulutangkis bangsa Indonesia. <\/p>\n\n\n\n

Juga, program Djarum Foundation audisi bulutangkis adalah salah satu bentuk kesadaran dan kewajibannya membangun bangsa dengan melibatkan anak-anak. Lalu apa yang salah dari Djarum Foundation Bhakti Olahraga, jelas-jelas telah menghibahkan fasilitas, pikiran hingga dana untuk kepentingan kejayaan bangsa Indonesia, melalui olahraga. Pemerintah harus mendukung program tersebut, begitupun KPAI. KPAI jangan sampai menjadi penghalang, seperti halnya penghalang Nabi Ibrahim dalam kisah di atas.  
<\/p>\n","post_title":"Refleksi Kisah Kurban sebagai Bahan Pengingat KPAI","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"refleksi-kisah-kurban-sebagai-bahan-pengingat-kpai","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-08-12 08:30:31","post_modified_gmt":"2019-08-12 01:30:31","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5949","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5936,"post_author":"877","post_date":"2019-08-06 10:53:42","post_date_gmt":"2019-08-06 03:53:42","post_content":"\n

Masalah peredaran rokok di Indonesia, pemerintah cenderung mengambil langkah aman. Sudah saatnya pemerintah harus tegas menentukan sikap pelarangan atau membolehkan peredaran rokok di tengah-tengah masyarakat. <\/p>\n\n\n\n

Sikap pemerintah sampai saat ini menimbulkan pro dan kontra. Di satu sisi pemerintah melalui Kementrian Kesehatan membuat aturan pembatasan dan pelarangan beredarnya rokok, bahkan melarang adanya iklan rokok dan mengatur packaging<\/em> dengan bermacam gambar dan peringatan yang menggelian. Di sisi lain, pemerintah mendorong peningkatkan pendapatan Negara, mendorong peningkatan ekonomi rakyat, mendorong peningkatan produktivitas rakyat dan daya saing di pasar internasional, dan mendorong pengentasan kemiskinan.<\/p>\n\n\n\n

Sekarang, efek sikap pemerintah di atas meluas kemana-mana, mulai dari isu penyederhanaan layer atau penggabungan golongan industri rokok, isu pelarangan iklan rokok di media sosial karena pengguna media sosial banyak anak-anak, sampai pada pelarangan audisi pencari bakat bulu tangkis yang dilakukan Djarum Foundation dengan alasan ekploitasi anak. Ini semua adalah beberapa agenda untuk pengendalian rokok dan tembakau di Indonesia yang alasannya sudah dipatahkan dengan data yang lebih akurat.<\/p>\n\n\n\n

Semisal, yang pro dapat menceritakan dan meruntutkan agenda pengendalian rokok dan tembakau di Indonesia sebagai agenda politik dagang internasional. Semua program pengendalian rokok dan tembakau di Indonesia mengadopsi dari program World Health Organization (WHO) organisasi program dunia yang mendapatkan sokongan dana dari industri farmasi.\u00a0<\/p>\n\n\n\n

Baca:
Ada Campur Tangan Bloomberg dalam Surat Edaran Menkes terkait Pemblokiran Iklan Rokok <\/a><\/p>\n\n\n\n

WHO tidak semata-mata bertujuan demi meningkatkan taraf kesehatan penduduk. Di sini WHO sebagai ujung tombak industri farmasi. Terjadi peralihan di lingkup kesehatan, dimana dokter dan ilmuwan kesehatan dikuasai perusahan obat (farmasi). Tujuan utamanya tidak lain untuk merebut pasar nikotin dunia, dan menggantikan pemanfaatan nikotin alami dari tembakau dengan produk rekayasa nikotin yang telah dikantongi hak patennya. Keterlibatan WHO memuluskan tujuan industri farmasi tersebut dengan mendorong negara-negara di dunia untuk memberlakukan kebijakan sesuai kerangka kesehatan, tanpa mempertimbangkan peran sosial, ekonomi, politik dan budaya. Walaupun alasan kesehatan yang dibangun ternyata tidak 100% benar dan terkesan dipaksakan. Negara yang menjadi sasaran utama adalah Negara yang berkembang, seperti Indonesia, China, Bangladesh, India, Rusia, Mesir, Thailand, Filipina dan Brazil. <\/p>\n\n\n\n

Untuk menguasai pasar nikotin di dunia, industri farmasi mendapatkan sokongan dana dari bloomberg initiative. Karena salah satu direktur dari persekutuan perusahaan farmasi dunia bernama William R. Brody punya kedekatan dengan bloomberg initiative, selain teman karib juga posisinya sebagai penasehat. <\/h4>\n\n\n\n

Tidak mengherankan jika pendukung program pengendalian rokok dan tembakau di Indonesia mendapatkan sokongan dana dari bloomberg initiative termasuk lembaga yang bergerak untuk perlindungan anak, salah satunya Komnas Perlindungan Anak Indonesia (KPAI). Apapun bentuk lembaganya, selama mendapatkan kucuran dana bloomberg initiative, program utamanya harus sinergi dengan program bloomberg initiative dan rezim kesehatan dunia (WHO) yaitu pengendalian tembakau dan rokok, terutama rokok kretek asli Indonesia.<\/p>\n\n\n\n

Ada sekitar lebih dari 20an lembaga di Indonesia mendapatkan sokongan dana langsung maupun tidak langsung dari bloomberg initiative. Lembaga-lembaga tersebut bervarian, ada lembaga yang bergerak dalam pendidikan, bergerak pemberantasan korupsi, bergerak dalam kesehatan, bergerak perlindungan konsumen, bergerak melindungi anak, bahkan sampai pada lembaga agama. Numun pada intinya leading sector<\/em> yaitu sektor potensial yang dapat\u00a0menggerakkan agenda pengendalian tembakau dan rokok di Indonesia ada pada rezim kesehatan dalam hal ini Kementerian Kesehatan. Dengan menggunakan dalil kesehatan yang mulia, agenda bloomberg initiative dan farmasi berselancar dengan baik di Indonesia. \u00a0<\/p>\n\n\n\n

Baca:
Tinjauan Kritis Atas Larangan Iklan dan Sponshorship dengan Mencantumkan Logo, Brand Image, dan Identitas CSR Sebuah Perusahaan<\/a> <\/p>\n\n\n\n

Isu kuat saat ini yang beredar untuk agenda pengendalian tembakau dan rokok di Indonesia salah satunya, KPAI melarang audisi pencarian bakat bulu tangkis sejak dini yang dilakukan Djarum Foundation dengan alasan ekploitasi anak, Kementerian Kesehatan dan KPAI melarang adanya iklan di media sosia karena akan mengakibatkan bertambahnya perokok pemula, penggabungan golongan industri rokok atau penyederhanaan layer tarif cukai rokok yang intinya pengurangan terhadap industri rokok kretek, menaikkan cukai rokok untuk mengurangi peredaran rokok, dan korelasinya rokok dengan kemiskinan bertujuan agar ada kebijakan menghalau laju industri rokok kretek. <\/p>\n\n\n\n

Pemerintah dalam hal ini harus tegas mengambil sikap, untuk kepastian dan masa depan industri rokok kretek asli Indonesia. Dimana sejarah penemuan rokok kretek tidak lain untuk pengobatan yang dilakukan H. Djamhari sebagai obat sakit bengeknya. Karena rokok kretek adalah campuran tembakau dan cengkeh, berbeda dengan rokok non kretek yang hanya memakai tembakau saja. Selama ini, belum ada uji atau riset bahwa rokok kretek berkorelasi signifikan terhadap timbulnya penyakit yang dituduhkan. Kalau menjadi salah satu bagian kecil penyebab penyakit, tentunya ya dan bukan faktor penyebab utama. Itu seperti halnya barang-barang lain yang dikonsumsi manusia secara berlebihan dan hidup tidak seimbang. Termasuk makan nasi, mengkonsumsi gula dan mengkonsumsi lainnya secara berlebihan, tanpa diimbangi olah raga dan istirahat yang cukup. <\/p>\n\n\n\n

Selain itu, posisi industri kretek sangat stategis bagi bangsa Indonesia. Industri kretek membuktikan tetap bertahan setidaknya lebih dari 130 tahun. Disaat industri lain tumbang di zaman kolonial, industri kretek tetap eksis memberikan penghidupan masyarakat Indonesia. Bahkan tergolong industri yang peka zaman, dengan memberikan kontribusi yang sangat besar. Menghidupi setidaknya 6.1 juta jiwa petani cengkeh yang tersebar di 30 provinsi, petani tembakau yang tersebar di 15 provinsi. Menghidupi ribuan karyawan yang bekerja di industri kretek. Mempunyai multiplier<\/em> <\/em>effect<\/em> ke sektor perokonomian lainnya yang berada di sekitar industri kretek. <\/p>\n\n\n\n

Keberadaan industri kretek berkontribusi adanya hak jaminan sosial dan corporate social responsibility<\/em> (CSR), seperti halnya jaminan kesehatan, bhakti pendidikan, bhakti budaya, bhakti olahraga, bhakti lingkungan dan lain sebagainya. Berkontribusi pendapatan Negara melalui setoran cukai, berkontribusi bagi kesehatan publik dari alokasi dana bagi hasil cukai hasil tembakau (DBH-CHT) untuk sarana kesehatan dan pembayaran defisit Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS).  <\/p>\n\n\n\n

Selain itu, adanya industri kretek sebagai cermin kemandirian dan kedaulatan bangsa, karena sebagai pemenuhan kebutuhan pokok rakyat dalam hal ini pendapatan masyarakat sebagai agenda pemberantasan kemiskinan. <\/p>\n\n\n\n

Dengan pertimbangan di atas, diharapkan pemerintah dalam hal ini Presiden memberikan ketegasan, apakah industri rokok nasional tetap berproduksi atau dilarang berproduksi. Kalau tetap berproduksi, pemerintah secara totalitas harus melindunginya mulai kebijakan sampai pada strategi pemasarannya. Andaikan dilarang beroperasi, pemerintah paling tidak harus berani mempersiapkan lapangan pekerjaan lain bagi petani dan buruh tani cengkeh dan tembakau, buruh industri dan mungkin menata perekonomian akibat multiplier<\/em> <\/em>effect<\/em> keberadaan industri kretek. Dan yang terpenting keberadaan industri kretek, sebagai industri nasional sebagai perwujudan agenda prioritas  tujuan Nawa Cita, sehingga jangan sampai digiring dan diatur kepentingan asing melalui rezim kesehatan sebagai leading sector, <\/em>yang belum tentu benar dan terkesan dipaksakan.  
<\/p>\n","post_title":"Ketika Pemerintah Plin-Plan Membuat Regulasi Terkait Dunia Pertembakauan","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"ketika-pemerintah-plin-plan-membuat-regulasi-terkait-dunia-pertembakauan","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-08-06 10:53:48","post_modified_gmt":"2019-08-06 03:53:48","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5936","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":16},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"epic_block_3"};

\n

Untuk rokok kretek mild, semuanya diproduksi memakai mesin, sedangkan selain mild ada yang pakai mesin ada yang pakai tangan. Dengan isu simplikasi layer CHT SPM dan SKM, ada dua kemungkinan. Pertama; bisa jadi SPM diturunkan levelnya disesuaikan dengan SKM. Kedua; atau SKM dinaikkan levelnya sesuai SPM. Keduanya sangat merugikan industri kretek asli produk Indonesia berupa SKM. Kalau yang pertama, keuntungan SPM (industri asing) harganya disamakan SKM, sehingga persaingan penjualan dipasaran relatif mudah, sehingga SKM sangat dirugikan. Jika demikian, pemerintah tidak melindungi industri nasional (lokal), dengan meliarkan persaingannya dipasaran sangat ketat. <\/p>\n\n\n\n

Kemungkinan yang kedua, juga demikian, sangat merugikan SKM, karena levelnya naik mengikuti SPM. Jika demikian, sangat memberatkan SKM, apalagi pangsa rokok kretek ditahun-tahun terakhir ini merosot tajam penjualannya. Kemerosotan penjualan rokok kretek juga pengaruh dari kebijakan pemerintah dan oknum (anti rokok) yang selalu merecoki industri kretek, seperti pungutan cukai naik,  pelarangan iklan, membuat isu yang dibuat-buat tanpa dasar dan lain sebagainya. Apakah keadaan industri kretek nasional saat ini, pemerintah masih memejamkan mata dan akan memberlakukan simplikasi layer CHT?. Jika demikian, sama saja pemerintah membunuh industri\/pabrikan kretek nasional dengan pelan-pelan. <\/p>\n\n\n\n

Jangan salahkan industri\/pabrikan rokok kretek jika pelan-pelan merumahkan karyawannya karena merugi bahkan tidak beroperasi. Jika pembelian bahan baku rokok kretek (tembakau dan cengkeh) menurun dan ribuan juta petani merugi, dan masih banyak lagi efek dampaknya ke segala lini yang menggantungkan hidupnya berhubungan dengan sektor pertembakauan. Pemerintah harus bertanggungjawab atas dampak tersebut, jangan asal cuci tangan jika dampak negatif terjadi. Karena pemerintahlah yang bikin aturan. <\/p>\n\n\n\n

Untuk itu, kedepan pemerintah harus hati-hati dan jeli dalam memutuskan dan memberlakukan kebijakan untuk kepentingan sektor pertembakauan. Karena, yang sudah-sudah, kebijakan pemerintah pada sektor pertembakauan tidak mengakomodir kepentingan industri nasional, cenderung mengakomodir kepentingan industri asing. Baik pemerintah, industri kretek, petani tembakau dan cengkeh serta masyarakat Indonesia harus berdaulat, saling menjaga dan saling melindungi untuk kepentingan bersama, menjadi bangsa yang besar dan kuat tanpa disetir Negara lain (asing). Inilah makna kemerdekaan yang sesungguhnya di era melenial.
<\/p>\n","post_title":"Kebijakan Simplifikasi Layer Cukai Adalah Rencana Pembunuhan terhadap Kretek","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"kebijakan-simplifikasi-layer-cukai-adalah-rencana-pembunuhan-terhadap-kretek","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-08-21 09:57:34","post_modified_gmt":"2019-08-21 02:57:34","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5979","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5956,"post_author":"877","post_date":"2019-08-14 11:00:51","post_date_gmt":"2019-08-14 04:00:51","post_content":"\n

Komisioner Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) Sitty Hikmawatty sesat pikir saat mengatakan bahwa program audisi beasiswa bulutangkis sebagai ajang ekploitasi anak. KPAI mempermasalahkan tulisan Djarum di kaos olahraga, karena sebagai ajang promosi brand rokok. Disini KPAI gagal faham membedakan antara Djarum Foundation dan Djarum industri rokok. <\/p>\n\n\n\n


Djarum Foundation sebagai wujud bhakti terhadap Bangsa dan Negara, sehingga prakteknya Djarum Foundation mengeluarkan uang, bukan mencari keuntungan. Ketika dikatakan sebagai ajang promosi produk rokok, sudah ditampik dan sudah dijelaskan secara detail pengurus Djarum Foundation, bahwa program yang dijalankan jauh dari niatan promosi produk rokok. Kalaupun ada tulisan Djarum di kaos olahraga, memang sejarahnya dari dulu sebagai nama clubnya. <\/p>\n\n\n\n


Sitty Hikmawatty sebagai komisioner KPAI, harusnya cerdas menyikapi hal tersebut. Harusnya ada apresiasi pada Djarum yang sadar akan kewajibannya, andil dalam pengembangan bakat bagi anak-anak. Dan apa yang telah dilakukan Djarum Foundation tidaklah mudah, membutuhkan tenaga dan matriil begitu besar. Sekarang pertanyaannya, siapa dan industri pribumi mana yang berani melakukan seperti itu?, bahkan KPAI pun tidak akan berani membuat program pencarian bakat secara intensif dan masif. <\/p>\n\n\n\n


KPAI harusnya faham makna perlindungan bagi anak, jangan hanya dimaknai secara sempit, semisal anak juga butuh perlindungan dari kebodohan dan kebutuhan lain yang sifatnya sangat mendesak. Nyatanya masih banyak anak \u2013anak yang tidak sekolah karena tidak mampu, masih banyak anak-anak yang hidup terlantar di Jalan, masih banyak anak-anak sebagai obyek makanan ringan yang bahannya membahayakan bagi tubuh. Dimana dan apa yang sudah dilakukan KPAI untuk melindungi anak tersebut?. Masih banyak masalah anak yang sangat penting dan krusial harus dikerjakan KPAI, dari pada mengurusi tulisan club Djarum dalam program audisi Djarum Foundation.<\/p>\n\n\n\n


Belum lagi, katanya KPAI akan mengambil langkah mengundang Kepala Daerah, dimana kotanya dibuat ajang audisi tersebut. Kalau nanti benar terjadi, menandakan kinerja KPAI tidak efektif. Masalah anak yang paling penting tidak terurus, dan selalu bergejolak di masyarakat kelas bawah. Sekali lagi seperti tidak sekolah karena orang tuanya tidak mampu atau orang tuanya meninggal dunia, walaupun sekolah katanya gratis, akan tetapi dampak lain timbul seperti halnya masalah ekonomi, akhirnya anak-anak mendingan cari uang untuk hidup sehari-hari dari pada sekolah. Anak-anak suka beli jajan (makanan ringat) di toko maupun dipinggir jalan yang mengandung bahan membahayakan bagi pertumbuhan anak. Di perempatan jalan atau lampu merah banyak anak-anak yang hidupnya menggelandang tanpa tujuan. Ini riil dan nyata di hadapan mata kita tiap hari. <\/p>\n\n\n\n


Tapi anehnya KPAI saat ini malah lebih intens mengurusi hal yang tidak penting degan melarang audisi pencarian bakat bulutangkis oleh Djarum Foundation. KPAI cenderung gagal faham dalam memahami, menafsiri, dan mensikapi hal tersebut. Anehnya lagi, apa yang dilakukan KPAI sampai ngotot. <\/p>\n\n\n\n


Kalau mau melarang program audisi Djarum Foundation, tunjukkan dulu KPAI punya program pencarian bakat seperti Djarum Foundation lakukan. Jangan seenaknya KPAI, melarang-larang tanpa solusi konkret dengan dalil perlindungan. Lucunya, KPAI dengan dalil perlindungan anak mengatakan, audisi pencarian bakat bulutangkis yes, ajang promosi no. Kalau dipahami, KPAI ingin audisi Djarum Foundation tetap jalan, tapi tulisan Djarum dihilangkan. Ini sama saja, tidak boleh menulis atau memaparkan nama club. Sedangkan pencantuman nama club sangat penting sebagai identitas dan jati diri. <\/p>\n\n\n\n


Kegiatan perlindungan untuk anak adalah pekerjaan yang sangat mulia kalau benar-benar dilakukan. KPAI, sebagai lembaga dengan memapang langsung tulisan perlindungan anak akan lebih mulia jika programnya konkret. Seperti lembaga sekolah negeri atau swasta, tanpa memakai kata-kata perlindungan, sekolah tersebut mendidik anak melindungi anak dari kebodohan untuk kesiapan masa depan. Audisi pencarian bakat bulutangkis Djarum Foundation pun demikian, kegiatannya konkret menyiapkan atlet olahraga bulutangkis. Dan apa yang telah dilakukan Djarum Foundation dengan audisinya sangat beda dari bentuk promosi. Berbeda dengan pelibatan anak-anak untuk promosi produk, murni tujuannya agar produknya laku. Apalagi produk yang ditawarkan untuk kebutuhan anak. Contohnya banyak sekali beredar iklan-iklan yang terpampang di pinggir jalan, di media sosial, bahkan di stasiun televisi, hal ini kayaknya lolos dari bahasan KPAI.<\/p>\n\n\n\n


Belum lagi, tanpa disadari lembaga KPAI juga menumpang hidup dari anak-anak. Kemana-mana membawa nama anak-anak untuk kegiatannya, bahkan sampai untuk menggalang donasi. Namun kegiatan yang betul-betul sangat dibutuhkan anak-anak belum atau bahkan tidak tersasar dan tidak menjadi prioritas. Sehingga, program KPAI untuk perlindungan anak dipastikan tidak efektif. Buktinya, KPAI membuat masalah yang sederhana dibuat rumit, seperti mempermasalahkan tulisan Djarum sebagai club dalam ajang audisi pencarian bakat Djarum Foundation Bhakti Olahraga. Jelas-jelas untuk kepentingan masa depan anak, dengan meningkakan minat dan bakat anak dalam olahraga atas dasar suka dan tidak ada paksaan.
Kata kunci pendidikan bagi anak adalah bermain, senang atau suka, sesuai keinginan, dan untuk bekal hidup selanjutnya. Jika KPAI mempermasalahkan tulisan club Djarum, yang dianggap sebagai ajang promosi dan ekploitasi anak, alasan tersebut tidak benar dan tanpa dasar. Seperti halnya penjelasan di atas, audisi pencarian bakat bulutangkis Djarum Foundation, jauh dari promosi dan ekploitasi. Tujuan utama audisi tidak lain memberikan bekal dan pendidikan bagi anak sesui keinginannya, anak belajar dengan senang, gembira, dan bermain. <\/p>\n\n\n\n


Jika kemudian KPAI dan lembaga lain yang mengatasnamakan peduli anak, melarang kegiatan audisi pencarian bakat olah raga bulutangkis yang dilakukan Djarum Foundation, sama dengan menghalangi anak Indonesia mengembangkan minat dan bakatnya sesuai keinginan, menghalangi anak Indonesia belajar sambil bermain dan gembira, menghalangi anak Indonesia untuk mendapatkan bekal hidup selanjutnya, menghalangi anak Indonesia untuk mewujudkan cita-cita. Apa yang dilakukan KPAI dan lembaga lain tersebut, sangat bertentangan dengan cita-cita Bangsa, dan cita-cita pendidikan bagi anak di Indonesia. <\/p>\n","post_title":"Sesat pikir KPAI Melarang Audisi Pencarian Bakat Bulutangkis Anak-Anak","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"sesat-pikir-kpai-melarang-audisi-pencarian-bakat-bulutangkis-anak-anak","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-08-14 11:00:58","post_modified_gmt":"2019-08-14 04:00:58","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5956","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5949,"post_author":"877","post_date":"2019-08-12 08:28:29","post_date_gmt":"2019-08-12 01:28:29","post_content":"\n

Kurban tidak semata-mata hanya menyembelih hewan, dibaliknya ada kisah indah yang bisa sebagai bahan renungan dan pengingat bagi semua. Pada kisah qurban, terdapat peran anak usia dini yang akhirnya dikenang umat Islam sedunia sepanjang masa dan juga dapat mengangkat harkat martabat keluarganya dihadapan Tuhan. Selama anak suka bahkan bahagia menjalankan perannya untuk kepentingan dirinya sendiri kedepan dan mengangkat harkat martabat keluarganya dengan bimbingan yang baik, maka hal tersebut sah-sah saja tidak ada larangan.\u00a0<\/p>\n\n\n\n

Kemarin, pada tanggal 11 Agustus 2019 hari Minggu, tepatnya pada tanggal 10 dzulhijjah 1440 M., dipagi hari umat Islam terlihat berbondong-bondong ada yang ke masjid ada yang kelapangan, tidak lain menjalankan ibadah sholat Idul Adha, atau biasa disebut hari raya qurban. Selain melakukan sholad, umat Islam merayakannya dengan menyembelih hewan qurban, seperti unta tradisi di Timur Tengah, sedangkam di Indonesia menyembelih sapi atau kerbau. Khusus di Kudus kota Kretek rerata menyembelih kerbau, sapi bagi sebagian besar masyarakat Kudus tidak mau menyembelih. Cerita yang beredar di masyarakat turun menurun, pelarangan menyembelih sapi sejak zaman kewalian yaitu Sunan Kudus sebagai penghormatan terhadap agama lain yang beranggapan hewan sapi sebagai hewan yang suci.<\/p>\n\n\n\n

Kembali ke Idul Adha, diceritakan oleh para Ulama\u2019 ada kisah tentang Nabi Ibrahim yang akan mengorbankan putranya yang masih kecil namanya Ismail (besarnya menjadi Nabi). Ceritanya Nabi Ibrahim saat tidur bermimpi, ia diperintah Tuhan untuk menyembelih putranya bernama Ismail. Saat bangun, ia merenung, berfikir sambil bertanya dihati, benarkah ini perintah Tuhan?. Kali pertama mimpinya ini, ia masih ragu antara benar perintah Tuhan atau tidak. Mimpi yang direnungkan dan difikir terjadi pada malam tanggal 08 dzulhijjah,disebut hari tarwiyah<\/em>.\u00a0<\/p>\n\n\n\n

Baca: Tinjauan Kritis Atas Larangan Iklan dan Sponshorship dengan Mencantumkan Logo, Brand Image, dan Identitas CSR Sebuah Perusahaan<\/a><\/p>\n\n\n\n

Pada malam tanggal 09 dzulhijjah Nabi Ibrahim mimpi lagi dengan perintah yang sama. Mimpi kali kedua, Nabi Ibrahim merasa yakin kalau benar-benar perintah Tuhan. Pada mimpi kedua disebut hari arafah<\/em>. Pada tanggal 10 dzulhijjah, hari Nabi Ibrahim melaksanakan perintah Tuhan untuk menyembelih Ismail (putranya), yang kemudian disebut  hari nakhr <\/em>(biasa disebut nahar bagi orang Indonesia). <\/p>\n\n\n\n

Cerita KH. Sya\u2019roni, saat pagi hari pada tanggal 10 dzulhijjah Nabi Ibrahim menyuruh istrinya bernama Siti Hajar (ibu kandung Ismail) untuk memandikan Ismail setelah itu memakaikan pakaian yang bagus-bagus, dengan alasan mau diajak jalan-jalan. Siti Hajar melaksanakan sesuai perintah suaminya, sembari menunggu istrinya selesai, Nabi Ibrahim mengasah pisaunya\/pedangnya. <\/p>\n\n\n\n

Ismail sudah siap, diajaklah jalan jalan bapaknya (Nabi Ibrahim) menuju bukit Mina di Makkah, dengan niatan mau disembelih sesui perintah Tuhan. Di tengah perjalanan, Nabi Ibrahim dihadang iblis yang berwujud manusia, dengan mengatakan Ibrahim, anakmu itu ganteng, tega kamu sembelih, urungkan niatmu. Nabi Ibrahim tidak menjawab, malah mengambil batu kecil 7 butir, kemudian batu kecil tersebut dilemparkan ke arah iblis tersebut, sambil mengatakan, pergi kamu Iblis. Nabi Ibrahim tetap melanjutkan perjalannya, dan dihadang Iblis lagi kali kedua, Nabi Ibrahim mengambil batu kecil lagi dilempar ke iblis. Kemudian Nabi melanjutkan perjalannya, dihadang iblis lagi kali ketiga, seperti penghadangan yang pertama dan kedua, Nabi mengambil batu kecil dan dilemparkan ke arah iblis, lalu Nabi Ibrahim lanjut lagi. Inilah cerita, yang menjadi cikal bakal adanya jumroh ula, jumroh wustho dan jumroh aqobah. Tiap ibadah haji jumroh ini harus diperagakan seperti halnya apa yang telah dilakukan Nabi Ibrahim dengan maksud melawan dan melempar iblis dengan batu agar tidak mengganggu..  <\/p>\n\n\n\n

Sesampainya di puncak bukit Mina, Nabi Ibrahim menceritakan mimpinya dan mengatakan maksud dan tujuannya mengajak Ismail jalan-jalan. Selesai Nabi Ibrahim cerita, kemudian Ismail berkata pada bapaknya, untuk segera menjalankan perintah Tuhan. Pada saat menyembebelih, pisau\/pedang Nabi Ibrahim tidak bisa melukai kulit Ismail, karena Nabi Ibrahim masih gelisah dan menangis saat melihat wajah Ismail. Kemudian Ismail berkata, mungkin karena bapak melihat wajahku, hingga tidak tega menyembelih, lalu Ismail membalikkan badannya memposisisikan badannya telungkup. Lalau Nabi Ibrahim dengan kesiapan hati melakukan penyembelihan yang kedua, lagi-lagi pisau\/pedangnya tidak mampu melukai kulit leher Ismail. Dengan bingung karena tidak berhasil menyembelih Ismail, turunlah Malaikat Jibril dengan membawa kambing, digantikannya Ismail dengan kambing tersebut. Bersamaan dengan turunnya wahyu Tuhan yang menjelaskan keduanya telah lulus  dari ujian. Kemudian Nabi Ibrahim membaca takbir \u201cAllahu Akbar\u201d<\/em> 3x, disaut Ismail dengan .membaca \u201cLaa ilaaha illahhu wallahu akbar<\/em>\u201d, diakhiri Malikat Jibril dengan bacaan \u201cAllahu Akbar walillahil Hamd<\/em>\u201d, dilanjutkan dengan menyembelih kambing bawaan malaikat jibril.<\/p>\n\n\n\n

Ada cerita lucu setelah Nabi Ibrahim selesai menyembelih kambing, Nabi Ibrahim bertanya pada Ismail, siapa yang paling dermawan diantara kita? Ismail menjawab, saya. Tidak bisa kata Nabi Ibrahim, saya yang paling dermawan, karena akan mngorbankan anak yang kucintai. Ismail berkata, tidak bisa, saya yang dermawan, karena bapak punya dua anak, kalau saya dikorbankan, masih punya anak satu, lalu malaikat berkata, tidak bisa, saya yang dermawan karena saya sudah kehilangan kambing satu.\u00a0\u00a0<\/p>\n\n\n\n

Baca: Kegagalan Lakpesdam PBNU dalam Melihat Produk Tembakau Alternatif<\/a><\/p>\n\n\n\n

Keterangan dalam kitab tafsir  \u201cTanwirul Adhan<\/em>\u201d penjelasan dari surat As-Saffat ayat 102 bahwa usia Ismail saat itu 13 tahun ada juga Ulama\u2019 yang mengatakan umur 7 tahun. ada riwayat lain yang mengatakan umur Ismail saat itu 14 tahun. Pada intinya saat kejadian kisah penyembelihan, Ismail masih usia anak-anak, ia dengan senang hati dan ikhlas, menjalani perannya.  <\/p>\n\n\n\n

Dari sejarah singkat qurban yang ektrim di atas, kira-kira pendapat KPAI apakah mendukung apa yang telah di lakukan Nabi Ibrahim?, atau sebaliknya mendukung Iblis yang menghalangi Nabi Ibrahim yang akan menjalankan kewajibannya sebagai hamba?. Saya yakin KPAI akan mendukung Nabi Ibrahim, tidak mendukung langkah Iblis. 
<\/p>\n\n\n\n

Walaupun ktidak persis, tapi hampir mirip kisah qurban diatas dengan audisi oleh Djarum Foundation yang melibatkan. Program audisi bulutangkis usia anak-anak Djarum Foundation, tidak lain ikut serta program pemerintah dalam mencerdaskan bangsa melalui pencarian bakat sedini mungkin. Anak-anak yang berbakat bulutangkis tentunya yang terjaring dalam audisi, dididik dengan penuh semangat oleh Djarum Foundation Bhakti olahraga. Buktinya, anak-anak tersebut disekolahkan formal, dilatih bulu tangkis dengan disiplin dan penuh tanggungjawab, tanpa dipungut biaya apapun, bahkan semua kebutuhan anak-anak tercukupi dengan baik. Pola didiknya, seperti pola pendidikan sekolah lainnya, anak-anak dididik dan diajar agar berpretasi, setidaknya punya pengetahuan, pengalaman dan keahlian sebagai bekal masa depan. Disisi lain, ternyata anak-anak yang terjaring audisi merasa sangat gembira, senang dan bangga bisa terpilih. Mereka dapat mengembangkan bakatnya, dan mendapatkan pendidikan sekolah dengan gratis.<\/p>\n\n\n\n

Tujuan utama Djarum Foundation mencari bibit unggul pebulutangkis Indonesia, yang selama ini sebagai salah satu olahraga kebanggaan masyarakat Indonesia atas banyaknya prestasi yang di peroleh. Program Djarum Foundation Bhakti olahraga jauh dari niatan ekploitasi anak untuk promosi, yang ada ekploitasi anak untuk kejayaan olah raga bulutangkis bangsa Indonesia. <\/p>\n\n\n\n

Juga, program Djarum Foundation audisi bulutangkis adalah salah satu bentuk kesadaran dan kewajibannya membangun bangsa dengan melibatkan anak-anak. Lalu apa yang salah dari Djarum Foundation Bhakti Olahraga, jelas-jelas telah menghibahkan fasilitas, pikiran hingga dana untuk kepentingan kejayaan bangsa Indonesia, melalui olahraga. Pemerintah harus mendukung program tersebut, begitupun KPAI. KPAI jangan sampai menjadi penghalang, seperti halnya penghalang Nabi Ibrahim dalam kisah di atas.  
<\/p>\n","post_title":"Refleksi Kisah Kurban sebagai Bahan Pengingat KPAI","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"refleksi-kisah-kurban-sebagai-bahan-pengingat-kpai","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-08-12 08:30:31","post_modified_gmt":"2019-08-12 01:30:31","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5949","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5936,"post_author":"877","post_date":"2019-08-06 10:53:42","post_date_gmt":"2019-08-06 03:53:42","post_content":"\n

Masalah peredaran rokok di Indonesia, pemerintah cenderung mengambil langkah aman. Sudah saatnya pemerintah harus tegas menentukan sikap pelarangan atau membolehkan peredaran rokok di tengah-tengah masyarakat. <\/p>\n\n\n\n

Sikap pemerintah sampai saat ini menimbulkan pro dan kontra. Di satu sisi pemerintah melalui Kementrian Kesehatan membuat aturan pembatasan dan pelarangan beredarnya rokok, bahkan melarang adanya iklan rokok dan mengatur packaging<\/em> dengan bermacam gambar dan peringatan yang menggelian. Di sisi lain, pemerintah mendorong peningkatkan pendapatan Negara, mendorong peningkatan ekonomi rakyat, mendorong peningkatan produktivitas rakyat dan daya saing di pasar internasional, dan mendorong pengentasan kemiskinan.<\/p>\n\n\n\n

Sekarang, efek sikap pemerintah di atas meluas kemana-mana, mulai dari isu penyederhanaan layer atau penggabungan golongan industri rokok, isu pelarangan iklan rokok di media sosial karena pengguna media sosial banyak anak-anak, sampai pada pelarangan audisi pencari bakat bulu tangkis yang dilakukan Djarum Foundation dengan alasan ekploitasi anak. Ini semua adalah beberapa agenda untuk pengendalian rokok dan tembakau di Indonesia yang alasannya sudah dipatahkan dengan data yang lebih akurat.<\/p>\n\n\n\n

Semisal, yang pro dapat menceritakan dan meruntutkan agenda pengendalian rokok dan tembakau di Indonesia sebagai agenda politik dagang internasional. Semua program pengendalian rokok dan tembakau di Indonesia mengadopsi dari program World Health Organization (WHO) organisasi program dunia yang mendapatkan sokongan dana dari industri farmasi.\u00a0<\/p>\n\n\n\n

Baca:
Ada Campur Tangan Bloomberg dalam Surat Edaran Menkes terkait Pemblokiran Iklan Rokok <\/a><\/p>\n\n\n\n

WHO tidak semata-mata bertujuan demi meningkatkan taraf kesehatan penduduk. Di sini WHO sebagai ujung tombak industri farmasi. Terjadi peralihan di lingkup kesehatan, dimana dokter dan ilmuwan kesehatan dikuasai perusahan obat (farmasi). Tujuan utamanya tidak lain untuk merebut pasar nikotin dunia, dan menggantikan pemanfaatan nikotin alami dari tembakau dengan produk rekayasa nikotin yang telah dikantongi hak patennya. Keterlibatan WHO memuluskan tujuan industri farmasi tersebut dengan mendorong negara-negara di dunia untuk memberlakukan kebijakan sesuai kerangka kesehatan, tanpa mempertimbangkan peran sosial, ekonomi, politik dan budaya. Walaupun alasan kesehatan yang dibangun ternyata tidak 100% benar dan terkesan dipaksakan. Negara yang menjadi sasaran utama adalah Negara yang berkembang, seperti Indonesia, China, Bangladesh, India, Rusia, Mesir, Thailand, Filipina dan Brazil. <\/p>\n\n\n\n

Untuk menguasai pasar nikotin di dunia, industri farmasi mendapatkan sokongan dana dari bloomberg initiative. Karena salah satu direktur dari persekutuan perusahaan farmasi dunia bernama William R. Brody punya kedekatan dengan bloomberg initiative, selain teman karib juga posisinya sebagai penasehat. <\/h4>\n\n\n\n

Tidak mengherankan jika pendukung program pengendalian rokok dan tembakau di Indonesia mendapatkan sokongan dana dari bloomberg initiative termasuk lembaga yang bergerak untuk perlindungan anak, salah satunya Komnas Perlindungan Anak Indonesia (KPAI). Apapun bentuk lembaganya, selama mendapatkan kucuran dana bloomberg initiative, program utamanya harus sinergi dengan program bloomberg initiative dan rezim kesehatan dunia (WHO) yaitu pengendalian tembakau dan rokok, terutama rokok kretek asli Indonesia.<\/p>\n\n\n\n

Ada sekitar lebih dari 20an lembaga di Indonesia mendapatkan sokongan dana langsung maupun tidak langsung dari bloomberg initiative. Lembaga-lembaga tersebut bervarian, ada lembaga yang bergerak dalam pendidikan, bergerak pemberantasan korupsi, bergerak dalam kesehatan, bergerak perlindungan konsumen, bergerak melindungi anak, bahkan sampai pada lembaga agama. Numun pada intinya leading sector<\/em> yaitu sektor potensial yang dapat\u00a0menggerakkan agenda pengendalian tembakau dan rokok di Indonesia ada pada rezim kesehatan dalam hal ini Kementerian Kesehatan. Dengan menggunakan dalil kesehatan yang mulia, agenda bloomberg initiative dan farmasi berselancar dengan baik di Indonesia. \u00a0<\/p>\n\n\n\n

Baca:
Tinjauan Kritis Atas Larangan Iklan dan Sponshorship dengan Mencantumkan Logo, Brand Image, dan Identitas CSR Sebuah Perusahaan<\/a> <\/p>\n\n\n\n

Isu kuat saat ini yang beredar untuk agenda pengendalian tembakau dan rokok di Indonesia salah satunya, KPAI melarang audisi pencarian bakat bulu tangkis sejak dini yang dilakukan Djarum Foundation dengan alasan ekploitasi anak, Kementerian Kesehatan dan KPAI melarang adanya iklan di media sosia karena akan mengakibatkan bertambahnya perokok pemula, penggabungan golongan industri rokok atau penyederhanaan layer tarif cukai rokok yang intinya pengurangan terhadap industri rokok kretek, menaikkan cukai rokok untuk mengurangi peredaran rokok, dan korelasinya rokok dengan kemiskinan bertujuan agar ada kebijakan menghalau laju industri rokok kretek. <\/p>\n\n\n\n

Pemerintah dalam hal ini harus tegas mengambil sikap, untuk kepastian dan masa depan industri rokok kretek asli Indonesia. Dimana sejarah penemuan rokok kretek tidak lain untuk pengobatan yang dilakukan H. Djamhari sebagai obat sakit bengeknya. Karena rokok kretek adalah campuran tembakau dan cengkeh, berbeda dengan rokok non kretek yang hanya memakai tembakau saja. Selama ini, belum ada uji atau riset bahwa rokok kretek berkorelasi signifikan terhadap timbulnya penyakit yang dituduhkan. Kalau menjadi salah satu bagian kecil penyebab penyakit, tentunya ya dan bukan faktor penyebab utama. Itu seperti halnya barang-barang lain yang dikonsumsi manusia secara berlebihan dan hidup tidak seimbang. Termasuk makan nasi, mengkonsumsi gula dan mengkonsumsi lainnya secara berlebihan, tanpa diimbangi olah raga dan istirahat yang cukup. <\/p>\n\n\n\n

Selain itu, posisi industri kretek sangat stategis bagi bangsa Indonesia. Industri kretek membuktikan tetap bertahan setidaknya lebih dari 130 tahun. Disaat industri lain tumbang di zaman kolonial, industri kretek tetap eksis memberikan penghidupan masyarakat Indonesia. Bahkan tergolong industri yang peka zaman, dengan memberikan kontribusi yang sangat besar. Menghidupi setidaknya 6.1 juta jiwa petani cengkeh yang tersebar di 30 provinsi, petani tembakau yang tersebar di 15 provinsi. Menghidupi ribuan karyawan yang bekerja di industri kretek. Mempunyai multiplier<\/em> <\/em>effect<\/em> ke sektor perokonomian lainnya yang berada di sekitar industri kretek. <\/p>\n\n\n\n

Keberadaan industri kretek berkontribusi adanya hak jaminan sosial dan corporate social responsibility<\/em> (CSR), seperti halnya jaminan kesehatan, bhakti pendidikan, bhakti budaya, bhakti olahraga, bhakti lingkungan dan lain sebagainya. Berkontribusi pendapatan Negara melalui setoran cukai, berkontribusi bagi kesehatan publik dari alokasi dana bagi hasil cukai hasil tembakau (DBH-CHT) untuk sarana kesehatan dan pembayaran defisit Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS).  <\/p>\n\n\n\n

Selain itu, adanya industri kretek sebagai cermin kemandirian dan kedaulatan bangsa, karena sebagai pemenuhan kebutuhan pokok rakyat dalam hal ini pendapatan masyarakat sebagai agenda pemberantasan kemiskinan. <\/p>\n\n\n\n

Dengan pertimbangan di atas, diharapkan pemerintah dalam hal ini Presiden memberikan ketegasan, apakah industri rokok nasional tetap berproduksi atau dilarang berproduksi. Kalau tetap berproduksi, pemerintah secara totalitas harus melindunginya mulai kebijakan sampai pada strategi pemasarannya. Andaikan dilarang beroperasi, pemerintah paling tidak harus berani mempersiapkan lapangan pekerjaan lain bagi petani dan buruh tani cengkeh dan tembakau, buruh industri dan mungkin menata perekonomian akibat multiplier<\/em> <\/em>effect<\/em> keberadaan industri kretek. Dan yang terpenting keberadaan industri kretek, sebagai industri nasional sebagai perwujudan agenda prioritas  tujuan Nawa Cita, sehingga jangan sampai digiring dan diatur kepentingan asing melalui rezim kesehatan sebagai leading sector, <\/em>yang belum tentu benar dan terkesan dipaksakan.  
<\/p>\n","post_title":"Ketika Pemerintah Plin-Plan Membuat Regulasi Terkait Dunia Pertembakauan","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"ketika-pemerintah-plin-plan-membuat-regulasi-terkait-dunia-pertembakauan","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-08-06 10:53:48","post_modified_gmt":"2019-08-06 03:53:48","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5936","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":16},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"epic_block_3"};

\n

Jangan salahkan industri\/pabrikan jika makin lama kuota impor tembakau naik. Karena dibentuk oleh aturan pemerintah dan peningkatan permintaan pasar mild. Kalau begitu yang salah siapa? tentunya pemerintah yang membuat aturan low nikotin dan tar. Sulit sekali tembakau lokal untuk memenuhi batasan low nikotin dan tar sesuai aturan pemerintah. Pada akhirnya mau tidak mau industri\/pabrikan membutuhkan tembakau jenis Virginia yang sulit tumbuh dengan baik di bumi nusantara ini. Lalu apa yang dilakukan industri\/pabrikan rokok, ya impor lah. Tapi industri\/pabrikan masih sangat membutuhkan tembakau lokal. Selain sebagai bahan campuran rokok kretek mild, tembakau lokal dibuat memproduksi rokok bukan mild. <\/p>\n\n\n\n

Untuk rokok kretek mild, semuanya diproduksi memakai mesin, sedangkan selain mild ada yang pakai mesin ada yang pakai tangan. Dengan isu simplikasi layer CHT SPM dan SKM, ada dua kemungkinan. Pertama; bisa jadi SPM diturunkan levelnya disesuaikan dengan SKM. Kedua; atau SKM dinaikkan levelnya sesuai SPM. Keduanya sangat merugikan industri kretek asli produk Indonesia berupa SKM. Kalau yang pertama, keuntungan SPM (industri asing) harganya disamakan SKM, sehingga persaingan penjualan dipasaran relatif mudah, sehingga SKM sangat dirugikan. Jika demikian, pemerintah tidak melindungi industri nasional (lokal), dengan meliarkan persaingannya dipasaran sangat ketat. <\/p>\n\n\n\n

Kemungkinan yang kedua, juga demikian, sangat merugikan SKM, karena levelnya naik mengikuti SPM. Jika demikian, sangat memberatkan SKM, apalagi pangsa rokok kretek ditahun-tahun terakhir ini merosot tajam penjualannya. Kemerosotan penjualan rokok kretek juga pengaruh dari kebijakan pemerintah dan oknum (anti rokok) yang selalu merecoki industri kretek, seperti pungutan cukai naik,  pelarangan iklan, membuat isu yang dibuat-buat tanpa dasar dan lain sebagainya. Apakah keadaan industri kretek nasional saat ini, pemerintah masih memejamkan mata dan akan memberlakukan simplikasi layer CHT?. Jika demikian, sama saja pemerintah membunuh industri\/pabrikan kretek nasional dengan pelan-pelan. <\/p>\n\n\n\n

Jangan salahkan industri\/pabrikan rokok kretek jika pelan-pelan merumahkan karyawannya karena merugi bahkan tidak beroperasi. Jika pembelian bahan baku rokok kretek (tembakau dan cengkeh) menurun dan ribuan juta petani merugi, dan masih banyak lagi efek dampaknya ke segala lini yang menggantungkan hidupnya berhubungan dengan sektor pertembakauan. Pemerintah harus bertanggungjawab atas dampak tersebut, jangan asal cuci tangan jika dampak negatif terjadi. Karena pemerintahlah yang bikin aturan. <\/p>\n\n\n\n

Untuk itu, kedepan pemerintah harus hati-hati dan jeli dalam memutuskan dan memberlakukan kebijakan untuk kepentingan sektor pertembakauan. Karena, yang sudah-sudah, kebijakan pemerintah pada sektor pertembakauan tidak mengakomodir kepentingan industri nasional, cenderung mengakomodir kepentingan industri asing. Baik pemerintah, industri kretek, petani tembakau dan cengkeh serta masyarakat Indonesia harus berdaulat, saling menjaga dan saling melindungi untuk kepentingan bersama, menjadi bangsa yang besar dan kuat tanpa disetir Negara lain (asing). Inilah makna kemerdekaan yang sesungguhnya di era melenial.
<\/p>\n","post_title":"Kebijakan Simplifikasi Layer Cukai Adalah Rencana Pembunuhan terhadap Kretek","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"kebijakan-simplifikasi-layer-cukai-adalah-rencana-pembunuhan-terhadap-kretek","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-08-21 09:57:34","post_modified_gmt":"2019-08-21 02:57:34","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5979","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5956,"post_author":"877","post_date":"2019-08-14 11:00:51","post_date_gmt":"2019-08-14 04:00:51","post_content":"\n

Komisioner Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) Sitty Hikmawatty sesat pikir saat mengatakan bahwa program audisi beasiswa bulutangkis sebagai ajang ekploitasi anak. KPAI mempermasalahkan tulisan Djarum di kaos olahraga, karena sebagai ajang promosi brand rokok. Disini KPAI gagal faham membedakan antara Djarum Foundation dan Djarum industri rokok. <\/p>\n\n\n\n


Djarum Foundation sebagai wujud bhakti terhadap Bangsa dan Negara, sehingga prakteknya Djarum Foundation mengeluarkan uang, bukan mencari keuntungan. Ketika dikatakan sebagai ajang promosi produk rokok, sudah ditampik dan sudah dijelaskan secara detail pengurus Djarum Foundation, bahwa program yang dijalankan jauh dari niatan promosi produk rokok. Kalaupun ada tulisan Djarum di kaos olahraga, memang sejarahnya dari dulu sebagai nama clubnya. <\/p>\n\n\n\n


Sitty Hikmawatty sebagai komisioner KPAI, harusnya cerdas menyikapi hal tersebut. Harusnya ada apresiasi pada Djarum yang sadar akan kewajibannya, andil dalam pengembangan bakat bagi anak-anak. Dan apa yang telah dilakukan Djarum Foundation tidaklah mudah, membutuhkan tenaga dan matriil begitu besar. Sekarang pertanyaannya, siapa dan industri pribumi mana yang berani melakukan seperti itu?, bahkan KPAI pun tidak akan berani membuat program pencarian bakat secara intensif dan masif. <\/p>\n\n\n\n


KPAI harusnya faham makna perlindungan bagi anak, jangan hanya dimaknai secara sempit, semisal anak juga butuh perlindungan dari kebodohan dan kebutuhan lain yang sifatnya sangat mendesak. Nyatanya masih banyak anak \u2013anak yang tidak sekolah karena tidak mampu, masih banyak anak-anak yang hidup terlantar di Jalan, masih banyak anak-anak sebagai obyek makanan ringan yang bahannya membahayakan bagi tubuh. Dimana dan apa yang sudah dilakukan KPAI untuk melindungi anak tersebut?. Masih banyak masalah anak yang sangat penting dan krusial harus dikerjakan KPAI, dari pada mengurusi tulisan club Djarum dalam program audisi Djarum Foundation.<\/p>\n\n\n\n


Belum lagi, katanya KPAI akan mengambil langkah mengundang Kepala Daerah, dimana kotanya dibuat ajang audisi tersebut. Kalau nanti benar terjadi, menandakan kinerja KPAI tidak efektif. Masalah anak yang paling penting tidak terurus, dan selalu bergejolak di masyarakat kelas bawah. Sekali lagi seperti tidak sekolah karena orang tuanya tidak mampu atau orang tuanya meninggal dunia, walaupun sekolah katanya gratis, akan tetapi dampak lain timbul seperti halnya masalah ekonomi, akhirnya anak-anak mendingan cari uang untuk hidup sehari-hari dari pada sekolah. Anak-anak suka beli jajan (makanan ringat) di toko maupun dipinggir jalan yang mengandung bahan membahayakan bagi pertumbuhan anak. Di perempatan jalan atau lampu merah banyak anak-anak yang hidupnya menggelandang tanpa tujuan. Ini riil dan nyata di hadapan mata kita tiap hari. <\/p>\n\n\n\n


Tapi anehnya KPAI saat ini malah lebih intens mengurusi hal yang tidak penting degan melarang audisi pencarian bakat bulutangkis oleh Djarum Foundation. KPAI cenderung gagal faham dalam memahami, menafsiri, dan mensikapi hal tersebut. Anehnya lagi, apa yang dilakukan KPAI sampai ngotot. <\/p>\n\n\n\n


Kalau mau melarang program audisi Djarum Foundation, tunjukkan dulu KPAI punya program pencarian bakat seperti Djarum Foundation lakukan. Jangan seenaknya KPAI, melarang-larang tanpa solusi konkret dengan dalil perlindungan. Lucunya, KPAI dengan dalil perlindungan anak mengatakan, audisi pencarian bakat bulutangkis yes, ajang promosi no. Kalau dipahami, KPAI ingin audisi Djarum Foundation tetap jalan, tapi tulisan Djarum dihilangkan. Ini sama saja, tidak boleh menulis atau memaparkan nama club. Sedangkan pencantuman nama club sangat penting sebagai identitas dan jati diri. <\/p>\n\n\n\n


Kegiatan perlindungan untuk anak adalah pekerjaan yang sangat mulia kalau benar-benar dilakukan. KPAI, sebagai lembaga dengan memapang langsung tulisan perlindungan anak akan lebih mulia jika programnya konkret. Seperti lembaga sekolah negeri atau swasta, tanpa memakai kata-kata perlindungan, sekolah tersebut mendidik anak melindungi anak dari kebodohan untuk kesiapan masa depan. Audisi pencarian bakat bulutangkis Djarum Foundation pun demikian, kegiatannya konkret menyiapkan atlet olahraga bulutangkis. Dan apa yang telah dilakukan Djarum Foundation dengan audisinya sangat beda dari bentuk promosi. Berbeda dengan pelibatan anak-anak untuk promosi produk, murni tujuannya agar produknya laku. Apalagi produk yang ditawarkan untuk kebutuhan anak. Contohnya banyak sekali beredar iklan-iklan yang terpampang di pinggir jalan, di media sosial, bahkan di stasiun televisi, hal ini kayaknya lolos dari bahasan KPAI.<\/p>\n\n\n\n


Belum lagi, tanpa disadari lembaga KPAI juga menumpang hidup dari anak-anak. Kemana-mana membawa nama anak-anak untuk kegiatannya, bahkan sampai untuk menggalang donasi. Namun kegiatan yang betul-betul sangat dibutuhkan anak-anak belum atau bahkan tidak tersasar dan tidak menjadi prioritas. Sehingga, program KPAI untuk perlindungan anak dipastikan tidak efektif. Buktinya, KPAI membuat masalah yang sederhana dibuat rumit, seperti mempermasalahkan tulisan Djarum sebagai club dalam ajang audisi pencarian bakat Djarum Foundation Bhakti Olahraga. Jelas-jelas untuk kepentingan masa depan anak, dengan meningkakan minat dan bakat anak dalam olahraga atas dasar suka dan tidak ada paksaan.
Kata kunci pendidikan bagi anak adalah bermain, senang atau suka, sesuai keinginan, dan untuk bekal hidup selanjutnya. Jika KPAI mempermasalahkan tulisan club Djarum, yang dianggap sebagai ajang promosi dan ekploitasi anak, alasan tersebut tidak benar dan tanpa dasar. Seperti halnya penjelasan di atas, audisi pencarian bakat bulutangkis Djarum Foundation, jauh dari promosi dan ekploitasi. Tujuan utama audisi tidak lain memberikan bekal dan pendidikan bagi anak sesui keinginannya, anak belajar dengan senang, gembira, dan bermain. <\/p>\n\n\n\n


Jika kemudian KPAI dan lembaga lain yang mengatasnamakan peduli anak, melarang kegiatan audisi pencarian bakat olah raga bulutangkis yang dilakukan Djarum Foundation, sama dengan menghalangi anak Indonesia mengembangkan minat dan bakatnya sesuai keinginan, menghalangi anak Indonesia belajar sambil bermain dan gembira, menghalangi anak Indonesia untuk mendapatkan bekal hidup selanjutnya, menghalangi anak Indonesia untuk mewujudkan cita-cita. Apa yang dilakukan KPAI dan lembaga lain tersebut, sangat bertentangan dengan cita-cita Bangsa, dan cita-cita pendidikan bagi anak di Indonesia. <\/p>\n","post_title":"Sesat pikir KPAI Melarang Audisi Pencarian Bakat Bulutangkis Anak-Anak","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"sesat-pikir-kpai-melarang-audisi-pencarian-bakat-bulutangkis-anak-anak","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-08-14 11:00:58","post_modified_gmt":"2019-08-14 04:00:58","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5956","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5949,"post_author":"877","post_date":"2019-08-12 08:28:29","post_date_gmt":"2019-08-12 01:28:29","post_content":"\n

Kurban tidak semata-mata hanya menyembelih hewan, dibaliknya ada kisah indah yang bisa sebagai bahan renungan dan pengingat bagi semua. Pada kisah qurban, terdapat peran anak usia dini yang akhirnya dikenang umat Islam sedunia sepanjang masa dan juga dapat mengangkat harkat martabat keluarganya dihadapan Tuhan. Selama anak suka bahkan bahagia menjalankan perannya untuk kepentingan dirinya sendiri kedepan dan mengangkat harkat martabat keluarganya dengan bimbingan yang baik, maka hal tersebut sah-sah saja tidak ada larangan.\u00a0<\/p>\n\n\n\n

Kemarin, pada tanggal 11 Agustus 2019 hari Minggu, tepatnya pada tanggal 10 dzulhijjah 1440 M., dipagi hari umat Islam terlihat berbondong-bondong ada yang ke masjid ada yang kelapangan, tidak lain menjalankan ibadah sholat Idul Adha, atau biasa disebut hari raya qurban. Selain melakukan sholad, umat Islam merayakannya dengan menyembelih hewan qurban, seperti unta tradisi di Timur Tengah, sedangkam di Indonesia menyembelih sapi atau kerbau. Khusus di Kudus kota Kretek rerata menyembelih kerbau, sapi bagi sebagian besar masyarakat Kudus tidak mau menyembelih. Cerita yang beredar di masyarakat turun menurun, pelarangan menyembelih sapi sejak zaman kewalian yaitu Sunan Kudus sebagai penghormatan terhadap agama lain yang beranggapan hewan sapi sebagai hewan yang suci.<\/p>\n\n\n\n

Kembali ke Idul Adha, diceritakan oleh para Ulama\u2019 ada kisah tentang Nabi Ibrahim yang akan mengorbankan putranya yang masih kecil namanya Ismail (besarnya menjadi Nabi). Ceritanya Nabi Ibrahim saat tidur bermimpi, ia diperintah Tuhan untuk menyembelih putranya bernama Ismail. Saat bangun, ia merenung, berfikir sambil bertanya dihati, benarkah ini perintah Tuhan?. Kali pertama mimpinya ini, ia masih ragu antara benar perintah Tuhan atau tidak. Mimpi yang direnungkan dan difikir terjadi pada malam tanggal 08 dzulhijjah,disebut hari tarwiyah<\/em>.\u00a0<\/p>\n\n\n\n

Baca: Tinjauan Kritis Atas Larangan Iklan dan Sponshorship dengan Mencantumkan Logo, Brand Image, dan Identitas CSR Sebuah Perusahaan<\/a><\/p>\n\n\n\n

Pada malam tanggal 09 dzulhijjah Nabi Ibrahim mimpi lagi dengan perintah yang sama. Mimpi kali kedua, Nabi Ibrahim merasa yakin kalau benar-benar perintah Tuhan. Pada mimpi kedua disebut hari arafah<\/em>. Pada tanggal 10 dzulhijjah, hari Nabi Ibrahim melaksanakan perintah Tuhan untuk menyembelih Ismail (putranya), yang kemudian disebut  hari nakhr <\/em>(biasa disebut nahar bagi orang Indonesia). <\/p>\n\n\n\n

Cerita KH. Sya\u2019roni, saat pagi hari pada tanggal 10 dzulhijjah Nabi Ibrahim menyuruh istrinya bernama Siti Hajar (ibu kandung Ismail) untuk memandikan Ismail setelah itu memakaikan pakaian yang bagus-bagus, dengan alasan mau diajak jalan-jalan. Siti Hajar melaksanakan sesuai perintah suaminya, sembari menunggu istrinya selesai, Nabi Ibrahim mengasah pisaunya\/pedangnya. <\/p>\n\n\n\n

Ismail sudah siap, diajaklah jalan jalan bapaknya (Nabi Ibrahim) menuju bukit Mina di Makkah, dengan niatan mau disembelih sesui perintah Tuhan. Di tengah perjalanan, Nabi Ibrahim dihadang iblis yang berwujud manusia, dengan mengatakan Ibrahim, anakmu itu ganteng, tega kamu sembelih, urungkan niatmu. Nabi Ibrahim tidak menjawab, malah mengambil batu kecil 7 butir, kemudian batu kecil tersebut dilemparkan ke arah iblis tersebut, sambil mengatakan, pergi kamu Iblis. Nabi Ibrahim tetap melanjutkan perjalannya, dan dihadang Iblis lagi kali kedua, Nabi Ibrahim mengambil batu kecil lagi dilempar ke iblis. Kemudian Nabi melanjutkan perjalannya, dihadang iblis lagi kali ketiga, seperti penghadangan yang pertama dan kedua, Nabi mengambil batu kecil dan dilemparkan ke arah iblis, lalu Nabi Ibrahim lanjut lagi. Inilah cerita, yang menjadi cikal bakal adanya jumroh ula, jumroh wustho dan jumroh aqobah. Tiap ibadah haji jumroh ini harus diperagakan seperti halnya apa yang telah dilakukan Nabi Ibrahim dengan maksud melawan dan melempar iblis dengan batu agar tidak mengganggu..  <\/p>\n\n\n\n

Sesampainya di puncak bukit Mina, Nabi Ibrahim menceritakan mimpinya dan mengatakan maksud dan tujuannya mengajak Ismail jalan-jalan. Selesai Nabi Ibrahim cerita, kemudian Ismail berkata pada bapaknya, untuk segera menjalankan perintah Tuhan. Pada saat menyembebelih, pisau\/pedang Nabi Ibrahim tidak bisa melukai kulit Ismail, karena Nabi Ibrahim masih gelisah dan menangis saat melihat wajah Ismail. Kemudian Ismail berkata, mungkin karena bapak melihat wajahku, hingga tidak tega menyembelih, lalu Ismail membalikkan badannya memposisisikan badannya telungkup. Lalau Nabi Ibrahim dengan kesiapan hati melakukan penyembelihan yang kedua, lagi-lagi pisau\/pedangnya tidak mampu melukai kulit leher Ismail. Dengan bingung karena tidak berhasil menyembelih Ismail, turunlah Malaikat Jibril dengan membawa kambing, digantikannya Ismail dengan kambing tersebut. Bersamaan dengan turunnya wahyu Tuhan yang menjelaskan keduanya telah lulus  dari ujian. Kemudian Nabi Ibrahim membaca takbir \u201cAllahu Akbar\u201d<\/em> 3x, disaut Ismail dengan .membaca \u201cLaa ilaaha illahhu wallahu akbar<\/em>\u201d, diakhiri Malikat Jibril dengan bacaan \u201cAllahu Akbar walillahil Hamd<\/em>\u201d, dilanjutkan dengan menyembelih kambing bawaan malaikat jibril.<\/p>\n\n\n\n

Ada cerita lucu setelah Nabi Ibrahim selesai menyembelih kambing, Nabi Ibrahim bertanya pada Ismail, siapa yang paling dermawan diantara kita? Ismail menjawab, saya. Tidak bisa kata Nabi Ibrahim, saya yang paling dermawan, karena akan mngorbankan anak yang kucintai. Ismail berkata, tidak bisa, saya yang dermawan, karena bapak punya dua anak, kalau saya dikorbankan, masih punya anak satu, lalu malaikat berkata, tidak bisa, saya yang dermawan karena saya sudah kehilangan kambing satu.\u00a0\u00a0<\/p>\n\n\n\n

Baca: Kegagalan Lakpesdam PBNU dalam Melihat Produk Tembakau Alternatif<\/a><\/p>\n\n\n\n

Keterangan dalam kitab tafsir  \u201cTanwirul Adhan<\/em>\u201d penjelasan dari surat As-Saffat ayat 102 bahwa usia Ismail saat itu 13 tahun ada juga Ulama\u2019 yang mengatakan umur 7 tahun. ada riwayat lain yang mengatakan umur Ismail saat itu 14 tahun. Pada intinya saat kejadian kisah penyembelihan, Ismail masih usia anak-anak, ia dengan senang hati dan ikhlas, menjalani perannya.  <\/p>\n\n\n\n

Dari sejarah singkat qurban yang ektrim di atas, kira-kira pendapat KPAI apakah mendukung apa yang telah di lakukan Nabi Ibrahim?, atau sebaliknya mendukung Iblis yang menghalangi Nabi Ibrahim yang akan menjalankan kewajibannya sebagai hamba?. Saya yakin KPAI akan mendukung Nabi Ibrahim, tidak mendukung langkah Iblis. 
<\/p>\n\n\n\n

Walaupun ktidak persis, tapi hampir mirip kisah qurban diatas dengan audisi oleh Djarum Foundation yang melibatkan. Program audisi bulutangkis usia anak-anak Djarum Foundation, tidak lain ikut serta program pemerintah dalam mencerdaskan bangsa melalui pencarian bakat sedini mungkin. Anak-anak yang berbakat bulutangkis tentunya yang terjaring dalam audisi, dididik dengan penuh semangat oleh Djarum Foundation Bhakti olahraga. Buktinya, anak-anak tersebut disekolahkan formal, dilatih bulu tangkis dengan disiplin dan penuh tanggungjawab, tanpa dipungut biaya apapun, bahkan semua kebutuhan anak-anak tercukupi dengan baik. Pola didiknya, seperti pola pendidikan sekolah lainnya, anak-anak dididik dan diajar agar berpretasi, setidaknya punya pengetahuan, pengalaman dan keahlian sebagai bekal masa depan. Disisi lain, ternyata anak-anak yang terjaring audisi merasa sangat gembira, senang dan bangga bisa terpilih. Mereka dapat mengembangkan bakatnya, dan mendapatkan pendidikan sekolah dengan gratis.<\/p>\n\n\n\n

Tujuan utama Djarum Foundation mencari bibit unggul pebulutangkis Indonesia, yang selama ini sebagai salah satu olahraga kebanggaan masyarakat Indonesia atas banyaknya prestasi yang di peroleh. Program Djarum Foundation Bhakti olahraga jauh dari niatan ekploitasi anak untuk promosi, yang ada ekploitasi anak untuk kejayaan olah raga bulutangkis bangsa Indonesia. <\/p>\n\n\n\n

Juga, program Djarum Foundation audisi bulutangkis adalah salah satu bentuk kesadaran dan kewajibannya membangun bangsa dengan melibatkan anak-anak. Lalu apa yang salah dari Djarum Foundation Bhakti Olahraga, jelas-jelas telah menghibahkan fasilitas, pikiran hingga dana untuk kepentingan kejayaan bangsa Indonesia, melalui olahraga. Pemerintah harus mendukung program tersebut, begitupun KPAI. KPAI jangan sampai menjadi penghalang, seperti halnya penghalang Nabi Ibrahim dalam kisah di atas.  
<\/p>\n","post_title":"Refleksi Kisah Kurban sebagai Bahan Pengingat KPAI","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"refleksi-kisah-kurban-sebagai-bahan-pengingat-kpai","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-08-12 08:30:31","post_modified_gmt":"2019-08-12 01:30:31","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5949","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5936,"post_author":"877","post_date":"2019-08-06 10:53:42","post_date_gmt":"2019-08-06 03:53:42","post_content":"\n

Masalah peredaran rokok di Indonesia, pemerintah cenderung mengambil langkah aman. Sudah saatnya pemerintah harus tegas menentukan sikap pelarangan atau membolehkan peredaran rokok di tengah-tengah masyarakat. <\/p>\n\n\n\n

Sikap pemerintah sampai saat ini menimbulkan pro dan kontra. Di satu sisi pemerintah melalui Kementrian Kesehatan membuat aturan pembatasan dan pelarangan beredarnya rokok, bahkan melarang adanya iklan rokok dan mengatur packaging<\/em> dengan bermacam gambar dan peringatan yang menggelian. Di sisi lain, pemerintah mendorong peningkatkan pendapatan Negara, mendorong peningkatan ekonomi rakyat, mendorong peningkatan produktivitas rakyat dan daya saing di pasar internasional, dan mendorong pengentasan kemiskinan.<\/p>\n\n\n\n

Sekarang, efek sikap pemerintah di atas meluas kemana-mana, mulai dari isu penyederhanaan layer atau penggabungan golongan industri rokok, isu pelarangan iklan rokok di media sosial karena pengguna media sosial banyak anak-anak, sampai pada pelarangan audisi pencari bakat bulu tangkis yang dilakukan Djarum Foundation dengan alasan ekploitasi anak. Ini semua adalah beberapa agenda untuk pengendalian rokok dan tembakau di Indonesia yang alasannya sudah dipatahkan dengan data yang lebih akurat.<\/p>\n\n\n\n

Semisal, yang pro dapat menceritakan dan meruntutkan agenda pengendalian rokok dan tembakau di Indonesia sebagai agenda politik dagang internasional. Semua program pengendalian rokok dan tembakau di Indonesia mengadopsi dari program World Health Organization (WHO) organisasi program dunia yang mendapatkan sokongan dana dari industri farmasi.\u00a0<\/p>\n\n\n\n

Baca:
Ada Campur Tangan Bloomberg dalam Surat Edaran Menkes terkait Pemblokiran Iklan Rokok <\/a><\/p>\n\n\n\n

WHO tidak semata-mata bertujuan demi meningkatkan taraf kesehatan penduduk. Di sini WHO sebagai ujung tombak industri farmasi. Terjadi peralihan di lingkup kesehatan, dimana dokter dan ilmuwan kesehatan dikuasai perusahan obat (farmasi). Tujuan utamanya tidak lain untuk merebut pasar nikotin dunia, dan menggantikan pemanfaatan nikotin alami dari tembakau dengan produk rekayasa nikotin yang telah dikantongi hak patennya. Keterlibatan WHO memuluskan tujuan industri farmasi tersebut dengan mendorong negara-negara di dunia untuk memberlakukan kebijakan sesuai kerangka kesehatan, tanpa mempertimbangkan peran sosial, ekonomi, politik dan budaya. Walaupun alasan kesehatan yang dibangun ternyata tidak 100% benar dan terkesan dipaksakan. Negara yang menjadi sasaran utama adalah Negara yang berkembang, seperti Indonesia, China, Bangladesh, India, Rusia, Mesir, Thailand, Filipina dan Brazil. <\/p>\n\n\n\n

Untuk menguasai pasar nikotin di dunia, industri farmasi mendapatkan sokongan dana dari bloomberg initiative. Karena salah satu direktur dari persekutuan perusahaan farmasi dunia bernama William R. Brody punya kedekatan dengan bloomberg initiative, selain teman karib juga posisinya sebagai penasehat. <\/h4>\n\n\n\n

Tidak mengherankan jika pendukung program pengendalian rokok dan tembakau di Indonesia mendapatkan sokongan dana dari bloomberg initiative termasuk lembaga yang bergerak untuk perlindungan anak, salah satunya Komnas Perlindungan Anak Indonesia (KPAI). Apapun bentuk lembaganya, selama mendapatkan kucuran dana bloomberg initiative, program utamanya harus sinergi dengan program bloomberg initiative dan rezim kesehatan dunia (WHO) yaitu pengendalian tembakau dan rokok, terutama rokok kretek asli Indonesia.<\/p>\n\n\n\n

Ada sekitar lebih dari 20an lembaga di Indonesia mendapatkan sokongan dana langsung maupun tidak langsung dari bloomberg initiative. Lembaga-lembaga tersebut bervarian, ada lembaga yang bergerak dalam pendidikan, bergerak pemberantasan korupsi, bergerak dalam kesehatan, bergerak perlindungan konsumen, bergerak melindungi anak, bahkan sampai pada lembaga agama. Numun pada intinya leading sector<\/em> yaitu sektor potensial yang dapat\u00a0menggerakkan agenda pengendalian tembakau dan rokok di Indonesia ada pada rezim kesehatan dalam hal ini Kementerian Kesehatan. Dengan menggunakan dalil kesehatan yang mulia, agenda bloomberg initiative dan farmasi berselancar dengan baik di Indonesia. \u00a0<\/p>\n\n\n\n

Baca:
Tinjauan Kritis Atas Larangan Iklan dan Sponshorship dengan Mencantumkan Logo, Brand Image, dan Identitas CSR Sebuah Perusahaan<\/a> <\/p>\n\n\n\n

Isu kuat saat ini yang beredar untuk agenda pengendalian tembakau dan rokok di Indonesia salah satunya, KPAI melarang audisi pencarian bakat bulu tangkis sejak dini yang dilakukan Djarum Foundation dengan alasan ekploitasi anak, Kementerian Kesehatan dan KPAI melarang adanya iklan di media sosia karena akan mengakibatkan bertambahnya perokok pemula, penggabungan golongan industri rokok atau penyederhanaan layer tarif cukai rokok yang intinya pengurangan terhadap industri rokok kretek, menaikkan cukai rokok untuk mengurangi peredaran rokok, dan korelasinya rokok dengan kemiskinan bertujuan agar ada kebijakan menghalau laju industri rokok kretek. <\/p>\n\n\n\n

Pemerintah dalam hal ini harus tegas mengambil sikap, untuk kepastian dan masa depan industri rokok kretek asli Indonesia. Dimana sejarah penemuan rokok kretek tidak lain untuk pengobatan yang dilakukan H. Djamhari sebagai obat sakit bengeknya. Karena rokok kretek adalah campuran tembakau dan cengkeh, berbeda dengan rokok non kretek yang hanya memakai tembakau saja. Selama ini, belum ada uji atau riset bahwa rokok kretek berkorelasi signifikan terhadap timbulnya penyakit yang dituduhkan. Kalau menjadi salah satu bagian kecil penyebab penyakit, tentunya ya dan bukan faktor penyebab utama. Itu seperti halnya barang-barang lain yang dikonsumsi manusia secara berlebihan dan hidup tidak seimbang. Termasuk makan nasi, mengkonsumsi gula dan mengkonsumsi lainnya secara berlebihan, tanpa diimbangi olah raga dan istirahat yang cukup. <\/p>\n\n\n\n

Selain itu, posisi industri kretek sangat stategis bagi bangsa Indonesia. Industri kretek membuktikan tetap bertahan setidaknya lebih dari 130 tahun. Disaat industri lain tumbang di zaman kolonial, industri kretek tetap eksis memberikan penghidupan masyarakat Indonesia. Bahkan tergolong industri yang peka zaman, dengan memberikan kontribusi yang sangat besar. Menghidupi setidaknya 6.1 juta jiwa petani cengkeh yang tersebar di 30 provinsi, petani tembakau yang tersebar di 15 provinsi. Menghidupi ribuan karyawan yang bekerja di industri kretek. Mempunyai multiplier<\/em> <\/em>effect<\/em> ke sektor perokonomian lainnya yang berada di sekitar industri kretek. <\/p>\n\n\n\n

Keberadaan industri kretek berkontribusi adanya hak jaminan sosial dan corporate social responsibility<\/em> (CSR), seperti halnya jaminan kesehatan, bhakti pendidikan, bhakti budaya, bhakti olahraga, bhakti lingkungan dan lain sebagainya. Berkontribusi pendapatan Negara melalui setoran cukai, berkontribusi bagi kesehatan publik dari alokasi dana bagi hasil cukai hasil tembakau (DBH-CHT) untuk sarana kesehatan dan pembayaran defisit Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS).  <\/p>\n\n\n\n

Selain itu, adanya industri kretek sebagai cermin kemandirian dan kedaulatan bangsa, karena sebagai pemenuhan kebutuhan pokok rakyat dalam hal ini pendapatan masyarakat sebagai agenda pemberantasan kemiskinan. <\/p>\n\n\n\n

Dengan pertimbangan di atas, diharapkan pemerintah dalam hal ini Presiden memberikan ketegasan, apakah industri rokok nasional tetap berproduksi atau dilarang berproduksi. Kalau tetap berproduksi, pemerintah secara totalitas harus melindunginya mulai kebijakan sampai pada strategi pemasarannya. Andaikan dilarang beroperasi, pemerintah paling tidak harus berani mempersiapkan lapangan pekerjaan lain bagi petani dan buruh tani cengkeh dan tembakau, buruh industri dan mungkin menata perekonomian akibat multiplier<\/em> <\/em>effect<\/em> keberadaan industri kretek. Dan yang terpenting keberadaan industri kretek, sebagai industri nasional sebagai perwujudan agenda prioritas  tujuan Nawa Cita, sehingga jangan sampai digiring dan diatur kepentingan asing melalui rezim kesehatan sebagai leading sector, <\/em>yang belum tentu benar dan terkesan dipaksakan.  
<\/p>\n","post_title":"Ketika Pemerintah Plin-Plan Membuat Regulasi Terkait Dunia Pertembakauan","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"ketika-pemerintah-plin-plan-membuat-regulasi-terkait-dunia-pertembakauan","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-08-06 10:53:48","post_modified_gmt":"2019-08-06 03:53:48","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5936","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":16},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"epic_block_3"};

\n

Dari penjelasan di atas, sekarang sudah paham varian jenis rokok kretek asli produk Indonesia. Apapun bentuknya, jika rokok menggunakan campuran tembakau dan cengkeh itulah dinamakan rokok kretek, termasuk jenis mild. Dewasa ini jenis mild sangat disukai dipasaran. Hingga semua industri berlomba-lomba bikin mild. Munculnya mild tidak lain karena tuntutan dari aturan pemerintah yang membatasi nikotin dan tar. Sehingga konten tembakau mild lebih banyak memakai tembakau jenis Virginia. <\/p>\n\n\n\n

Jangan salahkan industri\/pabrikan jika makin lama kuota impor tembakau naik. Karena dibentuk oleh aturan pemerintah dan peningkatan permintaan pasar mild. Kalau begitu yang salah siapa? tentunya pemerintah yang membuat aturan low nikotin dan tar. Sulit sekali tembakau lokal untuk memenuhi batasan low nikotin dan tar sesuai aturan pemerintah. Pada akhirnya mau tidak mau industri\/pabrikan membutuhkan tembakau jenis Virginia yang sulit tumbuh dengan baik di bumi nusantara ini. Lalu apa yang dilakukan industri\/pabrikan rokok, ya impor lah. Tapi industri\/pabrikan masih sangat membutuhkan tembakau lokal. Selain sebagai bahan campuran rokok kretek mild, tembakau lokal dibuat memproduksi rokok bukan mild. <\/p>\n\n\n\n

Untuk rokok kretek mild, semuanya diproduksi memakai mesin, sedangkan selain mild ada yang pakai mesin ada yang pakai tangan. Dengan isu simplikasi layer CHT SPM dan SKM, ada dua kemungkinan. Pertama; bisa jadi SPM diturunkan levelnya disesuaikan dengan SKM. Kedua; atau SKM dinaikkan levelnya sesuai SPM. Keduanya sangat merugikan industri kretek asli produk Indonesia berupa SKM. Kalau yang pertama, keuntungan SPM (industri asing) harganya disamakan SKM, sehingga persaingan penjualan dipasaran relatif mudah, sehingga SKM sangat dirugikan. Jika demikian, pemerintah tidak melindungi industri nasional (lokal), dengan meliarkan persaingannya dipasaran sangat ketat. <\/p>\n\n\n\n

Kemungkinan yang kedua, juga demikian, sangat merugikan SKM, karena levelnya naik mengikuti SPM. Jika demikian, sangat memberatkan SKM, apalagi pangsa rokok kretek ditahun-tahun terakhir ini merosot tajam penjualannya. Kemerosotan penjualan rokok kretek juga pengaruh dari kebijakan pemerintah dan oknum (anti rokok) yang selalu merecoki industri kretek, seperti pungutan cukai naik,  pelarangan iklan, membuat isu yang dibuat-buat tanpa dasar dan lain sebagainya. Apakah keadaan industri kretek nasional saat ini, pemerintah masih memejamkan mata dan akan memberlakukan simplikasi layer CHT?. Jika demikian, sama saja pemerintah membunuh industri\/pabrikan kretek nasional dengan pelan-pelan. <\/p>\n\n\n\n

Jangan salahkan industri\/pabrikan rokok kretek jika pelan-pelan merumahkan karyawannya karena merugi bahkan tidak beroperasi. Jika pembelian bahan baku rokok kretek (tembakau dan cengkeh) menurun dan ribuan juta petani merugi, dan masih banyak lagi efek dampaknya ke segala lini yang menggantungkan hidupnya berhubungan dengan sektor pertembakauan. Pemerintah harus bertanggungjawab atas dampak tersebut, jangan asal cuci tangan jika dampak negatif terjadi. Karena pemerintahlah yang bikin aturan. <\/p>\n\n\n\n

Untuk itu, kedepan pemerintah harus hati-hati dan jeli dalam memutuskan dan memberlakukan kebijakan untuk kepentingan sektor pertembakauan. Karena, yang sudah-sudah, kebijakan pemerintah pada sektor pertembakauan tidak mengakomodir kepentingan industri nasional, cenderung mengakomodir kepentingan industri asing. Baik pemerintah, industri kretek, petani tembakau dan cengkeh serta masyarakat Indonesia harus berdaulat, saling menjaga dan saling melindungi untuk kepentingan bersama, menjadi bangsa yang besar dan kuat tanpa disetir Negara lain (asing). Inilah makna kemerdekaan yang sesungguhnya di era melenial.
<\/p>\n","post_title":"Kebijakan Simplifikasi Layer Cukai Adalah Rencana Pembunuhan terhadap Kretek","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"kebijakan-simplifikasi-layer-cukai-adalah-rencana-pembunuhan-terhadap-kretek","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-08-21 09:57:34","post_modified_gmt":"2019-08-21 02:57:34","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5979","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5956,"post_author":"877","post_date":"2019-08-14 11:00:51","post_date_gmt":"2019-08-14 04:00:51","post_content":"\n

Komisioner Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) Sitty Hikmawatty sesat pikir saat mengatakan bahwa program audisi beasiswa bulutangkis sebagai ajang ekploitasi anak. KPAI mempermasalahkan tulisan Djarum di kaos olahraga, karena sebagai ajang promosi brand rokok. Disini KPAI gagal faham membedakan antara Djarum Foundation dan Djarum industri rokok. <\/p>\n\n\n\n


Djarum Foundation sebagai wujud bhakti terhadap Bangsa dan Negara, sehingga prakteknya Djarum Foundation mengeluarkan uang, bukan mencari keuntungan. Ketika dikatakan sebagai ajang promosi produk rokok, sudah ditampik dan sudah dijelaskan secara detail pengurus Djarum Foundation, bahwa program yang dijalankan jauh dari niatan promosi produk rokok. Kalaupun ada tulisan Djarum di kaos olahraga, memang sejarahnya dari dulu sebagai nama clubnya. <\/p>\n\n\n\n


Sitty Hikmawatty sebagai komisioner KPAI, harusnya cerdas menyikapi hal tersebut. Harusnya ada apresiasi pada Djarum yang sadar akan kewajibannya, andil dalam pengembangan bakat bagi anak-anak. Dan apa yang telah dilakukan Djarum Foundation tidaklah mudah, membutuhkan tenaga dan matriil begitu besar. Sekarang pertanyaannya, siapa dan industri pribumi mana yang berani melakukan seperti itu?, bahkan KPAI pun tidak akan berani membuat program pencarian bakat secara intensif dan masif. <\/p>\n\n\n\n


KPAI harusnya faham makna perlindungan bagi anak, jangan hanya dimaknai secara sempit, semisal anak juga butuh perlindungan dari kebodohan dan kebutuhan lain yang sifatnya sangat mendesak. Nyatanya masih banyak anak \u2013anak yang tidak sekolah karena tidak mampu, masih banyak anak-anak yang hidup terlantar di Jalan, masih banyak anak-anak sebagai obyek makanan ringan yang bahannya membahayakan bagi tubuh. Dimana dan apa yang sudah dilakukan KPAI untuk melindungi anak tersebut?. Masih banyak masalah anak yang sangat penting dan krusial harus dikerjakan KPAI, dari pada mengurusi tulisan club Djarum dalam program audisi Djarum Foundation.<\/p>\n\n\n\n


Belum lagi, katanya KPAI akan mengambil langkah mengundang Kepala Daerah, dimana kotanya dibuat ajang audisi tersebut. Kalau nanti benar terjadi, menandakan kinerja KPAI tidak efektif. Masalah anak yang paling penting tidak terurus, dan selalu bergejolak di masyarakat kelas bawah. Sekali lagi seperti tidak sekolah karena orang tuanya tidak mampu atau orang tuanya meninggal dunia, walaupun sekolah katanya gratis, akan tetapi dampak lain timbul seperti halnya masalah ekonomi, akhirnya anak-anak mendingan cari uang untuk hidup sehari-hari dari pada sekolah. Anak-anak suka beli jajan (makanan ringat) di toko maupun dipinggir jalan yang mengandung bahan membahayakan bagi pertumbuhan anak. Di perempatan jalan atau lampu merah banyak anak-anak yang hidupnya menggelandang tanpa tujuan. Ini riil dan nyata di hadapan mata kita tiap hari. <\/p>\n\n\n\n


Tapi anehnya KPAI saat ini malah lebih intens mengurusi hal yang tidak penting degan melarang audisi pencarian bakat bulutangkis oleh Djarum Foundation. KPAI cenderung gagal faham dalam memahami, menafsiri, dan mensikapi hal tersebut. Anehnya lagi, apa yang dilakukan KPAI sampai ngotot. <\/p>\n\n\n\n


Kalau mau melarang program audisi Djarum Foundation, tunjukkan dulu KPAI punya program pencarian bakat seperti Djarum Foundation lakukan. Jangan seenaknya KPAI, melarang-larang tanpa solusi konkret dengan dalil perlindungan. Lucunya, KPAI dengan dalil perlindungan anak mengatakan, audisi pencarian bakat bulutangkis yes, ajang promosi no. Kalau dipahami, KPAI ingin audisi Djarum Foundation tetap jalan, tapi tulisan Djarum dihilangkan. Ini sama saja, tidak boleh menulis atau memaparkan nama club. Sedangkan pencantuman nama club sangat penting sebagai identitas dan jati diri. <\/p>\n\n\n\n


Kegiatan perlindungan untuk anak adalah pekerjaan yang sangat mulia kalau benar-benar dilakukan. KPAI, sebagai lembaga dengan memapang langsung tulisan perlindungan anak akan lebih mulia jika programnya konkret. Seperti lembaga sekolah negeri atau swasta, tanpa memakai kata-kata perlindungan, sekolah tersebut mendidik anak melindungi anak dari kebodohan untuk kesiapan masa depan. Audisi pencarian bakat bulutangkis Djarum Foundation pun demikian, kegiatannya konkret menyiapkan atlet olahraga bulutangkis. Dan apa yang telah dilakukan Djarum Foundation dengan audisinya sangat beda dari bentuk promosi. Berbeda dengan pelibatan anak-anak untuk promosi produk, murni tujuannya agar produknya laku. Apalagi produk yang ditawarkan untuk kebutuhan anak. Contohnya banyak sekali beredar iklan-iklan yang terpampang di pinggir jalan, di media sosial, bahkan di stasiun televisi, hal ini kayaknya lolos dari bahasan KPAI.<\/p>\n\n\n\n


Belum lagi, tanpa disadari lembaga KPAI juga menumpang hidup dari anak-anak. Kemana-mana membawa nama anak-anak untuk kegiatannya, bahkan sampai untuk menggalang donasi. Namun kegiatan yang betul-betul sangat dibutuhkan anak-anak belum atau bahkan tidak tersasar dan tidak menjadi prioritas. Sehingga, program KPAI untuk perlindungan anak dipastikan tidak efektif. Buktinya, KPAI membuat masalah yang sederhana dibuat rumit, seperti mempermasalahkan tulisan Djarum sebagai club dalam ajang audisi pencarian bakat Djarum Foundation Bhakti Olahraga. Jelas-jelas untuk kepentingan masa depan anak, dengan meningkakan minat dan bakat anak dalam olahraga atas dasar suka dan tidak ada paksaan.
Kata kunci pendidikan bagi anak adalah bermain, senang atau suka, sesuai keinginan, dan untuk bekal hidup selanjutnya. Jika KPAI mempermasalahkan tulisan club Djarum, yang dianggap sebagai ajang promosi dan ekploitasi anak, alasan tersebut tidak benar dan tanpa dasar. Seperti halnya penjelasan di atas, audisi pencarian bakat bulutangkis Djarum Foundation, jauh dari promosi dan ekploitasi. Tujuan utama audisi tidak lain memberikan bekal dan pendidikan bagi anak sesui keinginannya, anak belajar dengan senang, gembira, dan bermain. <\/p>\n\n\n\n


Jika kemudian KPAI dan lembaga lain yang mengatasnamakan peduli anak, melarang kegiatan audisi pencarian bakat olah raga bulutangkis yang dilakukan Djarum Foundation, sama dengan menghalangi anak Indonesia mengembangkan minat dan bakatnya sesuai keinginan, menghalangi anak Indonesia belajar sambil bermain dan gembira, menghalangi anak Indonesia untuk mendapatkan bekal hidup selanjutnya, menghalangi anak Indonesia untuk mewujudkan cita-cita. Apa yang dilakukan KPAI dan lembaga lain tersebut, sangat bertentangan dengan cita-cita Bangsa, dan cita-cita pendidikan bagi anak di Indonesia. <\/p>\n","post_title":"Sesat pikir KPAI Melarang Audisi Pencarian Bakat Bulutangkis Anak-Anak","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"sesat-pikir-kpai-melarang-audisi-pencarian-bakat-bulutangkis-anak-anak","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-08-14 11:00:58","post_modified_gmt":"2019-08-14 04:00:58","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5956","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5949,"post_author":"877","post_date":"2019-08-12 08:28:29","post_date_gmt":"2019-08-12 01:28:29","post_content":"\n

Kurban tidak semata-mata hanya menyembelih hewan, dibaliknya ada kisah indah yang bisa sebagai bahan renungan dan pengingat bagi semua. Pada kisah qurban, terdapat peran anak usia dini yang akhirnya dikenang umat Islam sedunia sepanjang masa dan juga dapat mengangkat harkat martabat keluarganya dihadapan Tuhan. Selama anak suka bahkan bahagia menjalankan perannya untuk kepentingan dirinya sendiri kedepan dan mengangkat harkat martabat keluarganya dengan bimbingan yang baik, maka hal tersebut sah-sah saja tidak ada larangan.\u00a0<\/p>\n\n\n\n

Kemarin, pada tanggal 11 Agustus 2019 hari Minggu, tepatnya pada tanggal 10 dzulhijjah 1440 M., dipagi hari umat Islam terlihat berbondong-bondong ada yang ke masjid ada yang kelapangan, tidak lain menjalankan ibadah sholat Idul Adha, atau biasa disebut hari raya qurban. Selain melakukan sholad, umat Islam merayakannya dengan menyembelih hewan qurban, seperti unta tradisi di Timur Tengah, sedangkam di Indonesia menyembelih sapi atau kerbau. Khusus di Kudus kota Kretek rerata menyembelih kerbau, sapi bagi sebagian besar masyarakat Kudus tidak mau menyembelih. Cerita yang beredar di masyarakat turun menurun, pelarangan menyembelih sapi sejak zaman kewalian yaitu Sunan Kudus sebagai penghormatan terhadap agama lain yang beranggapan hewan sapi sebagai hewan yang suci.<\/p>\n\n\n\n

Kembali ke Idul Adha, diceritakan oleh para Ulama\u2019 ada kisah tentang Nabi Ibrahim yang akan mengorbankan putranya yang masih kecil namanya Ismail (besarnya menjadi Nabi). Ceritanya Nabi Ibrahim saat tidur bermimpi, ia diperintah Tuhan untuk menyembelih putranya bernama Ismail. Saat bangun, ia merenung, berfikir sambil bertanya dihati, benarkah ini perintah Tuhan?. Kali pertama mimpinya ini, ia masih ragu antara benar perintah Tuhan atau tidak. Mimpi yang direnungkan dan difikir terjadi pada malam tanggal 08 dzulhijjah,disebut hari tarwiyah<\/em>.\u00a0<\/p>\n\n\n\n

Baca: Tinjauan Kritis Atas Larangan Iklan dan Sponshorship dengan Mencantumkan Logo, Brand Image, dan Identitas CSR Sebuah Perusahaan<\/a><\/p>\n\n\n\n

Pada malam tanggal 09 dzulhijjah Nabi Ibrahim mimpi lagi dengan perintah yang sama. Mimpi kali kedua, Nabi Ibrahim merasa yakin kalau benar-benar perintah Tuhan. Pada mimpi kedua disebut hari arafah<\/em>. Pada tanggal 10 dzulhijjah, hari Nabi Ibrahim melaksanakan perintah Tuhan untuk menyembelih Ismail (putranya), yang kemudian disebut  hari nakhr <\/em>(biasa disebut nahar bagi orang Indonesia). <\/p>\n\n\n\n

Cerita KH. Sya\u2019roni, saat pagi hari pada tanggal 10 dzulhijjah Nabi Ibrahim menyuruh istrinya bernama Siti Hajar (ibu kandung Ismail) untuk memandikan Ismail setelah itu memakaikan pakaian yang bagus-bagus, dengan alasan mau diajak jalan-jalan. Siti Hajar melaksanakan sesuai perintah suaminya, sembari menunggu istrinya selesai, Nabi Ibrahim mengasah pisaunya\/pedangnya. <\/p>\n\n\n\n

Ismail sudah siap, diajaklah jalan jalan bapaknya (Nabi Ibrahim) menuju bukit Mina di Makkah, dengan niatan mau disembelih sesui perintah Tuhan. Di tengah perjalanan, Nabi Ibrahim dihadang iblis yang berwujud manusia, dengan mengatakan Ibrahim, anakmu itu ganteng, tega kamu sembelih, urungkan niatmu. Nabi Ibrahim tidak menjawab, malah mengambil batu kecil 7 butir, kemudian batu kecil tersebut dilemparkan ke arah iblis tersebut, sambil mengatakan, pergi kamu Iblis. Nabi Ibrahim tetap melanjutkan perjalannya, dan dihadang Iblis lagi kali kedua, Nabi Ibrahim mengambil batu kecil lagi dilempar ke iblis. Kemudian Nabi melanjutkan perjalannya, dihadang iblis lagi kali ketiga, seperti penghadangan yang pertama dan kedua, Nabi mengambil batu kecil dan dilemparkan ke arah iblis, lalu Nabi Ibrahim lanjut lagi. Inilah cerita, yang menjadi cikal bakal adanya jumroh ula, jumroh wustho dan jumroh aqobah. Tiap ibadah haji jumroh ini harus diperagakan seperti halnya apa yang telah dilakukan Nabi Ibrahim dengan maksud melawan dan melempar iblis dengan batu agar tidak mengganggu..  <\/p>\n\n\n\n

Sesampainya di puncak bukit Mina, Nabi Ibrahim menceritakan mimpinya dan mengatakan maksud dan tujuannya mengajak Ismail jalan-jalan. Selesai Nabi Ibrahim cerita, kemudian Ismail berkata pada bapaknya, untuk segera menjalankan perintah Tuhan. Pada saat menyembebelih, pisau\/pedang Nabi Ibrahim tidak bisa melukai kulit Ismail, karena Nabi Ibrahim masih gelisah dan menangis saat melihat wajah Ismail. Kemudian Ismail berkata, mungkin karena bapak melihat wajahku, hingga tidak tega menyembelih, lalu Ismail membalikkan badannya memposisisikan badannya telungkup. Lalau Nabi Ibrahim dengan kesiapan hati melakukan penyembelihan yang kedua, lagi-lagi pisau\/pedangnya tidak mampu melukai kulit leher Ismail. Dengan bingung karena tidak berhasil menyembelih Ismail, turunlah Malaikat Jibril dengan membawa kambing, digantikannya Ismail dengan kambing tersebut. Bersamaan dengan turunnya wahyu Tuhan yang menjelaskan keduanya telah lulus  dari ujian. Kemudian Nabi Ibrahim membaca takbir \u201cAllahu Akbar\u201d<\/em> 3x, disaut Ismail dengan .membaca \u201cLaa ilaaha illahhu wallahu akbar<\/em>\u201d, diakhiri Malikat Jibril dengan bacaan \u201cAllahu Akbar walillahil Hamd<\/em>\u201d, dilanjutkan dengan menyembelih kambing bawaan malaikat jibril.<\/p>\n\n\n\n

Ada cerita lucu setelah Nabi Ibrahim selesai menyembelih kambing, Nabi Ibrahim bertanya pada Ismail, siapa yang paling dermawan diantara kita? Ismail menjawab, saya. Tidak bisa kata Nabi Ibrahim, saya yang paling dermawan, karena akan mngorbankan anak yang kucintai. Ismail berkata, tidak bisa, saya yang dermawan, karena bapak punya dua anak, kalau saya dikorbankan, masih punya anak satu, lalu malaikat berkata, tidak bisa, saya yang dermawan karena saya sudah kehilangan kambing satu.\u00a0\u00a0<\/p>\n\n\n\n

Baca: Kegagalan Lakpesdam PBNU dalam Melihat Produk Tembakau Alternatif<\/a><\/p>\n\n\n\n

Keterangan dalam kitab tafsir  \u201cTanwirul Adhan<\/em>\u201d penjelasan dari surat As-Saffat ayat 102 bahwa usia Ismail saat itu 13 tahun ada juga Ulama\u2019 yang mengatakan umur 7 tahun. ada riwayat lain yang mengatakan umur Ismail saat itu 14 tahun. Pada intinya saat kejadian kisah penyembelihan, Ismail masih usia anak-anak, ia dengan senang hati dan ikhlas, menjalani perannya.  <\/p>\n\n\n\n

Dari sejarah singkat qurban yang ektrim di atas, kira-kira pendapat KPAI apakah mendukung apa yang telah di lakukan Nabi Ibrahim?, atau sebaliknya mendukung Iblis yang menghalangi Nabi Ibrahim yang akan menjalankan kewajibannya sebagai hamba?. Saya yakin KPAI akan mendukung Nabi Ibrahim, tidak mendukung langkah Iblis. 
<\/p>\n\n\n\n

Walaupun ktidak persis, tapi hampir mirip kisah qurban diatas dengan audisi oleh Djarum Foundation yang melibatkan. Program audisi bulutangkis usia anak-anak Djarum Foundation, tidak lain ikut serta program pemerintah dalam mencerdaskan bangsa melalui pencarian bakat sedini mungkin. Anak-anak yang berbakat bulutangkis tentunya yang terjaring dalam audisi, dididik dengan penuh semangat oleh Djarum Foundation Bhakti olahraga. Buktinya, anak-anak tersebut disekolahkan formal, dilatih bulu tangkis dengan disiplin dan penuh tanggungjawab, tanpa dipungut biaya apapun, bahkan semua kebutuhan anak-anak tercukupi dengan baik. Pola didiknya, seperti pola pendidikan sekolah lainnya, anak-anak dididik dan diajar agar berpretasi, setidaknya punya pengetahuan, pengalaman dan keahlian sebagai bekal masa depan. Disisi lain, ternyata anak-anak yang terjaring audisi merasa sangat gembira, senang dan bangga bisa terpilih. Mereka dapat mengembangkan bakatnya, dan mendapatkan pendidikan sekolah dengan gratis.<\/p>\n\n\n\n

Tujuan utama Djarum Foundation mencari bibit unggul pebulutangkis Indonesia, yang selama ini sebagai salah satu olahraga kebanggaan masyarakat Indonesia atas banyaknya prestasi yang di peroleh. Program Djarum Foundation Bhakti olahraga jauh dari niatan ekploitasi anak untuk promosi, yang ada ekploitasi anak untuk kejayaan olah raga bulutangkis bangsa Indonesia. <\/p>\n\n\n\n

Juga, program Djarum Foundation audisi bulutangkis adalah salah satu bentuk kesadaran dan kewajibannya membangun bangsa dengan melibatkan anak-anak. Lalu apa yang salah dari Djarum Foundation Bhakti Olahraga, jelas-jelas telah menghibahkan fasilitas, pikiran hingga dana untuk kepentingan kejayaan bangsa Indonesia, melalui olahraga. Pemerintah harus mendukung program tersebut, begitupun KPAI. KPAI jangan sampai menjadi penghalang, seperti halnya penghalang Nabi Ibrahim dalam kisah di atas.  
<\/p>\n","post_title":"Refleksi Kisah Kurban sebagai Bahan Pengingat KPAI","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"refleksi-kisah-kurban-sebagai-bahan-pengingat-kpai","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-08-12 08:30:31","post_modified_gmt":"2019-08-12 01:30:31","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5949","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5936,"post_author":"877","post_date":"2019-08-06 10:53:42","post_date_gmt":"2019-08-06 03:53:42","post_content":"\n

Masalah peredaran rokok di Indonesia, pemerintah cenderung mengambil langkah aman. Sudah saatnya pemerintah harus tegas menentukan sikap pelarangan atau membolehkan peredaran rokok di tengah-tengah masyarakat. <\/p>\n\n\n\n

Sikap pemerintah sampai saat ini menimbulkan pro dan kontra. Di satu sisi pemerintah melalui Kementrian Kesehatan membuat aturan pembatasan dan pelarangan beredarnya rokok, bahkan melarang adanya iklan rokok dan mengatur packaging<\/em> dengan bermacam gambar dan peringatan yang menggelian. Di sisi lain, pemerintah mendorong peningkatkan pendapatan Negara, mendorong peningkatan ekonomi rakyat, mendorong peningkatan produktivitas rakyat dan daya saing di pasar internasional, dan mendorong pengentasan kemiskinan.<\/p>\n\n\n\n

Sekarang, efek sikap pemerintah di atas meluas kemana-mana, mulai dari isu penyederhanaan layer atau penggabungan golongan industri rokok, isu pelarangan iklan rokok di media sosial karena pengguna media sosial banyak anak-anak, sampai pada pelarangan audisi pencari bakat bulu tangkis yang dilakukan Djarum Foundation dengan alasan ekploitasi anak. Ini semua adalah beberapa agenda untuk pengendalian rokok dan tembakau di Indonesia yang alasannya sudah dipatahkan dengan data yang lebih akurat.<\/p>\n\n\n\n

Semisal, yang pro dapat menceritakan dan meruntutkan agenda pengendalian rokok dan tembakau di Indonesia sebagai agenda politik dagang internasional. Semua program pengendalian rokok dan tembakau di Indonesia mengadopsi dari program World Health Organization (WHO) organisasi program dunia yang mendapatkan sokongan dana dari industri farmasi.\u00a0<\/p>\n\n\n\n

Baca:
Ada Campur Tangan Bloomberg dalam Surat Edaran Menkes terkait Pemblokiran Iklan Rokok <\/a><\/p>\n\n\n\n

WHO tidak semata-mata bertujuan demi meningkatkan taraf kesehatan penduduk. Di sini WHO sebagai ujung tombak industri farmasi. Terjadi peralihan di lingkup kesehatan, dimana dokter dan ilmuwan kesehatan dikuasai perusahan obat (farmasi). Tujuan utamanya tidak lain untuk merebut pasar nikotin dunia, dan menggantikan pemanfaatan nikotin alami dari tembakau dengan produk rekayasa nikotin yang telah dikantongi hak patennya. Keterlibatan WHO memuluskan tujuan industri farmasi tersebut dengan mendorong negara-negara di dunia untuk memberlakukan kebijakan sesuai kerangka kesehatan, tanpa mempertimbangkan peran sosial, ekonomi, politik dan budaya. Walaupun alasan kesehatan yang dibangun ternyata tidak 100% benar dan terkesan dipaksakan. Negara yang menjadi sasaran utama adalah Negara yang berkembang, seperti Indonesia, China, Bangladesh, India, Rusia, Mesir, Thailand, Filipina dan Brazil. <\/p>\n\n\n\n

Untuk menguasai pasar nikotin di dunia, industri farmasi mendapatkan sokongan dana dari bloomberg initiative. Karena salah satu direktur dari persekutuan perusahaan farmasi dunia bernama William R. Brody punya kedekatan dengan bloomberg initiative, selain teman karib juga posisinya sebagai penasehat. <\/h4>\n\n\n\n

Tidak mengherankan jika pendukung program pengendalian rokok dan tembakau di Indonesia mendapatkan sokongan dana dari bloomberg initiative termasuk lembaga yang bergerak untuk perlindungan anak, salah satunya Komnas Perlindungan Anak Indonesia (KPAI). Apapun bentuk lembaganya, selama mendapatkan kucuran dana bloomberg initiative, program utamanya harus sinergi dengan program bloomberg initiative dan rezim kesehatan dunia (WHO) yaitu pengendalian tembakau dan rokok, terutama rokok kretek asli Indonesia.<\/p>\n\n\n\n

Ada sekitar lebih dari 20an lembaga di Indonesia mendapatkan sokongan dana langsung maupun tidak langsung dari bloomberg initiative. Lembaga-lembaga tersebut bervarian, ada lembaga yang bergerak dalam pendidikan, bergerak pemberantasan korupsi, bergerak dalam kesehatan, bergerak perlindungan konsumen, bergerak melindungi anak, bahkan sampai pada lembaga agama. Numun pada intinya leading sector<\/em> yaitu sektor potensial yang dapat\u00a0menggerakkan agenda pengendalian tembakau dan rokok di Indonesia ada pada rezim kesehatan dalam hal ini Kementerian Kesehatan. Dengan menggunakan dalil kesehatan yang mulia, agenda bloomberg initiative dan farmasi berselancar dengan baik di Indonesia. \u00a0<\/p>\n\n\n\n

Baca:
Tinjauan Kritis Atas Larangan Iklan dan Sponshorship dengan Mencantumkan Logo, Brand Image, dan Identitas CSR Sebuah Perusahaan<\/a> <\/p>\n\n\n\n

Isu kuat saat ini yang beredar untuk agenda pengendalian tembakau dan rokok di Indonesia salah satunya, KPAI melarang audisi pencarian bakat bulu tangkis sejak dini yang dilakukan Djarum Foundation dengan alasan ekploitasi anak, Kementerian Kesehatan dan KPAI melarang adanya iklan di media sosia karena akan mengakibatkan bertambahnya perokok pemula, penggabungan golongan industri rokok atau penyederhanaan layer tarif cukai rokok yang intinya pengurangan terhadap industri rokok kretek, menaikkan cukai rokok untuk mengurangi peredaran rokok, dan korelasinya rokok dengan kemiskinan bertujuan agar ada kebijakan menghalau laju industri rokok kretek. <\/p>\n\n\n\n

Pemerintah dalam hal ini harus tegas mengambil sikap, untuk kepastian dan masa depan industri rokok kretek asli Indonesia. Dimana sejarah penemuan rokok kretek tidak lain untuk pengobatan yang dilakukan H. Djamhari sebagai obat sakit bengeknya. Karena rokok kretek adalah campuran tembakau dan cengkeh, berbeda dengan rokok non kretek yang hanya memakai tembakau saja. Selama ini, belum ada uji atau riset bahwa rokok kretek berkorelasi signifikan terhadap timbulnya penyakit yang dituduhkan. Kalau menjadi salah satu bagian kecil penyebab penyakit, tentunya ya dan bukan faktor penyebab utama. Itu seperti halnya barang-barang lain yang dikonsumsi manusia secara berlebihan dan hidup tidak seimbang. Termasuk makan nasi, mengkonsumsi gula dan mengkonsumsi lainnya secara berlebihan, tanpa diimbangi olah raga dan istirahat yang cukup. <\/p>\n\n\n\n

Selain itu, posisi industri kretek sangat stategis bagi bangsa Indonesia. Industri kretek membuktikan tetap bertahan setidaknya lebih dari 130 tahun. Disaat industri lain tumbang di zaman kolonial, industri kretek tetap eksis memberikan penghidupan masyarakat Indonesia. Bahkan tergolong industri yang peka zaman, dengan memberikan kontribusi yang sangat besar. Menghidupi setidaknya 6.1 juta jiwa petani cengkeh yang tersebar di 30 provinsi, petani tembakau yang tersebar di 15 provinsi. Menghidupi ribuan karyawan yang bekerja di industri kretek. Mempunyai multiplier<\/em> <\/em>effect<\/em> ke sektor perokonomian lainnya yang berada di sekitar industri kretek. <\/p>\n\n\n\n

Keberadaan industri kretek berkontribusi adanya hak jaminan sosial dan corporate social responsibility<\/em> (CSR), seperti halnya jaminan kesehatan, bhakti pendidikan, bhakti budaya, bhakti olahraga, bhakti lingkungan dan lain sebagainya. Berkontribusi pendapatan Negara melalui setoran cukai, berkontribusi bagi kesehatan publik dari alokasi dana bagi hasil cukai hasil tembakau (DBH-CHT) untuk sarana kesehatan dan pembayaran defisit Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS).  <\/p>\n\n\n\n

Selain itu, adanya industri kretek sebagai cermin kemandirian dan kedaulatan bangsa, karena sebagai pemenuhan kebutuhan pokok rakyat dalam hal ini pendapatan masyarakat sebagai agenda pemberantasan kemiskinan. <\/p>\n\n\n\n

Dengan pertimbangan di atas, diharapkan pemerintah dalam hal ini Presiden memberikan ketegasan, apakah industri rokok nasional tetap berproduksi atau dilarang berproduksi. Kalau tetap berproduksi, pemerintah secara totalitas harus melindunginya mulai kebijakan sampai pada strategi pemasarannya. Andaikan dilarang beroperasi, pemerintah paling tidak harus berani mempersiapkan lapangan pekerjaan lain bagi petani dan buruh tani cengkeh dan tembakau, buruh industri dan mungkin menata perekonomian akibat multiplier<\/em> <\/em>effect<\/em> keberadaan industri kretek. Dan yang terpenting keberadaan industri kretek, sebagai industri nasional sebagai perwujudan agenda prioritas  tujuan Nawa Cita, sehingga jangan sampai digiring dan diatur kepentingan asing melalui rezim kesehatan sebagai leading sector, <\/em>yang belum tentu benar dan terkesan dipaksakan.  
<\/p>\n","post_title":"Ketika Pemerintah Plin-Plan Membuat Regulasi Terkait Dunia Pertembakauan","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"ketika-pemerintah-plin-plan-membuat-regulasi-terkait-dunia-pertembakauan","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-08-06 10:53:48","post_modified_gmt":"2019-08-06 03:53:48","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5936","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":16},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"epic_block_3"};

\n

Semua jenis kretek saat ini diproduksi oleh industri. Secara sederhana industri terbagi tiga macam, industri besar, menengah dan kecil. Paling kecil kategori industri kretek, telah mempunyai gudang untuk operasi pembuatan rokok kretek dengan luas minimal 200m2<\/sup>. Jadi, sekarang ini tidak ada lagi industri rokok kretek skala rumahan (home industri) seperti dulu lagi. <\/p>\n\n\n\n

Dari penjelasan di atas, sekarang sudah paham varian jenis rokok kretek asli produk Indonesia. Apapun bentuknya, jika rokok menggunakan campuran tembakau dan cengkeh itulah dinamakan rokok kretek, termasuk jenis mild. Dewasa ini jenis mild sangat disukai dipasaran. Hingga semua industri berlomba-lomba bikin mild. Munculnya mild tidak lain karena tuntutan dari aturan pemerintah yang membatasi nikotin dan tar. Sehingga konten tembakau mild lebih banyak memakai tembakau jenis Virginia. <\/p>\n\n\n\n

Jangan salahkan industri\/pabrikan jika makin lama kuota impor tembakau naik. Karena dibentuk oleh aturan pemerintah dan peningkatan permintaan pasar mild. Kalau begitu yang salah siapa? tentunya pemerintah yang membuat aturan low nikotin dan tar. Sulit sekali tembakau lokal untuk memenuhi batasan low nikotin dan tar sesuai aturan pemerintah. Pada akhirnya mau tidak mau industri\/pabrikan membutuhkan tembakau jenis Virginia yang sulit tumbuh dengan baik di bumi nusantara ini. Lalu apa yang dilakukan industri\/pabrikan rokok, ya impor lah. Tapi industri\/pabrikan masih sangat membutuhkan tembakau lokal. Selain sebagai bahan campuran rokok kretek mild, tembakau lokal dibuat memproduksi rokok bukan mild. <\/p>\n\n\n\n

Untuk rokok kretek mild, semuanya diproduksi memakai mesin, sedangkan selain mild ada yang pakai mesin ada yang pakai tangan. Dengan isu simplikasi layer CHT SPM dan SKM, ada dua kemungkinan. Pertama; bisa jadi SPM diturunkan levelnya disesuaikan dengan SKM. Kedua; atau SKM dinaikkan levelnya sesuai SPM. Keduanya sangat merugikan industri kretek asli produk Indonesia berupa SKM. Kalau yang pertama, keuntungan SPM (industri asing) harganya disamakan SKM, sehingga persaingan penjualan dipasaran relatif mudah, sehingga SKM sangat dirugikan. Jika demikian, pemerintah tidak melindungi industri nasional (lokal), dengan meliarkan persaingannya dipasaran sangat ketat. <\/p>\n\n\n\n

Kemungkinan yang kedua, juga demikian, sangat merugikan SKM, karena levelnya naik mengikuti SPM. Jika demikian, sangat memberatkan SKM, apalagi pangsa rokok kretek ditahun-tahun terakhir ini merosot tajam penjualannya. Kemerosotan penjualan rokok kretek juga pengaruh dari kebijakan pemerintah dan oknum (anti rokok) yang selalu merecoki industri kretek, seperti pungutan cukai naik,  pelarangan iklan, membuat isu yang dibuat-buat tanpa dasar dan lain sebagainya. Apakah keadaan industri kretek nasional saat ini, pemerintah masih memejamkan mata dan akan memberlakukan simplikasi layer CHT?. Jika demikian, sama saja pemerintah membunuh industri\/pabrikan kretek nasional dengan pelan-pelan. <\/p>\n\n\n\n

Jangan salahkan industri\/pabrikan rokok kretek jika pelan-pelan merumahkan karyawannya karena merugi bahkan tidak beroperasi. Jika pembelian bahan baku rokok kretek (tembakau dan cengkeh) menurun dan ribuan juta petani merugi, dan masih banyak lagi efek dampaknya ke segala lini yang menggantungkan hidupnya berhubungan dengan sektor pertembakauan. Pemerintah harus bertanggungjawab atas dampak tersebut, jangan asal cuci tangan jika dampak negatif terjadi. Karena pemerintahlah yang bikin aturan. <\/p>\n\n\n\n

Untuk itu, kedepan pemerintah harus hati-hati dan jeli dalam memutuskan dan memberlakukan kebijakan untuk kepentingan sektor pertembakauan. Karena, yang sudah-sudah, kebijakan pemerintah pada sektor pertembakauan tidak mengakomodir kepentingan industri nasional, cenderung mengakomodir kepentingan industri asing. Baik pemerintah, industri kretek, petani tembakau dan cengkeh serta masyarakat Indonesia harus berdaulat, saling menjaga dan saling melindungi untuk kepentingan bersama, menjadi bangsa yang besar dan kuat tanpa disetir Negara lain (asing). Inilah makna kemerdekaan yang sesungguhnya di era melenial.
<\/p>\n","post_title":"Kebijakan Simplifikasi Layer Cukai Adalah Rencana Pembunuhan terhadap Kretek","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"kebijakan-simplifikasi-layer-cukai-adalah-rencana-pembunuhan-terhadap-kretek","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-08-21 09:57:34","post_modified_gmt":"2019-08-21 02:57:34","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5979","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5956,"post_author":"877","post_date":"2019-08-14 11:00:51","post_date_gmt":"2019-08-14 04:00:51","post_content":"\n

Komisioner Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) Sitty Hikmawatty sesat pikir saat mengatakan bahwa program audisi beasiswa bulutangkis sebagai ajang ekploitasi anak. KPAI mempermasalahkan tulisan Djarum di kaos olahraga, karena sebagai ajang promosi brand rokok. Disini KPAI gagal faham membedakan antara Djarum Foundation dan Djarum industri rokok. <\/p>\n\n\n\n


Djarum Foundation sebagai wujud bhakti terhadap Bangsa dan Negara, sehingga prakteknya Djarum Foundation mengeluarkan uang, bukan mencari keuntungan. Ketika dikatakan sebagai ajang promosi produk rokok, sudah ditampik dan sudah dijelaskan secara detail pengurus Djarum Foundation, bahwa program yang dijalankan jauh dari niatan promosi produk rokok. Kalaupun ada tulisan Djarum di kaos olahraga, memang sejarahnya dari dulu sebagai nama clubnya. <\/p>\n\n\n\n


Sitty Hikmawatty sebagai komisioner KPAI, harusnya cerdas menyikapi hal tersebut. Harusnya ada apresiasi pada Djarum yang sadar akan kewajibannya, andil dalam pengembangan bakat bagi anak-anak. Dan apa yang telah dilakukan Djarum Foundation tidaklah mudah, membutuhkan tenaga dan matriil begitu besar. Sekarang pertanyaannya, siapa dan industri pribumi mana yang berani melakukan seperti itu?, bahkan KPAI pun tidak akan berani membuat program pencarian bakat secara intensif dan masif. <\/p>\n\n\n\n


KPAI harusnya faham makna perlindungan bagi anak, jangan hanya dimaknai secara sempit, semisal anak juga butuh perlindungan dari kebodohan dan kebutuhan lain yang sifatnya sangat mendesak. Nyatanya masih banyak anak \u2013anak yang tidak sekolah karena tidak mampu, masih banyak anak-anak yang hidup terlantar di Jalan, masih banyak anak-anak sebagai obyek makanan ringan yang bahannya membahayakan bagi tubuh. Dimana dan apa yang sudah dilakukan KPAI untuk melindungi anak tersebut?. Masih banyak masalah anak yang sangat penting dan krusial harus dikerjakan KPAI, dari pada mengurusi tulisan club Djarum dalam program audisi Djarum Foundation.<\/p>\n\n\n\n


Belum lagi, katanya KPAI akan mengambil langkah mengundang Kepala Daerah, dimana kotanya dibuat ajang audisi tersebut. Kalau nanti benar terjadi, menandakan kinerja KPAI tidak efektif. Masalah anak yang paling penting tidak terurus, dan selalu bergejolak di masyarakat kelas bawah. Sekali lagi seperti tidak sekolah karena orang tuanya tidak mampu atau orang tuanya meninggal dunia, walaupun sekolah katanya gratis, akan tetapi dampak lain timbul seperti halnya masalah ekonomi, akhirnya anak-anak mendingan cari uang untuk hidup sehari-hari dari pada sekolah. Anak-anak suka beli jajan (makanan ringat) di toko maupun dipinggir jalan yang mengandung bahan membahayakan bagi pertumbuhan anak. Di perempatan jalan atau lampu merah banyak anak-anak yang hidupnya menggelandang tanpa tujuan. Ini riil dan nyata di hadapan mata kita tiap hari. <\/p>\n\n\n\n


Tapi anehnya KPAI saat ini malah lebih intens mengurusi hal yang tidak penting degan melarang audisi pencarian bakat bulutangkis oleh Djarum Foundation. KPAI cenderung gagal faham dalam memahami, menafsiri, dan mensikapi hal tersebut. Anehnya lagi, apa yang dilakukan KPAI sampai ngotot. <\/p>\n\n\n\n


Kalau mau melarang program audisi Djarum Foundation, tunjukkan dulu KPAI punya program pencarian bakat seperti Djarum Foundation lakukan. Jangan seenaknya KPAI, melarang-larang tanpa solusi konkret dengan dalil perlindungan. Lucunya, KPAI dengan dalil perlindungan anak mengatakan, audisi pencarian bakat bulutangkis yes, ajang promosi no. Kalau dipahami, KPAI ingin audisi Djarum Foundation tetap jalan, tapi tulisan Djarum dihilangkan. Ini sama saja, tidak boleh menulis atau memaparkan nama club. Sedangkan pencantuman nama club sangat penting sebagai identitas dan jati diri. <\/p>\n\n\n\n


Kegiatan perlindungan untuk anak adalah pekerjaan yang sangat mulia kalau benar-benar dilakukan. KPAI, sebagai lembaga dengan memapang langsung tulisan perlindungan anak akan lebih mulia jika programnya konkret. Seperti lembaga sekolah negeri atau swasta, tanpa memakai kata-kata perlindungan, sekolah tersebut mendidik anak melindungi anak dari kebodohan untuk kesiapan masa depan. Audisi pencarian bakat bulutangkis Djarum Foundation pun demikian, kegiatannya konkret menyiapkan atlet olahraga bulutangkis. Dan apa yang telah dilakukan Djarum Foundation dengan audisinya sangat beda dari bentuk promosi. Berbeda dengan pelibatan anak-anak untuk promosi produk, murni tujuannya agar produknya laku. Apalagi produk yang ditawarkan untuk kebutuhan anak. Contohnya banyak sekali beredar iklan-iklan yang terpampang di pinggir jalan, di media sosial, bahkan di stasiun televisi, hal ini kayaknya lolos dari bahasan KPAI.<\/p>\n\n\n\n


Belum lagi, tanpa disadari lembaga KPAI juga menumpang hidup dari anak-anak. Kemana-mana membawa nama anak-anak untuk kegiatannya, bahkan sampai untuk menggalang donasi. Namun kegiatan yang betul-betul sangat dibutuhkan anak-anak belum atau bahkan tidak tersasar dan tidak menjadi prioritas. Sehingga, program KPAI untuk perlindungan anak dipastikan tidak efektif. Buktinya, KPAI membuat masalah yang sederhana dibuat rumit, seperti mempermasalahkan tulisan Djarum sebagai club dalam ajang audisi pencarian bakat Djarum Foundation Bhakti Olahraga. Jelas-jelas untuk kepentingan masa depan anak, dengan meningkakan minat dan bakat anak dalam olahraga atas dasar suka dan tidak ada paksaan.
Kata kunci pendidikan bagi anak adalah bermain, senang atau suka, sesuai keinginan, dan untuk bekal hidup selanjutnya. Jika KPAI mempermasalahkan tulisan club Djarum, yang dianggap sebagai ajang promosi dan ekploitasi anak, alasan tersebut tidak benar dan tanpa dasar. Seperti halnya penjelasan di atas, audisi pencarian bakat bulutangkis Djarum Foundation, jauh dari promosi dan ekploitasi. Tujuan utama audisi tidak lain memberikan bekal dan pendidikan bagi anak sesui keinginannya, anak belajar dengan senang, gembira, dan bermain. <\/p>\n\n\n\n


Jika kemudian KPAI dan lembaga lain yang mengatasnamakan peduli anak, melarang kegiatan audisi pencarian bakat olah raga bulutangkis yang dilakukan Djarum Foundation, sama dengan menghalangi anak Indonesia mengembangkan minat dan bakatnya sesuai keinginan, menghalangi anak Indonesia belajar sambil bermain dan gembira, menghalangi anak Indonesia untuk mendapatkan bekal hidup selanjutnya, menghalangi anak Indonesia untuk mewujudkan cita-cita. Apa yang dilakukan KPAI dan lembaga lain tersebut, sangat bertentangan dengan cita-cita Bangsa, dan cita-cita pendidikan bagi anak di Indonesia. <\/p>\n","post_title":"Sesat pikir KPAI Melarang Audisi Pencarian Bakat Bulutangkis Anak-Anak","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"sesat-pikir-kpai-melarang-audisi-pencarian-bakat-bulutangkis-anak-anak","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-08-14 11:00:58","post_modified_gmt":"2019-08-14 04:00:58","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5956","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5949,"post_author":"877","post_date":"2019-08-12 08:28:29","post_date_gmt":"2019-08-12 01:28:29","post_content":"\n

Kurban tidak semata-mata hanya menyembelih hewan, dibaliknya ada kisah indah yang bisa sebagai bahan renungan dan pengingat bagi semua. Pada kisah qurban, terdapat peran anak usia dini yang akhirnya dikenang umat Islam sedunia sepanjang masa dan juga dapat mengangkat harkat martabat keluarganya dihadapan Tuhan. Selama anak suka bahkan bahagia menjalankan perannya untuk kepentingan dirinya sendiri kedepan dan mengangkat harkat martabat keluarganya dengan bimbingan yang baik, maka hal tersebut sah-sah saja tidak ada larangan.\u00a0<\/p>\n\n\n\n

Kemarin, pada tanggal 11 Agustus 2019 hari Minggu, tepatnya pada tanggal 10 dzulhijjah 1440 M., dipagi hari umat Islam terlihat berbondong-bondong ada yang ke masjid ada yang kelapangan, tidak lain menjalankan ibadah sholat Idul Adha, atau biasa disebut hari raya qurban. Selain melakukan sholad, umat Islam merayakannya dengan menyembelih hewan qurban, seperti unta tradisi di Timur Tengah, sedangkam di Indonesia menyembelih sapi atau kerbau. Khusus di Kudus kota Kretek rerata menyembelih kerbau, sapi bagi sebagian besar masyarakat Kudus tidak mau menyembelih. Cerita yang beredar di masyarakat turun menurun, pelarangan menyembelih sapi sejak zaman kewalian yaitu Sunan Kudus sebagai penghormatan terhadap agama lain yang beranggapan hewan sapi sebagai hewan yang suci.<\/p>\n\n\n\n

Kembali ke Idul Adha, diceritakan oleh para Ulama\u2019 ada kisah tentang Nabi Ibrahim yang akan mengorbankan putranya yang masih kecil namanya Ismail (besarnya menjadi Nabi). Ceritanya Nabi Ibrahim saat tidur bermimpi, ia diperintah Tuhan untuk menyembelih putranya bernama Ismail. Saat bangun, ia merenung, berfikir sambil bertanya dihati, benarkah ini perintah Tuhan?. Kali pertama mimpinya ini, ia masih ragu antara benar perintah Tuhan atau tidak. Mimpi yang direnungkan dan difikir terjadi pada malam tanggal 08 dzulhijjah,disebut hari tarwiyah<\/em>.\u00a0<\/p>\n\n\n\n

Baca: Tinjauan Kritis Atas Larangan Iklan dan Sponshorship dengan Mencantumkan Logo, Brand Image, dan Identitas CSR Sebuah Perusahaan<\/a><\/p>\n\n\n\n

Pada malam tanggal 09 dzulhijjah Nabi Ibrahim mimpi lagi dengan perintah yang sama. Mimpi kali kedua, Nabi Ibrahim merasa yakin kalau benar-benar perintah Tuhan. Pada mimpi kedua disebut hari arafah<\/em>. Pada tanggal 10 dzulhijjah, hari Nabi Ibrahim melaksanakan perintah Tuhan untuk menyembelih Ismail (putranya), yang kemudian disebut  hari nakhr <\/em>(biasa disebut nahar bagi orang Indonesia). <\/p>\n\n\n\n

Cerita KH. Sya\u2019roni, saat pagi hari pada tanggal 10 dzulhijjah Nabi Ibrahim menyuruh istrinya bernama Siti Hajar (ibu kandung Ismail) untuk memandikan Ismail setelah itu memakaikan pakaian yang bagus-bagus, dengan alasan mau diajak jalan-jalan. Siti Hajar melaksanakan sesuai perintah suaminya, sembari menunggu istrinya selesai, Nabi Ibrahim mengasah pisaunya\/pedangnya. <\/p>\n\n\n\n

Ismail sudah siap, diajaklah jalan jalan bapaknya (Nabi Ibrahim) menuju bukit Mina di Makkah, dengan niatan mau disembelih sesui perintah Tuhan. Di tengah perjalanan, Nabi Ibrahim dihadang iblis yang berwujud manusia, dengan mengatakan Ibrahim, anakmu itu ganteng, tega kamu sembelih, urungkan niatmu. Nabi Ibrahim tidak menjawab, malah mengambil batu kecil 7 butir, kemudian batu kecil tersebut dilemparkan ke arah iblis tersebut, sambil mengatakan, pergi kamu Iblis. Nabi Ibrahim tetap melanjutkan perjalannya, dan dihadang Iblis lagi kali kedua, Nabi Ibrahim mengambil batu kecil lagi dilempar ke iblis. Kemudian Nabi melanjutkan perjalannya, dihadang iblis lagi kali ketiga, seperti penghadangan yang pertama dan kedua, Nabi mengambil batu kecil dan dilemparkan ke arah iblis, lalu Nabi Ibrahim lanjut lagi. Inilah cerita, yang menjadi cikal bakal adanya jumroh ula, jumroh wustho dan jumroh aqobah. Tiap ibadah haji jumroh ini harus diperagakan seperti halnya apa yang telah dilakukan Nabi Ibrahim dengan maksud melawan dan melempar iblis dengan batu agar tidak mengganggu..  <\/p>\n\n\n\n

Sesampainya di puncak bukit Mina, Nabi Ibrahim menceritakan mimpinya dan mengatakan maksud dan tujuannya mengajak Ismail jalan-jalan. Selesai Nabi Ibrahim cerita, kemudian Ismail berkata pada bapaknya, untuk segera menjalankan perintah Tuhan. Pada saat menyembebelih, pisau\/pedang Nabi Ibrahim tidak bisa melukai kulit Ismail, karena Nabi Ibrahim masih gelisah dan menangis saat melihat wajah Ismail. Kemudian Ismail berkata, mungkin karena bapak melihat wajahku, hingga tidak tega menyembelih, lalu Ismail membalikkan badannya memposisisikan badannya telungkup. Lalau Nabi Ibrahim dengan kesiapan hati melakukan penyembelihan yang kedua, lagi-lagi pisau\/pedangnya tidak mampu melukai kulit leher Ismail. Dengan bingung karena tidak berhasil menyembelih Ismail, turunlah Malaikat Jibril dengan membawa kambing, digantikannya Ismail dengan kambing tersebut. Bersamaan dengan turunnya wahyu Tuhan yang menjelaskan keduanya telah lulus  dari ujian. Kemudian Nabi Ibrahim membaca takbir \u201cAllahu Akbar\u201d<\/em> 3x, disaut Ismail dengan .membaca \u201cLaa ilaaha illahhu wallahu akbar<\/em>\u201d, diakhiri Malikat Jibril dengan bacaan \u201cAllahu Akbar walillahil Hamd<\/em>\u201d, dilanjutkan dengan menyembelih kambing bawaan malaikat jibril.<\/p>\n\n\n\n

Ada cerita lucu setelah Nabi Ibrahim selesai menyembelih kambing, Nabi Ibrahim bertanya pada Ismail, siapa yang paling dermawan diantara kita? Ismail menjawab, saya. Tidak bisa kata Nabi Ibrahim, saya yang paling dermawan, karena akan mngorbankan anak yang kucintai. Ismail berkata, tidak bisa, saya yang dermawan, karena bapak punya dua anak, kalau saya dikorbankan, masih punya anak satu, lalu malaikat berkata, tidak bisa, saya yang dermawan karena saya sudah kehilangan kambing satu.\u00a0\u00a0<\/p>\n\n\n\n

Baca: Kegagalan Lakpesdam PBNU dalam Melihat Produk Tembakau Alternatif<\/a><\/p>\n\n\n\n

Keterangan dalam kitab tafsir  \u201cTanwirul Adhan<\/em>\u201d penjelasan dari surat As-Saffat ayat 102 bahwa usia Ismail saat itu 13 tahun ada juga Ulama\u2019 yang mengatakan umur 7 tahun. ada riwayat lain yang mengatakan umur Ismail saat itu 14 tahun. Pada intinya saat kejadian kisah penyembelihan, Ismail masih usia anak-anak, ia dengan senang hati dan ikhlas, menjalani perannya.  <\/p>\n\n\n\n

Dari sejarah singkat qurban yang ektrim di atas, kira-kira pendapat KPAI apakah mendukung apa yang telah di lakukan Nabi Ibrahim?, atau sebaliknya mendukung Iblis yang menghalangi Nabi Ibrahim yang akan menjalankan kewajibannya sebagai hamba?. Saya yakin KPAI akan mendukung Nabi Ibrahim, tidak mendukung langkah Iblis. 
<\/p>\n\n\n\n

Walaupun ktidak persis, tapi hampir mirip kisah qurban diatas dengan audisi oleh Djarum Foundation yang melibatkan. Program audisi bulutangkis usia anak-anak Djarum Foundation, tidak lain ikut serta program pemerintah dalam mencerdaskan bangsa melalui pencarian bakat sedini mungkin. Anak-anak yang berbakat bulutangkis tentunya yang terjaring dalam audisi, dididik dengan penuh semangat oleh Djarum Foundation Bhakti olahraga. Buktinya, anak-anak tersebut disekolahkan formal, dilatih bulu tangkis dengan disiplin dan penuh tanggungjawab, tanpa dipungut biaya apapun, bahkan semua kebutuhan anak-anak tercukupi dengan baik. Pola didiknya, seperti pola pendidikan sekolah lainnya, anak-anak dididik dan diajar agar berpretasi, setidaknya punya pengetahuan, pengalaman dan keahlian sebagai bekal masa depan. Disisi lain, ternyata anak-anak yang terjaring audisi merasa sangat gembira, senang dan bangga bisa terpilih. Mereka dapat mengembangkan bakatnya, dan mendapatkan pendidikan sekolah dengan gratis.<\/p>\n\n\n\n

Tujuan utama Djarum Foundation mencari bibit unggul pebulutangkis Indonesia, yang selama ini sebagai salah satu olahraga kebanggaan masyarakat Indonesia atas banyaknya prestasi yang di peroleh. Program Djarum Foundation Bhakti olahraga jauh dari niatan ekploitasi anak untuk promosi, yang ada ekploitasi anak untuk kejayaan olah raga bulutangkis bangsa Indonesia. <\/p>\n\n\n\n

Juga, program Djarum Foundation audisi bulutangkis adalah salah satu bentuk kesadaran dan kewajibannya membangun bangsa dengan melibatkan anak-anak. Lalu apa yang salah dari Djarum Foundation Bhakti Olahraga, jelas-jelas telah menghibahkan fasilitas, pikiran hingga dana untuk kepentingan kejayaan bangsa Indonesia, melalui olahraga. Pemerintah harus mendukung program tersebut, begitupun KPAI. KPAI jangan sampai menjadi penghalang, seperti halnya penghalang Nabi Ibrahim dalam kisah di atas.  
<\/p>\n","post_title":"Refleksi Kisah Kurban sebagai Bahan Pengingat KPAI","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"refleksi-kisah-kurban-sebagai-bahan-pengingat-kpai","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-08-12 08:30:31","post_modified_gmt":"2019-08-12 01:30:31","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5949","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5936,"post_author":"877","post_date":"2019-08-06 10:53:42","post_date_gmt":"2019-08-06 03:53:42","post_content":"\n

Masalah peredaran rokok di Indonesia, pemerintah cenderung mengambil langkah aman. Sudah saatnya pemerintah harus tegas menentukan sikap pelarangan atau membolehkan peredaran rokok di tengah-tengah masyarakat. <\/p>\n\n\n\n

Sikap pemerintah sampai saat ini menimbulkan pro dan kontra. Di satu sisi pemerintah melalui Kementrian Kesehatan membuat aturan pembatasan dan pelarangan beredarnya rokok, bahkan melarang adanya iklan rokok dan mengatur packaging<\/em> dengan bermacam gambar dan peringatan yang menggelian. Di sisi lain, pemerintah mendorong peningkatkan pendapatan Negara, mendorong peningkatan ekonomi rakyat, mendorong peningkatan produktivitas rakyat dan daya saing di pasar internasional, dan mendorong pengentasan kemiskinan.<\/p>\n\n\n\n

Sekarang, efek sikap pemerintah di atas meluas kemana-mana, mulai dari isu penyederhanaan layer atau penggabungan golongan industri rokok, isu pelarangan iklan rokok di media sosial karena pengguna media sosial banyak anak-anak, sampai pada pelarangan audisi pencari bakat bulu tangkis yang dilakukan Djarum Foundation dengan alasan ekploitasi anak. Ini semua adalah beberapa agenda untuk pengendalian rokok dan tembakau di Indonesia yang alasannya sudah dipatahkan dengan data yang lebih akurat.<\/p>\n\n\n\n

Semisal, yang pro dapat menceritakan dan meruntutkan agenda pengendalian rokok dan tembakau di Indonesia sebagai agenda politik dagang internasional. Semua program pengendalian rokok dan tembakau di Indonesia mengadopsi dari program World Health Organization (WHO) organisasi program dunia yang mendapatkan sokongan dana dari industri farmasi.\u00a0<\/p>\n\n\n\n

Baca:
Ada Campur Tangan Bloomberg dalam Surat Edaran Menkes terkait Pemblokiran Iklan Rokok <\/a><\/p>\n\n\n\n

WHO tidak semata-mata bertujuan demi meningkatkan taraf kesehatan penduduk. Di sini WHO sebagai ujung tombak industri farmasi. Terjadi peralihan di lingkup kesehatan, dimana dokter dan ilmuwan kesehatan dikuasai perusahan obat (farmasi). Tujuan utamanya tidak lain untuk merebut pasar nikotin dunia, dan menggantikan pemanfaatan nikotin alami dari tembakau dengan produk rekayasa nikotin yang telah dikantongi hak patennya. Keterlibatan WHO memuluskan tujuan industri farmasi tersebut dengan mendorong negara-negara di dunia untuk memberlakukan kebijakan sesuai kerangka kesehatan, tanpa mempertimbangkan peran sosial, ekonomi, politik dan budaya. Walaupun alasan kesehatan yang dibangun ternyata tidak 100% benar dan terkesan dipaksakan. Negara yang menjadi sasaran utama adalah Negara yang berkembang, seperti Indonesia, China, Bangladesh, India, Rusia, Mesir, Thailand, Filipina dan Brazil. <\/p>\n\n\n\n

Untuk menguasai pasar nikotin di dunia, industri farmasi mendapatkan sokongan dana dari bloomberg initiative. Karena salah satu direktur dari persekutuan perusahaan farmasi dunia bernama William R. Brody punya kedekatan dengan bloomberg initiative, selain teman karib juga posisinya sebagai penasehat. <\/h4>\n\n\n\n

Tidak mengherankan jika pendukung program pengendalian rokok dan tembakau di Indonesia mendapatkan sokongan dana dari bloomberg initiative termasuk lembaga yang bergerak untuk perlindungan anak, salah satunya Komnas Perlindungan Anak Indonesia (KPAI). Apapun bentuk lembaganya, selama mendapatkan kucuran dana bloomberg initiative, program utamanya harus sinergi dengan program bloomberg initiative dan rezim kesehatan dunia (WHO) yaitu pengendalian tembakau dan rokok, terutama rokok kretek asli Indonesia.<\/p>\n\n\n\n

Ada sekitar lebih dari 20an lembaga di Indonesia mendapatkan sokongan dana langsung maupun tidak langsung dari bloomberg initiative. Lembaga-lembaga tersebut bervarian, ada lembaga yang bergerak dalam pendidikan, bergerak pemberantasan korupsi, bergerak dalam kesehatan, bergerak perlindungan konsumen, bergerak melindungi anak, bahkan sampai pada lembaga agama. Numun pada intinya leading sector<\/em> yaitu sektor potensial yang dapat\u00a0menggerakkan agenda pengendalian tembakau dan rokok di Indonesia ada pada rezim kesehatan dalam hal ini Kementerian Kesehatan. Dengan menggunakan dalil kesehatan yang mulia, agenda bloomberg initiative dan farmasi berselancar dengan baik di Indonesia. \u00a0<\/p>\n\n\n\n

Baca:
Tinjauan Kritis Atas Larangan Iklan dan Sponshorship dengan Mencantumkan Logo, Brand Image, dan Identitas CSR Sebuah Perusahaan<\/a> <\/p>\n\n\n\n

Isu kuat saat ini yang beredar untuk agenda pengendalian tembakau dan rokok di Indonesia salah satunya, KPAI melarang audisi pencarian bakat bulu tangkis sejak dini yang dilakukan Djarum Foundation dengan alasan ekploitasi anak, Kementerian Kesehatan dan KPAI melarang adanya iklan di media sosia karena akan mengakibatkan bertambahnya perokok pemula, penggabungan golongan industri rokok atau penyederhanaan layer tarif cukai rokok yang intinya pengurangan terhadap industri rokok kretek, menaikkan cukai rokok untuk mengurangi peredaran rokok, dan korelasinya rokok dengan kemiskinan bertujuan agar ada kebijakan menghalau laju industri rokok kretek. <\/p>\n\n\n\n

Pemerintah dalam hal ini harus tegas mengambil sikap, untuk kepastian dan masa depan industri rokok kretek asli Indonesia. Dimana sejarah penemuan rokok kretek tidak lain untuk pengobatan yang dilakukan H. Djamhari sebagai obat sakit bengeknya. Karena rokok kretek adalah campuran tembakau dan cengkeh, berbeda dengan rokok non kretek yang hanya memakai tembakau saja. Selama ini, belum ada uji atau riset bahwa rokok kretek berkorelasi signifikan terhadap timbulnya penyakit yang dituduhkan. Kalau menjadi salah satu bagian kecil penyebab penyakit, tentunya ya dan bukan faktor penyebab utama. Itu seperti halnya barang-barang lain yang dikonsumsi manusia secara berlebihan dan hidup tidak seimbang. Termasuk makan nasi, mengkonsumsi gula dan mengkonsumsi lainnya secara berlebihan, tanpa diimbangi olah raga dan istirahat yang cukup. <\/p>\n\n\n\n

Selain itu, posisi industri kretek sangat stategis bagi bangsa Indonesia. Industri kretek membuktikan tetap bertahan setidaknya lebih dari 130 tahun. Disaat industri lain tumbang di zaman kolonial, industri kretek tetap eksis memberikan penghidupan masyarakat Indonesia. Bahkan tergolong industri yang peka zaman, dengan memberikan kontribusi yang sangat besar. Menghidupi setidaknya 6.1 juta jiwa petani cengkeh yang tersebar di 30 provinsi, petani tembakau yang tersebar di 15 provinsi. Menghidupi ribuan karyawan yang bekerja di industri kretek. Mempunyai multiplier<\/em> <\/em>effect<\/em> ke sektor perokonomian lainnya yang berada di sekitar industri kretek. <\/p>\n\n\n\n

Keberadaan industri kretek berkontribusi adanya hak jaminan sosial dan corporate social responsibility<\/em> (CSR), seperti halnya jaminan kesehatan, bhakti pendidikan, bhakti budaya, bhakti olahraga, bhakti lingkungan dan lain sebagainya. Berkontribusi pendapatan Negara melalui setoran cukai, berkontribusi bagi kesehatan publik dari alokasi dana bagi hasil cukai hasil tembakau (DBH-CHT) untuk sarana kesehatan dan pembayaran defisit Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS).  <\/p>\n\n\n\n

Selain itu, adanya industri kretek sebagai cermin kemandirian dan kedaulatan bangsa, karena sebagai pemenuhan kebutuhan pokok rakyat dalam hal ini pendapatan masyarakat sebagai agenda pemberantasan kemiskinan. <\/p>\n\n\n\n

Dengan pertimbangan di atas, diharapkan pemerintah dalam hal ini Presiden memberikan ketegasan, apakah industri rokok nasional tetap berproduksi atau dilarang berproduksi. Kalau tetap berproduksi, pemerintah secara totalitas harus melindunginya mulai kebijakan sampai pada strategi pemasarannya. Andaikan dilarang beroperasi, pemerintah paling tidak harus berani mempersiapkan lapangan pekerjaan lain bagi petani dan buruh tani cengkeh dan tembakau, buruh industri dan mungkin menata perekonomian akibat multiplier<\/em> <\/em>effect<\/em> keberadaan industri kretek. Dan yang terpenting keberadaan industri kretek, sebagai industri nasional sebagai perwujudan agenda prioritas  tujuan Nawa Cita, sehingga jangan sampai digiring dan diatur kepentingan asing melalui rezim kesehatan sebagai leading sector, <\/em>yang belum tentu benar dan terkesan dipaksakan.  
<\/p>\n","post_title":"Ketika Pemerintah Plin-Plan Membuat Regulasi Terkait Dunia Pertembakauan","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"ketika-pemerintah-plin-plan-membuat-regulasi-terkait-dunia-pertembakauan","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-08-06 10:53:48","post_modified_gmt":"2019-08-06 03:53:48","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5936","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":16},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"epic_block_3"};

\n

Rokok kretek terus berkembang dan inovatif seperti penjelasan di atas, ada filter, non filter, mesin, tangan, mild dan klobot. Kretek klobot tidak bercukai, karena keberadaannya hampir punah, sedikit sekali pabrikan membuat jenis klobot. Klobot satu-satunya rokok yang memakai bungkus daun jagung yang telah dikeringkan, kemudian di ikat pakai benang. Sehingga untuk kretek klobot ada pengecualian, tidak masuk dalam kategori jenis kretek di atas. <\/p>\n\n\n\n

Semua jenis kretek saat ini diproduksi oleh industri. Secara sederhana industri terbagi tiga macam, industri besar, menengah dan kecil. Paling kecil kategori industri kretek, telah mempunyai gudang untuk operasi pembuatan rokok kretek dengan luas minimal 200m2<\/sup>. Jadi, sekarang ini tidak ada lagi industri rokok kretek skala rumahan (home industri) seperti dulu lagi. <\/p>\n\n\n\n

Dari penjelasan di atas, sekarang sudah paham varian jenis rokok kretek asli produk Indonesia. Apapun bentuknya, jika rokok menggunakan campuran tembakau dan cengkeh itulah dinamakan rokok kretek, termasuk jenis mild. Dewasa ini jenis mild sangat disukai dipasaran. Hingga semua industri berlomba-lomba bikin mild. Munculnya mild tidak lain karena tuntutan dari aturan pemerintah yang membatasi nikotin dan tar. Sehingga konten tembakau mild lebih banyak memakai tembakau jenis Virginia. <\/p>\n\n\n\n

Jangan salahkan industri\/pabrikan jika makin lama kuota impor tembakau naik. Karena dibentuk oleh aturan pemerintah dan peningkatan permintaan pasar mild. Kalau begitu yang salah siapa? tentunya pemerintah yang membuat aturan low nikotin dan tar. Sulit sekali tembakau lokal untuk memenuhi batasan low nikotin dan tar sesuai aturan pemerintah. Pada akhirnya mau tidak mau industri\/pabrikan membutuhkan tembakau jenis Virginia yang sulit tumbuh dengan baik di bumi nusantara ini. Lalu apa yang dilakukan industri\/pabrikan rokok, ya impor lah. Tapi industri\/pabrikan masih sangat membutuhkan tembakau lokal. Selain sebagai bahan campuran rokok kretek mild, tembakau lokal dibuat memproduksi rokok bukan mild. <\/p>\n\n\n\n

Untuk rokok kretek mild, semuanya diproduksi memakai mesin, sedangkan selain mild ada yang pakai mesin ada yang pakai tangan. Dengan isu simplikasi layer CHT SPM dan SKM, ada dua kemungkinan. Pertama; bisa jadi SPM diturunkan levelnya disesuaikan dengan SKM. Kedua; atau SKM dinaikkan levelnya sesuai SPM. Keduanya sangat merugikan industri kretek asli produk Indonesia berupa SKM. Kalau yang pertama, keuntungan SPM (industri asing) harganya disamakan SKM, sehingga persaingan penjualan dipasaran relatif mudah, sehingga SKM sangat dirugikan. Jika demikian, pemerintah tidak melindungi industri nasional (lokal), dengan meliarkan persaingannya dipasaran sangat ketat. <\/p>\n\n\n\n

Kemungkinan yang kedua, juga demikian, sangat merugikan SKM, karena levelnya naik mengikuti SPM. Jika demikian, sangat memberatkan SKM, apalagi pangsa rokok kretek ditahun-tahun terakhir ini merosot tajam penjualannya. Kemerosotan penjualan rokok kretek juga pengaruh dari kebijakan pemerintah dan oknum (anti rokok) yang selalu merecoki industri kretek, seperti pungutan cukai naik,  pelarangan iklan, membuat isu yang dibuat-buat tanpa dasar dan lain sebagainya. Apakah keadaan industri kretek nasional saat ini, pemerintah masih memejamkan mata dan akan memberlakukan simplikasi layer CHT?. Jika demikian, sama saja pemerintah membunuh industri\/pabrikan kretek nasional dengan pelan-pelan. <\/p>\n\n\n\n

Jangan salahkan industri\/pabrikan rokok kretek jika pelan-pelan merumahkan karyawannya karena merugi bahkan tidak beroperasi. Jika pembelian bahan baku rokok kretek (tembakau dan cengkeh) menurun dan ribuan juta petani merugi, dan masih banyak lagi efek dampaknya ke segala lini yang menggantungkan hidupnya berhubungan dengan sektor pertembakauan. Pemerintah harus bertanggungjawab atas dampak tersebut, jangan asal cuci tangan jika dampak negatif terjadi. Karena pemerintahlah yang bikin aturan. <\/p>\n\n\n\n

Untuk itu, kedepan pemerintah harus hati-hati dan jeli dalam memutuskan dan memberlakukan kebijakan untuk kepentingan sektor pertembakauan. Karena, yang sudah-sudah, kebijakan pemerintah pada sektor pertembakauan tidak mengakomodir kepentingan industri nasional, cenderung mengakomodir kepentingan industri asing. Baik pemerintah, industri kretek, petani tembakau dan cengkeh serta masyarakat Indonesia harus berdaulat, saling menjaga dan saling melindungi untuk kepentingan bersama, menjadi bangsa yang besar dan kuat tanpa disetir Negara lain (asing). Inilah makna kemerdekaan yang sesungguhnya di era melenial.
<\/p>\n","post_title":"Kebijakan Simplifikasi Layer Cukai Adalah Rencana Pembunuhan terhadap Kretek","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"kebijakan-simplifikasi-layer-cukai-adalah-rencana-pembunuhan-terhadap-kretek","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-08-21 09:57:34","post_modified_gmt":"2019-08-21 02:57:34","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5979","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5956,"post_author":"877","post_date":"2019-08-14 11:00:51","post_date_gmt":"2019-08-14 04:00:51","post_content":"\n

Komisioner Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) Sitty Hikmawatty sesat pikir saat mengatakan bahwa program audisi beasiswa bulutangkis sebagai ajang ekploitasi anak. KPAI mempermasalahkan tulisan Djarum di kaos olahraga, karena sebagai ajang promosi brand rokok. Disini KPAI gagal faham membedakan antara Djarum Foundation dan Djarum industri rokok. <\/p>\n\n\n\n


Djarum Foundation sebagai wujud bhakti terhadap Bangsa dan Negara, sehingga prakteknya Djarum Foundation mengeluarkan uang, bukan mencari keuntungan. Ketika dikatakan sebagai ajang promosi produk rokok, sudah ditampik dan sudah dijelaskan secara detail pengurus Djarum Foundation, bahwa program yang dijalankan jauh dari niatan promosi produk rokok. Kalaupun ada tulisan Djarum di kaos olahraga, memang sejarahnya dari dulu sebagai nama clubnya. <\/p>\n\n\n\n


Sitty Hikmawatty sebagai komisioner KPAI, harusnya cerdas menyikapi hal tersebut. Harusnya ada apresiasi pada Djarum yang sadar akan kewajibannya, andil dalam pengembangan bakat bagi anak-anak. Dan apa yang telah dilakukan Djarum Foundation tidaklah mudah, membutuhkan tenaga dan matriil begitu besar. Sekarang pertanyaannya, siapa dan industri pribumi mana yang berani melakukan seperti itu?, bahkan KPAI pun tidak akan berani membuat program pencarian bakat secara intensif dan masif. <\/p>\n\n\n\n


KPAI harusnya faham makna perlindungan bagi anak, jangan hanya dimaknai secara sempit, semisal anak juga butuh perlindungan dari kebodohan dan kebutuhan lain yang sifatnya sangat mendesak. Nyatanya masih banyak anak \u2013anak yang tidak sekolah karena tidak mampu, masih banyak anak-anak yang hidup terlantar di Jalan, masih banyak anak-anak sebagai obyek makanan ringan yang bahannya membahayakan bagi tubuh. Dimana dan apa yang sudah dilakukan KPAI untuk melindungi anak tersebut?. Masih banyak masalah anak yang sangat penting dan krusial harus dikerjakan KPAI, dari pada mengurusi tulisan club Djarum dalam program audisi Djarum Foundation.<\/p>\n\n\n\n


Belum lagi, katanya KPAI akan mengambil langkah mengundang Kepala Daerah, dimana kotanya dibuat ajang audisi tersebut. Kalau nanti benar terjadi, menandakan kinerja KPAI tidak efektif. Masalah anak yang paling penting tidak terurus, dan selalu bergejolak di masyarakat kelas bawah. Sekali lagi seperti tidak sekolah karena orang tuanya tidak mampu atau orang tuanya meninggal dunia, walaupun sekolah katanya gratis, akan tetapi dampak lain timbul seperti halnya masalah ekonomi, akhirnya anak-anak mendingan cari uang untuk hidup sehari-hari dari pada sekolah. Anak-anak suka beli jajan (makanan ringat) di toko maupun dipinggir jalan yang mengandung bahan membahayakan bagi pertumbuhan anak. Di perempatan jalan atau lampu merah banyak anak-anak yang hidupnya menggelandang tanpa tujuan. Ini riil dan nyata di hadapan mata kita tiap hari. <\/p>\n\n\n\n


Tapi anehnya KPAI saat ini malah lebih intens mengurusi hal yang tidak penting degan melarang audisi pencarian bakat bulutangkis oleh Djarum Foundation. KPAI cenderung gagal faham dalam memahami, menafsiri, dan mensikapi hal tersebut. Anehnya lagi, apa yang dilakukan KPAI sampai ngotot. <\/p>\n\n\n\n


Kalau mau melarang program audisi Djarum Foundation, tunjukkan dulu KPAI punya program pencarian bakat seperti Djarum Foundation lakukan. Jangan seenaknya KPAI, melarang-larang tanpa solusi konkret dengan dalil perlindungan. Lucunya, KPAI dengan dalil perlindungan anak mengatakan, audisi pencarian bakat bulutangkis yes, ajang promosi no. Kalau dipahami, KPAI ingin audisi Djarum Foundation tetap jalan, tapi tulisan Djarum dihilangkan. Ini sama saja, tidak boleh menulis atau memaparkan nama club. Sedangkan pencantuman nama club sangat penting sebagai identitas dan jati diri. <\/p>\n\n\n\n


Kegiatan perlindungan untuk anak adalah pekerjaan yang sangat mulia kalau benar-benar dilakukan. KPAI, sebagai lembaga dengan memapang langsung tulisan perlindungan anak akan lebih mulia jika programnya konkret. Seperti lembaga sekolah negeri atau swasta, tanpa memakai kata-kata perlindungan, sekolah tersebut mendidik anak melindungi anak dari kebodohan untuk kesiapan masa depan. Audisi pencarian bakat bulutangkis Djarum Foundation pun demikian, kegiatannya konkret menyiapkan atlet olahraga bulutangkis. Dan apa yang telah dilakukan Djarum Foundation dengan audisinya sangat beda dari bentuk promosi. Berbeda dengan pelibatan anak-anak untuk promosi produk, murni tujuannya agar produknya laku. Apalagi produk yang ditawarkan untuk kebutuhan anak. Contohnya banyak sekali beredar iklan-iklan yang terpampang di pinggir jalan, di media sosial, bahkan di stasiun televisi, hal ini kayaknya lolos dari bahasan KPAI.<\/p>\n\n\n\n


Belum lagi, tanpa disadari lembaga KPAI juga menumpang hidup dari anak-anak. Kemana-mana membawa nama anak-anak untuk kegiatannya, bahkan sampai untuk menggalang donasi. Namun kegiatan yang betul-betul sangat dibutuhkan anak-anak belum atau bahkan tidak tersasar dan tidak menjadi prioritas. Sehingga, program KPAI untuk perlindungan anak dipastikan tidak efektif. Buktinya, KPAI membuat masalah yang sederhana dibuat rumit, seperti mempermasalahkan tulisan Djarum sebagai club dalam ajang audisi pencarian bakat Djarum Foundation Bhakti Olahraga. Jelas-jelas untuk kepentingan masa depan anak, dengan meningkakan minat dan bakat anak dalam olahraga atas dasar suka dan tidak ada paksaan.
Kata kunci pendidikan bagi anak adalah bermain, senang atau suka, sesuai keinginan, dan untuk bekal hidup selanjutnya. Jika KPAI mempermasalahkan tulisan club Djarum, yang dianggap sebagai ajang promosi dan ekploitasi anak, alasan tersebut tidak benar dan tanpa dasar. Seperti halnya penjelasan di atas, audisi pencarian bakat bulutangkis Djarum Foundation, jauh dari promosi dan ekploitasi. Tujuan utama audisi tidak lain memberikan bekal dan pendidikan bagi anak sesui keinginannya, anak belajar dengan senang, gembira, dan bermain. <\/p>\n\n\n\n


Jika kemudian KPAI dan lembaga lain yang mengatasnamakan peduli anak, melarang kegiatan audisi pencarian bakat olah raga bulutangkis yang dilakukan Djarum Foundation, sama dengan menghalangi anak Indonesia mengembangkan minat dan bakatnya sesuai keinginan, menghalangi anak Indonesia belajar sambil bermain dan gembira, menghalangi anak Indonesia untuk mendapatkan bekal hidup selanjutnya, menghalangi anak Indonesia untuk mewujudkan cita-cita. Apa yang dilakukan KPAI dan lembaga lain tersebut, sangat bertentangan dengan cita-cita Bangsa, dan cita-cita pendidikan bagi anak di Indonesia. <\/p>\n","post_title":"Sesat pikir KPAI Melarang Audisi Pencarian Bakat Bulutangkis Anak-Anak","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"sesat-pikir-kpai-melarang-audisi-pencarian-bakat-bulutangkis-anak-anak","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-08-14 11:00:58","post_modified_gmt":"2019-08-14 04:00:58","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5956","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5949,"post_author":"877","post_date":"2019-08-12 08:28:29","post_date_gmt":"2019-08-12 01:28:29","post_content":"\n

Kurban tidak semata-mata hanya menyembelih hewan, dibaliknya ada kisah indah yang bisa sebagai bahan renungan dan pengingat bagi semua. Pada kisah qurban, terdapat peran anak usia dini yang akhirnya dikenang umat Islam sedunia sepanjang masa dan juga dapat mengangkat harkat martabat keluarganya dihadapan Tuhan. Selama anak suka bahkan bahagia menjalankan perannya untuk kepentingan dirinya sendiri kedepan dan mengangkat harkat martabat keluarganya dengan bimbingan yang baik, maka hal tersebut sah-sah saja tidak ada larangan.\u00a0<\/p>\n\n\n\n

Kemarin, pada tanggal 11 Agustus 2019 hari Minggu, tepatnya pada tanggal 10 dzulhijjah 1440 M., dipagi hari umat Islam terlihat berbondong-bondong ada yang ke masjid ada yang kelapangan, tidak lain menjalankan ibadah sholat Idul Adha, atau biasa disebut hari raya qurban. Selain melakukan sholad, umat Islam merayakannya dengan menyembelih hewan qurban, seperti unta tradisi di Timur Tengah, sedangkam di Indonesia menyembelih sapi atau kerbau. Khusus di Kudus kota Kretek rerata menyembelih kerbau, sapi bagi sebagian besar masyarakat Kudus tidak mau menyembelih. Cerita yang beredar di masyarakat turun menurun, pelarangan menyembelih sapi sejak zaman kewalian yaitu Sunan Kudus sebagai penghormatan terhadap agama lain yang beranggapan hewan sapi sebagai hewan yang suci.<\/p>\n\n\n\n

Kembali ke Idul Adha, diceritakan oleh para Ulama\u2019 ada kisah tentang Nabi Ibrahim yang akan mengorbankan putranya yang masih kecil namanya Ismail (besarnya menjadi Nabi). Ceritanya Nabi Ibrahim saat tidur bermimpi, ia diperintah Tuhan untuk menyembelih putranya bernama Ismail. Saat bangun, ia merenung, berfikir sambil bertanya dihati, benarkah ini perintah Tuhan?. Kali pertama mimpinya ini, ia masih ragu antara benar perintah Tuhan atau tidak. Mimpi yang direnungkan dan difikir terjadi pada malam tanggal 08 dzulhijjah,disebut hari tarwiyah<\/em>.\u00a0<\/p>\n\n\n\n

Baca: Tinjauan Kritis Atas Larangan Iklan dan Sponshorship dengan Mencantumkan Logo, Brand Image, dan Identitas CSR Sebuah Perusahaan<\/a><\/p>\n\n\n\n

Pada malam tanggal 09 dzulhijjah Nabi Ibrahim mimpi lagi dengan perintah yang sama. Mimpi kali kedua, Nabi Ibrahim merasa yakin kalau benar-benar perintah Tuhan. Pada mimpi kedua disebut hari arafah<\/em>. Pada tanggal 10 dzulhijjah, hari Nabi Ibrahim melaksanakan perintah Tuhan untuk menyembelih Ismail (putranya), yang kemudian disebut  hari nakhr <\/em>(biasa disebut nahar bagi orang Indonesia). <\/p>\n\n\n\n

Cerita KH. Sya\u2019roni, saat pagi hari pada tanggal 10 dzulhijjah Nabi Ibrahim menyuruh istrinya bernama Siti Hajar (ibu kandung Ismail) untuk memandikan Ismail setelah itu memakaikan pakaian yang bagus-bagus, dengan alasan mau diajak jalan-jalan. Siti Hajar melaksanakan sesuai perintah suaminya, sembari menunggu istrinya selesai, Nabi Ibrahim mengasah pisaunya\/pedangnya. <\/p>\n\n\n\n

Ismail sudah siap, diajaklah jalan jalan bapaknya (Nabi Ibrahim) menuju bukit Mina di Makkah, dengan niatan mau disembelih sesui perintah Tuhan. Di tengah perjalanan, Nabi Ibrahim dihadang iblis yang berwujud manusia, dengan mengatakan Ibrahim, anakmu itu ganteng, tega kamu sembelih, urungkan niatmu. Nabi Ibrahim tidak menjawab, malah mengambil batu kecil 7 butir, kemudian batu kecil tersebut dilemparkan ke arah iblis tersebut, sambil mengatakan, pergi kamu Iblis. Nabi Ibrahim tetap melanjutkan perjalannya, dan dihadang Iblis lagi kali kedua, Nabi Ibrahim mengambil batu kecil lagi dilempar ke iblis. Kemudian Nabi melanjutkan perjalannya, dihadang iblis lagi kali ketiga, seperti penghadangan yang pertama dan kedua, Nabi mengambil batu kecil dan dilemparkan ke arah iblis, lalu Nabi Ibrahim lanjut lagi. Inilah cerita, yang menjadi cikal bakal adanya jumroh ula, jumroh wustho dan jumroh aqobah. Tiap ibadah haji jumroh ini harus diperagakan seperti halnya apa yang telah dilakukan Nabi Ibrahim dengan maksud melawan dan melempar iblis dengan batu agar tidak mengganggu..  <\/p>\n\n\n\n

Sesampainya di puncak bukit Mina, Nabi Ibrahim menceritakan mimpinya dan mengatakan maksud dan tujuannya mengajak Ismail jalan-jalan. Selesai Nabi Ibrahim cerita, kemudian Ismail berkata pada bapaknya, untuk segera menjalankan perintah Tuhan. Pada saat menyembebelih, pisau\/pedang Nabi Ibrahim tidak bisa melukai kulit Ismail, karena Nabi Ibrahim masih gelisah dan menangis saat melihat wajah Ismail. Kemudian Ismail berkata, mungkin karena bapak melihat wajahku, hingga tidak tega menyembelih, lalu Ismail membalikkan badannya memposisisikan badannya telungkup. Lalau Nabi Ibrahim dengan kesiapan hati melakukan penyembelihan yang kedua, lagi-lagi pisau\/pedangnya tidak mampu melukai kulit leher Ismail. Dengan bingung karena tidak berhasil menyembelih Ismail, turunlah Malaikat Jibril dengan membawa kambing, digantikannya Ismail dengan kambing tersebut. Bersamaan dengan turunnya wahyu Tuhan yang menjelaskan keduanya telah lulus  dari ujian. Kemudian Nabi Ibrahim membaca takbir \u201cAllahu Akbar\u201d<\/em> 3x, disaut Ismail dengan .membaca \u201cLaa ilaaha illahhu wallahu akbar<\/em>\u201d, diakhiri Malikat Jibril dengan bacaan \u201cAllahu Akbar walillahil Hamd<\/em>\u201d, dilanjutkan dengan menyembelih kambing bawaan malaikat jibril.<\/p>\n\n\n\n

Ada cerita lucu setelah Nabi Ibrahim selesai menyembelih kambing, Nabi Ibrahim bertanya pada Ismail, siapa yang paling dermawan diantara kita? Ismail menjawab, saya. Tidak bisa kata Nabi Ibrahim, saya yang paling dermawan, karena akan mngorbankan anak yang kucintai. Ismail berkata, tidak bisa, saya yang dermawan, karena bapak punya dua anak, kalau saya dikorbankan, masih punya anak satu, lalu malaikat berkata, tidak bisa, saya yang dermawan karena saya sudah kehilangan kambing satu.\u00a0\u00a0<\/p>\n\n\n\n

Baca: Kegagalan Lakpesdam PBNU dalam Melihat Produk Tembakau Alternatif<\/a><\/p>\n\n\n\n

Keterangan dalam kitab tafsir  \u201cTanwirul Adhan<\/em>\u201d penjelasan dari surat As-Saffat ayat 102 bahwa usia Ismail saat itu 13 tahun ada juga Ulama\u2019 yang mengatakan umur 7 tahun. ada riwayat lain yang mengatakan umur Ismail saat itu 14 tahun. Pada intinya saat kejadian kisah penyembelihan, Ismail masih usia anak-anak, ia dengan senang hati dan ikhlas, menjalani perannya.  <\/p>\n\n\n\n

Dari sejarah singkat qurban yang ektrim di atas, kira-kira pendapat KPAI apakah mendukung apa yang telah di lakukan Nabi Ibrahim?, atau sebaliknya mendukung Iblis yang menghalangi Nabi Ibrahim yang akan menjalankan kewajibannya sebagai hamba?. Saya yakin KPAI akan mendukung Nabi Ibrahim, tidak mendukung langkah Iblis. 
<\/p>\n\n\n\n

Walaupun ktidak persis, tapi hampir mirip kisah qurban diatas dengan audisi oleh Djarum Foundation yang melibatkan. Program audisi bulutangkis usia anak-anak Djarum Foundation, tidak lain ikut serta program pemerintah dalam mencerdaskan bangsa melalui pencarian bakat sedini mungkin. Anak-anak yang berbakat bulutangkis tentunya yang terjaring dalam audisi, dididik dengan penuh semangat oleh Djarum Foundation Bhakti olahraga. Buktinya, anak-anak tersebut disekolahkan formal, dilatih bulu tangkis dengan disiplin dan penuh tanggungjawab, tanpa dipungut biaya apapun, bahkan semua kebutuhan anak-anak tercukupi dengan baik. Pola didiknya, seperti pola pendidikan sekolah lainnya, anak-anak dididik dan diajar agar berpretasi, setidaknya punya pengetahuan, pengalaman dan keahlian sebagai bekal masa depan. Disisi lain, ternyata anak-anak yang terjaring audisi merasa sangat gembira, senang dan bangga bisa terpilih. Mereka dapat mengembangkan bakatnya, dan mendapatkan pendidikan sekolah dengan gratis.<\/p>\n\n\n\n

Tujuan utama Djarum Foundation mencari bibit unggul pebulutangkis Indonesia, yang selama ini sebagai salah satu olahraga kebanggaan masyarakat Indonesia atas banyaknya prestasi yang di peroleh. Program Djarum Foundation Bhakti olahraga jauh dari niatan ekploitasi anak untuk promosi, yang ada ekploitasi anak untuk kejayaan olah raga bulutangkis bangsa Indonesia. <\/p>\n\n\n\n

Juga, program Djarum Foundation audisi bulutangkis adalah salah satu bentuk kesadaran dan kewajibannya membangun bangsa dengan melibatkan anak-anak. Lalu apa yang salah dari Djarum Foundation Bhakti Olahraga, jelas-jelas telah menghibahkan fasilitas, pikiran hingga dana untuk kepentingan kejayaan bangsa Indonesia, melalui olahraga. Pemerintah harus mendukung program tersebut, begitupun KPAI. KPAI jangan sampai menjadi penghalang, seperti halnya penghalang Nabi Ibrahim dalam kisah di atas.  
<\/p>\n","post_title":"Refleksi Kisah Kurban sebagai Bahan Pengingat KPAI","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"refleksi-kisah-kurban-sebagai-bahan-pengingat-kpai","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-08-12 08:30:31","post_modified_gmt":"2019-08-12 01:30:31","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5949","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5936,"post_author":"877","post_date":"2019-08-06 10:53:42","post_date_gmt":"2019-08-06 03:53:42","post_content":"\n

Masalah peredaran rokok di Indonesia, pemerintah cenderung mengambil langkah aman. Sudah saatnya pemerintah harus tegas menentukan sikap pelarangan atau membolehkan peredaran rokok di tengah-tengah masyarakat. <\/p>\n\n\n\n

Sikap pemerintah sampai saat ini menimbulkan pro dan kontra. Di satu sisi pemerintah melalui Kementrian Kesehatan membuat aturan pembatasan dan pelarangan beredarnya rokok, bahkan melarang adanya iklan rokok dan mengatur packaging<\/em> dengan bermacam gambar dan peringatan yang menggelian. Di sisi lain, pemerintah mendorong peningkatkan pendapatan Negara, mendorong peningkatan ekonomi rakyat, mendorong peningkatan produktivitas rakyat dan daya saing di pasar internasional, dan mendorong pengentasan kemiskinan.<\/p>\n\n\n\n

Sekarang, efek sikap pemerintah di atas meluas kemana-mana, mulai dari isu penyederhanaan layer atau penggabungan golongan industri rokok, isu pelarangan iklan rokok di media sosial karena pengguna media sosial banyak anak-anak, sampai pada pelarangan audisi pencari bakat bulu tangkis yang dilakukan Djarum Foundation dengan alasan ekploitasi anak. Ini semua adalah beberapa agenda untuk pengendalian rokok dan tembakau di Indonesia yang alasannya sudah dipatahkan dengan data yang lebih akurat.<\/p>\n\n\n\n

Semisal, yang pro dapat menceritakan dan meruntutkan agenda pengendalian rokok dan tembakau di Indonesia sebagai agenda politik dagang internasional. Semua program pengendalian rokok dan tembakau di Indonesia mengadopsi dari program World Health Organization (WHO) organisasi program dunia yang mendapatkan sokongan dana dari industri farmasi.\u00a0<\/p>\n\n\n\n

Baca:
Ada Campur Tangan Bloomberg dalam Surat Edaran Menkes terkait Pemblokiran Iklan Rokok <\/a><\/p>\n\n\n\n

WHO tidak semata-mata bertujuan demi meningkatkan taraf kesehatan penduduk. Di sini WHO sebagai ujung tombak industri farmasi. Terjadi peralihan di lingkup kesehatan, dimana dokter dan ilmuwan kesehatan dikuasai perusahan obat (farmasi). Tujuan utamanya tidak lain untuk merebut pasar nikotin dunia, dan menggantikan pemanfaatan nikotin alami dari tembakau dengan produk rekayasa nikotin yang telah dikantongi hak patennya. Keterlibatan WHO memuluskan tujuan industri farmasi tersebut dengan mendorong negara-negara di dunia untuk memberlakukan kebijakan sesuai kerangka kesehatan, tanpa mempertimbangkan peran sosial, ekonomi, politik dan budaya. Walaupun alasan kesehatan yang dibangun ternyata tidak 100% benar dan terkesan dipaksakan. Negara yang menjadi sasaran utama adalah Negara yang berkembang, seperti Indonesia, China, Bangladesh, India, Rusia, Mesir, Thailand, Filipina dan Brazil. <\/p>\n\n\n\n

Untuk menguasai pasar nikotin di dunia, industri farmasi mendapatkan sokongan dana dari bloomberg initiative. Karena salah satu direktur dari persekutuan perusahaan farmasi dunia bernama William R. Brody punya kedekatan dengan bloomberg initiative, selain teman karib juga posisinya sebagai penasehat. <\/h4>\n\n\n\n

Tidak mengherankan jika pendukung program pengendalian rokok dan tembakau di Indonesia mendapatkan sokongan dana dari bloomberg initiative termasuk lembaga yang bergerak untuk perlindungan anak, salah satunya Komnas Perlindungan Anak Indonesia (KPAI). Apapun bentuk lembaganya, selama mendapatkan kucuran dana bloomberg initiative, program utamanya harus sinergi dengan program bloomberg initiative dan rezim kesehatan dunia (WHO) yaitu pengendalian tembakau dan rokok, terutama rokok kretek asli Indonesia.<\/p>\n\n\n\n

Ada sekitar lebih dari 20an lembaga di Indonesia mendapatkan sokongan dana langsung maupun tidak langsung dari bloomberg initiative. Lembaga-lembaga tersebut bervarian, ada lembaga yang bergerak dalam pendidikan, bergerak pemberantasan korupsi, bergerak dalam kesehatan, bergerak perlindungan konsumen, bergerak melindungi anak, bahkan sampai pada lembaga agama. Numun pada intinya leading sector<\/em> yaitu sektor potensial yang dapat\u00a0menggerakkan agenda pengendalian tembakau dan rokok di Indonesia ada pada rezim kesehatan dalam hal ini Kementerian Kesehatan. Dengan menggunakan dalil kesehatan yang mulia, agenda bloomberg initiative dan farmasi berselancar dengan baik di Indonesia. \u00a0<\/p>\n\n\n\n

Baca:
Tinjauan Kritis Atas Larangan Iklan dan Sponshorship dengan Mencantumkan Logo, Brand Image, dan Identitas CSR Sebuah Perusahaan<\/a> <\/p>\n\n\n\n

Isu kuat saat ini yang beredar untuk agenda pengendalian tembakau dan rokok di Indonesia salah satunya, KPAI melarang audisi pencarian bakat bulu tangkis sejak dini yang dilakukan Djarum Foundation dengan alasan ekploitasi anak, Kementerian Kesehatan dan KPAI melarang adanya iklan di media sosia karena akan mengakibatkan bertambahnya perokok pemula, penggabungan golongan industri rokok atau penyederhanaan layer tarif cukai rokok yang intinya pengurangan terhadap industri rokok kretek, menaikkan cukai rokok untuk mengurangi peredaran rokok, dan korelasinya rokok dengan kemiskinan bertujuan agar ada kebijakan menghalau laju industri rokok kretek. <\/p>\n\n\n\n

Pemerintah dalam hal ini harus tegas mengambil sikap, untuk kepastian dan masa depan industri rokok kretek asli Indonesia. Dimana sejarah penemuan rokok kretek tidak lain untuk pengobatan yang dilakukan H. Djamhari sebagai obat sakit bengeknya. Karena rokok kretek adalah campuran tembakau dan cengkeh, berbeda dengan rokok non kretek yang hanya memakai tembakau saja. Selama ini, belum ada uji atau riset bahwa rokok kretek berkorelasi signifikan terhadap timbulnya penyakit yang dituduhkan. Kalau menjadi salah satu bagian kecil penyebab penyakit, tentunya ya dan bukan faktor penyebab utama. Itu seperti halnya barang-barang lain yang dikonsumsi manusia secara berlebihan dan hidup tidak seimbang. Termasuk makan nasi, mengkonsumsi gula dan mengkonsumsi lainnya secara berlebihan, tanpa diimbangi olah raga dan istirahat yang cukup. <\/p>\n\n\n\n

Selain itu, posisi industri kretek sangat stategis bagi bangsa Indonesia. Industri kretek membuktikan tetap bertahan setidaknya lebih dari 130 tahun. Disaat industri lain tumbang di zaman kolonial, industri kretek tetap eksis memberikan penghidupan masyarakat Indonesia. Bahkan tergolong industri yang peka zaman, dengan memberikan kontribusi yang sangat besar. Menghidupi setidaknya 6.1 juta jiwa petani cengkeh yang tersebar di 30 provinsi, petani tembakau yang tersebar di 15 provinsi. Menghidupi ribuan karyawan yang bekerja di industri kretek. Mempunyai multiplier<\/em> <\/em>effect<\/em> ke sektor perokonomian lainnya yang berada di sekitar industri kretek. <\/p>\n\n\n\n

Keberadaan industri kretek berkontribusi adanya hak jaminan sosial dan corporate social responsibility<\/em> (CSR), seperti halnya jaminan kesehatan, bhakti pendidikan, bhakti budaya, bhakti olahraga, bhakti lingkungan dan lain sebagainya. Berkontribusi pendapatan Negara melalui setoran cukai, berkontribusi bagi kesehatan publik dari alokasi dana bagi hasil cukai hasil tembakau (DBH-CHT) untuk sarana kesehatan dan pembayaran defisit Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS).  <\/p>\n\n\n\n

Selain itu, adanya industri kretek sebagai cermin kemandirian dan kedaulatan bangsa, karena sebagai pemenuhan kebutuhan pokok rakyat dalam hal ini pendapatan masyarakat sebagai agenda pemberantasan kemiskinan. <\/p>\n\n\n\n

Dengan pertimbangan di atas, diharapkan pemerintah dalam hal ini Presiden memberikan ketegasan, apakah industri rokok nasional tetap berproduksi atau dilarang berproduksi. Kalau tetap berproduksi, pemerintah secara totalitas harus melindunginya mulai kebijakan sampai pada strategi pemasarannya. Andaikan dilarang beroperasi, pemerintah paling tidak harus berani mempersiapkan lapangan pekerjaan lain bagi petani dan buruh tani cengkeh dan tembakau, buruh industri dan mungkin menata perekonomian akibat multiplier<\/em> <\/em>effect<\/em> keberadaan industri kretek. Dan yang terpenting keberadaan industri kretek, sebagai industri nasional sebagai perwujudan agenda prioritas  tujuan Nawa Cita, sehingga jangan sampai digiring dan diatur kepentingan asing melalui rezim kesehatan sebagai leading sector, <\/em>yang belum tentu benar dan terkesan dipaksakan.  
<\/p>\n","post_title":"Ketika Pemerintah Plin-Plan Membuat Regulasi Terkait Dunia Pertembakauan","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"ketika-pemerintah-plin-plan-membuat-regulasi-terkait-dunia-pertembakauan","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-08-06 10:53:48","post_modified_gmt":"2019-08-06 03:53:48","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5936","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":16},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"epic_block_3"};

\n

Nah, kira-kira uraian maknanya perkata sudah jelas. Sekarang uraian tersebut dihubungkan semua dengan rencana pemerintah kedepan untuk pungutan pajak rokok. Rencana pemerintah yang dimaksud simplikasi layer CHT, ingin menyederhanakan atau menggabungkan antara SPM dan SKM, dilebur manjadi satu golongan. Aslinya dibedakan, karena memang berbeda. SPM lebih tinggi pungutan pajaknya dari [ada SKM. SPM bukan asli produk Indonesia dan cenderung impor, dan yang punya bukan pribumi. Bahan bakunyapun tidak menggunakan tembakau Indonesia. Sangat jauh berbeda dengan SKM, industri yang padat karya dan menggunakan bahan baku lokal. Dan yang paling istimewa perbedaannya, tak lain adalah kemunculan SKM diciptakan oleh pribumi dengan mencampur tembakau dan cengkeh dalam satu batang rokok. Kemudian rokok cmpuran tersebut dinamai kretek. <\/p>\n\n\n\n

Rokok kretek terus berkembang dan inovatif seperti penjelasan di atas, ada filter, non filter, mesin, tangan, mild dan klobot. Kretek klobot tidak bercukai, karena keberadaannya hampir punah, sedikit sekali pabrikan membuat jenis klobot. Klobot satu-satunya rokok yang memakai bungkus daun jagung yang telah dikeringkan, kemudian di ikat pakai benang. Sehingga untuk kretek klobot ada pengecualian, tidak masuk dalam kategori jenis kretek di atas. <\/p>\n\n\n\n

Semua jenis kretek saat ini diproduksi oleh industri. Secara sederhana industri terbagi tiga macam, industri besar, menengah dan kecil. Paling kecil kategori industri kretek, telah mempunyai gudang untuk operasi pembuatan rokok kretek dengan luas minimal 200m2<\/sup>. Jadi, sekarang ini tidak ada lagi industri rokok kretek skala rumahan (home industri) seperti dulu lagi. <\/p>\n\n\n\n

Dari penjelasan di atas, sekarang sudah paham varian jenis rokok kretek asli produk Indonesia. Apapun bentuknya, jika rokok menggunakan campuran tembakau dan cengkeh itulah dinamakan rokok kretek, termasuk jenis mild. Dewasa ini jenis mild sangat disukai dipasaran. Hingga semua industri berlomba-lomba bikin mild. Munculnya mild tidak lain karena tuntutan dari aturan pemerintah yang membatasi nikotin dan tar. Sehingga konten tembakau mild lebih banyak memakai tembakau jenis Virginia. <\/p>\n\n\n\n

Jangan salahkan industri\/pabrikan jika makin lama kuota impor tembakau naik. Karena dibentuk oleh aturan pemerintah dan peningkatan permintaan pasar mild. Kalau begitu yang salah siapa? tentunya pemerintah yang membuat aturan low nikotin dan tar. Sulit sekali tembakau lokal untuk memenuhi batasan low nikotin dan tar sesuai aturan pemerintah. Pada akhirnya mau tidak mau industri\/pabrikan membutuhkan tembakau jenis Virginia yang sulit tumbuh dengan baik di bumi nusantara ini. Lalu apa yang dilakukan industri\/pabrikan rokok, ya impor lah. Tapi industri\/pabrikan masih sangat membutuhkan tembakau lokal. Selain sebagai bahan campuran rokok kretek mild, tembakau lokal dibuat memproduksi rokok bukan mild. <\/p>\n\n\n\n

Untuk rokok kretek mild, semuanya diproduksi memakai mesin, sedangkan selain mild ada yang pakai mesin ada yang pakai tangan. Dengan isu simplikasi layer CHT SPM dan SKM, ada dua kemungkinan. Pertama; bisa jadi SPM diturunkan levelnya disesuaikan dengan SKM. Kedua; atau SKM dinaikkan levelnya sesuai SPM. Keduanya sangat merugikan industri kretek asli produk Indonesia berupa SKM. Kalau yang pertama, keuntungan SPM (industri asing) harganya disamakan SKM, sehingga persaingan penjualan dipasaran relatif mudah, sehingga SKM sangat dirugikan. Jika demikian, pemerintah tidak melindungi industri nasional (lokal), dengan meliarkan persaingannya dipasaran sangat ketat. <\/p>\n\n\n\n

Kemungkinan yang kedua, juga demikian, sangat merugikan SKM, karena levelnya naik mengikuti SPM. Jika demikian, sangat memberatkan SKM, apalagi pangsa rokok kretek ditahun-tahun terakhir ini merosot tajam penjualannya. Kemerosotan penjualan rokok kretek juga pengaruh dari kebijakan pemerintah dan oknum (anti rokok) yang selalu merecoki industri kretek, seperti pungutan cukai naik,  pelarangan iklan, membuat isu yang dibuat-buat tanpa dasar dan lain sebagainya. Apakah keadaan industri kretek nasional saat ini, pemerintah masih memejamkan mata dan akan memberlakukan simplikasi layer CHT?. Jika demikian, sama saja pemerintah membunuh industri\/pabrikan kretek nasional dengan pelan-pelan. <\/p>\n\n\n\n

Jangan salahkan industri\/pabrikan rokok kretek jika pelan-pelan merumahkan karyawannya karena merugi bahkan tidak beroperasi. Jika pembelian bahan baku rokok kretek (tembakau dan cengkeh) menurun dan ribuan juta petani merugi, dan masih banyak lagi efek dampaknya ke segala lini yang menggantungkan hidupnya berhubungan dengan sektor pertembakauan. Pemerintah harus bertanggungjawab atas dampak tersebut, jangan asal cuci tangan jika dampak negatif terjadi. Karena pemerintahlah yang bikin aturan. <\/p>\n\n\n\n

Untuk itu, kedepan pemerintah harus hati-hati dan jeli dalam memutuskan dan memberlakukan kebijakan untuk kepentingan sektor pertembakauan. Karena, yang sudah-sudah, kebijakan pemerintah pada sektor pertembakauan tidak mengakomodir kepentingan industri nasional, cenderung mengakomodir kepentingan industri asing. Baik pemerintah, industri kretek, petani tembakau dan cengkeh serta masyarakat Indonesia harus berdaulat, saling menjaga dan saling melindungi untuk kepentingan bersama, menjadi bangsa yang besar dan kuat tanpa disetir Negara lain (asing). Inilah makna kemerdekaan yang sesungguhnya di era melenial.
<\/p>\n","post_title":"Kebijakan Simplifikasi Layer Cukai Adalah Rencana Pembunuhan terhadap Kretek","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"kebijakan-simplifikasi-layer-cukai-adalah-rencana-pembunuhan-terhadap-kretek","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-08-21 09:57:34","post_modified_gmt":"2019-08-21 02:57:34","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5979","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5956,"post_author":"877","post_date":"2019-08-14 11:00:51","post_date_gmt":"2019-08-14 04:00:51","post_content":"\n

Komisioner Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) Sitty Hikmawatty sesat pikir saat mengatakan bahwa program audisi beasiswa bulutangkis sebagai ajang ekploitasi anak. KPAI mempermasalahkan tulisan Djarum di kaos olahraga, karena sebagai ajang promosi brand rokok. Disini KPAI gagal faham membedakan antara Djarum Foundation dan Djarum industri rokok. <\/p>\n\n\n\n


Djarum Foundation sebagai wujud bhakti terhadap Bangsa dan Negara, sehingga prakteknya Djarum Foundation mengeluarkan uang, bukan mencari keuntungan. Ketika dikatakan sebagai ajang promosi produk rokok, sudah ditampik dan sudah dijelaskan secara detail pengurus Djarum Foundation, bahwa program yang dijalankan jauh dari niatan promosi produk rokok. Kalaupun ada tulisan Djarum di kaos olahraga, memang sejarahnya dari dulu sebagai nama clubnya. <\/p>\n\n\n\n


Sitty Hikmawatty sebagai komisioner KPAI, harusnya cerdas menyikapi hal tersebut. Harusnya ada apresiasi pada Djarum yang sadar akan kewajibannya, andil dalam pengembangan bakat bagi anak-anak. Dan apa yang telah dilakukan Djarum Foundation tidaklah mudah, membutuhkan tenaga dan matriil begitu besar. Sekarang pertanyaannya, siapa dan industri pribumi mana yang berani melakukan seperti itu?, bahkan KPAI pun tidak akan berani membuat program pencarian bakat secara intensif dan masif. <\/p>\n\n\n\n


KPAI harusnya faham makna perlindungan bagi anak, jangan hanya dimaknai secara sempit, semisal anak juga butuh perlindungan dari kebodohan dan kebutuhan lain yang sifatnya sangat mendesak. Nyatanya masih banyak anak \u2013anak yang tidak sekolah karena tidak mampu, masih banyak anak-anak yang hidup terlantar di Jalan, masih banyak anak-anak sebagai obyek makanan ringan yang bahannya membahayakan bagi tubuh. Dimana dan apa yang sudah dilakukan KPAI untuk melindungi anak tersebut?. Masih banyak masalah anak yang sangat penting dan krusial harus dikerjakan KPAI, dari pada mengurusi tulisan club Djarum dalam program audisi Djarum Foundation.<\/p>\n\n\n\n


Belum lagi, katanya KPAI akan mengambil langkah mengundang Kepala Daerah, dimana kotanya dibuat ajang audisi tersebut. Kalau nanti benar terjadi, menandakan kinerja KPAI tidak efektif. Masalah anak yang paling penting tidak terurus, dan selalu bergejolak di masyarakat kelas bawah. Sekali lagi seperti tidak sekolah karena orang tuanya tidak mampu atau orang tuanya meninggal dunia, walaupun sekolah katanya gratis, akan tetapi dampak lain timbul seperti halnya masalah ekonomi, akhirnya anak-anak mendingan cari uang untuk hidup sehari-hari dari pada sekolah. Anak-anak suka beli jajan (makanan ringat) di toko maupun dipinggir jalan yang mengandung bahan membahayakan bagi pertumbuhan anak. Di perempatan jalan atau lampu merah banyak anak-anak yang hidupnya menggelandang tanpa tujuan. Ini riil dan nyata di hadapan mata kita tiap hari. <\/p>\n\n\n\n


Tapi anehnya KPAI saat ini malah lebih intens mengurusi hal yang tidak penting degan melarang audisi pencarian bakat bulutangkis oleh Djarum Foundation. KPAI cenderung gagal faham dalam memahami, menafsiri, dan mensikapi hal tersebut. Anehnya lagi, apa yang dilakukan KPAI sampai ngotot. <\/p>\n\n\n\n


Kalau mau melarang program audisi Djarum Foundation, tunjukkan dulu KPAI punya program pencarian bakat seperti Djarum Foundation lakukan. Jangan seenaknya KPAI, melarang-larang tanpa solusi konkret dengan dalil perlindungan. Lucunya, KPAI dengan dalil perlindungan anak mengatakan, audisi pencarian bakat bulutangkis yes, ajang promosi no. Kalau dipahami, KPAI ingin audisi Djarum Foundation tetap jalan, tapi tulisan Djarum dihilangkan. Ini sama saja, tidak boleh menulis atau memaparkan nama club. Sedangkan pencantuman nama club sangat penting sebagai identitas dan jati diri. <\/p>\n\n\n\n


Kegiatan perlindungan untuk anak adalah pekerjaan yang sangat mulia kalau benar-benar dilakukan. KPAI, sebagai lembaga dengan memapang langsung tulisan perlindungan anak akan lebih mulia jika programnya konkret. Seperti lembaga sekolah negeri atau swasta, tanpa memakai kata-kata perlindungan, sekolah tersebut mendidik anak melindungi anak dari kebodohan untuk kesiapan masa depan. Audisi pencarian bakat bulutangkis Djarum Foundation pun demikian, kegiatannya konkret menyiapkan atlet olahraga bulutangkis. Dan apa yang telah dilakukan Djarum Foundation dengan audisinya sangat beda dari bentuk promosi. Berbeda dengan pelibatan anak-anak untuk promosi produk, murni tujuannya agar produknya laku. Apalagi produk yang ditawarkan untuk kebutuhan anak. Contohnya banyak sekali beredar iklan-iklan yang terpampang di pinggir jalan, di media sosial, bahkan di stasiun televisi, hal ini kayaknya lolos dari bahasan KPAI.<\/p>\n\n\n\n


Belum lagi, tanpa disadari lembaga KPAI juga menumpang hidup dari anak-anak. Kemana-mana membawa nama anak-anak untuk kegiatannya, bahkan sampai untuk menggalang donasi. Namun kegiatan yang betul-betul sangat dibutuhkan anak-anak belum atau bahkan tidak tersasar dan tidak menjadi prioritas. Sehingga, program KPAI untuk perlindungan anak dipastikan tidak efektif. Buktinya, KPAI membuat masalah yang sederhana dibuat rumit, seperti mempermasalahkan tulisan Djarum sebagai club dalam ajang audisi pencarian bakat Djarum Foundation Bhakti Olahraga. Jelas-jelas untuk kepentingan masa depan anak, dengan meningkakan minat dan bakat anak dalam olahraga atas dasar suka dan tidak ada paksaan.
Kata kunci pendidikan bagi anak adalah bermain, senang atau suka, sesuai keinginan, dan untuk bekal hidup selanjutnya. Jika KPAI mempermasalahkan tulisan club Djarum, yang dianggap sebagai ajang promosi dan ekploitasi anak, alasan tersebut tidak benar dan tanpa dasar. Seperti halnya penjelasan di atas, audisi pencarian bakat bulutangkis Djarum Foundation, jauh dari promosi dan ekploitasi. Tujuan utama audisi tidak lain memberikan bekal dan pendidikan bagi anak sesui keinginannya, anak belajar dengan senang, gembira, dan bermain. <\/p>\n\n\n\n


Jika kemudian KPAI dan lembaga lain yang mengatasnamakan peduli anak, melarang kegiatan audisi pencarian bakat olah raga bulutangkis yang dilakukan Djarum Foundation, sama dengan menghalangi anak Indonesia mengembangkan minat dan bakatnya sesuai keinginan, menghalangi anak Indonesia belajar sambil bermain dan gembira, menghalangi anak Indonesia untuk mendapatkan bekal hidup selanjutnya, menghalangi anak Indonesia untuk mewujudkan cita-cita. Apa yang dilakukan KPAI dan lembaga lain tersebut, sangat bertentangan dengan cita-cita Bangsa, dan cita-cita pendidikan bagi anak di Indonesia. <\/p>\n","post_title":"Sesat pikir KPAI Melarang Audisi Pencarian Bakat Bulutangkis Anak-Anak","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"sesat-pikir-kpai-melarang-audisi-pencarian-bakat-bulutangkis-anak-anak","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-08-14 11:00:58","post_modified_gmt":"2019-08-14 04:00:58","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5956","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5949,"post_author":"877","post_date":"2019-08-12 08:28:29","post_date_gmt":"2019-08-12 01:28:29","post_content":"\n

Kurban tidak semata-mata hanya menyembelih hewan, dibaliknya ada kisah indah yang bisa sebagai bahan renungan dan pengingat bagi semua. Pada kisah qurban, terdapat peran anak usia dini yang akhirnya dikenang umat Islam sedunia sepanjang masa dan juga dapat mengangkat harkat martabat keluarganya dihadapan Tuhan. Selama anak suka bahkan bahagia menjalankan perannya untuk kepentingan dirinya sendiri kedepan dan mengangkat harkat martabat keluarganya dengan bimbingan yang baik, maka hal tersebut sah-sah saja tidak ada larangan.\u00a0<\/p>\n\n\n\n

Kemarin, pada tanggal 11 Agustus 2019 hari Minggu, tepatnya pada tanggal 10 dzulhijjah 1440 M., dipagi hari umat Islam terlihat berbondong-bondong ada yang ke masjid ada yang kelapangan, tidak lain menjalankan ibadah sholat Idul Adha, atau biasa disebut hari raya qurban. Selain melakukan sholad, umat Islam merayakannya dengan menyembelih hewan qurban, seperti unta tradisi di Timur Tengah, sedangkam di Indonesia menyembelih sapi atau kerbau. Khusus di Kudus kota Kretek rerata menyembelih kerbau, sapi bagi sebagian besar masyarakat Kudus tidak mau menyembelih. Cerita yang beredar di masyarakat turun menurun, pelarangan menyembelih sapi sejak zaman kewalian yaitu Sunan Kudus sebagai penghormatan terhadap agama lain yang beranggapan hewan sapi sebagai hewan yang suci.<\/p>\n\n\n\n

Kembali ke Idul Adha, diceritakan oleh para Ulama\u2019 ada kisah tentang Nabi Ibrahim yang akan mengorbankan putranya yang masih kecil namanya Ismail (besarnya menjadi Nabi). Ceritanya Nabi Ibrahim saat tidur bermimpi, ia diperintah Tuhan untuk menyembelih putranya bernama Ismail. Saat bangun, ia merenung, berfikir sambil bertanya dihati, benarkah ini perintah Tuhan?. Kali pertama mimpinya ini, ia masih ragu antara benar perintah Tuhan atau tidak. Mimpi yang direnungkan dan difikir terjadi pada malam tanggal 08 dzulhijjah,disebut hari tarwiyah<\/em>.\u00a0<\/p>\n\n\n\n

Baca: Tinjauan Kritis Atas Larangan Iklan dan Sponshorship dengan Mencantumkan Logo, Brand Image, dan Identitas CSR Sebuah Perusahaan<\/a><\/p>\n\n\n\n

Pada malam tanggal 09 dzulhijjah Nabi Ibrahim mimpi lagi dengan perintah yang sama. Mimpi kali kedua, Nabi Ibrahim merasa yakin kalau benar-benar perintah Tuhan. Pada mimpi kedua disebut hari arafah<\/em>. Pada tanggal 10 dzulhijjah, hari Nabi Ibrahim melaksanakan perintah Tuhan untuk menyembelih Ismail (putranya), yang kemudian disebut  hari nakhr <\/em>(biasa disebut nahar bagi orang Indonesia). <\/p>\n\n\n\n

Cerita KH. Sya\u2019roni, saat pagi hari pada tanggal 10 dzulhijjah Nabi Ibrahim menyuruh istrinya bernama Siti Hajar (ibu kandung Ismail) untuk memandikan Ismail setelah itu memakaikan pakaian yang bagus-bagus, dengan alasan mau diajak jalan-jalan. Siti Hajar melaksanakan sesuai perintah suaminya, sembari menunggu istrinya selesai, Nabi Ibrahim mengasah pisaunya\/pedangnya. <\/p>\n\n\n\n

Ismail sudah siap, diajaklah jalan jalan bapaknya (Nabi Ibrahim) menuju bukit Mina di Makkah, dengan niatan mau disembelih sesui perintah Tuhan. Di tengah perjalanan, Nabi Ibrahim dihadang iblis yang berwujud manusia, dengan mengatakan Ibrahim, anakmu itu ganteng, tega kamu sembelih, urungkan niatmu. Nabi Ibrahim tidak menjawab, malah mengambil batu kecil 7 butir, kemudian batu kecil tersebut dilemparkan ke arah iblis tersebut, sambil mengatakan, pergi kamu Iblis. Nabi Ibrahim tetap melanjutkan perjalannya, dan dihadang Iblis lagi kali kedua, Nabi Ibrahim mengambil batu kecil lagi dilempar ke iblis. Kemudian Nabi melanjutkan perjalannya, dihadang iblis lagi kali ketiga, seperti penghadangan yang pertama dan kedua, Nabi mengambil batu kecil dan dilemparkan ke arah iblis, lalu Nabi Ibrahim lanjut lagi. Inilah cerita, yang menjadi cikal bakal adanya jumroh ula, jumroh wustho dan jumroh aqobah. Tiap ibadah haji jumroh ini harus diperagakan seperti halnya apa yang telah dilakukan Nabi Ibrahim dengan maksud melawan dan melempar iblis dengan batu agar tidak mengganggu..  <\/p>\n\n\n\n

Sesampainya di puncak bukit Mina, Nabi Ibrahim menceritakan mimpinya dan mengatakan maksud dan tujuannya mengajak Ismail jalan-jalan. Selesai Nabi Ibrahim cerita, kemudian Ismail berkata pada bapaknya, untuk segera menjalankan perintah Tuhan. Pada saat menyembebelih, pisau\/pedang Nabi Ibrahim tidak bisa melukai kulit Ismail, karena Nabi Ibrahim masih gelisah dan menangis saat melihat wajah Ismail. Kemudian Ismail berkata, mungkin karena bapak melihat wajahku, hingga tidak tega menyembelih, lalu Ismail membalikkan badannya memposisisikan badannya telungkup. Lalau Nabi Ibrahim dengan kesiapan hati melakukan penyembelihan yang kedua, lagi-lagi pisau\/pedangnya tidak mampu melukai kulit leher Ismail. Dengan bingung karena tidak berhasil menyembelih Ismail, turunlah Malaikat Jibril dengan membawa kambing, digantikannya Ismail dengan kambing tersebut. Bersamaan dengan turunnya wahyu Tuhan yang menjelaskan keduanya telah lulus  dari ujian. Kemudian Nabi Ibrahim membaca takbir \u201cAllahu Akbar\u201d<\/em> 3x, disaut Ismail dengan .membaca \u201cLaa ilaaha illahhu wallahu akbar<\/em>\u201d, diakhiri Malikat Jibril dengan bacaan \u201cAllahu Akbar walillahil Hamd<\/em>\u201d, dilanjutkan dengan menyembelih kambing bawaan malaikat jibril.<\/p>\n\n\n\n

Ada cerita lucu setelah Nabi Ibrahim selesai menyembelih kambing, Nabi Ibrahim bertanya pada Ismail, siapa yang paling dermawan diantara kita? Ismail menjawab, saya. Tidak bisa kata Nabi Ibrahim, saya yang paling dermawan, karena akan mngorbankan anak yang kucintai. Ismail berkata, tidak bisa, saya yang dermawan, karena bapak punya dua anak, kalau saya dikorbankan, masih punya anak satu, lalu malaikat berkata, tidak bisa, saya yang dermawan karena saya sudah kehilangan kambing satu.\u00a0\u00a0<\/p>\n\n\n\n

Baca: Kegagalan Lakpesdam PBNU dalam Melihat Produk Tembakau Alternatif<\/a><\/p>\n\n\n\n

Keterangan dalam kitab tafsir  \u201cTanwirul Adhan<\/em>\u201d penjelasan dari surat As-Saffat ayat 102 bahwa usia Ismail saat itu 13 tahun ada juga Ulama\u2019 yang mengatakan umur 7 tahun. ada riwayat lain yang mengatakan umur Ismail saat itu 14 tahun. Pada intinya saat kejadian kisah penyembelihan, Ismail masih usia anak-anak, ia dengan senang hati dan ikhlas, menjalani perannya.  <\/p>\n\n\n\n

Dari sejarah singkat qurban yang ektrim di atas, kira-kira pendapat KPAI apakah mendukung apa yang telah di lakukan Nabi Ibrahim?, atau sebaliknya mendukung Iblis yang menghalangi Nabi Ibrahim yang akan menjalankan kewajibannya sebagai hamba?. Saya yakin KPAI akan mendukung Nabi Ibrahim, tidak mendukung langkah Iblis. 
<\/p>\n\n\n\n

Walaupun ktidak persis, tapi hampir mirip kisah qurban diatas dengan audisi oleh Djarum Foundation yang melibatkan. Program audisi bulutangkis usia anak-anak Djarum Foundation, tidak lain ikut serta program pemerintah dalam mencerdaskan bangsa melalui pencarian bakat sedini mungkin. Anak-anak yang berbakat bulutangkis tentunya yang terjaring dalam audisi, dididik dengan penuh semangat oleh Djarum Foundation Bhakti olahraga. Buktinya, anak-anak tersebut disekolahkan formal, dilatih bulu tangkis dengan disiplin dan penuh tanggungjawab, tanpa dipungut biaya apapun, bahkan semua kebutuhan anak-anak tercukupi dengan baik. Pola didiknya, seperti pola pendidikan sekolah lainnya, anak-anak dididik dan diajar agar berpretasi, setidaknya punya pengetahuan, pengalaman dan keahlian sebagai bekal masa depan. Disisi lain, ternyata anak-anak yang terjaring audisi merasa sangat gembira, senang dan bangga bisa terpilih. Mereka dapat mengembangkan bakatnya, dan mendapatkan pendidikan sekolah dengan gratis.<\/p>\n\n\n\n

Tujuan utama Djarum Foundation mencari bibit unggul pebulutangkis Indonesia, yang selama ini sebagai salah satu olahraga kebanggaan masyarakat Indonesia atas banyaknya prestasi yang di peroleh. Program Djarum Foundation Bhakti olahraga jauh dari niatan ekploitasi anak untuk promosi, yang ada ekploitasi anak untuk kejayaan olah raga bulutangkis bangsa Indonesia. <\/p>\n\n\n\n

Juga, program Djarum Foundation audisi bulutangkis adalah salah satu bentuk kesadaran dan kewajibannya membangun bangsa dengan melibatkan anak-anak. Lalu apa yang salah dari Djarum Foundation Bhakti Olahraga, jelas-jelas telah menghibahkan fasilitas, pikiran hingga dana untuk kepentingan kejayaan bangsa Indonesia, melalui olahraga. Pemerintah harus mendukung program tersebut, begitupun KPAI. KPAI jangan sampai menjadi penghalang, seperti halnya penghalang Nabi Ibrahim dalam kisah di atas.  
<\/p>\n","post_title":"Refleksi Kisah Kurban sebagai Bahan Pengingat KPAI","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"refleksi-kisah-kurban-sebagai-bahan-pengingat-kpai","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-08-12 08:30:31","post_modified_gmt":"2019-08-12 01:30:31","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5949","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5936,"post_author":"877","post_date":"2019-08-06 10:53:42","post_date_gmt":"2019-08-06 03:53:42","post_content":"\n

Masalah peredaran rokok di Indonesia, pemerintah cenderung mengambil langkah aman. Sudah saatnya pemerintah harus tegas menentukan sikap pelarangan atau membolehkan peredaran rokok di tengah-tengah masyarakat. <\/p>\n\n\n\n

Sikap pemerintah sampai saat ini menimbulkan pro dan kontra. Di satu sisi pemerintah melalui Kementrian Kesehatan membuat aturan pembatasan dan pelarangan beredarnya rokok, bahkan melarang adanya iklan rokok dan mengatur packaging<\/em> dengan bermacam gambar dan peringatan yang menggelian. Di sisi lain, pemerintah mendorong peningkatkan pendapatan Negara, mendorong peningkatan ekonomi rakyat, mendorong peningkatan produktivitas rakyat dan daya saing di pasar internasional, dan mendorong pengentasan kemiskinan.<\/p>\n\n\n\n

Sekarang, efek sikap pemerintah di atas meluas kemana-mana, mulai dari isu penyederhanaan layer atau penggabungan golongan industri rokok, isu pelarangan iklan rokok di media sosial karena pengguna media sosial banyak anak-anak, sampai pada pelarangan audisi pencari bakat bulu tangkis yang dilakukan Djarum Foundation dengan alasan ekploitasi anak. Ini semua adalah beberapa agenda untuk pengendalian rokok dan tembakau di Indonesia yang alasannya sudah dipatahkan dengan data yang lebih akurat.<\/p>\n\n\n\n

Semisal, yang pro dapat menceritakan dan meruntutkan agenda pengendalian rokok dan tembakau di Indonesia sebagai agenda politik dagang internasional. Semua program pengendalian rokok dan tembakau di Indonesia mengadopsi dari program World Health Organization (WHO) organisasi program dunia yang mendapatkan sokongan dana dari industri farmasi.\u00a0<\/p>\n\n\n\n

Baca:
Ada Campur Tangan Bloomberg dalam Surat Edaran Menkes terkait Pemblokiran Iklan Rokok <\/a><\/p>\n\n\n\n

WHO tidak semata-mata bertujuan demi meningkatkan taraf kesehatan penduduk. Di sini WHO sebagai ujung tombak industri farmasi. Terjadi peralihan di lingkup kesehatan, dimana dokter dan ilmuwan kesehatan dikuasai perusahan obat (farmasi). Tujuan utamanya tidak lain untuk merebut pasar nikotin dunia, dan menggantikan pemanfaatan nikotin alami dari tembakau dengan produk rekayasa nikotin yang telah dikantongi hak patennya. Keterlibatan WHO memuluskan tujuan industri farmasi tersebut dengan mendorong negara-negara di dunia untuk memberlakukan kebijakan sesuai kerangka kesehatan, tanpa mempertimbangkan peran sosial, ekonomi, politik dan budaya. Walaupun alasan kesehatan yang dibangun ternyata tidak 100% benar dan terkesan dipaksakan. Negara yang menjadi sasaran utama adalah Negara yang berkembang, seperti Indonesia, China, Bangladesh, India, Rusia, Mesir, Thailand, Filipina dan Brazil. <\/p>\n\n\n\n

Untuk menguasai pasar nikotin di dunia, industri farmasi mendapatkan sokongan dana dari bloomberg initiative. Karena salah satu direktur dari persekutuan perusahaan farmasi dunia bernama William R. Brody punya kedekatan dengan bloomberg initiative, selain teman karib juga posisinya sebagai penasehat. <\/h4>\n\n\n\n

Tidak mengherankan jika pendukung program pengendalian rokok dan tembakau di Indonesia mendapatkan sokongan dana dari bloomberg initiative termasuk lembaga yang bergerak untuk perlindungan anak, salah satunya Komnas Perlindungan Anak Indonesia (KPAI). Apapun bentuk lembaganya, selama mendapatkan kucuran dana bloomberg initiative, program utamanya harus sinergi dengan program bloomberg initiative dan rezim kesehatan dunia (WHO) yaitu pengendalian tembakau dan rokok, terutama rokok kretek asli Indonesia.<\/p>\n\n\n\n

Ada sekitar lebih dari 20an lembaga di Indonesia mendapatkan sokongan dana langsung maupun tidak langsung dari bloomberg initiative. Lembaga-lembaga tersebut bervarian, ada lembaga yang bergerak dalam pendidikan, bergerak pemberantasan korupsi, bergerak dalam kesehatan, bergerak perlindungan konsumen, bergerak melindungi anak, bahkan sampai pada lembaga agama. Numun pada intinya leading sector<\/em> yaitu sektor potensial yang dapat\u00a0menggerakkan agenda pengendalian tembakau dan rokok di Indonesia ada pada rezim kesehatan dalam hal ini Kementerian Kesehatan. Dengan menggunakan dalil kesehatan yang mulia, agenda bloomberg initiative dan farmasi berselancar dengan baik di Indonesia. \u00a0<\/p>\n\n\n\n

Baca:
Tinjauan Kritis Atas Larangan Iklan dan Sponshorship dengan Mencantumkan Logo, Brand Image, dan Identitas CSR Sebuah Perusahaan<\/a> <\/p>\n\n\n\n

Isu kuat saat ini yang beredar untuk agenda pengendalian tembakau dan rokok di Indonesia salah satunya, KPAI melarang audisi pencarian bakat bulu tangkis sejak dini yang dilakukan Djarum Foundation dengan alasan ekploitasi anak, Kementerian Kesehatan dan KPAI melarang adanya iklan di media sosia karena akan mengakibatkan bertambahnya perokok pemula, penggabungan golongan industri rokok atau penyederhanaan layer tarif cukai rokok yang intinya pengurangan terhadap industri rokok kretek, menaikkan cukai rokok untuk mengurangi peredaran rokok, dan korelasinya rokok dengan kemiskinan bertujuan agar ada kebijakan menghalau laju industri rokok kretek. <\/p>\n\n\n\n

Pemerintah dalam hal ini harus tegas mengambil sikap, untuk kepastian dan masa depan industri rokok kretek asli Indonesia. Dimana sejarah penemuan rokok kretek tidak lain untuk pengobatan yang dilakukan H. Djamhari sebagai obat sakit bengeknya. Karena rokok kretek adalah campuran tembakau dan cengkeh, berbeda dengan rokok non kretek yang hanya memakai tembakau saja. Selama ini, belum ada uji atau riset bahwa rokok kretek berkorelasi signifikan terhadap timbulnya penyakit yang dituduhkan. Kalau menjadi salah satu bagian kecil penyebab penyakit, tentunya ya dan bukan faktor penyebab utama. Itu seperti halnya barang-barang lain yang dikonsumsi manusia secara berlebihan dan hidup tidak seimbang. Termasuk makan nasi, mengkonsumsi gula dan mengkonsumsi lainnya secara berlebihan, tanpa diimbangi olah raga dan istirahat yang cukup. <\/p>\n\n\n\n

Selain itu, posisi industri kretek sangat stategis bagi bangsa Indonesia. Industri kretek membuktikan tetap bertahan setidaknya lebih dari 130 tahun. Disaat industri lain tumbang di zaman kolonial, industri kretek tetap eksis memberikan penghidupan masyarakat Indonesia. Bahkan tergolong industri yang peka zaman, dengan memberikan kontribusi yang sangat besar. Menghidupi setidaknya 6.1 juta jiwa petani cengkeh yang tersebar di 30 provinsi, petani tembakau yang tersebar di 15 provinsi. Menghidupi ribuan karyawan yang bekerja di industri kretek. Mempunyai multiplier<\/em> <\/em>effect<\/em> ke sektor perokonomian lainnya yang berada di sekitar industri kretek. <\/p>\n\n\n\n

Keberadaan industri kretek berkontribusi adanya hak jaminan sosial dan corporate social responsibility<\/em> (CSR), seperti halnya jaminan kesehatan, bhakti pendidikan, bhakti budaya, bhakti olahraga, bhakti lingkungan dan lain sebagainya. Berkontribusi pendapatan Negara melalui setoran cukai, berkontribusi bagi kesehatan publik dari alokasi dana bagi hasil cukai hasil tembakau (DBH-CHT) untuk sarana kesehatan dan pembayaran defisit Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS).  <\/p>\n\n\n\n

Selain itu, adanya industri kretek sebagai cermin kemandirian dan kedaulatan bangsa, karena sebagai pemenuhan kebutuhan pokok rakyat dalam hal ini pendapatan masyarakat sebagai agenda pemberantasan kemiskinan. <\/p>\n\n\n\n

Dengan pertimbangan di atas, diharapkan pemerintah dalam hal ini Presiden memberikan ketegasan, apakah industri rokok nasional tetap berproduksi atau dilarang berproduksi. Kalau tetap berproduksi, pemerintah secara totalitas harus melindunginya mulai kebijakan sampai pada strategi pemasarannya. Andaikan dilarang beroperasi, pemerintah paling tidak harus berani mempersiapkan lapangan pekerjaan lain bagi petani dan buruh tani cengkeh dan tembakau, buruh industri dan mungkin menata perekonomian akibat multiplier<\/em> <\/em>effect<\/em> keberadaan industri kretek. Dan yang terpenting keberadaan industri kretek, sebagai industri nasional sebagai perwujudan agenda prioritas  tujuan Nawa Cita, sehingga jangan sampai digiring dan diatur kepentingan asing melalui rezim kesehatan sebagai leading sector, <\/em>yang belum tentu benar dan terkesan dipaksakan.  
<\/p>\n","post_title":"Ketika Pemerintah Plin-Plan Membuat Regulasi Terkait Dunia Pertembakauan","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"ketika-pemerintah-plin-plan-membuat-regulasi-terkait-dunia-pertembakauan","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-08-06 10:53:48","post_modified_gmt":"2019-08-06 03:53:48","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5936","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":16},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"epic_block_3"};

\n

Layer bisa disebut dengan ungkapan lapisan, golongan, kelas, dan mungkin bisa dikatakan tingkatan. Varian rokok banyak sekali; ada rokok putih atau disebut sigaret putih mesin (SPM), ada sigaret kretek mesin (SKM), Ada sigaret kretek tangan (SKT). Ada rokok filter (ada busa) dan non filter (tidak ada busa). Ada juga rokok bercengkeh disebut kretek dan non cengkeh (tembakau saja) disebut putihan. Ada lagi rokok kretek dinamakan mild. Dari varian tersebut dibagi menjadi beberapa layer atau golongan, untuk penyesuaian pembayaran pajak cukai. Untuk mempermudah pemahaman, layer dibahasakan sebagai golongan industri rokok besar, menengah dan kecil. Sedangkan, cukai adalah pungutan pemerintah sebagai pajak. <\/p>\n\n\n\n

Nah, kira-kira uraian maknanya perkata sudah jelas. Sekarang uraian tersebut dihubungkan semua dengan rencana pemerintah kedepan untuk pungutan pajak rokok. Rencana pemerintah yang dimaksud simplikasi layer CHT, ingin menyederhanakan atau menggabungkan antara SPM dan SKM, dilebur manjadi satu golongan. Aslinya dibedakan, karena memang berbeda. SPM lebih tinggi pungutan pajaknya dari [ada SKM. SPM bukan asli produk Indonesia dan cenderung impor, dan yang punya bukan pribumi. Bahan bakunyapun tidak menggunakan tembakau Indonesia. Sangat jauh berbeda dengan SKM, industri yang padat karya dan menggunakan bahan baku lokal. Dan yang paling istimewa perbedaannya, tak lain adalah kemunculan SKM diciptakan oleh pribumi dengan mencampur tembakau dan cengkeh dalam satu batang rokok. Kemudian rokok cmpuran tersebut dinamai kretek. <\/p>\n\n\n\n

Rokok kretek terus berkembang dan inovatif seperti penjelasan di atas, ada filter, non filter, mesin, tangan, mild dan klobot. Kretek klobot tidak bercukai, karena keberadaannya hampir punah, sedikit sekali pabrikan membuat jenis klobot. Klobot satu-satunya rokok yang memakai bungkus daun jagung yang telah dikeringkan, kemudian di ikat pakai benang. Sehingga untuk kretek klobot ada pengecualian, tidak masuk dalam kategori jenis kretek di atas. <\/p>\n\n\n\n

Semua jenis kretek saat ini diproduksi oleh industri. Secara sederhana industri terbagi tiga macam, industri besar, menengah dan kecil. Paling kecil kategori industri kretek, telah mempunyai gudang untuk operasi pembuatan rokok kretek dengan luas minimal 200m2<\/sup>. Jadi, sekarang ini tidak ada lagi industri rokok kretek skala rumahan (home industri) seperti dulu lagi. <\/p>\n\n\n\n

Dari penjelasan di atas, sekarang sudah paham varian jenis rokok kretek asli produk Indonesia. Apapun bentuknya, jika rokok menggunakan campuran tembakau dan cengkeh itulah dinamakan rokok kretek, termasuk jenis mild. Dewasa ini jenis mild sangat disukai dipasaran. Hingga semua industri berlomba-lomba bikin mild. Munculnya mild tidak lain karena tuntutan dari aturan pemerintah yang membatasi nikotin dan tar. Sehingga konten tembakau mild lebih banyak memakai tembakau jenis Virginia. <\/p>\n\n\n\n

Jangan salahkan industri\/pabrikan jika makin lama kuota impor tembakau naik. Karena dibentuk oleh aturan pemerintah dan peningkatan permintaan pasar mild. Kalau begitu yang salah siapa? tentunya pemerintah yang membuat aturan low nikotin dan tar. Sulit sekali tembakau lokal untuk memenuhi batasan low nikotin dan tar sesuai aturan pemerintah. Pada akhirnya mau tidak mau industri\/pabrikan membutuhkan tembakau jenis Virginia yang sulit tumbuh dengan baik di bumi nusantara ini. Lalu apa yang dilakukan industri\/pabrikan rokok, ya impor lah. Tapi industri\/pabrikan masih sangat membutuhkan tembakau lokal. Selain sebagai bahan campuran rokok kretek mild, tembakau lokal dibuat memproduksi rokok bukan mild. <\/p>\n\n\n\n

Untuk rokok kretek mild, semuanya diproduksi memakai mesin, sedangkan selain mild ada yang pakai mesin ada yang pakai tangan. Dengan isu simplikasi layer CHT SPM dan SKM, ada dua kemungkinan. Pertama; bisa jadi SPM diturunkan levelnya disesuaikan dengan SKM. Kedua; atau SKM dinaikkan levelnya sesuai SPM. Keduanya sangat merugikan industri kretek asli produk Indonesia berupa SKM. Kalau yang pertama, keuntungan SPM (industri asing) harganya disamakan SKM, sehingga persaingan penjualan dipasaran relatif mudah, sehingga SKM sangat dirugikan. Jika demikian, pemerintah tidak melindungi industri nasional (lokal), dengan meliarkan persaingannya dipasaran sangat ketat. <\/p>\n\n\n\n

Kemungkinan yang kedua, juga demikian, sangat merugikan SKM, karena levelnya naik mengikuti SPM. Jika demikian, sangat memberatkan SKM, apalagi pangsa rokok kretek ditahun-tahun terakhir ini merosot tajam penjualannya. Kemerosotan penjualan rokok kretek juga pengaruh dari kebijakan pemerintah dan oknum (anti rokok) yang selalu merecoki industri kretek, seperti pungutan cukai naik,  pelarangan iklan, membuat isu yang dibuat-buat tanpa dasar dan lain sebagainya. Apakah keadaan industri kretek nasional saat ini, pemerintah masih memejamkan mata dan akan memberlakukan simplikasi layer CHT?. Jika demikian, sama saja pemerintah membunuh industri\/pabrikan kretek nasional dengan pelan-pelan. <\/p>\n\n\n\n

Jangan salahkan industri\/pabrikan rokok kretek jika pelan-pelan merumahkan karyawannya karena merugi bahkan tidak beroperasi. Jika pembelian bahan baku rokok kretek (tembakau dan cengkeh) menurun dan ribuan juta petani merugi, dan masih banyak lagi efek dampaknya ke segala lini yang menggantungkan hidupnya berhubungan dengan sektor pertembakauan. Pemerintah harus bertanggungjawab atas dampak tersebut, jangan asal cuci tangan jika dampak negatif terjadi. Karena pemerintahlah yang bikin aturan. <\/p>\n\n\n\n

Untuk itu, kedepan pemerintah harus hati-hati dan jeli dalam memutuskan dan memberlakukan kebijakan untuk kepentingan sektor pertembakauan. Karena, yang sudah-sudah, kebijakan pemerintah pada sektor pertembakauan tidak mengakomodir kepentingan industri nasional, cenderung mengakomodir kepentingan industri asing. Baik pemerintah, industri kretek, petani tembakau dan cengkeh serta masyarakat Indonesia harus berdaulat, saling menjaga dan saling melindungi untuk kepentingan bersama, menjadi bangsa yang besar dan kuat tanpa disetir Negara lain (asing). Inilah makna kemerdekaan yang sesungguhnya di era melenial.
<\/p>\n","post_title":"Kebijakan Simplifikasi Layer Cukai Adalah Rencana Pembunuhan terhadap Kretek","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"kebijakan-simplifikasi-layer-cukai-adalah-rencana-pembunuhan-terhadap-kretek","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-08-21 09:57:34","post_modified_gmt":"2019-08-21 02:57:34","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5979","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5956,"post_author":"877","post_date":"2019-08-14 11:00:51","post_date_gmt":"2019-08-14 04:00:51","post_content":"\n

Komisioner Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) Sitty Hikmawatty sesat pikir saat mengatakan bahwa program audisi beasiswa bulutangkis sebagai ajang ekploitasi anak. KPAI mempermasalahkan tulisan Djarum di kaos olahraga, karena sebagai ajang promosi brand rokok. Disini KPAI gagal faham membedakan antara Djarum Foundation dan Djarum industri rokok. <\/p>\n\n\n\n


Djarum Foundation sebagai wujud bhakti terhadap Bangsa dan Negara, sehingga prakteknya Djarum Foundation mengeluarkan uang, bukan mencari keuntungan. Ketika dikatakan sebagai ajang promosi produk rokok, sudah ditampik dan sudah dijelaskan secara detail pengurus Djarum Foundation, bahwa program yang dijalankan jauh dari niatan promosi produk rokok. Kalaupun ada tulisan Djarum di kaos olahraga, memang sejarahnya dari dulu sebagai nama clubnya. <\/p>\n\n\n\n


Sitty Hikmawatty sebagai komisioner KPAI, harusnya cerdas menyikapi hal tersebut. Harusnya ada apresiasi pada Djarum yang sadar akan kewajibannya, andil dalam pengembangan bakat bagi anak-anak. Dan apa yang telah dilakukan Djarum Foundation tidaklah mudah, membutuhkan tenaga dan matriil begitu besar. Sekarang pertanyaannya, siapa dan industri pribumi mana yang berani melakukan seperti itu?, bahkan KPAI pun tidak akan berani membuat program pencarian bakat secara intensif dan masif. <\/p>\n\n\n\n


KPAI harusnya faham makna perlindungan bagi anak, jangan hanya dimaknai secara sempit, semisal anak juga butuh perlindungan dari kebodohan dan kebutuhan lain yang sifatnya sangat mendesak. Nyatanya masih banyak anak \u2013anak yang tidak sekolah karena tidak mampu, masih banyak anak-anak yang hidup terlantar di Jalan, masih banyak anak-anak sebagai obyek makanan ringan yang bahannya membahayakan bagi tubuh. Dimana dan apa yang sudah dilakukan KPAI untuk melindungi anak tersebut?. Masih banyak masalah anak yang sangat penting dan krusial harus dikerjakan KPAI, dari pada mengurusi tulisan club Djarum dalam program audisi Djarum Foundation.<\/p>\n\n\n\n


Belum lagi, katanya KPAI akan mengambil langkah mengundang Kepala Daerah, dimana kotanya dibuat ajang audisi tersebut. Kalau nanti benar terjadi, menandakan kinerja KPAI tidak efektif. Masalah anak yang paling penting tidak terurus, dan selalu bergejolak di masyarakat kelas bawah. Sekali lagi seperti tidak sekolah karena orang tuanya tidak mampu atau orang tuanya meninggal dunia, walaupun sekolah katanya gratis, akan tetapi dampak lain timbul seperti halnya masalah ekonomi, akhirnya anak-anak mendingan cari uang untuk hidup sehari-hari dari pada sekolah. Anak-anak suka beli jajan (makanan ringat) di toko maupun dipinggir jalan yang mengandung bahan membahayakan bagi pertumbuhan anak. Di perempatan jalan atau lampu merah banyak anak-anak yang hidupnya menggelandang tanpa tujuan. Ini riil dan nyata di hadapan mata kita tiap hari. <\/p>\n\n\n\n


Tapi anehnya KPAI saat ini malah lebih intens mengurusi hal yang tidak penting degan melarang audisi pencarian bakat bulutangkis oleh Djarum Foundation. KPAI cenderung gagal faham dalam memahami, menafsiri, dan mensikapi hal tersebut. Anehnya lagi, apa yang dilakukan KPAI sampai ngotot. <\/p>\n\n\n\n


Kalau mau melarang program audisi Djarum Foundation, tunjukkan dulu KPAI punya program pencarian bakat seperti Djarum Foundation lakukan. Jangan seenaknya KPAI, melarang-larang tanpa solusi konkret dengan dalil perlindungan. Lucunya, KPAI dengan dalil perlindungan anak mengatakan, audisi pencarian bakat bulutangkis yes, ajang promosi no. Kalau dipahami, KPAI ingin audisi Djarum Foundation tetap jalan, tapi tulisan Djarum dihilangkan. Ini sama saja, tidak boleh menulis atau memaparkan nama club. Sedangkan pencantuman nama club sangat penting sebagai identitas dan jati diri. <\/p>\n\n\n\n


Kegiatan perlindungan untuk anak adalah pekerjaan yang sangat mulia kalau benar-benar dilakukan. KPAI, sebagai lembaga dengan memapang langsung tulisan perlindungan anak akan lebih mulia jika programnya konkret. Seperti lembaga sekolah negeri atau swasta, tanpa memakai kata-kata perlindungan, sekolah tersebut mendidik anak melindungi anak dari kebodohan untuk kesiapan masa depan. Audisi pencarian bakat bulutangkis Djarum Foundation pun demikian, kegiatannya konkret menyiapkan atlet olahraga bulutangkis. Dan apa yang telah dilakukan Djarum Foundation dengan audisinya sangat beda dari bentuk promosi. Berbeda dengan pelibatan anak-anak untuk promosi produk, murni tujuannya agar produknya laku. Apalagi produk yang ditawarkan untuk kebutuhan anak. Contohnya banyak sekali beredar iklan-iklan yang terpampang di pinggir jalan, di media sosial, bahkan di stasiun televisi, hal ini kayaknya lolos dari bahasan KPAI.<\/p>\n\n\n\n


Belum lagi, tanpa disadari lembaga KPAI juga menumpang hidup dari anak-anak. Kemana-mana membawa nama anak-anak untuk kegiatannya, bahkan sampai untuk menggalang donasi. Namun kegiatan yang betul-betul sangat dibutuhkan anak-anak belum atau bahkan tidak tersasar dan tidak menjadi prioritas. Sehingga, program KPAI untuk perlindungan anak dipastikan tidak efektif. Buktinya, KPAI membuat masalah yang sederhana dibuat rumit, seperti mempermasalahkan tulisan Djarum sebagai club dalam ajang audisi pencarian bakat Djarum Foundation Bhakti Olahraga. Jelas-jelas untuk kepentingan masa depan anak, dengan meningkakan minat dan bakat anak dalam olahraga atas dasar suka dan tidak ada paksaan.
Kata kunci pendidikan bagi anak adalah bermain, senang atau suka, sesuai keinginan, dan untuk bekal hidup selanjutnya. Jika KPAI mempermasalahkan tulisan club Djarum, yang dianggap sebagai ajang promosi dan ekploitasi anak, alasan tersebut tidak benar dan tanpa dasar. Seperti halnya penjelasan di atas, audisi pencarian bakat bulutangkis Djarum Foundation, jauh dari promosi dan ekploitasi. Tujuan utama audisi tidak lain memberikan bekal dan pendidikan bagi anak sesui keinginannya, anak belajar dengan senang, gembira, dan bermain. <\/p>\n\n\n\n


Jika kemudian KPAI dan lembaga lain yang mengatasnamakan peduli anak, melarang kegiatan audisi pencarian bakat olah raga bulutangkis yang dilakukan Djarum Foundation, sama dengan menghalangi anak Indonesia mengembangkan minat dan bakatnya sesuai keinginan, menghalangi anak Indonesia belajar sambil bermain dan gembira, menghalangi anak Indonesia untuk mendapatkan bekal hidup selanjutnya, menghalangi anak Indonesia untuk mewujudkan cita-cita. Apa yang dilakukan KPAI dan lembaga lain tersebut, sangat bertentangan dengan cita-cita Bangsa, dan cita-cita pendidikan bagi anak di Indonesia. <\/p>\n","post_title":"Sesat pikir KPAI Melarang Audisi Pencarian Bakat Bulutangkis Anak-Anak","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"sesat-pikir-kpai-melarang-audisi-pencarian-bakat-bulutangkis-anak-anak","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-08-14 11:00:58","post_modified_gmt":"2019-08-14 04:00:58","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5956","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5949,"post_author":"877","post_date":"2019-08-12 08:28:29","post_date_gmt":"2019-08-12 01:28:29","post_content":"\n

Kurban tidak semata-mata hanya menyembelih hewan, dibaliknya ada kisah indah yang bisa sebagai bahan renungan dan pengingat bagi semua. Pada kisah qurban, terdapat peran anak usia dini yang akhirnya dikenang umat Islam sedunia sepanjang masa dan juga dapat mengangkat harkat martabat keluarganya dihadapan Tuhan. Selama anak suka bahkan bahagia menjalankan perannya untuk kepentingan dirinya sendiri kedepan dan mengangkat harkat martabat keluarganya dengan bimbingan yang baik, maka hal tersebut sah-sah saja tidak ada larangan.\u00a0<\/p>\n\n\n\n

Kemarin, pada tanggal 11 Agustus 2019 hari Minggu, tepatnya pada tanggal 10 dzulhijjah 1440 M., dipagi hari umat Islam terlihat berbondong-bondong ada yang ke masjid ada yang kelapangan, tidak lain menjalankan ibadah sholat Idul Adha, atau biasa disebut hari raya qurban. Selain melakukan sholad, umat Islam merayakannya dengan menyembelih hewan qurban, seperti unta tradisi di Timur Tengah, sedangkam di Indonesia menyembelih sapi atau kerbau. Khusus di Kudus kota Kretek rerata menyembelih kerbau, sapi bagi sebagian besar masyarakat Kudus tidak mau menyembelih. Cerita yang beredar di masyarakat turun menurun, pelarangan menyembelih sapi sejak zaman kewalian yaitu Sunan Kudus sebagai penghormatan terhadap agama lain yang beranggapan hewan sapi sebagai hewan yang suci.<\/p>\n\n\n\n

Kembali ke Idul Adha, diceritakan oleh para Ulama\u2019 ada kisah tentang Nabi Ibrahim yang akan mengorbankan putranya yang masih kecil namanya Ismail (besarnya menjadi Nabi). Ceritanya Nabi Ibrahim saat tidur bermimpi, ia diperintah Tuhan untuk menyembelih putranya bernama Ismail. Saat bangun, ia merenung, berfikir sambil bertanya dihati, benarkah ini perintah Tuhan?. Kali pertama mimpinya ini, ia masih ragu antara benar perintah Tuhan atau tidak. Mimpi yang direnungkan dan difikir terjadi pada malam tanggal 08 dzulhijjah,disebut hari tarwiyah<\/em>.\u00a0<\/p>\n\n\n\n

Baca: Tinjauan Kritis Atas Larangan Iklan dan Sponshorship dengan Mencantumkan Logo, Brand Image, dan Identitas CSR Sebuah Perusahaan<\/a><\/p>\n\n\n\n

Pada malam tanggal 09 dzulhijjah Nabi Ibrahim mimpi lagi dengan perintah yang sama. Mimpi kali kedua, Nabi Ibrahim merasa yakin kalau benar-benar perintah Tuhan. Pada mimpi kedua disebut hari arafah<\/em>. Pada tanggal 10 dzulhijjah, hari Nabi Ibrahim melaksanakan perintah Tuhan untuk menyembelih Ismail (putranya), yang kemudian disebut  hari nakhr <\/em>(biasa disebut nahar bagi orang Indonesia). <\/p>\n\n\n\n

Cerita KH. Sya\u2019roni, saat pagi hari pada tanggal 10 dzulhijjah Nabi Ibrahim menyuruh istrinya bernama Siti Hajar (ibu kandung Ismail) untuk memandikan Ismail setelah itu memakaikan pakaian yang bagus-bagus, dengan alasan mau diajak jalan-jalan. Siti Hajar melaksanakan sesuai perintah suaminya, sembari menunggu istrinya selesai, Nabi Ibrahim mengasah pisaunya\/pedangnya. <\/p>\n\n\n\n

Ismail sudah siap, diajaklah jalan jalan bapaknya (Nabi Ibrahim) menuju bukit Mina di Makkah, dengan niatan mau disembelih sesui perintah Tuhan. Di tengah perjalanan, Nabi Ibrahim dihadang iblis yang berwujud manusia, dengan mengatakan Ibrahim, anakmu itu ganteng, tega kamu sembelih, urungkan niatmu. Nabi Ibrahim tidak menjawab, malah mengambil batu kecil 7 butir, kemudian batu kecil tersebut dilemparkan ke arah iblis tersebut, sambil mengatakan, pergi kamu Iblis. Nabi Ibrahim tetap melanjutkan perjalannya, dan dihadang Iblis lagi kali kedua, Nabi Ibrahim mengambil batu kecil lagi dilempar ke iblis. Kemudian Nabi melanjutkan perjalannya, dihadang iblis lagi kali ketiga, seperti penghadangan yang pertama dan kedua, Nabi mengambil batu kecil dan dilemparkan ke arah iblis, lalu Nabi Ibrahim lanjut lagi. Inilah cerita, yang menjadi cikal bakal adanya jumroh ula, jumroh wustho dan jumroh aqobah. Tiap ibadah haji jumroh ini harus diperagakan seperti halnya apa yang telah dilakukan Nabi Ibrahim dengan maksud melawan dan melempar iblis dengan batu agar tidak mengganggu..  <\/p>\n\n\n\n

Sesampainya di puncak bukit Mina, Nabi Ibrahim menceritakan mimpinya dan mengatakan maksud dan tujuannya mengajak Ismail jalan-jalan. Selesai Nabi Ibrahim cerita, kemudian Ismail berkata pada bapaknya, untuk segera menjalankan perintah Tuhan. Pada saat menyembebelih, pisau\/pedang Nabi Ibrahim tidak bisa melukai kulit Ismail, karena Nabi Ibrahim masih gelisah dan menangis saat melihat wajah Ismail. Kemudian Ismail berkata, mungkin karena bapak melihat wajahku, hingga tidak tega menyembelih, lalu Ismail membalikkan badannya memposisisikan badannya telungkup. Lalau Nabi Ibrahim dengan kesiapan hati melakukan penyembelihan yang kedua, lagi-lagi pisau\/pedangnya tidak mampu melukai kulit leher Ismail. Dengan bingung karena tidak berhasil menyembelih Ismail, turunlah Malaikat Jibril dengan membawa kambing, digantikannya Ismail dengan kambing tersebut. Bersamaan dengan turunnya wahyu Tuhan yang menjelaskan keduanya telah lulus  dari ujian. Kemudian Nabi Ibrahim membaca takbir \u201cAllahu Akbar\u201d<\/em> 3x, disaut Ismail dengan .membaca \u201cLaa ilaaha illahhu wallahu akbar<\/em>\u201d, diakhiri Malikat Jibril dengan bacaan \u201cAllahu Akbar walillahil Hamd<\/em>\u201d, dilanjutkan dengan menyembelih kambing bawaan malaikat jibril.<\/p>\n\n\n\n

Ada cerita lucu setelah Nabi Ibrahim selesai menyembelih kambing, Nabi Ibrahim bertanya pada Ismail, siapa yang paling dermawan diantara kita? Ismail menjawab, saya. Tidak bisa kata Nabi Ibrahim, saya yang paling dermawan, karena akan mngorbankan anak yang kucintai. Ismail berkata, tidak bisa, saya yang dermawan, karena bapak punya dua anak, kalau saya dikorbankan, masih punya anak satu, lalu malaikat berkata, tidak bisa, saya yang dermawan karena saya sudah kehilangan kambing satu.\u00a0\u00a0<\/p>\n\n\n\n

Baca: Kegagalan Lakpesdam PBNU dalam Melihat Produk Tembakau Alternatif<\/a><\/p>\n\n\n\n

Keterangan dalam kitab tafsir  \u201cTanwirul Adhan<\/em>\u201d penjelasan dari surat As-Saffat ayat 102 bahwa usia Ismail saat itu 13 tahun ada juga Ulama\u2019 yang mengatakan umur 7 tahun. ada riwayat lain yang mengatakan umur Ismail saat itu 14 tahun. Pada intinya saat kejadian kisah penyembelihan, Ismail masih usia anak-anak, ia dengan senang hati dan ikhlas, menjalani perannya.  <\/p>\n\n\n\n

Dari sejarah singkat qurban yang ektrim di atas, kira-kira pendapat KPAI apakah mendukung apa yang telah di lakukan Nabi Ibrahim?, atau sebaliknya mendukung Iblis yang menghalangi Nabi Ibrahim yang akan menjalankan kewajibannya sebagai hamba?. Saya yakin KPAI akan mendukung Nabi Ibrahim, tidak mendukung langkah Iblis. 
<\/p>\n\n\n\n

Walaupun ktidak persis, tapi hampir mirip kisah qurban diatas dengan audisi oleh Djarum Foundation yang melibatkan. Program audisi bulutangkis usia anak-anak Djarum Foundation, tidak lain ikut serta program pemerintah dalam mencerdaskan bangsa melalui pencarian bakat sedini mungkin. Anak-anak yang berbakat bulutangkis tentunya yang terjaring dalam audisi, dididik dengan penuh semangat oleh Djarum Foundation Bhakti olahraga. Buktinya, anak-anak tersebut disekolahkan formal, dilatih bulu tangkis dengan disiplin dan penuh tanggungjawab, tanpa dipungut biaya apapun, bahkan semua kebutuhan anak-anak tercukupi dengan baik. Pola didiknya, seperti pola pendidikan sekolah lainnya, anak-anak dididik dan diajar agar berpretasi, setidaknya punya pengetahuan, pengalaman dan keahlian sebagai bekal masa depan. Disisi lain, ternyata anak-anak yang terjaring audisi merasa sangat gembira, senang dan bangga bisa terpilih. Mereka dapat mengembangkan bakatnya, dan mendapatkan pendidikan sekolah dengan gratis.<\/p>\n\n\n\n

Tujuan utama Djarum Foundation mencari bibit unggul pebulutangkis Indonesia, yang selama ini sebagai salah satu olahraga kebanggaan masyarakat Indonesia atas banyaknya prestasi yang di peroleh. Program Djarum Foundation Bhakti olahraga jauh dari niatan ekploitasi anak untuk promosi, yang ada ekploitasi anak untuk kejayaan olah raga bulutangkis bangsa Indonesia. <\/p>\n\n\n\n

Juga, program Djarum Foundation audisi bulutangkis adalah salah satu bentuk kesadaran dan kewajibannya membangun bangsa dengan melibatkan anak-anak. Lalu apa yang salah dari Djarum Foundation Bhakti Olahraga, jelas-jelas telah menghibahkan fasilitas, pikiran hingga dana untuk kepentingan kejayaan bangsa Indonesia, melalui olahraga. Pemerintah harus mendukung program tersebut, begitupun KPAI. KPAI jangan sampai menjadi penghalang, seperti halnya penghalang Nabi Ibrahim dalam kisah di atas.  
<\/p>\n","post_title":"Refleksi Kisah Kurban sebagai Bahan Pengingat KPAI","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"refleksi-kisah-kurban-sebagai-bahan-pengingat-kpai","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-08-12 08:30:31","post_modified_gmt":"2019-08-12 01:30:31","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5949","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5936,"post_author":"877","post_date":"2019-08-06 10:53:42","post_date_gmt":"2019-08-06 03:53:42","post_content":"\n

Masalah peredaran rokok di Indonesia, pemerintah cenderung mengambil langkah aman. Sudah saatnya pemerintah harus tegas menentukan sikap pelarangan atau membolehkan peredaran rokok di tengah-tengah masyarakat. <\/p>\n\n\n\n

Sikap pemerintah sampai saat ini menimbulkan pro dan kontra. Di satu sisi pemerintah melalui Kementrian Kesehatan membuat aturan pembatasan dan pelarangan beredarnya rokok, bahkan melarang adanya iklan rokok dan mengatur packaging<\/em> dengan bermacam gambar dan peringatan yang menggelian. Di sisi lain, pemerintah mendorong peningkatkan pendapatan Negara, mendorong peningkatan ekonomi rakyat, mendorong peningkatan produktivitas rakyat dan daya saing di pasar internasional, dan mendorong pengentasan kemiskinan.<\/p>\n\n\n\n

Sekarang, efek sikap pemerintah di atas meluas kemana-mana, mulai dari isu penyederhanaan layer atau penggabungan golongan industri rokok, isu pelarangan iklan rokok di media sosial karena pengguna media sosial banyak anak-anak, sampai pada pelarangan audisi pencari bakat bulu tangkis yang dilakukan Djarum Foundation dengan alasan ekploitasi anak. Ini semua adalah beberapa agenda untuk pengendalian rokok dan tembakau di Indonesia yang alasannya sudah dipatahkan dengan data yang lebih akurat.<\/p>\n\n\n\n

Semisal, yang pro dapat menceritakan dan meruntutkan agenda pengendalian rokok dan tembakau di Indonesia sebagai agenda politik dagang internasional. Semua program pengendalian rokok dan tembakau di Indonesia mengadopsi dari program World Health Organization (WHO) organisasi program dunia yang mendapatkan sokongan dana dari industri farmasi.\u00a0<\/p>\n\n\n\n

Baca:
Ada Campur Tangan Bloomberg dalam Surat Edaran Menkes terkait Pemblokiran Iklan Rokok <\/a><\/p>\n\n\n\n

WHO tidak semata-mata bertujuan demi meningkatkan taraf kesehatan penduduk. Di sini WHO sebagai ujung tombak industri farmasi. Terjadi peralihan di lingkup kesehatan, dimana dokter dan ilmuwan kesehatan dikuasai perusahan obat (farmasi). Tujuan utamanya tidak lain untuk merebut pasar nikotin dunia, dan menggantikan pemanfaatan nikotin alami dari tembakau dengan produk rekayasa nikotin yang telah dikantongi hak patennya. Keterlibatan WHO memuluskan tujuan industri farmasi tersebut dengan mendorong negara-negara di dunia untuk memberlakukan kebijakan sesuai kerangka kesehatan, tanpa mempertimbangkan peran sosial, ekonomi, politik dan budaya. Walaupun alasan kesehatan yang dibangun ternyata tidak 100% benar dan terkesan dipaksakan. Negara yang menjadi sasaran utama adalah Negara yang berkembang, seperti Indonesia, China, Bangladesh, India, Rusia, Mesir, Thailand, Filipina dan Brazil. <\/p>\n\n\n\n

Untuk menguasai pasar nikotin di dunia, industri farmasi mendapatkan sokongan dana dari bloomberg initiative. Karena salah satu direktur dari persekutuan perusahaan farmasi dunia bernama William R. Brody punya kedekatan dengan bloomberg initiative, selain teman karib juga posisinya sebagai penasehat. <\/h4>\n\n\n\n

Tidak mengherankan jika pendukung program pengendalian rokok dan tembakau di Indonesia mendapatkan sokongan dana dari bloomberg initiative termasuk lembaga yang bergerak untuk perlindungan anak, salah satunya Komnas Perlindungan Anak Indonesia (KPAI). Apapun bentuk lembaganya, selama mendapatkan kucuran dana bloomberg initiative, program utamanya harus sinergi dengan program bloomberg initiative dan rezim kesehatan dunia (WHO) yaitu pengendalian tembakau dan rokok, terutama rokok kretek asli Indonesia.<\/p>\n\n\n\n

Ada sekitar lebih dari 20an lembaga di Indonesia mendapatkan sokongan dana langsung maupun tidak langsung dari bloomberg initiative. Lembaga-lembaga tersebut bervarian, ada lembaga yang bergerak dalam pendidikan, bergerak pemberantasan korupsi, bergerak dalam kesehatan, bergerak perlindungan konsumen, bergerak melindungi anak, bahkan sampai pada lembaga agama. Numun pada intinya leading sector<\/em> yaitu sektor potensial yang dapat\u00a0menggerakkan agenda pengendalian tembakau dan rokok di Indonesia ada pada rezim kesehatan dalam hal ini Kementerian Kesehatan. Dengan menggunakan dalil kesehatan yang mulia, agenda bloomberg initiative dan farmasi berselancar dengan baik di Indonesia. \u00a0<\/p>\n\n\n\n

Baca:
Tinjauan Kritis Atas Larangan Iklan dan Sponshorship dengan Mencantumkan Logo, Brand Image, dan Identitas CSR Sebuah Perusahaan<\/a> <\/p>\n\n\n\n

Isu kuat saat ini yang beredar untuk agenda pengendalian tembakau dan rokok di Indonesia salah satunya, KPAI melarang audisi pencarian bakat bulu tangkis sejak dini yang dilakukan Djarum Foundation dengan alasan ekploitasi anak, Kementerian Kesehatan dan KPAI melarang adanya iklan di media sosia karena akan mengakibatkan bertambahnya perokok pemula, penggabungan golongan industri rokok atau penyederhanaan layer tarif cukai rokok yang intinya pengurangan terhadap industri rokok kretek, menaikkan cukai rokok untuk mengurangi peredaran rokok, dan korelasinya rokok dengan kemiskinan bertujuan agar ada kebijakan menghalau laju industri rokok kretek. <\/p>\n\n\n\n

Pemerintah dalam hal ini harus tegas mengambil sikap, untuk kepastian dan masa depan industri rokok kretek asli Indonesia. Dimana sejarah penemuan rokok kretek tidak lain untuk pengobatan yang dilakukan H. Djamhari sebagai obat sakit bengeknya. Karena rokok kretek adalah campuran tembakau dan cengkeh, berbeda dengan rokok non kretek yang hanya memakai tembakau saja. Selama ini, belum ada uji atau riset bahwa rokok kretek berkorelasi signifikan terhadap timbulnya penyakit yang dituduhkan. Kalau menjadi salah satu bagian kecil penyebab penyakit, tentunya ya dan bukan faktor penyebab utama. Itu seperti halnya barang-barang lain yang dikonsumsi manusia secara berlebihan dan hidup tidak seimbang. Termasuk makan nasi, mengkonsumsi gula dan mengkonsumsi lainnya secara berlebihan, tanpa diimbangi olah raga dan istirahat yang cukup. <\/p>\n\n\n\n

Selain itu, posisi industri kretek sangat stategis bagi bangsa Indonesia. Industri kretek membuktikan tetap bertahan setidaknya lebih dari 130 tahun. Disaat industri lain tumbang di zaman kolonial, industri kretek tetap eksis memberikan penghidupan masyarakat Indonesia. Bahkan tergolong industri yang peka zaman, dengan memberikan kontribusi yang sangat besar. Menghidupi setidaknya 6.1 juta jiwa petani cengkeh yang tersebar di 30 provinsi, petani tembakau yang tersebar di 15 provinsi. Menghidupi ribuan karyawan yang bekerja di industri kretek. Mempunyai multiplier<\/em> <\/em>effect<\/em> ke sektor perokonomian lainnya yang berada di sekitar industri kretek. <\/p>\n\n\n\n

Keberadaan industri kretek berkontribusi adanya hak jaminan sosial dan corporate social responsibility<\/em> (CSR), seperti halnya jaminan kesehatan, bhakti pendidikan, bhakti budaya, bhakti olahraga, bhakti lingkungan dan lain sebagainya. Berkontribusi pendapatan Negara melalui setoran cukai, berkontribusi bagi kesehatan publik dari alokasi dana bagi hasil cukai hasil tembakau (DBH-CHT) untuk sarana kesehatan dan pembayaran defisit Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS).  <\/p>\n\n\n\n

Selain itu, adanya industri kretek sebagai cermin kemandirian dan kedaulatan bangsa, karena sebagai pemenuhan kebutuhan pokok rakyat dalam hal ini pendapatan masyarakat sebagai agenda pemberantasan kemiskinan. <\/p>\n\n\n\n

Dengan pertimbangan di atas, diharapkan pemerintah dalam hal ini Presiden memberikan ketegasan, apakah industri rokok nasional tetap berproduksi atau dilarang berproduksi. Kalau tetap berproduksi, pemerintah secara totalitas harus melindunginya mulai kebijakan sampai pada strategi pemasarannya. Andaikan dilarang beroperasi, pemerintah paling tidak harus berani mempersiapkan lapangan pekerjaan lain bagi petani dan buruh tani cengkeh dan tembakau, buruh industri dan mungkin menata perekonomian akibat multiplier<\/em> <\/em>effect<\/em> keberadaan industri kretek. Dan yang terpenting keberadaan industri kretek, sebagai industri nasional sebagai perwujudan agenda prioritas  tujuan Nawa Cita, sehingga jangan sampai digiring dan diatur kepentingan asing melalui rezim kesehatan sebagai leading sector, <\/em>yang belum tentu benar dan terkesan dipaksakan.  
<\/p>\n","post_title":"Ketika Pemerintah Plin-Plan Membuat Regulasi Terkait Dunia Pertembakauan","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"ketika-pemerintah-plin-plan-membuat-regulasi-terkait-dunia-pertembakauan","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-08-06 10:53:48","post_modified_gmt":"2019-08-06 03:53:48","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5936","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":16},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"epic_block_3"};

\n

Sebelum masuk ranah penjelasan yang sederhana tentang simplifikasi layer CHT, dampak yang ditimbulkan dan maksudnya. Terlebih dahulu perlu diuraikan makna simplifikasi, layer dan cukai secara berkesinambungan. Simplifikasi punya arti penyederhanaan, awalnya banyak dijadikan lebih sedikit, kecil, ramping dan ringkas. Tentunya, cara yang harus ditempuh dalam penyederhaan bisa jadi menggabungkan, bisa jadi dibuang\/dipotong salah satu, bisa jadi kedua-duanya dijalankan. Hubungan simplifikasi dengan industri rokok, penjelasannya di belakang setelah uraian tentang layer dan cukai.<\/p>\n\n\n\n

Layer bisa disebut dengan ungkapan lapisan, golongan, kelas, dan mungkin bisa dikatakan tingkatan. Varian rokok banyak sekali; ada rokok putih atau disebut sigaret putih mesin (SPM), ada sigaret kretek mesin (SKM), Ada sigaret kretek tangan (SKT). Ada rokok filter (ada busa) dan non filter (tidak ada busa). Ada juga rokok bercengkeh disebut kretek dan non cengkeh (tembakau saja) disebut putihan. Ada lagi rokok kretek dinamakan mild. Dari varian tersebut dibagi menjadi beberapa layer atau golongan, untuk penyesuaian pembayaran pajak cukai. Untuk mempermudah pemahaman, layer dibahasakan sebagai golongan industri rokok besar, menengah dan kecil. Sedangkan, cukai adalah pungutan pemerintah sebagai pajak. <\/p>\n\n\n\n

Nah, kira-kira uraian maknanya perkata sudah jelas. Sekarang uraian tersebut dihubungkan semua dengan rencana pemerintah kedepan untuk pungutan pajak rokok. Rencana pemerintah yang dimaksud simplikasi layer CHT, ingin menyederhanakan atau menggabungkan antara SPM dan SKM, dilebur manjadi satu golongan. Aslinya dibedakan, karena memang berbeda. SPM lebih tinggi pungutan pajaknya dari [ada SKM. SPM bukan asli produk Indonesia dan cenderung impor, dan yang punya bukan pribumi. Bahan bakunyapun tidak menggunakan tembakau Indonesia. Sangat jauh berbeda dengan SKM, industri yang padat karya dan menggunakan bahan baku lokal. Dan yang paling istimewa perbedaannya, tak lain adalah kemunculan SKM diciptakan oleh pribumi dengan mencampur tembakau dan cengkeh dalam satu batang rokok. Kemudian rokok cmpuran tersebut dinamai kretek. <\/p>\n\n\n\n

Rokok kretek terus berkembang dan inovatif seperti penjelasan di atas, ada filter, non filter, mesin, tangan, mild dan klobot. Kretek klobot tidak bercukai, karena keberadaannya hampir punah, sedikit sekali pabrikan membuat jenis klobot. Klobot satu-satunya rokok yang memakai bungkus daun jagung yang telah dikeringkan, kemudian di ikat pakai benang. Sehingga untuk kretek klobot ada pengecualian, tidak masuk dalam kategori jenis kretek di atas. <\/p>\n\n\n\n

Semua jenis kretek saat ini diproduksi oleh industri. Secara sederhana industri terbagi tiga macam, industri besar, menengah dan kecil. Paling kecil kategori industri kretek, telah mempunyai gudang untuk operasi pembuatan rokok kretek dengan luas minimal 200m2<\/sup>. Jadi, sekarang ini tidak ada lagi industri rokok kretek skala rumahan (home industri) seperti dulu lagi. <\/p>\n\n\n\n

Dari penjelasan di atas, sekarang sudah paham varian jenis rokok kretek asli produk Indonesia. Apapun bentuknya, jika rokok menggunakan campuran tembakau dan cengkeh itulah dinamakan rokok kretek, termasuk jenis mild. Dewasa ini jenis mild sangat disukai dipasaran. Hingga semua industri berlomba-lomba bikin mild. Munculnya mild tidak lain karena tuntutan dari aturan pemerintah yang membatasi nikotin dan tar. Sehingga konten tembakau mild lebih banyak memakai tembakau jenis Virginia. <\/p>\n\n\n\n

Jangan salahkan industri\/pabrikan jika makin lama kuota impor tembakau naik. Karena dibentuk oleh aturan pemerintah dan peningkatan permintaan pasar mild. Kalau begitu yang salah siapa? tentunya pemerintah yang membuat aturan low nikotin dan tar. Sulit sekali tembakau lokal untuk memenuhi batasan low nikotin dan tar sesuai aturan pemerintah. Pada akhirnya mau tidak mau industri\/pabrikan membutuhkan tembakau jenis Virginia yang sulit tumbuh dengan baik di bumi nusantara ini. Lalu apa yang dilakukan industri\/pabrikan rokok, ya impor lah. Tapi industri\/pabrikan masih sangat membutuhkan tembakau lokal. Selain sebagai bahan campuran rokok kretek mild, tembakau lokal dibuat memproduksi rokok bukan mild. <\/p>\n\n\n\n

Untuk rokok kretek mild, semuanya diproduksi memakai mesin, sedangkan selain mild ada yang pakai mesin ada yang pakai tangan. Dengan isu simplikasi layer CHT SPM dan SKM, ada dua kemungkinan. Pertama; bisa jadi SPM diturunkan levelnya disesuaikan dengan SKM. Kedua; atau SKM dinaikkan levelnya sesuai SPM. Keduanya sangat merugikan industri kretek asli produk Indonesia berupa SKM. Kalau yang pertama, keuntungan SPM (industri asing) harganya disamakan SKM, sehingga persaingan penjualan dipasaran relatif mudah, sehingga SKM sangat dirugikan. Jika demikian, pemerintah tidak melindungi industri nasional (lokal), dengan meliarkan persaingannya dipasaran sangat ketat. <\/p>\n\n\n\n

Kemungkinan yang kedua, juga demikian, sangat merugikan SKM, karena levelnya naik mengikuti SPM. Jika demikian, sangat memberatkan SKM, apalagi pangsa rokok kretek ditahun-tahun terakhir ini merosot tajam penjualannya. Kemerosotan penjualan rokok kretek juga pengaruh dari kebijakan pemerintah dan oknum (anti rokok) yang selalu merecoki industri kretek, seperti pungutan cukai naik,  pelarangan iklan, membuat isu yang dibuat-buat tanpa dasar dan lain sebagainya. Apakah keadaan industri kretek nasional saat ini, pemerintah masih memejamkan mata dan akan memberlakukan simplikasi layer CHT?. Jika demikian, sama saja pemerintah membunuh industri\/pabrikan kretek nasional dengan pelan-pelan. <\/p>\n\n\n\n

Jangan salahkan industri\/pabrikan rokok kretek jika pelan-pelan merumahkan karyawannya karena merugi bahkan tidak beroperasi. Jika pembelian bahan baku rokok kretek (tembakau dan cengkeh) menurun dan ribuan juta petani merugi, dan masih banyak lagi efek dampaknya ke segala lini yang menggantungkan hidupnya berhubungan dengan sektor pertembakauan. Pemerintah harus bertanggungjawab atas dampak tersebut, jangan asal cuci tangan jika dampak negatif terjadi. Karena pemerintahlah yang bikin aturan. <\/p>\n\n\n\n

Untuk itu, kedepan pemerintah harus hati-hati dan jeli dalam memutuskan dan memberlakukan kebijakan untuk kepentingan sektor pertembakauan. Karena, yang sudah-sudah, kebijakan pemerintah pada sektor pertembakauan tidak mengakomodir kepentingan industri nasional, cenderung mengakomodir kepentingan industri asing. Baik pemerintah, industri kretek, petani tembakau dan cengkeh serta masyarakat Indonesia harus berdaulat, saling menjaga dan saling melindungi untuk kepentingan bersama, menjadi bangsa yang besar dan kuat tanpa disetir Negara lain (asing). Inilah makna kemerdekaan yang sesungguhnya di era melenial.
<\/p>\n","post_title":"Kebijakan Simplifikasi Layer Cukai Adalah Rencana Pembunuhan terhadap Kretek","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"kebijakan-simplifikasi-layer-cukai-adalah-rencana-pembunuhan-terhadap-kretek","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-08-21 09:57:34","post_modified_gmt":"2019-08-21 02:57:34","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5979","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5956,"post_author":"877","post_date":"2019-08-14 11:00:51","post_date_gmt":"2019-08-14 04:00:51","post_content":"\n

Komisioner Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) Sitty Hikmawatty sesat pikir saat mengatakan bahwa program audisi beasiswa bulutangkis sebagai ajang ekploitasi anak. KPAI mempermasalahkan tulisan Djarum di kaos olahraga, karena sebagai ajang promosi brand rokok. Disini KPAI gagal faham membedakan antara Djarum Foundation dan Djarum industri rokok. <\/p>\n\n\n\n


Djarum Foundation sebagai wujud bhakti terhadap Bangsa dan Negara, sehingga prakteknya Djarum Foundation mengeluarkan uang, bukan mencari keuntungan. Ketika dikatakan sebagai ajang promosi produk rokok, sudah ditampik dan sudah dijelaskan secara detail pengurus Djarum Foundation, bahwa program yang dijalankan jauh dari niatan promosi produk rokok. Kalaupun ada tulisan Djarum di kaos olahraga, memang sejarahnya dari dulu sebagai nama clubnya. <\/p>\n\n\n\n


Sitty Hikmawatty sebagai komisioner KPAI, harusnya cerdas menyikapi hal tersebut. Harusnya ada apresiasi pada Djarum yang sadar akan kewajibannya, andil dalam pengembangan bakat bagi anak-anak. Dan apa yang telah dilakukan Djarum Foundation tidaklah mudah, membutuhkan tenaga dan matriil begitu besar. Sekarang pertanyaannya, siapa dan industri pribumi mana yang berani melakukan seperti itu?, bahkan KPAI pun tidak akan berani membuat program pencarian bakat secara intensif dan masif. <\/p>\n\n\n\n


KPAI harusnya faham makna perlindungan bagi anak, jangan hanya dimaknai secara sempit, semisal anak juga butuh perlindungan dari kebodohan dan kebutuhan lain yang sifatnya sangat mendesak. Nyatanya masih banyak anak \u2013anak yang tidak sekolah karena tidak mampu, masih banyak anak-anak yang hidup terlantar di Jalan, masih banyak anak-anak sebagai obyek makanan ringan yang bahannya membahayakan bagi tubuh. Dimana dan apa yang sudah dilakukan KPAI untuk melindungi anak tersebut?. Masih banyak masalah anak yang sangat penting dan krusial harus dikerjakan KPAI, dari pada mengurusi tulisan club Djarum dalam program audisi Djarum Foundation.<\/p>\n\n\n\n


Belum lagi, katanya KPAI akan mengambil langkah mengundang Kepala Daerah, dimana kotanya dibuat ajang audisi tersebut. Kalau nanti benar terjadi, menandakan kinerja KPAI tidak efektif. Masalah anak yang paling penting tidak terurus, dan selalu bergejolak di masyarakat kelas bawah. Sekali lagi seperti tidak sekolah karena orang tuanya tidak mampu atau orang tuanya meninggal dunia, walaupun sekolah katanya gratis, akan tetapi dampak lain timbul seperti halnya masalah ekonomi, akhirnya anak-anak mendingan cari uang untuk hidup sehari-hari dari pada sekolah. Anak-anak suka beli jajan (makanan ringat) di toko maupun dipinggir jalan yang mengandung bahan membahayakan bagi pertumbuhan anak. Di perempatan jalan atau lampu merah banyak anak-anak yang hidupnya menggelandang tanpa tujuan. Ini riil dan nyata di hadapan mata kita tiap hari. <\/p>\n\n\n\n


Tapi anehnya KPAI saat ini malah lebih intens mengurusi hal yang tidak penting degan melarang audisi pencarian bakat bulutangkis oleh Djarum Foundation. KPAI cenderung gagal faham dalam memahami, menafsiri, dan mensikapi hal tersebut. Anehnya lagi, apa yang dilakukan KPAI sampai ngotot. <\/p>\n\n\n\n


Kalau mau melarang program audisi Djarum Foundation, tunjukkan dulu KPAI punya program pencarian bakat seperti Djarum Foundation lakukan. Jangan seenaknya KPAI, melarang-larang tanpa solusi konkret dengan dalil perlindungan. Lucunya, KPAI dengan dalil perlindungan anak mengatakan, audisi pencarian bakat bulutangkis yes, ajang promosi no. Kalau dipahami, KPAI ingin audisi Djarum Foundation tetap jalan, tapi tulisan Djarum dihilangkan. Ini sama saja, tidak boleh menulis atau memaparkan nama club. Sedangkan pencantuman nama club sangat penting sebagai identitas dan jati diri. <\/p>\n\n\n\n


Kegiatan perlindungan untuk anak adalah pekerjaan yang sangat mulia kalau benar-benar dilakukan. KPAI, sebagai lembaga dengan memapang langsung tulisan perlindungan anak akan lebih mulia jika programnya konkret. Seperti lembaga sekolah negeri atau swasta, tanpa memakai kata-kata perlindungan, sekolah tersebut mendidik anak melindungi anak dari kebodohan untuk kesiapan masa depan. Audisi pencarian bakat bulutangkis Djarum Foundation pun demikian, kegiatannya konkret menyiapkan atlet olahraga bulutangkis. Dan apa yang telah dilakukan Djarum Foundation dengan audisinya sangat beda dari bentuk promosi. Berbeda dengan pelibatan anak-anak untuk promosi produk, murni tujuannya agar produknya laku. Apalagi produk yang ditawarkan untuk kebutuhan anak. Contohnya banyak sekali beredar iklan-iklan yang terpampang di pinggir jalan, di media sosial, bahkan di stasiun televisi, hal ini kayaknya lolos dari bahasan KPAI.<\/p>\n\n\n\n


Belum lagi, tanpa disadari lembaga KPAI juga menumpang hidup dari anak-anak. Kemana-mana membawa nama anak-anak untuk kegiatannya, bahkan sampai untuk menggalang donasi. Namun kegiatan yang betul-betul sangat dibutuhkan anak-anak belum atau bahkan tidak tersasar dan tidak menjadi prioritas. Sehingga, program KPAI untuk perlindungan anak dipastikan tidak efektif. Buktinya, KPAI membuat masalah yang sederhana dibuat rumit, seperti mempermasalahkan tulisan Djarum sebagai club dalam ajang audisi pencarian bakat Djarum Foundation Bhakti Olahraga. Jelas-jelas untuk kepentingan masa depan anak, dengan meningkakan minat dan bakat anak dalam olahraga atas dasar suka dan tidak ada paksaan.
Kata kunci pendidikan bagi anak adalah bermain, senang atau suka, sesuai keinginan, dan untuk bekal hidup selanjutnya. Jika KPAI mempermasalahkan tulisan club Djarum, yang dianggap sebagai ajang promosi dan ekploitasi anak, alasan tersebut tidak benar dan tanpa dasar. Seperti halnya penjelasan di atas, audisi pencarian bakat bulutangkis Djarum Foundation, jauh dari promosi dan ekploitasi. Tujuan utama audisi tidak lain memberikan bekal dan pendidikan bagi anak sesui keinginannya, anak belajar dengan senang, gembira, dan bermain. <\/p>\n\n\n\n


Jika kemudian KPAI dan lembaga lain yang mengatasnamakan peduli anak, melarang kegiatan audisi pencarian bakat olah raga bulutangkis yang dilakukan Djarum Foundation, sama dengan menghalangi anak Indonesia mengembangkan minat dan bakatnya sesuai keinginan, menghalangi anak Indonesia belajar sambil bermain dan gembira, menghalangi anak Indonesia untuk mendapatkan bekal hidup selanjutnya, menghalangi anak Indonesia untuk mewujudkan cita-cita. Apa yang dilakukan KPAI dan lembaga lain tersebut, sangat bertentangan dengan cita-cita Bangsa, dan cita-cita pendidikan bagi anak di Indonesia. <\/p>\n","post_title":"Sesat pikir KPAI Melarang Audisi Pencarian Bakat Bulutangkis Anak-Anak","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"sesat-pikir-kpai-melarang-audisi-pencarian-bakat-bulutangkis-anak-anak","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-08-14 11:00:58","post_modified_gmt":"2019-08-14 04:00:58","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5956","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5949,"post_author":"877","post_date":"2019-08-12 08:28:29","post_date_gmt":"2019-08-12 01:28:29","post_content":"\n

Kurban tidak semata-mata hanya menyembelih hewan, dibaliknya ada kisah indah yang bisa sebagai bahan renungan dan pengingat bagi semua. Pada kisah qurban, terdapat peran anak usia dini yang akhirnya dikenang umat Islam sedunia sepanjang masa dan juga dapat mengangkat harkat martabat keluarganya dihadapan Tuhan. Selama anak suka bahkan bahagia menjalankan perannya untuk kepentingan dirinya sendiri kedepan dan mengangkat harkat martabat keluarganya dengan bimbingan yang baik, maka hal tersebut sah-sah saja tidak ada larangan.\u00a0<\/p>\n\n\n\n

Kemarin, pada tanggal 11 Agustus 2019 hari Minggu, tepatnya pada tanggal 10 dzulhijjah 1440 M., dipagi hari umat Islam terlihat berbondong-bondong ada yang ke masjid ada yang kelapangan, tidak lain menjalankan ibadah sholat Idul Adha, atau biasa disebut hari raya qurban. Selain melakukan sholad, umat Islam merayakannya dengan menyembelih hewan qurban, seperti unta tradisi di Timur Tengah, sedangkam di Indonesia menyembelih sapi atau kerbau. Khusus di Kudus kota Kretek rerata menyembelih kerbau, sapi bagi sebagian besar masyarakat Kudus tidak mau menyembelih. Cerita yang beredar di masyarakat turun menurun, pelarangan menyembelih sapi sejak zaman kewalian yaitu Sunan Kudus sebagai penghormatan terhadap agama lain yang beranggapan hewan sapi sebagai hewan yang suci.<\/p>\n\n\n\n

Kembali ke Idul Adha, diceritakan oleh para Ulama\u2019 ada kisah tentang Nabi Ibrahim yang akan mengorbankan putranya yang masih kecil namanya Ismail (besarnya menjadi Nabi). Ceritanya Nabi Ibrahim saat tidur bermimpi, ia diperintah Tuhan untuk menyembelih putranya bernama Ismail. Saat bangun, ia merenung, berfikir sambil bertanya dihati, benarkah ini perintah Tuhan?. Kali pertama mimpinya ini, ia masih ragu antara benar perintah Tuhan atau tidak. Mimpi yang direnungkan dan difikir terjadi pada malam tanggal 08 dzulhijjah,disebut hari tarwiyah<\/em>.\u00a0<\/p>\n\n\n\n

Baca: Tinjauan Kritis Atas Larangan Iklan dan Sponshorship dengan Mencantumkan Logo, Brand Image, dan Identitas CSR Sebuah Perusahaan<\/a><\/p>\n\n\n\n

Pada malam tanggal 09 dzulhijjah Nabi Ibrahim mimpi lagi dengan perintah yang sama. Mimpi kali kedua, Nabi Ibrahim merasa yakin kalau benar-benar perintah Tuhan. Pada mimpi kedua disebut hari arafah<\/em>. Pada tanggal 10 dzulhijjah, hari Nabi Ibrahim melaksanakan perintah Tuhan untuk menyembelih Ismail (putranya), yang kemudian disebut  hari nakhr <\/em>(biasa disebut nahar bagi orang Indonesia). <\/p>\n\n\n\n

Cerita KH. Sya\u2019roni, saat pagi hari pada tanggal 10 dzulhijjah Nabi Ibrahim menyuruh istrinya bernama Siti Hajar (ibu kandung Ismail) untuk memandikan Ismail setelah itu memakaikan pakaian yang bagus-bagus, dengan alasan mau diajak jalan-jalan. Siti Hajar melaksanakan sesuai perintah suaminya, sembari menunggu istrinya selesai, Nabi Ibrahim mengasah pisaunya\/pedangnya. <\/p>\n\n\n\n

Ismail sudah siap, diajaklah jalan jalan bapaknya (Nabi Ibrahim) menuju bukit Mina di Makkah, dengan niatan mau disembelih sesui perintah Tuhan. Di tengah perjalanan, Nabi Ibrahim dihadang iblis yang berwujud manusia, dengan mengatakan Ibrahim, anakmu itu ganteng, tega kamu sembelih, urungkan niatmu. Nabi Ibrahim tidak menjawab, malah mengambil batu kecil 7 butir, kemudian batu kecil tersebut dilemparkan ke arah iblis tersebut, sambil mengatakan, pergi kamu Iblis. Nabi Ibrahim tetap melanjutkan perjalannya, dan dihadang Iblis lagi kali kedua, Nabi Ibrahim mengambil batu kecil lagi dilempar ke iblis. Kemudian Nabi melanjutkan perjalannya, dihadang iblis lagi kali ketiga, seperti penghadangan yang pertama dan kedua, Nabi mengambil batu kecil dan dilemparkan ke arah iblis, lalu Nabi Ibrahim lanjut lagi. Inilah cerita, yang menjadi cikal bakal adanya jumroh ula, jumroh wustho dan jumroh aqobah. Tiap ibadah haji jumroh ini harus diperagakan seperti halnya apa yang telah dilakukan Nabi Ibrahim dengan maksud melawan dan melempar iblis dengan batu agar tidak mengganggu..  <\/p>\n\n\n\n

Sesampainya di puncak bukit Mina, Nabi Ibrahim menceritakan mimpinya dan mengatakan maksud dan tujuannya mengajak Ismail jalan-jalan. Selesai Nabi Ibrahim cerita, kemudian Ismail berkata pada bapaknya, untuk segera menjalankan perintah Tuhan. Pada saat menyembebelih, pisau\/pedang Nabi Ibrahim tidak bisa melukai kulit Ismail, karena Nabi Ibrahim masih gelisah dan menangis saat melihat wajah Ismail. Kemudian Ismail berkata, mungkin karena bapak melihat wajahku, hingga tidak tega menyembelih, lalu Ismail membalikkan badannya memposisisikan badannya telungkup. Lalau Nabi Ibrahim dengan kesiapan hati melakukan penyembelihan yang kedua, lagi-lagi pisau\/pedangnya tidak mampu melukai kulit leher Ismail. Dengan bingung karena tidak berhasil menyembelih Ismail, turunlah Malaikat Jibril dengan membawa kambing, digantikannya Ismail dengan kambing tersebut. Bersamaan dengan turunnya wahyu Tuhan yang menjelaskan keduanya telah lulus  dari ujian. Kemudian Nabi Ibrahim membaca takbir \u201cAllahu Akbar\u201d<\/em> 3x, disaut Ismail dengan .membaca \u201cLaa ilaaha illahhu wallahu akbar<\/em>\u201d, diakhiri Malikat Jibril dengan bacaan \u201cAllahu Akbar walillahil Hamd<\/em>\u201d, dilanjutkan dengan menyembelih kambing bawaan malaikat jibril.<\/p>\n\n\n\n

Ada cerita lucu setelah Nabi Ibrahim selesai menyembelih kambing, Nabi Ibrahim bertanya pada Ismail, siapa yang paling dermawan diantara kita? Ismail menjawab, saya. Tidak bisa kata Nabi Ibrahim, saya yang paling dermawan, karena akan mngorbankan anak yang kucintai. Ismail berkata, tidak bisa, saya yang dermawan, karena bapak punya dua anak, kalau saya dikorbankan, masih punya anak satu, lalu malaikat berkata, tidak bisa, saya yang dermawan karena saya sudah kehilangan kambing satu.\u00a0\u00a0<\/p>\n\n\n\n

Baca: Kegagalan Lakpesdam PBNU dalam Melihat Produk Tembakau Alternatif<\/a><\/p>\n\n\n\n

Keterangan dalam kitab tafsir  \u201cTanwirul Adhan<\/em>\u201d penjelasan dari surat As-Saffat ayat 102 bahwa usia Ismail saat itu 13 tahun ada juga Ulama\u2019 yang mengatakan umur 7 tahun. ada riwayat lain yang mengatakan umur Ismail saat itu 14 tahun. Pada intinya saat kejadian kisah penyembelihan, Ismail masih usia anak-anak, ia dengan senang hati dan ikhlas, menjalani perannya.  <\/p>\n\n\n\n

Dari sejarah singkat qurban yang ektrim di atas, kira-kira pendapat KPAI apakah mendukung apa yang telah di lakukan Nabi Ibrahim?, atau sebaliknya mendukung Iblis yang menghalangi Nabi Ibrahim yang akan menjalankan kewajibannya sebagai hamba?. Saya yakin KPAI akan mendukung Nabi Ibrahim, tidak mendukung langkah Iblis. 
<\/p>\n\n\n\n

Walaupun ktidak persis, tapi hampir mirip kisah qurban diatas dengan audisi oleh Djarum Foundation yang melibatkan. Program audisi bulutangkis usia anak-anak Djarum Foundation, tidak lain ikut serta program pemerintah dalam mencerdaskan bangsa melalui pencarian bakat sedini mungkin. Anak-anak yang berbakat bulutangkis tentunya yang terjaring dalam audisi, dididik dengan penuh semangat oleh Djarum Foundation Bhakti olahraga. Buktinya, anak-anak tersebut disekolahkan formal, dilatih bulu tangkis dengan disiplin dan penuh tanggungjawab, tanpa dipungut biaya apapun, bahkan semua kebutuhan anak-anak tercukupi dengan baik. Pola didiknya, seperti pola pendidikan sekolah lainnya, anak-anak dididik dan diajar agar berpretasi, setidaknya punya pengetahuan, pengalaman dan keahlian sebagai bekal masa depan. Disisi lain, ternyata anak-anak yang terjaring audisi merasa sangat gembira, senang dan bangga bisa terpilih. Mereka dapat mengembangkan bakatnya, dan mendapatkan pendidikan sekolah dengan gratis.<\/p>\n\n\n\n

Tujuan utama Djarum Foundation mencari bibit unggul pebulutangkis Indonesia, yang selama ini sebagai salah satu olahraga kebanggaan masyarakat Indonesia atas banyaknya prestasi yang di peroleh. Program Djarum Foundation Bhakti olahraga jauh dari niatan ekploitasi anak untuk promosi, yang ada ekploitasi anak untuk kejayaan olah raga bulutangkis bangsa Indonesia. <\/p>\n\n\n\n

Juga, program Djarum Foundation audisi bulutangkis adalah salah satu bentuk kesadaran dan kewajibannya membangun bangsa dengan melibatkan anak-anak. Lalu apa yang salah dari Djarum Foundation Bhakti Olahraga, jelas-jelas telah menghibahkan fasilitas, pikiran hingga dana untuk kepentingan kejayaan bangsa Indonesia, melalui olahraga. Pemerintah harus mendukung program tersebut, begitupun KPAI. KPAI jangan sampai menjadi penghalang, seperti halnya penghalang Nabi Ibrahim dalam kisah di atas.  
<\/p>\n","post_title":"Refleksi Kisah Kurban sebagai Bahan Pengingat KPAI","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"refleksi-kisah-kurban-sebagai-bahan-pengingat-kpai","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-08-12 08:30:31","post_modified_gmt":"2019-08-12 01:30:31","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5949","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5936,"post_author":"877","post_date":"2019-08-06 10:53:42","post_date_gmt":"2019-08-06 03:53:42","post_content":"\n

Masalah peredaran rokok di Indonesia, pemerintah cenderung mengambil langkah aman. Sudah saatnya pemerintah harus tegas menentukan sikap pelarangan atau membolehkan peredaran rokok di tengah-tengah masyarakat. <\/p>\n\n\n\n

Sikap pemerintah sampai saat ini menimbulkan pro dan kontra. Di satu sisi pemerintah melalui Kementrian Kesehatan membuat aturan pembatasan dan pelarangan beredarnya rokok, bahkan melarang adanya iklan rokok dan mengatur packaging<\/em> dengan bermacam gambar dan peringatan yang menggelian. Di sisi lain, pemerintah mendorong peningkatkan pendapatan Negara, mendorong peningkatan ekonomi rakyat, mendorong peningkatan produktivitas rakyat dan daya saing di pasar internasional, dan mendorong pengentasan kemiskinan.<\/p>\n\n\n\n

Sekarang, efek sikap pemerintah di atas meluas kemana-mana, mulai dari isu penyederhanaan layer atau penggabungan golongan industri rokok, isu pelarangan iklan rokok di media sosial karena pengguna media sosial banyak anak-anak, sampai pada pelarangan audisi pencari bakat bulu tangkis yang dilakukan Djarum Foundation dengan alasan ekploitasi anak. Ini semua adalah beberapa agenda untuk pengendalian rokok dan tembakau di Indonesia yang alasannya sudah dipatahkan dengan data yang lebih akurat.<\/p>\n\n\n\n

Semisal, yang pro dapat menceritakan dan meruntutkan agenda pengendalian rokok dan tembakau di Indonesia sebagai agenda politik dagang internasional. Semua program pengendalian rokok dan tembakau di Indonesia mengadopsi dari program World Health Organization (WHO) organisasi program dunia yang mendapatkan sokongan dana dari industri farmasi.\u00a0<\/p>\n\n\n\n

Baca:
Ada Campur Tangan Bloomberg dalam Surat Edaran Menkes terkait Pemblokiran Iklan Rokok <\/a><\/p>\n\n\n\n

WHO tidak semata-mata bertujuan demi meningkatkan taraf kesehatan penduduk. Di sini WHO sebagai ujung tombak industri farmasi. Terjadi peralihan di lingkup kesehatan, dimana dokter dan ilmuwan kesehatan dikuasai perusahan obat (farmasi). Tujuan utamanya tidak lain untuk merebut pasar nikotin dunia, dan menggantikan pemanfaatan nikotin alami dari tembakau dengan produk rekayasa nikotin yang telah dikantongi hak patennya. Keterlibatan WHO memuluskan tujuan industri farmasi tersebut dengan mendorong negara-negara di dunia untuk memberlakukan kebijakan sesuai kerangka kesehatan, tanpa mempertimbangkan peran sosial, ekonomi, politik dan budaya. Walaupun alasan kesehatan yang dibangun ternyata tidak 100% benar dan terkesan dipaksakan. Negara yang menjadi sasaran utama adalah Negara yang berkembang, seperti Indonesia, China, Bangladesh, India, Rusia, Mesir, Thailand, Filipina dan Brazil. <\/p>\n\n\n\n

Untuk menguasai pasar nikotin di dunia, industri farmasi mendapatkan sokongan dana dari bloomberg initiative. Karena salah satu direktur dari persekutuan perusahaan farmasi dunia bernama William R. Brody punya kedekatan dengan bloomberg initiative, selain teman karib juga posisinya sebagai penasehat. <\/h4>\n\n\n\n

Tidak mengherankan jika pendukung program pengendalian rokok dan tembakau di Indonesia mendapatkan sokongan dana dari bloomberg initiative termasuk lembaga yang bergerak untuk perlindungan anak, salah satunya Komnas Perlindungan Anak Indonesia (KPAI). Apapun bentuk lembaganya, selama mendapatkan kucuran dana bloomberg initiative, program utamanya harus sinergi dengan program bloomberg initiative dan rezim kesehatan dunia (WHO) yaitu pengendalian tembakau dan rokok, terutama rokok kretek asli Indonesia.<\/p>\n\n\n\n

Ada sekitar lebih dari 20an lembaga di Indonesia mendapatkan sokongan dana langsung maupun tidak langsung dari bloomberg initiative. Lembaga-lembaga tersebut bervarian, ada lembaga yang bergerak dalam pendidikan, bergerak pemberantasan korupsi, bergerak dalam kesehatan, bergerak perlindungan konsumen, bergerak melindungi anak, bahkan sampai pada lembaga agama. Numun pada intinya leading sector<\/em> yaitu sektor potensial yang dapat\u00a0menggerakkan agenda pengendalian tembakau dan rokok di Indonesia ada pada rezim kesehatan dalam hal ini Kementerian Kesehatan. Dengan menggunakan dalil kesehatan yang mulia, agenda bloomberg initiative dan farmasi berselancar dengan baik di Indonesia. \u00a0<\/p>\n\n\n\n

Baca:
Tinjauan Kritis Atas Larangan Iklan dan Sponshorship dengan Mencantumkan Logo, Brand Image, dan Identitas CSR Sebuah Perusahaan<\/a> <\/p>\n\n\n\n

Isu kuat saat ini yang beredar untuk agenda pengendalian tembakau dan rokok di Indonesia salah satunya, KPAI melarang audisi pencarian bakat bulu tangkis sejak dini yang dilakukan Djarum Foundation dengan alasan ekploitasi anak, Kementerian Kesehatan dan KPAI melarang adanya iklan di media sosia karena akan mengakibatkan bertambahnya perokok pemula, penggabungan golongan industri rokok atau penyederhanaan layer tarif cukai rokok yang intinya pengurangan terhadap industri rokok kretek, menaikkan cukai rokok untuk mengurangi peredaran rokok, dan korelasinya rokok dengan kemiskinan bertujuan agar ada kebijakan menghalau laju industri rokok kretek. <\/p>\n\n\n\n

Pemerintah dalam hal ini harus tegas mengambil sikap, untuk kepastian dan masa depan industri rokok kretek asli Indonesia. Dimana sejarah penemuan rokok kretek tidak lain untuk pengobatan yang dilakukan H. Djamhari sebagai obat sakit bengeknya. Karena rokok kretek adalah campuran tembakau dan cengkeh, berbeda dengan rokok non kretek yang hanya memakai tembakau saja. Selama ini, belum ada uji atau riset bahwa rokok kretek berkorelasi signifikan terhadap timbulnya penyakit yang dituduhkan. Kalau menjadi salah satu bagian kecil penyebab penyakit, tentunya ya dan bukan faktor penyebab utama. Itu seperti halnya barang-barang lain yang dikonsumsi manusia secara berlebihan dan hidup tidak seimbang. Termasuk makan nasi, mengkonsumsi gula dan mengkonsumsi lainnya secara berlebihan, tanpa diimbangi olah raga dan istirahat yang cukup. <\/p>\n\n\n\n

Selain itu, posisi industri kretek sangat stategis bagi bangsa Indonesia. Industri kretek membuktikan tetap bertahan setidaknya lebih dari 130 tahun. Disaat industri lain tumbang di zaman kolonial, industri kretek tetap eksis memberikan penghidupan masyarakat Indonesia. Bahkan tergolong industri yang peka zaman, dengan memberikan kontribusi yang sangat besar. Menghidupi setidaknya 6.1 juta jiwa petani cengkeh yang tersebar di 30 provinsi, petani tembakau yang tersebar di 15 provinsi. Menghidupi ribuan karyawan yang bekerja di industri kretek. Mempunyai multiplier<\/em> <\/em>effect<\/em> ke sektor perokonomian lainnya yang berada di sekitar industri kretek. <\/p>\n\n\n\n

Keberadaan industri kretek berkontribusi adanya hak jaminan sosial dan corporate social responsibility<\/em> (CSR), seperti halnya jaminan kesehatan, bhakti pendidikan, bhakti budaya, bhakti olahraga, bhakti lingkungan dan lain sebagainya. Berkontribusi pendapatan Negara melalui setoran cukai, berkontribusi bagi kesehatan publik dari alokasi dana bagi hasil cukai hasil tembakau (DBH-CHT) untuk sarana kesehatan dan pembayaran defisit Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS).  <\/p>\n\n\n\n

Selain itu, adanya industri kretek sebagai cermin kemandirian dan kedaulatan bangsa, karena sebagai pemenuhan kebutuhan pokok rakyat dalam hal ini pendapatan masyarakat sebagai agenda pemberantasan kemiskinan. <\/p>\n\n\n\n

Dengan pertimbangan di atas, diharapkan pemerintah dalam hal ini Presiden memberikan ketegasan, apakah industri rokok nasional tetap berproduksi atau dilarang berproduksi. Kalau tetap berproduksi, pemerintah secara totalitas harus melindunginya mulai kebijakan sampai pada strategi pemasarannya. Andaikan dilarang beroperasi, pemerintah paling tidak harus berani mempersiapkan lapangan pekerjaan lain bagi petani dan buruh tani cengkeh dan tembakau, buruh industri dan mungkin menata perekonomian akibat multiplier<\/em> <\/em>effect<\/em> keberadaan industri kretek. Dan yang terpenting keberadaan industri kretek, sebagai industri nasional sebagai perwujudan agenda prioritas  tujuan Nawa Cita, sehingga jangan sampai digiring dan diatur kepentingan asing melalui rezim kesehatan sebagai leading sector, <\/em>yang belum tentu benar dan terkesan dipaksakan.  
<\/p>\n","post_title":"Ketika Pemerintah Plin-Plan Membuat Regulasi Terkait Dunia Pertembakauan","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"ketika-pemerintah-plin-plan-membuat-regulasi-terkait-dunia-pertembakauan","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-08-06 10:53:48","post_modified_gmt":"2019-08-06 03:53:48","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5936","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":16},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"epic_block_3"};

\n

Jika dipikir-pikir, kebijakan simplifikasi layer cukai sangat menguntungkan industri rokok asing. Lalu apa bedanya pemerintah dengan LSM\/NGO yang getol memerangi peredaran rokok?. Nyatanya sama-sama ditunggangi kepentingan asing. Bedanya mungkin, pemerintah ditunggangi kepentingan industri rokok investor asing, kalau LSM\/NGO antirokok ada kepentingan farmasi yang berpusat di Amerika. Tapi jika dirunut dengan teliti, dua kepentingan asing tersebut yang terlihat beda, ada kemungkinan mengerucut pada satu titik yang sama. Tak lain membunuh rokok kretek asli Indonesia.<\/p>\n\n\n\n

Sebelum masuk ranah penjelasan yang sederhana tentang simplifikasi layer CHT, dampak yang ditimbulkan dan maksudnya. Terlebih dahulu perlu diuraikan makna simplifikasi, layer dan cukai secara berkesinambungan. Simplifikasi punya arti penyederhanaan, awalnya banyak dijadikan lebih sedikit, kecil, ramping dan ringkas. Tentunya, cara yang harus ditempuh dalam penyederhaan bisa jadi menggabungkan, bisa jadi dibuang\/dipotong salah satu, bisa jadi kedua-duanya dijalankan. Hubungan simplifikasi dengan industri rokok, penjelasannya di belakang setelah uraian tentang layer dan cukai.<\/p>\n\n\n\n

Layer bisa disebut dengan ungkapan lapisan, golongan, kelas, dan mungkin bisa dikatakan tingkatan. Varian rokok banyak sekali; ada rokok putih atau disebut sigaret putih mesin (SPM), ada sigaret kretek mesin (SKM), Ada sigaret kretek tangan (SKT). Ada rokok filter (ada busa) dan non filter (tidak ada busa). Ada juga rokok bercengkeh disebut kretek dan non cengkeh (tembakau saja) disebut putihan. Ada lagi rokok kretek dinamakan mild. Dari varian tersebut dibagi menjadi beberapa layer atau golongan, untuk penyesuaian pembayaran pajak cukai. Untuk mempermudah pemahaman, layer dibahasakan sebagai golongan industri rokok besar, menengah dan kecil. Sedangkan, cukai adalah pungutan pemerintah sebagai pajak. <\/p>\n\n\n\n

Nah, kira-kira uraian maknanya perkata sudah jelas. Sekarang uraian tersebut dihubungkan semua dengan rencana pemerintah kedepan untuk pungutan pajak rokok. Rencana pemerintah yang dimaksud simplikasi layer CHT, ingin menyederhanakan atau menggabungkan antara SPM dan SKM, dilebur manjadi satu golongan. Aslinya dibedakan, karena memang berbeda. SPM lebih tinggi pungutan pajaknya dari [ada SKM. SPM bukan asli produk Indonesia dan cenderung impor, dan yang punya bukan pribumi. Bahan bakunyapun tidak menggunakan tembakau Indonesia. Sangat jauh berbeda dengan SKM, industri yang padat karya dan menggunakan bahan baku lokal. Dan yang paling istimewa perbedaannya, tak lain adalah kemunculan SKM diciptakan oleh pribumi dengan mencampur tembakau dan cengkeh dalam satu batang rokok. Kemudian rokok cmpuran tersebut dinamai kretek. <\/p>\n\n\n\n

Rokok kretek terus berkembang dan inovatif seperti penjelasan di atas, ada filter, non filter, mesin, tangan, mild dan klobot. Kretek klobot tidak bercukai, karena keberadaannya hampir punah, sedikit sekali pabrikan membuat jenis klobot. Klobot satu-satunya rokok yang memakai bungkus daun jagung yang telah dikeringkan, kemudian di ikat pakai benang. Sehingga untuk kretek klobot ada pengecualian, tidak masuk dalam kategori jenis kretek di atas. <\/p>\n\n\n\n

Semua jenis kretek saat ini diproduksi oleh industri. Secara sederhana industri terbagi tiga macam, industri besar, menengah dan kecil. Paling kecil kategori industri kretek, telah mempunyai gudang untuk operasi pembuatan rokok kretek dengan luas minimal 200m2<\/sup>. Jadi, sekarang ini tidak ada lagi industri rokok kretek skala rumahan (home industri) seperti dulu lagi. <\/p>\n\n\n\n

Dari penjelasan di atas, sekarang sudah paham varian jenis rokok kretek asli produk Indonesia. Apapun bentuknya, jika rokok menggunakan campuran tembakau dan cengkeh itulah dinamakan rokok kretek, termasuk jenis mild. Dewasa ini jenis mild sangat disukai dipasaran. Hingga semua industri berlomba-lomba bikin mild. Munculnya mild tidak lain karena tuntutan dari aturan pemerintah yang membatasi nikotin dan tar. Sehingga konten tembakau mild lebih banyak memakai tembakau jenis Virginia. <\/p>\n\n\n\n

Jangan salahkan industri\/pabrikan jika makin lama kuota impor tembakau naik. Karena dibentuk oleh aturan pemerintah dan peningkatan permintaan pasar mild. Kalau begitu yang salah siapa? tentunya pemerintah yang membuat aturan low nikotin dan tar. Sulit sekali tembakau lokal untuk memenuhi batasan low nikotin dan tar sesuai aturan pemerintah. Pada akhirnya mau tidak mau industri\/pabrikan membutuhkan tembakau jenis Virginia yang sulit tumbuh dengan baik di bumi nusantara ini. Lalu apa yang dilakukan industri\/pabrikan rokok, ya impor lah. Tapi industri\/pabrikan masih sangat membutuhkan tembakau lokal. Selain sebagai bahan campuran rokok kretek mild, tembakau lokal dibuat memproduksi rokok bukan mild. <\/p>\n\n\n\n

Untuk rokok kretek mild, semuanya diproduksi memakai mesin, sedangkan selain mild ada yang pakai mesin ada yang pakai tangan. Dengan isu simplikasi layer CHT SPM dan SKM, ada dua kemungkinan. Pertama; bisa jadi SPM diturunkan levelnya disesuaikan dengan SKM. Kedua; atau SKM dinaikkan levelnya sesuai SPM. Keduanya sangat merugikan industri kretek asli produk Indonesia berupa SKM. Kalau yang pertama, keuntungan SPM (industri asing) harganya disamakan SKM, sehingga persaingan penjualan dipasaran relatif mudah, sehingga SKM sangat dirugikan. Jika demikian, pemerintah tidak melindungi industri nasional (lokal), dengan meliarkan persaingannya dipasaran sangat ketat. <\/p>\n\n\n\n

Kemungkinan yang kedua, juga demikian, sangat merugikan SKM, karena levelnya naik mengikuti SPM. Jika demikian, sangat memberatkan SKM, apalagi pangsa rokok kretek ditahun-tahun terakhir ini merosot tajam penjualannya. Kemerosotan penjualan rokok kretek juga pengaruh dari kebijakan pemerintah dan oknum (anti rokok) yang selalu merecoki industri kretek, seperti pungutan cukai naik,  pelarangan iklan, membuat isu yang dibuat-buat tanpa dasar dan lain sebagainya. Apakah keadaan industri kretek nasional saat ini, pemerintah masih memejamkan mata dan akan memberlakukan simplikasi layer CHT?. Jika demikian, sama saja pemerintah membunuh industri\/pabrikan kretek nasional dengan pelan-pelan. <\/p>\n\n\n\n

Jangan salahkan industri\/pabrikan rokok kretek jika pelan-pelan merumahkan karyawannya karena merugi bahkan tidak beroperasi. Jika pembelian bahan baku rokok kretek (tembakau dan cengkeh) menurun dan ribuan juta petani merugi, dan masih banyak lagi efek dampaknya ke segala lini yang menggantungkan hidupnya berhubungan dengan sektor pertembakauan. Pemerintah harus bertanggungjawab atas dampak tersebut, jangan asal cuci tangan jika dampak negatif terjadi. Karena pemerintahlah yang bikin aturan. <\/p>\n\n\n\n

Untuk itu, kedepan pemerintah harus hati-hati dan jeli dalam memutuskan dan memberlakukan kebijakan untuk kepentingan sektor pertembakauan. Karena, yang sudah-sudah, kebijakan pemerintah pada sektor pertembakauan tidak mengakomodir kepentingan industri nasional, cenderung mengakomodir kepentingan industri asing. Baik pemerintah, industri kretek, petani tembakau dan cengkeh serta masyarakat Indonesia harus berdaulat, saling menjaga dan saling melindungi untuk kepentingan bersama, menjadi bangsa yang besar dan kuat tanpa disetir Negara lain (asing). Inilah makna kemerdekaan yang sesungguhnya di era melenial.
<\/p>\n","post_title":"Kebijakan Simplifikasi Layer Cukai Adalah Rencana Pembunuhan terhadap Kretek","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"kebijakan-simplifikasi-layer-cukai-adalah-rencana-pembunuhan-terhadap-kretek","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-08-21 09:57:34","post_modified_gmt":"2019-08-21 02:57:34","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5979","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5956,"post_author":"877","post_date":"2019-08-14 11:00:51","post_date_gmt":"2019-08-14 04:00:51","post_content":"\n

Komisioner Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) Sitty Hikmawatty sesat pikir saat mengatakan bahwa program audisi beasiswa bulutangkis sebagai ajang ekploitasi anak. KPAI mempermasalahkan tulisan Djarum di kaos olahraga, karena sebagai ajang promosi brand rokok. Disini KPAI gagal faham membedakan antara Djarum Foundation dan Djarum industri rokok. <\/p>\n\n\n\n


Djarum Foundation sebagai wujud bhakti terhadap Bangsa dan Negara, sehingga prakteknya Djarum Foundation mengeluarkan uang, bukan mencari keuntungan. Ketika dikatakan sebagai ajang promosi produk rokok, sudah ditampik dan sudah dijelaskan secara detail pengurus Djarum Foundation, bahwa program yang dijalankan jauh dari niatan promosi produk rokok. Kalaupun ada tulisan Djarum di kaos olahraga, memang sejarahnya dari dulu sebagai nama clubnya. <\/p>\n\n\n\n


Sitty Hikmawatty sebagai komisioner KPAI, harusnya cerdas menyikapi hal tersebut. Harusnya ada apresiasi pada Djarum yang sadar akan kewajibannya, andil dalam pengembangan bakat bagi anak-anak. Dan apa yang telah dilakukan Djarum Foundation tidaklah mudah, membutuhkan tenaga dan matriil begitu besar. Sekarang pertanyaannya, siapa dan industri pribumi mana yang berani melakukan seperti itu?, bahkan KPAI pun tidak akan berani membuat program pencarian bakat secara intensif dan masif. <\/p>\n\n\n\n


KPAI harusnya faham makna perlindungan bagi anak, jangan hanya dimaknai secara sempit, semisal anak juga butuh perlindungan dari kebodohan dan kebutuhan lain yang sifatnya sangat mendesak. Nyatanya masih banyak anak \u2013anak yang tidak sekolah karena tidak mampu, masih banyak anak-anak yang hidup terlantar di Jalan, masih banyak anak-anak sebagai obyek makanan ringan yang bahannya membahayakan bagi tubuh. Dimana dan apa yang sudah dilakukan KPAI untuk melindungi anak tersebut?. Masih banyak masalah anak yang sangat penting dan krusial harus dikerjakan KPAI, dari pada mengurusi tulisan club Djarum dalam program audisi Djarum Foundation.<\/p>\n\n\n\n


Belum lagi, katanya KPAI akan mengambil langkah mengundang Kepala Daerah, dimana kotanya dibuat ajang audisi tersebut. Kalau nanti benar terjadi, menandakan kinerja KPAI tidak efektif. Masalah anak yang paling penting tidak terurus, dan selalu bergejolak di masyarakat kelas bawah. Sekali lagi seperti tidak sekolah karena orang tuanya tidak mampu atau orang tuanya meninggal dunia, walaupun sekolah katanya gratis, akan tetapi dampak lain timbul seperti halnya masalah ekonomi, akhirnya anak-anak mendingan cari uang untuk hidup sehari-hari dari pada sekolah. Anak-anak suka beli jajan (makanan ringat) di toko maupun dipinggir jalan yang mengandung bahan membahayakan bagi pertumbuhan anak. Di perempatan jalan atau lampu merah banyak anak-anak yang hidupnya menggelandang tanpa tujuan. Ini riil dan nyata di hadapan mata kita tiap hari. <\/p>\n\n\n\n


Tapi anehnya KPAI saat ini malah lebih intens mengurusi hal yang tidak penting degan melarang audisi pencarian bakat bulutangkis oleh Djarum Foundation. KPAI cenderung gagal faham dalam memahami, menafsiri, dan mensikapi hal tersebut. Anehnya lagi, apa yang dilakukan KPAI sampai ngotot. <\/p>\n\n\n\n


Kalau mau melarang program audisi Djarum Foundation, tunjukkan dulu KPAI punya program pencarian bakat seperti Djarum Foundation lakukan. Jangan seenaknya KPAI, melarang-larang tanpa solusi konkret dengan dalil perlindungan. Lucunya, KPAI dengan dalil perlindungan anak mengatakan, audisi pencarian bakat bulutangkis yes, ajang promosi no. Kalau dipahami, KPAI ingin audisi Djarum Foundation tetap jalan, tapi tulisan Djarum dihilangkan. Ini sama saja, tidak boleh menulis atau memaparkan nama club. Sedangkan pencantuman nama club sangat penting sebagai identitas dan jati diri. <\/p>\n\n\n\n


Kegiatan perlindungan untuk anak adalah pekerjaan yang sangat mulia kalau benar-benar dilakukan. KPAI, sebagai lembaga dengan memapang langsung tulisan perlindungan anak akan lebih mulia jika programnya konkret. Seperti lembaga sekolah negeri atau swasta, tanpa memakai kata-kata perlindungan, sekolah tersebut mendidik anak melindungi anak dari kebodohan untuk kesiapan masa depan. Audisi pencarian bakat bulutangkis Djarum Foundation pun demikian, kegiatannya konkret menyiapkan atlet olahraga bulutangkis. Dan apa yang telah dilakukan Djarum Foundation dengan audisinya sangat beda dari bentuk promosi. Berbeda dengan pelibatan anak-anak untuk promosi produk, murni tujuannya agar produknya laku. Apalagi produk yang ditawarkan untuk kebutuhan anak. Contohnya banyak sekali beredar iklan-iklan yang terpampang di pinggir jalan, di media sosial, bahkan di stasiun televisi, hal ini kayaknya lolos dari bahasan KPAI.<\/p>\n\n\n\n


Belum lagi, tanpa disadari lembaga KPAI juga menumpang hidup dari anak-anak. Kemana-mana membawa nama anak-anak untuk kegiatannya, bahkan sampai untuk menggalang donasi. Namun kegiatan yang betul-betul sangat dibutuhkan anak-anak belum atau bahkan tidak tersasar dan tidak menjadi prioritas. Sehingga, program KPAI untuk perlindungan anak dipastikan tidak efektif. Buktinya, KPAI membuat masalah yang sederhana dibuat rumit, seperti mempermasalahkan tulisan Djarum sebagai club dalam ajang audisi pencarian bakat Djarum Foundation Bhakti Olahraga. Jelas-jelas untuk kepentingan masa depan anak, dengan meningkakan minat dan bakat anak dalam olahraga atas dasar suka dan tidak ada paksaan.
Kata kunci pendidikan bagi anak adalah bermain, senang atau suka, sesuai keinginan, dan untuk bekal hidup selanjutnya. Jika KPAI mempermasalahkan tulisan club Djarum, yang dianggap sebagai ajang promosi dan ekploitasi anak, alasan tersebut tidak benar dan tanpa dasar. Seperti halnya penjelasan di atas, audisi pencarian bakat bulutangkis Djarum Foundation, jauh dari promosi dan ekploitasi. Tujuan utama audisi tidak lain memberikan bekal dan pendidikan bagi anak sesui keinginannya, anak belajar dengan senang, gembira, dan bermain. <\/p>\n\n\n\n


Jika kemudian KPAI dan lembaga lain yang mengatasnamakan peduli anak, melarang kegiatan audisi pencarian bakat olah raga bulutangkis yang dilakukan Djarum Foundation, sama dengan menghalangi anak Indonesia mengembangkan minat dan bakatnya sesuai keinginan, menghalangi anak Indonesia belajar sambil bermain dan gembira, menghalangi anak Indonesia untuk mendapatkan bekal hidup selanjutnya, menghalangi anak Indonesia untuk mewujudkan cita-cita. Apa yang dilakukan KPAI dan lembaga lain tersebut, sangat bertentangan dengan cita-cita Bangsa, dan cita-cita pendidikan bagi anak di Indonesia. <\/p>\n","post_title":"Sesat pikir KPAI Melarang Audisi Pencarian Bakat Bulutangkis Anak-Anak","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"sesat-pikir-kpai-melarang-audisi-pencarian-bakat-bulutangkis-anak-anak","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-08-14 11:00:58","post_modified_gmt":"2019-08-14 04:00:58","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5956","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5949,"post_author":"877","post_date":"2019-08-12 08:28:29","post_date_gmt":"2019-08-12 01:28:29","post_content":"\n

Kurban tidak semata-mata hanya menyembelih hewan, dibaliknya ada kisah indah yang bisa sebagai bahan renungan dan pengingat bagi semua. Pada kisah qurban, terdapat peran anak usia dini yang akhirnya dikenang umat Islam sedunia sepanjang masa dan juga dapat mengangkat harkat martabat keluarganya dihadapan Tuhan. Selama anak suka bahkan bahagia menjalankan perannya untuk kepentingan dirinya sendiri kedepan dan mengangkat harkat martabat keluarganya dengan bimbingan yang baik, maka hal tersebut sah-sah saja tidak ada larangan.\u00a0<\/p>\n\n\n\n

Kemarin, pada tanggal 11 Agustus 2019 hari Minggu, tepatnya pada tanggal 10 dzulhijjah 1440 M., dipagi hari umat Islam terlihat berbondong-bondong ada yang ke masjid ada yang kelapangan, tidak lain menjalankan ibadah sholat Idul Adha, atau biasa disebut hari raya qurban. Selain melakukan sholad, umat Islam merayakannya dengan menyembelih hewan qurban, seperti unta tradisi di Timur Tengah, sedangkam di Indonesia menyembelih sapi atau kerbau. Khusus di Kudus kota Kretek rerata menyembelih kerbau, sapi bagi sebagian besar masyarakat Kudus tidak mau menyembelih. Cerita yang beredar di masyarakat turun menurun, pelarangan menyembelih sapi sejak zaman kewalian yaitu Sunan Kudus sebagai penghormatan terhadap agama lain yang beranggapan hewan sapi sebagai hewan yang suci.<\/p>\n\n\n\n

Kembali ke Idul Adha, diceritakan oleh para Ulama\u2019 ada kisah tentang Nabi Ibrahim yang akan mengorbankan putranya yang masih kecil namanya Ismail (besarnya menjadi Nabi). Ceritanya Nabi Ibrahim saat tidur bermimpi, ia diperintah Tuhan untuk menyembelih putranya bernama Ismail. Saat bangun, ia merenung, berfikir sambil bertanya dihati, benarkah ini perintah Tuhan?. Kali pertama mimpinya ini, ia masih ragu antara benar perintah Tuhan atau tidak. Mimpi yang direnungkan dan difikir terjadi pada malam tanggal 08 dzulhijjah,disebut hari tarwiyah<\/em>.\u00a0<\/p>\n\n\n\n

Baca: Tinjauan Kritis Atas Larangan Iklan dan Sponshorship dengan Mencantumkan Logo, Brand Image, dan Identitas CSR Sebuah Perusahaan<\/a><\/p>\n\n\n\n

Pada malam tanggal 09 dzulhijjah Nabi Ibrahim mimpi lagi dengan perintah yang sama. Mimpi kali kedua, Nabi Ibrahim merasa yakin kalau benar-benar perintah Tuhan. Pada mimpi kedua disebut hari arafah<\/em>. Pada tanggal 10 dzulhijjah, hari Nabi Ibrahim melaksanakan perintah Tuhan untuk menyembelih Ismail (putranya), yang kemudian disebut  hari nakhr <\/em>(biasa disebut nahar bagi orang Indonesia). <\/p>\n\n\n\n

Cerita KH. Sya\u2019roni, saat pagi hari pada tanggal 10 dzulhijjah Nabi Ibrahim menyuruh istrinya bernama Siti Hajar (ibu kandung Ismail) untuk memandikan Ismail setelah itu memakaikan pakaian yang bagus-bagus, dengan alasan mau diajak jalan-jalan. Siti Hajar melaksanakan sesuai perintah suaminya, sembari menunggu istrinya selesai, Nabi Ibrahim mengasah pisaunya\/pedangnya. <\/p>\n\n\n\n

Ismail sudah siap, diajaklah jalan jalan bapaknya (Nabi Ibrahim) menuju bukit Mina di Makkah, dengan niatan mau disembelih sesui perintah Tuhan. Di tengah perjalanan, Nabi Ibrahim dihadang iblis yang berwujud manusia, dengan mengatakan Ibrahim, anakmu itu ganteng, tega kamu sembelih, urungkan niatmu. Nabi Ibrahim tidak menjawab, malah mengambil batu kecil 7 butir, kemudian batu kecil tersebut dilemparkan ke arah iblis tersebut, sambil mengatakan, pergi kamu Iblis. Nabi Ibrahim tetap melanjutkan perjalannya, dan dihadang Iblis lagi kali kedua, Nabi Ibrahim mengambil batu kecil lagi dilempar ke iblis. Kemudian Nabi melanjutkan perjalannya, dihadang iblis lagi kali ketiga, seperti penghadangan yang pertama dan kedua, Nabi mengambil batu kecil dan dilemparkan ke arah iblis, lalu Nabi Ibrahim lanjut lagi. Inilah cerita, yang menjadi cikal bakal adanya jumroh ula, jumroh wustho dan jumroh aqobah. Tiap ibadah haji jumroh ini harus diperagakan seperti halnya apa yang telah dilakukan Nabi Ibrahim dengan maksud melawan dan melempar iblis dengan batu agar tidak mengganggu..  <\/p>\n\n\n\n

Sesampainya di puncak bukit Mina, Nabi Ibrahim menceritakan mimpinya dan mengatakan maksud dan tujuannya mengajak Ismail jalan-jalan. Selesai Nabi Ibrahim cerita, kemudian Ismail berkata pada bapaknya, untuk segera menjalankan perintah Tuhan. Pada saat menyembebelih, pisau\/pedang Nabi Ibrahim tidak bisa melukai kulit Ismail, karena Nabi Ibrahim masih gelisah dan menangis saat melihat wajah Ismail. Kemudian Ismail berkata, mungkin karena bapak melihat wajahku, hingga tidak tega menyembelih, lalu Ismail membalikkan badannya memposisisikan badannya telungkup. Lalau Nabi Ibrahim dengan kesiapan hati melakukan penyembelihan yang kedua, lagi-lagi pisau\/pedangnya tidak mampu melukai kulit leher Ismail. Dengan bingung karena tidak berhasil menyembelih Ismail, turunlah Malaikat Jibril dengan membawa kambing, digantikannya Ismail dengan kambing tersebut. Bersamaan dengan turunnya wahyu Tuhan yang menjelaskan keduanya telah lulus  dari ujian. Kemudian Nabi Ibrahim membaca takbir \u201cAllahu Akbar\u201d<\/em> 3x, disaut Ismail dengan .membaca \u201cLaa ilaaha illahhu wallahu akbar<\/em>\u201d, diakhiri Malikat Jibril dengan bacaan \u201cAllahu Akbar walillahil Hamd<\/em>\u201d, dilanjutkan dengan menyembelih kambing bawaan malaikat jibril.<\/p>\n\n\n\n

Ada cerita lucu setelah Nabi Ibrahim selesai menyembelih kambing, Nabi Ibrahim bertanya pada Ismail, siapa yang paling dermawan diantara kita? Ismail menjawab, saya. Tidak bisa kata Nabi Ibrahim, saya yang paling dermawan, karena akan mngorbankan anak yang kucintai. Ismail berkata, tidak bisa, saya yang dermawan, karena bapak punya dua anak, kalau saya dikorbankan, masih punya anak satu, lalu malaikat berkata, tidak bisa, saya yang dermawan karena saya sudah kehilangan kambing satu.\u00a0\u00a0<\/p>\n\n\n\n

Baca: Kegagalan Lakpesdam PBNU dalam Melihat Produk Tembakau Alternatif<\/a><\/p>\n\n\n\n

Keterangan dalam kitab tafsir  \u201cTanwirul Adhan<\/em>\u201d penjelasan dari surat As-Saffat ayat 102 bahwa usia Ismail saat itu 13 tahun ada juga Ulama\u2019 yang mengatakan umur 7 tahun. ada riwayat lain yang mengatakan umur Ismail saat itu 14 tahun. Pada intinya saat kejadian kisah penyembelihan, Ismail masih usia anak-anak, ia dengan senang hati dan ikhlas, menjalani perannya.  <\/p>\n\n\n\n

Dari sejarah singkat qurban yang ektrim di atas, kira-kira pendapat KPAI apakah mendukung apa yang telah di lakukan Nabi Ibrahim?, atau sebaliknya mendukung Iblis yang menghalangi Nabi Ibrahim yang akan menjalankan kewajibannya sebagai hamba?. Saya yakin KPAI akan mendukung Nabi Ibrahim, tidak mendukung langkah Iblis. 
<\/p>\n\n\n\n

Walaupun ktidak persis, tapi hampir mirip kisah qurban diatas dengan audisi oleh Djarum Foundation yang melibatkan. Program audisi bulutangkis usia anak-anak Djarum Foundation, tidak lain ikut serta program pemerintah dalam mencerdaskan bangsa melalui pencarian bakat sedini mungkin. Anak-anak yang berbakat bulutangkis tentunya yang terjaring dalam audisi, dididik dengan penuh semangat oleh Djarum Foundation Bhakti olahraga. Buktinya, anak-anak tersebut disekolahkan formal, dilatih bulu tangkis dengan disiplin dan penuh tanggungjawab, tanpa dipungut biaya apapun, bahkan semua kebutuhan anak-anak tercukupi dengan baik. Pola didiknya, seperti pola pendidikan sekolah lainnya, anak-anak dididik dan diajar agar berpretasi, setidaknya punya pengetahuan, pengalaman dan keahlian sebagai bekal masa depan. Disisi lain, ternyata anak-anak yang terjaring audisi merasa sangat gembira, senang dan bangga bisa terpilih. Mereka dapat mengembangkan bakatnya, dan mendapatkan pendidikan sekolah dengan gratis.<\/p>\n\n\n\n

Tujuan utama Djarum Foundation mencari bibit unggul pebulutangkis Indonesia, yang selama ini sebagai salah satu olahraga kebanggaan masyarakat Indonesia atas banyaknya prestasi yang di peroleh. Program Djarum Foundation Bhakti olahraga jauh dari niatan ekploitasi anak untuk promosi, yang ada ekploitasi anak untuk kejayaan olah raga bulutangkis bangsa Indonesia. <\/p>\n\n\n\n

Juga, program Djarum Foundation audisi bulutangkis adalah salah satu bentuk kesadaran dan kewajibannya membangun bangsa dengan melibatkan anak-anak. Lalu apa yang salah dari Djarum Foundation Bhakti Olahraga, jelas-jelas telah menghibahkan fasilitas, pikiran hingga dana untuk kepentingan kejayaan bangsa Indonesia, melalui olahraga. Pemerintah harus mendukung program tersebut, begitupun KPAI. KPAI jangan sampai menjadi penghalang, seperti halnya penghalang Nabi Ibrahim dalam kisah di atas.  
<\/p>\n","post_title":"Refleksi Kisah Kurban sebagai Bahan Pengingat KPAI","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"refleksi-kisah-kurban-sebagai-bahan-pengingat-kpai","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-08-12 08:30:31","post_modified_gmt":"2019-08-12 01:30:31","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5949","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5936,"post_author":"877","post_date":"2019-08-06 10:53:42","post_date_gmt":"2019-08-06 03:53:42","post_content":"\n

Masalah peredaran rokok di Indonesia, pemerintah cenderung mengambil langkah aman. Sudah saatnya pemerintah harus tegas menentukan sikap pelarangan atau membolehkan peredaran rokok di tengah-tengah masyarakat. <\/p>\n\n\n\n

Sikap pemerintah sampai saat ini menimbulkan pro dan kontra. Di satu sisi pemerintah melalui Kementrian Kesehatan membuat aturan pembatasan dan pelarangan beredarnya rokok, bahkan melarang adanya iklan rokok dan mengatur packaging<\/em> dengan bermacam gambar dan peringatan yang menggelian. Di sisi lain, pemerintah mendorong peningkatkan pendapatan Negara, mendorong peningkatan ekonomi rakyat, mendorong peningkatan produktivitas rakyat dan daya saing di pasar internasional, dan mendorong pengentasan kemiskinan.<\/p>\n\n\n\n

Sekarang, efek sikap pemerintah di atas meluas kemana-mana, mulai dari isu penyederhanaan layer atau penggabungan golongan industri rokok, isu pelarangan iklan rokok di media sosial karena pengguna media sosial banyak anak-anak, sampai pada pelarangan audisi pencari bakat bulu tangkis yang dilakukan Djarum Foundation dengan alasan ekploitasi anak. Ini semua adalah beberapa agenda untuk pengendalian rokok dan tembakau di Indonesia yang alasannya sudah dipatahkan dengan data yang lebih akurat.<\/p>\n\n\n\n

Semisal, yang pro dapat menceritakan dan meruntutkan agenda pengendalian rokok dan tembakau di Indonesia sebagai agenda politik dagang internasional. Semua program pengendalian rokok dan tembakau di Indonesia mengadopsi dari program World Health Organization (WHO) organisasi program dunia yang mendapatkan sokongan dana dari industri farmasi.\u00a0<\/p>\n\n\n\n

Baca:
Ada Campur Tangan Bloomberg dalam Surat Edaran Menkes terkait Pemblokiran Iklan Rokok <\/a><\/p>\n\n\n\n

WHO tidak semata-mata bertujuan demi meningkatkan taraf kesehatan penduduk. Di sini WHO sebagai ujung tombak industri farmasi. Terjadi peralihan di lingkup kesehatan, dimana dokter dan ilmuwan kesehatan dikuasai perusahan obat (farmasi). Tujuan utamanya tidak lain untuk merebut pasar nikotin dunia, dan menggantikan pemanfaatan nikotin alami dari tembakau dengan produk rekayasa nikotin yang telah dikantongi hak patennya. Keterlibatan WHO memuluskan tujuan industri farmasi tersebut dengan mendorong negara-negara di dunia untuk memberlakukan kebijakan sesuai kerangka kesehatan, tanpa mempertimbangkan peran sosial, ekonomi, politik dan budaya. Walaupun alasan kesehatan yang dibangun ternyata tidak 100% benar dan terkesan dipaksakan. Negara yang menjadi sasaran utama adalah Negara yang berkembang, seperti Indonesia, China, Bangladesh, India, Rusia, Mesir, Thailand, Filipina dan Brazil. <\/p>\n\n\n\n

Untuk menguasai pasar nikotin di dunia, industri farmasi mendapatkan sokongan dana dari bloomberg initiative. Karena salah satu direktur dari persekutuan perusahaan farmasi dunia bernama William R. Brody punya kedekatan dengan bloomberg initiative, selain teman karib juga posisinya sebagai penasehat. <\/h4>\n\n\n\n

Tidak mengherankan jika pendukung program pengendalian rokok dan tembakau di Indonesia mendapatkan sokongan dana dari bloomberg initiative termasuk lembaga yang bergerak untuk perlindungan anak, salah satunya Komnas Perlindungan Anak Indonesia (KPAI). Apapun bentuk lembaganya, selama mendapatkan kucuran dana bloomberg initiative, program utamanya harus sinergi dengan program bloomberg initiative dan rezim kesehatan dunia (WHO) yaitu pengendalian tembakau dan rokok, terutama rokok kretek asli Indonesia.<\/p>\n\n\n\n

Ada sekitar lebih dari 20an lembaga di Indonesia mendapatkan sokongan dana langsung maupun tidak langsung dari bloomberg initiative. Lembaga-lembaga tersebut bervarian, ada lembaga yang bergerak dalam pendidikan, bergerak pemberantasan korupsi, bergerak dalam kesehatan, bergerak perlindungan konsumen, bergerak melindungi anak, bahkan sampai pada lembaga agama. Numun pada intinya leading sector<\/em> yaitu sektor potensial yang dapat\u00a0menggerakkan agenda pengendalian tembakau dan rokok di Indonesia ada pada rezim kesehatan dalam hal ini Kementerian Kesehatan. Dengan menggunakan dalil kesehatan yang mulia, agenda bloomberg initiative dan farmasi berselancar dengan baik di Indonesia. \u00a0<\/p>\n\n\n\n

Baca:
Tinjauan Kritis Atas Larangan Iklan dan Sponshorship dengan Mencantumkan Logo, Brand Image, dan Identitas CSR Sebuah Perusahaan<\/a> <\/p>\n\n\n\n

Isu kuat saat ini yang beredar untuk agenda pengendalian tembakau dan rokok di Indonesia salah satunya, KPAI melarang audisi pencarian bakat bulu tangkis sejak dini yang dilakukan Djarum Foundation dengan alasan ekploitasi anak, Kementerian Kesehatan dan KPAI melarang adanya iklan di media sosia karena akan mengakibatkan bertambahnya perokok pemula, penggabungan golongan industri rokok atau penyederhanaan layer tarif cukai rokok yang intinya pengurangan terhadap industri rokok kretek, menaikkan cukai rokok untuk mengurangi peredaran rokok, dan korelasinya rokok dengan kemiskinan bertujuan agar ada kebijakan menghalau laju industri rokok kretek. <\/p>\n\n\n\n

Pemerintah dalam hal ini harus tegas mengambil sikap, untuk kepastian dan masa depan industri rokok kretek asli Indonesia. Dimana sejarah penemuan rokok kretek tidak lain untuk pengobatan yang dilakukan H. Djamhari sebagai obat sakit bengeknya. Karena rokok kretek adalah campuran tembakau dan cengkeh, berbeda dengan rokok non kretek yang hanya memakai tembakau saja. Selama ini, belum ada uji atau riset bahwa rokok kretek berkorelasi signifikan terhadap timbulnya penyakit yang dituduhkan. Kalau menjadi salah satu bagian kecil penyebab penyakit, tentunya ya dan bukan faktor penyebab utama. Itu seperti halnya barang-barang lain yang dikonsumsi manusia secara berlebihan dan hidup tidak seimbang. Termasuk makan nasi, mengkonsumsi gula dan mengkonsumsi lainnya secara berlebihan, tanpa diimbangi olah raga dan istirahat yang cukup. <\/p>\n\n\n\n

Selain itu, posisi industri kretek sangat stategis bagi bangsa Indonesia. Industri kretek membuktikan tetap bertahan setidaknya lebih dari 130 tahun. Disaat industri lain tumbang di zaman kolonial, industri kretek tetap eksis memberikan penghidupan masyarakat Indonesia. Bahkan tergolong industri yang peka zaman, dengan memberikan kontribusi yang sangat besar. Menghidupi setidaknya 6.1 juta jiwa petani cengkeh yang tersebar di 30 provinsi, petani tembakau yang tersebar di 15 provinsi. Menghidupi ribuan karyawan yang bekerja di industri kretek. Mempunyai multiplier<\/em> <\/em>effect<\/em> ke sektor perokonomian lainnya yang berada di sekitar industri kretek. <\/p>\n\n\n\n

Keberadaan industri kretek berkontribusi adanya hak jaminan sosial dan corporate social responsibility<\/em> (CSR), seperti halnya jaminan kesehatan, bhakti pendidikan, bhakti budaya, bhakti olahraga, bhakti lingkungan dan lain sebagainya. Berkontribusi pendapatan Negara melalui setoran cukai, berkontribusi bagi kesehatan publik dari alokasi dana bagi hasil cukai hasil tembakau (DBH-CHT) untuk sarana kesehatan dan pembayaran defisit Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS).  <\/p>\n\n\n\n

Selain itu, adanya industri kretek sebagai cermin kemandirian dan kedaulatan bangsa, karena sebagai pemenuhan kebutuhan pokok rakyat dalam hal ini pendapatan masyarakat sebagai agenda pemberantasan kemiskinan. <\/p>\n\n\n\n

Dengan pertimbangan di atas, diharapkan pemerintah dalam hal ini Presiden memberikan ketegasan, apakah industri rokok nasional tetap berproduksi atau dilarang berproduksi. Kalau tetap berproduksi, pemerintah secara totalitas harus melindunginya mulai kebijakan sampai pada strategi pemasarannya. Andaikan dilarang beroperasi, pemerintah paling tidak harus berani mempersiapkan lapangan pekerjaan lain bagi petani dan buruh tani cengkeh dan tembakau, buruh industri dan mungkin menata perekonomian akibat multiplier<\/em> <\/em>effect<\/em> keberadaan industri kretek. Dan yang terpenting keberadaan industri kretek, sebagai industri nasional sebagai perwujudan agenda prioritas  tujuan Nawa Cita, sehingga jangan sampai digiring dan diatur kepentingan asing melalui rezim kesehatan sebagai leading sector, <\/em>yang belum tentu benar dan terkesan dipaksakan.  
<\/p>\n","post_title":"Ketika Pemerintah Plin-Plan Membuat Regulasi Terkait Dunia Pertembakauan","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"ketika-pemerintah-plin-plan-membuat-regulasi-terkait-dunia-pertembakauan","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-08-06 10:53:48","post_modified_gmt":"2019-08-06 03:53:48","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5936","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":16},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"epic_block_3"};

\n

Pemerintah berencana akan menerbitkan aturan simplifikasi layer cukai pada Oktober-Desember 2019. Jika benar terjadi, tindakan pemerintah itu sama saja membunuh secara perlahan industri kretek nasional. <\/p>\n\n\n\n

Jika dipikir-pikir, kebijakan simplifikasi layer cukai sangat menguntungkan industri rokok asing. Lalu apa bedanya pemerintah dengan LSM\/NGO yang getol memerangi peredaran rokok?. Nyatanya sama-sama ditunggangi kepentingan asing. Bedanya mungkin, pemerintah ditunggangi kepentingan industri rokok investor asing, kalau LSM\/NGO antirokok ada kepentingan farmasi yang berpusat di Amerika. Tapi jika dirunut dengan teliti, dua kepentingan asing tersebut yang terlihat beda, ada kemungkinan mengerucut pada satu titik yang sama. Tak lain membunuh rokok kretek asli Indonesia.<\/p>\n\n\n\n

Sebelum masuk ranah penjelasan yang sederhana tentang simplifikasi layer CHT, dampak yang ditimbulkan dan maksudnya. Terlebih dahulu perlu diuraikan makna simplifikasi, layer dan cukai secara berkesinambungan. Simplifikasi punya arti penyederhanaan, awalnya banyak dijadikan lebih sedikit, kecil, ramping dan ringkas. Tentunya, cara yang harus ditempuh dalam penyederhaan bisa jadi menggabungkan, bisa jadi dibuang\/dipotong salah satu, bisa jadi kedua-duanya dijalankan. Hubungan simplifikasi dengan industri rokok, penjelasannya di belakang setelah uraian tentang layer dan cukai.<\/p>\n\n\n\n

Layer bisa disebut dengan ungkapan lapisan, golongan, kelas, dan mungkin bisa dikatakan tingkatan. Varian rokok banyak sekali; ada rokok putih atau disebut sigaret putih mesin (SPM), ada sigaret kretek mesin (SKM), Ada sigaret kretek tangan (SKT). Ada rokok filter (ada busa) dan non filter (tidak ada busa). Ada juga rokok bercengkeh disebut kretek dan non cengkeh (tembakau saja) disebut putihan. Ada lagi rokok kretek dinamakan mild. Dari varian tersebut dibagi menjadi beberapa layer atau golongan, untuk penyesuaian pembayaran pajak cukai. Untuk mempermudah pemahaman, layer dibahasakan sebagai golongan industri rokok besar, menengah dan kecil. Sedangkan, cukai adalah pungutan pemerintah sebagai pajak. <\/p>\n\n\n\n

Nah, kira-kira uraian maknanya perkata sudah jelas. Sekarang uraian tersebut dihubungkan semua dengan rencana pemerintah kedepan untuk pungutan pajak rokok. Rencana pemerintah yang dimaksud simplikasi layer CHT, ingin menyederhanakan atau menggabungkan antara SPM dan SKM, dilebur manjadi satu golongan. Aslinya dibedakan, karena memang berbeda. SPM lebih tinggi pungutan pajaknya dari [ada SKM. SPM bukan asli produk Indonesia dan cenderung impor, dan yang punya bukan pribumi. Bahan bakunyapun tidak menggunakan tembakau Indonesia. Sangat jauh berbeda dengan SKM, industri yang padat karya dan menggunakan bahan baku lokal. Dan yang paling istimewa perbedaannya, tak lain adalah kemunculan SKM diciptakan oleh pribumi dengan mencampur tembakau dan cengkeh dalam satu batang rokok. Kemudian rokok cmpuran tersebut dinamai kretek. <\/p>\n\n\n\n

Rokok kretek terus berkembang dan inovatif seperti penjelasan di atas, ada filter, non filter, mesin, tangan, mild dan klobot. Kretek klobot tidak bercukai, karena keberadaannya hampir punah, sedikit sekali pabrikan membuat jenis klobot. Klobot satu-satunya rokok yang memakai bungkus daun jagung yang telah dikeringkan, kemudian di ikat pakai benang. Sehingga untuk kretek klobot ada pengecualian, tidak masuk dalam kategori jenis kretek di atas. <\/p>\n\n\n\n

Semua jenis kretek saat ini diproduksi oleh industri. Secara sederhana industri terbagi tiga macam, industri besar, menengah dan kecil. Paling kecil kategori industri kretek, telah mempunyai gudang untuk operasi pembuatan rokok kretek dengan luas minimal 200m2<\/sup>. Jadi, sekarang ini tidak ada lagi industri rokok kretek skala rumahan (home industri) seperti dulu lagi. <\/p>\n\n\n\n

Dari penjelasan di atas, sekarang sudah paham varian jenis rokok kretek asli produk Indonesia. Apapun bentuknya, jika rokok menggunakan campuran tembakau dan cengkeh itulah dinamakan rokok kretek, termasuk jenis mild. Dewasa ini jenis mild sangat disukai dipasaran. Hingga semua industri berlomba-lomba bikin mild. Munculnya mild tidak lain karena tuntutan dari aturan pemerintah yang membatasi nikotin dan tar. Sehingga konten tembakau mild lebih banyak memakai tembakau jenis Virginia. <\/p>\n\n\n\n

Jangan salahkan industri\/pabrikan jika makin lama kuota impor tembakau naik. Karena dibentuk oleh aturan pemerintah dan peningkatan permintaan pasar mild. Kalau begitu yang salah siapa? tentunya pemerintah yang membuat aturan low nikotin dan tar. Sulit sekali tembakau lokal untuk memenuhi batasan low nikotin dan tar sesuai aturan pemerintah. Pada akhirnya mau tidak mau industri\/pabrikan membutuhkan tembakau jenis Virginia yang sulit tumbuh dengan baik di bumi nusantara ini. Lalu apa yang dilakukan industri\/pabrikan rokok, ya impor lah. Tapi industri\/pabrikan masih sangat membutuhkan tembakau lokal. Selain sebagai bahan campuran rokok kretek mild, tembakau lokal dibuat memproduksi rokok bukan mild. <\/p>\n\n\n\n

Untuk rokok kretek mild, semuanya diproduksi memakai mesin, sedangkan selain mild ada yang pakai mesin ada yang pakai tangan. Dengan isu simplikasi layer CHT SPM dan SKM, ada dua kemungkinan. Pertama; bisa jadi SPM diturunkan levelnya disesuaikan dengan SKM. Kedua; atau SKM dinaikkan levelnya sesuai SPM. Keduanya sangat merugikan industri kretek asli produk Indonesia berupa SKM. Kalau yang pertama, keuntungan SPM (industri asing) harganya disamakan SKM, sehingga persaingan penjualan dipasaran relatif mudah, sehingga SKM sangat dirugikan. Jika demikian, pemerintah tidak melindungi industri nasional (lokal), dengan meliarkan persaingannya dipasaran sangat ketat. <\/p>\n\n\n\n

Kemungkinan yang kedua, juga demikian, sangat merugikan SKM, karena levelnya naik mengikuti SPM. Jika demikian, sangat memberatkan SKM, apalagi pangsa rokok kretek ditahun-tahun terakhir ini merosot tajam penjualannya. Kemerosotan penjualan rokok kretek juga pengaruh dari kebijakan pemerintah dan oknum (anti rokok) yang selalu merecoki industri kretek, seperti pungutan cukai naik,  pelarangan iklan, membuat isu yang dibuat-buat tanpa dasar dan lain sebagainya. Apakah keadaan industri kretek nasional saat ini, pemerintah masih memejamkan mata dan akan memberlakukan simplikasi layer CHT?. Jika demikian, sama saja pemerintah membunuh industri\/pabrikan kretek nasional dengan pelan-pelan. <\/p>\n\n\n\n

Jangan salahkan industri\/pabrikan rokok kretek jika pelan-pelan merumahkan karyawannya karena merugi bahkan tidak beroperasi. Jika pembelian bahan baku rokok kretek (tembakau dan cengkeh) menurun dan ribuan juta petani merugi, dan masih banyak lagi efek dampaknya ke segala lini yang menggantungkan hidupnya berhubungan dengan sektor pertembakauan. Pemerintah harus bertanggungjawab atas dampak tersebut, jangan asal cuci tangan jika dampak negatif terjadi. Karena pemerintahlah yang bikin aturan. <\/p>\n\n\n\n

Untuk itu, kedepan pemerintah harus hati-hati dan jeli dalam memutuskan dan memberlakukan kebijakan untuk kepentingan sektor pertembakauan. Karena, yang sudah-sudah, kebijakan pemerintah pada sektor pertembakauan tidak mengakomodir kepentingan industri nasional, cenderung mengakomodir kepentingan industri asing. Baik pemerintah, industri kretek, petani tembakau dan cengkeh serta masyarakat Indonesia harus berdaulat, saling menjaga dan saling melindungi untuk kepentingan bersama, menjadi bangsa yang besar dan kuat tanpa disetir Negara lain (asing). Inilah makna kemerdekaan yang sesungguhnya di era melenial.
<\/p>\n","post_title":"Kebijakan Simplifikasi Layer Cukai Adalah Rencana Pembunuhan terhadap Kretek","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"kebijakan-simplifikasi-layer-cukai-adalah-rencana-pembunuhan-terhadap-kretek","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-08-21 09:57:34","post_modified_gmt":"2019-08-21 02:57:34","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5979","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5956,"post_author":"877","post_date":"2019-08-14 11:00:51","post_date_gmt":"2019-08-14 04:00:51","post_content":"\n

Komisioner Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) Sitty Hikmawatty sesat pikir saat mengatakan bahwa program audisi beasiswa bulutangkis sebagai ajang ekploitasi anak. KPAI mempermasalahkan tulisan Djarum di kaos olahraga, karena sebagai ajang promosi brand rokok. Disini KPAI gagal faham membedakan antara Djarum Foundation dan Djarum industri rokok. <\/p>\n\n\n\n


Djarum Foundation sebagai wujud bhakti terhadap Bangsa dan Negara, sehingga prakteknya Djarum Foundation mengeluarkan uang, bukan mencari keuntungan. Ketika dikatakan sebagai ajang promosi produk rokok, sudah ditampik dan sudah dijelaskan secara detail pengurus Djarum Foundation, bahwa program yang dijalankan jauh dari niatan promosi produk rokok. Kalaupun ada tulisan Djarum di kaos olahraga, memang sejarahnya dari dulu sebagai nama clubnya. <\/p>\n\n\n\n


Sitty Hikmawatty sebagai komisioner KPAI, harusnya cerdas menyikapi hal tersebut. Harusnya ada apresiasi pada Djarum yang sadar akan kewajibannya, andil dalam pengembangan bakat bagi anak-anak. Dan apa yang telah dilakukan Djarum Foundation tidaklah mudah, membutuhkan tenaga dan matriil begitu besar. Sekarang pertanyaannya, siapa dan industri pribumi mana yang berani melakukan seperti itu?, bahkan KPAI pun tidak akan berani membuat program pencarian bakat secara intensif dan masif. <\/p>\n\n\n\n


KPAI harusnya faham makna perlindungan bagi anak, jangan hanya dimaknai secara sempit, semisal anak juga butuh perlindungan dari kebodohan dan kebutuhan lain yang sifatnya sangat mendesak. Nyatanya masih banyak anak \u2013anak yang tidak sekolah karena tidak mampu, masih banyak anak-anak yang hidup terlantar di Jalan, masih banyak anak-anak sebagai obyek makanan ringan yang bahannya membahayakan bagi tubuh. Dimana dan apa yang sudah dilakukan KPAI untuk melindungi anak tersebut?. Masih banyak masalah anak yang sangat penting dan krusial harus dikerjakan KPAI, dari pada mengurusi tulisan club Djarum dalam program audisi Djarum Foundation.<\/p>\n\n\n\n


Belum lagi, katanya KPAI akan mengambil langkah mengundang Kepala Daerah, dimana kotanya dibuat ajang audisi tersebut. Kalau nanti benar terjadi, menandakan kinerja KPAI tidak efektif. Masalah anak yang paling penting tidak terurus, dan selalu bergejolak di masyarakat kelas bawah. Sekali lagi seperti tidak sekolah karena orang tuanya tidak mampu atau orang tuanya meninggal dunia, walaupun sekolah katanya gratis, akan tetapi dampak lain timbul seperti halnya masalah ekonomi, akhirnya anak-anak mendingan cari uang untuk hidup sehari-hari dari pada sekolah. Anak-anak suka beli jajan (makanan ringat) di toko maupun dipinggir jalan yang mengandung bahan membahayakan bagi pertumbuhan anak. Di perempatan jalan atau lampu merah banyak anak-anak yang hidupnya menggelandang tanpa tujuan. Ini riil dan nyata di hadapan mata kita tiap hari. <\/p>\n\n\n\n


Tapi anehnya KPAI saat ini malah lebih intens mengurusi hal yang tidak penting degan melarang audisi pencarian bakat bulutangkis oleh Djarum Foundation. KPAI cenderung gagal faham dalam memahami, menafsiri, dan mensikapi hal tersebut. Anehnya lagi, apa yang dilakukan KPAI sampai ngotot. <\/p>\n\n\n\n


Kalau mau melarang program audisi Djarum Foundation, tunjukkan dulu KPAI punya program pencarian bakat seperti Djarum Foundation lakukan. Jangan seenaknya KPAI, melarang-larang tanpa solusi konkret dengan dalil perlindungan. Lucunya, KPAI dengan dalil perlindungan anak mengatakan, audisi pencarian bakat bulutangkis yes, ajang promosi no. Kalau dipahami, KPAI ingin audisi Djarum Foundation tetap jalan, tapi tulisan Djarum dihilangkan. Ini sama saja, tidak boleh menulis atau memaparkan nama club. Sedangkan pencantuman nama club sangat penting sebagai identitas dan jati diri. <\/p>\n\n\n\n


Kegiatan perlindungan untuk anak adalah pekerjaan yang sangat mulia kalau benar-benar dilakukan. KPAI, sebagai lembaga dengan memapang langsung tulisan perlindungan anak akan lebih mulia jika programnya konkret. Seperti lembaga sekolah negeri atau swasta, tanpa memakai kata-kata perlindungan, sekolah tersebut mendidik anak melindungi anak dari kebodohan untuk kesiapan masa depan. Audisi pencarian bakat bulutangkis Djarum Foundation pun demikian, kegiatannya konkret menyiapkan atlet olahraga bulutangkis. Dan apa yang telah dilakukan Djarum Foundation dengan audisinya sangat beda dari bentuk promosi. Berbeda dengan pelibatan anak-anak untuk promosi produk, murni tujuannya agar produknya laku. Apalagi produk yang ditawarkan untuk kebutuhan anak. Contohnya banyak sekali beredar iklan-iklan yang terpampang di pinggir jalan, di media sosial, bahkan di stasiun televisi, hal ini kayaknya lolos dari bahasan KPAI.<\/p>\n\n\n\n


Belum lagi, tanpa disadari lembaga KPAI juga menumpang hidup dari anak-anak. Kemana-mana membawa nama anak-anak untuk kegiatannya, bahkan sampai untuk menggalang donasi. Namun kegiatan yang betul-betul sangat dibutuhkan anak-anak belum atau bahkan tidak tersasar dan tidak menjadi prioritas. Sehingga, program KPAI untuk perlindungan anak dipastikan tidak efektif. Buktinya, KPAI membuat masalah yang sederhana dibuat rumit, seperti mempermasalahkan tulisan Djarum sebagai club dalam ajang audisi pencarian bakat Djarum Foundation Bhakti Olahraga. Jelas-jelas untuk kepentingan masa depan anak, dengan meningkakan minat dan bakat anak dalam olahraga atas dasar suka dan tidak ada paksaan.
Kata kunci pendidikan bagi anak adalah bermain, senang atau suka, sesuai keinginan, dan untuk bekal hidup selanjutnya. Jika KPAI mempermasalahkan tulisan club Djarum, yang dianggap sebagai ajang promosi dan ekploitasi anak, alasan tersebut tidak benar dan tanpa dasar. Seperti halnya penjelasan di atas, audisi pencarian bakat bulutangkis Djarum Foundation, jauh dari promosi dan ekploitasi. Tujuan utama audisi tidak lain memberikan bekal dan pendidikan bagi anak sesui keinginannya, anak belajar dengan senang, gembira, dan bermain. <\/p>\n\n\n\n


Jika kemudian KPAI dan lembaga lain yang mengatasnamakan peduli anak, melarang kegiatan audisi pencarian bakat olah raga bulutangkis yang dilakukan Djarum Foundation, sama dengan menghalangi anak Indonesia mengembangkan minat dan bakatnya sesuai keinginan, menghalangi anak Indonesia belajar sambil bermain dan gembira, menghalangi anak Indonesia untuk mendapatkan bekal hidup selanjutnya, menghalangi anak Indonesia untuk mewujudkan cita-cita. Apa yang dilakukan KPAI dan lembaga lain tersebut, sangat bertentangan dengan cita-cita Bangsa, dan cita-cita pendidikan bagi anak di Indonesia. <\/p>\n","post_title":"Sesat pikir KPAI Melarang Audisi Pencarian Bakat Bulutangkis Anak-Anak","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"sesat-pikir-kpai-melarang-audisi-pencarian-bakat-bulutangkis-anak-anak","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-08-14 11:00:58","post_modified_gmt":"2019-08-14 04:00:58","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5956","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5949,"post_author":"877","post_date":"2019-08-12 08:28:29","post_date_gmt":"2019-08-12 01:28:29","post_content":"\n

Kurban tidak semata-mata hanya menyembelih hewan, dibaliknya ada kisah indah yang bisa sebagai bahan renungan dan pengingat bagi semua. Pada kisah qurban, terdapat peran anak usia dini yang akhirnya dikenang umat Islam sedunia sepanjang masa dan juga dapat mengangkat harkat martabat keluarganya dihadapan Tuhan. Selama anak suka bahkan bahagia menjalankan perannya untuk kepentingan dirinya sendiri kedepan dan mengangkat harkat martabat keluarganya dengan bimbingan yang baik, maka hal tersebut sah-sah saja tidak ada larangan.\u00a0<\/p>\n\n\n\n

Kemarin, pada tanggal 11 Agustus 2019 hari Minggu, tepatnya pada tanggal 10 dzulhijjah 1440 M., dipagi hari umat Islam terlihat berbondong-bondong ada yang ke masjid ada yang kelapangan, tidak lain menjalankan ibadah sholat Idul Adha, atau biasa disebut hari raya qurban. Selain melakukan sholad, umat Islam merayakannya dengan menyembelih hewan qurban, seperti unta tradisi di Timur Tengah, sedangkam di Indonesia menyembelih sapi atau kerbau. Khusus di Kudus kota Kretek rerata menyembelih kerbau, sapi bagi sebagian besar masyarakat Kudus tidak mau menyembelih. Cerita yang beredar di masyarakat turun menurun, pelarangan menyembelih sapi sejak zaman kewalian yaitu Sunan Kudus sebagai penghormatan terhadap agama lain yang beranggapan hewan sapi sebagai hewan yang suci.<\/p>\n\n\n\n

Kembali ke Idul Adha, diceritakan oleh para Ulama\u2019 ada kisah tentang Nabi Ibrahim yang akan mengorbankan putranya yang masih kecil namanya Ismail (besarnya menjadi Nabi). Ceritanya Nabi Ibrahim saat tidur bermimpi, ia diperintah Tuhan untuk menyembelih putranya bernama Ismail. Saat bangun, ia merenung, berfikir sambil bertanya dihati, benarkah ini perintah Tuhan?. Kali pertama mimpinya ini, ia masih ragu antara benar perintah Tuhan atau tidak. Mimpi yang direnungkan dan difikir terjadi pada malam tanggal 08 dzulhijjah,disebut hari tarwiyah<\/em>.\u00a0<\/p>\n\n\n\n

Baca: Tinjauan Kritis Atas Larangan Iklan dan Sponshorship dengan Mencantumkan Logo, Brand Image, dan Identitas CSR Sebuah Perusahaan<\/a><\/p>\n\n\n\n

Pada malam tanggal 09 dzulhijjah Nabi Ibrahim mimpi lagi dengan perintah yang sama. Mimpi kali kedua, Nabi Ibrahim merasa yakin kalau benar-benar perintah Tuhan. Pada mimpi kedua disebut hari arafah<\/em>. Pada tanggal 10 dzulhijjah, hari Nabi Ibrahim melaksanakan perintah Tuhan untuk menyembelih Ismail (putranya), yang kemudian disebut  hari nakhr <\/em>(biasa disebut nahar bagi orang Indonesia). <\/p>\n\n\n\n

Cerita KH. Sya\u2019roni, saat pagi hari pada tanggal 10 dzulhijjah Nabi Ibrahim menyuruh istrinya bernama Siti Hajar (ibu kandung Ismail) untuk memandikan Ismail setelah itu memakaikan pakaian yang bagus-bagus, dengan alasan mau diajak jalan-jalan. Siti Hajar melaksanakan sesuai perintah suaminya, sembari menunggu istrinya selesai, Nabi Ibrahim mengasah pisaunya\/pedangnya. <\/p>\n\n\n\n

Ismail sudah siap, diajaklah jalan jalan bapaknya (Nabi Ibrahim) menuju bukit Mina di Makkah, dengan niatan mau disembelih sesui perintah Tuhan. Di tengah perjalanan, Nabi Ibrahim dihadang iblis yang berwujud manusia, dengan mengatakan Ibrahim, anakmu itu ganteng, tega kamu sembelih, urungkan niatmu. Nabi Ibrahim tidak menjawab, malah mengambil batu kecil 7 butir, kemudian batu kecil tersebut dilemparkan ke arah iblis tersebut, sambil mengatakan, pergi kamu Iblis. Nabi Ibrahim tetap melanjutkan perjalannya, dan dihadang Iblis lagi kali kedua, Nabi Ibrahim mengambil batu kecil lagi dilempar ke iblis. Kemudian Nabi melanjutkan perjalannya, dihadang iblis lagi kali ketiga, seperti penghadangan yang pertama dan kedua, Nabi mengambil batu kecil dan dilemparkan ke arah iblis, lalu Nabi Ibrahim lanjut lagi. Inilah cerita, yang menjadi cikal bakal adanya jumroh ula, jumroh wustho dan jumroh aqobah. Tiap ibadah haji jumroh ini harus diperagakan seperti halnya apa yang telah dilakukan Nabi Ibrahim dengan maksud melawan dan melempar iblis dengan batu agar tidak mengganggu..  <\/p>\n\n\n\n

Sesampainya di puncak bukit Mina, Nabi Ibrahim menceritakan mimpinya dan mengatakan maksud dan tujuannya mengajak Ismail jalan-jalan. Selesai Nabi Ibrahim cerita, kemudian Ismail berkata pada bapaknya, untuk segera menjalankan perintah Tuhan. Pada saat menyembebelih, pisau\/pedang Nabi Ibrahim tidak bisa melukai kulit Ismail, karena Nabi Ibrahim masih gelisah dan menangis saat melihat wajah Ismail. Kemudian Ismail berkata, mungkin karena bapak melihat wajahku, hingga tidak tega menyembelih, lalu Ismail membalikkan badannya memposisisikan badannya telungkup. Lalau Nabi Ibrahim dengan kesiapan hati melakukan penyembelihan yang kedua, lagi-lagi pisau\/pedangnya tidak mampu melukai kulit leher Ismail. Dengan bingung karena tidak berhasil menyembelih Ismail, turunlah Malaikat Jibril dengan membawa kambing, digantikannya Ismail dengan kambing tersebut. Bersamaan dengan turunnya wahyu Tuhan yang menjelaskan keduanya telah lulus  dari ujian. Kemudian Nabi Ibrahim membaca takbir \u201cAllahu Akbar\u201d<\/em> 3x, disaut Ismail dengan .membaca \u201cLaa ilaaha illahhu wallahu akbar<\/em>\u201d, diakhiri Malikat Jibril dengan bacaan \u201cAllahu Akbar walillahil Hamd<\/em>\u201d, dilanjutkan dengan menyembelih kambing bawaan malaikat jibril.<\/p>\n\n\n\n

Ada cerita lucu setelah Nabi Ibrahim selesai menyembelih kambing, Nabi Ibrahim bertanya pada Ismail, siapa yang paling dermawan diantara kita? Ismail menjawab, saya. Tidak bisa kata Nabi Ibrahim, saya yang paling dermawan, karena akan mngorbankan anak yang kucintai. Ismail berkata, tidak bisa, saya yang dermawan, karena bapak punya dua anak, kalau saya dikorbankan, masih punya anak satu, lalu malaikat berkata, tidak bisa, saya yang dermawan karena saya sudah kehilangan kambing satu.\u00a0\u00a0<\/p>\n\n\n\n

Baca: Kegagalan Lakpesdam PBNU dalam Melihat Produk Tembakau Alternatif<\/a><\/p>\n\n\n\n

Keterangan dalam kitab tafsir  \u201cTanwirul Adhan<\/em>\u201d penjelasan dari surat As-Saffat ayat 102 bahwa usia Ismail saat itu 13 tahun ada juga Ulama\u2019 yang mengatakan umur 7 tahun. ada riwayat lain yang mengatakan umur Ismail saat itu 14 tahun. Pada intinya saat kejadian kisah penyembelihan, Ismail masih usia anak-anak, ia dengan senang hati dan ikhlas, menjalani perannya.  <\/p>\n\n\n\n

Dari sejarah singkat qurban yang ektrim di atas, kira-kira pendapat KPAI apakah mendukung apa yang telah di lakukan Nabi Ibrahim?, atau sebaliknya mendukung Iblis yang menghalangi Nabi Ibrahim yang akan menjalankan kewajibannya sebagai hamba?. Saya yakin KPAI akan mendukung Nabi Ibrahim, tidak mendukung langkah Iblis. 
<\/p>\n\n\n\n

Walaupun ktidak persis, tapi hampir mirip kisah qurban diatas dengan audisi oleh Djarum Foundation yang melibatkan. Program audisi bulutangkis usia anak-anak Djarum Foundation, tidak lain ikut serta program pemerintah dalam mencerdaskan bangsa melalui pencarian bakat sedini mungkin. Anak-anak yang berbakat bulutangkis tentunya yang terjaring dalam audisi, dididik dengan penuh semangat oleh Djarum Foundation Bhakti olahraga. Buktinya, anak-anak tersebut disekolahkan formal, dilatih bulu tangkis dengan disiplin dan penuh tanggungjawab, tanpa dipungut biaya apapun, bahkan semua kebutuhan anak-anak tercukupi dengan baik. Pola didiknya, seperti pola pendidikan sekolah lainnya, anak-anak dididik dan diajar agar berpretasi, setidaknya punya pengetahuan, pengalaman dan keahlian sebagai bekal masa depan. Disisi lain, ternyata anak-anak yang terjaring audisi merasa sangat gembira, senang dan bangga bisa terpilih. Mereka dapat mengembangkan bakatnya, dan mendapatkan pendidikan sekolah dengan gratis.<\/p>\n\n\n\n

Tujuan utama Djarum Foundation mencari bibit unggul pebulutangkis Indonesia, yang selama ini sebagai salah satu olahraga kebanggaan masyarakat Indonesia atas banyaknya prestasi yang di peroleh. Program Djarum Foundation Bhakti olahraga jauh dari niatan ekploitasi anak untuk promosi, yang ada ekploitasi anak untuk kejayaan olah raga bulutangkis bangsa Indonesia. <\/p>\n\n\n\n

Juga, program Djarum Foundation audisi bulutangkis adalah salah satu bentuk kesadaran dan kewajibannya membangun bangsa dengan melibatkan anak-anak. Lalu apa yang salah dari Djarum Foundation Bhakti Olahraga, jelas-jelas telah menghibahkan fasilitas, pikiran hingga dana untuk kepentingan kejayaan bangsa Indonesia, melalui olahraga. Pemerintah harus mendukung program tersebut, begitupun KPAI. KPAI jangan sampai menjadi penghalang, seperti halnya penghalang Nabi Ibrahim dalam kisah di atas.  
<\/p>\n","post_title":"Refleksi Kisah Kurban sebagai Bahan Pengingat KPAI","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"refleksi-kisah-kurban-sebagai-bahan-pengingat-kpai","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-08-12 08:30:31","post_modified_gmt":"2019-08-12 01:30:31","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5949","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5936,"post_author":"877","post_date":"2019-08-06 10:53:42","post_date_gmt":"2019-08-06 03:53:42","post_content":"\n

Masalah peredaran rokok di Indonesia, pemerintah cenderung mengambil langkah aman. Sudah saatnya pemerintah harus tegas menentukan sikap pelarangan atau membolehkan peredaran rokok di tengah-tengah masyarakat. <\/p>\n\n\n\n

Sikap pemerintah sampai saat ini menimbulkan pro dan kontra. Di satu sisi pemerintah melalui Kementrian Kesehatan membuat aturan pembatasan dan pelarangan beredarnya rokok, bahkan melarang adanya iklan rokok dan mengatur packaging<\/em> dengan bermacam gambar dan peringatan yang menggelian. Di sisi lain, pemerintah mendorong peningkatkan pendapatan Negara, mendorong peningkatan ekonomi rakyat, mendorong peningkatan produktivitas rakyat dan daya saing di pasar internasional, dan mendorong pengentasan kemiskinan.<\/p>\n\n\n\n

Sekarang, efek sikap pemerintah di atas meluas kemana-mana, mulai dari isu penyederhanaan layer atau penggabungan golongan industri rokok, isu pelarangan iklan rokok di media sosial karena pengguna media sosial banyak anak-anak, sampai pada pelarangan audisi pencari bakat bulu tangkis yang dilakukan Djarum Foundation dengan alasan ekploitasi anak. Ini semua adalah beberapa agenda untuk pengendalian rokok dan tembakau di Indonesia yang alasannya sudah dipatahkan dengan data yang lebih akurat.<\/p>\n\n\n\n

Semisal, yang pro dapat menceritakan dan meruntutkan agenda pengendalian rokok dan tembakau di Indonesia sebagai agenda politik dagang internasional. Semua program pengendalian rokok dan tembakau di Indonesia mengadopsi dari program World Health Organization (WHO) organisasi program dunia yang mendapatkan sokongan dana dari industri farmasi.\u00a0<\/p>\n\n\n\n

Baca:
Ada Campur Tangan Bloomberg dalam Surat Edaran Menkes terkait Pemblokiran Iklan Rokok <\/a><\/p>\n\n\n\n

WHO tidak semata-mata bertujuan demi meningkatkan taraf kesehatan penduduk. Di sini WHO sebagai ujung tombak industri farmasi. Terjadi peralihan di lingkup kesehatan, dimana dokter dan ilmuwan kesehatan dikuasai perusahan obat (farmasi). Tujuan utamanya tidak lain untuk merebut pasar nikotin dunia, dan menggantikan pemanfaatan nikotin alami dari tembakau dengan produk rekayasa nikotin yang telah dikantongi hak patennya. Keterlibatan WHO memuluskan tujuan industri farmasi tersebut dengan mendorong negara-negara di dunia untuk memberlakukan kebijakan sesuai kerangka kesehatan, tanpa mempertimbangkan peran sosial, ekonomi, politik dan budaya. Walaupun alasan kesehatan yang dibangun ternyata tidak 100% benar dan terkesan dipaksakan. Negara yang menjadi sasaran utama adalah Negara yang berkembang, seperti Indonesia, China, Bangladesh, India, Rusia, Mesir, Thailand, Filipina dan Brazil. <\/p>\n\n\n\n

Untuk menguasai pasar nikotin di dunia, industri farmasi mendapatkan sokongan dana dari bloomberg initiative. Karena salah satu direktur dari persekutuan perusahaan farmasi dunia bernama William R. Brody punya kedekatan dengan bloomberg initiative, selain teman karib juga posisinya sebagai penasehat. <\/h4>\n\n\n\n

Tidak mengherankan jika pendukung program pengendalian rokok dan tembakau di Indonesia mendapatkan sokongan dana dari bloomberg initiative termasuk lembaga yang bergerak untuk perlindungan anak, salah satunya Komnas Perlindungan Anak Indonesia (KPAI). Apapun bentuk lembaganya, selama mendapatkan kucuran dana bloomberg initiative, program utamanya harus sinergi dengan program bloomberg initiative dan rezim kesehatan dunia (WHO) yaitu pengendalian tembakau dan rokok, terutama rokok kretek asli Indonesia.<\/p>\n\n\n\n

Ada sekitar lebih dari 20an lembaga di Indonesia mendapatkan sokongan dana langsung maupun tidak langsung dari bloomberg initiative. Lembaga-lembaga tersebut bervarian, ada lembaga yang bergerak dalam pendidikan, bergerak pemberantasan korupsi, bergerak dalam kesehatan, bergerak perlindungan konsumen, bergerak melindungi anak, bahkan sampai pada lembaga agama. Numun pada intinya leading sector<\/em> yaitu sektor potensial yang dapat\u00a0menggerakkan agenda pengendalian tembakau dan rokok di Indonesia ada pada rezim kesehatan dalam hal ini Kementerian Kesehatan. Dengan menggunakan dalil kesehatan yang mulia, agenda bloomberg initiative dan farmasi berselancar dengan baik di Indonesia. \u00a0<\/p>\n\n\n\n

Baca:
Tinjauan Kritis Atas Larangan Iklan dan Sponshorship dengan Mencantumkan Logo, Brand Image, dan Identitas CSR Sebuah Perusahaan<\/a> <\/p>\n\n\n\n

Isu kuat saat ini yang beredar untuk agenda pengendalian tembakau dan rokok di Indonesia salah satunya, KPAI melarang audisi pencarian bakat bulu tangkis sejak dini yang dilakukan Djarum Foundation dengan alasan ekploitasi anak, Kementerian Kesehatan dan KPAI melarang adanya iklan di media sosia karena akan mengakibatkan bertambahnya perokok pemula, penggabungan golongan industri rokok atau penyederhanaan layer tarif cukai rokok yang intinya pengurangan terhadap industri rokok kretek, menaikkan cukai rokok untuk mengurangi peredaran rokok, dan korelasinya rokok dengan kemiskinan bertujuan agar ada kebijakan menghalau laju industri rokok kretek. <\/p>\n\n\n\n

Pemerintah dalam hal ini harus tegas mengambil sikap, untuk kepastian dan masa depan industri rokok kretek asli Indonesia. Dimana sejarah penemuan rokok kretek tidak lain untuk pengobatan yang dilakukan H. Djamhari sebagai obat sakit bengeknya. Karena rokok kretek adalah campuran tembakau dan cengkeh, berbeda dengan rokok non kretek yang hanya memakai tembakau saja. Selama ini, belum ada uji atau riset bahwa rokok kretek berkorelasi signifikan terhadap timbulnya penyakit yang dituduhkan. Kalau menjadi salah satu bagian kecil penyebab penyakit, tentunya ya dan bukan faktor penyebab utama. Itu seperti halnya barang-barang lain yang dikonsumsi manusia secara berlebihan dan hidup tidak seimbang. Termasuk makan nasi, mengkonsumsi gula dan mengkonsumsi lainnya secara berlebihan, tanpa diimbangi olah raga dan istirahat yang cukup. <\/p>\n\n\n\n

Selain itu, posisi industri kretek sangat stategis bagi bangsa Indonesia. Industri kretek membuktikan tetap bertahan setidaknya lebih dari 130 tahun. Disaat industri lain tumbang di zaman kolonial, industri kretek tetap eksis memberikan penghidupan masyarakat Indonesia. Bahkan tergolong industri yang peka zaman, dengan memberikan kontribusi yang sangat besar. Menghidupi setidaknya 6.1 juta jiwa petani cengkeh yang tersebar di 30 provinsi, petani tembakau yang tersebar di 15 provinsi. Menghidupi ribuan karyawan yang bekerja di industri kretek. Mempunyai multiplier<\/em> <\/em>effect<\/em> ke sektor perokonomian lainnya yang berada di sekitar industri kretek. <\/p>\n\n\n\n

Keberadaan industri kretek berkontribusi adanya hak jaminan sosial dan corporate social responsibility<\/em> (CSR), seperti halnya jaminan kesehatan, bhakti pendidikan, bhakti budaya, bhakti olahraga, bhakti lingkungan dan lain sebagainya. Berkontribusi pendapatan Negara melalui setoran cukai, berkontribusi bagi kesehatan publik dari alokasi dana bagi hasil cukai hasil tembakau (DBH-CHT) untuk sarana kesehatan dan pembayaran defisit Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS).  <\/p>\n\n\n\n

Selain itu, adanya industri kretek sebagai cermin kemandirian dan kedaulatan bangsa, karena sebagai pemenuhan kebutuhan pokok rakyat dalam hal ini pendapatan masyarakat sebagai agenda pemberantasan kemiskinan. <\/p>\n\n\n\n

Dengan pertimbangan di atas, diharapkan pemerintah dalam hal ini Presiden memberikan ketegasan, apakah industri rokok nasional tetap berproduksi atau dilarang berproduksi. Kalau tetap berproduksi, pemerintah secara totalitas harus melindunginya mulai kebijakan sampai pada strategi pemasarannya. Andaikan dilarang beroperasi, pemerintah paling tidak harus berani mempersiapkan lapangan pekerjaan lain bagi petani dan buruh tani cengkeh dan tembakau, buruh industri dan mungkin menata perekonomian akibat multiplier<\/em> <\/em>effect<\/em> keberadaan industri kretek. Dan yang terpenting keberadaan industri kretek, sebagai industri nasional sebagai perwujudan agenda prioritas  tujuan Nawa Cita, sehingga jangan sampai digiring dan diatur kepentingan asing melalui rezim kesehatan sebagai leading sector, <\/em>yang belum tentu benar dan terkesan dipaksakan.  
<\/p>\n","post_title":"Ketika Pemerintah Plin-Plan Membuat Regulasi Terkait Dunia Pertembakauan","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"ketika-pemerintah-plin-plan-membuat-regulasi-terkait-dunia-pertembakauan","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-08-06 10:53:48","post_modified_gmt":"2019-08-06 03:53:48","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5936","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":16},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"epic_block_3"};

\n

Untuk itu, demi masa depan bangsa Indonesia harusnya ada regulasi pelarangan peredaran rokok elektrik atau vape yang nyata-nyata telah ada kasus dengan didukung beberapa riset dan studi tentang konten rokok elektrik atau vape, yang hasilnya mempunyai resiko tinggi dapat menyebabkan penyakit berujung kematian.         
<\/p>\n","post_title":"Perokok Elektrik Berisiko Besar Terjangkit Penyakit Mematikan","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"perokok-elektrik-berisiko-besar-terjangkit-penyakit-mematikan","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-08-28 09:40:09","post_modified_gmt":"2019-08-28 02:40:09","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5999","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5979,"post_author":"877","post_date":"2019-08-21 09:57:26","post_date_gmt":"2019-08-21 02:57:26","post_content":"\n

Pemerintah berencana akan menerbitkan aturan simplifikasi layer cukai pada Oktober-Desember 2019. Jika benar terjadi, tindakan pemerintah itu sama saja membunuh secara perlahan industri kretek nasional. <\/p>\n\n\n\n

Jika dipikir-pikir, kebijakan simplifikasi layer cukai sangat menguntungkan industri rokok asing. Lalu apa bedanya pemerintah dengan LSM\/NGO yang getol memerangi peredaran rokok?. Nyatanya sama-sama ditunggangi kepentingan asing. Bedanya mungkin, pemerintah ditunggangi kepentingan industri rokok investor asing, kalau LSM\/NGO antirokok ada kepentingan farmasi yang berpusat di Amerika. Tapi jika dirunut dengan teliti, dua kepentingan asing tersebut yang terlihat beda, ada kemungkinan mengerucut pada satu titik yang sama. Tak lain membunuh rokok kretek asli Indonesia.<\/p>\n\n\n\n

Sebelum masuk ranah penjelasan yang sederhana tentang simplifikasi layer CHT, dampak yang ditimbulkan dan maksudnya. Terlebih dahulu perlu diuraikan makna simplifikasi, layer dan cukai secara berkesinambungan. Simplifikasi punya arti penyederhanaan, awalnya banyak dijadikan lebih sedikit, kecil, ramping dan ringkas. Tentunya, cara yang harus ditempuh dalam penyederhaan bisa jadi menggabungkan, bisa jadi dibuang\/dipotong salah satu, bisa jadi kedua-duanya dijalankan. Hubungan simplifikasi dengan industri rokok, penjelasannya di belakang setelah uraian tentang layer dan cukai.<\/p>\n\n\n\n

Layer bisa disebut dengan ungkapan lapisan, golongan, kelas, dan mungkin bisa dikatakan tingkatan. Varian rokok banyak sekali; ada rokok putih atau disebut sigaret putih mesin (SPM), ada sigaret kretek mesin (SKM), Ada sigaret kretek tangan (SKT). Ada rokok filter (ada busa) dan non filter (tidak ada busa). Ada juga rokok bercengkeh disebut kretek dan non cengkeh (tembakau saja) disebut putihan. Ada lagi rokok kretek dinamakan mild. Dari varian tersebut dibagi menjadi beberapa layer atau golongan, untuk penyesuaian pembayaran pajak cukai. Untuk mempermudah pemahaman, layer dibahasakan sebagai golongan industri rokok besar, menengah dan kecil. Sedangkan, cukai adalah pungutan pemerintah sebagai pajak. <\/p>\n\n\n\n

Nah, kira-kira uraian maknanya perkata sudah jelas. Sekarang uraian tersebut dihubungkan semua dengan rencana pemerintah kedepan untuk pungutan pajak rokok. Rencana pemerintah yang dimaksud simplikasi layer CHT, ingin menyederhanakan atau menggabungkan antara SPM dan SKM, dilebur manjadi satu golongan. Aslinya dibedakan, karena memang berbeda. SPM lebih tinggi pungutan pajaknya dari [ada SKM. SPM bukan asli produk Indonesia dan cenderung impor, dan yang punya bukan pribumi. Bahan bakunyapun tidak menggunakan tembakau Indonesia. Sangat jauh berbeda dengan SKM, industri yang padat karya dan menggunakan bahan baku lokal. Dan yang paling istimewa perbedaannya, tak lain adalah kemunculan SKM diciptakan oleh pribumi dengan mencampur tembakau dan cengkeh dalam satu batang rokok. Kemudian rokok cmpuran tersebut dinamai kretek. <\/p>\n\n\n\n

Rokok kretek terus berkembang dan inovatif seperti penjelasan di atas, ada filter, non filter, mesin, tangan, mild dan klobot. Kretek klobot tidak bercukai, karena keberadaannya hampir punah, sedikit sekali pabrikan membuat jenis klobot. Klobot satu-satunya rokok yang memakai bungkus daun jagung yang telah dikeringkan, kemudian di ikat pakai benang. Sehingga untuk kretek klobot ada pengecualian, tidak masuk dalam kategori jenis kretek di atas. <\/p>\n\n\n\n

Semua jenis kretek saat ini diproduksi oleh industri. Secara sederhana industri terbagi tiga macam, industri besar, menengah dan kecil. Paling kecil kategori industri kretek, telah mempunyai gudang untuk operasi pembuatan rokok kretek dengan luas minimal 200m2<\/sup>. Jadi, sekarang ini tidak ada lagi industri rokok kretek skala rumahan (home industri) seperti dulu lagi. <\/p>\n\n\n\n

Dari penjelasan di atas, sekarang sudah paham varian jenis rokok kretek asli produk Indonesia. Apapun bentuknya, jika rokok menggunakan campuran tembakau dan cengkeh itulah dinamakan rokok kretek, termasuk jenis mild. Dewasa ini jenis mild sangat disukai dipasaran. Hingga semua industri berlomba-lomba bikin mild. Munculnya mild tidak lain karena tuntutan dari aturan pemerintah yang membatasi nikotin dan tar. Sehingga konten tembakau mild lebih banyak memakai tembakau jenis Virginia. <\/p>\n\n\n\n

Jangan salahkan industri\/pabrikan jika makin lama kuota impor tembakau naik. Karena dibentuk oleh aturan pemerintah dan peningkatan permintaan pasar mild. Kalau begitu yang salah siapa? tentunya pemerintah yang membuat aturan low nikotin dan tar. Sulit sekali tembakau lokal untuk memenuhi batasan low nikotin dan tar sesuai aturan pemerintah. Pada akhirnya mau tidak mau industri\/pabrikan membutuhkan tembakau jenis Virginia yang sulit tumbuh dengan baik di bumi nusantara ini. Lalu apa yang dilakukan industri\/pabrikan rokok, ya impor lah. Tapi industri\/pabrikan masih sangat membutuhkan tembakau lokal. Selain sebagai bahan campuran rokok kretek mild, tembakau lokal dibuat memproduksi rokok bukan mild. <\/p>\n\n\n\n

Untuk rokok kretek mild, semuanya diproduksi memakai mesin, sedangkan selain mild ada yang pakai mesin ada yang pakai tangan. Dengan isu simplikasi layer CHT SPM dan SKM, ada dua kemungkinan. Pertama; bisa jadi SPM diturunkan levelnya disesuaikan dengan SKM. Kedua; atau SKM dinaikkan levelnya sesuai SPM. Keduanya sangat merugikan industri kretek asli produk Indonesia berupa SKM. Kalau yang pertama, keuntungan SPM (industri asing) harganya disamakan SKM, sehingga persaingan penjualan dipasaran relatif mudah, sehingga SKM sangat dirugikan. Jika demikian, pemerintah tidak melindungi industri nasional (lokal), dengan meliarkan persaingannya dipasaran sangat ketat. <\/p>\n\n\n\n

Kemungkinan yang kedua, juga demikian, sangat merugikan SKM, karena levelnya naik mengikuti SPM. Jika demikian, sangat memberatkan SKM, apalagi pangsa rokok kretek ditahun-tahun terakhir ini merosot tajam penjualannya. Kemerosotan penjualan rokok kretek juga pengaruh dari kebijakan pemerintah dan oknum (anti rokok) yang selalu merecoki industri kretek, seperti pungutan cukai naik,  pelarangan iklan, membuat isu yang dibuat-buat tanpa dasar dan lain sebagainya. Apakah keadaan industri kretek nasional saat ini, pemerintah masih memejamkan mata dan akan memberlakukan simplikasi layer CHT?. Jika demikian, sama saja pemerintah membunuh industri\/pabrikan kretek nasional dengan pelan-pelan. <\/p>\n\n\n\n

Jangan salahkan industri\/pabrikan rokok kretek jika pelan-pelan merumahkan karyawannya karena merugi bahkan tidak beroperasi. Jika pembelian bahan baku rokok kretek (tembakau dan cengkeh) menurun dan ribuan juta petani merugi, dan masih banyak lagi efek dampaknya ke segala lini yang menggantungkan hidupnya berhubungan dengan sektor pertembakauan. Pemerintah harus bertanggungjawab atas dampak tersebut, jangan asal cuci tangan jika dampak negatif terjadi. Karena pemerintahlah yang bikin aturan. <\/p>\n\n\n\n

Untuk itu, kedepan pemerintah harus hati-hati dan jeli dalam memutuskan dan memberlakukan kebijakan untuk kepentingan sektor pertembakauan. Karena, yang sudah-sudah, kebijakan pemerintah pada sektor pertembakauan tidak mengakomodir kepentingan industri nasional, cenderung mengakomodir kepentingan industri asing. Baik pemerintah, industri kretek, petani tembakau dan cengkeh serta masyarakat Indonesia harus berdaulat, saling menjaga dan saling melindungi untuk kepentingan bersama, menjadi bangsa yang besar dan kuat tanpa disetir Negara lain (asing). Inilah makna kemerdekaan yang sesungguhnya di era melenial.
<\/p>\n","post_title":"Kebijakan Simplifikasi Layer Cukai Adalah Rencana Pembunuhan terhadap Kretek","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"kebijakan-simplifikasi-layer-cukai-adalah-rencana-pembunuhan-terhadap-kretek","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-08-21 09:57:34","post_modified_gmt":"2019-08-21 02:57:34","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5979","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5956,"post_author":"877","post_date":"2019-08-14 11:00:51","post_date_gmt":"2019-08-14 04:00:51","post_content":"\n

Komisioner Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) Sitty Hikmawatty sesat pikir saat mengatakan bahwa program audisi beasiswa bulutangkis sebagai ajang ekploitasi anak. KPAI mempermasalahkan tulisan Djarum di kaos olahraga, karena sebagai ajang promosi brand rokok. Disini KPAI gagal faham membedakan antara Djarum Foundation dan Djarum industri rokok. <\/p>\n\n\n\n


Djarum Foundation sebagai wujud bhakti terhadap Bangsa dan Negara, sehingga prakteknya Djarum Foundation mengeluarkan uang, bukan mencari keuntungan. Ketika dikatakan sebagai ajang promosi produk rokok, sudah ditampik dan sudah dijelaskan secara detail pengurus Djarum Foundation, bahwa program yang dijalankan jauh dari niatan promosi produk rokok. Kalaupun ada tulisan Djarum di kaos olahraga, memang sejarahnya dari dulu sebagai nama clubnya. <\/p>\n\n\n\n


Sitty Hikmawatty sebagai komisioner KPAI, harusnya cerdas menyikapi hal tersebut. Harusnya ada apresiasi pada Djarum yang sadar akan kewajibannya, andil dalam pengembangan bakat bagi anak-anak. Dan apa yang telah dilakukan Djarum Foundation tidaklah mudah, membutuhkan tenaga dan matriil begitu besar. Sekarang pertanyaannya, siapa dan industri pribumi mana yang berani melakukan seperti itu?, bahkan KPAI pun tidak akan berani membuat program pencarian bakat secara intensif dan masif. <\/p>\n\n\n\n


KPAI harusnya faham makna perlindungan bagi anak, jangan hanya dimaknai secara sempit, semisal anak juga butuh perlindungan dari kebodohan dan kebutuhan lain yang sifatnya sangat mendesak. Nyatanya masih banyak anak \u2013anak yang tidak sekolah karena tidak mampu, masih banyak anak-anak yang hidup terlantar di Jalan, masih banyak anak-anak sebagai obyek makanan ringan yang bahannya membahayakan bagi tubuh. Dimana dan apa yang sudah dilakukan KPAI untuk melindungi anak tersebut?. Masih banyak masalah anak yang sangat penting dan krusial harus dikerjakan KPAI, dari pada mengurusi tulisan club Djarum dalam program audisi Djarum Foundation.<\/p>\n\n\n\n


Belum lagi, katanya KPAI akan mengambil langkah mengundang Kepala Daerah, dimana kotanya dibuat ajang audisi tersebut. Kalau nanti benar terjadi, menandakan kinerja KPAI tidak efektif. Masalah anak yang paling penting tidak terurus, dan selalu bergejolak di masyarakat kelas bawah. Sekali lagi seperti tidak sekolah karena orang tuanya tidak mampu atau orang tuanya meninggal dunia, walaupun sekolah katanya gratis, akan tetapi dampak lain timbul seperti halnya masalah ekonomi, akhirnya anak-anak mendingan cari uang untuk hidup sehari-hari dari pada sekolah. Anak-anak suka beli jajan (makanan ringat) di toko maupun dipinggir jalan yang mengandung bahan membahayakan bagi pertumbuhan anak. Di perempatan jalan atau lampu merah banyak anak-anak yang hidupnya menggelandang tanpa tujuan. Ini riil dan nyata di hadapan mata kita tiap hari. <\/p>\n\n\n\n


Tapi anehnya KPAI saat ini malah lebih intens mengurusi hal yang tidak penting degan melarang audisi pencarian bakat bulutangkis oleh Djarum Foundation. KPAI cenderung gagal faham dalam memahami, menafsiri, dan mensikapi hal tersebut. Anehnya lagi, apa yang dilakukan KPAI sampai ngotot. <\/p>\n\n\n\n


Kalau mau melarang program audisi Djarum Foundation, tunjukkan dulu KPAI punya program pencarian bakat seperti Djarum Foundation lakukan. Jangan seenaknya KPAI, melarang-larang tanpa solusi konkret dengan dalil perlindungan. Lucunya, KPAI dengan dalil perlindungan anak mengatakan, audisi pencarian bakat bulutangkis yes, ajang promosi no. Kalau dipahami, KPAI ingin audisi Djarum Foundation tetap jalan, tapi tulisan Djarum dihilangkan. Ini sama saja, tidak boleh menulis atau memaparkan nama club. Sedangkan pencantuman nama club sangat penting sebagai identitas dan jati diri. <\/p>\n\n\n\n


Kegiatan perlindungan untuk anak adalah pekerjaan yang sangat mulia kalau benar-benar dilakukan. KPAI, sebagai lembaga dengan memapang langsung tulisan perlindungan anak akan lebih mulia jika programnya konkret. Seperti lembaga sekolah negeri atau swasta, tanpa memakai kata-kata perlindungan, sekolah tersebut mendidik anak melindungi anak dari kebodohan untuk kesiapan masa depan. Audisi pencarian bakat bulutangkis Djarum Foundation pun demikian, kegiatannya konkret menyiapkan atlet olahraga bulutangkis. Dan apa yang telah dilakukan Djarum Foundation dengan audisinya sangat beda dari bentuk promosi. Berbeda dengan pelibatan anak-anak untuk promosi produk, murni tujuannya agar produknya laku. Apalagi produk yang ditawarkan untuk kebutuhan anak. Contohnya banyak sekali beredar iklan-iklan yang terpampang di pinggir jalan, di media sosial, bahkan di stasiun televisi, hal ini kayaknya lolos dari bahasan KPAI.<\/p>\n\n\n\n


Belum lagi, tanpa disadari lembaga KPAI juga menumpang hidup dari anak-anak. Kemana-mana membawa nama anak-anak untuk kegiatannya, bahkan sampai untuk menggalang donasi. Namun kegiatan yang betul-betul sangat dibutuhkan anak-anak belum atau bahkan tidak tersasar dan tidak menjadi prioritas. Sehingga, program KPAI untuk perlindungan anak dipastikan tidak efektif. Buktinya, KPAI membuat masalah yang sederhana dibuat rumit, seperti mempermasalahkan tulisan Djarum sebagai club dalam ajang audisi pencarian bakat Djarum Foundation Bhakti Olahraga. Jelas-jelas untuk kepentingan masa depan anak, dengan meningkakan minat dan bakat anak dalam olahraga atas dasar suka dan tidak ada paksaan.
Kata kunci pendidikan bagi anak adalah bermain, senang atau suka, sesuai keinginan, dan untuk bekal hidup selanjutnya. Jika KPAI mempermasalahkan tulisan club Djarum, yang dianggap sebagai ajang promosi dan ekploitasi anak, alasan tersebut tidak benar dan tanpa dasar. Seperti halnya penjelasan di atas, audisi pencarian bakat bulutangkis Djarum Foundation, jauh dari promosi dan ekploitasi. Tujuan utama audisi tidak lain memberikan bekal dan pendidikan bagi anak sesui keinginannya, anak belajar dengan senang, gembira, dan bermain. <\/p>\n\n\n\n


Jika kemudian KPAI dan lembaga lain yang mengatasnamakan peduli anak, melarang kegiatan audisi pencarian bakat olah raga bulutangkis yang dilakukan Djarum Foundation, sama dengan menghalangi anak Indonesia mengembangkan minat dan bakatnya sesuai keinginan, menghalangi anak Indonesia belajar sambil bermain dan gembira, menghalangi anak Indonesia untuk mendapatkan bekal hidup selanjutnya, menghalangi anak Indonesia untuk mewujudkan cita-cita. Apa yang dilakukan KPAI dan lembaga lain tersebut, sangat bertentangan dengan cita-cita Bangsa, dan cita-cita pendidikan bagi anak di Indonesia. <\/p>\n","post_title":"Sesat pikir KPAI Melarang Audisi Pencarian Bakat Bulutangkis Anak-Anak","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"sesat-pikir-kpai-melarang-audisi-pencarian-bakat-bulutangkis-anak-anak","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-08-14 11:00:58","post_modified_gmt":"2019-08-14 04:00:58","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5956","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5949,"post_author":"877","post_date":"2019-08-12 08:28:29","post_date_gmt":"2019-08-12 01:28:29","post_content":"\n

Kurban tidak semata-mata hanya menyembelih hewan, dibaliknya ada kisah indah yang bisa sebagai bahan renungan dan pengingat bagi semua. Pada kisah qurban, terdapat peran anak usia dini yang akhirnya dikenang umat Islam sedunia sepanjang masa dan juga dapat mengangkat harkat martabat keluarganya dihadapan Tuhan. Selama anak suka bahkan bahagia menjalankan perannya untuk kepentingan dirinya sendiri kedepan dan mengangkat harkat martabat keluarganya dengan bimbingan yang baik, maka hal tersebut sah-sah saja tidak ada larangan.\u00a0<\/p>\n\n\n\n

Kemarin, pada tanggal 11 Agustus 2019 hari Minggu, tepatnya pada tanggal 10 dzulhijjah 1440 M., dipagi hari umat Islam terlihat berbondong-bondong ada yang ke masjid ada yang kelapangan, tidak lain menjalankan ibadah sholat Idul Adha, atau biasa disebut hari raya qurban. Selain melakukan sholad, umat Islam merayakannya dengan menyembelih hewan qurban, seperti unta tradisi di Timur Tengah, sedangkam di Indonesia menyembelih sapi atau kerbau. Khusus di Kudus kota Kretek rerata menyembelih kerbau, sapi bagi sebagian besar masyarakat Kudus tidak mau menyembelih. Cerita yang beredar di masyarakat turun menurun, pelarangan menyembelih sapi sejak zaman kewalian yaitu Sunan Kudus sebagai penghormatan terhadap agama lain yang beranggapan hewan sapi sebagai hewan yang suci.<\/p>\n\n\n\n

Kembali ke Idul Adha, diceritakan oleh para Ulama\u2019 ada kisah tentang Nabi Ibrahim yang akan mengorbankan putranya yang masih kecil namanya Ismail (besarnya menjadi Nabi). Ceritanya Nabi Ibrahim saat tidur bermimpi, ia diperintah Tuhan untuk menyembelih putranya bernama Ismail. Saat bangun, ia merenung, berfikir sambil bertanya dihati, benarkah ini perintah Tuhan?. Kali pertama mimpinya ini, ia masih ragu antara benar perintah Tuhan atau tidak. Mimpi yang direnungkan dan difikir terjadi pada malam tanggal 08 dzulhijjah,disebut hari tarwiyah<\/em>.\u00a0<\/p>\n\n\n\n

Baca: Tinjauan Kritis Atas Larangan Iklan dan Sponshorship dengan Mencantumkan Logo, Brand Image, dan Identitas CSR Sebuah Perusahaan<\/a><\/p>\n\n\n\n

Pada malam tanggal 09 dzulhijjah Nabi Ibrahim mimpi lagi dengan perintah yang sama. Mimpi kali kedua, Nabi Ibrahim merasa yakin kalau benar-benar perintah Tuhan. Pada mimpi kedua disebut hari arafah<\/em>. Pada tanggal 10 dzulhijjah, hari Nabi Ibrahim melaksanakan perintah Tuhan untuk menyembelih Ismail (putranya), yang kemudian disebut  hari nakhr <\/em>(biasa disebut nahar bagi orang Indonesia). <\/p>\n\n\n\n

Cerita KH. Sya\u2019roni, saat pagi hari pada tanggal 10 dzulhijjah Nabi Ibrahim menyuruh istrinya bernama Siti Hajar (ibu kandung Ismail) untuk memandikan Ismail setelah itu memakaikan pakaian yang bagus-bagus, dengan alasan mau diajak jalan-jalan. Siti Hajar melaksanakan sesuai perintah suaminya, sembari menunggu istrinya selesai, Nabi Ibrahim mengasah pisaunya\/pedangnya. <\/p>\n\n\n\n

Ismail sudah siap, diajaklah jalan jalan bapaknya (Nabi Ibrahim) menuju bukit Mina di Makkah, dengan niatan mau disembelih sesui perintah Tuhan. Di tengah perjalanan, Nabi Ibrahim dihadang iblis yang berwujud manusia, dengan mengatakan Ibrahim, anakmu itu ganteng, tega kamu sembelih, urungkan niatmu. Nabi Ibrahim tidak menjawab, malah mengambil batu kecil 7 butir, kemudian batu kecil tersebut dilemparkan ke arah iblis tersebut, sambil mengatakan, pergi kamu Iblis. Nabi Ibrahim tetap melanjutkan perjalannya, dan dihadang Iblis lagi kali kedua, Nabi Ibrahim mengambil batu kecil lagi dilempar ke iblis. Kemudian Nabi melanjutkan perjalannya, dihadang iblis lagi kali ketiga, seperti penghadangan yang pertama dan kedua, Nabi mengambil batu kecil dan dilemparkan ke arah iblis, lalu Nabi Ibrahim lanjut lagi. Inilah cerita, yang menjadi cikal bakal adanya jumroh ula, jumroh wustho dan jumroh aqobah. Tiap ibadah haji jumroh ini harus diperagakan seperti halnya apa yang telah dilakukan Nabi Ibrahim dengan maksud melawan dan melempar iblis dengan batu agar tidak mengganggu..  <\/p>\n\n\n\n

Sesampainya di puncak bukit Mina, Nabi Ibrahim menceritakan mimpinya dan mengatakan maksud dan tujuannya mengajak Ismail jalan-jalan. Selesai Nabi Ibrahim cerita, kemudian Ismail berkata pada bapaknya, untuk segera menjalankan perintah Tuhan. Pada saat menyembebelih, pisau\/pedang Nabi Ibrahim tidak bisa melukai kulit Ismail, karena Nabi Ibrahim masih gelisah dan menangis saat melihat wajah Ismail. Kemudian Ismail berkata, mungkin karena bapak melihat wajahku, hingga tidak tega menyembelih, lalu Ismail membalikkan badannya memposisisikan badannya telungkup. Lalau Nabi Ibrahim dengan kesiapan hati melakukan penyembelihan yang kedua, lagi-lagi pisau\/pedangnya tidak mampu melukai kulit leher Ismail. Dengan bingung karena tidak berhasil menyembelih Ismail, turunlah Malaikat Jibril dengan membawa kambing, digantikannya Ismail dengan kambing tersebut. Bersamaan dengan turunnya wahyu Tuhan yang menjelaskan keduanya telah lulus  dari ujian. Kemudian Nabi Ibrahim membaca takbir \u201cAllahu Akbar\u201d<\/em> 3x, disaut Ismail dengan .membaca \u201cLaa ilaaha illahhu wallahu akbar<\/em>\u201d, diakhiri Malikat Jibril dengan bacaan \u201cAllahu Akbar walillahil Hamd<\/em>\u201d, dilanjutkan dengan menyembelih kambing bawaan malaikat jibril.<\/p>\n\n\n\n

Ada cerita lucu setelah Nabi Ibrahim selesai menyembelih kambing, Nabi Ibrahim bertanya pada Ismail, siapa yang paling dermawan diantara kita? Ismail menjawab, saya. Tidak bisa kata Nabi Ibrahim, saya yang paling dermawan, karena akan mngorbankan anak yang kucintai. Ismail berkata, tidak bisa, saya yang dermawan, karena bapak punya dua anak, kalau saya dikorbankan, masih punya anak satu, lalu malaikat berkata, tidak bisa, saya yang dermawan karena saya sudah kehilangan kambing satu.\u00a0\u00a0<\/p>\n\n\n\n

Baca: Kegagalan Lakpesdam PBNU dalam Melihat Produk Tembakau Alternatif<\/a><\/p>\n\n\n\n

Keterangan dalam kitab tafsir  \u201cTanwirul Adhan<\/em>\u201d penjelasan dari surat As-Saffat ayat 102 bahwa usia Ismail saat itu 13 tahun ada juga Ulama\u2019 yang mengatakan umur 7 tahun. ada riwayat lain yang mengatakan umur Ismail saat itu 14 tahun. Pada intinya saat kejadian kisah penyembelihan, Ismail masih usia anak-anak, ia dengan senang hati dan ikhlas, menjalani perannya.  <\/p>\n\n\n\n

Dari sejarah singkat qurban yang ektrim di atas, kira-kira pendapat KPAI apakah mendukung apa yang telah di lakukan Nabi Ibrahim?, atau sebaliknya mendukung Iblis yang menghalangi Nabi Ibrahim yang akan menjalankan kewajibannya sebagai hamba?. Saya yakin KPAI akan mendukung Nabi Ibrahim, tidak mendukung langkah Iblis. 
<\/p>\n\n\n\n

Walaupun ktidak persis, tapi hampir mirip kisah qurban diatas dengan audisi oleh Djarum Foundation yang melibatkan. Program audisi bulutangkis usia anak-anak Djarum Foundation, tidak lain ikut serta program pemerintah dalam mencerdaskan bangsa melalui pencarian bakat sedini mungkin. Anak-anak yang berbakat bulutangkis tentunya yang terjaring dalam audisi, dididik dengan penuh semangat oleh Djarum Foundation Bhakti olahraga. Buktinya, anak-anak tersebut disekolahkan formal, dilatih bulu tangkis dengan disiplin dan penuh tanggungjawab, tanpa dipungut biaya apapun, bahkan semua kebutuhan anak-anak tercukupi dengan baik. Pola didiknya, seperti pola pendidikan sekolah lainnya, anak-anak dididik dan diajar agar berpretasi, setidaknya punya pengetahuan, pengalaman dan keahlian sebagai bekal masa depan. Disisi lain, ternyata anak-anak yang terjaring audisi merasa sangat gembira, senang dan bangga bisa terpilih. Mereka dapat mengembangkan bakatnya, dan mendapatkan pendidikan sekolah dengan gratis.<\/p>\n\n\n\n

Tujuan utama Djarum Foundation mencari bibit unggul pebulutangkis Indonesia, yang selama ini sebagai salah satu olahraga kebanggaan masyarakat Indonesia atas banyaknya prestasi yang di peroleh. Program Djarum Foundation Bhakti olahraga jauh dari niatan ekploitasi anak untuk promosi, yang ada ekploitasi anak untuk kejayaan olah raga bulutangkis bangsa Indonesia. <\/p>\n\n\n\n

Juga, program Djarum Foundation audisi bulutangkis adalah salah satu bentuk kesadaran dan kewajibannya membangun bangsa dengan melibatkan anak-anak. Lalu apa yang salah dari Djarum Foundation Bhakti Olahraga, jelas-jelas telah menghibahkan fasilitas, pikiran hingga dana untuk kepentingan kejayaan bangsa Indonesia, melalui olahraga. Pemerintah harus mendukung program tersebut, begitupun KPAI. KPAI jangan sampai menjadi penghalang, seperti halnya penghalang Nabi Ibrahim dalam kisah di atas.  
<\/p>\n","post_title":"Refleksi Kisah Kurban sebagai Bahan Pengingat KPAI","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"refleksi-kisah-kurban-sebagai-bahan-pengingat-kpai","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-08-12 08:30:31","post_modified_gmt":"2019-08-12 01:30:31","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5949","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5936,"post_author":"877","post_date":"2019-08-06 10:53:42","post_date_gmt":"2019-08-06 03:53:42","post_content":"\n

Masalah peredaran rokok di Indonesia, pemerintah cenderung mengambil langkah aman. Sudah saatnya pemerintah harus tegas menentukan sikap pelarangan atau membolehkan peredaran rokok di tengah-tengah masyarakat. <\/p>\n\n\n\n

Sikap pemerintah sampai saat ini menimbulkan pro dan kontra. Di satu sisi pemerintah melalui Kementrian Kesehatan membuat aturan pembatasan dan pelarangan beredarnya rokok, bahkan melarang adanya iklan rokok dan mengatur packaging<\/em> dengan bermacam gambar dan peringatan yang menggelian. Di sisi lain, pemerintah mendorong peningkatkan pendapatan Negara, mendorong peningkatan ekonomi rakyat, mendorong peningkatan produktivitas rakyat dan daya saing di pasar internasional, dan mendorong pengentasan kemiskinan.<\/p>\n\n\n\n

Sekarang, efek sikap pemerintah di atas meluas kemana-mana, mulai dari isu penyederhanaan layer atau penggabungan golongan industri rokok, isu pelarangan iklan rokok di media sosial karena pengguna media sosial banyak anak-anak, sampai pada pelarangan audisi pencari bakat bulu tangkis yang dilakukan Djarum Foundation dengan alasan ekploitasi anak. Ini semua adalah beberapa agenda untuk pengendalian rokok dan tembakau di Indonesia yang alasannya sudah dipatahkan dengan data yang lebih akurat.<\/p>\n\n\n\n

Semisal, yang pro dapat menceritakan dan meruntutkan agenda pengendalian rokok dan tembakau di Indonesia sebagai agenda politik dagang internasional. Semua program pengendalian rokok dan tembakau di Indonesia mengadopsi dari program World Health Organization (WHO) organisasi program dunia yang mendapatkan sokongan dana dari industri farmasi.\u00a0<\/p>\n\n\n\n

Baca:
Ada Campur Tangan Bloomberg dalam Surat Edaran Menkes terkait Pemblokiran Iklan Rokok <\/a><\/p>\n\n\n\n

WHO tidak semata-mata bertujuan demi meningkatkan taraf kesehatan penduduk. Di sini WHO sebagai ujung tombak industri farmasi. Terjadi peralihan di lingkup kesehatan, dimana dokter dan ilmuwan kesehatan dikuasai perusahan obat (farmasi). Tujuan utamanya tidak lain untuk merebut pasar nikotin dunia, dan menggantikan pemanfaatan nikotin alami dari tembakau dengan produk rekayasa nikotin yang telah dikantongi hak patennya. Keterlibatan WHO memuluskan tujuan industri farmasi tersebut dengan mendorong negara-negara di dunia untuk memberlakukan kebijakan sesuai kerangka kesehatan, tanpa mempertimbangkan peran sosial, ekonomi, politik dan budaya. Walaupun alasan kesehatan yang dibangun ternyata tidak 100% benar dan terkesan dipaksakan. Negara yang menjadi sasaran utama adalah Negara yang berkembang, seperti Indonesia, China, Bangladesh, India, Rusia, Mesir, Thailand, Filipina dan Brazil. <\/p>\n\n\n\n

Untuk menguasai pasar nikotin di dunia, industri farmasi mendapatkan sokongan dana dari bloomberg initiative. Karena salah satu direktur dari persekutuan perusahaan farmasi dunia bernama William R. Brody punya kedekatan dengan bloomberg initiative, selain teman karib juga posisinya sebagai penasehat. <\/h4>\n\n\n\n

Tidak mengherankan jika pendukung program pengendalian rokok dan tembakau di Indonesia mendapatkan sokongan dana dari bloomberg initiative termasuk lembaga yang bergerak untuk perlindungan anak, salah satunya Komnas Perlindungan Anak Indonesia (KPAI). Apapun bentuk lembaganya, selama mendapatkan kucuran dana bloomberg initiative, program utamanya harus sinergi dengan program bloomberg initiative dan rezim kesehatan dunia (WHO) yaitu pengendalian tembakau dan rokok, terutama rokok kretek asli Indonesia.<\/p>\n\n\n\n

Ada sekitar lebih dari 20an lembaga di Indonesia mendapatkan sokongan dana langsung maupun tidak langsung dari bloomberg initiative. Lembaga-lembaga tersebut bervarian, ada lembaga yang bergerak dalam pendidikan, bergerak pemberantasan korupsi, bergerak dalam kesehatan, bergerak perlindungan konsumen, bergerak melindungi anak, bahkan sampai pada lembaga agama. Numun pada intinya leading sector<\/em> yaitu sektor potensial yang dapat\u00a0menggerakkan agenda pengendalian tembakau dan rokok di Indonesia ada pada rezim kesehatan dalam hal ini Kementerian Kesehatan. Dengan menggunakan dalil kesehatan yang mulia, agenda bloomberg initiative dan farmasi berselancar dengan baik di Indonesia. \u00a0<\/p>\n\n\n\n

Baca:
Tinjauan Kritis Atas Larangan Iklan dan Sponshorship dengan Mencantumkan Logo, Brand Image, dan Identitas CSR Sebuah Perusahaan<\/a> <\/p>\n\n\n\n

Isu kuat saat ini yang beredar untuk agenda pengendalian tembakau dan rokok di Indonesia salah satunya, KPAI melarang audisi pencarian bakat bulu tangkis sejak dini yang dilakukan Djarum Foundation dengan alasan ekploitasi anak, Kementerian Kesehatan dan KPAI melarang adanya iklan di media sosia karena akan mengakibatkan bertambahnya perokok pemula, penggabungan golongan industri rokok atau penyederhanaan layer tarif cukai rokok yang intinya pengurangan terhadap industri rokok kretek, menaikkan cukai rokok untuk mengurangi peredaran rokok, dan korelasinya rokok dengan kemiskinan bertujuan agar ada kebijakan menghalau laju industri rokok kretek. <\/p>\n\n\n\n

Pemerintah dalam hal ini harus tegas mengambil sikap, untuk kepastian dan masa depan industri rokok kretek asli Indonesia. Dimana sejarah penemuan rokok kretek tidak lain untuk pengobatan yang dilakukan H. Djamhari sebagai obat sakit bengeknya. Karena rokok kretek adalah campuran tembakau dan cengkeh, berbeda dengan rokok non kretek yang hanya memakai tembakau saja. Selama ini, belum ada uji atau riset bahwa rokok kretek berkorelasi signifikan terhadap timbulnya penyakit yang dituduhkan. Kalau menjadi salah satu bagian kecil penyebab penyakit, tentunya ya dan bukan faktor penyebab utama. Itu seperti halnya barang-barang lain yang dikonsumsi manusia secara berlebihan dan hidup tidak seimbang. Termasuk makan nasi, mengkonsumsi gula dan mengkonsumsi lainnya secara berlebihan, tanpa diimbangi olah raga dan istirahat yang cukup. <\/p>\n\n\n\n

Selain itu, posisi industri kretek sangat stategis bagi bangsa Indonesia. Industri kretek membuktikan tetap bertahan setidaknya lebih dari 130 tahun. Disaat industri lain tumbang di zaman kolonial, industri kretek tetap eksis memberikan penghidupan masyarakat Indonesia. Bahkan tergolong industri yang peka zaman, dengan memberikan kontribusi yang sangat besar. Menghidupi setidaknya 6.1 juta jiwa petani cengkeh yang tersebar di 30 provinsi, petani tembakau yang tersebar di 15 provinsi. Menghidupi ribuan karyawan yang bekerja di industri kretek. Mempunyai multiplier<\/em> <\/em>effect<\/em> ke sektor perokonomian lainnya yang berada di sekitar industri kretek. <\/p>\n\n\n\n

Keberadaan industri kretek berkontribusi adanya hak jaminan sosial dan corporate social responsibility<\/em> (CSR), seperti halnya jaminan kesehatan, bhakti pendidikan, bhakti budaya, bhakti olahraga, bhakti lingkungan dan lain sebagainya. Berkontribusi pendapatan Negara melalui setoran cukai, berkontribusi bagi kesehatan publik dari alokasi dana bagi hasil cukai hasil tembakau (DBH-CHT) untuk sarana kesehatan dan pembayaran defisit Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS).  <\/p>\n\n\n\n

Selain itu, adanya industri kretek sebagai cermin kemandirian dan kedaulatan bangsa, karena sebagai pemenuhan kebutuhan pokok rakyat dalam hal ini pendapatan masyarakat sebagai agenda pemberantasan kemiskinan. <\/p>\n\n\n\n

Dengan pertimbangan di atas, diharapkan pemerintah dalam hal ini Presiden memberikan ketegasan, apakah industri rokok nasional tetap berproduksi atau dilarang berproduksi. Kalau tetap berproduksi, pemerintah secara totalitas harus melindunginya mulai kebijakan sampai pada strategi pemasarannya. Andaikan dilarang beroperasi, pemerintah paling tidak harus berani mempersiapkan lapangan pekerjaan lain bagi petani dan buruh tani cengkeh dan tembakau, buruh industri dan mungkin menata perekonomian akibat multiplier<\/em> <\/em>effect<\/em> keberadaan industri kretek. Dan yang terpenting keberadaan industri kretek, sebagai industri nasional sebagai perwujudan agenda prioritas  tujuan Nawa Cita, sehingga jangan sampai digiring dan diatur kepentingan asing melalui rezim kesehatan sebagai leading sector, <\/em>yang belum tentu benar dan terkesan dipaksakan.  
<\/p>\n","post_title":"Ketika Pemerintah Plin-Plan Membuat Regulasi Terkait Dunia Pertembakauan","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"ketika-pemerintah-plin-plan-membuat-regulasi-terkait-dunia-pertembakauan","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-08-06 10:53:48","post_modified_gmt":"2019-08-06 03:53:48","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5936","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":16},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"epic_block_3"};

\n

Dari hasil pakar dan hasil studi di atas menegaskan bahwa keberadaan rokok vape atau rokok elektrik, resikonya sangat besar. Bahan utama rokok vape atau elektrik yang paling besar memberikan efek negatif pada tubuh manusia adalah cairan perasa. Akibat cairan perasa dalam rokok elektrik  atau vape termasuk merek JUUL beresiko terjadi peradangan, terjangkit penyakit jantung dan paru-paru akut, selanjutnya berakibat kematian. <\/p>\n\n\n\n

Untuk itu, demi masa depan bangsa Indonesia harusnya ada regulasi pelarangan peredaran rokok elektrik atau vape yang nyata-nyata telah ada kasus dengan didukung beberapa riset dan studi tentang konten rokok elektrik atau vape, yang hasilnya mempunyai resiko tinggi dapat menyebabkan penyakit berujung kematian.         
<\/p>\n","post_title":"Perokok Elektrik Berisiko Besar Terjangkit Penyakit Mematikan","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"perokok-elektrik-berisiko-besar-terjangkit-penyakit-mematikan","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-08-28 09:40:09","post_modified_gmt":"2019-08-28 02:40:09","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5999","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5979,"post_author":"877","post_date":"2019-08-21 09:57:26","post_date_gmt":"2019-08-21 02:57:26","post_content":"\n

Pemerintah berencana akan menerbitkan aturan simplifikasi layer cukai pada Oktober-Desember 2019. Jika benar terjadi, tindakan pemerintah itu sama saja membunuh secara perlahan industri kretek nasional. <\/p>\n\n\n\n

Jika dipikir-pikir, kebijakan simplifikasi layer cukai sangat menguntungkan industri rokok asing. Lalu apa bedanya pemerintah dengan LSM\/NGO yang getol memerangi peredaran rokok?. Nyatanya sama-sama ditunggangi kepentingan asing. Bedanya mungkin, pemerintah ditunggangi kepentingan industri rokok investor asing, kalau LSM\/NGO antirokok ada kepentingan farmasi yang berpusat di Amerika. Tapi jika dirunut dengan teliti, dua kepentingan asing tersebut yang terlihat beda, ada kemungkinan mengerucut pada satu titik yang sama. Tak lain membunuh rokok kretek asli Indonesia.<\/p>\n\n\n\n

Sebelum masuk ranah penjelasan yang sederhana tentang simplifikasi layer CHT, dampak yang ditimbulkan dan maksudnya. Terlebih dahulu perlu diuraikan makna simplifikasi, layer dan cukai secara berkesinambungan. Simplifikasi punya arti penyederhanaan, awalnya banyak dijadikan lebih sedikit, kecil, ramping dan ringkas. Tentunya, cara yang harus ditempuh dalam penyederhaan bisa jadi menggabungkan, bisa jadi dibuang\/dipotong salah satu, bisa jadi kedua-duanya dijalankan. Hubungan simplifikasi dengan industri rokok, penjelasannya di belakang setelah uraian tentang layer dan cukai.<\/p>\n\n\n\n

Layer bisa disebut dengan ungkapan lapisan, golongan, kelas, dan mungkin bisa dikatakan tingkatan. Varian rokok banyak sekali; ada rokok putih atau disebut sigaret putih mesin (SPM), ada sigaret kretek mesin (SKM), Ada sigaret kretek tangan (SKT). Ada rokok filter (ada busa) dan non filter (tidak ada busa). Ada juga rokok bercengkeh disebut kretek dan non cengkeh (tembakau saja) disebut putihan. Ada lagi rokok kretek dinamakan mild. Dari varian tersebut dibagi menjadi beberapa layer atau golongan, untuk penyesuaian pembayaran pajak cukai. Untuk mempermudah pemahaman, layer dibahasakan sebagai golongan industri rokok besar, menengah dan kecil. Sedangkan, cukai adalah pungutan pemerintah sebagai pajak. <\/p>\n\n\n\n

Nah, kira-kira uraian maknanya perkata sudah jelas. Sekarang uraian tersebut dihubungkan semua dengan rencana pemerintah kedepan untuk pungutan pajak rokok. Rencana pemerintah yang dimaksud simplikasi layer CHT, ingin menyederhanakan atau menggabungkan antara SPM dan SKM, dilebur manjadi satu golongan. Aslinya dibedakan, karena memang berbeda. SPM lebih tinggi pungutan pajaknya dari [ada SKM. SPM bukan asli produk Indonesia dan cenderung impor, dan yang punya bukan pribumi. Bahan bakunyapun tidak menggunakan tembakau Indonesia. Sangat jauh berbeda dengan SKM, industri yang padat karya dan menggunakan bahan baku lokal. Dan yang paling istimewa perbedaannya, tak lain adalah kemunculan SKM diciptakan oleh pribumi dengan mencampur tembakau dan cengkeh dalam satu batang rokok. Kemudian rokok cmpuran tersebut dinamai kretek. <\/p>\n\n\n\n

Rokok kretek terus berkembang dan inovatif seperti penjelasan di atas, ada filter, non filter, mesin, tangan, mild dan klobot. Kretek klobot tidak bercukai, karena keberadaannya hampir punah, sedikit sekali pabrikan membuat jenis klobot. Klobot satu-satunya rokok yang memakai bungkus daun jagung yang telah dikeringkan, kemudian di ikat pakai benang. Sehingga untuk kretek klobot ada pengecualian, tidak masuk dalam kategori jenis kretek di atas. <\/p>\n\n\n\n

Semua jenis kretek saat ini diproduksi oleh industri. Secara sederhana industri terbagi tiga macam, industri besar, menengah dan kecil. Paling kecil kategori industri kretek, telah mempunyai gudang untuk operasi pembuatan rokok kretek dengan luas minimal 200m2<\/sup>. Jadi, sekarang ini tidak ada lagi industri rokok kretek skala rumahan (home industri) seperti dulu lagi. <\/p>\n\n\n\n

Dari penjelasan di atas, sekarang sudah paham varian jenis rokok kretek asli produk Indonesia. Apapun bentuknya, jika rokok menggunakan campuran tembakau dan cengkeh itulah dinamakan rokok kretek, termasuk jenis mild. Dewasa ini jenis mild sangat disukai dipasaran. Hingga semua industri berlomba-lomba bikin mild. Munculnya mild tidak lain karena tuntutan dari aturan pemerintah yang membatasi nikotin dan tar. Sehingga konten tembakau mild lebih banyak memakai tembakau jenis Virginia. <\/p>\n\n\n\n

Jangan salahkan industri\/pabrikan jika makin lama kuota impor tembakau naik. Karena dibentuk oleh aturan pemerintah dan peningkatan permintaan pasar mild. Kalau begitu yang salah siapa? tentunya pemerintah yang membuat aturan low nikotin dan tar. Sulit sekali tembakau lokal untuk memenuhi batasan low nikotin dan tar sesuai aturan pemerintah. Pada akhirnya mau tidak mau industri\/pabrikan membutuhkan tembakau jenis Virginia yang sulit tumbuh dengan baik di bumi nusantara ini. Lalu apa yang dilakukan industri\/pabrikan rokok, ya impor lah. Tapi industri\/pabrikan masih sangat membutuhkan tembakau lokal. Selain sebagai bahan campuran rokok kretek mild, tembakau lokal dibuat memproduksi rokok bukan mild. <\/p>\n\n\n\n

Untuk rokok kretek mild, semuanya diproduksi memakai mesin, sedangkan selain mild ada yang pakai mesin ada yang pakai tangan. Dengan isu simplikasi layer CHT SPM dan SKM, ada dua kemungkinan. Pertama; bisa jadi SPM diturunkan levelnya disesuaikan dengan SKM. Kedua; atau SKM dinaikkan levelnya sesuai SPM. Keduanya sangat merugikan industri kretek asli produk Indonesia berupa SKM. Kalau yang pertama, keuntungan SPM (industri asing) harganya disamakan SKM, sehingga persaingan penjualan dipasaran relatif mudah, sehingga SKM sangat dirugikan. Jika demikian, pemerintah tidak melindungi industri nasional (lokal), dengan meliarkan persaingannya dipasaran sangat ketat. <\/p>\n\n\n\n

Kemungkinan yang kedua, juga demikian, sangat merugikan SKM, karena levelnya naik mengikuti SPM. Jika demikian, sangat memberatkan SKM, apalagi pangsa rokok kretek ditahun-tahun terakhir ini merosot tajam penjualannya. Kemerosotan penjualan rokok kretek juga pengaruh dari kebijakan pemerintah dan oknum (anti rokok) yang selalu merecoki industri kretek, seperti pungutan cukai naik,  pelarangan iklan, membuat isu yang dibuat-buat tanpa dasar dan lain sebagainya. Apakah keadaan industri kretek nasional saat ini, pemerintah masih memejamkan mata dan akan memberlakukan simplikasi layer CHT?. Jika demikian, sama saja pemerintah membunuh industri\/pabrikan kretek nasional dengan pelan-pelan. <\/p>\n\n\n\n

Jangan salahkan industri\/pabrikan rokok kretek jika pelan-pelan merumahkan karyawannya karena merugi bahkan tidak beroperasi. Jika pembelian bahan baku rokok kretek (tembakau dan cengkeh) menurun dan ribuan juta petani merugi, dan masih banyak lagi efek dampaknya ke segala lini yang menggantungkan hidupnya berhubungan dengan sektor pertembakauan. Pemerintah harus bertanggungjawab atas dampak tersebut, jangan asal cuci tangan jika dampak negatif terjadi. Karena pemerintahlah yang bikin aturan. <\/p>\n\n\n\n

Untuk itu, kedepan pemerintah harus hati-hati dan jeli dalam memutuskan dan memberlakukan kebijakan untuk kepentingan sektor pertembakauan. Karena, yang sudah-sudah, kebijakan pemerintah pada sektor pertembakauan tidak mengakomodir kepentingan industri nasional, cenderung mengakomodir kepentingan industri asing. Baik pemerintah, industri kretek, petani tembakau dan cengkeh serta masyarakat Indonesia harus berdaulat, saling menjaga dan saling melindungi untuk kepentingan bersama, menjadi bangsa yang besar dan kuat tanpa disetir Negara lain (asing). Inilah makna kemerdekaan yang sesungguhnya di era melenial.
<\/p>\n","post_title":"Kebijakan Simplifikasi Layer Cukai Adalah Rencana Pembunuhan terhadap Kretek","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"kebijakan-simplifikasi-layer-cukai-adalah-rencana-pembunuhan-terhadap-kretek","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-08-21 09:57:34","post_modified_gmt":"2019-08-21 02:57:34","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5979","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5956,"post_author":"877","post_date":"2019-08-14 11:00:51","post_date_gmt":"2019-08-14 04:00:51","post_content":"\n

Komisioner Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) Sitty Hikmawatty sesat pikir saat mengatakan bahwa program audisi beasiswa bulutangkis sebagai ajang ekploitasi anak. KPAI mempermasalahkan tulisan Djarum di kaos olahraga, karena sebagai ajang promosi brand rokok. Disini KPAI gagal faham membedakan antara Djarum Foundation dan Djarum industri rokok. <\/p>\n\n\n\n


Djarum Foundation sebagai wujud bhakti terhadap Bangsa dan Negara, sehingga prakteknya Djarum Foundation mengeluarkan uang, bukan mencari keuntungan. Ketika dikatakan sebagai ajang promosi produk rokok, sudah ditampik dan sudah dijelaskan secara detail pengurus Djarum Foundation, bahwa program yang dijalankan jauh dari niatan promosi produk rokok. Kalaupun ada tulisan Djarum di kaos olahraga, memang sejarahnya dari dulu sebagai nama clubnya. <\/p>\n\n\n\n


Sitty Hikmawatty sebagai komisioner KPAI, harusnya cerdas menyikapi hal tersebut. Harusnya ada apresiasi pada Djarum yang sadar akan kewajibannya, andil dalam pengembangan bakat bagi anak-anak. Dan apa yang telah dilakukan Djarum Foundation tidaklah mudah, membutuhkan tenaga dan matriil begitu besar. Sekarang pertanyaannya, siapa dan industri pribumi mana yang berani melakukan seperti itu?, bahkan KPAI pun tidak akan berani membuat program pencarian bakat secara intensif dan masif. <\/p>\n\n\n\n


KPAI harusnya faham makna perlindungan bagi anak, jangan hanya dimaknai secara sempit, semisal anak juga butuh perlindungan dari kebodohan dan kebutuhan lain yang sifatnya sangat mendesak. Nyatanya masih banyak anak \u2013anak yang tidak sekolah karena tidak mampu, masih banyak anak-anak yang hidup terlantar di Jalan, masih banyak anak-anak sebagai obyek makanan ringan yang bahannya membahayakan bagi tubuh. Dimana dan apa yang sudah dilakukan KPAI untuk melindungi anak tersebut?. Masih banyak masalah anak yang sangat penting dan krusial harus dikerjakan KPAI, dari pada mengurusi tulisan club Djarum dalam program audisi Djarum Foundation.<\/p>\n\n\n\n


Belum lagi, katanya KPAI akan mengambil langkah mengundang Kepala Daerah, dimana kotanya dibuat ajang audisi tersebut. Kalau nanti benar terjadi, menandakan kinerja KPAI tidak efektif. Masalah anak yang paling penting tidak terurus, dan selalu bergejolak di masyarakat kelas bawah. Sekali lagi seperti tidak sekolah karena orang tuanya tidak mampu atau orang tuanya meninggal dunia, walaupun sekolah katanya gratis, akan tetapi dampak lain timbul seperti halnya masalah ekonomi, akhirnya anak-anak mendingan cari uang untuk hidup sehari-hari dari pada sekolah. Anak-anak suka beli jajan (makanan ringat) di toko maupun dipinggir jalan yang mengandung bahan membahayakan bagi pertumbuhan anak. Di perempatan jalan atau lampu merah banyak anak-anak yang hidupnya menggelandang tanpa tujuan. Ini riil dan nyata di hadapan mata kita tiap hari. <\/p>\n\n\n\n


Tapi anehnya KPAI saat ini malah lebih intens mengurusi hal yang tidak penting degan melarang audisi pencarian bakat bulutangkis oleh Djarum Foundation. KPAI cenderung gagal faham dalam memahami, menafsiri, dan mensikapi hal tersebut. Anehnya lagi, apa yang dilakukan KPAI sampai ngotot. <\/p>\n\n\n\n


Kalau mau melarang program audisi Djarum Foundation, tunjukkan dulu KPAI punya program pencarian bakat seperti Djarum Foundation lakukan. Jangan seenaknya KPAI, melarang-larang tanpa solusi konkret dengan dalil perlindungan. Lucunya, KPAI dengan dalil perlindungan anak mengatakan, audisi pencarian bakat bulutangkis yes, ajang promosi no. Kalau dipahami, KPAI ingin audisi Djarum Foundation tetap jalan, tapi tulisan Djarum dihilangkan. Ini sama saja, tidak boleh menulis atau memaparkan nama club. Sedangkan pencantuman nama club sangat penting sebagai identitas dan jati diri. <\/p>\n\n\n\n


Kegiatan perlindungan untuk anak adalah pekerjaan yang sangat mulia kalau benar-benar dilakukan. KPAI, sebagai lembaga dengan memapang langsung tulisan perlindungan anak akan lebih mulia jika programnya konkret. Seperti lembaga sekolah negeri atau swasta, tanpa memakai kata-kata perlindungan, sekolah tersebut mendidik anak melindungi anak dari kebodohan untuk kesiapan masa depan. Audisi pencarian bakat bulutangkis Djarum Foundation pun demikian, kegiatannya konkret menyiapkan atlet olahraga bulutangkis. Dan apa yang telah dilakukan Djarum Foundation dengan audisinya sangat beda dari bentuk promosi. Berbeda dengan pelibatan anak-anak untuk promosi produk, murni tujuannya agar produknya laku. Apalagi produk yang ditawarkan untuk kebutuhan anak. Contohnya banyak sekali beredar iklan-iklan yang terpampang di pinggir jalan, di media sosial, bahkan di stasiun televisi, hal ini kayaknya lolos dari bahasan KPAI.<\/p>\n\n\n\n


Belum lagi, tanpa disadari lembaga KPAI juga menumpang hidup dari anak-anak. Kemana-mana membawa nama anak-anak untuk kegiatannya, bahkan sampai untuk menggalang donasi. Namun kegiatan yang betul-betul sangat dibutuhkan anak-anak belum atau bahkan tidak tersasar dan tidak menjadi prioritas. Sehingga, program KPAI untuk perlindungan anak dipastikan tidak efektif. Buktinya, KPAI membuat masalah yang sederhana dibuat rumit, seperti mempermasalahkan tulisan Djarum sebagai club dalam ajang audisi pencarian bakat Djarum Foundation Bhakti Olahraga. Jelas-jelas untuk kepentingan masa depan anak, dengan meningkakan minat dan bakat anak dalam olahraga atas dasar suka dan tidak ada paksaan.
Kata kunci pendidikan bagi anak adalah bermain, senang atau suka, sesuai keinginan, dan untuk bekal hidup selanjutnya. Jika KPAI mempermasalahkan tulisan club Djarum, yang dianggap sebagai ajang promosi dan ekploitasi anak, alasan tersebut tidak benar dan tanpa dasar. Seperti halnya penjelasan di atas, audisi pencarian bakat bulutangkis Djarum Foundation, jauh dari promosi dan ekploitasi. Tujuan utama audisi tidak lain memberikan bekal dan pendidikan bagi anak sesui keinginannya, anak belajar dengan senang, gembira, dan bermain. <\/p>\n\n\n\n


Jika kemudian KPAI dan lembaga lain yang mengatasnamakan peduli anak, melarang kegiatan audisi pencarian bakat olah raga bulutangkis yang dilakukan Djarum Foundation, sama dengan menghalangi anak Indonesia mengembangkan minat dan bakatnya sesuai keinginan, menghalangi anak Indonesia belajar sambil bermain dan gembira, menghalangi anak Indonesia untuk mendapatkan bekal hidup selanjutnya, menghalangi anak Indonesia untuk mewujudkan cita-cita. Apa yang dilakukan KPAI dan lembaga lain tersebut, sangat bertentangan dengan cita-cita Bangsa, dan cita-cita pendidikan bagi anak di Indonesia. <\/p>\n","post_title":"Sesat pikir KPAI Melarang Audisi Pencarian Bakat Bulutangkis Anak-Anak","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"sesat-pikir-kpai-melarang-audisi-pencarian-bakat-bulutangkis-anak-anak","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-08-14 11:00:58","post_modified_gmt":"2019-08-14 04:00:58","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5956","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5949,"post_author":"877","post_date":"2019-08-12 08:28:29","post_date_gmt":"2019-08-12 01:28:29","post_content":"\n

Kurban tidak semata-mata hanya menyembelih hewan, dibaliknya ada kisah indah yang bisa sebagai bahan renungan dan pengingat bagi semua. Pada kisah qurban, terdapat peran anak usia dini yang akhirnya dikenang umat Islam sedunia sepanjang masa dan juga dapat mengangkat harkat martabat keluarganya dihadapan Tuhan. Selama anak suka bahkan bahagia menjalankan perannya untuk kepentingan dirinya sendiri kedepan dan mengangkat harkat martabat keluarganya dengan bimbingan yang baik, maka hal tersebut sah-sah saja tidak ada larangan.\u00a0<\/p>\n\n\n\n

Kemarin, pada tanggal 11 Agustus 2019 hari Minggu, tepatnya pada tanggal 10 dzulhijjah 1440 M., dipagi hari umat Islam terlihat berbondong-bondong ada yang ke masjid ada yang kelapangan, tidak lain menjalankan ibadah sholat Idul Adha, atau biasa disebut hari raya qurban. Selain melakukan sholad, umat Islam merayakannya dengan menyembelih hewan qurban, seperti unta tradisi di Timur Tengah, sedangkam di Indonesia menyembelih sapi atau kerbau. Khusus di Kudus kota Kretek rerata menyembelih kerbau, sapi bagi sebagian besar masyarakat Kudus tidak mau menyembelih. Cerita yang beredar di masyarakat turun menurun, pelarangan menyembelih sapi sejak zaman kewalian yaitu Sunan Kudus sebagai penghormatan terhadap agama lain yang beranggapan hewan sapi sebagai hewan yang suci.<\/p>\n\n\n\n

Kembali ke Idul Adha, diceritakan oleh para Ulama\u2019 ada kisah tentang Nabi Ibrahim yang akan mengorbankan putranya yang masih kecil namanya Ismail (besarnya menjadi Nabi). Ceritanya Nabi Ibrahim saat tidur bermimpi, ia diperintah Tuhan untuk menyembelih putranya bernama Ismail. Saat bangun, ia merenung, berfikir sambil bertanya dihati, benarkah ini perintah Tuhan?. Kali pertama mimpinya ini, ia masih ragu antara benar perintah Tuhan atau tidak. Mimpi yang direnungkan dan difikir terjadi pada malam tanggal 08 dzulhijjah,disebut hari tarwiyah<\/em>.\u00a0<\/p>\n\n\n\n

Baca: Tinjauan Kritis Atas Larangan Iklan dan Sponshorship dengan Mencantumkan Logo, Brand Image, dan Identitas CSR Sebuah Perusahaan<\/a><\/p>\n\n\n\n

Pada malam tanggal 09 dzulhijjah Nabi Ibrahim mimpi lagi dengan perintah yang sama. Mimpi kali kedua, Nabi Ibrahim merasa yakin kalau benar-benar perintah Tuhan. Pada mimpi kedua disebut hari arafah<\/em>. Pada tanggal 10 dzulhijjah, hari Nabi Ibrahim melaksanakan perintah Tuhan untuk menyembelih Ismail (putranya), yang kemudian disebut  hari nakhr <\/em>(biasa disebut nahar bagi orang Indonesia). <\/p>\n\n\n\n

Cerita KH. Sya\u2019roni, saat pagi hari pada tanggal 10 dzulhijjah Nabi Ibrahim menyuruh istrinya bernama Siti Hajar (ibu kandung Ismail) untuk memandikan Ismail setelah itu memakaikan pakaian yang bagus-bagus, dengan alasan mau diajak jalan-jalan. Siti Hajar melaksanakan sesuai perintah suaminya, sembari menunggu istrinya selesai, Nabi Ibrahim mengasah pisaunya\/pedangnya. <\/p>\n\n\n\n

Ismail sudah siap, diajaklah jalan jalan bapaknya (Nabi Ibrahim) menuju bukit Mina di Makkah, dengan niatan mau disembelih sesui perintah Tuhan. Di tengah perjalanan, Nabi Ibrahim dihadang iblis yang berwujud manusia, dengan mengatakan Ibrahim, anakmu itu ganteng, tega kamu sembelih, urungkan niatmu. Nabi Ibrahim tidak menjawab, malah mengambil batu kecil 7 butir, kemudian batu kecil tersebut dilemparkan ke arah iblis tersebut, sambil mengatakan, pergi kamu Iblis. Nabi Ibrahim tetap melanjutkan perjalannya, dan dihadang Iblis lagi kali kedua, Nabi Ibrahim mengambil batu kecil lagi dilempar ke iblis. Kemudian Nabi melanjutkan perjalannya, dihadang iblis lagi kali ketiga, seperti penghadangan yang pertama dan kedua, Nabi mengambil batu kecil dan dilemparkan ke arah iblis, lalu Nabi Ibrahim lanjut lagi. Inilah cerita, yang menjadi cikal bakal adanya jumroh ula, jumroh wustho dan jumroh aqobah. Tiap ibadah haji jumroh ini harus diperagakan seperti halnya apa yang telah dilakukan Nabi Ibrahim dengan maksud melawan dan melempar iblis dengan batu agar tidak mengganggu..  <\/p>\n\n\n\n

Sesampainya di puncak bukit Mina, Nabi Ibrahim menceritakan mimpinya dan mengatakan maksud dan tujuannya mengajak Ismail jalan-jalan. Selesai Nabi Ibrahim cerita, kemudian Ismail berkata pada bapaknya, untuk segera menjalankan perintah Tuhan. Pada saat menyembebelih, pisau\/pedang Nabi Ibrahim tidak bisa melukai kulit Ismail, karena Nabi Ibrahim masih gelisah dan menangis saat melihat wajah Ismail. Kemudian Ismail berkata, mungkin karena bapak melihat wajahku, hingga tidak tega menyembelih, lalu Ismail membalikkan badannya memposisisikan badannya telungkup. Lalau Nabi Ibrahim dengan kesiapan hati melakukan penyembelihan yang kedua, lagi-lagi pisau\/pedangnya tidak mampu melukai kulit leher Ismail. Dengan bingung karena tidak berhasil menyembelih Ismail, turunlah Malaikat Jibril dengan membawa kambing, digantikannya Ismail dengan kambing tersebut. Bersamaan dengan turunnya wahyu Tuhan yang menjelaskan keduanya telah lulus  dari ujian. Kemudian Nabi Ibrahim membaca takbir \u201cAllahu Akbar\u201d<\/em> 3x, disaut Ismail dengan .membaca \u201cLaa ilaaha illahhu wallahu akbar<\/em>\u201d, diakhiri Malikat Jibril dengan bacaan \u201cAllahu Akbar walillahil Hamd<\/em>\u201d, dilanjutkan dengan menyembelih kambing bawaan malaikat jibril.<\/p>\n\n\n\n

Ada cerita lucu setelah Nabi Ibrahim selesai menyembelih kambing, Nabi Ibrahim bertanya pada Ismail, siapa yang paling dermawan diantara kita? Ismail menjawab, saya. Tidak bisa kata Nabi Ibrahim, saya yang paling dermawan, karena akan mngorbankan anak yang kucintai. Ismail berkata, tidak bisa, saya yang dermawan, karena bapak punya dua anak, kalau saya dikorbankan, masih punya anak satu, lalu malaikat berkata, tidak bisa, saya yang dermawan karena saya sudah kehilangan kambing satu.\u00a0\u00a0<\/p>\n\n\n\n

Baca: Kegagalan Lakpesdam PBNU dalam Melihat Produk Tembakau Alternatif<\/a><\/p>\n\n\n\n

Keterangan dalam kitab tafsir  \u201cTanwirul Adhan<\/em>\u201d penjelasan dari surat As-Saffat ayat 102 bahwa usia Ismail saat itu 13 tahun ada juga Ulama\u2019 yang mengatakan umur 7 tahun. ada riwayat lain yang mengatakan umur Ismail saat itu 14 tahun. Pada intinya saat kejadian kisah penyembelihan, Ismail masih usia anak-anak, ia dengan senang hati dan ikhlas, menjalani perannya.  <\/p>\n\n\n\n

Dari sejarah singkat qurban yang ektrim di atas, kira-kira pendapat KPAI apakah mendukung apa yang telah di lakukan Nabi Ibrahim?, atau sebaliknya mendukung Iblis yang menghalangi Nabi Ibrahim yang akan menjalankan kewajibannya sebagai hamba?. Saya yakin KPAI akan mendukung Nabi Ibrahim, tidak mendukung langkah Iblis. 
<\/p>\n\n\n\n

Walaupun ktidak persis, tapi hampir mirip kisah qurban diatas dengan audisi oleh Djarum Foundation yang melibatkan. Program audisi bulutangkis usia anak-anak Djarum Foundation, tidak lain ikut serta program pemerintah dalam mencerdaskan bangsa melalui pencarian bakat sedini mungkin. Anak-anak yang berbakat bulutangkis tentunya yang terjaring dalam audisi, dididik dengan penuh semangat oleh Djarum Foundation Bhakti olahraga. Buktinya, anak-anak tersebut disekolahkan formal, dilatih bulu tangkis dengan disiplin dan penuh tanggungjawab, tanpa dipungut biaya apapun, bahkan semua kebutuhan anak-anak tercukupi dengan baik. Pola didiknya, seperti pola pendidikan sekolah lainnya, anak-anak dididik dan diajar agar berpretasi, setidaknya punya pengetahuan, pengalaman dan keahlian sebagai bekal masa depan. Disisi lain, ternyata anak-anak yang terjaring audisi merasa sangat gembira, senang dan bangga bisa terpilih. Mereka dapat mengembangkan bakatnya, dan mendapatkan pendidikan sekolah dengan gratis.<\/p>\n\n\n\n

Tujuan utama Djarum Foundation mencari bibit unggul pebulutangkis Indonesia, yang selama ini sebagai salah satu olahraga kebanggaan masyarakat Indonesia atas banyaknya prestasi yang di peroleh. Program Djarum Foundation Bhakti olahraga jauh dari niatan ekploitasi anak untuk promosi, yang ada ekploitasi anak untuk kejayaan olah raga bulutangkis bangsa Indonesia. <\/p>\n\n\n\n

Juga, program Djarum Foundation audisi bulutangkis adalah salah satu bentuk kesadaran dan kewajibannya membangun bangsa dengan melibatkan anak-anak. Lalu apa yang salah dari Djarum Foundation Bhakti Olahraga, jelas-jelas telah menghibahkan fasilitas, pikiran hingga dana untuk kepentingan kejayaan bangsa Indonesia, melalui olahraga. Pemerintah harus mendukung program tersebut, begitupun KPAI. KPAI jangan sampai menjadi penghalang, seperti halnya penghalang Nabi Ibrahim dalam kisah di atas.  
<\/p>\n","post_title":"Refleksi Kisah Kurban sebagai Bahan Pengingat KPAI","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"refleksi-kisah-kurban-sebagai-bahan-pengingat-kpai","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-08-12 08:30:31","post_modified_gmt":"2019-08-12 01:30:31","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5949","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5936,"post_author":"877","post_date":"2019-08-06 10:53:42","post_date_gmt":"2019-08-06 03:53:42","post_content":"\n

Masalah peredaran rokok di Indonesia, pemerintah cenderung mengambil langkah aman. Sudah saatnya pemerintah harus tegas menentukan sikap pelarangan atau membolehkan peredaran rokok di tengah-tengah masyarakat. <\/p>\n\n\n\n

Sikap pemerintah sampai saat ini menimbulkan pro dan kontra. Di satu sisi pemerintah melalui Kementrian Kesehatan membuat aturan pembatasan dan pelarangan beredarnya rokok, bahkan melarang adanya iklan rokok dan mengatur packaging<\/em> dengan bermacam gambar dan peringatan yang menggelian. Di sisi lain, pemerintah mendorong peningkatkan pendapatan Negara, mendorong peningkatan ekonomi rakyat, mendorong peningkatan produktivitas rakyat dan daya saing di pasar internasional, dan mendorong pengentasan kemiskinan.<\/p>\n\n\n\n

Sekarang, efek sikap pemerintah di atas meluas kemana-mana, mulai dari isu penyederhanaan layer atau penggabungan golongan industri rokok, isu pelarangan iklan rokok di media sosial karena pengguna media sosial banyak anak-anak, sampai pada pelarangan audisi pencari bakat bulu tangkis yang dilakukan Djarum Foundation dengan alasan ekploitasi anak. Ini semua adalah beberapa agenda untuk pengendalian rokok dan tembakau di Indonesia yang alasannya sudah dipatahkan dengan data yang lebih akurat.<\/p>\n\n\n\n

Semisal, yang pro dapat menceritakan dan meruntutkan agenda pengendalian rokok dan tembakau di Indonesia sebagai agenda politik dagang internasional. Semua program pengendalian rokok dan tembakau di Indonesia mengadopsi dari program World Health Organization (WHO) organisasi program dunia yang mendapatkan sokongan dana dari industri farmasi.\u00a0<\/p>\n\n\n\n

Baca:
Ada Campur Tangan Bloomberg dalam Surat Edaran Menkes terkait Pemblokiran Iklan Rokok <\/a><\/p>\n\n\n\n

WHO tidak semata-mata bertujuan demi meningkatkan taraf kesehatan penduduk. Di sini WHO sebagai ujung tombak industri farmasi. Terjadi peralihan di lingkup kesehatan, dimana dokter dan ilmuwan kesehatan dikuasai perusahan obat (farmasi). Tujuan utamanya tidak lain untuk merebut pasar nikotin dunia, dan menggantikan pemanfaatan nikotin alami dari tembakau dengan produk rekayasa nikotin yang telah dikantongi hak patennya. Keterlibatan WHO memuluskan tujuan industri farmasi tersebut dengan mendorong negara-negara di dunia untuk memberlakukan kebijakan sesuai kerangka kesehatan, tanpa mempertimbangkan peran sosial, ekonomi, politik dan budaya. Walaupun alasan kesehatan yang dibangun ternyata tidak 100% benar dan terkesan dipaksakan. Negara yang menjadi sasaran utama adalah Negara yang berkembang, seperti Indonesia, China, Bangladesh, India, Rusia, Mesir, Thailand, Filipina dan Brazil. <\/p>\n\n\n\n

Untuk menguasai pasar nikotin di dunia, industri farmasi mendapatkan sokongan dana dari bloomberg initiative. Karena salah satu direktur dari persekutuan perusahaan farmasi dunia bernama William R. Brody punya kedekatan dengan bloomberg initiative, selain teman karib juga posisinya sebagai penasehat. <\/h4>\n\n\n\n

Tidak mengherankan jika pendukung program pengendalian rokok dan tembakau di Indonesia mendapatkan sokongan dana dari bloomberg initiative termasuk lembaga yang bergerak untuk perlindungan anak, salah satunya Komnas Perlindungan Anak Indonesia (KPAI). Apapun bentuk lembaganya, selama mendapatkan kucuran dana bloomberg initiative, program utamanya harus sinergi dengan program bloomberg initiative dan rezim kesehatan dunia (WHO) yaitu pengendalian tembakau dan rokok, terutama rokok kretek asli Indonesia.<\/p>\n\n\n\n

Ada sekitar lebih dari 20an lembaga di Indonesia mendapatkan sokongan dana langsung maupun tidak langsung dari bloomberg initiative. Lembaga-lembaga tersebut bervarian, ada lembaga yang bergerak dalam pendidikan, bergerak pemberantasan korupsi, bergerak dalam kesehatan, bergerak perlindungan konsumen, bergerak melindungi anak, bahkan sampai pada lembaga agama. Numun pada intinya leading sector<\/em> yaitu sektor potensial yang dapat\u00a0menggerakkan agenda pengendalian tembakau dan rokok di Indonesia ada pada rezim kesehatan dalam hal ini Kementerian Kesehatan. Dengan menggunakan dalil kesehatan yang mulia, agenda bloomberg initiative dan farmasi berselancar dengan baik di Indonesia. \u00a0<\/p>\n\n\n\n

Baca:
Tinjauan Kritis Atas Larangan Iklan dan Sponshorship dengan Mencantumkan Logo, Brand Image, dan Identitas CSR Sebuah Perusahaan<\/a> <\/p>\n\n\n\n

Isu kuat saat ini yang beredar untuk agenda pengendalian tembakau dan rokok di Indonesia salah satunya, KPAI melarang audisi pencarian bakat bulu tangkis sejak dini yang dilakukan Djarum Foundation dengan alasan ekploitasi anak, Kementerian Kesehatan dan KPAI melarang adanya iklan di media sosia karena akan mengakibatkan bertambahnya perokok pemula, penggabungan golongan industri rokok atau penyederhanaan layer tarif cukai rokok yang intinya pengurangan terhadap industri rokok kretek, menaikkan cukai rokok untuk mengurangi peredaran rokok, dan korelasinya rokok dengan kemiskinan bertujuan agar ada kebijakan menghalau laju industri rokok kretek. <\/p>\n\n\n\n

Pemerintah dalam hal ini harus tegas mengambil sikap, untuk kepastian dan masa depan industri rokok kretek asli Indonesia. Dimana sejarah penemuan rokok kretek tidak lain untuk pengobatan yang dilakukan H. Djamhari sebagai obat sakit bengeknya. Karena rokok kretek adalah campuran tembakau dan cengkeh, berbeda dengan rokok non kretek yang hanya memakai tembakau saja. Selama ini, belum ada uji atau riset bahwa rokok kretek berkorelasi signifikan terhadap timbulnya penyakit yang dituduhkan. Kalau menjadi salah satu bagian kecil penyebab penyakit, tentunya ya dan bukan faktor penyebab utama. Itu seperti halnya barang-barang lain yang dikonsumsi manusia secara berlebihan dan hidup tidak seimbang. Termasuk makan nasi, mengkonsumsi gula dan mengkonsumsi lainnya secara berlebihan, tanpa diimbangi olah raga dan istirahat yang cukup. <\/p>\n\n\n\n

Selain itu, posisi industri kretek sangat stategis bagi bangsa Indonesia. Industri kretek membuktikan tetap bertahan setidaknya lebih dari 130 tahun. Disaat industri lain tumbang di zaman kolonial, industri kretek tetap eksis memberikan penghidupan masyarakat Indonesia. Bahkan tergolong industri yang peka zaman, dengan memberikan kontribusi yang sangat besar. Menghidupi setidaknya 6.1 juta jiwa petani cengkeh yang tersebar di 30 provinsi, petani tembakau yang tersebar di 15 provinsi. Menghidupi ribuan karyawan yang bekerja di industri kretek. Mempunyai multiplier<\/em> <\/em>effect<\/em> ke sektor perokonomian lainnya yang berada di sekitar industri kretek. <\/p>\n\n\n\n

Keberadaan industri kretek berkontribusi adanya hak jaminan sosial dan corporate social responsibility<\/em> (CSR), seperti halnya jaminan kesehatan, bhakti pendidikan, bhakti budaya, bhakti olahraga, bhakti lingkungan dan lain sebagainya. Berkontribusi pendapatan Negara melalui setoran cukai, berkontribusi bagi kesehatan publik dari alokasi dana bagi hasil cukai hasil tembakau (DBH-CHT) untuk sarana kesehatan dan pembayaran defisit Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS).  <\/p>\n\n\n\n

Selain itu, adanya industri kretek sebagai cermin kemandirian dan kedaulatan bangsa, karena sebagai pemenuhan kebutuhan pokok rakyat dalam hal ini pendapatan masyarakat sebagai agenda pemberantasan kemiskinan. <\/p>\n\n\n\n

Dengan pertimbangan di atas, diharapkan pemerintah dalam hal ini Presiden memberikan ketegasan, apakah industri rokok nasional tetap berproduksi atau dilarang berproduksi. Kalau tetap berproduksi, pemerintah secara totalitas harus melindunginya mulai kebijakan sampai pada strategi pemasarannya. Andaikan dilarang beroperasi, pemerintah paling tidak harus berani mempersiapkan lapangan pekerjaan lain bagi petani dan buruh tani cengkeh dan tembakau, buruh industri dan mungkin menata perekonomian akibat multiplier<\/em> <\/em>effect<\/em> keberadaan industri kretek. Dan yang terpenting keberadaan industri kretek, sebagai industri nasional sebagai perwujudan agenda prioritas  tujuan Nawa Cita, sehingga jangan sampai digiring dan diatur kepentingan asing melalui rezim kesehatan sebagai leading sector, <\/em>yang belum tentu benar dan terkesan dipaksakan.  
<\/p>\n","post_title":"Ketika Pemerintah Plin-Plan Membuat Regulasi Terkait Dunia Pertembakauan","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"ketika-pemerintah-plin-plan-membuat-regulasi-terkait-dunia-pertembakauan","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-08-06 10:53:48","post_modified_gmt":"2019-08-06 03:53:48","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5936","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":16},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"epic_block_3"};

\n

Studi pada 2018 lalu menunjukkan, penggunaan rokok elektrik harian berisiko terhadap serangan jantung, meski dengan probabilitas yang lebih rendah daripada perokok tembakau. Menurut dr Lawrence Phillips pakar kardiovaskular NYU Langone Health mengatakan \u201cKita melihat semakin banyak bukti bahwa rokok elektrik berhubungan dengan peningkatan risiko serangan jantung\u201d.<\/p>\n\n\n\n

Dari hasil pakar dan hasil studi di atas menegaskan bahwa keberadaan rokok vape atau rokok elektrik, resikonya sangat besar. Bahan utama rokok vape atau elektrik yang paling besar memberikan efek negatif pada tubuh manusia adalah cairan perasa. Akibat cairan perasa dalam rokok elektrik  atau vape termasuk merek JUUL beresiko terjadi peradangan, terjangkit penyakit jantung dan paru-paru akut, selanjutnya berakibat kematian. <\/p>\n\n\n\n

Untuk itu, demi masa depan bangsa Indonesia harusnya ada regulasi pelarangan peredaran rokok elektrik atau vape yang nyata-nyata telah ada kasus dengan didukung beberapa riset dan studi tentang konten rokok elektrik atau vape, yang hasilnya mempunyai resiko tinggi dapat menyebabkan penyakit berujung kematian.         
<\/p>\n","post_title":"Perokok Elektrik Berisiko Besar Terjangkit Penyakit Mematikan","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"perokok-elektrik-berisiko-besar-terjangkit-penyakit-mematikan","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-08-28 09:40:09","post_modified_gmt":"2019-08-28 02:40:09","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5999","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5979,"post_author":"877","post_date":"2019-08-21 09:57:26","post_date_gmt":"2019-08-21 02:57:26","post_content":"\n

Pemerintah berencana akan menerbitkan aturan simplifikasi layer cukai pada Oktober-Desember 2019. Jika benar terjadi, tindakan pemerintah itu sama saja membunuh secara perlahan industri kretek nasional. <\/p>\n\n\n\n

Jika dipikir-pikir, kebijakan simplifikasi layer cukai sangat menguntungkan industri rokok asing. Lalu apa bedanya pemerintah dengan LSM\/NGO yang getol memerangi peredaran rokok?. Nyatanya sama-sama ditunggangi kepentingan asing. Bedanya mungkin, pemerintah ditunggangi kepentingan industri rokok investor asing, kalau LSM\/NGO antirokok ada kepentingan farmasi yang berpusat di Amerika. Tapi jika dirunut dengan teliti, dua kepentingan asing tersebut yang terlihat beda, ada kemungkinan mengerucut pada satu titik yang sama. Tak lain membunuh rokok kretek asli Indonesia.<\/p>\n\n\n\n

Sebelum masuk ranah penjelasan yang sederhana tentang simplifikasi layer CHT, dampak yang ditimbulkan dan maksudnya. Terlebih dahulu perlu diuraikan makna simplifikasi, layer dan cukai secara berkesinambungan. Simplifikasi punya arti penyederhanaan, awalnya banyak dijadikan lebih sedikit, kecil, ramping dan ringkas. Tentunya, cara yang harus ditempuh dalam penyederhaan bisa jadi menggabungkan, bisa jadi dibuang\/dipotong salah satu, bisa jadi kedua-duanya dijalankan. Hubungan simplifikasi dengan industri rokok, penjelasannya di belakang setelah uraian tentang layer dan cukai.<\/p>\n\n\n\n

Layer bisa disebut dengan ungkapan lapisan, golongan, kelas, dan mungkin bisa dikatakan tingkatan. Varian rokok banyak sekali; ada rokok putih atau disebut sigaret putih mesin (SPM), ada sigaret kretek mesin (SKM), Ada sigaret kretek tangan (SKT). Ada rokok filter (ada busa) dan non filter (tidak ada busa). Ada juga rokok bercengkeh disebut kretek dan non cengkeh (tembakau saja) disebut putihan. Ada lagi rokok kretek dinamakan mild. Dari varian tersebut dibagi menjadi beberapa layer atau golongan, untuk penyesuaian pembayaran pajak cukai. Untuk mempermudah pemahaman, layer dibahasakan sebagai golongan industri rokok besar, menengah dan kecil. Sedangkan, cukai adalah pungutan pemerintah sebagai pajak. <\/p>\n\n\n\n

Nah, kira-kira uraian maknanya perkata sudah jelas. Sekarang uraian tersebut dihubungkan semua dengan rencana pemerintah kedepan untuk pungutan pajak rokok. Rencana pemerintah yang dimaksud simplikasi layer CHT, ingin menyederhanakan atau menggabungkan antara SPM dan SKM, dilebur manjadi satu golongan. Aslinya dibedakan, karena memang berbeda. SPM lebih tinggi pungutan pajaknya dari [ada SKM. SPM bukan asli produk Indonesia dan cenderung impor, dan yang punya bukan pribumi. Bahan bakunyapun tidak menggunakan tembakau Indonesia. Sangat jauh berbeda dengan SKM, industri yang padat karya dan menggunakan bahan baku lokal. Dan yang paling istimewa perbedaannya, tak lain adalah kemunculan SKM diciptakan oleh pribumi dengan mencampur tembakau dan cengkeh dalam satu batang rokok. Kemudian rokok cmpuran tersebut dinamai kretek. <\/p>\n\n\n\n

Rokok kretek terus berkembang dan inovatif seperti penjelasan di atas, ada filter, non filter, mesin, tangan, mild dan klobot. Kretek klobot tidak bercukai, karena keberadaannya hampir punah, sedikit sekali pabrikan membuat jenis klobot. Klobot satu-satunya rokok yang memakai bungkus daun jagung yang telah dikeringkan, kemudian di ikat pakai benang. Sehingga untuk kretek klobot ada pengecualian, tidak masuk dalam kategori jenis kretek di atas. <\/p>\n\n\n\n

Semua jenis kretek saat ini diproduksi oleh industri. Secara sederhana industri terbagi tiga macam, industri besar, menengah dan kecil. Paling kecil kategori industri kretek, telah mempunyai gudang untuk operasi pembuatan rokok kretek dengan luas minimal 200m2<\/sup>. Jadi, sekarang ini tidak ada lagi industri rokok kretek skala rumahan (home industri) seperti dulu lagi. <\/p>\n\n\n\n

Dari penjelasan di atas, sekarang sudah paham varian jenis rokok kretek asli produk Indonesia. Apapun bentuknya, jika rokok menggunakan campuran tembakau dan cengkeh itulah dinamakan rokok kretek, termasuk jenis mild. Dewasa ini jenis mild sangat disukai dipasaran. Hingga semua industri berlomba-lomba bikin mild. Munculnya mild tidak lain karena tuntutan dari aturan pemerintah yang membatasi nikotin dan tar. Sehingga konten tembakau mild lebih banyak memakai tembakau jenis Virginia. <\/p>\n\n\n\n

Jangan salahkan industri\/pabrikan jika makin lama kuota impor tembakau naik. Karena dibentuk oleh aturan pemerintah dan peningkatan permintaan pasar mild. Kalau begitu yang salah siapa? tentunya pemerintah yang membuat aturan low nikotin dan tar. Sulit sekali tembakau lokal untuk memenuhi batasan low nikotin dan tar sesuai aturan pemerintah. Pada akhirnya mau tidak mau industri\/pabrikan membutuhkan tembakau jenis Virginia yang sulit tumbuh dengan baik di bumi nusantara ini. Lalu apa yang dilakukan industri\/pabrikan rokok, ya impor lah. Tapi industri\/pabrikan masih sangat membutuhkan tembakau lokal. Selain sebagai bahan campuran rokok kretek mild, tembakau lokal dibuat memproduksi rokok bukan mild. <\/p>\n\n\n\n

Untuk rokok kretek mild, semuanya diproduksi memakai mesin, sedangkan selain mild ada yang pakai mesin ada yang pakai tangan. Dengan isu simplikasi layer CHT SPM dan SKM, ada dua kemungkinan. Pertama; bisa jadi SPM diturunkan levelnya disesuaikan dengan SKM. Kedua; atau SKM dinaikkan levelnya sesuai SPM. Keduanya sangat merugikan industri kretek asli produk Indonesia berupa SKM. Kalau yang pertama, keuntungan SPM (industri asing) harganya disamakan SKM, sehingga persaingan penjualan dipasaran relatif mudah, sehingga SKM sangat dirugikan. Jika demikian, pemerintah tidak melindungi industri nasional (lokal), dengan meliarkan persaingannya dipasaran sangat ketat. <\/p>\n\n\n\n

Kemungkinan yang kedua, juga demikian, sangat merugikan SKM, karena levelnya naik mengikuti SPM. Jika demikian, sangat memberatkan SKM, apalagi pangsa rokok kretek ditahun-tahun terakhir ini merosot tajam penjualannya. Kemerosotan penjualan rokok kretek juga pengaruh dari kebijakan pemerintah dan oknum (anti rokok) yang selalu merecoki industri kretek, seperti pungutan cukai naik,  pelarangan iklan, membuat isu yang dibuat-buat tanpa dasar dan lain sebagainya. Apakah keadaan industri kretek nasional saat ini, pemerintah masih memejamkan mata dan akan memberlakukan simplikasi layer CHT?. Jika demikian, sama saja pemerintah membunuh industri\/pabrikan kretek nasional dengan pelan-pelan. <\/p>\n\n\n\n

Jangan salahkan industri\/pabrikan rokok kretek jika pelan-pelan merumahkan karyawannya karena merugi bahkan tidak beroperasi. Jika pembelian bahan baku rokok kretek (tembakau dan cengkeh) menurun dan ribuan juta petani merugi, dan masih banyak lagi efek dampaknya ke segala lini yang menggantungkan hidupnya berhubungan dengan sektor pertembakauan. Pemerintah harus bertanggungjawab atas dampak tersebut, jangan asal cuci tangan jika dampak negatif terjadi. Karena pemerintahlah yang bikin aturan. <\/p>\n\n\n\n

Untuk itu, kedepan pemerintah harus hati-hati dan jeli dalam memutuskan dan memberlakukan kebijakan untuk kepentingan sektor pertembakauan. Karena, yang sudah-sudah, kebijakan pemerintah pada sektor pertembakauan tidak mengakomodir kepentingan industri nasional, cenderung mengakomodir kepentingan industri asing. Baik pemerintah, industri kretek, petani tembakau dan cengkeh serta masyarakat Indonesia harus berdaulat, saling menjaga dan saling melindungi untuk kepentingan bersama, menjadi bangsa yang besar dan kuat tanpa disetir Negara lain (asing). Inilah makna kemerdekaan yang sesungguhnya di era melenial.
<\/p>\n","post_title":"Kebijakan Simplifikasi Layer Cukai Adalah Rencana Pembunuhan terhadap Kretek","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"kebijakan-simplifikasi-layer-cukai-adalah-rencana-pembunuhan-terhadap-kretek","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-08-21 09:57:34","post_modified_gmt":"2019-08-21 02:57:34","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5979","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5956,"post_author":"877","post_date":"2019-08-14 11:00:51","post_date_gmt":"2019-08-14 04:00:51","post_content":"\n

Komisioner Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) Sitty Hikmawatty sesat pikir saat mengatakan bahwa program audisi beasiswa bulutangkis sebagai ajang ekploitasi anak. KPAI mempermasalahkan tulisan Djarum di kaos olahraga, karena sebagai ajang promosi brand rokok. Disini KPAI gagal faham membedakan antara Djarum Foundation dan Djarum industri rokok. <\/p>\n\n\n\n


Djarum Foundation sebagai wujud bhakti terhadap Bangsa dan Negara, sehingga prakteknya Djarum Foundation mengeluarkan uang, bukan mencari keuntungan. Ketika dikatakan sebagai ajang promosi produk rokok, sudah ditampik dan sudah dijelaskan secara detail pengurus Djarum Foundation, bahwa program yang dijalankan jauh dari niatan promosi produk rokok. Kalaupun ada tulisan Djarum di kaos olahraga, memang sejarahnya dari dulu sebagai nama clubnya. <\/p>\n\n\n\n


Sitty Hikmawatty sebagai komisioner KPAI, harusnya cerdas menyikapi hal tersebut. Harusnya ada apresiasi pada Djarum yang sadar akan kewajibannya, andil dalam pengembangan bakat bagi anak-anak. Dan apa yang telah dilakukan Djarum Foundation tidaklah mudah, membutuhkan tenaga dan matriil begitu besar. Sekarang pertanyaannya, siapa dan industri pribumi mana yang berani melakukan seperti itu?, bahkan KPAI pun tidak akan berani membuat program pencarian bakat secara intensif dan masif. <\/p>\n\n\n\n


KPAI harusnya faham makna perlindungan bagi anak, jangan hanya dimaknai secara sempit, semisal anak juga butuh perlindungan dari kebodohan dan kebutuhan lain yang sifatnya sangat mendesak. Nyatanya masih banyak anak \u2013anak yang tidak sekolah karena tidak mampu, masih banyak anak-anak yang hidup terlantar di Jalan, masih banyak anak-anak sebagai obyek makanan ringan yang bahannya membahayakan bagi tubuh. Dimana dan apa yang sudah dilakukan KPAI untuk melindungi anak tersebut?. Masih banyak masalah anak yang sangat penting dan krusial harus dikerjakan KPAI, dari pada mengurusi tulisan club Djarum dalam program audisi Djarum Foundation.<\/p>\n\n\n\n


Belum lagi, katanya KPAI akan mengambil langkah mengundang Kepala Daerah, dimana kotanya dibuat ajang audisi tersebut. Kalau nanti benar terjadi, menandakan kinerja KPAI tidak efektif. Masalah anak yang paling penting tidak terurus, dan selalu bergejolak di masyarakat kelas bawah. Sekali lagi seperti tidak sekolah karena orang tuanya tidak mampu atau orang tuanya meninggal dunia, walaupun sekolah katanya gratis, akan tetapi dampak lain timbul seperti halnya masalah ekonomi, akhirnya anak-anak mendingan cari uang untuk hidup sehari-hari dari pada sekolah. Anak-anak suka beli jajan (makanan ringat) di toko maupun dipinggir jalan yang mengandung bahan membahayakan bagi pertumbuhan anak. Di perempatan jalan atau lampu merah banyak anak-anak yang hidupnya menggelandang tanpa tujuan. Ini riil dan nyata di hadapan mata kita tiap hari. <\/p>\n\n\n\n


Tapi anehnya KPAI saat ini malah lebih intens mengurusi hal yang tidak penting degan melarang audisi pencarian bakat bulutangkis oleh Djarum Foundation. KPAI cenderung gagal faham dalam memahami, menafsiri, dan mensikapi hal tersebut. Anehnya lagi, apa yang dilakukan KPAI sampai ngotot. <\/p>\n\n\n\n


Kalau mau melarang program audisi Djarum Foundation, tunjukkan dulu KPAI punya program pencarian bakat seperti Djarum Foundation lakukan. Jangan seenaknya KPAI, melarang-larang tanpa solusi konkret dengan dalil perlindungan. Lucunya, KPAI dengan dalil perlindungan anak mengatakan, audisi pencarian bakat bulutangkis yes, ajang promosi no. Kalau dipahami, KPAI ingin audisi Djarum Foundation tetap jalan, tapi tulisan Djarum dihilangkan. Ini sama saja, tidak boleh menulis atau memaparkan nama club. Sedangkan pencantuman nama club sangat penting sebagai identitas dan jati diri. <\/p>\n\n\n\n


Kegiatan perlindungan untuk anak adalah pekerjaan yang sangat mulia kalau benar-benar dilakukan. KPAI, sebagai lembaga dengan memapang langsung tulisan perlindungan anak akan lebih mulia jika programnya konkret. Seperti lembaga sekolah negeri atau swasta, tanpa memakai kata-kata perlindungan, sekolah tersebut mendidik anak melindungi anak dari kebodohan untuk kesiapan masa depan. Audisi pencarian bakat bulutangkis Djarum Foundation pun demikian, kegiatannya konkret menyiapkan atlet olahraga bulutangkis. Dan apa yang telah dilakukan Djarum Foundation dengan audisinya sangat beda dari bentuk promosi. Berbeda dengan pelibatan anak-anak untuk promosi produk, murni tujuannya agar produknya laku. Apalagi produk yang ditawarkan untuk kebutuhan anak. Contohnya banyak sekali beredar iklan-iklan yang terpampang di pinggir jalan, di media sosial, bahkan di stasiun televisi, hal ini kayaknya lolos dari bahasan KPAI.<\/p>\n\n\n\n


Belum lagi, tanpa disadari lembaga KPAI juga menumpang hidup dari anak-anak. Kemana-mana membawa nama anak-anak untuk kegiatannya, bahkan sampai untuk menggalang donasi. Namun kegiatan yang betul-betul sangat dibutuhkan anak-anak belum atau bahkan tidak tersasar dan tidak menjadi prioritas. Sehingga, program KPAI untuk perlindungan anak dipastikan tidak efektif. Buktinya, KPAI membuat masalah yang sederhana dibuat rumit, seperti mempermasalahkan tulisan Djarum sebagai club dalam ajang audisi pencarian bakat Djarum Foundation Bhakti Olahraga. Jelas-jelas untuk kepentingan masa depan anak, dengan meningkakan minat dan bakat anak dalam olahraga atas dasar suka dan tidak ada paksaan.
Kata kunci pendidikan bagi anak adalah bermain, senang atau suka, sesuai keinginan, dan untuk bekal hidup selanjutnya. Jika KPAI mempermasalahkan tulisan club Djarum, yang dianggap sebagai ajang promosi dan ekploitasi anak, alasan tersebut tidak benar dan tanpa dasar. Seperti halnya penjelasan di atas, audisi pencarian bakat bulutangkis Djarum Foundation, jauh dari promosi dan ekploitasi. Tujuan utama audisi tidak lain memberikan bekal dan pendidikan bagi anak sesui keinginannya, anak belajar dengan senang, gembira, dan bermain. <\/p>\n\n\n\n


Jika kemudian KPAI dan lembaga lain yang mengatasnamakan peduli anak, melarang kegiatan audisi pencarian bakat olah raga bulutangkis yang dilakukan Djarum Foundation, sama dengan menghalangi anak Indonesia mengembangkan minat dan bakatnya sesuai keinginan, menghalangi anak Indonesia belajar sambil bermain dan gembira, menghalangi anak Indonesia untuk mendapatkan bekal hidup selanjutnya, menghalangi anak Indonesia untuk mewujudkan cita-cita. Apa yang dilakukan KPAI dan lembaga lain tersebut, sangat bertentangan dengan cita-cita Bangsa, dan cita-cita pendidikan bagi anak di Indonesia. <\/p>\n","post_title":"Sesat pikir KPAI Melarang Audisi Pencarian Bakat Bulutangkis Anak-Anak","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"sesat-pikir-kpai-melarang-audisi-pencarian-bakat-bulutangkis-anak-anak","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-08-14 11:00:58","post_modified_gmt":"2019-08-14 04:00:58","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5956","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5949,"post_author":"877","post_date":"2019-08-12 08:28:29","post_date_gmt":"2019-08-12 01:28:29","post_content":"\n

Kurban tidak semata-mata hanya menyembelih hewan, dibaliknya ada kisah indah yang bisa sebagai bahan renungan dan pengingat bagi semua. Pada kisah qurban, terdapat peran anak usia dini yang akhirnya dikenang umat Islam sedunia sepanjang masa dan juga dapat mengangkat harkat martabat keluarganya dihadapan Tuhan. Selama anak suka bahkan bahagia menjalankan perannya untuk kepentingan dirinya sendiri kedepan dan mengangkat harkat martabat keluarganya dengan bimbingan yang baik, maka hal tersebut sah-sah saja tidak ada larangan.\u00a0<\/p>\n\n\n\n

Kemarin, pada tanggal 11 Agustus 2019 hari Minggu, tepatnya pada tanggal 10 dzulhijjah 1440 M., dipagi hari umat Islam terlihat berbondong-bondong ada yang ke masjid ada yang kelapangan, tidak lain menjalankan ibadah sholat Idul Adha, atau biasa disebut hari raya qurban. Selain melakukan sholad, umat Islam merayakannya dengan menyembelih hewan qurban, seperti unta tradisi di Timur Tengah, sedangkam di Indonesia menyembelih sapi atau kerbau. Khusus di Kudus kota Kretek rerata menyembelih kerbau, sapi bagi sebagian besar masyarakat Kudus tidak mau menyembelih. Cerita yang beredar di masyarakat turun menurun, pelarangan menyembelih sapi sejak zaman kewalian yaitu Sunan Kudus sebagai penghormatan terhadap agama lain yang beranggapan hewan sapi sebagai hewan yang suci.<\/p>\n\n\n\n

Kembali ke Idul Adha, diceritakan oleh para Ulama\u2019 ada kisah tentang Nabi Ibrahim yang akan mengorbankan putranya yang masih kecil namanya Ismail (besarnya menjadi Nabi). Ceritanya Nabi Ibrahim saat tidur bermimpi, ia diperintah Tuhan untuk menyembelih putranya bernama Ismail. Saat bangun, ia merenung, berfikir sambil bertanya dihati, benarkah ini perintah Tuhan?. Kali pertama mimpinya ini, ia masih ragu antara benar perintah Tuhan atau tidak. Mimpi yang direnungkan dan difikir terjadi pada malam tanggal 08 dzulhijjah,disebut hari tarwiyah<\/em>.\u00a0<\/p>\n\n\n\n

Baca: Tinjauan Kritis Atas Larangan Iklan dan Sponshorship dengan Mencantumkan Logo, Brand Image, dan Identitas CSR Sebuah Perusahaan<\/a><\/p>\n\n\n\n

Pada malam tanggal 09 dzulhijjah Nabi Ibrahim mimpi lagi dengan perintah yang sama. Mimpi kali kedua, Nabi Ibrahim merasa yakin kalau benar-benar perintah Tuhan. Pada mimpi kedua disebut hari arafah<\/em>. Pada tanggal 10 dzulhijjah, hari Nabi Ibrahim melaksanakan perintah Tuhan untuk menyembelih Ismail (putranya), yang kemudian disebut  hari nakhr <\/em>(biasa disebut nahar bagi orang Indonesia). <\/p>\n\n\n\n

Cerita KH. Sya\u2019roni, saat pagi hari pada tanggal 10 dzulhijjah Nabi Ibrahim menyuruh istrinya bernama Siti Hajar (ibu kandung Ismail) untuk memandikan Ismail setelah itu memakaikan pakaian yang bagus-bagus, dengan alasan mau diajak jalan-jalan. Siti Hajar melaksanakan sesuai perintah suaminya, sembari menunggu istrinya selesai, Nabi Ibrahim mengasah pisaunya\/pedangnya. <\/p>\n\n\n\n

Ismail sudah siap, diajaklah jalan jalan bapaknya (Nabi Ibrahim) menuju bukit Mina di Makkah, dengan niatan mau disembelih sesui perintah Tuhan. Di tengah perjalanan, Nabi Ibrahim dihadang iblis yang berwujud manusia, dengan mengatakan Ibrahim, anakmu itu ganteng, tega kamu sembelih, urungkan niatmu. Nabi Ibrahim tidak menjawab, malah mengambil batu kecil 7 butir, kemudian batu kecil tersebut dilemparkan ke arah iblis tersebut, sambil mengatakan, pergi kamu Iblis. Nabi Ibrahim tetap melanjutkan perjalannya, dan dihadang Iblis lagi kali kedua, Nabi Ibrahim mengambil batu kecil lagi dilempar ke iblis. Kemudian Nabi melanjutkan perjalannya, dihadang iblis lagi kali ketiga, seperti penghadangan yang pertama dan kedua, Nabi mengambil batu kecil dan dilemparkan ke arah iblis, lalu Nabi Ibrahim lanjut lagi. Inilah cerita, yang menjadi cikal bakal adanya jumroh ula, jumroh wustho dan jumroh aqobah. Tiap ibadah haji jumroh ini harus diperagakan seperti halnya apa yang telah dilakukan Nabi Ibrahim dengan maksud melawan dan melempar iblis dengan batu agar tidak mengganggu..  <\/p>\n\n\n\n

Sesampainya di puncak bukit Mina, Nabi Ibrahim menceritakan mimpinya dan mengatakan maksud dan tujuannya mengajak Ismail jalan-jalan. Selesai Nabi Ibrahim cerita, kemudian Ismail berkata pada bapaknya, untuk segera menjalankan perintah Tuhan. Pada saat menyembebelih, pisau\/pedang Nabi Ibrahim tidak bisa melukai kulit Ismail, karena Nabi Ibrahim masih gelisah dan menangis saat melihat wajah Ismail. Kemudian Ismail berkata, mungkin karena bapak melihat wajahku, hingga tidak tega menyembelih, lalu Ismail membalikkan badannya memposisisikan badannya telungkup. Lalau Nabi Ibrahim dengan kesiapan hati melakukan penyembelihan yang kedua, lagi-lagi pisau\/pedangnya tidak mampu melukai kulit leher Ismail. Dengan bingung karena tidak berhasil menyembelih Ismail, turunlah Malaikat Jibril dengan membawa kambing, digantikannya Ismail dengan kambing tersebut. Bersamaan dengan turunnya wahyu Tuhan yang menjelaskan keduanya telah lulus  dari ujian. Kemudian Nabi Ibrahim membaca takbir \u201cAllahu Akbar\u201d<\/em> 3x, disaut Ismail dengan .membaca \u201cLaa ilaaha illahhu wallahu akbar<\/em>\u201d, diakhiri Malikat Jibril dengan bacaan \u201cAllahu Akbar walillahil Hamd<\/em>\u201d, dilanjutkan dengan menyembelih kambing bawaan malaikat jibril.<\/p>\n\n\n\n

Ada cerita lucu setelah Nabi Ibrahim selesai menyembelih kambing, Nabi Ibrahim bertanya pada Ismail, siapa yang paling dermawan diantara kita? Ismail menjawab, saya. Tidak bisa kata Nabi Ibrahim, saya yang paling dermawan, karena akan mngorbankan anak yang kucintai. Ismail berkata, tidak bisa, saya yang dermawan, karena bapak punya dua anak, kalau saya dikorbankan, masih punya anak satu, lalu malaikat berkata, tidak bisa, saya yang dermawan karena saya sudah kehilangan kambing satu.\u00a0\u00a0<\/p>\n\n\n\n

Baca: Kegagalan Lakpesdam PBNU dalam Melihat Produk Tembakau Alternatif<\/a><\/p>\n\n\n\n

Keterangan dalam kitab tafsir  \u201cTanwirul Adhan<\/em>\u201d penjelasan dari surat As-Saffat ayat 102 bahwa usia Ismail saat itu 13 tahun ada juga Ulama\u2019 yang mengatakan umur 7 tahun. ada riwayat lain yang mengatakan umur Ismail saat itu 14 tahun. Pada intinya saat kejadian kisah penyembelihan, Ismail masih usia anak-anak, ia dengan senang hati dan ikhlas, menjalani perannya.  <\/p>\n\n\n\n

Dari sejarah singkat qurban yang ektrim di atas, kira-kira pendapat KPAI apakah mendukung apa yang telah di lakukan Nabi Ibrahim?, atau sebaliknya mendukung Iblis yang menghalangi Nabi Ibrahim yang akan menjalankan kewajibannya sebagai hamba?. Saya yakin KPAI akan mendukung Nabi Ibrahim, tidak mendukung langkah Iblis. 
<\/p>\n\n\n\n

Walaupun ktidak persis, tapi hampir mirip kisah qurban diatas dengan audisi oleh Djarum Foundation yang melibatkan. Program audisi bulutangkis usia anak-anak Djarum Foundation, tidak lain ikut serta program pemerintah dalam mencerdaskan bangsa melalui pencarian bakat sedini mungkin. Anak-anak yang berbakat bulutangkis tentunya yang terjaring dalam audisi, dididik dengan penuh semangat oleh Djarum Foundation Bhakti olahraga. Buktinya, anak-anak tersebut disekolahkan formal, dilatih bulu tangkis dengan disiplin dan penuh tanggungjawab, tanpa dipungut biaya apapun, bahkan semua kebutuhan anak-anak tercukupi dengan baik. Pola didiknya, seperti pola pendidikan sekolah lainnya, anak-anak dididik dan diajar agar berpretasi, setidaknya punya pengetahuan, pengalaman dan keahlian sebagai bekal masa depan. Disisi lain, ternyata anak-anak yang terjaring audisi merasa sangat gembira, senang dan bangga bisa terpilih. Mereka dapat mengembangkan bakatnya, dan mendapatkan pendidikan sekolah dengan gratis.<\/p>\n\n\n\n

Tujuan utama Djarum Foundation mencari bibit unggul pebulutangkis Indonesia, yang selama ini sebagai salah satu olahraga kebanggaan masyarakat Indonesia atas banyaknya prestasi yang di peroleh. Program Djarum Foundation Bhakti olahraga jauh dari niatan ekploitasi anak untuk promosi, yang ada ekploitasi anak untuk kejayaan olah raga bulutangkis bangsa Indonesia. <\/p>\n\n\n\n

Juga, program Djarum Foundation audisi bulutangkis adalah salah satu bentuk kesadaran dan kewajibannya membangun bangsa dengan melibatkan anak-anak. Lalu apa yang salah dari Djarum Foundation Bhakti Olahraga, jelas-jelas telah menghibahkan fasilitas, pikiran hingga dana untuk kepentingan kejayaan bangsa Indonesia, melalui olahraga. Pemerintah harus mendukung program tersebut, begitupun KPAI. KPAI jangan sampai menjadi penghalang, seperti halnya penghalang Nabi Ibrahim dalam kisah di atas.  
<\/p>\n","post_title":"Refleksi Kisah Kurban sebagai Bahan Pengingat KPAI","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"refleksi-kisah-kurban-sebagai-bahan-pengingat-kpai","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-08-12 08:30:31","post_modified_gmt":"2019-08-12 01:30:31","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5949","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5936,"post_author":"877","post_date":"2019-08-06 10:53:42","post_date_gmt":"2019-08-06 03:53:42","post_content":"\n

Masalah peredaran rokok di Indonesia, pemerintah cenderung mengambil langkah aman. Sudah saatnya pemerintah harus tegas menentukan sikap pelarangan atau membolehkan peredaran rokok di tengah-tengah masyarakat. <\/p>\n\n\n\n

Sikap pemerintah sampai saat ini menimbulkan pro dan kontra. Di satu sisi pemerintah melalui Kementrian Kesehatan membuat aturan pembatasan dan pelarangan beredarnya rokok, bahkan melarang adanya iklan rokok dan mengatur packaging<\/em> dengan bermacam gambar dan peringatan yang menggelian. Di sisi lain, pemerintah mendorong peningkatkan pendapatan Negara, mendorong peningkatan ekonomi rakyat, mendorong peningkatan produktivitas rakyat dan daya saing di pasar internasional, dan mendorong pengentasan kemiskinan.<\/p>\n\n\n\n

Sekarang, efek sikap pemerintah di atas meluas kemana-mana, mulai dari isu penyederhanaan layer atau penggabungan golongan industri rokok, isu pelarangan iklan rokok di media sosial karena pengguna media sosial banyak anak-anak, sampai pada pelarangan audisi pencari bakat bulu tangkis yang dilakukan Djarum Foundation dengan alasan ekploitasi anak. Ini semua adalah beberapa agenda untuk pengendalian rokok dan tembakau di Indonesia yang alasannya sudah dipatahkan dengan data yang lebih akurat.<\/p>\n\n\n\n

Semisal, yang pro dapat menceritakan dan meruntutkan agenda pengendalian rokok dan tembakau di Indonesia sebagai agenda politik dagang internasional. Semua program pengendalian rokok dan tembakau di Indonesia mengadopsi dari program World Health Organization (WHO) organisasi program dunia yang mendapatkan sokongan dana dari industri farmasi.\u00a0<\/p>\n\n\n\n

Baca:
Ada Campur Tangan Bloomberg dalam Surat Edaran Menkes terkait Pemblokiran Iklan Rokok <\/a><\/p>\n\n\n\n

WHO tidak semata-mata bertujuan demi meningkatkan taraf kesehatan penduduk. Di sini WHO sebagai ujung tombak industri farmasi. Terjadi peralihan di lingkup kesehatan, dimana dokter dan ilmuwan kesehatan dikuasai perusahan obat (farmasi). Tujuan utamanya tidak lain untuk merebut pasar nikotin dunia, dan menggantikan pemanfaatan nikotin alami dari tembakau dengan produk rekayasa nikotin yang telah dikantongi hak patennya. Keterlibatan WHO memuluskan tujuan industri farmasi tersebut dengan mendorong negara-negara di dunia untuk memberlakukan kebijakan sesuai kerangka kesehatan, tanpa mempertimbangkan peran sosial, ekonomi, politik dan budaya. Walaupun alasan kesehatan yang dibangun ternyata tidak 100% benar dan terkesan dipaksakan. Negara yang menjadi sasaran utama adalah Negara yang berkembang, seperti Indonesia, China, Bangladesh, India, Rusia, Mesir, Thailand, Filipina dan Brazil. <\/p>\n\n\n\n

Untuk menguasai pasar nikotin di dunia, industri farmasi mendapatkan sokongan dana dari bloomberg initiative. Karena salah satu direktur dari persekutuan perusahaan farmasi dunia bernama William R. Brody punya kedekatan dengan bloomberg initiative, selain teman karib juga posisinya sebagai penasehat. <\/h4>\n\n\n\n

Tidak mengherankan jika pendukung program pengendalian rokok dan tembakau di Indonesia mendapatkan sokongan dana dari bloomberg initiative termasuk lembaga yang bergerak untuk perlindungan anak, salah satunya Komnas Perlindungan Anak Indonesia (KPAI). Apapun bentuk lembaganya, selama mendapatkan kucuran dana bloomberg initiative, program utamanya harus sinergi dengan program bloomberg initiative dan rezim kesehatan dunia (WHO) yaitu pengendalian tembakau dan rokok, terutama rokok kretek asli Indonesia.<\/p>\n\n\n\n

Ada sekitar lebih dari 20an lembaga di Indonesia mendapatkan sokongan dana langsung maupun tidak langsung dari bloomberg initiative. Lembaga-lembaga tersebut bervarian, ada lembaga yang bergerak dalam pendidikan, bergerak pemberantasan korupsi, bergerak dalam kesehatan, bergerak perlindungan konsumen, bergerak melindungi anak, bahkan sampai pada lembaga agama. Numun pada intinya leading sector<\/em> yaitu sektor potensial yang dapat\u00a0menggerakkan agenda pengendalian tembakau dan rokok di Indonesia ada pada rezim kesehatan dalam hal ini Kementerian Kesehatan. Dengan menggunakan dalil kesehatan yang mulia, agenda bloomberg initiative dan farmasi berselancar dengan baik di Indonesia. \u00a0<\/p>\n\n\n\n

Baca:
Tinjauan Kritis Atas Larangan Iklan dan Sponshorship dengan Mencantumkan Logo, Brand Image, dan Identitas CSR Sebuah Perusahaan<\/a> <\/p>\n\n\n\n

Isu kuat saat ini yang beredar untuk agenda pengendalian tembakau dan rokok di Indonesia salah satunya, KPAI melarang audisi pencarian bakat bulu tangkis sejak dini yang dilakukan Djarum Foundation dengan alasan ekploitasi anak, Kementerian Kesehatan dan KPAI melarang adanya iklan di media sosia karena akan mengakibatkan bertambahnya perokok pemula, penggabungan golongan industri rokok atau penyederhanaan layer tarif cukai rokok yang intinya pengurangan terhadap industri rokok kretek, menaikkan cukai rokok untuk mengurangi peredaran rokok, dan korelasinya rokok dengan kemiskinan bertujuan agar ada kebijakan menghalau laju industri rokok kretek. <\/p>\n\n\n\n

Pemerintah dalam hal ini harus tegas mengambil sikap, untuk kepastian dan masa depan industri rokok kretek asli Indonesia. Dimana sejarah penemuan rokok kretek tidak lain untuk pengobatan yang dilakukan H. Djamhari sebagai obat sakit bengeknya. Karena rokok kretek adalah campuran tembakau dan cengkeh, berbeda dengan rokok non kretek yang hanya memakai tembakau saja. Selama ini, belum ada uji atau riset bahwa rokok kretek berkorelasi signifikan terhadap timbulnya penyakit yang dituduhkan. Kalau menjadi salah satu bagian kecil penyebab penyakit, tentunya ya dan bukan faktor penyebab utama. Itu seperti halnya barang-barang lain yang dikonsumsi manusia secara berlebihan dan hidup tidak seimbang. Termasuk makan nasi, mengkonsumsi gula dan mengkonsumsi lainnya secara berlebihan, tanpa diimbangi olah raga dan istirahat yang cukup. <\/p>\n\n\n\n

Selain itu, posisi industri kretek sangat stategis bagi bangsa Indonesia. Industri kretek membuktikan tetap bertahan setidaknya lebih dari 130 tahun. Disaat industri lain tumbang di zaman kolonial, industri kretek tetap eksis memberikan penghidupan masyarakat Indonesia. Bahkan tergolong industri yang peka zaman, dengan memberikan kontribusi yang sangat besar. Menghidupi setidaknya 6.1 juta jiwa petani cengkeh yang tersebar di 30 provinsi, petani tembakau yang tersebar di 15 provinsi. Menghidupi ribuan karyawan yang bekerja di industri kretek. Mempunyai multiplier<\/em> <\/em>effect<\/em> ke sektor perokonomian lainnya yang berada di sekitar industri kretek. <\/p>\n\n\n\n

Keberadaan industri kretek berkontribusi adanya hak jaminan sosial dan corporate social responsibility<\/em> (CSR), seperti halnya jaminan kesehatan, bhakti pendidikan, bhakti budaya, bhakti olahraga, bhakti lingkungan dan lain sebagainya. Berkontribusi pendapatan Negara melalui setoran cukai, berkontribusi bagi kesehatan publik dari alokasi dana bagi hasil cukai hasil tembakau (DBH-CHT) untuk sarana kesehatan dan pembayaran defisit Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS).  <\/p>\n\n\n\n

Selain itu, adanya industri kretek sebagai cermin kemandirian dan kedaulatan bangsa, karena sebagai pemenuhan kebutuhan pokok rakyat dalam hal ini pendapatan masyarakat sebagai agenda pemberantasan kemiskinan. <\/p>\n\n\n\n

Dengan pertimbangan di atas, diharapkan pemerintah dalam hal ini Presiden memberikan ketegasan, apakah industri rokok nasional tetap berproduksi atau dilarang berproduksi. Kalau tetap berproduksi, pemerintah secara totalitas harus melindunginya mulai kebijakan sampai pada strategi pemasarannya. Andaikan dilarang beroperasi, pemerintah paling tidak harus berani mempersiapkan lapangan pekerjaan lain bagi petani dan buruh tani cengkeh dan tembakau, buruh industri dan mungkin menata perekonomian akibat multiplier<\/em> <\/em>effect<\/em> keberadaan industri kretek. Dan yang terpenting keberadaan industri kretek, sebagai industri nasional sebagai perwujudan agenda prioritas  tujuan Nawa Cita, sehingga jangan sampai digiring dan diatur kepentingan asing melalui rezim kesehatan sebagai leading sector, <\/em>yang belum tentu benar dan terkesan dipaksakan.  
<\/p>\n","post_title":"Ketika Pemerintah Plin-Plan Membuat Regulasi Terkait Dunia Pertembakauan","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"ketika-pemerintah-plin-plan-membuat-regulasi-terkait-dunia-pertembakauan","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-08-06 10:53:48","post_modified_gmt":"2019-08-06 03:53:48","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5936","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":16},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"epic_block_3"};

\n

Sekelompok ahli kardiovaskular dari University of Massachusetts menganjurkan peneliti agar melakukan uji rokok elektrik atau vape lebih yang beraroma. Karena sumsi sementara, produk vape atau rokok elektrik yang beraroma dan punya pilihan rasa lebih berbahaya dari pada rokok vape natural. Namun yang banyak beredar dipasaran, justru yang beraroma dan berasa buah-buahan, dari pada yang natural. <\/p>\n\n\n\n

Studi pada 2018 lalu menunjukkan, penggunaan rokok elektrik harian berisiko terhadap serangan jantung, meski dengan probabilitas yang lebih rendah daripada perokok tembakau. Menurut dr Lawrence Phillips pakar kardiovaskular NYU Langone Health mengatakan \u201cKita melihat semakin banyak bukti bahwa rokok elektrik berhubungan dengan peningkatan risiko serangan jantung\u201d.<\/p>\n\n\n\n

Dari hasil pakar dan hasil studi di atas menegaskan bahwa keberadaan rokok vape atau rokok elektrik, resikonya sangat besar. Bahan utama rokok vape atau elektrik yang paling besar memberikan efek negatif pada tubuh manusia adalah cairan perasa. Akibat cairan perasa dalam rokok elektrik  atau vape termasuk merek JUUL beresiko terjadi peradangan, terjangkit penyakit jantung dan paru-paru akut, selanjutnya berakibat kematian. <\/p>\n\n\n\n

Untuk itu, demi masa depan bangsa Indonesia harusnya ada regulasi pelarangan peredaran rokok elektrik atau vape yang nyata-nyata telah ada kasus dengan didukung beberapa riset dan studi tentang konten rokok elektrik atau vape, yang hasilnya mempunyai resiko tinggi dapat menyebabkan penyakit berujung kematian.         
<\/p>\n","post_title":"Perokok Elektrik Berisiko Besar Terjangkit Penyakit Mematikan","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"perokok-elektrik-berisiko-besar-terjangkit-penyakit-mematikan","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-08-28 09:40:09","post_modified_gmt":"2019-08-28 02:40:09","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5999","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5979,"post_author":"877","post_date":"2019-08-21 09:57:26","post_date_gmt":"2019-08-21 02:57:26","post_content":"\n

Pemerintah berencana akan menerbitkan aturan simplifikasi layer cukai pada Oktober-Desember 2019. Jika benar terjadi, tindakan pemerintah itu sama saja membunuh secara perlahan industri kretek nasional. <\/p>\n\n\n\n

Jika dipikir-pikir, kebijakan simplifikasi layer cukai sangat menguntungkan industri rokok asing. Lalu apa bedanya pemerintah dengan LSM\/NGO yang getol memerangi peredaran rokok?. Nyatanya sama-sama ditunggangi kepentingan asing. Bedanya mungkin, pemerintah ditunggangi kepentingan industri rokok investor asing, kalau LSM\/NGO antirokok ada kepentingan farmasi yang berpusat di Amerika. Tapi jika dirunut dengan teliti, dua kepentingan asing tersebut yang terlihat beda, ada kemungkinan mengerucut pada satu titik yang sama. Tak lain membunuh rokok kretek asli Indonesia.<\/p>\n\n\n\n

Sebelum masuk ranah penjelasan yang sederhana tentang simplifikasi layer CHT, dampak yang ditimbulkan dan maksudnya. Terlebih dahulu perlu diuraikan makna simplifikasi, layer dan cukai secara berkesinambungan. Simplifikasi punya arti penyederhanaan, awalnya banyak dijadikan lebih sedikit, kecil, ramping dan ringkas. Tentunya, cara yang harus ditempuh dalam penyederhaan bisa jadi menggabungkan, bisa jadi dibuang\/dipotong salah satu, bisa jadi kedua-duanya dijalankan. Hubungan simplifikasi dengan industri rokok, penjelasannya di belakang setelah uraian tentang layer dan cukai.<\/p>\n\n\n\n

Layer bisa disebut dengan ungkapan lapisan, golongan, kelas, dan mungkin bisa dikatakan tingkatan. Varian rokok banyak sekali; ada rokok putih atau disebut sigaret putih mesin (SPM), ada sigaret kretek mesin (SKM), Ada sigaret kretek tangan (SKT). Ada rokok filter (ada busa) dan non filter (tidak ada busa). Ada juga rokok bercengkeh disebut kretek dan non cengkeh (tembakau saja) disebut putihan. Ada lagi rokok kretek dinamakan mild. Dari varian tersebut dibagi menjadi beberapa layer atau golongan, untuk penyesuaian pembayaran pajak cukai. Untuk mempermudah pemahaman, layer dibahasakan sebagai golongan industri rokok besar, menengah dan kecil. Sedangkan, cukai adalah pungutan pemerintah sebagai pajak. <\/p>\n\n\n\n

Nah, kira-kira uraian maknanya perkata sudah jelas. Sekarang uraian tersebut dihubungkan semua dengan rencana pemerintah kedepan untuk pungutan pajak rokok. Rencana pemerintah yang dimaksud simplikasi layer CHT, ingin menyederhanakan atau menggabungkan antara SPM dan SKM, dilebur manjadi satu golongan. Aslinya dibedakan, karena memang berbeda. SPM lebih tinggi pungutan pajaknya dari [ada SKM. SPM bukan asli produk Indonesia dan cenderung impor, dan yang punya bukan pribumi. Bahan bakunyapun tidak menggunakan tembakau Indonesia. Sangat jauh berbeda dengan SKM, industri yang padat karya dan menggunakan bahan baku lokal. Dan yang paling istimewa perbedaannya, tak lain adalah kemunculan SKM diciptakan oleh pribumi dengan mencampur tembakau dan cengkeh dalam satu batang rokok. Kemudian rokok cmpuran tersebut dinamai kretek. <\/p>\n\n\n\n

Rokok kretek terus berkembang dan inovatif seperti penjelasan di atas, ada filter, non filter, mesin, tangan, mild dan klobot. Kretek klobot tidak bercukai, karena keberadaannya hampir punah, sedikit sekali pabrikan membuat jenis klobot. Klobot satu-satunya rokok yang memakai bungkus daun jagung yang telah dikeringkan, kemudian di ikat pakai benang. Sehingga untuk kretek klobot ada pengecualian, tidak masuk dalam kategori jenis kretek di atas. <\/p>\n\n\n\n

Semua jenis kretek saat ini diproduksi oleh industri. Secara sederhana industri terbagi tiga macam, industri besar, menengah dan kecil. Paling kecil kategori industri kretek, telah mempunyai gudang untuk operasi pembuatan rokok kretek dengan luas minimal 200m2<\/sup>. Jadi, sekarang ini tidak ada lagi industri rokok kretek skala rumahan (home industri) seperti dulu lagi. <\/p>\n\n\n\n

Dari penjelasan di atas, sekarang sudah paham varian jenis rokok kretek asli produk Indonesia. Apapun bentuknya, jika rokok menggunakan campuran tembakau dan cengkeh itulah dinamakan rokok kretek, termasuk jenis mild. Dewasa ini jenis mild sangat disukai dipasaran. Hingga semua industri berlomba-lomba bikin mild. Munculnya mild tidak lain karena tuntutan dari aturan pemerintah yang membatasi nikotin dan tar. Sehingga konten tembakau mild lebih banyak memakai tembakau jenis Virginia. <\/p>\n\n\n\n

Jangan salahkan industri\/pabrikan jika makin lama kuota impor tembakau naik. Karena dibentuk oleh aturan pemerintah dan peningkatan permintaan pasar mild. Kalau begitu yang salah siapa? tentunya pemerintah yang membuat aturan low nikotin dan tar. Sulit sekali tembakau lokal untuk memenuhi batasan low nikotin dan tar sesuai aturan pemerintah. Pada akhirnya mau tidak mau industri\/pabrikan membutuhkan tembakau jenis Virginia yang sulit tumbuh dengan baik di bumi nusantara ini. Lalu apa yang dilakukan industri\/pabrikan rokok, ya impor lah. Tapi industri\/pabrikan masih sangat membutuhkan tembakau lokal. Selain sebagai bahan campuran rokok kretek mild, tembakau lokal dibuat memproduksi rokok bukan mild. <\/p>\n\n\n\n

Untuk rokok kretek mild, semuanya diproduksi memakai mesin, sedangkan selain mild ada yang pakai mesin ada yang pakai tangan. Dengan isu simplikasi layer CHT SPM dan SKM, ada dua kemungkinan. Pertama; bisa jadi SPM diturunkan levelnya disesuaikan dengan SKM. Kedua; atau SKM dinaikkan levelnya sesuai SPM. Keduanya sangat merugikan industri kretek asli produk Indonesia berupa SKM. Kalau yang pertama, keuntungan SPM (industri asing) harganya disamakan SKM, sehingga persaingan penjualan dipasaran relatif mudah, sehingga SKM sangat dirugikan. Jika demikian, pemerintah tidak melindungi industri nasional (lokal), dengan meliarkan persaingannya dipasaran sangat ketat. <\/p>\n\n\n\n

Kemungkinan yang kedua, juga demikian, sangat merugikan SKM, karena levelnya naik mengikuti SPM. Jika demikian, sangat memberatkan SKM, apalagi pangsa rokok kretek ditahun-tahun terakhir ini merosot tajam penjualannya. Kemerosotan penjualan rokok kretek juga pengaruh dari kebijakan pemerintah dan oknum (anti rokok) yang selalu merecoki industri kretek, seperti pungutan cukai naik,  pelarangan iklan, membuat isu yang dibuat-buat tanpa dasar dan lain sebagainya. Apakah keadaan industri kretek nasional saat ini, pemerintah masih memejamkan mata dan akan memberlakukan simplikasi layer CHT?. Jika demikian, sama saja pemerintah membunuh industri\/pabrikan kretek nasional dengan pelan-pelan. <\/p>\n\n\n\n

Jangan salahkan industri\/pabrikan rokok kretek jika pelan-pelan merumahkan karyawannya karena merugi bahkan tidak beroperasi. Jika pembelian bahan baku rokok kretek (tembakau dan cengkeh) menurun dan ribuan juta petani merugi, dan masih banyak lagi efek dampaknya ke segala lini yang menggantungkan hidupnya berhubungan dengan sektor pertembakauan. Pemerintah harus bertanggungjawab atas dampak tersebut, jangan asal cuci tangan jika dampak negatif terjadi. Karena pemerintahlah yang bikin aturan. <\/p>\n\n\n\n

Untuk itu, kedepan pemerintah harus hati-hati dan jeli dalam memutuskan dan memberlakukan kebijakan untuk kepentingan sektor pertembakauan. Karena, yang sudah-sudah, kebijakan pemerintah pada sektor pertembakauan tidak mengakomodir kepentingan industri nasional, cenderung mengakomodir kepentingan industri asing. Baik pemerintah, industri kretek, petani tembakau dan cengkeh serta masyarakat Indonesia harus berdaulat, saling menjaga dan saling melindungi untuk kepentingan bersama, menjadi bangsa yang besar dan kuat tanpa disetir Negara lain (asing). Inilah makna kemerdekaan yang sesungguhnya di era melenial.
<\/p>\n","post_title":"Kebijakan Simplifikasi Layer Cukai Adalah Rencana Pembunuhan terhadap Kretek","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"kebijakan-simplifikasi-layer-cukai-adalah-rencana-pembunuhan-terhadap-kretek","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-08-21 09:57:34","post_modified_gmt":"2019-08-21 02:57:34","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5979","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5956,"post_author":"877","post_date":"2019-08-14 11:00:51","post_date_gmt":"2019-08-14 04:00:51","post_content":"\n

Komisioner Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) Sitty Hikmawatty sesat pikir saat mengatakan bahwa program audisi beasiswa bulutangkis sebagai ajang ekploitasi anak. KPAI mempermasalahkan tulisan Djarum di kaos olahraga, karena sebagai ajang promosi brand rokok. Disini KPAI gagal faham membedakan antara Djarum Foundation dan Djarum industri rokok. <\/p>\n\n\n\n


Djarum Foundation sebagai wujud bhakti terhadap Bangsa dan Negara, sehingga prakteknya Djarum Foundation mengeluarkan uang, bukan mencari keuntungan. Ketika dikatakan sebagai ajang promosi produk rokok, sudah ditampik dan sudah dijelaskan secara detail pengurus Djarum Foundation, bahwa program yang dijalankan jauh dari niatan promosi produk rokok. Kalaupun ada tulisan Djarum di kaos olahraga, memang sejarahnya dari dulu sebagai nama clubnya. <\/p>\n\n\n\n


Sitty Hikmawatty sebagai komisioner KPAI, harusnya cerdas menyikapi hal tersebut. Harusnya ada apresiasi pada Djarum yang sadar akan kewajibannya, andil dalam pengembangan bakat bagi anak-anak. Dan apa yang telah dilakukan Djarum Foundation tidaklah mudah, membutuhkan tenaga dan matriil begitu besar. Sekarang pertanyaannya, siapa dan industri pribumi mana yang berani melakukan seperti itu?, bahkan KPAI pun tidak akan berani membuat program pencarian bakat secara intensif dan masif. <\/p>\n\n\n\n


KPAI harusnya faham makna perlindungan bagi anak, jangan hanya dimaknai secara sempit, semisal anak juga butuh perlindungan dari kebodohan dan kebutuhan lain yang sifatnya sangat mendesak. Nyatanya masih banyak anak \u2013anak yang tidak sekolah karena tidak mampu, masih banyak anak-anak yang hidup terlantar di Jalan, masih banyak anak-anak sebagai obyek makanan ringan yang bahannya membahayakan bagi tubuh. Dimana dan apa yang sudah dilakukan KPAI untuk melindungi anak tersebut?. Masih banyak masalah anak yang sangat penting dan krusial harus dikerjakan KPAI, dari pada mengurusi tulisan club Djarum dalam program audisi Djarum Foundation.<\/p>\n\n\n\n


Belum lagi, katanya KPAI akan mengambil langkah mengundang Kepala Daerah, dimana kotanya dibuat ajang audisi tersebut. Kalau nanti benar terjadi, menandakan kinerja KPAI tidak efektif. Masalah anak yang paling penting tidak terurus, dan selalu bergejolak di masyarakat kelas bawah. Sekali lagi seperti tidak sekolah karena orang tuanya tidak mampu atau orang tuanya meninggal dunia, walaupun sekolah katanya gratis, akan tetapi dampak lain timbul seperti halnya masalah ekonomi, akhirnya anak-anak mendingan cari uang untuk hidup sehari-hari dari pada sekolah. Anak-anak suka beli jajan (makanan ringat) di toko maupun dipinggir jalan yang mengandung bahan membahayakan bagi pertumbuhan anak. Di perempatan jalan atau lampu merah banyak anak-anak yang hidupnya menggelandang tanpa tujuan. Ini riil dan nyata di hadapan mata kita tiap hari. <\/p>\n\n\n\n


Tapi anehnya KPAI saat ini malah lebih intens mengurusi hal yang tidak penting degan melarang audisi pencarian bakat bulutangkis oleh Djarum Foundation. KPAI cenderung gagal faham dalam memahami, menafsiri, dan mensikapi hal tersebut. Anehnya lagi, apa yang dilakukan KPAI sampai ngotot. <\/p>\n\n\n\n


Kalau mau melarang program audisi Djarum Foundation, tunjukkan dulu KPAI punya program pencarian bakat seperti Djarum Foundation lakukan. Jangan seenaknya KPAI, melarang-larang tanpa solusi konkret dengan dalil perlindungan. Lucunya, KPAI dengan dalil perlindungan anak mengatakan, audisi pencarian bakat bulutangkis yes, ajang promosi no. Kalau dipahami, KPAI ingin audisi Djarum Foundation tetap jalan, tapi tulisan Djarum dihilangkan. Ini sama saja, tidak boleh menulis atau memaparkan nama club. Sedangkan pencantuman nama club sangat penting sebagai identitas dan jati diri. <\/p>\n\n\n\n


Kegiatan perlindungan untuk anak adalah pekerjaan yang sangat mulia kalau benar-benar dilakukan. KPAI, sebagai lembaga dengan memapang langsung tulisan perlindungan anak akan lebih mulia jika programnya konkret. Seperti lembaga sekolah negeri atau swasta, tanpa memakai kata-kata perlindungan, sekolah tersebut mendidik anak melindungi anak dari kebodohan untuk kesiapan masa depan. Audisi pencarian bakat bulutangkis Djarum Foundation pun demikian, kegiatannya konkret menyiapkan atlet olahraga bulutangkis. Dan apa yang telah dilakukan Djarum Foundation dengan audisinya sangat beda dari bentuk promosi. Berbeda dengan pelibatan anak-anak untuk promosi produk, murni tujuannya agar produknya laku. Apalagi produk yang ditawarkan untuk kebutuhan anak. Contohnya banyak sekali beredar iklan-iklan yang terpampang di pinggir jalan, di media sosial, bahkan di stasiun televisi, hal ini kayaknya lolos dari bahasan KPAI.<\/p>\n\n\n\n


Belum lagi, tanpa disadari lembaga KPAI juga menumpang hidup dari anak-anak. Kemana-mana membawa nama anak-anak untuk kegiatannya, bahkan sampai untuk menggalang donasi. Namun kegiatan yang betul-betul sangat dibutuhkan anak-anak belum atau bahkan tidak tersasar dan tidak menjadi prioritas. Sehingga, program KPAI untuk perlindungan anak dipastikan tidak efektif. Buktinya, KPAI membuat masalah yang sederhana dibuat rumit, seperti mempermasalahkan tulisan Djarum sebagai club dalam ajang audisi pencarian bakat Djarum Foundation Bhakti Olahraga. Jelas-jelas untuk kepentingan masa depan anak, dengan meningkakan minat dan bakat anak dalam olahraga atas dasar suka dan tidak ada paksaan.
Kata kunci pendidikan bagi anak adalah bermain, senang atau suka, sesuai keinginan, dan untuk bekal hidup selanjutnya. Jika KPAI mempermasalahkan tulisan club Djarum, yang dianggap sebagai ajang promosi dan ekploitasi anak, alasan tersebut tidak benar dan tanpa dasar. Seperti halnya penjelasan di atas, audisi pencarian bakat bulutangkis Djarum Foundation, jauh dari promosi dan ekploitasi. Tujuan utama audisi tidak lain memberikan bekal dan pendidikan bagi anak sesui keinginannya, anak belajar dengan senang, gembira, dan bermain. <\/p>\n\n\n\n


Jika kemudian KPAI dan lembaga lain yang mengatasnamakan peduli anak, melarang kegiatan audisi pencarian bakat olah raga bulutangkis yang dilakukan Djarum Foundation, sama dengan menghalangi anak Indonesia mengembangkan minat dan bakatnya sesuai keinginan, menghalangi anak Indonesia belajar sambil bermain dan gembira, menghalangi anak Indonesia untuk mendapatkan bekal hidup selanjutnya, menghalangi anak Indonesia untuk mewujudkan cita-cita. Apa yang dilakukan KPAI dan lembaga lain tersebut, sangat bertentangan dengan cita-cita Bangsa, dan cita-cita pendidikan bagi anak di Indonesia. <\/p>\n","post_title":"Sesat pikir KPAI Melarang Audisi Pencarian Bakat Bulutangkis Anak-Anak","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"sesat-pikir-kpai-melarang-audisi-pencarian-bakat-bulutangkis-anak-anak","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-08-14 11:00:58","post_modified_gmt":"2019-08-14 04:00:58","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5956","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5949,"post_author":"877","post_date":"2019-08-12 08:28:29","post_date_gmt":"2019-08-12 01:28:29","post_content":"\n

Kurban tidak semata-mata hanya menyembelih hewan, dibaliknya ada kisah indah yang bisa sebagai bahan renungan dan pengingat bagi semua. Pada kisah qurban, terdapat peran anak usia dini yang akhirnya dikenang umat Islam sedunia sepanjang masa dan juga dapat mengangkat harkat martabat keluarganya dihadapan Tuhan. Selama anak suka bahkan bahagia menjalankan perannya untuk kepentingan dirinya sendiri kedepan dan mengangkat harkat martabat keluarganya dengan bimbingan yang baik, maka hal tersebut sah-sah saja tidak ada larangan.\u00a0<\/p>\n\n\n\n

Kemarin, pada tanggal 11 Agustus 2019 hari Minggu, tepatnya pada tanggal 10 dzulhijjah 1440 M., dipagi hari umat Islam terlihat berbondong-bondong ada yang ke masjid ada yang kelapangan, tidak lain menjalankan ibadah sholat Idul Adha, atau biasa disebut hari raya qurban. Selain melakukan sholad, umat Islam merayakannya dengan menyembelih hewan qurban, seperti unta tradisi di Timur Tengah, sedangkam di Indonesia menyembelih sapi atau kerbau. Khusus di Kudus kota Kretek rerata menyembelih kerbau, sapi bagi sebagian besar masyarakat Kudus tidak mau menyembelih. Cerita yang beredar di masyarakat turun menurun, pelarangan menyembelih sapi sejak zaman kewalian yaitu Sunan Kudus sebagai penghormatan terhadap agama lain yang beranggapan hewan sapi sebagai hewan yang suci.<\/p>\n\n\n\n

Kembali ke Idul Adha, diceritakan oleh para Ulama\u2019 ada kisah tentang Nabi Ibrahim yang akan mengorbankan putranya yang masih kecil namanya Ismail (besarnya menjadi Nabi). Ceritanya Nabi Ibrahim saat tidur bermimpi, ia diperintah Tuhan untuk menyembelih putranya bernama Ismail. Saat bangun, ia merenung, berfikir sambil bertanya dihati, benarkah ini perintah Tuhan?. Kali pertama mimpinya ini, ia masih ragu antara benar perintah Tuhan atau tidak. Mimpi yang direnungkan dan difikir terjadi pada malam tanggal 08 dzulhijjah,disebut hari tarwiyah<\/em>.\u00a0<\/p>\n\n\n\n

Baca: Tinjauan Kritis Atas Larangan Iklan dan Sponshorship dengan Mencantumkan Logo, Brand Image, dan Identitas CSR Sebuah Perusahaan<\/a><\/p>\n\n\n\n

Pada malam tanggal 09 dzulhijjah Nabi Ibrahim mimpi lagi dengan perintah yang sama. Mimpi kali kedua, Nabi Ibrahim merasa yakin kalau benar-benar perintah Tuhan. Pada mimpi kedua disebut hari arafah<\/em>. Pada tanggal 10 dzulhijjah, hari Nabi Ibrahim melaksanakan perintah Tuhan untuk menyembelih Ismail (putranya), yang kemudian disebut  hari nakhr <\/em>(biasa disebut nahar bagi orang Indonesia). <\/p>\n\n\n\n

Cerita KH. Sya\u2019roni, saat pagi hari pada tanggal 10 dzulhijjah Nabi Ibrahim menyuruh istrinya bernama Siti Hajar (ibu kandung Ismail) untuk memandikan Ismail setelah itu memakaikan pakaian yang bagus-bagus, dengan alasan mau diajak jalan-jalan. Siti Hajar melaksanakan sesuai perintah suaminya, sembari menunggu istrinya selesai, Nabi Ibrahim mengasah pisaunya\/pedangnya. <\/p>\n\n\n\n

Ismail sudah siap, diajaklah jalan jalan bapaknya (Nabi Ibrahim) menuju bukit Mina di Makkah, dengan niatan mau disembelih sesui perintah Tuhan. Di tengah perjalanan, Nabi Ibrahim dihadang iblis yang berwujud manusia, dengan mengatakan Ibrahim, anakmu itu ganteng, tega kamu sembelih, urungkan niatmu. Nabi Ibrahim tidak menjawab, malah mengambil batu kecil 7 butir, kemudian batu kecil tersebut dilemparkan ke arah iblis tersebut, sambil mengatakan, pergi kamu Iblis. Nabi Ibrahim tetap melanjutkan perjalannya, dan dihadang Iblis lagi kali kedua, Nabi Ibrahim mengambil batu kecil lagi dilempar ke iblis. Kemudian Nabi melanjutkan perjalannya, dihadang iblis lagi kali ketiga, seperti penghadangan yang pertama dan kedua, Nabi mengambil batu kecil dan dilemparkan ke arah iblis, lalu Nabi Ibrahim lanjut lagi. Inilah cerita, yang menjadi cikal bakal adanya jumroh ula, jumroh wustho dan jumroh aqobah. Tiap ibadah haji jumroh ini harus diperagakan seperti halnya apa yang telah dilakukan Nabi Ibrahim dengan maksud melawan dan melempar iblis dengan batu agar tidak mengganggu..  <\/p>\n\n\n\n

Sesampainya di puncak bukit Mina, Nabi Ibrahim menceritakan mimpinya dan mengatakan maksud dan tujuannya mengajak Ismail jalan-jalan. Selesai Nabi Ibrahim cerita, kemudian Ismail berkata pada bapaknya, untuk segera menjalankan perintah Tuhan. Pada saat menyembebelih, pisau\/pedang Nabi Ibrahim tidak bisa melukai kulit Ismail, karena Nabi Ibrahim masih gelisah dan menangis saat melihat wajah Ismail. Kemudian Ismail berkata, mungkin karena bapak melihat wajahku, hingga tidak tega menyembelih, lalu Ismail membalikkan badannya memposisisikan badannya telungkup. Lalau Nabi Ibrahim dengan kesiapan hati melakukan penyembelihan yang kedua, lagi-lagi pisau\/pedangnya tidak mampu melukai kulit leher Ismail. Dengan bingung karena tidak berhasil menyembelih Ismail, turunlah Malaikat Jibril dengan membawa kambing, digantikannya Ismail dengan kambing tersebut. Bersamaan dengan turunnya wahyu Tuhan yang menjelaskan keduanya telah lulus  dari ujian. Kemudian Nabi Ibrahim membaca takbir \u201cAllahu Akbar\u201d<\/em> 3x, disaut Ismail dengan .membaca \u201cLaa ilaaha illahhu wallahu akbar<\/em>\u201d, diakhiri Malikat Jibril dengan bacaan \u201cAllahu Akbar walillahil Hamd<\/em>\u201d, dilanjutkan dengan menyembelih kambing bawaan malaikat jibril.<\/p>\n\n\n\n

Ada cerita lucu setelah Nabi Ibrahim selesai menyembelih kambing, Nabi Ibrahim bertanya pada Ismail, siapa yang paling dermawan diantara kita? Ismail menjawab, saya. Tidak bisa kata Nabi Ibrahim, saya yang paling dermawan, karena akan mngorbankan anak yang kucintai. Ismail berkata, tidak bisa, saya yang dermawan, karena bapak punya dua anak, kalau saya dikorbankan, masih punya anak satu, lalu malaikat berkata, tidak bisa, saya yang dermawan karena saya sudah kehilangan kambing satu.\u00a0\u00a0<\/p>\n\n\n\n

Baca: Kegagalan Lakpesdam PBNU dalam Melihat Produk Tembakau Alternatif<\/a><\/p>\n\n\n\n

Keterangan dalam kitab tafsir  \u201cTanwirul Adhan<\/em>\u201d penjelasan dari surat As-Saffat ayat 102 bahwa usia Ismail saat itu 13 tahun ada juga Ulama\u2019 yang mengatakan umur 7 tahun. ada riwayat lain yang mengatakan umur Ismail saat itu 14 tahun. Pada intinya saat kejadian kisah penyembelihan, Ismail masih usia anak-anak, ia dengan senang hati dan ikhlas, menjalani perannya.  <\/p>\n\n\n\n

Dari sejarah singkat qurban yang ektrim di atas, kira-kira pendapat KPAI apakah mendukung apa yang telah di lakukan Nabi Ibrahim?, atau sebaliknya mendukung Iblis yang menghalangi Nabi Ibrahim yang akan menjalankan kewajibannya sebagai hamba?. Saya yakin KPAI akan mendukung Nabi Ibrahim, tidak mendukung langkah Iblis. 
<\/p>\n\n\n\n

Walaupun ktidak persis, tapi hampir mirip kisah qurban diatas dengan audisi oleh Djarum Foundation yang melibatkan. Program audisi bulutangkis usia anak-anak Djarum Foundation, tidak lain ikut serta program pemerintah dalam mencerdaskan bangsa melalui pencarian bakat sedini mungkin. Anak-anak yang berbakat bulutangkis tentunya yang terjaring dalam audisi, dididik dengan penuh semangat oleh Djarum Foundation Bhakti olahraga. Buktinya, anak-anak tersebut disekolahkan formal, dilatih bulu tangkis dengan disiplin dan penuh tanggungjawab, tanpa dipungut biaya apapun, bahkan semua kebutuhan anak-anak tercukupi dengan baik. Pola didiknya, seperti pola pendidikan sekolah lainnya, anak-anak dididik dan diajar agar berpretasi, setidaknya punya pengetahuan, pengalaman dan keahlian sebagai bekal masa depan. Disisi lain, ternyata anak-anak yang terjaring audisi merasa sangat gembira, senang dan bangga bisa terpilih. Mereka dapat mengembangkan bakatnya, dan mendapatkan pendidikan sekolah dengan gratis.<\/p>\n\n\n\n

Tujuan utama Djarum Foundation mencari bibit unggul pebulutangkis Indonesia, yang selama ini sebagai salah satu olahraga kebanggaan masyarakat Indonesia atas banyaknya prestasi yang di peroleh. Program Djarum Foundation Bhakti olahraga jauh dari niatan ekploitasi anak untuk promosi, yang ada ekploitasi anak untuk kejayaan olah raga bulutangkis bangsa Indonesia. <\/p>\n\n\n\n

Juga, program Djarum Foundation audisi bulutangkis adalah salah satu bentuk kesadaran dan kewajibannya membangun bangsa dengan melibatkan anak-anak. Lalu apa yang salah dari Djarum Foundation Bhakti Olahraga, jelas-jelas telah menghibahkan fasilitas, pikiran hingga dana untuk kepentingan kejayaan bangsa Indonesia, melalui olahraga. Pemerintah harus mendukung program tersebut, begitupun KPAI. KPAI jangan sampai menjadi penghalang, seperti halnya penghalang Nabi Ibrahim dalam kisah di atas.  
<\/p>\n","post_title":"Refleksi Kisah Kurban sebagai Bahan Pengingat KPAI","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"refleksi-kisah-kurban-sebagai-bahan-pengingat-kpai","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-08-12 08:30:31","post_modified_gmt":"2019-08-12 01:30:31","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5949","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5936,"post_author":"877","post_date":"2019-08-06 10:53:42","post_date_gmt":"2019-08-06 03:53:42","post_content":"\n

Masalah peredaran rokok di Indonesia, pemerintah cenderung mengambil langkah aman. Sudah saatnya pemerintah harus tegas menentukan sikap pelarangan atau membolehkan peredaran rokok di tengah-tengah masyarakat. <\/p>\n\n\n\n

Sikap pemerintah sampai saat ini menimbulkan pro dan kontra. Di satu sisi pemerintah melalui Kementrian Kesehatan membuat aturan pembatasan dan pelarangan beredarnya rokok, bahkan melarang adanya iklan rokok dan mengatur packaging<\/em> dengan bermacam gambar dan peringatan yang menggelian. Di sisi lain, pemerintah mendorong peningkatkan pendapatan Negara, mendorong peningkatan ekonomi rakyat, mendorong peningkatan produktivitas rakyat dan daya saing di pasar internasional, dan mendorong pengentasan kemiskinan.<\/p>\n\n\n\n

Sekarang, efek sikap pemerintah di atas meluas kemana-mana, mulai dari isu penyederhanaan layer atau penggabungan golongan industri rokok, isu pelarangan iklan rokok di media sosial karena pengguna media sosial banyak anak-anak, sampai pada pelarangan audisi pencari bakat bulu tangkis yang dilakukan Djarum Foundation dengan alasan ekploitasi anak. Ini semua adalah beberapa agenda untuk pengendalian rokok dan tembakau di Indonesia yang alasannya sudah dipatahkan dengan data yang lebih akurat.<\/p>\n\n\n\n

Semisal, yang pro dapat menceritakan dan meruntutkan agenda pengendalian rokok dan tembakau di Indonesia sebagai agenda politik dagang internasional. Semua program pengendalian rokok dan tembakau di Indonesia mengadopsi dari program World Health Organization (WHO) organisasi program dunia yang mendapatkan sokongan dana dari industri farmasi.\u00a0<\/p>\n\n\n\n

Baca:
Ada Campur Tangan Bloomberg dalam Surat Edaran Menkes terkait Pemblokiran Iklan Rokok <\/a><\/p>\n\n\n\n

WHO tidak semata-mata bertujuan demi meningkatkan taraf kesehatan penduduk. Di sini WHO sebagai ujung tombak industri farmasi. Terjadi peralihan di lingkup kesehatan, dimana dokter dan ilmuwan kesehatan dikuasai perusahan obat (farmasi). Tujuan utamanya tidak lain untuk merebut pasar nikotin dunia, dan menggantikan pemanfaatan nikotin alami dari tembakau dengan produk rekayasa nikotin yang telah dikantongi hak patennya. Keterlibatan WHO memuluskan tujuan industri farmasi tersebut dengan mendorong negara-negara di dunia untuk memberlakukan kebijakan sesuai kerangka kesehatan, tanpa mempertimbangkan peran sosial, ekonomi, politik dan budaya. Walaupun alasan kesehatan yang dibangun ternyata tidak 100% benar dan terkesan dipaksakan. Negara yang menjadi sasaran utama adalah Negara yang berkembang, seperti Indonesia, China, Bangladesh, India, Rusia, Mesir, Thailand, Filipina dan Brazil. <\/p>\n\n\n\n

Untuk menguasai pasar nikotin di dunia, industri farmasi mendapatkan sokongan dana dari bloomberg initiative. Karena salah satu direktur dari persekutuan perusahaan farmasi dunia bernama William R. Brody punya kedekatan dengan bloomberg initiative, selain teman karib juga posisinya sebagai penasehat. <\/h4>\n\n\n\n

Tidak mengherankan jika pendukung program pengendalian rokok dan tembakau di Indonesia mendapatkan sokongan dana dari bloomberg initiative termasuk lembaga yang bergerak untuk perlindungan anak, salah satunya Komnas Perlindungan Anak Indonesia (KPAI). Apapun bentuk lembaganya, selama mendapatkan kucuran dana bloomberg initiative, program utamanya harus sinergi dengan program bloomberg initiative dan rezim kesehatan dunia (WHO) yaitu pengendalian tembakau dan rokok, terutama rokok kretek asli Indonesia.<\/p>\n\n\n\n

Ada sekitar lebih dari 20an lembaga di Indonesia mendapatkan sokongan dana langsung maupun tidak langsung dari bloomberg initiative. Lembaga-lembaga tersebut bervarian, ada lembaga yang bergerak dalam pendidikan, bergerak pemberantasan korupsi, bergerak dalam kesehatan, bergerak perlindungan konsumen, bergerak melindungi anak, bahkan sampai pada lembaga agama. Numun pada intinya leading sector<\/em> yaitu sektor potensial yang dapat\u00a0menggerakkan agenda pengendalian tembakau dan rokok di Indonesia ada pada rezim kesehatan dalam hal ini Kementerian Kesehatan. Dengan menggunakan dalil kesehatan yang mulia, agenda bloomberg initiative dan farmasi berselancar dengan baik di Indonesia. \u00a0<\/p>\n\n\n\n

Baca:
Tinjauan Kritis Atas Larangan Iklan dan Sponshorship dengan Mencantumkan Logo, Brand Image, dan Identitas CSR Sebuah Perusahaan<\/a> <\/p>\n\n\n\n

Isu kuat saat ini yang beredar untuk agenda pengendalian tembakau dan rokok di Indonesia salah satunya, KPAI melarang audisi pencarian bakat bulu tangkis sejak dini yang dilakukan Djarum Foundation dengan alasan ekploitasi anak, Kementerian Kesehatan dan KPAI melarang adanya iklan di media sosia karena akan mengakibatkan bertambahnya perokok pemula, penggabungan golongan industri rokok atau penyederhanaan layer tarif cukai rokok yang intinya pengurangan terhadap industri rokok kretek, menaikkan cukai rokok untuk mengurangi peredaran rokok, dan korelasinya rokok dengan kemiskinan bertujuan agar ada kebijakan menghalau laju industri rokok kretek. <\/p>\n\n\n\n

Pemerintah dalam hal ini harus tegas mengambil sikap, untuk kepastian dan masa depan industri rokok kretek asli Indonesia. Dimana sejarah penemuan rokok kretek tidak lain untuk pengobatan yang dilakukan H. Djamhari sebagai obat sakit bengeknya. Karena rokok kretek adalah campuran tembakau dan cengkeh, berbeda dengan rokok non kretek yang hanya memakai tembakau saja. Selama ini, belum ada uji atau riset bahwa rokok kretek berkorelasi signifikan terhadap timbulnya penyakit yang dituduhkan. Kalau menjadi salah satu bagian kecil penyebab penyakit, tentunya ya dan bukan faktor penyebab utama. Itu seperti halnya barang-barang lain yang dikonsumsi manusia secara berlebihan dan hidup tidak seimbang. Termasuk makan nasi, mengkonsumsi gula dan mengkonsumsi lainnya secara berlebihan, tanpa diimbangi olah raga dan istirahat yang cukup. <\/p>\n\n\n\n

Selain itu, posisi industri kretek sangat stategis bagi bangsa Indonesia. Industri kretek membuktikan tetap bertahan setidaknya lebih dari 130 tahun. Disaat industri lain tumbang di zaman kolonial, industri kretek tetap eksis memberikan penghidupan masyarakat Indonesia. Bahkan tergolong industri yang peka zaman, dengan memberikan kontribusi yang sangat besar. Menghidupi setidaknya 6.1 juta jiwa petani cengkeh yang tersebar di 30 provinsi, petani tembakau yang tersebar di 15 provinsi. Menghidupi ribuan karyawan yang bekerja di industri kretek. Mempunyai multiplier<\/em> <\/em>effect<\/em> ke sektor perokonomian lainnya yang berada di sekitar industri kretek. <\/p>\n\n\n\n

Keberadaan industri kretek berkontribusi adanya hak jaminan sosial dan corporate social responsibility<\/em> (CSR), seperti halnya jaminan kesehatan, bhakti pendidikan, bhakti budaya, bhakti olahraga, bhakti lingkungan dan lain sebagainya. Berkontribusi pendapatan Negara melalui setoran cukai, berkontribusi bagi kesehatan publik dari alokasi dana bagi hasil cukai hasil tembakau (DBH-CHT) untuk sarana kesehatan dan pembayaran defisit Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS).  <\/p>\n\n\n\n

Selain itu, adanya industri kretek sebagai cermin kemandirian dan kedaulatan bangsa, karena sebagai pemenuhan kebutuhan pokok rakyat dalam hal ini pendapatan masyarakat sebagai agenda pemberantasan kemiskinan. <\/p>\n\n\n\n

Dengan pertimbangan di atas, diharapkan pemerintah dalam hal ini Presiden memberikan ketegasan, apakah industri rokok nasional tetap berproduksi atau dilarang berproduksi. Kalau tetap berproduksi, pemerintah secara totalitas harus melindunginya mulai kebijakan sampai pada strategi pemasarannya. Andaikan dilarang beroperasi, pemerintah paling tidak harus berani mempersiapkan lapangan pekerjaan lain bagi petani dan buruh tani cengkeh dan tembakau, buruh industri dan mungkin menata perekonomian akibat multiplier<\/em> <\/em>effect<\/em> keberadaan industri kretek. Dan yang terpenting keberadaan industri kretek, sebagai industri nasional sebagai perwujudan agenda prioritas  tujuan Nawa Cita, sehingga jangan sampai digiring dan diatur kepentingan asing melalui rezim kesehatan sebagai leading sector, <\/em>yang belum tentu benar dan terkesan dipaksakan.  
<\/p>\n","post_title":"Ketika Pemerintah Plin-Plan Membuat Regulasi Terkait Dunia Pertembakauan","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"ketika-pemerintah-plin-plan-membuat-regulasi-terkait-dunia-pertembakauan","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-08-06 10:53:48","post_modified_gmt":"2019-08-06 03:53:48","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5936","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":16},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"epic_block_3"};

\n

Baca: Riset Kesehatan Rokok Elektrik<\/a><\/p>\n\n\n\n

Sekelompok ahli kardiovaskular dari University of Massachusetts menganjurkan peneliti agar melakukan uji rokok elektrik atau vape lebih yang beraroma. Karena sumsi sementara, produk vape atau rokok elektrik yang beraroma dan punya pilihan rasa lebih berbahaya dari pada rokok vape natural. Namun yang banyak beredar dipasaran, justru yang beraroma dan berasa buah-buahan, dari pada yang natural. <\/p>\n\n\n\n

Studi pada 2018 lalu menunjukkan, penggunaan rokok elektrik harian berisiko terhadap serangan jantung, meski dengan probabilitas yang lebih rendah daripada perokok tembakau. Menurut dr Lawrence Phillips pakar kardiovaskular NYU Langone Health mengatakan \u201cKita melihat semakin banyak bukti bahwa rokok elektrik berhubungan dengan peningkatan risiko serangan jantung\u201d.<\/p>\n\n\n\n

Dari hasil pakar dan hasil studi di atas menegaskan bahwa keberadaan rokok vape atau rokok elektrik, resikonya sangat besar. Bahan utama rokok vape atau elektrik yang paling besar memberikan efek negatif pada tubuh manusia adalah cairan perasa. Akibat cairan perasa dalam rokok elektrik  atau vape termasuk merek JUUL beresiko terjadi peradangan, terjangkit penyakit jantung dan paru-paru akut, selanjutnya berakibat kematian. <\/p>\n\n\n\n

Untuk itu, demi masa depan bangsa Indonesia harusnya ada regulasi pelarangan peredaran rokok elektrik atau vape yang nyata-nyata telah ada kasus dengan didukung beberapa riset dan studi tentang konten rokok elektrik atau vape, yang hasilnya mempunyai resiko tinggi dapat menyebabkan penyakit berujung kematian.         
<\/p>\n","post_title":"Perokok Elektrik Berisiko Besar Terjangkit Penyakit Mematikan","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"perokok-elektrik-berisiko-besar-terjangkit-penyakit-mematikan","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-08-28 09:40:09","post_modified_gmt":"2019-08-28 02:40:09","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5999","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5979,"post_author":"877","post_date":"2019-08-21 09:57:26","post_date_gmt":"2019-08-21 02:57:26","post_content":"\n

Pemerintah berencana akan menerbitkan aturan simplifikasi layer cukai pada Oktober-Desember 2019. Jika benar terjadi, tindakan pemerintah itu sama saja membunuh secara perlahan industri kretek nasional. <\/p>\n\n\n\n

Jika dipikir-pikir, kebijakan simplifikasi layer cukai sangat menguntungkan industri rokok asing. Lalu apa bedanya pemerintah dengan LSM\/NGO yang getol memerangi peredaran rokok?. Nyatanya sama-sama ditunggangi kepentingan asing. Bedanya mungkin, pemerintah ditunggangi kepentingan industri rokok investor asing, kalau LSM\/NGO antirokok ada kepentingan farmasi yang berpusat di Amerika. Tapi jika dirunut dengan teliti, dua kepentingan asing tersebut yang terlihat beda, ada kemungkinan mengerucut pada satu titik yang sama. Tak lain membunuh rokok kretek asli Indonesia.<\/p>\n\n\n\n

Sebelum masuk ranah penjelasan yang sederhana tentang simplifikasi layer CHT, dampak yang ditimbulkan dan maksudnya. Terlebih dahulu perlu diuraikan makna simplifikasi, layer dan cukai secara berkesinambungan. Simplifikasi punya arti penyederhanaan, awalnya banyak dijadikan lebih sedikit, kecil, ramping dan ringkas. Tentunya, cara yang harus ditempuh dalam penyederhaan bisa jadi menggabungkan, bisa jadi dibuang\/dipotong salah satu, bisa jadi kedua-duanya dijalankan. Hubungan simplifikasi dengan industri rokok, penjelasannya di belakang setelah uraian tentang layer dan cukai.<\/p>\n\n\n\n

Layer bisa disebut dengan ungkapan lapisan, golongan, kelas, dan mungkin bisa dikatakan tingkatan. Varian rokok banyak sekali; ada rokok putih atau disebut sigaret putih mesin (SPM), ada sigaret kretek mesin (SKM), Ada sigaret kretek tangan (SKT). Ada rokok filter (ada busa) dan non filter (tidak ada busa). Ada juga rokok bercengkeh disebut kretek dan non cengkeh (tembakau saja) disebut putihan. Ada lagi rokok kretek dinamakan mild. Dari varian tersebut dibagi menjadi beberapa layer atau golongan, untuk penyesuaian pembayaran pajak cukai. Untuk mempermudah pemahaman, layer dibahasakan sebagai golongan industri rokok besar, menengah dan kecil. Sedangkan, cukai adalah pungutan pemerintah sebagai pajak. <\/p>\n\n\n\n

Nah, kira-kira uraian maknanya perkata sudah jelas. Sekarang uraian tersebut dihubungkan semua dengan rencana pemerintah kedepan untuk pungutan pajak rokok. Rencana pemerintah yang dimaksud simplikasi layer CHT, ingin menyederhanakan atau menggabungkan antara SPM dan SKM, dilebur manjadi satu golongan. Aslinya dibedakan, karena memang berbeda. SPM lebih tinggi pungutan pajaknya dari [ada SKM. SPM bukan asli produk Indonesia dan cenderung impor, dan yang punya bukan pribumi. Bahan bakunyapun tidak menggunakan tembakau Indonesia. Sangat jauh berbeda dengan SKM, industri yang padat karya dan menggunakan bahan baku lokal. Dan yang paling istimewa perbedaannya, tak lain adalah kemunculan SKM diciptakan oleh pribumi dengan mencampur tembakau dan cengkeh dalam satu batang rokok. Kemudian rokok cmpuran tersebut dinamai kretek. <\/p>\n\n\n\n

Rokok kretek terus berkembang dan inovatif seperti penjelasan di atas, ada filter, non filter, mesin, tangan, mild dan klobot. Kretek klobot tidak bercukai, karena keberadaannya hampir punah, sedikit sekali pabrikan membuat jenis klobot. Klobot satu-satunya rokok yang memakai bungkus daun jagung yang telah dikeringkan, kemudian di ikat pakai benang. Sehingga untuk kretek klobot ada pengecualian, tidak masuk dalam kategori jenis kretek di atas. <\/p>\n\n\n\n

Semua jenis kretek saat ini diproduksi oleh industri. Secara sederhana industri terbagi tiga macam, industri besar, menengah dan kecil. Paling kecil kategori industri kretek, telah mempunyai gudang untuk operasi pembuatan rokok kretek dengan luas minimal 200m2<\/sup>. Jadi, sekarang ini tidak ada lagi industri rokok kretek skala rumahan (home industri) seperti dulu lagi. <\/p>\n\n\n\n

Dari penjelasan di atas, sekarang sudah paham varian jenis rokok kretek asli produk Indonesia. Apapun bentuknya, jika rokok menggunakan campuran tembakau dan cengkeh itulah dinamakan rokok kretek, termasuk jenis mild. Dewasa ini jenis mild sangat disukai dipasaran. Hingga semua industri berlomba-lomba bikin mild. Munculnya mild tidak lain karena tuntutan dari aturan pemerintah yang membatasi nikotin dan tar. Sehingga konten tembakau mild lebih banyak memakai tembakau jenis Virginia. <\/p>\n\n\n\n

Jangan salahkan industri\/pabrikan jika makin lama kuota impor tembakau naik. Karena dibentuk oleh aturan pemerintah dan peningkatan permintaan pasar mild. Kalau begitu yang salah siapa? tentunya pemerintah yang membuat aturan low nikotin dan tar. Sulit sekali tembakau lokal untuk memenuhi batasan low nikotin dan tar sesuai aturan pemerintah. Pada akhirnya mau tidak mau industri\/pabrikan membutuhkan tembakau jenis Virginia yang sulit tumbuh dengan baik di bumi nusantara ini. Lalu apa yang dilakukan industri\/pabrikan rokok, ya impor lah. Tapi industri\/pabrikan masih sangat membutuhkan tembakau lokal. Selain sebagai bahan campuran rokok kretek mild, tembakau lokal dibuat memproduksi rokok bukan mild. <\/p>\n\n\n\n

Untuk rokok kretek mild, semuanya diproduksi memakai mesin, sedangkan selain mild ada yang pakai mesin ada yang pakai tangan. Dengan isu simplikasi layer CHT SPM dan SKM, ada dua kemungkinan. Pertama; bisa jadi SPM diturunkan levelnya disesuaikan dengan SKM. Kedua; atau SKM dinaikkan levelnya sesuai SPM. Keduanya sangat merugikan industri kretek asli produk Indonesia berupa SKM. Kalau yang pertama, keuntungan SPM (industri asing) harganya disamakan SKM, sehingga persaingan penjualan dipasaran relatif mudah, sehingga SKM sangat dirugikan. Jika demikian, pemerintah tidak melindungi industri nasional (lokal), dengan meliarkan persaingannya dipasaran sangat ketat. <\/p>\n\n\n\n

Kemungkinan yang kedua, juga demikian, sangat merugikan SKM, karena levelnya naik mengikuti SPM. Jika demikian, sangat memberatkan SKM, apalagi pangsa rokok kretek ditahun-tahun terakhir ini merosot tajam penjualannya. Kemerosotan penjualan rokok kretek juga pengaruh dari kebijakan pemerintah dan oknum (anti rokok) yang selalu merecoki industri kretek, seperti pungutan cukai naik,  pelarangan iklan, membuat isu yang dibuat-buat tanpa dasar dan lain sebagainya. Apakah keadaan industri kretek nasional saat ini, pemerintah masih memejamkan mata dan akan memberlakukan simplikasi layer CHT?. Jika demikian, sama saja pemerintah membunuh industri\/pabrikan kretek nasional dengan pelan-pelan. <\/p>\n\n\n\n

Jangan salahkan industri\/pabrikan rokok kretek jika pelan-pelan merumahkan karyawannya karena merugi bahkan tidak beroperasi. Jika pembelian bahan baku rokok kretek (tembakau dan cengkeh) menurun dan ribuan juta petani merugi, dan masih banyak lagi efek dampaknya ke segala lini yang menggantungkan hidupnya berhubungan dengan sektor pertembakauan. Pemerintah harus bertanggungjawab atas dampak tersebut, jangan asal cuci tangan jika dampak negatif terjadi. Karena pemerintahlah yang bikin aturan. <\/p>\n\n\n\n

Untuk itu, kedepan pemerintah harus hati-hati dan jeli dalam memutuskan dan memberlakukan kebijakan untuk kepentingan sektor pertembakauan. Karena, yang sudah-sudah, kebijakan pemerintah pada sektor pertembakauan tidak mengakomodir kepentingan industri nasional, cenderung mengakomodir kepentingan industri asing. Baik pemerintah, industri kretek, petani tembakau dan cengkeh serta masyarakat Indonesia harus berdaulat, saling menjaga dan saling melindungi untuk kepentingan bersama, menjadi bangsa yang besar dan kuat tanpa disetir Negara lain (asing). Inilah makna kemerdekaan yang sesungguhnya di era melenial.
<\/p>\n","post_title":"Kebijakan Simplifikasi Layer Cukai Adalah Rencana Pembunuhan terhadap Kretek","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"kebijakan-simplifikasi-layer-cukai-adalah-rencana-pembunuhan-terhadap-kretek","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-08-21 09:57:34","post_modified_gmt":"2019-08-21 02:57:34","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5979","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5956,"post_author":"877","post_date":"2019-08-14 11:00:51","post_date_gmt":"2019-08-14 04:00:51","post_content":"\n

Komisioner Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) Sitty Hikmawatty sesat pikir saat mengatakan bahwa program audisi beasiswa bulutangkis sebagai ajang ekploitasi anak. KPAI mempermasalahkan tulisan Djarum di kaos olahraga, karena sebagai ajang promosi brand rokok. Disini KPAI gagal faham membedakan antara Djarum Foundation dan Djarum industri rokok. <\/p>\n\n\n\n


Djarum Foundation sebagai wujud bhakti terhadap Bangsa dan Negara, sehingga prakteknya Djarum Foundation mengeluarkan uang, bukan mencari keuntungan. Ketika dikatakan sebagai ajang promosi produk rokok, sudah ditampik dan sudah dijelaskan secara detail pengurus Djarum Foundation, bahwa program yang dijalankan jauh dari niatan promosi produk rokok. Kalaupun ada tulisan Djarum di kaos olahraga, memang sejarahnya dari dulu sebagai nama clubnya. <\/p>\n\n\n\n


Sitty Hikmawatty sebagai komisioner KPAI, harusnya cerdas menyikapi hal tersebut. Harusnya ada apresiasi pada Djarum yang sadar akan kewajibannya, andil dalam pengembangan bakat bagi anak-anak. Dan apa yang telah dilakukan Djarum Foundation tidaklah mudah, membutuhkan tenaga dan matriil begitu besar. Sekarang pertanyaannya, siapa dan industri pribumi mana yang berani melakukan seperti itu?, bahkan KPAI pun tidak akan berani membuat program pencarian bakat secara intensif dan masif. <\/p>\n\n\n\n


KPAI harusnya faham makna perlindungan bagi anak, jangan hanya dimaknai secara sempit, semisal anak juga butuh perlindungan dari kebodohan dan kebutuhan lain yang sifatnya sangat mendesak. Nyatanya masih banyak anak \u2013anak yang tidak sekolah karena tidak mampu, masih banyak anak-anak yang hidup terlantar di Jalan, masih banyak anak-anak sebagai obyek makanan ringan yang bahannya membahayakan bagi tubuh. Dimana dan apa yang sudah dilakukan KPAI untuk melindungi anak tersebut?. Masih banyak masalah anak yang sangat penting dan krusial harus dikerjakan KPAI, dari pada mengurusi tulisan club Djarum dalam program audisi Djarum Foundation.<\/p>\n\n\n\n


Belum lagi, katanya KPAI akan mengambil langkah mengundang Kepala Daerah, dimana kotanya dibuat ajang audisi tersebut. Kalau nanti benar terjadi, menandakan kinerja KPAI tidak efektif. Masalah anak yang paling penting tidak terurus, dan selalu bergejolak di masyarakat kelas bawah. Sekali lagi seperti tidak sekolah karena orang tuanya tidak mampu atau orang tuanya meninggal dunia, walaupun sekolah katanya gratis, akan tetapi dampak lain timbul seperti halnya masalah ekonomi, akhirnya anak-anak mendingan cari uang untuk hidup sehari-hari dari pada sekolah. Anak-anak suka beli jajan (makanan ringat) di toko maupun dipinggir jalan yang mengandung bahan membahayakan bagi pertumbuhan anak. Di perempatan jalan atau lampu merah banyak anak-anak yang hidupnya menggelandang tanpa tujuan. Ini riil dan nyata di hadapan mata kita tiap hari. <\/p>\n\n\n\n


Tapi anehnya KPAI saat ini malah lebih intens mengurusi hal yang tidak penting degan melarang audisi pencarian bakat bulutangkis oleh Djarum Foundation. KPAI cenderung gagal faham dalam memahami, menafsiri, dan mensikapi hal tersebut. Anehnya lagi, apa yang dilakukan KPAI sampai ngotot. <\/p>\n\n\n\n


Kalau mau melarang program audisi Djarum Foundation, tunjukkan dulu KPAI punya program pencarian bakat seperti Djarum Foundation lakukan. Jangan seenaknya KPAI, melarang-larang tanpa solusi konkret dengan dalil perlindungan. Lucunya, KPAI dengan dalil perlindungan anak mengatakan, audisi pencarian bakat bulutangkis yes, ajang promosi no. Kalau dipahami, KPAI ingin audisi Djarum Foundation tetap jalan, tapi tulisan Djarum dihilangkan. Ini sama saja, tidak boleh menulis atau memaparkan nama club. Sedangkan pencantuman nama club sangat penting sebagai identitas dan jati diri. <\/p>\n\n\n\n


Kegiatan perlindungan untuk anak adalah pekerjaan yang sangat mulia kalau benar-benar dilakukan. KPAI, sebagai lembaga dengan memapang langsung tulisan perlindungan anak akan lebih mulia jika programnya konkret. Seperti lembaga sekolah negeri atau swasta, tanpa memakai kata-kata perlindungan, sekolah tersebut mendidik anak melindungi anak dari kebodohan untuk kesiapan masa depan. Audisi pencarian bakat bulutangkis Djarum Foundation pun demikian, kegiatannya konkret menyiapkan atlet olahraga bulutangkis. Dan apa yang telah dilakukan Djarum Foundation dengan audisinya sangat beda dari bentuk promosi. Berbeda dengan pelibatan anak-anak untuk promosi produk, murni tujuannya agar produknya laku. Apalagi produk yang ditawarkan untuk kebutuhan anak. Contohnya banyak sekali beredar iklan-iklan yang terpampang di pinggir jalan, di media sosial, bahkan di stasiun televisi, hal ini kayaknya lolos dari bahasan KPAI.<\/p>\n\n\n\n


Belum lagi, tanpa disadari lembaga KPAI juga menumpang hidup dari anak-anak. Kemana-mana membawa nama anak-anak untuk kegiatannya, bahkan sampai untuk menggalang donasi. Namun kegiatan yang betul-betul sangat dibutuhkan anak-anak belum atau bahkan tidak tersasar dan tidak menjadi prioritas. Sehingga, program KPAI untuk perlindungan anak dipastikan tidak efektif. Buktinya, KPAI membuat masalah yang sederhana dibuat rumit, seperti mempermasalahkan tulisan Djarum sebagai club dalam ajang audisi pencarian bakat Djarum Foundation Bhakti Olahraga. Jelas-jelas untuk kepentingan masa depan anak, dengan meningkakan minat dan bakat anak dalam olahraga atas dasar suka dan tidak ada paksaan.
Kata kunci pendidikan bagi anak adalah bermain, senang atau suka, sesuai keinginan, dan untuk bekal hidup selanjutnya. Jika KPAI mempermasalahkan tulisan club Djarum, yang dianggap sebagai ajang promosi dan ekploitasi anak, alasan tersebut tidak benar dan tanpa dasar. Seperti halnya penjelasan di atas, audisi pencarian bakat bulutangkis Djarum Foundation, jauh dari promosi dan ekploitasi. Tujuan utama audisi tidak lain memberikan bekal dan pendidikan bagi anak sesui keinginannya, anak belajar dengan senang, gembira, dan bermain. <\/p>\n\n\n\n


Jika kemudian KPAI dan lembaga lain yang mengatasnamakan peduli anak, melarang kegiatan audisi pencarian bakat olah raga bulutangkis yang dilakukan Djarum Foundation, sama dengan menghalangi anak Indonesia mengembangkan minat dan bakatnya sesuai keinginan, menghalangi anak Indonesia belajar sambil bermain dan gembira, menghalangi anak Indonesia untuk mendapatkan bekal hidup selanjutnya, menghalangi anak Indonesia untuk mewujudkan cita-cita. Apa yang dilakukan KPAI dan lembaga lain tersebut, sangat bertentangan dengan cita-cita Bangsa, dan cita-cita pendidikan bagi anak di Indonesia. <\/p>\n","post_title":"Sesat pikir KPAI Melarang Audisi Pencarian Bakat Bulutangkis Anak-Anak","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"sesat-pikir-kpai-melarang-audisi-pencarian-bakat-bulutangkis-anak-anak","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-08-14 11:00:58","post_modified_gmt":"2019-08-14 04:00:58","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5956","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5949,"post_author":"877","post_date":"2019-08-12 08:28:29","post_date_gmt":"2019-08-12 01:28:29","post_content":"\n

Kurban tidak semata-mata hanya menyembelih hewan, dibaliknya ada kisah indah yang bisa sebagai bahan renungan dan pengingat bagi semua. Pada kisah qurban, terdapat peran anak usia dini yang akhirnya dikenang umat Islam sedunia sepanjang masa dan juga dapat mengangkat harkat martabat keluarganya dihadapan Tuhan. Selama anak suka bahkan bahagia menjalankan perannya untuk kepentingan dirinya sendiri kedepan dan mengangkat harkat martabat keluarganya dengan bimbingan yang baik, maka hal tersebut sah-sah saja tidak ada larangan.\u00a0<\/p>\n\n\n\n

Kemarin, pada tanggal 11 Agustus 2019 hari Minggu, tepatnya pada tanggal 10 dzulhijjah 1440 M., dipagi hari umat Islam terlihat berbondong-bondong ada yang ke masjid ada yang kelapangan, tidak lain menjalankan ibadah sholat Idul Adha, atau biasa disebut hari raya qurban. Selain melakukan sholad, umat Islam merayakannya dengan menyembelih hewan qurban, seperti unta tradisi di Timur Tengah, sedangkam di Indonesia menyembelih sapi atau kerbau. Khusus di Kudus kota Kretek rerata menyembelih kerbau, sapi bagi sebagian besar masyarakat Kudus tidak mau menyembelih. Cerita yang beredar di masyarakat turun menurun, pelarangan menyembelih sapi sejak zaman kewalian yaitu Sunan Kudus sebagai penghormatan terhadap agama lain yang beranggapan hewan sapi sebagai hewan yang suci.<\/p>\n\n\n\n

Kembali ke Idul Adha, diceritakan oleh para Ulama\u2019 ada kisah tentang Nabi Ibrahim yang akan mengorbankan putranya yang masih kecil namanya Ismail (besarnya menjadi Nabi). Ceritanya Nabi Ibrahim saat tidur bermimpi, ia diperintah Tuhan untuk menyembelih putranya bernama Ismail. Saat bangun, ia merenung, berfikir sambil bertanya dihati, benarkah ini perintah Tuhan?. Kali pertama mimpinya ini, ia masih ragu antara benar perintah Tuhan atau tidak. Mimpi yang direnungkan dan difikir terjadi pada malam tanggal 08 dzulhijjah,disebut hari tarwiyah<\/em>.\u00a0<\/p>\n\n\n\n

Baca: Tinjauan Kritis Atas Larangan Iklan dan Sponshorship dengan Mencantumkan Logo, Brand Image, dan Identitas CSR Sebuah Perusahaan<\/a><\/p>\n\n\n\n

Pada malam tanggal 09 dzulhijjah Nabi Ibrahim mimpi lagi dengan perintah yang sama. Mimpi kali kedua, Nabi Ibrahim merasa yakin kalau benar-benar perintah Tuhan. Pada mimpi kedua disebut hari arafah<\/em>. Pada tanggal 10 dzulhijjah, hari Nabi Ibrahim melaksanakan perintah Tuhan untuk menyembelih Ismail (putranya), yang kemudian disebut  hari nakhr <\/em>(biasa disebut nahar bagi orang Indonesia). <\/p>\n\n\n\n

Cerita KH. Sya\u2019roni, saat pagi hari pada tanggal 10 dzulhijjah Nabi Ibrahim menyuruh istrinya bernama Siti Hajar (ibu kandung Ismail) untuk memandikan Ismail setelah itu memakaikan pakaian yang bagus-bagus, dengan alasan mau diajak jalan-jalan. Siti Hajar melaksanakan sesuai perintah suaminya, sembari menunggu istrinya selesai, Nabi Ibrahim mengasah pisaunya\/pedangnya. <\/p>\n\n\n\n

Ismail sudah siap, diajaklah jalan jalan bapaknya (Nabi Ibrahim) menuju bukit Mina di Makkah, dengan niatan mau disembelih sesui perintah Tuhan. Di tengah perjalanan, Nabi Ibrahim dihadang iblis yang berwujud manusia, dengan mengatakan Ibrahim, anakmu itu ganteng, tega kamu sembelih, urungkan niatmu. Nabi Ibrahim tidak menjawab, malah mengambil batu kecil 7 butir, kemudian batu kecil tersebut dilemparkan ke arah iblis tersebut, sambil mengatakan, pergi kamu Iblis. Nabi Ibrahim tetap melanjutkan perjalannya, dan dihadang Iblis lagi kali kedua, Nabi Ibrahim mengambil batu kecil lagi dilempar ke iblis. Kemudian Nabi melanjutkan perjalannya, dihadang iblis lagi kali ketiga, seperti penghadangan yang pertama dan kedua, Nabi mengambil batu kecil dan dilemparkan ke arah iblis, lalu Nabi Ibrahim lanjut lagi. Inilah cerita, yang menjadi cikal bakal adanya jumroh ula, jumroh wustho dan jumroh aqobah. Tiap ibadah haji jumroh ini harus diperagakan seperti halnya apa yang telah dilakukan Nabi Ibrahim dengan maksud melawan dan melempar iblis dengan batu agar tidak mengganggu..  <\/p>\n\n\n\n

Sesampainya di puncak bukit Mina, Nabi Ibrahim menceritakan mimpinya dan mengatakan maksud dan tujuannya mengajak Ismail jalan-jalan. Selesai Nabi Ibrahim cerita, kemudian Ismail berkata pada bapaknya, untuk segera menjalankan perintah Tuhan. Pada saat menyembebelih, pisau\/pedang Nabi Ibrahim tidak bisa melukai kulit Ismail, karena Nabi Ibrahim masih gelisah dan menangis saat melihat wajah Ismail. Kemudian Ismail berkata, mungkin karena bapak melihat wajahku, hingga tidak tega menyembelih, lalu Ismail membalikkan badannya memposisisikan badannya telungkup. Lalau Nabi Ibrahim dengan kesiapan hati melakukan penyembelihan yang kedua, lagi-lagi pisau\/pedangnya tidak mampu melukai kulit leher Ismail. Dengan bingung karena tidak berhasil menyembelih Ismail, turunlah Malaikat Jibril dengan membawa kambing, digantikannya Ismail dengan kambing tersebut. Bersamaan dengan turunnya wahyu Tuhan yang menjelaskan keduanya telah lulus  dari ujian. Kemudian Nabi Ibrahim membaca takbir \u201cAllahu Akbar\u201d<\/em> 3x, disaut Ismail dengan .membaca \u201cLaa ilaaha illahhu wallahu akbar<\/em>\u201d, diakhiri Malikat Jibril dengan bacaan \u201cAllahu Akbar walillahil Hamd<\/em>\u201d, dilanjutkan dengan menyembelih kambing bawaan malaikat jibril.<\/p>\n\n\n\n

Ada cerita lucu setelah Nabi Ibrahim selesai menyembelih kambing, Nabi Ibrahim bertanya pada Ismail, siapa yang paling dermawan diantara kita? Ismail menjawab, saya. Tidak bisa kata Nabi Ibrahim, saya yang paling dermawan, karena akan mngorbankan anak yang kucintai. Ismail berkata, tidak bisa, saya yang dermawan, karena bapak punya dua anak, kalau saya dikorbankan, masih punya anak satu, lalu malaikat berkata, tidak bisa, saya yang dermawan karena saya sudah kehilangan kambing satu.\u00a0\u00a0<\/p>\n\n\n\n

Baca: Kegagalan Lakpesdam PBNU dalam Melihat Produk Tembakau Alternatif<\/a><\/p>\n\n\n\n

Keterangan dalam kitab tafsir  \u201cTanwirul Adhan<\/em>\u201d penjelasan dari surat As-Saffat ayat 102 bahwa usia Ismail saat itu 13 tahun ada juga Ulama\u2019 yang mengatakan umur 7 tahun. ada riwayat lain yang mengatakan umur Ismail saat itu 14 tahun. Pada intinya saat kejadian kisah penyembelihan, Ismail masih usia anak-anak, ia dengan senang hati dan ikhlas, menjalani perannya.  <\/p>\n\n\n\n

Dari sejarah singkat qurban yang ektrim di atas, kira-kira pendapat KPAI apakah mendukung apa yang telah di lakukan Nabi Ibrahim?, atau sebaliknya mendukung Iblis yang menghalangi Nabi Ibrahim yang akan menjalankan kewajibannya sebagai hamba?. Saya yakin KPAI akan mendukung Nabi Ibrahim, tidak mendukung langkah Iblis. 
<\/p>\n\n\n\n

Walaupun ktidak persis, tapi hampir mirip kisah qurban diatas dengan audisi oleh Djarum Foundation yang melibatkan. Program audisi bulutangkis usia anak-anak Djarum Foundation, tidak lain ikut serta program pemerintah dalam mencerdaskan bangsa melalui pencarian bakat sedini mungkin. Anak-anak yang berbakat bulutangkis tentunya yang terjaring dalam audisi, dididik dengan penuh semangat oleh Djarum Foundation Bhakti olahraga. Buktinya, anak-anak tersebut disekolahkan formal, dilatih bulu tangkis dengan disiplin dan penuh tanggungjawab, tanpa dipungut biaya apapun, bahkan semua kebutuhan anak-anak tercukupi dengan baik. Pola didiknya, seperti pola pendidikan sekolah lainnya, anak-anak dididik dan diajar agar berpretasi, setidaknya punya pengetahuan, pengalaman dan keahlian sebagai bekal masa depan. Disisi lain, ternyata anak-anak yang terjaring audisi merasa sangat gembira, senang dan bangga bisa terpilih. Mereka dapat mengembangkan bakatnya, dan mendapatkan pendidikan sekolah dengan gratis.<\/p>\n\n\n\n

Tujuan utama Djarum Foundation mencari bibit unggul pebulutangkis Indonesia, yang selama ini sebagai salah satu olahraga kebanggaan masyarakat Indonesia atas banyaknya prestasi yang di peroleh. Program Djarum Foundation Bhakti olahraga jauh dari niatan ekploitasi anak untuk promosi, yang ada ekploitasi anak untuk kejayaan olah raga bulutangkis bangsa Indonesia. <\/p>\n\n\n\n

Juga, program Djarum Foundation audisi bulutangkis adalah salah satu bentuk kesadaran dan kewajibannya membangun bangsa dengan melibatkan anak-anak. Lalu apa yang salah dari Djarum Foundation Bhakti Olahraga, jelas-jelas telah menghibahkan fasilitas, pikiran hingga dana untuk kepentingan kejayaan bangsa Indonesia, melalui olahraga. Pemerintah harus mendukung program tersebut, begitupun KPAI. KPAI jangan sampai menjadi penghalang, seperti halnya penghalang Nabi Ibrahim dalam kisah di atas.  
<\/p>\n","post_title":"Refleksi Kisah Kurban sebagai Bahan Pengingat KPAI","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"refleksi-kisah-kurban-sebagai-bahan-pengingat-kpai","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-08-12 08:30:31","post_modified_gmt":"2019-08-12 01:30:31","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5949","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5936,"post_author":"877","post_date":"2019-08-06 10:53:42","post_date_gmt":"2019-08-06 03:53:42","post_content":"\n

Masalah peredaran rokok di Indonesia, pemerintah cenderung mengambil langkah aman. Sudah saatnya pemerintah harus tegas menentukan sikap pelarangan atau membolehkan peredaran rokok di tengah-tengah masyarakat. <\/p>\n\n\n\n

Sikap pemerintah sampai saat ini menimbulkan pro dan kontra. Di satu sisi pemerintah melalui Kementrian Kesehatan membuat aturan pembatasan dan pelarangan beredarnya rokok, bahkan melarang adanya iklan rokok dan mengatur packaging<\/em> dengan bermacam gambar dan peringatan yang menggelian. Di sisi lain, pemerintah mendorong peningkatkan pendapatan Negara, mendorong peningkatan ekonomi rakyat, mendorong peningkatan produktivitas rakyat dan daya saing di pasar internasional, dan mendorong pengentasan kemiskinan.<\/p>\n\n\n\n

Sekarang, efek sikap pemerintah di atas meluas kemana-mana, mulai dari isu penyederhanaan layer atau penggabungan golongan industri rokok, isu pelarangan iklan rokok di media sosial karena pengguna media sosial banyak anak-anak, sampai pada pelarangan audisi pencari bakat bulu tangkis yang dilakukan Djarum Foundation dengan alasan ekploitasi anak. Ini semua adalah beberapa agenda untuk pengendalian rokok dan tembakau di Indonesia yang alasannya sudah dipatahkan dengan data yang lebih akurat.<\/p>\n\n\n\n

Semisal, yang pro dapat menceritakan dan meruntutkan agenda pengendalian rokok dan tembakau di Indonesia sebagai agenda politik dagang internasional. Semua program pengendalian rokok dan tembakau di Indonesia mengadopsi dari program World Health Organization (WHO) organisasi program dunia yang mendapatkan sokongan dana dari industri farmasi.\u00a0<\/p>\n\n\n\n

Baca:
Ada Campur Tangan Bloomberg dalam Surat Edaran Menkes terkait Pemblokiran Iklan Rokok <\/a><\/p>\n\n\n\n

WHO tidak semata-mata bertujuan demi meningkatkan taraf kesehatan penduduk. Di sini WHO sebagai ujung tombak industri farmasi. Terjadi peralihan di lingkup kesehatan, dimana dokter dan ilmuwan kesehatan dikuasai perusahan obat (farmasi). Tujuan utamanya tidak lain untuk merebut pasar nikotin dunia, dan menggantikan pemanfaatan nikotin alami dari tembakau dengan produk rekayasa nikotin yang telah dikantongi hak patennya. Keterlibatan WHO memuluskan tujuan industri farmasi tersebut dengan mendorong negara-negara di dunia untuk memberlakukan kebijakan sesuai kerangka kesehatan, tanpa mempertimbangkan peran sosial, ekonomi, politik dan budaya. Walaupun alasan kesehatan yang dibangun ternyata tidak 100% benar dan terkesan dipaksakan. Negara yang menjadi sasaran utama adalah Negara yang berkembang, seperti Indonesia, China, Bangladesh, India, Rusia, Mesir, Thailand, Filipina dan Brazil. <\/p>\n\n\n\n

Untuk menguasai pasar nikotin di dunia, industri farmasi mendapatkan sokongan dana dari bloomberg initiative. Karena salah satu direktur dari persekutuan perusahaan farmasi dunia bernama William R. Brody punya kedekatan dengan bloomberg initiative, selain teman karib juga posisinya sebagai penasehat. <\/h4>\n\n\n\n

Tidak mengherankan jika pendukung program pengendalian rokok dan tembakau di Indonesia mendapatkan sokongan dana dari bloomberg initiative termasuk lembaga yang bergerak untuk perlindungan anak, salah satunya Komnas Perlindungan Anak Indonesia (KPAI). Apapun bentuk lembaganya, selama mendapatkan kucuran dana bloomberg initiative, program utamanya harus sinergi dengan program bloomberg initiative dan rezim kesehatan dunia (WHO) yaitu pengendalian tembakau dan rokok, terutama rokok kretek asli Indonesia.<\/p>\n\n\n\n

Ada sekitar lebih dari 20an lembaga di Indonesia mendapatkan sokongan dana langsung maupun tidak langsung dari bloomberg initiative. Lembaga-lembaga tersebut bervarian, ada lembaga yang bergerak dalam pendidikan, bergerak pemberantasan korupsi, bergerak dalam kesehatan, bergerak perlindungan konsumen, bergerak melindungi anak, bahkan sampai pada lembaga agama. Numun pada intinya leading sector<\/em> yaitu sektor potensial yang dapat\u00a0menggerakkan agenda pengendalian tembakau dan rokok di Indonesia ada pada rezim kesehatan dalam hal ini Kementerian Kesehatan. Dengan menggunakan dalil kesehatan yang mulia, agenda bloomberg initiative dan farmasi berselancar dengan baik di Indonesia. \u00a0<\/p>\n\n\n\n

Baca:
Tinjauan Kritis Atas Larangan Iklan dan Sponshorship dengan Mencantumkan Logo, Brand Image, dan Identitas CSR Sebuah Perusahaan<\/a> <\/p>\n\n\n\n

Isu kuat saat ini yang beredar untuk agenda pengendalian tembakau dan rokok di Indonesia salah satunya, KPAI melarang audisi pencarian bakat bulu tangkis sejak dini yang dilakukan Djarum Foundation dengan alasan ekploitasi anak, Kementerian Kesehatan dan KPAI melarang adanya iklan di media sosia karena akan mengakibatkan bertambahnya perokok pemula, penggabungan golongan industri rokok atau penyederhanaan layer tarif cukai rokok yang intinya pengurangan terhadap industri rokok kretek, menaikkan cukai rokok untuk mengurangi peredaran rokok, dan korelasinya rokok dengan kemiskinan bertujuan agar ada kebijakan menghalau laju industri rokok kretek. <\/p>\n\n\n\n

Pemerintah dalam hal ini harus tegas mengambil sikap, untuk kepastian dan masa depan industri rokok kretek asli Indonesia. Dimana sejarah penemuan rokok kretek tidak lain untuk pengobatan yang dilakukan H. Djamhari sebagai obat sakit bengeknya. Karena rokok kretek adalah campuran tembakau dan cengkeh, berbeda dengan rokok non kretek yang hanya memakai tembakau saja. Selama ini, belum ada uji atau riset bahwa rokok kretek berkorelasi signifikan terhadap timbulnya penyakit yang dituduhkan. Kalau menjadi salah satu bagian kecil penyebab penyakit, tentunya ya dan bukan faktor penyebab utama. Itu seperti halnya barang-barang lain yang dikonsumsi manusia secara berlebihan dan hidup tidak seimbang. Termasuk makan nasi, mengkonsumsi gula dan mengkonsumsi lainnya secara berlebihan, tanpa diimbangi olah raga dan istirahat yang cukup. <\/p>\n\n\n\n

Selain itu, posisi industri kretek sangat stategis bagi bangsa Indonesia. Industri kretek membuktikan tetap bertahan setidaknya lebih dari 130 tahun. Disaat industri lain tumbang di zaman kolonial, industri kretek tetap eksis memberikan penghidupan masyarakat Indonesia. Bahkan tergolong industri yang peka zaman, dengan memberikan kontribusi yang sangat besar. Menghidupi setidaknya 6.1 juta jiwa petani cengkeh yang tersebar di 30 provinsi, petani tembakau yang tersebar di 15 provinsi. Menghidupi ribuan karyawan yang bekerja di industri kretek. Mempunyai multiplier<\/em> <\/em>effect<\/em> ke sektor perokonomian lainnya yang berada di sekitar industri kretek. <\/p>\n\n\n\n

Keberadaan industri kretek berkontribusi adanya hak jaminan sosial dan corporate social responsibility<\/em> (CSR), seperti halnya jaminan kesehatan, bhakti pendidikan, bhakti budaya, bhakti olahraga, bhakti lingkungan dan lain sebagainya. Berkontribusi pendapatan Negara melalui setoran cukai, berkontribusi bagi kesehatan publik dari alokasi dana bagi hasil cukai hasil tembakau (DBH-CHT) untuk sarana kesehatan dan pembayaran defisit Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS).  <\/p>\n\n\n\n

Selain itu, adanya industri kretek sebagai cermin kemandirian dan kedaulatan bangsa, karena sebagai pemenuhan kebutuhan pokok rakyat dalam hal ini pendapatan masyarakat sebagai agenda pemberantasan kemiskinan. <\/p>\n\n\n\n

Dengan pertimbangan di atas, diharapkan pemerintah dalam hal ini Presiden memberikan ketegasan, apakah industri rokok nasional tetap berproduksi atau dilarang berproduksi. Kalau tetap berproduksi, pemerintah secara totalitas harus melindunginya mulai kebijakan sampai pada strategi pemasarannya. Andaikan dilarang beroperasi, pemerintah paling tidak harus berani mempersiapkan lapangan pekerjaan lain bagi petani dan buruh tani cengkeh dan tembakau, buruh industri dan mungkin menata perekonomian akibat multiplier<\/em> <\/em>effect<\/em> keberadaan industri kretek. Dan yang terpenting keberadaan industri kretek, sebagai industri nasional sebagai perwujudan agenda prioritas  tujuan Nawa Cita, sehingga jangan sampai digiring dan diatur kepentingan asing melalui rezim kesehatan sebagai leading sector, <\/em>yang belum tentu benar dan terkesan dipaksakan.  
<\/p>\n","post_title":"Ketika Pemerintah Plin-Plan Membuat Regulasi Terkait Dunia Pertembakauan","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"ketika-pemerintah-plin-plan-membuat-regulasi-terkait-dunia-pertembakauan","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-08-06 10:53:48","post_modified_gmt":"2019-08-06 03:53:48","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5936","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":16},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"epic_block_3"};

\n

Dalam studi ini, tim peneliti menemukan bukti efek toksik pada sel-sel yang melapisi pembuluh darah dan melindungi jantung. Beberapa bukti tersebut termasuk di antaranya gangguan pada fungsi sel dan munculnya tanda-tanda peradangan. Para peneliti mengamati bagaimana respons sel saat bersentuhan dengan cairan rokok elektrik. Efek yang paling kentara terlihat pada cairan dengan rasa kayu manis.<\/p>\n\n\n\n

Baca: Riset Kesehatan Rokok Elektrik<\/a><\/p>\n\n\n\n

Sekelompok ahli kardiovaskular dari University of Massachusetts menganjurkan peneliti agar melakukan uji rokok elektrik atau vape lebih yang beraroma. Karena sumsi sementara, produk vape atau rokok elektrik yang beraroma dan punya pilihan rasa lebih berbahaya dari pada rokok vape natural. Namun yang banyak beredar dipasaran, justru yang beraroma dan berasa buah-buahan, dari pada yang natural. <\/p>\n\n\n\n

Studi pada 2018 lalu menunjukkan, penggunaan rokok elektrik harian berisiko terhadap serangan jantung, meski dengan probabilitas yang lebih rendah daripada perokok tembakau. Menurut dr Lawrence Phillips pakar kardiovaskular NYU Langone Health mengatakan \u201cKita melihat semakin banyak bukti bahwa rokok elektrik berhubungan dengan peningkatan risiko serangan jantung\u201d.<\/p>\n\n\n\n

Dari hasil pakar dan hasil studi di atas menegaskan bahwa keberadaan rokok vape atau rokok elektrik, resikonya sangat besar. Bahan utama rokok vape atau elektrik yang paling besar memberikan efek negatif pada tubuh manusia adalah cairan perasa. Akibat cairan perasa dalam rokok elektrik  atau vape termasuk merek JUUL beresiko terjadi peradangan, terjangkit penyakit jantung dan paru-paru akut, selanjutnya berakibat kematian. <\/p>\n\n\n\n

Untuk itu, demi masa depan bangsa Indonesia harusnya ada regulasi pelarangan peredaran rokok elektrik atau vape yang nyata-nyata telah ada kasus dengan didukung beberapa riset dan studi tentang konten rokok elektrik atau vape, yang hasilnya mempunyai resiko tinggi dapat menyebabkan penyakit berujung kematian.         
<\/p>\n","post_title":"Perokok Elektrik Berisiko Besar Terjangkit Penyakit Mematikan","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"perokok-elektrik-berisiko-besar-terjangkit-penyakit-mematikan","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-08-28 09:40:09","post_modified_gmt":"2019-08-28 02:40:09","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5999","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5979,"post_author":"877","post_date":"2019-08-21 09:57:26","post_date_gmt":"2019-08-21 02:57:26","post_content":"\n

Pemerintah berencana akan menerbitkan aturan simplifikasi layer cukai pada Oktober-Desember 2019. Jika benar terjadi, tindakan pemerintah itu sama saja membunuh secara perlahan industri kretek nasional. <\/p>\n\n\n\n

Jika dipikir-pikir, kebijakan simplifikasi layer cukai sangat menguntungkan industri rokok asing. Lalu apa bedanya pemerintah dengan LSM\/NGO yang getol memerangi peredaran rokok?. Nyatanya sama-sama ditunggangi kepentingan asing. Bedanya mungkin, pemerintah ditunggangi kepentingan industri rokok investor asing, kalau LSM\/NGO antirokok ada kepentingan farmasi yang berpusat di Amerika. Tapi jika dirunut dengan teliti, dua kepentingan asing tersebut yang terlihat beda, ada kemungkinan mengerucut pada satu titik yang sama. Tak lain membunuh rokok kretek asli Indonesia.<\/p>\n\n\n\n

Sebelum masuk ranah penjelasan yang sederhana tentang simplifikasi layer CHT, dampak yang ditimbulkan dan maksudnya. Terlebih dahulu perlu diuraikan makna simplifikasi, layer dan cukai secara berkesinambungan. Simplifikasi punya arti penyederhanaan, awalnya banyak dijadikan lebih sedikit, kecil, ramping dan ringkas. Tentunya, cara yang harus ditempuh dalam penyederhaan bisa jadi menggabungkan, bisa jadi dibuang\/dipotong salah satu, bisa jadi kedua-duanya dijalankan. Hubungan simplifikasi dengan industri rokok, penjelasannya di belakang setelah uraian tentang layer dan cukai.<\/p>\n\n\n\n

Layer bisa disebut dengan ungkapan lapisan, golongan, kelas, dan mungkin bisa dikatakan tingkatan. Varian rokok banyak sekali; ada rokok putih atau disebut sigaret putih mesin (SPM), ada sigaret kretek mesin (SKM), Ada sigaret kretek tangan (SKT). Ada rokok filter (ada busa) dan non filter (tidak ada busa). Ada juga rokok bercengkeh disebut kretek dan non cengkeh (tembakau saja) disebut putihan. Ada lagi rokok kretek dinamakan mild. Dari varian tersebut dibagi menjadi beberapa layer atau golongan, untuk penyesuaian pembayaran pajak cukai. Untuk mempermudah pemahaman, layer dibahasakan sebagai golongan industri rokok besar, menengah dan kecil. Sedangkan, cukai adalah pungutan pemerintah sebagai pajak. <\/p>\n\n\n\n

Nah, kira-kira uraian maknanya perkata sudah jelas. Sekarang uraian tersebut dihubungkan semua dengan rencana pemerintah kedepan untuk pungutan pajak rokok. Rencana pemerintah yang dimaksud simplikasi layer CHT, ingin menyederhanakan atau menggabungkan antara SPM dan SKM, dilebur manjadi satu golongan. Aslinya dibedakan, karena memang berbeda. SPM lebih tinggi pungutan pajaknya dari [ada SKM. SPM bukan asli produk Indonesia dan cenderung impor, dan yang punya bukan pribumi. Bahan bakunyapun tidak menggunakan tembakau Indonesia. Sangat jauh berbeda dengan SKM, industri yang padat karya dan menggunakan bahan baku lokal. Dan yang paling istimewa perbedaannya, tak lain adalah kemunculan SKM diciptakan oleh pribumi dengan mencampur tembakau dan cengkeh dalam satu batang rokok. Kemudian rokok cmpuran tersebut dinamai kretek. <\/p>\n\n\n\n

Rokok kretek terus berkembang dan inovatif seperti penjelasan di atas, ada filter, non filter, mesin, tangan, mild dan klobot. Kretek klobot tidak bercukai, karena keberadaannya hampir punah, sedikit sekali pabrikan membuat jenis klobot. Klobot satu-satunya rokok yang memakai bungkus daun jagung yang telah dikeringkan, kemudian di ikat pakai benang. Sehingga untuk kretek klobot ada pengecualian, tidak masuk dalam kategori jenis kretek di atas. <\/p>\n\n\n\n

Semua jenis kretek saat ini diproduksi oleh industri. Secara sederhana industri terbagi tiga macam, industri besar, menengah dan kecil. Paling kecil kategori industri kretek, telah mempunyai gudang untuk operasi pembuatan rokok kretek dengan luas minimal 200m2<\/sup>. Jadi, sekarang ini tidak ada lagi industri rokok kretek skala rumahan (home industri) seperti dulu lagi. <\/p>\n\n\n\n

Dari penjelasan di atas, sekarang sudah paham varian jenis rokok kretek asli produk Indonesia. Apapun bentuknya, jika rokok menggunakan campuran tembakau dan cengkeh itulah dinamakan rokok kretek, termasuk jenis mild. Dewasa ini jenis mild sangat disukai dipasaran. Hingga semua industri berlomba-lomba bikin mild. Munculnya mild tidak lain karena tuntutan dari aturan pemerintah yang membatasi nikotin dan tar. Sehingga konten tembakau mild lebih banyak memakai tembakau jenis Virginia. <\/p>\n\n\n\n

Jangan salahkan industri\/pabrikan jika makin lama kuota impor tembakau naik. Karena dibentuk oleh aturan pemerintah dan peningkatan permintaan pasar mild. Kalau begitu yang salah siapa? tentunya pemerintah yang membuat aturan low nikotin dan tar. Sulit sekali tembakau lokal untuk memenuhi batasan low nikotin dan tar sesuai aturan pemerintah. Pada akhirnya mau tidak mau industri\/pabrikan membutuhkan tembakau jenis Virginia yang sulit tumbuh dengan baik di bumi nusantara ini. Lalu apa yang dilakukan industri\/pabrikan rokok, ya impor lah. Tapi industri\/pabrikan masih sangat membutuhkan tembakau lokal. Selain sebagai bahan campuran rokok kretek mild, tembakau lokal dibuat memproduksi rokok bukan mild. <\/p>\n\n\n\n

Untuk rokok kretek mild, semuanya diproduksi memakai mesin, sedangkan selain mild ada yang pakai mesin ada yang pakai tangan. Dengan isu simplikasi layer CHT SPM dan SKM, ada dua kemungkinan. Pertama; bisa jadi SPM diturunkan levelnya disesuaikan dengan SKM. Kedua; atau SKM dinaikkan levelnya sesuai SPM. Keduanya sangat merugikan industri kretek asli produk Indonesia berupa SKM. Kalau yang pertama, keuntungan SPM (industri asing) harganya disamakan SKM, sehingga persaingan penjualan dipasaran relatif mudah, sehingga SKM sangat dirugikan. Jika demikian, pemerintah tidak melindungi industri nasional (lokal), dengan meliarkan persaingannya dipasaran sangat ketat. <\/p>\n\n\n\n

Kemungkinan yang kedua, juga demikian, sangat merugikan SKM, karena levelnya naik mengikuti SPM. Jika demikian, sangat memberatkan SKM, apalagi pangsa rokok kretek ditahun-tahun terakhir ini merosot tajam penjualannya. Kemerosotan penjualan rokok kretek juga pengaruh dari kebijakan pemerintah dan oknum (anti rokok) yang selalu merecoki industri kretek, seperti pungutan cukai naik,  pelarangan iklan, membuat isu yang dibuat-buat tanpa dasar dan lain sebagainya. Apakah keadaan industri kretek nasional saat ini, pemerintah masih memejamkan mata dan akan memberlakukan simplikasi layer CHT?. Jika demikian, sama saja pemerintah membunuh industri\/pabrikan kretek nasional dengan pelan-pelan. <\/p>\n\n\n\n

Jangan salahkan industri\/pabrikan rokok kretek jika pelan-pelan merumahkan karyawannya karena merugi bahkan tidak beroperasi. Jika pembelian bahan baku rokok kretek (tembakau dan cengkeh) menurun dan ribuan juta petani merugi, dan masih banyak lagi efek dampaknya ke segala lini yang menggantungkan hidupnya berhubungan dengan sektor pertembakauan. Pemerintah harus bertanggungjawab atas dampak tersebut, jangan asal cuci tangan jika dampak negatif terjadi. Karena pemerintahlah yang bikin aturan. <\/p>\n\n\n\n

Untuk itu, kedepan pemerintah harus hati-hati dan jeli dalam memutuskan dan memberlakukan kebijakan untuk kepentingan sektor pertembakauan. Karena, yang sudah-sudah, kebijakan pemerintah pada sektor pertembakauan tidak mengakomodir kepentingan industri nasional, cenderung mengakomodir kepentingan industri asing. Baik pemerintah, industri kretek, petani tembakau dan cengkeh serta masyarakat Indonesia harus berdaulat, saling menjaga dan saling melindungi untuk kepentingan bersama, menjadi bangsa yang besar dan kuat tanpa disetir Negara lain (asing). Inilah makna kemerdekaan yang sesungguhnya di era melenial.
<\/p>\n","post_title":"Kebijakan Simplifikasi Layer Cukai Adalah Rencana Pembunuhan terhadap Kretek","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"kebijakan-simplifikasi-layer-cukai-adalah-rencana-pembunuhan-terhadap-kretek","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-08-21 09:57:34","post_modified_gmt":"2019-08-21 02:57:34","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5979","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5956,"post_author":"877","post_date":"2019-08-14 11:00:51","post_date_gmt":"2019-08-14 04:00:51","post_content":"\n

Komisioner Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) Sitty Hikmawatty sesat pikir saat mengatakan bahwa program audisi beasiswa bulutangkis sebagai ajang ekploitasi anak. KPAI mempermasalahkan tulisan Djarum di kaos olahraga, karena sebagai ajang promosi brand rokok. Disini KPAI gagal faham membedakan antara Djarum Foundation dan Djarum industri rokok. <\/p>\n\n\n\n


Djarum Foundation sebagai wujud bhakti terhadap Bangsa dan Negara, sehingga prakteknya Djarum Foundation mengeluarkan uang, bukan mencari keuntungan. Ketika dikatakan sebagai ajang promosi produk rokok, sudah ditampik dan sudah dijelaskan secara detail pengurus Djarum Foundation, bahwa program yang dijalankan jauh dari niatan promosi produk rokok. Kalaupun ada tulisan Djarum di kaos olahraga, memang sejarahnya dari dulu sebagai nama clubnya. <\/p>\n\n\n\n


Sitty Hikmawatty sebagai komisioner KPAI, harusnya cerdas menyikapi hal tersebut. Harusnya ada apresiasi pada Djarum yang sadar akan kewajibannya, andil dalam pengembangan bakat bagi anak-anak. Dan apa yang telah dilakukan Djarum Foundation tidaklah mudah, membutuhkan tenaga dan matriil begitu besar. Sekarang pertanyaannya, siapa dan industri pribumi mana yang berani melakukan seperti itu?, bahkan KPAI pun tidak akan berani membuat program pencarian bakat secara intensif dan masif. <\/p>\n\n\n\n


KPAI harusnya faham makna perlindungan bagi anak, jangan hanya dimaknai secara sempit, semisal anak juga butuh perlindungan dari kebodohan dan kebutuhan lain yang sifatnya sangat mendesak. Nyatanya masih banyak anak \u2013anak yang tidak sekolah karena tidak mampu, masih banyak anak-anak yang hidup terlantar di Jalan, masih banyak anak-anak sebagai obyek makanan ringan yang bahannya membahayakan bagi tubuh. Dimana dan apa yang sudah dilakukan KPAI untuk melindungi anak tersebut?. Masih banyak masalah anak yang sangat penting dan krusial harus dikerjakan KPAI, dari pada mengurusi tulisan club Djarum dalam program audisi Djarum Foundation.<\/p>\n\n\n\n


Belum lagi, katanya KPAI akan mengambil langkah mengundang Kepala Daerah, dimana kotanya dibuat ajang audisi tersebut. Kalau nanti benar terjadi, menandakan kinerja KPAI tidak efektif. Masalah anak yang paling penting tidak terurus, dan selalu bergejolak di masyarakat kelas bawah. Sekali lagi seperti tidak sekolah karena orang tuanya tidak mampu atau orang tuanya meninggal dunia, walaupun sekolah katanya gratis, akan tetapi dampak lain timbul seperti halnya masalah ekonomi, akhirnya anak-anak mendingan cari uang untuk hidup sehari-hari dari pada sekolah. Anak-anak suka beli jajan (makanan ringat) di toko maupun dipinggir jalan yang mengandung bahan membahayakan bagi pertumbuhan anak. Di perempatan jalan atau lampu merah banyak anak-anak yang hidupnya menggelandang tanpa tujuan. Ini riil dan nyata di hadapan mata kita tiap hari. <\/p>\n\n\n\n


Tapi anehnya KPAI saat ini malah lebih intens mengurusi hal yang tidak penting degan melarang audisi pencarian bakat bulutangkis oleh Djarum Foundation. KPAI cenderung gagal faham dalam memahami, menafsiri, dan mensikapi hal tersebut. Anehnya lagi, apa yang dilakukan KPAI sampai ngotot. <\/p>\n\n\n\n


Kalau mau melarang program audisi Djarum Foundation, tunjukkan dulu KPAI punya program pencarian bakat seperti Djarum Foundation lakukan. Jangan seenaknya KPAI, melarang-larang tanpa solusi konkret dengan dalil perlindungan. Lucunya, KPAI dengan dalil perlindungan anak mengatakan, audisi pencarian bakat bulutangkis yes, ajang promosi no. Kalau dipahami, KPAI ingin audisi Djarum Foundation tetap jalan, tapi tulisan Djarum dihilangkan. Ini sama saja, tidak boleh menulis atau memaparkan nama club. Sedangkan pencantuman nama club sangat penting sebagai identitas dan jati diri. <\/p>\n\n\n\n


Kegiatan perlindungan untuk anak adalah pekerjaan yang sangat mulia kalau benar-benar dilakukan. KPAI, sebagai lembaga dengan memapang langsung tulisan perlindungan anak akan lebih mulia jika programnya konkret. Seperti lembaga sekolah negeri atau swasta, tanpa memakai kata-kata perlindungan, sekolah tersebut mendidik anak melindungi anak dari kebodohan untuk kesiapan masa depan. Audisi pencarian bakat bulutangkis Djarum Foundation pun demikian, kegiatannya konkret menyiapkan atlet olahraga bulutangkis. Dan apa yang telah dilakukan Djarum Foundation dengan audisinya sangat beda dari bentuk promosi. Berbeda dengan pelibatan anak-anak untuk promosi produk, murni tujuannya agar produknya laku. Apalagi produk yang ditawarkan untuk kebutuhan anak. Contohnya banyak sekali beredar iklan-iklan yang terpampang di pinggir jalan, di media sosial, bahkan di stasiun televisi, hal ini kayaknya lolos dari bahasan KPAI.<\/p>\n\n\n\n


Belum lagi, tanpa disadari lembaga KPAI juga menumpang hidup dari anak-anak. Kemana-mana membawa nama anak-anak untuk kegiatannya, bahkan sampai untuk menggalang donasi. Namun kegiatan yang betul-betul sangat dibutuhkan anak-anak belum atau bahkan tidak tersasar dan tidak menjadi prioritas. Sehingga, program KPAI untuk perlindungan anak dipastikan tidak efektif. Buktinya, KPAI membuat masalah yang sederhana dibuat rumit, seperti mempermasalahkan tulisan Djarum sebagai club dalam ajang audisi pencarian bakat Djarum Foundation Bhakti Olahraga. Jelas-jelas untuk kepentingan masa depan anak, dengan meningkakan minat dan bakat anak dalam olahraga atas dasar suka dan tidak ada paksaan.
Kata kunci pendidikan bagi anak adalah bermain, senang atau suka, sesuai keinginan, dan untuk bekal hidup selanjutnya. Jika KPAI mempermasalahkan tulisan club Djarum, yang dianggap sebagai ajang promosi dan ekploitasi anak, alasan tersebut tidak benar dan tanpa dasar. Seperti halnya penjelasan di atas, audisi pencarian bakat bulutangkis Djarum Foundation, jauh dari promosi dan ekploitasi. Tujuan utama audisi tidak lain memberikan bekal dan pendidikan bagi anak sesui keinginannya, anak belajar dengan senang, gembira, dan bermain. <\/p>\n\n\n\n


Jika kemudian KPAI dan lembaga lain yang mengatasnamakan peduli anak, melarang kegiatan audisi pencarian bakat olah raga bulutangkis yang dilakukan Djarum Foundation, sama dengan menghalangi anak Indonesia mengembangkan minat dan bakatnya sesuai keinginan, menghalangi anak Indonesia belajar sambil bermain dan gembira, menghalangi anak Indonesia untuk mendapatkan bekal hidup selanjutnya, menghalangi anak Indonesia untuk mewujudkan cita-cita. Apa yang dilakukan KPAI dan lembaga lain tersebut, sangat bertentangan dengan cita-cita Bangsa, dan cita-cita pendidikan bagi anak di Indonesia. <\/p>\n","post_title":"Sesat pikir KPAI Melarang Audisi Pencarian Bakat Bulutangkis Anak-Anak","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"sesat-pikir-kpai-melarang-audisi-pencarian-bakat-bulutangkis-anak-anak","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-08-14 11:00:58","post_modified_gmt":"2019-08-14 04:00:58","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5956","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5949,"post_author":"877","post_date":"2019-08-12 08:28:29","post_date_gmt":"2019-08-12 01:28:29","post_content":"\n

Kurban tidak semata-mata hanya menyembelih hewan, dibaliknya ada kisah indah yang bisa sebagai bahan renungan dan pengingat bagi semua. Pada kisah qurban, terdapat peran anak usia dini yang akhirnya dikenang umat Islam sedunia sepanjang masa dan juga dapat mengangkat harkat martabat keluarganya dihadapan Tuhan. Selama anak suka bahkan bahagia menjalankan perannya untuk kepentingan dirinya sendiri kedepan dan mengangkat harkat martabat keluarganya dengan bimbingan yang baik, maka hal tersebut sah-sah saja tidak ada larangan.\u00a0<\/p>\n\n\n\n

Kemarin, pada tanggal 11 Agustus 2019 hari Minggu, tepatnya pada tanggal 10 dzulhijjah 1440 M., dipagi hari umat Islam terlihat berbondong-bondong ada yang ke masjid ada yang kelapangan, tidak lain menjalankan ibadah sholat Idul Adha, atau biasa disebut hari raya qurban. Selain melakukan sholad, umat Islam merayakannya dengan menyembelih hewan qurban, seperti unta tradisi di Timur Tengah, sedangkam di Indonesia menyembelih sapi atau kerbau. Khusus di Kudus kota Kretek rerata menyembelih kerbau, sapi bagi sebagian besar masyarakat Kudus tidak mau menyembelih. Cerita yang beredar di masyarakat turun menurun, pelarangan menyembelih sapi sejak zaman kewalian yaitu Sunan Kudus sebagai penghormatan terhadap agama lain yang beranggapan hewan sapi sebagai hewan yang suci.<\/p>\n\n\n\n

Kembali ke Idul Adha, diceritakan oleh para Ulama\u2019 ada kisah tentang Nabi Ibrahim yang akan mengorbankan putranya yang masih kecil namanya Ismail (besarnya menjadi Nabi). Ceritanya Nabi Ibrahim saat tidur bermimpi, ia diperintah Tuhan untuk menyembelih putranya bernama Ismail. Saat bangun, ia merenung, berfikir sambil bertanya dihati, benarkah ini perintah Tuhan?. Kali pertama mimpinya ini, ia masih ragu antara benar perintah Tuhan atau tidak. Mimpi yang direnungkan dan difikir terjadi pada malam tanggal 08 dzulhijjah,disebut hari tarwiyah<\/em>.\u00a0<\/p>\n\n\n\n

Baca: Tinjauan Kritis Atas Larangan Iklan dan Sponshorship dengan Mencantumkan Logo, Brand Image, dan Identitas CSR Sebuah Perusahaan<\/a><\/p>\n\n\n\n

Pada malam tanggal 09 dzulhijjah Nabi Ibrahim mimpi lagi dengan perintah yang sama. Mimpi kali kedua, Nabi Ibrahim merasa yakin kalau benar-benar perintah Tuhan. Pada mimpi kedua disebut hari arafah<\/em>. Pada tanggal 10 dzulhijjah, hari Nabi Ibrahim melaksanakan perintah Tuhan untuk menyembelih Ismail (putranya), yang kemudian disebut  hari nakhr <\/em>(biasa disebut nahar bagi orang Indonesia). <\/p>\n\n\n\n

Cerita KH. Sya\u2019roni, saat pagi hari pada tanggal 10 dzulhijjah Nabi Ibrahim menyuruh istrinya bernama Siti Hajar (ibu kandung Ismail) untuk memandikan Ismail setelah itu memakaikan pakaian yang bagus-bagus, dengan alasan mau diajak jalan-jalan. Siti Hajar melaksanakan sesuai perintah suaminya, sembari menunggu istrinya selesai, Nabi Ibrahim mengasah pisaunya\/pedangnya. <\/p>\n\n\n\n

Ismail sudah siap, diajaklah jalan jalan bapaknya (Nabi Ibrahim) menuju bukit Mina di Makkah, dengan niatan mau disembelih sesui perintah Tuhan. Di tengah perjalanan, Nabi Ibrahim dihadang iblis yang berwujud manusia, dengan mengatakan Ibrahim, anakmu itu ganteng, tega kamu sembelih, urungkan niatmu. Nabi Ibrahim tidak menjawab, malah mengambil batu kecil 7 butir, kemudian batu kecil tersebut dilemparkan ke arah iblis tersebut, sambil mengatakan, pergi kamu Iblis. Nabi Ibrahim tetap melanjutkan perjalannya, dan dihadang Iblis lagi kali kedua, Nabi Ibrahim mengambil batu kecil lagi dilempar ke iblis. Kemudian Nabi melanjutkan perjalannya, dihadang iblis lagi kali ketiga, seperti penghadangan yang pertama dan kedua, Nabi mengambil batu kecil dan dilemparkan ke arah iblis, lalu Nabi Ibrahim lanjut lagi. Inilah cerita, yang menjadi cikal bakal adanya jumroh ula, jumroh wustho dan jumroh aqobah. Tiap ibadah haji jumroh ini harus diperagakan seperti halnya apa yang telah dilakukan Nabi Ibrahim dengan maksud melawan dan melempar iblis dengan batu agar tidak mengganggu..  <\/p>\n\n\n\n

Sesampainya di puncak bukit Mina, Nabi Ibrahim menceritakan mimpinya dan mengatakan maksud dan tujuannya mengajak Ismail jalan-jalan. Selesai Nabi Ibrahim cerita, kemudian Ismail berkata pada bapaknya, untuk segera menjalankan perintah Tuhan. Pada saat menyembebelih, pisau\/pedang Nabi Ibrahim tidak bisa melukai kulit Ismail, karena Nabi Ibrahim masih gelisah dan menangis saat melihat wajah Ismail. Kemudian Ismail berkata, mungkin karena bapak melihat wajahku, hingga tidak tega menyembelih, lalu Ismail membalikkan badannya memposisisikan badannya telungkup. Lalau Nabi Ibrahim dengan kesiapan hati melakukan penyembelihan yang kedua, lagi-lagi pisau\/pedangnya tidak mampu melukai kulit leher Ismail. Dengan bingung karena tidak berhasil menyembelih Ismail, turunlah Malaikat Jibril dengan membawa kambing, digantikannya Ismail dengan kambing tersebut. Bersamaan dengan turunnya wahyu Tuhan yang menjelaskan keduanya telah lulus  dari ujian. Kemudian Nabi Ibrahim membaca takbir \u201cAllahu Akbar\u201d<\/em> 3x, disaut Ismail dengan .membaca \u201cLaa ilaaha illahhu wallahu akbar<\/em>\u201d, diakhiri Malikat Jibril dengan bacaan \u201cAllahu Akbar walillahil Hamd<\/em>\u201d, dilanjutkan dengan menyembelih kambing bawaan malaikat jibril.<\/p>\n\n\n\n

Ada cerita lucu setelah Nabi Ibrahim selesai menyembelih kambing, Nabi Ibrahim bertanya pada Ismail, siapa yang paling dermawan diantara kita? Ismail menjawab, saya. Tidak bisa kata Nabi Ibrahim, saya yang paling dermawan, karena akan mngorbankan anak yang kucintai. Ismail berkata, tidak bisa, saya yang dermawan, karena bapak punya dua anak, kalau saya dikorbankan, masih punya anak satu, lalu malaikat berkata, tidak bisa, saya yang dermawan karena saya sudah kehilangan kambing satu.\u00a0\u00a0<\/p>\n\n\n\n

Baca: Kegagalan Lakpesdam PBNU dalam Melihat Produk Tembakau Alternatif<\/a><\/p>\n\n\n\n

Keterangan dalam kitab tafsir  \u201cTanwirul Adhan<\/em>\u201d penjelasan dari surat As-Saffat ayat 102 bahwa usia Ismail saat itu 13 tahun ada juga Ulama\u2019 yang mengatakan umur 7 tahun. ada riwayat lain yang mengatakan umur Ismail saat itu 14 tahun. Pada intinya saat kejadian kisah penyembelihan, Ismail masih usia anak-anak, ia dengan senang hati dan ikhlas, menjalani perannya.  <\/p>\n\n\n\n

Dari sejarah singkat qurban yang ektrim di atas, kira-kira pendapat KPAI apakah mendukung apa yang telah di lakukan Nabi Ibrahim?, atau sebaliknya mendukung Iblis yang menghalangi Nabi Ibrahim yang akan menjalankan kewajibannya sebagai hamba?. Saya yakin KPAI akan mendukung Nabi Ibrahim, tidak mendukung langkah Iblis. 
<\/p>\n\n\n\n

Walaupun ktidak persis, tapi hampir mirip kisah qurban diatas dengan audisi oleh Djarum Foundation yang melibatkan. Program audisi bulutangkis usia anak-anak Djarum Foundation, tidak lain ikut serta program pemerintah dalam mencerdaskan bangsa melalui pencarian bakat sedini mungkin. Anak-anak yang berbakat bulutangkis tentunya yang terjaring dalam audisi, dididik dengan penuh semangat oleh Djarum Foundation Bhakti olahraga. Buktinya, anak-anak tersebut disekolahkan formal, dilatih bulu tangkis dengan disiplin dan penuh tanggungjawab, tanpa dipungut biaya apapun, bahkan semua kebutuhan anak-anak tercukupi dengan baik. Pola didiknya, seperti pola pendidikan sekolah lainnya, anak-anak dididik dan diajar agar berpretasi, setidaknya punya pengetahuan, pengalaman dan keahlian sebagai bekal masa depan. Disisi lain, ternyata anak-anak yang terjaring audisi merasa sangat gembira, senang dan bangga bisa terpilih. Mereka dapat mengembangkan bakatnya, dan mendapatkan pendidikan sekolah dengan gratis.<\/p>\n\n\n\n

Tujuan utama Djarum Foundation mencari bibit unggul pebulutangkis Indonesia, yang selama ini sebagai salah satu olahraga kebanggaan masyarakat Indonesia atas banyaknya prestasi yang di peroleh. Program Djarum Foundation Bhakti olahraga jauh dari niatan ekploitasi anak untuk promosi, yang ada ekploitasi anak untuk kejayaan olah raga bulutangkis bangsa Indonesia. <\/p>\n\n\n\n

Juga, program Djarum Foundation audisi bulutangkis adalah salah satu bentuk kesadaran dan kewajibannya membangun bangsa dengan melibatkan anak-anak. Lalu apa yang salah dari Djarum Foundation Bhakti Olahraga, jelas-jelas telah menghibahkan fasilitas, pikiran hingga dana untuk kepentingan kejayaan bangsa Indonesia, melalui olahraga. Pemerintah harus mendukung program tersebut, begitupun KPAI. KPAI jangan sampai menjadi penghalang, seperti halnya penghalang Nabi Ibrahim dalam kisah di atas.  
<\/p>\n","post_title":"Refleksi Kisah Kurban sebagai Bahan Pengingat KPAI","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"refleksi-kisah-kurban-sebagai-bahan-pengingat-kpai","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-08-12 08:30:31","post_modified_gmt":"2019-08-12 01:30:31","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5949","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5936,"post_author":"877","post_date":"2019-08-06 10:53:42","post_date_gmt":"2019-08-06 03:53:42","post_content":"\n

Masalah peredaran rokok di Indonesia, pemerintah cenderung mengambil langkah aman. Sudah saatnya pemerintah harus tegas menentukan sikap pelarangan atau membolehkan peredaran rokok di tengah-tengah masyarakat. <\/p>\n\n\n\n

Sikap pemerintah sampai saat ini menimbulkan pro dan kontra. Di satu sisi pemerintah melalui Kementrian Kesehatan membuat aturan pembatasan dan pelarangan beredarnya rokok, bahkan melarang adanya iklan rokok dan mengatur packaging<\/em> dengan bermacam gambar dan peringatan yang menggelian. Di sisi lain, pemerintah mendorong peningkatkan pendapatan Negara, mendorong peningkatan ekonomi rakyat, mendorong peningkatan produktivitas rakyat dan daya saing di pasar internasional, dan mendorong pengentasan kemiskinan.<\/p>\n\n\n\n

Sekarang, efek sikap pemerintah di atas meluas kemana-mana, mulai dari isu penyederhanaan layer atau penggabungan golongan industri rokok, isu pelarangan iklan rokok di media sosial karena pengguna media sosial banyak anak-anak, sampai pada pelarangan audisi pencari bakat bulu tangkis yang dilakukan Djarum Foundation dengan alasan ekploitasi anak. Ini semua adalah beberapa agenda untuk pengendalian rokok dan tembakau di Indonesia yang alasannya sudah dipatahkan dengan data yang lebih akurat.<\/p>\n\n\n\n

Semisal, yang pro dapat menceritakan dan meruntutkan agenda pengendalian rokok dan tembakau di Indonesia sebagai agenda politik dagang internasional. Semua program pengendalian rokok dan tembakau di Indonesia mengadopsi dari program World Health Organization (WHO) organisasi program dunia yang mendapatkan sokongan dana dari industri farmasi.\u00a0<\/p>\n\n\n\n

Baca:
Ada Campur Tangan Bloomberg dalam Surat Edaran Menkes terkait Pemblokiran Iklan Rokok <\/a><\/p>\n\n\n\n

WHO tidak semata-mata bertujuan demi meningkatkan taraf kesehatan penduduk. Di sini WHO sebagai ujung tombak industri farmasi. Terjadi peralihan di lingkup kesehatan, dimana dokter dan ilmuwan kesehatan dikuasai perusahan obat (farmasi). Tujuan utamanya tidak lain untuk merebut pasar nikotin dunia, dan menggantikan pemanfaatan nikotin alami dari tembakau dengan produk rekayasa nikotin yang telah dikantongi hak patennya. Keterlibatan WHO memuluskan tujuan industri farmasi tersebut dengan mendorong negara-negara di dunia untuk memberlakukan kebijakan sesuai kerangka kesehatan, tanpa mempertimbangkan peran sosial, ekonomi, politik dan budaya. Walaupun alasan kesehatan yang dibangun ternyata tidak 100% benar dan terkesan dipaksakan. Negara yang menjadi sasaran utama adalah Negara yang berkembang, seperti Indonesia, China, Bangladesh, India, Rusia, Mesir, Thailand, Filipina dan Brazil. <\/p>\n\n\n\n

Untuk menguasai pasar nikotin di dunia, industri farmasi mendapatkan sokongan dana dari bloomberg initiative. Karena salah satu direktur dari persekutuan perusahaan farmasi dunia bernama William R. Brody punya kedekatan dengan bloomberg initiative, selain teman karib juga posisinya sebagai penasehat. <\/h4>\n\n\n\n

Tidak mengherankan jika pendukung program pengendalian rokok dan tembakau di Indonesia mendapatkan sokongan dana dari bloomberg initiative termasuk lembaga yang bergerak untuk perlindungan anak, salah satunya Komnas Perlindungan Anak Indonesia (KPAI). Apapun bentuk lembaganya, selama mendapatkan kucuran dana bloomberg initiative, program utamanya harus sinergi dengan program bloomberg initiative dan rezim kesehatan dunia (WHO) yaitu pengendalian tembakau dan rokok, terutama rokok kretek asli Indonesia.<\/p>\n\n\n\n

Ada sekitar lebih dari 20an lembaga di Indonesia mendapatkan sokongan dana langsung maupun tidak langsung dari bloomberg initiative. Lembaga-lembaga tersebut bervarian, ada lembaga yang bergerak dalam pendidikan, bergerak pemberantasan korupsi, bergerak dalam kesehatan, bergerak perlindungan konsumen, bergerak melindungi anak, bahkan sampai pada lembaga agama. Numun pada intinya leading sector<\/em> yaitu sektor potensial yang dapat\u00a0menggerakkan agenda pengendalian tembakau dan rokok di Indonesia ada pada rezim kesehatan dalam hal ini Kementerian Kesehatan. Dengan menggunakan dalil kesehatan yang mulia, agenda bloomberg initiative dan farmasi berselancar dengan baik di Indonesia. \u00a0<\/p>\n\n\n\n

Baca:
Tinjauan Kritis Atas Larangan Iklan dan Sponshorship dengan Mencantumkan Logo, Brand Image, dan Identitas CSR Sebuah Perusahaan<\/a> <\/p>\n\n\n\n

Isu kuat saat ini yang beredar untuk agenda pengendalian tembakau dan rokok di Indonesia salah satunya, KPAI melarang audisi pencarian bakat bulu tangkis sejak dini yang dilakukan Djarum Foundation dengan alasan ekploitasi anak, Kementerian Kesehatan dan KPAI melarang adanya iklan di media sosia karena akan mengakibatkan bertambahnya perokok pemula, penggabungan golongan industri rokok atau penyederhanaan layer tarif cukai rokok yang intinya pengurangan terhadap industri rokok kretek, menaikkan cukai rokok untuk mengurangi peredaran rokok, dan korelasinya rokok dengan kemiskinan bertujuan agar ada kebijakan menghalau laju industri rokok kretek. <\/p>\n\n\n\n

Pemerintah dalam hal ini harus tegas mengambil sikap, untuk kepastian dan masa depan industri rokok kretek asli Indonesia. Dimana sejarah penemuan rokok kretek tidak lain untuk pengobatan yang dilakukan H. Djamhari sebagai obat sakit bengeknya. Karena rokok kretek adalah campuran tembakau dan cengkeh, berbeda dengan rokok non kretek yang hanya memakai tembakau saja. Selama ini, belum ada uji atau riset bahwa rokok kretek berkorelasi signifikan terhadap timbulnya penyakit yang dituduhkan. Kalau menjadi salah satu bagian kecil penyebab penyakit, tentunya ya dan bukan faktor penyebab utama. Itu seperti halnya barang-barang lain yang dikonsumsi manusia secara berlebihan dan hidup tidak seimbang. Termasuk makan nasi, mengkonsumsi gula dan mengkonsumsi lainnya secara berlebihan, tanpa diimbangi olah raga dan istirahat yang cukup. <\/p>\n\n\n\n

Selain itu, posisi industri kretek sangat stategis bagi bangsa Indonesia. Industri kretek membuktikan tetap bertahan setidaknya lebih dari 130 tahun. Disaat industri lain tumbang di zaman kolonial, industri kretek tetap eksis memberikan penghidupan masyarakat Indonesia. Bahkan tergolong industri yang peka zaman, dengan memberikan kontribusi yang sangat besar. Menghidupi setidaknya 6.1 juta jiwa petani cengkeh yang tersebar di 30 provinsi, petani tembakau yang tersebar di 15 provinsi. Menghidupi ribuan karyawan yang bekerja di industri kretek. Mempunyai multiplier<\/em> <\/em>effect<\/em> ke sektor perokonomian lainnya yang berada di sekitar industri kretek. <\/p>\n\n\n\n

Keberadaan industri kretek berkontribusi adanya hak jaminan sosial dan corporate social responsibility<\/em> (CSR), seperti halnya jaminan kesehatan, bhakti pendidikan, bhakti budaya, bhakti olahraga, bhakti lingkungan dan lain sebagainya. Berkontribusi pendapatan Negara melalui setoran cukai, berkontribusi bagi kesehatan publik dari alokasi dana bagi hasil cukai hasil tembakau (DBH-CHT) untuk sarana kesehatan dan pembayaran defisit Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS).  <\/p>\n\n\n\n

Selain itu, adanya industri kretek sebagai cermin kemandirian dan kedaulatan bangsa, karena sebagai pemenuhan kebutuhan pokok rakyat dalam hal ini pendapatan masyarakat sebagai agenda pemberantasan kemiskinan. <\/p>\n\n\n\n

Dengan pertimbangan di atas, diharapkan pemerintah dalam hal ini Presiden memberikan ketegasan, apakah industri rokok nasional tetap berproduksi atau dilarang berproduksi. Kalau tetap berproduksi, pemerintah secara totalitas harus melindunginya mulai kebijakan sampai pada strategi pemasarannya. Andaikan dilarang beroperasi, pemerintah paling tidak harus berani mempersiapkan lapangan pekerjaan lain bagi petani dan buruh tani cengkeh dan tembakau, buruh industri dan mungkin menata perekonomian akibat multiplier<\/em> <\/em>effect<\/em> keberadaan industri kretek. Dan yang terpenting keberadaan industri kretek, sebagai industri nasional sebagai perwujudan agenda prioritas  tujuan Nawa Cita, sehingga jangan sampai digiring dan diatur kepentingan asing melalui rezim kesehatan sebagai leading sector, <\/em>yang belum tentu benar dan terkesan dipaksakan.  
<\/p>\n","post_title":"Ketika Pemerintah Plin-Plan Membuat Regulasi Terkait Dunia Pertembakauan","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"ketika-pemerintah-plin-plan-membuat-regulasi-terkait-dunia-pertembakauan","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-08-06 10:53:48","post_modified_gmt":"2019-08-06 03:53:48","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5936","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":16},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"epic_block_3"};

\n

Ada yang mengatakan bahwa tak tepat membandingkan rokok tembakau dengan rokok elektrik. Ya benar tak tepat, karena rokok elektrik atau vape resikonya sangat tinggi. Sedang rokok tembakau resikonya kecil, apa lagi rokok kretek mungkin resikonya sangat kecil sekali terhadap tubuh. Alasannya, munculnya rokok kretek bertujuan untuk pengobatan sakit bengek, dan tujuannya berhasil. Hingga banyak orang melakukan pemesanan rokok kretek saat itu, rokok kretek belum sebagai industri besar masih bersifat rumahan,  keadaan tersebut sekitar abad 19. <\/p>\n\n\n\n

Dalam studi ini, tim peneliti menemukan bukti efek toksik pada sel-sel yang melapisi pembuluh darah dan melindungi jantung. Beberapa bukti tersebut termasuk di antaranya gangguan pada fungsi sel dan munculnya tanda-tanda peradangan. Para peneliti mengamati bagaimana respons sel saat bersentuhan dengan cairan rokok elektrik. Efek yang paling kentara terlihat pada cairan dengan rasa kayu manis.<\/p>\n\n\n\n

Baca: Riset Kesehatan Rokok Elektrik<\/a><\/p>\n\n\n\n

Sekelompok ahli kardiovaskular dari University of Massachusetts menganjurkan peneliti agar melakukan uji rokok elektrik atau vape lebih yang beraroma. Karena sumsi sementara, produk vape atau rokok elektrik yang beraroma dan punya pilihan rasa lebih berbahaya dari pada rokok vape natural. Namun yang banyak beredar dipasaran, justru yang beraroma dan berasa buah-buahan, dari pada yang natural. <\/p>\n\n\n\n

Studi pada 2018 lalu menunjukkan, penggunaan rokok elektrik harian berisiko terhadap serangan jantung, meski dengan probabilitas yang lebih rendah daripada perokok tembakau. Menurut dr Lawrence Phillips pakar kardiovaskular NYU Langone Health mengatakan \u201cKita melihat semakin banyak bukti bahwa rokok elektrik berhubungan dengan peningkatan risiko serangan jantung\u201d.<\/p>\n\n\n\n

Dari hasil pakar dan hasil studi di atas menegaskan bahwa keberadaan rokok vape atau rokok elektrik, resikonya sangat besar. Bahan utama rokok vape atau elektrik yang paling besar memberikan efek negatif pada tubuh manusia adalah cairan perasa. Akibat cairan perasa dalam rokok elektrik  atau vape termasuk merek JUUL beresiko terjadi peradangan, terjangkit penyakit jantung dan paru-paru akut, selanjutnya berakibat kematian. <\/p>\n\n\n\n

Untuk itu, demi masa depan bangsa Indonesia harusnya ada regulasi pelarangan peredaran rokok elektrik atau vape yang nyata-nyata telah ada kasus dengan didukung beberapa riset dan studi tentang konten rokok elektrik atau vape, yang hasilnya mempunyai resiko tinggi dapat menyebabkan penyakit berujung kematian.         
<\/p>\n","post_title":"Perokok Elektrik Berisiko Besar Terjangkit Penyakit Mematikan","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"perokok-elektrik-berisiko-besar-terjangkit-penyakit-mematikan","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-08-28 09:40:09","post_modified_gmt":"2019-08-28 02:40:09","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5999","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5979,"post_author":"877","post_date":"2019-08-21 09:57:26","post_date_gmt":"2019-08-21 02:57:26","post_content":"\n

Pemerintah berencana akan menerbitkan aturan simplifikasi layer cukai pada Oktober-Desember 2019. Jika benar terjadi, tindakan pemerintah itu sama saja membunuh secara perlahan industri kretek nasional. <\/p>\n\n\n\n

Jika dipikir-pikir, kebijakan simplifikasi layer cukai sangat menguntungkan industri rokok asing. Lalu apa bedanya pemerintah dengan LSM\/NGO yang getol memerangi peredaran rokok?. Nyatanya sama-sama ditunggangi kepentingan asing. Bedanya mungkin, pemerintah ditunggangi kepentingan industri rokok investor asing, kalau LSM\/NGO antirokok ada kepentingan farmasi yang berpusat di Amerika. Tapi jika dirunut dengan teliti, dua kepentingan asing tersebut yang terlihat beda, ada kemungkinan mengerucut pada satu titik yang sama. Tak lain membunuh rokok kretek asli Indonesia.<\/p>\n\n\n\n

Sebelum masuk ranah penjelasan yang sederhana tentang simplifikasi layer CHT, dampak yang ditimbulkan dan maksudnya. Terlebih dahulu perlu diuraikan makna simplifikasi, layer dan cukai secara berkesinambungan. Simplifikasi punya arti penyederhanaan, awalnya banyak dijadikan lebih sedikit, kecil, ramping dan ringkas. Tentunya, cara yang harus ditempuh dalam penyederhaan bisa jadi menggabungkan, bisa jadi dibuang\/dipotong salah satu, bisa jadi kedua-duanya dijalankan. Hubungan simplifikasi dengan industri rokok, penjelasannya di belakang setelah uraian tentang layer dan cukai.<\/p>\n\n\n\n

Layer bisa disebut dengan ungkapan lapisan, golongan, kelas, dan mungkin bisa dikatakan tingkatan. Varian rokok banyak sekali; ada rokok putih atau disebut sigaret putih mesin (SPM), ada sigaret kretek mesin (SKM), Ada sigaret kretek tangan (SKT). Ada rokok filter (ada busa) dan non filter (tidak ada busa). Ada juga rokok bercengkeh disebut kretek dan non cengkeh (tembakau saja) disebut putihan. Ada lagi rokok kretek dinamakan mild. Dari varian tersebut dibagi menjadi beberapa layer atau golongan, untuk penyesuaian pembayaran pajak cukai. Untuk mempermudah pemahaman, layer dibahasakan sebagai golongan industri rokok besar, menengah dan kecil. Sedangkan, cukai adalah pungutan pemerintah sebagai pajak. <\/p>\n\n\n\n

Nah, kira-kira uraian maknanya perkata sudah jelas. Sekarang uraian tersebut dihubungkan semua dengan rencana pemerintah kedepan untuk pungutan pajak rokok. Rencana pemerintah yang dimaksud simplikasi layer CHT, ingin menyederhanakan atau menggabungkan antara SPM dan SKM, dilebur manjadi satu golongan. Aslinya dibedakan, karena memang berbeda. SPM lebih tinggi pungutan pajaknya dari [ada SKM. SPM bukan asli produk Indonesia dan cenderung impor, dan yang punya bukan pribumi. Bahan bakunyapun tidak menggunakan tembakau Indonesia. Sangat jauh berbeda dengan SKM, industri yang padat karya dan menggunakan bahan baku lokal. Dan yang paling istimewa perbedaannya, tak lain adalah kemunculan SKM diciptakan oleh pribumi dengan mencampur tembakau dan cengkeh dalam satu batang rokok. Kemudian rokok cmpuran tersebut dinamai kretek. <\/p>\n\n\n\n

Rokok kretek terus berkembang dan inovatif seperti penjelasan di atas, ada filter, non filter, mesin, tangan, mild dan klobot. Kretek klobot tidak bercukai, karena keberadaannya hampir punah, sedikit sekali pabrikan membuat jenis klobot. Klobot satu-satunya rokok yang memakai bungkus daun jagung yang telah dikeringkan, kemudian di ikat pakai benang. Sehingga untuk kretek klobot ada pengecualian, tidak masuk dalam kategori jenis kretek di atas. <\/p>\n\n\n\n

Semua jenis kretek saat ini diproduksi oleh industri. Secara sederhana industri terbagi tiga macam, industri besar, menengah dan kecil. Paling kecil kategori industri kretek, telah mempunyai gudang untuk operasi pembuatan rokok kretek dengan luas minimal 200m2<\/sup>. Jadi, sekarang ini tidak ada lagi industri rokok kretek skala rumahan (home industri) seperti dulu lagi. <\/p>\n\n\n\n

Dari penjelasan di atas, sekarang sudah paham varian jenis rokok kretek asli produk Indonesia. Apapun bentuknya, jika rokok menggunakan campuran tembakau dan cengkeh itulah dinamakan rokok kretek, termasuk jenis mild. Dewasa ini jenis mild sangat disukai dipasaran. Hingga semua industri berlomba-lomba bikin mild. Munculnya mild tidak lain karena tuntutan dari aturan pemerintah yang membatasi nikotin dan tar. Sehingga konten tembakau mild lebih banyak memakai tembakau jenis Virginia. <\/p>\n\n\n\n

Jangan salahkan industri\/pabrikan jika makin lama kuota impor tembakau naik. Karena dibentuk oleh aturan pemerintah dan peningkatan permintaan pasar mild. Kalau begitu yang salah siapa? tentunya pemerintah yang membuat aturan low nikotin dan tar. Sulit sekali tembakau lokal untuk memenuhi batasan low nikotin dan tar sesuai aturan pemerintah. Pada akhirnya mau tidak mau industri\/pabrikan membutuhkan tembakau jenis Virginia yang sulit tumbuh dengan baik di bumi nusantara ini. Lalu apa yang dilakukan industri\/pabrikan rokok, ya impor lah. Tapi industri\/pabrikan masih sangat membutuhkan tembakau lokal. Selain sebagai bahan campuran rokok kretek mild, tembakau lokal dibuat memproduksi rokok bukan mild. <\/p>\n\n\n\n

Untuk rokok kretek mild, semuanya diproduksi memakai mesin, sedangkan selain mild ada yang pakai mesin ada yang pakai tangan. Dengan isu simplikasi layer CHT SPM dan SKM, ada dua kemungkinan. Pertama; bisa jadi SPM diturunkan levelnya disesuaikan dengan SKM. Kedua; atau SKM dinaikkan levelnya sesuai SPM. Keduanya sangat merugikan industri kretek asli produk Indonesia berupa SKM. Kalau yang pertama, keuntungan SPM (industri asing) harganya disamakan SKM, sehingga persaingan penjualan dipasaran relatif mudah, sehingga SKM sangat dirugikan. Jika demikian, pemerintah tidak melindungi industri nasional (lokal), dengan meliarkan persaingannya dipasaran sangat ketat. <\/p>\n\n\n\n

Kemungkinan yang kedua, juga demikian, sangat merugikan SKM, karena levelnya naik mengikuti SPM. Jika demikian, sangat memberatkan SKM, apalagi pangsa rokok kretek ditahun-tahun terakhir ini merosot tajam penjualannya. Kemerosotan penjualan rokok kretek juga pengaruh dari kebijakan pemerintah dan oknum (anti rokok) yang selalu merecoki industri kretek, seperti pungutan cukai naik,  pelarangan iklan, membuat isu yang dibuat-buat tanpa dasar dan lain sebagainya. Apakah keadaan industri kretek nasional saat ini, pemerintah masih memejamkan mata dan akan memberlakukan simplikasi layer CHT?. Jika demikian, sama saja pemerintah membunuh industri\/pabrikan kretek nasional dengan pelan-pelan. <\/p>\n\n\n\n

Jangan salahkan industri\/pabrikan rokok kretek jika pelan-pelan merumahkan karyawannya karena merugi bahkan tidak beroperasi. Jika pembelian bahan baku rokok kretek (tembakau dan cengkeh) menurun dan ribuan juta petani merugi, dan masih banyak lagi efek dampaknya ke segala lini yang menggantungkan hidupnya berhubungan dengan sektor pertembakauan. Pemerintah harus bertanggungjawab atas dampak tersebut, jangan asal cuci tangan jika dampak negatif terjadi. Karena pemerintahlah yang bikin aturan. <\/p>\n\n\n\n

Untuk itu, kedepan pemerintah harus hati-hati dan jeli dalam memutuskan dan memberlakukan kebijakan untuk kepentingan sektor pertembakauan. Karena, yang sudah-sudah, kebijakan pemerintah pada sektor pertembakauan tidak mengakomodir kepentingan industri nasional, cenderung mengakomodir kepentingan industri asing. Baik pemerintah, industri kretek, petani tembakau dan cengkeh serta masyarakat Indonesia harus berdaulat, saling menjaga dan saling melindungi untuk kepentingan bersama, menjadi bangsa yang besar dan kuat tanpa disetir Negara lain (asing). Inilah makna kemerdekaan yang sesungguhnya di era melenial.
<\/p>\n","post_title":"Kebijakan Simplifikasi Layer Cukai Adalah Rencana Pembunuhan terhadap Kretek","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"kebijakan-simplifikasi-layer-cukai-adalah-rencana-pembunuhan-terhadap-kretek","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-08-21 09:57:34","post_modified_gmt":"2019-08-21 02:57:34","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5979","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5956,"post_author":"877","post_date":"2019-08-14 11:00:51","post_date_gmt":"2019-08-14 04:00:51","post_content":"\n

Komisioner Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) Sitty Hikmawatty sesat pikir saat mengatakan bahwa program audisi beasiswa bulutangkis sebagai ajang ekploitasi anak. KPAI mempermasalahkan tulisan Djarum di kaos olahraga, karena sebagai ajang promosi brand rokok. Disini KPAI gagal faham membedakan antara Djarum Foundation dan Djarum industri rokok. <\/p>\n\n\n\n


Djarum Foundation sebagai wujud bhakti terhadap Bangsa dan Negara, sehingga prakteknya Djarum Foundation mengeluarkan uang, bukan mencari keuntungan. Ketika dikatakan sebagai ajang promosi produk rokok, sudah ditampik dan sudah dijelaskan secara detail pengurus Djarum Foundation, bahwa program yang dijalankan jauh dari niatan promosi produk rokok. Kalaupun ada tulisan Djarum di kaos olahraga, memang sejarahnya dari dulu sebagai nama clubnya. <\/p>\n\n\n\n


Sitty Hikmawatty sebagai komisioner KPAI, harusnya cerdas menyikapi hal tersebut. Harusnya ada apresiasi pada Djarum yang sadar akan kewajibannya, andil dalam pengembangan bakat bagi anak-anak. Dan apa yang telah dilakukan Djarum Foundation tidaklah mudah, membutuhkan tenaga dan matriil begitu besar. Sekarang pertanyaannya, siapa dan industri pribumi mana yang berani melakukan seperti itu?, bahkan KPAI pun tidak akan berani membuat program pencarian bakat secara intensif dan masif. <\/p>\n\n\n\n


KPAI harusnya faham makna perlindungan bagi anak, jangan hanya dimaknai secara sempit, semisal anak juga butuh perlindungan dari kebodohan dan kebutuhan lain yang sifatnya sangat mendesak. Nyatanya masih banyak anak \u2013anak yang tidak sekolah karena tidak mampu, masih banyak anak-anak yang hidup terlantar di Jalan, masih banyak anak-anak sebagai obyek makanan ringan yang bahannya membahayakan bagi tubuh. Dimana dan apa yang sudah dilakukan KPAI untuk melindungi anak tersebut?. Masih banyak masalah anak yang sangat penting dan krusial harus dikerjakan KPAI, dari pada mengurusi tulisan club Djarum dalam program audisi Djarum Foundation.<\/p>\n\n\n\n


Belum lagi, katanya KPAI akan mengambil langkah mengundang Kepala Daerah, dimana kotanya dibuat ajang audisi tersebut. Kalau nanti benar terjadi, menandakan kinerja KPAI tidak efektif. Masalah anak yang paling penting tidak terurus, dan selalu bergejolak di masyarakat kelas bawah. Sekali lagi seperti tidak sekolah karena orang tuanya tidak mampu atau orang tuanya meninggal dunia, walaupun sekolah katanya gratis, akan tetapi dampak lain timbul seperti halnya masalah ekonomi, akhirnya anak-anak mendingan cari uang untuk hidup sehari-hari dari pada sekolah. Anak-anak suka beli jajan (makanan ringat) di toko maupun dipinggir jalan yang mengandung bahan membahayakan bagi pertumbuhan anak. Di perempatan jalan atau lampu merah banyak anak-anak yang hidupnya menggelandang tanpa tujuan. Ini riil dan nyata di hadapan mata kita tiap hari. <\/p>\n\n\n\n


Tapi anehnya KPAI saat ini malah lebih intens mengurusi hal yang tidak penting degan melarang audisi pencarian bakat bulutangkis oleh Djarum Foundation. KPAI cenderung gagal faham dalam memahami, menafsiri, dan mensikapi hal tersebut. Anehnya lagi, apa yang dilakukan KPAI sampai ngotot. <\/p>\n\n\n\n


Kalau mau melarang program audisi Djarum Foundation, tunjukkan dulu KPAI punya program pencarian bakat seperti Djarum Foundation lakukan. Jangan seenaknya KPAI, melarang-larang tanpa solusi konkret dengan dalil perlindungan. Lucunya, KPAI dengan dalil perlindungan anak mengatakan, audisi pencarian bakat bulutangkis yes, ajang promosi no. Kalau dipahami, KPAI ingin audisi Djarum Foundation tetap jalan, tapi tulisan Djarum dihilangkan. Ini sama saja, tidak boleh menulis atau memaparkan nama club. Sedangkan pencantuman nama club sangat penting sebagai identitas dan jati diri. <\/p>\n\n\n\n


Kegiatan perlindungan untuk anak adalah pekerjaan yang sangat mulia kalau benar-benar dilakukan. KPAI, sebagai lembaga dengan memapang langsung tulisan perlindungan anak akan lebih mulia jika programnya konkret. Seperti lembaga sekolah negeri atau swasta, tanpa memakai kata-kata perlindungan, sekolah tersebut mendidik anak melindungi anak dari kebodohan untuk kesiapan masa depan. Audisi pencarian bakat bulutangkis Djarum Foundation pun demikian, kegiatannya konkret menyiapkan atlet olahraga bulutangkis. Dan apa yang telah dilakukan Djarum Foundation dengan audisinya sangat beda dari bentuk promosi. Berbeda dengan pelibatan anak-anak untuk promosi produk, murni tujuannya agar produknya laku. Apalagi produk yang ditawarkan untuk kebutuhan anak. Contohnya banyak sekali beredar iklan-iklan yang terpampang di pinggir jalan, di media sosial, bahkan di stasiun televisi, hal ini kayaknya lolos dari bahasan KPAI.<\/p>\n\n\n\n


Belum lagi, tanpa disadari lembaga KPAI juga menumpang hidup dari anak-anak. Kemana-mana membawa nama anak-anak untuk kegiatannya, bahkan sampai untuk menggalang donasi. Namun kegiatan yang betul-betul sangat dibutuhkan anak-anak belum atau bahkan tidak tersasar dan tidak menjadi prioritas. Sehingga, program KPAI untuk perlindungan anak dipastikan tidak efektif. Buktinya, KPAI membuat masalah yang sederhana dibuat rumit, seperti mempermasalahkan tulisan Djarum sebagai club dalam ajang audisi pencarian bakat Djarum Foundation Bhakti Olahraga. Jelas-jelas untuk kepentingan masa depan anak, dengan meningkakan minat dan bakat anak dalam olahraga atas dasar suka dan tidak ada paksaan.
Kata kunci pendidikan bagi anak adalah bermain, senang atau suka, sesuai keinginan, dan untuk bekal hidup selanjutnya. Jika KPAI mempermasalahkan tulisan club Djarum, yang dianggap sebagai ajang promosi dan ekploitasi anak, alasan tersebut tidak benar dan tanpa dasar. Seperti halnya penjelasan di atas, audisi pencarian bakat bulutangkis Djarum Foundation, jauh dari promosi dan ekploitasi. Tujuan utama audisi tidak lain memberikan bekal dan pendidikan bagi anak sesui keinginannya, anak belajar dengan senang, gembira, dan bermain. <\/p>\n\n\n\n


Jika kemudian KPAI dan lembaga lain yang mengatasnamakan peduli anak, melarang kegiatan audisi pencarian bakat olah raga bulutangkis yang dilakukan Djarum Foundation, sama dengan menghalangi anak Indonesia mengembangkan minat dan bakatnya sesuai keinginan, menghalangi anak Indonesia belajar sambil bermain dan gembira, menghalangi anak Indonesia untuk mendapatkan bekal hidup selanjutnya, menghalangi anak Indonesia untuk mewujudkan cita-cita. Apa yang dilakukan KPAI dan lembaga lain tersebut, sangat bertentangan dengan cita-cita Bangsa, dan cita-cita pendidikan bagi anak di Indonesia. <\/p>\n","post_title":"Sesat pikir KPAI Melarang Audisi Pencarian Bakat Bulutangkis Anak-Anak","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"sesat-pikir-kpai-melarang-audisi-pencarian-bakat-bulutangkis-anak-anak","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-08-14 11:00:58","post_modified_gmt":"2019-08-14 04:00:58","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5956","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5949,"post_author":"877","post_date":"2019-08-12 08:28:29","post_date_gmt":"2019-08-12 01:28:29","post_content":"\n

Kurban tidak semata-mata hanya menyembelih hewan, dibaliknya ada kisah indah yang bisa sebagai bahan renungan dan pengingat bagi semua. Pada kisah qurban, terdapat peran anak usia dini yang akhirnya dikenang umat Islam sedunia sepanjang masa dan juga dapat mengangkat harkat martabat keluarganya dihadapan Tuhan. Selama anak suka bahkan bahagia menjalankan perannya untuk kepentingan dirinya sendiri kedepan dan mengangkat harkat martabat keluarganya dengan bimbingan yang baik, maka hal tersebut sah-sah saja tidak ada larangan.\u00a0<\/p>\n\n\n\n

Kemarin, pada tanggal 11 Agustus 2019 hari Minggu, tepatnya pada tanggal 10 dzulhijjah 1440 M., dipagi hari umat Islam terlihat berbondong-bondong ada yang ke masjid ada yang kelapangan, tidak lain menjalankan ibadah sholat Idul Adha, atau biasa disebut hari raya qurban. Selain melakukan sholad, umat Islam merayakannya dengan menyembelih hewan qurban, seperti unta tradisi di Timur Tengah, sedangkam di Indonesia menyembelih sapi atau kerbau. Khusus di Kudus kota Kretek rerata menyembelih kerbau, sapi bagi sebagian besar masyarakat Kudus tidak mau menyembelih. Cerita yang beredar di masyarakat turun menurun, pelarangan menyembelih sapi sejak zaman kewalian yaitu Sunan Kudus sebagai penghormatan terhadap agama lain yang beranggapan hewan sapi sebagai hewan yang suci.<\/p>\n\n\n\n

Kembali ke Idul Adha, diceritakan oleh para Ulama\u2019 ada kisah tentang Nabi Ibrahim yang akan mengorbankan putranya yang masih kecil namanya Ismail (besarnya menjadi Nabi). Ceritanya Nabi Ibrahim saat tidur bermimpi, ia diperintah Tuhan untuk menyembelih putranya bernama Ismail. Saat bangun, ia merenung, berfikir sambil bertanya dihati, benarkah ini perintah Tuhan?. Kali pertama mimpinya ini, ia masih ragu antara benar perintah Tuhan atau tidak. Mimpi yang direnungkan dan difikir terjadi pada malam tanggal 08 dzulhijjah,disebut hari tarwiyah<\/em>.\u00a0<\/p>\n\n\n\n

Baca: Tinjauan Kritis Atas Larangan Iklan dan Sponshorship dengan Mencantumkan Logo, Brand Image, dan Identitas CSR Sebuah Perusahaan<\/a><\/p>\n\n\n\n

Pada malam tanggal 09 dzulhijjah Nabi Ibrahim mimpi lagi dengan perintah yang sama. Mimpi kali kedua, Nabi Ibrahim merasa yakin kalau benar-benar perintah Tuhan. Pada mimpi kedua disebut hari arafah<\/em>. Pada tanggal 10 dzulhijjah, hari Nabi Ibrahim melaksanakan perintah Tuhan untuk menyembelih Ismail (putranya), yang kemudian disebut  hari nakhr <\/em>(biasa disebut nahar bagi orang Indonesia). <\/p>\n\n\n\n

Cerita KH. Sya\u2019roni, saat pagi hari pada tanggal 10 dzulhijjah Nabi Ibrahim menyuruh istrinya bernama Siti Hajar (ibu kandung Ismail) untuk memandikan Ismail setelah itu memakaikan pakaian yang bagus-bagus, dengan alasan mau diajak jalan-jalan. Siti Hajar melaksanakan sesuai perintah suaminya, sembari menunggu istrinya selesai, Nabi Ibrahim mengasah pisaunya\/pedangnya. <\/p>\n\n\n\n

Ismail sudah siap, diajaklah jalan jalan bapaknya (Nabi Ibrahim) menuju bukit Mina di Makkah, dengan niatan mau disembelih sesui perintah Tuhan. Di tengah perjalanan, Nabi Ibrahim dihadang iblis yang berwujud manusia, dengan mengatakan Ibrahim, anakmu itu ganteng, tega kamu sembelih, urungkan niatmu. Nabi Ibrahim tidak menjawab, malah mengambil batu kecil 7 butir, kemudian batu kecil tersebut dilemparkan ke arah iblis tersebut, sambil mengatakan, pergi kamu Iblis. Nabi Ibrahim tetap melanjutkan perjalannya, dan dihadang Iblis lagi kali kedua, Nabi Ibrahim mengambil batu kecil lagi dilempar ke iblis. Kemudian Nabi melanjutkan perjalannya, dihadang iblis lagi kali ketiga, seperti penghadangan yang pertama dan kedua, Nabi mengambil batu kecil dan dilemparkan ke arah iblis, lalu Nabi Ibrahim lanjut lagi. Inilah cerita, yang menjadi cikal bakal adanya jumroh ula, jumroh wustho dan jumroh aqobah. Tiap ibadah haji jumroh ini harus diperagakan seperti halnya apa yang telah dilakukan Nabi Ibrahim dengan maksud melawan dan melempar iblis dengan batu agar tidak mengganggu..  <\/p>\n\n\n\n

Sesampainya di puncak bukit Mina, Nabi Ibrahim menceritakan mimpinya dan mengatakan maksud dan tujuannya mengajak Ismail jalan-jalan. Selesai Nabi Ibrahim cerita, kemudian Ismail berkata pada bapaknya, untuk segera menjalankan perintah Tuhan. Pada saat menyembebelih, pisau\/pedang Nabi Ibrahim tidak bisa melukai kulit Ismail, karena Nabi Ibrahim masih gelisah dan menangis saat melihat wajah Ismail. Kemudian Ismail berkata, mungkin karena bapak melihat wajahku, hingga tidak tega menyembelih, lalu Ismail membalikkan badannya memposisisikan badannya telungkup. Lalau Nabi Ibrahim dengan kesiapan hati melakukan penyembelihan yang kedua, lagi-lagi pisau\/pedangnya tidak mampu melukai kulit leher Ismail. Dengan bingung karena tidak berhasil menyembelih Ismail, turunlah Malaikat Jibril dengan membawa kambing, digantikannya Ismail dengan kambing tersebut. Bersamaan dengan turunnya wahyu Tuhan yang menjelaskan keduanya telah lulus  dari ujian. Kemudian Nabi Ibrahim membaca takbir \u201cAllahu Akbar\u201d<\/em> 3x, disaut Ismail dengan .membaca \u201cLaa ilaaha illahhu wallahu akbar<\/em>\u201d, diakhiri Malikat Jibril dengan bacaan \u201cAllahu Akbar walillahil Hamd<\/em>\u201d, dilanjutkan dengan menyembelih kambing bawaan malaikat jibril.<\/p>\n\n\n\n

Ada cerita lucu setelah Nabi Ibrahim selesai menyembelih kambing, Nabi Ibrahim bertanya pada Ismail, siapa yang paling dermawan diantara kita? Ismail menjawab, saya. Tidak bisa kata Nabi Ibrahim, saya yang paling dermawan, karena akan mngorbankan anak yang kucintai. Ismail berkata, tidak bisa, saya yang dermawan, karena bapak punya dua anak, kalau saya dikorbankan, masih punya anak satu, lalu malaikat berkata, tidak bisa, saya yang dermawan karena saya sudah kehilangan kambing satu.\u00a0\u00a0<\/p>\n\n\n\n

Baca: Kegagalan Lakpesdam PBNU dalam Melihat Produk Tembakau Alternatif<\/a><\/p>\n\n\n\n

Keterangan dalam kitab tafsir  \u201cTanwirul Adhan<\/em>\u201d penjelasan dari surat As-Saffat ayat 102 bahwa usia Ismail saat itu 13 tahun ada juga Ulama\u2019 yang mengatakan umur 7 tahun. ada riwayat lain yang mengatakan umur Ismail saat itu 14 tahun. Pada intinya saat kejadian kisah penyembelihan, Ismail masih usia anak-anak, ia dengan senang hati dan ikhlas, menjalani perannya.  <\/p>\n\n\n\n

Dari sejarah singkat qurban yang ektrim di atas, kira-kira pendapat KPAI apakah mendukung apa yang telah di lakukan Nabi Ibrahim?, atau sebaliknya mendukung Iblis yang menghalangi Nabi Ibrahim yang akan menjalankan kewajibannya sebagai hamba?. Saya yakin KPAI akan mendukung Nabi Ibrahim, tidak mendukung langkah Iblis. 
<\/p>\n\n\n\n

Walaupun ktidak persis, tapi hampir mirip kisah qurban diatas dengan audisi oleh Djarum Foundation yang melibatkan. Program audisi bulutangkis usia anak-anak Djarum Foundation, tidak lain ikut serta program pemerintah dalam mencerdaskan bangsa melalui pencarian bakat sedini mungkin. Anak-anak yang berbakat bulutangkis tentunya yang terjaring dalam audisi, dididik dengan penuh semangat oleh Djarum Foundation Bhakti olahraga. Buktinya, anak-anak tersebut disekolahkan formal, dilatih bulu tangkis dengan disiplin dan penuh tanggungjawab, tanpa dipungut biaya apapun, bahkan semua kebutuhan anak-anak tercukupi dengan baik. Pola didiknya, seperti pola pendidikan sekolah lainnya, anak-anak dididik dan diajar agar berpretasi, setidaknya punya pengetahuan, pengalaman dan keahlian sebagai bekal masa depan. Disisi lain, ternyata anak-anak yang terjaring audisi merasa sangat gembira, senang dan bangga bisa terpilih. Mereka dapat mengembangkan bakatnya, dan mendapatkan pendidikan sekolah dengan gratis.<\/p>\n\n\n\n

Tujuan utama Djarum Foundation mencari bibit unggul pebulutangkis Indonesia, yang selama ini sebagai salah satu olahraga kebanggaan masyarakat Indonesia atas banyaknya prestasi yang di peroleh. Program Djarum Foundation Bhakti olahraga jauh dari niatan ekploitasi anak untuk promosi, yang ada ekploitasi anak untuk kejayaan olah raga bulutangkis bangsa Indonesia. <\/p>\n\n\n\n

Juga, program Djarum Foundation audisi bulutangkis adalah salah satu bentuk kesadaran dan kewajibannya membangun bangsa dengan melibatkan anak-anak. Lalu apa yang salah dari Djarum Foundation Bhakti Olahraga, jelas-jelas telah menghibahkan fasilitas, pikiran hingga dana untuk kepentingan kejayaan bangsa Indonesia, melalui olahraga. Pemerintah harus mendukung program tersebut, begitupun KPAI. KPAI jangan sampai menjadi penghalang, seperti halnya penghalang Nabi Ibrahim dalam kisah di atas.  
<\/p>\n","post_title":"Refleksi Kisah Kurban sebagai Bahan Pengingat KPAI","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"refleksi-kisah-kurban-sebagai-bahan-pengingat-kpai","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-08-12 08:30:31","post_modified_gmt":"2019-08-12 01:30:31","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5949","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5936,"post_author":"877","post_date":"2019-08-06 10:53:42","post_date_gmt":"2019-08-06 03:53:42","post_content":"\n

Masalah peredaran rokok di Indonesia, pemerintah cenderung mengambil langkah aman. Sudah saatnya pemerintah harus tegas menentukan sikap pelarangan atau membolehkan peredaran rokok di tengah-tengah masyarakat. <\/p>\n\n\n\n

Sikap pemerintah sampai saat ini menimbulkan pro dan kontra. Di satu sisi pemerintah melalui Kementrian Kesehatan membuat aturan pembatasan dan pelarangan beredarnya rokok, bahkan melarang adanya iklan rokok dan mengatur packaging<\/em> dengan bermacam gambar dan peringatan yang menggelian. Di sisi lain, pemerintah mendorong peningkatkan pendapatan Negara, mendorong peningkatan ekonomi rakyat, mendorong peningkatan produktivitas rakyat dan daya saing di pasar internasional, dan mendorong pengentasan kemiskinan.<\/p>\n\n\n\n

Sekarang, efek sikap pemerintah di atas meluas kemana-mana, mulai dari isu penyederhanaan layer atau penggabungan golongan industri rokok, isu pelarangan iklan rokok di media sosial karena pengguna media sosial banyak anak-anak, sampai pada pelarangan audisi pencari bakat bulu tangkis yang dilakukan Djarum Foundation dengan alasan ekploitasi anak. Ini semua adalah beberapa agenda untuk pengendalian rokok dan tembakau di Indonesia yang alasannya sudah dipatahkan dengan data yang lebih akurat.<\/p>\n\n\n\n

Semisal, yang pro dapat menceritakan dan meruntutkan agenda pengendalian rokok dan tembakau di Indonesia sebagai agenda politik dagang internasional. Semua program pengendalian rokok dan tembakau di Indonesia mengadopsi dari program World Health Organization (WHO) organisasi program dunia yang mendapatkan sokongan dana dari industri farmasi.\u00a0<\/p>\n\n\n\n

Baca:
Ada Campur Tangan Bloomberg dalam Surat Edaran Menkes terkait Pemblokiran Iklan Rokok <\/a><\/p>\n\n\n\n

WHO tidak semata-mata bertujuan demi meningkatkan taraf kesehatan penduduk. Di sini WHO sebagai ujung tombak industri farmasi. Terjadi peralihan di lingkup kesehatan, dimana dokter dan ilmuwan kesehatan dikuasai perusahan obat (farmasi). Tujuan utamanya tidak lain untuk merebut pasar nikotin dunia, dan menggantikan pemanfaatan nikotin alami dari tembakau dengan produk rekayasa nikotin yang telah dikantongi hak patennya. Keterlibatan WHO memuluskan tujuan industri farmasi tersebut dengan mendorong negara-negara di dunia untuk memberlakukan kebijakan sesuai kerangka kesehatan, tanpa mempertimbangkan peran sosial, ekonomi, politik dan budaya. Walaupun alasan kesehatan yang dibangun ternyata tidak 100% benar dan terkesan dipaksakan. Negara yang menjadi sasaran utama adalah Negara yang berkembang, seperti Indonesia, China, Bangladesh, India, Rusia, Mesir, Thailand, Filipina dan Brazil. <\/p>\n\n\n\n

Untuk menguasai pasar nikotin di dunia, industri farmasi mendapatkan sokongan dana dari bloomberg initiative. Karena salah satu direktur dari persekutuan perusahaan farmasi dunia bernama William R. Brody punya kedekatan dengan bloomberg initiative, selain teman karib juga posisinya sebagai penasehat. <\/h4>\n\n\n\n

Tidak mengherankan jika pendukung program pengendalian rokok dan tembakau di Indonesia mendapatkan sokongan dana dari bloomberg initiative termasuk lembaga yang bergerak untuk perlindungan anak, salah satunya Komnas Perlindungan Anak Indonesia (KPAI). Apapun bentuk lembaganya, selama mendapatkan kucuran dana bloomberg initiative, program utamanya harus sinergi dengan program bloomberg initiative dan rezim kesehatan dunia (WHO) yaitu pengendalian tembakau dan rokok, terutama rokok kretek asli Indonesia.<\/p>\n\n\n\n

Ada sekitar lebih dari 20an lembaga di Indonesia mendapatkan sokongan dana langsung maupun tidak langsung dari bloomberg initiative. Lembaga-lembaga tersebut bervarian, ada lembaga yang bergerak dalam pendidikan, bergerak pemberantasan korupsi, bergerak dalam kesehatan, bergerak perlindungan konsumen, bergerak melindungi anak, bahkan sampai pada lembaga agama. Numun pada intinya leading sector<\/em> yaitu sektor potensial yang dapat\u00a0menggerakkan agenda pengendalian tembakau dan rokok di Indonesia ada pada rezim kesehatan dalam hal ini Kementerian Kesehatan. Dengan menggunakan dalil kesehatan yang mulia, agenda bloomberg initiative dan farmasi berselancar dengan baik di Indonesia. \u00a0<\/p>\n\n\n\n

Baca:
Tinjauan Kritis Atas Larangan Iklan dan Sponshorship dengan Mencantumkan Logo, Brand Image, dan Identitas CSR Sebuah Perusahaan<\/a> <\/p>\n\n\n\n

Isu kuat saat ini yang beredar untuk agenda pengendalian tembakau dan rokok di Indonesia salah satunya, KPAI melarang audisi pencarian bakat bulu tangkis sejak dini yang dilakukan Djarum Foundation dengan alasan ekploitasi anak, Kementerian Kesehatan dan KPAI melarang adanya iklan di media sosia karena akan mengakibatkan bertambahnya perokok pemula, penggabungan golongan industri rokok atau penyederhanaan layer tarif cukai rokok yang intinya pengurangan terhadap industri rokok kretek, menaikkan cukai rokok untuk mengurangi peredaran rokok, dan korelasinya rokok dengan kemiskinan bertujuan agar ada kebijakan menghalau laju industri rokok kretek. <\/p>\n\n\n\n

Pemerintah dalam hal ini harus tegas mengambil sikap, untuk kepastian dan masa depan industri rokok kretek asli Indonesia. Dimana sejarah penemuan rokok kretek tidak lain untuk pengobatan yang dilakukan H. Djamhari sebagai obat sakit bengeknya. Karena rokok kretek adalah campuran tembakau dan cengkeh, berbeda dengan rokok non kretek yang hanya memakai tembakau saja. Selama ini, belum ada uji atau riset bahwa rokok kretek berkorelasi signifikan terhadap timbulnya penyakit yang dituduhkan. Kalau menjadi salah satu bagian kecil penyebab penyakit, tentunya ya dan bukan faktor penyebab utama. Itu seperti halnya barang-barang lain yang dikonsumsi manusia secara berlebihan dan hidup tidak seimbang. Termasuk makan nasi, mengkonsumsi gula dan mengkonsumsi lainnya secara berlebihan, tanpa diimbangi olah raga dan istirahat yang cukup. <\/p>\n\n\n\n

Selain itu, posisi industri kretek sangat stategis bagi bangsa Indonesia. Industri kretek membuktikan tetap bertahan setidaknya lebih dari 130 tahun. Disaat industri lain tumbang di zaman kolonial, industri kretek tetap eksis memberikan penghidupan masyarakat Indonesia. Bahkan tergolong industri yang peka zaman, dengan memberikan kontribusi yang sangat besar. Menghidupi setidaknya 6.1 juta jiwa petani cengkeh yang tersebar di 30 provinsi, petani tembakau yang tersebar di 15 provinsi. Menghidupi ribuan karyawan yang bekerja di industri kretek. Mempunyai multiplier<\/em> <\/em>effect<\/em> ke sektor perokonomian lainnya yang berada di sekitar industri kretek. <\/p>\n\n\n\n

Keberadaan industri kretek berkontribusi adanya hak jaminan sosial dan corporate social responsibility<\/em> (CSR), seperti halnya jaminan kesehatan, bhakti pendidikan, bhakti budaya, bhakti olahraga, bhakti lingkungan dan lain sebagainya. Berkontribusi pendapatan Negara melalui setoran cukai, berkontribusi bagi kesehatan publik dari alokasi dana bagi hasil cukai hasil tembakau (DBH-CHT) untuk sarana kesehatan dan pembayaran defisit Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS).  <\/p>\n\n\n\n

Selain itu, adanya industri kretek sebagai cermin kemandirian dan kedaulatan bangsa, karena sebagai pemenuhan kebutuhan pokok rakyat dalam hal ini pendapatan masyarakat sebagai agenda pemberantasan kemiskinan. <\/p>\n\n\n\n

Dengan pertimbangan di atas, diharapkan pemerintah dalam hal ini Presiden memberikan ketegasan, apakah industri rokok nasional tetap berproduksi atau dilarang berproduksi. Kalau tetap berproduksi, pemerintah secara totalitas harus melindunginya mulai kebijakan sampai pada strategi pemasarannya. Andaikan dilarang beroperasi, pemerintah paling tidak harus berani mempersiapkan lapangan pekerjaan lain bagi petani dan buruh tani cengkeh dan tembakau, buruh industri dan mungkin menata perekonomian akibat multiplier<\/em> <\/em>effect<\/em> keberadaan industri kretek. Dan yang terpenting keberadaan industri kretek, sebagai industri nasional sebagai perwujudan agenda prioritas  tujuan Nawa Cita, sehingga jangan sampai digiring dan diatur kepentingan asing melalui rezim kesehatan sebagai leading sector, <\/em>yang belum tentu benar dan terkesan dipaksakan.  
<\/p>\n","post_title":"Ketika Pemerintah Plin-Plan Membuat Regulasi Terkait Dunia Pertembakauan","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"ketika-pemerintah-plin-plan-membuat-regulasi-terkait-dunia-pertembakauan","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-08-06 10:53:48","post_modified_gmt":"2019-08-06 03:53:48","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5936","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":16},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"epic_block_3"};

\n

Hingga kini CDC masih melakukan investigasi lebih lanjut, dengan mengimbau agar para dokter mengumpulkan data dan sampel bila menemukan pasien dengan gejala penyakit paru serupa, tentunya akibat rokok elektrik atau vape. Bentuk dan merek rokok elektrik dan vape banyak varian dan banyak merek. JUUL termasuk merek rokok elektrik atau vape yang saat ini naik daun.\u00a0<\/p>\n\n\n\n

Ada yang mengatakan bahwa tak tepat membandingkan rokok tembakau dengan rokok elektrik. Ya benar tak tepat, karena rokok elektrik atau vape resikonya sangat tinggi. Sedang rokok tembakau resikonya kecil, apa lagi rokok kretek mungkin resikonya sangat kecil sekali terhadap tubuh. Alasannya, munculnya rokok kretek bertujuan untuk pengobatan sakit bengek, dan tujuannya berhasil. Hingga banyak orang melakukan pemesanan rokok kretek saat itu, rokok kretek belum sebagai industri besar masih bersifat rumahan,  keadaan tersebut sekitar abad 19. <\/p>\n\n\n\n

Dalam studi ini, tim peneliti menemukan bukti efek toksik pada sel-sel yang melapisi pembuluh darah dan melindungi jantung. Beberapa bukti tersebut termasuk di antaranya gangguan pada fungsi sel dan munculnya tanda-tanda peradangan. Para peneliti mengamati bagaimana respons sel saat bersentuhan dengan cairan rokok elektrik. Efek yang paling kentara terlihat pada cairan dengan rasa kayu manis.<\/p>\n\n\n\n

Baca: Riset Kesehatan Rokok Elektrik<\/a><\/p>\n\n\n\n

Sekelompok ahli kardiovaskular dari University of Massachusetts menganjurkan peneliti agar melakukan uji rokok elektrik atau vape lebih yang beraroma. Karena sumsi sementara, produk vape atau rokok elektrik yang beraroma dan punya pilihan rasa lebih berbahaya dari pada rokok vape natural. Namun yang banyak beredar dipasaran, justru yang beraroma dan berasa buah-buahan, dari pada yang natural. <\/p>\n\n\n\n

Studi pada 2018 lalu menunjukkan, penggunaan rokok elektrik harian berisiko terhadap serangan jantung, meski dengan probabilitas yang lebih rendah daripada perokok tembakau. Menurut dr Lawrence Phillips pakar kardiovaskular NYU Langone Health mengatakan \u201cKita melihat semakin banyak bukti bahwa rokok elektrik berhubungan dengan peningkatan risiko serangan jantung\u201d.<\/p>\n\n\n\n

Dari hasil pakar dan hasil studi di atas menegaskan bahwa keberadaan rokok vape atau rokok elektrik, resikonya sangat besar. Bahan utama rokok vape atau elektrik yang paling besar memberikan efek negatif pada tubuh manusia adalah cairan perasa. Akibat cairan perasa dalam rokok elektrik  atau vape termasuk merek JUUL beresiko terjadi peradangan, terjangkit penyakit jantung dan paru-paru akut, selanjutnya berakibat kematian. <\/p>\n\n\n\n

Untuk itu, demi masa depan bangsa Indonesia harusnya ada regulasi pelarangan peredaran rokok elektrik atau vape yang nyata-nyata telah ada kasus dengan didukung beberapa riset dan studi tentang konten rokok elektrik atau vape, yang hasilnya mempunyai resiko tinggi dapat menyebabkan penyakit berujung kematian.         
<\/p>\n","post_title":"Perokok Elektrik Berisiko Besar Terjangkit Penyakit Mematikan","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"perokok-elektrik-berisiko-besar-terjangkit-penyakit-mematikan","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-08-28 09:40:09","post_modified_gmt":"2019-08-28 02:40:09","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5999","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5979,"post_author":"877","post_date":"2019-08-21 09:57:26","post_date_gmt":"2019-08-21 02:57:26","post_content":"\n

Pemerintah berencana akan menerbitkan aturan simplifikasi layer cukai pada Oktober-Desember 2019. Jika benar terjadi, tindakan pemerintah itu sama saja membunuh secara perlahan industri kretek nasional. <\/p>\n\n\n\n

Jika dipikir-pikir, kebijakan simplifikasi layer cukai sangat menguntungkan industri rokok asing. Lalu apa bedanya pemerintah dengan LSM\/NGO yang getol memerangi peredaran rokok?. Nyatanya sama-sama ditunggangi kepentingan asing. Bedanya mungkin, pemerintah ditunggangi kepentingan industri rokok investor asing, kalau LSM\/NGO antirokok ada kepentingan farmasi yang berpusat di Amerika. Tapi jika dirunut dengan teliti, dua kepentingan asing tersebut yang terlihat beda, ada kemungkinan mengerucut pada satu titik yang sama. Tak lain membunuh rokok kretek asli Indonesia.<\/p>\n\n\n\n

Sebelum masuk ranah penjelasan yang sederhana tentang simplifikasi layer CHT, dampak yang ditimbulkan dan maksudnya. Terlebih dahulu perlu diuraikan makna simplifikasi, layer dan cukai secara berkesinambungan. Simplifikasi punya arti penyederhanaan, awalnya banyak dijadikan lebih sedikit, kecil, ramping dan ringkas. Tentunya, cara yang harus ditempuh dalam penyederhaan bisa jadi menggabungkan, bisa jadi dibuang\/dipotong salah satu, bisa jadi kedua-duanya dijalankan. Hubungan simplifikasi dengan industri rokok, penjelasannya di belakang setelah uraian tentang layer dan cukai.<\/p>\n\n\n\n

Layer bisa disebut dengan ungkapan lapisan, golongan, kelas, dan mungkin bisa dikatakan tingkatan. Varian rokok banyak sekali; ada rokok putih atau disebut sigaret putih mesin (SPM), ada sigaret kretek mesin (SKM), Ada sigaret kretek tangan (SKT). Ada rokok filter (ada busa) dan non filter (tidak ada busa). Ada juga rokok bercengkeh disebut kretek dan non cengkeh (tembakau saja) disebut putihan. Ada lagi rokok kretek dinamakan mild. Dari varian tersebut dibagi menjadi beberapa layer atau golongan, untuk penyesuaian pembayaran pajak cukai. Untuk mempermudah pemahaman, layer dibahasakan sebagai golongan industri rokok besar, menengah dan kecil. Sedangkan, cukai adalah pungutan pemerintah sebagai pajak. <\/p>\n\n\n\n

Nah, kira-kira uraian maknanya perkata sudah jelas. Sekarang uraian tersebut dihubungkan semua dengan rencana pemerintah kedepan untuk pungutan pajak rokok. Rencana pemerintah yang dimaksud simplikasi layer CHT, ingin menyederhanakan atau menggabungkan antara SPM dan SKM, dilebur manjadi satu golongan. Aslinya dibedakan, karena memang berbeda. SPM lebih tinggi pungutan pajaknya dari [ada SKM. SPM bukan asli produk Indonesia dan cenderung impor, dan yang punya bukan pribumi. Bahan bakunyapun tidak menggunakan tembakau Indonesia. Sangat jauh berbeda dengan SKM, industri yang padat karya dan menggunakan bahan baku lokal. Dan yang paling istimewa perbedaannya, tak lain adalah kemunculan SKM diciptakan oleh pribumi dengan mencampur tembakau dan cengkeh dalam satu batang rokok. Kemudian rokok cmpuran tersebut dinamai kretek. <\/p>\n\n\n\n

Rokok kretek terus berkembang dan inovatif seperti penjelasan di atas, ada filter, non filter, mesin, tangan, mild dan klobot. Kretek klobot tidak bercukai, karena keberadaannya hampir punah, sedikit sekali pabrikan membuat jenis klobot. Klobot satu-satunya rokok yang memakai bungkus daun jagung yang telah dikeringkan, kemudian di ikat pakai benang. Sehingga untuk kretek klobot ada pengecualian, tidak masuk dalam kategori jenis kretek di atas. <\/p>\n\n\n\n

Semua jenis kretek saat ini diproduksi oleh industri. Secara sederhana industri terbagi tiga macam, industri besar, menengah dan kecil. Paling kecil kategori industri kretek, telah mempunyai gudang untuk operasi pembuatan rokok kretek dengan luas minimal 200m2<\/sup>. Jadi, sekarang ini tidak ada lagi industri rokok kretek skala rumahan (home industri) seperti dulu lagi. <\/p>\n\n\n\n

Dari penjelasan di atas, sekarang sudah paham varian jenis rokok kretek asli produk Indonesia. Apapun bentuknya, jika rokok menggunakan campuran tembakau dan cengkeh itulah dinamakan rokok kretek, termasuk jenis mild. Dewasa ini jenis mild sangat disukai dipasaran. Hingga semua industri berlomba-lomba bikin mild. Munculnya mild tidak lain karena tuntutan dari aturan pemerintah yang membatasi nikotin dan tar. Sehingga konten tembakau mild lebih banyak memakai tembakau jenis Virginia. <\/p>\n\n\n\n

Jangan salahkan industri\/pabrikan jika makin lama kuota impor tembakau naik. Karena dibentuk oleh aturan pemerintah dan peningkatan permintaan pasar mild. Kalau begitu yang salah siapa? tentunya pemerintah yang membuat aturan low nikotin dan tar. Sulit sekali tembakau lokal untuk memenuhi batasan low nikotin dan tar sesuai aturan pemerintah. Pada akhirnya mau tidak mau industri\/pabrikan membutuhkan tembakau jenis Virginia yang sulit tumbuh dengan baik di bumi nusantara ini. Lalu apa yang dilakukan industri\/pabrikan rokok, ya impor lah. Tapi industri\/pabrikan masih sangat membutuhkan tembakau lokal. Selain sebagai bahan campuran rokok kretek mild, tembakau lokal dibuat memproduksi rokok bukan mild. <\/p>\n\n\n\n

Untuk rokok kretek mild, semuanya diproduksi memakai mesin, sedangkan selain mild ada yang pakai mesin ada yang pakai tangan. Dengan isu simplikasi layer CHT SPM dan SKM, ada dua kemungkinan. Pertama; bisa jadi SPM diturunkan levelnya disesuaikan dengan SKM. Kedua; atau SKM dinaikkan levelnya sesuai SPM. Keduanya sangat merugikan industri kretek asli produk Indonesia berupa SKM. Kalau yang pertama, keuntungan SPM (industri asing) harganya disamakan SKM, sehingga persaingan penjualan dipasaran relatif mudah, sehingga SKM sangat dirugikan. Jika demikian, pemerintah tidak melindungi industri nasional (lokal), dengan meliarkan persaingannya dipasaran sangat ketat. <\/p>\n\n\n\n

Kemungkinan yang kedua, juga demikian, sangat merugikan SKM, karena levelnya naik mengikuti SPM. Jika demikian, sangat memberatkan SKM, apalagi pangsa rokok kretek ditahun-tahun terakhir ini merosot tajam penjualannya. Kemerosotan penjualan rokok kretek juga pengaruh dari kebijakan pemerintah dan oknum (anti rokok) yang selalu merecoki industri kretek, seperti pungutan cukai naik,  pelarangan iklan, membuat isu yang dibuat-buat tanpa dasar dan lain sebagainya. Apakah keadaan industri kretek nasional saat ini, pemerintah masih memejamkan mata dan akan memberlakukan simplikasi layer CHT?. Jika demikian, sama saja pemerintah membunuh industri\/pabrikan kretek nasional dengan pelan-pelan. <\/p>\n\n\n\n

Jangan salahkan industri\/pabrikan rokok kretek jika pelan-pelan merumahkan karyawannya karena merugi bahkan tidak beroperasi. Jika pembelian bahan baku rokok kretek (tembakau dan cengkeh) menurun dan ribuan juta petani merugi, dan masih banyak lagi efek dampaknya ke segala lini yang menggantungkan hidupnya berhubungan dengan sektor pertembakauan. Pemerintah harus bertanggungjawab atas dampak tersebut, jangan asal cuci tangan jika dampak negatif terjadi. Karena pemerintahlah yang bikin aturan. <\/p>\n\n\n\n

Untuk itu, kedepan pemerintah harus hati-hati dan jeli dalam memutuskan dan memberlakukan kebijakan untuk kepentingan sektor pertembakauan. Karena, yang sudah-sudah, kebijakan pemerintah pada sektor pertembakauan tidak mengakomodir kepentingan industri nasional, cenderung mengakomodir kepentingan industri asing. Baik pemerintah, industri kretek, petani tembakau dan cengkeh serta masyarakat Indonesia harus berdaulat, saling menjaga dan saling melindungi untuk kepentingan bersama, menjadi bangsa yang besar dan kuat tanpa disetir Negara lain (asing). Inilah makna kemerdekaan yang sesungguhnya di era melenial.
<\/p>\n","post_title":"Kebijakan Simplifikasi Layer Cukai Adalah Rencana Pembunuhan terhadap Kretek","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"kebijakan-simplifikasi-layer-cukai-adalah-rencana-pembunuhan-terhadap-kretek","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-08-21 09:57:34","post_modified_gmt":"2019-08-21 02:57:34","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5979","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5956,"post_author":"877","post_date":"2019-08-14 11:00:51","post_date_gmt":"2019-08-14 04:00:51","post_content":"\n

Komisioner Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) Sitty Hikmawatty sesat pikir saat mengatakan bahwa program audisi beasiswa bulutangkis sebagai ajang ekploitasi anak. KPAI mempermasalahkan tulisan Djarum di kaos olahraga, karena sebagai ajang promosi brand rokok. Disini KPAI gagal faham membedakan antara Djarum Foundation dan Djarum industri rokok. <\/p>\n\n\n\n


Djarum Foundation sebagai wujud bhakti terhadap Bangsa dan Negara, sehingga prakteknya Djarum Foundation mengeluarkan uang, bukan mencari keuntungan. Ketika dikatakan sebagai ajang promosi produk rokok, sudah ditampik dan sudah dijelaskan secara detail pengurus Djarum Foundation, bahwa program yang dijalankan jauh dari niatan promosi produk rokok. Kalaupun ada tulisan Djarum di kaos olahraga, memang sejarahnya dari dulu sebagai nama clubnya. <\/p>\n\n\n\n


Sitty Hikmawatty sebagai komisioner KPAI, harusnya cerdas menyikapi hal tersebut. Harusnya ada apresiasi pada Djarum yang sadar akan kewajibannya, andil dalam pengembangan bakat bagi anak-anak. Dan apa yang telah dilakukan Djarum Foundation tidaklah mudah, membutuhkan tenaga dan matriil begitu besar. Sekarang pertanyaannya, siapa dan industri pribumi mana yang berani melakukan seperti itu?, bahkan KPAI pun tidak akan berani membuat program pencarian bakat secara intensif dan masif. <\/p>\n\n\n\n


KPAI harusnya faham makna perlindungan bagi anak, jangan hanya dimaknai secara sempit, semisal anak juga butuh perlindungan dari kebodohan dan kebutuhan lain yang sifatnya sangat mendesak. Nyatanya masih banyak anak \u2013anak yang tidak sekolah karena tidak mampu, masih banyak anak-anak yang hidup terlantar di Jalan, masih banyak anak-anak sebagai obyek makanan ringan yang bahannya membahayakan bagi tubuh. Dimana dan apa yang sudah dilakukan KPAI untuk melindungi anak tersebut?. Masih banyak masalah anak yang sangat penting dan krusial harus dikerjakan KPAI, dari pada mengurusi tulisan club Djarum dalam program audisi Djarum Foundation.<\/p>\n\n\n\n


Belum lagi, katanya KPAI akan mengambil langkah mengundang Kepala Daerah, dimana kotanya dibuat ajang audisi tersebut. Kalau nanti benar terjadi, menandakan kinerja KPAI tidak efektif. Masalah anak yang paling penting tidak terurus, dan selalu bergejolak di masyarakat kelas bawah. Sekali lagi seperti tidak sekolah karena orang tuanya tidak mampu atau orang tuanya meninggal dunia, walaupun sekolah katanya gratis, akan tetapi dampak lain timbul seperti halnya masalah ekonomi, akhirnya anak-anak mendingan cari uang untuk hidup sehari-hari dari pada sekolah. Anak-anak suka beli jajan (makanan ringat) di toko maupun dipinggir jalan yang mengandung bahan membahayakan bagi pertumbuhan anak. Di perempatan jalan atau lampu merah banyak anak-anak yang hidupnya menggelandang tanpa tujuan. Ini riil dan nyata di hadapan mata kita tiap hari. <\/p>\n\n\n\n


Tapi anehnya KPAI saat ini malah lebih intens mengurusi hal yang tidak penting degan melarang audisi pencarian bakat bulutangkis oleh Djarum Foundation. KPAI cenderung gagal faham dalam memahami, menafsiri, dan mensikapi hal tersebut. Anehnya lagi, apa yang dilakukan KPAI sampai ngotot. <\/p>\n\n\n\n


Kalau mau melarang program audisi Djarum Foundation, tunjukkan dulu KPAI punya program pencarian bakat seperti Djarum Foundation lakukan. Jangan seenaknya KPAI, melarang-larang tanpa solusi konkret dengan dalil perlindungan. Lucunya, KPAI dengan dalil perlindungan anak mengatakan, audisi pencarian bakat bulutangkis yes, ajang promosi no. Kalau dipahami, KPAI ingin audisi Djarum Foundation tetap jalan, tapi tulisan Djarum dihilangkan. Ini sama saja, tidak boleh menulis atau memaparkan nama club. Sedangkan pencantuman nama club sangat penting sebagai identitas dan jati diri. <\/p>\n\n\n\n


Kegiatan perlindungan untuk anak adalah pekerjaan yang sangat mulia kalau benar-benar dilakukan. KPAI, sebagai lembaga dengan memapang langsung tulisan perlindungan anak akan lebih mulia jika programnya konkret. Seperti lembaga sekolah negeri atau swasta, tanpa memakai kata-kata perlindungan, sekolah tersebut mendidik anak melindungi anak dari kebodohan untuk kesiapan masa depan. Audisi pencarian bakat bulutangkis Djarum Foundation pun demikian, kegiatannya konkret menyiapkan atlet olahraga bulutangkis. Dan apa yang telah dilakukan Djarum Foundation dengan audisinya sangat beda dari bentuk promosi. Berbeda dengan pelibatan anak-anak untuk promosi produk, murni tujuannya agar produknya laku. Apalagi produk yang ditawarkan untuk kebutuhan anak. Contohnya banyak sekali beredar iklan-iklan yang terpampang di pinggir jalan, di media sosial, bahkan di stasiun televisi, hal ini kayaknya lolos dari bahasan KPAI.<\/p>\n\n\n\n


Belum lagi, tanpa disadari lembaga KPAI juga menumpang hidup dari anak-anak. Kemana-mana membawa nama anak-anak untuk kegiatannya, bahkan sampai untuk menggalang donasi. Namun kegiatan yang betul-betul sangat dibutuhkan anak-anak belum atau bahkan tidak tersasar dan tidak menjadi prioritas. Sehingga, program KPAI untuk perlindungan anak dipastikan tidak efektif. Buktinya, KPAI membuat masalah yang sederhana dibuat rumit, seperti mempermasalahkan tulisan Djarum sebagai club dalam ajang audisi pencarian bakat Djarum Foundation Bhakti Olahraga. Jelas-jelas untuk kepentingan masa depan anak, dengan meningkakan minat dan bakat anak dalam olahraga atas dasar suka dan tidak ada paksaan.
Kata kunci pendidikan bagi anak adalah bermain, senang atau suka, sesuai keinginan, dan untuk bekal hidup selanjutnya. Jika KPAI mempermasalahkan tulisan club Djarum, yang dianggap sebagai ajang promosi dan ekploitasi anak, alasan tersebut tidak benar dan tanpa dasar. Seperti halnya penjelasan di atas, audisi pencarian bakat bulutangkis Djarum Foundation, jauh dari promosi dan ekploitasi. Tujuan utama audisi tidak lain memberikan bekal dan pendidikan bagi anak sesui keinginannya, anak belajar dengan senang, gembira, dan bermain. <\/p>\n\n\n\n


Jika kemudian KPAI dan lembaga lain yang mengatasnamakan peduli anak, melarang kegiatan audisi pencarian bakat olah raga bulutangkis yang dilakukan Djarum Foundation, sama dengan menghalangi anak Indonesia mengembangkan minat dan bakatnya sesuai keinginan, menghalangi anak Indonesia belajar sambil bermain dan gembira, menghalangi anak Indonesia untuk mendapatkan bekal hidup selanjutnya, menghalangi anak Indonesia untuk mewujudkan cita-cita. Apa yang dilakukan KPAI dan lembaga lain tersebut, sangat bertentangan dengan cita-cita Bangsa, dan cita-cita pendidikan bagi anak di Indonesia. <\/p>\n","post_title":"Sesat pikir KPAI Melarang Audisi Pencarian Bakat Bulutangkis Anak-Anak","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"sesat-pikir-kpai-melarang-audisi-pencarian-bakat-bulutangkis-anak-anak","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-08-14 11:00:58","post_modified_gmt":"2019-08-14 04:00:58","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5956","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5949,"post_author":"877","post_date":"2019-08-12 08:28:29","post_date_gmt":"2019-08-12 01:28:29","post_content":"\n

Kurban tidak semata-mata hanya menyembelih hewan, dibaliknya ada kisah indah yang bisa sebagai bahan renungan dan pengingat bagi semua. Pada kisah qurban, terdapat peran anak usia dini yang akhirnya dikenang umat Islam sedunia sepanjang masa dan juga dapat mengangkat harkat martabat keluarganya dihadapan Tuhan. Selama anak suka bahkan bahagia menjalankan perannya untuk kepentingan dirinya sendiri kedepan dan mengangkat harkat martabat keluarganya dengan bimbingan yang baik, maka hal tersebut sah-sah saja tidak ada larangan.\u00a0<\/p>\n\n\n\n

Kemarin, pada tanggal 11 Agustus 2019 hari Minggu, tepatnya pada tanggal 10 dzulhijjah 1440 M., dipagi hari umat Islam terlihat berbondong-bondong ada yang ke masjid ada yang kelapangan, tidak lain menjalankan ibadah sholat Idul Adha, atau biasa disebut hari raya qurban. Selain melakukan sholad, umat Islam merayakannya dengan menyembelih hewan qurban, seperti unta tradisi di Timur Tengah, sedangkam di Indonesia menyembelih sapi atau kerbau. Khusus di Kudus kota Kretek rerata menyembelih kerbau, sapi bagi sebagian besar masyarakat Kudus tidak mau menyembelih. Cerita yang beredar di masyarakat turun menurun, pelarangan menyembelih sapi sejak zaman kewalian yaitu Sunan Kudus sebagai penghormatan terhadap agama lain yang beranggapan hewan sapi sebagai hewan yang suci.<\/p>\n\n\n\n

Kembali ke Idul Adha, diceritakan oleh para Ulama\u2019 ada kisah tentang Nabi Ibrahim yang akan mengorbankan putranya yang masih kecil namanya Ismail (besarnya menjadi Nabi). Ceritanya Nabi Ibrahim saat tidur bermimpi, ia diperintah Tuhan untuk menyembelih putranya bernama Ismail. Saat bangun, ia merenung, berfikir sambil bertanya dihati, benarkah ini perintah Tuhan?. Kali pertama mimpinya ini, ia masih ragu antara benar perintah Tuhan atau tidak. Mimpi yang direnungkan dan difikir terjadi pada malam tanggal 08 dzulhijjah,disebut hari tarwiyah<\/em>.\u00a0<\/p>\n\n\n\n

Baca: Tinjauan Kritis Atas Larangan Iklan dan Sponshorship dengan Mencantumkan Logo, Brand Image, dan Identitas CSR Sebuah Perusahaan<\/a><\/p>\n\n\n\n

Pada malam tanggal 09 dzulhijjah Nabi Ibrahim mimpi lagi dengan perintah yang sama. Mimpi kali kedua, Nabi Ibrahim merasa yakin kalau benar-benar perintah Tuhan. Pada mimpi kedua disebut hari arafah<\/em>. Pada tanggal 10 dzulhijjah, hari Nabi Ibrahim melaksanakan perintah Tuhan untuk menyembelih Ismail (putranya), yang kemudian disebut  hari nakhr <\/em>(biasa disebut nahar bagi orang Indonesia). <\/p>\n\n\n\n

Cerita KH. Sya\u2019roni, saat pagi hari pada tanggal 10 dzulhijjah Nabi Ibrahim menyuruh istrinya bernama Siti Hajar (ibu kandung Ismail) untuk memandikan Ismail setelah itu memakaikan pakaian yang bagus-bagus, dengan alasan mau diajak jalan-jalan. Siti Hajar melaksanakan sesuai perintah suaminya, sembari menunggu istrinya selesai, Nabi Ibrahim mengasah pisaunya\/pedangnya. <\/p>\n\n\n\n

Ismail sudah siap, diajaklah jalan jalan bapaknya (Nabi Ibrahim) menuju bukit Mina di Makkah, dengan niatan mau disembelih sesui perintah Tuhan. Di tengah perjalanan, Nabi Ibrahim dihadang iblis yang berwujud manusia, dengan mengatakan Ibrahim, anakmu itu ganteng, tega kamu sembelih, urungkan niatmu. Nabi Ibrahim tidak menjawab, malah mengambil batu kecil 7 butir, kemudian batu kecil tersebut dilemparkan ke arah iblis tersebut, sambil mengatakan, pergi kamu Iblis. Nabi Ibrahim tetap melanjutkan perjalannya, dan dihadang Iblis lagi kali kedua, Nabi Ibrahim mengambil batu kecil lagi dilempar ke iblis. Kemudian Nabi melanjutkan perjalannya, dihadang iblis lagi kali ketiga, seperti penghadangan yang pertama dan kedua, Nabi mengambil batu kecil dan dilemparkan ke arah iblis, lalu Nabi Ibrahim lanjut lagi. Inilah cerita, yang menjadi cikal bakal adanya jumroh ula, jumroh wustho dan jumroh aqobah. Tiap ibadah haji jumroh ini harus diperagakan seperti halnya apa yang telah dilakukan Nabi Ibrahim dengan maksud melawan dan melempar iblis dengan batu agar tidak mengganggu..  <\/p>\n\n\n\n

Sesampainya di puncak bukit Mina, Nabi Ibrahim menceritakan mimpinya dan mengatakan maksud dan tujuannya mengajak Ismail jalan-jalan. Selesai Nabi Ibrahim cerita, kemudian Ismail berkata pada bapaknya, untuk segera menjalankan perintah Tuhan. Pada saat menyembebelih, pisau\/pedang Nabi Ibrahim tidak bisa melukai kulit Ismail, karena Nabi Ibrahim masih gelisah dan menangis saat melihat wajah Ismail. Kemudian Ismail berkata, mungkin karena bapak melihat wajahku, hingga tidak tega menyembelih, lalu Ismail membalikkan badannya memposisisikan badannya telungkup. Lalau Nabi Ibrahim dengan kesiapan hati melakukan penyembelihan yang kedua, lagi-lagi pisau\/pedangnya tidak mampu melukai kulit leher Ismail. Dengan bingung karena tidak berhasil menyembelih Ismail, turunlah Malaikat Jibril dengan membawa kambing, digantikannya Ismail dengan kambing tersebut. Bersamaan dengan turunnya wahyu Tuhan yang menjelaskan keduanya telah lulus  dari ujian. Kemudian Nabi Ibrahim membaca takbir \u201cAllahu Akbar\u201d<\/em> 3x, disaut Ismail dengan .membaca \u201cLaa ilaaha illahhu wallahu akbar<\/em>\u201d, diakhiri Malikat Jibril dengan bacaan \u201cAllahu Akbar walillahil Hamd<\/em>\u201d, dilanjutkan dengan menyembelih kambing bawaan malaikat jibril.<\/p>\n\n\n\n

Ada cerita lucu setelah Nabi Ibrahim selesai menyembelih kambing, Nabi Ibrahim bertanya pada Ismail, siapa yang paling dermawan diantara kita? Ismail menjawab, saya. Tidak bisa kata Nabi Ibrahim, saya yang paling dermawan, karena akan mngorbankan anak yang kucintai. Ismail berkata, tidak bisa, saya yang dermawan, karena bapak punya dua anak, kalau saya dikorbankan, masih punya anak satu, lalu malaikat berkata, tidak bisa, saya yang dermawan karena saya sudah kehilangan kambing satu.\u00a0\u00a0<\/p>\n\n\n\n

Baca: Kegagalan Lakpesdam PBNU dalam Melihat Produk Tembakau Alternatif<\/a><\/p>\n\n\n\n

Keterangan dalam kitab tafsir  \u201cTanwirul Adhan<\/em>\u201d penjelasan dari surat As-Saffat ayat 102 bahwa usia Ismail saat itu 13 tahun ada juga Ulama\u2019 yang mengatakan umur 7 tahun. ada riwayat lain yang mengatakan umur Ismail saat itu 14 tahun. Pada intinya saat kejadian kisah penyembelihan, Ismail masih usia anak-anak, ia dengan senang hati dan ikhlas, menjalani perannya.  <\/p>\n\n\n\n

Dari sejarah singkat qurban yang ektrim di atas, kira-kira pendapat KPAI apakah mendukung apa yang telah di lakukan Nabi Ibrahim?, atau sebaliknya mendukung Iblis yang menghalangi Nabi Ibrahim yang akan menjalankan kewajibannya sebagai hamba?. Saya yakin KPAI akan mendukung Nabi Ibrahim, tidak mendukung langkah Iblis. 
<\/p>\n\n\n\n

Walaupun ktidak persis, tapi hampir mirip kisah qurban diatas dengan audisi oleh Djarum Foundation yang melibatkan. Program audisi bulutangkis usia anak-anak Djarum Foundation, tidak lain ikut serta program pemerintah dalam mencerdaskan bangsa melalui pencarian bakat sedini mungkin. Anak-anak yang berbakat bulutangkis tentunya yang terjaring dalam audisi, dididik dengan penuh semangat oleh Djarum Foundation Bhakti olahraga. Buktinya, anak-anak tersebut disekolahkan formal, dilatih bulu tangkis dengan disiplin dan penuh tanggungjawab, tanpa dipungut biaya apapun, bahkan semua kebutuhan anak-anak tercukupi dengan baik. Pola didiknya, seperti pola pendidikan sekolah lainnya, anak-anak dididik dan diajar agar berpretasi, setidaknya punya pengetahuan, pengalaman dan keahlian sebagai bekal masa depan. Disisi lain, ternyata anak-anak yang terjaring audisi merasa sangat gembira, senang dan bangga bisa terpilih. Mereka dapat mengembangkan bakatnya, dan mendapatkan pendidikan sekolah dengan gratis.<\/p>\n\n\n\n

Tujuan utama Djarum Foundation mencari bibit unggul pebulutangkis Indonesia, yang selama ini sebagai salah satu olahraga kebanggaan masyarakat Indonesia atas banyaknya prestasi yang di peroleh. Program Djarum Foundation Bhakti olahraga jauh dari niatan ekploitasi anak untuk promosi, yang ada ekploitasi anak untuk kejayaan olah raga bulutangkis bangsa Indonesia. <\/p>\n\n\n\n

Juga, program Djarum Foundation audisi bulutangkis adalah salah satu bentuk kesadaran dan kewajibannya membangun bangsa dengan melibatkan anak-anak. Lalu apa yang salah dari Djarum Foundation Bhakti Olahraga, jelas-jelas telah menghibahkan fasilitas, pikiran hingga dana untuk kepentingan kejayaan bangsa Indonesia, melalui olahraga. Pemerintah harus mendukung program tersebut, begitupun KPAI. KPAI jangan sampai menjadi penghalang, seperti halnya penghalang Nabi Ibrahim dalam kisah di atas.  
<\/p>\n","post_title":"Refleksi Kisah Kurban sebagai Bahan Pengingat KPAI","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"refleksi-kisah-kurban-sebagai-bahan-pengingat-kpai","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-08-12 08:30:31","post_modified_gmt":"2019-08-12 01:30:31","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5949","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5936,"post_author":"877","post_date":"2019-08-06 10:53:42","post_date_gmt":"2019-08-06 03:53:42","post_content":"\n

Masalah peredaran rokok di Indonesia, pemerintah cenderung mengambil langkah aman. Sudah saatnya pemerintah harus tegas menentukan sikap pelarangan atau membolehkan peredaran rokok di tengah-tengah masyarakat. <\/p>\n\n\n\n

Sikap pemerintah sampai saat ini menimbulkan pro dan kontra. Di satu sisi pemerintah melalui Kementrian Kesehatan membuat aturan pembatasan dan pelarangan beredarnya rokok, bahkan melarang adanya iklan rokok dan mengatur packaging<\/em> dengan bermacam gambar dan peringatan yang menggelian. Di sisi lain, pemerintah mendorong peningkatkan pendapatan Negara, mendorong peningkatan ekonomi rakyat, mendorong peningkatan produktivitas rakyat dan daya saing di pasar internasional, dan mendorong pengentasan kemiskinan.<\/p>\n\n\n\n

Sekarang, efek sikap pemerintah di atas meluas kemana-mana, mulai dari isu penyederhanaan layer atau penggabungan golongan industri rokok, isu pelarangan iklan rokok di media sosial karena pengguna media sosial banyak anak-anak, sampai pada pelarangan audisi pencari bakat bulu tangkis yang dilakukan Djarum Foundation dengan alasan ekploitasi anak. Ini semua adalah beberapa agenda untuk pengendalian rokok dan tembakau di Indonesia yang alasannya sudah dipatahkan dengan data yang lebih akurat.<\/p>\n\n\n\n

Semisal, yang pro dapat menceritakan dan meruntutkan agenda pengendalian rokok dan tembakau di Indonesia sebagai agenda politik dagang internasional. Semua program pengendalian rokok dan tembakau di Indonesia mengadopsi dari program World Health Organization (WHO) organisasi program dunia yang mendapatkan sokongan dana dari industri farmasi.\u00a0<\/p>\n\n\n\n

Baca:
Ada Campur Tangan Bloomberg dalam Surat Edaran Menkes terkait Pemblokiran Iklan Rokok <\/a><\/p>\n\n\n\n

WHO tidak semata-mata bertujuan demi meningkatkan taraf kesehatan penduduk. Di sini WHO sebagai ujung tombak industri farmasi. Terjadi peralihan di lingkup kesehatan, dimana dokter dan ilmuwan kesehatan dikuasai perusahan obat (farmasi). Tujuan utamanya tidak lain untuk merebut pasar nikotin dunia, dan menggantikan pemanfaatan nikotin alami dari tembakau dengan produk rekayasa nikotin yang telah dikantongi hak patennya. Keterlibatan WHO memuluskan tujuan industri farmasi tersebut dengan mendorong negara-negara di dunia untuk memberlakukan kebijakan sesuai kerangka kesehatan, tanpa mempertimbangkan peran sosial, ekonomi, politik dan budaya. Walaupun alasan kesehatan yang dibangun ternyata tidak 100% benar dan terkesan dipaksakan. Negara yang menjadi sasaran utama adalah Negara yang berkembang, seperti Indonesia, China, Bangladesh, India, Rusia, Mesir, Thailand, Filipina dan Brazil. <\/p>\n\n\n\n

Untuk menguasai pasar nikotin di dunia, industri farmasi mendapatkan sokongan dana dari bloomberg initiative. Karena salah satu direktur dari persekutuan perusahaan farmasi dunia bernama William R. Brody punya kedekatan dengan bloomberg initiative, selain teman karib juga posisinya sebagai penasehat. <\/h4>\n\n\n\n

Tidak mengherankan jika pendukung program pengendalian rokok dan tembakau di Indonesia mendapatkan sokongan dana dari bloomberg initiative termasuk lembaga yang bergerak untuk perlindungan anak, salah satunya Komnas Perlindungan Anak Indonesia (KPAI). Apapun bentuk lembaganya, selama mendapatkan kucuran dana bloomberg initiative, program utamanya harus sinergi dengan program bloomberg initiative dan rezim kesehatan dunia (WHO) yaitu pengendalian tembakau dan rokok, terutama rokok kretek asli Indonesia.<\/p>\n\n\n\n

Ada sekitar lebih dari 20an lembaga di Indonesia mendapatkan sokongan dana langsung maupun tidak langsung dari bloomberg initiative. Lembaga-lembaga tersebut bervarian, ada lembaga yang bergerak dalam pendidikan, bergerak pemberantasan korupsi, bergerak dalam kesehatan, bergerak perlindungan konsumen, bergerak melindungi anak, bahkan sampai pada lembaga agama. Numun pada intinya leading sector<\/em> yaitu sektor potensial yang dapat\u00a0menggerakkan agenda pengendalian tembakau dan rokok di Indonesia ada pada rezim kesehatan dalam hal ini Kementerian Kesehatan. Dengan menggunakan dalil kesehatan yang mulia, agenda bloomberg initiative dan farmasi berselancar dengan baik di Indonesia. \u00a0<\/p>\n\n\n\n

Baca:
Tinjauan Kritis Atas Larangan Iklan dan Sponshorship dengan Mencantumkan Logo, Brand Image, dan Identitas CSR Sebuah Perusahaan<\/a> <\/p>\n\n\n\n

Isu kuat saat ini yang beredar untuk agenda pengendalian tembakau dan rokok di Indonesia salah satunya, KPAI melarang audisi pencarian bakat bulu tangkis sejak dini yang dilakukan Djarum Foundation dengan alasan ekploitasi anak, Kementerian Kesehatan dan KPAI melarang adanya iklan di media sosia karena akan mengakibatkan bertambahnya perokok pemula, penggabungan golongan industri rokok atau penyederhanaan layer tarif cukai rokok yang intinya pengurangan terhadap industri rokok kretek, menaikkan cukai rokok untuk mengurangi peredaran rokok, dan korelasinya rokok dengan kemiskinan bertujuan agar ada kebijakan menghalau laju industri rokok kretek. <\/p>\n\n\n\n

Pemerintah dalam hal ini harus tegas mengambil sikap, untuk kepastian dan masa depan industri rokok kretek asli Indonesia. Dimana sejarah penemuan rokok kretek tidak lain untuk pengobatan yang dilakukan H. Djamhari sebagai obat sakit bengeknya. Karena rokok kretek adalah campuran tembakau dan cengkeh, berbeda dengan rokok non kretek yang hanya memakai tembakau saja. Selama ini, belum ada uji atau riset bahwa rokok kretek berkorelasi signifikan terhadap timbulnya penyakit yang dituduhkan. Kalau menjadi salah satu bagian kecil penyebab penyakit, tentunya ya dan bukan faktor penyebab utama. Itu seperti halnya barang-barang lain yang dikonsumsi manusia secara berlebihan dan hidup tidak seimbang. Termasuk makan nasi, mengkonsumsi gula dan mengkonsumsi lainnya secara berlebihan, tanpa diimbangi olah raga dan istirahat yang cukup. <\/p>\n\n\n\n

Selain itu, posisi industri kretek sangat stategis bagi bangsa Indonesia. Industri kretek membuktikan tetap bertahan setidaknya lebih dari 130 tahun. Disaat industri lain tumbang di zaman kolonial, industri kretek tetap eksis memberikan penghidupan masyarakat Indonesia. Bahkan tergolong industri yang peka zaman, dengan memberikan kontribusi yang sangat besar. Menghidupi setidaknya 6.1 juta jiwa petani cengkeh yang tersebar di 30 provinsi, petani tembakau yang tersebar di 15 provinsi. Menghidupi ribuan karyawan yang bekerja di industri kretek. Mempunyai multiplier<\/em> <\/em>effect<\/em> ke sektor perokonomian lainnya yang berada di sekitar industri kretek. <\/p>\n\n\n\n

Keberadaan industri kretek berkontribusi adanya hak jaminan sosial dan corporate social responsibility<\/em> (CSR), seperti halnya jaminan kesehatan, bhakti pendidikan, bhakti budaya, bhakti olahraga, bhakti lingkungan dan lain sebagainya. Berkontribusi pendapatan Negara melalui setoran cukai, berkontribusi bagi kesehatan publik dari alokasi dana bagi hasil cukai hasil tembakau (DBH-CHT) untuk sarana kesehatan dan pembayaran defisit Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS).  <\/p>\n\n\n\n

Selain itu, adanya industri kretek sebagai cermin kemandirian dan kedaulatan bangsa, karena sebagai pemenuhan kebutuhan pokok rakyat dalam hal ini pendapatan masyarakat sebagai agenda pemberantasan kemiskinan. <\/p>\n\n\n\n

Dengan pertimbangan di atas, diharapkan pemerintah dalam hal ini Presiden memberikan ketegasan, apakah industri rokok nasional tetap berproduksi atau dilarang berproduksi. Kalau tetap berproduksi, pemerintah secara totalitas harus melindunginya mulai kebijakan sampai pada strategi pemasarannya. Andaikan dilarang beroperasi, pemerintah paling tidak harus berani mempersiapkan lapangan pekerjaan lain bagi petani dan buruh tani cengkeh dan tembakau, buruh industri dan mungkin menata perekonomian akibat multiplier<\/em> <\/em>effect<\/em> keberadaan industri kretek. Dan yang terpenting keberadaan industri kretek, sebagai industri nasional sebagai perwujudan agenda prioritas  tujuan Nawa Cita, sehingga jangan sampai digiring dan diatur kepentingan asing melalui rezim kesehatan sebagai leading sector, <\/em>yang belum tentu benar dan terkesan dipaksakan.  
<\/p>\n","post_title":"Ketika Pemerintah Plin-Plan Membuat Regulasi Terkait Dunia Pertembakauan","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"ketika-pemerintah-plin-plan-membuat-regulasi-terkait-dunia-pertembakauan","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-08-06 10:53:48","post_modified_gmt":"2019-08-06 03:53:48","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5936","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":16},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"epic_block_3"};

\n

Baca: Kata Siapa Lebih Sehat? Perokok Elektrik Berisiko Terjangkit Penyakit Kardiovaskular<\/a><\/p>\n\n\n\n

Hingga kini CDC masih melakukan investigasi lebih lanjut, dengan mengimbau agar para dokter mengumpulkan data dan sampel bila menemukan pasien dengan gejala penyakit paru serupa, tentunya akibat rokok elektrik atau vape. Bentuk dan merek rokok elektrik dan vape banyak varian dan banyak merek. JUUL termasuk merek rokok elektrik atau vape yang saat ini naik daun.\u00a0<\/p>\n\n\n\n

Ada yang mengatakan bahwa tak tepat membandingkan rokok tembakau dengan rokok elektrik. Ya benar tak tepat, karena rokok elektrik atau vape resikonya sangat tinggi. Sedang rokok tembakau resikonya kecil, apa lagi rokok kretek mungkin resikonya sangat kecil sekali terhadap tubuh. Alasannya, munculnya rokok kretek bertujuan untuk pengobatan sakit bengek, dan tujuannya berhasil. Hingga banyak orang melakukan pemesanan rokok kretek saat itu, rokok kretek belum sebagai industri besar masih bersifat rumahan,  keadaan tersebut sekitar abad 19. <\/p>\n\n\n\n

Dalam studi ini, tim peneliti menemukan bukti efek toksik pada sel-sel yang melapisi pembuluh darah dan melindungi jantung. Beberapa bukti tersebut termasuk di antaranya gangguan pada fungsi sel dan munculnya tanda-tanda peradangan. Para peneliti mengamati bagaimana respons sel saat bersentuhan dengan cairan rokok elektrik. Efek yang paling kentara terlihat pada cairan dengan rasa kayu manis.<\/p>\n\n\n\n

Baca: Riset Kesehatan Rokok Elektrik<\/a><\/p>\n\n\n\n

Sekelompok ahli kardiovaskular dari University of Massachusetts menganjurkan peneliti agar melakukan uji rokok elektrik atau vape lebih yang beraroma. Karena sumsi sementara, produk vape atau rokok elektrik yang beraroma dan punya pilihan rasa lebih berbahaya dari pada rokok vape natural. Namun yang banyak beredar dipasaran, justru yang beraroma dan berasa buah-buahan, dari pada yang natural. <\/p>\n\n\n\n

Studi pada 2018 lalu menunjukkan, penggunaan rokok elektrik harian berisiko terhadap serangan jantung, meski dengan probabilitas yang lebih rendah daripada perokok tembakau. Menurut dr Lawrence Phillips pakar kardiovaskular NYU Langone Health mengatakan \u201cKita melihat semakin banyak bukti bahwa rokok elektrik berhubungan dengan peningkatan risiko serangan jantung\u201d.<\/p>\n\n\n\n

Dari hasil pakar dan hasil studi di atas menegaskan bahwa keberadaan rokok vape atau rokok elektrik, resikonya sangat besar. Bahan utama rokok vape atau elektrik yang paling besar memberikan efek negatif pada tubuh manusia adalah cairan perasa. Akibat cairan perasa dalam rokok elektrik  atau vape termasuk merek JUUL beresiko terjadi peradangan, terjangkit penyakit jantung dan paru-paru akut, selanjutnya berakibat kematian. <\/p>\n\n\n\n

Untuk itu, demi masa depan bangsa Indonesia harusnya ada regulasi pelarangan peredaran rokok elektrik atau vape yang nyata-nyata telah ada kasus dengan didukung beberapa riset dan studi tentang konten rokok elektrik atau vape, yang hasilnya mempunyai resiko tinggi dapat menyebabkan penyakit berujung kematian.         
<\/p>\n","post_title":"Perokok Elektrik Berisiko Besar Terjangkit Penyakit Mematikan","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"perokok-elektrik-berisiko-besar-terjangkit-penyakit-mematikan","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-08-28 09:40:09","post_modified_gmt":"2019-08-28 02:40:09","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5999","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5979,"post_author":"877","post_date":"2019-08-21 09:57:26","post_date_gmt":"2019-08-21 02:57:26","post_content":"\n

Pemerintah berencana akan menerbitkan aturan simplifikasi layer cukai pada Oktober-Desember 2019. Jika benar terjadi, tindakan pemerintah itu sama saja membunuh secara perlahan industri kretek nasional. <\/p>\n\n\n\n

Jika dipikir-pikir, kebijakan simplifikasi layer cukai sangat menguntungkan industri rokok asing. Lalu apa bedanya pemerintah dengan LSM\/NGO yang getol memerangi peredaran rokok?. Nyatanya sama-sama ditunggangi kepentingan asing. Bedanya mungkin, pemerintah ditunggangi kepentingan industri rokok investor asing, kalau LSM\/NGO antirokok ada kepentingan farmasi yang berpusat di Amerika. Tapi jika dirunut dengan teliti, dua kepentingan asing tersebut yang terlihat beda, ada kemungkinan mengerucut pada satu titik yang sama. Tak lain membunuh rokok kretek asli Indonesia.<\/p>\n\n\n\n

Sebelum masuk ranah penjelasan yang sederhana tentang simplifikasi layer CHT, dampak yang ditimbulkan dan maksudnya. Terlebih dahulu perlu diuraikan makna simplifikasi, layer dan cukai secara berkesinambungan. Simplifikasi punya arti penyederhanaan, awalnya banyak dijadikan lebih sedikit, kecil, ramping dan ringkas. Tentunya, cara yang harus ditempuh dalam penyederhaan bisa jadi menggabungkan, bisa jadi dibuang\/dipotong salah satu, bisa jadi kedua-duanya dijalankan. Hubungan simplifikasi dengan industri rokok, penjelasannya di belakang setelah uraian tentang layer dan cukai.<\/p>\n\n\n\n

Layer bisa disebut dengan ungkapan lapisan, golongan, kelas, dan mungkin bisa dikatakan tingkatan. Varian rokok banyak sekali; ada rokok putih atau disebut sigaret putih mesin (SPM), ada sigaret kretek mesin (SKM), Ada sigaret kretek tangan (SKT). Ada rokok filter (ada busa) dan non filter (tidak ada busa). Ada juga rokok bercengkeh disebut kretek dan non cengkeh (tembakau saja) disebut putihan. Ada lagi rokok kretek dinamakan mild. Dari varian tersebut dibagi menjadi beberapa layer atau golongan, untuk penyesuaian pembayaran pajak cukai. Untuk mempermudah pemahaman, layer dibahasakan sebagai golongan industri rokok besar, menengah dan kecil. Sedangkan, cukai adalah pungutan pemerintah sebagai pajak. <\/p>\n\n\n\n

Nah, kira-kira uraian maknanya perkata sudah jelas. Sekarang uraian tersebut dihubungkan semua dengan rencana pemerintah kedepan untuk pungutan pajak rokok. Rencana pemerintah yang dimaksud simplikasi layer CHT, ingin menyederhanakan atau menggabungkan antara SPM dan SKM, dilebur manjadi satu golongan. Aslinya dibedakan, karena memang berbeda. SPM lebih tinggi pungutan pajaknya dari [ada SKM. SPM bukan asli produk Indonesia dan cenderung impor, dan yang punya bukan pribumi. Bahan bakunyapun tidak menggunakan tembakau Indonesia. Sangat jauh berbeda dengan SKM, industri yang padat karya dan menggunakan bahan baku lokal. Dan yang paling istimewa perbedaannya, tak lain adalah kemunculan SKM diciptakan oleh pribumi dengan mencampur tembakau dan cengkeh dalam satu batang rokok. Kemudian rokok cmpuran tersebut dinamai kretek. <\/p>\n\n\n\n

Rokok kretek terus berkembang dan inovatif seperti penjelasan di atas, ada filter, non filter, mesin, tangan, mild dan klobot. Kretek klobot tidak bercukai, karena keberadaannya hampir punah, sedikit sekali pabrikan membuat jenis klobot. Klobot satu-satunya rokok yang memakai bungkus daun jagung yang telah dikeringkan, kemudian di ikat pakai benang. Sehingga untuk kretek klobot ada pengecualian, tidak masuk dalam kategori jenis kretek di atas. <\/p>\n\n\n\n

Semua jenis kretek saat ini diproduksi oleh industri. Secara sederhana industri terbagi tiga macam, industri besar, menengah dan kecil. Paling kecil kategori industri kretek, telah mempunyai gudang untuk operasi pembuatan rokok kretek dengan luas minimal 200m2<\/sup>. Jadi, sekarang ini tidak ada lagi industri rokok kretek skala rumahan (home industri) seperti dulu lagi. <\/p>\n\n\n\n

Dari penjelasan di atas, sekarang sudah paham varian jenis rokok kretek asli produk Indonesia. Apapun bentuknya, jika rokok menggunakan campuran tembakau dan cengkeh itulah dinamakan rokok kretek, termasuk jenis mild. Dewasa ini jenis mild sangat disukai dipasaran. Hingga semua industri berlomba-lomba bikin mild. Munculnya mild tidak lain karena tuntutan dari aturan pemerintah yang membatasi nikotin dan tar. Sehingga konten tembakau mild lebih banyak memakai tembakau jenis Virginia. <\/p>\n\n\n\n

Jangan salahkan industri\/pabrikan jika makin lama kuota impor tembakau naik. Karena dibentuk oleh aturan pemerintah dan peningkatan permintaan pasar mild. Kalau begitu yang salah siapa? tentunya pemerintah yang membuat aturan low nikotin dan tar. Sulit sekali tembakau lokal untuk memenuhi batasan low nikotin dan tar sesuai aturan pemerintah. Pada akhirnya mau tidak mau industri\/pabrikan membutuhkan tembakau jenis Virginia yang sulit tumbuh dengan baik di bumi nusantara ini. Lalu apa yang dilakukan industri\/pabrikan rokok, ya impor lah. Tapi industri\/pabrikan masih sangat membutuhkan tembakau lokal. Selain sebagai bahan campuran rokok kretek mild, tembakau lokal dibuat memproduksi rokok bukan mild. <\/p>\n\n\n\n

Untuk rokok kretek mild, semuanya diproduksi memakai mesin, sedangkan selain mild ada yang pakai mesin ada yang pakai tangan. Dengan isu simplikasi layer CHT SPM dan SKM, ada dua kemungkinan. Pertama; bisa jadi SPM diturunkan levelnya disesuaikan dengan SKM. Kedua; atau SKM dinaikkan levelnya sesuai SPM. Keduanya sangat merugikan industri kretek asli produk Indonesia berupa SKM. Kalau yang pertama, keuntungan SPM (industri asing) harganya disamakan SKM, sehingga persaingan penjualan dipasaran relatif mudah, sehingga SKM sangat dirugikan. Jika demikian, pemerintah tidak melindungi industri nasional (lokal), dengan meliarkan persaingannya dipasaran sangat ketat. <\/p>\n\n\n\n

Kemungkinan yang kedua, juga demikian, sangat merugikan SKM, karena levelnya naik mengikuti SPM. Jika demikian, sangat memberatkan SKM, apalagi pangsa rokok kretek ditahun-tahun terakhir ini merosot tajam penjualannya. Kemerosotan penjualan rokok kretek juga pengaruh dari kebijakan pemerintah dan oknum (anti rokok) yang selalu merecoki industri kretek, seperti pungutan cukai naik,  pelarangan iklan, membuat isu yang dibuat-buat tanpa dasar dan lain sebagainya. Apakah keadaan industri kretek nasional saat ini, pemerintah masih memejamkan mata dan akan memberlakukan simplikasi layer CHT?. Jika demikian, sama saja pemerintah membunuh industri\/pabrikan kretek nasional dengan pelan-pelan. <\/p>\n\n\n\n

Jangan salahkan industri\/pabrikan rokok kretek jika pelan-pelan merumahkan karyawannya karena merugi bahkan tidak beroperasi. Jika pembelian bahan baku rokok kretek (tembakau dan cengkeh) menurun dan ribuan juta petani merugi, dan masih banyak lagi efek dampaknya ke segala lini yang menggantungkan hidupnya berhubungan dengan sektor pertembakauan. Pemerintah harus bertanggungjawab atas dampak tersebut, jangan asal cuci tangan jika dampak negatif terjadi. Karena pemerintahlah yang bikin aturan. <\/p>\n\n\n\n

Untuk itu, kedepan pemerintah harus hati-hati dan jeli dalam memutuskan dan memberlakukan kebijakan untuk kepentingan sektor pertembakauan. Karena, yang sudah-sudah, kebijakan pemerintah pada sektor pertembakauan tidak mengakomodir kepentingan industri nasional, cenderung mengakomodir kepentingan industri asing. Baik pemerintah, industri kretek, petani tembakau dan cengkeh serta masyarakat Indonesia harus berdaulat, saling menjaga dan saling melindungi untuk kepentingan bersama, menjadi bangsa yang besar dan kuat tanpa disetir Negara lain (asing). Inilah makna kemerdekaan yang sesungguhnya di era melenial.
<\/p>\n","post_title":"Kebijakan Simplifikasi Layer Cukai Adalah Rencana Pembunuhan terhadap Kretek","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"kebijakan-simplifikasi-layer-cukai-adalah-rencana-pembunuhan-terhadap-kretek","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-08-21 09:57:34","post_modified_gmt":"2019-08-21 02:57:34","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5979","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5956,"post_author":"877","post_date":"2019-08-14 11:00:51","post_date_gmt":"2019-08-14 04:00:51","post_content":"\n

Komisioner Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) Sitty Hikmawatty sesat pikir saat mengatakan bahwa program audisi beasiswa bulutangkis sebagai ajang ekploitasi anak. KPAI mempermasalahkan tulisan Djarum di kaos olahraga, karena sebagai ajang promosi brand rokok. Disini KPAI gagal faham membedakan antara Djarum Foundation dan Djarum industri rokok. <\/p>\n\n\n\n


Djarum Foundation sebagai wujud bhakti terhadap Bangsa dan Negara, sehingga prakteknya Djarum Foundation mengeluarkan uang, bukan mencari keuntungan. Ketika dikatakan sebagai ajang promosi produk rokok, sudah ditampik dan sudah dijelaskan secara detail pengurus Djarum Foundation, bahwa program yang dijalankan jauh dari niatan promosi produk rokok. Kalaupun ada tulisan Djarum di kaos olahraga, memang sejarahnya dari dulu sebagai nama clubnya. <\/p>\n\n\n\n


Sitty Hikmawatty sebagai komisioner KPAI, harusnya cerdas menyikapi hal tersebut. Harusnya ada apresiasi pada Djarum yang sadar akan kewajibannya, andil dalam pengembangan bakat bagi anak-anak. Dan apa yang telah dilakukan Djarum Foundation tidaklah mudah, membutuhkan tenaga dan matriil begitu besar. Sekarang pertanyaannya, siapa dan industri pribumi mana yang berani melakukan seperti itu?, bahkan KPAI pun tidak akan berani membuat program pencarian bakat secara intensif dan masif. <\/p>\n\n\n\n


KPAI harusnya faham makna perlindungan bagi anak, jangan hanya dimaknai secara sempit, semisal anak juga butuh perlindungan dari kebodohan dan kebutuhan lain yang sifatnya sangat mendesak. Nyatanya masih banyak anak \u2013anak yang tidak sekolah karena tidak mampu, masih banyak anak-anak yang hidup terlantar di Jalan, masih banyak anak-anak sebagai obyek makanan ringan yang bahannya membahayakan bagi tubuh. Dimana dan apa yang sudah dilakukan KPAI untuk melindungi anak tersebut?. Masih banyak masalah anak yang sangat penting dan krusial harus dikerjakan KPAI, dari pada mengurusi tulisan club Djarum dalam program audisi Djarum Foundation.<\/p>\n\n\n\n


Belum lagi, katanya KPAI akan mengambil langkah mengundang Kepala Daerah, dimana kotanya dibuat ajang audisi tersebut. Kalau nanti benar terjadi, menandakan kinerja KPAI tidak efektif. Masalah anak yang paling penting tidak terurus, dan selalu bergejolak di masyarakat kelas bawah. Sekali lagi seperti tidak sekolah karena orang tuanya tidak mampu atau orang tuanya meninggal dunia, walaupun sekolah katanya gratis, akan tetapi dampak lain timbul seperti halnya masalah ekonomi, akhirnya anak-anak mendingan cari uang untuk hidup sehari-hari dari pada sekolah. Anak-anak suka beli jajan (makanan ringat) di toko maupun dipinggir jalan yang mengandung bahan membahayakan bagi pertumbuhan anak. Di perempatan jalan atau lampu merah banyak anak-anak yang hidupnya menggelandang tanpa tujuan. Ini riil dan nyata di hadapan mata kita tiap hari. <\/p>\n\n\n\n


Tapi anehnya KPAI saat ini malah lebih intens mengurusi hal yang tidak penting degan melarang audisi pencarian bakat bulutangkis oleh Djarum Foundation. KPAI cenderung gagal faham dalam memahami, menafsiri, dan mensikapi hal tersebut. Anehnya lagi, apa yang dilakukan KPAI sampai ngotot. <\/p>\n\n\n\n


Kalau mau melarang program audisi Djarum Foundation, tunjukkan dulu KPAI punya program pencarian bakat seperti Djarum Foundation lakukan. Jangan seenaknya KPAI, melarang-larang tanpa solusi konkret dengan dalil perlindungan. Lucunya, KPAI dengan dalil perlindungan anak mengatakan, audisi pencarian bakat bulutangkis yes, ajang promosi no. Kalau dipahami, KPAI ingin audisi Djarum Foundation tetap jalan, tapi tulisan Djarum dihilangkan. Ini sama saja, tidak boleh menulis atau memaparkan nama club. Sedangkan pencantuman nama club sangat penting sebagai identitas dan jati diri. <\/p>\n\n\n\n


Kegiatan perlindungan untuk anak adalah pekerjaan yang sangat mulia kalau benar-benar dilakukan. KPAI, sebagai lembaga dengan memapang langsung tulisan perlindungan anak akan lebih mulia jika programnya konkret. Seperti lembaga sekolah negeri atau swasta, tanpa memakai kata-kata perlindungan, sekolah tersebut mendidik anak melindungi anak dari kebodohan untuk kesiapan masa depan. Audisi pencarian bakat bulutangkis Djarum Foundation pun demikian, kegiatannya konkret menyiapkan atlet olahraga bulutangkis. Dan apa yang telah dilakukan Djarum Foundation dengan audisinya sangat beda dari bentuk promosi. Berbeda dengan pelibatan anak-anak untuk promosi produk, murni tujuannya agar produknya laku. Apalagi produk yang ditawarkan untuk kebutuhan anak. Contohnya banyak sekali beredar iklan-iklan yang terpampang di pinggir jalan, di media sosial, bahkan di stasiun televisi, hal ini kayaknya lolos dari bahasan KPAI.<\/p>\n\n\n\n


Belum lagi, tanpa disadari lembaga KPAI juga menumpang hidup dari anak-anak. Kemana-mana membawa nama anak-anak untuk kegiatannya, bahkan sampai untuk menggalang donasi. Namun kegiatan yang betul-betul sangat dibutuhkan anak-anak belum atau bahkan tidak tersasar dan tidak menjadi prioritas. Sehingga, program KPAI untuk perlindungan anak dipastikan tidak efektif. Buktinya, KPAI membuat masalah yang sederhana dibuat rumit, seperti mempermasalahkan tulisan Djarum sebagai club dalam ajang audisi pencarian bakat Djarum Foundation Bhakti Olahraga. Jelas-jelas untuk kepentingan masa depan anak, dengan meningkakan minat dan bakat anak dalam olahraga atas dasar suka dan tidak ada paksaan.
Kata kunci pendidikan bagi anak adalah bermain, senang atau suka, sesuai keinginan, dan untuk bekal hidup selanjutnya. Jika KPAI mempermasalahkan tulisan club Djarum, yang dianggap sebagai ajang promosi dan ekploitasi anak, alasan tersebut tidak benar dan tanpa dasar. Seperti halnya penjelasan di atas, audisi pencarian bakat bulutangkis Djarum Foundation, jauh dari promosi dan ekploitasi. Tujuan utama audisi tidak lain memberikan bekal dan pendidikan bagi anak sesui keinginannya, anak belajar dengan senang, gembira, dan bermain. <\/p>\n\n\n\n


Jika kemudian KPAI dan lembaga lain yang mengatasnamakan peduli anak, melarang kegiatan audisi pencarian bakat olah raga bulutangkis yang dilakukan Djarum Foundation, sama dengan menghalangi anak Indonesia mengembangkan minat dan bakatnya sesuai keinginan, menghalangi anak Indonesia belajar sambil bermain dan gembira, menghalangi anak Indonesia untuk mendapatkan bekal hidup selanjutnya, menghalangi anak Indonesia untuk mewujudkan cita-cita. Apa yang dilakukan KPAI dan lembaga lain tersebut, sangat bertentangan dengan cita-cita Bangsa, dan cita-cita pendidikan bagi anak di Indonesia. <\/p>\n","post_title":"Sesat pikir KPAI Melarang Audisi Pencarian Bakat Bulutangkis Anak-Anak","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"sesat-pikir-kpai-melarang-audisi-pencarian-bakat-bulutangkis-anak-anak","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-08-14 11:00:58","post_modified_gmt":"2019-08-14 04:00:58","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5956","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5949,"post_author":"877","post_date":"2019-08-12 08:28:29","post_date_gmt":"2019-08-12 01:28:29","post_content":"\n

Kurban tidak semata-mata hanya menyembelih hewan, dibaliknya ada kisah indah yang bisa sebagai bahan renungan dan pengingat bagi semua. Pada kisah qurban, terdapat peran anak usia dini yang akhirnya dikenang umat Islam sedunia sepanjang masa dan juga dapat mengangkat harkat martabat keluarganya dihadapan Tuhan. Selama anak suka bahkan bahagia menjalankan perannya untuk kepentingan dirinya sendiri kedepan dan mengangkat harkat martabat keluarganya dengan bimbingan yang baik, maka hal tersebut sah-sah saja tidak ada larangan.\u00a0<\/p>\n\n\n\n

Kemarin, pada tanggal 11 Agustus 2019 hari Minggu, tepatnya pada tanggal 10 dzulhijjah 1440 M., dipagi hari umat Islam terlihat berbondong-bondong ada yang ke masjid ada yang kelapangan, tidak lain menjalankan ibadah sholat Idul Adha, atau biasa disebut hari raya qurban. Selain melakukan sholad, umat Islam merayakannya dengan menyembelih hewan qurban, seperti unta tradisi di Timur Tengah, sedangkam di Indonesia menyembelih sapi atau kerbau. Khusus di Kudus kota Kretek rerata menyembelih kerbau, sapi bagi sebagian besar masyarakat Kudus tidak mau menyembelih. Cerita yang beredar di masyarakat turun menurun, pelarangan menyembelih sapi sejak zaman kewalian yaitu Sunan Kudus sebagai penghormatan terhadap agama lain yang beranggapan hewan sapi sebagai hewan yang suci.<\/p>\n\n\n\n

Kembali ke Idul Adha, diceritakan oleh para Ulama\u2019 ada kisah tentang Nabi Ibrahim yang akan mengorbankan putranya yang masih kecil namanya Ismail (besarnya menjadi Nabi). Ceritanya Nabi Ibrahim saat tidur bermimpi, ia diperintah Tuhan untuk menyembelih putranya bernama Ismail. Saat bangun, ia merenung, berfikir sambil bertanya dihati, benarkah ini perintah Tuhan?. Kali pertama mimpinya ini, ia masih ragu antara benar perintah Tuhan atau tidak. Mimpi yang direnungkan dan difikir terjadi pada malam tanggal 08 dzulhijjah,disebut hari tarwiyah<\/em>.\u00a0<\/p>\n\n\n\n

Baca: Tinjauan Kritis Atas Larangan Iklan dan Sponshorship dengan Mencantumkan Logo, Brand Image, dan Identitas CSR Sebuah Perusahaan<\/a><\/p>\n\n\n\n

Pada malam tanggal 09 dzulhijjah Nabi Ibrahim mimpi lagi dengan perintah yang sama. Mimpi kali kedua, Nabi Ibrahim merasa yakin kalau benar-benar perintah Tuhan. Pada mimpi kedua disebut hari arafah<\/em>. Pada tanggal 10 dzulhijjah, hari Nabi Ibrahim melaksanakan perintah Tuhan untuk menyembelih Ismail (putranya), yang kemudian disebut  hari nakhr <\/em>(biasa disebut nahar bagi orang Indonesia). <\/p>\n\n\n\n

Cerita KH. Sya\u2019roni, saat pagi hari pada tanggal 10 dzulhijjah Nabi Ibrahim menyuruh istrinya bernama Siti Hajar (ibu kandung Ismail) untuk memandikan Ismail setelah itu memakaikan pakaian yang bagus-bagus, dengan alasan mau diajak jalan-jalan. Siti Hajar melaksanakan sesuai perintah suaminya, sembari menunggu istrinya selesai, Nabi Ibrahim mengasah pisaunya\/pedangnya. <\/p>\n\n\n\n

Ismail sudah siap, diajaklah jalan jalan bapaknya (Nabi Ibrahim) menuju bukit Mina di Makkah, dengan niatan mau disembelih sesui perintah Tuhan. Di tengah perjalanan, Nabi Ibrahim dihadang iblis yang berwujud manusia, dengan mengatakan Ibrahim, anakmu itu ganteng, tega kamu sembelih, urungkan niatmu. Nabi Ibrahim tidak menjawab, malah mengambil batu kecil 7 butir, kemudian batu kecil tersebut dilemparkan ke arah iblis tersebut, sambil mengatakan, pergi kamu Iblis. Nabi Ibrahim tetap melanjutkan perjalannya, dan dihadang Iblis lagi kali kedua, Nabi Ibrahim mengambil batu kecil lagi dilempar ke iblis. Kemudian Nabi melanjutkan perjalannya, dihadang iblis lagi kali ketiga, seperti penghadangan yang pertama dan kedua, Nabi mengambil batu kecil dan dilemparkan ke arah iblis, lalu Nabi Ibrahim lanjut lagi. Inilah cerita, yang menjadi cikal bakal adanya jumroh ula, jumroh wustho dan jumroh aqobah. Tiap ibadah haji jumroh ini harus diperagakan seperti halnya apa yang telah dilakukan Nabi Ibrahim dengan maksud melawan dan melempar iblis dengan batu agar tidak mengganggu..  <\/p>\n\n\n\n

Sesampainya di puncak bukit Mina, Nabi Ibrahim menceritakan mimpinya dan mengatakan maksud dan tujuannya mengajak Ismail jalan-jalan. Selesai Nabi Ibrahim cerita, kemudian Ismail berkata pada bapaknya, untuk segera menjalankan perintah Tuhan. Pada saat menyembebelih, pisau\/pedang Nabi Ibrahim tidak bisa melukai kulit Ismail, karena Nabi Ibrahim masih gelisah dan menangis saat melihat wajah Ismail. Kemudian Ismail berkata, mungkin karena bapak melihat wajahku, hingga tidak tega menyembelih, lalu Ismail membalikkan badannya memposisisikan badannya telungkup. Lalau Nabi Ibrahim dengan kesiapan hati melakukan penyembelihan yang kedua, lagi-lagi pisau\/pedangnya tidak mampu melukai kulit leher Ismail. Dengan bingung karena tidak berhasil menyembelih Ismail, turunlah Malaikat Jibril dengan membawa kambing, digantikannya Ismail dengan kambing tersebut. Bersamaan dengan turunnya wahyu Tuhan yang menjelaskan keduanya telah lulus  dari ujian. Kemudian Nabi Ibrahim membaca takbir \u201cAllahu Akbar\u201d<\/em> 3x, disaut Ismail dengan .membaca \u201cLaa ilaaha illahhu wallahu akbar<\/em>\u201d, diakhiri Malikat Jibril dengan bacaan \u201cAllahu Akbar walillahil Hamd<\/em>\u201d, dilanjutkan dengan menyembelih kambing bawaan malaikat jibril.<\/p>\n\n\n\n

Ada cerita lucu setelah Nabi Ibrahim selesai menyembelih kambing, Nabi Ibrahim bertanya pada Ismail, siapa yang paling dermawan diantara kita? Ismail menjawab, saya. Tidak bisa kata Nabi Ibrahim, saya yang paling dermawan, karena akan mngorbankan anak yang kucintai. Ismail berkata, tidak bisa, saya yang dermawan, karena bapak punya dua anak, kalau saya dikorbankan, masih punya anak satu, lalu malaikat berkata, tidak bisa, saya yang dermawan karena saya sudah kehilangan kambing satu.\u00a0\u00a0<\/p>\n\n\n\n

Baca: Kegagalan Lakpesdam PBNU dalam Melihat Produk Tembakau Alternatif<\/a><\/p>\n\n\n\n

Keterangan dalam kitab tafsir  \u201cTanwirul Adhan<\/em>\u201d penjelasan dari surat As-Saffat ayat 102 bahwa usia Ismail saat itu 13 tahun ada juga Ulama\u2019 yang mengatakan umur 7 tahun. ada riwayat lain yang mengatakan umur Ismail saat itu 14 tahun. Pada intinya saat kejadian kisah penyembelihan, Ismail masih usia anak-anak, ia dengan senang hati dan ikhlas, menjalani perannya.  <\/p>\n\n\n\n

Dari sejarah singkat qurban yang ektrim di atas, kira-kira pendapat KPAI apakah mendukung apa yang telah di lakukan Nabi Ibrahim?, atau sebaliknya mendukung Iblis yang menghalangi Nabi Ibrahim yang akan menjalankan kewajibannya sebagai hamba?. Saya yakin KPAI akan mendukung Nabi Ibrahim, tidak mendukung langkah Iblis. 
<\/p>\n\n\n\n

Walaupun ktidak persis, tapi hampir mirip kisah qurban diatas dengan audisi oleh Djarum Foundation yang melibatkan. Program audisi bulutangkis usia anak-anak Djarum Foundation, tidak lain ikut serta program pemerintah dalam mencerdaskan bangsa melalui pencarian bakat sedini mungkin. Anak-anak yang berbakat bulutangkis tentunya yang terjaring dalam audisi, dididik dengan penuh semangat oleh Djarum Foundation Bhakti olahraga. Buktinya, anak-anak tersebut disekolahkan formal, dilatih bulu tangkis dengan disiplin dan penuh tanggungjawab, tanpa dipungut biaya apapun, bahkan semua kebutuhan anak-anak tercukupi dengan baik. Pola didiknya, seperti pola pendidikan sekolah lainnya, anak-anak dididik dan diajar agar berpretasi, setidaknya punya pengetahuan, pengalaman dan keahlian sebagai bekal masa depan. Disisi lain, ternyata anak-anak yang terjaring audisi merasa sangat gembira, senang dan bangga bisa terpilih. Mereka dapat mengembangkan bakatnya, dan mendapatkan pendidikan sekolah dengan gratis.<\/p>\n\n\n\n

Tujuan utama Djarum Foundation mencari bibit unggul pebulutangkis Indonesia, yang selama ini sebagai salah satu olahraga kebanggaan masyarakat Indonesia atas banyaknya prestasi yang di peroleh. Program Djarum Foundation Bhakti olahraga jauh dari niatan ekploitasi anak untuk promosi, yang ada ekploitasi anak untuk kejayaan olah raga bulutangkis bangsa Indonesia. <\/p>\n\n\n\n

Juga, program Djarum Foundation audisi bulutangkis adalah salah satu bentuk kesadaran dan kewajibannya membangun bangsa dengan melibatkan anak-anak. Lalu apa yang salah dari Djarum Foundation Bhakti Olahraga, jelas-jelas telah menghibahkan fasilitas, pikiran hingga dana untuk kepentingan kejayaan bangsa Indonesia, melalui olahraga. Pemerintah harus mendukung program tersebut, begitupun KPAI. KPAI jangan sampai menjadi penghalang, seperti halnya penghalang Nabi Ibrahim dalam kisah di atas.  
<\/p>\n","post_title":"Refleksi Kisah Kurban sebagai Bahan Pengingat KPAI","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"refleksi-kisah-kurban-sebagai-bahan-pengingat-kpai","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-08-12 08:30:31","post_modified_gmt":"2019-08-12 01:30:31","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5949","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5936,"post_author":"877","post_date":"2019-08-06 10:53:42","post_date_gmt":"2019-08-06 03:53:42","post_content":"\n

Masalah peredaran rokok di Indonesia, pemerintah cenderung mengambil langkah aman. Sudah saatnya pemerintah harus tegas menentukan sikap pelarangan atau membolehkan peredaran rokok di tengah-tengah masyarakat. <\/p>\n\n\n\n

Sikap pemerintah sampai saat ini menimbulkan pro dan kontra. Di satu sisi pemerintah melalui Kementrian Kesehatan membuat aturan pembatasan dan pelarangan beredarnya rokok, bahkan melarang adanya iklan rokok dan mengatur packaging<\/em> dengan bermacam gambar dan peringatan yang menggelian. Di sisi lain, pemerintah mendorong peningkatkan pendapatan Negara, mendorong peningkatan ekonomi rakyat, mendorong peningkatan produktivitas rakyat dan daya saing di pasar internasional, dan mendorong pengentasan kemiskinan.<\/p>\n\n\n\n

Sekarang, efek sikap pemerintah di atas meluas kemana-mana, mulai dari isu penyederhanaan layer atau penggabungan golongan industri rokok, isu pelarangan iklan rokok di media sosial karena pengguna media sosial banyak anak-anak, sampai pada pelarangan audisi pencari bakat bulu tangkis yang dilakukan Djarum Foundation dengan alasan ekploitasi anak. Ini semua adalah beberapa agenda untuk pengendalian rokok dan tembakau di Indonesia yang alasannya sudah dipatahkan dengan data yang lebih akurat.<\/p>\n\n\n\n

Semisal, yang pro dapat menceritakan dan meruntutkan agenda pengendalian rokok dan tembakau di Indonesia sebagai agenda politik dagang internasional. Semua program pengendalian rokok dan tembakau di Indonesia mengadopsi dari program World Health Organization (WHO) organisasi program dunia yang mendapatkan sokongan dana dari industri farmasi.\u00a0<\/p>\n\n\n\n

Baca:
Ada Campur Tangan Bloomberg dalam Surat Edaran Menkes terkait Pemblokiran Iklan Rokok <\/a><\/p>\n\n\n\n

WHO tidak semata-mata bertujuan demi meningkatkan taraf kesehatan penduduk. Di sini WHO sebagai ujung tombak industri farmasi. Terjadi peralihan di lingkup kesehatan, dimana dokter dan ilmuwan kesehatan dikuasai perusahan obat (farmasi). Tujuan utamanya tidak lain untuk merebut pasar nikotin dunia, dan menggantikan pemanfaatan nikotin alami dari tembakau dengan produk rekayasa nikotin yang telah dikantongi hak patennya. Keterlibatan WHO memuluskan tujuan industri farmasi tersebut dengan mendorong negara-negara di dunia untuk memberlakukan kebijakan sesuai kerangka kesehatan, tanpa mempertimbangkan peran sosial, ekonomi, politik dan budaya. Walaupun alasan kesehatan yang dibangun ternyata tidak 100% benar dan terkesan dipaksakan. Negara yang menjadi sasaran utama adalah Negara yang berkembang, seperti Indonesia, China, Bangladesh, India, Rusia, Mesir, Thailand, Filipina dan Brazil. <\/p>\n\n\n\n

Untuk menguasai pasar nikotin di dunia, industri farmasi mendapatkan sokongan dana dari bloomberg initiative. Karena salah satu direktur dari persekutuan perusahaan farmasi dunia bernama William R. Brody punya kedekatan dengan bloomberg initiative, selain teman karib juga posisinya sebagai penasehat. <\/h4>\n\n\n\n

Tidak mengherankan jika pendukung program pengendalian rokok dan tembakau di Indonesia mendapatkan sokongan dana dari bloomberg initiative termasuk lembaga yang bergerak untuk perlindungan anak, salah satunya Komnas Perlindungan Anak Indonesia (KPAI). Apapun bentuk lembaganya, selama mendapatkan kucuran dana bloomberg initiative, program utamanya harus sinergi dengan program bloomberg initiative dan rezim kesehatan dunia (WHO) yaitu pengendalian tembakau dan rokok, terutama rokok kretek asli Indonesia.<\/p>\n\n\n\n

Ada sekitar lebih dari 20an lembaga di Indonesia mendapatkan sokongan dana langsung maupun tidak langsung dari bloomberg initiative. Lembaga-lembaga tersebut bervarian, ada lembaga yang bergerak dalam pendidikan, bergerak pemberantasan korupsi, bergerak dalam kesehatan, bergerak perlindungan konsumen, bergerak melindungi anak, bahkan sampai pada lembaga agama. Numun pada intinya leading sector<\/em> yaitu sektor potensial yang dapat\u00a0menggerakkan agenda pengendalian tembakau dan rokok di Indonesia ada pada rezim kesehatan dalam hal ini Kementerian Kesehatan. Dengan menggunakan dalil kesehatan yang mulia, agenda bloomberg initiative dan farmasi berselancar dengan baik di Indonesia. \u00a0<\/p>\n\n\n\n

Baca:
Tinjauan Kritis Atas Larangan Iklan dan Sponshorship dengan Mencantumkan Logo, Brand Image, dan Identitas CSR Sebuah Perusahaan<\/a> <\/p>\n\n\n\n

Isu kuat saat ini yang beredar untuk agenda pengendalian tembakau dan rokok di Indonesia salah satunya, KPAI melarang audisi pencarian bakat bulu tangkis sejak dini yang dilakukan Djarum Foundation dengan alasan ekploitasi anak, Kementerian Kesehatan dan KPAI melarang adanya iklan di media sosia karena akan mengakibatkan bertambahnya perokok pemula, penggabungan golongan industri rokok atau penyederhanaan layer tarif cukai rokok yang intinya pengurangan terhadap industri rokok kretek, menaikkan cukai rokok untuk mengurangi peredaran rokok, dan korelasinya rokok dengan kemiskinan bertujuan agar ada kebijakan menghalau laju industri rokok kretek. <\/p>\n\n\n\n

Pemerintah dalam hal ini harus tegas mengambil sikap, untuk kepastian dan masa depan industri rokok kretek asli Indonesia. Dimana sejarah penemuan rokok kretek tidak lain untuk pengobatan yang dilakukan H. Djamhari sebagai obat sakit bengeknya. Karena rokok kretek adalah campuran tembakau dan cengkeh, berbeda dengan rokok non kretek yang hanya memakai tembakau saja. Selama ini, belum ada uji atau riset bahwa rokok kretek berkorelasi signifikan terhadap timbulnya penyakit yang dituduhkan. Kalau menjadi salah satu bagian kecil penyebab penyakit, tentunya ya dan bukan faktor penyebab utama. Itu seperti halnya barang-barang lain yang dikonsumsi manusia secara berlebihan dan hidup tidak seimbang. Termasuk makan nasi, mengkonsumsi gula dan mengkonsumsi lainnya secara berlebihan, tanpa diimbangi olah raga dan istirahat yang cukup. <\/p>\n\n\n\n

Selain itu, posisi industri kretek sangat stategis bagi bangsa Indonesia. Industri kretek membuktikan tetap bertahan setidaknya lebih dari 130 tahun. Disaat industri lain tumbang di zaman kolonial, industri kretek tetap eksis memberikan penghidupan masyarakat Indonesia. Bahkan tergolong industri yang peka zaman, dengan memberikan kontribusi yang sangat besar. Menghidupi setidaknya 6.1 juta jiwa petani cengkeh yang tersebar di 30 provinsi, petani tembakau yang tersebar di 15 provinsi. Menghidupi ribuan karyawan yang bekerja di industri kretek. Mempunyai multiplier<\/em> <\/em>effect<\/em> ke sektor perokonomian lainnya yang berada di sekitar industri kretek. <\/p>\n\n\n\n

Keberadaan industri kretek berkontribusi adanya hak jaminan sosial dan corporate social responsibility<\/em> (CSR), seperti halnya jaminan kesehatan, bhakti pendidikan, bhakti budaya, bhakti olahraga, bhakti lingkungan dan lain sebagainya. Berkontribusi pendapatan Negara melalui setoran cukai, berkontribusi bagi kesehatan publik dari alokasi dana bagi hasil cukai hasil tembakau (DBH-CHT) untuk sarana kesehatan dan pembayaran defisit Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS).  <\/p>\n\n\n\n

Selain itu, adanya industri kretek sebagai cermin kemandirian dan kedaulatan bangsa, karena sebagai pemenuhan kebutuhan pokok rakyat dalam hal ini pendapatan masyarakat sebagai agenda pemberantasan kemiskinan. <\/p>\n\n\n\n

Dengan pertimbangan di atas, diharapkan pemerintah dalam hal ini Presiden memberikan ketegasan, apakah industri rokok nasional tetap berproduksi atau dilarang berproduksi. Kalau tetap berproduksi, pemerintah secara totalitas harus melindunginya mulai kebijakan sampai pada strategi pemasarannya. Andaikan dilarang beroperasi, pemerintah paling tidak harus berani mempersiapkan lapangan pekerjaan lain bagi petani dan buruh tani cengkeh dan tembakau, buruh industri dan mungkin menata perekonomian akibat multiplier<\/em> <\/em>effect<\/em> keberadaan industri kretek. Dan yang terpenting keberadaan industri kretek, sebagai industri nasional sebagai perwujudan agenda prioritas  tujuan Nawa Cita, sehingga jangan sampai digiring dan diatur kepentingan asing melalui rezim kesehatan sebagai leading sector, <\/em>yang belum tentu benar dan terkesan dipaksakan.  
<\/p>\n","post_title":"Ketika Pemerintah Plin-Plan Membuat Regulasi Terkait Dunia Pertembakauan","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"ketika-pemerintah-plin-plan-membuat-regulasi-terkait-dunia-pertembakauan","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-08-06 10:53:48","post_modified_gmt":"2019-08-06 03:53:48","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5936","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":16},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"epic_block_3"};

\n

Keberadaan vape atau rokok elektrik di pasaran sangat membahayakan bagi orang Indonesia, terlebih pemuda-pemuda, yang banyak memilih merokok vape aatau rokok elektri. Menurutnya, selain bentuk kecil, simpel dibawa dan ada aroma buah-buahan sesuai selera. Akan tetapi dibalik bentuknya yang bagus, menyembunyikan banyak penyakit ketika dikonsumsi.\u00a0<\/p>\n\n\n\n

Baca: Kata Siapa Lebih Sehat? Perokok Elektrik Berisiko Terjangkit Penyakit Kardiovaskular<\/a><\/p>\n\n\n\n

Hingga kini CDC masih melakukan investigasi lebih lanjut, dengan mengimbau agar para dokter mengumpulkan data dan sampel bila menemukan pasien dengan gejala penyakit paru serupa, tentunya akibat rokok elektrik atau vape. Bentuk dan merek rokok elektrik dan vape banyak varian dan banyak merek. JUUL termasuk merek rokok elektrik atau vape yang saat ini naik daun.\u00a0<\/p>\n\n\n\n

Ada yang mengatakan bahwa tak tepat membandingkan rokok tembakau dengan rokok elektrik. Ya benar tak tepat, karena rokok elektrik atau vape resikonya sangat tinggi. Sedang rokok tembakau resikonya kecil, apa lagi rokok kretek mungkin resikonya sangat kecil sekali terhadap tubuh. Alasannya, munculnya rokok kretek bertujuan untuk pengobatan sakit bengek, dan tujuannya berhasil. Hingga banyak orang melakukan pemesanan rokok kretek saat itu, rokok kretek belum sebagai industri besar masih bersifat rumahan,  keadaan tersebut sekitar abad 19. <\/p>\n\n\n\n

Dalam studi ini, tim peneliti menemukan bukti efek toksik pada sel-sel yang melapisi pembuluh darah dan melindungi jantung. Beberapa bukti tersebut termasuk di antaranya gangguan pada fungsi sel dan munculnya tanda-tanda peradangan. Para peneliti mengamati bagaimana respons sel saat bersentuhan dengan cairan rokok elektrik. Efek yang paling kentara terlihat pada cairan dengan rasa kayu manis.<\/p>\n\n\n\n

Baca: Riset Kesehatan Rokok Elektrik<\/a><\/p>\n\n\n\n

Sekelompok ahli kardiovaskular dari University of Massachusetts menganjurkan peneliti agar melakukan uji rokok elektrik atau vape lebih yang beraroma. Karena sumsi sementara, produk vape atau rokok elektrik yang beraroma dan punya pilihan rasa lebih berbahaya dari pada rokok vape natural. Namun yang banyak beredar dipasaran, justru yang beraroma dan berasa buah-buahan, dari pada yang natural. <\/p>\n\n\n\n

Studi pada 2018 lalu menunjukkan, penggunaan rokok elektrik harian berisiko terhadap serangan jantung, meski dengan probabilitas yang lebih rendah daripada perokok tembakau. Menurut dr Lawrence Phillips pakar kardiovaskular NYU Langone Health mengatakan \u201cKita melihat semakin banyak bukti bahwa rokok elektrik berhubungan dengan peningkatan risiko serangan jantung\u201d.<\/p>\n\n\n\n

Dari hasil pakar dan hasil studi di atas menegaskan bahwa keberadaan rokok vape atau rokok elektrik, resikonya sangat besar. Bahan utama rokok vape atau elektrik yang paling besar memberikan efek negatif pada tubuh manusia adalah cairan perasa. Akibat cairan perasa dalam rokok elektrik  atau vape termasuk merek JUUL beresiko terjadi peradangan, terjangkit penyakit jantung dan paru-paru akut, selanjutnya berakibat kematian. <\/p>\n\n\n\n

Untuk itu, demi masa depan bangsa Indonesia harusnya ada regulasi pelarangan peredaran rokok elektrik atau vape yang nyata-nyata telah ada kasus dengan didukung beberapa riset dan studi tentang konten rokok elektrik atau vape, yang hasilnya mempunyai resiko tinggi dapat menyebabkan penyakit berujung kematian.         
<\/p>\n","post_title":"Perokok Elektrik Berisiko Besar Terjangkit Penyakit Mematikan","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"perokok-elektrik-berisiko-besar-terjangkit-penyakit-mematikan","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-08-28 09:40:09","post_modified_gmt":"2019-08-28 02:40:09","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5999","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5979,"post_author":"877","post_date":"2019-08-21 09:57:26","post_date_gmt":"2019-08-21 02:57:26","post_content":"\n

Pemerintah berencana akan menerbitkan aturan simplifikasi layer cukai pada Oktober-Desember 2019. Jika benar terjadi, tindakan pemerintah itu sama saja membunuh secara perlahan industri kretek nasional. <\/p>\n\n\n\n

Jika dipikir-pikir, kebijakan simplifikasi layer cukai sangat menguntungkan industri rokok asing. Lalu apa bedanya pemerintah dengan LSM\/NGO yang getol memerangi peredaran rokok?. Nyatanya sama-sama ditunggangi kepentingan asing. Bedanya mungkin, pemerintah ditunggangi kepentingan industri rokok investor asing, kalau LSM\/NGO antirokok ada kepentingan farmasi yang berpusat di Amerika. Tapi jika dirunut dengan teliti, dua kepentingan asing tersebut yang terlihat beda, ada kemungkinan mengerucut pada satu titik yang sama. Tak lain membunuh rokok kretek asli Indonesia.<\/p>\n\n\n\n

Sebelum masuk ranah penjelasan yang sederhana tentang simplifikasi layer CHT, dampak yang ditimbulkan dan maksudnya. Terlebih dahulu perlu diuraikan makna simplifikasi, layer dan cukai secara berkesinambungan. Simplifikasi punya arti penyederhanaan, awalnya banyak dijadikan lebih sedikit, kecil, ramping dan ringkas. Tentunya, cara yang harus ditempuh dalam penyederhaan bisa jadi menggabungkan, bisa jadi dibuang\/dipotong salah satu, bisa jadi kedua-duanya dijalankan. Hubungan simplifikasi dengan industri rokok, penjelasannya di belakang setelah uraian tentang layer dan cukai.<\/p>\n\n\n\n

Layer bisa disebut dengan ungkapan lapisan, golongan, kelas, dan mungkin bisa dikatakan tingkatan. Varian rokok banyak sekali; ada rokok putih atau disebut sigaret putih mesin (SPM), ada sigaret kretek mesin (SKM), Ada sigaret kretek tangan (SKT). Ada rokok filter (ada busa) dan non filter (tidak ada busa). Ada juga rokok bercengkeh disebut kretek dan non cengkeh (tembakau saja) disebut putihan. Ada lagi rokok kretek dinamakan mild. Dari varian tersebut dibagi menjadi beberapa layer atau golongan, untuk penyesuaian pembayaran pajak cukai. Untuk mempermudah pemahaman, layer dibahasakan sebagai golongan industri rokok besar, menengah dan kecil. Sedangkan, cukai adalah pungutan pemerintah sebagai pajak. <\/p>\n\n\n\n

Nah, kira-kira uraian maknanya perkata sudah jelas. Sekarang uraian tersebut dihubungkan semua dengan rencana pemerintah kedepan untuk pungutan pajak rokok. Rencana pemerintah yang dimaksud simplikasi layer CHT, ingin menyederhanakan atau menggabungkan antara SPM dan SKM, dilebur manjadi satu golongan. Aslinya dibedakan, karena memang berbeda. SPM lebih tinggi pungutan pajaknya dari [ada SKM. SPM bukan asli produk Indonesia dan cenderung impor, dan yang punya bukan pribumi. Bahan bakunyapun tidak menggunakan tembakau Indonesia. Sangat jauh berbeda dengan SKM, industri yang padat karya dan menggunakan bahan baku lokal. Dan yang paling istimewa perbedaannya, tak lain adalah kemunculan SKM diciptakan oleh pribumi dengan mencampur tembakau dan cengkeh dalam satu batang rokok. Kemudian rokok cmpuran tersebut dinamai kretek. <\/p>\n\n\n\n

Rokok kretek terus berkembang dan inovatif seperti penjelasan di atas, ada filter, non filter, mesin, tangan, mild dan klobot. Kretek klobot tidak bercukai, karena keberadaannya hampir punah, sedikit sekali pabrikan membuat jenis klobot. Klobot satu-satunya rokok yang memakai bungkus daun jagung yang telah dikeringkan, kemudian di ikat pakai benang. Sehingga untuk kretek klobot ada pengecualian, tidak masuk dalam kategori jenis kretek di atas. <\/p>\n\n\n\n

Semua jenis kretek saat ini diproduksi oleh industri. Secara sederhana industri terbagi tiga macam, industri besar, menengah dan kecil. Paling kecil kategori industri kretek, telah mempunyai gudang untuk operasi pembuatan rokok kretek dengan luas minimal 200m2<\/sup>. Jadi, sekarang ini tidak ada lagi industri rokok kretek skala rumahan (home industri) seperti dulu lagi. <\/p>\n\n\n\n

Dari penjelasan di atas, sekarang sudah paham varian jenis rokok kretek asli produk Indonesia. Apapun bentuknya, jika rokok menggunakan campuran tembakau dan cengkeh itulah dinamakan rokok kretek, termasuk jenis mild. Dewasa ini jenis mild sangat disukai dipasaran. Hingga semua industri berlomba-lomba bikin mild. Munculnya mild tidak lain karena tuntutan dari aturan pemerintah yang membatasi nikotin dan tar. Sehingga konten tembakau mild lebih banyak memakai tembakau jenis Virginia. <\/p>\n\n\n\n

Jangan salahkan industri\/pabrikan jika makin lama kuota impor tembakau naik. Karena dibentuk oleh aturan pemerintah dan peningkatan permintaan pasar mild. Kalau begitu yang salah siapa? tentunya pemerintah yang membuat aturan low nikotin dan tar. Sulit sekali tembakau lokal untuk memenuhi batasan low nikotin dan tar sesuai aturan pemerintah. Pada akhirnya mau tidak mau industri\/pabrikan membutuhkan tembakau jenis Virginia yang sulit tumbuh dengan baik di bumi nusantara ini. Lalu apa yang dilakukan industri\/pabrikan rokok, ya impor lah. Tapi industri\/pabrikan masih sangat membutuhkan tembakau lokal. Selain sebagai bahan campuran rokok kretek mild, tembakau lokal dibuat memproduksi rokok bukan mild. <\/p>\n\n\n\n

Untuk rokok kretek mild, semuanya diproduksi memakai mesin, sedangkan selain mild ada yang pakai mesin ada yang pakai tangan. Dengan isu simplikasi layer CHT SPM dan SKM, ada dua kemungkinan. Pertama; bisa jadi SPM diturunkan levelnya disesuaikan dengan SKM. Kedua; atau SKM dinaikkan levelnya sesuai SPM. Keduanya sangat merugikan industri kretek asli produk Indonesia berupa SKM. Kalau yang pertama, keuntungan SPM (industri asing) harganya disamakan SKM, sehingga persaingan penjualan dipasaran relatif mudah, sehingga SKM sangat dirugikan. Jika demikian, pemerintah tidak melindungi industri nasional (lokal), dengan meliarkan persaingannya dipasaran sangat ketat. <\/p>\n\n\n\n

Kemungkinan yang kedua, juga demikian, sangat merugikan SKM, karena levelnya naik mengikuti SPM. Jika demikian, sangat memberatkan SKM, apalagi pangsa rokok kretek ditahun-tahun terakhir ini merosot tajam penjualannya. Kemerosotan penjualan rokok kretek juga pengaruh dari kebijakan pemerintah dan oknum (anti rokok) yang selalu merecoki industri kretek, seperti pungutan cukai naik,  pelarangan iklan, membuat isu yang dibuat-buat tanpa dasar dan lain sebagainya. Apakah keadaan industri kretek nasional saat ini, pemerintah masih memejamkan mata dan akan memberlakukan simplikasi layer CHT?. Jika demikian, sama saja pemerintah membunuh industri\/pabrikan kretek nasional dengan pelan-pelan. <\/p>\n\n\n\n

Jangan salahkan industri\/pabrikan rokok kretek jika pelan-pelan merumahkan karyawannya karena merugi bahkan tidak beroperasi. Jika pembelian bahan baku rokok kretek (tembakau dan cengkeh) menurun dan ribuan juta petani merugi, dan masih banyak lagi efek dampaknya ke segala lini yang menggantungkan hidupnya berhubungan dengan sektor pertembakauan. Pemerintah harus bertanggungjawab atas dampak tersebut, jangan asal cuci tangan jika dampak negatif terjadi. Karena pemerintahlah yang bikin aturan. <\/p>\n\n\n\n

Untuk itu, kedepan pemerintah harus hati-hati dan jeli dalam memutuskan dan memberlakukan kebijakan untuk kepentingan sektor pertembakauan. Karena, yang sudah-sudah, kebijakan pemerintah pada sektor pertembakauan tidak mengakomodir kepentingan industri nasional, cenderung mengakomodir kepentingan industri asing. Baik pemerintah, industri kretek, petani tembakau dan cengkeh serta masyarakat Indonesia harus berdaulat, saling menjaga dan saling melindungi untuk kepentingan bersama, menjadi bangsa yang besar dan kuat tanpa disetir Negara lain (asing). Inilah makna kemerdekaan yang sesungguhnya di era melenial.
<\/p>\n","post_title":"Kebijakan Simplifikasi Layer Cukai Adalah Rencana Pembunuhan terhadap Kretek","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"kebijakan-simplifikasi-layer-cukai-adalah-rencana-pembunuhan-terhadap-kretek","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-08-21 09:57:34","post_modified_gmt":"2019-08-21 02:57:34","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5979","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5956,"post_author":"877","post_date":"2019-08-14 11:00:51","post_date_gmt":"2019-08-14 04:00:51","post_content":"\n

Komisioner Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) Sitty Hikmawatty sesat pikir saat mengatakan bahwa program audisi beasiswa bulutangkis sebagai ajang ekploitasi anak. KPAI mempermasalahkan tulisan Djarum di kaos olahraga, karena sebagai ajang promosi brand rokok. Disini KPAI gagal faham membedakan antara Djarum Foundation dan Djarum industri rokok. <\/p>\n\n\n\n


Djarum Foundation sebagai wujud bhakti terhadap Bangsa dan Negara, sehingga prakteknya Djarum Foundation mengeluarkan uang, bukan mencari keuntungan. Ketika dikatakan sebagai ajang promosi produk rokok, sudah ditampik dan sudah dijelaskan secara detail pengurus Djarum Foundation, bahwa program yang dijalankan jauh dari niatan promosi produk rokok. Kalaupun ada tulisan Djarum di kaos olahraga, memang sejarahnya dari dulu sebagai nama clubnya. <\/p>\n\n\n\n


Sitty Hikmawatty sebagai komisioner KPAI, harusnya cerdas menyikapi hal tersebut. Harusnya ada apresiasi pada Djarum yang sadar akan kewajibannya, andil dalam pengembangan bakat bagi anak-anak. Dan apa yang telah dilakukan Djarum Foundation tidaklah mudah, membutuhkan tenaga dan matriil begitu besar. Sekarang pertanyaannya, siapa dan industri pribumi mana yang berani melakukan seperti itu?, bahkan KPAI pun tidak akan berani membuat program pencarian bakat secara intensif dan masif. <\/p>\n\n\n\n


KPAI harusnya faham makna perlindungan bagi anak, jangan hanya dimaknai secara sempit, semisal anak juga butuh perlindungan dari kebodohan dan kebutuhan lain yang sifatnya sangat mendesak. Nyatanya masih banyak anak \u2013anak yang tidak sekolah karena tidak mampu, masih banyak anak-anak yang hidup terlantar di Jalan, masih banyak anak-anak sebagai obyek makanan ringan yang bahannya membahayakan bagi tubuh. Dimana dan apa yang sudah dilakukan KPAI untuk melindungi anak tersebut?. Masih banyak masalah anak yang sangat penting dan krusial harus dikerjakan KPAI, dari pada mengurusi tulisan club Djarum dalam program audisi Djarum Foundation.<\/p>\n\n\n\n


Belum lagi, katanya KPAI akan mengambil langkah mengundang Kepala Daerah, dimana kotanya dibuat ajang audisi tersebut. Kalau nanti benar terjadi, menandakan kinerja KPAI tidak efektif. Masalah anak yang paling penting tidak terurus, dan selalu bergejolak di masyarakat kelas bawah. Sekali lagi seperti tidak sekolah karena orang tuanya tidak mampu atau orang tuanya meninggal dunia, walaupun sekolah katanya gratis, akan tetapi dampak lain timbul seperti halnya masalah ekonomi, akhirnya anak-anak mendingan cari uang untuk hidup sehari-hari dari pada sekolah. Anak-anak suka beli jajan (makanan ringat) di toko maupun dipinggir jalan yang mengandung bahan membahayakan bagi pertumbuhan anak. Di perempatan jalan atau lampu merah banyak anak-anak yang hidupnya menggelandang tanpa tujuan. Ini riil dan nyata di hadapan mata kita tiap hari. <\/p>\n\n\n\n


Tapi anehnya KPAI saat ini malah lebih intens mengurusi hal yang tidak penting degan melarang audisi pencarian bakat bulutangkis oleh Djarum Foundation. KPAI cenderung gagal faham dalam memahami, menafsiri, dan mensikapi hal tersebut. Anehnya lagi, apa yang dilakukan KPAI sampai ngotot. <\/p>\n\n\n\n


Kalau mau melarang program audisi Djarum Foundation, tunjukkan dulu KPAI punya program pencarian bakat seperti Djarum Foundation lakukan. Jangan seenaknya KPAI, melarang-larang tanpa solusi konkret dengan dalil perlindungan. Lucunya, KPAI dengan dalil perlindungan anak mengatakan, audisi pencarian bakat bulutangkis yes, ajang promosi no. Kalau dipahami, KPAI ingin audisi Djarum Foundation tetap jalan, tapi tulisan Djarum dihilangkan. Ini sama saja, tidak boleh menulis atau memaparkan nama club. Sedangkan pencantuman nama club sangat penting sebagai identitas dan jati diri. <\/p>\n\n\n\n


Kegiatan perlindungan untuk anak adalah pekerjaan yang sangat mulia kalau benar-benar dilakukan. KPAI, sebagai lembaga dengan memapang langsung tulisan perlindungan anak akan lebih mulia jika programnya konkret. Seperti lembaga sekolah negeri atau swasta, tanpa memakai kata-kata perlindungan, sekolah tersebut mendidik anak melindungi anak dari kebodohan untuk kesiapan masa depan. Audisi pencarian bakat bulutangkis Djarum Foundation pun demikian, kegiatannya konkret menyiapkan atlet olahraga bulutangkis. Dan apa yang telah dilakukan Djarum Foundation dengan audisinya sangat beda dari bentuk promosi. Berbeda dengan pelibatan anak-anak untuk promosi produk, murni tujuannya agar produknya laku. Apalagi produk yang ditawarkan untuk kebutuhan anak. Contohnya banyak sekali beredar iklan-iklan yang terpampang di pinggir jalan, di media sosial, bahkan di stasiun televisi, hal ini kayaknya lolos dari bahasan KPAI.<\/p>\n\n\n\n


Belum lagi, tanpa disadari lembaga KPAI juga menumpang hidup dari anak-anak. Kemana-mana membawa nama anak-anak untuk kegiatannya, bahkan sampai untuk menggalang donasi. Namun kegiatan yang betul-betul sangat dibutuhkan anak-anak belum atau bahkan tidak tersasar dan tidak menjadi prioritas. Sehingga, program KPAI untuk perlindungan anak dipastikan tidak efektif. Buktinya, KPAI membuat masalah yang sederhana dibuat rumit, seperti mempermasalahkan tulisan Djarum sebagai club dalam ajang audisi pencarian bakat Djarum Foundation Bhakti Olahraga. Jelas-jelas untuk kepentingan masa depan anak, dengan meningkakan minat dan bakat anak dalam olahraga atas dasar suka dan tidak ada paksaan.
Kata kunci pendidikan bagi anak adalah bermain, senang atau suka, sesuai keinginan, dan untuk bekal hidup selanjutnya. Jika KPAI mempermasalahkan tulisan club Djarum, yang dianggap sebagai ajang promosi dan ekploitasi anak, alasan tersebut tidak benar dan tanpa dasar. Seperti halnya penjelasan di atas, audisi pencarian bakat bulutangkis Djarum Foundation, jauh dari promosi dan ekploitasi. Tujuan utama audisi tidak lain memberikan bekal dan pendidikan bagi anak sesui keinginannya, anak belajar dengan senang, gembira, dan bermain. <\/p>\n\n\n\n


Jika kemudian KPAI dan lembaga lain yang mengatasnamakan peduli anak, melarang kegiatan audisi pencarian bakat olah raga bulutangkis yang dilakukan Djarum Foundation, sama dengan menghalangi anak Indonesia mengembangkan minat dan bakatnya sesuai keinginan, menghalangi anak Indonesia belajar sambil bermain dan gembira, menghalangi anak Indonesia untuk mendapatkan bekal hidup selanjutnya, menghalangi anak Indonesia untuk mewujudkan cita-cita. Apa yang dilakukan KPAI dan lembaga lain tersebut, sangat bertentangan dengan cita-cita Bangsa, dan cita-cita pendidikan bagi anak di Indonesia. <\/p>\n","post_title":"Sesat pikir KPAI Melarang Audisi Pencarian Bakat Bulutangkis Anak-Anak","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"sesat-pikir-kpai-melarang-audisi-pencarian-bakat-bulutangkis-anak-anak","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-08-14 11:00:58","post_modified_gmt":"2019-08-14 04:00:58","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5956","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5949,"post_author":"877","post_date":"2019-08-12 08:28:29","post_date_gmt":"2019-08-12 01:28:29","post_content":"\n

Kurban tidak semata-mata hanya menyembelih hewan, dibaliknya ada kisah indah yang bisa sebagai bahan renungan dan pengingat bagi semua. Pada kisah qurban, terdapat peran anak usia dini yang akhirnya dikenang umat Islam sedunia sepanjang masa dan juga dapat mengangkat harkat martabat keluarganya dihadapan Tuhan. Selama anak suka bahkan bahagia menjalankan perannya untuk kepentingan dirinya sendiri kedepan dan mengangkat harkat martabat keluarganya dengan bimbingan yang baik, maka hal tersebut sah-sah saja tidak ada larangan.\u00a0<\/p>\n\n\n\n

Kemarin, pada tanggal 11 Agustus 2019 hari Minggu, tepatnya pada tanggal 10 dzulhijjah 1440 M., dipagi hari umat Islam terlihat berbondong-bondong ada yang ke masjid ada yang kelapangan, tidak lain menjalankan ibadah sholat Idul Adha, atau biasa disebut hari raya qurban. Selain melakukan sholad, umat Islam merayakannya dengan menyembelih hewan qurban, seperti unta tradisi di Timur Tengah, sedangkam di Indonesia menyembelih sapi atau kerbau. Khusus di Kudus kota Kretek rerata menyembelih kerbau, sapi bagi sebagian besar masyarakat Kudus tidak mau menyembelih. Cerita yang beredar di masyarakat turun menurun, pelarangan menyembelih sapi sejak zaman kewalian yaitu Sunan Kudus sebagai penghormatan terhadap agama lain yang beranggapan hewan sapi sebagai hewan yang suci.<\/p>\n\n\n\n

Kembali ke Idul Adha, diceritakan oleh para Ulama\u2019 ada kisah tentang Nabi Ibrahim yang akan mengorbankan putranya yang masih kecil namanya Ismail (besarnya menjadi Nabi). Ceritanya Nabi Ibrahim saat tidur bermimpi, ia diperintah Tuhan untuk menyembelih putranya bernama Ismail. Saat bangun, ia merenung, berfikir sambil bertanya dihati, benarkah ini perintah Tuhan?. Kali pertama mimpinya ini, ia masih ragu antara benar perintah Tuhan atau tidak. Mimpi yang direnungkan dan difikir terjadi pada malam tanggal 08 dzulhijjah,disebut hari tarwiyah<\/em>.\u00a0<\/p>\n\n\n\n

Baca: Tinjauan Kritis Atas Larangan Iklan dan Sponshorship dengan Mencantumkan Logo, Brand Image, dan Identitas CSR Sebuah Perusahaan<\/a><\/p>\n\n\n\n

Pada malam tanggal 09 dzulhijjah Nabi Ibrahim mimpi lagi dengan perintah yang sama. Mimpi kali kedua, Nabi Ibrahim merasa yakin kalau benar-benar perintah Tuhan. Pada mimpi kedua disebut hari arafah<\/em>. Pada tanggal 10 dzulhijjah, hari Nabi Ibrahim melaksanakan perintah Tuhan untuk menyembelih Ismail (putranya), yang kemudian disebut  hari nakhr <\/em>(biasa disebut nahar bagi orang Indonesia). <\/p>\n\n\n\n

Cerita KH. Sya\u2019roni, saat pagi hari pada tanggal 10 dzulhijjah Nabi Ibrahim menyuruh istrinya bernama Siti Hajar (ibu kandung Ismail) untuk memandikan Ismail setelah itu memakaikan pakaian yang bagus-bagus, dengan alasan mau diajak jalan-jalan. Siti Hajar melaksanakan sesuai perintah suaminya, sembari menunggu istrinya selesai, Nabi Ibrahim mengasah pisaunya\/pedangnya. <\/p>\n\n\n\n

Ismail sudah siap, diajaklah jalan jalan bapaknya (Nabi Ibrahim) menuju bukit Mina di Makkah, dengan niatan mau disembelih sesui perintah Tuhan. Di tengah perjalanan, Nabi Ibrahim dihadang iblis yang berwujud manusia, dengan mengatakan Ibrahim, anakmu itu ganteng, tega kamu sembelih, urungkan niatmu. Nabi Ibrahim tidak menjawab, malah mengambil batu kecil 7 butir, kemudian batu kecil tersebut dilemparkan ke arah iblis tersebut, sambil mengatakan, pergi kamu Iblis. Nabi Ibrahim tetap melanjutkan perjalannya, dan dihadang Iblis lagi kali kedua, Nabi Ibrahim mengambil batu kecil lagi dilempar ke iblis. Kemudian Nabi melanjutkan perjalannya, dihadang iblis lagi kali ketiga, seperti penghadangan yang pertama dan kedua, Nabi mengambil batu kecil dan dilemparkan ke arah iblis, lalu Nabi Ibrahim lanjut lagi. Inilah cerita, yang menjadi cikal bakal adanya jumroh ula, jumroh wustho dan jumroh aqobah. Tiap ibadah haji jumroh ini harus diperagakan seperti halnya apa yang telah dilakukan Nabi Ibrahim dengan maksud melawan dan melempar iblis dengan batu agar tidak mengganggu..  <\/p>\n\n\n\n

Sesampainya di puncak bukit Mina, Nabi Ibrahim menceritakan mimpinya dan mengatakan maksud dan tujuannya mengajak Ismail jalan-jalan. Selesai Nabi Ibrahim cerita, kemudian Ismail berkata pada bapaknya, untuk segera menjalankan perintah Tuhan. Pada saat menyembebelih, pisau\/pedang Nabi Ibrahim tidak bisa melukai kulit Ismail, karena Nabi Ibrahim masih gelisah dan menangis saat melihat wajah Ismail. Kemudian Ismail berkata, mungkin karena bapak melihat wajahku, hingga tidak tega menyembelih, lalu Ismail membalikkan badannya memposisisikan badannya telungkup. Lalau Nabi Ibrahim dengan kesiapan hati melakukan penyembelihan yang kedua, lagi-lagi pisau\/pedangnya tidak mampu melukai kulit leher Ismail. Dengan bingung karena tidak berhasil menyembelih Ismail, turunlah Malaikat Jibril dengan membawa kambing, digantikannya Ismail dengan kambing tersebut. Bersamaan dengan turunnya wahyu Tuhan yang menjelaskan keduanya telah lulus  dari ujian. Kemudian Nabi Ibrahim membaca takbir \u201cAllahu Akbar\u201d<\/em> 3x, disaut Ismail dengan .membaca \u201cLaa ilaaha illahhu wallahu akbar<\/em>\u201d, diakhiri Malikat Jibril dengan bacaan \u201cAllahu Akbar walillahil Hamd<\/em>\u201d, dilanjutkan dengan menyembelih kambing bawaan malaikat jibril.<\/p>\n\n\n\n

Ada cerita lucu setelah Nabi Ibrahim selesai menyembelih kambing, Nabi Ibrahim bertanya pada Ismail, siapa yang paling dermawan diantara kita? Ismail menjawab, saya. Tidak bisa kata Nabi Ibrahim, saya yang paling dermawan, karena akan mngorbankan anak yang kucintai. Ismail berkata, tidak bisa, saya yang dermawan, karena bapak punya dua anak, kalau saya dikorbankan, masih punya anak satu, lalu malaikat berkata, tidak bisa, saya yang dermawan karena saya sudah kehilangan kambing satu.\u00a0\u00a0<\/p>\n\n\n\n

Baca: Kegagalan Lakpesdam PBNU dalam Melihat Produk Tembakau Alternatif<\/a><\/p>\n\n\n\n

Keterangan dalam kitab tafsir  \u201cTanwirul Adhan<\/em>\u201d penjelasan dari surat As-Saffat ayat 102 bahwa usia Ismail saat itu 13 tahun ada juga Ulama\u2019 yang mengatakan umur 7 tahun. ada riwayat lain yang mengatakan umur Ismail saat itu 14 tahun. Pada intinya saat kejadian kisah penyembelihan, Ismail masih usia anak-anak, ia dengan senang hati dan ikhlas, menjalani perannya.  <\/p>\n\n\n\n

Dari sejarah singkat qurban yang ektrim di atas, kira-kira pendapat KPAI apakah mendukung apa yang telah di lakukan Nabi Ibrahim?, atau sebaliknya mendukung Iblis yang menghalangi Nabi Ibrahim yang akan menjalankan kewajibannya sebagai hamba?. Saya yakin KPAI akan mendukung Nabi Ibrahim, tidak mendukung langkah Iblis. 
<\/p>\n\n\n\n

Walaupun ktidak persis, tapi hampir mirip kisah qurban diatas dengan audisi oleh Djarum Foundation yang melibatkan. Program audisi bulutangkis usia anak-anak Djarum Foundation, tidak lain ikut serta program pemerintah dalam mencerdaskan bangsa melalui pencarian bakat sedini mungkin. Anak-anak yang berbakat bulutangkis tentunya yang terjaring dalam audisi, dididik dengan penuh semangat oleh Djarum Foundation Bhakti olahraga. Buktinya, anak-anak tersebut disekolahkan formal, dilatih bulu tangkis dengan disiplin dan penuh tanggungjawab, tanpa dipungut biaya apapun, bahkan semua kebutuhan anak-anak tercukupi dengan baik. Pola didiknya, seperti pola pendidikan sekolah lainnya, anak-anak dididik dan diajar agar berpretasi, setidaknya punya pengetahuan, pengalaman dan keahlian sebagai bekal masa depan. Disisi lain, ternyata anak-anak yang terjaring audisi merasa sangat gembira, senang dan bangga bisa terpilih. Mereka dapat mengembangkan bakatnya, dan mendapatkan pendidikan sekolah dengan gratis.<\/p>\n\n\n\n

Tujuan utama Djarum Foundation mencari bibit unggul pebulutangkis Indonesia, yang selama ini sebagai salah satu olahraga kebanggaan masyarakat Indonesia atas banyaknya prestasi yang di peroleh. Program Djarum Foundation Bhakti olahraga jauh dari niatan ekploitasi anak untuk promosi, yang ada ekploitasi anak untuk kejayaan olah raga bulutangkis bangsa Indonesia. <\/p>\n\n\n\n

Juga, program Djarum Foundation audisi bulutangkis adalah salah satu bentuk kesadaran dan kewajibannya membangun bangsa dengan melibatkan anak-anak. Lalu apa yang salah dari Djarum Foundation Bhakti Olahraga, jelas-jelas telah menghibahkan fasilitas, pikiran hingga dana untuk kepentingan kejayaan bangsa Indonesia, melalui olahraga. Pemerintah harus mendukung program tersebut, begitupun KPAI. KPAI jangan sampai menjadi penghalang, seperti halnya penghalang Nabi Ibrahim dalam kisah di atas.  
<\/p>\n","post_title":"Refleksi Kisah Kurban sebagai Bahan Pengingat KPAI","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"refleksi-kisah-kurban-sebagai-bahan-pengingat-kpai","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-08-12 08:30:31","post_modified_gmt":"2019-08-12 01:30:31","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5949","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5936,"post_author":"877","post_date":"2019-08-06 10:53:42","post_date_gmt":"2019-08-06 03:53:42","post_content":"\n

Masalah peredaran rokok di Indonesia, pemerintah cenderung mengambil langkah aman. Sudah saatnya pemerintah harus tegas menentukan sikap pelarangan atau membolehkan peredaran rokok di tengah-tengah masyarakat. <\/p>\n\n\n\n

Sikap pemerintah sampai saat ini menimbulkan pro dan kontra. Di satu sisi pemerintah melalui Kementrian Kesehatan membuat aturan pembatasan dan pelarangan beredarnya rokok, bahkan melarang adanya iklan rokok dan mengatur packaging<\/em> dengan bermacam gambar dan peringatan yang menggelian. Di sisi lain, pemerintah mendorong peningkatkan pendapatan Negara, mendorong peningkatan ekonomi rakyat, mendorong peningkatan produktivitas rakyat dan daya saing di pasar internasional, dan mendorong pengentasan kemiskinan.<\/p>\n\n\n\n

Sekarang, efek sikap pemerintah di atas meluas kemana-mana, mulai dari isu penyederhanaan layer atau penggabungan golongan industri rokok, isu pelarangan iklan rokok di media sosial karena pengguna media sosial banyak anak-anak, sampai pada pelarangan audisi pencari bakat bulu tangkis yang dilakukan Djarum Foundation dengan alasan ekploitasi anak. Ini semua adalah beberapa agenda untuk pengendalian rokok dan tembakau di Indonesia yang alasannya sudah dipatahkan dengan data yang lebih akurat.<\/p>\n\n\n\n

Semisal, yang pro dapat menceritakan dan meruntutkan agenda pengendalian rokok dan tembakau di Indonesia sebagai agenda politik dagang internasional. Semua program pengendalian rokok dan tembakau di Indonesia mengadopsi dari program World Health Organization (WHO) organisasi program dunia yang mendapatkan sokongan dana dari industri farmasi.\u00a0<\/p>\n\n\n\n

Baca:
Ada Campur Tangan Bloomberg dalam Surat Edaran Menkes terkait Pemblokiran Iklan Rokok <\/a><\/p>\n\n\n\n

WHO tidak semata-mata bertujuan demi meningkatkan taraf kesehatan penduduk. Di sini WHO sebagai ujung tombak industri farmasi. Terjadi peralihan di lingkup kesehatan, dimana dokter dan ilmuwan kesehatan dikuasai perusahan obat (farmasi). Tujuan utamanya tidak lain untuk merebut pasar nikotin dunia, dan menggantikan pemanfaatan nikotin alami dari tembakau dengan produk rekayasa nikotin yang telah dikantongi hak patennya. Keterlibatan WHO memuluskan tujuan industri farmasi tersebut dengan mendorong negara-negara di dunia untuk memberlakukan kebijakan sesuai kerangka kesehatan, tanpa mempertimbangkan peran sosial, ekonomi, politik dan budaya. Walaupun alasan kesehatan yang dibangun ternyata tidak 100% benar dan terkesan dipaksakan. Negara yang menjadi sasaran utama adalah Negara yang berkembang, seperti Indonesia, China, Bangladesh, India, Rusia, Mesir, Thailand, Filipina dan Brazil. <\/p>\n\n\n\n

Untuk menguasai pasar nikotin di dunia, industri farmasi mendapatkan sokongan dana dari bloomberg initiative. Karena salah satu direktur dari persekutuan perusahaan farmasi dunia bernama William R. Brody punya kedekatan dengan bloomberg initiative, selain teman karib juga posisinya sebagai penasehat. <\/h4>\n\n\n\n

Tidak mengherankan jika pendukung program pengendalian rokok dan tembakau di Indonesia mendapatkan sokongan dana dari bloomberg initiative termasuk lembaga yang bergerak untuk perlindungan anak, salah satunya Komnas Perlindungan Anak Indonesia (KPAI). Apapun bentuk lembaganya, selama mendapatkan kucuran dana bloomberg initiative, program utamanya harus sinergi dengan program bloomberg initiative dan rezim kesehatan dunia (WHO) yaitu pengendalian tembakau dan rokok, terutama rokok kretek asli Indonesia.<\/p>\n\n\n\n

Ada sekitar lebih dari 20an lembaga di Indonesia mendapatkan sokongan dana langsung maupun tidak langsung dari bloomberg initiative. Lembaga-lembaga tersebut bervarian, ada lembaga yang bergerak dalam pendidikan, bergerak pemberantasan korupsi, bergerak dalam kesehatan, bergerak perlindungan konsumen, bergerak melindungi anak, bahkan sampai pada lembaga agama. Numun pada intinya leading sector<\/em> yaitu sektor potensial yang dapat\u00a0menggerakkan agenda pengendalian tembakau dan rokok di Indonesia ada pada rezim kesehatan dalam hal ini Kementerian Kesehatan. Dengan menggunakan dalil kesehatan yang mulia, agenda bloomberg initiative dan farmasi berselancar dengan baik di Indonesia. \u00a0<\/p>\n\n\n\n

Baca:
Tinjauan Kritis Atas Larangan Iklan dan Sponshorship dengan Mencantumkan Logo, Brand Image, dan Identitas CSR Sebuah Perusahaan<\/a> <\/p>\n\n\n\n

Isu kuat saat ini yang beredar untuk agenda pengendalian tembakau dan rokok di Indonesia salah satunya, KPAI melarang audisi pencarian bakat bulu tangkis sejak dini yang dilakukan Djarum Foundation dengan alasan ekploitasi anak, Kementerian Kesehatan dan KPAI melarang adanya iklan di media sosia karena akan mengakibatkan bertambahnya perokok pemula, penggabungan golongan industri rokok atau penyederhanaan layer tarif cukai rokok yang intinya pengurangan terhadap industri rokok kretek, menaikkan cukai rokok untuk mengurangi peredaran rokok, dan korelasinya rokok dengan kemiskinan bertujuan agar ada kebijakan menghalau laju industri rokok kretek. <\/p>\n\n\n\n

Pemerintah dalam hal ini harus tegas mengambil sikap, untuk kepastian dan masa depan industri rokok kretek asli Indonesia. Dimana sejarah penemuan rokok kretek tidak lain untuk pengobatan yang dilakukan H. Djamhari sebagai obat sakit bengeknya. Karena rokok kretek adalah campuran tembakau dan cengkeh, berbeda dengan rokok non kretek yang hanya memakai tembakau saja. Selama ini, belum ada uji atau riset bahwa rokok kretek berkorelasi signifikan terhadap timbulnya penyakit yang dituduhkan. Kalau menjadi salah satu bagian kecil penyebab penyakit, tentunya ya dan bukan faktor penyebab utama. Itu seperti halnya barang-barang lain yang dikonsumsi manusia secara berlebihan dan hidup tidak seimbang. Termasuk makan nasi, mengkonsumsi gula dan mengkonsumsi lainnya secara berlebihan, tanpa diimbangi olah raga dan istirahat yang cukup. <\/p>\n\n\n\n

Selain itu, posisi industri kretek sangat stategis bagi bangsa Indonesia. Industri kretek membuktikan tetap bertahan setidaknya lebih dari 130 tahun. Disaat industri lain tumbang di zaman kolonial, industri kretek tetap eksis memberikan penghidupan masyarakat Indonesia. Bahkan tergolong industri yang peka zaman, dengan memberikan kontribusi yang sangat besar. Menghidupi setidaknya 6.1 juta jiwa petani cengkeh yang tersebar di 30 provinsi, petani tembakau yang tersebar di 15 provinsi. Menghidupi ribuan karyawan yang bekerja di industri kretek. Mempunyai multiplier<\/em> <\/em>effect<\/em> ke sektor perokonomian lainnya yang berada di sekitar industri kretek. <\/p>\n\n\n\n

Keberadaan industri kretek berkontribusi adanya hak jaminan sosial dan corporate social responsibility<\/em> (CSR), seperti halnya jaminan kesehatan, bhakti pendidikan, bhakti budaya, bhakti olahraga, bhakti lingkungan dan lain sebagainya. Berkontribusi pendapatan Negara melalui setoran cukai, berkontribusi bagi kesehatan publik dari alokasi dana bagi hasil cukai hasil tembakau (DBH-CHT) untuk sarana kesehatan dan pembayaran defisit Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS).  <\/p>\n\n\n\n

Selain itu, adanya industri kretek sebagai cermin kemandirian dan kedaulatan bangsa, karena sebagai pemenuhan kebutuhan pokok rakyat dalam hal ini pendapatan masyarakat sebagai agenda pemberantasan kemiskinan. <\/p>\n\n\n\n

Dengan pertimbangan di atas, diharapkan pemerintah dalam hal ini Presiden memberikan ketegasan, apakah industri rokok nasional tetap berproduksi atau dilarang berproduksi. Kalau tetap berproduksi, pemerintah secara totalitas harus melindunginya mulai kebijakan sampai pada strategi pemasarannya. Andaikan dilarang beroperasi, pemerintah paling tidak harus berani mempersiapkan lapangan pekerjaan lain bagi petani dan buruh tani cengkeh dan tembakau, buruh industri dan mungkin menata perekonomian akibat multiplier<\/em> <\/em>effect<\/em> keberadaan industri kretek. Dan yang terpenting keberadaan industri kretek, sebagai industri nasional sebagai perwujudan agenda prioritas  tujuan Nawa Cita, sehingga jangan sampai digiring dan diatur kepentingan asing melalui rezim kesehatan sebagai leading sector, <\/em>yang belum tentu benar dan terkesan dipaksakan.  
<\/p>\n","post_title":"Ketika Pemerintah Plin-Plan Membuat Regulasi Terkait Dunia Pertembakauan","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"ketika-pemerintah-plin-plan-membuat-regulasi-terkait-dunia-pertembakauan","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-08-06 10:53:48","post_modified_gmt":"2019-08-06 03:53:48","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5936","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":16},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"epic_block_3"};

\n

Hasil penelitian yang diterbitkan dalam Journal of American College of Cardiology pada Mei lalu ini menambah bukti bahwa cairan rokok elektrik dapat menghambat fungsi sel-sel tubuh yang berperan dalam kesehatan jantung. Cairan dalam vape atau rokok elektrik pada akhirnya merusak sel-sel yang melapisi pembuluh darah. <\/p>\n\n\n\n

Keberadaan vape atau rokok elektrik di pasaran sangat membahayakan bagi orang Indonesia, terlebih pemuda-pemuda, yang banyak memilih merokok vape aatau rokok elektri. Menurutnya, selain bentuk kecil, simpel dibawa dan ada aroma buah-buahan sesuai selera. Akan tetapi dibalik bentuknya yang bagus, menyembunyikan banyak penyakit ketika dikonsumsi.\u00a0<\/p>\n\n\n\n

Baca: Kata Siapa Lebih Sehat? Perokok Elektrik Berisiko Terjangkit Penyakit Kardiovaskular<\/a><\/p>\n\n\n\n

Hingga kini CDC masih melakukan investigasi lebih lanjut, dengan mengimbau agar para dokter mengumpulkan data dan sampel bila menemukan pasien dengan gejala penyakit paru serupa, tentunya akibat rokok elektrik atau vape. Bentuk dan merek rokok elektrik dan vape banyak varian dan banyak merek. JUUL termasuk merek rokok elektrik atau vape yang saat ini naik daun.\u00a0<\/p>\n\n\n\n

Ada yang mengatakan bahwa tak tepat membandingkan rokok tembakau dengan rokok elektrik. Ya benar tak tepat, karena rokok elektrik atau vape resikonya sangat tinggi. Sedang rokok tembakau resikonya kecil, apa lagi rokok kretek mungkin resikonya sangat kecil sekali terhadap tubuh. Alasannya, munculnya rokok kretek bertujuan untuk pengobatan sakit bengek, dan tujuannya berhasil. Hingga banyak orang melakukan pemesanan rokok kretek saat itu, rokok kretek belum sebagai industri besar masih bersifat rumahan,  keadaan tersebut sekitar abad 19. <\/p>\n\n\n\n

Dalam studi ini, tim peneliti menemukan bukti efek toksik pada sel-sel yang melapisi pembuluh darah dan melindungi jantung. Beberapa bukti tersebut termasuk di antaranya gangguan pada fungsi sel dan munculnya tanda-tanda peradangan. Para peneliti mengamati bagaimana respons sel saat bersentuhan dengan cairan rokok elektrik. Efek yang paling kentara terlihat pada cairan dengan rasa kayu manis.<\/p>\n\n\n\n

Baca: Riset Kesehatan Rokok Elektrik<\/a><\/p>\n\n\n\n

Sekelompok ahli kardiovaskular dari University of Massachusetts menganjurkan peneliti agar melakukan uji rokok elektrik atau vape lebih yang beraroma. Karena sumsi sementara, produk vape atau rokok elektrik yang beraroma dan punya pilihan rasa lebih berbahaya dari pada rokok vape natural. Namun yang banyak beredar dipasaran, justru yang beraroma dan berasa buah-buahan, dari pada yang natural. <\/p>\n\n\n\n

Studi pada 2018 lalu menunjukkan, penggunaan rokok elektrik harian berisiko terhadap serangan jantung, meski dengan probabilitas yang lebih rendah daripada perokok tembakau. Menurut dr Lawrence Phillips pakar kardiovaskular NYU Langone Health mengatakan \u201cKita melihat semakin banyak bukti bahwa rokok elektrik berhubungan dengan peningkatan risiko serangan jantung\u201d.<\/p>\n\n\n\n

Dari hasil pakar dan hasil studi di atas menegaskan bahwa keberadaan rokok vape atau rokok elektrik, resikonya sangat besar. Bahan utama rokok vape atau elektrik yang paling besar memberikan efek negatif pada tubuh manusia adalah cairan perasa. Akibat cairan perasa dalam rokok elektrik  atau vape termasuk merek JUUL beresiko terjadi peradangan, terjangkit penyakit jantung dan paru-paru akut, selanjutnya berakibat kematian. <\/p>\n\n\n\n

Untuk itu, demi masa depan bangsa Indonesia harusnya ada regulasi pelarangan peredaran rokok elektrik atau vape yang nyata-nyata telah ada kasus dengan didukung beberapa riset dan studi tentang konten rokok elektrik atau vape, yang hasilnya mempunyai resiko tinggi dapat menyebabkan penyakit berujung kematian.         
<\/p>\n","post_title":"Perokok Elektrik Berisiko Besar Terjangkit Penyakit Mematikan","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"perokok-elektrik-berisiko-besar-terjangkit-penyakit-mematikan","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-08-28 09:40:09","post_modified_gmt":"2019-08-28 02:40:09","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5999","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5979,"post_author":"877","post_date":"2019-08-21 09:57:26","post_date_gmt":"2019-08-21 02:57:26","post_content":"\n

Pemerintah berencana akan menerbitkan aturan simplifikasi layer cukai pada Oktober-Desember 2019. Jika benar terjadi, tindakan pemerintah itu sama saja membunuh secara perlahan industri kretek nasional. <\/p>\n\n\n\n

Jika dipikir-pikir, kebijakan simplifikasi layer cukai sangat menguntungkan industri rokok asing. Lalu apa bedanya pemerintah dengan LSM\/NGO yang getol memerangi peredaran rokok?. Nyatanya sama-sama ditunggangi kepentingan asing. Bedanya mungkin, pemerintah ditunggangi kepentingan industri rokok investor asing, kalau LSM\/NGO antirokok ada kepentingan farmasi yang berpusat di Amerika. Tapi jika dirunut dengan teliti, dua kepentingan asing tersebut yang terlihat beda, ada kemungkinan mengerucut pada satu titik yang sama. Tak lain membunuh rokok kretek asli Indonesia.<\/p>\n\n\n\n

Sebelum masuk ranah penjelasan yang sederhana tentang simplifikasi layer CHT, dampak yang ditimbulkan dan maksudnya. Terlebih dahulu perlu diuraikan makna simplifikasi, layer dan cukai secara berkesinambungan. Simplifikasi punya arti penyederhanaan, awalnya banyak dijadikan lebih sedikit, kecil, ramping dan ringkas. Tentunya, cara yang harus ditempuh dalam penyederhaan bisa jadi menggabungkan, bisa jadi dibuang\/dipotong salah satu, bisa jadi kedua-duanya dijalankan. Hubungan simplifikasi dengan industri rokok, penjelasannya di belakang setelah uraian tentang layer dan cukai.<\/p>\n\n\n\n

Layer bisa disebut dengan ungkapan lapisan, golongan, kelas, dan mungkin bisa dikatakan tingkatan. Varian rokok banyak sekali; ada rokok putih atau disebut sigaret putih mesin (SPM), ada sigaret kretek mesin (SKM), Ada sigaret kretek tangan (SKT). Ada rokok filter (ada busa) dan non filter (tidak ada busa). Ada juga rokok bercengkeh disebut kretek dan non cengkeh (tembakau saja) disebut putihan. Ada lagi rokok kretek dinamakan mild. Dari varian tersebut dibagi menjadi beberapa layer atau golongan, untuk penyesuaian pembayaran pajak cukai. Untuk mempermudah pemahaman, layer dibahasakan sebagai golongan industri rokok besar, menengah dan kecil. Sedangkan, cukai adalah pungutan pemerintah sebagai pajak. <\/p>\n\n\n\n

Nah, kira-kira uraian maknanya perkata sudah jelas. Sekarang uraian tersebut dihubungkan semua dengan rencana pemerintah kedepan untuk pungutan pajak rokok. Rencana pemerintah yang dimaksud simplikasi layer CHT, ingin menyederhanakan atau menggabungkan antara SPM dan SKM, dilebur manjadi satu golongan. Aslinya dibedakan, karena memang berbeda. SPM lebih tinggi pungutan pajaknya dari [ada SKM. SPM bukan asli produk Indonesia dan cenderung impor, dan yang punya bukan pribumi. Bahan bakunyapun tidak menggunakan tembakau Indonesia. Sangat jauh berbeda dengan SKM, industri yang padat karya dan menggunakan bahan baku lokal. Dan yang paling istimewa perbedaannya, tak lain adalah kemunculan SKM diciptakan oleh pribumi dengan mencampur tembakau dan cengkeh dalam satu batang rokok. Kemudian rokok cmpuran tersebut dinamai kretek. <\/p>\n\n\n\n

Rokok kretek terus berkembang dan inovatif seperti penjelasan di atas, ada filter, non filter, mesin, tangan, mild dan klobot. Kretek klobot tidak bercukai, karena keberadaannya hampir punah, sedikit sekali pabrikan membuat jenis klobot. Klobot satu-satunya rokok yang memakai bungkus daun jagung yang telah dikeringkan, kemudian di ikat pakai benang. Sehingga untuk kretek klobot ada pengecualian, tidak masuk dalam kategori jenis kretek di atas. <\/p>\n\n\n\n

Semua jenis kretek saat ini diproduksi oleh industri. Secara sederhana industri terbagi tiga macam, industri besar, menengah dan kecil. Paling kecil kategori industri kretek, telah mempunyai gudang untuk operasi pembuatan rokok kretek dengan luas minimal 200m2<\/sup>. Jadi, sekarang ini tidak ada lagi industri rokok kretek skala rumahan (home industri) seperti dulu lagi. <\/p>\n\n\n\n

Dari penjelasan di atas, sekarang sudah paham varian jenis rokok kretek asli produk Indonesia. Apapun bentuknya, jika rokok menggunakan campuran tembakau dan cengkeh itulah dinamakan rokok kretek, termasuk jenis mild. Dewasa ini jenis mild sangat disukai dipasaran. Hingga semua industri berlomba-lomba bikin mild. Munculnya mild tidak lain karena tuntutan dari aturan pemerintah yang membatasi nikotin dan tar. Sehingga konten tembakau mild lebih banyak memakai tembakau jenis Virginia. <\/p>\n\n\n\n

Jangan salahkan industri\/pabrikan jika makin lama kuota impor tembakau naik. Karena dibentuk oleh aturan pemerintah dan peningkatan permintaan pasar mild. Kalau begitu yang salah siapa? tentunya pemerintah yang membuat aturan low nikotin dan tar. Sulit sekali tembakau lokal untuk memenuhi batasan low nikotin dan tar sesuai aturan pemerintah. Pada akhirnya mau tidak mau industri\/pabrikan membutuhkan tembakau jenis Virginia yang sulit tumbuh dengan baik di bumi nusantara ini. Lalu apa yang dilakukan industri\/pabrikan rokok, ya impor lah. Tapi industri\/pabrikan masih sangat membutuhkan tembakau lokal. Selain sebagai bahan campuran rokok kretek mild, tembakau lokal dibuat memproduksi rokok bukan mild. <\/p>\n\n\n\n

Untuk rokok kretek mild, semuanya diproduksi memakai mesin, sedangkan selain mild ada yang pakai mesin ada yang pakai tangan. Dengan isu simplikasi layer CHT SPM dan SKM, ada dua kemungkinan. Pertama; bisa jadi SPM diturunkan levelnya disesuaikan dengan SKM. Kedua; atau SKM dinaikkan levelnya sesuai SPM. Keduanya sangat merugikan industri kretek asli produk Indonesia berupa SKM. Kalau yang pertama, keuntungan SPM (industri asing) harganya disamakan SKM, sehingga persaingan penjualan dipasaran relatif mudah, sehingga SKM sangat dirugikan. Jika demikian, pemerintah tidak melindungi industri nasional (lokal), dengan meliarkan persaingannya dipasaran sangat ketat. <\/p>\n\n\n\n

Kemungkinan yang kedua, juga demikian, sangat merugikan SKM, karena levelnya naik mengikuti SPM. Jika demikian, sangat memberatkan SKM, apalagi pangsa rokok kretek ditahun-tahun terakhir ini merosot tajam penjualannya. Kemerosotan penjualan rokok kretek juga pengaruh dari kebijakan pemerintah dan oknum (anti rokok) yang selalu merecoki industri kretek, seperti pungutan cukai naik,  pelarangan iklan, membuat isu yang dibuat-buat tanpa dasar dan lain sebagainya. Apakah keadaan industri kretek nasional saat ini, pemerintah masih memejamkan mata dan akan memberlakukan simplikasi layer CHT?. Jika demikian, sama saja pemerintah membunuh industri\/pabrikan kretek nasional dengan pelan-pelan. <\/p>\n\n\n\n

Jangan salahkan industri\/pabrikan rokok kretek jika pelan-pelan merumahkan karyawannya karena merugi bahkan tidak beroperasi. Jika pembelian bahan baku rokok kretek (tembakau dan cengkeh) menurun dan ribuan juta petani merugi, dan masih banyak lagi efek dampaknya ke segala lini yang menggantungkan hidupnya berhubungan dengan sektor pertembakauan. Pemerintah harus bertanggungjawab atas dampak tersebut, jangan asal cuci tangan jika dampak negatif terjadi. Karena pemerintahlah yang bikin aturan. <\/p>\n\n\n\n

Untuk itu, kedepan pemerintah harus hati-hati dan jeli dalam memutuskan dan memberlakukan kebijakan untuk kepentingan sektor pertembakauan. Karena, yang sudah-sudah, kebijakan pemerintah pada sektor pertembakauan tidak mengakomodir kepentingan industri nasional, cenderung mengakomodir kepentingan industri asing. Baik pemerintah, industri kretek, petani tembakau dan cengkeh serta masyarakat Indonesia harus berdaulat, saling menjaga dan saling melindungi untuk kepentingan bersama, menjadi bangsa yang besar dan kuat tanpa disetir Negara lain (asing). Inilah makna kemerdekaan yang sesungguhnya di era melenial.
<\/p>\n","post_title":"Kebijakan Simplifikasi Layer Cukai Adalah Rencana Pembunuhan terhadap Kretek","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"kebijakan-simplifikasi-layer-cukai-adalah-rencana-pembunuhan-terhadap-kretek","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-08-21 09:57:34","post_modified_gmt":"2019-08-21 02:57:34","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5979","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5956,"post_author":"877","post_date":"2019-08-14 11:00:51","post_date_gmt":"2019-08-14 04:00:51","post_content":"\n

Komisioner Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) Sitty Hikmawatty sesat pikir saat mengatakan bahwa program audisi beasiswa bulutangkis sebagai ajang ekploitasi anak. KPAI mempermasalahkan tulisan Djarum di kaos olahraga, karena sebagai ajang promosi brand rokok. Disini KPAI gagal faham membedakan antara Djarum Foundation dan Djarum industri rokok. <\/p>\n\n\n\n


Djarum Foundation sebagai wujud bhakti terhadap Bangsa dan Negara, sehingga prakteknya Djarum Foundation mengeluarkan uang, bukan mencari keuntungan. Ketika dikatakan sebagai ajang promosi produk rokok, sudah ditampik dan sudah dijelaskan secara detail pengurus Djarum Foundation, bahwa program yang dijalankan jauh dari niatan promosi produk rokok. Kalaupun ada tulisan Djarum di kaos olahraga, memang sejarahnya dari dulu sebagai nama clubnya. <\/p>\n\n\n\n


Sitty Hikmawatty sebagai komisioner KPAI, harusnya cerdas menyikapi hal tersebut. Harusnya ada apresiasi pada Djarum yang sadar akan kewajibannya, andil dalam pengembangan bakat bagi anak-anak. Dan apa yang telah dilakukan Djarum Foundation tidaklah mudah, membutuhkan tenaga dan matriil begitu besar. Sekarang pertanyaannya, siapa dan industri pribumi mana yang berani melakukan seperti itu?, bahkan KPAI pun tidak akan berani membuat program pencarian bakat secara intensif dan masif. <\/p>\n\n\n\n


KPAI harusnya faham makna perlindungan bagi anak, jangan hanya dimaknai secara sempit, semisal anak juga butuh perlindungan dari kebodohan dan kebutuhan lain yang sifatnya sangat mendesak. Nyatanya masih banyak anak \u2013anak yang tidak sekolah karena tidak mampu, masih banyak anak-anak yang hidup terlantar di Jalan, masih banyak anak-anak sebagai obyek makanan ringan yang bahannya membahayakan bagi tubuh. Dimana dan apa yang sudah dilakukan KPAI untuk melindungi anak tersebut?. Masih banyak masalah anak yang sangat penting dan krusial harus dikerjakan KPAI, dari pada mengurusi tulisan club Djarum dalam program audisi Djarum Foundation.<\/p>\n\n\n\n


Belum lagi, katanya KPAI akan mengambil langkah mengundang Kepala Daerah, dimana kotanya dibuat ajang audisi tersebut. Kalau nanti benar terjadi, menandakan kinerja KPAI tidak efektif. Masalah anak yang paling penting tidak terurus, dan selalu bergejolak di masyarakat kelas bawah. Sekali lagi seperti tidak sekolah karena orang tuanya tidak mampu atau orang tuanya meninggal dunia, walaupun sekolah katanya gratis, akan tetapi dampak lain timbul seperti halnya masalah ekonomi, akhirnya anak-anak mendingan cari uang untuk hidup sehari-hari dari pada sekolah. Anak-anak suka beli jajan (makanan ringat) di toko maupun dipinggir jalan yang mengandung bahan membahayakan bagi pertumbuhan anak. Di perempatan jalan atau lampu merah banyak anak-anak yang hidupnya menggelandang tanpa tujuan. Ini riil dan nyata di hadapan mata kita tiap hari. <\/p>\n\n\n\n


Tapi anehnya KPAI saat ini malah lebih intens mengurusi hal yang tidak penting degan melarang audisi pencarian bakat bulutangkis oleh Djarum Foundation. KPAI cenderung gagal faham dalam memahami, menafsiri, dan mensikapi hal tersebut. Anehnya lagi, apa yang dilakukan KPAI sampai ngotot. <\/p>\n\n\n\n


Kalau mau melarang program audisi Djarum Foundation, tunjukkan dulu KPAI punya program pencarian bakat seperti Djarum Foundation lakukan. Jangan seenaknya KPAI, melarang-larang tanpa solusi konkret dengan dalil perlindungan. Lucunya, KPAI dengan dalil perlindungan anak mengatakan, audisi pencarian bakat bulutangkis yes, ajang promosi no. Kalau dipahami, KPAI ingin audisi Djarum Foundation tetap jalan, tapi tulisan Djarum dihilangkan. Ini sama saja, tidak boleh menulis atau memaparkan nama club. Sedangkan pencantuman nama club sangat penting sebagai identitas dan jati diri. <\/p>\n\n\n\n


Kegiatan perlindungan untuk anak adalah pekerjaan yang sangat mulia kalau benar-benar dilakukan. KPAI, sebagai lembaga dengan memapang langsung tulisan perlindungan anak akan lebih mulia jika programnya konkret. Seperti lembaga sekolah negeri atau swasta, tanpa memakai kata-kata perlindungan, sekolah tersebut mendidik anak melindungi anak dari kebodohan untuk kesiapan masa depan. Audisi pencarian bakat bulutangkis Djarum Foundation pun demikian, kegiatannya konkret menyiapkan atlet olahraga bulutangkis. Dan apa yang telah dilakukan Djarum Foundation dengan audisinya sangat beda dari bentuk promosi. Berbeda dengan pelibatan anak-anak untuk promosi produk, murni tujuannya agar produknya laku. Apalagi produk yang ditawarkan untuk kebutuhan anak. Contohnya banyak sekali beredar iklan-iklan yang terpampang di pinggir jalan, di media sosial, bahkan di stasiun televisi, hal ini kayaknya lolos dari bahasan KPAI.<\/p>\n\n\n\n


Belum lagi, tanpa disadari lembaga KPAI juga menumpang hidup dari anak-anak. Kemana-mana membawa nama anak-anak untuk kegiatannya, bahkan sampai untuk menggalang donasi. Namun kegiatan yang betul-betul sangat dibutuhkan anak-anak belum atau bahkan tidak tersasar dan tidak menjadi prioritas. Sehingga, program KPAI untuk perlindungan anak dipastikan tidak efektif. Buktinya, KPAI membuat masalah yang sederhana dibuat rumit, seperti mempermasalahkan tulisan Djarum sebagai club dalam ajang audisi pencarian bakat Djarum Foundation Bhakti Olahraga. Jelas-jelas untuk kepentingan masa depan anak, dengan meningkakan minat dan bakat anak dalam olahraga atas dasar suka dan tidak ada paksaan.
Kata kunci pendidikan bagi anak adalah bermain, senang atau suka, sesuai keinginan, dan untuk bekal hidup selanjutnya. Jika KPAI mempermasalahkan tulisan club Djarum, yang dianggap sebagai ajang promosi dan ekploitasi anak, alasan tersebut tidak benar dan tanpa dasar. Seperti halnya penjelasan di atas, audisi pencarian bakat bulutangkis Djarum Foundation, jauh dari promosi dan ekploitasi. Tujuan utama audisi tidak lain memberikan bekal dan pendidikan bagi anak sesui keinginannya, anak belajar dengan senang, gembira, dan bermain. <\/p>\n\n\n\n


Jika kemudian KPAI dan lembaga lain yang mengatasnamakan peduli anak, melarang kegiatan audisi pencarian bakat olah raga bulutangkis yang dilakukan Djarum Foundation, sama dengan menghalangi anak Indonesia mengembangkan minat dan bakatnya sesuai keinginan, menghalangi anak Indonesia belajar sambil bermain dan gembira, menghalangi anak Indonesia untuk mendapatkan bekal hidup selanjutnya, menghalangi anak Indonesia untuk mewujudkan cita-cita. Apa yang dilakukan KPAI dan lembaga lain tersebut, sangat bertentangan dengan cita-cita Bangsa, dan cita-cita pendidikan bagi anak di Indonesia. <\/p>\n","post_title":"Sesat pikir KPAI Melarang Audisi Pencarian Bakat Bulutangkis Anak-Anak","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"sesat-pikir-kpai-melarang-audisi-pencarian-bakat-bulutangkis-anak-anak","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-08-14 11:00:58","post_modified_gmt":"2019-08-14 04:00:58","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5956","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5949,"post_author":"877","post_date":"2019-08-12 08:28:29","post_date_gmt":"2019-08-12 01:28:29","post_content":"\n

Kurban tidak semata-mata hanya menyembelih hewan, dibaliknya ada kisah indah yang bisa sebagai bahan renungan dan pengingat bagi semua. Pada kisah qurban, terdapat peran anak usia dini yang akhirnya dikenang umat Islam sedunia sepanjang masa dan juga dapat mengangkat harkat martabat keluarganya dihadapan Tuhan. Selama anak suka bahkan bahagia menjalankan perannya untuk kepentingan dirinya sendiri kedepan dan mengangkat harkat martabat keluarganya dengan bimbingan yang baik, maka hal tersebut sah-sah saja tidak ada larangan.\u00a0<\/p>\n\n\n\n

Kemarin, pada tanggal 11 Agustus 2019 hari Minggu, tepatnya pada tanggal 10 dzulhijjah 1440 M., dipagi hari umat Islam terlihat berbondong-bondong ada yang ke masjid ada yang kelapangan, tidak lain menjalankan ibadah sholat Idul Adha, atau biasa disebut hari raya qurban. Selain melakukan sholad, umat Islam merayakannya dengan menyembelih hewan qurban, seperti unta tradisi di Timur Tengah, sedangkam di Indonesia menyembelih sapi atau kerbau. Khusus di Kudus kota Kretek rerata menyembelih kerbau, sapi bagi sebagian besar masyarakat Kudus tidak mau menyembelih. Cerita yang beredar di masyarakat turun menurun, pelarangan menyembelih sapi sejak zaman kewalian yaitu Sunan Kudus sebagai penghormatan terhadap agama lain yang beranggapan hewan sapi sebagai hewan yang suci.<\/p>\n\n\n\n

Kembali ke Idul Adha, diceritakan oleh para Ulama\u2019 ada kisah tentang Nabi Ibrahim yang akan mengorbankan putranya yang masih kecil namanya Ismail (besarnya menjadi Nabi). Ceritanya Nabi Ibrahim saat tidur bermimpi, ia diperintah Tuhan untuk menyembelih putranya bernama Ismail. Saat bangun, ia merenung, berfikir sambil bertanya dihati, benarkah ini perintah Tuhan?. Kali pertama mimpinya ini, ia masih ragu antara benar perintah Tuhan atau tidak. Mimpi yang direnungkan dan difikir terjadi pada malam tanggal 08 dzulhijjah,disebut hari tarwiyah<\/em>.\u00a0<\/p>\n\n\n\n

Baca: Tinjauan Kritis Atas Larangan Iklan dan Sponshorship dengan Mencantumkan Logo, Brand Image, dan Identitas CSR Sebuah Perusahaan<\/a><\/p>\n\n\n\n

Pada malam tanggal 09 dzulhijjah Nabi Ibrahim mimpi lagi dengan perintah yang sama. Mimpi kali kedua, Nabi Ibrahim merasa yakin kalau benar-benar perintah Tuhan. Pada mimpi kedua disebut hari arafah<\/em>. Pada tanggal 10 dzulhijjah, hari Nabi Ibrahim melaksanakan perintah Tuhan untuk menyembelih Ismail (putranya), yang kemudian disebut  hari nakhr <\/em>(biasa disebut nahar bagi orang Indonesia). <\/p>\n\n\n\n

Cerita KH. Sya\u2019roni, saat pagi hari pada tanggal 10 dzulhijjah Nabi Ibrahim menyuruh istrinya bernama Siti Hajar (ibu kandung Ismail) untuk memandikan Ismail setelah itu memakaikan pakaian yang bagus-bagus, dengan alasan mau diajak jalan-jalan. Siti Hajar melaksanakan sesuai perintah suaminya, sembari menunggu istrinya selesai, Nabi Ibrahim mengasah pisaunya\/pedangnya. <\/p>\n\n\n\n

Ismail sudah siap, diajaklah jalan jalan bapaknya (Nabi Ibrahim) menuju bukit Mina di Makkah, dengan niatan mau disembelih sesui perintah Tuhan. Di tengah perjalanan, Nabi Ibrahim dihadang iblis yang berwujud manusia, dengan mengatakan Ibrahim, anakmu itu ganteng, tega kamu sembelih, urungkan niatmu. Nabi Ibrahim tidak menjawab, malah mengambil batu kecil 7 butir, kemudian batu kecil tersebut dilemparkan ke arah iblis tersebut, sambil mengatakan, pergi kamu Iblis. Nabi Ibrahim tetap melanjutkan perjalannya, dan dihadang Iblis lagi kali kedua, Nabi Ibrahim mengambil batu kecil lagi dilempar ke iblis. Kemudian Nabi melanjutkan perjalannya, dihadang iblis lagi kali ketiga, seperti penghadangan yang pertama dan kedua, Nabi mengambil batu kecil dan dilemparkan ke arah iblis, lalu Nabi Ibrahim lanjut lagi. Inilah cerita, yang menjadi cikal bakal adanya jumroh ula, jumroh wustho dan jumroh aqobah. Tiap ibadah haji jumroh ini harus diperagakan seperti halnya apa yang telah dilakukan Nabi Ibrahim dengan maksud melawan dan melempar iblis dengan batu agar tidak mengganggu..  <\/p>\n\n\n\n

Sesampainya di puncak bukit Mina, Nabi Ibrahim menceritakan mimpinya dan mengatakan maksud dan tujuannya mengajak Ismail jalan-jalan. Selesai Nabi Ibrahim cerita, kemudian Ismail berkata pada bapaknya, untuk segera menjalankan perintah Tuhan. Pada saat menyembebelih, pisau\/pedang Nabi Ibrahim tidak bisa melukai kulit Ismail, karena Nabi Ibrahim masih gelisah dan menangis saat melihat wajah Ismail. Kemudian Ismail berkata, mungkin karena bapak melihat wajahku, hingga tidak tega menyembelih, lalu Ismail membalikkan badannya memposisisikan badannya telungkup. Lalau Nabi Ibrahim dengan kesiapan hati melakukan penyembelihan yang kedua, lagi-lagi pisau\/pedangnya tidak mampu melukai kulit leher Ismail. Dengan bingung karena tidak berhasil menyembelih Ismail, turunlah Malaikat Jibril dengan membawa kambing, digantikannya Ismail dengan kambing tersebut. Bersamaan dengan turunnya wahyu Tuhan yang menjelaskan keduanya telah lulus  dari ujian. Kemudian Nabi Ibrahim membaca takbir \u201cAllahu Akbar\u201d<\/em> 3x, disaut Ismail dengan .membaca \u201cLaa ilaaha illahhu wallahu akbar<\/em>\u201d, diakhiri Malikat Jibril dengan bacaan \u201cAllahu Akbar walillahil Hamd<\/em>\u201d, dilanjutkan dengan menyembelih kambing bawaan malaikat jibril.<\/p>\n\n\n\n

Ada cerita lucu setelah Nabi Ibrahim selesai menyembelih kambing, Nabi Ibrahim bertanya pada Ismail, siapa yang paling dermawan diantara kita? Ismail menjawab, saya. Tidak bisa kata Nabi Ibrahim, saya yang paling dermawan, karena akan mngorbankan anak yang kucintai. Ismail berkata, tidak bisa, saya yang dermawan, karena bapak punya dua anak, kalau saya dikorbankan, masih punya anak satu, lalu malaikat berkata, tidak bisa, saya yang dermawan karena saya sudah kehilangan kambing satu.\u00a0\u00a0<\/p>\n\n\n\n

Baca: Kegagalan Lakpesdam PBNU dalam Melihat Produk Tembakau Alternatif<\/a><\/p>\n\n\n\n

Keterangan dalam kitab tafsir  \u201cTanwirul Adhan<\/em>\u201d penjelasan dari surat As-Saffat ayat 102 bahwa usia Ismail saat itu 13 tahun ada juga Ulama\u2019 yang mengatakan umur 7 tahun. ada riwayat lain yang mengatakan umur Ismail saat itu 14 tahun. Pada intinya saat kejadian kisah penyembelihan, Ismail masih usia anak-anak, ia dengan senang hati dan ikhlas, menjalani perannya.  <\/p>\n\n\n\n

Dari sejarah singkat qurban yang ektrim di atas, kira-kira pendapat KPAI apakah mendukung apa yang telah di lakukan Nabi Ibrahim?, atau sebaliknya mendukung Iblis yang menghalangi Nabi Ibrahim yang akan menjalankan kewajibannya sebagai hamba?. Saya yakin KPAI akan mendukung Nabi Ibrahim, tidak mendukung langkah Iblis. 
<\/p>\n\n\n\n

Walaupun ktidak persis, tapi hampir mirip kisah qurban diatas dengan audisi oleh Djarum Foundation yang melibatkan. Program audisi bulutangkis usia anak-anak Djarum Foundation, tidak lain ikut serta program pemerintah dalam mencerdaskan bangsa melalui pencarian bakat sedini mungkin. Anak-anak yang berbakat bulutangkis tentunya yang terjaring dalam audisi, dididik dengan penuh semangat oleh Djarum Foundation Bhakti olahraga. Buktinya, anak-anak tersebut disekolahkan formal, dilatih bulu tangkis dengan disiplin dan penuh tanggungjawab, tanpa dipungut biaya apapun, bahkan semua kebutuhan anak-anak tercukupi dengan baik. Pola didiknya, seperti pola pendidikan sekolah lainnya, anak-anak dididik dan diajar agar berpretasi, setidaknya punya pengetahuan, pengalaman dan keahlian sebagai bekal masa depan. Disisi lain, ternyata anak-anak yang terjaring audisi merasa sangat gembira, senang dan bangga bisa terpilih. Mereka dapat mengembangkan bakatnya, dan mendapatkan pendidikan sekolah dengan gratis.<\/p>\n\n\n\n

Tujuan utama Djarum Foundation mencari bibit unggul pebulutangkis Indonesia, yang selama ini sebagai salah satu olahraga kebanggaan masyarakat Indonesia atas banyaknya prestasi yang di peroleh. Program Djarum Foundation Bhakti olahraga jauh dari niatan ekploitasi anak untuk promosi, yang ada ekploitasi anak untuk kejayaan olah raga bulutangkis bangsa Indonesia. <\/p>\n\n\n\n

Juga, program Djarum Foundation audisi bulutangkis adalah salah satu bentuk kesadaran dan kewajibannya membangun bangsa dengan melibatkan anak-anak. Lalu apa yang salah dari Djarum Foundation Bhakti Olahraga, jelas-jelas telah menghibahkan fasilitas, pikiran hingga dana untuk kepentingan kejayaan bangsa Indonesia, melalui olahraga. Pemerintah harus mendukung program tersebut, begitupun KPAI. KPAI jangan sampai menjadi penghalang, seperti halnya penghalang Nabi Ibrahim dalam kisah di atas.  
<\/p>\n","post_title":"Refleksi Kisah Kurban sebagai Bahan Pengingat KPAI","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"refleksi-kisah-kurban-sebagai-bahan-pengingat-kpai","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-08-12 08:30:31","post_modified_gmt":"2019-08-12 01:30:31","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5949","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5936,"post_author":"877","post_date":"2019-08-06 10:53:42","post_date_gmt":"2019-08-06 03:53:42","post_content":"\n

Masalah peredaran rokok di Indonesia, pemerintah cenderung mengambil langkah aman. Sudah saatnya pemerintah harus tegas menentukan sikap pelarangan atau membolehkan peredaran rokok di tengah-tengah masyarakat. <\/p>\n\n\n\n

Sikap pemerintah sampai saat ini menimbulkan pro dan kontra. Di satu sisi pemerintah melalui Kementrian Kesehatan membuat aturan pembatasan dan pelarangan beredarnya rokok, bahkan melarang adanya iklan rokok dan mengatur packaging<\/em> dengan bermacam gambar dan peringatan yang menggelian. Di sisi lain, pemerintah mendorong peningkatkan pendapatan Negara, mendorong peningkatan ekonomi rakyat, mendorong peningkatan produktivitas rakyat dan daya saing di pasar internasional, dan mendorong pengentasan kemiskinan.<\/p>\n\n\n\n

Sekarang, efek sikap pemerintah di atas meluas kemana-mana, mulai dari isu penyederhanaan layer atau penggabungan golongan industri rokok, isu pelarangan iklan rokok di media sosial karena pengguna media sosial banyak anak-anak, sampai pada pelarangan audisi pencari bakat bulu tangkis yang dilakukan Djarum Foundation dengan alasan ekploitasi anak. Ini semua adalah beberapa agenda untuk pengendalian rokok dan tembakau di Indonesia yang alasannya sudah dipatahkan dengan data yang lebih akurat.<\/p>\n\n\n\n

Semisal, yang pro dapat menceritakan dan meruntutkan agenda pengendalian rokok dan tembakau di Indonesia sebagai agenda politik dagang internasional. Semua program pengendalian rokok dan tembakau di Indonesia mengadopsi dari program World Health Organization (WHO) organisasi program dunia yang mendapatkan sokongan dana dari industri farmasi.\u00a0<\/p>\n\n\n\n

Baca:
Ada Campur Tangan Bloomberg dalam Surat Edaran Menkes terkait Pemblokiran Iklan Rokok <\/a><\/p>\n\n\n\n

WHO tidak semata-mata bertujuan demi meningkatkan taraf kesehatan penduduk. Di sini WHO sebagai ujung tombak industri farmasi. Terjadi peralihan di lingkup kesehatan, dimana dokter dan ilmuwan kesehatan dikuasai perusahan obat (farmasi). Tujuan utamanya tidak lain untuk merebut pasar nikotin dunia, dan menggantikan pemanfaatan nikotin alami dari tembakau dengan produk rekayasa nikotin yang telah dikantongi hak patennya. Keterlibatan WHO memuluskan tujuan industri farmasi tersebut dengan mendorong negara-negara di dunia untuk memberlakukan kebijakan sesuai kerangka kesehatan, tanpa mempertimbangkan peran sosial, ekonomi, politik dan budaya. Walaupun alasan kesehatan yang dibangun ternyata tidak 100% benar dan terkesan dipaksakan. Negara yang menjadi sasaran utama adalah Negara yang berkembang, seperti Indonesia, China, Bangladesh, India, Rusia, Mesir, Thailand, Filipina dan Brazil. <\/p>\n\n\n\n

Untuk menguasai pasar nikotin di dunia, industri farmasi mendapatkan sokongan dana dari bloomberg initiative. Karena salah satu direktur dari persekutuan perusahaan farmasi dunia bernama William R. Brody punya kedekatan dengan bloomberg initiative, selain teman karib juga posisinya sebagai penasehat. <\/h4>\n\n\n\n

Tidak mengherankan jika pendukung program pengendalian rokok dan tembakau di Indonesia mendapatkan sokongan dana dari bloomberg initiative termasuk lembaga yang bergerak untuk perlindungan anak, salah satunya Komnas Perlindungan Anak Indonesia (KPAI). Apapun bentuk lembaganya, selama mendapatkan kucuran dana bloomberg initiative, program utamanya harus sinergi dengan program bloomberg initiative dan rezim kesehatan dunia (WHO) yaitu pengendalian tembakau dan rokok, terutama rokok kretek asli Indonesia.<\/p>\n\n\n\n

Ada sekitar lebih dari 20an lembaga di Indonesia mendapatkan sokongan dana langsung maupun tidak langsung dari bloomberg initiative. Lembaga-lembaga tersebut bervarian, ada lembaga yang bergerak dalam pendidikan, bergerak pemberantasan korupsi, bergerak dalam kesehatan, bergerak perlindungan konsumen, bergerak melindungi anak, bahkan sampai pada lembaga agama. Numun pada intinya leading sector<\/em> yaitu sektor potensial yang dapat\u00a0menggerakkan agenda pengendalian tembakau dan rokok di Indonesia ada pada rezim kesehatan dalam hal ini Kementerian Kesehatan. Dengan menggunakan dalil kesehatan yang mulia, agenda bloomberg initiative dan farmasi berselancar dengan baik di Indonesia. \u00a0<\/p>\n\n\n\n

Baca:
Tinjauan Kritis Atas Larangan Iklan dan Sponshorship dengan Mencantumkan Logo, Brand Image, dan Identitas CSR Sebuah Perusahaan<\/a> <\/p>\n\n\n\n

Isu kuat saat ini yang beredar untuk agenda pengendalian tembakau dan rokok di Indonesia salah satunya, KPAI melarang audisi pencarian bakat bulu tangkis sejak dini yang dilakukan Djarum Foundation dengan alasan ekploitasi anak, Kementerian Kesehatan dan KPAI melarang adanya iklan di media sosia karena akan mengakibatkan bertambahnya perokok pemula, penggabungan golongan industri rokok atau penyederhanaan layer tarif cukai rokok yang intinya pengurangan terhadap industri rokok kretek, menaikkan cukai rokok untuk mengurangi peredaran rokok, dan korelasinya rokok dengan kemiskinan bertujuan agar ada kebijakan menghalau laju industri rokok kretek. <\/p>\n\n\n\n

Pemerintah dalam hal ini harus tegas mengambil sikap, untuk kepastian dan masa depan industri rokok kretek asli Indonesia. Dimana sejarah penemuan rokok kretek tidak lain untuk pengobatan yang dilakukan H. Djamhari sebagai obat sakit bengeknya. Karena rokok kretek adalah campuran tembakau dan cengkeh, berbeda dengan rokok non kretek yang hanya memakai tembakau saja. Selama ini, belum ada uji atau riset bahwa rokok kretek berkorelasi signifikan terhadap timbulnya penyakit yang dituduhkan. Kalau menjadi salah satu bagian kecil penyebab penyakit, tentunya ya dan bukan faktor penyebab utama. Itu seperti halnya barang-barang lain yang dikonsumsi manusia secara berlebihan dan hidup tidak seimbang. Termasuk makan nasi, mengkonsumsi gula dan mengkonsumsi lainnya secara berlebihan, tanpa diimbangi olah raga dan istirahat yang cukup. <\/p>\n\n\n\n

Selain itu, posisi industri kretek sangat stategis bagi bangsa Indonesia. Industri kretek membuktikan tetap bertahan setidaknya lebih dari 130 tahun. Disaat industri lain tumbang di zaman kolonial, industri kretek tetap eksis memberikan penghidupan masyarakat Indonesia. Bahkan tergolong industri yang peka zaman, dengan memberikan kontribusi yang sangat besar. Menghidupi setidaknya 6.1 juta jiwa petani cengkeh yang tersebar di 30 provinsi, petani tembakau yang tersebar di 15 provinsi. Menghidupi ribuan karyawan yang bekerja di industri kretek. Mempunyai multiplier<\/em> <\/em>effect<\/em> ke sektor perokonomian lainnya yang berada di sekitar industri kretek. <\/p>\n\n\n\n

Keberadaan industri kretek berkontribusi adanya hak jaminan sosial dan corporate social responsibility<\/em> (CSR), seperti halnya jaminan kesehatan, bhakti pendidikan, bhakti budaya, bhakti olahraga, bhakti lingkungan dan lain sebagainya. Berkontribusi pendapatan Negara melalui setoran cukai, berkontribusi bagi kesehatan publik dari alokasi dana bagi hasil cukai hasil tembakau (DBH-CHT) untuk sarana kesehatan dan pembayaran defisit Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS).  <\/p>\n\n\n\n

Selain itu, adanya industri kretek sebagai cermin kemandirian dan kedaulatan bangsa, karena sebagai pemenuhan kebutuhan pokok rakyat dalam hal ini pendapatan masyarakat sebagai agenda pemberantasan kemiskinan. <\/p>\n\n\n\n

Dengan pertimbangan di atas, diharapkan pemerintah dalam hal ini Presiden memberikan ketegasan, apakah industri rokok nasional tetap berproduksi atau dilarang berproduksi. Kalau tetap berproduksi, pemerintah secara totalitas harus melindunginya mulai kebijakan sampai pada strategi pemasarannya. Andaikan dilarang beroperasi, pemerintah paling tidak harus berani mempersiapkan lapangan pekerjaan lain bagi petani dan buruh tani cengkeh dan tembakau, buruh industri dan mungkin menata perekonomian akibat multiplier<\/em> <\/em>effect<\/em> keberadaan industri kretek. Dan yang terpenting keberadaan industri kretek, sebagai industri nasional sebagai perwujudan agenda prioritas  tujuan Nawa Cita, sehingga jangan sampai digiring dan diatur kepentingan asing melalui rezim kesehatan sebagai leading sector, <\/em>yang belum tentu benar dan terkesan dipaksakan.  
<\/p>\n","post_title":"Ketika Pemerintah Plin-Plan Membuat Regulasi Terkait Dunia Pertembakauan","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"ketika-pemerintah-plin-plan-membuat-regulasi-terkait-dunia-pertembakauan","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-08-06 10:53:48","post_modified_gmt":"2019-08-06 03:53:48","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5936","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":16},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"epic_block_3"};

\n

Orang yang mengatakan bahwa vape atau rokok elektrik lebih mensehatkan dari pada rokok kretek, pendapat tersebut sangat keliru. Disampaing efek dari rangkaian listrik dan battre juga cairan dalam rokok elektrik berpengaruh terhadap resiko jantung.  <\/p>\n\n\n\n

Hasil penelitian yang diterbitkan dalam Journal of American College of Cardiology pada Mei lalu ini menambah bukti bahwa cairan rokok elektrik dapat menghambat fungsi sel-sel tubuh yang berperan dalam kesehatan jantung. Cairan dalam vape atau rokok elektrik pada akhirnya merusak sel-sel yang melapisi pembuluh darah. <\/p>\n\n\n\n

Keberadaan vape atau rokok elektrik di pasaran sangat membahayakan bagi orang Indonesia, terlebih pemuda-pemuda, yang banyak memilih merokok vape aatau rokok elektri. Menurutnya, selain bentuk kecil, simpel dibawa dan ada aroma buah-buahan sesuai selera. Akan tetapi dibalik bentuknya yang bagus, menyembunyikan banyak penyakit ketika dikonsumsi.\u00a0<\/p>\n\n\n\n

Baca: Kata Siapa Lebih Sehat? Perokok Elektrik Berisiko Terjangkit Penyakit Kardiovaskular<\/a><\/p>\n\n\n\n

Hingga kini CDC masih melakukan investigasi lebih lanjut, dengan mengimbau agar para dokter mengumpulkan data dan sampel bila menemukan pasien dengan gejala penyakit paru serupa, tentunya akibat rokok elektrik atau vape. Bentuk dan merek rokok elektrik dan vape banyak varian dan banyak merek. JUUL termasuk merek rokok elektrik atau vape yang saat ini naik daun.\u00a0<\/p>\n\n\n\n

Ada yang mengatakan bahwa tak tepat membandingkan rokok tembakau dengan rokok elektrik. Ya benar tak tepat, karena rokok elektrik atau vape resikonya sangat tinggi. Sedang rokok tembakau resikonya kecil, apa lagi rokok kretek mungkin resikonya sangat kecil sekali terhadap tubuh. Alasannya, munculnya rokok kretek bertujuan untuk pengobatan sakit bengek, dan tujuannya berhasil. Hingga banyak orang melakukan pemesanan rokok kretek saat itu, rokok kretek belum sebagai industri besar masih bersifat rumahan,  keadaan tersebut sekitar abad 19. <\/p>\n\n\n\n

Dalam studi ini, tim peneliti menemukan bukti efek toksik pada sel-sel yang melapisi pembuluh darah dan melindungi jantung. Beberapa bukti tersebut termasuk di antaranya gangguan pada fungsi sel dan munculnya tanda-tanda peradangan. Para peneliti mengamati bagaimana respons sel saat bersentuhan dengan cairan rokok elektrik. Efek yang paling kentara terlihat pada cairan dengan rasa kayu manis.<\/p>\n\n\n\n

Baca: Riset Kesehatan Rokok Elektrik<\/a><\/p>\n\n\n\n

Sekelompok ahli kardiovaskular dari University of Massachusetts menganjurkan peneliti agar melakukan uji rokok elektrik atau vape lebih yang beraroma. Karena sumsi sementara, produk vape atau rokok elektrik yang beraroma dan punya pilihan rasa lebih berbahaya dari pada rokok vape natural. Namun yang banyak beredar dipasaran, justru yang beraroma dan berasa buah-buahan, dari pada yang natural. <\/p>\n\n\n\n

Studi pada 2018 lalu menunjukkan, penggunaan rokok elektrik harian berisiko terhadap serangan jantung, meski dengan probabilitas yang lebih rendah daripada perokok tembakau. Menurut dr Lawrence Phillips pakar kardiovaskular NYU Langone Health mengatakan \u201cKita melihat semakin banyak bukti bahwa rokok elektrik berhubungan dengan peningkatan risiko serangan jantung\u201d.<\/p>\n\n\n\n

Dari hasil pakar dan hasil studi di atas menegaskan bahwa keberadaan rokok vape atau rokok elektrik, resikonya sangat besar. Bahan utama rokok vape atau elektrik yang paling besar memberikan efek negatif pada tubuh manusia adalah cairan perasa. Akibat cairan perasa dalam rokok elektrik  atau vape termasuk merek JUUL beresiko terjadi peradangan, terjangkit penyakit jantung dan paru-paru akut, selanjutnya berakibat kematian. <\/p>\n\n\n\n

Untuk itu, demi masa depan bangsa Indonesia harusnya ada regulasi pelarangan peredaran rokok elektrik atau vape yang nyata-nyata telah ada kasus dengan didukung beberapa riset dan studi tentang konten rokok elektrik atau vape, yang hasilnya mempunyai resiko tinggi dapat menyebabkan penyakit berujung kematian.         
<\/p>\n","post_title":"Perokok Elektrik Berisiko Besar Terjangkit Penyakit Mematikan","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"perokok-elektrik-berisiko-besar-terjangkit-penyakit-mematikan","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-08-28 09:40:09","post_modified_gmt":"2019-08-28 02:40:09","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5999","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5979,"post_author":"877","post_date":"2019-08-21 09:57:26","post_date_gmt":"2019-08-21 02:57:26","post_content":"\n

Pemerintah berencana akan menerbitkan aturan simplifikasi layer cukai pada Oktober-Desember 2019. Jika benar terjadi, tindakan pemerintah itu sama saja membunuh secara perlahan industri kretek nasional. <\/p>\n\n\n\n

Jika dipikir-pikir, kebijakan simplifikasi layer cukai sangat menguntungkan industri rokok asing. Lalu apa bedanya pemerintah dengan LSM\/NGO yang getol memerangi peredaran rokok?. Nyatanya sama-sama ditunggangi kepentingan asing. Bedanya mungkin, pemerintah ditunggangi kepentingan industri rokok investor asing, kalau LSM\/NGO antirokok ada kepentingan farmasi yang berpusat di Amerika. Tapi jika dirunut dengan teliti, dua kepentingan asing tersebut yang terlihat beda, ada kemungkinan mengerucut pada satu titik yang sama. Tak lain membunuh rokok kretek asli Indonesia.<\/p>\n\n\n\n

Sebelum masuk ranah penjelasan yang sederhana tentang simplifikasi layer CHT, dampak yang ditimbulkan dan maksudnya. Terlebih dahulu perlu diuraikan makna simplifikasi, layer dan cukai secara berkesinambungan. Simplifikasi punya arti penyederhanaan, awalnya banyak dijadikan lebih sedikit, kecil, ramping dan ringkas. Tentunya, cara yang harus ditempuh dalam penyederhaan bisa jadi menggabungkan, bisa jadi dibuang\/dipotong salah satu, bisa jadi kedua-duanya dijalankan. Hubungan simplifikasi dengan industri rokok, penjelasannya di belakang setelah uraian tentang layer dan cukai.<\/p>\n\n\n\n

Layer bisa disebut dengan ungkapan lapisan, golongan, kelas, dan mungkin bisa dikatakan tingkatan. Varian rokok banyak sekali; ada rokok putih atau disebut sigaret putih mesin (SPM), ada sigaret kretek mesin (SKM), Ada sigaret kretek tangan (SKT). Ada rokok filter (ada busa) dan non filter (tidak ada busa). Ada juga rokok bercengkeh disebut kretek dan non cengkeh (tembakau saja) disebut putihan. Ada lagi rokok kretek dinamakan mild. Dari varian tersebut dibagi menjadi beberapa layer atau golongan, untuk penyesuaian pembayaran pajak cukai. Untuk mempermudah pemahaman, layer dibahasakan sebagai golongan industri rokok besar, menengah dan kecil. Sedangkan, cukai adalah pungutan pemerintah sebagai pajak. <\/p>\n\n\n\n

Nah, kira-kira uraian maknanya perkata sudah jelas. Sekarang uraian tersebut dihubungkan semua dengan rencana pemerintah kedepan untuk pungutan pajak rokok. Rencana pemerintah yang dimaksud simplikasi layer CHT, ingin menyederhanakan atau menggabungkan antara SPM dan SKM, dilebur manjadi satu golongan. Aslinya dibedakan, karena memang berbeda. SPM lebih tinggi pungutan pajaknya dari [ada SKM. SPM bukan asli produk Indonesia dan cenderung impor, dan yang punya bukan pribumi. Bahan bakunyapun tidak menggunakan tembakau Indonesia. Sangat jauh berbeda dengan SKM, industri yang padat karya dan menggunakan bahan baku lokal. Dan yang paling istimewa perbedaannya, tak lain adalah kemunculan SKM diciptakan oleh pribumi dengan mencampur tembakau dan cengkeh dalam satu batang rokok. Kemudian rokok cmpuran tersebut dinamai kretek. <\/p>\n\n\n\n

Rokok kretek terus berkembang dan inovatif seperti penjelasan di atas, ada filter, non filter, mesin, tangan, mild dan klobot. Kretek klobot tidak bercukai, karena keberadaannya hampir punah, sedikit sekali pabrikan membuat jenis klobot. Klobot satu-satunya rokok yang memakai bungkus daun jagung yang telah dikeringkan, kemudian di ikat pakai benang. Sehingga untuk kretek klobot ada pengecualian, tidak masuk dalam kategori jenis kretek di atas. <\/p>\n\n\n\n

Semua jenis kretek saat ini diproduksi oleh industri. Secara sederhana industri terbagi tiga macam, industri besar, menengah dan kecil. Paling kecil kategori industri kretek, telah mempunyai gudang untuk operasi pembuatan rokok kretek dengan luas minimal 200m2<\/sup>. Jadi, sekarang ini tidak ada lagi industri rokok kretek skala rumahan (home industri) seperti dulu lagi. <\/p>\n\n\n\n

Dari penjelasan di atas, sekarang sudah paham varian jenis rokok kretek asli produk Indonesia. Apapun bentuknya, jika rokok menggunakan campuran tembakau dan cengkeh itulah dinamakan rokok kretek, termasuk jenis mild. Dewasa ini jenis mild sangat disukai dipasaran. Hingga semua industri berlomba-lomba bikin mild. Munculnya mild tidak lain karena tuntutan dari aturan pemerintah yang membatasi nikotin dan tar. Sehingga konten tembakau mild lebih banyak memakai tembakau jenis Virginia. <\/p>\n\n\n\n

Jangan salahkan industri\/pabrikan jika makin lama kuota impor tembakau naik. Karena dibentuk oleh aturan pemerintah dan peningkatan permintaan pasar mild. Kalau begitu yang salah siapa? tentunya pemerintah yang membuat aturan low nikotin dan tar. Sulit sekali tembakau lokal untuk memenuhi batasan low nikotin dan tar sesuai aturan pemerintah. Pada akhirnya mau tidak mau industri\/pabrikan membutuhkan tembakau jenis Virginia yang sulit tumbuh dengan baik di bumi nusantara ini. Lalu apa yang dilakukan industri\/pabrikan rokok, ya impor lah. Tapi industri\/pabrikan masih sangat membutuhkan tembakau lokal. Selain sebagai bahan campuran rokok kretek mild, tembakau lokal dibuat memproduksi rokok bukan mild. <\/p>\n\n\n\n

Untuk rokok kretek mild, semuanya diproduksi memakai mesin, sedangkan selain mild ada yang pakai mesin ada yang pakai tangan. Dengan isu simplikasi layer CHT SPM dan SKM, ada dua kemungkinan. Pertama; bisa jadi SPM diturunkan levelnya disesuaikan dengan SKM. Kedua; atau SKM dinaikkan levelnya sesuai SPM. Keduanya sangat merugikan industri kretek asli produk Indonesia berupa SKM. Kalau yang pertama, keuntungan SPM (industri asing) harganya disamakan SKM, sehingga persaingan penjualan dipasaran relatif mudah, sehingga SKM sangat dirugikan. Jika demikian, pemerintah tidak melindungi industri nasional (lokal), dengan meliarkan persaingannya dipasaran sangat ketat. <\/p>\n\n\n\n

Kemungkinan yang kedua, juga demikian, sangat merugikan SKM, karena levelnya naik mengikuti SPM. Jika demikian, sangat memberatkan SKM, apalagi pangsa rokok kretek ditahun-tahun terakhir ini merosot tajam penjualannya. Kemerosotan penjualan rokok kretek juga pengaruh dari kebijakan pemerintah dan oknum (anti rokok) yang selalu merecoki industri kretek, seperti pungutan cukai naik,  pelarangan iklan, membuat isu yang dibuat-buat tanpa dasar dan lain sebagainya. Apakah keadaan industri kretek nasional saat ini, pemerintah masih memejamkan mata dan akan memberlakukan simplikasi layer CHT?. Jika demikian, sama saja pemerintah membunuh industri\/pabrikan kretek nasional dengan pelan-pelan. <\/p>\n\n\n\n

Jangan salahkan industri\/pabrikan rokok kretek jika pelan-pelan merumahkan karyawannya karena merugi bahkan tidak beroperasi. Jika pembelian bahan baku rokok kretek (tembakau dan cengkeh) menurun dan ribuan juta petani merugi, dan masih banyak lagi efek dampaknya ke segala lini yang menggantungkan hidupnya berhubungan dengan sektor pertembakauan. Pemerintah harus bertanggungjawab atas dampak tersebut, jangan asal cuci tangan jika dampak negatif terjadi. Karena pemerintahlah yang bikin aturan. <\/p>\n\n\n\n

Untuk itu, kedepan pemerintah harus hati-hati dan jeli dalam memutuskan dan memberlakukan kebijakan untuk kepentingan sektor pertembakauan. Karena, yang sudah-sudah, kebijakan pemerintah pada sektor pertembakauan tidak mengakomodir kepentingan industri nasional, cenderung mengakomodir kepentingan industri asing. Baik pemerintah, industri kretek, petani tembakau dan cengkeh serta masyarakat Indonesia harus berdaulat, saling menjaga dan saling melindungi untuk kepentingan bersama, menjadi bangsa yang besar dan kuat tanpa disetir Negara lain (asing). Inilah makna kemerdekaan yang sesungguhnya di era melenial.
<\/p>\n","post_title":"Kebijakan Simplifikasi Layer Cukai Adalah Rencana Pembunuhan terhadap Kretek","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"kebijakan-simplifikasi-layer-cukai-adalah-rencana-pembunuhan-terhadap-kretek","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-08-21 09:57:34","post_modified_gmt":"2019-08-21 02:57:34","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5979","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5956,"post_author":"877","post_date":"2019-08-14 11:00:51","post_date_gmt":"2019-08-14 04:00:51","post_content":"\n

Komisioner Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) Sitty Hikmawatty sesat pikir saat mengatakan bahwa program audisi beasiswa bulutangkis sebagai ajang ekploitasi anak. KPAI mempermasalahkan tulisan Djarum di kaos olahraga, karena sebagai ajang promosi brand rokok. Disini KPAI gagal faham membedakan antara Djarum Foundation dan Djarum industri rokok. <\/p>\n\n\n\n


Djarum Foundation sebagai wujud bhakti terhadap Bangsa dan Negara, sehingga prakteknya Djarum Foundation mengeluarkan uang, bukan mencari keuntungan. Ketika dikatakan sebagai ajang promosi produk rokok, sudah ditampik dan sudah dijelaskan secara detail pengurus Djarum Foundation, bahwa program yang dijalankan jauh dari niatan promosi produk rokok. Kalaupun ada tulisan Djarum di kaos olahraga, memang sejarahnya dari dulu sebagai nama clubnya. <\/p>\n\n\n\n


Sitty Hikmawatty sebagai komisioner KPAI, harusnya cerdas menyikapi hal tersebut. Harusnya ada apresiasi pada Djarum yang sadar akan kewajibannya, andil dalam pengembangan bakat bagi anak-anak. Dan apa yang telah dilakukan Djarum Foundation tidaklah mudah, membutuhkan tenaga dan matriil begitu besar. Sekarang pertanyaannya, siapa dan industri pribumi mana yang berani melakukan seperti itu?, bahkan KPAI pun tidak akan berani membuat program pencarian bakat secara intensif dan masif. <\/p>\n\n\n\n


KPAI harusnya faham makna perlindungan bagi anak, jangan hanya dimaknai secara sempit, semisal anak juga butuh perlindungan dari kebodohan dan kebutuhan lain yang sifatnya sangat mendesak. Nyatanya masih banyak anak \u2013anak yang tidak sekolah karena tidak mampu, masih banyak anak-anak yang hidup terlantar di Jalan, masih banyak anak-anak sebagai obyek makanan ringan yang bahannya membahayakan bagi tubuh. Dimana dan apa yang sudah dilakukan KPAI untuk melindungi anak tersebut?. Masih banyak masalah anak yang sangat penting dan krusial harus dikerjakan KPAI, dari pada mengurusi tulisan club Djarum dalam program audisi Djarum Foundation.<\/p>\n\n\n\n


Belum lagi, katanya KPAI akan mengambil langkah mengundang Kepala Daerah, dimana kotanya dibuat ajang audisi tersebut. Kalau nanti benar terjadi, menandakan kinerja KPAI tidak efektif. Masalah anak yang paling penting tidak terurus, dan selalu bergejolak di masyarakat kelas bawah. Sekali lagi seperti tidak sekolah karena orang tuanya tidak mampu atau orang tuanya meninggal dunia, walaupun sekolah katanya gratis, akan tetapi dampak lain timbul seperti halnya masalah ekonomi, akhirnya anak-anak mendingan cari uang untuk hidup sehari-hari dari pada sekolah. Anak-anak suka beli jajan (makanan ringat) di toko maupun dipinggir jalan yang mengandung bahan membahayakan bagi pertumbuhan anak. Di perempatan jalan atau lampu merah banyak anak-anak yang hidupnya menggelandang tanpa tujuan. Ini riil dan nyata di hadapan mata kita tiap hari. <\/p>\n\n\n\n


Tapi anehnya KPAI saat ini malah lebih intens mengurusi hal yang tidak penting degan melarang audisi pencarian bakat bulutangkis oleh Djarum Foundation. KPAI cenderung gagal faham dalam memahami, menafsiri, dan mensikapi hal tersebut. Anehnya lagi, apa yang dilakukan KPAI sampai ngotot. <\/p>\n\n\n\n


Kalau mau melarang program audisi Djarum Foundation, tunjukkan dulu KPAI punya program pencarian bakat seperti Djarum Foundation lakukan. Jangan seenaknya KPAI, melarang-larang tanpa solusi konkret dengan dalil perlindungan. Lucunya, KPAI dengan dalil perlindungan anak mengatakan, audisi pencarian bakat bulutangkis yes, ajang promosi no. Kalau dipahami, KPAI ingin audisi Djarum Foundation tetap jalan, tapi tulisan Djarum dihilangkan. Ini sama saja, tidak boleh menulis atau memaparkan nama club. Sedangkan pencantuman nama club sangat penting sebagai identitas dan jati diri. <\/p>\n\n\n\n


Kegiatan perlindungan untuk anak adalah pekerjaan yang sangat mulia kalau benar-benar dilakukan. KPAI, sebagai lembaga dengan memapang langsung tulisan perlindungan anak akan lebih mulia jika programnya konkret. Seperti lembaga sekolah negeri atau swasta, tanpa memakai kata-kata perlindungan, sekolah tersebut mendidik anak melindungi anak dari kebodohan untuk kesiapan masa depan. Audisi pencarian bakat bulutangkis Djarum Foundation pun demikian, kegiatannya konkret menyiapkan atlet olahraga bulutangkis. Dan apa yang telah dilakukan Djarum Foundation dengan audisinya sangat beda dari bentuk promosi. Berbeda dengan pelibatan anak-anak untuk promosi produk, murni tujuannya agar produknya laku. Apalagi produk yang ditawarkan untuk kebutuhan anak. Contohnya banyak sekali beredar iklan-iklan yang terpampang di pinggir jalan, di media sosial, bahkan di stasiun televisi, hal ini kayaknya lolos dari bahasan KPAI.<\/p>\n\n\n\n


Belum lagi, tanpa disadari lembaga KPAI juga menumpang hidup dari anak-anak. Kemana-mana membawa nama anak-anak untuk kegiatannya, bahkan sampai untuk menggalang donasi. Namun kegiatan yang betul-betul sangat dibutuhkan anak-anak belum atau bahkan tidak tersasar dan tidak menjadi prioritas. Sehingga, program KPAI untuk perlindungan anak dipastikan tidak efektif. Buktinya, KPAI membuat masalah yang sederhana dibuat rumit, seperti mempermasalahkan tulisan Djarum sebagai club dalam ajang audisi pencarian bakat Djarum Foundation Bhakti Olahraga. Jelas-jelas untuk kepentingan masa depan anak, dengan meningkakan minat dan bakat anak dalam olahraga atas dasar suka dan tidak ada paksaan.
Kata kunci pendidikan bagi anak adalah bermain, senang atau suka, sesuai keinginan, dan untuk bekal hidup selanjutnya. Jika KPAI mempermasalahkan tulisan club Djarum, yang dianggap sebagai ajang promosi dan ekploitasi anak, alasan tersebut tidak benar dan tanpa dasar. Seperti halnya penjelasan di atas, audisi pencarian bakat bulutangkis Djarum Foundation, jauh dari promosi dan ekploitasi. Tujuan utama audisi tidak lain memberikan bekal dan pendidikan bagi anak sesui keinginannya, anak belajar dengan senang, gembira, dan bermain. <\/p>\n\n\n\n


Jika kemudian KPAI dan lembaga lain yang mengatasnamakan peduli anak, melarang kegiatan audisi pencarian bakat olah raga bulutangkis yang dilakukan Djarum Foundation, sama dengan menghalangi anak Indonesia mengembangkan minat dan bakatnya sesuai keinginan, menghalangi anak Indonesia belajar sambil bermain dan gembira, menghalangi anak Indonesia untuk mendapatkan bekal hidup selanjutnya, menghalangi anak Indonesia untuk mewujudkan cita-cita. Apa yang dilakukan KPAI dan lembaga lain tersebut, sangat bertentangan dengan cita-cita Bangsa, dan cita-cita pendidikan bagi anak di Indonesia. <\/p>\n","post_title":"Sesat pikir KPAI Melarang Audisi Pencarian Bakat Bulutangkis Anak-Anak","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"sesat-pikir-kpai-melarang-audisi-pencarian-bakat-bulutangkis-anak-anak","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-08-14 11:00:58","post_modified_gmt":"2019-08-14 04:00:58","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5956","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5949,"post_author":"877","post_date":"2019-08-12 08:28:29","post_date_gmt":"2019-08-12 01:28:29","post_content":"\n

Kurban tidak semata-mata hanya menyembelih hewan, dibaliknya ada kisah indah yang bisa sebagai bahan renungan dan pengingat bagi semua. Pada kisah qurban, terdapat peran anak usia dini yang akhirnya dikenang umat Islam sedunia sepanjang masa dan juga dapat mengangkat harkat martabat keluarganya dihadapan Tuhan. Selama anak suka bahkan bahagia menjalankan perannya untuk kepentingan dirinya sendiri kedepan dan mengangkat harkat martabat keluarganya dengan bimbingan yang baik, maka hal tersebut sah-sah saja tidak ada larangan.\u00a0<\/p>\n\n\n\n

Kemarin, pada tanggal 11 Agustus 2019 hari Minggu, tepatnya pada tanggal 10 dzulhijjah 1440 M., dipagi hari umat Islam terlihat berbondong-bondong ada yang ke masjid ada yang kelapangan, tidak lain menjalankan ibadah sholat Idul Adha, atau biasa disebut hari raya qurban. Selain melakukan sholad, umat Islam merayakannya dengan menyembelih hewan qurban, seperti unta tradisi di Timur Tengah, sedangkam di Indonesia menyembelih sapi atau kerbau. Khusus di Kudus kota Kretek rerata menyembelih kerbau, sapi bagi sebagian besar masyarakat Kudus tidak mau menyembelih. Cerita yang beredar di masyarakat turun menurun, pelarangan menyembelih sapi sejak zaman kewalian yaitu Sunan Kudus sebagai penghormatan terhadap agama lain yang beranggapan hewan sapi sebagai hewan yang suci.<\/p>\n\n\n\n

Kembali ke Idul Adha, diceritakan oleh para Ulama\u2019 ada kisah tentang Nabi Ibrahim yang akan mengorbankan putranya yang masih kecil namanya Ismail (besarnya menjadi Nabi). Ceritanya Nabi Ibrahim saat tidur bermimpi, ia diperintah Tuhan untuk menyembelih putranya bernama Ismail. Saat bangun, ia merenung, berfikir sambil bertanya dihati, benarkah ini perintah Tuhan?. Kali pertama mimpinya ini, ia masih ragu antara benar perintah Tuhan atau tidak. Mimpi yang direnungkan dan difikir terjadi pada malam tanggal 08 dzulhijjah,disebut hari tarwiyah<\/em>.\u00a0<\/p>\n\n\n\n

Baca: Tinjauan Kritis Atas Larangan Iklan dan Sponshorship dengan Mencantumkan Logo, Brand Image, dan Identitas CSR Sebuah Perusahaan<\/a><\/p>\n\n\n\n

Pada malam tanggal 09 dzulhijjah Nabi Ibrahim mimpi lagi dengan perintah yang sama. Mimpi kali kedua, Nabi Ibrahim merasa yakin kalau benar-benar perintah Tuhan. Pada mimpi kedua disebut hari arafah<\/em>. Pada tanggal 10 dzulhijjah, hari Nabi Ibrahim melaksanakan perintah Tuhan untuk menyembelih Ismail (putranya), yang kemudian disebut  hari nakhr <\/em>(biasa disebut nahar bagi orang Indonesia). <\/p>\n\n\n\n

Cerita KH. Sya\u2019roni, saat pagi hari pada tanggal 10 dzulhijjah Nabi Ibrahim menyuruh istrinya bernama Siti Hajar (ibu kandung Ismail) untuk memandikan Ismail setelah itu memakaikan pakaian yang bagus-bagus, dengan alasan mau diajak jalan-jalan. Siti Hajar melaksanakan sesuai perintah suaminya, sembari menunggu istrinya selesai, Nabi Ibrahim mengasah pisaunya\/pedangnya. <\/p>\n\n\n\n

Ismail sudah siap, diajaklah jalan jalan bapaknya (Nabi Ibrahim) menuju bukit Mina di Makkah, dengan niatan mau disembelih sesui perintah Tuhan. Di tengah perjalanan, Nabi Ibrahim dihadang iblis yang berwujud manusia, dengan mengatakan Ibrahim, anakmu itu ganteng, tega kamu sembelih, urungkan niatmu. Nabi Ibrahim tidak menjawab, malah mengambil batu kecil 7 butir, kemudian batu kecil tersebut dilemparkan ke arah iblis tersebut, sambil mengatakan, pergi kamu Iblis. Nabi Ibrahim tetap melanjutkan perjalannya, dan dihadang Iblis lagi kali kedua, Nabi Ibrahim mengambil batu kecil lagi dilempar ke iblis. Kemudian Nabi melanjutkan perjalannya, dihadang iblis lagi kali ketiga, seperti penghadangan yang pertama dan kedua, Nabi mengambil batu kecil dan dilemparkan ke arah iblis, lalu Nabi Ibrahim lanjut lagi. Inilah cerita, yang menjadi cikal bakal adanya jumroh ula, jumroh wustho dan jumroh aqobah. Tiap ibadah haji jumroh ini harus diperagakan seperti halnya apa yang telah dilakukan Nabi Ibrahim dengan maksud melawan dan melempar iblis dengan batu agar tidak mengganggu..  <\/p>\n\n\n\n

Sesampainya di puncak bukit Mina, Nabi Ibrahim menceritakan mimpinya dan mengatakan maksud dan tujuannya mengajak Ismail jalan-jalan. Selesai Nabi Ibrahim cerita, kemudian Ismail berkata pada bapaknya, untuk segera menjalankan perintah Tuhan. Pada saat menyembebelih, pisau\/pedang Nabi Ibrahim tidak bisa melukai kulit Ismail, karena Nabi Ibrahim masih gelisah dan menangis saat melihat wajah Ismail. Kemudian Ismail berkata, mungkin karena bapak melihat wajahku, hingga tidak tega menyembelih, lalu Ismail membalikkan badannya memposisisikan badannya telungkup. Lalau Nabi Ibrahim dengan kesiapan hati melakukan penyembelihan yang kedua, lagi-lagi pisau\/pedangnya tidak mampu melukai kulit leher Ismail. Dengan bingung karena tidak berhasil menyembelih Ismail, turunlah Malaikat Jibril dengan membawa kambing, digantikannya Ismail dengan kambing tersebut. Bersamaan dengan turunnya wahyu Tuhan yang menjelaskan keduanya telah lulus  dari ujian. Kemudian Nabi Ibrahim membaca takbir \u201cAllahu Akbar\u201d<\/em> 3x, disaut Ismail dengan .membaca \u201cLaa ilaaha illahhu wallahu akbar<\/em>\u201d, diakhiri Malikat Jibril dengan bacaan \u201cAllahu Akbar walillahil Hamd<\/em>\u201d, dilanjutkan dengan menyembelih kambing bawaan malaikat jibril.<\/p>\n\n\n\n

Ada cerita lucu setelah Nabi Ibrahim selesai menyembelih kambing, Nabi Ibrahim bertanya pada Ismail, siapa yang paling dermawan diantara kita? Ismail menjawab, saya. Tidak bisa kata Nabi Ibrahim, saya yang paling dermawan, karena akan mngorbankan anak yang kucintai. Ismail berkata, tidak bisa, saya yang dermawan, karena bapak punya dua anak, kalau saya dikorbankan, masih punya anak satu, lalu malaikat berkata, tidak bisa, saya yang dermawan karena saya sudah kehilangan kambing satu.\u00a0\u00a0<\/p>\n\n\n\n

Baca: Kegagalan Lakpesdam PBNU dalam Melihat Produk Tembakau Alternatif<\/a><\/p>\n\n\n\n

Keterangan dalam kitab tafsir  \u201cTanwirul Adhan<\/em>\u201d penjelasan dari surat As-Saffat ayat 102 bahwa usia Ismail saat itu 13 tahun ada juga Ulama\u2019 yang mengatakan umur 7 tahun. ada riwayat lain yang mengatakan umur Ismail saat itu 14 tahun. Pada intinya saat kejadian kisah penyembelihan, Ismail masih usia anak-anak, ia dengan senang hati dan ikhlas, menjalani perannya.  <\/p>\n\n\n\n

Dari sejarah singkat qurban yang ektrim di atas, kira-kira pendapat KPAI apakah mendukung apa yang telah di lakukan Nabi Ibrahim?, atau sebaliknya mendukung Iblis yang menghalangi Nabi Ibrahim yang akan menjalankan kewajibannya sebagai hamba?. Saya yakin KPAI akan mendukung Nabi Ibrahim, tidak mendukung langkah Iblis. 
<\/p>\n\n\n\n

Walaupun ktidak persis, tapi hampir mirip kisah qurban diatas dengan audisi oleh Djarum Foundation yang melibatkan. Program audisi bulutangkis usia anak-anak Djarum Foundation, tidak lain ikut serta program pemerintah dalam mencerdaskan bangsa melalui pencarian bakat sedini mungkin. Anak-anak yang berbakat bulutangkis tentunya yang terjaring dalam audisi, dididik dengan penuh semangat oleh Djarum Foundation Bhakti olahraga. Buktinya, anak-anak tersebut disekolahkan formal, dilatih bulu tangkis dengan disiplin dan penuh tanggungjawab, tanpa dipungut biaya apapun, bahkan semua kebutuhan anak-anak tercukupi dengan baik. Pola didiknya, seperti pola pendidikan sekolah lainnya, anak-anak dididik dan diajar agar berpretasi, setidaknya punya pengetahuan, pengalaman dan keahlian sebagai bekal masa depan. Disisi lain, ternyata anak-anak yang terjaring audisi merasa sangat gembira, senang dan bangga bisa terpilih. Mereka dapat mengembangkan bakatnya, dan mendapatkan pendidikan sekolah dengan gratis.<\/p>\n\n\n\n

Tujuan utama Djarum Foundation mencari bibit unggul pebulutangkis Indonesia, yang selama ini sebagai salah satu olahraga kebanggaan masyarakat Indonesia atas banyaknya prestasi yang di peroleh. Program Djarum Foundation Bhakti olahraga jauh dari niatan ekploitasi anak untuk promosi, yang ada ekploitasi anak untuk kejayaan olah raga bulutangkis bangsa Indonesia. <\/p>\n\n\n\n

Juga, program Djarum Foundation audisi bulutangkis adalah salah satu bentuk kesadaran dan kewajibannya membangun bangsa dengan melibatkan anak-anak. Lalu apa yang salah dari Djarum Foundation Bhakti Olahraga, jelas-jelas telah menghibahkan fasilitas, pikiran hingga dana untuk kepentingan kejayaan bangsa Indonesia, melalui olahraga. Pemerintah harus mendukung program tersebut, begitupun KPAI. KPAI jangan sampai menjadi penghalang, seperti halnya penghalang Nabi Ibrahim dalam kisah di atas.  
<\/p>\n","post_title":"Refleksi Kisah Kurban sebagai Bahan Pengingat KPAI","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"refleksi-kisah-kurban-sebagai-bahan-pengingat-kpai","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-08-12 08:30:31","post_modified_gmt":"2019-08-12 01:30:31","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5949","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5936,"post_author":"877","post_date":"2019-08-06 10:53:42","post_date_gmt":"2019-08-06 03:53:42","post_content":"\n

Masalah peredaran rokok di Indonesia, pemerintah cenderung mengambil langkah aman. Sudah saatnya pemerintah harus tegas menentukan sikap pelarangan atau membolehkan peredaran rokok di tengah-tengah masyarakat. <\/p>\n\n\n\n

Sikap pemerintah sampai saat ini menimbulkan pro dan kontra. Di satu sisi pemerintah melalui Kementrian Kesehatan membuat aturan pembatasan dan pelarangan beredarnya rokok, bahkan melarang adanya iklan rokok dan mengatur packaging<\/em> dengan bermacam gambar dan peringatan yang menggelian. Di sisi lain, pemerintah mendorong peningkatkan pendapatan Negara, mendorong peningkatan ekonomi rakyat, mendorong peningkatan produktivitas rakyat dan daya saing di pasar internasional, dan mendorong pengentasan kemiskinan.<\/p>\n\n\n\n

Sekarang, efek sikap pemerintah di atas meluas kemana-mana, mulai dari isu penyederhanaan layer atau penggabungan golongan industri rokok, isu pelarangan iklan rokok di media sosial karena pengguna media sosial banyak anak-anak, sampai pada pelarangan audisi pencari bakat bulu tangkis yang dilakukan Djarum Foundation dengan alasan ekploitasi anak. Ini semua adalah beberapa agenda untuk pengendalian rokok dan tembakau di Indonesia yang alasannya sudah dipatahkan dengan data yang lebih akurat.<\/p>\n\n\n\n

Semisal, yang pro dapat menceritakan dan meruntutkan agenda pengendalian rokok dan tembakau di Indonesia sebagai agenda politik dagang internasional. Semua program pengendalian rokok dan tembakau di Indonesia mengadopsi dari program World Health Organization (WHO) organisasi program dunia yang mendapatkan sokongan dana dari industri farmasi.\u00a0<\/p>\n\n\n\n

Baca:
Ada Campur Tangan Bloomberg dalam Surat Edaran Menkes terkait Pemblokiran Iklan Rokok <\/a><\/p>\n\n\n\n

WHO tidak semata-mata bertujuan demi meningkatkan taraf kesehatan penduduk. Di sini WHO sebagai ujung tombak industri farmasi. Terjadi peralihan di lingkup kesehatan, dimana dokter dan ilmuwan kesehatan dikuasai perusahan obat (farmasi). Tujuan utamanya tidak lain untuk merebut pasar nikotin dunia, dan menggantikan pemanfaatan nikotin alami dari tembakau dengan produk rekayasa nikotin yang telah dikantongi hak patennya. Keterlibatan WHO memuluskan tujuan industri farmasi tersebut dengan mendorong negara-negara di dunia untuk memberlakukan kebijakan sesuai kerangka kesehatan, tanpa mempertimbangkan peran sosial, ekonomi, politik dan budaya. Walaupun alasan kesehatan yang dibangun ternyata tidak 100% benar dan terkesan dipaksakan. Negara yang menjadi sasaran utama adalah Negara yang berkembang, seperti Indonesia, China, Bangladesh, India, Rusia, Mesir, Thailand, Filipina dan Brazil. <\/p>\n\n\n\n

Untuk menguasai pasar nikotin di dunia, industri farmasi mendapatkan sokongan dana dari bloomberg initiative. Karena salah satu direktur dari persekutuan perusahaan farmasi dunia bernama William R. Brody punya kedekatan dengan bloomberg initiative, selain teman karib juga posisinya sebagai penasehat. <\/h4>\n\n\n\n

Tidak mengherankan jika pendukung program pengendalian rokok dan tembakau di Indonesia mendapatkan sokongan dana dari bloomberg initiative termasuk lembaga yang bergerak untuk perlindungan anak, salah satunya Komnas Perlindungan Anak Indonesia (KPAI). Apapun bentuk lembaganya, selama mendapatkan kucuran dana bloomberg initiative, program utamanya harus sinergi dengan program bloomberg initiative dan rezim kesehatan dunia (WHO) yaitu pengendalian tembakau dan rokok, terutama rokok kretek asli Indonesia.<\/p>\n\n\n\n

Ada sekitar lebih dari 20an lembaga di Indonesia mendapatkan sokongan dana langsung maupun tidak langsung dari bloomberg initiative. Lembaga-lembaga tersebut bervarian, ada lembaga yang bergerak dalam pendidikan, bergerak pemberantasan korupsi, bergerak dalam kesehatan, bergerak perlindungan konsumen, bergerak melindungi anak, bahkan sampai pada lembaga agama. Numun pada intinya leading sector<\/em> yaitu sektor potensial yang dapat\u00a0menggerakkan agenda pengendalian tembakau dan rokok di Indonesia ada pada rezim kesehatan dalam hal ini Kementerian Kesehatan. Dengan menggunakan dalil kesehatan yang mulia, agenda bloomberg initiative dan farmasi berselancar dengan baik di Indonesia. \u00a0<\/p>\n\n\n\n

Baca:
Tinjauan Kritis Atas Larangan Iklan dan Sponshorship dengan Mencantumkan Logo, Brand Image, dan Identitas CSR Sebuah Perusahaan<\/a> <\/p>\n\n\n\n

Isu kuat saat ini yang beredar untuk agenda pengendalian tembakau dan rokok di Indonesia salah satunya, KPAI melarang audisi pencarian bakat bulu tangkis sejak dini yang dilakukan Djarum Foundation dengan alasan ekploitasi anak, Kementerian Kesehatan dan KPAI melarang adanya iklan di media sosia karena akan mengakibatkan bertambahnya perokok pemula, penggabungan golongan industri rokok atau penyederhanaan layer tarif cukai rokok yang intinya pengurangan terhadap industri rokok kretek, menaikkan cukai rokok untuk mengurangi peredaran rokok, dan korelasinya rokok dengan kemiskinan bertujuan agar ada kebijakan menghalau laju industri rokok kretek. <\/p>\n\n\n\n

Pemerintah dalam hal ini harus tegas mengambil sikap, untuk kepastian dan masa depan industri rokok kretek asli Indonesia. Dimana sejarah penemuan rokok kretek tidak lain untuk pengobatan yang dilakukan H. Djamhari sebagai obat sakit bengeknya. Karena rokok kretek adalah campuran tembakau dan cengkeh, berbeda dengan rokok non kretek yang hanya memakai tembakau saja. Selama ini, belum ada uji atau riset bahwa rokok kretek berkorelasi signifikan terhadap timbulnya penyakit yang dituduhkan. Kalau menjadi salah satu bagian kecil penyebab penyakit, tentunya ya dan bukan faktor penyebab utama. Itu seperti halnya barang-barang lain yang dikonsumsi manusia secara berlebihan dan hidup tidak seimbang. Termasuk makan nasi, mengkonsumsi gula dan mengkonsumsi lainnya secara berlebihan, tanpa diimbangi olah raga dan istirahat yang cukup. <\/p>\n\n\n\n

Selain itu, posisi industri kretek sangat stategis bagi bangsa Indonesia. Industri kretek membuktikan tetap bertahan setidaknya lebih dari 130 tahun. Disaat industri lain tumbang di zaman kolonial, industri kretek tetap eksis memberikan penghidupan masyarakat Indonesia. Bahkan tergolong industri yang peka zaman, dengan memberikan kontribusi yang sangat besar. Menghidupi setidaknya 6.1 juta jiwa petani cengkeh yang tersebar di 30 provinsi, petani tembakau yang tersebar di 15 provinsi. Menghidupi ribuan karyawan yang bekerja di industri kretek. Mempunyai multiplier<\/em> <\/em>effect<\/em> ke sektor perokonomian lainnya yang berada di sekitar industri kretek. <\/p>\n\n\n\n

Keberadaan industri kretek berkontribusi adanya hak jaminan sosial dan corporate social responsibility<\/em> (CSR), seperti halnya jaminan kesehatan, bhakti pendidikan, bhakti budaya, bhakti olahraga, bhakti lingkungan dan lain sebagainya. Berkontribusi pendapatan Negara melalui setoran cukai, berkontribusi bagi kesehatan publik dari alokasi dana bagi hasil cukai hasil tembakau (DBH-CHT) untuk sarana kesehatan dan pembayaran defisit Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS).  <\/p>\n\n\n\n

Selain itu, adanya industri kretek sebagai cermin kemandirian dan kedaulatan bangsa, karena sebagai pemenuhan kebutuhan pokok rakyat dalam hal ini pendapatan masyarakat sebagai agenda pemberantasan kemiskinan. <\/p>\n\n\n\n

Dengan pertimbangan di atas, diharapkan pemerintah dalam hal ini Presiden memberikan ketegasan, apakah industri rokok nasional tetap berproduksi atau dilarang berproduksi. Kalau tetap berproduksi, pemerintah secara totalitas harus melindunginya mulai kebijakan sampai pada strategi pemasarannya. Andaikan dilarang beroperasi, pemerintah paling tidak harus berani mempersiapkan lapangan pekerjaan lain bagi petani dan buruh tani cengkeh dan tembakau, buruh industri dan mungkin menata perekonomian akibat multiplier<\/em> <\/em>effect<\/em> keberadaan industri kretek. Dan yang terpenting keberadaan industri kretek, sebagai industri nasional sebagai perwujudan agenda prioritas  tujuan Nawa Cita, sehingga jangan sampai digiring dan diatur kepentingan asing melalui rezim kesehatan sebagai leading sector, <\/em>yang belum tentu benar dan terkesan dipaksakan.  
<\/p>\n","post_title":"Ketika Pemerintah Plin-Plan Membuat Regulasi Terkait Dunia Pertembakauan","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"ketika-pemerintah-plin-plan-membuat-regulasi-terkait-dunia-pertembakauan","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-08-06 10:53:48","post_modified_gmt":"2019-08-06 03:53:48","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5936","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":16},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"epic_block_3"};

\n

Jadi, masyarakat perlu waspada beredarnya vape atau rokok elektrik. Belum lagi, sebetulnya rokok elektrik atau vape, berdampak juga peningkatan perokok anak.\u00a0 Yang menjadi daya tarik bagi anak, selain bentuknya yang elegan, simpel, juga beraroma buah-buahan yang terkemas dalam cairan.<\/strong><\/p>\n\n\n\n

Orang yang mengatakan bahwa vape atau rokok elektrik lebih mensehatkan dari pada rokok kretek, pendapat tersebut sangat keliru. Disampaing efek dari rangkaian listrik dan battre juga cairan dalam rokok elektrik berpengaruh terhadap resiko jantung.  <\/p>\n\n\n\n

Hasil penelitian yang diterbitkan dalam Journal of American College of Cardiology pada Mei lalu ini menambah bukti bahwa cairan rokok elektrik dapat menghambat fungsi sel-sel tubuh yang berperan dalam kesehatan jantung. Cairan dalam vape atau rokok elektrik pada akhirnya merusak sel-sel yang melapisi pembuluh darah. <\/p>\n\n\n\n

Keberadaan vape atau rokok elektrik di pasaran sangat membahayakan bagi orang Indonesia, terlebih pemuda-pemuda, yang banyak memilih merokok vape aatau rokok elektri. Menurutnya, selain bentuk kecil, simpel dibawa dan ada aroma buah-buahan sesuai selera. Akan tetapi dibalik bentuknya yang bagus, menyembunyikan banyak penyakit ketika dikonsumsi.\u00a0<\/p>\n\n\n\n

Baca: Kata Siapa Lebih Sehat? Perokok Elektrik Berisiko Terjangkit Penyakit Kardiovaskular<\/a><\/p>\n\n\n\n

Hingga kini CDC masih melakukan investigasi lebih lanjut, dengan mengimbau agar para dokter mengumpulkan data dan sampel bila menemukan pasien dengan gejala penyakit paru serupa, tentunya akibat rokok elektrik atau vape. Bentuk dan merek rokok elektrik dan vape banyak varian dan banyak merek. JUUL termasuk merek rokok elektrik atau vape yang saat ini naik daun.\u00a0<\/p>\n\n\n\n

Ada yang mengatakan bahwa tak tepat membandingkan rokok tembakau dengan rokok elektrik. Ya benar tak tepat, karena rokok elektrik atau vape resikonya sangat tinggi. Sedang rokok tembakau resikonya kecil, apa lagi rokok kretek mungkin resikonya sangat kecil sekali terhadap tubuh. Alasannya, munculnya rokok kretek bertujuan untuk pengobatan sakit bengek, dan tujuannya berhasil. Hingga banyak orang melakukan pemesanan rokok kretek saat itu, rokok kretek belum sebagai industri besar masih bersifat rumahan,  keadaan tersebut sekitar abad 19. <\/p>\n\n\n\n

Dalam studi ini, tim peneliti menemukan bukti efek toksik pada sel-sel yang melapisi pembuluh darah dan melindungi jantung. Beberapa bukti tersebut termasuk di antaranya gangguan pada fungsi sel dan munculnya tanda-tanda peradangan. Para peneliti mengamati bagaimana respons sel saat bersentuhan dengan cairan rokok elektrik. Efek yang paling kentara terlihat pada cairan dengan rasa kayu manis.<\/p>\n\n\n\n

Baca: Riset Kesehatan Rokok Elektrik<\/a><\/p>\n\n\n\n

Sekelompok ahli kardiovaskular dari University of Massachusetts menganjurkan peneliti agar melakukan uji rokok elektrik atau vape lebih yang beraroma. Karena sumsi sementara, produk vape atau rokok elektrik yang beraroma dan punya pilihan rasa lebih berbahaya dari pada rokok vape natural. Namun yang banyak beredar dipasaran, justru yang beraroma dan berasa buah-buahan, dari pada yang natural. <\/p>\n\n\n\n

Studi pada 2018 lalu menunjukkan, penggunaan rokok elektrik harian berisiko terhadap serangan jantung, meski dengan probabilitas yang lebih rendah daripada perokok tembakau. Menurut dr Lawrence Phillips pakar kardiovaskular NYU Langone Health mengatakan \u201cKita melihat semakin banyak bukti bahwa rokok elektrik berhubungan dengan peningkatan risiko serangan jantung\u201d.<\/p>\n\n\n\n

Dari hasil pakar dan hasil studi di atas menegaskan bahwa keberadaan rokok vape atau rokok elektrik, resikonya sangat besar. Bahan utama rokok vape atau elektrik yang paling besar memberikan efek negatif pada tubuh manusia adalah cairan perasa. Akibat cairan perasa dalam rokok elektrik  atau vape termasuk merek JUUL beresiko terjadi peradangan, terjangkit penyakit jantung dan paru-paru akut, selanjutnya berakibat kematian. <\/p>\n\n\n\n

Untuk itu, demi masa depan bangsa Indonesia harusnya ada regulasi pelarangan peredaran rokok elektrik atau vape yang nyata-nyata telah ada kasus dengan didukung beberapa riset dan studi tentang konten rokok elektrik atau vape, yang hasilnya mempunyai resiko tinggi dapat menyebabkan penyakit berujung kematian.         
<\/p>\n","post_title":"Perokok Elektrik Berisiko Besar Terjangkit Penyakit Mematikan","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"perokok-elektrik-berisiko-besar-terjangkit-penyakit-mematikan","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-08-28 09:40:09","post_modified_gmt":"2019-08-28 02:40:09","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5999","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5979,"post_author":"877","post_date":"2019-08-21 09:57:26","post_date_gmt":"2019-08-21 02:57:26","post_content":"\n

Pemerintah berencana akan menerbitkan aturan simplifikasi layer cukai pada Oktober-Desember 2019. Jika benar terjadi, tindakan pemerintah itu sama saja membunuh secara perlahan industri kretek nasional. <\/p>\n\n\n\n

Jika dipikir-pikir, kebijakan simplifikasi layer cukai sangat menguntungkan industri rokok asing. Lalu apa bedanya pemerintah dengan LSM\/NGO yang getol memerangi peredaran rokok?. Nyatanya sama-sama ditunggangi kepentingan asing. Bedanya mungkin, pemerintah ditunggangi kepentingan industri rokok investor asing, kalau LSM\/NGO antirokok ada kepentingan farmasi yang berpusat di Amerika. Tapi jika dirunut dengan teliti, dua kepentingan asing tersebut yang terlihat beda, ada kemungkinan mengerucut pada satu titik yang sama. Tak lain membunuh rokok kretek asli Indonesia.<\/p>\n\n\n\n

Sebelum masuk ranah penjelasan yang sederhana tentang simplifikasi layer CHT, dampak yang ditimbulkan dan maksudnya. Terlebih dahulu perlu diuraikan makna simplifikasi, layer dan cukai secara berkesinambungan. Simplifikasi punya arti penyederhanaan, awalnya banyak dijadikan lebih sedikit, kecil, ramping dan ringkas. Tentunya, cara yang harus ditempuh dalam penyederhaan bisa jadi menggabungkan, bisa jadi dibuang\/dipotong salah satu, bisa jadi kedua-duanya dijalankan. Hubungan simplifikasi dengan industri rokok, penjelasannya di belakang setelah uraian tentang layer dan cukai.<\/p>\n\n\n\n

Layer bisa disebut dengan ungkapan lapisan, golongan, kelas, dan mungkin bisa dikatakan tingkatan. Varian rokok banyak sekali; ada rokok putih atau disebut sigaret putih mesin (SPM), ada sigaret kretek mesin (SKM), Ada sigaret kretek tangan (SKT). Ada rokok filter (ada busa) dan non filter (tidak ada busa). Ada juga rokok bercengkeh disebut kretek dan non cengkeh (tembakau saja) disebut putihan. Ada lagi rokok kretek dinamakan mild. Dari varian tersebut dibagi menjadi beberapa layer atau golongan, untuk penyesuaian pembayaran pajak cukai. Untuk mempermudah pemahaman, layer dibahasakan sebagai golongan industri rokok besar, menengah dan kecil. Sedangkan, cukai adalah pungutan pemerintah sebagai pajak. <\/p>\n\n\n\n

Nah, kira-kira uraian maknanya perkata sudah jelas. Sekarang uraian tersebut dihubungkan semua dengan rencana pemerintah kedepan untuk pungutan pajak rokok. Rencana pemerintah yang dimaksud simplikasi layer CHT, ingin menyederhanakan atau menggabungkan antara SPM dan SKM, dilebur manjadi satu golongan. Aslinya dibedakan, karena memang berbeda. SPM lebih tinggi pungutan pajaknya dari [ada SKM. SPM bukan asli produk Indonesia dan cenderung impor, dan yang punya bukan pribumi. Bahan bakunyapun tidak menggunakan tembakau Indonesia. Sangat jauh berbeda dengan SKM, industri yang padat karya dan menggunakan bahan baku lokal. Dan yang paling istimewa perbedaannya, tak lain adalah kemunculan SKM diciptakan oleh pribumi dengan mencampur tembakau dan cengkeh dalam satu batang rokok. Kemudian rokok cmpuran tersebut dinamai kretek. <\/p>\n\n\n\n

Rokok kretek terus berkembang dan inovatif seperti penjelasan di atas, ada filter, non filter, mesin, tangan, mild dan klobot. Kretek klobot tidak bercukai, karena keberadaannya hampir punah, sedikit sekali pabrikan membuat jenis klobot. Klobot satu-satunya rokok yang memakai bungkus daun jagung yang telah dikeringkan, kemudian di ikat pakai benang. Sehingga untuk kretek klobot ada pengecualian, tidak masuk dalam kategori jenis kretek di atas. <\/p>\n\n\n\n

Semua jenis kretek saat ini diproduksi oleh industri. Secara sederhana industri terbagi tiga macam, industri besar, menengah dan kecil. Paling kecil kategori industri kretek, telah mempunyai gudang untuk operasi pembuatan rokok kretek dengan luas minimal 200m2<\/sup>. Jadi, sekarang ini tidak ada lagi industri rokok kretek skala rumahan (home industri) seperti dulu lagi. <\/p>\n\n\n\n

Dari penjelasan di atas, sekarang sudah paham varian jenis rokok kretek asli produk Indonesia. Apapun bentuknya, jika rokok menggunakan campuran tembakau dan cengkeh itulah dinamakan rokok kretek, termasuk jenis mild. Dewasa ini jenis mild sangat disukai dipasaran. Hingga semua industri berlomba-lomba bikin mild. Munculnya mild tidak lain karena tuntutan dari aturan pemerintah yang membatasi nikotin dan tar. Sehingga konten tembakau mild lebih banyak memakai tembakau jenis Virginia. <\/p>\n\n\n\n

Jangan salahkan industri\/pabrikan jika makin lama kuota impor tembakau naik. Karena dibentuk oleh aturan pemerintah dan peningkatan permintaan pasar mild. Kalau begitu yang salah siapa? tentunya pemerintah yang membuat aturan low nikotin dan tar. Sulit sekali tembakau lokal untuk memenuhi batasan low nikotin dan tar sesuai aturan pemerintah. Pada akhirnya mau tidak mau industri\/pabrikan membutuhkan tembakau jenis Virginia yang sulit tumbuh dengan baik di bumi nusantara ini. Lalu apa yang dilakukan industri\/pabrikan rokok, ya impor lah. Tapi industri\/pabrikan masih sangat membutuhkan tembakau lokal. Selain sebagai bahan campuran rokok kretek mild, tembakau lokal dibuat memproduksi rokok bukan mild. <\/p>\n\n\n\n

Untuk rokok kretek mild, semuanya diproduksi memakai mesin, sedangkan selain mild ada yang pakai mesin ada yang pakai tangan. Dengan isu simplikasi layer CHT SPM dan SKM, ada dua kemungkinan. Pertama; bisa jadi SPM diturunkan levelnya disesuaikan dengan SKM. Kedua; atau SKM dinaikkan levelnya sesuai SPM. Keduanya sangat merugikan industri kretek asli produk Indonesia berupa SKM. Kalau yang pertama, keuntungan SPM (industri asing) harganya disamakan SKM, sehingga persaingan penjualan dipasaran relatif mudah, sehingga SKM sangat dirugikan. Jika demikian, pemerintah tidak melindungi industri nasional (lokal), dengan meliarkan persaingannya dipasaran sangat ketat. <\/p>\n\n\n\n

Kemungkinan yang kedua, juga demikian, sangat merugikan SKM, karena levelnya naik mengikuti SPM. Jika demikian, sangat memberatkan SKM, apalagi pangsa rokok kretek ditahun-tahun terakhir ini merosot tajam penjualannya. Kemerosotan penjualan rokok kretek juga pengaruh dari kebijakan pemerintah dan oknum (anti rokok) yang selalu merecoki industri kretek, seperti pungutan cukai naik,  pelarangan iklan, membuat isu yang dibuat-buat tanpa dasar dan lain sebagainya. Apakah keadaan industri kretek nasional saat ini, pemerintah masih memejamkan mata dan akan memberlakukan simplikasi layer CHT?. Jika demikian, sama saja pemerintah membunuh industri\/pabrikan kretek nasional dengan pelan-pelan. <\/p>\n\n\n\n

Jangan salahkan industri\/pabrikan rokok kretek jika pelan-pelan merumahkan karyawannya karena merugi bahkan tidak beroperasi. Jika pembelian bahan baku rokok kretek (tembakau dan cengkeh) menurun dan ribuan juta petani merugi, dan masih banyak lagi efek dampaknya ke segala lini yang menggantungkan hidupnya berhubungan dengan sektor pertembakauan. Pemerintah harus bertanggungjawab atas dampak tersebut, jangan asal cuci tangan jika dampak negatif terjadi. Karena pemerintahlah yang bikin aturan. <\/p>\n\n\n\n

Untuk itu, kedepan pemerintah harus hati-hati dan jeli dalam memutuskan dan memberlakukan kebijakan untuk kepentingan sektor pertembakauan. Karena, yang sudah-sudah, kebijakan pemerintah pada sektor pertembakauan tidak mengakomodir kepentingan industri nasional, cenderung mengakomodir kepentingan industri asing. Baik pemerintah, industri kretek, petani tembakau dan cengkeh serta masyarakat Indonesia harus berdaulat, saling menjaga dan saling melindungi untuk kepentingan bersama, menjadi bangsa yang besar dan kuat tanpa disetir Negara lain (asing). Inilah makna kemerdekaan yang sesungguhnya di era melenial.
<\/p>\n","post_title":"Kebijakan Simplifikasi Layer Cukai Adalah Rencana Pembunuhan terhadap Kretek","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"kebijakan-simplifikasi-layer-cukai-adalah-rencana-pembunuhan-terhadap-kretek","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-08-21 09:57:34","post_modified_gmt":"2019-08-21 02:57:34","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5979","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5956,"post_author":"877","post_date":"2019-08-14 11:00:51","post_date_gmt":"2019-08-14 04:00:51","post_content":"\n

Komisioner Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) Sitty Hikmawatty sesat pikir saat mengatakan bahwa program audisi beasiswa bulutangkis sebagai ajang ekploitasi anak. KPAI mempermasalahkan tulisan Djarum di kaos olahraga, karena sebagai ajang promosi brand rokok. Disini KPAI gagal faham membedakan antara Djarum Foundation dan Djarum industri rokok. <\/p>\n\n\n\n


Djarum Foundation sebagai wujud bhakti terhadap Bangsa dan Negara, sehingga prakteknya Djarum Foundation mengeluarkan uang, bukan mencari keuntungan. Ketika dikatakan sebagai ajang promosi produk rokok, sudah ditampik dan sudah dijelaskan secara detail pengurus Djarum Foundation, bahwa program yang dijalankan jauh dari niatan promosi produk rokok. Kalaupun ada tulisan Djarum di kaos olahraga, memang sejarahnya dari dulu sebagai nama clubnya. <\/p>\n\n\n\n


Sitty Hikmawatty sebagai komisioner KPAI, harusnya cerdas menyikapi hal tersebut. Harusnya ada apresiasi pada Djarum yang sadar akan kewajibannya, andil dalam pengembangan bakat bagi anak-anak. Dan apa yang telah dilakukan Djarum Foundation tidaklah mudah, membutuhkan tenaga dan matriil begitu besar. Sekarang pertanyaannya, siapa dan industri pribumi mana yang berani melakukan seperti itu?, bahkan KPAI pun tidak akan berani membuat program pencarian bakat secara intensif dan masif. <\/p>\n\n\n\n


KPAI harusnya faham makna perlindungan bagi anak, jangan hanya dimaknai secara sempit, semisal anak juga butuh perlindungan dari kebodohan dan kebutuhan lain yang sifatnya sangat mendesak. Nyatanya masih banyak anak \u2013anak yang tidak sekolah karena tidak mampu, masih banyak anak-anak yang hidup terlantar di Jalan, masih banyak anak-anak sebagai obyek makanan ringan yang bahannya membahayakan bagi tubuh. Dimana dan apa yang sudah dilakukan KPAI untuk melindungi anak tersebut?. Masih banyak masalah anak yang sangat penting dan krusial harus dikerjakan KPAI, dari pada mengurusi tulisan club Djarum dalam program audisi Djarum Foundation.<\/p>\n\n\n\n


Belum lagi, katanya KPAI akan mengambil langkah mengundang Kepala Daerah, dimana kotanya dibuat ajang audisi tersebut. Kalau nanti benar terjadi, menandakan kinerja KPAI tidak efektif. Masalah anak yang paling penting tidak terurus, dan selalu bergejolak di masyarakat kelas bawah. Sekali lagi seperti tidak sekolah karena orang tuanya tidak mampu atau orang tuanya meninggal dunia, walaupun sekolah katanya gratis, akan tetapi dampak lain timbul seperti halnya masalah ekonomi, akhirnya anak-anak mendingan cari uang untuk hidup sehari-hari dari pada sekolah. Anak-anak suka beli jajan (makanan ringat) di toko maupun dipinggir jalan yang mengandung bahan membahayakan bagi pertumbuhan anak. Di perempatan jalan atau lampu merah banyak anak-anak yang hidupnya menggelandang tanpa tujuan. Ini riil dan nyata di hadapan mata kita tiap hari. <\/p>\n\n\n\n


Tapi anehnya KPAI saat ini malah lebih intens mengurusi hal yang tidak penting degan melarang audisi pencarian bakat bulutangkis oleh Djarum Foundation. KPAI cenderung gagal faham dalam memahami, menafsiri, dan mensikapi hal tersebut. Anehnya lagi, apa yang dilakukan KPAI sampai ngotot. <\/p>\n\n\n\n


Kalau mau melarang program audisi Djarum Foundation, tunjukkan dulu KPAI punya program pencarian bakat seperti Djarum Foundation lakukan. Jangan seenaknya KPAI, melarang-larang tanpa solusi konkret dengan dalil perlindungan. Lucunya, KPAI dengan dalil perlindungan anak mengatakan, audisi pencarian bakat bulutangkis yes, ajang promosi no. Kalau dipahami, KPAI ingin audisi Djarum Foundation tetap jalan, tapi tulisan Djarum dihilangkan. Ini sama saja, tidak boleh menulis atau memaparkan nama club. Sedangkan pencantuman nama club sangat penting sebagai identitas dan jati diri. <\/p>\n\n\n\n


Kegiatan perlindungan untuk anak adalah pekerjaan yang sangat mulia kalau benar-benar dilakukan. KPAI, sebagai lembaga dengan memapang langsung tulisan perlindungan anak akan lebih mulia jika programnya konkret. Seperti lembaga sekolah negeri atau swasta, tanpa memakai kata-kata perlindungan, sekolah tersebut mendidik anak melindungi anak dari kebodohan untuk kesiapan masa depan. Audisi pencarian bakat bulutangkis Djarum Foundation pun demikian, kegiatannya konkret menyiapkan atlet olahraga bulutangkis. Dan apa yang telah dilakukan Djarum Foundation dengan audisinya sangat beda dari bentuk promosi. Berbeda dengan pelibatan anak-anak untuk promosi produk, murni tujuannya agar produknya laku. Apalagi produk yang ditawarkan untuk kebutuhan anak. Contohnya banyak sekali beredar iklan-iklan yang terpampang di pinggir jalan, di media sosial, bahkan di stasiun televisi, hal ini kayaknya lolos dari bahasan KPAI.<\/p>\n\n\n\n


Belum lagi, tanpa disadari lembaga KPAI juga menumpang hidup dari anak-anak. Kemana-mana membawa nama anak-anak untuk kegiatannya, bahkan sampai untuk menggalang donasi. Namun kegiatan yang betul-betul sangat dibutuhkan anak-anak belum atau bahkan tidak tersasar dan tidak menjadi prioritas. Sehingga, program KPAI untuk perlindungan anak dipastikan tidak efektif. Buktinya, KPAI membuat masalah yang sederhana dibuat rumit, seperti mempermasalahkan tulisan Djarum sebagai club dalam ajang audisi pencarian bakat Djarum Foundation Bhakti Olahraga. Jelas-jelas untuk kepentingan masa depan anak, dengan meningkakan minat dan bakat anak dalam olahraga atas dasar suka dan tidak ada paksaan.
Kata kunci pendidikan bagi anak adalah bermain, senang atau suka, sesuai keinginan, dan untuk bekal hidup selanjutnya. Jika KPAI mempermasalahkan tulisan club Djarum, yang dianggap sebagai ajang promosi dan ekploitasi anak, alasan tersebut tidak benar dan tanpa dasar. Seperti halnya penjelasan di atas, audisi pencarian bakat bulutangkis Djarum Foundation, jauh dari promosi dan ekploitasi. Tujuan utama audisi tidak lain memberikan bekal dan pendidikan bagi anak sesui keinginannya, anak belajar dengan senang, gembira, dan bermain. <\/p>\n\n\n\n


Jika kemudian KPAI dan lembaga lain yang mengatasnamakan peduli anak, melarang kegiatan audisi pencarian bakat olah raga bulutangkis yang dilakukan Djarum Foundation, sama dengan menghalangi anak Indonesia mengembangkan minat dan bakatnya sesuai keinginan, menghalangi anak Indonesia belajar sambil bermain dan gembira, menghalangi anak Indonesia untuk mendapatkan bekal hidup selanjutnya, menghalangi anak Indonesia untuk mewujudkan cita-cita. Apa yang dilakukan KPAI dan lembaga lain tersebut, sangat bertentangan dengan cita-cita Bangsa, dan cita-cita pendidikan bagi anak di Indonesia. <\/p>\n","post_title":"Sesat pikir KPAI Melarang Audisi Pencarian Bakat Bulutangkis Anak-Anak","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"sesat-pikir-kpai-melarang-audisi-pencarian-bakat-bulutangkis-anak-anak","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-08-14 11:00:58","post_modified_gmt":"2019-08-14 04:00:58","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5956","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5949,"post_author":"877","post_date":"2019-08-12 08:28:29","post_date_gmt":"2019-08-12 01:28:29","post_content":"\n

Kurban tidak semata-mata hanya menyembelih hewan, dibaliknya ada kisah indah yang bisa sebagai bahan renungan dan pengingat bagi semua. Pada kisah qurban, terdapat peran anak usia dini yang akhirnya dikenang umat Islam sedunia sepanjang masa dan juga dapat mengangkat harkat martabat keluarganya dihadapan Tuhan. Selama anak suka bahkan bahagia menjalankan perannya untuk kepentingan dirinya sendiri kedepan dan mengangkat harkat martabat keluarganya dengan bimbingan yang baik, maka hal tersebut sah-sah saja tidak ada larangan.\u00a0<\/p>\n\n\n\n

Kemarin, pada tanggal 11 Agustus 2019 hari Minggu, tepatnya pada tanggal 10 dzulhijjah 1440 M., dipagi hari umat Islam terlihat berbondong-bondong ada yang ke masjid ada yang kelapangan, tidak lain menjalankan ibadah sholat Idul Adha, atau biasa disebut hari raya qurban. Selain melakukan sholad, umat Islam merayakannya dengan menyembelih hewan qurban, seperti unta tradisi di Timur Tengah, sedangkam di Indonesia menyembelih sapi atau kerbau. Khusus di Kudus kota Kretek rerata menyembelih kerbau, sapi bagi sebagian besar masyarakat Kudus tidak mau menyembelih. Cerita yang beredar di masyarakat turun menurun, pelarangan menyembelih sapi sejak zaman kewalian yaitu Sunan Kudus sebagai penghormatan terhadap agama lain yang beranggapan hewan sapi sebagai hewan yang suci.<\/p>\n\n\n\n

Kembali ke Idul Adha, diceritakan oleh para Ulama\u2019 ada kisah tentang Nabi Ibrahim yang akan mengorbankan putranya yang masih kecil namanya Ismail (besarnya menjadi Nabi). Ceritanya Nabi Ibrahim saat tidur bermimpi, ia diperintah Tuhan untuk menyembelih putranya bernama Ismail. Saat bangun, ia merenung, berfikir sambil bertanya dihati, benarkah ini perintah Tuhan?. Kali pertama mimpinya ini, ia masih ragu antara benar perintah Tuhan atau tidak. Mimpi yang direnungkan dan difikir terjadi pada malam tanggal 08 dzulhijjah,disebut hari tarwiyah<\/em>.\u00a0<\/p>\n\n\n\n

Baca: Tinjauan Kritis Atas Larangan Iklan dan Sponshorship dengan Mencantumkan Logo, Brand Image, dan Identitas CSR Sebuah Perusahaan<\/a><\/p>\n\n\n\n

Pada malam tanggal 09 dzulhijjah Nabi Ibrahim mimpi lagi dengan perintah yang sama. Mimpi kali kedua, Nabi Ibrahim merasa yakin kalau benar-benar perintah Tuhan. Pada mimpi kedua disebut hari arafah<\/em>. Pada tanggal 10 dzulhijjah, hari Nabi Ibrahim melaksanakan perintah Tuhan untuk menyembelih Ismail (putranya), yang kemudian disebut  hari nakhr <\/em>(biasa disebut nahar bagi orang Indonesia). <\/p>\n\n\n\n

Cerita KH. Sya\u2019roni, saat pagi hari pada tanggal 10 dzulhijjah Nabi Ibrahim menyuruh istrinya bernama Siti Hajar (ibu kandung Ismail) untuk memandikan Ismail setelah itu memakaikan pakaian yang bagus-bagus, dengan alasan mau diajak jalan-jalan. Siti Hajar melaksanakan sesuai perintah suaminya, sembari menunggu istrinya selesai, Nabi Ibrahim mengasah pisaunya\/pedangnya. <\/p>\n\n\n\n

Ismail sudah siap, diajaklah jalan jalan bapaknya (Nabi Ibrahim) menuju bukit Mina di Makkah, dengan niatan mau disembelih sesui perintah Tuhan. Di tengah perjalanan, Nabi Ibrahim dihadang iblis yang berwujud manusia, dengan mengatakan Ibrahim, anakmu itu ganteng, tega kamu sembelih, urungkan niatmu. Nabi Ibrahim tidak menjawab, malah mengambil batu kecil 7 butir, kemudian batu kecil tersebut dilemparkan ke arah iblis tersebut, sambil mengatakan, pergi kamu Iblis. Nabi Ibrahim tetap melanjutkan perjalannya, dan dihadang Iblis lagi kali kedua, Nabi Ibrahim mengambil batu kecil lagi dilempar ke iblis. Kemudian Nabi melanjutkan perjalannya, dihadang iblis lagi kali ketiga, seperti penghadangan yang pertama dan kedua, Nabi mengambil batu kecil dan dilemparkan ke arah iblis, lalu Nabi Ibrahim lanjut lagi. Inilah cerita, yang menjadi cikal bakal adanya jumroh ula, jumroh wustho dan jumroh aqobah. Tiap ibadah haji jumroh ini harus diperagakan seperti halnya apa yang telah dilakukan Nabi Ibrahim dengan maksud melawan dan melempar iblis dengan batu agar tidak mengganggu..  <\/p>\n\n\n\n

Sesampainya di puncak bukit Mina, Nabi Ibrahim menceritakan mimpinya dan mengatakan maksud dan tujuannya mengajak Ismail jalan-jalan. Selesai Nabi Ibrahim cerita, kemudian Ismail berkata pada bapaknya, untuk segera menjalankan perintah Tuhan. Pada saat menyembebelih, pisau\/pedang Nabi Ibrahim tidak bisa melukai kulit Ismail, karena Nabi Ibrahim masih gelisah dan menangis saat melihat wajah Ismail. Kemudian Ismail berkata, mungkin karena bapak melihat wajahku, hingga tidak tega menyembelih, lalu Ismail membalikkan badannya memposisisikan badannya telungkup. Lalau Nabi Ibrahim dengan kesiapan hati melakukan penyembelihan yang kedua, lagi-lagi pisau\/pedangnya tidak mampu melukai kulit leher Ismail. Dengan bingung karena tidak berhasil menyembelih Ismail, turunlah Malaikat Jibril dengan membawa kambing, digantikannya Ismail dengan kambing tersebut. Bersamaan dengan turunnya wahyu Tuhan yang menjelaskan keduanya telah lulus  dari ujian. Kemudian Nabi Ibrahim membaca takbir \u201cAllahu Akbar\u201d<\/em> 3x, disaut Ismail dengan .membaca \u201cLaa ilaaha illahhu wallahu akbar<\/em>\u201d, diakhiri Malikat Jibril dengan bacaan \u201cAllahu Akbar walillahil Hamd<\/em>\u201d, dilanjutkan dengan menyembelih kambing bawaan malaikat jibril.<\/p>\n\n\n\n

Ada cerita lucu setelah Nabi Ibrahim selesai menyembelih kambing, Nabi Ibrahim bertanya pada Ismail, siapa yang paling dermawan diantara kita? Ismail menjawab, saya. Tidak bisa kata Nabi Ibrahim, saya yang paling dermawan, karena akan mngorbankan anak yang kucintai. Ismail berkata, tidak bisa, saya yang dermawan, karena bapak punya dua anak, kalau saya dikorbankan, masih punya anak satu, lalu malaikat berkata, tidak bisa, saya yang dermawan karena saya sudah kehilangan kambing satu.\u00a0\u00a0<\/p>\n\n\n\n

Baca: Kegagalan Lakpesdam PBNU dalam Melihat Produk Tembakau Alternatif<\/a><\/p>\n\n\n\n

Keterangan dalam kitab tafsir  \u201cTanwirul Adhan<\/em>\u201d penjelasan dari surat As-Saffat ayat 102 bahwa usia Ismail saat itu 13 tahun ada juga Ulama\u2019 yang mengatakan umur 7 tahun. ada riwayat lain yang mengatakan umur Ismail saat itu 14 tahun. Pada intinya saat kejadian kisah penyembelihan, Ismail masih usia anak-anak, ia dengan senang hati dan ikhlas, menjalani perannya.  <\/p>\n\n\n\n

Dari sejarah singkat qurban yang ektrim di atas, kira-kira pendapat KPAI apakah mendukung apa yang telah di lakukan Nabi Ibrahim?, atau sebaliknya mendukung Iblis yang menghalangi Nabi Ibrahim yang akan menjalankan kewajibannya sebagai hamba?. Saya yakin KPAI akan mendukung Nabi Ibrahim, tidak mendukung langkah Iblis. 
<\/p>\n\n\n\n

Walaupun ktidak persis, tapi hampir mirip kisah qurban diatas dengan audisi oleh Djarum Foundation yang melibatkan. Program audisi bulutangkis usia anak-anak Djarum Foundation, tidak lain ikut serta program pemerintah dalam mencerdaskan bangsa melalui pencarian bakat sedini mungkin. Anak-anak yang berbakat bulutangkis tentunya yang terjaring dalam audisi, dididik dengan penuh semangat oleh Djarum Foundation Bhakti olahraga. Buktinya, anak-anak tersebut disekolahkan formal, dilatih bulu tangkis dengan disiplin dan penuh tanggungjawab, tanpa dipungut biaya apapun, bahkan semua kebutuhan anak-anak tercukupi dengan baik. Pola didiknya, seperti pola pendidikan sekolah lainnya, anak-anak dididik dan diajar agar berpretasi, setidaknya punya pengetahuan, pengalaman dan keahlian sebagai bekal masa depan. Disisi lain, ternyata anak-anak yang terjaring audisi merasa sangat gembira, senang dan bangga bisa terpilih. Mereka dapat mengembangkan bakatnya, dan mendapatkan pendidikan sekolah dengan gratis.<\/p>\n\n\n\n

Tujuan utama Djarum Foundation mencari bibit unggul pebulutangkis Indonesia, yang selama ini sebagai salah satu olahraga kebanggaan masyarakat Indonesia atas banyaknya prestasi yang di peroleh. Program Djarum Foundation Bhakti olahraga jauh dari niatan ekploitasi anak untuk promosi, yang ada ekploitasi anak untuk kejayaan olah raga bulutangkis bangsa Indonesia. <\/p>\n\n\n\n

Juga, program Djarum Foundation audisi bulutangkis adalah salah satu bentuk kesadaran dan kewajibannya membangun bangsa dengan melibatkan anak-anak. Lalu apa yang salah dari Djarum Foundation Bhakti Olahraga, jelas-jelas telah menghibahkan fasilitas, pikiran hingga dana untuk kepentingan kejayaan bangsa Indonesia, melalui olahraga. Pemerintah harus mendukung program tersebut, begitupun KPAI. KPAI jangan sampai menjadi penghalang, seperti halnya penghalang Nabi Ibrahim dalam kisah di atas.  
<\/p>\n","post_title":"Refleksi Kisah Kurban sebagai Bahan Pengingat KPAI","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"refleksi-kisah-kurban-sebagai-bahan-pengingat-kpai","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-08-12 08:30:31","post_modified_gmt":"2019-08-12 01:30:31","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5949","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5936,"post_author":"877","post_date":"2019-08-06 10:53:42","post_date_gmt":"2019-08-06 03:53:42","post_content":"\n

Masalah peredaran rokok di Indonesia, pemerintah cenderung mengambil langkah aman. Sudah saatnya pemerintah harus tegas menentukan sikap pelarangan atau membolehkan peredaran rokok di tengah-tengah masyarakat. <\/p>\n\n\n\n

Sikap pemerintah sampai saat ini menimbulkan pro dan kontra. Di satu sisi pemerintah melalui Kementrian Kesehatan membuat aturan pembatasan dan pelarangan beredarnya rokok, bahkan melarang adanya iklan rokok dan mengatur packaging<\/em> dengan bermacam gambar dan peringatan yang menggelian. Di sisi lain, pemerintah mendorong peningkatkan pendapatan Negara, mendorong peningkatan ekonomi rakyat, mendorong peningkatan produktivitas rakyat dan daya saing di pasar internasional, dan mendorong pengentasan kemiskinan.<\/p>\n\n\n\n

Sekarang, efek sikap pemerintah di atas meluas kemana-mana, mulai dari isu penyederhanaan layer atau penggabungan golongan industri rokok, isu pelarangan iklan rokok di media sosial karena pengguna media sosial banyak anak-anak, sampai pada pelarangan audisi pencari bakat bulu tangkis yang dilakukan Djarum Foundation dengan alasan ekploitasi anak. Ini semua adalah beberapa agenda untuk pengendalian rokok dan tembakau di Indonesia yang alasannya sudah dipatahkan dengan data yang lebih akurat.<\/p>\n\n\n\n

Semisal, yang pro dapat menceritakan dan meruntutkan agenda pengendalian rokok dan tembakau di Indonesia sebagai agenda politik dagang internasional. Semua program pengendalian rokok dan tembakau di Indonesia mengadopsi dari program World Health Organization (WHO) organisasi program dunia yang mendapatkan sokongan dana dari industri farmasi.\u00a0<\/p>\n\n\n\n

Baca:
Ada Campur Tangan Bloomberg dalam Surat Edaran Menkes terkait Pemblokiran Iklan Rokok <\/a><\/p>\n\n\n\n

WHO tidak semata-mata bertujuan demi meningkatkan taraf kesehatan penduduk. Di sini WHO sebagai ujung tombak industri farmasi. Terjadi peralihan di lingkup kesehatan, dimana dokter dan ilmuwan kesehatan dikuasai perusahan obat (farmasi). Tujuan utamanya tidak lain untuk merebut pasar nikotin dunia, dan menggantikan pemanfaatan nikotin alami dari tembakau dengan produk rekayasa nikotin yang telah dikantongi hak patennya. Keterlibatan WHO memuluskan tujuan industri farmasi tersebut dengan mendorong negara-negara di dunia untuk memberlakukan kebijakan sesuai kerangka kesehatan, tanpa mempertimbangkan peran sosial, ekonomi, politik dan budaya. Walaupun alasan kesehatan yang dibangun ternyata tidak 100% benar dan terkesan dipaksakan. Negara yang menjadi sasaran utama adalah Negara yang berkembang, seperti Indonesia, China, Bangladesh, India, Rusia, Mesir, Thailand, Filipina dan Brazil. <\/p>\n\n\n\n

Untuk menguasai pasar nikotin di dunia, industri farmasi mendapatkan sokongan dana dari bloomberg initiative. Karena salah satu direktur dari persekutuan perusahaan farmasi dunia bernama William R. Brody punya kedekatan dengan bloomberg initiative, selain teman karib juga posisinya sebagai penasehat. <\/h4>\n\n\n\n

Tidak mengherankan jika pendukung program pengendalian rokok dan tembakau di Indonesia mendapatkan sokongan dana dari bloomberg initiative termasuk lembaga yang bergerak untuk perlindungan anak, salah satunya Komnas Perlindungan Anak Indonesia (KPAI). Apapun bentuk lembaganya, selama mendapatkan kucuran dana bloomberg initiative, program utamanya harus sinergi dengan program bloomberg initiative dan rezim kesehatan dunia (WHO) yaitu pengendalian tembakau dan rokok, terutama rokok kretek asli Indonesia.<\/p>\n\n\n\n

Ada sekitar lebih dari 20an lembaga di Indonesia mendapatkan sokongan dana langsung maupun tidak langsung dari bloomberg initiative. Lembaga-lembaga tersebut bervarian, ada lembaga yang bergerak dalam pendidikan, bergerak pemberantasan korupsi, bergerak dalam kesehatan, bergerak perlindungan konsumen, bergerak melindungi anak, bahkan sampai pada lembaga agama. Numun pada intinya leading sector<\/em> yaitu sektor potensial yang dapat\u00a0menggerakkan agenda pengendalian tembakau dan rokok di Indonesia ada pada rezim kesehatan dalam hal ini Kementerian Kesehatan. Dengan menggunakan dalil kesehatan yang mulia, agenda bloomberg initiative dan farmasi berselancar dengan baik di Indonesia. \u00a0<\/p>\n\n\n\n

Baca:
Tinjauan Kritis Atas Larangan Iklan dan Sponshorship dengan Mencantumkan Logo, Brand Image, dan Identitas CSR Sebuah Perusahaan<\/a> <\/p>\n\n\n\n

Isu kuat saat ini yang beredar untuk agenda pengendalian tembakau dan rokok di Indonesia salah satunya, KPAI melarang audisi pencarian bakat bulu tangkis sejak dini yang dilakukan Djarum Foundation dengan alasan ekploitasi anak, Kementerian Kesehatan dan KPAI melarang adanya iklan di media sosia karena akan mengakibatkan bertambahnya perokok pemula, penggabungan golongan industri rokok atau penyederhanaan layer tarif cukai rokok yang intinya pengurangan terhadap industri rokok kretek, menaikkan cukai rokok untuk mengurangi peredaran rokok, dan korelasinya rokok dengan kemiskinan bertujuan agar ada kebijakan menghalau laju industri rokok kretek. <\/p>\n\n\n\n

Pemerintah dalam hal ini harus tegas mengambil sikap, untuk kepastian dan masa depan industri rokok kretek asli Indonesia. Dimana sejarah penemuan rokok kretek tidak lain untuk pengobatan yang dilakukan H. Djamhari sebagai obat sakit bengeknya. Karena rokok kretek adalah campuran tembakau dan cengkeh, berbeda dengan rokok non kretek yang hanya memakai tembakau saja. Selama ini, belum ada uji atau riset bahwa rokok kretek berkorelasi signifikan terhadap timbulnya penyakit yang dituduhkan. Kalau menjadi salah satu bagian kecil penyebab penyakit, tentunya ya dan bukan faktor penyebab utama. Itu seperti halnya barang-barang lain yang dikonsumsi manusia secara berlebihan dan hidup tidak seimbang. Termasuk makan nasi, mengkonsumsi gula dan mengkonsumsi lainnya secara berlebihan, tanpa diimbangi olah raga dan istirahat yang cukup. <\/p>\n\n\n\n

Selain itu, posisi industri kretek sangat stategis bagi bangsa Indonesia. Industri kretek membuktikan tetap bertahan setidaknya lebih dari 130 tahun. Disaat industri lain tumbang di zaman kolonial, industri kretek tetap eksis memberikan penghidupan masyarakat Indonesia. Bahkan tergolong industri yang peka zaman, dengan memberikan kontribusi yang sangat besar. Menghidupi setidaknya 6.1 juta jiwa petani cengkeh yang tersebar di 30 provinsi, petani tembakau yang tersebar di 15 provinsi. Menghidupi ribuan karyawan yang bekerja di industri kretek. Mempunyai multiplier<\/em> <\/em>effect<\/em> ke sektor perokonomian lainnya yang berada di sekitar industri kretek. <\/p>\n\n\n\n

Keberadaan industri kretek berkontribusi adanya hak jaminan sosial dan corporate social responsibility<\/em> (CSR), seperti halnya jaminan kesehatan, bhakti pendidikan, bhakti budaya, bhakti olahraga, bhakti lingkungan dan lain sebagainya. Berkontribusi pendapatan Negara melalui setoran cukai, berkontribusi bagi kesehatan publik dari alokasi dana bagi hasil cukai hasil tembakau (DBH-CHT) untuk sarana kesehatan dan pembayaran defisit Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS).  <\/p>\n\n\n\n

Selain itu, adanya industri kretek sebagai cermin kemandirian dan kedaulatan bangsa, karena sebagai pemenuhan kebutuhan pokok rakyat dalam hal ini pendapatan masyarakat sebagai agenda pemberantasan kemiskinan. <\/p>\n\n\n\n

Dengan pertimbangan di atas, diharapkan pemerintah dalam hal ini Presiden memberikan ketegasan, apakah industri rokok nasional tetap berproduksi atau dilarang berproduksi. Kalau tetap berproduksi, pemerintah secara totalitas harus melindunginya mulai kebijakan sampai pada strategi pemasarannya. Andaikan dilarang beroperasi, pemerintah paling tidak harus berani mempersiapkan lapangan pekerjaan lain bagi petani dan buruh tani cengkeh dan tembakau, buruh industri dan mungkin menata perekonomian akibat multiplier<\/em> <\/em>effect<\/em> keberadaan industri kretek. Dan yang terpenting keberadaan industri kretek, sebagai industri nasional sebagai perwujudan agenda prioritas  tujuan Nawa Cita, sehingga jangan sampai digiring dan diatur kepentingan asing melalui rezim kesehatan sebagai leading sector, <\/em>yang belum tentu benar dan terkesan dipaksakan.  
<\/p>\n","post_title":"Ketika Pemerintah Plin-Plan Membuat Regulasi Terkait Dunia Pertembakauan","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"ketika-pemerintah-plin-plan-membuat-regulasi-terkait-dunia-pertembakauan","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-08-06 10:53:48","post_modified_gmt":"2019-08-06 03:53:48","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5936","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":16},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"epic_block_3"};

\n

Tidak hanya itu, otoritas kesehatan di Amerika Serikat telah berhasil menginvestigasi kemunculan penyakit paru-paru misterius di antara kalangan pengguna rokok elektrik atau vape. Dilaporkan setidaknya ada 195 kasus potensial penyakit paru-paru di 22 Negara karena kena dampak dari vape atau rokok elektrik.
<\/p>\n\n\n\n

Jadi, masyarakat perlu waspada beredarnya vape atau rokok elektrik. Belum lagi, sebetulnya rokok elektrik atau vape, berdampak juga peningkatan perokok anak.\u00a0 Yang menjadi daya tarik bagi anak, selain bentuknya yang elegan, simpel, juga beraroma buah-buahan yang terkemas dalam cairan.<\/strong><\/p>\n\n\n\n

Orang yang mengatakan bahwa vape atau rokok elektrik lebih mensehatkan dari pada rokok kretek, pendapat tersebut sangat keliru. Disampaing efek dari rangkaian listrik dan battre juga cairan dalam rokok elektrik berpengaruh terhadap resiko jantung.  <\/p>\n\n\n\n

Hasil penelitian yang diterbitkan dalam Journal of American College of Cardiology pada Mei lalu ini menambah bukti bahwa cairan rokok elektrik dapat menghambat fungsi sel-sel tubuh yang berperan dalam kesehatan jantung. Cairan dalam vape atau rokok elektrik pada akhirnya merusak sel-sel yang melapisi pembuluh darah. <\/p>\n\n\n\n

Keberadaan vape atau rokok elektrik di pasaran sangat membahayakan bagi orang Indonesia, terlebih pemuda-pemuda, yang banyak memilih merokok vape aatau rokok elektri. Menurutnya, selain bentuk kecil, simpel dibawa dan ada aroma buah-buahan sesuai selera. Akan tetapi dibalik bentuknya yang bagus, menyembunyikan banyak penyakit ketika dikonsumsi.\u00a0<\/p>\n\n\n\n

Baca: Kata Siapa Lebih Sehat? Perokok Elektrik Berisiko Terjangkit Penyakit Kardiovaskular<\/a><\/p>\n\n\n\n

Hingga kini CDC masih melakukan investigasi lebih lanjut, dengan mengimbau agar para dokter mengumpulkan data dan sampel bila menemukan pasien dengan gejala penyakit paru serupa, tentunya akibat rokok elektrik atau vape. Bentuk dan merek rokok elektrik dan vape banyak varian dan banyak merek. JUUL termasuk merek rokok elektrik atau vape yang saat ini naik daun.\u00a0<\/p>\n\n\n\n

Ada yang mengatakan bahwa tak tepat membandingkan rokok tembakau dengan rokok elektrik. Ya benar tak tepat, karena rokok elektrik atau vape resikonya sangat tinggi. Sedang rokok tembakau resikonya kecil, apa lagi rokok kretek mungkin resikonya sangat kecil sekali terhadap tubuh. Alasannya, munculnya rokok kretek bertujuan untuk pengobatan sakit bengek, dan tujuannya berhasil. Hingga banyak orang melakukan pemesanan rokok kretek saat itu, rokok kretek belum sebagai industri besar masih bersifat rumahan,  keadaan tersebut sekitar abad 19. <\/p>\n\n\n\n

Dalam studi ini, tim peneliti menemukan bukti efek toksik pada sel-sel yang melapisi pembuluh darah dan melindungi jantung. Beberapa bukti tersebut termasuk di antaranya gangguan pada fungsi sel dan munculnya tanda-tanda peradangan. Para peneliti mengamati bagaimana respons sel saat bersentuhan dengan cairan rokok elektrik. Efek yang paling kentara terlihat pada cairan dengan rasa kayu manis.<\/p>\n\n\n\n

Baca: Riset Kesehatan Rokok Elektrik<\/a><\/p>\n\n\n\n

Sekelompok ahli kardiovaskular dari University of Massachusetts menganjurkan peneliti agar melakukan uji rokok elektrik atau vape lebih yang beraroma. Karena sumsi sementara, produk vape atau rokok elektrik yang beraroma dan punya pilihan rasa lebih berbahaya dari pada rokok vape natural. Namun yang banyak beredar dipasaran, justru yang beraroma dan berasa buah-buahan, dari pada yang natural. <\/p>\n\n\n\n

Studi pada 2018 lalu menunjukkan, penggunaan rokok elektrik harian berisiko terhadap serangan jantung, meski dengan probabilitas yang lebih rendah daripada perokok tembakau. Menurut dr Lawrence Phillips pakar kardiovaskular NYU Langone Health mengatakan \u201cKita melihat semakin banyak bukti bahwa rokok elektrik berhubungan dengan peningkatan risiko serangan jantung\u201d.<\/p>\n\n\n\n

Dari hasil pakar dan hasil studi di atas menegaskan bahwa keberadaan rokok vape atau rokok elektrik, resikonya sangat besar. Bahan utama rokok vape atau elektrik yang paling besar memberikan efek negatif pada tubuh manusia adalah cairan perasa. Akibat cairan perasa dalam rokok elektrik  atau vape termasuk merek JUUL beresiko terjadi peradangan, terjangkit penyakit jantung dan paru-paru akut, selanjutnya berakibat kematian. <\/p>\n\n\n\n

Untuk itu, demi masa depan bangsa Indonesia harusnya ada regulasi pelarangan peredaran rokok elektrik atau vape yang nyata-nyata telah ada kasus dengan didukung beberapa riset dan studi tentang konten rokok elektrik atau vape, yang hasilnya mempunyai resiko tinggi dapat menyebabkan penyakit berujung kematian.         
<\/p>\n","post_title":"Perokok Elektrik Berisiko Besar Terjangkit Penyakit Mematikan","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"perokok-elektrik-berisiko-besar-terjangkit-penyakit-mematikan","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-08-28 09:40:09","post_modified_gmt":"2019-08-28 02:40:09","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5999","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5979,"post_author":"877","post_date":"2019-08-21 09:57:26","post_date_gmt":"2019-08-21 02:57:26","post_content":"\n

Pemerintah berencana akan menerbitkan aturan simplifikasi layer cukai pada Oktober-Desember 2019. Jika benar terjadi, tindakan pemerintah itu sama saja membunuh secara perlahan industri kretek nasional. <\/p>\n\n\n\n

Jika dipikir-pikir, kebijakan simplifikasi layer cukai sangat menguntungkan industri rokok asing. Lalu apa bedanya pemerintah dengan LSM\/NGO yang getol memerangi peredaran rokok?. Nyatanya sama-sama ditunggangi kepentingan asing. Bedanya mungkin, pemerintah ditunggangi kepentingan industri rokok investor asing, kalau LSM\/NGO antirokok ada kepentingan farmasi yang berpusat di Amerika. Tapi jika dirunut dengan teliti, dua kepentingan asing tersebut yang terlihat beda, ada kemungkinan mengerucut pada satu titik yang sama. Tak lain membunuh rokok kretek asli Indonesia.<\/p>\n\n\n\n

Sebelum masuk ranah penjelasan yang sederhana tentang simplifikasi layer CHT, dampak yang ditimbulkan dan maksudnya. Terlebih dahulu perlu diuraikan makna simplifikasi, layer dan cukai secara berkesinambungan. Simplifikasi punya arti penyederhanaan, awalnya banyak dijadikan lebih sedikit, kecil, ramping dan ringkas. Tentunya, cara yang harus ditempuh dalam penyederhaan bisa jadi menggabungkan, bisa jadi dibuang\/dipotong salah satu, bisa jadi kedua-duanya dijalankan. Hubungan simplifikasi dengan industri rokok, penjelasannya di belakang setelah uraian tentang layer dan cukai.<\/p>\n\n\n\n

Layer bisa disebut dengan ungkapan lapisan, golongan, kelas, dan mungkin bisa dikatakan tingkatan. Varian rokok banyak sekali; ada rokok putih atau disebut sigaret putih mesin (SPM), ada sigaret kretek mesin (SKM), Ada sigaret kretek tangan (SKT). Ada rokok filter (ada busa) dan non filter (tidak ada busa). Ada juga rokok bercengkeh disebut kretek dan non cengkeh (tembakau saja) disebut putihan. Ada lagi rokok kretek dinamakan mild. Dari varian tersebut dibagi menjadi beberapa layer atau golongan, untuk penyesuaian pembayaran pajak cukai. Untuk mempermudah pemahaman, layer dibahasakan sebagai golongan industri rokok besar, menengah dan kecil. Sedangkan, cukai adalah pungutan pemerintah sebagai pajak. <\/p>\n\n\n\n

Nah, kira-kira uraian maknanya perkata sudah jelas. Sekarang uraian tersebut dihubungkan semua dengan rencana pemerintah kedepan untuk pungutan pajak rokok. Rencana pemerintah yang dimaksud simplikasi layer CHT, ingin menyederhanakan atau menggabungkan antara SPM dan SKM, dilebur manjadi satu golongan. Aslinya dibedakan, karena memang berbeda. SPM lebih tinggi pungutan pajaknya dari [ada SKM. SPM bukan asli produk Indonesia dan cenderung impor, dan yang punya bukan pribumi. Bahan bakunyapun tidak menggunakan tembakau Indonesia. Sangat jauh berbeda dengan SKM, industri yang padat karya dan menggunakan bahan baku lokal. Dan yang paling istimewa perbedaannya, tak lain adalah kemunculan SKM diciptakan oleh pribumi dengan mencampur tembakau dan cengkeh dalam satu batang rokok. Kemudian rokok cmpuran tersebut dinamai kretek. <\/p>\n\n\n\n

Rokok kretek terus berkembang dan inovatif seperti penjelasan di atas, ada filter, non filter, mesin, tangan, mild dan klobot. Kretek klobot tidak bercukai, karena keberadaannya hampir punah, sedikit sekali pabrikan membuat jenis klobot. Klobot satu-satunya rokok yang memakai bungkus daun jagung yang telah dikeringkan, kemudian di ikat pakai benang. Sehingga untuk kretek klobot ada pengecualian, tidak masuk dalam kategori jenis kretek di atas. <\/p>\n\n\n\n

Semua jenis kretek saat ini diproduksi oleh industri. Secara sederhana industri terbagi tiga macam, industri besar, menengah dan kecil. Paling kecil kategori industri kretek, telah mempunyai gudang untuk operasi pembuatan rokok kretek dengan luas minimal 200m2<\/sup>. Jadi, sekarang ini tidak ada lagi industri rokok kretek skala rumahan (home industri) seperti dulu lagi. <\/p>\n\n\n\n

Dari penjelasan di atas, sekarang sudah paham varian jenis rokok kretek asli produk Indonesia. Apapun bentuknya, jika rokok menggunakan campuran tembakau dan cengkeh itulah dinamakan rokok kretek, termasuk jenis mild. Dewasa ini jenis mild sangat disukai dipasaran. Hingga semua industri berlomba-lomba bikin mild. Munculnya mild tidak lain karena tuntutan dari aturan pemerintah yang membatasi nikotin dan tar. Sehingga konten tembakau mild lebih banyak memakai tembakau jenis Virginia. <\/p>\n\n\n\n

Jangan salahkan industri\/pabrikan jika makin lama kuota impor tembakau naik. Karena dibentuk oleh aturan pemerintah dan peningkatan permintaan pasar mild. Kalau begitu yang salah siapa? tentunya pemerintah yang membuat aturan low nikotin dan tar. Sulit sekali tembakau lokal untuk memenuhi batasan low nikotin dan tar sesuai aturan pemerintah. Pada akhirnya mau tidak mau industri\/pabrikan membutuhkan tembakau jenis Virginia yang sulit tumbuh dengan baik di bumi nusantara ini. Lalu apa yang dilakukan industri\/pabrikan rokok, ya impor lah. Tapi industri\/pabrikan masih sangat membutuhkan tembakau lokal. Selain sebagai bahan campuran rokok kretek mild, tembakau lokal dibuat memproduksi rokok bukan mild. <\/p>\n\n\n\n

Untuk rokok kretek mild, semuanya diproduksi memakai mesin, sedangkan selain mild ada yang pakai mesin ada yang pakai tangan. Dengan isu simplikasi layer CHT SPM dan SKM, ada dua kemungkinan. Pertama; bisa jadi SPM diturunkan levelnya disesuaikan dengan SKM. Kedua; atau SKM dinaikkan levelnya sesuai SPM. Keduanya sangat merugikan industri kretek asli produk Indonesia berupa SKM. Kalau yang pertama, keuntungan SPM (industri asing) harganya disamakan SKM, sehingga persaingan penjualan dipasaran relatif mudah, sehingga SKM sangat dirugikan. Jika demikian, pemerintah tidak melindungi industri nasional (lokal), dengan meliarkan persaingannya dipasaran sangat ketat. <\/p>\n\n\n\n

Kemungkinan yang kedua, juga demikian, sangat merugikan SKM, karena levelnya naik mengikuti SPM. Jika demikian, sangat memberatkan SKM, apalagi pangsa rokok kretek ditahun-tahun terakhir ini merosot tajam penjualannya. Kemerosotan penjualan rokok kretek juga pengaruh dari kebijakan pemerintah dan oknum (anti rokok) yang selalu merecoki industri kretek, seperti pungutan cukai naik,  pelarangan iklan, membuat isu yang dibuat-buat tanpa dasar dan lain sebagainya. Apakah keadaan industri kretek nasional saat ini, pemerintah masih memejamkan mata dan akan memberlakukan simplikasi layer CHT?. Jika demikian, sama saja pemerintah membunuh industri\/pabrikan kretek nasional dengan pelan-pelan. <\/p>\n\n\n\n

Jangan salahkan industri\/pabrikan rokok kretek jika pelan-pelan merumahkan karyawannya karena merugi bahkan tidak beroperasi. Jika pembelian bahan baku rokok kretek (tembakau dan cengkeh) menurun dan ribuan juta petani merugi, dan masih banyak lagi efek dampaknya ke segala lini yang menggantungkan hidupnya berhubungan dengan sektor pertembakauan. Pemerintah harus bertanggungjawab atas dampak tersebut, jangan asal cuci tangan jika dampak negatif terjadi. Karena pemerintahlah yang bikin aturan. <\/p>\n\n\n\n

Untuk itu, kedepan pemerintah harus hati-hati dan jeli dalam memutuskan dan memberlakukan kebijakan untuk kepentingan sektor pertembakauan. Karena, yang sudah-sudah, kebijakan pemerintah pada sektor pertembakauan tidak mengakomodir kepentingan industri nasional, cenderung mengakomodir kepentingan industri asing. Baik pemerintah, industri kretek, petani tembakau dan cengkeh serta masyarakat Indonesia harus berdaulat, saling menjaga dan saling melindungi untuk kepentingan bersama, menjadi bangsa yang besar dan kuat tanpa disetir Negara lain (asing). Inilah makna kemerdekaan yang sesungguhnya di era melenial.
<\/p>\n","post_title":"Kebijakan Simplifikasi Layer Cukai Adalah Rencana Pembunuhan terhadap Kretek","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"kebijakan-simplifikasi-layer-cukai-adalah-rencana-pembunuhan-terhadap-kretek","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-08-21 09:57:34","post_modified_gmt":"2019-08-21 02:57:34","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5979","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5956,"post_author":"877","post_date":"2019-08-14 11:00:51","post_date_gmt":"2019-08-14 04:00:51","post_content":"\n

Komisioner Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) Sitty Hikmawatty sesat pikir saat mengatakan bahwa program audisi beasiswa bulutangkis sebagai ajang ekploitasi anak. KPAI mempermasalahkan tulisan Djarum di kaos olahraga, karena sebagai ajang promosi brand rokok. Disini KPAI gagal faham membedakan antara Djarum Foundation dan Djarum industri rokok. <\/p>\n\n\n\n


Djarum Foundation sebagai wujud bhakti terhadap Bangsa dan Negara, sehingga prakteknya Djarum Foundation mengeluarkan uang, bukan mencari keuntungan. Ketika dikatakan sebagai ajang promosi produk rokok, sudah ditampik dan sudah dijelaskan secara detail pengurus Djarum Foundation, bahwa program yang dijalankan jauh dari niatan promosi produk rokok. Kalaupun ada tulisan Djarum di kaos olahraga, memang sejarahnya dari dulu sebagai nama clubnya. <\/p>\n\n\n\n


Sitty Hikmawatty sebagai komisioner KPAI, harusnya cerdas menyikapi hal tersebut. Harusnya ada apresiasi pada Djarum yang sadar akan kewajibannya, andil dalam pengembangan bakat bagi anak-anak. Dan apa yang telah dilakukan Djarum Foundation tidaklah mudah, membutuhkan tenaga dan matriil begitu besar. Sekarang pertanyaannya, siapa dan industri pribumi mana yang berani melakukan seperti itu?, bahkan KPAI pun tidak akan berani membuat program pencarian bakat secara intensif dan masif. <\/p>\n\n\n\n


KPAI harusnya faham makna perlindungan bagi anak, jangan hanya dimaknai secara sempit, semisal anak juga butuh perlindungan dari kebodohan dan kebutuhan lain yang sifatnya sangat mendesak. Nyatanya masih banyak anak \u2013anak yang tidak sekolah karena tidak mampu, masih banyak anak-anak yang hidup terlantar di Jalan, masih banyak anak-anak sebagai obyek makanan ringan yang bahannya membahayakan bagi tubuh. Dimana dan apa yang sudah dilakukan KPAI untuk melindungi anak tersebut?. Masih banyak masalah anak yang sangat penting dan krusial harus dikerjakan KPAI, dari pada mengurusi tulisan club Djarum dalam program audisi Djarum Foundation.<\/p>\n\n\n\n


Belum lagi, katanya KPAI akan mengambil langkah mengundang Kepala Daerah, dimana kotanya dibuat ajang audisi tersebut. Kalau nanti benar terjadi, menandakan kinerja KPAI tidak efektif. Masalah anak yang paling penting tidak terurus, dan selalu bergejolak di masyarakat kelas bawah. Sekali lagi seperti tidak sekolah karena orang tuanya tidak mampu atau orang tuanya meninggal dunia, walaupun sekolah katanya gratis, akan tetapi dampak lain timbul seperti halnya masalah ekonomi, akhirnya anak-anak mendingan cari uang untuk hidup sehari-hari dari pada sekolah. Anak-anak suka beli jajan (makanan ringat) di toko maupun dipinggir jalan yang mengandung bahan membahayakan bagi pertumbuhan anak. Di perempatan jalan atau lampu merah banyak anak-anak yang hidupnya menggelandang tanpa tujuan. Ini riil dan nyata di hadapan mata kita tiap hari. <\/p>\n\n\n\n


Tapi anehnya KPAI saat ini malah lebih intens mengurusi hal yang tidak penting degan melarang audisi pencarian bakat bulutangkis oleh Djarum Foundation. KPAI cenderung gagal faham dalam memahami, menafsiri, dan mensikapi hal tersebut. Anehnya lagi, apa yang dilakukan KPAI sampai ngotot. <\/p>\n\n\n\n


Kalau mau melarang program audisi Djarum Foundation, tunjukkan dulu KPAI punya program pencarian bakat seperti Djarum Foundation lakukan. Jangan seenaknya KPAI, melarang-larang tanpa solusi konkret dengan dalil perlindungan. Lucunya, KPAI dengan dalil perlindungan anak mengatakan, audisi pencarian bakat bulutangkis yes, ajang promosi no. Kalau dipahami, KPAI ingin audisi Djarum Foundation tetap jalan, tapi tulisan Djarum dihilangkan. Ini sama saja, tidak boleh menulis atau memaparkan nama club. Sedangkan pencantuman nama club sangat penting sebagai identitas dan jati diri. <\/p>\n\n\n\n


Kegiatan perlindungan untuk anak adalah pekerjaan yang sangat mulia kalau benar-benar dilakukan. KPAI, sebagai lembaga dengan memapang langsung tulisan perlindungan anak akan lebih mulia jika programnya konkret. Seperti lembaga sekolah negeri atau swasta, tanpa memakai kata-kata perlindungan, sekolah tersebut mendidik anak melindungi anak dari kebodohan untuk kesiapan masa depan. Audisi pencarian bakat bulutangkis Djarum Foundation pun demikian, kegiatannya konkret menyiapkan atlet olahraga bulutangkis. Dan apa yang telah dilakukan Djarum Foundation dengan audisinya sangat beda dari bentuk promosi. Berbeda dengan pelibatan anak-anak untuk promosi produk, murni tujuannya agar produknya laku. Apalagi produk yang ditawarkan untuk kebutuhan anak. Contohnya banyak sekali beredar iklan-iklan yang terpampang di pinggir jalan, di media sosial, bahkan di stasiun televisi, hal ini kayaknya lolos dari bahasan KPAI.<\/p>\n\n\n\n


Belum lagi, tanpa disadari lembaga KPAI juga menumpang hidup dari anak-anak. Kemana-mana membawa nama anak-anak untuk kegiatannya, bahkan sampai untuk menggalang donasi. Namun kegiatan yang betul-betul sangat dibutuhkan anak-anak belum atau bahkan tidak tersasar dan tidak menjadi prioritas. Sehingga, program KPAI untuk perlindungan anak dipastikan tidak efektif. Buktinya, KPAI membuat masalah yang sederhana dibuat rumit, seperti mempermasalahkan tulisan Djarum sebagai club dalam ajang audisi pencarian bakat Djarum Foundation Bhakti Olahraga. Jelas-jelas untuk kepentingan masa depan anak, dengan meningkakan minat dan bakat anak dalam olahraga atas dasar suka dan tidak ada paksaan.
Kata kunci pendidikan bagi anak adalah bermain, senang atau suka, sesuai keinginan, dan untuk bekal hidup selanjutnya. Jika KPAI mempermasalahkan tulisan club Djarum, yang dianggap sebagai ajang promosi dan ekploitasi anak, alasan tersebut tidak benar dan tanpa dasar. Seperti halnya penjelasan di atas, audisi pencarian bakat bulutangkis Djarum Foundation, jauh dari promosi dan ekploitasi. Tujuan utama audisi tidak lain memberikan bekal dan pendidikan bagi anak sesui keinginannya, anak belajar dengan senang, gembira, dan bermain. <\/p>\n\n\n\n


Jika kemudian KPAI dan lembaga lain yang mengatasnamakan peduli anak, melarang kegiatan audisi pencarian bakat olah raga bulutangkis yang dilakukan Djarum Foundation, sama dengan menghalangi anak Indonesia mengembangkan minat dan bakatnya sesuai keinginan, menghalangi anak Indonesia belajar sambil bermain dan gembira, menghalangi anak Indonesia untuk mendapatkan bekal hidup selanjutnya, menghalangi anak Indonesia untuk mewujudkan cita-cita. Apa yang dilakukan KPAI dan lembaga lain tersebut, sangat bertentangan dengan cita-cita Bangsa, dan cita-cita pendidikan bagi anak di Indonesia. <\/p>\n","post_title":"Sesat pikir KPAI Melarang Audisi Pencarian Bakat Bulutangkis Anak-Anak","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"sesat-pikir-kpai-melarang-audisi-pencarian-bakat-bulutangkis-anak-anak","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-08-14 11:00:58","post_modified_gmt":"2019-08-14 04:00:58","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5956","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5949,"post_author":"877","post_date":"2019-08-12 08:28:29","post_date_gmt":"2019-08-12 01:28:29","post_content":"\n

Kurban tidak semata-mata hanya menyembelih hewan, dibaliknya ada kisah indah yang bisa sebagai bahan renungan dan pengingat bagi semua. Pada kisah qurban, terdapat peran anak usia dini yang akhirnya dikenang umat Islam sedunia sepanjang masa dan juga dapat mengangkat harkat martabat keluarganya dihadapan Tuhan. Selama anak suka bahkan bahagia menjalankan perannya untuk kepentingan dirinya sendiri kedepan dan mengangkat harkat martabat keluarganya dengan bimbingan yang baik, maka hal tersebut sah-sah saja tidak ada larangan.\u00a0<\/p>\n\n\n\n

Kemarin, pada tanggal 11 Agustus 2019 hari Minggu, tepatnya pada tanggal 10 dzulhijjah 1440 M., dipagi hari umat Islam terlihat berbondong-bondong ada yang ke masjid ada yang kelapangan, tidak lain menjalankan ibadah sholat Idul Adha, atau biasa disebut hari raya qurban. Selain melakukan sholad, umat Islam merayakannya dengan menyembelih hewan qurban, seperti unta tradisi di Timur Tengah, sedangkam di Indonesia menyembelih sapi atau kerbau. Khusus di Kudus kota Kretek rerata menyembelih kerbau, sapi bagi sebagian besar masyarakat Kudus tidak mau menyembelih. Cerita yang beredar di masyarakat turun menurun, pelarangan menyembelih sapi sejak zaman kewalian yaitu Sunan Kudus sebagai penghormatan terhadap agama lain yang beranggapan hewan sapi sebagai hewan yang suci.<\/p>\n\n\n\n

Kembali ke Idul Adha, diceritakan oleh para Ulama\u2019 ada kisah tentang Nabi Ibrahim yang akan mengorbankan putranya yang masih kecil namanya Ismail (besarnya menjadi Nabi). Ceritanya Nabi Ibrahim saat tidur bermimpi, ia diperintah Tuhan untuk menyembelih putranya bernama Ismail. Saat bangun, ia merenung, berfikir sambil bertanya dihati, benarkah ini perintah Tuhan?. Kali pertama mimpinya ini, ia masih ragu antara benar perintah Tuhan atau tidak. Mimpi yang direnungkan dan difikir terjadi pada malam tanggal 08 dzulhijjah,disebut hari tarwiyah<\/em>.\u00a0<\/p>\n\n\n\n

Baca: Tinjauan Kritis Atas Larangan Iklan dan Sponshorship dengan Mencantumkan Logo, Brand Image, dan Identitas CSR Sebuah Perusahaan<\/a><\/p>\n\n\n\n

Pada malam tanggal 09 dzulhijjah Nabi Ibrahim mimpi lagi dengan perintah yang sama. Mimpi kali kedua, Nabi Ibrahim merasa yakin kalau benar-benar perintah Tuhan. Pada mimpi kedua disebut hari arafah<\/em>. Pada tanggal 10 dzulhijjah, hari Nabi Ibrahim melaksanakan perintah Tuhan untuk menyembelih Ismail (putranya), yang kemudian disebut  hari nakhr <\/em>(biasa disebut nahar bagi orang Indonesia). <\/p>\n\n\n\n

Cerita KH. Sya\u2019roni, saat pagi hari pada tanggal 10 dzulhijjah Nabi Ibrahim menyuruh istrinya bernama Siti Hajar (ibu kandung Ismail) untuk memandikan Ismail setelah itu memakaikan pakaian yang bagus-bagus, dengan alasan mau diajak jalan-jalan. Siti Hajar melaksanakan sesuai perintah suaminya, sembari menunggu istrinya selesai, Nabi Ibrahim mengasah pisaunya\/pedangnya. <\/p>\n\n\n\n

Ismail sudah siap, diajaklah jalan jalan bapaknya (Nabi Ibrahim) menuju bukit Mina di Makkah, dengan niatan mau disembelih sesui perintah Tuhan. Di tengah perjalanan, Nabi Ibrahim dihadang iblis yang berwujud manusia, dengan mengatakan Ibrahim, anakmu itu ganteng, tega kamu sembelih, urungkan niatmu. Nabi Ibrahim tidak menjawab, malah mengambil batu kecil 7 butir, kemudian batu kecil tersebut dilemparkan ke arah iblis tersebut, sambil mengatakan, pergi kamu Iblis. Nabi Ibrahim tetap melanjutkan perjalannya, dan dihadang Iblis lagi kali kedua, Nabi Ibrahim mengambil batu kecil lagi dilempar ke iblis. Kemudian Nabi melanjutkan perjalannya, dihadang iblis lagi kali ketiga, seperti penghadangan yang pertama dan kedua, Nabi mengambil batu kecil dan dilemparkan ke arah iblis, lalu Nabi Ibrahim lanjut lagi. Inilah cerita, yang menjadi cikal bakal adanya jumroh ula, jumroh wustho dan jumroh aqobah. Tiap ibadah haji jumroh ini harus diperagakan seperti halnya apa yang telah dilakukan Nabi Ibrahim dengan maksud melawan dan melempar iblis dengan batu agar tidak mengganggu..  <\/p>\n\n\n\n

Sesampainya di puncak bukit Mina, Nabi Ibrahim menceritakan mimpinya dan mengatakan maksud dan tujuannya mengajak Ismail jalan-jalan. Selesai Nabi Ibrahim cerita, kemudian Ismail berkata pada bapaknya, untuk segera menjalankan perintah Tuhan. Pada saat menyembebelih, pisau\/pedang Nabi Ibrahim tidak bisa melukai kulit Ismail, karena Nabi Ibrahim masih gelisah dan menangis saat melihat wajah Ismail. Kemudian Ismail berkata, mungkin karena bapak melihat wajahku, hingga tidak tega menyembelih, lalu Ismail membalikkan badannya memposisisikan badannya telungkup. Lalau Nabi Ibrahim dengan kesiapan hati melakukan penyembelihan yang kedua, lagi-lagi pisau\/pedangnya tidak mampu melukai kulit leher Ismail. Dengan bingung karena tidak berhasil menyembelih Ismail, turunlah Malaikat Jibril dengan membawa kambing, digantikannya Ismail dengan kambing tersebut. Bersamaan dengan turunnya wahyu Tuhan yang menjelaskan keduanya telah lulus  dari ujian. Kemudian Nabi Ibrahim membaca takbir \u201cAllahu Akbar\u201d<\/em> 3x, disaut Ismail dengan .membaca \u201cLaa ilaaha illahhu wallahu akbar<\/em>\u201d, diakhiri Malikat Jibril dengan bacaan \u201cAllahu Akbar walillahil Hamd<\/em>\u201d, dilanjutkan dengan menyembelih kambing bawaan malaikat jibril.<\/p>\n\n\n\n

Ada cerita lucu setelah Nabi Ibrahim selesai menyembelih kambing, Nabi Ibrahim bertanya pada Ismail, siapa yang paling dermawan diantara kita? Ismail menjawab, saya. Tidak bisa kata Nabi Ibrahim, saya yang paling dermawan, karena akan mngorbankan anak yang kucintai. Ismail berkata, tidak bisa, saya yang dermawan, karena bapak punya dua anak, kalau saya dikorbankan, masih punya anak satu, lalu malaikat berkata, tidak bisa, saya yang dermawan karena saya sudah kehilangan kambing satu.\u00a0\u00a0<\/p>\n\n\n\n

Baca: Kegagalan Lakpesdam PBNU dalam Melihat Produk Tembakau Alternatif<\/a><\/p>\n\n\n\n

Keterangan dalam kitab tafsir  \u201cTanwirul Adhan<\/em>\u201d penjelasan dari surat As-Saffat ayat 102 bahwa usia Ismail saat itu 13 tahun ada juga Ulama\u2019 yang mengatakan umur 7 tahun. ada riwayat lain yang mengatakan umur Ismail saat itu 14 tahun. Pada intinya saat kejadian kisah penyembelihan, Ismail masih usia anak-anak, ia dengan senang hati dan ikhlas, menjalani perannya.  <\/p>\n\n\n\n

Dari sejarah singkat qurban yang ektrim di atas, kira-kira pendapat KPAI apakah mendukung apa yang telah di lakukan Nabi Ibrahim?, atau sebaliknya mendukung Iblis yang menghalangi Nabi Ibrahim yang akan menjalankan kewajibannya sebagai hamba?. Saya yakin KPAI akan mendukung Nabi Ibrahim, tidak mendukung langkah Iblis. 
<\/p>\n\n\n\n

Walaupun ktidak persis, tapi hampir mirip kisah qurban diatas dengan audisi oleh Djarum Foundation yang melibatkan. Program audisi bulutangkis usia anak-anak Djarum Foundation, tidak lain ikut serta program pemerintah dalam mencerdaskan bangsa melalui pencarian bakat sedini mungkin. Anak-anak yang berbakat bulutangkis tentunya yang terjaring dalam audisi, dididik dengan penuh semangat oleh Djarum Foundation Bhakti olahraga. Buktinya, anak-anak tersebut disekolahkan formal, dilatih bulu tangkis dengan disiplin dan penuh tanggungjawab, tanpa dipungut biaya apapun, bahkan semua kebutuhan anak-anak tercukupi dengan baik. Pola didiknya, seperti pola pendidikan sekolah lainnya, anak-anak dididik dan diajar agar berpretasi, setidaknya punya pengetahuan, pengalaman dan keahlian sebagai bekal masa depan. Disisi lain, ternyata anak-anak yang terjaring audisi merasa sangat gembira, senang dan bangga bisa terpilih. Mereka dapat mengembangkan bakatnya, dan mendapatkan pendidikan sekolah dengan gratis.<\/p>\n\n\n\n

Tujuan utama Djarum Foundation mencari bibit unggul pebulutangkis Indonesia, yang selama ini sebagai salah satu olahraga kebanggaan masyarakat Indonesia atas banyaknya prestasi yang di peroleh. Program Djarum Foundation Bhakti olahraga jauh dari niatan ekploitasi anak untuk promosi, yang ada ekploitasi anak untuk kejayaan olah raga bulutangkis bangsa Indonesia. <\/p>\n\n\n\n

Juga, program Djarum Foundation audisi bulutangkis adalah salah satu bentuk kesadaran dan kewajibannya membangun bangsa dengan melibatkan anak-anak. Lalu apa yang salah dari Djarum Foundation Bhakti Olahraga, jelas-jelas telah menghibahkan fasilitas, pikiran hingga dana untuk kepentingan kejayaan bangsa Indonesia, melalui olahraga. Pemerintah harus mendukung program tersebut, begitupun KPAI. KPAI jangan sampai menjadi penghalang, seperti halnya penghalang Nabi Ibrahim dalam kisah di atas.  
<\/p>\n","post_title":"Refleksi Kisah Kurban sebagai Bahan Pengingat KPAI","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"refleksi-kisah-kurban-sebagai-bahan-pengingat-kpai","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-08-12 08:30:31","post_modified_gmt":"2019-08-12 01:30:31","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5949","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5936,"post_author":"877","post_date":"2019-08-06 10:53:42","post_date_gmt":"2019-08-06 03:53:42","post_content":"\n

Masalah peredaran rokok di Indonesia, pemerintah cenderung mengambil langkah aman. Sudah saatnya pemerintah harus tegas menentukan sikap pelarangan atau membolehkan peredaran rokok di tengah-tengah masyarakat. <\/p>\n\n\n\n

Sikap pemerintah sampai saat ini menimbulkan pro dan kontra. Di satu sisi pemerintah melalui Kementrian Kesehatan membuat aturan pembatasan dan pelarangan beredarnya rokok, bahkan melarang adanya iklan rokok dan mengatur packaging<\/em> dengan bermacam gambar dan peringatan yang menggelian. Di sisi lain, pemerintah mendorong peningkatkan pendapatan Negara, mendorong peningkatan ekonomi rakyat, mendorong peningkatan produktivitas rakyat dan daya saing di pasar internasional, dan mendorong pengentasan kemiskinan.<\/p>\n\n\n\n

Sekarang, efek sikap pemerintah di atas meluas kemana-mana, mulai dari isu penyederhanaan layer atau penggabungan golongan industri rokok, isu pelarangan iklan rokok di media sosial karena pengguna media sosial banyak anak-anak, sampai pada pelarangan audisi pencari bakat bulu tangkis yang dilakukan Djarum Foundation dengan alasan ekploitasi anak. Ini semua adalah beberapa agenda untuk pengendalian rokok dan tembakau di Indonesia yang alasannya sudah dipatahkan dengan data yang lebih akurat.<\/p>\n\n\n\n

Semisal, yang pro dapat menceritakan dan meruntutkan agenda pengendalian rokok dan tembakau di Indonesia sebagai agenda politik dagang internasional. Semua program pengendalian rokok dan tembakau di Indonesia mengadopsi dari program World Health Organization (WHO) organisasi program dunia yang mendapatkan sokongan dana dari industri farmasi.\u00a0<\/p>\n\n\n\n

Baca:
Ada Campur Tangan Bloomberg dalam Surat Edaran Menkes terkait Pemblokiran Iklan Rokok <\/a><\/p>\n\n\n\n

WHO tidak semata-mata bertujuan demi meningkatkan taraf kesehatan penduduk. Di sini WHO sebagai ujung tombak industri farmasi. Terjadi peralihan di lingkup kesehatan, dimana dokter dan ilmuwan kesehatan dikuasai perusahan obat (farmasi). Tujuan utamanya tidak lain untuk merebut pasar nikotin dunia, dan menggantikan pemanfaatan nikotin alami dari tembakau dengan produk rekayasa nikotin yang telah dikantongi hak patennya. Keterlibatan WHO memuluskan tujuan industri farmasi tersebut dengan mendorong negara-negara di dunia untuk memberlakukan kebijakan sesuai kerangka kesehatan, tanpa mempertimbangkan peran sosial, ekonomi, politik dan budaya. Walaupun alasan kesehatan yang dibangun ternyata tidak 100% benar dan terkesan dipaksakan. Negara yang menjadi sasaran utama adalah Negara yang berkembang, seperti Indonesia, China, Bangladesh, India, Rusia, Mesir, Thailand, Filipina dan Brazil. <\/p>\n\n\n\n

Untuk menguasai pasar nikotin di dunia, industri farmasi mendapatkan sokongan dana dari bloomberg initiative. Karena salah satu direktur dari persekutuan perusahaan farmasi dunia bernama William R. Brody punya kedekatan dengan bloomberg initiative, selain teman karib juga posisinya sebagai penasehat. <\/h4>\n\n\n\n

Tidak mengherankan jika pendukung program pengendalian rokok dan tembakau di Indonesia mendapatkan sokongan dana dari bloomberg initiative termasuk lembaga yang bergerak untuk perlindungan anak, salah satunya Komnas Perlindungan Anak Indonesia (KPAI). Apapun bentuk lembaganya, selama mendapatkan kucuran dana bloomberg initiative, program utamanya harus sinergi dengan program bloomberg initiative dan rezim kesehatan dunia (WHO) yaitu pengendalian tembakau dan rokok, terutama rokok kretek asli Indonesia.<\/p>\n\n\n\n

Ada sekitar lebih dari 20an lembaga di Indonesia mendapatkan sokongan dana langsung maupun tidak langsung dari bloomberg initiative. Lembaga-lembaga tersebut bervarian, ada lembaga yang bergerak dalam pendidikan, bergerak pemberantasan korupsi, bergerak dalam kesehatan, bergerak perlindungan konsumen, bergerak melindungi anak, bahkan sampai pada lembaga agama. Numun pada intinya leading sector<\/em> yaitu sektor potensial yang dapat\u00a0menggerakkan agenda pengendalian tembakau dan rokok di Indonesia ada pada rezim kesehatan dalam hal ini Kementerian Kesehatan. Dengan menggunakan dalil kesehatan yang mulia, agenda bloomberg initiative dan farmasi berselancar dengan baik di Indonesia. \u00a0<\/p>\n\n\n\n

Baca:
Tinjauan Kritis Atas Larangan Iklan dan Sponshorship dengan Mencantumkan Logo, Brand Image, dan Identitas CSR Sebuah Perusahaan<\/a> <\/p>\n\n\n\n

Isu kuat saat ini yang beredar untuk agenda pengendalian tembakau dan rokok di Indonesia salah satunya, KPAI melarang audisi pencarian bakat bulu tangkis sejak dini yang dilakukan Djarum Foundation dengan alasan ekploitasi anak, Kementerian Kesehatan dan KPAI melarang adanya iklan di media sosia karena akan mengakibatkan bertambahnya perokok pemula, penggabungan golongan industri rokok atau penyederhanaan layer tarif cukai rokok yang intinya pengurangan terhadap industri rokok kretek, menaikkan cukai rokok untuk mengurangi peredaran rokok, dan korelasinya rokok dengan kemiskinan bertujuan agar ada kebijakan menghalau laju industri rokok kretek. <\/p>\n\n\n\n

Pemerintah dalam hal ini harus tegas mengambil sikap, untuk kepastian dan masa depan industri rokok kretek asli Indonesia. Dimana sejarah penemuan rokok kretek tidak lain untuk pengobatan yang dilakukan H. Djamhari sebagai obat sakit bengeknya. Karena rokok kretek adalah campuran tembakau dan cengkeh, berbeda dengan rokok non kretek yang hanya memakai tembakau saja. Selama ini, belum ada uji atau riset bahwa rokok kretek berkorelasi signifikan terhadap timbulnya penyakit yang dituduhkan. Kalau menjadi salah satu bagian kecil penyebab penyakit, tentunya ya dan bukan faktor penyebab utama. Itu seperti halnya barang-barang lain yang dikonsumsi manusia secara berlebihan dan hidup tidak seimbang. Termasuk makan nasi, mengkonsumsi gula dan mengkonsumsi lainnya secara berlebihan, tanpa diimbangi olah raga dan istirahat yang cukup. <\/p>\n\n\n\n

Selain itu, posisi industri kretek sangat stategis bagi bangsa Indonesia. Industri kretek membuktikan tetap bertahan setidaknya lebih dari 130 tahun. Disaat industri lain tumbang di zaman kolonial, industri kretek tetap eksis memberikan penghidupan masyarakat Indonesia. Bahkan tergolong industri yang peka zaman, dengan memberikan kontribusi yang sangat besar. Menghidupi setidaknya 6.1 juta jiwa petani cengkeh yang tersebar di 30 provinsi, petani tembakau yang tersebar di 15 provinsi. Menghidupi ribuan karyawan yang bekerja di industri kretek. Mempunyai multiplier<\/em> <\/em>effect<\/em> ke sektor perokonomian lainnya yang berada di sekitar industri kretek. <\/p>\n\n\n\n

Keberadaan industri kretek berkontribusi adanya hak jaminan sosial dan corporate social responsibility<\/em> (CSR), seperti halnya jaminan kesehatan, bhakti pendidikan, bhakti budaya, bhakti olahraga, bhakti lingkungan dan lain sebagainya. Berkontribusi pendapatan Negara melalui setoran cukai, berkontribusi bagi kesehatan publik dari alokasi dana bagi hasil cukai hasil tembakau (DBH-CHT) untuk sarana kesehatan dan pembayaran defisit Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS).  <\/p>\n\n\n\n

Selain itu, adanya industri kretek sebagai cermin kemandirian dan kedaulatan bangsa, karena sebagai pemenuhan kebutuhan pokok rakyat dalam hal ini pendapatan masyarakat sebagai agenda pemberantasan kemiskinan. <\/p>\n\n\n\n

Dengan pertimbangan di atas, diharapkan pemerintah dalam hal ini Presiden memberikan ketegasan, apakah industri rokok nasional tetap berproduksi atau dilarang berproduksi. Kalau tetap berproduksi, pemerintah secara totalitas harus melindunginya mulai kebijakan sampai pada strategi pemasarannya. Andaikan dilarang beroperasi, pemerintah paling tidak harus berani mempersiapkan lapangan pekerjaan lain bagi petani dan buruh tani cengkeh dan tembakau, buruh industri dan mungkin menata perekonomian akibat multiplier<\/em> <\/em>effect<\/em> keberadaan industri kretek. Dan yang terpenting keberadaan industri kretek, sebagai industri nasional sebagai perwujudan agenda prioritas  tujuan Nawa Cita, sehingga jangan sampai digiring dan diatur kepentingan asing melalui rezim kesehatan sebagai leading sector, <\/em>yang belum tentu benar dan terkesan dipaksakan.  
<\/p>\n","post_title":"Ketika Pemerintah Plin-Plan Membuat Regulasi Terkait Dunia Pertembakauan","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"ketika-pemerintah-plin-plan-membuat-regulasi-terkait-dunia-pertembakauan","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-08-06 10:53:48","post_modified_gmt":"2019-08-06 03:53:48","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5936","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":16},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"epic_block_3"};

\n

Baca: Terkuak, Rokok Elektrik Berbahaya bagi Kesehatan<\/a><\/p>\n\n\n\n

Tidak hanya itu, otoritas kesehatan di Amerika Serikat telah berhasil menginvestigasi kemunculan penyakit paru-paru misterius di antara kalangan pengguna rokok elektrik atau vape. Dilaporkan setidaknya ada 195 kasus potensial penyakit paru-paru di 22 Negara karena kena dampak dari vape atau rokok elektrik.
<\/p>\n\n\n\n

Jadi, masyarakat perlu waspada beredarnya vape atau rokok elektrik. Belum lagi, sebetulnya rokok elektrik atau vape, berdampak juga peningkatan perokok anak.\u00a0 Yang menjadi daya tarik bagi anak, selain bentuknya yang elegan, simpel, juga beraroma buah-buahan yang terkemas dalam cairan.<\/strong><\/p>\n\n\n\n

Orang yang mengatakan bahwa vape atau rokok elektrik lebih mensehatkan dari pada rokok kretek, pendapat tersebut sangat keliru. Disampaing efek dari rangkaian listrik dan battre juga cairan dalam rokok elektrik berpengaruh terhadap resiko jantung.  <\/p>\n\n\n\n

Hasil penelitian yang diterbitkan dalam Journal of American College of Cardiology pada Mei lalu ini menambah bukti bahwa cairan rokok elektrik dapat menghambat fungsi sel-sel tubuh yang berperan dalam kesehatan jantung. Cairan dalam vape atau rokok elektrik pada akhirnya merusak sel-sel yang melapisi pembuluh darah. <\/p>\n\n\n\n

Keberadaan vape atau rokok elektrik di pasaran sangat membahayakan bagi orang Indonesia, terlebih pemuda-pemuda, yang banyak memilih merokok vape aatau rokok elektri. Menurutnya, selain bentuk kecil, simpel dibawa dan ada aroma buah-buahan sesuai selera. Akan tetapi dibalik bentuknya yang bagus, menyembunyikan banyak penyakit ketika dikonsumsi.\u00a0<\/p>\n\n\n\n

Baca: Kata Siapa Lebih Sehat? Perokok Elektrik Berisiko Terjangkit Penyakit Kardiovaskular<\/a><\/p>\n\n\n\n

Hingga kini CDC masih melakukan investigasi lebih lanjut, dengan mengimbau agar para dokter mengumpulkan data dan sampel bila menemukan pasien dengan gejala penyakit paru serupa, tentunya akibat rokok elektrik atau vape. Bentuk dan merek rokok elektrik dan vape banyak varian dan banyak merek. JUUL termasuk merek rokok elektrik atau vape yang saat ini naik daun.\u00a0<\/p>\n\n\n\n

Ada yang mengatakan bahwa tak tepat membandingkan rokok tembakau dengan rokok elektrik. Ya benar tak tepat, karena rokok elektrik atau vape resikonya sangat tinggi. Sedang rokok tembakau resikonya kecil, apa lagi rokok kretek mungkin resikonya sangat kecil sekali terhadap tubuh. Alasannya, munculnya rokok kretek bertujuan untuk pengobatan sakit bengek, dan tujuannya berhasil. Hingga banyak orang melakukan pemesanan rokok kretek saat itu, rokok kretek belum sebagai industri besar masih bersifat rumahan,  keadaan tersebut sekitar abad 19. <\/p>\n\n\n\n

Dalam studi ini, tim peneliti menemukan bukti efek toksik pada sel-sel yang melapisi pembuluh darah dan melindungi jantung. Beberapa bukti tersebut termasuk di antaranya gangguan pada fungsi sel dan munculnya tanda-tanda peradangan. Para peneliti mengamati bagaimana respons sel saat bersentuhan dengan cairan rokok elektrik. Efek yang paling kentara terlihat pada cairan dengan rasa kayu manis.<\/p>\n\n\n\n

Baca: Riset Kesehatan Rokok Elektrik<\/a><\/p>\n\n\n\n

Sekelompok ahli kardiovaskular dari University of Massachusetts menganjurkan peneliti agar melakukan uji rokok elektrik atau vape lebih yang beraroma. Karena sumsi sementara, produk vape atau rokok elektrik yang beraroma dan punya pilihan rasa lebih berbahaya dari pada rokok vape natural. Namun yang banyak beredar dipasaran, justru yang beraroma dan berasa buah-buahan, dari pada yang natural. <\/p>\n\n\n\n

Studi pada 2018 lalu menunjukkan, penggunaan rokok elektrik harian berisiko terhadap serangan jantung, meski dengan probabilitas yang lebih rendah daripada perokok tembakau. Menurut dr Lawrence Phillips pakar kardiovaskular NYU Langone Health mengatakan \u201cKita melihat semakin banyak bukti bahwa rokok elektrik berhubungan dengan peningkatan risiko serangan jantung\u201d.<\/p>\n\n\n\n

Dari hasil pakar dan hasil studi di atas menegaskan bahwa keberadaan rokok vape atau rokok elektrik, resikonya sangat besar. Bahan utama rokok vape atau elektrik yang paling besar memberikan efek negatif pada tubuh manusia adalah cairan perasa. Akibat cairan perasa dalam rokok elektrik  atau vape termasuk merek JUUL beresiko terjadi peradangan, terjangkit penyakit jantung dan paru-paru akut, selanjutnya berakibat kematian. <\/p>\n\n\n\n

Untuk itu, demi masa depan bangsa Indonesia harusnya ada regulasi pelarangan peredaran rokok elektrik atau vape yang nyata-nyata telah ada kasus dengan didukung beberapa riset dan studi tentang konten rokok elektrik atau vape, yang hasilnya mempunyai resiko tinggi dapat menyebabkan penyakit berujung kematian.         
<\/p>\n","post_title":"Perokok Elektrik Berisiko Besar Terjangkit Penyakit Mematikan","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"perokok-elektrik-berisiko-besar-terjangkit-penyakit-mematikan","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-08-28 09:40:09","post_modified_gmt":"2019-08-28 02:40:09","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5999","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5979,"post_author":"877","post_date":"2019-08-21 09:57:26","post_date_gmt":"2019-08-21 02:57:26","post_content":"\n

Pemerintah berencana akan menerbitkan aturan simplifikasi layer cukai pada Oktober-Desember 2019. Jika benar terjadi, tindakan pemerintah itu sama saja membunuh secara perlahan industri kretek nasional. <\/p>\n\n\n\n

Jika dipikir-pikir, kebijakan simplifikasi layer cukai sangat menguntungkan industri rokok asing. Lalu apa bedanya pemerintah dengan LSM\/NGO yang getol memerangi peredaran rokok?. Nyatanya sama-sama ditunggangi kepentingan asing. Bedanya mungkin, pemerintah ditunggangi kepentingan industri rokok investor asing, kalau LSM\/NGO antirokok ada kepentingan farmasi yang berpusat di Amerika. Tapi jika dirunut dengan teliti, dua kepentingan asing tersebut yang terlihat beda, ada kemungkinan mengerucut pada satu titik yang sama. Tak lain membunuh rokok kretek asli Indonesia.<\/p>\n\n\n\n

Sebelum masuk ranah penjelasan yang sederhana tentang simplifikasi layer CHT, dampak yang ditimbulkan dan maksudnya. Terlebih dahulu perlu diuraikan makna simplifikasi, layer dan cukai secara berkesinambungan. Simplifikasi punya arti penyederhanaan, awalnya banyak dijadikan lebih sedikit, kecil, ramping dan ringkas. Tentunya, cara yang harus ditempuh dalam penyederhaan bisa jadi menggabungkan, bisa jadi dibuang\/dipotong salah satu, bisa jadi kedua-duanya dijalankan. Hubungan simplifikasi dengan industri rokok, penjelasannya di belakang setelah uraian tentang layer dan cukai.<\/p>\n\n\n\n

Layer bisa disebut dengan ungkapan lapisan, golongan, kelas, dan mungkin bisa dikatakan tingkatan. Varian rokok banyak sekali; ada rokok putih atau disebut sigaret putih mesin (SPM), ada sigaret kretek mesin (SKM), Ada sigaret kretek tangan (SKT). Ada rokok filter (ada busa) dan non filter (tidak ada busa). Ada juga rokok bercengkeh disebut kretek dan non cengkeh (tembakau saja) disebut putihan. Ada lagi rokok kretek dinamakan mild. Dari varian tersebut dibagi menjadi beberapa layer atau golongan, untuk penyesuaian pembayaran pajak cukai. Untuk mempermudah pemahaman, layer dibahasakan sebagai golongan industri rokok besar, menengah dan kecil. Sedangkan, cukai adalah pungutan pemerintah sebagai pajak. <\/p>\n\n\n\n

Nah, kira-kira uraian maknanya perkata sudah jelas. Sekarang uraian tersebut dihubungkan semua dengan rencana pemerintah kedepan untuk pungutan pajak rokok. Rencana pemerintah yang dimaksud simplikasi layer CHT, ingin menyederhanakan atau menggabungkan antara SPM dan SKM, dilebur manjadi satu golongan. Aslinya dibedakan, karena memang berbeda. SPM lebih tinggi pungutan pajaknya dari [ada SKM. SPM bukan asli produk Indonesia dan cenderung impor, dan yang punya bukan pribumi. Bahan bakunyapun tidak menggunakan tembakau Indonesia. Sangat jauh berbeda dengan SKM, industri yang padat karya dan menggunakan bahan baku lokal. Dan yang paling istimewa perbedaannya, tak lain adalah kemunculan SKM diciptakan oleh pribumi dengan mencampur tembakau dan cengkeh dalam satu batang rokok. Kemudian rokok cmpuran tersebut dinamai kretek. <\/p>\n\n\n\n

Rokok kretek terus berkembang dan inovatif seperti penjelasan di atas, ada filter, non filter, mesin, tangan, mild dan klobot. Kretek klobot tidak bercukai, karena keberadaannya hampir punah, sedikit sekali pabrikan membuat jenis klobot. Klobot satu-satunya rokok yang memakai bungkus daun jagung yang telah dikeringkan, kemudian di ikat pakai benang. Sehingga untuk kretek klobot ada pengecualian, tidak masuk dalam kategori jenis kretek di atas. <\/p>\n\n\n\n

Semua jenis kretek saat ini diproduksi oleh industri. Secara sederhana industri terbagi tiga macam, industri besar, menengah dan kecil. Paling kecil kategori industri kretek, telah mempunyai gudang untuk operasi pembuatan rokok kretek dengan luas minimal 200m2<\/sup>. Jadi, sekarang ini tidak ada lagi industri rokok kretek skala rumahan (home industri) seperti dulu lagi. <\/p>\n\n\n\n

Dari penjelasan di atas, sekarang sudah paham varian jenis rokok kretek asli produk Indonesia. Apapun bentuknya, jika rokok menggunakan campuran tembakau dan cengkeh itulah dinamakan rokok kretek, termasuk jenis mild. Dewasa ini jenis mild sangat disukai dipasaran. Hingga semua industri berlomba-lomba bikin mild. Munculnya mild tidak lain karena tuntutan dari aturan pemerintah yang membatasi nikotin dan tar. Sehingga konten tembakau mild lebih banyak memakai tembakau jenis Virginia. <\/p>\n\n\n\n

Jangan salahkan industri\/pabrikan jika makin lama kuota impor tembakau naik. Karena dibentuk oleh aturan pemerintah dan peningkatan permintaan pasar mild. Kalau begitu yang salah siapa? tentunya pemerintah yang membuat aturan low nikotin dan tar. Sulit sekali tembakau lokal untuk memenuhi batasan low nikotin dan tar sesuai aturan pemerintah. Pada akhirnya mau tidak mau industri\/pabrikan membutuhkan tembakau jenis Virginia yang sulit tumbuh dengan baik di bumi nusantara ini. Lalu apa yang dilakukan industri\/pabrikan rokok, ya impor lah. Tapi industri\/pabrikan masih sangat membutuhkan tembakau lokal. Selain sebagai bahan campuran rokok kretek mild, tembakau lokal dibuat memproduksi rokok bukan mild. <\/p>\n\n\n\n

Untuk rokok kretek mild, semuanya diproduksi memakai mesin, sedangkan selain mild ada yang pakai mesin ada yang pakai tangan. Dengan isu simplikasi layer CHT SPM dan SKM, ada dua kemungkinan. Pertama; bisa jadi SPM diturunkan levelnya disesuaikan dengan SKM. Kedua; atau SKM dinaikkan levelnya sesuai SPM. Keduanya sangat merugikan industri kretek asli produk Indonesia berupa SKM. Kalau yang pertama, keuntungan SPM (industri asing) harganya disamakan SKM, sehingga persaingan penjualan dipasaran relatif mudah, sehingga SKM sangat dirugikan. Jika demikian, pemerintah tidak melindungi industri nasional (lokal), dengan meliarkan persaingannya dipasaran sangat ketat. <\/p>\n\n\n\n

Kemungkinan yang kedua, juga demikian, sangat merugikan SKM, karena levelnya naik mengikuti SPM. Jika demikian, sangat memberatkan SKM, apalagi pangsa rokok kretek ditahun-tahun terakhir ini merosot tajam penjualannya. Kemerosotan penjualan rokok kretek juga pengaruh dari kebijakan pemerintah dan oknum (anti rokok) yang selalu merecoki industri kretek, seperti pungutan cukai naik,  pelarangan iklan, membuat isu yang dibuat-buat tanpa dasar dan lain sebagainya. Apakah keadaan industri kretek nasional saat ini, pemerintah masih memejamkan mata dan akan memberlakukan simplikasi layer CHT?. Jika demikian, sama saja pemerintah membunuh industri\/pabrikan kretek nasional dengan pelan-pelan. <\/p>\n\n\n\n

Jangan salahkan industri\/pabrikan rokok kretek jika pelan-pelan merumahkan karyawannya karena merugi bahkan tidak beroperasi. Jika pembelian bahan baku rokok kretek (tembakau dan cengkeh) menurun dan ribuan juta petani merugi, dan masih banyak lagi efek dampaknya ke segala lini yang menggantungkan hidupnya berhubungan dengan sektor pertembakauan. Pemerintah harus bertanggungjawab atas dampak tersebut, jangan asal cuci tangan jika dampak negatif terjadi. Karena pemerintahlah yang bikin aturan. <\/p>\n\n\n\n

Untuk itu, kedepan pemerintah harus hati-hati dan jeli dalam memutuskan dan memberlakukan kebijakan untuk kepentingan sektor pertembakauan. Karena, yang sudah-sudah, kebijakan pemerintah pada sektor pertembakauan tidak mengakomodir kepentingan industri nasional, cenderung mengakomodir kepentingan industri asing. Baik pemerintah, industri kretek, petani tembakau dan cengkeh serta masyarakat Indonesia harus berdaulat, saling menjaga dan saling melindungi untuk kepentingan bersama, menjadi bangsa yang besar dan kuat tanpa disetir Negara lain (asing). Inilah makna kemerdekaan yang sesungguhnya di era melenial.
<\/p>\n","post_title":"Kebijakan Simplifikasi Layer Cukai Adalah Rencana Pembunuhan terhadap Kretek","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"kebijakan-simplifikasi-layer-cukai-adalah-rencana-pembunuhan-terhadap-kretek","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-08-21 09:57:34","post_modified_gmt":"2019-08-21 02:57:34","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5979","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5956,"post_author":"877","post_date":"2019-08-14 11:00:51","post_date_gmt":"2019-08-14 04:00:51","post_content":"\n

Komisioner Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) Sitty Hikmawatty sesat pikir saat mengatakan bahwa program audisi beasiswa bulutangkis sebagai ajang ekploitasi anak. KPAI mempermasalahkan tulisan Djarum di kaos olahraga, karena sebagai ajang promosi brand rokok. Disini KPAI gagal faham membedakan antara Djarum Foundation dan Djarum industri rokok. <\/p>\n\n\n\n


Djarum Foundation sebagai wujud bhakti terhadap Bangsa dan Negara, sehingga prakteknya Djarum Foundation mengeluarkan uang, bukan mencari keuntungan. Ketika dikatakan sebagai ajang promosi produk rokok, sudah ditampik dan sudah dijelaskan secara detail pengurus Djarum Foundation, bahwa program yang dijalankan jauh dari niatan promosi produk rokok. Kalaupun ada tulisan Djarum di kaos olahraga, memang sejarahnya dari dulu sebagai nama clubnya. <\/p>\n\n\n\n


Sitty Hikmawatty sebagai komisioner KPAI, harusnya cerdas menyikapi hal tersebut. Harusnya ada apresiasi pada Djarum yang sadar akan kewajibannya, andil dalam pengembangan bakat bagi anak-anak. Dan apa yang telah dilakukan Djarum Foundation tidaklah mudah, membutuhkan tenaga dan matriil begitu besar. Sekarang pertanyaannya, siapa dan industri pribumi mana yang berani melakukan seperti itu?, bahkan KPAI pun tidak akan berani membuat program pencarian bakat secara intensif dan masif. <\/p>\n\n\n\n


KPAI harusnya faham makna perlindungan bagi anak, jangan hanya dimaknai secara sempit, semisal anak juga butuh perlindungan dari kebodohan dan kebutuhan lain yang sifatnya sangat mendesak. Nyatanya masih banyak anak \u2013anak yang tidak sekolah karena tidak mampu, masih banyak anak-anak yang hidup terlantar di Jalan, masih banyak anak-anak sebagai obyek makanan ringan yang bahannya membahayakan bagi tubuh. Dimana dan apa yang sudah dilakukan KPAI untuk melindungi anak tersebut?. Masih banyak masalah anak yang sangat penting dan krusial harus dikerjakan KPAI, dari pada mengurusi tulisan club Djarum dalam program audisi Djarum Foundation.<\/p>\n\n\n\n


Belum lagi, katanya KPAI akan mengambil langkah mengundang Kepala Daerah, dimana kotanya dibuat ajang audisi tersebut. Kalau nanti benar terjadi, menandakan kinerja KPAI tidak efektif. Masalah anak yang paling penting tidak terurus, dan selalu bergejolak di masyarakat kelas bawah. Sekali lagi seperti tidak sekolah karena orang tuanya tidak mampu atau orang tuanya meninggal dunia, walaupun sekolah katanya gratis, akan tetapi dampak lain timbul seperti halnya masalah ekonomi, akhirnya anak-anak mendingan cari uang untuk hidup sehari-hari dari pada sekolah. Anak-anak suka beli jajan (makanan ringat) di toko maupun dipinggir jalan yang mengandung bahan membahayakan bagi pertumbuhan anak. Di perempatan jalan atau lampu merah banyak anak-anak yang hidupnya menggelandang tanpa tujuan. Ini riil dan nyata di hadapan mata kita tiap hari. <\/p>\n\n\n\n


Tapi anehnya KPAI saat ini malah lebih intens mengurusi hal yang tidak penting degan melarang audisi pencarian bakat bulutangkis oleh Djarum Foundation. KPAI cenderung gagal faham dalam memahami, menafsiri, dan mensikapi hal tersebut. Anehnya lagi, apa yang dilakukan KPAI sampai ngotot. <\/p>\n\n\n\n


Kalau mau melarang program audisi Djarum Foundation, tunjukkan dulu KPAI punya program pencarian bakat seperti Djarum Foundation lakukan. Jangan seenaknya KPAI, melarang-larang tanpa solusi konkret dengan dalil perlindungan. Lucunya, KPAI dengan dalil perlindungan anak mengatakan, audisi pencarian bakat bulutangkis yes, ajang promosi no. Kalau dipahami, KPAI ingin audisi Djarum Foundation tetap jalan, tapi tulisan Djarum dihilangkan. Ini sama saja, tidak boleh menulis atau memaparkan nama club. Sedangkan pencantuman nama club sangat penting sebagai identitas dan jati diri. <\/p>\n\n\n\n


Kegiatan perlindungan untuk anak adalah pekerjaan yang sangat mulia kalau benar-benar dilakukan. KPAI, sebagai lembaga dengan memapang langsung tulisan perlindungan anak akan lebih mulia jika programnya konkret. Seperti lembaga sekolah negeri atau swasta, tanpa memakai kata-kata perlindungan, sekolah tersebut mendidik anak melindungi anak dari kebodohan untuk kesiapan masa depan. Audisi pencarian bakat bulutangkis Djarum Foundation pun demikian, kegiatannya konkret menyiapkan atlet olahraga bulutangkis. Dan apa yang telah dilakukan Djarum Foundation dengan audisinya sangat beda dari bentuk promosi. Berbeda dengan pelibatan anak-anak untuk promosi produk, murni tujuannya agar produknya laku. Apalagi produk yang ditawarkan untuk kebutuhan anak. Contohnya banyak sekali beredar iklan-iklan yang terpampang di pinggir jalan, di media sosial, bahkan di stasiun televisi, hal ini kayaknya lolos dari bahasan KPAI.<\/p>\n\n\n\n


Belum lagi, tanpa disadari lembaga KPAI juga menumpang hidup dari anak-anak. Kemana-mana membawa nama anak-anak untuk kegiatannya, bahkan sampai untuk menggalang donasi. Namun kegiatan yang betul-betul sangat dibutuhkan anak-anak belum atau bahkan tidak tersasar dan tidak menjadi prioritas. Sehingga, program KPAI untuk perlindungan anak dipastikan tidak efektif. Buktinya, KPAI membuat masalah yang sederhana dibuat rumit, seperti mempermasalahkan tulisan Djarum sebagai club dalam ajang audisi pencarian bakat Djarum Foundation Bhakti Olahraga. Jelas-jelas untuk kepentingan masa depan anak, dengan meningkakan minat dan bakat anak dalam olahraga atas dasar suka dan tidak ada paksaan.
Kata kunci pendidikan bagi anak adalah bermain, senang atau suka, sesuai keinginan, dan untuk bekal hidup selanjutnya. Jika KPAI mempermasalahkan tulisan club Djarum, yang dianggap sebagai ajang promosi dan ekploitasi anak, alasan tersebut tidak benar dan tanpa dasar. Seperti halnya penjelasan di atas, audisi pencarian bakat bulutangkis Djarum Foundation, jauh dari promosi dan ekploitasi. Tujuan utama audisi tidak lain memberikan bekal dan pendidikan bagi anak sesui keinginannya, anak belajar dengan senang, gembira, dan bermain. <\/p>\n\n\n\n


Jika kemudian KPAI dan lembaga lain yang mengatasnamakan peduli anak, melarang kegiatan audisi pencarian bakat olah raga bulutangkis yang dilakukan Djarum Foundation, sama dengan menghalangi anak Indonesia mengembangkan minat dan bakatnya sesuai keinginan, menghalangi anak Indonesia belajar sambil bermain dan gembira, menghalangi anak Indonesia untuk mendapatkan bekal hidup selanjutnya, menghalangi anak Indonesia untuk mewujudkan cita-cita. Apa yang dilakukan KPAI dan lembaga lain tersebut, sangat bertentangan dengan cita-cita Bangsa, dan cita-cita pendidikan bagi anak di Indonesia. <\/p>\n","post_title":"Sesat pikir KPAI Melarang Audisi Pencarian Bakat Bulutangkis Anak-Anak","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"sesat-pikir-kpai-melarang-audisi-pencarian-bakat-bulutangkis-anak-anak","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-08-14 11:00:58","post_modified_gmt":"2019-08-14 04:00:58","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5956","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5949,"post_author":"877","post_date":"2019-08-12 08:28:29","post_date_gmt":"2019-08-12 01:28:29","post_content":"\n

Kurban tidak semata-mata hanya menyembelih hewan, dibaliknya ada kisah indah yang bisa sebagai bahan renungan dan pengingat bagi semua. Pada kisah qurban, terdapat peran anak usia dini yang akhirnya dikenang umat Islam sedunia sepanjang masa dan juga dapat mengangkat harkat martabat keluarganya dihadapan Tuhan. Selama anak suka bahkan bahagia menjalankan perannya untuk kepentingan dirinya sendiri kedepan dan mengangkat harkat martabat keluarganya dengan bimbingan yang baik, maka hal tersebut sah-sah saja tidak ada larangan.\u00a0<\/p>\n\n\n\n

Kemarin, pada tanggal 11 Agustus 2019 hari Minggu, tepatnya pada tanggal 10 dzulhijjah 1440 M., dipagi hari umat Islam terlihat berbondong-bondong ada yang ke masjid ada yang kelapangan, tidak lain menjalankan ibadah sholat Idul Adha, atau biasa disebut hari raya qurban. Selain melakukan sholad, umat Islam merayakannya dengan menyembelih hewan qurban, seperti unta tradisi di Timur Tengah, sedangkam di Indonesia menyembelih sapi atau kerbau. Khusus di Kudus kota Kretek rerata menyembelih kerbau, sapi bagi sebagian besar masyarakat Kudus tidak mau menyembelih. Cerita yang beredar di masyarakat turun menurun, pelarangan menyembelih sapi sejak zaman kewalian yaitu Sunan Kudus sebagai penghormatan terhadap agama lain yang beranggapan hewan sapi sebagai hewan yang suci.<\/p>\n\n\n\n

Kembali ke Idul Adha, diceritakan oleh para Ulama\u2019 ada kisah tentang Nabi Ibrahim yang akan mengorbankan putranya yang masih kecil namanya Ismail (besarnya menjadi Nabi). Ceritanya Nabi Ibrahim saat tidur bermimpi, ia diperintah Tuhan untuk menyembelih putranya bernama Ismail. Saat bangun, ia merenung, berfikir sambil bertanya dihati, benarkah ini perintah Tuhan?. Kali pertama mimpinya ini, ia masih ragu antara benar perintah Tuhan atau tidak. Mimpi yang direnungkan dan difikir terjadi pada malam tanggal 08 dzulhijjah,disebut hari tarwiyah<\/em>.\u00a0<\/p>\n\n\n\n

Baca: Tinjauan Kritis Atas Larangan Iklan dan Sponshorship dengan Mencantumkan Logo, Brand Image, dan Identitas CSR Sebuah Perusahaan<\/a><\/p>\n\n\n\n

Pada malam tanggal 09 dzulhijjah Nabi Ibrahim mimpi lagi dengan perintah yang sama. Mimpi kali kedua, Nabi Ibrahim merasa yakin kalau benar-benar perintah Tuhan. Pada mimpi kedua disebut hari arafah<\/em>. Pada tanggal 10 dzulhijjah, hari Nabi Ibrahim melaksanakan perintah Tuhan untuk menyembelih Ismail (putranya), yang kemudian disebut  hari nakhr <\/em>(biasa disebut nahar bagi orang Indonesia). <\/p>\n\n\n\n

Cerita KH. Sya\u2019roni, saat pagi hari pada tanggal 10 dzulhijjah Nabi Ibrahim menyuruh istrinya bernama Siti Hajar (ibu kandung Ismail) untuk memandikan Ismail setelah itu memakaikan pakaian yang bagus-bagus, dengan alasan mau diajak jalan-jalan. Siti Hajar melaksanakan sesuai perintah suaminya, sembari menunggu istrinya selesai, Nabi Ibrahim mengasah pisaunya\/pedangnya. <\/p>\n\n\n\n

Ismail sudah siap, diajaklah jalan jalan bapaknya (Nabi Ibrahim) menuju bukit Mina di Makkah, dengan niatan mau disembelih sesui perintah Tuhan. Di tengah perjalanan, Nabi Ibrahim dihadang iblis yang berwujud manusia, dengan mengatakan Ibrahim, anakmu itu ganteng, tega kamu sembelih, urungkan niatmu. Nabi Ibrahim tidak menjawab, malah mengambil batu kecil 7 butir, kemudian batu kecil tersebut dilemparkan ke arah iblis tersebut, sambil mengatakan, pergi kamu Iblis. Nabi Ibrahim tetap melanjutkan perjalannya, dan dihadang Iblis lagi kali kedua, Nabi Ibrahim mengambil batu kecil lagi dilempar ke iblis. Kemudian Nabi melanjutkan perjalannya, dihadang iblis lagi kali ketiga, seperti penghadangan yang pertama dan kedua, Nabi mengambil batu kecil dan dilemparkan ke arah iblis, lalu Nabi Ibrahim lanjut lagi. Inilah cerita, yang menjadi cikal bakal adanya jumroh ula, jumroh wustho dan jumroh aqobah. Tiap ibadah haji jumroh ini harus diperagakan seperti halnya apa yang telah dilakukan Nabi Ibrahim dengan maksud melawan dan melempar iblis dengan batu agar tidak mengganggu..  <\/p>\n\n\n\n

Sesampainya di puncak bukit Mina, Nabi Ibrahim menceritakan mimpinya dan mengatakan maksud dan tujuannya mengajak Ismail jalan-jalan. Selesai Nabi Ibrahim cerita, kemudian Ismail berkata pada bapaknya, untuk segera menjalankan perintah Tuhan. Pada saat menyembebelih, pisau\/pedang Nabi Ibrahim tidak bisa melukai kulit Ismail, karena Nabi Ibrahim masih gelisah dan menangis saat melihat wajah Ismail. Kemudian Ismail berkata, mungkin karena bapak melihat wajahku, hingga tidak tega menyembelih, lalu Ismail membalikkan badannya memposisisikan badannya telungkup. Lalau Nabi Ibrahim dengan kesiapan hati melakukan penyembelihan yang kedua, lagi-lagi pisau\/pedangnya tidak mampu melukai kulit leher Ismail. Dengan bingung karena tidak berhasil menyembelih Ismail, turunlah Malaikat Jibril dengan membawa kambing, digantikannya Ismail dengan kambing tersebut. Bersamaan dengan turunnya wahyu Tuhan yang menjelaskan keduanya telah lulus  dari ujian. Kemudian Nabi Ibrahim membaca takbir \u201cAllahu Akbar\u201d<\/em> 3x, disaut Ismail dengan .membaca \u201cLaa ilaaha illahhu wallahu akbar<\/em>\u201d, diakhiri Malikat Jibril dengan bacaan \u201cAllahu Akbar walillahil Hamd<\/em>\u201d, dilanjutkan dengan menyembelih kambing bawaan malaikat jibril.<\/p>\n\n\n\n

Ada cerita lucu setelah Nabi Ibrahim selesai menyembelih kambing, Nabi Ibrahim bertanya pada Ismail, siapa yang paling dermawan diantara kita? Ismail menjawab, saya. Tidak bisa kata Nabi Ibrahim, saya yang paling dermawan, karena akan mngorbankan anak yang kucintai. Ismail berkata, tidak bisa, saya yang dermawan, karena bapak punya dua anak, kalau saya dikorbankan, masih punya anak satu, lalu malaikat berkata, tidak bisa, saya yang dermawan karena saya sudah kehilangan kambing satu.\u00a0\u00a0<\/p>\n\n\n\n

Baca: Kegagalan Lakpesdam PBNU dalam Melihat Produk Tembakau Alternatif<\/a><\/p>\n\n\n\n

Keterangan dalam kitab tafsir  \u201cTanwirul Adhan<\/em>\u201d penjelasan dari surat As-Saffat ayat 102 bahwa usia Ismail saat itu 13 tahun ada juga Ulama\u2019 yang mengatakan umur 7 tahun. ada riwayat lain yang mengatakan umur Ismail saat itu 14 tahun. Pada intinya saat kejadian kisah penyembelihan, Ismail masih usia anak-anak, ia dengan senang hati dan ikhlas, menjalani perannya.  <\/p>\n\n\n\n

Dari sejarah singkat qurban yang ektrim di atas, kira-kira pendapat KPAI apakah mendukung apa yang telah di lakukan Nabi Ibrahim?, atau sebaliknya mendukung Iblis yang menghalangi Nabi Ibrahim yang akan menjalankan kewajibannya sebagai hamba?. Saya yakin KPAI akan mendukung Nabi Ibrahim, tidak mendukung langkah Iblis. 
<\/p>\n\n\n\n

Walaupun ktidak persis, tapi hampir mirip kisah qurban diatas dengan audisi oleh Djarum Foundation yang melibatkan. Program audisi bulutangkis usia anak-anak Djarum Foundation, tidak lain ikut serta program pemerintah dalam mencerdaskan bangsa melalui pencarian bakat sedini mungkin. Anak-anak yang berbakat bulutangkis tentunya yang terjaring dalam audisi, dididik dengan penuh semangat oleh Djarum Foundation Bhakti olahraga. Buktinya, anak-anak tersebut disekolahkan formal, dilatih bulu tangkis dengan disiplin dan penuh tanggungjawab, tanpa dipungut biaya apapun, bahkan semua kebutuhan anak-anak tercukupi dengan baik. Pola didiknya, seperti pola pendidikan sekolah lainnya, anak-anak dididik dan diajar agar berpretasi, setidaknya punya pengetahuan, pengalaman dan keahlian sebagai bekal masa depan. Disisi lain, ternyata anak-anak yang terjaring audisi merasa sangat gembira, senang dan bangga bisa terpilih. Mereka dapat mengembangkan bakatnya, dan mendapatkan pendidikan sekolah dengan gratis.<\/p>\n\n\n\n

Tujuan utama Djarum Foundation mencari bibit unggul pebulutangkis Indonesia, yang selama ini sebagai salah satu olahraga kebanggaan masyarakat Indonesia atas banyaknya prestasi yang di peroleh. Program Djarum Foundation Bhakti olahraga jauh dari niatan ekploitasi anak untuk promosi, yang ada ekploitasi anak untuk kejayaan olah raga bulutangkis bangsa Indonesia. <\/p>\n\n\n\n

Juga, program Djarum Foundation audisi bulutangkis adalah salah satu bentuk kesadaran dan kewajibannya membangun bangsa dengan melibatkan anak-anak. Lalu apa yang salah dari Djarum Foundation Bhakti Olahraga, jelas-jelas telah menghibahkan fasilitas, pikiran hingga dana untuk kepentingan kejayaan bangsa Indonesia, melalui olahraga. Pemerintah harus mendukung program tersebut, begitupun KPAI. KPAI jangan sampai menjadi penghalang, seperti halnya penghalang Nabi Ibrahim dalam kisah di atas.  
<\/p>\n","post_title":"Refleksi Kisah Kurban sebagai Bahan Pengingat KPAI","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"refleksi-kisah-kurban-sebagai-bahan-pengingat-kpai","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-08-12 08:30:31","post_modified_gmt":"2019-08-12 01:30:31","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5949","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5936,"post_author":"877","post_date":"2019-08-06 10:53:42","post_date_gmt":"2019-08-06 03:53:42","post_content":"\n

Masalah peredaran rokok di Indonesia, pemerintah cenderung mengambil langkah aman. Sudah saatnya pemerintah harus tegas menentukan sikap pelarangan atau membolehkan peredaran rokok di tengah-tengah masyarakat. <\/p>\n\n\n\n

Sikap pemerintah sampai saat ini menimbulkan pro dan kontra. Di satu sisi pemerintah melalui Kementrian Kesehatan membuat aturan pembatasan dan pelarangan beredarnya rokok, bahkan melarang adanya iklan rokok dan mengatur packaging<\/em> dengan bermacam gambar dan peringatan yang menggelian. Di sisi lain, pemerintah mendorong peningkatkan pendapatan Negara, mendorong peningkatan ekonomi rakyat, mendorong peningkatan produktivitas rakyat dan daya saing di pasar internasional, dan mendorong pengentasan kemiskinan.<\/p>\n\n\n\n

Sekarang, efek sikap pemerintah di atas meluas kemana-mana, mulai dari isu penyederhanaan layer atau penggabungan golongan industri rokok, isu pelarangan iklan rokok di media sosial karena pengguna media sosial banyak anak-anak, sampai pada pelarangan audisi pencari bakat bulu tangkis yang dilakukan Djarum Foundation dengan alasan ekploitasi anak. Ini semua adalah beberapa agenda untuk pengendalian rokok dan tembakau di Indonesia yang alasannya sudah dipatahkan dengan data yang lebih akurat.<\/p>\n\n\n\n

Semisal, yang pro dapat menceritakan dan meruntutkan agenda pengendalian rokok dan tembakau di Indonesia sebagai agenda politik dagang internasional. Semua program pengendalian rokok dan tembakau di Indonesia mengadopsi dari program World Health Organization (WHO) organisasi program dunia yang mendapatkan sokongan dana dari industri farmasi.\u00a0<\/p>\n\n\n\n

Baca:
Ada Campur Tangan Bloomberg dalam Surat Edaran Menkes terkait Pemblokiran Iklan Rokok <\/a><\/p>\n\n\n\n

WHO tidak semata-mata bertujuan demi meningkatkan taraf kesehatan penduduk. Di sini WHO sebagai ujung tombak industri farmasi. Terjadi peralihan di lingkup kesehatan, dimana dokter dan ilmuwan kesehatan dikuasai perusahan obat (farmasi). Tujuan utamanya tidak lain untuk merebut pasar nikotin dunia, dan menggantikan pemanfaatan nikotin alami dari tembakau dengan produk rekayasa nikotin yang telah dikantongi hak patennya. Keterlibatan WHO memuluskan tujuan industri farmasi tersebut dengan mendorong negara-negara di dunia untuk memberlakukan kebijakan sesuai kerangka kesehatan, tanpa mempertimbangkan peran sosial, ekonomi, politik dan budaya. Walaupun alasan kesehatan yang dibangun ternyata tidak 100% benar dan terkesan dipaksakan. Negara yang menjadi sasaran utama adalah Negara yang berkembang, seperti Indonesia, China, Bangladesh, India, Rusia, Mesir, Thailand, Filipina dan Brazil. <\/p>\n\n\n\n

Untuk menguasai pasar nikotin di dunia, industri farmasi mendapatkan sokongan dana dari bloomberg initiative. Karena salah satu direktur dari persekutuan perusahaan farmasi dunia bernama William R. Brody punya kedekatan dengan bloomberg initiative, selain teman karib juga posisinya sebagai penasehat. <\/h4>\n\n\n\n

Tidak mengherankan jika pendukung program pengendalian rokok dan tembakau di Indonesia mendapatkan sokongan dana dari bloomberg initiative termasuk lembaga yang bergerak untuk perlindungan anak, salah satunya Komnas Perlindungan Anak Indonesia (KPAI). Apapun bentuk lembaganya, selama mendapatkan kucuran dana bloomberg initiative, program utamanya harus sinergi dengan program bloomberg initiative dan rezim kesehatan dunia (WHO) yaitu pengendalian tembakau dan rokok, terutama rokok kretek asli Indonesia.<\/p>\n\n\n\n

Ada sekitar lebih dari 20an lembaga di Indonesia mendapatkan sokongan dana langsung maupun tidak langsung dari bloomberg initiative. Lembaga-lembaga tersebut bervarian, ada lembaga yang bergerak dalam pendidikan, bergerak pemberantasan korupsi, bergerak dalam kesehatan, bergerak perlindungan konsumen, bergerak melindungi anak, bahkan sampai pada lembaga agama. Numun pada intinya leading sector<\/em> yaitu sektor potensial yang dapat\u00a0menggerakkan agenda pengendalian tembakau dan rokok di Indonesia ada pada rezim kesehatan dalam hal ini Kementerian Kesehatan. Dengan menggunakan dalil kesehatan yang mulia, agenda bloomberg initiative dan farmasi berselancar dengan baik di Indonesia. \u00a0<\/p>\n\n\n\n

Baca:
Tinjauan Kritis Atas Larangan Iklan dan Sponshorship dengan Mencantumkan Logo, Brand Image, dan Identitas CSR Sebuah Perusahaan<\/a> <\/p>\n\n\n\n

Isu kuat saat ini yang beredar untuk agenda pengendalian tembakau dan rokok di Indonesia salah satunya, KPAI melarang audisi pencarian bakat bulu tangkis sejak dini yang dilakukan Djarum Foundation dengan alasan ekploitasi anak, Kementerian Kesehatan dan KPAI melarang adanya iklan di media sosia karena akan mengakibatkan bertambahnya perokok pemula, penggabungan golongan industri rokok atau penyederhanaan layer tarif cukai rokok yang intinya pengurangan terhadap industri rokok kretek, menaikkan cukai rokok untuk mengurangi peredaran rokok, dan korelasinya rokok dengan kemiskinan bertujuan agar ada kebijakan menghalau laju industri rokok kretek. <\/p>\n\n\n\n

Pemerintah dalam hal ini harus tegas mengambil sikap, untuk kepastian dan masa depan industri rokok kretek asli Indonesia. Dimana sejarah penemuan rokok kretek tidak lain untuk pengobatan yang dilakukan H. Djamhari sebagai obat sakit bengeknya. Karena rokok kretek adalah campuran tembakau dan cengkeh, berbeda dengan rokok non kretek yang hanya memakai tembakau saja. Selama ini, belum ada uji atau riset bahwa rokok kretek berkorelasi signifikan terhadap timbulnya penyakit yang dituduhkan. Kalau menjadi salah satu bagian kecil penyebab penyakit, tentunya ya dan bukan faktor penyebab utama. Itu seperti halnya barang-barang lain yang dikonsumsi manusia secara berlebihan dan hidup tidak seimbang. Termasuk makan nasi, mengkonsumsi gula dan mengkonsumsi lainnya secara berlebihan, tanpa diimbangi olah raga dan istirahat yang cukup. <\/p>\n\n\n\n

Selain itu, posisi industri kretek sangat stategis bagi bangsa Indonesia. Industri kretek membuktikan tetap bertahan setidaknya lebih dari 130 tahun. Disaat industri lain tumbang di zaman kolonial, industri kretek tetap eksis memberikan penghidupan masyarakat Indonesia. Bahkan tergolong industri yang peka zaman, dengan memberikan kontribusi yang sangat besar. Menghidupi setidaknya 6.1 juta jiwa petani cengkeh yang tersebar di 30 provinsi, petani tembakau yang tersebar di 15 provinsi. Menghidupi ribuan karyawan yang bekerja di industri kretek. Mempunyai multiplier<\/em> <\/em>effect<\/em> ke sektor perokonomian lainnya yang berada di sekitar industri kretek. <\/p>\n\n\n\n

Keberadaan industri kretek berkontribusi adanya hak jaminan sosial dan corporate social responsibility<\/em> (CSR), seperti halnya jaminan kesehatan, bhakti pendidikan, bhakti budaya, bhakti olahraga, bhakti lingkungan dan lain sebagainya. Berkontribusi pendapatan Negara melalui setoran cukai, berkontribusi bagi kesehatan publik dari alokasi dana bagi hasil cukai hasil tembakau (DBH-CHT) untuk sarana kesehatan dan pembayaran defisit Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS).  <\/p>\n\n\n\n

Selain itu, adanya industri kretek sebagai cermin kemandirian dan kedaulatan bangsa, karena sebagai pemenuhan kebutuhan pokok rakyat dalam hal ini pendapatan masyarakat sebagai agenda pemberantasan kemiskinan. <\/p>\n\n\n\n

Dengan pertimbangan di atas, diharapkan pemerintah dalam hal ini Presiden memberikan ketegasan, apakah industri rokok nasional tetap berproduksi atau dilarang berproduksi. Kalau tetap berproduksi, pemerintah secara totalitas harus melindunginya mulai kebijakan sampai pada strategi pemasarannya. Andaikan dilarang beroperasi, pemerintah paling tidak harus berani mempersiapkan lapangan pekerjaan lain bagi petani dan buruh tani cengkeh dan tembakau, buruh industri dan mungkin menata perekonomian akibat multiplier<\/em> <\/em>effect<\/em> keberadaan industri kretek. Dan yang terpenting keberadaan industri kretek, sebagai industri nasional sebagai perwujudan agenda prioritas  tujuan Nawa Cita, sehingga jangan sampai digiring dan diatur kepentingan asing melalui rezim kesehatan sebagai leading sector, <\/em>yang belum tentu benar dan terkesan dipaksakan.  
<\/p>\n","post_title":"Ketika Pemerintah Plin-Plan Membuat Regulasi Terkait Dunia Pertembakauan","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"ketika-pemerintah-plin-plan-membuat-regulasi-terkait-dunia-pertembakauan","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-08-06 10:53:48","post_modified_gmt":"2019-08-06 03:53:48","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5936","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":16},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"epic_block_3"};

\n

Kejadian di atas menjawab keberadaan vape atau rokok elektrik sangat membahayakan. Berbeda dengan resiko rokok kretek, bisa menimbulkan penyakit jika mengkonsumsinya berlebihan atau kebanyakakan, dan hidup tidak seimbang. Misalnya dalam satu hari merokok sampai tiga atau empat bungkus, tanpa makan nasi atau makan-makanan sehat, tanpa olah raga, tanpa minum air putih, selalu didampingi kopi atau teh, istirahatnya kurang dan sebagainya. Maka dipastikan orang tersebut akan jatuh sakit bahkan meninggal dunia.\u00a0<\/p>\n\n\n\n

Baca: Terkuak, Rokok Elektrik Berbahaya bagi Kesehatan<\/a><\/p>\n\n\n\n

Tidak hanya itu, otoritas kesehatan di Amerika Serikat telah berhasil menginvestigasi kemunculan penyakit paru-paru misterius di antara kalangan pengguna rokok elektrik atau vape. Dilaporkan setidaknya ada 195 kasus potensial penyakit paru-paru di 22 Negara karena kena dampak dari vape atau rokok elektrik.
<\/p>\n\n\n\n

Jadi, masyarakat perlu waspada beredarnya vape atau rokok elektrik. Belum lagi, sebetulnya rokok elektrik atau vape, berdampak juga peningkatan perokok anak.\u00a0 Yang menjadi daya tarik bagi anak, selain bentuknya yang elegan, simpel, juga beraroma buah-buahan yang terkemas dalam cairan.<\/strong><\/p>\n\n\n\n

Orang yang mengatakan bahwa vape atau rokok elektrik lebih mensehatkan dari pada rokok kretek, pendapat tersebut sangat keliru. Disampaing efek dari rangkaian listrik dan battre juga cairan dalam rokok elektrik berpengaruh terhadap resiko jantung.  <\/p>\n\n\n\n

Hasil penelitian yang diterbitkan dalam Journal of American College of Cardiology pada Mei lalu ini menambah bukti bahwa cairan rokok elektrik dapat menghambat fungsi sel-sel tubuh yang berperan dalam kesehatan jantung. Cairan dalam vape atau rokok elektrik pada akhirnya merusak sel-sel yang melapisi pembuluh darah. <\/p>\n\n\n\n

Keberadaan vape atau rokok elektrik di pasaran sangat membahayakan bagi orang Indonesia, terlebih pemuda-pemuda, yang banyak memilih merokok vape aatau rokok elektri. Menurutnya, selain bentuk kecil, simpel dibawa dan ada aroma buah-buahan sesuai selera. Akan tetapi dibalik bentuknya yang bagus, menyembunyikan banyak penyakit ketika dikonsumsi.\u00a0<\/p>\n\n\n\n

Baca: Kata Siapa Lebih Sehat? Perokok Elektrik Berisiko Terjangkit Penyakit Kardiovaskular<\/a><\/p>\n\n\n\n

Hingga kini CDC masih melakukan investigasi lebih lanjut, dengan mengimbau agar para dokter mengumpulkan data dan sampel bila menemukan pasien dengan gejala penyakit paru serupa, tentunya akibat rokok elektrik atau vape. Bentuk dan merek rokok elektrik dan vape banyak varian dan banyak merek. JUUL termasuk merek rokok elektrik atau vape yang saat ini naik daun.\u00a0<\/p>\n\n\n\n

Ada yang mengatakan bahwa tak tepat membandingkan rokok tembakau dengan rokok elektrik. Ya benar tak tepat, karena rokok elektrik atau vape resikonya sangat tinggi. Sedang rokok tembakau resikonya kecil, apa lagi rokok kretek mungkin resikonya sangat kecil sekali terhadap tubuh. Alasannya, munculnya rokok kretek bertujuan untuk pengobatan sakit bengek, dan tujuannya berhasil. Hingga banyak orang melakukan pemesanan rokok kretek saat itu, rokok kretek belum sebagai industri besar masih bersifat rumahan,  keadaan tersebut sekitar abad 19. <\/p>\n\n\n\n

Dalam studi ini, tim peneliti menemukan bukti efek toksik pada sel-sel yang melapisi pembuluh darah dan melindungi jantung. Beberapa bukti tersebut termasuk di antaranya gangguan pada fungsi sel dan munculnya tanda-tanda peradangan. Para peneliti mengamati bagaimana respons sel saat bersentuhan dengan cairan rokok elektrik. Efek yang paling kentara terlihat pada cairan dengan rasa kayu manis.<\/p>\n\n\n\n

Baca: Riset Kesehatan Rokok Elektrik<\/a><\/p>\n\n\n\n

Sekelompok ahli kardiovaskular dari University of Massachusetts menganjurkan peneliti agar melakukan uji rokok elektrik atau vape lebih yang beraroma. Karena sumsi sementara, produk vape atau rokok elektrik yang beraroma dan punya pilihan rasa lebih berbahaya dari pada rokok vape natural. Namun yang banyak beredar dipasaran, justru yang beraroma dan berasa buah-buahan, dari pada yang natural. <\/p>\n\n\n\n

Studi pada 2018 lalu menunjukkan, penggunaan rokok elektrik harian berisiko terhadap serangan jantung, meski dengan probabilitas yang lebih rendah daripada perokok tembakau. Menurut dr Lawrence Phillips pakar kardiovaskular NYU Langone Health mengatakan \u201cKita melihat semakin banyak bukti bahwa rokok elektrik berhubungan dengan peningkatan risiko serangan jantung\u201d.<\/p>\n\n\n\n

Dari hasil pakar dan hasil studi di atas menegaskan bahwa keberadaan rokok vape atau rokok elektrik, resikonya sangat besar. Bahan utama rokok vape atau elektrik yang paling besar memberikan efek negatif pada tubuh manusia adalah cairan perasa. Akibat cairan perasa dalam rokok elektrik  atau vape termasuk merek JUUL beresiko terjadi peradangan, terjangkit penyakit jantung dan paru-paru akut, selanjutnya berakibat kematian. <\/p>\n\n\n\n

Untuk itu, demi masa depan bangsa Indonesia harusnya ada regulasi pelarangan peredaran rokok elektrik atau vape yang nyata-nyata telah ada kasus dengan didukung beberapa riset dan studi tentang konten rokok elektrik atau vape, yang hasilnya mempunyai resiko tinggi dapat menyebabkan penyakit berujung kematian.         
<\/p>\n","post_title":"Perokok Elektrik Berisiko Besar Terjangkit Penyakit Mematikan","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"perokok-elektrik-berisiko-besar-terjangkit-penyakit-mematikan","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-08-28 09:40:09","post_modified_gmt":"2019-08-28 02:40:09","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5999","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5979,"post_author":"877","post_date":"2019-08-21 09:57:26","post_date_gmt":"2019-08-21 02:57:26","post_content":"\n

Pemerintah berencana akan menerbitkan aturan simplifikasi layer cukai pada Oktober-Desember 2019. Jika benar terjadi, tindakan pemerintah itu sama saja membunuh secara perlahan industri kretek nasional. <\/p>\n\n\n\n

Jika dipikir-pikir, kebijakan simplifikasi layer cukai sangat menguntungkan industri rokok asing. Lalu apa bedanya pemerintah dengan LSM\/NGO yang getol memerangi peredaran rokok?. Nyatanya sama-sama ditunggangi kepentingan asing. Bedanya mungkin, pemerintah ditunggangi kepentingan industri rokok investor asing, kalau LSM\/NGO antirokok ada kepentingan farmasi yang berpusat di Amerika. Tapi jika dirunut dengan teliti, dua kepentingan asing tersebut yang terlihat beda, ada kemungkinan mengerucut pada satu titik yang sama. Tak lain membunuh rokok kretek asli Indonesia.<\/p>\n\n\n\n

Sebelum masuk ranah penjelasan yang sederhana tentang simplifikasi layer CHT, dampak yang ditimbulkan dan maksudnya. Terlebih dahulu perlu diuraikan makna simplifikasi, layer dan cukai secara berkesinambungan. Simplifikasi punya arti penyederhanaan, awalnya banyak dijadikan lebih sedikit, kecil, ramping dan ringkas. Tentunya, cara yang harus ditempuh dalam penyederhaan bisa jadi menggabungkan, bisa jadi dibuang\/dipotong salah satu, bisa jadi kedua-duanya dijalankan. Hubungan simplifikasi dengan industri rokok, penjelasannya di belakang setelah uraian tentang layer dan cukai.<\/p>\n\n\n\n

Layer bisa disebut dengan ungkapan lapisan, golongan, kelas, dan mungkin bisa dikatakan tingkatan. Varian rokok banyak sekali; ada rokok putih atau disebut sigaret putih mesin (SPM), ada sigaret kretek mesin (SKM), Ada sigaret kretek tangan (SKT). Ada rokok filter (ada busa) dan non filter (tidak ada busa). Ada juga rokok bercengkeh disebut kretek dan non cengkeh (tembakau saja) disebut putihan. Ada lagi rokok kretek dinamakan mild. Dari varian tersebut dibagi menjadi beberapa layer atau golongan, untuk penyesuaian pembayaran pajak cukai. Untuk mempermudah pemahaman, layer dibahasakan sebagai golongan industri rokok besar, menengah dan kecil. Sedangkan, cukai adalah pungutan pemerintah sebagai pajak. <\/p>\n\n\n\n

Nah, kira-kira uraian maknanya perkata sudah jelas. Sekarang uraian tersebut dihubungkan semua dengan rencana pemerintah kedepan untuk pungutan pajak rokok. Rencana pemerintah yang dimaksud simplikasi layer CHT, ingin menyederhanakan atau menggabungkan antara SPM dan SKM, dilebur manjadi satu golongan. Aslinya dibedakan, karena memang berbeda. SPM lebih tinggi pungutan pajaknya dari [ada SKM. SPM bukan asli produk Indonesia dan cenderung impor, dan yang punya bukan pribumi. Bahan bakunyapun tidak menggunakan tembakau Indonesia. Sangat jauh berbeda dengan SKM, industri yang padat karya dan menggunakan bahan baku lokal. Dan yang paling istimewa perbedaannya, tak lain adalah kemunculan SKM diciptakan oleh pribumi dengan mencampur tembakau dan cengkeh dalam satu batang rokok. Kemudian rokok cmpuran tersebut dinamai kretek. <\/p>\n\n\n\n

Rokok kretek terus berkembang dan inovatif seperti penjelasan di atas, ada filter, non filter, mesin, tangan, mild dan klobot. Kretek klobot tidak bercukai, karena keberadaannya hampir punah, sedikit sekali pabrikan membuat jenis klobot. Klobot satu-satunya rokok yang memakai bungkus daun jagung yang telah dikeringkan, kemudian di ikat pakai benang. Sehingga untuk kretek klobot ada pengecualian, tidak masuk dalam kategori jenis kretek di atas. <\/p>\n\n\n\n

Semua jenis kretek saat ini diproduksi oleh industri. Secara sederhana industri terbagi tiga macam, industri besar, menengah dan kecil. Paling kecil kategori industri kretek, telah mempunyai gudang untuk operasi pembuatan rokok kretek dengan luas minimal 200m2<\/sup>. Jadi, sekarang ini tidak ada lagi industri rokok kretek skala rumahan (home industri) seperti dulu lagi. <\/p>\n\n\n\n

Dari penjelasan di atas, sekarang sudah paham varian jenis rokok kretek asli produk Indonesia. Apapun bentuknya, jika rokok menggunakan campuran tembakau dan cengkeh itulah dinamakan rokok kretek, termasuk jenis mild. Dewasa ini jenis mild sangat disukai dipasaran. Hingga semua industri berlomba-lomba bikin mild. Munculnya mild tidak lain karena tuntutan dari aturan pemerintah yang membatasi nikotin dan tar. Sehingga konten tembakau mild lebih banyak memakai tembakau jenis Virginia. <\/p>\n\n\n\n

Jangan salahkan industri\/pabrikan jika makin lama kuota impor tembakau naik. Karena dibentuk oleh aturan pemerintah dan peningkatan permintaan pasar mild. Kalau begitu yang salah siapa? tentunya pemerintah yang membuat aturan low nikotin dan tar. Sulit sekali tembakau lokal untuk memenuhi batasan low nikotin dan tar sesuai aturan pemerintah. Pada akhirnya mau tidak mau industri\/pabrikan membutuhkan tembakau jenis Virginia yang sulit tumbuh dengan baik di bumi nusantara ini. Lalu apa yang dilakukan industri\/pabrikan rokok, ya impor lah. Tapi industri\/pabrikan masih sangat membutuhkan tembakau lokal. Selain sebagai bahan campuran rokok kretek mild, tembakau lokal dibuat memproduksi rokok bukan mild. <\/p>\n\n\n\n

Untuk rokok kretek mild, semuanya diproduksi memakai mesin, sedangkan selain mild ada yang pakai mesin ada yang pakai tangan. Dengan isu simplikasi layer CHT SPM dan SKM, ada dua kemungkinan. Pertama; bisa jadi SPM diturunkan levelnya disesuaikan dengan SKM. Kedua; atau SKM dinaikkan levelnya sesuai SPM. Keduanya sangat merugikan industri kretek asli produk Indonesia berupa SKM. Kalau yang pertama, keuntungan SPM (industri asing) harganya disamakan SKM, sehingga persaingan penjualan dipasaran relatif mudah, sehingga SKM sangat dirugikan. Jika demikian, pemerintah tidak melindungi industri nasional (lokal), dengan meliarkan persaingannya dipasaran sangat ketat. <\/p>\n\n\n\n

Kemungkinan yang kedua, juga demikian, sangat merugikan SKM, karena levelnya naik mengikuti SPM. Jika demikian, sangat memberatkan SKM, apalagi pangsa rokok kretek ditahun-tahun terakhir ini merosot tajam penjualannya. Kemerosotan penjualan rokok kretek juga pengaruh dari kebijakan pemerintah dan oknum (anti rokok) yang selalu merecoki industri kretek, seperti pungutan cukai naik,  pelarangan iklan, membuat isu yang dibuat-buat tanpa dasar dan lain sebagainya. Apakah keadaan industri kretek nasional saat ini, pemerintah masih memejamkan mata dan akan memberlakukan simplikasi layer CHT?. Jika demikian, sama saja pemerintah membunuh industri\/pabrikan kretek nasional dengan pelan-pelan. <\/p>\n\n\n\n

Jangan salahkan industri\/pabrikan rokok kretek jika pelan-pelan merumahkan karyawannya karena merugi bahkan tidak beroperasi. Jika pembelian bahan baku rokok kretek (tembakau dan cengkeh) menurun dan ribuan juta petani merugi, dan masih banyak lagi efek dampaknya ke segala lini yang menggantungkan hidupnya berhubungan dengan sektor pertembakauan. Pemerintah harus bertanggungjawab atas dampak tersebut, jangan asal cuci tangan jika dampak negatif terjadi. Karena pemerintahlah yang bikin aturan. <\/p>\n\n\n\n

Untuk itu, kedepan pemerintah harus hati-hati dan jeli dalam memutuskan dan memberlakukan kebijakan untuk kepentingan sektor pertembakauan. Karena, yang sudah-sudah, kebijakan pemerintah pada sektor pertembakauan tidak mengakomodir kepentingan industri nasional, cenderung mengakomodir kepentingan industri asing. Baik pemerintah, industri kretek, petani tembakau dan cengkeh serta masyarakat Indonesia harus berdaulat, saling menjaga dan saling melindungi untuk kepentingan bersama, menjadi bangsa yang besar dan kuat tanpa disetir Negara lain (asing). Inilah makna kemerdekaan yang sesungguhnya di era melenial.
<\/p>\n","post_title":"Kebijakan Simplifikasi Layer Cukai Adalah Rencana Pembunuhan terhadap Kretek","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"kebijakan-simplifikasi-layer-cukai-adalah-rencana-pembunuhan-terhadap-kretek","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-08-21 09:57:34","post_modified_gmt":"2019-08-21 02:57:34","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5979","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5956,"post_author":"877","post_date":"2019-08-14 11:00:51","post_date_gmt":"2019-08-14 04:00:51","post_content":"\n

Komisioner Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) Sitty Hikmawatty sesat pikir saat mengatakan bahwa program audisi beasiswa bulutangkis sebagai ajang ekploitasi anak. KPAI mempermasalahkan tulisan Djarum di kaos olahraga, karena sebagai ajang promosi brand rokok. Disini KPAI gagal faham membedakan antara Djarum Foundation dan Djarum industri rokok. <\/p>\n\n\n\n


Djarum Foundation sebagai wujud bhakti terhadap Bangsa dan Negara, sehingga prakteknya Djarum Foundation mengeluarkan uang, bukan mencari keuntungan. Ketika dikatakan sebagai ajang promosi produk rokok, sudah ditampik dan sudah dijelaskan secara detail pengurus Djarum Foundation, bahwa program yang dijalankan jauh dari niatan promosi produk rokok. Kalaupun ada tulisan Djarum di kaos olahraga, memang sejarahnya dari dulu sebagai nama clubnya. <\/p>\n\n\n\n


Sitty Hikmawatty sebagai komisioner KPAI, harusnya cerdas menyikapi hal tersebut. Harusnya ada apresiasi pada Djarum yang sadar akan kewajibannya, andil dalam pengembangan bakat bagi anak-anak. Dan apa yang telah dilakukan Djarum Foundation tidaklah mudah, membutuhkan tenaga dan matriil begitu besar. Sekarang pertanyaannya, siapa dan industri pribumi mana yang berani melakukan seperti itu?, bahkan KPAI pun tidak akan berani membuat program pencarian bakat secara intensif dan masif. <\/p>\n\n\n\n


KPAI harusnya faham makna perlindungan bagi anak, jangan hanya dimaknai secara sempit, semisal anak juga butuh perlindungan dari kebodohan dan kebutuhan lain yang sifatnya sangat mendesak. Nyatanya masih banyak anak \u2013anak yang tidak sekolah karena tidak mampu, masih banyak anak-anak yang hidup terlantar di Jalan, masih banyak anak-anak sebagai obyek makanan ringan yang bahannya membahayakan bagi tubuh. Dimana dan apa yang sudah dilakukan KPAI untuk melindungi anak tersebut?. Masih banyak masalah anak yang sangat penting dan krusial harus dikerjakan KPAI, dari pada mengurusi tulisan club Djarum dalam program audisi Djarum Foundation.<\/p>\n\n\n\n


Belum lagi, katanya KPAI akan mengambil langkah mengundang Kepala Daerah, dimana kotanya dibuat ajang audisi tersebut. Kalau nanti benar terjadi, menandakan kinerja KPAI tidak efektif. Masalah anak yang paling penting tidak terurus, dan selalu bergejolak di masyarakat kelas bawah. Sekali lagi seperti tidak sekolah karena orang tuanya tidak mampu atau orang tuanya meninggal dunia, walaupun sekolah katanya gratis, akan tetapi dampak lain timbul seperti halnya masalah ekonomi, akhirnya anak-anak mendingan cari uang untuk hidup sehari-hari dari pada sekolah. Anak-anak suka beli jajan (makanan ringat) di toko maupun dipinggir jalan yang mengandung bahan membahayakan bagi pertumbuhan anak. Di perempatan jalan atau lampu merah banyak anak-anak yang hidupnya menggelandang tanpa tujuan. Ini riil dan nyata di hadapan mata kita tiap hari. <\/p>\n\n\n\n


Tapi anehnya KPAI saat ini malah lebih intens mengurusi hal yang tidak penting degan melarang audisi pencarian bakat bulutangkis oleh Djarum Foundation. KPAI cenderung gagal faham dalam memahami, menafsiri, dan mensikapi hal tersebut. Anehnya lagi, apa yang dilakukan KPAI sampai ngotot. <\/p>\n\n\n\n


Kalau mau melarang program audisi Djarum Foundation, tunjukkan dulu KPAI punya program pencarian bakat seperti Djarum Foundation lakukan. Jangan seenaknya KPAI, melarang-larang tanpa solusi konkret dengan dalil perlindungan. Lucunya, KPAI dengan dalil perlindungan anak mengatakan, audisi pencarian bakat bulutangkis yes, ajang promosi no. Kalau dipahami, KPAI ingin audisi Djarum Foundation tetap jalan, tapi tulisan Djarum dihilangkan. Ini sama saja, tidak boleh menulis atau memaparkan nama club. Sedangkan pencantuman nama club sangat penting sebagai identitas dan jati diri. <\/p>\n\n\n\n


Kegiatan perlindungan untuk anak adalah pekerjaan yang sangat mulia kalau benar-benar dilakukan. KPAI, sebagai lembaga dengan memapang langsung tulisan perlindungan anak akan lebih mulia jika programnya konkret. Seperti lembaga sekolah negeri atau swasta, tanpa memakai kata-kata perlindungan, sekolah tersebut mendidik anak melindungi anak dari kebodohan untuk kesiapan masa depan. Audisi pencarian bakat bulutangkis Djarum Foundation pun demikian, kegiatannya konkret menyiapkan atlet olahraga bulutangkis. Dan apa yang telah dilakukan Djarum Foundation dengan audisinya sangat beda dari bentuk promosi. Berbeda dengan pelibatan anak-anak untuk promosi produk, murni tujuannya agar produknya laku. Apalagi produk yang ditawarkan untuk kebutuhan anak. Contohnya banyak sekali beredar iklan-iklan yang terpampang di pinggir jalan, di media sosial, bahkan di stasiun televisi, hal ini kayaknya lolos dari bahasan KPAI.<\/p>\n\n\n\n


Belum lagi, tanpa disadari lembaga KPAI juga menumpang hidup dari anak-anak. Kemana-mana membawa nama anak-anak untuk kegiatannya, bahkan sampai untuk menggalang donasi. Namun kegiatan yang betul-betul sangat dibutuhkan anak-anak belum atau bahkan tidak tersasar dan tidak menjadi prioritas. Sehingga, program KPAI untuk perlindungan anak dipastikan tidak efektif. Buktinya, KPAI membuat masalah yang sederhana dibuat rumit, seperti mempermasalahkan tulisan Djarum sebagai club dalam ajang audisi pencarian bakat Djarum Foundation Bhakti Olahraga. Jelas-jelas untuk kepentingan masa depan anak, dengan meningkakan minat dan bakat anak dalam olahraga atas dasar suka dan tidak ada paksaan.
Kata kunci pendidikan bagi anak adalah bermain, senang atau suka, sesuai keinginan, dan untuk bekal hidup selanjutnya. Jika KPAI mempermasalahkan tulisan club Djarum, yang dianggap sebagai ajang promosi dan ekploitasi anak, alasan tersebut tidak benar dan tanpa dasar. Seperti halnya penjelasan di atas, audisi pencarian bakat bulutangkis Djarum Foundation, jauh dari promosi dan ekploitasi. Tujuan utama audisi tidak lain memberikan bekal dan pendidikan bagi anak sesui keinginannya, anak belajar dengan senang, gembira, dan bermain. <\/p>\n\n\n\n


Jika kemudian KPAI dan lembaga lain yang mengatasnamakan peduli anak, melarang kegiatan audisi pencarian bakat olah raga bulutangkis yang dilakukan Djarum Foundation, sama dengan menghalangi anak Indonesia mengembangkan minat dan bakatnya sesuai keinginan, menghalangi anak Indonesia belajar sambil bermain dan gembira, menghalangi anak Indonesia untuk mendapatkan bekal hidup selanjutnya, menghalangi anak Indonesia untuk mewujudkan cita-cita. Apa yang dilakukan KPAI dan lembaga lain tersebut, sangat bertentangan dengan cita-cita Bangsa, dan cita-cita pendidikan bagi anak di Indonesia. <\/p>\n","post_title":"Sesat pikir KPAI Melarang Audisi Pencarian Bakat Bulutangkis Anak-Anak","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"sesat-pikir-kpai-melarang-audisi-pencarian-bakat-bulutangkis-anak-anak","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-08-14 11:00:58","post_modified_gmt":"2019-08-14 04:00:58","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5956","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5949,"post_author":"877","post_date":"2019-08-12 08:28:29","post_date_gmt":"2019-08-12 01:28:29","post_content":"\n

Kurban tidak semata-mata hanya menyembelih hewan, dibaliknya ada kisah indah yang bisa sebagai bahan renungan dan pengingat bagi semua. Pada kisah qurban, terdapat peran anak usia dini yang akhirnya dikenang umat Islam sedunia sepanjang masa dan juga dapat mengangkat harkat martabat keluarganya dihadapan Tuhan. Selama anak suka bahkan bahagia menjalankan perannya untuk kepentingan dirinya sendiri kedepan dan mengangkat harkat martabat keluarganya dengan bimbingan yang baik, maka hal tersebut sah-sah saja tidak ada larangan.\u00a0<\/p>\n\n\n\n

Kemarin, pada tanggal 11 Agustus 2019 hari Minggu, tepatnya pada tanggal 10 dzulhijjah 1440 M., dipagi hari umat Islam terlihat berbondong-bondong ada yang ke masjid ada yang kelapangan, tidak lain menjalankan ibadah sholat Idul Adha, atau biasa disebut hari raya qurban. Selain melakukan sholad, umat Islam merayakannya dengan menyembelih hewan qurban, seperti unta tradisi di Timur Tengah, sedangkam di Indonesia menyembelih sapi atau kerbau. Khusus di Kudus kota Kretek rerata menyembelih kerbau, sapi bagi sebagian besar masyarakat Kudus tidak mau menyembelih. Cerita yang beredar di masyarakat turun menurun, pelarangan menyembelih sapi sejak zaman kewalian yaitu Sunan Kudus sebagai penghormatan terhadap agama lain yang beranggapan hewan sapi sebagai hewan yang suci.<\/p>\n\n\n\n

Kembali ke Idul Adha, diceritakan oleh para Ulama\u2019 ada kisah tentang Nabi Ibrahim yang akan mengorbankan putranya yang masih kecil namanya Ismail (besarnya menjadi Nabi). Ceritanya Nabi Ibrahim saat tidur bermimpi, ia diperintah Tuhan untuk menyembelih putranya bernama Ismail. Saat bangun, ia merenung, berfikir sambil bertanya dihati, benarkah ini perintah Tuhan?. Kali pertama mimpinya ini, ia masih ragu antara benar perintah Tuhan atau tidak. Mimpi yang direnungkan dan difikir terjadi pada malam tanggal 08 dzulhijjah,disebut hari tarwiyah<\/em>.\u00a0<\/p>\n\n\n\n

Baca: Tinjauan Kritis Atas Larangan Iklan dan Sponshorship dengan Mencantumkan Logo, Brand Image, dan Identitas CSR Sebuah Perusahaan<\/a><\/p>\n\n\n\n

Pada malam tanggal 09 dzulhijjah Nabi Ibrahim mimpi lagi dengan perintah yang sama. Mimpi kali kedua, Nabi Ibrahim merasa yakin kalau benar-benar perintah Tuhan. Pada mimpi kedua disebut hari arafah<\/em>. Pada tanggal 10 dzulhijjah, hari Nabi Ibrahim melaksanakan perintah Tuhan untuk menyembelih Ismail (putranya), yang kemudian disebut  hari nakhr <\/em>(biasa disebut nahar bagi orang Indonesia). <\/p>\n\n\n\n

Cerita KH. Sya\u2019roni, saat pagi hari pada tanggal 10 dzulhijjah Nabi Ibrahim menyuruh istrinya bernama Siti Hajar (ibu kandung Ismail) untuk memandikan Ismail setelah itu memakaikan pakaian yang bagus-bagus, dengan alasan mau diajak jalan-jalan. Siti Hajar melaksanakan sesuai perintah suaminya, sembari menunggu istrinya selesai, Nabi Ibrahim mengasah pisaunya\/pedangnya. <\/p>\n\n\n\n

Ismail sudah siap, diajaklah jalan jalan bapaknya (Nabi Ibrahim) menuju bukit Mina di Makkah, dengan niatan mau disembelih sesui perintah Tuhan. Di tengah perjalanan, Nabi Ibrahim dihadang iblis yang berwujud manusia, dengan mengatakan Ibrahim, anakmu itu ganteng, tega kamu sembelih, urungkan niatmu. Nabi Ibrahim tidak menjawab, malah mengambil batu kecil 7 butir, kemudian batu kecil tersebut dilemparkan ke arah iblis tersebut, sambil mengatakan, pergi kamu Iblis. Nabi Ibrahim tetap melanjutkan perjalannya, dan dihadang Iblis lagi kali kedua, Nabi Ibrahim mengambil batu kecil lagi dilempar ke iblis. Kemudian Nabi melanjutkan perjalannya, dihadang iblis lagi kali ketiga, seperti penghadangan yang pertama dan kedua, Nabi mengambil batu kecil dan dilemparkan ke arah iblis, lalu Nabi Ibrahim lanjut lagi. Inilah cerita, yang menjadi cikal bakal adanya jumroh ula, jumroh wustho dan jumroh aqobah. Tiap ibadah haji jumroh ini harus diperagakan seperti halnya apa yang telah dilakukan Nabi Ibrahim dengan maksud melawan dan melempar iblis dengan batu agar tidak mengganggu..  <\/p>\n\n\n\n

Sesampainya di puncak bukit Mina, Nabi Ibrahim menceritakan mimpinya dan mengatakan maksud dan tujuannya mengajak Ismail jalan-jalan. Selesai Nabi Ibrahim cerita, kemudian Ismail berkata pada bapaknya, untuk segera menjalankan perintah Tuhan. Pada saat menyembebelih, pisau\/pedang Nabi Ibrahim tidak bisa melukai kulit Ismail, karena Nabi Ibrahim masih gelisah dan menangis saat melihat wajah Ismail. Kemudian Ismail berkata, mungkin karena bapak melihat wajahku, hingga tidak tega menyembelih, lalu Ismail membalikkan badannya memposisisikan badannya telungkup. Lalau Nabi Ibrahim dengan kesiapan hati melakukan penyembelihan yang kedua, lagi-lagi pisau\/pedangnya tidak mampu melukai kulit leher Ismail. Dengan bingung karena tidak berhasil menyembelih Ismail, turunlah Malaikat Jibril dengan membawa kambing, digantikannya Ismail dengan kambing tersebut. Bersamaan dengan turunnya wahyu Tuhan yang menjelaskan keduanya telah lulus  dari ujian. Kemudian Nabi Ibrahim membaca takbir \u201cAllahu Akbar\u201d<\/em> 3x, disaut Ismail dengan .membaca \u201cLaa ilaaha illahhu wallahu akbar<\/em>\u201d, diakhiri Malikat Jibril dengan bacaan \u201cAllahu Akbar walillahil Hamd<\/em>\u201d, dilanjutkan dengan menyembelih kambing bawaan malaikat jibril.<\/p>\n\n\n\n

Ada cerita lucu setelah Nabi Ibrahim selesai menyembelih kambing, Nabi Ibrahim bertanya pada Ismail, siapa yang paling dermawan diantara kita? Ismail menjawab, saya. Tidak bisa kata Nabi Ibrahim, saya yang paling dermawan, karena akan mngorbankan anak yang kucintai. Ismail berkata, tidak bisa, saya yang dermawan, karena bapak punya dua anak, kalau saya dikorbankan, masih punya anak satu, lalu malaikat berkata, tidak bisa, saya yang dermawan karena saya sudah kehilangan kambing satu.\u00a0\u00a0<\/p>\n\n\n\n

Baca: Kegagalan Lakpesdam PBNU dalam Melihat Produk Tembakau Alternatif<\/a><\/p>\n\n\n\n

Keterangan dalam kitab tafsir  \u201cTanwirul Adhan<\/em>\u201d penjelasan dari surat As-Saffat ayat 102 bahwa usia Ismail saat itu 13 tahun ada juga Ulama\u2019 yang mengatakan umur 7 tahun. ada riwayat lain yang mengatakan umur Ismail saat itu 14 tahun. Pada intinya saat kejadian kisah penyembelihan, Ismail masih usia anak-anak, ia dengan senang hati dan ikhlas, menjalani perannya.  <\/p>\n\n\n\n

Dari sejarah singkat qurban yang ektrim di atas, kira-kira pendapat KPAI apakah mendukung apa yang telah di lakukan Nabi Ibrahim?, atau sebaliknya mendukung Iblis yang menghalangi Nabi Ibrahim yang akan menjalankan kewajibannya sebagai hamba?. Saya yakin KPAI akan mendukung Nabi Ibrahim, tidak mendukung langkah Iblis. 
<\/p>\n\n\n\n

Walaupun ktidak persis, tapi hampir mirip kisah qurban diatas dengan audisi oleh Djarum Foundation yang melibatkan. Program audisi bulutangkis usia anak-anak Djarum Foundation, tidak lain ikut serta program pemerintah dalam mencerdaskan bangsa melalui pencarian bakat sedini mungkin. Anak-anak yang berbakat bulutangkis tentunya yang terjaring dalam audisi, dididik dengan penuh semangat oleh Djarum Foundation Bhakti olahraga. Buktinya, anak-anak tersebut disekolahkan formal, dilatih bulu tangkis dengan disiplin dan penuh tanggungjawab, tanpa dipungut biaya apapun, bahkan semua kebutuhan anak-anak tercukupi dengan baik. Pola didiknya, seperti pola pendidikan sekolah lainnya, anak-anak dididik dan diajar agar berpretasi, setidaknya punya pengetahuan, pengalaman dan keahlian sebagai bekal masa depan. Disisi lain, ternyata anak-anak yang terjaring audisi merasa sangat gembira, senang dan bangga bisa terpilih. Mereka dapat mengembangkan bakatnya, dan mendapatkan pendidikan sekolah dengan gratis.<\/p>\n\n\n\n

Tujuan utama Djarum Foundation mencari bibit unggul pebulutangkis Indonesia, yang selama ini sebagai salah satu olahraga kebanggaan masyarakat Indonesia atas banyaknya prestasi yang di peroleh. Program Djarum Foundation Bhakti olahraga jauh dari niatan ekploitasi anak untuk promosi, yang ada ekploitasi anak untuk kejayaan olah raga bulutangkis bangsa Indonesia. <\/p>\n\n\n\n

Juga, program Djarum Foundation audisi bulutangkis adalah salah satu bentuk kesadaran dan kewajibannya membangun bangsa dengan melibatkan anak-anak. Lalu apa yang salah dari Djarum Foundation Bhakti Olahraga, jelas-jelas telah menghibahkan fasilitas, pikiran hingga dana untuk kepentingan kejayaan bangsa Indonesia, melalui olahraga. Pemerintah harus mendukung program tersebut, begitupun KPAI. KPAI jangan sampai menjadi penghalang, seperti halnya penghalang Nabi Ibrahim dalam kisah di atas.  
<\/p>\n","post_title":"Refleksi Kisah Kurban sebagai Bahan Pengingat KPAI","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"refleksi-kisah-kurban-sebagai-bahan-pengingat-kpai","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-08-12 08:30:31","post_modified_gmt":"2019-08-12 01:30:31","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5949","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5936,"post_author":"877","post_date":"2019-08-06 10:53:42","post_date_gmt":"2019-08-06 03:53:42","post_content":"\n

Masalah peredaran rokok di Indonesia, pemerintah cenderung mengambil langkah aman. Sudah saatnya pemerintah harus tegas menentukan sikap pelarangan atau membolehkan peredaran rokok di tengah-tengah masyarakat. <\/p>\n\n\n\n

Sikap pemerintah sampai saat ini menimbulkan pro dan kontra. Di satu sisi pemerintah melalui Kementrian Kesehatan membuat aturan pembatasan dan pelarangan beredarnya rokok, bahkan melarang adanya iklan rokok dan mengatur packaging<\/em> dengan bermacam gambar dan peringatan yang menggelian. Di sisi lain, pemerintah mendorong peningkatkan pendapatan Negara, mendorong peningkatan ekonomi rakyat, mendorong peningkatan produktivitas rakyat dan daya saing di pasar internasional, dan mendorong pengentasan kemiskinan.<\/p>\n\n\n\n

Sekarang, efek sikap pemerintah di atas meluas kemana-mana, mulai dari isu penyederhanaan layer atau penggabungan golongan industri rokok, isu pelarangan iklan rokok di media sosial karena pengguna media sosial banyak anak-anak, sampai pada pelarangan audisi pencari bakat bulu tangkis yang dilakukan Djarum Foundation dengan alasan ekploitasi anak. Ini semua adalah beberapa agenda untuk pengendalian rokok dan tembakau di Indonesia yang alasannya sudah dipatahkan dengan data yang lebih akurat.<\/p>\n\n\n\n

Semisal, yang pro dapat menceritakan dan meruntutkan agenda pengendalian rokok dan tembakau di Indonesia sebagai agenda politik dagang internasional. Semua program pengendalian rokok dan tembakau di Indonesia mengadopsi dari program World Health Organization (WHO) organisasi program dunia yang mendapatkan sokongan dana dari industri farmasi.\u00a0<\/p>\n\n\n\n

Baca:
Ada Campur Tangan Bloomberg dalam Surat Edaran Menkes terkait Pemblokiran Iklan Rokok <\/a><\/p>\n\n\n\n

WHO tidak semata-mata bertujuan demi meningkatkan taraf kesehatan penduduk. Di sini WHO sebagai ujung tombak industri farmasi. Terjadi peralihan di lingkup kesehatan, dimana dokter dan ilmuwan kesehatan dikuasai perusahan obat (farmasi). Tujuan utamanya tidak lain untuk merebut pasar nikotin dunia, dan menggantikan pemanfaatan nikotin alami dari tembakau dengan produk rekayasa nikotin yang telah dikantongi hak patennya. Keterlibatan WHO memuluskan tujuan industri farmasi tersebut dengan mendorong negara-negara di dunia untuk memberlakukan kebijakan sesuai kerangka kesehatan, tanpa mempertimbangkan peran sosial, ekonomi, politik dan budaya. Walaupun alasan kesehatan yang dibangun ternyata tidak 100% benar dan terkesan dipaksakan. Negara yang menjadi sasaran utama adalah Negara yang berkembang, seperti Indonesia, China, Bangladesh, India, Rusia, Mesir, Thailand, Filipina dan Brazil. <\/p>\n\n\n\n

Untuk menguasai pasar nikotin di dunia, industri farmasi mendapatkan sokongan dana dari bloomberg initiative. Karena salah satu direktur dari persekutuan perusahaan farmasi dunia bernama William R. Brody punya kedekatan dengan bloomberg initiative, selain teman karib juga posisinya sebagai penasehat. <\/h4>\n\n\n\n

Tidak mengherankan jika pendukung program pengendalian rokok dan tembakau di Indonesia mendapatkan sokongan dana dari bloomberg initiative termasuk lembaga yang bergerak untuk perlindungan anak, salah satunya Komnas Perlindungan Anak Indonesia (KPAI). Apapun bentuk lembaganya, selama mendapatkan kucuran dana bloomberg initiative, program utamanya harus sinergi dengan program bloomberg initiative dan rezim kesehatan dunia (WHO) yaitu pengendalian tembakau dan rokok, terutama rokok kretek asli Indonesia.<\/p>\n\n\n\n

Ada sekitar lebih dari 20an lembaga di Indonesia mendapatkan sokongan dana langsung maupun tidak langsung dari bloomberg initiative. Lembaga-lembaga tersebut bervarian, ada lembaga yang bergerak dalam pendidikan, bergerak pemberantasan korupsi, bergerak dalam kesehatan, bergerak perlindungan konsumen, bergerak melindungi anak, bahkan sampai pada lembaga agama. Numun pada intinya leading sector<\/em> yaitu sektor potensial yang dapat\u00a0menggerakkan agenda pengendalian tembakau dan rokok di Indonesia ada pada rezim kesehatan dalam hal ini Kementerian Kesehatan. Dengan menggunakan dalil kesehatan yang mulia, agenda bloomberg initiative dan farmasi berselancar dengan baik di Indonesia. \u00a0<\/p>\n\n\n\n

Baca:
Tinjauan Kritis Atas Larangan Iklan dan Sponshorship dengan Mencantumkan Logo, Brand Image, dan Identitas CSR Sebuah Perusahaan<\/a> <\/p>\n\n\n\n

Isu kuat saat ini yang beredar untuk agenda pengendalian tembakau dan rokok di Indonesia salah satunya, KPAI melarang audisi pencarian bakat bulu tangkis sejak dini yang dilakukan Djarum Foundation dengan alasan ekploitasi anak, Kementerian Kesehatan dan KPAI melarang adanya iklan di media sosia karena akan mengakibatkan bertambahnya perokok pemula, penggabungan golongan industri rokok atau penyederhanaan layer tarif cukai rokok yang intinya pengurangan terhadap industri rokok kretek, menaikkan cukai rokok untuk mengurangi peredaran rokok, dan korelasinya rokok dengan kemiskinan bertujuan agar ada kebijakan menghalau laju industri rokok kretek. <\/p>\n\n\n\n

Pemerintah dalam hal ini harus tegas mengambil sikap, untuk kepastian dan masa depan industri rokok kretek asli Indonesia. Dimana sejarah penemuan rokok kretek tidak lain untuk pengobatan yang dilakukan H. Djamhari sebagai obat sakit bengeknya. Karena rokok kretek adalah campuran tembakau dan cengkeh, berbeda dengan rokok non kretek yang hanya memakai tembakau saja. Selama ini, belum ada uji atau riset bahwa rokok kretek berkorelasi signifikan terhadap timbulnya penyakit yang dituduhkan. Kalau menjadi salah satu bagian kecil penyebab penyakit, tentunya ya dan bukan faktor penyebab utama. Itu seperti halnya barang-barang lain yang dikonsumsi manusia secara berlebihan dan hidup tidak seimbang. Termasuk makan nasi, mengkonsumsi gula dan mengkonsumsi lainnya secara berlebihan, tanpa diimbangi olah raga dan istirahat yang cukup. <\/p>\n\n\n\n

Selain itu, posisi industri kretek sangat stategis bagi bangsa Indonesia. Industri kretek membuktikan tetap bertahan setidaknya lebih dari 130 tahun. Disaat industri lain tumbang di zaman kolonial, industri kretek tetap eksis memberikan penghidupan masyarakat Indonesia. Bahkan tergolong industri yang peka zaman, dengan memberikan kontribusi yang sangat besar. Menghidupi setidaknya 6.1 juta jiwa petani cengkeh yang tersebar di 30 provinsi, petani tembakau yang tersebar di 15 provinsi. Menghidupi ribuan karyawan yang bekerja di industri kretek. Mempunyai multiplier<\/em> <\/em>effect<\/em> ke sektor perokonomian lainnya yang berada di sekitar industri kretek. <\/p>\n\n\n\n

Keberadaan industri kretek berkontribusi adanya hak jaminan sosial dan corporate social responsibility<\/em> (CSR), seperti halnya jaminan kesehatan, bhakti pendidikan, bhakti budaya, bhakti olahraga, bhakti lingkungan dan lain sebagainya. Berkontribusi pendapatan Negara melalui setoran cukai, berkontribusi bagi kesehatan publik dari alokasi dana bagi hasil cukai hasil tembakau (DBH-CHT) untuk sarana kesehatan dan pembayaran defisit Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS).  <\/p>\n\n\n\n

Selain itu, adanya industri kretek sebagai cermin kemandirian dan kedaulatan bangsa, karena sebagai pemenuhan kebutuhan pokok rakyat dalam hal ini pendapatan masyarakat sebagai agenda pemberantasan kemiskinan. <\/p>\n\n\n\n

Dengan pertimbangan di atas, diharapkan pemerintah dalam hal ini Presiden memberikan ketegasan, apakah industri rokok nasional tetap berproduksi atau dilarang berproduksi. Kalau tetap berproduksi, pemerintah secara totalitas harus melindunginya mulai kebijakan sampai pada strategi pemasarannya. Andaikan dilarang beroperasi, pemerintah paling tidak harus berani mempersiapkan lapangan pekerjaan lain bagi petani dan buruh tani cengkeh dan tembakau, buruh industri dan mungkin menata perekonomian akibat multiplier<\/em> <\/em>effect<\/em> keberadaan industri kretek. Dan yang terpenting keberadaan industri kretek, sebagai industri nasional sebagai perwujudan agenda prioritas  tujuan Nawa Cita, sehingga jangan sampai digiring dan diatur kepentingan asing melalui rezim kesehatan sebagai leading sector, <\/em>yang belum tentu benar dan terkesan dipaksakan.  
<\/p>\n","post_title":"Ketika Pemerintah Plin-Plan Membuat Regulasi Terkait Dunia Pertembakauan","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"ketika-pemerintah-plin-plan-membuat-regulasi-terkait-dunia-pertembakauan","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-08-06 10:53:48","post_modified_gmt":"2019-08-06 03:53:48","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5936","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":16},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"epic_block_3"};

\n

Direktur Pusat Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Amerika Serikat (CDC), Robert Redfield, mengungkapkan kematian tragis di Illinois memperkuat dugaan karena vape<\/a> atau rokok elektrik. Berita tersebut atas laporan Dinas Kesehatan Illinois yang mengumumkan ada satu pasien yang akhirnya meninggal dunia. Kasus ini kemungkinan jadi kasus pertama kematian akibat penyakit berkaitan dengan vape.
<\/p>\n\n\n\n

Kejadian di atas menjawab keberadaan vape atau rokok elektrik sangat membahayakan. Berbeda dengan resiko rokok kretek, bisa menimbulkan penyakit jika mengkonsumsinya berlebihan atau kebanyakakan, dan hidup tidak seimbang. Misalnya dalam satu hari merokok sampai tiga atau empat bungkus, tanpa makan nasi atau makan-makanan sehat, tanpa olah raga, tanpa minum air putih, selalu didampingi kopi atau teh, istirahatnya kurang dan sebagainya. Maka dipastikan orang tersebut akan jatuh sakit bahkan meninggal dunia.\u00a0<\/p>\n\n\n\n

Baca: Terkuak, Rokok Elektrik Berbahaya bagi Kesehatan<\/a><\/p>\n\n\n\n

Tidak hanya itu, otoritas kesehatan di Amerika Serikat telah berhasil menginvestigasi kemunculan penyakit paru-paru misterius di antara kalangan pengguna rokok elektrik atau vape. Dilaporkan setidaknya ada 195 kasus potensial penyakit paru-paru di 22 Negara karena kena dampak dari vape atau rokok elektrik.
<\/p>\n\n\n\n

Jadi, masyarakat perlu waspada beredarnya vape atau rokok elektrik. Belum lagi, sebetulnya rokok elektrik atau vape, berdampak juga peningkatan perokok anak.\u00a0 Yang menjadi daya tarik bagi anak, selain bentuknya yang elegan, simpel, juga beraroma buah-buahan yang terkemas dalam cairan.<\/strong><\/p>\n\n\n\n

Orang yang mengatakan bahwa vape atau rokok elektrik lebih mensehatkan dari pada rokok kretek, pendapat tersebut sangat keliru. Disampaing efek dari rangkaian listrik dan battre juga cairan dalam rokok elektrik berpengaruh terhadap resiko jantung.  <\/p>\n\n\n\n

Hasil penelitian yang diterbitkan dalam Journal of American College of Cardiology pada Mei lalu ini menambah bukti bahwa cairan rokok elektrik dapat menghambat fungsi sel-sel tubuh yang berperan dalam kesehatan jantung. Cairan dalam vape atau rokok elektrik pada akhirnya merusak sel-sel yang melapisi pembuluh darah. <\/p>\n\n\n\n

Keberadaan vape atau rokok elektrik di pasaran sangat membahayakan bagi orang Indonesia, terlebih pemuda-pemuda, yang banyak memilih merokok vape aatau rokok elektri. Menurutnya, selain bentuk kecil, simpel dibawa dan ada aroma buah-buahan sesuai selera. Akan tetapi dibalik bentuknya yang bagus, menyembunyikan banyak penyakit ketika dikonsumsi.\u00a0<\/p>\n\n\n\n

Baca: Kata Siapa Lebih Sehat? Perokok Elektrik Berisiko Terjangkit Penyakit Kardiovaskular<\/a><\/p>\n\n\n\n

Hingga kini CDC masih melakukan investigasi lebih lanjut, dengan mengimbau agar para dokter mengumpulkan data dan sampel bila menemukan pasien dengan gejala penyakit paru serupa, tentunya akibat rokok elektrik atau vape. Bentuk dan merek rokok elektrik dan vape banyak varian dan banyak merek. JUUL termasuk merek rokok elektrik atau vape yang saat ini naik daun.\u00a0<\/p>\n\n\n\n

Ada yang mengatakan bahwa tak tepat membandingkan rokok tembakau dengan rokok elektrik. Ya benar tak tepat, karena rokok elektrik atau vape resikonya sangat tinggi. Sedang rokok tembakau resikonya kecil, apa lagi rokok kretek mungkin resikonya sangat kecil sekali terhadap tubuh. Alasannya, munculnya rokok kretek bertujuan untuk pengobatan sakit bengek, dan tujuannya berhasil. Hingga banyak orang melakukan pemesanan rokok kretek saat itu, rokok kretek belum sebagai industri besar masih bersifat rumahan,  keadaan tersebut sekitar abad 19. <\/p>\n\n\n\n

Dalam studi ini, tim peneliti menemukan bukti efek toksik pada sel-sel yang melapisi pembuluh darah dan melindungi jantung. Beberapa bukti tersebut termasuk di antaranya gangguan pada fungsi sel dan munculnya tanda-tanda peradangan. Para peneliti mengamati bagaimana respons sel saat bersentuhan dengan cairan rokok elektrik. Efek yang paling kentara terlihat pada cairan dengan rasa kayu manis.<\/p>\n\n\n\n

Baca: Riset Kesehatan Rokok Elektrik<\/a><\/p>\n\n\n\n

Sekelompok ahli kardiovaskular dari University of Massachusetts menganjurkan peneliti agar melakukan uji rokok elektrik atau vape lebih yang beraroma. Karena sumsi sementara, produk vape atau rokok elektrik yang beraroma dan punya pilihan rasa lebih berbahaya dari pada rokok vape natural. Namun yang banyak beredar dipasaran, justru yang beraroma dan berasa buah-buahan, dari pada yang natural. <\/p>\n\n\n\n

Studi pada 2018 lalu menunjukkan, penggunaan rokok elektrik harian berisiko terhadap serangan jantung, meski dengan probabilitas yang lebih rendah daripada perokok tembakau. Menurut dr Lawrence Phillips pakar kardiovaskular NYU Langone Health mengatakan \u201cKita melihat semakin banyak bukti bahwa rokok elektrik berhubungan dengan peningkatan risiko serangan jantung\u201d.<\/p>\n\n\n\n

Dari hasil pakar dan hasil studi di atas menegaskan bahwa keberadaan rokok vape atau rokok elektrik, resikonya sangat besar. Bahan utama rokok vape atau elektrik yang paling besar memberikan efek negatif pada tubuh manusia adalah cairan perasa. Akibat cairan perasa dalam rokok elektrik  atau vape termasuk merek JUUL beresiko terjadi peradangan, terjangkit penyakit jantung dan paru-paru akut, selanjutnya berakibat kematian. <\/p>\n\n\n\n

Untuk itu, demi masa depan bangsa Indonesia harusnya ada regulasi pelarangan peredaran rokok elektrik atau vape yang nyata-nyata telah ada kasus dengan didukung beberapa riset dan studi tentang konten rokok elektrik atau vape, yang hasilnya mempunyai resiko tinggi dapat menyebabkan penyakit berujung kematian.         
<\/p>\n","post_title":"Perokok Elektrik Berisiko Besar Terjangkit Penyakit Mematikan","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"perokok-elektrik-berisiko-besar-terjangkit-penyakit-mematikan","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-08-28 09:40:09","post_modified_gmt":"2019-08-28 02:40:09","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5999","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5979,"post_author":"877","post_date":"2019-08-21 09:57:26","post_date_gmt":"2019-08-21 02:57:26","post_content":"\n

Pemerintah berencana akan menerbitkan aturan simplifikasi layer cukai pada Oktober-Desember 2019. Jika benar terjadi, tindakan pemerintah itu sama saja membunuh secara perlahan industri kretek nasional. <\/p>\n\n\n\n

Jika dipikir-pikir, kebijakan simplifikasi layer cukai sangat menguntungkan industri rokok asing. Lalu apa bedanya pemerintah dengan LSM\/NGO yang getol memerangi peredaran rokok?. Nyatanya sama-sama ditunggangi kepentingan asing. Bedanya mungkin, pemerintah ditunggangi kepentingan industri rokok investor asing, kalau LSM\/NGO antirokok ada kepentingan farmasi yang berpusat di Amerika. Tapi jika dirunut dengan teliti, dua kepentingan asing tersebut yang terlihat beda, ada kemungkinan mengerucut pada satu titik yang sama. Tak lain membunuh rokok kretek asli Indonesia.<\/p>\n\n\n\n

Sebelum masuk ranah penjelasan yang sederhana tentang simplifikasi layer CHT, dampak yang ditimbulkan dan maksudnya. Terlebih dahulu perlu diuraikan makna simplifikasi, layer dan cukai secara berkesinambungan. Simplifikasi punya arti penyederhanaan, awalnya banyak dijadikan lebih sedikit, kecil, ramping dan ringkas. Tentunya, cara yang harus ditempuh dalam penyederhaan bisa jadi menggabungkan, bisa jadi dibuang\/dipotong salah satu, bisa jadi kedua-duanya dijalankan. Hubungan simplifikasi dengan industri rokok, penjelasannya di belakang setelah uraian tentang layer dan cukai.<\/p>\n\n\n\n

Layer bisa disebut dengan ungkapan lapisan, golongan, kelas, dan mungkin bisa dikatakan tingkatan. Varian rokok banyak sekali; ada rokok putih atau disebut sigaret putih mesin (SPM), ada sigaret kretek mesin (SKM), Ada sigaret kretek tangan (SKT). Ada rokok filter (ada busa) dan non filter (tidak ada busa). Ada juga rokok bercengkeh disebut kretek dan non cengkeh (tembakau saja) disebut putihan. Ada lagi rokok kretek dinamakan mild. Dari varian tersebut dibagi menjadi beberapa layer atau golongan, untuk penyesuaian pembayaran pajak cukai. Untuk mempermudah pemahaman, layer dibahasakan sebagai golongan industri rokok besar, menengah dan kecil. Sedangkan, cukai adalah pungutan pemerintah sebagai pajak. <\/p>\n\n\n\n

Nah, kira-kira uraian maknanya perkata sudah jelas. Sekarang uraian tersebut dihubungkan semua dengan rencana pemerintah kedepan untuk pungutan pajak rokok. Rencana pemerintah yang dimaksud simplikasi layer CHT, ingin menyederhanakan atau menggabungkan antara SPM dan SKM, dilebur manjadi satu golongan. Aslinya dibedakan, karena memang berbeda. SPM lebih tinggi pungutan pajaknya dari [ada SKM. SPM bukan asli produk Indonesia dan cenderung impor, dan yang punya bukan pribumi. Bahan bakunyapun tidak menggunakan tembakau Indonesia. Sangat jauh berbeda dengan SKM, industri yang padat karya dan menggunakan bahan baku lokal. Dan yang paling istimewa perbedaannya, tak lain adalah kemunculan SKM diciptakan oleh pribumi dengan mencampur tembakau dan cengkeh dalam satu batang rokok. Kemudian rokok cmpuran tersebut dinamai kretek. <\/p>\n\n\n\n

Rokok kretek terus berkembang dan inovatif seperti penjelasan di atas, ada filter, non filter, mesin, tangan, mild dan klobot. Kretek klobot tidak bercukai, karena keberadaannya hampir punah, sedikit sekali pabrikan membuat jenis klobot. Klobot satu-satunya rokok yang memakai bungkus daun jagung yang telah dikeringkan, kemudian di ikat pakai benang. Sehingga untuk kretek klobot ada pengecualian, tidak masuk dalam kategori jenis kretek di atas. <\/p>\n\n\n\n

Semua jenis kretek saat ini diproduksi oleh industri. Secara sederhana industri terbagi tiga macam, industri besar, menengah dan kecil. Paling kecil kategori industri kretek, telah mempunyai gudang untuk operasi pembuatan rokok kretek dengan luas minimal 200m2<\/sup>. Jadi, sekarang ini tidak ada lagi industri rokok kretek skala rumahan (home industri) seperti dulu lagi. <\/p>\n\n\n\n

Dari penjelasan di atas, sekarang sudah paham varian jenis rokok kretek asli produk Indonesia. Apapun bentuknya, jika rokok menggunakan campuran tembakau dan cengkeh itulah dinamakan rokok kretek, termasuk jenis mild. Dewasa ini jenis mild sangat disukai dipasaran. Hingga semua industri berlomba-lomba bikin mild. Munculnya mild tidak lain karena tuntutan dari aturan pemerintah yang membatasi nikotin dan tar. Sehingga konten tembakau mild lebih banyak memakai tembakau jenis Virginia. <\/p>\n\n\n\n

Jangan salahkan industri\/pabrikan jika makin lama kuota impor tembakau naik. Karena dibentuk oleh aturan pemerintah dan peningkatan permintaan pasar mild. Kalau begitu yang salah siapa? tentunya pemerintah yang membuat aturan low nikotin dan tar. Sulit sekali tembakau lokal untuk memenuhi batasan low nikotin dan tar sesuai aturan pemerintah. Pada akhirnya mau tidak mau industri\/pabrikan membutuhkan tembakau jenis Virginia yang sulit tumbuh dengan baik di bumi nusantara ini. Lalu apa yang dilakukan industri\/pabrikan rokok, ya impor lah. Tapi industri\/pabrikan masih sangat membutuhkan tembakau lokal. Selain sebagai bahan campuran rokok kretek mild, tembakau lokal dibuat memproduksi rokok bukan mild. <\/p>\n\n\n\n

Untuk rokok kretek mild, semuanya diproduksi memakai mesin, sedangkan selain mild ada yang pakai mesin ada yang pakai tangan. Dengan isu simplikasi layer CHT SPM dan SKM, ada dua kemungkinan. Pertama; bisa jadi SPM diturunkan levelnya disesuaikan dengan SKM. Kedua; atau SKM dinaikkan levelnya sesuai SPM. Keduanya sangat merugikan industri kretek asli produk Indonesia berupa SKM. Kalau yang pertama, keuntungan SPM (industri asing) harganya disamakan SKM, sehingga persaingan penjualan dipasaran relatif mudah, sehingga SKM sangat dirugikan. Jika demikian, pemerintah tidak melindungi industri nasional (lokal), dengan meliarkan persaingannya dipasaran sangat ketat. <\/p>\n\n\n\n

Kemungkinan yang kedua, juga demikian, sangat merugikan SKM, karena levelnya naik mengikuti SPM. Jika demikian, sangat memberatkan SKM, apalagi pangsa rokok kretek ditahun-tahun terakhir ini merosot tajam penjualannya. Kemerosotan penjualan rokok kretek juga pengaruh dari kebijakan pemerintah dan oknum (anti rokok) yang selalu merecoki industri kretek, seperti pungutan cukai naik,  pelarangan iklan, membuat isu yang dibuat-buat tanpa dasar dan lain sebagainya. Apakah keadaan industri kretek nasional saat ini, pemerintah masih memejamkan mata dan akan memberlakukan simplikasi layer CHT?. Jika demikian, sama saja pemerintah membunuh industri\/pabrikan kretek nasional dengan pelan-pelan. <\/p>\n\n\n\n

Jangan salahkan industri\/pabrikan rokok kretek jika pelan-pelan merumahkan karyawannya karena merugi bahkan tidak beroperasi. Jika pembelian bahan baku rokok kretek (tembakau dan cengkeh) menurun dan ribuan juta petani merugi, dan masih banyak lagi efek dampaknya ke segala lini yang menggantungkan hidupnya berhubungan dengan sektor pertembakauan. Pemerintah harus bertanggungjawab atas dampak tersebut, jangan asal cuci tangan jika dampak negatif terjadi. Karena pemerintahlah yang bikin aturan. <\/p>\n\n\n\n

Untuk itu, kedepan pemerintah harus hati-hati dan jeli dalam memutuskan dan memberlakukan kebijakan untuk kepentingan sektor pertembakauan. Karena, yang sudah-sudah, kebijakan pemerintah pada sektor pertembakauan tidak mengakomodir kepentingan industri nasional, cenderung mengakomodir kepentingan industri asing. Baik pemerintah, industri kretek, petani tembakau dan cengkeh serta masyarakat Indonesia harus berdaulat, saling menjaga dan saling melindungi untuk kepentingan bersama, menjadi bangsa yang besar dan kuat tanpa disetir Negara lain (asing). Inilah makna kemerdekaan yang sesungguhnya di era melenial.
<\/p>\n","post_title":"Kebijakan Simplifikasi Layer Cukai Adalah Rencana Pembunuhan terhadap Kretek","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"kebijakan-simplifikasi-layer-cukai-adalah-rencana-pembunuhan-terhadap-kretek","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-08-21 09:57:34","post_modified_gmt":"2019-08-21 02:57:34","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5979","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5956,"post_author":"877","post_date":"2019-08-14 11:00:51","post_date_gmt":"2019-08-14 04:00:51","post_content":"\n

Komisioner Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) Sitty Hikmawatty sesat pikir saat mengatakan bahwa program audisi beasiswa bulutangkis sebagai ajang ekploitasi anak. KPAI mempermasalahkan tulisan Djarum di kaos olahraga, karena sebagai ajang promosi brand rokok. Disini KPAI gagal faham membedakan antara Djarum Foundation dan Djarum industri rokok. <\/p>\n\n\n\n


Djarum Foundation sebagai wujud bhakti terhadap Bangsa dan Negara, sehingga prakteknya Djarum Foundation mengeluarkan uang, bukan mencari keuntungan. Ketika dikatakan sebagai ajang promosi produk rokok, sudah ditampik dan sudah dijelaskan secara detail pengurus Djarum Foundation, bahwa program yang dijalankan jauh dari niatan promosi produk rokok. Kalaupun ada tulisan Djarum di kaos olahraga, memang sejarahnya dari dulu sebagai nama clubnya. <\/p>\n\n\n\n


Sitty Hikmawatty sebagai komisioner KPAI, harusnya cerdas menyikapi hal tersebut. Harusnya ada apresiasi pada Djarum yang sadar akan kewajibannya, andil dalam pengembangan bakat bagi anak-anak. Dan apa yang telah dilakukan Djarum Foundation tidaklah mudah, membutuhkan tenaga dan matriil begitu besar. Sekarang pertanyaannya, siapa dan industri pribumi mana yang berani melakukan seperti itu?, bahkan KPAI pun tidak akan berani membuat program pencarian bakat secara intensif dan masif. <\/p>\n\n\n\n


KPAI harusnya faham makna perlindungan bagi anak, jangan hanya dimaknai secara sempit, semisal anak juga butuh perlindungan dari kebodohan dan kebutuhan lain yang sifatnya sangat mendesak. Nyatanya masih banyak anak \u2013anak yang tidak sekolah karena tidak mampu, masih banyak anak-anak yang hidup terlantar di Jalan, masih banyak anak-anak sebagai obyek makanan ringan yang bahannya membahayakan bagi tubuh. Dimana dan apa yang sudah dilakukan KPAI untuk melindungi anak tersebut?. Masih banyak masalah anak yang sangat penting dan krusial harus dikerjakan KPAI, dari pada mengurusi tulisan club Djarum dalam program audisi Djarum Foundation.<\/p>\n\n\n\n


Belum lagi, katanya KPAI akan mengambil langkah mengundang Kepala Daerah, dimana kotanya dibuat ajang audisi tersebut. Kalau nanti benar terjadi, menandakan kinerja KPAI tidak efektif. Masalah anak yang paling penting tidak terurus, dan selalu bergejolak di masyarakat kelas bawah. Sekali lagi seperti tidak sekolah karena orang tuanya tidak mampu atau orang tuanya meninggal dunia, walaupun sekolah katanya gratis, akan tetapi dampak lain timbul seperti halnya masalah ekonomi, akhirnya anak-anak mendingan cari uang untuk hidup sehari-hari dari pada sekolah. Anak-anak suka beli jajan (makanan ringat) di toko maupun dipinggir jalan yang mengandung bahan membahayakan bagi pertumbuhan anak. Di perempatan jalan atau lampu merah banyak anak-anak yang hidupnya menggelandang tanpa tujuan. Ini riil dan nyata di hadapan mata kita tiap hari. <\/p>\n\n\n\n


Tapi anehnya KPAI saat ini malah lebih intens mengurusi hal yang tidak penting degan melarang audisi pencarian bakat bulutangkis oleh Djarum Foundation. KPAI cenderung gagal faham dalam memahami, menafsiri, dan mensikapi hal tersebut. Anehnya lagi, apa yang dilakukan KPAI sampai ngotot. <\/p>\n\n\n\n


Kalau mau melarang program audisi Djarum Foundation, tunjukkan dulu KPAI punya program pencarian bakat seperti Djarum Foundation lakukan. Jangan seenaknya KPAI, melarang-larang tanpa solusi konkret dengan dalil perlindungan. Lucunya, KPAI dengan dalil perlindungan anak mengatakan, audisi pencarian bakat bulutangkis yes, ajang promosi no. Kalau dipahami, KPAI ingin audisi Djarum Foundation tetap jalan, tapi tulisan Djarum dihilangkan. Ini sama saja, tidak boleh menulis atau memaparkan nama club. Sedangkan pencantuman nama club sangat penting sebagai identitas dan jati diri. <\/p>\n\n\n\n


Kegiatan perlindungan untuk anak adalah pekerjaan yang sangat mulia kalau benar-benar dilakukan. KPAI, sebagai lembaga dengan memapang langsung tulisan perlindungan anak akan lebih mulia jika programnya konkret. Seperti lembaga sekolah negeri atau swasta, tanpa memakai kata-kata perlindungan, sekolah tersebut mendidik anak melindungi anak dari kebodohan untuk kesiapan masa depan. Audisi pencarian bakat bulutangkis Djarum Foundation pun demikian, kegiatannya konkret menyiapkan atlet olahraga bulutangkis. Dan apa yang telah dilakukan Djarum Foundation dengan audisinya sangat beda dari bentuk promosi. Berbeda dengan pelibatan anak-anak untuk promosi produk, murni tujuannya agar produknya laku. Apalagi produk yang ditawarkan untuk kebutuhan anak. Contohnya banyak sekali beredar iklan-iklan yang terpampang di pinggir jalan, di media sosial, bahkan di stasiun televisi, hal ini kayaknya lolos dari bahasan KPAI.<\/p>\n\n\n\n


Belum lagi, tanpa disadari lembaga KPAI juga menumpang hidup dari anak-anak. Kemana-mana membawa nama anak-anak untuk kegiatannya, bahkan sampai untuk menggalang donasi. Namun kegiatan yang betul-betul sangat dibutuhkan anak-anak belum atau bahkan tidak tersasar dan tidak menjadi prioritas. Sehingga, program KPAI untuk perlindungan anak dipastikan tidak efektif. Buktinya, KPAI membuat masalah yang sederhana dibuat rumit, seperti mempermasalahkan tulisan Djarum sebagai club dalam ajang audisi pencarian bakat Djarum Foundation Bhakti Olahraga. Jelas-jelas untuk kepentingan masa depan anak, dengan meningkakan minat dan bakat anak dalam olahraga atas dasar suka dan tidak ada paksaan.
Kata kunci pendidikan bagi anak adalah bermain, senang atau suka, sesuai keinginan, dan untuk bekal hidup selanjutnya. Jika KPAI mempermasalahkan tulisan club Djarum, yang dianggap sebagai ajang promosi dan ekploitasi anak, alasan tersebut tidak benar dan tanpa dasar. Seperti halnya penjelasan di atas, audisi pencarian bakat bulutangkis Djarum Foundation, jauh dari promosi dan ekploitasi. Tujuan utama audisi tidak lain memberikan bekal dan pendidikan bagi anak sesui keinginannya, anak belajar dengan senang, gembira, dan bermain. <\/p>\n\n\n\n


Jika kemudian KPAI dan lembaga lain yang mengatasnamakan peduli anak, melarang kegiatan audisi pencarian bakat olah raga bulutangkis yang dilakukan Djarum Foundation, sama dengan menghalangi anak Indonesia mengembangkan minat dan bakatnya sesuai keinginan, menghalangi anak Indonesia belajar sambil bermain dan gembira, menghalangi anak Indonesia untuk mendapatkan bekal hidup selanjutnya, menghalangi anak Indonesia untuk mewujudkan cita-cita. Apa yang dilakukan KPAI dan lembaga lain tersebut, sangat bertentangan dengan cita-cita Bangsa, dan cita-cita pendidikan bagi anak di Indonesia. <\/p>\n","post_title":"Sesat pikir KPAI Melarang Audisi Pencarian Bakat Bulutangkis Anak-Anak","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"sesat-pikir-kpai-melarang-audisi-pencarian-bakat-bulutangkis-anak-anak","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-08-14 11:00:58","post_modified_gmt":"2019-08-14 04:00:58","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5956","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5949,"post_author":"877","post_date":"2019-08-12 08:28:29","post_date_gmt":"2019-08-12 01:28:29","post_content":"\n

Kurban tidak semata-mata hanya menyembelih hewan, dibaliknya ada kisah indah yang bisa sebagai bahan renungan dan pengingat bagi semua. Pada kisah qurban, terdapat peran anak usia dini yang akhirnya dikenang umat Islam sedunia sepanjang masa dan juga dapat mengangkat harkat martabat keluarganya dihadapan Tuhan. Selama anak suka bahkan bahagia menjalankan perannya untuk kepentingan dirinya sendiri kedepan dan mengangkat harkat martabat keluarganya dengan bimbingan yang baik, maka hal tersebut sah-sah saja tidak ada larangan.\u00a0<\/p>\n\n\n\n

Kemarin, pada tanggal 11 Agustus 2019 hari Minggu, tepatnya pada tanggal 10 dzulhijjah 1440 M., dipagi hari umat Islam terlihat berbondong-bondong ada yang ke masjid ada yang kelapangan, tidak lain menjalankan ibadah sholat Idul Adha, atau biasa disebut hari raya qurban. Selain melakukan sholad, umat Islam merayakannya dengan menyembelih hewan qurban, seperti unta tradisi di Timur Tengah, sedangkam di Indonesia menyembelih sapi atau kerbau. Khusus di Kudus kota Kretek rerata menyembelih kerbau, sapi bagi sebagian besar masyarakat Kudus tidak mau menyembelih. Cerita yang beredar di masyarakat turun menurun, pelarangan menyembelih sapi sejak zaman kewalian yaitu Sunan Kudus sebagai penghormatan terhadap agama lain yang beranggapan hewan sapi sebagai hewan yang suci.<\/p>\n\n\n\n

Kembali ke Idul Adha, diceritakan oleh para Ulama\u2019 ada kisah tentang Nabi Ibrahim yang akan mengorbankan putranya yang masih kecil namanya Ismail (besarnya menjadi Nabi). Ceritanya Nabi Ibrahim saat tidur bermimpi, ia diperintah Tuhan untuk menyembelih putranya bernama Ismail. Saat bangun, ia merenung, berfikir sambil bertanya dihati, benarkah ini perintah Tuhan?. Kali pertama mimpinya ini, ia masih ragu antara benar perintah Tuhan atau tidak. Mimpi yang direnungkan dan difikir terjadi pada malam tanggal 08 dzulhijjah,disebut hari tarwiyah<\/em>.\u00a0<\/p>\n\n\n\n

Baca: Tinjauan Kritis Atas Larangan Iklan dan Sponshorship dengan Mencantumkan Logo, Brand Image, dan Identitas CSR Sebuah Perusahaan<\/a><\/p>\n\n\n\n

Pada malam tanggal 09 dzulhijjah Nabi Ibrahim mimpi lagi dengan perintah yang sama. Mimpi kali kedua, Nabi Ibrahim merasa yakin kalau benar-benar perintah Tuhan. Pada mimpi kedua disebut hari arafah<\/em>. Pada tanggal 10 dzulhijjah, hari Nabi Ibrahim melaksanakan perintah Tuhan untuk menyembelih Ismail (putranya), yang kemudian disebut  hari nakhr <\/em>(biasa disebut nahar bagi orang Indonesia). <\/p>\n\n\n\n

Cerita KH. Sya\u2019roni, saat pagi hari pada tanggal 10 dzulhijjah Nabi Ibrahim menyuruh istrinya bernama Siti Hajar (ibu kandung Ismail) untuk memandikan Ismail setelah itu memakaikan pakaian yang bagus-bagus, dengan alasan mau diajak jalan-jalan. Siti Hajar melaksanakan sesuai perintah suaminya, sembari menunggu istrinya selesai, Nabi Ibrahim mengasah pisaunya\/pedangnya. <\/p>\n\n\n\n

Ismail sudah siap, diajaklah jalan jalan bapaknya (Nabi Ibrahim) menuju bukit Mina di Makkah, dengan niatan mau disembelih sesui perintah Tuhan. Di tengah perjalanan, Nabi Ibrahim dihadang iblis yang berwujud manusia, dengan mengatakan Ibrahim, anakmu itu ganteng, tega kamu sembelih, urungkan niatmu. Nabi Ibrahim tidak menjawab, malah mengambil batu kecil 7 butir, kemudian batu kecil tersebut dilemparkan ke arah iblis tersebut, sambil mengatakan, pergi kamu Iblis. Nabi Ibrahim tetap melanjutkan perjalannya, dan dihadang Iblis lagi kali kedua, Nabi Ibrahim mengambil batu kecil lagi dilempar ke iblis. Kemudian Nabi melanjutkan perjalannya, dihadang iblis lagi kali ketiga, seperti penghadangan yang pertama dan kedua, Nabi mengambil batu kecil dan dilemparkan ke arah iblis, lalu Nabi Ibrahim lanjut lagi. Inilah cerita, yang menjadi cikal bakal adanya jumroh ula, jumroh wustho dan jumroh aqobah. Tiap ibadah haji jumroh ini harus diperagakan seperti halnya apa yang telah dilakukan Nabi Ibrahim dengan maksud melawan dan melempar iblis dengan batu agar tidak mengganggu..  <\/p>\n\n\n\n

Sesampainya di puncak bukit Mina, Nabi Ibrahim menceritakan mimpinya dan mengatakan maksud dan tujuannya mengajak Ismail jalan-jalan. Selesai Nabi Ibrahim cerita, kemudian Ismail berkata pada bapaknya, untuk segera menjalankan perintah Tuhan. Pada saat menyembebelih, pisau\/pedang Nabi Ibrahim tidak bisa melukai kulit Ismail, karena Nabi Ibrahim masih gelisah dan menangis saat melihat wajah Ismail. Kemudian Ismail berkata, mungkin karena bapak melihat wajahku, hingga tidak tega menyembelih, lalu Ismail membalikkan badannya memposisisikan badannya telungkup. Lalau Nabi Ibrahim dengan kesiapan hati melakukan penyembelihan yang kedua, lagi-lagi pisau\/pedangnya tidak mampu melukai kulit leher Ismail. Dengan bingung karena tidak berhasil menyembelih Ismail, turunlah Malaikat Jibril dengan membawa kambing, digantikannya Ismail dengan kambing tersebut. Bersamaan dengan turunnya wahyu Tuhan yang menjelaskan keduanya telah lulus  dari ujian. Kemudian Nabi Ibrahim membaca takbir \u201cAllahu Akbar\u201d<\/em> 3x, disaut Ismail dengan .membaca \u201cLaa ilaaha illahhu wallahu akbar<\/em>\u201d, diakhiri Malikat Jibril dengan bacaan \u201cAllahu Akbar walillahil Hamd<\/em>\u201d, dilanjutkan dengan menyembelih kambing bawaan malaikat jibril.<\/p>\n\n\n\n

Ada cerita lucu setelah Nabi Ibrahim selesai menyembelih kambing, Nabi Ibrahim bertanya pada Ismail, siapa yang paling dermawan diantara kita? Ismail menjawab, saya. Tidak bisa kata Nabi Ibrahim, saya yang paling dermawan, karena akan mngorbankan anak yang kucintai. Ismail berkata, tidak bisa, saya yang dermawan, karena bapak punya dua anak, kalau saya dikorbankan, masih punya anak satu, lalu malaikat berkata, tidak bisa, saya yang dermawan karena saya sudah kehilangan kambing satu.\u00a0\u00a0<\/p>\n\n\n\n

Baca: Kegagalan Lakpesdam PBNU dalam Melihat Produk Tembakau Alternatif<\/a><\/p>\n\n\n\n

Keterangan dalam kitab tafsir  \u201cTanwirul Adhan<\/em>\u201d penjelasan dari surat As-Saffat ayat 102 bahwa usia Ismail saat itu 13 tahun ada juga Ulama\u2019 yang mengatakan umur 7 tahun. ada riwayat lain yang mengatakan umur Ismail saat itu 14 tahun. Pada intinya saat kejadian kisah penyembelihan, Ismail masih usia anak-anak, ia dengan senang hati dan ikhlas, menjalani perannya.  <\/p>\n\n\n\n

Dari sejarah singkat qurban yang ektrim di atas, kira-kira pendapat KPAI apakah mendukung apa yang telah di lakukan Nabi Ibrahim?, atau sebaliknya mendukung Iblis yang menghalangi Nabi Ibrahim yang akan menjalankan kewajibannya sebagai hamba?. Saya yakin KPAI akan mendukung Nabi Ibrahim, tidak mendukung langkah Iblis. 
<\/p>\n\n\n\n

Walaupun ktidak persis, tapi hampir mirip kisah qurban diatas dengan audisi oleh Djarum Foundation yang melibatkan. Program audisi bulutangkis usia anak-anak Djarum Foundation, tidak lain ikut serta program pemerintah dalam mencerdaskan bangsa melalui pencarian bakat sedini mungkin. Anak-anak yang berbakat bulutangkis tentunya yang terjaring dalam audisi, dididik dengan penuh semangat oleh Djarum Foundation Bhakti olahraga. Buktinya, anak-anak tersebut disekolahkan formal, dilatih bulu tangkis dengan disiplin dan penuh tanggungjawab, tanpa dipungut biaya apapun, bahkan semua kebutuhan anak-anak tercukupi dengan baik. Pola didiknya, seperti pola pendidikan sekolah lainnya, anak-anak dididik dan diajar agar berpretasi, setidaknya punya pengetahuan, pengalaman dan keahlian sebagai bekal masa depan. Disisi lain, ternyata anak-anak yang terjaring audisi merasa sangat gembira, senang dan bangga bisa terpilih. Mereka dapat mengembangkan bakatnya, dan mendapatkan pendidikan sekolah dengan gratis.<\/p>\n\n\n\n

Tujuan utama Djarum Foundation mencari bibit unggul pebulutangkis Indonesia, yang selama ini sebagai salah satu olahraga kebanggaan masyarakat Indonesia atas banyaknya prestasi yang di peroleh. Program Djarum Foundation Bhakti olahraga jauh dari niatan ekploitasi anak untuk promosi, yang ada ekploitasi anak untuk kejayaan olah raga bulutangkis bangsa Indonesia. <\/p>\n\n\n\n

Juga, program Djarum Foundation audisi bulutangkis adalah salah satu bentuk kesadaran dan kewajibannya membangun bangsa dengan melibatkan anak-anak. Lalu apa yang salah dari Djarum Foundation Bhakti Olahraga, jelas-jelas telah menghibahkan fasilitas, pikiran hingga dana untuk kepentingan kejayaan bangsa Indonesia, melalui olahraga. Pemerintah harus mendukung program tersebut, begitupun KPAI. KPAI jangan sampai menjadi penghalang, seperti halnya penghalang Nabi Ibrahim dalam kisah di atas.  
<\/p>\n","post_title":"Refleksi Kisah Kurban sebagai Bahan Pengingat KPAI","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"refleksi-kisah-kurban-sebagai-bahan-pengingat-kpai","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-08-12 08:30:31","post_modified_gmt":"2019-08-12 01:30:31","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5949","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5936,"post_author":"877","post_date":"2019-08-06 10:53:42","post_date_gmt":"2019-08-06 03:53:42","post_content":"\n

Masalah peredaran rokok di Indonesia, pemerintah cenderung mengambil langkah aman. Sudah saatnya pemerintah harus tegas menentukan sikap pelarangan atau membolehkan peredaran rokok di tengah-tengah masyarakat. <\/p>\n\n\n\n

Sikap pemerintah sampai saat ini menimbulkan pro dan kontra. Di satu sisi pemerintah melalui Kementrian Kesehatan membuat aturan pembatasan dan pelarangan beredarnya rokok, bahkan melarang adanya iklan rokok dan mengatur packaging<\/em> dengan bermacam gambar dan peringatan yang menggelian. Di sisi lain, pemerintah mendorong peningkatkan pendapatan Negara, mendorong peningkatan ekonomi rakyat, mendorong peningkatan produktivitas rakyat dan daya saing di pasar internasional, dan mendorong pengentasan kemiskinan.<\/p>\n\n\n\n

Sekarang, efek sikap pemerintah di atas meluas kemana-mana, mulai dari isu penyederhanaan layer atau penggabungan golongan industri rokok, isu pelarangan iklan rokok di media sosial karena pengguna media sosial banyak anak-anak, sampai pada pelarangan audisi pencari bakat bulu tangkis yang dilakukan Djarum Foundation dengan alasan ekploitasi anak. Ini semua adalah beberapa agenda untuk pengendalian rokok dan tembakau di Indonesia yang alasannya sudah dipatahkan dengan data yang lebih akurat.<\/p>\n\n\n\n

Semisal, yang pro dapat menceritakan dan meruntutkan agenda pengendalian rokok dan tembakau di Indonesia sebagai agenda politik dagang internasional. Semua program pengendalian rokok dan tembakau di Indonesia mengadopsi dari program World Health Organization (WHO) organisasi program dunia yang mendapatkan sokongan dana dari industri farmasi.\u00a0<\/p>\n\n\n\n

Baca:
Ada Campur Tangan Bloomberg dalam Surat Edaran Menkes terkait Pemblokiran Iklan Rokok <\/a><\/p>\n\n\n\n

WHO tidak semata-mata bertujuan demi meningkatkan taraf kesehatan penduduk. Di sini WHO sebagai ujung tombak industri farmasi. Terjadi peralihan di lingkup kesehatan, dimana dokter dan ilmuwan kesehatan dikuasai perusahan obat (farmasi). Tujuan utamanya tidak lain untuk merebut pasar nikotin dunia, dan menggantikan pemanfaatan nikotin alami dari tembakau dengan produk rekayasa nikotin yang telah dikantongi hak patennya. Keterlibatan WHO memuluskan tujuan industri farmasi tersebut dengan mendorong negara-negara di dunia untuk memberlakukan kebijakan sesuai kerangka kesehatan, tanpa mempertimbangkan peran sosial, ekonomi, politik dan budaya. Walaupun alasan kesehatan yang dibangun ternyata tidak 100% benar dan terkesan dipaksakan. Negara yang menjadi sasaran utama adalah Negara yang berkembang, seperti Indonesia, China, Bangladesh, India, Rusia, Mesir, Thailand, Filipina dan Brazil. <\/p>\n\n\n\n

Untuk menguasai pasar nikotin di dunia, industri farmasi mendapatkan sokongan dana dari bloomberg initiative. Karena salah satu direktur dari persekutuan perusahaan farmasi dunia bernama William R. Brody punya kedekatan dengan bloomberg initiative, selain teman karib juga posisinya sebagai penasehat. <\/h4>\n\n\n\n

Tidak mengherankan jika pendukung program pengendalian rokok dan tembakau di Indonesia mendapatkan sokongan dana dari bloomberg initiative termasuk lembaga yang bergerak untuk perlindungan anak, salah satunya Komnas Perlindungan Anak Indonesia (KPAI). Apapun bentuk lembaganya, selama mendapatkan kucuran dana bloomberg initiative, program utamanya harus sinergi dengan program bloomberg initiative dan rezim kesehatan dunia (WHO) yaitu pengendalian tembakau dan rokok, terutama rokok kretek asli Indonesia.<\/p>\n\n\n\n

Ada sekitar lebih dari 20an lembaga di Indonesia mendapatkan sokongan dana langsung maupun tidak langsung dari bloomberg initiative. Lembaga-lembaga tersebut bervarian, ada lembaga yang bergerak dalam pendidikan, bergerak pemberantasan korupsi, bergerak dalam kesehatan, bergerak perlindungan konsumen, bergerak melindungi anak, bahkan sampai pada lembaga agama. Numun pada intinya leading sector<\/em> yaitu sektor potensial yang dapat\u00a0menggerakkan agenda pengendalian tembakau dan rokok di Indonesia ada pada rezim kesehatan dalam hal ini Kementerian Kesehatan. Dengan menggunakan dalil kesehatan yang mulia, agenda bloomberg initiative dan farmasi berselancar dengan baik di Indonesia. \u00a0<\/p>\n\n\n\n

Baca:
Tinjauan Kritis Atas Larangan Iklan dan Sponshorship dengan Mencantumkan Logo, Brand Image, dan Identitas CSR Sebuah Perusahaan<\/a> <\/p>\n\n\n\n

Isu kuat saat ini yang beredar untuk agenda pengendalian tembakau dan rokok di Indonesia salah satunya, KPAI melarang audisi pencarian bakat bulu tangkis sejak dini yang dilakukan Djarum Foundation dengan alasan ekploitasi anak, Kementerian Kesehatan dan KPAI melarang adanya iklan di media sosia karena akan mengakibatkan bertambahnya perokok pemula, penggabungan golongan industri rokok atau penyederhanaan layer tarif cukai rokok yang intinya pengurangan terhadap industri rokok kretek, menaikkan cukai rokok untuk mengurangi peredaran rokok, dan korelasinya rokok dengan kemiskinan bertujuan agar ada kebijakan menghalau laju industri rokok kretek. <\/p>\n\n\n\n

Pemerintah dalam hal ini harus tegas mengambil sikap, untuk kepastian dan masa depan industri rokok kretek asli Indonesia. Dimana sejarah penemuan rokok kretek tidak lain untuk pengobatan yang dilakukan H. Djamhari sebagai obat sakit bengeknya. Karena rokok kretek adalah campuran tembakau dan cengkeh, berbeda dengan rokok non kretek yang hanya memakai tembakau saja. Selama ini, belum ada uji atau riset bahwa rokok kretek berkorelasi signifikan terhadap timbulnya penyakit yang dituduhkan. Kalau menjadi salah satu bagian kecil penyebab penyakit, tentunya ya dan bukan faktor penyebab utama. Itu seperti halnya barang-barang lain yang dikonsumsi manusia secara berlebihan dan hidup tidak seimbang. Termasuk makan nasi, mengkonsumsi gula dan mengkonsumsi lainnya secara berlebihan, tanpa diimbangi olah raga dan istirahat yang cukup. <\/p>\n\n\n\n

Selain itu, posisi industri kretek sangat stategis bagi bangsa Indonesia. Industri kretek membuktikan tetap bertahan setidaknya lebih dari 130 tahun. Disaat industri lain tumbang di zaman kolonial, industri kretek tetap eksis memberikan penghidupan masyarakat Indonesia. Bahkan tergolong industri yang peka zaman, dengan memberikan kontribusi yang sangat besar. Menghidupi setidaknya 6.1 juta jiwa petani cengkeh yang tersebar di 30 provinsi, petani tembakau yang tersebar di 15 provinsi. Menghidupi ribuan karyawan yang bekerja di industri kretek. Mempunyai multiplier<\/em> <\/em>effect<\/em> ke sektor perokonomian lainnya yang berada di sekitar industri kretek. <\/p>\n\n\n\n

Keberadaan industri kretek berkontribusi adanya hak jaminan sosial dan corporate social responsibility<\/em> (CSR), seperti halnya jaminan kesehatan, bhakti pendidikan, bhakti budaya, bhakti olahraga, bhakti lingkungan dan lain sebagainya. Berkontribusi pendapatan Negara melalui setoran cukai, berkontribusi bagi kesehatan publik dari alokasi dana bagi hasil cukai hasil tembakau (DBH-CHT) untuk sarana kesehatan dan pembayaran defisit Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS).  <\/p>\n\n\n\n

Selain itu, adanya industri kretek sebagai cermin kemandirian dan kedaulatan bangsa, karena sebagai pemenuhan kebutuhan pokok rakyat dalam hal ini pendapatan masyarakat sebagai agenda pemberantasan kemiskinan. <\/p>\n\n\n\n

Dengan pertimbangan di atas, diharapkan pemerintah dalam hal ini Presiden memberikan ketegasan, apakah industri rokok nasional tetap berproduksi atau dilarang berproduksi. Kalau tetap berproduksi, pemerintah secara totalitas harus melindunginya mulai kebijakan sampai pada strategi pemasarannya. Andaikan dilarang beroperasi, pemerintah paling tidak harus berani mempersiapkan lapangan pekerjaan lain bagi petani dan buruh tani cengkeh dan tembakau, buruh industri dan mungkin menata perekonomian akibat multiplier<\/em> <\/em>effect<\/em> keberadaan industri kretek. Dan yang terpenting keberadaan industri kretek, sebagai industri nasional sebagai perwujudan agenda prioritas  tujuan Nawa Cita, sehingga jangan sampai digiring dan diatur kepentingan asing melalui rezim kesehatan sebagai leading sector, <\/em>yang belum tentu benar dan terkesan dipaksakan.  
<\/p>\n","post_title":"Ketika Pemerintah Plin-Plan Membuat Regulasi Terkait Dunia Pertembakauan","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"ketika-pemerintah-plin-plan-membuat-regulasi-terkait-dunia-pertembakauan","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-08-06 10:53:48","post_modified_gmt":"2019-08-06 03:53:48","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5936","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":16},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"epic_block_3"};

\n

Nah, ternyata, banyak orang yang sangat simpati dan membela pabrik Djarum, terutama orang Kudus. Rata-rata mereka, tak tahu apa yang harus dilakukan, apa yang harus diperbuat. Sebagai manusia lemah, mereka hanya bisa marah  yang terpendaam dalam hati, dengan melihat kejadian KPAI menyerang Djarum. Coba, andaikan mereka tahu kalau dibelekang KPAI ada kepentingan asing yang mengusik rokok kretek asli Kudus, yang sudah mendarah daging bagi masyarakat Kudus. Pastinya, pembelaanya lebih dari itu, bahkan mungkin mati-matian.
<\/p>\n","post_title":"Cerita di Balik Segelas Kopi untuk Djarum","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"cerita-di-balik-segelas-kopi-untuk-djarum","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-09-03 09:19:00","post_modified_gmt":"2019-09-03 02:19:00","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6014","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5999,"post_author":"877","post_date":"2019-08-28 09:40:02","post_date_gmt":"2019-08-28 02:40:02","post_content":"\n

Direktur Pusat Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Amerika Serikat (CDC), Robert Redfield, mengungkapkan kematian tragis di Illinois memperkuat dugaan karena vape<\/a> atau rokok elektrik. Berita tersebut atas laporan Dinas Kesehatan Illinois yang mengumumkan ada satu pasien yang akhirnya meninggal dunia. Kasus ini kemungkinan jadi kasus pertama kematian akibat penyakit berkaitan dengan vape.
<\/p>\n\n\n\n

Kejadian di atas menjawab keberadaan vape atau rokok elektrik sangat membahayakan. Berbeda dengan resiko rokok kretek, bisa menimbulkan penyakit jika mengkonsumsinya berlebihan atau kebanyakakan, dan hidup tidak seimbang. Misalnya dalam satu hari merokok sampai tiga atau empat bungkus, tanpa makan nasi atau makan-makanan sehat, tanpa olah raga, tanpa minum air putih, selalu didampingi kopi atau teh, istirahatnya kurang dan sebagainya. Maka dipastikan orang tersebut akan jatuh sakit bahkan meninggal dunia.\u00a0<\/p>\n\n\n\n

Baca: Terkuak, Rokok Elektrik Berbahaya bagi Kesehatan<\/a><\/p>\n\n\n\n

Tidak hanya itu, otoritas kesehatan di Amerika Serikat telah berhasil menginvestigasi kemunculan penyakit paru-paru misterius di antara kalangan pengguna rokok elektrik atau vape. Dilaporkan setidaknya ada 195 kasus potensial penyakit paru-paru di 22 Negara karena kena dampak dari vape atau rokok elektrik.
<\/p>\n\n\n\n

Jadi, masyarakat perlu waspada beredarnya vape atau rokok elektrik. Belum lagi, sebetulnya rokok elektrik atau vape, berdampak juga peningkatan perokok anak.\u00a0 Yang menjadi daya tarik bagi anak, selain bentuknya yang elegan, simpel, juga beraroma buah-buahan yang terkemas dalam cairan.<\/strong><\/p>\n\n\n\n

Orang yang mengatakan bahwa vape atau rokok elektrik lebih mensehatkan dari pada rokok kretek, pendapat tersebut sangat keliru. Disampaing efek dari rangkaian listrik dan battre juga cairan dalam rokok elektrik berpengaruh terhadap resiko jantung.  <\/p>\n\n\n\n

Hasil penelitian yang diterbitkan dalam Journal of American College of Cardiology pada Mei lalu ini menambah bukti bahwa cairan rokok elektrik dapat menghambat fungsi sel-sel tubuh yang berperan dalam kesehatan jantung. Cairan dalam vape atau rokok elektrik pada akhirnya merusak sel-sel yang melapisi pembuluh darah. <\/p>\n\n\n\n

Keberadaan vape atau rokok elektrik di pasaran sangat membahayakan bagi orang Indonesia, terlebih pemuda-pemuda, yang banyak memilih merokok vape aatau rokok elektri. Menurutnya, selain bentuk kecil, simpel dibawa dan ada aroma buah-buahan sesuai selera. Akan tetapi dibalik bentuknya yang bagus, menyembunyikan banyak penyakit ketika dikonsumsi.\u00a0<\/p>\n\n\n\n

Baca: Kata Siapa Lebih Sehat? Perokok Elektrik Berisiko Terjangkit Penyakit Kardiovaskular<\/a><\/p>\n\n\n\n

Hingga kini CDC masih melakukan investigasi lebih lanjut, dengan mengimbau agar para dokter mengumpulkan data dan sampel bila menemukan pasien dengan gejala penyakit paru serupa, tentunya akibat rokok elektrik atau vape. Bentuk dan merek rokok elektrik dan vape banyak varian dan banyak merek. JUUL termasuk merek rokok elektrik atau vape yang saat ini naik daun.\u00a0<\/p>\n\n\n\n

Ada yang mengatakan bahwa tak tepat membandingkan rokok tembakau dengan rokok elektrik. Ya benar tak tepat, karena rokok elektrik atau vape resikonya sangat tinggi. Sedang rokok tembakau resikonya kecil, apa lagi rokok kretek mungkin resikonya sangat kecil sekali terhadap tubuh. Alasannya, munculnya rokok kretek bertujuan untuk pengobatan sakit bengek, dan tujuannya berhasil. Hingga banyak orang melakukan pemesanan rokok kretek saat itu, rokok kretek belum sebagai industri besar masih bersifat rumahan,  keadaan tersebut sekitar abad 19. <\/p>\n\n\n\n

Dalam studi ini, tim peneliti menemukan bukti efek toksik pada sel-sel yang melapisi pembuluh darah dan melindungi jantung. Beberapa bukti tersebut termasuk di antaranya gangguan pada fungsi sel dan munculnya tanda-tanda peradangan. Para peneliti mengamati bagaimana respons sel saat bersentuhan dengan cairan rokok elektrik. Efek yang paling kentara terlihat pada cairan dengan rasa kayu manis.<\/p>\n\n\n\n

Baca: Riset Kesehatan Rokok Elektrik<\/a><\/p>\n\n\n\n

Sekelompok ahli kardiovaskular dari University of Massachusetts menganjurkan peneliti agar melakukan uji rokok elektrik atau vape lebih yang beraroma. Karena sumsi sementara, produk vape atau rokok elektrik yang beraroma dan punya pilihan rasa lebih berbahaya dari pada rokok vape natural. Namun yang banyak beredar dipasaran, justru yang beraroma dan berasa buah-buahan, dari pada yang natural. <\/p>\n\n\n\n

Studi pada 2018 lalu menunjukkan, penggunaan rokok elektrik harian berisiko terhadap serangan jantung, meski dengan probabilitas yang lebih rendah daripada perokok tembakau. Menurut dr Lawrence Phillips pakar kardiovaskular NYU Langone Health mengatakan \u201cKita melihat semakin banyak bukti bahwa rokok elektrik berhubungan dengan peningkatan risiko serangan jantung\u201d.<\/p>\n\n\n\n

Dari hasil pakar dan hasil studi di atas menegaskan bahwa keberadaan rokok vape atau rokok elektrik, resikonya sangat besar. Bahan utama rokok vape atau elektrik yang paling besar memberikan efek negatif pada tubuh manusia adalah cairan perasa. Akibat cairan perasa dalam rokok elektrik  atau vape termasuk merek JUUL beresiko terjadi peradangan, terjangkit penyakit jantung dan paru-paru akut, selanjutnya berakibat kematian. <\/p>\n\n\n\n

Untuk itu, demi masa depan bangsa Indonesia harusnya ada regulasi pelarangan peredaran rokok elektrik atau vape yang nyata-nyata telah ada kasus dengan didukung beberapa riset dan studi tentang konten rokok elektrik atau vape, yang hasilnya mempunyai resiko tinggi dapat menyebabkan penyakit berujung kematian.         
<\/p>\n","post_title":"Perokok Elektrik Berisiko Besar Terjangkit Penyakit Mematikan","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"perokok-elektrik-berisiko-besar-terjangkit-penyakit-mematikan","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-08-28 09:40:09","post_modified_gmt":"2019-08-28 02:40:09","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5999","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5979,"post_author":"877","post_date":"2019-08-21 09:57:26","post_date_gmt":"2019-08-21 02:57:26","post_content":"\n

Pemerintah berencana akan menerbitkan aturan simplifikasi layer cukai pada Oktober-Desember 2019. Jika benar terjadi, tindakan pemerintah itu sama saja membunuh secara perlahan industri kretek nasional. <\/p>\n\n\n\n

Jika dipikir-pikir, kebijakan simplifikasi layer cukai sangat menguntungkan industri rokok asing. Lalu apa bedanya pemerintah dengan LSM\/NGO yang getol memerangi peredaran rokok?. Nyatanya sama-sama ditunggangi kepentingan asing. Bedanya mungkin, pemerintah ditunggangi kepentingan industri rokok investor asing, kalau LSM\/NGO antirokok ada kepentingan farmasi yang berpusat di Amerika. Tapi jika dirunut dengan teliti, dua kepentingan asing tersebut yang terlihat beda, ada kemungkinan mengerucut pada satu titik yang sama. Tak lain membunuh rokok kretek asli Indonesia.<\/p>\n\n\n\n

Sebelum masuk ranah penjelasan yang sederhana tentang simplifikasi layer CHT, dampak yang ditimbulkan dan maksudnya. Terlebih dahulu perlu diuraikan makna simplifikasi, layer dan cukai secara berkesinambungan. Simplifikasi punya arti penyederhanaan, awalnya banyak dijadikan lebih sedikit, kecil, ramping dan ringkas. Tentunya, cara yang harus ditempuh dalam penyederhaan bisa jadi menggabungkan, bisa jadi dibuang\/dipotong salah satu, bisa jadi kedua-duanya dijalankan. Hubungan simplifikasi dengan industri rokok, penjelasannya di belakang setelah uraian tentang layer dan cukai.<\/p>\n\n\n\n

Layer bisa disebut dengan ungkapan lapisan, golongan, kelas, dan mungkin bisa dikatakan tingkatan. Varian rokok banyak sekali; ada rokok putih atau disebut sigaret putih mesin (SPM), ada sigaret kretek mesin (SKM), Ada sigaret kretek tangan (SKT). Ada rokok filter (ada busa) dan non filter (tidak ada busa). Ada juga rokok bercengkeh disebut kretek dan non cengkeh (tembakau saja) disebut putihan. Ada lagi rokok kretek dinamakan mild. Dari varian tersebut dibagi menjadi beberapa layer atau golongan, untuk penyesuaian pembayaran pajak cukai. Untuk mempermudah pemahaman, layer dibahasakan sebagai golongan industri rokok besar, menengah dan kecil. Sedangkan, cukai adalah pungutan pemerintah sebagai pajak. <\/p>\n\n\n\n

Nah, kira-kira uraian maknanya perkata sudah jelas. Sekarang uraian tersebut dihubungkan semua dengan rencana pemerintah kedepan untuk pungutan pajak rokok. Rencana pemerintah yang dimaksud simplikasi layer CHT, ingin menyederhanakan atau menggabungkan antara SPM dan SKM, dilebur manjadi satu golongan. Aslinya dibedakan, karena memang berbeda. SPM lebih tinggi pungutan pajaknya dari [ada SKM. SPM bukan asli produk Indonesia dan cenderung impor, dan yang punya bukan pribumi. Bahan bakunyapun tidak menggunakan tembakau Indonesia. Sangat jauh berbeda dengan SKM, industri yang padat karya dan menggunakan bahan baku lokal. Dan yang paling istimewa perbedaannya, tak lain adalah kemunculan SKM diciptakan oleh pribumi dengan mencampur tembakau dan cengkeh dalam satu batang rokok. Kemudian rokok cmpuran tersebut dinamai kretek. <\/p>\n\n\n\n

Rokok kretek terus berkembang dan inovatif seperti penjelasan di atas, ada filter, non filter, mesin, tangan, mild dan klobot. Kretek klobot tidak bercukai, karena keberadaannya hampir punah, sedikit sekali pabrikan membuat jenis klobot. Klobot satu-satunya rokok yang memakai bungkus daun jagung yang telah dikeringkan, kemudian di ikat pakai benang. Sehingga untuk kretek klobot ada pengecualian, tidak masuk dalam kategori jenis kretek di atas. <\/p>\n\n\n\n

Semua jenis kretek saat ini diproduksi oleh industri. Secara sederhana industri terbagi tiga macam, industri besar, menengah dan kecil. Paling kecil kategori industri kretek, telah mempunyai gudang untuk operasi pembuatan rokok kretek dengan luas minimal 200m2<\/sup>. Jadi, sekarang ini tidak ada lagi industri rokok kretek skala rumahan (home industri) seperti dulu lagi. <\/p>\n\n\n\n

Dari penjelasan di atas, sekarang sudah paham varian jenis rokok kretek asli produk Indonesia. Apapun bentuknya, jika rokok menggunakan campuran tembakau dan cengkeh itulah dinamakan rokok kretek, termasuk jenis mild. Dewasa ini jenis mild sangat disukai dipasaran. Hingga semua industri berlomba-lomba bikin mild. Munculnya mild tidak lain karena tuntutan dari aturan pemerintah yang membatasi nikotin dan tar. Sehingga konten tembakau mild lebih banyak memakai tembakau jenis Virginia. <\/p>\n\n\n\n

Jangan salahkan industri\/pabrikan jika makin lama kuota impor tembakau naik. Karena dibentuk oleh aturan pemerintah dan peningkatan permintaan pasar mild. Kalau begitu yang salah siapa? tentunya pemerintah yang membuat aturan low nikotin dan tar. Sulit sekali tembakau lokal untuk memenuhi batasan low nikotin dan tar sesuai aturan pemerintah. Pada akhirnya mau tidak mau industri\/pabrikan membutuhkan tembakau jenis Virginia yang sulit tumbuh dengan baik di bumi nusantara ini. Lalu apa yang dilakukan industri\/pabrikan rokok, ya impor lah. Tapi industri\/pabrikan masih sangat membutuhkan tembakau lokal. Selain sebagai bahan campuran rokok kretek mild, tembakau lokal dibuat memproduksi rokok bukan mild. <\/p>\n\n\n\n

Untuk rokok kretek mild, semuanya diproduksi memakai mesin, sedangkan selain mild ada yang pakai mesin ada yang pakai tangan. Dengan isu simplikasi layer CHT SPM dan SKM, ada dua kemungkinan. Pertama; bisa jadi SPM diturunkan levelnya disesuaikan dengan SKM. Kedua; atau SKM dinaikkan levelnya sesuai SPM. Keduanya sangat merugikan industri kretek asli produk Indonesia berupa SKM. Kalau yang pertama, keuntungan SPM (industri asing) harganya disamakan SKM, sehingga persaingan penjualan dipasaran relatif mudah, sehingga SKM sangat dirugikan. Jika demikian, pemerintah tidak melindungi industri nasional (lokal), dengan meliarkan persaingannya dipasaran sangat ketat. <\/p>\n\n\n\n

Kemungkinan yang kedua, juga demikian, sangat merugikan SKM, karena levelnya naik mengikuti SPM. Jika demikian, sangat memberatkan SKM, apalagi pangsa rokok kretek ditahun-tahun terakhir ini merosot tajam penjualannya. Kemerosotan penjualan rokok kretek juga pengaruh dari kebijakan pemerintah dan oknum (anti rokok) yang selalu merecoki industri kretek, seperti pungutan cukai naik,  pelarangan iklan, membuat isu yang dibuat-buat tanpa dasar dan lain sebagainya. Apakah keadaan industri kretek nasional saat ini, pemerintah masih memejamkan mata dan akan memberlakukan simplikasi layer CHT?. Jika demikian, sama saja pemerintah membunuh industri\/pabrikan kretek nasional dengan pelan-pelan. <\/p>\n\n\n\n

Jangan salahkan industri\/pabrikan rokok kretek jika pelan-pelan merumahkan karyawannya karena merugi bahkan tidak beroperasi. Jika pembelian bahan baku rokok kretek (tembakau dan cengkeh) menurun dan ribuan juta petani merugi, dan masih banyak lagi efek dampaknya ke segala lini yang menggantungkan hidupnya berhubungan dengan sektor pertembakauan. Pemerintah harus bertanggungjawab atas dampak tersebut, jangan asal cuci tangan jika dampak negatif terjadi. Karena pemerintahlah yang bikin aturan. <\/p>\n\n\n\n

Untuk itu, kedepan pemerintah harus hati-hati dan jeli dalam memutuskan dan memberlakukan kebijakan untuk kepentingan sektor pertembakauan. Karena, yang sudah-sudah, kebijakan pemerintah pada sektor pertembakauan tidak mengakomodir kepentingan industri nasional, cenderung mengakomodir kepentingan industri asing. Baik pemerintah, industri kretek, petani tembakau dan cengkeh serta masyarakat Indonesia harus berdaulat, saling menjaga dan saling melindungi untuk kepentingan bersama, menjadi bangsa yang besar dan kuat tanpa disetir Negara lain (asing). Inilah makna kemerdekaan yang sesungguhnya di era melenial.
<\/p>\n","post_title":"Kebijakan Simplifikasi Layer Cukai Adalah Rencana Pembunuhan terhadap Kretek","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"kebijakan-simplifikasi-layer-cukai-adalah-rencana-pembunuhan-terhadap-kretek","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-08-21 09:57:34","post_modified_gmt":"2019-08-21 02:57:34","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5979","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5956,"post_author":"877","post_date":"2019-08-14 11:00:51","post_date_gmt":"2019-08-14 04:00:51","post_content":"\n

Komisioner Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) Sitty Hikmawatty sesat pikir saat mengatakan bahwa program audisi beasiswa bulutangkis sebagai ajang ekploitasi anak. KPAI mempermasalahkan tulisan Djarum di kaos olahraga, karena sebagai ajang promosi brand rokok. Disini KPAI gagal faham membedakan antara Djarum Foundation dan Djarum industri rokok. <\/p>\n\n\n\n


Djarum Foundation sebagai wujud bhakti terhadap Bangsa dan Negara, sehingga prakteknya Djarum Foundation mengeluarkan uang, bukan mencari keuntungan. Ketika dikatakan sebagai ajang promosi produk rokok, sudah ditampik dan sudah dijelaskan secara detail pengurus Djarum Foundation, bahwa program yang dijalankan jauh dari niatan promosi produk rokok. Kalaupun ada tulisan Djarum di kaos olahraga, memang sejarahnya dari dulu sebagai nama clubnya. <\/p>\n\n\n\n


Sitty Hikmawatty sebagai komisioner KPAI, harusnya cerdas menyikapi hal tersebut. Harusnya ada apresiasi pada Djarum yang sadar akan kewajibannya, andil dalam pengembangan bakat bagi anak-anak. Dan apa yang telah dilakukan Djarum Foundation tidaklah mudah, membutuhkan tenaga dan matriil begitu besar. Sekarang pertanyaannya, siapa dan industri pribumi mana yang berani melakukan seperti itu?, bahkan KPAI pun tidak akan berani membuat program pencarian bakat secara intensif dan masif. <\/p>\n\n\n\n


KPAI harusnya faham makna perlindungan bagi anak, jangan hanya dimaknai secara sempit, semisal anak juga butuh perlindungan dari kebodohan dan kebutuhan lain yang sifatnya sangat mendesak. Nyatanya masih banyak anak \u2013anak yang tidak sekolah karena tidak mampu, masih banyak anak-anak yang hidup terlantar di Jalan, masih banyak anak-anak sebagai obyek makanan ringan yang bahannya membahayakan bagi tubuh. Dimana dan apa yang sudah dilakukan KPAI untuk melindungi anak tersebut?. Masih banyak masalah anak yang sangat penting dan krusial harus dikerjakan KPAI, dari pada mengurusi tulisan club Djarum dalam program audisi Djarum Foundation.<\/p>\n\n\n\n


Belum lagi, katanya KPAI akan mengambil langkah mengundang Kepala Daerah, dimana kotanya dibuat ajang audisi tersebut. Kalau nanti benar terjadi, menandakan kinerja KPAI tidak efektif. Masalah anak yang paling penting tidak terurus, dan selalu bergejolak di masyarakat kelas bawah. Sekali lagi seperti tidak sekolah karena orang tuanya tidak mampu atau orang tuanya meninggal dunia, walaupun sekolah katanya gratis, akan tetapi dampak lain timbul seperti halnya masalah ekonomi, akhirnya anak-anak mendingan cari uang untuk hidup sehari-hari dari pada sekolah. Anak-anak suka beli jajan (makanan ringat) di toko maupun dipinggir jalan yang mengandung bahan membahayakan bagi pertumbuhan anak. Di perempatan jalan atau lampu merah banyak anak-anak yang hidupnya menggelandang tanpa tujuan. Ini riil dan nyata di hadapan mata kita tiap hari. <\/p>\n\n\n\n


Tapi anehnya KPAI saat ini malah lebih intens mengurusi hal yang tidak penting degan melarang audisi pencarian bakat bulutangkis oleh Djarum Foundation. KPAI cenderung gagal faham dalam memahami, menafsiri, dan mensikapi hal tersebut. Anehnya lagi, apa yang dilakukan KPAI sampai ngotot. <\/p>\n\n\n\n


Kalau mau melarang program audisi Djarum Foundation, tunjukkan dulu KPAI punya program pencarian bakat seperti Djarum Foundation lakukan. Jangan seenaknya KPAI, melarang-larang tanpa solusi konkret dengan dalil perlindungan. Lucunya, KPAI dengan dalil perlindungan anak mengatakan, audisi pencarian bakat bulutangkis yes, ajang promosi no. Kalau dipahami, KPAI ingin audisi Djarum Foundation tetap jalan, tapi tulisan Djarum dihilangkan. Ini sama saja, tidak boleh menulis atau memaparkan nama club. Sedangkan pencantuman nama club sangat penting sebagai identitas dan jati diri. <\/p>\n\n\n\n


Kegiatan perlindungan untuk anak adalah pekerjaan yang sangat mulia kalau benar-benar dilakukan. KPAI, sebagai lembaga dengan memapang langsung tulisan perlindungan anak akan lebih mulia jika programnya konkret. Seperti lembaga sekolah negeri atau swasta, tanpa memakai kata-kata perlindungan, sekolah tersebut mendidik anak melindungi anak dari kebodohan untuk kesiapan masa depan. Audisi pencarian bakat bulutangkis Djarum Foundation pun demikian, kegiatannya konkret menyiapkan atlet olahraga bulutangkis. Dan apa yang telah dilakukan Djarum Foundation dengan audisinya sangat beda dari bentuk promosi. Berbeda dengan pelibatan anak-anak untuk promosi produk, murni tujuannya agar produknya laku. Apalagi produk yang ditawarkan untuk kebutuhan anak. Contohnya banyak sekali beredar iklan-iklan yang terpampang di pinggir jalan, di media sosial, bahkan di stasiun televisi, hal ini kayaknya lolos dari bahasan KPAI.<\/p>\n\n\n\n


Belum lagi, tanpa disadari lembaga KPAI juga menumpang hidup dari anak-anak. Kemana-mana membawa nama anak-anak untuk kegiatannya, bahkan sampai untuk menggalang donasi. Namun kegiatan yang betul-betul sangat dibutuhkan anak-anak belum atau bahkan tidak tersasar dan tidak menjadi prioritas. Sehingga, program KPAI untuk perlindungan anak dipastikan tidak efektif. Buktinya, KPAI membuat masalah yang sederhana dibuat rumit, seperti mempermasalahkan tulisan Djarum sebagai club dalam ajang audisi pencarian bakat Djarum Foundation Bhakti Olahraga. Jelas-jelas untuk kepentingan masa depan anak, dengan meningkakan minat dan bakat anak dalam olahraga atas dasar suka dan tidak ada paksaan.
Kata kunci pendidikan bagi anak adalah bermain, senang atau suka, sesuai keinginan, dan untuk bekal hidup selanjutnya. Jika KPAI mempermasalahkan tulisan club Djarum, yang dianggap sebagai ajang promosi dan ekploitasi anak, alasan tersebut tidak benar dan tanpa dasar. Seperti halnya penjelasan di atas, audisi pencarian bakat bulutangkis Djarum Foundation, jauh dari promosi dan ekploitasi. Tujuan utama audisi tidak lain memberikan bekal dan pendidikan bagi anak sesui keinginannya, anak belajar dengan senang, gembira, dan bermain. <\/p>\n\n\n\n


Jika kemudian KPAI dan lembaga lain yang mengatasnamakan peduli anak, melarang kegiatan audisi pencarian bakat olah raga bulutangkis yang dilakukan Djarum Foundation, sama dengan menghalangi anak Indonesia mengembangkan minat dan bakatnya sesuai keinginan, menghalangi anak Indonesia belajar sambil bermain dan gembira, menghalangi anak Indonesia untuk mendapatkan bekal hidup selanjutnya, menghalangi anak Indonesia untuk mewujudkan cita-cita. Apa yang dilakukan KPAI dan lembaga lain tersebut, sangat bertentangan dengan cita-cita Bangsa, dan cita-cita pendidikan bagi anak di Indonesia. <\/p>\n","post_title":"Sesat pikir KPAI Melarang Audisi Pencarian Bakat Bulutangkis Anak-Anak","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"sesat-pikir-kpai-melarang-audisi-pencarian-bakat-bulutangkis-anak-anak","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-08-14 11:00:58","post_modified_gmt":"2019-08-14 04:00:58","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5956","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5949,"post_author":"877","post_date":"2019-08-12 08:28:29","post_date_gmt":"2019-08-12 01:28:29","post_content":"\n

Kurban tidak semata-mata hanya menyembelih hewan, dibaliknya ada kisah indah yang bisa sebagai bahan renungan dan pengingat bagi semua. Pada kisah qurban, terdapat peran anak usia dini yang akhirnya dikenang umat Islam sedunia sepanjang masa dan juga dapat mengangkat harkat martabat keluarganya dihadapan Tuhan. Selama anak suka bahkan bahagia menjalankan perannya untuk kepentingan dirinya sendiri kedepan dan mengangkat harkat martabat keluarganya dengan bimbingan yang baik, maka hal tersebut sah-sah saja tidak ada larangan.\u00a0<\/p>\n\n\n\n

Kemarin, pada tanggal 11 Agustus 2019 hari Minggu, tepatnya pada tanggal 10 dzulhijjah 1440 M., dipagi hari umat Islam terlihat berbondong-bondong ada yang ke masjid ada yang kelapangan, tidak lain menjalankan ibadah sholat Idul Adha, atau biasa disebut hari raya qurban. Selain melakukan sholad, umat Islam merayakannya dengan menyembelih hewan qurban, seperti unta tradisi di Timur Tengah, sedangkam di Indonesia menyembelih sapi atau kerbau. Khusus di Kudus kota Kretek rerata menyembelih kerbau, sapi bagi sebagian besar masyarakat Kudus tidak mau menyembelih. Cerita yang beredar di masyarakat turun menurun, pelarangan menyembelih sapi sejak zaman kewalian yaitu Sunan Kudus sebagai penghormatan terhadap agama lain yang beranggapan hewan sapi sebagai hewan yang suci.<\/p>\n\n\n\n

Kembali ke Idul Adha, diceritakan oleh para Ulama\u2019 ada kisah tentang Nabi Ibrahim yang akan mengorbankan putranya yang masih kecil namanya Ismail (besarnya menjadi Nabi). Ceritanya Nabi Ibrahim saat tidur bermimpi, ia diperintah Tuhan untuk menyembelih putranya bernama Ismail. Saat bangun, ia merenung, berfikir sambil bertanya dihati, benarkah ini perintah Tuhan?. Kali pertama mimpinya ini, ia masih ragu antara benar perintah Tuhan atau tidak. Mimpi yang direnungkan dan difikir terjadi pada malam tanggal 08 dzulhijjah,disebut hari tarwiyah<\/em>.\u00a0<\/p>\n\n\n\n

Baca: Tinjauan Kritis Atas Larangan Iklan dan Sponshorship dengan Mencantumkan Logo, Brand Image, dan Identitas CSR Sebuah Perusahaan<\/a><\/p>\n\n\n\n

Pada malam tanggal 09 dzulhijjah Nabi Ibrahim mimpi lagi dengan perintah yang sama. Mimpi kali kedua, Nabi Ibrahim merasa yakin kalau benar-benar perintah Tuhan. Pada mimpi kedua disebut hari arafah<\/em>. Pada tanggal 10 dzulhijjah, hari Nabi Ibrahim melaksanakan perintah Tuhan untuk menyembelih Ismail (putranya), yang kemudian disebut  hari nakhr <\/em>(biasa disebut nahar bagi orang Indonesia). <\/p>\n\n\n\n

Cerita KH. Sya\u2019roni, saat pagi hari pada tanggal 10 dzulhijjah Nabi Ibrahim menyuruh istrinya bernama Siti Hajar (ibu kandung Ismail) untuk memandikan Ismail setelah itu memakaikan pakaian yang bagus-bagus, dengan alasan mau diajak jalan-jalan. Siti Hajar melaksanakan sesuai perintah suaminya, sembari menunggu istrinya selesai, Nabi Ibrahim mengasah pisaunya\/pedangnya. <\/p>\n\n\n\n

Ismail sudah siap, diajaklah jalan jalan bapaknya (Nabi Ibrahim) menuju bukit Mina di Makkah, dengan niatan mau disembelih sesui perintah Tuhan. Di tengah perjalanan, Nabi Ibrahim dihadang iblis yang berwujud manusia, dengan mengatakan Ibrahim, anakmu itu ganteng, tega kamu sembelih, urungkan niatmu. Nabi Ibrahim tidak menjawab, malah mengambil batu kecil 7 butir, kemudian batu kecil tersebut dilemparkan ke arah iblis tersebut, sambil mengatakan, pergi kamu Iblis. Nabi Ibrahim tetap melanjutkan perjalannya, dan dihadang Iblis lagi kali kedua, Nabi Ibrahim mengambil batu kecil lagi dilempar ke iblis. Kemudian Nabi melanjutkan perjalannya, dihadang iblis lagi kali ketiga, seperti penghadangan yang pertama dan kedua, Nabi mengambil batu kecil dan dilemparkan ke arah iblis, lalu Nabi Ibrahim lanjut lagi. Inilah cerita, yang menjadi cikal bakal adanya jumroh ula, jumroh wustho dan jumroh aqobah. Tiap ibadah haji jumroh ini harus diperagakan seperti halnya apa yang telah dilakukan Nabi Ibrahim dengan maksud melawan dan melempar iblis dengan batu agar tidak mengganggu..  <\/p>\n\n\n\n

Sesampainya di puncak bukit Mina, Nabi Ibrahim menceritakan mimpinya dan mengatakan maksud dan tujuannya mengajak Ismail jalan-jalan. Selesai Nabi Ibrahim cerita, kemudian Ismail berkata pada bapaknya, untuk segera menjalankan perintah Tuhan. Pada saat menyembebelih, pisau\/pedang Nabi Ibrahim tidak bisa melukai kulit Ismail, karena Nabi Ibrahim masih gelisah dan menangis saat melihat wajah Ismail. Kemudian Ismail berkata, mungkin karena bapak melihat wajahku, hingga tidak tega menyembelih, lalu Ismail membalikkan badannya memposisisikan badannya telungkup. Lalau Nabi Ibrahim dengan kesiapan hati melakukan penyembelihan yang kedua, lagi-lagi pisau\/pedangnya tidak mampu melukai kulit leher Ismail. Dengan bingung karena tidak berhasil menyembelih Ismail, turunlah Malaikat Jibril dengan membawa kambing, digantikannya Ismail dengan kambing tersebut. Bersamaan dengan turunnya wahyu Tuhan yang menjelaskan keduanya telah lulus  dari ujian. Kemudian Nabi Ibrahim membaca takbir \u201cAllahu Akbar\u201d<\/em> 3x, disaut Ismail dengan .membaca \u201cLaa ilaaha illahhu wallahu akbar<\/em>\u201d, diakhiri Malikat Jibril dengan bacaan \u201cAllahu Akbar walillahil Hamd<\/em>\u201d, dilanjutkan dengan menyembelih kambing bawaan malaikat jibril.<\/p>\n\n\n\n

Ada cerita lucu setelah Nabi Ibrahim selesai menyembelih kambing, Nabi Ibrahim bertanya pada Ismail, siapa yang paling dermawan diantara kita? Ismail menjawab, saya. Tidak bisa kata Nabi Ibrahim, saya yang paling dermawan, karena akan mngorbankan anak yang kucintai. Ismail berkata, tidak bisa, saya yang dermawan, karena bapak punya dua anak, kalau saya dikorbankan, masih punya anak satu, lalu malaikat berkata, tidak bisa, saya yang dermawan karena saya sudah kehilangan kambing satu.\u00a0\u00a0<\/p>\n\n\n\n

Baca: Kegagalan Lakpesdam PBNU dalam Melihat Produk Tembakau Alternatif<\/a><\/p>\n\n\n\n

Keterangan dalam kitab tafsir  \u201cTanwirul Adhan<\/em>\u201d penjelasan dari surat As-Saffat ayat 102 bahwa usia Ismail saat itu 13 tahun ada juga Ulama\u2019 yang mengatakan umur 7 tahun. ada riwayat lain yang mengatakan umur Ismail saat itu 14 tahun. Pada intinya saat kejadian kisah penyembelihan, Ismail masih usia anak-anak, ia dengan senang hati dan ikhlas, menjalani perannya.  <\/p>\n\n\n\n

Dari sejarah singkat qurban yang ektrim di atas, kira-kira pendapat KPAI apakah mendukung apa yang telah di lakukan Nabi Ibrahim?, atau sebaliknya mendukung Iblis yang menghalangi Nabi Ibrahim yang akan menjalankan kewajibannya sebagai hamba?. Saya yakin KPAI akan mendukung Nabi Ibrahim, tidak mendukung langkah Iblis. 
<\/p>\n\n\n\n

Walaupun ktidak persis, tapi hampir mirip kisah qurban diatas dengan audisi oleh Djarum Foundation yang melibatkan. Program audisi bulutangkis usia anak-anak Djarum Foundation, tidak lain ikut serta program pemerintah dalam mencerdaskan bangsa melalui pencarian bakat sedini mungkin. Anak-anak yang berbakat bulutangkis tentunya yang terjaring dalam audisi, dididik dengan penuh semangat oleh Djarum Foundation Bhakti olahraga. Buktinya, anak-anak tersebut disekolahkan formal, dilatih bulu tangkis dengan disiplin dan penuh tanggungjawab, tanpa dipungut biaya apapun, bahkan semua kebutuhan anak-anak tercukupi dengan baik. Pola didiknya, seperti pola pendidikan sekolah lainnya, anak-anak dididik dan diajar agar berpretasi, setidaknya punya pengetahuan, pengalaman dan keahlian sebagai bekal masa depan. Disisi lain, ternyata anak-anak yang terjaring audisi merasa sangat gembira, senang dan bangga bisa terpilih. Mereka dapat mengembangkan bakatnya, dan mendapatkan pendidikan sekolah dengan gratis.<\/p>\n\n\n\n

Tujuan utama Djarum Foundation mencari bibit unggul pebulutangkis Indonesia, yang selama ini sebagai salah satu olahraga kebanggaan masyarakat Indonesia atas banyaknya prestasi yang di peroleh. Program Djarum Foundation Bhakti olahraga jauh dari niatan ekploitasi anak untuk promosi, yang ada ekploitasi anak untuk kejayaan olah raga bulutangkis bangsa Indonesia. <\/p>\n\n\n\n

Juga, program Djarum Foundation audisi bulutangkis adalah salah satu bentuk kesadaran dan kewajibannya membangun bangsa dengan melibatkan anak-anak. Lalu apa yang salah dari Djarum Foundation Bhakti Olahraga, jelas-jelas telah menghibahkan fasilitas, pikiran hingga dana untuk kepentingan kejayaan bangsa Indonesia, melalui olahraga. Pemerintah harus mendukung program tersebut, begitupun KPAI. KPAI jangan sampai menjadi penghalang, seperti halnya penghalang Nabi Ibrahim dalam kisah di atas.  
<\/p>\n","post_title":"Refleksi Kisah Kurban sebagai Bahan Pengingat KPAI","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"refleksi-kisah-kurban-sebagai-bahan-pengingat-kpai","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-08-12 08:30:31","post_modified_gmt":"2019-08-12 01:30:31","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5949","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5936,"post_author":"877","post_date":"2019-08-06 10:53:42","post_date_gmt":"2019-08-06 03:53:42","post_content":"\n

Masalah peredaran rokok di Indonesia, pemerintah cenderung mengambil langkah aman. Sudah saatnya pemerintah harus tegas menentukan sikap pelarangan atau membolehkan peredaran rokok di tengah-tengah masyarakat. <\/p>\n\n\n\n

Sikap pemerintah sampai saat ini menimbulkan pro dan kontra. Di satu sisi pemerintah melalui Kementrian Kesehatan membuat aturan pembatasan dan pelarangan beredarnya rokok, bahkan melarang adanya iklan rokok dan mengatur packaging<\/em> dengan bermacam gambar dan peringatan yang menggelian. Di sisi lain, pemerintah mendorong peningkatkan pendapatan Negara, mendorong peningkatan ekonomi rakyat, mendorong peningkatan produktivitas rakyat dan daya saing di pasar internasional, dan mendorong pengentasan kemiskinan.<\/p>\n\n\n\n

Sekarang, efek sikap pemerintah di atas meluas kemana-mana, mulai dari isu penyederhanaan layer atau penggabungan golongan industri rokok, isu pelarangan iklan rokok di media sosial karena pengguna media sosial banyak anak-anak, sampai pada pelarangan audisi pencari bakat bulu tangkis yang dilakukan Djarum Foundation dengan alasan ekploitasi anak. Ini semua adalah beberapa agenda untuk pengendalian rokok dan tembakau di Indonesia yang alasannya sudah dipatahkan dengan data yang lebih akurat.<\/p>\n\n\n\n

Semisal, yang pro dapat menceritakan dan meruntutkan agenda pengendalian rokok dan tembakau di Indonesia sebagai agenda politik dagang internasional. Semua program pengendalian rokok dan tembakau di Indonesia mengadopsi dari program World Health Organization (WHO) organisasi program dunia yang mendapatkan sokongan dana dari industri farmasi.\u00a0<\/p>\n\n\n\n

Baca:
Ada Campur Tangan Bloomberg dalam Surat Edaran Menkes terkait Pemblokiran Iklan Rokok <\/a><\/p>\n\n\n\n

WHO tidak semata-mata bertujuan demi meningkatkan taraf kesehatan penduduk. Di sini WHO sebagai ujung tombak industri farmasi. Terjadi peralihan di lingkup kesehatan, dimana dokter dan ilmuwan kesehatan dikuasai perusahan obat (farmasi). Tujuan utamanya tidak lain untuk merebut pasar nikotin dunia, dan menggantikan pemanfaatan nikotin alami dari tembakau dengan produk rekayasa nikotin yang telah dikantongi hak patennya. Keterlibatan WHO memuluskan tujuan industri farmasi tersebut dengan mendorong negara-negara di dunia untuk memberlakukan kebijakan sesuai kerangka kesehatan, tanpa mempertimbangkan peran sosial, ekonomi, politik dan budaya. Walaupun alasan kesehatan yang dibangun ternyata tidak 100% benar dan terkesan dipaksakan. Negara yang menjadi sasaran utama adalah Negara yang berkembang, seperti Indonesia, China, Bangladesh, India, Rusia, Mesir, Thailand, Filipina dan Brazil. <\/p>\n\n\n\n

Untuk menguasai pasar nikotin di dunia, industri farmasi mendapatkan sokongan dana dari bloomberg initiative. Karena salah satu direktur dari persekutuan perusahaan farmasi dunia bernama William R. Brody punya kedekatan dengan bloomberg initiative, selain teman karib juga posisinya sebagai penasehat. <\/h4>\n\n\n\n

Tidak mengherankan jika pendukung program pengendalian rokok dan tembakau di Indonesia mendapatkan sokongan dana dari bloomberg initiative termasuk lembaga yang bergerak untuk perlindungan anak, salah satunya Komnas Perlindungan Anak Indonesia (KPAI). Apapun bentuk lembaganya, selama mendapatkan kucuran dana bloomberg initiative, program utamanya harus sinergi dengan program bloomberg initiative dan rezim kesehatan dunia (WHO) yaitu pengendalian tembakau dan rokok, terutama rokok kretek asli Indonesia.<\/p>\n\n\n\n

Ada sekitar lebih dari 20an lembaga di Indonesia mendapatkan sokongan dana langsung maupun tidak langsung dari bloomberg initiative. Lembaga-lembaga tersebut bervarian, ada lembaga yang bergerak dalam pendidikan, bergerak pemberantasan korupsi, bergerak dalam kesehatan, bergerak perlindungan konsumen, bergerak melindungi anak, bahkan sampai pada lembaga agama. Numun pada intinya leading sector<\/em> yaitu sektor potensial yang dapat\u00a0menggerakkan agenda pengendalian tembakau dan rokok di Indonesia ada pada rezim kesehatan dalam hal ini Kementerian Kesehatan. Dengan menggunakan dalil kesehatan yang mulia, agenda bloomberg initiative dan farmasi berselancar dengan baik di Indonesia. \u00a0<\/p>\n\n\n\n

Baca:
Tinjauan Kritis Atas Larangan Iklan dan Sponshorship dengan Mencantumkan Logo, Brand Image, dan Identitas CSR Sebuah Perusahaan<\/a> <\/p>\n\n\n\n

Isu kuat saat ini yang beredar untuk agenda pengendalian tembakau dan rokok di Indonesia salah satunya, KPAI melarang audisi pencarian bakat bulu tangkis sejak dini yang dilakukan Djarum Foundation dengan alasan ekploitasi anak, Kementerian Kesehatan dan KPAI melarang adanya iklan di media sosia karena akan mengakibatkan bertambahnya perokok pemula, penggabungan golongan industri rokok atau penyederhanaan layer tarif cukai rokok yang intinya pengurangan terhadap industri rokok kretek, menaikkan cukai rokok untuk mengurangi peredaran rokok, dan korelasinya rokok dengan kemiskinan bertujuan agar ada kebijakan menghalau laju industri rokok kretek. <\/p>\n\n\n\n

Pemerintah dalam hal ini harus tegas mengambil sikap, untuk kepastian dan masa depan industri rokok kretek asli Indonesia. Dimana sejarah penemuan rokok kretek tidak lain untuk pengobatan yang dilakukan H. Djamhari sebagai obat sakit bengeknya. Karena rokok kretek adalah campuran tembakau dan cengkeh, berbeda dengan rokok non kretek yang hanya memakai tembakau saja. Selama ini, belum ada uji atau riset bahwa rokok kretek berkorelasi signifikan terhadap timbulnya penyakit yang dituduhkan. Kalau menjadi salah satu bagian kecil penyebab penyakit, tentunya ya dan bukan faktor penyebab utama. Itu seperti halnya barang-barang lain yang dikonsumsi manusia secara berlebihan dan hidup tidak seimbang. Termasuk makan nasi, mengkonsumsi gula dan mengkonsumsi lainnya secara berlebihan, tanpa diimbangi olah raga dan istirahat yang cukup. <\/p>\n\n\n\n

Selain itu, posisi industri kretek sangat stategis bagi bangsa Indonesia. Industri kretek membuktikan tetap bertahan setidaknya lebih dari 130 tahun. Disaat industri lain tumbang di zaman kolonial, industri kretek tetap eksis memberikan penghidupan masyarakat Indonesia. Bahkan tergolong industri yang peka zaman, dengan memberikan kontribusi yang sangat besar. Menghidupi setidaknya 6.1 juta jiwa petani cengkeh yang tersebar di 30 provinsi, petani tembakau yang tersebar di 15 provinsi. Menghidupi ribuan karyawan yang bekerja di industri kretek. Mempunyai multiplier<\/em> <\/em>effect<\/em> ke sektor perokonomian lainnya yang berada di sekitar industri kretek. <\/p>\n\n\n\n

Keberadaan industri kretek berkontribusi adanya hak jaminan sosial dan corporate social responsibility<\/em> (CSR), seperti halnya jaminan kesehatan, bhakti pendidikan, bhakti budaya, bhakti olahraga, bhakti lingkungan dan lain sebagainya. Berkontribusi pendapatan Negara melalui setoran cukai, berkontribusi bagi kesehatan publik dari alokasi dana bagi hasil cukai hasil tembakau (DBH-CHT) untuk sarana kesehatan dan pembayaran defisit Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS).  <\/p>\n\n\n\n

Selain itu, adanya industri kretek sebagai cermin kemandirian dan kedaulatan bangsa, karena sebagai pemenuhan kebutuhan pokok rakyat dalam hal ini pendapatan masyarakat sebagai agenda pemberantasan kemiskinan. <\/p>\n\n\n\n

Dengan pertimbangan di atas, diharapkan pemerintah dalam hal ini Presiden memberikan ketegasan, apakah industri rokok nasional tetap berproduksi atau dilarang berproduksi. Kalau tetap berproduksi, pemerintah secara totalitas harus melindunginya mulai kebijakan sampai pada strategi pemasarannya. Andaikan dilarang beroperasi, pemerintah paling tidak harus berani mempersiapkan lapangan pekerjaan lain bagi petani dan buruh tani cengkeh dan tembakau, buruh industri dan mungkin menata perekonomian akibat multiplier<\/em> <\/em>effect<\/em> keberadaan industri kretek. Dan yang terpenting keberadaan industri kretek, sebagai industri nasional sebagai perwujudan agenda prioritas  tujuan Nawa Cita, sehingga jangan sampai digiring dan diatur kepentingan asing melalui rezim kesehatan sebagai leading sector, <\/em>yang belum tentu benar dan terkesan dipaksakan.  
<\/p>\n","post_title":"Ketika Pemerintah Plin-Plan Membuat Regulasi Terkait Dunia Pertembakauan","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"ketika-pemerintah-plin-plan-membuat-regulasi-terkait-dunia-pertembakauan","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-08-06 10:53:48","post_modified_gmt":"2019-08-06 03:53:48","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5936","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":16},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"epic_block_3"};

\n

Sebagai orang yang pernah menjadi karyawan Djarum, jadi wajar dan pantas kalau ia membela Djarum, apalagi ia asli Kudus. Saking semangatnya, ia ngomong \u201cnek aku dadi Djarum, tak tuku iku KPAI, paling ora tak lawan\u201d \u201candaikan aku yang punya Djarum, aku beli KPAI, paling tidak dilawan\u201d. Ada yang menyambar omongan, \u201csampek matek kuwe Djum, ogak bakal dadi bos Djarum\u201d \u201csampai mati kamu Djum, tidak akan jadi bos Djarum\u201d haha\u2026\u2026disambut dengan tawa klakaran teman-teman termasuk saya sendiri. Di sela-sela tawa, tuan rumah ngomong \u201cancen gawe gregeten, kenopo Djarum mung meneng, malah ngalah\u201d \u201cbikin gregeten, kenapa Djarum diam dan cenderung mengalah\u201d. <\/p>\n\n\n\n

Nah, ternyata, banyak orang yang sangat simpati dan membela pabrik Djarum, terutama orang Kudus. Rata-rata mereka, tak tahu apa yang harus dilakukan, apa yang harus diperbuat. Sebagai manusia lemah, mereka hanya bisa marah  yang terpendaam dalam hati, dengan melihat kejadian KPAI menyerang Djarum. Coba, andaikan mereka tahu kalau dibelekang KPAI ada kepentingan asing yang mengusik rokok kretek asli Kudus, yang sudah mendarah daging bagi masyarakat Kudus. Pastinya, pembelaanya lebih dari itu, bahkan mungkin mati-matian.
<\/p>\n","post_title":"Cerita di Balik Segelas Kopi untuk Djarum","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"cerita-di-balik-segelas-kopi-untuk-djarum","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-09-03 09:19:00","post_modified_gmt":"2019-09-03 02:19:00","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6014","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5999,"post_author":"877","post_date":"2019-08-28 09:40:02","post_date_gmt":"2019-08-28 02:40:02","post_content":"\n

Direktur Pusat Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Amerika Serikat (CDC), Robert Redfield, mengungkapkan kematian tragis di Illinois memperkuat dugaan karena vape<\/a> atau rokok elektrik. Berita tersebut atas laporan Dinas Kesehatan Illinois yang mengumumkan ada satu pasien yang akhirnya meninggal dunia. Kasus ini kemungkinan jadi kasus pertama kematian akibat penyakit berkaitan dengan vape.
<\/p>\n\n\n\n

Kejadian di atas menjawab keberadaan vape atau rokok elektrik sangat membahayakan. Berbeda dengan resiko rokok kretek, bisa menimbulkan penyakit jika mengkonsumsinya berlebihan atau kebanyakakan, dan hidup tidak seimbang. Misalnya dalam satu hari merokok sampai tiga atau empat bungkus, tanpa makan nasi atau makan-makanan sehat, tanpa olah raga, tanpa minum air putih, selalu didampingi kopi atau teh, istirahatnya kurang dan sebagainya. Maka dipastikan orang tersebut akan jatuh sakit bahkan meninggal dunia.\u00a0<\/p>\n\n\n\n

Baca: Terkuak, Rokok Elektrik Berbahaya bagi Kesehatan<\/a><\/p>\n\n\n\n

Tidak hanya itu, otoritas kesehatan di Amerika Serikat telah berhasil menginvestigasi kemunculan penyakit paru-paru misterius di antara kalangan pengguna rokok elektrik atau vape. Dilaporkan setidaknya ada 195 kasus potensial penyakit paru-paru di 22 Negara karena kena dampak dari vape atau rokok elektrik.
<\/p>\n\n\n\n

Jadi, masyarakat perlu waspada beredarnya vape atau rokok elektrik. Belum lagi, sebetulnya rokok elektrik atau vape, berdampak juga peningkatan perokok anak.\u00a0 Yang menjadi daya tarik bagi anak, selain bentuknya yang elegan, simpel, juga beraroma buah-buahan yang terkemas dalam cairan.<\/strong><\/p>\n\n\n\n

Orang yang mengatakan bahwa vape atau rokok elektrik lebih mensehatkan dari pada rokok kretek, pendapat tersebut sangat keliru. Disampaing efek dari rangkaian listrik dan battre juga cairan dalam rokok elektrik berpengaruh terhadap resiko jantung.  <\/p>\n\n\n\n

Hasil penelitian yang diterbitkan dalam Journal of American College of Cardiology pada Mei lalu ini menambah bukti bahwa cairan rokok elektrik dapat menghambat fungsi sel-sel tubuh yang berperan dalam kesehatan jantung. Cairan dalam vape atau rokok elektrik pada akhirnya merusak sel-sel yang melapisi pembuluh darah. <\/p>\n\n\n\n

Keberadaan vape atau rokok elektrik di pasaran sangat membahayakan bagi orang Indonesia, terlebih pemuda-pemuda, yang banyak memilih merokok vape aatau rokok elektri. Menurutnya, selain bentuk kecil, simpel dibawa dan ada aroma buah-buahan sesuai selera. Akan tetapi dibalik bentuknya yang bagus, menyembunyikan banyak penyakit ketika dikonsumsi.\u00a0<\/p>\n\n\n\n

Baca: Kata Siapa Lebih Sehat? Perokok Elektrik Berisiko Terjangkit Penyakit Kardiovaskular<\/a><\/p>\n\n\n\n

Hingga kini CDC masih melakukan investigasi lebih lanjut, dengan mengimbau agar para dokter mengumpulkan data dan sampel bila menemukan pasien dengan gejala penyakit paru serupa, tentunya akibat rokok elektrik atau vape. Bentuk dan merek rokok elektrik dan vape banyak varian dan banyak merek. JUUL termasuk merek rokok elektrik atau vape yang saat ini naik daun.\u00a0<\/p>\n\n\n\n

Ada yang mengatakan bahwa tak tepat membandingkan rokok tembakau dengan rokok elektrik. Ya benar tak tepat, karena rokok elektrik atau vape resikonya sangat tinggi. Sedang rokok tembakau resikonya kecil, apa lagi rokok kretek mungkin resikonya sangat kecil sekali terhadap tubuh. Alasannya, munculnya rokok kretek bertujuan untuk pengobatan sakit bengek, dan tujuannya berhasil. Hingga banyak orang melakukan pemesanan rokok kretek saat itu, rokok kretek belum sebagai industri besar masih bersifat rumahan,  keadaan tersebut sekitar abad 19. <\/p>\n\n\n\n

Dalam studi ini, tim peneliti menemukan bukti efek toksik pada sel-sel yang melapisi pembuluh darah dan melindungi jantung. Beberapa bukti tersebut termasuk di antaranya gangguan pada fungsi sel dan munculnya tanda-tanda peradangan. Para peneliti mengamati bagaimana respons sel saat bersentuhan dengan cairan rokok elektrik. Efek yang paling kentara terlihat pada cairan dengan rasa kayu manis.<\/p>\n\n\n\n

Baca: Riset Kesehatan Rokok Elektrik<\/a><\/p>\n\n\n\n

Sekelompok ahli kardiovaskular dari University of Massachusetts menganjurkan peneliti agar melakukan uji rokok elektrik atau vape lebih yang beraroma. Karena sumsi sementara, produk vape atau rokok elektrik yang beraroma dan punya pilihan rasa lebih berbahaya dari pada rokok vape natural. Namun yang banyak beredar dipasaran, justru yang beraroma dan berasa buah-buahan, dari pada yang natural. <\/p>\n\n\n\n

Studi pada 2018 lalu menunjukkan, penggunaan rokok elektrik harian berisiko terhadap serangan jantung, meski dengan probabilitas yang lebih rendah daripada perokok tembakau. Menurut dr Lawrence Phillips pakar kardiovaskular NYU Langone Health mengatakan \u201cKita melihat semakin banyak bukti bahwa rokok elektrik berhubungan dengan peningkatan risiko serangan jantung\u201d.<\/p>\n\n\n\n

Dari hasil pakar dan hasil studi di atas menegaskan bahwa keberadaan rokok vape atau rokok elektrik, resikonya sangat besar. Bahan utama rokok vape atau elektrik yang paling besar memberikan efek negatif pada tubuh manusia adalah cairan perasa. Akibat cairan perasa dalam rokok elektrik  atau vape termasuk merek JUUL beresiko terjadi peradangan, terjangkit penyakit jantung dan paru-paru akut, selanjutnya berakibat kematian. <\/p>\n\n\n\n

Untuk itu, demi masa depan bangsa Indonesia harusnya ada regulasi pelarangan peredaran rokok elektrik atau vape yang nyata-nyata telah ada kasus dengan didukung beberapa riset dan studi tentang konten rokok elektrik atau vape, yang hasilnya mempunyai resiko tinggi dapat menyebabkan penyakit berujung kematian.         
<\/p>\n","post_title":"Perokok Elektrik Berisiko Besar Terjangkit Penyakit Mematikan","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"perokok-elektrik-berisiko-besar-terjangkit-penyakit-mematikan","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-08-28 09:40:09","post_modified_gmt":"2019-08-28 02:40:09","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5999","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5979,"post_author":"877","post_date":"2019-08-21 09:57:26","post_date_gmt":"2019-08-21 02:57:26","post_content":"\n

Pemerintah berencana akan menerbitkan aturan simplifikasi layer cukai pada Oktober-Desember 2019. Jika benar terjadi, tindakan pemerintah itu sama saja membunuh secara perlahan industri kretek nasional. <\/p>\n\n\n\n

Jika dipikir-pikir, kebijakan simplifikasi layer cukai sangat menguntungkan industri rokok asing. Lalu apa bedanya pemerintah dengan LSM\/NGO yang getol memerangi peredaran rokok?. Nyatanya sama-sama ditunggangi kepentingan asing. Bedanya mungkin, pemerintah ditunggangi kepentingan industri rokok investor asing, kalau LSM\/NGO antirokok ada kepentingan farmasi yang berpusat di Amerika. Tapi jika dirunut dengan teliti, dua kepentingan asing tersebut yang terlihat beda, ada kemungkinan mengerucut pada satu titik yang sama. Tak lain membunuh rokok kretek asli Indonesia.<\/p>\n\n\n\n

Sebelum masuk ranah penjelasan yang sederhana tentang simplifikasi layer CHT, dampak yang ditimbulkan dan maksudnya. Terlebih dahulu perlu diuraikan makna simplifikasi, layer dan cukai secara berkesinambungan. Simplifikasi punya arti penyederhanaan, awalnya banyak dijadikan lebih sedikit, kecil, ramping dan ringkas. Tentunya, cara yang harus ditempuh dalam penyederhaan bisa jadi menggabungkan, bisa jadi dibuang\/dipotong salah satu, bisa jadi kedua-duanya dijalankan. Hubungan simplifikasi dengan industri rokok, penjelasannya di belakang setelah uraian tentang layer dan cukai.<\/p>\n\n\n\n

Layer bisa disebut dengan ungkapan lapisan, golongan, kelas, dan mungkin bisa dikatakan tingkatan. Varian rokok banyak sekali; ada rokok putih atau disebut sigaret putih mesin (SPM), ada sigaret kretek mesin (SKM), Ada sigaret kretek tangan (SKT). Ada rokok filter (ada busa) dan non filter (tidak ada busa). Ada juga rokok bercengkeh disebut kretek dan non cengkeh (tembakau saja) disebut putihan. Ada lagi rokok kretek dinamakan mild. Dari varian tersebut dibagi menjadi beberapa layer atau golongan, untuk penyesuaian pembayaran pajak cukai. Untuk mempermudah pemahaman, layer dibahasakan sebagai golongan industri rokok besar, menengah dan kecil. Sedangkan, cukai adalah pungutan pemerintah sebagai pajak. <\/p>\n\n\n\n

Nah, kira-kira uraian maknanya perkata sudah jelas. Sekarang uraian tersebut dihubungkan semua dengan rencana pemerintah kedepan untuk pungutan pajak rokok. Rencana pemerintah yang dimaksud simplikasi layer CHT, ingin menyederhanakan atau menggabungkan antara SPM dan SKM, dilebur manjadi satu golongan. Aslinya dibedakan, karena memang berbeda. SPM lebih tinggi pungutan pajaknya dari [ada SKM. SPM bukan asli produk Indonesia dan cenderung impor, dan yang punya bukan pribumi. Bahan bakunyapun tidak menggunakan tembakau Indonesia. Sangat jauh berbeda dengan SKM, industri yang padat karya dan menggunakan bahan baku lokal. Dan yang paling istimewa perbedaannya, tak lain adalah kemunculan SKM diciptakan oleh pribumi dengan mencampur tembakau dan cengkeh dalam satu batang rokok. Kemudian rokok cmpuran tersebut dinamai kretek. <\/p>\n\n\n\n

Rokok kretek terus berkembang dan inovatif seperti penjelasan di atas, ada filter, non filter, mesin, tangan, mild dan klobot. Kretek klobot tidak bercukai, karena keberadaannya hampir punah, sedikit sekali pabrikan membuat jenis klobot. Klobot satu-satunya rokok yang memakai bungkus daun jagung yang telah dikeringkan, kemudian di ikat pakai benang. Sehingga untuk kretek klobot ada pengecualian, tidak masuk dalam kategori jenis kretek di atas. <\/p>\n\n\n\n

Semua jenis kretek saat ini diproduksi oleh industri. Secara sederhana industri terbagi tiga macam, industri besar, menengah dan kecil. Paling kecil kategori industri kretek, telah mempunyai gudang untuk operasi pembuatan rokok kretek dengan luas minimal 200m2<\/sup>. Jadi, sekarang ini tidak ada lagi industri rokok kretek skala rumahan (home industri) seperti dulu lagi. <\/p>\n\n\n\n

Dari penjelasan di atas, sekarang sudah paham varian jenis rokok kretek asli produk Indonesia. Apapun bentuknya, jika rokok menggunakan campuran tembakau dan cengkeh itulah dinamakan rokok kretek, termasuk jenis mild. Dewasa ini jenis mild sangat disukai dipasaran. Hingga semua industri berlomba-lomba bikin mild. Munculnya mild tidak lain karena tuntutan dari aturan pemerintah yang membatasi nikotin dan tar. Sehingga konten tembakau mild lebih banyak memakai tembakau jenis Virginia. <\/p>\n\n\n\n

Jangan salahkan industri\/pabrikan jika makin lama kuota impor tembakau naik. Karena dibentuk oleh aturan pemerintah dan peningkatan permintaan pasar mild. Kalau begitu yang salah siapa? tentunya pemerintah yang membuat aturan low nikotin dan tar. Sulit sekali tembakau lokal untuk memenuhi batasan low nikotin dan tar sesuai aturan pemerintah. Pada akhirnya mau tidak mau industri\/pabrikan membutuhkan tembakau jenis Virginia yang sulit tumbuh dengan baik di bumi nusantara ini. Lalu apa yang dilakukan industri\/pabrikan rokok, ya impor lah. Tapi industri\/pabrikan masih sangat membutuhkan tembakau lokal. Selain sebagai bahan campuran rokok kretek mild, tembakau lokal dibuat memproduksi rokok bukan mild. <\/p>\n\n\n\n

Untuk rokok kretek mild, semuanya diproduksi memakai mesin, sedangkan selain mild ada yang pakai mesin ada yang pakai tangan. Dengan isu simplikasi layer CHT SPM dan SKM, ada dua kemungkinan. Pertama; bisa jadi SPM diturunkan levelnya disesuaikan dengan SKM. Kedua; atau SKM dinaikkan levelnya sesuai SPM. Keduanya sangat merugikan industri kretek asli produk Indonesia berupa SKM. Kalau yang pertama, keuntungan SPM (industri asing) harganya disamakan SKM, sehingga persaingan penjualan dipasaran relatif mudah, sehingga SKM sangat dirugikan. Jika demikian, pemerintah tidak melindungi industri nasional (lokal), dengan meliarkan persaingannya dipasaran sangat ketat. <\/p>\n\n\n\n

Kemungkinan yang kedua, juga demikian, sangat merugikan SKM, karena levelnya naik mengikuti SPM. Jika demikian, sangat memberatkan SKM, apalagi pangsa rokok kretek ditahun-tahun terakhir ini merosot tajam penjualannya. Kemerosotan penjualan rokok kretek juga pengaruh dari kebijakan pemerintah dan oknum (anti rokok) yang selalu merecoki industri kretek, seperti pungutan cukai naik,  pelarangan iklan, membuat isu yang dibuat-buat tanpa dasar dan lain sebagainya. Apakah keadaan industri kretek nasional saat ini, pemerintah masih memejamkan mata dan akan memberlakukan simplikasi layer CHT?. Jika demikian, sama saja pemerintah membunuh industri\/pabrikan kretek nasional dengan pelan-pelan. <\/p>\n\n\n\n

Jangan salahkan industri\/pabrikan rokok kretek jika pelan-pelan merumahkan karyawannya karena merugi bahkan tidak beroperasi. Jika pembelian bahan baku rokok kretek (tembakau dan cengkeh) menurun dan ribuan juta petani merugi, dan masih banyak lagi efek dampaknya ke segala lini yang menggantungkan hidupnya berhubungan dengan sektor pertembakauan. Pemerintah harus bertanggungjawab atas dampak tersebut, jangan asal cuci tangan jika dampak negatif terjadi. Karena pemerintahlah yang bikin aturan. <\/p>\n\n\n\n

Untuk itu, kedepan pemerintah harus hati-hati dan jeli dalam memutuskan dan memberlakukan kebijakan untuk kepentingan sektor pertembakauan. Karena, yang sudah-sudah, kebijakan pemerintah pada sektor pertembakauan tidak mengakomodir kepentingan industri nasional, cenderung mengakomodir kepentingan industri asing. Baik pemerintah, industri kretek, petani tembakau dan cengkeh serta masyarakat Indonesia harus berdaulat, saling menjaga dan saling melindungi untuk kepentingan bersama, menjadi bangsa yang besar dan kuat tanpa disetir Negara lain (asing). Inilah makna kemerdekaan yang sesungguhnya di era melenial.
<\/p>\n","post_title":"Kebijakan Simplifikasi Layer Cukai Adalah Rencana Pembunuhan terhadap Kretek","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"kebijakan-simplifikasi-layer-cukai-adalah-rencana-pembunuhan-terhadap-kretek","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-08-21 09:57:34","post_modified_gmt":"2019-08-21 02:57:34","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5979","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5956,"post_author":"877","post_date":"2019-08-14 11:00:51","post_date_gmt":"2019-08-14 04:00:51","post_content":"\n

Komisioner Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) Sitty Hikmawatty sesat pikir saat mengatakan bahwa program audisi beasiswa bulutangkis sebagai ajang ekploitasi anak. KPAI mempermasalahkan tulisan Djarum di kaos olahraga, karena sebagai ajang promosi brand rokok. Disini KPAI gagal faham membedakan antara Djarum Foundation dan Djarum industri rokok. <\/p>\n\n\n\n


Djarum Foundation sebagai wujud bhakti terhadap Bangsa dan Negara, sehingga prakteknya Djarum Foundation mengeluarkan uang, bukan mencari keuntungan. Ketika dikatakan sebagai ajang promosi produk rokok, sudah ditampik dan sudah dijelaskan secara detail pengurus Djarum Foundation, bahwa program yang dijalankan jauh dari niatan promosi produk rokok. Kalaupun ada tulisan Djarum di kaos olahraga, memang sejarahnya dari dulu sebagai nama clubnya. <\/p>\n\n\n\n


Sitty Hikmawatty sebagai komisioner KPAI, harusnya cerdas menyikapi hal tersebut. Harusnya ada apresiasi pada Djarum yang sadar akan kewajibannya, andil dalam pengembangan bakat bagi anak-anak. Dan apa yang telah dilakukan Djarum Foundation tidaklah mudah, membutuhkan tenaga dan matriil begitu besar. Sekarang pertanyaannya, siapa dan industri pribumi mana yang berani melakukan seperti itu?, bahkan KPAI pun tidak akan berani membuat program pencarian bakat secara intensif dan masif. <\/p>\n\n\n\n


KPAI harusnya faham makna perlindungan bagi anak, jangan hanya dimaknai secara sempit, semisal anak juga butuh perlindungan dari kebodohan dan kebutuhan lain yang sifatnya sangat mendesak. Nyatanya masih banyak anak \u2013anak yang tidak sekolah karena tidak mampu, masih banyak anak-anak yang hidup terlantar di Jalan, masih banyak anak-anak sebagai obyek makanan ringan yang bahannya membahayakan bagi tubuh. Dimana dan apa yang sudah dilakukan KPAI untuk melindungi anak tersebut?. Masih banyak masalah anak yang sangat penting dan krusial harus dikerjakan KPAI, dari pada mengurusi tulisan club Djarum dalam program audisi Djarum Foundation.<\/p>\n\n\n\n


Belum lagi, katanya KPAI akan mengambil langkah mengundang Kepala Daerah, dimana kotanya dibuat ajang audisi tersebut. Kalau nanti benar terjadi, menandakan kinerja KPAI tidak efektif. Masalah anak yang paling penting tidak terurus, dan selalu bergejolak di masyarakat kelas bawah. Sekali lagi seperti tidak sekolah karena orang tuanya tidak mampu atau orang tuanya meninggal dunia, walaupun sekolah katanya gratis, akan tetapi dampak lain timbul seperti halnya masalah ekonomi, akhirnya anak-anak mendingan cari uang untuk hidup sehari-hari dari pada sekolah. Anak-anak suka beli jajan (makanan ringat) di toko maupun dipinggir jalan yang mengandung bahan membahayakan bagi pertumbuhan anak. Di perempatan jalan atau lampu merah banyak anak-anak yang hidupnya menggelandang tanpa tujuan. Ini riil dan nyata di hadapan mata kita tiap hari. <\/p>\n\n\n\n


Tapi anehnya KPAI saat ini malah lebih intens mengurusi hal yang tidak penting degan melarang audisi pencarian bakat bulutangkis oleh Djarum Foundation. KPAI cenderung gagal faham dalam memahami, menafsiri, dan mensikapi hal tersebut. Anehnya lagi, apa yang dilakukan KPAI sampai ngotot. <\/p>\n\n\n\n


Kalau mau melarang program audisi Djarum Foundation, tunjukkan dulu KPAI punya program pencarian bakat seperti Djarum Foundation lakukan. Jangan seenaknya KPAI, melarang-larang tanpa solusi konkret dengan dalil perlindungan. Lucunya, KPAI dengan dalil perlindungan anak mengatakan, audisi pencarian bakat bulutangkis yes, ajang promosi no. Kalau dipahami, KPAI ingin audisi Djarum Foundation tetap jalan, tapi tulisan Djarum dihilangkan. Ini sama saja, tidak boleh menulis atau memaparkan nama club. Sedangkan pencantuman nama club sangat penting sebagai identitas dan jati diri. <\/p>\n\n\n\n


Kegiatan perlindungan untuk anak adalah pekerjaan yang sangat mulia kalau benar-benar dilakukan. KPAI, sebagai lembaga dengan memapang langsung tulisan perlindungan anak akan lebih mulia jika programnya konkret. Seperti lembaga sekolah negeri atau swasta, tanpa memakai kata-kata perlindungan, sekolah tersebut mendidik anak melindungi anak dari kebodohan untuk kesiapan masa depan. Audisi pencarian bakat bulutangkis Djarum Foundation pun demikian, kegiatannya konkret menyiapkan atlet olahraga bulutangkis. Dan apa yang telah dilakukan Djarum Foundation dengan audisinya sangat beda dari bentuk promosi. Berbeda dengan pelibatan anak-anak untuk promosi produk, murni tujuannya agar produknya laku. Apalagi produk yang ditawarkan untuk kebutuhan anak. Contohnya banyak sekali beredar iklan-iklan yang terpampang di pinggir jalan, di media sosial, bahkan di stasiun televisi, hal ini kayaknya lolos dari bahasan KPAI.<\/p>\n\n\n\n


Belum lagi, tanpa disadari lembaga KPAI juga menumpang hidup dari anak-anak. Kemana-mana membawa nama anak-anak untuk kegiatannya, bahkan sampai untuk menggalang donasi. Namun kegiatan yang betul-betul sangat dibutuhkan anak-anak belum atau bahkan tidak tersasar dan tidak menjadi prioritas. Sehingga, program KPAI untuk perlindungan anak dipastikan tidak efektif. Buktinya, KPAI membuat masalah yang sederhana dibuat rumit, seperti mempermasalahkan tulisan Djarum sebagai club dalam ajang audisi pencarian bakat Djarum Foundation Bhakti Olahraga. Jelas-jelas untuk kepentingan masa depan anak, dengan meningkakan minat dan bakat anak dalam olahraga atas dasar suka dan tidak ada paksaan.
Kata kunci pendidikan bagi anak adalah bermain, senang atau suka, sesuai keinginan, dan untuk bekal hidup selanjutnya. Jika KPAI mempermasalahkan tulisan club Djarum, yang dianggap sebagai ajang promosi dan ekploitasi anak, alasan tersebut tidak benar dan tanpa dasar. Seperti halnya penjelasan di atas, audisi pencarian bakat bulutangkis Djarum Foundation, jauh dari promosi dan ekploitasi. Tujuan utama audisi tidak lain memberikan bekal dan pendidikan bagi anak sesui keinginannya, anak belajar dengan senang, gembira, dan bermain. <\/p>\n\n\n\n


Jika kemudian KPAI dan lembaga lain yang mengatasnamakan peduli anak, melarang kegiatan audisi pencarian bakat olah raga bulutangkis yang dilakukan Djarum Foundation, sama dengan menghalangi anak Indonesia mengembangkan minat dan bakatnya sesuai keinginan, menghalangi anak Indonesia belajar sambil bermain dan gembira, menghalangi anak Indonesia untuk mendapatkan bekal hidup selanjutnya, menghalangi anak Indonesia untuk mewujudkan cita-cita. Apa yang dilakukan KPAI dan lembaga lain tersebut, sangat bertentangan dengan cita-cita Bangsa, dan cita-cita pendidikan bagi anak di Indonesia. <\/p>\n","post_title":"Sesat pikir KPAI Melarang Audisi Pencarian Bakat Bulutangkis Anak-Anak","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"sesat-pikir-kpai-melarang-audisi-pencarian-bakat-bulutangkis-anak-anak","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-08-14 11:00:58","post_modified_gmt":"2019-08-14 04:00:58","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5956","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5949,"post_author":"877","post_date":"2019-08-12 08:28:29","post_date_gmt":"2019-08-12 01:28:29","post_content":"\n

Kurban tidak semata-mata hanya menyembelih hewan, dibaliknya ada kisah indah yang bisa sebagai bahan renungan dan pengingat bagi semua. Pada kisah qurban, terdapat peran anak usia dini yang akhirnya dikenang umat Islam sedunia sepanjang masa dan juga dapat mengangkat harkat martabat keluarganya dihadapan Tuhan. Selama anak suka bahkan bahagia menjalankan perannya untuk kepentingan dirinya sendiri kedepan dan mengangkat harkat martabat keluarganya dengan bimbingan yang baik, maka hal tersebut sah-sah saja tidak ada larangan.\u00a0<\/p>\n\n\n\n

Kemarin, pada tanggal 11 Agustus 2019 hari Minggu, tepatnya pada tanggal 10 dzulhijjah 1440 M., dipagi hari umat Islam terlihat berbondong-bondong ada yang ke masjid ada yang kelapangan, tidak lain menjalankan ibadah sholat Idul Adha, atau biasa disebut hari raya qurban. Selain melakukan sholad, umat Islam merayakannya dengan menyembelih hewan qurban, seperti unta tradisi di Timur Tengah, sedangkam di Indonesia menyembelih sapi atau kerbau. Khusus di Kudus kota Kretek rerata menyembelih kerbau, sapi bagi sebagian besar masyarakat Kudus tidak mau menyembelih. Cerita yang beredar di masyarakat turun menurun, pelarangan menyembelih sapi sejak zaman kewalian yaitu Sunan Kudus sebagai penghormatan terhadap agama lain yang beranggapan hewan sapi sebagai hewan yang suci.<\/p>\n\n\n\n

Kembali ke Idul Adha, diceritakan oleh para Ulama\u2019 ada kisah tentang Nabi Ibrahim yang akan mengorbankan putranya yang masih kecil namanya Ismail (besarnya menjadi Nabi). Ceritanya Nabi Ibrahim saat tidur bermimpi, ia diperintah Tuhan untuk menyembelih putranya bernama Ismail. Saat bangun, ia merenung, berfikir sambil bertanya dihati, benarkah ini perintah Tuhan?. Kali pertama mimpinya ini, ia masih ragu antara benar perintah Tuhan atau tidak. Mimpi yang direnungkan dan difikir terjadi pada malam tanggal 08 dzulhijjah,disebut hari tarwiyah<\/em>.\u00a0<\/p>\n\n\n\n

Baca: Tinjauan Kritis Atas Larangan Iklan dan Sponshorship dengan Mencantumkan Logo, Brand Image, dan Identitas CSR Sebuah Perusahaan<\/a><\/p>\n\n\n\n

Pada malam tanggal 09 dzulhijjah Nabi Ibrahim mimpi lagi dengan perintah yang sama. Mimpi kali kedua, Nabi Ibrahim merasa yakin kalau benar-benar perintah Tuhan. Pada mimpi kedua disebut hari arafah<\/em>. Pada tanggal 10 dzulhijjah, hari Nabi Ibrahim melaksanakan perintah Tuhan untuk menyembelih Ismail (putranya), yang kemudian disebut  hari nakhr <\/em>(biasa disebut nahar bagi orang Indonesia). <\/p>\n\n\n\n

Cerita KH. Sya\u2019roni, saat pagi hari pada tanggal 10 dzulhijjah Nabi Ibrahim menyuruh istrinya bernama Siti Hajar (ibu kandung Ismail) untuk memandikan Ismail setelah itu memakaikan pakaian yang bagus-bagus, dengan alasan mau diajak jalan-jalan. Siti Hajar melaksanakan sesuai perintah suaminya, sembari menunggu istrinya selesai, Nabi Ibrahim mengasah pisaunya\/pedangnya. <\/p>\n\n\n\n

Ismail sudah siap, diajaklah jalan jalan bapaknya (Nabi Ibrahim) menuju bukit Mina di Makkah, dengan niatan mau disembelih sesui perintah Tuhan. Di tengah perjalanan, Nabi Ibrahim dihadang iblis yang berwujud manusia, dengan mengatakan Ibrahim, anakmu itu ganteng, tega kamu sembelih, urungkan niatmu. Nabi Ibrahim tidak menjawab, malah mengambil batu kecil 7 butir, kemudian batu kecil tersebut dilemparkan ke arah iblis tersebut, sambil mengatakan, pergi kamu Iblis. Nabi Ibrahim tetap melanjutkan perjalannya, dan dihadang Iblis lagi kali kedua, Nabi Ibrahim mengambil batu kecil lagi dilempar ke iblis. Kemudian Nabi melanjutkan perjalannya, dihadang iblis lagi kali ketiga, seperti penghadangan yang pertama dan kedua, Nabi mengambil batu kecil dan dilemparkan ke arah iblis, lalu Nabi Ibrahim lanjut lagi. Inilah cerita, yang menjadi cikal bakal adanya jumroh ula, jumroh wustho dan jumroh aqobah. Tiap ibadah haji jumroh ini harus diperagakan seperti halnya apa yang telah dilakukan Nabi Ibrahim dengan maksud melawan dan melempar iblis dengan batu agar tidak mengganggu..  <\/p>\n\n\n\n

Sesampainya di puncak bukit Mina, Nabi Ibrahim menceritakan mimpinya dan mengatakan maksud dan tujuannya mengajak Ismail jalan-jalan. Selesai Nabi Ibrahim cerita, kemudian Ismail berkata pada bapaknya, untuk segera menjalankan perintah Tuhan. Pada saat menyembebelih, pisau\/pedang Nabi Ibrahim tidak bisa melukai kulit Ismail, karena Nabi Ibrahim masih gelisah dan menangis saat melihat wajah Ismail. Kemudian Ismail berkata, mungkin karena bapak melihat wajahku, hingga tidak tega menyembelih, lalu Ismail membalikkan badannya memposisisikan badannya telungkup. Lalau Nabi Ibrahim dengan kesiapan hati melakukan penyembelihan yang kedua, lagi-lagi pisau\/pedangnya tidak mampu melukai kulit leher Ismail. Dengan bingung karena tidak berhasil menyembelih Ismail, turunlah Malaikat Jibril dengan membawa kambing, digantikannya Ismail dengan kambing tersebut. Bersamaan dengan turunnya wahyu Tuhan yang menjelaskan keduanya telah lulus  dari ujian. Kemudian Nabi Ibrahim membaca takbir \u201cAllahu Akbar\u201d<\/em> 3x, disaut Ismail dengan .membaca \u201cLaa ilaaha illahhu wallahu akbar<\/em>\u201d, diakhiri Malikat Jibril dengan bacaan \u201cAllahu Akbar walillahil Hamd<\/em>\u201d, dilanjutkan dengan menyembelih kambing bawaan malaikat jibril.<\/p>\n\n\n\n

Ada cerita lucu setelah Nabi Ibrahim selesai menyembelih kambing, Nabi Ibrahim bertanya pada Ismail, siapa yang paling dermawan diantara kita? Ismail menjawab, saya. Tidak bisa kata Nabi Ibrahim, saya yang paling dermawan, karena akan mngorbankan anak yang kucintai. Ismail berkata, tidak bisa, saya yang dermawan, karena bapak punya dua anak, kalau saya dikorbankan, masih punya anak satu, lalu malaikat berkata, tidak bisa, saya yang dermawan karena saya sudah kehilangan kambing satu.\u00a0\u00a0<\/p>\n\n\n\n

Baca: Kegagalan Lakpesdam PBNU dalam Melihat Produk Tembakau Alternatif<\/a><\/p>\n\n\n\n

Keterangan dalam kitab tafsir  \u201cTanwirul Adhan<\/em>\u201d penjelasan dari surat As-Saffat ayat 102 bahwa usia Ismail saat itu 13 tahun ada juga Ulama\u2019 yang mengatakan umur 7 tahun. ada riwayat lain yang mengatakan umur Ismail saat itu 14 tahun. Pada intinya saat kejadian kisah penyembelihan, Ismail masih usia anak-anak, ia dengan senang hati dan ikhlas, menjalani perannya.  <\/p>\n\n\n\n

Dari sejarah singkat qurban yang ektrim di atas, kira-kira pendapat KPAI apakah mendukung apa yang telah di lakukan Nabi Ibrahim?, atau sebaliknya mendukung Iblis yang menghalangi Nabi Ibrahim yang akan menjalankan kewajibannya sebagai hamba?. Saya yakin KPAI akan mendukung Nabi Ibrahim, tidak mendukung langkah Iblis. 
<\/p>\n\n\n\n

Walaupun ktidak persis, tapi hampir mirip kisah qurban diatas dengan audisi oleh Djarum Foundation yang melibatkan. Program audisi bulutangkis usia anak-anak Djarum Foundation, tidak lain ikut serta program pemerintah dalam mencerdaskan bangsa melalui pencarian bakat sedini mungkin. Anak-anak yang berbakat bulutangkis tentunya yang terjaring dalam audisi, dididik dengan penuh semangat oleh Djarum Foundation Bhakti olahraga. Buktinya, anak-anak tersebut disekolahkan formal, dilatih bulu tangkis dengan disiplin dan penuh tanggungjawab, tanpa dipungut biaya apapun, bahkan semua kebutuhan anak-anak tercukupi dengan baik. Pola didiknya, seperti pola pendidikan sekolah lainnya, anak-anak dididik dan diajar agar berpretasi, setidaknya punya pengetahuan, pengalaman dan keahlian sebagai bekal masa depan. Disisi lain, ternyata anak-anak yang terjaring audisi merasa sangat gembira, senang dan bangga bisa terpilih. Mereka dapat mengembangkan bakatnya, dan mendapatkan pendidikan sekolah dengan gratis.<\/p>\n\n\n\n

Tujuan utama Djarum Foundation mencari bibit unggul pebulutangkis Indonesia, yang selama ini sebagai salah satu olahraga kebanggaan masyarakat Indonesia atas banyaknya prestasi yang di peroleh. Program Djarum Foundation Bhakti olahraga jauh dari niatan ekploitasi anak untuk promosi, yang ada ekploitasi anak untuk kejayaan olah raga bulutangkis bangsa Indonesia. <\/p>\n\n\n\n

Juga, program Djarum Foundation audisi bulutangkis adalah salah satu bentuk kesadaran dan kewajibannya membangun bangsa dengan melibatkan anak-anak. Lalu apa yang salah dari Djarum Foundation Bhakti Olahraga, jelas-jelas telah menghibahkan fasilitas, pikiran hingga dana untuk kepentingan kejayaan bangsa Indonesia, melalui olahraga. Pemerintah harus mendukung program tersebut, begitupun KPAI. KPAI jangan sampai menjadi penghalang, seperti halnya penghalang Nabi Ibrahim dalam kisah di atas.  
<\/p>\n","post_title":"Refleksi Kisah Kurban sebagai Bahan Pengingat KPAI","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"refleksi-kisah-kurban-sebagai-bahan-pengingat-kpai","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-08-12 08:30:31","post_modified_gmt":"2019-08-12 01:30:31","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5949","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5936,"post_author":"877","post_date":"2019-08-06 10:53:42","post_date_gmt":"2019-08-06 03:53:42","post_content":"\n

Masalah peredaran rokok di Indonesia, pemerintah cenderung mengambil langkah aman. Sudah saatnya pemerintah harus tegas menentukan sikap pelarangan atau membolehkan peredaran rokok di tengah-tengah masyarakat. <\/p>\n\n\n\n

Sikap pemerintah sampai saat ini menimbulkan pro dan kontra. Di satu sisi pemerintah melalui Kementrian Kesehatan membuat aturan pembatasan dan pelarangan beredarnya rokok, bahkan melarang adanya iklan rokok dan mengatur packaging<\/em> dengan bermacam gambar dan peringatan yang menggelian. Di sisi lain, pemerintah mendorong peningkatkan pendapatan Negara, mendorong peningkatan ekonomi rakyat, mendorong peningkatan produktivitas rakyat dan daya saing di pasar internasional, dan mendorong pengentasan kemiskinan.<\/p>\n\n\n\n

Sekarang, efek sikap pemerintah di atas meluas kemana-mana, mulai dari isu penyederhanaan layer atau penggabungan golongan industri rokok, isu pelarangan iklan rokok di media sosial karena pengguna media sosial banyak anak-anak, sampai pada pelarangan audisi pencari bakat bulu tangkis yang dilakukan Djarum Foundation dengan alasan ekploitasi anak. Ini semua adalah beberapa agenda untuk pengendalian rokok dan tembakau di Indonesia yang alasannya sudah dipatahkan dengan data yang lebih akurat.<\/p>\n\n\n\n

Semisal, yang pro dapat menceritakan dan meruntutkan agenda pengendalian rokok dan tembakau di Indonesia sebagai agenda politik dagang internasional. Semua program pengendalian rokok dan tembakau di Indonesia mengadopsi dari program World Health Organization (WHO) organisasi program dunia yang mendapatkan sokongan dana dari industri farmasi.\u00a0<\/p>\n\n\n\n

Baca:
Ada Campur Tangan Bloomberg dalam Surat Edaran Menkes terkait Pemblokiran Iklan Rokok <\/a><\/p>\n\n\n\n

WHO tidak semata-mata bertujuan demi meningkatkan taraf kesehatan penduduk. Di sini WHO sebagai ujung tombak industri farmasi. Terjadi peralihan di lingkup kesehatan, dimana dokter dan ilmuwan kesehatan dikuasai perusahan obat (farmasi). Tujuan utamanya tidak lain untuk merebut pasar nikotin dunia, dan menggantikan pemanfaatan nikotin alami dari tembakau dengan produk rekayasa nikotin yang telah dikantongi hak patennya. Keterlibatan WHO memuluskan tujuan industri farmasi tersebut dengan mendorong negara-negara di dunia untuk memberlakukan kebijakan sesuai kerangka kesehatan, tanpa mempertimbangkan peran sosial, ekonomi, politik dan budaya. Walaupun alasan kesehatan yang dibangun ternyata tidak 100% benar dan terkesan dipaksakan. Negara yang menjadi sasaran utama adalah Negara yang berkembang, seperti Indonesia, China, Bangladesh, India, Rusia, Mesir, Thailand, Filipina dan Brazil. <\/p>\n\n\n\n

Untuk menguasai pasar nikotin di dunia, industri farmasi mendapatkan sokongan dana dari bloomberg initiative. Karena salah satu direktur dari persekutuan perusahaan farmasi dunia bernama William R. Brody punya kedekatan dengan bloomberg initiative, selain teman karib juga posisinya sebagai penasehat. <\/h4>\n\n\n\n

Tidak mengherankan jika pendukung program pengendalian rokok dan tembakau di Indonesia mendapatkan sokongan dana dari bloomberg initiative termasuk lembaga yang bergerak untuk perlindungan anak, salah satunya Komnas Perlindungan Anak Indonesia (KPAI). Apapun bentuk lembaganya, selama mendapatkan kucuran dana bloomberg initiative, program utamanya harus sinergi dengan program bloomberg initiative dan rezim kesehatan dunia (WHO) yaitu pengendalian tembakau dan rokok, terutama rokok kretek asli Indonesia.<\/p>\n\n\n\n

Ada sekitar lebih dari 20an lembaga di Indonesia mendapatkan sokongan dana langsung maupun tidak langsung dari bloomberg initiative. Lembaga-lembaga tersebut bervarian, ada lembaga yang bergerak dalam pendidikan, bergerak pemberantasan korupsi, bergerak dalam kesehatan, bergerak perlindungan konsumen, bergerak melindungi anak, bahkan sampai pada lembaga agama. Numun pada intinya leading sector<\/em> yaitu sektor potensial yang dapat\u00a0menggerakkan agenda pengendalian tembakau dan rokok di Indonesia ada pada rezim kesehatan dalam hal ini Kementerian Kesehatan. Dengan menggunakan dalil kesehatan yang mulia, agenda bloomberg initiative dan farmasi berselancar dengan baik di Indonesia. \u00a0<\/p>\n\n\n\n

Baca:
Tinjauan Kritis Atas Larangan Iklan dan Sponshorship dengan Mencantumkan Logo, Brand Image, dan Identitas CSR Sebuah Perusahaan<\/a> <\/p>\n\n\n\n

Isu kuat saat ini yang beredar untuk agenda pengendalian tembakau dan rokok di Indonesia salah satunya, KPAI melarang audisi pencarian bakat bulu tangkis sejak dini yang dilakukan Djarum Foundation dengan alasan ekploitasi anak, Kementerian Kesehatan dan KPAI melarang adanya iklan di media sosia karena akan mengakibatkan bertambahnya perokok pemula, penggabungan golongan industri rokok atau penyederhanaan layer tarif cukai rokok yang intinya pengurangan terhadap industri rokok kretek, menaikkan cukai rokok untuk mengurangi peredaran rokok, dan korelasinya rokok dengan kemiskinan bertujuan agar ada kebijakan menghalau laju industri rokok kretek. <\/p>\n\n\n\n

Pemerintah dalam hal ini harus tegas mengambil sikap, untuk kepastian dan masa depan industri rokok kretek asli Indonesia. Dimana sejarah penemuan rokok kretek tidak lain untuk pengobatan yang dilakukan H. Djamhari sebagai obat sakit bengeknya. Karena rokok kretek adalah campuran tembakau dan cengkeh, berbeda dengan rokok non kretek yang hanya memakai tembakau saja. Selama ini, belum ada uji atau riset bahwa rokok kretek berkorelasi signifikan terhadap timbulnya penyakit yang dituduhkan. Kalau menjadi salah satu bagian kecil penyebab penyakit, tentunya ya dan bukan faktor penyebab utama. Itu seperti halnya barang-barang lain yang dikonsumsi manusia secara berlebihan dan hidup tidak seimbang. Termasuk makan nasi, mengkonsumsi gula dan mengkonsumsi lainnya secara berlebihan, tanpa diimbangi olah raga dan istirahat yang cukup. <\/p>\n\n\n\n

Selain itu, posisi industri kretek sangat stategis bagi bangsa Indonesia. Industri kretek membuktikan tetap bertahan setidaknya lebih dari 130 tahun. Disaat industri lain tumbang di zaman kolonial, industri kretek tetap eksis memberikan penghidupan masyarakat Indonesia. Bahkan tergolong industri yang peka zaman, dengan memberikan kontribusi yang sangat besar. Menghidupi setidaknya 6.1 juta jiwa petani cengkeh yang tersebar di 30 provinsi, petani tembakau yang tersebar di 15 provinsi. Menghidupi ribuan karyawan yang bekerja di industri kretek. Mempunyai multiplier<\/em> <\/em>effect<\/em> ke sektor perokonomian lainnya yang berada di sekitar industri kretek. <\/p>\n\n\n\n

Keberadaan industri kretek berkontribusi adanya hak jaminan sosial dan corporate social responsibility<\/em> (CSR), seperti halnya jaminan kesehatan, bhakti pendidikan, bhakti budaya, bhakti olahraga, bhakti lingkungan dan lain sebagainya. Berkontribusi pendapatan Negara melalui setoran cukai, berkontribusi bagi kesehatan publik dari alokasi dana bagi hasil cukai hasil tembakau (DBH-CHT) untuk sarana kesehatan dan pembayaran defisit Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS).  <\/p>\n\n\n\n

Selain itu, adanya industri kretek sebagai cermin kemandirian dan kedaulatan bangsa, karena sebagai pemenuhan kebutuhan pokok rakyat dalam hal ini pendapatan masyarakat sebagai agenda pemberantasan kemiskinan. <\/p>\n\n\n\n

Dengan pertimbangan di atas, diharapkan pemerintah dalam hal ini Presiden memberikan ketegasan, apakah industri rokok nasional tetap berproduksi atau dilarang berproduksi. Kalau tetap berproduksi, pemerintah secara totalitas harus melindunginya mulai kebijakan sampai pada strategi pemasarannya. Andaikan dilarang beroperasi, pemerintah paling tidak harus berani mempersiapkan lapangan pekerjaan lain bagi petani dan buruh tani cengkeh dan tembakau, buruh industri dan mungkin menata perekonomian akibat multiplier<\/em> <\/em>effect<\/em> keberadaan industri kretek. Dan yang terpenting keberadaan industri kretek, sebagai industri nasional sebagai perwujudan agenda prioritas  tujuan Nawa Cita, sehingga jangan sampai digiring dan diatur kepentingan asing melalui rezim kesehatan sebagai leading sector, <\/em>yang belum tentu benar dan terkesan dipaksakan.  
<\/p>\n","post_title":"Ketika Pemerintah Plin-Plan Membuat Regulasi Terkait Dunia Pertembakauan","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"ketika-pemerintah-plin-plan-membuat-regulasi-terkait-dunia-pertembakauan","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-08-06 10:53:48","post_modified_gmt":"2019-08-06 03:53:48","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5936","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":16},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"epic_block_3"};

\n

Disela sela nungguin istrinya sakit, ia sering diajak saudaranya jualan sayuran keliling. Nah, walaupun sekarang istrinya sudah sembuh, ia tetap di Jakarta. Sebab dipikirannya, kalau kembali ke Kudus mulai dari awal lagi, mending yang sudah ada didepan mata dijalanin dulu. Nanti pelan-pelan sambil melihat peluang di Kudus, ia pun akan pulang. Obrolan tetap seru, walaupun djarum jam sudah tepat diangka 12.00 malam. Namun domain obrolan lebih pada Djumari sebagai nara sumber, ia menceritakan semua pengalaman dan kejadia yang ia lihat, sampai ia menceritakan berita kalau pabrik Djarum yang dulu pernah ia singgahi, sedang dipermasalahkan KPAI. Memang sebenarnya ia tak paham alur permasalahanya. Tahunya, KPAI gak suka bulu tangkis Djarum berjalan, memusuhi rokok. <\/p>\n\n\n\n

Sebagai orang yang pernah menjadi karyawan Djarum, jadi wajar dan pantas kalau ia membela Djarum, apalagi ia asli Kudus. Saking semangatnya, ia ngomong \u201cnek aku dadi Djarum, tak tuku iku KPAI, paling ora tak lawan\u201d \u201candaikan aku yang punya Djarum, aku beli KPAI, paling tidak dilawan\u201d. Ada yang menyambar omongan, \u201csampek matek kuwe Djum, ogak bakal dadi bos Djarum\u201d \u201csampai mati kamu Djum, tidak akan jadi bos Djarum\u201d haha\u2026\u2026disambut dengan tawa klakaran teman-teman termasuk saya sendiri. Di sela-sela tawa, tuan rumah ngomong \u201cancen gawe gregeten, kenopo Djarum mung meneng, malah ngalah\u201d \u201cbikin gregeten, kenapa Djarum diam dan cenderung mengalah\u201d. <\/p>\n\n\n\n

Nah, ternyata, banyak orang yang sangat simpati dan membela pabrik Djarum, terutama orang Kudus. Rata-rata mereka, tak tahu apa yang harus dilakukan, apa yang harus diperbuat. Sebagai manusia lemah, mereka hanya bisa marah  yang terpendaam dalam hati, dengan melihat kejadian KPAI menyerang Djarum. Coba, andaikan mereka tahu kalau dibelekang KPAI ada kepentingan asing yang mengusik rokok kretek asli Kudus, yang sudah mendarah daging bagi masyarakat Kudus. Pastinya, pembelaanya lebih dari itu, bahkan mungkin mati-matian.
<\/p>\n","post_title":"Cerita di Balik Segelas Kopi untuk Djarum","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"cerita-di-balik-segelas-kopi-untuk-djarum","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-09-03 09:19:00","post_modified_gmt":"2019-09-03 02:19:00","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6014","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5999,"post_author":"877","post_date":"2019-08-28 09:40:02","post_date_gmt":"2019-08-28 02:40:02","post_content":"\n

Direktur Pusat Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Amerika Serikat (CDC), Robert Redfield, mengungkapkan kematian tragis di Illinois memperkuat dugaan karena vape<\/a> atau rokok elektrik. Berita tersebut atas laporan Dinas Kesehatan Illinois yang mengumumkan ada satu pasien yang akhirnya meninggal dunia. Kasus ini kemungkinan jadi kasus pertama kematian akibat penyakit berkaitan dengan vape.
<\/p>\n\n\n\n

Kejadian di atas menjawab keberadaan vape atau rokok elektrik sangat membahayakan. Berbeda dengan resiko rokok kretek, bisa menimbulkan penyakit jika mengkonsumsinya berlebihan atau kebanyakakan, dan hidup tidak seimbang. Misalnya dalam satu hari merokok sampai tiga atau empat bungkus, tanpa makan nasi atau makan-makanan sehat, tanpa olah raga, tanpa minum air putih, selalu didampingi kopi atau teh, istirahatnya kurang dan sebagainya. Maka dipastikan orang tersebut akan jatuh sakit bahkan meninggal dunia.\u00a0<\/p>\n\n\n\n

Baca: Terkuak, Rokok Elektrik Berbahaya bagi Kesehatan<\/a><\/p>\n\n\n\n

Tidak hanya itu, otoritas kesehatan di Amerika Serikat telah berhasil menginvestigasi kemunculan penyakit paru-paru misterius di antara kalangan pengguna rokok elektrik atau vape. Dilaporkan setidaknya ada 195 kasus potensial penyakit paru-paru di 22 Negara karena kena dampak dari vape atau rokok elektrik.
<\/p>\n\n\n\n

Jadi, masyarakat perlu waspada beredarnya vape atau rokok elektrik. Belum lagi, sebetulnya rokok elektrik atau vape, berdampak juga peningkatan perokok anak.\u00a0 Yang menjadi daya tarik bagi anak, selain bentuknya yang elegan, simpel, juga beraroma buah-buahan yang terkemas dalam cairan.<\/strong><\/p>\n\n\n\n

Orang yang mengatakan bahwa vape atau rokok elektrik lebih mensehatkan dari pada rokok kretek, pendapat tersebut sangat keliru. Disampaing efek dari rangkaian listrik dan battre juga cairan dalam rokok elektrik berpengaruh terhadap resiko jantung.  <\/p>\n\n\n\n

Hasil penelitian yang diterbitkan dalam Journal of American College of Cardiology pada Mei lalu ini menambah bukti bahwa cairan rokok elektrik dapat menghambat fungsi sel-sel tubuh yang berperan dalam kesehatan jantung. Cairan dalam vape atau rokok elektrik pada akhirnya merusak sel-sel yang melapisi pembuluh darah. <\/p>\n\n\n\n

Keberadaan vape atau rokok elektrik di pasaran sangat membahayakan bagi orang Indonesia, terlebih pemuda-pemuda, yang banyak memilih merokok vape aatau rokok elektri. Menurutnya, selain bentuk kecil, simpel dibawa dan ada aroma buah-buahan sesuai selera. Akan tetapi dibalik bentuknya yang bagus, menyembunyikan banyak penyakit ketika dikonsumsi.\u00a0<\/p>\n\n\n\n

Baca: Kata Siapa Lebih Sehat? Perokok Elektrik Berisiko Terjangkit Penyakit Kardiovaskular<\/a><\/p>\n\n\n\n

Hingga kini CDC masih melakukan investigasi lebih lanjut, dengan mengimbau agar para dokter mengumpulkan data dan sampel bila menemukan pasien dengan gejala penyakit paru serupa, tentunya akibat rokok elektrik atau vape. Bentuk dan merek rokok elektrik dan vape banyak varian dan banyak merek. JUUL termasuk merek rokok elektrik atau vape yang saat ini naik daun.\u00a0<\/p>\n\n\n\n

Ada yang mengatakan bahwa tak tepat membandingkan rokok tembakau dengan rokok elektrik. Ya benar tak tepat, karena rokok elektrik atau vape resikonya sangat tinggi. Sedang rokok tembakau resikonya kecil, apa lagi rokok kretek mungkin resikonya sangat kecil sekali terhadap tubuh. Alasannya, munculnya rokok kretek bertujuan untuk pengobatan sakit bengek, dan tujuannya berhasil. Hingga banyak orang melakukan pemesanan rokok kretek saat itu, rokok kretek belum sebagai industri besar masih bersifat rumahan,  keadaan tersebut sekitar abad 19. <\/p>\n\n\n\n

Dalam studi ini, tim peneliti menemukan bukti efek toksik pada sel-sel yang melapisi pembuluh darah dan melindungi jantung. Beberapa bukti tersebut termasuk di antaranya gangguan pada fungsi sel dan munculnya tanda-tanda peradangan. Para peneliti mengamati bagaimana respons sel saat bersentuhan dengan cairan rokok elektrik. Efek yang paling kentara terlihat pada cairan dengan rasa kayu manis.<\/p>\n\n\n\n

Baca: Riset Kesehatan Rokok Elektrik<\/a><\/p>\n\n\n\n

Sekelompok ahli kardiovaskular dari University of Massachusetts menganjurkan peneliti agar melakukan uji rokok elektrik atau vape lebih yang beraroma. Karena sumsi sementara, produk vape atau rokok elektrik yang beraroma dan punya pilihan rasa lebih berbahaya dari pada rokok vape natural. Namun yang banyak beredar dipasaran, justru yang beraroma dan berasa buah-buahan, dari pada yang natural. <\/p>\n\n\n\n

Studi pada 2018 lalu menunjukkan, penggunaan rokok elektrik harian berisiko terhadap serangan jantung, meski dengan probabilitas yang lebih rendah daripada perokok tembakau. Menurut dr Lawrence Phillips pakar kardiovaskular NYU Langone Health mengatakan \u201cKita melihat semakin banyak bukti bahwa rokok elektrik berhubungan dengan peningkatan risiko serangan jantung\u201d.<\/p>\n\n\n\n

Dari hasil pakar dan hasil studi di atas menegaskan bahwa keberadaan rokok vape atau rokok elektrik, resikonya sangat besar. Bahan utama rokok vape atau elektrik yang paling besar memberikan efek negatif pada tubuh manusia adalah cairan perasa. Akibat cairan perasa dalam rokok elektrik  atau vape termasuk merek JUUL beresiko terjadi peradangan, terjangkit penyakit jantung dan paru-paru akut, selanjutnya berakibat kematian. <\/p>\n\n\n\n

Untuk itu, demi masa depan bangsa Indonesia harusnya ada regulasi pelarangan peredaran rokok elektrik atau vape yang nyata-nyata telah ada kasus dengan didukung beberapa riset dan studi tentang konten rokok elektrik atau vape, yang hasilnya mempunyai resiko tinggi dapat menyebabkan penyakit berujung kematian.         
<\/p>\n","post_title":"Perokok Elektrik Berisiko Besar Terjangkit Penyakit Mematikan","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"perokok-elektrik-berisiko-besar-terjangkit-penyakit-mematikan","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-08-28 09:40:09","post_modified_gmt":"2019-08-28 02:40:09","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5999","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5979,"post_author":"877","post_date":"2019-08-21 09:57:26","post_date_gmt":"2019-08-21 02:57:26","post_content":"\n

Pemerintah berencana akan menerbitkan aturan simplifikasi layer cukai pada Oktober-Desember 2019. Jika benar terjadi, tindakan pemerintah itu sama saja membunuh secara perlahan industri kretek nasional. <\/p>\n\n\n\n

Jika dipikir-pikir, kebijakan simplifikasi layer cukai sangat menguntungkan industri rokok asing. Lalu apa bedanya pemerintah dengan LSM\/NGO yang getol memerangi peredaran rokok?. Nyatanya sama-sama ditunggangi kepentingan asing. Bedanya mungkin, pemerintah ditunggangi kepentingan industri rokok investor asing, kalau LSM\/NGO antirokok ada kepentingan farmasi yang berpusat di Amerika. Tapi jika dirunut dengan teliti, dua kepentingan asing tersebut yang terlihat beda, ada kemungkinan mengerucut pada satu titik yang sama. Tak lain membunuh rokok kretek asli Indonesia.<\/p>\n\n\n\n

Sebelum masuk ranah penjelasan yang sederhana tentang simplifikasi layer CHT, dampak yang ditimbulkan dan maksudnya. Terlebih dahulu perlu diuraikan makna simplifikasi, layer dan cukai secara berkesinambungan. Simplifikasi punya arti penyederhanaan, awalnya banyak dijadikan lebih sedikit, kecil, ramping dan ringkas. Tentunya, cara yang harus ditempuh dalam penyederhaan bisa jadi menggabungkan, bisa jadi dibuang\/dipotong salah satu, bisa jadi kedua-duanya dijalankan. Hubungan simplifikasi dengan industri rokok, penjelasannya di belakang setelah uraian tentang layer dan cukai.<\/p>\n\n\n\n

Layer bisa disebut dengan ungkapan lapisan, golongan, kelas, dan mungkin bisa dikatakan tingkatan. Varian rokok banyak sekali; ada rokok putih atau disebut sigaret putih mesin (SPM), ada sigaret kretek mesin (SKM), Ada sigaret kretek tangan (SKT). Ada rokok filter (ada busa) dan non filter (tidak ada busa). Ada juga rokok bercengkeh disebut kretek dan non cengkeh (tembakau saja) disebut putihan. Ada lagi rokok kretek dinamakan mild. Dari varian tersebut dibagi menjadi beberapa layer atau golongan, untuk penyesuaian pembayaran pajak cukai. Untuk mempermudah pemahaman, layer dibahasakan sebagai golongan industri rokok besar, menengah dan kecil. Sedangkan, cukai adalah pungutan pemerintah sebagai pajak. <\/p>\n\n\n\n

Nah, kira-kira uraian maknanya perkata sudah jelas. Sekarang uraian tersebut dihubungkan semua dengan rencana pemerintah kedepan untuk pungutan pajak rokok. Rencana pemerintah yang dimaksud simplikasi layer CHT, ingin menyederhanakan atau menggabungkan antara SPM dan SKM, dilebur manjadi satu golongan. Aslinya dibedakan, karena memang berbeda. SPM lebih tinggi pungutan pajaknya dari [ada SKM. SPM bukan asli produk Indonesia dan cenderung impor, dan yang punya bukan pribumi. Bahan bakunyapun tidak menggunakan tembakau Indonesia. Sangat jauh berbeda dengan SKM, industri yang padat karya dan menggunakan bahan baku lokal. Dan yang paling istimewa perbedaannya, tak lain adalah kemunculan SKM diciptakan oleh pribumi dengan mencampur tembakau dan cengkeh dalam satu batang rokok. Kemudian rokok cmpuran tersebut dinamai kretek. <\/p>\n\n\n\n

Rokok kretek terus berkembang dan inovatif seperti penjelasan di atas, ada filter, non filter, mesin, tangan, mild dan klobot. Kretek klobot tidak bercukai, karena keberadaannya hampir punah, sedikit sekali pabrikan membuat jenis klobot. Klobot satu-satunya rokok yang memakai bungkus daun jagung yang telah dikeringkan, kemudian di ikat pakai benang. Sehingga untuk kretek klobot ada pengecualian, tidak masuk dalam kategori jenis kretek di atas. <\/p>\n\n\n\n

Semua jenis kretek saat ini diproduksi oleh industri. Secara sederhana industri terbagi tiga macam, industri besar, menengah dan kecil. Paling kecil kategori industri kretek, telah mempunyai gudang untuk operasi pembuatan rokok kretek dengan luas minimal 200m2<\/sup>. Jadi, sekarang ini tidak ada lagi industri rokok kretek skala rumahan (home industri) seperti dulu lagi. <\/p>\n\n\n\n

Dari penjelasan di atas, sekarang sudah paham varian jenis rokok kretek asli produk Indonesia. Apapun bentuknya, jika rokok menggunakan campuran tembakau dan cengkeh itulah dinamakan rokok kretek, termasuk jenis mild. Dewasa ini jenis mild sangat disukai dipasaran. Hingga semua industri berlomba-lomba bikin mild. Munculnya mild tidak lain karena tuntutan dari aturan pemerintah yang membatasi nikotin dan tar. Sehingga konten tembakau mild lebih banyak memakai tembakau jenis Virginia. <\/p>\n\n\n\n

Jangan salahkan industri\/pabrikan jika makin lama kuota impor tembakau naik. Karena dibentuk oleh aturan pemerintah dan peningkatan permintaan pasar mild. Kalau begitu yang salah siapa? tentunya pemerintah yang membuat aturan low nikotin dan tar. Sulit sekali tembakau lokal untuk memenuhi batasan low nikotin dan tar sesuai aturan pemerintah. Pada akhirnya mau tidak mau industri\/pabrikan membutuhkan tembakau jenis Virginia yang sulit tumbuh dengan baik di bumi nusantara ini. Lalu apa yang dilakukan industri\/pabrikan rokok, ya impor lah. Tapi industri\/pabrikan masih sangat membutuhkan tembakau lokal. Selain sebagai bahan campuran rokok kretek mild, tembakau lokal dibuat memproduksi rokok bukan mild. <\/p>\n\n\n\n

Untuk rokok kretek mild, semuanya diproduksi memakai mesin, sedangkan selain mild ada yang pakai mesin ada yang pakai tangan. Dengan isu simplikasi layer CHT SPM dan SKM, ada dua kemungkinan. Pertama; bisa jadi SPM diturunkan levelnya disesuaikan dengan SKM. Kedua; atau SKM dinaikkan levelnya sesuai SPM. Keduanya sangat merugikan industri kretek asli produk Indonesia berupa SKM. Kalau yang pertama, keuntungan SPM (industri asing) harganya disamakan SKM, sehingga persaingan penjualan dipasaran relatif mudah, sehingga SKM sangat dirugikan. Jika demikian, pemerintah tidak melindungi industri nasional (lokal), dengan meliarkan persaingannya dipasaran sangat ketat. <\/p>\n\n\n\n

Kemungkinan yang kedua, juga demikian, sangat merugikan SKM, karena levelnya naik mengikuti SPM. Jika demikian, sangat memberatkan SKM, apalagi pangsa rokok kretek ditahun-tahun terakhir ini merosot tajam penjualannya. Kemerosotan penjualan rokok kretek juga pengaruh dari kebijakan pemerintah dan oknum (anti rokok) yang selalu merecoki industri kretek, seperti pungutan cukai naik,  pelarangan iklan, membuat isu yang dibuat-buat tanpa dasar dan lain sebagainya. Apakah keadaan industri kretek nasional saat ini, pemerintah masih memejamkan mata dan akan memberlakukan simplikasi layer CHT?. Jika demikian, sama saja pemerintah membunuh industri\/pabrikan kretek nasional dengan pelan-pelan. <\/p>\n\n\n\n

Jangan salahkan industri\/pabrikan rokok kretek jika pelan-pelan merumahkan karyawannya karena merugi bahkan tidak beroperasi. Jika pembelian bahan baku rokok kretek (tembakau dan cengkeh) menurun dan ribuan juta petani merugi, dan masih banyak lagi efek dampaknya ke segala lini yang menggantungkan hidupnya berhubungan dengan sektor pertembakauan. Pemerintah harus bertanggungjawab atas dampak tersebut, jangan asal cuci tangan jika dampak negatif terjadi. Karena pemerintahlah yang bikin aturan. <\/p>\n\n\n\n

Untuk itu, kedepan pemerintah harus hati-hati dan jeli dalam memutuskan dan memberlakukan kebijakan untuk kepentingan sektor pertembakauan. Karena, yang sudah-sudah, kebijakan pemerintah pada sektor pertembakauan tidak mengakomodir kepentingan industri nasional, cenderung mengakomodir kepentingan industri asing. Baik pemerintah, industri kretek, petani tembakau dan cengkeh serta masyarakat Indonesia harus berdaulat, saling menjaga dan saling melindungi untuk kepentingan bersama, menjadi bangsa yang besar dan kuat tanpa disetir Negara lain (asing). Inilah makna kemerdekaan yang sesungguhnya di era melenial.
<\/p>\n","post_title":"Kebijakan Simplifikasi Layer Cukai Adalah Rencana Pembunuhan terhadap Kretek","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"kebijakan-simplifikasi-layer-cukai-adalah-rencana-pembunuhan-terhadap-kretek","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-08-21 09:57:34","post_modified_gmt":"2019-08-21 02:57:34","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5979","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5956,"post_author":"877","post_date":"2019-08-14 11:00:51","post_date_gmt":"2019-08-14 04:00:51","post_content":"\n

Komisioner Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) Sitty Hikmawatty sesat pikir saat mengatakan bahwa program audisi beasiswa bulutangkis sebagai ajang ekploitasi anak. KPAI mempermasalahkan tulisan Djarum di kaos olahraga, karena sebagai ajang promosi brand rokok. Disini KPAI gagal faham membedakan antara Djarum Foundation dan Djarum industri rokok. <\/p>\n\n\n\n


Djarum Foundation sebagai wujud bhakti terhadap Bangsa dan Negara, sehingga prakteknya Djarum Foundation mengeluarkan uang, bukan mencari keuntungan. Ketika dikatakan sebagai ajang promosi produk rokok, sudah ditampik dan sudah dijelaskan secara detail pengurus Djarum Foundation, bahwa program yang dijalankan jauh dari niatan promosi produk rokok. Kalaupun ada tulisan Djarum di kaos olahraga, memang sejarahnya dari dulu sebagai nama clubnya. <\/p>\n\n\n\n


Sitty Hikmawatty sebagai komisioner KPAI, harusnya cerdas menyikapi hal tersebut. Harusnya ada apresiasi pada Djarum yang sadar akan kewajibannya, andil dalam pengembangan bakat bagi anak-anak. Dan apa yang telah dilakukan Djarum Foundation tidaklah mudah, membutuhkan tenaga dan matriil begitu besar. Sekarang pertanyaannya, siapa dan industri pribumi mana yang berani melakukan seperti itu?, bahkan KPAI pun tidak akan berani membuat program pencarian bakat secara intensif dan masif. <\/p>\n\n\n\n


KPAI harusnya faham makna perlindungan bagi anak, jangan hanya dimaknai secara sempit, semisal anak juga butuh perlindungan dari kebodohan dan kebutuhan lain yang sifatnya sangat mendesak. Nyatanya masih banyak anak \u2013anak yang tidak sekolah karena tidak mampu, masih banyak anak-anak yang hidup terlantar di Jalan, masih banyak anak-anak sebagai obyek makanan ringan yang bahannya membahayakan bagi tubuh. Dimana dan apa yang sudah dilakukan KPAI untuk melindungi anak tersebut?. Masih banyak masalah anak yang sangat penting dan krusial harus dikerjakan KPAI, dari pada mengurusi tulisan club Djarum dalam program audisi Djarum Foundation.<\/p>\n\n\n\n


Belum lagi, katanya KPAI akan mengambil langkah mengundang Kepala Daerah, dimana kotanya dibuat ajang audisi tersebut. Kalau nanti benar terjadi, menandakan kinerja KPAI tidak efektif. Masalah anak yang paling penting tidak terurus, dan selalu bergejolak di masyarakat kelas bawah. Sekali lagi seperti tidak sekolah karena orang tuanya tidak mampu atau orang tuanya meninggal dunia, walaupun sekolah katanya gratis, akan tetapi dampak lain timbul seperti halnya masalah ekonomi, akhirnya anak-anak mendingan cari uang untuk hidup sehari-hari dari pada sekolah. Anak-anak suka beli jajan (makanan ringat) di toko maupun dipinggir jalan yang mengandung bahan membahayakan bagi pertumbuhan anak. Di perempatan jalan atau lampu merah banyak anak-anak yang hidupnya menggelandang tanpa tujuan. Ini riil dan nyata di hadapan mata kita tiap hari. <\/p>\n\n\n\n


Tapi anehnya KPAI saat ini malah lebih intens mengurusi hal yang tidak penting degan melarang audisi pencarian bakat bulutangkis oleh Djarum Foundation. KPAI cenderung gagal faham dalam memahami, menafsiri, dan mensikapi hal tersebut. Anehnya lagi, apa yang dilakukan KPAI sampai ngotot. <\/p>\n\n\n\n


Kalau mau melarang program audisi Djarum Foundation, tunjukkan dulu KPAI punya program pencarian bakat seperti Djarum Foundation lakukan. Jangan seenaknya KPAI, melarang-larang tanpa solusi konkret dengan dalil perlindungan. Lucunya, KPAI dengan dalil perlindungan anak mengatakan, audisi pencarian bakat bulutangkis yes, ajang promosi no. Kalau dipahami, KPAI ingin audisi Djarum Foundation tetap jalan, tapi tulisan Djarum dihilangkan. Ini sama saja, tidak boleh menulis atau memaparkan nama club. Sedangkan pencantuman nama club sangat penting sebagai identitas dan jati diri. <\/p>\n\n\n\n


Kegiatan perlindungan untuk anak adalah pekerjaan yang sangat mulia kalau benar-benar dilakukan. KPAI, sebagai lembaga dengan memapang langsung tulisan perlindungan anak akan lebih mulia jika programnya konkret. Seperti lembaga sekolah negeri atau swasta, tanpa memakai kata-kata perlindungan, sekolah tersebut mendidik anak melindungi anak dari kebodohan untuk kesiapan masa depan. Audisi pencarian bakat bulutangkis Djarum Foundation pun demikian, kegiatannya konkret menyiapkan atlet olahraga bulutangkis. Dan apa yang telah dilakukan Djarum Foundation dengan audisinya sangat beda dari bentuk promosi. Berbeda dengan pelibatan anak-anak untuk promosi produk, murni tujuannya agar produknya laku. Apalagi produk yang ditawarkan untuk kebutuhan anak. Contohnya banyak sekali beredar iklan-iklan yang terpampang di pinggir jalan, di media sosial, bahkan di stasiun televisi, hal ini kayaknya lolos dari bahasan KPAI.<\/p>\n\n\n\n


Belum lagi, tanpa disadari lembaga KPAI juga menumpang hidup dari anak-anak. Kemana-mana membawa nama anak-anak untuk kegiatannya, bahkan sampai untuk menggalang donasi. Namun kegiatan yang betul-betul sangat dibutuhkan anak-anak belum atau bahkan tidak tersasar dan tidak menjadi prioritas. Sehingga, program KPAI untuk perlindungan anak dipastikan tidak efektif. Buktinya, KPAI membuat masalah yang sederhana dibuat rumit, seperti mempermasalahkan tulisan Djarum sebagai club dalam ajang audisi pencarian bakat Djarum Foundation Bhakti Olahraga. Jelas-jelas untuk kepentingan masa depan anak, dengan meningkakan minat dan bakat anak dalam olahraga atas dasar suka dan tidak ada paksaan.
Kata kunci pendidikan bagi anak adalah bermain, senang atau suka, sesuai keinginan, dan untuk bekal hidup selanjutnya. Jika KPAI mempermasalahkan tulisan club Djarum, yang dianggap sebagai ajang promosi dan ekploitasi anak, alasan tersebut tidak benar dan tanpa dasar. Seperti halnya penjelasan di atas, audisi pencarian bakat bulutangkis Djarum Foundation, jauh dari promosi dan ekploitasi. Tujuan utama audisi tidak lain memberikan bekal dan pendidikan bagi anak sesui keinginannya, anak belajar dengan senang, gembira, dan bermain. <\/p>\n\n\n\n


Jika kemudian KPAI dan lembaga lain yang mengatasnamakan peduli anak, melarang kegiatan audisi pencarian bakat olah raga bulutangkis yang dilakukan Djarum Foundation, sama dengan menghalangi anak Indonesia mengembangkan minat dan bakatnya sesuai keinginan, menghalangi anak Indonesia belajar sambil bermain dan gembira, menghalangi anak Indonesia untuk mendapatkan bekal hidup selanjutnya, menghalangi anak Indonesia untuk mewujudkan cita-cita. Apa yang dilakukan KPAI dan lembaga lain tersebut, sangat bertentangan dengan cita-cita Bangsa, dan cita-cita pendidikan bagi anak di Indonesia. <\/p>\n","post_title":"Sesat pikir KPAI Melarang Audisi Pencarian Bakat Bulutangkis Anak-Anak","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"sesat-pikir-kpai-melarang-audisi-pencarian-bakat-bulutangkis-anak-anak","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-08-14 11:00:58","post_modified_gmt":"2019-08-14 04:00:58","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5956","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5949,"post_author":"877","post_date":"2019-08-12 08:28:29","post_date_gmt":"2019-08-12 01:28:29","post_content":"\n

Kurban tidak semata-mata hanya menyembelih hewan, dibaliknya ada kisah indah yang bisa sebagai bahan renungan dan pengingat bagi semua. Pada kisah qurban, terdapat peran anak usia dini yang akhirnya dikenang umat Islam sedunia sepanjang masa dan juga dapat mengangkat harkat martabat keluarganya dihadapan Tuhan. Selama anak suka bahkan bahagia menjalankan perannya untuk kepentingan dirinya sendiri kedepan dan mengangkat harkat martabat keluarganya dengan bimbingan yang baik, maka hal tersebut sah-sah saja tidak ada larangan.\u00a0<\/p>\n\n\n\n

Kemarin, pada tanggal 11 Agustus 2019 hari Minggu, tepatnya pada tanggal 10 dzulhijjah 1440 M., dipagi hari umat Islam terlihat berbondong-bondong ada yang ke masjid ada yang kelapangan, tidak lain menjalankan ibadah sholat Idul Adha, atau biasa disebut hari raya qurban. Selain melakukan sholad, umat Islam merayakannya dengan menyembelih hewan qurban, seperti unta tradisi di Timur Tengah, sedangkam di Indonesia menyembelih sapi atau kerbau. Khusus di Kudus kota Kretek rerata menyembelih kerbau, sapi bagi sebagian besar masyarakat Kudus tidak mau menyembelih. Cerita yang beredar di masyarakat turun menurun, pelarangan menyembelih sapi sejak zaman kewalian yaitu Sunan Kudus sebagai penghormatan terhadap agama lain yang beranggapan hewan sapi sebagai hewan yang suci.<\/p>\n\n\n\n

Kembali ke Idul Adha, diceritakan oleh para Ulama\u2019 ada kisah tentang Nabi Ibrahim yang akan mengorbankan putranya yang masih kecil namanya Ismail (besarnya menjadi Nabi). Ceritanya Nabi Ibrahim saat tidur bermimpi, ia diperintah Tuhan untuk menyembelih putranya bernama Ismail. Saat bangun, ia merenung, berfikir sambil bertanya dihati, benarkah ini perintah Tuhan?. Kali pertama mimpinya ini, ia masih ragu antara benar perintah Tuhan atau tidak. Mimpi yang direnungkan dan difikir terjadi pada malam tanggal 08 dzulhijjah,disebut hari tarwiyah<\/em>.\u00a0<\/p>\n\n\n\n

Baca: Tinjauan Kritis Atas Larangan Iklan dan Sponshorship dengan Mencantumkan Logo, Brand Image, dan Identitas CSR Sebuah Perusahaan<\/a><\/p>\n\n\n\n

Pada malam tanggal 09 dzulhijjah Nabi Ibrahim mimpi lagi dengan perintah yang sama. Mimpi kali kedua, Nabi Ibrahim merasa yakin kalau benar-benar perintah Tuhan. Pada mimpi kedua disebut hari arafah<\/em>. Pada tanggal 10 dzulhijjah, hari Nabi Ibrahim melaksanakan perintah Tuhan untuk menyembelih Ismail (putranya), yang kemudian disebut  hari nakhr <\/em>(biasa disebut nahar bagi orang Indonesia). <\/p>\n\n\n\n

Cerita KH. Sya\u2019roni, saat pagi hari pada tanggal 10 dzulhijjah Nabi Ibrahim menyuruh istrinya bernama Siti Hajar (ibu kandung Ismail) untuk memandikan Ismail setelah itu memakaikan pakaian yang bagus-bagus, dengan alasan mau diajak jalan-jalan. Siti Hajar melaksanakan sesuai perintah suaminya, sembari menunggu istrinya selesai, Nabi Ibrahim mengasah pisaunya\/pedangnya. <\/p>\n\n\n\n

Ismail sudah siap, diajaklah jalan jalan bapaknya (Nabi Ibrahim) menuju bukit Mina di Makkah, dengan niatan mau disembelih sesui perintah Tuhan. Di tengah perjalanan, Nabi Ibrahim dihadang iblis yang berwujud manusia, dengan mengatakan Ibrahim, anakmu itu ganteng, tega kamu sembelih, urungkan niatmu. Nabi Ibrahim tidak menjawab, malah mengambil batu kecil 7 butir, kemudian batu kecil tersebut dilemparkan ke arah iblis tersebut, sambil mengatakan, pergi kamu Iblis. Nabi Ibrahim tetap melanjutkan perjalannya, dan dihadang Iblis lagi kali kedua, Nabi Ibrahim mengambil batu kecil lagi dilempar ke iblis. Kemudian Nabi melanjutkan perjalannya, dihadang iblis lagi kali ketiga, seperti penghadangan yang pertama dan kedua, Nabi mengambil batu kecil dan dilemparkan ke arah iblis, lalu Nabi Ibrahim lanjut lagi. Inilah cerita, yang menjadi cikal bakal adanya jumroh ula, jumroh wustho dan jumroh aqobah. Tiap ibadah haji jumroh ini harus diperagakan seperti halnya apa yang telah dilakukan Nabi Ibrahim dengan maksud melawan dan melempar iblis dengan batu agar tidak mengganggu..  <\/p>\n\n\n\n

Sesampainya di puncak bukit Mina, Nabi Ibrahim menceritakan mimpinya dan mengatakan maksud dan tujuannya mengajak Ismail jalan-jalan. Selesai Nabi Ibrahim cerita, kemudian Ismail berkata pada bapaknya, untuk segera menjalankan perintah Tuhan. Pada saat menyembebelih, pisau\/pedang Nabi Ibrahim tidak bisa melukai kulit Ismail, karena Nabi Ibrahim masih gelisah dan menangis saat melihat wajah Ismail. Kemudian Ismail berkata, mungkin karena bapak melihat wajahku, hingga tidak tega menyembelih, lalu Ismail membalikkan badannya memposisisikan badannya telungkup. Lalau Nabi Ibrahim dengan kesiapan hati melakukan penyembelihan yang kedua, lagi-lagi pisau\/pedangnya tidak mampu melukai kulit leher Ismail. Dengan bingung karena tidak berhasil menyembelih Ismail, turunlah Malaikat Jibril dengan membawa kambing, digantikannya Ismail dengan kambing tersebut. Bersamaan dengan turunnya wahyu Tuhan yang menjelaskan keduanya telah lulus  dari ujian. Kemudian Nabi Ibrahim membaca takbir \u201cAllahu Akbar\u201d<\/em> 3x, disaut Ismail dengan .membaca \u201cLaa ilaaha illahhu wallahu akbar<\/em>\u201d, diakhiri Malikat Jibril dengan bacaan \u201cAllahu Akbar walillahil Hamd<\/em>\u201d, dilanjutkan dengan menyembelih kambing bawaan malaikat jibril.<\/p>\n\n\n\n

Ada cerita lucu setelah Nabi Ibrahim selesai menyembelih kambing, Nabi Ibrahim bertanya pada Ismail, siapa yang paling dermawan diantara kita? Ismail menjawab, saya. Tidak bisa kata Nabi Ibrahim, saya yang paling dermawan, karena akan mngorbankan anak yang kucintai. Ismail berkata, tidak bisa, saya yang dermawan, karena bapak punya dua anak, kalau saya dikorbankan, masih punya anak satu, lalu malaikat berkata, tidak bisa, saya yang dermawan karena saya sudah kehilangan kambing satu.\u00a0\u00a0<\/p>\n\n\n\n

Baca: Kegagalan Lakpesdam PBNU dalam Melihat Produk Tembakau Alternatif<\/a><\/p>\n\n\n\n

Keterangan dalam kitab tafsir  \u201cTanwirul Adhan<\/em>\u201d penjelasan dari surat As-Saffat ayat 102 bahwa usia Ismail saat itu 13 tahun ada juga Ulama\u2019 yang mengatakan umur 7 tahun. ada riwayat lain yang mengatakan umur Ismail saat itu 14 tahun. Pada intinya saat kejadian kisah penyembelihan, Ismail masih usia anak-anak, ia dengan senang hati dan ikhlas, menjalani perannya.  <\/p>\n\n\n\n

Dari sejarah singkat qurban yang ektrim di atas, kira-kira pendapat KPAI apakah mendukung apa yang telah di lakukan Nabi Ibrahim?, atau sebaliknya mendukung Iblis yang menghalangi Nabi Ibrahim yang akan menjalankan kewajibannya sebagai hamba?. Saya yakin KPAI akan mendukung Nabi Ibrahim, tidak mendukung langkah Iblis. 
<\/p>\n\n\n\n

Walaupun ktidak persis, tapi hampir mirip kisah qurban diatas dengan audisi oleh Djarum Foundation yang melibatkan. Program audisi bulutangkis usia anak-anak Djarum Foundation, tidak lain ikut serta program pemerintah dalam mencerdaskan bangsa melalui pencarian bakat sedini mungkin. Anak-anak yang berbakat bulutangkis tentunya yang terjaring dalam audisi, dididik dengan penuh semangat oleh Djarum Foundation Bhakti olahraga. Buktinya, anak-anak tersebut disekolahkan formal, dilatih bulu tangkis dengan disiplin dan penuh tanggungjawab, tanpa dipungut biaya apapun, bahkan semua kebutuhan anak-anak tercukupi dengan baik. Pola didiknya, seperti pola pendidikan sekolah lainnya, anak-anak dididik dan diajar agar berpretasi, setidaknya punya pengetahuan, pengalaman dan keahlian sebagai bekal masa depan. Disisi lain, ternyata anak-anak yang terjaring audisi merasa sangat gembira, senang dan bangga bisa terpilih. Mereka dapat mengembangkan bakatnya, dan mendapatkan pendidikan sekolah dengan gratis.<\/p>\n\n\n\n

Tujuan utama Djarum Foundation mencari bibit unggul pebulutangkis Indonesia, yang selama ini sebagai salah satu olahraga kebanggaan masyarakat Indonesia atas banyaknya prestasi yang di peroleh. Program Djarum Foundation Bhakti olahraga jauh dari niatan ekploitasi anak untuk promosi, yang ada ekploitasi anak untuk kejayaan olah raga bulutangkis bangsa Indonesia. <\/p>\n\n\n\n

Juga, program Djarum Foundation audisi bulutangkis adalah salah satu bentuk kesadaran dan kewajibannya membangun bangsa dengan melibatkan anak-anak. Lalu apa yang salah dari Djarum Foundation Bhakti Olahraga, jelas-jelas telah menghibahkan fasilitas, pikiran hingga dana untuk kepentingan kejayaan bangsa Indonesia, melalui olahraga. Pemerintah harus mendukung program tersebut, begitupun KPAI. KPAI jangan sampai menjadi penghalang, seperti halnya penghalang Nabi Ibrahim dalam kisah di atas.  
<\/p>\n","post_title":"Refleksi Kisah Kurban sebagai Bahan Pengingat KPAI","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"refleksi-kisah-kurban-sebagai-bahan-pengingat-kpai","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-08-12 08:30:31","post_modified_gmt":"2019-08-12 01:30:31","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5949","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5936,"post_author":"877","post_date":"2019-08-06 10:53:42","post_date_gmt":"2019-08-06 03:53:42","post_content":"\n

Masalah peredaran rokok di Indonesia, pemerintah cenderung mengambil langkah aman. Sudah saatnya pemerintah harus tegas menentukan sikap pelarangan atau membolehkan peredaran rokok di tengah-tengah masyarakat. <\/p>\n\n\n\n

Sikap pemerintah sampai saat ini menimbulkan pro dan kontra. Di satu sisi pemerintah melalui Kementrian Kesehatan membuat aturan pembatasan dan pelarangan beredarnya rokok, bahkan melarang adanya iklan rokok dan mengatur packaging<\/em> dengan bermacam gambar dan peringatan yang menggelian. Di sisi lain, pemerintah mendorong peningkatkan pendapatan Negara, mendorong peningkatan ekonomi rakyat, mendorong peningkatan produktivitas rakyat dan daya saing di pasar internasional, dan mendorong pengentasan kemiskinan.<\/p>\n\n\n\n

Sekarang, efek sikap pemerintah di atas meluas kemana-mana, mulai dari isu penyederhanaan layer atau penggabungan golongan industri rokok, isu pelarangan iklan rokok di media sosial karena pengguna media sosial banyak anak-anak, sampai pada pelarangan audisi pencari bakat bulu tangkis yang dilakukan Djarum Foundation dengan alasan ekploitasi anak. Ini semua adalah beberapa agenda untuk pengendalian rokok dan tembakau di Indonesia yang alasannya sudah dipatahkan dengan data yang lebih akurat.<\/p>\n\n\n\n

Semisal, yang pro dapat menceritakan dan meruntutkan agenda pengendalian rokok dan tembakau di Indonesia sebagai agenda politik dagang internasional. Semua program pengendalian rokok dan tembakau di Indonesia mengadopsi dari program World Health Organization (WHO) organisasi program dunia yang mendapatkan sokongan dana dari industri farmasi.\u00a0<\/p>\n\n\n\n

Baca:
Ada Campur Tangan Bloomberg dalam Surat Edaran Menkes terkait Pemblokiran Iklan Rokok <\/a><\/p>\n\n\n\n

WHO tidak semata-mata bertujuan demi meningkatkan taraf kesehatan penduduk. Di sini WHO sebagai ujung tombak industri farmasi. Terjadi peralihan di lingkup kesehatan, dimana dokter dan ilmuwan kesehatan dikuasai perusahan obat (farmasi). Tujuan utamanya tidak lain untuk merebut pasar nikotin dunia, dan menggantikan pemanfaatan nikotin alami dari tembakau dengan produk rekayasa nikotin yang telah dikantongi hak patennya. Keterlibatan WHO memuluskan tujuan industri farmasi tersebut dengan mendorong negara-negara di dunia untuk memberlakukan kebijakan sesuai kerangka kesehatan, tanpa mempertimbangkan peran sosial, ekonomi, politik dan budaya. Walaupun alasan kesehatan yang dibangun ternyata tidak 100% benar dan terkesan dipaksakan. Negara yang menjadi sasaran utama adalah Negara yang berkembang, seperti Indonesia, China, Bangladesh, India, Rusia, Mesir, Thailand, Filipina dan Brazil. <\/p>\n\n\n\n

Untuk menguasai pasar nikotin di dunia, industri farmasi mendapatkan sokongan dana dari bloomberg initiative. Karena salah satu direktur dari persekutuan perusahaan farmasi dunia bernama William R. Brody punya kedekatan dengan bloomberg initiative, selain teman karib juga posisinya sebagai penasehat. <\/h4>\n\n\n\n

Tidak mengherankan jika pendukung program pengendalian rokok dan tembakau di Indonesia mendapatkan sokongan dana dari bloomberg initiative termasuk lembaga yang bergerak untuk perlindungan anak, salah satunya Komnas Perlindungan Anak Indonesia (KPAI). Apapun bentuk lembaganya, selama mendapatkan kucuran dana bloomberg initiative, program utamanya harus sinergi dengan program bloomberg initiative dan rezim kesehatan dunia (WHO) yaitu pengendalian tembakau dan rokok, terutama rokok kretek asli Indonesia.<\/p>\n\n\n\n

Ada sekitar lebih dari 20an lembaga di Indonesia mendapatkan sokongan dana langsung maupun tidak langsung dari bloomberg initiative. Lembaga-lembaga tersebut bervarian, ada lembaga yang bergerak dalam pendidikan, bergerak pemberantasan korupsi, bergerak dalam kesehatan, bergerak perlindungan konsumen, bergerak melindungi anak, bahkan sampai pada lembaga agama. Numun pada intinya leading sector<\/em> yaitu sektor potensial yang dapat\u00a0menggerakkan agenda pengendalian tembakau dan rokok di Indonesia ada pada rezim kesehatan dalam hal ini Kementerian Kesehatan. Dengan menggunakan dalil kesehatan yang mulia, agenda bloomberg initiative dan farmasi berselancar dengan baik di Indonesia. \u00a0<\/p>\n\n\n\n

Baca:
Tinjauan Kritis Atas Larangan Iklan dan Sponshorship dengan Mencantumkan Logo, Brand Image, dan Identitas CSR Sebuah Perusahaan<\/a> <\/p>\n\n\n\n

Isu kuat saat ini yang beredar untuk agenda pengendalian tembakau dan rokok di Indonesia salah satunya, KPAI melarang audisi pencarian bakat bulu tangkis sejak dini yang dilakukan Djarum Foundation dengan alasan ekploitasi anak, Kementerian Kesehatan dan KPAI melarang adanya iklan di media sosia karena akan mengakibatkan bertambahnya perokok pemula, penggabungan golongan industri rokok atau penyederhanaan layer tarif cukai rokok yang intinya pengurangan terhadap industri rokok kretek, menaikkan cukai rokok untuk mengurangi peredaran rokok, dan korelasinya rokok dengan kemiskinan bertujuan agar ada kebijakan menghalau laju industri rokok kretek. <\/p>\n\n\n\n

Pemerintah dalam hal ini harus tegas mengambil sikap, untuk kepastian dan masa depan industri rokok kretek asli Indonesia. Dimana sejarah penemuan rokok kretek tidak lain untuk pengobatan yang dilakukan H. Djamhari sebagai obat sakit bengeknya. Karena rokok kretek adalah campuran tembakau dan cengkeh, berbeda dengan rokok non kretek yang hanya memakai tembakau saja. Selama ini, belum ada uji atau riset bahwa rokok kretek berkorelasi signifikan terhadap timbulnya penyakit yang dituduhkan. Kalau menjadi salah satu bagian kecil penyebab penyakit, tentunya ya dan bukan faktor penyebab utama. Itu seperti halnya barang-barang lain yang dikonsumsi manusia secara berlebihan dan hidup tidak seimbang. Termasuk makan nasi, mengkonsumsi gula dan mengkonsumsi lainnya secara berlebihan, tanpa diimbangi olah raga dan istirahat yang cukup. <\/p>\n\n\n\n

Selain itu, posisi industri kretek sangat stategis bagi bangsa Indonesia. Industri kretek membuktikan tetap bertahan setidaknya lebih dari 130 tahun. Disaat industri lain tumbang di zaman kolonial, industri kretek tetap eksis memberikan penghidupan masyarakat Indonesia. Bahkan tergolong industri yang peka zaman, dengan memberikan kontribusi yang sangat besar. Menghidupi setidaknya 6.1 juta jiwa petani cengkeh yang tersebar di 30 provinsi, petani tembakau yang tersebar di 15 provinsi. Menghidupi ribuan karyawan yang bekerja di industri kretek. Mempunyai multiplier<\/em> <\/em>effect<\/em> ke sektor perokonomian lainnya yang berada di sekitar industri kretek. <\/p>\n\n\n\n

Keberadaan industri kretek berkontribusi adanya hak jaminan sosial dan corporate social responsibility<\/em> (CSR), seperti halnya jaminan kesehatan, bhakti pendidikan, bhakti budaya, bhakti olahraga, bhakti lingkungan dan lain sebagainya. Berkontribusi pendapatan Negara melalui setoran cukai, berkontribusi bagi kesehatan publik dari alokasi dana bagi hasil cukai hasil tembakau (DBH-CHT) untuk sarana kesehatan dan pembayaran defisit Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS).  <\/p>\n\n\n\n

Selain itu, adanya industri kretek sebagai cermin kemandirian dan kedaulatan bangsa, karena sebagai pemenuhan kebutuhan pokok rakyat dalam hal ini pendapatan masyarakat sebagai agenda pemberantasan kemiskinan. <\/p>\n\n\n\n

Dengan pertimbangan di atas, diharapkan pemerintah dalam hal ini Presiden memberikan ketegasan, apakah industri rokok nasional tetap berproduksi atau dilarang berproduksi. Kalau tetap berproduksi, pemerintah secara totalitas harus melindunginya mulai kebijakan sampai pada strategi pemasarannya. Andaikan dilarang beroperasi, pemerintah paling tidak harus berani mempersiapkan lapangan pekerjaan lain bagi petani dan buruh tani cengkeh dan tembakau, buruh industri dan mungkin menata perekonomian akibat multiplier<\/em> <\/em>effect<\/em> keberadaan industri kretek. Dan yang terpenting keberadaan industri kretek, sebagai industri nasional sebagai perwujudan agenda prioritas  tujuan Nawa Cita, sehingga jangan sampai digiring dan diatur kepentingan asing melalui rezim kesehatan sebagai leading sector, <\/em>yang belum tentu benar dan terkesan dipaksakan.  
<\/p>\n","post_title":"Ketika Pemerintah Plin-Plan Membuat Regulasi Terkait Dunia Pertembakauan","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"ketika-pemerintah-plin-plan-membuat-regulasi-terkait-dunia-pertembakauan","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-08-06 10:53:48","post_modified_gmt":"2019-08-06 03:53:48","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5936","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":16},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"epic_block_3"};

\n

Baca: Cacat Pikir KPAI Memaknai Kata Ekploitasi Anak dan Promosi<\/a><\/p>\n\n\n\n

Disela sela nungguin istrinya sakit, ia sering diajak saudaranya jualan sayuran keliling. Nah, walaupun sekarang istrinya sudah sembuh, ia tetap di Jakarta. Sebab dipikirannya, kalau kembali ke Kudus mulai dari awal lagi, mending yang sudah ada didepan mata dijalanin dulu. Nanti pelan-pelan sambil melihat peluang di Kudus, ia pun akan pulang. Obrolan tetap seru, walaupun djarum jam sudah tepat diangka 12.00 malam. Namun domain obrolan lebih pada Djumari sebagai nara sumber, ia menceritakan semua pengalaman dan kejadia yang ia lihat, sampai ia menceritakan berita kalau pabrik Djarum yang dulu pernah ia singgahi, sedang dipermasalahkan KPAI. Memang sebenarnya ia tak paham alur permasalahanya. Tahunya, KPAI gak suka bulu tangkis Djarum berjalan, memusuhi rokok. <\/p>\n\n\n\n

Sebagai orang yang pernah menjadi karyawan Djarum, jadi wajar dan pantas kalau ia membela Djarum, apalagi ia asli Kudus. Saking semangatnya, ia ngomong \u201cnek aku dadi Djarum, tak tuku iku KPAI, paling ora tak lawan\u201d \u201candaikan aku yang punya Djarum, aku beli KPAI, paling tidak dilawan\u201d. Ada yang menyambar omongan, \u201csampek matek kuwe Djum, ogak bakal dadi bos Djarum\u201d \u201csampai mati kamu Djum, tidak akan jadi bos Djarum\u201d haha\u2026\u2026disambut dengan tawa klakaran teman-teman termasuk saya sendiri. Di sela-sela tawa, tuan rumah ngomong \u201cancen gawe gregeten, kenopo Djarum mung meneng, malah ngalah\u201d \u201cbikin gregeten, kenapa Djarum diam dan cenderung mengalah\u201d. <\/p>\n\n\n\n

Nah, ternyata, banyak orang yang sangat simpati dan membela pabrik Djarum, terutama orang Kudus. Rata-rata mereka, tak tahu apa yang harus dilakukan, apa yang harus diperbuat. Sebagai manusia lemah, mereka hanya bisa marah  yang terpendaam dalam hati, dengan melihat kejadian KPAI menyerang Djarum. Coba, andaikan mereka tahu kalau dibelekang KPAI ada kepentingan asing yang mengusik rokok kretek asli Kudus, yang sudah mendarah daging bagi masyarakat Kudus. Pastinya, pembelaanya lebih dari itu, bahkan mungkin mati-matian.
<\/p>\n","post_title":"Cerita di Balik Segelas Kopi untuk Djarum","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"cerita-di-balik-segelas-kopi-untuk-djarum","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-09-03 09:19:00","post_modified_gmt":"2019-09-03 02:19:00","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6014","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5999,"post_author":"877","post_date":"2019-08-28 09:40:02","post_date_gmt":"2019-08-28 02:40:02","post_content":"\n

Direktur Pusat Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Amerika Serikat (CDC), Robert Redfield, mengungkapkan kematian tragis di Illinois memperkuat dugaan karena vape<\/a> atau rokok elektrik. Berita tersebut atas laporan Dinas Kesehatan Illinois yang mengumumkan ada satu pasien yang akhirnya meninggal dunia. Kasus ini kemungkinan jadi kasus pertama kematian akibat penyakit berkaitan dengan vape.
<\/p>\n\n\n\n

Kejadian di atas menjawab keberadaan vape atau rokok elektrik sangat membahayakan. Berbeda dengan resiko rokok kretek, bisa menimbulkan penyakit jika mengkonsumsinya berlebihan atau kebanyakakan, dan hidup tidak seimbang. Misalnya dalam satu hari merokok sampai tiga atau empat bungkus, tanpa makan nasi atau makan-makanan sehat, tanpa olah raga, tanpa minum air putih, selalu didampingi kopi atau teh, istirahatnya kurang dan sebagainya. Maka dipastikan orang tersebut akan jatuh sakit bahkan meninggal dunia.\u00a0<\/p>\n\n\n\n

Baca: Terkuak, Rokok Elektrik Berbahaya bagi Kesehatan<\/a><\/p>\n\n\n\n

Tidak hanya itu, otoritas kesehatan di Amerika Serikat telah berhasil menginvestigasi kemunculan penyakit paru-paru misterius di antara kalangan pengguna rokok elektrik atau vape. Dilaporkan setidaknya ada 195 kasus potensial penyakit paru-paru di 22 Negara karena kena dampak dari vape atau rokok elektrik.
<\/p>\n\n\n\n

Jadi, masyarakat perlu waspada beredarnya vape atau rokok elektrik. Belum lagi, sebetulnya rokok elektrik atau vape, berdampak juga peningkatan perokok anak.\u00a0 Yang menjadi daya tarik bagi anak, selain bentuknya yang elegan, simpel, juga beraroma buah-buahan yang terkemas dalam cairan.<\/strong><\/p>\n\n\n\n

Orang yang mengatakan bahwa vape atau rokok elektrik lebih mensehatkan dari pada rokok kretek, pendapat tersebut sangat keliru. Disampaing efek dari rangkaian listrik dan battre juga cairan dalam rokok elektrik berpengaruh terhadap resiko jantung.  <\/p>\n\n\n\n

Hasil penelitian yang diterbitkan dalam Journal of American College of Cardiology pada Mei lalu ini menambah bukti bahwa cairan rokok elektrik dapat menghambat fungsi sel-sel tubuh yang berperan dalam kesehatan jantung. Cairan dalam vape atau rokok elektrik pada akhirnya merusak sel-sel yang melapisi pembuluh darah. <\/p>\n\n\n\n

Keberadaan vape atau rokok elektrik di pasaran sangat membahayakan bagi orang Indonesia, terlebih pemuda-pemuda, yang banyak memilih merokok vape aatau rokok elektri. Menurutnya, selain bentuk kecil, simpel dibawa dan ada aroma buah-buahan sesuai selera. Akan tetapi dibalik bentuknya yang bagus, menyembunyikan banyak penyakit ketika dikonsumsi.\u00a0<\/p>\n\n\n\n

Baca: Kata Siapa Lebih Sehat? Perokok Elektrik Berisiko Terjangkit Penyakit Kardiovaskular<\/a><\/p>\n\n\n\n

Hingga kini CDC masih melakukan investigasi lebih lanjut, dengan mengimbau agar para dokter mengumpulkan data dan sampel bila menemukan pasien dengan gejala penyakit paru serupa, tentunya akibat rokok elektrik atau vape. Bentuk dan merek rokok elektrik dan vape banyak varian dan banyak merek. JUUL termasuk merek rokok elektrik atau vape yang saat ini naik daun.\u00a0<\/p>\n\n\n\n

Ada yang mengatakan bahwa tak tepat membandingkan rokok tembakau dengan rokok elektrik. Ya benar tak tepat, karena rokok elektrik atau vape resikonya sangat tinggi. Sedang rokok tembakau resikonya kecil, apa lagi rokok kretek mungkin resikonya sangat kecil sekali terhadap tubuh. Alasannya, munculnya rokok kretek bertujuan untuk pengobatan sakit bengek, dan tujuannya berhasil. Hingga banyak orang melakukan pemesanan rokok kretek saat itu, rokok kretek belum sebagai industri besar masih bersifat rumahan,  keadaan tersebut sekitar abad 19. <\/p>\n\n\n\n

Dalam studi ini, tim peneliti menemukan bukti efek toksik pada sel-sel yang melapisi pembuluh darah dan melindungi jantung. Beberapa bukti tersebut termasuk di antaranya gangguan pada fungsi sel dan munculnya tanda-tanda peradangan. Para peneliti mengamati bagaimana respons sel saat bersentuhan dengan cairan rokok elektrik. Efek yang paling kentara terlihat pada cairan dengan rasa kayu manis.<\/p>\n\n\n\n

Baca: Riset Kesehatan Rokok Elektrik<\/a><\/p>\n\n\n\n

Sekelompok ahli kardiovaskular dari University of Massachusetts menganjurkan peneliti agar melakukan uji rokok elektrik atau vape lebih yang beraroma. Karena sumsi sementara, produk vape atau rokok elektrik yang beraroma dan punya pilihan rasa lebih berbahaya dari pada rokok vape natural. Namun yang banyak beredar dipasaran, justru yang beraroma dan berasa buah-buahan, dari pada yang natural. <\/p>\n\n\n\n

Studi pada 2018 lalu menunjukkan, penggunaan rokok elektrik harian berisiko terhadap serangan jantung, meski dengan probabilitas yang lebih rendah daripada perokok tembakau. Menurut dr Lawrence Phillips pakar kardiovaskular NYU Langone Health mengatakan \u201cKita melihat semakin banyak bukti bahwa rokok elektrik berhubungan dengan peningkatan risiko serangan jantung\u201d.<\/p>\n\n\n\n

Dari hasil pakar dan hasil studi di atas menegaskan bahwa keberadaan rokok vape atau rokok elektrik, resikonya sangat besar. Bahan utama rokok vape atau elektrik yang paling besar memberikan efek negatif pada tubuh manusia adalah cairan perasa. Akibat cairan perasa dalam rokok elektrik  atau vape termasuk merek JUUL beresiko terjadi peradangan, terjangkit penyakit jantung dan paru-paru akut, selanjutnya berakibat kematian. <\/p>\n\n\n\n

Untuk itu, demi masa depan bangsa Indonesia harusnya ada regulasi pelarangan peredaran rokok elektrik atau vape yang nyata-nyata telah ada kasus dengan didukung beberapa riset dan studi tentang konten rokok elektrik atau vape, yang hasilnya mempunyai resiko tinggi dapat menyebabkan penyakit berujung kematian.         
<\/p>\n","post_title":"Perokok Elektrik Berisiko Besar Terjangkit Penyakit Mematikan","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"perokok-elektrik-berisiko-besar-terjangkit-penyakit-mematikan","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-08-28 09:40:09","post_modified_gmt":"2019-08-28 02:40:09","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5999","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5979,"post_author":"877","post_date":"2019-08-21 09:57:26","post_date_gmt":"2019-08-21 02:57:26","post_content":"\n

Pemerintah berencana akan menerbitkan aturan simplifikasi layer cukai pada Oktober-Desember 2019. Jika benar terjadi, tindakan pemerintah itu sama saja membunuh secara perlahan industri kretek nasional. <\/p>\n\n\n\n

Jika dipikir-pikir, kebijakan simplifikasi layer cukai sangat menguntungkan industri rokok asing. Lalu apa bedanya pemerintah dengan LSM\/NGO yang getol memerangi peredaran rokok?. Nyatanya sama-sama ditunggangi kepentingan asing. Bedanya mungkin, pemerintah ditunggangi kepentingan industri rokok investor asing, kalau LSM\/NGO antirokok ada kepentingan farmasi yang berpusat di Amerika. Tapi jika dirunut dengan teliti, dua kepentingan asing tersebut yang terlihat beda, ada kemungkinan mengerucut pada satu titik yang sama. Tak lain membunuh rokok kretek asli Indonesia.<\/p>\n\n\n\n

Sebelum masuk ranah penjelasan yang sederhana tentang simplifikasi layer CHT, dampak yang ditimbulkan dan maksudnya. Terlebih dahulu perlu diuraikan makna simplifikasi, layer dan cukai secara berkesinambungan. Simplifikasi punya arti penyederhanaan, awalnya banyak dijadikan lebih sedikit, kecil, ramping dan ringkas. Tentunya, cara yang harus ditempuh dalam penyederhaan bisa jadi menggabungkan, bisa jadi dibuang\/dipotong salah satu, bisa jadi kedua-duanya dijalankan. Hubungan simplifikasi dengan industri rokok, penjelasannya di belakang setelah uraian tentang layer dan cukai.<\/p>\n\n\n\n

Layer bisa disebut dengan ungkapan lapisan, golongan, kelas, dan mungkin bisa dikatakan tingkatan. Varian rokok banyak sekali; ada rokok putih atau disebut sigaret putih mesin (SPM), ada sigaret kretek mesin (SKM), Ada sigaret kretek tangan (SKT). Ada rokok filter (ada busa) dan non filter (tidak ada busa). Ada juga rokok bercengkeh disebut kretek dan non cengkeh (tembakau saja) disebut putihan. Ada lagi rokok kretek dinamakan mild. Dari varian tersebut dibagi menjadi beberapa layer atau golongan, untuk penyesuaian pembayaran pajak cukai. Untuk mempermudah pemahaman, layer dibahasakan sebagai golongan industri rokok besar, menengah dan kecil. Sedangkan, cukai adalah pungutan pemerintah sebagai pajak. <\/p>\n\n\n\n

Nah, kira-kira uraian maknanya perkata sudah jelas. Sekarang uraian tersebut dihubungkan semua dengan rencana pemerintah kedepan untuk pungutan pajak rokok. Rencana pemerintah yang dimaksud simplikasi layer CHT, ingin menyederhanakan atau menggabungkan antara SPM dan SKM, dilebur manjadi satu golongan. Aslinya dibedakan, karena memang berbeda. SPM lebih tinggi pungutan pajaknya dari [ada SKM. SPM bukan asli produk Indonesia dan cenderung impor, dan yang punya bukan pribumi. Bahan bakunyapun tidak menggunakan tembakau Indonesia. Sangat jauh berbeda dengan SKM, industri yang padat karya dan menggunakan bahan baku lokal. Dan yang paling istimewa perbedaannya, tak lain adalah kemunculan SKM diciptakan oleh pribumi dengan mencampur tembakau dan cengkeh dalam satu batang rokok. Kemudian rokok cmpuran tersebut dinamai kretek. <\/p>\n\n\n\n

Rokok kretek terus berkembang dan inovatif seperti penjelasan di atas, ada filter, non filter, mesin, tangan, mild dan klobot. Kretek klobot tidak bercukai, karena keberadaannya hampir punah, sedikit sekali pabrikan membuat jenis klobot. Klobot satu-satunya rokok yang memakai bungkus daun jagung yang telah dikeringkan, kemudian di ikat pakai benang. Sehingga untuk kretek klobot ada pengecualian, tidak masuk dalam kategori jenis kretek di atas. <\/p>\n\n\n\n

Semua jenis kretek saat ini diproduksi oleh industri. Secara sederhana industri terbagi tiga macam, industri besar, menengah dan kecil. Paling kecil kategori industri kretek, telah mempunyai gudang untuk operasi pembuatan rokok kretek dengan luas minimal 200m2<\/sup>. Jadi, sekarang ini tidak ada lagi industri rokok kretek skala rumahan (home industri) seperti dulu lagi. <\/p>\n\n\n\n

Dari penjelasan di atas, sekarang sudah paham varian jenis rokok kretek asli produk Indonesia. Apapun bentuknya, jika rokok menggunakan campuran tembakau dan cengkeh itulah dinamakan rokok kretek, termasuk jenis mild. Dewasa ini jenis mild sangat disukai dipasaran. Hingga semua industri berlomba-lomba bikin mild. Munculnya mild tidak lain karena tuntutan dari aturan pemerintah yang membatasi nikotin dan tar. Sehingga konten tembakau mild lebih banyak memakai tembakau jenis Virginia. <\/p>\n\n\n\n

Jangan salahkan industri\/pabrikan jika makin lama kuota impor tembakau naik. Karena dibentuk oleh aturan pemerintah dan peningkatan permintaan pasar mild. Kalau begitu yang salah siapa? tentunya pemerintah yang membuat aturan low nikotin dan tar. Sulit sekali tembakau lokal untuk memenuhi batasan low nikotin dan tar sesuai aturan pemerintah. Pada akhirnya mau tidak mau industri\/pabrikan membutuhkan tembakau jenis Virginia yang sulit tumbuh dengan baik di bumi nusantara ini. Lalu apa yang dilakukan industri\/pabrikan rokok, ya impor lah. Tapi industri\/pabrikan masih sangat membutuhkan tembakau lokal. Selain sebagai bahan campuran rokok kretek mild, tembakau lokal dibuat memproduksi rokok bukan mild. <\/p>\n\n\n\n

Untuk rokok kretek mild, semuanya diproduksi memakai mesin, sedangkan selain mild ada yang pakai mesin ada yang pakai tangan. Dengan isu simplikasi layer CHT SPM dan SKM, ada dua kemungkinan. Pertama; bisa jadi SPM diturunkan levelnya disesuaikan dengan SKM. Kedua; atau SKM dinaikkan levelnya sesuai SPM. Keduanya sangat merugikan industri kretek asli produk Indonesia berupa SKM. Kalau yang pertama, keuntungan SPM (industri asing) harganya disamakan SKM, sehingga persaingan penjualan dipasaran relatif mudah, sehingga SKM sangat dirugikan. Jika demikian, pemerintah tidak melindungi industri nasional (lokal), dengan meliarkan persaingannya dipasaran sangat ketat. <\/p>\n\n\n\n

Kemungkinan yang kedua, juga demikian, sangat merugikan SKM, karena levelnya naik mengikuti SPM. Jika demikian, sangat memberatkan SKM, apalagi pangsa rokok kretek ditahun-tahun terakhir ini merosot tajam penjualannya. Kemerosotan penjualan rokok kretek juga pengaruh dari kebijakan pemerintah dan oknum (anti rokok) yang selalu merecoki industri kretek, seperti pungutan cukai naik,  pelarangan iklan, membuat isu yang dibuat-buat tanpa dasar dan lain sebagainya. Apakah keadaan industri kretek nasional saat ini, pemerintah masih memejamkan mata dan akan memberlakukan simplikasi layer CHT?. Jika demikian, sama saja pemerintah membunuh industri\/pabrikan kretek nasional dengan pelan-pelan. <\/p>\n\n\n\n

Jangan salahkan industri\/pabrikan rokok kretek jika pelan-pelan merumahkan karyawannya karena merugi bahkan tidak beroperasi. Jika pembelian bahan baku rokok kretek (tembakau dan cengkeh) menurun dan ribuan juta petani merugi, dan masih banyak lagi efek dampaknya ke segala lini yang menggantungkan hidupnya berhubungan dengan sektor pertembakauan. Pemerintah harus bertanggungjawab atas dampak tersebut, jangan asal cuci tangan jika dampak negatif terjadi. Karena pemerintahlah yang bikin aturan. <\/p>\n\n\n\n

Untuk itu, kedepan pemerintah harus hati-hati dan jeli dalam memutuskan dan memberlakukan kebijakan untuk kepentingan sektor pertembakauan. Karena, yang sudah-sudah, kebijakan pemerintah pada sektor pertembakauan tidak mengakomodir kepentingan industri nasional, cenderung mengakomodir kepentingan industri asing. Baik pemerintah, industri kretek, petani tembakau dan cengkeh serta masyarakat Indonesia harus berdaulat, saling menjaga dan saling melindungi untuk kepentingan bersama, menjadi bangsa yang besar dan kuat tanpa disetir Negara lain (asing). Inilah makna kemerdekaan yang sesungguhnya di era melenial.
<\/p>\n","post_title":"Kebijakan Simplifikasi Layer Cukai Adalah Rencana Pembunuhan terhadap Kretek","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"kebijakan-simplifikasi-layer-cukai-adalah-rencana-pembunuhan-terhadap-kretek","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-08-21 09:57:34","post_modified_gmt":"2019-08-21 02:57:34","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5979","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5956,"post_author":"877","post_date":"2019-08-14 11:00:51","post_date_gmt":"2019-08-14 04:00:51","post_content":"\n

Komisioner Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) Sitty Hikmawatty sesat pikir saat mengatakan bahwa program audisi beasiswa bulutangkis sebagai ajang ekploitasi anak. KPAI mempermasalahkan tulisan Djarum di kaos olahraga, karena sebagai ajang promosi brand rokok. Disini KPAI gagal faham membedakan antara Djarum Foundation dan Djarum industri rokok. <\/p>\n\n\n\n


Djarum Foundation sebagai wujud bhakti terhadap Bangsa dan Negara, sehingga prakteknya Djarum Foundation mengeluarkan uang, bukan mencari keuntungan. Ketika dikatakan sebagai ajang promosi produk rokok, sudah ditampik dan sudah dijelaskan secara detail pengurus Djarum Foundation, bahwa program yang dijalankan jauh dari niatan promosi produk rokok. Kalaupun ada tulisan Djarum di kaos olahraga, memang sejarahnya dari dulu sebagai nama clubnya. <\/p>\n\n\n\n


Sitty Hikmawatty sebagai komisioner KPAI, harusnya cerdas menyikapi hal tersebut. Harusnya ada apresiasi pada Djarum yang sadar akan kewajibannya, andil dalam pengembangan bakat bagi anak-anak. Dan apa yang telah dilakukan Djarum Foundation tidaklah mudah, membutuhkan tenaga dan matriil begitu besar. Sekarang pertanyaannya, siapa dan industri pribumi mana yang berani melakukan seperti itu?, bahkan KPAI pun tidak akan berani membuat program pencarian bakat secara intensif dan masif. <\/p>\n\n\n\n


KPAI harusnya faham makna perlindungan bagi anak, jangan hanya dimaknai secara sempit, semisal anak juga butuh perlindungan dari kebodohan dan kebutuhan lain yang sifatnya sangat mendesak. Nyatanya masih banyak anak \u2013anak yang tidak sekolah karena tidak mampu, masih banyak anak-anak yang hidup terlantar di Jalan, masih banyak anak-anak sebagai obyek makanan ringan yang bahannya membahayakan bagi tubuh. Dimana dan apa yang sudah dilakukan KPAI untuk melindungi anak tersebut?. Masih banyak masalah anak yang sangat penting dan krusial harus dikerjakan KPAI, dari pada mengurusi tulisan club Djarum dalam program audisi Djarum Foundation.<\/p>\n\n\n\n


Belum lagi, katanya KPAI akan mengambil langkah mengundang Kepala Daerah, dimana kotanya dibuat ajang audisi tersebut. Kalau nanti benar terjadi, menandakan kinerja KPAI tidak efektif. Masalah anak yang paling penting tidak terurus, dan selalu bergejolak di masyarakat kelas bawah. Sekali lagi seperti tidak sekolah karena orang tuanya tidak mampu atau orang tuanya meninggal dunia, walaupun sekolah katanya gratis, akan tetapi dampak lain timbul seperti halnya masalah ekonomi, akhirnya anak-anak mendingan cari uang untuk hidup sehari-hari dari pada sekolah. Anak-anak suka beli jajan (makanan ringat) di toko maupun dipinggir jalan yang mengandung bahan membahayakan bagi pertumbuhan anak. Di perempatan jalan atau lampu merah banyak anak-anak yang hidupnya menggelandang tanpa tujuan. Ini riil dan nyata di hadapan mata kita tiap hari. <\/p>\n\n\n\n


Tapi anehnya KPAI saat ini malah lebih intens mengurusi hal yang tidak penting degan melarang audisi pencarian bakat bulutangkis oleh Djarum Foundation. KPAI cenderung gagal faham dalam memahami, menafsiri, dan mensikapi hal tersebut. Anehnya lagi, apa yang dilakukan KPAI sampai ngotot. <\/p>\n\n\n\n


Kalau mau melarang program audisi Djarum Foundation, tunjukkan dulu KPAI punya program pencarian bakat seperti Djarum Foundation lakukan. Jangan seenaknya KPAI, melarang-larang tanpa solusi konkret dengan dalil perlindungan. Lucunya, KPAI dengan dalil perlindungan anak mengatakan, audisi pencarian bakat bulutangkis yes, ajang promosi no. Kalau dipahami, KPAI ingin audisi Djarum Foundation tetap jalan, tapi tulisan Djarum dihilangkan. Ini sama saja, tidak boleh menulis atau memaparkan nama club. Sedangkan pencantuman nama club sangat penting sebagai identitas dan jati diri. <\/p>\n\n\n\n


Kegiatan perlindungan untuk anak adalah pekerjaan yang sangat mulia kalau benar-benar dilakukan. KPAI, sebagai lembaga dengan memapang langsung tulisan perlindungan anak akan lebih mulia jika programnya konkret. Seperti lembaga sekolah negeri atau swasta, tanpa memakai kata-kata perlindungan, sekolah tersebut mendidik anak melindungi anak dari kebodohan untuk kesiapan masa depan. Audisi pencarian bakat bulutangkis Djarum Foundation pun demikian, kegiatannya konkret menyiapkan atlet olahraga bulutangkis. Dan apa yang telah dilakukan Djarum Foundation dengan audisinya sangat beda dari bentuk promosi. Berbeda dengan pelibatan anak-anak untuk promosi produk, murni tujuannya agar produknya laku. Apalagi produk yang ditawarkan untuk kebutuhan anak. Contohnya banyak sekali beredar iklan-iklan yang terpampang di pinggir jalan, di media sosial, bahkan di stasiun televisi, hal ini kayaknya lolos dari bahasan KPAI.<\/p>\n\n\n\n


Belum lagi, tanpa disadari lembaga KPAI juga menumpang hidup dari anak-anak. Kemana-mana membawa nama anak-anak untuk kegiatannya, bahkan sampai untuk menggalang donasi. Namun kegiatan yang betul-betul sangat dibutuhkan anak-anak belum atau bahkan tidak tersasar dan tidak menjadi prioritas. Sehingga, program KPAI untuk perlindungan anak dipastikan tidak efektif. Buktinya, KPAI membuat masalah yang sederhana dibuat rumit, seperti mempermasalahkan tulisan Djarum sebagai club dalam ajang audisi pencarian bakat Djarum Foundation Bhakti Olahraga. Jelas-jelas untuk kepentingan masa depan anak, dengan meningkakan minat dan bakat anak dalam olahraga atas dasar suka dan tidak ada paksaan.
Kata kunci pendidikan bagi anak adalah bermain, senang atau suka, sesuai keinginan, dan untuk bekal hidup selanjutnya. Jika KPAI mempermasalahkan tulisan club Djarum, yang dianggap sebagai ajang promosi dan ekploitasi anak, alasan tersebut tidak benar dan tanpa dasar. Seperti halnya penjelasan di atas, audisi pencarian bakat bulutangkis Djarum Foundation, jauh dari promosi dan ekploitasi. Tujuan utama audisi tidak lain memberikan bekal dan pendidikan bagi anak sesui keinginannya, anak belajar dengan senang, gembira, dan bermain. <\/p>\n\n\n\n


Jika kemudian KPAI dan lembaga lain yang mengatasnamakan peduli anak, melarang kegiatan audisi pencarian bakat olah raga bulutangkis yang dilakukan Djarum Foundation, sama dengan menghalangi anak Indonesia mengembangkan minat dan bakatnya sesuai keinginan, menghalangi anak Indonesia belajar sambil bermain dan gembira, menghalangi anak Indonesia untuk mendapatkan bekal hidup selanjutnya, menghalangi anak Indonesia untuk mewujudkan cita-cita. Apa yang dilakukan KPAI dan lembaga lain tersebut, sangat bertentangan dengan cita-cita Bangsa, dan cita-cita pendidikan bagi anak di Indonesia. <\/p>\n","post_title":"Sesat pikir KPAI Melarang Audisi Pencarian Bakat Bulutangkis Anak-Anak","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"sesat-pikir-kpai-melarang-audisi-pencarian-bakat-bulutangkis-anak-anak","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-08-14 11:00:58","post_modified_gmt":"2019-08-14 04:00:58","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5956","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5949,"post_author":"877","post_date":"2019-08-12 08:28:29","post_date_gmt":"2019-08-12 01:28:29","post_content":"\n

Kurban tidak semata-mata hanya menyembelih hewan, dibaliknya ada kisah indah yang bisa sebagai bahan renungan dan pengingat bagi semua. Pada kisah qurban, terdapat peran anak usia dini yang akhirnya dikenang umat Islam sedunia sepanjang masa dan juga dapat mengangkat harkat martabat keluarganya dihadapan Tuhan. Selama anak suka bahkan bahagia menjalankan perannya untuk kepentingan dirinya sendiri kedepan dan mengangkat harkat martabat keluarganya dengan bimbingan yang baik, maka hal tersebut sah-sah saja tidak ada larangan.\u00a0<\/p>\n\n\n\n

Kemarin, pada tanggal 11 Agustus 2019 hari Minggu, tepatnya pada tanggal 10 dzulhijjah 1440 M., dipagi hari umat Islam terlihat berbondong-bondong ada yang ke masjid ada yang kelapangan, tidak lain menjalankan ibadah sholat Idul Adha, atau biasa disebut hari raya qurban. Selain melakukan sholad, umat Islam merayakannya dengan menyembelih hewan qurban, seperti unta tradisi di Timur Tengah, sedangkam di Indonesia menyembelih sapi atau kerbau. Khusus di Kudus kota Kretek rerata menyembelih kerbau, sapi bagi sebagian besar masyarakat Kudus tidak mau menyembelih. Cerita yang beredar di masyarakat turun menurun, pelarangan menyembelih sapi sejak zaman kewalian yaitu Sunan Kudus sebagai penghormatan terhadap agama lain yang beranggapan hewan sapi sebagai hewan yang suci.<\/p>\n\n\n\n

Kembali ke Idul Adha, diceritakan oleh para Ulama\u2019 ada kisah tentang Nabi Ibrahim yang akan mengorbankan putranya yang masih kecil namanya Ismail (besarnya menjadi Nabi). Ceritanya Nabi Ibrahim saat tidur bermimpi, ia diperintah Tuhan untuk menyembelih putranya bernama Ismail. Saat bangun, ia merenung, berfikir sambil bertanya dihati, benarkah ini perintah Tuhan?. Kali pertama mimpinya ini, ia masih ragu antara benar perintah Tuhan atau tidak. Mimpi yang direnungkan dan difikir terjadi pada malam tanggal 08 dzulhijjah,disebut hari tarwiyah<\/em>.\u00a0<\/p>\n\n\n\n

Baca: Tinjauan Kritis Atas Larangan Iklan dan Sponshorship dengan Mencantumkan Logo, Brand Image, dan Identitas CSR Sebuah Perusahaan<\/a><\/p>\n\n\n\n

Pada malam tanggal 09 dzulhijjah Nabi Ibrahim mimpi lagi dengan perintah yang sama. Mimpi kali kedua, Nabi Ibrahim merasa yakin kalau benar-benar perintah Tuhan. Pada mimpi kedua disebut hari arafah<\/em>. Pada tanggal 10 dzulhijjah, hari Nabi Ibrahim melaksanakan perintah Tuhan untuk menyembelih Ismail (putranya), yang kemudian disebut  hari nakhr <\/em>(biasa disebut nahar bagi orang Indonesia). <\/p>\n\n\n\n

Cerita KH. Sya\u2019roni, saat pagi hari pada tanggal 10 dzulhijjah Nabi Ibrahim menyuruh istrinya bernama Siti Hajar (ibu kandung Ismail) untuk memandikan Ismail setelah itu memakaikan pakaian yang bagus-bagus, dengan alasan mau diajak jalan-jalan. Siti Hajar melaksanakan sesuai perintah suaminya, sembari menunggu istrinya selesai, Nabi Ibrahim mengasah pisaunya\/pedangnya. <\/p>\n\n\n\n

Ismail sudah siap, diajaklah jalan jalan bapaknya (Nabi Ibrahim) menuju bukit Mina di Makkah, dengan niatan mau disembelih sesui perintah Tuhan. Di tengah perjalanan, Nabi Ibrahim dihadang iblis yang berwujud manusia, dengan mengatakan Ibrahim, anakmu itu ganteng, tega kamu sembelih, urungkan niatmu. Nabi Ibrahim tidak menjawab, malah mengambil batu kecil 7 butir, kemudian batu kecil tersebut dilemparkan ke arah iblis tersebut, sambil mengatakan, pergi kamu Iblis. Nabi Ibrahim tetap melanjutkan perjalannya, dan dihadang Iblis lagi kali kedua, Nabi Ibrahim mengambil batu kecil lagi dilempar ke iblis. Kemudian Nabi melanjutkan perjalannya, dihadang iblis lagi kali ketiga, seperti penghadangan yang pertama dan kedua, Nabi mengambil batu kecil dan dilemparkan ke arah iblis, lalu Nabi Ibrahim lanjut lagi. Inilah cerita, yang menjadi cikal bakal adanya jumroh ula, jumroh wustho dan jumroh aqobah. Tiap ibadah haji jumroh ini harus diperagakan seperti halnya apa yang telah dilakukan Nabi Ibrahim dengan maksud melawan dan melempar iblis dengan batu agar tidak mengganggu..  <\/p>\n\n\n\n

Sesampainya di puncak bukit Mina, Nabi Ibrahim menceritakan mimpinya dan mengatakan maksud dan tujuannya mengajak Ismail jalan-jalan. Selesai Nabi Ibrahim cerita, kemudian Ismail berkata pada bapaknya, untuk segera menjalankan perintah Tuhan. Pada saat menyembebelih, pisau\/pedang Nabi Ibrahim tidak bisa melukai kulit Ismail, karena Nabi Ibrahim masih gelisah dan menangis saat melihat wajah Ismail. Kemudian Ismail berkata, mungkin karena bapak melihat wajahku, hingga tidak tega menyembelih, lalu Ismail membalikkan badannya memposisisikan badannya telungkup. Lalau Nabi Ibrahim dengan kesiapan hati melakukan penyembelihan yang kedua, lagi-lagi pisau\/pedangnya tidak mampu melukai kulit leher Ismail. Dengan bingung karena tidak berhasil menyembelih Ismail, turunlah Malaikat Jibril dengan membawa kambing, digantikannya Ismail dengan kambing tersebut. Bersamaan dengan turunnya wahyu Tuhan yang menjelaskan keduanya telah lulus  dari ujian. Kemudian Nabi Ibrahim membaca takbir \u201cAllahu Akbar\u201d<\/em> 3x, disaut Ismail dengan .membaca \u201cLaa ilaaha illahhu wallahu akbar<\/em>\u201d, diakhiri Malikat Jibril dengan bacaan \u201cAllahu Akbar walillahil Hamd<\/em>\u201d, dilanjutkan dengan menyembelih kambing bawaan malaikat jibril.<\/p>\n\n\n\n

Ada cerita lucu setelah Nabi Ibrahim selesai menyembelih kambing, Nabi Ibrahim bertanya pada Ismail, siapa yang paling dermawan diantara kita? Ismail menjawab, saya. Tidak bisa kata Nabi Ibrahim, saya yang paling dermawan, karena akan mngorbankan anak yang kucintai. Ismail berkata, tidak bisa, saya yang dermawan, karena bapak punya dua anak, kalau saya dikorbankan, masih punya anak satu, lalu malaikat berkata, tidak bisa, saya yang dermawan karena saya sudah kehilangan kambing satu.\u00a0\u00a0<\/p>\n\n\n\n

Baca: Kegagalan Lakpesdam PBNU dalam Melihat Produk Tembakau Alternatif<\/a><\/p>\n\n\n\n

Keterangan dalam kitab tafsir  \u201cTanwirul Adhan<\/em>\u201d penjelasan dari surat As-Saffat ayat 102 bahwa usia Ismail saat itu 13 tahun ada juga Ulama\u2019 yang mengatakan umur 7 tahun. ada riwayat lain yang mengatakan umur Ismail saat itu 14 tahun. Pada intinya saat kejadian kisah penyembelihan, Ismail masih usia anak-anak, ia dengan senang hati dan ikhlas, menjalani perannya.  <\/p>\n\n\n\n

Dari sejarah singkat qurban yang ektrim di atas, kira-kira pendapat KPAI apakah mendukung apa yang telah di lakukan Nabi Ibrahim?, atau sebaliknya mendukung Iblis yang menghalangi Nabi Ibrahim yang akan menjalankan kewajibannya sebagai hamba?. Saya yakin KPAI akan mendukung Nabi Ibrahim, tidak mendukung langkah Iblis. 
<\/p>\n\n\n\n

Walaupun ktidak persis, tapi hampir mirip kisah qurban diatas dengan audisi oleh Djarum Foundation yang melibatkan. Program audisi bulutangkis usia anak-anak Djarum Foundation, tidak lain ikut serta program pemerintah dalam mencerdaskan bangsa melalui pencarian bakat sedini mungkin. Anak-anak yang berbakat bulutangkis tentunya yang terjaring dalam audisi, dididik dengan penuh semangat oleh Djarum Foundation Bhakti olahraga. Buktinya, anak-anak tersebut disekolahkan formal, dilatih bulu tangkis dengan disiplin dan penuh tanggungjawab, tanpa dipungut biaya apapun, bahkan semua kebutuhan anak-anak tercukupi dengan baik. Pola didiknya, seperti pola pendidikan sekolah lainnya, anak-anak dididik dan diajar agar berpretasi, setidaknya punya pengetahuan, pengalaman dan keahlian sebagai bekal masa depan. Disisi lain, ternyata anak-anak yang terjaring audisi merasa sangat gembira, senang dan bangga bisa terpilih. Mereka dapat mengembangkan bakatnya, dan mendapatkan pendidikan sekolah dengan gratis.<\/p>\n\n\n\n

Tujuan utama Djarum Foundation mencari bibit unggul pebulutangkis Indonesia, yang selama ini sebagai salah satu olahraga kebanggaan masyarakat Indonesia atas banyaknya prestasi yang di peroleh. Program Djarum Foundation Bhakti olahraga jauh dari niatan ekploitasi anak untuk promosi, yang ada ekploitasi anak untuk kejayaan olah raga bulutangkis bangsa Indonesia. <\/p>\n\n\n\n

Juga, program Djarum Foundation audisi bulutangkis adalah salah satu bentuk kesadaran dan kewajibannya membangun bangsa dengan melibatkan anak-anak. Lalu apa yang salah dari Djarum Foundation Bhakti Olahraga, jelas-jelas telah menghibahkan fasilitas, pikiran hingga dana untuk kepentingan kejayaan bangsa Indonesia, melalui olahraga. Pemerintah harus mendukung program tersebut, begitupun KPAI. KPAI jangan sampai menjadi penghalang, seperti halnya penghalang Nabi Ibrahim dalam kisah di atas.  
<\/p>\n","post_title":"Refleksi Kisah Kurban sebagai Bahan Pengingat KPAI","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"refleksi-kisah-kurban-sebagai-bahan-pengingat-kpai","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-08-12 08:30:31","post_modified_gmt":"2019-08-12 01:30:31","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5949","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5936,"post_author":"877","post_date":"2019-08-06 10:53:42","post_date_gmt":"2019-08-06 03:53:42","post_content":"\n

Masalah peredaran rokok di Indonesia, pemerintah cenderung mengambil langkah aman. Sudah saatnya pemerintah harus tegas menentukan sikap pelarangan atau membolehkan peredaran rokok di tengah-tengah masyarakat. <\/p>\n\n\n\n

Sikap pemerintah sampai saat ini menimbulkan pro dan kontra. Di satu sisi pemerintah melalui Kementrian Kesehatan membuat aturan pembatasan dan pelarangan beredarnya rokok, bahkan melarang adanya iklan rokok dan mengatur packaging<\/em> dengan bermacam gambar dan peringatan yang menggelian. Di sisi lain, pemerintah mendorong peningkatkan pendapatan Negara, mendorong peningkatan ekonomi rakyat, mendorong peningkatan produktivitas rakyat dan daya saing di pasar internasional, dan mendorong pengentasan kemiskinan.<\/p>\n\n\n\n

Sekarang, efek sikap pemerintah di atas meluas kemana-mana, mulai dari isu penyederhanaan layer atau penggabungan golongan industri rokok, isu pelarangan iklan rokok di media sosial karena pengguna media sosial banyak anak-anak, sampai pada pelarangan audisi pencari bakat bulu tangkis yang dilakukan Djarum Foundation dengan alasan ekploitasi anak. Ini semua adalah beberapa agenda untuk pengendalian rokok dan tembakau di Indonesia yang alasannya sudah dipatahkan dengan data yang lebih akurat.<\/p>\n\n\n\n

Semisal, yang pro dapat menceritakan dan meruntutkan agenda pengendalian rokok dan tembakau di Indonesia sebagai agenda politik dagang internasional. Semua program pengendalian rokok dan tembakau di Indonesia mengadopsi dari program World Health Organization (WHO) organisasi program dunia yang mendapatkan sokongan dana dari industri farmasi.\u00a0<\/p>\n\n\n\n

Baca:
Ada Campur Tangan Bloomberg dalam Surat Edaran Menkes terkait Pemblokiran Iklan Rokok <\/a><\/p>\n\n\n\n

WHO tidak semata-mata bertujuan demi meningkatkan taraf kesehatan penduduk. Di sini WHO sebagai ujung tombak industri farmasi. Terjadi peralihan di lingkup kesehatan, dimana dokter dan ilmuwan kesehatan dikuasai perusahan obat (farmasi). Tujuan utamanya tidak lain untuk merebut pasar nikotin dunia, dan menggantikan pemanfaatan nikotin alami dari tembakau dengan produk rekayasa nikotin yang telah dikantongi hak patennya. Keterlibatan WHO memuluskan tujuan industri farmasi tersebut dengan mendorong negara-negara di dunia untuk memberlakukan kebijakan sesuai kerangka kesehatan, tanpa mempertimbangkan peran sosial, ekonomi, politik dan budaya. Walaupun alasan kesehatan yang dibangun ternyata tidak 100% benar dan terkesan dipaksakan. Negara yang menjadi sasaran utama adalah Negara yang berkembang, seperti Indonesia, China, Bangladesh, India, Rusia, Mesir, Thailand, Filipina dan Brazil. <\/p>\n\n\n\n

Untuk menguasai pasar nikotin di dunia, industri farmasi mendapatkan sokongan dana dari bloomberg initiative. Karena salah satu direktur dari persekutuan perusahaan farmasi dunia bernama William R. Brody punya kedekatan dengan bloomberg initiative, selain teman karib juga posisinya sebagai penasehat. <\/h4>\n\n\n\n

Tidak mengherankan jika pendukung program pengendalian rokok dan tembakau di Indonesia mendapatkan sokongan dana dari bloomberg initiative termasuk lembaga yang bergerak untuk perlindungan anak, salah satunya Komnas Perlindungan Anak Indonesia (KPAI). Apapun bentuk lembaganya, selama mendapatkan kucuran dana bloomberg initiative, program utamanya harus sinergi dengan program bloomberg initiative dan rezim kesehatan dunia (WHO) yaitu pengendalian tembakau dan rokok, terutama rokok kretek asli Indonesia.<\/p>\n\n\n\n

Ada sekitar lebih dari 20an lembaga di Indonesia mendapatkan sokongan dana langsung maupun tidak langsung dari bloomberg initiative. Lembaga-lembaga tersebut bervarian, ada lembaga yang bergerak dalam pendidikan, bergerak pemberantasan korupsi, bergerak dalam kesehatan, bergerak perlindungan konsumen, bergerak melindungi anak, bahkan sampai pada lembaga agama. Numun pada intinya leading sector<\/em> yaitu sektor potensial yang dapat\u00a0menggerakkan agenda pengendalian tembakau dan rokok di Indonesia ada pada rezim kesehatan dalam hal ini Kementerian Kesehatan. Dengan menggunakan dalil kesehatan yang mulia, agenda bloomberg initiative dan farmasi berselancar dengan baik di Indonesia. \u00a0<\/p>\n\n\n\n

Baca:
Tinjauan Kritis Atas Larangan Iklan dan Sponshorship dengan Mencantumkan Logo, Brand Image, dan Identitas CSR Sebuah Perusahaan<\/a> <\/p>\n\n\n\n

Isu kuat saat ini yang beredar untuk agenda pengendalian tembakau dan rokok di Indonesia salah satunya, KPAI melarang audisi pencarian bakat bulu tangkis sejak dini yang dilakukan Djarum Foundation dengan alasan ekploitasi anak, Kementerian Kesehatan dan KPAI melarang adanya iklan di media sosia karena akan mengakibatkan bertambahnya perokok pemula, penggabungan golongan industri rokok atau penyederhanaan layer tarif cukai rokok yang intinya pengurangan terhadap industri rokok kretek, menaikkan cukai rokok untuk mengurangi peredaran rokok, dan korelasinya rokok dengan kemiskinan bertujuan agar ada kebijakan menghalau laju industri rokok kretek. <\/p>\n\n\n\n

Pemerintah dalam hal ini harus tegas mengambil sikap, untuk kepastian dan masa depan industri rokok kretek asli Indonesia. Dimana sejarah penemuan rokok kretek tidak lain untuk pengobatan yang dilakukan H. Djamhari sebagai obat sakit bengeknya. Karena rokok kretek adalah campuran tembakau dan cengkeh, berbeda dengan rokok non kretek yang hanya memakai tembakau saja. Selama ini, belum ada uji atau riset bahwa rokok kretek berkorelasi signifikan terhadap timbulnya penyakit yang dituduhkan. Kalau menjadi salah satu bagian kecil penyebab penyakit, tentunya ya dan bukan faktor penyebab utama. Itu seperti halnya barang-barang lain yang dikonsumsi manusia secara berlebihan dan hidup tidak seimbang. Termasuk makan nasi, mengkonsumsi gula dan mengkonsumsi lainnya secara berlebihan, tanpa diimbangi olah raga dan istirahat yang cukup. <\/p>\n\n\n\n

Selain itu, posisi industri kretek sangat stategis bagi bangsa Indonesia. Industri kretek membuktikan tetap bertahan setidaknya lebih dari 130 tahun. Disaat industri lain tumbang di zaman kolonial, industri kretek tetap eksis memberikan penghidupan masyarakat Indonesia. Bahkan tergolong industri yang peka zaman, dengan memberikan kontribusi yang sangat besar. Menghidupi setidaknya 6.1 juta jiwa petani cengkeh yang tersebar di 30 provinsi, petani tembakau yang tersebar di 15 provinsi. Menghidupi ribuan karyawan yang bekerja di industri kretek. Mempunyai multiplier<\/em> <\/em>effect<\/em> ke sektor perokonomian lainnya yang berada di sekitar industri kretek. <\/p>\n\n\n\n

Keberadaan industri kretek berkontribusi adanya hak jaminan sosial dan corporate social responsibility<\/em> (CSR), seperti halnya jaminan kesehatan, bhakti pendidikan, bhakti budaya, bhakti olahraga, bhakti lingkungan dan lain sebagainya. Berkontribusi pendapatan Negara melalui setoran cukai, berkontribusi bagi kesehatan publik dari alokasi dana bagi hasil cukai hasil tembakau (DBH-CHT) untuk sarana kesehatan dan pembayaran defisit Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS).  <\/p>\n\n\n\n

Selain itu, adanya industri kretek sebagai cermin kemandirian dan kedaulatan bangsa, karena sebagai pemenuhan kebutuhan pokok rakyat dalam hal ini pendapatan masyarakat sebagai agenda pemberantasan kemiskinan. <\/p>\n\n\n\n

Dengan pertimbangan di atas, diharapkan pemerintah dalam hal ini Presiden memberikan ketegasan, apakah industri rokok nasional tetap berproduksi atau dilarang berproduksi. Kalau tetap berproduksi, pemerintah secara totalitas harus melindunginya mulai kebijakan sampai pada strategi pemasarannya. Andaikan dilarang beroperasi, pemerintah paling tidak harus berani mempersiapkan lapangan pekerjaan lain bagi petani dan buruh tani cengkeh dan tembakau, buruh industri dan mungkin menata perekonomian akibat multiplier<\/em> <\/em>effect<\/em> keberadaan industri kretek. Dan yang terpenting keberadaan industri kretek, sebagai industri nasional sebagai perwujudan agenda prioritas  tujuan Nawa Cita, sehingga jangan sampai digiring dan diatur kepentingan asing melalui rezim kesehatan sebagai leading sector, <\/em>yang belum tentu benar dan terkesan dipaksakan.  
<\/p>\n","post_title":"Ketika Pemerintah Plin-Plan Membuat Regulasi Terkait Dunia Pertembakauan","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"ketika-pemerintah-plin-plan-membuat-regulasi-terkait-dunia-pertembakauan","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-08-06 10:53:48","post_modified_gmt":"2019-08-06 03:53:48","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5936","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":16},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"epic_block_3"};

\n

Ngobrol kita mengalir tanpa ada sekat dan batasan, malah terkadang pada ngobrol sendiri-sendiri dengan teman didekatnya. Giliran Djumari disuruh cerita pengalamannya, teman teman pada diam, mungkin pada penasaran. Soalnya dulu, sebelum ke Jakarta ia bekerja di Djarum. Ia ceritakan alasannya harus ke Jakarta. Awalnya, sering pulang pergi Jakarta Kudus untuk pengobatan istrinya yang sedang sakit di salah satu pengobatan alternatif disana atas rekomendasi saudaranya yang sudah lama hidup di Jakarta. Ia menceritakan sakit istrinya yang sering pusing, dan pusingnya bukan pusing biasa, dan seringkali istrinya sampai membentur-benturkan kepalanya. Kemudian, saat diharuskan kontinyu pengobatannya, minimal satu tahun agar cepat sembuh, akhirnya ia putusin meninggalkan Kudus sementara, termasuk pekerjaannya. Alhamdulillah istrinya sekarang sudah sembuh total.\u00a0<\/p>\n\n\n\n

Baca: Cacat Pikir KPAI Memaknai Kata Ekploitasi Anak dan Promosi<\/a><\/p>\n\n\n\n

Disela sela nungguin istrinya sakit, ia sering diajak saudaranya jualan sayuran keliling. Nah, walaupun sekarang istrinya sudah sembuh, ia tetap di Jakarta. Sebab dipikirannya, kalau kembali ke Kudus mulai dari awal lagi, mending yang sudah ada didepan mata dijalanin dulu. Nanti pelan-pelan sambil melihat peluang di Kudus, ia pun akan pulang. Obrolan tetap seru, walaupun djarum jam sudah tepat diangka 12.00 malam. Namun domain obrolan lebih pada Djumari sebagai nara sumber, ia menceritakan semua pengalaman dan kejadia yang ia lihat, sampai ia menceritakan berita kalau pabrik Djarum yang dulu pernah ia singgahi, sedang dipermasalahkan KPAI. Memang sebenarnya ia tak paham alur permasalahanya. Tahunya, KPAI gak suka bulu tangkis Djarum berjalan, memusuhi rokok. <\/p>\n\n\n\n

Sebagai orang yang pernah menjadi karyawan Djarum, jadi wajar dan pantas kalau ia membela Djarum, apalagi ia asli Kudus. Saking semangatnya, ia ngomong \u201cnek aku dadi Djarum, tak tuku iku KPAI, paling ora tak lawan\u201d \u201candaikan aku yang punya Djarum, aku beli KPAI, paling tidak dilawan\u201d. Ada yang menyambar omongan, \u201csampek matek kuwe Djum, ogak bakal dadi bos Djarum\u201d \u201csampai mati kamu Djum, tidak akan jadi bos Djarum\u201d haha\u2026\u2026disambut dengan tawa klakaran teman-teman termasuk saya sendiri. Di sela-sela tawa, tuan rumah ngomong \u201cancen gawe gregeten, kenopo Djarum mung meneng, malah ngalah\u201d \u201cbikin gregeten, kenapa Djarum diam dan cenderung mengalah\u201d. <\/p>\n\n\n\n

Nah, ternyata, banyak orang yang sangat simpati dan membela pabrik Djarum, terutama orang Kudus. Rata-rata mereka, tak tahu apa yang harus dilakukan, apa yang harus diperbuat. Sebagai manusia lemah, mereka hanya bisa marah  yang terpendaam dalam hati, dengan melihat kejadian KPAI menyerang Djarum. Coba, andaikan mereka tahu kalau dibelekang KPAI ada kepentingan asing yang mengusik rokok kretek asli Kudus, yang sudah mendarah daging bagi masyarakat Kudus. Pastinya, pembelaanya lebih dari itu, bahkan mungkin mati-matian.
<\/p>\n","post_title":"Cerita di Balik Segelas Kopi untuk Djarum","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"cerita-di-balik-segelas-kopi-untuk-djarum","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-09-03 09:19:00","post_modified_gmt":"2019-09-03 02:19:00","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6014","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5999,"post_author":"877","post_date":"2019-08-28 09:40:02","post_date_gmt":"2019-08-28 02:40:02","post_content":"\n

Direktur Pusat Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Amerika Serikat (CDC), Robert Redfield, mengungkapkan kematian tragis di Illinois memperkuat dugaan karena vape<\/a> atau rokok elektrik. Berita tersebut atas laporan Dinas Kesehatan Illinois yang mengumumkan ada satu pasien yang akhirnya meninggal dunia. Kasus ini kemungkinan jadi kasus pertama kematian akibat penyakit berkaitan dengan vape.
<\/p>\n\n\n\n

Kejadian di atas menjawab keberadaan vape atau rokok elektrik sangat membahayakan. Berbeda dengan resiko rokok kretek, bisa menimbulkan penyakit jika mengkonsumsinya berlebihan atau kebanyakakan, dan hidup tidak seimbang. Misalnya dalam satu hari merokok sampai tiga atau empat bungkus, tanpa makan nasi atau makan-makanan sehat, tanpa olah raga, tanpa minum air putih, selalu didampingi kopi atau teh, istirahatnya kurang dan sebagainya. Maka dipastikan orang tersebut akan jatuh sakit bahkan meninggal dunia.\u00a0<\/p>\n\n\n\n

Baca: Terkuak, Rokok Elektrik Berbahaya bagi Kesehatan<\/a><\/p>\n\n\n\n

Tidak hanya itu, otoritas kesehatan di Amerika Serikat telah berhasil menginvestigasi kemunculan penyakit paru-paru misterius di antara kalangan pengguna rokok elektrik atau vape. Dilaporkan setidaknya ada 195 kasus potensial penyakit paru-paru di 22 Negara karena kena dampak dari vape atau rokok elektrik.
<\/p>\n\n\n\n

Jadi, masyarakat perlu waspada beredarnya vape atau rokok elektrik. Belum lagi, sebetulnya rokok elektrik atau vape, berdampak juga peningkatan perokok anak.\u00a0 Yang menjadi daya tarik bagi anak, selain bentuknya yang elegan, simpel, juga beraroma buah-buahan yang terkemas dalam cairan.<\/strong><\/p>\n\n\n\n

Orang yang mengatakan bahwa vape atau rokok elektrik lebih mensehatkan dari pada rokok kretek, pendapat tersebut sangat keliru. Disampaing efek dari rangkaian listrik dan battre juga cairan dalam rokok elektrik berpengaruh terhadap resiko jantung.  <\/p>\n\n\n\n

Hasil penelitian yang diterbitkan dalam Journal of American College of Cardiology pada Mei lalu ini menambah bukti bahwa cairan rokok elektrik dapat menghambat fungsi sel-sel tubuh yang berperan dalam kesehatan jantung. Cairan dalam vape atau rokok elektrik pada akhirnya merusak sel-sel yang melapisi pembuluh darah. <\/p>\n\n\n\n

Keberadaan vape atau rokok elektrik di pasaran sangat membahayakan bagi orang Indonesia, terlebih pemuda-pemuda, yang banyak memilih merokok vape aatau rokok elektri. Menurutnya, selain bentuk kecil, simpel dibawa dan ada aroma buah-buahan sesuai selera. Akan tetapi dibalik bentuknya yang bagus, menyembunyikan banyak penyakit ketika dikonsumsi.\u00a0<\/p>\n\n\n\n

Baca: Kata Siapa Lebih Sehat? Perokok Elektrik Berisiko Terjangkit Penyakit Kardiovaskular<\/a><\/p>\n\n\n\n

Hingga kini CDC masih melakukan investigasi lebih lanjut, dengan mengimbau agar para dokter mengumpulkan data dan sampel bila menemukan pasien dengan gejala penyakit paru serupa, tentunya akibat rokok elektrik atau vape. Bentuk dan merek rokok elektrik dan vape banyak varian dan banyak merek. JUUL termasuk merek rokok elektrik atau vape yang saat ini naik daun.\u00a0<\/p>\n\n\n\n

Ada yang mengatakan bahwa tak tepat membandingkan rokok tembakau dengan rokok elektrik. Ya benar tak tepat, karena rokok elektrik atau vape resikonya sangat tinggi. Sedang rokok tembakau resikonya kecil, apa lagi rokok kretek mungkin resikonya sangat kecil sekali terhadap tubuh. Alasannya, munculnya rokok kretek bertujuan untuk pengobatan sakit bengek, dan tujuannya berhasil. Hingga banyak orang melakukan pemesanan rokok kretek saat itu, rokok kretek belum sebagai industri besar masih bersifat rumahan,  keadaan tersebut sekitar abad 19. <\/p>\n\n\n\n

Dalam studi ini, tim peneliti menemukan bukti efek toksik pada sel-sel yang melapisi pembuluh darah dan melindungi jantung. Beberapa bukti tersebut termasuk di antaranya gangguan pada fungsi sel dan munculnya tanda-tanda peradangan. Para peneliti mengamati bagaimana respons sel saat bersentuhan dengan cairan rokok elektrik. Efek yang paling kentara terlihat pada cairan dengan rasa kayu manis.<\/p>\n\n\n\n

Baca: Riset Kesehatan Rokok Elektrik<\/a><\/p>\n\n\n\n

Sekelompok ahli kardiovaskular dari University of Massachusetts menganjurkan peneliti agar melakukan uji rokok elektrik atau vape lebih yang beraroma. Karena sumsi sementara, produk vape atau rokok elektrik yang beraroma dan punya pilihan rasa lebih berbahaya dari pada rokok vape natural. Namun yang banyak beredar dipasaran, justru yang beraroma dan berasa buah-buahan, dari pada yang natural. <\/p>\n\n\n\n

Studi pada 2018 lalu menunjukkan, penggunaan rokok elektrik harian berisiko terhadap serangan jantung, meski dengan probabilitas yang lebih rendah daripada perokok tembakau. Menurut dr Lawrence Phillips pakar kardiovaskular NYU Langone Health mengatakan \u201cKita melihat semakin banyak bukti bahwa rokok elektrik berhubungan dengan peningkatan risiko serangan jantung\u201d.<\/p>\n\n\n\n

Dari hasil pakar dan hasil studi di atas menegaskan bahwa keberadaan rokok vape atau rokok elektrik, resikonya sangat besar. Bahan utama rokok vape atau elektrik yang paling besar memberikan efek negatif pada tubuh manusia adalah cairan perasa. Akibat cairan perasa dalam rokok elektrik  atau vape termasuk merek JUUL beresiko terjadi peradangan, terjangkit penyakit jantung dan paru-paru akut, selanjutnya berakibat kematian. <\/p>\n\n\n\n

Untuk itu, demi masa depan bangsa Indonesia harusnya ada regulasi pelarangan peredaran rokok elektrik atau vape yang nyata-nyata telah ada kasus dengan didukung beberapa riset dan studi tentang konten rokok elektrik atau vape, yang hasilnya mempunyai resiko tinggi dapat menyebabkan penyakit berujung kematian.         
<\/p>\n","post_title":"Perokok Elektrik Berisiko Besar Terjangkit Penyakit Mematikan","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"perokok-elektrik-berisiko-besar-terjangkit-penyakit-mematikan","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-08-28 09:40:09","post_modified_gmt":"2019-08-28 02:40:09","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5999","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5979,"post_author":"877","post_date":"2019-08-21 09:57:26","post_date_gmt":"2019-08-21 02:57:26","post_content":"\n

Pemerintah berencana akan menerbitkan aturan simplifikasi layer cukai pada Oktober-Desember 2019. Jika benar terjadi, tindakan pemerintah itu sama saja membunuh secara perlahan industri kretek nasional. <\/p>\n\n\n\n

Jika dipikir-pikir, kebijakan simplifikasi layer cukai sangat menguntungkan industri rokok asing. Lalu apa bedanya pemerintah dengan LSM\/NGO yang getol memerangi peredaran rokok?. Nyatanya sama-sama ditunggangi kepentingan asing. Bedanya mungkin, pemerintah ditunggangi kepentingan industri rokok investor asing, kalau LSM\/NGO antirokok ada kepentingan farmasi yang berpusat di Amerika. Tapi jika dirunut dengan teliti, dua kepentingan asing tersebut yang terlihat beda, ada kemungkinan mengerucut pada satu titik yang sama. Tak lain membunuh rokok kretek asli Indonesia.<\/p>\n\n\n\n

Sebelum masuk ranah penjelasan yang sederhana tentang simplifikasi layer CHT, dampak yang ditimbulkan dan maksudnya. Terlebih dahulu perlu diuraikan makna simplifikasi, layer dan cukai secara berkesinambungan. Simplifikasi punya arti penyederhanaan, awalnya banyak dijadikan lebih sedikit, kecil, ramping dan ringkas. Tentunya, cara yang harus ditempuh dalam penyederhaan bisa jadi menggabungkan, bisa jadi dibuang\/dipotong salah satu, bisa jadi kedua-duanya dijalankan. Hubungan simplifikasi dengan industri rokok, penjelasannya di belakang setelah uraian tentang layer dan cukai.<\/p>\n\n\n\n

Layer bisa disebut dengan ungkapan lapisan, golongan, kelas, dan mungkin bisa dikatakan tingkatan. Varian rokok banyak sekali; ada rokok putih atau disebut sigaret putih mesin (SPM), ada sigaret kretek mesin (SKM), Ada sigaret kretek tangan (SKT). Ada rokok filter (ada busa) dan non filter (tidak ada busa). Ada juga rokok bercengkeh disebut kretek dan non cengkeh (tembakau saja) disebut putihan. Ada lagi rokok kretek dinamakan mild. Dari varian tersebut dibagi menjadi beberapa layer atau golongan, untuk penyesuaian pembayaran pajak cukai. Untuk mempermudah pemahaman, layer dibahasakan sebagai golongan industri rokok besar, menengah dan kecil. Sedangkan, cukai adalah pungutan pemerintah sebagai pajak. <\/p>\n\n\n\n

Nah, kira-kira uraian maknanya perkata sudah jelas. Sekarang uraian tersebut dihubungkan semua dengan rencana pemerintah kedepan untuk pungutan pajak rokok. Rencana pemerintah yang dimaksud simplikasi layer CHT, ingin menyederhanakan atau menggabungkan antara SPM dan SKM, dilebur manjadi satu golongan. Aslinya dibedakan, karena memang berbeda. SPM lebih tinggi pungutan pajaknya dari [ada SKM. SPM bukan asli produk Indonesia dan cenderung impor, dan yang punya bukan pribumi. Bahan bakunyapun tidak menggunakan tembakau Indonesia. Sangat jauh berbeda dengan SKM, industri yang padat karya dan menggunakan bahan baku lokal. Dan yang paling istimewa perbedaannya, tak lain adalah kemunculan SKM diciptakan oleh pribumi dengan mencampur tembakau dan cengkeh dalam satu batang rokok. Kemudian rokok cmpuran tersebut dinamai kretek. <\/p>\n\n\n\n

Rokok kretek terus berkembang dan inovatif seperti penjelasan di atas, ada filter, non filter, mesin, tangan, mild dan klobot. Kretek klobot tidak bercukai, karena keberadaannya hampir punah, sedikit sekali pabrikan membuat jenis klobot. Klobot satu-satunya rokok yang memakai bungkus daun jagung yang telah dikeringkan, kemudian di ikat pakai benang. Sehingga untuk kretek klobot ada pengecualian, tidak masuk dalam kategori jenis kretek di atas. <\/p>\n\n\n\n

Semua jenis kretek saat ini diproduksi oleh industri. Secara sederhana industri terbagi tiga macam, industri besar, menengah dan kecil. Paling kecil kategori industri kretek, telah mempunyai gudang untuk operasi pembuatan rokok kretek dengan luas minimal 200m2<\/sup>. Jadi, sekarang ini tidak ada lagi industri rokok kretek skala rumahan (home industri) seperti dulu lagi. <\/p>\n\n\n\n

Dari penjelasan di atas, sekarang sudah paham varian jenis rokok kretek asli produk Indonesia. Apapun bentuknya, jika rokok menggunakan campuran tembakau dan cengkeh itulah dinamakan rokok kretek, termasuk jenis mild. Dewasa ini jenis mild sangat disukai dipasaran. Hingga semua industri berlomba-lomba bikin mild. Munculnya mild tidak lain karena tuntutan dari aturan pemerintah yang membatasi nikotin dan tar. Sehingga konten tembakau mild lebih banyak memakai tembakau jenis Virginia. <\/p>\n\n\n\n

Jangan salahkan industri\/pabrikan jika makin lama kuota impor tembakau naik. Karena dibentuk oleh aturan pemerintah dan peningkatan permintaan pasar mild. Kalau begitu yang salah siapa? tentunya pemerintah yang membuat aturan low nikotin dan tar. Sulit sekali tembakau lokal untuk memenuhi batasan low nikotin dan tar sesuai aturan pemerintah. Pada akhirnya mau tidak mau industri\/pabrikan membutuhkan tembakau jenis Virginia yang sulit tumbuh dengan baik di bumi nusantara ini. Lalu apa yang dilakukan industri\/pabrikan rokok, ya impor lah. Tapi industri\/pabrikan masih sangat membutuhkan tembakau lokal. Selain sebagai bahan campuran rokok kretek mild, tembakau lokal dibuat memproduksi rokok bukan mild. <\/p>\n\n\n\n

Untuk rokok kretek mild, semuanya diproduksi memakai mesin, sedangkan selain mild ada yang pakai mesin ada yang pakai tangan. Dengan isu simplikasi layer CHT SPM dan SKM, ada dua kemungkinan. Pertama; bisa jadi SPM diturunkan levelnya disesuaikan dengan SKM. Kedua; atau SKM dinaikkan levelnya sesuai SPM. Keduanya sangat merugikan industri kretek asli produk Indonesia berupa SKM. Kalau yang pertama, keuntungan SPM (industri asing) harganya disamakan SKM, sehingga persaingan penjualan dipasaran relatif mudah, sehingga SKM sangat dirugikan. Jika demikian, pemerintah tidak melindungi industri nasional (lokal), dengan meliarkan persaingannya dipasaran sangat ketat. <\/p>\n\n\n\n

Kemungkinan yang kedua, juga demikian, sangat merugikan SKM, karena levelnya naik mengikuti SPM. Jika demikian, sangat memberatkan SKM, apalagi pangsa rokok kretek ditahun-tahun terakhir ini merosot tajam penjualannya. Kemerosotan penjualan rokok kretek juga pengaruh dari kebijakan pemerintah dan oknum (anti rokok) yang selalu merecoki industri kretek, seperti pungutan cukai naik,  pelarangan iklan, membuat isu yang dibuat-buat tanpa dasar dan lain sebagainya. Apakah keadaan industri kretek nasional saat ini, pemerintah masih memejamkan mata dan akan memberlakukan simplikasi layer CHT?. Jika demikian, sama saja pemerintah membunuh industri\/pabrikan kretek nasional dengan pelan-pelan. <\/p>\n\n\n\n

Jangan salahkan industri\/pabrikan rokok kretek jika pelan-pelan merumahkan karyawannya karena merugi bahkan tidak beroperasi. Jika pembelian bahan baku rokok kretek (tembakau dan cengkeh) menurun dan ribuan juta petani merugi, dan masih banyak lagi efek dampaknya ke segala lini yang menggantungkan hidupnya berhubungan dengan sektor pertembakauan. Pemerintah harus bertanggungjawab atas dampak tersebut, jangan asal cuci tangan jika dampak negatif terjadi. Karena pemerintahlah yang bikin aturan. <\/p>\n\n\n\n

Untuk itu, kedepan pemerintah harus hati-hati dan jeli dalam memutuskan dan memberlakukan kebijakan untuk kepentingan sektor pertembakauan. Karena, yang sudah-sudah, kebijakan pemerintah pada sektor pertembakauan tidak mengakomodir kepentingan industri nasional, cenderung mengakomodir kepentingan industri asing. Baik pemerintah, industri kretek, petani tembakau dan cengkeh serta masyarakat Indonesia harus berdaulat, saling menjaga dan saling melindungi untuk kepentingan bersama, menjadi bangsa yang besar dan kuat tanpa disetir Negara lain (asing). Inilah makna kemerdekaan yang sesungguhnya di era melenial.
<\/p>\n","post_title":"Kebijakan Simplifikasi Layer Cukai Adalah Rencana Pembunuhan terhadap Kretek","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"kebijakan-simplifikasi-layer-cukai-adalah-rencana-pembunuhan-terhadap-kretek","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-08-21 09:57:34","post_modified_gmt":"2019-08-21 02:57:34","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5979","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5956,"post_author":"877","post_date":"2019-08-14 11:00:51","post_date_gmt":"2019-08-14 04:00:51","post_content":"\n

Komisioner Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) Sitty Hikmawatty sesat pikir saat mengatakan bahwa program audisi beasiswa bulutangkis sebagai ajang ekploitasi anak. KPAI mempermasalahkan tulisan Djarum di kaos olahraga, karena sebagai ajang promosi brand rokok. Disini KPAI gagal faham membedakan antara Djarum Foundation dan Djarum industri rokok. <\/p>\n\n\n\n


Djarum Foundation sebagai wujud bhakti terhadap Bangsa dan Negara, sehingga prakteknya Djarum Foundation mengeluarkan uang, bukan mencari keuntungan. Ketika dikatakan sebagai ajang promosi produk rokok, sudah ditampik dan sudah dijelaskan secara detail pengurus Djarum Foundation, bahwa program yang dijalankan jauh dari niatan promosi produk rokok. Kalaupun ada tulisan Djarum di kaos olahraga, memang sejarahnya dari dulu sebagai nama clubnya. <\/p>\n\n\n\n


Sitty Hikmawatty sebagai komisioner KPAI, harusnya cerdas menyikapi hal tersebut. Harusnya ada apresiasi pada Djarum yang sadar akan kewajibannya, andil dalam pengembangan bakat bagi anak-anak. Dan apa yang telah dilakukan Djarum Foundation tidaklah mudah, membutuhkan tenaga dan matriil begitu besar. Sekarang pertanyaannya, siapa dan industri pribumi mana yang berani melakukan seperti itu?, bahkan KPAI pun tidak akan berani membuat program pencarian bakat secara intensif dan masif. <\/p>\n\n\n\n


KPAI harusnya faham makna perlindungan bagi anak, jangan hanya dimaknai secara sempit, semisal anak juga butuh perlindungan dari kebodohan dan kebutuhan lain yang sifatnya sangat mendesak. Nyatanya masih banyak anak \u2013anak yang tidak sekolah karena tidak mampu, masih banyak anak-anak yang hidup terlantar di Jalan, masih banyak anak-anak sebagai obyek makanan ringan yang bahannya membahayakan bagi tubuh. Dimana dan apa yang sudah dilakukan KPAI untuk melindungi anak tersebut?. Masih banyak masalah anak yang sangat penting dan krusial harus dikerjakan KPAI, dari pada mengurusi tulisan club Djarum dalam program audisi Djarum Foundation.<\/p>\n\n\n\n


Belum lagi, katanya KPAI akan mengambil langkah mengundang Kepala Daerah, dimana kotanya dibuat ajang audisi tersebut. Kalau nanti benar terjadi, menandakan kinerja KPAI tidak efektif. Masalah anak yang paling penting tidak terurus, dan selalu bergejolak di masyarakat kelas bawah. Sekali lagi seperti tidak sekolah karena orang tuanya tidak mampu atau orang tuanya meninggal dunia, walaupun sekolah katanya gratis, akan tetapi dampak lain timbul seperti halnya masalah ekonomi, akhirnya anak-anak mendingan cari uang untuk hidup sehari-hari dari pada sekolah. Anak-anak suka beli jajan (makanan ringat) di toko maupun dipinggir jalan yang mengandung bahan membahayakan bagi pertumbuhan anak. Di perempatan jalan atau lampu merah banyak anak-anak yang hidupnya menggelandang tanpa tujuan. Ini riil dan nyata di hadapan mata kita tiap hari. <\/p>\n\n\n\n


Tapi anehnya KPAI saat ini malah lebih intens mengurusi hal yang tidak penting degan melarang audisi pencarian bakat bulutangkis oleh Djarum Foundation. KPAI cenderung gagal faham dalam memahami, menafsiri, dan mensikapi hal tersebut. Anehnya lagi, apa yang dilakukan KPAI sampai ngotot. <\/p>\n\n\n\n


Kalau mau melarang program audisi Djarum Foundation, tunjukkan dulu KPAI punya program pencarian bakat seperti Djarum Foundation lakukan. Jangan seenaknya KPAI, melarang-larang tanpa solusi konkret dengan dalil perlindungan. Lucunya, KPAI dengan dalil perlindungan anak mengatakan, audisi pencarian bakat bulutangkis yes, ajang promosi no. Kalau dipahami, KPAI ingin audisi Djarum Foundation tetap jalan, tapi tulisan Djarum dihilangkan. Ini sama saja, tidak boleh menulis atau memaparkan nama club. Sedangkan pencantuman nama club sangat penting sebagai identitas dan jati diri. <\/p>\n\n\n\n


Kegiatan perlindungan untuk anak adalah pekerjaan yang sangat mulia kalau benar-benar dilakukan. KPAI, sebagai lembaga dengan memapang langsung tulisan perlindungan anak akan lebih mulia jika programnya konkret. Seperti lembaga sekolah negeri atau swasta, tanpa memakai kata-kata perlindungan, sekolah tersebut mendidik anak melindungi anak dari kebodohan untuk kesiapan masa depan. Audisi pencarian bakat bulutangkis Djarum Foundation pun demikian, kegiatannya konkret menyiapkan atlet olahraga bulutangkis. Dan apa yang telah dilakukan Djarum Foundation dengan audisinya sangat beda dari bentuk promosi. Berbeda dengan pelibatan anak-anak untuk promosi produk, murni tujuannya agar produknya laku. Apalagi produk yang ditawarkan untuk kebutuhan anak. Contohnya banyak sekali beredar iklan-iklan yang terpampang di pinggir jalan, di media sosial, bahkan di stasiun televisi, hal ini kayaknya lolos dari bahasan KPAI.<\/p>\n\n\n\n


Belum lagi, tanpa disadari lembaga KPAI juga menumpang hidup dari anak-anak. Kemana-mana membawa nama anak-anak untuk kegiatannya, bahkan sampai untuk menggalang donasi. Namun kegiatan yang betul-betul sangat dibutuhkan anak-anak belum atau bahkan tidak tersasar dan tidak menjadi prioritas. Sehingga, program KPAI untuk perlindungan anak dipastikan tidak efektif. Buktinya, KPAI membuat masalah yang sederhana dibuat rumit, seperti mempermasalahkan tulisan Djarum sebagai club dalam ajang audisi pencarian bakat Djarum Foundation Bhakti Olahraga. Jelas-jelas untuk kepentingan masa depan anak, dengan meningkakan minat dan bakat anak dalam olahraga atas dasar suka dan tidak ada paksaan.
Kata kunci pendidikan bagi anak adalah bermain, senang atau suka, sesuai keinginan, dan untuk bekal hidup selanjutnya. Jika KPAI mempermasalahkan tulisan club Djarum, yang dianggap sebagai ajang promosi dan ekploitasi anak, alasan tersebut tidak benar dan tanpa dasar. Seperti halnya penjelasan di atas, audisi pencarian bakat bulutangkis Djarum Foundation, jauh dari promosi dan ekploitasi. Tujuan utama audisi tidak lain memberikan bekal dan pendidikan bagi anak sesui keinginannya, anak belajar dengan senang, gembira, dan bermain. <\/p>\n\n\n\n


Jika kemudian KPAI dan lembaga lain yang mengatasnamakan peduli anak, melarang kegiatan audisi pencarian bakat olah raga bulutangkis yang dilakukan Djarum Foundation, sama dengan menghalangi anak Indonesia mengembangkan minat dan bakatnya sesuai keinginan, menghalangi anak Indonesia belajar sambil bermain dan gembira, menghalangi anak Indonesia untuk mendapatkan bekal hidup selanjutnya, menghalangi anak Indonesia untuk mewujudkan cita-cita. Apa yang dilakukan KPAI dan lembaga lain tersebut, sangat bertentangan dengan cita-cita Bangsa, dan cita-cita pendidikan bagi anak di Indonesia. <\/p>\n","post_title":"Sesat pikir KPAI Melarang Audisi Pencarian Bakat Bulutangkis Anak-Anak","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"sesat-pikir-kpai-melarang-audisi-pencarian-bakat-bulutangkis-anak-anak","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-08-14 11:00:58","post_modified_gmt":"2019-08-14 04:00:58","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5956","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5949,"post_author":"877","post_date":"2019-08-12 08:28:29","post_date_gmt":"2019-08-12 01:28:29","post_content":"\n

Kurban tidak semata-mata hanya menyembelih hewan, dibaliknya ada kisah indah yang bisa sebagai bahan renungan dan pengingat bagi semua. Pada kisah qurban, terdapat peran anak usia dini yang akhirnya dikenang umat Islam sedunia sepanjang masa dan juga dapat mengangkat harkat martabat keluarganya dihadapan Tuhan. Selama anak suka bahkan bahagia menjalankan perannya untuk kepentingan dirinya sendiri kedepan dan mengangkat harkat martabat keluarganya dengan bimbingan yang baik, maka hal tersebut sah-sah saja tidak ada larangan.\u00a0<\/p>\n\n\n\n

Kemarin, pada tanggal 11 Agustus 2019 hari Minggu, tepatnya pada tanggal 10 dzulhijjah 1440 M., dipagi hari umat Islam terlihat berbondong-bondong ada yang ke masjid ada yang kelapangan, tidak lain menjalankan ibadah sholat Idul Adha, atau biasa disebut hari raya qurban. Selain melakukan sholad, umat Islam merayakannya dengan menyembelih hewan qurban, seperti unta tradisi di Timur Tengah, sedangkam di Indonesia menyembelih sapi atau kerbau. Khusus di Kudus kota Kretek rerata menyembelih kerbau, sapi bagi sebagian besar masyarakat Kudus tidak mau menyembelih. Cerita yang beredar di masyarakat turun menurun, pelarangan menyembelih sapi sejak zaman kewalian yaitu Sunan Kudus sebagai penghormatan terhadap agama lain yang beranggapan hewan sapi sebagai hewan yang suci.<\/p>\n\n\n\n

Kembali ke Idul Adha, diceritakan oleh para Ulama\u2019 ada kisah tentang Nabi Ibrahim yang akan mengorbankan putranya yang masih kecil namanya Ismail (besarnya menjadi Nabi). Ceritanya Nabi Ibrahim saat tidur bermimpi, ia diperintah Tuhan untuk menyembelih putranya bernama Ismail. Saat bangun, ia merenung, berfikir sambil bertanya dihati, benarkah ini perintah Tuhan?. Kali pertama mimpinya ini, ia masih ragu antara benar perintah Tuhan atau tidak. Mimpi yang direnungkan dan difikir terjadi pada malam tanggal 08 dzulhijjah,disebut hari tarwiyah<\/em>.\u00a0<\/p>\n\n\n\n

Baca: Tinjauan Kritis Atas Larangan Iklan dan Sponshorship dengan Mencantumkan Logo, Brand Image, dan Identitas CSR Sebuah Perusahaan<\/a><\/p>\n\n\n\n

Pada malam tanggal 09 dzulhijjah Nabi Ibrahim mimpi lagi dengan perintah yang sama. Mimpi kali kedua, Nabi Ibrahim merasa yakin kalau benar-benar perintah Tuhan. Pada mimpi kedua disebut hari arafah<\/em>. Pada tanggal 10 dzulhijjah, hari Nabi Ibrahim melaksanakan perintah Tuhan untuk menyembelih Ismail (putranya), yang kemudian disebut  hari nakhr <\/em>(biasa disebut nahar bagi orang Indonesia). <\/p>\n\n\n\n

Cerita KH. Sya\u2019roni, saat pagi hari pada tanggal 10 dzulhijjah Nabi Ibrahim menyuruh istrinya bernama Siti Hajar (ibu kandung Ismail) untuk memandikan Ismail setelah itu memakaikan pakaian yang bagus-bagus, dengan alasan mau diajak jalan-jalan. Siti Hajar melaksanakan sesuai perintah suaminya, sembari menunggu istrinya selesai, Nabi Ibrahim mengasah pisaunya\/pedangnya. <\/p>\n\n\n\n

Ismail sudah siap, diajaklah jalan jalan bapaknya (Nabi Ibrahim) menuju bukit Mina di Makkah, dengan niatan mau disembelih sesui perintah Tuhan. Di tengah perjalanan, Nabi Ibrahim dihadang iblis yang berwujud manusia, dengan mengatakan Ibrahim, anakmu itu ganteng, tega kamu sembelih, urungkan niatmu. Nabi Ibrahim tidak menjawab, malah mengambil batu kecil 7 butir, kemudian batu kecil tersebut dilemparkan ke arah iblis tersebut, sambil mengatakan, pergi kamu Iblis. Nabi Ibrahim tetap melanjutkan perjalannya, dan dihadang Iblis lagi kali kedua, Nabi Ibrahim mengambil batu kecil lagi dilempar ke iblis. Kemudian Nabi melanjutkan perjalannya, dihadang iblis lagi kali ketiga, seperti penghadangan yang pertama dan kedua, Nabi mengambil batu kecil dan dilemparkan ke arah iblis, lalu Nabi Ibrahim lanjut lagi. Inilah cerita, yang menjadi cikal bakal adanya jumroh ula, jumroh wustho dan jumroh aqobah. Tiap ibadah haji jumroh ini harus diperagakan seperti halnya apa yang telah dilakukan Nabi Ibrahim dengan maksud melawan dan melempar iblis dengan batu agar tidak mengganggu..  <\/p>\n\n\n\n

Sesampainya di puncak bukit Mina, Nabi Ibrahim menceritakan mimpinya dan mengatakan maksud dan tujuannya mengajak Ismail jalan-jalan. Selesai Nabi Ibrahim cerita, kemudian Ismail berkata pada bapaknya, untuk segera menjalankan perintah Tuhan. Pada saat menyembebelih, pisau\/pedang Nabi Ibrahim tidak bisa melukai kulit Ismail, karena Nabi Ibrahim masih gelisah dan menangis saat melihat wajah Ismail. Kemudian Ismail berkata, mungkin karena bapak melihat wajahku, hingga tidak tega menyembelih, lalu Ismail membalikkan badannya memposisisikan badannya telungkup. Lalau Nabi Ibrahim dengan kesiapan hati melakukan penyembelihan yang kedua, lagi-lagi pisau\/pedangnya tidak mampu melukai kulit leher Ismail. Dengan bingung karena tidak berhasil menyembelih Ismail, turunlah Malaikat Jibril dengan membawa kambing, digantikannya Ismail dengan kambing tersebut. Bersamaan dengan turunnya wahyu Tuhan yang menjelaskan keduanya telah lulus  dari ujian. Kemudian Nabi Ibrahim membaca takbir \u201cAllahu Akbar\u201d<\/em> 3x, disaut Ismail dengan .membaca \u201cLaa ilaaha illahhu wallahu akbar<\/em>\u201d, diakhiri Malikat Jibril dengan bacaan \u201cAllahu Akbar walillahil Hamd<\/em>\u201d, dilanjutkan dengan menyembelih kambing bawaan malaikat jibril.<\/p>\n\n\n\n

Ada cerita lucu setelah Nabi Ibrahim selesai menyembelih kambing, Nabi Ibrahim bertanya pada Ismail, siapa yang paling dermawan diantara kita? Ismail menjawab, saya. Tidak bisa kata Nabi Ibrahim, saya yang paling dermawan, karena akan mngorbankan anak yang kucintai. Ismail berkata, tidak bisa, saya yang dermawan, karena bapak punya dua anak, kalau saya dikorbankan, masih punya anak satu, lalu malaikat berkata, tidak bisa, saya yang dermawan karena saya sudah kehilangan kambing satu.\u00a0\u00a0<\/p>\n\n\n\n

Baca: Kegagalan Lakpesdam PBNU dalam Melihat Produk Tembakau Alternatif<\/a><\/p>\n\n\n\n

Keterangan dalam kitab tafsir  \u201cTanwirul Adhan<\/em>\u201d penjelasan dari surat As-Saffat ayat 102 bahwa usia Ismail saat itu 13 tahun ada juga Ulama\u2019 yang mengatakan umur 7 tahun. ada riwayat lain yang mengatakan umur Ismail saat itu 14 tahun. Pada intinya saat kejadian kisah penyembelihan, Ismail masih usia anak-anak, ia dengan senang hati dan ikhlas, menjalani perannya.  <\/p>\n\n\n\n

Dari sejarah singkat qurban yang ektrim di atas, kira-kira pendapat KPAI apakah mendukung apa yang telah di lakukan Nabi Ibrahim?, atau sebaliknya mendukung Iblis yang menghalangi Nabi Ibrahim yang akan menjalankan kewajibannya sebagai hamba?. Saya yakin KPAI akan mendukung Nabi Ibrahim, tidak mendukung langkah Iblis. 
<\/p>\n\n\n\n

Walaupun ktidak persis, tapi hampir mirip kisah qurban diatas dengan audisi oleh Djarum Foundation yang melibatkan. Program audisi bulutangkis usia anak-anak Djarum Foundation, tidak lain ikut serta program pemerintah dalam mencerdaskan bangsa melalui pencarian bakat sedini mungkin. Anak-anak yang berbakat bulutangkis tentunya yang terjaring dalam audisi, dididik dengan penuh semangat oleh Djarum Foundation Bhakti olahraga. Buktinya, anak-anak tersebut disekolahkan formal, dilatih bulu tangkis dengan disiplin dan penuh tanggungjawab, tanpa dipungut biaya apapun, bahkan semua kebutuhan anak-anak tercukupi dengan baik. Pola didiknya, seperti pola pendidikan sekolah lainnya, anak-anak dididik dan diajar agar berpretasi, setidaknya punya pengetahuan, pengalaman dan keahlian sebagai bekal masa depan. Disisi lain, ternyata anak-anak yang terjaring audisi merasa sangat gembira, senang dan bangga bisa terpilih. Mereka dapat mengembangkan bakatnya, dan mendapatkan pendidikan sekolah dengan gratis.<\/p>\n\n\n\n

Tujuan utama Djarum Foundation mencari bibit unggul pebulutangkis Indonesia, yang selama ini sebagai salah satu olahraga kebanggaan masyarakat Indonesia atas banyaknya prestasi yang di peroleh. Program Djarum Foundation Bhakti olahraga jauh dari niatan ekploitasi anak untuk promosi, yang ada ekploitasi anak untuk kejayaan olah raga bulutangkis bangsa Indonesia. <\/p>\n\n\n\n

Juga, program Djarum Foundation audisi bulutangkis adalah salah satu bentuk kesadaran dan kewajibannya membangun bangsa dengan melibatkan anak-anak. Lalu apa yang salah dari Djarum Foundation Bhakti Olahraga, jelas-jelas telah menghibahkan fasilitas, pikiran hingga dana untuk kepentingan kejayaan bangsa Indonesia, melalui olahraga. Pemerintah harus mendukung program tersebut, begitupun KPAI. KPAI jangan sampai menjadi penghalang, seperti halnya penghalang Nabi Ibrahim dalam kisah di atas.  
<\/p>\n","post_title":"Refleksi Kisah Kurban sebagai Bahan Pengingat KPAI","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"refleksi-kisah-kurban-sebagai-bahan-pengingat-kpai","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-08-12 08:30:31","post_modified_gmt":"2019-08-12 01:30:31","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5949","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5936,"post_author":"877","post_date":"2019-08-06 10:53:42","post_date_gmt":"2019-08-06 03:53:42","post_content":"\n

Masalah peredaran rokok di Indonesia, pemerintah cenderung mengambil langkah aman. Sudah saatnya pemerintah harus tegas menentukan sikap pelarangan atau membolehkan peredaran rokok di tengah-tengah masyarakat. <\/p>\n\n\n\n

Sikap pemerintah sampai saat ini menimbulkan pro dan kontra. Di satu sisi pemerintah melalui Kementrian Kesehatan membuat aturan pembatasan dan pelarangan beredarnya rokok, bahkan melarang adanya iklan rokok dan mengatur packaging<\/em> dengan bermacam gambar dan peringatan yang menggelian. Di sisi lain, pemerintah mendorong peningkatkan pendapatan Negara, mendorong peningkatan ekonomi rakyat, mendorong peningkatan produktivitas rakyat dan daya saing di pasar internasional, dan mendorong pengentasan kemiskinan.<\/p>\n\n\n\n

Sekarang, efek sikap pemerintah di atas meluas kemana-mana, mulai dari isu penyederhanaan layer atau penggabungan golongan industri rokok, isu pelarangan iklan rokok di media sosial karena pengguna media sosial banyak anak-anak, sampai pada pelarangan audisi pencari bakat bulu tangkis yang dilakukan Djarum Foundation dengan alasan ekploitasi anak. Ini semua adalah beberapa agenda untuk pengendalian rokok dan tembakau di Indonesia yang alasannya sudah dipatahkan dengan data yang lebih akurat.<\/p>\n\n\n\n

Semisal, yang pro dapat menceritakan dan meruntutkan agenda pengendalian rokok dan tembakau di Indonesia sebagai agenda politik dagang internasional. Semua program pengendalian rokok dan tembakau di Indonesia mengadopsi dari program World Health Organization (WHO) organisasi program dunia yang mendapatkan sokongan dana dari industri farmasi.\u00a0<\/p>\n\n\n\n

Baca:
Ada Campur Tangan Bloomberg dalam Surat Edaran Menkes terkait Pemblokiran Iklan Rokok <\/a><\/p>\n\n\n\n

WHO tidak semata-mata bertujuan demi meningkatkan taraf kesehatan penduduk. Di sini WHO sebagai ujung tombak industri farmasi. Terjadi peralihan di lingkup kesehatan, dimana dokter dan ilmuwan kesehatan dikuasai perusahan obat (farmasi). Tujuan utamanya tidak lain untuk merebut pasar nikotin dunia, dan menggantikan pemanfaatan nikotin alami dari tembakau dengan produk rekayasa nikotin yang telah dikantongi hak patennya. Keterlibatan WHO memuluskan tujuan industri farmasi tersebut dengan mendorong negara-negara di dunia untuk memberlakukan kebijakan sesuai kerangka kesehatan, tanpa mempertimbangkan peran sosial, ekonomi, politik dan budaya. Walaupun alasan kesehatan yang dibangun ternyata tidak 100% benar dan terkesan dipaksakan. Negara yang menjadi sasaran utama adalah Negara yang berkembang, seperti Indonesia, China, Bangladesh, India, Rusia, Mesir, Thailand, Filipina dan Brazil. <\/p>\n\n\n\n

Untuk menguasai pasar nikotin di dunia, industri farmasi mendapatkan sokongan dana dari bloomberg initiative. Karena salah satu direktur dari persekutuan perusahaan farmasi dunia bernama William R. Brody punya kedekatan dengan bloomberg initiative, selain teman karib juga posisinya sebagai penasehat. <\/h4>\n\n\n\n

Tidak mengherankan jika pendukung program pengendalian rokok dan tembakau di Indonesia mendapatkan sokongan dana dari bloomberg initiative termasuk lembaga yang bergerak untuk perlindungan anak, salah satunya Komnas Perlindungan Anak Indonesia (KPAI). Apapun bentuk lembaganya, selama mendapatkan kucuran dana bloomberg initiative, program utamanya harus sinergi dengan program bloomberg initiative dan rezim kesehatan dunia (WHO) yaitu pengendalian tembakau dan rokok, terutama rokok kretek asli Indonesia.<\/p>\n\n\n\n

Ada sekitar lebih dari 20an lembaga di Indonesia mendapatkan sokongan dana langsung maupun tidak langsung dari bloomberg initiative. Lembaga-lembaga tersebut bervarian, ada lembaga yang bergerak dalam pendidikan, bergerak pemberantasan korupsi, bergerak dalam kesehatan, bergerak perlindungan konsumen, bergerak melindungi anak, bahkan sampai pada lembaga agama. Numun pada intinya leading sector<\/em> yaitu sektor potensial yang dapat\u00a0menggerakkan agenda pengendalian tembakau dan rokok di Indonesia ada pada rezim kesehatan dalam hal ini Kementerian Kesehatan. Dengan menggunakan dalil kesehatan yang mulia, agenda bloomberg initiative dan farmasi berselancar dengan baik di Indonesia. \u00a0<\/p>\n\n\n\n

Baca:
Tinjauan Kritis Atas Larangan Iklan dan Sponshorship dengan Mencantumkan Logo, Brand Image, dan Identitas CSR Sebuah Perusahaan<\/a> <\/p>\n\n\n\n

Isu kuat saat ini yang beredar untuk agenda pengendalian tembakau dan rokok di Indonesia salah satunya, KPAI melarang audisi pencarian bakat bulu tangkis sejak dini yang dilakukan Djarum Foundation dengan alasan ekploitasi anak, Kementerian Kesehatan dan KPAI melarang adanya iklan di media sosia karena akan mengakibatkan bertambahnya perokok pemula, penggabungan golongan industri rokok atau penyederhanaan layer tarif cukai rokok yang intinya pengurangan terhadap industri rokok kretek, menaikkan cukai rokok untuk mengurangi peredaran rokok, dan korelasinya rokok dengan kemiskinan bertujuan agar ada kebijakan menghalau laju industri rokok kretek. <\/p>\n\n\n\n

Pemerintah dalam hal ini harus tegas mengambil sikap, untuk kepastian dan masa depan industri rokok kretek asli Indonesia. Dimana sejarah penemuan rokok kretek tidak lain untuk pengobatan yang dilakukan H. Djamhari sebagai obat sakit bengeknya. Karena rokok kretek adalah campuran tembakau dan cengkeh, berbeda dengan rokok non kretek yang hanya memakai tembakau saja. Selama ini, belum ada uji atau riset bahwa rokok kretek berkorelasi signifikan terhadap timbulnya penyakit yang dituduhkan. Kalau menjadi salah satu bagian kecil penyebab penyakit, tentunya ya dan bukan faktor penyebab utama. Itu seperti halnya barang-barang lain yang dikonsumsi manusia secara berlebihan dan hidup tidak seimbang. Termasuk makan nasi, mengkonsumsi gula dan mengkonsumsi lainnya secara berlebihan, tanpa diimbangi olah raga dan istirahat yang cukup. <\/p>\n\n\n\n

Selain itu, posisi industri kretek sangat stategis bagi bangsa Indonesia. Industri kretek membuktikan tetap bertahan setidaknya lebih dari 130 tahun. Disaat industri lain tumbang di zaman kolonial, industri kretek tetap eksis memberikan penghidupan masyarakat Indonesia. Bahkan tergolong industri yang peka zaman, dengan memberikan kontribusi yang sangat besar. Menghidupi setidaknya 6.1 juta jiwa petani cengkeh yang tersebar di 30 provinsi, petani tembakau yang tersebar di 15 provinsi. Menghidupi ribuan karyawan yang bekerja di industri kretek. Mempunyai multiplier<\/em> <\/em>effect<\/em> ke sektor perokonomian lainnya yang berada di sekitar industri kretek. <\/p>\n\n\n\n

Keberadaan industri kretek berkontribusi adanya hak jaminan sosial dan corporate social responsibility<\/em> (CSR), seperti halnya jaminan kesehatan, bhakti pendidikan, bhakti budaya, bhakti olahraga, bhakti lingkungan dan lain sebagainya. Berkontribusi pendapatan Negara melalui setoran cukai, berkontribusi bagi kesehatan publik dari alokasi dana bagi hasil cukai hasil tembakau (DBH-CHT) untuk sarana kesehatan dan pembayaran defisit Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS).  <\/p>\n\n\n\n

Selain itu, adanya industri kretek sebagai cermin kemandirian dan kedaulatan bangsa, karena sebagai pemenuhan kebutuhan pokok rakyat dalam hal ini pendapatan masyarakat sebagai agenda pemberantasan kemiskinan. <\/p>\n\n\n\n

Dengan pertimbangan di atas, diharapkan pemerintah dalam hal ini Presiden memberikan ketegasan, apakah industri rokok nasional tetap berproduksi atau dilarang berproduksi. Kalau tetap berproduksi, pemerintah secara totalitas harus melindunginya mulai kebijakan sampai pada strategi pemasarannya. Andaikan dilarang beroperasi, pemerintah paling tidak harus berani mempersiapkan lapangan pekerjaan lain bagi petani dan buruh tani cengkeh dan tembakau, buruh industri dan mungkin menata perekonomian akibat multiplier<\/em> <\/em>effect<\/em> keberadaan industri kretek. Dan yang terpenting keberadaan industri kretek, sebagai industri nasional sebagai perwujudan agenda prioritas  tujuan Nawa Cita, sehingga jangan sampai digiring dan diatur kepentingan asing melalui rezim kesehatan sebagai leading sector, <\/em>yang belum tentu benar dan terkesan dipaksakan.  
<\/p>\n","post_title":"Ketika Pemerintah Plin-Plan Membuat Regulasi Terkait Dunia Pertembakauan","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"ketika-pemerintah-plin-plan-membuat-regulasi-terkait-dunia-pertembakauan","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-08-06 10:53:48","post_modified_gmt":"2019-08-06 03:53:48","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5936","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":16},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"epic_block_3"};

\n

Aku datang sekitar jam 20.00, terlihat banyak tema yang sudah pada kumpul, didepannya ada segelas kopi. Maklum kita orang desa ngopinya gak pakai cangkir, tapi pakai gelas es yang tinggi. Dibenakku ini ngopi apa kehausan?, tapi yang penting tetap ngopi dan merokok. Di meja terlihat banyak rokok bermacam-macam mereknya, sesuai kesukaan masing-masing. Ada yang bawa Sukun Putih, ada yang bawa Gudang Garam, kebanyakan bawa LA, tapi ada juga yang bawa rokok bikinan sendiri alias \u201cTingwe\u201d nglinting dewe dirumah ditaruh plastik. Aku coba rokok tingwe itu sambil ngobrol bareng, ternyata lumayan enak ramuan rokoknya, dibanding tingwe tingwe yang pernah aku rasakan. Yang buat tingwe namanya Sutopo, profesinya sehari-hari memang jual beli tembakau. Karena penasaran, sutopo aku tanya, kok enak, ini tembakau mana?. Dijawabnya \u201cbiasa tembakau Temanggung\u201d tapi aku kasih cengkeh kualitas wahid, dan sedikit ramuan saos sendiri (bahannya dirahasiakan), yang jelas katanya bahan saos dari rempah rempah bikinan sendiri. <\/p>\n\n\n\n

Ngobrol kita mengalir tanpa ada sekat dan batasan, malah terkadang pada ngobrol sendiri-sendiri dengan teman didekatnya. Giliran Djumari disuruh cerita pengalamannya, teman teman pada diam, mungkin pada penasaran. Soalnya dulu, sebelum ke Jakarta ia bekerja di Djarum. Ia ceritakan alasannya harus ke Jakarta. Awalnya, sering pulang pergi Jakarta Kudus untuk pengobatan istrinya yang sedang sakit di salah satu pengobatan alternatif disana atas rekomendasi saudaranya yang sudah lama hidup di Jakarta. Ia menceritakan sakit istrinya yang sering pusing, dan pusingnya bukan pusing biasa, dan seringkali istrinya sampai membentur-benturkan kepalanya. Kemudian, saat diharuskan kontinyu pengobatannya, minimal satu tahun agar cepat sembuh, akhirnya ia putusin meninggalkan Kudus sementara, termasuk pekerjaannya. Alhamdulillah istrinya sekarang sudah sembuh total.\u00a0<\/p>\n\n\n\n

Baca: Cacat Pikir KPAI Memaknai Kata Ekploitasi Anak dan Promosi<\/a><\/p>\n\n\n\n

Disela sela nungguin istrinya sakit, ia sering diajak saudaranya jualan sayuran keliling. Nah, walaupun sekarang istrinya sudah sembuh, ia tetap di Jakarta. Sebab dipikirannya, kalau kembali ke Kudus mulai dari awal lagi, mending yang sudah ada didepan mata dijalanin dulu. Nanti pelan-pelan sambil melihat peluang di Kudus, ia pun akan pulang. Obrolan tetap seru, walaupun djarum jam sudah tepat diangka 12.00 malam. Namun domain obrolan lebih pada Djumari sebagai nara sumber, ia menceritakan semua pengalaman dan kejadia yang ia lihat, sampai ia menceritakan berita kalau pabrik Djarum yang dulu pernah ia singgahi, sedang dipermasalahkan KPAI. Memang sebenarnya ia tak paham alur permasalahanya. Tahunya, KPAI gak suka bulu tangkis Djarum berjalan, memusuhi rokok. <\/p>\n\n\n\n

Sebagai orang yang pernah menjadi karyawan Djarum, jadi wajar dan pantas kalau ia membela Djarum, apalagi ia asli Kudus. Saking semangatnya, ia ngomong \u201cnek aku dadi Djarum, tak tuku iku KPAI, paling ora tak lawan\u201d \u201candaikan aku yang punya Djarum, aku beli KPAI, paling tidak dilawan\u201d. Ada yang menyambar omongan, \u201csampek matek kuwe Djum, ogak bakal dadi bos Djarum\u201d \u201csampai mati kamu Djum, tidak akan jadi bos Djarum\u201d haha\u2026\u2026disambut dengan tawa klakaran teman-teman termasuk saya sendiri. Di sela-sela tawa, tuan rumah ngomong \u201cancen gawe gregeten, kenopo Djarum mung meneng, malah ngalah\u201d \u201cbikin gregeten, kenapa Djarum diam dan cenderung mengalah\u201d. <\/p>\n\n\n\n

Nah, ternyata, banyak orang yang sangat simpati dan membela pabrik Djarum, terutama orang Kudus. Rata-rata mereka, tak tahu apa yang harus dilakukan, apa yang harus diperbuat. Sebagai manusia lemah, mereka hanya bisa marah  yang terpendaam dalam hati, dengan melihat kejadian KPAI menyerang Djarum. Coba, andaikan mereka tahu kalau dibelekang KPAI ada kepentingan asing yang mengusik rokok kretek asli Kudus, yang sudah mendarah daging bagi masyarakat Kudus. Pastinya, pembelaanya lebih dari itu, bahkan mungkin mati-matian.
<\/p>\n","post_title":"Cerita di Balik Segelas Kopi untuk Djarum","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"cerita-di-balik-segelas-kopi-untuk-djarum","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-09-03 09:19:00","post_modified_gmt":"2019-09-03 02:19:00","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6014","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5999,"post_author":"877","post_date":"2019-08-28 09:40:02","post_date_gmt":"2019-08-28 02:40:02","post_content":"\n

Direktur Pusat Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Amerika Serikat (CDC), Robert Redfield, mengungkapkan kematian tragis di Illinois memperkuat dugaan karena vape<\/a> atau rokok elektrik. Berita tersebut atas laporan Dinas Kesehatan Illinois yang mengumumkan ada satu pasien yang akhirnya meninggal dunia. Kasus ini kemungkinan jadi kasus pertama kematian akibat penyakit berkaitan dengan vape.
<\/p>\n\n\n\n

Kejadian di atas menjawab keberadaan vape atau rokok elektrik sangat membahayakan. Berbeda dengan resiko rokok kretek, bisa menimbulkan penyakit jika mengkonsumsinya berlebihan atau kebanyakakan, dan hidup tidak seimbang. Misalnya dalam satu hari merokok sampai tiga atau empat bungkus, tanpa makan nasi atau makan-makanan sehat, tanpa olah raga, tanpa minum air putih, selalu didampingi kopi atau teh, istirahatnya kurang dan sebagainya. Maka dipastikan orang tersebut akan jatuh sakit bahkan meninggal dunia.\u00a0<\/p>\n\n\n\n

Baca: Terkuak, Rokok Elektrik Berbahaya bagi Kesehatan<\/a><\/p>\n\n\n\n

Tidak hanya itu, otoritas kesehatan di Amerika Serikat telah berhasil menginvestigasi kemunculan penyakit paru-paru misterius di antara kalangan pengguna rokok elektrik atau vape. Dilaporkan setidaknya ada 195 kasus potensial penyakit paru-paru di 22 Negara karena kena dampak dari vape atau rokok elektrik.
<\/p>\n\n\n\n

Jadi, masyarakat perlu waspada beredarnya vape atau rokok elektrik. Belum lagi, sebetulnya rokok elektrik atau vape, berdampak juga peningkatan perokok anak.\u00a0 Yang menjadi daya tarik bagi anak, selain bentuknya yang elegan, simpel, juga beraroma buah-buahan yang terkemas dalam cairan.<\/strong><\/p>\n\n\n\n

Orang yang mengatakan bahwa vape atau rokok elektrik lebih mensehatkan dari pada rokok kretek, pendapat tersebut sangat keliru. Disampaing efek dari rangkaian listrik dan battre juga cairan dalam rokok elektrik berpengaruh terhadap resiko jantung.  <\/p>\n\n\n\n

Hasil penelitian yang diterbitkan dalam Journal of American College of Cardiology pada Mei lalu ini menambah bukti bahwa cairan rokok elektrik dapat menghambat fungsi sel-sel tubuh yang berperan dalam kesehatan jantung. Cairan dalam vape atau rokok elektrik pada akhirnya merusak sel-sel yang melapisi pembuluh darah. <\/p>\n\n\n\n

Keberadaan vape atau rokok elektrik di pasaran sangat membahayakan bagi orang Indonesia, terlebih pemuda-pemuda, yang banyak memilih merokok vape aatau rokok elektri. Menurutnya, selain bentuk kecil, simpel dibawa dan ada aroma buah-buahan sesuai selera. Akan tetapi dibalik bentuknya yang bagus, menyembunyikan banyak penyakit ketika dikonsumsi.\u00a0<\/p>\n\n\n\n

Baca: Kata Siapa Lebih Sehat? Perokok Elektrik Berisiko Terjangkit Penyakit Kardiovaskular<\/a><\/p>\n\n\n\n

Hingga kini CDC masih melakukan investigasi lebih lanjut, dengan mengimbau agar para dokter mengumpulkan data dan sampel bila menemukan pasien dengan gejala penyakit paru serupa, tentunya akibat rokok elektrik atau vape. Bentuk dan merek rokok elektrik dan vape banyak varian dan banyak merek. JUUL termasuk merek rokok elektrik atau vape yang saat ini naik daun.\u00a0<\/p>\n\n\n\n

Ada yang mengatakan bahwa tak tepat membandingkan rokok tembakau dengan rokok elektrik. Ya benar tak tepat, karena rokok elektrik atau vape resikonya sangat tinggi. Sedang rokok tembakau resikonya kecil, apa lagi rokok kretek mungkin resikonya sangat kecil sekali terhadap tubuh. Alasannya, munculnya rokok kretek bertujuan untuk pengobatan sakit bengek, dan tujuannya berhasil. Hingga banyak orang melakukan pemesanan rokok kretek saat itu, rokok kretek belum sebagai industri besar masih bersifat rumahan,  keadaan tersebut sekitar abad 19. <\/p>\n\n\n\n

Dalam studi ini, tim peneliti menemukan bukti efek toksik pada sel-sel yang melapisi pembuluh darah dan melindungi jantung. Beberapa bukti tersebut termasuk di antaranya gangguan pada fungsi sel dan munculnya tanda-tanda peradangan. Para peneliti mengamati bagaimana respons sel saat bersentuhan dengan cairan rokok elektrik. Efek yang paling kentara terlihat pada cairan dengan rasa kayu manis.<\/p>\n\n\n\n

Baca: Riset Kesehatan Rokok Elektrik<\/a><\/p>\n\n\n\n

Sekelompok ahli kardiovaskular dari University of Massachusetts menganjurkan peneliti agar melakukan uji rokok elektrik atau vape lebih yang beraroma. Karena sumsi sementara, produk vape atau rokok elektrik yang beraroma dan punya pilihan rasa lebih berbahaya dari pada rokok vape natural. Namun yang banyak beredar dipasaran, justru yang beraroma dan berasa buah-buahan, dari pada yang natural. <\/p>\n\n\n\n

Studi pada 2018 lalu menunjukkan, penggunaan rokok elektrik harian berisiko terhadap serangan jantung, meski dengan probabilitas yang lebih rendah daripada perokok tembakau. Menurut dr Lawrence Phillips pakar kardiovaskular NYU Langone Health mengatakan \u201cKita melihat semakin banyak bukti bahwa rokok elektrik berhubungan dengan peningkatan risiko serangan jantung\u201d.<\/p>\n\n\n\n

Dari hasil pakar dan hasil studi di atas menegaskan bahwa keberadaan rokok vape atau rokok elektrik, resikonya sangat besar. Bahan utama rokok vape atau elektrik yang paling besar memberikan efek negatif pada tubuh manusia adalah cairan perasa. Akibat cairan perasa dalam rokok elektrik  atau vape termasuk merek JUUL beresiko terjadi peradangan, terjangkit penyakit jantung dan paru-paru akut, selanjutnya berakibat kematian. <\/p>\n\n\n\n

Untuk itu, demi masa depan bangsa Indonesia harusnya ada regulasi pelarangan peredaran rokok elektrik atau vape yang nyata-nyata telah ada kasus dengan didukung beberapa riset dan studi tentang konten rokok elektrik atau vape, yang hasilnya mempunyai resiko tinggi dapat menyebabkan penyakit berujung kematian.         
<\/p>\n","post_title":"Perokok Elektrik Berisiko Besar Terjangkit Penyakit Mematikan","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"perokok-elektrik-berisiko-besar-terjangkit-penyakit-mematikan","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-08-28 09:40:09","post_modified_gmt":"2019-08-28 02:40:09","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5999","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5979,"post_author":"877","post_date":"2019-08-21 09:57:26","post_date_gmt":"2019-08-21 02:57:26","post_content":"\n

Pemerintah berencana akan menerbitkan aturan simplifikasi layer cukai pada Oktober-Desember 2019. Jika benar terjadi, tindakan pemerintah itu sama saja membunuh secara perlahan industri kretek nasional. <\/p>\n\n\n\n

Jika dipikir-pikir, kebijakan simplifikasi layer cukai sangat menguntungkan industri rokok asing. Lalu apa bedanya pemerintah dengan LSM\/NGO yang getol memerangi peredaran rokok?. Nyatanya sama-sama ditunggangi kepentingan asing. Bedanya mungkin, pemerintah ditunggangi kepentingan industri rokok investor asing, kalau LSM\/NGO antirokok ada kepentingan farmasi yang berpusat di Amerika. Tapi jika dirunut dengan teliti, dua kepentingan asing tersebut yang terlihat beda, ada kemungkinan mengerucut pada satu titik yang sama. Tak lain membunuh rokok kretek asli Indonesia.<\/p>\n\n\n\n

Sebelum masuk ranah penjelasan yang sederhana tentang simplifikasi layer CHT, dampak yang ditimbulkan dan maksudnya. Terlebih dahulu perlu diuraikan makna simplifikasi, layer dan cukai secara berkesinambungan. Simplifikasi punya arti penyederhanaan, awalnya banyak dijadikan lebih sedikit, kecil, ramping dan ringkas. Tentunya, cara yang harus ditempuh dalam penyederhaan bisa jadi menggabungkan, bisa jadi dibuang\/dipotong salah satu, bisa jadi kedua-duanya dijalankan. Hubungan simplifikasi dengan industri rokok, penjelasannya di belakang setelah uraian tentang layer dan cukai.<\/p>\n\n\n\n

Layer bisa disebut dengan ungkapan lapisan, golongan, kelas, dan mungkin bisa dikatakan tingkatan. Varian rokok banyak sekali; ada rokok putih atau disebut sigaret putih mesin (SPM), ada sigaret kretek mesin (SKM), Ada sigaret kretek tangan (SKT). Ada rokok filter (ada busa) dan non filter (tidak ada busa). Ada juga rokok bercengkeh disebut kretek dan non cengkeh (tembakau saja) disebut putihan. Ada lagi rokok kretek dinamakan mild. Dari varian tersebut dibagi menjadi beberapa layer atau golongan, untuk penyesuaian pembayaran pajak cukai. Untuk mempermudah pemahaman, layer dibahasakan sebagai golongan industri rokok besar, menengah dan kecil. Sedangkan, cukai adalah pungutan pemerintah sebagai pajak. <\/p>\n\n\n\n

Nah, kira-kira uraian maknanya perkata sudah jelas. Sekarang uraian tersebut dihubungkan semua dengan rencana pemerintah kedepan untuk pungutan pajak rokok. Rencana pemerintah yang dimaksud simplikasi layer CHT, ingin menyederhanakan atau menggabungkan antara SPM dan SKM, dilebur manjadi satu golongan. Aslinya dibedakan, karena memang berbeda. SPM lebih tinggi pungutan pajaknya dari [ada SKM. SPM bukan asli produk Indonesia dan cenderung impor, dan yang punya bukan pribumi. Bahan bakunyapun tidak menggunakan tembakau Indonesia. Sangat jauh berbeda dengan SKM, industri yang padat karya dan menggunakan bahan baku lokal. Dan yang paling istimewa perbedaannya, tak lain adalah kemunculan SKM diciptakan oleh pribumi dengan mencampur tembakau dan cengkeh dalam satu batang rokok. Kemudian rokok cmpuran tersebut dinamai kretek. <\/p>\n\n\n\n

Rokok kretek terus berkembang dan inovatif seperti penjelasan di atas, ada filter, non filter, mesin, tangan, mild dan klobot. Kretek klobot tidak bercukai, karena keberadaannya hampir punah, sedikit sekali pabrikan membuat jenis klobot. Klobot satu-satunya rokok yang memakai bungkus daun jagung yang telah dikeringkan, kemudian di ikat pakai benang. Sehingga untuk kretek klobot ada pengecualian, tidak masuk dalam kategori jenis kretek di atas. <\/p>\n\n\n\n

Semua jenis kretek saat ini diproduksi oleh industri. Secara sederhana industri terbagi tiga macam, industri besar, menengah dan kecil. Paling kecil kategori industri kretek, telah mempunyai gudang untuk operasi pembuatan rokok kretek dengan luas minimal 200m2<\/sup>. Jadi, sekarang ini tidak ada lagi industri rokok kretek skala rumahan (home industri) seperti dulu lagi. <\/p>\n\n\n\n

Dari penjelasan di atas, sekarang sudah paham varian jenis rokok kretek asli produk Indonesia. Apapun bentuknya, jika rokok menggunakan campuran tembakau dan cengkeh itulah dinamakan rokok kretek, termasuk jenis mild. Dewasa ini jenis mild sangat disukai dipasaran. Hingga semua industri berlomba-lomba bikin mild. Munculnya mild tidak lain karena tuntutan dari aturan pemerintah yang membatasi nikotin dan tar. Sehingga konten tembakau mild lebih banyak memakai tembakau jenis Virginia. <\/p>\n\n\n\n

Jangan salahkan industri\/pabrikan jika makin lama kuota impor tembakau naik. Karena dibentuk oleh aturan pemerintah dan peningkatan permintaan pasar mild. Kalau begitu yang salah siapa? tentunya pemerintah yang membuat aturan low nikotin dan tar. Sulit sekali tembakau lokal untuk memenuhi batasan low nikotin dan tar sesuai aturan pemerintah. Pada akhirnya mau tidak mau industri\/pabrikan membutuhkan tembakau jenis Virginia yang sulit tumbuh dengan baik di bumi nusantara ini. Lalu apa yang dilakukan industri\/pabrikan rokok, ya impor lah. Tapi industri\/pabrikan masih sangat membutuhkan tembakau lokal. Selain sebagai bahan campuran rokok kretek mild, tembakau lokal dibuat memproduksi rokok bukan mild. <\/p>\n\n\n\n

Untuk rokok kretek mild, semuanya diproduksi memakai mesin, sedangkan selain mild ada yang pakai mesin ada yang pakai tangan. Dengan isu simplikasi layer CHT SPM dan SKM, ada dua kemungkinan. Pertama; bisa jadi SPM diturunkan levelnya disesuaikan dengan SKM. Kedua; atau SKM dinaikkan levelnya sesuai SPM. Keduanya sangat merugikan industri kretek asli produk Indonesia berupa SKM. Kalau yang pertama, keuntungan SPM (industri asing) harganya disamakan SKM, sehingga persaingan penjualan dipasaran relatif mudah, sehingga SKM sangat dirugikan. Jika demikian, pemerintah tidak melindungi industri nasional (lokal), dengan meliarkan persaingannya dipasaran sangat ketat. <\/p>\n\n\n\n

Kemungkinan yang kedua, juga demikian, sangat merugikan SKM, karena levelnya naik mengikuti SPM. Jika demikian, sangat memberatkan SKM, apalagi pangsa rokok kretek ditahun-tahun terakhir ini merosot tajam penjualannya. Kemerosotan penjualan rokok kretek juga pengaruh dari kebijakan pemerintah dan oknum (anti rokok) yang selalu merecoki industri kretek, seperti pungutan cukai naik,  pelarangan iklan, membuat isu yang dibuat-buat tanpa dasar dan lain sebagainya. Apakah keadaan industri kretek nasional saat ini, pemerintah masih memejamkan mata dan akan memberlakukan simplikasi layer CHT?. Jika demikian, sama saja pemerintah membunuh industri\/pabrikan kretek nasional dengan pelan-pelan. <\/p>\n\n\n\n

Jangan salahkan industri\/pabrikan rokok kretek jika pelan-pelan merumahkan karyawannya karena merugi bahkan tidak beroperasi. Jika pembelian bahan baku rokok kretek (tembakau dan cengkeh) menurun dan ribuan juta petani merugi, dan masih banyak lagi efek dampaknya ke segala lini yang menggantungkan hidupnya berhubungan dengan sektor pertembakauan. Pemerintah harus bertanggungjawab atas dampak tersebut, jangan asal cuci tangan jika dampak negatif terjadi. Karena pemerintahlah yang bikin aturan. <\/p>\n\n\n\n

Untuk itu, kedepan pemerintah harus hati-hati dan jeli dalam memutuskan dan memberlakukan kebijakan untuk kepentingan sektor pertembakauan. Karena, yang sudah-sudah, kebijakan pemerintah pada sektor pertembakauan tidak mengakomodir kepentingan industri nasional, cenderung mengakomodir kepentingan industri asing. Baik pemerintah, industri kretek, petani tembakau dan cengkeh serta masyarakat Indonesia harus berdaulat, saling menjaga dan saling melindungi untuk kepentingan bersama, menjadi bangsa yang besar dan kuat tanpa disetir Negara lain (asing). Inilah makna kemerdekaan yang sesungguhnya di era melenial.
<\/p>\n","post_title":"Kebijakan Simplifikasi Layer Cukai Adalah Rencana Pembunuhan terhadap Kretek","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"kebijakan-simplifikasi-layer-cukai-adalah-rencana-pembunuhan-terhadap-kretek","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-08-21 09:57:34","post_modified_gmt":"2019-08-21 02:57:34","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5979","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5956,"post_author":"877","post_date":"2019-08-14 11:00:51","post_date_gmt":"2019-08-14 04:00:51","post_content":"\n

Komisioner Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) Sitty Hikmawatty sesat pikir saat mengatakan bahwa program audisi beasiswa bulutangkis sebagai ajang ekploitasi anak. KPAI mempermasalahkan tulisan Djarum di kaos olahraga, karena sebagai ajang promosi brand rokok. Disini KPAI gagal faham membedakan antara Djarum Foundation dan Djarum industri rokok. <\/p>\n\n\n\n


Djarum Foundation sebagai wujud bhakti terhadap Bangsa dan Negara, sehingga prakteknya Djarum Foundation mengeluarkan uang, bukan mencari keuntungan. Ketika dikatakan sebagai ajang promosi produk rokok, sudah ditampik dan sudah dijelaskan secara detail pengurus Djarum Foundation, bahwa program yang dijalankan jauh dari niatan promosi produk rokok. Kalaupun ada tulisan Djarum di kaos olahraga, memang sejarahnya dari dulu sebagai nama clubnya. <\/p>\n\n\n\n


Sitty Hikmawatty sebagai komisioner KPAI, harusnya cerdas menyikapi hal tersebut. Harusnya ada apresiasi pada Djarum yang sadar akan kewajibannya, andil dalam pengembangan bakat bagi anak-anak. Dan apa yang telah dilakukan Djarum Foundation tidaklah mudah, membutuhkan tenaga dan matriil begitu besar. Sekarang pertanyaannya, siapa dan industri pribumi mana yang berani melakukan seperti itu?, bahkan KPAI pun tidak akan berani membuat program pencarian bakat secara intensif dan masif. <\/p>\n\n\n\n


KPAI harusnya faham makna perlindungan bagi anak, jangan hanya dimaknai secara sempit, semisal anak juga butuh perlindungan dari kebodohan dan kebutuhan lain yang sifatnya sangat mendesak. Nyatanya masih banyak anak \u2013anak yang tidak sekolah karena tidak mampu, masih banyak anak-anak yang hidup terlantar di Jalan, masih banyak anak-anak sebagai obyek makanan ringan yang bahannya membahayakan bagi tubuh. Dimana dan apa yang sudah dilakukan KPAI untuk melindungi anak tersebut?. Masih banyak masalah anak yang sangat penting dan krusial harus dikerjakan KPAI, dari pada mengurusi tulisan club Djarum dalam program audisi Djarum Foundation.<\/p>\n\n\n\n


Belum lagi, katanya KPAI akan mengambil langkah mengundang Kepala Daerah, dimana kotanya dibuat ajang audisi tersebut. Kalau nanti benar terjadi, menandakan kinerja KPAI tidak efektif. Masalah anak yang paling penting tidak terurus, dan selalu bergejolak di masyarakat kelas bawah. Sekali lagi seperti tidak sekolah karena orang tuanya tidak mampu atau orang tuanya meninggal dunia, walaupun sekolah katanya gratis, akan tetapi dampak lain timbul seperti halnya masalah ekonomi, akhirnya anak-anak mendingan cari uang untuk hidup sehari-hari dari pada sekolah. Anak-anak suka beli jajan (makanan ringat) di toko maupun dipinggir jalan yang mengandung bahan membahayakan bagi pertumbuhan anak. Di perempatan jalan atau lampu merah banyak anak-anak yang hidupnya menggelandang tanpa tujuan. Ini riil dan nyata di hadapan mata kita tiap hari. <\/p>\n\n\n\n


Tapi anehnya KPAI saat ini malah lebih intens mengurusi hal yang tidak penting degan melarang audisi pencarian bakat bulutangkis oleh Djarum Foundation. KPAI cenderung gagal faham dalam memahami, menafsiri, dan mensikapi hal tersebut. Anehnya lagi, apa yang dilakukan KPAI sampai ngotot. <\/p>\n\n\n\n


Kalau mau melarang program audisi Djarum Foundation, tunjukkan dulu KPAI punya program pencarian bakat seperti Djarum Foundation lakukan. Jangan seenaknya KPAI, melarang-larang tanpa solusi konkret dengan dalil perlindungan. Lucunya, KPAI dengan dalil perlindungan anak mengatakan, audisi pencarian bakat bulutangkis yes, ajang promosi no. Kalau dipahami, KPAI ingin audisi Djarum Foundation tetap jalan, tapi tulisan Djarum dihilangkan. Ini sama saja, tidak boleh menulis atau memaparkan nama club. Sedangkan pencantuman nama club sangat penting sebagai identitas dan jati diri. <\/p>\n\n\n\n


Kegiatan perlindungan untuk anak adalah pekerjaan yang sangat mulia kalau benar-benar dilakukan. KPAI, sebagai lembaga dengan memapang langsung tulisan perlindungan anak akan lebih mulia jika programnya konkret. Seperti lembaga sekolah negeri atau swasta, tanpa memakai kata-kata perlindungan, sekolah tersebut mendidik anak melindungi anak dari kebodohan untuk kesiapan masa depan. Audisi pencarian bakat bulutangkis Djarum Foundation pun demikian, kegiatannya konkret menyiapkan atlet olahraga bulutangkis. Dan apa yang telah dilakukan Djarum Foundation dengan audisinya sangat beda dari bentuk promosi. Berbeda dengan pelibatan anak-anak untuk promosi produk, murni tujuannya agar produknya laku. Apalagi produk yang ditawarkan untuk kebutuhan anak. Contohnya banyak sekali beredar iklan-iklan yang terpampang di pinggir jalan, di media sosial, bahkan di stasiun televisi, hal ini kayaknya lolos dari bahasan KPAI.<\/p>\n\n\n\n


Belum lagi, tanpa disadari lembaga KPAI juga menumpang hidup dari anak-anak. Kemana-mana membawa nama anak-anak untuk kegiatannya, bahkan sampai untuk menggalang donasi. Namun kegiatan yang betul-betul sangat dibutuhkan anak-anak belum atau bahkan tidak tersasar dan tidak menjadi prioritas. Sehingga, program KPAI untuk perlindungan anak dipastikan tidak efektif. Buktinya, KPAI membuat masalah yang sederhana dibuat rumit, seperti mempermasalahkan tulisan Djarum sebagai club dalam ajang audisi pencarian bakat Djarum Foundation Bhakti Olahraga. Jelas-jelas untuk kepentingan masa depan anak, dengan meningkakan minat dan bakat anak dalam olahraga atas dasar suka dan tidak ada paksaan.
Kata kunci pendidikan bagi anak adalah bermain, senang atau suka, sesuai keinginan, dan untuk bekal hidup selanjutnya. Jika KPAI mempermasalahkan tulisan club Djarum, yang dianggap sebagai ajang promosi dan ekploitasi anak, alasan tersebut tidak benar dan tanpa dasar. Seperti halnya penjelasan di atas, audisi pencarian bakat bulutangkis Djarum Foundation, jauh dari promosi dan ekploitasi. Tujuan utama audisi tidak lain memberikan bekal dan pendidikan bagi anak sesui keinginannya, anak belajar dengan senang, gembira, dan bermain. <\/p>\n\n\n\n


Jika kemudian KPAI dan lembaga lain yang mengatasnamakan peduli anak, melarang kegiatan audisi pencarian bakat olah raga bulutangkis yang dilakukan Djarum Foundation, sama dengan menghalangi anak Indonesia mengembangkan minat dan bakatnya sesuai keinginan, menghalangi anak Indonesia belajar sambil bermain dan gembira, menghalangi anak Indonesia untuk mendapatkan bekal hidup selanjutnya, menghalangi anak Indonesia untuk mewujudkan cita-cita. Apa yang dilakukan KPAI dan lembaga lain tersebut, sangat bertentangan dengan cita-cita Bangsa, dan cita-cita pendidikan bagi anak di Indonesia. <\/p>\n","post_title":"Sesat pikir KPAI Melarang Audisi Pencarian Bakat Bulutangkis Anak-Anak","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"sesat-pikir-kpai-melarang-audisi-pencarian-bakat-bulutangkis-anak-anak","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-08-14 11:00:58","post_modified_gmt":"2019-08-14 04:00:58","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5956","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5949,"post_author":"877","post_date":"2019-08-12 08:28:29","post_date_gmt":"2019-08-12 01:28:29","post_content":"\n

Kurban tidak semata-mata hanya menyembelih hewan, dibaliknya ada kisah indah yang bisa sebagai bahan renungan dan pengingat bagi semua. Pada kisah qurban, terdapat peran anak usia dini yang akhirnya dikenang umat Islam sedunia sepanjang masa dan juga dapat mengangkat harkat martabat keluarganya dihadapan Tuhan. Selama anak suka bahkan bahagia menjalankan perannya untuk kepentingan dirinya sendiri kedepan dan mengangkat harkat martabat keluarganya dengan bimbingan yang baik, maka hal tersebut sah-sah saja tidak ada larangan.\u00a0<\/p>\n\n\n\n

Kemarin, pada tanggal 11 Agustus 2019 hari Minggu, tepatnya pada tanggal 10 dzulhijjah 1440 M., dipagi hari umat Islam terlihat berbondong-bondong ada yang ke masjid ada yang kelapangan, tidak lain menjalankan ibadah sholat Idul Adha, atau biasa disebut hari raya qurban. Selain melakukan sholad, umat Islam merayakannya dengan menyembelih hewan qurban, seperti unta tradisi di Timur Tengah, sedangkam di Indonesia menyembelih sapi atau kerbau. Khusus di Kudus kota Kretek rerata menyembelih kerbau, sapi bagi sebagian besar masyarakat Kudus tidak mau menyembelih. Cerita yang beredar di masyarakat turun menurun, pelarangan menyembelih sapi sejak zaman kewalian yaitu Sunan Kudus sebagai penghormatan terhadap agama lain yang beranggapan hewan sapi sebagai hewan yang suci.<\/p>\n\n\n\n

Kembali ke Idul Adha, diceritakan oleh para Ulama\u2019 ada kisah tentang Nabi Ibrahim yang akan mengorbankan putranya yang masih kecil namanya Ismail (besarnya menjadi Nabi). Ceritanya Nabi Ibrahim saat tidur bermimpi, ia diperintah Tuhan untuk menyembelih putranya bernama Ismail. Saat bangun, ia merenung, berfikir sambil bertanya dihati, benarkah ini perintah Tuhan?. Kali pertama mimpinya ini, ia masih ragu antara benar perintah Tuhan atau tidak. Mimpi yang direnungkan dan difikir terjadi pada malam tanggal 08 dzulhijjah,disebut hari tarwiyah<\/em>.\u00a0<\/p>\n\n\n\n

Baca: Tinjauan Kritis Atas Larangan Iklan dan Sponshorship dengan Mencantumkan Logo, Brand Image, dan Identitas CSR Sebuah Perusahaan<\/a><\/p>\n\n\n\n

Pada malam tanggal 09 dzulhijjah Nabi Ibrahim mimpi lagi dengan perintah yang sama. Mimpi kali kedua, Nabi Ibrahim merasa yakin kalau benar-benar perintah Tuhan. Pada mimpi kedua disebut hari arafah<\/em>. Pada tanggal 10 dzulhijjah, hari Nabi Ibrahim melaksanakan perintah Tuhan untuk menyembelih Ismail (putranya), yang kemudian disebut  hari nakhr <\/em>(biasa disebut nahar bagi orang Indonesia). <\/p>\n\n\n\n

Cerita KH. Sya\u2019roni, saat pagi hari pada tanggal 10 dzulhijjah Nabi Ibrahim menyuruh istrinya bernama Siti Hajar (ibu kandung Ismail) untuk memandikan Ismail setelah itu memakaikan pakaian yang bagus-bagus, dengan alasan mau diajak jalan-jalan. Siti Hajar melaksanakan sesuai perintah suaminya, sembari menunggu istrinya selesai, Nabi Ibrahim mengasah pisaunya\/pedangnya. <\/p>\n\n\n\n

Ismail sudah siap, diajaklah jalan jalan bapaknya (Nabi Ibrahim) menuju bukit Mina di Makkah, dengan niatan mau disembelih sesui perintah Tuhan. Di tengah perjalanan, Nabi Ibrahim dihadang iblis yang berwujud manusia, dengan mengatakan Ibrahim, anakmu itu ganteng, tega kamu sembelih, urungkan niatmu. Nabi Ibrahim tidak menjawab, malah mengambil batu kecil 7 butir, kemudian batu kecil tersebut dilemparkan ke arah iblis tersebut, sambil mengatakan, pergi kamu Iblis. Nabi Ibrahim tetap melanjutkan perjalannya, dan dihadang Iblis lagi kali kedua, Nabi Ibrahim mengambil batu kecil lagi dilempar ke iblis. Kemudian Nabi melanjutkan perjalannya, dihadang iblis lagi kali ketiga, seperti penghadangan yang pertama dan kedua, Nabi mengambil batu kecil dan dilemparkan ke arah iblis, lalu Nabi Ibrahim lanjut lagi. Inilah cerita, yang menjadi cikal bakal adanya jumroh ula, jumroh wustho dan jumroh aqobah. Tiap ibadah haji jumroh ini harus diperagakan seperti halnya apa yang telah dilakukan Nabi Ibrahim dengan maksud melawan dan melempar iblis dengan batu agar tidak mengganggu..  <\/p>\n\n\n\n

Sesampainya di puncak bukit Mina, Nabi Ibrahim menceritakan mimpinya dan mengatakan maksud dan tujuannya mengajak Ismail jalan-jalan. Selesai Nabi Ibrahim cerita, kemudian Ismail berkata pada bapaknya, untuk segera menjalankan perintah Tuhan. Pada saat menyembebelih, pisau\/pedang Nabi Ibrahim tidak bisa melukai kulit Ismail, karena Nabi Ibrahim masih gelisah dan menangis saat melihat wajah Ismail. Kemudian Ismail berkata, mungkin karena bapak melihat wajahku, hingga tidak tega menyembelih, lalu Ismail membalikkan badannya memposisisikan badannya telungkup. Lalau Nabi Ibrahim dengan kesiapan hati melakukan penyembelihan yang kedua, lagi-lagi pisau\/pedangnya tidak mampu melukai kulit leher Ismail. Dengan bingung karena tidak berhasil menyembelih Ismail, turunlah Malaikat Jibril dengan membawa kambing, digantikannya Ismail dengan kambing tersebut. Bersamaan dengan turunnya wahyu Tuhan yang menjelaskan keduanya telah lulus  dari ujian. Kemudian Nabi Ibrahim membaca takbir \u201cAllahu Akbar\u201d<\/em> 3x, disaut Ismail dengan .membaca \u201cLaa ilaaha illahhu wallahu akbar<\/em>\u201d, diakhiri Malikat Jibril dengan bacaan \u201cAllahu Akbar walillahil Hamd<\/em>\u201d, dilanjutkan dengan menyembelih kambing bawaan malaikat jibril.<\/p>\n\n\n\n

Ada cerita lucu setelah Nabi Ibrahim selesai menyembelih kambing, Nabi Ibrahim bertanya pada Ismail, siapa yang paling dermawan diantara kita? Ismail menjawab, saya. Tidak bisa kata Nabi Ibrahim, saya yang paling dermawan, karena akan mngorbankan anak yang kucintai. Ismail berkata, tidak bisa, saya yang dermawan, karena bapak punya dua anak, kalau saya dikorbankan, masih punya anak satu, lalu malaikat berkata, tidak bisa, saya yang dermawan karena saya sudah kehilangan kambing satu.\u00a0\u00a0<\/p>\n\n\n\n

Baca: Kegagalan Lakpesdam PBNU dalam Melihat Produk Tembakau Alternatif<\/a><\/p>\n\n\n\n

Keterangan dalam kitab tafsir  \u201cTanwirul Adhan<\/em>\u201d penjelasan dari surat As-Saffat ayat 102 bahwa usia Ismail saat itu 13 tahun ada juga Ulama\u2019 yang mengatakan umur 7 tahun. ada riwayat lain yang mengatakan umur Ismail saat itu 14 tahun. Pada intinya saat kejadian kisah penyembelihan, Ismail masih usia anak-anak, ia dengan senang hati dan ikhlas, menjalani perannya.  <\/p>\n\n\n\n

Dari sejarah singkat qurban yang ektrim di atas, kira-kira pendapat KPAI apakah mendukung apa yang telah di lakukan Nabi Ibrahim?, atau sebaliknya mendukung Iblis yang menghalangi Nabi Ibrahim yang akan menjalankan kewajibannya sebagai hamba?. Saya yakin KPAI akan mendukung Nabi Ibrahim, tidak mendukung langkah Iblis. 
<\/p>\n\n\n\n

Walaupun ktidak persis, tapi hampir mirip kisah qurban diatas dengan audisi oleh Djarum Foundation yang melibatkan. Program audisi bulutangkis usia anak-anak Djarum Foundation, tidak lain ikut serta program pemerintah dalam mencerdaskan bangsa melalui pencarian bakat sedini mungkin. Anak-anak yang berbakat bulutangkis tentunya yang terjaring dalam audisi, dididik dengan penuh semangat oleh Djarum Foundation Bhakti olahraga. Buktinya, anak-anak tersebut disekolahkan formal, dilatih bulu tangkis dengan disiplin dan penuh tanggungjawab, tanpa dipungut biaya apapun, bahkan semua kebutuhan anak-anak tercukupi dengan baik. Pola didiknya, seperti pola pendidikan sekolah lainnya, anak-anak dididik dan diajar agar berpretasi, setidaknya punya pengetahuan, pengalaman dan keahlian sebagai bekal masa depan. Disisi lain, ternyata anak-anak yang terjaring audisi merasa sangat gembira, senang dan bangga bisa terpilih. Mereka dapat mengembangkan bakatnya, dan mendapatkan pendidikan sekolah dengan gratis.<\/p>\n\n\n\n

Tujuan utama Djarum Foundation mencari bibit unggul pebulutangkis Indonesia, yang selama ini sebagai salah satu olahraga kebanggaan masyarakat Indonesia atas banyaknya prestasi yang di peroleh. Program Djarum Foundation Bhakti olahraga jauh dari niatan ekploitasi anak untuk promosi, yang ada ekploitasi anak untuk kejayaan olah raga bulutangkis bangsa Indonesia. <\/p>\n\n\n\n

Juga, program Djarum Foundation audisi bulutangkis adalah salah satu bentuk kesadaran dan kewajibannya membangun bangsa dengan melibatkan anak-anak. Lalu apa yang salah dari Djarum Foundation Bhakti Olahraga, jelas-jelas telah menghibahkan fasilitas, pikiran hingga dana untuk kepentingan kejayaan bangsa Indonesia, melalui olahraga. Pemerintah harus mendukung program tersebut, begitupun KPAI. KPAI jangan sampai menjadi penghalang, seperti halnya penghalang Nabi Ibrahim dalam kisah di atas.  
<\/p>\n","post_title":"Refleksi Kisah Kurban sebagai Bahan Pengingat KPAI","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"refleksi-kisah-kurban-sebagai-bahan-pengingat-kpai","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-08-12 08:30:31","post_modified_gmt":"2019-08-12 01:30:31","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5949","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5936,"post_author":"877","post_date":"2019-08-06 10:53:42","post_date_gmt":"2019-08-06 03:53:42","post_content":"\n

Masalah peredaran rokok di Indonesia, pemerintah cenderung mengambil langkah aman. Sudah saatnya pemerintah harus tegas menentukan sikap pelarangan atau membolehkan peredaran rokok di tengah-tengah masyarakat. <\/p>\n\n\n\n

Sikap pemerintah sampai saat ini menimbulkan pro dan kontra. Di satu sisi pemerintah melalui Kementrian Kesehatan membuat aturan pembatasan dan pelarangan beredarnya rokok, bahkan melarang adanya iklan rokok dan mengatur packaging<\/em> dengan bermacam gambar dan peringatan yang menggelian. Di sisi lain, pemerintah mendorong peningkatkan pendapatan Negara, mendorong peningkatan ekonomi rakyat, mendorong peningkatan produktivitas rakyat dan daya saing di pasar internasional, dan mendorong pengentasan kemiskinan.<\/p>\n\n\n\n

Sekarang, efek sikap pemerintah di atas meluas kemana-mana, mulai dari isu penyederhanaan layer atau penggabungan golongan industri rokok, isu pelarangan iklan rokok di media sosial karena pengguna media sosial banyak anak-anak, sampai pada pelarangan audisi pencari bakat bulu tangkis yang dilakukan Djarum Foundation dengan alasan ekploitasi anak. Ini semua adalah beberapa agenda untuk pengendalian rokok dan tembakau di Indonesia yang alasannya sudah dipatahkan dengan data yang lebih akurat.<\/p>\n\n\n\n

Semisal, yang pro dapat menceritakan dan meruntutkan agenda pengendalian rokok dan tembakau di Indonesia sebagai agenda politik dagang internasional. Semua program pengendalian rokok dan tembakau di Indonesia mengadopsi dari program World Health Organization (WHO) organisasi program dunia yang mendapatkan sokongan dana dari industri farmasi.\u00a0<\/p>\n\n\n\n

Baca:
Ada Campur Tangan Bloomberg dalam Surat Edaran Menkes terkait Pemblokiran Iklan Rokok <\/a><\/p>\n\n\n\n

WHO tidak semata-mata bertujuan demi meningkatkan taraf kesehatan penduduk. Di sini WHO sebagai ujung tombak industri farmasi. Terjadi peralihan di lingkup kesehatan, dimana dokter dan ilmuwan kesehatan dikuasai perusahan obat (farmasi). Tujuan utamanya tidak lain untuk merebut pasar nikotin dunia, dan menggantikan pemanfaatan nikotin alami dari tembakau dengan produk rekayasa nikotin yang telah dikantongi hak patennya. Keterlibatan WHO memuluskan tujuan industri farmasi tersebut dengan mendorong negara-negara di dunia untuk memberlakukan kebijakan sesuai kerangka kesehatan, tanpa mempertimbangkan peran sosial, ekonomi, politik dan budaya. Walaupun alasan kesehatan yang dibangun ternyata tidak 100% benar dan terkesan dipaksakan. Negara yang menjadi sasaran utama adalah Negara yang berkembang, seperti Indonesia, China, Bangladesh, India, Rusia, Mesir, Thailand, Filipina dan Brazil. <\/p>\n\n\n\n

Untuk menguasai pasar nikotin di dunia, industri farmasi mendapatkan sokongan dana dari bloomberg initiative. Karena salah satu direktur dari persekutuan perusahaan farmasi dunia bernama William R. Brody punya kedekatan dengan bloomberg initiative, selain teman karib juga posisinya sebagai penasehat. <\/h4>\n\n\n\n

Tidak mengherankan jika pendukung program pengendalian rokok dan tembakau di Indonesia mendapatkan sokongan dana dari bloomberg initiative termasuk lembaga yang bergerak untuk perlindungan anak, salah satunya Komnas Perlindungan Anak Indonesia (KPAI). Apapun bentuk lembaganya, selama mendapatkan kucuran dana bloomberg initiative, program utamanya harus sinergi dengan program bloomberg initiative dan rezim kesehatan dunia (WHO) yaitu pengendalian tembakau dan rokok, terutama rokok kretek asli Indonesia.<\/p>\n\n\n\n

Ada sekitar lebih dari 20an lembaga di Indonesia mendapatkan sokongan dana langsung maupun tidak langsung dari bloomberg initiative. Lembaga-lembaga tersebut bervarian, ada lembaga yang bergerak dalam pendidikan, bergerak pemberantasan korupsi, bergerak dalam kesehatan, bergerak perlindungan konsumen, bergerak melindungi anak, bahkan sampai pada lembaga agama. Numun pada intinya leading sector<\/em> yaitu sektor potensial yang dapat\u00a0menggerakkan agenda pengendalian tembakau dan rokok di Indonesia ada pada rezim kesehatan dalam hal ini Kementerian Kesehatan. Dengan menggunakan dalil kesehatan yang mulia, agenda bloomberg initiative dan farmasi berselancar dengan baik di Indonesia. \u00a0<\/p>\n\n\n\n

Baca:
Tinjauan Kritis Atas Larangan Iklan dan Sponshorship dengan Mencantumkan Logo, Brand Image, dan Identitas CSR Sebuah Perusahaan<\/a> <\/p>\n\n\n\n

Isu kuat saat ini yang beredar untuk agenda pengendalian tembakau dan rokok di Indonesia salah satunya, KPAI melarang audisi pencarian bakat bulu tangkis sejak dini yang dilakukan Djarum Foundation dengan alasan ekploitasi anak, Kementerian Kesehatan dan KPAI melarang adanya iklan di media sosia karena akan mengakibatkan bertambahnya perokok pemula, penggabungan golongan industri rokok atau penyederhanaan layer tarif cukai rokok yang intinya pengurangan terhadap industri rokok kretek, menaikkan cukai rokok untuk mengurangi peredaran rokok, dan korelasinya rokok dengan kemiskinan bertujuan agar ada kebijakan menghalau laju industri rokok kretek. <\/p>\n\n\n\n

Pemerintah dalam hal ini harus tegas mengambil sikap, untuk kepastian dan masa depan industri rokok kretek asli Indonesia. Dimana sejarah penemuan rokok kretek tidak lain untuk pengobatan yang dilakukan H. Djamhari sebagai obat sakit bengeknya. Karena rokok kretek adalah campuran tembakau dan cengkeh, berbeda dengan rokok non kretek yang hanya memakai tembakau saja. Selama ini, belum ada uji atau riset bahwa rokok kretek berkorelasi signifikan terhadap timbulnya penyakit yang dituduhkan. Kalau menjadi salah satu bagian kecil penyebab penyakit, tentunya ya dan bukan faktor penyebab utama. Itu seperti halnya barang-barang lain yang dikonsumsi manusia secara berlebihan dan hidup tidak seimbang. Termasuk makan nasi, mengkonsumsi gula dan mengkonsumsi lainnya secara berlebihan, tanpa diimbangi olah raga dan istirahat yang cukup. <\/p>\n\n\n\n

Selain itu, posisi industri kretek sangat stategis bagi bangsa Indonesia. Industri kretek membuktikan tetap bertahan setidaknya lebih dari 130 tahun. Disaat industri lain tumbang di zaman kolonial, industri kretek tetap eksis memberikan penghidupan masyarakat Indonesia. Bahkan tergolong industri yang peka zaman, dengan memberikan kontribusi yang sangat besar. Menghidupi setidaknya 6.1 juta jiwa petani cengkeh yang tersebar di 30 provinsi, petani tembakau yang tersebar di 15 provinsi. Menghidupi ribuan karyawan yang bekerja di industri kretek. Mempunyai multiplier<\/em> <\/em>effect<\/em> ke sektor perokonomian lainnya yang berada di sekitar industri kretek. <\/p>\n\n\n\n

Keberadaan industri kretek berkontribusi adanya hak jaminan sosial dan corporate social responsibility<\/em> (CSR), seperti halnya jaminan kesehatan, bhakti pendidikan, bhakti budaya, bhakti olahraga, bhakti lingkungan dan lain sebagainya. Berkontribusi pendapatan Negara melalui setoran cukai, berkontribusi bagi kesehatan publik dari alokasi dana bagi hasil cukai hasil tembakau (DBH-CHT) untuk sarana kesehatan dan pembayaran defisit Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS).  <\/p>\n\n\n\n

Selain itu, adanya industri kretek sebagai cermin kemandirian dan kedaulatan bangsa, karena sebagai pemenuhan kebutuhan pokok rakyat dalam hal ini pendapatan masyarakat sebagai agenda pemberantasan kemiskinan. <\/p>\n\n\n\n

Dengan pertimbangan di atas, diharapkan pemerintah dalam hal ini Presiden memberikan ketegasan, apakah industri rokok nasional tetap berproduksi atau dilarang berproduksi. Kalau tetap berproduksi, pemerintah secara totalitas harus melindunginya mulai kebijakan sampai pada strategi pemasarannya. Andaikan dilarang beroperasi, pemerintah paling tidak harus berani mempersiapkan lapangan pekerjaan lain bagi petani dan buruh tani cengkeh dan tembakau, buruh industri dan mungkin menata perekonomian akibat multiplier<\/em> <\/em>effect<\/em> keberadaan industri kretek. Dan yang terpenting keberadaan industri kretek, sebagai industri nasional sebagai perwujudan agenda prioritas  tujuan Nawa Cita, sehingga jangan sampai digiring dan diatur kepentingan asing melalui rezim kesehatan sebagai leading sector, <\/em>yang belum tentu benar dan terkesan dipaksakan.  
<\/p>\n","post_title":"Ketika Pemerintah Plin-Plan Membuat Regulasi Terkait Dunia Pertembakauan","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"ketika-pemerintah-plin-plan-membuat-regulasi-terkait-dunia-pertembakauan","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-08-06 10:53:48","post_modified_gmt":"2019-08-06 03:53:48","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5936","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":16},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"epic_block_3"};

\n

Waktu isya\u2019 tiba, suasana mau hujan, sedikit grimis, hawanya lumayan dingin dibanding sebelumnya panas dan gerah. Tapi semangat ngopi dam ngobrol teman-teman tak mengendor. Bahkan di group sudah ada yang ribut, ngajak-ngajak \u201cayo ayo waktunya kopdar tiba, ada bonus banyak rezeki lho\u201d, Rifai namanya, seorang pembicara atau muballig yang sering ceramah di masyarakat. <\/p>\n\n\n\n

Aku datang sekitar jam 20.00, terlihat banyak tema yang sudah pada kumpul, didepannya ada segelas kopi. Maklum kita orang desa ngopinya gak pakai cangkir, tapi pakai gelas es yang tinggi. Dibenakku ini ngopi apa kehausan?, tapi yang penting tetap ngopi dan merokok. Di meja terlihat banyak rokok bermacam-macam mereknya, sesuai kesukaan masing-masing. Ada yang bawa Sukun Putih, ada yang bawa Gudang Garam, kebanyakan bawa LA, tapi ada juga yang bawa rokok bikinan sendiri alias \u201cTingwe\u201d nglinting dewe dirumah ditaruh plastik. Aku coba rokok tingwe itu sambil ngobrol bareng, ternyata lumayan enak ramuan rokoknya, dibanding tingwe tingwe yang pernah aku rasakan. Yang buat tingwe namanya Sutopo, profesinya sehari-hari memang jual beli tembakau. Karena penasaran, sutopo aku tanya, kok enak, ini tembakau mana?. Dijawabnya \u201cbiasa tembakau Temanggung\u201d tapi aku kasih cengkeh kualitas wahid, dan sedikit ramuan saos sendiri (bahannya dirahasiakan), yang jelas katanya bahan saos dari rempah rempah bikinan sendiri. <\/p>\n\n\n\n

Ngobrol kita mengalir tanpa ada sekat dan batasan, malah terkadang pada ngobrol sendiri-sendiri dengan teman didekatnya. Giliran Djumari disuruh cerita pengalamannya, teman teman pada diam, mungkin pada penasaran. Soalnya dulu, sebelum ke Jakarta ia bekerja di Djarum. Ia ceritakan alasannya harus ke Jakarta. Awalnya, sering pulang pergi Jakarta Kudus untuk pengobatan istrinya yang sedang sakit di salah satu pengobatan alternatif disana atas rekomendasi saudaranya yang sudah lama hidup di Jakarta. Ia menceritakan sakit istrinya yang sering pusing, dan pusingnya bukan pusing biasa, dan seringkali istrinya sampai membentur-benturkan kepalanya. Kemudian, saat diharuskan kontinyu pengobatannya, minimal satu tahun agar cepat sembuh, akhirnya ia putusin meninggalkan Kudus sementara, termasuk pekerjaannya. Alhamdulillah istrinya sekarang sudah sembuh total.\u00a0<\/p>\n\n\n\n

Baca: Cacat Pikir KPAI Memaknai Kata Ekploitasi Anak dan Promosi<\/a><\/p>\n\n\n\n

Disela sela nungguin istrinya sakit, ia sering diajak saudaranya jualan sayuran keliling. Nah, walaupun sekarang istrinya sudah sembuh, ia tetap di Jakarta. Sebab dipikirannya, kalau kembali ke Kudus mulai dari awal lagi, mending yang sudah ada didepan mata dijalanin dulu. Nanti pelan-pelan sambil melihat peluang di Kudus, ia pun akan pulang. Obrolan tetap seru, walaupun djarum jam sudah tepat diangka 12.00 malam. Namun domain obrolan lebih pada Djumari sebagai nara sumber, ia menceritakan semua pengalaman dan kejadia yang ia lihat, sampai ia menceritakan berita kalau pabrik Djarum yang dulu pernah ia singgahi, sedang dipermasalahkan KPAI. Memang sebenarnya ia tak paham alur permasalahanya. Tahunya, KPAI gak suka bulu tangkis Djarum berjalan, memusuhi rokok. <\/p>\n\n\n\n

Sebagai orang yang pernah menjadi karyawan Djarum, jadi wajar dan pantas kalau ia membela Djarum, apalagi ia asli Kudus. Saking semangatnya, ia ngomong \u201cnek aku dadi Djarum, tak tuku iku KPAI, paling ora tak lawan\u201d \u201candaikan aku yang punya Djarum, aku beli KPAI, paling tidak dilawan\u201d. Ada yang menyambar omongan, \u201csampek matek kuwe Djum, ogak bakal dadi bos Djarum\u201d \u201csampai mati kamu Djum, tidak akan jadi bos Djarum\u201d haha\u2026\u2026disambut dengan tawa klakaran teman-teman termasuk saya sendiri. Di sela-sela tawa, tuan rumah ngomong \u201cancen gawe gregeten, kenopo Djarum mung meneng, malah ngalah\u201d \u201cbikin gregeten, kenapa Djarum diam dan cenderung mengalah\u201d. <\/p>\n\n\n\n

Nah, ternyata, banyak orang yang sangat simpati dan membela pabrik Djarum, terutama orang Kudus. Rata-rata mereka, tak tahu apa yang harus dilakukan, apa yang harus diperbuat. Sebagai manusia lemah, mereka hanya bisa marah  yang terpendaam dalam hati, dengan melihat kejadian KPAI menyerang Djarum. Coba, andaikan mereka tahu kalau dibelekang KPAI ada kepentingan asing yang mengusik rokok kretek asli Kudus, yang sudah mendarah daging bagi masyarakat Kudus. Pastinya, pembelaanya lebih dari itu, bahkan mungkin mati-matian.
<\/p>\n","post_title":"Cerita di Balik Segelas Kopi untuk Djarum","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"cerita-di-balik-segelas-kopi-untuk-djarum","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-09-03 09:19:00","post_modified_gmt":"2019-09-03 02:19:00","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6014","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5999,"post_author":"877","post_date":"2019-08-28 09:40:02","post_date_gmt":"2019-08-28 02:40:02","post_content":"\n

Direktur Pusat Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Amerika Serikat (CDC), Robert Redfield, mengungkapkan kematian tragis di Illinois memperkuat dugaan karena vape<\/a> atau rokok elektrik. Berita tersebut atas laporan Dinas Kesehatan Illinois yang mengumumkan ada satu pasien yang akhirnya meninggal dunia. Kasus ini kemungkinan jadi kasus pertama kematian akibat penyakit berkaitan dengan vape.
<\/p>\n\n\n\n

Kejadian di atas menjawab keberadaan vape atau rokok elektrik sangat membahayakan. Berbeda dengan resiko rokok kretek, bisa menimbulkan penyakit jika mengkonsumsinya berlebihan atau kebanyakakan, dan hidup tidak seimbang. Misalnya dalam satu hari merokok sampai tiga atau empat bungkus, tanpa makan nasi atau makan-makanan sehat, tanpa olah raga, tanpa minum air putih, selalu didampingi kopi atau teh, istirahatnya kurang dan sebagainya. Maka dipastikan orang tersebut akan jatuh sakit bahkan meninggal dunia.\u00a0<\/p>\n\n\n\n

Baca: Terkuak, Rokok Elektrik Berbahaya bagi Kesehatan<\/a><\/p>\n\n\n\n

Tidak hanya itu, otoritas kesehatan di Amerika Serikat telah berhasil menginvestigasi kemunculan penyakit paru-paru misterius di antara kalangan pengguna rokok elektrik atau vape. Dilaporkan setidaknya ada 195 kasus potensial penyakit paru-paru di 22 Negara karena kena dampak dari vape atau rokok elektrik.
<\/p>\n\n\n\n

Jadi, masyarakat perlu waspada beredarnya vape atau rokok elektrik. Belum lagi, sebetulnya rokok elektrik atau vape, berdampak juga peningkatan perokok anak.\u00a0 Yang menjadi daya tarik bagi anak, selain bentuknya yang elegan, simpel, juga beraroma buah-buahan yang terkemas dalam cairan.<\/strong><\/p>\n\n\n\n

Orang yang mengatakan bahwa vape atau rokok elektrik lebih mensehatkan dari pada rokok kretek, pendapat tersebut sangat keliru. Disampaing efek dari rangkaian listrik dan battre juga cairan dalam rokok elektrik berpengaruh terhadap resiko jantung.  <\/p>\n\n\n\n

Hasil penelitian yang diterbitkan dalam Journal of American College of Cardiology pada Mei lalu ini menambah bukti bahwa cairan rokok elektrik dapat menghambat fungsi sel-sel tubuh yang berperan dalam kesehatan jantung. Cairan dalam vape atau rokok elektrik pada akhirnya merusak sel-sel yang melapisi pembuluh darah. <\/p>\n\n\n\n

Keberadaan vape atau rokok elektrik di pasaran sangat membahayakan bagi orang Indonesia, terlebih pemuda-pemuda, yang banyak memilih merokok vape aatau rokok elektri. Menurutnya, selain bentuk kecil, simpel dibawa dan ada aroma buah-buahan sesuai selera. Akan tetapi dibalik bentuknya yang bagus, menyembunyikan banyak penyakit ketika dikonsumsi.\u00a0<\/p>\n\n\n\n

Baca: Kata Siapa Lebih Sehat? Perokok Elektrik Berisiko Terjangkit Penyakit Kardiovaskular<\/a><\/p>\n\n\n\n

Hingga kini CDC masih melakukan investigasi lebih lanjut, dengan mengimbau agar para dokter mengumpulkan data dan sampel bila menemukan pasien dengan gejala penyakit paru serupa, tentunya akibat rokok elektrik atau vape. Bentuk dan merek rokok elektrik dan vape banyak varian dan banyak merek. JUUL termasuk merek rokok elektrik atau vape yang saat ini naik daun.\u00a0<\/p>\n\n\n\n

Ada yang mengatakan bahwa tak tepat membandingkan rokok tembakau dengan rokok elektrik. Ya benar tak tepat, karena rokok elektrik atau vape resikonya sangat tinggi. Sedang rokok tembakau resikonya kecil, apa lagi rokok kretek mungkin resikonya sangat kecil sekali terhadap tubuh. Alasannya, munculnya rokok kretek bertujuan untuk pengobatan sakit bengek, dan tujuannya berhasil. Hingga banyak orang melakukan pemesanan rokok kretek saat itu, rokok kretek belum sebagai industri besar masih bersifat rumahan,  keadaan tersebut sekitar abad 19. <\/p>\n\n\n\n

Dalam studi ini, tim peneliti menemukan bukti efek toksik pada sel-sel yang melapisi pembuluh darah dan melindungi jantung. Beberapa bukti tersebut termasuk di antaranya gangguan pada fungsi sel dan munculnya tanda-tanda peradangan. Para peneliti mengamati bagaimana respons sel saat bersentuhan dengan cairan rokok elektrik. Efek yang paling kentara terlihat pada cairan dengan rasa kayu manis.<\/p>\n\n\n\n

Baca: Riset Kesehatan Rokok Elektrik<\/a><\/p>\n\n\n\n

Sekelompok ahli kardiovaskular dari University of Massachusetts menganjurkan peneliti agar melakukan uji rokok elektrik atau vape lebih yang beraroma. Karena sumsi sementara, produk vape atau rokok elektrik yang beraroma dan punya pilihan rasa lebih berbahaya dari pada rokok vape natural. Namun yang banyak beredar dipasaran, justru yang beraroma dan berasa buah-buahan, dari pada yang natural. <\/p>\n\n\n\n

Studi pada 2018 lalu menunjukkan, penggunaan rokok elektrik harian berisiko terhadap serangan jantung, meski dengan probabilitas yang lebih rendah daripada perokok tembakau. Menurut dr Lawrence Phillips pakar kardiovaskular NYU Langone Health mengatakan \u201cKita melihat semakin banyak bukti bahwa rokok elektrik berhubungan dengan peningkatan risiko serangan jantung\u201d.<\/p>\n\n\n\n

Dari hasil pakar dan hasil studi di atas menegaskan bahwa keberadaan rokok vape atau rokok elektrik, resikonya sangat besar. Bahan utama rokok vape atau elektrik yang paling besar memberikan efek negatif pada tubuh manusia adalah cairan perasa. Akibat cairan perasa dalam rokok elektrik  atau vape termasuk merek JUUL beresiko terjadi peradangan, terjangkit penyakit jantung dan paru-paru akut, selanjutnya berakibat kematian. <\/p>\n\n\n\n

Untuk itu, demi masa depan bangsa Indonesia harusnya ada regulasi pelarangan peredaran rokok elektrik atau vape yang nyata-nyata telah ada kasus dengan didukung beberapa riset dan studi tentang konten rokok elektrik atau vape, yang hasilnya mempunyai resiko tinggi dapat menyebabkan penyakit berujung kematian.         
<\/p>\n","post_title":"Perokok Elektrik Berisiko Besar Terjangkit Penyakit Mematikan","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"perokok-elektrik-berisiko-besar-terjangkit-penyakit-mematikan","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-08-28 09:40:09","post_modified_gmt":"2019-08-28 02:40:09","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5999","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5979,"post_author":"877","post_date":"2019-08-21 09:57:26","post_date_gmt":"2019-08-21 02:57:26","post_content":"\n

Pemerintah berencana akan menerbitkan aturan simplifikasi layer cukai pada Oktober-Desember 2019. Jika benar terjadi, tindakan pemerintah itu sama saja membunuh secara perlahan industri kretek nasional. <\/p>\n\n\n\n

Jika dipikir-pikir, kebijakan simplifikasi layer cukai sangat menguntungkan industri rokok asing. Lalu apa bedanya pemerintah dengan LSM\/NGO yang getol memerangi peredaran rokok?. Nyatanya sama-sama ditunggangi kepentingan asing. Bedanya mungkin, pemerintah ditunggangi kepentingan industri rokok investor asing, kalau LSM\/NGO antirokok ada kepentingan farmasi yang berpusat di Amerika. Tapi jika dirunut dengan teliti, dua kepentingan asing tersebut yang terlihat beda, ada kemungkinan mengerucut pada satu titik yang sama. Tak lain membunuh rokok kretek asli Indonesia.<\/p>\n\n\n\n

Sebelum masuk ranah penjelasan yang sederhana tentang simplifikasi layer CHT, dampak yang ditimbulkan dan maksudnya. Terlebih dahulu perlu diuraikan makna simplifikasi, layer dan cukai secara berkesinambungan. Simplifikasi punya arti penyederhanaan, awalnya banyak dijadikan lebih sedikit, kecil, ramping dan ringkas. Tentunya, cara yang harus ditempuh dalam penyederhaan bisa jadi menggabungkan, bisa jadi dibuang\/dipotong salah satu, bisa jadi kedua-duanya dijalankan. Hubungan simplifikasi dengan industri rokok, penjelasannya di belakang setelah uraian tentang layer dan cukai.<\/p>\n\n\n\n

Layer bisa disebut dengan ungkapan lapisan, golongan, kelas, dan mungkin bisa dikatakan tingkatan. Varian rokok banyak sekali; ada rokok putih atau disebut sigaret putih mesin (SPM), ada sigaret kretek mesin (SKM), Ada sigaret kretek tangan (SKT). Ada rokok filter (ada busa) dan non filter (tidak ada busa). Ada juga rokok bercengkeh disebut kretek dan non cengkeh (tembakau saja) disebut putihan. Ada lagi rokok kretek dinamakan mild. Dari varian tersebut dibagi menjadi beberapa layer atau golongan, untuk penyesuaian pembayaran pajak cukai. Untuk mempermudah pemahaman, layer dibahasakan sebagai golongan industri rokok besar, menengah dan kecil. Sedangkan, cukai adalah pungutan pemerintah sebagai pajak. <\/p>\n\n\n\n

Nah, kira-kira uraian maknanya perkata sudah jelas. Sekarang uraian tersebut dihubungkan semua dengan rencana pemerintah kedepan untuk pungutan pajak rokok. Rencana pemerintah yang dimaksud simplikasi layer CHT, ingin menyederhanakan atau menggabungkan antara SPM dan SKM, dilebur manjadi satu golongan. Aslinya dibedakan, karena memang berbeda. SPM lebih tinggi pungutan pajaknya dari [ada SKM. SPM bukan asli produk Indonesia dan cenderung impor, dan yang punya bukan pribumi. Bahan bakunyapun tidak menggunakan tembakau Indonesia. Sangat jauh berbeda dengan SKM, industri yang padat karya dan menggunakan bahan baku lokal. Dan yang paling istimewa perbedaannya, tak lain adalah kemunculan SKM diciptakan oleh pribumi dengan mencampur tembakau dan cengkeh dalam satu batang rokok. Kemudian rokok cmpuran tersebut dinamai kretek. <\/p>\n\n\n\n

Rokok kretek terus berkembang dan inovatif seperti penjelasan di atas, ada filter, non filter, mesin, tangan, mild dan klobot. Kretek klobot tidak bercukai, karena keberadaannya hampir punah, sedikit sekali pabrikan membuat jenis klobot. Klobot satu-satunya rokok yang memakai bungkus daun jagung yang telah dikeringkan, kemudian di ikat pakai benang. Sehingga untuk kretek klobot ada pengecualian, tidak masuk dalam kategori jenis kretek di atas. <\/p>\n\n\n\n

Semua jenis kretek saat ini diproduksi oleh industri. Secara sederhana industri terbagi tiga macam, industri besar, menengah dan kecil. Paling kecil kategori industri kretek, telah mempunyai gudang untuk operasi pembuatan rokok kretek dengan luas minimal 200m2<\/sup>. Jadi, sekarang ini tidak ada lagi industri rokok kretek skala rumahan (home industri) seperti dulu lagi. <\/p>\n\n\n\n

Dari penjelasan di atas, sekarang sudah paham varian jenis rokok kretek asli produk Indonesia. Apapun bentuknya, jika rokok menggunakan campuran tembakau dan cengkeh itulah dinamakan rokok kretek, termasuk jenis mild. Dewasa ini jenis mild sangat disukai dipasaran. Hingga semua industri berlomba-lomba bikin mild. Munculnya mild tidak lain karena tuntutan dari aturan pemerintah yang membatasi nikotin dan tar. Sehingga konten tembakau mild lebih banyak memakai tembakau jenis Virginia. <\/p>\n\n\n\n

Jangan salahkan industri\/pabrikan jika makin lama kuota impor tembakau naik. Karena dibentuk oleh aturan pemerintah dan peningkatan permintaan pasar mild. Kalau begitu yang salah siapa? tentunya pemerintah yang membuat aturan low nikotin dan tar. Sulit sekali tembakau lokal untuk memenuhi batasan low nikotin dan tar sesuai aturan pemerintah. Pada akhirnya mau tidak mau industri\/pabrikan membutuhkan tembakau jenis Virginia yang sulit tumbuh dengan baik di bumi nusantara ini. Lalu apa yang dilakukan industri\/pabrikan rokok, ya impor lah. Tapi industri\/pabrikan masih sangat membutuhkan tembakau lokal. Selain sebagai bahan campuran rokok kretek mild, tembakau lokal dibuat memproduksi rokok bukan mild. <\/p>\n\n\n\n

Untuk rokok kretek mild, semuanya diproduksi memakai mesin, sedangkan selain mild ada yang pakai mesin ada yang pakai tangan. Dengan isu simplikasi layer CHT SPM dan SKM, ada dua kemungkinan. Pertama; bisa jadi SPM diturunkan levelnya disesuaikan dengan SKM. Kedua; atau SKM dinaikkan levelnya sesuai SPM. Keduanya sangat merugikan industri kretek asli produk Indonesia berupa SKM. Kalau yang pertama, keuntungan SPM (industri asing) harganya disamakan SKM, sehingga persaingan penjualan dipasaran relatif mudah, sehingga SKM sangat dirugikan. Jika demikian, pemerintah tidak melindungi industri nasional (lokal), dengan meliarkan persaingannya dipasaran sangat ketat. <\/p>\n\n\n\n

Kemungkinan yang kedua, juga demikian, sangat merugikan SKM, karena levelnya naik mengikuti SPM. Jika demikian, sangat memberatkan SKM, apalagi pangsa rokok kretek ditahun-tahun terakhir ini merosot tajam penjualannya. Kemerosotan penjualan rokok kretek juga pengaruh dari kebijakan pemerintah dan oknum (anti rokok) yang selalu merecoki industri kretek, seperti pungutan cukai naik,  pelarangan iklan, membuat isu yang dibuat-buat tanpa dasar dan lain sebagainya. Apakah keadaan industri kretek nasional saat ini, pemerintah masih memejamkan mata dan akan memberlakukan simplikasi layer CHT?. Jika demikian, sama saja pemerintah membunuh industri\/pabrikan kretek nasional dengan pelan-pelan. <\/p>\n\n\n\n

Jangan salahkan industri\/pabrikan rokok kretek jika pelan-pelan merumahkan karyawannya karena merugi bahkan tidak beroperasi. Jika pembelian bahan baku rokok kretek (tembakau dan cengkeh) menurun dan ribuan juta petani merugi, dan masih banyak lagi efek dampaknya ke segala lini yang menggantungkan hidupnya berhubungan dengan sektor pertembakauan. Pemerintah harus bertanggungjawab atas dampak tersebut, jangan asal cuci tangan jika dampak negatif terjadi. Karena pemerintahlah yang bikin aturan. <\/p>\n\n\n\n

Untuk itu, kedepan pemerintah harus hati-hati dan jeli dalam memutuskan dan memberlakukan kebijakan untuk kepentingan sektor pertembakauan. Karena, yang sudah-sudah, kebijakan pemerintah pada sektor pertembakauan tidak mengakomodir kepentingan industri nasional, cenderung mengakomodir kepentingan industri asing. Baik pemerintah, industri kretek, petani tembakau dan cengkeh serta masyarakat Indonesia harus berdaulat, saling menjaga dan saling melindungi untuk kepentingan bersama, menjadi bangsa yang besar dan kuat tanpa disetir Negara lain (asing). Inilah makna kemerdekaan yang sesungguhnya di era melenial.
<\/p>\n","post_title":"Kebijakan Simplifikasi Layer Cukai Adalah Rencana Pembunuhan terhadap Kretek","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"kebijakan-simplifikasi-layer-cukai-adalah-rencana-pembunuhan-terhadap-kretek","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-08-21 09:57:34","post_modified_gmt":"2019-08-21 02:57:34","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5979","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5956,"post_author":"877","post_date":"2019-08-14 11:00:51","post_date_gmt":"2019-08-14 04:00:51","post_content":"\n

Komisioner Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) Sitty Hikmawatty sesat pikir saat mengatakan bahwa program audisi beasiswa bulutangkis sebagai ajang ekploitasi anak. KPAI mempermasalahkan tulisan Djarum di kaos olahraga, karena sebagai ajang promosi brand rokok. Disini KPAI gagal faham membedakan antara Djarum Foundation dan Djarum industri rokok. <\/p>\n\n\n\n


Djarum Foundation sebagai wujud bhakti terhadap Bangsa dan Negara, sehingga prakteknya Djarum Foundation mengeluarkan uang, bukan mencari keuntungan. Ketika dikatakan sebagai ajang promosi produk rokok, sudah ditampik dan sudah dijelaskan secara detail pengurus Djarum Foundation, bahwa program yang dijalankan jauh dari niatan promosi produk rokok. Kalaupun ada tulisan Djarum di kaos olahraga, memang sejarahnya dari dulu sebagai nama clubnya. <\/p>\n\n\n\n


Sitty Hikmawatty sebagai komisioner KPAI, harusnya cerdas menyikapi hal tersebut. Harusnya ada apresiasi pada Djarum yang sadar akan kewajibannya, andil dalam pengembangan bakat bagi anak-anak. Dan apa yang telah dilakukan Djarum Foundation tidaklah mudah, membutuhkan tenaga dan matriil begitu besar. Sekarang pertanyaannya, siapa dan industri pribumi mana yang berani melakukan seperti itu?, bahkan KPAI pun tidak akan berani membuat program pencarian bakat secara intensif dan masif. <\/p>\n\n\n\n


KPAI harusnya faham makna perlindungan bagi anak, jangan hanya dimaknai secara sempit, semisal anak juga butuh perlindungan dari kebodohan dan kebutuhan lain yang sifatnya sangat mendesak. Nyatanya masih banyak anak \u2013anak yang tidak sekolah karena tidak mampu, masih banyak anak-anak yang hidup terlantar di Jalan, masih banyak anak-anak sebagai obyek makanan ringan yang bahannya membahayakan bagi tubuh. Dimana dan apa yang sudah dilakukan KPAI untuk melindungi anak tersebut?. Masih banyak masalah anak yang sangat penting dan krusial harus dikerjakan KPAI, dari pada mengurusi tulisan club Djarum dalam program audisi Djarum Foundation.<\/p>\n\n\n\n


Belum lagi, katanya KPAI akan mengambil langkah mengundang Kepala Daerah, dimana kotanya dibuat ajang audisi tersebut. Kalau nanti benar terjadi, menandakan kinerja KPAI tidak efektif. Masalah anak yang paling penting tidak terurus, dan selalu bergejolak di masyarakat kelas bawah. Sekali lagi seperti tidak sekolah karena orang tuanya tidak mampu atau orang tuanya meninggal dunia, walaupun sekolah katanya gratis, akan tetapi dampak lain timbul seperti halnya masalah ekonomi, akhirnya anak-anak mendingan cari uang untuk hidup sehari-hari dari pada sekolah. Anak-anak suka beli jajan (makanan ringat) di toko maupun dipinggir jalan yang mengandung bahan membahayakan bagi pertumbuhan anak. Di perempatan jalan atau lampu merah banyak anak-anak yang hidupnya menggelandang tanpa tujuan. Ini riil dan nyata di hadapan mata kita tiap hari. <\/p>\n\n\n\n


Tapi anehnya KPAI saat ini malah lebih intens mengurusi hal yang tidak penting degan melarang audisi pencarian bakat bulutangkis oleh Djarum Foundation. KPAI cenderung gagal faham dalam memahami, menafsiri, dan mensikapi hal tersebut. Anehnya lagi, apa yang dilakukan KPAI sampai ngotot. <\/p>\n\n\n\n


Kalau mau melarang program audisi Djarum Foundation, tunjukkan dulu KPAI punya program pencarian bakat seperti Djarum Foundation lakukan. Jangan seenaknya KPAI, melarang-larang tanpa solusi konkret dengan dalil perlindungan. Lucunya, KPAI dengan dalil perlindungan anak mengatakan, audisi pencarian bakat bulutangkis yes, ajang promosi no. Kalau dipahami, KPAI ingin audisi Djarum Foundation tetap jalan, tapi tulisan Djarum dihilangkan. Ini sama saja, tidak boleh menulis atau memaparkan nama club. Sedangkan pencantuman nama club sangat penting sebagai identitas dan jati diri. <\/p>\n\n\n\n


Kegiatan perlindungan untuk anak adalah pekerjaan yang sangat mulia kalau benar-benar dilakukan. KPAI, sebagai lembaga dengan memapang langsung tulisan perlindungan anak akan lebih mulia jika programnya konkret. Seperti lembaga sekolah negeri atau swasta, tanpa memakai kata-kata perlindungan, sekolah tersebut mendidik anak melindungi anak dari kebodohan untuk kesiapan masa depan. Audisi pencarian bakat bulutangkis Djarum Foundation pun demikian, kegiatannya konkret menyiapkan atlet olahraga bulutangkis. Dan apa yang telah dilakukan Djarum Foundation dengan audisinya sangat beda dari bentuk promosi. Berbeda dengan pelibatan anak-anak untuk promosi produk, murni tujuannya agar produknya laku. Apalagi produk yang ditawarkan untuk kebutuhan anak. Contohnya banyak sekali beredar iklan-iklan yang terpampang di pinggir jalan, di media sosial, bahkan di stasiun televisi, hal ini kayaknya lolos dari bahasan KPAI.<\/p>\n\n\n\n


Belum lagi, tanpa disadari lembaga KPAI juga menumpang hidup dari anak-anak. Kemana-mana membawa nama anak-anak untuk kegiatannya, bahkan sampai untuk menggalang donasi. Namun kegiatan yang betul-betul sangat dibutuhkan anak-anak belum atau bahkan tidak tersasar dan tidak menjadi prioritas. Sehingga, program KPAI untuk perlindungan anak dipastikan tidak efektif. Buktinya, KPAI membuat masalah yang sederhana dibuat rumit, seperti mempermasalahkan tulisan Djarum sebagai club dalam ajang audisi pencarian bakat Djarum Foundation Bhakti Olahraga. Jelas-jelas untuk kepentingan masa depan anak, dengan meningkakan minat dan bakat anak dalam olahraga atas dasar suka dan tidak ada paksaan.
Kata kunci pendidikan bagi anak adalah bermain, senang atau suka, sesuai keinginan, dan untuk bekal hidup selanjutnya. Jika KPAI mempermasalahkan tulisan club Djarum, yang dianggap sebagai ajang promosi dan ekploitasi anak, alasan tersebut tidak benar dan tanpa dasar. Seperti halnya penjelasan di atas, audisi pencarian bakat bulutangkis Djarum Foundation, jauh dari promosi dan ekploitasi. Tujuan utama audisi tidak lain memberikan bekal dan pendidikan bagi anak sesui keinginannya, anak belajar dengan senang, gembira, dan bermain. <\/p>\n\n\n\n


Jika kemudian KPAI dan lembaga lain yang mengatasnamakan peduli anak, melarang kegiatan audisi pencarian bakat olah raga bulutangkis yang dilakukan Djarum Foundation, sama dengan menghalangi anak Indonesia mengembangkan minat dan bakatnya sesuai keinginan, menghalangi anak Indonesia belajar sambil bermain dan gembira, menghalangi anak Indonesia untuk mendapatkan bekal hidup selanjutnya, menghalangi anak Indonesia untuk mewujudkan cita-cita. Apa yang dilakukan KPAI dan lembaga lain tersebut, sangat bertentangan dengan cita-cita Bangsa, dan cita-cita pendidikan bagi anak di Indonesia. <\/p>\n","post_title":"Sesat pikir KPAI Melarang Audisi Pencarian Bakat Bulutangkis Anak-Anak","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"sesat-pikir-kpai-melarang-audisi-pencarian-bakat-bulutangkis-anak-anak","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-08-14 11:00:58","post_modified_gmt":"2019-08-14 04:00:58","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5956","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5949,"post_author":"877","post_date":"2019-08-12 08:28:29","post_date_gmt":"2019-08-12 01:28:29","post_content":"\n

Kurban tidak semata-mata hanya menyembelih hewan, dibaliknya ada kisah indah yang bisa sebagai bahan renungan dan pengingat bagi semua. Pada kisah qurban, terdapat peran anak usia dini yang akhirnya dikenang umat Islam sedunia sepanjang masa dan juga dapat mengangkat harkat martabat keluarganya dihadapan Tuhan. Selama anak suka bahkan bahagia menjalankan perannya untuk kepentingan dirinya sendiri kedepan dan mengangkat harkat martabat keluarganya dengan bimbingan yang baik, maka hal tersebut sah-sah saja tidak ada larangan.\u00a0<\/p>\n\n\n\n

Kemarin, pada tanggal 11 Agustus 2019 hari Minggu, tepatnya pada tanggal 10 dzulhijjah 1440 M., dipagi hari umat Islam terlihat berbondong-bondong ada yang ke masjid ada yang kelapangan, tidak lain menjalankan ibadah sholat Idul Adha, atau biasa disebut hari raya qurban. Selain melakukan sholad, umat Islam merayakannya dengan menyembelih hewan qurban, seperti unta tradisi di Timur Tengah, sedangkam di Indonesia menyembelih sapi atau kerbau. Khusus di Kudus kota Kretek rerata menyembelih kerbau, sapi bagi sebagian besar masyarakat Kudus tidak mau menyembelih. Cerita yang beredar di masyarakat turun menurun, pelarangan menyembelih sapi sejak zaman kewalian yaitu Sunan Kudus sebagai penghormatan terhadap agama lain yang beranggapan hewan sapi sebagai hewan yang suci.<\/p>\n\n\n\n

Kembali ke Idul Adha, diceritakan oleh para Ulama\u2019 ada kisah tentang Nabi Ibrahim yang akan mengorbankan putranya yang masih kecil namanya Ismail (besarnya menjadi Nabi). Ceritanya Nabi Ibrahim saat tidur bermimpi, ia diperintah Tuhan untuk menyembelih putranya bernama Ismail. Saat bangun, ia merenung, berfikir sambil bertanya dihati, benarkah ini perintah Tuhan?. Kali pertama mimpinya ini, ia masih ragu antara benar perintah Tuhan atau tidak. Mimpi yang direnungkan dan difikir terjadi pada malam tanggal 08 dzulhijjah,disebut hari tarwiyah<\/em>.\u00a0<\/p>\n\n\n\n

Baca: Tinjauan Kritis Atas Larangan Iklan dan Sponshorship dengan Mencantumkan Logo, Brand Image, dan Identitas CSR Sebuah Perusahaan<\/a><\/p>\n\n\n\n

Pada malam tanggal 09 dzulhijjah Nabi Ibrahim mimpi lagi dengan perintah yang sama. Mimpi kali kedua, Nabi Ibrahim merasa yakin kalau benar-benar perintah Tuhan. Pada mimpi kedua disebut hari arafah<\/em>. Pada tanggal 10 dzulhijjah, hari Nabi Ibrahim melaksanakan perintah Tuhan untuk menyembelih Ismail (putranya), yang kemudian disebut  hari nakhr <\/em>(biasa disebut nahar bagi orang Indonesia). <\/p>\n\n\n\n

Cerita KH. Sya\u2019roni, saat pagi hari pada tanggal 10 dzulhijjah Nabi Ibrahim menyuruh istrinya bernama Siti Hajar (ibu kandung Ismail) untuk memandikan Ismail setelah itu memakaikan pakaian yang bagus-bagus, dengan alasan mau diajak jalan-jalan. Siti Hajar melaksanakan sesuai perintah suaminya, sembari menunggu istrinya selesai, Nabi Ibrahim mengasah pisaunya\/pedangnya. <\/p>\n\n\n\n

Ismail sudah siap, diajaklah jalan jalan bapaknya (Nabi Ibrahim) menuju bukit Mina di Makkah, dengan niatan mau disembelih sesui perintah Tuhan. Di tengah perjalanan, Nabi Ibrahim dihadang iblis yang berwujud manusia, dengan mengatakan Ibrahim, anakmu itu ganteng, tega kamu sembelih, urungkan niatmu. Nabi Ibrahim tidak menjawab, malah mengambil batu kecil 7 butir, kemudian batu kecil tersebut dilemparkan ke arah iblis tersebut, sambil mengatakan, pergi kamu Iblis. Nabi Ibrahim tetap melanjutkan perjalannya, dan dihadang Iblis lagi kali kedua, Nabi Ibrahim mengambil batu kecil lagi dilempar ke iblis. Kemudian Nabi melanjutkan perjalannya, dihadang iblis lagi kali ketiga, seperti penghadangan yang pertama dan kedua, Nabi mengambil batu kecil dan dilemparkan ke arah iblis, lalu Nabi Ibrahim lanjut lagi. Inilah cerita, yang menjadi cikal bakal adanya jumroh ula, jumroh wustho dan jumroh aqobah. Tiap ibadah haji jumroh ini harus diperagakan seperti halnya apa yang telah dilakukan Nabi Ibrahim dengan maksud melawan dan melempar iblis dengan batu agar tidak mengganggu..  <\/p>\n\n\n\n

Sesampainya di puncak bukit Mina, Nabi Ibrahim menceritakan mimpinya dan mengatakan maksud dan tujuannya mengajak Ismail jalan-jalan. Selesai Nabi Ibrahim cerita, kemudian Ismail berkata pada bapaknya, untuk segera menjalankan perintah Tuhan. Pada saat menyembebelih, pisau\/pedang Nabi Ibrahim tidak bisa melukai kulit Ismail, karena Nabi Ibrahim masih gelisah dan menangis saat melihat wajah Ismail. Kemudian Ismail berkata, mungkin karena bapak melihat wajahku, hingga tidak tega menyembelih, lalu Ismail membalikkan badannya memposisisikan badannya telungkup. Lalau Nabi Ibrahim dengan kesiapan hati melakukan penyembelihan yang kedua, lagi-lagi pisau\/pedangnya tidak mampu melukai kulit leher Ismail. Dengan bingung karena tidak berhasil menyembelih Ismail, turunlah Malaikat Jibril dengan membawa kambing, digantikannya Ismail dengan kambing tersebut. Bersamaan dengan turunnya wahyu Tuhan yang menjelaskan keduanya telah lulus  dari ujian. Kemudian Nabi Ibrahim membaca takbir \u201cAllahu Akbar\u201d<\/em> 3x, disaut Ismail dengan .membaca \u201cLaa ilaaha illahhu wallahu akbar<\/em>\u201d, diakhiri Malikat Jibril dengan bacaan \u201cAllahu Akbar walillahil Hamd<\/em>\u201d, dilanjutkan dengan menyembelih kambing bawaan malaikat jibril.<\/p>\n\n\n\n

Ada cerita lucu setelah Nabi Ibrahim selesai menyembelih kambing, Nabi Ibrahim bertanya pada Ismail, siapa yang paling dermawan diantara kita? Ismail menjawab, saya. Tidak bisa kata Nabi Ibrahim, saya yang paling dermawan, karena akan mngorbankan anak yang kucintai. Ismail berkata, tidak bisa, saya yang dermawan, karena bapak punya dua anak, kalau saya dikorbankan, masih punya anak satu, lalu malaikat berkata, tidak bisa, saya yang dermawan karena saya sudah kehilangan kambing satu.\u00a0\u00a0<\/p>\n\n\n\n

Baca: Kegagalan Lakpesdam PBNU dalam Melihat Produk Tembakau Alternatif<\/a><\/p>\n\n\n\n

Keterangan dalam kitab tafsir  \u201cTanwirul Adhan<\/em>\u201d penjelasan dari surat As-Saffat ayat 102 bahwa usia Ismail saat itu 13 tahun ada juga Ulama\u2019 yang mengatakan umur 7 tahun. ada riwayat lain yang mengatakan umur Ismail saat itu 14 tahun. Pada intinya saat kejadian kisah penyembelihan, Ismail masih usia anak-anak, ia dengan senang hati dan ikhlas, menjalani perannya.  <\/p>\n\n\n\n

Dari sejarah singkat qurban yang ektrim di atas, kira-kira pendapat KPAI apakah mendukung apa yang telah di lakukan Nabi Ibrahim?, atau sebaliknya mendukung Iblis yang menghalangi Nabi Ibrahim yang akan menjalankan kewajibannya sebagai hamba?. Saya yakin KPAI akan mendukung Nabi Ibrahim, tidak mendukung langkah Iblis. 
<\/p>\n\n\n\n

Walaupun ktidak persis, tapi hampir mirip kisah qurban diatas dengan audisi oleh Djarum Foundation yang melibatkan. Program audisi bulutangkis usia anak-anak Djarum Foundation, tidak lain ikut serta program pemerintah dalam mencerdaskan bangsa melalui pencarian bakat sedini mungkin. Anak-anak yang berbakat bulutangkis tentunya yang terjaring dalam audisi, dididik dengan penuh semangat oleh Djarum Foundation Bhakti olahraga. Buktinya, anak-anak tersebut disekolahkan formal, dilatih bulu tangkis dengan disiplin dan penuh tanggungjawab, tanpa dipungut biaya apapun, bahkan semua kebutuhan anak-anak tercukupi dengan baik. Pola didiknya, seperti pola pendidikan sekolah lainnya, anak-anak dididik dan diajar agar berpretasi, setidaknya punya pengetahuan, pengalaman dan keahlian sebagai bekal masa depan. Disisi lain, ternyata anak-anak yang terjaring audisi merasa sangat gembira, senang dan bangga bisa terpilih. Mereka dapat mengembangkan bakatnya, dan mendapatkan pendidikan sekolah dengan gratis.<\/p>\n\n\n\n

Tujuan utama Djarum Foundation mencari bibit unggul pebulutangkis Indonesia, yang selama ini sebagai salah satu olahraga kebanggaan masyarakat Indonesia atas banyaknya prestasi yang di peroleh. Program Djarum Foundation Bhakti olahraga jauh dari niatan ekploitasi anak untuk promosi, yang ada ekploitasi anak untuk kejayaan olah raga bulutangkis bangsa Indonesia. <\/p>\n\n\n\n

Juga, program Djarum Foundation audisi bulutangkis adalah salah satu bentuk kesadaran dan kewajibannya membangun bangsa dengan melibatkan anak-anak. Lalu apa yang salah dari Djarum Foundation Bhakti Olahraga, jelas-jelas telah menghibahkan fasilitas, pikiran hingga dana untuk kepentingan kejayaan bangsa Indonesia, melalui olahraga. Pemerintah harus mendukung program tersebut, begitupun KPAI. KPAI jangan sampai menjadi penghalang, seperti halnya penghalang Nabi Ibrahim dalam kisah di atas.  
<\/p>\n","post_title":"Refleksi Kisah Kurban sebagai Bahan Pengingat KPAI","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"refleksi-kisah-kurban-sebagai-bahan-pengingat-kpai","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-08-12 08:30:31","post_modified_gmt":"2019-08-12 01:30:31","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5949","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5936,"post_author":"877","post_date":"2019-08-06 10:53:42","post_date_gmt":"2019-08-06 03:53:42","post_content":"\n

Masalah peredaran rokok di Indonesia, pemerintah cenderung mengambil langkah aman. Sudah saatnya pemerintah harus tegas menentukan sikap pelarangan atau membolehkan peredaran rokok di tengah-tengah masyarakat. <\/p>\n\n\n\n

Sikap pemerintah sampai saat ini menimbulkan pro dan kontra. Di satu sisi pemerintah melalui Kementrian Kesehatan membuat aturan pembatasan dan pelarangan beredarnya rokok, bahkan melarang adanya iklan rokok dan mengatur packaging<\/em> dengan bermacam gambar dan peringatan yang menggelian. Di sisi lain, pemerintah mendorong peningkatkan pendapatan Negara, mendorong peningkatan ekonomi rakyat, mendorong peningkatan produktivitas rakyat dan daya saing di pasar internasional, dan mendorong pengentasan kemiskinan.<\/p>\n\n\n\n

Sekarang, efek sikap pemerintah di atas meluas kemana-mana, mulai dari isu penyederhanaan layer atau penggabungan golongan industri rokok, isu pelarangan iklan rokok di media sosial karena pengguna media sosial banyak anak-anak, sampai pada pelarangan audisi pencari bakat bulu tangkis yang dilakukan Djarum Foundation dengan alasan ekploitasi anak. Ini semua adalah beberapa agenda untuk pengendalian rokok dan tembakau di Indonesia yang alasannya sudah dipatahkan dengan data yang lebih akurat.<\/p>\n\n\n\n

Semisal, yang pro dapat menceritakan dan meruntutkan agenda pengendalian rokok dan tembakau di Indonesia sebagai agenda politik dagang internasional. Semua program pengendalian rokok dan tembakau di Indonesia mengadopsi dari program World Health Organization (WHO) organisasi program dunia yang mendapatkan sokongan dana dari industri farmasi.\u00a0<\/p>\n\n\n\n

Baca:
Ada Campur Tangan Bloomberg dalam Surat Edaran Menkes terkait Pemblokiran Iklan Rokok <\/a><\/p>\n\n\n\n

WHO tidak semata-mata bertujuan demi meningkatkan taraf kesehatan penduduk. Di sini WHO sebagai ujung tombak industri farmasi. Terjadi peralihan di lingkup kesehatan, dimana dokter dan ilmuwan kesehatan dikuasai perusahan obat (farmasi). Tujuan utamanya tidak lain untuk merebut pasar nikotin dunia, dan menggantikan pemanfaatan nikotin alami dari tembakau dengan produk rekayasa nikotin yang telah dikantongi hak patennya. Keterlibatan WHO memuluskan tujuan industri farmasi tersebut dengan mendorong negara-negara di dunia untuk memberlakukan kebijakan sesuai kerangka kesehatan, tanpa mempertimbangkan peran sosial, ekonomi, politik dan budaya. Walaupun alasan kesehatan yang dibangun ternyata tidak 100% benar dan terkesan dipaksakan. Negara yang menjadi sasaran utama adalah Negara yang berkembang, seperti Indonesia, China, Bangladesh, India, Rusia, Mesir, Thailand, Filipina dan Brazil. <\/p>\n\n\n\n

Untuk menguasai pasar nikotin di dunia, industri farmasi mendapatkan sokongan dana dari bloomberg initiative. Karena salah satu direktur dari persekutuan perusahaan farmasi dunia bernama William R. Brody punya kedekatan dengan bloomberg initiative, selain teman karib juga posisinya sebagai penasehat. <\/h4>\n\n\n\n

Tidak mengherankan jika pendukung program pengendalian rokok dan tembakau di Indonesia mendapatkan sokongan dana dari bloomberg initiative termasuk lembaga yang bergerak untuk perlindungan anak, salah satunya Komnas Perlindungan Anak Indonesia (KPAI). Apapun bentuk lembaganya, selama mendapatkan kucuran dana bloomberg initiative, program utamanya harus sinergi dengan program bloomberg initiative dan rezim kesehatan dunia (WHO) yaitu pengendalian tembakau dan rokok, terutama rokok kretek asli Indonesia.<\/p>\n\n\n\n

Ada sekitar lebih dari 20an lembaga di Indonesia mendapatkan sokongan dana langsung maupun tidak langsung dari bloomberg initiative. Lembaga-lembaga tersebut bervarian, ada lembaga yang bergerak dalam pendidikan, bergerak pemberantasan korupsi, bergerak dalam kesehatan, bergerak perlindungan konsumen, bergerak melindungi anak, bahkan sampai pada lembaga agama. Numun pada intinya leading sector<\/em> yaitu sektor potensial yang dapat\u00a0menggerakkan agenda pengendalian tembakau dan rokok di Indonesia ada pada rezim kesehatan dalam hal ini Kementerian Kesehatan. Dengan menggunakan dalil kesehatan yang mulia, agenda bloomberg initiative dan farmasi berselancar dengan baik di Indonesia. \u00a0<\/p>\n\n\n\n

Baca:
Tinjauan Kritis Atas Larangan Iklan dan Sponshorship dengan Mencantumkan Logo, Brand Image, dan Identitas CSR Sebuah Perusahaan<\/a> <\/p>\n\n\n\n

Isu kuat saat ini yang beredar untuk agenda pengendalian tembakau dan rokok di Indonesia salah satunya, KPAI melarang audisi pencarian bakat bulu tangkis sejak dini yang dilakukan Djarum Foundation dengan alasan ekploitasi anak, Kementerian Kesehatan dan KPAI melarang adanya iklan di media sosia karena akan mengakibatkan bertambahnya perokok pemula, penggabungan golongan industri rokok atau penyederhanaan layer tarif cukai rokok yang intinya pengurangan terhadap industri rokok kretek, menaikkan cukai rokok untuk mengurangi peredaran rokok, dan korelasinya rokok dengan kemiskinan bertujuan agar ada kebijakan menghalau laju industri rokok kretek. <\/p>\n\n\n\n

Pemerintah dalam hal ini harus tegas mengambil sikap, untuk kepastian dan masa depan industri rokok kretek asli Indonesia. Dimana sejarah penemuan rokok kretek tidak lain untuk pengobatan yang dilakukan H. Djamhari sebagai obat sakit bengeknya. Karena rokok kretek adalah campuran tembakau dan cengkeh, berbeda dengan rokok non kretek yang hanya memakai tembakau saja. Selama ini, belum ada uji atau riset bahwa rokok kretek berkorelasi signifikan terhadap timbulnya penyakit yang dituduhkan. Kalau menjadi salah satu bagian kecil penyebab penyakit, tentunya ya dan bukan faktor penyebab utama. Itu seperti halnya barang-barang lain yang dikonsumsi manusia secara berlebihan dan hidup tidak seimbang. Termasuk makan nasi, mengkonsumsi gula dan mengkonsumsi lainnya secara berlebihan, tanpa diimbangi olah raga dan istirahat yang cukup. <\/p>\n\n\n\n

Selain itu, posisi industri kretek sangat stategis bagi bangsa Indonesia. Industri kretek membuktikan tetap bertahan setidaknya lebih dari 130 tahun. Disaat industri lain tumbang di zaman kolonial, industri kretek tetap eksis memberikan penghidupan masyarakat Indonesia. Bahkan tergolong industri yang peka zaman, dengan memberikan kontribusi yang sangat besar. Menghidupi setidaknya 6.1 juta jiwa petani cengkeh yang tersebar di 30 provinsi, petani tembakau yang tersebar di 15 provinsi. Menghidupi ribuan karyawan yang bekerja di industri kretek. Mempunyai multiplier<\/em> <\/em>effect<\/em> ke sektor perokonomian lainnya yang berada di sekitar industri kretek. <\/p>\n\n\n\n

Keberadaan industri kretek berkontribusi adanya hak jaminan sosial dan corporate social responsibility<\/em> (CSR), seperti halnya jaminan kesehatan, bhakti pendidikan, bhakti budaya, bhakti olahraga, bhakti lingkungan dan lain sebagainya. Berkontribusi pendapatan Negara melalui setoran cukai, berkontribusi bagi kesehatan publik dari alokasi dana bagi hasil cukai hasil tembakau (DBH-CHT) untuk sarana kesehatan dan pembayaran defisit Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS).  <\/p>\n\n\n\n

Selain itu, adanya industri kretek sebagai cermin kemandirian dan kedaulatan bangsa, karena sebagai pemenuhan kebutuhan pokok rakyat dalam hal ini pendapatan masyarakat sebagai agenda pemberantasan kemiskinan. <\/p>\n\n\n\n

Dengan pertimbangan di atas, diharapkan pemerintah dalam hal ini Presiden memberikan ketegasan, apakah industri rokok nasional tetap berproduksi atau dilarang berproduksi. Kalau tetap berproduksi, pemerintah secara totalitas harus melindunginya mulai kebijakan sampai pada strategi pemasarannya. Andaikan dilarang beroperasi, pemerintah paling tidak harus berani mempersiapkan lapangan pekerjaan lain bagi petani dan buruh tani cengkeh dan tembakau, buruh industri dan mungkin menata perekonomian akibat multiplier<\/em> <\/em>effect<\/em> keberadaan industri kretek. Dan yang terpenting keberadaan industri kretek, sebagai industri nasional sebagai perwujudan agenda prioritas  tujuan Nawa Cita, sehingga jangan sampai digiring dan diatur kepentingan asing melalui rezim kesehatan sebagai leading sector, <\/em>yang belum tentu benar dan terkesan dipaksakan.  
<\/p>\n","post_title":"Ketika Pemerintah Plin-Plan Membuat Regulasi Terkait Dunia Pertembakauan","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"ketika-pemerintah-plin-plan-membuat-regulasi-terkait-dunia-pertembakauan","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-08-06 10:53:48","post_modified_gmt":"2019-08-06 03:53:48","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5936","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":16},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"epic_block_3"};

\n

Baca: PB Djarum, Prestasi Bulutangkis Nasional, dan Kegagalan KPAI Memahami Peristiwa<\/a><\/p>\n\n\n\n

Waktu isya\u2019 tiba, suasana mau hujan, sedikit grimis, hawanya lumayan dingin dibanding sebelumnya panas dan gerah. Tapi semangat ngopi dam ngobrol teman-teman tak mengendor. Bahkan di group sudah ada yang ribut, ngajak-ngajak \u201cayo ayo waktunya kopdar tiba, ada bonus banyak rezeki lho\u201d, Rifai namanya, seorang pembicara atau muballig yang sering ceramah di masyarakat. <\/p>\n\n\n\n

Aku datang sekitar jam 20.00, terlihat banyak tema yang sudah pada kumpul, didepannya ada segelas kopi. Maklum kita orang desa ngopinya gak pakai cangkir, tapi pakai gelas es yang tinggi. Dibenakku ini ngopi apa kehausan?, tapi yang penting tetap ngopi dan merokok. Di meja terlihat banyak rokok bermacam-macam mereknya, sesuai kesukaan masing-masing. Ada yang bawa Sukun Putih, ada yang bawa Gudang Garam, kebanyakan bawa LA, tapi ada juga yang bawa rokok bikinan sendiri alias \u201cTingwe\u201d nglinting dewe dirumah ditaruh plastik. Aku coba rokok tingwe itu sambil ngobrol bareng, ternyata lumayan enak ramuan rokoknya, dibanding tingwe tingwe yang pernah aku rasakan. Yang buat tingwe namanya Sutopo, profesinya sehari-hari memang jual beli tembakau. Karena penasaran, sutopo aku tanya, kok enak, ini tembakau mana?. Dijawabnya \u201cbiasa tembakau Temanggung\u201d tapi aku kasih cengkeh kualitas wahid, dan sedikit ramuan saos sendiri (bahannya dirahasiakan), yang jelas katanya bahan saos dari rempah rempah bikinan sendiri. <\/p>\n\n\n\n

Ngobrol kita mengalir tanpa ada sekat dan batasan, malah terkadang pada ngobrol sendiri-sendiri dengan teman didekatnya. Giliran Djumari disuruh cerita pengalamannya, teman teman pada diam, mungkin pada penasaran. Soalnya dulu, sebelum ke Jakarta ia bekerja di Djarum. Ia ceritakan alasannya harus ke Jakarta. Awalnya, sering pulang pergi Jakarta Kudus untuk pengobatan istrinya yang sedang sakit di salah satu pengobatan alternatif disana atas rekomendasi saudaranya yang sudah lama hidup di Jakarta. Ia menceritakan sakit istrinya yang sering pusing, dan pusingnya bukan pusing biasa, dan seringkali istrinya sampai membentur-benturkan kepalanya. Kemudian, saat diharuskan kontinyu pengobatannya, minimal satu tahun agar cepat sembuh, akhirnya ia putusin meninggalkan Kudus sementara, termasuk pekerjaannya. Alhamdulillah istrinya sekarang sudah sembuh total.\u00a0<\/p>\n\n\n\n

Baca: Cacat Pikir KPAI Memaknai Kata Ekploitasi Anak dan Promosi<\/a><\/p>\n\n\n\n

Disela sela nungguin istrinya sakit, ia sering diajak saudaranya jualan sayuran keliling. Nah, walaupun sekarang istrinya sudah sembuh, ia tetap di Jakarta. Sebab dipikirannya, kalau kembali ke Kudus mulai dari awal lagi, mending yang sudah ada didepan mata dijalanin dulu. Nanti pelan-pelan sambil melihat peluang di Kudus, ia pun akan pulang. Obrolan tetap seru, walaupun djarum jam sudah tepat diangka 12.00 malam. Namun domain obrolan lebih pada Djumari sebagai nara sumber, ia menceritakan semua pengalaman dan kejadia yang ia lihat, sampai ia menceritakan berita kalau pabrik Djarum yang dulu pernah ia singgahi, sedang dipermasalahkan KPAI. Memang sebenarnya ia tak paham alur permasalahanya. Tahunya, KPAI gak suka bulu tangkis Djarum berjalan, memusuhi rokok. <\/p>\n\n\n\n

Sebagai orang yang pernah menjadi karyawan Djarum, jadi wajar dan pantas kalau ia membela Djarum, apalagi ia asli Kudus. Saking semangatnya, ia ngomong \u201cnek aku dadi Djarum, tak tuku iku KPAI, paling ora tak lawan\u201d \u201candaikan aku yang punya Djarum, aku beli KPAI, paling tidak dilawan\u201d. Ada yang menyambar omongan, \u201csampek matek kuwe Djum, ogak bakal dadi bos Djarum\u201d \u201csampai mati kamu Djum, tidak akan jadi bos Djarum\u201d haha\u2026\u2026disambut dengan tawa klakaran teman-teman termasuk saya sendiri. Di sela-sela tawa, tuan rumah ngomong \u201cancen gawe gregeten, kenopo Djarum mung meneng, malah ngalah\u201d \u201cbikin gregeten, kenapa Djarum diam dan cenderung mengalah\u201d. <\/p>\n\n\n\n

Nah, ternyata, banyak orang yang sangat simpati dan membela pabrik Djarum, terutama orang Kudus. Rata-rata mereka, tak tahu apa yang harus dilakukan, apa yang harus diperbuat. Sebagai manusia lemah, mereka hanya bisa marah  yang terpendaam dalam hati, dengan melihat kejadian KPAI menyerang Djarum. Coba, andaikan mereka tahu kalau dibelekang KPAI ada kepentingan asing yang mengusik rokok kretek asli Kudus, yang sudah mendarah daging bagi masyarakat Kudus. Pastinya, pembelaanya lebih dari itu, bahkan mungkin mati-matian.
<\/p>\n","post_title":"Cerita di Balik Segelas Kopi untuk Djarum","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"cerita-di-balik-segelas-kopi-untuk-djarum","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-09-03 09:19:00","post_modified_gmt":"2019-09-03 02:19:00","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6014","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5999,"post_author":"877","post_date":"2019-08-28 09:40:02","post_date_gmt":"2019-08-28 02:40:02","post_content":"\n

Direktur Pusat Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Amerika Serikat (CDC), Robert Redfield, mengungkapkan kematian tragis di Illinois memperkuat dugaan karena vape<\/a> atau rokok elektrik. Berita tersebut atas laporan Dinas Kesehatan Illinois yang mengumumkan ada satu pasien yang akhirnya meninggal dunia. Kasus ini kemungkinan jadi kasus pertama kematian akibat penyakit berkaitan dengan vape.
<\/p>\n\n\n\n

Kejadian di atas menjawab keberadaan vape atau rokok elektrik sangat membahayakan. Berbeda dengan resiko rokok kretek, bisa menimbulkan penyakit jika mengkonsumsinya berlebihan atau kebanyakakan, dan hidup tidak seimbang. Misalnya dalam satu hari merokok sampai tiga atau empat bungkus, tanpa makan nasi atau makan-makanan sehat, tanpa olah raga, tanpa minum air putih, selalu didampingi kopi atau teh, istirahatnya kurang dan sebagainya. Maka dipastikan orang tersebut akan jatuh sakit bahkan meninggal dunia.\u00a0<\/p>\n\n\n\n

Baca: Terkuak, Rokok Elektrik Berbahaya bagi Kesehatan<\/a><\/p>\n\n\n\n

Tidak hanya itu, otoritas kesehatan di Amerika Serikat telah berhasil menginvestigasi kemunculan penyakit paru-paru misterius di antara kalangan pengguna rokok elektrik atau vape. Dilaporkan setidaknya ada 195 kasus potensial penyakit paru-paru di 22 Negara karena kena dampak dari vape atau rokok elektrik.
<\/p>\n\n\n\n

Jadi, masyarakat perlu waspada beredarnya vape atau rokok elektrik. Belum lagi, sebetulnya rokok elektrik atau vape, berdampak juga peningkatan perokok anak.\u00a0 Yang menjadi daya tarik bagi anak, selain bentuknya yang elegan, simpel, juga beraroma buah-buahan yang terkemas dalam cairan.<\/strong><\/p>\n\n\n\n

Orang yang mengatakan bahwa vape atau rokok elektrik lebih mensehatkan dari pada rokok kretek, pendapat tersebut sangat keliru. Disampaing efek dari rangkaian listrik dan battre juga cairan dalam rokok elektrik berpengaruh terhadap resiko jantung.  <\/p>\n\n\n\n

Hasil penelitian yang diterbitkan dalam Journal of American College of Cardiology pada Mei lalu ini menambah bukti bahwa cairan rokok elektrik dapat menghambat fungsi sel-sel tubuh yang berperan dalam kesehatan jantung. Cairan dalam vape atau rokok elektrik pada akhirnya merusak sel-sel yang melapisi pembuluh darah. <\/p>\n\n\n\n

Keberadaan vape atau rokok elektrik di pasaran sangat membahayakan bagi orang Indonesia, terlebih pemuda-pemuda, yang banyak memilih merokok vape aatau rokok elektri. Menurutnya, selain bentuk kecil, simpel dibawa dan ada aroma buah-buahan sesuai selera. Akan tetapi dibalik bentuknya yang bagus, menyembunyikan banyak penyakit ketika dikonsumsi.\u00a0<\/p>\n\n\n\n

Baca: Kata Siapa Lebih Sehat? Perokok Elektrik Berisiko Terjangkit Penyakit Kardiovaskular<\/a><\/p>\n\n\n\n

Hingga kini CDC masih melakukan investigasi lebih lanjut, dengan mengimbau agar para dokter mengumpulkan data dan sampel bila menemukan pasien dengan gejala penyakit paru serupa, tentunya akibat rokok elektrik atau vape. Bentuk dan merek rokok elektrik dan vape banyak varian dan banyak merek. JUUL termasuk merek rokok elektrik atau vape yang saat ini naik daun.\u00a0<\/p>\n\n\n\n

Ada yang mengatakan bahwa tak tepat membandingkan rokok tembakau dengan rokok elektrik. Ya benar tak tepat, karena rokok elektrik atau vape resikonya sangat tinggi. Sedang rokok tembakau resikonya kecil, apa lagi rokok kretek mungkin resikonya sangat kecil sekali terhadap tubuh. Alasannya, munculnya rokok kretek bertujuan untuk pengobatan sakit bengek, dan tujuannya berhasil. Hingga banyak orang melakukan pemesanan rokok kretek saat itu, rokok kretek belum sebagai industri besar masih bersifat rumahan,  keadaan tersebut sekitar abad 19. <\/p>\n\n\n\n

Dalam studi ini, tim peneliti menemukan bukti efek toksik pada sel-sel yang melapisi pembuluh darah dan melindungi jantung. Beberapa bukti tersebut termasuk di antaranya gangguan pada fungsi sel dan munculnya tanda-tanda peradangan. Para peneliti mengamati bagaimana respons sel saat bersentuhan dengan cairan rokok elektrik. Efek yang paling kentara terlihat pada cairan dengan rasa kayu manis.<\/p>\n\n\n\n

Baca: Riset Kesehatan Rokok Elektrik<\/a><\/p>\n\n\n\n

Sekelompok ahli kardiovaskular dari University of Massachusetts menganjurkan peneliti agar melakukan uji rokok elektrik atau vape lebih yang beraroma. Karena sumsi sementara, produk vape atau rokok elektrik yang beraroma dan punya pilihan rasa lebih berbahaya dari pada rokok vape natural. Namun yang banyak beredar dipasaran, justru yang beraroma dan berasa buah-buahan, dari pada yang natural. <\/p>\n\n\n\n

Studi pada 2018 lalu menunjukkan, penggunaan rokok elektrik harian berisiko terhadap serangan jantung, meski dengan probabilitas yang lebih rendah daripada perokok tembakau. Menurut dr Lawrence Phillips pakar kardiovaskular NYU Langone Health mengatakan \u201cKita melihat semakin banyak bukti bahwa rokok elektrik berhubungan dengan peningkatan risiko serangan jantung\u201d.<\/p>\n\n\n\n

Dari hasil pakar dan hasil studi di atas menegaskan bahwa keberadaan rokok vape atau rokok elektrik, resikonya sangat besar. Bahan utama rokok vape atau elektrik yang paling besar memberikan efek negatif pada tubuh manusia adalah cairan perasa. Akibat cairan perasa dalam rokok elektrik  atau vape termasuk merek JUUL beresiko terjadi peradangan, terjangkit penyakit jantung dan paru-paru akut, selanjutnya berakibat kematian. <\/p>\n\n\n\n

Untuk itu, demi masa depan bangsa Indonesia harusnya ada regulasi pelarangan peredaran rokok elektrik atau vape yang nyata-nyata telah ada kasus dengan didukung beberapa riset dan studi tentang konten rokok elektrik atau vape, yang hasilnya mempunyai resiko tinggi dapat menyebabkan penyakit berujung kematian.         
<\/p>\n","post_title":"Perokok Elektrik Berisiko Besar Terjangkit Penyakit Mematikan","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"perokok-elektrik-berisiko-besar-terjangkit-penyakit-mematikan","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-08-28 09:40:09","post_modified_gmt":"2019-08-28 02:40:09","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5999","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5979,"post_author":"877","post_date":"2019-08-21 09:57:26","post_date_gmt":"2019-08-21 02:57:26","post_content":"\n

Pemerintah berencana akan menerbitkan aturan simplifikasi layer cukai pada Oktober-Desember 2019. Jika benar terjadi, tindakan pemerintah itu sama saja membunuh secara perlahan industri kretek nasional. <\/p>\n\n\n\n

Jika dipikir-pikir, kebijakan simplifikasi layer cukai sangat menguntungkan industri rokok asing. Lalu apa bedanya pemerintah dengan LSM\/NGO yang getol memerangi peredaran rokok?. Nyatanya sama-sama ditunggangi kepentingan asing. Bedanya mungkin, pemerintah ditunggangi kepentingan industri rokok investor asing, kalau LSM\/NGO antirokok ada kepentingan farmasi yang berpusat di Amerika. Tapi jika dirunut dengan teliti, dua kepentingan asing tersebut yang terlihat beda, ada kemungkinan mengerucut pada satu titik yang sama. Tak lain membunuh rokok kretek asli Indonesia.<\/p>\n\n\n\n

Sebelum masuk ranah penjelasan yang sederhana tentang simplifikasi layer CHT, dampak yang ditimbulkan dan maksudnya. Terlebih dahulu perlu diuraikan makna simplifikasi, layer dan cukai secara berkesinambungan. Simplifikasi punya arti penyederhanaan, awalnya banyak dijadikan lebih sedikit, kecil, ramping dan ringkas. Tentunya, cara yang harus ditempuh dalam penyederhaan bisa jadi menggabungkan, bisa jadi dibuang\/dipotong salah satu, bisa jadi kedua-duanya dijalankan. Hubungan simplifikasi dengan industri rokok, penjelasannya di belakang setelah uraian tentang layer dan cukai.<\/p>\n\n\n\n

Layer bisa disebut dengan ungkapan lapisan, golongan, kelas, dan mungkin bisa dikatakan tingkatan. Varian rokok banyak sekali; ada rokok putih atau disebut sigaret putih mesin (SPM), ada sigaret kretek mesin (SKM), Ada sigaret kretek tangan (SKT). Ada rokok filter (ada busa) dan non filter (tidak ada busa). Ada juga rokok bercengkeh disebut kretek dan non cengkeh (tembakau saja) disebut putihan. Ada lagi rokok kretek dinamakan mild. Dari varian tersebut dibagi menjadi beberapa layer atau golongan, untuk penyesuaian pembayaran pajak cukai. Untuk mempermudah pemahaman, layer dibahasakan sebagai golongan industri rokok besar, menengah dan kecil. Sedangkan, cukai adalah pungutan pemerintah sebagai pajak. <\/p>\n\n\n\n

Nah, kira-kira uraian maknanya perkata sudah jelas. Sekarang uraian tersebut dihubungkan semua dengan rencana pemerintah kedepan untuk pungutan pajak rokok. Rencana pemerintah yang dimaksud simplikasi layer CHT, ingin menyederhanakan atau menggabungkan antara SPM dan SKM, dilebur manjadi satu golongan. Aslinya dibedakan, karena memang berbeda. SPM lebih tinggi pungutan pajaknya dari [ada SKM. SPM bukan asli produk Indonesia dan cenderung impor, dan yang punya bukan pribumi. Bahan bakunyapun tidak menggunakan tembakau Indonesia. Sangat jauh berbeda dengan SKM, industri yang padat karya dan menggunakan bahan baku lokal. Dan yang paling istimewa perbedaannya, tak lain adalah kemunculan SKM diciptakan oleh pribumi dengan mencampur tembakau dan cengkeh dalam satu batang rokok. Kemudian rokok cmpuran tersebut dinamai kretek. <\/p>\n\n\n\n

Rokok kretek terus berkembang dan inovatif seperti penjelasan di atas, ada filter, non filter, mesin, tangan, mild dan klobot. Kretek klobot tidak bercukai, karena keberadaannya hampir punah, sedikit sekali pabrikan membuat jenis klobot. Klobot satu-satunya rokok yang memakai bungkus daun jagung yang telah dikeringkan, kemudian di ikat pakai benang. Sehingga untuk kretek klobot ada pengecualian, tidak masuk dalam kategori jenis kretek di atas. <\/p>\n\n\n\n

Semua jenis kretek saat ini diproduksi oleh industri. Secara sederhana industri terbagi tiga macam, industri besar, menengah dan kecil. Paling kecil kategori industri kretek, telah mempunyai gudang untuk operasi pembuatan rokok kretek dengan luas minimal 200m2<\/sup>. Jadi, sekarang ini tidak ada lagi industri rokok kretek skala rumahan (home industri) seperti dulu lagi. <\/p>\n\n\n\n

Dari penjelasan di atas, sekarang sudah paham varian jenis rokok kretek asli produk Indonesia. Apapun bentuknya, jika rokok menggunakan campuran tembakau dan cengkeh itulah dinamakan rokok kretek, termasuk jenis mild. Dewasa ini jenis mild sangat disukai dipasaran. Hingga semua industri berlomba-lomba bikin mild. Munculnya mild tidak lain karena tuntutan dari aturan pemerintah yang membatasi nikotin dan tar. Sehingga konten tembakau mild lebih banyak memakai tembakau jenis Virginia. <\/p>\n\n\n\n

Jangan salahkan industri\/pabrikan jika makin lama kuota impor tembakau naik. Karena dibentuk oleh aturan pemerintah dan peningkatan permintaan pasar mild. Kalau begitu yang salah siapa? tentunya pemerintah yang membuat aturan low nikotin dan tar. Sulit sekali tembakau lokal untuk memenuhi batasan low nikotin dan tar sesuai aturan pemerintah. Pada akhirnya mau tidak mau industri\/pabrikan membutuhkan tembakau jenis Virginia yang sulit tumbuh dengan baik di bumi nusantara ini. Lalu apa yang dilakukan industri\/pabrikan rokok, ya impor lah. Tapi industri\/pabrikan masih sangat membutuhkan tembakau lokal. Selain sebagai bahan campuran rokok kretek mild, tembakau lokal dibuat memproduksi rokok bukan mild. <\/p>\n\n\n\n

Untuk rokok kretek mild, semuanya diproduksi memakai mesin, sedangkan selain mild ada yang pakai mesin ada yang pakai tangan. Dengan isu simplikasi layer CHT SPM dan SKM, ada dua kemungkinan. Pertama; bisa jadi SPM diturunkan levelnya disesuaikan dengan SKM. Kedua; atau SKM dinaikkan levelnya sesuai SPM. Keduanya sangat merugikan industri kretek asli produk Indonesia berupa SKM. Kalau yang pertama, keuntungan SPM (industri asing) harganya disamakan SKM, sehingga persaingan penjualan dipasaran relatif mudah, sehingga SKM sangat dirugikan. Jika demikian, pemerintah tidak melindungi industri nasional (lokal), dengan meliarkan persaingannya dipasaran sangat ketat. <\/p>\n\n\n\n

Kemungkinan yang kedua, juga demikian, sangat merugikan SKM, karena levelnya naik mengikuti SPM. Jika demikian, sangat memberatkan SKM, apalagi pangsa rokok kretek ditahun-tahun terakhir ini merosot tajam penjualannya. Kemerosotan penjualan rokok kretek juga pengaruh dari kebijakan pemerintah dan oknum (anti rokok) yang selalu merecoki industri kretek, seperti pungutan cukai naik,  pelarangan iklan, membuat isu yang dibuat-buat tanpa dasar dan lain sebagainya. Apakah keadaan industri kretek nasional saat ini, pemerintah masih memejamkan mata dan akan memberlakukan simplikasi layer CHT?. Jika demikian, sama saja pemerintah membunuh industri\/pabrikan kretek nasional dengan pelan-pelan. <\/p>\n\n\n\n

Jangan salahkan industri\/pabrikan rokok kretek jika pelan-pelan merumahkan karyawannya karena merugi bahkan tidak beroperasi. Jika pembelian bahan baku rokok kretek (tembakau dan cengkeh) menurun dan ribuan juta petani merugi, dan masih banyak lagi efek dampaknya ke segala lini yang menggantungkan hidupnya berhubungan dengan sektor pertembakauan. Pemerintah harus bertanggungjawab atas dampak tersebut, jangan asal cuci tangan jika dampak negatif terjadi. Karena pemerintahlah yang bikin aturan. <\/p>\n\n\n\n

Untuk itu, kedepan pemerintah harus hati-hati dan jeli dalam memutuskan dan memberlakukan kebijakan untuk kepentingan sektor pertembakauan. Karena, yang sudah-sudah, kebijakan pemerintah pada sektor pertembakauan tidak mengakomodir kepentingan industri nasional, cenderung mengakomodir kepentingan industri asing. Baik pemerintah, industri kretek, petani tembakau dan cengkeh serta masyarakat Indonesia harus berdaulat, saling menjaga dan saling melindungi untuk kepentingan bersama, menjadi bangsa yang besar dan kuat tanpa disetir Negara lain (asing). Inilah makna kemerdekaan yang sesungguhnya di era melenial.
<\/p>\n","post_title":"Kebijakan Simplifikasi Layer Cukai Adalah Rencana Pembunuhan terhadap Kretek","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"kebijakan-simplifikasi-layer-cukai-adalah-rencana-pembunuhan-terhadap-kretek","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-08-21 09:57:34","post_modified_gmt":"2019-08-21 02:57:34","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5979","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5956,"post_author":"877","post_date":"2019-08-14 11:00:51","post_date_gmt":"2019-08-14 04:00:51","post_content":"\n

Komisioner Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) Sitty Hikmawatty sesat pikir saat mengatakan bahwa program audisi beasiswa bulutangkis sebagai ajang ekploitasi anak. KPAI mempermasalahkan tulisan Djarum di kaos olahraga, karena sebagai ajang promosi brand rokok. Disini KPAI gagal faham membedakan antara Djarum Foundation dan Djarum industri rokok. <\/p>\n\n\n\n


Djarum Foundation sebagai wujud bhakti terhadap Bangsa dan Negara, sehingga prakteknya Djarum Foundation mengeluarkan uang, bukan mencari keuntungan. Ketika dikatakan sebagai ajang promosi produk rokok, sudah ditampik dan sudah dijelaskan secara detail pengurus Djarum Foundation, bahwa program yang dijalankan jauh dari niatan promosi produk rokok. Kalaupun ada tulisan Djarum di kaos olahraga, memang sejarahnya dari dulu sebagai nama clubnya. <\/p>\n\n\n\n


Sitty Hikmawatty sebagai komisioner KPAI, harusnya cerdas menyikapi hal tersebut. Harusnya ada apresiasi pada Djarum yang sadar akan kewajibannya, andil dalam pengembangan bakat bagi anak-anak. Dan apa yang telah dilakukan Djarum Foundation tidaklah mudah, membutuhkan tenaga dan matriil begitu besar. Sekarang pertanyaannya, siapa dan industri pribumi mana yang berani melakukan seperti itu?, bahkan KPAI pun tidak akan berani membuat program pencarian bakat secara intensif dan masif. <\/p>\n\n\n\n


KPAI harusnya faham makna perlindungan bagi anak, jangan hanya dimaknai secara sempit, semisal anak juga butuh perlindungan dari kebodohan dan kebutuhan lain yang sifatnya sangat mendesak. Nyatanya masih banyak anak \u2013anak yang tidak sekolah karena tidak mampu, masih banyak anak-anak yang hidup terlantar di Jalan, masih banyak anak-anak sebagai obyek makanan ringan yang bahannya membahayakan bagi tubuh. Dimana dan apa yang sudah dilakukan KPAI untuk melindungi anak tersebut?. Masih banyak masalah anak yang sangat penting dan krusial harus dikerjakan KPAI, dari pada mengurusi tulisan club Djarum dalam program audisi Djarum Foundation.<\/p>\n\n\n\n


Belum lagi, katanya KPAI akan mengambil langkah mengundang Kepala Daerah, dimana kotanya dibuat ajang audisi tersebut. Kalau nanti benar terjadi, menandakan kinerja KPAI tidak efektif. Masalah anak yang paling penting tidak terurus, dan selalu bergejolak di masyarakat kelas bawah. Sekali lagi seperti tidak sekolah karena orang tuanya tidak mampu atau orang tuanya meninggal dunia, walaupun sekolah katanya gratis, akan tetapi dampak lain timbul seperti halnya masalah ekonomi, akhirnya anak-anak mendingan cari uang untuk hidup sehari-hari dari pada sekolah. Anak-anak suka beli jajan (makanan ringat) di toko maupun dipinggir jalan yang mengandung bahan membahayakan bagi pertumbuhan anak. Di perempatan jalan atau lampu merah banyak anak-anak yang hidupnya menggelandang tanpa tujuan. Ini riil dan nyata di hadapan mata kita tiap hari. <\/p>\n\n\n\n


Tapi anehnya KPAI saat ini malah lebih intens mengurusi hal yang tidak penting degan melarang audisi pencarian bakat bulutangkis oleh Djarum Foundation. KPAI cenderung gagal faham dalam memahami, menafsiri, dan mensikapi hal tersebut. Anehnya lagi, apa yang dilakukan KPAI sampai ngotot. <\/p>\n\n\n\n


Kalau mau melarang program audisi Djarum Foundation, tunjukkan dulu KPAI punya program pencarian bakat seperti Djarum Foundation lakukan. Jangan seenaknya KPAI, melarang-larang tanpa solusi konkret dengan dalil perlindungan. Lucunya, KPAI dengan dalil perlindungan anak mengatakan, audisi pencarian bakat bulutangkis yes, ajang promosi no. Kalau dipahami, KPAI ingin audisi Djarum Foundation tetap jalan, tapi tulisan Djarum dihilangkan. Ini sama saja, tidak boleh menulis atau memaparkan nama club. Sedangkan pencantuman nama club sangat penting sebagai identitas dan jati diri. <\/p>\n\n\n\n


Kegiatan perlindungan untuk anak adalah pekerjaan yang sangat mulia kalau benar-benar dilakukan. KPAI, sebagai lembaga dengan memapang langsung tulisan perlindungan anak akan lebih mulia jika programnya konkret. Seperti lembaga sekolah negeri atau swasta, tanpa memakai kata-kata perlindungan, sekolah tersebut mendidik anak melindungi anak dari kebodohan untuk kesiapan masa depan. Audisi pencarian bakat bulutangkis Djarum Foundation pun demikian, kegiatannya konkret menyiapkan atlet olahraga bulutangkis. Dan apa yang telah dilakukan Djarum Foundation dengan audisinya sangat beda dari bentuk promosi. Berbeda dengan pelibatan anak-anak untuk promosi produk, murni tujuannya agar produknya laku. Apalagi produk yang ditawarkan untuk kebutuhan anak. Contohnya banyak sekali beredar iklan-iklan yang terpampang di pinggir jalan, di media sosial, bahkan di stasiun televisi, hal ini kayaknya lolos dari bahasan KPAI.<\/p>\n\n\n\n


Belum lagi, tanpa disadari lembaga KPAI juga menumpang hidup dari anak-anak. Kemana-mana membawa nama anak-anak untuk kegiatannya, bahkan sampai untuk menggalang donasi. Namun kegiatan yang betul-betul sangat dibutuhkan anak-anak belum atau bahkan tidak tersasar dan tidak menjadi prioritas. Sehingga, program KPAI untuk perlindungan anak dipastikan tidak efektif. Buktinya, KPAI membuat masalah yang sederhana dibuat rumit, seperti mempermasalahkan tulisan Djarum sebagai club dalam ajang audisi pencarian bakat Djarum Foundation Bhakti Olahraga. Jelas-jelas untuk kepentingan masa depan anak, dengan meningkakan minat dan bakat anak dalam olahraga atas dasar suka dan tidak ada paksaan.
Kata kunci pendidikan bagi anak adalah bermain, senang atau suka, sesuai keinginan, dan untuk bekal hidup selanjutnya. Jika KPAI mempermasalahkan tulisan club Djarum, yang dianggap sebagai ajang promosi dan ekploitasi anak, alasan tersebut tidak benar dan tanpa dasar. Seperti halnya penjelasan di atas, audisi pencarian bakat bulutangkis Djarum Foundation, jauh dari promosi dan ekploitasi. Tujuan utama audisi tidak lain memberikan bekal dan pendidikan bagi anak sesui keinginannya, anak belajar dengan senang, gembira, dan bermain. <\/p>\n\n\n\n


Jika kemudian KPAI dan lembaga lain yang mengatasnamakan peduli anak, melarang kegiatan audisi pencarian bakat olah raga bulutangkis yang dilakukan Djarum Foundation, sama dengan menghalangi anak Indonesia mengembangkan minat dan bakatnya sesuai keinginan, menghalangi anak Indonesia belajar sambil bermain dan gembira, menghalangi anak Indonesia untuk mendapatkan bekal hidup selanjutnya, menghalangi anak Indonesia untuk mewujudkan cita-cita. Apa yang dilakukan KPAI dan lembaga lain tersebut, sangat bertentangan dengan cita-cita Bangsa, dan cita-cita pendidikan bagi anak di Indonesia. <\/p>\n","post_title":"Sesat pikir KPAI Melarang Audisi Pencarian Bakat Bulutangkis Anak-Anak","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"sesat-pikir-kpai-melarang-audisi-pencarian-bakat-bulutangkis-anak-anak","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-08-14 11:00:58","post_modified_gmt":"2019-08-14 04:00:58","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5956","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5949,"post_author":"877","post_date":"2019-08-12 08:28:29","post_date_gmt":"2019-08-12 01:28:29","post_content":"\n

Kurban tidak semata-mata hanya menyembelih hewan, dibaliknya ada kisah indah yang bisa sebagai bahan renungan dan pengingat bagi semua. Pada kisah qurban, terdapat peran anak usia dini yang akhirnya dikenang umat Islam sedunia sepanjang masa dan juga dapat mengangkat harkat martabat keluarganya dihadapan Tuhan. Selama anak suka bahkan bahagia menjalankan perannya untuk kepentingan dirinya sendiri kedepan dan mengangkat harkat martabat keluarganya dengan bimbingan yang baik, maka hal tersebut sah-sah saja tidak ada larangan.\u00a0<\/p>\n\n\n\n

Kemarin, pada tanggal 11 Agustus 2019 hari Minggu, tepatnya pada tanggal 10 dzulhijjah 1440 M., dipagi hari umat Islam terlihat berbondong-bondong ada yang ke masjid ada yang kelapangan, tidak lain menjalankan ibadah sholat Idul Adha, atau biasa disebut hari raya qurban. Selain melakukan sholad, umat Islam merayakannya dengan menyembelih hewan qurban, seperti unta tradisi di Timur Tengah, sedangkam di Indonesia menyembelih sapi atau kerbau. Khusus di Kudus kota Kretek rerata menyembelih kerbau, sapi bagi sebagian besar masyarakat Kudus tidak mau menyembelih. Cerita yang beredar di masyarakat turun menurun, pelarangan menyembelih sapi sejak zaman kewalian yaitu Sunan Kudus sebagai penghormatan terhadap agama lain yang beranggapan hewan sapi sebagai hewan yang suci.<\/p>\n\n\n\n

Kembali ke Idul Adha, diceritakan oleh para Ulama\u2019 ada kisah tentang Nabi Ibrahim yang akan mengorbankan putranya yang masih kecil namanya Ismail (besarnya menjadi Nabi). Ceritanya Nabi Ibrahim saat tidur bermimpi, ia diperintah Tuhan untuk menyembelih putranya bernama Ismail. Saat bangun, ia merenung, berfikir sambil bertanya dihati, benarkah ini perintah Tuhan?. Kali pertama mimpinya ini, ia masih ragu antara benar perintah Tuhan atau tidak. Mimpi yang direnungkan dan difikir terjadi pada malam tanggal 08 dzulhijjah,disebut hari tarwiyah<\/em>.\u00a0<\/p>\n\n\n\n

Baca: Tinjauan Kritis Atas Larangan Iklan dan Sponshorship dengan Mencantumkan Logo, Brand Image, dan Identitas CSR Sebuah Perusahaan<\/a><\/p>\n\n\n\n

Pada malam tanggal 09 dzulhijjah Nabi Ibrahim mimpi lagi dengan perintah yang sama. Mimpi kali kedua, Nabi Ibrahim merasa yakin kalau benar-benar perintah Tuhan. Pada mimpi kedua disebut hari arafah<\/em>. Pada tanggal 10 dzulhijjah, hari Nabi Ibrahim melaksanakan perintah Tuhan untuk menyembelih Ismail (putranya), yang kemudian disebut  hari nakhr <\/em>(biasa disebut nahar bagi orang Indonesia). <\/p>\n\n\n\n

Cerita KH. Sya\u2019roni, saat pagi hari pada tanggal 10 dzulhijjah Nabi Ibrahim menyuruh istrinya bernama Siti Hajar (ibu kandung Ismail) untuk memandikan Ismail setelah itu memakaikan pakaian yang bagus-bagus, dengan alasan mau diajak jalan-jalan. Siti Hajar melaksanakan sesuai perintah suaminya, sembari menunggu istrinya selesai, Nabi Ibrahim mengasah pisaunya\/pedangnya. <\/p>\n\n\n\n

Ismail sudah siap, diajaklah jalan jalan bapaknya (Nabi Ibrahim) menuju bukit Mina di Makkah, dengan niatan mau disembelih sesui perintah Tuhan. Di tengah perjalanan, Nabi Ibrahim dihadang iblis yang berwujud manusia, dengan mengatakan Ibrahim, anakmu itu ganteng, tega kamu sembelih, urungkan niatmu. Nabi Ibrahim tidak menjawab, malah mengambil batu kecil 7 butir, kemudian batu kecil tersebut dilemparkan ke arah iblis tersebut, sambil mengatakan, pergi kamu Iblis. Nabi Ibrahim tetap melanjutkan perjalannya, dan dihadang Iblis lagi kali kedua, Nabi Ibrahim mengambil batu kecil lagi dilempar ke iblis. Kemudian Nabi melanjutkan perjalannya, dihadang iblis lagi kali ketiga, seperti penghadangan yang pertama dan kedua, Nabi mengambil batu kecil dan dilemparkan ke arah iblis, lalu Nabi Ibrahim lanjut lagi. Inilah cerita, yang menjadi cikal bakal adanya jumroh ula, jumroh wustho dan jumroh aqobah. Tiap ibadah haji jumroh ini harus diperagakan seperti halnya apa yang telah dilakukan Nabi Ibrahim dengan maksud melawan dan melempar iblis dengan batu agar tidak mengganggu..  <\/p>\n\n\n\n

Sesampainya di puncak bukit Mina, Nabi Ibrahim menceritakan mimpinya dan mengatakan maksud dan tujuannya mengajak Ismail jalan-jalan. Selesai Nabi Ibrahim cerita, kemudian Ismail berkata pada bapaknya, untuk segera menjalankan perintah Tuhan. Pada saat menyembebelih, pisau\/pedang Nabi Ibrahim tidak bisa melukai kulit Ismail, karena Nabi Ibrahim masih gelisah dan menangis saat melihat wajah Ismail. Kemudian Ismail berkata, mungkin karena bapak melihat wajahku, hingga tidak tega menyembelih, lalu Ismail membalikkan badannya memposisisikan badannya telungkup. Lalau Nabi Ibrahim dengan kesiapan hati melakukan penyembelihan yang kedua, lagi-lagi pisau\/pedangnya tidak mampu melukai kulit leher Ismail. Dengan bingung karena tidak berhasil menyembelih Ismail, turunlah Malaikat Jibril dengan membawa kambing, digantikannya Ismail dengan kambing tersebut. Bersamaan dengan turunnya wahyu Tuhan yang menjelaskan keduanya telah lulus  dari ujian. Kemudian Nabi Ibrahim membaca takbir \u201cAllahu Akbar\u201d<\/em> 3x, disaut Ismail dengan .membaca \u201cLaa ilaaha illahhu wallahu akbar<\/em>\u201d, diakhiri Malikat Jibril dengan bacaan \u201cAllahu Akbar walillahil Hamd<\/em>\u201d, dilanjutkan dengan menyembelih kambing bawaan malaikat jibril.<\/p>\n\n\n\n

Ada cerita lucu setelah Nabi Ibrahim selesai menyembelih kambing, Nabi Ibrahim bertanya pada Ismail, siapa yang paling dermawan diantara kita? Ismail menjawab, saya. Tidak bisa kata Nabi Ibrahim, saya yang paling dermawan, karena akan mngorbankan anak yang kucintai. Ismail berkata, tidak bisa, saya yang dermawan, karena bapak punya dua anak, kalau saya dikorbankan, masih punya anak satu, lalu malaikat berkata, tidak bisa, saya yang dermawan karena saya sudah kehilangan kambing satu.\u00a0\u00a0<\/p>\n\n\n\n

Baca: Kegagalan Lakpesdam PBNU dalam Melihat Produk Tembakau Alternatif<\/a><\/p>\n\n\n\n

Keterangan dalam kitab tafsir  \u201cTanwirul Adhan<\/em>\u201d penjelasan dari surat As-Saffat ayat 102 bahwa usia Ismail saat itu 13 tahun ada juga Ulama\u2019 yang mengatakan umur 7 tahun. ada riwayat lain yang mengatakan umur Ismail saat itu 14 tahun. Pada intinya saat kejadian kisah penyembelihan, Ismail masih usia anak-anak, ia dengan senang hati dan ikhlas, menjalani perannya.  <\/p>\n\n\n\n

Dari sejarah singkat qurban yang ektrim di atas, kira-kira pendapat KPAI apakah mendukung apa yang telah di lakukan Nabi Ibrahim?, atau sebaliknya mendukung Iblis yang menghalangi Nabi Ibrahim yang akan menjalankan kewajibannya sebagai hamba?. Saya yakin KPAI akan mendukung Nabi Ibrahim, tidak mendukung langkah Iblis. 
<\/p>\n\n\n\n

Walaupun ktidak persis, tapi hampir mirip kisah qurban diatas dengan audisi oleh Djarum Foundation yang melibatkan. Program audisi bulutangkis usia anak-anak Djarum Foundation, tidak lain ikut serta program pemerintah dalam mencerdaskan bangsa melalui pencarian bakat sedini mungkin. Anak-anak yang berbakat bulutangkis tentunya yang terjaring dalam audisi, dididik dengan penuh semangat oleh Djarum Foundation Bhakti olahraga. Buktinya, anak-anak tersebut disekolahkan formal, dilatih bulu tangkis dengan disiplin dan penuh tanggungjawab, tanpa dipungut biaya apapun, bahkan semua kebutuhan anak-anak tercukupi dengan baik. Pola didiknya, seperti pola pendidikan sekolah lainnya, anak-anak dididik dan diajar agar berpretasi, setidaknya punya pengetahuan, pengalaman dan keahlian sebagai bekal masa depan. Disisi lain, ternyata anak-anak yang terjaring audisi merasa sangat gembira, senang dan bangga bisa terpilih. Mereka dapat mengembangkan bakatnya, dan mendapatkan pendidikan sekolah dengan gratis.<\/p>\n\n\n\n

Tujuan utama Djarum Foundation mencari bibit unggul pebulutangkis Indonesia, yang selama ini sebagai salah satu olahraga kebanggaan masyarakat Indonesia atas banyaknya prestasi yang di peroleh. Program Djarum Foundation Bhakti olahraga jauh dari niatan ekploitasi anak untuk promosi, yang ada ekploitasi anak untuk kejayaan olah raga bulutangkis bangsa Indonesia. <\/p>\n\n\n\n

Juga, program Djarum Foundation audisi bulutangkis adalah salah satu bentuk kesadaran dan kewajibannya membangun bangsa dengan melibatkan anak-anak. Lalu apa yang salah dari Djarum Foundation Bhakti Olahraga, jelas-jelas telah menghibahkan fasilitas, pikiran hingga dana untuk kepentingan kejayaan bangsa Indonesia, melalui olahraga. Pemerintah harus mendukung program tersebut, begitupun KPAI. KPAI jangan sampai menjadi penghalang, seperti halnya penghalang Nabi Ibrahim dalam kisah di atas.  
<\/p>\n","post_title":"Refleksi Kisah Kurban sebagai Bahan Pengingat KPAI","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"refleksi-kisah-kurban-sebagai-bahan-pengingat-kpai","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-08-12 08:30:31","post_modified_gmt":"2019-08-12 01:30:31","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5949","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5936,"post_author":"877","post_date":"2019-08-06 10:53:42","post_date_gmt":"2019-08-06 03:53:42","post_content":"\n

Masalah peredaran rokok di Indonesia, pemerintah cenderung mengambil langkah aman. Sudah saatnya pemerintah harus tegas menentukan sikap pelarangan atau membolehkan peredaran rokok di tengah-tengah masyarakat. <\/p>\n\n\n\n

Sikap pemerintah sampai saat ini menimbulkan pro dan kontra. Di satu sisi pemerintah melalui Kementrian Kesehatan membuat aturan pembatasan dan pelarangan beredarnya rokok, bahkan melarang adanya iklan rokok dan mengatur packaging<\/em> dengan bermacam gambar dan peringatan yang menggelian. Di sisi lain, pemerintah mendorong peningkatkan pendapatan Negara, mendorong peningkatan ekonomi rakyat, mendorong peningkatan produktivitas rakyat dan daya saing di pasar internasional, dan mendorong pengentasan kemiskinan.<\/p>\n\n\n\n

Sekarang, efek sikap pemerintah di atas meluas kemana-mana, mulai dari isu penyederhanaan layer atau penggabungan golongan industri rokok, isu pelarangan iklan rokok di media sosial karena pengguna media sosial banyak anak-anak, sampai pada pelarangan audisi pencari bakat bulu tangkis yang dilakukan Djarum Foundation dengan alasan ekploitasi anak. Ini semua adalah beberapa agenda untuk pengendalian rokok dan tembakau di Indonesia yang alasannya sudah dipatahkan dengan data yang lebih akurat.<\/p>\n\n\n\n

Semisal, yang pro dapat menceritakan dan meruntutkan agenda pengendalian rokok dan tembakau di Indonesia sebagai agenda politik dagang internasional. Semua program pengendalian rokok dan tembakau di Indonesia mengadopsi dari program World Health Organization (WHO) organisasi program dunia yang mendapatkan sokongan dana dari industri farmasi.\u00a0<\/p>\n\n\n\n

Baca:
Ada Campur Tangan Bloomberg dalam Surat Edaran Menkes terkait Pemblokiran Iklan Rokok <\/a><\/p>\n\n\n\n

WHO tidak semata-mata bertujuan demi meningkatkan taraf kesehatan penduduk. Di sini WHO sebagai ujung tombak industri farmasi. Terjadi peralihan di lingkup kesehatan, dimana dokter dan ilmuwan kesehatan dikuasai perusahan obat (farmasi). Tujuan utamanya tidak lain untuk merebut pasar nikotin dunia, dan menggantikan pemanfaatan nikotin alami dari tembakau dengan produk rekayasa nikotin yang telah dikantongi hak patennya. Keterlibatan WHO memuluskan tujuan industri farmasi tersebut dengan mendorong negara-negara di dunia untuk memberlakukan kebijakan sesuai kerangka kesehatan, tanpa mempertimbangkan peran sosial, ekonomi, politik dan budaya. Walaupun alasan kesehatan yang dibangun ternyata tidak 100% benar dan terkesan dipaksakan. Negara yang menjadi sasaran utama adalah Negara yang berkembang, seperti Indonesia, China, Bangladesh, India, Rusia, Mesir, Thailand, Filipina dan Brazil. <\/p>\n\n\n\n

Untuk menguasai pasar nikotin di dunia, industri farmasi mendapatkan sokongan dana dari bloomberg initiative. Karena salah satu direktur dari persekutuan perusahaan farmasi dunia bernama William R. Brody punya kedekatan dengan bloomberg initiative, selain teman karib juga posisinya sebagai penasehat. <\/h4>\n\n\n\n

Tidak mengherankan jika pendukung program pengendalian rokok dan tembakau di Indonesia mendapatkan sokongan dana dari bloomberg initiative termasuk lembaga yang bergerak untuk perlindungan anak, salah satunya Komnas Perlindungan Anak Indonesia (KPAI). Apapun bentuk lembaganya, selama mendapatkan kucuran dana bloomberg initiative, program utamanya harus sinergi dengan program bloomberg initiative dan rezim kesehatan dunia (WHO) yaitu pengendalian tembakau dan rokok, terutama rokok kretek asli Indonesia.<\/p>\n\n\n\n

Ada sekitar lebih dari 20an lembaga di Indonesia mendapatkan sokongan dana langsung maupun tidak langsung dari bloomberg initiative. Lembaga-lembaga tersebut bervarian, ada lembaga yang bergerak dalam pendidikan, bergerak pemberantasan korupsi, bergerak dalam kesehatan, bergerak perlindungan konsumen, bergerak melindungi anak, bahkan sampai pada lembaga agama. Numun pada intinya leading sector<\/em> yaitu sektor potensial yang dapat\u00a0menggerakkan agenda pengendalian tembakau dan rokok di Indonesia ada pada rezim kesehatan dalam hal ini Kementerian Kesehatan. Dengan menggunakan dalil kesehatan yang mulia, agenda bloomberg initiative dan farmasi berselancar dengan baik di Indonesia. \u00a0<\/p>\n\n\n\n

Baca:
Tinjauan Kritis Atas Larangan Iklan dan Sponshorship dengan Mencantumkan Logo, Brand Image, dan Identitas CSR Sebuah Perusahaan<\/a> <\/p>\n\n\n\n

Isu kuat saat ini yang beredar untuk agenda pengendalian tembakau dan rokok di Indonesia salah satunya, KPAI melarang audisi pencarian bakat bulu tangkis sejak dini yang dilakukan Djarum Foundation dengan alasan ekploitasi anak, Kementerian Kesehatan dan KPAI melarang adanya iklan di media sosia karena akan mengakibatkan bertambahnya perokok pemula, penggabungan golongan industri rokok atau penyederhanaan layer tarif cukai rokok yang intinya pengurangan terhadap industri rokok kretek, menaikkan cukai rokok untuk mengurangi peredaran rokok, dan korelasinya rokok dengan kemiskinan bertujuan agar ada kebijakan menghalau laju industri rokok kretek. <\/p>\n\n\n\n

Pemerintah dalam hal ini harus tegas mengambil sikap, untuk kepastian dan masa depan industri rokok kretek asli Indonesia. Dimana sejarah penemuan rokok kretek tidak lain untuk pengobatan yang dilakukan H. Djamhari sebagai obat sakit bengeknya. Karena rokok kretek adalah campuran tembakau dan cengkeh, berbeda dengan rokok non kretek yang hanya memakai tembakau saja. Selama ini, belum ada uji atau riset bahwa rokok kretek berkorelasi signifikan terhadap timbulnya penyakit yang dituduhkan. Kalau menjadi salah satu bagian kecil penyebab penyakit, tentunya ya dan bukan faktor penyebab utama. Itu seperti halnya barang-barang lain yang dikonsumsi manusia secara berlebihan dan hidup tidak seimbang. Termasuk makan nasi, mengkonsumsi gula dan mengkonsumsi lainnya secara berlebihan, tanpa diimbangi olah raga dan istirahat yang cukup. <\/p>\n\n\n\n

Selain itu, posisi industri kretek sangat stategis bagi bangsa Indonesia. Industri kretek membuktikan tetap bertahan setidaknya lebih dari 130 tahun. Disaat industri lain tumbang di zaman kolonial, industri kretek tetap eksis memberikan penghidupan masyarakat Indonesia. Bahkan tergolong industri yang peka zaman, dengan memberikan kontribusi yang sangat besar. Menghidupi setidaknya 6.1 juta jiwa petani cengkeh yang tersebar di 30 provinsi, petani tembakau yang tersebar di 15 provinsi. Menghidupi ribuan karyawan yang bekerja di industri kretek. Mempunyai multiplier<\/em> <\/em>effect<\/em> ke sektor perokonomian lainnya yang berada di sekitar industri kretek. <\/p>\n\n\n\n

Keberadaan industri kretek berkontribusi adanya hak jaminan sosial dan corporate social responsibility<\/em> (CSR), seperti halnya jaminan kesehatan, bhakti pendidikan, bhakti budaya, bhakti olahraga, bhakti lingkungan dan lain sebagainya. Berkontribusi pendapatan Negara melalui setoran cukai, berkontribusi bagi kesehatan publik dari alokasi dana bagi hasil cukai hasil tembakau (DBH-CHT) untuk sarana kesehatan dan pembayaran defisit Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS).  <\/p>\n\n\n\n

Selain itu, adanya industri kretek sebagai cermin kemandirian dan kedaulatan bangsa, karena sebagai pemenuhan kebutuhan pokok rakyat dalam hal ini pendapatan masyarakat sebagai agenda pemberantasan kemiskinan. <\/p>\n\n\n\n

Dengan pertimbangan di atas, diharapkan pemerintah dalam hal ini Presiden memberikan ketegasan, apakah industri rokok nasional tetap berproduksi atau dilarang berproduksi. Kalau tetap berproduksi, pemerintah secara totalitas harus melindunginya mulai kebijakan sampai pada strategi pemasarannya. Andaikan dilarang beroperasi, pemerintah paling tidak harus berani mempersiapkan lapangan pekerjaan lain bagi petani dan buruh tani cengkeh dan tembakau, buruh industri dan mungkin menata perekonomian akibat multiplier<\/em> <\/em>effect<\/em> keberadaan industri kretek. Dan yang terpenting keberadaan industri kretek, sebagai industri nasional sebagai perwujudan agenda prioritas  tujuan Nawa Cita, sehingga jangan sampai digiring dan diatur kepentingan asing melalui rezim kesehatan sebagai leading sector, <\/em>yang belum tentu benar dan terkesan dipaksakan.  
<\/p>\n","post_title":"Ketika Pemerintah Plin-Plan Membuat Regulasi Terkait Dunia Pertembakauan","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"ketika-pemerintah-plin-plan-membuat-regulasi-terkait-dunia-pertembakauan","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-08-06 10:53:48","post_modified_gmt":"2019-08-06 03:53:48","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5936","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":16},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"epic_block_3"};

\n

Kembali ke acara ngopi, disore itu temenku Djumari langsung nentukan tempat ngopi dan waktunya. Kita biasa ngopi ditempat sederhana. Akhirnya, Djumari mutusin habis isya\u2019 kumpul dan ngopi di rumah teman kita satunya namanya Nur Cholis, juga tergabung dalam group WA. Setelah tahu bakal kerumahnya, Nur Cholis langsung komen, lapan enam laksanakan. Aku langsung teringat temenku namanya Fawaz, orang Betawi keturunan Arab, sering kalau jawab pas di WA pakai tulisan lapan enam.\u00a0<\/p>\n\n\n\n

Baca: PB Djarum, Prestasi Bulutangkis Nasional, dan Kegagalan KPAI Memahami Peristiwa<\/a><\/p>\n\n\n\n

Waktu isya\u2019 tiba, suasana mau hujan, sedikit grimis, hawanya lumayan dingin dibanding sebelumnya panas dan gerah. Tapi semangat ngopi dam ngobrol teman-teman tak mengendor. Bahkan di group sudah ada yang ribut, ngajak-ngajak \u201cayo ayo waktunya kopdar tiba, ada bonus banyak rezeki lho\u201d, Rifai namanya, seorang pembicara atau muballig yang sering ceramah di masyarakat. <\/p>\n\n\n\n

Aku datang sekitar jam 20.00, terlihat banyak tema yang sudah pada kumpul, didepannya ada segelas kopi. Maklum kita orang desa ngopinya gak pakai cangkir, tapi pakai gelas es yang tinggi. Dibenakku ini ngopi apa kehausan?, tapi yang penting tetap ngopi dan merokok. Di meja terlihat banyak rokok bermacam-macam mereknya, sesuai kesukaan masing-masing. Ada yang bawa Sukun Putih, ada yang bawa Gudang Garam, kebanyakan bawa LA, tapi ada juga yang bawa rokok bikinan sendiri alias \u201cTingwe\u201d nglinting dewe dirumah ditaruh plastik. Aku coba rokok tingwe itu sambil ngobrol bareng, ternyata lumayan enak ramuan rokoknya, dibanding tingwe tingwe yang pernah aku rasakan. Yang buat tingwe namanya Sutopo, profesinya sehari-hari memang jual beli tembakau. Karena penasaran, sutopo aku tanya, kok enak, ini tembakau mana?. Dijawabnya \u201cbiasa tembakau Temanggung\u201d tapi aku kasih cengkeh kualitas wahid, dan sedikit ramuan saos sendiri (bahannya dirahasiakan), yang jelas katanya bahan saos dari rempah rempah bikinan sendiri. <\/p>\n\n\n\n

Ngobrol kita mengalir tanpa ada sekat dan batasan, malah terkadang pada ngobrol sendiri-sendiri dengan teman didekatnya. Giliran Djumari disuruh cerita pengalamannya, teman teman pada diam, mungkin pada penasaran. Soalnya dulu, sebelum ke Jakarta ia bekerja di Djarum. Ia ceritakan alasannya harus ke Jakarta. Awalnya, sering pulang pergi Jakarta Kudus untuk pengobatan istrinya yang sedang sakit di salah satu pengobatan alternatif disana atas rekomendasi saudaranya yang sudah lama hidup di Jakarta. Ia menceritakan sakit istrinya yang sering pusing, dan pusingnya bukan pusing biasa, dan seringkali istrinya sampai membentur-benturkan kepalanya. Kemudian, saat diharuskan kontinyu pengobatannya, minimal satu tahun agar cepat sembuh, akhirnya ia putusin meninggalkan Kudus sementara, termasuk pekerjaannya. Alhamdulillah istrinya sekarang sudah sembuh total.\u00a0<\/p>\n\n\n\n

Baca: Cacat Pikir KPAI Memaknai Kata Ekploitasi Anak dan Promosi<\/a><\/p>\n\n\n\n

Disela sela nungguin istrinya sakit, ia sering diajak saudaranya jualan sayuran keliling. Nah, walaupun sekarang istrinya sudah sembuh, ia tetap di Jakarta. Sebab dipikirannya, kalau kembali ke Kudus mulai dari awal lagi, mending yang sudah ada didepan mata dijalanin dulu. Nanti pelan-pelan sambil melihat peluang di Kudus, ia pun akan pulang. Obrolan tetap seru, walaupun djarum jam sudah tepat diangka 12.00 malam. Namun domain obrolan lebih pada Djumari sebagai nara sumber, ia menceritakan semua pengalaman dan kejadia yang ia lihat, sampai ia menceritakan berita kalau pabrik Djarum yang dulu pernah ia singgahi, sedang dipermasalahkan KPAI. Memang sebenarnya ia tak paham alur permasalahanya. Tahunya, KPAI gak suka bulu tangkis Djarum berjalan, memusuhi rokok. <\/p>\n\n\n\n

Sebagai orang yang pernah menjadi karyawan Djarum, jadi wajar dan pantas kalau ia membela Djarum, apalagi ia asli Kudus. Saking semangatnya, ia ngomong \u201cnek aku dadi Djarum, tak tuku iku KPAI, paling ora tak lawan\u201d \u201candaikan aku yang punya Djarum, aku beli KPAI, paling tidak dilawan\u201d. Ada yang menyambar omongan, \u201csampek matek kuwe Djum, ogak bakal dadi bos Djarum\u201d \u201csampai mati kamu Djum, tidak akan jadi bos Djarum\u201d haha\u2026\u2026disambut dengan tawa klakaran teman-teman termasuk saya sendiri. Di sela-sela tawa, tuan rumah ngomong \u201cancen gawe gregeten, kenopo Djarum mung meneng, malah ngalah\u201d \u201cbikin gregeten, kenapa Djarum diam dan cenderung mengalah\u201d. <\/p>\n\n\n\n

Nah, ternyata, banyak orang yang sangat simpati dan membela pabrik Djarum, terutama orang Kudus. Rata-rata mereka, tak tahu apa yang harus dilakukan, apa yang harus diperbuat. Sebagai manusia lemah, mereka hanya bisa marah  yang terpendaam dalam hati, dengan melihat kejadian KPAI menyerang Djarum. Coba, andaikan mereka tahu kalau dibelekang KPAI ada kepentingan asing yang mengusik rokok kretek asli Kudus, yang sudah mendarah daging bagi masyarakat Kudus. Pastinya, pembelaanya lebih dari itu, bahkan mungkin mati-matian.
<\/p>\n","post_title":"Cerita di Balik Segelas Kopi untuk Djarum","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"cerita-di-balik-segelas-kopi-untuk-djarum","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-09-03 09:19:00","post_modified_gmt":"2019-09-03 02:19:00","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6014","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5999,"post_author":"877","post_date":"2019-08-28 09:40:02","post_date_gmt":"2019-08-28 02:40:02","post_content":"\n

Direktur Pusat Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Amerika Serikat (CDC), Robert Redfield, mengungkapkan kematian tragis di Illinois memperkuat dugaan karena vape<\/a> atau rokok elektrik. Berita tersebut atas laporan Dinas Kesehatan Illinois yang mengumumkan ada satu pasien yang akhirnya meninggal dunia. Kasus ini kemungkinan jadi kasus pertama kematian akibat penyakit berkaitan dengan vape.
<\/p>\n\n\n\n

Kejadian di atas menjawab keberadaan vape atau rokok elektrik sangat membahayakan. Berbeda dengan resiko rokok kretek, bisa menimbulkan penyakit jika mengkonsumsinya berlebihan atau kebanyakakan, dan hidup tidak seimbang. Misalnya dalam satu hari merokok sampai tiga atau empat bungkus, tanpa makan nasi atau makan-makanan sehat, tanpa olah raga, tanpa minum air putih, selalu didampingi kopi atau teh, istirahatnya kurang dan sebagainya. Maka dipastikan orang tersebut akan jatuh sakit bahkan meninggal dunia.\u00a0<\/p>\n\n\n\n

Baca: Terkuak, Rokok Elektrik Berbahaya bagi Kesehatan<\/a><\/p>\n\n\n\n

Tidak hanya itu, otoritas kesehatan di Amerika Serikat telah berhasil menginvestigasi kemunculan penyakit paru-paru misterius di antara kalangan pengguna rokok elektrik atau vape. Dilaporkan setidaknya ada 195 kasus potensial penyakit paru-paru di 22 Negara karena kena dampak dari vape atau rokok elektrik.
<\/p>\n\n\n\n

Jadi, masyarakat perlu waspada beredarnya vape atau rokok elektrik. Belum lagi, sebetulnya rokok elektrik atau vape, berdampak juga peningkatan perokok anak.\u00a0 Yang menjadi daya tarik bagi anak, selain bentuknya yang elegan, simpel, juga beraroma buah-buahan yang terkemas dalam cairan.<\/strong><\/p>\n\n\n\n

Orang yang mengatakan bahwa vape atau rokok elektrik lebih mensehatkan dari pada rokok kretek, pendapat tersebut sangat keliru. Disampaing efek dari rangkaian listrik dan battre juga cairan dalam rokok elektrik berpengaruh terhadap resiko jantung.  <\/p>\n\n\n\n

Hasil penelitian yang diterbitkan dalam Journal of American College of Cardiology pada Mei lalu ini menambah bukti bahwa cairan rokok elektrik dapat menghambat fungsi sel-sel tubuh yang berperan dalam kesehatan jantung. Cairan dalam vape atau rokok elektrik pada akhirnya merusak sel-sel yang melapisi pembuluh darah. <\/p>\n\n\n\n

Keberadaan vape atau rokok elektrik di pasaran sangat membahayakan bagi orang Indonesia, terlebih pemuda-pemuda, yang banyak memilih merokok vape aatau rokok elektri. Menurutnya, selain bentuk kecil, simpel dibawa dan ada aroma buah-buahan sesuai selera. Akan tetapi dibalik bentuknya yang bagus, menyembunyikan banyak penyakit ketika dikonsumsi.\u00a0<\/p>\n\n\n\n

Baca: Kata Siapa Lebih Sehat? Perokok Elektrik Berisiko Terjangkit Penyakit Kardiovaskular<\/a><\/p>\n\n\n\n

Hingga kini CDC masih melakukan investigasi lebih lanjut, dengan mengimbau agar para dokter mengumpulkan data dan sampel bila menemukan pasien dengan gejala penyakit paru serupa, tentunya akibat rokok elektrik atau vape. Bentuk dan merek rokok elektrik dan vape banyak varian dan banyak merek. JUUL termasuk merek rokok elektrik atau vape yang saat ini naik daun.\u00a0<\/p>\n\n\n\n

Ada yang mengatakan bahwa tak tepat membandingkan rokok tembakau dengan rokok elektrik. Ya benar tak tepat, karena rokok elektrik atau vape resikonya sangat tinggi. Sedang rokok tembakau resikonya kecil, apa lagi rokok kretek mungkin resikonya sangat kecil sekali terhadap tubuh. Alasannya, munculnya rokok kretek bertujuan untuk pengobatan sakit bengek, dan tujuannya berhasil. Hingga banyak orang melakukan pemesanan rokok kretek saat itu, rokok kretek belum sebagai industri besar masih bersifat rumahan,  keadaan tersebut sekitar abad 19. <\/p>\n\n\n\n

Dalam studi ini, tim peneliti menemukan bukti efek toksik pada sel-sel yang melapisi pembuluh darah dan melindungi jantung. Beberapa bukti tersebut termasuk di antaranya gangguan pada fungsi sel dan munculnya tanda-tanda peradangan. Para peneliti mengamati bagaimana respons sel saat bersentuhan dengan cairan rokok elektrik. Efek yang paling kentara terlihat pada cairan dengan rasa kayu manis.<\/p>\n\n\n\n

Baca: Riset Kesehatan Rokok Elektrik<\/a><\/p>\n\n\n\n

Sekelompok ahli kardiovaskular dari University of Massachusetts menganjurkan peneliti agar melakukan uji rokok elektrik atau vape lebih yang beraroma. Karena sumsi sementara, produk vape atau rokok elektrik yang beraroma dan punya pilihan rasa lebih berbahaya dari pada rokok vape natural. Namun yang banyak beredar dipasaran, justru yang beraroma dan berasa buah-buahan, dari pada yang natural. <\/p>\n\n\n\n

Studi pada 2018 lalu menunjukkan, penggunaan rokok elektrik harian berisiko terhadap serangan jantung, meski dengan probabilitas yang lebih rendah daripada perokok tembakau. Menurut dr Lawrence Phillips pakar kardiovaskular NYU Langone Health mengatakan \u201cKita melihat semakin banyak bukti bahwa rokok elektrik berhubungan dengan peningkatan risiko serangan jantung\u201d.<\/p>\n\n\n\n

Dari hasil pakar dan hasil studi di atas menegaskan bahwa keberadaan rokok vape atau rokok elektrik, resikonya sangat besar. Bahan utama rokok vape atau elektrik yang paling besar memberikan efek negatif pada tubuh manusia adalah cairan perasa. Akibat cairan perasa dalam rokok elektrik  atau vape termasuk merek JUUL beresiko terjadi peradangan, terjangkit penyakit jantung dan paru-paru akut, selanjutnya berakibat kematian. <\/p>\n\n\n\n

Untuk itu, demi masa depan bangsa Indonesia harusnya ada regulasi pelarangan peredaran rokok elektrik atau vape yang nyata-nyata telah ada kasus dengan didukung beberapa riset dan studi tentang konten rokok elektrik atau vape, yang hasilnya mempunyai resiko tinggi dapat menyebabkan penyakit berujung kematian.         
<\/p>\n","post_title":"Perokok Elektrik Berisiko Besar Terjangkit Penyakit Mematikan","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"perokok-elektrik-berisiko-besar-terjangkit-penyakit-mematikan","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-08-28 09:40:09","post_modified_gmt":"2019-08-28 02:40:09","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5999","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5979,"post_author":"877","post_date":"2019-08-21 09:57:26","post_date_gmt":"2019-08-21 02:57:26","post_content":"\n

Pemerintah berencana akan menerbitkan aturan simplifikasi layer cukai pada Oktober-Desember 2019. Jika benar terjadi, tindakan pemerintah itu sama saja membunuh secara perlahan industri kretek nasional. <\/p>\n\n\n\n

Jika dipikir-pikir, kebijakan simplifikasi layer cukai sangat menguntungkan industri rokok asing. Lalu apa bedanya pemerintah dengan LSM\/NGO yang getol memerangi peredaran rokok?. Nyatanya sama-sama ditunggangi kepentingan asing. Bedanya mungkin, pemerintah ditunggangi kepentingan industri rokok investor asing, kalau LSM\/NGO antirokok ada kepentingan farmasi yang berpusat di Amerika. Tapi jika dirunut dengan teliti, dua kepentingan asing tersebut yang terlihat beda, ada kemungkinan mengerucut pada satu titik yang sama. Tak lain membunuh rokok kretek asli Indonesia.<\/p>\n\n\n\n

Sebelum masuk ranah penjelasan yang sederhana tentang simplifikasi layer CHT, dampak yang ditimbulkan dan maksudnya. Terlebih dahulu perlu diuraikan makna simplifikasi, layer dan cukai secara berkesinambungan. Simplifikasi punya arti penyederhanaan, awalnya banyak dijadikan lebih sedikit, kecil, ramping dan ringkas. Tentunya, cara yang harus ditempuh dalam penyederhaan bisa jadi menggabungkan, bisa jadi dibuang\/dipotong salah satu, bisa jadi kedua-duanya dijalankan. Hubungan simplifikasi dengan industri rokok, penjelasannya di belakang setelah uraian tentang layer dan cukai.<\/p>\n\n\n\n

Layer bisa disebut dengan ungkapan lapisan, golongan, kelas, dan mungkin bisa dikatakan tingkatan. Varian rokok banyak sekali; ada rokok putih atau disebut sigaret putih mesin (SPM), ada sigaret kretek mesin (SKM), Ada sigaret kretek tangan (SKT). Ada rokok filter (ada busa) dan non filter (tidak ada busa). Ada juga rokok bercengkeh disebut kretek dan non cengkeh (tembakau saja) disebut putihan. Ada lagi rokok kretek dinamakan mild. Dari varian tersebut dibagi menjadi beberapa layer atau golongan, untuk penyesuaian pembayaran pajak cukai. Untuk mempermudah pemahaman, layer dibahasakan sebagai golongan industri rokok besar, menengah dan kecil. Sedangkan, cukai adalah pungutan pemerintah sebagai pajak. <\/p>\n\n\n\n

Nah, kira-kira uraian maknanya perkata sudah jelas. Sekarang uraian tersebut dihubungkan semua dengan rencana pemerintah kedepan untuk pungutan pajak rokok. Rencana pemerintah yang dimaksud simplikasi layer CHT, ingin menyederhanakan atau menggabungkan antara SPM dan SKM, dilebur manjadi satu golongan. Aslinya dibedakan, karena memang berbeda. SPM lebih tinggi pungutan pajaknya dari [ada SKM. SPM bukan asli produk Indonesia dan cenderung impor, dan yang punya bukan pribumi. Bahan bakunyapun tidak menggunakan tembakau Indonesia. Sangat jauh berbeda dengan SKM, industri yang padat karya dan menggunakan bahan baku lokal. Dan yang paling istimewa perbedaannya, tak lain adalah kemunculan SKM diciptakan oleh pribumi dengan mencampur tembakau dan cengkeh dalam satu batang rokok. Kemudian rokok cmpuran tersebut dinamai kretek. <\/p>\n\n\n\n

Rokok kretek terus berkembang dan inovatif seperti penjelasan di atas, ada filter, non filter, mesin, tangan, mild dan klobot. Kretek klobot tidak bercukai, karena keberadaannya hampir punah, sedikit sekali pabrikan membuat jenis klobot. Klobot satu-satunya rokok yang memakai bungkus daun jagung yang telah dikeringkan, kemudian di ikat pakai benang. Sehingga untuk kretek klobot ada pengecualian, tidak masuk dalam kategori jenis kretek di atas. <\/p>\n\n\n\n

Semua jenis kretek saat ini diproduksi oleh industri. Secara sederhana industri terbagi tiga macam, industri besar, menengah dan kecil. Paling kecil kategori industri kretek, telah mempunyai gudang untuk operasi pembuatan rokok kretek dengan luas minimal 200m2<\/sup>. Jadi, sekarang ini tidak ada lagi industri rokok kretek skala rumahan (home industri) seperti dulu lagi. <\/p>\n\n\n\n

Dari penjelasan di atas, sekarang sudah paham varian jenis rokok kretek asli produk Indonesia. Apapun bentuknya, jika rokok menggunakan campuran tembakau dan cengkeh itulah dinamakan rokok kretek, termasuk jenis mild. Dewasa ini jenis mild sangat disukai dipasaran. Hingga semua industri berlomba-lomba bikin mild. Munculnya mild tidak lain karena tuntutan dari aturan pemerintah yang membatasi nikotin dan tar. Sehingga konten tembakau mild lebih banyak memakai tembakau jenis Virginia. <\/p>\n\n\n\n

Jangan salahkan industri\/pabrikan jika makin lama kuota impor tembakau naik. Karena dibentuk oleh aturan pemerintah dan peningkatan permintaan pasar mild. Kalau begitu yang salah siapa? tentunya pemerintah yang membuat aturan low nikotin dan tar. Sulit sekali tembakau lokal untuk memenuhi batasan low nikotin dan tar sesuai aturan pemerintah. Pada akhirnya mau tidak mau industri\/pabrikan membutuhkan tembakau jenis Virginia yang sulit tumbuh dengan baik di bumi nusantara ini. Lalu apa yang dilakukan industri\/pabrikan rokok, ya impor lah. Tapi industri\/pabrikan masih sangat membutuhkan tembakau lokal. Selain sebagai bahan campuran rokok kretek mild, tembakau lokal dibuat memproduksi rokok bukan mild. <\/p>\n\n\n\n

Untuk rokok kretek mild, semuanya diproduksi memakai mesin, sedangkan selain mild ada yang pakai mesin ada yang pakai tangan. Dengan isu simplikasi layer CHT SPM dan SKM, ada dua kemungkinan. Pertama; bisa jadi SPM diturunkan levelnya disesuaikan dengan SKM. Kedua; atau SKM dinaikkan levelnya sesuai SPM. Keduanya sangat merugikan industri kretek asli produk Indonesia berupa SKM. Kalau yang pertama, keuntungan SPM (industri asing) harganya disamakan SKM, sehingga persaingan penjualan dipasaran relatif mudah, sehingga SKM sangat dirugikan. Jika demikian, pemerintah tidak melindungi industri nasional (lokal), dengan meliarkan persaingannya dipasaran sangat ketat. <\/p>\n\n\n\n

Kemungkinan yang kedua, juga demikian, sangat merugikan SKM, karena levelnya naik mengikuti SPM. Jika demikian, sangat memberatkan SKM, apalagi pangsa rokok kretek ditahun-tahun terakhir ini merosot tajam penjualannya. Kemerosotan penjualan rokok kretek juga pengaruh dari kebijakan pemerintah dan oknum (anti rokok) yang selalu merecoki industri kretek, seperti pungutan cukai naik,  pelarangan iklan, membuat isu yang dibuat-buat tanpa dasar dan lain sebagainya. Apakah keadaan industri kretek nasional saat ini, pemerintah masih memejamkan mata dan akan memberlakukan simplikasi layer CHT?. Jika demikian, sama saja pemerintah membunuh industri\/pabrikan kretek nasional dengan pelan-pelan. <\/p>\n\n\n\n

Jangan salahkan industri\/pabrikan rokok kretek jika pelan-pelan merumahkan karyawannya karena merugi bahkan tidak beroperasi. Jika pembelian bahan baku rokok kretek (tembakau dan cengkeh) menurun dan ribuan juta petani merugi, dan masih banyak lagi efek dampaknya ke segala lini yang menggantungkan hidupnya berhubungan dengan sektor pertembakauan. Pemerintah harus bertanggungjawab atas dampak tersebut, jangan asal cuci tangan jika dampak negatif terjadi. Karena pemerintahlah yang bikin aturan. <\/p>\n\n\n\n

Untuk itu, kedepan pemerintah harus hati-hati dan jeli dalam memutuskan dan memberlakukan kebijakan untuk kepentingan sektor pertembakauan. Karena, yang sudah-sudah, kebijakan pemerintah pada sektor pertembakauan tidak mengakomodir kepentingan industri nasional, cenderung mengakomodir kepentingan industri asing. Baik pemerintah, industri kretek, petani tembakau dan cengkeh serta masyarakat Indonesia harus berdaulat, saling menjaga dan saling melindungi untuk kepentingan bersama, menjadi bangsa yang besar dan kuat tanpa disetir Negara lain (asing). Inilah makna kemerdekaan yang sesungguhnya di era melenial.
<\/p>\n","post_title":"Kebijakan Simplifikasi Layer Cukai Adalah Rencana Pembunuhan terhadap Kretek","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"kebijakan-simplifikasi-layer-cukai-adalah-rencana-pembunuhan-terhadap-kretek","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-08-21 09:57:34","post_modified_gmt":"2019-08-21 02:57:34","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5979","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5956,"post_author":"877","post_date":"2019-08-14 11:00:51","post_date_gmt":"2019-08-14 04:00:51","post_content":"\n

Komisioner Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) Sitty Hikmawatty sesat pikir saat mengatakan bahwa program audisi beasiswa bulutangkis sebagai ajang ekploitasi anak. KPAI mempermasalahkan tulisan Djarum di kaos olahraga, karena sebagai ajang promosi brand rokok. Disini KPAI gagal faham membedakan antara Djarum Foundation dan Djarum industri rokok. <\/p>\n\n\n\n


Djarum Foundation sebagai wujud bhakti terhadap Bangsa dan Negara, sehingga prakteknya Djarum Foundation mengeluarkan uang, bukan mencari keuntungan. Ketika dikatakan sebagai ajang promosi produk rokok, sudah ditampik dan sudah dijelaskan secara detail pengurus Djarum Foundation, bahwa program yang dijalankan jauh dari niatan promosi produk rokok. Kalaupun ada tulisan Djarum di kaos olahraga, memang sejarahnya dari dulu sebagai nama clubnya. <\/p>\n\n\n\n


Sitty Hikmawatty sebagai komisioner KPAI, harusnya cerdas menyikapi hal tersebut. Harusnya ada apresiasi pada Djarum yang sadar akan kewajibannya, andil dalam pengembangan bakat bagi anak-anak. Dan apa yang telah dilakukan Djarum Foundation tidaklah mudah, membutuhkan tenaga dan matriil begitu besar. Sekarang pertanyaannya, siapa dan industri pribumi mana yang berani melakukan seperti itu?, bahkan KPAI pun tidak akan berani membuat program pencarian bakat secara intensif dan masif. <\/p>\n\n\n\n


KPAI harusnya faham makna perlindungan bagi anak, jangan hanya dimaknai secara sempit, semisal anak juga butuh perlindungan dari kebodohan dan kebutuhan lain yang sifatnya sangat mendesak. Nyatanya masih banyak anak \u2013anak yang tidak sekolah karena tidak mampu, masih banyak anak-anak yang hidup terlantar di Jalan, masih banyak anak-anak sebagai obyek makanan ringan yang bahannya membahayakan bagi tubuh. Dimana dan apa yang sudah dilakukan KPAI untuk melindungi anak tersebut?. Masih banyak masalah anak yang sangat penting dan krusial harus dikerjakan KPAI, dari pada mengurusi tulisan club Djarum dalam program audisi Djarum Foundation.<\/p>\n\n\n\n


Belum lagi, katanya KPAI akan mengambil langkah mengundang Kepala Daerah, dimana kotanya dibuat ajang audisi tersebut. Kalau nanti benar terjadi, menandakan kinerja KPAI tidak efektif. Masalah anak yang paling penting tidak terurus, dan selalu bergejolak di masyarakat kelas bawah. Sekali lagi seperti tidak sekolah karena orang tuanya tidak mampu atau orang tuanya meninggal dunia, walaupun sekolah katanya gratis, akan tetapi dampak lain timbul seperti halnya masalah ekonomi, akhirnya anak-anak mendingan cari uang untuk hidup sehari-hari dari pada sekolah. Anak-anak suka beli jajan (makanan ringat) di toko maupun dipinggir jalan yang mengandung bahan membahayakan bagi pertumbuhan anak. Di perempatan jalan atau lampu merah banyak anak-anak yang hidupnya menggelandang tanpa tujuan. Ini riil dan nyata di hadapan mata kita tiap hari. <\/p>\n\n\n\n


Tapi anehnya KPAI saat ini malah lebih intens mengurusi hal yang tidak penting degan melarang audisi pencarian bakat bulutangkis oleh Djarum Foundation. KPAI cenderung gagal faham dalam memahami, menafsiri, dan mensikapi hal tersebut. Anehnya lagi, apa yang dilakukan KPAI sampai ngotot. <\/p>\n\n\n\n


Kalau mau melarang program audisi Djarum Foundation, tunjukkan dulu KPAI punya program pencarian bakat seperti Djarum Foundation lakukan. Jangan seenaknya KPAI, melarang-larang tanpa solusi konkret dengan dalil perlindungan. Lucunya, KPAI dengan dalil perlindungan anak mengatakan, audisi pencarian bakat bulutangkis yes, ajang promosi no. Kalau dipahami, KPAI ingin audisi Djarum Foundation tetap jalan, tapi tulisan Djarum dihilangkan. Ini sama saja, tidak boleh menulis atau memaparkan nama club. Sedangkan pencantuman nama club sangat penting sebagai identitas dan jati diri. <\/p>\n\n\n\n


Kegiatan perlindungan untuk anak adalah pekerjaan yang sangat mulia kalau benar-benar dilakukan. KPAI, sebagai lembaga dengan memapang langsung tulisan perlindungan anak akan lebih mulia jika programnya konkret. Seperti lembaga sekolah negeri atau swasta, tanpa memakai kata-kata perlindungan, sekolah tersebut mendidik anak melindungi anak dari kebodohan untuk kesiapan masa depan. Audisi pencarian bakat bulutangkis Djarum Foundation pun demikian, kegiatannya konkret menyiapkan atlet olahraga bulutangkis. Dan apa yang telah dilakukan Djarum Foundation dengan audisinya sangat beda dari bentuk promosi. Berbeda dengan pelibatan anak-anak untuk promosi produk, murni tujuannya agar produknya laku. Apalagi produk yang ditawarkan untuk kebutuhan anak. Contohnya banyak sekali beredar iklan-iklan yang terpampang di pinggir jalan, di media sosial, bahkan di stasiun televisi, hal ini kayaknya lolos dari bahasan KPAI.<\/p>\n\n\n\n


Belum lagi, tanpa disadari lembaga KPAI juga menumpang hidup dari anak-anak. Kemana-mana membawa nama anak-anak untuk kegiatannya, bahkan sampai untuk menggalang donasi. Namun kegiatan yang betul-betul sangat dibutuhkan anak-anak belum atau bahkan tidak tersasar dan tidak menjadi prioritas. Sehingga, program KPAI untuk perlindungan anak dipastikan tidak efektif. Buktinya, KPAI membuat masalah yang sederhana dibuat rumit, seperti mempermasalahkan tulisan Djarum sebagai club dalam ajang audisi pencarian bakat Djarum Foundation Bhakti Olahraga. Jelas-jelas untuk kepentingan masa depan anak, dengan meningkakan minat dan bakat anak dalam olahraga atas dasar suka dan tidak ada paksaan.
Kata kunci pendidikan bagi anak adalah bermain, senang atau suka, sesuai keinginan, dan untuk bekal hidup selanjutnya. Jika KPAI mempermasalahkan tulisan club Djarum, yang dianggap sebagai ajang promosi dan ekploitasi anak, alasan tersebut tidak benar dan tanpa dasar. Seperti halnya penjelasan di atas, audisi pencarian bakat bulutangkis Djarum Foundation, jauh dari promosi dan ekploitasi. Tujuan utama audisi tidak lain memberikan bekal dan pendidikan bagi anak sesui keinginannya, anak belajar dengan senang, gembira, dan bermain. <\/p>\n\n\n\n


Jika kemudian KPAI dan lembaga lain yang mengatasnamakan peduli anak, melarang kegiatan audisi pencarian bakat olah raga bulutangkis yang dilakukan Djarum Foundation, sama dengan menghalangi anak Indonesia mengembangkan minat dan bakatnya sesuai keinginan, menghalangi anak Indonesia belajar sambil bermain dan gembira, menghalangi anak Indonesia untuk mendapatkan bekal hidup selanjutnya, menghalangi anak Indonesia untuk mewujudkan cita-cita. Apa yang dilakukan KPAI dan lembaga lain tersebut, sangat bertentangan dengan cita-cita Bangsa, dan cita-cita pendidikan bagi anak di Indonesia. <\/p>\n","post_title":"Sesat pikir KPAI Melarang Audisi Pencarian Bakat Bulutangkis Anak-Anak","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"sesat-pikir-kpai-melarang-audisi-pencarian-bakat-bulutangkis-anak-anak","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-08-14 11:00:58","post_modified_gmt":"2019-08-14 04:00:58","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5956","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5949,"post_author":"877","post_date":"2019-08-12 08:28:29","post_date_gmt":"2019-08-12 01:28:29","post_content":"\n

Kurban tidak semata-mata hanya menyembelih hewan, dibaliknya ada kisah indah yang bisa sebagai bahan renungan dan pengingat bagi semua. Pada kisah qurban, terdapat peran anak usia dini yang akhirnya dikenang umat Islam sedunia sepanjang masa dan juga dapat mengangkat harkat martabat keluarganya dihadapan Tuhan. Selama anak suka bahkan bahagia menjalankan perannya untuk kepentingan dirinya sendiri kedepan dan mengangkat harkat martabat keluarganya dengan bimbingan yang baik, maka hal tersebut sah-sah saja tidak ada larangan.\u00a0<\/p>\n\n\n\n

Kemarin, pada tanggal 11 Agustus 2019 hari Minggu, tepatnya pada tanggal 10 dzulhijjah 1440 M., dipagi hari umat Islam terlihat berbondong-bondong ada yang ke masjid ada yang kelapangan, tidak lain menjalankan ibadah sholat Idul Adha, atau biasa disebut hari raya qurban. Selain melakukan sholad, umat Islam merayakannya dengan menyembelih hewan qurban, seperti unta tradisi di Timur Tengah, sedangkam di Indonesia menyembelih sapi atau kerbau. Khusus di Kudus kota Kretek rerata menyembelih kerbau, sapi bagi sebagian besar masyarakat Kudus tidak mau menyembelih. Cerita yang beredar di masyarakat turun menurun, pelarangan menyembelih sapi sejak zaman kewalian yaitu Sunan Kudus sebagai penghormatan terhadap agama lain yang beranggapan hewan sapi sebagai hewan yang suci.<\/p>\n\n\n\n

Kembali ke Idul Adha, diceritakan oleh para Ulama\u2019 ada kisah tentang Nabi Ibrahim yang akan mengorbankan putranya yang masih kecil namanya Ismail (besarnya menjadi Nabi). Ceritanya Nabi Ibrahim saat tidur bermimpi, ia diperintah Tuhan untuk menyembelih putranya bernama Ismail. Saat bangun, ia merenung, berfikir sambil bertanya dihati, benarkah ini perintah Tuhan?. Kali pertama mimpinya ini, ia masih ragu antara benar perintah Tuhan atau tidak. Mimpi yang direnungkan dan difikir terjadi pada malam tanggal 08 dzulhijjah,disebut hari tarwiyah<\/em>.\u00a0<\/p>\n\n\n\n

Baca: Tinjauan Kritis Atas Larangan Iklan dan Sponshorship dengan Mencantumkan Logo, Brand Image, dan Identitas CSR Sebuah Perusahaan<\/a><\/p>\n\n\n\n

Pada malam tanggal 09 dzulhijjah Nabi Ibrahim mimpi lagi dengan perintah yang sama. Mimpi kali kedua, Nabi Ibrahim merasa yakin kalau benar-benar perintah Tuhan. Pada mimpi kedua disebut hari arafah<\/em>. Pada tanggal 10 dzulhijjah, hari Nabi Ibrahim melaksanakan perintah Tuhan untuk menyembelih Ismail (putranya), yang kemudian disebut  hari nakhr <\/em>(biasa disebut nahar bagi orang Indonesia). <\/p>\n\n\n\n

Cerita KH. Sya\u2019roni, saat pagi hari pada tanggal 10 dzulhijjah Nabi Ibrahim menyuruh istrinya bernama Siti Hajar (ibu kandung Ismail) untuk memandikan Ismail setelah itu memakaikan pakaian yang bagus-bagus, dengan alasan mau diajak jalan-jalan. Siti Hajar melaksanakan sesuai perintah suaminya, sembari menunggu istrinya selesai, Nabi Ibrahim mengasah pisaunya\/pedangnya. <\/p>\n\n\n\n

Ismail sudah siap, diajaklah jalan jalan bapaknya (Nabi Ibrahim) menuju bukit Mina di Makkah, dengan niatan mau disembelih sesui perintah Tuhan. Di tengah perjalanan, Nabi Ibrahim dihadang iblis yang berwujud manusia, dengan mengatakan Ibrahim, anakmu itu ganteng, tega kamu sembelih, urungkan niatmu. Nabi Ibrahim tidak menjawab, malah mengambil batu kecil 7 butir, kemudian batu kecil tersebut dilemparkan ke arah iblis tersebut, sambil mengatakan, pergi kamu Iblis. Nabi Ibrahim tetap melanjutkan perjalannya, dan dihadang Iblis lagi kali kedua, Nabi Ibrahim mengambil batu kecil lagi dilempar ke iblis. Kemudian Nabi melanjutkan perjalannya, dihadang iblis lagi kali ketiga, seperti penghadangan yang pertama dan kedua, Nabi mengambil batu kecil dan dilemparkan ke arah iblis, lalu Nabi Ibrahim lanjut lagi. Inilah cerita, yang menjadi cikal bakal adanya jumroh ula, jumroh wustho dan jumroh aqobah. Tiap ibadah haji jumroh ini harus diperagakan seperti halnya apa yang telah dilakukan Nabi Ibrahim dengan maksud melawan dan melempar iblis dengan batu agar tidak mengganggu..  <\/p>\n\n\n\n

Sesampainya di puncak bukit Mina, Nabi Ibrahim menceritakan mimpinya dan mengatakan maksud dan tujuannya mengajak Ismail jalan-jalan. Selesai Nabi Ibrahim cerita, kemudian Ismail berkata pada bapaknya, untuk segera menjalankan perintah Tuhan. Pada saat menyembebelih, pisau\/pedang Nabi Ibrahim tidak bisa melukai kulit Ismail, karena Nabi Ibrahim masih gelisah dan menangis saat melihat wajah Ismail. Kemudian Ismail berkata, mungkin karena bapak melihat wajahku, hingga tidak tega menyembelih, lalu Ismail membalikkan badannya memposisisikan badannya telungkup. Lalau Nabi Ibrahim dengan kesiapan hati melakukan penyembelihan yang kedua, lagi-lagi pisau\/pedangnya tidak mampu melukai kulit leher Ismail. Dengan bingung karena tidak berhasil menyembelih Ismail, turunlah Malaikat Jibril dengan membawa kambing, digantikannya Ismail dengan kambing tersebut. Bersamaan dengan turunnya wahyu Tuhan yang menjelaskan keduanya telah lulus  dari ujian. Kemudian Nabi Ibrahim membaca takbir \u201cAllahu Akbar\u201d<\/em> 3x, disaut Ismail dengan .membaca \u201cLaa ilaaha illahhu wallahu akbar<\/em>\u201d, diakhiri Malikat Jibril dengan bacaan \u201cAllahu Akbar walillahil Hamd<\/em>\u201d, dilanjutkan dengan menyembelih kambing bawaan malaikat jibril.<\/p>\n\n\n\n

Ada cerita lucu setelah Nabi Ibrahim selesai menyembelih kambing, Nabi Ibrahim bertanya pada Ismail, siapa yang paling dermawan diantara kita? Ismail menjawab, saya. Tidak bisa kata Nabi Ibrahim, saya yang paling dermawan, karena akan mngorbankan anak yang kucintai. Ismail berkata, tidak bisa, saya yang dermawan, karena bapak punya dua anak, kalau saya dikorbankan, masih punya anak satu, lalu malaikat berkata, tidak bisa, saya yang dermawan karena saya sudah kehilangan kambing satu.\u00a0\u00a0<\/p>\n\n\n\n

Baca: Kegagalan Lakpesdam PBNU dalam Melihat Produk Tembakau Alternatif<\/a><\/p>\n\n\n\n

Keterangan dalam kitab tafsir  \u201cTanwirul Adhan<\/em>\u201d penjelasan dari surat As-Saffat ayat 102 bahwa usia Ismail saat itu 13 tahun ada juga Ulama\u2019 yang mengatakan umur 7 tahun. ada riwayat lain yang mengatakan umur Ismail saat itu 14 tahun. Pada intinya saat kejadian kisah penyembelihan, Ismail masih usia anak-anak, ia dengan senang hati dan ikhlas, menjalani perannya.  <\/p>\n\n\n\n

Dari sejarah singkat qurban yang ektrim di atas, kira-kira pendapat KPAI apakah mendukung apa yang telah di lakukan Nabi Ibrahim?, atau sebaliknya mendukung Iblis yang menghalangi Nabi Ibrahim yang akan menjalankan kewajibannya sebagai hamba?. Saya yakin KPAI akan mendukung Nabi Ibrahim, tidak mendukung langkah Iblis. 
<\/p>\n\n\n\n

Walaupun ktidak persis, tapi hampir mirip kisah qurban diatas dengan audisi oleh Djarum Foundation yang melibatkan. Program audisi bulutangkis usia anak-anak Djarum Foundation, tidak lain ikut serta program pemerintah dalam mencerdaskan bangsa melalui pencarian bakat sedini mungkin. Anak-anak yang berbakat bulutangkis tentunya yang terjaring dalam audisi, dididik dengan penuh semangat oleh Djarum Foundation Bhakti olahraga. Buktinya, anak-anak tersebut disekolahkan formal, dilatih bulu tangkis dengan disiplin dan penuh tanggungjawab, tanpa dipungut biaya apapun, bahkan semua kebutuhan anak-anak tercukupi dengan baik. Pola didiknya, seperti pola pendidikan sekolah lainnya, anak-anak dididik dan diajar agar berpretasi, setidaknya punya pengetahuan, pengalaman dan keahlian sebagai bekal masa depan. Disisi lain, ternyata anak-anak yang terjaring audisi merasa sangat gembira, senang dan bangga bisa terpilih. Mereka dapat mengembangkan bakatnya, dan mendapatkan pendidikan sekolah dengan gratis.<\/p>\n\n\n\n

Tujuan utama Djarum Foundation mencari bibit unggul pebulutangkis Indonesia, yang selama ini sebagai salah satu olahraga kebanggaan masyarakat Indonesia atas banyaknya prestasi yang di peroleh. Program Djarum Foundation Bhakti olahraga jauh dari niatan ekploitasi anak untuk promosi, yang ada ekploitasi anak untuk kejayaan olah raga bulutangkis bangsa Indonesia. <\/p>\n\n\n\n

Juga, program Djarum Foundation audisi bulutangkis adalah salah satu bentuk kesadaran dan kewajibannya membangun bangsa dengan melibatkan anak-anak. Lalu apa yang salah dari Djarum Foundation Bhakti Olahraga, jelas-jelas telah menghibahkan fasilitas, pikiran hingga dana untuk kepentingan kejayaan bangsa Indonesia, melalui olahraga. Pemerintah harus mendukung program tersebut, begitupun KPAI. KPAI jangan sampai menjadi penghalang, seperti halnya penghalang Nabi Ibrahim dalam kisah di atas.  
<\/p>\n","post_title":"Refleksi Kisah Kurban sebagai Bahan Pengingat KPAI","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"refleksi-kisah-kurban-sebagai-bahan-pengingat-kpai","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-08-12 08:30:31","post_modified_gmt":"2019-08-12 01:30:31","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5949","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5936,"post_author":"877","post_date":"2019-08-06 10:53:42","post_date_gmt":"2019-08-06 03:53:42","post_content":"\n

Masalah peredaran rokok di Indonesia, pemerintah cenderung mengambil langkah aman. Sudah saatnya pemerintah harus tegas menentukan sikap pelarangan atau membolehkan peredaran rokok di tengah-tengah masyarakat. <\/p>\n\n\n\n

Sikap pemerintah sampai saat ini menimbulkan pro dan kontra. Di satu sisi pemerintah melalui Kementrian Kesehatan membuat aturan pembatasan dan pelarangan beredarnya rokok, bahkan melarang adanya iklan rokok dan mengatur packaging<\/em> dengan bermacam gambar dan peringatan yang menggelian. Di sisi lain, pemerintah mendorong peningkatkan pendapatan Negara, mendorong peningkatan ekonomi rakyat, mendorong peningkatan produktivitas rakyat dan daya saing di pasar internasional, dan mendorong pengentasan kemiskinan.<\/p>\n\n\n\n

Sekarang, efek sikap pemerintah di atas meluas kemana-mana, mulai dari isu penyederhanaan layer atau penggabungan golongan industri rokok, isu pelarangan iklan rokok di media sosial karena pengguna media sosial banyak anak-anak, sampai pada pelarangan audisi pencari bakat bulu tangkis yang dilakukan Djarum Foundation dengan alasan ekploitasi anak. Ini semua adalah beberapa agenda untuk pengendalian rokok dan tembakau di Indonesia yang alasannya sudah dipatahkan dengan data yang lebih akurat.<\/p>\n\n\n\n

Semisal, yang pro dapat menceritakan dan meruntutkan agenda pengendalian rokok dan tembakau di Indonesia sebagai agenda politik dagang internasional. Semua program pengendalian rokok dan tembakau di Indonesia mengadopsi dari program World Health Organization (WHO) organisasi program dunia yang mendapatkan sokongan dana dari industri farmasi.\u00a0<\/p>\n\n\n\n

Baca:
Ada Campur Tangan Bloomberg dalam Surat Edaran Menkes terkait Pemblokiran Iklan Rokok <\/a><\/p>\n\n\n\n

WHO tidak semata-mata bertujuan demi meningkatkan taraf kesehatan penduduk. Di sini WHO sebagai ujung tombak industri farmasi. Terjadi peralihan di lingkup kesehatan, dimana dokter dan ilmuwan kesehatan dikuasai perusahan obat (farmasi). Tujuan utamanya tidak lain untuk merebut pasar nikotin dunia, dan menggantikan pemanfaatan nikotin alami dari tembakau dengan produk rekayasa nikotin yang telah dikantongi hak patennya. Keterlibatan WHO memuluskan tujuan industri farmasi tersebut dengan mendorong negara-negara di dunia untuk memberlakukan kebijakan sesuai kerangka kesehatan, tanpa mempertimbangkan peran sosial, ekonomi, politik dan budaya. Walaupun alasan kesehatan yang dibangun ternyata tidak 100% benar dan terkesan dipaksakan. Negara yang menjadi sasaran utama adalah Negara yang berkembang, seperti Indonesia, China, Bangladesh, India, Rusia, Mesir, Thailand, Filipina dan Brazil. <\/p>\n\n\n\n

Untuk menguasai pasar nikotin di dunia, industri farmasi mendapatkan sokongan dana dari bloomberg initiative. Karena salah satu direktur dari persekutuan perusahaan farmasi dunia bernama William R. Brody punya kedekatan dengan bloomberg initiative, selain teman karib juga posisinya sebagai penasehat. <\/h4>\n\n\n\n

Tidak mengherankan jika pendukung program pengendalian rokok dan tembakau di Indonesia mendapatkan sokongan dana dari bloomberg initiative termasuk lembaga yang bergerak untuk perlindungan anak, salah satunya Komnas Perlindungan Anak Indonesia (KPAI). Apapun bentuk lembaganya, selama mendapatkan kucuran dana bloomberg initiative, program utamanya harus sinergi dengan program bloomberg initiative dan rezim kesehatan dunia (WHO) yaitu pengendalian tembakau dan rokok, terutama rokok kretek asli Indonesia.<\/p>\n\n\n\n

Ada sekitar lebih dari 20an lembaga di Indonesia mendapatkan sokongan dana langsung maupun tidak langsung dari bloomberg initiative. Lembaga-lembaga tersebut bervarian, ada lembaga yang bergerak dalam pendidikan, bergerak pemberantasan korupsi, bergerak dalam kesehatan, bergerak perlindungan konsumen, bergerak melindungi anak, bahkan sampai pada lembaga agama. Numun pada intinya leading sector<\/em> yaitu sektor potensial yang dapat\u00a0menggerakkan agenda pengendalian tembakau dan rokok di Indonesia ada pada rezim kesehatan dalam hal ini Kementerian Kesehatan. Dengan menggunakan dalil kesehatan yang mulia, agenda bloomberg initiative dan farmasi berselancar dengan baik di Indonesia. \u00a0<\/p>\n\n\n\n

Baca:
Tinjauan Kritis Atas Larangan Iklan dan Sponshorship dengan Mencantumkan Logo, Brand Image, dan Identitas CSR Sebuah Perusahaan<\/a> <\/p>\n\n\n\n

Isu kuat saat ini yang beredar untuk agenda pengendalian tembakau dan rokok di Indonesia salah satunya, KPAI melarang audisi pencarian bakat bulu tangkis sejak dini yang dilakukan Djarum Foundation dengan alasan ekploitasi anak, Kementerian Kesehatan dan KPAI melarang adanya iklan di media sosia karena akan mengakibatkan bertambahnya perokok pemula, penggabungan golongan industri rokok atau penyederhanaan layer tarif cukai rokok yang intinya pengurangan terhadap industri rokok kretek, menaikkan cukai rokok untuk mengurangi peredaran rokok, dan korelasinya rokok dengan kemiskinan bertujuan agar ada kebijakan menghalau laju industri rokok kretek. <\/p>\n\n\n\n

Pemerintah dalam hal ini harus tegas mengambil sikap, untuk kepastian dan masa depan industri rokok kretek asli Indonesia. Dimana sejarah penemuan rokok kretek tidak lain untuk pengobatan yang dilakukan H. Djamhari sebagai obat sakit bengeknya. Karena rokok kretek adalah campuran tembakau dan cengkeh, berbeda dengan rokok non kretek yang hanya memakai tembakau saja. Selama ini, belum ada uji atau riset bahwa rokok kretek berkorelasi signifikan terhadap timbulnya penyakit yang dituduhkan. Kalau menjadi salah satu bagian kecil penyebab penyakit, tentunya ya dan bukan faktor penyebab utama. Itu seperti halnya barang-barang lain yang dikonsumsi manusia secara berlebihan dan hidup tidak seimbang. Termasuk makan nasi, mengkonsumsi gula dan mengkonsumsi lainnya secara berlebihan, tanpa diimbangi olah raga dan istirahat yang cukup. <\/p>\n\n\n\n

Selain itu, posisi industri kretek sangat stategis bagi bangsa Indonesia. Industri kretek membuktikan tetap bertahan setidaknya lebih dari 130 tahun. Disaat industri lain tumbang di zaman kolonial, industri kretek tetap eksis memberikan penghidupan masyarakat Indonesia. Bahkan tergolong industri yang peka zaman, dengan memberikan kontribusi yang sangat besar. Menghidupi setidaknya 6.1 juta jiwa petani cengkeh yang tersebar di 30 provinsi, petani tembakau yang tersebar di 15 provinsi. Menghidupi ribuan karyawan yang bekerja di industri kretek. Mempunyai multiplier<\/em> <\/em>effect<\/em> ke sektor perokonomian lainnya yang berada di sekitar industri kretek. <\/p>\n\n\n\n

Keberadaan industri kretek berkontribusi adanya hak jaminan sosial dan corporate social responsibility<\/em> (CSR), seperti halnya jaminan kesehatan, bhakti pendidikan, bhakti budaya, bhakti olahraga, bhakti lingkungan dan lain sebagainya. Berkontribusi pendapatan Negara melalui setoran cukai, berkontribusi bagi kesehatan publik dari alokasi dana bagi hasil cukai hasil tembakau (DBH-CHT) untuk sarana kesehatan dan pembayaran defisit Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS).  <\/p>\n\n\n\n

Selain itu, adanya industri kretek sebagai cermin kemandirian dan kedaulatan bangsa, karena sebagai pemenuhan kebutuhan pokok rakyat dalam hal ini pendapatan masyarakat sebagai agenda pemberantasan kemiskinan. <\/p>\n\n\n\n

Dengan pertimbangan di atas, diharapkan pemerintah dalam hal ini Presiden memberikan ketegasan, apakah industri rokok nasional tetap berproduksi atau dilarang berproduksi. Kalau tetap berproduksi, pemerintah secara totalitas harus melindunginya mulai kebijakan sampai pada strategi pemasarannya. Andaikan dilarang beroperasi, pemerintah paling tidak harus berani mempersiapkan lapangan pekerjaan lain bagi petani dan buruh tani cengkeh dan tembakau, buruh industri dan mungkin menata perekonomian akibat multiplier<\/em> <\/em>effect<\/em> keberadaan industri kretek. Dan yang terpenting keberadaan industri kretek, sebagai industri nasional sebagai perwujudan agenda prioritas  tujuan Nawa Cita, sehingga jangan sampai digiring dan diatur kepentingan asing melalui rezim kesehatan sebagai leading sector, <\/em>yang belum tentu benar dan terkesan dipaksakan.  
<\/p>\n","post_title":"Ketika Pemerintah Plin-Plan Membuat Regulasi Terkait Dunia Pertembakauan","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"ketika-pemerintah-plin-plan-membuat-regulasi-terkait-dunia-pertembakauan","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-08-06 10:53:48","post_modified_gmt":"2019-08-06 03:53:48","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5936","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":16},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"epic_block_3"};

\n

Memang, teman-teman alumni MTS Madrasah Qudsiyyah Kudus kompak sekali, bahkan sudah kayak saudara sendiri semua. Kita sering kumpul walaupun hanya sekedar ngopi, yang penting bertemu dan ngobrol. Tidak jarang, kita ketemu dengan agenda acara resmi dan agak resmi. Seperti disaat salah satu teman punya hajat, bahkan hajat kecilpun kayak acara \u201cmanaqiban\u201d sering mengundang teman lainya. Pasti ada yang bingung apa itu manaqiban<\/em>?. Aku jelasin sebentar, manaqiban itu, acara membaca sejarah Syeih Abdul Qodir Jaelani ulama dahulu setelah masa Shahabat Nabi, yang terkenal alimnya dan sufi serta berkaromah. Nah, bagi kita-kita penggemarnya, sering kali kita baca sejarahnya. Dengan cerita sejarah  Syeih Abdul Qodir Jaelani, kita penggemar berharap agar apa yang kita lakukan dido\u2019akan atau di amini beliau semua urusan kita lancar. Karena menurut kita penggemar, meyakini Syeih Abdul Qodir Jaelani kekasih Tuhan, kalau dalam bahasa Jawa \u201cbolone Gusti Allah\u201d. Ini sekilas penjelasan tentang istilah manaqiban<\/em>, kalau mau tau lebih lanjut, khasiat-khasiatnya, bisa kita diskusi dilain waktu aja. Yang jelas di acara manaqiban<\/em> ini sudah jadi tradisi ada \u201cingkung\u201d ayamnya. Ini yang biasa kita nantikan.<\/p>\n\n\n\n

Kembali ke acara ngopi, disore itu temenku Djumari langsung nentukan tempat ngopi dan waktunya. Kita biasa ngopi ditempat sederhana. Akhirnya, Djumari mutusin habis isya\u2019 kumpul dan ngopi di rumah teman kita satunya namanya Nur Cholis, juga tergabung dalam group WA. Setelah tahu bakal kerumahnya, Nur Cholis langsung komen, lapan enam laksanakan. Aku langsung teringat temenku namanya Fawaz, orang Betawi keturunan Arab, sering kalau jawab pas di WA pakai tulisan lapan enam.\u00a0<\/p>\n\n\n\n

Baca: PB Djarum, Prestasi Bulutangkis Nasional, dan Kegagalan KPAI Memahami Peristiwa<\/a><\/p>\n\n\n\n

Waktu isya\u2019 tiba, suasana mau hujan, sedikit grimis, hawanya lumayan dingin dibanding sebelumnya panas dan gerah. Tapi semangat ngopi dam ngobrol teman-teman tak mengendor. Bahkan di group sudah ada yang ribut, ngajak-ngajak \u201cayo ayo waktunya kopdar tiba, ada bonus banyak rezeki lho\u201d, Rifai namanya, seorang pembicara atau muballig yang sering ceramah di masyarakat. <\/p>\n\n\n\n

Aku datang sekitar jam 20.00, terlihat banyak tema yang sudah pada kumpul, didepannya ada segelas kopi. Maklum kita orang desa ngopinya gak pakai cangkir, tapi pakai gelas es yang tinggi. Dibenakku ini ngopi apa kehausan?, tapi yang penting tetap ngopi dan merokok. Di meja terlihat banyak rokok bermacam-macam mereknya, sesuai kesukaan masing-masing. Ada yang bawa Sukun Putih, ada yang bawa Gudang Garam, kebanyakan bawa LA, tapi ada juga yang bawa rokok bikinan sendiri alias \u201cTingwe\u201d nglinting dewe dirumah ditaruh plastik. Aku coba rokok tingwe itu sambil ngobrol bareng, ternyata lumayan enak ramuan rokoknya, dibanding tingwe tingwe yang pernah aku rasakan. Yang buat tingwe namanya Sutopo, profesinya sehari-hari memang jual beli tembakau. Karena penasaran, sutopo aku tanya, kok enak, ini tembakau mana?. Dijawabnya \u201cbiasa tembakau Temanggung\u201d tapi aku kasih cengkeh kualitas wahid, dan sedikit ramuan saos sendiri (bahannya dirahasiakan), yang jelas katanya bahan saos dari rempah rempah bikinan sendiri. <\/p>\n\n\n\n

Ngobrol kita mengalir tanpa ada sekat dan batasan, malah terkadang pada ngobrol sendiri-sendiri dengan teman didekatnya. Giliran Djumari disuruh cerita pengalamannya, teman teman pada diam, mungkin pada penasaran. Soalnya dulu, sebelum ke Jakarta ia bekerja di Djarum. Ia ceritakan alasannya harus ke Jakarta. Awalnya, sering pulang pergi Jakarta Kudus untuk pengobatan istrinya yang sedang sakit di salah satu pengobatan alternatif disana atas rekomendasi saudaranya yang sudah lama hidup di Jakarta. Ia menceritakan sakit istrinya yang sering pusing, dan pusingnya bukan pusing biasa, dan seringkali istrinya sampai membentur-benturkan kepalanya. Kemudian, saat diharuskan kontinyu pengobatannya, minimal satu tahun agar cepat sembuh, akhirnya ia putusin meninggalkan Kudus sementara, termasuk pekerjaannya. Alhamdulillah istrinya sekarang sudah sembuh total.\u00a0<\/p>\n\n\n\n

Baca: Cacat Pikir KPAI Memaknai Kata Ekploitasi Anak dan Promosi<\/a><\/p>\n\n\n\n

Disela sela nungguin istrinya sakit, ia sering diajak saudaranya jualan sayuran keliling. Nah, walaupun sekarang istrinya sudah sembuh, ia tetap di Jakarta. Sebab dipikirannya, kalau kembali ke Kudus mulai dari awal lagi, mending yang sudah ada didepan mata dijalanin dulu. Nanti pelan-pelan sambil melihat peluang di Kudus, ia pun akan pulang. Obrolan tetap seru, walaupun djarum jam sudah tepat diangka 12.00 malam. Namun domain obrolan lebih pada Djumari sebagai nara sumber, ia menceritakan semua pengalaman dan kejadia yang ia lihat, sampai ia menceritakan berita kalau pabrik Djarum yang dulu pernah ia singgahi, sedang dipermasalahkan KPAI. Memang sebenarnya ia tak paham alur permasalahanya. Tahunya, KPAI gak suka bulu tangkis Djarum berjalan, memusuhi rokok. <\/p>\n\n\n\n

Sebagai orang yang pernah menjadi karyawan Djarum, jadi wajar dan pantas kalau ia membela Djarum, apalagi ia asli Kudus. Saking semangatnya, ia ngomong \u201cnek aku dadi Djarum, tak tuku iku KPAI, paling ora tak lawan\u201d \u201candaikan aku yang punya Djarum, aku beli KPAI, paling tidak dilawan\u201d. Ada yang menyambar omongan, \u201csampek matek kuwe Djum, ogak bakal dadi bos Djarum\u201d \u201csampai mati kamu Djum, tidak akan jadi bos Djarum\u201d haha\u2026\u2026disambut dengan tawa klakaran teman-teman termasuk saya sendiri. Di sela-sela tawa, tuan rumah ngomong \u201cancen gawe gregeten, kenopo Djarum mung meneng, malah ngalah\u201d \u201cbikin gregeten, kenapa Djarum diam dan cenderung mengalah\u201d. <\/p>\n\n\n\n

Nah, ternyata, banyak orang yang sangat simpati dan membela pabrik Djarum, terutama orang Kudus. Rata-rata mereka, tak tahu apa yang harus dilakukan, apa yang harus diperbuat. Sebagai manusia lemah, mereka hanya bisa marah  yang terpendaam dalam hati, dengan melihat kejadian KPAI menyerang Djarum. Coba, andaikan mereka tahu kalau dibelekang KPAI ada kepentingan asing yang mengusik rokok kretek asli Kudus, yang sudah mendarah daging bagi masyarakat Kudus. Pastinya, pembelaanya lebih dari itu, bahkan mungkin mati-matian.
<\/p>\n","post_title":"Cerita di Balik Segelas Kopi untuk Djarum","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"cerita-di-balik-segelas-kopi-untuk-djarum","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-09-03 09:19:00","post_modified_gmt":"2019-09-03 02:19:00","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6014","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5999,"post_author":"877","post_date":"2019-08-28 09:40:02","post_date_gmt":"2019-08-28 02:40:02","post_content":"\n

Direktur Pusat Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Amerika Serikat (CDC), Robert Redfield, mengungkapkan kematian tragis di Illinois memperkuat dugaan karena vape<\/a> atau rokok elektrik. Berita tersebut atas laporan Dinas Kesehatan Illinois yang mengumumkan ada satu pasien yang akhirnya meninggal dunia. Kasus ini kemungkinan jadi kasus pertama kematian akibat penyakit berkaitan dengan vape.
<\/p>\n\n\n\n

Kejadian di atas menjawab keberadaan vape atau rokok elektrik sangat membahayakan. Berbeda dengan resiko rokok kretek, bisa menimbulkan penyakit jika mengkonsumsinya berlebihan atau kebanyakakan, dan hidup tidak seimbang. Misalnya dalam satu hari merokok sampai tiga atau empat bungkus, tanpa makan nasi atau makan-makanan sehat, tanpa olah raga, tanpa minum air putih, selalu didampingi kopi atau teh, istirahatnya kurang dan sebagainya. Maka dipastikan orang tersebut akan jatuh sakit bahkan meninggal dunia.\u00a0<\/p>\n\n\n\n

Baca: Terkuak, Rokok Elektrik Berbahaya bagi Kesehatan<\/a><\/p>\n\n\n\n

Tidak hanya itu, otoritas kesehatan di Amerika Serikat telah berhasil menginvestigasi kemunculan penyakit paru-paru misterius di antara kalangan pengguna rokok elektrik atau vape. Dilaporkan setidaknya ada 195 kasus potensial penyakit paru-paru di 22 Negara karena kena dampak dari vape atau rokok elektrik.
<\/p>\n\n\n\n

Jadi, masyarakat perlu waspada beredarnya vape atau rokok elektrik. Belum lagi, sebetulnya rokok elektrik atau vape, berdampak juga peningkatan perokok anak.\u00a0 Yang menjadi daya tarik bagi anak, selain bentuknya yang elegan, simpel, juga beraroma buah-buahan yang terkemas dalam cairan.<\/strong><\/p>\n\n\n\n

Orang yang mengatakan bahwa vape atau rokok elektrik lebih mensehatkan dari pada rokok kretek, pendapat tersebut sangat keliru. Disampaing efek dari rangkaian listrik dan battre juga cairan dalam rokok elektrik berpengaruh terhadap resiko jantung.  <\/p>\n\n\n\n

Hasil penelitian yang diterbitkan dalam Journal of American College of Cardiology pada Mei lalu ini menambah bukti bahwa cairan rokok elektrik dapat menghambat fungsi sel-sel tubuh yang berperan dalam kesehatan jantung. Cairan dalam vape atau rokok elektrik pada akhirnya merusak sel-sel yang melapisi pembuluh darah. <\/p>\n\n\n\n

Keberadaan vape atau rokok elektrik di pasaran sangat membahayakan bagi orang Indonesia, terlebih pemuda-pemuda, yang banyak memilih merokok vape aatau rokok elektri. Menurutnya, selain bentuk kecil, simpel dibawa dan ada aroma buah-buahan sesuai selera. Akan tetapi dibalik bentuknya yang bagus, menyembunyikan banyak penyakit ketika dikonsumsi.\u00a0<\/p>\n\n\n\n

Baca: Kata Siapa Lebih Sehat? Perokok Elektrik Berisiko Terjangkit Penyakit Kardiovaskular<\/a><\/p>\n\n\n\n

Hingga kini CDC masih melakukan investigasi lebih lanjut, dengan mengimbau agar para dokter mengumpulkan data dan sampel bila menemukan pasien dengan gejala penyakit paru serupa, tentunya akibat rokok elektrik atau vape. Bentuk dan merek rokok elektrik dan vape banyak varian dan banyak merek. JUUL termasuk merek rokok elektrik atau vape yang saat ini naik daun.\u00a0<\/p>\n\n\n\n

Ada yang mengatakan bahwa tak tepat membandingkan rokok tembakau dengan rokok elektrik. Ya benar tak tepat, karena rokok elektrik atau vape resikonya sangat tinggi. Sedang rokok tembakau resikonya kecil, apa lagi rokok kretek mungkin resikonya sangat kecil sekali terhadap tubuh. Alasannya, munculnya rokok kretek bertujuan untuk pengobatan sakit bengek, dan tujuannya berhasil. Hingga banyak orang melakukan pemesanan rokok kretek saat itu, rokok kretek belum sebagai industri besar masih bersifat rumahan,  keadaan tersebut sekitar abad 19. <\/p>\n\n\n\n

Dalam studi ini, tim peneliti menemukan bukti efek toksik pada sel-sel yang melapisi pembuluh darah dan melindungi jantung. Beberapa bukti tersebut termasuk di antaranya gangguan pada fungsi sel dan munculnya tanda-tanda peradangan. Para peneliti mengamati bagaimana respons sel saat bersentuhan dengan cairan rokok elektrik. Efek yang paling kentara terlihat pada cairan dengan rasa kayu manis.<\/p>\n\n\n\n

Baca: Riset Kesehatan Rokok Elektrik<\/a><\/p>\n\n\n\n

Sekelompok ahli kardiovaskular dari University of Massachusetts menganjurkan peneliti agar melakukan uji rokok elektrik atau vape lebih yang beraroma. Karena sumsi sementara, produk vape atau rokok elektrik yang beraroma dan punya pilihan rasa lebih berbahaya dari pada rokok vape natural. Namun yang banyak beredar dipasaran, justru yang beraroma dan berasa buah-buahan, dari pada yang natural. <\/p>\n\n\n\n

Studi pada 2018 lalu menunjukkan, penggunaan rokok elektrik harian berisiko terhadap serangan jantung, meski dengan probabilitas yang lebih rendah daripada perokok tembakau. Menurut dr Lawrence Phillips pakar kardiovaskular NYU Langone Health mengatakan \u201cKita melihat semakin banyak bukti bahwa rokok elektrik berhubungan dengan peningkatan risiko serangan jantung\u201d.<\/p>\n\n\n\n

Dari hasil pakar dan hasil studi di atas menegaskan bahwa keberadaan rokok vape atau rokok elektrik, resikonya sangat besar. Bahan utama rokok vape atau elektrik yang paling besar memberikan efek negatif pada tubuh manusia adalah cairan perasa. Akibat cairan perasa dalam rokok elektrik  atau vape termasuk merek JUUL beresiko terjadi peradangan, terjangkit penyakit jantung dan paru-paru akut, selanjutnya berakibat kematian. <\/p>\n\n\n\n

Untuk itu, demi masa depan bangsa Indonesia harusnya ada regulasi pelarangan peredaran rokok elektrik atau vape yang nyata-nyata telah ada kasus dengan didukung beberapa riset dan studi tentang konten rokok elektrik atau vape, yang hasilnya mempunyai resiko tinggi dapat menyebabkan penyakit berujung kematian.         
<\/p>\n","post_title":"Perokok Elektrik Berisiko Besar Terjangkit Penyakit Mematikan","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"perokok-elektrik-berisiko-besar-terjangkit-penyakit-mematikan","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-08-28 09:40:09","post_modified_gmt":"2019-08-28 02:40:09","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5999","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5979,"post_author":"877","post_date":"2019-08-21 09:57:26","post_date_gmt":"2019-08-21 02:57:26","post_content":"\n

Pemerintah berencana akan menerbitkan aturan simplifikasi layer cukai pada Oktober-Desember 2019. Jika benar terjadi, tindakan pemerintah itu sama saja membunuh secara perlahan industri kretek nasional. <\/p>\n\n\n\n

Jika dipikir-pikir, kebijakan simplifikasi layer cukai sangat menguntungkan industri rokok asing. Lalu apa bedanya pemerintah dengan LSM\/NGO yang getol memerangi peredaran rokok?. Nyatanya sama-sama ditunggangi kepentingan asing. Bedanya mungkin, pemerintah ditunggangi kepentingan industri rokok investor asing, kalau LSM\/NGO antirokok ada kepentingan farmasi yang berpusat di Amerika. Tapi jika dirunut dengan teliti, dua kepentingan asing tersebut yang terlihat beda, ada kemungkinan mengerucut pada satu titik yang sama. Tak lain membunuh rokok kretek asli Indonesia.<\/p>\n\n\n\n

Sebelum masuk ranah penjelasan yang sederhana tentang simplifikasi layer CHT, dampak yang ditimbulkan dan maksudnya. Terlebih dahulu perlu diuraikan makna simplifikasi, layer dan cukai secara berkesinambungan. Simplifikasi punya arti penyederhanaan, awalnya banyak dijadikan lebih sedikit, kecil, ramping dan ringkas. Tentunya, cara yang harus ditempuh dalam penyederhaan bisa jadi menggabungkan, bisa jadi dibuang\/dipotong salah satu, bisa jadi kedua-duanya dijalankan. Hubungan simplifikasi dengan industri rokok, penjelasannya di belakang setelah uraian tentang layer dan cukai.<\/p>\n\n\n\n

Layer bisa disebut dengan ungkapan lapisan, golongan, kelas, dan mungkin bisa dikatakan tingkatan. Varian rokok banyak sekali; ada rokok putih atau disebut sigaret putih mesin (SPM), ada sigaret kretek mesin (SKM), Ada sigaret kretek tangan (SKT). Ada rokok filter (ada busa) dan non filter (tidak ada busa). Ada juga rokok bercengkeh disebut kretek dan non cengkeh (tembakau saja) disebut putihan. Ada lagi rokok kretek dinamakan mild. Dari varian tersebut dibagi menjadi beberapa layer atau golongan, untuk penyesuaian pembayaran pajak cukai. Untuk mempermudah pemahaman, layer dibahasakan sebagai golongan industri rokok besar, menengah dan kecil. Sedangkan, cukai adalah pungutan pemerintah sebagai pajak. <\/p>\n\n\n\n

Nah, kira-kira uraian maknanya perkata sudah jelas. Sekarang uraian tersebut dihubungkan semua dengan rencana pemerintah kedepan untuk pungutan pajak rokok. Rencana pemerintah yang dimaksud simplikasi layer CHT, ingin menyederhanakan atau menggabungkan antara SPM dan SKM, dilebur manjadi satu golongan. Aslinya dibedakan, karena memang berbeda. SPM lebih tinggi pungutan pajaknya dari [ada SKM. SPM bukan asli produk Indonesia dan cenderung impor, dan yang punya bukan pribumi. Bahan bakunyapun tidak menggunakan tembakau Indonesia. Sangat jauh berbeda dengan SKM, industri yang padat karya dan menggunakan bahan baku lokal. Dan yang paling istimewa perbedaannya, tak lain adalah kemunculan SKM diciptakan oleh pribumi dengan mencampur tembakau dan cengkeh dalam satu batang rokok. Kemudian rokok cmpuran tersebut dinamai kretek. <\/p>\n\n\n\n

Rokok kretek terus berkembang dan inovatif seperti penjelasan di atas, ada filter, non filter, mesin, tangan, mild dan klobot. Kretek klobot tidak bercukai, karena keberadaannya hampir punah, sedikit sekali pabrikan membuat jenis klobot. Klobot satu-satunya rokok yang memakai bungkus daun jagung yang telah dikeringkan, kemudian di ikat pakai benang. Sehingga untuk kretek klobot ada pengecualian, tidak masuk dalam kategori jenis kretek di atas. <\/p>\n\n\n\n

Semua jenis kretek saat ini diproduksi oleh industri. Secara sederhana industri terbagi tiga macam, industri besar, menengah dan kecil. Paling kecil kategori industri kretek, telah mempunyai gudang untuk operasi pembuatan rokok kretek dengan luas minimal 200m2<\/sup>. Jadi, sekarang ini tidak ada lagi industri rokok kretek skala rumahan (home industri) seperti dulu lagi. <\/p>\n\n\n\n

Dari penjelasan di atas, sekarang sudah paham varian jenis rokok kretek asli produk Indonesia. Apapun bentuknya, jika rokok menggunakan campuran tembakau dan cengkeh itulah dinamakan rokok kretek, termasuk jenis mild. Dewasa ini jenis mild sangat disukai dipasaran. Hingga semua industri berlomba-lomba bikin mild. Munculnya mild tidak lain karena tuntutan dari aturan pemerintah yang membatasi nikotin dan tar. Sehingga konten tembakau mild lebih banyak memakai tembakau jenis Virginia. <\/p>\n\n\n\n

Jangan salahkan industri\/pabrikan jika makin lama kuota impor tembakau naik. Karena dibentuk oleh aturan pemerintah dan peningkatan permintaan pasar mild. Kalau begitu yang salah siapa? tentunya pemerintah yang membuat aturan low nikotin dan tar. Sulit sekali tembakau lokal untuk memenuhi batasan low nikotin dan tar sesuai aturan pemerintah. Pada akhirnya mau tidak mau industri\/pabrikan membutuhkan tembakau jenis Virginia yang sulit tumbuh dengan baik di bumi nusantara ini. Lalu apa yang dilakukan industri\/pabrikan rokok, ya impor lah. Tapi industri\/pabrikan masih sangat membutuhkan tembakau lokal. Selain sebagai bahan campuran rokok kretek mild, tembakau lokal dibuat memproduksi rokok bukan mild. <\/p>\n\n\n\n

Untuk rokok kretek mild, semuanya diproduksi memakai mesin, sedangkan selain mild ada yang pakai mesin ada yang pakai tangan. Dengan isu simplikasi layer CHT SPM dan SKM, ada dua kemungkinan. Pertama; bisa jadi SPM diturunkan levelnya disesuaikan dengan SKM. Kedua; atau SKM dinaikkan levelnya sesuai SPM. Keduanya sangat merugikan industri kretek asli produk Indonesia berupa SKM. Kalau yang pertama, keuntungan SPM (industri asing) harganya disamakan SKM, sehingga persaingan penjualan dipasaran relatif mudah, sehingga SKM sangat dirugikan. Jika demikian, pemerintah tidak melindungi industri nasional (lokal), dengan meliarkan persaingannya dipasaran sangat ketat. <\/p>\n\n\n\n

Kemungkinan yang kedua, juga demikian, sangat merugikan SKM, karena levelnya naik mengikuti SPM. Jika demikian, sangat memberatkan SKM, apalagi pangsa rokok kretek ditahun-tahun terakhir ini merosot tajam penjualannya. Kemerosotan penjualan rokok kretek juga pengaruh dari kebijakan pemerintah dan oknum (anti rokok) yang selalu merecoki industri kretek, seperti pungutan cukai naik,  pelarangan iklan, membuat isu yang dibuat-buat tanpa dasar dan lain sebagainya. Apakah keadaan industri kretek nasional saat ini, pemerintah masih memejamkan mata dan akan memberlakukan simplikasi layer CHT?. Jika demikian, sama saja pemerintah membunuh industri\/pabrikan kretek nasional dengan pelan-pelan. <\/p>\n\n\n\n

Jangan salahkan industri\/pabrikan rokok kretek jika pelan-pelan merumahkan karyawannya karena merugi bahkan tidak beroperasi. Jika pembelian bahan baku rokok kretek (tembakau dan cengkeh) menurun dan ribuan juta petani merugi, dan masih banyak lagi efek dampaknya ke segala lini yang menggantungkan hidupnya berhubungan dengan sektor pertembakauan. Pemerintah harus bertanggungjawab atas dampak tersebut, jangan asal cuci tangan jika dampak negatif terjadi. Karena pemerintahlah yang bikin aturan. <\/p>\n\n\n\n

Untuk itu, kedepan pemerintah harus hati-hati dan jeli dalam memutuskan dan memberlakukan kebijakan untuk kepentingan sektor pertembakauan. Karena, yang sudah-sudah, kebijakan pemerintah pada sektor pertembakauan tidak mengakomodir kepentingan industri nasional, cenderung mengakomodir kepentingan industri asing. Baik pemerintah, industri kretek, petani tembakau dan cengkeh serta masyarakat Indonesia harus berdaulat, saling menjaga dan saling melindungi untuk kepentingan bersama, menjadi bangsa yang besar dan kuat tanpa disetir Negara lain (asing). Inilah makna kemerdekaan yang sesungguhnya di era melenial.
<\/p>\n","post_title":"Kebijakan Simplifikasi Layer Cukai Adalah Rencana Pembunuhan terhadap Kretek","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"kebijakan-simplifikasi-layer-cukai-adalah-rencana-pembunuhan-terhadap-kretek","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-08-21 09:57:34","post_modified_gmt":"2019-08-21 02:57:34","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5979","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5956,"post_author":"877","post_date":"2019-08-14 11:00:51","post_date_gmt":"2019-08-14 04:00:51","post_content":"\n

Komisioner Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) Sitty Hikmawatty sesat pikir saat mengatakan bahwa program audisi beasiswa bulutangkis sebagai ajang ekploitasi anak. KPAI mempermasalahkan tulisan Djarum di kaos olahraga, karena sebagai ajang promosi brand rokok. Disini KPAI gagal faham membedakan antara Djarum Foundation dan Djarum industri rokok. <\/p>\n\n\n\n


Djarum Foundation sebagai wujud bhakti terhadap Bangsa dan Negara, sehingga prakteknya Djarum Foundation mengeluarkan uang, bukan mencari keuntungan. Ketika dikatakan sebagai ajang promosi produk rokok, sudah ditampik dan sudah dijelaskan secara detail pengurus Djarum Foundation, bahwa program yang dijalankan jauh dari niatan promosi produk rokok. Kalaupun ada tulisan Djarum di kaos olahraga, memang sejarahnya dari dulu sebagai nama clubnya. <\/p>\n\n\n\n


Sitty Hikmawatty sebagai komisioner KPAI, harusnya cerdas menyikapi hal tersebut. Harusnya ada apresiasi pada Djarum yang sadar akan kewajibannya, andil dalam pengembangan bakat bagi anak-anak. Dan apa yang telah dilakukan Djarum Foundation tidaklah mudah, membutuhkan tenaga dan matriil begitu besar. Sekarang pertanyaannya, siapa dan industri pribumi mana yang berani melakukan seperti itu?, bahkan KPAI pun tidak akan berani membuat program pencarian bakat secara intensif dan masif. <\/p>\n\n\n\n


KPAI harusnya faham makna perlindungan bagi anak, jangan hanya dimaknai secara sempit, semisal anak juga butuh perlindungan dari kebodohan dan kebutuhan lain yang sifatnya sangat mendesak. Nyatanya masih banyak anak \u2013anak yang tidak sekolah karena tidak mampu, masih banyak anak-anak yang hidup terlantar di Jalan, masih banyak anak-anak sebagai obyek makanan ringan yang bahannya membahayakan bagi tubuh. Dimana dan apa yang sudah dilakukan KPAI untuk melindungi anak tersebut?. Masih banyak masalah anak yang sangat penting dan krusial harus dikerjakan KPAI, dari pada mengurusi tulisan club Djarum dalam program audisi Djarum Foundation.<\/p>\n\n\n\n


Belum lagi, katanya KPAI akan mengambil langkah mengundang Kepala Daerah, dimana kotanya dibuat ajang audisi tersebut. Kalau nanti benar terjadi, menandakan kinerja KPAI tidak efektif. Masalah anak yang paling penting tidak terurus, dan selalu bergejolak di masyarakat kelas bawah. Sekali lagi seperti tidak sekolah karena orang tuanya tidak mampu atau orang tuanya meninggal dunia, walaupun sekolah katanya gratis, akan tetapi dampak lain timbul seperti halnya masalah ekonomi, akhirnya anak-anak mendingan cari uang untuk hidup sehari-hari dari pada sekolah. Anak-anak suka beli jajan (makanan ringat) di toko maupun dipinggir jalan yang mengandung bahan membahayakan bagi pertumbuhan anak. Di perempatan jalan atau lampu merah banyak anak-anak yang hidupnya menggelandang tanpa tujuan. Ini riil dan nyata di hadapan mata kita tiap hari. <\/p>\n\n\n\n


Tapi anehnya KPAI saat ini malah lebih intens mengurusi hal yang tidak penting degan melarang audisi pencarian bakat bulutangkis oleh Djarum Foundation. KPAI cenderung gagal faham dalam memahami, menafsiri, dan mensikapi hal tersebut. Anehnya lagi, apa yang dilakukan KPAI sampai ngotot. <\/p>\n\n\n\n


Kalau mau melarang program audisi Djarum Foundation, tunjukkan dulu KPAI punya program pencarian bakat seperti Djarum Foundation lakukan. Jangan seenaknya KPAI, melarang-larang tanpa solusi konkret dengan dalil perlindungan. Lucunya, KPAI dengan dalil perlindungan anak mengatakan, audisi pencarian bakat bulutangkis yes, ajang promosi no. Kalau dipahami, KPAI ingin audisi Djarum Foundation tetap jalan, tapi tulisan Djarum dihilangkan. Ini sama saja, tidak boleh menulis atau memaparkan nama club. Sedangkan pencantuman nama club sangat penting sebagai identitas dan jati diri. <\/p>\n\n\n\n


Kegiatan perlindungan untuk anak adalah pekerjaan yang sangat mulia kalau benar-benar dilakukan. KPAI, sebagai lembaga dengan memapang langsung tulisan perlindungan anak akan lebih mulia jika programnya konkret. Seperti lembaga sekolah negeri atau swasta, tanpa memakai kata-kata perlindungan, sekolah tersebut mendidik anak melindungi anak dari kebodohan untuk kesiapan masa depan. Audisi pencarian bakat bulutangkis Djarum Foundation pun demikian, kegiatannya konkret menyiapkan atlet olahraga bulutangkis. Dan apa yang telah dilakukan Djarum Foundation dengan audisinya sangat beda dari bentuk promosi. Berbeda dengan pelibatan anak-anak untuk promosi produk, murni tujuannya agar produknya laku. Apalagi produk yang ditawarkan untuk kebutuhan anak. Contohnya banyak sekali beredar iklan-iklan yang terpampang di pinggir jalan, di media sosial, bahkan di stasiun televisi, hal ini kayaknya lolos dari bahasan KPAI.<\/p>\n\n\n\n


Belum lagi, tanpa disadari lembaga KPAI juga menumpang hidup dari anak-anak. Kemana-mana membawa nama anak-anak untuk kegiatannya, bahkan sampai untuk menggalang donasi. Namun kegiatan yang betul-betul sangat dibutuhkan anak-anak belum atau bahkan tidak tersasar dan tidak menjadi prioritas. Sehingga, program KPAI untuk perlindungan anak dipastikan tidak efektif. Buktinya, KPAI membuat masalah yang sederhana dibuat rumit, seperti mempermasalahkan tulisan Djarum sebagai club dalam ajang audisi pencarian bakat Djarum Foundation Bhakti Olahraga. Jelas-jelas untuk kepentingan masa depan anak, dengan meningkakan minat dan bakat anak dalam olahraga atas dasar suka dan tidak ada paksaan.
Kata kunci pendidikan bagi anak adalah bermain, senang atau suka, sesuai keinginan, dan untuk bekal hidup selanjutnya. Jika KPAI mempermasalahkan tulisan club Djarum, yang dianggap sebagai ajang promosi dan ekploitasi anak, alasan tersebut tidak benar dan tanpa dasar. Seperti halnya penjelasan di atas, audisi pencarian bakat bulutangkis Djarum Foundation, jauh dari promosi dan ekploitasi. Tujuan utama audisi tidak lain memberikan bekal dan pendidikan bagi anak sesui keinginannya, anak belajar dengan senang, gembira, dan bermain. <\/p>\n\n\n\n


Jika kemudian KPAI dan lembaga lain yang mengatasnamakan peduli anak, melarang kegiatan audisi pencarian bakat olah raga bulutangkis yang dilakukan Djarum Foundation, sama dengan menghalangi anak Indonesia mengembangkan minat dan bakatnya sesuai keinginan, menghalangi anak Indonesia belajar sambil bermain dan gembira, menghalangi anak Indonesia untuk mendapatkan bekal hidup selanjutnya, menghalangi anak Indonesia untuk mewujudkan cita-cita. Apa yang dilakukan KPAI dan lembaga lain tersebut, sangat bertentangan dengan cita-cita Bangsa, dan cita-cita pendidikan bagi anak di Indonesia. <\/p>\n","post_title":"Sesat pikir KPAI Melarang Audisi Pencarian Bakat Bulutangkis Anak-Anak","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"sesat-pikir-kpai-melarang-audisi-pencarian-bakat-bulutangkis-anak-anak","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-08-14 11:00:58","post_modified_gmt":"2019-08-14 04:00:58","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5956","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5949,"post_author":"877","post_date":"2019-08-12 08:28:29","post_date_gmt":"2019-08-12 01:28:29","post_content":"\n

Kurban tidak semata-mata hanya menyembelih hewan, dibaliknya ada kisah indah yang bisa sebagai bahan renungan dan pengingat bagi semua. Pada kisah qurban, terdapat peran anak usia dini yang akhirnya dikenang umat Islam sedunia sepanjang masa dan juga dapat mengangkat harkat martabat keluarganya dihadapan Tuhan. Selama anak suka bahkan bahagia menjalankan perannya untuk kepentingan dirinya sendiri kedepan dan mengangkat harkat martabat keluarganya dengan bimbingan yang baik, maka hal tersebut sah-sah saja tidak ada larangan.\u00a0<\/p>\n\n\n\n

Kemarin, pada tanggal 11 Agustus 2019 hari Minggu, tepatnya pada tanggal 10 dzulhijjah 1440 M., dipagi hari umat Islam terlihat berbondong-bondong ada yang ke masjid ada yang kelapangan, tidak lain menjalankan ibadah sholat Idul Adha, atau biasa disebut hari raya qurban. Selain melakukan sholad, umat Islam merayakannya dengan menyembelih hewan qurban, seperti unta tradisi di Timur Tengah, sedangkam di Indonesia menyembelih sapi atau kerbau. Khusus di Kudus kota Kretek rerata menyembelih kerbau, sapi bagi sebagian besar masyarakat Kudus tidak mau menyembelih. Cerita yang beredar di masyarakat turun menurun, pelarangan menyembelih sapi sejak zaman kewalian yaitu Sunan Kudus sebagai penghormatan terhadap agama lain yang beranggapan hewan sapi sebagai hewan yang suci.<\/p>\n\n\n\n

Kembali ke Idul Adha, diceritakan oleh para Ulama\u2019 ada kisah tentang Nabi Ibrahim yang akan mengorbankan putranya yang masih kecil namanya Ismail (besarnya menjadi Nabi). Ceritanya Nabi Ibrahim saat tidur bermimpi, ia diperintah Tuhan untuk menyembelih putranya bernama Ismail. Saat bangun, ia merenung, berfikir sambil bertanya dihati, benarkah ini perintah Tuhan?. Kali pertama mimpinya ini, ia masih ragu antara benar perintah Tuhan atau tidak. Mimpi yang direnungkan dan difikir terjadi pada malam tanggal 08 dzulhijjah,disebut hari tarwiyah<\/em>.\u00a0<\/p>\n\n\n\n

Baca: Tinjauan Kritis Atas Larangan Iklan dan Sponshorship dengan Mencantumkan Logo, Brand Image, dan Identitas CSR Sebuah Perusahaan<\/a><\/p>\n\n\n\n

Pada malam tanggal 09 dzulhijjah Nabi Ibrahim mimpi lagi dengan perintah yang sama. Mimpi kali kedua, Nabi Ibrahim merasa yakin kalau benar-benar perintah Tuhan. Pada mimpi kedua disebut hari arafah<\/em>. Pada tanggal 10 dzulhijjah, hari Nabi Ibrahim melaksanakan perintah Tuhan untuk menyembelih Ismail (putranya), yang kemudian disebut  hari nakhr <\/em>(biasa disebut nahar bagi orang Indonesia). <\/p>\n\n\n\n

Cerita KH. Sya\u2019roni, saat pagi hari pada tanggal 10 dzulhijjah Nabi Ibrahim menyuruh istrinya bernama Siti Hajar (ibu kandung Ismail) untuk memandikan Ismail setelah itu memakaikan pakaian yang bagus-bagus, dengan alasan mau diajak jalan-jalan. Siti Hajar melaksanakan sesuai perintah suaminya, sembari menunggu istrinya selesai, Nabi Ibrahim mengasah pisaunya\/pedangnya. <\/p>\n\n\n\n

Ismail sudah siap, diajaklah jalan jalan bapaknya (Nabi Ibrahim) menuju bukit Mina di Makkah, dengan niatan mau disembelih sesui perintah Tuhan. Di tengah perjalanan, Nabi Ibrahim dihadang iblis yang berwujud manusia, dengan mengatakan Ibrahim, anakmu itu ganteng, tega kamu sembelih, urungkan niatmu. Nabi Ibrahim tidak menjawab, malah mengambil batu kecil 7 butir, kemudian batu kecil tersebut dilemparkan ke arah iblis tersebut, sambil mengatakan, pergi kamu Iblis. Nabi Ibrahim tetap melanjutkan perjalannya, dan dihadang Iblis lagi kali kedua, Nabi Ibrahim mengambil batu kecil lagi dilempar ke iblis. Kemudian Nabi melanjutkan perjalannya, dihadang iblis lagi kali ketiga, seperti penghadangan yang pertama dan kedua, Nabi mengambil batu kecil dan dilemparkan ke arah iblis, lalu Nabi Ibrahim lanjut lagi. Inilah cerita, yang menjadi cikal bakal adanya jumroh ula, jumroh wustho dan jumroh aqobah. Tiap ibadah haji jumroh ini harus diperagakan seperti halnya apa yang telah dilakukan Nabi Ibrahim dengan maksud melawan dan melempar iblis dengan batu agar tidak mengganggu..  <\/p>\n\n\n\n

Sesampainya di puncak bukit Mina, Nabi Ibrahim menceritakan mimpinya dan mengatakan maksud dan tujuannya mengajak Ismail jalan-jalan. Selesai Nabi Ibrahim cerita, kemudian Ismail berkata pada bapaknya, untuk segera menjalankan perintah Tuhan. Pada saat menyembebelih, pisau\/pedang Nabi Ibrahim tidak bisa melukai kulit Ismail, karena Nabi Ibrahim masih gelisah dan menangis saat melihat wajah Ismail. Kemudian Ismail berkata, mungkin karena bapak melihat wajahku, hingga tidak tega menyembelih, lalu Ismail membalikkan badannya memposisisikan badannya telungkup. Lalau Nabi Ibrahim dengan kesiapan hati melakukan penyembelihan yang kedua, lagi-lagi pisau\/pedangnya tidak mampu melukai kulit leher Ismail. Dengan bingung karena tidak berhasil menyembelih Ismail, turunlah Malaikat Jibril dengan membawa kambing, digantikannya Ismail dengan kambing tersebut. Bersamaan dengan turunnya wahyu Tuhan yang menjelaskan keduanya telah lulus  dari ujian. Kemudian Nabi Ibrahim membaca takbir \u201cAllahu Akbar\u201d<\/em> 3x, disaut Ismail dengan .membaca \u201cLaa ilaaha illahhu wallahu akbar<\/em>\u201d, diakhiri Malikat Jibril dengan bacaan \u201cAllahu Akbar walillahil Hamd<\/em>\u201d, dilanjutkan dengan menyembelih kambing bawaan malaikat jibril.<\/p>\n\n\n\n

Ada cerita lucu setelah Nabi Ibrahim selesai menyembelih kambing, Nabi Ibrahim bertanya pada Ismail, siapa yang paling dermawan diantara kita? Ismail menjawab, saya. Tidak bisa kata Nabi Ibrahim, saya yang paling dermawan, karena akan mngorbankan anak yang kucintai. Ismail berkata, tidak bisa, saya yang dermawan, karena bapak punya dua anak, kalau saya dikorbankan, masih punya anak satu, lalu malaikat berkata, tidak bisa, saya yang dermawan karena saya sudah kehilangan kambing satu.\u00a0\u00a0<\/p>\n\n\n\n

Baca: Kegagalan Lakpesdam PBNU dalam Melihat Produk Tembakau Alternatif<\/a><\/p>\n\n\n\n

Keterangan dalam kitab tafsir  \u201cTanwirul Adhan<\/em>\u201d penjelasan dari surat As-Saffat ayat 102 bahwa usia Ismail saat itu 13 tahun ada juga Ulama\u2019 yang mengatakan umur 7 tahun. ada riwayat lain yang mengatakan umur Ismail saat itu 14 tahun. Pada intinya saat kejadian kisah penyembelihan, Ismail masih usia anak-anak, ia dengan senang hati dan ikhlas, menjalani perannya.  <\/p>\n\n\n\n

Dari sejarah singkat qurban yang ektrim di atas, kira-kira pendapat KPAI apakah mendukung apa yang telah di lakukan Nabi Ibrahim?, atau sebaliknya mendukung Iblis yang menghalangi Nabi Ibrahim yang akan menjalankan kewajibannya sebagai hamba?. Saya yakin KPAI akan mendukung Nabi Ibrahim, tidak mendukung langkah Iblis. 
<\/p>\n\n\n\n

Walaupun ktidak persis, tapi hampir mirip kisah qurban diatas dengan audisi oleh Djarum Foundation yang melibatkan. Program audisi bulutangkis usia anak-anak Djarum Foundation, tidak lain ikut serta program pemerintah dalam mencerdaskan bangsa melalui pencarian bakat sedini mungkin. Anak-anak yang berbakat bulutangkis tentunya yang terjaring dalam audisi, dididik dengan penuh semangat oleh Djarum Foundation Bhakti olahraga. Buktinya, anak-anak tersebut disekolahkan formal, dilatih bulu tangkis dengan disiplin dan penuh tanggungjawab, tanpa dipungut biaya apapun, bahkan semua kebutuhan anak-anak tercukupi dengan baik. Pola didiknya, seperti pola pendidikan sekolah lainnya, anak-anak dididik dan diajar agar berpretasi, setidaknya punya pengetahuan, pengalaman dan keahlian sebagai bekal masa depan. Disisi lain, ternyata anak-anak yang terjaring audisi merasa sangat gembira, senang dan bangga bisa terpilih. Mereka dapat mengembangkan bakatnya, dan mendapatkan pendidikan sekolah dengan gratis.<\/p>\n\n\n\n

Tujuan utama Djarum Foundation mencari bibit unggul pebulutangkis Indonesia, yang selama ini sebagai salah satu olahraga kebanggaan masyarakat Indonesia atas banyaknya prestasi yang di peroleh. Program Djarum Foundation Bhakti olahraga jauh dari niatan ekploitasi anak untuk promosi, yang ada ekploitasi anak untuk kejayaan olah raga bulutangkis bangsa Indonesia. <\/p>\n\n\n\n

Juga, program Djarum Foundation audisi bulutangkis adalah salah satu bentuk kesadaran dan kewajibannya membangun bangsa dengan melibatkan anak-anak. Lalu apa yang salah dari Djarum Foundation Bhakti Olahraga, jelas-jelas telah menghibahkan fasilitas, pikiran hingga dana untuk kepentingan kejayaan bangsa Indonesia, melalui olahraga. Pemerintah harus mendukung program tersebut, begitupun KPAI. KPAI jangan sampai menjadi penghalang, seperti halnya penghalang Nabi Ibrahim dalam kisah di atas.  
<\/p>\n","post_title":"Refleksi Kisah Kurban sebagai Bahan Pengingat KPAI","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"refleksi-kisah-kurban-sebagai-bahan-pengingat-kpai","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-08-12 08:30:31","post_modified_gmt":"2019-08-12 01:30:31","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5949","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5936,"post_author":"877","post_date":"2019-08-06 10:53:42","post_date_gmt":"2019-08-06 03:53:42","post_content":"\n

Masalah peredaran rokok di Indonesia, pemerintah cenderung mengambil langkah aman. Sudah saatnya pemerintah harus tegas menentukan sikap pelarangan atau membolehkan peredaran rokok di tengah-tengah masyarakat. <\/p>\n\n\n\n

Sikap pemerintah sampai saat ini menimbulkan pro dan kontra. Di satu sisi pemerintah melalui Kementrian Kesehatan membuat aturan pembatasan dan pelarangan beredarnya rokok, bahkan melarang adanya iklan rokok dan mengatur packaging<\/em> dengan bermacam gambar dan peringatan yang menggelian. Di sisi lain, pemerintah mendorong peningkatkan pendapatan Negara, mendorong peningkatan ekonomi rakyat, mendorong peningkatan produktivitas rakyat dan daya saing di pasar internasional, dan mendorong pengentasan kemiskinan.<\/p>\n\n\n\n

Sekarang, efek sikap pemerintah di atas meluas kemana-mana, mulai dari isu penyederhanaan layer atau penggabungan golongan industri rokok, isu pelarangan iklan rokok di media sosial karena pengguna media sosial banyak anak-anak, sampai pada pelarangan audisi pencari bakat bulu tangkis yang dilakukan Djarum Foundation dengan alasan ekploitasi anak. Ini semua adalah beberapa agenda untuk pengendalian rokok dan tembakau di Indonesia yang alasannya sudah dipatahkan dengan data yang lebih akurat.<\/p>\n\n\n\n

Semisal, yang pro dapat menceritakan dan meruntutkan agenda pengendalian rokok dan tembakau di Indonesia sebagai agenda politik dagang internasional. Semua program pengendalian rokok dan tembakau di Indonesia mengadopsi dari program World Health Organization (WHO) organisasi program dunia yang mendapatkan sokongan dana dari industri farmasi.\u00a0<\/p>\n\n\n\n

Baca:
Ada Campur Tangan Bloomberg dalam Surat Edaran Menkes terkait Pemblokiran Iklan Rokok <\/a><\/p>\n\n\n\n

WHO tidak semata-mata bertujuan demi meningkatkan taraf kesehatan penduduk. Di sini WHO sebagai ujung tombak industri farmasi. Terjadi peralihan di lingkup kesehatan, dimana dokter dan ilmuwan kesehatan dikuasai perusahan obat (farmasi). Tujuan utamanya tidak lain untuk merebut pasar nikotin dunia, dan menggantikan pemanfaatan nikotin alami dari tembakau dengan produk rekayasa nikotin yang telah dikantongi hak patennya. Keterlibatan WHO memuluskan tujuan industri farmasi tersebut dengan mendorong negara-negara di dunia untuk memberlakukan kebijakan sesuai kerangka kesehatan, tanpa mempertimbangkan peran sosial, ekonomi, politik dan budaya. Walaupun alasan kesehatan yang dibangun ternyata tidak 100% benar dan terkesan dipaksakan. Negara yang menjadi sasaran utama adalah Negara yang berkembang, seperti Indonesia, China, Bangladesh, India, Rusia, Mesir, Thailand, Filipina dan Brazil. <\/p>\n\n\n\n

Untuk menguasai pasar nikotin di dunia, industri farmasi mendapatkan sokongan dana dari bloomberg initiative. Karena salah satu direktur dari persekutuan perusahaan farmasi dunia bernama William R. Brody punya kedekatan dengan bloomberg initiative, selain teman karib juga posisinya sebagai penasehat. <\/h4>\n\n\n\n

Tidak mengherankan jika pendukung program pengendalian rokok dan tembakau di Indonesia mendapatkan sokongan dana dari bloomberg initiative termasuk lembaga yang bergerak untuk perlindungan anak, salah satunya Komnas Perlindungan Anak Indonesia (KPAI). Apapun bentuk lembaganya, selama mendapatkan kucuran dana bloomberg initiative, program utamanya harus sinergi dengan program bloomberg initiative dan rezim kesehatan dunia (WHO) yaitu pengendalian tembakau dan rokok, terutama rokok kretek asli Indonesia.<\/p>\n\n\n\n

Ada sekitar lebih dari 20an lembaga di Indonesia mendapatkan sokongan dana langsung maupun tidak langsung dari bloomberg initiative. Lembaga-lembaga tersebut bervarian, ada lembaga yang bergerak dalam pendidikan, bergerak pemberantasan korupsi, bergerak dalam kesehatan, bergerak perlindungan konsumen, bergerak melindungi anak, bahkan sampai pada lembaga agama. Numun pada intinya leading sector<\/em> yaitu sektor potensial yang dapat\u00a0menggerakkan agenda pengendalian tembakau dan rokok di Indonesia ada pada rezim kesehatan dalam hal ini Kementerian Kesehatan. Dengan menggunakan dalil kesehatan yang mulia, agenda bloomberg initiative dan farmasi berselancar dengan baik di Indonesia. \u00a0<\/p>\n\n\n\n

Baca:
Tinjauan Kritis Atas Larangan Iklan dan Sponshorship dengan Mencantumkan Logo, Brand Image, dan Identitas CSR Sebuah Perusahaan<\/a> <\/p>\n\n\n\n

Isu kuat saat ini yang beredar untuk agenda pengendalian tembakau dan rokok di Indonesia salah satunya, KPAI melarang audisi pencarian bakat bulu tangkis sejak dini yang dilakukan Djarum Foundation dengan alasan ekploitasi anak, Kementerian Kesehatan dan KPAI melarang adanya iklan di media sosia karena akan mengakibatkan bertambahnya perokok pemula, penggabungan golongan industri rokok atau penyederhanaan layer tarif cukai rokok yang intinya pengurangan terhadap industri rokok kretek, menaikkan cukai rokok untuk mengurangi peredaran rokok, dan korelasinya rokok dengan kemiskinan bertujuan agar ada kebijakan menghalau laju industri rokok kretek. <\/p>\n\n\n\n

Pemerintah dalam hal ini harus tegas mengambil sikap, untuk kepastian dan masa depan industri rokok kretek asli Indonesia. Dimana sejarah penemuan rokok kretek tidak lain untuk pengobatan yang dilakukan H. Djamhari sebagai obat sakit bengeknya. Karena rokok kretek adalah campuran tembakau dan cengkeh, berbeda dengan rokok non kretek yang hanya memakai tembakau saja. Selama ini, belum ada uji atau riset bahwa rokok kretek berkorelasi signifikan terhadap timbulnya penyakit yang dituduhkan. Kalau menjadi salah satu bagian kecil penyebab penyakit, tentunya ya dan bukan faktor penyebab utama. Itu seperti halnya barang-barang lain yang dikonsumsi manusia secara berlebihan dan hidup tidak seimbang. Termasuk makan nasi, mengkonsumsi gula dan mengkonsumsi lainnya secara berlebihan, tanpa diimbangi olah raga dan istirahat yang cukup. <\/p>\n\n\n\n

Selain itu, posisi industri kretek sangat stategis bagi bangsa Indonesia. Industri kretek membuktikan tetap bertahan setidaknya lebih dari 130 tahun. Disaat industri lain tumbang di zaman kolonial, industri kretek tetap eksis memberikan penghidupan masyarakat Indonesia. Bahkan tergolong industri yang peka zaman, dengan memberikan kontribusi yang sangat besar. Menghidupi setidaknya 6.1 juta jiwa petani cengkeh yang tersebar di 30 provinsi, petani tembakau yang tersebar di 15 provinsi. Menghidupi ribuan karyawan yang bekerja di industri kretek. Mempunyai multiplier<\/em> <\/em>effect<\/em> ke sektor perokonomian lainnya yang berada di sekitar industri kretek. <\/p>\n\n\n\n

Keberadaan industri kretek berkontribusi adanya hak jaminan sosial dan corporate social responsibility<\/em> (CSR), seperti halnya jaminan kesehatan, bhakti pendidikan, bhakti budaya, bhakti olahraga, bhakti lingkungan dan lain sebagainya. Berkontribusi pendapatan Negara melalui setoran cukai, berkontribusi bagi kesehatan publik dari alokasi dana bagi hasil cukai hasil tembakau (DBH-CHT) untuk sarana kesehatan dan pembayaran defisit Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS).  <\/p>\n\n\n\n

Selain itu, adanya industri kretek sebagai cermin kemandirian dan kedaulatan bangsa, karena sebagai pemenuhan kebutuhan pokok rakyat dalam hal ini pendapatan masyarakat sebagai agenda pemberantasan kemiskinan. <\/p>\n\n\n\n

Dengan pertimbangan di atas, diharapkan pemerintah dalam hal ini Presiden memberikan ketegasan, apakah industri rokok nasional tetap berproduksi atau dilarang berproduksi. Kalau tetap berproduksi, pemerintah secara totalitas harus melindunginya mulai kebijakan sampai pada strategi pemasarannya. Andaikan dilarang beroperasi, pemerintah paling tidak harus berani mempersiapkan lapangan pekerjaan lain bagi petani dan buruh tani cengkeh dan tembakau, buruh industri dan mungkin menata perekonomian akibat multiplier<\/em> <\/em>effect<\/em> keberadaan industri kretek. Dan yang terpenting keberadaan industri kretek, sebagai industri nasional sebagai perwujudan agenda prioritas  tujuan Nawa Cita, sehingga jangan sampai digiring dan diatur kepentingan asing melalui rezim kesehatan sebagai leading sector, <\/em>yang belum tentu benar dan terkesan dipaksakan.  
<\/p>\n","post_title":"Ketika Pemerintah Plin-Plan Membuat Regulasi Terkait Dunia Pertembakauan","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"ketika-pemerintah-plin-plan-membuat-regulasi-terkait-dunia-pertembakauan","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-08-06 10:53:48","post_modified_gmt":"2019-08-06 03:53:48","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5936","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":16},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"epic_block_3"};

\n

Temanku itu panggilannya Djumari, rumahnya dulu daerah Kaliwungu Kudus bagian barat. Ia pulang dalam rangka ada acara nikahan saudara dari istrinya. Dasar Djumari, kalau gak ngopi bareng dan ketemu temen-temen gak puas katanya, karena mumpung di Kudus. Ia gunakan kesempatan sebelum datang kesempitan disela-sela acara nikahan saudaranya. Lewat pesan singkat WA, tanpa hitungan jam ajakan ngopi Djumari, langsung di respon banyak teman yang tergabung di group WA. Ada yang tanya kapan datangnya, ada yang komentar besuk aja ngopinya soalnya masih diluar kota, ada yang bilang sore ini aja tancap gas. Djumari menjawabi dan balas komentar teman-teman. Dihari itu, Djumari kayak artis banyak ajakan dan tawaran teman-teman. <\/p>\n\n\n\n

Memang, teman-teman alumni MTS Madrasah Qudsiyyah Kudus kompak sekali, bahkan sudah kayak saudara sendiri semua. Kita sering kumpul walaupun hanya sekedar ngopi, yang penting bertemu dan ngobrol. Tidak jarang, kita ketemu dengan agenda acara resmi dan agak resmi. Seperti disaat salah satu teman punya hajat, bahkan hajat kecilpun kayak acara \u201cmanaqiban\u201d sering mengundang teman lainya. Pasti ada yang bingung apa itu manaqiban<\/em>?. Aku jelasin sebentar, manaqiban itu, acara membaca sejarah Syeih Abdul Qodir Jaelani ulama dahulu setelah masa Shahabat Nabi, yang terkenal alimnya dan sufi serta berkaromah. Nah, bagi kita-kita penggemarnya, sering kali kita baca sejarahnya. Dengan cerita sejarah  Syeih Abdul Qodir Jaelani, kita penggemar berharap agar apa yang kita lakukan dido\u2019akan atau di amini beliau semua urusan kita lancar. Karena menurut kita penggemar, meyakini Syeih Abdul Qodir Jaelani kekasih Tuhan, kalau dalam bahasa Jawa \u201cbolone Gusti Allah\u201d. Ini sekilas penjelasan tentang istilah manaqiban<\/em>, kalau mau tau lebih lanjut, khasiat-khasiatnya, bisa kita diskusi dilain waktu aja. Yang jelas di acara manaqiban<\/em> ini sudah jadi tradisi ada \u201cingkung\u201d ayamnya. Ini yang biasa kita nantikan.<\/p>\n\n\n\n

Kembali ke acara ngopi, disore itu temenku Djumari langsung nentukan tempat ngopi dan waktunya. Kita biasa ngopi ditempat sederhana. Akhirnya, Djumari mutusin habis isya\u2019 kumpul dan ngopi di rumah teman kita satunya namanya Nur Cholis, juga tergabung dalam group WA. Setelah tahu bakal kerumahnya, Nur Cholis langsung komen, lapan enam laksanakan. Aku langsung teringat temenku namanya Fawaz, orang Betawi keturunan Arab, sering kalau jawab pas di WA pakai tulisan lapan enam.\u00a0<\/p>\n\n\n\n

Baca: PB Djarum, Prestasi Bulutangkis Nasional, dan Kegagalan KPAI Memahami Peristiwa<\/a><\/p>\n\n\n\n

Waktu isya\u2019 tiba, suasana mau hujan, sedikit grimis, hawanya lumayan dingin dibanding sebelumnya panas dan gerah. Tapi semangat ngopi dam ngobrol teman-teman tak mengendor. Bahkan di group sudah ada yang ribut, ngajak-ngajak \u201cayo ayo waktunya kopdar tiba, ada bonus banyak rezeki lho\u201d, Rifai namanya, seorang pembicara atau muballig yang sering ceramah di masyarakat. <\/p>\n\n\n\n

Aku datang sekitar jam 20.00, terlihat banyak tema yang sudah pada kumpul, didepannya ada segelas kopi. Maklum kita orang desa ngopinya gak pakai cangkir, tapi pakai gelas es yang tinggi. Dibenakku ini ngopi apa kehausan?, tapi yang penting tetap ngopi dan merokok. Di meja terlihat banyak rokok bermacam-macam mereknya, sesuai kesukaan masing-masing. Ada yang bawa Sukun Putih, ada yang bawa Gudang Garam, kebanyakan bawa LA, tapi ada juga yang bawa rokok bikinan sendiri alias \u201cTingwe\u201d nglinting dewe dirumah ditaruh plastik. Aku coba rokok tingwe itu sambil ngobrol bareng, ternyata lumayan enak ramuan rokoknya, dibanding tingwe tingwe yang pernah aku rasakan. Yang buat tingwe namanya Sutopo, profesinya sehari-hari memang jual beli tembakau. Karena penasaran, sutopo aku tanya, kok enak, ini tembakau mana?. Dijawabnya \u201cbiasa tembakau Temanggung\u201d tapi aku kasih cengkeh kualitas wahid, dan sedikit ramuan saos sendiri (bahannya dirahasiakan), yang jelas katanya bahan saos dari rempah rempah bikinan sendiri. <\/p>\n\n\n\n

Ngobrol kita mengalir tanpa ada sekat dan batasan, malah terkadang pada ngobrol sendiri-sendiri dengan teman didekatnya. Giliran Djumari disuruh cerita pengalamannya, teman teman pada diam, mungkin pada penasaran. Soalnya dulu, sebelum ke Jakarta ia bekerja di Djarum. Ia ceritakan alasannya harus ke Jakarta. Awalnya, sering pulang pergi Jakarta Kudus untuk pengobatan istrinya yang sedang sakit di salah satu pengobatan alternatif disana atas rekomendasi saudaranya yang sudah lama hidup di Jakarta. Ia menceritakan sakit istrinya yang sering pusing, dan pusingnya bukan pusing biasa, dan seringkali istrinya sampai membentur-benturkan kepalanya. Kemudian, saat diharuskan kontinyu pengobatannya, minimal satu tahun agar cepat sembuh, akhirnya ia putusin meninggalkan Kudus sementara, termasuk pekerjaannya. Alhamdulillah istrinya sekarang sudah sembuh total.\u00a0<\/p>\n\n\n\n

Baca: Cacat Pikir KPAI Memaknai Kata Ekploitasi Anak dan Promosi<\/a><\/p>\n\n\n\n

Disela sela nungguin istrinya sakit, ia sering diajak saudaranya jualan sayuran keliling. Nah, walaupun sekarang istrinya sudah sembuh, ia tetap di Jakarta. Sebab dipikirannya, kalau kembali ke Kudus mulai dari awal lagi, mending yang sudah ada didepan mata dijalanin dulu. Nanti pelan-pelan sambil melihat peluang di Kudus, ia pun akan pulang. Obrolan tetap seru, walaupun djarum jam sudah tepat diangka 12.00 malam. Namun domain obrolan lebih pada Djumari sebagai nara sumber, ia menceritakan semua pengalaman dan kejadia yang ia lihat, sampai ia menceritakan berita kalau pabrik Djarum yang dulu pernah ia singgahi, sedang dipermasalahkan KPAI. Memang sebenarnya ia tak paham alur permasalahanya. Tahunya, KPAI gak suka bulu tangkis Djarum berjalan, memusuhi rokok. <\/p>\n\n\n\n

Sebagai orang yang pernah menjadi karyawan Djarum, jadi wajar dan pantas kalau ia membela Djarum, apalagi ia asli Kudus. Saking semangatnya, ia ngomong \u201cnek aku dadi Djarum, tak tuku iku KPAI, paling ora tak lawan\u201d \u201candaikan aku yang punya Djarum, aku beli KPAI, paling tidak dilawan\u201d. Ada yang menyambar omongan, \u201csampek matek kuwe Djum, ogak bakal dadi bos Djarum\u201d \u201csampai mati kamu Djum, tidak akan jadi bos Djarum\u201d haha\u2026\u2026disambut dengan tawa klakaran teman-teman termasuk saya sendiri. Di sela-sela tawa, tuan rumah ngomong \u201cancen gawe gregeten, kenopo Djarum mung meneng, malah ngalah\u201d \u201cbikin gregeten, kenapa Djarum diam dan cenderung mengalah\u201d. <\/p>\n\n\n\n

Nah, ternyata, banyak orang yang sangat simpati dan membela pabrik Djarum, terutama orang Kudus. Rata-rata mereka, tak tahu apa yang harus dilakukan, apa yang harus diperbuat. Sebagai manusia lemah, mereka hanya bisa marah  yang terpendaam dalam hati, dengan melihat kejadian KPAI menyerang Djarum. Coba, andaikan mereka tahu kalau dibelekang KPAI ada kepentingan asing yang mengusik rokok kretek asli Kudus, yang sudah mendarah daging bagi masyarakat Kudus. Pastinya, pembelaanya lebih dari itu, bahkan mungkin mati-matian.
<\/p>\n","post_title":"Cerita di Balik Segelas Kopi untuk Djarum","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"cerita-di-balik-segelas-kopi-untuk-djarum","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-09-03 09:19:00","post_modified_gmt":"2019-09-03 02:19:00","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6014","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5999,"post_author":"877","post_date":"2019-08-28 09:40:02","post_date_gmt":"2019-08-28 02:40:02","post_content":"\n

Direktur Pusat Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Amerika Serikat (CDC), Robert Redfield, mengungkapkan kematian tragis di Illinois memperkuat dugaan karena vape<\/a> atau rokok elektrik. Berita tersebut atas laporan Dinas Kesehatan Illinois yang mengumumkan ada satu pasien yang akhirnya meninggal dunia. Kasus ini kemungkinan jadi kasus pertama kematian akibat penyakit berkaitan dengan vape.
<\/p>\n\n\n\n

Kejadian di atas menjawab keberadaan vape atau rokok elektrik sangat membahayakan. Berbeda dengan resiko rokok kretek, bisa menimbulkan penyakit jika mengkonsumsinya berlebihan atau kebanyakakan, dan hidup tidak seimbang. Misalnya dalam satu hari merokok sampai tiga atau empat bungkus, tanpa makan nasi atau makan-makanan sehat, tanpa olah raga, tanpa minum air putih, selalu didampingi kopi atau teh, istirahatnya kurang dan sebagainya. Maka dipastikan orang tersebut akan jatuh sakit bahkan meninggal dunia.\u00a0<\/p>\n\n\n\n

Baca: Terkuak, Rokok Elektrik Berbahaya bagi Kesehatan<\/a><\/p>\n\n\n\n

Tidak hanya itu, otoritas kesehatan di Amerika Serikat telah berhasil menginvestigasi kemunculan penyakit paru-paru misterius di antara kalangan pengguna rokok elektrik atau vape. Dilaporkan setidaknya ada 195 kasus potensial penyakit paru-paru di 22 Negara karena kena dampak dari vape atau rokok elektrik.
<\/p>\n\n\n\n

Jadi, masyarakat perlu waspada beredarnya vape atau rokok elektrik. Belum lagi, sebetulnya rokok elektrik atau vape, berdampak juga peningkatan perokok anak.\u00a0 Yang menjadi daya tarik bagi anak, selain bentuknya yang elegan, simpel, juga beraroma buah-buahan yang terkemas dalam cairan.<\/strong><\/p>\n\n\n\n

Orang yang mengatakan bahwa vape atau rokok elektrik lebih mensehatkan dari pada rokok kretek, pendapat tersebut sangat keliru. Disampaing efek dari rangkaian listrik dan battre juga cairan dalam rokok elektrik berpengaruh terhadap resiko jantung.  <\/p>\n\n\n\n

Hasil penelitian yang diterbitkan dalam Journal of American College of Cardiology pada Mei lalu ini menambah bukti bahwa cairan rokok elektrik dapat menghambat fungsi sel-sel tubuh yang berperan dalam kesehatan jantung. Cairan dalam vape atau rokok elektrik pada akhirnya merusak sel-sel yang melapisi pembuluh darah. <\/p>\n\n\n\n

Keberadaan vape atau rokok elektrik di pasaran sangat membahayakan bagi orang Indonesia, terlebih pemuda-pemuda, yang banyak memilih merokok vape aatau rokok elektri. Menurutnya, selain bentuk kecil, simpel dibawa dan ada aroma buah-buahan sesuai selera. Akan tetapi dibalik bentuknya yang bagus, menyembunyikan banyak penyakit ketika dikonsumsi.\u00a0<\/p>\n\n\n\n

Baca: Kata Siapa Lebih Sehat? Perokok Elektrik Berisiko Terjangkit Penyakit Kardiovaskular<\/a><\/p>\n\n\n\n

Hingga kini CDC masih melakukan investigasi lebih lanjut, dengan mengimbau agar para dokter mengumpulkan data dan sampel bila menemukan pasien dengan gejala penyakit paru serupa, tentunya akibat rokok elektrik atau vape. Bentuk dan merek rokok elektrik dan vape banyak varian dan banyak merek. JUUL termasuk merek rokok elektrik atau vape yang saat ini naik daun.\u00a0<\/p>\n\n\n\n

Ada yang mengatakan bahwa tak tepat membandingkan rokok tembakau dengan rokok elektrik. Ya benar tak tepat, karena rokok elektrik atau vape resikonya sangat tinggi. Sedang rokok tembakau resikonya kecil, apa lagi rokok kretek mungkin resikonya sangat kecil sekali terhadap tubuh. Alasannya, munculnya rokok kretek bertujuan untuk pengobatan sakit bengek, dan tujuannya berhasil. Hingga banyak orang melakukan pemesanan rokok kretek saat itu, rokok kretek belum sebagai industri besar masih bersifat rumahan,  keadaan tersebut sekitar abad 19. <\/p>\n\n\n\n

Dalam studi ini, tim peneliti menemukan bukti efek toksik pada sel-sel yang melapisi pembuluh darah dan melindungi jantung. Beberapa bukti tersebut termasuk di antaranya gangguan pada fungsi sel dan munculnya tanda-tanda peradangan. Para peneliti mengamati bagaimana respons sel saat bersentuhan dengan cairan rokok elektrik. Efek yang paling kentara terlihat pada cairan dengan rasa kayu manis.<\/p>\n\n\n\n

Baca: Riset Kesehatan Rokok Elektrik<\/a><\/p>\n\n\n\n

Sekelompok ahli kardiovaskular dari University of Massachusetts menganjurkan peneliti agar melakukan uji rokok elektrik atau vape lebih yang beraroma. Karena sumsi sementara, produk vape atau rokok elektrik yang beraroma dan punya pilihan rasa lebih berbahaya dari pada rokok vape natural. Namun yang banyak beredar dipasaran, justru yang beraroma dan berasa buah-buahan, dari pada yang natural. <\/p>\n\n\n\n

Studi pada 2018 lalu menunjukkan, penggunaan rokok elektrik harian berisiko terhadap serangan jantung, meski dengan probabilitas yang lebih rendah daripada perokok tembakau. Menurut dr Lawrence Phillips pakar kardiovaskular NYU Langone Health mengatakan \u201cKita melihat semakin banyak bukti bahwa rokok elektrik berhubungan dengan peningkatan risiko serangan jantung\u201d.<\/p>\n\n\n\n

Dari hasil pakar dan hasil studi di atas menegaskan bahwa keberadaan rokok vape atau rokok elektrik, resikonya sangat besar. Bahan utama rokok vape atau elektrik yang paling besar memberikan efek negatif pada tubuh manusia adalah cairan perasa. Akibat cairan perasa dalam rokok elektrik  atau vape termasuk merek JUUL beresiko terjadi peradangan, terjangkit penyakit jantung dan paru-paru akut, selanjutnya berakibat kematian. <\/p>\n\n\n\n

Untuk itu, demi masa depan bangsa Indonesia harusnya ada regulasi pelarangan peredaran rokok elektrik atau vape yang nyata-nyata telah ada kasus dengan didukung beberapa riset dan studi tentang konten rokok elektrik atau vape, yang hasilnya mempunyai resiko tinggi dapat menyebabkan penyakit berujung kematian.         
<\/p>\n","post_title":"Perokok Elektrik Berisiko Besar Terjangkit Penyakit Mematikan","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"perokok-elektrik-berisiko-besar-terjangkit-penyakit-mematikan","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-08-28 09:40:09","post_modified_gmt":"2019-08-28 02:40:09","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5999","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5979,"post_author":"877","post_date":"2019-08-21 09:57:26","post_date_gmt":"2019-08-21 02:57:26","post_content":"\n

Pemerintah berencana akan menerbitkan aturan simplifikasi layer cukai pada Oktober-Desember 2019. Jika benar terjadi, tindakan pemerintah itu sama saja membunuh secara perlahan industri kretek nasional. <\/p>\n\n\n\n

Jika dipikir-pikir, kebijakan simplifikasi layer cukai sangat menguntungkan industri rokok asing. Lalu apa bedanya pemerintah dengan LSM\/NGO yang getol memerangi peredaran rokok?. Nyatanya sama-sama ditunggangi kepentingan asing. Bedanya mungkin, pemerintah ditunggangi kepentingan industri rokok investor asing, kalau LSM\/NGO antirokok ada kepentingan farmasi yang berpusat di Amerika. Tapi jika dirunut dengan teliti, dua kepentingan asing tersebut yang terlihat beda, ada kemungkinan mengerucut pada satu titik yang sama. Tak lain membunuh rokok kretek asli Indonesia.<\/p>\n\n\n\n

Sebelum masuk ranah penjelasan yang sederhana tentang simplifikasi layer CHT, dampak yang ditimbulkan dan maksudnya. Terlebih dahulu perlu diuraikan makna simplifikasi, layer dan cukai secara berkesinambungan. Simplifikasi punya arti penyederhanaan, awalnya banyak dijadikan lebih sedikit, kecil, ramping dan ringkas. Tentunya, cara yang harus ditempuh dalam penyederhaan bisa jadi menggabungkan, bisa jadi dibuang\/dipotong salah satu, bisa jadi kedua-duanya dijalankan. Hubungan simplifikasi dengan industri rokok, penjelasannya di belakang setelah uraian tentang layer dan cukai.<\/p>\n\n\n\n

Layer bisa disebut dengan ungkapan lapisan, golongan, kelas, dan mungkin bisa dikatakan tingkatan. Varian rokok banyak sekali; ada rokok putih atau disebut sigaret putih mesin (SPM), ada sigaret kretek mesin (SKM), Ada sigaret kretek tangan (SKT). Ada rokok filter (ada busa) dan non filter (tidak ada busa). Ada juga rokok bercengkeh disebut kretek dan non cengkeh (tembakau saja) disebut putihan. Ada lagi rokok kretek dinamakan mild. Dari varian tersebut dibagi menjadi beberapa layer atau golongan, untuk penyesuaian pembayaran pajak cukai. Untuk mempermudah pemahaman, layer dibahasakan sebagai golongan industri rokok besar, menengah dan kecil. Sedangkan, cukai adalah pungutan pemerintah sebagai pajak. <\/p>\n\n\n\n

Nah, kira-kira uraian maknanya perkata sudah jelas. Sekarang uraian tersebut dihubungkan semua dengan rencana pemerintah kedepan untuk pungutan pajak rokok. Rencana pemerintah yang dimaksud simplikasi layer CHT, ingin menyederhanakan atau menggabungkan antara SPM dan SKM, dilebur manjadi satu golongan. Aslinya dibedakan, karena memang berbeda. SPM lebih tinggi pungutan pajaknya dari [ada SKM. SPM bukan asli produk Indonesia dan cenderung impor, dan yang punya bukan pribumi. Bahan bakunyapun tidak menggunakan tembakau Indonesia. Sangat jauh berbeda dengan SKM, industri yang padat karya dan menggunakan bahan baku lokal. Dan yang paling istimewa perbedaannya, tak lain adalah kemunculan SKM diciptakan oleh pribumi dengan mencampur tembakau dan cengkeh dalam satu batang rokok. Kemudian rokok cmpuran tersebut dinamai kretek. <\/p>\n\n\n\n

Rokok kretek terus berkembang dan inovatif seperti penjelasan di atas, ada filter, non filter, mesin, tangan, mild dan klobot. Kretek klobot tidak bercukai, karena keberadaannya hampir punah, sedikit sekali pabrikan membuat jenis klobot. Klobot satu-satunya rokok yang memakai bungkus daun jagung yang telah dikeringkan, kemudian di ikat pakai benang. Sehingga untuk kretek klobot ada pengecualian, tidak masuk dalam kategori jenis kretek di atas. <\/p>\n\n\n\n

Semua jenis kretek saat ini diproduksi oleh industri. Secara sederhana industri terbagi tiga macam, industri besar, menengah dan kecil. Paling kecil kategori industri kretek, telah mempunyai gudang untuk operasi pembuatan rokok kretek dengan luas minimal 200m2<\/sup>. Jadi, sekarang ini tidak ada lagi industri rokok kretek skala rumahan (home industri) seperti dulu lagi. <\/p>\n\n\n\n

Dari penjelasan di atas, sekarang sudah paham varian jenis rokok kretek asli produk Indonesia. Apapun bentuknya, jika rokok menggunakan campuran tembakau dan cengkeh itulah dinamakan rokok kretek, termasuk jenis mild. Dewasa ini jenis mild sangat disukai dipasaran. Hingga semua industri berlomba-lomba bikin mild. Munculnya mild tidak lain karena tuntutan dari aturan pemerintah yang membatasi nikotin dan tar. Sehingga konten tembakau mild lebih banyak memakai tembakau jenis Virginia. <\/p>\n\n\n\n

Jangan salahkan industri\/pabrikan jika makin lama kuota impor tembakau naik. Karena dibentuk oleh aturan pemerintah dan peningkatan permintaan pasar mild. Kalau begitu yang salah siapa? tentunya pemerintah yang membuat aturan low nikotin dan tar. Sulit sekali tembakau lokal untuk memenuhi batasan low nikotin dan tar sesuai aturan pemerintah. Pada akhirnya mau tidak mau industri\/pabrikan membutuhkan tembakau jenis Virginia yang sulit tumbuh dengan baik di bumi nusantara ini. Lalu apa yang dilakukan industri\/pabrikan rokok, ya impor lah. Tapi industri\/pabrikan masih sangat membutuhkan tembakau lokal. Selain sebagai bahan campuran rokok kretek mild, tembakau lokal dibuat memproduksi rokok bukan mild. <\/p>\n\n\n\n

Untuk rokok kretek mild, semuanya diproduksi memakai mesin, sedangkan selain mild ada yang pakai mesin ada yang pakai tangan. Dengan isu simplikasi layer CHT SPM dan SKM, ada dua kemungkinan. Pertama; bisa jadi SPM diturunkan levelnya disesuaikan dengan SKM. Kedua; atau SKM dinaikkan levelnya sesuai SPM. Keduanya sangat merugikan industri kretek asli produk Indonesia berupa SKM. Kalau yang pertama, keuntungan SPM (industri asing) harganya disamakan SKM, sehingga persaingan penjualan dipasaran relatif mudah, sehingga SKM sangat dirugikan. Jika demikian, pemerintah tidak melindungi industri nasional (lokal), dengan meliarkan persaingannya dipasaran sangat ketat. <\/p>\n\n\n\n

Kemungkinan yang kedua, juga demikian, sangat merugikan SKM, karena levelnya naik mengikuti SPM. Jika demikian, sangat memberatkan SKM, apalagi pangsa rokok kretek ditahun-tahun terakhir ini merosot tajam penjualannya. Kemerosotan penjualan rokok kretek juga pengaruh dari kebijakan pemerintah dan oknum (anti rokok) yang selalu merecoki industri kretek, seperti pungutan cukai naik,  pelarangan iklan, membuat isu yang dibuat-buat tanpa dasar dan lain sebagainya. Apakah keadaan industri kretek nasional saat ini, pemerintah masih memejamkan mata dan akan memberlakukan simplikasi layer CHT?. Jika demikian, sama saja pemerintah membunuh industri\/pabrikan kretek nasional dengan pelan-pelan. <\/p>\n\n\n\n

Jangan salahkan industri\/pabrikan rokok kretek jika pelan-pelan merumahkan karyawannya karena merugi bahkan tidak beroperasi. Jika pembelian bahan baku rokok kretek (tembakau dan cengkeh) menurun dan ribuan juta petani merugi, dan masih banyak lagi efek dampaknya ke segala lini yang menggantungkan hidupnya berhubungan dengan sektor pertembakauan. Pemerintah harus bertanggungjawab atas dampak tersebut, jangan asal cuci tangan jika dampak negatif terjadi. Karena pemerintahlah yang bikin aturan. <\/p>\n\n\n\n

Untuk itu, kedepan pemerintah harus hati-hati dan jeli dalam memutuskan dan memberlakukan kebijakan untuk kepentingan sektor pertembakauan. Karena, yang sudah-sudah, kebijakan pemerintah pada sektor pertembakauan tidak mengakomodir kepentingan industri nasional, cenderung mengakomodir kepentingan industri asing. Baik pemerintah, industri kretek, petani tembakau dan cengkeh serta masyarakat Indonesia harus berdaulat, saling menjaga dan saling melindungi untuk kepentingan bersama, menjadi bangsa yang besar dan kuat tanpa disetir Negara lain (asing). Inilah makna kemerdekaan yang sesungguhnya di era melenial.
<\/p>\n","post_title":"Kebijakan Simplifikasi Layer Cukai Adalah Rencana Pembunuhan terhadap Kretek","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"kebijakan-simplifikasi-layer-cukai-adalah-rencana-pembunuhan-terhadap-kretek","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-08-21 09:57:34","post_modified_gmt":"2019-08-21 02:57:34","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5979","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5956,"post_author":"877","post_date":"2019-08-14 11:00:51","post_date_gmt":"2019-08-14 04:00:51","post_content":"\n

Komisioner Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) Sitty Hikmawatty sesat pikir saat mengatakan bahwa program audisi beasiswa bulutangkis sebagai ajang ekploitasi anak. KPAI mempermasalahkan tulisan Djarum di kaos olahraga, karena sebagai ajang promosi brand rokok. Disini KPAI gagal faham membedakan antara Djarum Foundation dan Djarum industri rokok. <\/p>\n\n\n\n


Djarum Foundation sebagai wujud bhakti terhadap Bangsa dan Negara, sehingga prakteknya Djarum Foundation mengeluarkan uang, bukan mencari keuntungan. Ketika dikatakan sebagai ajang promosi produk rokok, sudah ditampik dan sudah dijelaskan secara detail pengurus Djarum Foundation, bahwa program yang dijalankan jauh dari niatan promosi produk rokok. Kalaupun ada tulisan Djarum di kaos olahraga, memang sejarahnya dari dulu sebagai nama clubnya. <\/p>\n\n\n\n


Sitty Hikmawatty sebagai komisioner KPAI, harusnya cerdas menyikapi hal tersebut. Harusnya ada apresiasi pada Djarum yang sadar akan kewajibannya, andil dalam pengembangan bakat bagi anak-anak. Dan apa yang telah dilakukan Djarum Foundation tidaklah mudah, membutuhkan tenaga dan matriil begitu besar. Sekarang pertanyaannya, siapa dan industri pribumi mana yang berani melakukan seperti itu?, bahkan KPAI pun tidak akan berani membuat program pencarian bakat secara intensif dan masif. <\/p>\n\n\n\n


KPAI harusnya faham makna perlindungan bagi anak, jangan hanya dimaknai secara sempit, semisal anak juga butuh perlindungan dari kebodohan dan kebutuhan lain yang sifatnya sangat mendesak. Nyatanya masih banyak anak \u2013anak yang tidak sekolah karena tidak mampu, masih banyak anak-anak yang hidup terlantar di Jalan, masih banyak anak-anak sebagai obyek makanan ringan yang bahannya membahayakan bagi tubuh. Dimana dan apa yang sudah dilakukan KPAI untuk melindungi anak tersebut?. Masih banyak masalah anak yang sangat penting dan krusial harus dikerjakan KPAI, dari pada mengurusi tulisan club Djarum dalam program audisi Djarum Foundation.<\/p>\n\n\n\n


Belum lagi, katanya KPAI akan mengambil langkah mengundang Kepala Daerah, dimana kotanya dibuat ajang audisi tersebut. Kalau nanti benar terjadi, menandakan kinerja KPAI tidak efektif. Masalah anak yang paling penting tidak terurus, dan selalu bergejolak di masyarakat kelas bawah. Sekali lagi seperti tidak sekolah karena orang tuanya tidak mampu atau orang tuanya meninggal dunia, walaupun sekolah katanya gratis, akan tetapi dampak lain timbul seperti halnya masalah ekonomi, akhirnya anak-anak mendingan cari uang untuk hidup sehari-hari dari pada sekolah. Anak-anak suka beli jajan (makanan ringat) di toko maupun dipinggir jalan yang mengandung bahan membahayakan bagi pertumbuhan anak. Di perempatan jalan atau lampu merah banyak anak-anak yang hidupnya menggelandang tanpa tujuan. Ini riil dan nyata di hadapan mata kita tiap hari. <\/p>\n\n\n\n


Tapi anehnya KPAI saat ini malah lebih intens mengurusi hal yang tidak penting degan melarang audisi pencarian bakat bulutangkis oleh Djarum Foundation. KPAI cenderung gagal faham dalam memahami, menafsiri, dan mensikapi hal tersebut. Anehnya lagi, apa yang dilakukan KPAI sampai ngotot. <\/p>\n\n\n\n


Kalau mau melarang program audisi Djarum Foundation, tunjukkan dulu KPAI punya program pencarian bakat seperti Djarum Foundation lakukan. Jangan seenaknya KPAI, melarang-larang tanpa solusi konkret dengan dalil perlindungan. Lucunya, KPAI dengan dalil perlindungan anak mengatakan, audisi pencarian bakat bulutangkis yes, ajang promosi no. Kalau dipahami, KPAI ingin audisi Djarum Foundation tetap jalan, tapi tulisan Djarum dihilangkan. Ini sama saja, tidak boleh menulis atau memaparkan nama club. Sedangkan pencantuman nama club sangat penting sebagai identitas dan jati diri. <\/p>\n\n\n\n


Kegiatan perlindungan untuk anak adalah pekerjaan yang sangat mulia kalau benar-benar dilakukan. KPAI, sebagai lembaga dengan memapang langsung tulisan perlindungan anak akan lebih mulia jika programnya konkret. Seperti lembaga sekolah negeri atau swasta, tanpa memakai kata-kata perlindungan, sekolah tersebut mendidik anak melindungi anak dari kebodohan untuk kesiapan masa depan. Audisi pencarian bakat bulutangkis Djarum Foundation pun demikian, kegiatannya konkret menyiapkan atlet olahraga bulutangkis. Dan apa yang telah dilakukan Djarum Foundation dengan audisinya sangat beda dari bentuk promosi. Berbeda dengan pelibatan anak-anak untuk promosi produk, murni tujuannya agar produknya laku. Apalagi produk yang ditawarkan untuk kebutuhan anak. Contohnya banyak sekali beredar iklan-iklan yang terpampang di pinggir jalan, di media sosial, bahkan di stasiun televisi, hal ini kayaknya lolos dari bahasan KPAI.<\/p>\n\n\n\n


Belum lagi, tanpa disadari lembaga KPAI juga menumpang hidup dari anak-anak. Kemana-mana membawa nama anak-anak untuk kegiatannya, bahkan sampai untuk menggalang donasi. Namun kegiatan yang betul-betul sangat dibutuhkan anak-anak belum atau bahkan tidak tersasar dan tidak menjadi prioritas. Sehingga, program KPAI untuk perlindungan anak dipastikan tidak efektif. Buktinya, KPAI membuat masalah yang sederhana dibuat rumit, seperti mempermasalahkan tulisan Djarum sebagai club dalam ajang audisi pencarian bakat Djarum Foundation Bhakti Olahraga. Jelas-jelas untuk kepentingan masa depan anak, dengan meningkakan minat dan bakat anak dalam olahraga atas dasar suka dan tidak ada paksaan.
Kata kunci pendidikan bagi anak adalah bermain, senang atau suka, sesuai keinginan, dan untuk bekal hidup selanjutnya. Jika KPAI mempermasalahkan tulisan club Djarum, yang dianggap sebagai ajang promosi dan ekploitasi anak, alasan tersebut tidak benar dan tanpa dasar. Seperti halnya penjelasan di atas, audisi pencarian bakat bulutangkis Djarum Foundation, jauh dari promosi dan ekploitasi. Tujuan utama audisi tidak lain memberikan bekal dan pendidikan bagi anak sesui keinginannya, anak belajar dengan senang, gembira, dan bermain. <\/p>\n\n\n\n


Jika kemudian KPAI dan lembaga lain yang mengatasnamakan peduli anak, melarang kegiatan audisi pencarian bakat olah raga bulutangkis yang dilakukan Djarum Foundation, sama dengan menghalangi anak Indonesia mengembangkan minat dan bakatnya sesuai keinginan, menghalangi anak Indonesia belajar sambil bermain dan gembira, menghalangi anak Indonesia untuk mendapatkan bekal hidup selanjutnya, menghalangi anak Indonesia untuk mewujudkan cita-cita. Apa yang dilakukan KPAI dan lembaga lain tersebut, sangat bertentangan dengan cita-cita Bangsa, dan cita-cita pendidikan bagi anak di Indonesia. <\/p>\n","post_title":"Sesat pikir KPAI Melarang Audisi Pencarian Bakat Bulutangkis Anak-Anak","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"sesat-pikir-kpai-melarang-audisi-pencarian-bakat-bulutangkis-anak-anak","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-08-14 11:00:58","post_modified_gmt":"2019-08-14 04:00:58","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5956","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5949,"post_author":"877","post_date":"2019-08-12 08:28:29","post_date_gmt":"2019-08-12 01:28:29","post_content":"\n

Kurban tidak semata-mata hanya menyembelih hewan, dibaliknya ada kisah indah yang bisa sebagai bahan renungan dan pengingat bagi semua. Pada kisah qurban, terdapat peran anak usia dini yang akhirnya dikenang umat Islam sedunia sepanjang masa dan juga dapat mengangkat harkat martabat keluarganya dihadapan Tuhan. Selama anak suka bahkan bahagia menjalankan perannya untuk kepentingan dirinya sendiri kedepan dan mengangkat harkat martabat keluarganya dengan bimbingan yang baik, maka hal tersebut sah-sah saja tidak ada larangan.\u00a0<\/p>\n\n\n\n

Kemarin, pada tanggal 11 Agustus 2019 hari Minggu, tepatnya pada tanggal 10 dzulhijjah 1440 M., dipagi hari umat Islam terlihat berbondong-bondong ada yang ke masjid ada yang kelapangan, tidak lain menjalankan ibadah sholat Idul Adha, atau biasa disebut hari raya qurban. Selain melakukan sholad, umat Islam merayakannya dengan menyembelih hewan qurban, seperti unta tradisi di Timur Tengah, sedangkam di Indonesia menyembelih sapi atau kerbau. Khusus di Kudus kota Kretek rerata menyembelih kerbau, sapi bagi sebagian besar masyarakat Kudus tidak mau menyembelih. Cerita yang beredar di masyarakat turun menurun, pelarangan menyembelih sapi sejak zaman kewalian yaitu Sunan Kudus sebagai penghormatan terhadap agama lain yang beranggapan hewan sapi sebagai hewan yang suci.<\/p>\n\n\n\n

Kembali ke Idul Adha, diceritakan oleh para Ulama\u2019 ada kisah tentang Nabi Ibrahim yang akan mengorbankan putranya yang masih kecil namanya Ismail (besarnya menjadi Nabi). Ceritanya Nabi Ibrahim saat tidur bermimpi, ia diperintah Tuhan untuk menyembelih putranya bernama Ismail. Saat bangun, ia merenung, berfikir sambil bertanya dihati, benarkah ini perintah Tuhan?. Kali pertama mimpinya ini, ia masih ragu antara benar perintah Tuhan atau tidak. Mimpi yang direnungkan dan difikir terjadi pada malam tanggal 08 dzulhijjah,disebut hari tarwiyah<\/em>.\u00a0<\/p>\n\n\n\n

Baca: Tinjauan Kritis Atas Larangan Iklan dan Sponshorship dengan Mencantumkan Logo, Brand Image, dan Identitas CSR Sebuah Perusahaan<\/a><\/p>\n\n\n\n

Pada malam tanggal 09 dzulhijjah Nabi Ibrahim mimpi lagi dengan perintah yang sama. Mimpi kali kedua, Nabi Ibrahim merasa yakin kalau benar-benar perintah Tuhan. Pada mimpi kedua disebut hari arafah<\/em>. Pada tanggal 10 dzulhijjah, hari Nabi Ibrahim melaksanakan perintah Tuhan untuk menyembelih Ismail (putranya), yang kemudian disebut  hari nakhr <\/em>(biasa disebut nahar bagi orang Indonesia). <\/p>\n\n\n\n

Cerita KH. Sya\u2019roni, saat pagi hari pada tanggal 10 dzulhijjah Nabi Ibrahim menyuruh istrinya bernama Siti Hajar (ibu kandung Ismail) untuk memandikan Ismail setelah itu memakaikan pakaian yang bagus-bagus, dengan alasan mau diajak jalan-jalan. Siti Hajar melaksanakan sesuai perintah suaminya, sembari menunggu istrinya selesai, Nabi Ibrahim mengasah pisaunya\/pedangnya. <\/p>\n\n\n\n

Ismail sudah siap, diajaklah jalan jalan bapaknya (Nabi Ibrahim) menuju bukit Mina di Makkah, dengan niatan mau disembelih sesui perintah Tuhan. Di tengah perjalanan, Nabi Ibrahim dihadang iblis yang berwujud manusia, dengan mengatakan Ibrahim, anakmu itu ganteng, tega kamu sembelih, urungkan niatmu. Nabi Ibrahim tidak menjawab, malah mengambil batu kecil 7 butir, kemudian batu kecil tersebut dilemparkan ke arah iblis tersebut, sambil mengatakan, pergi kamu Iblis. Nabi Ibrahim tetap melanjutkan perjalannya, dan dihadang Iblis lagi kali kedua, Nabi Ibrahim mengambil batu kecil lagi dilempar ke iblis. Kemudian Nabi melanjutkan perjalannya, dihadang iblis lagi kali ketiga, seperti penghadangan yang pertama dan kedua, Nabi mengambil batu kecil dan dilemparkan ke arah iblis, lalu Nabi Ibrahim lanjut lagi. Inilah cerita, yang menjadi cikal bakal adanya jumroh ula, jumroh wustho dan jumroh aqobah. Tiap ibadah haji jumroh ini harus diperagakan seperti halnya apa yang telah dilakukan Nabi Ibrahim dengan maksud melawan dan melempar iblis dengan batu agar tidak mengganggu..  <\/p>\n\n\n\n

Sesampainya di puncak bukit Mina, Nabi Ibrahim menceritakan mimpinya dan mengatakan maksud dan tujuannya mengajak Ismail jalan-jalan. Selesai Nabi Ibrahim cerita, kemudian Ismail berkata pada bapaknya, untuk segera menjalankan perintah Tuhan. Pada saat menyembebelih, pisau\/pedang Nabi Ibrahim tidak bisa melukai kulit Ismail, karena Nabi Ibrahim masih gelisah dan menangis saat melihat wajah Ismail. Kemudian Ismail berkata, mungkin karena bapak melihat wajahku, hingga tidak tega menyembelih, lalu Ismail membalikkan badannya memposisisikan badannya telungkup. Lalau Nabi Ibrahim dengan kesiapan hati melakukan penyembelihan yang kedua, lagi-lagi pisau\/pedangnya tidak mampu melukai kulit leher Ismail. Dengan bingung karena tidak berhasil menyembelih Ismail, turunlah Malaikat Jibril dengan membawa kambing, digantikannya Ismail dengan kambing tersebut. Bersamaan dengan turunnya wahyu Tuhan yang menjelaskan keduanya telah lulus  dari ujian. Kemudian Nabi Ibrahim membaca takbir \u201cAllahu Akbar\u201d<\/em> 3x, disaut Ismail dengan .membaca \u201cLaa ilaaha illahhu wallahu akbar<\/em>\u201d, diakhiri Malikat Jibril dengan bacaan \u201cAllahu Akbar walillahil Hamd<\/em>\u201d, dilanjutkan dengan menyembelih kambing bawaan malaikat jibril.<\/p>\n\n\n\n

Ada cerita lucu setelah Nabi Ibrahim selesai menyembelih kambing, Nabi Ibrahim bertanya pada Ismail, siapa yang paling dermawan diantara kita? Ismail menjawab, saya. Tidak bisa kata Nabi Ibrahim, saya yang paling dermawan, karena akan mngorbankan anak yang kucintai. Ismail berkata, tidak bisa, saya yang dermawan, karena bapak punya dua anak, kalau saya dikorbankan, masih punya anak satu, lalu malaikat berkata, tidak bisa, saya yang dermawan karena saya sudah kehilangan kambing satu.\u00a0\u00a0<\/p>\n\n\n\n

Baca: Kegagalan Lakpesdam PBNU dalam Melihat Produk Tembakau Alternatif<\/a><\/p>\n\n\n\n

Keterangan dalam kitab tafsir  \u201cTanwirul Adhan<\/em>\u201d penjelasan dari surat As-Saffat ayat 102 bahwa usia Ismail saat itu 13 tahun ada juga Ulama\u2019 yang mengatakan umur 7 tahun. ada riwayat lain yang mengatakan umur Ismail saat itu 14 tahun. Pada intinya saat kejadian kisah penyembelihan, Ismail masih usia anak-anak, ia dengan senang hati dan ikhlas, menjalani perannya.  <\/p>\n\n\n\n

Dari sejarah singkat qurban yang ektrim di atas, kira-kira pendapat KPAI apakah mendukung apa yang telah di lakukan Nabi Ibrahim?, atau sebaliknya mendukung Iblis yang menghalangi Nabi Ibrahim yang akan menjalankan kewajibannya sebagai hamba?. Saya yakin KPAI akan mendukung Nabi Ibrahim, tidak mendukung langkah Iblis. 
<\/p>\n\n\n\n

Walaupun ktidak persis, tapi hampir mirip kisah qurban diatas dengan audisi oleh Djarum Foundation yang melibatkan. Program audisi bulutangkis usia anak-anak Djarum Foundation, tidak lain ikut serta program pemerintah dalam mencerdaskan bangsa melalui pencarian bakat sedini mungkin. Anak-anak yang berbakat bulutangkis tentunya yang terjaring dalam audisi, dididik dengan penuh semangat oleh Djarum Foundation Bhakti olahraga. Buktinya, anak-anak tersebut disekolahkan formal, dilatih bulu tangkis dengan disiplin dan penuh tanggungjawab, tanpa dipungut biaya apapun, bahkan semua kebutuhan anak-anak tercukupi dengan baik. Pola didiknya, seperti pola pendidikan sekolah lainnya, anak-anak dididik dan diajar agar berpretasi, setidaknya punya pengetahuan, pengalaman dan keahlian sebagai bekal masa depan. Disisi lain, ternyata anak-anak yang terjaring audisi merasa sangat gembira, senang dan bangga bisa terpilih. Mereka dapat mengembangkan bakatnya, dan mendapatkan pendidikan sekolah dengan gratis.<\/p>\n\n\n\n

Tujuan utama Djarum Foundation mencari bibit unggul pebulutangkis Indonesia, yang selama ini sebagai salah satu olahraga kebanggaan masyarakat Indonesia atas banyaknya prestasi yang di peroleh. Program Djarum Foundation Bhakti olahraga jauh dari niatan ekploitasi anak untuk promosi, yang ada ekploitasi anak untuk kejayaan olah raga bulutangkis bangsa Indonesia. <\/p>\n\n\n\n

Juga, program Djarum Foundation audisi bulutangkis adalah salah satu bentuk kesadaran dan kewajibannya membangun bangsa dengan melibatkan anak-anak. Lalu apa yang salah dari Djarum Foundation Bhakti Olahraga, jelas-jelas telah menghibahkan fasilitas, pikiran hingga dana untuk kepentingan kejayaan bangsa Indonesia, melalui olahraga. Pemerintah harus mendukung program tersebut, begitupun KPAI. KPAI jangan sampai menjadi penghalang, seperti halnya penghalang Nabi Ibrahim dalam kisah di atas.  
<\/p>\n","post_title":"Refleksi Kisah Kurban sebagai Bahan Pengingat KPAI","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"refleksi-kisah-kurban-sebagai-bahan-pengingat-kpai","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-08-12 08:30:31","post_modified_gmt":"2019-08-12 01:30:31","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5949","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5936,"post_author":"877","post_date":"2019-08-06 10:53:42","post_date_gmt":"2019-08-06 03:53:42","post_content":"\n

Masalah peredaran rokok di Indonesia, pemerintah cenderung mengambil langkah aman. Sudah saatnya pemerintah harus tegas menentukan sikap pelarangan atau membolehkan peredaran rokok di tengah-tengah masyarakat. <\/p>\n\n\n\n

Sikap pemerintah sampai saat ini menimbulkan pro dan kontra. Di satu sisi pemerintah melalui Kementrian Kesehatan membuat aturan pembatasan dan pelarangan beredarnya rokok, bahkan melarang adanya iklan rokok dan mengatur packaging<\/em> dengan bermacam gambar dan peringatan yang menggelian. Di sisi lain, pemerintah mendorong peningkatkan pendapatan Negara, mendorong peningkatan ekonomi rakyat, mendorong peningkatan produktivitas rakyat dan daya saing di pasar internasional, dan mendorong pengentasan kemiskinan.<\/p>\n\n\n\n

Sekarang, efek sikap pemerintah di atas meluas kemana-mana, mulai dari isu penyederhanaan layer atau penggabungan golongan industri rokok, isu pelarangan iklan rokok di media sosial karena pengguna media sosial banyak anak-anak, sampai pada pelarangan audisi pencari bakat bulu tangkis yang dilakukan Djarum Foundation dengan alasan ekploitasi anak. Ini semua adalah beberapa agenda untuk pengendalian rokok dan tembakau di Indonesia yang alasannya sudah dipatahkan dengan data yang lebih akurat.<\/p>\n\n\n\n

Semisal, yang pro dapat menceritakan dan meruntutkan agenda pengendalian rokok dan tembakau di Indonesia sebagai agenda politik dagang internasional. Semua program pengendalian rokok dan tembakau di Indonesia mengadopsi dari program World Health Organization (WHO) organisasi program dunia yang mendapatkan sokongan dana dari industri farmasi.\u00a0<\/p>\n\n\n\n

Baca:
Ada Campur Tangan Bloomberg dalam Surat Edaran Menkes terkait Pemblokiran Iklan Rokok <\/a><\/p>\n\n\n\n

WHO tidak semata-mata bertujuan demi meningkatkan taraf kesehatan penduduk. Di sini WHO sebagai ujung tombak industri farmasi. Terjadi peralihan di lingkup kesehatan, dimana dokter dan ilmuwan kesehatan dikuasai perusahan obat (farmasi). Tujuan utamanya tidak lain untuk merebut pasar nikotin dunia, dan menggantikan pemanfaatan nikotin alami dari tembakau dengan produk rekayasa nikotin yang telah dikantongi hak patennya. Keterlibatan WHO memuluskan tujuan industri farmasi tersebut dengan mendorong negara-negara di dunia untuk memberlakukan kebijakan sesuai kerangka kesehatan, tanpa mempertimbangkan peran sosial, ekonomi, politik dan budaya. Walaupun alasan kesehatan yang dibangun ternyata tidak 100% benar dan terkesan dipaksakan. Negara yang menjadi sasaran utama adalah Negara yang berkembang, seperti Indonesia, China, Bangladesh, India, Rusia, Mesir, Thailand, Filipina dan Brazil. <\/p>\n\n\n\n

Untuk menguasai pasar nikotin di dunia, industri farmasi mendapatkan sokongan dana dari bloomberg initiative. Karena salah satu direktur dari persekutuan perusahaan farmasi dunia bernama William R. Brody punya kedekatan dengan bloomberg initiative, selain teman karib juga posisinya sebagai penasehat. <\/h4>\n\n\n\n

Tidak mengherankan jika pendukung program pengendalian rokok dan tembakau di Indonesia mendapatkan sokongan dana dari bloomberg initiative termasuk lembaga yang bergerak untuk perlindungan anak, salah satunya Komnas Perlindungan Anak Indonesia (KPAI). Apapun bentuk lembaganya, selama mendapatkan kucuran dana bloomberg initiative, program utamanya harus sinergi dengan program bloomberg initiative dan rezim kesehatan dunia (WHO) yaitu pengendalian tembakau dan rokok, terutama rokok kretek asli Indonesia.<\/p>\n\n\n\n

Ada sekitar lebih dari 20an lembaga di Indonesia mendapatkan sokongan dana langsung maupun tidak langsung dari bloomberg initiative. Lembaga-lembaga tersebut bervarian, ada lembaga yang bergerak dalam pendidikan, bergerak pemberantasan korupsi, bergerak dalam kesehatan, bergerak perlindungan konsumen, bergerak melindungi anak, bahkan sampai pada lembaga agama. Numun pada intinya leading sector<\/em> yaitu sektor potensial yang dapat\u00a0menggerakkan agenda pengendalian tembakau dan rokok di Indonesia ada pada rezim kesehatan dalam hal ini Kementerian Kesehatan. Dengan menggunakan dalil kesehatan yang mulia, agenda bloomberg initiative dan farmasi berselancar dengan baik di Indonesia. \u00a0<\/p>\n\n\n\n

Baca:
Tinjauan Kritis Atas Larangan Iklan dan Sponshorship dengan Mencantumkan Logo, Brand Image, dan Identitas CSR Sebuah Perusahaan<\/a> <\/p>\n\n\n\n

Isu kuat saat ini yang beredar untuk agenda pengendalian tembakau dan rokok di Indonesia salah satunya, KPAI melarang audisi pencarian bakat bulu tangkis sejak dini yang dilakukan Djarum Foundation dengan alasan ekploitasi anak, Kementerian Kesehatan dan KPAI melarang adanya iklan di media sosia karena akan mengakibatkan bertambahnya perokok pemula, penggabungan golongan industri rokok atau penyederhanaan layer tarif cukai rokok yang intinya pengurangan terhadap industri rokok kretek, menaikkan cukai rokok untuk mengurangi peredaran rokok, dan korelasinya rokok dengan kemiskinan bertujuan agar ada kebijakan menghalau laju industri rokok kretek. <\/p>\n\n\n\n

Pemerintah dalam hal ini harus tegas mengambil sikap, untuk kepastian dan masa depan industri rokok kretek asli Indonesia. Dimana sejarah penemuan rokok kretek tidak lain untuk pengobatan yang dilakukan H. Djamhari sebagai obat sakit bengeknya. Karena rokok kretek adalah campuran tembakau dan cengkeh, berbeda dengan rokok non kretek yang hanya memakai tembakau saja. Selama ini, belum ada uji atau riset bahwa rokok kretek berkorelasi signifikan terhadap timbulnya penyakit yang dituduhkan. Kalau menjadi salah satu bagian kecil penyebab penyakit, tentunya ya dan bukan faktor penyebab utama. Itu seperti halnya barang-barang lain yang dikonsumsi manusia secara berlebihan dan hidup tidak seimbang. Termasuk makan nasi, mengkonsumsi gula dan mengkonsumsi lainnya secara berlebihan, tanpa diimbangi olah raga dan istirahat yang cukup. <\/p>\n\n\n\n

Selain itu, posisi industri kretek sangat stategis bagi bangsa Indonesia. Industri kretek membuktikan tetap bertahan setidaknya lebih dari 130 tahun. Disaat industri lain tumbang di zaman kolonial, industri kretek tetap eksis memberikan penghidupan masyarakat Indonesia. Bahkan tergolong industri yang peka zaman, dengan memberikan kontribusi yang sangat besar. Menghidupi setidaknya 6.1 juta jiwa petani cengkeh yang tersebar di 30 provinsi, petani tembakau yang tersebar di 15 provinsi. Menghidupi ribuan karyawan yang bekerja di industri kretek. Mempunyai multiplier<\/em> <\/em>effect<\/em> ke sektor perokonomian lainnya yang berada di sekitar industri kretek. <\/p>\n\n\n\n

Keberadaan industri kretek berkontribusi adanya hak jaminan sosial dan corporate social responsibility<\/em> (CSR), seperti halnya jaminan kesehatan, bhakti pendidikan, bhakti budaya, bhakti olahraga, bhakti lingkungan dan lain sebagainya. Berkontribusi pendapatan Negara melalui setoran cukai, berkontribusi bagi kesehatan publik dari alokasi dana bagi hasil cukai hasil tembakau (DBH-CHT) untuk sarana kesehatan dan pembayaran defisit Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS).  <\/p>\n\n\n\n

Selain itu, adanya industri kretek sebagai cermin kemandirian dan kedaulatan bangsa, karena sebagai pemenuhan kebutuhan pokok rakyat dalam hal ini pendapatan masyarakat sebagai agenda pemberantasan kemiskinan. <\/p>\n\n\n\n

Dengan pertimbangan di atas, diharapkan pemerintah dalam hal ini Presiden memberikan ketegasan, apakah industri rokok nasional tetap berproduksi atau dilarang berproduksi. Kalau tetap berproduksi, pemerintah secara totalitas harus melindunginya mulai kebijakan sampai pada strategi pemasarannya. Andaikan dilarang beroperasi, pemerintah paling tidak harus berani mempersiapkan lapangan pekerjaan lain bagi petani dan buruh tani cengkeh dan tembakau, buruh industri dan mungkin menata perekonomian akibat multiplier<\/em> <\/em>effect<\/em> keberadaan industri kretek. Dan yang terpenting keberadaan industri kretek, sebagai industri nasional sebagai perwujudan agenda prioritas  tujuan Nawa Cita, sehingga jangan sampai digiring dan diatur kepentingan asing melalui rezim kesehatan sebagai leading sector, <\/em>yang belum tentu benar dan terkesan dipaksakan.  
<\/p>\n","post_title":"Ketika Pemerintah Plin-Plan Membuat Regulasi Terkait Dunia Pertembakauan","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"ketika-pemerintah-plin-plan-membuat-regulasi-terkait-dunia-pertembakauan","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-08-06 10:53:48","post_modified_gmt":"2019-08-06 03:53:48","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5936","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":16},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"epic_block_3"};

\n

Baca: Sesat pikir KPAI Melarang Audisi Pencarian Bakat Bulutangkis Anak-Anak<\/a><\/p>\n\n\n\n

Temanku itu panggilannya Djumari, rumahnya dulu daerah Kaliwungu Kudus bagian barat. Ia pulang dalam rangka ada acara nikahan saudara dari istrinya. Dasar Djumari, kalau gak ngopi bareng dan ketemu temen-temen gak puas katanya, karena mumpung di Kudus. Ia gunakan kesempatan sebelum datang kesempitan disela-sela acara nikahan saudaranya. Lewat pesan singkat WA, tanpa hitungan jam ajakan ngopi Djumari, langsung di respon banyak teman yang tergabung di group WA. Ada yang tanya kapan datangnya, ada yang komentar besuk aja ngopinya soalnya masih diluar kota, ada yang bilang sore ini aja tancap gas. Djumari menjawabi dan balas komentar teman-teman. Dihari itu, Djumari kayak artis banyak ajakan dan tawaran teman-teman. <\/p>\n\n\n\n

Memang, teman-teman alumni MTS Madrasah Qudsiyyah Kudus kompak sekali, bahkan sudah kayak saudara sendiri semua. Kita sering kumpul walaupun hanya sekedar ngopi, yang penting bertemu dan ngobrol. Tidak jarang, kita ketemu dengan agenda acara resmi dan agak resmi. Seperti disaat salah satu teman punya hajat, bahkan hajat kecilpun kayak acara \u201cmanaqiban\u201d sering mengundang teman lainya. Pasti ada yang bingung apa itu manaqiban<\/em>?. Aku jelasin sebentar, manaqiban itu, acara membaca sejarah Syeih Abdul Qodir Jaelani ulama dahulu setelah masa Shahabat Nabi, yang terkenal alimnya dan sufi serta berkaromah. Nah, bagi kita-kita penggemarnya, sering kali kita baca sejarahnya. Dengan cerita sejarah  Syeih Abdul Qodir Jaelani, kita penggemar berharap agar apa yang kita lakukan dido\u2019akan atau di amini beliau semua urusan kita lancar. Karena menurut kita penggemar, meyakini Syeih Abdul Qodir Jaelani kekasih Tuhan, kalau dalam bahasa Jawa \u201cbolone Gusti Allah\u201d. Ini sekilas penjelasan tentang istilah manaqiban<\/em>, kalau mau tau lebih lanjut, khasiat-khasiatnya, bisa kita diskusi dilain waktu aja. Yang jelas di acara manaqiban<\/em> ini sudah jadi tradisi ada \u201cingkung\u201d ayamnya. Ini yang biasa kita nantikan.<\/p>\n\n\n\n

Kembali ke acara ngopi, disore itu temenku Djumari langsung nentukan tempat ngopi dan waktunya. Kita biasa ngopi ditempat sederhana. Akhirnya, Djumari mutusin habis isya\u2019 kumpul dan ngopi di rumah teman kita satunya namanya Nur Cholis, juga tergabung dalam group WA. Setelah tahu bakal kerumahnya, Nur Cholis langsung komen, lapan enam laksanakan. Aku langsung teringat temenku namanya Fawaz, orang Betawi keturunan Arab, sering kalau jawab pas di WA pakai tulisan lapan enam.\u00a0<\/p>\n\n\n\n

Baca: PB Djarum, Prestasi Bulutangkis Nasional, dan Kegagalan KPAI Memahami Peristiwa<\/a><\/p>\n\n\n\n

Waktu isya\u2019 tiba, suasana mau hujan, sedikit grimis, hawanya lumayan dingin dibanding sebelumnya panas dan gerah. Tapi semangat ngopi dam ngobrol teman-teman tak mengendor. Bahkan di group sudah ada yang ribut, ngajak-ngajak \u201cayo ayo waktunya kopdar tiba, ada bonus banyak rezeki lho\u201d, Rifai namanya, seorang pembicara atau muballig yang sering ceramah di masyarakat. <\/p>\n\n\n\n

Aku datang sekitar jam 20.00, terlihat banyak tema yang sudah pada kumpul, didepannya ada segelas kopi. Maklum kita orang desa ngopinya gak pakai cangkir, tapi pakai gelas es yang tinggi. Dibenakku ini ngopi apa kehausan?, tapi yang penting tetap ngopi dan merokok. Di meja terlihat banyak rokok bermacam-macam mereknya, sesuai kesukaan masing-masing. Ada yang bawa Sukun Putih, ada yang bawa Gudang Garam, kebanyakan bawa LA, tapi ada juga yang bawa rokok bikinan sendiri alias \u201cTingwe\u201d nglinting dewe dirumah ditaruh plastik. Aku coba rokok tingwe itu sambil ngobrol bareng, ternyata lumayan enak ramuan rokoknya, dibanding tingwe tingwe yang pernah aku rasakan. Yang buat tingwe namanya Sutopo, profesinya sehari-hari memang jual beli tembakau. Karena penasaran, sutopo aku tanya, kok enak, ini tembakau mana?. Dijawabnya \u201cbiasa tembakau Temanggung\u201d tapi aku kasih cengkeh kualitas wahid, dan sedikit ramuan saos sendiri (bahannya dirahasiakan), yang jelas katanya bahan saos dari rempah rempah bikinan sendiri. <\/p>\n\n\n\n

Ngobrol kita mengalir tanpa ada sekat dan batasan, malah terkadang pada ngobrol sendiri-sendiri dengan teman didekatnya. Giliran Djumari disuruh cerita pengalamannya, teman teman pada diam, mungkin pada penasaran. Soalnya dulu, sebelum ke Jakarta ia bekerja di Djarum. Ia ceritakan alasannya harus ke Jakarta. Awalnya, sering pulang pergi Jakarta Kudus untuk pengobatan istrinya yang sedang sakit di salah satu pengobatan alternatif disana atas rekomendasi saudaranya yang sudah lama hidup di Jakarta. Ia menceritakan sakit istrinya yang sering pusing, dan pusingnya bukan pusing biasa, dan seringkali istrinya sampai membentur-benturkan kepalanya. Kemudian, saat diharuskan kontinyu pengobatannya, minimal satu tahun agar cepat sembuh, akhirnya ia putusin meninggalkan Kudus sementara, termasuk pekerjaannya. Alhamdulillah istrinya sekarang sudah sembuh total.\u00a0<\/p>\n\n\n\n

Baca: Cacat Pikir KPAI Memaknai Kata Ekploitasi Anak dan Promosi<\/a><\/p>\n\n\n\n

Disela sela nungguin istrinya sakit, ia sering diajak saudaranya jualan sayuran keliling. Nah, walaupun sekarang istrinya sudah sembuh, ia tetap di Jakarta. Sebab dipikirannya, kalau kembali ke Kudus mulai dari awal lagi, mending yang sudah ada didepan mata dijalanin dulu. Nanti pelan-pelan sambil melihat peluang di Kudus, ia pun akan pulang. Obrolan tetap seru, walaupun djarum jam sudah tepat diangka 12.00 malam. Namun domain obrolan lebih pada Djumari sebagai nara sumber, ia menceritakan semua pengalaman dan kejadia yang ia lihat, sampai ia menceritakan berita kalau pabrik Djarum yang dulu pernah ia singgahi, sedang dipermasalahkan KPAI. Memang sebenarnya ia tak paham alur permasalahanya. Tahunya, KPAI gak suka bulu tangkis Djarum berjalan, memusuhi rokok. <\/p>\n\n\n\n

Sebagai orang yang pernah menjadi karyawan Djarum, jadi wajar dan pantas kalau ia membela Djarum, apalagi ia asli Kudus. Saking semangatnya, ia ngomong \u201cnek aku dadi Djarum, tak tuku iku KPAI, paling ora tak lawan\u201d \u201candaikan aku yang punya Djarum, aku beli KPAI, paling tidak dilawan\u201d. Ada yang menyambar omongan, \u201csampek matek kuwe Djum, ogak bakal dadi bos Djarum\u201d \u201csampai mati kamu Djum, tidak akan jadi bos Djarum\u201d haha\u2026\u2026disambut dengan tawa klakaran teman-teman termasuk saya sendiri. Di sela-sela tawa, tuan rumah ngomong \u201cancen gawe gregeten, kenopo Djarum mung meneng, malah ngalah\u201d \u201cbikin gregeten, kenapa Djarum diam dan cenderung mengalah\u201d. <\/p>\n\n\n\n

Nah, ternyata, banyak orang yang sangat simpati dan membela pabrik Djarum, terutama orang Kudus. Rata-rata mereka, tak tahu apa yang harus dilakukan, apa yang harus diperbuat. Sebagai manusia lemah, mereka hanya bisa marah  yang terpendaam dalam hati, dengan melihat kejadian KPAI menyerang Djarum. Coba, andaikan mereka tahu kalau dibelekang KPAI ada kepentingan asing yang mengusik rokok kretek asli Kudus, yang sudah mendarah daging bagi masyarakat Kudus. Pastinya, pembelaanya lebih dari itu, bahkan mungkin mati-matian.
<\/p>\n","post_title":"Cerita di Balik Segelas Kopi untuk Djarum","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"cerita-di-balik-segelas-kopi-untuk-djarum","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-09-03 09:19:00","post_modified_gmt":"2019-09-03 02:19:00","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6014","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5999,"post_author":"877","post_date":"2019-08-28 09:40:02","post_date_gmt":"2019-08-28 02:40:02","post_content":"\n

Direktur Pusat Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Amerika Serikat (CDC), Robert Redfield, mengungkapkan kematian tragis di Illinois memperkuat dugaan karena vape<\/a> atau rokok elektrik. Berita tersebut atas laporan Dinas Kesehatan Illinois yang mengumumkan ada satu pasien yang akhirnya meninggal dunia. Kasus ini kemungkinan jadi kasus pertama kematian akibat penyakit berkaitan dengan vape.
<\/p>\n\n\n\n

Kejadian di atas menjawab keberadaan vape atau rokok elektrik sangat membahayakan. Berbeda dengan resiko rokok kretek, bisa menimbulkan penyakit jika mengkonsumsinya berlebihan atau kebanyakakan, dan hidup tidak seimbang. Misalnya dalam satu hari merokok sampai tiga atau empat bungkus, tanpa makan nasi atau makan-makanan sehat, tanpa olah raga, tanpa minum air putih, selalu didampingi kopi atau teh, istirahatnya kurang dan sebagainya. Maka dipastikan orang tersebut akan jatuh sakit bahkan meninggal dunia.\u00a0<\/p>\n\n\n\n

Baca: Terkuak, Rokok Elektrik Berbahaya bagi Kesehatan<\/a><\/p>\n\n\n\n

Tidak hanya itu, otoritas kesehatan di Amerika Serikat telah berhasil menginvestigasi kemunculan penyakit paru-paru misterius di antara kalangan pengguna rokok elektrik atau vape. Dilaporkan setidaknya ada 195 kasus potensial penyakit paru-paru di 22 Negara karena kena dampak dari vape atau rokok elektrik.
<\/p>\n\n\n\n

Jadi, masyarakat perlu waspada beredarnya vape atau rokok elektrik. Belum lagi, sebetulnya rokok elektrik atau vape, berdampak juga peningkatan perokok anak.\u00a0 Yang menjadi daya tarik bagi anak, selain bentuknya yang elegan, simpel, juga beraroma buah-buahan yang terkemas dalam cairan.<\/strong><\/p>\n\n\n\n

Orang yang mengatakan bahwa vape atau rokok elektrik lebih mensehatkan dari pada rokok kretek, pendapat tersebut sangat keliru. Disampaing efek dari rangkaian listrik dan battre juga cairan dalam rokok elektrik berpengaruh terhadap resiko jantung.  <\/p>\n\n\n\n

Hasil penelitian yang diterbitkan dalam Journal of American College of Cardiology pada Mei lalu ini menambah bukti bahwa cairan rokok elektrik dapat menghambat fungsi sel-sel tubuh yang berperan dalam kesehatan jantung. Cairan dalam vape atau rokok elektrik pada akhirnya merusak sel-sel yang melapisi pembuluh darah. <\/p>\n\n\n\n

Keberadaan vape atau rokok elektrik di pasaran sangat membahayakan bagi orang Indonesia, terlebih pemuda-pemuda, yang banyak memilih merokok vape aatau rokok elektri. Menurutnya, selain bentuk kecil, simpel dibawa dan ada aroma buah-buahan sesuai selera. Akan tetapi dibalik bentuknya yang bagus, menyembunyikan banyak penyakit ketika dikonsumsi.\u00a0<\/p>\n\n\n\n

Baca: Kata Siapa Lebih Sehat? Perokok Elektrik Berisiko Terjangkit Penyakit Kardiovaskular<\/a><\/p>\n\n\n\n

Hingga kini CDC masih melakukan investigasi lebih lanjut, dengan mengimbau agar para dokter mengumpulkan data dan sampel bila menemukan pasien dengan gejala penyakit paru serupa, tentunya akibat rokok elektrik atau vape. Bentuk dan merek rokok elektrik dan vape banyak varian dan banyak merek. JUUL termasuk merek rokok elektrik atau vape yang saat ini naik daun.\u00a0<\/p>\n\n\n\n

Ada yang mengatakan bahwa tak tepat membandingkan rokok tembakau dengan rokok elektrik. Ya benar tak tepat, karena rokok elektrik atau vape resikonya sangat tinggi. Sedang rokok tembakau resikonya kecil, apa lagi rokok kretek mungkin resikonya sangat kecil sekali terhadap tubuh. Alasannya, munculnya rokok kretek bertujuan untuk pengobatan sakit bengek, dan tujuannya berhasil. Hingga banyak orang melakukan pemesanan rokok kretek saat itu, rokok kretek belum sebagai industri besar masih bersifat rumahan,  keadaan tersebut sekitar abad 19. <\/p>\n\n\n\n

Dalam studi ini, tim peneliti menemukan bukti efek toksik pada sel-sel yang melapisi pembuluh darah dan melindungi jantung. Beberapa bukti tersebut termasuk di antaranya gangguan pada fungsi sel dan munculnya tanda-tanda peradangan. Para peneliti mengamati bagaimana respons sel saat bersentuhan dengan cairan rokok elektrik. Efek yang paling kentara terlihat pada cairan dengan rasa kayu manis.<\/p>\n\n\n\n

Baca: Riset Kesehatan Rokok Elektrik<\/a><\/p>\n\n\n\n

Sekelompok ahli kardiovaskular dari University of Massachusetts menganjurkan peneliti agar melakukan uji rokok elektrik atau vape lebih yang beraroma. Karena sumsi sementara, produk vape atau rokok elektrik yang beraroma dan punya pilihan rasa lebih berbahaya dari pada rokok vape natural. Namun yang banyak beredar dipasaran, justru yang beraroma dan berasa buah-buahan, dari pada yang natural. <\/p>\n\n\n\n

Studi pada 2018 lalu menunjukkan, penggunaan rokok elektrik harian berisiko terhadap serangan jantung, meski dengan probabilitas yang lebih rendah daripada perokok tembakau. Menurut dr Lawrence Phillips pakar kardiovaskular NYU Langone Health mengatakan \u201cKita melihat semakin banyak bukti bahwa rokok elektrik berhubungan dengan peningkatan risiko serangan jantung\u201d.<\/p>\n\n\n\n

Dari hasil pakar dan hasil studi di atas menegaskan bahwa keberadaan rokok vape atau rokok elektrik, resikonya sangat besar. Bahan utama rokok vape atau elektrik yang paling besar memberikan efek negatif pada tubuh manusia adalah cairan perasa. Akibat cairan perasa dalam rokok elektrik  atau vape termasuk merek JUUL beresiko terjadi peradangan, terjangkit penyakit jantung dan paru-paru akut, selanjutnya berakibat kematian. <\/p>\n\n\n\n

Untuk itu, demi masa depan bangsa Indonesia harusnya ada regulasi pelarangan peredaran rokok elektrik atau vape yang nyata-nyata telah ada kasus dengan didukung beberapa riset dan studi tentang konten rokok elektrik atau vape, yang hasilnya mempunyai resiko tinggi dapat menyebabkan penyakit berujung kematian.         
<\/p>\n","post_title":"Perokok Elektrik Berisiko Besar Terjangkit Penyakit Mematikan","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"perokok-elektrik-berisiko-besar-terjangkit-penyakit-mematikan","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-08-28 09:40:09","post_modified_gmt":"2019-08-28 02:40:09","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5999","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5979,"post_author":"877","post_date":"2019-08-21 09:57:26","post_date_gmt":"2019-08-21 02:57:26","post_content":"\n

Pemerintah berencana akan menerbitkan aturan simplifikasi layer cukai pada Oktober-Desember 2019. Jika benar terjadi, tindakan pemerintah itu sama saja membunuh secara perlahan industri kretek nasional. <\/p>\n\n\n\n

Jika dipikir-pikir, kebijakan simplifikasi layer cukai sangat menguntungkan industri rokok asing. Lalu apa bedanya pemerintah dengan LSM\/NGO yang getol memerangi peredaran rokok?. Nyatanya sama-sama ditunggangi kepentingan asing. Bedanya mungkin, pemerintah ditunggangi kepentingan industri rokok investor asing, kalau LSM\/NGO antirokok ada kepentingan farmasi yang berpusat di Amerika. Tapi jika dirunut dengan teliti, dua kepentingan asing tersebut yang terlihat beda, ada kemungkinan mengerucut pada satu titik yang sama. Tak lain membunuh rokok kretek asli Indonesia.<\/p>\n\n\n\n

Sebelum masuk ranah penjelasan yang sederhana tentang simplifikasi layer CHT, dampak yang ditimbulkan dan maksudnya. Terlebih dahulu perlu diuraikan makna simplifikasi, layer dan cukai secara berkesinambungan. Simplifikasi punya arti penyederhanaan, awalnya banyak dijadikan lebih sedikit, kecil, ramping dan ringkas. Tentunya, cara yang harus ditempuh dalam penyederhaan bisa jadi menggabungkan, bisa jadi dibuang\/dipotong salah satu, bisa jadi kedua-duanya dijalankan. Hubungan simplifikasi dengan industri rokok, penjelasannya di belakang setelah uraian tentang layer dan cukai.<\/p>\n\n\n\n

Layer bisa disebut dengan ungkapan lapisan, golongan, kelas, dan mungkin bisa dikatakan tingkatan. Varian rokok banyak sekali; ada rokok putih atau disebut sigaret putih mesin (SPM), ada sigaret kretek mesin (SKM), Ada sigaret kretek tangan (SKT). Ada rokok filter (ada busa) dan non filter (tidak ada busa). Ada juga rokok bercengkeh disebut kretek dan non cengkeh (tembakau saja) disebut putihan. Ada lagi rokok kretek dinamakan mild. Dari varian tersebut dibagi menjadi beberapa layer atau golongan, untuk penyesuaian pembayaran pajak cukai. Untuk mempermudah pemahaman, layer dibahasakan sebagai golongan industri rokok besar, menengah dan kecil. Sedangkan, cukai adalah pungutan pemerintah sebagai pajak. <\/p>\n\n\n\n

Nah, kira-kira uraian maknanya perkata sudah jelas. Sekarang uraian tersebut dihubungkan semua dengan rencana pemerintah kedepan untuk pungutan pajak rokok. Rencana pemerintah yang dimaksud simplikasi layer CHT, ingin menyederhanakan atau menggabungkan antara SPM dan SKM, dilebur manjadi satu golongan. Aslinya dibedakan, karena memang berbeda. SPM lebih tinggi pungutan pajaknya dari [ada SKM. SPM bukan asli produk Indonesia dan cenderung impor, dan yang punya bukan pribumi. Bahan bakunyapun tidak menggunakan tembakau Indonesia. Sangat jauh berbeda dengan SKM, industri yang padat karya dan menggunakan bahan baku lokal. Dan yang paling istimewa perbedaannya, tak lain adalah kemunculan SKM diciptakan oleh pribumi dengan mencampur tembakau dan cengkeh dalam satu batang rokok. Kemudian rokok cmpuran tersebut dinamai kretek. <\/p>\n\n\n\n

Rokok kretek terus berkembang dan inovatif seperti penjelasan di atas, ada filter, non filter, mesin, tangan, mild dan klobot. Kretek klobot tidak bercukai, karena keberadaannya hampir punah, sedikit sekali pabrikan membuat jenis klobot. Klobot satu-satunya rokok yang memakai bungkus daun jagung yang telah dikeringkan, kemudian di ikat pakai benang. Sehingga untuk kretek klobot ada pengecualian, tidak masuk dalam kategori jenis kretek di atas. <\/p>\n\n\n\n

Semua jenis kretek saat ini diproduksi oleh industri. Secara sederhana industri terbagi tiga macam, industri besar, menengah dan kecil. Paling kecil kategori industri kretek, telah mempunyai gudang untuk operasi pembuatan rokok kretek dengan luas minimal 200m2<\/sup>. Jadi, sekarang ini tidak ada lagi industri rokok kretek skala rumahan (home industri) seperti dulu lagi. <\/p>\n\n\n\n

Dari penjelasan di atas, sekarang sudah paham varian jenis rokok kretek asli produk Indonesia. Apapun bentuknya, jika rokok menggunakan campuran tembakau dan cengkeh itulah dinamakan rokok kretek, termasuk jenis mild. Dewasa ini jenis mild sangat disukai dipasaran. Hingga semua industri berlomba-lomba bikin mild. Munculnya mild tidak lain karena tuntutan dari aturan pemerintah yang membatasi nikotin dan tar. Sehingga konten tembakau mild lebih banyak memakai tembakau jenis Virginia. <\/p>\n\n\n\n

Jangan salahkan industri\/pabrikan jika makin lama kuota impor tembakau naik. Karena dibentuk oleh aturan pemerintah dan peningkatan permintaan pasar mild. Kalau begitu yang salah siapa? tentunya pemerintah yang membuat aturan low nikotin dan tar. Sulit sekali tembakau lokal untuk memenuhi batasan low nikotin dan tar sesuai aturan pemerintah. Pada akhirnya mau tidak mau industri\/pabrikan membutuhkan tembakau jenis Virginia yang sulit tumbuh dengan baik di bumi nusantara ini. Lalu apa yang dilakukan industri\/pabrikan rokok, ya impor lah. Tapi industri\/pabrikan masih sangat membutuhkan tembakau lokal. Selain sebagai bahan campuran rokok kretek mild, tembakau lokal dibuat memproduksi rokok bukan mild. <\/p>\n\n\n\n

Untuk rokok kretek mild, semuanya diproduksi memakai mesin, sedangkan selain mild ada yang pakai mesin ada yang pakai tangan. Dengan isu simplikasi layer CHT SPM dan SKM, ada dua kemungkinan. Pertama; bisa jadi SPM diturunkan levelnya disesuaikan dengan SKM. Kedua; atau SKM dinaikkan levelnya sesuai SPM. Keduanya sangat merugikan industri kretek asli produk Indonesia berupa SKM. Kalau yang pertama, keuntungan SPM (industri asing) harganya disamakan SKM, sehingga persaingan penjualan dipasaran relatif mudah, sehingga SKM sangat dirugikan. Jika demikian, pemerintah tidak melindungi industri nasional (lokal), dengan meliarkan persaingannya dipasaran sangat ketat. <\/p>\n\n\n\n

Kemungkinan yang kedua, juga demikian, sangat merugikan SKM, karena levelnya naik mengikuti SPM. Jika demikian, sangat memberatkan SKM, apalagi pangsa rokok kretek ditahun-tahun terakhir ini merosot tajam penjualannya. Kemerosotan penjualan rokok kretek juga pengaruh dari kebijakan pemerintah dan oknum (anti rokok) yang selalu merecoki industri kretek, seperti pungutan cukai naik,  pelarangan iklan, membuat isu yang dibuat-buat tanpa dasar dan lain sebagainya. Apakah keadaan industri kretek nasional saat ini, pemerintah masih memejamkan mata dan akan memberlakukan simplikasi layer CHT?. Jika demikian, sama saja pemerintah membunuh industri\/pabrikan kretek nasional dengan pelan-pelan. <\/p>\n\n\n\n

Jangan salahkan industri\/pabrikan rokok kretek jika pelan-pelan merumahkan karyawannya karena merugi bahkan tidak beroperasi. Jika pembelian bahan baku rokok kretek (tembakau dan cengkeh) menurun dan ribuan juta petani merugi, dan masih banyak lagi efek dampaknya ke segala lini yang menggantungkan hidupnya berhubungan dengan sektor pertembakauan. Pemerintah harus bertanggungjawab atas dampak tersebut, jangan asal cuci tangan jika dampak negatif terjadi. Karena pemerintahlah yang bikin aturan. <\/p>\n\n\n\n

Untuk itu, kedepan pemerintah harus hati-hati dan jeli dalam memutuskan dan memberlakukan kebijakan untuk kepentingan sektor pertembakauan. Karena, yang sudah-sudah, kebijakan pemerintah pada sektor pertembakauan tidak mengakomodir kepentingan industri nasional, cenderung mengakomodir kepentingan industri asing. Baik pemerintah, industri kretek, petani tembakau dan cengkeh serta masyarakat Indonesia harus berdaulat, saling menjaga dan saling melindungi untuk kepentingan bersama, menjadi bangsa yang besar dan kuat tanpa disetir Negara lain (asing). Inilah makna kemerdekaan yang sesungguhnya di era melenial.
<\/p>\n","post_title":"Kebijakan Simplifikasi Layer Cukai Adalah Rencana Pembunuhan terhadap Kretek","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"kebijakan-simplifikasi-layer-cukai-adalah-rencana-pembunuhan-terhadap-kretek","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-08-21 09:57:34","post_modified_gmt":"2019-08-21 02:57:34","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5979","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5956,"post_author":"877","post_date":"2019-08-14 11:00:51","post_date_gmt":"2019-08-14 04:00:51","post_content":"\n

Komisioner Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) Sitty Hikmawatty sesat pikir saat mengatakan bahwa program audisi beasiswa bulutangkis sebagai ajang ekploitasi anak. KPAI mempermasalahkan tulisan Djarum di kaos olahraga, karena sebagai ajang promosi brand rokok. Disini KPAI gagal faham membedakan antara Djarum Foundation dan Djarum industri rokok. <\/p>\n\n\n\n


Djarum Foundation sebagai wujud bhakti terhadap Bangsa dan Negara, sehingga prakteknya Djarum Foundation mengeluarkan uang, bukan mencari keuntungan. Ketika dikatakan sebagai ajang promosi produk rokok, sudah ditampik dan sudah dijelaskan secara detail pengurus Djarum Foundation, bahwa program yang dijalankan jauh dari niatan promosi produk rokok. Kalaupun ada tulisan Djarum di kaos olahraga, memang sejarahnya dari dulu sebagai nama clubnya. <\/p>\n\n\n\n


Sitty Hikmawatty sebagai komisioner KPAI, harusnya cerdas menyikapi hal tersebut. Harusnya ada apresiasi pada Djarum yang sadar akan kewajibannya, andil dalam pengembangan bakat bagi anak-anak. Dan apa yang telah dilakukan Djarum Foundation tidaklah mudah, membutuhkan tenaga dan matriil begitu besar. Sekarang pertanyaannya, siapa dan industri pribumi mana yang berani melakukan seperti itu?, bahkan KPAI pun tidak akan berani membuat program pencarian bakat secara intensif dan masif. <\/p>\n\n\n\n


KPAI harusnya faham makna perlindungan bagi anak, jangan hanya dimaknai secara sempit, semisal anak juga butuh perlindungan dari kebodohan dan kebutuhan lain yang sifatnya sangat mendesak. Nyatanya masih banyak anak \u2013anak yang tidak sekolah karena tidak mampu, masih banyak anak-anak yang hidup terlantar di Jalan, masih banyak anak-anak sebagai obyek makanan ringan yang bahannya membahayakan bagi tubuh. Dimana dan apa yang sudah dilakukan KPAI untuk melindungi anak tersebut?. Masih banyak masalah anak yang sangat penting dan krusial harus dikerjakan KPAI, dari pada mengurusi tulisan club Djarum dalam program audisi Djarum Foundation.<\/p>\n\n\n\n


Belum lagi, katanya KPAI akan mengambil langkah mengundang Kepala Daerah, dimana kotanya dibuat ajang audisi tersebut. Kalau nanti benar terjadi, menandakan kinerja KPAI tidak efektif. Masalah anak yang paling penting tidak terurus, dan selalu bergejolak di masyarakat kelas bawah. Sekali lagi seperti tidak sekolah karena orang tuanya tidak mampu atau orang tuanya meninggal dunia, walaupun sekolah katanya gratis, akan tetapi dampak lain timbul seperti halnya masalah ekonomi, akhirnya anak-anak mendingan cari uang untuk hidup sehari-hari dari pada sekolah. Anak-anak suka beli jajan (makanan ringat) di toko maupun dipinggir jalan yang mengandung bahan membahayakan bagi pertumbuhan anak. Di perempatan jalan atau lampu merah banyak anak-anak yang hidupnya menggelandang tanpa tujuan. Ini riil dan nyata di hadapan mata kita tiap hari. <\/p>\n\n\n\n


Tapi anehnya KPAI saat ini malah lebih intens mengurusi hal yang tidak penting degan melarang audisi pencarian bakat bulutangkis oleh Djarum Foundation. KPAI cenderung gagal faham dalam memahami, menafsiri, dan mensikapi hal tersebut. Anehnya lagi, apa yang dilakukan KPAI sampai ngotot. <\/p>\n\n\n\n


Kalau mau melarang program audisi Djarum Foundation, tunjukkan dulu KPAI punya program pencarian bakat seperti Djarum Foundation lakukan. Jangan seenaknya KPAI, melarang-larang tanpa solusi konkret dengan dalil perlindungan. Lucunya, KPAI dengan dalil perlindungan anak mengatakan, audisi pencarian bakat bulutangkis yes, ajang promosi no. Kalau dipahami, KPAI ingin audisi Djarum Foundation tetap jalan, tapi tulisan Djarum dihilangkan. Ini sama saja, tidak boleh menulis atau memaparkan nama club. Sedangkan pencantuman nama club sangat penting sebagai identitas dan jati diri. <\/p>\n\n\n\n


Kegiatan perlindungan untuk anak adalah pekerjaan yang sangat mulia kalau benar-benar dilakukan. KPAI, sebagai lembaga dengan memapang langsung tulisan perlindungan anak akan lebih mulia jika programnya konkret. Seperti lembaga sekolah negeri atau swasta, tanpa memakai kata-kata perlindungan, sekolah tersebut mendidik anak melindungi anak dari kebodohan untuk kesiapan masa depan. Audisi pencarian bakat bulutangkis Djarum Foundation pun demikian, kegiatannya konkret menyiapkan atlet olahraga bulutangkis. Dan apa yang telah dilakukan Djarum Foundation dengan audisinya sangat beda dari bentuk promosi. Berbeda dengan pelibatan anak-anak untuk promosi produk, murni tujuannya agar produknya laku. Apalagi produk yang ditawarkan untuk kebutuhan anak. Contohnya banyak sekali beredar iklan-iklan yang terpampang di pinggir jalan, di media sosial, bahkan di stasiun televisi, hal ini kayaknya lolos dari bahasan KPAI.<\/p>\n\n\n\n


Belum lagi, tanpa disadari lembaga KPAI juga menumpang hidup dari anak-anak. Kemana-mana membawa nama anak-anak untuk kegiatannya, bahkan sampai untuk menggalang donasi. Namun kegiatan yang betul-betul sangat dibutuhkan anak-anak belum atau bahkan tidak tersasar dan tidak menjadi prioritas. Sehingga, program KPAI untuk perlindungan anak dipastikan tidak efektif. Buktinya, KPAI membuat masalah yang sederhana dibuat rumit, seperti mempermasalahkan tulisan Djarum sebagai club dalam ajang audisi pencarian bakat Djarum Foundation Bhakti Olahraga. Jelas-jelas untuk kepentingan masa depan anak, dengan meningkakan minat dan bakat anak dalam olahraga atas dasar suka dan tidak ada paksaan.
Kata kunci pendidikan bagi anak adalah bermain, senang atau suka, sesuai keinginan, dan untuk bekal hidup selanjutnya. Jika KPAI mempermasalahkan tulisan club Djarum, yang dianggap sebagai ajang promosi dan ekploitasi anak, alasan tersebut tidak benar dan tanpa dasar. Seperti halnya penjelasan di atas, audisi pencarian bakat bulutangkis Djarum Foundation, jauh dari promosi dan ekploitasi. Tujuan utama audisi tidak lain memberikan bekal dan pendidikan bagi anak sesui keinginannya, anak belajar dengan senang, gembira, dan bermain. <\/p>\n\n\n\n


Jika kemudian KPAI dan lembaga lain yang mengatasnamakan peduli anak, melarang kegiatan audisi pencarian bakat olah raga bulutangkis yang dilakukan Djarum Foundation, sama dengan menghalangi anak Indonesia mengembangkan minat dan bakatnya sesuai keinginan, menghalangi anak Indonesia belajar sambil bermain dan gembira, menghalangi anak Indonesia untuk mendapatkan bekal hidup selanjutnya, menghalangi anak Indonesia untuk mewujudkan cita-cita. Apa yang dilakukan KPAI dan lembaga lain tersebut, sangat bertentangan dengan cita-cita Bangsa, dan cita-cita pendidikan bagi anak di Indonesia. <\/p>\n","post_title":"Sesat pikir KPAI Melarang Audisi Pencarian Bakat Bulutangkis Anak-Anak","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"sesat-pikir-kpai-melarang-audisi-pencarian-bakat-bulutangkis-anak-anak","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-08-14 11:00:58","post_modified_gmt":"2019-08-14 04:00:58","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5956","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5949,"post_author":"877","post_date":"2019-08-12 08:28:29","post_date_gmt":"2019-08-12 01:28:29","post_content":"\n

Kurban tidak semata-mata hanya menyembelih hewan, dibaliknya ada kisah indah yang bisa sebagai bahan renungan dan pengingat bagi semua. Pada kisah qurban, terdapat peran anak usia dini yang akhirnya dikenang umat Islam sedunia sepanjang masa dan juga dapat mengangkat harkat martabat keluarganya dihadapan Tuhan. Selama anak suka bahkan bahagia menjalankan perannya untuk kepentingan dirinya sendiri kedepan dan mengangkat harkat martabat keluarganya dengan bimbingan yang baik, maka hal tersebut sah-sah saja tidak ada larangan.\u00a0<\/p>\n\n\n\n

Kemarin, pada tanggal 11 Agustus 2019 hari Minggu, tepatnya pada tanggal 10 dzulhijjah 1440 M., dipagi hari umat Islam terlihat berbondong-bondong ada yang ke masjid ada yang kelapangan, tidak lain menjalankan ibadah sholat Idul Adha, atau biasa disebut hari raya qurban. Selain melakukan sholad, umat Islam merayakannya dengan menyembelih hewan qurban, seperti unta tradisi di Timur Tengah, sedangkam di Indonesia menyembelih sapi atau kerbau. Khusus di Kudus kota Kretek rerata menyembelih kerbau, sapi bagi sebagian besar masyarakat Kudus tidak mau menyembelih. Cerita yang beredar di masyarakat turun menurun, pelarangan menyembelih sapi sejak zaman kewalian yaitu Sunan Kudus sebagai penghormatan terhadap agama lain yang beranggapan hewan sapi sebagai hewan yang suci.<\/p>\n\n\n\n

Kembali ke Idul Adha, diceritakan oleh para Ulama\u2019 ada kisah tentang Nabi Ibrahim yang akan mengorbankan putranya yang masih kecil namanya Ismail (besarnya menjadi Nabi). Ceritanya Nabi Ibrahim saat tidur bermimpi, ia diperintah Tuhan untuk menyembelih putranya bernama Ismail. Saat bangun, ia merenung, berfikir sambil bertanya dihati, benarkah ini perintah Tuhan?. Kali pertama mimpinya ini, ia masih ragu antara benar perintah Tuhan atau tidak. Mimpi yang direnungkan dan difikir terjadi pada malam tanggal 08 dzulhijjah,disebut hari tarwiyah<\/em>.\u00a0<\/p>\n\n\n\n

Baca: Tinjauan Kritis Atas Larangan Iklan dan Sponshorship dengan Mencantumkan Logo, Brand Image, dan Identitas CSR Sebuah Perusahaan<\/a><\/p>\n\n\n\n

Pada malam tanggal 09 dzulhijjah Nabi Ibrahim mimpi lagi dengan perintah yang sama. Mimpi kali kedua, Nabi Ibrahim merasa yakin kalau benar-benar perintah Tuhan. Pada mimpi kedua disebut hari arafah<\/em>. Pada tanggal 10 dzulhijjah, hari Nabi Ibrahim melaksanakan perintah Tuhan untuk menyembelih Ismail (putranya), yang kemudian disebut  hari nakhr <\/em>(biasa disebut nahar bagi orang Indonesia). <\/p>\n\n\n\n

Cerita KH. Sya\u2019roni, saat pagi hari pada tanggal 10 dzulhijjah Nabi Ibrahim menyuruh istrinya bernama Siti Hajar (ibu kandung Ismail) untuk memandikan Ismail setelah itu memakaikan pakaian yang bagus-bagus, dengan alasan mau diajak jalan-jalan. Siti Hajar melaksanakan sesuai perintah suaminya, sembari menunggu istrinya selesai, Nabi Ibrahim mengasah pisaunya\/pedangnya. <\/p>\n\n\n\n

Ismail sudah siap, diajaklah jalan jalan bapaknya (Nabi Ibrahim) menuju bukit Mina di Makkah, dengan niatan mau disembelih sesui perintah Tuhan. Di tengah perjalanan, Nabi Ibrahim dihadang iblis yang berwujud manusia, dengan mengatakan Ibrahim, anakmu itu ganteng, tega kamu sembelih, urungkan niatmu. Nabi Ibrahim tidak menjawab, malah mengambil batu kecil 7 butir, kemudian batu kecil tersebut dilemparkan ke arah iblis tersebut, sambil mengatakan, pergi kamu Iblis. Nabi Ibrahim tetap melanjutkan perjalannya, dan dihadang Iblis lagi kali kedua, Nabi Ibrahim mengambil batu kecil lagi dilempar ke iblis. Kemudian Nabi melanjutkan perjalannya, dihadang iblis lagi kali ketiga, seperti penghadangan yang pertama dan kedua, Nabi mengambil batu kecil dan dilemparkan ke arah iblis, lalu Nabi Ibrahim lanjut lagi. Inilah cerita, yang menjadi cikal bakal adanya jumroh ula, jumroh wustho dan jumroh aqobah. Tiap ibadah haji jumroh ini harus diperagakan seperti halnya apa yang telah dilakukan Nabi Ibrahim dengan maksud melawan dan melempar iblis dengan batu agar tidak mengganggu..  <\/p>\n\n\n\n

Sesampainya di puncak bukit Mina, Nabi Ibrahim menceritakan mimpinya dan mengatakan maksud dan tujuannya mengajak Ismail jalan-jalan. Selesai Nabi Ibrahim cerita, kemudian Ismail berkata pada bapaknya, untuk segera menjalankan perintah Tuhan. Pada saat menyembebelih, pisau\/pedang Nabi Ibrahim tidak bisa melukai kulit Ismail, karena Nabi Ibrahim masih gelisah dan menangis saat melihat wajah Ismail. Kemudian Ismail berkata, mungkin karena bapak melihat wajahku, hingga tidak tega menyembelih, lalu Ismail membalikkan badannya memposisisikan badannya telungkup. Lalau Nabi Ibrahim dengan kesiapan hati melakukan penyembelihan yang kedua, lagi-lagi pisau\/pedangnya tidak mampu melukai kulit leher Ismail. Dengan bingung karena tidak berhasil menyembelih Ismail, turunlah Malaikat Jibril dengan membawa kambing, digantikannya Ismail dengan kambing tersebut. Bersamaan dengan turunnya wahyu Tuhan yang menjelaskan keduanya telah lulus  dari ujian. Kemudian Nabi Ibrahim membaca takbir \u201cAllahu Akbar\u201d<\/em> 3x, disaut Ismail dengan .membaca \u201cLaa ilaaha illahhu wallahu akbar<\/em>\u201d, diakhiri Malikat Jibril dengan bacaan \u201cAllahu Akbar walillahil Hamd<\/em>\u201d, dilanjutkan dengan menyembelih kambing bawaan malaikat jibril.<\/p>\n\n\n\n

Ada cerita lucu setelah Nabi Ibrahim selesai menyembelih kambing, Nabi Ibrahim bertanya pada Ismail, siapa yang paling dermawan diantara kita? Ismail menjawab, saya. Tidak bisa kata Nabi Ibrahim, saya yang paling dermawan, karena akan mngorbankan anak yang kucintai. Ismail berkata, tidak bisa, saya yang dermawan, karena bapak punya dua anak, kalau saya dikorbankan, masih punya anak satu, lalu malaikat berkata, tidak bisa, saya yang dermawan karena saya sudah kehilangan kambing satu.\u00a0\u00a0<\/p>\n\n\n\n

Baca: Kegagalan Lakpesdam PBNU dalam Melihat Produk Tembakau Alternatif<\/a><\/p>\n\n\n\n

Keterangan dalam kitab tafsir  \u201cTanwirul Adhan<\/em>\u201d penjelasan dari surat As-Saffat ayat 102 bahwa usia Ismail saat itu 13 tahun ada juga Ulama\u2019 yang mengatakan umur 7 tahun. ada riwayat lain yang mengatakan umur Ismail saat itu 14 tahun. Pada intinya saat kejadian kisah penyembelihan, Ismail masih usia anak-anak, ia dengan senang hati dan ikhlas, menjalani perannya.  <\/p>\n\n\n\n

Dari sejarah singkat qurban yang ektrim di atas, kira-kira pendapat KPAI apakah mendukung apa yang telah di lakukan Nabi Ibrahim?, atau sebaliknya mendukung Iblis yang menghalangi Nabi Ibrahim yang akan menjalankan kewajibannya sebagai hamba?. Saya yakin KPAI akan mendukung Nabi Ibrahim, tidak mendukung langkah Iblis. 
<\/p>\n\n\n\n

Walaupun ktidak persis, tapi hampir mirip kisah qurban diatas dengan audisi oleh Djarum Foundation yang melibatkan. Program audisi bulutangkis usia anak-anak Djarum Foundation, tidak lain ikut serta program pemerintah dalam mencerdaskan bangsa melalui pencarian bakat sedini mungkin. Anak-anak yang berbakat bulutangkis tentunya yang terjaring dalam audisi, dididik dengan penuh semangat oleh Djarum Foundation Bhakti olahraga. Buktinya, anak-anak tersebut disekolahkan formal, dilatih bulu tangkis dengan disiplin dan penuh tanggungjawab, tanpa dipungut biaya apapun, bahkan semua kebutuhan anak-anak tercukupi dengan baik. Pola didiknya, seperti pola pendidikan sekolah lainnya, anak-anak dididik dan diajar agar berpretasi, setidaknya punya pengetahuan, pengalaman dan keahlian sebagai bekal masa depan. Disisi lain, ternyata anak-anak yang terjaring audisi merasa sangat gembira, senang dan bangga bisa terpilih. Mereka dapat mengembangkan bakatnya, dan mendapatkan pendidikan sekolah dengan gratis.<\/p>\n\n\n\n

Tujuan utama Djarum Foundation mencari bibit unggul pebulutangkis Indonesia, yang selama ini sebagai salah satu olahraga kebanggaan masyarakat Indonesia atas banyaknya prestasi yang di peroleh. Program Djarum Foundation Bhakti olahraga jauh dari niatan ekploitasi anak untuk promosi, yang ada ekploitasi anak untuk kejayaan olah raga bulutangkis bangsa Indonesia. <\/p>\n\n\n\n

Juga, program Djarum Foundation audisi bulutangkis adalah salah satu bentuk kesadaran dan kewajibannya membangun bangsa dengan melibatkan anak-anak. Lalu apa yang salah dari Djarum Foundation Bhakti Olahraga, jelas-jelas telah menghibahkan fasilitas, pikiran hingga dana untuk kepentingan kejayaan bangsa Indonesia, melalui olahraga. Pemerintah harus mendukung program tersebut, begitupun KPAI. KPAI jangan sampai menjadi penghalang, seperti halnya penghalang Nabi Ibrahim dalam kisah di atas.  
<\/p>\n","post_title":"Refleksi Kisah Kurban sebagai Bahan Pengingat KPAI","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"refleksi-kisah-kurban-sebagai-bahan-pengingat-kpai","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-08-12 08:30:31","post_modified_gmt":"2019-08-12 01:30:31","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5949","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5936,"post_author":"877","post_date":"2019-08-06 10:53:42","post_date_gmt":"2019-08-06 03:53:42","post_content":"\n

Masalah peredaran rokok di Indonesia, pemerintah cenderung mengambil langkah aman. Sudah saatnya pemerintah harus tegas menentukan sikap pelarangan atau membolehkan peredaran rokok di tengah-tengah masyarakat. <\/p>\n\n\n\n

Sikap pemerintah sampai saat ini menimbulkan pro dan kontra. Di satu sisi pemerintah melalui Kementrian Kesehatan membuat aturan pembatasan dan pelarangan beredarnya rokok, bahkan melarang adanya iklan rokok dan mengatur packaging<\/em> dengan bermacam gambar dan peringatan yang menggelian. Di sisi lain, pemerintah mendorong peningkatkan pendapatan Negara, mendorong peningkatan ekonomi rakyat, mendorong peningkatan produktivitas rakyat dan daya saing di pasar internasional, dan mendorong pengentasan kemiskinan.<\/p>\n\n\n\n

Sekarang, efek sikap pemerintah di atas meluas kemana-mana, mulai dari isu penyederhanaan layer atau penggabungan golongan industri rokok, isu pelarangan iklan rokok di media sosial karena pengguna media sosial banyak anak-anak, sampai pada pelarangan audisi pencari bakat bulu tangkis yang dilakukan Djarum Foundation dengan alasan ekploitasi anak. Ini semua adalah beberapa agenda untuk pengendalian rokok dan tembakau di Indonesia yang alasannya sudah dipatahkan dengan data yang lebih akurat.<\/p>\n\n\n\n

Semisal, yang pro dapat menceritakan dan meruntutkan agenda pengendalian rokok dan tembakau di Indonesia sebagai agenda politik dagang internasional. Semua program pengendalian rokok dan tembakau di Indonesia mengadopsi dari program World Health Organization (WHO) organisasi program dunia yang mendapatkan sokongan dana dari industri farmasi.\u00a0<\/p>\n\n\n\n

Baca:
Ada Campur Tangan Bloomberg dalam Surat Edaran Menkes terkait Pemblokiran Iklan Rokok <\/a><\/p>\n\n\n\n

WHO tidak semata-mata bertujuan demi meningkatkan taraf kesehatan penduduk. Di sini WHO sebagai ujung tombak industri farmasi. Terjadi peralihan di lingkup kesehatan, dimana dokter dan ilmuwan kesehatan dikuasai perusahan obat (farmasi). Tujuan utamanya tidak lain untuk merebut pasar nikotin dunia, dan menggantikan pemanfaatan nikotin alami dari tembakau dengan produk rekayasa nikotin yang telah dikantongi hak patennya. Keterlibatan WHO memuluskan tujuan industri farmasi tersebut dengan mendorong negara-negara di dunia untuk memberlakukan kebijakan sesuai kerangka kesehatan, tanpa mempertimbangkan peran sosial, ekonomi, politik dan budaya. Walaupun alasan kesehatan yang dibangun ternyata tidak 100% benar dan terkesan dipaksakan. Negara yang menjadi sasaran utama adalah Negara yang berkembang, seperti Indonesia, China, Bangladesh, India, Rusia, Mesir, Thailand, Filipina dan Brazil. <\/p>\n\n\n\n

Untuk menguasai pasar nikotin di dunia, industri farmasi mendapatkan sokongan dana dari bloomberg initiative. Karena salah satu direktur dari persekutuan perusahaan farmasi dunia bernama William R. Brody punya kedekatan dengan bloomberg initiative, selain teman karib juga posisinya sebagai penasehat. <\/h4>\n\n\n\n

Tidak mengherankan jika pendukung program pengendalian rokok dan tembakau di Indonesia mendapatkan sokongan dana dari bloomberg initiative termasuk lembaga yang bergerak untuk perlindungan anak, salah satunya Komnas Perlindungan Anak Indonesia (KPAI). Apapun bentuk lembaganya, selama mendapatkan kucuran dana bloomberg initiative, program utamanya harus sinergi dengan program bloomberg initiative dan rezim kesehatan dunia (WHO) yaitu pengendalian tembakau dan rokok, terutama rokok kretek asli Indonesia.<\/p>\n\n\n\n

Ada sekitar lebih dari 20an lembaga di Indonesia mendapatkan sokongan dana langsung maupun tidak langsung dari bloomberg initiative. Lembaga-lembaga tersebut bervarian, ada lembaga yang bergerak dalam pendidikan, bergerak pemberantasan korupsi, bergerak dalam kesehatan, bergerak perlindungan konsumen, bergerak melindungi anak, bahkan sampai pada lembaga agama. Numun pada intinya leading sector<\/em> yaitu sektor potensial yang dapat\u00a0menggerakkan agenda pengendalian tembakau dan rokok di Indonesia ada pada rezim kesehatan dalam hal ini Kementerian Kesehatan. Dengan menggunakan dalil kesehatan yang mulia, agenda bloomberg initiative dan farmasi berselancar dengan baik di Indonesia. \u00a0<\/p>\n\n\n\n

Baca:
Tinjauan Kritis Atas Larangan Iklan dan Sponshorship dengan Mencantumkan Logo, Brand Image, dan Identitas CSR Sebuah Perusahaan<\/a> <\/p>\n\n\n\n

Isu kuat saat ini yang beredar untuk agenda pengendalian tembakau dan rokok di Indonesia salah satunya, KPAI melarang audisi pencarian bakat bulu tangkis sejak dini yang dilakukan Djarum Foundation dengan alasan ekploitasi anak, Kementerian Kesehatan dan KPAI melarang adanya iklan di media sosia karena akan mengakibatkan bertambahnya perokok pemula, penggabungan golongan industri rokok atau penyederhanaan layer tarif cukai rokok yang intinya pengurangan terhadap industri rokok kretek, menaikkan cukai rokok untuk mengurangi peredaran rokok, dan korelasinya rokok dengan kemiskinan bertujuan agar ada kebijakan menghalau laju industri rokok kretek. <\/p>\n\n\n\n

Pemerintah dalam hal ini harus tegas mengambil sikap, untuk kepastian dan masa depan industri rokok kretek asli Indonesia. Dimana sejarah penemuan rokok kretek tidak lain untuk pengobatan yang dilakukan H. Djamhari sebagai obat sakit bengeknya. Karena rokok kretek adalah campuran tembakau dan cengkeh, berbeda dengan rokok non kretek yang hanya memakai tembakau saja. Selama ini, belum ada uji atau riset bahwa rokok kretek berkorelasi signifikan terhadap timbulnya penyakit yang dituduhkan. Kalau menjadi salah satu bagian kecil penyebab penyakit, tentunya ya dan bukan faktor penyebab utama. Itu seperti halnya barang-barang lain yang dikonsumsi manusia secara berlebihan dan hidup tidak seimbang. Termasuk makan nasi, mengkonsumsi gula dan mengkonsumsi lainnya secara berlebihan, tanpa diimbangi olah raga dan istirahat yang cukup. <\/p>\n\n\n\n

Selain itu, posisi industri kretek sangat stategis bagi bangsa Indonesia. Industri kretek membuktikan tetap bertahan setidaknya lebih dari 130 tahun. Disaat industri lain tumbang di zaman kolonial, industri kretek tetap eksis memberikan penghidupan masyarakat Indonesia. Bahkan tergolong industri yang peka zaman, dengan memberikan kontribusi yang sangat besar. Menghidupi setidaknya 6.1 juta jiwa petani cengkeh yang tersebar di 30 provinsi, petani tembakau yang tersebar di 15 provinsi. Menghidupi ribuan karyawan yang bekerja di industri kretek. Mempunyai multiplier<\/em> <\/em>effect<\/em> ke sektor perokonomian lainnya yang berada di sekitar industri kretek. <\/p>\n\n\n\n

Keberadaan industri kretek berkontribusi adanya hak jaminan sosial dan corporate social responsibility<\/em> (CSR), seperti halnya jaminan kesehatan, bhakti pendidikan, bhakti budaya, bhakti olahraga, bhakti lingkungan dan lain sebagainya. Berkontribusi pendapatan Negara melalui setoran cukai, berkontribusi bagi kesehatan publik dari alokasi dana bagi hasil cukai hasil tembakau (DBH-CHT) untuk sarana kesehatan dan pembayaran defisit Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS).  <\/p>\n\n\n\n

Selain itu, adanya industri kretek sebagai cermin kemandirian dan kedaulatan bangsa, karena sebagai pemenuhan kebutuhan pokok rakyat dalam hal ini pendapatan masyarakat sebagai agenda pemberantasan kemiskinan. <\/p>\n\n\n\n

Dengan pertimbangan di atas, diharapkan pemerintah dalam hal ini Presiden memberikan ketegasan, apakah industri rokok nasional tetap berproduksi atau dilarang berproduksi. Kalau tetap berproduksi, pemerintah secara totalitas harus melindunginya mulai kebijakan sampai pada strategi pemasarannya. Andaikan dilarang beroperasi, pemerintah paling tidak harus berani mempersiapkan lapangan pekerjaan lain bagi petani dan buruh tani cengkeh dan tembakau, buruh industri dan mungkin menata perekonomian akibat multiplier<\/em> <\/em>effect<\/em> keberadaan industri kretek. Dan yang terpenting keberadaan industri kretek, sebagai industri nasional sebagai perwujudan agenda prioritas  tujuan Nawa Cita, sehingga jangan sampai digiring dan diatur kepentingan asing melalui rezim kesehatan sebagai leading sector, <\/em>yang belum tentu benar dan terkesan dipaksakan.  
<\/p>\n","post_title":"Ketika Pemerintah Plin-Plan Membuat Regulasi Terkait Dunia Pertembakauan","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"ketika-pemerintah-plin-plan-membuat-regulasi-terkait-dunia-pertembakauan","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-08-06 10:53:48","post_modified_gmt":"2019-08-06 03:53:48","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5936","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":16},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"epic_block_3"};

\n

Kami yang sudah lama tidak ketemu, bahkan lebaran kemarin ternyata dia tak pulang ke Kudus. Pantesan tak ada yang rebut ngajak ngopi, orang yang biasa ngajak ngopi orangnya masih di Jakarta. Memilih lebaran di sana, karena dititipin rumah tetangganya yang katanya sudah seperti keluarganya sendiri yang kala itu baru mudik.\u00a0<\/p>\n\n\n\n

Baca: Sesat pikir KPAI Melarang Audisi Pencarian Bakat Bulutangkis Anak-Anak<\/a><\/p>\n\n\n\n

Temanku itu panggilannya Djumari, rumahnya dulu daerah Kaliwungu Kudus bagian barat. Ia pulang dalam rangka ada acara nikahan saudara dari istrinya. Dasar Djumari, kalau gak ngopi bareng dan ketemu temen-temen gak puas katanya, karena mumpung di Kudus. Ia gunakan kesempatan sebelum datang kesempitan disela-sela acara nikahan saudaranya. Lewat pesan singkat WA, tanpa hitungan jam ajakan ngopi Djumari, langsung di respon banyak teman yang tergabung di group WA. Ada yang tanya kapan datangnya, ada yang komentar besuk aja ngopinya soalnya masih diluar kota, ada yang bilang sore ini aja tancap gas. Djumari menjawabi dan balas komentar teman-teman. Dihari itu, Djumari kayak artis banyak ajakan dan tawaran teman-teman. <\/p>\n\n\n\n

Memang, teman-teman alumni MTS Madrasah Qudsiyyah Kudus kompak sekali, bahkan sudah kayak saudara sendiri semua. Kita sering kumpul walaupun hanya sekedar ngopi, yang penting bertemu dan ngobrol. Tidak jarang, kita ketemu dengan agenda acara resmi dan agak resmi. Seperti disaat salah satu teman punya hajat, bahkan hajat kecilpun kayak acara \u201cmanaqiban\u201d sering mengundang teman lainya. Pasti ada yang bingung apa itu manaqiban<\/em>?. Aku jelasin sebentar, manaqiban itu, acara membaca sejarah Syeih Abdul Qodir Jaelani ulama dahulu setelah masa Shahabat Nabi, yang terkenal alimnya dan sufi serta berkaromah. Nah, bagi kita-kita penggemarnya, sering kali kita baca sejarahnya. Dengan cerita sejarah  Syeih Abdul Qodir Jaelani, kita penggemar berharap agar apa yang kita lakukan dido\u2019akan atau di amini beliau semua urusan kita lancar. Karena menurut kita penggemar, meyakini Syeih Abdul Qodir Jaelani kekasih Tuhan, kalau dalam bahasa Jawa \u201cbolone Gusti Allah\u201d. Ini sekilas penjelasan tentang istilah manaqiban<\/em>, kalau mau tau lebih lanjut, khasiat-khasiatnya, bisa kita diskusi dilain waktu aja. Yang jelas di acara manaqiban<\/em> ini sudah jadi tradisi ada \u201cingkung\u201d ayamnya. Ini yang biasa kita nantikan.<\/p>\n\n\n\n

Kembali ke acara ngopi, disore itu temenku Djumari langsung nentukan tempat ngopi dan waktunya. Kita biasa ngopi ditempat sederhana. Akhirnya, Djumari mutusin habis isya\u2019 kumpul dan ngopi di rumah teman kita satunya namanya Nur Cholis, juga tergabung dalam group WA. Setelah tahu bakal kerumahnya, Nur Cholis langsung komen, lapan enam laksanakan. Aku langsung teringat temenku namanya Fawaz, orang Betawi keturunan Arab, sering kalau jawab pas di WA pakai tulisan lapan enam.\u00a0<\/p>\n\n\n\n

Baca: PB Djarum, Prestasi Bulutangkis Nasional, dan Kegagalan KPAI Memahami Peristiwa<\/a><\/p>\n\n\n\n

Waktu isya\u2019 tiba, suasana mau hujan, sedikit grimis, hawanya lumayan dingin dibanding sebelumnya panas dan gerah. Tapi semangat ngopi dam ngobrol teman-teman tak mengendor. Bahkan di group sudah ada yang ribut, ngajak-ngajak \u201cayo ayo waktunya kopdar tiba, ada bonus banyak rezeki lho\u201d, Rifai namanya, seorang pembicara atau muballig yang sering ceramah di masyarakat. <\/p>\n\n\n\n

Aku datang sekitar jam 20.00, terlihat banyak tema yang sudah pada kumpul, didepannya ada segelas kopi. Maklum kita orang desa ngopinya gak pakai cangkir, tapi pakai gelas es yang tinggi. Dibenakku ini ngopi apa kehausan?, tapi yang penting tetap ngopi dan merokok. Di meja terlihat banyak rokok bermacam-macam mereknya, sesuai kesukaan masing-masing. Ada yang bawa Sukun Putih, ada yang bawa Gudang Garam, kebanyakan bawa LA, tapi ada juga yang bawa rokok bikinan sendiri alias \u201cTingwe\u201d nglinting dewe dirumah ditaruh plastik. Aku coba rokok tingwe itu sambil ngobrol bareng, ternyata lumayan enak ramuan rokoknya, dibanding tingwe tingwe yang pernah aku rasakan. Yang buat tingwe namanya Sutopo, profesinya sehari-hari memang jual beli tembakau. Karena penasaran, sutopo aku tanya, kok enak, ini tembakau mana?. Dijawabnya \u201cbiasa tembakau Temanggung\u201d tapi aku kasih cengkeh kualitas wahid, dan sedikit ramuan saos sendiri (bahannya dirahasiakan), yang jelas katanya bahan saos dari rempah rempah bikinan sendiri. <\/p>\n\n\n\n

Ngobrol kita mengalir tanpa ada sekat dan batasan, malah terkadang pada ngobrol sendiri-sendiri dengan teman didekatnya. Giliran Djumari disuruh cerita pengalamannya, teman teman pada diam, mungkin pada penasaran. Soalnya dulu, sebelum ke Jakarta ia bekerja di Djarum. Ia ceritakan alasannya harus ke Jakarta. Awalnya, sering pulang pergi Jakarta Kudus untuk pengobatan istrinya yang sedang sakit di salah satu pengobatan alternatif disana atas rekomendasi saudaranya yang sudah lama hidup di Jakarta. Ia menceritakan sakit istrinya yang sering pusing, dan pusingnya bukan pusing biasa, dan seringkali istrinya sampai membentur-benturkan kepalanya. Kemudian, saat diharuskan kontinyu pengobatannya, minimal satu tahun agar cepat sembuh, akhirnya ia putusin meninggalkan Kudus sementara, termasuk pekerjaannya. Alhamdulillah istrinya sekarang sudah sembuh total.\u00a0<\/p>\n\n\n\n

Baca: Cacat Pikir KPAI Memaknai Kata Ekploitasi Anak dan Promosi<\/a><\/p>\n\n\n\n

Disela sela nungguin istrinya sakit, ia sering diajak saudaranya jualan sayuran keliling. Nah, walaupun sekarang istrinya sudah sembuh, ia tetap di Jakarta. Sebab dipikirannya, kalau kembali ke Kudus mulai dari awal lagi, mending yang sudah ada didepan mata dijalanin dulu. Nanti pelan-pelan sambil melihat peluang di Kudus, ia pun akan pulang. Obrolan tetap seru, walaupun djarum jam sudah tepat diangka 12.00 malam. Namun domain obrolan lebih pada Djumari sebagai nara sumber, ia menceritakan semua pengalaman dan kejadia yang ia lihat, sampai ia menceritakan berita kalau pabrik Djarum yang dulu pernah ia singgahi, sedang dipermasalahkan KPAI. Memang sebenarnya ia tak paham alur permasalahanya. Tahunya, KPAI gak suka bulu tangkis Djarum berjalan, memusuhi rokok. <\/p>\n\n\n\n

Sebagai orang yang pernah menjadi karyawan Djarum, jadi wajar dan pantas kalau ia membela Djarum, apalagi ia asli Kudus. Saking semangatnya, ia ngomong \u201cnek aku dadi Djarum, tak tuku iku KPAI, paling ora tak lawan\u201d \u201candaikan aku yang punya Djarum, aku beli KPAI, paling tidak dilawan\u201d. Ada yang menyambar omongan, \u201csampek matek kuwe Djum, ogak bakal dadi bos Djarum\u201d \u201csampai mati kamu Djum, tidak akan jadi bos Djarum\u201d haha\u2026\u2026disambut dengan tawa klakaran teman-teman termasuk saya sendiri. Di sela-sela tawa, tuan rumah ngomong \u201cancen gawe gregeten, kenopo Djarum mung meneng, malah ngalah\u201d \u201cbikin gregeten, kenapa Djarum diam dan cenderung mengalah\u201d. <\/p>\n\n\n\n

Nah, ternyata, banyak orang yang sangat simpati dan membela pabrik Djarum, terutama orang Kudus. Rata-rata mereka, tak tahu apa yang harus dilakukan, apa yang harus diperbuat. Sebagai manusia lemah, mereka hanya bisa marah  yang terpendaam dalam hati, dengan melihat kejadian KPAI menyerang Djarum. Coba, andaikan mereka tahu kalau dibelekang KPAI ada kepentingan asing yang mengusik rokok kretek asli Kudus, yang sudah mendarah daging bagi masyarakat Kudus. Pastinya, pembelaanya lebih dari itu, bahkan mungkin mati-matian.
<\/p>\n","post_title":"Cerita di Balik Segelas Kopi untuk Djarum","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"cerita-di-balik-segelas-kopi-untuk-djarum","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-09-03 09:19:00","post_modified_gmt":"2019-09-03 02:19:00","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6014","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5999,"post_author":"877","post_date":"2019-08-28 09:40:02","post_date_gmt":"2019-08-28 02:40:02","post_content":"\n

Direktur Pusat Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Amerika Serikat (CDC), Robert Redfield, mengungkapkan kematian tragis di Illinois memperkuat dugaan karena vape<\/a> atau rokok elektrik. Berita tersebut atas laporan Dinas Kesehatan Illinois yang mengumumkan ada satu pasien yang akhirnya meninggal dunia. Kasus ini kemungkinan jadi kasus pertama kematian akibat penyakit berkaitan dengan vape.
<\/p>\n\n\n\n

Kejadian di atas menjawab keberadaan vape atau rokok elektrik sangat membahayakan. Berbeda dengan resiko rokok kretek, bisa menimbulkan penyakit jika mengkonsumsinya berlebihan atau kebanyakakan, dan hidup tidak seimbang. Misalnya dalam satu hari merokok sampai tiga atau empat bungkus, tanpa makan nasi atau makan-makanan sehat, tanpa olah raga, tanpa minum air putih, selalu didampingi kopi atau teh, istirahatnya kurang dan sebagainya. Maka dipastikan orang tersebut akan jatuh sakit bahkan meninggal dunia.\u00a0<\/p>\n\n\n\n

Baca: Terkuak, Rokok Elektrik Berbahaya bagi Kesehatan<\/a><\/p>\n\n\n\n

Tidak hanya itu, otoritas kesehatan di Amerika Serikat telah berhasil menginvestigasi kemunculan penyakit paru-paru misterius di antara kalangan pengguna rokok elektrik atau vape. Dilaporkan setidaknya ada 195 kasus potensial penyakit paru-paru di 22 Negara karena kena dampak dari vape atau rokok elektrik.
<\/p>\n\n\n\n

Jadi, masyarakat perlu waspada beredarnya vape atau rokok elektrik. Belum lagi, sebetulnya rokok elektrik atau vape, berdampak juga peningkatan perokok anak.\u00a0 Yang menjadi daya tarik bagi anak, selain bentuknya yang elegan, simpel, juga beraroma buah-buahan yang terkemas dalam cairan.<\/strong><\/p>\n\n\n\n

Orang yang mengatakan bahwa vape atau rokok elektrik lebih mensehatkan dari pada rokok kretek, pendapat tersebut sangat keliru. Disampaing efek dari rangkaian listrik dan battre juga cairan dalam rokok elektrik berpengaruh terhadap resiko jantung.  <\/p>\n\n\n\n

Hasil penelitian yang diterbitkan dalam Journal of American College of Cardiology pada Mei lalu ini menambah bukti bahwa cairan rokok elektrik dapat menghambat fungsi sel-sel tubuh yang berperan dalam kesehatan jantung. Cairan dalam vape atau rokok elektrik pada akhirnya merusak sel-sel yang melapisi pembuluh darah. <\/p>\n\n\n\n

Keberadaan vape atau rokok elektrik di pasaran sangat membahayakan bagi orang Indonesia, terlebih pemuda-pemuda, yang banyak memilih merokok vape aatau rokok elektri. Menurutnya, selain bentuk kecil, simpel dibawa dan ada aroma buah-buahan sesuai selera. Akan tetapi dibalik bentuknya yang bagus, menyembunyikan banyak penyakit ketika dikonsumsi.\u00a0<\/p>\n\n\n\n

Baca: Kata Siapa Lebih Sehat? Perokok Elektrik Berisiko Terjangkit Penyakit Kardiovaskular<\/a><\/p>\n\n\n\n

Hingga kini CDC masih melakukan investigasi lebih lanjut, dengan mengimbau agar para dokter mengumpulkan data dan sampel bila menemukan pasien dengan gejala penyakit paru serupa, tentunya akibat rokok elektrik atau vape. Bentuk dan merek rokok elektrik dan vape banyak varian dan banyak merek. JUUL termasuk merek rokok elektrik atau vape yang saat ini naik daun.\u00a0<\/p>\n\n\n\n

Ada yang mengatakan bahwa tak tepat membandingkan rokok tembakau dengan rokok elektrik. Ya benar tak tepat, karena rokok elektrik atau vape resikonya sangat tinggi. Sedang rokok tembakau resikonya kecil, apa lagi rokok kretek mungkin resikonya sangat kecil sekali terhadap tubuh. Alasannya, munculnya rokok kretek bertujuan untuk pengobatan sakit bengek, dan tujuannya berhasil. Hingga banyak orang melakukan pemesanan rokok kretek saat itu, rokok kretek belum sebagai industri besar masih bersifat rumahan,  keadaan tersebut sekitar abad 19. <\/p>\n\n\n\n

Dalam studi ini, tim peneliti menemukan bukti efek toksik pada sel-sel yang melapisi pembuluh darah dan melindungi jantung. Beberapa bukti tersebut termasuk di antaranya gangguan pada fungsi sel dan munculnya tanda-tanda peradangan. Para peneliti mengamati bagaimana respons sel saat bersentuhan dengan cairan rokok elektrik. Efek yang paling kentara terlihat pada cairan dengan rasa kayu manis.<\/p>\n\n\n\n

Baca: Riset Kesehatan Rokok Elektrik<\/a><\/p>\n\n\n\n

Sekelompok ahli kardiovaskular dari University of Massachusetts menganjurkan peneliti agar melakukan uji rokok elektrik atau vape lebih yang beraroma. Karena sumsi sementara, produk vape atau rokok elektrik yang beraroma dan punya pilihan rasa lebih berbahaya dari pada rokok vape natural. Namun yang banyak beredar dipasaran, justru yang beraroma dan berasa buah-buahan, dari pada yang natural. <\/p>\n\n\n\n

Studi pada 2018 lalu menunjukkan, penggunaan rokok elektrik harian berisiko terhadap serangan jantung, meski dengan probabilitas yang lebih rendah daripada perokok tembakau. Menurut dr Lawrence Phillips pakar kardiovaskular NYU Langone Health mengatakan \u201cKita melihat semakin banyak bukti bahwa rokok elektrik berhubungan dengan peningkatan risiko serangan jantung\u201d.<\/p>\n\n\n\n

Dari hasil pakar dan hasil studi di atas menegaskan bahwa keberadaan rokok vape atau rokok elektrik, resikonya sangat besar. Bahan utama rokok vape atau elektrik yang paling besar memberikan efek negatif pada tubuh manusia adalah cairan perasa. Akibat cairan perasa dalam rokok elektrik  atau vape termasuk merek JUUL beresiko terjadi peradangan, terjangkit penyakit jantung dan paru-paru akut, selanjutnya berakibat kematian. <\/p>\n\n\n\n

Untuk itu, demi masa depan bangsa Indonesia harusnya ada regulasi pelarangan peredaran rokok elektrik atau vape yang nyata-nyata telah ada kasus dengan didukung beberapa riset dan studi tentang konten rokok elektrik atau vape, yang hasilnya mempunyai resiko tinggi dapat menyebabkan penyakit berujung kematian.         
<\/p>\n","post_title":"Perokok Elektrik Berisiko Besar Terjangkit Penyakit Mematikan","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"perokok-elektrik-berisiko-besar-terjangkit-penyakit-mematikan","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-08-28 09:40:09","post_modified_gmt":"2019-08-28 02:40:09","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5999","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5979,"post_author":"877","post_date":"2019-08-21 09:57:26","post_date_gmt":"2019-08-21 02:57:26","post_content":"\n

Pemerintah berencana akan menerbitkan aturan simplifikasi layer cukai pada Oktober-Desember 2019. Jika benar terjadi, tindakan pemerintah itu sama saja membunuh secara perlahan industri kretek nasional. <\/p>\n\n\n\n

Jika dipikir-pikir, kebijakan simplifikasi layer cukai sangat menguntungkan industri rokok asing. Lalu apa bedanya pemerintah dengan LSM\/NGO yang getol memerangi peredaran rokok?. Nyatanya sama-sama ditunggangi kepentingan asing. Bedanya mungkin, pemerintah ditunggangi kepentingan industri rokok investor asing, kalau LSM\/NGO antirokok ada kepentingan farmasi yang berpusat di Amerika. Tapi jika dirunut dengan teliti, dua kepentingan asing tersebut yang terlihat beda, ada kemungkinan mengerucut pada satu titik yang sama. Tak lain membunuh rokok kretek asli Indonesia.<\/p>\n\n\n\n

Sebelum masuk ranah penjelasan yang sederhana tentang simplifikasi layer CHT, dampak yang ditimbulkan dan maksudnya. Terlebih dahulu perlu diuraikan makna simplifikasi, layer dan cukai secara berkesinambungan. Simplifikasi punya arti penyederhanaan, awalnya banyak dijadikan lebih sedikit, kecil, ramping dan ringkas. Tentunya, cara yang harus ditempuh dalam penyederhaan bisa jadi menggabungkan, bisa jadi dibuang\/dipotong salah satu, bisa jadi kedua-duanya dijalankan. Hubungan simplifikasi dengan industri rokok, penjelasannya di belakang setelah uraian tentang layer dan cukai.<\/p>\n\n\n\n

Layer bisa disebut dengan ungkapan lapisan, golongan, kelas, dan mungkin bisa dikatakan tingkatan. Varian rokok banyak sekali; ada rokok putih atau disebut sigaret putih mesin (SPM), ada sigaret kretek mesin (SKM), Ada sigaret kretek tangan (SKT). Ada rokok filter (ada busa) dan non filter (tidak ada busa). Ada juga rokok bercengkeh disebut kretek dan non cengkeh (tembakau saja) disebut putihan. Ada lagi rokok kretek dinamakan mild. Dari varian tersebut dibagi menjadi beberapa layer atau golongan, untuk penyesuaian pembayaran pajak cukai. Untuk mempermudah pemahaman, layer dibahasakan sebagai golongan industri rokok besar, menengah dan kecil. Sedangkan, cukai adalah pungutan pemerintah sebagai pajak. <\/p>\n\n\n\n

Nah, kira-kira uraian maknanya perkata sudah jelas. Sekarang uraian tersebut dihubungkan semua dengan rencana pemerintah kedepan untuk pungutan pajak rokok. Rencana pemerintah yang dimaksud simplikasi layer CHT, ingin menyederhanakan atau menggabungkan antara SPM dan SKM, dilebur manjadi satu golongan. Aslinya dibedakan, karena memang berbeda. SPM lebih tinggi pungutan pajaknya dari [ada SKM. SPM bukan asli produk Indonesia dan cenderung impor, dan yang punya bukan pribumi. Bahan bakunyapun tidak menggunakan tembakau Indonesia. Sangat jauh berbeda dengan SKM, industri yang padat karya dan menggunakan bahan baku lokal. Dan yang paling istimewa perbedaannya, tak lain adalah kemunculan SKM diciptakan oleh pribumi dengan mencampur tembakau dan cengkeh dalam satu batang rokok. Kemudian rokok cmpuran tersebut dinamai kretek. <\/p>\n\n\n\n

Rokok kretek terus berkembang dan inovatif seperti penjelasan di atas, ada filter, non filter, mesin, tangan, mild dan klobot. Kretek klobot tidak bercukai, karena keberadaannya hampir punah, sedikit sekali pabrikan membuat jenis klobot. Klobot satu-satunya rokok yang memakai bungkus daun jagung yang telah dikeringkan, kemudian di ikat pakai benang. Sehingga untuk kretek klobot ada pengecualian, tidak masuk dalam kategori jenis kretek di atas. <\/p>\n\n\n\n

Semua jenis kretek saat ini diproduksi oleh industri. Secara sederhana industri terbagi tiga macam, industri besar, menengah dan kecil. Paling kecil kategori industri kretek, telah mempunyai gudang untuk operasi pembuatan rokok kretek dengan luas minimal 200m2<\/sup>. Jadi, sekarang ini tidak ada lagi industri rokok kretek skala rumahan (home industri) seperti dulu lagi. <\/p>\n\n\n\n

Dari penjelasan di atas, sekarang sudah paham varian jenis rokok kretek asli produk Indonesia. Apapun bentuknya, jika rokok menggunakan campuran tembakau dan cengkeh itulah dinamakan rokok kretek, termasuk jenis mild. Dewasa ini jenis mild sangat disukai dipasaran. Hingga semua industri berlomba-lomba bikin mild. Munculnya mild tidak lain karena tuntutan dari aturan pemerintah yang membatasi nikotin dan tar. Sehingga konten tembakau mild lebih banyak memakai tembakau jenis Virginia. <\/p>\n\n\n\n

Jangan salahkan industri\/pabrikan jika makin lama kuota impor tembakau naik. Karena dibentuk oleh aturan pemerintah dan peningkatan permintaan pasar mild. Kalau begitu yang salah siapa? tentunya pemerintah yang membuat aturan low nikotin dan tar. Sulit sekali tembakau lokal untuk memenuhi batasan low nikotin dan tar sesuai aturan pemerintah. Pada akhirnya mau tidak mau industri\/pabrikan membutuhkan tembakau jenis Virginia yang sulit tumbuh dengan baik di bumi nusantara ini. Lalu apa yang dilakukan industri\/pabrikan rokok, ya impor lah. Tapi industri\/pabrikan masih sangat membutuhkan tembakau lokal. Selain sebagai bahan campuran rokok kretek mild, tembakau lokal dibuat memproduksi rokok bukan mild. <\/p>\n\n\n\n

Untuk rokok kretek mild, semuanya diproduksi memakai mesin, sedangkan selain mild ada yang pakai mesin ada yang pakai tangan. Dengan isu simplikasi layer CHT SPM dan SKM, ada dua kemungkinan. Pertama; bisa jadi SPM diturunkan levelnya disesuaikan dengan SKM. Kedua; atau SKM dinaikkan levelnya sesuai SPM. Keduanya sangat merugikan industri kretek asli produk Indonesia berupa SKM. Kalau yang pertama, keuntungan SPM (industri asing) harganya disamakan SKM, sehingga persaingan penjualan dipasaran relatif mudah, sehingga SKM sangat dirugikan. Jika demikian, pemerintah tidak melindungi industri nasional (lokal), dengan meliarkan persaingannya dipasaran sangat ketat. <\/p>\n\n\n\n

Kemungkinan yang kedua, juga demikian, sangat merugikan SKM, karena levelnya naik mengikuti SPM. Jika demikian, sangat memberatkan SKM, apalagi pangsa rokok kretek ditahun-tahun terakhir ini merosot tajam penjualannya. Kemerosotan penjualan rokok kretek juga pengaruh dari kebijakan pemerintah dan oknum (anti rokok) yang selalu merecoki industri kretek, seperti pungutan cukai naik,  pelarangan iklan, membuat isu yang dibuat-buat tanpa dasar dan lain sebagainya. Apakah keadaan industri kretek nasional saat ini, pemerintah masih memejamkan mata dan akan memberlakukan simplikasi layer CHT?. Jika demikian, sama saja pemerintah membunuh industri\/pabrikan kretek nasional dengan pelan-pelan. <\/p>\n\n\n\n

Jangan salahkan industri\/pabrikan rokok kretek jika pelan-pelan merumahkan karyawannya karena merugi bahkan tidak beroperasi. Jika pembelian bahan baku rokok kretek (tembakau dan cengkeh) menurun dan ribuan juta petani merugi, dan masih banyak lagi efek dampaknya ke segala lini yang menggantungkan hidupnya berhubungan dengan sektor pertembakauan. Pemerintah harus bertanggungjawab atas dampak tersebut, jangan asal cuci tangan jika dampak negatif terjadi. Karena pemerintahlah yang bikin aturan. <\/p>\n\n\n\n

Untuk itu, kedepan pemerintah harus hati-hati dan jeli dalam memutuskan dan memberlakukan kebijakan untuk kepentingan sektor pertembakauan. Karena, yang sudah-sudah, kebijakan pemerintah pada sektor pertembakauan tidak mengakomodir kepentingan industri nasional, cenderung mengakomodir kepentingan industri asing. Baik pemerintah, industri kretek, petani tembakau dan cengkeh serta masyarakat Indonesia harus berdaulat, saling menjaga dan saling melindungi untuk kepentingan bersama, menjadi bangsa yang besar dan kuat tanpa disetir Negara lain (asing). Inilah makna kemerdekaan yang sesungguhnya di era melenial.
<\/p>\n","post_title":"Kebijakan Simplifikasi Layer Cukai Adalah Rencana Pembunuhan terhadap Kretek","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"kebijakan-simplifikasi-layer-cukai-adalah-rencana-pembunuhan-terhadap-kretek","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-08-21 09:57:34","post_modified_gmt":"2019-08-21 02:57:34","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5979","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5956,"post_author":"877","post_date":"2019-08-14 11:00:51","post_date_gmt":"2019-08-14 04:00:51","post_content":"\n

Komisioner Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) Sitty Hikmawatty sesat pikir saat mengatakan bahwa program audisi beasiswa bulutangkis sebagai ajang ekploitasi anak. KPAI mempermasalahkan tulisan Djarum di kaos olahraga, karena sebagai ajang promosi brand rokok. Disini KPAI gagal faham membedakan antara Djarum Foundation dan Djarum industri rokok. <\/p>\n\n\n\n


Djarum Foundation sebagai wujud bhakti terhadap Bangsa dan Negara, sehingga prakteknya Djarum Foundation mengeluarkan uang, bukan mencari keuntungan. Ketika dikatakan sebagai ajang promosi produk rokok, sudah ditampik dan sudah dijelaskan secara detail pengurus Djarum Foundation, bahwa program yang dijalankan jauh dari niatan promosi produk rokok. Kalaupun ada tulisan Djarum di kaos olahraga, memang sejarahnya dari dulu sebagai nama clubnya. <\/p>\n\n\n\n


Sitty Hikmawatty sebagai komisioner KPAI, harusnya cerdas menyikapi hal tersebut. Harusnya ada apresiasi pada Djarum yang sadar akan kewajibannya, andil dalam pengembangan bakat bagi anak-anak. Dan apa yang telah dilakukan Djarum Foundation tidaklah mudah, membutuhkan tenaga dan matriil begitu besar. Sekarang pertanyaannya, siapa dan industri pribumi mana yang berani melakukan seperti itu?, bahkan KPAI pun tidak akan berani membuat program pencarian bakat secara intensif dan masif. <\/p>\n\n\n\n


KPAI harusnya faham makna perlindungan bagi anak, jangan hanya dimaknai secara sempit, semisal anak juga butuh perlindungan dari kebodohan dan kebutuhan lain yang sifatnya sangat mendesak. Nyatanya masih banyak anak \u2013anak yang tidak sekolah karena tidak mampu, masih banyak anak-anak yang hidup terlantar di Jalan, masih banyak anak-anak sebagai obyek makanan ringan yang bahannya membahayakan bagi tubuh. Dimana dan apa yang sudah dilakukan KPAI untuk melindungi anak tersebut?. Masih banyak masalah anak yang sangat penting dan krusial harus dikerjakan KPAI, dari pada mengurusi tulisan club Djarum dalam program audisi Djarum Foundation.<\/p>\n\n\n\n


Belum lagi, katanya KPAI akan mengambil langkah mengundang Kepala Daerah, dimana kotanya dibuat ajang audisi tersebut. Kalau nanti benar terjadi, menandakan kinerja KPAI tidak efektif. Masalah anak yang paling penting tidak terurus, dan selalu bergejolak di masyarakat kelas bawah. Sekali lagi seperti tidak sekolah karena orang tuanya tidak mampu atau orang tuanya meninggal dunia, walaupun sekolah katanya gratis, akan tetapi dampak lain timbul seperti halnya masalah ekonomi, akhirnya anak-anak mendingan cari uang untuk hidup sehari-hari dari pada sekolah. Anak-anak suka beli jajan (makanan ringat) di toko maupun dipinggir jalan yang mengandung bahan membahayakan bagi pertumbuhan anak. Di perempatan jalan atau lampu merah banyak anak-anak yang hidupnya menggelandang tanpa tujuan. Ini riil dan nyata di hadapan mata kita tiap hari. <\/p>\n\n\n\n


Tapi anehnya KPAI saat ini malah lebih intens mengurusi hal yang tidak penting degan melarang audisi pencarian bakat bulutangkis oleh Djarum Foundation. KPAI cenderung gagal faham dalam memahami, menafsiri, dan mensikapi hal tersebut. Anehnya lagi, apa yang dilakukan KPAI sampai ngotot. <\/p>\n\n\n\n


Kalau mau melarang program audisi Djarum Foundation, tunjukkan dulu KPAI punya program pencarian bakat seperti Djarum Foundation lakukan. Jangan seenaknya KPAI, melarang-larang tanpa solusi konkret dengan dalil perlindungan. Lucunya, KPAI dengan dalil perlindungan anak mengatakan, audisi pencarian bakat bulutangkis yes, ajang promosi no. Kalau dipahami, KPAI ingin audisi Djarum Foundation tetap jalan, tapi tulisan Djarum dihilangkan. Ini sama saja, tidak boleh menulis atau memaparkan nama club. Sedangkan pencantuman nama club sangat penting sebagai identitas dan jati diri. <\/p>\n\n\n\n


Kegiatan perlindungan untuk anak adalah pekerjaan yang sangat mulia kalau benar-benar dilakukan. KPAI, sebagai lembaga dengan memapang langsung tulisan perlindungan anak akan lebih mulia jika programnya konkret. Seperti lembaga sekolah negeri atau swasta, tanpa memakai kata-kata perlindungan, sekolah tersebut mendidik anak melindungi anak dari kebodohan untuk kesiapan masa depan. Audisi pencarian bakat bulutangkis Djarum Foundation pun demikian, kegiatannya konkret menyiapkan atlet olahraga bulutangkis. Dan apa yang telah dilakukan Djarum Foundation dengan audisinya sangat beda dari bentuk promosi. Berbeda dengan pelibatan anak-anak untuk promosi produk, murni tujuannya agar produknya laku. Apalagi produk yang ditawarkan untuk kebutuhan anak. Contohnya banyak sekali beredar iklan-iklan yang terpampang di pinggir jalan, di media sosial, bahkan di stasiun televisi, hal ini kayaknya lolos dari bahasan KPAI.<\/p>\n\n\n\n


Belum lagi, tanpa disadari lembaga KPAI juga menumpang hidup dari anak-anak. Kemana-mana membawa nama anak-anak untuk kegiatannya, bahkan sampai untuk menggalang donasi. Namun kegiatan yang betul-betul sangat dibutuhkan anak-anak belum atau bahkan tidak tersasar dan tidak menjadi prioritas. Sehingga, program KPAI untuk perlindungan anak dipastikan tidak efektif. Buktinya, KPAI membuat masalah yang sederhana dibuat rumit, seperti mempermasalahkan tulisan Djarum sebagai club dalam ajang audisi pencarian bakat Djarum Foundation Bhakti Olahraga. Jelas-jelas untuk kepentingan masa depan anak, dengan meningkakan minat dan bakat anak dalam olahraga atas dasar suka dan tidak ada paksaan.
Kata kunci pendidikan bagi anak adalah bermain, senang atau suka, sesuai keinginan, dan untuk bekal hidup selanjutnya. Jika KPAI mempermasalahkan tulisan club Djarum, yang dianggap sebagai ajang promosi dan ekploitasi anak, alasan tersebut tidak benar dan tanpa dasar. Seperti halnya penjelasan di atas, audisi pencarian bakat bulutangkis Djarum Foundation, jauh dari promosi dan ekploitasi. Tujuan utama audisi tidak lain memberikan bekal dan pendidikan bagi anak sesui keinginannya, anak belajar dengan senang, gembira, dan bermain. <\/p>\n\n\n\n


Jika kemudian KPAI dan lembaga lain yang mengatasnamakan peduli anak, melarang kegiatan audisi pencarian bakat olah raga bulutangkis yang dilakukan Djarum Foundation, sama dengan menghalangi anak Indonesia mengembangkan minat dan bakatnya sesuai keinginan, menghalangi anak Indonesia belajar sambil bermain dan gembira, menghalangi anak Indonesia untuk mendapatkan bekal hidup selanjutnya, menghalangi anak Indonesia untuk mewujudkan cita-cita. Apa yang dilakukan KPAI dan lembaga lain tersebut, sangat bertentangan dengan cita-cita Bangsa, dan cita-cita pendidikan bagi anak di Indonesia. <\/p>\n","post_title":"Sesat pikir KPAI Melarang Audisi Pencarian Bakat Bulutangkis Anak-Anak","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"sesat-pikir-kpai-melarang-audisi-pencarian-bakat-bulutangkis-anak-anak","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-08-14 11:00:58","post_modified_gmt":"2019-08-14 04:00:58","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5956","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5949,"post_author":"877","post_date":"2019-08-12 08:28:29","post_date_gmt":"2019-08-12 01:28:29","post_content":"\n

Kurban tidak semata-mata hanya menyembelih hewan, dibaliknya ada kisah indah yang bisa sebagai bahan renungan dan pengingat bagi semua. Pada kisah qurban, terdapat peran anak usia dini yang akhirnya dikenang umat Islam sedunia sepanjang masa dan juga dapat mengangkat harkat martabat keluarganya dihadapan Tuhan. Selama anak suka bahkan bahagia menjalankan perannya untuk kepentingan dirinya sendiri kedepan dan mengangkat harkat martabat keluarganya dengan bimbingan yang baik, maka hal tersebut sah-sah saja tidak ada larangan.\u00a0<\/p>\n\n\n\n

Kemarin, pada tanggal 11 Agustus 2019 hari Minggu, tepatnya pada tanggal 10 dzulhijjah 1440 M., dipagi hari umat Islam terlihat berbondong-bondong ada yang ke masjid ada yang kelapangan, tidak lain menjalankan ibadah sholat Idul Adha, atau biasa disebut hari raya qurban. Selain melakukan sholad, umat Islam merayakannya dengan menyembelih hewan qurban, seperti unta tradisi di Timur Tengah, sedangkam di Indonesia menyembelih sapi atau kerbau. Khusus di Kudus kota Kretek rerata menyembelih kerbau, sapi bagi sebagian besar masyarakat Kudus tidak mau menyembelih. Cerita yang beredar di masyarakat turun menurun, pelarangan menyembelih sapi sejak zaman kewalian yaitu Sunan Kudus sebagai penghormatan terhadap agama lain yang beranggapan hewan sapi sebagai hewan yang suci.<\/p>\n\n\n\n

Kembali ke Idul Adha, diceritakan oleh para Ulama\u2019 ada kisah tentang Nabi Ibrahim yang akan mengorbankan putranya yang masih kecil namanya Ismail (besarnya menjadi Nabi). Ceritanya Nabi Ibrahim saat tidur bermimpi, ia diperintah Tuhan untuk menyembelih putranya bernama Ismail. Saat bangun, ia merenung, berfikir sambil bertanya dihati, benarkah ini perintah Tuhan?. Kali pertama mimpinya ini, ia masih ragu antara benar perintah Tuhan atau tidak. Mimpi yang direnungkan dan difikir terjadi pada malam tanggal 08 dzulhijjah,disebut hari tarwiyah<\/em>.\u00a0<\/p>\n\n\n\n

Baca: Tinjauan Kritis Atas Larangan Iklan dan Sponshorship dengan Mencantumkan Logo, Brand Image, dan Identitas CSR Sebuah Perusahaan<\/a><\/p>\n\n\n\n

Pada malam tanggal 09 dzulhijjah Nabi Ibrahim mimpi lagi dengan perintah yang sama. Mimpi kali kedua, Nabi Ibrahim merasa yakin kalau benar-benar perintah Tuhan. Pada mimpi kedua disebut hari arafah<\/em>. Pada tanggal 10 dzulhijjah, hari Nabi Ibrahim melaksanakan perintah Tuhan untuk menyembelih Ismail (putranya), yang kemudian disebut  hari nakhr <\/em>(biasa disebut nahar bagi orang Indonesia). <\/p>\n\n\n\n

Cerita KH. Sya\u2019roni, saat pagi hari pada tanggal 10 dzulhijjah Nabi Ibrahim menyuruh istrinya bernama Siti Hajar (ibu kandung Ismail) untuk memandikan Ismail setelah itu memakaikan pakaian yang bagus-bagus, dengan alasan mau diajak jalan-jalan. Siti Hajar melaksanakan sesuai perintah suaminya, sembari menunggu istrinya selesai, Nabi Ibrahim mengasah pisaunya\/pedangnya. <\/p>\n\n\n\n

Ismail sudah siap, diajaklah jalan jalan bapaknya (Nabi Ibrahim) menuju bukit Mina di Makkah, dengan niatan mau disembelih sesui perintah Tuhan. Di tengah perjalanan, Nabi Ibrahim dihadang iblis yang berwujud manusia, dengan mengatakan Ibrahim, anakmu itu ganteng, tega kamu sembelih, urungkan niatmu. Nabi Ibrahim tidak menjawab, malah mengambil batu kecil 7 butir, kemudian batu kecil tersebut dilemparkan ke arah iblis tersebut, sambil mengatakan, pergi kamu Iblis. Nabi Ibrahim tetap melanjutkan perjalannya, dan dihadang Iblis lagi kali kedua, Nabi Ibrahim mengambil batu kecil lagi dilempar ke iblis. Kemudian Nabi melanjutkan perjalannya, dihadang iblis lagi kali ketiga, seperti penghadangan yang pertama dan kedua, Nabi mengambil batu kecil dan dilemparkan ke arah iblis, lalu Nabi Ibrahim lanjut lagi. Inilah cerita, yang menjadi cikal bakal adanya jumroh ula, jumroh wustho dan jumroh aqobah. Tiap ibadah haji jumroh ini harus diperagakan seperti halnya apa yang telah dilakukan Nabi Ibrahim dengan maksud melawan dan melempar iblis dengan batu agar tidak mengganggu..  <\/p>\n\n\n\n

Sesampainya di puncak bukit Mina, Nabi Ibrahim menceritakan mimpinya dan mengatakan maksud dan tujuannya mengajak Ismail jalan-jalan. Selesai Nabi Ibrahim cerita, kemudian Ismail berkata pada bapaknya, untuk segera menjalankan perintah Tuhan. Pada saat menyembebelih, pisau\/pedang Nabi Ibrahim tidak bisa melukai kulit Ismail, karena Nabi Ibrahim masih gelisah dan menangis saat melihat wajah Ismail. Kemudian Ismail berkata, mungkin karena bapak melihat wajahku, hingga tidak tega menyembelih, lalu Ismail membalikkan badannya memposisisikan badannya telungkup. Lalau Nabi Ibrahim dengan kesiapan hati melakukan penyembelihan yang kedua, lagi-lagi pisau\/pedangnya tidak mampu melukai kulit leher Ismail. Dengan bingung karena tidak berhasil menyembelih Ismail, turunlah Malaikat Jibril dengan membawa kambing, digantikannya Ismail dengan kambing tersebut. Bersamaan dengan turunnya wahyu Tuhan yang menjelaskan keduanya telah lulus  dari ujian. Kemudian Nabi Ibrahim membaca takbir \u201cAllahu Akbar\u201d<\/em> 3x, disaut Ismail dengan .membaca \u201cLaa ilaaha illahhu wallahu akbar<\/em>\u201d, diakhiri Malikat Jibril dengan bacaan \u201cAllahu Akbar walillahil Hamd<\/em>\u201d, dilanjutkan dengan menyembelih kambing bawaan malaikat jibril.<\/p>\n\n\n\n

Ada cerita lucu setelah Nabi Ibrahim selesai menyembelih kambing, Nabi Ibrahim bertanya pada Ismail, siapa yang paling dermawan diantara kita? Ismail menjawab, saya. Tidak bisa kata Nabi Ibrahim, saya yang paling dermawan, karena akan mngorbankan anak yang kucintai. Ismail berkata, tidak bisa, saya yang dermawan, karena bapak punya dua anak, kalau saya dikorbankan, masih punya anak satu, lalu malaikat berkata, tidak bisa, saya yang dermawan karena saya sudah kehilangan kambing satu.\u00a0\u00a0<\/p>\n\n\n\n

Baca: Kegagalan Lakpesdam PBNU dalam Melihat Produk Tembakau Alternatif<\/a><\/p>\n\n\n\n

Keterangan dalam kitab tafsir  \u201cTanwirul Adhan<\/em>\u201d penjelasan dari surat As-Saffat ayat 102 bahwa usia Ismail saat itu 13 tahun ada juga Ulama\u2019 yang mengatakan umur 7 tahun. ada riwayat lain yang mengatakan umur Ismail saat itu 14 tahun. Pada intinya saat kejadian kisah penyembelihan, Ismail masih usia anak-anak, ia dengan senang hati dan ikhlas, menjalani perannya.  <\/p>\n\n\n\n

Dari sejarah singkat qurban yang ektrim di atas, kira-kira pendapat KPAI apakah mendukung apa yang telah di lakukan Nabi Ibrahim?, atau sebaliknya mendukung Iblis yang menghalangi Nabi Ibrahim yang akan menjalankan kewajibannya sebagai hamba?. Saya yakin KPAI akan mendukung Nabi Ibrahim, tidak mendukung langkah Iblis. 
<\/p>\n\n\n\n

Walaupun ktidak persis, tapi hampir mirip kisah qurban diatas dengan audisi oleh Djarum Foundation yang melibatkan. Program audisi bulutangkis usia anak-anak Djarum Foundation, tidak lain ikut serta program pemerintah dalam mencerdaskan bangsa melalui pencarian bakat sedini mungkin. Anak-anak yang berbakat bulutangkis tentunya yang terjaring dalam audisi, dididik dengan penuh semangat oleh Djarum Foundation Bhakti olahraga. Buktinya, anak-anak tersebut disekolahkan formal, dilatih bulu tangkis dengan disiplin dan penuh tanggungjawab, tanpa dipungut biaya apapun, bahkan semua kebutuhan anak-anak tercukupi dengan baik. Pola didiknya, seperti pola pendidikan sekolah lainnya, anak-anak dididik dan diajar agar berpretasi, setidaknya punya pengetahuan, pengalaman dan keahlian sebagai bekal masa depan. Disisi lain, ternyata anak-anak yang terjaring audisi merasa sangat gembira, senang dan bangga bisa terpilih. Mereka dapat mengembangkan bakatnya, dan mendapatkan pendidikan sekolah dengan gratis.<\/p>\n\n\n\n

Tujuan utama Djarum Foundation mencari bibit unggul pebulutangkis Indonesia, yang selama ini sebagai salah satu olahraga kebanggaan masyarakat Indonesia atas banyaknya prestasi yang di peroleh. Program Djarum Foundation Bhakti olahraga jauh dari niatan ekploitasi anak untuk promosi, yang ada ekploitasi anak untuk kejayaan olah raga bulutangkis bangsa Indonesia. <\/p>\n\n\n\n

Juga, program Djarum Foundation audisi bulutangkis adalah salah satu bentuk kesadaran dan kewajibannya membangun bangsa dengan melibatkan anak-anak. Lalu apa yang salah dari Djarum Foundation Bhakti Olahraga, jelas-jelas telah menghibahkan fasilitas, pikiran hingga dana untuk kepentingan kejayaan bangsa Indonesia, melalui olahraga. Pemerintah harus mendukung program tersebut, begitupun KPAI. KPAI jangan sampai menjadi penghalang, seperti halnya penghalang Nabi Ibrahim dalam kisah di atas.  
<\/p>\n","post_title":"Refleksi Kisah Kurban sebagai Bahan Pengingat KPAI","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"refleksi-kisah-kurban-sebagai-bahan-pengingat-kpai","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-08-12 08:30:31","post_modified_gmt":"2019-08-12 01:30:31","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5949","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5936,"post_author":"877","post_date":"2019-08-06 10:53:42","post_date_gmt":"2019-08-06 03:53:42","post_content":"\n

Masalah peredaran rokok di Indonesia, pemerintah cenderung mengambil langkah aman. Sudah saatnya pemerintah harus tegas menentukan sikap pelarangan atau membolehkan peredaran rokok di tengah-tengah masyarakat. <\/p>\n\n\n\n

Sikap pemerintah sampai saat ini menimbulkan pro dan kontra. Di satu sisi pemerintah melalui Kementrian Kesehatan membuat aturan pembatasan dan pelarangan beredarnya rokok, bahkan melarang adanya iklan rokok dan mengatur packaging<\/em> dengan bermacam gambar dan peringatan yang menggelian. Di sisi lain, pemerintah mendorong peningkatkan pendapatan Negara, mendorong peningkatan ekonomi rakyat, mendorong peningkatan produktivitas rakyat dan daya saing di pasar internasional, dan mendorong pengentasan kemiskinan.<\/p>\n\n\n\n

Sekarang, efek sikap pemerintah di atas meluas kemana-mana, mulai dari isu penyederhanaan layer atau penggabungan golongan industri rokok, isu pelarangan iklan rokok di media sosial karena pengguna media sosial banyak anak-anak, sampai pada pelarangan audisi pencari bakat bulu tangkis yang dilakukan Djarum Foundation dengan alasan ekploitasi anak. Ini semua adalah beberapa agenda untuk pengendalian rokok dan tembakau di Indonesia yang alasannya sudah dipatahkan dengan data yang lebih akurat.<\/p>\n\n\n\n

Semisal, yang pro dapat menceritakan dan meruntutkan agenda pengendalian rokok dan tembakau di Indonesia sebagai agenda politik dagang internasional. Semua program pengendalian rokok dan tembakau di Indonesia mengadopsi dari program World Health Organization (WHO) organisasi program dunia yang mendapatkan sokongan dana dari industri farmasi.\u00a0<\/p>\n\n\n\n

Baca:
Ada Campur Tangan Bloomberg dalam Surat Edaran Menkes terkait Pemblokiran Iklan Rokok <\/a><\/p>\n\n\n\n

WHO tidak semata-mata bertujuan demi meningkatkan taraf kesehatan penduduk. Di sini WHO sebagai ujung tombak industri farmasi. Terjadi peralihan di lingkup kesehatan, dimana dokter dan ilmuwan kesehatan dikuasai perusahan obat (farmasi). Tujuan utamanya tidak lain untuk merebut pasar nikotin dunia, dan menggantikan pemanfaatan nikotin alami dari tembakau dengan produk rekayasa nikotin yang telah dikantongi hak patennya. Keterlibatan WHO memuluskan tujuan industri farmasi tersebut dengan mendorong negara-negara di dunia untuk memberlakukan kebijakan sesuai kerangka kesehatan, tanpa mempertimbangkan peran sosial, ekonomi, politik dan budaya. Walaupun alasan kesehatan yang dibangun ternyata tidak 100% benar dan terkesan dipaksakan. Negara yang menjadi sasaran utama adalah Negara yang berkembang, seperti Indonesia, China, Bangladesh, India, Rusia, Mesir, Thailand, Filipina dan Brazil. <\/p>\n\n\n\n

Untuk menguasai pasar nikotin di dunia, industri farmasi mendapatkan sokongan dana dari bloomberg initiative. Karena salah satu direktur dari persekutuan perusahaan farmasi dunia bernama William R. Brody punya kedekatan dengan bloomberg initiative, selain teman karib juga posisinya sebagai penasehat. <\/h4>\n\n\n\n

Tidak mengherankan jika pendukung program pengendalian rokok dan tembakau di Indonesia mendapatkan sokongan dana dari bloomberg initiative termasuk lembaga yang bergerak untuk perlindungan anak, salah satunya Komnas Perlindungan Anak Indonesia (KPAI). Apapun bentuk lembaganya, selama mendapatkan kucuran dana bloomberg initiative, program utamanya harus sinergi dengan program bloomberg initiative dan rezim kesehatan dunia (WHO) yaitu pengendalian tembakau dan rokok, terutama rokok kretek asli Indonesia.<\/p>\n\n\n\n

Ada sekitar lebih dari 20an lembaga di Indonesia mendapatkan sokongan dana langsung maupun tidak langsung dari bloomberg initiative. Lembaga-lembaga tersebut bervarian, ada lembaga yang bergerak dalam pendidikan, bergerak pemberantasan korupsi, bergerak dalam kesehatan, bergerak perlindungan konsumen, bergerak melindungi anak, bahkan sampai pada lembaga agama. Numun pada intinya leading sector<\/em> yaitu sektor potensial yang dapat\u00a0menggerakkan agenda pengendalian tembakau dan rokok di Indonesia ada pada rezim kesehatan dalam hal ini Kementerian Kesehatan. Dengan menggunakan dalil kesehatan yang mulia, agenda bloomberg initiative dan farmasi berselancar dengan baik di Indonesia. \u00a0<\/p>\n\n\n\n

Baca:
Tinjauan Kritis Atas Larangan Iklan dan Sponshorship dengan Mencantumkan Logo, Brand Image, dan Identitas CSR Sebuah Perusahaan<\/a> <\/p>\n\n\n\n

Isu kuat saat ini yang beredar untuk agenda pengendalian tembakau dan rokok di Indonesia salah satunya, KPAI melarang audisi pencarian bakat bulu tangkis sejak dini yang dilakukan Djarum Foundation dengan alasan ekploitasi anak, Kementerian Kesehatan dan KPAI melarang adanya iklan di media sosia karena akan mengakibatkan bertambahnya perokok pemula, penggabungan golongan industri rokok atau penyederhanaan layer tarif cukai rokok yang intinya pengurangan terhadap industri rokok kretek, menaikkan cukai rokok untuk mengurangi peredaran rokok, dan korelasinya rokok dengan kemiskinan bertujuan agar ada kebijakan menghalau laju industri rokok kretek. <\/p>\n\n\n\n

Pemerintah dalam hal ini harus tegas mengambil sikap, untuk kepastian dan masa depan industri rokok kretek asli Indonesia. Dimana sejarah penemuan rokok kretek tidak lain untuk pengobatan yang dilakukan H. Djamhari sebagai obat sakit bengeknya. Karena rokok kretek adalah campuran tembakau dan cengkeh, berbeda dengan rokok non kretek yang hanya memakai tembakau saja. Selama ini, belum ada uji atau riset bahwa rokok kretek berkorelasi signifikan terhadap timbulnya penyakit yang dituduhkan. Kalau menjadi salah satu bagian kecil penyebab penyakit, tentunya ya dan bukan faktor penyebab utama. Itu seperti halnya barang-barang lain yang dikonsumsi manusia secara berlebihan dan hidup tidak seimbang. Termasuk makan nasi, mengkonsumsi gula dan mengkonsumsi lainnya secara berlebihan, tanpa diimbangi olah raga dan istirahat yang cukup. <\/p>\n\n\n\n

Selain itu, posisi industri kretek sangat stategis bagi bangsa Indonesia. Industri kretek membuktikan tetap bertahan setidaknya lebih dari 130 tahun. Disaat industri lain tumbang di zaman kolonial, industri kretek tetap eksis memberikan penghidupan masyarakat Indonesia. Bahkan tergolong industri yang peka zaman, dengan memberikan kontribusi yang sangat besar. Menghidupi setidaknya 6.1 juta jiwa petani cengkeh yang tersebar di 30 provinsi, petani tembakau yang tersebar di 15 provinsi. Menghidupi ribuan karyawan yang bekerja di industri kretek. Mempunyai multiplier<\/em> <\/em>effect<\/em> ke sektor perokonomian lainnya yang berada di sekitar industri kretek. <\/p>\n\n\n\n

Keberadaan industri kretek berkontribusi adanya hak jaminan sosial dan corporate social responsibility<\/em> (CSR), seperti halnya jaminan kesehatan, bhakti pendidikan, bhakti budaya, bhakti olahraga, bhakti lingkungan dan lain sebagainya. Berkontribusi pendapatan Negara melalui setoran cukai, berkontribusi bagi kesehatan publik dari alokasi dana bagi hasil cukai hasil tembakau (DBH-CHT) untuk sarana kesehatan dan pembayaran defisit Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS).  <\/p>\n\n\n\n

Selain itu, adanya industri kretek sebagai cermin kemandirian dan kedaulatan bangsa, karena sebagai pemenuhan kebutuhan pokok rakyat dalam hal ini pendapatan masyarakat sebagai agenda pemberantasan kemiskinan. <\/p>\n\n\n\n

Dengan pertimbangan di atas, diharapkan pemerintah dalam hal ini Presiden memberikan ketegasan, apakah industri rokok nasional tetap berproduksi atau dilarang berproduksi. Kalau tetap berproduksi, pemerintah secara totalitas harus melindunginya mulai kebijakan sampai pada strategi pemasarannya. Andaikan dilarang beroperasi, pemerintah paling tidak harus berani mempersiapkan lapangan pekerjaan lain bagi petani dan buruh tani cengkeh dan tembakau, buruh industri dan mungkin menata perekonomian akibat multiplier<\/em> <\/em>effect<\/em> keberadaan industri kretek. Dan yang terpenting keberadaan industri kretek, sebagai industri nasional sebagai perwujudan agenda prioritas  tujuan Nawa Cita, sehingga jangan sampai digiring dan diatur kepentingan asing melalui rezim kesehatan sebagai leading sector, <\/em>yang belum tentu benar dan terkesan dipaksakan.  
<\/p>\n","post_title":"Ketika Pemerintah Plin-Plan Membuat Regulasi Terkait Dunia Pertembakauan","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"ketika-pemerintah-plin-plan-membuat-regulasi-terkait-dunia-pertembakauan","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-08-06 10:53:48","post_modified_gmt":"2019-08-06 03:53:48","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5936","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":16},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"epic_block_3"};

\n

Seminggunan kemarin, tepatnya Minggu 25 Agustus, teman MTS dulu pulang dari Jakarta. Ia sehari-harinya beraktivitas dan bekerja di sana. Di Jakarta, bersama anak istrinya, yang setiap hari jualan sayuran keliling. <\/p>\n\n\n\n

Kami yang sudah lama tidak ketemu, bahkan lebaran kemarin ternyata dia tak pulang ke Kudus. Pantesan tak ada yang rebut ngajak ngopi, orang yang biasa ngajak ngopi orangnya masih di Jakarta. Memilih lebaran di sana, karena dititipin rumah tetangganya yang katanya sudah seperti keluarganya sendiri yang kala itu baru mudik.\u00a0<\/p>\n\n\n\n

Baca: Sesat pikir KPAI Melarang Audisi Pencarian Bakat Bulutangkis Anak-Anak<\/a><\/p>\n\n\n\n

Temanku itu panggilannya Djumari, rumahnya dulu daerah Kaliwungu Kudus bagian barat. Ia pulang dalam rangka ada acara nikahan saudara dari istrinya. Dasar Djumari, kalau gak ngopi bareng dan ketemu temen-temen gak puas katanya, karena mumpung di Kudus. Ia gunakan kesempatan sebelum datang kesempitan disela-sela acara nikahan saudaranya. Lewat pesan singkat WA, tanpa hitungan jam ajakan ngopi Djumari, langsung di respon banyak teman yang tergabung di group WA. Ada yang tanya kapan datangnya, ada yang komentar besuk aja ngopinya soalnya masih diluar kota, ada yang bilang sore ini aja tancap gas. Djumari menjawabi dan balas komentar teman-teman. Dihari itu, Djumari kayak artis banyak ajakan dan tawaran teman-teman. <\/p>\n\n\n\n

Memang, teman-teman alumni MTS Madrasah Qudsiyyah Kudus kompak sekali, bahkan sudah kayak saudara sendiri semua. Kita sering kumpul walaupun hanya sekedar ngopi, yang penting bertemu dan ngobrol. Tidak jarang, kita ketemu dengan agenda acara resmi dan agak resmi. Seperti disaat salah satu teman punya hajat, bahkan hajat kecilpun kayak acara \u201cmanaqiban\u201d sering mengundang teman lainya. Pasti ada yang bingung apa itu manaqiban<\/em>?. Aku jelasin sebentar, manaqiban itu, acara membaca sejarah Syeih Abdul Qodir Jaelani ulama dahulu setelah masa Shahabat Nabi, yang terkenal alimnya dan sufi serta berkaromah. Nah, bagi kita-kita penggemarnya, sering kali kita baca sejarahnya. Dengan cerita sejarah  Syeih Abdul Qodir Jaelani, kita penggemar berharap agar apa yang kita lakukan dido\u2019akan atau di amini beliau semua urusan kita lancar. Karena menurut kita penggemar, meyakini Syeih Abdul Qodir Jaelani kekasih Tuhan, kalau dalam bahasa Jawa \u201cbolone Gusti Allah\u201d. Ini sekilas penjelasan tentang istilah manaqiban<\/em>, kalau mau tau lebih lanjut, khasiat-khasiatnya, bisa kita diskusi dilain waktu aja. Yang jelas di acara manaqiban<\/em> ini sudah jadi tradisi ada \u201cingkung\u201d ayamnya. Ini yang biasa kita nantikan.<\/p>\n\n\n\n

Kembali ke acara ngopi, disore itu temenku Djumari langsung nentukan tempat ngopi dan waktunya. Kita biasa ngopi ditempat sederhana. Akhirnya, Djumari mutusin habis isya\u2019 kumpul dan ngopi di rumah teman kita satunya namanya Nur Cholis, juga tergabung dalam group WA. Setelah tahu bakal kerumahnya, Nur Cholis langsung komen, lapan enam laksanakan. Aku langsung teringat temenku namanya Fawaz, orang Betawi keturunan Arab, sering kalau jawab pas di WA pakai tulisan lapan enam.\u00a0<\/p>\n\n\n\n

Baca: PB Djarum, Prestasi Bulutangkis Nasional, dan Kegagalan KPAI Memahami Peristiwa<\/a><\/p>\n\n\n\n

Waktu isya\u2019 tiba, suasana mau hujan, sedikit grimis, hawanya lumayan dingin dibanding sebelumnya panas dan gerah. Tapi semangat ngopi dam ngobrol teman-teman tak mengendor. Bahkan di group sudah ada yang ribut, ngajak-ngajak \u201cayo ayo waktunya kopdar tiba, ada bonus banyak rezeki lho\u201d, Rifai namanya, seorang pembicara atau muballig yang sering ceramah di masyarakat. <\/p>\n\n\n\n

Aku datang sekitar jam 20.00, terlihat banyak tema yang sudah pada kumpul, didepannya ada segelas kopi. Maklum kita orang desa ngopinya gak pakai cangkir, tapi pakai gelas es yang tinggi. Dibenakku ini ngopi apa kehausan?, tapi yang penting tetap ngopi dan merokok. Di meja terlihat banyak rokok bermacam-macam mereknya, sesuai kesukaan masing-masing. Ada yang bawa Sukun Putih, ada yang bawa Gudang Garam, kebanyakan bawa LA, tapi ada juga yang bawa rokok bikinan sendiri alias \u201cTingwe\u201d nglinting dewe dirumah ditaruh plastik. Aku coba rokok tingwe itu sambil ngobrol bareng, ternyata lumayan enak ramuan rokoknya, dibanding tingwe tingwe yang pernah aku rasakan. Yang buat tingwe namanya Sutopo, profesinya sehari-hari memang jual beli tembakau. Karena penasaran, sutopo aku tanya, kok enak, ini tembakau mana?. Dijawabnya \u201cbiasa tembakau Temanggung\u201d tapi aku kasih cengkeh kualitas wahid, dan sedikit ramuan saos sendiri (bahannya dirahasiakan), yang jelas katanya bahan saos dari rempah rempah bikinan sendiri. <\/p>\n\n\n\n

Ngobrol kita mengalir tanpa ada sekat dan batasan, malah terkadang pada ngobrol sendiri-sendiri dengan teman didekatnya. Giliran Djumari disuruh cerita pengalamannya, teman teman pada diam, mungkin pada penasaran. Soalnya dulu, sebelum ke Jakarta ia bekerja di Djarum. Ia ceritakan alasannya harus ke Jakarta. Awalnya, sering pulang pergi Jakarta Kudus untuk pengobatan istrinya yang sedang sakit di salah satu pengobatan alternatif disana atas rekomendasi saudaranya yang sudah lama hidup di Jakarta. Ia menceritakan sakit istrinya yang sering pusing, dan pusingnya bukan pusing biasa, dan seringkali istrinya sampai membentur-benturkan kepalanya. Kemudian, saat diharuskan kontinyu pengobatannya, minimal satu tahun agar cepat sembuh, akhirnya ia putusin meninggalkan Kudus sementara, termasuk pekerjaannya. Alhamdulillah istrinya sekarang sudah sembuh total.\u00a0<\/p>\n\n\n\n

Baca: Cacat Pikir KPAI Memaknai Kata Ekploitasi Anak dan Promosi<\/a><\/p>\n\n\n\n

Disela sela nungguin istrinya sakit, ia sering diajak saudaranya jualan sayuran keliling. Nah, walaupun sekarang istrinya sudah sembuh, ia tetap di Jakarta. Sebab dipikirannya, kalau kembali ke Kudus mulai dari awal lagi, mending yang sudah ada didepan mata dijalanin dulu. Nanti pelan-pelan sambil melihat peluang di Kudus, ia pun akan pulang. Obrolan tetap seru, walaupun djarum jam sudah tepat diangka 12.00 malam. Namun domain obrolan lebih pada Djumari sebagai nara sumber, ia menceritakan semua pengalaman dan kejadia yang ia lihat, sampai ia menceritakan berita kalau pabrik Djarum yang dulu pernah ia singgahi, sedang dipermasalahkan KPAI. Memang sebenarnya ia tak paham alur permasalahanya. Tahunya, KPAI gak suka bulu tangkis Djarum berjalan, memusuhi rokok. <\/p>\n\n\n\n

Sebagai orang yang pernah menjadi karyawan Djarum, jadi wajar dan pantas kalau ia membela Djarum, apalagi ia asli Kudus. Saking semangatnya, ia ngomong \u201cnek aku dadi Djarum, tak tuku iku KPAI, paling ora tak lawan\u201d \u201candaikan aku yang punya Djarum, aku beli KPAI, paling tidak dilawan\u201d. Ada yang menyambar omongan, \u201csampek matek kuwe Djum, ogak bakal dadi bos Djarum\u201d \u201csampai mati kamu Djum, tidak akan jadi bos Djarum\u201d haha\u2026\u2026disambut dengan tawa klakaran teman-teman termasuk saya sendiri. Di sela-sela tawa, tuan rumah ngomong \u201cancen gawe gregeten, kenopo Djarum mung meneng, malah ngalah\u201d \u201cbikin gregeten, kenapa Djarum diam dan cenderung mengalah\u201d. <\/p>\n\n\n\n

Nah, ternyata, banyak orang yang sangat simpati dan membela pabrik Djarum, terutama orang Kudus. Rata-rata mereka, tak tahu apa yang harus dilakukan, apa yang harus diperbuat. Sebagai manusia lemah, mereka hanya bisa marah  yang terpendaam dalam hati, dengan melihat kejadian KPAI menyerang Djarum. Coba, andaikan mereka tahu kalau dibelekang KPAI ada kepentingan asing yang mengusik rokok kretek asli Kudus, yang sudah mendarah daging bagi masyarakat Kudus. Pastinya, pembelaanya lebih dari itu, bahkan mungkin mati-matian.
<\/p>\n","post_title":"Cerita di Balik Segelas Kopi untuk Djarum","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"cerita-di-balik-segelas-kopi-untuk-djarum","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-09-03 09:19:00","post_modified_gmt":"2019-09-03 02:19:00","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6014","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5999,"post_author":"877","post_date":"2019-08-28 09:40:02","post_date_gmt":"2019-08-28 02:40:02","post_content":"\n

Direktur Pusat Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Amerika Serikat (CDC), Robert Redfield, mengungkapkan kematian tragis di Illinois memperkuat dugaan karena vape<\/a> atau rokok elektrik. Berita tersebut atas laporan Dinas Kesehatan Illinois yang mengumumkan ada satu pasien yang akhirnya meninggal dunia. Kasus ini kemungkinan jadi kasus pertama kematian akibat penyakit berkaitan dengan vape.
<\/p>\n\n\n\n

Kejadian di atas menjawab keberadaan vape atau rokok elektrik sangat membahayakan. Berbeda dengan resiko rokok kretek, bisa menimbulkan penyakit jika mengkonsumsinya berlebihan atau kebanyakakan, dan hidup tidak seimbang. Misalnya dalam satu hari merokok sampai tiga atau empat bungkus, tanpa makan nasi atau makan-makanan sehat, tanpa olah raga, tanpa minum air putih, selalu didampingi kopi atau teh, istirahatnya kurang dan sebagainya. Maka dipastikan orang tersebut akan jatuh sakit bahkan meninggal dunia.\u00a0<\/p>\n\n\n\n

Baca: Terkuak, Rokok Elektrik Berbahaya bagi Kesehatan<\/a><\/p>\n\n\n\n

Tidak hanya itu, otoritas kesehatan di Amerika Serikat telah berhasil menginvestigasi kemunculan penyakit paru-paru misterius di antara kalangan pengguna rokok elektrik atau vape. Dilaporkan setidaknya ada 195 kasus potensial penyakit paru-paru di 22 Negara karena kena dampak dari vape atau rokok elektrik.
<\/p>\n\n\n\n

Jadi, masyarakat perlu waspada beredarnya vape atau rokok elektrik. Belum lagi, sebetulnya rokok elektrik atau vape, berdampak juga peningkatan perokok anak.\u00a0 Yang menjadi daya tarik bagi anak, selain bentuknya yang elegan, simpel, juga beraroma buah-buahan yang terkemas dalam cairan.<\/strong><\/p>\n\n\n\n

Orang yang mengatakan bahwa vape atau rokok elektrik lebih mensehatkan dari pada rokok kretek, pendapat tersebut sangat keliru. Disampaing efek dari rangkaian listrik dan battre juga cairan dalam rokok elektrik berpengaruh terhadap resiko jantung.  <\/p>\n\n\n\n

Hasil penelitian yang diterbitkan dalam Journal of American College of Cardiology pada Mei lalu ini menambah bukti bahwa cairan rokok elektrik dapat menghambat fungsi sel-sel tubuh yang berperan dalam kesehatan jantung. Cairan dalam vape atau rokok elektrik pada akhirnya merusak sel-sel yang melapisi pembuluh darah. <\/p>\n\n\n\n

Keberadaan vape atau rokok elektrik di pasaran sangat membahayakan bagi orang Indonesia, terlebih pemuda-pemuda, yang banyak memilih merokok vape aatau rokok elektri. Menurutnya, selain bentuk kecil, simpel dibawa dan ada aroma buah-buahan sesuai selera. Akan tetapi dibalik bentuknya yang bagus, menyembunyikan banyak penyakit ketika dikonsumsi.\u00a0<\/p>\n\n\n\n

Baca: Kata Siapa Lebih Sehat? Perokok Elektrik Berisiko Terjangkit Penyakit Kardiovaskular<\/a><\/p>\n\n\n\n

Hingga kini CDC masih melakukan investigasi lebih lanjut, dengan mengimbau agar para dokter mengumpulkan data dan sampel bila menemukan pasien dengan gejala penyakit paru serupa, tentunya akibat rokok elektrik atau vape. Bentuk dan merek rokok elektrik dan vape banyak varian dan banyak merek. JUUL termasuk merek rokok elektrik atau vape yang saat ini naik daun.\u00a0<\/p>\n\n\n\n

Ada yang mengatakan bahwa tak tepat membandingkan rokok tembakau dengan rokok elektrik. Ya benar tak tepat, karena rokok elektrik atau vape resikonya sangat tinggi. Sedang rokok tembakau resikonya kecil, apa lagi rokok kretek mungkin resikonya sangat kecil sekali terhadap tubuh. Alasannya, munculnya rokok kretek bertujuan untuk pengobatan sakit bengek, dan tujuannya berhasil. Hingga banyak orang melakukan pemesanan rokok kretek saat itu, rokok kretek belum sebagai industri besar masih bersifat rumahan,  keadaan tersebut sekitar abad 19. <\/p>\n\n\n\n

Dalam studi ini, tim peneliti menemukan bukti efek toksik pada sel-sel yang melapisi pembuluh darah dan melindungi jantung. Beberapa bukti tersebut termasuk di antaranya gangguan pada fungsi sel dan munculnya tanda-tanda peradangan. Para peneliti mengamati bagaimana respons sel saat bersentuhan dengan cairan rokok elektrik. Efek yang paling kentara terlihat pada cairan dengan rasa kayu manis.<\/p>\n\n\n\n

Baca: Riset Kesehatan Rokok Elektrik<\/a><\/p>\n\n\n\n

Sekelompok ahli kardiovaskular dari University of Massachusetts menganjurkan peneliti agar melakukan uji rokok elektrik atau vape lebih yang beraroma. Karena sumsi sementara, produk vape atau rokok elektrik yang beraroma dan punya pilihan rasa lebih berbahaya dari pada rokok vape natural. Namun yang banyak beredar dipasaran, justru yang beraroma dan berasa buah-buahan, dari pada yang natural. <\/p>\n\n\n\n

Studi pada 2018 lalu menunjukkan, penggunaan rokok elektrik harian berisiko terhadap serangan jantung, meski dengan probabilitas yang lebih rendah daripada perokok tembakau. Menurut dr Lawrence Phillips pakar kardiovaskular NYU Langone Health mengatakan \u201cKita melihat semakin banyak bukti bahwa rokok elektrik berhubungan dengan peningkatan risiko serangan jantung\u201d.<\/p>\n\n\n\n

Dari hasil pakar dan hasil studi di atas menegaskan bahwa keberadaan rokok vape atau rokok elektrik, resikonya sangat besar. Bahan utama rokok vape atau elektrik yang paling besar memberikan efek negatif pada tubuh manusia adalah cairan perasa. Akibat cairan perasa dalam rokok elektrik  atau vape termasuk merek JUUL beresiko terjadi peradangan, terjangkit penyakit jantung dan paru-paru akut, selanjutnya berakibat kematian. <\/p>\n\n\n\n

Untuk itu, demi masa depan bangsa Indonesia harusnya ada regulasi pelarangan peredaran rokok elektrik atau vape yang nyata-nyata telah ada kasus dengan didukung beberapa riset dan studi tentang konten rokok elektrik atau vape, yang hasilnya mempunyai resiko tinggi dapat menyebabkan penyakit berujung kematian.         
<\/p>\n","post_title":"Perokok Elektrik Berisiko Besar Terjangkit Penyakit Mematikan","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"perokok-elektrik-berisiko-besar-terjangkit-penyakit-mematikan","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-08-28 09:40:09","post_modified_gmt":"2019-08-28 02:40:09","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5999","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5979,"post_author":"877","post_date":"2019-08-21 09:57:26","post_date_gmt":"2019-08-21 02:57:26","post_content":"\n

Pemerintah berencana akan menerbitkan aturan simplifikasi layer cukai pada Oktober-Desember 2019. Jika benar terjadi, tindakan pemerintah itu sama saja membunuh secara perlahan industri kretek nasional. <\/p>\n\n\n\n

Jika dipikir-pikir, kebijakan simplifikasi layer cukai sangat menguntungkan industri rokok asing. Lalu apa bedanya pemerintah dengan LSM\/NGO yang getol memerangi peredaran rokok?. Nyatanya sama-sama ditunggangi kepentingan asing. Bedanya mungkin, pemerintah ditunggangi kepentingan industri rokok investor asing, kalau LSM\/NGO antirokok ada kepentingan farmasi yang berpusat di Amerika. Tapi jika dirunut dengan teliti, dua kepentingan asing tersebut yang terlihat beda, ada kemungkinan mengerucut pada satu titik yang sama. Tak lain membunuh rokok kretek asli Indonesia.<\/p>\n\n\n\n

Sebelum masuk ranah penjelasan yang sederhana tentang simplifikasi layer CHT, dampak yang ditimbulkan dan maksudnya. Terlebih dahulu perlu diuraikan makna simplifikasi, layer dan cukai secara berkesinambungan. Simplifikasi punya arti penyederhanaan, awalnya banyak dijadikan lebih sedikit, kecil, ramping dan ringkas. Tentunya, cara yang harus ditempuh dalam penyederhaan bisa jadi menggabungkan, bisa jadi dibuang\/dipotong salah satu, bisa jadi kedua-duanya dijalankan. Hubungan simplifikasi dengan industri rokok, penjelasannya di belakang setelah uraian tentang layer dan cukai.<\/p>\n\n\n\n

Layer bisa disebut dengan ungkapan lapisan, golongan, kelas, dan mungkin bisa dikatakan tingkatan. Varian rokok banyak sekali; ada rokok putih atau disebut sigaret putih mesin (SPM), ada sigaret kretek mesin (SKM), Ada sigaret kretek tangan (SKT). Ada rokok filter (ada busa) dan non filter (tidak ada busa). Ada juga rokok bercengkeh disebut kretek dan non cengkeh (tembakau saja) disebut putihan. Ada lagi rokok kretek dinamakan mild. Dari varian tersebut dibagi menjadi beberapa layer atau golongan, untuk penyesuaian pembayaran pajak cukai. Untuk mempermudah pemahaman, layer dibahasakan sebagai golongan industri rokok besar, menengah dan kecil. Sedangkan, cukai adalah pungutan pemerintah sebagai pajak. <\/p>\n\n\n\n

Nah, kira-kira uraian maknanya perkata sudah jelas. Sekarang uraian tersebut dihubungkan semua dengan rencana pemerintah kedepan untuk pungutan pajak rokok. Rencana pemerintah yang dimaksud simplikasi layer CHT, ingin menyederhanakan atau menggabungkan antara SPM dan SKM, dilebur manjadi satu golongan. Aslinya dibedakan, karena memang berbeda. SPM lebih tinggi pungutan pajaknya dari [ada SKM. SPM bukan asli produk Indonesia dan cenderung impor, dan yang punya bukan pribumi. Bahan bakunyapun tidak menggunakan tembakau Indonesia. Sangat jauh berbeda dengan SKM, industri yang padat karya dan menggunakan bahan baku lokal. Dan yang paling istimewa perbedaannya, tak lain adalah kemunculan SKM diciptakan oleh pribumi dengan mencampur tembakau dan cengkeh dalam satu batang rokok. Kemudian rokok cmpuran tersebut dinamai kretek. <\/p>\n\n\n\n

Rokok kretek terus berkembang dan inovatif seperti penjelasan di atas, ada filter, non filter, mesin, tangan, mild dan klobot. Kretek klobot tidak bercukai, karena keberadaannya hampir punah, sedikit sekali pabrikan membuat jenis klobot. Klobot satu-satunya rokok yang memakai bungkus daun jagung yang telah dikeringkan, kemudian di ikat pakai benang. Sehingga untuk kretek klobot ada pengecualian, tidak masuk dalam kategori jenis kretek di atas. <\/p>\n\n\n\n

Semua jenis kretek saat ini diproduksi oleh industri. Secara sederhana industri terbagi tiga macam, industri besar, menengah dan kecil. Paling kecil kategori industri kretek, telah mempunyai gudang untuk operasi pembuatan rokok kretek dengan luas minimal 200m2<\/sup>. Jadi, sekarang ini tidak ada lagi industri rokok kretek skala rumahan (home industri) seperti dulu lagi. <\/p>\n\n\n\n

Dari penjelasan di atas, sekarang sudah paham varian jenis rokok kretek asli produk Indonesia. Apapun bentuknya, jika rokok menggunakan campuran tembakau dan cengkeh itulah dinamakan rokok kretek, termasuk jenis mild. Dewasa ini jenis mild sangat disukai dipasaran. Hingga semua industri berlomba-lomba bikin mild. Munculnya mild tidak lain karena tuntutan dari aturan pemerintah yang membatasi nikotin dan tar. Sehingga konten tembakau mild lebih banyak memakai tembakau jenis Virginia. <\/p>\n\n\n\n

Jangan salahkan industri\/pabrikan jika makin lama kuota impor tembakau naik. Karena dibentuk oleh aturan pemerintah dan peningkatan permintaan pasar mild. Kalau begitu yang salah siapa? tentunya pemerintah yang membuat aturan low nikotin dan tar. Sulit sekali tembakau lokal untuk memenuhi batasan low nikotin dan tar sesuai aturan pemerintah. Pada akhirnya mau tidak mau industri\/pabrikan membutuhkan tembakau jenis Virginia yang sulit tumbuh dengan baik di bumi nusantara ini. Lalu apa yang dilakukan industri\/pabrikan rokok, ya impor lah. Tapi industri\/pabrikan masih sangat membutuhkan tembakau lokal. Selain sebagai bahan campuran rokok kretek mild, tembakau lokal dibuat memproduksi rokok bukan mild. <\/p>\n\n\n\n

Untuk rokok kretek mild, semuanya diproduksi memakai mesin, sedangkan selain mild ada yang pakai mesin ada yang pakai tangan. Dengan isu simplikasi layer CHT SPM dan SKM, ada dua kemungkinan. Pertama; bisa jadi SPM diturunkan levelnya disesuaikan dengan SKM. Kedua; atau SKM dinaikkan levelnya sesuai SPM. Keduanya sangat merugikan industri kretek asli produk Indonesia berupa SKM. Kalau yang pertama, keuntungan SPM (industri asing) harganya disamakan SKM, sehingga persaingan penjualan dipasaran relatif mudah, sehingga SKM sangat dirugikan. Jika demikian, pemerintah tidak melindungi industri nasional (lokal), dengan meliarkan persaingannya dipasaran sangat ketat. <\/p>\n\n\n\n

Kemungkinan yang kedua, juga demikian, sangat merugikan SKM, karena levelnya naik mengikuti SPM. Jika demikian, sangat memberatkan SKM, apalagi pangsa rokok kretek ditahun-tahun terakhir ini merosot tajam penjualannya. Kemerosotan penjualan rokok kretek juga pengaruh dari kebijakan pemerintah dan oknum (anti rokok) yang selalu merecoki industri kretek, seperti pungutan cukai naik,  pelarangan iklan, membuat isu yang dibuat-buat tanpa dasar dan lain sebagainya. Apakah keadaan industri kretek nasional saat ini, pemerintah masih memejamkan mata dan akan memberlakukan simplikasi layer CHT?. Jika demikian, sama saja pemerintah membunuh industri\/pabrikan kretek nasional dengan pelan-pelan. <\/p>\n\n\n\n

Jangan salahkan industri\/pabrikan rokok kretek jika pelan-pelan merumahkan karyawannya karena merugi bahkan tidak beroperasi. Jika pembelian bahan baku rokok kretek (tembakau dan cengkeh) menurun dan ribuan juta petani merugi, dan masih banyak lagi efek dampaknya ke segala lini yang menggantungkan hidupnya berhubungan dengan sektor pertembakauan. Pemerintah harus bertanggungjawab atas dampak tersebut, jangan asal cuci tangan jika dampak negatif terjadi. Karena pemerintahlah yang bikin aturan. <\/p>\n\n\n\n

Untuk itu, kedepan pemerintah harus hati-hati dan jeli dalam memutuskan dan memberlakukan kebijakan untuk kepentingan sektor pertembakauan. Karena, yang sudah-sudah, kebijakan pemerintah pada sektor pertembakauan tidak mengakomodir kepentingan industri nasional, cenderung mengakomodir kepentingan industri asing. Baik pemerintah, industri kretek, petani tembakau dan cengkeh serta masyarakat Indonesia harus berdaulat, saling menjaga dan saling melindungi untuk kepentingan bersama, menjadi bangsa yang besar dan kuat tanpa disetir Negara lain (asing). Inilah makna kemerdekaan yang sesungguhnya di era melenial.
<\/p>\n","post_title":"Kebijakan Simplifikasi Layer Cukai Adalah Rencana Pembunuhan terhadap Kretek","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"kebijakan-simplifikasi-layer-cukai-adalah-rencana-pembunuhan-terhadap-kretek","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-08-21 09:57:34","post_modified_gmt":"2019-08-21 02:57:34","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5979","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5956,"post_author":"877","post_date":"2019-08-14 11:00:51","post_date_gmt":"2019-08-14 04:00:51","post_content":"\n

Komisioner Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) Sitty Hikmawatty sesat pikir saat mengatakan bahwa program audisi beasiswa bulutangkis sebagai ajang ekploitasi anak. KPAI mempermasalahkan tulisan Djarum di kaos olahraga, karena sebagai ajang promosi brand rokok. Disini KPAI gagal faham membedakan antara Djarum Foundation dan Djarum industri rokok. <\/p>\n\n\n\n


Djarum Foundation sebagai wujud bhakti terhadap Bangsa dan Negara, sehingga prakteknya Djarum Foundation mengeluarkan uang, bukan mencari keuntungan. Ketika dikatakan sebagai ajang promosi produk rokok, sudah ditampik dan sudah dijelaskan secara detail pengurus Djarum Foundation, bahwa program yang dijalankan jauh dari niatan promosi produk rokok. Kalaupun ada tulisan Djarum di kaos olahraga, memang sejarahnya dari dulu sebagai nama clubnya. <\/p>\n\n\n\n


Sitty Hikmawatty sebagai komisioner KPAI, harusnya cerdas menyikapi hal tersebut. Harusnya ada apresiasi pada Djarum yang sadar akan kewajibannya, andil dalam pengembangan bakat bagi anak-anak. Dan apa yang telah dilakukan Djarum Foundation tidaklah mudah, membutuhkan tenaga dan matriil begitu besar. Sekarang pertanyaannya, siapa dan industri pribumi mana yang berani melakukan seperti itu?, bahkan KPAI pun tidak akan berani membuat program pencarian bakat secara intensif dan masif. <\/p>\n\n\n\n


KPAI harusnya faham makna perlindungan bagi anak, jangan hanya dimaknai secara sempit, semisal anak juga butuh perlindungan dari kebodohan dan kebutuhan lain yang sifatnya sangat mendesak. Nyatanya masih banyak anak \u2013anak yang tidak sekolah karena tidak mampu, masih banyak anak-anak yang hidup terlantar di Jalan, masih banyak anak-anak sebagai obyek makanan ringan yang bahannya membahayakan bagi tubuh. Dimana dan apa yang sudah dilakukan KPAI untuk melindungi anak tersebut?. Masih banyak masalah anak yang sangat penting dan krusial harus dikerjakan KPAI, dari pada mengurusi tulisan club Djarum dalam program audisi Djarum Foundation.<\/p>\n\n\n\n


Belum lagi, katanya KPAI akan mengambil langkah mengundang Kepala Daerah, dimana kotanya dibuat ajang audisi tersebut. Kalau nanti benar terjadi, menandakan kinerja KPAI tidak efektif. Masalah anak yang paling penting tidak terurus, dan selalu bergejolak di masyarakat kelas bawah. Sekali lagi seperti tidak sekolah karena orang tuanya tidak mampu atau orang tuanya meninggal dunia, walaupun sekolah katanya gratis, akan tetapi dampak lain timbul seperti halnya masalah ekonomi, akhirnya anak-anak mendingan cari uang untuk hidup sehari-hari dari pada sekolah. Anak-anak suka beli jajan (makanan ringat) di toko maupun dipinggir jalan yang mengandung bahan membahayakan bagi pertumbuhan anak. Di perempatan jalan atau lampu merah banyak anak-anak yang hidupnya menggelandang tanpa tujuan. Ini riil dan nyata di hadapan mata kita tiap hari. <\/p>\n\n\n\n


Tapi anehnya KPAI saat ini malah lebih intens mengurusi hal yang tidak penting degan melarang audisi pencarian bakat bulutangkis oleh Djarum Foundation. KPAI cenderung gagal faham dalam memahami, menafsiri, dan mensikapi hal tersebut. Anehnya lagi, apa yang dilakukan KPAI sampai ngotot. <\/p>\n\n\n\n


Kalau mau melarang program audisi Djarum Foundation, tunjukkan dulu KPAI punya program pencarian bakat seperti Djarum Foundation lakukan. Jangan seenaknya KPAI, melarang-larang tanpa solusi konkret dengan dalil perlindungan. Lucunya, KPAI dengan dalil perlindungan anak mengatakan, audisi pencarian bakat bulutangkis yes, ajang promosi no. Kalau dipahami, KPAI ingin audisi Djarum Foundation tetap jalan, tapi tulisan Djarum dihilangkan. Ini sama saja, tidak boleh menulis atau memaparkan nama club. Sedangkan pencantuman nama club sangat penting sebagai identitas dan jati diri. <\/p>\n\n\n\n


Kegiatan perlindungan untuk anak adalah pekerjaan yang sangat mulia kalau benar-benar dilakukan. KPAI, sebagai lembaga dengan memapang langsung tulisan perlindungan anak akan lebih mulia jika programnya konkret. Seperti lembaga sekolah negeri atau swasta, tanpa memakai kata-kata perlindungan, sekolah tersebut mendidik anak melindungi anak dari kebodohan untuk kesiapan masa depan. Audisi pencarian bakat bulutangkis Djarum Foundation pun demikian, kegiatannya konkret menyiapkan atlet olahraga bulutangkis. Dan apa yang telah dilakukan Djarum Foundation dengan audisinya sangat beda dari bentuk promosi. Berbeda dengan pelibatan anak-anak untuk promosi produk, murni tujuannya agar produknya laku. Apalagi produk yang ditawarkan untuk kebutuhan anak. Contohnya banyak sekali beredar iklan-iklan yang terpampang di pinggir jalan, di media sosial, bahkan di stasiun televisi, hal ini kayaknya lolos dari bahasan KPAI.<\/p>\n\n\n\n


Belum lagi, tanpa disadari lembaga KPAI juga menumpang hidup dari anak-anak. Kemana-mana membawa nama anak-anak untuk kegiatannya, bahkan sampai untuk menggalang donasi. Namun kegiatan yang betul-betul sangat dibutuhkan anak-anak belum atau bahkan tidak tersasar dan tidak menjadi prioritas. Sehingga, program KPAI untuk perlindungan anak dipastikan tidak efektif. Buktinya, KPAI membuat masalah yang sederhana dibuat rumit, seperti mempermasalahkan tulisan Djarum sebagai club dalam ajang audisi pencarian bakat Djarum Foundation Bhakti Olahraga. Jelas-jelas untuk kepentingan masa depan anak, dengan meningkakan minat dan bakat anak dalam olahraga atas dasar suka dan tidak ada paksaan.
Kata kunci pendidikan bagi anak adalah bermain, senang atau suka, sesuai keinginan, dan untuk bekal hidup selanjutnya. Jika KPAI mempermasalahkan tulisan club Djarum, yang dianggap sebagai ajang promosi dan ekploitasi anak, alasan tersebut tidak benar dan tanpa dasar. Seperti halnya penjelasan di atas, audisi pencarian bakat bulutangkis Djarum Foundation, jauh dari promosi dan ekploitasi. Tujuan utama audisi tidak lain memberikan bekal dan pendidikan bagi anak sesui keinginannya, anak belajar dengan senang, gembira, dan bermain. <\/p>\n\n\n\n


Jika kemudian KPAI dan lembaga lain yang mengatasnamakan peduli anak, melarang kegiatan audisi pencarian bakat olah raga bulutangkis yang dilakukan Djarum Foundation, sama dengan menghalangi anak Indonesia mengembangkan minat dan bakatnya sesuai keinginan, menghalangi anak Indonesia belajar sambil bermain dan gembira, menghalangi anak Indonesia untuk mendapatkan bekal hidup selanjutnya, menghalangi anak Indonesia untuk mewujudkan cita-cita. Apa yang dilakukan KPAI dan lembaga lain tersebut, sangat bertentangan dengan cita-cita Bangsa, dan cita-cita pendidikan bagi anak di Indonesia. <\/p>\n","post_title":"Sesat pikir KPAI Melarang Audisi Pencarian Bakat Bulutangkis Anak-Anak","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"sesat-pikir-kpai-melarang-audisi-pencarian-bakat-bulutangkis-anak-anak","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-08-14 11:00:58","post_modified_gmt":"2019-08-14 04:00:58","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5956","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5949,"post_author":"877","post_date":"2019-08-12 08:28:29","post_date_gmt":"2019-08-12 01:28:29","post_content":"\n

Kurban tidak semata-mata hanya menyembelih hewan, dibaliknya ada kisah indah yang bisa sebagai bahan renungan dan pengingat bagi semua. Pada kisah qurban, terdapat peran anak usia dini yang akhirnya dikenang umat Islam sedunia sepanjang masa dan juga dapat mengangkat harkat martabat keluarganya dihadapan Tuhan. Selama anak suka bahkan bahagia menjalankan perannya untuk kepentingan dirinya sendiri kedepan dan mengangkat harkat martabat keluarganya dengan bimbingan yang baik, maka hal tersebut sah-sah saja tidak ada larangan.\u00a0<\/p>\n\n\n\n

Kemarin, pada tanggal 11 Agustus 2019 hari Minggu, tepatnya pada tanggal 10 dzulhijjah 1440 M., dipagi hari umat Islam terlihat berbondong-bondong ada yang ke masjid ada yang kelapangan, tidak lain menjalankan ibadah sholat Idul Adha, atau biasa disebut hari raya qurban. Selain melakukan sholad, umat Islam merayakannya dengan menyembelih hewan qurban, seperti unta tradisi di Timur Tengah, sedangkam di Indonesia menyembelih sapi atau kerbau. Khusus di Kudus kota Kretek rerata menyembelih kerbau, sapi bagi sebagian besar masyarakat Kudus tidak mau menyembelih. Cerita yang beredar di masyarakat turun menurun, pelarangan menyembelih sapi sejak zaman kewalian yaitu Sunan Kudus sebagai penghormatan terhadap agama lain yang beranggapan hewan sapi sebagai hewan yang suci.<\/p>\n\n\n\n

Kembali ke Idul Adha, diceritakan oleh para Ulama\u2019 ada kisah tentang Nabi Ibrahim yang akan mengorbankan putranya yang masih kecil namanya Ismail (besarnya menjadi Nabi). Ceritanya Nabi Ibrahim saat tidur bermimpi, ia diperintah Tuhan untuk menyembelih putranya bernama Ismail. Saat bangun, ia merenung, berfikir sambil bertanya dihati, benarkah ini perintah Tuhan?. Kali pertama mimpinya ini, ia masih ragu antara benar perintah Tuhan atau tidak. Mimpi yang direnungkan dan difikir terjadi pada malam tanggal 08 dzulhijjah,disebut hari tarwiyah<\/em>.\u00a0<\/p>\n\n\n\n

Baca: Tinjauan Kritis Atas Larangan Iklan dan Sponshorship dengan Mencantumkan Logo, Brand Image, dan Identitas CSR Sebuah Perusahaan<\/a><\/p>\n\n\n\n

Pada malam tanggal 09 dzulhijjah Nabi Ibrahim mimpi lagi dengan perintah yang sama. Mimpi kali kedua, Nabi Ibrahim merasa yakin kalau benar-benar perintah Tuhan. Pada mimpi kedua disebut hari arafah<\/em>. Pada tanggal 10 dzulhijjah, hari Nabi Ibrahim melaksanakan perintah Tuhan untuk menyembelih Ismail (putranya), yang kemudian disebut  hari nakhr <\/em>(biasa disebut nahar bagi orang Indonesia). <\/p>\n\n\n\n

Cerita KH. Sya\u2019roni, saat pagi hari pada tanggal 10 dzulhijjah Nabi Ibrahim menyuruh istrinya bernama Siti Hajar (ibu kandung Ismail) untuk memandikan Ismail setelah itu memakaikan pakaian yang bagus-bagus, dengan alasan mau diajak jalan-jalan. Siti Hajar melaksanakan sesuai perintah suaminya, sembari menunggu istrinya selesai, Nabi Ibrahim mengasah pisaunya\/pedangnya. <\/p>\n\n\n\n

Ismail sudah siap, diajaklah jalan jalan bapaknya (Nabi Ibrahim) menuju bukit Mina di Makkah, dengan niatan mau disembelih sesui perintah Tuhan. Di tengah perjalanan, Nabi Ibrahim dihadang iblis yang berwujud manusia, dengan mengatakan Ibrahim, anakmu itu ganteng, tega kamu sembelih, urungkan niatmu. Nabi Ibrahim tidak menjawab, malah mengambil batu kecil 7 butir, kemudian batu kecil tersebut dilemparkan ke arah iblis tersebut, sambil mengatakan, pergi kamu Iblis. Nabi Ibrahim tetap melanjutkan perjalannya, dan dihadang Iblis lagi kali kedua, Nabi Ibrahim mengambil batu kecil lagi dilempar ke iblis. Kemudian Nabi melanjutkan perjalannya, dihadang iblis lagi kali ketiga, seperti penghadangan yang pertama dan kedua, Nabi mengambil batu kecil dan dilemparkan ke arah iblis, lalu Nabi Ibrahim lanjut lagi. Inilah cerita, yang menjadi cikal bakal adanya jumroh ula, jumroh wustho dan jumroh aqobah. Tiap ibadah haji jumroh ini harus diperagakan seperti halnya apa yang telah dilakukan Nabi Ibrahim dengan maksud melawan dan melempar iblis dengan batu agar tidak mengganggu..  <\/p>\n\n\n\n

Sesampainya di puncak bukit Mina, Nabi Ibrahim menceritakan mimpinya dan mengatakan maksud dan tujuannya mengajak Ismail jalan-jalan. Selesai Nabi Ibrahim cerita, kemudian Ismail berkata pada bapaknya, untuk segera menjalankan perintah Tuhan. Pada saat menyembebelih, pisau\/pedang Nabi Ibrahim tidak bisa melukai kulit Ismail, karena Nabi Ibrahim masih gelisah dan menangis saat melihat wajah Ismail. Kemudian Ismail berkata, mungkin karena bapak melihat wajahku, hingga tidak tega menyembelih, lalu Ismail membalikkan badannya memposisisikan badannya telungkup. Lalau Nabi Ibrahim dengan kesiapan hati melakukan penyembelihan yang kedua, lagi-lagi pisau\/pedangnya tidak mampu melukai kulit leher Ismail. Dengan bingung karena tidak berhasil menyembelih Ismail, turunlah Malaikat Jibril dengan membawa kambing, digantikannya Ismail dengan kambing tersebut. Bersamaan dengan turunnya wahyu Tuhan yang menjelaskan keduanya telah lulus  dari ujian. Kemudian Nabi Ibrahim membaca takbir \u201cAllahu Akbar\u201d<\/em> 3x, disaut Ismail dengan .membaca \u201cLaa ilaaha illahhu wallahu akbar<\/em>\u201d, diakhiri Malikat Jibril dengan bacaan \u201cAllahu Akbar walillahil Hamd<\/em>\u201d, dilanjutkan dengan menyembelih kambing bawaan malaikat jibril.<\/p>\n\n\n\n

Ada cerita lucu setelah Nabi Ibrahim selesai menyembelih kambing, Nabi Ibrahim bertanya pada Ismail, siapa yang paling dermawan diantara kita? Ismail menjawab, saya. Tidak bisa kata Nabi Ibrahim, saya yang paling dermawan, karena akan mngorbankan anak yang kucintai. Ismail berkata, tidak bisa, saya yang dermawan, karena bapak punya dua anak, kalau saya dikorbankan, masih punya anak satu, lalu malaikat berkata, tidak bisa, saya yang dermawan karena saya sudah kehilangan kambing satu.\u00a0\u00a0<\/p>\n\n\n\n

Baca: Kegagalan Lakpesdam PBNU dalam Melihat Produk Tembakau Alternatif<\/a><\/p>\n\n\n\n

Keterangan dalam kitab tafsir  \u201cTanwirul Adhan<\/em>\u201d penjelasan dari surat As-Saffat ayat 102 bahwa usia Ismail saat itu 13 tahun ada juga Ulama\u2019 yang mengatakan umur 7 tahun. ada riwayat lain yang mengatakan umur Ismail saat itu 14 tahun. Pada intinya saat kejadian kisah penyembelihan, Ismail masih usia anak-anak, ia dengan senang hati dan ikhlas, menjalani perannya.  <\/p>\n\n\n\n

Dari sejarah singkat qurban yang ektrim di atas, kira-kira pendapat KPAI apakah mendukung apa yang telah di lakukan Nabi Ibrahim?, atau sebaliknya mendukung Iblis yang menghalangi Nabi Ibrahim yang akan menjalankan kewajibannya sebagai hamba?. Saya yakin KPAI akan mendukung Nabi Ibrahim, tidak mendukung langkah Iblis. 
<\/p>\n\n\n\n

Walaupun ktidak persis, tapi hampir mirip kisah qurban diatas dengan audisi oleh Djarum Foundation yang melibatkan. Program audisi bulutangkis usia anak-anak Djarum Foundation, tidak lain ikut serta program pemerintah dalam mencerdaskan bangsa melalui pencarian bakat sedini mungkin. Anak-anak yang berbakat bulutangkis tentunya yang terjaring dalam audisi, dididik dengan penuh semangat oleh Djarum Foundation Bhakti olahraga. Buktinya, anak-anak tersebut disekolahkan formal, dilatih bulu tangkis dengan disiplin dan penuh tanggungjawab, tanpa dipungut biaya apapun, bahkan semua kebutuhan anak-anak tercukupi dengan baik. Pola didiknya, seperti pola pendidikan sekolah lainnya, anak-anak dididik dan diajar agar berpretasi, setidaknya punya pengetahuan, pengalaman dan keahlian sebagai bekal masa depan. Disisi lain, ternyata anak-anak yang terjaring audisi merasa sangat gembira, senang dan bangga bisa terpilih. Mereka dapat mengembangkan bakatnya, dan mendapatkan pendidikan sekolah dengan gratis.<\/p>\n\n\n\n

Tujuan utama Djarum Foundation mencari bibit unggul pebulutangkis Indonesia, yang selama ini sebagai salah satu olahraga kebanggaan masyarakat Indonesia atas banyaknya prestasi yang di peroleh. Program Djarum Foundation Bhakti olahraga jauh dari niatan ekploitasi anak untuk promosi, yang ada ekploitasi anak untuk kejayaan olah raga bulutangkis bangsa Indonesia. <\/p>\n\n\n\n

Juga, program Djarum Foundation audisi bulutangkis adalah salah satu bentuk kesadaran dan kewajibannya membangun bangsa dengan melibatkan anak-anak. Lalu apa yang salah dari Djarum Foundation Bhakti Olahraga, jelas-jelas telah menghibahkan fasilitas, pikiran hingga dana untuk kepentingan kejayaan bangsa Indonesia, melalui olahraga. Pemerintah harus mendukung program tersebut, begitupun KPAI. KPAI jangan sampai menjadi penghalang, seperti halnya penghalang Nabi Ibrahim dalam kisah di atas.  
<\/p>\n","post_title":"Refleksi Kisah Kurban sebagai Bahan Pengingat KPAI","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"refleksi-kisah-kurban-sebagai-bahan-pengingat-kpai","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-08-12 08:30:31","post_modified_gmt":"2019-08-12 01:30:31","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5949","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5936,"post_author":"877","post_date":"2019-08-06 10:53:42","post_date_gmt":"2019-08-06 03:53:42","post_content":"\n

Masalah peredaran rokok di Indonesia, pemerintah cenderung mengambil langkah aman. Sudah saatnya pemerintah harus tegas menentukan sikap pelarangan atau membolehkan peredaran rokok di tengah-tengah masyarakat. <\/p>\n\n\n\n

Sikap pemerintah sampai saat ini menimbulkan pro dan kontra. Di satu sisi pemerintah melalui Kementrian Kesehatan membuat aturan pembatasan dan pelarangan beredarnya rokok, bahkan melarang adanya iklan rokok dan mengatur packaging<\/em> dengan bermacam gambar dan peringatan yang menggelian. Di sisi lain, pemerintah mendorong peningkatkan pendapatan Negara, mendorong peningkatan ekonomi rakyat, mendorong peningkatan produktivitas rakyat dan daya saing di pasar internasional, dan mendorong pengentasan kemiskinan.<\/p>\n\n\n\n

Sekarang, efek sikap pemerintah di atas meluas kemana-mana, mulai dari isu penyederhanaan layer atau penggabungan golongan industri rokok, isu pelarangan iklan rokok di media sosial karena pengguna media sosial banyak anak-anak, sampai pada pelarangan audisi pencari bakat bulu tangkis yang dilakukan Djarum Foundation dengan alasan ekploitasi anak. Ini semua adalah beberapa agenda untuk pengendalian rokok dan tembakau di Indonesia yang alasannya sudah dipatahkan dengan data yang lebih akurat.<\/p>\n\n\n\n

Semisal, yang pro dapat menceritakan dan meruntutkan agenda pengendalian rokok dan tembakau di Indonesia sebagai agenda politik dagang internasional. Semua program pengendalian rokok dan tembakau di Indonesia mengadopsi dari program World Health Organization (WHO) organisasi program dunia yang mendapatkan sokongan dana dari industri farmasi.\u00a0<\/p>\n\n\n\n

Baca:
Ada Campur Tangan Bloomberg dalam Surat Edaran Menkes terkait Pemblokiran Iklan Rokok <\/a><\/p>\n\n\n\n

WHO tidak semata-mata bertujuan demi meningkatkan taraf kesehatan penduduk. Di sini WHO sebagai ujung tombak industri farmasi. Terjadi peralihan di lingkup kesehatan, dimana dokter dan ilmuwan kesehatan dikuasai perusahan obat (farmasi). Tujuan utamanya tidak lain untuk merebut pasar nikotin dunia, dan menggantikan pemanfaatan nikotin alami dari tembakau dengan produk rekayasa nikotin yang telah dikantongi hak patennya. Keterlibatan WHO memuluskan tujuan industri farmasi tersebut dengan mendorong negara-negara di dunia untuk memberlakukan kebijakan sesuai kerangka kesehatan, tanpa mempertimbangkan peran sosial, ekonomi, politik dan budaya. Walaupun alasan kesehatan yang dibangun ternyata tidak 100% benar dan terkesan dipaksakan. Negara yang menjadi sasaran utama adalah Negara yang berkembang, seperti Indonesia, China, Bangladesh, India, Rusia, Mesir, Thailand, Filipina dan Brazil. <\/p>\n\n\n\n

Untuk menguasai pasar nikotin di dunia, industri farmasi mendapatkan sokongan dana dari bloomberg initiative. Karena salah satu direktur dari persekutuan perusahaan farmasi dunia bernama William R. Brody punya kedekatan dengan bloomberg initiative, selain teman karib juga posisinya sebagai penasehat. <\/h4>\n\n\n\n

Tidak mengherankan jika pendukung program pengendalian rokok dan tembakau di Indonesia mendapatkan sokongan dana dari bloomberg initiative termasuk lembaga yang bergerak untuk perlindungan anak, salah satunya Komnas Perlindungan Anak Indonesia (KPAI). Apapun bentuk lembaganya, selama mendapatkan kucuran dana bloomberg initiative, program utamanya harus sinergi dengan program bloomberg initiative dan rezim kesehatan dunia (WHO) yaitu pengendalian tembakau dan rokok, terutama rokok kretek asli Indonesia.<\/p>\n\n\n\n

Ada sekitar lebih dari 20an lembaga di Indonesia mendapatkan sokongan dana langsung maupun tidak langsung dari bloomberg initiative. Lembaga-lembaga tersebut bervarian, ada lembaga yang bergerak dalam pendidikan, bergerak pemberantasan korupsi, bergerak dalam kesehatan, bergerak perlindungan konsumen, bergerak melindungi anak, bahkan sampai pada lembaga agama. Numun pada intinya leading sector<\/em> yaitu sektor potensial yang dapat\u00a0menggerakkan agenda pengendalian tembakau dan rokok di Indonesia ada pada rezim kesehatan dalam hal ini Kementerian Kesehatan. Dengan menggunakan dalil kesehatan yang mulia, agenda bloomberg initiative dan farmasi berselancar dengan baik di Indonesia. \u00a0<\/p>\n\n\n\n

Baca:
Tinjauan Kritis Atas Larangan Iklan dan Sponshorship dengan Mencantumkan Logo, Brand Image, dan Identitas CSR Sebuah Perusahaan<\/a> <\/p>\n\n\n\n

Isu kuat saat ini yang beredar untuk agenda pengendalian tembakau dan rokok di Indonesia salah satunya, KPAI melarang audisi pencarian bakat bulu tangkis sejak dini yang dilakukan Djarum Foundation dengan alasan ekploitasi anak, Kementerian Kesehatan dan KPAI melarang adanya iklan di media sosia karena akan mengakibatkan bertambahnya perokok pemula, penggabungan golongan industri rokok atau penyederhanaan layer tarif cukai rokok yang intinya pengurangan terhadap industri rokok kretek, menaikkan cukai rokok untuk mengurangi peredaran rokok, dan korelasinya rokok dengan kemiskinan bertujuan agar ada kebijakan menghalau laju industri rokok kretek. <\/p>\n\n\n\n

Pemerintah dalam hal ini harus tegas mengambil sikap, untuk kepastian dan masa depan industri rokok kretek asli Indonesia. Dimana sejarah penemuan rokok kretek tidak lain untuk pengobatan yang dilakukan H. Djamhari sebagai obat sakit bengeknya. Karena rokok kretek adalah campuran tembakau dan cengkeh, berbeda dengan rokok non kretek yang hanya memakai tembakau saja. Selama ini, belum ada uji atau riset bahwa rokok kretek berkorelasi signifikan terhadap timbulnya penyakit yang dituduhkan. Kalau menjadi salah satu bagian kecil penyebab penyakit, tentunya ya dan bukan faktor penyebab utama. Itu seperti halnya barang-barang lain yang dikonsumsi manusia secara berlebihan dan hidup tidak seimbang. Termasuk makan nasi, mengkonsumsi gula dan mengkonsumsi lainnya secara berlebihan, tanpa diimbangi olah raga dan istirahat yang cukup. <\/p>\n\n\n\n

Selain itu, posisi industri kretek sangat stategis bagi bangsa Indonesia. Industri kretek membuktikan tetap bertahan setidaknya lebih dari 130 tahun. Disaat industri lain tumbang di zaman kolonial, industri kretek tetap eksis memberikan penghidupan masyarakat Indonesia. Bahkan tergolong industri yang peka zaman, dengan memberikan kontribusi yang sangat besar. Menghidupi setidaknya 6.1 juta jiwa petani cengkeh yang tersebar di 30 provinsi, petani tembakau yang tersebar di 15 provinsi. Menghidupi ribuan karyawan yang bekerja di industri kretek. Mempunyai multiplier<\/em> <\/em>effect<\/em> ke sektor perokonomian lainnya yang berada di sekitar industri kretek. <\/p>\n\n\n\n

Keberadaan industri kretek berkontribusi adanya hak jaminan sosial dan corporate social responsibility<\/em> (CSR), seperti halnya jaminan kesehatan, bhakti pendidikan, bhakti budaya, bhakti olahraga, bhakti lingkungan dan lain sebagainya. Berkontribusi pendapatan Negara melalui setoran cukai, berkontribusi bagi kesehatan publik dari alokasi dana bagi hasil cukai hasil tembakau (DBH-CHT) untuk sarana kesehatan dan pembayaran defisit Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS).  <\/p>\n\n\n\n

Selain itu, adanya industri kretek sebagai cermin kemandirian dan kedaulatan bangsa, karena sebagai pemenuhan kebutuhan pokok rakyat dalam hal ini pendapatan masyarakat sebagai agenda pemberantasan kemiskinan. <\/p>\n\n\n\n

Dengan pertimbangan di atas, diharapkan pemerintah dalam hal ini Presiden memberikan ketegasan, apakah industri rokok nasional tetap berproduksi atau dilarang berproduksi. Kalau tetap berproduksi, pemerintah secara totalitas harus melindunginya mulai kebijakan sampai pada strategi pemasarannya. Andaikan dilarang beroperasi, pemerintah paling tidak harus berani mempersiapkan lapangan pekerjaan lain bagi petani dan buruh tani cengkeh dan tembakau, buruh industri dan mungkin menata perekonomian akibat multiplier<\/em> <\/em>effect<\/em> keberadaan industri kretek. Dan yang terpenting keberadaan industri kretek, sebagai industri nasional sebagai perwujudan agenda prioritas  tujuan Nawa Cita, sehingga jangan sampai digiring dan diatur kepentingan asing melalui rezim kesehatan sebagai leading sector, <\/em>yang belum tentu benar dan terkesan dipaksakan.  
<\/p>\n","post_title":"Ketika Pemerintah Plin-Plan Membuat Regulasi Terkait Dunia Pertembakauan","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"ketika-pemerintah-plin-plan-membuat-regulasi-terkait-dunia-pertembakauan","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-08-06 10:53:48","post_modified_gmt":"2019-08-06 03:53:48","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5936","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":16},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"epic_block_3"};

\n

Masih ingat kemarin, tulisan Djarum yang ada di kaos para atlit olahraga dipermasalahkan KPAI dan kawan-kawannya? Banyak orang-yang omong, ternyata ada orang kaya yang diusik, tapi dia hanya diam tanpa ada kata sedikitpun sebagai pembalasan terhadap yang mengusiknya. Bahkan cenderung mengalah, bikin orang lain gregetan. Kalimat itu yang aku tangkap dari salah satu temen bernama Nur Cholis asal Desa Gribiq, Kabupaten Kudus.<\/p>\n\n\n\n

Seminggunan kemarin, tepatnya Minggu 25 Agustus, teman MTS dulu pulang dari Jakarta. Ia sehari-harinya beraktivitas dan bekerja di sana. Di Jakarta, bersama anak istrinya, yang setiap hari jualan sayuran keliling. <\/p>\n\n\n\n

Kami yang sudah lama tidak ketemu, bahkan lebaran kemarin ternyata dia tak pulang ke Kudus. Pantesan tak ada yang rebut ngajak ngopi, orang yang biasa ngajak ngopi orangnya masih di Jakarta. Memilih lebaran di sana, karena dititipin rumah tetangganya yang katanya sudah seperti keluarganya sendiri yang kala itu baru mudik.\u00a0<\/p>\n\n\n\n

Baca: Sesat pikir KPAI Melarang Audisi Pencarian Bakat Bulutangkis Anak-Anak<\/a><\/p>\n\n\n\n

Temanku itu panggilannya Djumari, rumahnya dulu daerah Kaliwungu Kudus bagian barat. Ia pulang dalam rangka ada acara nikahan saudara dari istrinya. Dasar Djumari, kalau gak ngopi bareng dan ketemu temen-temen gak puas katanya, karena mumpung di Kudus. Ia gunakan kesempatan sebelum datang kesempitan disela-sela acara nikahan saudaranya. Lewat pesan singkat WA, tanpa hitungan jam ajakan ngopi Djumari, langsung di respon banyak teman yang tergabung di group WA. Ada yang tanya kapan datangnya, ada yang komentar besuk aja ngopinya soalnya masih diluar kota, ada yang bilang sore ini aja tancap gas. Djumari menjawabi dan balas komentar teman-teman. Dihari itu, Djumari kayak artis banyak ajakan dan tawaran teman-teman. <\/p>\n\n\n\n

Memang, teman-teman alumni MTS Madrasah Qudsiyyah Kudus kompak sekali, bahkan sudah kayak saudara sendiri semua. Kita sering kumpul walaupun hanya sekedar ngopi, yang penting bertemu dan ngobrol. Tidak jarang, kita ketemu dengan agenda acara resmi dan agak resmi. Seperti disaat salah satu teman punya hajat, bahkan hajat kecilpun kayak acara \u201cmanaqiban\u201d sering mengundang teman lainya. Pasti ada yang bingung apa itu manaqiban<\/em>?. Aku jelasin sebentar, manaqiban itu, acara membaca sejarah Syeih Abdul Qodir Jaelani ulama dahulu setelah masa Shahabat Nabi, yang terkenal alimnya dan sufi serta berkaromah. Nah, bagi kita-kita penggemarnya, sering kali kita baca sejarahnya. Dengan cerita sejarah  Syeih Abdul Qodir Jaelani, kita penggemar berharap agar apa yang kita lakukan dido\u2019akan atau di amini beliau semua urusan kita lancar. Karena menurut kita penggemar, meyakini Syeih Abdul Qodir Jaelani kekasih Tuhan, kalau dalam bahasa Jawa \u201cbolone Gusti Allah\u201d. Ini sekilas penjelasan tentang istilah manaqiban<\/em>, kalau mau tau lebih lanjut, khasiat-khasiatnya, bisa kita diskusi dilain waktu aja. Yang jelas di acara manaqiban<\/em> ini sudah jadi tradisi ada \u201cingkung\u201d ayamnya. Ini yang biasa kita nantikan.<\/p>\n\n\n\n

Kembali ke acara ngopi, disore itu temenku Djumari langsung nentukan tempat ngopi dan waktunya. Kita biasa ngopi ditempat sederhana. Akhirnya, Djumari mutusin habis isya\u2019 kumpul dan ngopi di rumah teman kita satunya namanya Nur Cholis, juga tergabung dalam group WA. Setelah tahu bakal kerumahnya, Nur Cholis langsung komen, lapan enam laksanakan. Aku langsung teringat temenku namanya Fawaz, orang Betawi keturunan Arab, sering kalau jawab pas di WA pakai tulisan lapan enam.\u00a0<\/p>\n\n\n\n

Baca: PB Djarum, Prestasi Bulutangkis Nasional, dan Kegagalan KPAI Memahami Peristiwa<\/a><\/p>\n\n\n\n

Waktu isya\u2019 tiba, suasana mau hujan, sedikit grimis, hawanya lumayan dingin dibanding sebelumnya panas dan gerah. Tapi semangat ngopi dam ngobrol teman-teman tak mengendor. Bahkan di group sudah ada yang ribut, ngajak-ngajak \u201cayo ayo waktunya kopdar tiba, ada bonus banyak rezeki lho\u201d, Rifai namanya, seorang pembicara atau muballig yang sering ceramah di masyarakat. <\/p>\n\n\n\n

Aku datang sekitar jam 20.00, terlihat banyak tema yang sudah pada kumpul, didepannya ada segelas kopi. Maklum kita orang desa ngopinya gak pakai cangkir, tapi pakai gelas es yang tinggi. Dibenakku ini ngopi apa kehausan?, tapi yang penting tetap ngopi dan merokok. Di meja terlihat banyak rokok bermacam-macam mereknya, sesuai kesukaan masing-masing. Ada yang bawa Sukun Putih, ada yang bawa Gudang Garam, kebanyakan bawa LA, tapi ada juga yang bawa rokok bikinan sendiri alias \u201cTingwe\u201d nglinting dewe dirumah ditaruh plastik. Aku coba rokok tingwe itu sambil ngobrol bareng, ternyata lumayan enak ramuan rokoknya, dibanding tingwe tingwe yang pernah aku rasakan. Yang buat tingwe namanya Sutopo, profesinya sehari-hari memang jual beli tembakau. Karena penasaran, sutopo aku tanya, kok enak, ini tembakau mana?. Dijawabnya \u201cbiasa tembakau Temanggung\u201d tapi aku kasih cengkeh kualitas wahid, dan sedikit ramuan saos sendiri (bahannya dirahasiakan), yang jelas katanya bahan saos dari rempah rempah bikinan sendiri. <\/p>\n\n\n\n

Ngobrol kita mengalir tanpa ada sekat dan batasan, malah terkadang pada ngobrol sendiri-sendiri dengan teman didekatnya. Giliran Djumari disuruh cerita pengalamannya, teman teman pada diam, mungkin pada penasaran. Soalnya dulu, sebelum ke Jakarta ia bekerja di Djarum. Ia ceritakan alasannya harus ke Jakarta. Awalnya, sering pulang pergi Jakarta Kudus untuk pengobatan istrinya yang sedang sakit di salah satu pengobatan alternatif disana atas rekomendasi saudaranya yang sudah lama hidup di Jakarta. Ia menceritakan sakit istrinya yang sering pusing, dan pusingnya bukan pusing biasa, dan seringkali istrinya sampai membentur-benturkan kepalanya. Kemudian, saat diharuskan kontinyu pengobatannya, minimal satu tahun agar cepat sembuh, akhirnya ia putusin meninggalkan Kudus sementara, termasuk pekerjaannya. Alhamdulillah istrinya sekarang sudah sembuh total.\u00a0<\/p>\n\n\n\n

Baca: Cacat Pikir KPAI Memaknai Kata Ekploitasi Anak dan Promosi<\/a><\/p>\n\n\n\n

Disela sela nungguin istrinya sakit, ia sering diajak saudaranya jualan sayuran keliling. Nah, walaupun sekarang istrinya sudah sembuh, ia tetap di Jakarta. Sebab dipikirannya, kalau kembali ke Kudus mulai dari awal lagi, mending yang sudah ada didepan mata dijalanin dulu. Nanti pelan-pelan sambil melihat peluang di Kudus, ia pun akan pulang. Obrolan tetap seru, walaupun djarum jam sudah tepat diangka 12.00 malam. Namun domain obrolan lebih pada Djumari sebagai nara sumber, ia menceritakan semua pengalaman dan kejadia yang ia lihat, sampai ia menceritakan berita kalau pabrik Djarum yang dulu pernah ia singgahi, sedang dipermasalahkan KPAI. Memang sebenarnya ia tak paham alur permasalahanya. Tahunya, KPAI gak suka bulu tangkis Djarum berjalan, memusuhi rokok. <\/p>\n\n\n\n

Sebagai orang yang pernah menjadi karyawan Djarum, jadi wajar dan pantas kalau ia membela Djarum, apalagi ia asli Kudus. Saking semangatnya, ia ngomong \u201cnek aku dadi Djarum, tak tuku iku KPAI, paling ora tak lawan\u201d \u201candaikan aku yang punya Djarum, aku beli KPAI, paling tidak dilawan\u201d. Ada yang menyambar omongan, \u201csampek matek kuwe Djum, ogak bakal dadi bos Djarum\u201d \u201csampai mati kamu Djum, tidak akan jadi bos Djarum\u201d haha\u2026\u2026disambut dengan tawa klakaran teman-teman termasuk saya sendiri. Di sela-sela tawa, tuan rumah ngomong \u201cancen gawe gregeten, kenopo Djarum mung meneng, malah ngalah\u201d \u201cbikin gregeten, kenapa Djarum diam dan cenderung mengalah\u201d. <\/p>\n\n\n\n

Nah, ternyata, banyak orang yang sangat simpati dan membela pabrik Djarum, terutama orang Kudus. Rata-rata mereka, tak tahu apa yang harus dilakukan, apa yang harus diperbuat. Sebagai manusia lemah, mereka hanya bisa marah  yang terpendaam dalam hati, dengan melihat kejadian KPAI menyerang Djarum. Coba, andaikan mereka tahu kalau dibelekang KPAI ada kepentingan asing yang mengusik rokok kretek asli Kudus, yang sudah mendarah daging bagi masyarakat Kudus. Pastinya, pembelaanya lebih dari itu, bahkan mungkin mati-matian.
<\/p>\n","post_title":"Cerita di Balik Segelas Kopi untuk Djarum","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"cerita-di-balik-segelas-kopi-untuk-djarum","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-09-03 09:19:00","post_modified_gmt":"2019-09-03 02:19:00","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6014","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5999,"post_author":"877","post_date":"2019-08-28 09:40:02","post_date_gmt":"2019-08-28 02:40:02","post_content":"\n

Direktur Pusat Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Amerika Serikat (CDC), Robert Redfield, mengungkapkan kematian tragis di Illinois memperkuat dugaan karena vape<\/a> atau rokok elektrik. Berita tersebut atas laporan Dinas Kesehatan Illinois yang mengumumkan ada satu pasien yang akhirnya meninggal dunia. Kasus ini kemungkinan jadi kasus pertama kematian akibat penyakit berkaitan dengan vape.
<\/p>\n\n\n\n

Kejadian di atas menjawab keberadaan vape atau rokok elektrik sangat membahayakan. Berbeda dengan resiko rokok kretek, bisa menimbulkan penyakit jika mengkonsumsinya berlebihan atau kebanyakakan, dan hidup tidak seimbang. Misalnya dalam satu hari merokok sampai tiga atau empat bungkus, tanpa makan nasi atau makan-makanan sehat, tanpa olah raga, tanpa minum air putih, selalu didampingi kopi atau teh, istirahatnya kurang dan sebagainya. Maka dipastikan orang tersebut akan jatuh sakit bahkan meninggal dunia.\u00a0<\/p>\n\n\n\n

Baca: Terkuak, Rokok Elektrik Berbahaya bagi Kesehatan<\/a><\/p>\n\n\n\n

Tidak hanya itu, otoritas kesehatan di Amerika Serikat telah berhasil menginvestigasi kemunculan penyakit paru-paru misterius di antara kalangan pengguna rokok elektrik atau vape. Dilaporkan setidaknya ada 195 kasus potensial penyakit paru-paru di 22 Negara karena kena dampak dari vape atau rokok elektrik.
<\/p>\n\n\n\n

Jadi, masyarakat perlu waspada beredarnya vape atau rokok elektrik. Belum lagi, sebetulnya rokok elektrik atau vape, berdampak juga peningkatan perokok anak.\u00a0 Yang menjadi daya tarik bagi anak, selain bentuknya yang elegan, simpel, juga beraroma buah-buahan yang terkemas dalam cairan.<\/strong><\/p>\n\n\n\n

Orang yang mengatakan bahwa vape atau rokok elektrik lebih mensehatkan dari pada rokok kretek, pendapat tersebut sangat keliru. Disampaing efek dari rangkaian listrik dan battre juga cairan dalam rokok elektrik berpengaruh terhadap resiko jantung.  <\/p>\n\n\n\n

Hasil penelitian yang diterbitkan dalam Journal of American College of Cardiology pada Mei lalu ini menambah bukti bahwa cairan rokok elektrik dapat menghambat fungsi sel-sel tubuh yang berperan dalam kesehatan jantung. Cairan dalam vape atau rokok elektrik pada akhirnya merusak sel-sel yang melapisi pembuluh darah. <\/p>\n\n\n\n

Keberadaan vape atau rokok elektrik di pasaran sangat membahayakan bagi orang Indonesia, terlebih pemuda-pemuda, yang banyak memilih merokok vape aatau rokok elektri. Menurutnya, selain bentuk kecil, simpel dibawa dan ada aroma buah-buahan sesuai selera. Akan tetapi dibalik bentuknya yang bagus, menyembunyikan banyak penyakit ketika dikonsumsi.\u00a0<\/p>\n\n\n\n

Baca: Kata Siapa Lebih Sehat? Perokok Elektrik Berisiko Terjangkit Penyakit Kardiovaskular<\/a><\/p>\n\n\n\n

Hingga kini CDC masih melakukan investigasi lebih lanjut, dengan mengimbau agar para dokter mengumpulkan data dan sampel bila menemukan pasien dengan gejala penyakit paru serupa, tentunya akibat rokok elektrik atau vape. Bentuk dan merek rokok elektrik dan vape banyak varian dan banyak merek. JUUL termasuk merek rokok elektrik atau vape yang saat ini naik daun.\u00a0<\/p>\n\n\n\n

Ada yang mengatakan bahwa tak tepat membandingkan rokok tembakau dengan rokok elektrik. Ya benar tak tepat, karena rokok elektrik atau vape resikonya sangat tinggi. Sedang rokok tembakau resikonya kecil, apa lagi rokok kretek mungkin resikonya sangat kecil sekali terhadap tubuh. Alasannya, munculnya rokok kretek bertujuan untuk pengobatan sakit bengek, dan tujuannya berhasil. Hingga banyak orang melakukan pemesanan rokok kretek saat itu, rokok kretek belum sebagai industri besar masih bersifat rumahan,  keadaan tersebut sekitar abad 19. <\/p>\n\n\n\n

Dalam studi ini, tim peneliti menemukan bukti efek toksik pada sel-sel yang melapisi pembuluh darah dan melindungi jantung. Beberapa bukti tersebut termasuk di antaranya gangguan pada fungsi sel dan munculnya tanda-tanda peradangan. Para peneliti mengamati bagaimana respons sel saat bersentuhan dengan cairan rokok elektrik. Efek yang paling kentara terlihat pada cairan dengan rasa kayu manis.<\/p>\n\n\n\n

Baca: Riset Kesehatan Rokok Elektrik<\/a><\/p>\n\n\n\n

Sekelompok ahli kardiovaskular dari University of Massachusetts menganjurkan peneliti agar melakukan uji rokok elektrik atau vape lebih yang beraroma. Karena sumsi sementara, produk vape atau rokok elektrik yang beraroma dan punya pilihan rasa lebih berbahaya dari pada rokok vape natural. Namun yang banyak beredar dipasaran, justru yang beraroma dan berasa buah-buahan, dari pada yang natural. <\/p>\n\n\n\n

Studi pada 2018 lalu menunjukkan, penggunaan rokok elektrik harian berisiko terhadap serangan jantung, meski dengan probabilitas yang lebih rendah daripada perokok tembakau. Menurut dr Lawrence Phillips pakar kardiovaskular NYU Langone Health mengatakan \u201cKita melihat semakin banyak bukti bahwa rokok elektrik berhubungan dengan peningkatan risiko serangan jantung\u201d.<\/p>\n\n\n\n

Dari hasil pakar dan hasil studi di atas menegaskan bahwa keberadaan rokok vape atau rokok elektrik, resikonya sangat besar. Bahan utama rokok vape atau elektrik yang paling besar memberikan efek negatif pada tubuh manusia adalah cairan perasa. Akibat cairan perasa dalam rokok elektrik  atau vape termasuk merek JUUL beresiko terjadi peradangan, terjangkit penyakit jantung dan paru-paru akut, selanjutnya berakibat kematian. <\/p>\n\n\n\n

Untuk itu, demi masa depan bangsa Indonesia harusnya ada regulasi pelarangan peredaran rokok elektrik atau vape yang nyata-nyata telah ada kasus dengan didukung beberapa riset dan studi tentang konten rokok elektrik atau vape, yang hasilnya mempunyai resiko tinggi dapat menyebabkan penyakit berujung kematian.         
<\/p>\n","post_title":"Perokok Elektrik Berisiko Besar Terjangkit Penyakit Mematikan","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"perokok-elektrik-berisiko-besar-terjangkit-penyakit-mematikan","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-08-28 09:40:09","post_modified_gmt":"2019-08-28 02:40:09","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5999","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5979,"post_author":"877","post_date":"2019-08-21 09:57:26","post_date_gmt":"2019-08-21 02:57:26","post_content":"\n

Pemerintah berencana akan menerbitkan aturan simplifikasi layer cukai pada Oktober-Desember 2019. Jika benar terjadi, tindakan pemerintah itu sama saja membunuh secara perlahan industri kretek nasional. <\/p>\n\n\n\n

Jika dipikir-pikir, kebijakan simplifikasi layer cukai sangat menguntungkan industri rokok asing. Lalu apa bedanya pemerintah dengan LSM\/NGO yang getol memerangi peredaran rokok?. Nyatanya sama-sama ditunggangi kepentingan asing. Bedanya mungkin, pemerintah ditunggangi kepentingan industri rokok investor asing, kalau LSM\/NGO antirokok ada kepentingan farmasi yang berpusat di Amerika. Tapi jika dirunut dengan teliti, dua kepentingan asing tersebut yang terlihat beda, ada kemungkinan mengerucut pada satu titik yang sama. Tak lain membunuh rokok kretek asli Indonesia.<\/p>\n\n\n\n

Sebelum masuk ranah penjelasan yang sederhana tentang simplifikasi layer CHT, dampak yang ditimbulkan dan maksudnya. Terlebih dahulu perlu diuraikan makna simplifikasi, layer dan cukai secara berkesinambungan. Simplifikasi punya arti penyederhanaan, awalnya banyak dijadikan lebih sedikit, kecil, ramping dan ringkas. Tentunya, cara yang harus ditempuh dalam penyederhaan bisa jadi menggabungkan, bisa jadi dibuang\/dipotong salah satu, bisa jadi kedua-duanya dijalankan. Hubungan simplifikasi dengan industri rokok, penjelasannya di belakang setelah uraian tentang layer dan cukai.<\/p>\n\n\n\n

Layer bisa disebut dengan ungkapan lapisan, golongan, kelas, dan mungkin bisa dikatakan tingkatan. Varian rokok banyak sekali; ada rokok putih atau disebut sigaret putih mesin (SPM), ada sigaret kretek mesin (SKM), Ada sigaret kretek tangan (SKT). Ada rokok filter (ada busa) dan non filter (tidak ada busa). Ada juga rokok bercengkeh disebut kretek dan non cengkeh (tembakau saja) disebut putihan. Ada lagi rokok kretek dinamakan mild. Dari varian tersebut dibagi menjadi beberapa layer atau golongan, untuk penyesuaian pembayaran pajak cukai. Untuk mempermudah pemahaman, layer dibahasakan sebagai golongan industri rokok besar, menengah dan kecil. Sedangkan, cukai adalah pungutan pemerintah sebagai pajak. <\/p>\n\n\n\n

Nah, kira-kira uraian maknanya perkata sudah jelas. Sekarang uraian tersebut dihubungkan semua dengan rencana pemerintah kedepan untuk pungutan pajak rokok. Rencana pemerintah yang dimaksud simplikasi layer CHT, ingin menyederhanakan atau menggabungkan antara SPM dan SKM, dilebur manjadi satu golongan. Aslinya dibedakan, karena memang berbeda. SPM lebih tinggi pungutan pajaknya dari [ada SKM. SPM bukan asli produk Indonesia dan cenderung impor, dan yang punya bukan pribumi. Bahan bakunyapun tidak menggunakan tembakau Indonesia. Sangat jauh berbeda dengan SKM, industri yang padat karya dan menggunakan bahan baku lokal. Dan yang paling istimewa perbedaannya, tak lain adalah kemunculan SKM diciptakan oleh pribumi dengan mencampur tembakau dan cengkeh dalam satu batang rokok. Kemudian rokok cmpuran tersebut dinamai kretek. <\/p>\n\n\n\n

Rokok kretek terus berkembang dan inovatif seperti penjelasan di atas, ada filter, non filter, mesin, tangan, mild dan klobot. Kretek klobot tidak bercukai, karena keberadaannya hampir punah, sedikit sekali pabrikan membuat jenis klobot. Klobot satu-satunya rokok yang memakai bungkus daun jagung yang telah dikeringkan, kemudian di ikat pakai benang. Sehingga untuk kretek klobot ada pengecualian, tidak masuk dalam kategori jenis kretek di atas. <\/p>\n\n\n\n

Semua jenis kretek saat ini diproduksi oleh industri. Secara sederhana industri terbagi tiga macam, industri besar, menengah dan kecil. Paling kecil kategori industri kretek, telah mempunyai gudang untuk operasi pembuatan rokok kretek dengan luas minimal 200m2<\/sup>. Jadi, sekarang ini tidak ada lagi industri rokok kretek skala rumahan (home industri) seperti dulu lagi. <\/p>\n\n\n\n

Dari penjelasan di atas, sekarang sudah paham varian jenis rokok kretek asli produk Indonesia. Apapun bentuknya, jika rokok menggunakan campuran tembakau dan cengkeh itulah dinamakan rokok kretek, termasuk jenis mild. Dewasa ini jenis mild sangat disukai dipasaran. Hingga semua industri berlomba-lomba bikin mild. Munculnya mild tidak lain karena tuntutan dari aturan pemerintah yang membatasi nikotin dan tar. Sehingga konten tembakau mild lebih banyak memakai tembakau jenis Virginia. <\/p>\n\n\n\n

Jangan salahkan industri\/pabrikan jika makin lama kuota impor tembakau naik. Karena dibentuk oleh aturan pemerintah dan peningkatan permintaan pasar mild. Kalau begitu yang salah siapa? tentunya pemerintah yang membuat aturan low nikotin dan tar. Sulit sekali tembakau lokal untuk memenuhi batasan low nikotin dan tar sesuai aturan pemerintah. Pada akhirnya mau tidak mau industri\/pabrikan membutuhkan tembakau jenis Virginia yang sulit tumbuh dengan baik di bumi nusantara ini. Lalu apa yang dilakukan industri\/pabrikan rokok, ya impor lah. Tapi industri\/pabrikan masih sangat membutuhkan tembakau lokal. Selain sebagai bahan campuran rokok kretek mild, tembakau lokal dibuat memproduksi rokok bukan mild. <\/p>\n\n\n\n

Untuk rokok kretek mild, semuanya diproduksi memakai mesin, sedangkan selain mild ada yang pakai mesin ada yang pakai tangan. Dengan isu simplikasi layer CHT SPM dan SKM, ada dua kemungkinan. Pertama; bisa jadi SPM diturunkan levelnya disesuaikan dengan SKM. Kedua; atau SKM dinaikkan levelnya sesuai SPM. Keduanya sangat merugikan industri kretek asli produk Indonesia berupa SKM. Kalau yang pertama, keuntungan SPM (industri asing) harganya disamakan SKM, sehingga persaingan penjualan dipasaran relatif mudah, sehingga SKM sangat dirugikan. Jika demikian, pemerintah tidak melindungi industri nasional (lokal), dengan meliarkan persaingannya dipasaran sangat ketat. <\/p>\n\n\n\n

Kemungkinan yang kedua, juga demikian, sangat merugikan SKM, karena levelnya naik mengikuti SPM. Jika demikian, sangat memberatkan SKM, apalagi pangsa rokok kretek ditahun-tahun terakhir ini merosot tajam penjualannya. Kemerosotan penjualan rokok kretek juga pengaruh dari kebijakan pemerintah dan oknum (anti rokok) yang selalu merecoki industri kretek, seperti pungutan cukai naik,  pelarangan iklan, membuat isu yang dibuat-buat tanpa dasar dan lain sebagainya. Apakah keadaan industri kretek nasional saat ini, pemerintah masih memejamkan mata dan akan memberlakukan simplikasi layer CHT?. Jika demikian, sama saja pemerintah membunuh industri\/pabrikan kretek nasional dengan pelan-pelan. <\/p>\n\n\n\n

Jangan salahkan industri\/pabrikan rokok kretek jika pelan-pelan merumahkan karyawannya karena merugi bahkan tidak beroperasi. Jika pembelian bahan baku rokok kretek (tembakau dan cengkeh) menurun dan ribuan juta petani merugi, dan masih banyak lagi efek dampaknya ke segala lini yang menggantungkan hidupnya berhubungan dengan sektor pertembakauan. Pemerintah harus bertanggungjawab atas dampak tersebut, jangan asal cuci tangan jika dampak negatif terjadi. Karena pemerintahlah yang bikin aturan. <\/p>\n\n\n\n

Untuk itu, kedepan pemerintah harus hati-hati dan jeli dalam memutuskan dan memberlakukan kebijakan untuk kepentingan sektor pertembakauan. Karena, yang sudah-sudah, kebijakan pemerintah pada sektor pertembakauan tidak mengakomodir kepentingan industri nasional, cenderung mengakomodir kepentingan industri asing. Baik pemerintah, industri kretek, petani tembakau dan cengkeh serta masyarakat Indonesia harus berdaulat, saling menjaga dan saling melindungi untuk kepentingan bersama, menjadi bangsa yang besar dan kuat tanpa disetir Negara lain (asing). Inilah makna kemerdekaan yang sesungguhnya di era melenial.
<\/p>\n","post_title":"Kebijakan Simplifikasi Layer Cukai Adalah Rencana Pembunuhan terhadap Kretek","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"kebijakan-simplifikasi-layer-cukai-adalah-rencana-pembunuhan-terhadap-kretek","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-08-21 09:57:34","post_modified_gmt":"2019-08-21 02:57:34","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5979","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5956,"post_author":"877","post_date":"2019-08-14 11:00:51","post_date_gmt":"2019-08-14 04:00:51","post_content":"\n

Komisioner Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) Sitty Hikmawatty sesat pikir saat mengatakan bahwa program audisi beasiswa bulutangkis sebagai ajang ekploitasi anak. KPAI mempermasalahkan tulisan Djarum di kaos olahraga, karena sebagai ajang promosi brand rokok. Disini KPAI gagal faham membedakan antara Djarum Foundation dan Djarum industri rokok. <\/p>\n\n\n\n


Djarum Foundation sebagai wujud bhakti terhadap Bangsa dan Negara, sehingga prakteknya Djarum Foundation mengeluarkan uang, bukan mencari keuntungan. Ketika dikatakan sebagai ajang promosi produk rokok, sudah ditampik dan sudah dijelaskan secara detail pengurus Djarum Foundation, bahwa program yang dijalankan jauh dari niatan promosi produk rokok. Kalaupun ada tulisan Djarum di kaos olahraga, memang sejarahnya dari dulu sebagai nama clubnya. <\/p>\n\n\n\n


Sitty Hikmawatty sebagai komisioner KPAI, harusnya cerdas menyikapi hal tersebut. Harusnya ada apresiasi pada Djarum yang sadar akan kewajibannya, andil dalam pengembangan bakat bagi anak-anak. Dan apa yang telah dilakukan Djarum Foundation tidaklah mudah, membutuhkan tenaga dan matriil begitu besar. Sekarang pertanyaannya, siapa dan industri pribumi mana yang berani melakukan seperti itu?, bahkan KPAI pun tidak akan berani membuat program pencarian bakat secara intensif dan masif. <\/p>\n\n\n\n


KPAI harusnya faham makna perlindungan bagi anak, jangan hanya dimaknai secara sempit, semisal anak juga butuh perlindungan dari kebodohan dan kebutuhan lain yang sifatnya sangat mendesak. Nyatanya masih banyak anak \u2013anak yang tidak sekolah karena tidak mampu, masih banyak anak-anak yang hidup terlantar di Jalan, masih banyak anak-anak sebagai obyek makanan ringan yang bahannya membahayakan bagi tubuh. Dimana dan apa yang sudah dilakukan KPAI untuk melindungi anak tersebut?. Masih banyak masalah anak yang sangat penting dan krusial harus dikerjakan KPAI, dari pada mengurusi tulisan club Djarum dalam program audisi Djarum Foundation.<\/p>\n\n\n\n


Belum lagi, katanya KPAI akan mengambil langkah mengundang Kepala Daerah, dimana kotanya dibuat ajang audisi tersebut. Kalau nanti benar terjadi, menandakan kinerja KPAI tidak efektif. Masalah anak yang paling penting tidak terurus, dan selalu bergejolak di masyarakat kelas bawah. Sekali lagi seperti tidak sekolah karena orang tuanya tidak mampu atau orang tuanya meninggal dunia, walaupun sekolah katanya gratis, akan tetapi dampak lain timbul seperti halnya masalah ekonomi, akhirnya anak-anak mendingan cari uang untuk hidup sehari-hari dari pada sekolah. Anak-anak suka beli jajan (makanan ringat) di toko maupun dipinggir jalan yang mengandung bahan membahayakan bagi pertumbuhan anak. Di perempatan jalan atau lampu merah banyak anak-anak yang hidupnya menggelandang tanpa tujuan. Ini riil dan nyata di hadapan mata kita tiap hari. <\/p>\n\n\n\n


Tapi anehnya KPAI saat ini malah lebih intens mengurusi hal yang tidak penting degan melarang audisi pencarian bakat bulutangkis oleh Djarum Foundation. KPAI cenderung gagal faham dalam memahami, menafsiri, dan mensikapi hal tersebut. Anehnya lagi, apa yang dilakukan KPAI sampai ngotot. <\/p>\n\n\n\n


Kalau mau melarang program audisi Djarum Foundation, tunjukkan dulu KPAI punya program pencarian bakat seperti Djarum Foundation lakukan. Jangan seenaknya KPAI, melarang-larang tanpa solusi konkret dengan dalil perlindungan. Lucunya, KPAI dengan dalil perlindungan anak mengatakan, audisi pencarian bakat bulutangkis yes, ajang promosi no. Kalau dipahami, KPAI ingin audisi Djarum Foundation tetap jalan, tapi tulisan Djarum dihilangkan. Ini sama saja, tidak boleh menulis atau memaparkan nama club. Sedangkan pencantuman nama club sangat penting sebagai identitas dan jati diri. <\/p>\n\n\n\n


Kegiatan perlindungan untuk anak adalah pekerjaan yang sangat mulia kalau benar-benar dilakukan. KPAI, sebagai lembaga dengan memapang langsung tulisan perlindungan anak akan lebih mulia jika programnya konkret. Seperti lembaga sekolah negeri atau swasta, tanpa memakai kata-kata perlindungan, sekolah tersebut mendidik anak melindungi anak dari kebodohan untuk kesiapan masa depan. Audisi pencarian bakat bulutangkis Djarum Foundation pun demikian, kegiatannya konkret menyiapkan atlet olahraga bulutangkis. Dan apa yang telah dilakukan Djarum Foundation dengan audisinya sangat beda dari bentuk promosi. Berbeda dengan pelibatan anak-anak untuk promosi produk, murni tujuannya agar produknya laku. Apalagi produk yang ditawarkan untuk kebutuhan anak. Contohnya banyak sekali beredar iklan-iklan yang terpampang di pinggir jalan, di media sosial, bahkan di stasiun televisi, hal ini kayaknya lolos dari bahasan KPAI.<\/p>\n\n\n\n


Belum lagi, tanpa disadari lembaga KPAI juga menumpang hidup dari anak-anak. Kemana-mana membawa nama anak-anak untuk kegiatannya, bahkan sampai untuk menggalang donasi. Namun kegiatan yang betul-betul sangat dibutuhkan anak-anak belum atau bahkan tidak tersasar dan tidak menjadi prioritas. Sehingga, program KPAI untuk perlindungan anak dipastikan tidak efektif. Buktinya, KPAI membuat masalah yang sederhana dibuat rumit, seperti mempermasalahkan tulisan Djarum sebagai club dalam ajang audisi pencarian bakat Djarum Foundation Bhakti Olahraga. Jelas-jelas untuk kepentingan masa depan anak, dengan meningkakan minat dan bakat anak dalam olahraga atas dasar suka dan tidak ada paksaan.
Kata kunci pendidikan bagi anak adalah bermain, senang atau suka, sesuai keinginan, dan untuk bekal hidup selanjutnya. Jika KPAI mempermasalahkan tulisan club Djarum, yang dianggap sebagai ajang promosi dan ekploitasi anak, alasan tersebut tidak benar dan tanpa dasar. Seperti halnya penjelasan di atas, audisi pencarian bakat bulutangkis Djarum Foundation, jauh dari promosi dan ekploitasi. Tujuan utama audisi tidak lain memberikan bekal dan pendidikan bagi anak sesui keinginannya, anak belajar dengan senang, gembira, dan bermain. <\/p>\n\n\n\n


Jika kemudian KPAI dan lembaga lain yang mengatasnamakan peduli anak, melarang kegiatan audisi pencarian bakat olah raga bulutangkis yang dilakukan Djarum Foundation, sama dengan menghalangi anak Indonesia mengembangkan minat dan bakatnya sesuai keinginan, menghalangi anak Indonesia belajar sambil bermain dan gembira, menghalangi anak Indonesia untuk mendapatkan bekal hidup selanjutnya, menghalangi anak Indonesia untuk mewujudkan cita-cita. Apa yang dilakukan KPAI dan lembaga lain tersebut, sangat bertentangan dengan cita-cita Bangsa, dan cita-cita pendidikan bagi anak di Indonesia. <\/p>\n","post_title":"Sesat pikir KPAI Melarang Audisi Pencarian Bakat Bulutangkis Anak-Anak","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"sesat-pikir-kpai-melarang-audisi-pencarian-bakat-bulutangkis-anak-anak","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-08-14 11:00:58","post_modified_gmt":"2019-08-14 04:00:58","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5956","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5949,"post_author":"877","post_date":"2019-08-12 08:28:29","post_date_gmt":"2019-08-12 01:28:29","post_content":"\n

Kurban tidak semata-mata hanya menyembelih hewan, dibaliknya ada kisah indah yang bisa sebagai bahan renungan dan pengingat bagi semua. Pada kisah qurban, terdapat peran anak usia dini yang akhirnya dikenang umat Islam sedunia sepanjang masa dan juga dapat mengangkat harkat martabat keluarganya dihadapan Tuhan. Selama anak suka bahkan bahagia menjalankan perannya untuk kepentingan dirinya sendiri kedepan dan mengangkat harkat martabat keluarganya dengan bimbingan yang baik, maka hal tersebut sah-sah saja tidak ada larangan.\u00a0<\/p>\n\n\n\n

Kemarin, pada tanggal 11 Agustus 2019 hari Minggu, tepatnya pada tanggal 10 dzulhijjah 1440 M., dipagi hari umat Islam terlihat berbondong-bondong ada yang ke masjid ada yang kelapangan, tidak lain menjalankan ibadah sholat Idul Adha, atau biasa disebut hari raya qurban. Selain melakukan sholad, umat Islam merayakannya dengan menyembelih hewan qurban, seperti unta tradisi di Timur Tengah, sedangkam di Indonesia menyembelih sapi atau kerbau. Khusus di Kudus kota Kretek rerata menyembelih kerbau, sapi bagi sebagian besar masyarakat Kudus tidak mau menyembelih. Cerita yang beredar di masyarakat turun menurun, pelarangan menyembelih sapi sejak zaman kewalian yaitu Sunan Kudus sebagai penghormatan terhadap agama lain yang beranggapan hewan sapi sebagai hewan yang suci.<\/p>\n\n\n\n

Kembali ke Idul Adha, diceritakan oleh para Ulama\u2019 ada kisah tentang Nabi Ibrahim yang akan mengorbankan putranya yang masih kecil namanya Ismail (besarnya menjadi Nabi). Ceritanya Nabi Ibrahim saat tidur bermimpi, ia diperintah Tuhan untuk menyembelih putranya bernama Ismail. Saat bangun, ia merenung, berfikir sambil bertanya dihati, benarkah ini perintah Tuhan?. Kali pertama mimpinya ini, ia masih ragu antara benar perintah Tuhan atau tidak. Mimpi yang direnungkan dan difikir terjadi pada malam tanggal 08 dzulhijjah,disebut hari tarwiyah<\/em>.\u00a0<\/p>\n\n\n\n

Baca: Tinjauan Kritis Atas Larangan Iklan dan Sponshorship dengan Mencantumkan Logo, Brand Image, dan Identitas CSR Sebuah Perusahaan<\/a><\/p>\n\n\n\n

Pada malam tanggal 09 dzulhijjah Nabi Ibrahim mimpi lagi dengan perintah yang sama. Mimpi kali kedua, Nabi Ibrahim merasa yakin kalau benar-benar perintah Tuhan. Pada mimpi kedua disebut hari arafah<\/em>. Pada tanggal 10 dzulhijjah, hari Nabi Ibrahim melaksanakan perintah Tuhan untuk menyembelih Ismail (putranya), yang kemudian disebut  hari nakhr <\/em>(biasa disebut nahar bagi orang Indonesia). <\/p>\n\n\n\n

Cerita KH. Sya\u2019roni, saat pagi hari pada tanggal 10 dzulhijjah Nabi Ibrahim menyuruh istrinya bernama Siti Hajar (ibu kandung Ismail) untuk memandikan Ismail setelah itu memakaikan pakaian yang bagus-bagus, dengan alasan mau diajak jalan-jalan. Siti Hajar melaksanakan sesuai perintah suaminya, sembari menunggu istrinya selesai, Nabi Ibrahim mengasah pisaunya\/pedangnya. <\/p>\n\n\n\n

Ismail sudah siap, diajaklah jalan jalan bapaknya (Nabi Ibrahim) menuju bukit Mina di Makkah, dengan niatan mau disembelih sesui perintah Tuhan. Di tengah perjalanan, Nabi Ibrahim dihadang iblis yang berwujud manusia, dengan mengatakan Ibrahim, anakmu itu ganteng, tega kamu sembelih, urungkan niatmu. Nabi Ibrahim tidak menjawab, malah mengambil batu kecil 7 butir, kemudian batu kecil tersebut dilemparkan ke arah iblis tersebut, sambil mengatakan, pergi kamu Iblis. Nabi Ibrahim tetap melanjutkan perjalannya, dan dihadang Iblis lagi kali kedua, Nabi Ibrahim mengambil batu kecil lagi dilempar ke iblis. Kemudian Nabi melanjutkan perjalannya, dihadang iblis lagi kali ketiga, seperti penghadangan yang pertama dan kedua, Nabi mengambil batu kecil dan dilemparkan ke arah iblis, lalu Nabi Ibrahim lanjut lagi. Inilah cerita, yang menjadi cikal bakal adanya jumroh ula, jumroh wustho dan jumroh aqobah. Tiap ibadah haji jumroh ini harus diperagakan seperti halnya apa yang telah dilakukan Nabi Ibrahim dengan maksud melawan dan melempar iblis dengan batu agar tidak mengganggu..  <\/p>\n\n\n\n

Sesampainya di puncak bukit Mina, Nabi Ibrahim menceritakan mimpinya dan mengatakan maksud dan tujuannya mengajak Ismail jalan-jalan. Selesai Nabi Ibrahim cerita, kemudian Ismail berkata pada bapaknya, untuk segera menjalankan perintah Tuhan. Pada saat menyembebelih, pisau\/pedang Nabi Ibrahim tidak bisa melukai kulit Ismail, karena Nabi Ibrahim masih gelisah dan menangis saat melihat wajah Ismail. Kemudian Ismail berkata, mungkin karena bapak melihat wajahku, hingga tidak tega menyembelih, lalu Ismail membalikkan badannya memposisisikan badannya telungkup. Lalau Nabi Ibrahim dengan kesiapan hati melakukan penyembelihan yang kedua, lagi-lagi pisau\/pedangnya tidak mampu melukai kulit leher Ismail. Dengan bingung karena tidak berhasil menyembelih Ismail, turunlah Malaikat Jibril dengan membawa kambing, digantikannya Ismail dengan kambing tersebut. Bersamaan dengan turunnya wahyu Tuhan yang menjelaskan keduanya telah lulus  dari ujian. Kemudian Nabi Ibrahim membaca takbir \u201cAllahu Akbar\u201d<\/em> 3x, disaut Ismail dengan .membaca \u201cLaa ilaaha illahhu wallahu akbar<\/em>\u201d, diakhiri Malikat Jibril dengan bacaan \u201cAllahu Akbar walillahil Hamd<\/em>\u201d, dilanjutkan dengan menyembelih kambing bawaan malaikat jibril.<\/p>\n\n\n\n

Ada cerita lucu setelah Nabi Ibrahim selesai menyembelih kambing, Nabi Ibrahim bertanya pada Ismail, siapa yang paling dermawan diantara kita? Ismail menjawab, saya. Tidak bisa kata Nabi Ibrahim, saya yang paling dermawan, karena akan mngorbankan anak yang kucintai. Ismail berkata, tidak bisa, saya yang dermawan, karena bapak punya dua anak, kalau saya dikorbankan, masih punya anak satu, lalu malaikat berkata, tidak bisa, saya yang dermawan karena saya sudah kehilangan kambing satu.\u00a0\u00a0<\/p>\n\n\n\n

Baca: Kegagalan Lakpesdam PBNU dalam Melihat Produk Tembakau Alternatif<\/a><\/p>\n\n\n\n

Keterangan dalam kitab tafsir  \u201cTanwirul Adhan<\/em>\u201d penjelasan dari surat As-Saffat ayat 102 bahwa usia Ismail saat itu 13 tahun ada juga Ulama\u2019 yang mengatakan umur 7 tahun. ada riwayat lain yang mengatakan umur Ismail saat itu 14 tahun. Pada intinya saat kejadian kisah penyembelihan, Ismail masih usia anak-anak, ia dengan senang hati dan ikhlas, menjalani perannya.  <\/p>\n\n\n\n

Dari sejarah singkat qurban yang ektrim di atas, kira-kira pendapat KPAI apakah mendukung apa yang telah di lakukan Nabi Ibrahim?, atau sebaliknya mendukung Iblis yang menghalangi Nabi Ibrahim yang akan menjalankan kewajibannya sebagai hamba?. Saya yakin KPAI akan mendukung Nabi Ibrahim, tidak mendukung langkah Iblis. 
<\/p>\n\n\n\n

Walaupun ktidak persis, tapi hampir mirip kisah qurban diatas dengan audisi oleh Djarum Foundation yang melibatkan. Program audisi bulutangkis usia anak-anak Djarum Foundation, tidak lain ikut serta program pemerintah dalam mencerdaskan bangsa melalui pencarian bakat sedini mungkin. Anak-anak yang berbakat bulutangkis tentunya yang terjaring dalam audisi, dididik dengan penuh semangat oleh Djarum Foundation Bhakti olahraga. Buktinya, anak-anak tersebut disekolahkan formal, dilatih bulu tangkis dengan disiplin dan penuh tanggungjawab, tanpa dipungut biaya apapun, bahkan semua kebutuhan anak-anak tercukupi dengan baik. Pola didiknya, seperti pola pendidikan sekolah lainnya, anak-anak dididik dan diajar agar berpretasi, setidaknya punya pengetahuan, pengalaman dan keahlian sebagai bekal masa depan. Disisi lain, ternyata anak-anak yang terjaring audisi merasa sangat gembira, senang dan bangga bisa terpilih. Mereka dapat mengembangkan bakatnya, dan mendapatkan pendidikan sekolah dengan gratis.<\/p>\n\n\n\n

Tujuan utama Djarum Foundation mencari bibit unggul pebulutangkis Indonesia, yang selama ini sebagai salah satu olahraga kebanggaan masyarakat Indonesia atas banyaknya prestasi yang di peroleh. Program Djarum Foundation Bhakti olahraga jauh dari niatan ekploitasi anak untuk promosi, yang ada ekploitasi anak untuk kejayaan olah raga bulutangkis bangsa Indonesia. <\/p>\n\n\n\n

Juga, program Djarum Foundation audisi bulutangkis adalah salah satu bentuk kesadaran dan kewajibannya membangun bangsa dengan melibatkan anak-anak. Lalu apa yang salah dari Djarum Foundation Bhakti Olahraga, jelas-jelas telah menghibahkan fasilitas, pikiran hingga dana untuk kepentingan kejayaan bangsa Indonesia, melalui olahraga. Pemerintah harus mendukung program tersebut, begitupun KPAI. KPAI jangan sampai menjadi penghalang, seperti halnya penghalang Nabi Ibrahim dalam kisah di atas.  
<\/p>\n","post_title":"Refleksi Kisah Kurban sebagai Bahan Pengingat KPAI","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"refleksi-kisah-kurban-sebagai-bahan-pengingat-kpai","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-08-12 08:30:31","post_modified_gmt":"2019-08-12 01:30:31","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5949","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5936,"post_author":"877","post_date":"2019-08-06 10:53:42","post_date_gmt":"2019-08-06 03:53:42","post_content":"\n

Masalah peredaran rokok di Indonesia, pemerintah cenderung mengambil langkah aman. Sudah saatnya pemerintah harus tegas menentukan sikap pelarangan atau membolehkan peredaran rokok di tengah-tengah masyarakat. <\/p>\n\n\n\n

Sikap pemerintah sampai saat ini menimbulkan pro dan kontra. Di satu sisi pemerintah melalui Kementrian Kesehatan membuat aturan pembatasan dan pelarangan beredarnya rokok, bahkan melarang adanya iklan rokok dan mengatur packaging<\/em> dengan bermacam gambar dan peringatan yang menggelian. Di sisi lain, pemerintah mendorong peningkatkan pendapatan Negara, mendorong peningkatan ekonomi rakyat, mendorong peningkatan produktivitas rakyat dan daya saing di pasar internasional, dan mendorong pengentasan kemiskinan.<\/p>\n\n\n\n

Sekarang, efek sikap pemerintah di atas meluas kemana-mana, mulai dari isu penyederhanaan layer atau penggabungan golongan industri rokok, isu pelarangan iklan rokok di media sosial karena pengguna media sosial banyak anak-anak, sampai pada pelarangan audisi pencari bakat bulu tangkis yang dilakukan Djarum Foundation dengan alasan ekploitasi anak. Ini semua adalah beberapa agenda untuk pengendalian rokok dan tembakau di Indonesia yang alasannya sudah dipatahkan dengan data yang lebih akurat.<\/p>\n\n\n\n

Semisal, yang pro dapat menceritakan dan meruntutkan agenda pengendalian rokok dan tembakau di Indonesia sebagai agenda politik dagang internasional. Semua program pengendalian rokok dan tembakau di Indonesia mengadopsi dari program World Health Organization (WHO) organisasi program dunia yang mendapatkan sokongan dana dari industri farmasi.\u00a0<\/p>\n\n\n\n

Baca:
Ada Campur Tangan Bloomberg dalam Surat Edaran Menkes terkait Pemblokiran Iklan Rokok <\/a><\/p>\n\n\n\n

WHO tidak semata-mata bertujuan demi meningkatkan taraf kesehatan penduduk. Di sini WHO sebagai ujung tombak industri farmasi. Terjadi peralihan di lingkup kesehatan, dimana dokter dan ilmuwan kesehatan dikuasai perusahan obat (farmasi). Tujuan utamanya tidak lain untuk merebut pasar nikotin dunia, dan menggantikan pemanfaatan nikotin alami dari tembakau dengan produk rekayasa nikotin yang telah dikantongi hak patennya. Keterlibatan WHO memuluskan tujuan industri farmasi tersebut dengan mendorong negara-negara di dunia untuk memberlakukan kebijakan sesuai kerangka kesehatan, tanpa mempertimbangkan peran sosial, ekonomi, politik dan budaya. Walaupun alasan kesehatan yang dibangun ternyata tidak 100% benar dan terkesan dipaksakan. Negara yang menjadi sasaran utama adalah Negara yang berkembang, seperti Indonesia, China, Bangladesh, India, Rusia, Mesir, Thailand, Filipina dan Brazil. <\/p>\n\n\n\n

Untuk menguasai pasar nikotin di dunia, industri farmasi mendapatkan sokongan dana dari bloomberg initiative. Karena salah satu direktur dari persekutuan perusahaan farmasi dunia bernama William R. Brody punya kedekatan dengan bloomberg initiative, selain teman karib juga posisinya sebagai penasehat. <\/h4>\n\n\n\n

Tidak mengherankan jika pendukung program pengendalian rokok dan tembakau di Indonesia mendapatkan sokongan dana dari bloomberg initiative termasuk lembaga yang bergerak untuk perlindungan anak, salah satunya Komnas Perlindungan Anak Indonesia (KPAI). Apapun bentuk lembaganya, selama mendapatkan kucuran dana bloomberg initiative, program utamanya harus sinergi dengan program bloomberg initiative dan rezim kesehatan dunia (WHO) yaitu pengendalian tembakau dan rokok, terutama rokok kretek asli Indonesia.<\/p>\n\n\n\n

Ada sekitar lebih dari 20an lembaga di Indonesia mendapatkan sokongan dana langsung maupun tidak langsung dari bloomberg initiative. Lembaga-lembaga tersebut bervarian, ada lembaga yang bergerak dalam pendidikan, bergerak pemberantasan korupsi, bergerak dalam kesehatan, bergerak perlindungan konsumen, bergerak melindungi anak, bahkan sampai pada lembaga agama. Numun pada intinya leading sector<\/em> yaitu sektor potensial yang dapat\u00a0menggerakkan agenda pengendalian tembakau dan rokok di Indonesia ada pada rezim kesehatan dalam hal ini Kementerian Kesehatan. Dengan menggunakan dalil kesehatan yang mulia, agenda bloomberg initiative dan farmasi berselancar dengan baik di Indonesia. \u00a0<\/p>\n\n\n\n

Baca:
Tinjauan Kritis Atas Larangan Iklan dan Sponshorship dengan Mencantumkan Logo, Brand Image, dan Identitas CSR Sebuah Perusahaan<\/a> <\/p>\n\n\n\n

Isu kuat saat ini yang beredar untuk agenda pengendalian tembakau dan rokok di Indonesia salah satunya, KPAI melarang audisi pencarian bakat bulu tangkis sejak dini yang dilakukan Djarum Foundation dengan alasan ekploitasi anak, Kementerian Kesehatan dan KPAI melarang adanya iklan di media sosia karena akan mengakibatkan bertambahnya perokok pemula, penggabungan golongan industri rokok atau penyederhanaan layer tarif cukai rokok yang intinya pengurangan terhadap industri rokok kretek, menaikkan cukai rokok untuk mengurangi peredaran rokok, dan korelasinya rokok dengan kemiskinan bertujuan agar ada kebijakan menghalau laju industri rokok kretek. <\/p>\n\n\n\n

Pemerintah dalam hal ini harus tegas mengambil sikap, untuk kepastian dan masa depan industri rokok kretek asli Indonesia. Dimana sejarah penemuan rokok kretek tidak lain untuk pengobatan yang dilakukan H. Djamhari sebagai obat sakit bengeknya. Karena rokok kretek adalah campuran tembakau dan cengkeh, berbeda dengan rokok non kretek yang hanya memakai tembakau saja. Selama ini, belum ada uji atau riset bahwa rokok kretek berkorelasi signifikan terhadap timbulnya penyakit yang dituduhkan. Kalau menjadi salah satu bagian kecil penyebab penyakit, tentunya ya dan bukan faktor penyebab utama. Itu seperti halnya barang-barang lain yang dikonsumsi manusia secara berlebihan dan hidup tidak seimbang. Termasuk makan nasi, mengkonsumsi gula dan mengkonsumsi lainnya secara berlebihan, tanpa diimbangi olah raga dan istirahat yang cukup. <\/p>\n\n\n\n

Selain itu, posisi industri kretek sangat stategis bagi bangsa Indonesia. Industri kretek membuktikan tetap bertahan setidaknya lebih dari 130 tahun. Disaat industri lain tumbang di zaman kolonial, industri kretek tetap eksis memberikan penghidupan masyarakat Indonesia. Bahkan tergolong industri yang peka zaman, dengan memberikan kontribusi yang sangat besar. Menghidupi setidaknya 6.1 juta jiwa petani cengkeh yang tersebar di 30 provinsi, petani tembakau yang tersebar di 15 provinsi. Menghidupi ribuan karyawan yang bekerja di industri kretek. Mempunyai multiplier<\/em> <\/em>effect<\/em> ke sektor perokonomian lainnya yang berada di sekitar industri kretek. <\/p>\n\n\n\n

Keberadaan industri kretek berkontribusi adanya hak jaminan sosial dan corporate social responsibility<\/em> (CSR), seperti halnya jaminan kesehatan, bhakti pendidikan, bhakti budaya, bhakti olahraga, bhakti lingkungan dan lain sebagainya. Berkontribusi pendapatan Negara melalui setoran cukai, berkontribusi bagi kesehatan publik dari alokasi dana bagi hasil cukai hasil tembakau (DBH-CHT) untuk sarana kesehatan dan pembayaran defisit Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS).  <\/p>\n\n\n\n

Selain itu, adanya industri kretek sebagai cermin kemandirian dan kedaulatan bangsa, karena sebagai pemenuhan kebutuhan pokok rakyat dalam hal ini pendapatan masyarakat sebagai agenda pemberantasan kemiskinan. <\/p>\n\n\n\n

Dengan pertimbangan di atas, diharapkan pemerintah dalam hal ini Presiden memberikan ketegasan, apakah industri rokok nasional tetap berproduksi atau dilarang berproduksi. Kalau tetap berproduksi, pemerintah secara totalitas harus melindunginya mulai kebijakan sampai pada strategi pemasarannya. Andaikan dilarang beroperasi, pemerintah paling tidak harus berani mempersiapkan lapangan pekerjaan lain bagi petani dan buruh tani cengkeh dan tembakau, buruh industri dan mungkin menata perekonomian akibat multiplier<\/em> <\/em>effect<\/em> keberadaan industri kretek. Dan yang terpenting keberadaan industri kretek, sebagai industri nasional sebagai perwujudan agenda prioritas  tujuan Nawa Cita, sehingga jangan sampai digiring dan diatur kepentingan asing melalui rezim kesehatan sebagai leading sector, <\/em>yang belum tentu benar dan terkesan dipaksakan.  
<\/p>\n","post_title":"Ketika Pemerintah Plin-Plan Membuat Regulasi Terkait Dunia Pertembakauan","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"ketika-pemerintah-plin-plan-membuat-regulasi-terkait-dunia-pertembakauan","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-08-06 10:53:48","post_modified_gmt":"2019-08-06 03:53:48","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5936","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":16},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"epic_block_3"};