\n

Memasuki bulan ke empat wabah corona yang bermula dari Wuhan, Cina merebak di muka bumi, jumlah manusia yang positif terinfeksi Covid-19 sudah mendekati satu juta orang di seluruh dunia. Dari total jumlah tersebut, hampir 50 ribu penderitanya meninggal dunia.

\nDan ini belum usia. Hari-hari ke depan, jumlahnya akan kian bertambah. Belum ada yang bisa memastikan kapan wabah ini akan usai. Beberapa perkiraan berdasar hasil permodelan matematika memang sudah ada, namun itu sekadar perkiraan saja, hanya ramalan. Bukan sebuah kepastian.

\nSemua ini tidak bisa dianggap remeh, dan memang wabah ini bukan sesuatu yang remeh dan bisa diabaikan begitu saja. Namun begitu, statistika bisa menjebak banyak orang untuk meremehkan hal ini. Data-data kuantitatif berupa jejeran angka dan persentase dari wabah yang terjadi di muka bumi ini bisa menggiring manusia untuk meremehkan wabah ini.

\nTenang saja, peluang selamat jika tertular covid-19 itu mencapai 97 persen. Angka kematian dari corona ini hanya 3 persen saja, kecil jika dibanding dengan banyak penyakit lain atau virus yang menginfeksi manusia lain di dunia. Jadi biasa saja.

\nBetul, bersikap tenang memang perlu. Jangan panik lebih lagi sembrono. Tetapi, sikap tenang itu juga jangan sampai membawa ke sikap meremehkan dan menganggap enteng wabah covid-19 ini.

\nBetul 3 persen kematian itu kecil jika dibanding 97 persen kemungkinan selamat dari covid-19. Tapi ini sekadar tipuan statistika saja. Atau jika enggan dibilang tipuan, inis sekadar penyamaran statistika semata.

\nBisa jadi, virus covid-19 ini menjadi salah satu virus yang paling mudah tertular kepada manusia. Medium antara penularannya begitu banyak sehingga banyak orang mudah sekali terpapar virus jenis ini. Perkiraan ilmuwan, jika penanganan wabah ini tidak diusahakan semaksimal mungkin, atau menyerahkan pada mekanisme alamiah yang diberi istilah herd immunity, sekira 80 persen penduduk bumi pada akhirnya akan tertular virus ini. Artinya jika penduduk bumi saat ini kira-kira 4 milyar jiwa, yang akan tertular virus covid-19 sebanyak 3,2 milyar jiwa. Lantas 3 persen yang meninggal dunia akibat covid-19 dari 3,2 milyar jiwa itu berapa? 96 juta jiwa. Sebuah angka yang mengerikan.

\nMari kita bawa data-data statistika ini ke Indonesia. Meskipun angka penduduk Indonesia sudah lebih dari 250 juta jiwa, saya pakai angka 250 juta jiwa saja untuk menyederhanakan hitungan. 80 persen dari 250 juta jiwa akan tertular virus corona di Indonesia, angkanya sebanyak, 200 juta jiwa. Jumlah yang meninggal dunia dari 200 juta jiwa akan mencapai 6 juta jiwa.

\nLagi-lagi ini bukan angka yang sedikit dan bukan sebuah kasus yang bisa diremehkan. Seperenam saja yang meninggal dunia di negeri ini dari prediksi statistik yang dijabarkan ilmuwan perihal wabah corona ini, ini sudah menjadi sebuah bencana yang begitu besar di negeri ini. Jadi jangan sekali-kali meremehkan.

\nTetapi jangan pula panik dan bertindak gegabah karena data statistik ini, karena selain bisa menjebak ke arah meremehkan, pembacaan data statistik juga bisa menggiring menuju kepanikan berlebih. Setelah itu, karena panik yang berlebih, segala macam berita yang beredar lantas begitu saja dipercaya tanpa proses saring yang ketat terlebih dahulu. Lebih lagi jika menyadari data statistik itu, kemudian mencari cara agar bisa terhindar dari penularan virus corona tetapi tanpa menyaring berita-berita yang berseliweran di luar sana.

\nSudah terlalu banyak berita hoax yang beredar di luar sana yang memberi masukan dan anjuran apa saja yang mesti dilakukan dan mesti dikonsumsi agar terhindar dari penularan virus corona. Namun begitu, karena hoax yang beredar, alih-alih terhindar dari corona, malah bisa berakibat vatal yang membahayakan diri sendiri. Seperti contoh kasus di Arizona, Amerika Serikat misal.

\nKasus di Arizona ini terjadi memang bukan karena hoax, namun karena kepanikan berlebih. Mendapat kabar bahwa klorokuin yang biasa digunakan untuk obat malaria bisa digunakan untuk obat covid-19, sepasang suami istri karena ketakutann

\nya akan corona lantas mengonsumsi klorokuin. Namun mereka salah konsumsi karena saking paniknya. Yang mereka konsumsi bukan klorokuin yang biasa digunakan untuk obat malaria yang diderita manusia, tetapi klorokuin yang ada dalam obat penghilanv jamur pada ikan. Si suami meninggal dunia, istrinya kritis karena mengonsumsi klorokuin yang salah.

\nJadi jangan panik, jangan pula meremehkan, kita berada di pertengahan saja. Tetap waspada, tetap jaga kesehatan, jaga lingkungan sekitar, dan jaga jarak aman.<\/p>\n","post_title":"Membaca Data Statistika, Jangan Meremehkan atau Panik Berlebihan","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"membaca-data-statistika-jangan-meremehkan-atau-panik-berlebihan","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2020-04-02 11:33:42","post_modified_gmt":"2020-04-02 04:33:42","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6606","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":6603,"post_author":"878","post_date":"2020-04-01 12:02:48","post_date_gmt":"2020-04-01 05:02:48","post_content":"\n

Tahun 2020 bisa jadi menjadi tahun terberat bagi dua atau tiga generasi manusia yang masih hidup di muka bumi kini. Salah satu sebabnya, wabah corona yang menjalar hampir di seluruh wilayah bumi dalam waktu yang relatif singkat saja.

\nMulanya di Cina, virus corona atau yang lebih sering disebut Covid-19 lantas dengan begitu cepatnya menyebar ke penjuru bumi. Ketika virus ini mulai membikin masalah di kota Wuhan, Cina pada penghujung 2019, banyak orang masih menganggap remeh karena mengira virus ini setara virus flu biasa saja. Keadaan kemudian berubah drastis karena penularan covid-19 yang begitu cepat hingga akhirnya pada Januari 2020, Wuhan, dan hampir seluruh wilayah Cina dikarantina dengan ketat untuk menghambat penyebaran virus ini.

\nSayangnya, penyebaran virus sudah terlanjur terjadi. Covid-19 memang sejenis virus yang bandel karena mudah sekali berpindah inang lewat beberapa media antara. Covid-19 kemudian membikin daratan Eropa gempar. Italia, Spanyol, dan Perancis menjadi tiga negara yang mengalami dampak paling signifikan akibat penularan virus covid-19. Italia bahkan tercatat sebagai negara dengan korban meninggal dunia terbanyak di dunia akibat virus covid-19 ini.

\nIndonesia pun tak lepas dari terjangan wabah corona ini. Meskipun pada awalnya negara lewat pejabat-pejabatnya meyakinkan warga bahwa Indonesia aman dari virus corona, bahkan mereka menyisipkan guyonan dan kelakar tidak pada tempatnya hingga terkesan meremehkan agar masyarakat tenang dan tidak panik, pada akhirnya, pada awal Maret ditemukan kasus pertama positif covid-19 di Indonesia.

\nHingga hari ini, kenaikan positif Covid-19 masih terjadi di Indonesia. Per 31 Maret 2020, jumlah positif Covid-19 di Indonesia mencapai 1528 orang, naik 114 kasus dari hari sebelumnya. Dari total positif sebanyak itu, 136 orang meninggal dunia dan 81 orang dinyatakan sembuh. Ke depan, Indonesia masih akan menjalani hari-hari berat nan panjang hingga akhirnya wabah corona ini berakhir di Indonesia dan di seluruh penjuru bumi.

\nSembari menanti wabah corona ini berakhir, lantas apa yang mesti dan bisa dilakukan oleh kretekus di Indonesia?

\nYang pertama dan paling utama, tentu saja mematuhi dengan sukarela peraturan-peraturan yang sudah dibikin pemerintah, baik pusat juga daerah dalam rangka menanggulangi penyebaran virus covid-19 ini. Tanpa kesadaran dan kerelaan mematuhi peraturan yang telah diberlakukan pemerintah, bisa jadi kita malah akan menjadi beban bagi negara, juga menjadi vektor perantara penyebaran virus covid-19 itu.

\nSelanjutnya kretekus sebaiknya berada di rumah saja agar kampanye social distancing dan pysical distancing yang digalakkan pemerintah guna menghambat laju penebaran virus bisa efektif. Sembari tetap di rumah saja, kretekus mesti memperhatikan gaya hidup sehat dengan menjaga pola makan, mengonsumsi vitamin, dan rajin-rajin mandi dan cuci tangan.

\nJika kretekus adalah pekerja yang mesti tetap bekerja di luar rumah guna mencari rezeki sebagai pemenuhan kebutuhan harian keluarga, ikutilah prosedur pengamanan diri ketika anda keluar rumah. Pakai masker, jaga jarak aman, hindari kerumunan, dan beberapa protokol keluar rumah lain yang telah dikeluarkan oleh pihak berwenang di bidang kesehatan.

\nKemudian, jika Anda punya keahlian di bidang kesehatan, atau punya jiwa kerelawanan yang tinggi, kretekus bisa mendaftarkan diri menjadi sukarelawan medis dan non-medis dalam membantu upaya pemerintah menghadapi wabah yang menyebalkan ini. Pilihan ini sangat terbuka sembari tetap memperhatikan protokol kesehatan masing-masing. Karena, dalam kondisi seperti ini, kekurangan tenaga sangat mungkin dialami mereka yang berjuang di garis depan dalam memerangi wabah corona, peran relawan menjadi cukup penting untuk menutup kekurangan tenaga di lapangan.

\nYang terakhir, tetaplah merokok wahai kretekus. Merokok sembari tetap mematuhi peraturan-peraturan yang berlaku dalam dunia perkretekan. Jadilah perokok yang santun, dan tetap selalu menjadi perokok santun. Karena di tengah wabah semacam ini, rokok kretek bisa membantu anda dalam relaksasi, menjadi teman penghilang stres karena mesti terkurung lama di dalam rumah.

\nLebih dari itu, dengan tetap merokok, kita menyumbang kepada negara lewat cukai pada tiap batang rokok yang kita isap. Dari sana, kita juga ikut andil memerangi wabah corona karena banyak pemerintah daerah kini yang menggunakan Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBH-CHT) sebagai dana tambahan untuk memerangi wabah virus corona di daerahnya masing-masing.<\/p>\n","post_title":"Apa yang Bisa Kretekus Lakukan di Masa Wabah Corona Ini?","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"apa-yang-bisa-kretekus-lakukan-di-masa-wabah-corona-ini","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2020-04-01 12:02:55","post_modified_gmt":"2020-04-01 05:02:55","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6603","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":29},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"epic_block_3"};

\r\n

Mungkin masih banyak lagi penelitian soal manfaat tembakau bagi kesehatan. Dan dengan adanya uji coba pengembangan tembakau sebagai vaksin Covid-19 bisa jadi momentum pengakuan tembakau yang tidak melulu bertentangan dengan kesehatan. Hari ini kita masih terus berharap tembakau dapat menjadi kunci melawan Covid-19, biarkan para ilmuwan dan sains yang menggali harapan tersebut.<\/p>\r\n","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6609","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":6606,"post_author":"878","post_date":"2020-04-02 11:33:35","post_date_gmt":"2020-04-02 04:33:35","post_content":"\n

Memasuki bulan ke empat wabah corona yang bermula dari Wuhan, Cina merebak di muka bumi, jumlah manusia yang positif terinfeksi Covid-19 sudah mendekati satu juta orang di seluruh dunia. Dari total jumlah tersebut, hampir 50 ribu penderitanya meninggal dunia.

\nDan ini belum usia. Hari-hari ke depan, jumlahnya akan kian bertambah. Belum ada yang bisa memastikan kapan wabah ini akan usai. Beberapa perkiraan berdasar hasil permodelan matematika memang sudah ada, namun itu sekadar perkiraan saja, hanya ramalan. Bukan sebuah kepastian.

\nSemua ini tidak bisa dianggap remeh, dan memang wabah ini bukan sesuatu yang remeh dan bisa diabaikan begitu saja. Namun begitu, statistika bisa menjebak banyak orang untuk meremehkan hal ini. Data-data kuantitatif berupa jejeran angka dan persentase dari wabah yang terjadi di muka bumi ini bisa menggiring manusia untuk meremehkan wabah ini.

\nTenang saja, peluang selamat jika tertular covid-19 itu mencapai 97 persen. Angka kematian dari corona ini hanya 3 persen saja, kecil jika dibanding dengan banyak penyakit lain atau virus yang menginfeksi manusia lain di dunia. Jadi biasa saja.

\nBetul, bersikap tenang memang perlu. Jangan panik lebih lagi sembrono. Tetapi, sikap tenang itu juga jangan sampai membawa ke sikap meremehkan dan menganggap enteng wabah covid-19 ini.

\nBetul 3 persen kematian itu kecil jika dibanding 97 persen kemungkinan selamat dari covid-19. Tapi ini sekadar tipuan statistika saja. Atau jika enggan dibilang tipuan, inis sekadar penyamaran statistika semata.

\nBisa jadi, virus covid-19 ini menjadi salah satu virus yang paling mudah tertular kepada manusia. Medium antara penularannya begitu banyak sehingga banyak orang mudah sekali terpapar virus jenis ini. Perkiraan ilmuwan, jika penanganan wabah ini tidak diusahakan semaksimal mungkin, atau menyerahkan pada mekanisme alamiah yang diberi istilah herd immunity, sekira 80 persen penduduk bumi pada akhirnya akan tertular virus ini. Artinya jika penduduk bumi saat ini kira-kira 4 milyar jiwa, yang akan tertular virus covid-19 sebanyak 3,2 milyar jiwa. Lantas 3 persen yang meninggal dunia akibat covid-19 dari 3,2 milyar jiwa itu berapa? 96 juta jiwa. Sebuah angka yang mengerikan.

\nMari kita bawa data-data statistika ini ke Indonesia. Meskipun angka penduduk Indonesia sudah lebih dari 250 juta jiwa, saya pakai angka 250 juta jiwa saja untuk menyederhanakan hitungan. 80 persen dari 250 juta jiwa akan tertular virus corona di Indonesia, angkanya sebanyak, 200 juta jiwa. Jumlah yang meninggal dunia dari 200 juta jiwa akan mencapai 6 juta jiwa.

\nLagi-lagi ini bukan angka yang sedikit dan bukan sebuah kasus yang bisa diremehkan. Seperenam saja yang meninggal dunia di negeri ini dari prediksi statistik yang dijabarkan ilmuwan perihal wabah corona ini, ini sudah menjadi sebuah bencana yang begitu besar di negeri ini. Jadi jangan sekali-kali meremehkan.

\nTetapi jangan pula panik dan bertindak gegabah karena data statistik ini, karena selain bisa menjebak ke arah meremehkan, pembacaan data statistik juga bisa menggiring menuju kepanikan berlebih. Setelah itu, karena panik yang berlebih, segala macam berita yang beredar lantas begitu saja dipercaya tanpa proses saring yang ketat terlebih dahulu. Lebih lagi jika menyadari data statistik itu, kemudian mencari cara agar bisa terhindar dari penularan virus corona tetapi tanpa menyaring berita-berita yang berseliweran di luar sana.

\nSudah terlalu banyak berita hoax yang beredar di luar sana yang memberi masukan dan anjuran apa saja yang mesti dilakukan dan mesti dikonsumsi agar terhindar dari penularan virus corona. Namun begitu, karena hoax yang beredar, alih-alih terhindar dari corona, malah bisa berakibat vatal yang membahayakan diri sendiri. Seperti contoh kasus di Arizona, Amerika Serikat misal.

\nKasus di Arizona ini terjadi memang bukan karena hoax, namun karena kepanikan berlebih. Mendapat kabar bahwa klorokuin yang biasa digunakan untuk obat malaria bisa digunakan untuk obat covid-19, sepasang suami istri karena ketakutann

\nya akan corona lantas mengonsumsi klorokuin. Namun mereka salah konsumsi karena saking paniknya. Yang mereka konsumsi bukan klorokuin yang biasa digunakan untuk obat malaria yang diderita manusia, tetapi klorokuin yang ada dalam obat penghilanv jamur pada ikan. Si suami meninggal dunia, istrinya kritis karena mengonsumsi klorokuin yang salah.

\nJadi jangan panik, jangan pula meremehkan, kita berada di pertengahan saja. Tetap waspada, tetap jaga kesehatan, jaga lingkungan sekitar, dan jaga jarak aman.<\/p>\n","post_title":"Membaca Data Statistika, Jangan Meremehkan atau Panik Berlebihan","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"membaca-data-statistika-jangan-meremehkan-atau-panik-berlebihan","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2020-04-02 11:33:42","post_modified_gmt":"2020-04-02 04:33:42","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6606","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":6603,"post_author":"878","post_date":"2020-04-01 12:02:48","post_date_gmt":"2020-04-01 05:02:48","post_content":"\n

Tahun 2020 bisa jadi menjadi tahun terberat bagi dua atau tiga generasi manusia yang masih hidup di muka bumi kini. Salah satu sebabnya, wabah corona yang menjalar hampir di seluruh wilayah bumi dalam waktu yang relatif singkat saja.

\nMulanya di Cina, virus corona atau yang lebih sering disebut Covid-19 lantas dengan begitu cepatnya menyebar ke penjuru bumi. Ketika virus ini mulai membikin masalah di kota Wuhan, Cina pada penghujung 2019, banyak orang masih menganggap remeh karena mengira virus ini setara virus flu biasa saja. Keadaan kemudian berubah drastis karena penularan covid-19 yang begitu cepat hingga akhirnya pada Januari 2020, Wuhan, dan hampir seluruh wilayah Cina dikarantina dengan ketat untuk menghambat penyebaran virus ini.

\nSayangnya, penyebaran virus sudah terlanjur terjadi. Covid-19 memang sejenis virus yang bandel karena mudah sekali berpindah inang lewat beberapa media antara. Covid-19 kemudian membikin daratan Eropa gempar. Italia, Spanyol, dan Perancis menjadi tiga negara yang mengalami dampak paling signifikan akibat penularan virus covid-19. Italia bahkan tercatat sebagai negara dengan korban meninggal dunia terbanyak di dunia akibat virus covid-19 ini.

\nIndonesia pun tak lepas dari terjangan wabah corona ini. Meskipun pada awalnya negara lewat pejabat-pejabatnya meyakinkan warga bahwa Indonesia aman dari virus corona, bahkan mereka menyisipkan guyonan dan kelakar tidak pada tempatnya hingga terkesan meremehkan agar masyarakat tenang dan tidak panik, pada akhirnya, pada awal Maret ditemukan kasus pertama positif covid-19 di Indonesia.

\nHingga hari ini, kenaikan positif Covid-19 masih terjadi di Indonesia. Per 31 Maret 2020, jumlah positif Covid-19 di Indonesia mencapai 1528 orang, naik 114 kasus dari hari sebelumnya. Dari total positif sebanyak itu, 136 orang meninggal dunia dan 81 orang dinyatakan sembuh. Ke depan, Indonesia masih akan menjalani hari-hari berat nan panjang hingga akhirnya wabah corona ini berakhir di Indonesia dan di seluruh penjuru bumi.

\nSembari menanti wabah corona ini berakhir, lantas apa yang mesti dan bisa dilakukan oleh kretekus di Indonesia?

\nYang pertama dan paling utama, tentu saja mematuhi dengan sukarela peraturan-peraturan yang sudah dibikin pemerintah, baik pusat juga daerah dalam rangka menanggulangi penyebaran virus covid-19 ini. Tanpa kesadaran dan kerelaan mematuhi peraturan yang telah diberlakukan pemerintah, bisa jadi kita malah akan menjadi beban bagi negara, juga menjadi vektor perantara penyebaran virus covid-19 itu.

\nSelanjutnya kretekus sebaiknya berada di rumah saja agar kampanye social distancing dan pysical distancing yang digalakkan pemerintah guna menghambat laju penebaran virus bisa efektif. Sembari tetap di rumah saja, kretekus mesti memperhatikan gaya hidup sehat dengan menjaga pola makan, mengonsumsi vitamin, dan rajin-rajin mandi dan cuci tangan.

\nJika kretekus adalah pekerja yang mesti tetap bekerja di luar rumah guna mencari rezeki sebagai pemenuhan kebutuhan harian keluarga, ikutilah prosedur pengamanan diri ketika anda keluar rumah. Pakai masker, jaga jarak aman, hindari kerumunan, dan beberapa protokol keluar rumah lain yang telah dikeluarkan oleh pihak berwenang di bidang kesehatan.

\nKemudian, jika Anda punya keahlian di bidang kesehatan, atau punya jiwa kerelawanan yang tinggi, kretekus bisa mendaftarkan diri menjadi sukarelawan medis dan non-medis dalam membantu upaya pemerintah menghadapi wabah yang menyebalkan ini. Pilihan ini sangat terbuka sembari tetap memperhatikan protokol kesehatan masing-masing. Karena, dalam kondisi seperti ini, kekurangan tenaga sangat mungkin dialami mereka yang berjuang di garis depan dalam memerangi wabah corona, peran relawan menjadi cukup penting untuk menutup kekurangan tenaga di lapangan.

\nYang terakhir, tetaplah merokok wahai kretekus. Merokok sembari tetap mematuhi peraturan-peraturan yang berlaku dalam dunia perkretekan. Jadilah perokok yang santun, dan tetap selalu menjadi perokok santun. Karena di tengah wabah semacam ini, rokok kretek bisa membantu anda dalam relaksasi, menjadi teman penghilang stres karena mesti terkurung lama di dalam rumah.

\nLebih dari itu, dengan tetap merokok, kita menyumbang kepada negara lewat cukai pada tiap batang rokok yang kita isap. Dari sana, kita juga ikut andil memerangi wabah corona karena banyak pemerintah daerah kini yang menggunakan Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBH-CHT) sebagai dana tambahan untuk memerangi wabah virus corona di daerahnya masing-masing.<\/p>\n","post_title":"Apa yang Bisa Kretekus Lakukan di Masa Wabah Corona Ini?","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"apa-yang-bisa-kretekus-lakukan-di-masa-wabah-corona-ini","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2020-04-01 12:02:55","post_modified_gmt":"2020-04-01 05:02:55","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6603","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":29},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"epic_block_3"};

\r\n

Di dalam tembakau juga ada zinc (Zn) yang berguna dalam pembentukan struktur enzim dan protein yang bermanfaat bagi tubuh. Selain itu, menurut Dr Toto, tembakau juga mengandung minyak astiri (essential oil) yang dapat digunakan sebagai antibakteri dan antiseptik.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Mungkin masih banyak lagi penelitian soal manfaat tembakau bagi kesehatan. Dan dengan adanya uji coba pengembangan tembakau sebagai vaksin Covid-19 bisa jadi momentum pengakuan tembakau yang tidak melulu bertentangan dengan kesehatan. Hari ini kita masih terus berharap tembakau dapat menjadi kunci melawan Covid-19, biarkan para ilmuwan dan sains yang menggali harapan tersebut.<\/p>\r\n","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6609","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":6606,"post_author":"878","post_date":"2020-04-02 11:33:35","post_date_gmt":"2020-04-02 04:33:35","post_content":"\n

Memasuki bulan ke empat wabah corona yang bermula dari Wuhan, Cina merebak di muka bumi, jumlah manusia yang positif terinfeksi Covid-19 sudah mendekati satu juta orang di seluruh dunia. Dari total jumlah tersebut, hampir 50 ribu penderitanya meninggal dunia.

\nDan ini belum usia. Hari-hari ke depan, jumlahnya akan kian bertambah. Belum ada yang bisa memastikan kapan wabah ini akan usai. Beberapa perkiraan berdasar hasil permodelan matematika memang sudah ada, namun itu sekadar perkiraan saja, hanya ramalan. Bukan sebuah kepastian.

\nSemua ini tidak bisa dianggap remeh, dan memang wabah ini bukan sesuatu yang remeh dan bisa diabaikan begitu saja. Namun begitu, statistika bisa menjebak banyak orang untuk meremehkan hal ini. Data-data kuantitatif berupa jejeran angka dan persentase dari wabah yang terjadi di muka bumi ini bisa menggiring manusia untuk meremehkan wabah ini.

\nTenang saja, peluang selamat jika tertular covid-19 itu mencapai 97 persen. Angka kematian dari corona ini hanya 3 persen saja, kecil jika dibanding dengan banyak penyakit lain atau virus yang menginfeksi manusia lain di dunia. Jadi biasa saja.

\nBetul, bersikap tenang memang perlu. Jangan panik lebih lagi sembrono. Tetapi, sikap tenang itu juga jangan sampai membawa ke sikap meremehkan dan menganggap enteng wabah covid-19 ini.

\nBetul 3 persen kematian itu kecil jika dibanding 97 persen kemungkinan selamat dari covid-19. Tapi ini sekadar tipuan statistika saja. Atau jika enggan dibilang tipuan, inis sekadar penyamaran statistika semata.

\nBisa jadi, virus covid-19 ini menjadi salah satu virus yang paling mudah tertular kepada manusia. Medium antara penularannya begitu banyak sehingga banyak orang mudah sekali terpapar virus jenis ini. Perkiraan ilmuwan, jika penanganan wabah ini tidak diusahakan semaksimal mungkin, atau menyerahkan pada mekanisme alamiah yang diberi istilah herd immunity, sekira 80 persen penduduk bumi pada akhirnya akan tertular virus ini. Artinya jika penduduk bumi saat ini kira-kira 4 milyar jiwa, yang akan tertular virus covid-19 sebanyak 3,2 milyar jiwa. Lantas 3 persen yang meninggal dunia akibat covid-19 dari 3,2 milyar jiwa itu berapa? 96 juta jiwa. Sebuah angka yang mengerikan.

\nMari kita bawa data-data statistika ini ke Indonesia. Meskipun angka penduduk Indonesia sudah lebih dari 250 juta jiwa, saya pakai angka 250 juta jiwa saja untuk menyederhanakan hitungan. 80 persen dari 250 juta jiwa akan tertular virus corona di Indonesia, angkanya sebanyak, 200 juta jiwa. Jumlah yang meninggal dunia dari 200 juta jiwa akan mencapai 6 juta jiwa.

\nLagi-lagi ini bukan angka yang sedikit dan bukan sebuah kasus yang bisa diremehkan. Seperenam saja yang meninggal dunia di negeri ini dari prediksi statistik yang dijabarkan ilmuwan perihal wabah corona ini, ini sudah menjadi sebuah bencana yang begitu besar di negeri ini. Jadi jangan sekali-kali meremehkan.

\nTetapi jangan pula panik dan bertindak gegabah karena data statistik ini, karena selain bisa menjebak ke arah meremehkan, pembacaan data statistik juga bisa menggiring menuju kepanikan berlebih. Setelah itu, karena panik yang berlebih, segala macam berita yang beredar lantas begitu saja dipercaya tanpa proses saring yang ketat terlebih dahulu. Lebih lagi jika menyadari data statistik itu, kemudian mencari cara agar bisa terhindar dari penularan virus corona tetapi tanpa menyaring berita-berita yang berseliweran di luar sana.

\nSudah terlalu banyak berita hoax yang beredar di luar sana yang memberi masukan dan anjuran apa saja yang mesti dilakukan dan mesti dikonsumsi agar terhindar dari penularan virus corona. Namun begitu, karena hoax yang beredar, alih-alih terhindar dari corona, malah bisa berakibat vatal yang membahayakan diri sendiri. Seperti contoh kasus di Arizona, Amerika Serikat misal.

\nKasus di Arizona ini terjadi memang bukan karena hoax, namun karena kepanikan berlebih. Mendapat kabar bahwa klorokuin yang biasa digunakan untuk obat malaria bisa digunakan untuk obat covid-19, sepasang suami istri karena ketakutann

\nya akan corona lantas mengonsumsi klorokuin. Namun mereka salah konsumsi karena saking paniknya. Yang mereka konsumsi bukan klorokuin yang biasa digunakan untuk obat malaria yang diderita manusia, tetapi klorokuin yang ada dalam obat penghilanv jamur pada ikan. Si suami meninggal dunia, istrinya kritis karena mengonsumsi klorokuin yang salah.

\nJadi jangan panik, jangan pula meremehkan, kita berada di pertengahan saja. Tetap waspada, tetap jaga kesehatan, jaga lingkungan sekitar, dan jaga jarak aman.<\/p>\n","post_title":"Membaca Data Statistika, Jangan Meremehkan atau Panik Berlebihan","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"membaca-data-statistika-jangan-meremehkan-atau-panik-berlebihan","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2020-04-02 11:33:42","post_modified_gmt":"2020-04-02 04:33:42","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6606","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":6603,"post_author":"878","post_date":"2020-04-01 12:02:48","post_date_gmt":"2020-04-01 05:02:48","post_content":"\n

Tahun 2020 bisa jadi menjadi tahun terberat bagi dua atau tiga generasi manusia yang masih hidup di muka bumi kini. Salah satu sebabnya, wabah corona yang menjalar hampir di seluruh wilayah bumi dalam waktu yang relatif singkat saja.

\nMulanya di Cina, virus corona atau yang lebih sering disebut Covid-19 lantas dengan begitu cepatnya menyebar ke penjuru bumi. Ketika virus ini mulai membikin masalah di kota Wuhan, Cina pada penghujung 2019, banyak orang masih menganggap remeh karena mengira virus ini setara virus flu biasa saja. Keadaan kemudian berubah drastis karena penularan covid-19 yang begitu cepat hingga akhirnya pada Januari 2020, Wuhan, dan hampir seluruh wilayah Cina dikarantina dengan ketat untuk menghambat penyebaran virus ini.

\nSayangnya, penyebaran virus sudah terlanjur terjadi. Covid-19 memang sejenis virus yang bandel karena mudah sekali berpindah inang lewat beberapa media antara. Covid-19 kemudian membikin daratan Eropa gempar. Italia, Spanyol, dan Perancis menjadi tiga negara yang mengalami dampak paling signifikan akibat penularan virus covid-19. Italia bahkan tercatat sebagai negara dengan korban meninggal dunia terbanyak di dunia akibat virus covid-19 ini.

\nIndonesia pun tak lepas dari terjangan wabah corona ini. Meskipun pada awalnya negara lewat pejabat-pejabatnya meyakinkan warga bahwa Indonesia aman dari virus corona, bahkan mereka menyisipkan guyonan dan kelakar tidak pada tempatnya hingga terkesan meremehkan agar masyarakat tenang dan tidak panik, pada akhirnya, pada awal Maret ditemukan kasus pertama positif covid-19 di Indonesia.

\nHingga hari ini, kenaikan positif Covid-19 masih terjadi di Indonesia. Per 31 Maret 2020, jumlah positif Covid-19 di Indonesia mencapai 1528 orang, naik 114 kasus dari hari sebelumnya. Dari total positif sebanyak itu, 136 orang meninggal dunia dan 81 orang dinyatakan sembuh. Ke depan, Indonesia masih akan menjalani hari-hari berat nan panjang hingga akhirnya wabah corona ini berakhir di Indonesia dan di seluruh penjuru bumi.

\nSembari menanti wabah corona ini berakhir, lantas apa yang mesti dan bisa dilakukan oleh kretekus di Indonesia?

\nYang pertama dan paling utama, tentu saja mematuhi dengan sukarela peraturan-peraturan yang sudah dibikin pemerintah, baik pusat juga daerah dalam rangka menanggulangi penyebaran virus covid-19 ini. Tanpa kesadaran dan kerelaan mematuhi peraturan yang telah diberlakukan pemerintah, bisa jadi kita malah akan menjadi beban bagi negara, juga menjadi vektor perantara penyebaran virus covid-19 itu.

\nSelanjutnya kretekus sebaiknya berada di rumah saja agar kampanye social distancing dan pysical distancing yang digalakkan pemerintah guna menghambat laju penebaran virus bisa efektif. Sembari tetap di rumah saja, kretekus mesti memperhatikan gaya hidup sehat dengan menjaga pola makan, mengonsumsi vitamin, dan rajin-rajin mandi dan cuci tangan.

\nJika kretekus adalah pekerja yang mesti tetap bekerja di luar rumah guna mencari rezeki sebagai pemenuhan kebutuhan harian keluarga, ikutilah prosedur pengamanan diri ketika anda keluar rumah. Pakai masker, jaga jarak aman, hindari kerumunan, dan beberapa protokol keluar rumah lain yang telah dikeluarkan oleh pihak berwenang di bidang kesehatan.

\nKemudian, jika Anda punya keahlian di bidang kesehatan, atau punya jiwa kerelawanan yang tinggi, kretekus bisa mendaftarkan diri menjadi sukarelawan medis dan non-medis dalam membantu upaya pemerintah menghadapi wabah yang menyebalkan ini. Pilihan ini sangat terbuka sembari tetap memperhatikan protokol kesehatan masing-masing. Karena, dalam kondisi seperti ini, kekurangan tenaga sangat mungkin dialami mereka yang berjuang di garis depan dalam memerangi wabah corona, peran relawan menjadi cukup penting untuk menutup kekurangan tenaga di lapangan.

\nYang terakhir, tetaplah merokok wahai kretekus. Merokok sembari tetap mematuhi peraturan-peraturan yang berlaku dalam dunia perkretekan. Jadilah perokok yang santun, dan tetap selalu menjadi perokok santun. Karena di tengah wabah semacam ini, rokok kretek bisa membantu anda dalam relaksasi, menjadi teman penghilang stres karena mesti terkurung lama di dalam rumah.

\nLebih dari itu, dengan tetap merokok, kita menyumbang kepada negara lewat cukai pada tiap batang rokok yang kita isap. Dari sana, kita juga ikut andil memerangi wabah corona karena banyak pemerintah daerah kini yang menggunakan Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBH-CHT) sebagai dana tambahan untuk memerangi wabah virus corona di daerahnya masing-masing.<\/p>\n","post_title":"Apa yang Bisa Kretekus Lakukan di Masa Wabah Corona Ini?","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"apa-yang-bisa-kretekus-lakukan-di-masa-wabah-corona-ini","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2020-04-01 12:02:55","post_modified_gmt":"2020-04-01 05:02:55","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6603","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":29},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"epic_block_3"};

\r\n

Selain itu di dalam daun tembakau juga terdapat vitamin C atau asam askorbat yang menjadi antioksidan dan dapat bereaksi dengan antiradikal bebas dengan cara memberikan efek proteksi sel.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Di dalam tembakau juga ada zinc (Zn) yang berguna dalam pembentukan struktur enzim dan protein yang bermanfaat bagi tubuh. Selain itu, menurut Dr Toto, tembakau juga mengandung minyak astiri (essential oil) yang dapat digunakan sebagai antibakteri dan antiseptik.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Mungkin masih banyak lagi penelitian soal manfaat tembakau bagi kesehatan. Dan dengan adanya uji coba pengembangan tembakau sebagai vaksin Covid-19 bisa jadi momentum pengakuan tembakau yang tidak melulu bertentangan dengan kesehatan. Hari ini kita masih terus berharap tembakau dapat menjadi kunci melawan Covid-19, biarkan para ilmuwan dan sains yang menggali harapan tersebut.<\/p>\r\n","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6609","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":6606,"post_author":"878","post_date":"2020-04-02 11:33:35","post_date_gmt":"2020-04-02 04:33:35","post_content":"\n

Memasuki bulan ke empat wabah corona yang bermula dari Wuhan, Cina merebak di muka bumi, jumlah manusia yang positif terinfeksi Covid-19 sudah mendekati satu juta orang di seluruh dunia. Dari total jumlah tersebut, hampir 50 ribu penderitanya meninggal dunia.

\nDan ini belum usia. Hari-hari ke depan, jumlahnya akan kian bertambah. Belum ada yang bisa memastikan kapan wabah ini akan usai. Beberapa perkiraan berdasar hasil permodelan matematika memang sudah ada, namun itu sekadar perkiraan saja, hanya ramalan. Bukan sebuah kepastian.

\nSemua ini tidak bisa dianggap remeh, dan memang wabah ini bukan sesuatu yang remeh dan bisa diabaikan begitu saja. Namun begitu, statistika bisa menjebak banyak orang untuk meremehkan hal ini. Data-data kuantitatif berupa jejeran angka dan persentase dari wabah yang terjadi di muka bumi ini bisa menggiring manusia untuk meremehkan wabah ini.

\nTenang saja, peluang selamat jika tertular covid-19 itu mencapai 97 persen. Angka kematian dari corona ini hanya 3 persen saja, kecil jika dibanding dengan banyak penyakit lain atau virus yang menginfeksi manusia lain di dunia. Jadi biasa saja.

\nBetul, bersikap tenang memang perlu. Jangan panik lebih lagi sembrono. Tetapi, sikap tenang itu juga jangan sampai membawa ke sikap meremehkan dan menganggap enteng wabah covid-19 ini.

\nBetul 3 persen kematian itu kecil jika dibanding 97 persen kemungkinan selamat dari covid-19. Tapi ini sekadar tipuan statistika saja. Atau jika enggan dibilang tipuan, inis sekadar penyamaran statistika semata.

\nBisa jadi, virus covid-19 ini menjadi salah satu virus yang paling mudah tertular kepada manusia. Medium antara penularannya begitu banyak sehingga banyak orang mudah sekali terpapar virus jenis ini. Perkiraan ilmuwan, jika penanganan wabah ini tidak diusahakan semaksimal mungkin, atau menyerahkan pada mekanisme alamiah yang diberi istilah herd immunity, sekira 80 persen penduduk bumi pada akhirnya akan tertular virus ini. Artinya jika penduduk bumi saat ini kira-kira 4 milyar jiwa, yang akan tertular virus covid-19 sebanyak 3,2 milyar jiwa. Lantas 3 persen yang meninggal dunia akibat covid-19 dari 3,2 milyar jiwa itu berapa? 96 juta jiwa. Sebuah angka yang mengerikan.

\nMari kita bawa data-data statistika ini ke Indonesia. Meskipun angka penduduk Indonesia sudah lebih dari 250 juta jiwa, saya pakai angka 250 juta jiwa saja untuk menyederhanakan hitungan. 80 persen dari 250 juta jiwa akan tertular virus corona di Indonesia, angkanya sebanyak, 200 juta jiwa. Jumlah yang meninggal dunia dari 200 juta jiwa akan mencapai 6 juta jiwa.

\nLagi-lagi ini bukan angka yang sedikit dan bukan sebuah kasus yang bisa diremehkan. Seperenam saja yang meninggal dunia di negeri ini dari prediksi statistik yang dijabarkan ilmuwan perihal wabah corona ini, ini sudah menjadi sebuah bencana yang begitu besar di negeri ini. Jadi jangan sekali-kali meremehkan.

\nTetapi jangan pula panik dan bertindak gegabah karena data statistik ini, karena selain bisa menjebak ke arah meremehkan, pembacaan data statistik juga bisa menggiring menuju kepanikan berlebih. Setelah itu, karena panik yang berlebih, segala macam berita yang beredar lantas begitu saja dipercaya tanpa proses saring yang ketat terlebih dahulu. Lebih lagi jika menyadari data statistik itu, kemudian mencari cara agar bisa terhindar dari penularan virus corona tetapi tanpa menyaring berita-berita yang berseliweran di luar sana.

\nSudah terlalu banyak berita hoax yang beredar di luar sana yang memberi masukan dan anjuran apa saja yang mesti dilakukan dan mesti dikonsumsi agar terhindar dari penularan virus corona. Namun begitu, karena hoax yang beredar, alih-alih terhindar dari corona, malah bisa berakibat vatal yang membahayakan diri sendiri. Seperti contoh kasus di Arizona, Amerika Serikat misal.

\nKasus di Arizona ini terjadi memang bukan karena hoax, namun karena kepanikan berlebih. Mendapat kabar bahwa klorokuin yang biasa digunakan untuk obat malaria bisa digunakan untuk obat covid-19, sepasang suami istri karena ketakutann

\nya akan corona lantas mengonsumsi klorokuin. Namun mereka salah konsumsi karena saking paniknya. Yang mereka konsumsi bukan klorokuin yang biasa digunakan untuk obat malaria yang diderita manusia, tetapi klorokuin yang ada dalam obat penghilanv jamur pada ikan. Si suami meninggal dunia, istrinya kritis karena mengonsumsi klorokuin yang salah.

\nJadi jangan panik, jangan pula meremehkan, kita berada di pertengahan saja. Tetap waspada, tetap jaga kesehatan, jaga lingkungan sekitar, dan jaga jarak aman.<\/p>\n","post_title":"Membaca Data Statistika, Jangan Meremehkan atau Panik Berlebihan","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"membaca-data-statistika-jangan-meremehkan-atau-panik-berlebihan","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2020-04-02 11:33:42","post_modified_gmt":"2020-04-02 04:33:42","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6606","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":6603,"post_author":"878","post_date":"2020-04-01 12:02:48","post_date_gmt":"2020-04-01 05:02:48","post_content":"\n

Tahun 2020 bisa jadi menjadi tahun terberat bagi dua atau tiga generasi manusia yang masih hidup di muka bumi kini. Salah satu sebabnya, wabah corona yang menjalar hampir di seluruh wilayah bumi dalam waktu yang relatif singkat saja.

\nMulanya di Cina, virus corona atau yang lebih sering disebut Covid-19 lantas dengan begitu cepatnya menyebar ke penjuru bumi. Ketika virus ini mulai membikin masalah di kota Wuhan, Cina pada penghujung 2019, banyak orang masih menganggap remeh karena mengira virus ini setara virus flu biasa saja. Keadaan kemudian berubah drastis karena penularan covid-19 yang begitu cepat hingga akhirnya pada Januari 2020, Wuhan, dan hampir seluruh wilayah Cina dikarantina dengan ketat untuk menghambat penyebaran virus ini.

\nSayangnya, penyebaran virus sudah terlanjur terjadi. Covid-19 memang sejenis virus yang bandel karena mudah sekali berpindah inang lewat beberapa media antara. Covid-19 kemudian membikin daratan Eropa gempar. Italia, Spanyol, dan Perancis menjadi tiga negara yang mengalami dampak paling signifikan akibat penularan virus covid-19. Italia bahkan tercatat sebagai negara dengan korban meninggal dunia terbanyak di dunia akibat virus covid-19 ini.

\nIndonesia pun tak lepas dari terjangan wabah corona ini. Meskipun pada awalnya negara lewat pejabat-pejabatnya meyakinkan warga bahwa Indonesia aman dari virus corona, bahkan mereka menyisipkan guyonan dan kelakar tidak pada tempatnya hingga terkesan meremehkan agar masyarakat tenang dan tidak panik, pada akhirnya, pada awal Maret ditemukan kasus pertama positif covid-19 di Indonesia.

\nHingga hari ini, kenaikan positif Covid-19 masih terjadi di Indonesia. Per 31 Maret 2020, jumlah positif Covid-19 di Indonesia mencapai 1528 orang, naik 114 kasus dari hari sebelumnya. Dari total positif sebanyak itu, 136 orang meninggal dunia dan 81 orang dinyatakan sembuh. Ke depan, Indonesia masih akan menjalani hari-hari berat nan panjang hingga akhirnya wabah corona ini berakhir di Indonesia dan di seluruh penjuru bumi.

\nSembari menanti wabah corona ini berakhir, lantas apa yang mesti dan bisa dilakukan oleh kretekus di Indonesia?

\nYang pertama dan paling utama, tentu saja mematuhi dengan sukarela peraturan-peraturan yang sudah dibikin pemerintah, baik pusat juga daerah dalam rangka menanggulangi penyebaran virus covid-19 ini. Tanpa kesadaran dan kerelaan mematuhi peraturan yang telah diberlakukan pemerintah, bisa jadi kita malah akan menjadi beban bagi negara, juga menjadi vektor perantara penyebaran virus covid-19 itu.

\nSelanjutnya kretekus sebaiknya berada di rumah saja agar kampanye social distancing dan pysical distancing yang digalakkan pemerintah guna menghambat laju penebaran virus bisa efektif. Sembari tetap di rumah saja, kretekus mesti memperhatikan gaya hidup sehat dengan menjaga pola makan, mengonsumsi vitamin, dan rajin-rajin mandi dan cuci tangan.

\nJika kretekus adalah pekerja yang mesti tetap bekerja di luar rumah guna mencari rezeki sebagai pemenuhan kebutuhan harian keluarga, ikutilah prosedur pengamanan diri ketika anda keluar rumah. Pakai masker, jaga jarak aman, hindari kerumunan, dan beberapa protokol keluar rumah lain yang telah dikeluarkan oleh pihak berwenang di bidang kesehatan.

\nKemudian, jika Anda punya keahlian di bidang kesehatan, atau punya jiwa kerelawanan yang tinggi, kretekus bisa mendaftarkan diri menjadi sukarelawan medis dan non-medis dalam membantu upaya pemerintah menghadapi wabah yang menyebalkan ini. Pilihan ini sangat terbuka sembari tetap memperhatikan protokol kesehatan masing-masing. Karena, dalam kondisi seperti ini, kekurangan tenaga sangat mungkin dialami mereka yang berjuang di garis depan dalam memerangi wabah corona, peran relawan menjadi cukup penting untuk menutup kekurangan tenaga di lapangan.

\nYang terakhir, tetaplah merokok wahai kretekus. Merokok sembari tetap mematuhi peraturan-peraturan yang berlaku dalam dunia perkretekan. Jadilah perokok yang santun, dan tetap selalu menjadi perokok santun. Karena di tengah wabah semacam ini, rokok kretek bisa membantu anda dalam relaksasi, menjadi teman penghilang stres karena mesti terkurung lama di dalam rumah.

\nLebih dari itu, dengan tetap merokok, kita menyumbang kepada negara lewat cukai pada tiap batang rokok yang kita isap. Dari sana, kita juga ikut andil memerangi wabah corona karena banyak pemerintah daerah kini yang menggunakan Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBH-CHT) sebagai dana tambahan untuk memerangi wabah virus corona di daerahnya masing-masing.<\/p>\n","post_title":"Apa yang Bisa Kretekus Lakukan di Masa Wabah Corona Ini?","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"apa-yang-bisa-kretekus-lakukan-di-masa-wabah-corona-ini","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2020-04-01 12:02:55","post_modified_gmt":"2020-04-01 05:02:55","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6603","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":29},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"epic_block_3"};

\r\n

Menurut Dr Toto, pada daun tembakau terdapat senyawa bioaktif seperti flavonoid dan fenol. Dua senyawa itu menjadi antioksidan yang dapat mencegah penyakit kanker, anti-karsinogen, anti-proliferasi, anti-flamasi, serta memberikan efek proteksi terhadap penyakit kardiovaskuler.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Selain itu di dalam daun tembakau juga terdapat vitamin C atau asam askorbat yang menjadi antioksidan dan dapat bereaksi dengan antiradikal bebas dengan cara memberikan efek proteksi sel.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Di dalam tembakau juga ada zinc (Zn) yang berguna dalam pembentukan struktur enzim dan protein yang bermanfaat bagi tubuh. Selain itu, menurut Dr Toto, tembakau juga mengandung minyak astiri (essential oil) yang dapat digunakan sebagai antibakteri dan antiseptik.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Mungkin masih banyak lagi penelitian soal manfaat tembakau bagi kesehatan. Dan dengan adanya uji coba pengembangan tembakau sebagai vaksin Covid-19 bisa jadi momentum pengakuan tembakau yang tidak melulu bertentangan dengan kesehatan. Hari ini kita masih terus berharap tembakau dapat menjadi kunci melawan Covid-19, biarkan para ilmuwan dan sains yang menggali harapan tersebut.<\/p>\r\n","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6609","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":6606,"post_author":"878","post_date":"2020-04-02 11:33:35","post_date_gmt":"2020-04-02 04:33:35","post_content":"\n

Memasuki bulan ke empat wabah corona yang bermula dari Wuhan, Cina merebak di muka bumi, jumlah manusia yang positif terinfeksi Covid-19 sudah mendekati satu juta orang di seluruh dunia. Dari total jumlah tersebut, hampir 50 ribu penderitanya meninggal dunia.

\nDan ini belum usia. Hari-hari ke depan, jumlahnya akan kian bertambah. Belum ada yang bisa memastikan kapan wabah ini akan usai. Beberapa perkiraan berdasar hasil permodelan matematika memang sudah ada, namun itu sekadar perkiraan saja, hanya ramalan. Bukan sebuah kepastian.

\nSemua ini tidak bisa dianggap remeh, dan memang wabah ini bukan sesuatu yang remeh dan bisa diabaikan begitu saja. Namun begitu, statistika bisa menjebak banyak orang untuk meremehkan hal ini. Data-data kuantitatif berupa jejeran angka dan persentase dari wabah yang terjadi di muka bumi ini bisa menggiring manusia untuk meremehkan wabah ini.

\nTenang saja, peluang selamat jika tertular covid-19 itu mencapai 97 persen. Angka kematian dari corona ini hanya 3 persen saja, kecil jika dibanding dengan banyak penyakit lain atau virus yang menginfeksi manusia lain di dunia. Jadi biasa saja.

\nBetul, bersikap tenang memang perlu. Jangan panik lebih lagi sembrono. Tetapi, sikap tenang itu juga jangan sampai membawa ke sikap meremehkan dan menganggap enteng wabah covid-19 ini.

\nBetul 3 persen kematian itu kecil jika dibanding 97 persen kemungkinan selamat dari covid-19. Tapi ini sekadar tipuan statistika saja. Atau jika enggan dibilang tipuan, inis sekadar penyamaran statistika semata.

\nBisa jadi, virus covid-19 ini menjadi salah satu virus yang paling mudah tertular kepada manusia. Medium antara penularannya begitu banyak sehingga banyak orang mudah sekali terpapar virus jenis ini. Perkiraan ilmuwan, jika penanganan wabah ini tidak diusahakan semaksimal mungkin, atau menyerahkan pada mekanisme alamiah yang diberi istilah herd immunity, sekira 80 persen penduduk bumi pada akhirnya akan tertular virus ini. Artinya jika penduduk bumi saat ini kira-kira 4 milyar jiwa, yang akan tertular virus covid-19 sebanyak 3,2 milyar jiwa. Lantas 3 persen yang meninggal dunia akibat covid-19 dari 3,2 milyar jiwa itu berapa? 96 juta jiwa. Sebuah angka yang mengerikan.

\nMari kita bawa data-data statistika ini ke Indonesia. Meskipun angka penduduk Indonesia sudah lebih dari 250 juta jiwa, saya pakai angka 250 juta jiwa saja untuk menyederhanakan hitungan. 80 persen dari 250 juta jiwa akan tertular virus corona di Indonesia, angkanya sebanyak, 200 juta jiwa. Jumlah yang meninggal dunia dari 200 juta jiwa akan mencapai 6 juta jiwa.

\nLagi-lagi ini bukan angka yang sedikit dan bukan sebuah kasus yang bisa diremehkan. Seperenam saja yang meninggal dunia di negeri ini dari prediksi statistik yang dijabarkan ilmuwan perihal wabah corona ini, ini sudah menjadi sebuah bencana yang begitu besar di negeri ini. Jadi jangan sekali-kali meremehkan.

\nTetapi jangan pula panik dan bertindak gegabah karena data statistik ini, karena selain bisa menjebak ke arah meremehkan, pembacaan data statistik juga bisa menggiring menuju kepanikan berlebih. Setelah itu, karena panik yang berlebih, segala macam berita yang beredar lantas begitu saja dipercaya tanpa proses saring yang ketat terlebih dahulu. Lebih lagi jika menyadari data statistik itu, kemudian mencari cara agar bisa terhindar dari penularan virus corona tetapi tanpa menyaring berita-berita yang berseliweran di luar sana.

\nSudah terlalu banyak berita hoax yang beredar di luar sana yang memberi masukan dan anjuran apa saja yang mesti dilakukan dan mesti dikonsumsi agar terhindar dari penularan virus corona. Namun begitu, karena hoax yang beredar, alih-alih terhindar dari corona, malah bisa berakibat vatal yang membahayakan diri sendiri. Seperti contoh kasus di Arizona, Amerika Serikat misal.

\nKasus di Arizona ini terjadi memang bukan karena hoax, namun karena kepanikan berlebih. Mendapat kabar bahwa klorokuin yang biasa digunakan untuk obat malaria bisa digunakan untuk obat covid-19, sepasang suami istri karena ketakutann

\nya akan corona lantas mengonsumsi klorokuin. Namun mereka salah konsumsi karena saking paniknya. Yang mereka konsumsi bukan klorokuin yang biasa digunakan untuk obat malaria yang diderita manusia, tetapi klorokuin yang ada dalam obat penghilanv jamur pada ikan. Si suami meninggal dunia, istrinya kritis karena mengonsumsi klorokuin yang salah.

\nJadi jangan panik, jangan pula meremehkan, kita berada di pertengahan saja. Tetap waspada, tetap jaga kesehatan, jaga lingkungan sekitar, dan jaga jarak aman.<\/p>\n","post_title":"Membaca Data Statistika, Jangan Meremehkan atau Panik Berlebihan","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"membaca-data-statistika-jangan-meremehkan-atau-panik-berlebihan","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2020-04-02 11:33:42","post_modified_gmt":"2020-04-02 04:33:42","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6606","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":6603,"post_author":"878","post_date":"2020-04-01 12:02:48","post_date_gmt":"2020-04-01 05:02:48","post_content":"\n

Tahun 2020 bisa jadi menjadi tahun terberat bagi dua atau tiga generasi manusia yang masih hidup di muka bumi kini. Salah satu sebabnya, wabah corona yang menjalar hampir di seluruh wilayah bumi dalam waktu yang relatif singkat saja.

\nMulanya di Cina, virus corona atau yang lebih sering disebut Covid-19 lantas dengan begitu cepatnya menyebar ke penjuru bumi. Ketika virus ini mulai membikin masalah di kota Wuhan, Cina pada penghujung 2019, banyak orang masih menganggap remeh karena mengira virus ini setara virus flu biasa saja. Keadaan kemudian berubah drastis karena penularan covid-19 yang begitu cepat hingga akhirnya pada Januari 2020, Wuhan, dan hampir seluruh wilayah Cina dikarantina dengan ketat untuk menghambat penyebaran virus ini.

\nSayangnya, penyebaran virus sudah terlanjur terjadi. Covid-19 memang sejenis virus yang bandel karena mudah sekali berpindah inang lewat beberapa media antara. Covid-19 kemudian membikin daratan Eropa gempar. Italia, Spanyol, dan Perancis menjadi tiga negara yang mengalami dampak paling signifikan akibat penularan virus covid-19. Italia bahkan tercatat sebagai negara dengan korban meninggal dunia terbanyak di dunia akibat virus covid-19 ini.

\nIndonesia pun tak lepas dari terjangan wabah corona ini. Meskipun pada awalnya negara lewat pejabat-pejabatnya meyakinkan warga bahwa Indonesia aman dari virus corona, bahkan mereka menyisipkan guyonan dan kelakar tidak pada tempatnya hingga terkesan meremehkan agar masyarakat tenang dan tidak panik, pada akhirnya, pada awal Maret ditemukan kasus pertama positif covid-19 di Indonesia.

\nHingga hari ini, kenaikan positif Covid-19 masih terjadi di Indonesia. Per 31 Maret 2020, jumlah positif Covid-19 di Indonesia mencapai 1528 orang, naik 114 kasus dari hari sebelumnya. Dari total positif sebanyak itu, 136 orang meninggal dunia dan 81 orang dinyatakan sembuh. Ke depan, Indonesia masih akan menjalani hari-hari berat nan panjang hingga akhirnya wabah corona ini berakhir di Indonesia dan di seluruh penjuru bumi.

\nSembari menanti wabah corona ini berakhir, lantas apa yang mesti dan bisa dilakukan oleh kretekus di Indonesia?

\nYang pertama dan paling utama, tentu saja mematuhi dengan sukarela peraturan-peraturan yang sudah dibikin pemerintah, baik pusat juga daerah dalam rangka menanggulangi penyebaran virus covid-19 ini. Tanpa kesadaran dan kerelaan mematuhi peraturan yang telah diberlakukan pemerintah, bisa jadi kita malah akan menjadi beban bagi negara, juga menjadi vektor perantara penyebaran virus covid-19 itu.

\nSelanjutnya kretekus sebaiknya berada di rumah saja agar kampanye social distancing dan pysical distancing yang digalakkan pemerintah guna menghambat laju penebaran virus bisa efektif. Sembari tetap di rumah saja, kretekus mesti memperhatikan gaya hidup sehat dengan menjaga pola makan, mengonsumsi vitamin, dan rajin-rajin mandi dan cuci tangan.

\nJika kretekus adalah pekerja yang mesti tetap bekerja di luar rumah guna mencari rezeki sebagai pemenuhan kebutuhan harian keluarga, ikutilah prosedur pengamanan diri ketika anda keluar rumah. Pakai masker, jaga jarak aman, hindari kerumunan, dan beberapa protokol keluar rumah lain yang telah dikeluarkan oleh pihak berwenang di bidang kesehatan.

\nKemudian, jika Anda punya keahlian di bidang kesehatan, atau punya jiwa kerelawanan yang tinggi, kretekus bisa mendaftarkan diri menjadi sukarelawan medis dan non-medis dalam membantu upaya pemerintah menghadapi wabah yang menyebalkan ini. Pilihan ini sangat terbuka sembari tetap memperhatikan protokol kesehatan masing-masing. Karena, dalam kondisi seperti ini, kekurangan tenaga sangat mungkin dialami mereka yang berjuang di garis depan dalam memerangi wabah corona, peran relawan menjadi cukup penting untuk menutup kekurangan tenaga di lapangan.

\nYang terakhir, tetaplah merokok wahai kretekus. Merokok sembari tetap mematuhi peraturan-peraturan yang berlaku dalam dunia perkretekan. Jadilah perokok yang santun, dan tetap selalu menjadi perokok santun. Karena di tengah wabah semacam ini, rokok kretek bisa membantu anda dalam relaksasi, menjadi teman penghilang stres karena mesti terkurung lama di dalam rumah.

\nLebih dari itu, dengan tetap merokok, kita menyumbang kepada negara lewat cukai pada tiap batang rokok yang kita isap. Dari sana, kita juga ikut andil memerangi wabah corona karena banyak pemerintah daerah kini yang menggunakan Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBH-CHT) sebagai dana tambahan untuk memerangi wabah virus corona di daerahnya masing-masing.<\/p>\n","post_title":"Apa yang Bisa Kretekus Lakukan di Masa Wabah Corona Ini?","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"apa-yang-bisa-kretekus-lakukan-di-masa-wabah-corona-ini","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2020-04-01 12:02:55","post_modified_gmt":"2020-04-01 05:02:55","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6603","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":29},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"epic_block_3"};

\r\n

Penelitian mengenai tembakau dapat menginduksi antibodi bukanlah barang baru. Dr Toto Sudargo, peneliti dari Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta pernah meneliti komponen bioaktif yang terkandung di dalam tembakau memiliki manfaat bagi kesehatan.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Menurut Dr Toto, pada daun tembakau terdapat senyawa bioaktif seperti flavonoid dan fenol. Dua senyawa itu menjadi antioksidan yang dapat mencegah penyakit kanker, anti-karsinogen, anti-proliferasi, anti-flamasi, serta memberikan efek proteksi terhadap penyakit kardiovaskuler.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Selain itu di dalam daun tembakau juga terdapat vitamin C atau asam askorbat yang menjadi antioksidan dan dapat bereaksi dengan antiradikal bebas dengan cara memberikan efek proteksi sel.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Di dalam tembakau juga ada zinc (Zn) yang berguna dalam pembentukan struktur enzim dan protein yang bermanfaat bagi tubuh. Selain itu, menurut Dr Toto, tembakau juga mengandung minyak astiri (essential oil) yang dapat digunakan sebagai antibakteri dan antiseptik.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Mungkin masih banyak lagi penelitian soal manfaat tembakau bagi kesehatan. Dan dengan adanya uji coba pengembangan tembakau sebagai vaksin Covid-19 bisa jadi momentum pengakuan tembakau yang tidak melulu bertentangan dengan kesehatan. Hari ini kita masih terus berharap tembakau dapat menjadi kunci melawan Covid-19, biarkan para ilmuwan dan sains yang menggali harapan tersebut.<\/p>\r\n","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6609","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":6606,"post_author":"878","post_date":"2020-04-02 11:33:35","post_date_gmt":"2020-04-02 04:33:35","post_content":"\n

Memasuki bulan ke empat wabah corona yang bermula dari Wuhan, Cina merebak di muka bumi, jumlah manusia yang positif terinfeksi Covid-19 sudah mendekati satu juta orang di seluruh dunia. Dari total jumlah tersebut, hampir 50 ribu penderitanya meninggal dunia.

\nDan ini belum usia. Hari-hari ke depan, jumlahnya akan kian bertambah. Belum ada yang bisa memastikan kapan wabah ini akan usai. Beberapa perkiraan berdasar hasil permodelan matematika memang sudah ada, namun itu sekadar perkiraan saja, hanya ramalan. Bukan sebuah kepastian.

\nSemua ini tidak bisa dianggap remeh, dan memang wabah ini bukan sesuatu yang remeh dan bisa diabaikan begitu saja. Namun begitu, statistika bisa menjebak banyak orang untuk meremehkan hal ini. Data-data kuantitatif berupa jejeran angka dan persentase dari wabah yang terjadi di muka bumi ini bisa menggiring manusia untuk meremehkan wabah ini.

\nTenang saja, peluang selamat jika tertular covid-19 itu mencapai 97 persen. Angka kematian dari corona ini hanya 3 persen saja, kecil jika dibanding dengan banyak penyakit lain atau virus yang menginfeksi manusia lain di dunia. Jadi biasa saja.

\nBetul, bersikap tenang memang perlu. Jangan panik lebih lagi sembrono. Tetapi, sikap tenang itu juga jangan sampai membawa ke sikap meremehkan dan menganggap enteng wabah covid-19 ini.

\nBetul 3 persen kematian itu kecil jika dibanding 97 persen kemungkinan selamat dari covid-19. Tapi ini sekadar tipuan statistika saja. Atau jika enggan dibilang tipuan, inis sekadar penyamaran statistika semata.

\nBisa jadi, virus covid-19 ini menjadi salah satu virus yang paling mudah tertular kepada manusia. Medium antara penularannya begitu banyak sehingga banyak orang mudah sekali terpapar virus jenis ini. Perkiraan ilmuwan, jika penanganan wabah ini tidak diusahakan semaksimal mungkin, atau menyerahkan pada mekanisme alamiah yang diberi istilah herd immunity, sekira 80 persen penduduk bumi pada akhirnya akan tertular virus ini. Artinya jika penduduk bumi saat ini kira-kira 4 milyar jiwa, yang akan tertular virus covid-19 sebanyak 3,2 milyar jiwa. Lantas 3 persen yang meninggal dunia akibat covid-19 dari 3,2 milyar jiwa itu berapa? 96 juta jiwa. Sebuah angka yang mengerikan.

\nMari kita bawa data-data statistika ini ke Indonesia. Meskipun angka penduduk Indonesia sudah lebih dari 250 juta jiwa, saya pakai angka 250 juta jiwa saja untuk menyederhanakan hitungan. 80 persen dari 250 juta jiwa akan tertular virus corona di Indonesia, angkanya sebanyak, 200 juta jiwa. Jumlah yang meninggal dunia dari 200 juta jiwa akan mencapai 6 juta jiwa.

\nLagi-lagi ini bukan angka yang sedikit dan bukan sebuah kasus yang bisa diremehkan. Seperenam saja yang meninggal dunia di negeri ini dari prediksi statistik yang dijabarkan ilmuwan perihal wabah corona ini, ini sudah menjadi sebuah bencana yang begitu besar di negeri ini. Jadi jangan sekali-kali meremehkan.

\nTetapi jangan pula panik dan bertindak gegabah karena data statistik ini, karena selain bisa menjebak ke arah meremehkan, pembacaan data statistik juga bisa menggiring menuju kepanikan berlebih. Setelah itu, karena panik yang berlebih, segala macam berita yang beredar lantas begitu saja dipercaya tanpa proses saring yang ketat terlebih dahulu. Lebih lagi jika menyadari data statistik itu, kemudian mencari cara agar bisa terhindar dari penularan virus corona tetapi tanpa menyaring berita-berita yang berseliweran di luar sana.

\nSudah terlalu banyak berita hoax yang beredar di luar sana yang memberi masukan dan anjuran apa saja yang mesti dilakukan dan mesti dikonsumsi agar terhindar dari penularan virus corona. Namun begitu, karena hoax yang beredar, alih-alih terhindar dari corona, malah bisa berakibat vatal yang membahayakan diri sendiri. Seperti contoh kasus di Arizona, Amerika Serikat misal.

\nKasus di Arizona ini terjadi memang bukan karena hoax, namun karena kepanikan berlebih. Mendapat kabar bahwa klorokuin yang biasa digunakan untuk obat malaria bisa digunakan untuk obat covid-19, sepasang suami istri karena ketakutann

\nya akan corona lantas mengonsumsi klorokuin. Namun mereka salah konsumsi karena saking paniknya. Yang mereka konsumsi bukan klorokuin yang biasa digunakan untuk obat malaria yang diderita manusia, tetapi klorokuin yang ada dalam obat penghilanv jamur pada ikan. Si suami meninggal dunia, istrinya kritis karena mengonsumsi klorokuin yang salah.

\nJadi jangan panik, jangan pula meremehkan, kita berada di pertengahan saja. Tetap waspada, tetap jaga kesehatan, jaga lingkungan sekitar, dan jaga jarak aman.<\/p>\n","post_title":"Membaca Data Statistika, Jangan Meremehkan atau Panik Berlebihan","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"membaca-data-statistika-jangan-meremehkan-atau-panik-berlebihan","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2020-04-02 11:33:42","post_modified_gmt":"2020-04-02 04:33:42","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6606","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":6603,"post_author":"878","post_date":"2020-04-01 12:02:48","post_date_gmt":"2020-04-01 05:02:48","post_content":"\n

Tahun 2020 bisa jadi menjadi tahun terberat bagi dua atau tiga generasi manusia yang masih hidup di muka bumi kini. Salah satu sebabnya, wabah corona yang menjalar hampir di seluruh wilayah bumi dalam waktu yang relatif singkat saja.

\nMulanya di Cina, virus corona atau yang lebih sering disebut Covid-19 lantas dengan begitu cepatnya menyebar ke penjuru bumi. Ketika virus ini mulai membikin masalah di kota Wuhan, Cina pada penghujung 2019, banyak orang masih menganggap remeh karena mengira virus ini setara virus flu biasa saja. Keadaan kemudian berubah drastis karena penularan covid-19 yang begitu cepat hingga akhirnya pada Januari 2020, Wuhan, dan hampir seluruh wilayah Cina dikarantina dengan ketat untuk menghambat penyebaran virus ini.

\nSayangnya, penyebaran virus sudah terlanjur terjadi. Covid-19 memang sejenis virus yang bandel karena mudah sekali berpindah inang lewat beberapa media antara. Covid-19 kemudian membikin daratan Eropa gempar. Italia, Spanyol, dan Perancis menjadi tiga negara yang mengalami dampak paling signifikan akibat penularan virus covid-19. Italia bahkan tercatat sebagai negara dengan korban meninggal dunia terbanyak di dunia akibat virus covid-19 ini.

\nIndonesia pun tak lepas dari terjangan wabah corona ini. Meskipun pada awalnya negara lewat pejabat-pejabatnya meyakinkan warga bahwa Indonesia aman dari virus corona, bahkan mereka menyisipkan guyonan dan kelakar tidak pada tempatnya hingga terkesan meremehkan agar masyarakat tenang dan tidak panik, pada akhirnya, pada awal Maret ditemukan kasus pertama positif covid-19 di Indonesia.

\nHingga hari ini, kenaikan positif Covid-19 masih terjadi di Indonesia. Per 31 Maret 2020, jumlah positif Covid-19 di Indonesia mencapai 1528 orang, naik 114 kasus dari hari sebelumnya. Dari total positif sebanyak itu, 136 orang meninggal dunia dan 81 orang dinyatakan sembuh. Ke depan, Indonesia masih akan menjalani hari-hari berat nan panjang hingga akhirnya wabah corona ini berakhir di Indonesia dan di seluruh penjuru bumi.

\nSembari menanti wabah corona ini berakhir, lantas apa yang mesti dan bisa dilakukan oleh kretekus di Indonesia?

\nYang pertama dan paling utama, tentu saja mematuhi dengan sukarela peraturan-peraturan yang sudah dibikin pemerintah, baik pusat juga daerah dalam rangka menanggulangi penyebaran virus covid-19 ini. Tanpa kesadaran dan kerelaan mematuhi peraturan yang telah diberlakukan pemerintah, bisa jadi kita malah akan menjadi beban bagi negara, juga menjadi vektor perantara penyebaran virus covid-19 itu.

\nSelanjutnya kretekus sebaiknya berada di rumah saja agar kampanye social distancing dan pysical distancing yang digalakkan pemerintah guna menghambat laju penebaran virus bisa efektif. Sembari tetap di rumah saja, kretekus mesti memperhatikan gaya hidup sehat dengan menjaga pola makan, mengonsumsi vitamin, dan rajin-rajin mandi dan cuci tangan.

\nJika kretekus adalah pekerja yang mesti tetap bekerja di luar rumah guna mencari rezeki sebagai pemenuhan kebutuhan harian keluarga, ikutilah prosedur pengamanan diri ketika anda keluar rumah. Pakai masker, jaga jarak aman, hindari kerumunan, dan beberapa protokol keluar rumah lain yang telah dikeluarkan oleh pihak berwenang di bidang kesehatan.

\nKemudian, jika Anda punya keahlian di bidang kesehatan, atau punya jiwa kerelawanan yang tinggi, kretekus bisa mendaftarkan diri menjadi sukarelawan medis dan non-medis dalam membantu upaya pemerintah menghadapi wabah yang menyebalkan ini. Pilihan ini sangat terbuka sembari tetap memperhatikan protokol kesehatan masing-masing. Karena, dalam kondisi seperti ini, kekurangan tenaga sangat mungkin dialami mereka yang berjuang di garis depan dalam memerangi wabah corona, peran relawan menjadi cukup penting untuk menutup kekurangan tenaga di lapangan.

\nYang terakhir, tetaplah merokok wahai kretekus. Merokok sembari tetap mematuhi peraturan-peraturan yang berlaku dalam dunia perkretekan. Jadilah perokok yang santun, dan tetap selalu menjadi perokok santun. Karena di tengah wabah semacam ini, rokok kretek bisa membantu anda dalam relaksasi, menjadi teman penghilang stres karena mesti terkurung lama di dalam rumah.

\nLebih dari itu, dengan tetap merokok, kita menyumbang kepada negara lewat cukai pada tiap batang rokok yang kita isap. Dari sana, kita juga ikut andil memerangi wabah corona karena banyak pemerintah daerah kini yang menggunakan Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBH-CHT) sebagai dana tambahan untuk memerangi wabah virus corona di daerahnya masing-masing.<\/p>\n","post_title":"Apa yang Bisa Kretekus Lakukan di Masa Wabah Corona Ini?","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"apa-yang-bisa-kretekus-lakukan-di-masa-wabah-corona-ini","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2020-04-01 12:02:55","post_modified_gmt":"2020-04-01 05:02:55","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6603","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":29},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"epic_block_3"};

\r\n

Mereka baru-baru ini juga mengkloning sebagian dari urutan genetik COVID-19. Ini menyebabkan zat yang menginduksi produksi antibodi. Setelah itu, antigen kemudian dimasukkan ke dalam tanaman tembakau untuk reproduksi.<\/p>\r\n

Potensi Tembakau sebagai Obat<\/h3>\r\n\r\n\r\n\r\n

Penelitian mengenai tembakau dapat menginduksi antibodi bukanlah barang baru. Dr Toto Sudargo, peneliti dari Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta pernah meneliti komponen bioaktif yang terkandung di dalam tembakau memiliki manfaat bagi kesehatan.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Menurut Dr Toto, pada daun tembakau terdapat senyawa bioaktif seperti flavonoid dan fenol. Dua senyawa itu menjadi antioksidan yang dapat mencegah penyakit kanker, anti-karsinogen, anti-proliferasi, anti-flamasi, serta memberikan efek proteksi terhadap penyakit kardiovaskuler.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Selain itu di dalam daun tembakau juga terdapat vitamin C atau asam askorbat yang menjadi antioksidan dan dapat bereaksi dengan antiradikal bebas dengan cara memberikan efek proteksi sel.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Di dalam tembakau juga ada zinc (Zn) yang berguna dalam pembentukan struktur enzim dan protein yang bermanfaat bagi tubuh. Selain itu, menurut Dr Toto, tembakau juga mengandung minyak astiri (essential oil) yang dapat digunakan sebagai antibakteri dan antiseptik.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Mungkin masih banyak lagi penelitian soal manfaat tembakau bagi kesehatan. Dan dengan adanya uji coba pengembangan tembakau sebagai vaksin Covid-19 bisa jadi momentum pengakuan tembakau yang tidak melulu bertentangan dengan kesehatan. Hari ini kita masih terus berharap tembakau dapat menjadi kunci melawan Covid-19, biarkan para ilmuwan dan sains yang menggali harapan tersebut.<\/p>\r\n","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6609","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":6606,"post_author":"878","post_date":"2020-04-02 11:33:35","post_date_gmt":"2020-04-02 04:33:35","post_content":"\n

Memasuki bulan ke empat wabah corona yang bermula dari Wuhan, Cina merebak di muka bumi, jumlah manusia yang positif terinfeksi Covid-19 sudah mendekati satu juta orang di seluruh dunia. Dari total jumlah tersebut, hampir 50 ribu penderitanya meninggal dunia.

\nDan ini belum usia. Hari-hari ke depan, jumlahnya akan kian bertambah. Belum ada yang bisa memastikan kapan wabah ini akan usai. Beberapa perkiraan berdasar hasil permodelan matematika memang sudah ada, namun itu sekadar perkiraan saja, hanya ramalan. Bukan sebuah kepastian.

\nSemua ini tidak bisa dianggap remeh, dan memang wabah ini bukan sesuatu yang remeh dan bisa diabaikan begitu saja. Namun begitu, statistika bisa menjebak banyak orang untuk meremehkan hal ini. Data-data kuantitatif berupa jejeran angka dan persentase dari wabah yang terjadi di muka bumi ini bisa menggiring manusia untuk meremehkan wabah ini.

\nTenang saja, peluang selamat jika tertular covid-19 itu mencapai 97 persen. Angka kematian dari corona ini hanya 3 persen saja, kecil jika dibanding dengan banyak penyakit lain atau virus yang menginfeksi manusia lain di dunia. Jadi biasa saja.

\nBetul, bersikap tenang memang perlu. Jangan panik lebih lagi sembrono. Tetapi, sikap tenang itu juga jangan sampai membawa ke sikap meremehkan dan menganggap enteng wabah covid-19 ini.

\nBetul 3 persen kematian itu kecil jika dibanding 97 persen kemungkinan selamat dari covid-19. Tapi ini sekadar tipuan statistika saja. Atau jika enggan dibilang tipuan, inis sekadar penyamaran statistika semata.

\nBisa jadi, virus covid-19 ini menjadi salah satu virus yang paling mudah tertular kepada manusia. Medium antara penularannya begitu banyak sehingga banyak orang mudah sekali terpapar virus jenis ini. Perkiraan ilmuwan, jika penanganan wabah ini tidak diusahakan semaksimal mungkin, atau menyerahkan pada mekanisme alamiah yang diberi istilah herd immunity, sekira 80 persen penduduk bumi pada akhirnya akan tertular virus ini. Artinya jika penduduk bumi saat ini kira-kira 4 milyar jiwa, yang akan tertular virus covid-19 sebanyak 3,2 milyar jiwa. Lantas 3 persen yang meninggal dunia akibat covid-19 dari 3,2 milyar jiwa itu berapa? 96 juta jiwa. Sebuah angka yang mengerikan.

\nMari kita bawa data-data statistika ini ke Indonesia. Meskipun angka penduduk Indonesia sudah lebih dari 250 juta jiwa, saya pakai angka 250 juta jiwa saja untuk menyederhanakan hitungan. 80 persen dari 250 juta jiwa akan tertular virus corona di Indonesia, angkanya sebanyak, 200 juta jiwa. Jumlah yang meninggal dunia dari 200 juta jiwa akan mencapai 6 juta jiwa.

\nLagi-lagi ini bukan angka yang sedikit dan bukan sebuah kasus yang bisa diremehkan. Seperenam saja yang meninggal dunia di negeri ini dari prediksi statistik yang dijabarkan ilmuwan perihal wabah corona ini, ini sudah menjadi sebuah bencana yang begitu besar di negeri ini. Jadi jangan sekali-kali meremehkan.

\nTetapi jangan pula panik dan bertindak gegabah karena data statistik ini, karena selain bisa menjebak ke arah meremehkan, pembacaan data statistik juga bisa menggiring menuju kepanikan berlebih. Setelah itu, karena panik yang berlebih, segala macam berita yang beredar lantas begitu saja dipercaya tanpa proses saring yang ketat terlebih dahulu. Lebih lagi jika menyadari data statistik itu, kemudian mencari cara agar bisa terhindar dari penularan virus corona tetapi tanpa menyaring berita-berita yang berseliweran di luar sana.

\nSudah terlalu banyak berita hoax yang beredar di luar sana yang memberi masukan dan anjuran apa saja yang mesti dilakukan dan mesti dikonsumsi agar terhindar dari penularan virus corona. Namun begitu, karena hoax yang beredar, alih-alih terhindar dari corona, malah bisa berakibat vatal yang membahayakan diri sendiri. Seperti contoh kasus di Arizona, Amerika Serikat misal.

\nKasus di Arizona ini terjadi memang bukan karena hoax, namun karena kepanikan berlebih. Mendapat kabar bahwa klorokuin yang biasa digunakan untuk obat malaria bisa digunakan untuk obat covid-19, sepasang suami istri karena ketakutann

\nya akan corona lantas mengonsumsi klorokuin. Namun mereka salah konsumsi karena saking paniknya. Yang mereka konsumsi bukan klorokuin yang biasa digunakan untuk obat malaria yang diderita manusia, tetapi klorokuin yang ada dalam obat penghilanv jamur pada ikan. Si suami meninggal dunia, istrinya kritis karena mengonsumsi klorokuin yang salah.

\nJadi jangan panik, jangan pula meremehkan, kita berada di pertengahan saja. Tetap waspada, tetap jaga kesehatan, jaga lingkungan sekitar, dan jaga jarak aman.<\/p>\n","post_title":"Membaca Data Statistika, Jangan Meremehkan atau Panik Berlebihan","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"membaca-data-statistika-jangan-meremehkan-atau-panik-berlebihan","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2020-04-02 11:33:42","post_modified_gmt":"2020-04-02 04:33:42","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6606","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":6603,"post_author":"878","post_date":"2020-04-01 12:02:48","post_date_gmt":"2020-04-01 05:02:48","post_content":"\n

Tahun 2020 bisa jadi menjadi tahun terberat bagi dua atau tiga generasi manusia yang masih hidup di muka bumi kini. Salah satu sebabnya, wabah corona yang menjalar hampir di seluruh wilayah bumi dalam waktu yang relatif singkat saja.

\nMulanya di Cina, virus corona atau yang lebih sering disebut Covid-19 lantas dengan begitu cepatnya menyebar ke penjuru bumi. Ketika virus ini mulai membikin masalah di kota Wuhan, Cina pada penghujung 2019, banyak orang masih menganggap remeh karena mengira virus ini setara virus flu biasa saja. Keadaan kemudian berubah drastis karena penularan covid-19 yang begitu cepat hingga akhirnya pada Januari 2020, Wuhan, dan hampir seluruh wilayah Cina dikarantina dengan ketat untuk menghambat penyebaran virus ini.

\nSayangnya, penyebaran virus sudah terlanjur terjadi. Covid-19 memang sejenis virus yang bandel karena mudah sekali berpindah inang lewat beberapa media antara. Covid-19 kemudian membikin daratan Eropa gempar. Italia, Spanyol, dan Perancis menjadi tiga negara yang mengalami dampak paling signifikan akibat penularan virus covid-19. Italia bahkan tercatat sebagai negara dengan korban meninggal dunia terbanyak di dunia akibat virus covid-19 ini.

\nIndonesia pun tak lepas dari terjangan wabah corona ini. Meskipun pada awalnya negara lewat pejabat-pejabatnya meyakinkan warga bahwa Indonesia aman dari virus corona, bahkan mereka menyisipkan guyonan dan kelakar tidak pada tempatnya hingga terkesan meremehkan agar masyarakat tenang dan tidak panik, pada akhirnya, pada awal Maret ditemukan kasus pertama positif covid-19 di Indonesia.

\nHingga hari ini, kenaikan positif Covid-19 masih terjadi di Indonesia. Per 31 Maret 2020, jumlah positif Covid-19 di Indonesia mencapai 1528 orang, naik 114 kasus dari hari sebelumnya. Dari total positif sebanyak itu, 136 orang meninggal dunia dan 81 orang dinyatakan sembuh. Ke depan, Indonesia masih akan menjalani hari-hari berat nan panjang hingga akhirnya wabah corona ini berakhir di Indonesia dan di seluruh penjuru bumi.

\nSembari menanti wabah corona ini berakhir, lantas apa yang mesti dan bisa dilakukan oleh kretekus di Indonesia?

\nYang pertama dan paling utama, tentu saja mematuhi dengan sukarela peraturan-peraturan yang sudah dibikin pemerintah, baik pusat juga daerah dalam rangka menanggulangi penyebaran virus covid-19 ini. Tanpa kesadaran dan kerelaan mematuhi peraturan yang telah diberlakukan pemerintah, bisa jadi kita malah akan menjadi beban bagi negara, juga menjadi vektor perantara penyebaran virus covid-19 itu.

\nSelanjutnya kretekus sebaiknya berada di rumah saja agar kampanye social distancing dan pysical distancing yang digalakkan pemerintah guna menghambat laju penebaran virus bisa efektif. Sembari tetap di rumah saja, kretekus mesti memperhatikan gaya hidup sehat dengan menjaga pola makan, mengonsumsi vitamin, dan rajin-rajin mandi dan cuci tangan.

\nJika kretekus adalah pekerja yang mesti tetap bekerja di luar rumah guna mencari rezeki sebagai pemenuhan kebutuhan harian keluarga, ikutilah prosedur pengamanan diri ketika anda keluar rumah. Pakai masker, jaga jarak aman, hindari kerumunan, dan beberapa protokol keluar rumah lain yang telah dikeluarkan oleh pihak berwenang di bidang kesehatan.

\nKemudian, jika Anda punya keahlian di bidang kesehatan, atau punya jiwa kerelawanan yang tinggi, kretekus bisa mendaftarkan diri menjadi sukarelawan medis dan non-medis dalam membantu upaya pemerintah menghadapi wabah yang menyebalkan ini. Pilihan ini sangat terbuka sembari tetap memperhatikan protokol kesehatan masing-masing. Karena, dalam kondisi seperti ini, kekurangan tenaga sangat mungkin dialami mereka yang berjuang di garis depan dalam memerangi wabah corona, peran relawan menjadi cukup penting untuk menutup kekurangan tenaga di lapangan.

\nYang terakhir, tetaplah merokok wahai kretekus. Merokok sembari tetap mematuhi peraturan-peraturan yang berlaku dalam dunia perkretekan. Jadilah perokok yang santun, dan tetap selalu menjadi perokok santun. Karena di tengah wabah semacam ini, rokok kretek bisa membantu anda dalam relaksasi, menjadi teman penghilang stres karena mesti terkurung lama di dalam rumah.

\nLebih dari itu, dengan tetap merokok, kita menyumbang kepada negara lewat cukai pada tiap batang rokok yang kita isap. Dari sana, kita juga ikut andil memerangi wabah corona karena banyak pemerintah daerah kini yang menggunakan Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBH-CHT) sebagai dana tambahan untuk memerangi wabah virus corona di daerahnya masing-masing.<\/p>\n","post_title":"Apa yang Bisa Kretekus Lakukan di Masa Wabah Corona Ini?","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"apa-yang-bisa-kretekus-lakukan-di-masa-wabah-corona-ini","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2020-04-01 12:02:55","post_modified_gmt":"2020-04-01 05:02:55","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6603","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":29},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"epic_block_3"};

\r\n

Menurut tim peneliti ahli yang mengembangkan tembakau sebagai vaksin mengatakan, vaksin yang sedang dalam pengembangan ini menggunakan teknologi tanaman tembakau yang cepat tumbuh, serta memiliki beberapa keunggulan dibanding teknologi vaksin konvensional. Di antaranya lebih aman lantaran tembakau tidak dapat menyimpan patogen yang dapat menyebabkan penyakit pada manusia.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Mereka baru-baru ini juga mengkloning sebagian dari urutan genetik COVID-19. Ini menyebabkan zat yang menginduksi produksi antibodi. Setelah itu, antigen kemudian dimasukkan ke dalam tanaman tembakau untuk reproduksi.<\/p>\r\n

Potensi Tembakau sebagai Obat<\/h3>\r\n\r\n\r\n\r\n

Penelitian mengenai tembakau dapat menginduksi antibodi bukanlah barang baru. Dr Toto Sudargo, peneliti dari Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta pernah meneliti komponen bioaktif yang terkandung di dalam tembakau memiliki manfaat bagi kesehatan.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Menurut Dr Toto, pada daun tembakau terdapat senyawa bioaktif seperti flavonoid dan fenol. Dua senyawa itu menjadi antioksidan yang dapat mencegah penyakit kanker, anti-karsinogen, anti-proliferasi, anti-flamasi, serta memberikan efek proteksi terhadap penyakit kardiovaskuler.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Selain itu di dalam daun tembakau juga terdapat vitamin C atau asam askorbat yang menjadi antioksidan dan dapat bereaksi dengan antiradikal bebas dengan cara memberikan efek proteksi sel.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Di dalam tembakau juga ada zinc (Zn) yang berguna dalam pembentukan struktur enzim dan protein yang bermanfaat bagi tubuh. Selain itu, menurut Dr Toto, tembakau juga mengandung minyak astiri (essential oil) yang dapat digunakan sebagai antibakteri dan antiseptik.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Mungkin masih banyak lagi penelitian soal manfaat tembakau bagi kesehatan. Dan dengan adanya uji coba pengembangan tembakau sebagai vaksin Covid-19 bisa jadi momentum pengakuan tembakau yang tidak melulu bertentangan dengan kesehatan. Hari ini kita masih terus berharap tembakau dapat menjadi kunci melawan Covid-19, biarkan para ilmuwan dan sains yang menggali harapan tersebut.<\/p>\r\n","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6609","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":6606,"post_author":"878","post_date":"2020-04-02 11:33:35","post_date_gmt":"2020-04-02 04:33:35","post_content":"\n

Memasuki bulan ke empat wabah corona yang bermula dari Wuhan, Cina merebak di muka bumi, jumlah manusia yang positif terinfeksi Covid-19 sudah mendekati satu juta orang di seluruh dunia. Dari total jumlah tersebut, hampir 50 ribu penderitanya meninggal dunia.

\nDan ini belum usia. Hari-hari ke depan, jumlahnya akan kian bertambah. Belum ada yang bisa memastikan kapan wabah ini akan usai. Beberapa perkiraan berdasar hasil permodelan matematika memang sudah ada, namun itu sekadar perkiraan saja, hanya ramalan. Bukan sebuah kepastian.

\nSemua ini tidak bisa dianggap remeh, dan memang wabah ini bukan sesuatu yang remeh dan bisa diabaikan begitu saja. Namun begitu, statistika bisa menjebak banyak orang untuk meremehkan hal ini. Data-data kuantitatif berupa jejeran angka dan persentase dari wabah yang terjadi di muka bumi ini bisa menggiring manusia untuk meremehkan wabah ini.

\nTenang saja, peluang selamat jika tertular covid-19 itu mencapai 97 persen. Angka kematian dari corona ini hanya 3 persen saja, kecil jika dibanding dengan banyak penyakit lain atau virus yang menginfeksi manusia lain di dunia. Jadi biasa saja.

\nBetul, bersikap tenang memang perlu. Jangan panik lebih lagi sembrono. Tetapi, sikap tenang itu juga jangan sampai membawa ke sikap meremehkan dan menganggap enteng wabah covid-19 ini.

\nBetul 3 persen kematian itu kecil jika dibanding 97 persen kemungkinan selamat dari covid-19. Tapi ini sekadar tipuan statistika saja. Atau jika enggan dibilang tipuan, inis sekadar penyamaran statistika semata.

\nBisa jadi, virus covid-19 ini menjadi salah satu virus yang paling mudah tertular kepada manusia. Medium antara penularannya begitu banyak sehingga banyak orang mudah sekali terpapar virus jenis ini. Perkiraan ilmuwan, jika penanganan wabah ini tidak diusahakan semaksimal mungkin, atau menyerahkan pada mekanisme alamiah yang diberi istilah herd immunity, sekira 80 persen penduduk bumi pada akhirnya akan tertular virus ini. Artinya jika penduduk bumi saat ini kira-kira 4 milyar jiwa, yang akan tertular virus covid-19 sebanyak 3,2 milyar jiwa. Lantas 3 persen yang meninggal dunia akibat covid-19 dari 3,2 milyar jiwa itu berapa? 96 juta jiwa. Sebuah angka yang mengerikan.

\nMari kita bawa data-data statistika ini ke Indonesia. Meskipun angka penduduk Indonesia sudah lebih dari 250 juta jiwa, saya pakai angka 250 juta jiwa saja untuk menyederhanakan hitungan. 80 persen dari 250 juta jiwa akan tertular virus corona di Indonesia, angkanya sebanyak, 200 juta jiwa. Jumlah yang meninggal dunia dari 200 juta jiwa akan mencapai 6 juta jiwa.

\nLagi-lagi ini bukan angka yang sedikit dan bukan sebuah kasus yang bisa diremehkan. Seperenam saja yang meninggal dunia di negeri ini dari prediksi statistik yang dijabarkan ilmuwan perihal wabah corona ini, ini sudah menjadi sebuah bencana yang begitu besar di negeri ini. Jadi jangan sekali-kali meremehkan.

\nTetapi jangan pula panik dan bertindak gegabah karena data statistik ini, karena selain bisa menjebak ke arah meremehkan, pembacaan data statistik juga bisa menggiring menuju kepanikan berlebih. Setelah itu, karena panik yang berlebih, segala macam berita yang beredar lantas begitu saja dipercaya tanpa proses saring yang ketat terlebih dahulu. Lebih lagi jika menyadari data statistik itu, kemudian mencari cara agar bisa terhindar dari penularan virus corona tetapi tanpa menyaring berita-berita yang berseliweran di luar sana.

\nSudah terlalu banyak berita hoax yang beredar di luar sana yang memberi masukan dan anjuran apa saja yang mesti dilakukan dan mesti dikonsumsi agar terhindar dari penularan virus corona. Namun begitu, karena hoax yang beredar, alih-alih terhindar dari corona, malah bisa berakibat vatal yang membahayakan diri sendiri. Seperti contoh kasus di Arizona, Amerika Serikat misal.

\nKasus di Arizona ini terjadi memang bukan karena hoax, namun karena kepanikan berlebih. Mendapat kabar bahwa klorokuin yang biasa digunakan untuk obat malaria bisa digunakan untuk obat covid-19, sepasang suami istri karena ketakutann

\nya akan corona lantas mengonsumsi klorokuin. Namun mereka salah konsumsi karena saking paniknya. Yang mereka konsumsi bukan klorokuin yang biasa digunakan untuk obat malaria yang diderita manusia, tetapi klorokuin yang ada dalam obat penghilanv jamur pada ikan. Si suami meninggal dunia, istrinya kritis karena mengonsumsi klorokuin yang salah.

\nJadi jangan panik, jangan pula meremehkan, kita berada di pertengahan saja. Tetap waspada, tetap jaga kesehatan, jaga lingkungan sekitar, dan jaga jarak aman.<\/p>\n","post_title":"Membaca Data Statistika, Jangan Meremehkan atau Panik Berlebihan","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"membaca-data-statistika-jangan-meremehkan-atau-panik-berlebihan","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2020-04-02 11:33:42","post_modified_gmt":"2020-04-02 04:33:42","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6606","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":6603,"post_author":"878","post_date":"2020-04-01 12:02:48","post_date_gmt":"2020-04-01 05:02:48","post_content":"\n

Tahun 2020 bisa jadi menjadi tahun terberat bagi dua atau tiga generasi manusia yang masih hidup di muka bumi kini. Salah satu sebabnya, wabah corona yang menjalar hampir di seluruh wilayah bumi dalam waktu yang relatif singkat saja.

\nMulanya di Cina, virus corona atau yang lebih sering disebut Covid-19 lantas dengan begitu cepatnya menyebar ke penjuru bumi. Ketika virus ini mulai membikin masalah di kota Wuhan, Cina pada penghujung 2019, banyak orang masih menganggap remeh karena mengira virus ini setara virus flu biasa saja. Keadaan kemudian berubah drastis karena penularan covid-19 yang begitu cepat hingga akhirnya pada Januari 2020, Wuhan, dan hampir seluruh wilayah Cina dikarantina dengan ketat untuk menghambat penyebaran virus ini.

\nSayangnya, penyebaran virus sudah terlanjur terjadi. Covid-19 memang sejenis virus yang bandel karena mudah sekali berpindah inang lewat beberapa media antara. Covid-19 kemudian membikin daratan Eropa gempar. Italia, Spanyol, dan Perancis menjadi tiga negara yang mengalami dampak paling signifikan akibat penularan virus covid-19. Italia bahkan tercatat sebagai negara dengan korban meninggal dunia terbanyak di dunia akibat virus covid-19 ini.

\nIndonesia pun tak lepas dari terjangan wabah corona ini. Meskipun pada awalnya negara lewat pejabat-pejabatnya meyakinkan warga bahwa Indonesia aman dari virus corona, bahkan mereka menyisipkan guyonan dan kelakar tidak pada tempatnya hingga terkesan meremehkan agar masyarakat tenang dan tidak panik, pada akhirnya, pada awal Maret ditemukan kasus pertama positif covid-19 di Indonesia.

\nHingga hari ini, kenaikan positif Covid-19 masih terjadi di Indonesia. Per 31 Maret 2020, jumlah positif Covid-19 di Indonesia mencapai 1528 orang, naik 114 kasus dari hari sebelumnya. Dari total positif sebanyak itu, 136 orang meninggal dunia dan 81 orang dinyatakan sembuh. Ke depan, Indonesia masih akan menjalani hari-hari berat nan panjang hingga akhirnya wabah corona ini berakhir di Indonesia dan di seluruh penjuru bumi.

\nSembari menanti wabah corona ini berakhir, lantas apa yang mesti dan bisa dilakukan oleh kretekus di Indonesia?

\nYang pertama dan paling utama, tentu saja mematuhi dengan sukarela peraturan-peraturan yang sudah dibikin pemerintah, baik pusat juga daerah dalam rangka menanggulangi penyebaran virus covid-19 ini. Tanpa kesadaran dan kerelaan mematuhi peraturan yang telah diberlakukan pemerintah, bisa jadi kita malah akan menjadi beban bagi negara, juga menjadi vektor perantara penyebaran virus covid-19 itu.

\nSelanjutnya kretekus sebaiknya berada di rumah saja agar kampanye social distancing dan pysical distancing yang digalakkan pemerintah guna menghambat laju penebaran virus bisa efektif. Sembari tetap di rumah saja, kretekus mesti memperhatikan gaya hidup sehat dengan menjaga pola makan, mengonsumsi vitamin, dan rajin-rajin mandi dan cuci tangan.

\nJika kretekus adalah pekerja yang mesti tetap bekerja di luar rumah guna mencari rezeki sebagai pemenuhan kebutuhan harian keluarga, ikutilah prosedur pengamanan diri ketika anda keluar rumah. Pakai masker, jaga jarak aman, hindari kerumunan, dan beberapa protokol keluar rumah lain yang telah dikeluarkan oleh pihak berwenang di bidang kesehatan.

\nKemudian, jika Anda punya keahlian di bidang kesehatan, atau punya jiwa kerelawanan yang tinggi, kretekus bisa mendaftarkan diri menjadi sukarelawan medis dan non-medis dalam membantu upaya pemerintah menghadapi wabah yang menyebalkan ini. Pilihan ini sangat terbuka sembari tetap memperhatikan protokol kesehatan masing-masing. Karena, dalam kondisi seperti ini, kekurangan tenaga sangat mungkin dialami mereka yang berjuang di garis depan dalam memerangi wabah corona, peran relawan menjadi cukup penting untuk menutup kekurangan tenaga di lapangan.

\nYang terakhir, tetaplah merokok wahai kretekus. Merokok sembari tetap mematuhi peraturan-peraturan yang berlaku dalam dunia perkretekan. Jadilah perokok yang santun, dan tetap selalu menjadi perokok santun. Karena di tengah wabah semacam ini, rokok kretek bisa membantu anda dalam relaksasi, menjadi teman penghilang stres karena mesti terkurung lama di dalam rumah.

\nLebih dari itu, dengan tetap merokok, kita menyumbang kepada negara lewat cukai pada tiap batang rokok yang kita isap. Dari sana, kita juga ikut andil memerangi wabah corona karena banyak pemerintah daerah kini yang menggunakan Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBH-CHT) sebagai dana tambahan untuk memerangi wabah virus corona di daerahnya masing-masing.<\/p>\n","post_title":"Apa yang Bisa Kretekus Lakukan di Masa Wabah Corona Ini?","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"apa-yang-bisa-kretekus-lakukan-di-masa-wabah-corona-ini","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2020-04-01 12:02:55","post_modified_gmt":"2020-04-01 05:02:55","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6603","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":29},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"epic_block_3"};

\r\n

Oke balik lagi ke persoalan tembakau dapat menjadi harapan bagi pengembagan vaksin virus corona. Pertanyaannya, apa yang melandasi tembakau dapat dijadikan harapan tersebut?<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Menurut tim peneliti ahli yang mengembangkan tembakau sebagai vaksin mengatakan, vaksin yang sedang dalam pengembangan ini menggunakan teknologi tanaman tembakau yang cepat tumbuh, serta memiliki beberapa keunggulan dibanding teknologi vaksin konvensional. Di antaranya lebih aman lantaran tembakau tidak dapat menyimpan patogen yang dapat menyebabkan penyakit pada manusia.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Mereka baru-baru ini juga mengkloning sebagian dari urutan genetik COVID-19. Ini menyebabkan zat yang menginduksi produksi antibodi. Setelah itu, antigen kemudian dimasukkan ke dalam tanaman tembakau untuk reproduksi.<\/p>\r\n

Potensi Tembakau sebagai Obat<\/h3>\r\n\r\n\r\n\r\n

Penelitian mengenai tembakau dapat menginduksi antibodi bukanlah barang baru. Dr Toto Sudargo, peneliti dari Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta pernah meneliti komponen bioaktif yang terkandung di dalam tembakau memiliki manfaat bagi kesehatan.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Menurut Dr Toto, pada daun tembakau terdapat senyawa bioaktif seperti flavonoid dan fenol. Dua senyawa itu menjadi antioksidan yang dapat mencegah penyakit kanker, anti-karsinogen, anti-proliferasi, anti-flamasi, serta memberikan efek proteksi terhadap penyakit kardiovaskuler.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Selain itu di dalam daun tembakau juga terdapat vitamin C atau asam askorbat yang menjadi antioksidan dan dapat bereaksi dengan antiradikal bebas dengan cara memberikan efek proteksi sel.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Di dalam tembakau juga ada zinc (Zn) yang berguna dalam pembentukan struktur enzim dan protein yang bermanfaat bagi tubuh. Selain itu, menurut Dr Toto, tembakau juga mengandung minyak astiri (essential oil) yang dapat digunakan sebagai antibakteri dan antiseptik.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Mungkin masih banyak lagi penelitian soal manfaat tembakau bagi kesehatan. Dan dengan adanya uji coba pengembangan tembakau sebagai vaksin Covid-19 bisa jadi momentum pengakuan tembakau yang tidak melulu bertentangan dengan kesehatan. Hari ini kita masih terus berharap tembakau dapat menjadi kunci melawan Covid-19, biarkan para ilmuwan dan sains yang menggali harapan tersebut.<\/p>\r\n","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6609","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":6606,"post_author":"878","post_date":"2020-04-02 11:33:35","post_date_gmt":"2020-04-02 04:33:35","post_content":"\n

Memasuki bulan ke empat wabah corona yang bermula dari Wuhan, Cina merebak di muka bumi, jumlah manusia yang positif terinfeksi Covid-19 sudah mendekati satu juta orang di seluruh dunia. Dari total jumlah tersebut, hampir 50 ribu penderitanya meninggal dunia.

\nDan ini belum usia. Hari-hari ke depan, jumlahnya akan kian bertambah. Belum ada yang bisa memastikan kapan wabah ini akan usai. Beberapa perkiraan berdasar hasil permodelan matematika memang sudah ada, namun itu sekadar perkiraan saja, hanya ramalan. Bukan sebuah kepastian.

\nSemua ini tidak bisa dianggap remeh, dan memang wabah ini bukan sesuatu yang remeh dan bisa diabaikan begitu saja. Namun begitu, statistika bisa menjebak banyak orang untuk meremehkan hal ini. Data-data kuantitatif berupa jejeran angka dan persentase dari wabah yang terjadi di muka bumi ini bisa menggiring manusia untuk meremehkan wabah ini.

\nTenang saja, peluang selamat jika tertular covid-19 itu mencapai 97 persen. Angka kematian dari corona ini hanya 3 persen saja, kecil jika dibanding dengan banyak penyakit lain atau virus yang menginfeksi manusia lain di dunia. Jadi biasa saja.

\nBetul, bersikap tenang memang perlu. Jangan panik lebih lagi sembrono. Tetapi, sikap tenang itu juga jangan sampai membawa ke sikap meremehkan dan menganggap enteng wabah covid-19 ini.

\nBetul 3 persen kematian itu kecil jika dibanding 97 persen kemungkinan selamat dari covid-19. Tapi ini sekadar tipuan statistika saja. Atau jika enggan dibilang tipuan, inis sekadar penyamaran statistika semata.

\nBisa jadi, virus covid-19 ini menjadi salah satu virus yang paling mudah tertular kepada manusia. Medium antara penularannya begitu banyak sehingga banyak orang mudah sekali terpapar virus jenis ini. Perkiraan ilmuwan, jika penanganan wabah ini tidak diusahakan semaksimal mungkin, atau menyerahkan pada mekanisme alamiah yang diberi istilah herd immunity, sekira 80 persen penduduk bumi pada akhirnya akan tertular virus ini. Artinya jika penduduk bumi saat ini kira-kira 4 milyar jiwa, yang akan tertular virus covid-19 sebanyak 3,2 milyar jiwa. Lantas 3 persen yang meninggal dunia akibat covid-19 dari 3,2 milyar jiwa itu berapa? 96 juta jiwa. Sebuah angka yang mengerikan.

\nMari kita bawa data-data statistika ini ke Indonesia. Meskipun angka penduduk Indonesia sudah lebih dari 250 juta jiwa, saya pakai angka 250 juta jiwa saja untuk menyederhanakan hitungan. 80 persen dari 250 juta jiwa akan tertular virus corona di Indonesia, angkanya sebanyak, 200 juta jiwa. Jumlah yang meninggal dunia dari 200 juta jiwa akan mencapai 6 juta jiwa.

\nLagi-lagi ini bukan angka yang sedikit dan bukan sebuah kasus yang bisa diremehkan. Seperenam saja yang meninggal dunia di negeri ini dari prediksi statistik yang dijabarkan ilmuwan perihal wabah corona ini, ini sudah menjadi sebuah bencana yang begitu besar di negeri ini. Jadi jangan sekali-kali meremehkan.

\nTetapi jangan pula panik dan bertindak gegabah karena data statistik ini, karena selain bisa menjebak ke arah meremehkan, pembacaan data statistik juga bisa menggiring menuju kepanikan berlebih. Setelah itu, karena panik yang berlebih, segala macam berita yang beredar lantas begitu saja dipercaya tanpa proses saring yang ketat terlebih dahulu. Lebih lagi jika menyadari data statistik itu, kemudian mencari cara agar bisa terhindar dari penularan virus corona tetapi tanpa menyaring berita-berita yang berseliweran di luar sana.

\nSudah terlalu banyak berita hoax yang beredar di luar sana yang memberi masukan dan anjuran apa saja yang mesti dilakukan dan mesti dikonsumsi agar terhindar dari penularan virus corona. Namun begitu, karena hoax yang beredar, alih-alih terhindar dari corona, malah bisa berakibat vatal yang membahayakan diri sendiri. Seperti contoh kasus di Arizona, Amerika Serikat misal.

\nKasus di Arizona ini terjadi memang bukan karena hoax, namun karena kepanikan berlebih. Mendapat kabar bahwa klorokuin yang biasa digunakan untuk obat malaria bisa digunakan untuk obat covid-19, sepasang suami istri karena ketakutann

\nya akan corona lantas mengonsumsi klorokuin. Namun mereka salah konsumsi karena saking paniknya. Yang mereka konsumsi bukan klorokuin yang biasa digunakan untuk obat malaria yang diderita manusia, tetapi klorokuin yang ada dalam obat penghilanv jamur pada ikan. Si suami meninggal dunia, istrinya kritis karena mengonsumsi klorokuin yang salah.

\nJadi jangan panik, jangan pula meremehkan, kita berada di pertengahan saja. Tetap waspada, tetap jaga kesehatan, jaga lingkungan sekitar, dan jaga jarak aman.<\/p>\n","post_title":"Membaca Data Statistika, Jangan Meremehkan atau Panik Berlebihan","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"membaca-data-statistika-jangan-meremehkan-atau-panik-berlebihan","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2020-04-02 11:33:42","post_modified_gmt":"2020-04-02 04:33:42","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6606","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":6603,"post_author":"878","post_date":"2020-04-01 12:02:48","post_date_gmt":"2020-04-01 05:02:48","post_content":"\n

Tahun 2020 bisa jadi menjadi tahun terberat bagi dua atau tiga generasi manusia yang masih hidup di muka bumi kini. Salah satu sebabnya, wabah corona yang menjalar hampir di seluruh wilayah bumi dalam waktu yang relatif singkat saja.

\nMulanya di Cina, virus corona atau yang lebih sering disebut Covid-19 lantas dengan begitu cepatnya menyebar ke penjuru bumi. Ketika virus ini mulai membikin masalah di kota Wuhan, Cina pada penghujung 2019, banyak orang masih menganggap remeh karena mengira virus ini setara virus flu biasa saja. Keadaan kemudian berubah drastis karena penularan covid-19 yang begitu cepat hingga akhirnya pada Januari 2020, Wuhan, dan hampir seluruh wilayah Cina dikarantina dengan ketat untuk menghambat penyebaran virus ini.

\nSayangnya, penyebaran virus sudah terlanjur terjadi. Covid-19 memang sejenis virus yang bandel karena mudah sekali berpindah inang lewat beberapa media antara. Covid-19 kemudian membikin daratan Eropa gempar. Italia, Spanyol, dan Perancis menjadi tiga negara yang mengalami dampak paling signifikan akibat penularan virus covid-19. Italia bahkan tercatat sebagai negara dengan korban meninggal dunia terbanyak di dunia akibat virus covid-19 ini.

\nIndonesia pun tak lepas dari terjangan wabah corona ini. Meskipun pada awalnya negara lewat pejabat-pejabatnya meyakinkan warga bahwa Indonesia aman dari virus corona, bahkan mereka menyisipkan guyonan dan kelakar tidak pada tempatnya hingga terkesan meremehkan agar masyarakat tenang dan tidak panik, pada akhirnya, pada awal Maret ditemukan kasus pertama positif covid-19 di Indonesia.

\nHingga hari ini, kenaikan positif Covid-19 masih terjadi di Indonesia. Per 31 Maret 2020, jumlah positif Covid-19 di Indonesia mencapai 1528 orang, naik 114 kasus dari hari sebelumnya. Dari total positif sebanyak itu, 136 orang meninggal dunia dan 81 orang dinyatakan sembuh. Ke depan, Indonesia masih akan menjalani hari-hari berat nan panjang hingga akhirnya wabah corona ini berakhir di Indonesia dan di seluruh penjuru bumi.

\nSembari menanti wabah corona ini berakhir, lantas apa yang mesti dan bisa dilakukan oleh kretekus di Indonesia?

\nYang pertama dan paling utama, tentu saja mematuhi dengan sukarela peraturan-peraturan yang sudah dibikin pemerintah, baik pusat juga daerah dalam rangka menanggulangi penyebaran virus covid-19 ini. Tanpa kesadaran dan kerelaan mematuhi peraturan yang telah diberlakukan pemerintah, bisa jadi kita malah akan menjadi beban bagi negara, juga menjadi vektor perantara penyebaran virus covid-19 itu.

\nSelanjutnya kretekus sebaiknya berada di rumah saja agar kampanye social distancing dan pysical distancing yang digalakkan pemerintah guna menghambat laju penebaran virus bisa efektif. Sembari tetap di rumah saja, kretekus mesti memperhatikan gaya hidup sehat dengan menjaga pola makan, mengonsumsi vitamin, dan rajin-rajin mandi dan cuci tangan.

\nJika kretekus adalah pekerja yang mesti tetap bekerja di luar rumah guna mencari rezeki sebagai pemenuhan kebutuhan harian keluarga, ikutilah prosedur pengamanan diri ketika anda keluar rumah. Pakai masker, jaga jarak aman, hindari kerumunan, dan beberapa protokol keluar rumah lain yang telah dikeluarkan oleh pihak berwenang di bidang kesehatan.

\nKemudian, jika Anda punya keahlian di bidang kesehatan, atau punya jiwa kerelawanan yang tinggi, kretekus bisa mendaftarkan diri menjadi sukarelawan medis dan non-medis dalam membantu upaya pemerintah menghadapi wabah yang menyebalkan ini. Pilihan ini sangat terbuka sembari tetap memperhatikan protokol kesehatan masing-masing. Karena, dalam kondisi seperti ini, kekurangan tenaga sangat mungkin dialami mereka yang berjuang di garis depan dalam memerangi wabah corona, peran relawan menjadi cukup penting untuk menutup kekurangan tenaga di lapangan.

\nYang terakhir, tetaplah merokok wahai kretekus. Merokok sembari tetap mematuhi peraturan-peraturan yang berlaku dalam dunia perkretekan. Jadilah perokok yang santun, dan tetap selalu menjadi perokok santun. Karena di tengah wabah semacam ini, rokok kretek bisa membantu anda dalam relaksasi, menjadi teman penghilang stres karena mesti terkurung lama di dalam rumah.

\nLebih dari itu, dengan tetap merokok, kita menyumbang kepada negara lewat cukai pada tiap batang rokok yang kita isap. Dari sana, kita juga ikut andil memerangi wabah corona karena banyak pemerintah daerah kini yang menggunakan Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBH-CHT) sebagai dana tambahan untuk memerangi wabah virus corona di daerahnya masing-masing.<\/p>\n","post_title":"Apa yang Bisa Kretekus Lakukan di Masa Wabah Corona Ini?","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"apa-yang-bisa-kretekus-lakukan-di-masa-wabah-corona-ini","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2020-04-01 12:02:55","post_modified_gmt":"2020-04-01 05:02:55","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6603","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":29},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"epic_block_3"};

\r\n

Padahal tembakau sebagai komoditas yang telah ditanam dan dibudidayakan oleh manusia berabad-abad lamanya. Terbukti dimanfaatkan oleh manusia dalam kesehariannya melakukan berbagai aktifitas kehidupan. Tembakau<\/a> dimanfaatkan bukan hanya dimensi ekonomi semata, tapi juga dimensi sosial, budaya dan kesehatan masyarakat.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Oke balik lagi ke persoalan tembakau dapat menjadi harapan bagi pengembagan vaksin virus corona. Pertanyaannya, apa yang melandasi tembakau dapat dijadikan harapan tersebut?<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Menurut tim peneliti ahli yang mengembangkan tembakau sebagai vaksin mengatakan, vaksin yang sedang dalam pengembangan ini menggunakan teknologi tanaman tembakau yang cepat tumbuh, serta memiliki beberapa keunggulan dibanding teknologi vaksin konvensional. Di antaranya lebih aman lantaran tembakau tidak dapat menyimpan patogen yang dapat menyebabkan penyakit pada manusia.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Mereka baru-baru ini juga mengkloning sebagian dari urutan genetik COVID-19. Ini menyebabkan zat yang menginduksi produksi antibodi. Setelah itu, antigen kemudian dimasukkan ke dalam tanaman tembakau untuk reproduksi.<\/p>\r\n

Potensi Tembakau sebagai Obat<\/h3>\r\n\r\n\r\n\r\n

Penelitian mengenai tembakau dapat menginduksi antibodi bukanlah barang baru. Dr Toto Sudargo, peneliti dari Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta pernah meneliti komponen bioaktif yang terkandung di dalam tembakau memiliki manfaat bagi kesehatan.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Menurut Dr Toto, pada daun tembakau terdapat senyawa bioaktif seperti flavonoid dan fenol. Dua senyawa itu menjadi antioksidan yang dapat mencegah penyakit kanker, anti-karsinogen, anti-proliferasi, anti-flamasi, serta memberikan efek proteksi terhadap penyakit kardiovaskuler.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Selain itu di dalam daun tembakau juga terdapat vitamin C atau asam askorbat yang menjadi antioksidan dan dapat bereaksi dengan antiradikal bebas dengan cara memberikan efek proteksi sel.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Di dalam tembakau juga ada zinc (Zn) yang berguna dalam pembentukan struktur enzim dan protein yang bermanfaat bagi tubuh. Selain itu, menurut Dr Toto, tembakau juga mengandung minyak astiri (essential oil) yang dapat digunakan sebagai antibakteri dan antiseptik.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Mungkin masih banyak lagi penelitian soal manfaat tembakau bagi kesehatan. Dan dengan adanya uji coba pengembangan tembakau sebagai vaksin Covid-19 bisa jadi momentum pengakuan tembakau yang tidak melulu bertentangan dengan kesehatan. Hari ini kita masih terus berharap tembakau dapat menjadi kunci melawan Covid-19, biarkan para ilmuwan dan sains yang menggali harapan tersebut.<\/p>\r\n","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6609","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":6606,"post_author":"878","post_date":"2020-04-02 11:33:35","post_date_gmt":"2020-04-02 04:33:35","post_content":"\n

Memasuki bulan ke empat wabah corona yang bermula dari Wuhan, Cina merebak di muka bumi, jumlah manusia yang positif terinfeksi Covid-19 sudah mendekati satu juta orang di seluruh dunia. Dari total jumlah tersebut, hampir 50 ribu penderitanya meninggal dunia.

\nDan ini belum usia. Hari-hari ke depan, jumlahnya akan kian bertambah. Belum ada yang bisa memastikan kapan wabah ini akan usai. Beberapa perkiraan berdasar hasil permodelan matematika memang sudah ada, namun itu sekadar perkiraan saja, hanya ramalan. Bukan sebuah kepastian.

\nSemua ini tidak bisa dianggap remeh, dan memang wabah ini bukan sesuatu yang remeh dan bisa diabaikan begitu saja. Namun begitu, statistika bisa menjebak banyak orang untuk meremehkan hal ini. Data-data kuantitatif berupa jejeran angka dan persentase dari wabah yang terjadi di muka bumi ini bisa menggiring manusia untuk meremehkan wabah ini.

\nTenang saja, peluang selamat jika tertular covid-19 itu mencapai 97 persen. Angka kematian dari corona ini hanya 3 persen saja, kecil jika dibanding dengan banyak penyakit lain atau virus yang menginfeksi manusia lain di dunia. Jadi biasa saja.

\nBetul, bersikap tenang memang perlu. Jangan panik lebih lagi sembrono. Tetapi, sikap tenang itu juga jangan sampai membawa ke sikap meremehkan dan menganggap enteng wabah covid-19 ini.

\nBetul 3 persen kematian itu kecil jika dibanding 97 persen kemungkinan selamat dari covid-19. Tapi ini sekadar tipuan statistika saja. Atau jika enggan dibilang tipuan, inis sekadar penyamaran statistika semata.

\nBisa jadi, virus covid-19 ini menjadi salah satu virus yang paling mudah tertular kepada manusia. Medium antara penularannya begitu banyak sehingga banyak orang mudah sekali terpapar virus jenis ini. Perkiraan ilmuwan, jika penanganan wabah ini tidak diusahakan semaksimal mungkin, atau menyerahkan pada mekanisme alamiah yang diberi istilah herd immunity, sekira 80 persen penduduk bumi pada akhirnya akan tertular virus ini. Artinya jika penduduk bumi saat ini kira-kira 4 milyar jiwa, yang akan tertular virus covid-19 sebanyak 3,2 milyar jiwa. Lantas 3 persen yang meninggal dunia akibat covid-19 dari 3,2 milyar jiwa itu berapa? 96 juta jiwa. Sebuah angka yang mengerikan.

\nMari kita bawa data-data statistika ini ke Indonesia. Meskipun angka penduduk Indonesia sudah lebih dari 250 juta jiwa, saya pakai angka 250 juta jiwa saja untuk menyederhanakan hitungan. 80 persen dari 250 juta jiwa akan tertular virus corona di Indonesia, angkanya sebanyak, 200 juta jiwa. Jumlah yang meninggal dunia dari 200 juta jiwa akan mencapai 6 juta jiwa.

\nLagi-lagi ini bukan angka yang sedikit dan bukan sebuah kasus yang bisa diremehkan. Seperenam saja yang meninggal dunia di negeri ini dari prediksi statistik yang dijabarkan ilmuwan perihal wabah corona ini, ini sudah menjadi sebuah bencana yang begitu besar di negeri ini. Jadi jangan sekali-kali meremehkan.

\nTetapi jangan pula panik dan bertindak gegabah karena data statistik ini, karena selain bisa menjebak ke arah meremehkan, pembacaan data statistik juga bisa menggiring menuju kepanikan berlebih. Setelah itu, karena panik yang berlebih, segala macam berita yang beredar lantas begitu saja dipercaya tanpa proses saring yang ketat terlebih dahulu. Lebih lagi jika menyadari data statistik itu, kemudian mencari cara agar bisa terhindar dari penularan virus corona tetapi tanpa menyaring berita-berita yang berseliweran di luar sana.

\nSudah terlalu banyak berita hoax yang beredar di luar sana yang memberi masukan dan anjuran apa saja yang mesti dilakukan dan mesti dikonsumsi agar terhindar dari penularan virus corona. Namun begitu, karena hoax yang beredar, alih-alih terhindar dari corona, malah bisa berakibat vatal yang membahayakan diri sendiri. Seperti contoh kasus di Arizona, Amerika Serikat misal.

\nKasus di Arizona ini terjadi memang bukan karena hoax, namun karena kepanikan berlebih. Mendapat kabar bahwa klorokuin yang biasa digunakan untuk obat malaria bisa digunakan untuk obat covid-19, sepasang suami istri karena ketakutann

\nya akan corona lantas mengonsumsi klorokuin. Namun mereka salah konsumsi karena saking paniknya. Yang mereka konsumsi bukan klorokuin yang biasa digunakan untuk obat malaria yang diderita manusia, tetapi klorokuin yang ada dalam obat penghilanv jamur pada ikan. Si suami meninggal dunia, istrinya kritis karena mengonsumsi klorokuin yang salah.

\nJadi jangan panik, jangan pula meremehkan, kita berada di pertengahan saja. Tetap waspada, tetap jaga kesehatan, jaga lingkungan sekitar, dan jaga jarak aman.<\/p>\n","post_title":"Membaca Data Statistika, Jangan Meremehkan atau Panik Berlebihan","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"membaca-data-statistika-jangan-meremehkan-atau-panik-berlebihan","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2020-04-02 11:33:42","post_modified_gmt":"2020-04-02 04:33:42","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6606","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":6603,"post_author":"878","post_date":"2020-04-01 12:02:48","post_date_gmt":"2020-04-01 05:02:48","post_content":"\n

Tahun 2020 bisa jadi menjadi tahun terberat bagi dua atau tiga generasi manusia yang masih hidup di muka bumi kini. Salah satu sebabnya, wabah corona yang menjalar hampir di seluruh wilayah bumi dalam waktu yang relatif singkat saja.

\nMulanya di Cina, virus corona atau yang lebih sering disebut Covid-19 lantas dengan begitu cepatnya menyebar ke penjuru bumi. Ketika virus ini mulai membikin masalah di kota Wuhan, Cina pada penghujung 2019, banyak orang masih menganggap remeh karena mengira virus ini setara virus flu biasa saja. Keadaan kemudian berubah drastis karena penularan covid-19 yang begitu cepat hingga akhirnya pada Januari 2020, Wuhan, dan hampir seluruh wilayah Cina dikarantina dengan ketat untuk menghambat penyebaran virus ini.

\nSayangnya, penyebaran virus sudah terlanjur terjadi. Covid-19 memang sejenis virus yang bandel karena mudah sekali berpindah inang lewat beberapa media antara. Covid-19 kemudian membikin daratan Eropa gempar. Italia, Spanyol, dan Perancis menjadi tiga negara yang mengalami dampak paling signifikan akibat penularan virus covid-19. Italia bahkan tercatat sebagai negara dengan korban meninggal dunia terbanyak di dunia akibat virus covid-19 ini.

\nIndonesia pun tak lepas dari terjangan wabah corona ini. Meskipun pada awalnya negara lewat pejabat-pejabatnya meyakinkan warga bahwa Indonesia aman dari virus corona, bahkan mereka menyisipkan guyonan dan kelakar tidak pada tempatnya hingga terkesan meremehkan agar masyarakat tenang dan tidak panik, pada akhirnya, pada awal Maret ditemukan kasus pertama positif covid-19 di Indonesia.

\nHingga hari ini, kenaikan positif Covid-19 masih terjadi di Indonesia. Per 31 Maret 2020, jumlah positif Covid-19 di Indonesia mencapai 1528 orang, naik 114 kasus dari hari sebelumnya. Dari total positif sebanyak itu, 136 orang meninggal dunia dan 81 orang dinyatakan sembuh. Ke depan, Indonesia masih akan menjalani hari-hari berat nan panjang hingga akhirnya wabah corona ini berakhir di Indonesia dan di seluruh penjuru bumi.

\nSembari menanti wabah corona ini berakhir, lantas apa yang mesti dan bisa dilakukan oleh kretekus di Indonesia?

\nYang pertama dan paling utama, tentu saja mematuhi dengan sukarela peraturan-peraturan yang sudah dibikin pemerintah, baik pusat juga daerah dalam rangka menanggulangi penyebaran virus covid-19 ini. Tanpa kesadaran dan kerelaan mematuhi peraturan yang telah diberlakukan pemerintah, bisa jadi kita malah akan menjadi beban bagi negara, juga menjadi vektor perantara penyebaran virus covid-19 itu.

\nSelanjutnya kretekus sebaiknya berada di rumah saja agar kampanye social distancing dan pysical distancing yang digalakkan pemerintah guna menghambat laju penebaran virus bisa efektif. Sembari tetap di rumah saja, kretekus mesti memperhatikan gaya hidup sehat dengan menjaga pola makan, mengonsumsi vitamin, dan rajin-rajin mandi dan cuci tangan.

\nJika kretekus adalah pekerja yang mesti tetap bekerja di luar rumah guna mencari rezeki sebagai pemenuhan kebutuhan harian keluarga, ikutilah prosedur pengamanan diri ketika anda keluar rumah. Pakai masker, jaga jarak aman, hindari kerumunan, dan beberapa protokol keluar rumah lain yang telah dikeluarkan oleh pihak berwenang di bidang kesehatan.

\nKemudian, jika Anda punya keahlian di bidang kesehatan, atau punya jiwa kerelawanan yang tinggi, kretekus bisa mendaftarkan diri menjadi sukarelawan medis dan non-medis dalam membantu upaya pemerintah menghadapi wabah yang menyebalkan ini. Pilihan ini sangat terbuka sembari tetap memperhatikan protokol kesehatan masing-masing. Karena, dalam kondisi seperti ini, kekurangan tenaga sangat mungkin dialami mereka yang berjuang di garis depan dalam memerangi wabah corona, peran relawan menjadi cukup penting untuk menutup kekurangan tenaga di lapangan.

\nYang terakhir, tetaplah merokok wahai kretekus. Merokok sembari tetap mematuhi peraturan-peraturan yang berlaku dalam dunia perkretekan. Jadilah perokok yang santun, dan tetap selalu menjadi perokok santun. Karena di tengah wabah semacam ini, rokok kretek bisa membantu anda dalam relaksasi, menjadi teman penghilang stres karena mesti terkurung lama di dalam rumah.

\nLebih dari itu, dengan tetap merokok, kita menyumbang kepada negara lewat cukai pada tiap batang rokok yang kita isap. Dari sana, kita juga ikut andil memerangi wabah corona karena banyak pemerintah daerah kini yang menggunakan Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBH-CHT) sebagai dana tambahan untuk memerangi wabah virus corona di daerahnya masing-masing.<\/p>\n","post_title":"Apa yang Bisa Kretekus Lakukan di Masa Wabah Corona Ini?","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"apa-yang-bisa-kretekus-lakukan-di-masa-wabah-corona-ini","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2020-04-01 12:02:55","post_modified_gmt":"2020-04-01 05:02:55","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6603","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":29},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"epic_block_3"};

\r\n

Pertarungan antara industri rokok dan farmasi mengakibatkan frame tembakau secara determinan hanyalah berdampak negatif bagi kesehatan. Tembakau itu buruk dan harus dikendalikan bahkan dimusnahkan dari muka bumi.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Padahal tembakau sebagai komoditas yang telah ditanam dan dibudidayakan oleh manusia berabad-abad lamanya. Terbukti dimanfaatkan oleh manusia dalam kesehariannya melakukan berbagai aktifitas kehidupan. Tembakau<\/a> dimanfaatkan bukan hanya dimensi ekonomi semata, tapi juga dimensi sosial, budaya dan kesehatan masyarakat.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Oke balik lagi ke persoalan tembakau dapat menjadi harapan bagi pengembagan vaksin virus corona. Pertanyaannya, apa yang melandasi tembakau dapat dijadikan harapan tersebut?<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Menurut tim peneliti ahli yang mengembangkan tembakau sebagai vaksin mengatakan, vaksin yang sedang dalam pengembangan ini menggunakan teknologi tanaman tembakau yang cepat tumbuh, serta memiliki beberapa keunggulan dibanding teknologi vaksin konvensional. Di antaranya lebih aman lantaran tembakau tidak dapat menyimpan patogen yang dapat menyebabkan penyakit pada manusia.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Mereka baru-baru ini juga mengkloning sebagian dari urutan genetik COVID-19. Ini menyebabkan zat yang menginduksi produksi antibodi. Setelah itu, antigen kemudian dimasukkan ke dalam tanaman tembakau untuk reproduksi.<\/p>\r\n

Potensi Tembakau sebagai Obat<\/h3>\r\n\r\n\r\n\r\n

Penelitian mengenai tembakau dapat menginduksi antibodi bukanlah barang baru. Dr Toto Sudargo, peneliti dari Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta pernah meneliti komponen bioaktif yang terkandung di dalam tembakau memiliki manfaat bagi kesehatan.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Menurut Dr Toto, pada daun tembakau terdapat senyawa bioaktif seperti flavonoid dan fenol. Dua senyawa itu menjadi antioksidan yang dapat mencegah penyakit kanker, anti-karsinogen, anti-proliferasi, anti-flamasi, serta memberikan efek proteksi terhadap penyakit kardiovaskuler.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Selain itu di dalam daun tembakau juga terdapat vitamin C atau asam askorbat yang menjadi antioksidan dan dapat bereaksi dengan antiradikal bebas dengan cara memberikan efek proteksi sel.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Di dalam tembakau juga ada zinc (Zn) yang berguna dalam pembentukan struktur enzim dan protein yang bermanfaat bagi tubuh. Selain itu, menurut Dr Toto, tembakau juga mengandung minyak astiri (essential oil) yang dapat digunakan sebagai antibakteri dan antiseptik.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Mungkin masih banyak lagi penelitian soal manfaat tembakau bagi kesehatan. Dan dengan adanya uji coba pengembangan tembakau sebagai vaksin Covid-19 bisa jadi momentum pengakuan tembakau yang tidak melulu bertentangan dengan kesehatan. Hari ini kita masih terus berharap tembakau dapat menjadi kunci melawan Covid-19, biarkan para ilmuwan dan sains yang menggali harapan tersebut.<\/p>\r\n","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6609","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":6606,"post_author":"878","post_date":"2020-04-02 11:33:35","post_date_gmt":"2020-04-02 04:33:35","post_content":"\n

Memasuki bulan ke empat wabah corona yang bermula dari Wuhan, Cina merebak di muka bumi, jumlah manusia yang positif terinfeksi Covid-19 sudah mendekati satu juta orang di seluruh dunia. Dari total jumlah tersebut, hampir 50 ribu penderitanya meninggal dunia.

\nDan ini belum usia. Hari-hari ke depan, jumlahnya akan kian bertambah. Belum ada yang bisa memastikan kapan wabah ini akan usai. Beberapa perkiraan berdasar hasil permodelan matematika memang sudah ada, namun itu sekadar perkiraan saja, hanya ramalan. Bukan sebuah kepastian.

\nSemua ini tidak bisa dianggap remeh, dan memang wabah ini bukan sesuatu yang remeh dan bisa diabaikan begitu saja. Namun begitu, statistika bisa menjebak banyak orang untuk meremehkan hal ini. Data-data kuantitatif berupa jejeran angka dan persentase dari wabah yang terjadi di muka bumi ini bisa menggiring manusia untuk meremehkan wabah ini.

\nTenang saja, peluang selamat jika tertular covid-19 itu mencapai 97 persen. Angka kematian dari corona ini hanya 3 persen saja, kecil jika dibanding dengan banyak penyakit lain atau virus yang menginfeksi manusia lain di dunia. Jadi biasa saja.

\nBetul, bersikap tenang memang perlu. Jangan panik lebih lagi sembrono. Tetapi, sikap tenang itu juga jangan sampai membawa ke sikap meremehkan dan menganggap enteng wabah covid-19 ini.

\nBetul 3 persen kematian itu kecil jika dibanding 97 persen kemungkinan selamat dari covid-19. Tapi ini sekadar tipuan statistika saja. Atau jika enggan dibilang tipuan, inis sekadar penyamaran statistika semata.

\nBisa jadi, virus covid-19 ini menjadi salah satu virus yang paling mudah tertular kepada manusia. Medium antara penularannya begitu banyak sehingga banyak orang mudah sekali terpapar virus jenis ini. Perkiraan ilmuwan, jika penanganan wabah ini tidak diusahakan semaksimal mungkin, atau menyerahkan pada mekanisme alamiah yang diberi istilah herd immunity, sekira 80 persen penduduk bumi pada akhirnya akan tertular virus ini. Artinya jika penduduk bumi saat ini kira-kira 4 milyar jiwa, yang akan tertular virus covid-19 sebanyak 3,2 milyar jiwa. Lantas 3 persen yang meninggal dunia akibat covid-19 dari 3,2 milyar jiwa itu berapa? 96 juta jiwa. Sebuah angka yang mengerikan.

\nMari kita bawa data-data statistika ini ke Indonesia. Meskipun angka penduduk Indonesia sudah lebih dari 250 juta jiwa, saya pakai angka 250 juta jiwa saja untuk menyederhanakan hitungan. 80 persen dari 250 juta jiwa akan tertular virus corona di Indonesia, angkanya sebanyak, 200 juta jiwa. Jumlah yang meninggal dunia dari 200 juta jiwa akan mencapai 6 juta jiwa.

\nLagi-lagi ini bukan angka yang sedikit dan bukan sebuah kasus yang bisa diremehkan. Seperenam saja yang meninggal dunia di negeri ini dari prediksi statistik yang dijabarkan ilmuwan perihal wabah corona ini, ini sudah menjadi sebuah bencana yang begitu besar di negeri ini. Jadi jangan sekali-kali meremehkan.

\nTetapi jangan pula panik dan bertindak gegabah karena data statistik ini, karena selain bisa menjebak ke arah meremehkan, pembacaan data statistik juga bisa menggiring menuju kepanikan berlebih. Setelah itu, karena panik yang berlebih, segala macam berita yang beredar lantas begitu saja dipercaya tanpa proses saring yang ketat terlebih dahulu. Lebih lagi jika menyadari data statistik itu, kemudian mencari cara agar bisa terhindar dari penularan virus corona tetapi tanpa menyaring berita-berita yang berseliweran di luar sana.

\nSudah terlalu banyak berita hoax yang beredar di luar sana yang memberi masukan dan anjuran apa saja yang mesti dilakukan dan mesti dikonsumsi agar terhindar dari penularan virus corona. Namun begitu, karena hoax yang beredar, alih-alih terhindar dari corona, malah bisa berakibat vatal yang membahayakan diri sendiri. Seperti contoh kasus di Arizona, Amerika Serikat misal.

\nKasus di Arizona ini terjadi memang bukan karena hoax, namun karena kepanikan berlebih. Mendapat kabar bahwa klorokuin yang biasa digunakan untuk obat malaria bisa digunakan untuk obat covid-19, sepasang suami istri karena ketakutann

\nya akan corona lantas mengonsumsi klorokuin. Namun mereka salah konsumsi karena saking paniknya. Yang mereka konsumsi bukan klorokuin yang biasa digunakan untuk obat malaria yang diderita manusia, tetapi klorokuin yang ada dalam obat penghilanv jamur pada ikan. Si suami meninggal dunia, istrinya kritis karena mengonsumsi klorokuin yang salah.

\nJadi jangan panik, jangan pula meremehkan, kita berada di pertengahan saja. Tetap waspada, tetap jaga kesehatan, jaga lingkungan sekitar, dan jaga jarak aman.<\/p>\n","post_title":"Membaca Data Statistika, Jangan Meremehkan atau Panik Berlebihan","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"membaca-data-statistika-jangan-meremehkan-atau-panik-berlebihan","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2020-04-02 11:33:42","post_modified_gmt":"2020-04-02 04:33:42","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6606","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":6603,"post_author":"878","post_date":"2020-04-01 12:02:48","post_date_gmt":"2020-04-01 05:02:48","post_content":"\n

Tahun 2020 bisa jadi menjadi tahun terberat bagi dua atau tiga generasi manusia yang masih hidup di muka bumi kini. Salah satu sebabnya, wabah corona yang menjalar hampir di seluruh wilayah bumi dalam waktu yang relatif singkat saja.

\nMulanya di Cina, virus corona atau yang lebih sering disebut Covid-19 lantas dengan begitu cepatnya menyebar ke penjuru bumi. Ketika virus ini mulai membikin masalah di kota Wuhan, Cina pada penghujung 2019, banyak orang masih menganggap remeh karena mengira virus ini setara virus flu biasa saja. Keadaan kemudian berubah drastis karena penularan covid-19 yang begitu cepat hingga akhirnya pada Januari 2020, Wuhan, dan hampir seluruh wilayah Cina dikarantina dengan ketat untuk menghambat penyebaran virus ini.

\nSayangnya, penyebaran virus sudah terlanjur terjadi. Covid-19 memang sejenis virus yang bandel karena mudah sekali berpindah inang lewat beberapa media antara. Covid-19 kemudian membikin daratan Eropa gempar. Italia, Spanyol, dan Perancis menjadi tiga negara yang mengalami dampak paling signifikan akibat penularan virus covid-19. Italia bahkan tercatat sebagai negara dengan korban meninggal dunia terbanyak di dunia akibat virus covid-19 ini.

\nIndonesia pun tak lepas dari terjangan wabah corona ini. Meskipun pada awalnya negara lewat pejabat-pejabatnya meyakinkan warga bahwa Indonesia aman dari virus corona, bahkan mereka menyisipkan guyonan dan kelakar tidak pada tempatnya hingga terkesan meremehkan agar masyarakat tenang dan tidak panik, pada akhirnya, pada awal Maret ditemukan kasus pertama positif covid-19 di Indonesia.

\nHingga hari ini, kenaikan positif Covid-19 masih terjadi di Indonesia. Per 31 Maret 2020, jumlah positif Covid-19 di Indonesia mencapai 1528 orang, naik 114 kasus dari hari sebelumnya. Dari total positif sebanyak itu, 136 orang meninggal dunia dan 81 orang dinyatakan sembuh. Ke depan, Indonesia masih akan menjalani hari-hari berat nan panjang hingga akhirnya wabah corona ini berakhir di Indonesia dan di seluruh penjuru bumi.

\nSembari menanti wabah corona ini berakhir, lantas apa yang mesti dan bisa dilakukan oleh kretekus di Indonesia?

\nYang pertama dan paling utama, tentu saja mematuhi dengan sukarela peraturan-peraturan yang sudah dibikin pemerintah, baik pusat juga daerah dalam rangka menanggulangi penyebaran virus covid-19 ini. Tanpa kesadaran dan kerelaan mematuhi peraturan yang telah diberlakukan pemerintah, bisa jadi kita malah akan menjadi beban bagi negara, juga menjadi vektor perantara penyebaran virus covid-19 itu.

\nSelanjutnya kretekus sebaiknya berada di rumah saja agar kampanye social distancing dan pysical distancing yang digalakkan pemerintah guna menghambat laju penebaran virus bisa efektif. Sembari tetap di rumah saja, kretekus mesti memperhatikan gaya hidup sehat dengan menjaga pola makan, mengonsumsi vitamin, dan rajin-rajin mandi dan cuci tangan.

\nJika kretekus adalah pekerja yang mesti tetap bekerja di luar rumah guna mencari rezeki sebagai pemenuhan kebutuhan harian keluarga, ikutilah prosedur pengamanan diri ketika anda keluar rumah. Pakai masker, jaga jarak aman, hindari kerumunan, dan beberapa protokol keluar rumah lain yang telah dikeluarkan oleh pihak berwenang di bidang kesehatan.

\nKemudian, jika Anda punya keahlian di bidang kesehatan, atau punya jiwa kerelawanan yang tinggi, kretekus bisa mendaftarkan diri menjadi sukarelawan medis dan non-medis dalam membantu upaya pemerintah menghadapi wabah yang menyebalkan ini. Pilihan ini sangat terbuka sembari tetap memperhatikan protokol kesehatan masing-masing. Karena, dalam kondisi seperti ini, kekurangan tenaga sangat mungkin dialami mereka yang berjuang di garis depan dalam memerangi wabah corona, peran relawan menjadi cukup penting untuk menutup kekurangan tenaga di lapangan.

\nYang terakhir, tetaplah merokok wahai kretekus. Merokok sembari tetap mematuhi peraturan-peraturan yang berlaku dalam dunia perkretekan. Jadilah perokok yang santun, dan tetap selalu menjadi perokok santun. Karena di tengah wabah semacam ini, rokok kretek bisa membantu anda dalam relaksasi, menjadi teman penghilang stres karena mesti terkurung lama di dalam rumah.

\nLebih dari itu, dengan tetap merokok, kita menyumbang kepada negara lewat cukai pada tiap batang rokok yang kita isap. Dari sana, kita juga ikut andil memerangi wabah corona karena banyak pemerintah daerah kini yang menggunakan Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBH-CHT) sebagai dana tambahan untuk memerangi wabah virus corona di daerahnya masing-masing.<\/p>\n","post_title":"Apa yang Bisa Kretekus Lakukan di Masa Wabah Corona Ini?","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"apa-yang-bisa-kretekus-lakukan-di-masa-wabah-corona-ini","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2020-04-01 12:02:55","post_modified_gmt":"2020-04-01 05:02:55","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6603","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":29},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"epic_block_3"};

\r\n

Rokok versus kesehatan bukan menjadi point penting pada usaha BAT yang mengembangkan vaksin virus corona, point penting yang harus menjadi konsern bagi seluruh ilmuwan dan publik adalah menyoal pengakuan bahwa tembakau merupakan tanaman yang dapat dimanfaatkan untuk dunia kesehatan.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Pertarungan antara industri rokok dan farmasi mengakibatkan frame tembakau secara determinan hanyalah berdampak negatif bagi kesehatan. Tembakau itu buruk dan harus dikendalikan bahkan dimusnahkan dari muka bumi.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Padahal tembakau sebagai komoditas yang telah ditanam dan dibudidayakan oleh manusia berabad-abad lamanya. Terbukti dimanfaatkan oleh manusia dalam kesehariannya melakukan berbagai aktifitas kehidupan. Tembakau<\/a> dimanfaatkan bukan hanya dimensi ekonomi semata, tapi juga dimensi sosial, budaya dan kesehatan masyarakat.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Oke balik lagi ke persoalan tembakau dapat menjadi harapan bagi pengembagan vaksin virus corona. Pertanyaannya, apa yang melandasi tembakau dapat dijadikan harapan tersebut?<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Menurut tim peneliti ahli yang mengembangkan tembakau sebagai vaksin mengatakan, vaksin yang sedang dalam pengembangan ini menggunakan teknologi tanaman tembakau yang cepat tumbuh, serta memiliki beberapa keunggulan dibanding teknologi vaksin konvensional. Di antaranya lebih aman lantaran tembakau tidak dapat menyimpan patogen yang dapat menyebabkan penyakit pada manusia.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Mereka baru-baru ini juga mengkloning sebagian dari urutan genetik COVID-19. Ini menyebabkan zat yang menginduksi produksi antibodi. Setelah itu, antigen kemudian dimasukkan ke dalam tanaman tembakau untuk reproduksi.<\/p>\r\n

Potensi Tembakau sebagai Obat<\/h3>\r\n\r\n\r\n\r\n

Penelitian mengenai tembakau dapat menginduksi antibodi bukanlah barang baru. Dr Toto Sudargo, peneliti dari Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta pernah meneliti komponen bioaktif yang terkandung di dalam tembakau memiliki manfaat bagi kesehatan.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Menurut Dr Toto, pada daun tembakau terdapat senyawa bioaktif seperti flavonoid dan fenol. Dua senyawa itu menjadi antioksidan yang dapat mencegah penyakit kanker, anti-karsinogen, anti-proliferasi, anti-flamasi, serta memberikan efek proteksi terhadap penyakit kardiovaskuler.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Selain itu di dalam daun tembakau juga terdapat vitamin C atau asam askorbat yang menjadi antioksidan dan dapat bereaksi dengan antiradikal bebas dengan cara memberikan efek proteksi sel.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Di dalam tembakau juga ada zinc (Zn) yang berguna dalam pembentukan struktur enzim dan protein yang bermanfaat bagi tubuh. Selain itu, menurut Dr Toto, tembakau juga mengandung minyak astiri (essential oil) yang dapat digunakan sebagai antibakteri dan antiseptik.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Mungkin masih banyak lagi penelitian soal manfaat tembakau bagi kesehatan. Dan dengan adanya uji coba pengembangan tembakau sebagai vaksin Covid-19 bisa jadi momentum pengakuan tembakau yang tidak melulu bertentangan dengan kesehatan. Hari ini kita masih terus berharap tembakau dapat menjadi kunci melawan Covid-19, biarkan para ilmuwan dan sains yang menggali harapan tersebut.<\/p>\r\n","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6609","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":6606,"post_author":"878","post_date":"2020-04-02 11:33:35","post_date_gmt":"2020-04-02 04:33:35","post_content":"\n

Memasuki bulan ke empat wabah corona yang bermula dari Wuhan, Cina merebak di muka bumi, jumlah manusia yang positif terinfeksi Covid-19 sudah mendekati satu juta orang di seluruh dunia. Dari total jumlah tersebut, hampir 50 ribu penderitanya meninggal dunia.

\nDan ini belum usia. Hari-hari ke depan, jumlahnya akan kian bertambah. Belum ada yang bisa memastikan kapan wabah ini akan usai. Beberapa perkiraan berdasar hasil permodelan matematika memang sudah ada, namun itu sekadar perkiraan saja, hanya ramalan. Bukan sebuah kepastian.

\nSemua ini tidak bisa dianggap remeh, dan memang wabah ini bukan sesuatu yang remeh dan bisa diabaikan begitu saja. Namun begitu, statistika bisa menjebak banyak orang untuk meremehkan hal ini. Data-data kuantitatif berupa jejeran angka dan persentase dari wabah yang terjadi di muka bumi ini bisa menggiring manusia untuk meremehkan wabah ini.

\nTenang saja, peluang selamat jika tertular covid-19 itu mencapai 97 persen. Angka kematian dari corona ini hanya 3 persen saja, kecil jika dibanding dengan banyak penyakit lain atau virus yang menginfeksi manusia lain di dunia. Jadi biasa saja.

\nBetul, bersikap tenang memang perlu. Jangan panik lebih lagi sembrono. Tetapi, sikap tenang itu juga jangan sampai membawa ke sikap meremehkan dan menganggap enteng wabah covid-19 ini.

\nBetul 3 persen kematian itu kecil jika dibanding 97 persen kemungkinan selamat dari covid-19. Tapi ini sekadar tipuan statistika saja. Atau jika enggan dibilang tipuan, inis sekadar penyamaran statistika semata.

\nBisa jadi, virus covid-19 ini menjadi salah satu virus yang paling mudah tertular kepada manusia. Medium antara penularannya begitu banyak sehingga banyak orang mudah sekali terpapar virus jenis ini. Perkiraan ilmuwan, jika penanganan wabah ini tidak diusahakan semaksimal mungkin, atau menyerahkan pada mekanisme alamiah yang diberi istilah herd immunity, sekira 80 persen penduduk bumi pada akhirnya akan tertular virus ini. Artinya jika penduduk bumi saat ini kira-kira 4 milyar jiwa, yang akan tertular virus covid-19 sebanyak 3,2 milyar jiwa. Lantas 3 persen yang meninggal dunia akibat covid-19 dari 3,2 milyar jiwa itu berapa? 96 juta jiwa. Sebuah angka yang mengerikan.

\nMari kita bawa data-data statistika ini ke Indonesia. Meskipun angka penduduk Indonesia sudah lebih dari 250 juta jiwa, saya pakai angka 250 juta jiwa saja untuk menyederhanakan hitungan. 80 persen dari 250 juta jiwa akan tertular virus corona di Indonesia, angkanya sebanyak, 200 juta jiwa. Jumlah yang meninggal dunia dari 200 juta jiwa akan mencapai 6 juta jiwa.

\nLagi-lagi ini bukan angka yang sedikit dan bukan sebuah kasus yang bisa diremehkan. Seperenam saja yang meninggal dunia di negeri ini dari prediksi statistik yang dijabarkan ilmuwan perihal wabah corona ini, ini sudah menjadi sebuah bencana yang begitu besar di negeri ini. Jadi jangan sekali-kali meremehkan.

\nTetapi jangan pula panik dan bertindak gegabah karena data statistik ini, karena selain bisa menjebak ke arah meremehkan, pembacaan data statistik juga bisa menggiring menuju kepanikan berlebih. Setelah itu, karena panik yang berlebih, segala macam berita yang beredar lantas begitu saja dipercaya tanpa proses saring yang ketat terlebih dahulu. Lebih lagi jika menyadari data statistik itu, kemudian mencari cara agar bisa terhindar dari penularan virus corona tetapi tanpa menyaring berita-berita yang berseliweran di luar sana.

\nSudah terlalu banyak berita hoax yang beredar di luar sana yang memberi masukan dan anjuran apa saja yang mesti dilakukan dan mesti dikonsumsi agar terhindar dari penularan virus corona. Namun begitu, karena hoax yang beredar, alih-alih terhindar dari corona, malah bisa berakibat vatal yang membahayakan diri sendiri. Seperti contoh kasus di Arizona, Amerika Serikat misal.

\nKasus di Arizona ini terjadi memang bukan karena hoax, namun karena kepanikan berlebih. Mendapat kabar bahwa klorokuin yang biasa digunakan untuk obat malaria bisa digunakan untuk obat covid-19, sepasang suami istri karena ketakutann

\nya akan corona lantas mengonsumsi klorokuin. Namun mereka salah konsumsi karena saking paniknya. Yang mereka konsumsi bukan klorokuin yang biasa digunakan untuk obat malaria yang diderita manusia, tetapi klorokuin yang ada dalam obat penghilanv jamur pada ikan. Si suami meninggal dunia, istrinya kritis karena mengonsumsi klorokuin yang salah.

\nJadi jangan panik, jangan pula meremehkan, kita berada di pertengahan saja. Tetap waspada, tetap jaga kesehatan, jaga lingkungan sekitar, dan jaga jarak aman.<\/p>\n","post_title":"Membaca Data Statistika, Jangan Meremehkan atau Panik Berlebihan","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"membaca-data-statistika-jangan-meremehkan-atau-panik-berlebihan","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2020-04-02 11:33:42","post_modified_gmt":"2020-04-02 04:33:42","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6606","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":6603,"post_author":"878","post_date":"2020-04-01 12:02:48","post_date_gmt":"2020-04-01 05:02:48","post_content":"\n

Tahun 2020 bisa jadi menjadi tahun terberat bagi dua atau tiga generasi manusia yang masih hidup di muka bumi kini. Salah satu sebabnya, wabah corona yang menjalar hampir di seluruh wilayah bumi dalam waktu yang relatif singkat saja.

\nMulanya di Cina, virus corona atau yang lebih sering disebut Covid-19 lantas dengan begitu cepatnya menyebar ke penjuru bumi. Ketika virus ini mulai membikin masalah di kota Wuhan, Cina pada penghujung 2019, banyak orang masih menganggap remeh karena mengira virus ini setara virus flu biasa saja. Keadaan kemudian berubah drastis karena penularan covid-19 yang begitu cepat hingga akhirnya pada Januari 2020, Wuhan, dan hampir seluruh wilayah Cina dikarantina dengan ketat untuk menghambat penyebaran virus ini.

\nSayangnya, penyebaran virus sudah terlanjur terjadi. Covid-19 memang sejenis virus yang bandel karena mudah sekali berpindah inang lewat beberapa media antara. Covid-19 kemudian membikin daratan Eropa gempar. Italia, Spanyol, dan Perancis menjadi tiga negara yang mengalami dampak paling signifikan akibat penularan virus covid-19. Italia bahkan tercatat sebagai negara dengan korban meninggal dunia terbanyak di dunia akibat virus covid-19 ini.

\nIndonesia pun tak lepas dari terjangan wabah corona ini. Meskipun pada awalnya negara lewat pejabat-pejabatnya meyakinkan warga bahwa Indonesia aman dari virus corona, bahkan mereka menyisipkan guyonan dan kelakar tidak pada tempatnya hingga terkesan meremehkan agar masyarakat tenang dan tidak panik, pada akhirnya, pada awal Maret ditemukan kasus pertama positif covid-19 di Indonesia.

\nHingga hari ini, kenaikan positif Covid-19 masih terjadi di Indonesia. Per 31 Maret 2020, jumlah positif Covid-19 di Indonesia mencapai 1528 orang, naik 114 kasus dari hari sebelumnya. Dari total positif sebanyak itu, 136 orang meninggal dunia dan 81 orang dinyatakan sembuh. Ke depan, Indonesia masih akan menjalani hari-hari berat nan panjang hingga akhirnya wabah corona ini berakhir di Indonesia dan di seluruh penjuru bumi.

\nSembari menanti wabah corona ini berakhir, lantas apa yang mesti dan bisa dilakukan oleh kretekus di Indonesia?

\nYang pertama dan paling utama, tentu saja mematuhi dengan sukarela peraturan-peraturan yang sudah dibikin pemerintah, baik pusat juga daerah dalam rangka menanggulangi penyebaran virus covid-19 ini. Tanpa kesadaran dan kerelaan mematuhi peraturan yang telah diberlakukan pemerintah, bisa jadi kita malah akan menjadi beban bagi negara, juga menjadi vektor perantara penyebaran virus covid-19 itu.

\nSelanjutnya kretekus sebaiknya berada di rumah saja agar kampanye social distancing dan pysical distancing yang digalakkan pemerintah guna menghambat laju penebaran virus bisa efektif. Sembari tetap di rumah saja, kretekus mesti memperhatikan gaya hidup sehat dengan menjaga pola makan, mengonsumsi vitamin, dan rajin-rajin mandi dan cuci tangan.

\nJika kretekus adalah pekerja yang mesti tetap bekerja di luar rumah guna mencari rezeki sebagai pemenuhan kebutuhan harian keluarga, ikutilah prosedur pengamanan diri ketika anda keluar rumah. Pakai masker, jaga jarak aman, hindari kerumunan, dan beberapa protokol keluar rumah lain yang telah dikeluarkan oleh pihak berwenang di bidang kesehatan.

\nKemudian, jika Anda punya keahlian di bidang kesehatan, atau punya jiwa kerelawanan yang tinggi, kretekus bisa mendaftarkan diri menjadi sukarelawan medis dan non-medis dalam membantu upaya pemerintah menghadapi wabah yang menyebalkan ini. Pilihan ini sangat terbuka sembari tetap memperhatikan protokol kesehatan masing-masing. Karena, dalam kondisi seperti ini, kekurangan tenaga sangat mungkin dialami mereka yang berjuang di garis depan dalam memerangi wabah corona, peran relawan menjadi cukup penting untuk menutup kekurangan tenaga di lapangan.

\nYang terakhir, tetaplah merokok wahai kretekus. Merokok sembari tetap mematuhi peraturan-peraturan yang berlaku dalam dunia perkretekan. Jadilah perokok yang santun, dan tetap selalu menjadi perokok santun. Karena di tengah wabah semacam ini, rokok kretek bisa membantu anda dalam relaksasi, menjadi teman penghilang stres karena mesti terkurung lama di dalam rumah.

\nLebih dari itu, dengan tetap merokok, kita menyumbang kepada negara lewat cukai pada tiap batang rokok yang kita isap. Dari sana, kita juga ikut andil memerangi wabah corona karena banyak pemerintah daerah kini yang menggunakan Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBH-CHT) sebagai dana tambahan untuk memerangi wabah virus corona di daerahnya masing-masing.<\/p>\n","post_title":"Apa yang Bisa Kretekus Lakukan di Masa Wabah Corona Ini?","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"apa-yang-bisa-kretekus-lakukan-di-masa-wabah-corona-ini","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2020-04-01 12:02:55","post_modified_gmt":"2020-04-01 05:02:55","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6603","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":29},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"epic_block_3"};

\r\n

Mungkin masih banyak pihak yang meragukan apa yang dikerjakan oleh BAT, hal ini dikarenakan industri rokok selalu dituding sebagai pabrik yang memproduksi penyakit bagi manusia. Perdebatan mengenai rokok dan kesehatan bagaikan magnet berbeda kutub yang hampir tidak pernah ada titik temunya.<\/p>\r\n

Tembakau sebagai Vaksin untuk Virus Corona<\/h3>\r\n\r\n\r\n\r\n

Rokok versus kesehatan bukan menjadi point penting pada usaha BAT yang mengembangkan vaksin virus corona, point penting yang harus menjadi konsern bagi seluruh ilmuwan dan publik adalah menyoal pengakuan bahwa tembakau merupakan tanaman yang dapat dimanfaatkan untuk dunia kesehatan.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Pertarungan antara industri rokok dan farmasi mengakibatkan frame tembakau secara determinan hanyalah berdampak negatif bagi kesehatan. Tembakau itu buruk dan harus dikendalikan bahkan dimusnahkan dari muka bumi.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Padahal tembakau sebagai komoditas yang telah ditanam dan dibudidayakan oleh manusia berabad-abad lamanya. Terbukti dimanfaatkan oleh manusia dalam kesehariannya melakukan berbagai aktifitas kehidupan. Tembakau<\/a> dimanfaatkan bukan hanya dimensi ekonomi semata, tapi juga dimensi sosial, budaya dan kesehatan masyarakat.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Oke balik lagi ke persoalan tembakau dapat menjadi harapan bagi pengembagan vaksin virus corona. Pertanyaannya, apa yang melandasi tembakau dapat dijadikan harapan tersebut?<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Menurut tim peneliti ahli yang mengembangkan tembakau sebagai vaksin mengatakan, vaksin yang sedang dalam pengembangan ini menggunakan teknologi tanaman tembakau yang cepat tumbuh, serta memiliki beberapa keunggulan dibanding teknologi vaksin konvensional. Di antaranya lebih aman lantaran tembakau tidak dapat menyimpan patogen yang dapat menyebabkan penyakit pada manusia.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Mereka baru-baru ini juga mengkloning sebagian dari urutan genetik COVID-19. Ini menyebabkan zat yang menginduksi produksi antibodi. Setelah itu, antigen kemudian dimasukkan ke dalam tanaman tembakau untuk reproduksi.<\/p>\r\n

Potensi Tembakau sebagai Obat<\/h3>\r\n\r\n\r\n\r\n

Penelitian mengenai tembakau dapat menginduksi antibodi bukanlah barang baru. Dr Toto Sudargo, peneliti dari Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta pernah meneliti komponen bioaktif yang terkandung di dalam tembakau memiliki manfaat bagi kesehatan.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Menurut Dr Toto, pada daun tembakau terdapat senyawa bioaktif seperti flavonoid dan fenol. Dua senyawa itu menjadi antioksidan yang dapat mencegah penyakit kanker, anti-karsinogen, anti-proliferasi, anti-flamasi, serta memberikan efek proteksi terhadap penyakit kardiovaskuler.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Selain itu di dalam daun tembakau juga terdapat vitamin C atau asam askorbat yang menjadi antioksidan dan dapat bereaksi dengan antiradikal bebas dengan cara memberikan efek proteksi sel.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Di dalam tembakau juga ada zinc (Zn) yang berguna dalam pembentukan struktur enzim dan protein yang bermanfaat bagi tubuh. Selain itu, menurut Dr Toto, tembakau juga mengandung minyak astiri (essential oil) yang dapat digunakan sebagai antibakteri dan antiseptik.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Mungkin masih banyak lagi penelitian soal manfaat tembakau bagi kesehatan. Dan dengan adanya uji coba pengembangan tembakau sebagai vaksin Covid-19 bisa jadi momentum pengakuan tembakau yang tidak melulu bertentangan dengan kesehatan. Hari ini kita masih terus berharap tembakau dapat menjadi kunci melawan Covid-19, biarkan para ilmuwan dan sains yang menggali harapan tersebut.<\/p>\r\n","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6609","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":6606,"post_author":"878","post_date":"2020-04-02 11:33:35","post_date_gmt":"2020-04-02 04:33:35","post_content":"\n

Memasuki bulan ke empat wabah corona yang bermula dari Wuhan, Cina merebak di muka bumi, jumlah manusia yang positif terinfeksi Covid-19 sudah mendekati satu juta orang di seluruh dunia. Dari total jumlah tersebut, hampir 50 ribu penderitanya meninggal dunia.

\nDan ini belum usia. Hari-hari ke depan, jumlahnya akan kian bertambah. Belum ada yang bisa memastikan kapan wabah ini akan usai. Beberapa perkiraan berdasar hasil permodelan matematika memang sudah ada, namun itu sekadar perkiraan saja, hanya ramalan. Bukan sebuah kepastian.

\nSemua ini tidak bisa dianggap remeh, dan memang wabah ini bukan sesuatu yang remeh dan bisa diabaikan begitu saja. Namun begitu, statistika bisa menjebak banyak orang untuk meremehkan hal ini. Data-data kuantitatif berupa jejeran angka dan persentase dari wabah yang terjadi di muka bumi ini bisa menggiring manusia untuk meremehkan wabah ini.

\nTenang saja, peluang selamat jika tertular covid-19 itu mencapai 97 persen. Angka kematian dari corona ini hanya 3 persen saja, kecil jika dibanding dengan banyak penyakit lain atau virus yang menginfeksi manusia lain di dunia. Jadi biasa saja.

\nBetul, bersikap tenang memang perlu. Jangan panik lebih lagi sembrono. Tetapi, sikap tenang itu juga jangan sampai membawa ke sikap meremehkan dan menganggap enteng wabah covid-19 ini.

\nBetul 3 persen kematian itu kecil jika dibanding 97 persen kemungkinan selamat dari covid-19. Tapi ini sekadar tipuan statistika saja. Atau jika enggan dibilang tipuan, inis sekadar penyamaran statistika semata.

\nBisa jadi, virus covid-19 ini menjadi salah satu virus yang paling mudah tertular kepada manusia. Medium antara penularannya begitu banyak sehingga banyak orang mudah sekali terpapar virus jenis ini. Perkiraan ilmuwan, jika penanganan wabah ini tidak diusahakan semaksimal mungkin, atau menyerahkan pada mekanisme alamiah yang diberi istilah herd immunity, sekira 80 persen penduduk bumi pada akhirnya akan tertular virus ini. Artinya jika penduduk bumi saat ini kira-kira 4 milyar jiwa, yang akan tertular virus covid-19 sebanyak 3,2 milyar jiwa. Lantas 3 persen yang meninggal dunia akibat covid-19 dari 3,2 milyar jiwa itu berapa? 96 juta jiwa. Sebuah angka yang mengerikan.

\nMari kita bawa data-data statistika ini ke Indonesia. Meskipun angka penduduk Indonesia sudah lebih dari 250 juta jiwa, saya pakai angka 250 juta jiwa saja untuk menyederhanakan hitungan. 80 persen dari 250 juta jiwa akan tertular virus corona di Indonesia, angkanya sebanyak, 200 juta jiwa. Jumlah yang meninggal dunia dari 200 juta jiwa akan mencapai 6 juta jiwa.

\nLagi-lagi ini bukan angka yang sedikit dan bukan sebuah kasus yang bisa diremehkan. Seperenam saja yang meninggal dunia di negeri ini dari prediksi statistik yang dijabarkan ilmuwan perihal wabah corona ini, ini sudah menjadi sebuah bencana yang begitu besar di negeri ini. Jadi jangan sekali-kali meremehkan.

\nTetapi jangan pula panik dan bertindak gegabah karena data statistik ini, karena selain bisa menjebak ke arah meremehkan, pembacaan data statistik juga bisa menggiring menuju kepanikan berlebih. Setelah itu, karena panik yang berlebih, segala macam berita yang beredar lantas begitu saja dipercaya tanpa proses saring yang ketat terlebih dahulu. Lebih lagi jika menyadari data statistik itu, kemudian mencari cara agar bisa terhindar dari penularan virus corona tetapi tanpa menyaring berita-berita yang berseliweran di luar sana.

\nSudah terlalu banyak berita hoax yang beredar di luar sana yang memberi masukan dan anjuran apa saja yang mesti dilakukan dan mesti dikonsumsi agar terhindar dari penularan virus corona. Namun begitu, karena hoax yang beredar, alih-alih terhindar dari corona, malah bisa berakibat vatal yang membahayakan diri sendiri. Seperti contoh kasus di Arizona, Amerika Serikat misal.

\nKasus di Arizona ini terjadi memang bukan karena hoax, namun karena kepanikan berlebih. Mendapat kabar bahwa klorokuin yang biasa digunakan untuk obat malaria bisa digunakan untuk obat covid-19, sepasang suami istri karena ketakutann

\nya akan corona lantas mengonsumsi klorokuin. Namun mereka salah konsumsi karena saking paniknya. Yang mereka konsumsi bukan klorokuin yang biasa digunakan untuk obat malaria yang diderita manusia, tetapi klorokuin yang ada dalam obat penghilanv jamur pada ikan. Si suami meninggal dunia, istrinya kritis karena mengonsumsi klorokuin yang salah.

\nJadi jangan panik, jangan pula meremehkan, kita berada di pertengahan saja. Tetap waspada, tetap jaga kesehatan, jaga lingkungan sekitar, dan jaga jarak aman.<\/p>\n","post_title":"Membaca Data Statistika, Jangan Meremehkan atau Panik Berlebihan","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"membaca-data-statistika-jangan-meremehkan-atau-panik-berlebihan","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2020-04-02 11:33:42","post_modified_gmt":"2020-04-02 04:33:42","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6606","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":6603,"post_author":"878","post_date":"2020-04-01 12:02:48","post_date_gmt":"2020-04-01 05:02:48","post_content":"\n

Tahun 2020 bisa jadi menjadi tahun terberat bagi dua atau tiga generasi manusia yang masih hidup di muka bumi kini. Salah satu sebabnya, wabah corona yang menjalar hampir di seluruh wilayah bumi dalam waktu yang relatif singkat saja.

\nMulanya di Cina, virus corona atau yang lebih sering disebut Covid-19 lantas dengan begitu cepatnya menyebar ke penjuru bumi. Ketika virus ini mulai membikin masalah di kota Wuhan, Cina pada penghujung 2019, banyak orang masih menganggap remeh karena mengira virus ini setara virus flu biasa saja. Keadaan kemudian berubah drastis karena penularan covid-19 yang begitu cepat hingga akhirnya pada Januari 2020, Wuhan, dan hampir seluruh wilayah Cina dikarantina dengan ketat untuk menghambat penyebaran virus ini.

\nSayangnya, penyebaran virus sudah terlanjur terjadi. Covid-19 memang sejenis virus yang bandel karena mudah sekali berpindah inang lewat beberapa media antara. Covid-19 kemudian membikin daratan Eropa gempar. Italia, Spanyol, dan Perancis menjadi tiga negara yang mengalami dampak paling signifikan akibat penularan virus covid-19. Italia bahkan tercatat sebagai negara dengan korban meninggal dunia terbanyak di dunia akibat virus covid-19 ini.

\nIndonesia pun tak lepas dari terjangan wabah corona ini. Meskipun pada awalnya negara lewat pejabat-pejabatnya meyakinkan warga bahwa Indonesia aman dari virus corona, bahkan mereka menyisipkan guyonan dan kelakar tidak pada tempatnya hingga terkesan meremehkan agar masyarakat tenang dan tidak panik, pada akhirnya, pada awal Maret ditemukan kasus pertama positif covid-19 di Indonesia.

\nHingga hari ini, kenaikan positif Covid-19 masih terjadi di Indonesia. Per 31 Maret 2020, jumlah positif Covid-19 di Indonesia mencapai 1528 orang, naik 114 kasus dari hari sebelumnya. Dari total positif sebanyak itu, 136 orang meninggal dunia dan 81 orang dinyatakan sembuh. Ke depan, Indonesia masih akan menjalani hari-hari berat nan panjang hingga akhirnya wabah corona ini berakhir di Indonesia dan di seluruh penjuru bumi.

\nSembari menanti wabah corona ini berakhir, lantas apa yang mesti dan bisa dilakukan oleh kretekus di Indonesia?

\nYang pertama dan paling utama, tentu saja mematuhi dengan sukarela peraturan-peraturan yang sudah dibikin pemerintah, baik pusat juga daerah dalam rangka menanggulangi penyebaran virus covid-19 ini. Tanpa kesadaran dan kerelaan mematuhi peraturan yang telah diberlakukan pemerintah, bisa jadi kita malah akan menjadi beban bagi negara, juga menjadi vektor perantara penyebaran virus covid-19 itu.

\nSelanjutnya kretekus sebaiknya berada di rumah saja agar kampanye social distancing dan pysical distancing yang digalakkan pemerintah guna menghambat laju penebaran virus bisa efektif. Sembari tetap di rumah saja, kretekus mesti memperhatikan gaya hidup sehat dengan menjaga pola makan, mengonsumsi vitamin, dan rajin-rajin mandi dan cuci tangan.

\nJika kretekus adalah pekerja yang mesti tetap bekerja di luar rumah guna mencari rezeki sebagai pemenuhan kebutuhan harian keluarga, ikutilah prosedur pengamanan diri ketika anda keluar rumah. Pakai masker, jaga jarak aman, hindari kerumunan, dan beberapa protokol keluar rumah lain yang telah dikeluarkan oleh pihak berwenang di bidang kesehatan.

\nKemudian, jika Anda punya keahlian di bidang kesehatan, atau punya jiwa kerelawanan yang tinggi, kretekus bisa mendaftarkan diri menjadi sukarelawan medis dan non-medis dalam membantu upaya pemerintah menghadapi wabah yang menyebalkan ini. Pilihan ini sangat terbuka sembari tetap memperhatikan protokol kesehatan masing-masing. Karena, dalam kondisi seperti ini, kekurangan tenaga sangat mungkin dialami mereka yang berjuang di garis depan dalam memerangi wabah corona, peran relawan menjadi cukup penting untuk menutup kekurangan tenaga di lapangan.

\nYang terakhir, tetaplah merokok wahai kretekus. Merokok sembari tetap mematuhi peraturan-peraturan yang berlaku dalam dunia perkretekan. Jadilah perokok yang santun, dan tetap selalu menjadi perokok santun. Karena di tengah wabah semacam ini, rokok kretek bisa membantu anda dalam relaksasi, menjadi teman penghilang stres karena mesti terkurung lama di dalam rumah.

\nLebih dari itu, dengan tetap merokok, kita menyumbang kepada negara lewat cukai pada tiap batang rokok yang kita isap. Dari sana, kita juga ikut andil memerangi wabah corona karena banyak pemerintah daerah kini yang menggunakan Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBH-CHT) sebagai dana tambahan untuk memerangi wabah virus corona di daerahnya masing-masing.<\/p>\n","post_title":"Apa yang Bisa Kretekus Lakukan di Masa Wabah Corona Ini?","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"apa-yang-bisa-kretekus-lakukan-di-masa-wabah-corona-ini","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2020-04-01 12:02:55","post_modified_gmt":"2020-04-01 05:02:55","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6603","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":29},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"epic_block_3"};

\r\n

Kentucky BioProcessing yang menjadi anak perusahaan dari BAT ini sejak 2014 sudah terlibat dalam kolaborasi dengan Mapp Biopharmaceutical Inc. dalam rangka pengembangan ZMapp yang merupakan obat Ebola. Meskipun obat ini belum dipasarkan.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Mungkin masih banyak pihak yang meragukan apa yang dikerjakan oleh BAT, hal ini dikarenakan industri rokok selalu dituding sebagai pabrik yang memproduksi penyakit bagi manusia. Perdebatan mengenai rokok dan kesehatan bagaikan magnet berbeda kutub yang hampir tidak pernah ada titik temunya.<\/p>\r\n

Tembakau sebagai Vaksin untuk Virus Corona<\/h3>\r\n\r\n\r\n\r\n

Rokok versus kesehatan bukan menjadi point penting pada usaha BAT yang mengembangkan vaksin virus corona, point penting yang harus menjadi konsern bagi seluruh ilmuwan dan publik adalah menyoal pengakuan bahwa tembakau merupakan tanaman yang dapat dimanfaatkan untuk dunia kesehatan.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Pertarungan antara industri rokok dan farmasi mengakibatkan frame tembakau secara determinan hanyalah berdampak negatif bagi kesehatan. Tembakau itu buruk dan harus dikendalikan bahkan dimusnahkan dari muka bumi.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Padahal tembakau sebagai komoditas yang telah ditanam dan dibudidayakan oleh manusia berabad-abad lamanya. Terbukti dimanfaatkan oleh manusia dalam kesehariannya melakukan berbagai aktifitas kehidupan. Tembakau<\/a> dimanfaatkan bukan hanya dimensi ekonomi semata, tapi juga dimensi sosial, budaya dan kesehatan masyarakat.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Oke balik lagi ke persoalan tembakau dapat menjadi harapan bagi pengembagan vaksin virus corona. Pertanyaannya, apa yang melandasi tembakau dapat dijadikan harapan tersebut?<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Menurut tim peneliti ahli yang mengembangkan tembakau sebagai vaksin mengatakan, vaksin yang sedang dalam pengembangan ini menggunakan teknologi tanaman tembakau yang cepat tumbuh, serta memiliki beberapa keunggulan dibanding teknologi vaksin konvensional. Di antaranya lebih aman lantaran tembakau tidak dapat menyimpan patogen yang dapat menyebabkan penyakit pada manusia.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Mereka baru-baru ini juga mengkloning sebagian dari urutan genetik COVID-19. Ini menyebabkan zat yang menginduksi produksi antibodi. Setelah itu, antigen kemudian dimasukkan ke dalam tanaman tembakau untuk reproduksi.<\/p>\r\n

Potensi Tembakau sebagai Obat<\/h3>\r\n\r\n\r\n\r\n

Penelitian mengenai tembakau dapat menginduksi antibodi bukanlah barang baru. Dr Toto Sudargo, peneliti dari Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta pernah meneliti komponen bioaktif yang terkandung di dalam tembakau memiliki manfaat bagi kesehatan.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Menurut Dr Toto, pada daun tembakau terdapat senyawa bioaktif seperti flavonoid dan fenol. Dua senyawa itu menjadi antioksidan yang dapat mencegah penyakit kanker, anti-karsinogen, anti-proliferasi, anti-flamasi, serta memberikan efek proteksi terhadap penyakit kardiovaskuler.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Selain itu di dalam daun tembakau juga terdapat vitamin C atau asam askorbat yang menjadi antioksidan dan dapat bereaksi dengan antiradikal bebas dengan cara memberikan efek proteksi sel.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Di dalam tembakau juga ada zinc (Zn) yang berguna dalam pembentukan struktur enzim dan protein yang bermanfaat bagi tubuh. Selain itu, menurut Dr Toto, tembakau juga mengandung minyak astiri (essential oil) yang dapat digunakan sebagai antibakteri dan antiseptik.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Mungkin masih banyak lagi penelitian soal manfaat tembakau bagi kesehatan. Dan dengan adanya uji coba pengembangan tembakau sebagai vaksin Covid-19 bisa jadi momentum pengakuan tembakau yang tidak melulu bertentangan dengan kesehatan. Hari ini kita masih terus berharap tembakau dapat menjadi kunci melawan Covid-19, biarkan para ilmuwan dan sains yang menggali harapan tersebut.<\/p>\r\n","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6609","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":6606,"post_author":"878","post_date":"2020-04-02 11:33:35","post_date_gmt":"2020-04-02 04:33:35","post_content":"\n

Memasuki bulan ke empat wabah corona yang bermula dari Wuhan, Cina merebak di muka bumi, jumlah manusia yang positif terinfeksi Covid-19 sudah mendekati satu juta orang di seluruh dunia. Dari total jumlah tersebut, hampir 50 ribu penderitanya meninggal dunia.

\nDan ini belum usia. Hari-hari ke depan, jumlahnya akan kian bertambah. Belum ada yang bisa memastikan kapan wabah ini akan usai. Beberapa perkiraan berdasar hasil permodelan matematika memang sudah ada, namun itu sekadar perkiraan saja, hanya ramalan. Bukan sebuah kepastian.

\nSemua ini tidak bisa dianggap remeh, dan memang wabah ini bukan sesuatu yang remeh dan bisa diabaikan begitu saja. Namun begitu, statistika bisa menjebak banyak orang untuk meremehkan hal ini. Data-data kuantitatif berupa jejeran angka dan persentase dari wabah yang terjadi di muka bumi ini bisa menggiring manusia untuk meremehkan wabah ini.

\nTenang saja, peluang selamat jika tertular covid-19 itu mencapai 97 persen. Angka kematian dari corona ini hanya 3 persen saja, kecil jika dibanding dengan banyak penyakit lain atau virus yang menginfeksi manusia lain di dunia. Jadi biasa saja.

\nBetul, bersikap tenang memang perlu. Jangan panik lebih lagi sembrono. Tetapi, sikap tenang itu juga jangan sampai membawa ke sikap meremehkan dan menganggap enteng wabah covid-19 ini.

\nBetul 3 persen kematian itu kecil jika dibanding 97 persen kemungkinan selamat dari covid-19. Tapi ini sekadar tipuan statistika saja. Atau jika enggan dibilang tipuan, inis sekadar penyamaran statistika semata.

\nBisa jadi, virus covid-19 ini menjadi salah satu virus yang paling mudah tertular kepada manusia. Medium antara penularannya begitu banyak sehingga banyak orang mudah sekali terpapar virus jenis ini. Perkiraan ilmuwan, jika penanganan wabah ini tidak diusahakan semaksimal mungkin, atau menyerahkan pada mekanisme alamiah yang diberi istilah herd immunity, sekira 80 persen penduduk bumi pada akhirnya akan tertular virus ini. Artinya jika penduduk bumi saat ini kira-kira 4 milyar jiwa, yang akan tertular virus covid-19 sebanyak 3,2 milyar jiwa. Lantas 3 persen yang meninggal dunia akibat covid-19 dari 3,2 milyar jiwa itu berapa? 96 juta jiwa. Sebuah angka yang mengerikan.

\nMari kita bawa data-data statistika ini ke Indonesia. Meskipun angka penduduk Indonesia sudah lebih dari 250 juta jiwa, saya pakai angka 250 juta jiwa saja untuk menyederhanakan hitungan. 80 persen dari 250 juta jiwa akan tertular virus corona di Indonesia, angkanya sebanyak, 200 juta jiwa. Jumlah yang meninggal dunia dari 200 juta jiwa akan mencapai 6 juta jiwa.

\nLagi-lagi ini bukan angka yang sedikit dan bukan sebuah kasus yang bisa diremehkan. Seperenam saja yang meninggal dunia di negeri ini dari prediksi statistik yang dijabarkan ilmuwan perihal wabah corona ini, ini sudah menjadi sebuah bencana yang begitu besar di negeri ini. Jadi jangan sekali-kali meremehkan.

\nTetapi jangan pula panik dan bertindak gegabah karena data statistik ini, karena selain bisa menjebak ke arah meremehkan, pembacaan data statistik juga bisa menggiring menuju kepanikan berlebih. Setelah itu, karena panik yang berlebih, segala macam berita yang beredar lantas begitu saja dipercaya tanpa proses saring yang ketat terlebih dahulu. Lebih lagi jika menyadari data statistik itu, kemudian mencari cara agar bisa terhindar dari penularan virus corona tetapi tanpa menyaring berita-berita yang berseliweran di luar sana.

\nSudah terlalu banyak berita hoax yang beredar di luar sana yang memberi masukan dan anjuran apa saja yang mesti dilakukan dan mesti dikonsumsi agar terhindar dari penularan virus corona. Namun begitu, karena hoax yang beredar, alih-alih terhindar dari corona, malah bisa berakibat vatal yang membahayakan diri sendiri. Seperti contoh kasus di Arizona, Amerika Serikat misal.

\nKasus di Arizona ini terjadi memang bukan karena hoax, namun karena kepanikan berlebih. Mendapat kabar bahwa klorokuin yang biasa digunakan untuk obat malaria bisa digunakan untuk obat covid-19, sepasang suami istri karena ketakutann

\nya akan corona lantas mengonsumsi klorokuin. Namun mereka salah konsumsi karena saking paniknya. Yang mereka konsumsi bukan klorokuin yang biasa digunakan untuk obat malaria yang diderita manusia, tetapi klorokuin yang ada dalam obat penghilanv jamur pada ikan. Si suami meninggal dunia, istrinya kritis karena mengonsumsi klorokuin yang salah.

\nJadi jangan panik, jangan pula meremehkan, kita berada di pertengahan saja. Tetap waspada, tetap jaga kesehatan, jaga lingkungan sekitar, dan jaga jarak aman.<\/p>\n","post_title":"Membaca Data Statistika, Jangan Meremehkan atau Panik Berlebihan","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"membaca-data-statistika-jangan-meremehkan-atau-panik-berlebihan","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2020-04-02 11:33:42","post_modified_gmt":"2020-04-02 04:33:42","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6606","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":6603,"post_author":"878","post_date":"2020-04-01 12:02:48","post_date_gmt":"2020-04-01 05:02:48","post_content":"\n

Tahun 2020 bisa jadi menjadi tahun terberat bagi dua atau tiga generasi manusia yang masih hidup di muka bumi kini. Salah satu sebabnya, wabah corona yang menjalar hampir di seluruh wilayah bumi dalam waktu yang relatif singkat saja.

\nMulanya di Cina, virus corona atau yang lebih sering disebut Covid-19 lantas dengan begitu cepatnya menyebar ke penjuru bumi. Ketika virus ini mulai membikin masalah di kota Wuhan, Cina pada penghujung 2019, banyak orang masih menganggap remeh karena mengira virus ini setara virus flu biasa saja. Keadaan kemudian berubah drastis karena penularan covid-19 yang begitu cepat hingga akhirnya pada Januari 2020, Wuhan, dan hampir seluruh wilayah Cina dikarantina dengan ketat untuk menghambat penyebaran virus ini.

\nSayangnya, penyebaran virus sudah terlanjur terjadi. Covid-19 memang sejenis virus yang bandel karena mudah sekali berpindah inang lewat beberapa media antara. Covid-19 kemudian membikin daratan Eropa gempar. Italia, Spanyol, dan Perancis menjadi tiga negara yang mengalami dampak paling signifikan akibat penularan virus covid-19. Italia bahkan tercatat sebagai negara dengan korban meninggal dunia terbanyak di dunia akibat virus covid-19 ini.

\nIndonesia pun tak lepas dari terjangan wabah corona ini. Meskipun pada awalnya negara lewat pejabat-pejabatnya meyakinkan warga bahwa Indonesia aman dari virus corona, bahkan mereka menyisipkan guyonan dan kelakar tidak pada tempatnya hingga terkesan meremehkan agar masyarakat tenang dan tidak panik, pada akhirnya, pada awal Maret ditemukan kasus pertama positif covid-19 di Indonesia.

\nHingga hari ini, kenaikan positif Covid-19 masih terjadi di Indonesia. Per 31 Maret 2020, jumlah positif Covid-19 di Indonesia mencapai 1528 orang, naik 114 kasus dari hari sebelumnya. Dari total positif sebanyak itu, 136 orang meninggal dunia dan 81 orang dinyatakan sembuh. Ke depan, Indonesia masih akan menjalani hari-hari berat nan panjang hingga akhirnya wabah corona ini berakhir di Indonesia dan di seluruh penjuru bumi.

\nSembari menanti wabah corona ini berakhir, lantas apa yang mesti dan bisa dilakukan oleh kretekus di Indonesia?

\nYang pertama dan paling utama, tentu saja mematuhi dengan sukarela peraturan-peraturan yang sudah dibikin pemerintah, baik pusat juga daerah dalam rangka menanggulangi penyebaran virus covid-19 ini. Tanpa kesadaran dan kerelaan mematuhi peraturan yang telah diberlakukan pemerintah, bisa jadi kita malah akan menjadi beban bagi negara, juga menjadi vektor perantara penyebaran virus covid-19 itu.

\nSelanjutnya kretekus sebaiknya berada di rumah saja agar kampanye social distancing dan pysical distancing yang digalakkan pemerintah guna menghambat laju penebaran virus bisa efektif. Sembari tetap di rumah saja, kretekus mesti memperhatikan gaya hidup sehat dengan menjaga pola makan, mengonsumsi vitamin, dan rajin-rajin mandi dan cuci tangan.

\nJika kretekus adalah pekerja yang mesti tetap bekerja di luar rumah guna mencari rezeki sebagai pemenuhan kebutuhan harian keluarga, ikutilah prosedur pengamanan diri ketika anda keluar rumah. Pakai masker, jaga jarak aman, hindari kerumunan, dan beberapa protokol keluar rumah lain yang telah dikeluarkan oleh pihak berwenang di bidang kesehatan.

\nKemudian, jika Anda punya keahlian di bidang kesehatan, atau punya jiwa kerelawanan yang tinggi, kretekus bisa mendaftarkan diri menjadi sukarelawan medis dan non-medis dalam membantu upaya pemerintah menghadapi wabah yang menyebalkan ini. Pilihan ini sangat terbuka sembari tetap memperhatikan protokol kesehatan masing-masing. Karena, dalam kondisi seperti ini, kekurangan tenaga sangat mungkin dialami mereka yang berjuang di garis depan dalam memerangi wabah corona, peran relawan menjadi cukup penting untuk menutup kekurangan tenaga di lapangan.

\nYang terakhir, tetaplah merokok wahai kretekus. Merokok sembari tetap mematuhi peraturan-peraturan yang berlaku dalam dunia perkretekan. Jadilah perokok yang santun, dan tetap selalu menjadi perokok santun. Karena di tengah wabah semacam ini, rokok kretek bisa membantu anda dalam relaksasi, menjadi teman penghilang stres karena mesti terkurung lama di dalam rumah.

\nLebih dari itu, dengan tetap merokok, kita menyumbang kepada negara lewat cukai pada tiap batang rokok yang kita isap. Dari sana, kita juga ikut andil memerangi wabah corona karena banyak pemerintah daerah kini yang menggunakan Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBH-CHT) sebagai dana tambahan untuk memerangi wabah virus corona di daerahnya masing-masing.<\/p>\n","post_title":"Apa yang Bisa Kretekus Lakukan di Masa Wabah Corona Ini?","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"apa-yang-bisa-kretekus-lakukan-di-masa-wabah-corona-ini","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2020-04-01 12:02:55","post_modified_gmt":"2020-04-01 05:02:55","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6603","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":29},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"epic_block_3"};

\r\n

Harapan tembakau dapat menjadi vaksin<\/a> bagi virus corona datang dari salah satu perusahaan rokok terbesar di dunia, British American Tobacco (BAT). BAT mengembangkan vaksin bersama dengan anak perusahaan bioteknologi AS, Kentucky BioProcessing (KBP).<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Kentucky BioProcessing yang menjadi anak perusahaan dari BAT ini sejak 2014 sudah terlibat dalam kolaborasi dengan Mapp Biopharmaceutical Inc. dalam rangka pengembangan ZMapp yang merupakan obat Ebola. Meskipun obat ini belum dipasarkan.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Mungkin masih banyak pihak yang meragukan apa yang dikerjakan oleh BAT, hal ini dikarenakan industri rokok selalu dituding sebagai pabrik yang memproduksi penyakit bagi manusia. Perdebatan mengenai rokok dan kesehatan bagaikan magnet berbeda kutub yang hampir tidak pernah ada titik temunya.<\/p>\r\n

Tembakau sebagai Vaksin untuk Virus Corona<\/h3>\r\n\r\n\r\n\r\n

Rokok versus kesehatan bukan menjadi point penting pada usaha BAT yang mengembangkan vaksin virus corona, point penting yang harus menjadi konsern bagi seluruh ilmuwan dan publik adalah menyoal pengakuan bahwa tembakau merupakan tanaman yang dapat dimanfaatkan untuk dunia kesehatan.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Pertarungan antara industri rokok dan farmasi mengakibatkan frame tembakau secara determinan hanyalah berdampak negatif bagi kesehatan. Tembakau itu buruk dan harus dikendalikan bahkan dimusnahkan dari muka bumi.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Padahal tembakau sebagai komoditas yang telah ditanam dan dibudidayakan oleh manusia berabad-abad lamanya. Terbukti dimanfaatkan oleh manusia dalam kesehariannya melakukan berbagai aktifitas kehidupan. Tembakau<\/a> dimanfaatkan bukan hanya dimensi ekonomi semata, tapi juga dimensi sosial, budaya dan kesehatan masyarakat.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Oke balik lagi ke persoalan tembakau dapat menjadi harapan bagi pengembagan vaksin virus corona. Pertanyaannya, apa yang melandasi tembakau dapat dijadikan harapan tersebut?<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Menurut tim peneliti ahli yang mengembangkan tembakau sebagai vaksin mengatakan, vaksin yang sedang dalam pengembangan ini menggunakan teknologi tanaman tembakau yang cepat tumbuh, serta memiliki beberapa keunggulan dibanding teknologi vaksin konvensional. Di antaranya lebih aman lantaran tembakau tidak dapat menyimpan patogen yang dapat menyebabkan penyakit pada manusia.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Mereka baru-baru ini juga mengkloning sebagian dari urutan genetik COVID-19. Ini menyebabkan zat yang menginduksi produksi antibodi. Setelah itu, antigen kemudian dimasukkan ke dalam tanaman tembakau untuk reproduksi.<\/p>\r\n

Potensi Tembakau sebagai Obat<\/h3>\r\n\r\n\r\n\r\n

Penelitian mengenai tembakau dapat menginduksi antibodi bukanlah barang baru. Dr Toto Sudargo, peneliti dari Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta pernah meneliti komponen bioaktif yang terkandung di dalam tembakau memiliki manfaat bagi kesehatan.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Menurut Dr Toto, pada daun tembakau terdapat senyawa bioaktif seperti flavonoid dan fenol. Dua senyawa itu menjadi antioksidan yang dapat mencegah penyakit kanker, anti-karsinogen, anti-proliferasi, anti-flamasi, serta memberikan efek proteksi terhadap penyakit kardiovaskuler.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Selain itu di dalam daun tembakau juga terdapat vitamin C atau asam askorbat yang menjadi antioksidan dan dapat bereaksi dengan antiradikal bebas dengan cara memberikan efek proteksi sel.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Di dalam tembakau juga ada zinc (Zn) yang berguna dalam pembentukan struktur enzim dan protein yang bermanfaat bagi tubuh. Selain itu, menurut Dr Toto, tembakau juga mengandung minyak astiri (essential oil) yang dapat digunakan sebagai antibakteri dan antiseptik.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Mungkin masih banyak lagi penelitian soal manfaat tembakau bagi kesehatan. Dan dengan adanya uji coba pengembangan tembakau sebagai vaksin Covid-19 bisa jadi momentum pengakuan tembakau yang tidak melulu bertentangan dengan kesehatan. Hari ini kita masih terus berharap tembakau dapat menjadi kunci melawan Covid-19, biarkan para ilmuwan dan sains yang menggali harapan tersebut.<\/p>\r\n","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6609","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":6606,"post_author":"878","post_date":"2020-04-02 11:33:35","post_date_gmt":"2020-04-02 04:33:35","post_content":"\n

Memasuki bulan ke empat wabah corona yang bermula dari Wuhan, Cina merebak di muka bumi, jumlah manusia yang positif terinfeksi Covid-19 sudah mendekati satu juta orang di seluruh dunia. Dari total jumlah tersebut, hampir 50 ribu penderitanya meninggal dunia.

\nDan ini belum usia. Hari-hari ke depan, jumlahnya akan kian bertambah. Belum ada yang bisa memastikan kapan wabah ini akan usai. Beberapa perkiraan berdasar hasil permodelan matematika memang sudah ada, namun itu sekadar perkiraan saja, hanya ramalan. Bukan sebuah kepastian.

\nSemua ini tidak bisa dianggap remeh, dan memang wabah ini bukan sesuatu yang remeh dan bisa diabaikan begitu saja. Namun begitu, statistika bisa menjebak banyak orang untuk meremehkan hal ini. Data-data kuantitatif berupa jejeran angka dan persentase dari wabah yang terjadi di muka bumi ini bisa menggiring manusia untuk meremehkan wabah ini.

\nTenang saja, peluang selamat jika tertular covid-19 itu mencapai 97 persen. Angka kematian dari corona ini hanya 3 persen saja, kecil jika dibanding dengan banyak penyakit lain atau virus yang menginfeksi manusia lain di dunia. Jadi biasa saja.

\nBetul, bersikap tenang memang perlu. Jangan panik lebih lagi sembrono. Tetapi, sikap tenang itu juga jangan sampai membawa ke sikap meremehkan dan menganggap enteng wabah covid-19 ini.

\nBetul 3 persen kematian itu kecil jika dibanding 97 persen kemungkinan selamat dari covid-19. Tapi ini sekadar tipuan statistika saja. Atau jika enggan dibilang tipuan, inis sekadar penyamaran statistika semata.

\nBisa jadi, virus covid-19 ini menjadi salah satu virus yang paling mudah tertular kepada manusia. Medium antara penularannya begitu banyak sehingga banyak orang mudah sekali terpapar virus jenis ini. Perkiraan ilmuwan, jika penanganan wabah ini tidak diusahakan semaksimal mungkin, atau menyerahkan pada mekanisme alamiah yang diberi istilah herd immunity, sekira 80 persen penduduk bumi pada akhirnya akan tertular virus ini. Artinya jika penduduk bumi saat ini kira-kira 4 milyar jiwa, yang akan tertular virus covid-19 sebanyak 3,2 milyar jiwa. Lantas 3 persen yang meninggal dunia akibat covid-19 dari 3,2 milyar jiwa itu berapa? 96 juta jiwa. Sebuah angka yang mengerikan.

\nMari kita bawa data-data statistika ini ke Indonesia. Meskipun angka penduduk Indonesia sudah lebih dari 250 juta jiwa, saya pakai angka 250 juta jiwa saja untuk menyederhanakan hitungan. 80 persen dari 250 juta jiwa akan tertular virus corona di Indonesia, angkanya sebanyak, 200 juta jiwa. Jumlah yang meninggal dunia dari 200 juta jiwa akan mencapai 6 juta jiwa.

\nLagi-lagi ini bukan angka yang sedikit dan bukan sebuah kasus yang bisa diremehkan. Seperenam saja yang meninggal dunia di negeri ini dari prediksi statistik yang dijabarkan ilmuwan perihal wabah corona ini, ini sudah menjadi sebuah bencana yang begitu besar di negeri ini. Jadi jangan sekali-kali meremehkan.

\nTetapi jangan pula panik dan bertindak gegabah karena data statistik ini, karena selain bisa menjebak ke arah meremehkan, pembacaan data statistik juga bisa menggiring menuju kepanikan berlebih. Setelah itu, karena panik yang berlebih, segala macam berita yang beredar lantas begitu saja dipercaya tanpa proses saring yang ketat terlebih dahulu. Lebih lagi jika menyadari data statistik itu, kemudian mencari cara agar bisa terhindar dari penularan virus corona tetapi tanpa menyaring berita-berita yang berseliweran di luar sana.

\nSudah terlalu banyak berita hoax yang beredar di luar sana yang memberi masukan dan anjuran apa saja yang mesti dilakukan dan mesti dikonsumsi agar terhindar dari penularan virus corona. Namun begitu, karena hoax yang beredar, alih-alih terhindar dari corona, malah bisa berakibat vatal yang membahayakan diri sendiri. Seperti contoh kasus di Arizona, Amerika Serikat misal.

\nKasus di Arizona ini terjadi memang bukan karena hoax, namun karena kepanikan berlebih. Mendapat kabar bahwa klorokuin yang biasa digunakan untuk obat malaria bisa digunakan untuk obat covid-19, sepasang suami istri karena ketakutann

\nya akan corona lantas mengonsumsi klorokuin. Namun mereka salah konsumsi karena saking paniknya. Yang mereka konsumsi bukan klorokuin yang biasa digunakan untuk obat malaria yang diderita manusia, tetapi klorokuin yang ada dalam obat penghilanv jamur pada ikan. Si suami meninggal dunia, istrinya kritis karena mengonsumsi klorokuin yang salah.

\nJadi jangan panik, jangan pula meremehkan, kita berada di pertengahan saja. Tetap waspada, tetap jaga kesehatan, jaga lingkungan sekitar, dan jaga jarak aman.<\/p>\n","post_title":"Membaca Data Statistika, Jangan Meremehkan atau Panik Berlebihan","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"membaca-data-statistika-jangan-meremehkan-atau-panik-berlebihan","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2020-04-02 11:33:42","post_modified_gmt":"2020-04-02 04:33:42","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6606","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":6603,"post_author":"878","post_date":"2020-04-01 12:02:48","post_date_gmt":"2020-04-01 05:02:48","post_content":"\n

Tahun 2020 bisa jadi menjadi tahun terberat bagi dua atau tiga generasi manusia yang masih hidup di muka bumi kini. Salah satu sebabnya, wabah corona yang menjalar hampir di seluruh wilayah bumi dalam waktu yang relatif singkat saja.

\nMulanya di Cina, virus corona atau yang lebih sering disebut Covid-19 lantas dengan begitu cepatnya menyebar ke penjuru bumi. Ketika virus ini mulai membikin masalah di kota Wuhan, Cina pada penghujung 2019, banyak orang masih menganggap remeh karena mengira virus ini setara virus flu biasa saja. Keadaan kemudian berubah drastis karena penularan covid-19 yang begitu cepat hingga akhirnya pada Januari 2020, Wuhan, dan hampir seluruh wilayah Cina dikarantina dengan ketat untuk menghambat penyebaran virus ini.

\nSayangnya, penyebaran virus sudah terlanjur terjadi. Covid-19 memang sejenis virus yang bandel karena mudah sekali berpindah inang lewat beberapa media antara. Covid-19 kemudian membikin daratan Eropa gempar. Italia, Spanyol, dan Perancis menjadi tiga negara yang mengalami dampak paling signifikan akibat penularan virus covid-19. Italia bahkan tercatat sebagai negara dengan korban meninggal dunia terbanyak di dunia akibat virus covid-19 ini.

\nIndonesia pun tak lepas dari terjangan wabah corona ini. Meskipun pada awalnya negara lewat pejabat-pejabatnya meyakinkan warga bahwa Indonesia aman dari virus corona, bahkan mereka menyisipkan guyonan dan kelakar tidak pada tempatnya hingga terkesan meremehkan agar masyarakat tenang dan tidak panik, pada akhirnya, pada awal Maret ditemukan kasus pertama positif covid-19 di Indonesia.

\nHingga hari ini, kenaikan positif Covid-19 masih terjadi di Indonesia. Per 31 Maret 2020, jumlah positif Covid-19 di Indonesia mencapai 1528 orang, naik 114 kasus dari hari sebelumnya. Dari total positif sebanyak itu, 136 orang meninggal dunia dan 81 orang dinyatakan sembuh. Ke depan, Indonesia masih akan menjalani hari-hari berat nan panjang hingga akhirnya wabah corona ini berakhir di Indonesia dan di seluruh penjuru bumi.

\nSembari menanti wabah corona ini berakhir, lantas apa yang mesti dan bisa dilakukan oleh kretekus di Indonesia?

\nYang pertama dan paling utama, tentu saja mematuhi dengan sukarela peraturan-peraturan yang sudah dibikin pemerintah, baik pusat juga daerah dalam rangka menanggulangi penyebaran virus covid-19 ini. Tanpa kesadaran dan kerelaan mematuhi peraturan yang telah diberlakukan pemerintah, bisa jadi kita malah akan menjadi beban bagi negara, juga menjadi vektor perantara penyebaran virus covid-19 itu.

\nSelanjutnya kretekus sebaiknya berada di rumah saja agar kampanye social distancing dan pysical distancing yang digalakkan pemerintah guna menghambat laju penebaran virus bisa efektif. Sembari tetap di rumah saja, kretekus mesti memperhatikan gaya hidup sehat dengan menjaga pola makan, mengonsumsi vitamin, dan rajin-rajin mandi dan cuci tangan.

\nJika kretekus adalah pekerja yang mesti tetap bekerja di luar rumah guna mencari rezeki sebagai pemenuhan kebutuhan harian keluarga, ikutilah prosedur pengamanan diri ketika anda keluar rumah. Pakai masker, jaga jarak aman, hindari kerumunan, dan beberapa protokol keluar rumah lain yang telah dikeluarkan oleh pihak berwenang di bidang kesehatan.

\nKemudian, jika Anda punya keahlian di bidang kesehatan, atau punya jiwa kerelawanan yang tinggi, kretekus bisa mendaftarkan diri menjadi sukarelawan medis dan non-medis dalam membantu upaya pemerintah menghadapi wabah yang menyebalkan ini. Pilihan ini sangat terbuka sembari tetap memperhatikan protokol kesehatan masing-masing. Karena, dalam kondisi seperti ini, kekurangan tenaga sangat mungkin dialami mereka yang berjuang di garis depan dalam memerangi wabah corona, peran relawan menjadi cukup penting untuk menutup kekurangan tenaga di lapangan.

\nYang terakhir, tetaplah merokok wahai kretekus. Merokok sembari tetap mematuhi peraturan-peraturan yang berlaku dalam dunia perkretekan. Jadilah perokok yang santun, dan tetap selalu menjadi perokok santun. Karena di tengah wabah semacam ini, rokok kretek bisa membantu anda dalam relaksasi, menjadi teman penghilang stres karena mesti terkurung lama di dalam rumah.

\nLebih dari itu, dengan tetap merokok, kita menyumbang kepada negara lewat cukai pada tiap batang rokok yang kita isap. Dari sana, kita juga ikut andil memerangi wabah corona karena banyak pemerintah daerah kini yang menggunakan Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBH-CHT) sebagai dana tambahan untuk memerangi wabah virus corona di daerahnya masing-masing.<\/p>\n","post_title":"Apa yang Bisa Kretekus Lakukan di Masa Wabah Corona Ini?","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"apa-yang-bisa-kretekus-lakukan-di-masa-wabah-corona-ini","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2020-04-01 12:02:55","post_modified_gmt":"2020-04-01 05:02:55","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6603","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":29},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"epic_block_3"};

\r\n

Dunia sedang terjangkit virus corona. Dunia sedang memeranginya. Para ilmuwan berlomba-lomba mencari vaksin untuk menghentikan serangan virus corona yang statusnya sudah mencapai wabah pandemik. Semua pihak bahu-membahu, bahkan ada yang menguji coba tembakau sebagai vaksin bagi virus corona. Ya, tembakau yang dicap sebagai musuh dalam dunia kesehatan kini dapat menjadi harapan bagi dunia kesehatan.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Harapan tembakau dapat menjadi vaksin<\/a> bagi virus corona datang dari salah satu perusahaan rokok terbesar di dunia, British American Tobacco (BAT). BAT mengembangkan vaksin bersama dengan anak perusahaan bioteknologi AS, Kentucky BioProcessing (KBP).<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Kentucky BioProcessing yang menjadi anak perusahaan dari BAT ini sejak 2014 sudah terlibat dalam kolaborasi dengan Mapp Biopharmaceutical Inc. dalam rangka pengembangan ZMapp yang merupakan obat Ebola. Meskipun obat ini belum dipasarkan.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Mungkin masih banyak pihak yang meragukan apa yang dikerjakan oleh BAT, hal ini dikarenakan industri rokok selalu dituding sebagai pabrik yang memproduksi penyakit bagi manusia. Perdebatan mengenai rokok dan kesehatan bagaikan magnet berbeda kutub yang hampir tidak pernah ada titik temunya.<\/p>\r\n

Tembakau sebagai Vaksin untuk Virus Corona<\/h3>\r\n\r\n\r\n\r\n

Rokok versus kesehatan bukan menjadi point penting pada usaha BAT yang mengembangkan vaksin virus corona, point penting yang harus menjadi konsern bagi seluruh ilmuwan dan publik adalah menyoal pengakuan bahwa tembakau merupakan tanaman yang dapat dimanfaatkan untuk dunia kesehatan.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Pertarungan antara industri rokok dan farmasi mengakibatkan frame tembakau secara determinan hanyalah berdampak negatif bagi kesehatan. Tembakau itu buruk dan harus dikendalikan bahkan dimusnahkan dari muka bumi.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Padahal tembakau sebagai komoditas yang telah ditanam dan dibudidayakan oleh manusia berabad-abad lamanya. Terbukti dimanfaatkan oleh manusia dalam kesehariannya melakukan berbagai aktifitas kehidupan. Tembakau<\/a> dimanfaatkan bukan hanya dimensi ekonomi semata, tapi juga dimensi sosial, budaya dan kesehatan masyarakat.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Oke balik lagi ke persoalan tembakau dapat menjadi harapan bagi pengembagan vaksin virus corona. Pertanyaannya, apa yang melandasi tembakau dapat dijadikan harapan tersebut?<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Menurut tim peneliti ahli yang mengembangkan tembakau sebagai vaksin mengatakan, vaksin yang sedang dalam pengembangan ini menggunakan teknologi tanaman tembakau yang cepat tumbuh, serta memiliki beberapa keunggulan dibanding teknologi vaksin konvensional. Di antaranya lebih aman lantaran tembakau tidak dapat menyimpan patogen yang dapat menyebabkan penyakit pada manusia.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Mereka baru-baru ini juga mengkloning sebagian dari urutan genetik COVID-19. Ini menyebabkan zat yang menginduksi produksi antibodi. Setelah itu, antigen kemudian dimasukkan ke dalam tanaman tembakau untuk reproduksi.<\/p>\r\n

Potensi Tembakau sebagai Obat<\/h3>\r\n\r\n\r\n\r\n

Penelitian mengenai tembakau dapat menginduksi antibodi bukanlah barang baru. Dr Toto Sudargo, peneliti dari Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta pernah meneliti komponen bioaktif yang terkandung di dalam tembakau memiliki manfaat bagi kesehatan.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Menurut Dr Toto, pada daun tembakau terdapat senyawa bioaktif seperti flavonoid dan fenol. Dua senyawa itu menjadi antioksidan yang dapat mencegah penyakit kanker, anti-karsinogen, anti-proliferasi, anti-flamasi, serta memberikan efek proteksi terhadap penyakit kardiovaskuler.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Selain itu di dalam daun tembakau juga terdapat vitamin C atau asam askorbat yang menjadi antioksidan dan dapat bereaksi dengan antiradikal bebas dengan cara memberikan efek proteksi sel.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Di dalam tembakau juga ada zinc (Zn) yang berguna dalam pembentukan struktur enzim dan protein yang bermanfaat bagi tubuh. Selain itu, menurut Dr Toto, tembakau juga mengandung minyak astiri (essential oil) yang dapat digunakan sebagai antibakteri dan antiseptik.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Mungkin masih banyak lagi penelitian soal manfaat tembakau bagi kesehatan. Dan dengan adanya uji coba pengembangan tembakau sebagai vaksin Covid-19 bisa jadi momentum pengakuan tembakau yang tidak melulu bertentangan dengan kesehatan. Hari ini kita masih terus berharap tembakau dapat menjadi kunci melawan Covid-19, biarkan para ilmuwan dan sains yang menggali harapan tersebut.<\/p>\r\n","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6609","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":6606,"post_author":"878","post_date":"2020-04-02 11:33:35","post_date_gmt":"2020-04-02 04:33:35","post_content":"\n

Memasuki bulan ke empat wabah corona yang bermula dari Wuhan, Cina merebak di muka bumi, jumlah manusia yang positif terinfeksi Covid-19 sudah mendekati satu juta orang di seluruh dunia. Dari total jumlah tersebut, hampir 50 ribu penderitanya meninggal dunia.

\nDan ini belum usia. Hari-hari ke depan, jumlahnya akan kian bertambah. Belum ada yang bisa memastikan kapan wabah ini akan usai. Beberapa perkiraan berdasar hasil permodelan matematika memang sudah ada, namun itu sekadar perkiraan saja, hanya ramalan. Bukan sebuah kepastian.

\nSemua ini tidak bisa dianggap remeh, dan memang wabah ini bukan sesuatu yang remeh dan bisa diabaikan begitu saja. Namun begitu, statistika bisa menjebak banyak orang untuk meremehkan hal ini. Data-data kuantitatif berupa jejeran angka dan persentase dari wabah yang terjadi di muka bumi ini bisa menggiring manusia untuk meremehkan wabah ini.

\nTenang saja, peluang selamat jika tertular covid-19 itu mencapai 97 persen. Angka kematian dari corona ini hanya 3 persen saja, kecil jika dibanding dengan banyak penyakit lain atau virus yang menginfeksi manusia lain di dunia. Jadi biasa saja.

\nBetul, bersikap tenang memang perlu. Jangan panik lebih lagi sembrono. Tetapi, sikap tenang itu juga jangan sampai membawa ke sikap meremehkan dan menganggap enteng wabah covid-19 ini.

\nBetul 3 persen kematian itu kecil jika dibanding 97 persen kemungkinan selamat dari covid-19. Tapi ini sekadar tipuan statistika saja. Atau jika enggan dibilang tipuan, inis sekadar penyamaran statistika semata.

\nBisa jadi, virus covid-19 ini menjadi salah satu virus yang paling mudah tertular kepada manusia. Medium antara penularannya begitu banyak sehingga banyak orang mudah sekali terpapar virus jenis ini. Perkiraan ilmuwan, jika penanganan wabah ini tidak diusahakan semaksimal mungkin, atau menyerahkan pada mekanisme alamiah yang diberi istilah herd immunity, sekira 80 persen penduduk bumi pada akhirnya akan tertular virus ini. Artinya jika penduduk bumi saat ini kira-kira 4 milyar jiwa, yang akan tertular virus covid-19 sebanyak 3,2 milyar jiwa. Lantas 3 persen yang meninggal dunia akibat covid-19 dari 3,2 milyar jiwa itu berapa? 96 juta jiwa. Sebuah angka yang mengerikan.

\nMari kita bawa data-data statistika ini ke Indonesia. Meskipun angka penduduk Indonesia sudah lebih dari 250 juta jiwa, saya pakai angka 250 juta jiwa saja untuk menyederhanakan hitungan. 80 persen dari 250 juta jiwa akan tertular virus corona di Indonesia, angkanya sebanyak, 200 juta jiwa. Jumlah yang meninggal dunia dari 200 juta jiwa akan mencapai 6 juta jiwa.

\nLagi-lagi ini bukan angka yang sedikit dan bukan sebuah kasus yang bisa diremehkan. Seperenam saja yang meninggal dunia di negeri ini dari prediksi statistik yang dijabarkan ilmuwan perihal wabah corona ini, ini sudah menjadi sebuah bencana yang begitu besar di negeri ini. Jadi jangan sekali-kali meremehkan.

\nTetapi jangan pula panik dan bertindak gegabah karena data statistik ini, karena selain bisa menjebak ke arah meremehkan, pembacaan data statistik juga bisa menggiring menuju kepanikan berlebih. Setelah itu, karena panik yang berlebih, segala macam berita yang beredar lantas begitu saja dipercaya tanpa proses saring yang ketat terlebih dahulu. Lebih lagi jika menyadari data statistik itu, kemudian mencari cara agar bisa terhindar dari penularan virus corona tetapi tanpa menyaring berita-berita yang berseliweran di luar sana.

\nSudah terlalu banyak berita hoax yang beredar di luar sana yang memberi masukan dan anjuran apa saja yang mesti dilakukan dan mesti dikonsumsi agar terhindar dari penularan virus corona. Namun begitu, karena hoax yang beredar, alih-alih terhindar dari corona, malah bisa berakibat vatal yang membahayakan diri sendiri. Seperti contoh kasus di Arizona, Amerika Serikat misal.

\nKasus di Arizona ini terjadi memang bukan karena hoax, namun karena kepanikan berlebih. Mendapat kabar bahwa klorokuin yang biasa digunakan untuk obat malaria bisa digunakan untuk obat covid-19, sepasang suami istri karena ketakutann

\nya akan corona lantas mengonsumsi klorokuin. Namun mereka salah konsumsi karena saking paniknya. Yang mereka konsumsi bukan klorokuin yang biasa digunakan untuk obat malaria yang diderita manusia, tetapi klorokuin yang ada dalam obat penghilanv jamur pada ikan. Si suami meninggal dunia, istrinya kritis karena mengonsumsi klorokuin yang salah.

\nJadi jangan panik, jangan pula meremehkan, kita berada di pertengahan saja. Tetap waspada, tetap jaga kesehatan, jaga lingkungan sekitar, dan jaga jarak aman.<\/p>\n","post_title":"Membaca Data Statistika, Jangan Meremehkan atau Panik Berlebihan","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"membaca-data-statistika-jangan-meremehkan-atau-panik-berlebihan","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2020-04-02 11:33:42","post_modified_gmt":"2020-04-02 04:33:42","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6606","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":6603,"post_author":"878","post_date":"2020-04-01 12:02:48","post_date_gmt":"2020-04-01 05:02:48","post_content":"\n

Tahun 2020 bisa jadi menjadi tahun terberat bagi dua atau tiga generasi manusia yang masih hidup di muka bumi kini. Salah satu sebabnya, wabah corona yang menjalar hampir di seluruh wilayah bumi dalam waktu yang relatif singkat saja.

\nMulanya di Cina, virus corona atau yang lebih sering disebut Covid-19 lantas dengan begitu cepatnya menyebar ke penjuru bumi. Ketika virus ini mulai membikin masalah di kota Wuhan, Cina pada penghujung 2019, banyak orang masih menganggap remeh karena mengira virus ini setara virus flu biasa saja. Keadaan kemudian berubah drastis karena penularan covid-19 yang begitu cepat hingga akhirnya pada Januari 2020, Wuhan, dan hampir seluruh wilayah Cina dikarantina dengan ketat untuk menghambat penyebaran virus ini.

\nSayangnya, penyebaran virus sudah terlanjur terjadi. Covid-19 memang sejenis virus yang bandel karena mudah sekali berpindah inang lewat beberapa media antara. Covid-19 kemudian membikin daratan Eropa gempar. Italia, Spanyol, dan Perancis menjadi tiga negara yang mengalami dampak paling signifikan akibat penularan virus covid-19. Italia bahkan tercatat sebagai negara dengan korban meninggal dunia terbanyak di dunia akibat virus covid-19 ini.

\nIndonesia pun tak lepas dari terjangan wabah corona ini. Meskipun pada awalnya negara lewat pejabat-pejabatnya meyakinkan warga bahwa Indonesia aman dari virus corona, bahkan mereka menyisipkan guyonan dan kelakar tidak pada tempatnya hingga terkesan meremehkan agar masyarakat tenang dan tidak panik, pada akhirnya, pada awal Maret ditemukan kasus pertama positif covid-19 di Indonesia.

\nHingga hari ini, kenaikan positif Covid-19 masih terjadi di Indonesia. Per 31 Maret 2020, jumlah positif Covid-19 di Indonesia mencapai 1528 orang, naik 114 kasus dari hari sebelumnya. Dari total positif sebanyak itu, 136 orang meninggal dunia dan 81 orang dinyatakan sembuh. Ke depan, Indonesia masih akan menjalani hari-hari berat nan panjang hingga akhirnya wabah corona ini berakhir di Indonesia dan di seluruh penjuru bumi.

\nSembari menanti wabah corona ini berakhir, lantas apa yang mesti dan bisa dilakukan oleh kretekus di Indonesia?

\nYang pertama dan paling utama, tentu saja mematuhi dengan sukarela peraturan-peraturan yang sudah dibikin pemerintah, baik pusat juga daerah dalam rangka menanggulangi penyebaran virus covid-19 ini. Tanpa kesadaran dan kerelaan mematuhi peraturan yang telah diberlakukan pemerintah, bisa jadi kita malah akan menjadi beban bagi negara, juga menjadi vektor perantara penyebaran virus covid-19 itu.

\nSelanjutnya kretekus sebaiknya berada di rumah saja agar kampanye social distancing dan pysical distancing yang digalakkan pemerintah guna menghambat laju penebaran virus bisa efektif. Sembari tetap di rumah saja, kretekus mesti memperhatikan gaya hidup sehat dengan menjaga pola makan, mengonsumsi vitamin, dan rajin-rajin mandi dan cuci tangan.

\nJika kretekus adalah pekerja yang mesti tetap bekerja di luar rumah guna mencari rezeki sebagai pemenuhan kebutuhan harian keluarga, ikutilah prosedur pengamanan diri ketika anda keluar rumah. Pakai masker, jaga jarak aman, hindari kerumunan, dan beberapa protokol keluar rumah lain yang telah dikeluarkan oleh pihak berwenang di bidang kesehatan.

\nKemudian, jika Anda punya keahlian di bidang kesehatan, atau punya jiwa kerelawanan yang tinggi, kretekus bisa mendaftarkan diri menjadi sukarelawan medis dan non-medis dalam membantu upaya pemerintah menghadapi wabah yang menyebalkan ini. Pilihan ini sangat terbuka sembari tetap memperhatikan protokol kesehatan masing-masing. Karena, dalam kondisi seperti ini, kekurangan tenaga sangat mungkin dialami mereka yang berjuang di garis depan dalam memerangi wabah corona, peran relawan menjadi cukup penting untuk menutup kekurangan tenaga di lapangan.

\nYang terakhir, tetaplah merokok wahai kretekus. Merokok sembari tetap mematuhi peraturan-peraturan yang berlaku dalam dunia perkretekan. Jadilah perokok yang santun, dan tetap selalu menjadi perokok santun. Karena di tengah wabah semacam ini, rokok kretek bisa membantu anda dalam relaksasi, menjadi teman penghilang stres karena mesti terkurung lama di dalam rumah.

\nLebih dari itu, dengan tetap merokok, kita menyumbang kepada negara lewat cukai pada tiap batang rokok yang kita isap. Dari sana, kita juga ikut andil memerangi wabah corona karena banyak pemerintah daerah kini yang menggunakan Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBH-CHT) sebagai dana tambahan untuk memerangi wabah virus corona di daerahnya masing-masing.<\/p>\n","post_title":"Apa yang Bisa Kretekus Lakukan di Masa Wabah Corona Ini?","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"apa-yang-bisa-kretekus-lakukan-di-masa-wabah-corona-ini","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2020-04-01 12:02:55","post_modified_gmt":"2020-04-01 05:02:55","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6603","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":29},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"epic_block_3"};

\r\n

Mungkin masih banyak lagi penelitian soal manfaat tembakau bagi kesehatan. Dan dengan adanya uji coba pengembangan tembakau sebagai vaksin Covid-19 bisa jadi momentum pengakuan tembakau yang tidak melulu bertentangan dengan kesehatan. Hari ini kita masih terus berharap tembakau dapat menjadi kunci melawan Covid-19, biarkan para ilmuwan dan sains yang menggali harapan tersebut.<\/p>\r\n","post_title":"Pemanfaatan Tembakau sebagai Vaksin untuk Virus Corona","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"virus-corona","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2023-09-13 11:21:34","post_modified_gmt":"2023-09-13 04:21:34","post_content_filtered":"\r\n

Dunia sedang terjangkit virus corona. Dunia sedang memeranginya. Para ilmuwan berlomba-lomba mencari vaksin untuk menghentikan serangan virus corona yang statusnya sudah mencapai wabah pandemik. Semua pihak bahu-membahu, bahkan ada yang menguji coba tembakau sebagai vaksin bagi virus corona. Ya, tembakau yang dicap sebagai musuh dalam dunia kesehatan kini dapat menjadi harapan bagi dunia kesehatan.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Harapan tembakau dapat menjadi vaksin<\/a> bagi virus corona datang dari salah satu perusahaan rokok terbesar di dunia, British American Tobacco (BAT). BAT mengembangkan vaksin bersama dengan anak perusahaan bioteknologi AS, Kentucky BioProcessing (KBP).<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Kentucky BioProcessing yang menjadi anak perusahaan dari BAT ini sejak 2014 sudah terlibat dalam kolaborasi dengan Mapp Biopharmaceutical Inc. dalam rangka pengembangan ZMapp yang merupakan obat Ebola. Meskipun obat ini belum dipasarkan.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Mungkin masih banyak pihak yang meragukan apa yang dikerjakan oleh BAT, hal ini dikarenakan industri rokok selalu dituding sebagai pabrik yang memproduksi penyakit bagi manusia. Perdebatan mengenai rokok dan kesehatan bagaikan magnet berbeda kutub yang hampir tidak pernah ada titik temunya.<\/p>\r\n

Tembakau sebagai Vaksin untuk Virus Corona<\/h3>\r\n\r\n\r\n\r\n

Rokok versus kesehatan bukan menjadi point penting pada usaha BAT yang mengembangkan vaksin virus corona, point penting yang harus menjadi konsern bagi seluruh ilmuwan dan publik adalah menyoal pengakuan bahwa tembakau merupakan tanaman yang dapat dimanfaatkan untuk dunia kesehatan.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Pertarungan antara industri rokok dan farmasi mengakibatkan frame tembakau secara determinan hanyalah berdampak negatif bagi kesehatan. Tembakau itu buruk dan harus dikendalikan bahkan dimusnahkan dari muka bumi.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Padahal tembakau sebagai komoditas yang telah ditanam dan dibudidayakan oleh manusia berabad-abad lamanya. Terbukti dimanfaatkan oleh manusia dalam kesehariannya melakukan berbagai aktifitas kehidupan. Tembakau<\/a> dimanfaatkan bukan hanya dimensi ekonomi semata, tapi juga dimensi sosial, budaya dan kesehatan masyarakat.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Oke balik lagi ke persoalan tembakau dapat menjadi harapan bagi pengembagan vaksin virus corona. Pertanyaannya, apa yang melandasi tembakau dapat dijadikan harapan tersebut?<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Menurut tim peneliti ahli yang mengembangkan tembakau sebagai vaksin mengatakan, vaksin yang sedang dalam pengembangan ini menggunakan teknologi tanaman tembakau yang cepat tumbuh, serta memiliki beberapa keunggulan dibanding teknologi vaksin konvensional. Di antaranya lebih aman lantaran tembakau tidak dapat menyimpan patogen yang dapat menyebabkan penyakit pada manusia.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Mereka baru-baru ini juga mengkloning sebagian dari urutan genetik COVID-19. Ini menyebabkan zat yang menginduksi produksi antibodi. Setelah itu, antigen kemudian dimasukkan ke dalam tanaman tembakau untuk reproduksi.<\/p>\r\n

Potensi Tembakau sebagai Obat<\/h3>\r\n\r\n\r\n\r\n

Penelitian mengenai tembakau dapat menginduksi antibodi bukanlah barang baru. Dr Toto Sudargo, peneliti dari Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta pernah meneliti komponen bioaktif yang terkandung di dalam tembakau memiliki manfaat bagi kesehatan.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Menurut Dr Toto, pada daun tembakau terdapat senyawa bioaktif seperti flavonoid dan fenol. Dua senyawa itu menjadi antioksidan yang dapat mencegah penyakit kanker, anti-karsinogen, anti-proliferasi, anti-flamasi, serta memberikan efek proteksi terhadap penyakit kardiovaskuler.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Selain itu di dalam daun tembakau juga terdapat vitamin C atau asam askorbat yang menjadi antioksidan dan dapat bereaksi dengan antiradikal bebas dengan cara memberikan efek proteksi sel.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Di dalam tembakau juga ada zinc (Zn) yang berguna dalam pembentukan struktur enzim dan protein yang bermanfaat bagi tubuh. Selain itu, menurut Dr Toto, tembakau juga mengandung minyak astiri (essential oil) yang dapat digunakan sebagai antibakteri dan antiseptik.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Mungkin masih banyak lagi penelitian soal manfaat tembakau bagi kesehatan. Dan dengan adanya uji coba pengembangan tembakau sebagai vaksin Covid-19 bisa jadi momentum pengakuan tembakau yang tidak melulu bertentangan dengan kesehatan. Hari ini kita masih terus berharap tembakau dapat menjadi kunci melawan Covid-19, biarkan para ilmuwan dan sains yang menggali harapan tersebut.<\/p>\r\n","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6609","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":6606,"post_author":"878","post_date":"2020-04-02 11:33:35","post_date_gmt":"2020-04-02 04:33:35","post_content":"\n

Memasuki bulan ke empat wabah corona yang bermula dari Wuhan, Cina merebak di muka bumi, jumlah manusia yang positif terinfeksi Covid-19 sudah mendekati satu juta orang di seluruh dunia. Dari total jumlah tersebut, hampir 50 ribu penderitanya meninggal dunia.

\nDan ini belum usia. Hari-hari ke depan, jumlahnya akan kian bertambah. Belum ada yang bisa memastikan kapan wabah ini akan usai. Beberapa perkiraan berdasar hasil permodelan matematika memang sudah ada, namun itu sekadar perkiraan saja, hanya ramalan. Bukan sebuah kepastian.

\nSemua ini tidak bisa dianggap remeh, dan memang wabah ini bukan sesuatu yang remeh dan bisa diabaikan begitu saja. Namun begitu, statistika bisa menjebak banyak orang untuk meremehkan hal ini. Data-data kuantitatif berupa jejeran angka dan persentase dari wabah yang terjadi di muka bumi ini bisa menggiring manusia untuk meremehkan wabah ini.

\nTenang saja, peluang selamat jika tertular covid-19 itu mencapai 97 persen. Angka kematian dari corona ini hanya 3 persen saja, kecil jika dibanding dengan banyak penyakit lain atau virus yang menginfeksi manusia lain di dunia. Jadi biasa saja.

\nBetul, bersikap tenang memang perlu. Jangan panik lebih lagi sembrono. Tetapi, sikap tenang itu juga jangan sampai membawa ke sikap meremehkan dan menganggap enteng wabah covid-19 ini.

\nBetul 3 persen kematian itu kecil jika dibanding 97 persen kemungkinan selamat dari covid-19. Tapi ini sekadar tipuan statistika saja. Atau jika enggan dibilang tipuan, inis sekadar penyamaran statistika semata.

\nBisa jadi, virus covid-19 ini menjadi salah satu virus yang paling mudah tertular kepada manusia. Medium antara penularannya begitu banyak sehingga banyak orang mudah sekali terpapar virus jenis ini. Perkiraan ilmuwan, jika penanganan wabah ini tidak diusahakan semaksimal mungkin, atau menyerahkan pada mekanisme alamiah yang diberi istilah herd immunity, sekira 80 persen penduduk bumi pada akhirnya akan tertular virus ini. Artinya jika penduduk bumi saat ini kira-kira 4 milyar jiwa, yang akan tertular virus covid-19 sebanyak 3,2 milyar jiwa. Lantas 3 persen yang meninggal dunia akibat covid-19 dari 3,2 milyar jiwa itu berapa? 96 juta jiwa. Sebuah angka yang mengerikan.

\nMari kita bawa data-data statistika ini ke Indonesia. Meskipun angka penduduk Indonesia sudah lebih dari 250 juta jiwa, saya pakai angka 250 juta jiwa saja untuk menyederhanakan hitungan. 80 persen dari 250 juta jiwa akan tertular virus corona di Indonesia, angkanya sebanyak, 200 juta jiwa. Jumlah yang meninggal dunia dari 200 juta jiwa akan mencapai 6 juta jiwa.

\nLagi-lagi ini bukan angka yang sedikit dan bukan sebuah kasus yang bisa diremehkan. Seperenam saja yang meninggal dunia di negeri ini dari prediksi statistik yang dijabarkan ilmuwan perihal wabah corona ini, ini sudah menjadi sebuah bencana yang begitu besar di negeri ini. Jadi jangan sekali-kali meremehkan.

\nTetapi jangan pula panik dan bertindak gegabah karena data statistik ini, karena selain bisa menjebak ke arah meremehkan, pembacaan data statistik juga bisa menggiring menuju kepanikan berlebih. Setelah itu, karena panik yang berlebih, segala macam berita yang beredar lantas begitu saja dipercaya tanpa proses saring yang ketat terlebih dahulu. Lebih lagi jika menyadari data statistik itu, kemudian mencari cara agar bisa terhindar dari penularan virus corona tetapi tanpa menyaring berita-berita yang berseliweran di luar sana.

\nSudah terlalu banyak berita hoax yang beredar di luar sana yang memberi masukan dan anjuran apa saja yang mesti dilakukan dan mesti dikonsumsi agar terhindar dari penularan virus corona. Namun begitu, karena hoax yang beredar, alih-alih terhindar dari corona, malah bisa berakibat vatal yang membahayakan diri sendiri. Seperti contoh kasus di Arizona, Amerika Serikat misal.

\nKasus di Arizona ini terjadi memang bukan karena hoax, namun karena kepanikan berlebih. Mendapat kabar bahwa klorokuin yang biasa digunakan untuk obat malaria bisa digunakan untuk obat covid-19, sepasang suami istri karena ketakutann

\nya akan corona lantas mengonsumsi klorokuin. Namun mereka salah konsumsi karena saking paniknya. Yang mereka konsumsi bukan klorokuin yang biasa digunakan untuk obat malaria yang diderita manusia, tetapi klorokuin yang ada dalam obat penghilanv jamur pada ikan. Si suami meninggal dunia, istrinya kritis karena mengonsumsi klorokuin yang salah.

\nJadi jangan panik, jangan pula meremehkan, kita berada di pertengahan saja. Tetap waspada, tetap jaga kesehatan, jaga lingkungan sekitar, dan jaga jarak aman.<\/p>\n","post_title":"Membaca Data Statistika, Jangan Meremehkan atau Panik Berlebihan","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"membaca-data-statistika-jangan-meremehkan-atau-panik-berlebihan","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2020-04-02 11:33:42","post_modified_gmt":"2020-04-02 04:33:42","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6606","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":6603,"post_author":"878","post_date":"2020-04-01 12:02:48","post_date_gmt":"2020-04-01 05:02:48","post_content":"\n

Tahun 2020 bisa jadi menjadi tahun terberat bagi dua atau tiga generasi manusia yang masih hidup di muka bumi kini. Salah satu sebabnya, wabah corona yang menjalar hampir di seluruh wilayah bumi dalam waktu yang relatif singkat saja.

\nMulanya di Cina, virus corona atau yang lebih sering disebut Covid-19 lantas dengan begitu cepatnya menyebar ke penjuru bumi. Ketika virus ini mulai membikin masalah di kota Wuhan, Cina pada penghujung 2019, banyak orang masih menganggap remeh karena mengira virus ini setara virus flu biasa saja. Keadaan kemudian berubah drastis karena penularan covid-19 yang begitu cepat hingga akhirnya pada Januari 2020, Wuhan, dan hampir seluruh wilayah Cina dikarantina dengan ketat untuk menghambat penyebaran virus ini.

\nSayangnya, penyebaran virus sudah terlanjur terjadi. Covid-19 memang sejenis virus yang bandel karena mudah sekali berpindah inang lewat beberapa media antara. Covid-19 kemudian membikin daratan Eropa gempar. Italia, Spanyol, dan Perancis menjadi tiga negara yang mengalami dampak paling signifikan akibat penularan virus covid-19. Italia bahkan tercatat sebagai negara dengan korban meninggal dunia terbanyak di dunia akibat virus covid-19 ini.

\nIndonesia pun tak lepas dari terjangan wabah corona ini. Meskipun pada awalnya negara lewat pejabat-pejabatnya meyakinkan warga bahwa Indonesia aman dari virus corona, bahkan mereka menyisipkan guyonan dan kelakar tidak pada tempatnya hingga terkesan meremehkan agar masyarakat tenang dan tidak panik, pada akhirnya, pada awal Maret ditemukan kasus pertama positif covid-19 di Indonesia.

\nHingga hari ini, kenaikan positif Covid-19 masih terjadi di Indonesia. Per 31 Maret 2020, jumlah positif Covid-19 di Indonesia mencapai 1528 orang, naik 114 kasus dari hari sebelumnya. Dari total positif sebanyak itu, 136 orang meninggal dunia dan 81 orang dinyatakan sembuh. Ke depan, Indonesia masih akan menjalani hari-hari berat nan panjang hingga akhirnya wabah corona ini berakhir di Indonesia dan di seluruh penjuru bumi.

\nSembari menanti wabah corona ini berakhir, lantas apa yang mesti dan bisa dilakukan oleh kretekus di Indonesia?

\nYang pertama dan paling utama, tentu saja mematuhi dengan sukarela peraturan-peraturan yang sudah dibikin pemerintah, baik pusat juga daerah dalam rangka menanggulangi penyebaran virus covid-19 ini. Tanpa kesadaran dan kerelaan mematuhi peraturan yang telah diberlakukan pemerintah, bisa jadi kita malah akan menjadi beban bagi negara, juga menjadi vektor perantara penyebaran virus covid-19 itu.

\nSelanjutnya kretekus sebaiknya berada di rumah saja agar kampanye social distancing dan pysical distancing yang digalakkan pemerintah guna menghambat laju penebaran virus bisa efektif. Sembari tetap di rumah saja, kretekus mesti memperhatikan gaya hidup sehat dengan menjaga pola makan, mengonsumsi vitamin, dan rajin-rajin mandi dan cuci tangan.

\nJika kretekus adalah pekerja yang mesti tetap bekerja di luar rumah guna mencari rezeki sebagai pemenuhan kebutuhan harian keluarga, ikutilah prosedur pengamanan diri ketika anda keluar rumah. Pakai masker, jaga jarak aman, hindari kerumunan, dan beberapa protokol keluar rumah lain yang telah dikeluarkan oleh pihak berwenang di bidang kesehatan.

\nKemudian, jika Anda punya keahlian di bidang kesehatan, atau punya jiwa kerelawanan yang tinggi, kretekus bisa mendaftarkan diri menjadi sukarelawan medis dan non-medis dalam membantu upaya pemerintah menghadapi wabah yang menyebalkan ini. Pilihan ini sangat terbuka sembari tetap memperhatikan protokol kesehatan masing-masing. Karena, dalam kondisi seperti ini, kekurangan tenaga sangat mungkin dialami mereka yang berjuang di garis depan dalam memerangi wabah corona, peran relawan menjadi cukup penting untuk menutup kekurangan tenaga di lapangan.

\nYang terakhir, tetaplah merokok wahai kretekus. Merokok sembari tetap mematuhi peraturan-peraturan yang berlaku dalam dunia perkretekan. Jadilah perokok yang santun, dan tetap selalu menjadi perokok santun. Karena di tengah wabah semacam ini, rokok kretek bisa membantu anda dalam relaksasi, menjadi teman penghilang stres karena mesti terkurung lama di dalam rumah.

\nLebih dari itu, dengan tetap merokok, kita menyumbang kepada negara lewat cukai pada tiap batang rokok yang kita isap. Dari sana, kita juga ikut andil memerangi wabah corona karena banyak pemerintah daerah kini yang menggunakan Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBH-CHT) sebagai dana tambahan untuk memerangi wabah virus corona di daerahnya masing-masing.<\/p>\n","post_title":"Apa yang Bisa Kretekus Lakukan di Masa Wabah Corona Ini?","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"apa-yang-bisa-kretekus-lakukan-di-masa-wabah-corona-ini","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2020-04-01 12:02:55","post_modified_gmt":"2020-04-01 05:02:55","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6603","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":29},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"epic_block_3"};

\r\n

Di dalam tembakau juga ada zinc (Zn) yang berguna dalam pembentukan struktur enzim dan protein yang bermanfaat bagi tubuh. Selain itu, menurut Dr Toto, tembakau juga mengandung minyak astiri (essential oil) yang dapat digunakan sebagai antibakteri dan antiseptik.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Mungkin masih banyak lagi penelitian soal manfaat tembakau bagi kesehatan. Dan dengan adanya uji coba pengembangan tembakau sebagai vaksin Covid-19 bisa jadi momentum pengakuan tembakau yang tidak melulu bertentangan dengan kesehatan. Hari ini kita masih terus berharap tembakau dapat menjadi kunci melawan Covid-19, biarkan para ilmuwan dan sains yang menggali harapan tersebut.<\/p>\r\n","post_title":"Pemanfaatan Tembakau sebagai Vaksin untuk Virus Corona","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"virus-corona","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2023-09-13 11:21:34","post_modified_gmt":"2023-09-13 04:21:34","post_content_filtered":"\r\n

Dunia sedang terjangkit virus corona. Dunia sedang memeranginya. Para ilmuwan berlomba-lomba mencari vaksin untuk menghentikan serangan virus corona yang statusnya sudah mencapai wabah pandemik. Semua pihak bahu-membahu, bahkan ada yang menguji coba tembakau sebagai vaksin bagi virus corona. Ya, tembakau yang dicap sebagai musuh dalam dunia kesehatan kini dapat menjadi harapan bagi dunia kesehatan.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Harapan tembakau dapat menjadi vaksin<\/a> bagi virus corona datang dari salah satu perusahaan rokok terbesar di dunia, British American Tobacco (BAT). BAT mengembangkan vaksin bersama dengan anak perusahaan bioteknologi AS, Kentucky BioProcessing (KBP).<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Kentucky BioProcessing yang menjadi anak perusahaan dari BAT ini sejak 2014 sudah terlibat dalam kolaborasi dengan Mapp Biopharmaceutical Inc. dalam rangka pengembangan ZMapp yang merupakan obat Ebola. Meskipun obat ini belum dipasarkan.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Mungkin masih banyak pihak yang meragukan apa yang dikerjakan oleh BAT, hal ini dikarenakan industri rokok selalu dituding sebagai pabrik yang memproduksi penyakit bagi manusia. Perdebatan mengenai rokok dan kesehatan bagaikan magnet berbeda kutub yang hampir tidak pernah ada titik temunya.<\/p>\r\n

Tembakau sebagai Vaksin untuk Virus Corona<\/h3>\r\n\r\n\r\n\r\n

Rokok versus kesehatan bukan menjadi point penting pada usaha BAT yang mengembangkan vaksin virus corona, point penting yang harus menjadi konsern bagi seluruh ilmuwan dan publik adalah menyoal pengakuan bahwa tembakau merupakan tanaman yang dapat dimanfaatkan untuk dunia kesehatan.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Pertarungan antara industri rokok dan farmasi mengakibatkan frame tembakau secara determinan hanyalah berdampak negatif bagi kesehatan. Tembakau itu buruk dan harus dikendalikan bahkan dimusnahkan dari muka bumi.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Padahal tembakau sebagai komoditas yang telah ditanam dan dibudidayakan oleh manusia berabad-abad lamanya. Terbukti dimanfaatkan oleh manusia dalam kesehariannya melakukan berbagai aktifitas kehidupan. Tembakau<\/a> dimanfaatkan bukan hanya dimensi ekonomi semata, tapi juga dimensi sosial, budaya dan kesehatan masyarakat.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Oke balik lagi ke persoalan tembakau dapat menjadi harapan bagi pengembagan vaksin virus corona. Pertanyaannya, apa yang melandasi tembakau dapat dijadikan harapan tersebut?<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Menurut tim peneliti ahli yang mengembangkan tembakau sebagai vaksin mengatakan, vaksin yang sedang dalam pengembangan ini menggunakan teknologi tanaman tembakau yang cepat tumbuh, serta memiliki beberapa keunggulan dibanding teknologi vaksin konvensional. Di antaranya lebih aman lantaran tembakau tidak dapat menyimpan patogen yang dapat menyebabkan penyakit pada manusia.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Mereka baru-baru ini juga mengkloning sebagian dari urutan genetik COVID-19. Ini menyebabkan zat yang menginduksi produksi antibodi. Setelah itu, antigen kemudian dimasukkan ke dalam tanaman tembakau untuk reproduksi.<\/p>\r\n

Potensi Tembakau sebagai Obat<\/h3>\r\n\r\n\r\n\r\n

Penelitian mengenai tembakau dapat menginduksi antibodi bukanlah barang baru. Dr Toto Sudargo, peneliti dari Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta pernah meneliti komponen bioaktif yang terkandung di dalam tembakau memiliki manfaat bagi kesehatan.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Menurut Dr Toto, pada daun tembakau terdapat senyawa bioaktif seperti flavonoid dan fenol. Dua senyawa itu menjadi antioksidan yang dapat mencegah penyakit kanker, anti-karsinogen, anti-proliferasi, anti-flamasi, serta memberikan efek proteksi terhadap penyakit kardiovaskuler.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Selain itu di dalam daun tembakau juga terdapat vitamin C atau asam askorbat yang menjadi antioksidan dan dapat bereaksi dengan antiradikal bebas dengan cara memberikan efek proteksi sel.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Di dalam tembakau juga ada zinc (Zn) yang berguna dalam pembentukan struktur enzim dan protein yang bermanfaat bagi tubuh. Selain itu, menurut Dr Toto, tembakau juga mengandung minyak astiri (essential oil) yang dapat digunakan sebagai antibakteri dan antiseptik.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Mungkin masih banyak lagi penelitian soal manfaat tembakau bagi kesehatan. Dan dengan adanya uji coba pengembangan tembakau sebagai vaksin Covid-19 bisa jadi momentum pengakuan tembakau yang tidak melulu bertentangan dengan kesehatan. Hari ini kita masih terus berharap tembakau dapat menjadi kunci melawan Covid-19, biarkan para ilmuwan dan sains yang menggali harapan tersebut.<\/p>\r\n","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6609","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":6606,"post_author":"878","post_date":"2020-04-02 11:33:35","post_date_gmt":"2020-04-02 04:33:35","post_content":"\n

Memasuki bulan ke empat wabah corona yang bermula dari Wuhan, Cina merebak di muka bumi, jumlah manusia yang positif terinfeksi Covid-19 sudah mendekati satu juta orang di seluruh dunia. Dari total jumlah tersebut, hampir 50 ribu penderitanya meninggal dunia.

\nDan ini belum usia. Hari-hari ke depan, jumlahnya akan kian bertambah. Belum ada yang bisa memastikan kapan wabah ini akan usai. Beberapa perkiraan berdasar hasil permodelan matematika memang sudah ada, namun itu sekadar perkiraan saja, hanya ramalan. Bukan sebuah kepastian.

\nSemua ini tidak bisa dianggap remeh, dan memang wabah ini bukan sesuatu yang remeh dan bisa diabaikan begitu saja. Namun begitu, statistika bisa menjebak banyak orang untuk meremehkan hal ini. Data-data kuantitatif berupa jejeran angka dan persentase dari wabah yang terjadi di muka bumi ini bisa menggiring manusia untuk meremehkan wabah ini.

\nTenang saja, peluang selamat jika tertular covid-19 itu mencapai 97 persen. Angka kematian dari corona ini hanya 3 persen saja, kecil jika dibanding dengan banyak penyakit lain atau virus yang menginfeksi manusia lain di dunia. Jadi biasa saja.

\nBetul, bersikap tenang memang perlu. Jangan panik lebih lagi sembrono. Tetapi, sikap tenang itu juga jangan sampai membawa ke sikap meremehkan dan menganggap enteng wabah covid-19 ini.

\nBetul 3 persen kematian itu kecil jika dibanding 97 persen kemungkinan selamat dari covid-19. Tapi ini sekadar tipuan statistika saja. Atau jika enggan dibilang tipuan, inis sekadar penyamaran statistika semata.

\nBisa jadi, virus covid-19 ini menjadi salah satu virus yang paling mudah tertular kepada manusia. Medium antara penularannya begitu banyak sehingga banyak orang mudah sekali terpapar virus jenis ini. Perkiraan ilmuwan, jika penanganan wabah ini tidak diusahakan semaksimal mungkin, atau menyerahkan pada mekanisme alamiah yang diberi istilah herd immunity, sekira 80 persen penduduk bumi pada akhirnya akan tertular virus ini. Artinya jika penduduk bumi saat ini kira-kira 4 milyar jiwa, yang akan tertular virus covid-19 sebanyak 3,2 milyar jiwa. Lantas 3 persen yang meninggal dunia akibat covid-19 dari 3,2 milyar jiwa itu berapa? 96 juta jiwa. Sebuah angka yang mengerikan.

\nMari kita bawa data-data statistika ini ke Indonesia. Meskipun angka penduduk Indonesia sudah lebih dari 250 juta jiwa, saya pakai angka 250 juta jiwa saja untuk menyederhanakan hitungan. 80 persen dari 250 juta jiwa akan tertular virus corona di Indonesia, angkanya sebanyak, 200 juta jiwa. Jumlah yang meninggal dunia dari 200 juta jiwa akan mencapai 6 juta jiwa.

\nLagi-lagi ini bukan angka yang sedikit dan bukan sebuah kasus yang bisa diremehkan. Seperenam saja yang meninggal dunia di negeri ini dari prediksi statistik yang dijabarkan ilmuwan perihal wabah corona ini, ini sudah menjadi sebuah bencana yang begitu besar di negeri ini. Jadi jangan sekali-kali meremehkan.

\nTetapi jangan pula panik dan bertindak gegabah karena data statistik ini, karena selain bisa menjebak ke arah meremehkan, pembacaan data statistik juga bisa menggiring menuju kepanikan berlebih. Setelah itu, karena panik yang berlebih, segala macam berita yang beredar lantas begitu saja dipercaya tanpa proses saring yang ketat terlebih dahulu. Lebih lagi jika menyadari data statistik itu, kemudian mencari cara agar bisa terhindar dari penularan virus corona tetapi tanpa menyaring berita-berita yang berseliweran di luar sana.

\nSudah terlalu banyak berita hoax yang beredar di luar sana yang memberi masukan dan anjuran apa saja yang mesti dilakukan dan mesti dikonsumsi agar terhindar dari penularan virus corona. Namun begitu, karena hoax yang beredar, alih-alih terhindar dari corona, malah bisa berakibat vatal yang membahayakan diri sendiri. Seperti contoh kasus di Arizona, Amerika Serikat misal.

\nKasus di Arizona ini terjadi memang bukan karena hoax, namun karena kepanikan berlebih. Mendapat kabar bahwa klorokuin yang biasa digunakan untuk obat malaria bisa digunakan untuk obat covid-19, sepasang suami istri karena ketakutann

\nya akan corona lantas mengonsumsi klorokuin. Namun mereka salah konsumsi karena saking paniknya. Yang mereka konsumsi bukan klorokuin yang biasa digunakan untuk obat malaria yang diderita manusia, tetapi klorokuin yang ada dalam obat penghilanv jamur pada ikan. Si suami meninggal dunia, istrinya kritis karena mengonsumsi klorokuin yang salah.

\nJadi jangan panik, jangan pula meremehkan, kita berada di pertengahan saja. Tetap waspada, tetap jaga kesehatan, jaga lingkungan sekitar, dan jaga jarak aman.<\/p>\n","post_title":"Membaca Data Statistika, Jangan Meremehkan atau Panik Berlebihan","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"membaca-data-statistika-jangan-meremehkan-atau-panik-berlebihan","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2020-04-02 11:33:42","post_modified_gmt":"2020-04-02 04:33:42","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6606","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":6603,"post_author":"878","post_date":"2020-04-01 12:02:48","post_date_gmt":"2020-04-01 05:02:48","post_content":"\n

Tahun 2020 bisa jadi menjadi tahun terberat bagi dua atau tiga generasi manusia yang masih hidup di muka bumi kini. Salah satu sebabnya, wabah corona yang menjalar hampir di seluruh wilayah bumi dalam waktu yang relatif singkat saja.

\nMulanya di Cina, virus corona atau yang lebih sering disebut Covid-19 lantas dengan begitu cepatnya menyebar ke penjuru bumi. Ketika virus ini mulai membikin masalah di kota Wuhan, Cina pada penghujung 2019, banyak orang masih menganggap remeh karena mengira virus ini setara virus flu biasa saja. Keadaan kemudian berubah drastis karena penularan covid-19 yang begitu cepat hingga akhirnya pada Januari 2020, Wuhan, dan hampir seluruh wilayah Cina dikarantina dengan ketat untuk menghambat penyebaran virus ini.

\nSayangnya, penyebaran virus sudah terlanjur terjadi. Covid-19 memang sejenis virus yang bandel karena mudah sekali berpindah inang lewat beberapa media antara. Covid-19 kemudian membikin daratan Eropa gempar. Italia, Spanyol, dan Perancis menjadi tiga negara yang mengalami dampak paling signifikan akibat penularan virus covid-19. Italia bahkan tercatat sebagai negara dengan korban meninggal dunia terbanyak di dunia akibat virus covid-19 ini.

\nIndonesia pun tak lepas dari terjangan wabah corona ini. Meskipun pada awalnya negara lewat pejabat-pejabatnya meyakinkan warga bahwa Indonesia aman dari virus corona, bahkan mereka menyisipkan guyonan dan kelakar tidak pada tempatnya hingga terkesan meremehkan agar masyarakat tenang dan tidak panik, pada akhirnya, pada awal Maret ditemukan kasus pertama positif covid-19 di Indonesia.

\nHingga hari ini, kenaikan positif Covid-19 masih terjadi di Indonesia. Per 31 Maret 2020, jumlah positif Covid-19 di Indonesia mencapai 1528 orang, naik 114 kasus dari hari sebelumnya. Dari total positif sebanyak itu, 136 orang meninggal dunia dan 81 orang dinyatakan sembuh. Ke depan, Indonesia masih akan menjalani hari-hari berat nan panjang hingga akhirnya wabah corona ini berakhir di Indonesia dan di seluruh penjuru bumi.

\nSembari menanti wabah corona ini berakhir, lantas apa yang mesti dan bisa dilakukan oleh kretekus di Indonesia?

\nYang pertama dan paling utama, tentu saja mematuhi dengan sukarela peraturan-peraturan yang sudah dibikin pemerintah, baik pusat juga daerah dalam rangka menanggulangi penyebaran virus covid-19 ini. Tanpa kesadaran dan kerelaan mematuhi peraturan yang telah diberlakukan pemerintah, bisa jadi kita malah akan menjadi beban bagi negara, juga menjadi vektor perantara penyebaran virus covid-19 itu.

\nSelanjutnya kretekus sebaiknya berada di rumah saja agar kampanye social distancing dan pysical distancing yang digalakkan pemerintah guna menghambat laju penebaran virus bisa efektif. Sembari tetap di rumah saja, kretekus mesti memperhatikan gaya hidup sehat dengan menjaga pola makan, mengonsumsi vitamin, dan rajin-rajin mandi dan cuci tangan.

\nJika kretekus adalah pekerja yang mesti tetap bekerja di luar rumah guna mencari rezeki sebagai pemenuhan kebutuhan harian keluarga, ikutilah prosedur pengamanan diri ketika anda keluar rumah. Pakai masker, jaga jarak aman, hindari kerumunan, dan beberapa protokol keluar rumah lain yang telah dikeluarkan oleh pihak berwenang di bidang kesehatan.

\nKemudian, jika Anda punya keahlian di bidang kesehatan, atau punya jiwa kerelawanan yang tinggi, kretekus bisa mendaftarkan diri menjadi sukarelawan medis dan non-medis dalam membantu upaya pemerintah menghadapi wabah yang menyebalkan ini. Pilihan ini sangat terbuka sembari tetap memperhatikan protokol kesehatan masing-masing. Karena, dalam kondisi seperti ini, kekurangan tenaga sangat mungkin dialami mereka yang berjuang di garis depan dalam memerangi wabah corona, peran relawan menjadi cukup penting untuk menutup kekurangan tenaga di lapangan.

\nYang terakhir, tetaplah merokok wahai kretekus. Merokok sembari tetap mematuhi peraturan-peraturan yang berlaku dalam dunia perkretekan. Jadilah perokok yang santun, dan tetap selalu menjadi perokok santun. Karena di tengah wabah semacam ini, rokok kretek bisa membantu anda dalam relaksasi, menjadi teman penghilang stres karena mesti terkurung lama di dalam rumah.

\nLebih dari itu, dengan tetap merokok, kita menyumbang kepada negara lewat cukai pada tiap batang rokok yang kita isap. Dari sana, kita juga ikut andil memerangi wabah corona karena banyak pemerintah daerah kini yang menggunakan Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBH-CHT) sebagai dana tambahan untuk memerangi wabah virus corona di daerahnya masing-masing.<\/p>\n","post_title":"Apa yang Bisa Kretekus Lakukan di Masa Wabah Corona Ini?","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"apa-yang-bisa-kretekus-lakukan-di-masa-wabah-corona-ini","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2020-04-01 12:02:55","post_modified_gmt":"2020-04-01 05:02:55","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6603","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":29},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"epic_block_3"};

\r\n

Selain itu di dalam daun tembakau juga terdapat vitamin C atau asam askorbat yang menjadi antioksidan dan dapat bereaksi dengan antiradikal bebas dengan cara memberikan efek proteksi sel.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Di dalam tembakau juga ada zinc (Zn) yang berguna dalam pembentukan struktur enzim dan protein yang bermanfaat bagi tubuh. Selain itu, menurut Dr Toto, tembakau juga mengandung minyak astiri (essential oil) yang dapat digunakan sebagai antibakteri dan antiseptik.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Mungkin masih banyak lagi penelitian soal manfaat tembakau bagi kesehatan. Dan dengan adanya uji coba pengembangan tembakau sebagai vaksin Covid-19 bisa jadi momentum pengakuan tembakau yang tidak melulu bertentangan dengan kesehatan. Hari ini kita masih terus berharap tembakau dapat menjadi kunci melawan Covid-19, biarkan para ilmuwan dan sains yang menggali harapan tersebut.<\/p>\r\n","post_title":"Pemanfaatan Tembakau sebagai Vaksin untuk Virus Corona","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"virus-corona","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2023-09-13 11:21:34","post_modified_gmt":"2023-09-13 04:21:34","post_content_filtered":"\r\n

Dunia sedang terjangkit virus corona. Dunia sedang memeranginya. Para ilmuwan berlomba-lomba mencari vaksin untuk menghentikan serangan virus corona yang statusnya sudah mencapai wabah pandemik. Semua pihak bahu-membahu, bahkan ada yang menguji coba tembakau sebagai vaksin bagi virus corona. Ya, tembakau yang dicap sebagai musuh dalam dunia kesehatan kini dapat menjadi harapan bagi dunia kesehatan.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Harapan tembakau dapat menjadi vaksin<\/a> bagi virus corona datang dari salah satu perusahaan rokok terbesar di dunia, British American Tobacco (BAT). BAT mengembangkan vaksin bersama dengan anak perusahaan bioteknologi AS, Kentucky BioProcessing (KBP).<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Kentucky BioProcessing yang menjadi anak perusahaan dari BAT ini sejak 2014 sudah terlibat dalam kolaborasi dengan Mapp Biopharmaceutical Inc. dalam rangka pengembangan ZMapp yang merupakan obat Ebola. Meskipun obat ini belum dipasarkan.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Mungkin masih banyak pihak yang meragukan apa yang dikerjakan oleh BAT, hal ini dikarenakan industri rokok selalu dituding sebagai pabrik yang memproduksi penyakit bagi manusia. Perdebatan mengenai rokok dan kesehatan bagaikan magnet berbeda kutub yang hampir tidak pernah ada titik temunya.<\/p>\r\n

Tembakau sebagai Vaksin untuk Virus Corona<\/h3>\r\n\r\n\r\n\r\n

Rokok versus kesehatan bukan menjadi point penting pada usaha BAT yang mengembangkan vaksin virus corona, point penting yang harus menjadi konsern bagi seluruh ilmuwan dan publik adalah menyoal pengakuan bahwa tembakau merupakan tanaman yang dapat dimanfaatkan untuk dunia kesehatan.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Pertarungan antara industri rokok dan farmasi mengakibatkan frame tembakau secara determinan hanyalah berdampak negatif bagi kesehatan. Tembakau itu buruk dan harus dikendalikan bahkan dimusnahkan dari muka bumi.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Padahal tembakau sebagai komoditas yang telah ditanam dan dibudidayakan oleh manusia berabad-abad lamanya. Terbukti dimanfaatkan oleh manusia dalam kesehariannya melakukan berbagai aktifitas kehidupan. Tembakau<\/a> dimanfaatkan bukan hanya dimensi ekonomi semata, tapi juga dimensi sosial, budaya dan kesehatan masyarakat.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Oke balik lagi ke persoalan tembakau dapat menjadi harapan bagi pengembagan vaksin virus corona. Pertanyaannya, apa yang melandasi tembakau dapat dijadikan harapan tersebut?<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Menurut tim peneliti ahli yang mengembangkan tembakau sebagai vaksin mengatakan, vaksin yang sedang dalam pengembangan ini menggunakan teknologi tanaman tembakau yang cepat tumbuh, serta memiliki beberapa keunggulan dibanding teknologi vaksin konvensional. Di antaranya lebih aman lantaran tembakau tidak dapat menyimpan patogen yang dapat menyebabkan penyakit pada manusia.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Mereka baru-baru ini juga mengkloning sebagian dari urutan genetik COVID-19. Ini menyebabkan zat yang menginduksi produksi antibodi. Setelah itu, antigen kemudian dimasukkan ke dalam tanaman tembakau untuk reproduksi.<\/p>\r\n

Potensi Tembakau sebagai Obat<\/h3>\r\n\r\n\r\n\r\n

Penelitian mengenai tembakau dapat menginduksi antibodi bukanlah barang baru. Dr Toto Sudargo, peneliti dari Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta pernah meneliti komponen bioaktif yang terkandung di dalam tembakau memiliki manfaat bagi kesehatan.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Menurut Dr Toto, pada daun tembakau terdapat senyawa bioaktif seperti flavonoid dan fenol. Dua senyawa itu menjadi antioksidan yang dapat mencegah penyakit kanker, anti-karsinogen, anti-proliferasi, anti-flamasi, serta memberikan efek proteksi terhadap penyakit kardiovaskuler.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Selain itu di dalam daun tembakau juga terdapat vitamin C atau asam askorbat yang menjadi antioksidan dan dapat bereaksi dengan antiradikal bebas dengan cara memberikan efek proteksi sel.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Di dalam tembakau juga ada zinc (Zn) yang berguna dalam pembentukan struktur enzim dan protein yang bermanfaat bagi tubuh. Selain itu, menurut Dr Toto, tembakau juga mengandung minyak astiri (essential oil) yang dapat digunakan sebagai antibakteri dan antiseptik.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Mungkin masih banyak lagi penelitian soal manfaat tembakau bagi kesehatan. Dan dengan adanya uji coba pengembangan tembakau sebagai vaksin Covid-19 bisa jadi momentum pengakuan tembakau yang tidak melulu bertentangan dengan kesehatan. Hari ini kita masih terus berharap tembakau dapat menjadi kunci melawan Covid-19, biarkan para ilmuwan dan sains yang menggali harapan tersebut.<\/p>\r\n","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6609","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":6606,"post_author":"878","post_date":"2020-04-02 11:33:35","post_date_gmt":"2020-04-02 04:33:35","post_content":"\n

Memasuki bulan ke empat wabah corona yang bermula dari Wuhan, Cina merebak di muka bumi, jumlah manusia yang positif terinfeksi Covid-19 sudah mendekati satu juta orang di seluruh dunia. Dari total jumlah tersebut, hampir 50 ribu penderitanya meninggal dunia.

\nDan ini belum usia. Hari-hari ke depan, jumlahnya akan kian bertambah. Belum ada yang bisa memastikan kapan wabah ini akan usai. Beberapa perkiraan berdasar hasil permodelan matematika memang sudah ada, namun itu sekadar perkiraan saja, hanya ramalan. Bukan sebuah kepastian.

\nSemua ini tidak bisa dianggap remeh, dan memang wabah ini bukan sesuatu yang remeh dan bisa diabaikan begitu saja. Namun begitu, statistika bisa menjebak banyak orang untuk meremehkan hal ini. Data-data kuantitatif berupa jejeran angka dan persentase dari wabah yang terjadi di muka bumi ini bisa menggiring manusia untuk meremehkan wabah ini.

\nTenang saja, peluang selamat jika tertular covid-19 itu mencapai 97 persen. Angka kematian dari corona ini hanya 3 persen saja, kecil jika dibanding dengan banyak penyakit lain atau virus yang menginfeksi manusia lain di dunia. Jadi biasa saja.

\nBetul, bersikap tenang memang perlu. Jangan panik lebih lagi sembrono. Tetapi, sikap tenang itu juga jangan sampai membawa ke sikap meremehkan dan menganggap enteng wabah covid-19 ini.

\nBetul 3 persen kematian itu kecil jika dibanding 97 persen kemungkinan selamat dari covid-19. Tapi ini sekadar tipuan statistika saja. Atau jika enggan dibilang tipuan, inis sekadar penyamaran statistika semata.

\nBisa jadi, virus covid-19 ini menjadi salah satu virus yang paling mudah tertular kepada manusia. Medium antara penularannya begitu banyak sehingga banyak orang mudah sekali terpapar virus jenis ini. Perkiraan ilmuwan, jika penanganan wabah ini tidak diusahakan semaksimal mungkin, atau menyerahkan pada mekanisme alamiah yang diberi istilah herd immunity, sekira 80 persen penduduk bumi pada akhirnya akan tertular virus ini. Artinya jika penduduk bumi saat ini kira-kira 4 milyar jiwa, yang akan tertular virus covid-19 sebanyak 3,2 milyar jiwa. Lantas 3 persen yang meninggal dunia akibat covid-19 dari 3,2 milyar jiwa itu berapa? 96 juta jiwa. Sebuah angka yang mengerikan.

\nMari kita bawa data-data statistika ini ke Indonesia. Meskipun angka penduduk Indonesia sudah lebih dari 250 juta jiwa, saya pakai angka 250 juta jiwa saja untuk menyederhanakan hitungan. 80 persen dari 250 juta jiwa akan tertular virus corona di Indonesia, angkanya sebanyak, 200 juta jiwa. Jumlah yang meninggal dunia dari 200 juta jiwa akan mencapai 6 juta jiwa.

\nLagi-lagi ini bukan angka yang sedikit dan bukan sebuah kasus yang bisa diremehkan. Seperenam saja yang meninggal dunia di negeri ini dari prediksi statistik yang dijabarkan ilmuwan perihal wabah corona ini, ini sudah menjadi sebuah bencana yang begitu besar di negeri ini. Jadi jangan sekali-kali meremehkan.

\nTetapi jangan pula panik dan bertindak gegabah karena data statistik ini, karena selain bisa menjebak ke arah meremehkan, pembacaan data statistik juga bisa menggiring menuju kepanikan berlebih. Setelah itu, karena panik yang berlebih, segala macam berita yang beredar lantas begitu saja dipercaya tanpa proses saring yang ketat terlebih dahulu. Lebih lagi jika menyadari data statistik itu, kemudian mencari cara agar bisa terhindar dari penularan virus corona tetapi tanpa menyaring berita-berita yang berseliweran di luar sana.

\nSudah terlalu banyak berita hoax yang beredar di luar sana yang memberi masukan dan anjuran apa saja yang mesti dilakukan dan mesti dikonsumsi agar terhindar dari penularan virus corona. Namun begitu, karena hoax yang beredar, alih-alih terhindar dari corona, malah bisa berakibat vatal yang membahayakan diri sendiri. Seperti contoh kasus di Arizona, Amerika Serikat misal.

\nKasus di Arizona ini terjadi memang bukan karena hoax, namun karena kepanikan berlebih. Mendapat kabar bahwa klorokuin yang biasa digunakan untuk obat malaria bisa digunakan untuk obat covid-19, sepasang suami istri karena ketakutann

\nya akan corona lantas mengonsumsi klorokuin. Namun mereka salah konsumsi karena saking paniknya. Yang mereka konsumsi bukan klorokuin yang biasa digunakan untuk obat malaria yang diderita manusia, tetapi klorokuin yang ada dalam obat penghilanv jamur pada ikan. Si suami meninggal dunia, istrinya kritis karena mengonsumsi klorokuin yang salah.

\nJadi jangan panik, jangan pula meremehkan, kita berada di pertengahan saja. Tetap waspada, tetap jaga kesehatan, jaga lingkungan sekitar, dan jaga jarak aman.<\/p>\n","post_title":"Membaca Data Statistika, Jangan Meremehkan atau Panik Berlebihan","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"membaca-data-statistika-jangan-meremehkan-atau-panik-berlebihan","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2020-04-02 11:33:42","post_modified_gmt":"2020-04-02 04:33:42","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6606","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":6603,"post_author":"878","post_date":"2020-04-01 12:02:48","post_date_gmt":"2020-04-01 05:02:48","post_content":"\n

Tahun 2020 bisa jadi menjadi tahun terberat bagi dua atau tiga generasi manusia yang masih hidup di muka bumi kini. Salah satu sebabnya, wabah corona yang menjalar hampir di seluruh wilayah bumi dalam waktu yang relatif singkat saja.

\nMulanya di Cina, virus corona atau yang lebih sering disebut Covid-19 lantas dengan begitu cepatnya menyebar ke penjuru bumi. Ketika virus ini mulai membikin masalah di kota Wuhan, Cina pada penghujung 2019, banyak orang masih menganggap remeh karena mengira virus ini setara virus flu biasa saja. Keadaan kemudian berubah drastis karena penularan covid-19 yang begitu cepat hingga akhirnya pada Januari 2020, Wuhan, dan hampir seluruh wilayah Cina dikarantina dengan ketat untuk menghambat penyebaran virus ini.

\nSayangnya, penyebaran virus sudah terlanjur terjadi. Covid-19 memang sejenis virus yang bandel karena mudah sekali berpindah inang lewat beberapa media antara. Covid-19 kemudian membikin daratan Eropa gempar. Italia, Spanyol, dan Perancis menjadi tiga negara yang mengalami dampak paling signifikan akibat penularan virus covid-19. Italia bahkan tercatat sebagai negara dengan korban meninggal dunia terbanyak di dunia akibat virus covid-19 ini.

\nIndonesia pun tak lepas dari terjangan wabah corona ini. Meskipun pada awalnya negara lewat pejabat-pejabatnya meyakinkan warga bahwa Indonesia aman dari virus corona, bahkan mereka menyisipkan guyonan dan kelakar tidak pada tempatnya hingga terkesan meremehkan agar masyarakat tenang dan tidak panik, pada akhirnya, pada awal Maret ditemukan kasus pertama positif covid-19 di Indonesia.

\nHingga hari ini, kenaikan positif Covid-19 masih terjadi di Indonesia. Per 31 Maret 2020, jumlah positif Covid-19 di Indonesia mencapai 1528 orang, naik 114 kasus dari hari sebelumnya. Dari total positif sebanyak itu, 136 orang meninggal dunia dan 81 orang dinyatakan sembuh. Ke depan, Indonesia masih akan menjalani hari-hari berat nan panjang hingga akhirnya wabah corona ini berakhir di Indonesia dan di seluruh penjuru bumi.

\nSembari menanti wabah corona ini berakhir, lantas apa yang mesti dan bisa dilakukan oleh kretekus di Indonesia?

\nYang pertama dan paling utama, tentu saja mematuhi dengan sukarela peraturan-peraturan yang sudah dibikin pemerintah, baik pusat juga daerah dalam rangka menanggulangi penyebaran virus covid-19 ini. Tanpa kesadaran dan kerelaan mematuhi peraturan yang telah diberlakukan pemerintah, bisa jadi kita malah akan menjadi beban bagi negara, juga menjadi vektor perantara penyebaran virus covid-19 itu.

\nSelanjutnya kretekus sebaiknya berada di rumah saja agar kampanye social distancing dan pysical distancing yang digalakkan pemerintah guna menghambat laju penebaran virus bisa efektif. Sembari tetap di rumah saja, kretekus mesti memperhatikan gaya hidup sehat dengan menjaga pola makan, mengonsumsi vitamin, dan rajin-rajin mandi dan cuci tangan.

\nJika kretekus adalah pekerja yang mesti tetap bekerja di luar rumah guna mencari rezeki sebagai pemenuhan kebutuhan harian keluarga, ikutilah prosedur pengamanan diri ketika anda keluar rumah. Pakai masker, jaga jarak aman, hindari kerumunan, dan beberapa protokol keluar rumah lain yang telah dikeluarkan oleh pihak berwenang di bidang kesehatan.

\nKemudian, jika Anda punya keahlian di bidang kesehatan, atau punya jiwa kerelawanan yang tinggi, kretekus bisa mendaftarkan diri menjadi sukarelawan medis dan non-medis dalam membantu upaya pemerintah menghadapi wabah yang menyebalkan ini. Pilihan ini sangat terbuka sembari tetap memperhatikan protokol kesehatan masing-masing. Karena, dalam kondisi seperti ini, kekurangan tenaga sangat mungkin dialami mereka yang berjuang di garis depan dalam memerangi wabah corona, peran relawan menjadi cukup penting untuk menutup kekurangan tenaga di lapangan.

\nYang terakhir, tetaplah merokok wahai kretekus. Merokok sembari tetap mematuhi peraturan-peraturan yang berlaku dalam dunia perkretekan. Jadilah perokok yang santun, dan tetap selalu menjadi perokok santun. Karena di tengah wabah semacam ini, rokok kretek bisa membantu anda dalam relaksasi, menjadi teman penghilang stres karena mesti terkurung lama di dalam rumah.

\nLebih dari itu, dengan tetap merokok, kita menyumbang kepada negara lewat cukai pada tiap batang rokok yang kita isap. Dari sana, kita juga ikut andil memerangi wabah corona karena banyak pemerintah daerah kini yang menggunakan Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBH-CHT) sebagai dana tambahan untuk memerangi wabah virus corona di daerahnya masing-masing.<\/p>\n","post_title":"Apa yang Bisa Kretekus Lakukan di Masa Wabah Corona Ini?","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"apa-yang-bisa-kretekus-lakukan-di-masa-wabah-corona-ini","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2020-04-01 12:02:55","post_modified_gmt":"2020-04-01 05:02:55","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6603","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":29},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"epic_block_3"};

\r\n

Menurut Dr Toto, pada daun tembakau terdapat senyawa bioaktif seperti flavonoid dan fenol. Dua senyawa itu menjadi antioksidan yang dapat mencegah penyakit kanker, anti-karsinogen, anti-proliferasi, anti-flamasi, serta memberikan efek proteksi terhadap penyakit kardiovaskuler.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Selain itu di dalam daun tembakau juga terdapat vitamin C atau asam askorbat yang menjadi antioksidan dan dapat bereaksi dengan antiradikal bebas dengan cara memberikan efek proteksi sel.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Di dalam tembakau juga ada zinc (Zn) yang berguna dalam pembentukan struktur enzim dan protein yang bermanfaat bagi tubuh. Selain itu, menurut Dr Toto, tembakau juga mengandung minyak astiri (essential oil) yang dapat digunakan sebagai antibakteri dan antiseptik.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Mungkin masih banyak lagi penelitian soal manfaat tembakau bagi kesehatan. Dan dengan adanya uji coba pengembangan tembakau sebagai vaksin Covid-19 bisa jadi momentum pengakuan tembakau yang tidak melulu bertentangan dengan kesehatan. Hari ini kita masih terus berharap tembakau dapat menjadi kunci melawan Covid-19, biarkan para ilmuwan dan sains yang menggali harapan tersebut.<\/p>\r\n","post_title":"Pemanfaatan Tembakau sebagai Vaksin untuk Virus Corona","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"virus-corona","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2023-09-13 11:21:34","post_modified_gmt":"2023-09-13 04:21:34","post_content_filtered":"\r\n

Dunia sedang terjangkit virus corona. Dunia sedang memeranginya. Para ilmuwan berlomba-lomba mencari vaksin untuk menghentikan serangan virus corona yang statusnya sudah mencapai wabah pandemik. Semua pihak bahu-membahu, bahkan ada yang menguji coba tembakau sebagai vaksin bagi virus corona. Ya, tembakau yang dicap sebagai musuh dalam dunia kesehatan kini dapat menjadi harapan bagi dunia kesehatan.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Harapan tembakau dapat menjadi vaksin<\/a> bagi virus corona datang dari salah satu perusahaan rokok terbesar di dunia, British American Tobacco (BAT). BAT mengembangkan vaksin bersama dengan anak perusahaan bioteknologi AS, Kentucky BioProcessing (KBP).<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Kentucky BioProcessing yang menjadi anak perusahaan dari BAT ini sejak 2014 sudah terlibat dalam kolaborasi dengan Mapp Biopharmaceutical Inc. dalam rangka pengembangan ZMapp yang merupakan obat Ebola. Meskipun obat ini belum dipasarkan.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Mungkin masih banyak pihak yang meragukan apa yang dikerjakan oleh BAT, hal ini dikarenakan industri rokok selalu dituding sebagai pabrik yang memproduksi penyakit bagi manusia. Perdebatan mengenai rokok dan kesehatan bagaikan magnet berbeda kutub yang hampir tidak pernah ada titik temunya.<\/p>\r\n

Tembakau sebagai Vaksin untuk Virus Corona<\/h3>\r\n\r\n\r\n\r\n

Rokok versus kesehatan bukan menjadi point penting pada usaha BAT yang mengembangkan vaksin virus corona, point penting yang harus menjadi konsern bagi seluruh ilmuwan dan publik adalah menyoal pengakuan bahwa tembakau merupakan tanaman yang dapat dimanfaatkan untuk dunia kesehatan.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Pertarungan antara industri rokok dan farmasi mengakibatkan frame tembakau secara determinan hanyalah berdampak negatif bagi kesehatan. Tembakau itu buruk dan harus dikendalikan bahkan dimusnahkan dari muka bumi.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Padahal tembakau sebagai komoditas yang telah ditanam dan dibudidayakan oleh manusia berabad-abad lamanya. Terbukti dimanfaatkan oleh manusia dalam kesehariannya melakukan berbagai aktifitas kehidupan. Tembakau<\/a> dimanfaatkan bukan hanya dimensi ekonomi semata, tapi juga dimensi sosial, budaya dan kesehatan masyarakat.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Oke balik lagi ke persoalan tembakau dapat menjadi harapan bagi pengembagan vaksin virus corona. Pertanyaannya, apa yang melandasi tembakau dapat dijadikan harapan tersebut?<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Menurut tim peneliti ahli yang mengembangkan tembakau sebagai vaksin mengatakan, vaksin yang sedang dalam pengembangan ini menggunakan teknologi tanaman tembakau yang cepat tumbuh, serta memiliki beberapa keunggulan dibanding teknologi vaksin konvensional. Di antaranya lebih aman lantaran tembakau tidak dapat menyimpan patogen yang dapat menyebabkan penyakit pada manusia.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Mereka baru-baru ini juga mengkloning sebagian dari urutan genetik COVID-19. Ini menyebabkan zat yang menginduksi produksi antibodi. Setelah itu, antigen kemudian dimasukkan ke dalam tanaman tembakau untuk reproduksi.<\/p>\r\n

Potensi Tembakau sebagai Obat<\/h3>\r\n\r\n\r\n\r\n

Penelitian mengenai tembakau dapat menginduksi antibodi bukanlah barang baru. Dr Toto Sudargo, peneliti dari Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta pernah meneliti komponen bioaktif yang terkandung di dalam tembakau memiliki manfaat bagi kesehatan.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Menurut Dr Toto, pada daun tembakau terdapat senyawa bioaktif seperti flavonoid dan fenol. Dua senyawa itu menjadi antioksidan yang dapat mencegah penyakit kanker, anti-karsinogen, anti-proliferasi, anti-flamasi, serta memberikan efek proteksi terhadap penyakit kardiovaskuler.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Selain itu di dalam daun tembakau juga terdapat vitamin C atau asam askorbat yang menjadi antioksidan dan dapat bereaksi dengan antiradikal bebas dengan cara memberikan efek proteksi sel.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Di dalam tembakau juga ada zinc (Zn) yang berguna dalam pembentukan struktur enzim dan protein yang bermanfaat bagi tubuh. Selain itu, menurut Dr Toto, tembakau juga mengandung minyak astiri (essential oil) yang dapat digunakan sebagai antibakteri dan antiseptik.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Mungkin masih banyak lagi penelitian soal manfaat tembakau bagi kesehatan. Dan dengan adanya uji coba pengembangan tembakau sebagai vaksin Covid-19 bisa jadi momentum pengakuan tembakau yang tidak melulu bertentangan dengan kesehatan. Hari ini kita masih terus berharap tembakau dapat menjadi kunci melawan Covid-19, biarkan para ilmuwan dan sains yang menggali harapan tersebut.<\/p>\r\n","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6609","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":6606,"post_author":"878","post_date":"2020-04-02 11:33:35","post_date_gmt":"2020-04-02 04:33:35","post_content":"\n

Memasuki bulan ke empat wabah corona yang bermula dari Wuhan, Cina merebak di muka bumi, jumlah manusia yang positif terinfeksi Covid-19 sudah mendekati satu juta orang di seluruh dunia. Dari total jumlah tersebut, hampir 50 ribu penderitanya meninggal dunia.

\nDan ini belum usia. Hari-hari ke depan, jumlahnya akan kian bertambah. Belum ada yang bisa memastikan kapan wabah ini akan usai. Beberapa perkiraan berdasar hasil permodelan matematika memang sudah ada, namun itu sekadar perkiraan saja, hanya ramalan. Bukan sebuah kepastian.

\nSemua ini tidak bisa dianggap remeh, dan memang wabah ini bukan sesuatu yang remeh dan bisa diabaikan begitu saja. Namun begitu, statistika bisa menjebak banyak orang untuk meremehkan hal ini. Data-data kuantitatif berupa jejeran angka dan persentase dari wabah yang terjadi di muka bumi ini bisa menggiring manusia untuk meremehkan wabah ini.

\nTenang saja, peluang selamat jika tertular covid-19 itu mencapai 97 persen. Angka kematian dari corona ini hanya 3 persen saja, kecil jika dibanding dengan banyak penyakit lain atau virus yang menginfeksi manusia lain di dunia. Jadi biasa saja.

\nBetul, bersikap tenang memang perlu. Jangan panik lebih lagi sembrono. Tetapi, sikap tenang itu juga jangan sampai membawa ke sikap meremehkan dan menganggap enteng wabah covid-19 ini.

\nBetul 3 persen kematian itu kecil jika dibanding 97 persen kemungkinan selamat dari covid-19. Tapi ini sekadar tipuan statistika saja. Atau jika enggan dibilang tipuan, inis sekadar penyamaran statistika semata.

\nBisa jadi, virus covid-19 ini menjadi salah satu virus yang paling mudah tertular kepada manusia. Medium antara penularannya begitu banyak sehingga banyak orang mudah sekali terpapar virus jenis ini. Perkiraan ilmuwan, jika penanganan wabah ini tidak diusahakan semaksimal mungkin, atau menyerahkan pada mekanisme alamiah yang diberi istilah herd immunity, sekira 80 persen penduduk bumi pada akhirnya akan tertular virus ini. Artinya jika penduduk bumi saat ini kira-kira 4 milyar jiwa, yang akan tertular virus covid-19 sebanyak 3,2 milyar jiwa. Lantas 3 persen yang meninggal dunia akibat covid-19 dari 3,2 milyar jiwa itu berapa? 96 juta jiwa. Sebuah angka yang mengerikan.

\nMari kita bawa data-data statistika ini ke Indonesia. Meskipun angka penduduk Indonesia sudah lebih dari 250 juta jiwa, saya pakai angka 250 juta jiwa saja untuk menyederhanakan hitungan. 80 persen dari 250 juta jiwa akan tertular virus corona di Indonesia, angkanya sebanyak, 200 juta jiwa. Jumlah yang meninggal dunia dari 200 juta jiwa akan mencapai 6 juta jiwa.

\nLagi-lagi ini bukan angka yang sedikit dan bukan sebuah kasus yang bisa diremehkan. Seperenam saja yang meninggal dunia di negeri ini dari prediksi statistik yang dijabarkan ilmuwan perihal wabah corona ini, ini sudah menjadi sebuah bencana yang begitu besar di negeri ini. Jadi jangan sekali-kali meremehkan.

\nTetapi jangan pula panik dan bertindak gegabah karena data statistik ini, karena selain bisa menjebak ke arah meremehkan, pembacaan data statistik juga bisa menggiring menuju kepanikan berlebih. Setelah itu, karena panik yang berlebih, segala macam berita yang beredar lantas begitu saja dipercaya tanpa proses saring yang ketat terlebih dahulu. Lebih lagi jika menyadari data statistik itu, kemudian mencari cara agar bisa terhindar dari penularan virus corona tetapi tanpa menyaring berita-berita yang berseliweran di luar sana.

\nSudah terlalu banyak berita hoax yang beredar di luar sana yang memberi masukan dan anjuran apa saja yang mesti dilakukan dan mesti dikonsumsi agar terhindar dari penularan virus corona. Namun begitu, karena hoax yang beredar, alih-alih terhindar dari corona, malah bisa berakibat vatal yang membahayakan diri sendiri. Seperti contoh kasus di Arizona, Amerika Serikat misal.

\nKasus di Arizona ini terjadi memang bukan karena hoax, namun karena kepanikan berlebih. Mendapat kabar bahwa klorokuin yang biasa digunakan untuk obat malaria bisa digunakan untuk obat covid-19, sepasang suami istri karena ketakutann

\nya akan corona lantas mengonsumsi klorokuin. Namun mereka salah konsumsi karena saking paniknya. Yang mereka konsumsi bukan klorokuin yang biasa digunakan untuk obat malaria yang diderita manusia, tetapi klorokuin yang ada dalam obat penghilanv jamur pada ikan. Si suami meninggal dunia, istrinya kritis karena mengonsumsi klorokuin yang salah.

\nJadi jangan panik, jangan pula meremehkan, kita berada di pertengahan saja. Tetap waspada, tetap jaga kesehatan, jaga lingkungan sekitar, dan jaga jarak aman.<\/p>\n","post_title":"Membaca Data Statistika, Jangan Meremehkan atau Panik Berlebihan","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"membaca-data-statistika-jangan-meremehkan-atau-panik-berlebihan","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2020-04-02 11:33:42","post_modified_gmt":"2020-04-02 04:33:42","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6606","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":6603,"post_author":"878","post_date":"2020-04-01 12:02:48","post_date_gmt":"2020-04-01 05:02:48","post_content":"\n

Tahun 2020 bisa jadi menjadi tahun terberat bagi dua atau tiga generasi manusia yang masih hidup di muka bumi kini. Salah satu sebabnya, wabah corona yang menjalar hampir di seluruh wilayah bumi dalam waktu yang relatif singkat saja.

\nMulanya di Cina, virus corona atau yang lebih sering disebut Covid-19 lantas dengan begitu cepatnya menyebar ke penjuru bumi. Ketika virus ini mulai membikin masalah di kota Wuhan, Cina pada penghujung 2019, banyak orang masih menganggap remeh karena mengira virus ini setara virus flu biasa saja. Keadaan kemudian berubah drastis karena penularan covid-19 yang begitu cepat hingga akhirnya pada Januari 2020, Wuhan, dan hampir seluruh wilayah Cina dikarantina dengan ketat untuk menghambat penyebaran virus ini.

\nSayangnya, penyebaran virus sudah terlanjur terjadi. Covid-19 memang sejenis virus yang bandel karena mudah sekali berpindah inang lewat beberapa media antara. Covid-19 kemudian membikin daratan Eropa gempar. Italia, Spanyol, dan Perancis menjadi tiga negara yang mengalami dampak paling signifikan akibat penularan virus covid-19. Italia bahkan tercatat sebagai negara dengan korban meninggal dunia terbanyak di dunia akibat virus covid-19 ini.

\nIndonesia pun tak lepas dari terjangan wabah corona ini. Meskipun pada awalnya negara lewat pejabat-pejabatnya meyakinkan warga bahwa Indonesia aman dari virus corona, bahkan mereka menyisipkan guyonan dan kelakar tidak pada tempatnya hingga terkesan meremehkan agar masyarakat tenang dan tidak panik, pada akhirnya, pada awal Maret ditemukan kasus pertama positif covid-19 di Indonesia.

\nHingga hari ini, kenaikan positif Covid-19 masih terjadi di Indonesia. Per 31 Maret 2020, jumlah positif Covid-19 di Indonesia mencapai 1528 orang, naik 114 kasus dari hari sebelumnya. Dari total positif sebanyak itu, 136 orang meninggal dunia dan 81 orang dinyatakan sembuh. Ke depan, Indonesia masih akan menjalani hari-hari berat nan panjang hingga akhirnya wabah corona ini berakhir di Indonesia dan di seluruh penjuru bumi.

\nSembari menanti wabah corona ini berakhir, lantas apa yang mesti dan bisa dilakukan oleh kretekus di Indonesia?

\nYang pertama dan paling utama, tentu saja mematuhi dengan sukarela peraturan-peraturan yang sudah dibikin pemerintah, baik pusat juga daerah dalam rangka menanggulangi penyebaran virus covid-19 ini. Tanpa kesadaran dan kerelaan mematuhi peraturan yang telah diberlakukan pemerintah, bisa jadi kita malah akan menjadi beban bagi negara, juga menjadi vektor perantara penyebaran virus covid-19 itu.

\nSelanjutnya kretekus sebaiknya berada di rumah saja agar kampanye social distancing dan pysical distancing yang digalakkan pemerintah guna menghambat laju penebaran virus bisa efektif. Sembari tetap di rumah saja, kretekus mesti memperhatikan gaya hidup sehat dengan menjaga pola makan, mengonsumsi vitamin, dan rajin-rajin mandi dan cuci tangan.

\nJika kretekus adalah pekerja yang mesti tetap bekerja di luar rumah guna mencari rezeki sebagai pemenuhan kebutuhan harian keluarga, ikutilah prosedur pengamanan diri ketika anda keluar rumah. Pakai masker, jaga jarak aman, hindari kerumunan, dan beberapa protokol keluar rumah lain yang telah dikeluarkan oleh pihak berwenang di bidang kesehatan.

\nKemudian, jika Anda punya keahlian di bidang kesehatan, atau punya jiwa kerelawanan yang tinggi, kretekus bisa mendaftarkan diri menjadi sukarelawan medis dan non-medis dalam membantu upaya pemerintah menghadapi wabah yang menyebalkan ini. Pilihan ini sangat terbuka sembari tetap memperhatikan protokol kesehatan masing-masing. Karena, dalam kondisi seperti ini, kekurangan tenaga sangat mungkin dialami mereka yang berjuang di garis depan dalam memerangi wabah corona, peran relawan menjadi cukup penting untuk menutup kekurangan tenaga di lapangan.

\nYang terakhir, tetaplah merokok wahai kretekus. Merokok sembari tetap mematuhi peraturan-peraturan yang berlaku dalam dunia perkretekan. Jadilah perokok yang santun, dan tetap selalu menjadi perokok santun. Karena di tengah wabah semacam ini, rokok kretek bisa membantu anda dalam relaksasi, menjadi teman penghilang stres karena mesti terkurung lama di dalam rumah.

\nLebih dari itu, dengan tetap merokok, kita menyumbang kepada negara lewat cukai pada tiap batang rokok yang kita isap. Dari sana, kita juga ikut andil memerangi wabah corona karena banyak pemerintah daerah kini yang menggunakan Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBH-CHT) sebagai dana tambahan untuk memerangi wabah virus corona di daerahnya masing-masing.<\/p>\n","post_title":"Apa yang Bisa Kretekus Lakukan di Masa Wabah Corona Ini?","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"apa-yang-bisa-kretekus-lakukan-di-masa-wabah-corona-ini","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2020-04-01 12:02:55","post_modified_gmt":"2020-04-01 05:02:55","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6603","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":29},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"epic_block_3"};

\r\n

Penelitian mengenai tembakau dapat menginduksi antibodi bukanlah barang baru. Dr Toto Sudargo, peneliti dari Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta pernah meneliti komponen bioaktif yang terkandung di dalam tembakau memiliki manfaat bagi kesehatan.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Menurut Dr Toto, pada daun tembakau terdapat senyawa bioaktif seperti flavonoid dan fenol. Dua senyawa itu menjadi antioksidan yang dapat mencegah penyakit kanker, anti-karsinogen, anti-proliferasi, anti-flamasi, serta memberikan efek proteksi terhadap penyakit kardiovaskuler.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Selain itu di dalam daun tembakau juga terdapat vitamin C atau asam askorbat yang menjadi antioksidan dan dapat bereaksi dengan antiradikal bebas dengan cara memberikan efek proteksi sel.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Di dalam tembakau juga ada zinc (Zn) yang berguna dalam pembentukan struktur enzim dan protein yang bermanfaat bagi tubuh. Selain itu, menurut Dr Toto, tembakau juga mengandung minyak astiri (essential oil) yang dapat digunakan sebagai antibakteri dan antiseptik.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Mungkin masih banyak lagi penelitian soal manfaat tembakau bagi kesehatan. Dan dengan adanya uji coba pengembangan tembakau sebagai vaksin Covid-19 bisa jadi momentum pengakuan tembakau yang tidak melulu bertentangan dengan kesehatan. Hari ini kita masih terus berharap tembakau dapat menjadi kunci melawan Covid-19, biarkan para ilmuwan dan sains yang menggali harapan tersebut.<\/p>\r\n","post_title":"Pemanfaatan Tembakau sebagai Vaksin untuk Virus Corona","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"virus-corona","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2023-09-13 11:21:34","post_modified_gmt":"2023-09-13 04:21:34","post_content_filtered":"\r\n

Dunia sedang terjangkit virus corona. Dunia sedang memeranginya. Para ilmuwan berlomba-lomba mencari vaksin untuk menghentikan serangan virus corona yang statusnya sudah mencapai wabah pandemik. Semua pihak bahu-membahu, bahkan ada yang menguji coba tembakau sebagai vaksin bagi virus corona. Ya, tembakau yang dicap sebagai musuh dalam dunia kesehatan kini dapat menjadi harapan bagi dunia kesehatan.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Harapan tembakau dapat menjadi vaksin<\/a> bagi virus corona datang dari salah satu perusahaan rokok terbesar di dunia, British American Tobacco (BAT). BAT mengembangkan vaksin bersama dengan anak perusahaan bioteknologi AS, Kentucky BioProcessing (KBP).<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Kentucky BioProcessing yang menjadi anak perusahaan dari BAT ini sejak 2014 sudah terlibat dalam kolaborasi dengan Mapp Biopharmaceutical Inc. dalam rangka pengembangan ZMapp yang merupakan obat Ebola. Meskipun obat ini belum dipasarkan.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Mungkin masih banyak pihak yang meragukan apa yang dikerjakan oleh BAT, hal ini dikarenakan industri rokok selalu dituding sebagai pabrik yang memproduksi penyakit bagi manusia. Perdebatan mengenai rokok dan kesehatan bagaikan magnet berbeda kutub yang hampir tidak pernah ada titik temunya.<\/p>\r\n

Tembakau sebagai Vaksin untuk Virus Corona<\/h3>\r\n\r\n\r\n\r\n

Rokok versus kesehatan bukan menjadi point penting pada usaha BAT yang mengembangkan vaksin virus corona, point penting yang harus menjadi konsern bagi seluruh ilmuwan dan publik adalah menyoal pengakuan bahwa tembakau merupakan tanaman yang dapat dimanfaatkan untuk dunia kesehatan.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Pertarungan antara industri rokok dan farmasi mengakibatkan frame tembakau secara determinan hanyalah berdampak negatif bagi kesehatan. Tembakau itu buruk dan harus dikendalikan bahkan dimusnahkan dari muka bumi.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Padahal tembakau sebagai komoditas yang telah ditanam dan dibudidayakan oleh manusia berabad-abad lamanya. Terbukti dimanfaatkan oleh manusia dalam kesehariannya melakukan berbagai aktifitas kehidupan. Tembakau<\/a> dimanfaatkan bukan hanya dimensi ekonomi semata, tapi juga dimensi sosial, budaya dan kesehatan masyarakat.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Oke balik lagi ke persoalan tembakau dapat menjadi harapan bagi pengembagan vaksin virus corona. Pertanyaannya, apa yang melandasi tembakau dapat dijadikan harapan tersebut?<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Menurut tim peneliti ahli yang mengembangkan tembakau sebagai vaksin mengatakan, vaksin yang sedang dalam pengembangan ini menggunakan teknologi tanaman tembakau yang cepat tumbuh, serta memiliki beberapa keunggulan dibanding teknologi vaksin konvensional. Di antaranya lebih aman lantaran tembakau tidak dapat menyimpan patogen yang dapat menyebabkan penyakit pada manusia.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Mereka baru-baru ini juga mengkloning sebagian dari urutan genetik COVID-19. Ini menyebabkan zat yang menginduksi produksi antibodi. Setelah itu, antigen kemudian dimasukkan ke dalam tanaman tembakau untuk reproduksi.<\/p>\r\n

Potensi Tembakau sebagai Obat<\/h3>\r\n\r\n\r\n\r\n

Penelitian mengenai tembakau dapat menginduksi antibodi bukanlah barang baru. Dr Toto Sudargo, peneliti dari Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta pernah meneliti komponen bioaktif yang terkandung di dalam tembakau memiliki manfaat bagi kesehatan.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Menurut Dr Toto, pada daun tembakau terdapat senyawa bioaktif seperti flavonoid dan fenol. Dua senyawa itu menjadi antioksidan yang dapat mencegah penyakit kanker, anti-karsinogen, anti-proliferasi, anti-flamasi, serta memberikan efek proteksi terhadap penyakit kardiovaskuler.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Selain itu di dalam daun tembakau juga terdapat vitamin C atau asam askorbat yang menjadi antioksidan dan dapat bereaksi dengan antiradikal bebas dengan cara memberikan efek proteksi sel.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Di dalam tembakau juga ada zinc (Zn) yang berguna dalam pembentukan struktur enzim dan protein yang bermanfaat bagi tubuh. Selain itu, menurut Dr Toto, tembakau juga mengandung minyak astiri (essential oil) yang dapat digunakan sebagai antibakteri dan antiseptik.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Mungkin masih banyak lagi penelitian soal manfaat tembakau bagi kesehatan. Dan dengan adanya uji coba pengembangan tembakau sebagai vaksin Covid-19 bisa jadi momentum pengakuan tembakau yang tidak melulu bertentangan dengan kesehatan. Hari ini kita masih terus berharap tembakau dapat menjadi kunci melawan Covid-19, biarkan para ilmuwan dan sains yang menggali harapan tersebut.<\/p>\r\n","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6609","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":6606,"post_author":"878","post_date":"2020-04-02 11:33:35","post_date_gmt":"2020-04-02 04:33:35","post_content":"\n

Memasuki bulan ke empat wabah corona yang bermula dari Wuhan, Cina merebak di muka bumi, jumlah manusia yang positif terinfeksi Covid-19 sudah mendekati satu juta orang di seluruh dunia. Dari total jumlah tersebut, hampir 50 ribu penderitanya meninggal dunia.

\nDan ini belum usia. Hari-hari ke depan, jumlahnya akan kian bertambah. Belum ada yang bisa memastikan kapan wabah ini akan usai. Beberapa perkiraan berdasar hasil permodelan matematika memang sudah ada, namun itu sekadar perkiraan saja, hanya ramalan. Bukan sebuah kepastian.

\nSemua ini tidak bisa dianggap remeh, dan memang wabah ini bukan sesuatu yang remeh dan bisa diabaikan begitu saja. Namun begitu, statistika bisa menjebak banyak orang untuk meremehkan hal ini. Data-data kuantitatif berupa jejeran angka dan persentase dari wabah yang terjadi di muka bumi ini bisa menggiring manusia untuk meremehkan wabah ini.

\nTenang saja, peluang selamat jika tertular covid-19 itu mencapai 97 persen. Angka kematian dari corona ini hanya 3 persen saja, kecil jika dibanding dengan banyak penyakit lain atau virus yang menginfeksi manusia lain di dunia. Jadi biasa saja.

\nBetul, bersikap tenang memang perlu. Jangan panik lebih lagi sembrono. Tetapi, sikap tenang itu juga jangan sampai membawa ke sikap meremehkan dan menganggap enteng wabah covid-19 ini.

\nBetul 3 persen kematian itu kecil jika dibanding 97 persen kemungkinan selamat dari covid-19. Tapi ini sekadar tipuan statistika saja. Atau jika enggan dibilang tipuan, inis sekadar penyamaran statistika semata.

\nBisa jadi, virus covid-19 ini menjadi salah satu virus yang paling mudah tertular kepada manusia. Medium antara penularannya begitu banyak sehingga banyak orang mudah sekali terpapar virus jenis ini. Perkiraan ilmuwan, jika penanganan wabah ini tidak diusahakan semaksimal mungkin, atau menyerahkan pada mekanisme alamiah yang diberi istilah herd immunity, sekira 80 persen penduduk bumi pada akhirnya akan tertular virus ini. Artinya jika penduduk bumi saat ini kira-kira 4 milyar jiwa, yang akan tertular virus covid-19 sebanyak 3,2 milyar jiwa. Lantas 3 persen yang meninggal dunia akibat covid-19 dari 3,2 milyar jiwa itu berapa? 96 juta jiwa. Sebuah angka yang mengerikan.

\nMari kita bawa data-data statistika ini ke Indonesia. Meskipun angka penduduk Indonesia sudah lebih dari 250 juta jiwa, saya pakai angka 250 juta jiwa saja untuk menyederhanakan hitungan. 80 persen dari 250 juta jiwa akan tertular virus corona di Indonesia, angkanya sebanyak, 200 juta jiwa. Jumlah yang meninggal dunia dari 200 juta jiwa akan mencapai 6 juta jiwa.

\nLagi-lagi ini bukan angka yang sedikit dan bukan sebuah kasus yang bisa diremehkan. Seperenam saja yang meninggal dunia di negeri ini dari prediksi statistik yang dijabarkan ilmuwan perihal wabah corona ini, ini sudah menjadi sebuah bencana yang begitu besar di negeri ini. Jadi jangan sekali-kali meremehkan.

\nTetapi jangan pula panik dan bertindak gegabah karena data statistik ini, karena selain bisa menjebak ke arah meremehkan, pembacaan data statistik juga bisa menggiring menuju kepanikan berlebih. Setelah itu, karena panik yang berlebih, segala macam berita yang beredar lantas begitu saja dipercaya tanpa proses saring yang ketat terlebih dahulu. Lebih lagi jika menyadari data statistik itu, kemudian mencari cara agar bisa terhindar dari penularan virus corona tetapi tanpa menyaring berita-berita yang berseliweran di luar sana.

\nSudah terlalu banyak berita hoax yang beredar di luar sana yang memberi masukan dan anjuran apa saja yang mesti dilakukan dan mesti dikonsumsi agar terhindar dari penularan virus corona. Namun begitu, karena hoax yang beredar, alih-alih terhindar dari corona, malah bisa berakibat vatal yang membahayakan diri sendiri. Seperti contoh kasus di Arizona, Amerika Serikat misal.

\nKasus di Arizona ini terjadi memang bukan karena hoax, namun karena kepanikan berlebih. Mendapat kabar bahwa klorokuin yang biasa digunakan untuk obat malaria bisa digunakan untuk obat covid-19, sepasang suami istri karena ketakutann

\nya akan corona lantas mengonsumsi klorokuin. Namun mereka salah konsumsi karena saking paniknya. Yang mereka konsumsi bukan klorokuin yang biasa digunakan untuk obat malaria yang diderita manusia, tetapi klorokuin yang ada dalam obat penghilanv jamur pada ikan. Si suami meninggal dunia, istrinya kritis karena mengonsumsi klorokuin yang salah.

\nJadi jangan panik, jangan pula meremehkan, kita berada di pertengahan saja. Tetap waspada, tetap jaga kesehatan, jaga lingkungan sekitar, dan jaga jarak aman.<\/p>\n","post_title":"Membaca Data Statistika, Jangan Meremehkan atau Panik Berlebihan","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"membaca-data-statistika-jangan-meremehkan-atau-panik-berlebihan","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2020-04-02 11:33:42","post_modified_gmt":"2020-04-02 04:33:42","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6606","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":6603,"post_author":"878","post_date":"2020-04-01 12:02:48","post_date_gmt":"2020-04-01 05:02:48","post_content":"\n

Tahun 2020 bisa jadi menjadi tahun terberat bagi dua atau tiga generasi manusia yang masih hidup di muka bumi kini. Salah satu sebabnya, wabah corona yang menjalar hampir di seluruh wilayah bumi dalam waktu yang relatif singkat saja.

\nMulanya di Cina, virus corona atau yang lebih sering disebut Covid-19 lantas dengan begitu cepatnya menyebar ke penjuru bumi. Ketika virus ini mulai membikin masalah di kota Wuhan, Cina pada penghujung 2019, banyak orang masih menganggap remeh karena mengira virus ini setara virus flu biasa saja. Keadaan kemudian berubah drastis karena penularan covid-19 yang begitu cepat hingga akhirnya pada Januari 2020, Wuhan, dan hampir seluruh wilayah Cina dikarantina dengan ketat untuk menghambat penyebaran virus ini.

\nSayangnya, penyebaran virus sudah terlanjur terjadi. Covid-19 memang sejenis virus yang bandel karena mudah sekali berpindah inang lewat beberapa media antara. Covid-19 kemudian membikin daratan Eropa gempar. Italia, Spanyol, dan Perancis menjadi tiga negara yang mengalami dampak paling signifikan akibat penularan virus covid-19. Italia bahkan tercatat sebagai negara dengan korban meninggal dunia terbanyak di dunia akibat virus covid-19 ini.

\nIndonesia pun tak lepas dari terjangan wabah corona ini. Meskipun pada awalnya negara lewat pejabat-pejabatnya meyakinkan warga bahwa Indonesia aman dari virus corona, bahkan mereka menyisipkan guyonan dan kelakar tidak pada tempatnya hingga terkesan meremehkan agar masyarakat tenang dan tidak panik, pada akhirnya, pada awal Maret ditemukan kasus pertama positif covid-19 di Indonesia.

\nHingga hari ini, kenaikan positif Covid-19 masih terjadi di Indonesia. Per 31 Maret 2020, jumlah positif Covid-19 di Indonesia mencapai 1528 orang, naik 114 kasus dari hari sebelumnya. Dari total positif sebanyak itu, 136 orang meninggal dunia dan 81 orang dinyatakan sembuh. Ke depan, Indonesia masih akan menjalani hari-hari berat nan panjang hingga akhirnya wabah corona ini berakhir di Indonesia dan di seluruh penjuru bumi.

\nSembari menanti wabah corona ini berakhir, lantas apa yang mesti dan bisa dilakukan oleh kretekus di Indonesia?

\nYang pertama dan paling utama, tentu saja mematuhi dengan sukarela peraturan-peraturan yang sudah dibikin pemerintah, baik pusat juga daerah dalam rangka menanggulangi penyebaran virus covid-19 ini. Tanpa kesadaran dan kerelaan mematuhi peraturan yang telah diberlakukan pemerintah, bisa jadi kita malah akan menjadi beban bagi negara, juga menjadi vektor perantara penyebaran virus covid-19 itu.

\nSelanjutnya kretekus sebaiknya berada di rumah saja agar kampanye social distancing dan pysical distancing yang digalakkan pemerintah guna menghambat laju penebaran virus bisa efektif. Sembari tetap di rumah saja, kretekus mesti memperhatikan gaya hidup sehat dengan menjaga pola makan, mengonsumsi vitamin, dan rajin-rajin mandi dan cuci tangan.

\nJika kretekus adalah pekerja yang mesti tetap bekerja di luar rumah guna mencari rezeki sebagai pemenuhan kebutuhan harian keluarga, ikutilah prosedur pengamanan diri ketika anda keluar rumah. Pakai masker, jaga jarak aman, hindari kerumunan, dan beberapa protokol keluar rumah lain yang telah dikeluarkan oleh pihak berwenang di bidang kesehatan.

\nKemudian, jika Anda punya keahlian di bidang kesehatan, atau punya jiwa kerelawanan yang tinggi, kretekus bisa mendaftarkan diri menjadi sukarelawan medis dan non-medis dalam membantu upaya pemerintah menghadapi wabah yang menyebalkan ini. Pilihan ini sangat terbuka sembari tetap memperhatikan protokol kesehatan masing-masing. Karena, dalam kondisi seperti ini, kekurangan tenaga sangat mungkin dialami mereka yang berjuang di garis depan dalam memerangi wabah corona, peran relawan menjadi cukup penting untuk menutup kekurangan tenaga di lapangan.

\nYang terakhir, tetaplah merokok wahai kretekus. Merokok sembari tetap mematuhi peraturan-peraturan yang berlaku dalam dunia perkretekan. Jadilah perokok yang santun, dan tetap selalu menjadi perokok santun. Karena di tengah wabah semacam ini, rokok kretek bisa membantu anda dalam relaksasi, menjadi teman penghilang stres karena mesti terkurung lama di dalam rumah.

\nLebih dari itu, dengan tetap merokok, kita menyumbang kepada negara lewat cukai pada tiap batang rokok yang kita isap. Dari sana, kita juga ikut andil memerangi wabah corona karena banyak pemerintah daerah kini yang menggunakan Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBH-CHT) sebagai dana tambahan untuk memerangi wabah virus corona di daerahnya masing-masing.<\/p>\n","post_title":"Apa yang Bisa Kretekus Lakukan di Masa Wabah Corona Ini?","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"apa-yang-bisa-kretekus-lakukan-di-masa-wabah-corona-ini","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2020-04-01 12:02:55","post_modified_gmt":"2020-04-01 05:02:55","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6603","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":29},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"epic_block_3"};

\r\n

Mereka baru-baru ini juga mengkloning sebagian dari urutan genetik COVID-19. Ini menyebabkan zat yang menginduksi produksi antibodi. Setelah itu, antigen kemudian dimasukkan ke dalam tanaman tembakau untuk reproduksi.<\/p>\r\n

Potensi Tembakau sebagai Obat<\/h3>\r\n\r\n\r\n\r\n

Penelitian mengenai tembakau dapat menginduksi antibodi bukanlah barang baru. Dr Toto Sudargo, peneliti dari Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta pernah meneliti komponen bioaktif yang terkandung di dalam tembakau memiliki manfaat bagi kesehatan.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Menurut Dr Toto, pada daun tembakau terdapat senyawa bioaktif seperti flavonoid dan fenol. Dua senyawa itu menjadi antioksidan yang dapat mencegah penyakit kanker, anti-karsinogen, anti-proliferasi, anti-flamasi, serta memberikan efek proteksi terhadap penyakit kardiovaskuler.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Selain itu di dalam daun tembakau juga terdapat vitamin C atau asam askorbat yang menjadi antioksidan dan dapat bereaksi dengan antiradikal bebas dengan cara memberikan efek proteksi sel.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Di dalam tembakau juga ada zinc (Zn) yang berguna dalam pembentukan struktur enzim dan protein yang bermanfaat bagi tubuh. Selain itu, menurut Dr Toto, tembakau juga mengandung minyak astiri (essential oil) yang dapat digunakan sebagai antibakteri dan antiseptik.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Mungkin masih banyak lagi penelitian soal manfaat tembakau bagi kesehatan. Dan dengan adanya uji coba pengembangan tembakau sebagai vaksin Covid-19 bisa jadi momentum pengakuan tembakau yang tidak melulu bertentangan dengan kesehatan. Hari ini kita masih terus berharap tembakau dapat menjadi kunci melawan Covid-19, biarkan para ilmuwan dan sains yang menggali harapan tersebut.<\/p>\r\n","post_title":"Pemanfaatan Tembakau sebagai Vaksin untuk Virus Corona","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"virus-corona","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2023-09-13 11:21:34","post_modified_gmt":"2023-09-13 04:21:34","post_content_filtered":"\r\n

Dunia sedang terjangkit virus corona. Dunia sedang memeranginya. Para ilmuwan berlomba-lomba mencari vaksin untuk menghentikan serangan virus corona yang statusnya sudah mencapai wabah pandemik. Semua pihak bahu-membahu, bahkan ada yang menguji coba tembakau sebagai vaksin bagi virus corona. Ya, tembakau yang dicap sebagai musuh dalam dunia kesehatan kini dapat menjadi harapan bagi dunia kesehatan.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Harapan tembakau dapat menjadi vaksin<\/a> bagi virus corona datang dari salah satu perusahaan rokok terbesar di dunia, British American Tobacco (BAT). BAT mengembangkan vaksin bersama dengan anak perusahaan bioteknologi AS, Kentucky BioProcessing (KBP).<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Kentucky BioProcessing yang menjadi anak perusahaan dari BAT ini sejak 2014 sudah terlibat dalam kolaborasi dengan Mapp Biopharmaceutical Inc. dalam rangka pengembangan ZMapp yang merupakan obat Ebola. Meskipun obat ini belum dipasarkan.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Mungkin masih banyak pihak yang meragukan apa yang dikerjakan oleh BAT, hal ini dikarenakan industri rokok selalu dituding sebagai pabrik yang memproduksi penyakit bagi manusia. Perdebatan mengenai rokok dan kesehatan bagaikan magnet berbeda kutub yang hampir tidak pernah ada titik temunya.<\/p>\r\n

Tembakau sebagai Vaksin untuk Virus Corona<\/h3>\r\n\r\n\r\n\r\n

Rokok versus kesehatan bukan menjadi point penting pada usaha BAT yang mengembangkan vaksin virus corona, point penting yang harus menjadi konsern bagi seluruh ilmuwan dan publik adalah menyoal pengakuan bahwa tembakau merupakan tanaman yang dapat dimanfaatkan untuk dunia kesehatan.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Pertarungan antara industri rokok dan farmasi mengakibatkan frame tembakau secara determinan hanyalah berdampak negatif bagi kesehatan. Tembakau itu buruk dan harus dikendalikan bahkan dimusnahkan dari muka bumi.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Padahal tembakau sebagai komoditas yang telah ditanam dan dibudidayakan oleh manusia berabad-abad lamanya. Terbukti dimanfaatkan oleh manusia dalam kesehariannya melakukan berbagai aktifitas kehidupan. Tembakau<\/a> dimanfaatkan bukan hanya dimensi ekonomi semata, tapi juga dimensi sosial, budaya dan kesehatan masyarakat.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Oke balik lagi ke persoalan tembakau dapat menjadi harapan bagi pengembagan vaksin virus corona. Pertanyaannya, apa yang melandasi tembakau dapat dijadikan harapan tersebut?<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Menurut tim peneliti ahli yang mengembangkan tembakau sebagai vaksin mengatakan, vaksin yang sedang dalam pengembangan ini menggunakan teknologi tanaman tembakau yang cepat tumbuh, serta memiliki beberapa keunggulan dibanding teknologi vaksin konvensional. Di antaranya lebih aman lantaran tembakau tidak dapat menyimpan patogen yang dapat menyebabkan penyakit pada manusia.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Mereka baru-baru ini juga mengkloning sebagian dari urutan genetik COVID-19. Ini menyebabkan zat yang menginduksi produksi antibodi. Setelah itu, antigen kemudian dimasukkan ke dalam tanaman tembakau untuk reproduksi.<\/p>\r\n

Potensi Tembakau sebagai Obat<\/h3>\r\n\r\n\r\n\r\n

Penelitian mengenai tembakau dapat menginduksi antibodi bukanlah barang baru. Dr Toto Sudargo, peneliti dari Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta pernah meneliti komponen bioaktif yang terkandung di dalam tembakau memiliki manfaat bagi kesehatan.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Menurut Dr Toto, pada daun tembakau terdapat senyawa bioaktif seperti flavonoid dan fenol. Dua senyawa itu menjadi antioksidan yang dapat mencegah penyakit kanker, anti-karsinogen, anti-proliferasi, anti-flamasi, serta memberikan efek proteksi terhadap penyakit kardiovaskuler.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Selain itu di dalam daun tembakau juga terdapat vitamin C atau asam askorbat yang menjadi antioksidan dan dapat bereaksi dengan antiradikal bebas dengan cara memberikan efek proteksi sel.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Di dalam tembakau juga ada zinc (Zn) yang berguna dalam pembentukan struktur enzim dan protein yang bermanfaat bagi tubuh. Selain itu, menurut Dr Toto, tembakau juga mengandung minyak astiri (essential oil) yang dapat digunakan sebagai antibakteri dan antiseptik.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Mungkin masih banyak lagi penelitian soal manfaat tembakau bagi kesehatan. Dan dengan adanya uji coba pengembangan tembakau sebagai vaksin Covid-19 bisa jadi momentum pengakuan tembakau yang tidak melulu bertentangan dengan kesehatan. Hari ini kita masih terus berharap tembakau dapat menjadi kunci melawan Covid-19, biarkan para ilmuwan dan sains yang menggali harapan tersebut.<\/p>\r\n","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6609","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":6606,"post_author":"878","post_date":"2020-04-02 11:33:35","post_date_gmt":"2020-04-02 04:33:35","post_content":"\n

Memasuki bulan ke empat wabah corona yang bermula dari Wuhan, Cina merebak di muka bumi, jumlah manusia yang positif terinfeksi Covid-19 sudah mendekati satu juta orang di seluruh dunia. Dari total jumlah tersebut, hampir 50 ribu penderitanya meninggal dunia.

\nDan ini belum usia. Hari-hari ke depan, jumlahnya akan kian bertambah. Belum ada yang bisa memastikan kapan wabah ini akan usai. Beberapa perkiraan berdasar hasil permodelan matematika memang sudah ada, namun itu sekadar perkiraan saja, hanya ramalan. Bukan sebuah kepastian.

\nSemua ini tidak bisa dianggap remeh, dan memang wabah ini bukan sesuatu yang remeh dan bisa diabaikan begitu saja. Namun begitu, statistika bisa menjebak banyak orang untuk meremehkan hal ini. Data-data kuantitatif berupa jejeran angka dan persentase dari wabah yang terjadi di muka bumi ini bisa menggiring manusia untuk meremehkan wabah ini.

\nTenang saja, peluang selamat jika tertular covid-19 itu mencapai 97 persen. Angka kematian dari corona ini hanya 3 persen saja, kecil jika dibanding dengan banyak penyakit lain atau virus yang menginfeksi manusia lain di dunia. Jadi biasa saja.

\nBetul, bersikap tenang memang perlu. Jangan panik lebih lagi sembrono. Tetapi, sikap tenang itu juga jangan sampai membawa ke sikap meremehkan dan menganggap enteng wabah covid-19 ini.

\nBetul 3 persen kematian itu kecil jika dibanding 97 persen kemungkinan selamat dari covid-19. Tapi ini sekadar tipuan statistika saja. Atau jika enggan dibilang tipuan, inis sekadar penyamaran statistika semata.

\nBisa jadi, virus covid-19 ini menjadi salah satu virus yang paling mudah tertular kepada manusia. Medium antara penularannya begitu banyak sehingga banyak orang mudah sekali terpapar virus jenis ini. Perkiraan ilmuwan, jika penanganan wabah ini tidak diusahakan semaksimal mungkin, atau menyerahkan pada mekanisme alamiah yang diberi istilah herd immunity, sekira 80 persen penduduk bumi pada akhirnya akan tertular virus ini. Artinya jika penduduk bumi saat ini kira-kira 4 milyar jiwa, yang akan tertular virus covid-19 sebanyak 3,2 milyar jiwa. Lantas 3 persen yang meninggal dunia akibat covid-19 dari 3,2 milyar jiwa itu berapa? 96 juta jiwa. Sebuah angka yang mengerikan.

\nMari kita bawa data-data statistika ini ke Indonesia. Meskipun angka penduduk Indonesia sudah lebih dari 250 juta jiwa, saya pakai angka 250 juta jiwa saja untuk menyederhanakan hitungan. 80 persen dari 250 juta jiwa akan tertular virus corona di Indonesia, angkanya sebanyak, 200 juta jiwa. Jumlah yang meninggal dunia dari 200 juta jiwa akan mencapai 6 juta jiwa.

\nLagi-lagi ini bukan angka yang sedikit dan bukan sebuah kasus yang bisa diremehkan. Seperenam saja yang meninggal dunia di negeri ini dari prediksi statistik yang dijabarkan ilmuwan perihal wabah corona ini, ini sudah menjadi sebuah bencana yang begitu besar di negeri ini. Jadi jangan sekali-kali meremehkan.

\nTetapi jangan pula panik dan bertindak gegabah karena data statistik ini, karena selain bisa menjebak ke arah meremehkan, pembacaan data statistik juga bisa menggiring menuju kepanikan berlebih. Setelah itu, karena panik yang berlebih, segala macam berita yang beredar lantas begitu saja dipercaya tanpa proses saring yang ketat terlebih dahulu. Lebih lagi jika menyadari data statistik itu, kemudian mencari cara agar bisa terhindar dari penularan virus corona tetapi tanpa menyaring berita-berita yang berseliweran di luar sana.

\nSudah terlalu banyak berita hoax yang beredar di luar sana yang memberi masukan dan anjuran apa saja yang mesti dilakukan dan mesti dikonsumsi agar terhindar dari penularan virus corona. Namun begitu, karena hoax yang beredar, alih-alih terhindar dari corona, malah bisa berakibat vatal yang membahayakan diri sendiri. Seperti contoh kasus di Arizona, Amerika Serikat misal.

\nKasus di Arizona ini terjadi memang bukan karena hoax, namun karena kepanikan berlebih. Mendapat kabar bahwa klorokuin yang biasa digunakan untuk obat malaria bisa digunakan untuk obat covid-19, sepasang suami istri karena ketakutann

\nya akan corona lantas mengonsumsi klorokuin. Namun mereka salah konsumsi karena saking paniknya. Yang mereka konsumsi bukan klorokuin yang biasa digunakan untuk obat malaria yang diderita manusia, tetapi klorokuin yang ada dalam obat penghilanv jamur pada ikan. Si suami meninggal dunia, istrinya kritis karena mengonsumsi klorokuin yang salah.

\nJadi jangan panik, jangan pula meremehkan, kita berada di pertengahan saja. Tetap waspada, tetap jaga kesehatan, jaga lingkungan sekitar, dan jaga jarak aman.<\/p>\n","post_title":"Membaca Data Statistika, Jangan Meremehkan atau Panik Berlebihan","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"membaca-data-statistika-jangan-meremehkan-atau-panik-berlebihan","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2020-04-02 11:33:42","post_modified_gmt":"2020-04-02 04:33:42","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6606","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":6603,"post_author":"878","post_date":"2020-04-01 12:02:48","post_date_gmt":"2020-04-01 05:02:48","post_content":"\n

Tahun 2020 bisa jadi menjadi tahun terberat bagi dua atau tiga generasi manusia yang masih hidup di muka bumi kini. Salah satu sebabnya, wabah corona yang menjalar hampir di seluruh wilayah bumi dalam waktu yang relatif singkat saja.

\nMulanya di Cina, virus corona atau yang lebih sering disebut Covid-19 lantas dengan begitu cepatnya menyebar ke penjuru bumi. Ketika virus ini mulai membikin masalah di kota Wuhan, Cina pada penghujung 2019, banyak orang masih menganggap remeh karena mengira virus ini setara virus flu biasa saja. Keadaan kemudian berubah drastis karena penularan covid-19 yang begitu cepat hingga akhirnya pada Januari 2020, Wuhan, dan hampir seluruh wilayah Cina dikarantina dengan ketat untuk menghambat penyebaran virus ini.

\nSayangnya, penyebaran virus sudah terlanjur terjadi. Covid-19 memang sejenis virus yang bandel karena mudah sekali berpindah inang lewat beberapa media antara. Covid-19 kemudian membikin daratan Eropa gempar. Italia, Spanyol, dan Perancis menjadi tiga negara yang mengalami dampak paling signifikan akibat penularan virus covid-19. Italia bahkan tercatat sebagai negara dengan korban meninggal dunia terbanyak di dunia akibat virus covid-19 ini.

\nIndonesia pun tak lepas dari terjangan wabah corona ini. Meskipun pada awalnya negara lewat pejabat-pejabatnya meyakinkan warga bahwa Indonesia aman dari virus corona, bahkan mereka menyisipkan guyonan dan kelakar tidak pada tempatnya hingga terkesan meremehkan agar masyarakat tenang dan tidak panik, pada akhirnya, pada awal Maret ditemukan kasus pertama positif covid-19 di Indonesia.

\nHingga hari ini, kenaikan positif Covid-19 masih terjadi di Indonesia. Per 31 Maret 2020, jumlah positif Covid-19 di Indonesia mencapai 1528 orang, naik 114 kasus dari hari sebelumnya. Dari total positif sebanyak itu, 136 orang meninggal dunia dan 81 orang dinyatakan sembuh. Ke depan, Indonesia masih akan menjalani hari-hari berat nan panjang hingga akhirnya wabah corona ini berakhir di Indonesia dan di seluruh penjuru bumi.

\nSembari menanti wabah corona ini berakhir, lantas apa yang mesti dan bisa dilakukan oleh kretekus di Indonesia?

\nYang pertama dan paling utama, tentu saja mematuhi dengan sukarela peraturan-peraturan yang sudah dibikin pemerintah, baik pusat juga daerah dalam rangka menanggulangi penyebaran virus covid-19 ini. Tanpa kesadaran dan kerelaan mematuhi peraturan yang telah diberlakukan pemerintah, bisa jadi kita malah akan menjadi beban bagi negara, juga menjadi vektor perantara penyebaran virus covid-19 itu.

\nSelanjutnya kretekus sebaiknya berada di rumah saja agar kampanye social distancing dan pysical distancing yang digalakkan pemerintah guna menghambat laju penebaran virus bisa efektif. Sembari tetap di rumah saja, kretekus mesti memperhatikan gaya hidup sehat dengan menjaga pola makan, mengonsumsi vitamin, dan rajin-rajin mandi dan cuci tangan.

\nJika kretekus adalah pekerja yang mesti tetap bekerja di luar rumah guna mencari rezeki sebagai pemenuhan kebutuhan harian keluarga, ikutilah prosedur pengamanan diri ketika anda keluar rumah. Pakai masker, jaga jarak aman, hindari kerumunan, dan beberapa protokol keluar rumah lain yang telah dikeluarkan oleh pihak berwenang di bidang kesehatan.

\nKemudian, jika Anda punya keahlian di bidang kesehatan, atau punya jiwa kerelawanan yang tinggi, kretekus bisa mendaftarkan diri menjadi sukarelawan medis dan non-medis dalam membantu upaya pemerintah menghadapi wabah yang menyebalkan ini. Pilihan ini sangat terbuka sembari tetap memperhatikan protokol kesehatan masing-masing. Karena, dalam kondisi seperti ini, kekurangan tenaga sangat mungkin dialami mereka yang berjuang di garis depan dalam memerangi wabah corona, peran relawan menjadi cukup penting untuk menutup kekurangan tenaga di lapangan.

\nYang terakhir, tetaplah merokok wahai kretekus. Merokok sembari tetap mematuhi peraturan-peraturan yang berlaku dalam dunia perkretekan. Jadilah perokok yang santun, dan tetap selalu menjadi perokok santun. Karena di tengah wabah semacam ini, rokok kretek bisa membantu anda dalam relaksasi, menjadi teman penghilang stres karena mesti terkurung lama di dalam rumah.

\nLebih dari itu, dengan tetap merokok, kita menyumbang kepada negara lewat cukai pada tiap batang rokok yang kita isap. Dari sana, kita juga ikut andil memerangi wabah corona karena banyak pemerintah daerah kini yang menggunakan Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBH-CHT) sebagai dana tambahan untuk memerangi wabah virus corona di daerahnya masing-masing.<\/p>\n","post_title":"Apa yang Bisa Kretekus Lakukan di Masa Wabah Corona Ini?","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"apa-yang-bisa-kretekus-lakukan-di-masa-wabah-corona-ini","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2020-04-01 12:02:55","post_modified_gmt":"2020-04-01 05:02:55","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6603","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":29},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"epic_block_3"};

\r\n

Menurut tim peneliti ahli yang mengembangkan tembakau sebagai vaksin mengatakan, vaksin yang sedang dalam pengembangan ini menggunakan teknologi tanaman tembakau yang cepat tumbuh, serta memiliki beberapa keunggulan dibanding teknologi vaksin konvensional. Di antaranya lebih aman lantaran tembakau tidak dapat menyimpan patogen yang dapat menyebabkan penyakit pada manusia.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Mereka baru-baru ini juga mengkloning sebagian dari urutan genetik COVID-19. Ini menyebabkan zat yang menginduksi produksi antibodi. Setelah itu, antigen kemudian dimasukkan ke dalam tanaman tembakau untuk reproduksi.<\/p>\r\n

Potensi Tembakau sebagai Obat<\/h3>\r\n\r\n\r\n\r\n

Penelitian mengenai tembakau dapat menginduksi antibodi bukanlah barang baru. Dr Toto Sudargo, peneliti dari Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta pernah meneliti komponen bioaktif yang terkandung di dalam tembakau memiliki manfaat bagi kesehatan.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Menurut Dr Toto, pada daun tembakau terdapat senyawa bioaktif seperti flavonoid dan fenol. Dua senyawa itu menjadi antioksidan yang dapat mencegah penyakit kanker, anti-karsinogen, anti-proliferasi, anti-flamasi, serta memberikan efek proteksi terhadap penyakit kardiovaskuler.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Selain itu di dalam daun tembakau juga terdapat vitamin C atau asam askorbat yang menjadi antioksidan dan dapat bereaksi dengan antiradikal bebas dengan cara memberikan efek proteksi sel.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Di dalam tembakau juga ada zinc (Zn) yang berguna dalam pembentukan struktur enzim dan protein yang bermanfaat bagi tubuh. Selain itu, menurut Dr Toto, tembakau juga mengandung minyak astiri (essential oil) yang dapat digunakan sebagai antibakteri dan antiseptik.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Mungkin masih banyak lagi penelitian soal manfaat tembakau bagi kesehatan. Dan dengan adanya uji coba pengembangan tembakau sebagai vaksin Covid-19 bisa jadi momentum pengakuan tembakau yang tidak melulu bertentangan dengan kesehatan. Hari ini kita masih terus berharap tembakau dapat menjadi kunci melawan Covid-19, biarkan para ilmuwan dan sains yang menggali harapan tersebut.<\/p>\r\n","post_title":"Pemanfaatan Tembakau sebagai Vaksin untuk Virus Corona","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"virus-corona","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2023-09-13 11:21:34","post_modified_gmt":"2023-09-13 04:21:34","post_content_filtered":"\r\n

Dunia sedang terjangkit virus corona. Dunia sedang memeranginya. Para ilmuwan berlomba-lomba mencari vaksin untuk menghentikan serangan virus corona yang statusnya sudah mencapai wabah pandemik. Semua pihak bahu-membahu, bahkan ada yang menguji coba tembakau sebagai vaksin bagi virus corona. Ya, tembakau yang dicap sebagai musuh dalam dunia kesehatan kini dapat menjadi harapan bagi dunia kesehatan.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Harapan tembakau dapat menjadi vaksin<\/a> bagi virus corona datang dari salah satu perusahaan rokok terbesar di dunia, British American Tobacco (BAT). BAT mengembangkan vaksin bersama dengan anak perusahaan bioteknologi AS, Kentucky BioProcessing (KBP).<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Kentucky BioProcessing yang menjadi anak perusahaan dari BAT ini sejak 2014 sudah terlibat dalam kolaborasi dengan Mapp Biopharmaceutical Inc. dalam rangka pengembangan ZMapp yang merupakan obat Ebola. Meskipun obat ini belum dipasarkan.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Mungkin masih banyak pihak yang meragukan apa yang dikerjakan oleh BAT, hal ini dikarenakan industri rokok selalu dituding sebagai pabrik yang memproduksi penyakit bagi manusia. Perdebatan mengenai rokok dan kesehatan bagaikan magnet berbeda kutub yang hampir tidak pernah ada titik temunya.<\/p>\r\n

Tembakau sebagai Vaksin untuk Virus Corona<\/h3>\r\n\r\n\r\n\r\n

Rokok versus kesehatan bukan menjadi point penting pada usaha BAT yang mengembangkan vaksin virus corona, point penting yang harus menjadi konsern bagi seluruh ilmuwan dan publik adalah menyoal pengakuan bahwa tembakau merupakan tanaman yang dapat dimanfaatkan untuk dunia kesehatan.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Pertarungan antara industri rokok dan farmasi mengakibatkan frame tembakau secara determinan hanyalah berdampak negatif bagi kesehatan. Tembakau itu buruk dan harus dikendalikan bahkan dimusnahkan dari muka bumi.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Padahal tembakau sebagai komoditas yang telah ditanam dan dibudidayakan oleh manusia berabad-abad lamanya. Terbukti dimanfaatkan oleh manusia dalam kesehariannya melakukan berbagai aktifitas kehidupan. Tembakau<\/a> dimanfaatkan bukan hanya dimensi ekonomi semata, tapi juga dimensi sosial, budaya dan kesehatan masyarakat.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Oke balik lagi ke persoalan tembakau dapat menjadi harapan bagi pengembagan vaksin virus corona. Pertanyaannya, apa yang melandasi tembakau dapat dijadikan harapan tersebut?<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Menurut tim peneliti ahli yang mengembangkan tembakau sebagai vaksin mengatakan, vaksin yang sedang dalam pengembangan ini menggunakan teknologi tanaman tembakau yang cepat tumbuh, serta memiliki beberapa keunggulan dibanding teknologi vaksin konvensional. Di antaranya lebih aman lantaran tembakau tidak dapat menyimpan patogen yang dapat menyebabkan penyakit pada manusia.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Mereka baru-baru ini juga mengkloning sebagian dari urutan genetik COVID-19. Ini menyebabkan zat yang menginduksi produksi antibodi. Setelah itu, antigen kemudian dimasukkan ke dalam tanaman tembakau untuk reproduksi.<\/p>\r\n

Potensi Tembakau sebagai Obat<\/h3>\r\n\r\n\r\n\r\n

Penelitian mengenai tembakau dapat menginduksi antibodi bukanlah barang baru. Dr Toto Sudargo, peneliti dari Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta pernah meneliti komponen bioaktif yang terkandung di dalam tembakau memiliki manfaat bagi kesehatan.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Menurut Dr Toto, pada daun tembakau terdapat senyawa bioaktif seperti flavonoid dan fenol. Dua senyawa itu menjadi antioksidan yang dapat mencegah penyakit kanker, anti-karsinogen, anti-proliferasi, anti-flamasi, serta memberikan efek proteksi terhadap penyakit kardiovaskuler.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Selain itu di dalam daun tembakau juga terdapat vitamin C atau asam askorbat yang menjadi antioksidan dan dapat bereaksi dengan antiradikal bebas dengan cara memberikan efek proteksi sel.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Di dalam tembakau juga ada zinc (Zn) yang berguna dalam pembentukan struktur enzim dan protein yang bermanfaat bagi tubuh. Selain itu, menurut Dr Toto, tembakau juga mengandung minyak astiri (essential oil) yang dapat digunakan sebagai antibakteri dan antiseptik.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Mungkin masih banyak lagi penelitian soal manfaat tembakau bagi kesehatan. Dan dengan adanya uji coba pengembangan tembakau sebagai vaksin Covid-19 bisa jadi momentum pengakuan tembakau yang tidak melulu bertentangan dengan kesehatan. Hari ini kita masih terus berharap tembakau dapat menjadi kunci melawan Covid-19, biarkan para ilmuwan dan sains yang menggali harapan tersebut.<\/p>\r\n","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6609","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":6606,"post_author":"878","post_date":"2020-04-02 11:33:35","post_date_gmt":"2020-04-02 04:33:35","post_content":"\n

Memasuki bulan ke empat wabah corona yang bermula dari Wuhan, Cina merebak di muka bumi, jumlah manusia yang positif terinfeksi Covid-19 sudah mendekati satu juta orang di seluruh dunia. Dari total jumlah tersebut, hampir 50 ribu penderitanya meninggal dunia.

\nDan ini belum usia. Hari-hari ke depan, jumlahnya akan kian bertambah. Belum ada yang bisa memastikan kapan wabah ini akan usai. Beberapa perkiraan berdasar hasil permodelan matematika memang sudah ada, namun itu sekadar perkiraan saja, hanya ramalan. Bukan sebuah kepastian.

\nSemua ini tidak bisa dianggap remeh, dan memang wabah ini bukan sesuatu yang remeh dan bisa diabaikan begitu saja. Namun begitu, statistika bisa menjebak banyak orang untuk meremehkan hal ini. Data-data kuantitatif berupa jejeran angka dan persentase dari wabah yang terjadi di muka bumi ini bisa menggiring manusia untuk meremehkan wabah ini.

\nTenang saja, peluang selamat jika tertular covid-19 itu mencapai 97 persen. Angka kematian dari corona ini hanya 3 persen saja, kecil jika dibanding dengan banyak penyakit lain atau virus yang menginfeksi manusia lain di dunia. Jadi biasa saja.

\nBetul, bersikap tenang memang perlu. Jangan panik lebih lagi sembrono. Tetapi, sikap tenang itu juga jangan sampai membawa ke sikap meremehkan dan menganggap enteng wabah covid-19 ini.

\nBetul 3 persen kematian itu kecil jika dibanding 97 persen kemungkinan selamat dari covid-19. Tapi ini sekadar tipuan statistika saja. Atau jika enggan dibilang tipuan, inis sekadar penyamaran statistika semata.

\nBisa jadi, virus covid-19 ini menjadi salah satu virus yang paling mudah tertular kepada manusia. Medium antara penularannya begitu banyak sehingga banyak orang mudah sekali terpapar virus jenis ini. Perkiraan ilmuwan, jika penanganan wabah ini tidak diusahakan semaksimal mungkin, atau menyerahkan pada mekanisme alamiah yang diberi istilah herd immunity, sekira 80 persen penduduk bumi pada akhirnya akan tertular virus ini. Artinya jika penduduk bumi saat ini kira-kira 4 milyar jiwa, yang akan tertular virus covid-19 sebanyak 3,2 milyar jiwa. Lantas 3 persen yang meninggal dunia akibat covid-19 dari 3,2 milyar jiwa itu berapa? 96 juta jiwa. Sebuah angka yang mengerikan.

\nMari kita bawa data-data statistika ini ke Indonesia. Meskipun angka penduduk Indonesia sudah lebih dari 250 juta jiwa, saya pakai angka 250 juta jiwa saja untuk menyederhanakan hitungan. 80 persen dari 250 juta jiwa akan tertular virus corona di Indonesia, angkanya sebanyak, 200 juta jiwa. Jumlah yang meninggal dunia dari 200 juta jiwa akan mencapai 6 juta jiwa.

\nLagi-lagi ini bukan angka yang sedikit dan bukan sebuah kasus yang bisa diremehkan. Seperenam saja yang meninggal dunia di negeri ini dari prediksi statistik yang dijabarkan ilmuwan perihal wabah corona ini, ini sudah menjadi sebuah bencana yang begitu besar di negeri ini. Jadi jangan sekali-kali meremehkan.

\nTetapi jangan pula panik dan bertindak gegabah karena data statistik ini, karena selain bisa menjebak ke arah meremehkan, pembacaan data statistik juga bisa menggiring menuju kepanikan berlebih. Setelah itu, karena panik yang berlebih, segala macam berita yang beredar lantas begitu saja dipercaya tanpa proses saring yang ketat terlebih dahulu. Lebih lagi jika menyadari data statistik itu, kemudian mencari cara agar bisa terhindar dari penularan virus corona tetapi tanpa menyaring berita-berita yang berseliweran di luar sana.

\nSudah terlalu banyak berita hoax yang beredar di luar sana yang memberi masukan dan anjuran apa saja yang mesti dilakukan dan mesti dikonsumsi agar terhindar dari penularan virus corona. Namun begitu, karena hoax yang beredar, alih-alih terhindar dari corona, malah bisa berakibat vatal yang membahayakan diri sendiri. Seperti contoh kasus di Arizona, Amerika Serikat misal.

\nKasus di Arizona ini terjadi memang bukan karena hoax, namun karena kepanikan berlebih. Mendapat kabar bahwa klorokuin yang biasa digunakan untuk obat malaria bisa digunakan untuk obat covid-19, sepasang suami istri karena ketakutann

\nya akan corona lantas mengonsumsi klorokuin. Namun mereka salah konsumsi karena saking paniknya. Yang mereka konsumsi bukan klorokuin yang biasa digunakan untuk obat malaria yang diderita manusia, tetapi klorokuin yang ada dalam obat penghilanv jamur pada ikan. Si suami meninggal dunia, istrinya kritis karena mengonsumsi klorokuin yang salah.

\nJadi jangan panik, jangan pula meremehkan, kita berada di pertengahan saja. Tetap waspada, tetap jaga kesehatan, jaga lingkungan sekitar, dan jaga jarak aman.<\/p>\n","post_title":"Membaca Data Statistika, Jangan Meremehkan atau Panik Berlebihan","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"membaca-data-statistika-jangan-meremehkan-atau-panik-berlebihan","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2020-04-02 11:33:42","post_modified_gmt":"2020-04-02 04:33:42","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6606","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":6603,"post_author":"878","post_date":"2020-04-01 12:02:48","post_date_gmt":"2020-04-01 05:02:48","post_content":"\n

Tahun 2020 bisa jadi menjadi tahun terberat bagi dua atau tiga generasi manusia yang masih hidup di muka bumi kini. Salah satu sebabnya, wabah corona yang menjalar hampir di seluruh wilayah bumi dalam waktu yang relatif singkat saja.

\nMulanya di Cina, virus corona atau yang lebih sering disebut Covid-19 lantas dengan begitu cepatnya menyebar ke penjuru bumi. Ketika virus ini mulai membikin masalah di kota Wuhan, Cina pada penghujung 2019, banyak orang masih menganggap remeh karena mengira virus ini setara virus flu biasa saja. Keadaan kemudian berubah drastis karena penularan covid-19 yang begitu cepat hingga akhirnya pada Januari 2020, Wuhan, dan hampir seluruh wilayah Cina dikarantina dengan ketat untuk menghambat penyebaran virus ini.

\nSayangnya, penyebaran virus sudah terlanjur terjadi. Covid-19 memang sejenis virus yang bandel karena mudah sekali berpindah inang lewat beberapa media antara. Covid-19 kemudian membikin daratan Eropa gempar. Italia, Spanyol, dan Perancis menjadi tiga negara yang mengalami dampak paling signifikan akibat penularan virus covid-19. Italia bahkan tercatat sebagai negara dengan korban meninggal dunia terbanyak di dunia akibat virus covid-19 ini.

\nIndonesia pun tak lepas dari terjangan wabah corona ini. Meskipun pada awalnya negara lewat pejabat-pejabatnya meyakinkan warga bahwa Indonesia aman dari virus corona, bahkan mereka menyisipkan guyonan dan kelakar tidak pada tempatnya hingga terkesan meremehkan agar masyarakat tenang dan tidak panik, pada akhirnya, pada awal Maret ditemukan kasus pertama positif covid-19 di Indonesia.

\nHingga hari ini, kenaikan positif Covid-19 masih terjadi di Indonesia. Per 31 Maret 2020, jumlah positif Covid-19 di Indonesia mencapai 1528 orang, naik 114 kasus dari hari sebelumnya. Dari total positif sebanyak itu, 136 orang meninggal dunia dan 81 orang dinyatakan sembuh. Ke depan, Indonesia masih akan menjalani hari-hari berat nan panjang hingga akhirnya wabah corona ini berakhir di Indonesia dan di seluruh penjuru bumi.

\nSembari menanti wabah corona ini berakhir, lantas apa yang mesti dan bisa dilakukan oleh kretekus di Indonesia?

\nYang pertama dan paling utama, tentu saja mematuhi dengan sukarela peraturan-peraturan yang sudah dibikin pemerintah, baik pusat juga daerah dalam rangka menanggulangi penyebaran virus covid-19 ini. Tanpa kesadaran dan kerelaan mematuhi peraturan yang telah diberlakukan pemerintah, bisa jadi kita malah akan menjadi beban bagi negara, juga menjadi vektor perantara penyebaran virus covid-19 itu.

\nSelanjutnya kretekus sebaiknya berada di rumah saja agar kampanye social distancing dan pysical distancing yang digalakkan pemerintah guna menghambat laju penebaran virus bisa efektif. Sembari tetap di rumah saja, kretekus mesti memperhatikan gaya hidup sehat dengan menjaga pola makan, mengonsumsi vitamin, dan rajin-rajin mandi dan cuci tangan.

\nJika kretekus adalah pekerja yang mesti tetap bekerja di luar rumah guna mencari rezeki sebagai pemenuhan kebutuhan harian keluarga, ikutilah prosedur pengamanan diri ketika anda keluar rumah. Pakai masker, jaga jarak aman, hindari kerumunan, dan beberapa protokol keluar rumah lain yang telah dikeluarkan oleh pihak berwenang di bidang kesehatan.

\nKemudian, jika Anda punya keahlian di bidang kesehatan, atau punya jiwa kerelawanan yang tinggi, kretekus bisa mendaftarkan diri menjadi sukarelawan medis dan non-medis dalam membantu upaya pemerintah menghadapi wabah yang menyebalkan ini. Pilihan ini sangat terbuka sembari tetap memperhatikan protokol kesehatan masing-masing. Karena, dalam kondisi seperti ini, kekurangan tenaga sangat mungkin dialami mereka yang berjuang di garis depan dalam memerangi wabah corona, peran relawan menjadi cukup penting untuk menutup kekurangan tenaga di lapangan.

\nYang terakhir, tetaplah merokok wahai kretekus. Merokok sembari tetap mematuhi peraturan-peraturan yang berlaku dalam dunia perkretekan. Jadilah perokok yang santun, dan tetap selalu menjadi perokok santun. Karena di tengah wabah semacam ini, rokok kretek bisa membantu anda dalam relaksasi, menjadi teman penghilang stres karena mesti terkurung lama di dalam rumah.

\nLebih dari itu, dengan tetap merokok, kita menyumbang kepada negara lewat cukai pada tiap batang rokok yang kita isap. Dari sana, kita juga ikut andil memerangi wabah corona karena banyak pemerintah daerah kini yang menggunakan Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBH-CHT) sebagai dana tambahan untuk memerangi wabah virus corona di daerahnya masing-masing.<\/p>\n","post_title":"Apa yang Bisa Kretekus Lakukan di Masa Wabah Corona Ini?","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"apa-yang-bisa-kretekus-lakukan-di-masa-wabah-corona-ini","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2020-04-01 12:02:55","post_modified_gmt":"2020-04-01 05:02:55","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6603","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":29},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"epic_block_3"};

\r\n

Oke balik lagi ke persoalan tembakau dapat menjadi harapan bagi pengembagan vaksin virus corona. Pertanyaannya, apa yang melandasi tembakau dapat dijadikan harapan tersebut?<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Menurut tim peneliti ahli yang mengembangkan tembakau sebagai vaksin mengatakan, vaksin yang sedang dalam pengembangan ini menggunakan teknologi tanaman tembakau yang cepat tumbuh, serta memiliki beberapa keunggulan dibanding teknologi vaksin konvensional. Di antaranya lebih aman lantaran tembakau tidak dapat menyimpan patogen yang dapat menyebabkan penyakit pada manusia.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Mereka baru-baru ini juga mengkloning sebagian dari urutan genetik COVID-19. Ini menyebabkan zat yang menginduksi produksi antibodi. Setelah itu, antigen kemudian dimasukkan ke dalam tanaman tembakau untuk reproduksi.<\/p>\r\n

Potensi Tembakau sebagai Obat<\/h3>\r\n\r\n\r\n\r\n

Penelitian mengenai tembakau dapat menginduksi antibodi bukanlah barang baru. Dr Toto Sudargo, peneliti dari Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta pernah meneliti komponen bioaktif yang terkandung di dalam tembakau memiliki manfaat bagi kesehatan.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Menurut Dr Toto, pada daun tembakau terdapat senyawa bioaktif seperti flavonoid dan fenol. Dua senyawa itu menjadi antioksidan yang dapat mencegah penyakit kanker, anti-karsinogen, anti-proliferasi, anti-flamasi, serta memberikan efek proteksi terhadap penyakit kardiovaskuler.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Selain itu di dalam daun tembakau juga terdapat vitamin C atau asam askorbat yang menjadi antioksidan dan dapat bereaksi dengan antiradikal bebas dengan cara memberikan efek proteksi sel.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Di dalam tembakau juga ada zinc (Zn) yang berguna dalam pembentukan struktur enzim dan protein yang bermanfaat bagi tubuh. Selain itu, menurut Dr Toto, tembakau juga mengandung minyak astiri (essential oil) yang dapat digunakan sebagai antibakteri dan antiseptik.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Mungkin masih banyak lagi penelitian soal manfaat tembakau bagi kesehatan. Dan dengan adanya uji coba pengembangan tembakau sebagai vaksin Covid-19 bisa jadi momentum pengakuan tembakau yang tidak melulu bertentangan dengan kesehatan. Hari ini kita masih terus berharap tembakau dapat menjadi kunci melawan Covid-19, biarkan para ilmuwan dan sains yang menggali harapan tersebut.<\/p>\r\n","post_title":"Pemanfaatan Tembakau sebagai Vaksin untuk Virus Corona","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"virus-corona","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2023-09-13 11:21:34","post_modified_gmt":"2023-09-13 04:21:34","post_content_filtered":"\r\n

Dunia sedang terjangkit virus corona. Dunia sedang memeranginya. Para ilmuwan berlomba-lomba mencari vaksin untuk menghentikan serangan virus corona yang statusnya sudah mencapai wabah pandemik. Semua pihak bahu-membahu, bahkan ada yang menguji coba tembakau sebagai vaksin bagi virus corona. Ya, tembakau yang dicap sebagai musuh dalam dunia kesehatan kini dapat menjadi harapan bagi dunia kesehatan.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Harapan tembakau dapat menjadi vaksin<\/a> bagi virus corona datang dari salah satu perusahaan rokok terbesar di dunia, British American Tobacco (BAT). BAT mengembangkan vaksin bersama dengan anak perusahaan bioteknologi AS, Kentucky BioProcessing (KBP).<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Kentucky BioProcessing yang menjadi anak perusahaan dari BAT ini sejak 2014 sudah terlibat dalam kolaborasi dengan Mapp Biopharmaceutical Inc. dalam rangka pengembangan ZMapp yang merupakan obat Ebola. Meskipun obat ini belum dipasarkan.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Mungkin masih banyak pihak yang meragukan apa yang dikerjakan oleh BAT, hal ini dikarenakan industri rokok selalu dituding sebagai pabrik yang memproduksi penyakit bagi manusia. Perdebatan mengenai rokok dan kesehatan bagaikan magnet berbeda kutub yang hampir tidak pernah ada titik temunya.<\/p>\r\n

Tembakau sebagai Vaksin untuk Virus Corona<\/h3>\r\n\r\n\r\n\r\n

Rokok versus kesehatan bukan menjadi point penting pada usaha BAT yang mengembangkan vaksin virus corona, point penting yang harus menjadi konsern bagi seluruh ilmuwan dan publik adalah menyoal pengakuan bahwa tembakau merupakan tanaman yang dapat dimanfaatkan untuk dunia kesehatan.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Pertarungan antara industri rokok dan farmasi mengakibatkan frame tembakau secara determinan hanyalah berdampak negatif bagi kesehatan. Tembakau itu buruk dan harus dikendalikan bahkan dimusnahkan dari muka bumi.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Padahal tembakau sebagai komoditas yang telah ditanam dan dibudidayakan oleh manusia berabad-abad lamanya. Terbukti dimanfaatkan oleh manusia dalam kesehariannya melakukan berbagai aktifitas kehidupan. Tembakau<\/a> dimanfaatkan bukan hanya dimensi ekonomi semata, tapi juga dimensi sosial, budaya dan kesehatan masyarakat.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Oke balik lagi ke persoalan tembakau dapat menjadi harapan bagi pengembagan vaksin virus corona. Pertanyaannya, apa yang melandasi tembakau dapat dijadikan harapan tersebut?<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Menurut tim peneliti ahli yang mengembangkan tembakau sebagai vaksin mengatakan, vaksin yang sedang dalam pengembangan ini menggunakan teknologi tanaman tembakau yang cepat tumbuh, serta memiliki beberapa keunggulan dibanding teknologi vaksin konvensional. Di antaranya lebih aman lantaran tembakau tidak dapat menyimpan patogen yang dapat menyebabkan penyakit pada manusia.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Mereka baru-baru ini juga mengkloning sebagian dari urutan genetik COVID-19. Ini menyebabkan zat yang menginduksi produksi antibodi. Setelah itu, antigen kemudian dimasukkan ke dalam tanaman tembakau untuk reproduksi.<\/p>\r\n

Potensi Tembakau sebagai Obat<\/h3>\r\n\r\n\r\n\r\n

Penelitian mengenai tembakau dapat menginduksi antibodi bukanlah barang baru. Dr Toto Sudargo, peneliti dari Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta pernah meneliti komponen bioaktif yang terkandung di dalam tembakau memiliki manfaat bagi kesehatan.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Menurut Dr Toto, pada daun tembakau terdapat senyawa bioaktif seperti flavonoid dan fenol. Dua senyawa itu menjadi antioksidan yang dapat mencegah penyakit kanker, anti-karsinogen, anti-proliferasi, anti-flamasi, serta memberikan efek proteksi terhadap penyakit kardiovaskuler.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Selain itu di dalam daun tembakau juga terdapat vitamin C atau asam askorbat yang menjadi antioksidan dan dapat bereaksi dengan antiradikal bebas dengan cara memberikan efek proteksi sel.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Di dalam tembakau juga ada zinc (Zn) yang berguna dalam pembentukan struktur enzim dan protein yang bermanfaat bagi tubuh. Selain itu, menurut Dr Toto, tembakau juga mengandung minyak astiri (essential oil) yang dapat digunakan sebagai antibakteri dan antiseptik.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Mungkin masih banyak lagi penelitian soal manfaat tembakau bagi kesehatan. Dan dengan adanya uji coba pengembangan tembakau sebagai vaksin Covid-19 bisa jadi momentum pengakuan tembakau yang tidak melulu bertentangan dengan kesehatan. Hari ini kita masih terus berharap tembakau dapat menjadi kunci melawan Covid-19, biarkan para ilmuwan dan sains yang menggali harapan tersebut.<\/p>\r\n","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6609","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":6606,"post_author":"878","post_date":"2020-04-02 11:33:35","post_date_gmt":"2020-04-02 04:33:35","post_content":"\n

Memasuki bulan ke empat wabah corona yang bermula dari Wuhan, Cina merebak di muka bumi, jumlah manusia yang positif terinfeksi Covid-19 sudah mendekati satu juta orang di seluruh dunia. Dari total jumlah tersebut, hampir 50 ribu penderitanya meninggal dunia.

\nDan ini belum usia. Hari-hari ke depan, jumlahnya akan kian bertambah. Belum ada yang bisa memastikan kapan wabah ini akan usai. Beberapa perkiraan berdasar hasil permodelan matematika memang sudah ada, namun itu sekadar perkiraan saja, hanya ramalan. Bukan sebuah kepastian.

\nSemua ini tidak bisa dianggap remeh, dan memang wabah ini bukan sesuatu yang remeh dan bisa diabaikan begitu saja. Namun begitu, statistika bisa menjebak banyak orang untuk meremehkan hal ini. Data-data kuantitatif berupa jejeran angka dan persentase dari wabah yang terjadi di muka bumi ini bisa menggiring manusia untuk meremehkan wabah ini.

\nTenang saja, peluang selamat jika tertular covid-19 itu mencapai 97 persen. Angka kematian dari corona ini hanya 3 persen saja, kecil jika dibanding dengan banyak penyakit lain atau virus yang menginfeksi manusia lain di dunia. Jadi biasa saja.

\nBetul, bersikap tenang memang perlu. Jangan panik lebih lagi sembrono. Tetapi, sikap tenang itu juga jangan sampai membawa ke sikap meremehkan dan menganggap enteng wabah covid-19 ini.

\nBetul 3 persen kematian itu kecil jika dibanding 97 persen kemungkinan selamat dari covid-19. Tapi ini sekadar tipuan statistika saja. Atau jika enggan dibilang tipuan, inis sekadar penyamaran statistika semata.

\nBisa jadi, virus covid-19 ini menjadi salah satu virus yang paling mudah tertular kepada manusia. Medium antara penularannya begitu banyak sehingga banyak orang mudah sekali terpapar virus jenis ini. Perkiraan ilmuwan, jika penanganan wabah ini tidak diusahakan semaksimal mungkin, atau menyerahkan pada mekanisme alamiah yang diberi istilah herd immunity, sekira 80 persen penduduk bumi pada akhirnya akan tertular virus ini. Artinya jika penduduk bumi saat ini kira-kira 4 milyar jiwa, yang akan tertular virus covid-19 sebanyak 3,2 milyar jiwa. Lantas 3 persen yang meninggal dunia akibat covid-19 dari 3,2 milyar jiwa itu berapa? 96 juta jiwa. Sebuah angka yang mengerikan.

\nMari kita bawa data-data statistika ini ke Indonesia. Meskipun angka penduduk Indonesia sudah lebih dari 250 juta jiwa, saya pakai angka 250 juta jiwa saja untuk menyederhanakan hitungan. 80 persen dari 250 juta jiwa akan tertular virus corona di Indonesia, angkanya sebanyak, 200 juta jiwa. Jumlah yang meninggal dunia dari 200 juta jiwa akan mencapai 6 juta jiwa.

\nLagi-lagi ini bukan angka yang sedikit dan bukan sebuah kasus yang bisa diremehkan. Seperenam saja yang meninggal dunia di negeri ini dari prediksi statistik yang dijabarkan ilmuwan perihal wabah corona ini, ini sudah menjadi sebuah bencana yang begitu besar di negeri ini. Jadi jangan sekali-kali meremehkan.

\nTetapi jangan pula panik dan bertindak gegabah karena data statistik ini, karena selain bisa menjebak ke arah meremehkan, pembacaan data statistik juga bisa menggiring menuju kepanikan berlebih. Setelah itu, karena panik yang berlebih, segala macam berita yang beredar lantas begitu saja dipercaya tanpa proses saring yang ketat terlebih dahulu. Lebih lagi jika menyadari data statistik itu, kemudian mencari cara agar bisa terhindar dari penularan virus corona tetapi tanpa menyaring berita-berita yang berseliweran di luar sana.

\nSudah terlalu banyak berita hoax yang beredar di luar sana yang memberi masukan dan anjuran apa saja yang mesti dilakukan dan mesti dikonsumsi agar terhindar dari penularan virus corona. Namun begitu, karena hoax yang beredar, alih-alih terhindar dari corona, malah bisa berakibat vatal yang membahayakan diri sendiri. Seperti contoh kasus di Arizona, Amerika Serikat misal.

\nKasus di Arizona ini terjadi memang bukan karena hoax, namun karena kepanikan berlebih. Mendapat kabar bahwa klorokuin yang biasa digunakan untuk obat malaria bisa digunakan untuk obat covid-19, sepasang suami istri karena ketakutann

\nya akan corona lantas mengonsumsi klorokuin. Namun mereka salah konsumsi karena saking paniknya. Yang mereka konsumsi bukan klorokuin yang biasa digunakan untuk obat malaria yang diderita manusia, tetapi klorokuin yang ada dalam obat penghilanv jamur pada ikan. Si suami meninggal dunia, istrinya kritis karena mengonsumsi klorokuin yang salah.

\nJadi jangan panik, jangan pula meremehkan, kita berada di pertengahan saja. Tetap waspada, tetap jaga kesehatan, jaga lingkungan sekitar, dan jaga jarak aman.<\/p>\n","post_title":"Membaca Data Statistika, Jangan Meremehkan atau Panik Berlebihan","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"membaca-data-statistika-jangan-meremehkan-atau-panik-berlebihan","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2020-04-02 11:33:42","post_modified_gmt":"2020-04-02 04:33:42","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6606","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":6603,"post_author":"878","post_date":"2020-04-01 12:02:48","post_date_gmt":"2020-04-01 05:02:48","post_content":"\n

Tahun 2020 bisa jadi menjadi tahun terberat bagi dua atau tiga generasi manusia yang masih hidup di muka bumi kini. Salah satu sebabnya, wabah corona yang menjalar hampir di seluruh wilayah bumi dalam waktu yang relatif singkat saja.

\nMulanya di Cina, virus corona atau yang lebih sering disebut Covid-19 lantas dengan begitu cepatnya menyebar ke penjuru bumi. Ketika virus ini mulai membikin masalah di kota Wuhan, Cina pada penghujung 2019, banyak orang masih menganggap remeh karena mengira virus ini setara virus flu biasa saja. Keadaan kemudian berubah drastis karena penularan covid-19 yang begitu cepat hingga akhirnya pada Januari 2020, Wuhan, dan hampir seluruh wilayah Cina dikarantina dengan ketat untuk menghambat penyebaran virus ini.

\nSayangnya, penyebaran virus sudah terlanjur terjadi. Covid-19 memang sejenis virus yang bandel karena mudah sekali berpindah inang lewat beberapa media antara. Covid-19 kemudian membikin daratan Eropa gempar. Italia, Spanyol, dan Perancis menjadi tiga negara yang mengalami dampak paling signifikan akibat penularan virus covid-19. Italia bahkan tercatat sebagai negara dengan korban meninggal dunia terbanyak di dunia akibat virus covid-19 ini.

\nIndonesia pun tak lepas dari terjangan wabah corona ini. Meskipun pada awalnya negara lewat pejabat-pejabatnya meyakinkan warga bahwa Indonesia aman dari virus corona, bahkan mereka menyisipkan guyonan dan kelakar tidak pada tempatnya hingga terkesan meremehkan agar masyarakat tenang dan tidak panik, pada akhirnya, pada awal Maret ditemukan kasus pertama positif covid-19 di Indonesia.

\nHingga hari ini, kenaikan positif Covid-19 masih terjadi di Indonesia. Per 31 Maret 2020, jumlah positif Covid-19 di Indonesia mencapai 1528 orang, naik 114 kasus dari hari sebelumnya. Dari total positif sebanyak itu, 136 orang meninggal dunia dan 81 orang dinyatakan sembuh. Ke depan, Indonesia masih akan menjalani hari-hari berat nan panjang hingga akhirnya wabah corona ini berakhir di Indonesia dan di seluruh penjuru bumi.

\nSembari menanti wabah corona ini berakhir, lantas apa yang mesti dan bisa dilakukan oleh kretekus di Indonesia?

\nYang pertama dan paling utama, tentu saja mematuhi dengan sukarela peraturan-peraturan yang sudah dibikin pemerintah, baik pusat juga daerah dalam rangka menanggulangi penyebaran virus covid-19 ini. Tanpa kesadaran dan kerelaan mematuhi peraturan yang telah diberlakukan pemerintah, bisa jadi kita malah akan menjadi beban bagi negara, juga menjadi vektor perantara penyebaran virus covid-19 itu.

\nSelanjutnya kretekus sebaiknya berada di rumah saja agar kampanye social distancing dan pysical distancing yang digalakkan pemerintah guna menghambat laju penebaran virus bisa efektif. Sembari tetap di rumah saja, kretekus mesti memperhatikan gaya hidup sehat dengan menjaga pola makan, mengonsumsi vitamin, dan rajin-rajin mandi dan cuci tangan.

\nJika kretekus adalah pekerja yang mesti tetap bekerja di luar rumah guna mencari rezeki sebagai pemenuhan kebutuhan harian keluarga, ikutilah prosedur pengamanan diri ketika anda keluar rumah. Pakai masker, jaga jarak aman, hindari kerumunan, dan beberapa protokol keluar rumah lain yang telah dikeluarkan oleh pihak berwenang di bidang kesehatan.

\nKemudian, jika Anda punya keahlian di bidang kesehatan, atau punya jiwa kerelawanan yang tinggi, kretekus bisa mendaftarkan diri menjadi sukarelawan medis dan non-medis dalam membantu upaya pemerintah menghadapi wabah yang menyebalkan ini. Pilihan ini sangat terbuka sembari tetap memperhatikan protokol kesehatan masing-masing. Karena, dalam kondisi seperti ini, kekurangan tenaga sangat mungkin dialami mereka yang berjuang di garis depan dalam memerangi wabah corona, peran relawan menjadi cukup penting untuk menutup kekurangan tenaga di lapangan.

\nYang terakhir, tetaplah merokok wahai kretekus. Merokok sembari tetap mematuhi peraturan-peraturan yang berlaku dalam dunia perkretekan. Jadilah perokok yang santun, dan tetap selalu menjadi perokok santun. Karena di tengah wabah semacam ini, rokok kretek bisa membantu anda dalam relaksasi, menjadi teman penghilang stres karena mesti terkurung lama di dalam rumah.

\nLebih dari itu, dengan tetap merokok, kita menyumbang kepada negara lewat cukai pada tiap batang rokok yang kita isap. Dari sana, kita juga ikut andil memerangi wabah corona karena banyak pemerintah daerah kini yang menggunakan Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBH-CHT) sebagai dana tambahan untuk memerangi wabah virus corona di daerahnya masing-masing.<\/p>\n","post_title":"Apa yang Bisa Kretekus Lakukan di Masa Wabah Corona Ini?","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"apa-yang-bisa-kretekus-lakukan-di-masa-wabah-corona-ini","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2020-04-01 12:02:55","post_modified_gmt":"2020-04-01 05:02:55","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6603","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":29},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"epic_block_3"};

\r\n

Padahal tembakau sebagai komoditas yang telah ditanam dan dibudidayakan oleh manusia berabad-abad lamanya. Terbukti dimanfaatkan oleh manusia dalam kesehariannya melakukan berbagai aktifitas kehidupan. Tembakau<\/a> dimanfaatkan bukan hanya dimensi ekonomi semata, tapi juga dimensi sosial, budaya dan kesehatan masyarakat.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Oke balik lagi ke persoalan tembakau dapat menjadi harapan bagi pengembagan vaksin virus corona. Pertanyaannya, apa yang melandasi tembakau dapat dijadikan harapan tersebut?<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Menurut tim peneliti ahli yang mengembangkan tembakau sebagai vaksin mengatakan, vaksin yang sedang dalam pengembangan ini menggunakan teknologi tanaman tembakau yang cepat tumbuh, serta memiliki beberapa keunggulan dibanding teknologi vaksin konvensional. Di antaranya lebih aman lantaran tembakau tidak dapat menyimpan patogen yang dapat menyebabkan penyakit pada manusia.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Mereka baru-baru ini juga mengkloning sebagian dari urutan genetik COVID-19. Ini menyebabkan zat yang menginduksi produksi antibodi. Setelah itu, antigen kemudian dimasukkan ke dalam tanaman tembakau untuk reproduksi.<\/p>\r\n

Potensi Tembakau sebagai Obat<\/h3>\r\n\r\n\r\n\r\n

Penelitian mengenai tembakau dapat menginduksi antibodi bukanlah barang baru. Dr Toto Sudargo, peneliti dari Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta pernah meneliti komponen bioaktif yang terkandung di dalam tembakau memiliki manfaat bagi kesehatan.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Menurut Dr Toto, pada daun tembakau terdapat senyawa bioaktif seperti flavonoid dan fenol. Dua senyawa itu menjadi antioksidan yang dapat mencegah penyakit kanker, anti-karsinogen, anti-proliferasi, anti-flamasi, serta memberikan efek proteksi terhadap penyakit kardiovaskuler.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Selain itu di dalam daun tembakau juga terdapat vitamin C atau asam askorbat yang menjadi antioksidan dan dapat bereaksi dengan antiradikal bebas dengan cara memberikan efek proteksi sel.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Di dalam tembakau juga ada zinc (Zn) yang berguna dalam pembentukan struktur enzim dan protein yang bermanfaat bagi tubuh. Selain itu, menurut Dr Toto, tembakau juga mengandung minyak astiri (essential oil) yang dapat digunakan sebagai antibakteri dan antiseptik.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Mungkin masih banyak lagi penelitian soal manfaat tembakau bagi kesehatan. Dan dengan adanya uji coba pengembangan tembakau sebagai vaksin Covid-19 bisa jadi momentum pengakuan tembakau yang tidak melulu bertentangan dengan kesehatan. Hari ini kita masih terus berharap tembakau dapat menjadi kunci melawan Covid-19, biarkan para ilmuwan dan sains yang menggali harapan tersebut.<\/p>\r\n","post_title":"Pemanfaatan Tembakau sebagai Vaksin untuk Virus Corona","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"virus-corona","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2023-09-13 11:21:34","post_modified_gmt":"2023-09-13 04:21:34","post_content_filtered":"\r\n

Dunia sedang terjangkit virus corona. Dunia sedang memeranginya. Para ilmuwan berlomba-lomba mencari vaksin untuk menghentikan serangan virus corona yang statusnya sudah mencapai wabah pandemik. Semua pihak bahu-membahu, bahkan ada yang menguji coba tembakau sebagai vaksin bagi virus corona. Ya, tembakau yang dicap sebagai musuh dalam dunia kesehatan kini dapat menjadi harapan bagi dunia kesehatan.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Harapan tembakau dapat menjadi vaksin<\/a> bagi virus corona datang dari salah satu perusahaan rokok terbesar di dunia, British American Tobacco (BAT). BAT mengembangkan vaksin bersama dengan anak perusahaan bioteknologi AS, Kentucky BioProcessing (KBP).<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Kentucky BioProcessing yang menjadi anak perusahaan dari BAT ini sejak 2014 sudah terlibat dalam kolaborasi dengan Mapp Biopharmaceutical Inc. dalam rangka pengembangan ZMapp yang merupakan obat Ebola. Meskipun obat ini belum dipasarkan.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Mungkin masih banyak pihak yang meragukan apa yang dikerjakan oleh BAT, hal ini dikarenakan industri rokok selalu dituding sebagai pabrik yang memproduksi penyakit bagi manusia. Perdebatan mengenai rokok dan kesehatan bagaikan magnet berbeda kutub yang hampir tidak pernah ada titik temunya.<\/p>\r\n

Tembakau sebagai Vaksin untuk Virus Corona<\/h3>\r\n\r\n\r\n\r\n

Rokok versus kesehatan bukan menjadi point penting pada usaha BAT yang mengembangkan vaksin virus corona, point penting yang harus menjadi konsern bagi seluruh ilmuwan dan publik adalah menyoal pengakuan bahwa tembakau merupakan tanaman yang dapat dimanfaatkan untuk dunia kesehatan.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Pertarungan antara industri rokok dan farmasi mengakibatkan frame tembakau secara determinan hanyalah berdampak negatif bagi kesehatan. Tembakau itu buruk dan harus dikendalikan bahkan dimusnahkan dari muka bumi.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Padahal tembakau sebagai komoditas yang telah ditanam dan dibudidayakan oleh manusia berabad-abad lamanya. Terbukti dimanfaatkan oleh manusia dalam kesehariannya melakukan berbagai aktifitas kehidupan. Tembakau<\/a> dimanfaatkan bukan hanya dimensi ekonomi semata, tapi juga dimensi sosial, budaya dan kesehatan masyarakat.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Oke balik lagi ke persoalan tembakau dapat menjadi harapan bagi pengembagan vaksin virus corona. Pertanyaannya, apa yang melandasi tembakau dapat dijadikan harapan tersebut?<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Menurut tim peneliti ahli yang mengembangkan tembakau sebagai vaksin mengatakan, vaksin yang sedang dalam pengembangan ini menggunakan teknologi tanaman tembakau yang cepat tumbuh, serta memiliki beberapa keunggulan dibanding teknologi vaksin konvensional. Di antaranya lebih aman lantaran tembakau tidak dapat menyimpan patogen yang dapat menyebabkan penyakit pada manusia.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Mereka baru-baru ini juga mengkloning sebagian dari urutan genetik COVID-19. Ini menyebabkan zat yang menginduksi produksi antibodi. Setelah itu, antigen kemudian dimasukkan ke dalam tanaman tembakau untuk reproduksi.<\/p>\r\n

Potensi Tembakau sebagai Obat<\/h3>\r\n\r\n\r\n\r\n

Penelitian mengenai tembakau dapat menginduksi antibodi bukanlah barang baru. Dr Toto Sudargo, peneliti dari Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta pernah meneliti komponen bioaktif yang terkandung di dalam tembakau memiliki manfaat bagi kesehatan.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Menurut Dr Toto, pada daun tembakau terdapat senyawa bioaktif seperti flavonoid dan fenol. Dua senyawa itu menjadi antioksidan yang dapat mencegah penyakit kanker, anti-karsinogen, anti-proliferasi, anti-flamasi, serta memberikan efek proteksi terhadap penyakit kardiovaskuler.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Selain itu di dalam daun tembakau juga terdapat vitamin C atau asam askorbat yang menjadi antioksidan dan dapat bereaksi dengan antiradikal bebas dengan cara memberikan efek proteksi sel.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Di dalam tembakau juga ada zinc (Zn) yang berguna dalam pembentukan struktur enzim dan protein yang bermanfaat bagi tubuh. Selain itu, menurut Dr Toto, tembakau juga mengandung minyak astiri (essential oil) yang dapat digunakan sebagai antibakteri dan antiseptik.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Mungkin masih banyak lagi penelitian soal manfaat tembakau bagi kesehatan. Dan dengan adanya uji coba pengembangan tembakau sebagai vaksin Covid-19 bisa jadi momentum pengakuan tembakau yang tidak melulu bertentangan dengan kesehatan. Hari ini kita masih terus berharap tembakau dapat menjadi kunci melawan Covid-19, biarkan para ilmuwan dan sains yang menggali harapan tersebut.<\/p>\r\n","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6609","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":6606,"post_author":"878","post_date":"2020-04-02 11:33:35","post_date_gmt":"2020-04-02 04:33:35","post_content":"\n

Memasuki bulan ke empat wabah corona yang bermula dari Wuhan, Cina merebak di muka bumi, jumlah manusia yang positif terinfeksi Covid-19 sudah mendekati satu juta orang di seluruh dunia. Dari total jumlah tersebut, hampir 50 ribu penderitanya meninggal dunia.

\nDan ini belum usia. Hari-hari ke depan, jumlahnya akan kian bertambah. Belum ada yang bisa memastikan kapan wabah ini akan usai. Beberapa perkiraan berdasar hasil permodelan matematika memang sudah ada, namun itu sekadar perkiraan saja, hanya ramalan. Bukan sebuah kepastian.

\nSemua ini tidak bisa dianggap remeh, dan memang wabah ini bukan sesuatu yang remeh dan bisa diabaikan begitu saja. Namun begitu, statistika bisa menjebak banyak orang untuk meremehkan hal ini. Data-data kuantitatif berupa jejeran angka dan persentase dari wabah yang terjadi di muka bumi ini bisa menggiring manusia untuk meremehkan wabah ini.

\nTenang saja, peluang selamat jika tertular covid-19 itu mencapai 97 persen. Angka kematian dari corona ini hanya 3 persen saja, kecil jika dibanding dengan banyak penyakit lain atau virus yang menginfeksi manusia lain di dunia. Jadi biasa saja.

\nBetul, bersikap tenang memang perlu. Jangan panik lebih lagi sembrono. Tetapi, sikap tenang itu juga jangan sampai membawa ke sikap meremehkan dan menganggap enteng wabah covid-19 ini.

\nBetul 3 persen kematian itu kecil jika dibanding 97 persen kemungkinan selamat dari covid-19. Tapi ini sekadar tipuan statistika saja. Atau jika enggan dibilang tipuan, inis sekadar penyamaran statistika semata.

\nBisa jadi, virus covid-19 ini menjadi salah satu virus yang paling mudah tertular kepada manusia. Medium antara penularannya begitu banyak sehingga banyak orang mudah sekali terpapar virus jenis ini. Perkiraan ilmuwan, jika penanganan wabah ini tidak diusahakan semaksimal mungkin, atau menyerahkan pada mekanisme alamiah yang diberi istilah herd immunity, sekira 80 persen penduduk bumi pada akhirnya akan tertular virus ini. Artinya jika penduduk bumi saat ini kira-kira 4 milyar jiwa, yang akan tertular virus covid-19 sebanyak 3,2 milyar jiwa. Lantas 3 persen yang meninggal dunia akibat covid-19 dari 3,2 milyar jiwa itu berapa? 96 juta jiwa. Sebuah angka yang mengerikan.

\nMari kita bawa data-data statistika ini ke Indonesia. Meskipun angka penduduk Indonesia sudah lebih dari 250 juta jiwa, saya pakai angka 250 juta jiwa saja untuk menyederhanakan hitungan. 80 persen dari 250 juta jiwa akan tertular virus corona di Indonesia, angkanya sebanyak, 200 juta jiwa. Jumlah yang meninggal dunia dari 200 juta jiwa akan mencapai 6 juta jiwa.

\nLagi-lagi ini bukan angka yang sedikit dan bukan sebuah kasus yang bisa diremehkan. Seperenam saja yang meninggal dunia di negeri ini dari prediksi statistik yang dijabarkan ilmuwan perihal wabah corona ini, ini sudah menjadi sebuah bencana yang begitu besar di negeri ini. Jadi jangan sekali-kali meremehkan.

\nTetapi jangan pula panik dan bertindak gegabah karena data statistik ini, karena selain bisa menjebak ke arah meremehkan, pembacaan data statistik juga bisa menggiring menuju kepanikan berlebih. Setelah itu, karena panik yang berlebih, segala macam berita yang beredar lantas begitu saja dipercaya tanpa proses saring yang ketat terlebih dahulu. Lebih lagi jika menyadari data statistik itu, kemudian mencari cara agar bisa terhindar dari penularan virus corona tetapi tanpa menyaring berita-berita yang berseliweran di luar sana.

\nSudah terlalu banyak berita hoax yang beredar di luar sana yang memberi masukan dan anjuran apa saja yang mesti dilakukan dan mesti dikonsumsi agar terhindar dari penularan virus corona. Namun begitu, karena hoax yang beredar, alih-alih terhindar dari corona, malah bisa berakibat vatal yang membahayakan diri sendiri. Seperti contoh kasus di Arizona, Amerika Serikat misal.

\nKasus di Arizona ini terjadi memang bukan karena hoax, namun karena kepanikan berlebih. Mendapat kabar bahwa klorokuin yang biasa digunakan untuk obat malaria bisa digunakan untuk obat covid-19, sepasang suami istri karena ketakutann

\nya akan corona lantas mengonsumsi klorokuin. Namun mereka salah konsumsi karena saking paniknya. Yang mereka konsumsi bukan klorokuin yang biasa digunakan untuk obat malaria yang diderita manusia, tetapi klorokuin yang ada dalam obat penghilanv jamur pada ikan. Si suami meninggal dunia, istrinya kritis karena mengonsumsi klorokuin yang salah.

\nJadi jangan panik, jangan pula meremehkan, kita berada di pertengahan saja. Tetap waspada, tetap jaga kesehatan, jaga lingkungan sekitar, dan jaga jarak aman.<\/p>\n","post_title":"Membaca Data Statistika, Jangan Meremehkan atau Panik Berlebihan","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"membaca-data-statistika-jangan-meremehkan-atau-panik-berlebihan","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2020-04-02 11:33:42","post_modified_gmt":"2020-04-02 04:33:42","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6606","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":6603,"post_author":"878","post_date":"2020-04-01 12:02:48","post_date_gmt":"2020-04-01 05:02:48","post_content":"\n

Tahun 2020 bisa jadi menjadi tahun terberat bagi dua atau tiga generasi manusia yang masih hidup di muka bumi kini. Salah satu sebabnya, wabah corona yang menjalar hampir di seluruh wilayah bumi dalam waktu yang relatif singkat saja.

\nMulanya di Cina, virus corona atau yang lebih sering disebut Covid-19 lantas dengan begitu cepatnya menyebar ke penjuru bumi. Ketika virus ini mulai membikin masalah di kota Wuhan, Cina pada penghujung 2019, banyak orang masih menganggap remeh karena mengira virus ini setara virus flu biasa saja. Keadaan kemudian berubah drastis karena penularan covid-19 yang begitu cepat hingga akhirnya pada Januari 2020, Wuhan, dan hampir seluruh wilayah Cina dikarantina dengan ketat untuk menghambat penyebaran virus ini.

\nSayangnya, penyebaran virus sudah terlanjur terjadi. Covid-19 memang sejenis virus yang bandel karena mudah sekali berpindah inang lewat beberapa media antara. Covid-19 kemudian membikin daratan Eropa gempar. Italia, Spanyol, dan Perancis menjadi tiga negara yang mengalami dampak paling signifikan akibat penularan virus covid-19. Italia bahkan tercatat sebagai negara dengan korban meninggal dunia terbanyak di dunia akibat virus covid-19 ini.

\nIndonesia pun tak lepas dari terjangan wabah corona ini. Meskipun pada awalnya negara lewat pejabat-pejabatnya meyakinkan warga bahwa Indonesia aman dari virus corona, bahkan mereka menyisipkan guyonan dan kelakar tidak pada tempatnya hingga terkesan meremehkan agar masyarakat tenang dan tidak panik, pada akhirnya, pada awal Maret ditemukan kasus pertama positif covid-19 di Indonesia.

\nHingga hari ini, kenaikan positif Covid-19 masih terjadi di Indonesia. Per 31 Maret 2020, jumlah positif Covid-19 di Indonesia mencapai 1528 orang, naik 114 kasus dari hari sebelumnya. Dari total positif sebanyak itu, 136 orang meninggal dunia dan 81 orang dinyatakan sembuh. Ke depan, Indonesia masih akan menjalani hari-hari berat nan panjang hingga akhirnya wabah corona ini berakhir di Indonesia dan di seluruh penjuru bumi.

\nSembari menanti wabah corona ini berakhir, lantas apa yang mesti dan bisa dilakukan oleh kretekus di Indonesia?

\nYang pertama dan paling utama, tentu saja mematuhi dengan sukarela peraturan-peraturan yang sudah dibikin pemerintah, baik pusat juga daerah dalam rangka menanggulangi penyebaran virus covid-19 ini. Tanpa kesadaran dan kerelaan mematuhi peraturan yang telah diberlakukan pemerintah, bisa jadi kita malah akan menjadi beban bagi negara, juga menjadi vektor perantara penyebaran virus covid-19 itu.

\nSelanjutnya kretekus sebaiknya berada di rumah saja agar kampanye social distancing dan pysical distancing yang digalakkan pemerintah guna menghambat laju penebaran virus bisa efektif. Sembari tetap di rumah saja, kretekus mesti memperhatikan gaya hidup sehat dengan menjaga pola makan, mengonsumsi vitamin, dan rajin-rajin mandi dan cuci tangan.

\nJika kretekus adalah pekerja yang mesti tetap bekerja di luar rumah guna mencari rezeki sebagai pemenuhan kebutuhan harian keluarga, ikutilah prosedur pengamanan diri ketika anda keluar rumah. Pakai masker, jaga jarak aman, hindari kerumunan, dan beberapa protokol keluar rumah lain yang telah dikeluarkan oleh pihak berwenang di bidang kesehatan.

\nKemudian, jika Anda punya keahlian di bidang kesehatan, atau punya jiwa kerelawanan yang tinggi, kretekus bisa mendaftarkan diri menjadi sukarelawan medis dan non-medis dalam membantu upaya pemerintah menghadapi wabah yang menyebalkan ini. Pilihan ini sangat terbuka sembari tetap memperhatikan protokol kesehatan masing-masing. Karena, dalam kondisi seperti ini, kekurangan tenaga sangat mungkin dialami mereka yang berjuang di garis depan dalam memerangi wabah corona, peran relawan menjadi cukup penting untuk menutup kekurangan tenaga di lapangan.

\nYang terakhir, tetaplah merokok wahai kretekus. Merokok sembari tetap mematuhi peraturan-peraturan yang berlaku dalam dunia perkretekan. Jadilah perokok yang santun, dan tetap selalu menjadi perokok santun. Karena di tengah wabah semacam ini, rokok kretek bisa membantu anda dalam relaksasi, menjadi teman penghilang stres karena mesti terkurung lama di dalam rumah.

\nLebih dari itu, dengan tetap merokok, kita menyumbang kepada negara lewat cukai pada tiap batang rokok yang kita isap. Dari sana, kita juga ikut andil memerangi wabah corona karena banyak pemerintah daerah kini yang menggunakan Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBH-CHT) sebagai dana tambahan untuk memerangi wabah virus corona di daerahnya masing-masing.<\/p>\n","post_title":"Apa yang Bisa Kretekus Lakukan di Masa Wabah Corona Ini?","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"apa-yang-bisa-kretekus-lakukan-di-masa-wabah-corona-ini","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2020-04-01 12:02:55","post_modified_gmt":"2020-04-01 05:02:55","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6603","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":29},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"epic_block_3"};

\r\n

Pertarungan antara industri rokok dan farmasi mengakibatkan frame tembakau secara determinan hanyalah berdampak negatif bagi kesehatan. Tembakau itu buruk dan harus dikendalikan bahkan dimusnahkan dari muka bumi.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Padahal tembakau sebagai komoditas yang telah ditanam dan dibudidayakan oleh manusia berabad-abad lamanya. Terbukti dimanfaatkan oleh manusia dalam kesehariannya melakukan berbagai aktifitas kehidupan. Tembakau<\/a> dimanfaatkan bukan hanya dimensi ekonomi semata, tapi juga dimensi sosial, budaya dan kesehatan masyarakat.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Oke balik lagi ke persoalan tembakau dapat menjadi harapan bagi pengembagan vaksin virus corona. Pertanyaannya, apa yang melandasi tembakau dapat dijadikan harapan tersebut?<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Menurut tim peneliti ahli yang mengembangkan tembakau sebagai vaksin mengatakan, vaksin yang sedang dalam pengembangan ini menggunakan teknologi tanaman tembakau yang cepat tumbuh, serta memiliki beberapa keunggulan dibanding teknologi vaksin konvensional. Di antaranya lebih aman lantaran tembakau tidak dapat menyimpan patogen yang dapat menyebabkan penyakit pada manusia.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Mereka baru-baru ini juga mengkloning sebagian dari urutan genetik COVID-19. Ini menyebabkan zat yang menginduksi produksi antibodi. Setelah itu, antigen kemudian dimasukkan ke dalam tanaman tembakau untuk reproduksi.<\/p>\r\n

Potensi Tembakau sebagai Obat<\/h3>\r\n\r\n\r\n\r\n

Penelitian mengenai tembakau dapat menginduksi antibodi bukanlah barang baru. Dr Toto Sudargo, peneliti dari Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta pernah meneliti komponen bioaktif yang terkandung di dalam tembakau memiliki manfaat bagi kesehatan.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Menurut Dr Toto, pada daun tembakau terdapat senyawa bioaktif seperti flavonoid dan fenol. Dua senyawa itu menjadi antioksidan yang dapat mencegah penyakit kanker, anti-karsinogen, anti-proliferasi, anti-flamasi, serta memberikan efek proteksi terhadap penyakit kardiovaskuler.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Selain itu di dalam daun tembakau juga terdapat vitamin C atau asam askorbat yang menjadi antioksidan dan dapat bereaksi dengan antiradikal bebas dengan cara memberikan efek proteksi sel.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Di dalam tembakau juga ada zinc (Zn) yang berguna dalam pembentukan struktur enzim dan protein yang bermanfaat bagi tubuh. Selain itu, menurut Dr Toto, tembakau juga mengandung minyak astiri (essential oil) yang dapat digunakan sebagai antibakteri dan antiseptik.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Mungkin masih banyak lagi penelitian soal manfaat tembakau bagi kesehatan. Dan dengan adanya uji coba pengembangan tembakau sebagai vaksin Covid-19 bisa jadi momentum pengakuan tembakau yang tidak melulu bertentangan dengan kesehatan. Hari ini kita masih terus berharap tembakau dapat menjadi kunci melawan Covid-19, biarkan para ilmuwan dan sains yang menggali harapan tersebut.<\/p>\r\n","post_title":"Pemanfaatan Tembakau sebagai Vaksin untuk Virus Corona","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"virus-corona","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2023-09-13 11:21:34","post_modified_gmt":"2023-09-13 04:21:34","post_content_filtered":"\r\n

Dunia sedang terjangkit virus corona. Dunia sedang memeranginya. Para ilmuwan berlomba-lomba mencari vaksin untuk menghentikan serangan virus corona yang statusnya sudah mencapai wabah pandemik. Semua pihak bahu-membahu, bahkan ada yang menguji coba tembakau sebagai vaksin bagi virus corona. Ya, tembakau yang dicap sebagai musuh dalam dunia kesehatan kini dapat menjadi harapan bagi dunia kesehatan.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Harapan tembakau dapat menjadi vaksin<\/a> bagi virus corona datang dari salah satu perusahaan rokok terbesar di dunia, British American Tobacco (BAT). BAT mengembangkan vaksin bersama dengan anak perusahaan bioteknologi AS, Kentucky BioProcessing (KBP).<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Kentucky BioProcessing yang menjadi anak perusahaan dari BAT ini sejak 2014 sudah terlibat dalam kolaborasi dengan Mapp Biopharmaceutical Inc. dalam rangka pengembangan ZMapp yang merupakan obat Ebola. Meskipun obat ini belum dipasarkan.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Mungkin masih banyak pihak yang meragukan apa yang dikerjakan oleh BAT, hal ini dikarenakan industri rokok selalu dituding sebagai pabrik yang memproduksi penyakit bagi manusia. Perdebatan mengenai rokok dan kesehatan bagaikan magnet berbeda kutub yang hampir tidak pernah ada titik temunya.<\/p>\r\n

Tembakau sebagai Vaksin untuk Virus Corona<\/h3>\r\n\r\n\r\n\r\n

Rokok versus kesehatan bukan menjadi point penting pada usaha BAT yang mengembangkan vaksin virus corona, point penting yang harus menjadi konsern bagi seluruh ilmuwan dan publik adalah menyoal pengakuan bahwa tembakau merupakan tanaman yang dapat dimanfaatkan untuk dunia kesehatan.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Pertarungan antara industri rokok dan farmasi mengakibatkan frame tembakau secara determinan hanyalah berdampak negatif bagi kesehatan. Tembakau itu buruk dan harus dikendalikan bahkan dimusnahkan dari muka bumi.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Padahal tembakau sebagai komoditas yang telah ditanam dan dibudidayakan oleh manusia berabad-abad lamanya. Terbukti dimanfaatkan oleh manusia dalam kesehariannya melakukan berbagai aktifitas kehidupan. Tembakau<\/a> dimanfaatkan bukan hanya dimensi ekonomi semata, tapi juga dimensi sosial, budaya dan kesehatan masyarakat.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Oke balik lagi ke persoalan tembakau dapat menjadi harapan bagi pengembagan vaksin virus corona. Pertanyaannya, apa yang melandasi tembakau dapat dijadikan harapan tersebut?<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Menurut tim peneliti ahli yang mengembangkan tembakau sebagai vaksin mengatakan, vaksin yang sedang dalam pengembangan ini menggunakan teknologi tanaman tembakau yang cepat tumbuh, serta memiliki beberapa keunggulan dibanding teknologi vaksin konvensional. Di antaranya lebih aman lantaran tembakau tidak dapat menyimpan patogen yang dapat menyebabkan penyakit pada manusia.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Mereka baru-baru ini juga mengkloning sebagian dari urutan genetik COVID-19. Ini menyebabkan zat yang menginduksi produksi antibodi. Setelah itu, antigen kemudian dimasukkan ke dalam tanaman tembakau untuk reproduksi.<\/p>\r\n

Potensi Tembakau sebagai Obat<\/h3>\r\n\r\n\r\n\r\n

Penelitian mengenai tembakau dapat menginduksi antibodi bukanlah barang baru. Dr Toto Sudargo, peneliti dari Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta pernah meneliti komponen bioaktif yang terkandung di dalam tembakau memiliki manfaat bagi kesehatan.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Menurut Dr Toto, pada daun tembakau terdapat senyawa bioaktif seperti flavonoid dan fenol. Dua senyawa itu menjadi antioksidan yang dapat mencegah penyakit kanker, anti-karsinogen, anti-proliferasi, anti-flamasi, serta memberikan efek proteksi terhadap penyakit kardiovaskuler.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Selain itu di dalam daun tembakau juga terdapat vitamin C atau asam askorbat yang menjadi antioksidan dan dapat bereaksi dengan antiradikal bebas dengan cara memberikan efek proteksi sel.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Di dalam tembakau juga ada zinc (Zn) yang berguna dalam pembentukan struktur enzim dan protein yang bermanfaat bagi tubuh. Selain itu, menurut Dr Toto, tembakau juga mengandung minyak astiri (essential oil) yang dapat digunakan sebagai antibakteri dan antiseptik.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Mungkin masih banyak lagi penelitian soal manfaat tembakau bagi kesehatan. Dan dengan adanya uji coba pengembangan tembakau sebagai vaksin Covid-19 bisa jadi momentum pengakuan tembakau yang tidak melulu bertentangan dengan kesehatan. Hari ini kita masih terus berharap tembakau dapat menjadi kunci melawan Covid-19, biarkan para ilmuwan dan sains yang menggali harapan tersebut.<\/p>\r\n","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6609","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":6606,"post_author":"878","post_date":"2020-04-02 11:33:35","post_date_gmt":"2020-04-02 04:33:35","post_content":"\n

Memasuki bulan ke empat wabah corona yang bermula dari Wuhan, Cina merebak di muka bumi, jumlah manusia yang positif terinfeksi Covid-19 sudah mendekati satu juta orang di seluruh dunia. Dari total jumlah tersebut, hampir 50 ribu penderitanya meninggal dunia.

\nDan ini belum usia. Hari-hari ke depan, jumlahnya akan kian bertambah. Belum ada yang bisa memastikan kapan wabah ini akan usai. Beberapa perkiraan berdasar hasil permodelan matematika memang sudah ada, namun itu sekadar perkiraan saja, hanya ramalan. Bukan sebuah kepastian.

\nSemua ini tidak bisa dianggap remeh, dan memang wabah ini bukan sesuatu yang remeh dan bisa diabaikan begitu saja. Namun begitu, statistika bisa menjebak banyak orang untuk meremehkan hal ini. Data-data kuantitatif berupa jejeran angka dan persentase dari wabah yang terjadi di muka bumi ini bisa menggiring manusia untuk meremehkan wabah ini.

\nTenang saja, peluang selamat jika tertular covid-19 itu mencapai 97 persen. Angka kematian dari corona ini hanya 3 persen saja, kecil jika dibanding dengan banyak penyakit lain atau virus yang menginfeksi manusia lain di dunia. Jadi biasa saja.

\nBetul, bersikap tenang memang perlu. Jangan panik lebih lagi sembrono. Tetapi, sikap tenang itu juga jangan sampai membawa ke sikap meremehkan dan menganggap enteng wabah covid-19 ini.

\nBetul 3 persen kematian itu kecil jika dibanding 97 persen kemungkinan selamat dari covid-19. Tapi ini sekadar tipuan statistika saja. Atau jika enggan dibilang tipuan, inis sekadar penyamaran statistika semata.

\nBisa jadi, virus covid-19 ini menjadi salah satu virus yang paling mudah tertular kepada manusia. Medium antara penularannya begitu banyak sehingga banyak orang mudah sekali terpapar virus jenis ini. Perkiraan ilmuwan, jika penanganan wabah ini tidak diusahakan semaksimal mungkin, atau menyerahkan pada mekanisme alamiah yang diberi istilah herd immunity, sekira 80 persen penduduk bumi pada akhirnya akan tertular virus ini. Artinya jika penduduk bumi saat ini kira-kira 4 milyar jiwa, yang akan tertular virus covid-19 sebanyak 3,2 milyar jiwa. Lantas 3 persen yang meninggal dunia akibat covid-19 dari 3,2 milyar jiwa itu berapa? 96 juta jiwa. Sebuah angka yang mengerikan.

\nMari kita bawa data-data statistika ini ke Indonesia. Meskipun angka penduduk Indonesia sudah lebih dari 250 juta jiwa, saya pakai angka 250 juta jiwa saja untuk menyederhanakan hitungan. 80 persen dari 250 juta jiwa akan tertular virus corona di Indonesia, angkanya sebanyak, 200 juta jiwa. Jumlah yang meninggal dunia dari 200 juta jiwa akan mencapai 6 juta jiwa.

\nLagi-lagi ini bukan angka yang sedikit dan bukan sebuah kasus yang bisa diremehkan. Seperenam saja yang meninggal dunia di negeri ini dari prediksi statistik yang dijabarkan ilmuwan perihal wabah corona ini, ini sudah menjadi sebuah bencana yang begitu besar di negeri ini. Jadi jangan sekali-kali meremehkan.

\nTetapi jangan pula panik dan bertindak gegabah karena data statistik ini, karena selain bisa menjebak ke arah meremehkan, pembacaan data statistik juga bisa menggiring menuju kepanikan berlebih. Setelah itu, karena panik yang berlebih, segala macam berita yang beredar lantas begitu saja dipercaya tanpa proses saring yang ketat terlebih dahulu. Lebih lagi jika menyadari data statistik itu, kemudian mencari cara agar bisa terhindar dari penularan virus corona tetapi tanpa menyaring berita-berita yang berseliweran di luar sana.

\nSudah terlalu banyak berita hoax yang beredar di luar sana yang memberi masukan dan anjuran apa saja yang mesti dilakukan dan mesti dikonsumsi agar terhindar dari penularan virus corona. Namun begitu, karena hoax yang beredar, alih-alih terhindar dari corona, malah bisa berakibat vatal yang membahayakan diri sendiri. Seperti contoh kasus di Arizona, Amerika Serikat misal.

\nKasus di Arizona ini terjadi memang bukan karena hoax, namun karena kepanikan berlebih. Mendapat kabar bahwa klorokuin yang biasa digunakan untuk obat malaria bisa digunakan untuk obat covid-19, sepasang suami istri karena ketakutann

\nya akan corona lantas mengonsumsi klorokuin. Namun mereka salah konsumsi karena saking paniknya. Yang mereka konsumsi bukan klorokuin yang biasa digunakan untuk obat malaria yang diderita manusia, tetapi klorokuin yang ada dalam obat penghilanv jamur pada ikan. Si suami meninggal dunia, istrinya kritis karena mengonsumsi klorokuin yang salah.

\nJadi jangan panik, jangan pula meremehkan, kita berada di pertengahan saja. Tetap waspada, tetap jaga kesehatan, jaga lingkungan sekitar, dan jaga jarak aman.<\/p>\n","post_title":"Membaca Data Statistika, Jangan Meremehkan atau Panik Berlebihan","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"membaca-data-statistika-jangan-meremehkan-atau-panik-berlebihan","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2020-04-02 11:33:42","post_modified_gmt":"2020-04-02 04:33:42","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6606","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":6603,"post_author":"878","post_date":"2020-04-01 12:02:48","post_date_gmt":"2020-04-01 05:02:48","post_content":"\n

Tahun 2020 bisa jadi menjadi tahun terberat bagi dua atau tiga generasi manusia yang masih hidup di muka bumi kini. Salah satu sebabnya, wabah corona yang menjalar hampir di seluruh wilayah bumi dalam waktu yang relatif singkat saja.

\nMulanya di Cina, virus corona atau yang lebih sering disebut Covid-19 lantas dengan begitu cepatnya menyebar ke penjuru bumi. Ketika virus ini mulai membikin masalah di kota Wuhan, Cina pada penghujung 2019, banyak orang masih menganggap remeh karena mengira virus ini setara virus flu biasa saja. Keadaan kemudian berubah drastis karena penularan covid-19 yang begitu cepat hingga akhirnya pada Januari 2020, Wuhan, dan hampir seluruh wilayah Cina dikarantina dengan ketat untuk menghambat penyebaran virus ini.

\nSayangnya, penyebaran virus sudah terlanjur terjadi. Covid-19 memang sejenis virus yang bandel karena mudah sekali berpindah inang lewat beberapa media antara. Covid-19 kemudian membikin daratan Eropa gempar. Italia, Spanyol, dan Perancis menjadi tiga negara yang mengalami dampak paling signifikan akibat penularan virus covid-19. Italia bahkan tercatat sebagai negara dengan korban meninggal dunia terbanyak di dunia akibat virus covid-19 ini.

\nIndonesia pun tak lepas dari terjangan wabah corona ini. Meskipun pada awalnya negara lewat pejabat-pejabatnya meyakinkan warga bahwa Indonesia aman dari virus corona, bahkan mereka menyisipkan guyonan dan kelakar tidak pada tempatnya hingga terkesan meremehkan agar masyarakat tenang dan tidak panik, pada akhirnya, pada awal Maret ditemukan kasus pertama positif covid-19 di Indonesia.

\nHingga hari ini, kenaikan positif Covid-19 masih terjadi di Indonesia. Per 31 Maret 2020, jumlah positif Covid-19 di Indonesia mencapai 1528 orang, naik 114 kasus dari hari sebelumnya. Dari total positif sebanyak itu, 136 orang meninggal dunia dan 81 orang dinyatakan sembuh. Ke depan, Indonesia masih akan menjalani hari-hari berat nan panjang hingga akhirnya wabah corona ini berakhir di Indonesia dan di seluruh penjuru bumi.

\nSembari menanti wabah corona ini berakhir, lantas apa yang mesti dan bisa dilakukan oleh kretekus di Indonesia?

\nYang pertama dan paling utama, tentu saja mematuhi dengan sukarela peraturan-peraturan yang sudah dibikin pemerintah, baik pusat juga daerah dalam rangka menanggulangi penyebaran virus covid-19 ini. Tanpa kesadaran dan kerelaan mematuhi peraturan yang telah diberlakukan pemerintah, bisa jadi kita malah akan menjadi beban bagi negara, juga menjadi vektor perantara penyebaran virus covid-19 itu.

\nSelanjutnya kretekus sebaiknya berada di rumah saja agar kampanye social distancing dan pysical distancing yang digalakkan pemerintah guna menghambat laju penebaran virus bisa efektif. Sembari tetap di rumah saja, kretekus mesti memperhatikan gaya hidup sehat dengan menjaga pola makan, mengonsumsi vitamin, dan rajin-rajin mandi dan cuci tangan.

\nJika kretekus adalah pekerja yang mesti tetap bekerja di luar rumah guna mencari rezeki sebagai pemenuhan kebutuhan harian keluarga, ikutilah prosedur pengamanan diri ketika anda keluar rumah. Pakai masker, jaga jarak aman, hindari kerumunan, dan beberapa protokol keluar rumah lain yang telah dikeluarkan oleh pihak berwenang di bidang kesehatan.

\nKemudian, jika Anda punya keahlian di bidang kesehatan, atau punya jiwa kerelawanan yang tinggi, kretekus bisa mendaftarkan diri menjadi sukarelawan medis dan non-medis dalam membantu upaya pemerintah menghadapi wabah yang menyebalkan ini. Pilihan ini sangat terbuka sembari tetap memperhatikan protokol kesehatan masing-masing. Karena, dalam kondisi seperti ini, kekurangan tenaga sangat mungkin dialami mereka yang berjuang di garis depan dalam memerangi wabah corona, peran relawan menjadi cukup penting untuk menutup kekurangan tenaga di lapangan.

\nYang terakhir, tetaplah merokok wahai kretekus. Merokok sembari tetap mematuhi peraturan-peraturan yang berlaku dalam dunia perkretekan. Jadilah perokok yang santun, dan tetap selalu menjadi perokok santun. Karena di tengah wabah semacam ini, rokok kretek bisa membantu anda dalam relaksasi, menjadi teman penghilang stres karena mesti terkurung lama di dalam rumah.

\nLebih dari itu, dengan tetap merokok, kita menyumbang kepada negara lewat cukai pada tiap batang rokok yang kita isap. Dari sana, kita juga ikut andil memerangi wabah corona karena banyak pemerintah daerah kini yang menggunakan Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBH-CHT) sebagai dana tambahan untuk memerangi wabah virus corona di daerahnya masing-masing.<\/p>\n","post_title":"Apa yang Bisa Kretekus Lakukan di Masa Wabah Corona Ini?","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"apa-yang-bisa-kretekus-lakukan-di-masa-wabah-corona-ini","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2020-04-01 12:02:55","post_modified_gmt":"2020-04-01 05:02:55","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6603","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":29},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"epic_block_3"};

\r\n

Rokok versus kesehatan bukan menjadi point penting pada usaha BAT yang mengembangkan vaksin virus corona, point penting yang harus menjadi konsern bagi seluruh ilmuwan dan publik adalah menyoal pengakuan bahwa tembakau merupakan tanaman yang dapat dimanfaatkan untuk dunia kesehatan.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Pertarungan antara industri rokok dan farmasi mengakibatkan frame tembakau secara determinan hanyalah berdampak negatif bagi kesehatan. Tembakau itu buruk dan harus dikendalikan bahkan dimusnahkan dari muka bumi.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Padahal tembakau sebagai komoditas yang telah ditanam dan dibudidayakan oleh manusia berabad-abad lamanya. Terbukti dimanfaatkan oleh manusia dalam kesehariannya melakukan berbagai aktifitas kehidupan. Tembakau<\/a> dimanfaatkan bukan hanya dimensi ekonomi semata, tapi juga dimensi sosial, budaya dan kesehatan masyarakat.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Oke balik lagi ke persoalan tembakau dapat menjadi harapan bagi pengembagan vaksin virus corona. Pertanyaannya, apa yang melandasi tembakau dapat dijadikan harapan tersebut?<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Menurut tim peneliti ahli yang mengembangkan tembakau sebagai vaksin mengatakan, vaksin yang sedang dalam pengembangan ini menggunakan teknologi tanaman tembakau yang cepat tumbuh, serta memiliki beberapa keunggulan dibanding teknologi vaksin konvensional. Di antaranya lebih aman lantaran tembakau tidak dapat menyimpan patogen yang dapat menyebabkan penyakit pada manusia.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Mereka baru-baru ini juga mengkloning sebagian dari urutan genetik COVID-19. Ini menyebabkan zat yang menginduksi produksi antibodi. Setelah itu, antigen kemudian dimasukkan ke dalam tanaman tembakau untuk reproduksi.<\/p>\r\n

Potensi Tembakau sebagai Obat<\/h3>\r\n\r\n\r\n\r\n

Penelitian mengenai tembakau dapat menginduksi antibodi bukanlah barang baru. Dr Toto Sudargo, peneliti dari Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta pernah meneliti komponen bioaktif yang terkandung di dalam tembakau memiliki manfaat bagi kesehatan.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Menurut Dr Toto, pada daun tembakau terdapat senyawa bioaktif seperti flavonoid dan fenol. Dua senyawa itu menjadi antioksidan yang dapat mencegah penyakit kanker, anti-karsinogen, anti-proliferasi, anti-flamasi, serta memberikan efek proteksi terhadap penyakit kardiovaskuler.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Selain itu di dalam daun tembakau juga terdapat vitamin C atau asam askorbat yang menjadi antioksidan dan dapat bereaksi dengan antiradikal bebas dengan cara memberikan efek proteksi sel.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Di dalam tembakau juga ada zinc (Zn) yang berguna dalam pembentukan struktur enzim dan protein yang bermanfaat bagi tubuh. Selain itu, menurut Dr Toto, tembakau juga mengandung minyak astiri (essential oil) yang dapat digunakan sebagai antibakteri dan antiseptik.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Mungkin masih banyak lagi penelitian soal manfaat tembakau bagi kesehatan. Dan dengan adanya uji coba pengembangan tembakau sebagai vaksin Covid-19 bisa jadi momentum pengakuan tembakau yang tidak melulu bertentangan dengan kesehatan. Hari ini kita masih terus berharap tembakau dapat menjadi kunci melawan Covid-19, biarkan para ilmuwan dan sains yang menggali harapan tersebut.<\/p>\r\n","post_title":"Pemanfaatan Tembakau sebagai Vaksin untuk Virus Corona","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"virus-corona","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2023-09-13 11:21:34","post_modified_gmt":"2023-09-13 04:21:34","post_content_filtered":"\r\n

Dunia sedang terjangkit virus corona. Dunia sedang memeranginya. Para ilmuwan berlomba-lomba mencari vaksin untuk menghentikan serangan virus corona yang statusnya sudah mencapai wabah pandemik. Semua pihak bahu-membahu, bahkan ada yang menguji coba tembakau sebagai vaksin bagi virus corona. Ya, tembakau yang dicap sebagai musuh dalam dunia kesehatan kini dapat menjadi harapan bagi dunia kesehatan.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Harapan tembakau dapat menjadi vaksin<\/a> bagi virus corona datang dari salah satu perusahaan rokok terbesar di dunia, British American Tobacco (BAT). BAT mengembangkan vaksin bersama dengan anak perusahaan bioteknologi AS, Kentucky BioProcessing (KBP).<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Kentucky BioProcessing yang menjadi anak perusahaan dari BAT ini sejak 2014 sudah terlibat dalam kolaborasi dengan Mapp Biopharmaceutical Inc. dalam rangka pengembangan ZMapp yang merupakan obat Ebola. Meskipun obat ini belum dipasarkan.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Mungkin masih banyak pihak yang meragukan apa yang dikerjakan oleh BAT, hal ini dikarenakan industri rokok selalu dituding sebagai pabrik yang memproduksi penyakit bagi manusia. Perdebatan mengenai rokok dan kesehatan bagaikan magnet berbeda kutub yang hampir tidak pernah ada titik temunya.<\/p>\r\n

Tembakau sebagai Vaksin untuk Virus Corona<\/h3>\r\n\r\n\r\n\r\n

Rokok versus kesehatan bukan menjadi point penting pada usaha BAT yang mengembangkan vaksin virus corona, point penting yang harus menjadi konsern bagi seluruh ilmuwan dan publik adalah menyoal pengakuan bahwa tembakau merupakan tanaman yang dapat dimanfaatkan untuk dunia kesehatan.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Pertarungan antara industri rokok dan farmasi mengakibatkan frame tembakau secara determinan hanyalah berdampak negatif bagi kesehatan. Tembakau itu buruk dan harus dikendalikan bahkan dimusnahkan dari muka bumi.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Padahal tembakau sebagai komoditas yang telah ditanam dan dibudidayakan oleh manusia berabad-abad lamanya. Terbukti dimanfaatkan oleh manusia dalam kesehariannya melakukan berbagai aktifitas kehidupan. Tembakau<\/a> dimanfaatkan bukan hanya dimensi ekonomi semata, tapi juga dimensi sosial, budaya dan kesehatan masyarakat.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Oke balik lagi ke persoalan tembakau dapat menjadi harapan bagi pengembagan vaksin virus corona. Pertanyaannya, apa yang melandasi tembakau dapat dijadikan harapan tersebut?<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Menurut tim peneliti ahli yang mengembangkan tembakau sebagai vaksin mengatakan, vaksin yang sedang dalam pengembangan ini menggunakan teknologi tanaman tembakau yang cepat tumbuh, serta memiliki beberapa keunggulan dibanding teknologi vaksin konvensional. Di antaranya lebih aman lantaran tembakau tidak dapat menyimpan patogen yang dapat menyebabkan penyakit pada manusia.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Mereka baru-baru ini juga mengkloning sebagian dari urutan genetik COVID-19. Ini menyebabkan zat yang menginduksi produksi antibodi. Setelah itu, antigen kemudian dimasukkan ke dalam tanaman tembakau untuk reproduksi.<\/p>\r\n

Potensi Tembakau sebagai Obat<\/h3>\r\n\r\n\r\n\r\n

Penelitian mengenai tembakau dapat menginduksi antibodi bukanlah barang baru. Dr Toto Sudargo, peneliti dari Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta pernah meneliti komponen bioaktif yang terkandung di dalam tembakau memiliki manfaat bagi kesehatan.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Menurut Dr Toto, pada daun tembakau terdapat senyawa bioaktif seperti flavonoid dan fenol. Dua senyawa itu menjadi antioksidan yang dapat mencegah penyakit kanker, anti-karsinogen, anti-proliferasi, anti-flamasi, serta memberikan efek proteksi terhadap penyakit kardiovaskuler.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Selain itu di dalam daun tembakau juga terdapat vitamin C atau asam askorbat yang menjadi antioksidan dan dapat bereaksi dengan antiradikal bebas dengan cara memberikan efek proteksi sel.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Di dalam tembakau juga ada zinc (Zn) yang berguna dalam pembentukan struktur enzim dan protein yang bermanfaat bagi tubuh. Selain itu, menurut Dr Toto, tembakau juga mengandung minyak astiri (essential oil) yang dapat digunakan sebagai antibakteri dan antiseptik.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Mungkin masih banyak lagi penelitian soal manfaat tembakau bagi kesehatan. Dan dengan adanya uji coba pengembangan tembakau sebagai vaksin Covid-19 bisa jadi momentum pengakuan tembakau yang tidak melulu bertentangan dengan kesehatan. Hari ini kita masih terus berharap tembakau dapat menjadi kunci melawan Covid-19, biarkan para ilmuwan dan sains yang menggali harapan tersebut.<\/p>\r\n","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6609","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":6606,"post_author":"878","post_date":"2020-04-02 11:33:35","post_date_gmt":"2020-04-02 04:33:35","post_content":"\n

Memasuki bulan ke empat wabah corona yang bermula dari Wuhan, Cina merebak di muka bumi, jumlah manusia yang positif terinfeksi Covid-19 sudah mendekati satu juta orang di seluruh dunia. Dari total jumlah tersebut, hampir 50 ribu penderitanya meninggal dunia.

\nDan ini belum usia. Hari-hari ke depan, jumlahnya akan kian bertambah. Belum ada yang bisa memastikan kapan wabah ini akan usai. Beberapa perkiraan berdasar hasil permodelan matematika memang sudah ada, namun itu sekadar perkiraan saja, hanya ramalan. Bukan sebuah kepastian.

\nSemua ini tidak bisa dianggap remeh, dan memang wabah ini bukan sesuatu yang remeh dan bisa diabaikan begitu saja. Namun begitu, statistika bisa menjebak banyak orang untuk meremehkan hal ini. Data-data kuantitatif berupa jejeran angka dan persentase dari wabah yang terjadi di muka bumi ini bisa menggiring manusia untuk meremehkan wabah ini.

\nTenang saja, peluang selamat jika tertular covid-19 itu mencapai 97 persen. Angka kematian dari corona ini hanya 3 persen saja, kecil jika dibanding dengan banyak penyakit lain atau virus yang menginfeksi manusia lain di dunia. Jadi biasa saja.

\nBetul, bersikap tenang memang perlu. Jangan panik lebih lagi sembrono. Tetapi, sikap tenang itu juga jangan sampai membawa ke sikap meremehkan dan menganggap enteng wabah covid-19 ini.

\nBetul 3 persen kematian itu kecil jika dibanding 97 persen kemungkinan selamat dari covid-19. Tapi ini sekadar tipuan statistika saja. Atau jika enggan dibilang tipuan, inis sekadar penyamaran statistika semata.

\nBisa jadi, virus covid-19 ini menjadi salah satu virus yang paling mudah tertular kepada manusia. Medium antara penularannya begitu banyak sehingga banyak orang mudah sekali terpapar virus jenis ini. Perkiraan ilmuwan, jika penanganan wabah ini tidak diusahakan semaksimal mungkin, atau menyerahkan pada mekanisme alamiah yang diberi istilah herd immunity, sekira 80 persen penduduk bumi pada akhirnya akan tertular virus ini. Artinya jika penduduk bumi saat ini kira-kira 4 milyar jiwa, yang akan tertular virus covid-19 sebanyak 3,2 milyar jiwa. Lantas 3 persen yang meninggal dunia akibat covid-19 dari 3,2 milyar jiwa itu berapa? 96 juta jiwa. Sebuah angka yang mengerikan.

\nMari kita bawa data-data statistika ini ke Indonesia. Meskipun angka penduduk Indonesia sudah lebih dari 250 juta jiwa, saya pakai angka 250 juta jiwa saja untuk menyederhanakan hitungan. 80 persen dari 250 juta jiwa akan tertular virus corona di Indonesia, angkanya sebanyak, 200 juta jiwa. Jumlah yang meninggal dunia dari 200 juta jiwa akan mencapai 6 juta jiwa.

\nLagi-lagi ini bukan angka yang sedikit dan bukan sebuah kasus yang bisa diremehkan. Seperenam saja yang meninggal dunia di negeri ini dari prediksi statistik yang dijabarkan ilmuwan perihal wabah corona ini, ini sudah menjadi sebuah bencana yang begitu besar di negeri ini. Jadi jangan sekali-kali meremehkan.

\nTetapi jangan pula panik dan bertindak gegabah karena data statistik ini, karena selain bisa menjebak ke arah meremehkan, pembacaan data statistik juga bisa menggiring menuju kepanikan berlebih. Setelah itu, karena panik yang berlebih, segala macam berita yang beredar lantas begitu saja dipercaya tanpa proses saring yang ketat terlebih dahulu. Lebih lagi jika menyadari data statistik itu, kemudian mencari cara agar bisa terhindar dari penularan virus corona tetapi tanpa menyaring berita-berita yang berseliweran di luar sana.

\nSudah terlalu banyak berita hoax yang beredar di luar sana yang memberi masukan dan anjuran apa saja yang mesti dilakukan dan mesti dikonsumsi agar terhindar dari penularan virus corona. Namun begitu, karena hoax yang beredar, alih-alih terhindar dari corona, malah bisa berakibat vatal yang membahayakan diri sendiri. Seperti contoh kasus di Arizona, Amerika Serikat misal.

\nKasus di Arizona ini terjadi memang bukan karena hoax, namun karena kepanikan berlebih. Mendapat kabar bahwa klorokuin yang biasa digunakan untuk obat malaria bisa digunakan untuk obat covid-19, sepasang suami istri karena ketakutann

\nya akan corona lantas mengonsumsi klorokuin. Namun mereka salah konsumsi karena saking paniknya. Yang mereka konsumsi bukan klorokuin yang biasa digunakan untuk obat malaria yang diderita manusia, tetapi klorokuin yang ada dalam obat penghilanv jamur pada ikan. Si suami meninggal dunia, istrinya kritis karena mengonsumsi klorokuin yang salah.

\nJadi jangan panik, jangan pula meremehkan, kita berada di pertengahan saja. Tetap waspada, tetap jaga kesehatan, jaga lingkungan sekitar, dan jaga jarak aman.<\/p>\n","post_title":"Membaca Data Statistika, Jangan Meremehkan atau Panik Berlebihan","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"membaca-data-statistika-jangan-meremehkan-atau-panik-berlebihan","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2020-04-02 11:33:42","post_modified_gmt":"2020-04-02 04:33:42","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6606","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":6603,"post_author":"878","post_date":"2020-04-01 12:02:48","post_date_gmt":"2020-04-01 05:02:48","post_content":"\n

Tahun 2020 bisa jadi menjadi tahun terberat bagi dua atau tiga generasi manusia yang masih hidup di muka bumi kini. Salah satu sebabnya, wabah corona yang menjalar hampir di seluruh wilayah bumi dalam waktu yang relatif singkat saja.

\nMulanya di Cina, virus corona atau yang lebih sering disebut Covid-19 lantas dengan begitu cepatnya menyebar ke penjuru bumi. Ketika virus ini mulai membikin masalah di kota Wuhan, Cina pada penghujung 2019, banyak orang masih menganggap remeh karena mengira virus ini setara virus flu biasa saja. Keadaan kemudian berubah drastis karena penularan covid-19 yang begitu cepat hingga akhirnya pada Januari 2020, Wuhan, dan hampir seluruh wilayah Cina dikarantina dengan ketat untuk menghambat penyebaran virus ini.

\nSayangnya, penyebaran virus sudah terlanjur terjadi. Covid-19 memang sejenis virus yang bandel karena mudah sekali berpindah inang lewat beberapa media antara. Covid-19 kemudian membikin daratan Eropa gempar. Italia, Spanyol, dan Perancis menjadi tiga negara yang mengalami dampak paling signifikan akibat penularan virus covid-19. Italia bahkan tercatat sebagai negara dengan korban meninggal dunia terbanyak di dunia akibat virus covid-19 ini.

\nIndonesia pun tak lepas dari terjangan wabah corona ini. Meskipun pada awalnya negara lewat pejabat-pejabatnya meyakinkan warga bahwa Indonesia aman dari virus corona, bahkan mereka menyisipkan guyonan dan kelakar tidak pada tempatnya hingga terkesan meremehkan agar masyarakat tenang dan tidak panik, pada akhirnya, pada awal Maret ditemukan kasus pertama positif covid-19 di Indonesia.

\nHingga hari ini, kenaikan positif Covid-19 masih terjadi di Indonesia. Per 31 Maret 2020, jumlah positif Covid-19 di Indonesia mencapai 1528 orang, naik 114 kasus dari hari sebelumnya. Dari total positif sebanyak itu, 136 orang meninggal dunia dan 81 orang dinyatakan sembuh. Ke depan, Indonesia masih akan menjalani hari-hari berat nan panjang hingga akhirnya wabah corona ini berakhir di Indonesia dan di seluruh penjuru bumi.

\nSembari menanti wabah corona ini berakhir, lantas apa yang mesti dan bisa dilakukan oleh kretekus di Indonesia?

\nYang pertama dan paling utama, tentu saja mematuhi dengan sukarela peraturan-peraturan yang sudah dibikin pemerintah, baik pusat juga daerah dalam rangka menanggulangi penyebaran virus covid-19 ini. Tanpa kesadaran dan kerelaan mematuhi peraturan yang telah diberlakukan pemerintah, bisa jadi kita malah akan menjadi beban bagi negara, juga menjadi vektor perantara penyebaran virus covid-19 itu.

\nSelanjutnya kretekus sebaiknya berada di rumah saja agar kampanye social distancing dan pysical distancing yang digalakkan pemerintah guna menghambat laju penebaran virus bisa efektif. Sembari tetap di rumah saja, kretekus mesti memperhatikan gaya hidup sehat dengan menjaga pola makan, mengonsumsi vitamin, dan rajin-rajin mandi dan cuci tangan.

\nJika kretekus adalah pekerja yang mesti tetap bekerja di luar rumah guna mencari rezeki sebagai pemenuhan kebutuhan harian keluarga, ikutilah prosedur pengamanan diri ketika anda keluar rumah. Pakai masker, jaga jarak aman, hindari kerumunan, dan beberapa protokol keluar rumah lain yang telah dikeluarkan oleh pihak berwenang di bidang kesehatan.

\nKemudian, jika Anda punya keahlian di bidang kesehatan, atau punya jiwa kerelawanan yang tinggi, kretekus bisa mendaftarkan diri menjadi sukarelawan medis dan non-medis dalam membantu upaya pemerintah menghadapi wabah yang menyebalkan ini. Pilihan ini sangat terbuka sembari tetap memperhatikan protokol kesehatan masing-masing. Karena, dalam kondisi seperti ini, kekurangan tenaga sangat mungkin dialami mereka yang berjuang di garis depan dalam memerangi wabah corona, peran relawan menjadi cukup penting untuk menutup kekurangan tenaga di lapangan.

\nYang terakhir, tetaplah merokok wahai kretekus. Merokok sembari tetap mematuhi peraturan-peraturan yang berlaku dalam dunia perkretekan. Jadilah perokok yang santun, dan tetap selalu menjadi perokok santun. Karena di tengah wabah semacam ini, rokok kretek bisa membantu anda dalam relaksasi, menjadi teman penghilang stres karena mesti terkurung lama di dalam rumah.

\nLebih dari itu, dengan tetap merokok, kita menyumbang kepada negara lewat cukai pada tiap batang rokok yang kita isap. Dari sana, kita juga ikut andil memerangi wabah corona karena banyak pemerintah daerah kini yang menggunakan Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBH-CHT) sebagai dana tambahan untuk memerangi wabah virus corona di daerahnya masing-masing.<\/p>\n","post_title":"Apa yang Bisa Kretekus Lakukan di Masa Wabah Corona Ini?","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"apa-yang-bisa-kretekus-lakukan-di-masa-wabah-corona-ini","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2020-04-01 12:02:55","post_modified_gmt":"2020-04-01 05:02:55","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6603","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":29},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"epic_block_3"};

\r\n

Mungkin masih banyak pihak yang meragukan apa yang dikerjakan oleh BAT, hal ini dikarenakan industri rokok selalu dituding sebagai pabrik yang memproduksi penyakit bagi manusia. Perdebatan mengenai rokok dan kesehatan bagaikan magnet berbeda kutub yang hampir tidak pernah ada titik temunya.<\/p>\r\n

Tembakau sebagai Vaksin untuk Virus Corona<\/h3>\r\n\r\n\r\n\r\n

Rokok versus kesehatan bukan menjadi point penting pada usaha BAT yang mengembangkan vaksin virus corona, point penting yang harus menjadi konsern bagi seluruh ilmuwan dan publik adalah menyoal pengakuan bahwa tembakau merupakan tanaman yang dapat dimanfaatkan untuk dunia kesehatan.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Pertarungan antara industri rokok dan farmasi mengakibatkan frame tembakau secara determinan hanyalah berdampak negatif bagi kesehatan. Tembakau itu buruk dan harus dikendalikan bahkan dimusnahkan dari muka bumi.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Padahal tembakau sebagai komoditas yang telah ditanam dan dibudidayakan oleh manusia berabad-abad lamanya. Terbukti dimanfaatkan oleh manusia dalam kesehariannya melakukan berbagai aktifitas kehidupan. Tembakau<\/a> dimanfaatkan bukan hanya dimensi ekonomi semata, tapi juga dimensi sosial, budaya dan kesehatan masyarakat.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Oke balik lagi ke persoalan tembakau dapat menjadi harapan bagi pengembagan vaksin virus corona. Pertanyaannya, apa yang melandasi tembakau dapat dijadikan harapan tersebut?<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Menurut tim peneliti ahli yang mengembangkan tembakau sebagai vaksin mengatakan, vaksin yang sedang dalam pengembangan ini menggunakan teknologi tanaman tembakau yang cepat tumbuh, serta memiliki beberapa keunggulan dibanding teknologi vaksin konvensional. Di antaranya lebih aman lantaran tembakau tidak dapat menyimpan patogen yang dapat menyebabkan penyakit pada manusia.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Mereka baru-baru ini juga mengkloning sebagian dari urutan genetik COVID-19. Ini menyebabkan zat yang menginduksi produksi antibodi. Setelah itu, antigen kemudian dimasukkan ke dalam tanaman tembakau untuk reproduksi.<\/p>\r\n

Potensi Tembakau sebagai Obat<\/h3>\r\n\r\n\r\n\r\n

Penelitian mengenai tembakau dapat menginduksi antibodi bukanlah barang baru. Dr Toto Sudargo, peneliti dari Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta pernah meneliti komponen bioaktif yang terkandung di dalam tembakau memiliki manfaat bagi kesehatan.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Menurut Dr Toto, pada daun tembakau terdapat senyawa bioaktif seperti flavonoid dan fenol. Dua senyawa itu menjadi antioksidan yang dapat mencegah penyakit kanker, anti-karsinogen, anti-proliferasi, anti-flamasi, serta memberikan efek proteksi terhadap penyakit kardiovaskuler.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Selain itu di dalam daun tembakau juga terdapat vitamin C atau asam askorbat yang menjadi antioksidan dan dapat bereaksi dengan antiradikal bebas dengan cara memberikan efek proteksi sel.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Di dalam tembakau juga ada zinc (Zn) yang berguna dalam pembentukan struktur enzim dan protein yang bermanfaat bagi tubuh. Selain itu, menurut Dr Toto, tembakau juga mengandung minyak astiri (essential oil) yang dapat digunakan sebagai antibakteri dan antiseptik.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Mungkin masih banyak lagi penelitian soal manfaat tembakau bagi kesehatan. Dan dengan adanya uji coba pengembangan tembakau sebagai vaksin Covid-19 bisa jadi momentum pengakuan tembakau yang tidak melulu bertentangan dengan kesehatan. Hari ini kita masih terus berharap tembakau dapat menjadi kunci melawan Covid-19, biarkan para ilmuwan dan sains yang menggali harapan tersebut.<\/p>\r\n","post_title":"Pemanfaatan Tembakau sebagai Vaksin untuk Virus Corona","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"virus-corona","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2023-09-13 11:21:34","post_modified_gmt":"2023-09-13 04:21:34","post_content_filtered":"\r\n

Dunia sedang terjangkit virus corona. Dunia sedang memeranginya. Para ilmuwan berlomba-lomba mencari vaksin untuk menghentikan serangan virus corona yang statusnya sudah mencapai wabah pandemik. Semua pihak bahu-membahu, bahkan ada yang menguji coba tembakau sebagai vaksin bagi virus corona. Ya, tembakau yang dicap sebagai musuh dalam dunia kesehatan kini dapat menjadi harapan bagi dunia kesehatan.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Harapan tembakau dapat menjadi vaksin<\/a> bagi virus corona datang dari salah satu perusahaan rokok terbesar di dunia, British American Tobacco (BAT). BAT mengembangkan vaksin bersama dengan anak perusahaan bioteknologi AS, Kentucky BioProcessing (KBP).<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Kentucky BioProcessing yang menjadi anak perusahaan dari BAT ini sejak 2014 sudah terlibat dalam kolaborasi dengan Mapp Biopharmaceutical Inc. dalam rangka pengembangan ZMapp yang merupakan obat Ebola. Meskipun obat ini belum dipasarkan.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Mungkin masih banyak pihak yang meragukan apa yang dikerjakan oleh BAT, hal ini dikarenakan industri rokok selalu dituding sebagai pabrik yang memproduksi penyakit bagi manusia. Perdebatan mengenai rokok dan kesehatan bagaikan magnet berbeda kutub yang hampir tidak pernah ada titik temunya.<\/p>\r\n

Tembakau sebagai Vaksin untuk Virus Corona<\/h3>\r\n\r\n\r\n\r\n

Rokok versus kesehatan bukan menjadi point penting pada usaha BAT yang mengembangkan vaksin virus corona, point penting yang harus menjadi konsern bagi seluruh ilmuwan dan publik adalah menyoal pengakuan bahwa tembakau merupakan tanaman yang dapat dimanfaatkan untuk dunia kesehatan.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Pertarungan antara industri rokok dan farmasi mengakibatkan frame tembakau secara determinan hanyalah berdampak negatif bagi kesehatan. Tembakau itu buruk dan harus dikendalikan bahkan dimusnahkan dari muka bumi.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Padahal tembakau sebagai komoditas yang telah ditanam dan dibudidayakan oleh manusia berabad-abad lamanya. Terbukti dimanfaatkan oleh manusia dalam kesehariannya melakukan berbagai aktifitas kehidupan. Tembakau<\/a> dimanfaatkan bukan hanya dimensi ekonomi semata, tapi juga dimensi sosial, budaya dan kesehatan masyarakat.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Oke balik lagi ke persoalan tembakau dapat menjadi harapan bagi pengembagan vaksin virus corona. Pertanyaannya, apa yang melandasi tembakau dapat dijadikan harapan tersebut?<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Menurut tim peneliti ahli yang mengembangkan tembakau sebagai vaksin mengatakan, vaksin yang sedang dalam pengembangan ini menggunakan teknologi tanaman tembakau yang cepat tumbuh, serta memiliki beberapa keunggulan dibanding teknologi vaksin konvensional. Di antaranya lebih aman lantaran tembakau tidak dapat menyimpan patogen yang dapat menyebabkan penyakit pada manusia.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Mereka baru-baru ini juga mengkloning sebagian dari urutan genetik COVID-19. Ini menyebabkan zat yang menginduksi produksi antibodi. Setelah itu, antigen kemudian dimasukkan ke dalam tanaman tembakau untuk reproduksi.<\/p>\r\n

Potensi Tembakau sebagai Obat<\/h3>\r\n\r\n\r\n\r\n

Penelitian mengenai tembakau dapat menginduksi antibodi bukanlah barang baru. Dr Toto Sudargo, peneliti dari Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta pernah meneliti komponen bioaktif yang terkandung di dalam tembakau memiliki manfaat bagi kesehatan.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Menurut Dr Toto, pada daun tembakau terdapat senyawa bioaktif seperti flavonoid dan fenol. Dua senyawa itu menjadi antioksidan yang dapat mencegah penyakit kanker, anti-karsinogen, anti-proliferasi, anti-flamasi, serta memberikan efek proteksi terhadap penyakit kardiovaskuler.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Selain itu di dalam daun tembakau juga terdapat vitamin C atau asam askorbat yang menjadi antioksidan dan dapat bereaksi dengan antiradikal bebas dengan cara memberikan efek proteksi sel.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Di dalam tembakau juga ada zinc (Zn) yang berguna dalam pembentukan struktur enzim dan protein yang bermanfaat bagi tubuh. Selain itu, menurut Dr Toto, tembakau juga mengandung minyak astiri (essential oil) yang dapat digunakan sebagai antibakteri dan antiseptik.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Mungkin masih banyak lagi penelitian soal manfaat tembakau bagi kesehatan. Dan dengan adanya uji coba pengembangan tembakau sebagai vaksin Covid-19 bisa jadi momentum pengakuan tembakau yang tidak melulu bertentangan dengan kesehatan. Hari ini kita masih terus berharap tembakau dapat menjadi kunci melawan Covid-19, biarkan para ilmuwan dan sains yang menggali harapan tersebut.<\/p>\r\n","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6609","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":6606,"post_author":"878","post_date":"2020-04-02 11:33:35","post_date_gmt":"2020-04-02 04:33:35","post_content":"\n

Memasuki bulan ke empat wabah corona yang bermula dari Wuhan, Cina merebak di muka bumi, jumlah manusia yang positif terinfeksi Covid-19 sudah mendekati satu juta orang di seluruh dunia. Dari total jumlah tersebut, hampir 50 ribu penderitanya meninggal dunia.

\nDan ini belum usia. Hari-hari ke depan, jumlahnya akan kian bertambah. Belum ada yang bisa memastikan kapan wabah ini akan usai. Beberapa perkiraan berdasar hasil permodelan matematika memang sudah ada, namun itu sekadar perkiraan saja, hanya ramalan. Bukan sebuah kepastian.

\nSemua ini tidak bisa dianggap remeh, dan memang wabah ini bukan sesuatu yang remeh dan bisa diabaikan begitu saja. Namun begitu, statistika bisa menjebak banyak orang untuk meremehkan hal ini. Data-data kuantitatif berupa jejeran angka dan persentase dari wabah yang terjadi di muka bumi ini bisa menggiring manusia untuk meremehkan wabah ini.

\nTenang saja, peluang selamat jika tertular covid-19 itu mencapai 97 persen. Angka kematian dari corona ini hanya 3 persen saja, kecil jika dibanding dengan banyak penyakit lain atau virus yang menginfeksi manusia lain di dunia. Jadi biasa saja.

\nBetul, bersikap tenang memang perlu. Jangan panik lebih lagi sembrono. Tetapi, sikap tenang itu juga jangan sampai membawa ke sikap meremehkan dan menganggap enteng wabah covid-19 ini.

\nBetul 3 persen kematian itu kecil jika dibanding 97 persen kemungkinan selamat dari covid-19. Tapi ini sekadar tipuan statistika saja. Atau jika enggan dibilang tipuan, inis sekadar penyamaran statistika semata.

\nBisa jadi, virus covid-19 ini menjadi salah satu virus yang paling mudah tertular kepada manusia. Medium antara penularannya begitu banyak sehingga banyak orang mudah sekali terpapar virus jenis ini. Perkiraan ilmuwan, jika penanganan wabah ini tidak diusahakan semaksimal mungkin, atau menyerahkan pada mekanisme alamiah yang diberi istilah herd immunity, sekira 80 persen penduduk bumi pada akhirnya akan tertular virus ini. Artinya jika penduduk bumi saat ini kira-kira 4 milyar jiwa, yang akan tertular virus covid-19 sebanyak 3,2 milyar jiwa. Lantas 3 persen yang meninggal dunia akibat covid-19 dari 3,2 milyar jiwa itu berapa? 96 juta jiwa. Sebuah angka yang mengerikan.

\nMari kita bawa data-data statistika ini ke Indonesia. Meskipun angka penduduk Indonesia sudah lebih dari 250 juta jiwa, saya pakai angka 250 juta jiwa saja untuk menyederhanakan hitungan. 80 persen dari 250 juta jiwa akan tertular virus corona di Indonesia, angkanya sebanyak, 200 juta jiwa. Jumlah yang meninggal dunia dari 200 juta jiwa akan mencapai 6 juta jiwa.

\nLagi-lagi ini bukan angka yang sedikit dan bukan sebuah kasus yang bisa diremehkan. Seperenam saja yang meninggal dunia di negeri ini dari prediksi statistik yang dijabarkan ilmuwan perihal wabah corona ini, ini sudah menjadi sebuah bencana yang begitu besar di negeri ini. Jadi jangan sekali-kali meremehkan.

\nTetapi jangan pula panik dan bertindak gegabah karena data statistik ini, karena selain bisa menjebak ke arah meremehkan, pembacaan data statistik juga bisa menggiring menuju kepanikan berlebih. Setelah itu, karena panik yang berlebih, segala macam berita yang beredar lantas begitu saja dipercaya tanpa proses saring yang ketat terlebih dahulu. Lebih lagi jika menyadari data statistik itu, kemudian mencari cara agar bisa terhindar dari penularan virus corona tetapi tanpa menyaring berita-berita yang berseliweran di luar sana.

\nSudah terlalu banyak berita hoax yang beredar di luar sana yang memberi masukan dan anjuran apa saja yang mesti dilakukan dan mesti dikonsumsi agar terhindar dari penularan virus corona. Namun begitu, karena hoax yang beredar, alih-alih terhindar dari corona, malah bisa berakibat vatal yang membahayakan diri sendiri. Seperti contoh kasus di Arizona, Amerika Serikat misal.

\nKasus di Arizona ini terjadi memang bukan karena hoax, namun karena kepanikan berlebih. Mendapat kabar bahwa klorokuin yang biasa digunakan untuk obat malaria bisa digunakan untuk obat covid-19, sepasang suami istri karena ketakutann

\nya akan corona lantas mengonsumsi klorokuin. Namun mereka salah konsumsi karena saking paniknya. Yang mereka konsumsi bukan klorokuin yang biasa digunakan untuk obat malaria yang diderita manusia, tetapi klorokuin yang ada dalam obat penghilanv jamur pada ikan. Si suami meninggal dunia, istrinya kritis karena mengonsumsi klorokuin yang salah.

\nJadi jangan panik, jangan pula meremehkan, kita berada di pertengahan saja. Tetap waspada, tetap jaga kesehatan, jaga lingkungan sekitar, dan jaga jarak aman.<\/p>\n","post_title":"Membaca Data Statistika, Jangan Meremehkan atau Panik Berlebihan","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"membaca-data-statistika-jangan-meremehkan-atau-panik-berlebihan","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2020-04-02 11:33:42","post_modified_gmt":"2020-04-02 04:33:42","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6606","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":6603,"post_author":"878","post_date":"2020-04-01 12:02:48","post_date_gmt":"2020-04-01 05:02:48","post_content":"\n

Tahun 2020 bisa jadi menjadi tahun terberat bagi dua atau tiga generasi manusia yang masih hidup di muka bumi kini. Salah satu sebabnya, wabah corona yang menjalar hampir di seluruh wilayah bumi dalam waktu yang relatif singkat saja.

\nMulanya di Cina, virus corona atau yang lebih sering disebut Covid-19 lantas dengan begitu cepatnya menyebar ke penjuru bumi. Ketika virus ini mulai membikin masalah di kota Wuhan, Cina pada penghujung 2019, banyak orang masih menganggap remeh karena mengira virus ini setara virus flu biasa saja. Keadaan kemudian berubah drastis karena penularan covid-19 yang begitu cepat hingga akhirnya pada Januari 2020, Wuhan, dan hampir seluruh wilayah Cina dikarantina dengan ketat untuk menghambat penyebaran virus ini.

\nSayangnya, penyebaran virus sudah terlanjur terjadi. Covid-19 memang sejenis virus yang bandel karena mudah sekali berpindah inang lewat beberapa media antara. Covid-19 kemudian membikin daratan Eropa gempar. Italia, Spanyol, dan Perancis menjadi tiga negara yang mengalami dampak paling signifikan akibat penularan virus covid-19. Italia bahkan tercatat sebagai negara dengan korban meninggal dunia terbanyak di dunia akibat virus covid-19 ini.

\nIndonesia pun tak lepas dari terjangan wabah corona ini. Meskipun pada awalnya negara lewat pejabat-pejabatnya meyakinkan warga bahwa Indonesia aman dari virus corona, bahkan mereka menyisipkan guyonan dan kelakar tidak pada tempatnya hingga terkesan meremehkan agar masyarakat tenang dan tidak panik, pada akhirnya, pada awal Maret ditemukan kasus pertama positif covid-19 di Indonesia.

\nHingga hari ini, kenaikan positif Covid-19 masih terjadi di Indonesia. Per 31 Maret 2020, jumlah positif Covid-19 di Indonesia mencapai 1528 orang, naik 114 kasus dari hari sebelumnya. Dari total positif sebanyak itu, 136 orang meninggal dunia dan 81 orang dinyatakan sembuh. Ke depan, Indonesia masih akan menjalani hari-hari berat nan panjang hingga akhirnya wabah corona ini berakhir di Indonesia dan di seluruh penjuru bumi.

\nSembari menanti wabah corona ini berakhir, lantas apa yang mesti dan bisa dilakukan oleh kretekus di Indonesia?

\nYang pertama dan paling utama, tentu saja mematuhi dengan sukarela peraturan-peraturan yang sudah dibikin pemerintah, baik pusat juga daerah dalam rangka menanggulangi penyebaran virus covid-19 ini. Tanpa kesadaran dan kerelaan mematuhi peraturan yang telah diberlakukan pemerintah, bisa jadi kita malah akan menjadi beban bagi negara, juga menjadi vektor perantara penyebaran virus covid-19 itu.

\nSelanjutnya kretekus sebaiknya berada di rumah saja agar kampanye social distancing dan pysical distancing yang digalakkan pemerintah guna menghambat laju penebaran virus bisa efektif. Sembari tetap di rumah saja, kretekus mesti memperhatikan gaya hidup sehat dengan menjaga pola makan, mengonsumsi vitamin, dan rajin-rajin mandi dan cuci tangan.

\nJika kretekus adalah pekerja yang mesti tetap bekerja di luar rumah guna mencari rezeki sebagai pemenuhan kebutuhan harian keluarga, ikutilah prosedur pengamanan diri ketika anda keluar rumah. Pakai masker, jaga jarak aman, hindari kerumunan, dan beberapa protokol keluar rumah lain yang telah dikeluarkan oleh pihak berwenang di bidang kesehatan.

\nKemudian, jika Anda punya keahlian di bidang kesehatan, atau punya jiwa kerelawanan yang tinggi, kretekus bisa mendaftarkan diri menjadi sukarelawan medis dan non-medis dalam membantu upaya pemerintah menghadapi wabah yang menyebalkan ini. Pilihan ini sangat terbuka sembari tetap memperhatikan protokol kesehatan masing-masing. Karena, dalam kondisi seperti ini, kekurangan tenaga sangat mungkin dialami mereka yang berjuang di garis depan dalam memerangi wabah corona, peran relawan menjadi cukup penting untuk menutup kekurangan tenaga di lapangan.

\nYang terakhir, tetaplah merokok wahai kretekus. Merokok sembari tetap mematuhi peraturan-peraturan yang berlaku dalam dunia perkretekan. Jadilah perokok yang santun, dan tetap selalu menjadi perokok santun. Karena di tengah wabah semacam ini, rokok kretek bisa membantu anda dalam relaksasi, menjadi teman penghilang stres karena mesti terkurung lama di dalam rumah.

\nLebih dari itu, dengan tetap merokok, kita menyumbang kepada negara lewat cukai pada tiap batang rokok yang kita isap. Dari sana, kita juga ikut andil memerangi wabah corona karena banyak pemerintah daerah kini yang menggunakan Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBH-CHT) sebagai dana tambahan untuk memerangi wabah virus corona di daerahnya masing-masing.<\/p>\n","post_title":"Apa yang Bisa Kretekus Lakukan di Masa Wabah Corona Ini?","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"apa-yang-bisa-kretekus-lakukan-di-masa-wabah-corona-ini","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2020-04-01 12:02:55","post_modified_gmt":"2020-04-01 05:02:55","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6603","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":29},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"epic_block_3"};

\r\n

Kentucky BioProcessing yang menjadi anak perusahaan dari BAT ini sejak 2014 sudah terlibat dalam kolaborasi dengan Mapp Biopharmaceutical Inc. dalam rangka pengembangan ZMapp yang merupakan obat Ebola. Meskipun obat ini belum dipasarkan.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Mungkin masih banyak pihak yang meragukan apa yang dikerjakan oleh BAT, hal ini dikarenakan industri rokok selalu dituding sebagai pabrik yang memproduksi penyakit bagi manusia. Perdebatan mengenai rokok dan kesehatan bagaikan magnet berbeda kutub yang hampir tidak pernah ada titik temunya.<\/p>\r\n

Tembakau sebagai Vaksin untuk Virus Corona<\/h3>\r\n\r\n\r\n\r\n

Rokok versus kesehatan bukan menjadi point penting pada usaha BAT yang mengembangkan vaksin virus corona, point penting yang harus menjadi konsern bagi seluruh ilmuwan dan publik adalah menyoal pengakuan bahwa tembakau merupakan tanaman yang dapat dimanfaatkan untuk dunia kesehatan.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Pertarungan antara industri rokok dan farmasi mengakibatkan frame tembakau secara determinan hanyalah berdampak negatif bagi kesehatan. Tembakau itu buruk dan harus dikendalikan bahkan dimusnahkan dari muka bumi.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Padahal tembakau sebagai komoditas yang telah ditanam dan dibudidayakan oleh manusia berabad-abad lamanya. Terbukti dimanfaatkan oleh manusia dalam kesehariannya melakukan berbagai aktifitas kehidupan. Tembakau<\/a> dimanfaatkan bukan hanya dimensi ekonomi semata, tapi juga dimensi sosial, budaya dan kesehatan masyarakat.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Oke balik lagi ke persoalan tembakau dapat menjadi harapan bagi pengembagan vaksin virus corona. Pertanyaannya, apa yang melandasi tembakau dapat dijadikan harapan tersebut?<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Menurut tim peneliti ahli yang mengembangkan tembakau sebagai vaksin mengatakan, vaksin yang sedang dalam pengembangan ini menggunakan teknologi tanaman tembakau yang cepat tumbuh, serta memiliki beberapa keunggulan dibanding teknologi vaksin konvensional. Di antaranya lebih aman lantaran tembakau tidak dapat menyimpan patogen yang dapat menyebabkan penyakit pada manusia.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Mereka baru-baru ini juga mengkloning sebagian dari urutan genetik COVID-19. Ini menyebabkan zat yang menginduksi produksi antibodi. Setelah itu, antigen kemudian dimasukkan ke dalam tanaman tembakau untuk reproduksi.<\/p>\r\n

Potensi Tembakau sebagai Obat<\/h3>\r\n\r\n\r\n\r\n

Penelitian mengenai tembakau dapat menginduksi antibodi bukanlah barang baru. Dr Toto Sudargo, peneliti dari Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta pernah meneliti komponen bioaktif yang terkandung di dalam tembakau memiliki manfaat bagi kesehatan.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Menurut Dr Toto, pada daun tembakau terdapat senyawa bioaktif seperti flavonoid dan fenol. Dua senyawa itu menjadi antioksidan yang dapat mencegah penyakit kanker, anti-karsinogen, anti-proliferasi, anti-flamasi, serta memberikan efek proteksi terhadap penyakit kardiovaskuler.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Selain itu di dalam daun tembakau juga terdapat vitamin C atau asam askorbat yang menjadi antioksidan dan dapat bereaksi dengan antiradikal bebas dengan cara memberikan efek proteksi sel.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Di dalam tembakau juga ada zinc (Zn) yang berguna dalam pembentukan struktur enzim dan protein yang bermanfaat bagi tubuh. Selain itu, menurut Dr Toto, tembakau juga mengandung minyak astiri (essential oil) yang dapat digunakan sebagai antibakteri dan antiseptik.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Mungkin masih banyak lagi penelitian soal manfaat tembakau bagi kesehatan. Dan dengan adanya uji coba pengembangan tembakau sebagai vaksin Covid-19 bisa jadi momentum pengakuan tembakau yang tidak melulu bertentangan dengan kesehatan. Hari ini kita masih terus berharap tembakau dapat menjadi kunci melawan Covid-19, biarkan para ilmuwan dan sains yang menggali harapan tersebut.<\/p>\r\n","post_title":"Pemanfaatan Tembakau sebagai Vaksin untuk Virus Corona","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"virus-corona","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2023-09-13 11:21:34","post_modified_gmt":"2023-09-13 04:21:34","post_content_filtered":"\r\n

Dunia sedang terjangkit virus corona. Dunia sedang memeranginya. Para ilmuwan berlomba-lomba mencari vaksin untuk menghentikan serangan virus corona yang statusnya sudah mencapai wabah pandemik. Semua pihak bahu-membahu, bahkan ada yang menguji coba tembakau sebagai vaksin bagi virus corona. Ya, tembakau yang dicap sebagai musuh dalam dunia kesehatan kini dapat menjadi harapan bagi dunia kesehatan.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Harapan tembakau dapat menjadi vaksin<\/a> bagi virus corona datang dari salah satu perusahaan rokok terbesar di dunia, British American Tobacco (BAT). BAT mengembangkan vaksin bersama dengan anak perusahaan bioteknologi AS, Kentucky BioProcessing (KBP).<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Kentucky BioProcessing yang menjadi anak perusahaan dari BAT ini sejak 2014 sudah terlibat dalam kolaborasi dengan Mapp Biopharmaceutical Inc. dalam rangka pengembangan ZMapp yang merupakan obat Ebola. Meskipun obat ini belum dipasarkan.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Mungkin masih banyak pihak yang meragukan apa yang dikerjakan oleh BAT, hal ini dikarenakan industri rokok selalu dituding sebagai pabrik yang memproduksi penyakit bagi manusia. Perdebatan mengenai rokok dan kesehatan bagaikan magnet berbeda kutub yang hampir tidak pernah ada titik temunya.<\/p>\r\n

Tembakau sebagai Vaksin untuk Virus Corona<\/h3>\r\n\r\n\r\n\r\n

Rokok versus kesehatan bukan menjadi point penting pada usaha BAT yang mengembangkan vaksin virus corona, point penting yang harus menjadi konsern bagi seluruh ilmuwan dan publik adalah menyoal pengakuan bahwa tembakau merupakan tanaman yang dapat dimanfaatkan untuk dunia kesehatan.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Pertarungan antara industri rokok dan farmasi mengakibatkan frame tembakau secara determinan hanyalah berdampak negatif bagi kesehatan. Tembakau itu buruk dan harus dikendalikan bahkan dimusnahkan dari muka bumi.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Padahal tembakau sebagai komoditas yang telah ditanam dan dibudidayakan oleh manusia berabad-abad lamanya. Terbukti dimanfaatkan oleh manusia dalam kesehariannya melakukan berbagai aktifitas kehidupan. Tembakau<\/a> dimanfaatkan bukan hanya dimensi ekonomi semata, tapi juga dimensi sosial, budaya dan kesehatan masyarakat.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Oke balik lagi ke persoalan tembakau dapat menjadi harapan bagi pengembagan vaksin virus corona. Pertanyaannya, apa yang melandasi tembakau dapat dijadikan harapan tersebut?<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Menurut tim peneliti ahli yang mengembangkan tembakau sebagai vaksin mengatakan, vaksin yang sedang dalam pengembangan ini menggunakan teknologi tanaman tembakau yang cepat tumbuh, serta memiliki beberapa keunggulan dibanding teknologi vaksin konvensional. Di antaranya lebih aman lantaran tembakau tidak dapat menyimpan patogen yang dapat menyebabkan penyakit pada manusia.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Mereka baru-baru ini juga mengkloning sebagian dari urutan genetik COVID-19. Ini menyebabkan zat yang menginduksi produksi antibodi. Setelah itu, antigen kemudian dimasukkan ke dalam tanaman tembakau untuk reproduksi.<\/p>\r\n

Potensi Tembakau sebagai Obat<\/h3>\r\n\r\n\r\n\r\n

Penelitian mengenai tembakau dapat menginduksi antibodi bukanlah barang baru. Dr Toto Sudargo, peneliti dari Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta pernah meneliti komponen bioaktif yang terkandung di dalam tembakau memiliki manfaat bagi kesehatan.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Menurut Dr Toto, pada daun tembakau terdapat senyawa bioaktif seperti flavonoid dan fenol. Dua senyawa itu menjadi antioksidan yang dapat mencegah penyakit kanker, anti-karsinogen, anti-proliferasi, anti-flamasi, serta memberikan efek proteksi terhadap penyakit kardiovaskuler.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Selain itu di dalam daun tembakau juga terdapat vitamin C atau asam askorbat yang menjadi antioksidan dan dapat bereaksi dengan antiradikal bebas dengan cara memberikan efek proteksi sel.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Di dalam tembakau juga ada zinc (Zn) yang berguna dalam pembentukan struktur enzim dan protein yang bermanfaat bagi tubuh. Selain itu, menurut Dr Toto, tembakau juga mengandung minyak astiri (essential oil) yang dapat digunakan sebagai antibakteri dan antiseptik.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Mungkin masih banyak lagi penelitian soal manfaat tembakau bagi kesehatan. Dan dengan adanya uji coba pengembangan tembakau sebagai vaksin Covid-19 bisa jadi momentum pengakuan tembakau yang tidak melulu bertentangan dengan kesehatan. Hari ini kita masih terus berharap tembakau dapat menjadi kunci melawan Covid-19, biarkan para ilmuwan dan sains yang menggali harapan tersebut.<\/p>\r\n","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6609","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":6606,"post_author":"878","post_date":"2020-04-02 11:33:35","post_date_gmt":"2020-04-02 04:33:35","post_content":"\n

Memasuki bulan ke empat wabah corona yang bermula dari Wuhan, Cina merebak di muka bumi, jumlah manusia yang positif terinfeksi Covid-19 sudah mendekati satu juta orang di seluruh dunia. Dari total jumlah tersebut, hampir 50 ribu penderitanya meninggal dunia.

\nDan ini belum usia. Hari-hari ke depan, jumlahnya akan kian bertambah. Belum ada yang bisa memastikan kapan wabah ini akan usai. Beberapa perkiraan berdasar hasil permodelan matematika memang sudah ada, namun itu sekadar perkiraan saja, hanya ramalan. Bukan sebuah kepastian.

\nSemua ini tidak bisa dianggap remeh, dan memang wabah ini bukan sesuatu yang remeh dan bisa diabaikan begitu saja. Namun begitu, statistika bisa menjebak banyak orang untuk meremehkan hal ini. Data-data kuantitatif berupa jejeran angka dan persentase dari wabah yang terjadi di muka bumi ini bisa menggiring manusia untuk meremehkan wabah ini.

\nTenang saja, peluang selamat jika tertular covid-19 itu mencapai 97 persen. Angka kematian dari corona ini hanya 3 persen saja, kecil jika dibanding dengan banyak penyakit lain atau virus yang menginfeksi manusia lain di dunia. Jadi biasa saja.

\nBetul, bersikap tenang memang perlu. Jangan panik lebih lagi sembrono. Tetapi, sikap tenang itu juga jangan sampai membawa ke sikap meremehkan dan menganggap enteng wabah covid-19 ini.

\nBetul 3 persen kematian itu kecil jika dibanding 97 persen kemungkinan selamat dari covid-19. Tapi ini sekadar tipuan statistika saja. Atau jika enggan dibilang tipuan, inis sekadar penyamaran statistika semata.

\nBisa jadi, virus covid-19 ini menjadi salah satu virus yang paling mudah tertular kepada manusia. Medium antara penularannya begitu banyak sehingga banyak orang mudah sekali terpapar virus jenis ini. Perkiraan ilmuwan, jika penanganan wabah ini tidak diusahakan semaksimal mungkin, atau menyerahkan pada mekanisme alamiah yang diberi istilah herd immunity, sekira 80 persen penduduk bumi pada akhirnya akan tertular virus ini. Artinya jika penduduk bumi saat ini kira-kira 4 milyar jiwa, yang akan tertular virus covid-19 sebanyak 3,2 milyar jiwa. Lantas 3 persen yang meninggal dunia akibat covid-19 dari 3,2 milyar jiwa itu berapa? 96 juta jiwa. Sebuah angka yang mengerikan.

\nMari kita bawa data-data statistika ini ke Indonesia. Meskipun angka penduduk Indonesia sudah lebih dari 250 juta jiwa, saya pakai angka 250 juta jiwa saja untuk menyederhanakan hitungan. 80 persen dari 250 juta jiwa akan tertular virus corona di Indonesia, angkanya sebanyak, 200 juta jiwa. Jumlah yang meninggal dunia dari 200 juta jiwa akan mencapai 6 juta jiwa.

\nLagi-lagi ini bukan angka yang sedikit dan bukan sebuah kasus yang bisa diremehkan. Seperenam saja yang meninggal dunia di negeri ini dari prediksi statistik yang dijabarkan ilmuwan perihal wabah corona ini, ini sudah menjadi sebuah bencana yang begitu besar di negeri ini. Jadi jangan sekali-kali meremehkan.

\nTetapi jangan pula panik dan bertindak gegabah karena data statistik ini, karena selain bisa menjebak ke arah meremehkan, pembacaan data statistik juga bisa menggiring menuju kepanikan berlebih. Setelah itu, karena panik yang berlebih, segala macam berita yang beredar lantas begitu saja dipercaya tanpa proses saring yang ketat terlebih dahulu. Lebih lagi jika menyadari data statistik itu, kemudian mencari cara agar bisa terhindar dari penularan virus corona tetapi tanpa menyaring berita-berita yang berseliweran di luar sana.

\nSudah terlalu banyak berita hoax yang beredar di luar sana yang memberi masukan dan anjuran apa saja yang mesti dilakukan dan mesti dikonsumsi agar terhindar dari penularan virus corona. Namun begitu, karena hoax yang beredar, alih-alih terhindar dari corona, malah bisa berakibat vatal yang membahayakan diri sendiri. Seperti contoh kasus di Arizona, Amerika Serikat misal.

\nKasus di Arizona ini terjadi memang bukan karena hoax, namun karena kepanikan berlebih. Mendapat kabar bahwa klorokuin yang biasa digunakan untuk obat malaria bisa digunakan untuk obat covid-19, sepasang suami istri karena ketakutann

\nya akan corona lantas mengonsumsi klorokuin. Namun mereka salah konsumsi karena saking paniknya. Yang mereka konsumsi bukan klorokuin yang biasa digunakan untuk obat malaria yang diderita manusia, tetapi klorokuin yang ada dalam obat penghilanv jamur pada ikan. Si suami meninggal dunia, istrinya kritis karena mengonsumsi klorokuin yang salah.

\nJadi jangan panik, jangan pula meremehkan, kita berada di pertengahan saja. Tetap waspada, tetap jaga kesehatan, jaga lingkungan sekitar, dan jaga jarak aman.<\/p>\n","post_title":"Membaca Data Statistika, Jangan Meremehkan atau Panik Berlebihan","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"membaca-data-statistika-jangan-meremehkan-atau-panik-berlebihan","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2020-04-02 11:33:42","post_modified_gmt":"2020-04-02 04:33:42","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6606","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":6603,"post_author":"878","post_date":"2020-04-01 12:02:48","post_date_gmt":"2020-04-01 05:02:48","post_content":"\n

Tahun 2020 bisa jadi menjadi tahun terberat bagi dua atau tiga generasi manusia yang masih hidup di muka bumi kini. Salah satu sebabnya, wabah corona yang menjalar hampir di seluruh wilayah bumi dalam waktu yang relatif singkat saja.

\nMulanya di Cina, virus corona atau yang lebih sering disebut Covid-19 lantas dengan begitu cepatnya menyebar ke penjuru bumi. Ketika virus ini mulai membikin masalah di kota Wuhan, Cina pada penghujung 2019, banyak orang masih menganggap remeh karena mengira virus ini setara virus flu biasa saja. Keadaan kemudian berubah drastis karena penularan covid-19 yang begitu cepat hingga akhirnya pada Januari 2020, Wuhan, dan hampir seluruh wilayah Cina dikarantina dengan ketat untuk menghambat penyebaran virus ini.

\nSayangnya, penyebaran virus sudah terlanjur terjadi. Covid-19 memang sejenis virus yang bandel karena mudah sekali berpindah inang lewat beberapa media antara. Covid-19 kemudian membikin daratan Eropa gempar. Italia, Spanyol, dan Perancis menjadi tiga negara yang mengalami dampak paling signifikan akibat penularan virus covid-19. Italia bahkan tercatat sebagai negara dengan korban meninggal dunia terbanyak di dunia akibat virus covid-19 ini.

\nIndonesia pun tak lepas dari terjangan wabah corona ini. Meskipun pada awalnya negara lewat pejabat-pejabatnya meyakinkan warga bahwa Indonesia aman dari virus corona, bahkan mereka menyisipkan guyonan dan kelakar tidak pada tempatnya hingga terkesan meremehkan agar masyarakat tenang dan tidak panik, pada akhirnya, pada awal Maret ditemukan kasus pertama positif covid-19 di Indonesia.

\nHingga hari ini, kenaikan positif Covid-19 masih terjadi di Indonesia. Per 31 Maret 2020, jumlah positif Covid-19 di Indonesia mencapai 1528 orang, naik 114 kasus dari hari sebelumnya. Dari total positif sebanyak itu, 136 orang meninggal dunia dan 81 orang dinyatakan sembuh. Ke depan, Indonesia masih akan menjalani hari-hari berat nan panjang hingga akhirnya wabah corona ini berakhir di Indonesia dan di seluruh penjuru bumi.

\nSembari menanti wabah corona ini berakhir, lantas apa yang mesti dan bisa dilakukan oleh kretekus di Indonesia?

\nYang pertama dan paling utama, tentu saja mematuhi dengan sukarela peraturan-peraturan yang sudah dibikin pemerintah, baik pusat juga daerah dalam rangka menanggulangi penyebaran virus covid-19 ini. Tanpa kesadaran dan kerelaan mematuhi peraturan yang telah diberlakukan pemerintah, bisa jadi kita malah akan menjadi beban bagi negara, juga menjadi vektor perantara penyebaran virus covid-19 itu.

\nSelanjutnya kretekus sebaiknya berada di rumah saja agar kampanye social distancing dan pysical distancing yang digalakkan pemerintah guna menghambat laju penebaran virus bisa efektif. Sembari tetap di rumah saja, kretekus mesti memperhatikan gaya hidup sehat dengan menjaga pola makan, mengonsumsi vitamin, dan rajin-rajin mandi dan cuci tangan.

\nJika kretekus adalah pekerja yang mesti tetap bekerja di luar rumah guna mencari rezeki sebagai pemenuhan kebutuhan harian keluarga, ikutilah prosedur pengamanan diri ketika anda keluar rumah. Pakai masker, jaga jarak aman, hindari kerumunan, dan beberapa protokol keluar rumah lain yang telah dikeluarkan oleh pihak berwenang di bidang kesehatan.

\nKemudian, jika Anda punya keahlian di bidang kesehatan, atau punya jiwa kerelawanan yang tinggi, kretekus bisa mendaftarkan diri menjadi sukarelawan medis dan non-medis dalam membantu upaya pemerintah menghadapi wabah yang menyebalkan ini. Pilihan ini sangat terbuka sembari tetap memperhatikan protokol kesehatan masing-masing. Karena, dalam kondisi seperti ini, kekurangan tenaga sangat mungkin dialami mereka yang berjuang di garis depan dalam memerangi wabah corona, peran relawan menjadi cukup penting untuk menutup kekurangan tenaga di lapangan.

\nYang terakhir, tetaplah merokok wahai kretekus. Merokok sembari tetap mematuhi peraturan-peraturan yang berlaku dalam dunia perkretekan. Jadilah perokok yang santun, dan tetap selalu menjadi perokok santun. Karena di tengah wabah semacam ini, rokok kretek bisa membantu anda dalam relaksasi, menjadi teman penghilang stres karena mesti terkurung lama di dalam rumah.

\nLebih dari itu, dengan tetap merokok, kita menyumbang kepada negara lewat cukai pada tiap batang rokok yang kita isap. Dari sana, kita juga ikut andil memerangi wabah corona karena banyak pemerintah daerah kini yang menggunakan Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBH-CHT) sebagai dana tambahan untuk memerangi wabah virus corona di daerahnya masing-masing.<\/p>\n","post_title":"Apa yang Bisa Kretekus Lakukan di Masa Wabah Corona Ini?","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"apa-yang-bisa-kretekus-lakukan-di-masa-wabah-corona-ini","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2020-04-01 12:02:55","post_modified_gmt":"2020-04-01 05:02:55","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6603","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":29},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"epic_block_3"};

\r\n

Harapan tembakau dapat menjadi vaksin<\/a> bagi virus corona datang dari salah satu perusahaan rokok terbesar di dunia, British American Tobacco (BAT). BAT mengembangkan vaksin bersama dengan anak perusahaan bioteknologi AS, Kentucky BioProcessing (KBP).<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Kentucky BioProcessing yang menjadi anak perusahaan dari BAT ini sejak 2014 sudah terlibat dalam kolaborasi dengan Mapp Biopharmaceutical Inc. dalam rangka pengembangan ZMapp yang merupakan obat Ebola. Meskipun obat ini belum dipasarkan.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Mungkin masih banyak pihak yang meragukan apa yang dikerjakan oleh BAT, hal ini dikarenakan industri rokok selalu dituding sebagai pabrik yang memproduksi penyakit bagi manusia. Perdebatan mengenai rokok dan kesehatan bagaikan magnet berbeda kutub yang hampir tidak pernah ada titik temunya.<\/p>\r\n

Tembakau sebagai Vaksin untuk Virus Corona<\/h3>\r\n\r\n\r\n\r\n

Rokok versus kesehatan bukan menjadi point penting pada usaha BAT yang mengembangkan vaksin virus corona, point penting yang harus menjadi konsern bagi seluruh ilmuwan dan publik adalah menyoal pengakuan bahwa tembakau merupakan tanaman yang dapat dimanfaatkan untuk dunia kesehatan.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Pertarungan antara industri rokok dan farmasi mengakibatkan frame tembakau secara determinan hanyalah berdampak negatif bagi kesehatan. Tembakau itu buruk dan harus dikendalikan bahkan dimusnahkan dari muka bumi.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Padahal tembakau sebagai komoditas yang telah ditanam dan dibudidayakan oleh manusia berabad-abad lamanya. Terbukti dimanfaatkan oleh manusia dalam kesehariannya melakukan berbagai aktifitas kehidupan. Tembakau<\/a> dimanfaatkan bukan hanya dimensi ekonomi semata, tapi juga dimensi sosial, budaya dan kesehatan masyarakat.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Oke balik lagi ke persoalan tembakau dapat menjadi harapan bagi pengembagan vaksin virus corona. Pertanyaannya, apa yang melandasi tembakau dapat dijadikan harapan tersebut?<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Menurut tim peneliti ahli yang mengembangkan tembakau sebagai vaksin mengatakan, vaksin yang sedang dalam pengembangan ini menggunakan teknologi tanaman tembakau yang cepat tumbuh, serta memiliki beberapa keunggulan dibanding teknologi vaksin konvensional. Di antaranya lebih aman lantaran tembakau tidak dapat menyimpan patogen yang dapat menyebabkan penyakit pada manusia.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Mereka baru-baru ini juga mengkloning sebagian dari urutan genetik COVID-19. Ini menyebabkan zat yang menginduksi produksi antibodi. Setelah itu, antigen kemudian dimasukkan ke dalam tanaman tembakau untuk reproduksi.<\/p>\r\n

Potensi Tembakau sebagai Obat<\/h3>\r\n\r\n\r\n\r\n

Penelitian mengenai tembakau dapat menginduksi antibodi bukanlah barang baru. Dr Toto Sudargo, peneliti dari Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta pernah meneliti komponen bioaktif yang terkandung di dalam tembakau memiliki manfaat bagi kesehatan.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Menurut Dr Toto, pada daun tembakau terdapat senyawa bioaktif seperti flavonoid dan fenol. Dua senyawa itu menjadi antioksidan yang dapat mencegah penyakit kanker, anti-karsinogen, anti-proliferasi, anti-flamasi, serta memberikan efek proteksi terhadap penyakit kardiovaskuler.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Selain itu di dalam daun tembakau juga terdapat vitamin C atau asam askorbat yang menjadi antioksidan dan dapat bereaksi dengan antiradikal bebas dengan cara memberikan efek proteksi sel.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Di dalam tembakau juga ada zinc (Zn) yang berguna dalam pembentukan struktur enzim dan protein yang bermanfaat bagi tubuh. Selain itu, menurut Dr Toto, tembakau juga mengandung minyak astiri (essential oil) yang dapat digunakan sebagai antibakteri dan antiseptik.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Mungkin masih banyak lagi penelitian soal manfaat tembakau bagi kesehatan. Dan dengan adanya uji coba pengembangan tembakau sebagai vaksin Covid-19 bisa jadi momentum pengakuan tembakau yang tidak melulu bertentangan dengan kesehatan. Hari ini kita masih terus berharap tembakau dapat menjadi kunci melawan Covid-19, biarkan para ilmuwan dan sains yang menggali harapan tersebut.<\/p>\r\n","post_title":"Pemanfaatan Tembakau sebagai Vaksin untuk Virus Corona","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"virus-corona","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2023-09-13 11:21:34","post_modified_gmt":"2023-09-13 04:21:34","post_content_filtered":"\r\n

Dunia sedang terjangkit virus corona. Dunia sedang memeranginya. Para ilmuwan berlomba-lomba mencari vaksin untuk menghentikan serangan virus corona yang statusnya sudah mencapai wabah pandemik. Semua pihak bahu-membahu, bahkan ada yang menguji coba tembakau sebagai vaksin bagi virus corona. Ya, tembakau yang dicap sebagai musuh dalam dunia kesehatan kini dapat menjadi harapan bagi dunia kesehatan.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Harapan tembakau dapat menjadi vaksin<\/a> bagi virus corona datang dari salah satu perusahaan rokok terbesar di dunia, British American Tobacco (BAT). BAT mengembangkan vaksin bersama dengan anak perusahaan bioteknologi AS, Kentucky BioProcessing (KBP).<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Kentucky BioProcessing yang menjadi anak perusahaan dari BAT ini sejak 2014 sudah terlibat dalam kolaborasi dengan Mapp Biopharmaceutical Inc. dalam rangka pengembangan ZMapp yang merupakan obat Ebola. Meskipun obat ini belum dipasarkan.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Mungkin masih banyak pihak yang meragukan apa yang dikerjakan oleh BAT, hal ini dikarenakan industri rokok selalu dituding sebagai pabrik yang memproduksi penyakit bagi manusia. Perdebatan mengenai rokok dan kesehatan bagaikan magnet berbeda kutub yang hampir tidak pernah ada titik temunya.<\/p>\r\n

Tembakau sebagai Vaksin untuk Virus Corona<\/h3>\r\n\r\n\r\n\r\n

Rokok versus kesehatan bukan menjadi point penting pada usaha BAT yang mengembangkan vaksin virus corona, point penting yang harus menjadi konsern bagi seluruh ilmuwan dan publik adalah menyoal pengakuan bahwa tembakau merupakan tanaman yang dapat dimanfaatkan untuk dunia kesehatan.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Pertarungan antara industri rokok dan farmasi mengakibatkan frame tembakau secara determinan hanyalah berdampak negatif bagi kesehatan. Tembakau itu buruk dan harus dikendalikan bahkan dimusnahkan dari muka bumi.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Padahal tembakau sebagai komoditas yang telah ditanam dan dibudidayakan oleh manusia berabad-abad lamanya. Terbukti dimanfaatkan oleh manusia dalam kesehariannya melakukan berbagai aktifitas kehidupan. Tembakau<\/a> dimanfaatkan bukan hanya dimensi ekonomi semata, tapi juga dimensi sosial, budaya dan kesehatan masyarakat.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Oke balik lagi ke persoalan tembakau dapat menjadi harapan bagi pengembagan vaksin virus corona. Pertanyaannya, apa yang melandasi tembakau dapat dijadikan harapan tersebut?<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Menurut tim peneliti ahli yang mengembangkan tembakau sebagai vaksin mengatakan, vaksin yang sedang dalam pengembangan ini menggunakan teknologi tanaman tembakau yang cepat tumbuh, serta memiliki beberapa keunggulan dibanding teknologi vaksin konvensional. Di antaranya lebih aman lantaran tembakau tidak dapat menyimpan patogen yang dapat menyebabkan penyakit pada manusia.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Mereka baru-baru ini juga mengkloning sebagian dari urutan genetik COVID-19. Ini menyebabkan zat yang menginduksi produksi antibodi. Setelah itu, antigen kemudian dimasukkan ke dalam tanaman tembakau untuk reproduksi.<\/p>\r\n

Potensi Tembakau sebagai Obat<\/h3>\r\n\r\n\r\n\r\n

Penelitian mengenai tembakau dapat menginduksi antibodi bukanlah barang baru. Dr Toto Sudargo, peneliti dari Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta pernah meneliti komponen bioaktif yang terkandung di dalam tembakau memiliki manfaat bagi kesehatan.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Menurut Dr Toto, pada daun tembakau terdapat senyawa bioaktif seperti flavonoid dan fenol. Dua senyawa itu menjadi antioksidan yang dapat mencegah penyakit kanker, anti-karsinogen, anti-proliferasi, anti-flamasi, serta memberikan efek proteksi terhadap penyakit kardiovaskuler.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Selain itu di dalam daun tembakau juga terdapat vitamin C atau asam askorbat yang menjadi antioksidan dan dapat bereaksi dengan antiradikal bebas dengan cara memberikan efek proteksi sel.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Di dalam tembakau juga ada zinc (Zn) yang berguna dalam pembentukan struktur enzim dan protein yang bermanfaat bagi tubuh. Selain itu, menurut Dr Toto, tembakau juga mengandung minyak astiri (essential oil) yang dapat digunakan sebagai antibakteri dan antiseptik.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Mungkin masih banyak lagi penelitian soal manfaat tembakau bagi kesehatan. Dan dengan adanya uji coba pengembangan tembakau sebagai vaksin Covid-19 bisa jadi momentum pengakuan tembakau yang tidak melulu bertentangan dengan kesehatan. Hari ini kita masih terus berharap tembakau dapat menjadi kunci melawan Covid-19, biarkan para ilmuwan dan sains yang menggali harapan tersebut.<\/p>\r\n","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6609","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":6606,"post_author":"878","post_date":"2020-04-02 11:33:35","post_date_gmt":"2020-04-02 04:33:35","post_content":"\n

Memasuki bulan ke empat wabah corona yang bermula dari Wuhan, Cina merebak di muka bumi, jumlah manusia yang positif terinfeksi Covid-19 sudah mendekati satu juta orang di seluruh dunia. Dari total jumlah tersebut, hampir 50 ribu penderitanya meninggal dunia.

\nDan ini belum usia. Hari-hari ke depan, jumlahnya akan kian bertambah. Belum ada yang bisa memastikan kapan wabah ini akan usai. Beberapa perkiraan berdasar hasil permodelan matematika memang sudah ada, namun itu sekadar perkiraan saja, hanya ramalan. Bukan sebuah kepastian.

\nSemua ini tidak bisa dianggap remeh, dan memang wabah ini bukan sesuatu yang remeh dan bisa diabaikan begitu saja. Namun begitu, statistika bisa menjebak banyak orang untuk meremehkan hal ini. Data-data kuantitatif berupa jejeran angka dan persentase dari wabah yang terjadi di muka bumi ini bisa menggiring manusia untuk meremehkan wabah ini.

\nTenang saja, peluang selamat jika tertular covid-19 itu mencapai 97 persen. Angka kematian dari corona ini hanya 3 persen saja, kecil jika dibanding dengan banyak penyakit lain atau virus yang menginfeksi manusia lain di dunia. Jadi biasa saja.

\nBetul, bersikap tenang memang perlu. Jangan panik lebih lagi sembrono. Tetapi, sikap tenang itu juga jangan sampai membawa ke sikap meremehkan dan menganggap enteng wabah covid-19 ini.

\nBetul 3 persen kematian itu kecil jika dibanding 97 persen kemungkinan selamat dari covid-19. Tapi ini sekadar tipuan statistika saja. Atau jika enggan dibilang tipuan, inis sekadar penyamaran statistika semata.

\nBisa jadi, virus covid-19 ini menjadi salah satu virus yang paling mudah tertular kepada manusia. Medium antara penularannya begitu banyak sehingga banyak orang mudah sekali terpapar virus jenis ini. Perkiraan ilmuwan, jika penanganan wabah ini tidak diusahakan semaksimal mungkin, atau menyerahkan pada mekanisme alamiah yang diberi istilah herd immunity, sekira 80 persen penduduk bumi pada akhirnya akan tertular virus ini. Artinya jika penduduk bumi saat ini kira-kira 4 milyar jiwa, yang akan tertular virus covid-19 sebanyak 3,2 milyar jiwa. Lantas 3 persen yang meninggal dunia akibat covid-19 dari 3,2 milyar jiwa itu berapa? 96 juta jiwa. Sebuah angka yang mengerikan.

\nMari kita bawa data-data statistika ini ke Indonesia. Meskipun angka penduduk Indonesia sudah lebih dari 250 juta jiwa, saya pakai angka 250 juta jiwa saja untuk menyederhanakan hitungan. 80 persen dari 250 juta jiwa akan tertular virus corona di Indonesia, angkanya sebanyak, 200 juta jiwa. Jumlah yang meninggal dunia dari 200 juta jiwa akan mencapai 6 juta jiwa.

\nLagi-lagi ini bukan angka yang sedikit dan bukan sebuah kasus yang bisa diremehkan. Seperenam saja yang meninggal dunia di negeri ini dari prediksi statistik yang dijabarkan ilmuwan perihal wabah corona ini, ini sudah menjadi sebuah bencana yang begitu besar di negeri ini. Jadi jangan sekali-kali meremehkan.

\nTetapi jangan pula panik dan bertindak gegabah karena data statistik ini, karena selain bisa menjebak ke arah meremehkan, pembacaan data statistik juga bisa menggiring menuju kepanikan berlebih. Setelah itu, karena panik yang berlebih, segala macam berita yang beredar lantas begitu saja dipercaya tanpa proses saring yang ketat terlebih dahulu. Lebih lagi jika menyadari data statistik itu, kemudian mencari cara agar bisa terhindar dari penularan virus corona tetapi tanpa menyaring berita-berita yang berseliweran di luar sana.

\nSudah terlalu banyak berita hoax yang beredar di luar sana yang memberi masukan dan anjuran apa saja yang mesti dilakukan dan mesti dikonsumsi agar terhindar dari penularan virus corona. Namun begitu, karena hoax yang beredar, alih-alih terhindar dari corona, malah bisa berakibat vatal yang membahayakan diri sendiri. Seperti contoh kasus di Arizona, Amerika Serikat misal.

\nKasus di Arizona ini terjadi memang bukan karena hoax, namun karena kepanikan berlebih. Mendapat kabar bahwa klorokuin yang biasa digunakan untuk obat malaria bisa digunakan untuk obat covid-19, sepasang suami istri karena ketakutann

\nya akan corona lantas mengonsumsi klorokuin. Namun mereka salah konsumsi karena saking paniknya. Yang mereka konsumsi bukan klorokuin yang biasa digunakan untuk obat malaria yang diderita manusia, tetapi klorokuin yang ada dalam obat penghilanv jamur pada ikan. Si suami meninggal dunia, istrinya kritis karena mengonsumsi klorokuin yang salah.

\nJadi jangan panik, jangan pula meremehkan, kita berada di pertengahan saja. Tetap waspada, tetap jaga kesehatan, jaga lingkungan sekitar, dan jaga jarak aman.<\/p>\n","post_title":"Membaca Data Statistika, Jangan Meremehkan atau Panik Berlebihan","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"membaca-data-statistika-jangan-meremehkan-atau-panik-berlebihan","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2020-04-02 11:33:42","post_modified_gmt":"2020-04-02 04:33:42","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6606","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":6603,"post_author":"878","post_date":"2020-04-01 12:02:48","post_date_gmt":"2020-04-01 05:02:48","post_content":"\n

Tahun 2020 bisa jadi menjadi tahun terberat bagi dua atau tiga generasi manusia yang masih hidup di muka bumi kini. Salah satu sebabnya, wabah corona yang menjalar hampir di seluruh wilayah bumi dalam waktu yang relatif singkat saja.

\nMulanya di Cina, virus corona atau yang lebih sering disebut Covid-19 lantas dengan begitu cepatnya menyebar ke penjuru bumi. Ketika virus ini mulai membikin masalah di kota Wuhan, Cina pada penghujung 2019, banyak orang masih menganggap remeh karena mengira virus ini setara virus flu biasa saja. Keadaan kemudian berubah drastis karena penularan covid-19 yang begitu cepat hingga akhirnya pada Januari 2020, Wuhan, dan hampir seluruh wilayah Cina dikarantina dengan ketat untuk menghambat penyebaran virus ini.

\nSayangnya, penyebaran virus sudah terlanjur terjadi. Covid-19 memang sejenis virus yang bandel karena mudah sekali berpindah inang lewat beberapa media antara. Covid-19 kemudian membikin daratan Eropa gempar. Italia, Spanyol, dan Perancis menjadi tiga negara yang mengalami dampak paling signifikan akibat penularan virus covid-19. Italia bahkan tercatat sebagai negara dengan korban meninggal dunia terbanyak di dunia akibat virus covid-19 ini.

\nIndonesia pun tak lepas dari terjangan wabah corona ini. Meskipun pada awalnya negara lewat pejabat-pejabatnya meyakinkan warga bahwa Indonesia aman dari virus corona, bahkan mereka menyisipkan guyonan dan kelakar tidak pada tempatnya hingga terkesan meremehkan agar masyarakat tenang dan tidak panik, pada akhirnya, pada awal Maret ditemukan kasus pertama positif covid-19 di Indonesia.

\nHingga hari ini, kenaikan positif Covid-19 masih terjadi di Indonesia. Per 31 Maret 2020, jumlah positif Covid-19 di Indonesia mencapai 1528 orang, naik 114 kasus dari hari sebelumnya. Dari total positif sebanyak itu, 136 orang meninggal dunia dan 81 orang dinyatakan sembuh. Ke depan, Indonesia masih akan menjalani hari-hari berat nan panjang hingga akhirnya wabah corona ini berakhir di Indonesia dan di seluruh penjuru bumi.

\nSembari menanti wabah corona ini berakhir, lantas apa yang mesti dan bisa dilakukan oleh kretekus di Indonesia?

\nYang pertama dan paling utama, tentu saja mematuhi dengan sukarela peraturan-peraturan yang sudah dibikin pemerintah, baik pusat juga daerah dalam rangka menanggulangi penyebaran virus covid-19 ini. Tanpa kesadaran dan kerelaan mematuhi peraturan yang telah diberlakukan pemerintah, bisa jadi kita malah akan menjadi beban bagi negara, juga menjadi vektor perantara penyebaran virus covid-19 itu.

\nSelanjutnya kretekus sebaiknya berada di rumah saja agar kampanye social distancing dan pysical distancing yang digalakkan pemerintah guna menghambat laju penebaran virus bisa efektif. Sembari tetap di rumah saja, kretekus mesti memperhatikan gaya hidup sehat dengan menjaga pola makan, mengonsumsi vitamin, dan rajin-rajin mandi dan cuci tangan.

\nJika kretekus adalah pekerja yang mesti tetap bekerja di luar rumah guna mencari rezeki sebagai pemenuhan kebutuhan harian keluarga, ikutilah prosedur pengamanan diri ketika anda keluar rumah. Pakai masker, jaga jarak aman, hindari kerumunan, dan beberapa protokol keluar rumah lain yang telah dikeluarkan oleh pihak berwenang di bidang kesehatan.

\nKemudian, jika Anda punya keahlian di bidang kesehatan, atau punya jiwa kerelawanan yang tinggi, kretekus bisa mendaftarkan diri menjadi sukarelawan medis dan non-medis dalam membantu upaya pemerintah menghadapi wabah yang menyebalkan ini. Pilihan ini sangat terbuka sembari tetap memperhatikan protokol kesehatan masing-masing. Karena, dalam kondisi seperti ini, kekurangan tenaga sangat mungkin dialami mereka yang berjuang di garis depan dalam memerangi wabah corona, peran relawan menjadi cukup penting untuk menutup kekurangan tenaga di lapangan.

\nYang terakhir, tetaplah merokok wahai kretekus. Merokok sembari tetap mematuhi peraturan-peraturan yang berlaku dalam dunia perkretekan. Jadilah perokok yang santun, dan tetap selalu menjadi perokok santun. Karena di tengah wabah semacam ini, rokok kretek bisa membantu anda dalam relaksasi, menjadi teman penghilang stres karena mesti terkurung lama di dalam rumah.

\nLebih dari itu, dengan tetap merokok, kita menyumbang kepada negara lewat cukai pada tiap batang rokok yang kita isap. Dari sana, kita juga ikut andil memerangi wabah corona karena banyak pemerintah daerah kini yang menggunakan Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBH-CHT) sebagai dana tambahan untuk memerangi wabah virus corona di daerahnya masing-masing.<\/p>\n","post_title":"Apa yang Bisa Kretekus Lakukan di Masa Wabah Corona Ini?","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"apa-yang-bisa-kretekus-lakukan-di-masa-wabah-corona-ini","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2020-04-01 12:02:55","post_modified_gmt":"2020-04-01 05:02:55","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6603","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":29},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"epic_block_3"};

\r\n

Dunia sedang terjangkit virus corona. Dunia sedang memeranginya. Para ilmuwan berlomba-lomba mencari vaksin untuk menghentikan serangan virus corona yang statusnya sudah mencapai wabah pandemik. Semua pihak bahu-membahu, bahkan ada yang menguji coba tembakau sebagai vaksin bagi virus corona. Ya, tembakau yang dicap sebagai musuh dalam dunia kesehatan kini dapat menjadi harapan bagi dunia kesehatan.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Harapan tembakau dapat menjadi vaksin<\/a> bagi virus corona datang dari salah satu perusahaan rokok terbesar di dunia, British American Tobacco (BAT). BAT mengembangkan vaksin bersama dengan anak perusahaan bioteknologi AS, Kentucky BioProcessing (KBP).<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Kentucky BioProcessing yang menjadi anak perusahaan dari BAT ini sejak 2014 sudah terlibat dalam kolaborasi dengan Mapp Biopharmaceutical Inc. dalam rangka pengembangan ZMapp yang merupakan obat Ebola. Meskipun obat ini belum dipasarkan.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Mungkin masih banyak pihak yang meragukan apa yang dikerjakan oleh BAT, hal ini dikarenakan industri rokok selalu dituding sebagai pabrik yang memproduksi penyakit bagi manusia. Perdebatan mengenai rokok dan kesehatan bagaikan magnet berbeda kutub yang hampir tidak pernah ada titik temunya.<\/p>\r\n

Tembakau sebagai Vaksin untuk Virus Corona<\/h3>\r\n\r\n\r\n\r\n

Rokok versus kesehatan bukan menjadi point penting pada usaha BAT yang mengembangkan vaksin virus corona, point penting yang harus menjadi konsern bagi seluruh ilmuwan dan publik adalah menyoal pengakuan bahwa tembakau merupakan tanaman yang dapat dimanfaatkan untuk dunia kesehatan.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Pertarungan antara industri rokok dan farmasi mengakibatkan frame tembakau secara determinan hanyalah berdampak negatif bagi kesehatan. Tembakau itu buruk dan harus dikendalikan bahkan dimusnahkan dari muka bumi.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Padahal tembakau sebagai komoditas yang telah ditanam dan dibudidayakan oleh manusia berabad-abad lamanya. Terbukti dimanfaatkan oleh manusia dalam kesehariannya melakukan berbagai aktifitas kehidupan. Tembakau<\/a> dimanfaatkan bukan hanya dimensi ekonomi semata, tapi juga dimensi sosial, budaya dan kesehatan masyarakat.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Oke balik lagi ke persoalan tembakau dapat menjadi harapan bagi pengembagan vaksin virus corona. Pertanyaannya, apa yang melandasi tembakau dapat dijadikan harapan tersebut?<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Menurut tim peneliti ahli yang mengembangkan tembakau sebagai vaksin mengatakan, vaksin yang sedang dalam pengembangan ini menggunakan teknologi tanaman tembakau yang cepat tumbuh, serta memiliki beberapa keunggulan dibanding teknologi vaksin konvensional. Di antaranya lebih aman lantaran tembakau tidak dapat menyimpan patogen yang dapat menyebabkan penyakit pada manusia.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Mereka baru-baru ini juga mengkloning sebagian dari urutan genetik COVID-19. Ini menyebabkan zat yang menginduksi produksi antibodi. Setelah itu, antigen kemudian dimasukkan ke dalam tanaman tembakau untuk reproduksi.<\/p>\r\n

Potensi Tembakau sebagai Obat<\/h3>\r\n\r\n\r\n\r\n

Penelitian mengenai tembakau dapat menginduksi antibodi bukanlah barang baru. Dr Toto Sudargo, peneliti dari Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta pernah meneliti komponen bioaktif yang terkandung di dalam tembakau memiliki manfaat bagi kesehatan.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Menurut Dr Toto, pada daun tembakau terdapat senyawa bioaktif seperti flavonoid dan fenol. Dua senyawa itu menjadi antioksidan yang dapat mencegah penyakit kanker, anti-karsinogen, anti-proliferasi, anti-flamasi, serta memberikan efek proteksi terhadap penyakit kardiovaskuler.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Selain itu di dalam daun tembakau juga terdapat vitamin C atau asam askorbat yang menjadi antioksidan dan dapat bereaksi dengan antiradikal bebas dengan cara memberikan efek proteksi sel.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Di dalam tembakau juga ada zinc (Zn) yang berguna dalam pembentukan struktur enzim dan protein yang bermanfaat bagi tubuh. Selain itu, menurut Dr Toto, tembakau juga mengandung minyak astiri (essential oil) yang dapat digunakan sebagai antibakteri dan antiseptik.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Mungkin masih banyak lagi penelitian soal manfaat tembakau bagi kesehatan. Dan dengan adanya uji coba pengembangan tembakau sebagai vaksin Covid-19 bisa jadi momentum pengakuan tembakau yang tidak melulu bertentangan dengan kesehatan. Hari ini kita masih terus berharap tembakau dapat menjadi kunci melawan Covid-19, biarkan para ilmuwan dan sains yang menggali harapan tersebut.<\/p>\r\n","post_title":"Pemanfaatan Tembakau sebagai Vaksin untuk Virus Corona","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"virus-corona","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2023-09-13 11:21:34","post_modified_gmt":"2023-09-13 04:21:34","post_content_filtered":"\r\n

Dunia sedang terjangkit virus corona. Dunia sedang memeranginya. Para ilmuwan berlomba-lomba mencari vaksin untuk menghentikan serangan virus corona yang statusnya sudah mencapai wabah pandemik. Semua pihak bahu-membahu, bahkan ada yang menguji coba tembakau sebagai vaksin bagi virus corona. Ya, tembakau yang dicap sebagai musuh dalam dunia kesehatan kini dapat menjadi harapan bagi dunia kesehatan.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Harapan tembakau dapat menjadi vaksin<\/a> bagi virus corona datang dari salah satu perusahaan rokok terbesar di dunia, British American Tobacco (BAT). BAT mengembangkan vaksin bersama dengan anak perusahaan bioteknologi AS, Kentucky BioProcessing (KBP).<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Kentucky BioProcessing yang menjadi anak perusahaan dari BAT ini sejak 2014 sudah terlibat dalam kolaborasi dengan Mapp Biopharmaceutical Inc. dalam rangka pengembangan ZMapp yang merupakan obat Ebola. Meskipun obat ini belum dipasarkan.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Mungkin masih banyak pihak yang meragukan apa yang dikerjakan oleh BAT, hal ini dikarenakan industri rokok selalu dituding sebagai pabrik yang memproduksi penyakit bagi manusia. Perdebatan mengenai rokok dan kesehatan bagaikan magnet berbeda kutub yang hampir tidak pernah ada titik temunya.<\/p>\r\n

Tembakau sebagai Vaksin untuk Virus Corona<\/h3>\r\n\r\n\r\n\r\n

Rokok versus kesehatan bukan menjadi point penting pada usaha BAT yang mengembangkan vaksin virus corona, point penting yang harus menjadi konsern bagi seluruh ilmuwan dan publik adalah menyoal pengakuan bahwa tembakau merupakan tanaman yang dapat dimanfaatkan untuk dunia kesehatan.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Pertarungan antara industri rokok dan farmasi mengakibatkan frame tembakau secara determinan hanyalah berdampak negatif bagi kesehatan. Tembakau itu buruk dan harus dikendalikan bahkan dimusnahkan dari muka bumi.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Padahal tembakau sebagai komoditas yang telah ditanam dan dibudidayakan oleh manusia berabad-abad lamanya. Terbukti dimanfaatkan oleh manusia dalam kesehariannya melakukan berbagai aktifitas kehidupan. Tembakau<\/a> dimanfaatkan bukan hanya dimensi ekonomi semata, tapi juga dimensi sosial, budaya dan kesehatan masyarakat.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Oke balik lagi ke persoalan tembakau dapat menjadi harapan bagi pengembagan vaksin virus corona. Pertanyaannya, apa yang melandasi tembakau dapat dijadikan harapan tersebut?<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Menurut tim peneliti ahli yang mengembangkan tembakau sebagai vaksin mengatakan, vaksin yang sedang dalam pengembangan ini menggunakan teknologi tanaman tembakau yang cepat tumbuh, serta memiliki beberapa keunggulan dibanding teknologi vaksin konvensional. Di antaranya lebih aman lantaran tembakau tidak dapat menyimpan patogen yang dapat menyebabkan penyakit pada manusia.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Mereka baru-baru ini juga mengkloning sebagian dari urutan genetik COVID-19. Ini menyebabkan zat yang menginduksi produksi antibodi. Setelah itu, antigen kemudian dimasukkan ke dalam tanaman tembakau untuk reproduksi.<\/p>\r\n

Potensi Tembakau sebagai Obat<\/h3>\r\n\r\n\r\n\r\n

Penelitian mengenai tembakau dapat menginduksi antibodi bukanlah barang baru. Dr Toto Sudargo, peneliti dari Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta pernah meneliti komponen bioaktif yang terkandung di dalam tembakau memiliki manfaat bagi kesehatan.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Menurut Dr Toto, pada daun tembakau terdapat senyawa bioaktif seperti flavonoid dan fenol. Dua senyawa itu menjadi antioksidan yang dapat mencegah penyakit kanker, anti-karsinogen, anti-proliferasi, anti-flamasi, serta memberikan efek proteksi terhadap penyakit kardiovaskuler.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Selain itu di dalam daun tembakau juga terdapat vitamin C atau asam askorbat yang menjadi antioksidan dan dapat bereaksi dengan antiradikal bebas dengan cara memberikan efek proteksi sel.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Di dalam tembakau juga ada zinc (Zn) yang berguna dalam pembentukan struktur enzim dan protein yang bermanfaat bagi tubuh. Selain itu, menurut Dr Toto, tembakau juga mengandung minyak astiri (essential oil) yang dapat digunakan sebagai antibakteri dan antiseptik.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Mungkin masih banyak lagi penelitian soal manfaat tembakau bagi kesehatan. Dan dengan adanya uji coba pengembangan tembakau sebagai vaksin Covid-19 bisa jadi momentum pengakuan tembakau yang tidak melulu bertentangan dengan kesehatan. Hari ini kita masih terus berharap tembakau dapat menjadi kunci melawan Covid-19, biarkan para ilmuwan dan sains yang menggali harapan tersebut.<\/p>\r\n","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6609","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":6606,"post_author":"878","post_date":"2020-04-02 11:33:35","post_date_gmt":"2020-04-02 04:33:35","post_content":"\n

Memasuki bulan ke empat wabah corona yang bermula dari Wuhan, Cina merebak di muka bumi, jumlah manusia yang positif terinfeksi Covid-19 sudah mendekati satu juta orang di seluruh dunia. Dari total jumlah tersebut, hampir 50 ribu penderitanya meninggal dunia.

\nDan ini belum usia. Hari-hari ke depan, jumlahnya akan kian bertambah. Belum ada yang bisa memastikan kapan wabah ini akan usai. Beberapa perkiraan berdasar hasil permodelan matematika memang sudah ada, namun itu sekadar perkiraan saja, hanya ramalan. Bukan sebuah kepastian.

\nSemua ini tidak bisa dianggap remeh, dan memang wabah ini bukan sesuatu yang remeh dan bisa diabaikan begitu saja. Namun begitu, statistika bisa menjebak banyak orang untuk meremehkan hal ini. Data-data kuantitatif berupa jejeran angka dan persentase dari wabah yang terjadi di muka bumi ini bisa menggiring manusia untuk meremehkan wabah ini.

\nTenang saja, peluang selamat jika tertular covid-19 itu mencapai 97 persen. Angka kematian dari corona ini hanya 3 persen saja, kecil jika dibanding dengan banyak penyakit lain atau virus yang menginfeksi manusia lain di dunia. Jadi biasa saja.

\nBetul, bersikap tenang memang perlu. Jangan panik lebih lagi sembrono. Tetapi, sikap tenang itu juga jangan sampai membawa ke sikap meremehkan dan menganggap enteng wabah covid-19 ini.

\nBetul 3 persen kematian itu kecil jika dibanding 97 persen kemungkinan selamat dari covid-19. Tapi ini sekadar tipuan statistika saja. Atau jika enggan dibilang tipuan, inis sekadar penyamaran statistika semata.

\nBisa jadi, virus covid-19 ini menjadi salah satu virus yang paling mudah tertular kepada manusia. Medium antara penularannya begitu banyak sehingga banyak orang mudah sekali terpapar virus jenis ini. Perkiraan ilmuwan, jika penanganan wabah ini tidak diusahakan semaksimal mungkin, atau menyerahkan pada mekanisme alamiah yang diberi istilah herd immunity, sekira 80 persen penduduk bumi pada akhirnya akan tertular virus ini. Artinya jika penduduk bumi saat ini kira-kira 4 milyar jiwa, yang akan tertular virus covid-19 sebanyak 3,2 milyar jiwa. Lantas 3 persen yang meninggal dunia akibat covid-19 dari 3,2 milyar jiwa itu berapa? 96 juta jiwa. Sebuah angka yang mengerikan.

\nMari kita bawa data-data statistika ini ke Indonesia. Meskipun angka penduduk Indonesia sudah lebih dari 250 juta jiwa, saya pakai angka 250 juta jiwa saja untuk menyederhanakan hitungan. 80 persen dari 250 juta jiwa akan tertular virus corona di Indonesia, angkanya sebanyak, 200 juta jiwa. Jumlah yang meninggal dunia dari 200 juta jiwa akan mencapai 6 juta jiwa.

\nLagi-lagi ini bukan angka yang sedikit dan bukan sebuah kasus yang bisa diremehkan. Seperenam saja yang meninggal dunia di negeri ini dari prediksi statistik yang dijabarkan ilmuwan perihal wabah corona ini, ini sudah menjadi sebuah bencana yang begitu besar di negeri ini. Jadi jangan sekali-kali meremehkan.

\nTetapi jangan pula panik dan bertindak gegabah karena data statistik ini, karena selain bisa menjebak ke arah meremehkan, pembacaan data statistik juga bisa menggiring menuju kepanikan berlebih. Setelah itu, karena panik yang berlebih, segala macam berita yang beredar lantas begitu saja dipercaya tanpa proses saring yang ketat terlebih dahulu. Lebih lagi jika menyadari data statistik itu, kemudian mencari cara agar bisa terhindar dari penularan virus corona tetapi tanpa menyaring berita-berita yang berseliweran di luar sana.

\nSudah terlalu banyak berita hoax yang beredar di luar sana yang memberi masukan dan anjuran apa saja yang mesti dilakukan dan mesti dikonsumsi agar terhindar dari penularan virus corona. Namun begitu, karena hoax yang beredar, alih-alih terhindar dari corona, malah bisa berakibat vatal yang membahayakan diri sendiri. Seperti contoh kasus di Arizona, Amerika Serikat misal.

\nKasus di Arizona ini terjadi memang bukan karena hoax, namun karena kepanikan berlebih. Mendapat kabar bahwa klorokuin yang biasa digunakan untuk obat malaria bisa digunakan untuk obat covid-19, sepasang suami istri karena ketakutann

\nya akan corona lantas mengonsumsi klorokuin. Namun mereka salah konsumsi karena saking paniknya. Yang mereka konsumsi bukan klorokuin yang biasa digunakan untuk obat malaria yang diderita manusia, tetapi klorokuin yang ada dalam obat penghilanv jamur pada ikan. Si suami meninggal dunia, istrinya kritis karena mengonsumsi klorokuin yang salah.

\nJadi jangan panik, jangan pula meremehkan, kita berada di pertengahan saja. Tetap waspada, tetap jaga kesehatan, jaga lingkungan sekitar, dan jaga jarak aman.<\/p>\n","post_title":"Membaca Data Statistika, Jangan Meremehkan atau Panik Berlebihan","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"membaca-data-statistika-jangan-meremehkan-atau-panik-berlebihan","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2020-04-02 11:33:42","post_modified_gmt":"2020-04-02 04:33:42","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6606","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":6603,"post_author":"878","post_date":"2020-04-01 12:02:48","post_date_gmt":"2020-04-01 05:02:48","post_content":"\n

Tahun 2020 bisa jadi menjadi tahun terberat bagi dua atau tiga generasi manusia yang masih hidup di muka bumi kini. Salah satu sebabnya, wabah corona yang menjalar hampir di seluruh wilayah bumi dalam waktu yang relatif singkat saja.

\nMulanya di Cina, virus corona atau yang lebih sering disebut Covid-19 lantas dengan begitu cepatnya menyebar ke penjuru bumi. Ketika virus ini mulai membikin masalah di kota Wuhan, Cina pada penghujung 2019, banyak orang masih menganggap remeh karena mengira virus ini setara virus flu biasa saja. Keadaan kemudian berubah drastis karena penularan covid-19 yang begitu cepat hingga akhirnya pada Januari 2020, Wuhan, dan hampir seluruh wilayah Cina dikarantina dengan ketat untuk menghambat penyebaran virus ini.

\nSayangnya, penyebaran virus sudah terlanjur terjadi. Covid-19 memang sejenis virus yang bandel karena mudah sekali berpindah inang lewat beberapa media antara. Covid-19 kemudian membikin daratan Eropa gempar. Italia, Spanyol, dan Perancis menjadi tiga negara yang mengalami dampak paling signifikan akibat penularan virus covid-19. Italia bahkan tercatat sebagai negara dengan korban meninggal dunia terbanyak di dunia akibat virus covid-19 ini.

\nIndonesia pun tak lepas dari terjangan wabah corona ini. Meskipun pada awalnya negara lewat pejabat-pejabatnya meyakinkan warga bahwa Indonesia aman dari virus corona, bahkan mereka menyisipkan guyonan dan kelakar tidak pada tempatnya hingga terkesan meremehkan agar masyarakat tenang dan tidak panik, pada akhirnya, pada awal Maret ditemukan kasus pertama positif covid-19 di Indonesia.

\nHingga hari ini, kenaikan positif Covid-19 masih terjadi di Indonesia. Per 31 Maret 2020, jumlah positif Covid-19 di Indonesia mencapai 1528 orang, naik 114 kasus dari hari sebelumnya. Dari total positif sebanyak itu, 136 orang meninggal dunia dan 81 orang dinyatakan sembuh. Ke depan, Indonesia masih akan menjalani hari-hari berat nan panjang hingga akhirnya wabah corona ini berakhir di Indonesia dan di seluruh penjuru bumi.

\nSembari menanti wabah corona ini berakhir, lantas apa yang mesti dan bisa dilakukan oleh kretekus di Indonesia?

\nYang pertama dan paling utama, tentu saja mematuhi dengan sukarela peraturan-peraturan yang sudah dibikin pemerintah, baik pusat juga daerah dalam rangka menanggulangi penyebaran virus covid-19 ini. Tanpa kesadaran dan kerelaan mematuhi peraturan yang telah diberlakukan pemerintah, bisa jadi kita malah akan menjadi beban bagi negara, juga menjadi vektor perantara penyebaran virus covid-19 itu.

\nSelanjutnya kretekus sebaiknya berada di rumah saja agar kampanye social distancing dan pysical distancing yang digalakkan pemerintah guna menghambat laju penebaran virus bisa efektif. Sembari tetap di rumah saja, kretekus mesti memperhatikan gaya hidup sehat dengan menjaga pola makan, mengonsumsi vitamin, dan rajin-rajin mandi dan cuci tangan.

\nJika kretekus adalah pekerja yang mesti tetap bekerja di luar rumah guna mencari rezeki sebagai pemenuhan kebutuhan harian keluarga, ikutilah prosedur pengamanan diri ketika anda keluar rumah. Pakai masker, jaga jarak aman, hindari kerumunan, dan beberapa protokol keluar rumah lain yang telah dikeluarkan oleh pihak berwenang di bidang kesehatan.

\nKemudian, jika Anda punya keahlian di bidang kesehatan, atau punya jiwa kerelawanan yang tinggi, kretekus bisa mendaftarkan diri menjadi sukarelawan medis dan non-medis dalam membantu upaya pemerintah menghadapi wabah yang menyebalkan ini. Pilihan ini sangat terbuka sembari tetap memperhatikan protokol kesehatan masing-masing. Karena, dalam kondisi seperti ini, kekurangan tenaga sangat mungkin dialami mereka yang berjuang di garis depan dalam memerangi wabah corona, peran relawan menjadi cukup penting untuk menutup kekurangan tenaga di lapangan.

\nYang terakhir, tetaplah merokok wahai kretekus. Merokok sembari tetap mematuhi peraturan-peraturan yang berlaku dalam dunia perkretekan. Jadilah perokok yang santun, dan tetap selalu menjadi perokok santun. Karena di tengah wabah semacam ini, rokok kretek bisa membantu anda dalam relaksasi, menjadi teman penghilang stres karena mesti terkurung lama di dalam rumah.

\nLebih dari itu, dengan tetap merokok, kita menyumbang kepada negara lewat cukai pada tiap batang rokok yang kita isap. Dari sana, kita juga ikut andil memerangi wabah corona karena banyak pemerintah daerah kini yang menggunakan Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBH-CHT) sebagai dana tambahan untuk memerangi wabah virus corona di daerahnya masing-masing.<\/p>\n","post_title":"Apa yang Bisa Kretekus Lakukan di Masa Wabah Corona Ini?","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"apa-yang-bisa-kretekus-lakukan-di-masa-wabah-corona-ini","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2020-04-01 12:02:55","post_modified_gmt":"2020-04-01 05:02:55","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6603","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":29},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"epic_block_3"};

\n

Sejarah panjang daun tembakau mencatat, pada mulanya daun yang lazim tumbuh di musim kemarau dan membutuhkan sedikit saja asupan air untuk tumbuh besar tersebut digunakan sebagai bagian dari ritual spiritual dan juga sarana pengobatan beberapa penyakit. Suku-suku di wilayah benua Amerika (yang dipukul rata disebut Suku Indian padahal bukan) yang pertama kali diketahui menggunakannya. Selain sebagai bagian dari ritual spiritual dan obat bagi komunitas, tembakau juga digunakan sebagai simbol persahabatan.

\nSelain suku-suku di Pulau Amerika, tembakau juga sudah dimanfaatkan oleh banyak manusia di wilayah lainnya, jiga sebagai bagian dari ritual spiritual dan ritual adat, sebagai bahan pengobatan, dan untuk konsumsi sehari-hari. Ada yang penggunaannya dengam cara dikunyah, ada pula yang dikeringkan, digulung lantas dibakar sebelum diisap asap yang dihasilkannya.

\nSetelah bangsa Eropa menjajah tanah-tanah di Amerika, salah satu yang mereka bawa kembali ke Eropa adalah kebiasaan mengisap tembakau yang umum dilakukan suku-suku di benua Amerika. Mereka merasa cocok, dan mungkin tembakau juga baik untuk mengusir hawa dingin yang menyelimuti benua Eropa pada beberapa bulan dalam tiap tahunnya.

\nSelanjutnya, penggunaan tembakau sebagai bahan konsumsi menjadi semakin populer. Dari dataran Eropa, bangsa-bangsa Eropa membawa dan mengenalkan tembakau ke tanah-tanah jajahan mereka lain di penjuru bumi. Selanjutnya tembakau menjelma komoditas yang begitu laris di pasaran dengan kota Bremen sebagai pusat penjualan tembakau di Eropa pada masanya.

\nDi Indonesia, jauh-jauh hari sebelum bangsa Eropa datang dan mengenalkan tembakau di Nusantara, tradisi menginang dengan tembakau sebagai salah satu bahan bakunya sudah ada dan lazim dilakukan masyarakat Nusantara.

\nDi Temanggung, hikayat rakyat uang dipercaya warga perihal asal mula ditemukannya daun tembakau oleh Sunan Makukughan adalah sebagai obat, 'tamba', 'tambaku', yang kemudian menjadi tembakau. Dan memang, beberapa komunitas di Nusantara menjadikan daun tembakau sebagai salah satu bahan untuk obat-obatan yang digunakan sehari-hari untuk beberapa penyakit tertentu.

\nPenemuan rokok kretek, dengan tembakau dan cengkeh menjadi bahan utama pembikin rokok kretek, pada mulanya juga sebagai wahana pengobatan penyakit asma yang diderita Haji Djamhari, orang yang diyakini sebagai penemu ramuan kretek kali pertama. Jadi, tembakau atau ramuan dengan kandungan tembakau di dalamnya, sejak lama sudah lazim menjadi bagian dari tradisi pengobatan di banyak tempat di bumi ini.

\nSetelah tembakau kemudian menjadi komoditas yang seksi lewat produk rokoknya, perang dagang lantas mengubah posisi tembakau dari sebelumnya bagian pengobatan masyarakat menjadi objek penyakitan. Tembakau dan produk rokok selalu dicecar sebagai biang keladi bermacam penyakit yang bermunculan di muka bumi. Hingga ada anekdot yang beredar di kalangan perokok, \"apapun penyakitnya, rokoklah penyebabnya\".

\nAkan tetapi, perkembangan teknologi modern yang memungkinkan bermacam riset perlahan kembali membuktikan dan mengembalikan tembakau kepada posisi semulanya sebagai bagian dari bahan pengobatan di muka bumi. Beberapa penemuan terbaru tembakau dapat digunakan sebagai obat bermacam penyakit semisal rabies, asma, batuk, stroke, dan bermacam penyakit lainnya. Di Indonesia, ada Dr. Greta yang membuka klinik pengobatan untuk bermacam penyakit dengan tembakau menjadi obatnya.

\nBeberapa tahun lalu ketika ramai wabah virus ebola di Afrika dan di beberapa tempat lain, tembakau digunakan sebagai salah satu bahan vaksin untuk virus ebola. Lantas, yang terbaru ini, wabah corona yang merebak di penjuru bumi dan membikin banyak manusia menjadi waspada karenanya, apakah ada kemungkinan tembakau juga digunakan sebagai vaksin virus covid-19?

\nAdalah Kentucky BioProcessing perusahaan yanv berbasis di negara bagian Kentucky, Amerika Serikat, anak perusahaan dari British American Tobacco yang bergerak di bidang pemrosesan biologis dan bioteknologi yang telah melakukan riset untuk menemukan kemungkinan tembakau menjadi bahan baku vaksin untuk virus covid-19 seperti yang sudah dilakukan terhadap virus ebola.

\nSaat ini, Kentucky BioProcessing sudah berhasil menemukan vaksin covid-19 dengan bahan baku tembakau. Vaksin tersebut sudah masuk pada tahap uji praklinis. Jika tahap-tahap proses yang dijalankan lancar, pada Juni 2020, Kentucky BioProcessing siap memproduksi 1-3 juta dosis vaksin per pekannya.

\nVaksin yang kembangkan Kentucky BioProcessing ini menggunakan hasil kloning rantai genetik dari covid-19. Hasil kloning virus covid-19 tersebut lantas digunakan untuk membikin anti-gen dari covid-19. Anti-gen hasil kloningan ini adalah zat yang bisa menghasilkan respons baik pada sistem imunitas tubuh manusia. Anti-gen ini lantas dimasukkan dalam tanaman tembakau untuk kemudian dipanen bersama tanaman tembakau.

\nUsai dipanen bersama tembakau, anti-gen tersebut akan diekstraksi dari daun tembakau yang dipanen, lantas dilanjutkan dengan proses purifikasi, untuk kemudian siap digunakan pada tubuh manusia. Kelebihan vaksin ini dibanding vaksin lain, formulasi vaksin stabil pada suhu ruang, sedang vaksin lain mesti dimasukkan ke mesin pendingin untuk menjaga vaksin tetap dalam kondisi prima.

\nSaya kira, jika vaksin dari ekstrak tembakau ini nantinya berhasil membuktikan diri mampu menangkal covid-19, ini akan menjadi titik balik tembakau. Dari sebelumnya yang berfungsi sebagai obat dan bahan ritual adat, kemudian komoditas ini dinistakan karena dianggap sumber berbagai macam penyakit, kelak, posisi tembakau akan kembali pada posisi terhormat semula. Juni tahun ini pembuktiannya.<\/p>\n","post_title":"Kentucky BioProcessing, Memproduksi Vaksin Covid-19 dari Ekstrak Daun Tembakau","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"kentucky-bioprocessing-memproduksi-vaksin-covid-19-dari-ekstrak-daun-tembakau","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2020-04-06 10:56:05","post_modified_gmt":"2020-04-06 03:56:05","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6613","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":6609,"post_author":"883","post_date":"2020-04-04 12:44:28","post_date_gmt":"2020-04-04 05:44:28","post_content":"\r\n

Dunia sedang terjangkit virus corona. Dunia sedang memeranginya. Para ilmuwan berlomba-lomba mencari vaksin untuk menghentikan serangan virus corona yang statusnya sudah mencapai wabah pandemik. Semua pihak bahu-membahu, bahkan ada yang menguji coba tembakau sebagai vaksin bagi virus corona. Ya, tembakau yang dicap sebagai musuh dalam dunia kesehatan kini dapat menjadi harapan bagi dunia kesehatan.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Harapan tembakau dapat menjadi vaksin<\/a> bagi virus corona datang dari salah satu perusahaan rokok terbesar di dunia, British American Tobacco (BAT). BAT mengembangkan vaksin bersama dengan anak perusahaan bioteknologi AS, Kentucky BioProcessing (KBP).<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Kentucky BioProcessing yang menjadi anak perusahaan dari BAT ini sejak 2014 sudah terlibat dalam kolaborasi dengan Mapp Biopharmaceutical Inc. dalam rangka pengembangan ZMapp yang merupakan obat Ebola. Meskipun obat ini belum dipasarkan.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Mungkin masih banyak pihak yang meragukan apa yang dikerjakan oleh BAT, hal ini dikarenakan industri rokok selalu dituding sebagai pabrik yang memproduksi penyakit bagi manusia. Perdebatan mengenai rokok dan kesehatan bagaikan magnet berbeda kutub yang hampir tidak pernah ada titik temunya.<\/p>\r\n

Tembakau sebagai Vaksin untuk Virus Corona<\/h3>\r\n\r\n\r\n\r\n

Rokok versus kesehatan bukan menjadi point penting pada usaha BAT yang mengembangkan vaksin virus corona, point penting yang harus menjadi konsern bagi seluruh ilmuwan dan publik adalah menyoal pengakuan bahwa tembakau merupakan tanaman yang dapat dimanfaatkan untuk dunia kesehatan.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Pertarungan antara industri rokok dan farmasi mengakibatkan frame tembakau secara determinan hanyalah berdampak negatif bagi kesehatan. Tembakau itu buruk dan harus dikendalikan bahkan dimusnahkan dari muka bumi.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Padahal tembakau sebagai komoditas yang telah ditanam dan dibudidayakan oleh manusia berabad-abad lamanya. Terbukti dimanfaatkan oleh manusia dalam kesehariannya melakukan berbagai aktifitas kehidupan. Tembakau<\/a> dimanfaatkan bukan hanya dimensi ekonomi semata, tapi juga dimensi sosial, budaya dan kesehatan masyarakat.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Oke balik lagi ke persoalan tembakau dapat menjadi harapan bagi pengembagan vaksin virus corona. Pertanyaannya, apa yang melandasi tembakau dapat dijadikan harapan tersebut?<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Menurut tim peneliti ahli yang mengembangkan tembakau sebagai vaksin mengatakan, vaksin yang sedang dalam pengembangan ini menggunakan teknologi tanaman tembakau yang cepat tumbuh, serta memiliki beberapa keunggulan dibanding teknologi vaksin konvensional. Di antaranya lebih aman lantaran tembakau tidak dapat menyimpan patogen yang dapat menyebabkan penyakit pada manusia.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Mereka baru-baru ini juga mengkloning sebagian dari urutan genetik COVID-19. Ini menyebabkan zat yang menginduksi produksi antibodi. Setelah itu, antigen kemudian dimasukkan ke dalam tanaman tembakau untuk reproduksi.<\/p>\r\n

Potensi Tembakau sebagai Obat<\/h3>\r\n\r\n\r\n\r\n

Penelitian mengenai tembakau dapat menginduksi antibodi bukanlah barang baru. Dr Toto Sudargo, peneliti dari Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta pernah meneliti komponen bioaktif yang terkandung di dalam tembakau memiliki manfaat bagi kesehatan.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Menurut Dr Toto, pada daun tembakau terdapat senyawa bioaktif seperti flavonoid dan fenol. Dua senyawa itu menjadi antioksidan yang dapat mencegah penyakit kanker, anti-karsinogen, anti-proliferasi, anti-flamasi, serta memberikan efek proteksi terhadap penyakit kardiovaskuler.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Selain itu di dalam daun tembakau juga terdapat vitamin C atau asam askorbat yang menjadi antioksidan dan dapat bereaksi dengan antiradikal bebas dengan cara memberikan efek proteksi sel.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Di dalam tembakau juga ada zinc (Zn) yang berguna dalam pembentukan struktur enzim dan protein yang bermanfaat bagi tubuh. Selain itu, menurut Dr Toto, tembakau juga mengandung minyak astiri (essential oil) yang dapat digunakan sebagai antibakteri dan antiseptik.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Mungkin masih banyak lagi penelitian soal manfaat tembakau bagi kesehatan. Dan dengan adanya uji coba pengembangan tembakau sebagai vaksin Covid-19 bisa jadi momentum pengakuan tembakau yang tidak melulu bertentangan dengan kesehatan. Hari ini kita masih terus berharap tembakau dapat menjadi kunci melawan Covid-19, biarkan para ilmuwan dan sains yang menggali harapan tersebut.<\/p>\r\n","post_title":"Pemanfaatan Tembakau sebagai Vaksin untuk Virus Corona","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"virus-corona","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2023-09-13 11:21:34","post_modified_gmt":"2023-09-13 04:21:34","post_content_filtered":"\r\n

Dunia sedang terjangkit virus corona. Dunia sedang memeranginya. Para ilmuwan berlomba-lomba mencari vaksin untuk menghentikan serangan virus corona yang statusnya sudah mencapai wabah pandemik. Semua pihak bahu-membahu, bahkan ada yang menguji coba tembakau sebagai vaksin bagi virus corona. Ya, tembakau yang dicap sebagai musuh dalam dunia kesehatan kini dapat menjadi harapan bagi dunia kesehatan.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Harapan tembakau dapat menjadi vaksin<\/a> bagi virus corona datang dari salah satu perusahaan rokok terbesar di dunia, British American Tobacco (BAT). BAT mengembangkan vaksin bersama dengan anak perusahaan bioteknologi AS, Kentucky BioProcessing (KBP).<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Kentucky BioProcessing yang menjadi anak perusahaan dari BAT ini sejak 2014 sudah terlibat dalam kolaborasi dengan Mapp Biopharmaceutical Inc. dalam rangka pengembangan ZMapp yang merupakan obat Ebola. Meskipun obat ini belum dipasarkan.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Mungkin masih banyak pihak yang meragukan apa yang dikerjakan oleh BAT, hal ini dikarenakan industri rokok selalu dituding sebagai pabrik yang memproduksi penyakit bagi manusia. Perdebatan mengenai rokok dan kesehatan bagaikan magnet berbeda kutub yang hampir tidak pernah ada titik temunya.<\/p>\r\n

Tembakau sebagai Vaksin untuk Virus Corona<\/h3>\r\n\r\n\r\n\r\n

Rokok versus kesehatan bukan menjadi point penting pada usaha BAT yang mengembangkan vaksin virus corona, point penting yang harus menjadi konsern bagi seluruh ilmuwan dan publik adalah menyoal pengakuan bahwa tembakau merupakan tanaman yang dapat dimanfaatkan untuk dunia kesehatan.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Pertarungan antara industri rokok dan farmasi mengakibatkan frame tembakau secara determinan hanyalah berdampak negatif bagi kesehatan. Tembakau itu buruk dan harus dikendalikan bahkan dimusnahkan dari muka bumi.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Padahal tembakau sebagai komoditas yang telah ditanam dan dibudidayakan oleh manusia berabad-abad lamanya. Terbukti dimanfaatkan oleh manusia dalam kesehariannya melakukan berbagai aktifitas kehidupan. Tembakau<\/a> dimanfaatkan bukan hanya dimensi ekonomi semata, tapi juga dimensi sosial, budaya dan kesehatan masyarakat.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Oke balik lagi ke persoalan tembakau dapat menjadi harapan bagi pengembagan vaksin virus corona. Pertanyaannya, apa yang melandasi tembakau dapat dijadikan harapan tersebut?<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Menurut tim peneliti ahli yang mengembangkan tembakau sebagai vaksin mengatakan, vaksin yang sedang dalam pengembangan ini menggunakan teknologi tanaman tembakau yang cepat tumbuh, serta memiliki beberapa keunggulan dibanding teknologi vaksin konvensional. Di antaranya lebih aman lantaran tembakau tidak dapat menyimpan patogen yang dapat menyebabkan penyakit pada manusia.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Mereka baru-baru ini juga mengkloning sebagian dari urutan genetik COVID-19. Ini menyebabkan zat yang menginduksi produksi antibodi. Setelah itu, antigen kemudian dimasukkan ke dalam tanaman tembakau untuk reproduksi.<\/p>\r\n

Potensi Tembakau sebagai Obat<\/h3>\r\n\r\n\r\n\r\n

Penelitian mengenai tembakau dapat menginduksi antibodi bukanlah barang baru. Dr Toto Sudargo, peneliti dari Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta pernah meneliti komponen bioaktif yang terkandung di dalam tembakau memiliki manfaat bagi kesehatan.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Menurut Dr Toto, pada daun tembakau terdapat senyawa bioaktif seperti flavonoid dan fenol. Dua senyawa itu menjadi antioksidan yang dapat mencegah penyakit kanker, anti-karsinogen, anti-proliferasi, anti-flamasi, serta memberikan efek proteksi terhadap penyakit kardiovaskuler.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Selain itu di dalam daun tembakau juga terdapat vitamin C atau asam askorbat yang menjadi antioksidan dan dapat bereaksi dengan antiradikal bebas dengan cara memberikan efek proteksi sel.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Di dalam tembakau juga ada zinc (Zn) yang berguna dalam pembentukan struktur enzim dan protein yang bermanfaat bagi tubuh. Selain itu, menurut Dr Toto, tembakau juga mengandung minyak astiri (essential oil) yang dapat digunakan sebagai antibakteri dan antiseptik.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Mungkin masih banyak lagi penelitian soal manfaat tembakau bagi kesehatan. Dan dengan adanya uji coba pengembangan tembakau sebagai vaksin Covid-19 bisa jadi momentum pengakuan tembakau yang tidak melulu bertentangan dengan kesehatan. Hari ini kita masih terus berharap tembakau dapat menjadi kunci melawan Covid-19, biarkan para ilmuwan dan sains yang menggali harapan tersebut.<\/p>\r\n","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6609","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":6606,"post_author":"878","post_date":"2020-04-02 11:33:35","post_date_gmt":"2020-04-02 04:33:35","post_content":"\n

Memasuki bulan ke empat wabah corona yang bermula dari Wuhan, Cina merebak di muka bumi, jumlah manusia yang positif terinfeksi Covid-19 sudah mendekati satu juta orang di seluruh dunia. Dari total jumlah tersebut, hampir 50 ribu penderitanya meninggal dunia.

\nDan ini belum usia. Hari-hari ke depan, jumlahnya akan kian bertambah. Belum ada yang bisa memastikan kapan wabah ini akan usai. Beberapa perkiraan berdasar hasil permodelan matematika memang sudah ada, namun itu sekadar perkiraan saja, hanya ramalan. Bukan sebuah kepastian.

\nSemua ini tidak bisa dianggap remeh, dan memang wabah ini bukan sesuatu yang remeh dan bisa diabaikan begitu saja. Namun begitu, statistika bisa menjebak banyak orang untuk meremehkan hal ini. Data-data kuantitatif berupa jejeran angka dan persentase dari wabah yang terjadi di muka bumi ini bisa menggiring manusia untuk meremehkan wabah ini.

\nTenang saja, peluang selamat jika tertular covid-19 itu mencapai 97 persen. Angka kematian dari corona ini hanya 3 persen saja, kecil jika dibanding dengan banyak penyakit lain atau virus yang menginfeksi manusia lain di dunia. Jadi biasa saja.

\nBetul, bersikap tenang memang perlu. Jangan panik lebih lagi sembrono. Tetapi, sikap tenang itu juga jangan sampai membawa ke sikap meremehkan dan menganggap enteng wabah covid-19 ini.

\nBetul 3 persen kematian itu kecil jika dibanding 97 persen kemungkinan selamat dari covid-19. Tapi ini sekadar tipuan statistika saja. Atau jika enggan dibilang tipuan, inis sekadar penyamaran statistika semata.

\nBisa jadi, virus covid-19 ini menjadi salah satu virus yang paling mudah tertular kepada manusia. Medium antara penularannya begitu banyak sehingga banyak orang mudah sekali terpapar virus jenis ini. Perkiraan ilmuwan, jika penanganan wabah ini tidak diusahakan semaksimal mungkin, atau menyerahkan pada mekanisme alamiah yang diberi istilah herd immunity, sekira 80 persen penduduk bumi pada akhirnya akan tertular virus ini. Artinya jika penduduk bumi saat ini kira-kira 4 milyar jiwa, yang akan tertular virus covid-19 sebanyak 3,2 milyar jiwa. Lantas 3 persen yang meninggal dunia akibat covid-19 dari 3,2 milyar jiwa itu berapa? 96 juta jiwa. Sebuah angka yang mengerikan.

\nMari kita bawa data-data statistika ini ke Indonesia. Meskipun angka penduduk Indonesia sudah lebih dari 250 juta jiwa, saya pakai angka 250 juta jiwa saja untuk menyederhanakan hitungan. 80 persen dari 250 juta jiwa akan tertular virus corona di Indonesia, angkanya sebanyak, 200 juta jiwa. Jumlah yang meninggal dunia dari 200 juta jiwa akan mencapai 6 juta jiwa.

\nLagi-lagi ini bukan angka yang sedikit dan bukan sebuah kasus yang bisa diremehkan. Seperenam saja yang meninggal dunia di negeri ini dari prediksi statistik yang dijabarkan ilmuwan perihal wabah corona ini, ini sudah menjadi sebuah bencana yang begitu besar di negeri ini. Jadi jangan sekali-kali meremehkan.

\nTetapi jangan pula panik dan bertindak gegabah karena data statistik ini, karena selain bisa menjebak ke arah meremehkan, pembacaan data statistik juga bisa menggiring menuju kepanikan berlebih. Setelah itu, karena panik yang berlebih, segala macam berita yang beredar lantas begitu saja dipercaya tanpa proses saring yang ketat terlebih dahulu. Lebih lagi jika menyadari data statistik itu, kemudian mencari cara agar bisa terhindar dari penularan virus corona tetapi tanpa menyaring berita-berita yang berseliweran di luar sana.

\nSudah terlalu banyak berita hoax yang beredar di luar sana yang memberi masukan dan anjuran apa saja yang mesti dilakukan dan mesti dikonsumsi agar terhindar dari penularan virus corona. Namun begitu, karena hoax yang beredar, alih-alih terhindar dari corona, malah bisa berakibat vatal yang membahayakan diri sendiri. Seperti contoh kasus di Arizona, Amerika Serikat misal.

\nKasus di Arizona ini terjadi memang bukan karena hoax, namun karena kepanikan berlebih. Mendapat kabar bahwa klorokuin yang biasa digunakan untuk obat malaria bisa digunakan untuk obat covid-19, sepasang suami istri karena ketakutann

\nya akan corona lantas mengonsumsi klorokuin. Namun mereka salah konsumsi karena saking paniknya. Yang mereka konsumsi bukan klorokuin yang biasa digunakan untuk obat malaria yang diderita manusia, tetapi klorokuin yang ada dalam obat penghilanv jamur pada ikan. Si suami meninggal dunia, istrinya kritis karena mengonsumsi klorokuin yang salah.

\nJadi jangan panik, jangan pula meremehkan, kita berada di pertengahan saja. Tetap waspada, tetap jaga kesehatan, jaga lingkungan sekitar, dan jaga jarak aman.<\/p>\n","post_title":"Membaca Data Statistika, Jangan Meremehkan atau Panik Berlebihan","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"membaca-data-statistika-jangan-meremehkan-atau-panik-berlebihan","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2020-04-02 11:33:42","post_modified_gmt":"2020-04-02 04:33:42","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6606","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":6603,"post_author":"878","post_date":"2020-04-01 12:02:48","post_date_gmt":"2020-04-01 05:02:48","post_content":"\n

Tahun 2020 bisa jadi menjadi tahun terberat bagi dua atau tiga generasi manusia yang masih hidup di muka bumi kini. Salah satu sebabnya, wabah corona yang menjalar hampir di seluruh wilayah bumi dalam waktu yang relatif singkat saja.

\nMulanya di Cina, virus corona atau yang lebih sering disebut Covid-19 lantas dengan begitu cepatnya menyebar ke penjuru bumi. Ketika virus ini mulai membikin masalah di kota Wuhan, Cina pada penghujung 2019, banyak orang masih menganggap remeh karena mengira virus ini setara virus flu biasa saja. Keadaan kemudian berubah drastis karena penularan covid-19 yang begitu cepat hingga akhirnya pada Januari 2020, Wuhan, dan hampir seluruh wilayah Cina dikarantina dengan ketat untuk menghambat penyebaran virus ini.

\nSayangnya, penyebaran virus sudah terlanjur terjadi. Covid-19 memang sejenis virus yang bandel karena mudah sekali berpindah inang lewat beberapa media antara. Covid-19 kemudian membikin daratan Eropa gempar. Italia, Spanyol, dan Perancis menjadi tiga negara yang mengalami dampak paling signifikan akibat penularan virus covid-19. Italia bahkan tercatat sebagai negara dengan korban meninggal dunia terbanyak di dunia akibat virus covid-19 ini.

\nIndonesia pun tak lepas dari terjangan wabah corona ini. Meskipun pada awalnya negara lewat pejabat-pejabatnya meyakinkan warga bahwa Indonesia aman dari virus corona, bahkan mereka menyisipkan guyonan dan kelakar tidak pada tempatnya hingga terkesan meremehkan agar masyarakat tenang dan tidak panik, pada akhirnya, pada awal Maret ditemukan kasus pertama positif covid-19 di Indonesia.

\nHingga hari ini, kenaikan positif Covid-19 masih terjadi di Indonesia. Per 31 Maret 2020, jumlah positif Covid-19 di Indonesia mencapai 1528 orang, naik 114 kasus dari hari sebelumnya. Dari total positif sebanyak itu, 136 orang meninggal dunia dan 81 orang dinyatakan sembuh. Ke depan, Indonesia masih akan menjalani hari-hari berat nan panjang hingga akhirnya wabah corona ini berakhir di Indonesia dan di seluruh penjuru bumi.

\nSembari menanti wabah corona ini berakhir, lantas apa yang mesti dan bisa dilakukan oleh kretekus di Indonesia?

\nYang pertama dan paling utama, tentu saja mematuhi dengan sukarela peraturan-peraturan yang sudah dibikin pemerintah, baik pusat juga daerah dalam rangka menanggulangi penyebaran virus covid-19 ini. Tanpa kesadaran dan kerelaan mematuhi peraturan yang telah diberlakukan pemerintah, bisa jadi kita malah akan menjadi beban bagi negara, juga menjadi vektor perantara penyebaran virus covid-19 itu.

\nSelanjutnya kretekus sebaiknya berada di rumah saja agar kampanye social distancing dan pysical distancing yang digalakkan pemerintah guna menghambat laju penebaran virus bisa efektif. Sembari tetap di rumah saja, kretekus mesti memperhatikan gaya hidup sehat dengan menjaga pola makan, mengonsumsi vitamin, dan rajin-rajin mandi dan cuci tangan.

\nJika kretekus adalah pekerja yang mesti tetap bekerja di luar rumah guna mencari rezeki sebagai pemenuhan kebutuhan harian keluarga, ikutilah prosedur pengamanan diri ketika anda keluar rumah. Pakai masker, jaga jarak aman, hindari kerumunan, dan beberapa protokol keluar rumah lain yang telah dikeluarkan oleh pihak berwenang di bidang kesehatan.

\nKemudian, jika Anda punya keahlian di bidang kesehatan, atau punya jiwa kerelawanan yang tinggi, kretekus bisa mendaftarkan diri menjadi sukarelawan medis dan non-medis dalam membantu upaya pemerintah menghadapi wabah yang menyebalkan ini. Pilihan ini sangat terbuka sembari tetap memperhatikan protokol kesehatan masing-masing. Karena, dalam kondisi seperti ini, kekurangan tenaga sangat mungkin dialami mereka yang berjuang di garis depan dalam memerangi wabah corona, peran relawan menjadi cukup penting untuk menutup kekurangan tenaga di lapangan.

\nYang terakhir, tetaplah merokok wahai kretekus. Merokok sembari tetap mematuhi peraturan-peraturan yang berlaku dalam dunia perkretekan. Jadilah perokok yang santun, dan tetap selalu menjadi perokok santun. Karena di tengah wabah semacam ini, rokok kretek bisa membantu anda dalam relaksasi, menjadi teman penghilang stres karena mesti terkurung lama di dalam rumah.

\nLebih dari itu, dengan tetap merokok, kita menyumbang kepada negara lewat cukai pada tiap batang rokok yang kita isap. Dari sana, kita juga ikut andil memerangi wabah corona karena banyak pemerintah daerah kini yang menggunakan Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBH-CHT) sebagai dana tambahan untuk memerangi wabah virus corona di daerahnya masing-masing.<\/p>\n","post_title":"Apa yang Bisa Kretekus Lakukan di Masa Wabah Corona Ini?","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"apa-yang-bisa-kretekus-lakukan-di-masa-wabah-corona-ini","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2020-04-01 12:02:55","post_modified_gmt":"2020-04-01 05:02:55","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6603","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":29},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"epic_block_3"};

\n

Hampir bersamaan dengan puncak musim panen tembakau tahun lalu, pemerintah lewat menteri keuangan mengumumkan kenaikan cukai rokok. Tak tanggung-tanggung, cukai dinaikkan hingga lebih dari 20 persen. Ini menyebabkan harga rokok mesti dinaikkan hingga mencapai 35 persen.

\nKenaikan cukai rokok yang waktunya hampir bersamaan dengan puncak musim panen tembakau di tahun lalu itu membikin pabrikan membatasi pembelian tembakau dari petani. Ini dilakukan sebagai antisipasi karena dengan kenaikan cukai yang juga mendongkrak naik harga rokok, penjualan rokok diprediksi akan menurun. Tentu saja produksi juga akan diturunkan.

\nBelum selesai sampai di situ, pada triwulan pertama di tahun 2020, wabah korona menjalar hampir di seluruh wilayah di bumi. Bermula dari kota Wuhan di Cina, wabah korona membikin banyak negara membatasi gerak warganya sehingga menyebabkan laju roda perekonomian bergerak sangat lambat.

\nAkibatnya, banyak industri yang terdampak karena wabah korona ini. Di Indonesia saja, per 9 April 2020, sudah hampir 1,5 juta orang kehilangan pekerjaan. Ini masih akan terus bertambah karena wabah korona belum tampak akan berakhir. Beberapa pengusaha berujar, jika masih terus dalam kondisi seperti ini, mereka hanya akan mampu bertahan hingga bulan Juni 2020. Setelah itu, mereka angkat tangan.

\nIndustri rokok kretek dalam negeri, tentu saja juga menjadi bagian yang terdampak dari goncangan ekonomi akibat wabah korona ini. Kondisi industri rokok dalam negeri sudah cocok jika memakai perumpamaan 'sudah jatuh tertimpa tangga'. Sehabis dihantam kenaikan cukai yang sangat tinggi dan terpaksa menaikkan harga jual rokok, datang pula wabah korona. Lengkap sudah.

\nLantas, apakah industri rokok kretek dalam negeri mampu keluar dari badai besar krisis ekonomi akibat wabah korona ini? Mari saya ajak Anda semua melihat bagaimana industri rokok kretek menghadapi krisis-krisis yang pernah terjadi sebelumnya, baik krisis berskala nasional, maupun krisis berskala internasional.

\n\"Industri kretek telah membuktikan diri menjadi hanya sedikit, bahkan mungkin satu-satunya, dari industri nasional yang mampu bertahan dari berbagai terpaan badai pergolakan sosial dan politik, perang dan pemberontakan bersenjata, juga krisis perekonomian global maupun lokal.\" (Topatimasang, Roem, (ed), dkk, Kretek: Kajian Ekonomi dan Budaya 4 Kota, Indonesia Berdikari, Yogyakarta, 2010, hal. 139)

\nYa, sejarah telah mencatat, industri kretek menjadi sebuah anomali dalam tahapan sejarah industri nasional dalam menghadapi ragam bentuk badai krisis yang melanda negeri ini dan dunia. Dan memang bisa jadi industri kretek menjadi satu-satunya industri yang tercatat dalam sejarah nasional sebagai industri yang mampu bertahan bahkan berkembang pesat di saat industri lain bergelimpangan dihantam badai krisis.

\nAnomali pertama terjadi ketika perang dunia pertama bergejolak di bumi. Di Nusantara, saat imbas perang dunia pertama terasa hingga menyebabkan jalur transportasi perdagangan terhambat, industri-industri kolonial membutuhkan subsidi pemerintah penjajah agar bisa bertahan, industri kretek yang diinisiasi oleh pribumi malah mulai bermunculan. Industri ini malah menjamur di beberapa kota di pulau Jawa.

\nSelanjutnya, saat resesi ekonomi besar-besaran terjadi di dunia pada periode 30an, industri kretek nasional malah sedang mencapai puncak kejayaannya. Pada masa itu, pabrikan Tjap Bal Tiga yang berpusat di Kudus malah mampu menyewa beberapa pesawat guna mendukung promosi produk rokok mereka.

\nKetika pergolakan perang kemerdekaan Indonesia, saat larangan mengimpor beberapa produk dari luar negeri diberlakukan, industri kretek masih tetap mampu bertahan dalam terpaan badai krisis. Pun begitu ketika krisis ekonomi melanda Indonesia di masa pemerintahan Presiden Soekarno. Saat itu, negara sampai harus melakukan pemotongan nilai mata uang nasional akibat krisis ekonomi yang terjadi di dalam negeri. Akan tetapi, di masa seperti itu, industri kretek dalam negeri lagi-lagi mampu bertahan dari goncangan badai ekonomi.

\nAnomali lainnya terjadi ketika krisis ekonomi dan politik melanda Indonesia pada periode 90an. Ketika itu, begitu banyak industri nasional yang kolaps karena kondisi krisis, akan tetapi, industri kretek malah berkembang pesat di masa itu. Ia menjadi satu dari sedikit industri yang mampu bertahan dan bahkan berkembang pesat, mampu menyumbang dana yang tak sedikit bagi negara yang sedang dilanda krisis ekonomi.

\nKini, ancaman krisis ekonomi kembali mengintai akibat wabah korona yang melanda bumi. Apakah industri kretek kembali mampu bertahan melewati krisis yang tidak sebentar ini? Kelak saat wabah korona usai dan perekonomian kembali bergeliat, jawabannya akan kita temukan. Akan tetapi, saya pribadi memprediksi industri kretek akan kembali mampu melalui krisis ini dengan cukup baik.

\nDalam kondisi wabah yang mengharuskan banyak manusia banyak berdiam diri di rumah saja, risiko stress besar kemungkinannya menimpa siapa saja tanpa kecuali. Bagi perokok, salah satu cara termudah menghilangkan stress adalah dengan mengisap rokok. Sudah sejak lama rokok dipercaya sebagai sarana relaksasi penikmatnya. Ia mampu membantu manusia mengatasi ketegangan dan stress yang datang menyapa manusia.

\nIni pulalah yang saya kira menjadi sebab utama mengapa industri kretek mampu bertahan dalam rangkaian badai krisis yang melanda baik dalam skala nasional maupun skala global. Fungsi rokok sebagai sarana relaksasi membikin Ia tetap dicari konsumennya apapun kondisi yang sedang terjadi.<\/p>\n","post_title":"Mampukah Industri Kretek Melalui Badai Krisis Akibat Wabah Korona?","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"mampukah-industri-kretek-melalui-badai-krisis-akibat-wabah-korona","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2020-04-10 11:49:15","post_modified_gmt":"2020-04-10 04:49:15","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6622","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":6613,"post_author":"878","post_date":"2020-04-06 10:56:01","post_date_gmt":"2020-04-06 03:56:01","post_content":"\n

Sejarah panjang daun tembakau mencatat, pada mulanya daun yang lazim tumbuh di musim kemarau dan membutuhkan sedikit saja asupan air untuk tumbuh besar tersebut digunakan sebagai bagian dari ritual spiritual dan juga sarana pengobatan beberapa penyakit. Suku-suku di wilayah benua Amerika (yang dipukul rata disebut Suku Indian padahal bukan) yang pertama kali diketahui menggunakannya. Selain sebagai bagian dari ritual spiritual dan obat bagi komunitas, tembakau juga digunakan sebagai simbol persahabatan.

\nSelain suku-suku di Pulau Amerika, tembakau juga sudah dimanfaatkan oleh banyak manusia di wilayah lainnya, jiga sebagai bagian dari ritual spiritual dan ritual adat, sebagai bahan pengobatan, dan untuk konsumsi sehari-hari. Ada yang penggunaannya dengam cara dikunyah, ada pula yang dikeringkan, digulung lantas dibakar sebelum diisap asap yang dihasilkannya.

\nSetelah bangsa Eropa menjajah tanah-tanah di Amerika, salah satu yang mereka bawa kembali ke Eropa adalah kebiasaan mengisap tembakau yang umum dilakukan suku-suku di benua Amerika. Mereka merasa cocok, dan mungkin tembakau juga baik untuk mengusir hawa dingin yang menyelimuti benua Eropa pada beberapa bulan dalam tiap tahunnya.

\nSelanjutnya, penggunaan tembakau sebagai bahan konsumsi menjadi semakin populer. Dari dataran Eropa, bangsa-bangsa Eropa membawa dan mengenalkan tembakau ke tanah-tanah jajahan mereka lain di penjuru bumi. Selanjutnya tembakau menjelma komoditas yang begitu laris di pasaran dengan kota Bremen sebagai pusat penjualan tembakau di Eropa pada masanya.

\nDi Indonesia, jauh-jauh hari sebelum bangsa Eropa datang dan mengenalkan tembakau di Nusantara, tradisi menginang dengan tembakau sebagai salah satu bahan bakunya sudah ada dan lazim dilakukan masyarakat Nusantara.

\nDi Temanggung, hikayat rakyat uang dipercaya warga perihal asal mula ditemukannya daun tembakau oleh Sunan Makukughan adalah sebagai obat, 'tamba', 'tambaku', yang kemudian menjadi tembakau. Dan memang, beberapa komunitas di Nusantara menjadikan daun tembakau sebagai salah satu bahan untuk obat-obatan yang digunakan sehari-hari untuk beberapa penyakit tertentu.

\nPenemuan rokok kretek, dengan tembakau dan cengkeh menjadi bahan utama pembikin rokok kretek, pada mulanya juga sebagai wahana pengobatan penyakit asma yang diderita Haji Djamhari, orang yang diyakini sebagai penemu ramuan kretek kali pertama. Jadi, tembakau atau ramuan dengan kandungan tembakau di dalamnya, sejak lama sudah lazim menjadi bagian dari tradisi pengobatan di banyak tempat di bumi ini.

\nSetelah tembakau kemudian menjadi komoditas yang seksi lewat produk rokoknya, perang dagang lantas mengubah posisi tembakau dari sebelumnya bagian pengobatan masyarakat menjadi objek penyakitan. Tembakau dan produk rokok selalu dicecar sebagai biang keladi bermacam penyakit yang bermunculan di muka bumi. Hingga ada anekdot yang beredar di kalangan perokok, \"apapun penyakitnya, rokoklah penyebabnya\".

\nAkan tetapi, perkembangan teknologi modern yang memungkinkan bermacam riset perlahan kembali membuktikan dan mengembalikan tembakau kepada posisi semulanya sebagai bagian dari bahan pengobatan di muka bumi. Beberapa penemuan terbaru tembakau dapat digunakan sebagai obat bermacam penyakit semisal rabies, asma, batuk, stroke, dan bermacam penyakit lainnya. Di Indonesia, ada Dr. Greta yang membuka klinik pengobatan untuk bermacam penyakit dengan tembakau menjadi obatnya.

\nBeberapa tahun lalu ketika ramai wabah virus ebola di Afrika dan di beberapa tempat lain, tembakau digunakan sebagai salah satu bahan vaksin untuk virus ebola. Lantas, yang terbaru ini, wabah corona yang merebak di penjuru bumi dan membikin banyak manusia menjadi waspada karenanya, apakah ada kemungkinan tembakau juga digunakan sebagai vaksin virus covid-19?

\nAdalah Kentucky BioProcessing perusahaan yanv berbasis di negara bagian Kentucky, Amerika Serikat, anak perusahaan dari British American Tobacco yang bergerak di bidang pemrosesan biologis dan bioteknologi yang telah melakukan riset untuk menemukan kemungkinan tembakau menjadi bahan baku vaksin untuk virus covid-19 seperti yang sudah dilakukan terhadap virus ebola.

\nSaat ini, Kentucky BioProcessing sudah berhasil menemukan vaksin covid-19 dengan bahan baku tembakau. Vaksin tersebut sudah masuk pada tahap uji praklinis. Jika tahap-tahap proses yang dijalankan lancar, pada Juni 2020, Kentucky BioProcessing siap memproduksi 1-3 juta dosis vaksin per pekannya.

\nVaksin yang kembangkan Kentucky BioProcessing ini menggunakan hasil kloning rantai genetik dari covid-19. Hasil kloning virus covid-19 tersebut lantas digunakan untuk membikin anti-gen dari covid-19. Anti-gen hasil kloningan ini adalah zat yang bisa menghasilkan respons baik pada sistem imunitas tubuh manusia. Anti-gen ini lantas dimasukkan dalam tanaman tembakau untuk kemudian dipanen bersama tanaman tembakau.

\nUsai dipanen bersama tembakau, anti-gen tersebut akan diekstraksi dari daun tembakau yang dipanen, lantas dilanjutkan dengan proses purifikasi, untuk kemudian siap digunakan pada tubuh manusia. Kelebihan vaksin ini dibanding vaksin lain, formulasi vaksin stabil pada suhu ruang, sedang vaksin lain mesti dimasukkan ke mesin pendingin untuk menjaga vaksin tetap dalam kondisi prima.

\nSaya kira, jika vaksin dari ekstrak tembakau ini nantinya berhasil membuktikan diri mampu menangkal covid-19, ini akan menjadi titik balik tembakau. Dari sebelumnya yang berfungsi sebagai obat dan bahan ritual adat, kemudian komoditas ini dinistakan karena dianggap sumber berbagai macam penyakit, kelak, posisi tembakau akan kembali pada posisi terhormat semula. Juni tahun ini pembuktiannya.<\/p>\n","post_title":"Kentucky BioProcessing, Memproduksi Vaksin Covid-19 dari Ekstrak Daun Tembakau","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"kentucky-bioprocessing-memproduksi-vaksin-covid-19-dari-ekstrak-daun-tembakau","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2020-04-06 10:56:05","post_modified_gmt":"2020-04-06 03:56:05","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6613","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":6609,"post_author":"883","post_date":"2020-04-04 12:44:28","post_date_gmt":"2020-04-04 05:44:28","post_content":"\r\n

Dunia sedang terjangkit virus corona. Dunia sedang memeranginya. Para ilmuwan berlomba-lomba mencari vaksin untuk menghentikan serangan virus corona yang statusnya sudah mencapai wabah pandemik. Semua pihak bahu-membahu, bahkan ada yang menguji coba tembakau sebagai vaksin bagi virus corona. Ya, tembakau yang dicap sebagai musuh dalam dunia kesehatan kini dapat menjadi harapan bagi dunia kesehatan.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Harapan tembakau dapat menjadi vaksin<\/a> bagi virus corona datang dari salah satu perusahaan rokok terbesar di dunia, British American Tobacco (BAT). BAT mengembangkan vaksin bersama dengan anak perusahaan bioteknologi AS, Kentucky BioProcessing (KBP).<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Kentucky BioProcessing yang menjadi anak perusahaan dari BAT ini sejak 2014 sudah terlibat dalam kolaborasi dengan Mapp Biopharmaceutical Inc. dalam rangka pengembangan ZMapp yang merupakan obat Ebola. Meskipun obat ini belum dipasarkan.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Mungkin masih banyak pihak yang meragukan apa yang dikerjakan oleh BAT, hal ini dikarenakan industri rokok selalu dituding sebagai pabrik yang memproduksi penyakit bagi manusia. Perdebatan mengenai rokok dan kesehatan bagaikan magnet berbeda kutub yang hampir tidak pernah ada titik temunya.<\/p>\r\n

Tembakau sebagai Vaksin untuk Virus Corona<\/h3>\r\n\r\n\r\n\r\n

Rokok versus kesehatan bukan menjadi point penting pada usaha BAT yang mengembangkan vaksin virus corona, point penting yang harus menjadi konsern bagi seluruh ilmuwan dan publik adalah menyoal pengakuan bahwa tembakau merupakan tanaman yang dapat dimanfaatkan untuk dunia kesehatan.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Pertarungan antara industri rokok dan farmasi mengakibatkan frame tembakau secara determinan hanyalah berdampak negatif bagi kesehatan. Tembakau itu buruk dan harus dikendalikan bahkan dimusnahkan dari muka bumi.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Padahal tembakau sebagai komoditas yang telah ditanam dan dibudidayakan oleh manusia berabad-abad lamanya. Terbukti dimanfaatkan oleh manusia dalam kesehariannya melakukan berbagai aktifitas kehidupan. Tembakau<\/a> dimanfaatkan bukan hanya dimensi ekonomi semata, tapi juga dimensi sosial, budaya dan kesehatan masyarakat.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Oke balik lagi ke persoalan tembakau dapat menjadi harapan bagi pengembagan vaksin virus corona. Pertanyaannya, apa yang melandasi tembakau dapat dijadikan harapan tersebut?<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Menurut tim peneliti ahli yang mengembangkan tembakau sebagai vaksin mengatakan, vaksin yang sedang dalam pengembangan ini menggunakan teknologi tanaman tembakau yang cepat tumbuh, serta memiliki beberapa keunggulan dibanding teknologi vaksin konvensional. Di antaranya lebih aman lantaran tembakau tidak dapat menyimpan patogen yang dapat menyebabkan penyakit pada manusia.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Mereka baru-baru ini juga mengkloning sebagian dari urutan genetik COVID-19. Ini menyebabkan zat yang menginduksi produksi antibodi. Setelah itu, antigen kemudian dimasukkan ke dalam tanaman tembakau untuk reproduksi.<\/p>\r\n

Potensi Tembakau sebagai Obat<\/h3>\r\n\r\n\r\n\r\n

Penelitian mengenai tembakau dapat menginduksi antibodi bukanlah barang baru. Dr Toto Sudargo, peneliti dari Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta pernah meneliti komponen bioaktif yang terkandung di dalam tembakau memiliki manfaat bagi kesehatan.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Menurut Dr Toto, pada daun tembakau terdapat senyawa bioaktif seperti flavonoid dan fenol. Dua senyawa itu menjadi antioksidan yang dapat mencegah penyakit kanker, anti-karsinogen, anti-proliferasi, anti-flamasi, serta memberikan efek proteksi terhadap penyakit kardiovaskuler.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Selain itu di dalam daun tembakau juga terdapat vitamin C atau asam askorbat yang menjadi antioksidan dan dapat bereaksi dengan antiradikal bebas dengan cara memberikan efek proteksi sel.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Di dalam tembakau juga ada zinc (Zn) yang berguna dalam pembentukan struktur enzim dan protein yang bermanfaat bagi tubuh. Selain itu, menurut Dr Toto, tembakau juga mengandung minyak astiri (essential oil) yang dapat digunakan sebagai antibakteri dan antiseptik.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Mungkin masih banyak lagi penelitian soal manfaat tembakau bagi kesehatan. Dan dengan adanya uji coba pengembangan tembakau sebagai vaksin Covid-19 bisa jadi momentum pengakuan tembakau yang tidak melulu bertentangan dengan kesehatan. Hari ini kita masih terus berharap tembakau dapat menjadi kunci melawan Covid-19, biarkan para ilmuwan dan sains yang menggali harapan tersebut.<\/p>\r\n","post_title":"Pemanfaatan Tembakau sebagai Vaksin untuk Virus Corona","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"virus-corona","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2023-09-13 11:21:34","post_modified_gmt":"2023-09-13 04:21:34","post_content_filtered":"\r\n

Dunia sedang terjangkit virus corona. Dunia sedang memeranginya. Para ilmuwan berlomba-lomba mencari vaksin untuk menghentikan serangan virus corona yang statusnya sudah mencapai wabah pandemik. Semua pihak bahu-membahu, bahkan ada yang menguji coba tembakau sebagai vaksin bagi virus corona. Ya, tembakau yang dicap sebagai musuh dalam dunia kesehatan kini dapat menjadi harapan bagi dunia kesehatan.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Harapan tembakau dapat menjadi vaksin<\/a> bagi virus corona datang dari salah satu perusahaan rokok terbesar di dunia, British American Tobacco (BAT). BAT mengembangkan vaksin bersama dengan anak perusahaan bioteknologi AS, Kentucky BioProcessing (KBP).<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Kentucky BioProcessing yang menjadi anak perusahaan dari BAT ini sejak 2014 sudah terlibat dalam kolaborasi dengan Mapp Biopharmaceutical Inc. dalam rangka pengembangan ZMapp yang merupakan obat Ebola. Meskipun obat ini belum dipasarkan.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Mungkin masih banyak pihak yang meragukan apa yang dikerjakan oleh BAT, hal ini dikarenakan industri rokok selalu dituding sebagai pabrik yang memproduksi penyakit bagi manusia. Perdebatan mengenai rokok dan kesehatan bagaikan magnet berbeda kutub yang hampir tidak pernah ada titik temunya.<\/p>\r\n

Tembakau sebagai Vaksin untuk Virus Corona<\/h3>\r\n\r\n\r\n\r\n

Rokok versus kesehatan bukan menjadi point penting pada usaha BAT yang mengembangkan vaksin virus corona, point penting yang harus menjadi konsern bagi seluruh ilmuwan dan publik adalah menyoal pengakuan bahwa tembakau merupakan tanaman yang dapat dimanfaatkan untuk dunia kesehatan.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Pertarungan antara industri rokok dan farmasi mengakibatkan frame tembakau secara determinan hanyalah berdampak negatif bagi kesehatan. Tembakau itu buruk dan harus dikendalikan bahkan dimusnahkan dari muka bumi.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Padahal tembakau sebagai komoditas yang telah ditanam dan dibudidayakan oleh manusia berabad-abad lamanya. Terbukti dimanfaatkan oleh manusia dalam kesehariannya melakukan berbagai aktifitas kehidupan. Tembakau<\/a> dimanfaatkan bukan hanya dimensi ekonomi semata, tapi juga dimensi sosial, budaya dan kesehatan masyarakat.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Oke balik lagi ke persoalan tembakau dapat menjadi harapan bagi pengembagan vaksin virus corona. Pertanyaannya, apa yang melandasi tembakau dapat dijadikan harapan tersebut?<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Menurut tim peneliti ahli yang mengembangkan tembakau sebagai vaksin mengatakan, vaksin yang sedang dalam pengembangan ini menggunakan teknologi tanaman tembakau yang cepat tumbuh, serta memiliki beberapa keunggulan dibanding teknologi vaksin konvensional. Di antaranya lebih aman lantaran tembakau tidak dapat menyimpan patogen yang dapat menyebabkan penyakit pada manusia.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Mereka baru-baru ini juga mengkloning sebagian dari urutan genetik COVID-19. Ini menyebabkan zat yang menginduksi produksi antibodi. Setelah itu, antigen kemudian dimasukkan ke dalam tanaman tembakau untuk reproduksi.<\/p>\r\n

Potensi Tembakau sebagai Obat<\/h3>\r\n\r\n\r\n\r\n

Penelitian mengenai tembakau dapat menginduksi antibodi bukanlah barang baru. Dr Toto Sudargo, peneliti dari Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta pernah meneliti komponen bioaktif yang terkandung di dalam tembakau memiliki manfaat bagi kesehatan.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Menurut Dr Toto, pada daun tembakau terdapat senyawa bioaktif seperti flavonoid dan fenol. Dua senyawa itu menjadi antioksidan yang dapat mencegah penyakit kanker, anti-karsinogen, anti-proliferasi, anti-flamasi, serta memberikan efek proteksi terhadap penyakit kardiovaskuler.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Selain itu di dalam daun tembakau juga terdapat vitamin C atau asam askorbat yang menjadi antioksidan dan dapat bereaksi dengan antiradikal bebas dengan cara memberikan efek proteksi sel.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Di dalam tembakau juga ada zinc (Zn) yang berguna dalam pembentukan struktur enzim dan protein yang bermanfaat bagi tubuh. Selain itu, menurut Dr Toto, tembakau juga mengandung minyak astiri (essential oil) yang dapat digunakan sebagai antibakteri dan antiseptik.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Mungkin masih banyak lagi penelitian soal manfaat tembakau bagi kesehatan. Dan dengan adanya uji coba pengembangan tembakau sebagai vaksin Covid-19 bisa jadi momentum pengakuan tembakau yang tidak melulu bertentangan dengan kesehatan. Hari ini kita masih terus berharap tembakau dapat menjadi kunci melawan Covid-19, biarkan para ilmuwan dan sains yang menggali harapan tersebut.<\/p>\r\n","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6609","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":6606,"post_author":"878","post_date":"2020-04-02 11:33:35","post_date_gmt":"2020-04-02 04:33:35","post_content":"\n

Memasuki bulan ke empat wabah corona yang bermula dari Wuhan, Cina merebak di muka bumi, jumlah manusia yang positif terinfeksi Covid-19 sudah mendekati satu juta orang di seluruh dunia. Dari total jumlah tersebut, hampir 50 ribu penderitanya meninggal dunia.

\nDan ini belum usia. Hari-hari ke depan, jumlahnya akan kian bertambah. Belum ada yang bisa memastikan kapan wabah ini akan usai. Beberapa perkiraan berdasar hasil permodelan matematika memang sudah ada, namun itu sekadar perkiraan saja, hanya ramalan. Bukan sebuah kepastian.

\nSemua ini tidak bisa dianggap remeh, dan memang wabah ini bukan sesuatu yang remeh dan bisa diabaikan begitu saja. Namun begitu, statistika bisa menjebak banyak orang untuk meremehkan hal ini. Data-data kuantitatif berupa jejeran angka dan persentase dari wabah yang terjadi di muka bumi ini bisa menggiring manusia untuk meremehkan wabah ini.

\nTenang saja, peluang selamat jika tertular covid-19 itu mencapai 97 persen. Angka kematian dari corona ini hanya 3 persen saja, kecil jika dibanding dengan banyak penyakit lain atau virus yang menginfeksi manusia lain di dunia. Jadi biasa saja.

\nBetul, bersikap tenang memang perlu. Jangan panik lebih lagi sembrono. Tetapi, sikap tenang itu juga jangan sampai membawa ke sikap meremehkan dan menganggap enteng wabah covid-19 ini.

\nBetul 3 persen kematian itu kecil jika dibanding 97 persen kemungkinan selamat dari covid-19. Tapi ini sekadar tipuan statistika saja. Atau jika enggan dibilang tipuan, inis sekadar penyamaran statistika semata.

\nBisa jadi, virus covid-19 ini menjadi salah satu virus yang paling mudah tertular kepada manusia. Medium antara penularannya begitu banyak sehingga banyak orang mudah sekali terpapar virus jenis ini. Perkiraan ilmuwan, jika penanganan wabah ini tidak diusahakan semaksimal mungkin, atau menyerahkan pada mekanisme alamiah yang diberi istilah herd immunity, sekira 80 persen penduduk bumi pada akhirnya akan tertular virus ini. Artinya jika penduduk bumi saat ini kira-kira 4 milyar jiwa, yang akan tertular virus covid-19 sebanyak 3,2 milyar jiwa. Lantas 3 persen yang meninggal dunia akibat covid-19 dari 3,2 milyar jiwa itu berapa? 96 juta jiwa. Sebuah angka yang mengerikan.

\nMari kita bawa data-data statistika ini ke Indonesia. Meskipun angka penduduk Indonesia sudah lebih dari 250 juta jiwa, saya pakai angka 250 juta jiwa saja untuk menyederhanakan hitungan. 80 persen dari 250 juta jiwa akan tertular virus corona di Indonesia, angkanya sebanyak, 200 juta jiwa. Jumlah yang meninggal dunia dari 200 juta jiwa akan mencapai 6 juta jiwa.

\nLagi-lagi ini bukan angka yang sedikit dan bukan sebuah kasus yang bisa diremehkan. Seperenam saja yang meninggal dunia di negeri ini dari prediksi statistik yang dijabarkan ilmuwan perihal wabah corona ini, ini sudah menjadi sebuah bencana yang begitu besar di negeri ini. Jadi jangan sekali-kali meremehkan.

\nTetapi jangan pula panik dan bertindak gegabah karena data statistik ini, karena selain bisa menjebak ke arah meremehkan, pembacaan data statistik juga bisa menggiring menuju kepanikan berlebih. Setelah itu, karena panik yang berlebih, segala macam berita yang beredar lantas begitu saja dipercaya tanpa proses saring yang ketat terlebih dahulu. Lebih lagi jika menyadari data statistik itu, kemudian mencari cara agar bisa terhindar dari penularan virus corona tetapi tanpa menyaring berita-berita yang berseliweran di luar sana.

\nSudah terlalu banyak berita hoax yang beredar di luar sana yang memberi masukan dan anjuran apa saja yang mesti dilakukan dan mesti dikonsumsi agar terhindar dari penularan virus corona. Namun begitu, karena hoax yang beredar, alih-alih terhindar dari corona, malah bisa berakibat vatal yang membahayakan diri sendiri. Seperti contoh kasus di Arizona, Amerika Serikat misal.

\nKasus di Arizona ini terjadi memang bukan karena hoax, namun karena kepanikan berlebih. Mendapat kabar bahwa klorokuin yang biasa digunakan untuk obat malaria bisa digunakan untuk obat covid-19, sepasang suami istri karena ketakutann

\nya akan corona lantas mengonsumsi klorokuin. Namun mereka salah konsumsi karena saking paniknya. Yang mereka konsumsi bukan klorokuin yang biasa digunakan untuk obat malaria yang diderita manusia, tetapi klorokuin yang ada dalam obat penghilanv jamur pada ikan. Si suami meninggal dunia, istrinya kritis karena mengonsumsi klorokuin yang salah.

\nJadi jangan panik, jangan pula meremehkan, kita berada di pertengahan saja. Tetap waspada, tetap jaga kesehatan, jaga lingkungan sekitar, dan jaga jarak aman.<\/p>\n","post_title":"Membaca Data Statistika, Jangan Meremehkan atau Panik Berlebihan","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"membaca-data-statistika-jangan-meremehkan-atau-panik-berlebihan","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2020-04-02 11:33:42","post_modified_gmt":"2020-04-02 04:33:42","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6606","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":6603,"post_author":"878","post_date":"2020-04-01 12:02:48","post_date_gmt":"2020-04-01 05:02:48","post_content":"\n

Tahun 2020 bisa jadi menjadi tahun terberat bagi dua atau tiga generasi manusia yang masih hidup di muka bumi kini. Salah satu sebabnya, wabah corona yang menjalar hampir di seluruh wilayah bumi dalam waktu yang relatif singkat saja.

\nMulanya di Cina, virus corona atau yang lebih sering disebut Covid-19 lantas dengan begitu cepatnya menyebar ke penjuru bumi. Ketika virus ini mulai membikin masalah di kota Wuhan, Cina pada penghujung 2019, banyak orang masih menganggap remeh karena mengira virus ini setara virus flu biasa saja. Keadaan kemudian berubah drastis karena penularan covid-19 yang begitu cepat hingga akhirnya pada Januari 2020, Wuhan, dan hampir seluruh wilayah Cina dikarantina dengan ketat untuk menghambat penyebaran virus ini.

\nSayangnya, penyebaran virus sudah terlanjur terjadi. Covid-19 memang sejenis virus yang bandel karena mudah sekali berpindah inang lewat beberapa media antara. Covid-19 kemudian membikin daratan Eropa gempar. Italia, Spanyol, dan Perancis menjadi tiga negara yang mengalami dampak paling signifikan akibat penularan virus covid-19. Italia bahkan tercatat sebagai negara dengan korban meninggal dunia terbanyak di dunia akibat virus covid-19 ini.

\nIndonesia pun tak lepas dari terjangan wabah corona ini. Meskipun pada awalnya negara lewat pejabat-pejabatnya meyakinkan warga bahwa Indonesia aman dari virus corona, bahkan mereka menyisipkan guyonan dan kelakar tidak pada tempatnya hingga terkesan meremehkan agar masyarakat tenang dan tidak panik, pada akhirnya, pada awal Maret ditemukan kasus pertama positif covid-19 di Indonesia.

\nHingga hari ini, kenaikan positif Covid-19 masih terjadi di Indonesia. Per 31 Maret 2020, jumlah positif Covid-19 di Indonesia mencapai 1528 orang, naik 114 kasus dari hari sebelumnya. Dari total positif sebanyak itu, 136 orang meninggal dunia dan 81 orang dinyatakan sembuh. Ke depan, Indonesia masih akan menjalani hari-hari berat nan panjang hingga akhirnya wabah corona ini berakhir di Indonesia dan di seluruh penjuru bumi.

\nSembari menanti wabah corona ini berakhir, lantas apa yang mesti dan bisa dilakukan oleh kretekus di Indonesia?

\nYang pertama dan paling utama, tentu saja mematuhi dengan sukarela peraturan-peraturan yang sudah dibikin pemerintah, baik pusat juga daerah dalam rangka menanggulangi penyebaran virus covid-19 ini. Tanpa kesadaran dan kerelaan mematuhi peraturan yang telah diberlakukan pemerintah, bisa jadi kita malah akan menjadi beban bagi negara, juga menjadi vektor perantara penyebaran virus covid-19 itu.

\nSelanjutnya kretekus sebaiknya berada di rumah saja agar kampanye social distancing dan pysical distancing yang digalakkan pemerintah guna menghambat laju penebaran virus bisa efektif. Sembari tetap di rumah saja, kretekus mesti memperhatikan gaya hidup sehat dengan menjaga pola makan, mengonsumsi vitamin, dan rajin-rajin mandi dan cuci tangan.

\nJika kretekus adalah pekerja yang mesti tetap bekerja di luar rumah guna mencari rezeki sebagai pemenuhan kebutuhan harian keluarga, ikutilah prosedur pengamanan diri ketika anda keluar rumah. Pakai masker, jaga jarak aman, hindari kerumunan, dan beberapa protokol keluar rumah lain yang telah dikeluarkan oleh pihak berwenang di bidang kesehatan.

\nKemudian, jika Anda punya keahlian di bidang kesehatan, atau punya jiwa kerelawanan yang tinggi, kretekus bisa mendaftarkan diri menjadi sukarelawan medis dan non-medis dalam membantu upaya pemerintah menghadapi wabah yang menyebalkan ini. Pilihan ini sangat terbuka sembari tetap memperhatikan protokol kesehatan masing-masing. Karena, dalam kondisi seperti ini, kekurangan tenaga sangat mungkin dialami mereka yang berjuang di garis depan dalam memerangi wabah corona, peran relawan menjadi cukup penting untuk menutup kekurangan tenaga di lapangan.

\nYang terakhir, tetaplah merokok wahai kretekus. Merokok sembari tetap mematuhi peraturan-peraturan yang berlaku dalam dunia perkretekan. Jadilah perokok yang santun, dan tetap selalu menjadi perokok santun. Karena di tengah wabah semacam ini, rokok kretek bisa membantu anda dalam relaksasi, menjadi teman penghilang stres karena mesti terkurung lama di dalam rumah.

\nLebih dari itu, dengan tetap merokok, kita menyumbang kepada negara lewat cukai pada tiap batang rokok yang kita isap. Dari sana, kita juga ikut andil memerangi wabah corona karena banyak pemerintah daerah kini yang menggunakan Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBH-CHT) sebagai dana tambahan untuk memerangi wabah virus corona di daerahnya masing-masing.<\/p>\n","post_title":"Apa yang Bisa Kretekus Lakukan di Masa Wabah Corona Ini?","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"apa-yang-bisa-kretekus-lakukan-di-masa-wabah-corona-ini","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2020-04-01 12:02:55","post_modified_gmt":"2020-04-01 05:02:55","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6603","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":29},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"epic_block_3"};

\r\n

Rokok di Indonesia pada mulanya adalah obat, tetapi entah kenapa menjadi sumber penyakit pada masa kini. Rezim kesehatan mengubah semuanya.<\/em><\/p>\r\n

Saya tidak tahu ini semua bermula sejak kapan, tetapi yang saya tahu, rokok dan aktivitas merokok kerap kali dijadikan kambing hitam sebagai penyebab ragam bentuk penyakit yang diderita manusia. Ada saja cara 'utak-atik gatuk' yang dipakai mereka yang kebenciannya sudah sampai tulang sumsum terhadap rokok untuk menjadikan rokok sebagai biang keladi penyebab ragam bentuk penyakit.

Hampir segala jenis kanker, mulai dari kanker paru-paru, kanker kelenjar getah bening, kanker payudara, kanker otak, dan kanker-kanker lainnya, kalau bukan sebagai penyebab utama, rokok dan aktivitas merokok turut disertakan sebagai salah satu sebab penyakit itu menimpa manusia.

Di luar penyakit kanker, ada terlalu banyak penyakit di luar sana yang menunjuk rokok sebagai biang keladi penyakitnya. Sampai-sampai, ada guyonan dari kami para perokok, jika mengetahui ada penyakit baru lantas bertanya, \"rokok sudah dijadikan salah satu penyebab penyakit itu belum?\"

Di antara sekian banyak penyakit di mana rokok dianggap menjadi salah satu sebab keberadaan penyakit itu menyerang manusia, memang sudah ada penelitian ilmiahnya, tetapi sebagian kecil saja. Sisanya, hasil-hasil riset pseudo-science<\/em> atau malah sekadar asal tuduh sembarangan saja.<\/p>\r\n

Rezim Kesehatan dan Rokok di Indonesia<\/h3>\r\n

Saya heran, sebegitu bencinya mereka terhadap rokok hingga menyerang rokok dengan membabi-buta. Tanpa perlu hasil riset yang kompeten, sekadar kata ini atau kata itu saja sudah cukup bagi mereka menyerang rokok, menistakan para stakholder pertembakauan dari hulu hingga hilir.<\/p>\r\n

Rezim kesehatan, yang memang cukup ampuh guna menakut-nakuti seseorang, juga untuk mengajak orang lain berpihak karena rasa takut. Sudah bertahun-tahun lamanya secara konsisten menghantam terus rokok dan aktivitas merokok. Hukum-hukum serta aturan-aturan yang menghajar rokok baik itu aktivitas merokok, promosi rokok, juga produksi rokok, sebagian besarnya berlandaskan alasan dari rezim kesehatan ini.<\/p>\r\n

Padahal sesungguhnya, salah satu awal mula keberadaan rokok di dunia dan juga di Nusantara, selain digunakan sebagai ritual-ritual spiritual serta bagian dari ritus-ritus tradisi, rokok dan aktivitas merokok digunakan sebagai sarana pengobatan tradisional. Rezim kesehatan modern bekerja sama dengan industri farmasi pada akhirnya mampu mengubah secara drastis stigma terhadap rokok. Dari yang tadinya sebagai sarana pengobatan, berubah menjadi sumber keberadaan penyakit.<\/p>\r\n

Saat ini, dunia sedang dalam kepungan pandemi korona. Lebih dari 200 negara melaporkan pandemi ini sudah sampai di negara mereka. Lebih dua juta orang di seluruh dunia sudah terinfeksi. Angka kematian akibat virus korona ini tiap hari terus bertambah. Para ilmuwan mengatakan hari ini di beberapa negara masih tahap awal, belum mencapai puncaknya. Ini artinya masih akan ada lagi penambahan manusia yang terinfeksi virus ini ke depannya.

Lantas, apakah rokok sudah diikutsertakan dalam pendemi korona yang mewabah di dunia ini? Tentu saja sudah.

Dengan begitu cepat, lewat asumsi-asumsi belaka, rokok lagi-lagi turut disertakan sebagai kambing hitam wabah yang sumber utamanya zat renik bernama covid-19 ini. Belum terlalu lama korona menjadi pandemi, rokok lantas disalahkan. Mereka anti-rokok bilang orang yang merokok lebih rentan terkena virus korona dan bisa berakibat fatal jika sudah terkena virus korona. Mereka yang merokok lebih cepat mati jika terkena korona dibanding mereka yang tidak merokok.<\/p>\r\n

Kata Dokter tentang Rokok<\/h3>\r\n

Belum cukup sampai di situ, rokok bahkan diikutsertakan dalam pandemi ini untuk peran yang lebih jauh lagi. Adalah dokter Adib Khumaidi, wakil ketua umum Ikatan Dokter Indonesia (IDI) yang beropini bahwa asap rokok bisa menularkan virus korona. Menurutnya perokok yang positif korona, bisa menularkan virus lewat asap rokok. Luar biasa. Sesungguhnya itu sekadar opini saja, baru opini. Namun karena yang beropini seorang dokter, ini tentu saja jadi santapan empuk anti-rokok untuk kembali menghantam rokok.

Untungnya, opini ini buru-buru dibantah oleh Ketua Umum IDI, menurutnya belum ada penelitian yang menyebutkan asap rokok bisa menularkan virus korona. Jadi opini itu belum bisa dipercaya karena belum ada riset tentang itu.

Lantas, bagaimana jika ada riset yang hasilnya menyebutkan bahwa sejauh ini perokok lebih tahan terhadap serangan virus korona? Yang artinya, aktivitas merokok mampu membantu seseorang terhindar dari efek buruk virus korona. Besok saya akan melanjutkan tulisan tentang ini di sini, hanya di bolehmerokok.com<\/a>.<\/p>\r\n","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6632","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":6622,"post_author":"878","post_date":"2020-04-10 11:48:23","post_date_gmt":"2020-04-10 04:48:23","post_content":"\n

Hampir bersamaan dengan puncak musim panen tembakau tahun lalu, pemerintah lewat menteri keuangan mengumumkan kenaikan cukai rokok. Tak tanggung-tanggung, cukai dinaikkan hingga lebih dari 20 persen. Ini menyebabkan harga rokok mesti dinaikkan hingga mencapai 35 persen.

\nKenaikan cukai rokok yang waktunya hampir bersamaan dengan puncak musim panen tembakau di tahun lalu itu membikin pabrikan membatasi pembelian tembakau dari petani. Ini dilakukan sebagai antisipasi karena dengan kenaikan cukai yang juga mendongkrak naik harga rokok, penjualan rokok diprediksi akan menurun. Tentu saja produksi juga akan diturunkan.

\nBelum selesai sampai di situ, pada triwulan pertama di tahun 2020, wabah korona menjalar hampir di seluruh wilayah di bumi. Bermula dari kota Wuhan di Cina, wabah korona membikin banyak negara membatasi gerak warganya sehingga menyebabkan laju roda perekonomian bergerak sangat lambat.

\nAkibatnya, banyak industri yang terdampak karena wabah korona ini. Di Indonesia saja, per 9 April 2020, sudah hampir 1,5 juta orang kehilangan pekerjaan. Ini masih akan terus bertambah karena wabah korona belum tampak akan berakhir. Beberapa pengusaha berujar, jika masih terus dalam kondisi seperti ini, mereka hanya akan mampu bertahan hingga bulan Juni 2020. Setelah itu, mereka angkat tangan.

\nIndustri rokok kretek dalam negeri, tentu saja juga menjadi bagian yang terdampak dari goncangan ekonomi akibat wabah korona ini. Kondisi industri rokok dalam negeri sudah cocok jika memakai perumpamaan 'sudah jatuh tertimpa tangga'. Sehabis dihantam kenaikan cukai yang sangat tinggi dan terpaksa menaikkan harga jual rokok, datang pula wabah korona. Lengkap sudah.

\nLantas, apakah industri rokok kretek dalam negeri mampu keluar dari badai besar krisis ekonomi akibat wabah korona ini? Mari saya ajak Anda semua melihat bagaimana industri rokok kretek menghadapi krisis-krisis yang pernah terjadi sebelumnya, baik krisis berskala nasional, maupun krisis berskala internasional.

\n\"Industri kretek telah membuktikan diri menjadi hanya sedikit, bahkan mungkin satu-satunya, dari industri nasional yang mampu bertahan dari berbagai terpaan badai pergolakan sosial dan politik, perang dan pemberontakan bersenjata, juga krisis perekonomian global maupun lokal.\" (Topatimasang, Roem, (ed), dkk, Kretek: Kajian Ekonomi dan Budaya 4 Kota, Indonesia Berdikari, Yogyakarta, 2010, hal. 139)

\nYa, sejarah telah mencatat, industri kretek menjadi sebuah anomali dalam tahapan sejarah industri nasional dalam menghadapi ragam bentuk badai krisis yang melanda negeri ini dan dunia. Dan memang bisa jadi industri kretek menjadi satu-satunya industri yang tercatat dalam sejarah nasional sebagai industri yang mampu bertahan bahkan berkembang pesat di saat industri lain bergelimpangan dihantam badai krisis.

\nAnomali pertama terjadi ketika perang dunia pertama bergejolak di bumi. Di Nusantara, saat imbas perang dunia pertama terasa hingga menyebabkan jalur transportasi perdagangan terhambat, industri-industri kolonial membutuhkan subsidi pemerintah penjajah agar bisa bertahan, industri kretek yang diinisiasi oleh pribumi malah mulai bermunculan. Industri ini malah menjamur di beberapa kota di pulau Jawa.

\nSelanjutnya, saat resesi ekonomi besar-besaran terjadi di dunia pada periode 30an, industri kretek nasional malah sedang mencapai puncak kejayaannya. Pada masa itu, pabrikan Tjap Bal Tiga yang berpusat di Kudus malah mampu menyewa beberapa pesawat guna mendukung promosi produk rokok mereka.

\nKetika pergolakan perang kemerdekaan Indonesia, saat larangan mengimpor beberapa produk dari luar negeri diberlakukan, industri kretek masih tetap mampu bertahan dalam terpaan badai krisis. Pun begitu ketika krisis ekonomi melanda Indonesia di masa pemerintahan Presiden Soekarno. Saat itu, negara sampai harus melakukan pemotongan nilai mata uang nasional akibat krisis ekonomi yang terjadi di dalam negeri. Akan tetapi, di masa seperti itu, industri kretek dalam negeri lagi-lagi mampu bertahan dari goncangan badai ekonomi.

\nAnomali lainnya terjadi ketika krisis ekonomi dan politik melanda Indonesia pada periode 90an. Ketika itu, begitu banyak industri nasional yang kolaps karena kondisi krisis, akan tetapi, industri kretek malah berkembang pesat di masa itu. Ia menjadi satu dari sedikit industri yang mampu bertahan dan bahkan berkembang pesat, mampu menyumbang dana yang tak sedikit bagi negara yang sedang dilanda krisis ekonomi.

\nKini, ancaman krisis ekonomi kembali mengintai akibat wabah korona yang melanda bumi. Apakah industri kretek kembali mampu bertahan melewati krisis yang tidak sebentar ini? Kelak saat wabah korona usai dan perekonomian kembali bergeliat, jawabannya akan kita temukan. Akan tetapi, saya pribadi memprediksi industri kretek akan kembali mampu melalui krisis ini dengan cukup baik.

\nDalam kondisi wabah yang mengharuskan banyak manusia banyak berdiam diri di rumah saja, risiko stress besar kemungkinannya menimpa siapa saja tanpa kecuali. Bagi perokok, salah satu cara termudah menghilangkan stress adalah dengan mengisap rokok. Sudah sejak lama rokok dipercaya sebagai sarana relaksasi penikmatnya. Ia mampu membantu manusia mengatasi ketegangan dan stress yang datang menyapa manusia.

\nIni pulalah yang saya kira menjadi sebab utama mengapa industri kretek mampu bertahan dalam rangkaian badai krisis yang melanda baik dalam skala nasional maupun skala global. Fungsi rokok sebagai sarana relaksasi membikin Ia tetap dicari konsumennya apapun kondisi yang sedang terjadi.<\/p>\n","post_title":"Mampukah Industri Kretek Melalui Badai Krisis Akibat Wabah Korona?","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"mampukah-industri-kretek-melalui-badai-krisis-akibat-wabah-korona","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2020-04-10 11:49:15","post_modified_gmt":"2020-04-10 04:49:15","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6622","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":6613,"post_author":"878","post_date":"2020-04-06 10:56:01","post_date_gmt":"2020-04-06 03:56:01","post_content":"\n

Sejarah panjang daun tembakau mencatat, pada mulanya daun yang lazim tumbuh di musim kemarau dan membutuhkan sedikit saja asupan air untuk tumbuh besar tersebut digunakan sebagai bagian dari ritual spiritual dan juga sarana pengobatan beberapa penyakit. Suku-suku di wilayah benua Amerika (yang dipukul rata disebut Suku Indian padahal bukan) yang pertama kali diketahui menggunakannya. Selain sebagai bagian dari ritual spiritual dan obat bagi komunitas, tembakau juga digunakan sebagai simbol persahabatan.

\nSelain suku-suku di Pulau Amerika, tembakau juga sudah dimanfaatkan oleh banyak manusia di wilayah lainnya, jiga sebagai bagian dari ritual spiritual dan ritual adat, sebagai bahan pengobatan, dan untuk konsumsi sehari-hari. Ada yang penggunaannya dengam cara dikunyah, ada pula yang dikeringkan, digulung lantas dibakar sebelum diisap asap yang dihasilkannya.

\nSetelah bangsa Eropa menjajah tanah-tanah di Amerika, salah satu yang mereka bawa kembali ke Eropa adalah kebiasaan mengisap tembakau yang umum dilakukan suku-suku di benua Amerika. Mereka merasa cocok, dan mungkin tembakau juga baik untuk mengusir hawa dingin yang menyelimuti benua Eropa pada beberapa bulan dalam tiap tahunnya.

\nSelanjutnya, penggunaan tembakau sebagai bahan konsumsi menjadi semakin populer. Dari dataran Eropa, bangsa-bangsa Eropa membawa dan mengenalkan tembakau ke tanah-tanah jajahan mereka lain di penjuru bumi. Selanjutnya tembakau menjelma komoditas yang begitu laris di pasaran dengan kota Bremen sebagai pusat penjualan tembakau di Eropa pada masanya.

\nDi Indonesia, jauh-jauh hari sebelum bangsa Eropa datang dan mengenalkan tembakau di Nusantara, tradisi menginang dengan tembakau sebagai salah satu bahan bakunya sudah ada dan lazim dilakukan masyarakat Nusantara.

\nDi Temanggung, hikayat rakyat uang dipercaya warga perihal asal mula ditemukannya daun tembakau oleh Sunan Makukughan adalah sebagai obat, 'tamba', 'tambaku', yang kemudian menjadi tembakau. Dan memang, beberapa komunitas di Nusantara menjadikan daun tembakau sebagai salah satu bahan untuk obat-obatan yang digunakan sehari-hari untuk beberapa penyakit tertentu.

\nPenemuan rokok kretek, dengan tembakau dan cengkeh menjadi bahan utama pembikin rokok kretek, pada mulanya juga sebagai wahana pengobatan penyakit asma yang diderita Haji Djamhari, orang yang diyakini sebagai penemu ramuan kretek kali pertama. Jadi, tembakau atau ramuan dengan kandungan tembakau di dalamnya, sejak lama sudah lazim menjadi bagian dari tradisi pengobatan di banyak tempat di bumi ini.

\nSetelah tembakau kemudian menjadi komoditas yang seksi lewat produk rokoknya, perang dagang lantas mengubah posisi tembakau dari sebelumnya bagian pengobatan masyarakat menjadi objek penyakitan. Tembakau dan produk rokok selalu dicecar sebagai biang keladi bermacam penyakit yang bermunculan di muka bumi. Hingga ada anekdot yang beredar di kalangan perokok, \"apapun penyakitnya, rokoklah penyebabnya\".

\nAkan tetapi, perkembangan teknologi modern yang memungkinkan bermacam riset perlahan kembali membuktikan dan mengembalikan tembakau kepada posisi semulanya sebagai bagian dari bahan pengobatan di muka bumi. Beberapa penemuan terbaru tembakau dapat digunakan sebagai obat bermacam penyakit semisal rabies, asma, batuk, stroke, dan bermacam penyakit lainnya. Di Indonesia, ada Dr. Greta yang membuka klinik pengobatan untuk bermacam penyakit dengan tembakau menjadi obatnya.

\nBeberapa tahun lalu ketika ramai wabah virus ebola di Afrika dan di beberapa tempat lain, tembakau digunakan sebagai salah satu bahan vaksin untuk virus ebola. Lantas, yang terbaru ini, wabah corona yang merebak di penjuru bumi dan membikin banyak manusia menjadi waspada karenanya, apakah ada kemungkinan tembakau juga digunakan sebagai vaksin virus covid-19?

\nAdalah Kentucky BioProcessing perusahaan yanv berbasis di negara bagian Kentucky, Amerika Serikat, anak perusahaan dari British American Tobacco yang bergerak di bidang pemrosesan biologis dan bioteknologi yang telah melakukan riset untuk menemukan kemungkinan tembakau menjadi bahan baku vaksin untuk virus covid-19 seperti yang sudah dilakukan terhadap virus ebola.

\nSaat ini, Kentucky BioProcessing sudah berhasil menemukan vaksin covid-19 dengan bahan baku tembakau. Vaksin tersebut sudah masuk pada tahap uji praklinis. Jika tahap-tahap proses yang dijalankan lancar, pada Juni 2020, Kentucky BioProcessing siap memproduksi 1-3 juta dosis vaksin per pekannya.

\nVaksin yang kembangkan Kentucky BioProcessing ini menggunakan hasil kloning rantai genetik dari covid-19. Hasil kloning virus covid-19 tersebut lantas digunakan untuk membikin anti-gen dari covid-19. Anti-gen hasil kloningan ini adalah zat yang bisa menghasilkan respons baik pada sistem imunitas tubuh manusia. Anti-gen ini lantas dimasukkan dalam tanaman tembakau untuk kemudian dipanen bersama tanaman tembakau.

\nUsai dipanen bersama tembakau, anti-gen tersebut akan diekstraksi dari daun tembakau yang dipanen, lantas dilanjutkan dengan proses purifikasi, untuk kemudian siap digunakan pada tubuh manusia. Kelebihan vaksin ini dibanding vaksin lain, formulasi vaksin stabil pada suhu ruang, sedang vaksin lain mesti dimasukkan ke mesin pendingin untuk menjaga vaksin tetap dalam kondisi prima.

\nSaya kira, jika vaksin dari ekstrak tembakau ini nantinya berhasil membuktikan diri mampu menangkal covid-19, ini akan menjadi titik balik tembakau. Dari sebelumnya yang berfungsi sebagai obat dan bahan ritual adat, kemudian komoditas ini dinistakan karena dianggap sumber berbagai macam penyakit, kelak, posisi tembakau akan kembali pada posisi terhormat semula. Juni tahun ini pembuktiannya.<\/p>\n","post_title":"Kentucky BioProcessing, Memproduksi Vaksin Covid-19 dari Ekstrak Daun Tembakau","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"kentucky-bioprocessing-memproduksi-vaksin-covid-19-dari-ekstrak-daun-tembakau","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2020-04-06 10:56:05","post_modified_gmt":"2020-04-06 03:56:05","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6613","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":6609,"post_author":"883","post_date":"2020-04-04 12:44:28","post_date_gmt":"2020-04-04 05:44:28","post_content":"\r\n

Dunia sedang terjangkit virus corona. Dunia sedang memeranginya. Para ilmuwan berlomba-lomba mencari vaksin untuk menghentikan serangan virus corona yang statusnya sudah mencapai wabah pandemik. Semua pihak bahu-membahu, bahkan ada yang menguji coba tembakau sebagai vaksin bagi virus corona. Ya, tembakau yang dicap sebagai musuh dalam dunia kesehatan kini dapat menjadi harapan bagi dunia kesehatan.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Harapan tembakau dapat menjadi vaksin<\/a> bagi virus corona datang dari salah satu perusahaan rokok terbesar di dunia, British American Tobacco (BAT). BAT mengembangkan vaksin bersama dengan anak perusahaan bioteknologi AS, Kentucky BioProcessing (KBP).<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Kentucky BioProcessing yang menjadi anak perusahaan dari BAT ini sejak 2014 sudah terlibat dalam kolaborasi dengan Mapp Biopharmaceutical Inc. dalam rangka pengembangan ZMapp yang merupakan obat Ebola. Meskipun obat ini belum dipasarkan.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Mungkin masih banyak pihak yang meragukan apa yang dikerjakan oleh BAT, hal ini dikarenakan industri rokok selalu dituding sebagai pabrik yang memproduksi penyakit bagi manusia. Perdebatan mengenai rokok dan kesehatan bagaikan magnet berbeda kutub yang hampir tidak pernah ada titik temunya.<\/p>\r\n

Tembakau sebagai Vaksin untuk Virus Corona<\/h3>\r\n\r\n\r\n\r\n

Rokok versus kesehatan bukan menjadi point penting pada usaha BAT yang mengembangkan vaksin virus corona, point penting yang harus menjadi konsern bagi seluruh ilmuwan dan publik adalah menyoal pengakuan bahwa tembakau merupakan tanaman yang dapat dimanfaatkan untuk dunia kesehatan.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Pertarungan antara industri rokok dan farmasi mengakibatkan frame tembakau secara determinan hanyalah berdampak negatif bagi kesehatan. Tembakau itu buruk dan harus dikendalikan bahkan dimusnahkan dari muka bumi.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Padahal tembakau sebagai komoditas yang telah ditanam dan dibudidayakan oleh manusia berabad-abad lamanya. Terbukti dimanfaatkan oleh manusia dalam kesehariannya melakukan berbagai aktifitas kehidupan. Tembakau<\/a> dimanfaatkan bukan hanya dimensi ekonomi semata, tapi juga dimensi sosial, budaya dan kesehatan masyarakat.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Oke balik lagi ke persoalan tembakau dapat menjadi harapan bagi pengembagan vaksin virus corona. Pertanyaannya, apa yang melandasi tembakau dapat dijadikan harapan tersebut?<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Menurut tim peneliti ahli yang mengembangkan tembakau sebagai vaksin mengatakan, vaksin yang sedang dalam pengembangan ini menggunakan teknologi tanaman tembakau yang cepat tumbuh, serta memiliki beberapa keunggulan dibanding teknologi vaksin konvensional. Di antaranya lebih aman lantaran tembakau tidak dapat menyimpan patogen yang dapat menyebabkan penyakit pada manusia.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Mereka baru-baru ini juga mengkloning sebagian dari urutan genetik COVID-19. Ini menyebabkan zat yang menginduksi produksi antibodi. Setelah itu, antigen kemudian dimasukkan ke dalam tanaman tembakau untuk reproduksi.<\/p>\r\n

Potensi Tembakau sebagai Obat<\/h3>\r\n\r\n\r\n\r\n

Penelitian mengenai tembakau dapat menginduksi antibodi bukanlah barang baru. Dr Toto Sudargo, peneliti dari Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta pernah meneliti komponen bioaktif yang terkandung di dalam tembakau memiliki manfaat bagi kesehatan.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Menurut Dr Toto, pada daun tembakau terdapat senyawa bioaktif seperti flavonoid dan fenol. Dua senyawa itu menjadi antioksidan yang dapat mencegah penyakit kanker, anti-karsinogen, anti-proliferasi, anti-flamasi, serta memberikan efek proteksi terhadap penyakit kardiovaskuler.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Selain itu di dalam daun tembakau juga terdapat vitamin C atau asam askorbat yang menjadi antioksidan dan dapat bereaksi dengan antiradikal bebas dengan cara memberikan efek proteksi sel.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Di dalam tembakau juga ada zinc (Zn) yang berguna dalam pembentukan struktur enzim dan protein yang bermanfaat bagi tubuh. Selain itu, menurut Dr Toto, tembakau juga mengandung minyak astiri (essential oil) yang dapat digunakan sebagai antibakteri dan antiseptik.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Mungkin masih banyak lagi penelitian soal manfaat tembakau bagi kesehatan. Dan dengan adanya uji coba pengembangan tembakau sebagai vaksin Covid-19 bisa jadi momentum pengakuan tembakau yang tidak melulu bertentangan dengan kesehatan. Hari ini kita masih terus berharap tembakau dapat menjadi kunci melawan Covid-19, biarkan para ilmuwan dan sains yang menggali harapan tersebut.<\/p>\r\n","post_title":"Pemanfaatan Tembakau sebagai Vaksin untuk Virus Corona","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"virus-corona","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2023-09-13 11:21:34","post_modified_gmt":"2023-09-13 04:21:34","post_content_filtered":"\r\n

Dunia sedang terjangkit virus corona. Dunia sedang memeranginya. Para ilmuwan berlomba-lomba mencari vaksin untuk menghentikan serangan virus corona yang statusnya sudah mencapai wabah pandemik. Semua pihak bahu-membahu, bahkan ada yang menguji coba tembakau sebagai vaksin bagi virus corona. Ya, tembakau yang dicap sebagai musuh dalam dunia kesehatan kini dapat menjadi harapan bagi dunia kesehatan.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Harapan tembakau dapat menjadi vaksin<\/a> bagi virus corona datang dari salah satu perusahaan rokok terbesar di dunia, British American Tobacco (BAT). BAT mengembangkan vaksin bersama dengan anak perusahaan bioteknologi AS, Kentucky BioProcessing (KBP).<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Kentucky BioProcessing yang menjadi anak perusahaan dari BAT ini sejak 2014 sudah terlibat dalam kolaborasi dengan Mapp Biopharmaceutical Inc. dalam rangka pengembangan ZMapp yang merupakan obat Ebola. Meskipun obat ini belum dipasarkan.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Mungkin masih banyak pihak yang meragukan apa yang dikerjakan oleh BAT, hal ini dikarenakan industri rokok selalu dituding sebagai pabrik yang memproduksi penyakit bagi manusia. Perdebatan mengenai rokok dan kesehatan bagaikan magnet berbeda kutub yang hampir tidak pernah ada titik temunya.<\/p>\r\n

Tembakau sebagai Vaksin untuk Virus Corona<\/h3>\r\n\r\n\r\n\r\n

Rokok versus kesehatan bukan menjadi point penting pada usaha BAT yang mengembangkan vaksin virus corona, point penting yang harus menjadi konsern bagi seluruh ilmuwan dan publik adalah menyoal pengakuan bahwa tembakau merupakan tanaman yang dapat dimanfaatkan untuk dunia kesehatan.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Pertarungan antara industri rokok dan farmasi mengakibatkan frame tembakau secara determinan hanyalah berdampak negatif bagi kesehatan. Tembakau itu buruk dan harus dikendalikan bahkan dimusnahkan dari muka bumi.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Padahal tembakau sebagai komoditas yang telah ditanam dan dibudidayakan oleh manusia berabad-abad lamanya. Terbukti dimanfaatkan oleh manusia dalam kesehariannya melakukan berbagai aktifitas kehidupan. Tembakau<\/a> dimanfaatkan bukan hanya dimensi ekonomi semata, tapi juga dimensi sosial, budaya dan kesehatan masyarakat.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Oke balik lagi ke persoalan tembakau dapat menjadi harapan bagi pengembagan vaksin virus corona. Pertanyaannya, apa yang melandasi tembakau dapat dijadikan harapan tersebut?<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Menurut tim peneliti ahli yang mengembangkan tembakau sebagai vaksin mengatakan, vaksin yang sedang dalam pengembangan ini menggunakan teknologi tanaman tembakau yang cepat tumbuh, serta memiliki beberapa keunggulan dibanding teknologi vaksin konvensional. Di antaranya lebih aman lantaran tembakau tidak dapat menyimpan patogen yang dapat menyebabkan penyakit pada manusia.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Mereka baru-baru ini juga mengkloning sebagian dari urutan genetik COVID-19. Ini menyebabkan zat yang menginduksi produksi antibodi. Setelah itu, antigen kemudian dimasukkan ke dalam tanaman tembakau untuk reproduksi.<\/p>\r\n

Potensi Tembakau sebagai Obat<\/h3>\r\n\r\n\r\n\r\n

Penelitian mengenai tembakau dapat menginduksi antibodi bukanlah barang baru. Dr Toto Sudargo, peneliti dari Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta pernah meneliti komponen bioaktif yang terkandung di dalam tembakau memiliki manfaat bagi kesehatan.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Menurut Dr Toto, pada daun tembakau terdapat senyawa bioaktif seperti flavonoid dan fenol. Dua senyawa itu menjadi antioksidan yang dapat mencegah penyakit kanker, anti-karsinogen, anti-proliferasi, anti-flamasi, serta memberikan efek proteksi terhadap penyakit kardiovaskuler.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Selain itu di dalam daun tembakau juga terdapat vitamin C atau asam askorbat yang menjadi antioksidan dan dapat bereaksi dengan antiradikal bebas dengan cara memberikan efek proteksi sel.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Di dalam tembakau juga ada zinc (Zn) yang berguna dalam pembentukan struktur enzim dan protein yang bermanfaat bagi tubuh. Selain itu, menurut Dr Toto, tembakau juga mengandung minyak astiri (essential oil) yang dapat digunakan sebagai antibakteri dan antiseptik.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Mungkin masih banyak lagi penelitian soal manfaat tembakau bagi kesehatan. Dan dengan adanya uji coba pengembangan tembakau sebagai vaksin Covid-19 bisa jadi momentum pengakuan tembakau yang tidak melulu bertentangan dengan kesehatan. Hari ini kita masih terus berharap tembakau dapat menjadi kunci melawan Covid-19, biarkan para ilmuwan dan sains yang menggali harapan tersebut.<\/p>\r\n","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6609","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":6606,"post_author":"878","post_date":"2020-04-02 11:33:35","post_date_gmt":"2020-04-02 04:33:35","post_content":"\n

Memasuki bulan ke empat wabah corona yang bermula dari Wuhan, Cina merebak di muka bumi, jumlah manusia yang positif terinfeksi Covid-19 sudah mendekati satu juta orang di seluruh dunia. Dari total jumlah tersebut, hampir 50 ribu penderitanya meninggal dunia.

\nDan ini belum usia. Hari-hari ke depan, jumlahnya akan kian bertambah. Belum ada yang bisa memastikan kapan wabah ini akan usai. Beberapa perkiraan berdasar hasil permodelan matematika memang sudah ada, namun itu sekadar perkiraan saja, hanya ramalan. Bukan sebuah kepastian.

\nSemua ini tidak bisa dianggap remeh, dan memang wabah ini bukan sesuatu yang remeh dan bisa diabaikan begitu saja. Namun begitu, statistika bisa menjebak banyak orang untuk meremehkan hal ini. Data-data kuantitatif berupa jejeran angka dan persentase dari wabah yang terjadi di muka bumi ini bisa menggiring manusia untuk meremehkan wabah ini.

\nTenang saja, peluang selamat jika tertular covid-19 itu mencapai 97 persen. Angka kematian dari corona ini hanya 3 persen saja, kecil jika dibanding dengan banyak penyakit lain atau virus yang menginfeksi manusia lain di dunia. Jadi biasa saja.

\nBetul, bersikap tenang memang perlu. Jangan panik lebih lagi sembrono. Tetapi, sikap tenang itu juga jangan sampai membawa ke sikap meremehkan dan menganggap enteng wabah covid-19 ini.

\nBetul 3 persen kematian itu kecil jika dibanding 97 persen kemungkinan selamat dari covid-19. Tapi ini sekadar tipuan statistika saja. Atau jika enggan dibilang tipuan, inis sekadar penyamaran statistika semata.

\nBisa jadi, virus covid-19 ini menjadi salah satu virus yang paling mudah tertular kepada manusia. Medium antara penularannya begitu banyak sehingga banyak orang mudah sekali terpapar virus jenis ini. Perkiraan ilmuwan, jika penanganan wabah ini tidak diusahakan semaksimal mungkin, atau menyerahkan pada mekanisme alamiah yang diberi istilah herd immunity, sekira 80 persen penduduk bumi pada akhirnya akan tertular virus ini. Artinya jika penduduk bumi saat ini kira-kira 4 milyar jiwa, yang akan tertular virus covid-19 sebanyak 3,2 milyar jiwa. Lantas 3 persen yang meninggal dunia akibat covid-19 dari 3,2 milyar jiwa itu berapa? 96 juta jiwa. Sebuah angka yang mengerikan.

\nMari kita bawa data-data statistika ini ke Indonesia. Meskipun angka penduduk Indonesia sudah lebih dari 250 juta jiwa, saya pakai angka 250 juta jiwa saja untuk menyederhanakan hitungan. 80 persen dari 250 juta jiwa akan tertular virus corona di Indonesia, angkanya sebanyak, 200 juta jiwa. Jumlah yang meninggal dunia dari 200 juta jiwa akan mencapai 6 juta jiwa.

\nLagi-lagi ini bukan angka yang sedikit dan bukan sebuah kasus yang bisa diremehkan. Seperenam saja yang meninggal dunia di negeri ini dari prediksi statistik yang dijabarkan ilmuwan perihal wabah corona ini, ini sudah menjadi sebuah bencana yang begitu besar di negeri ini. Jadi jangan sekali-kali meremehkan.

\nTetapi jangan pula panik dan bertindak gegabah karena data statistik ini, karena selain bisa menjebak ke arah meremehkan, pembacaan data statistik juga bisa menggiring menuju kepanikan berlebih. Setelah itu, karena panik yang berlebih, segala macam berita yang beredar lantas begitu saja dipercaya tanpa proses saring yang ketat terlebih dahulu. Lebih lagi jika menyadari data statistik itu, kemudian mencari cara agar bisa terhindar dari penularan virus corona tetapi tanpa menyaring berita-berita yang berseliweran di luar sana.

\nSudah terlalu banyak berita hoax yang beredar di luar sana yang memberi masukan dan anjuran apa saja yang mesti dilakukan dan mesti dikonsumsi agar terhindar dari penularan virus corona. Namun begitu, karena hoax yang beredar, alih-alih terhindar dari corona, malah bisa berakibat vatal yang membahayakan diri sendiri. Seperti contoh kasus di Arizona, Amerika Serikat misal.

\nKasus di Arizona ini terjadi memang bukan karena hoax, namun karena kepanikan berlebih. Mendapat kabar bahwa klorokuin yang biasa digunakan untuk obat malaria bisa digunakan untuk obat covid-19, sepasang suami istri karena ketakutann

\nya akan corona lantas mengonsumsi klorokuin. Namun mereka salah konsumsi karena saking paniknya. Yang mereka konsumsi bukan klorokuin yang biasa digunakan untuk obat malaria yang diderita manusia, tetapi klorokuin yang ada dalam obat penghilanv jamur pada ikan. Si suami meninggal dunia, istrinya kritis karena mengonsumsi klorokuin yang salah.

\nJadi jangan panik, jangan pula meremehkan, kita berada di pertengahan saja. Tetap waspada, tetap jaga kesehatan, jaga lingkungan sekitar, dan jaga jarak aman.<\/p>\n","post_title":"Membaca Data Statistika, Jangan Meremehkan atau Panik Berlebihan","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"membaca-data-statistika-jangan-meremehkan-atau-panik-berlebihan","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2020-04-02 11:33:42","post_modified_gmt":"2020-04-02 04:33:42","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6606","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":6603,"post_author":"878","post_date":"2020-04-01 12:02:48","post_date_gmt":"2020-04-01 05:02:48","post_content":"\n

Tahun 2020 bisa jadi menjadi tahun terberat bagi dua atau tiga generasi manusia yang masih hidup di muka bumi kini. Salah satu sebabnya, wabah corona yang menjalar hampir di seluruh wilayah bumi dalam waktu yang relatif singkat saja.

\nMulanya di Cina, virus corona atau yang lebih sering disebut Covid-19 lantas dengan begitu cepatnya menyebar ke penjuru bumi. Ketika virus ini mulai membikin masalah di kota Wuhan, Cina pada penghujung 2019, banyak orang masih menganggap remeh karena mengira virus ini setara virus flu biasa saja. Keadaan kemudian berubah drastis karena penularan covid-19 yang begitu cepat hingga akhirnya pada Januari 2020, Wuhan, dan hampir seluruh wilayah Cina dikarantina dengan ketat untuk menghambat penyebaran virus ini.

\nSayangnya, penyebaran virus sudah terlanjur terjadi. Covid-19 memang sejenis virus yang bandel karena mudah sekali berpindah inang lewat beberapa media antara. Covid-19 kemudian membikin daratan Eropa gempar. Italia, Spanyol, dan Perancis menjadi tiga negara yang mengalami dampak paling signifikan akibat penularan virus covid-19. Italia bahkan tercatat sebagai negara dengan korban meninggal dunia terbanyak di dunia akibat virus covid-19 ini.

\nIndonesia pun tak lepas dari terjangan wabah corona ini. Meskipun pada awalnya negara lewat pejabat-pejabatnya meyakinkan warga bahwa Indonesia aman dari virus corona, bahkan mereka menyisipkan guyonan dan kelakar tidak pada tempatnya hingga terkesan meremehkan agar masyarakat tenang dan tidak panik, pada akhirnya, pada awal Maret ditemukan kasus pertama positif covid-19 di Indonesia.

\nHingga hari ini, kenaikan positif Covid-19 masih terjadi di Indonesia. Per 31 Maret 2020, jumlah positif Covid-19 di Indonesia mencapai 1528 orang, naik 114 kasus dari hari sebelumnya. Dari total positif sebanyak itu, 136 orang meninggal dunia dan 81 orang dinyatakan sembuh. Ke depan, Indonesia masih akan menjalani hari-hari berat nan panjang hingga akhirnya wabah corona ini berakhir di Indonesia dan di seluruh penjuru bumi.

\nSembari menanti wabah corona ini berakhir, lantas apa yang mesti dan bisa dilakukan oleh kretekus di Indonesia?

\nYang pertama dan paling utama, tentu saja mematuhi dengan sukarela peraturan-peraturan yang sudah dibikin pemerintah, baik pusat juga daerah dalam rangka menanggulangi penyebaran virus covid-19 ini. Tanpa kesadaran dan kerelaan mematuhi peraturan yang telah diberlakukan pemerintah, bisa jadi kita malah akan menjadi beban bagi negara, juga menjadi vektor perantara penyebaran virus covid-19 itu.

\nSelanjutnya kretekus sebaiknya berada di rumah saja agar kampanye social distancing dan pysical distancing yang digalakkan pemerintah guna menghambat laju penebaran virus bisa efektif. Sembari tetap di rumah saja, kretekus mesti memperhatikan gaya hidup sehat dengan menjaga pola makan, mengonsumsi vitamin, dan rajin-rajin mandi dan cuci tangan.

\nJika kretekus adalah pekerja yang mesti tetap bekerja di luar rumah guna mencari rezeki sebagai pemenuhan kebutuhan harian keluarga, ikutilah prosedur pengamanan diri ketika anda keluar rumah. Pakai masker, jaga jarak aman, hindari kerumunan, dan beberapa protokol keluar rumah lain yang telah dikeluarkan oleh pihak berwenang di bidang kesehatan.

\nKemudian, jika Anda punya keahlian di bidang kesehatan, atau punya jiwa kerelawanan yang tinggi, kretekus bisa mendaftarkan diri menjadi sukarelawan medis dan non-medis dalam membantu upaya pemerintah menghadapi wabah yang menyebalkan ini. Pilihan ini sangat terbuka sembari tetap memperhatikan protokol kesehatan masing-masing. Karena, dalam kondisi seperti ini, kekurangan tenaga sangat mungkin dialami mereka yang berjuang di garis depan dalam memerangi wabah corona, peran relawan menjadi cukup penting untuk menutup kekurangan tenaga di lapangan.

\nYang terakhir, tetaplah merokok wahai kretekus. Merokok sembari tetap mematuhi peraturan-peraturan yang berlaku dalam dunia perkretekan. Jadilah perokok yang santun, dan tetap selalu menjadi perokok santun. Karena di tengah wabah semacam ini, rokok kretek bisa membantu anda dalam relaksasi, menjadi teman penghilang stres karena mesti terkurung lama di dalam rumah.

\nLebih dari itu, dengan tetap merokok, kita menyumbang kepada negara lewat cukai pada tiap batang rokok yang kita isap. Dari sana, kita juga ikut andil memerangi wabah corona karena banyak pemerintah daerah kini yang menggunakan Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBH-CHT) sebagai dana tambahan untuk memerangi wabah virus corona di daerahnya masing-masing.<\/p>\n","post_title":"Apa yang Bisa Kretekus Lakukan di Masa Wabah Corona Ini?","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"apa-yang-bisa-kretekus-lakukan-di-masa-wabah-corona-ini","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2020-04-01 12:02:55","post_modified_gmt":"2020-04-01 05:02:55","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6603","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":29},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"epic_block_3"};

\r\n

Rokok di Indonesia pada mulanya adalah obat, tetapi entah kenapa menjadi sumber penyakit pada masa kini. Rezim kesehatan mengubah semuanya.<\/em><\/p>\r\n

Saya tidak tahu ini semua bermula sejak kapan, tetapi yang saya tahu, rokok dan aktivitas merokok kerap kali dijadikan kambing hitam sebagai penyebab ragam bentuk penyakit yang diderita manusia. Ada saja cara 'utak-atik gatuk' yang dipakai mereka yang kebenciannya sudah sampai tulang sumsum terhadap rokok untuk menjadikan rokok sebagai biang keladi penyebab ragam bentuk penyakit.

Hampir segala jenis kanker, mulai dari kanker paru-paru, kanker kelenjar getah bening, kanker payudara, kanker otak, dan kanker-kanker lainnya, kalau bukan sebagai penyebab utama, rokok dan aktivitas merokok turut disertakan sebagai salah satu sebab penyakit itu menimpa manusia.

Di luar penyakit kanker, ada terlalu banyak penyakit di luar sana yang menunjuk rokok sebagai biang keladi penyakitnya. Sampai-sampai, ada guyonan dari kami para perokok, jika mengetahui ada penyakit baru lantas bertanya, \"rokok sudah dijadikan salah satu penyebab penyakit itu belum?\"

Di antara sekian banyak penyakit di mana rokok dianggap menjadi salah satu sebab keberadaan penyakit itu menyerang manusia, memang sudah ada penelitian ilmiahnya, tetapi sebagian kecil saja. Sisanya, hasil-hasil riset pseudo-science<\/em> atau malah sekadar asal tuduh sembarangan saja.<\/p>\r\n

Rezim Kesehatan dan Rokok di Indonesia<\/h3>\r\n

Saya heran, sebegitu bencinya mereka terhadap rokok hingga menyerang rokok dengan membabi-buta. Tanpa perlu hasil riset yang kompeten, sekadar kata ini atau kata itu saja sudah cukup bagi mereka menyerang rokok, menistakan para stakholder pertembakauan dari hulu hingga hilir.<\/p>\r\n

Rezim kesehatan, yang memang cukup ampuh guna menakut-nakuti seseorang, juga untuk mengajak orang lain berpihak karena rasa takut. Sudah bertahun-tahun lamanya secara konsisten menghantam terus rokok dan aktivitas merokok. Hukum-hukum serta aturan-aturan yang menghajar rokok baik itu aktivitas merokok, promosi rokok, juga produksi rokok, sebagian besarnya berlandaskan alasan dari rezim kesehatan ini.<\/p>\r\n

Padahal sesungguhnya, salah satu awal mula keberadaan rokok di dunia dan juga di Nusantara, selain digunakan sebagai ritual-ritual spiritual serta bagian dari ritus-ritus tradisi, rokok dan aktivitas merokok digunakan sebagai sarana pengobatan tradisional. Rezim kesehatan modern bekerja sama dengan industri farmasi pada akhirnya mampu mengubah secara drastis stigma terhadap rokok. Dari yang tadinya sebagai sarana pengobatan, berubah menjadi sumber keberadaan penyakit.<\/p>\r\n

Saat ini, dunia sedang dalam kepungan pandemi korona. Lebih dari 200 negara melaporkan pandemi ini sudah sampai di negara mereka. Lebih dua juta orang di seluruh dunia sudah terinfeksi. Angka kematian akibat virus korona ini tiap hari terus bertambah. Para ilmuwan mengatakan hari ini di beberapa negara masih tahap awal, belum mencapai puncaknya. Ini artinya masih akan ada lagi penambahan manusia yang terinfeksi virus ini ke depannya.

Lantas, apakah rokok sudah diikutsertakan dalam pendemi korona yang mewabah di dunia ini? Tentu saja sudah.

Dengan begitu cepat, lewat asumsi-asumsi belaka, rokok lagi-lagi turut disertakan sebagai kambing hitam wabah yang sumber utamanya zat renik bernama covid-19 ini. Belum terlalu lama korona menjadi pandemi, rokok lantas disalahkan. Mereka anti-rokok bilang orang yang merokok lebih rentan terkena virus korona dan bisa berakibat fatal jika sudah terkena virus korona. Mereka yang merokok lebih cepat mati jika terkena korona dibanding mereka yang tidak merokok.<\/p>\r\n

Kata Dokter tentang Rokok<\/h3>\r\n

Belum cukup sampai di situ, rokok bahkan diikutsertakan dalam pandemi ini untuk peran yang lebih jauh lagi. Adalah dokter Adib Khumaidi, wakil ketua umum Ikatan Dokter Indonesia (IDI) yang beropini bahwa asap rokok bisa menularkan virus korona. Menurutnya perokok yang positif korona, bisa menularkan virus lewat asap rokok. Luar biasa. Sesungguhnya itu sekadar opini saja, baru opini. Namun karena yang beropini seorang dokter, ini tentu saja jadi santapan empuk anti-rokok untuk kembali menghantam rokok.

Untungnya, opini ini buru-buru dibantah oleh Ketua Umum IDI, menurutnya belum ada penelitian yang menyebutkan asap rokok bisa menularkan virus korona. Jadi opini itu belum bisa dipercaya karena belum ada riset tentang itu.

Lantas, bagaimana jika ada riset yang hasilnya menyebutkan bahwa sejauh ini perokok lebih tahan terhadap serangan virus korona? Yang artinya, aktivitas merokok mampu membantu seseorang terhindar dari efek buruk virus korona. Besok saya akan melanjutkan tulisan tentang ini di sini, hanya di bolehmerokok.com<\/a>.<\/p>\r\n","post_title":"Mulanya Obat, Lantas Rokok Distigma Sumber Banyak Penyakit di Indonesia","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"mulanya-obat-lantas-rokok-distigma-sumber-banyak-penyakit","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2024-01-23 12:27:19","post_modified_gmt":"2024-01-23 05:27:19","post_content_filtered":"\r\n

Rokok di Indonesia pada mulanya adalah obat, tetapi entah kenapa menjadi sumber penyakit pada masa kini. Rezim kesehatan mengubah semuanya.<\/em><\/p>\r\n

Saya tidak tahu ini semua bermula sejak kapan, tetapi yang saya tahu, rokok dan aktivitas merokok kerap kali dijadikan kambing hitam sebagai penyebab ragam bentuk penyakit yang diderita manusia. Ada saja cara 'utak-atik gatuk' yang dipakai mereka yang kebenciannya sudah sampai tulang sumsum terhadap rokok untuk menjadikan rokok sebagai biang keladi penyebab ragam bentuk penyakit.

Hampir segala jenis kanker, mulai dari kanker paru-paru, kanker kelenjar getah bening, kanker payudara, kanker otak, dan kanker-kanker lainnya, kalau bukan sebagai penyebab utama, rokok dan aktivitas merokok turut disertakan sebagai salah satu sebab penyakit itu menimpa manusia.

Di luar penyakit kanker, ada terlalu banyak penyakit di luar sana yang menunjuk rokok sebagai biang keladi penyakitnya. Sampai-sampai, ada guyonan dari kami para perokok, jika mengetahui ada penyakit baru lantas bertanya, \"rokok sudah dijadikan salah satu penyebab penyakit itu belum?\"

Di antara sekian banyak penyakit di mana rokok dianggap menjadi salah satu sebab keberadaan penyakit itu menyerang manusia, memang sudah ada penelitian ilmiahnya, tetapi sebagian kecil saja. Sisanya, hasil-hasil riset pseudo-science<\/em> atau malah sekadar asal tuduh sembarangan saja.<\/p>\r\n

Rezim Kesehatan dan Rokok di Indonesia<\/h3>\r\n

Saya heran, sebegitu bencinya mereka terhadap rokok hingga menyerang rokok dengan membabi-buta. Tanpa perlu hasil riset yang kompeten, sekadar kata ini atau kata itu saja sudah cukup bagi mereka menyerang rokok, menistakan para stakholder pertembakauan dari hulu hingga hilir.<\/p>\r\n

Rezim kesehatan, yang memang cukup ampuh guna menakut-nakuti seseorang, juga untuk mengajak orang lain berpihak karena rasa takut. Sudah bertahun-tahun lamanya secara konsisten menghantam terus rokok dan aktivitas merokok. Hukum-hukum serta aturan-aturan yang menghajar rokok baik itu aktivitas merokok, promosi rokok, juga produksi rokok, sebagian besarnya berlandaskan alasan dari rezim kesehatan ini.<\/p>\r\n

Padahal sesungguhnya, salah satu awal mula keberadaan rokok di dunia dan juga di Nusantara, selain digunakan sebagai ritual-ritual spiritual serta bagian dari ritus-ritus tradisi, rokok dan aktivitas merokok digunakan sebagai sarana pengobatan tradisional. Rezim kesehatan modern bekerja sama dengan industri farmasi pada akhirnya mampu mengubah secara drastis stigma terhadap rokok. Dari yang tadinya sebagai sarana pengobatan, berubah menjadi sumber keberadaan penyakit.<\/p>\r\n

Saat ini, dunia sedang dalam kepungan pandemi korona. Lebih dari 200 negara melaporkan pandemi ini sudah sampai di negara mereka. Lebih dua juta orang di seluruh dunia sudah terinfeksi. Angka kematian akibat virus korona ini tiap hari terus bertambah. Para ilmuwan mengatakan hari ini di beberapa negara masih tahap awal, belum mencapai puncaknya. Ini artinya masih akan ada lagi penambahan manusia yang terinfeksi virus ini ke depannya.

Lantas, apakah rokok sudah diikutsertakan dalam pendemi korona yang mewabah di dunia ini? Tentu saja sudah.

Dengan begitu cepat, lewat asumsi-asumsi belaka, rokok lagi-lagi turut disertakan sebagai kambing hitam wabah yang sumber utamanya zat renik bernama covid-19 ini. Belum terlalu lama korona menjadi pandemi, rokok lantas disalahkan. Mereka anti-rokok bilang orang yang merokok lebih rentan terkena virus korona dan bisa berakibat fatal jika sudah terkena virus korona. Mereka yang merokok lebih cepat mati jika terkena korona dibanding mereka yang tidak merokok.<\/p>\r\n

Kata Dokter tentang Rokok<\/h3>\r\n

Belum cukup sampai di situ, rokok bahkan diikutsertakan dalam pandemi ini untuk peran yang lebih jauh lagi. Adalah dokter Adib Khumaidi, wakil ketua umum Ikatan Dokter Indonesia (IDI) yang beropini bahwa asap rokok bisa menularkan virus korona. Menurutnya perokok yang positif korona, bisa menularkan virus lewat asap rokok. Luar biasa. Sesungguhnya itu sekadar opini saja, baru opini. Namun karena yang beropini seorang dokter, ini tentu saja jadi santapan empuk anti-rokok untuk kembali menghantam rokok.

Untungnya, opini ini buru-buru dibantah oleh Ketua Umum IDI, menurutnya belum ada penelitian yang menyebutkan asap rokok bisa menularkan virus korona. Jadi opini itu belum bisa dipercaya karena belum ada riset tentang itu.

Lantas, bagaimana jika ada riset yang hasilnya menyebutkan bahwa sejauh ini perokok lebih tahan terhadap serangan virus korona? Yang artinya, aktivitas merokok mampu membantu seseorang terhindar dari efek buruk virus korona. Besok saya akan melanjutkan tulisan tentang ini di sini, hanya di
bolehmerokok.com<\/a>.<\/p>\r\n","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6632","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":6622,"post_author":"878","post_date":"2020-04-10 11:48:23","post_date_gmt":"2020-04-10 04:48:23","post_content":"\n

Hampir bersamaan dengan puncak musim panen tembakau tahun lalu, pemerintah lewat menteri keuangan mengumumkan kenaikan cukai rokok. Tak tanggung-tanggung, cukai dinaikkan hingga lebih dari 20 persen. Ini menyebabkan harga rokok mesti dinaikkan hingga mencapai 35 persen.

\nKenaikan cukai rokok yang waktunya hampir bersamaan dengan puncak musim panen tembakau di tahun lalu itu membikin pabrikan membatasi pembelian tembakau dari petani. Ini dilakukan sebagai antisipasi karena dengan kenaikan cukai yang juga mendongkrak naik harga rokok, penjualan rokok diprediksi akan menurun. Tentu saja produksi juga akan diturunkan.

\nBelum selesai sampai di situ, pada triwulan pertama di tahun 2020, wabah korona menjalar hampir di seluruh wilayah di bumi. Bermula dari kota Wuhan di Cina, wabah korona membikin banyak negara membatasi gerak warganya sehingga menyebabkan laju roda perekonomian bergerak sangat lambat.

\nAkibatnya, banyak industri yang terdampak karena wabah korona ini. Di Indonesia saja, per 9 April 2020, sudah hampir 1,5 juta orang kehilangan pekerjaan. Ini masih akan terus bertambah karena wabah korona belum tampak akan berakhir. Beberapa pengusaha berujar, jika masih terus dalam kondisi seperti ini, mereka hanya akan mampu bertahan hingga bulan Juni 2020. Setelah itu, mereka angkat tangan.

\nIndustri rokok kretek dalam negeri, tentu saja juga menjadi bagian yang terdampak dari goncangan ekonomi akibat wabah korona ini. Kondisi industri rokok dalam negeri sudah cocok jika memakai perumpamaan 'sudah jatuh tertimpa tangga'. Sehabis dihantam kenaikan cukai yang sangat tinggi dan terpaksa menaikkan harga jual rokok, datang pula wabah korona. Lengkap sudah.

\nLantas, apakah industri rokok kretek dalam negeri mampu keluar dari badai besar krisis ekonomi akibat wabah korona ini? Mari saya ajak Anda semua melihat bagaimana industri rokok kretek menghadapi krisis-krisis yang pernah terjadi sebelumnya, baik krisis berskala nasional, maupun krisis berskala internasional.

\n\"Industri kretek telah membuktikan diri menjadi hanya sedikit, bahkan mungkin satu-satunya, dari industri nasional yang mampu bertahan dari berbagai terpaan badai pergolakan sosial dan politik, perang dan pemberontakan bersenjata, juga krisis perekonomian global maupun lokal.\" (Topatimasang, Roem, (ed), dkk, Kretek: Kajian Ekonomi dan Budaya 4 Kota, Indonesia Berdikari, Yogyakarta, 2010, hal. 139)

\nYa, sejarah telah mencatat, industri kretek menjadi sebuah anomali dalam tahapan sejarah industri nasional dalam menghadapi ragam bentuk badai krisis yang melanda negeri ini dan dunia. Dan memang bisa jadi industri kretek menjadi satu-satunya industri yang tercatat dalam sejarah nasional sebagai industri yang mampu bertahan bahkan berkembang pesat di saat industri lain bergelimpangan dihantam badai krisis.

\nAnomali pertama terjadi ketika perang dunia pertama bergejolak di bumi. Di Nusantara, saat imbas perang dunia pertama terasa hingga menyebabkan jalur transportasi perdagangan terhambat, industri-industri kolonial membutuhkan subsidi pemerintah penjajah agar bisa bertahan, industri kretek yang diinisiasi oleh pribumi malah mulai bermunculan. Industri ini malah menjamur di beberapa kota di pulau Jawa.

\nSelanjutnya, saat resesi ekonomi besar-besaran terjadi di dunia pada periode 30an, industri kretek nasional malah sedang mencapai puncak kejayaannya. Pada masa itu, pabrikan Tjap Bal Tiga yang berpusat di Kudus malah mampu menyewa beberapa pesawat guna mendukung promosi produk rokok mereka.

\nKetika pergolakan perang kemerdekaan Indonesia, saat larangan mengimpor beberapa produk dari luar negeri diberlakukan, industri kretek masih tetap mampu bertahan dalam terpaan badai krisis. Pun begitu ketika krisis ekonomi melanda Indonesia di masa pemerintahan Presiden Soekarno. Saat itu, negara sampai harus melakukan pemotongan nilai mata uang nasional akibat krisis ekonomi yang terjadi di dalam negeri. Akan tetapi, di masa seperti itu, industri kretek dalam negeri lagi-lagi mampu bertahan dari goncangan badai ekonomi.

\nAnomali lainnya terjadi ketika krisis ekonomi dan politik melanda Indonesia pada periode 90an. Ketika itu, begitu banyak industri nasional yang kolaps karena kondisi krisis, akan tetapi, industri kretek malah berkembang pesat di masa itu. Ia menjadi satu dari sedikit industri yang mampu bertahan dan bahkan berkembang pesat, mampu menyumbang dana yang tak sedikit bagi negara yang sedang dilanda krisis ekonomi.

\nKini, ancaman krisis ekonomi kembali mengintai akibat wabah korona yang melanda bumi. Apakah industri kretek kembali mampu bertahan melewati krisis yang tidak sebentar ini? Kelak saat wabah korona usai dan perekonomian kembali bergeliat, jawabannya akan kita temukan. Akan tetapi, saya pribadi memprediksi industri kretek akan kembali mampu melalui krisis ini dengan cukup baik.

\nDalam kondisi wabah yang mengharuskan banyak manusia banyak berdiam diri di rumah saja, risiko stress besar kemungkinannya menimpa siapa saja tanpa kecuali. Bagi perokok, salah satu cara termudah menghilangkan stress adalah dengan mengisap rokok. Sudah sejak lama rokok dipercaya sebagai sarana relaksasi penikmatnya. Ia mampu membantu manusia mengatasi ketegangan dan stress yang datang menyapa manusia.

\nIni pulalah yang saya kira menjadi sebab utama mengapa industri kretek mampu bertahan dalam rangkaian badai krisis yang melanda baik dalam skala nasional maupun skala global. Fungsi rokok sebagai sarana relaksasi membikin Ia tetap dicari konsumennya apapun kondisi yang sedang terjadi.<\/p>\n","post_title":"Mampukah Industri Kretek Melalui Badai Krisis Akibat Wabah Korona?","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"mampukah-industri-kretek-melalui-badai-krisis-akibat-wabah-korona","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2020-04-10 11:49:15","post_modified_gmt":"2020-04-10 04:49:15","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6622","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":6613,"post_author":"878","post_date":"2020-04-06 10:56:01","post_date_gmt":"2020-04-06 03:56:01","post_content":"\n

Sejarah panjang daun tembakau mencatat, pada mulanya daun yang lazim tumbuh di musim kemarau dan membutuhkan sedikit saja asupan air untuk tumbuh besar tersebut digunakan sebagai bagian dari ritual spiritual dan juga sarana pengobatan beberapa penyakit. Suku-suku di wilayah benua Amerika (yang dipukul rata disebut Suku Indian padahal bukan) yang pertama kali diketahui menggunakannya. Selain sebagai bagian dari ritual spiritual dan obat bagi komunitas, tembakau juga digunakan sebagai simbol persahabatan.

\nSelain suku-suku di Pulau Amerika, tembakau juga sudah dimanfaatkan oleh banyak manusia di wilayah lainnya, jiga sebagai bagian dari ritual spiritual dan ritual adat, sebagai bahan pengobatan, dan untuk konsumsi sehari-hari. Ada yang penggunaannya dengam cara dikunyah, ada pula yang dikeringkan, digulung lantas dibakar sebelum diisap asap yang dihasilkannya.

\nSetelah bangsa Eropa menjajah tanah-tanah di Amerika, salah satu yang mereka bawa kembali ke Eropa adalah kebiasaan mengisap tembakau yang umum dilakukan suku-suku di benua Amerika. Mereka merasa cocok, dan mungkin tembakau juga baik untuk mengusir hawa dingin yang menyelimuti benua Eropa pada beberapa bulan dalam tiap tahunnya.

\nSelanjutnya, penggunaan tembakau sebagai bahan konsumsi menjadi semakin populer. Dari dataran Eropa, bangsa-bangsa Eropa membawa dan mengenalkan tembakau ke tanah-tanah jajahan mereka lain di penjuru bumi. Selanjutnya tembakau menjelma komoditas yang begitu laris di pasaran dengan kota Bremen sebagai pusat penjualan tembakau di Eropa pada masanya.

\nDi Indonesia, jauh-jauh hari sebelum bangsa Eropa datang dan mengenalkan tembakau di Nusantara, tradisi menginang dengan tembakau sebagai salah satu bahan bakunya sudah ada dan lazim dilakukan masyarakat Nusantara.

\nDi Temanggung, hikayat rakyat uang dipercaya warga perihal asal mula ditemukannya daun tembakau oleh Sunan Makukughan adalah sebagai obat, 'tamba', 'tambaku', yang kemudian menjadi tembakau. Dan memang, beberapa komunitas di Nusantara menjadikan daun tembakau sebagai salah satu bahan untuk obat-obatan yang digunakan sehari-hari untuk beberapa penyakit tertentu.

\nPenemuan rokok kretek, dengan tembakau dan cengkeh menjadi bahan utama pembikin rokok kretek, pada mulanya juga sebagai wahana pengobatan penyakit asma yang diderita Haji Djamhari, orang yang diyakini sebagai penemu ramuan kretek kali pertama. Jadi, tembakau atau ramuan dengan kandungan tembakau di dalamnya, sejak lama sudah lazim menjadi bagian dari tradisi pengobatan di banyak tempat di bumi ini.

\nSetelah tembakau kemudian menjadi komoditas yang seksi lewat produk rokoknya, perang dagang lantas mengubah posisi tembakau dari sebelumnya bagian pengobatan masyarakat menjadi objek penyakitan. Tembakau dan produk rokok selalu dicecar sebagai biang keladi bermacam penyakit yang bermunculan di muka bumi. Hingga ada anekdot yang beredar di kalangan perokok, \"apapun penyakitnya, rokoklah penyebabnya\".

\nAkan tetapi, perkembangan teknologi modern yang memungkinkan bermacam riset perlahan kembali membuktikan dan mengembalikan tembakau kepada posisi semulanya sebagai bagian dari bahan pengobatan di muka bumi. Beberapa penemuan terbaru tembakau dapat digunakan sebagai obat bermacam penyakit semisal rabies, asma, batuk, stroke, dan bermacam penyakit lainnya. Di Indonesia, ada Dr. Greta yang membuka klinik pengobatan untuk bermacam penyakit dengan tembakau menjadi obatnya.

\nBeberapa tahun lalu ketika ramai wabah virus ebola di Afrika dan di beberapa tempat lain, tembakau digunakan sebagai salah satu bahan vaksin untuk virus ebola. Lantas, yang terbaru ini, wabah corona yang merebak di penjuru bumi dan membikin banyak manusia menjadi waspada karenanya, apakah ada kemungkinan tembakau juga digunakan sebagai vaksin virus covid-19?

\nAdalah Kentucky BioProcessing perusahaan yanv berbasis di negara bagian Kentucky, Amerika Serikat, anak perusahaan dari British American Tobacco yang bergerak di bidang pemrosesan biologis dan bioteknologi yang telah melakukan riset untuk menemukan kemungkinan tembakau menjadi bahan baku vaksin untuk virus covid-19 seperti yang sudah dilakukan terhadap virus ebola.

\nSaat ini, Kentucky BioProcessing sudah berhasil menemukan vaksin covid-19 dengan bahan baku tembakau. Vaksin tersebut sudah masuk pada tahap uji praklinis. Jika tahap-tahap proses yang dijalankan lancar, pada Juni 2020, Kentucky BioProcessing siap memproduksi 1-3 juta dosis vaksin per pekannya.

\nVaksin yang kembangkan Kentucky BioProcessing ini menggunakan hasil kloning rantai genetik dari covid-19. Hasil kloning virus covid-19 tersebut lantas digunakan untuk membikin anti-gen dari covid-19. Anti-gen hasil kloningan ini adalah zat yang bisa menghasilkan respons baik pada sistem imunitas tubuh manusia. Anti-gen ini lantas dimasukkan dalam tanaman tembakau untuk kemudian dipanen bersama tanaman tembakau.

\nUsai dipanen bersama tembakau, anti-gen tersebut akan diekstraksi dari daun tembakau yang dipanen, lantas dilanjutkan dengan proses purifikasi, untuk kemudian siap digunakan pada tubuh manusia. Kelebihan vaksin ini dibanding vaksin lain, formulasi vaksin stabil pada suhu ruang, sedang vaksin lain mesti dimasukkan ke mesin pendingin untuk menjaga vaksin tetap dalam kondisi prima.

\nSaya kira, jika vaksin dari ekstrak tembakau ini nantinya berhasil membuktikan diri mampu menangkal covid-19, ini akan menjadi titik balik tembakau. Dari sebelumnya yang berfungsi sebagai obat dan bahan ritual adat, kemudian komoditas ini dinistakan karena dianggap sumber berbagai macam penyakit, kelak, posisi tembakau akan kembali pada posisi terhormat semula. Juni tahun ini pembuktiannya.<\/p>\n","post_title":"Kentucky BioProcessing, Memproduksi Vaksin Covid-19 dari Ekstrak Daun Tembakau","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"kentucky-bioprocessing-memproduksi-vaksin-covid-19-dari-ekstrak-daun-tembakau","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2020-04-06 10:56:05","post_modified_gmt":"2020-04-06 03:56:05","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6613","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":6609,"post_author":"883","post_date":"2020-04-04 12:44:28","post_date_gmt":"2020-04-04 05:44:28","post_content":"\r\n

Dunia sedang terjangkit virus corona. Dunia sedang memeranginya. Para ilmuwan berlomba-lomba mencari vaksin untuk menghentikan serangan virus corona yang statusnya sudah mencapai wabah pandemik. Semua pihak bahu-membahu, bahkan ada yang menguji coba tembakau sebagai vaksin bagi virus corona. Ya, tembakau yang dicap sebagai musuh dalam dunia kesehatan kini dapat menjadi harapan bagi dunia kesehatan.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Harapan tembakau dapat menjadi vaksin<\/a> bagi virus corona datang dari salah satu perusahaan rokok terbesar di dunia, British American Tobacco (BAT). BAT mengembangkan vaksin bersama dengan anak perusahaan bioteknologi AS, Kentucky BioProcessing (KBP).<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Kentucky BioProcessing yang menjadi anak perusahaan dari BAT ini sejak 2014 sudah terlibat dalam kolaborasi dengan Mapp Biopharmaceutical Inc. dalam rangka pengembangan ZMapp yang merupakan obat Ebola. Meskipun obat ini belum dipasarkan.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Mungkin masih banyak pihak yang meragukan apa yang dikerjakan oleh BAT, hal ini dikarenakan industri rokok selalu dituding sebagai pabrik yang memproduksi penyakit bagi manusia. Perdebatan mengenai rokok dan kesehatan bagaikan magnet berbeda kutub yang hampir tidak pernah ada titik temunya.<\/p>\r\n

Tembakau sebagai Vaksin untuk Virus Corona<\/h3>\r\n\r\n\r\n\r\n

Rokok versus kesehatan bukan menjadi point penting pada usaha BAT yang mengembangkan vaksin virus corona, point penting yang harus menjadi konsern bagi seluruh ilmuwan dan publik adalah menyoal pengakuan bahwa tembakau merupakan tanaman yang dapat dimanfaatkan untuk dunia kesehatan.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Pertarungan antara industri rokok dan farmasi mengakibatkan frame tembakau secara determinan hanyalah berdampak negatif bagi kesehatan. Tembakau itu buruk dan harus dikendalikan bahkan dimusnahkan dari muka bumi.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Padahal tembakau sebagai komoditas yang telah ditanam dan dibudidayakan oleh manusia berabad-abad lamanya. Terbukti dimanfaatkan oleh manusia dalam kesehariannya melakukan berbagai aktifitas kehidupan. Tembakau<\/a> dimanfaatkan bukan hanya dimensi ekonomi semata, tapi juga dimensi sosial, budaya dan kesehatan masyarakat.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Oke balik lagi ke persoalan tembakau dapat menjadi harapan bagi pengembagan vaksin virus corona. Pertanyaannya, apa yang melandasi tembakau dapat dijadikan harapan tersebut?<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Menurut tim peneliti ahli yang mengembangkan tembakau sebagai vaksin mengatakan, vaksin yang sedang dalam pengembangan ini menggunakan teknologi tanaman tembakau yang cepat tumbuh, serta memiliki beberapa keunggulan dibanding teknologi vaksin konvensional. Di antaranya lebih aman lantaran tembakau tidak dapat menyimpan patogen yang dapat menyebabkan penyakit pada manusia.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Mereka baru-baru ini juga mengkloning sebagian dari urutan genetik COVID-19. Ini menyebabkan zat yang menginduksi produksi antibodi. Setelah itu, antigen kemudian dimasukkan ke dalam tanaman tembakau untuk reproduksi.<\/p>\r\n

Potensi Tembakau sebagai Obat<\/h3>\r\n\r\n\r\n\r\n

Penelitian mengenai tembakau dapat menginduksi antibodi bukanlah barang baru. Dr Toto Sudargo, peneliti dari Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta pernah meneliti komponen bioaktif yang terkandung di dalam tembakau memiliki manfaat bagi kesehatan.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Menurut Dr Toto, pada daun tembakau terdapat senyawa bioaktif seperti flavonoid dan fenol. Dua senyawa itu menjadi antioksidan yang dapat mencegah penyakit kanker, anti-karsinogen, anti-proliferasi, anti-flamasi, serta memberikan efek proteksi terhadap penyakit kardiovaskuler.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Selain itu di dalam daun tembakau juga terdapat vitamin C atau asam askorbat yang menjadi antioksidan dan dapat bereaksi dengan antiradikal bebas dengan cara memberikan efek proteksi sel.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Di dalam tembakau juga ada zinc (Zn) yang berguna dalam pembentukan struktur enzim dan protein yang bermanfaat bagi tubuh. Selain itu, menurut Dr Toto, tembakau juga mengandung minyak astiri (essential oil) yang dapat digunakan sebagai antibakteri dan antiseptik.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Mungkin masih banyak lagi penelitian soal manfaat tembakau bagi kesehatan. Dan dengan adanya uji coba pengembangan tembakau sebagai vaksin Covid-19 bisa jadi momentum pengakuan tembakau yang tidak melulu bertentangan dengan kesehatan. Hari ini kita masih terus berharap tembakau dapat menjadi kunci melawan Covid-19, biarkan para ilmuwan dan sains yang menggali harapan tersebut.<\/p>\r\n","post_title":"Pemanfaatan Tembakau sebagai Vaksin untuk Virus Corona","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"virus-corona","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2023-09-13 11:21:34","post_modified_gmt":"2023-09-13 04:21:34","post_content_filtered":"\r\n

Dunia sedang terjangkit virus corona. Dunia sedang memeranginya. Para ilmuwan berlomba-lomba mencari vaksin untuk menghentikan serangan virus corona yang statusnya sudah mencapai wabah pandemik. Semua pihak bahu-membahu, bahkan ada yang menguji coba tembakau sebagai vaksin bagi virus corona. Ya, tembakau yang dicap sebagai musuh dalam dunia kesehatan kini dapat menjadi harapan bagi dunia kesehatan.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Harapan tembakau dapat menjadi vaksin<\/a> bagi virus corona datang dari salah satu perusahaan rokok terbesar di dunia, British American Tobacco (BAT). BAT mengembangkan vaksin bersama dengan anak perusahaan bioteknologi AS, Kentucky BioProcessing (KBP).<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Kentucky BioProcessing yang menjadi anak perusahaan dari BAT ini sejak 2014 sudah terlibat dalam kolaborasi dengan Mapp Biopharmaceutical Inc. dalam rangka pengembangan ZMapp yang merupakan obat Ebola. Meskipun obat ini belum dipasarkan.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Mungkin masih banyak pihak yang meragukan apa yang dikerjakan oleh BAT, hal ini dikarenakan industri rokok selalu dituding sebagai pabrik yang memproduksi penyakit bagi manusia. Perdebatan mengenai rokok dan kesehatan bagaikan magnet berbeda kutub yang hampir tidak pernah ada titik temunya.<\/p>\r\n

Tembakau sebagai Vaksin untuk Virus Corona<\/h3>\r\n\r\n\r\n\r\n

Rokok versus kesehatan bukan menjadi point penting pada usaha BAT yang mengembangkan vaksin virus corona, point penting yang harus menjadi konsern bagi seluruh ilmuwan dan publik adalah menyoal pengakuan bahwa tembakau merupakan tanaman yang dapat dimanfaatkan untuk dunia kesehatan.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Pertarungan antara industri rokok dan farmasi mengakibatkan frame tembakau secara determinan hanyalah berdampak negatif bagi kesehatan. Tembakau itu buruk dan harus dikendalikan bahkan dimusnahkan dari muka bumi.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Padahal tembakau sebagai komoditas yang telah ditanam dan dibudidayakan oleh manusia berabad-abad lamanya. Terbukti dimanfaatkan oleh manusia dalam kesehariannya melakukan berbagai aktifitas kehidupan. Tembakau<\/a> dimanfaatkan bukan hanya dimensi ekonomi semata, tapi juga dimensi sosial, budaya dan kesehatan masyarakat.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Oke balik lagi ke persoalan tembakau dapat menjadi harapan bagi pengembagan vaksin virus corona. Pertanyaannya, apa yang melandasi tembakau dapat dijadikan harapan tersebut?<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Menurut tim peneliti ahli yang mengembangkan tembakau sebagai vaksin mengatakan, vaksin yang sedang dalam pengembangan ini menggunakan teknologi tanaman tembakau yang cepat tumbuh, serta memiliki beberapa keunggulan dibanding teknologi vaksin konvensional. Di antaranya lebih aman lantaran tembakau tidak dapat menyimpan patogen yang dapat menyebabkan penyakit pada manusia.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Mereka baru-baru ini juga mengkloning sebagian dari urutan genetik COVID-19. Ini menyebabkan zat yang menginduksi produksi antibodi. Setelah itu, antigen kemudian dimasukkan ke dalam tanaman tembakau untuk reproduksi.<\/p>\r\n

Potensi Tembakau sebagai Obat<\/h3>\r\n\r\n\r\n\r\n

Penelitian mengenai tembakau dapat menginduksi antibodi bukanlah barang baru. Dr Toto Sudargo, peneliti dari Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta pernah meneliti komponen bioaktif yang terkandung di dalam tembakau memiliki manfaat bagi kesehatan.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Menurut Dr Toto, pada daun tembakau terdapat senyawa bioaktif seperti flavonoid dan fenol. Dua senyawa itu menjadi antioksidan yang dapat mencegah penyakit kanker, anti-karsinogen, anti-proliferasi, anti-flamasi, serta memberikan efek proteksi terhadap penyakit kardiovaskuler.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Selain itu di dalam daun tembakau juga terdapat vitamin C atau asam askorbat yang menjadi antioksidan dan dapat bereaksi dengan antiradikal bebas dengan cara memberikan efek proteksi sel.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Di dalam tembakau juga ada zinc (Zn) yang berguna dalam pembentukan struktur enzim dan protein yang bermanfaat bagi tubuh. Selain itu, menurut Dr Toto, tembakau juga mengandung minyak astiri (essential oil) yang dapat digunakan sebagai antibakteri dan antiseptik.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Mungkin masih banyak lagi penelitian soal manfaat tembakau bagi kesehatan. Dan dengan adanya uji coba pengembangan tembakau sebagai vaksin Covid-19 bisa jadi momentum pengakuan tembakau yang tidak melulu bertentangan dengan kesehatan. Hari ini kita masih terus berharap tembakau dapat menjadi kunci melawan Covid-19, biarkan para ilmuwan dan sains yang menggali harapan tersebut.<\/p>\r\n","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6609","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":6606,"post_author":"878","post_date":"2020-04-02 11:33:35","post_date_gmt":"2020-04-02 04:33:35","post_content":"\n

Memasuki bulan ke empat wabah corona yang bermula dari Wuhan, Cina merebak di muka bumi, jumlah manusia yang positif terinfeksi Covid-19 sudah mendekati satu juta orang di seluruh dunia. Dari total jumlah tersebut, hampir 50 ribu penderitanya meninggal dunia.

\nDan ini belum usia. Hari-hari ke depan, jumlahnya akan kian bertambah. Belum ada yang bisa memastikan kapan wabah ini akan usai. Beberapa perkiraan berdasar hasil permodelan matematika memang sudah ada, namun itu sekadar perkiraan saja, hanya ramalan. Bukan sebuah kepastian.

\nSemua ini tidak bisa dianggap remeh, dan memang wabah ini bukan sesuatu yang remeh dan bisa diabaikan begitu saja. Namun begitu, statistika bisa menjebak banyak orang untuk meremehkan hal ini. Data-data kuantitatif berupa jejeran angka dan persentase dari wabah yang terjadi di muka bumi ini bisa menggiring manusia untuk meremehkan wabah ini.

\nTenang saja, peluang selamat jika tertular covid-19 itu mencapai 97 persen. Angka kematian dari corona ini hanya 3 persen saja, kecil jika dibanding dengan banyak penyakit lain atau virus yang menginfeksi manusia lain di dunia. Jadi biasa saja.

\nBetul, bersikap tenang memang perlu. Jangan panik lebih lagi sembrono. Tetapi, sikap tenang itu juga jangan sampai membawa ke sikap meremehkan dan menganggap enteng wabah covid-19 ini.

\nBetul 3 persen kematian itu kecil jika dibanding 97 persen kemungkinan selamat dari covid-19. Tapi ini sekadar tipuan statistika saja. Atau jika enggan dibilang tipuan, inis sekadar penyamaran statistika semata.

\nBisa jadi, virus covid-19 ini menjadi salah satu virus yang paling mudah tertular kepada manusia. Medium antara penularannya begitu banyak sehingga banyak orang mudah sekali terpapar virus jenis ini. Perkiraan ilmuwan, jika penanganan wabah ini tidak diusahakan semaksimal mungkin, atau menyerahkan pada mekanisme alamiah yang diberi istilah herd immunity, sekira 80 persen penduduk bumi pada akhirnya akan tertular virus ini. Artinya jika penduduk bumi saat ini kira-kira 4 milyar jiwa, yang akan tertular virus covid-19 sebanyak 3,2 milyar jiwa. Lantas 3 persen yang meninggal dunia akibat covid-19 dari 3,2 milyar jiwa itu berapa? 96 juta jiwa. Sebuah angka yang mengerikan.

\nMari kita bawa data-data statistika ini ke Indonesia. Meskipun angka penduduk Indonesia sudah lebih dari 250 juta jiwa, saya pakai angka 250 juta jiwa saja untuk menyederhanakan hitungan. 80 persen dari 250 juta jiwa akan tertular virus corona di Indonesia, angkanya sebanyak, 200 juta jiwa. Jumlah yang meninggal dunia dari 200 juta jiwa akan mencapai 6 juta jiwa.

\nLagi-lagi ini bukan angka yang sedikit dan bukan sebuah kasus yang bisa diremehkan. Seperenam saja yang meninggal dunia di negeri ini dari prediksi statistik yang dijabarkan ilmuwan perihal wabah corona ini, ini sudah menjadi sebuah bencana yang begitu besar di negeri ini. Jadi jangan sekali-kali meremehkan.

\nTetapi jangan pula panik dan bertindak gegabah karena data statistik ini, karena selain bisa menjebak ke arah meremehkan, pembacaan data statistik juga bisa menggiring menuju kepanikan berlebih. Setelah itu, karena panik yang berlebih, segala macam berita yang beredar lantas begitu saja dipercaya tanpa proses saring yang ketat terlebih dahulu. Lebih lagi jika menyadari data statistik itu, kemudian mencari cara agar bisa terhindar dari penularan virus corona tetapi tanpa menyaring berita-berita yang berseliweran di luar sana.

\nSudah terlalu banyak berita hoax yang beredar di luar sana yang memberi masukan dan anjuran apa saja yang mesti dilakukan dan mesti dikonsumsi agar terhindar dari penularan virus corona. Namun begitu, karena hoax yang beredar, alih-alih terhindar dari corona, malah bisa berakibat vatal yang membahayakan diri sendiri. Seperti contoh kasus di Arizona, Amerika Serikat misal.

\nKasus di Arizona ini terjadi memang bukan karena hoax, namun karena kepanikan berlebih. Mendapat kabar bahwa klorokuin yang biasa digunakan untuk obat malaria bisa digunakan untuk obat covid-19, sepasang suami istri karena ketakutann

\nya akan corona lantas mengonsumsi klorokuin. Namun mereka salah konsumsi karena saking paniknya. Yang mereka konsumsi bukan klorokuin yang biasa digunakan untuk obat malaria yang diderita manusia, tetapi klorokuin yang ada dalam obat penghilanv jamur pada ikan. Si suami meninggal dunia, istrinya kritis karena mengonsumsi klorokuin yang salah.

\nJadi jangan panik, jangan pula meremehkan, kita berada di pertengahan saja. Tetap waspada, tetap jaga kesehatan, jaga lingkungan sekitar, dan jaga jarak aman.<\/p>\n","post_title":"Membaca Data Statistika, Jangan Meremehkan atau Panik Berlebihan","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"membaca-data-statistika-jangan-meremehkan-atau-panik-berlebihan","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2020-04-02 11:33:42","post_modified_gmt":"2020-04-02 04:33:42","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6606","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":6603,"post_author":"878","post_date":"2020-04-01 12:02:48","post_date_gmt":"2020-04-01 05:02:48","post_content":"\n

Tahun 2020 bisa jadi menjadi tahun terberat bagi dua atau tiga generasi manusia yang masih hidup di muka bumi kini. Salah satu sebabnya, wabah corona yang menjalar hampir di seluruh wilayah bumi dalam waktu yang relatif singkat saja.

\nMulanya di Cina, virus corona atau yang lebih sering disebut Covid-19 lantas dengan begitu cepatnya menyebar ke penjuru bumi. Ketika virus ini mulai membikin masalah di kota Wuhan, Cina pada penghujung 2019, banyak orang masih menganggap remeh karena mengira virus ini setara virus flu biasa saja. Keadaan kemudian berubah drastis karena penularan covid-19 yang begitu cepat hingga akhirnya pada Januari 2020, Wuhan, dan hampir seluruh wilayah Cina dikarantina dengan ketat untuk menghambat penyebaran virus ini.

\nSayangnya, penyebaran virus sudah terlanjur terjadi. Covid-19 memang sejenis virus yang bandel karena mudah sekali berpindah inang lewat beberapa media antara. Covid-19 kemudian membikin daratan Eropa gempar. Italia, Spanyol, dan Perancis menjadi tiga negara yang mengalami dampak paling signifikan akibat penularan virus covid-19. Italia bahkan tercatat sebagai negara dengan korban meninggal dunia terbanyak di dunia akibat virus covid-19 ini.

\nIndonesia pun tak lepas dari terjangan wabah corona ini. Meskipun pada awalnya negara lewat pejabat-pejabatnya meyakinkan warga bahwa Indonesia aman dari virus corona, bahkan mereka menyisipkan guyonan dan kelakar tidak pada tempatnya hingga terkesan meremehkan agar masyarakat tenang dan tidak panik, pada akhirnya, pada awal Maret ditemukan kasus pertama positif covid-19 di Indonesia.

\nHingga hari ini, kenaikan positif Covid-19 masih terjadi di Indonesia. Per 31 Maret 2020, jumlah positif Covid-19 di Indonesia mencapai 1528 orang, naik 114 kasus dari hari sebelumnya. Dari total positif sebanyak itu, 136 orang meninggal dunia dan 81 orang dinyatakan sembuh. Ke depan, Indonesia masih akan menjalani hari-hari berat nan panjang hingga akhirnya wabah corona ini berakhir di Indonesia dan di seluruh penjuru bumi.

\nSembari menanti wabah corona ini berakhir, lantas apa yang mesti dan bisa dilakukan oleh kretekus di Indonesia?

\nYang pertama dan paling utama, tentu saja mematuhi dengan sukarela peraturan-peraturan yang sudah dibikin pemerintah, baik pusat juga daerah dalam rangka menanggulangi penyebaran virus covid-19 ini. Tanpa kesadaran dan kerelaan mematuhi peraturan yang telah diberlakukan pemerintah, bisa jadi kita malah akan menjadi beban bagi negara, juga menjadi vektor perantara penyebaran virus covid-19 itu.

\nSelanjutnya kretekus sebaiknya berada di rumah saja agar kampanye social distancing dan pysical distancing yang digalakkan pemerintah guna menghambat laju penebaran virus bisa efektif. Sembari tetap di rumah saja, kretekus mesti memperhatikan gaya hidup sehat dengan menjaga pola makan, mengonsumsi vitamin, dan rajin-rajin mandi dan cuci tangan.

\nJika kretekus adalah pekerja yang mesti tetap bekerja di luar rumah guna mencari rezeki sebagai pemenuhan kebutuhan harian keluarga, ikutilah prosedur pengamanan diri ketika anda keluar rumah. Pakai masker, jaga jarak aman, hindari kerumunan, dan beberapa protokol keluar rumah lain yang telah dikeluarkan oleh pihak berwenang di bidang kesehatan.

\nKemudian, jika Anda punya keahlian di bidang kesehatan, atau punya jiwa kerelawanan yang tinggi, kretekus bisa mendaftarkan diri menjadi sukarelawan medis dan non-medis dalam membantu upaya pemerintah menghadapi wabah yang menyebalkan ini. Pilihan ini sangat terbuka sembari tetap memperhatikan protokol kesehatan masing-masing. Karena, dalam kondisi seperti ini, kekurangan tenaga sangat mungkin dialami mereka yang berjuang di garis depan dalam memerangi wabah corona, peran relawan menjadi cukup penting untuk menutup kekurangan tenaga di lapangan.

\nYang terakhir, tetaplah merokok wahai kretekus. Merokok sembari tetap mematuhi peraturan-peraturan yang berlaku dalam dunia perkretekan. Jadilah perokok yang santun, dan tetap selalu menjadi perokok santun. Karena di tengah wabah semacam ini, rokok kretek bisa membantu anda dalam relaksasi, menjadi teman penghilang stres karena mesti terkurung lama di dalam rumah.

\nLebih dari itu, dengan tetap merokok, kita menyumbang kepada negara lewat cukai pada tiap batang rokok yang kita isap. Dari sana, kita juga ikut andil memerangi wabah corona karena banyak pemerintah daerah kini yang menggunakan Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBH-CHT) sebagai dana tambahan untuk memerangi wabah virus corona di daerahnya masing-masing.<\/p>\n","post_title":"Apa yang Bisa Kretekus Lakukan di Masa Wabah Corona Ini?","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"apa-yang-bisa-kretekus-lakukan-di-masa-wabah-corona-ini","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2020-04-01 12:02:55","post_modified_gmt":"2020-04-01 05:02:55","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6603","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":29},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"epic_block_3"};