Namun, jika mau dicermati lebih dalam sebenarnya iklan Djarum 76 ini mengandung pesan terselubung yang sangat positif. Saat si sekretaris cantik asyik berjoget, mbah jin menawarkan permintaan selanjutnya dan jawaban si caleg adalah \u2018engga, ini ajah (musik)\u2019 serta dijawab \u2018cerdassss\u2019 oleh mbah jin. Paham maksudnya? Beberapa pihak berasumsi bahwa si caleg berpikiran cerdas karena tak meminta sekretaris cantik tersebut. Jika meminta tentu ini menjadi kebiasaan yang buruk karena beberapa tokoh elit kerap menjadikan perempuan sebagai objek pemuas nafsu mereka. Namun kali ini, iklan Djarum 76 menunjukkan dengan musik dan joget semua permasalahan bisa teratasi.
<\/p>\n\n\n\n
Sudahkah anda melihat iklannya? Jika sudah coba beri tafsiran anda pada kolom komentar di bawah! Hehehehe.
<\/p>\n","post_title":"Iklan Djarum 76 dan Goyangan Sekretaris Cantik yang Tengah Naik Daun","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"iklan-djarum-76-dan-goyangan-sekretaris-cantik-yang-tengah-naik-daun","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-04-28 10:13:56","post_modified_gmt":"2019-04-28 03:13:56","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5665","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":41},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"epic_block_3"};
Angela Lorenza juga mendadak naik daun gara-gara iklan ini, follower di instagramnya kini sudah menyentuh angka satu juta! Bahkan insta story-nya juga penuh diisi gambar-gambar fanmade dirinya yang tengah menjadi sekretaris cantik di iklan tersebut.
<\/p>\n\n\n\n
Namun, jika mau dicermati lebih dalam sebenarnya iklan Djarum 76 ini mengandung pesan terselubung yang sangat positif. Saat si sekretaris cantik asyik berjoget, mbah jin menawarkan permintaan selanjutnya dan jawaban si caleg adalah \u2018engga, ini ajah (musik)\u2019 serta dijawab \u2018cerdassss\u2019 oleh mbah jin. Paham maksudnya? Beberapa pihak berasumsi bahwa si caleg berpikiran cerdas karena tak meminta sekretaris cantik tersebut. Jika meminta tentu ini menjadi kebiasaan yang buruk karena beberapa tokoh elit kerap menjadikan perempuan sebagai objek pemuas nafsu mereka. Namun kali ini, iklan Djarum 76 menunjukkan dengan musik dan joget semua permasalahan bisa teratasi.
<\/p>\n\n\n\n
Sudahkah anda melihat iklannya? Jika sudah coba beri tafsiran anda pada kolom komentar di bawah! Hehehehe.
<\/p>\n","post_title":"Iklan Djarum 76 dan Goyangan Sekretaris Cantik yang Tengah Naik Daun","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"iklan-djarum-76-dan-goyangan-sekretaris-cantik-yang-tengah-naik-daun","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-04-28 10:13:56","post_modified_gmt":"2019-04-28 03:13:56","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5665","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":41},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"epic_block_3"};
Apa yang membuat iklan Djarum 76 terbaru ini naik daun? tentu salah satunya kehadiran Angela Lorenza dengan goyangannya. Diceritakan, seorang caleg yang baru jadi meminta mbah jin untuk memberinya musik, setelah diberi si sekretaris cantik tersebut langsung bergoyang gemulai disampingnya. Goyangannya cukup menghipnotis si caleg dan mbah jin. Goyangan ini juga yang membuat iklan ini viral dan bahkan dijadikan berbagai meme. Bahkan ada yang bilang, goyangan ini bisa mempersatukan bangsa kita yang sedang terpecah belah akibat pemilihan presiden.
<\/p>\n\n\n\n
Angela Lorenza juga mendadak naik daun gara-gara iklan ini, follower di instagramnya kini sudah menyentuh angka satu juta! Bahkan insta story-nya juga penuh diisi gambar-gambar fanmade dirinya yang tengah menjadi sekretaris cantik di iklan tersebut.
<\/p>\n\n\n\n
Namun, jika mau dicermati lebih dalam sebenarnya iklan Djarum 76 ini mengandung pesan terselubung yang sangat positif. Saat si sekretaris cantik asyik berjoget, mbah jin menawarkan permintaan selanjutnya dan jawaban si caleg adalah \u2018engga, ini ajah (musik)\u2019 serta dijawab \u2018cerdassss\u2019 oleh mbah jin. Paham maksudnya? Beberapa pihak berasumsi bahwa si caleg berpikiran cerdas karena tak meminta sekretaris cantik tersebut. Jika meminta tentu ini menjadi kebiasaan yang buruk karena beberapa tokoh elit kerap menjadikan perempuan sebagai objek pemuas nafsu mereka. Namun kali ini, iklan Djarum 76 menunjukkan dengan musik dan joget semua permasalahan bisa teratasi.
<\/p>\n\n\n\n
Sudahkah anda melihat iklannya? Jika sudah coba beri tafsiran anda pada kolom komentar di bawah! Hehehehe.
<\/p>\n","post_title":"Iklan Djarum 76 dan Goyangan Sekretaris Cantik yang Tengah Naik Daun","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"iklan-djarum-76-dan-goyangan-sekretaris-cantik-yang-tengah-naik-daun","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-04-28 10:13:56","post_modified_gmt":"2019-04-28 03:13:56","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5665","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":41},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"epic_block_3"};
Bicara soal dagelan tentu iklan Djarum 76 ahlinya! Tokoh yang paling kuat dalam karakter tersebut adalah sosok mbah jin yang justru menggunakan pakaian adat jawa. Ketika ia hadir maka ia selalu memberi tiga permintaan kepada bosnya. Nah, dalam iklan Djarum 76 yang terbaru, ada satu sosok yang mencuri perhatian dan kini tengah naik daun. Sosok tersebut bernama Angela Lorenza, model yang berperan sebagai sekretaris cantik.
<\/p>\n\n\n\n
Apa yang membuat iklan Djarum 76 terbaru ini naik daun? tentu salah satunya kehadiran Angela Lorenza dengan goyangannya. Diceritakan, seorang caleg yang baru jadi meminta mbah jin untuk memberinya musik, setelah diberi si sekretaris cantik tersebut langsung bergoyang gemulai disampingnya. Goyangannya cukup menghipnotis si caleg dan mbah jin. Goyangan ini juga yang membuat iklan ini viral dan bahkan dijadikan berbagai meme. Bahkan ada yang bilang, goyangan ini bisa mempersatukan bangsa kita yang sedang terpecah belah akibat pemilihan presiden.
<\/p>\n\n\n\n
Angela Lorenza juga mendadak naik daun gara-gara iklan ini, follower di instagramnya kini sudah menyentuh angka satu juta! Bahkan insta story-nya juga penuh diisi gambar-gambar fanmade dirinya yang tengah menjadi sekretaris cantik di iklan tersebut.
<\/p>\n\n\n\n
Namun, jika mau dicermati lebih dalam sebenarnya iklan Djarum 76 ini mengandung pesan terselubung yang sangat positif. Saat si sekretaris cantik asyik berjoget, mbah jin menawarkan permintaan selanjutnya dan jawaban si caleg adalah \u2018engga, ini ajah (musik)\u2019 serta dijawab \u2018cerdassss\u2019 oleh mbah jin. Paham maksudnya? Beberapa pihak berasumsi bahwa si caleg berpikiran cerdas karena tak meminta sekretaris cantik tersebut. Jika meminta tentu ini menjadi kebiasaan yang buruk karena beberapa tokoh elit kerap menjadikan perempuan sebagai objek pemuas nafsu mereka. Namun kali ini, iklan Djarum 76 menunjukkan dengan musik dan joget semua permasalahan bisa teratasi.
<\/p>\n\n\n\n
Sudahkah anda melihat iklannya? Jika sudah coba beri tafsiran anda pada kolom komentar di bawah! Hehehehe.
<\/p>\n","post_title":"Iklan Djarum 76 dan Goyangan Sekretaris Cantik yang Tengah Naik Daun","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"iklan-djarum-76-dan-goyangan-sekretaris-cantik-yang-tengah-naik-daun","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-04-28 10:13:56","post_modified_gmt":"2019-04-28 03:13:56","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5665","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":41},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"epic_block_3"};
Baca: Menjadi Keren dengan Tidak Merokok Saat Berkendara<\/a><\/p>\n\n\n\n Bicara soal dagelan tentu iklan Djarum 76 ahlinya! Tokoh yang paling kuat dalam karakter tersebut adalah sosok mbah jin yang justru menggunakan pakaian adat jawa. Ketika ia hadir maka ia selalu memberi tiga permintaan kepada bosnya. Nah, dalam iklan Djarum 76 yang terbaru, ada satu sosok yang mencuri perhatian dan kini tengah naik daun. Sosok tersebut bernama Angela Lorenza, model yang berperan sebagai sekretaris cantik. Apa yang membuat iklan Djarum 76 terbaru ini naik daun? tentu salah satunya kehadiran Angela Lorenza dengan goyangannya. Diceritakan, seorang caleg yang baru jadi meminta mbah jin untuk memberinya musik, setelah diberi si sekretaris cantik tersebut langsung bergoyang gemulai disampingnya. Goyangannya cukup menghipnotis si caleg dan mbah jin. Goyangan ini juga yang membuat iklan ini viral dan bahkan dijadikan berbagai meme. Bahkan ada yang bilang, goyangan ini bisa mempersatukan bangsa kita yang sedang terpecah belah akibat pemilihan presiden. Angela Lorenza juga mendadak naik daun gara-gara iklan ini, follower di instagramnya kini sudah menyentuh angka satu juta! Bahkan insta story-nya juga penuh diisi gambar-gambar fanmade dirinya yang tengah menjadi sekretaris cantik di iklan tersebut. Namun, jika mau dicermati lebih dalam sebenarnya iklan Djarum 76 ini mengandung pesan terselubung yang sangat positif. Saat si sekretaris cantik asyik berjoget, mbah jin menawarkan permintaan selanjutnya dan jawaban si caleg adalah \u2018engga, ini ajah (musik)\u2019 serta dijawab \u2018cerdassss\u2019 oleh mbah jin. Paham maksudnya? Beberapa pihak berasumsi bahwa si caleg berpikiran cerdas karena tak meminta sekretaris cantik tersebut. Jika meminta tentu ini menjadi kebiasaan yang buruk karena beberapa tokoh elit kerap menjadikan perempuan sebagai objek pemuas nafsu mereka. Namun kali ini, iklan Djarum 76 menunjukkan dengan musik dan joget semua permasalahan bisa teratasi. Sudahkah anda melihat iklannya? Jika sudah coba beri tafsiran anda pada kolom komentar di bawah! Hehehehe. Kalau kata penemu bela diri wing chun, Ip Man, berlatih di ruangan sempit justru membuat seseorang semakin lihai dalam bertarung karena tak punya opsi untuk melarikan diri dan bergerak, sebaliknya dengan ruangan besar. Nampaknya teori tersebut juga bisa disematkan dengan kondisi periklanan rokok saat ini. Saking rumitnya, iklan rokok justru sangat kreatif dalam memasarkan produknya, isinya mulai dari sekelompok orang yang sedang berpetualang di alam bebas, hingga dagelan-dagelan tetang kondisi negeri ini yang sangat menggelitik.<\/p>\n\n\n\n Baca: Menjadi Keren dengan Tidak Merokok Saat Berkendara<\/a><\/p>\n\n\n\n Bicara soal dagelan tentu iklan Djarum 76 ahlinya! Tokoh yang paling kuat dalam karakter tersebut adalah sosok mbah jin yang justru menggunakan pakaian adat jawa. Ketika ia hadir maka ia selalu memberi tiga permintaan kepada bosnya. Nah, dalam iklan Djarum 76 yang terbaru, ada satu sosok yang mencuri perhatian dan kini tengah naik daun. Sosok tersebut bernama Angela Lorenza, model yang berperan sebagai sekretaris cantik. Apa yang membuat iklan Djarum 76 terbaru ini naik daun? tentu salah satunya kehadiran Angela Lorenza dengan goyangannya. Diceritakan, seorang caleg yang baru jadi meminta mbah jin untuk memberinya musik, setelah diberi si sekretaris cantik tersebut langsung bergoyang gemulai disampingnya. Goyangannya cukup menghipnotis si caleg dan mbah jin. Goyangan ini juga yang membuat iklan ini viral dan bahkan dijadikan berbagai meme. Bahkan ada yang bilang, goyangan ini bisa mempersatukan bangsa kita yang sedang terpecah belah akibat pemilihan presiden. Angela Lorenza juga mendadak naik daun gara-gara iklan ini, follower di instagramnya kini sudah menyentuh angka satu juta! Bahkan insta story-nya juga penuh diisi gambar-gambar fanmade dirinya yang tengah menjadi sekretaris cantik di iklan tersebut. Namun, jika mau dicermati lebih dalam sebenarnya iklan Djarum 76 ini mengandung pesan terselubung yang sangat positif. Saat si sekretaris cantik asyik berjoget, mbah jin menawarkan permintaan selanjutnya dan jawaban si caleg adalah \u2018engga, ini ajah (musik)\u2019 serta dijawab \u2018cerdassss\u2019 oleh mbah jin. Paham maksudnya? Beberapa pihak berasumsi bahwa si caleg berpikiran cerdas karena tak meminta sekretaris cantik tersebut. Jika meminta tentu ini menjadi kebiasaan yang buruk karena beberapa tokoh elit kerap menjadikan perempuan sebagai objek pemuas nafsu mereka. Namun kali ini, iklan Djarum 76 menunjukkan dengan musik dan joget semua permasalahan bisa teratasi. Sudahkah anda melihat iklannya? Jika sudah coba beri tafsiran anda pada kolom komentar di bawah! Hehehehe. Maka praktis iklan rokok yang kita saksikan sehari-hari hanya tayang di televisi di atas jam 21.30 - 05.00. Sungguh sangat diskriminatif mengingat sudah tak boleh memperlihatkan produknya, jam tayangnya diatur, namun keuntungannya hasil tembakau masih menjadi salah satu pemasukan besar di negeri ini, ironi bukan? Coba bayangkan jika produk perumahan yang dibuat demikian? Hihihi. Kalau kata penemu bela diri wing chun, Ip Man, berlatih di ruangan sempit justru membuat seseorang semakin lihai dalam bertarung karena tak punya opsi untuk melarikan diri dan bergerak, sebaliknya dengan ruangan besar. Nampaknya teori tersebut juga bisa disematkan dengan kondisi periklanan rokok saat ini. Saking rumitnya, iklan rokok justru sangat kreatif dalam memasarkan produknya, isinya mulai dari sekelompok orang yang sedang berpetualang di alam bebas, hingga dagelan-dagelan tetang kondisi negeri ini yang sangat menggelitik.<\/p>\n\n\n\n Baca: Menjadi Keren dengan Tidak Merokok Saat Berkendara<\/a><\/p>\n\n\n\n Bicara soal dagelan tentu iklan Djarum 76 ahlinya! Tokoh yang paling kuat dalam karakter tersebut adalah sosok mbah jin yang justru menggunakan pakaian adat jawa. Ketika ia hadir maka ia selalu memberi tiga permintaan kepada bosnya. Nah, dalam iklan Djarum 76 yang terbaru, ada satu sosok yang mencuri perhatian dan kini tengah naik daun. Sosok tersebut bernama Angela Lorenza, model yang berperan sebagai sekretaris cantik. Apa yang membuat iklan Djarum 76 terbaru ini naik daun? tentu salah satunya kehadiran Angela Lorenza dengan goyangannya. Diceritakan, seorang caleg yang baru jadi meminta mbah jin untuk memberinya musik, setelah diberi si sekretaris cantik tersebut langsung bergoyang gemulai disampingnya. Goyangannya cukup menghipnotis si caleg dan mbah jin. Goyangan ini juga yang membuat iklan ini viral dan bahkan dijadikan berbagai meme. Bahkan ada yang bilang, goyangan ini bisa mempersatukan bangsa kita yang sedang terpecah belah akibat pemilihan presiden. Angela Lorenza juga mendadak naik daun gara-gara iklan ini, follower di instagramnya kini sudah menyentuh angka satu juta! Bahkan insta story-nya juga penuh diisi gambar-gambar fanmade dirinya yang tengah menjadi sekretaris cantik di iklan tersebut. Namun, jika mau dicermati lebih dalam sebenarnya iklan Djarum 76 ini mengandung pesan terselubung yang sangat positif. Saat si sekretaris cantik asyik berjoget, mbah jin menawarkan permintaan selanjutnya dan jawaban si caleg adalah \u2018engga, ini ajah (musik)\u2019 serta dijawab \u2018cerdassss\u2019 oleh mbah jin. Paham maksudnya? Beberapa pihak berasumsi bahwa si caleg berpikiran cerdas karena tak meminta sekretaris cantik tersebut. Jika meminta tentu ini menjadi kebiasaan yang buruk karena beberapa tokoh elit kerap menjadikan perempuan sebagai objek pemuas nafsu mereka. Namun kali ini, iklan Djarum 76 menunjukkan dengan musik dan joget semua permasalahan bisa teratasi. Sudahkah anda melihat iklannya? Jika sudah coba beri tafsiran anda pada kolom komentar di bawah! Hehehehe. Salah satu produk yang bisa dikatakan kasihan, alias tak bisa menunjukkan barangnya langsung dalam iklan ya cuman rokok. Peraturan Pemerintah 109 tahun 2012 membatasi rokok tampil dalam iklan produk hasil tembakau tersebut, begitu juga dengan aktivitas merokok didalamnya. Bahkan setelah mengalami revisi, iklan rokok juga semakin dipersulit dengan tak boleh tayang di jam-jam tertentu, alasannya agar tak dilihat dan menambah jumlah perokok muda. Hmm ada-ada saja. Maka praktis iklan rokok yang kita saksikan sehari-hari hanya tayang di televisi di atas jam 21.30 - 05.00. Sungguh sangat diskriminatif mengingat sudah tak boleh memperlihatkan produknya, jam tayangnya diatur, namun keuntungannya hasil tembakau masih menjadi salah satu pemasukan besar di negeri ini, ironi bukan? Coba bayangkan jika produk perumahan yang dibuat demikian? Hihihi. Kalau kata penemu bela diri wing chun, Ip Man, berlatih di ruangan sempit justru membuat seseorang semakin lihai dalam bertarung karena tak punya opsi untuk melarikan diri dan bergerak, sebaliknya dengan ruangan besar. Nampaknya teori tersebut juga bisa disematkan dengan kondisi periklanan rokok saat ini. Saking rumitnya, iklan rokok justru sangat kreatif dalam memasarkan produknya, isinya mulai dari sekelompok orang yang sedang berpetualang di alam bebas, hingga dagelan-dagelan tetang kondisi negeri ini yang sangat menggelitik.<\/p>\n\n\n\n Baca: Menjadi Keren dengan Tidak Merokok Saat Berkendara<\/a><\/p>\n\n\n\n Bicara soal dagelan tentu iklan Djarum 76 ahlinya! Tokoh yang paling kuat dalam karakter tersebut adalah sosok mbah jin yang justru menggunakan pakaian adat jawa. Ketika ia hadir maka ia selalu memberi tiga permintaan kepada bosnya. Nah, dalam iklan Djarum 76 yang terbaru, ada satu sosok yang mencuri perhatian dan kini tengah naik daun. Sosok tersebut bernama Angela Lorenza, model yang berperan sebagai sekretaris cantik. Apa yang membuat iklan Djarum 76 terbaru ini naik daun? tentu salah satunya kehadiran Angela Lorenza dengan goyangannya. Diceritakan, seorang caleg yang baru jadi meminta mbah jin untuk memberinya musik, setelah diberi si sekretaris cantik tersebut langsung bergoyang gemulai disampingnya. Goyangannya cukup menghipnotis si caleg dan mbah jin. Goyangan ini juga yang membuat iklan ini viral dan bahkan dijadikan berbagai meme. Bahkan ada yang bilang, goyangan ini bisa mempersatukan bangsa kita yang sedang terpecah belah akibat pemilihan presiden. Angela Lorenza juga mendadak naik daun gara-gara iklan ini, follower di instagramnya kini sudah menyentuh angka satu juta! Bahkan insta story-nya juga penuh diisi gambar-gambar fanmade dirinya yang tengah menjadi sekretaris cantik di iklan tersebut. Namun, jika mau dicermati lebih dalam sebenarnya iklan Djarum 76 ini mengandung pesan terselubung yang sangat positif. Saat si sekretaris cantik asyik berjoget, mbah jin menawarkan permintaan selanjutnya dan jawaban si caleg adalah \u2018engga, ini ajah (musik)\u2019 serta dijawab \u2018cerdassss\u2019 oleh mbah jin. Paham maksudnya? Beberapa pihak berasumsi bahwa si caleg berpikiran cerdas karena tak meminta sekretaris cantik tersebut. Jika meminta tentu ini menjadi kebiasaan yang buruk karena beberapa tokoh elit kerap menjadikan perempuan sebagai objek pemuas nafsu mereka. Namun kali ini, iklan Djarum 76 menunjukkan dengan musik dan joget semua permasalahan bisa teratasi. Sudahkah anda melihat iklannya? Jika sudah coba beri tafsiran anda pada kolom komentar di bawah! Hehehehe. Baca: Salah satu produk yang bisa dikatakan kasihan, alias tak bisa menunjukkan barangnya langsung dalam iklan ya cuman rokok. Peraturan Pemerintah 109 tahun 2012 membatasi rokok tampil dalam iklan produk hasil tembakau tersebut, begitu juga dengan aktivitas merokok didalamnya. Bahkan setelah mengalami revisi, iklan rokok juga semakin dipersulit dengan tak boleh tayang di jam-jam tertentu, alasannya agar tak dilihat dan menambah jumlah perokok muda. Hmm ada-ada saja. Maka praktis iklan rokok yang kita saksikan sehari-hari hanya tayang di televisi di atas jam 21.30 - 05.00. Sungguh sangat diskriminatif mengingat sudah tak boleh memperlihatkan produknya, jam tayangnya diatur, namun keuntungannya hasil tembakau masih menjadi salah satu pemasukan besar di negeri ini, ironi bukan? Coba bayangkan jika produk perumahan yang dibuat demikian? Hihihi. Kalau kata penemu bela diri wing chun, Ip Man, berlatih di ruangan sempit justru membuat seseorang semakin lihai dalam bertarung karena tak punya opsi untuk melarikan diri dan bergerak, sebaliknya dengan ruangan besar. Nampaknya teori tersebut juga bisa disematkan dengan kondisi periklanan rokok saat ini. Saking rumitnya, iklan rokok justru sangat kreatif dalam memasarkan produknya, isinya mulai dari sekelompok orang yang sedang berpetualang di alam bebas, hingga dagelan-dagelan tetang kondisi negeri ini yang sangat menggelitik.<\/p>\n\n\n\n Baca: Menjadi Keren dengan Tidak Merokok Saat Berkendara<\/a><\/p>\n\n\n\n Bicara soal dagelan tentu iklan Djarum 76 ahlinya! Tokoh yang paling kuat dalam karakter tersebut adalah sosok mbah jin yang justru menggunakan pakaian adat jawa. Ketika ia hadir maka ia selalu memberi tiga permintaan kepada bosnya. Nah, dalam iklan Djarum 76 yang terbaru, ada satu sosok yang mencuri perhatian dan kini tengah naik daun. Sosok tersebut bernama Angela Lorenza, model yang berperan sebagai sekretaris cantik. Apa yang membuat iklan Djarum 76 terbaru ini naik daun? tentu salah satunya kehadiran Angela Lorenza dengan goyangannya. Diceritakan, seorang caleg yang baru jadi meminta mbah jin untuk memberinya musik, setelah diberi si sekretaris cantik tersebut langsung bergoyang gemulai disampingnya. Goyangannya cukup menghipnotis si caleg dan mbah jin. Goyangan ini juga yang membuat iklan ini viral dan bahkan dijadikan berbagai meme. Bahkan ada yang bilang, goyangan ini bisa mempersatukan bangsa kita yang sedang terpecah belah akibat pemilihan presiden. Angela Lorenza juga mendadak naik daun gara-gara iklan ini, follower di instagramnya kini sudah menyentuh angka satu juta! Bahkan insta story-nya juga penuh diisi gambar-gambar fanmade dirinya yang tengah menjadi sekretaris cantik di iklan tersebut. Namun, jika mau dicermati lebih dalam sebenarnya iklan Djarum 76 ini mengandung pesan terselubung yang sangat positif. Saat si sekretaris cantik asyik berjoget, mbah jin menawarkan permintaan selanjutnya dan jawaban si caleg adalah \u2018engga, ini ajah (musik)\u2019 serta dijawab \u2018cerdassss\u2019 oleh mbah jin. Paham maksudnya? Beberapa pihak berasumsi bahwa si caleg berpikiran cerdas karena tak meminta sekretaris cantik tersebut. Jika meminta tentu ini menjadi kebiasaan yang buruk karena beberapa tokoh elit kerap menjadikan perempuan sebagai objek pemuas nafsu mereka. Namun kali ini, iklan Djarum 76 menunjukkan dengan musik dan joget semua permasalahan bisa teratasi. Sudahkah anda melihat iklannya? Jika sudah coba beri tafsiran anda pada kolom komentar di bawah! Hehehehe. Bicara soal iklan, marketing sebuah produk dituntut sekreatif mungkin untuk memasarkannya. Soal iklan yang memancing tangisan air mata, jangan ragukan iklan-iklan asuransi dari Thailand, terbukti memang ahlinya. Bagaimana di tanah air? Kini menjamur iklan dengan tema ala 90an, meski bisa dibilang Telkom Indonesia menjadi yang duluan mempopulerkannya pada 2008 lalu. Jangan lupa, tren ibu-ibu kasidahan juga sempat jadi tren saat iklan Ramayana sukses menjadi popular.<\/p>\n\n\n\n Baca: Salah satu produk yang bisa dikatakan kasihan, alias tak bisa menunjukkan barangnya langsung dalam iklan ya cuman rokok. Peraturan Pemerintah 109 tahun 2012 membatasi rokok tampil dalam iklan produk hasil tembakau tersebut, begitu juga dengan aktivitas merokok didalamnya. Bahkan setelah mengalami revisi, iklan rokok juga semakin dipersulit dengan tak boleh tayang di jam-jam tertentu, alasannya agar tak dilihat dan menambah jumlah perokok muda. Hmm ada-ada saja. Maka praktis iklan rokok yang kita saksikan sehari-hari hanya tayang di televisi di atas jam 21.30 - 05.00. Sungguh sangat diskriminatif mengingat sudah tak boleh memperlihatkan produknya, jam tayangnya diatur, namun keuntungannya hasil tembakau masih menjadi salah satu pemasukan besar di negeri ini, ironi bukan? Coba bayangkan jika produk perumahan yang dibuat demikian? Hihihi. Kalau kata penemu bela diri wing chun, Ip Man, berlatih di ruangan sempit justru membuat seseorang semakin lihai dalam bertarung karena tak punya opsi untuk melarikan diri dan bergerak, sebaliknya dengan ruangan besar. Nampaknya teori tersebut juga bisa disematkan dengan kondisi periklanan rokok saat ini. Saking rumitnya, iklan rokok justru sangat kreatif dalam memasarkan produknya, isinya mulai dari sekelompok orang yang sedang berpetualang di alam bebas, hingga dagelan-dagelan tetang kondisi negeri ini yang sangat menggelitik.<\/p>\n\n\n\n Baca: Menjadi Keren dengan Tidak Merokok Saat Berkendara<\/a><\/p>\n\n\n\n Bicara soal dagelan tentu iklan Djarum 76 ahlinya! Tokoh yang paling kuat dalam karakter tersebut adalah sosok mbah jin yang justru menggunakan pakaian adat jawa. Ketika ia hadir maka ia selalu memberi tiga permintaan kepada bosnya. Nah, dalam iklan Djarum 76 yang terbaru, ada satu sosok yang mencuri perhatian dan kini tengah naik daun. Sosok tersebut bernama Angela Lorenza, model yang berperan sebagai sekretaris cantik. Apa yang membuat iklan Djarum 76 terbaru ini naik daun? tentu salah satunya kehadiran Angela Lorenza dengan goyangannya. Diceritakan, seorang caleg yang baru jadi meminta mbah jin untuk memberinya musik, setelah diberi si sekretaris cantik tersebut langsung bergoyang gemulai disampingnya. Goyangannya cukup menghipnotis si caleg dan mbah jin. Goyangan ini juga yang membuat iklan ini viral dan bahkan dijadikan berbagai meme. Bahkan ada yang bilang, goyangan ini bisa mempersatukan bangsa kita yang sedang terpecah belah akibat pemilihan presiden. Angela Lorenza juga mendadak naik daun gara-gara iklan ini, follower di instagramnya kini sudah menyentuh angka satu juta! Bahkan insta story-nya juga penuh diisi gambar-gambar fanmade dirinya yang tengah menjadi sekretaris cantik di iklan tersebut. Namun, jika mau dicermati lebih dalam sebenarnya iklan Djarum 76 ini mengandung pesan terselubung yang sangat positif. Saat si sekretaris cantik asyik berjoget, mbah jin menawarkan permintaan selanjutnya dan jawaban si caleg adalah \u2018engga, ini ajah (musik)\u2019 serta dijawab \u2018cerdassss\u2019 oleh mbah jin. Paham maksudnya? Beberapa pihak berasumsi bahwa si caleg berpikiran cerdas karena tak meminta sekretaris cantik tersebut. Jika meminta tentu ini menjadi kebiasaan yang buruk karena beberapa tokoh elit kerap menjadikan perempuan sebagai objek pemuas nafsu mereka. Namun kali ini, iklan Djarum 76 menunjukkan dengan musik dan joget semua permasalahan bisa teratasi. Sudahkah anda melihat iklannya? Jika sudah coba beri tafsiran anda pada kolom komentar di bawah! Hehehehe. Sebuah produk tentu membutuhkan strategi pemasaran yang apik agar bisa laku di pasaran. Salah satu dari strategi pemasaran tersebut adalah memuat iklan baik itu di layar kaca, media cetak, daring, hingga media sosial. Banyaknya produk yang berseliweran di kehidupan kita, berbanding lurus dengan ramainya iklan yang kita lihat sehari-hari. Bukan hanya melalui media, sepanjang jalan juga rupa-rupa baliho, pamflet, dan banner tentu akan anda temui. Bicara soal iklan, marketing sebuah produk dituntut sekreatif mungkin untuk memasarkannya. Soal iklan yang memancing tangisan air mata, jangan ragukan iklan-iklan asuransi dari Thailand, terbukti memang ahlinya. Bagaimana di tanah air? Kini menjamur iklan dengan tema ala 90an, meski bisa dibilang Telkom Indonesia menjadi yang duluan mempopulerkannya pada 2008 lalu. Jangan lupa, tren ibu-ibu kasidahan juga sempat jadi tren saat iklan Ramayana sukses menjadi popular.<\/p>\n\n\n\n Baca: Salah satu produk yang bisa dikatakan kasihan, alias tak bisa menunjukkan barangnya langsung dalam iklan ya cuman rokok. Peraturan Pemerintah 109 tahun 2012 membatasi rokok tampil dalam iklan produk hasil tembakau tersebut, begitu juga dengan aktivitas merokok didalamnya. Bahkan setelah mengalami revisi, iklan rokok juga semakin dipersulit dengan tak boleh tayang di jam-jam tertentu, alasannya agar tak dilihat dan menambah jumlah perokok muda. Hmm ada-ada saja. Maka praktis iklan rokok yang kita saksikan sehari-hari hanya tayang di televisi di atas jam 21.30 - 05.00. Sungguh sangat diskriminatif mengingat sudah tak boleh memperlihatkan produknya, jam tayangnya diatur, namun keuntungannya hasil tembakau masih menjadi salah satu pemasukan besar di negeri ini, ironi bukan? Coba bayangkan jika produk perumahan yang dibuat demikian? Hihihi. Kalau kata penemu bela diri wing chun, Ip Man, berlatih di ruangan sempit justru membuat seseorang semakin lihai dalam bertarung karena tak punya opsi untuk melarikan diri dan bergerak, sebaliknya dengan ruangan besar. Nampaknya teori tersebut juga bisa disematkan dengan kondisi periklanan rokok saat ini. Saking rumitnya, iklan rokok justru sangat kreatif dalam memasarkan produknya, isinya mulai dari sekelompok orang yang sedang berpetualang di alam bebas, hingga dagelan-dagelan tetang kondisi negeri ini yang sangat menggelitik.<\/p>\n\n\n\n Baca: Menjadi Keren dengan Tidak Merokok Saat Berkendara<\/a><\/p>\n\n\n\n Bicara soal dagelan tentu iklan Djarum 76 ahlinya! Tokoh yang paling kuat dalam karakter tersebut adalah sosok mbah jin yang justru menggunakan pakaian adat jawa. Ketika ia hadir maka ia selalu memberi tiga permintaan kepada bosnya. Nah, dalam iklan Djarum 76 yang terbaru, ada satu sosok yang mencuri perhatian dan kini tengah naik daun. Sosok tersebut bernama Angela Lorenza, model yang berperan sebagai sekretaris cantik. Apa yang membuat iklan Djarum 76 terbaru ini naik daun? tentu salah satunya kehadiran Angela Lorenza dengan goyangannya. Diceritakan, seorang caleg yang baru jadi meminta mbah jin untuk memberinya musik, setelah diberi si sekretaris cantik tersebut langsung bergoyang gemulai disampingnya. Goyangannya cukup menghipnotis si caleg dan mbah jin. Goyangan ini juga yang membuat iklan ini viral dan bahkan dijadikan berbagai meme. Bahkan ada yang bilang, goyangan ini bisa mempersatukan bangsa kita yang sedang terpecah belah akibat pemilihan presiden. Angela Lorenza juga mendadak naik daun gara-gara iklan ini, follower di instagramnya kini sudah menyentuh angka satu juta! Bahkan insta story-nya juga penuh diisi gambar-gambar fanmade dirinya yang tengah menjadi sekretaris cantik di iklan tersebut. Namun, jika mau dicermati lebih dalam sebenarnya iklan Djarum 76 ini mengandung pesan terselubung yang sangat positif. Saat si sekretaris cantik asyik berjoget, mbah jin menawarkan permintaan selanjutnya dan jawaban si caleg adalah \u2018engga, ini ajah (musik)\u2019 serta dijawab \u2018cerdassss\u2019 oleh mbah jin. Paham maksudnya? Beberapa pihak berasumsi bahwa si caleg berpikiran cerdas karena tak meminta sekretaris cantik tersebut. Jika meminta tentu ini menjadi kebiasaan yang buruk karena beberapa tokoh elit kerap menjadikan perempuan sebagai objek pemuas nafsu mereka. Namun kali ini, iklan Djarum 76 menunjukkan dengan musik dan joget semua permasalahan bisa teratasi. Sudahkah anda melihat iklannya? Jika sudah coba beri tafsiran anda pada kolom komentar di bawah! Hehehehe. Hikayat Kretek, Amen Budiman dan Onghokham, KPG, Cetakan Pertama, April 2016.<\/em><\/p>\r\n","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5677","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5665,"post_author":"919","post_date":"2019-04-28 10:13:50","post_date_gmt":"2019-04-28 03:13:50","post_content":"\n Sebuah produk tentu membutuhkan strategi pemasaran yang apik agar bisa laku di pasaran. Salah satu dari strategi pemasaran tersebut adalah memuat iklan baik itu di layar kaca, media cetak, daring, hingga media sosial. Banyaknya produk yang berseliweran di kehidupan kita, berbanding lurus dengan ramainya iklan yang kita lihat sehari-hari. Bukan hanya melalui media, sepanjang jalan juga rupa-rupa baliho, pamflet, dan banner tentu akan anda temui. Bicara soal iklan, marketing sebuah produk dituntut sekreatif mungkin untuk memasarkannya. Soal iklan yang memancing tangisan air mata, jangan ragukan iklan-iklan asuransi dari Thailand, terbukti memang ahlinya. Bagaimana di tanah air? Kini menjamur iklan dengan tema ala 90an, meski bisa dibilang Telkom Indonesia menjadi yang duluan mempopulerkannya pada 2008 lalu. Jangan lupa, tren ibu-ibu kasidahan juga sempat jadi tren saat iklan Ramayana sukses menjadi popular.<\/p>\n\n\n\n Baca: Salah satu produk yang bisa dikatakan kasihan, alias tak bisa menunjukkan barangnya langsung dalam iklan ya cuman rokok. Peraturan Pemerintah 109 tahun 2012 membatasi rokok tampil dalam iklan produk hasil tembakau tersebut, begitu juga dengan aktivitas merokok didalamnya. Bahkan setelah mengalami revisi, iklan rokok juga semakin dipersulit dengan tak boleh tayang di jam-jam tertentu, alasannya agar tak dilihat dan menambah jumlah perokok muda. Hmm ada-ada saja. Maka praktis iklan rokok yang kita saksikan sehari-hari hanya tayang di televisi di atas jam 21.30 - 05.00. Sungguh sangat diskriminatif mengingat sudah tak boleh memperlihatkan produknya, jam tayangnya diatur, namun keuntungannya hasil tembakau masih menjadi salah satu pemasukan besar di negeri ini, ironi bukan? Coba bayangkan jika produk perumahan yang dibuat demikian? Hihihi. Kalau kata penemu bela diri wing chun, Ip Man, berlatih di ruangan sempit justru membuat seseorang semakin lihai dalam bertarung karena tak punya opsi untuk melarikan diri dan bergerak, sebaliknya dengan ruangan besar. Nampaknya teori tersebut juga bisa disematkan dengan kondisi periklanan rokok saat ini. Saking rumitnya, iklan rokok justru sangat kreatif dalam memasarkan produknya, isinya mulai dari sekelompok orang yang sedang berpetualang di alam bebas, hingga dagelan-dagelan tetang kondisi negeri ini yang sangat menggelitik.<\/p>\n\n\n\n Baca: Menjadi Keren dengan Tidak Merokok Saat Berkendara<\/a><\/p>\n\n\n\n Bicara soal dagelan tentu iklan Djarum 76 ahlinya! Tokoh yang paling kuat dalam karakter tersebut adalah sosok mbah jin yang justru menggunakan pakaian adat jawa. Ketika ia hadir maka ia selalu memberi tiga permintaan kepada bosnya. Nah, dalam iklan Djarum 76 yang terbaru, ada satu sosok yang mencuri perhatian dan kini tengah naik daun. Sosok tersebut bernama Angela Lorenza, model yang berperan sebagai sekretaris cantik. Apa yang membuat iklan Djarum 76 terbaru ini naik daun? tentu salah satunya kehadiran Angela Lorenza dengan goyangannya. Diceritakan, seorang caleg yang baru jadi meminta mbah jin untuk memberinya musik, setelah diberi si sekretaris cantik tersebut langsung bergoyang gemulai disampingnya. Goyangannya cukup menghipnotis si caleg dan mbah jin. Goyangan ini juga yang membuat iklan ini viral dan bahkan dijadikan berbagai meme. Bahkan ada yang bilang, goyangan ini bisa mempersatukan bangsa kita yang sedang terpecah belah akibat pemilihan presiden. Angela Lorenza juga mendadak naik daun gara-gara iklan ini, follower di instagramnya kini sudah menyentuh angka satu juta! Bahkan insta story-nya juga penuh diisi gambar-gambar fanmade dirinya yang tengah menjadi sekretaris cantik di iklan tersebut. Namun, jika mau dicermati lebih dalam sebenarnya iklan Djarum 76 ini mengandung pesan terselubung yang sangat positif. Saat si sekretaris cantik asyik berjoget, mbah jin menawarkan permintaan selanjutnya dan jawaban si caleg adalah \u2018engga, ini ajah (musik)\u2019 serta dijawab \u2018cerdassss\u2019 oleh mbah jin. Paham maksudnya? Beberapa pihak berasumsi bahwa si caleg berpikiran cerdas karena tak meminta sekretaris cantik tersebut. Jika meminta tentu ini menjadi kebiasaan yang buruk karena beberapa tokoh elit kerap menjadikan perempuan sebagai objek pemuas nafsu mereka. Namun kali ini, iklan Djarum 76 menunjukkan dengan musik dan joget semua permasalahan bisa teratasi. Sudahkah anda melihat iklannya? Jika sudah coba beri tafsiran anda pada kolom komentar di bawah! Hehehehe. Referensi:<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n Hikayat Kretek, Amen Budiman dan Onghokham, KPG, Cetakan Pertama, April 2016.<\/em><\/p>\r\n","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5677","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5665,"post_author":"919","post_date":"2019-04-28 10:13:50","post_date_gmt":"2019-04-28 03:13:50","post_content":"\n Sebuah produk tentu membutuhkan strategi pemasaran yang apik agar bisa laku di pasaran. Salah satu dari strategi pemasaran tersebut adalah memuat iklan baik itu di layar kaca, media cetak, daring, hingga media sosial. Banyaknya produk yang berseliweran di kehidupan kita, berbanding lurus dengan ramainya iklan yang kita lihat sehari-hari. Bukan hanya melalui media, sepanjang jalan juga rupa-rupa baliho, pamflet, dan banner tentu akan anda temui. Bicara soal iklan, marketing sebuah produk dituntut sekreatif mungkin untuk memasarkannya. Soal iklan yang memancing tangisan air mata, jangan ragukan iklan-iklan asuransi dari Thailand, terbukti memang ahlinya. Bagaimana di tanah air? Kini menjamur iklan dengan tema ala 90an, meski bisa dibilang Telkom Indonesia menjadi yang duluan mempopulerkannya pada 2008 lalu. Jangan lupa, tren ibu-ibu kasidahan juga sempat jadi tren saat iklan Ramayana sukses menjadi popular.<\/p>\n\n\n\n Baca: Salah satu produk yang bisa dikatakan kasihan, alias tak bisa menunjukkan barangnya langsung dalam iklan ya cuman rokok. Peraturan Pemerintah 109 tahun 2012 membatasi rokok tampil dalam iklan produk hasil tembakau tersebut, begitu juga dengan aktivitas merokok didalamnya. Bahkan setelah mengalami revisi, iklan rokok juga semakin dipersulit dengan tak boleh tayang di jam-jam tertentu, alasannya agar tak dilihat dan menambah jumlah perokok muda. Hmm ada-ada saja. Maka praktis iklan rokok yang kita saksikan sehari-hari hanya tayang di televisi di atas jam 21.30 - 05.00. Sungguh sangat diskriminatif mengingat sudah tak boleh memperlihatkan produknya, jam tayangnya diatur, namun keuntungannya hasil tembakau masih menjadi salah satu pemasukan besar di negeri ini, ironi bukan? Coba bayangkan jika produk perumahan yang dibuat demikian? Hihihi. Kalau kata penemu bela diri wing chun, Ip Man, berlatih di ruangan sempit justru membuat seseorang semakin lihai dalam bertarung karena tak punya opsi untuk melarikan diri dan bergerak, sebaliknya dengan ruangan besar. Nampaknya teori tersebut juga bisa disematkan dengan kondisi periklanan rokok saat ini. Saking rumitnya, iklan rokok justru sangat kreatif dalam memasarkan produknya, isinya mulai dari sekelompok orang yang sedang berpetualang di alam bebas, hingga dagelan-dagelan tetang kondisi negeri ini yang sangat menggelitik.<\/p>\n\n\n\n Baca: Menjadi Keren dengan Tidak Merokok Saat Berkendara<\/a><\/p>\n\n\n\n Bicara soal dagelan tentu iklan Djarum 76 ahlinya! Tokoh yang paling kuat dalam karakter tersebut adalah sosok mbah jin yang justru menggunakan pakaian adat jawa. Ketika ia hadir maka ia selalu memberi tiga permintaan kepada bosnya. Nah, dalam iklan Djarum 76 yang terbaru, ada satu sosok yang mencuri perhatian dan kini tengah naik daun. Sosok tersebut bernama Angela Lorenza, model yang berperan sebagai sekretaris cantik. Apa yang membuat iklan Djarum 76 terbaru ini naik daun? tentu salah satunya kehadiran Angela Lorenza dengan goyangannya. Diceritakan, seorang caleg yang baru jadi meminta mbah jin untuk memberinya musik, setelah diberi si sekretaris cantik tersebut langsung bergoyang gemulai disampingnya. Goyangannya cukup menghipnotis si caleg dan mbah jin. Goyangan ini juga yang membuat iklan ini viral dan bahkan dijadikan berbagai meme. Bahkan ada yang bilang, goyangan ini bisa mempersatukan bangsa kita yang sedang terpecah belah akibat pemilihan presiden. Angela Lorenza juga mendadak naik daun gara-gara iklan ini, follower di instagramnya kini sudah menyentuh angka satu juta! Bahkan insta story-nya juga penuh diisi gambar-gambar fanmade dirinya yang tengah menjadi sekretaris cantik di iklan tersebut. Namun, jika mau dicermati lebih dalam sebenarnya iklan Djarum 76 ini mengandung pesan terselubung yang sangat positif. Saat si sekretaris cantik asyik berjoget, mbah jin menawarkan permintaan selanjutnya dan jawaban si caleg adalah \u2018engga, ini ajah (musik)\u2019 serta dijawab \u2018cerdassss\u2019 oleh mbah jin. Paham maksudnya? Beberapa pihak berasumsi bahwa si caleg berpikiran cerdas karena tak meminta sekretaris cantik tersebut. Jika meminta tentu ini menjadi kebiasaan yang buruk karena beberapa tokoh elit kerap menjadikan perempuan sebagai objek pemuas nafsu mereka. Namun kali ini, iklan Djarum 76 menunjukkan dengan musik dan joget semua permasalahan bisa teratasi. Sudahkah anda melihat iklannya? Jika sudah coba beri tafsiran anda pada kolom komentar di bawah! Hehehehe. Tidak berselang terlalu lama setelah keterangan awal mula tembakau masuk Nusantara, pada 1626, tembakau sudah mulai umum dikonsumsi sebagai produk rokok<\/a> yang diisap. Pada tahun itu pula VOC mengeluarkan undang-undang impor dan penjualan tembakau di Nusantara. Setelah fase impor tersebut, Nusantara lantas menjelma menjadi salah satu penghasil tembakau terbaik di dunia dan produk tembakau mulai diekspor ke luar Nusantara oleh VOC kemudian dilanjutkan oleh Belanda usai keruntuhan VOC.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n Referensi:<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n Hikayat Kretek, Amen Budiman dan Onghokham, KPG, Cetakan Pertama, April 2016.<\/em><\/p>\r\n","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5677","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5665,"post_author":"919","post_date":"2019-04-28 10:13:50","post_date_gmt":"2019-04-28 03:13:50","post_content":"\n Sebuah produk tentu membutuhkan strategi pemasaran yang apik agar bisa laku di pasaran. Salah satu dari strategi pemasaran tersebut adalah memuat iklan baik itu di layar kaca, media cetak, daring, hingga media sosial. Banyaknya produk yang berseliweran di kehidupan kita, berbanding lurus dengan ramainya iklan yang kita lihat sehari-hari. Bukan hanya melalui media, sepanjang jalan juga rupa-rupa baliho, pamflet, dan banner tentu akan anda temui. Bicara soal iklan, marketing sebuah produk dituntut sekreatif mungkin untuk memasarkannya. Soal iklan yang memancing tangisan air mata, jangan ragukan iklan-iklan asuransi dari Thailand, terbukti memang ahlinya. Bagaimana di tanah air? Kini menjamur iklan dengan tema ala 90an, meski bisa dibilang Telkom Indonesia menjadi yang duluan mempopulerkannya pada 2008 lalu. Jangan lupa, tren ibu-ibu kasidahan juga sempat jadi tren saat iklan Ramayana sukses menjadi popular.<\/p>\n\n\n\n Baca: Salah satu produk yang bisa dikatakan kasihan, alias tak bisa menunjukkan barangnya langsung dalam iklan ya cuman rokok. Peraturan Pemerintah 109 tahun 2012 membatasi rokok tampil dalam iklan produk hasil tembakau tersebut, begitu juga dengan aktivitas merokok didalamnya. Bahkan setelah mengalami revisi, iklan rokok juga semakin dipersulit dengan tak boleh tayang di jam-jam tertentu, alasannya agar tak dilihat dan menambah jumlah perokok muda. Hmm ada-ada saja. Maka praktis iklan rokok yang kita saksikan sehari-hari hanya tayang di televisi di atas jam 21.30 - 05.00. Sungguh sangat diskriminatif mengingat sudah tak boleh memperlihatkan produknya, jam tayangnya diatur, namun keuntungannya hasil tembakau masih menjadi salah satu pemasukan besar di negeri ini, ironi bukan? Coba bayangkan jika produk perumahan yang dibuat demikian? Hihihi. Kalau kata penemu bela diri wing chun, Ip Man, berlatih di ruangan sempit justru membuat seseorang semakin lihai dalam bertarung karena tak punya opsi untuk melarikan diri dan bergerak, sebaliknya dengan ruangan besar. Nampaknya teori tersebut juga bisa disematkan dengan kondisi periklanan rokok saat ini. Saking rumitnya, iklan rokok justru sangat kreatif dalam memasarkan produknya, isinya mulai dari sekelompok orang yang sedang berpetualang di alam bebas, hingga dagelan-dagelan tetang kondisi negeri ini yang sangat menggelitik.<\/p>\n\n\n\n Baca: Menjadi Keren dengan Tidak Merokok Saat Berkendara<\/a><\/p>\n\n\n\n Bicara soal dagelan tentu iklan Djarum 76 ahlinya! Tokoh yang paling kuat dalam karakter tersebut adalah sosok mbah jin yang justru menggunakan pakaian adat jawa. Ketika ia hadir maka ia selalu memberi tiga permintaan kepada bosnya. Nah, dalam iklan Djarum 76 yang terbaru, ada satu sosok yang mencuri perhatian dan kini tengah naik daun. Sosok tersebut bernama Angela Lorenza, model yang berperan sebagai sekretaris cantik. Apa yang membuat iklan Djarum 76 terbaru ini naik daun? tentu salah satunya kehadiran Angela Lorenza dengan goyangannya. Diceritakan, seorang caleg yang baru jadi meminta mbah jin untuk memberinya musik, setelah diberi si sekretaris cantik tersebut langsung bergoyang gemulai disampingnya. Goyangannya cukup menghipnotis si caleg dan mbah jin. Goyangan ini juga yang membuat iklan ini viral dan bahkan dijadikan berbagai meme. Bahkan ada yang bilang, goyangan ini bisa mempersatukan bangsa kita yang sedang terpecah belah akibat pemilihan presiden. Angela Lorenza juga mendadak naik daun gara-gara iklan ini, follower di instagramnya kini sudah menyentuh angka satu juta! Bahkan insta story-nya juga penuh diisi gambar-gambar fanmade dirinya yang tengah menjadi sekretaris cantik di iklan tersebut. Namun, jika mau dicermati lebih dalam sebenarnya iklan Djarum 76 ini mengandung pesan terselubung yang sangat positif. Saat si sekretaris cantik asyik berjoget, mbah jin menawarkan permintaan selanjutnya dan jawaban si caleg adalah \u2018engga, ini ajah (musik)\u2019 serta dijawab \u2018cerdassss\u2019 oleh mbah jin. Paham maksudnya? Beberapa pihak berasumsi bahwa si caleg berpikiran cerdas karena tak meminta sekretaris cantik tersebut. Jika meminta tentu ini menjadi kebiasaan yang buruk karena beberapa tokoh elit kerap menjadikan perempuan sebagai objek pemuas nafsu mereka. Namun kali ini, iklan Djarum 76 menunjukkan dengan musik dan joget semua permasalahan bisa teratasi. Sudahkah anda melihat iklannya? Jika sudah coba beri tafsiran anda pada kolom komentar di bawah! Hehehehe. Penulis naskah Babad Ing Sangkala memperingati kedua peristiwa tersebut dengan candra sengkala Gni Mati Tumibeng Siti<\/em> yang berarti tahun 1523 Saka atau tahun 1601-1602 Masehi. Akan tetapi naskah ini tidak menuliskan siapa yang membawa dan mengenalkan tembakau kepada penduduk Nusantara. Apakah Portugis, atau Belanda? Tidak ada keterangan di dalamnya.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n Tidak berselang terlalu lama setelah keterangan awal mula tembakau masuk Nusantara, pada 1626, tembakau sudah mulai umum dikonsumsi sebagai produk rokok<\/a> yang diisap. Pada tahun itu pula VOC mengeluarkan undang-undang impor dan penjualan tembakau di Nusantara. Setelah fase impor tersebut, Nusantara lantas menjelma menjadi salah satu penghasil tembakau terbaik di dunia dan produk tembakau mulai diekspor ke luar Nusantara oleh VOC kemudian dilanjutkan oleh Belanda usai keruntuhan VOC.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n Referensi:<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n Hikayat Kretek, Amen Budiman dan Onghokham, KPG, Cetakan Pertama, April 2016.<\/em><\/p>\r\n","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5677","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5665,"post_author":"919","post_date":"2019-04-28 10:13:50","post_date_gmt":"2019-04-28 03:13:50","post_content":"\n Sebuah produk tentu membutuhkan strategi pemasaran yang apik agar bisa laku di pasaran. Salah satu dari strategi pemasaran tersebut adalah memuat iklan baik itu di layar kaca, media cetak, daring, hingga media sosial. Banyaknya produk yang berseliweran di kehidupan kita, berbanding lurus dengan ramainya iklan yang kita lihat sehari-hari. Bukan hanya melalui media, sepanjang jalan juga rupa-rupa baliho, pamflet, dan banner tentu akan anda temui. Bicara soal iklan, marketing sebuah produk dituntut sekreatif mungkin untuk memasarkannya. Soal iklan yang memancing tangisan air mata, jangan ragukan iklan-iklan asuransi dari Thailand, terbukti memang ahlinya. Bagaimana di tanah air? Kini menjamur iklan dengan tema ala 90an, meski bisa dibilang Telkom Indonesia menjadi yang duluan mempopulerkannya pada 2008 lalu. Jangan lupa, tren ibu-ibu kasidahan juga sempat jadi tren saat iklan Ramayana sukses menjadi popular.<\/p>\n\n\n\n Baca: Salah satu produk yang bisa dikatakan kasihan, alias tak bisa menunjukkan barangnya langsung dalam iklan ya cuman rokok. Peraturan Pemerintah 109 tahun 2012 membatasi rokok tampil dalam iklan produk hasil tembakau tersebut, begitu juga dengan aktivitas merokok didalamnya. Bahkan setelah mengalami revisi, iklan rokok juga semakin dipersulit dengan tak boleh tayang di jam-jam tertentu, alasannya agar tak dilihat dan menambah jumlah perokok muda. Hmm ada-ada saja. Maka praktis iklan rokok yang kita saksikan sehari-hari hanya tayang di televisi di atas jam 21.30 - 05.00. Sungguh sangat diskriminatif mengingat sudah tak boleh memperlihatkan produknya, jam tayangnya diatur, namun keuntungannya hasil tembakau masih menjadi salah satu pemasukan besar di negeri ini, ironi bukan? Coba bayangkan jika produk perumahan yang dibuat demikian? Hihihi. Kalau kata penemu bela diri wing chun, Ip Man, berlatih di ruangan sempit justru membuat seseorang semakin lihai dalam bertarung karena tak punya opsi untuk melarikan diri dan bergerak, sebaliknya dengan ruangan besar. Nampaknya teori tersebut juga bisa disematkan dengan kondisi periklanan rokok saat ini. Saking rumitnya, iklan rokok justru sangat kreatif dalam memasarkan produknya, isinya mulai dari sekelompok orang yang sedang berpetualang di alam bebas, hingga dagelan-dagelan tetang kondisi negeri ini yang sangat menggelitik.<\/p>\n\n\n\n Baca: Menjadi Keren dengan Tidak Merokok Saat Berkendara<\/a><\/p>\n\n\n\n Bicara soal dagelan tentu iklan Djarum 76 ahlinya! Tokoh yang paling kuat dalam karakter tersebut adalah sosok mbah jin yang justru menggunakan pakaian adat jawa. Ketika ia hadir maka ia selalu memberi tiga permintaan kepada bosnya. Nah, dalam iklan Djarum 76 yang terbaru, ada satu sosok yang mencuri perhatian dan kini tengah naik daun. Sosok tersebut bernama Angela Lorenza, model yang berperan sebagai sekretaris cantik. Apa yang membuat iklan Djarum 76 terbaru ini naik daun? tentu salah satunya kehadiran Angela Lorenza dengan goyangannya. Diceritakan, seorang caleg yang baru jadi meminta mbah jin untuk memberinya musik, setelah diberi si sekretaris cantik tersebut langsung bergoyang gemulai disampingnya. Goyangannya cukup menghipnotis si caleg dan mbah jin. Goyangan ini juga yang membuat iklan ini viral dan bahkan dijadikan berbagai meme. Bahkan ada yang bilang, goyangan ini bisa mempersatukan bangsa kita yang sedang terpecah belah akibat pemilihan presiden. Angela Lorenza juga mendadak naik daun gara-gara iklan ini, follower di instagramnya kini sudah menyentuh angka satu juta! Bahkan insta story-nya juga penuh diisi gambar-gambar fanmade dirinya yang tengah menjadi sekretaris cantik di iklan tersebut. Namun, jika mau dicermati lebih dalam sebenarnya iklan Djarum 76 ini mengandung pesan terselubung yang sangat positif. Saat si sekretaris cantik asyik berjoget, mbah jin menawarkan permintaan selanjutnya dan jawaban si caleg adalah \u2018engga, ini ajah (musik)\u2019 serta dijawab \u2018cerdassss\u2019 oleh mbah jin. Paham maksudnya? Beberapa pihak berasumsi bahwa si caleg berpikiran cerdas karena tak meminta sekretaris cantik tersebut. Jika meminta tentu ini menjadi kebiasaan yang buruk karena beberapa tokoh elit kerap menjadikan perempuan sebagai objek pemuas nafsu mereka. Namun kali ini, iklan Djarum 76 menunjukkan dengan musik dan joget semua permasalahan bisa teratasi. Sudahkah anda melihat iklannya? Jika sudah coba beri tafsiran anda pada kolom komentar di bawah! Hehehehe. Kala seda Panembahan syargi ing Kajenar pan anunggal warsa purwa sata sawiyose milaning wong ngaudud<\/em>. (Artinya: Waktu mendiang Panembahan meninggal di Gedung Kuning adalah bersamaan tahunnya dengan mulai munculnya tembakau setelah itu mulailah orang merokok).<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n Penulis naskah Babad Ing Sangkala memperingati kedua peristiwa tersebut dengan candra sengkala Gni Mati Tumibeng Siti<\/em> yang berarti tahun 1523 Saka atau tahun 1601-1602 Masehi. Akan tetapi naskah ini tidak menuliskan siapa yang membawa dan mengenalkan tembakau kepada penduduk Nusantara. Apakah Portugis, atau Belanda? Tidak ada keterangan di dalamnya.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n Tidak berselang terlalu lama setelah keterangan awal mula tembakau masuk Nusantara, pada 1626, tembakau sudah mulai umum dikonsumsi sebagai produk rokok<\/a> yang diisap. Pada tahun itu pula VOC mengeluarkan undang-undang impor dan penjualan tembakau di Nusantara. Setelah fase impor tersebut, Nusantara lantas menjelma menjadi salah satu penghasil tembakau terbaik di dunia dan produk tembakau mulai diekspor ke luar Nusantara oleh VOC kemudian dilanjutkan oleh Belanda usai keruntuhan VOC.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n Referensi:<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n Hikayat Kretek, Amen Budiman dan Onghokham, KPG, Cetakan Pertama, April 2016.<\/em><\/p>\r\n","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5677","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5665,"post_author":"919","post_date":"2019-04-28 10:13:50","post_date_gmt":"2019-04-28 03:13:50","post_content":"\n Sebuah produk tentu membutuhkan strategi pemasaran yang apik agar bisa laku di pasaran. Salah satu dari strategi pemasaran tersebut adalah memuat iklan baik itu di layar kaca, media cetak, daring, hingga media sosial. Banyaknya produk yang berseliweran di kehidupan kita, berbanding lurus dengan ramainya iklan yang kita lihat sehari-hari. Bukan hanya melalui media, sepanjang jalan juga rupa-rupa baliho, pamflet, dan banner tentu akan anda temui. Bicara soal iklan, marketing sebuah produk dituntut sekreatif mungkin untuk memasarkannya. Soal iklan yang memancing tangisan air mata, jangan ragukan iklan-iklan asuransi dari Thailand, terbukti memang ahlinya. Bagaimana di tanah air? Kini menjamur iklan dengan tema ala 90an, meski bisa dibilang Telkom Indonesia menjadi yang duluan mempopulerkannya pada 2008 lalu. Jangan lupa, tren ibu-ibu kasidahan juga sempat jadi tren saat iklan Ramayana sukses menjadi popular.<\/p>\n\n\n\n Baca: Salah satu produk yang bisa dikatakan kasihan, alias tak bisa menunjukkan barangnya langsung dalam iklan ya cuman rokok. Peraturan Pemerintah 109 tahun 2012 membatasi rokok tampil dalam iklan produk hasil tembakau tersebut, begitu juga dengan aktivitas merokok didalamnya. Bahkan setelah mengalami revisi, iklan rokok juga semakin dipersulit dengan tak boleh tayang di jam-jam tertentu, alasannya agar tak dilihat dan menambah jumlah perokok muda. Hmm ada-ada saja. Maka praktis iklan rokok yang kita saksikan sehari-hari hanya tayang di televisi di atas jam 21.30 - 05.00. Sungguh sangat diskriminatif mengingat sudah tak boleh memperlihatkan produknya, jam tayangnya diatur, namun keuntungannya hasil tembakau masih menjadi salah satu pemasukan besar di negeri ini, ironi bukan? Coba bayangkan jika produk perumahan yang dibuat demikian? Hihihi. Kalau kata penemu bela diri wing chun, Ip Man, berlatih di ruangan sempit justru membuat seseorang semakin lihai dalam bertarung karena tak punya opsi untuk melarikan diri dan bergerak, sebaliknya dengan ruangan besar. Nampaknya teori tersebut juga bisa disematkan dengan kondisi periklanan rokok saat ini. Saking rumitnya, iklan rokok justru sangat kreatif dalam memasarkan produknya, isinya mulai dari sekelompok orang yang sedang berpetualang di alam bebas, hingga dagelan-dagelan tetang kondisi negeri ini yang sangat menggelitik.<\/p>\n\n\n\n Baca: Menjadi Keren dengan Tidak Merokok Saat Berkendara<\/a><\/p>\n\n\n\n Bicara soal dagelan tentu iklan Djarum 76 ahlinya! Tokoh yang paling kuat dalam karakter tersebut adalah sosok mbah jin yang justru menggunakan pakaian adat jawa. Ketika ia hadir maka ia selalu memberi tiga permintaan kepada bosnya. Nah, dalam iklan Djarum 76 yang terbaru, ada satu sosok yang mencuri perhatian dan kini tengah naik daun. Sosok tersebut bernama Angela Lorenza, model yang berperan sebagai sekretaris cantik. Apa yang membuat iklan Djarum 76 terbaru ini naik daun? tentu salah satunya kehadiran Angela Lorenza dengan goyangannya. Diceritakan, seorang caleg yang baru jadi meminta mbah jin untuk memberinya musik, setelah diberi si sekretaris cantik tersebut langsung bergoyang gemulai disampingnya. Goyangannya cukup menghipnotis si caleg dan mbah jin. Goyangan ini juga yang membuat iklan ini viral dan bahkan dijadikan berbagai meme. Bahkan ada yang bilang, goyangan ini bisa mempersatukan bangsa kita yang sedang terpecah belah akibat pemilihan presiden. Angela Lorenza juga mendadak naik daun gara-gara iklan ini, follower di instagramnya kini sudah menyentuh angka satu juta! Bahkan insta story-nya juga penuh diisi gambar-gambar fanmade dirinya yang tengah menjadi sekretaris cantik di iklan tersebut. Namun, jika mau dicermati lebih dalam sebenarnya iklan Djarum 76 ini mengandung pesan terselubung yang sangat positif. Saat si sekretaris cantik asyik berjoget, mbah jin menawarkan permintaan selanjutnya dan jawaban si caleg adalah \u2018engga, ini ajah (musik)\u2019 serta dijawab \u2018cerdassss\u2019 oleh mbah jin. Paham maksudnya? Beberapa pihak berasumsi bahwa si caleg berpikiran cerdas karena tak meminta sekretaris cantik tersebut. Jika meminta tentu ini menjadi kebiasaan yang buruk karena beberapa tokoh elit kerap menjadikan perempuan sebagai objek pemuas nafsu mereka. Namun kali ini, iklan Djarum 76 menunjukkan dengan musik dan joget semua permasalahan bisa teratasi. Sudahkah anda melihat iklannya? Jika sudah coba beri tafsiran anda pada kolom komentar di bawah! Hehehehe. Kala seda Panembahan syargi ing Kajenar pan anunggal warsa purwa sata sawiyose milaning wong ngaudud<\/em>. (Artinya: Waktu mendiang Panembahan meninggal di Gedung Kuning adalah bersamaan tahunnya dengan mulai munculnya tembakau setelah itu mulailah orang merokok).<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n Penulis naskah Babad Ing Sangkala memperingati kedua peristiwa tersebut dengan candra sengkala Gni Mati Tumibeng Siti<\/em> yang berarti tahun 1523 Saka atau tahun 1601-1602 Masehi. Akan tetapi naskah ini tidak menuliskan siapa yang membawa dan mengenalkan tembakau kepada penduduk Nusantara. Apakah Portugis, atau Belanda? Tidak ada keterangan di dalamnya.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n Tidak berselang terlalu lama setelah keterangan awal mula tembakau masuk Nusantara, pada 1626, tembakau sudah mulai umum dikonsumsi sebagai produk rokok<\/a> yang diisap. Pada tahun itu pula VOC mengeluarkan undang-undang impor dan penjualan tembakau di Nusantara. Setelah fase impor tersebut, Nusantara lantas menjelma menjadi salah satu penghasil tembakau terbaik di dunia dan produk tembakau mulai diekspor ke luar Nusantara oleh VOC kemudian dilanjutkan oleh Belanda usai keruntuhan VOC.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n Referensi:<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n Hikayat Kretek, Amen Budiman dan Onghokham, KPG, Cetakan Pertama, April 2016.<\/em><\/p>\r\n","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5677","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5665,"post_author":"919","post_date":"2019-04-28 10:13:50","post_date_gmt":"2019-04-28 03:13:50","post_content":"\n Sebuah produk tentu membutuhkan strategi pemasaran yang apik agar bisa laku di pasaran. Salah satu dari strategi pemasaran tersebut adalah memuat iklan baik itu di layar kaca, media cetak, daring, hingga media sosial. Banyaknya produk yang berseliweran di kehidupan kita, berbanding lurus dengan ramainya iklan yang kita lihat sehari-hari. Bukan hanya melalui media, sepanjang jalan juga rupa-rupa baliho, pamflet, dan banner tentu akan anda temui. Bicara soal iklan, marketing sebuah produk dituntut sekreatif mungkin untuk memasarkannya. Soal iklan yang memancing tangisan air mata, jangan ragukan iklan-iklan asuransi dari Thailand, terbukti memang ahlinya. Bagaimana di tanah air? Kini menjamur iklan dengan tema ala 90an, meski bisa dibilang Telkom Indonesia menjadi yang duluan mempopulerkannya pada 2008 lalu. Jangan lupa, tren ibu-ibu kasidahan juga sempat jadi tren saat iklan Ramayana sukses menjadi popular.<\/p>\n\n\n\n Baca: Salah satu produk yang bisa dikatakan kasihan, alias tak bisa menunjukkan barangnya langsung dalam iklan ya cuman rokok. Peraturan Pemerintah 109 tahun 2012 membatasi rokok tampil dalam iklan produk hasil tembakau tersebut, begitu juga dengan aktivitas merokok didalamnya. Bahkan setelah mengalami revisi, iklan rokok juga semakin dipersulit dengan tak boleh tayang di jam-jam tertentu, alasannya agar tak dilihat dan menambah jumlah perokok muda. Hmm ada-ada saja. Maka praktis iklan rokok yang kita saksikan sehari-hari hanya tayang di televisi di atas jam 21.30 - 05.00. Sungguh sangat diskriminatif mengingat sudah tak boleh memperlihatkan produknya, jam tayangnya diatur, namun keuntungannya hasil tembakau masih menjadi salah satu pemasukan besar di negeri ini, ironi bukan? Coba bayangkan jika produk perumahan yang dibuat demikian? Hihihi. Kalau kata penemu bela diri wing chun, Ip Man, berlatih di ruangan sempit justru membuat seseorang semakin lihai dalam bertarung karena tak punya opsi untuk melarikan diri dan bergerak, sebaliknya dengan ruangan besar. Nampaknya teori tersebut juga bisa disematkan dengan kondisi periklanan rokok saat ini. Saking rumitnya, iklan rokok justru sangat kreatif dalam memasarkan produknya, isinya mulai dari sekelompok orang yang sedang berpetualang di alam bebas, hingga dagelan-dagelan tetang kondisi negeri ini yang sangat menggelitik.<\/p>\n\n\n\n Baca: Menjadi Keren dengan Tidak Merokok Saat Berkendara<\/a><\/p>\n\n\n\n Bicara soal dagelan tentu iklan Djarum 76 ahlinya! Tokoh yang paling kuat dalam karakter tersebut adalah sosok mbah jin yang justru menggunakan pakaian adat jawa. Ketika ia hadir maka ia selalu memberi tiga permintaan kepada bosnya. Nah, dalam iklan Djarum 76 yang terbaru, ada satu sosok yang mencuri perhatian dan kini tengah naik daun. Sosok tersebut bernama Angela Lorenza, model yang berperan sebagai sekretaris cantik. Apa yang membuat iklan Djarum 76 terbaru ini naik daun? tentu salah satunya kehadiran Angela Lorenza dengan goyangannya. Diceritakan, seorang caleg yang baru jadi meminta mbah jin untuk memberinya musik, setelah diberi si sekretaris cantik tersebut langsung bergoyang gemulai disampingnya. Goyangannya cukup menghipnotis si caleg dan mbah jin. Goyangan ini juga yang membuat iklan ini viral dan bahkan dijadikan berbagai meme. Bahkan ada yang bilang, goyangan ini bisa mempersatukan bangsa kita yang sedang terpecah belah akibat pemilihan presiden. Angela Lorenza juga mendadak naik daun gara-gara iklan ini, follower di instagramnya kini sudah menyentuh angka satu juta! Bahkan insta story-nya juga penuh diisi gambar-gambar fanmade dirinya yang tengah menjadi sekretaris cantik di iklan tersebut. Namun, jika mau dicermati lebih dalam sebenarnya iklan Djarum 76 ini mengandung pesan terselubung yang sangat positif. Saat si sekretaris cantik asyik berjoget, mbah jin menawarkan permintaan selanjutnya dan jawaban si caleg adalah \u2018engga, ini ajah (musik)\u2019 serta dijawab \u2018cerdassss\u2019 oleh mbah jin. Paham maksudnya? Beberapa pihak berasumsi bahwa si caleg berpikiran cerdas karena tak meminta sekretaris cantik tersebut. Jika meminta tentu ini menjadi kebiasaan yang buruk karena beberapa tokoh elit kerap menjadikan perempuan sebagai objek pemuas nafsu mereka. Namun kali ini, iklan Djarum 76 menunjukkan dengan musik dan joget semua permasalahan bisa teratasi. Sudahkah anda melihat iklannya? Jika sudah coba beri tafsiran anda pada kolom komentar di bawah! Hehehehe. Perkiraan tahun masuknya tembakau ke Nusantara dan dimanfaatkan untuk konsumsi dalam bentuk rokok yang diisap pada periode awal 1600an, diperkuat oleh keterangan dalam naskah berbahasa Jawa berjudul Babad Ing Sangkala<\/em>. Dalam naskah ini terdapat keterangan bahwa tembakau telah masuk ke Pulau Jawa dan dikonsumsi dalam bentuk rokok yang diisap bersamaan dengan wafatnya Panembahan Senapati, Bapak dari Sultan Agung.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n Kala seda Panembahan syargi ing Kajenar pan anunggal warsa purwa sata sawiyose milaning wong ngaudud<\/em>. (Artinya: Waktu mendiang Panembahan meninggal di Gedung Kuning adalah bersamaan tahunnya dengan mulai munculnya tembakau setelah itu mulailah orang merokok).<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n Penulis naskah Babad Ing Sangkala memperingati kedua peristiwa tersebut dengan candra sengkala Gni Mati Tumibeng Siti<\/em> yang berarti tahun 1523 Saka atau tahun 1601-1602 Masehi. Akan tetapi naskah ini tidak menuliskan siapa yang membawa dan mengenalkan tembakau kepada penduduk Nusantara. Apakah Portugis, atau Belanda? Tidak ada keterangan di dalamnya.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n Tidak berselang terlalu lama setelah keterangan awal mula tembakau masuk Nusantara, pada 1626, tembakau sudah mulai umum dikonsumsi sebagai produk rokok<\/a> yang diisap. Pada tahun itu pula VOC mengeluarkan undang-undang impor dan penjualan tembakau di Nusantara. Setelah fase impor tersebut, Nusantara lantas menjelma menjadi salah satu penghasil tembakau terbaik di dunia dan produk tembakau mulai diekspor ke luar Nusantara oleh VOC kemudian dilanjutkan oleh Belanda usai keruntuhan VOC.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n Referensi:<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n Hikayat Kretek, Amen Budiman dan Onghokham, KPG, Cetakan Pertama, April 2016.<\/em><\/p>\r\n","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5677","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5665,"post_author":"919","post_date":"2019-04-28 10:13:50","post_date_gmt":"2019-04-28 03:13:50","post_content":"\n Sebuah produk tentu membutuhkan strategi pemasaran yang apik agar bisa laku di pasaran. Salah satu dari strategi pemasaran tersebut adalah memuat iklan baik itu di layar kaca, media cetak, daring, hingga media sosial. Banyaknya produk yang berseliweran di kehidupan kita, berbanding lurus dengan ramainya iklan yang kita lihat sehari-hari. Bukan hanya melalui media, sepanjang jalan juga rupa-rupa baliho, pamflet, dan banner tentu akan anda temui. Bicara soal iklan, marketing sebuah produk dituntut sekreatif mungkin untuk memasarkannya. Soal iklan yang memancing tangisan air mata, jangan ragukan iklan-iklan asuransi dari Thailand, terbukti memang ahlinya. Bagaimana di tanah air? Kini menjamur iklan dengan tema ala 90an, meski bisa dibilang Telkom Indonesia menjadi yang duluan mempopulerkannya pada 2008 lalu. Jangan lupa, tren ibu-ibu kasidahan juga sempat jadi tren saat iklan Ramayana sukses menjadi popular.<\/p>\n\n\n\n Baca: Salah satu produk yang bisa dikatakan kasihan, alias tak bisa menunjukkan barangnya langsung dalam iklan ya cuman rokok. Peraturan Pemerintah 109 tahun 2012 membatasi rokok tampil dalam iklan produk hasil tembakau tersebut, begitu juga dengan aktivitas merokok didalamnya. Bahkan setelah mengalami revisi, iklan rokok juga semakin dipersulit dengan tak boleh tayang di jam-jam tertentu, alasannya agar tak dilihat dan menambah jumlah perokok muda. Hmm ada-ada saja. Maka praktis iklan rokok yang kita saksikan sehari-hari hanya tayang di televisi di atas jam 21.30 - 05.00. Sungguh sangat diskriminatif mengingat sudah tak boleh memperlihatkan produknya, jam tayangnya diatur, namun keuntungannya hasil tembakau masih menjadi salah satu pemasukan besar di negeri ini, ironi bukan? Coba bayangkan jika produk perumahan yang dibuat demikian? Hihihi. Kalau kata penemu bela diri wing chun, Ip Man, berlatih di ruangan sempit justru membuat seseorang semakin lihai dalam bertarung karena tak punya opsi untuk melarikan diri dan bergerak, sebaliknya dengan ruangan besar. Nampaknya teori tersebut juga bisa disematkan dengan kondisi periklanan rokok saat ini. Saking rumitnya, iklan rokok justru sangat kreatif dalam memasarkan produknya, isinya mulai dari sekelompok orang yang sedang berpetualang di alam bebas, hingga dagelan-dagelan tetang kondisi negeri ini yang sangat menggelitik.<\/p>\n\n\n\n Baca: Menjadi Keren dengan Tidak Merokok Saat Berkendara<\/a><\/p>\n\n\n\n Bicara soal dagelan tentu iklan Djarum 76 ahlinya! Tokoh yang paling kuat dalam karakter tersebut adalah sosok mbah jin yang justru menggunakan pakaian adat jawa. Ketika ia hadir maka ia selalu memberi tiga permintaan kepada bosnya. Nah, dalam iklan Djarum 76 yang terbaru, ada satu sosok yang mencuri perhatian dan kini tengah naik daun. Sosok tersebut bernama Angela Lorenza, model yang berperan sebagai sekretaris cantik. Apa yang membuat iklan Djarum 76 terbaru ini naik daun? tentu salah satunya kehadiran Angela Lorenza dengan goyangannya. Diceritakan, seorang caleg yang baru jadi meminta mbah jin untuk memberinya musik, setelah diberi si sekretaris cantik tersebut langsung bergoyang gemulai disampingnya. Goyangannya cukup menghipnotis si caleg dan mbah jin. Goyangan ini juga yang membuat iklan ini viral dan bahkan dijadikan berbagai meme. Bahkan ada yang bilang, goyangan ini bisa mempersatukan bangsa kita yang sedang terpecah belah akibat pemilihan presiden. Angela Lorenza juga mendadak naik daun gara-gara iklan ini, follower di instagramnya kini sudah menyentuh angka satu juta! Bahkan insta story-nya juga penuh diisi gambar-gambar fanmade dirinya yang tengah menjadi sekretaris cantik di iklan tersebut. Namun, jika mau dicermati lebih dalam sebenarnya iklan Djarum 76 ini mengandung pesan terselubung yang sangat positif. Saat si sekretaris cantik asyik berjoget, mbah jin menawarkan permintaan selanjutnya dan jawaban si caleg adalah \u2018engga, ini ajah (musik)\u2019 serta dijawab \u2018cerdassss\u2019 oleh mbah jin. Paham maksudnya? Beberapa pihak berasumsi bahwa si caleg berpikiran cerdas karena tak meminta sekretaris cantik tersebut. Jika meminta tentu ini menjadi kebiasaan yang buruk karena beberapa tokoh elit kerap menjadikan perempuan sebagai objek pemuas nafsu mereka. Namun kali ini, iklan Djarum 76 menunjukkan dengan musik dan joget semua permasalahan bisa teratasi. Sudahkah anda melihat iklannya? Jika sudah coba beri tafsiran anda pada kolom komentar di bawah! Hehehehe. Baca: Beberapa Manfaat Tembakau Selain untuk Bahan Baku Rokok<\/a><\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n Perkiraan tahun masuknya tembakau ke Nusantara dan dimanfaatkan untuk konsumsi dalam bentuk rokok yang diisap pada periode awal 1600an, diperkuat oleh keterangan dalam naskah berbahasa Jawa berjudul Babad Ing Sangkala<\/em>. Dalam naskah ini terdapat keterangan bahwa tembakau telah masuk ke Pulau Jawa dan dikonsumsi dalam bentuk rokok yang diisap bersamaan dengan wafatnya Panembahan Senapati, Bapak dari Sultan Agung.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n Kala seda Panembahan syargi ing Kajenar pan anunggal warsa purwa sata sawiyose milaning wong ngaudud<\/em>. (Artinya: Waktu mendiang Panembahan meninggal di Gedung Kuning adalah bersamaan tahunnya dengan mulai munculnya tembakau setelah itu mulailah orang merokok).<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n Penulis naskah Babad Ing Sangkala memperingati kedua peristiwa tersebut dengan candra sengkala Gni Mati Tumibeng Siti<\/em> yang berarti tahun 1523 Saka atau tahun 1601-1602 Masehi. Akan tetapi naskah ini tidak menuliskan siapa yang membawa dan mengenalkan tembakau kepada penduduk Nusantara. Apakah Portugis, atau Belanda? Tidak ada keterangan di dalamnya.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n Tidak berselang terlalu lama setelah keterangan awal mula tembakau masuk Nusantara, pada 1626, tembakau sudah mulai umum dikonsumsi sebagai produk rokok<\/a> yang diisap. Pada tahun itu pula VOC mengeluarkan undang-undang impor dan penjualan tembakau di Nusantara. Setelah fase impor tersebut, Nusantara lantas menjelma menjadi salah satu penghasil tembakau terbaik di dunia dan produk tembakau mulai diekspor ke luar Nusantara oleh VOC kemudian dilanjutkan oleh Belanda usai keruntuhan VOC.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n Referensi:<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n Hikayat Kretek, Amen Budiman dan Onghokham, KPG, Cetakan Pertama, April 2016.<\/em><\/p>\r\n","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5677","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5665,"post_author":"919","post_date":"2019-04-28 10:13:50","post_date_gmt":"2019-04-28 03:13:50","post_content":"\n Sebuah produk tentu membutuhkan strategi pemasaran yang apik agar bisa laku di pasaran. Salah satu dari strategi pemasaran tersebut adalah memuat iklan baik itu di layar kaca, media cetak, daring, hingga media sosial. Banyaknya produk yang berseliweran di kehidupan kita, berbanding lurus dengan ramainya iklan yang kita lihat sehari-hari. Bukan hanya melalui media, sepanjang jalan juga rupa-rupa baliho, pamflet, dan banner tentu akan anda temui. Bicara soal iklan, marketing sebuah produk dituntut sekreatif mungkin untuk memasarkannya. Soal iklan yang memancing tangisan air mata, jangan ragukan iklan-iklan asuransi dari Thailand, terbukti memang ahlinya. Bagaimana di tanah air? Kini menjamur iklan dengan tema ala 90an, meski bisa dibilang Telkom Indonesia menjadi yang duluan mempopulerkannya pada 2008 lalu. Jangan lupa, tren ibu-ibu kasidahan juga sempat jadi tren saat iklan Ramayana sukses menjadi popular.<\/p>\n\n\n\n Baca: Salah satu produk yang bisa dikatakan kasihan, alias tak bisa menunjukkan barangnya langsung dalam iklan ya cuman rokok. Peraturan Pemerintah 109 tahun 2012 membatasi rokok tampil dalam iklan produk hasil tembakau tersebut, begitu juga dengan aktivitas merokok didalamnya. Bahkan setelah mengalami revisi, iklan rokok juga semakin dipersulit dengan tak boleh tayang di jam-jam tertentu, alasannya agar tak dilihat dan menambah jumlah perokok muda. Hmm ada-ada saja. Maka praktis iklan rokok yang kita saksikan sehari-hari hanya tayang di televisi di atas jam 21.30 - 05.00. Sungguh sangat diskriminatif mengingat sudah tak boleh memperlihatkan produknya, jam tayangnya diatur, namun keuntungannya hasil tembakau masih menjadi salah satu pemasukan besar di negeri ini, ironi bukan? Coba bayangkan jika produk perumahan yang dibuat demikian? Hihihi. Kalau kata penemu bela diri wing chun, Ip Man, berlatih di ruangan sempit justru membuat seseorang semakin lihai dalam bertarung karena tak punya opsi untuk melarikan diri dan bergerak, sebaliknya dengan ruangan besar. Nampaknya teori tersebut juga bisa disematkan dengan kondisi periklanan rokok saat ini. Saking rumitnya, iklan rokok justru sangat kreatif dalam memasarkan produknya, isinya mulai dari sekelompok orang yang sedang berpetualang di alam bebas, hingga dagelan-dagelan tetang kondisi negeri ini yang sangat menggelitik.<\/p>\n\n\n\n Baca: Menjadi Keren dengan Tidak Merokok Saat Berkendara<\/a><\/p>\n\n\n\n Bicara soal dagelan tentu iklan Djarum 76 ahlinya! Tokoh yang paling kuat dalam karakter tersebut adalah sosok mbah jin yang justru menggunakan pakaian adat jawa. Ketika ia hadir maka ia selalu memberi tiga permintaan kepada bosnya. Nah, dalam iklan Djarum 76 yang terbaru, ada satu sosok yang mencuri perhatian dan kini tengah naik daun. Sosok tersebut bernama Angela Lorenza, model yang berperan sebagai sekretaris cantik. Apa yang membuat iklan Djarum 76 terbaru ini naik daun? tentu salah satunya kehadiran Angela Lorenza dengan goyangannya. Diceritakan, seorang caleg yang baru jadi meminta mbah jin untuk memberinya musik, setelah diberi si sekretaris cantik tersebut langsung bergoyang gemulai disampingnya. Goyangannya cukup menghipnotis si caleg dan mbah jin. Goyangan ini juga yang membuat iklan ini viral dan bahkan dijadikan berbagai meme. Bahkan ada yang bilang, goyangan ini bisa mempersatukan bangsa kita yang sedang terpecah belah akibat pemilihan presiden. Angela Lorenza juga mendadak naik daun gara-gara iklan ini, follower di instagramnya kini sudah menyentuh angka satu juta! Bahkan insta story-nya juga penuh diisi gambar-gambar fanmade dirinya yang tengah menjadi sekretaris cantik di iklan tersebut. Namun, jika mau dicermati lebih dalam sebenarnya iklan Djarum 76 ini mengandung pesan terselubung yang sangat positif. Saat si sekretaris cantik asyik berjoget, mbah jin menawarkan permintaan selanjutnya dan jawaban si caleg adalah \u2018engga, ini ajah (musik)\u2019 serta dijawab \u2018cerdassss\u2019 oleh mbah jin. Paham maksudnya? Beberapa pihak berasumsi bahwa si caleg berpikiran cerdas karena tak meminta sekretaris cantik tersebut. Jika meminta tentu ini menjadi kebiasaan yang buruk karena beberapa tokoh elit kerap menjadikan perempuan sebagai objek pemuas nafsu mereka. Namun kali ini, iklan Djarum 76 menunjukkan dengan musik dan joget semua permasalahan bisa teratasi. Sudahkah anda melihat iklannya? Jika sudah coba beri tafsiran anda pada kolom komentar di bawah! Hehehehe. Pendapat Raffles tentang tahun masuknya tembakau ke Nusantara ini diperkuat oleh pendapat De Candolle yang dikutip oleh Van Der Reijden dalam bukunya yang berjudul \u2018Rapport Betreffende Eene Gehouden Enquete Naar De Arbeids Toestanden In De Industrie Van Strootjes En Inheemsche Sigaretten Op Java<\/em>\u2019. Menurut De Condolle yang dikutip dalam buku berjudul panjang sekali itu, tanaman tembakau telah dibawa ke Pulau Jawa sekitar tahun 1600. Perbedaan di antara keduanya, bangsa mana yang membawa tembakau ke Nusantara. Jika Raffles berpendapat Belandalah yang membawa tembakau ke Nusantara, De Condolle berpendapat Portugislah yang membawanya ke sini.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n Baca: Beberapa Manfaat Tembakau Selain untuk Bahan Baku Rokok<\/a><\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n Perkiraan tahun masuknya tembakau ke Nusantara dan dimanfaatkan untuk konsumsi dalam bentuk rokok yang diisap pada periode awal 1600an, diperkuat oleh keterangan dalam naskah berbahasa Jawa berjudul Babad Ing Sangkala<\/em>. Dalam naskah ini terdapat keterangan bahwa tembakau telah masuk ke Pulau Jawa dan dikonsumsi dalam bentuk rokok yang diisap bersamaan dengan wafatnya Panembahan Senapati, Bapak dari Sultan Agung.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n Kala seda Panembahan syargi ing Kajenar pan anunggal warsa purwa sata sawiyose milaning wong ngaudud<\/em>. (Artinya: Waktu mendiang Panembahan meninggal di Gedung Kuning adalah bersamaan tahunnya dengan mulai munculnya tembakau setelah itu mulailah orang merokok).<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n Penulis naskah Babad Ing Sangkala memperingati kedua peristiwa tersebut dengan candra sengkala Gni Mati Tumibeng Siti<\/em> yang berarti tahun 1523 Saka atau tahun 1601-1602 Masehi. Akan tetapi naskah ini tidak menuliskan siapa yang membawa dan mengenalkan tembakau kepada penduduk Nusantara. Apakah Portugis, atau Belanda? Tidak ada keterangan di dalamnya.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n Tidak berselang terlalu lama setelah keterangan awal mula tembakau masuk Nusantara, pada 1626, tembakau sudah mulai umum dikonsumsi sebagai produk rokok<\/a> yang diisap. Pada tahun itu pula VOC mengeluarkan undang-undang impor dan penjualan tembakau di Nusantara. Setelah fase impor tersebut, Nusantara lantas menjelma menjadi salah satu penghasil tembakau terbaik di dunia dan produk tembakau mulai diekspor ke luar Nusantara oleh VOC kemudian dilanjutkan oleh Belanda usai keruntuhan VOC.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n Referensi:<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n Hikayat Kretek, Amen Budiman dan Onghokham, KPG, Cetakan Pertama, April 2016.<\/em><\/p>\r\n","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5677","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5665,"post_author":"919","post_date":"2019-04-28 10:13:50","post_date_gmt":"2019-04-28 03:13:50","post_content":"\n Sebuah produk tentu membutuhkan strategi pemasaran yang apik agar bisa laku di pasaran. Salah satu dari strategi pemasaran tersebut adalah memuat iklan baik itu di layar kaca, media cetak, daring, hingga media sosial. Banyaknya produk yang berseliweran di kehidupan kita, berbanding lurus dengan ramainya iklan yang kita lihat sehari-hari. Bukan hanya melalui media, sepanjang jalan juga rupa-rupa baliho, pamflet, dan banner tentu akan anda temui. Bicara soal iklan, marketing sebuah produk dituntut sekreatif mungkin untuk memasarkannya. Soal iklan yang memancing tangisan air mata, jangan ragukan iklan-iklan asuransi dari Thailand, terbukti memang ahlinya. Bagaimana di tanah air? Kini menjamur iklan dengan tema ala 90an, meski bisa dibilang Telkom Indonesia menjadi yang duluan mempopulerkannya pada 2008 lalu. Jangan lupa, tren ibu-ibu kasidahan juga sempat jadi tren saat iklan Ramayana sukses menjadi popular.<\/p>\n\n\n\n Baca: Salah satu produk yang bisa dikatakan kasihan, alias tak bisa menunjukkan barangnya langsung dalam iklan ya cuman rokok. Peraturan Pemerintah 109 tahun 2012 membatasi rokok tampil dalam iklan produk hasil tembakau tersebut, begitu juga dengan aktivitas merokok didalamnya. Bahkan setelah mengalami revisi, iklan rokok juga semakin dipersulit dengan tak boleh tayang di jam-jam tertentu, alasannya agar tak dilihat dan menambah jumlah perokok muda. Hmm ada-ada saja. Maka praktis iklan rokok yang kita saksikan sehari-hari hanya tayang di televisi di atas jam 21.30 - 05.00. Sungguh sangat diskriminatif mengingat sudah tak boleh memperlihatkan produknya, jam tayangnya diatur, namun keuntungannya hasil tembakau masih menjadi salah satu pemasukan besar di negeri ini, ironi bukan? Coba bayangkan jika produk perumahan yang dibuat demikian? Hihihi. Kalau kata penemu bela diri wing chun, Ip Man, berlatih di ruangan sempit justru membuat seseorang semakin lihai dalam bertarung karena tak punya opsi untuk melarikan diri dan bergerak, sebaliknya dengan ruangan besar. Nampaknya teori tersebut juga bisa disematkan dengan kondisi periklanan rokok saat ini. Saking rumitnya, iklan rokok justru sangat kreatif dalam memasarkan produknya, isinya mulai dari sekelompok orang yang sedang berpetualang di alam bebas, hingga dagelan-dagelan tetang kondisi negeri ini yang sangat menggelitik.<\/p>\n\n\n\n Baca: Menjadi Keren dengan Tidak Merokok Saat Berkendara<\/a><\/p>\n\n\n\n Bicara soal dagelan tentu iklan Djarum 76 ahlinya! Tokoh yang paling kuat dalam karakter tersebut adalah sosok mbah jin yang justru menggunakan pakaian adat jawa. Ketika ia hadir maka ia selalu memberi tiga permintaan kepada bosnya. Nah, dalam iklan Djarum 76 yang terbaru, ada satu sosok yang mencuri perhatian dan kini tengah naik daun. Sosok tersebut bernama Angela Lorenza, model yang berperan sebagai sekretaris cantik. Apa yang membuat iklan Djarum 76 terbaru ini naik daun? tentu salah satunya kehadiran Angela Lorenza dengan goyangannya. Diceritakan, seorang caleg yang baru jadi meminta mbah jin untuk memberinya musik, setelah diberi si sekretaris cantik tersebut langsung bergoyang gemulai disampingnya. Goyangannya cukup menghipnotis si caleg dan mbah jin. Goyangan ini juga yang membuat iklan ini viral dan bahkan dijadikan berbagai meme. Bahkan ada yang bilang, goyangan ini bisa mempersatukan bangsa kita yang sedang terpecah belah akibat pemilihan presiden. Angela Lorenza juga mendadak naik daun gara-gara iklan ini, follower di instagramnya kini sudah menyentuh angka satu juta! Bahkan insta story-nya juga penuh diisi gambar-gambar fanmade dirinya yang tengah menjadi sekretaris cantik di iklan tersebut. Namun, jika mau dicermati lebih dalam sebenarnya iklan Djarum 76 ini mengandung pesan terselubung yang sangat positif. Saat si sekretaris cantik asyik berjoget, mbah jin menawarkan permintaan selanjutnya dan jawaban si caleg adalah \u2018engga, ini ajah (musik)\u2019 serta dijawab \u2018cerdassss\u2019 oleh mbah jin. Paham maksudnya? Beberapa pihak berasumsi bahwa si caleg berpikiran cerdas karena tak meminta sekretaris cantik tersebut. Jika meminta tentu ini menjadi kebiasaan yang buruk karena beberapa tokoh elit kerap menjadikan perempuan sebagai objek pemuas nafsu mereka. Namun kali ini, iklan Djarum 76 menunjukkan dengan musik dan joget semua permasalahan bisa teratasi. Sudahkah anda melihat iklannya? Jika sudah coba beri tafsiran anda pada kolom komentar di bawah! Hehehehe. Pendapat lain berkata, tembakau dibawa dan dikenalkan kepada warga Nusantara oleh Belanda. Thomas Stamford Raffles lah yang mengemukakan pendapat ini. Dalam buku yang ia tulis berjudul \u2018The History of Java<\/em>\u2019 ia mengemukakan pendapat itu. Menurut Raffles, tembakau dibawa dan dikenalkan kepada warga Nusantara oleh Belanda sekitar tahun 1601.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n Pendapat Raffles tentang tahun masuknya tembakau ke Nusantara ini diperkuat oleh pendapat De Candolle yang dikutip oleh Van Der Reijden dalam bukunya yang berjudul \u2018Rapport Betreffende Eene Gehouden Enquete Naar De Arbeids Toestanden In De Industrie Van Strootjes En Inheemsche Sigaretten Op Java<\/em>\u2019. Menurut De Condolle yang dikutip dalam buku berjudul panjang sekali itu, tanaman tembakau telah dibawa ke Pulau Jawa sekitar tahun 1600. Perbedaan di antara keduanya, bangsa mana yang membawa tembakau ke Nusantara. Jika Raffles berpendapat Belandalah yang membawa tembakau ke Nusantara, De Condolle berpendapat Portugislah yang membawanya ke sini.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n Baca: Beberapa Manfaat Tembakau Selain untuk Bahan Baku Rokok<\/a><\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n Perkiraan tahun masuknya tembakau ke Nusantara dan dimanfaatkan untuk konsumsi dalam bentuk rokok yang diisap pada periode awal 1600an, diperkuat oleh keterangan dalam naskah berbahasa Jawa berjudul Babad Ing Sangkala<\/em>. Dalam naskah ini terdapat keterangan bahwa tembakau telah masuk ke Pulau Jawa dan dikonsumsi dalam bentuk rokok yang diisap bersamaan dengan wafatnya Panembahan Senapati, Bapak dari Sultan Agung.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n Kala seda Panembahan syargi ing Kajenar pan anunggal warsa purwa sata sawiyose milaning wong ngaudud<\/em>. (Artinya: Waktu mendiang Panembahan meninggal di Gedung Kuning adalah bersamaan tahunnya dengan mulai munculnya tembakau setelah itu mulailah orang merokok).<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n Penulis naskah Babad Ing Sangkala memperingati kedua peristiwa tersebut dengan candra sengkala Gni Mati Tumibeng Siti<\/em> yang berarti tahun 1523 Saka atau tahun 1601-1602 Masehi. Akan tetapi naskah ini tidak menuliskan siapa yang membawa dan mengenalkan tembakau kepada penduduk Nusantara. Apakah Portugis, atau Belanda? Tidak ada keterangan di dalamnya.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n Tidak berselang terlalu lama setelah keterangan awal mula tembakau masuk Nusantara, pada 1626, tembakau sudah mulai umum dikonsumsi sebagai produk rokok<\/a> yang diisap. Pada tahun itu pula VOC mengeluarkan undang-undang impor dan penjualan tembakau di Nusantara. Setelah fase impor tersebut, Nusantara lantas menjelma menjadi salah satu penghasil tembakau terbaik di dunia dan produk tembakau mulai diekspor ke luar Nusantara oleh VOC kemudian dilanjutkan oleh Belanda usai keruntuhan VOC.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n Referensi:<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n Hikayat Kretek, Amen Budiman dan Onghokham, KPG, Cetakan Pertama, April 2016.<\/em><\/p>\r\n","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5677","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5665,"post_author":"919","post_date":"2019-04-28 10:13:50","post_date_gmt":"2019-04-28 03:13:50","post_content":"\n Sebuah produk tentu membutuhkan strategi pemasaran yang apik agar bisa laku di pasaran. Salah satu dari strategi pemasaran tersebut adalah memuat iklan baik itu di layar kaca, media cetak, daring, hingga media sosial. Banyaknya produk yang berseliweran di kehidupan kita, berbanding lurus dengan ramainya iklan yang kita lihat sehari-hari. Bukan hanya melalui media, sepanjang jalan juga rupa-rupa baliho, pamflet, dan banner tentu akan anda temui. Bicara soal iklan, marketing sebuah produk dituntut sekreatif mungkin untuk memasarkannya. Soal iklan yang memancing tangisan air mata, jangan ragukan iklan-iklan asuransi dari Thailand, terbukti memang ahlinya. Bagaimana di tanah air? Kini menjamur iklan dengan tema ala 90an, meski bisa dibilang Telkom Indonesia menjadi yang duluan mempopulerkannya pada 2008 lalu. Jangan lupa, tren ibu-ibu kasidahan juga sempat jadi tren saat iklan Ramayana sukses menjadi popular.<\/p>\n\n\n\n Baca: Salah satu produk yang bisa dikatakan kasihan, alias tak bisa menunjukkan barangnya langsung dalam iklan ya cuman rokok. Peraturan Pemerintah 109 tahun 2012 membatasi rokok tampil dalam iklan produk hasil tembakau tersebut, begitu juga dengan aktivitas merokok didalamnya. Bahkan setelah mengalami revisi, iklan rokok juga semakin dipersulit dengan tak boleh tayang di jam-jam tertentu, alasannya agar tak dilihat dan menambah jumlah perokok muda. Hmm ada-ada saja. Maka praktis iklan rokok yang kita saksikan sehari-hari hanya tayang di televisi di atas jam 21.30 - 05.00. Sungguh sangat diskriminatif mengingat sudah tak boleh memperlihatkan produknya, jam tayangnya diatur, namun keuntungannya hasil tembakau masih menjadi salah satu pemasukan besar di negeri ini, ironi bukan? Coba bayangkan jika produk perumahan yang dibuat demikian? Hihihi. Kalau kata penemu bela diri wing chun, Ip Man, berlatih di ruangan sempit justru membuat seseorang semakin lihai dalam bertarung karena tak punya opsi untuk melarikan diri dan bergerak, sebaliknya dengan ruangan besar. Nampaknya teori tersebut juga bisa disematkan dengan kondisi periklanan rokok saat ini. Saking rumitnya, iklan rokok justru sangat kreatif dalam memasarkan produknya, isinya mulai dari sekelompok orang yang sedang berpetualang di alam bebas, hingga dagelan-dagelan tetang kondisi negeri ini yang sangat menggelitik.<\/p>\n\n\n\n Baca: Menjadi Keren dengan Tidak Merokok Saat Berkendara<\/a><\/p>\n\n\n\n Bicara soal dagelan tentu iklan Djarum 76 ahlinya! Tokoh yang paling kuat dalam karakter tersebut adalah sosok mbah jin yang justru menggunakan pakaian adat jawa. Ketika ia hadir maka ia selalu memberi tiga permintaan kepada bosnya. Nah, dalam iklan Djarum 76 yang terbaru, ada satu sosok yang mencuri perhatian dan kini tengah naik daun. Sosok tersebut bernama Angela Lorenza, model yang berperan sebagai sekretaris cantik. Apa yang membuat iklan Djarum 76 terbaru ini naik daun? tentu salah satunya kehadiran Angela Lorenza dengan goyangannya. Diceritakan, seorang caleg yang baru jadi meminta mbah jin untuk memberinya musik, setelah diberi si sekretaris cantik tersebut langsung bergoyang gemulai disampingnya. Goyangannya cukup menghipnotis si caleg dan mbah jin. Goyangan ini juga yang membuat iklan ini viral dan bahkan dijadikan berbagai meme. Bahkan ada yang bilang, goyangan ini bisa mempersatukan bangsa kita yang sedang terpecah belah akibat pemilihan presiden. Angela Lorenza juga mendadak naik daun gara-gara iklan ini, follower di instagramnya kini sudah menyentuh angka satu juta! Bahkan insta story-nya juga penuh diisi gambar-gambar fanmade dirinya yang tengah menjadi sekretaris cantik di iklan tersebut. Namun, jika mau dicermati lebih dalam sebenarnya iklan Djarum 76 ini mengandung pesan terselubung yang sangat positif. Saat si sekretaris cantik asyik berjoget, mbah jin menawarkan permintaan selanjutnya dan jawaban si caleg adalah \u2018engga, ini ajah (musik)\u2019 serta dijawab \u2018cerdassss\u2019 oleh mbah jin. Paham maksudnya? Beberapa pihak berasumsi bahwa si caleg berpikiran cerdas karena tak meminta sekretaris cantik tersebut. Jika meminta tentu ini menjadi kebiasaan yang buruk karena beberapa tokoh elit kerap menjadikan perempuan sebagai objek pemuas nafsu mereka. Namun kali ini, iklan Djarum 76 menunjukkan dengan musik dan joget semua permasalahan bisa teratasi. Sudahkah anda melihat iklannya? Jika sudah coba beri tafsiran anda pada kolom komentar di bawah! Hehehehe. Seorang sinolog bernama Prof. G. Schlegel, dirunut dari penamaan tembakau yang digunakan di sini, orang-orang Portugislah yang membawa dan mengenalkan tembakau ke penduduk Nusantara. Istilah tembakau lebih dekat dengan tabaco<\/em> atau tumbaco<\/em> dalam bahasa Protugis untuk menyebut komoditas yang kini begitu populer sebagai bahan dasar produk rokok.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n Pendapat lain berkata, tembakau dibawa dan dikenalkan kepada warga Nusantara oleh Belanda. Thomas Stamford Raffles lah yang mengemukakan pendapat ini. Dalam buku yang ia tulis berjudul \u2018The History of Java<\/em>\u2019 ia mengemukakan pendapat itu. Menurut Raffles, tembakau dibawa dan dikenalkan kepada warga Nusantara oleh Belanda sekitar tahun 1601.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n Pendapat Raffles tentang tahun masuknya tembakau ke Nusantara ini diperkuat oleh pendapat De Candolle yang dikutip oleh Van Der Reijden dalam bukunya yang berjudul \u2018Rapport Betreffende Eene Gehouden Enquete Naar De Arbeids Toestanden In De Industrie Van Strootjes En Inheemsche Sigaretten Op Java<\/em>\u2019. Menurut De Condolle yang dikutip dalam buku berjudul panjang sekali itu, tanaman tembakau telah dibawa ke Pulau Jawa sekitar tahun 1600. Perbedaan di antara keduanya, bangsa mana yang membawa tembakau ke Nusantara. Jika Raffles berpendapat Belandalah yang membawa tembakau ke Nusantara, De Condolle berpendapat Portugislah yang membawanya ke sini.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n Baca: Beberapa Manfaat Tembakau Selain untuk Bahan Baku Rokok<\/a><\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n Perkiraan tahun masuknya tembakau ke Nusantara dan dimanfaatkan untuk konsumsi dalam bentuk rokok yang diisap pada periode awal 1600an, diperkuat oleh keterangan dalam naskah berbahasa Jawa berjudul Babad Ing Sangkala<\/em>. Dalam naskah ini terdapat keterangan bahwa tembakau telah masuk ke Pulau Jawa dan dikonsumsi dalam bentuk rokok yang diisap bersamaan dengan wafatnya Panembahan Senapati, Bapak dari Sultan Agung.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n Kala seda Panembahan syargi ing Kajenar pan anunggal warsa purwa sata sawiyose milaning wong ngaudud<\/em>. (Artinya: Waktu mendiang Panembahan meninggal di Gedung Kuning adalah bersamaan tahunnya dengan mulai munculnya tembakau setelah itu mulailah orang merokok).<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n Penulis naskah Babad Ing Sangkala memperingati kedua peristiwa tersebut dengan candra sengkala Gni Mati Tumibeng Siti<\/em> yang berarti tahun 1523 Saka atau tahun 1601-1602 Masehi. Akan tetapi naskah ini tidak menuliskan siapa yang membawa dan mengenalkan tembakau kepada penduduk Nusantara. Apakah Portugis, atau Belanda? Tidak ada keterangan di dalamnya.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n Tidak berselang terlalu lama setelah keterangan awal mula tembakau masuk Nusantara, pada 1626, tembakau sudah mulai umum dikonsumsi sebagai produk rokok<\/a> yang diisap. Pada tahun itu pula VOC mengeluarkan undang-undang impor dan penjualan tembakau di Nusantara. Setelah fase impor tersebut, Nusantara lantas menjelma menjadi salah satu penghasil tembakau terbaik di dunia dan produk tembakau mulai diekspor ke luar Nusantara oleh VOC kemudian dilanjutkan oleh Belanda usai keruntuhan VOC.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n Referensi:<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n Hikayat Kretek, Amen Budiman dan Onghokham, KPG, Cetakan Pertama, April 2016.<\/em><\/p>\r\n","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5677","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5665,"post_author":"919","post_date":"2019-04-28 10:13:50","post_date_gmt":"2019-04-28 03:13:50","post_content":"\n Sebuah produk tentu membutuhkan strategi pemasaran yang apik agar bisa laku di pasaran. Salah satu dari strategi pemasaran tersebut adalah memuat iklan baik itu di layar kaca, media cetak, daring, hingga media sosial. Banyaknya produk yang berseliweran di kehidupan kita, berbanding lurus dengan ramainya iklan yang kita lihat sehari-hari. Bukan hanya melalui media, sepanjang jalan juga rupa-rupa baliho, pamflet, dan banner tentu akan anda temui. Bicara soal iklan, marketing sebuah produk dituntut sekreatif mungkin untuk memasarkannya. Soal iklan yang memancing tangisan air mata, jangan ragukan iklan-iklan asuransi dari Thailand, terbukti memang ahlinya. Bagaimana di tanah air? Kini menjamur iklan dengan tema ala 90an, meski bisa dibilang Telkom Indonesia menjadi yang duluan mempopulerkannya pada 2008 lalu. Jangan lupa, tren ibu-ibu kasidahan juga sempat jadi tren saat iklan Ramayana sukses menjadi popular.<\/p>\n\n\n\n Baca: Salah satu produk yang bisa dikatakan kasihan, alias tak bisa menunjukkan barangnya langsung dalam iklan ya cuman rokok. Peraturan Pemerintah 109 tahun 2012 membatasi rokok tampil dalam iklan produk hasil tembakau tersebut, begitu juga dengan aktivitas merokok didalamnya. Bahkan setelah mengalami revisi, iklan rokok juga semakin dipersulit dengan tak boleh tayang di jam-jam tertentu, alasannya agar tak dilihat dan menambah jumlah perokok muda. Hmm ada-ada saja. Maka praktis iklan rokok yang kita saksikan sehari-hari hanya tayang di televisi di atas jam 21.30 - 05.00. Sungguh sangat diskriminatif mengingat sudah tak boleh memperlihatkan produknya, jam tayangnya diatur, namun keuntungannya hasil tembakau masih menjadi salah satu pemasukan besar di negeri ini, ironi bukan? Coba bayangkan jika produk perumahan yang dibuat demikian? Hihihi. Kalau kata penemu bela diri wing chun, Ip Man, berlatih di ruangan sempit justru membuat seseorang semakin lihai dalam bertarung karena tak punya opsi untuk melarikan diri dan bergerak, sebaliknya dengan ruangan besar. Nampaknya teori tersebut juga bisa disematkan dengan kondisi periklanan rokok saat ini. Saking rumitnya, iklan rokok justru sangat kreatif dalam memasarkan produknya, isinya mulai dari sekelompok orang yang sedang berpetualang di alam bebas, hingga dagelan-dagelan tetang kondisi negeri ini yang sangat menggelitik.<\/p>\n\n\n\n Baca: Menjadi Keren dengan Tidak Merokok Saat Berkendara<\/a><\/p>\n\n\n\n Bicara soal dagelan tentu iklan Djarum 76 ahlinya! Tokoh yang paling kuat dalam karakter tersebut adalah sosok mbah jin yang justru menggunakan pakaian adat jawa. Ketika ia hadir maka ia selalu memberi tiga permintaan kepada bosnya. Nah, dalam iklan Djarum 76 yang terbaru, ada satu sosok yang mencuri perhatian dan kini tengah naik daun. Sosok tersebut bernama Angela Lorenza, model yang berperan sebagai sekretaris cantik. Apa yang membuat iklan Djarum 76 terbaru ini naik daun? tentu salah satunya kehadiran Angela Lorenza dengan goyangannya. Diceritakan, seorang caleg yang baru jadi meminta mbah jin untuk memberinya musik, setelah diberi si sekretaris cantik tersebut langsung bergoyang gemulai disampingnya. Goyangannya cukup menghipnotis si caleg dan mbah jin. Goyangan ini juga yang membuat iklan ini viral dan bahkan dijadikan berbagai meme. Bahkan ada yang bilang, goyangan ini bisa mempersatukan bangsa kita yang sedang terpecah belah akibat pemilihan presiden. Angela Lorenza juga mendadak naik daun gara-gara iklan ini, follower di instagramnya kini sudah menyentuh angka satu juta! Bahkan insta story-nya juga penuh diisi gambar-gambar fanmade dirinya yang tengah menjadi sekretaris cantik di iklan tersebut. Namun, jika mau dicermati lebih dalam sebenarnya iklan Djarum 76 ini mengandung pesan terselubung yang sangat positif. Saat si sekretaris cantik asyik berjoget, mbah jin menawarkan permintaan selanjutnya dan jawaban si caleg adalah \u2018engga, ini ajah (musik)\u2019 serta dijawab \u2018cerdassss\u2019 oleh mbah jin. Paham maksudnya? Beberapa pihak berasumsi bahwa si caleg berpikiran cerdas karena tak meminta sekretaris cantik tersebut. Jika meminta tentu ini menjadi kebiasaan yang buruk karena beberapa tokoh elit kerap menjadikan perempuan sebagai objek pemuas nafsu mereka. Namun kali ini, iklan Djarum 76 menunjukkan dengan musik dan joget semua permasalahan bisa teratasi. Sudahkah anda melihat iklannya? Jika sudah coba beri tafsiran anda pada kolom komentar di bawah! Hehehehe. Baca: Perempuan-perempuan Kudus Pewaris Keterampilan Membuat Kretek<\/a><\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n Seorang sinolog bernama Prof. G. Schlegel, dirunut dari penamaan tembakau yang digunakan di sini, orang-orang Portugislah yang membawa dan mengenalkan tembakau ke penduduk Nusantara. Istilah tembakau lebih dekat dengan tabaco<\/em> atau tumbaco<\/em> dalam bahasa Protugis untuk menyebut komoditas yang kini begitu populer sebagai bahan dasar produk rokok.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n Pendapat lain berkata, tembakau dibawa dan dikenalkan kepada warga Nusantara oleh Belanda. Thomas Stamford Raffles lah yang mengemukakan pendapat ini. Dalam buku yang ia tulis berjudul \u2018The History of Java<\/em>\u2019 ia mengemukakan pendapat itu. Menurut Raffles, tembakau dibawa dan dikenalkan kepada warga Nusantara oleh Belanda sekitar tahun 1601.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n Pendapat Raffles tentang tahun masuknya tembakau ke Nusantara ini diperkuat oleh pendapat De Candolle yang dikutip oleh Van Der Reijden dalam bukunya yang berjudul \u2018Rapport Betreffende Eene Gehouden Enquete Naar De Arbeids Toestanden In De Industrie Van Strootjes En Inheemsche Sigaretten Op Java<\/em>\u2019. Menurut De Condolle yang dikutip dalam buku berjudul panjang sekali itu, tanaman tembakau telah dibawa ke Pulau Jawa sekitar tahun 1600. Perbedaan di antara keduanya, bangsa mana yang membawa tembakau ke Nusantara. Jika Raffles berpendapat Belandalah yang membawa tembakau ke Nusantara, De Condolle berpendapat Portugislah yang membawanya ke sini.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n Baca: Beberapa Manfaat Tembakau Selain untuk Bahan Baku Rokok<\/a><\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n Perkiraan tahun masuknya tembakau ke Nusantara dan dimanfaatkan untuk konsumsi dalam bentuk rokok yang diisap pada periode awal 1600an, diperkuat oleh keterangan dalam naskah berbahasa Jawa berjudul Babad Ing Sangkala<\/em>. Dalam naskah ini terdapat keterangan bahwa tembakau telah masuk ke Pulau Jawa dan dikonsumsi dalam bentuk rokok yang diisap bersamaan dengan wafatnya Panembahan Senapati, Bapak dari Sultan Agung.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n Kala seda Panembahan syargi ing Kajenar pan anunggal warsa purwa sata sawiyose milaning wong ngaudud<\/em>. (Artinya: Waktu mendiang Panembahan meninggal di Gedung Kuning adalah bersamaan tahunnya dengan mulai munculnya tembakau setelah itu mulailah orang merokok).<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n Penulis naskah Babad Ing Sangkala memperingati kedua peristiwa tersebut dengan candra sengkala Gni Mati Tumibeng Siti<\/em> yang berarti tahun 1523 Saka atau tahun 1601-1602 Masehi. Akan tetapi naskah ini tidak menuliskan siapa yang membawa dan mengenalkan tembakau kepada penduduk Nusantara. Apakah Portugis, atau Belanda? Tidak ada keterangan di dalamnya.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n Tidak berselang terlalu lama setelah keterangan awal mula tembakau masuk Nusantara, pada 1626, tembakau sudah mulai umum dikonsumsi sebagai produk rokok<\/a> yang diisap. Pada tahun itu pula VOC mengeluarkan undang-undang impor dan penjualan tembakau di Nusantara. Setelah fase impor tersebut, Nusantara lantas menjelma menjadi salah satu penghasil tembakau terbaik di dunia dan produk tembakau mulai diekspor ke luar Nusantara oleh VOC kemudian dilanjutkan oleh Belanda usai keruntuhan VOC.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n Referensi:<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n Hikayat Kretek, Amen Budiman dan Onghokham, KPG, Cetakan Pertama, April 2016.<\/em><\/p>\r\n","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5677","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5665,"post_author":"919","post_date":"2019-04-28 10:13:50","post_date_gmt":"2019-04-28 03:13:50","post_content":"\n Sebuah produk tentu membutuhkan strategi pemasaran yang apik agar bisa laku di pasaran. Salah satu dari strategi pemasaran tersebut adalah memuat iklan baik itu di layar kaca, media cetak, daring, hingga media sosial. Banyaknya produk yang berseliweran di kehidupan kita, berbanding lurus dengan ramainya iklan yang kita lihat sehari-hari. Bukan hanya melalui media, sepanjang jalan juga rupa-rupa baliho, pamflet, dan banner tentu akan anda temui. Bicara soal iklan, marketing sebuah produk dituntut sekreatif mungkin untuk memasarkannya. Soal iklan yang memancing tangisan air mata, jangan ragukan iklan-iklan asuransi dari Thailand, terbukti memang ahlinya. Bagaimana di tanah air? Kini menjamur iklan dengan tema ala 90an, meski bisa dibilang Telkom Indonesia menjadi yang duluan mempopulerkannya pada 2008 lalu. Jangan lupa, tren ibu-ibu kasidahan juga sempat jadi tren saat iklan Ramayana sukses menjadi popular.<\/p>\n\n\n\n Baca: Salah satu produk yang bisa dikatakan kasihan, alias tak bisa menunjukkan barangnya langsung dalam iklan ya cuman rokok. Peraturan Pemerintah 109 tahun 2012 membatasi rokok tampil dalam iklan produk hasil tembakau tersebut, begitu juga dengan aktivitas merokok didalamnya. Bahkan setelah mengalami revisi, iklan rokok juga semakin dipersulit dengan tak boleh tayang di jam-jam tertentu, alasannya agar tak dilihat dan menambah jumlah perokok muda. Hmm ada-ada saja. Maka praktis iklan rokok yang kita saksikan sehari-hari hanya tayang di televisi di atas jam 21.30 - 05.00. Sungguh sangat diskriminatif mengingat sudah tak boleh memperlihatkan produknya, jam tayangnya diatur, namun keuntungannya hasil tembakau masih menjadi salah satu pemasukan besar di negeri ini, ironi bukan? Coba bayangkan jika produk perumahan yang dibuat demikian? Hihihi. Kalau kata penemu bela diri wing chun, Ip Man, berlatih di ruangan sempit justru membuat seseorang semakin lihai dalam bertarung karena tak punya opsi untuk melarikan diri dan bergerak, sebaliknya dengan ruangan besar. Nampaknya teori tersebut juga bisa disematkan dengan kondisi periklanan rokok saat ini. Saking rumitnya, iklan rokok justru sangat kreatif dalam memasarkan produknya, isinya mulai dari sekelompok orang yang sedang berpetualang di alam bebas, hingga dagelan-dagelan tetang kondisi negeri ini yang sangat menggelitik.<\/p>\n\n\n\n Baca: Menjadi Keren dengan Tidak Merokok Saat Berkendara<\/a><\/p>\n\n\n\n Bicara soal dagelan tentu iklan Djarum 76 ahlinya! Tokoh yang paling kuat dalam karakter tersebut adalah sosok mbah jin yang justru menggunakan pakaian adat jawa. Ketika ia hadir maka ia selalu memberi tiga permintaan kepada bosnya. Nah, dalam iklan Djarum 76 yang terbaru, ada satu sosok yang mencuri perhatian dan kini tengah naik daun. Sosok tersebut bernama Angela Lorenza, model yang berperan sebagai sekretaris cantik. Apa yang membuat iklan Djarum 76 terbaru ini naik daun? tentu salah satunya kehadiran Angela Lorenza dengan goyangannya. Diceritakan, seorang caleg yang baru jadi meminta mbah jin untuk memberinya musik, setelah diberi si sekretaris cantik tersebut langsung bergoyang gemulai disampingnya. Goyangannya cukup menghipnotis si caleg dan mbah jin. Goyangan ini juga yang membuat iklan ini viral dan bahkan dijadikan berbagai meme. Bahkan ada yang bilang, goyangan ini bisa mempersatukan bangsa kita yang sedang terpecah belah akibat pemilihan presiden. Angela Lorenza juga mendadak naik daun gara-gara iklan ini, follower di instagramnya kini sudah menyentuh angka satu juta! Bahkan insta story-nya juga penuh diisi gambar-gambar fanmade dirinya yang tengah menjadi sekretaris cantik di iklan tersebut. Namun, jika mau dicermati lebih dalam sebenarnya iklan Djarum 76 ini mengandung pesan terselubung yang sangat positif. Saat si sekretaris cantik asyik berjoget, mbah jin menawarkan permintaan selanjutnya dan jawaban si caleg adalah \u2018engga, ini ajah (musik)\u2019 serta dijawab \u2018cerdassss\u2019 oleh mbah jin. Paham maksudnya? Beberapa pihak berasumsi bahwa si caleg berpikiran cerdas karena tak meminta sekretaris cantik tersebut. Jika meminta tentu ini menjadi kebiasaan yang buruk karena beberapa tokoh elit kerap menjadikan perempuan sebagai objek pemuas nafsu mereka. Namun kali ini, iklan Djarum 76 menunjukkan dengan musik dan joget semua permasalahan bisa teratasi. Sudahkah anda melihat iklannya? Jika sudah coba beri tafsiran anda pada kolom komentar di bawah! Hehehehe. Selanjutnya para akademisi dan pemerhati komoditas tembakau cenderung pada pendapat yang kedua. Mereka beranggapan pendapat pertama lemah dan cenderung bisa diabaikan. Akan tetapi, permasalahan belum selesai sampai di sini. Perdebatan lanjutan terjadi terkait siapa yang mula-mula membawa dan mengenalkan tembakau ke Indonesia atau Nusantara. Ada yang bilang penjelajah Cinalah yang mengenalkan tembakau ke Nusantara, ada yang bilang Portugis, ada yang berpendapat Spanyol, dan tentu saja ada yang berpendapat Belandalah yang mengenalkan tembakau ke Indonesia.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n Baca: Perempuan-perempuan Kudus Pewaris Keterampilan Membuat Kretek<\/a><\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n Seorang sinolog bernama Prof. G. Schlegel, dirunut dari penamaan tembakau yang digunakan di sini, orang-orang Portugislah yang membawa dan mengenalkan tembakau ke penduduk Nusantara. Istilah tembakau lebih dekat dengan tabaco<\/em> atau tumbaco<\/em> dalam bahasa Protugis untuk menyebut komoditas yang kini begitu populer sebagai bahan dasar produk rokok.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n Pendapat lain berkata, tembakau dibawa dan dikenalkan kepada warga Nusantara oleh Belanda. Thomas Stamford Raffles lah yang mengemukakan pendapat ini. Dalam buku yang ia tulis berjudul \u2018The History of Java<\/em>\u2019 ia mengemukakan pendapat itu. Menurut Raffles, tembakau dibawa dan dikenalkan kepada warga Nusantara oleh Belanda sekitar tahun 1601.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n Pendapat Raffles tentang tahun masuknya tembakau ke Nusantara ini diperkuat oleh pendapat De Candolle yang dikutip oleh Van Der Reijden dalam bukunya yang berjudul \u2018Rapport Betreffende Eene Gehouden Enquete Naar De Arbeids Toestanden In De Industrie Van Strootjes En Inheemsche Sigaretten Op Java<\/em>\u2019. Menurut De Condolle yang dikutip dalam buku berjudul panjang sekali itu, tanaman tembakau telah dibawa ke Pulau Jawa sekitar tahun 1600. Perbedaan di antara keduanya, bangsa mana yang membawa tembakau ke Nusantara. Jika Raffles berpendapat Belandalah yang membawa tembakau ke Nusantara, De Condolle berpendapat Portugislah yang membawanya ke sini.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n Baca: Beberapa Manfaat Tembakau Selain untuk Bahan Baku Rokok<\/a><\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n Perkiraan tahun masuknya tembakau ke Nusantara dan dimanfaatkan untuk konsumsi dalam bentuk rokok yang diisap pada periode awal 1600an, diperkuat oleh keterangan dalam naskah berbahasa Jawa berjudul Babad Ing Sangkala<\/em>. Dalam naskah ini terdapat keterangan bahwa tembakau telah masuk ke Pulau Jawa dan dikonsumsi dalam bentuk rokok yang diisap bersamaan dengan wafatnya Panembahan Senapati, Bapak dari Sultan Agung.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n Kala seda Panembahan syargi ing Kajenar pan anunggal warsa purwa sata sawiyose milaning wong ngaudud<\/em>. (Artinya: Waktu mendiang Panembahan meninggal di Gedung Kuning adalah bersamaan tahunnya dengan mulai munculnya tembakau setelah itu mulailah orang merokok).<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n Penulis naskah Babad Ing Sangkala memperingati kedua peristiwa tersebut dengan candra sengkala Gni Mati Tumibeng Siti<\/em> yang berarti tahun 1523 Saka atau tahun 1601-1602 Masehi. Akan tetapi naskah ini tidak menuliskan siapa yang membawa dan mengenalkan tembakau kepada penduduk Nusantara. Apakah Portugis, atau Belanda? Tidak ada keterangan di dalamnya.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n Tidak berselang terlalu lama setelah keterangan awal mula tembakau masuk Nusantara, pada 1626, tembakau sudah mulai umum dikonsumsi sebagai produk rokok<\/a> yang diisap. Pada tahun itu pula VOC mengeluarkan undang-undang impor dan penjualan tembakau di Nusantara. Setelah fase impor tersebut, Nusantara lantas menjelma menjadi salah satu penghasil tembakau terbaik di dunia dan produk tembakau mulai diekspor ke luar Nusantara oleh VOC kemudian dilanjutkan oleh Belanda usai keruntuhan VOC.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n Referensi:<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n Hikayat Kretek, Amen Budiman dan Onghokham, KPG, Cetakan Pertama, April 2016.<\/em><\/p>\r\n","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5677","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5665,"post_author":"919","post_date":"2019-04-28 10:13:50","post_date_gmt":"2019-04-28 03:13:50","post_content":"\n Sebuah produk tentu membutuhkan strategi pemasaran yang apik agar bisa laku di pasaran. Salah satu dari strategi pemasaran tersebut adalah memuat iklan baik itu di layar kaca, media cetak, daring, hingga media sosial. Banyaknya produk yang berseliweran di kehidupan kita, berbanding lurus dengan ramainya iklan yang kita lihat sehari-hari. Bukan hanya melalui media, sepanjang jalan juga rupa-rupa baliho, pamflet, dan banner tentu akan anda temui. Bicara soal iklan, marketing sebuah produk dituntut sekreatif mungkin untuk memasarkannya. Soal iklan yang memancing tangisan air mata, jangan ragukan iklan-iklan asuransi dari Thailand, terbukti memang ahlinya. Bagaimana di tanah air? Kini menjamur iklan dengan tema ala 90an, meski bisa dibilang Telkom Indonesia menjadi yang duluan mempopulerkannya pada 2008 lalu. Jangan lupa, tren ibu-ibu kasidahan juga sempat jadi tren saat iklan Ramayana sukses menjadi popular.<\/p>\n\n\n\n Baca: Salah satu produk yang bisa dikatakan kasihan, alias tak bisa menunjukkan barangnya langsung dalam iklan ya cuman rokok. Peraturan Pemerintah 109 tahun 2012 membatasi rokok tampil dalam iklan produk hasil tembakau tersebut, begitu juga dengan aktivitas merokok didalamnya. Bahkan setelah mengalami revisi, iklan rokok juga semakin dipersulit dengan tak boleh tayang di jam-jam tertentu, alasannya agar tak dilihat dan menambah jumlah perokok muda. Hmm ada-ada saja. Maka praktis iklan rokok yang kita saksikan sehari-hari hanya tayang di televisi di atas jam 21.30 - 05.00. Sungguh sangat diskriminatif mengingat sudah tak boleh memperlihatkan produknya, jam tayangnya diatur, namun keuntungannya hasil tembakau masih menjadi salah satu pemasukan besar di negeri ini, ironi bukan? Coba bayangkan jika produk perumahan yang dibuat demikian? Hihihi. Kalau kata penemu bela diri wing chun, Ip Man, berlatih di ruangan sempit justru membuat seseorang semakin lihai dalam bertarung karena tak punya opsi untuk melarikan diri dan bergerak, sebaliknya dengan ruangan besar. Nampaknya teori tersebut juga bisa disematkan dengan kondisi periklanan rokok saat ini. Saking rumitnya, iklan rokok justru sangat kreatif dalam memasarkan produknya, isinya mulai dari sekelompok orang yang sedang berpetualang di alam bebas, hingga dagelan-dagelan tetang kondisi negeri ini yang sangat menggelitik.<\/p>\n\n\n\n Baca: Menjadi Keren dengan Tidak Merokok Saat Berkendara<\/a><\/p>\n\n\n\n Bicara soal dagelan tentu iklan Djarum 76 ahlinya! Tokoh yang paling kuat dalam karakter tersebut adalah sosok mbah jin yang justru menggunakan pakaian adat jawa. Ketika ia hadir maka ia selalu memberi tiga permintaan kepada bosnya. Nah, dalam iklan Djarum 76 yang terbaru, ada satu sosok yang mencuri perhatian dan kini tengah naik daun. Sosok tersebut bernama Angela Lorenza, model yang berperan sebagai sekretaris cantik. Apa yang membuat iklan Djarum 76 terbaru ini naik daun? tentu salah satunya kehadiran Angela Lorenza dengan goyangannya. Diceritakan, seorang caleg yang baru jadi meminta mbah jin untuk memberinya musik, setelah diberi si sekretaris cantik tersebut langsung bergoyang gemulai disampingnya. Goyangannya cukup menghipnotis si caleg dan mbah jin. Goyangan ini juga yang membuat iklan ini viral dan bahkan dijadikan berbagai meme. Bahkan ada yang bilang, goyangan ini bisa mempersatukan bangsa kita yang sedang terpecah belah akibat pemilihan presiden. Angela Lorenza juga mendadak naik daun gara-gara iklan ini, follower di instagramnya kini sudah menyentuh angka satu juta! Bahkan insta story-nya juga penuh diisi gambar-gambar fanmade dirinya yang tengah menjadi sekretaris cantik di iklan tersebut. Namun, jika mau dicermati lebih dalam sebenarnya iklan Djarum 76 ini mengandung pesan terselubung yang sangat positif. Saat si sekretaris cantik asyik berjoget, mbah jin menawarkan permintaan selanjutnya dan jawaban si caleg adalah \u2018engga, ini ajah (musik)\u2019 serta dijawab \u2018cerdassss\u2019 oleh mbah jin. Paham maksudnya? Beberapa pihak berasumsi bahwa si caleg berpikiran cerdas karena tak meminta sekretaris cantik tersebut. Jika meminta tentu ini menjadi kebiasaan yang buruk karena beberapa tokoh elit kerap menjadikan perempuan sebagai objek pemuas nafsu mereka. Namun kali ini, iklan Djarum 76 menunjukkan dengan musik dan joget semua permasalahan bisa teratasi. Sudahkah anda melihat iklannya? Jika sudah coba beri tafsiran anda pada kolom komentar di bawah! Hehehehe. Pendapat lainnya mengatakan bahwa tembakau bukan produk asli Nusantara. Ia dibawa ke sini oleh mereka yang datang ke Nusantara yang sebelumnya telah mengonsumsi tembakau. Persamaan dari dua pendapat yang ada, mula-mula tembakau dikonsumsi sebagai teman sirih, pinang, kapur dan gambir dalam ramuan yang dikunyah, bukan dalam bentuk rokok yang dibakar dan diisap.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n Selanjutnya para akademisi dan pemerhati komoditas tembakau cenderung pada pendapat yang kedua. Mereka beranggapan pendapat pertama lemah dan cenderung bisa diabaikan. Akan tetapi, permasalahan belum selesai sampai di sini. Perdebatan lanjutan terjadi terkait siapa yang mula-mula membawa dan mengenalkan tembakau ke Indonesia atau Nusantara. Ada yang bilang penjelajah Cinalah yang mengenalkan tembakau ke Nusantara, ada yang bilang Portugis, ada yang berpendapat Spanyol, dan tentu saja ada yang berpendapat Belandalah yang mengenalkan tembakau ke Indonesia.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n Baca: Perempuan-perempuan Kudus Pewaris Keterampilan Membuat Kretek<\/a><\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n Seorang sinolog bernama Prof. G. Schlegel, dirunut dari penamaan tembakau yang digunakan di sini, orang-orang Portugislah yang membawa dan mengenalkan tembakau ke penduduk Nusantara. Istilah tembakau lebih dekat dengan tabaco<\/em> atau tumbaco<\/em> dalam bahasa Protugis untuk menyebut komoditas yang kini begitu populer sebagai bahan dasar produk rokok.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n Pendapat lain berkata, tembakau dibawa dan dikenalkan kepada warga Nusantara oleh Belanda. Thomas Stamford Raffles lah yang mengemukakan pendapat ini. Dalam buku yang ia tulis berjudul \u2018The History of Java<\/em>\u2019 ia mengemukakan pendapat itu. Menurut Raffles, tembakau dibawa dan dikenalkan kepada warga Nusantara oleh Belanda sekitar tahun 1601.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n Pendapat Raffles tentang tahun masuknya tembakau ke Nusantara ini diperkuat oleh pendapat De Candolle yang dikutip oleh Van Der Reijden dalam bukunya yang berjudul \u2018Rapport Betreffende Eene Gehouden Enquete Naar De Arbeids Toestanden In De Industrie Van Strootjes En Inheemsche Sigaretten Op Java<\/em>\u2019. Menurut De Condolle yang dikutip dalam buku berjudul panjang sekali itu, tanaman tembakau telah dibawa ke Pulau Jawa sekitar tahun 1600. Perbedaan di antara keduanya, bangsa mana yang membawa tembakau ke Nusantara. Jika Raffles berpendapat Belandalah yang membawa tembakau ke Nusantara, De Condolle berpendapat Portugislah yang membawanya ke sini.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n Baca: Beberapa Manfaat Tembakau Selain untuk Bahan Baku Rokok<\/a><\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n Perkiraan tahun masuknya tembakau ke Nusantara dan dimanfaatkan untuk konsumsi dalam bentuk rokok yang diisap pada periode awal 1600an, diperkuat oleh keterangan dalam naskah berbahasa Jawa berjudul Babad Ing Sangkala<\/em>. Dalam naskah ini terdapat keterangan bahwa tembakau telah masuk ke Pulau Jawa dan dikonsumsi dalam bentuk rokok yang diisap bersamaan dengan wafatnya Panembahan Senapati, Bapak dari Sultan Agung.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n Kala seda Panembahan syargi ing Kajenar pan anunggal warsa purwa sata sawiyose milaning wong ngaudud<\/em>. (Artinya: Waktu mendiang Panembahan meninggal di Gedung Kuning adalah bersamaan tahunnya dengan mulai munculnya tembakau setelah itu mulailah orang merokok).<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n Penulis naskah Babad Ing Sangkala memperingati kedua peristiwa tersebut dengan candra sengkala Gni Mati Tumibeng Siti<\/em> yang berarti tahun 1523 Saka atau tahun 1601-1602 Masehi. Akan tetapi naskah ini tidak menuliskan siapa yang membawa dan mengenalkan tembakau kepada penduduk Nusantara. Apakah Portugis, atau Belanda? Tidak ada keterangan di dalamnya.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n Tidak berselang terlalu lama setelah keterangan awal mula tembakau masuk Nusantara, pada 1626, tembakau sudah mulai umum dikonsumsi sebagai produk rokok<\/a> yang diisap. Pada tahun itu pula VOC mengeluarkan undang-undang impor dan penjualan tembakau di Nusantara. Setelah fase impor tersebut, Nusantara lantas menjelma menjadi salah satu penghasil tembakau terbaik di dunia dan produk tembakau mulai diekspor ke luar Nusantara oleh VOC kemudian dilanjutkan oleh Belanda usai keruntuhan VOC.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n Referensi:<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n Hikayat Kretek, Amen Budiman dan Onghokham, KPG, Cetakan Pertama, April 2016.<\/em><\/p>\r\n","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5677","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5665,"post_author":"919","post_date":"2019-04-28 10:13:50","post_date_gmt":"2019-04-28 03:13:50","post_content":"\n Sebuah produk tentu membutuhkan strategi pemasaran yang apik agar bisa laku di pasaran. Salah satu dari strategi pemasaran tersebut adalah memuat iklan baik itu di layar kaca, media cetak, daring, hingga media sosial. Banyaknya produk yang berseliweran di kehidupan kita, berbanding lurus dengan ramainya iklan yang kita lihat sehari-hari. Bukan hanya melalui media, sepanjang jalan juga rupa-rupa baliho, pamflet, dan banner tentu akan anda temui. Bicara soal iklan, marketing sebuah produk dituntut sekreatif mungkin untuk memasarkannya. Soal iklan yang memancing tangisan air mata, jangan ragukan iklan-iklan asuransi dari Thailand, terbukti memang ahlinya. Bagaimana di tanah air? Kini menjamur iklan dengan tema ala 90an, meski bisa dibilang Telkom Indonesia menjadi yang duluan mempopulerkannya pada 2008 lalu. Jangan lupa, tren ibu-ibu kasidahan juga sempat jadi tren saat iklan Ramayana sukses menjadi popular.<\/p>\n\n\n\n Baca: Salah satu produk yang bisa dikatakan kasihan, alias tak bisa menunjukkan barangnya langsung dalam iklan ya cuman rokok. Peraturan Pemerintah 109 tahun 2012 membatasi rokok tampil dalam iklan produk hasil tembakau tersebut, begitu juga dengan aktivitas merokok didalamnya. Bahkan setelah mengalami revisi, iklan rokok juga semakin dipersulit dengan tak boleh tayang di jam-jam tertentu, alasannya agar tak dilihat dan menambah jumlah perokok muda. Hmm ada-ada saja. Maka praktis iklan rokok yang kita saksikan sehari-hari hanya tayang di televisi di atas jam 21.30 - 05.00. Sungguh sangat diskriminatif mengingat sudah tak boleh memperlihatkan produknya, jam tayangnya diatur, namun keuntungannya hasil tembakau masih menjadi salah satu pemasukan besar di negeri ini, ironi bukan? Coba bayangkan jika produk perumahan yang dibuat demikian? Hihihi. Kalau kata penemu bela diri wing chun, Ip Man, berlatih di ruangan sempit justru membuat seseorang semakin lihai dalam bertarung karena tak punya opsi untuk melarikan diri dan bergerak, sebaliknya dengan ruangan besar. Nampaknya teori tersebut juga bisa disematkan dengan kondisi periklanan rokok saat ini. Saking rumitnya, iklan rokok justru sangat kreatif dalam memasarkan produknya, isinya mulai dari sekelompok orang yang sedang berpetualang di alam bebas, hingga dagelan-dagelan tetang kondisi negeri ini yang sangat menggelitik.<\/p>\n\n\n\n Baca: Menjadi Keren dengan Tidak Merokok Saat Berkendara<\/a><\/p>\n\n\n\n Bicara soal dagelan tentu iklan Djarum 76 ahlinya! Tokoh yang paling kuat dalam karakter tersebut adalah sosok mbah jin yang justru menggunakan pakaian adat jawa. Ketika ia hadir maka ia selalu memberi tiga permintaan kepada bosnya. Nah, dalam iklan Djarum 76 yang terbaru, ada satu sosok yang mencuri perhatian dan kini tengah naik daun. Sosok tersebut bernama Angela Lorenza, model yang berperan sebagai sekretaris cantik. Apa yang membuat iklan Djarum 76 terbaru ini naik daun? tentu salah satunya kehadiran Angela Lorenza dengan goyangannya. Diceritakan, seorang caleg yang baru jadi meminta mbah jin untuk memberinya musik, setelah diberi si sekretaris cantik tersebut langsung bergoyang gemulai disampingnya. Goyangannya cukup menghipnotis si caleg dan mbah jin. Goyangan ini juga yang membuat iklan ini viral dan bahkan dijadikan berbagai meme. Bahkan ada yang bilang, goyangan ini bisa mempersatukan bangsa kita yang sedang terpecah belah akibat pemilihan presiden. Angela Lorenza juga mendadak naik daun gara-gara iklan ini, follower di instagramnya kini sudah menyentuh angka satu juta! Bahkan insta story-nya juga penuh diisi gambar-gambar fanmade dirinya yang tengah menjadi sekretaris cantik di iklan tersebut. Namun, jika mau dicermati lebih dalam sebenarnya iklan Djarum 76 ini mengandung pesan terselubung yang sangat positif. Saat si sekretaris cantik asyik berjoget, mbah jin menawarkan permintaan selanjutnya dan jawaban si caleg adalah \u2018engga, ini ajah (musik)\u2019 serta dijawab \u2018cerdassss\u2019 oleh mbah jin. Paham maksudnya? Beberapa pihak berasumsi bahwa si caleg berpikiran cerdas karena tak meminta sekretaris cantik tersebut. Jika meminta tentu ini menjadi kebiasaan yang buruk karena beberapa tokoh elit kerap menjadikan perempuan sebagai objek pemuas nafsu mereka. Namun kali ini, iklan Djarum 76 menunjukkan dengan musik dan joget semua permasalahan bisa teratasi. Sudahkah anda melihat iklannya? Jika sudah coba beri tafsiran anda pada kolom komentar di bawah! Hehehehe. Terdapat dua pendapat yang saling bertolak belakang terkait keberadaan tembakau dan pemanfaatannya sebagai produk konsumsi di negeri ini. Pendapat pertama mengatakan komoditas tembakau tumbuh alamiah di Nusantara. Pada mulanya ia dimanfaatkan sebagai salah satu elemen yang mendampingi sirih, pinang, kapur, dan gambir untuk dikonsumsi dengan cara dikunyah. Lantas setelahnya tembakau juga dimanfaatkan dengan cara dikeringkan kemudian dilinting hingga membentuk kerucut tak sempurna, lalu salah satu sisinya dibakar dan sisi lain digunakan untuk mengisap hasil pembakaran.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n Pendapat lainnya mengatakan bahwa tembakau bukan produk asli Nusantara. Ia dibawa ke sini oleh mereka yang datang ke Nusantara yang sebelumnya telah mengonsumsi tembakau. Persamaan dari dua pendapat yang ada, mula-mula tembakau dikonsumsi sebagai teman sirih, pinang, kapur dan gambir dalam ramuan yang dikunyah, bukan dalam bentuk rokok yang dibakar dan diisap.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n Selanjutnya para akademisi dan pemerhati komoditas tembakau cenderung pada pendapat yang kedua. Mereka beranggapan pendapat pertama lemah dan cenderung bisa diabaikan. Akan tetapi, permasalahan belum selesai sampai di sini. Perdebatan lanjutan terjadi terkait siapa yang mula-mula membawa dan mengenalkan tembakau ke Indonesia atau Nusantara. Ada yang bilang penjelajah Cinalah yang mengenalkan tembakau ke Nusantara, ada yang bilang Portugis, ada yang berpendapat Spanyol, dan tentu saja ada yang berpendapat Belandalah yang mengenalkan tembakau ke Indonesia.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n
<\/p>\n\n\n\n
<\/p>\n\n\n\n
<\/p>\n\n\n\n
<\/p>\n\n\n\n
<\/p>\n","post_title":"Iklan Djarum 76 dan Goyangan Sekretaris Cantik yang Tengah Naik Daun","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"iklan-djarum-76-dan-goyangan-sekretaris-cantik-yang-tengah-naik-daun","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-04-28 10:13:56","post_modified_gmt":"2019-04-28 03:13:56","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5665","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":41},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"epic_block_3"};
<\/p>\n\n\n\n
<\/p>\n\n\n\n
<\/p>\n\n\n\n
<\/p>\n\n\n\n
<\/p>\n","post_title":"Iklan Djarum 76 dan Goyangan Sekretaris Cantik yang Tengah Naik Daun","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"iklan-djarum-76-dan-goyangan-sekretaris-cantik-yang-tengah-naik-daun","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-04-28 10:13:56","post_modified_gmt":"2019-04-28 03:13:56","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5665","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":41},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"epic_block_3"};
<\/p>\n\n\n\n
<\/p>\n\n\n\n
<\/p>\n\n\n\n
<\/p>\n\n\n\n
<\/p>\n\n\n\n
<\/p>\n","post_title":"Iklan Djarum 76 dan Goyangan Sekretaris Cantik yang Tengah Naik Daun","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"iklan-djarum-76-dan-goyangan-sekretaris-cantik-yang-tengah-naik-daun","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-04-28 10:13:56","post_modified_gmt":"2019-04-28 03:13:56","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5665","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":41},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"epic_block_3"};
<\/p>\n\n\n\n
<\/p>\n\n\n\n
<\/p>\n\n\n\n
<\/p>\n\n\n\n
<\/p>\n\n\n\n
<\/p>\n\n\n\n
<\/p>\n","post_title":"Iklan Djarum 76 dan Goyangan Sekretaris Cantik yang Tengah Naik Daun","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"iklan-djarum-76-dan-goyangan-sekretaris-cantik-yang-tengah-naik-daun","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-04-28 10:13:56","post_modified_gmt":"2019-04-28 03:13:56","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5665","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":41},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"epic_block_3"};
Gofar Hilman, Perokok Keren dari Jakarta Selatan <\/a><\/p>\n\n\n\n
<\/p>\n\n\n\n
<\/p>\n\n\n\n
<\/p>\n\n\n\n
<\/p>\n\n\n\n
<\/p>\n\n\n\n
<\/p>\n\n\n\n
<\/p>\n","post_title":"Iklan Djarum 76 dan Goyangan Sekretaris Cantik yang Tengah Naik Daun","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"iklan-djarum-76-dan-goyangan-sekretaris-cantik-yang-tengah-naik-daun","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-04-28 10:13:56","post_modified_gmt":"2019-04-28 03:13:56","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5665","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":41},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"epic_block_3"};
Gofar Hilman, Perokok Keren dari Jakarta Selatan <\/a><\/p>\n\n\n\n
<\/p>\n\n\n\n
<\/p>\n\n\n\n
<\/p>\n\n\n\n
<\/p>\n\n\n\n
<\/p>\n\n\n\n
<\/p>\n\n\n\n
<\/p>\n","post_title":"Iklan Djarum 76 dan Goyangan Sekretaris Cantik yang Tengah Naik Daun","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"iklan-djarum-76-dan-goyangan-sekretaris-cantik-yang-tengah-naik-daun","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-04-28 10:13:56","post_modified_gmt":"2019-04-28 03:13:56","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5665","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":41},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"epic_block_3"};
<\/p>\n\n\n\n
Gofar Hilman, Perokok Keren dari Jakarta Selatan <\/a><\/p>\n\n\n\n
<\/p>\n\n\n\n
<\/p>\n\n\n\n
<\/p>\n\n\n\n
<\/p>\n\n\n\n
<\/p>\n\n\n\n
<\/p>\n\n\n\n
<\/p>\n","post_title":"Iklan Djarum 76 dan Goyangan Sekretaris Cantik yang Tengah Naik Daun","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"iklan-djarum-76-dan-goyangan-sekretaris-cantik-yang-tengah-naik-daun","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-04-28 10:13:56","post_modified_gmt":"2019-04-28 03:13:56","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5665","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":41},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"epic_block_3"};
<\/p>\n\n\n\n
Gofar Hilman, Perokok Keren dari Jakarta Selatan <\/a><\/p>\n\n\n\n
<\/p>\n\n\n\n
<\/p>\n\n\n\n
<\/p>\n\n\n\n
<\/p>\n\n\n\n
<\/p>\n\n\n\n
<\/p>\n\n\n\n
<\/p>\n","post_title":"Iklan Djarum 76 dan Goyangan Sekretaris Cantik yang Tengah Naik Daun","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"iklan-djarum-76-dan-goyangan-sekretaris-cantik-yang-tengah-naik-daun","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-04-28 10:13:56","post_modified_gmt":"2019-04-28 03:13:56","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5665","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":41},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"epic_block_3"};
<\/p>\n\n\n\n
Gofar Hilman, Perokok Keren dari Jakarta Selatan <\/a><\/p>\n\n\n\n
<\/p>\n\n\n\n
<\/p>\n\n\n\n
<\/p>\n\n\n\n
<\/p>\n\n\n\n
<\/p>\n\n\n\n
<\/p>\n\n\n\n
<\/p>\n","post_title":"Iklan Djarum 76 dan Goyangan Sekretaris Cantik yang Tengah Naik Daun","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"iklan-djarum-76-dan-goyangan-sekretaris-cantik-yang-tengah-naik-daun","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-04-28 10:13:56","post_modified_gmt":"2019-04-28 03:13:56","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5665","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":41},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"epic_block_3"};
<\/p>\n\n\n\n
Gofar Hilman, Perokok Keren dari Jakarta Selatan <\/a><\/p>\n\n\n\n
<\/p>\n\n\n\n
<\/p>\n\n\n\n
<\/p>\n\n\n\n
<\/p>\n\n\n\n
<\/p>\n\n\n\n
<\/p>\n\n\n\n
<\/p>\n","post_title":"Iklan Djarum 76 dan Goyangan Sekretaris Cantik yang Tengah Naik Daun","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"iklan-djarum-76-dan-goyangan-sekretaris-cantik-yang-tengah-naik-daun","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-04-28 10:13:56","post_modified_gmt":"2019-04-28 03:13:56","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5665","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":41},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"epic_block_3"};
<\/p>\n\n\n\n
Gofar Hilman, Perokok Keren dari Jakarta Selatan <\/a><\/p>\n\n\n\n
<\/p>\n\n\n\n
<\/p>\n\n\n\n
<\/p>\n\n\n\n
<\/p>\n\n\n\n
<\/p>\n\n\n\n
<\/p>\n\n\n\n
<\/p>\n","post_title":"Iklan Djarum 76 dan Goyangan Sekretaris Cantik yang Tengah Naik Daun","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"iklan-djarum-76-dan-goyangan-sekretaris-cantik-yang-tengah-naik-daun","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-04-28 10:13:56","post_modified_gmt":"2019-04-28 03:13:56","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5665","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":41},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"epic_block_3"};
<\/p>\n\n\n\n
Gofar Hilman, Perokok Keren dari Jakarta Selatan <\/a><\/p>\n\n\n\n
<\/p>\n\n\n\n
<\/p>\n\n\n\n
<\/p>\n\n\n\n
<\/p>\n\n\n\n
<\/p>\n\n\n\n
<\/p>\n\n\n\n
<\/p>\n","post_title":"Iklan Djarum 76 dan Goyangan Sekretaris Cantik yang Tengah Naik Daun","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"iklan-djarum-76-dan-goyangan-sekretaris-cantik-yang-tengah-naik-daun","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-04-28 10:13:56","post_modified_gmt":"2019-04-28 03:13:56","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5665","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":41},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"epic_block_3"};Teks yang menerangkan itu tertulis:<\/h2>\r\n\r\n\r\n\r\n
<\/p>\n\n\n\n
Gofar Hilman, Perokok Keren dari Jakarta Selatan <\/a><\/p>\n\n\n\n
<\/p>\n\n\n\n
<\/p>\n\n\n\n
<\/p>\n\n\n\n
<\/p>\n\n\n\n
<\/p>\n\n\n\n
<\/p>\n\n\n\n
<\/p>\n","post_title":"Iklan Djarum 76 dan Goyangan Sekretaris Cantik yang Tengah Naik Daun","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"iklan-djarum-76-dan-goyangan-sekretaris-cantik-yang-tengah-naik-daun","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-04-28 10:13:56","post_modified_gmt":"2019-04-28 03:13:56","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5665","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":41},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"epic_block_3"};Teks yang menerangkan itu tertulis:<\/h2>\r\n\r\n\r\n\r\n
<\/p>\n\n\n\n
Gofar Hilman, Perokok Keren dari Jakarta Selatan <\/a><\/p>\n\n\n\n
<\/p>\n\n\n\n
<\/p>\n\n\n\n
<\/p>\n\n\n\n
<\/p>\n\n\n\n
<\/p>\n\n\n\n
<\/p>\n\n\n\n
<\/p>\n","post_title":"Iklan Djarum 76 dan Goyangan Sekretaris Cantik yang Tengah Naik Daun","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"iklan-djarum-76-dan-goyangan-sekretaris-cantik-yang-tengah-naik-daun","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-04-28 10:13:56","post_modified_gmt":"2019-04-28 03:13:56","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5665","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":41},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"epic_block_3"};Teks yang menerangkan itu tertulis:<\/h2>\r\n\r\n\r\n\r\n
<\/p>\n\n\n\n
Gofar Hilman, Perokok Keren dari Jakarta Selatan <\/a><\/p>\n\n\n\n
<\/p>\n\n\n\n
<\/p>\n\n\n\n
<\/p>\n\n\n\n
<\/p>\n\n\n\n
<\/p>\n\n\n\n
<\/p>\n\n\n\n
<\/p>\n","post_title":"Iklan Djarum 76 dan Goyangan Sekretaris Cantik yang Tengah Naik Daun","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"iklan-djarum-76-dan-goyangan-sekretaris-cantik-yang-tengah-naik-daun","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-04-28 10:13:56","post_modified_gmt":"2019-04-28 03:13:56","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5665","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":41},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"epic_block_3"};Teks yang menerangkan itu tertulis:<\/h2>\r\n\r\n\r\n\r\n
<\/p>\n\n\n\n
Gofar Hilman, Perokok Keren dari Jakarta Selatan <\/a><\/p>\n\n\n\n
<\/p>\n\n\n\n
<\/p>\n\n\n\n
<\/p>\n\n\n\n
<\/p>\n\n\n\n
<\/p>\n\n\n\n
<\/p>\n\n\n\n
<\/p>\n","post_title":"Iklan Djarum 76 dan Goyangan Sekretaris Cantik yang Tengah Naik Daun","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"iklan-djarum-76-dan-goyangan-sekretaris-cantik-yang-tengah-naik-daun","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-04-28 10:13:56","post_modified_gmt":"2019-04-28 03:13:56","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5665","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":41},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"epic_block_3"};Teks yang menerangkan itu tertulis:<\/h2>\r\n\r\n\r\n\r\n
<\/p>\n\n\n\n
Gofar Hilman, Perokok Keren dari Jakarta Selatan <\/a><\/p>\n\n\n\n
<\/p>\n\n\n\n
<\/p>\n\n\n\n
<\/p>\n\n\n\n
<\/p>\n\n\n\n
<\/p>\n\n\n\n
<\/p>\n\n\n\n
<\/p>\n","post_title":"Iklan Djarum 76 dan Goyangan Sekretaris Cantik yang Tengah Naik Daun","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"iklan-djarum-76-dan-goyangan-sekretaris-cantik-yang-tengah-naik-daun","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-04-28 10:13:56","post_modified_gmt":"2019-04-28 03:13:56","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5665","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":41},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"epic_block_3"};Teks yang menerangkan itu tertulis:<\/h2>\r\n\r\n\r\n\r\n
<\/p>\n\n\n\n
Gofar Hilman, Perokok Keren dari Jakarta Selatan <\/a><\/p>\n\n\n\n
<\/p>\n\n\n\n
<\/p>\n\n\n\n
<\/p>\n\n\n\n
<\/p>\n\n\n\n
<\/p>\n\n\n\n
<\/p>\n\n\n\n
<\/p>\n","post_title":"Iklan Djarum 76 dan Goyangan Sekretaris Cantik yang Tengah Naik Daun","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"iklan-djarum-76-dan-goyangan-sekretaris-cantik-yang-tengah-naik-daun","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-04-28 10:13:56","post_modified_gmt":"2019-04-28 03:13:56","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5665","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":41},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"epic_block_3"};Teks yang menerangkan itu tertulis:<\/h2>\r\n\r\n\r\n\r\n
<\/p>\n\n\n\n
Gofar Hilman, Perokok Keren dari Jakarta Selatan <\/a><\/p>\n\n\n\n
<\/p>\n\n\n\n
<\/p>\n\n\n\n
<\/p>\n\n\n\n
<\/p>\n\n\n\n
<\/p>\n\n\n\n
<\/p>\n\n\n\n
<\/p>\n","post_title":"Iklan Djarum 76 dan Goyangan Sekretaris Cantik yang Tengah Naik Daun","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"iklan-djarum-76-dan-goyangan-sekretaris-cantik-yang-tengah-naik-daun","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-04-28 10:13:56","post_modified_gmt":"2019-04-28 03:13:56","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5665","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":41},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"epic_block_3"};Teks yang menerangkan itu tertulis:<\/h2>\r\n\r\n\r\n\r\n
<\/p>\n\n\n\n
Gofar Hilman, Perokok Keren dari Jakarta Selatan <\/a><\/p>\n\n\n\n
<\/p>\n\n\n\n
<\/p>\n\n\n\n
<\/p>\n\n\n\n
<\/p>\n\n\n\n
<\/p>\n\n\n\n
<\/p>\n\n\n\n
<\/p>\n","post_title":"Iklan Djarum 76 dan Goyangan Sekretaris Cantik yang Tengah Naik Daun","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"iklan-djarum-76-dan-goyangan-sekretaris-cantik-yang-tengah-naik-daun","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-04-28 10:13:56","post_modified_gmt":"2019-04-28 03:13:56","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5665","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":41},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"epic_block_3"};Teks yang menerangkan itu tertulis:<\/h2>\r\n\r\n\r\n\r\n
<\/p>\n\n\n\n
Gofar Hilman, Perokok Keren dari Jakarta Selatan <\/a><\/p>\n\n\n\n
<\/p>\n\n\n\n
<\/p>\n\n\n\n
<\/p>\n\n\n\n
<\/p>\n\n\n\n
<\/p>\n\n\n\n
<\/p>\n\n\n\n
<\/p>\n","post_title":"Iklan Djarum 76 dan Goyangan Sekretaris Cantik yang Tengah Naik Daun","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"iklan-djarum-76-dan-goyangan-sekretaris-cantik-yang-tengah-naik-daun","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-04-28 10:13:56","post_modified_gmt":"2019-04-28 03:13:56","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5665","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":41},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"epic_block_3"};