Selain digunakan untuk\u00a0memasak dan pengobatan, beberapa di antaranya mengatakan kalau cengkeh\u00a0dapat\u00a0 membawa\u00a0 keberuntungan\u00a0 ke\u00a0 rumah\u00a0 seseorang,\u00a0 menghentikan\u00a0 gosip\u00a0yang\u00a0 sedang menerpa,\u00a0 dan mempererat\u00a0 ikatan\u00a0 persahabatan.\u00a0 Yang\u00a0 terakhir\u00a0ini mungkin benar, mengingat betapa seringnya terjadi komunikasi antara dua\u00a0orang atau lebih setelah salah satunya berkata, \u201cRokok, Mas?\u201d
Dengan\u00a0 segala\u00a0 yang\u00a0 terkandung\u00a0 di\u00a0 dalamnya\u00a0 rasanya\u00a0 tidak\u00a0 salah\u00a0 jika\u00a0
kretek menjadi pelengkap ritual personal banyak orang, baik laki-laki maupun\u00a0perempuan. Dengan begitu, kretek melampaui batasan gender dan bidang-bidang\u00a0pekerjaan\u2014sungguh\u00a0 sesuatu yang universal. Yang muda dan yang\u00a0 tua punya\u00a0caranya sendiri dalam menikmati rokok kretek dan bahkan menyematkannya\u00a0ritual personal yang menunjukkan tingkat kreativitas. Dengan kecenderungan\u00a0habis\u00a0 lebih\u00a0 lama dibanding rokok putih, kretek memberi\u00a0 lebih banyak waktu bagi\u00a0 perokok\u00a0 berdialog\u00a0 dengan\u00a0 dirinya\u00a0 sendiri.\u00a0 Meski\u00a0 banyak\u00a0 orang\u00a0 yang\u00a0
bukan perokok bilang, kalau merokok\u00a0 sambil bengong atau ngobrol\u00a0 saja\u00a0 itu\u00a0buang-buang waktu\u2014time is money, dude!\u00a0
Ya, di satu sisi waktu memang uang. Tapi di sisi\u00a0 lain, ada hal-hal yang\u00a0
tidak\u00a0 bisa\u00a0 dibeli\u00a0 dengan\u00a0 uang.\u00a0 Seperti\u00a0 misalnya\u00a0 uang\u00a0 tidak\u00a0 bisa\u00a0 membeli\u00a0rasa\u00a0 kebersamaan\u00a0 yang\u00a0 tercipta\u00a0 antara\u00a0 dua\u00a0 orang\u00a0 atau\u00a0 lebih\u00a0 karena mereka\u00a0merokok kretek yang sama. Atau kedamaian dan ketenangan yang ditimbulkan\u00a0dari\u00a0 kretek\u00a0 bagi\u00a0 seseorang\u00a0 yang\u00a0 sedang\u00a0 merenungi\u00a0 pertengkaran\u00a0 yang\u00a0meluluhlantakkan\u00a0 harinya. Hal hal\u00a0 seperti\u00a0 itu\u00a0 jelas\u00a0 tidak\u00a0 bisa\u00a0 dibandingkan\u00a0dengan\u00a0 harga\u00a0 sebungkus\u00a0 kretek.\u00a0 Abstrak\u00a0 memang.\u00a0 Tapi,\u00a0 begitulah\u00a0 adanya\u00a0pengalaman\u00a0 rasa.\u00a0 Ia\u00a0 tidak bisa ditampilkan dalam bentuk yang nyata\u00a0 saking\u00a0lenturnya. Dan di antara pengalaman-pengalaman rasa tersebut terselip kretek\u00a0 di bibir banyak orang.
Banyak\u00a0 orang\u00a0 yang merokok\u00a0 ala\u00a0 kadarnya.\u00a0 Tapi,\u00a0 tidak\u00a0 sedikit\u00a0 orang-
orang\u00a0 yang\u00a0 memiliki\u00a0 ikatan\u00a0 batin\u00a0 dengan\u00a0 kretek\u00a0 selain Mama\u00a0 Tua, Willy,\u00a0kawan-kawan seniman, dan Bu Nonce. Membayangkan betapa sebatang kretek\u00a0menjadi\u00a0 teman dalam perhentian di antara perjalanan, berendam di mata air\u00a0panas alami atau sekedar duduk di ruang tamu bersama salah satu novel Anais\u00a0Nin saat hujan, adalah momen-momen seksi. Yang mengajak untuk melupakan\u00a0sejenak\u00a0 permasalahan\u00a0 dunia\u00a0 yang\u00a0 semakin\u00a0 aneh-aneh\u00a0 saja,\u00a0 tetapi\u00a0 kemudian\u00a0mampu\u00a0 mengajak\u00a0 untuk\u00a0 menyelami\u00a0 diri\u00a0 sendiri\u00a0 sampai\u00a0 ke\u00a0 bagian-bagian\u00a0tergelapnya.\u00a0
Beberapa\u00a0 kisah\u00a0 di\u00a0 atas memang\u00a0 bukan\u00a0 kisah-kisah\u00a0 bombastis. Hanya\u00a0
kisah-kisah\u00a0 sederhana\u00a0 dari\u00a0 keseharian\u00a0 berikut\u00a0 perasasan-perasaan\u00a0 yang\u00a0menyertainya.\u00a0 Tapi\u00a0 justru,\u00a0 menyelami\u00a0 kenangan\u00a0 tentang\u00a0 kretek,\u00a0 kerabat-kerabat, petani, klobot, dan ladang; adalah proses pengenalan kembali terhadap\u00a0Indonesia,\u00a0 dan\u00a0 bagaimana\u00a0 saya\u00a0 berupaya\u00a0 mencintai\u00a0 negeri\u00a0 berikut\u00a0 sesama\u00a0makhluk ciptaan yang kuasa melalui sudut-sudutnya yang terabaikan.<\/p>\n\n\n\n
<\/p>\n","post_title":"Mereka yang Mencintai Kretek","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"mereka-yang-mencintai-kretek","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-03-03 09:37:45","post_modified_gmt":"2019-03-03 02:37:45","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5504","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":44},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"epic_block_3"};
Mengingat bagaimana orang-orang tua di desa melinting tembakau, saya\u00a0
teringat perbincangan dengan salah satu teman. Dalam perbincangan tersebut,\u00a0kami bersepakat kalau orang-orang yang melinting dengan penghayatan penuh\u00a0adalah\u00a0 seorang\u00a0 alkemis. Mereka\u00a0 tidak\u00a0 sekedar menikmati\u00a0 tembakau,\u00a0 tetapi\u00a0juga\u00a0 sedang\u00a0 melakukan\u00a0 proses\u00a0 pemurnian\u00a0 diri\u00a0 layaknya\u00a0 orang\u00a0 mandi.\u00a0 Jika\u00a0mandi membersihkan permukaan raga, maka asap yang tersesap membersihkan\u00a0dada\u2014sarang bagi perasaan-perasaan\u2014melalui api yang memberi nyawa pada\u00a0sebatang kretek.\u00a0
Dalam perbincangan itu saya teringat salah satu guru SD (sekolah dasar)\u00a0
saya.\u00a0 Bu\u00a0 Nonce\u00a0 namanya.\u00a0 Kabar\u00a0 terakhir\u00a0 tentangnya\u00a0 sungguh\u00a0 tidak\u00a0 enak\u00a0didengar. Orang-orang bilang Bu Nonce stres, baru bercerai dengan suaminya\u00a0yang selingkuh. Lantas kini dia jadi asosial dan perokok berat. Ibu saya cerita\u00a0pula kalau teman-teman sesama guru malas untuk mendekatinya karena ia kini\u00a0perokok berat Djarum Super.\u00a0
Saat mendapat\u00a0 berita\u00a0 ini\u00a0 saya\u00a0 tidak\u00a0 terlalu\u00a0 ambil\u00a0 pusing\u00a0 dengan\u00a0 kisah\u00a0
Bu\u00a0 Nonce.\u00a0 Tapi\u00a0 belakangan\u00a0 saya\u00a0 jadi\u00a0 memikirkan\u00a0 Bu\u00a0 Nonce.\u00a0 Sepanjang\u00a0ingatan saya ia tampak sebagai sosok perempuan yang punya pendirian. Lantas\u00a0hubungannya\u00a0 dengan\u00a0 rokok,\u00a0 semestinya\u00a0 tidak\u00a0 serta-merta membuat\u00a0 teman-temannya menjauh darinya. Toh, mereka tidak berada dalam sepatu Bu Nonce.\u00a0Mereka tidak tahu pikiran dan perasaan-perasaan seperti apa yang berkecamuk\u00a0dalam diri Bu Nonce. Maka semestinya tidak ada satu orang pun yang berhak\u00a0menghakimi Bu Nonce. Tapi mungkin, Bu Nonce pun sudah tidak ambil pusing lagi dengan kelakuan suaminya atau teman-teman yang menjauhinya. Mungkin,\u00a0Bu Nonce\u00a0 sudah mati\u00a0 rasa\u00a0 terhadap\u00a0 dunia\u00a0 dan\u00a0 di\u00a0 saat-saat\u00a0 seperti\u00a0 itu,\u00a0 bisa\u00a0jadi sebungkus Djarum Super menyelamatkan pikirannya tetap jernih bertahan\u00a0pada kesadaran bahwa ia bisa bertahan dan tidak kehilangan dirinya sendiri.\u00a0
Lantas, apa yang membuat kretek menjadi begitu magis? Entah karena\u00a0
tembakau, cengkeh, atau paduan keduanya, semua orang punya pendapat dan\u00a0imajinasinya masing-masing. Tapi kapan-kapan silakan coba memasukkan kata\u00a0kunci \u201cthe magic of\u00a0 cloves\u201d di mesin pencari, maka akan ada banyak\u00a0 sekali\u00a0website yang memaparkan kekuatan magis\u00a0 cengkeh.<\/p>\n\n\n\n
Selain digunakan untuk\u00a0memasak dan pengobatan, beberapa di antaranya mengatakan kalau cengkeh\u00a0dapat\u00a0 membawa\u00a0 keberuntungan\u00a0 ke\u00a0 rumah\u00a0 seseorang,\u00a0 menghentikan\u00a0 gosip\u00a0yang\u00a0 sedang menerpa,\u00a0 dan mempererat\u00a0 ikatan\u00a0 persahabatan.\u00a0 Yang\u00a0 terakhir\u00a0ini mungkin benar, mengingat betapa seringnya terjadi komunikasi antara dua\u00a0orang atau lebih setelah salah satunya berkata, \u201cRokok, Mas?\u201d
Dengan\u00a0 segala\u00a0 yang\u00a0 terkandung\u00a0 di\u00a0 dalamnya\u00a0 rasanya\u00a0 tidak\u00a0 salah\u00a0 jika\u00a0
kretek menjadi pelengkap ritual personal banyak orang, baik laki-laki maupun\u00a0perempuan. Dengan begitu, kretek melampaui batasan gender dan bidang-bidang\u00a0pekerjaan\u2014sungguh\u00a0 sesuatu yang universal. Yang muda dan yang\u00a0 tua punya\u00a0caranya sendiri dalam menikmati rokok kretek dan bahkan menyematkannya\u00a0ritual personal yang menunjukkan tingkat kreativitas. Dengan kecenderungan\u00a0habis\u00a0 lebih\u00a0 lama dibanding rokok putih, kretek memberi\u00a0 lebih banyak waktu bagi\u00a0 perokok\u00a0 berdialog\u00a0 dengan\u00a0 dirinya\u00a0 sendiri.\u00a0 Meski\u00a0 banyak\u00a0 orang\u00a0 yang\u00a0
bukan perokok bilang, kalau merokok\u00a0 sambil bengong atau ngobrol\u00a0 saja\u00a0 itu\u00a0buang-buang waktu\u2014time is money, dude!\u00a0
Ya, di satu sisi waktu memang uang. Tapi di sisi\u00a0 lain, ada hal-hal yang\u00a0
tidak\u00a0 bisa\u00a0 dibeli\u00a0 dengan\u00a0 uang.\u00a0 Seperti\u00a0 misalnya\u00a0 uang\u00a0 tidak\u00a0 bisa\u00a0 membeli\u00a0rasa\u00a0 kebersamaan\u00a0 yang\u00a0 tercipta\u00a0 antara\u00a0 dua\u00a0 orang\u00a0 atau\u00a0 lebih\u00a0 karena mereka\u00a0merokok kretek yang sama. Atau kedamaian dan ketenangan yang ditimbulkan\u00a0dari\u00a0 kretek\u00a0 bagi\u00a0 seseorang\u00a0 yang\u00a0 sedang\u00a0 merenungi\u00a0 pertengkaran\u00a0 yang\u00a0meluluhlantakkan\u00a0 harinya. Hal hal\u00a0 seperti\u00a0 itu\u00a0 jelas\u00a0 tidak\u00a0 bisa\u00a0 dibandingkan\u00a0dengan\u00a0 harga\u00a0 sebungkus\u00a0 kretek.\u00a0 Abstrak\u00a0 memang.\u00a0 Tapi,\u00a0 begitulah\u00a0 adanya\u00a0pengalaman\u00a0 rasa.\u00a0 Ia\u00a0 tidak bisa ditampilkan dalam bentuk yang nyata\u00a0 saking\u00a0lenturnya. Dan di antara pengalaman-pengalaman rasa tersebut terselip kretek\u00a0 di bibir banyak orang.
Banyak\u00a0 orang\u00a0 yang merokok\u00a0 ala\u00a0 kadarnya.\u00a0 Tapi,\u00a0 tidak\u00a0 sedikit\u00a0 orang-
orang\u00a0 yang\u00a0 memiliki\u00a0 ikatan\u00a0 batin\u00a0 dengan\u00a0 kretek\u00a0 selain Mama\u00a0 Tua, Willy,\u00a0kawan-kawan seniman, dan Bu Nonce. Membayangkan betapa sebatang kretek\u00a0menjadi\u00a0 teman dalam perhentian di antara perjalanan, berendam di mata air\u00a0panas alami atau sekedar duduk di ruang tamu bersama salah satu novel Anais\u00a0Nin saat hujan, adalah momen-momen seksi. Yang mengajak untuk melupakan\u00a0sejenak\u00a0 permasalahan\u00a0 dunia\u00a0 yang\u00a0 semakin\u00a0 aneh-aneh\u00a0 saja,\u00a0 tetapi\u00a0 kemudian\u00a0mampu\u00a0 mengajak\u00a0 untuk\u00a0 menyelami\u00a0 diri\u00a0 sendiri\u00a0 sampai\u00a0 ke\u00a0 bagian-bagian\u00a0tergelapnya.\u00a0
Beberapa\u00a0 kisah\u00a0 di\u00a0 atas memang\u00a0 bukan\u00a0 kisah-kisah\u00a0 bombastis. Hanya\u00a0
kisah-kisah\u00a0 sederhana\u00a0 dari\u00a0 keseharian\u00a0 berikut\u00a0 perasasan-perasaan\u00a0 yang\u00a0menyertainya.\u00a0 Tapi\u00a0 justru,\u00a0 menyelami\u00a0 kenangan\u00a0 tentang\u00a0 kretek,\u00a0 kerabat-kerabat, petani, klobot, dan ladang; adalah proses pengenalan kembali terhadap\u00a0Indonesia,\u00a0 dan\u00a0 bagaimana\u00a0 saya\u00a0 berupaya\u00a0 mencintai\u00a0 negeri\u00a0 berikut\u00a0 sesama\u00a0makhluk ciptaan yang kuasa melalui sudut-sudutnya yang terabaikan.<\/p>\n\n\n\n
<\/p>\n","post_title":"Mereka yang Mencintai Kretek","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"mereka-yang-mencintai-kretek","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-03-03 09:37:45","post_modified_gmt":"2019-03-03 02:37:45","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5504","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":44},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"epic_block_3"};
Lain si paman, lain juga petani-petani yang\nbiasanya saya temui ketika
\nmblasuk ke desa-desa. Dan sebetulnya ini bukan\npemandangan asing bagi yang menyadari. Kalau pada waktu-waktu \nistirahat makan siang atau pulang dari sawah dan ladang akan\nbanyak terlihat petani menikmati kretek atau klobot yang tersemat di\nbibir mereka\u2014tidak akan ada pemandangan petani menikmati rokok putih dan\nsaya bersyukur atas ketidakadaan tersebut. Lebih-lebihkalau jalanjalan \ndi seputar Wonosobo, Banjarnegara, sampai \nDieng. Rasanya menggetarkan sekalimencium aroma \nkemenyan di udara dari klobot petani yang \nsedang berjalan pulang atau nongkrong di \npinggir jalan. Memandangi hijau perbukitan dan \nsawah, mendengarkan sayup-sayup jeram dari \nSerayu, ditambah aroma kemenyan yang tipis di udara adalah pengalaman yang\nsangat sulit dilupakan sekaligus didapatkan.<\/p>\n\n\n\n
Mengingat bagaimana orang-orang tua di desa melinting tembakau, saya\u00a0
teringat perbincangan dengan salah satu teman. Dalam perbincangan tersebut,\u00a0kami bersepakat kalau orang-orang yang melinting dengan penghayatan penuh\u00a0adalah\u00a0 seorang\u00a0 alkemis. Mereka\u00a0 tidak\u00a0 sekedar menikmati\u00a0 tembakau,\u00a0 tetapi\u00a0juga\u00a0 sedang\u00a0 melakukan\u00a0 proses\u00a0 pemurnian\u00a0 diri\u00a0 layaknya\u00a0 orang\u00a0 mandi.\u00a0 Jika\u00a0mandi membersihkan permukaan raga, maka asap yang tersesap membersihkan\u00a0dada\u2014sarang bagi perasaan-perasaan\u2014melalui api yang memberi nyawa pada\u00a0sebatang kretek.\u00a0
Dalam perbincangan itu saya teringat salah satu guru SD (sekolah dasar)\u00a0
saya.\u00a0 Bu\u00a0 Nonce\u00a0 namanya.\u00a0 Kabar\u00a0 terakhir\u00a0 tentangnya\u00a0 sungguh\u00a0 tidak\u00a0 enak\u00a0didengar. Orang-orang bilang Bu Nonce stres, baru bercerai dengan suaminya\u00a0yang selingkuh. Lantas kini dia jadi asosial dan perokok berat. Ibu saya cerita\u00a0pula kalau teman-teman sesama guru malas untuk mendekatinya karena ia kini\u00a0perokok berat Djarum Super.\u00a0
Saat mendapat\u00a0 berita\u00a0 ini\u00a0 saya\u00a0 tidak\u00a0 terlalu\u00a0 ambil\u00a0 pusing\u00a0 dengan\u00a0 kisah\u00a0
Bu\u00a0 Nonce.\u00a0 Tapi\u00a0 belakangan\u00a0 saya\u00a0 jadi\u00a0 memikirkan\u00a0 Bu\u00a0 Nonce.\u00a0 Sepanjang\u00a0ingatan saya ia tampak sebagai sosok perempuan yang punya pendirian. Lantas\u00a0hubungannya\u00a0 dengan\u00a0 rokok,\u00a0 semestinya\u00a0 tidak\u00a0 serta-merta membuat\u00a0 teman-temannya menjauh darinya. Toh, mereka tidak berada dalam sepatu Bu Nonce.\u00a0Mereka tidak tahu pikiran dan perasaan-perasaan seperti apa yang berkecamuk\u00a0dalam diri Bu Nonce. Maka semestinya tidak ada satu orang pun yang berhak\u00a0menghakimi Bu Nonce. Tapi mungkin, Bu Nonce pun sudah tidak ambil pusing lagi dengan kelakuan suaminya atau teman-teman yang menjauhinya. Mungkin,\u00a0Bu Nonce\u00a0 sudah mati\u00a0 rasa\u00a0 terhadap\u00a0 dunia\u00a0 dan\u00a0 di\u00a0 saat-saat\u00a0 seperti\u00a0 itu,\u00a0 bisa\u00a0jadi sebungkus Djarum Super menyelamatkan pikirannya tetap jernih bertahan\u00a0pada kesadaran bahwa ia bisa bertahan dan tidak kehilangan dirinya sendiri.\u00a0
Lantas, apa yang membuat kretek menjadi begitu magis? Entah karena\u00a0
tembakau, cengkeh, atau paduan keduanya, semua orang punya pendapat dan\u00a0imajinasinya masing-masing. Tapi kapan-kapan silakan coba memasukkan kata\u00a0kunci \u201cthe magic of\u00a0 cloves\u201d di mesin pencari, maka akan ada banyak\u00a0 sekali\u00a0website yang memaparkan kekuatan magis\u00a0 cengkeh.<\/p>\n\n\n\n
Selain digunakan untuk\u00a0memasak dan pengobatan, beberapa di antaranya mengatakan kalau cengkeh\u00a0dapat\u00a0 membawa\u00a0 keberuntungan\u00a0 ke\u00a0 rumah\u00a0 seseorang,\u00a0 menghentikan\u00a0 gosip\u00a0yang\u00a0 sedang menerpa,\u00a0 dan mempererat\u00a0 ikatan\u00a0 persahabatan.\u00a0 Yang\u00a0 terakhir\u00a0ini mungkin benar, mengingat betapa seringnya terjadi komunikasi antara dua\u00a0orang atau lebih setelah salah satunya berkata, \u201cRokok, Mas?\u201d
Dengan\u00a0 segala\u00a0 yang\u00a0 terkandung\u00a0 di\u00a0 dalamnya\u00a0 rasanya\u00a0 tidak\u00a0 salah\u00a0 jika\u00a0
kretek menjadi pelengkap ritual personal banyak orang, baik laki-laki maupun\u00a0perempuan. Dengan begitu, kretek melampaui batasan gender dan bidang-bidang\u00a0pekerjaan\u2014sungguh\u00a0 sesuatu yang universal. Yang muda dan yang\u00a0 tua punya\u00a0caranya sendiri dalam menikmati rokok kretek dan bahkan menyematkannya\u00a0ritual personal yang menunjukkan tingkat kreativitas. Dengan kecenderungan\u00a0habis\u00a0 lebih\u00a0 lama dibanding rokok putih, kretek memberi\u00a0 lebih banyak waktu bagi\u00a0 perokok\u00a0 berdialog\u00a0 dengan\u00a0 dirinya\u00a0 sendiri.\u00a0 Meski\u00a0 banyak\u00a0 orang\u00a0 yang\u00a0
bukan perokok bilang, kalau merokok\u00a0 sambil bengong atau ngobrol\u00a0 saja\u00a0 itu\u00a0buang-buang waktu\u2014time is money, dude!\u00a0
Ya, di satu sisi waktu memang uang. Tapi di sisi\u00a0 lain, ada hal-hal yang\u00a0
tidak\u00a0 bisa\u00a0 dibeli\u00a0 dengan\u00a0 uang.\u00a0 Seperti\u00a0 misalnya\u00a0 uang\u00a0 tidak\u00a0 bisa\u00a0 membeli\u00a0rasa\u00a0 kebersamaan\u00a0 yang\u00a0 tercipta\u00a0 antara\u00a0 dua\u00a0 orang\u00a0 atau\u00a0 lebih\u00a0 karena mereka\u00a0merokok kretek yang sama. Atau kedamaian dan ketenangan yang ditimbulkan\u00a0dari\u00a0 kretek\u00a0 bagi\u00a0 seseorang\u00a0 yang\u00a0 sedang\u00a0 merenungi\u00a0 pertengkaran\u00a0 yang\u00a0meluluhlantakkan\u00a0 harinya. Hal hal\u00a0 seperti\u00a0 itu\u00a0 jelas\u00a0 tidak\u00a0 bisa\u00a0 dibandingkan\u00a0dengan\u00a0 harga\u00a0 sebungkus\u00a0 kretek.\u00a0 Abstrak\u00a0 memang.\u00a0 Tapi,\u00a0 begitulah\u00a0 adanya\u00a0pengalaman\u00a0 rasa.\u00a0 Ia\u00a0 tidak bisa ditampilkan dalam bentuk yang nyata\u00a0 saking\u00a0lenturnya. Dan di antara pengalaman-pengalaman rasa tersebut terselip kretek\u00a0 di bibir banyak orang.
Banyak\u00a0 orang\u00a0 yang merokok\u00a0 ala\u00a0 kadarnya.\u00a0 Tapi,\u00a0 tidak\u00a0 sedikit\u00a0 orang-
orang\u00a0 yang\u00a0 memiliki\u00a0 ikatan\u00a0 batin\u00a0 dengan\u00a0 kretek\u00a0 selain Mama\u00a0 Tua, Willy,\u00a0kawan-kawan seniman, dan Bu Nonce. Membayangkan betapa sebatang kretek\u00a0menjadi\u00a0 teman dalam perhentian di antara perjalanan, berendam di mata air\u00a0panas alami atau sekedar duduk di ruang tamu bersama salah satu novel Anais\u00a0Nin saat hujan, adalah momen-momen seksi. Yang mengajak untuk melupakan\u00a0sejenak\u00a0 permasalahan\u00a0 dunia\u00a0 yang\u00a0 semakin\u00a0 aneh-aneh\u00a0 saja,\u00a0 tetapi\u00a0 kemudian\u00a0mampu\u00a0 mengajak\u00a0 untuk\u00a0 menyelami\u00a0 diri\u00a0 sendiri\u00a0 sampai\u00a0 ke\u00a0 bagian-bagian\u00a0tergelapnya.\u00a0
Beberapa\u00a0 kisah\u00a0 di\u00a0 atas memang\u00a0 bukan\u00a0 kisah-kisah\u00a0 bombastis. Hanya\u00a0
kisah-kisah\u00a0 sederhana\u00a0 dari\u00a0 keseharian\u00a0 berikut\u00a0 perasasan-perasaan\u00a0 yang\u00a0menyertainya.\u00a0 Tapi\u00a0 justru,\u00a0 menyelami\u00a0 kenangan\u00a0 tentang\u00a0 kretek,\u00a0 kerabat-kerabat, petani, klobot, dan ladang; adalah proses pengenalan kembali terhadap\u00a0Indonesia,\u00a0 dan\u00a0 bagaimana\u00a0 saya\u00a0 berupaya\u00a0 mencintai\u00a0 negeri\u00a0 berikut\u00a0 sesama\u00a0makhluk ciptaan yang kuasa melalui sudut-sudutnya yang terabaikan.<\/p>\n\n\n\n
<\/p>\n","post_title":"Mereka yang Mencintai Kretek","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"mereka-yang-mencintai-kretek","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-03-03 09:37:45","post_modified_gmt":"2019-03-03 02:37:45","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5504","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":44},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"epic_block_3"};
Sebuah contoh datang dari paman \nyang tinggal di sebuah desa dekat
\nBorobudur. Setiap pagi ia punya ritual untuk\nbersepeda berkeliling desa sehabis mandi. \u201cMau tengok Merapi atau\nmengeringkan rambut,\u201d katanya setiap ada orang bertanya hendak kemana ia\npergi dengan onthel kesayangannya. Ritual itu kemudian dilanjutkannya\ndengan menjerang air panas dan menyeduh kopi instan untuk ia bawa ke ruang\ntamu dan di kursi dekat jendela ia akan duduk, menikmati sinar matahari\nyang jatuh di punggungnya. Kemudian ia akan mulai melinting tembakau\nMadura dan cengkehnya sambil memperhatikan lukisan yang \nsedang dikerjakannya. Ritualnya ini bisa memakan waktu sampai \nsatu, dua jam, hampir setiap harinya. <\/p>\n\n\n\n
Lain si paman, lain juga petani-petani yang\nbiasanya saya temui ketika
\nmblasuk ke desa-desa. Dan sebetulnya ini bukan\npemandangan asing bagi yang menyadari. Kalau pada waktu-waktu \nistirahat makan siang atau pulang dari sawah dan ladang akan\nbanyak terlihat petani menikmati kretek atau klobot yang tersemat di\nbibir mereka\u2014tidak akan ada pemandangan petani menikmati rokok putih dan\nsaya bersyukur atas ketidakadaan tersebut. Lebih-lebihkalau jalanjalan \ndi seputar Wonosobo, Banjarnegara, sampai \nDieng. Rasanya menggetarkan sekalimencium aroma \nkemenyan di udara dari klobot petani yang \nsedang berjalan pulang atau nongkrong di \npinggir jalan. Memandangi hijau perbukitan dan \nsawah, mendengarkan sayup-sayup jeram dari \nSerayu, ditambah aroma kemenyan yang tipis di udara adalah pengalaman yang\nsangat sulit dilupakan sekaligus didapatkan.<\/p>\n\n\n\n
Mengingat bagaimana orang-orang tua di desa melinting tembakau, saya\u00a0
teringat perbincangan dengan salah satu teman. Dalam perbincangan tersebut,\u00a0kami bersepakat kalau orang-orang yang melinting dengan penghayatan penuh\u00a0adalah\u00a0 seorang\u00a0 alkemis. Mereka\u00a0 tidak\u00a0 sekedar menikmati\u00a0 tembakau,\u00a0 tetapi\u00a0juga\u00a0 sedang\u00a0 melakukan\u00a0 proses\u00a0 pemurnian\u00a0 diri\u00a0 layaknya\u00a0 orang\u00a0 mandi.\u00a0 Jika\u00a0mandi membersihkan permukaan raga, maka asap yang tersesap membersihkan\u00a0dada\u2014sarang bagi perasaan-perasaan\u2014melalui api yang memberi nyawa pada\u00a0sebatang kretek.\u00a0
Dalam perbincangan itu saya teringat salah satu guru SD (sekolah dasar)\u00a0
saya.\u00a0 Bu\u00a0 Nonce\u00a0 namanya.\u00a0 Kabar\u00a0 terakhir\u00a0 tentangnya\u00a0 sungguh\u00a0 tidak\u00a0 enak\u00a0didengar. Orang-orang bilang Bu Nonce stres, baru bercerai dengan suaminya\u00a0yang selingkuh. Lantas kini dia jadi asosial dan perokok berat. Ibu saya cerita\u00a0pula kalau teman-teman sesama guru malas untuk mendekatinya karena ia kini\u00a0perokok berat Djarum Super.\u00a0
Saat mendapat\u00a0 berita\u00a0 ini\u00a0 saya\u00a0 tidak\u00a0 terlalu\u00a0 ambil\u00a0 pusing\u00a0 dengan\u00a0 kisah\u00a0
Bu\u00a0 Nonce.\u00a0 Tapi\u00a0 belakangan\u00a0 saya\u00a0 jadi\u00a0 memikirkan\u00a0 Bu\u00a0 Nonce.\u00a0 Sepanjang\u00a0ingatan saya ia tampak sebagai sosok perempuan yang punya pendirian. Lantas\u00a0hubungannya\u00a0 dengan\u00a0 rokok,\u00a0 semestinya\u00a0 tidak\u00a0 serta-merta membuat\u00a0 teman-temannya menjauh darinya. Toh, mereka tidak berada dalam sepatu Bu Nonce.\u00a0Mereka tidak tahu pikiran dan perasaan-perasaan seperti apa yang berkecamuk\u00a0dalam diri Bu Nonce. Maka semestinya tidak ada satu orang pun yang berhak\u00a0menghakimi Bu Nonce. Tapi mungkin, Bu Nonce pun sudah tidak ambil pusing lagi dengan kelakuan suaminya atau teman-teman yang menjauhinya. Mungkin,\u00a0Bu Nonce\u00a0 sudah mati\u00a0 rasa\u00a0 terhadap\u00a0 dunia\u00a0 dan\u00a0 di\u00a0 saat-saat\u00a0 seperti\u00a0 itu,\u00a0 bisa\u00a0jadi sebungkus Djarum Super menyelamatkan pikirannya tetap jernih bertahan\u00a0pada kesadaran bahwa ia bisa bertahan dan tidak kehilangan dirinya sendiri.\u00a0
Lantas, apa yang membuat kretek menjadi begitu magis? Entah karena\u00a0
tembakau, cengkeh, atau paduan keduanya, semua orang punya pendapat dan\u00a0imajinasinya masing-masing. Tapi kapan-kapan silakan coba memasukkan kata\u00a0kunci \u201cthe magic of\u00a0 cloves\u201d di mesin pencari, maka akan ada banyak\u00a0 sekali\u00a0website yang memaparkan kekuatan magis\u00a0 cengkeh.<\/p>\n\n\n\n
Selain digunakan untuk\u00a0memasak dan pengobatan, beberapa di antaranya mengatakan kalau cengkeh\u00a0dapat\u00a0 membawa\u00a0 keberuntungan\u00a0 ke\u00a0 rumah\u00a0 seseorang,\u00a0 menghentikan\u00a0 gosip\u00a0yang\u00a0 sedang menerpa,\u00a0 dan mempererat\u00a0 ikatan\u00a0 persahabatan.\u00a0 Yang\u00a0 terakhir\u00a0ini mungkin benar, mengingat betapa seringnya terjadi komunikasi antara dua\u00a0orang atau lebih setelah salah satunya berkata, \u201cRokok, Mas?\u201d
Dengan\u00a0 segala\u00a0 yang\u00a0 terkandung\u00a0 di\u00a0 dalamnya\u00a0 rasanya\u00a0 tidak\u00a0 salah\u00a0 jika\u00a0
kretek menjadi pelengkap ritual personal banyak orang, baik laki-laki maupun\u00a0perempuan. Dengan begitu, kretek melampaui batasan gender dan bidang-bidang\u00a0pekerjaan\u2014sungguh\u00a0 sesuatu yang universal. Yang muda dan yang\u00a0 tua punya\u00a0caranya sendiri dalam menikmati rokok kretek dan bahkan menyematkannya\u00a0ritual personal yang menunjukkan tingkat kreativitas. Dengan kecenderungan\u00a0habis\u00a0 lebih\u00a0 lama dibanding rokok putih, kretek memberi\u00a0 lebih banyak waktu bagi\u00a0 perokok\u00a0 berdialog\u00a0 dengan\u00a0 dirinya\u00a0 sendiri.\u00a0 Meski\u00a0 banyak\u00a0 orang\u00a0 yang\u00a0
bukan perokok bilang, kalau merokok\u00a0 sambil bengong atau ngobrol\u00a0 saja\u00a0 itu\u00a0buang-buang waktu\u2014time is money, dude!\u00a0
Ya, di satu sisi waktu memang uang. Tapi di sisi\u00a0 lain, ada hal-hal yang\u00a0
tidak\u00a0 bisa\u00a0 dibeli\u00a0 dengan\u00a0 uang.\u00a0 Seperti\u00a0 misalnya\u00a0 uang\u00a0 tidak\u00a0 bisa\u00a0 membeli\u00a0rasa\u00a0 kebersamaan\u00a0 yang\u00a0 tercipta\u00a0 antara\u00a0 dua\u00a0 orang\u00a0 atau\u00a0 lebih\u00a0 karena mereka\u00a0merokok kretek yang sama. Atau kedamaian dan ketenangan yang ditimbulkan\u00a0dari\u00a0 kretek\u00a0 bagi\u00a0 seseorang\u00a0 yang\u00a0 sedang\u00a0 merenungi\u00a0 pertengkaran\u00a0 yang\u00a0meluluhlantakkan\u00a0 harinya. Hal hal\u00a0 seperti\u00a0 itu\u00a0 jelas\u00a0 tidak\u00a0 bisa\u00a0 dibandingkan\u00a0dengan\u00a0 harga\u00a0 sebungkus\u00a0 kretek.\u00a0 Abstrak\u00a0 memang.\u00a0 Tapi,\u00a0 begitulah\u00a0 adanya\u00a0pengalaman\u00a0 rasa.\u00a0 Ia\u00a0 tidak bisa ditampilkan dalam bentuk yang nyata\u00a0 saking\u00a0lenturnya. Dan di antara pengalaman-pengalaman rasa tersebut terselip kretek\u00a0 di bibir banyak orang.
Banyak\u00a0 orang\u00a0 yang merokok\u00a0 ala\u00a0 kadarnya.\u00a0 Tapi,\u00a0 tidak\u00a0 sedikit\u00a0 orang-
orang\u00a0 yang\u00a0 memiliki\u00a0 ikatan\u00a0 batin\u00a0 dengan\u00a0 kretek\u00a0 selain Mama\u00a0 Tua, Willy,\u00a0kawan-kawan seniman, dan Bu Nonce. Membayangkan betapa sebatang kretek\u00a0menjadi\u00a0 teman dalam perhentian di antara perjalanan, berendam di mata air\u00a0panas alami atau sekedar duduk di ruang tamu bersama salah satu novel Anais\u00a0Nin saat hujan, adalah momen-momen seksi. Yang mengajak untuk melupakan\u00a0sejenak\u00a0 permasalahan\u00a0 dunia\u00a0 yang\u00a0 semakin\u00a0 aneh-aneh\u00a0 saja,\u00a0 tetapi\u00a0 kemudian\u00a0mampu\u00a0 mengajak\u00a0 untuk\u00a0 menyelami\u00a0 diri\u00a0 sendiri\u00a0 sampai\u00a0 ke\u00a0 bagian-bagian\u00a0tergelapnya.\u00a0
Beberapa\u00a0 kisah\u00a0 di\u00a0 atas memang\u00a0 bukan\u00a0 kisah-kisah\u00a0 bombastis. Hanya\u00a0
kisah-kisah\u00a0 sederhana\u00a0 dari\u00a0 keseharian\u00a0 berikut\u00a0 perasasan-perasaan\u00a0 yang\u00a0menyertainya.\u00a0 Tapi\u00a0 justru,\u00a0 menyelami\u00a0 kenangan\u00a0 tentang\u00a0 kretek,\u00a0 kerabat-kerabat, petani, klobot, dan ladang; adalah proses pengenalan kembali terhadap\u00a0Indonesia,\u00a0 dan\u00a0 bagaimana\u00a0 saya\u00a0 berupaya\u00a0 mencintai\u00a0 negeri\u00a0 berikut\u00a0 sesama\u00a0makhluk ciptaan yang kuasa melalui sudut-sudutnya yang terabaikan.<\/p>\n\n\n\n
<\/p>\n","post_title":"Mereka yang Mencintai Kretek","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"mereka-yang-mencintai-kretek","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-03-03 09:37:45","post_modified_gmt":"2019-03-03 02:37:45","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5504","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":44},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"epic_block_3"};
Sementara si seniman beranggapan kalau rokok putih selain tidak enak adalah\u00a0rokok kapitalis. Dan Mama Tua,\u00a0 ia tidak suka rokok putih karena tidak ada\u00a0rasanya. Lagipula, sejak\u00a0 ia kecil, rokok yang dikenalnya adalah rokok kretek\u00a0atau kalau tidak ada rokok nginang bisa jadi pengganti. Tapi, Mama Tua tetap\u00a0milih merokok di masa\u00a0 tuanya daripada nginang. Kenapa? Karena\u00a0 gigi\u00a0 saya\u00a0sudah bagus, kelakar Mama Tua.
***
Berbicara tentang ritual sekilas terkesan religius. Padahal tidak selamanya\u00a0
begitu. Ritual bukan hanya milik agama atau aliran-aliran kepercayaan yang\u00a0melulu mesti dikerjakan berjamaah. Bersembahyang sendiri pun tanpa disadari\u00a0termasuk ritual personal seseorang. Kemudian menyapu halaman di pagi hari,\u00a0mencuci piring, membereskan rumah juga bisa dikatakan sebagai ritual. Maka,\u00a0ritual itu sesungguhnya hak semua orang dan penyelenggaraannya bisa dibuat\u00a0sekreatif mungkin, selama tidak mengganggu atau merepotkan orang lain.\u00a0<\/p>\n\n\n\n
Sebuah contoh datang dari paman \nyang tinggal di sebuah desa dekat
\nBorobudur. Setiap pagi ia punya ritual untuk\nbersepeda berkeliling desa sehabis mandi. \u201cMau tengok Merapi atau\nmengeringkan rambut,\u201d katanya setiap ada orang bertanya hendak kemana ia\npergi dengan onthel kesayangannya. Ritual itu kemudian dilanjutkannya\ndengan menjerang air panas dan menyeduh kopi instan untuk ia bawa ke ruang\ntamu dan di kursi dekat jendela ia akan duduk, menikmati sinar matahari\nyang jatuh di punggungnya. Kemudian ia akan mulai melinting tembakau\nMadura dan cengkehnya sambil memperhatikan lukisan yang \nsedang dikerjakannya. Ritualnya ini bisa memakan waktu sampai \nsatu, dua jam, hampir setiap harinya. <\/p>\n\n\n\n
Lain si paman, lain juga petani-petani yang\nbiasanya saya temui ketika
\nmblasuk ke desa-desa. Dan sebetulnya ini bukan\npemandangan asing bagi yang menyadari. Kalau pada waktu-waktu \nistirahat makan siang atau pulang dari sawah dan ladang akan\nbanyak terlihat petani menikmati kretek atau klobot yang tersemat di\nbibir mereka\u2014tidak akan ada pemandangan petani menikmati rokok putih dan\nsaya bersyukur atas ketidakadaan tersebut. Lebih-lebihkalau jalanjalan \ndi seputar Wonosobo, Banjarnegara, sampai \nDieng. Rasanya menggetarkan sekalimencium aroma \nkemenyan di udara dari klobot petani yang \nsedang berjalan pulang atau nongkrong di \npinggir jalan. Memandangi hijau perbukitan dan \nsawah, mendengarkan sayup-sayup jeram dari \nSerayu, ditambah aroma kemenyan yang tipis di udara adalah pengalaman yang\nsangat sulit dilupakan sekaligus didapatkan.<\/p>\n\n\n\n
Mengingat bagaimana orang-orang tua di desa melinting tembakau, saya\u00a0
teringat perbincangan dengan salah satu teman. Dalam perbincangan tersebut,\u00a0kami bersepakat kalau orang-orang yang melinting dengan penghayatan penuh\u00a0adalah\u00a0 seorang\u00a0 alkemis. Mereka\u00a0 tidak\u00a0 sekedar menikmati\u00a0 tembakau,\u00a0 tetapi\u00a0juga\u00a0 sedang\u00a0 melakukan\u00a0 proses\u00a0 pemurnian\u00a0 diri\u00a0 layaknya\u00a0 orang\u00a0 mandi.\u00a0 Jika\u00a0mandi membersihkan permukaan raga, maka asap yang tersesap membersihkan\u00a0dada\u2014sarang bagi perasaan-perasaan\u2014melalui api yang memberi nyawa pada\u00a0sebatang kretek.\u00a0
Dalam perbincangan itu saya teringat salah satu guru SD (sekolah dasar)\u00a0
saya.\u00a0 Bu\u00a0 Nonce\u00a0 namanya.\u00a0 Kabar\u00a0 terakhir\u00a0 tentangnya\u00a0 sungguh\u00a0 tidak\u00a0 enak\u00a0didengar. Orang-orang bilang Bu Nonce stres, baru bercerai dengan suaminya\u00a0yang selingkuh. Lantas kini dia jadi asosial dan perokok berat. Ibu saya cerita\u00a0pula kalau teman-teman sesama guru malas untuk mendekatinya karena ia kini\u00a0perokok berat Djarum Super.\u00a0
Saat mendapat\u00a0 berita\u00a0 ini\u00a0 saya\u00a0 tidak\u00a0 terlalu\u00a0 ambil\u00a0 pusing\u00a0 dengan\u00a0 kisah\u00a0
Bu\u00a0 Nonce.\u00a0 Tapi\u00a0 belakangan\u00a0 saya\u00a0 jadi\u00a0 memikirkan\u00a0 Bu\u00a0 Nonce.\u00a0 Sepanjang\u00a0ingatan saya ia tampak sebagai sosok perempuan yang punya pendirian. Lantas\u00a0hubungannya\u00a0 dengan\u00a0 rokok,\u00a0 semestinya\u00a0 tidak\u00a0 serta-merta membuat\u00a0 teman-temannya menjauh darinya. Toh, mereka tidak berada dalam sepatu Bu Nonce.\u00a0Mereka tidak tahu pikiran dan perasaan-perasaan seperti apa yang berkecamuk\u00a0dalam diri Bu Nonce. Maka semestinya tidak ada satu orang pun yang berhak\u00a0menghakimi Bu Nonce. Tapi mungkin, Bu Nonce pun sudah tidak ambil pusing lagi dengan kelakuan suaminya atau teman-teman yang menjauhinya. Mungkin,\u00a0Bu Nonce\u00a0 sudah mati\u00a0 rasa\u00a0 terhadap\u00a0 dunia\u00a0 dan\u00a0 di\u00a0 saat-saat\u00a0 seperti\u00a0 itu,\u00a0 bisa\u00a0jadi sebungkus Djarum Super menyelamatkan pikirannya tetap jernih bertahan\u00a0pada kesadaran bahwa ia bisa bertahan dan tidak kehilangan dirinya sendiri.\u00a0
Lantas, apa yang membuat kretek menjadi begitu magis? Entah karena\u00a0
tembakau, cengkeh, atau paduan keduanya, semua orang punya pendapat dan\u00a0imajinasinya masing-masing. Tapi kapan-kapan silakan coba memasukkan kata\u00a0kunci \u201cthe magic of\u00a0 cloves\u201d di mesin pencari, maka akan ada banyak\u00a0 sekali\u00a0website yang memaparkan kekuatan magis\u00a0 cengkeh.<\/p>\n\n\n\n
Selain digunakan untuk\u00a0memasak dan pengobatan, beberapa di antaranya mengatakan kalau cengkeh\u00a0dapat\u00a0 membawa\u00a0 keberuntungan\u00a0 ke\u00a0 rumah\u00a0 seseorang,\u00a0 menghentikan\u00a0 gosip\u00a0yang\u00a0 sedang menerpa,\u00a0 dan mempererat\u00a0 ikatan\u00a0 persahabatan.\u00a0 Yang\u00a0 terakhir\u00a0ini mungkin benar, mengingat betapa seringnya terjadi komunikasi antara dua\u00a0orang atau lebih setelah salah satunya berkata, \u201cRokok, Mas?\u201d
Dengan\u00a0 segala\u00a0 yang\u00a0 terkandung\u00a0 di\u00a0 dalamnya\u00a0 rasanya\u00a0 tidak\u00a0 salah\u00a0 jika\u00a0
kretek menjadi pelengkap ritual personal banyak orang, baik laki-laki maupun\u00a0perempuan. Dengan begitu, kretek melampaui batasan gender dan bidang-bidang\u00a0pekerjaan\u2014sungguh\u00a0 sesuatu yang universal. Yang muda dan yang\u00a0 tua punya\u00a0caranya sendiri dalam menikmati rokok kretek dan bahkan menyematkannya\u00a0ritual personal yang menunjukkan tingkat kreativitas. Dengan kecenderungan\u00a0habis\u00a0 lebih\u00a0 lama dibanding rokok putih, kretek memberi\u00a0 lebih banyak waktu bagi\u00a0 perokok\u00a0 berdialog\u00a0 dengan\u00a0 dirinya\u00a0 sendiri.\u00a0 Meski\u00a0 banyak\u00a0 orang\u00a0 yang\u00a0
bukan perokok bilang, kalau merokok\u00a0 sambil bengong atau ngobrol\u00a0 saja\u00a0 itu\u00a0buang-buang waktu\u2014time is money, dude!\u00a0
Ya, di satu sisi waktu memang uang. Tapi di sisi\u00a0 lain, ada hal-hal yang\u00a0
tidak\u00a0 bisa\u00a0 dibeli\u00a0 dengan\u00a0 uang.\u00a0 Seperti\u00a0 misalnya\u00a0 uang\u00a0 tidak\u00a0 bisa\u00a0 membeli\u00a0rasa\u00a0 kebersamaan\u00a0 yang\u00a0 tercipta\u00a0 antara\u00a0 dua\u00a0 orang\u00a0 atau\u00a0 lebih\u00a0 karena mereka\u00a0merokok kretek yang sama. Atau kedamaian dan ketenangan yang ditimbulkan\u00a0dari\u00a0 kretek\u00a0 bagi\u00a0 seseorang\u00a0 yang\u00a0 sedang\u00a0 merenungi\u00a0 pertengkaran\u00a0 yang\u00a0meluluhlantakkan\u00a0 harinya. Hal hal\u00a0 seperti\u00a0 itu\u00a0 jelas\u00a0 tidak\u00a0 bisa\u00a0 dibandingkan\u00a0dengan\u00a0 harga\u00a0 sebungkus\u00a0 kretek.\u00a0 Abstrak\u00a0 memang.\u00a0 Tapi,\u00a0 begitulah\u00a0 adanya\u00a0pengalaman\u00a0 rasa.\u00a0 Ia\u00a0 tidak bisa ditampilkan dalam bentuk yang nyata\u00a0 saking\u00a0lenturnya. Dan di antara pengalaman-pengalaman rasa tersebut terselip kretek\u00a0 di bibir banyak orang.
Banyak\u00a0 orang\u00a0 yang merokok\u00a0 ala\u00a0 kadarnya.\u00a0 Tapi,\u00a0 tidak\u00a0 sedikit\u00a0 orang-
orang\u00a0 yang\u00a0 memiliki\u00a0 ikatan\u00a0 batin\u00a0 dengan\u00a0 kretek\u00a0 selain Mama\u00a0 Tua, Willy,\u00a0kawan-kawan seniman, dan Bu Nonce. Membayangkan betapa sebatang kretek\u00a0menjadi\u00a0 teman dalam perhentian di antara perjalanan, berendam di mata air\u00a0panas alami atau sekedar duduk di ruang tamu bersama salah satu novel Anais\u00a0Nin saat hujan, adalah momen-momen seksi. Yang mengajak untuk melupakan\u00a0sejenak\u00a0 permasalahan\u00a0 dunia\u00a0 yang\u00a0 semakin\u00a0 aneh-aneh\u00a0 saja,\u00a0 tetapi\u00a0 kemudian\u00a0mampu\u00a0 mengajak\u00a0 untuk\u00a0 menyelami\u00a0 diri\u00a0 sendiri\u00a0 sampai\u00a0 ke\u00a0 bagian-bagian\u00a0tergelapnya.\u00a0
Beberapa\u00a0 kisah\u00a0 di\u00a0 atas memang\u00a0 bukan\u00a0 kisah-kisah\u00a0 bombastis. Hanya\u00a0
kisah-kisah\u00a0 sederhana\u00a0 dari\u00a0 keseharian\u00a0 berikut\u00a0 perasasan-perasaan\u00a0 yang\u00a0menyertainya.\u00a0 Tapi\u00a0 justru,\u00a0 menyelami\u00a0 kenangan\u00a0 tentang\u00a0 kretek,\u00a0 kerabat-kerabat, petani, klobot, dan ladang; adalah proses pengenalan kembali terhadap\u00a0Indonesia,\u00a0 dan\u00a0 bagaimana\u00a0 saya\u00a0 berupaya\u00a0 mencintai\u00a0 negeri\u00a0 berikut\u00a0 sesama\u00a0makhluk ciptaan yang kuasa melalui sudut-sudutnya yang terabaikan.<\/p>\n\n\n\n
<\/p>\n","post_title":"Mereka yang Mencintai Kretek","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"mereka-yang-mencintai-kretek","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-03-03 09:37:45","post_modified_gmt":"2019-03-03 02:37:45","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5504","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":44},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"epic_block_3"};
Baik Mama Tua, Willy, maupun kawan seniman saya, ketiganya merokok\u00a0
kretek.\u00a0 Willy\u00a0 dengan\u00a0 Sampoerna\u00a0 A\u00a0 Mild-nya,\u00a0 Mama\u00a0 Tua\u00a0 dengan\u00a0 Djarum\u00a0Super-nya,\u00a0 dan\u00a0 si\u00a0 seniman\u00a0 dengan Gudang Garam Merah-nya. Dan\u00a0 kenapa\u00a0kretek? Bukannya mereka tidak tahu kalau ada rokok putih di warung. Tapi ini\u00a0masalah selera. Willy lebih suka kretek yang ada bunyinya dan rasanya manis.\u00a0<\/p>\n\n\n\n
Sementara si seniman beranggapan kalau rokok putih selain tidak enak adalah\u00a0rokok kapitalis. Dan Mama Tua,\u00a0 ia tidak suka rokok putih karena tidak ada\u00a0rasanya. Lagipula, sejak\u00a0 ia kecil, rokok yang dikenalnya adalah rokok kretek\u00a0atau kalau tidak ada rokok nginang bisa jadi pengganti. Tapi, Mama Tua tetap\u00a0milih merokok di masa\u00a0 tuanya daripada nginang. Kenapa? Karena\u00a0 gigi\u00a0 saya\u00a0sudah bagus, kelakar Mama Tua.
***
Berbicara tentang ritual sekilas terkesan religius. Padahal tidak selamanya\u00a0
begitu. Ritual bukan hanya milik agama atau aliran-aliran kepercayaan yang\u00a0melulu mesti dikerjakan berjamaah. Bersembahyang sendiri pun tanpa disadari\u00a0termasuk ritual personal seseorang. Kemudian menyapu halaman di pagi hari,\u00a0mencuci piring, membereskan rumah juga bisa dikatakan sebagai ritual. Maka,\u00a0ritual itu sesungguhnya hak semua orang dan penyelenggaraannya bisa dibuat\u00a0sekreatif mungkin, selama tidak mengganggu atau merepotkan orang lain.\u00a0<\/p>\n\n\n\n
Sebuah contoh datang dari paman \nyang tinggal di sebuah desa dekat
\nBorobudur. Setiap pagi ia punya ritual untuk\nbersepeda berkeliling desa sehabis mandi. \u201cMau tengok Merapi atau\nmengeringkan rambut,\u201d katanya setiap ada orang bertanya hendak kemana ia\npergi dengan onthel kesayangannya. Ritual itu kemudian dilanjutkannya\ndengan menjerang air panas dan menyeduh kopi instan untuk ia bawa ke ruang\ntamu dan di kursi dekat jendela ia akan duduk, menikmati sinar matahari\nyang jatuh di punggungnya. Kemudian ia akan mulai melinting tembakau\nMadura dan cengkehnya sambil memperhatikan lukisan yang \nsedang dikerjakannya. Ritualnya ini bisa memakan waktu sampai \nsatu, dua jam, hampir setiap harinya. <\/p>\n\n\n\n
Lain si paman, lain juga petani-petani yang\nbiasanya saya temui ketika
\nmblasuk ke desa-desa. Dan sebetulnya ini bukan\npemandangan asing bagi yang menyadari. Kalau pada waktu-waktu \nistirahat makan siang atau pulang dari sawah dan ladang akan\nbanyak terlihat petani menikmati kretek atau klobot yang tersemat di\nbibir mereka\u2014tidak akan ada pemandangan petani menikmati rokok putih dan\nsaya bersyukur atas ketidakadaan tersebut. Lebih-lebihkalau jalanjalan \ndi seputar Wonosobo, Banjarnegara, sampai \nDieng. Rasanya menggetarkan sekalimencium aroma \nkemenyan di udara dari klobot petani yang \nsedang berjalan pulang atau nongkrong di \npinggir jalan. Memandangi hijau perbukitan dan \nsawah, mendengarkan sayup-sayup jeram dari \nSerayu, ditambah aroma kemenyan yang tipis di udara adalah pengalaman yang\nsangat sulit dilupakan sekaligus didapatkan.<\/p>\n\n\n\n
Mengingat bagaimana orang-orang tua di desa melinting tembakau, saya\u00a0
teringat perbincangan dengan salah satu teman. Dalam perbincangan tersebut,\u00a0kami bersepakat kalau orang-orang yang melinting dengan penghayatan penuh\u00a0adalah\u00a0 seorang\u00a0 alkemis. Mereka\u00a0 tidak\u00a0 sekedar menikmati\u00a0 tembakau,\u00a0 tetapi\u00a0juga\u00a0 sedang\u00a0 melakukan\u00a0 proses\u00a0 pemurnian\u00a0 diri\u00a0 layaknya\u00a0 orang\u00a0 mandi.\u00a0 Jika\u00a0mandi membersihkan permukaan raga, maka asap yang tersesap membersihkan\u00a0dada\u2014sarang bagi perasaan-perasaan\u2014melalui api yang memberi nyawa pada\u00a0sebatang kretek.\u00a0
Dalam perbincangan itu saya teringat salah satu guru SD (sekolah dasar)\u00a0
saya.\u00a0 Bu\u00a0 Nonce\u00a0 namanya.\u00a0 Kabar\u00a0 terakhir\u00a0 tentangnya\u00a0 sungguh\u00a0 tidak\u00a0 enak\u00a0didengar. Orang-orang bilang Bu Nonce stres, baru bercerai dengan suaminya\u00a0yang selingkuh. Lantas kini dia jadi asosial dan perokok berat. Ibu saya cerita\u00a0pula kalau teman-teman sesama guru malas untuk mendekatinya karena ia kini\u00a0perokok berat Djarum Super.\u00a0
Saat mendapat\u00a0 berita\u00a0 ini\u00a0 saya\u00a0 tidak\u00a0 terlalu\u00a0 ambil\u00a0 pusing\u00a0 dengan\u00a0 kisah\u00a0
Bu\u00a0 Nonce.\u00a0 Tapi\u00a0 belakangan\u00a0 saya\u00a0 jadi\u00a0 memikirkan\u00a0 Bu\u00a0 Nonce.\u00a0 Sepanjang\u00a0ingatan saya ia tampak sebagai sosok perempuan yang punya pendirian. Lantas\u00a0hubungannya\u00a0 dengan\u00a0 rokok,\u00a0 semestinya\u00a0 tidak\u00a0 serta-merta membuat\u00a0 teman-temannya menjauh darinya. Toh, mereka tidak berada dalam sepatu Bu Nonce.\u00a0Mereka tidak tahu pikiran dan perasaan-perasaan seperti apa yang berkecamuk\u00a0dalam diri Bu Nonce. Maka semestinya tidak ada satu orang pun yang berhak\u00a0menghakimi Bu Nonce. Tapi mungkin, Bu Nonce pun sudah tidak ambil pusing lagi dengan kelakuan suaminya atau teman-teman yang menjauhinya. Mungkin,\u00a0Bu Nonce\u00a0 sudah mati\u00a0 rasa\u00a0 terhadap\u00a0 dunia\u00a0 dan\u00a0 di\u00a0 saat-saat\u00a0 seperti\u00a0 itu,\u00a0 bisa\u00a0jadi sebungkus Djarum Super menyelamatkan pikirannya tetap jernih bertahan\u00a0pada kesadaran bahwa ia bisa bertahan dan tidak kehilangan dirinya sendiri.\u00a0
Lantas, apa yang membuat kretek menjadi begitu magis? Entah karena\u00a0
tembakau, cengkeh, atau paduan keduanya, semua orang punya pendapat dan\u00a0imajinasinya masing-masing. Tapi kapan-kapan silakan coba memasukkan kata\u00a0kunci \u201cthe magic of\u00a0 cloves\u201d di mesin pencari, maka akan ada banyak\u00a0 sekali\u00a0website yang memaparkan kekuatan magis\u00a0 cengkeh.<\/p>\n\n\n\n
Selain digunakan untuk\u00a0memasak dan pengobatan, beberapa di antaranya mengatakan kalau cengkeh\u00a0dapat\u00a0 membawa\u00a0 keberuntungan\u00a0 ke\u00a0 rumah\u00a0 seseorang,\u00a0 menghentikan\u00a0 gosip\u00a0yang\u00a0 sedang menerpa,\u00a0 dan mempererat\u00a0 ikatan\u00a0 persahabatan.\u00a0 Yang\u00a0 terakhir\u00a0ini mungkin benar, mengingat betapa seringnya terjadi komunikasi antara dua\u00a0orang atau lebih setelah salah satunya berkata, \u201cRokok, Mas?\u201d
Dengan\u00a0 segala\u00a0 yang\u00a0 terkandung\u00a0 di\u00a0 dalamnya\u00a0 rasanya\u00a0 tidak\u00a0 salah\u00a0 jika\u00a0
kretek menjadi pelengkap ritual personal banyak orang, baik laki-laki maupun\u00a0perempuan. Dengan begitu, kretek melampaui batasan gender dan bidang-bidang\u00a0pekerjaan\u2014sungguh\u00a0 sesuatu yang universal. Yang muda dan yang\u00a0 tua punya\u00a0caranya sendiri dalam menikmati rokok kretek dan bahkan menyematkannya\u00a0ritual personal yang menunjukkan tingkat kreativitas. Dengan kecenderungan\u00a0habis\u00a0 lebih\u00a0 lama dibanding rokok putih, kretek memberi\u00a0 lebih banyak waktu bagi\u00a0 perokok\u00a0 berdialog\u00a0 dengan\u00a0 dirinya\u00a0 sendiri.\u00a0 Meski\u00a0 banyak\u00a0 orang\u00a0 yang\u00a0
bukan perokok bilang, kalau merokok\u00a0 sambil bengong atau ngobrol\u00a0 saja\u00a0 itu\u00a0buang-buang waktu\u2014time is money, dude!\u00a0
Ya, di satu sisi waktu memang uang. Tapi di sisi\u00a0 lain, ada hal-hal yang\u00a0
tidak\u00a0 bisa\u00a0 dibeli\u00a0 dengan\u00a0 uang.\u00a0 Seperti\u00a0 misalnya\u00a0 uang\u00a0 tidak\u00a0 bisa\u00a0 membeli\u00a0rasa\u00a0 kebersamaan\u00a0 yang\u00a0 tercipta\u00a0 antara\u00a0 dua\u00a0 orang\u00a0 atau\u00a0 lebih\u00a0 karena mereka\u00a0merokok kretek yang sama. Atau kedamaian dan ketenangan yang ditimbulkan\u00a0dari\u00a0 kretek\u00a0 bagi\u00a0 seseorang\u00a0 yang\u00a0 sedang\u00a0 merenungi\u00a0 pertengkaran\u00a0 yang\u00a0meluluhlantakkan\u00a0 harinya. Hal hal\u00a0 seperti\u00a0 itu\u00a0 jelas\u00a0 tidak\u00a0 bisa\u00a0 dibandingkan\u00a0dengan\u00a0 harga\u00a0 sebungkus\u00a0 kretek.\u00a0 Abstrak\u00a0 memang.\u00a0 Tapi,\u00a0 begitulah\u00a0 adanya\u00a0pengalaman\u00a0 rasa.\u00a0 Ia\u00a0 tidak bisa ditampilkan dalam bentuk yang nyata\u00a0 saking\u00a0lenturnya. Dan di antara pengalaman-pengalaman rasa tersebut terselip kretek\u00a0 di bibir banyak orang.
Banyak\u00a0 orang\u00a0 yang merokok\u00a0 ala\u00a0 kadarnya.\u00a0 Tapi,\u00a0 tidak\u00a0 sedikit\u00a0 orang-
orang\u00a0 yang\u00a0 memiliki\u00a0 ikatan\u00a0 batin\u00a0 dengan\u00a0 kretek\u00a0 selain Mama\u00a0 Tua, Willy,\u00a0kawan-kawan seniman, dan Bu Nonce. Membayangkan betapa sebatang kretek\u00a0menjadi\u00a0 teman dalam perhentian di antara perjalanan, berendam di mata air\u00a0panas alami atau sekedar duduk di ruang tamu bersama salah satu novel Anais\u00a0Nin saat hujan, adalah momen-momen seksi. Yang mengajak untuk melupakan\u00a0sejenak\u00a0 permasalahan\u00a0 dunia\u00a0 yang\u00a0 semakin\u00a0 aneh-aneh\u00a0 saja,\u00a0 tetapi\u00a0 kemudian\u00a0mampu\u00a0 mengajak\u00a0 untuk\u00a0 menyelami\u00a0 diri\u00a0 sendiri\u00a0 sampai\u00a0 ke\u00a0 bagian-bagian\u00a0tergelapnya.\u00a0
Beberapa\u00a0 kisah\u00a0 di\u00a0 atas memang\u00a0 bukan\u00a0 kisah-kisah\u00a0 bombastis. Hanya\u00a0
kisah-kisah\u00a0 sederhana\u00a0 dari\u00a0 keseharian\u00a0 berikut\u00a0 perasasan-perasaan\u00a0 yang\u00a0menyertainya.\u00a0 Tapi\u00a0 justru,\u00a0 menyelami\u00a0 kenangan\u00a0 tentang\u00a0 kretek,\u00a0 kerabat-kerabat, petani, klobot, dan ladang; adalah proses pengenalan kembali terhadap\u00a0Indonesia,\u00a0 dan\u00a0 bagaimana\u00a0 saya\u00a0 berupaya\u00a0 mencintai\u00a0 negeri\u00a0 berikut\u00a0 sesama\u00a0makhluk ciptaan yang kuasa melalui sudut-sudutnya yang terabaikan.<\/p>\n\n\n\n
<\/p>\n","post_title":"Mereka yang Mencintai Kretek","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"mereka-yang-mencintai-kretek","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-03-03 09:37:45","post_modified_gmt":"2019-03-03 02:37:45","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5504","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":44},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"epic_block_3"};
Cerita lain datang dari seorang \nkawan seniman yang seringkali mati gaya karena kehabisan ide. Dan di saat-saat \nseperti itu, ia akan menyiapkan segelas kopi dan mencari sudut\nuntuk duduk paling nyaman. Di sudut itulah ia kemudian merenung\nsambil menyeruput kopi, mengkretek, dan berbincang kalau ada teman. Kalau\nlagi sendiri ia akan duduk bersama kertas gambarnya dan membiarkan dirinya \nmenggambar apapun yang terlintas dalam \nbenak. Kretek itu \npenting dalam proses kreatif saya. \u201cKretek \nitu teman berpikir,\u201d ujarnya.\nPaduannya dengan kopi bikin imajinasi jadi cemerlang dan\nmemacu endorfin. Entah karena tembakau atau \ncengkeh atau kopi yang penting bisa menggambar lagi. <\/p>\n\n\n\n
Baik Mama Tua, Willy, maupun kawan seniman saya, ketiganya merokok\u00a0
kretek.\u00a0 Willy\u00a0 dengan\u00a0 Sampoerna\u00a0 A\u00a0 Mild-nya,\u00a0 Mama\u00a0 Tua\u00a0 dengan\u00a0 Djarum\u00a0Super-nya,\u00a0 dan\u00a0 si\u00a0 seniman\u00a0 dengan Gudang Garam Merah-nya. Dan\u00a0 kenapa\u00a0kretek? Bukannya mereka tidak tahu kalau ada rokok putih di warung. Tapi ini\u00a0masalah selera. Willy lebih suka kretek yang ada bunyinya dan rasanya manis.\u00a0<\/p>\n\n\n\n
Sementara si seniman beranggapan kalau rokok putih selain tidak enak adalah\u00a0rokok kapitalis. Dan Mama Tua,\u00a0 ia tidak suka rokok putih karena tidak ada\u00a0rasanya. Lagipula, sejak\u00a0 ia kecil, rokok yang dikenalnya adalah rokok kretek\u00a0atau kalau tidak ada rokok nginang bisa jadi pengganti. Tapi, Mama Tua tetap\u00a0milih merokok di masa\u00a0 tuanya daripada nginang. Kenapa? Karena\u00a0 gigi\u00a0 saya\u00a0sudah bagus, kelakar Mama Tua.
***
Berbicara tentang ritual sekilas terkesan religius. Padahal tidak selamanya\u00a0
begitu. Ritual bukan hanya milik agama atau aliran-aliran kepercayaan yang\u00a0melulu mesti dikerjakan berjamaah. Bersembahyang sendiri pun tanpa disadari\u00a0termasuk ritual personal seseorang. Kemudian menyapu halaman di pagi hari,\u00a0mencuci piring, membereskan rumah juga bisa dikatakan sebagai ritual. Maka,\u00a0ritual itu sesungguhnya hak semua orang dan penyelenggaraannya bisa dibuat\u00a0sekreatif mungkin, selama tidak mengganggu atau merepotkan orang lain.\u00a0<\/p>\n\n\n\n
Sebuah contoh datang dari paman \nyang tinggal di sebuah desa dekat
\nBorobudur. Setiap pagi ia punya ritual untuk\nbersepeda berkeliling desa sehabis mandi. \u201cMau tengok Merapi atau\nmengeringkan rambut,\u201d katanya setiap ada orang bertanya hendak kemana ia\npergi dengan onthel kesayangannya. Ritual itu kemudian dilanjutkannya\ndengan menjerang air panas dan menyeduh kopi instan untuk ia bawa ke ruang\ntamu dan di kursi dekat jendela ia akan duduk, menikmati sinar matahari\nyang jatuh di punggungnya. Kemudian ia akan mulai melinting tembakau\nMadura dan cengkehnya sambil memperhatikan lukisan yang \nsedang dikerjakannya. Ritualnya ini bisa memakan waktu sampai \nsatu, dua jam, hampir setiap harinya. <\/p>\n\n\n\n
Lain si paman, lain juga petani-petani yang\nbiasanya saya temui ketika
\nmblasuk ke desa-desa. Dan sebetulnya ini bukan\npemandangan asing bagi yang menyadari. Kalau pada waktu-waktu \nistirahat makan siang atau pulang dari sawah dan ladang akan\nbanyak terlihat petani menikmati kretek atau klobot yang tersemat di\nbibir mereka\u2014tidak akan ada pemandangan petani menikmati rokok putih dan\nsaya bersyukur atas ketidakadaan tersebut. Lebih-lebihkalau jalanjalan \ndi seputar Wonosobo, Banjarnegara, sampai \nDieng. Rasanya menggetarkan sekalimencium aroma \nkemenyan di udara dari klobot petani yang \nsedang berjalan pulang atau nongkrong di \npinggir jalan. Memandangi hijau perbukitan dan \nsawah, mendengarkan sayup-sayup jeram dari \nSerayu, ditambah aroma kemenyan yang tipis di udara adalah pengalaman yang\nsangat sulit dilupakan sekaligus didapatkan.<\/p>\n\n\n\n
Mengingat bagaimana orang-orang tua di desa melinting tembakau, saya\u00a0
teringat perbincangan dengan salah satu teman. Dalam perbincangan tersebut,\u00a0kami bersepakat kalau orang-orang yang melinting dengan penghayatan penuh\u00a0adalah\u00a0 seorang\u00a0 alkemis. Mereka\u00a0 tidak\u00a0 sekedar menikmati\u00a0 tembakau,\u00a0 tetapi\u00a0juga\u00a0 sedang\u00a0 melakukan\u00a0 proses\u00a0 pemurnian\u00a0 diri\u00a0 layaknya\u00a0 orang\u00a0 mandi.\u00a0 Jika\u00a0mandi membersihkan permukaan raga, maka asap yang tersesap membersihkan\u00a0dada\u2014sarang bagi perasaan-perasaan\u2014melalui api yang memberi nyawa pada\u00a0sebatang kretek.\u00a0
Dalam perbincangan itu saya teringat salah satu guru SD (sekolah dasar)\u00a0
saya.\u00a0 Bu\u00a0 Nonce\u00a0 namanya.\u00a0 Kabar\u00a0 terakhir\u00a0 tentangnya\u00a0 sungguh\u00a0 tidak\u00a0 enak\u00a0didengar. Orang-orang bilang Bu Nonce stres, baru bercerai dengan suaminya\u00a0yang selingkuh. Lantas kini dia jadi asosial dan perokok berat. Ibu saya cerita\u00a0pula kalau teman-teman sesama guru malas untuk mendekatinya karena ia kini\u00a0perokok berat Djarum Super.\u00a0
Saat mendapat\u00a0 berita\u00a0 ini\u00a0 saya\u00a0 tidak\u00a0 terlalu\u00a0 ambil\u00a0 pusing\u00a0 dengan\u00a0 kisah\u00a0
Bu\u00a0 Nonce.\u00a0 Tapi\u00a0 belakangan\u00a0 saya\u00a0 jadi\u00a0 memikirkan\u00a0 Bu\u00a0 Nonce.\u00a0 Sepanjang\u00a0ingatan saya ia tampak sebagai sosok perempuan yang punya pendirian. Lantas\u00a0hubungannya\u00a0 dengan\u00a0 rokok,\u00a0 semestinya\u00a0 tidak\u00a0 serta-merta membuat\u00a0 teman-temannya menjauh darinya. Toh, mereka tidak berada dalam sepatu Bu Nonce.\u00a0Mereka tidak tahu pikiran dan perasaan-perasaan seperti apa yang berkecamuk\u00a0dalam diri Bu Nonce. Maka semestinya tidak ada satu orang pun yang berhak\u00a0menghakimi Bu Nonce. Tapi mungkin, Bu Nonce pun sudah tidak ambil pusing lagi dengan kelakuan suaminya atau teman-teman yang menjauhinya. Mungkin,\u00a0Bu Nonce\u00a0 sudah mati\u00a0 rasa\u00a0 terhadap\u00a0 dunia\u00a0 dan\u00a0 di\u00a0 saat-saat\u00a0 seperti\u00a0 itu,\u00a0 bisa\u00a0jadi sebungkus Djarum Super menyelamatkan pikirannya tetap jernih bertahan\u00a0pada kesadaran bahwa ia bisa bertahan dan tidak kehilangan dirinya sendiri.\u00a0
Lantas, apa yang membuat kretek menjadi begitu magis? Entah karena\u00a0
tembakau, cengkeh, atau paduan keduanya, semua orang punya pendapat dan\u00a0imajinasinya masing-masing. Tapi kapan-kapan silakan coba memasukkan kata\u00a0kunci \u201cthe magic of\u00a0 cloves\u201d di mesin pencari, maka akan ada banyak\u00a0 sekali\u00a0website yang memaparkan kekuatan magis\u00a0 cengkeh.<\/p>\n\n\n\n
Selain digunakan untuk\u00a0memasak dan pengobatan, beberapa di antaranya mengatakan kalau cengkeh\u00a0dapat\u00a0 membawa\u00a0 keberuntungan\u00a0 ke\u00a0 rumah\u00a0 seseorang,\u00a0 menghentikan\u00a0 gosip\u00a0yang\u00a0 sedang menerpa,\u00a0 dan mempererat\u00a0 ikatan\u00a0 persahabatan.\u00a0 Yang\u00a0 terakhir\u00a0ini mungkin benar, mengingat betapa seringnya terjadi komunikasi antara dua\u00a0orang atau lebih setelah salah satunya berkata, \u201cRokok, Mas?\u201d
Dengan\u00a0 segala\u00a0 yang\u00a0 terkandung\u00a0 di\u00a0 dalamnya\u00a0 rasanya\u00a0 tidak\u00a0 salah\u00a0 jika\u00a0
kretek menjadi pelengkap ritual personal banyak orang, baik laki-laki maupun\u00a0perempuan. Dengan begitu, kretek melampaui batasan gender dan bidang-bidang\u00a0pekerjaan\u2014sungguh\u00a0 sesuatu yang universal. Yang muda dan yang\u00a0 tua punya\u00a0caranya sendiri dalam menikmati rokok kretek dan bahkan menyematkannya\u00a0ritual personal yang menunjukkan tingkat kreativitas. Dengan kecenderungan\u00a0habis\u00a0 lebih\u00a0 lama dibanding rokok putih, kretek memberi\u00a0 lebih banyak waktu bagi\u00a0 perokok\u00a0 berdialog\u00a0 dengan\u00a0 dirinya\u00a0 sendiri.\u00a0 Meski\u00a0 banyak\u00a0 orang\u00a0 yang\u00a0
bukan perokok bilang, kalau merokok\u00a0 sambil bengong atau ngobrol\u00a0 saja\u00a0 itu\u00a0buang-buang waktu\u2014time is money, dude!\u00a0
Ya, di satu sisi waktu memang uang. Tapi di sisi\u00a0 lain, ada hal-hal yang\u00a0
tidak\u00a0 bisa\u00a0 dibeli\u00a0 dengan\u00a0 uang.\u00a0 Seperti\u00a0 misalnya\u00a0 uang\u00a0 tidak\u00a0 bisa\u00a0 membeli\u00a0rasa\u00a0 kebersamaan\u00a0 yang\u00a0 tercipta\u00a0 antara\u00a0 dua\u00a0 orang\u00a0 atau\u00a0 lebih\u00a0 karena mereka\u00a0merokok kretek yang sama. Atau kedamaian dan ketenangan yang ditimbulkan\u00a0dari\u00a0 kretek\u00a0 bagi\u00a0 seseorang\u00a0 yang\u00a0 sedang\u00a0 merenungi\u00a0 pertengkaran\u00a0 yang\u00a0meluluhlantakkan\u00a0 harinya. Hal hal\u00a0 seperti\u00a0 itu\u00a0 jelas\u00a0 tidak\u00a0 bisa\u00a0 dibandingkan\u00a0dengan\u00a0 harga\u00a0 sebungkus\u00a0 kretek.\u00a0 Abstrak\u00a0 memang.\u00a0 Tapi,\u00a0 begitulah\u00a0 adanya\u00a0pengalaman\u00a0 rasa.\u00a0 Ia\u00a0 tidak bisa ditampilkan dalam bentuk yang nyata\u00a0 saking\u00a0lenturnya. Dan di antara pengalaman-pengalaman rasa tersebut terselip kretek\u00a0 di bibir banyak orang.
Banyak\u00a0 orang\u00a0 yang merokok\u00a0 ala\u00a0 kadarnya.\u00a0 Tapi,\u00a0 tidak\u00a0 sedikit\u00a0 orang-
orang\u00a0 yang\u00a0 memiliki\u00a0 ikatan\u00a0 batin\u00a0 dengan\u00a0 kretek\u00a0 selain Mama\u00a0 Tua, Willy,\u00a0kawan-kawan seniman, dan Bu Nonce. Membayangkan betapa sebatang kretek\u00a0menjadi\u00a0 teman dalam perhentian di antara perjalanan, berendam di mata air\u00a0panas alami atau sekedar duduk di ruang tamu bersama salah satu novel Anais\u00a0Nin saat hujan, adalah momen-momen seksi. Yang mengajak untuk melupakan\u00a0sejenak\u00a0 permasalahan\u00a0 dunia\u00a0 yang\u00a0 semakin\u00a0 aneh-aneh\u00a0 saja,\u00a0 tetapi\u00a0 kemudian\u00a0mampu\u00a0 mengajak\u00a0 untuk\u00a0 menyelami\u00a0 diri\u00a0 sendiri\u00a0 sampai\u00a0 ke\u00a0 bagian-bagian\u00a0tergelapnya.\u00a0
Beberapa\u00a0 kisah\u00a0 di\u00a0 atas memang\u00a0 bukan\u00a0 kisah-kisah\u00a0 bombastis. Hanya\u00a0
kisah-kisah\u00a0 sederhana\u00a0 dari\u00a0 keseharian\u00a0 berikut\u00a0 perasasan-perasaan\u00a0 yang\u00a0menyertainya.\u00a0 Tapi\u00a0 justru,\u00a0 menyelami\u00a0 kenangan\u00a0 tentang\u00a0 kretek,\u00a0 kerabat-kerabat, petani, klobot, dan ladang; adalah proses pengenalan kembali terhadap\u00a0Indonesia,\u00a0 dan\u00a0 bagaimana\u00a0 saya\u00a0 berupaya\u00a0 mencintai\u00a0 negeri\u00a0 berikut\u00a0 sesama\u00a0makhluk ciptaan yang kuasa melalui sudut-sudutnya yang terabaikan.<\/p>\n\n\n\n
<\/p>\n","post_title":"Mereka yang Mencintai Kretek","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"mereka-yang-mencintai-kretek","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-03-03 09:37:45","post_modified_gmt":"2019-03-03 02:37:45","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5504","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":44},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"epic_block_3"};
Beberapa\u00a0 tahun\u00a0 setelah menemukan\u00a0 ritual\u00a0 nenek,\u00a0 saya\u00a0 bertemu\u00a0 teman\u00a0
yang\u00a0 juga\u00a0 cerita\u00a0 tentang\u00a0 ritual\u00a0 personalnya\u00a0 dengan\u00a0 kretek. Willy\u00a0 namanya.\u00a0Dalam\u00a0 keriuhan\u00a0 warung\u00a0 soto\u00a0 Kudus, Willy\u00a0 bercerita\u00a0 kalau\u00a0 ia\u00a0 rindu\u00a0 sekali\u00a0mendaki\u00a0 gunung dan melaksanakan\u00a0 ritualnya.\u00a0 Ia membayangkan perjalanan\u00a0menuju puncak dimana hanya akan ada teman-teman yang sudah akrab kental\u00a0dan tumbuhan. Ia membayangkan perjalanan berjam-jam melalui jalan setapak\u00a0sebelum menjelang puncak dan mendirikan\u00a0 tenda di\u00a0 sana. Kemudian\u00a0 ia dan\u00a0teman-temannya akan menyalakan api unggun, menjerang air, mengopi, dan\u00a0mengkretek\u00a0 sambil menikmati matahari\u00a0 yang\u00a0 terbenam\u00a0 atau\u00a0 terbit keesokan\u00a0paginya. Dan Willy pun berkhayal, saat teman-temannya sudah tidur, ia ingin\u00a0duduk sendiri bersama api unggun dan sebatang kretek. Bunyi cengkeh terbakar\u00a0
akan menemani hening sementara kepulan asap akan menari untuknya, sebelum\u00a0pergi menikmati bintang. \u201cItulah liburan holistik buatku,\u201d katanya.\u00a0<\/p>\n\n\n\n
Cerita lain datang dari seorang \nkawan seniman yang seringkali mati gaya karena kehabisan ide. Dan di saat-saat \nseperti itu, ia akan menyiapkan segelas kopi dan mencari sudut\nuntuk duduk paling nyaman. Di sudut itulah ia kemudian merenung\nsambil menyeruput kopi, mengkretek, dan berbincang kalau ada teman. Kalau\nlagi sendiri ia akan duduk bersama kertas gambarnya dan membiarkan dirinya \nmenggambar apapun yang terlintas dalam \nbenak. Kretek itu \npenting dalam proses kreatif saya. \u201cKretek \nitu teman berpikir,\u201d ujarnya.\nPaduannya dengan kopi bikin imajinasi jadi cemerlang dan\nmemacu endorfin. Entah karena tembakau atau \ncengkeh atau kopi yang penting bisa menggambar lagi. <\/p>\n\n\n\n
Baik Mama Tua, Willy, maupun kawan seniman saya, ketiganya merokok\u00a0
kretek.\u00a0 Willy\u00a0 dengan\u00a0 Sampoerna\u00a0 A\u00a0 Mild-nya,\u00a0 Mama\u00a0 Tua\u00a0 dengan\u00a0 Djarum\u00a0Super-nya,\u00a0 dan\u00a0 si\u00a0 seniman\u00a0 dengan Gudang Garam Merah-nya. Dan\u00a0 kenapa\u00a0kretek? Bukannya mereka tidak tahu kalau ada rokok putih di warung. Tapi ini\u00a0masalah selera. Willy lebih suka kretek yang ada bunyinya dan rasanya manis.\u00a0<\/p>\n\n\n\n
Sementara si seniman beranggapan kalau rokok putih selain tidak enak adalah\u00a0rokok kapitalis. Dan Mama Tua,\u00a0 ia tidak suka rokok putih karena tidak ada\u00a0rasanya. Lagipula, sejak\u00a0 ia kecil, rokok yang dikenalnya adalah rokok kretek\u00a0atau kalau tidak ada rokok nginang bisa jadi pengganti. Tapi, Mama Tua tetap\u00a0milih merokok di masa\u00a0 tuanya daripada nginang. Kenapa? Karena\u00a0 gigi\u00a0 saya\u00a0sudah bagus, kelakar Mama Tua.
***
Berbicara tentang ritual sekilas terkesan religius. Padahal tidak selamanya\u00a0
begitu. Ritual bukan hanya milik agama atau aliran-aliran kepercayaan yang\u00a0melulu mesti dikerjakan berjamaah. Bersembahyang sendiri pun tanpa disadari\u00a0termasuk ritual personal seseorang. Kemudian menyapu halaman di pagi hari,\u00a0mencuci piring, membereskan rumah juga bisa dikatakan sebagai ritual. Maka,\u00a0ritual itu sesungguhnya hak semua orang dan penyelenggaraannya bisa dibuat\u00a0sekreatif mungkin, selama tidak mengganggu atau merepotkan orang lain.\u00a0<\/p>\n\n\n\n
Sebuah contoh datang dari paman \nyang tinggal di sebuah desa dekat
\nBorobudur. Setiap pagi ia punya ritual untuk\nbersepeda berkeliling desa sehabis mandi. \u201cMau tengok Merapi atau\nmengeringkan rambut,\u201d katanya setiap ada orang bertanya hendak kemana ia\npergi dengan onthel kesayangannya. Ritual itu kemudian dilanjutkannya\ndengan menjerang air panas dan menyeduh kopi instan untuk ia bawa ke ruang\ntamu dan di kursi dekat jendela ia akan duduk, menikmati sinar matahari\nyang jatuh di punggungnya. Kemudian ia akan mulai melinting tembakau\nMadura dan cengkehnya sambil memperhatikan lukisan yang \nsedang dikerjakannya. Ritualnya ini bisa memakan waktu sampai \nsatu, dua jam, hampir setiap harinya. <\/p>\n\n\n\n
Lain si paman, lain juga petani-petani yang\nbiasanya saya temui ketika
\nmblasuk ke desa-desa. Dan sebetulnya ini bukan\npemandangan asing bagi yang menyadari. Kalau pada waktu-waktu \nistirahat makan siang atau pulang dari sawah dan ladang akan\nbanyak terlihat petani menikmati kretek atau klobot yang tersemat di\nbibir mereka\u2014tidak akan ada pemandangan petani menikmati rokok putih dan\nsaya bersyukur atas ketidakadaan tersebut. Lebih-lebihkalau jalanjalan \ndi seputar Wonosobo, Banjarnegara, sampai \nDieng. Rasanya menggetarkan sekalimencium aroma \nkemenyan di udara dari klobot petani yang \nsedang berjalan pulang atau nongkrong di \npinggir jalan. Memandangi hijau perbukitan dan \nsawah, mendengarkan sayup-sayup jeram dari \nSerayu, ditambah aroma kemenyan yang tipis di udara adalah pengalaman yang\nsangat sulit dilupakan sekaligus didapatkan.<\/p>\n\n\n\n
Mengingat bagaimana orang-orang tua di desa melinting tembakau, saya\u00a0
teringat perbincangan dengan salah satu teman. Dalam perbincangan tersebut,\u00a0kami bersepakat kalau orang-orang yang melinting dengan penghayatan penuh\u00a0adalah\u00a0 seorang\u00a0 alkemis. Mereka\u00a0 tidak\u00a0 sekedar menikmati\u00a0 tembakau,\u00a0 tetapi\u00a0juga\u00a0 sedang\u00a0 melakukan\u00a0 proses\u00a0 pemurnian\u00a0 diri\u00a0 layaknya\u00a0 orang\u00a0 mandi.\u00a0 Jika\u00a0mandi membersihkan permukaan raga, maka asap yang tersesap membersihkan\u00a0dada\u2014sarang bagi perasaan-perasaan\u2014melalui api yang memberi nyawa pada\u00a0sebatang kretek.\u00a0
Dalam perbincangan itu saya teringat salah satu guru SD (sekolah dasar)\u00a0
saya.\u00a0 Bu\u00a0 Nonce\u00a0 namanya.\u00a0 Kabar\u00a0 terakhir\u00a0 tentangnya\u00a0 sungguh\u00a0 tidak\u00a0 enak\u00a0didengar. Orang-orang bilang Bu Nonce stres, baru bercerai dengan suaminya\u00a0yang selingkuh. Lantas kini dia jadi asosial dan perokok berat. Ibu saya cerita\u00a0pula kalau teman-teman sesama guru malas untuk mendekatinya karena ia kini\u00a0perokok berat Djarum Super.\u00a0
Saat mendapat\u00a0 berita\u00a0 ini\u00a0 saya\u00a0 tidak\u00a0 terlalu\u00a0 ambil\u00a0 pusing\u00a0 dengan\u00a0 kisah\u00a0
Bu\u00a0 Nonce.\u00a0 Tapi\u00a0 belakangan\u00a0 saya\u00a0 jadi\u00a0 memikirkan\u00a0 Bu\u00a0 Nonce.\u00a0 Sepanjang\u00a0ingatan saya ia tampak sebagai sosok perempuan yang punya pendirian. Lantas\u00a0hubungannya\u00a0 dengan\u00a0 rokok,\u00a0 semestinya\u00a0 tidak\u00a0 serta-merta membuat\u00a0 teman-temannya menjauh darinya. Toh, mereka tidak berada dalam sepatu Bu Nonce.\u00a0Mereka tidak tahu pikiran dan perasaan-perasaan seperti apa yang berkecamuk\u00a0dalam diri Bu Nonce. Maka semestinya tidak ada satu orang pun yang berhak\u00a0menghakimi Bu Nonce. Tapi mungkin, Bu Nonce pun sudah tidak ambil pusing lagi dengan kelakuan suaminya atau teman-teman yang menjauhinya. Mungkin,\u00a0Bu Nonce\u00a0 sudah mati\u00a0 rasa\u00a0 terhadap\u00a0 dunia\u00a0 dan\u00a0 di\u00a0 saat-saat\u00a0 seperti\u00a0 itu,\u00a0 bisa\u00a0jadi sebungkus Djarum Super menyelamatkan pikirannya tetap jernih bertahan\u00a0pada kesadaran bahwa ia bisa bertahan dan tidak kehilangan dirinya sendiri.\u00a0
Lantas, apa yang membuat kretek menjadi begitu magis? Entah karena\u00a0
tembakau, cengkeh, atau paduan keduanya, semua orang punya pendapat dan\u00a0imajinasinya masing-masing. Tapi kapan-kapan silakan coba memasukkan kata\u00a0kunci \u201cthe magic of\u00a0 cloves\u201d di mesin pencari, maka akan ada banyak\u00a0 sekali\u00a0website yang memaparkan kekuatan magis\u00a0 cengkeh.<\/p>\n\n\n\n
Selain digunakan untuk\u00a0memasak dan pengobatan, beberapa di antaranya mengatakan kalau cengkeh\u00a0dapat\u00a0 membawa\u00a0 keberuntungan\u00a0 ke\u00a0 rumah\u00a0 seseorang,\u00a0 menghentikan\u00a0 gosip\u00a0yang\u00a0 sedang menerpa,\u00a0 dan mempererat\u00a0 ikatan\u00a0 persahabatan.\u00a0 Yang\u00a0 terakhir\u00a0ini mungkin benar, mengingat betapa seringnya terjadi komunikasi antara dua\u00a0orang atau lebih setelah salah satunya berkata, \u201cRokok, Mas?\u201d
Dengan\u00a0 segala\u00a0 yang\u00a0 terkandung\u00a0 di\u00a0 dalamnya\u00a0 rasanya\u00a0 tidak\u00a0 salah\u00a0 jika\u00a0
kretek menjadi pelengkap ritual personal banyak orang, baik laki-laki maupun\u00a0perempuan. Dengan begitu, kretek melampaui batasan gender dan bidang-bidang\u00a0pekerjaan\u2014sungguh\u00a0 sesuatu yang universal. Yang muda dan yang\u00a0 tua punya\u00a0caranya sendiri dalam menikmati rokok kretek dan bahkan menyematkannya\u00a0ritual personal yang menunjukkan tingkat kreativitas. Dengan kecenderungan\u00a0habis\u00a0 lebih\u00a0 lama dibanding rokok putih, kretek memberi\u00a0 lebih banyak waktu bagi\u00a0 perokok\u00a0 berdialog\u00a0 dengan\u00a0 dirinya\u00a0 sendiri.\u00a0 Meski\u00a0 banyak\u00a0 orang\u00a0 yang\u00a0
bukan perokok bilang, kalau merokok\u00a0 sambil bengong atau ngobrol\u00a0 saja\u00a0 itu\u00a0buang-buang waktu\u2014time is money, dude!\u00a0
Ya, di satu sisi waktu memang uang. Tapi di sisi\u00a0 lain, ada hal-hal yang\u00a0
tidak\u00a0 bisa\u00a0 dibeli\u00a0 dengan\u00a0 uang.\u00a0 Seperti\u00a0 misalnya\u00a0 uang\u00a0 tidak\u00a0 bisa\u00a0 membeli\u00a0rasa\u00a0 kebersamaan\u00a0 yang\u00a0 tercipta\u00a0 antara\u00a0 dua\u00a0 orang\u00a0 atau\u00a0 lebih\u00a0 karena mereka\u00a0merokok kretek yang sama. Atau kedamaian dan ketenangan yang ditimbulkan\u00a0dari\u00a0 kretek\u00a0 bagi\u00a0 seseorang\u00a0 yang\u00a0 sedang\u00a0 merenungi\u00a0 pertengkaran\u00a0 yang\u00a0meluluhlantakkan\u00a0 harinya. Hal hal\u00a0 seperti\u00a0 itu\u00a0 jelas\u00a0 tidak\u00a0 bisa\u00a0 dibandingkan\u00a0dengan\u00a0 harga\u00a0 sebungkus\u00a0 kretek.\u00a0 Abstrak\u00a0 memang.\u00a0 Tapi,\u00a0 begitulah\u00a0 adanya\u00a0pengalaman\u00a0 rasa.\u00a0 Ia\u00a0 tidak bisa ditampilkan dalam bentuk yang nyata\u00a0 saking\u00a0lenturnya. Dan di antara pengalaman-pengalaman rasa tersebut terselip kretek\u00a0 di bibir banyak orang.
Banyak\u00a0 orang\u00a0 yang merokok\u00a0 ala\u00a0 kadarnya.\u00a0 Tapi,\u00a0 tidak\u00a0 sedikit\u00a0 orang-
orang\u00a0 yang\u00a0 memiliki\u00a0 ikatan\u00a0 batin\u00a0 dengan\u00a0 kretek\u00a0 selain Mama\u00a0 Tua, Willy,\u00a0kawan-kawan seniman, dan Bu Nonce. Membayangkan betapa sebatang kretek\u00a0menjadi\u00a0 teman dalam perhentian di antara perjalanan, berendam di mata air\u00a0panas alami atau sekedar duduk di ruang tamu bersama salah satu novel Anais\u00a0Nin saat hujan, adalah momen-momen seksi. Yang mengajak untuk melupakan\u00a0sejenak\u00a0 permasalahan\u00a0 dunia\u00a0 yang\u00a0 semakin\u00a0 aneh-aneh\u00a0 saja,\u00a0 tetapi\u00a0 kemudian\u00a0mampu\u00a0 mengajak\u00a0 untuk\u00a0 menyelami\u00a0 diri\u00a0 sendiri\u00a0 sampai\u00a0 ke\u00a0 bagian-bagian\u00a0tergelapnya.\u00a0
Beberapa\u00a0 kisah\u00a0 di\u00a0 atas memang\u00a0 bukan\u00a0 kisah-kisah\u00a0 bombastis. Hanya\u00a0
kisah-kisah\u00a0 sederhana\u00a0 dari\u00a0 keseharian\u00a0 berikut\u00a0 perasasan-perasaan\u00a0 yang\u00a0menyertainya.\u00a0 Tapi\u00a0 justru,\u00a0 menyelami\u00a0 kenangan\u00a0 tentang\u00a0 kretek,\u00a0 kerabat-kerabat, petani, klobot, dan ladang; adalah proses pengenalan kembali terhadap\u00a0Indonesia,\u00a0 dan\u00a0 bagaimana\u00a0 saya\u00a0 berupaya\u00a0 mencintai\u00a0 negeri\u00a0 berikut\u00a0 sesama\u00a0makhluk ciptaan yang kuasa melalui sudut-sudutnya yang terabaikan.<\/p>\n\n\n\n
<\/p>\n","post_title":"Mereka yang Mencintai Kretek","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"mereka-yang-mencintai-kretek","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-03-03 09:37:45","post_modified_gmt":"2019-03-03 02:37:45","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5504","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":44},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"epic_block_3"};
Menghisap kretek adalah mengingat nenek dan kebun kelapanya. Siang\u00a0hari seusai berkebun, biasanya nenek\u2014atau Mama Tua, seperti orang kampung\u00a0dan cucu-cucunya memanggilnya\u2014istirahat di gubuk kayunya yang terletak di\u00a0tengah kebun. Bernaung atap sederhana dan dedaunan dari pohon kelapa yang\u00a0menjulang, ia akan melakukan ritualnya saban hari dan berharap cucu-cucunya\u00a0tidak akan datang untuk minta dicarikan kutu. Di pondok sederhananya\u00a0 itu,\u00a0ia menghayati\u00a0 suara\u00a0 laut\u00a0 yang\u00a0 tidak\u00a0 jauh\u00a0 dari\u00a0 kebun. Dan mengingat\u00a0 anak-cucunya\u00a0 yang merantau.\u00a0 Seperti\u00a0 dukun-dukun\u00a0 yang\u00a0 umumnya mengepulkan\u00a0doa-doa\u00a0 melalui\u00a0 hembusan\u00a0 asap\u00a0 kretek,\u00a0 Mama\u00a0 Tua\u00a0 pun\u00a0 berdoa.\u00a0 Untuk\u00a0memanggil pulang anak-cucunya.<\/p>\n\n\n\n
Beberapa\u00a0 tahun\u00a0 setelah menemukan\u00a0 ritual\u00a0 nenek,\u00a0 saya\u00a0 bertemu\u00a0 teman\u00a0
yang\u00a0 juga\u00a0 cerita\u00a0 tentang\u00a0 ritual\u00a0 personalnya\u00a0 dengan\u00a0 kretek. Willy\u00a0 namanya.\u00a0Dalam\u00a0 keriuhan\u00a0 warung\u00a0 soto\u00a0 Kudus, Willy\u00a0 bercerita\u00a0 kalau\u00a0 ia\u00a0 rindu\u00a0 sekali\u00a0mendaki\u00a0 gunung dan melaksanakan\u00a0 ritualnya.\u00a0 Ia membayangkan perjalanan\u00a0menuju puncak dimana hanya akan ada teman-teman yang sudah akrab kental\u00a0dan tumbuhan. Ia membayangkan perjalanan berjam-jam melalui jalan setapak\u00a0sebelum menjelang puncak dan mendirikan\u00a0 tenda di\u00a0 sana. Kemudian\u00a0 ia dan\u00a0teman-temannya akan menyalakan api unggun, menjerang air, mengopi, dan\u00a0mengkretek\u00a0 sambil menikmati matahari\u00a0 yang\u00a0 terbenam\u00a0 atau\u00a0 terbit keesokan\u00a0paginya. Dan Willy pun berkhayal, saat teman-temannya sudah tidur, ia ingin\u00a0duduk sendiri bersama api unggun dan sebatang kretek. Bunyi cengkeh terbakar\u00a0
akan menemani hening sementara kepulan asap akan menari untuknya, sebelum\u00a0pergi menikmati bintang. \u201cItulah liburan holistik buatku,\u201d katanya.\u00a0<\/p>\n\n\n\n
Cerita lain datang dari seorang \nkawan seniman yang seringkali mati gaya karena kehabisan ide. Dan di saat-saat \nseperti itu, ia akan menyiapkan segelas kopi dan mencari sudut\nuntuk duduk paling nyaman. Di sudut itulah ia kemudian merenung\nsambil menyeruput kopi, mengkretek, dan berbincang kalau ada teman. Kalau\nlagi sendiri ia akan duduk bersama kertas gambarnya dan membiarkan dirinya \nmenggambar apapun yang terlintas dalam \nbenak. Kretek itu \npenting dalam proses kreatif saya. \u201cKretek \nitu teman berpikir,\u201d ujarnya.\nPaduannya dengan kopi bikin imajinasi jadi cemerlang dan\nmemacu endorfin. Entah karena tembakau atau \ncengkeh atau kopi yang penting bisa menggambar lagi. <\/p>\n\n\n\n
Baik Mama Tua, Willy, maupun kawan seniman saya, ketiganya merokok\u00a0
kretek.\u00a0 Willy\u00a0 dengan\u00a0 Sampoerna\u00a0 A\u00a0 Mild-nya,\u00a0 Mama\u00a0 Tua\u00a0 dengan\u00a0 Djarum\u00a0Super-nya,\u00a0 dan\u00a0 si\u00a0 seniman\u00a0 dengan Gudang Garam Merah-nya. Dan\u00a0 kenapa\u00a0kretek? Bukannya mereka tidak tahu kalau ada rokok putih di warung. Tapi ini\u00a0masalah selera. Willy lebih suka kretek yang ada bunyinya dan rasanya manis.\u00a0<\/p>\n\n\n\n
Sementara si seniman beranggapan kalau rokok putih selain tidak enak adalah\u00a0rokok kapitalis. Dan Mama Tua,\u00a0 ia tidak suka rokok putih karena tidak ada\u00a0rasanya. Lagipula, sejak\u00a0 ia kecil, rokok yang dikenalnya adalah rokok kretek\u00a0atau kalau tidak ada rokok nginang bisa jadi pengganti. Tapi, Mama Tua tetap\u00a0milih merokok di masa\u00a0 tuanya daripada nginang. Kenapa? Karena\u00a0 gigi\u00a0 saya\u00a0sudah bagus, kelakar Mama Tua.
***
Berbicara tentang ritual sekilas terkesan religius. Padahal tidak selamanya\u00a0
begitu. Ritual bukan hanya milik agama atau aliran-aliran kepercayaan yang\u00a0melulu mesti dikerjakan berjamaah. Bersembahyang sendiri pun tanpa disadari\u00a0termasuk ritual personal seseorang. Kemudian menyapu halaman di pagi hari,\u00a0mencuci piring, membereskan rumah juga bisa dikatakan sebagai ritual. Maka,\u00a0ritual itu sesungguhnya hak semua orang dan penyelenggaraannya bisa dibuat\u00a0sekreatif mungkin, selama tidak mengganggu atau merepotkan orang lain.\u00a0<\/p>\n\n\n\n
Sebuah contoh datang dari paman \nyang tinggal di sebuah desa dekat
\nBorobudur. Setiap pagi ia punya ritual untuk\nbersepeda berkeliling desa sehabis mandi. \u201cMau tengok Merapi atau\nmengeringkan rambut,\u201d katanya setiap ada orang bertanya hendak kemana ia\npergi dengan onthel kesayangannya. Ritual itu kemudian dilanjutkannya\ndengan menjerang air panas dan menyeduh kopi instan untuk ia bawa ke ruang\ntamu dan di kursi dekat jendela ia akan duduk, menikmati sinar matahari\nyang jatuh di punggungnya. Kemudian ia akan mulai melinting tembakau\nMadura dan cengkehnya sambil memperhatikan lukisan yang \nsedang dikerjakannya. Ritualnya ini bisa memakan waktu sampai \nsatu, dua jam, hampir setiap harinya. <\/p>\n\n\n\n
Lain si paman, lain juga petani-petani yang\nbiasanya saya temui ketika
\nmblasuk ke desa-desa. Dan sebetulnya ini bukan\npemandangan asing bagi yang menyadari. Kalau pada waktu-waktu \nistirahat makan siang atau pulang dari sawah dan ladang akan\nbanyak terlihat petani menikmati kretek atau klobot yang tersemat di\nbibir mereka\u2014tidak akan ada pemandangan petani menikmati rokok putih dan\nsaya bersyukur atas ketidakadaan tersebut. Lebih-lebihkalau jalanjalan \ndi seputar Wonosobo, Banjarnegara, sampai \nDieng. Rasanya menggetarkan sekalimencium aroma \nkemenyan di udara dari klobot petani yang \nsedang berjalan pulang atau nongkrong di \npinggir jalan. Memandangi hijau perbukitan dan \nsawah, mendengarkan sayup-sayup jeram dari \nSerayu, ditambah aroma kemenyan yang tipis di udara adalah pengalaman yang\nsangat sulit dilupakan sekaligus didapatkan.<\/p>\n\n\n\n
Mengingat bagaimana orang-orang tua di desa melinting tembakau, saya\u00a0
teringat perbincangan dengan salah satu teman. Dalam perbincangan tersebut,\u00a0kami bersepakat kalau orang-orang yang melinting dengan penghayatan penuh\u00a0adalah\u00a0 seorang\u00a0 alkemis. Mereka\u00a0 tidak\u00a0 sekedar menikmati\u00a0 tembakau,\u00a0 tetapi\u00a0juga\u00a0 sedang\u00a0 melakukan\u00a0 proses\u00a0 pemurnian\u00a0 diri\u00a0 layaknya\u00a0 orang\u00a0 mandi.\u00a0 Jika\u00a0mandi membersihkan permukaan raga, maka asap yang tersesap membersihkan\u00a0dada\u2014sarang bagi perasaan-perasaan\u2014melalui api yang memberi nyawa pada\u00a0sebatang kretek.\u00a0
Dalam perbincangan itu saya teringat salah satu guru SD (sekolah dasar)\u00a0
saya.\u00a0 Bu\u00a0 Nonce\u00a0 namanya.\u00a0 Kabar\u00a0 terakhir\u00a0 tentangnya\u00a0 sungguh\u00a0 tidak\u00a0 enak\u00a0didengar. Orang-orang bilang Bu Nonce stres, baru bercerai dengan suaminya\u00a0yang selingkuh. Lantas kini dia jadi asosial dan perokok berat. Ibu saya cerita\u00a0pula kalau teman-teman sesama guru malas untuk mendekatinya karena ia kini\u00a0perokok berat Djarum Super.\u00a0
Saat mendapat\u00a0 berita\u00a0 ini\u00a0 saya\u00a0 tidak\u00a0 terlalu\u00a0 ambil\u00a0 pusing\u00a0 dengan\u00a0 kisah\u00a0
Bu\u00a0 Nonce.\u00a0 Tapi\u00a0 belakangan\u00a0 saya\u00a0 jadi\u00a0 memikirkan\u00a0 Bu\u00a0 Nonce.\u00a0 Sepanjang\u00a0ingatan saya ia tampak sebagai sosok perempuan yang punya pendirian. Lantas\u00a0hubungannya\u00a0 dengan\u00a0 rokok,\u00a0 semestinya\u00a0 tidak\u00a0 serta-merta membuat\u00a0 teman-temannya menjauh darinya. Toh, mereka tidak berada dalam sepatu Bu Nonce.\u00a0Mereka tidak tahu pikiran dan perasaan-perasaan seperti apa yang berkecamuk\u00a0dalam diri Bu Nonce. Maka semestinya tidak ada satu orang pun yang berhak\u00a0menghakimi Bu Nonce. Tapi mungkin, Bu Nonce pun sudah tidak ambil pusing lagi dengan kelakuan suaminya atau teman-teman yang menjauhinya. Mungkin,\u00a0Bu Nonce\u00a0 sudah mati\u00a0 rasa\u00a0 terhadap\u00a0 dunia\u00a0 dan\u00a0 di\u00a0 saat-saat\u00a0 seperti\u00a0 itu,\u00a0 bisa\u00a0jadi sebungkus Djarum Super menyelamatkan pikirannya tetap jernih bertahan\u00a0pada kesadaran bahwa ia bisa bertahan dan tidak kehilangan dirinya sendiri.\u00a0
Lantas, apa yang membuat kretek menjadi begitu magis? Entah karena\u00a0
tembakau, cengkeh, atau paduan keduanya, semua orang punya pendapat dan\u00a0imajinasinya masing-masing. Tapi kapan-kapan silakan coba memasukkan kata\u00a0kunci \u201cthe magic of\u00a0 cloves\u201d di mesin pencari, maka akan ada banyak\u00a0 sekali\u00a0website yang memaparkan kekuatan magis\u00a0 cengkeh.<\/p>\n\n\n\n
Selain digunakan untuk\u00a0memasak dan pengobatan, beberapa di antaranya mengatakan kalau cengkeh\u00a0dapat\u00a0 membawa\u00a0 keberuntungan\u00a0 ke\u00a0 rumah\u00a0 seseorang,\u00a0 menghentikan\u00a0 gosip\u00a0yang\u00a0 sedang menerpa,\u00a0 dan mempererat\u00a0 ikatan\u00a0 persahabatan.\u00a0 Yang\u00a0 terakhir\u00a0ini mungkin benar, mengingat betapa seringnya terjadi komunikasi antara dua\u00a0orang atau lebih setelah salah satunya berkata, \u201cRokok, Mas?\u201d
Dengan\u00a0 segala\u00a0 yang\u00a0 terkandung\u00a0 di\u00a0 dalamnya\u00a0 rasanya\u00a0 tidak\u00a0 salah\u00a0 jika\u00a0
kretek menjadi pelengkap ritual personal banyak orang, baik laki-laki maupun\u00a0perempuan. Dengan begitu, kretek melampaui batasan gender dan bidang-bidang\u00a0pekerjaan\u2014sungguh\u00a0 sesuatu yang universal. Yang muda dan yang\u00a0 tua punya\u00a0caranya sendiri dalam menikmati rokok kretek dan bahkan menyematkannya\u00a0ritual personal yang menunjukkan tingkat kreativitas. Dengan kecenderungan\u00a0habis\u00a0 lebih\u00a0 lama dibanding rokok putih, kretek memberi\u00a0 lebih banyak waktu bagi\u00a0 perokok\u00a0 berdialog\u00a0 dengan\u00a0 dirinya\u00a0 sendiri.\u00a0 Meski\u00a0 banyak\u00a0 orang\u00a0 yang\u00a0
bukan perokok bilang, kalau merokok\u00a0 sambil bengong atau ngobrol\u00a0 saja\u00a0 itu\u00a0buang-buang waktu\u2014time is money, dude!\u00a0
Ya, di satu sisi waktu memang uang. Tapi di sisi\u00a0 lain, ada hal-hal yang\u00a0
tidak\u00a0 bisa\u00a0 dibeli\u00a0 dengan\u00a0 uang.\u00a0 Seperti\u00a0 misalnya\u00a0 uang\u00a0 tidak\u00a0 bisa\u00a0 membeli\u00a0rasa\u00a0 kebersamaan\u00a0 yang\u00a0 tercipta\u00a0 antara\u00a0 dua\u00a0 orang\u00a0 atau\u00a0 lebih\u00a0 karena mereka\u00a0merokok kretek yang sama. Atau kedamaian dan ketenangan yang ditimbulkan\u00a0dari\u00a0 kretek\u00a0 bagi\u00a0 seseorang\u00a0 yang\u00a0 sedang\u00a0 merenungi\u00a0 pertengkaran\u00a0 yang\u00a0meluluhlantakkan\u00a0 harinya. Hal hal\u00a0 seperti\u00a0 itu\u00a0 jelas\u00a0 tidak\u00a0 bisa\u00a0 dibandingkan\u00a0dengan\u00a0 harga\u00a0 sebungkus\u00a0 kretek.\u00a0 Abstrak\u00a0 memang.\u00a0 Tapi,\u00a0 begitulah\u00a0 adanya\u00a0pengalaman\u00a0 rasa.\u00a0 Ia\u00a0 tidak bisa ditampilkan dalam bentuk yang nyata\u00a0 saking\u00a0lenturnya. Dan di antara pengalaman-pengalaman rasa tersebut terselip kretek\u00a0 di bibir banyak orang.
Banyak\u00a0 orang\u00a0 yang merokok\u00a0 ala\u00a0 kadarnya.\u00a0 Tapi,\u00a0 tidak\u00a0 sedikit\u00a0 orang-
orang\u00a0 yang\u00a0 memiliki\u00a0 ikatan\u00a0 batin\u00a0 dengan\u00a0 kretek\u00a0 selain Mama\u00a0 Tua, Willy,\u00a0kawan-kawan seniman, dan Bu Nonce. Membayangkan betapa sebatang kretek\u00a0menjadi\u00a0 teman dalam perhentian di antara perjalanan, berendam di mata air\u00a0panas alami atau sekedar duduk di ruang tamu bersama salah satu novel Anais\u00a0Nin saat hujan, adalah momen-momen seksi. Yang mengajak untuk melupakan\u00a0sejenak\u00a0 permasalahan\u00a0 dunia\u00a0 yang\u00a0 semakin\u00a0 aneh-aneh\u00a0 saja,\u00a0 tetapi\u00a0 kemudian\u00a0mampu\u00a0 mengajak\u00a0 untuk\u00a0 menyelami\u00a0 diri\u00a0 sendiri\u00a0 sampai\u00a0 ke\u00a0 bagian-bagian\u00a0tergelapnya.\u00a0
Beberapa\u00a0 kisah\u00a0 di\u00a0 atas memang\u00a0 bukan\u00a0 kisah-kisah\u00a0 bombastis. Hanya\u00a0
kisah-kisah\u00a0 sederhana\u00a0 dari\u00a0 keseharian\u00a0 berikut\u00a0 perasasan-perasaan\u00a0 yang\u00a0menyertainya.\u00a0 Tapi\u00a0 justru,\u00a0 menyelami\u00a0 kenangan\u00a0 tentang\u00a0 kretek,\u00a0 kerabat-kerabat, petani, klobot, dan ladang; adalah proses pengenalan kembali terhadap\u00a0Indonesia,\u00a0 dan\u00a0 bagaimana\u00a0 saya\u00a0 berupaya\u00a0 mencintai\u00a0 negeri\u00a0 berikut\u00a0 sesama\u00a0makhluk ciptaan yang kuasa melalui sudut-sudutnya yang terabaikan.<\/p>\n\n\n\n
<\/p>\n","post_title":"Mereka yang Mencintai Kretek","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"mereka-yang-mencintai-kretek","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-03-03 09:37:45","post_modified_gmt":"2019-03-03 02:37:45","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5504","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":44},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"epic_block_3"};
Selanjutnya, <\/strong>rokok elektik\/vape tidak relevan dalam konteks mensejahterakan masyarakat bangsa Indonesia.<\/strong> Menghisap kretek adalah mengingat nenek dan kebun kelapanya. Siang\u00a0hari seusai berkebun, biasanya nenek\u2014atau Mama Tua, seperti orang kampung\u00a0dan cucu-cucunya memanggilnya\u2014istirahat di gubuk kayunya yang terletak di\u00a0tengah kebun. Bernaung atap sederhana dan dedaunan dari pohon kelapa yang\u00a0menjulang, ia akan melakukan ritualnya saban hari dan berharap cucu-cucunya\u00a0tidak akan datang untuk minta dicarikan kutu. Di pondok sederhananya\u00a0 itu,\u00a0ia menghayati\u00a0 suara\u00a0 laut\u00a0 yang\u00a0 tidak\u00a0 jauh\u00a0 dari\u00a0 kebun. Dan mengingat\u00a0 anak-cucunya\u00a0 yang merantau.\u00a0 Seperti\u00a0 dukun-dukun\u00a0 yang\u00a0 umumnya mengepulkan\u00a0doa-doa\u00a0 melalui\u00a0 hembusan\u00a0 asap\u00a0 kretek,\u00a0 Mama\u00a0 Tua\u00a0 pun\u00a0 berdoa.\u00a0 Untuk\u00a0memanggil pulang anak-cucunya.<\/p>\n\n\n\n Beberapa\u00a0 tahun\u00a0 setelah menemukan\u00a0 ritual\u00a0 nenek,\u00a0 saya\u00a0 bertemu\u00a0 teman\u00a0 Cerita lain datang dari seorang \nkawan seniman yang seringkali mati gaya karena kehabisan ide. Dan di saat-saat \nseperti itu, ia akan menyiapkan segelas kopi dan mencari sudut\nuntuk duduk paling nyaman. Di sudut itulah ia kemudian merenung\nsambil menyeruput kopi, mengkretek, dan berbincang kalau ada teman. Kalau\nlagi sendiri ia akan duduk bersama kertas gambarnya dan membiarkan dirinya \nmenggambar apapun yang terlintas dalam \nbenak. Kretek itu \npenting dalam proses kreatif saya. \u201cKretek \nitu teman berpikir,\u201d ujarnya.\nPaduannya dengan kopi bikin imajinasi jadi cemerlang dan\nmemacu endorfin. Entah karena tembakau atau \ncengkeh atau kopi yang penting bisa menggambar lagi. <\/p>\n\n\n\n Baik Mama Tua, Willy, maupun kawan seniman saya, ketiganya merokok\u00a0 Sementara si seniman beranggapan kalau rokok putih selain tidak enak adalah\u00a0rokok kapitalis. Dan Mama Tua,\u00a0 ia tidak suka rokok putih karena tidak ada\u00a0rasanya. Lagipula, sejak\u00a0 ia kecil, rokok yang dikenalnya adalah rokok kretek\u00a0atau kalau tidak ada rokok nginang bisa jadi pengganti. Tapi, Mama Tua tetap\u00a0milih merokok di masa\u00a0 tuanya daripada nginang. Kenapa? Karena\u00a0 gigi\u00a0 saya\u00a0sudah bagus, kelakar Mama Tua. Sebuah contoh datang dari paman \nyang tinggal di sebuah desa dekat Lain si paman, lain juga petani-petani yang\nbiasanya saya temui ketika Mengingat bagaimana orang-orang tua di desa melinting tembakau, saya\u00a0 Selain digunakan untuk\u00a0memasak dan pengobatan, beberapa di antaranya mengatakan kalau cengkeh\u00a0dapat\u00a0 membawa\u00a0 keberuntungan\u00a0 ke\u00a0 rumah\u00a0 seseorang,\u00a0 menghentikan\u00a0 gosip\u00a0yang\u00a0 sedang menerpa,\u00a0 dan mempererat\u00a0 ikatan\u00a0 persahabatan.\u00a0 Yang\u00a0 terakhir\u00a0ini mungkin benar, mengingat betapa seringnya terjadi komunikasi antara dua\u00a0orang atau lebih setelah salah satunya berkata, \u201cRokok, Mas?\u201d Dengan demikian, memperkuat produk tembakau alternatif\/vape sama dengan membunuh petani tembakau dan cengkeh yang tersebar di bumi Nusantara, membunuh ekonomi 6.1 juta jiwa, tidak menghargai warisan budaya nenek moyang dan Ulama\u2019 Nusantara, menghilangkan kekuatan tradisi sebagai basis tegaknya bangsa Indonesia, dan mengotori rekomendasi Musyawarah Nasional Alim Ulama dan Konferensi Besar Nahdlatul Ulama 2019 di Kota Banjar Jawa Barat. Karena rokok elektik\/vape adalah produk asing dan dapat meningkatkan kemungkinan terjangkit penyakit kardiovaskular. Selanjutnya, <\/strong>rokok elektik\/vape tidak relevan dalam konteks mensejahterakan masyarakat bangsa Indonesia.<\/strong> Menghisap kretek adalah mengingat nenek dan kebun kelapanya. Siang\u00a0hari seusai berkebun, biasanya nenek\u2014atau Mama Tua, seperti orang kampung\u00a0dan cucu-cucunya memanggilnya\u2014istirahat di gubuk kayunya yang terletak di\u00a0tengah kebun. Bernaung atap sederhana dan dedaunan dari pohon kelapa yang\u00a0menjulang, ia akan melakukan ritualnya saban hari dan berharap cucu-cucunya\u00a0tidak akan datang untuk minta dicarikan kutu. Di pondok sederhananya\u00a0 itu,\u00a0ia menghayati\u00a0 suara\u00a0 laut\u00a0 yang\u00a0 tidak\u00a0 jauh\u00a0 dari\u00a0 kebun. Dan mengingat\u00a0 anak-cucunya\u00a0 yang merantau.\u00a0 Seperti\u00a0 dukun-dukun\u00a0 yang\u00a0 umumnya mengepulkan\u00a0doa-doa\u00a0 melalui\u00a0 hembusan\u00a0 asap\u00a0 kretek,\u00a0 Mama\u00a0 Tua\u00a0 pun\u00a0 berdoa.\u00a0 Untuk\u00a0memanggil pulang anak-cucunya.<\/p>\n\n\n\n Beberapa\u00a0 tahun\u00a0 setelah menemukan\u00a0 ritual\u00a0 nenek,\u00a0 saya\u00a0 bertemu\u00a0 teman\u00a0 Cerita lain datang dari seorang \nkawan seniman yang seringkali mati gaya karena kehabisan ide. Dan di saat-saat \nseperti itu, ia akan menyiapkan segelas kopi dan mencari sudut\nuntuk duduk paling nyaman. Di sudut itulah ia kemudian merenung\nsambil menyeruput kopi, mengkretek, dan berbincang kalau ada teman. Kalau\nlagi sendiri ia akan duduk bersama kertas gambarnya dan membiarkan dirinya \nmenggambar apapun yang terlintas dalam \nbenak. Kretek itu \npenting dalam proses kreatif saya. \u201cKretek \nitu teman berpikir,\u201d ujarnya.\nPaduannya dengan kopi bikin imajinasi jadi cemerlang dan\nmemacu endorfin. Entah karena tembakau atau \ncengkeh atau kopi yang penting bisa menggambar lagi. <\/p>\n\n\n\n Baik Mama Tua, Willy, maupun kawan seniman saya, ketiganya merokok\u00a0 Sementara si seniman beranggapan kalau rokok putih selain tidak enak adalah\u00a0rokok kapitalis. Dan Mama Tua,\u00a0 ia tidak suka rokok putih karena tidak ada\u00a0rasanya. Lagipula, sejak\u00a0 ia kecil, rokok yang dikenalnya adalah rokok kretek\u00a0atau kalau tidak ada rokok nginang bisa jadi pengganti. Tapi, Mama Tua tetap\u00a0milih merokok di masa\u00a0 tuanya daripada nginang. Kenapa? Karena\u00a0 gigi\u00a0 saya\u00a0sudah bagus, kelakar Mama Tua. Sebuah contoh datang dari paman \nyang tinggal di sebuah desa dekat Lain si paman, lain juga petani-petani yang\nbiasanya saya temui ketika Mengingat bagaimana orang-orang tua di desa melinting tembakau, saya\u00a0 Selain digunakan untuk\u00a0memasak dan pengobatan, beberapa di antaranya mengatakan kalau cengkeh\u00a0dapat\u00a0 membawa\u00a0 keberuntungan\u00a0 ke\u00a0 rumah\u00a0 seseorang,\u00a0 menghentikan\u00a0 gosip\u00a0yang\u00a0 sedang menerpa,\u00a0 dan mempererat\u00a0 ikatan\u00a0 persahabatan.\u00a0 Yang\u00a0 terakhir\u00a0ini mungkin benar, mengingat betapa seringnya terjadi komunikasi antara dua\u00a0orang atau lebih setelah salah satunya berkata, \u201cRokok, Mas?\u201d Dengan demikian, memperkuat produk tembakau alternatif\/vape sama dengan membunuh petani tembakau dan cengkeh yang tersebar di bumi Nusantara, membunuh ekonomi 6.1 juta jiwa, tidak menghargai warisan budaya nenek moyang dan Ulama\u2019 Nusantara, menghilangkan kekuatan tradisi sebagai basis tegaknya bangsa Indonesia, dan mengotori rekomendasi Musyawarah Nasional Alim Ulama dan Konferensi Besar Nahdlatul Ulama 2019 di Kota Banjar Jawa Barat. Karena rokok elektik\/vape adalah produk asing dan dapat meningkatkan kemungkinan terjangkit penyakit kardiovaskular. Selanjutnya, <\/strong>rokok elektik\/vape tidak relevan dalam konteks mensejahterakan masyarakat bangsa Indonesia.<\/strong> Menghisap kretek adalah mengingat nenek dan kebun kelapanya. Siang\u00a0hari seusai berkebun, biasanya nenek\u2014atau Mama Tua, seperti orang kampung\u00a0dan cucu-cucunya memanggilnya\u2014istirahat di gubuk kayunya yang terletak di\u00a0tengah kebun. Bernaung atap sederhana dan dedaunan dari pohon kelapa yang\u00a0menjulang, ia akan melakukan ritualnya saban hari dan berharap cucu-cucunya\u00a0tidak akan datang untuk minta dicarikan kutu. Di pondok sederhananya\u00a0 itu,\u00a0ia menghayati\u00a0 suara\u00a0 laut\u00a0 yang\u00a0 tidak\u00a0 jauh\u00a0 dari\u00a0 kebun. Dan mengingat\u00a0 anak-cucunya\u00a0 yang merantau.\u00a0 Seperti\u00a0 dukun-dukun\u00a0 yang\u00a0 umumnya mengepulkan\u00a0doa-doa\u00a0 melalui\u00a0 hembusan\u00a0 asap\u00a0 kretek,\u00a0 Mama\u00a0 Tua\u00a0 pun\u00a0 berdoa.\u00a0 Untuk\u00a0memanggil pulang anak-cucunya.<\/p>\n\n\n\n Beberapa\u00a0 tahun\u00a0 setelah menemukan\u00a0 ritual\u00a0 nenek,\u00a0 saya\u00a0 bertemu\u00a0 teman\u00a0 Cerita lain datang dari seorang \nkawan seniman yang seringkali mati gaya karena kehabisan ide. Dan di saat-saat \nseperti itu, ia akan menyiapkan segelas kopi dan mencari sudut\nuntuk duduk paling nyaman. Di sudut itulah ia kemudian merenung\nsambil menyeruput kopi, mengkretek, dan berbincang kalau ada teman. Kalau\nlagi sendiri ia akan duduk bersama kertas gambarnya dan membiarkan dirinya \nmenggambar apapun yang terlintas dalam \nbenak. Kretek itu \npenting dalam proses kreatif saya. \u201cKretek \nitu teman berpikir,\u201d ujarnya.\nPaduannya dengan kopi bikin imajinasi jadi cemerlang dan\nmemacu endorfin. Entah karena tembakau atau \ncengkeh atau kopi yang penting bisa menggambar lagi. <\/p>\n\n\n\n Baik Mama Tua, Willy, maupun kawan seniman saya, ketiganya merokok\u00a0 Sementara si seniman beranggapan kalau rokok putih selain tidak enak adalah\u00a0rokok kapitalis. Dan Mama Tua,\u00a0 ia tidak suka rokok putih karena tidak ada\u00a0rasanya. Lagipula, sejak\u00a0 ia kecil, rokok yang dikenalnya adalah rokok kretek\u00a0atau kalau tidak ada rokok nginang bisa jadi pengganti. Tapi, Mama Tua tetap\u00a0milih merokok di masa\u00a0 tuanya daripada nginang. Kenapa? Karena\u00a0 gigi\u00a0 saya\u00a0sudah bagus, kelakar Mama Tua. Sebuah contoh datang dari paman \nyang tinggal di sebuah desa dekat Lain si paman, lain juga petani-petani yang\nbiasanya saya temui ketika Mengingat bagaimana orang-orang tua di desa melinting tembakau, saya\u00a0 Selain digunakan untuk\u00a0memasak dan pengobatan, beberapa di antaranya mengatakan kalau cengkeh\u00a0dapat\u00a0 membawa\u00a0 keberuntungan\u00a0 ke\u00a0 rumah\u00a0 seseorang,\u00a0 menghentikan\u00a0 gosip\u00a0yang\u00a0 sedang menerpa,\u00a0 dan mempererat\u00a0 ikatan\u00a0 persahabatan.\u00a0 Yang\u00a0 terakhir\u00a0ini mungkin benar, mengingat betapa seringnya terjadi komunikasi antara dua\u00a0orang atau lebih setelah salah satunya berkata, \u201cRokok, Mas?\u201d Sehingga, rekomendasi NU tentang tembakau alternatif harus diperkuat dengan dukungan kebijakan yang memadai, tidak relevan diberlakukan di Indonesia. Alasan utamanya adalah:<\/p>\n\n\n\n Dengan demikian, memperkuat produk tembakau alternatif\/vape sama dengan membunuh petani tembakau dan cengkeh yang tersebar di bumi Nusantara, membunuh ekonomi 6.1 juta jiwa, tidak menghargai warisan budaya nenek moyang dan Ulama\u2019 Nusantara, menghilangkan kekuatan tradisi sebagai basis tegaknya bangsa Indonesia, dan mengotori rekomendasi Musyawarah Nasional Alim Ulama dan Konferensi Besar Nahdlatul Ulama 2019 di Kota Banjar Jawa Barat. Karena rokok elektik\/vape adalah produk asing dan dapat meningkatkan kemungkinan terjangkit penyakit kardiovaskular. Selanjutnya, <\/strong>rokok elektik\/vape tidak relevan dalam konteks mensejahterakan masyarakat bangsa Indonesia.<\/strong> Menghisap kretek adalah mengingat nenek dan kebun kelapanya. Siang\u00a0hari seusai berkebun, biasanya nenek\u2014atau Mama Tua, seperti orang kampung\u00a0dan cucu-cucunya memanggilnya\u2014istirahat di gubuk kayunya yang terletak di\u00a0tengah kebun. Bernaung atap sederhana dan dedaunan dari pohon kelapa yang\u00a0menjulang, ia akan melakukan ritualnya saban hari dan berharap cucu-cucunya\u00a0tidak akan datang untuk minta dicarikan kutu. Di pondok sederhananya\u00a0 itu,\u00a0ia menghayati\u00a0 suara\u00a0 laut\u00a0 yang\u00a0 tidak\u00a0 jauh\u00a0 dari\u00a0 kebun. Dan mengingat\u00a0 anak-cucunya\u00a0 yang merantau.\u00a0 Seperti\u00a0 dukun-dukun\u00a0 yang\u00a0 umumnya mengepulkan\u00a0doa-doa\u00a0 melalui\u00a0 hembusan\u00a0 asap\u00a0 kretek,\u00a0 Mama\u00a0 Tua\u00a0 pun\u00a0 berdoa.\u00a0 Untuk\u00a0memanggil pulang anak-cucunya.<\/p>\n\n\n\n Beberapa\u00a0 tahun\u00a0 setelah menemukan\u00a0 ritual\u00a0 nenek,\u00a0 saya\u00a0 bertemu\u00a0 teman\u00a0 Cerita lain datang dari seorang \nkawan seniman yang seringkali mati gaya karena kehabisan ide. Dan di saat-saat \nseperti itu, ia akan menyiapkan segelas kopi dan mencari sudut\nuntuk duduk paling nyaman. Di sudut itulah ia kemudian merenung\nsambil menyeruput kopi, mengkretek, dan berbincang kalau ada teman. Kalau\nlagi sendiri ia akan duduk bersama kertas gambarnya dan membiarkan dirinya \nmenggambar apapun yang terlintas dalam \nbenak. Kretek itu \npenting dalam proses kreatif saya. \u201cKretek \nitu teman berpikir,\u201d ujarnya.\nPaduannya dengan kopi bikin imajinasi jadi cemerlang dan\nmemacu endorfin. Entah karena tembakau atau \ncengkeh atau kopi yang penting bisa menggambar lagi. <\/p>\n\n\n\n Baik Mama Tua, Willy, maupun kawan seniman saya, ketiganya merokok\u00a0 Sementara si seniman beranggapan kalau rokok putih selain tidak enak adalah\u00a0rokok kapitalis. Dan Mama Tua,\u00a0 ia tidak suka rokok putih karena tidak ada\u00a0rasanya. Lagipula, sejak\u00a0 ia kecil, rokok yang dikenalnya adalah rokok kretek\u00a0atau kalau tidak ada rokok nginang bisa jadi pengganti. Tapi, Mama Tua tetap\u00a0milih merokok di masa\u00a0 tuanya daripada nginang. Kenapa? Karena\u00a0 gigi\u00a0 saya\u00a0sudah bagus, kelakar Mama Tua. Sebuah contoh datang dari paman \nyang tinggal di sebuah desa dekat Lain si paman, lain juga petani-petani yang\nbiasanya saya temui ketika Mengingat bagaimana orang-orang tua di desa melinting tembakau, saya\u00a0 Selain digunakan untuk\u00a0memasak dan pengobatan, beberapa di antaranya mengatakan kalau cengkeh\u00a0dapat\u00a0 membawa\u00a0 keberuntungan\u00a0 ke\u00a0 rumah\u00a0 seseorang,\u00a0 menghentikan\u00a0 gosip\u00a0yang\u00a0 sedang menerpa,\u00a0 dan mempererat\u00a0 ikatan\u00a0 persahabatan.\u00a0 Yang\u00a0 terakhir\u00a0ini mungkin benar, mengingat betapa seringnya terjadi komunikasi antara dua\u00a0orang atau lebih setelah salah satunya berkata, \u201cRokok, Mas?\u201d Sehingga, rekomendasi NU tentang tembakau alternatif harus diperkuat dengan dukungan kebijakan yang memadai, tidak relevan diberlakukan di Indonesia. Alasan utamanya adalah:<\/p>\n\n\n\n Dengan demikian, memperkuat produk tembakau alternatif\/vape sama dengan membunuh petani tembakau dan cengkeh yang tersebar di bumi Nusantara, membunuh ekonomi 6.1 juta jiwa, tidak menghargai warisan budaya nenek moyang dan Ulama\u2019 Nusantara, menghilangkan kekuatan tradisi sebagai basis tegaknya bangsa Indonesia, dan mengotori rekomendasi Musyawarah Nasional Alim Ulama dan Konferensi Besar Nahdlatul Ulama 2019 di Kota Banjar Jawa Barat. Karena rokok elektik\/vape adalah produk asing dan dapat meningkatkan kemungkinan terjangkit penyakit kardiovaskular. Selanjutnya, <\/strong>rokok elektik\/vape tidak relevan dalam konteks mensejahterakan masyarakat bangsa Indonesia.<\/strong> Menghisap kretek adalah mengingat nenek dan kebun kelapanya. Siang\u00a0hari seusai berkebun, biasanya nenek\u2014atau Mama Tua, seperti orang kampung\u00a0dan cucu-cucunya memanggilnya\u2014istirahat di gubuk kayunya yang terletak di\u00a0tengah kebun. Bernaung atap sederhana dan dedaunan dari pohon kelapa yang\u00a0menjulang, ia akan melakukan ritualnya saban hari dan berharap cucu-cucunya\u00a0tidak akan datang untuk minta dicarikan kutu. Di pondok sederhananya\u00a0 itu,\u00a0ia menghayati\u00a0 suara\u00a0 laut\u00a0 yang\u00a0 tidak\u00a0 jauh\u00a0 dari\u00a0 kebun. Dan mengingat\u00a0 anak-cucunya\u00a0 yang merantau.\u00a0 Seperti\u00a0 dukun-dukun\u00a0 yang\u00a0 umumnya mengepulkan\u00a0doa-doa\u00a0 melalui\u00a0 hembusan\u00a0 asap\u00a0 kretek,\u00a0 Mama\u00a0 Tua\u00a0 pun\u00a0 berdoa.\u00a0 Untuk\u00a0memanggil pulang anak-cucunya.<\/p>\n\n\n\n Beberapa\u00a0 tahun\u00a0 setelah menemukan\u00a0 ritual\u00a0 nenek,\u00a0 saya\u00a0 bertemu\u00a0 teman\u00a0 Cerita lain datang dari seorang \nkawan seniman yang seringkali mati gaya karena kehabisan ide. Dan di saat-saat \nseperti itu, ia akan menyiapkan segelas kopi dan mencari sudut\nuntuk duduk paling nyaman. Di sudut itulah ia kemudian merenung\nsambil menyeruput kopi, mengkretek, dan berbincang kalau ada teman. Kalau\nlagi sendiri ia akan duduk bersama kertas gambarnya dan membiarkan dirinya \nmenggambar apapun yang terlintas dalam \nbenak. Kretek itu \npenting dalam proses kreatif saya. \u201cKretek \nitu teman berpikir,\u201d ujarnya.\nPaduannya dengan kopi bikin imajinasi jadi cemerlang dan\nmemacu endorfin. Entah karena tembakau atau \ncengkeh atau kopi yang penting bisa menggambar lagi. <\/p>\n\n\n\n Baik Mama Tua, Willy, maupun kawan seniman saya, ketiganya merokok\u00a0 Sementara si seniman beranggapan kalau rokok putih selain tidak enak adalah\u00a0rokok kapitalis. Dan Mama Tua,\u00a0 ia tidak suka rokok putih karena tidak ada\u00a0rasanya. Lagipula, sejak\u00a0 ia kecil, rokok yang dikenalnya adalah rokok kretek\u00a0atau kalau tidak ada rokok nginang bisa jadi pengganti. Tapi, Mama Tua tetap\u00a0milih merokok di masa\u00a0 tuanya daripada nginang. Kenapa? Karena\u00a0 gigi\u00a0 saya\u00a0sudah bagus, kelakar Mama Tua. Sebuah contoh datang dari paman \nyang tinggal di sebuah desa dekat Lain si paman, lain juga petani-petani yang\nbiasanya saya temui ketika Mengingat bagaimana orang-orang tua di desa melinting tembakau, saya\u00a0 Selain digunakan untuk\u00a0memasak dan pengobatan, beberapa di antaranya mengatakan kalau cengkeh\u00a0dapat\u00a0 membawa\u00a0 keberuntungan\u00a0 ke\u00a0 rumah\u00a0 seseorang,\u00a0 menghentikan\u00a0 gosip\u00a0yang\u00a0 sedang menerpa,\u00a0 dan mempererat\u00a0 ikatan\u00a0 persahabatan.\u00a0 Yang\u00a0 terakhir\u00a0ini mungkin benar, mengingat betapa seringnya terjadi komunikasi antara dua\u00a0orang atau lebih setelah salah satunya berkata, \u201cRokok, Mas?\u201d Temuan ini sekaligus membantah argumen dasar pengambilan keputusan NU untuk menawarkan rokok elektrik\/vape sebagai alternatif. Argumen yang terbantahkan tersebut \u00a0adalah \u201cKonsep alternatif rokok atau produk tembakau yang berisiko lebih rendah sudah ditemukan pada tahun 1976 ketika Profesor Michael Russell menyatakan: \u201cOrang merokok karena nikotin tetapi meninggal karena tar\u201d. Karena itu, rasio tar dan nikotin dapat menjadi kunci menuju merokok yang berisiko kesehatan lebih rendah. Sejak saat itu, ditetapkan \u00a0bahwa bahaya merokok hanya disebabkan oleh racun yang muncul akibat pembakaran tembakau. Sebaliknya, produk tembakau tanpa pembakaran dan produk nikotin murni dianggap lebih berisiko bahaya jauh lebih rendah meski masih memiliki potensi menyebabkan adiksi\/ketergantungan\u201d. Sehingga, rekomendasi NU tentang tembakau alternatif harus diperkuat dengan dukungan kebijakan yang memadai, tidak relevan diberlakukan di Indonesia. Alasan utamanya adalah:<\/p>\n\n\n\n Dengan demikian, memperkuat produk tembakau alternatif\/vape sama dengan membunuh petani tembakau dan cengkeh yang tersebar di bumi Nusantara, membunuh ekonomi 6.1 juta jiwa, tidak menghargai warisan budaya nenek moyang dan Ulama\u2019 Nusantara, menghilangkan kekuatan tradisi sebagai basis tegaknya bangsa Indonesia, dan mengotori rekomendasi Musyawarah Nasional Alim Ulama dan Konferensi Besar Nahdlatul Ulama 2019 di Kota Banjar Jawa Barat. Karena rokok elektik\/vape adalah produk asing dan dapat meningkatkan kemungkinan terjangkit penyakit kardiovaskular. Selanjutnya, <\/strong>rokok elektik\/vape tidak relevan dalam konteks mensejahterakan masyarakat bangsa Indonesia.<\/strong> Menghisap kretek adalah mengingat nenek dan kebun kelapanya. Siang\u00a0hari seusai berkebun, biasanya nenek\u2014atau Mama Tua, seperti orang kampung\u00a0dan cucu-cucunya memanggilnya\u2014istirahat di gubuk kayunya yang terletak di\u00a0tengah kebun. Bernaung atap sederhana dan dedaunan dari pohon kelapa yang\u00a0menjulang, ia akan melakukan ritualnya saban hari dan berharap cucu-cucunya\u00a0tidak akan datang untuk minta dicarikan kutu. Di pondok sederhananya\u00a0 itu,\u00a0ia menghayati\u00a0 suara\u00a0 laut\u00a0 yang\u00a0 tidak\u00a0 jauh\u00a0 dari\u00a0 kebun. Dan mengingat\u00a0 anak-cucunya\u00a0 yang merantau.\u00a0 Seperti\u00a0 dukun-dukun\u00a0 yang\u00a0 umumnya mengepulkan\u00a0doa-doa\u00a0 melalui\u00a0 hembusan\u00a0 asap\u00a0 kretek,\u00a0 Mama\u00a0 Tua\u00a0 pun\u00a0 berdoa.\u00a0 Untuk\u00a0memanggil pulang anak-cucunya.<\/p>\n\n\n\n Beberapa\u00a0 tahun\u00a0 setelah menemukan\u00a0 ritual\u00a0 nenek,\u00a0 saya\u00a0 bertemu\u00a0 teman\u00a0 Cerita lain datang dari seorang \nkawan seniman yang seringkali mati gaya karena kehabisan ide. Dan di saat-saat \nseperti itu, ia akan menyiapkan segelas kopi dan mencari sudut\nuntuk duduk paling nyaman. Di sudut itulah ia kemudian merenung\nsambil menyeruput kopi, mengkretek, dan berbincang kalau ada teman. Kalau\nlagi sendiri ia akan duduk bersama kertas gambarnya dan membiarkan dirinya \nmenggambar apapun yang terlintas dalam \nbenak. Kretek itu \npenting dalam proses kreatif saya. \u201cKretek \nitu teman berpikir,\u201d ujarnya.\nPaduannya dengan kopi bikin imajinasi jadi cemerlang dan\nmemacu endorfin. Entah karena tembakau atau \ncengkeh atau kopi yang penting bisa menggambar lagi. <\/p>\n\n\n\n Baik Mama Tua, Willy, maupun kawan seniman saya, ketiganya merokok\u00a0 Sementara si seniman beranggapan kalau rokok putih selain tidak enak adalah\u00a0rokok kapitalis. Dan Mama Tua,\u00a0 ia tidak suka rokok putih karena tidak ada\u00a0rasanya. Lagipula, sejak\u00a0 ia kecil, rokok yang dikenalnya adalah rokok kretek\u00a0atau kalau tidak ada rokok nginang bisa jadi pengganti. Tapi, Mama Tua tetap\u00a0milih merokok di masa\u00a0 tuanya daripada nginang. Kenapa? Karena\u00a0 gigi\u00a0 saya\u00a0sudah bagus, kelakar Mama Tua. Sebuah contoh datang dari paman \nyang tinggal di sebuah desa dekat Lain si paman, lain juga petani-petani yang\nbiasanya saya temui ketika Mengingat bagaimana orang-orang tua di desa melinting tembakau, saya\u00a0 Selain digunakan untuk\u00a0memasak dan pengobatan, beberapa di antaranya mengatakan kalau cengkeh\u00a0dapat\u00a0 membawa\u00a0 keberuntungan\u00a0 ke\u00a0 rumah\u00a0 seseorang,\u00a0 menghentikan\u00a0 gosip\u00a0yang\u00a0 sedang menerpa,\u00a0 dan mempererat\u00a0 ikatan\u00a0 persahabatan.\u00a0 Yang\u00a0 terakhir\u00a0ini mungkin benar, mengingat betapa seringnya terjadi komunikasi antara dua\u00a0orang atau lebih setelah salah satunya berkata, \u201cRokok, Mas?\u201d Ternyata rokok elektrik\/vape menurut hasil riset yang terbaru yang dilakukan Dr. Paul Ndunda bekerjasama dengan Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Amerika, bahwa rokok elektrik\/vape dapat meningkatkan kemungkinan terjangkit penyakit kardiovaskular, yaitu stroke, serangan jantung atau penyakit jantung, atau biasa disebut penyakitkardiovaskular. Temuan ini sekaligus membantah argumen dasar pengambilan keputusan NU untuk menawarkan rokok elektrik\/vape sebagai alternatif. Argumen yang terbantahkan tersebut \u00a0adalah \u201cKonsep alternatif rokok atau produk tembakau yang berisiko lebih rendah sudah ditemukan pada tahun 1976 ketika Profesor Michael Russell menyatakan: \u201cOrang merokok karena nikotin tetapi meninggal karena tar\u201d. Karena itu, rasio tar dan nikotin dapat menjadi kunci menuju merokok yang berisiko kesehatan lebih rendah. Sejak saat itu, ditetapkan \u00a0bahwa bahaya merokok hanya disebabkan oleh racun yang muncul akibat pembakaran tembakau. Sebaliknya, produk tembakau tanpa pembakaran dan produk nikotin murni dianggap lebih berisiko bahaya jauh lebih rendah meski masih memiliki potensi menyebabkan adiksi\/ketergantungan\u201d. Sehingga, rekomendasi NU tentang tembakau alternatif harus diperkuat dengan dukungan kebijakan yang memadai, tidak relevan diberlakukan di Indonesia. Alasan utamanya adalah:<\/p>\n\n\n\n Dengan demikian, memperkuat produk tembakau alternatif\/vape sama dengan membunuh petani tembakau dan cengkeh yang tersebar di bumi Nusantara, membunuh ekonomi 6.1 juta jiwa, tidak menghargai warisan budaya nenek moyang dan Ulama\u2019 Nusantara, menghilangkan kekuatan tradisi sebagai basis tegaknya bangsa Indonesia, dan mengotori rekomendasi Musyawarah Nasional Alim Ulama dan Konferensi Besar Nahdlatul Ulama 2019 di Kota Banjar Jawa Barat. Karena rokok elektik\/vape adalah produk asing dan dapat meningkatkan kemungkinan terjangkit penyakit kardiovaskular. Selanjutnya, <\/strong>rokok elektik\/vape tidak relevan dalam konteks mensejahterakan masyarakat bangsa Indonesia.<\/strong> Menghisap kretek adalah mengingat nenek dan kebun kelapanya. Siang\u00a0hari seusai berkebun, biasanya nenek\u2014atau Mama Tua, seperti orang kampung\u00a0dan cucu-cucunya memanggilnya\u2014istirahat di gubuk kayunya yang terletak di\u00a0tengah kebun. Bernaung atap sederhana dan dedaunan dari pohon kelapa yang\u00a0menjulang, ia akan melakukan ritualnya saban hari dan berharap cucu-cucunya\u00a0tidak akan datang untuk minta dicarikan kutu. Di pondok sederhananya\u00a0 itu,\u00a0ia menghayati\u00a0 suara\u00a0 laut\u00a0 yang\u00a0 tidak\u00a0 jauh\u00a0 dari\u00a0 kebun. Dan mengingat\u00a0 anak-cucunya\u00a0 yang merantau.\u00a0 Seperti\u00a0 dukun-dukun\u00a0 yang\u00a0 umumnya mengepulkan\u00a0doa-doa\u00a0 melalui\u00a0 hembusan\u00a0 asap\u00a0 kretek,\u00a0 Mama\u00a0 Tua\u00a0 pun\u00a0 berdoa.\u00a0 Untuk\u00a0memanggil pulang anak-cucunya.<\/p>\n\n\n\n Beberapa\u00a0 tahun\u00a0 setelah menemukan\u00a0 ritual\u00a0 nenek,\u00a0 saya\u00a0 bertemu\u00a0 teman\u00a0 Cerita lain datang dari seorang \nkawan seniman yang seringkali mati gaya karena kehabisan ide. Dan di saat-saat \nseperti itu, ia akan menyiapkan segelas kopi dan mencari sudut\nuntuk duduk paling nyaman. Di sudut itulah ia kemudian merenung\nsambil menyeruput kopi, mengkretek, dan berbincang kalau ada teman. Kalau\nlagi sendiri ia akan duduk bersama kertas gambarnya dan membiarkan dirinya \nmenggambar apapun yang terlintas dalam \nbenak. Kretek itu \npenting dalam proses kreatif saya. \u201cKretek \nitu teman berpikir,\u201d ujarnya.\nPaduannya dengan kopi bikin imajinasi jadi cemerlang dan\nmemacu endorfin. Entah karena tembakau atau \ncengkeh atau kopi yang penting bisa menggambar lagi. <\/p>\n\n\n\n Baik Mama Tua, Willy, maupun kawan seniman saya, ketiganya merokok\u00a0 Sementara si seniman beranggapan kalau rokok putih selain tidak enak adalah\u00a0rokok kapitalis. Dan Mama Tua,\u00a0 ia tidak suka rokok putih karena tidak ada\u00a0rasanya. Lagipula, sejak\u00a0 ia kecil, rokok yang dikenalnya adalah rokok kretek\u00a0atau kalau tidak ada rokok nginang bisa jadi pengganti. Tapi, Mama Tua tetap\u00a0milih merokok di masa\u00a0 tuanya daripada nginang. Kenapa? Karena\u00a0 gigi\u00a0 saya\u00a0sudah bagus, kelakar Mama Tua. Sebuah contoh datang dari paman \nyang tinggal di sebuah desa dekat Lain si paman, lain juga petani-petani yang\nbiasanya saya temui ketika Mengingat bagaimana orang-orang tua di desa melinting tembakau, saya\u00a0 Selain digunakan untuk\u00a0memasak dan pengobatan, beberapa di antaranya mengatakan kalau cengkeh\u00a0dapat\u00a0 membawa\u00a0 keberuntungan\u00a0 ke\u00a0 rumah\u00a0 seseorang,\u00a0 menghentikan\u00a0 gosip\u00a0yang\u00a0 sedang menerpa,\u00a0 dan mempererat\u00a0 ikatan\u00a0 persahabatan.\u00a0 Yang\u00a0 terakhir\u00a0ini mungkin benar, mengingat betapa seringnya terjadi komunikasi antara dua\u00a0orang atau lebih setelah salah satunya berkata, \u201cRokok, Mas?\u201d Penjelasan di atas menepis gencarnya kampanye anti rokok dengan narasi \u201crokok adalah sumber segala jenis penyakit\u201d. Untuk rokok kretek jelas tidak, untuk rokok putihan bisa jadi ya. Kampanye anti rokok di Indonesia, sebenarnya adalah salah satu strategi politik dagang, untuk mematikan produk rokok kretek. Hal ini terlihat jelas, ada tawaran produk rokok alternatif berupa rokok elektrik\/vape. Ternyata rokok elektrik\/vape menurut hasil riset yang terbaru yang dilakukan Dr. Paul Ndunda bekerjasama dengan Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Amerika, bahwa rokok elektrik\/vape dapat meningkatkan kemungkinan terjangkit penyakit kardiovaskular, yaitu stroke, serangan jantung atau penyakit jantung, atau biasa disebut penyakitkardiovaskular. Temuan ini sekaligus membantah argumen dasar pengambilan keputusan NU untuk menawarkan rokok elektrik\/vape sebagai alternatif. Argumen yang terbantahkan tersebut \u00a0adalah \u201cKonsep alternatif rokok atau produk tembakau yang berisiko lebih rendah sudah ditemukan pada tahun 1976 ketika Profesor Michael Russell menyatakan: \u201cOrang merokok karena nikotin tetapi meninggal karena tar\u201d. Karena itu, rasio tar dan nikotin dapat menjadi kunci menuju merokok yang berisiko kesehatan lebih rendah. Sejak saat itu, ditetapkan \u00a0bahwa bahaya merokok hanya disebabkan oleh racun yang muncul akibat pembakaran tembakau. Sebaliknya, produk tembakau tanpa pembakaran dan produk nikotin murni dianggap lebih berisiko bahaya jauh lebih rendah meski masih memiliki potensi menyebabkan adiksi\/ketergantungan\u201d. Sehingga, rekomendasi NU tentang tembakau alternatif harus diperkuat dengan dukungan kebijakan yang memadai, tidak relevan diberlakukan di Indonesia. Alasan utamanya adalah:<\/p>\n\n\n\n Dengan demikian, memperkuat produk tembakau alternatif\/vape sama dengan membunuh petani tembakau dan cengkeh yang tersebar di bumi Nusantara, membunuh ekonomi 6.1 juta jiwa, tidak menghargai warisan budaya nenek moyang dan Ulama\u2019 Nusantara, menghilangkan kekuatan tradisi sebagai basis tegaknya bangsa Indonesia, dan mengotori rekomendasi Musyawarah Nasional Alim Ulama dan Konferensi Besar Nahdlatul Ulama 2019 di Kota Banjar Jawa Barat. Karena rokok elektik\/vape adalah produk asing dan dapat meningkatkan kemungkinan terjangkit penyakit kardiovaskular. Selanjutnya, <\/strong>rokok elektik\/vape tidak relevan dalam konteks mensejahterakan masyarakat bangsa Indonesia.<\/strong> Menghisap kretek adalah mengingat nenek dan kebun kelapanya. Siang\u00a0hari seusai berkebun, biasanya nenek\u2014atau Mama Tua, seperti orang kampung\u00a0dan cucu-cucunya memanggilnya\u2014istirahat di gubuk kayunya yang terletak di\u00a0tengah kebun. Bernaung atap sederhana dan dedaunan dari pohon kelapa yang\u00a0menjulang, ia akan melakukan ritualnya saban hari dan berharap cucu-cucunya\u00a0tidak akan datang untuk minta dicarikan kutu. Di pondok sederhananya\u00a0 itu,\u00a0ia menghayati\u00a0 suara\u00a0 laut\u00a0 yang\u00a0 tidak\u00a0 jauh\u00a0 dari\u00a0 kebun. Dan mengingat\u00a0 anak-cucunya\u00a0 yang merantau.\u00a0 Seperti\u00a0 dukun-dukun\u00a0 yang\u00a0 umumnya mengepulkan\u00a0doa-doa\u00a0 melalui\u00a0 hembusan\u00a0 asap\u00a0 kretek,\u00a0 Mama\u00a0 Tua\u00a0 pun\u00a0 berdoa.\u00a0 Untuk\u00a0memanggil pulang anak-cucunya.<\/p>\n\n\n\n Beberapa\u00a0 tahun\u00a0 setelah menemukan\u00a0 ritual\u00a0 nenek,\u00a0 saya\u00a0 bertemu\u00a0 teman\u00a0 Cerita lain datang dari seorang \nkawan seniman yang seringkali mati gaya karena kehabisan ide. Dan di saat-saat \nseperti itu, ia akan menyiapkan segelas kopi dan mencari sudut\nuntuk duduk paling nyaman. Di sudut itulah ia kemudian merenung\nsambil menyeruput kopi, mengkretek, dan berbincang kalau ada teman. Kalau\nlagi sendiri ia akan duduk bersama kertas gambarnya dan membiarkan dirinya \nmenggambar apapun yang terlintas dalam \nbenak. Kretek itu \npenting dalam proses kreatif saya. \u201cKretek \nitu teman berpikir,\u201d ujarnya.\nPaduannya dengan kopi bikin imajinasi jadi cemerlang dan\nmemacu endorfin. Entah karena tembakau atau \ncengkeh atau kopi yang penting bisa menggambar lagi. <\/p>\n\n\n\n Baik Mama Tua, Willy, maupun kawan seniman saya, ketiganya merokok\u00a0 Sementara si seniman beranggapan kalau rokok putih selain tidak enak adalah\u00a0rokok kapitalis. Dan Mama Tua,\u00a0 ia tidak suka rokok putih karena tidak ada\u00a0rasanya. Lagipula, sejak\u00a0 ia kecil, rokok yang dikenalnya adalah rokok kretek\u00a0atau kalau tidak ada rokok nginang bisa jadi pengganti. Tapi, Mama Tua tetap\u00a0milih merokok di masa\u00a0 tuanya daripada nginang. Kenapa? Karena\u00a0 gigi\u00a0 saya\u00a0sudah bagus, kelakar Mama Tua. Sebuah contoh datang dari paman \nyang tinggal di sebuah desa dekat Lain si paman, lain juga petani-petani yang\nbiasanya saya temui ketika Mengingat bagaimana orang-orang tua di desa melinting tembakau, saya\u00a0 Selain digunakan untuk\u00a0memasak dan pengobatan, beberapa di antaranya mengatakan kalau cengkeh\u00a0dapat\u00a0 membawa\u00a0 keberuntungan\u00a0 ke\u00a0 rumah\u00a0 seseorang,\u00a0 menghentikan\u00a0 gosip\u00a0yang\u00a0 sedang menerpa,\u00a0 dan mempererat\u00a0 ikatan\u00a0 persahabatan.\u00a0 Yang\u00a0 terakhir\u00a0ini mungkin benar, mengingat betapa seringnya terjadi komunikasi antara dua\u00a0orang atau lebih setelah salah satunya berkata, \u201cRokok, Mas?\u201d Rokok kretek lebih untuk pengobatan, sedangkan rokok putih mungkin hanya sebagai gaya hidup. Rokok kretek asli dalam negeri, rokok putihan produk luar. Rokok kretek menggunakan bahan baku tembakau dan cengkeh dari petani lokal, rokok putihan hanya menggunakan bahan baku tembakau dari luar. Inilah perbedaan yang mencolok bagi keduanya.<\/p>\n\n\n\n Penjelasan di atas menepis gencarnya kampanye anti rokok dengan narasi \u201crokok adalah sumber segala jenis penyakit\u201d. Untuk rokok kretek jelas tidak, untuk rokok putihan bisa jadi ya. Kampanye anti rokok di Indonesia, sebenarnya adalah salah satu strategi politik dagang, untuk mematikan produk rokok kretek. Hal ini terlihat jelas, ada tawaran produk rokok alternatif berupa rokok elektrik\/vape. Ternyata rokok elektrik\/vape menurut hasil riset yang terbaru yang dilakukan Dr. Paul Ndunda bekerjasama dengan Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Amerika, bahwa rokok elektrik\/vape dapat meningkatkan kemungkinan terjangkit penyakit kardiovaskular, yaitu stroke, serangan jantung atau penyakit jantung, atau biasa disebut penyakitkardiovaskular. Temuan ini sekaligus membantah argumen dasar pengambilan keputusan NU untuk menawarkan rokok elektrik\/vape sebagai alternatif. Argumen yang terbantahkan tersebut \u00a0adalah \u201cKonsep alternatif rokok atau produk tembakau yang berisiko lebih rendah sudah ditemukan pada tahun 1976 ketika Profesor Michael Russell menyatakan: \u201cOrang merokok karena nikotin tetapi meninggal karena tar\u201d. Karena itu, rasio tar dan nikotin dapat menjadi kunci menuju merokok yang berisiko kesehatan lebih rendah. Sejak saat itu, ditetapkan \u00a0bahwa bahaya merokok hanya disebabkan oleh racun yang muncul akibat pembakaran tembakau. Sebaliknya, produk tembakau tanpa pembakaran dan produk nikotin murni dianggap lebih berisiko bahaya jauh lebih rendah meski masih memiliki potensi menyebabkan adiksi\/ketergantungan\u201d. Sehingga, rekomendasi NU tentang tembakau alternatif harus diperkuat dengan dukungan kebijakan yang memadai, tidak relevan diberlakukan di Indonesia. Alasan utamanya adalah:<\/p>\n\n\n\n Dengan demikian, memperkuat produk tembakau alternatif\/vape sama dengan membunuh petani tembakau dan cengkeh yang tersebar di bumi Nusantara, membunuh ekonomi 6.1 juta jiwa, tidak menghargai warisan budaya nenek moyang dan Ulama\u2019 Nusantara, menghilangkan kekuatan tradisi sebagai basis tegaknya bangsa Indonesia, dan mengotori rekomendasi Musyawarah Nasional Alim Ulama dan Konferensi Besar Nahdlatul Ulama 2019 di Kota Banjar Jawa Barat. Karena rokok elektik\/vape adalah produk asing dan dapat meningkatkan kemungkinan terjangkit penyakit kardiovaskular. Selanjutnya, <\/strong>rokok elektik\/vape tidak relevan dalam konteks mensejahterakan masyarakat bangsa Indonesia.<\/strong> Menghisap kretek adalah mengingat nenek dan kebun kelapanya. Siang\u00a0hari seusai berkebun, biasanya nenek\u2014atau Mama Tua, seperti orang kampung\u00a0dan cucu-cucunya memanggilnya\u2014istirahat di gubuk kayunya yang terletak di\u00a0tengah kebun. Bernaung atap sederhana dan dedaunan dari pohon kelapa yang\u00a0menjulang, ia akan melakukan ritualnya saban hari dan berharap cucu-cucunya\u00a0tidak akan datang untuk minta dicarikan kutu. Di pondok sederhananya\u00a0 itu,\u00a0ia menghayati\u00a0 suara\u00a0 laut\u00a0 yang\u00a0 tidak\u00a0 jauh\u00a0 dari\u00a0 kebun. Dan mengingat\u00a0 anak-cucunya\u00a0 yang merantau.\u00a0 Seperti\u00a0 dukun-dukun\u00a0 yang\u00a0 umumnya mengepulkan\u00a0doa-doa\u00a0 melalui\u00a0 hembusan\u00a0 asap\u00a0 kretek,\u00a0 Mama\u00a0 Tua\u00a0 pun\u00a0 berdoa.\u00a0 Untuk\u00a0memanggil pulang anak-cucunya.<\/p>\n\n\n\n Beberapa\u00a0 tahun\u00a0 setelah menemukan\u00a0 ritual\u00a0 nenek,\u00a0 saya\u00a0 bertemu\u00a0 teman\u00a0 Cerita lain datang dari seorang \nkawan seniman yang seringkali mati gaya karena kehabisan ide. Dan di saat-saat \nseperti itu, ia akan menyiapkan segelas kopi dan mencari sudut\nuntuk duduk paling nyaman. Di sudut itulah ia kemudian merenung\nsambil menyeruput kopi, mengkretek, dan berbincang kalau ada teman. Kalau\nlagi sendiri ia akan duduk bersama kertas gambarnya dan membiarkan dirinya \nmenggambar apapun yang terlintas dalam \nbenak. Kretek itu \npenting dalam proses kreatif saya. \u201cKretek \nitu teman berpikir,\u201d ujarnya.\nPaduannya dengan kopi bikin imajinasi jadi cemerlang dan\nmemacu endorfin. Entah karena tembakau atau \ncengkeh atau kopi yang penting bisa menggambar lagi. <\/p>\n\n\n\n Baik Mama Tua, Willy, maupun kawan seniman saya, ketiganya merokok\u00a0 Sementara si seniman beranggapan kalau rokok putih selain tidak enak adalah\u00a0rokok kapitalis. Dan Mama Tua,\u00a0 ia tidak suka rokok putih karena tidak ada\u00a0rasanya. Lagipula, sejak\u00a0 ia kecil, rokok yang dikenalnya adalah rokok kretek\u00a0atau kalau tidak ada rokok nginang bisa jadi pengganti. Tapi, Mama Tua tetap\u00a0milih merokok di masa\u00a0 tuanya daripada nginang. Kenapa? Karena\u00a0 gigi\u00a0 saya\u00a0sudah bagus, kelakar Mama Tua. Sebuah contoh datang dari paman \nyang tinggal di sebuah desa dekat Lain si paman, lain juga petani-petani yang\nbiasanya saya temui ketika Mengingat bagaimana orang-orang tua di desa melinting tembakau, saya\u00a0 Selain digunakan untuk\u00a0memasak dan pengobatan, beberapa di antaranya mengatakan kalau cengkeh\u00a0dapat\u00a0 membawa\u00a0 keberuntungan\u00a0 ke\u00a0 rumah\u00a0 seseorang,\u00a0 menghentikan\u00a0 gosip\u00a0yang\u00a0 sedang menerpa,\u00a0 dan mempererat\u00a0 ikatan\u00a0 persahabatan.\u00a0 Yang\u00a0 terakhir\u00a0ini mungkin benar, mengingat betapa seringnya terjadi komunikasi antara dua\u00a0orang atau lebih setelah salah satunya berkata, \u201cRokok, Mas?\u201d Jadi, antara rokok kretek dan rokok putihan, walaupun ada kesamaan nama, kesamaan bentuk bahkan kesamaan cara menikmati, akan tetapi beda manfaatnya. <\/p>\n\n\n\n Rokok kretek lebih untuk pengobatan, sedangkan rokok putih mungkin hanya sebagai gaya hidup. Rokok kretek asli dalam negeri, rokok putihan produk luar. Rokok kretek menggunakan bahan baku tembakau dan cengkeh dari petani lokal, rokok putihan hanya menggunakan bahan baku tembakau dari luar. Inilah perbedaan yang mencolok bagi keduanya.<\/p>\n\n\n\n Penjelasan di atas menepis gencarnya kampanye anti rokok dengan narasi \u201crokok adalah sumber segala jenis penyakit\u201d. Untuk rokok kretek jelas tidak, untuk rokok putihan bisa jadi ya. Kampanye anti rokok di Indonesia, sebenarnya adalah salah satu strategi politik dagang, untuk mematikan produk rokok kretek. Hal ini terlihat jelas, ada tawaran produk rokok alternatif berupa rokok elektrik\/vape. Ternyata rokok elektrik\/vape menurut hasil riset yang terbaru yang dilakukan Dr. Paul Ndunda bekerjasama dengan Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Amerika, bahwa rokok elektrik\/vape dapat meningkatkan kemungkinan terjangkit penyakit kardiovaskular, yaitu stroke, serangan jantung atau penyakit jantung, atau biasa disebut penyakitkardiovaskular. Temuan ini sekaligus membantah argumen dasar pengambilan keputusan NU untuk menawarkan rokok elektrik\/vape sebagai alternatif. Argumen yang terbantahkan tersebut \u00a0adalah \u201cKonsep alternatif rokok atau produk tembakau yang berisiko lebih rendah sudah ditemukan pada tahun 1976 ketika Profesor Michael Russell menyatakan: \u201cOrang merokok karena nikotin tetapi meninggal karena tar\u201d. Karena itu, rasio tar dan nikotin dapat menjadi kunci menuju merokok yang berisiko kesehatan lebih rendah. Sejak saat itu, ditetapkan \u00a0bahwa bahaya merokok hanya disebabkan oleh racun yang muncul akibat pembakaran tembakau. Sebaliknya, produk tembakau tanpa pembakaran dan produk nikotin murni dianggap lebih berisiko bahaya jauh lebih rendah meski masih memiliki potensi menyebabkan adiksi\/ketergantungan\u201d. Sehingga, rekomendasi NU tentang tembakau alternatif harus diperkuat dengan dukungan kebijakan yang memadai, tidak relevan diberlakukan di Indonesia. Alasan utamanya adalah:<\/p>\n\n\n\n Dengan demikian, memperkuat produk tembakau alternatif\/vape sama dengan membunuh petani tembakau dan cengkeh yang tersebar di bumi Nusantara, membunuh ekonomi 6.1 juta jiwa, tidak menghargai warisan budaya nenek moyang dan Ulama\u2019 Nusantara, menghilangkan kekuatan tradisi sebagai basis tegaknya bangsa Indonesia, dan mengotori rekomendasi Musyawarah Nasional Alim Ulama dan Konferensi Besar Nahdlatul Ulama 2019 di Kota Banjar Jawa Barat. Karena rokok elektik\/vape adalah produk asing dan dapat meningkatkan kemungkinan terjangkit penyakit kardiovaskular. Selanjutnya, <\/strong>rokok elektik\/vape tidak relevan dalam konteks mensejahterakan masyarakat bangsa Indonesia.<\/strong> Menghisap kretek adalah mengingat nenek dan kebun kelapanya. Siang\u00a0hari seusai berkebun, biasanya nenek\u2014atau Mama Tua, seperti orang kampung\u00a0dan cucu-cucunya memanggilnya\u2014istirahat di gubuk kayunya yang terletak di\u00a0tengah kebun. Bernaung atap sederhana dan dedaunan dari pohon kelapa yang\u00a0menjulang, ia akan melakukan ritualnya saban hari dan berharap cucu-cucunya\u00a0tidak akan datang untuk minta dicarikan kutu. Di pondok sederhananya\u00a0 itu,\u00a0ia menghayati\u00a0 suara\u00a0 laut\u00a0 yang\u00a0 tidak\u00a0 jauh\u00a0 dari\u00a0 kebun. Dan mengingat\u00a0 anak-cucunya\u00a0 yang merantau.\u00a0 Seperti\u00a0 dukun-dukun\u00a0 yang\u00a0 umumnya mengepulkan\u00a0doa-doa\u00a0 melalui\u00a0 hembusan\u00a0 asap\u00a0 kretek,\u00a0 Mama\u00a0 Tua\u00a0 pun\u00a0 berdoa.\u00a0 Untuk\u00a0memanggil pulang anak-cucunya.<\/p>\n\n\n\n Beberapa\u00a0 tahun\u00a0 setelah menemukan\u00a0 ritual\u00a0 nenek,\u00a0 saya\u00a0 bertemu\u00a0 teman\u00a0 Cerita lain datang dari seorang \nkawan seniman yang seringkali mati gaya karena kehabisan ide. Dan di saat-saat \nseperti itu, ia akan menyiapkan segelas kopi dan mencari sudut\nuntuk duduk paling nyaman. Di sudut itulah ia kemudian merenung\nsambil menyeruput kopi, mengkretek, dan berbincang kalau ada teman. Kalau\nlagi sendiri ia akan duduk bersama kertas gambarnya dan membiarkan dirinya \nmenggambar apapun yang terlintas dalam \nbenak. Kretek itu \npenting dalam proses kreatif saya. \u201cKretek \nitu teman berpikir,\u201d ujarnya.\nPaduannya dengan kopi bikin imajinasi jadi cemerlang dan\nmemacu endorfin. Entah karena tembakau atau \ncengkeh atau kopi yang penting bisa menggambar lagi. <\/p>\n\n\n\n Baik Mama Tua, Willy, maupun kawan seniman saya, ketiganya merokok\u00a0 Sementara si seniman beranggapan kalau rokok putih selain tidak enak adalah\u00a0rokok kapitalis. Dan Mama Tua,\u00a0 ia tidak suka rokok putih karena tidak ada\u00a0rasanya. Lagipula, sejak\u00a0 ia kecil, rokok yang dikenalnya adalah rokok kretek\u00a0atau kalau tidak ada rokok nginang bisa jadi pengganti. Tapi, Mama Tua tetap\u00a0milih merokok di masa\u00a0 tuanya daripada nginang. Kenapa? Karena\u00a0 gigi\u00a0 saya\u00a0sudah bagus, kelakar Mama Tua. Sebuah contoh datang dari paman \nyang tinggal di sebuah desa dekat Lain si paman, lain juga petani-petani yang\nbiasanya saya temui ketika Mengingat bagaimana orang-orang tua di desa melinting tembakau, saya\u00a0 Selain digunakan untuk\u00a0memasak dan pengobatan, beberapa di antaranya mengatakan kalau cengkeh\u00a0dapat\u00a0 membawa\u00a0 keberuntungan\u00a0 ke\u00a0 rumah\u00a0 seseorang,\u00a0 menghentikan\u00a0 gosip\u00a0yang\u00a0 sedang menerpa,\u00a0 dan mempererat\u00a0 ikatan\u00a0 persahabatan.\u00a0 Yang\u00a0 terakhir\u00a0ini mungkin benar, mengingat betapa seringnya terjadi komunikasi antara dua\u00a0orang atau lebih setelah salah satunya berkata, \u201cRokok, Mas?\u201d Sedangkan rokok putihan punya riwayat berbeda dengan rokok kretek, karena hanya menggunakan tembakau saja. Jadi, antara rokok kretek dan rokok putihan, walaupun ada kesamaan nama, kesamaan bentuk bahkan kesamaan cara menikmati, akan tetapi beda manfaatnya. <\/p>\n\n\n\n Rokok kretek lebih untuk pengobatan, sedangkan rokok putih mungkin hanya sebagai gaya hidup. Rokok kretek asli dalam negeri, rokok putihan produk luar. Rokok kretek menggunakan bahan baku tembakau dan cengkeh dari petani lokal, rokok putihan hanya menggunakan bahan baku tembakau dari luar. Inilah perbedaan yang mencolok bagi keduanya.<\/p>\n\n\n\n Penjelasan di atas menepis gencarnya kampanye anti rokok dengan narasi \u201crokok adalah sumber segala jenis penyakit\u201d. Untuk rokok kretek jelas tidak, untuk rokok putihan bisa jadi ya. Kampanye anti rokok di Indonesia, sebenarnya adalah salah satu strategi politik dagang, untuk mematikan produk rokok kretek. Hal ini terlihat jelas, ada tawaran produk rokok alternatif berupa rokok elektrik\/vape. Ternyata rokok elektrik\/vape menurut hasil riset yang terbaru yang dilakukan Dr. Paul Ndunda bekerjasama dengan Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Amerika, bahwa rokok elektrik\/vape dapat meningkatkan kemungkinan terjangkit penyakit kardiovaskular, yaitu stroke, serangan jantung atau penyakit jantung, atau biasa disebut penyakitkardiovaskular. Temuan ini sekaligus membantah argumen dasar pengambilan keputusan NU untuk menawarkan rokok elektrik\/vape sebagai alternatif. Argumen yang terbantahkan tersebut \u00a0adalah \u201cKonsep alternatif rokok atau produk tembakau yang berisiko lebih rendah sudah ditemukan pada tahun 1976 ketika Profesor Michael Russell menyatakan: \u201cOrang merokok karena nikotin tetapi meninggal karena tar\u201d. Karena itu, rasio tar dan nikotin dapat menjadi kunci menuju merokok yang berisiko kesehatan lebih rendah. Sejak saat itu, ditetapkan \u00a0bahwa bahaya merokok hanya disebabkan oleh racun yang muncul akibat pembakaran tembakau. Sebaliknya, produk tembakau tanpa pembakaran dan produk nikotin murni dianggap lebih berisiko bahaya jauh lebih rendah meski masih memiliki potensi menyebabkan adiksi\/ketergantungan\u201d. Sehingga, rekomendasi NU tentang tembakau alternatif harus diperkuat dengan dukungan kebijakan yang memadai, tidak relevan diberlakukan di Indonesia. Alasan utamanya adalah:<\/p>\n\n\n\n Dengan demikian, memperkuat produk tembakau alternatif\/vape sama dengan membunuh petani tembakau dan cengkeh yang tersebar di bumi Nusantara, membunuh ekonomi 6.1 juta jiwa, tidak menghargai warisan budaya nenek moyang dan Ulama\u2019 Nusantara, menghilangkan kekuatan tradisi sebagai basis tegaknya bangsa Indonesia, dan mengotori rekomendasi Musyawarah Nasional Alim Ulama dan Konferensi Besar Nahdlatul Ulama 2019 di Kota Banjar Jawa Barat. Karena rokok elektik\/vape adalah produk asing dan dapat meningkatkan kemungkinan terjangkit penyakit kardiovaskular. Selanjutnya, <\/strong>rokok elektik\/vape tidak relevan dalam konteks mensejahterakan masyarakat bangsa Indonesia.<\/strong> Menghisap kretek adalah mengingat nenek dan kebun kelapanya. Siang\u00a0hari seusai berkebun, biasanya nenek\u2014atau Mama Tua, seperti orang kampung\u00a0dan cucu-cucunya memanggilnya\u2014istirahat di gubuk kayunya yang terletak di\u00a0tengah kebun. Bernaung atap sederhana dan dedaunan dari pohon kelapa yang\u00a0menjulang, ia akan melakukan ritualnya saban hari dan berharap cucu-cucunya\u00a0tidak akan datang untuk minta dicarikan kutu. Di pondok sederhananya\u00a0 itu,\u00a0ia menghayati\u00a0 suara\u00a0 laut\u00a0 yang\u00a0 tidak\u00a0 jauh\u00a0 dari\u00a0 kebun. Dan mengingat\u00a0 anak-cucunya\u00a0 yang merantau.\u00a0 Seperti\u00a0 dukun-dukun\u00a0 yang\u00a0 umumnya mengepulkan\u00a0doa-doa\u00a0 melalui\u00a0 hembusan\u00a0 asap\u00a0 kretek,\u00a0 Mama\u00a0 Tua\u00a0 pun\u00a0 berdoa.\u00a0 Untuk\u00a0memanggil pulang anak-cucunya.<\/p>\n\n\n\n Beberapa\u00a0 tahun\u00a0 setelah menemukan\u00a0 ritual\u00a0 nenek,\u00a0 saya\u00a0 bertemu\u00a0 teman\u00a0 Cerita lain datang dari seorang \nkawan seniman yang seringkali mati gaya karena kehabisan ide. Dan di saat-saat \nseperti itu, ia akan menyiapkan segelas kopi dan mencari sudut\nuntuk duduk paling nyaman. Di sudut itulah ia kemudian merenung\nsambil menyeruput kopi, mengkretek, dan berbincang kalau ada teman. Kalau\nlagi sendiri ia akan duduk bersama kertas gambarnya dan membiarkan dirinya \nmenggambar apapun yang terlintas dalam \nbenak. Kretek itu \npenting dalam proses kreatif saya. \u201cKretek \nitu teman berpikir,\u201d ujarnya.\nPaduannya dengan kopi bikin imajinasi jadi cemerlang dan\nmemacu endorfin. Entah karena tembakau atau \ncengkeh atau kopi yang penting bisa menggambar lagi. <\/p>\n\n\n\n Baik Mama Tua, Willy, maupun kawan seniman saya, ketiganya merokok\u00a0 Sementara si seniman beranggapan kalau rokok putih selain tidak enak adalah\u00a0rokok kapitalis. Dan Mama Tua,\u00a0 ia tidak suka rokok putih karena tidak ada\u00a0rasanya. Lagipula, sejak\u00a0 ia kecil, rokok yang dikenalnya adalah rokok kretek\u00a0atau kalau tidak ada rokok nginang bisa jadi pengganti. Tapi, Mama Tua tetap\u00a0milih merokok di masa\u00a0 tuanya daripada nginang. Kenapa? Karena\u00a0 gigi\u00a0 saya\u00a0sudah bagus, kelakar Mama Tua. Sebuah contoh datang dari paman \nyang tinggal di sebuah desa dekat Lain si paman, lain juga petani-petani yang\nbiasanya saya temui ketika Mengingat bagaimana orang-orang tua di desa melinting tembakau, saya\u00a0 Selain digunakan untuk\u00a0memasak dan pengobatan, beberapa di antaranya mengatakan kalau cengkeh\u00a0dapat\u00a0 membawa\u00a0 keberuntungan\u00a0 ke\u00a0 rumah\u00a0 seseorang,\u00a0 menghentikan\u00a0 gosip\u00a0yang\u00a0 sedang menerpa,\u00a0 dan mempererat\u00a0 ikatan\u00a0 persahabatan.\u00a0 Yang\u00a0 terakhir\u00a0ini mungkin benar, mengingat betapa seringnya terjadi komunikasi antara dua\u00a0orang atau lebih setelah salah satunya berkata, \u201cRokok, Mas?\u201d Sedangkan rokok putihan punya riwayat berbeda dengan rokok kretek, karena hanya menggunakan tembakau saja. Jadi, antara rokok kretek dan rokok putihan, walaupun ada kesamaan nama, kesamaan bentuk bahkan kesamaan cara menikmati, akan tetapi beda manfaatnya. <\/p>\n\n\n\n Rokok kretek lebih untuk pengobatan, sedangkan rokok putih mungkin hanya sebagai gaya hidup. Rokok kretek asli dalam negeri, rokok putihan produk luar. Rokok kretek menggunakan bahan baku tembakau dan cengkeh dari petani lokal, rokok putihan hanya menggunakan bahan baku tembakau dari luar. Inilah perbedaan yang mencolok bagi keduanya.<\/p>\n\n\n\n Penjelasan di atas menepis gencarnya kampanye anti rokok dengan narasi \u201crokok adalah sumber segala jenis penyakit\u201d. Untuk rokok kretek jelas tidak, untuk rokok putihan bisa jadi ya. Kampanye anti rokok di Indonesia, sebenarnya adalah salah satu strategi politik dagang, untuk mematikan produk rokok kretek. Hal ini terlihat jelas, ada tawaran produk rokok alternatif berupa rokok elektrik\/vape. Ternyata rokok elektrik\/vape menurut hasil riset yang terbaru yang dilakukan Dr. Paul Ndunda bekerjasama dengan Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Amerika, bahwa rokok elektrik\/vape dapat meningkatkan kemungkinan terjangkit penyakit kardiovaskular, yaitu stroke, serangan jantung atau penyakit jantung, atau biasa disebut penyakitkardiovaskular. Temuan ini sekaligus membantah argumen dasar pengambilan keputusan NU untuk menawarkan rokok elektrik\/vape sebagai alternatif. Argumen yang terbantahkan tersebut \u00a0adalah \u201cKonsep alternatif rokok atau produk tembakau yang berisiko lebih rendah sudah ditemukan pada tahun 1976 ketika Profesor Michael Russell menyatakan: \u201cOrang merokok karena nikotin tetapi meninggal karena tar\u201d. Karena itu, rasio tar dan nikotin dapat menjadi kunci menuju merokok yang berisiko kesehatan lebih rendah. Sejak saat itu, ditetapkan \u00a0bahwa bahaya merokok hanya disebabkan oleh racun yang muncul akibat pembakaran tembakau. Sebaliknya, produk tembakau tanpa pembakaran dan produk nikotin murni dianggap lebih berisiko bahaya jauh lebih rendah meski masih memiliki potensi menyebabkan adiksi\/ketergantungan\u201d. Sehingga, rekomendasi NU tentang tembakau alternatif harus diperkuat dengan dukungan kebijakan yang memadai, tidak relevan diberlakukan di Indonesia. Alasan utamanya adalah:<\/p>\n\n\n\n Dengan demikian, memperkuat produk tembakau alternatif\/vape sama dengan membunuh petani tembakau dan cengkeh yang tersebar di bumi Nusantara, membunuh ekonomi 6.1 juta jiwa, tidak menghargai warisan budaya nenek moyang dan Ulama\u2019 Nusantara, menghilangkan kekuatan tradisi sebagai basis tegaknya bangsa Indonesia, dan mengotori rekomendasi Musyawarah Nasional Alim Ulama dan Konferensi Besar Nahdlatul Ulama 2019 di Kota Banjar Jawa Barat. Karena rokok elektik\/vape adalah produk asing dan dapat meningkatkan kemungkinan terjangkit penyakit kardiovaskular. Selanjutnya, <\/strong>rokok elektik\/vape tidak relevan dalam konteks mensejahterakan masyarakat bangsa Indonesia.<\/strong> Menghisap kretek adalah mengingat nenek dan kebun kelapanya. Siang\u00a0hari seusai berkebun, biasanya nenek\u2014atau Mama Tua, seperti orang kampung\u00a0dan cucu-cucunya memanggilnya\u2014istirahat di gubuk kayunya yang terletak di\u00a0tengah kebun. Bernaung atap sederhana dan dedaunan dari pohon kelapa yang\u00a0menjulang, ia akan melakukan ritualnya saban hari dan berharap cucu-cucunya\u00a0tidak akan datang untuk minta dicarikan kutu. Di pondok sederhananya\u00a0 itu,\u00a0ia menghayati\u00a0 suara\u00a0 laut\u00a0 yang\u00a0 tidak\u00a0 jauh\u00a0 dari\u00a0 kebun. Dan mengingat\u00a0 anak-cucunya\u00a0 yang merantau.\u00a0 Seperti\u00a0 dukun-dukun\u00a0 yang\u00a0 umumnya mengepulkan\u00a0doa-doa\u00a0 melalui\u00a0 hembusan\u00a0 asap\u00a0 kretek,\u00a0 Mama\u00a0 Tua\u00a0 pun\u00a0 berdoa.\u00a0 Untuk\u00a0memanggil pulang anak-cucunya.<\/p>\n\n\n\n Beberapa\u00a0 tahun\u00a0 setelah menemukan\u00a0 ritual\u00a0 nenek,\u00a0 saya\u00a0 bertemu\u00a0 teman\u00a0 Cerita lain datang dari seorang \nkawan seniman yang seringkali mati gaya karena kehabisan ide. Dan di saat-saat \nseperti itu, ia akan menyiapkan segelas kopi dan mencari sudut\nuntuk duduk paling nyaman. Di sudut itulah ia kemudian merenung\nsambil menyeruput kopi, mengkretek, dan berbincang kalau ada teman. Kalau\nlagi sendiri ia akan duduk bersama kertas gambarnya dan membiarkan dirinya \nmenggambar apapun yang terlintas dalam \nbenak. Kretek itu \npenting dalam proses kreatif saya. \u201cKretek \nitu teman berpikir,\u201d ujarnya.\nPaduannya dengan kopi bikin imajinasi jadi cemerlang dan\nmemacu endorfin. Entah karena tembakau atau \ncengkeh atau kopi yang penting bisa menggambar lagi. <\/p>\n\n\n\n Baik Mama Tua, Willy, maupun kawan seniman saya, ketiganya merokok\u00a0 Sementara si seniman beranggapan kalau rokok putih selain tidak enak adalah\u00a0rokok kapitalis. Dan Mama Tua,\u00a0 ia tidak suka rokok putih karena tidak ada\u00a0rasanya. Lagipula, sejak\u00a0 ia kecil, rokok yang dikenalnya adalah rokok kretek\u00a0atau kalau tidak ada rokok nginang bisa jadi pengganti. Tapi, Mama Tua tetap\u00a0milih merokok di masa\u00a0 tuanya daripada nginang. Kenapa? Karena\u00a0 gigi\u00a0 saya\u00a0sudah bagus, kelakar Mama Tua. Sebuah contoh datang dari paman \nyang tinggal di sebuah desa dekat Lain si paman, lain juga petani-petani yang\nbiasanya saya temui ketika Mengingat bagaimana orang-orang tua di desa melinting tembakau, saya\u00a0 Selain digunakan untuk\u00a0memasak dan pengobatan, beberapa di antaranya mengatakan kalau cengkeh\u00a0dapat\u00a0 membawa\u00a0 keberuntungan\u00a0 ke\u00a0 rumah\u00a0 seseorang,\u00a0 menghentikan\u00a0 gosip\u00a0yang\u00a0 sedang menerpa,\u00a0 dan mempererat\u00a0 ikatan\u00a0 persahabatan.\u00a0 Yang\u00a0 terakhir\u00a0ini mungkin benar, mengingat betapa seringnya terjadi komunikasi antara dua\u00a0orang atau lebih setelah salah satunya berkata, \u201cRokok, Mas?\u201d Munculnya rokok kretek kali pertama bertujuan untuk mengatasi sakit bengek<\/em>, hasil kreasi anak bangsa bernama H. Djamhari di Kudus, yaitu olahan tembakau dicampur dengan cengkeh, dibungkus berbentuk konus. Dari hasil pembakaran dua senyawa tersebut, H. Djamhari berhasil mengobati sakit bengeknya. <\/p>\n\n\n\n Sedangkan rokok putihan punya riwayat berbeda dengan rokok kretek, karena hanya menggunakan tembakau saja. Jadi, antara rokok kretek dan rokok putihan, walaupun ada kesamaan nama, kesamaan bentuk bahkan kesamaan cara menikmati, akan tetapi beda manfaatnya. <\/p>\n\n\n\n Rokok kretek lebih untuk pengobatan, sedangkan rokok putih mungkin hanya sebagai gaya hidup. Rokok kretek asli dalam negeri, rokok putihan produk luar. Rokok kretek menggunakan bahan baku tembakau dan cengkeh dari petani lokal, rokok putihan hanya menggunakan bahan baku tembakau dari luar. Inilah perbedaan yang mencolok bagi keduanya.<\/p>\n\n\n\n Penjelasan di atas menepis gencarnya kampanye anti rokok dengan narasi \u201crokok adalah sumber segala jenis penyakit\u201d. Untuk rokok kretek jelas tidak, untuk rokok putihan bisa jadi ya. Kampanye anti rokok di Indonesia, sebenarnya adalah salah satu strategi politik dagang, untuk mematikan produk rokok kretek. Hal ini terlihat jelas, ada tawaran produk rokok alternatif berupa rokok elektrik\/vape. Ternyata rokok elektrik\/vape menurut hasil riset yang terbaru yang dilakukan Dr. Paul Ndunda bekerjasama dengan Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Amerika, bahwa rokok elektrik\/vape dapat meningkatkan kemungkinan terjangkit penyakit kardiovaskular, yaitu stroke, serangan jantung atau penyakit jantung, atau biasa disebut penyakitkardiovaskular. Temuan ini sekaligus membantah argumen dasar pengambilan keputusan NU untuk menawarkan rokok elektrik\/vape sebagai alternatif. Argumen yang terbantahkan tersebut \u00a0adalah \u201cKonsep alternatif rokok atau produk tembakau yang berisiko lebih rendah sudah ditemukan pada tahun 1976 ketika Profesor Michael Russell menyatakan: \u201cOrang merokok karena nikotin tetapi meninggal karena tar\u201d. Karena itu, rasio tar dan nikotin dapat menjadi kunci menuju merokok yang berisiko kesehatan lebih rendah. Sejak saat itu, ditetapkan \u00a0bahwa bahaya merokok hanya disebabkan oleh racun yang muncul akibat pembakaran tembakau. Sebaliknya, produk tembakau tanpa pembakaran dan produk nikotin murni dianggap lebih berisiko bahaya jauh lebih rendah meski masih memiliki potensi menyebabkan adiksi\/ketergantungan\u201d. Sehingga, rekomendasi NU tentang tembakau alternatif harus diperkuat dengan dukungan kebijakan yang memadai, tidak relevan diberlakukan di Indonesia. Alasan utamanya adalah:<\/p>\n\n\n\n Dengan demikian, memperkuat produk tembakau alternatif\/vape sama dengan membunuh petani tembakau dan cengkeh yang tersebar di bumi Nusantara, membunuh ekonomi 6.1 juta jiwa, tidak menghargai warisan budaya nenek moyang dan Ulama\u2019 Nusantara, menghilangkan kekuatan tradisi sebagai basis tegaknya bangsa Indonesia, dan mengotori rekomendasi Musyawarah Nasional Alim Ulama dan Konferensi Besar Nahdlatul Ulama 2019 di Kota Banjar Jawa Barat. Karena rokok elektik\/vape adalah produk asing dan dapat meningkatkan kemungkinan terjangkit penyakit kardiovaskular. Selanjutnya, <\/strong>rokok elektik\/vape tidak relevan dalam konteks mensejahterakan masyarakat bangsa Indonesia.<\/strong> Menghisap kretek adalah mengingat nenek dan kebun kelapanya. Siang\u00a0hari seusai berkebun, biasanya nenek\u2014atau Mama Tua, seperti orang kampung\u00a0dan cucu-cucunya memanggilnya\u2014istirahat di gubuk kayunya yang terletak di\u00a0tengah kebun. Bernaung atap sederhana dan dedaunan dari pohon kelapa yang\u00a0menjulang, ia akan melakukan ritualnya saban hari dan berharap cucu-cucunya\u00a0tidak akan datang untuk minta dicarikan kutu. Di pondok sederhananya\u00a0 itu,\u00a0ia menghayati\u00a0 suara\u00a0 laut\u00a0 yang\u00a0 tidak\u00a0 jauh\u00a0 dari\u00a0 kebun. Dan mengingat\u00a0 anak-cucunya\u00a0 yang merantau.\u00a0 Seperti\u00a0 dukun-dukun\u00a0 yang\u00a0 umumnya mengepulkan\u00a0doa-doa\u00a0 melalui\u00a0 hembusan\u00a0 asap\u00a0 kretek,\u00a0 Mama\u00a0 Tua\u00a0 pun\u00a0 berdoa.\u00a0 Untuk\u00a0memanggil pulang anak-cucunya.<\/p>\n\n\n\n Beberapa\u00a0 tahun\u00a0 setelah menemukan\u00a0 ritual\u00a0 nenek,\u00a0 saya\u00a0 bertemu\u00a0 teman\u00a0 Cerita lain datang dari seorang \nkawan seniman yang seringkali mati gaya karena kehabisan ide. Dan di saat-saat \nseperti itu, ia akan menyiapkan segelas kopi dan mencari sudut\nuntuk duduk paling nyaman. Di sudut itulah ia kemudian merenung\nsambil menyeruput kopi, mengkretek, dan berbincang kalau ada teman. Kalau\nlagi sendiri ia akan duduk bersama kertas gambarnya dan membiarkan dirinya \nmenggambar apapun yang terlintas dalam \nbenak. Kretek itu \npenting dalam proses kreatif saya. \u201cKretek \nitu teman berpikir,\u201d ujarnya.\nPaduannya dengan kopi bikin imajinasi jadi cemerlang dan\nmemacu endorfin. Entah karena tembakau atau \ncengkeh atau kopi yang penting bisa menggambar lagi. <\/p>\n\n\n\n Baik Mama Tua, Willy, maupun kawan seniman saya, ketiganya merokok\u00a0 Sementara si seniman beranggapan kalau rokok putih selain tidak enak adalah\u00a0rokok kapitalis. Dan Mama Tua,\u00a0 ia tidak suka rokok putih karena tidak ada\u00a0rasanya. Lagipula, sejak\u00a0 ia kecil, rokok yang dikenalnya adalah rokok kretek\u00a0atau kalau tidak ada rokok nginang bisa jadi pengganti. Tapi, Mama Tua tetap\u00a0milih merokok di masa\u00a0 tuanya daripada nginang. Kenapa? Karena\u00a0 gigi\u00a0 saya\u00a0sudah bagus, kelakar Mama Tua. Sebuah contoh datang dari paman \nyang tinggal di sebuah desa dekat Lain si paman, lain juga petani-petani yang\nbiasanya saya temui ketika Mengingat bagaimana orang-orang tua di desa melinting tembakau, saya\u00a0 Selain digunakan untuk\u00a0memasak dan pengobatan, beberapa di antaranya mengatakan kalau cengkeh\u00a0dapat\u00a0 membawa\u00a0 keberuntungan\u00a0 ke\u00a0 rumah\u00a0 seseorang,\u00a0 menghentikan\u00a0 gosip\u00a0yang\u00a0 sedang menerpa,\u00a0 dan mempererat\u00a0 ikatan\u00a0 persahabatan.\u00a0 Yang\u00a0 terakhir\u00a0ini mungkin benar, mengingat betapa seringnya terjadi komunikasi antara dua\u00a0orang atau lebih setelah salah satunya berkata, \u201cRokok, Mas?\u201d Pertanyaannya, mana yang tidak menyehatkan dari dua macam rokok tersebut? Apakah dua-duanya tidak menyehatkan? Hal ini sama sekali tidak muncul dalam pembahasan secara mendetail. Menganggap semua jenis rokok adalah sama. Sedangkan dua macam rokok tersebut berbeda secara konten, dan berbeda juga manfaatnya.<\/p>\n\n\n\n Munculnya rokok kretek kali pertama bertujuan untuk mengatasi sakit bengek<\/em>, hasil kreasi anak bangsa bernama H. Djamhari di Kudus, yaitu olahan tembakau dicampur dengan cengkeh, dibungkus berbentuk konus. Dari hasil pembakaran dua senyawa tersebut, H. Djamhari berhasil mengobati sakit bengeknya. <\/p>\n\n\n\n Sedangkan rokok putihan punya riwayat berbeda dengan rokok kretek, karena hanya menggunakan tembakau saja. Jadi, antara rokok kretek dan rokok putihan, walaupun ada kesamaan nama, kesamaan bentuk bahkan kesamaan cara menikmati, akan tetapi beda manfaatnya. <\/p>\n\n\n\n Rokok kretek lebih untuk pengobatan, sedangkan rokok putih mungkin hanya sebagai gaya hidup. Rokok kretek asli dalam negeri, rokok putihan produk luar. Rokok kretek menggunakan bahan baku tembakau dan cengkeh dari petani lokal, rokok putihan hanya menggunakan bahan baku tembakau dari luar. Inilah perbedaan yang mencolok bagi keduanya.<\/p>\n\n\n\n Penjelasan di atas menepis gencarnya kampanye anti rokok dengan narasi \u201crokok adalah sumber segala jenis penyakit\u201d. Untuk rokok kretek jelas tidak, untuk rokok putihan bisa jadi ya. Kampanye anti rokok di Indonesia, sebenarnya adalah salah satu strategi politik dagang, untuk mematikan produk rokok kretek. Hal ini terlihat jelas, ada tawaran produk rokok alternatif berupa rokok elektrik\/vape. Ternyata rokok elektrik\/vape menurut hasil riset yang terbaru yang dilakukan Dr. Paul Ndunda bekerjasama dengan Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Amerika, bahwa rokok elektrik\/vape dapat meningkatkan kemungkinan terjangkit penyakit kardiovaskular, yaitu stroke, serangan jantung atau penyakit jantung, atau biasa disebut penyakitkardiovaskular. Temuan ini sekaligus membantah argumen dasar pengambilan keputusan NU untuk menawarkan rokok elektrik\/vape sebagai alternatif. Argumen yang terbantahkan tersebut \u00a0adalah \u201cKonsep alternatif rokok atau produk tembakau yang berisiko lebih rendah sudah ditemukan pada tahun 1976 ketika Profesor Michael Russell menyatakan: \u201cOrang merokok karena nikotin tetapi meninggal karena tar\u201d. Karena itu, rasio tar dan nikotin dapat menjadi kunci menuju merokok yang berisiko kesehatan lebih rendah. Sejak saat itu, ditetapkan \u00a0bahwa bahaya merokok hanya disebabkan oleh racun yang muncul akibat pembakaran tembakau. Sebaliknya, produk tembakau tanpa pembakaran dan produk nikotin murni dianggap lebih berisiko bahaya jauh lebih rendah meski masih memiliki potensi menyebabkan adiksi\/ketergantungan\u201d. Sehingga, rekomendasi NU tentang tembakau alternatif harus diperkuat dengan dukungan kebijakan yang memadai, tidak relevan diberlakukan di Indonesia. Alasan utamanya adalah:<\/p>\n\n\n\n Dengan demikian, memperkuat produk tembakau alternatif\/vape sama dengan membunuh petani tembakau dan cengkeh yang tersebar di bumi Nusantara, membunuh ekonomi 6.1 juta jiwa, tidak menghargai warisan budaya nenek moyang dan Ulama\u2019 Nusantara, menghilangkan kekuatan tradisi sebagai basis tegaknya bangsa Indonesia, dan mengotori rekomendasi Musyawarah Nasional Alim Ulama dan Konferensi Besar Nahdlatul Ulama 2019 di Kota Banjar Jawa Barat. Karena rokok elektik\/vape adalah produk asing dan dapat meningkatkan kemungkinan terjangkit penyakit kardiovaskular. Selanjutnya, <\/strong>rokok elektik\/vape tidak relevan dalam konteks mensejahterakan masyarakat bangsa Indonesia.<\/strong> Menghisap kretek adalah mengingat nenek dan kebun kelapanya. Siang\u00a0hari seusai berkebun, biasanya nenek\u2014atau Mama Tua, seperti orang kampung\u00a0dan cucu-cucunya memanggilnya\u2014istirahat di gubuk kayunya yang terletak di\u00a0tengah kebun. Bernaung atap sederhana dan dedaunan dari pohon kelapa yang\u00a0menjulang, ia akan melakukan ritualnya saban hari dan berharap cucu-cucunya\u00a0tidak akan datang untuk minta dicarikan kutu. Di pondok sederhananya\u00a0 itu,\u00a0ia menghayati\u00a0 suara\u00a0 laut\u00a0 yang\u00a0 tidak\u00a0 jauh\u00a0 dari\u00a0 kebun. Dan mengingat\u00a0 anak-cucunya\u00a0 yang merantau.\u00a0 Seperti\u00a0 dukun-dukun\u00a0 yang\u00a0 umumnya mengepulkan\u00a0doa-doa\u00a0 melalui\u00a0 hembusan\u00a0 asap\u00a0 kretek,\u00a0 Mama\u00a0 Tua\u00a0 pun\u00a0 berdoa.\u00a0 Untuk\u00a0memanggil pulang anak-cucunya.<\/p>\n\n\n\n Beberapa\u00a0 tahun\u00a0 setelah menemukan\u00a0 ritual\u00a0 nenek,\u00a0 saya\u00a0 bertemu\u00a0 teman\u00a0 Cerita lain datang dari seorang \nkawan seniman yang seringkali mati gaya karena kehabisan ide. Dan di saat-saat \nseperti itu, ia akan menyiapkan segelas kopi dan mencari sudut\nuntuk duduk paling nyaman. Di sudut itulah ia kemudian merenung\nsambil menyeruput kopi, mengkretek, dan berbincang kalau ada teman. Kalau\nlagi sendiri ia akan duduk bersama kertas gambarnya dan membiarkan dirinya \nmenggambar apapun yang terlintas dalam \nbenak. Kretek itu \npenting dalam proses kreatif saya. \u201cKretek \nitu teman berpikir,\u201d ujarnya.\nPaduannya dengan kopi bikin imajinasi jadi cemerlang dan\nmemacu endorfin. Entah karena tembakau atau \ncengkeh atau kopi yang penting bisa menggambar lagi. <\/p>\n\n\n\n Baik Mama Tua, Willy, maupun kawan seniman saya, ketiganya merokok\u00a0 Sementara si seniman beranggapan kalau rokok putih selain tidak enak adalah\u00a0rokok kapitalis. Dan Mama Tua,\u00a0 ia tidak suka rokok putih karena tidak ada\u00a0rasanya. Lagipula, sejak\u00a0 ia kecil, rokok yang dikenalnya adalah rokok kretek\u00a0atau kalau tidak ada rokok nginang bisa jadi pengganti. Tapi, Mama Tua tetap\u00a0milih merokok di masa\u00a0 tuanya daripada nginang. Kenapa? Karena\u00a0 gigi\u00a0 saya\u00a0sudah bagus, kelakar Mama Tua. Sebuah contoh datang dari paman \nyang tinggal di sebuah desa dekat Lain si paman, lain juga petani-petani yang\nbiasanya saya temui ketika Mengingat bagaimana orang-orang tua di desa melinting tembakau, saya\u00a0 Selain digunakan untuk\u00a0memasak dan pengobatan, beberapa di antaranya mengatakan kalau cengkeh\u00a0dapat\u00a0 membawa\u00a0 keberuntungan\u00a0 ke\u00a0 rumah\u00a0 seseorang,\u00a0 menghentikan\u00a0 gosip\u00a0yang\u00a0 sedang menerpa,\u00a0 dan mempererat\u00a0 ikatan\u00a0 persahabatan.\u00a0 Yang\u00a0 terakhir\u00a0ini mungkin benar, mengingat betapa seringnya terjadi komunikasi antara dua\u00a0orang atau lebih setelah salah satunya berkata, \u201cRokok, Mas?\u201d Perlu dipahami, rokok ada dua macam. Rokok bercengkeh atau disebut rokok kretek<\/strong> dan rokok tak bercengkeh atau disebut rokok putihan<\/strong>. Pertanyaannya, mana yang tidak menyehatkan dari dua macam rokok tersebut? Apakah dua-duanya tidak menyehatkan? Hal ini sama sekali tidak muncul dalam pembahasan secara mendetail. Menganggap semua jenis rokok adalah sama. Sedangkan dua macam rokok tersebut berbeda secara konten, dan berbeda juga manfaatnya.<\/p>\n\n\n\n Munculnya rokok kretek kali pertama bertujuan untuk mengatasi sakit bengek<\/em>, hasil kreasi anak bangsa bernama H. Djamhari di Kudus, yaitu olahan tembakau dicampur dengan cengkeh, dibungkus berbentuk konus. Dari hasil pembakaran dua senyawa tersebut, H. Djamhari berhasil mengobati sakit bengeknya. <\/p>\n\n\n\n Sedangkan rokok putihan punya riwayat berbeda dengan rokok kretek, karena hanya menggunakan tembakau saja. Jadi, antara rokok kretek dan rokok putihan, walaupun ada kesamaan nama, kesamaan bentuk bahkan kesamaan cara menikmati, akan tetapi beda manfaatnya. <\/p>\n\n\n\n Rokok kretek lebih untuk pengobatan, sedangkan rokok putih mungkin hanya sebagai gaya hidup. Rokok kretek asli dalam negeri, rokok putihan produk luar. Rokok kretek menggunakan bahan baku tembakau dan cengkeh dari petani lokal, rokok putihan hanya menggunakan bahan baku tembakau dari luar. Inilah perbedaan yang mencolok bagi keduanya.<\/p>\n\n\n\n Penjelasan di atas menepis gencarnya kampanye anti rokok dengan narasi \u201crokok adalah sumber segala jenis penyakit\u201d. Untuk rokok kretek jelas tidak, untuk rokok putihan bisa jadi ya. Kampanye anti rokok di Indonesia, sebenarnya adalah salah satu strategi politik dagang, untuk mematikan produk rokok kretek. Hal ini terlihat jelas, ada tawaran produk rokok alternatif berupa rokok elektrik\/vape. Ternyata rokok elektrik\/vape menurut hasil riset yang terbaru yang dilakukan Dr. Paul Ndunda bekerjasama dengan Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Amerika, bahwa rokok elektrik\/vape dapat meningkatkan kemungkinan terjangkit penyakit kardiovaskular, yaitu stroke, serangan jantung atau penyakit jantung, atau biasa disebut penyakitkardiovaskular. Temuan ini sekaligus membantah argumen dasar pengambilan keputusan NU untuk menawarkan rokok elektrik\/vape sebagai alternatif. Argumen yang terbantahkan tersebut \u00a0adalah \u201cKonsep alternatif rokok atau produk tembakau yang berisiko lebih rendah sudah ditemukan pada tahun 1976 ketika Profesor Michael Russell menyatakan: \u201cOrang merokok karena nikotin tetapi meninggal karena tar\u201d. Karena itu, rasio tar dan nikotin dapat menjadi kunci menuju merokok yang berisiko kesehatan lebih rendah. Sejak saat itu, ditetapkan \u00a0bahwa bahaya merokok hanya disebabkan oleh racun yang muncul akibat pembakaran tembakau. Sebaliknya, produk tembakau tanpa pembakaran dan produk nikotin murni dianggap lebih berisiko bahaya jauh lebih rendah meski masih memiliki potensi menyebabkan adiksi\/ketergantungan\u201d. Sehingga, rekomendasi NU tentang tembakau alternatif harus diperkuat dengan dukungan kebijakan yang memadai, tidak relevan diberlakukan di Indonesia. Alasan utamanya adalah:<\/p>\n\n\n\n Dengan demikian, memperkuat produk tembakau alternatif\/vape sama dengan membunuh petani tembakau dan cengkeh yang tersebar di bumi Nusantara, membunuh ekonomi 6.1 juta jiwa, tidak menghargai warisan budaya nenek moyang dan Ulama\u2019 Nusantara, menghilangkan kekuatan tradisi sebagai basis tegaknya bangsa Indonesia, dan mengotori rekomendasi Musyawarah Nasional Alim Ulama dan Konferensi Besar Nahdlatul Ulama 2019 di Kota Banjar Jawa Barat. Karena rokok elektik\/vape adalah produk asing dan dapat meningkatkan kemungkinan terjangkit penyakit kardiovaskular. Selanjutnya, <\/strong>rokok elektik\/vape tidak relevan dalam konteks mensejahterakan masyarakat bangsa Indonesia.<\/strong> Menghisap kretek adalah mengingat nenek dan kebun kelapanya. Siang\u00a0hari seusai berkebun, biasanya nenek\u2014atau Mama Tua, seperti orang kampung\u00a0dan cucu-cucunya memanggilnya\u2014istirahat di gubuk kayunya yang terletak di\u00a0tengah kebun. Bernaung atap sederhana dan dedaunan dari pohon kelapa yang\u00a0menjulang, ia akan melakukan ritualnya saban hari dan berharap cucu-cucunya\u00a0tidak akan datang untuk minta dicarikan kutu. Di pondok sederhananya\u00a0 itu,\u00a0ia menghayati\u00a0 suara\u00a0 laut\u00a0 yang\u00a0 tidak\u00a0 jauh\u00a0 dari\u00a0 kebun. Dan mengingat\u00a0 anak-cucunya\u00a0 yang merantau.\u00a0 Seperti\u00a0 dukun-dukun\u00a0 yang\u00a0 umumnya mengepulkan\u00a0doa-doa\u00a0 melalui\u00a0 hembusan\u00a0 asap\u00a0 kretek,\u00a0 Mama\u00a0 Tua\u00a0 pun\u00a0 berdoa.\u00a0 Untuk\u00a0memanggil pulang anak-cucunya.<\/p>\n\n\n\n Beberapa\u00a0 tahun\u00a0 setelah menemukan\u00a0 ritual\u00a0 nenek,\u00a0 saya\u00a0 bertemu\u00a0 teman\u00a0 Cerita lain datang dari seorang \nkawan seniman yang seringkali mati gaya karena kehabisan ide. Dan di saat-saat \nseperti itu, ia akan menyiapkan segelas kopi dan mencari sudut\nuntuk duduk paling nyaman. Di sudut itulah ia kemudian merenung\nsambil menyeruput kopi, mengkretek, dan berbincang kalau ada teman. Kalau\nlagi sendiri ia akan duduk bersama kertas gambarnya dan membiarkan dirinya \nmenggambar apapun yang terlintas dalam \nbenak. Kretek itu \npenting dalam proses kreatif saya. \u201cKretek \nitu teman berpikir,\u201d ujarnya.\nPaduannya dengan kopi bikin imajinasi jadi cemerlang dan\nmemacu endorfin. Entah karena tembakau atau \ncengkeh atau kopi yang penting bisa menggambar lagi. <\/p>\n\n\n\n Baik Mama Tua, Willy, maupun kawan seniman saya, ketiganya merokok\u00a0 Sementara si seniman beranggapan kalau rokok putih selain tidak enak adalah\u00a0rokok kapitalis. Dan Mama Tua,\u00a0 ia tidak suka rokok putih karena tidak ada\u00a0rasanya. Lagipula, sejak\u00a0 ia kecil, rokok yang dikenalnya adalah rokok kretek\u00a0atau kalau tidak ada rokok nginang bisa jadi pengganti. Tapi, Mama Tua tetap\u00a0milih merokok di masa\u00a0 tuanya daripada nginang. Kenapa? Karena\u00a0 gigi\u00a0 saya\u00a0sudah bagus, kelakar Mama Tua. Sebuah contoh datang dari paman \nyang tinggal di sebuah desa dekat Lain si paman, lain juga petani-petani yang\nbiasanya saya temui ketika Mengingat bagaimana orang-orang tua di desa melinting tembakau, saya\u00a0 Selain digunakan untuk\u00a0memasak dan pengobatan, beberapa di antaranya mengatakan kalau cengkeh\u00a0dapat\u00a0 membawa\u00a0 keberuntungan\u00a0 ke\u00a0 rumah\u00a0 seseorang,\u00a0 menghentikan\u00a0 gosip\u00a0yang\u00a0 sedang menerpa,\u00a0 dan mempererat\u00a0 ikatan\u00a0 persahabatan.\u00a0 Yang\u00a0 terakhir\u00a0ini mungkin benar, mengingat betapa seringnya terjadi komunikasi antara dua\u00a0orang atau lebih setelah salah satunya berkata, \u201cRokok, Mas?\u201d Dari debatable<\/em> tersebut, NU mencoba menyeimbangkan dengan menawarkan produk alternatif berupa rokok elektrik atau dikenal Vape. Tawaran dan trobosan yang sangat keliru. Menganggap semua produk rokok membawa dampak negatif bagi kesehatan itu pun sudah keliru, apalagi menawarkan vape atau rokok elektrik sebagai produk alternatif adalah langkah yang sangat keliru.<\/p>\n\n\n\n Perlu dipahami, rokok ada dua macam. Rokok bercengkeh atau disebut rokok kretek<\/strong> dan rokok tak bercengkeh atau disebut rokok putihan<\/strong>. Pertanyaannya, mana yang tidak menyehatkan dari dua macam rokok tersebut? Apakah dua-duanya tidak menyehatkan? Hal ini sama sekali tidak muncul dalam pembahasan secara mendetail. Menganggap semua jenis rokok adalah sama. Sedangkan dua macam rokok tersebut berbeda secara konten, dan berbeda juga manfaatnya.<\/p>\n\n\n\n Munculnya rokok kretek kali pertama bertujuan untuk mengatasi sakit bengek<\/em>, hasil kreasi anak bangsa bernama H. Djamhari di Kudus, yaitu olahan tembakau dicampur dengan cengkeh, dibungkus berbentuk konus. Dari hasil pembakaran dua senyawa tersebut, H. Djamhari berhasil mengobati sakit bengeknya. <\/p>\n\n\n\n Sedangkan rokok putihan punya riwayat berbeda dengan rokok kretek, karena hanya menggunakan tembakau saja. Jadi, antara rokok kretek dan rokok putihan, walaupun ada kesamaan nama, kesamaan bentuk bahkan kesamaan cara menikmati, akan tetapi beda manfaatnya. <\/p>\n\n\n\n Rokok kretek lebih untuk pengobatan, sedangkan rokok putih mungkin hanya sebagai gaya hidup. Rokok kretek asli dalam negeri, rokok putihan produk luar. Rokok kretek menggunakan bahan baku tembakau dan cengkeh dari petani lokal, rokok putihan hanya menggunakan bahan baku tembakau dari luar. Inilah perbedaan yang mencolok bagi keduanya.<\/p>\n\n\n\n Penjelasan di atas menepis gencarnya kampanye anti rokok dengan narasi \u201crokok adalah sumber segala jenis penyakit\u201d. Untuk rokok kretek jelas tidak, untuk rokok putihan bisa jadi ya. Kampanye anti rokok di Indonesia, sebenarnya adalah salah satu strategi politik dagang, untuk mematikan produk rokok kretek. Hal ini terlihat jelas, ada tawaran produk rokok alternatif berupa rokok elektrik\/vape. Ternyata rokok elektrik\/vape menurut hasil riset yang terbaru yang dilakukan Dr. Paul Ndunda bekerjasama dengan Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Amerika, bahwa rokok elektrik\/vape dapat meningkatkan kemungkinan terjangkit penyakit kardiovaskular, yaitu stroke, serangan jantung atau penyakit jantung, atau biasa disebut penyakitkardiovaskular. Temuan ini sekaligus membantah argumen dasar pengambilan keputusan NU untuk menawarkan rokok elektrik\/vape sebagai alternatif. Argumen yang terbantahkan tersebut \u00a0adalah \u201cKonsep alternatif rokok atau produk tembakau yang berisiko lebih rendah sudah ditemukan pada tahun 1976 ketika Profesor Michael Russell menyatakan: \u201cOrang merokok karena nikotin tetapi meninggal karena tar\u201d. Karena itu, rasio tar dan nikotin dapat menjadi kunci menuju merokok yang berisiko kesehatan lebih rendah. Sejak saat itu, ditetapkan \u00a0bahwa bahaya merokok hanya disebabkan oleh racun yang muncul akibat pembakaran tembakau. Sebaliknya, produk tembakau tanpa pembakaran dan produk nikotin murni dianggap lebih berisiko bahaya jauh lebih rendah meski masih memiliki potensi menyebabkan adiksi\/ketergantungan\u201d. Sehingga, rekomendasi NU tentang tembakau alternatif harus diperkuat dengan dukungan kebijakan yang memadai, tidak relevan diberlakukan di Indonesia. Alasan utamanya adalah:<\/p>\n\n\n\n Dengan demikian, memperkuat produk tembakau alternatif\/vape sama dengan membunuh petani tembakau dan cengkeh yang tersebar di bumi Nusantara, membunuh ekonomi 6.1 juta jiwa, tidak menghargai warisan budaya nenek moyang dan Ulama\u2019 Nusantara, menghilangkan kekuatan tradisi sebagai basis tegaknya bangsa Indonesia, dan mengotori rekomendasi Musyawarah Nasional Alim Ulama dan Konferensi Besar Nahdlatul Ulama 2019 di Kota Banjar Jawa Barat. Karena rokok elektik\/vape adalah produk asing dan dapat meningkatkan kemungkinan terjangkit penyakit kardiovaskular. Selanjutnya, <\/strong>rokok elektik\/vape tidak relevan dalam konteks mensejahterakan masyarakat bangsa Indonesia.<\/strong> Menghisap kretek adalah mengingat nenek dan kebun kelapanya. Siang\u00a0hari seusai berkebun, biasanya nenek\u2014atau Mama Tua, seperti orang kampung\u00a0dan cucu-cucunya memanggilnya\u2014istirahat di gubuk kayunya yang terletak di\u00a0tengah kebun. Bernaung atap sederhana dan dedaunan dari pohon kelapa yang\u00a0menjulang, ia akan melakukan ritualnya saban hari dan berharap cucu-cucunya\u00a0tidak akan datang untuk minta dicarikan kutu. Di pondok sederhananya\u00a0 itu,\u00a0ia menghayati\u00a0 suara\u00a0 laut\u00a0 yang\u00a0 tidak\u00a0 jauh\u00a0 dari\u00a0 kebun. Dan mengingat\u00a0 anak-cucunya\u00a0 yang merantau.\u00a0 Seperti\u00a0 dukun-dukun\u00a0 yang\u00a0 umumnya mengepulkan\u00a0doa-doa\u00a0 melalui\u00a0 hembusan\u00a0 asap\u00a0 kretek,\u00a0 Mama\u00a0 Tua\u00a0 pun\u00a0 berdoa.\u00a0 Untuk\u00a0memanggil pulang anak-cucunya.<\/p>\n\n\n\n Beberapa\u00a0 tahun\u00a0 setelah menemukan\u00a0 ritual\u00a0 nenek,\u00a0 saya\u00a0 bertemu\u00a0 teman\u00a0 Cerita lain datang dari seorang \nkawan seniman yang seringkali mati gaya karena kehabisan ide. Dan di saat-saat \nseperti itu, ia akan menyiapkan segelas kopi dan mencari sudut\nuntuk duduk paling nyaman. Di sudut itulah ia kemudian merenung\nsambil menyeruput kopi, mengkretek, dan berbincang kalau ada teman. Kalau\nlagi sendiri ia akan duduk bersama kertas gambarnya dan membiarkan dirinya \nmenggambar apapun yang terlintas dalam \nbenak. Kretek itu \npenting dalam proses kreatif saya. \u201cKretek \nitu teman berpikir,\u201d ujarnya.\nPaduannya dengan kopi bikin imajinasi jadi cemerlang dan\nmemacu endorfin. Entah karena tembakau atau \ncengkeh atau kopi yang penting bisa menggambar lagi. <\/p>\n\n\n\n Baik Mama Tua, Willy, maupun kawan seniman saya, ketiganya merokok\u00a0 Sementara si seniman beranggapan kalau rokok putih selain tidak enak adalah\u00a0rokok kapitalis. Dan Mama Tua,\u00a0 ia tidak suka rokok putih karena tidak ada\u00a0rasanya. Lagipula, sejak\u00a0 ia kecil, rokok yang dikenalnya adalah rokok kretek\u00a0atau kalau tidak ada rokok nginang bisa jadi pengganti. Tapi, Mama Tua tetap\u00a0milih merokok di masa\u00a0 tuanya daripada nginang. Kenapa? Karena\u00a0 gigi\u00a0 saya\u00a0sudah bagus, kelakar Mama Tua. Sebuah contoh datang dari paman \nyang tinggal di sebuah desa dekat Lain si paman, lain juga petani-petani yang\nbiasanya saya temui ketika Mengingat bagaimana orang-orang tua di desa melinting tembakau, saya\u00a0 Selain digunakan untuk\u00a0memasak dan pengobatan, beberapa di antaranya mengatakan kalau cengkeh\u00a0dapat\u00a0 membawa\u00a0 keberuntungan\u00a0 ke\u00a0 rumah\u00a0 seseorang,\u00a0 menghentikan\u00a0 gosip\u00a0yang\u00a0 sedang menerpa,\u00a0 dan mempererat\u00a0 ikatan\u00a0 persahabatan.\u00a0 Yang\u00a0 terakhir\u00a0ini mungkin benar, mengingat betapa seringnya terjadi komunikasi antara dua\u00a0orang atau lebih setelah salah satunya berkata, \u201cRokok, Mas?\u201d Dari debatable<\/em> tersebut, NU mencoba menyeimbangkan dengan menawarkan produk alternatif berupa rokok elektrik atau dikenal Vape. Tawaran dan trobosan yang sangat keliru. Menganggap semua produk rokok membawa dampak negatif bagi kesehatan itu pun sudah keliru, apalagi menawarkan vape atau rokok elektrik sebagai produk alternatif adalah langkah yang sangat keliru.<\/p>\n\n\n\n Perlu dipahami, rokok ada dua macam. Rokok bercengkeh atau disebut rokok kretek<\/strong> dan rokok tak bercengkeh atau disebut rokok putihan<\/strong>. Pertanyaannya, mana yang tidak menyehatkan dari dua macam rokok tersebut? Apakah dua-duanya tidak menyehatkan? Hal ini sama sekali tidak muncul dalam pembahasan secara mendetail. Menganggap semua jenis rokok adalah sama. Sedangkan dua macam rokok tersebut berbeda secara konten, dan berbeda juga manfaatnya.<\/p>\n\n\n\n Munculnya rokok kretek kali pertama bertujuan untuk mengatasi sakit bengek<\/em>, hasil kreasi anak bangsa bernama H. Djamhari di Kudus, yaitu olahan tembakau dicampur dengan cengkeh, dibungkus berbentuk konus. Dari hasil pembakaran dua senyawa tersebut, H. Djamhari berhasil mengobati sakit bengeknya. <\/p>\n\n\n\n Sedangkan rokok putihan punya riwayat berbeda dengan rokok kretek, karena hanya menggunakan tembakau saja. Jadi, antara rokok kretek dan rokok putihan, walaupun ada kesamaan nama, kesamaan bentuk bahkan kesamaan cara menikmati, akan tetapi beda manfaatnya. <\/p>\n\n\n\n Rokok kretek lebih untuk pengobatan, sedangkan rokok putih mungkin hanya sebagai gaya hidup. Rokok kretek asli dalam negeri, rokok putihan produk luar. Rokok kretek menggunakan bahan baku tembakau dan cengkeh dari petani lokal, rokok putihan hanya menggunakan bahan baku tembakau dari luar. Inilah perbedaan yang mencolok bagi keduanya.<\/p>\n\n\n\n Penjelasan di atas menepis gencarnya kampanye anti rokok dengan narasi \u201crokok adalah sumber segala jenis penyakit\u201d. Untuk rokok kretek jelas tidak, untuk rokok putihan bisa jadi ya. Kampanye anti rokok di Indonesia, sebenarnya adalah salah satu strategi politik dagang, untuk mematikan produk rokok kretek. Hal ini terlihat jelas, ada tawaran produk rokok alternatif berupa rokok elektrik\/vape. Ternyata rokok elektrik\/vape menurut hasil riset yang terbaru yang dilakukan Dr. Paul Ndunda bekerjasama dengan Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Amerika, bahwa rokok elektrik\/vape dapat meningkatkan kemungkinan terjangkit penyakit kardiovaskular, yaitu stroke, serangan jantung atau penyakit jantung, atau biasa disebut penyakitkardiovaskular. Temuan ini sekaligus membantah argumen dasar pengambilan keputusan NU untuk menawarkan rokok elektrik\/vape sebagai alternatif. Argumen yang terbantahkan tersebut \u00a0adalah \u201cKonsep alternatif rokok atau produk tembakau yang berisiko lebih rendah sudah ditemukan pada tahun 1976 ketika Profesor Michael Russell menyatakan: \u201cOrang merokok karena nikotin tetapi meninggal karena tar\u201d. Karena itu, rasio tar dan nikotin dapat menjadi kunci menuju merokok yang berisiko kesehatan lebih rendah. Sejak saat itu, ditetapkan \u00a0bahwa bahaya merokok hanya disebabkan oleh racun yang muncul akibat pembakaran tembakau. Sebaliknya, produk tembakau tanpa pembakaran dan produk nikotin murni dianggap lebih berisiko bahaya jauh lebih rendah meski masih memiliki potensi menyebabkan adiksi\/ketergantungan\u201d. Sehingga, rekomendasi NU tentang tembakau alternatif harus diperkuat dengan dukungan kebijakan yang memadai, tidak relevan diberlakukan di Indonesia. Alasan utamanya adalah:<\/p>\n\n\n\n Dengan demikian, memperkuat produk tembakau alternatif\/vape sama dengan membunuh petani tembakau dan cengkeh yang tersebar di bumi Nusantara, membunuh ekonomi 6.1 juta jiwa, tidak menghargai warisan budaya nenek moyang dan Ulama\u2019 Nusantara, menghilangkan kekuatan tradisi sebagai basis tegaknya bangsa Indonesia, dan mengotori rekomendasi Musyawarah Nasional Alim Ulama dan Konferensi Besar Nahdlatul Ulama 2019 di Kota Banjar Jawa Barat. Karena rokok elektik\/vape adalah produk asing dan dapat meningkatkan kemungkinan terjangkit penyakit kardiovaskular. Selanjutnya, <\/strong>rokok elektik\/vape tidak relevan dalam konteks mensejahterakan masyarakat bangsa Indonesia.<\/strong> Menghisap kretek adalah mengingat nenek dan kebun kelapanya. Siang\u00a0hari seusai berkebun, biasanya nenek\u2014atau Mama Tua, seperti orang kampung\u00a0dan cucu-cucunya memanggilnya\u2014istirahat di gubuk kayunya yang terletak di\u00a0tengah kebun. Bernaung atap sederhana dan dedaunan dari pohon kelapa yang\u00a0menjulang, ia akan melakukan ritualnya saban hari dan berharap cucu-cucunya\u00a0tidak akan datang untuk minta dicarikan kutu. Di pondok sederhananya\u00a0 itu,\u00a0ia menghayati\u00a0 suara\u00a0 laut\u00a0 yang\u00a0 tidak\u00a0 jauh\u00a0 dari\u00a0 kebun. Dan mengingat\u00a0 anak-cucunya\u00a0 yang merantau.\u00a0 Seperti\u00a0 dukun-dukun\u00a0 yang\u00a0 umumnya mengepulkan\u00a0doa-doa\u00a0 melalui\u00a0 hembusan\u00a0 asap\u00a0 kretek,\u00a0 Mama\u00a0 Tua\u00a0 pun\u00a0 berdoa.\u00a0 Untuk\u00a0memanggil pulang anak-cucunya.<\/p>\n\n\n\n Beberapa\u00a0 tahun\u00a0 setelah menemukan\u00a0 ritual\u00a0 nenek,\u00a0 saya\u00a0 bertemu\u00a0 teman\u00a0 Cerita lain datang dari seorang \nkawan seniman yang seringkali mati gaya karena kehabisan ide. Dan di saat-saat \nseperti itu, ia akan menyiapkan segelas kopi dan mencari sudut\nuntuk duduk paling nyaman. Di sudut itulah ia kemudian merenung\nsambil menyeruput kopi, mengkretek, dan berbincang kalau ada teman. Kalau\nlagi sendiri ia akan duduk bersama kertas gambarnya dan membiarkan dirinya \nmenggambar apapun yang terlintas dalam \nbenak. Kretek itu \npenting dalam proses kreatif saya. \u201cKretek \nitu teman berpikir,\u201d ujarnya.\nPaduannya dengan kopi bikin imajinasi jadi cemerlang dan\nmemacu endorfin. Entah karena tembakau atau \ncengkeh atau kopi yang penting bisa menggambar lagi. <\/p>\n\n\n\n Baik Mama Tua, Willy, maupun kawan seniman saya, ketiganya merokok\u00a0 Sementara si seniman beranggapan kalau rokok putih selain tidak enak adalah\u00a0rokok kapitalis. Dan Mama Tua,\u00a0 ia tidak suka rokok putih karena tidak ada\u00a0rasanya. Lagipula, sejak\u00a0 ia kecil, rokok yang dikenalnya adalah rokok kretek\u00a0atau kalau tidak ada rokok nginang bisa jadi pengganti. Tapi, Mama Tua tetap\u00a0milih merokok di masa\u00a0 tuanya daripada nginang. Kenapa? Karena\u00a0 gigi\u00a0 saya\u00a0sudah bagus, kelakar Mama Tua. Sebuah contoh datang dari paman \nyang tinggal di sebuah desa dekat Lain si paman, lain juga petani-petani yang\nbiasanya saya temui ketika Mengingat bagaimana orang-orang tua di desa melinting tembakau, saya\u00a0 Selain digunakan untuk\u00a0memasak dan pengobatan, beberapa di antaranya mengatakan kalau cengkeh\u00a0dapat\u00a0 membawa\u00a0 keberuntungan\u00a0 ke\u00a0 rumah\u00a0 seseorang,\u00a0 menghentikan\u00a0 gosip\u00a0yang\u00a0 sedang menerpa,\u00a0 dan mempererat\u00a0 ikatan\u00a0 persahabatan.\u00a0 Yang\u00a0 terakhir\u00a0ini mungkin benar, mengingat betapa seringnya terjadi komunikasi antara dua\u00a0orang atau lebih setelah salah satunya berkata, \u201cRokok, Mas?\u201d Dalam rekomendasi terselip bahasan tentang produk tembakau alternatif yang dimasukkan dalam poin concern<\/em> NU terhadap kebijakan pemerintah. Jelas-jelas di awal, pada konteks landasan dasar pemikiran, kebijakan pemerintah yang dimaksud adalah kebijakan untuk kesejahteraan masyarakat. Akan tetapi, argumentasi yang dibangun dalam bahasan produk tembakau alternatif, lebih mengedepankan debatable<\/em> antara mendatangkan devisa Negara dan dampak negatif dari sisi kesehatan, yang belum tentu benar dugaannya.<\/p>\n\n\n\n Dari debatable<\/em> tersebut, NU mencoba menyeimbangkan dengan menawarkan produk alternatif berupa rokok elektrik atau dikenal Vape. Tawaran dan trobosan yang sangat keliru. Menganggap semua produk rokok membawa dampak negatif bagi kesehatan itu pun sudah keliru, apalagi menawarkan vape atau rokok elektrik sebagai produk alternatif adalah langkah yang sangat keliru.<\/p>\n\n\n\n Perlu dipahami, rokok ada dua macam. Rokok bercengkeh atau disebut rokok kretek<\/strong> dan rokok tak bercengkeh atau disebut rokok putihan<\/strong>. Pertanyaannya, mana yang tidak menyehatkan dari dua macam rokok tersebut? Apakah dua-duanya tidak menyehatkan? Hal ini sama sekali tidak muncul dalam pembahasan secara mendetail. Menganggap semua jenis rokok adalah sama. Sedangkan dua macam rokok tersebut berbeda secara konten, dan berbeda juga manfaatnya.<\/p>\n\n\n\n Munculnya rokok kretek kali pertama bertujuan untuk mengatasi sakit bengek<\/em>, hasil kreasi anak bangsa bernama H. Djamhari di Kudus, yaitu olahan tembakau dicampur dengan cengkeh, dibungkus berbentuk konus. Dari hasil pembakaran dua senyawa tersebut, H. Djamhari berhasil mengobati sakit bengeknya. <\/p>\n\n\n\n Sedangkan rokok putihan punya riwayat berbeda dengan rokok kretek, karena hanya menggunakan tembakau saja. Jadi, antara rokok kretek dan rokok putihan, walaupun ada kesamaan nama, kesamaan bentuk bahkan kesamaan cara menikmati, akan tetapi beda manfaatnya. <\/p>\n\n\n\n Rokok kretek lebih untuk pengobatan, sedangkan rokok putih mungkin hanya sebagai gaya hidup. Rokok kretek asli dalam negeri, rokok putihan produk luar. Rokok kretek menggunakan bahan baku tembakau dan cengkeh dari petani lokal, rokok putihan hanya menggunakan bahan baku tembakau dari luar. Inilah perbedaan yang mencolok bagi keduanya.<\/p>\n\n\n\n Penjelasan di atas menepis gencarnya kampanye anti rokok dengan narasi \u201crokok adalah sumber segala jenis penyakit\u201d. Untuk rokok kretek jelas tidak, untuk rokok putihan bisa jadi ya. Kampanye anti rokok di Indonesia, sebenarnya adalah salah satu strategi politik dagang, untuk mematikan produk rokok kretek. Hal ini terlihat jelas, ada tawaran produk rokok alternatif berupa rokok elektrik\/vape. Ternyata rokok elektrik\/vape menurut hasil riset yang terbaru yang dilakukan Dr. Paul Ndunda bekerjasama dengan Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Amerika, bahwa rokok elektrik\/vape dapat meningkatkan kemungkinan terjangkit penyakit kardiovaskular, yaitu stroke, serangan jantung atau penyakit jantung, atau biasa disebut penyakitkardiovaskular. Temuan ini sekaligus membantah argumen dasar pengambilan keputusan NU untuk menawarkan rokok elektrik\/vape sebagai alternatif. Argumen yang terbantahkan tersebut \u00a0adalah \u201cKonsep alternatif rokok atau produk tembakau yang berisiko lebih rendah sudah ditemukan pada tahun 1976 ketika Profesor Michael Russell menyatakan: \u201cOrang merokok karena nikotin tetapi meninggal karena tar\u201d. Karena itu, rasio tar dan nikotin dapat menjadi kunci menuju merokok yang berisiko kesehatan lebih rendah. Sejak saat itu, ditetapkan \u00a0bahwa bahaya merokok hanya disebabkan oleh racun yang muncul akibat pembakaran tembakau. Sebaliknya, produk tembakau tanpa pembakaran dan produk nikotin murni dianggap lebih berisiko bahaya jauh lebih rendah meski masih memiliki potensi menyebabkan adiksi\/ketergantungan\u201d. Sehingga, rekomendasi NU tentang tembakau alternatif harus diperkuat dengan dukungan kebijakan yang memadai, tidak relevan diberlakukan di Indonesia. Alasan utamanya adalah:<\/p>\n\n\n\n Dengan demikian, memperkuat produk tembakau alternatif\/vape sama dengan membunuh petani tembakau dan cengkeh yang tersebar di bumi Nusantara, membunuh ekonomi 6.1 juta jiwa, tidak menghargai warisan budaya nenek moyang dan Ulama\u2019 Nusantara, menghilangkan kekuatan tradisi sebagai basis tegaknya bangsa Indonesia, dan mengotori rekomendasi Musyawarah Nasional Alim Ulama dan Konferensi Besar Nahdlatul Ulama 2019 di Kota Banjar Jawa Barat. Karena rokok elektik\/vape adalah produk asing dan dapat meningkatkan kemungkinan terjangkit penyakit kardiovaskular. Selanjutnya, <\/strong>rokok elektik\/vape tidak relevan dalam konteks mensejahterakan masyarakat bangsa Indonesia.<\/strong> Menghisap kretek adalah mengingat nenek dan kebun kelapanya. Siang\u00a0hari seusai berkebun, biasanya nenek\u2014atau Mama Tua, seperti orang kampung\u00a0dan cucu-cucunya memanggilnya\u2014istirahat di gubuk kayunya yang terletak di\u00a0tengah kebun. Bernaung atap sederhana dan dedaunan dari pohon kelapa yang\u00a0menjulang, ia akan melakukan ritualnya saban hari dan berharap cucu-cucunya\u00a0tidak akan datang untuk minta dicarikan kutu. Di pondok sederhananya\u00a0 itu,\u00a0ia menghayati\u00a0 suara\u00a0 laut\u00a0 yang\u00a0 tidak\u00a0 jauh\u00a0 dari\u00a0 kebun. Dan mengingat\u00a0 anak-cucunya\u00a0 yang merantau.\u00a0 Seperti\u00a0 dukun-dukun\u00a0 yang\u00a0 umumnya mengepulkan\u00a0doa-doa\u00a0 melalui\u00a0 hembusan\u00a0 asap\u00a0 kretek,\u00a0 Mama\u00a0 Tua\u00a0 pun\u00a0 berdoa.\u00a0 Untuk\u00a0memanggil pulang anak-cucunya.<\/p>\n\n\n\n Beberapa\u00a0 tahun\u00a0 setelah menemukan\u00a0 ritual\u00a0 nenek,\u00a0 saya\u00a0 bertemu\u00a0 teman\u00a0 Cerita lain datang dari seorang \nkawan seniman yang seringkali mati gaya karena kehabisan ide. Dan di saat-saat \nseperti itu, ia akan menyiapkan segelas kopi dan mencari sudut\nuntuk duduk paling nyaman. Di sudut itulah ia kemudian merenung\nsambil menyeruput kopi, mengkretek, dan berbincang kalau ada teman. Kalau\nlagi sendiri ia akan duduk bersama kertas gambarnya dan membiarkan dirinya \nmenggambar apapun yang terlintas dalam \nbenak. Kretek itu \npenting dalam proses kreatif saya. \u201cKretek \nitu teman berpikir,\u201d ujarnya.\nPaduannya dengan kopi bikin imajinasi jadi cemerlang dan\nmemacu endorfin. Entah karena tembakau atau \ncengkeh atau kopi yang penting bisa menggambar lagi. <\/p>\n\n\n\n Baik Mama Tua, Willy, maupun kawan seniman saya, ketiganya merokok\u00a0 Sementara si seniman beranggapan kalau rokok putih selain tidak enak adalah\u00a0rokok kapitalis. Dan Mama Tua,\u00a0 ia tidak suka rokok putih karena tidak ada\u00a0rasanya. Lagipula, sejak\u00a0 ia kecil, rokok yang dikenalnya adalah rokok kretek\u00a0atau kalau tidak ada rokok nginang bisa jadi pengganti. Tapi, Mama Tua tetap\u00a0milih merokok di masa\u00a0 tuanya daripada nginang. Kenapa? Karena\u00a0 gigi\u00a0 saya\u00a0sudah bagus, kelakar Mama Tua. Sebuah contoh datang dari paman \nyang tinggal di sebuah desa dekat Lain si paman, lain juga petani-petani yang\nbiasanya saya temui ketika Mengingat bagaimana orang-orang tua di desa melinting tembakau, saya\u00a0 Selain digunakan untuk\u00a0memasak dan pengobatan, beberapa di antaranya mengatakan kalau cengkeh\u00a0dapat\u00a0 membawa\u00a0 keberuntungan\u00a0 ke\u00a0 rumah\u00a0 seseorang,\u00a0 menghentikan\u00a0 gosip\u00a0yang\u00a0 sedang menerpa,\u00a0 dan mempererat\u00a0 ikatan\u00a0 persahabatan.\u00a0 Yang\u00a0 terakhir\u00a0ini mungkin benar, mengingat betapa seringnya terjadi komunikasi antara dua\u00a0orang atau lebih setelah salah satunya berkata, \u201cRokok, Mas?\u201d Konteks yang dibangun dalam rekomendasi tersebut pada intinya adalah meningkatkan semangat nilai perdamaian, nilai kemanusiaan, meletakkan agama agar lebih relevan sesuai realitas, memperkuat ukhuwwah Islamiyyah<\/em> (persaudaraan sesama muslim), ukhuwwah wathoniyyah <\/em>(persaudaraan sesama warga) , ukhuwwah basyariyyah <\/em>(persaudaraan sesama umat manusia), menegakkan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) dengan ideologi Pancasila, menjaga tradisi sebagai basis kekuatan, memastikan kebijakan pemerintah untuk kesejahteraan masyarakat. Semuanya itu merupakan warisan dan cita-cita para Ulama terdahulu yang berperan serta dalam perjuangan mendirikan Bangsa ini.<\/p>\n\n\n\n Dalam rekomendasi terselip bahasan tentang produk tembakau alternatif yang dimasukkan dalam poin concern<\/em> NU terhadap kebijakan pemerintah. Jelas-jelas di awal, pada konteks landasan dasar pemikiran, kebijakan pemerintah yang dimaksud adalah kebijakan untuk kesejahteraan masyarakat. Akan tetapi, argumentasi yang dibangun dalam bahasan produk tembakau alternatif, lebih mengedepankan debatable<\/em> antara mendatangkan devisa Negara dan dampak negatif dari sisi kesehatan, yang belum tentu benar dugaannya.<\/p>\n\n\n\n Dari debatable<\/em> tersebut, NU mencoba menyeimbangkan dengan menawarkan produk alternatif berupa rokok elektrik atau dikenal Vape. Tawaran dan trobosan yang sangat keliru. Menganggap semua produk rokok membawa dampak negatif bagi kesehatan itu pun sudah keliru, apalagi menawarkan vape atau rokok elektrik sebagai produk alternatif adalah langkah yang sangat keliru.<\/p>\n\n\n\n Perlu dipahami, rokok ada dua macam. Rokok bercengkeh atau disebut rokok kretek<\/strong> dan rokok tak bercengkeh atau disebut rokok putihan<\/strong>. Pertanyaannya, mana yang tidak menyehatkan dari dua macam rokok tersebut? Apakah dua-duanya tidak menyehatkan? Hal ini sama sekali tidak muncul dalam pembahasan secara mendetail. Menganggap semua jenis rokok adalah sama. Sedangkan dua macam rokok tersebut berbeda secara konten, dan berbeda juga manfaatnya.<\/p>\n\n\n\n Munculnya rokok kretek kali pertama bertujuan untuk mengatasi sakit bengek<\/em>, hasil kreasi anak bangsa bernama H. Djamhari di Kudus, yaitu olahan tembakau dicampur dengan cengkeh, dibungkus berbentuk konus. Dari hasil pembakaran dua senyawa tersebut, H. Djamhari berhasil mengobati sakit bengeknya. <\/p>\n\n\n\n Sedangkan rokok putihan punya riwayat berbeda dengan rokok kretek, karena hanya menggunakan tembakau saja. Jadi, antara rokok kretek dan rokok putihan, walaupun ada kesamaan nama, kesamaan bentuk bahkan kesamaan cara menikmati, akan tetapi beda manfaatnya. <\/p>\n\n\n\n Rokok kretek lebih untuk pengobatan, sedangkan rokok putih mungkin hanya sebagai gaya hidup. Rokok kretek asli dalam negeri, rokok putihan produk luar. Rokok kretek menggunakan bahan baku tembakau dan cengkeh dari petani lokal, rokok putihan hanya menggunakan bahan baku tembakau dari luar. Inilah perbedaan yang mencolok bagi keduanya.<\/p>\n\n\n\n Penjelasan di atas menepis gencarnya kampanye anti rokok dengan narasi \u201crokok adalah sumber segala jenis penyakit\u201d. Untuk rokok kretek jelas tidak, untuk rokok putihan bisa jadi ya. Kampanye anti rokok di Indonesia, sebenarnya adalah salah satu strategi politik dagang, untuk mematikan produk rokok kretek. Hal ini terlihat jelas, ada tawaran produk rokok alternatif berupa rokok elektrik\/vape. Ternyata rokok elektrik\/vape menurut hasil riset yang terbaru yang dilakukan Dr. Paul Ndunda bekerjasama dengan Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Amerika, bahwa rokok elektrik\/vape dapat meningkatkan kemungkinan terjangkit penyakit kardiovaskular, yaitu stroke, serangan jantung atau penyakit jantung, atau biasa disebut penyakitkardiovaskular. Temuan ini sekaligus membantah argumen dasar pengambilan keputusan NU untuk menawarkan rokok elektrik\/vape sebagai alternatif. Argumen yang terbantahkan tersebut \u00a0adalah \u201cKonsep alternatif rokok atau produk tembakau yang berisiko lebih rendah sudah ditemukan pada tahun 1976 ketika Profesor Michael Russell menyatakan: \u201cOrang merokok karena nikotin tetapi meninggal karena tar\u201d. Karena itu, rasio tar dan nikotin dapat menjadi kunci menuju merokok yang berisiko kesehatan lebih rendah. Sejak saat itu, ditetapkan \u00a0bahwa bahaya merokok hanya disebabkan oleh racun yang muncul akibat pembakaran tembakau. Sebaliknya, produk tembakau tanpa pembakaran dan produk nikotin murni dianggap lebih berisiko bahaya jauh lebih rendah meski masih memiliki potensi menyebabkan adiksi\/ketergantungan\u201d. Sehingga, rekomendasi NU tentang tembakau alternatif harus diperkuat dengan dukungan kebijakan yang memadai, tidak relevan diberlakukan di Indonesia. Alasan utamanya adalah:<\/p>\n\n\n\n Dengan demikian, memperkuat produk tembakau alternatif\/vape sama dengan membunuh petani tembakau dan cengkeh yang tersebar di bumi Nusantara, membunuh ekonomi 6.1 juta jiwa, tidak menghargai warisan budaya nenek moyang dan Ulama\u2019 Nusantara, menghilangkan kekuatan tradisi sebagai basis tegaknya bangsa Indonesia, dan mengotori rekomendasi Musyawarah Nasional Alim Ulama dan Konferensi Besar Nahdlatul Ulama 2019 di Kota Banjar Jawa Barat. Karena rokok elektik\/vape adalah produk asing dan dapat meningkatkan kemungkinan terjangkit penyakit kardiovaskular. Selanjutnya, <\/strong>rokok elektik\/vape tidak relevan dalam konteks mensejahterakan masyarakat bangsa Indonesia.<\/strong> Menghisap kretek adalah mengingat nenek dan kebun kelapanya. Siang\u00a0hari seusai berkebun, biasanya nenek\u2014atau Mama Tua, seperti orang kampung\u00a0dan cucu-cucunya memanggilnya\u2014istirahat di gubuk kayunya yang terletak di\u00a0tengah kebun. Bernaung atap sederhana dan dedaunan dari pohon kelapa yang\u00a0menjulang, ia akan melakukan ritualnya saban hari dan berharap cucu-cucunya\u00a0tidak akan datang untuk minta dicarikan kutu. Di pondok sederhananya\u00a0 itu,\u00a0ia menghayati\u00a0 suara\u00a0 laut\u00a0 yang\u00a0 tidak\u00a0 jauh\u00a0 dari\u00a0 kebun. Dan mengingat\u00a0 anak-cucunya\u00a0 yang merantau.\u00a0 Seperti\u00a0 dukun-dukun\u00a0 yang\u00a0 umumnya mengepulkan\u00a0doa-doa\u00a0 melalui\u00a0 hembusan\u00a0 asap\u00a0 kretek,\u00a0 Mama\u00a0 Tua\u00a0 pun\u00a0 berdoa.\u00a0 Untuk\u00a0memanggil pulang anak-cucunya.<\/p>\n\n\n\n Beberapa\u00a0 tahun\u00a0 setelah menemukan\u00a0 ritual\u00a0 nenek,\u00a0 saya\u00a0 bertemu\u00a0 teman\u00a0 Cerita lain datang dari seorang \nkawan seniman yang seringkali mati gaya karena kehabisan ide. Dan di saat-saat \nseperti itu, ia akan menyiapkan segelas kopi dan mencari sudut\nuntuk duduk paling nyaman. Di sudut itulah ia kemudian merenung\nsambil menyeruput kopi, mengkretek, dan berbincang kalau ada teman. Kalau\nlagi sendiri ia akan duduk bersama kertas gambarnya dan membiarkan dirinya \nmenggambar apapun yang terlintas dalam \nbenak. Kretek itu \npenting dalam proses kreatif saya. \u201cKretek \nitu teman berpikir,\u201d ujarnya.\nPaduannya dengan kopi bikin imajinasi jadi cemerlang dan\nmemacu endorfin. Entah karena tembakau atau \ncengkeh atau kopi yang penting bisa menggambar lagi. <\/p>\n\n\n\n Baik Mama Tua, Willy, maupun kawan seniman saya, ketiganya merokok\u00a0 Sementara si seniman beranggapan kalau rokok putih selain tidak enak adalah\u00a0rokok kapitalis. Dan Mama Tua,\u00a0 ia tidak suka rokok putih karena tidak ada\u00a0rasanya. Lagipula, sejak\u00a0 ia kecil, rokok yang dikenalnya adalah rokok kretek\u00a0atau kalau tidak ada rokok nginang bisa jadi pengganti. Tapi, Mama Tua tetap\u00a0milih merokok di masa\u00a0 tuanya daripada nginang. Kenapa? Karena\u00a0 gigi\u00a0 saya\u00a0sudah bagus, kelakar Mama Tua. Sebuah contoh datang dari paman \nyang tinggal di sebuah desa dekat Lain si paman, lain juga petani-petani yang\nbiasanya saya temui ketika Mengingat bagaimana orang-orang tua di desa melinting tembakau, saya\u00a0 Selain digunakan untuk\u00a0memasak dan pengobatan, beberapa di antaranya mengatakan kalau cengkeh\u00a0dapat\u00a0 membawa\u00a0 keberuntungan\u00a0 ke\u00a0 rumah\u00a0 seseorang,\u00a0 menghentikan\u00a0 gosip\u00a0yang\u00a0 sedang menerpa,\u00a0 dan mempererat\u00a0 ikatan\u00a0 persahabatan.\u00a0 Yang\u00a0 terakhir\u00a0ini mungkin benar, mengingat betapa seringnya terjadi komunikasi antara dua\u00a0orang atau lebih setelah salah satunya berkata, \u201cRokok, Mas?\u201d Bahasan tentang produk alternatif tembakau masuk dalam Rekomendasi Musyawarah Nasional Alim Ulama dan Konferensi Besar Nahdlatul Ulama 2019 di Kota Banjar Jawa Barat tidak sesuai tujuan utama konteksnya. Konteks yang dibangun dalam rekomendasi tersebut pada intinya adalah meningkatkan semangat nilai perdamaian, nilai kemanusiaan, meletakkan agama agar lebih relevan sesuai realitas, memperkuat ukhuwwah Islamiyyah<\/em> (persaudaraan sesama muslim), ukhuwwah wathoniyyah <\/em>(persaudaraan sesama warga) , ukhuwwah basyariyyah <\/em>(persaudaraan sesama umat manusia), menegakkan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) dengan ideologi Pancasila, menjaga tradisi sebagai basis kekuatan, memastikan kebijakan pemerintah untuk kesejahteraan masyarakat. Semuanya itu merupakan warisan dan cita-cita para Ulama terdahulu yang berperan serta dalam perjuangan mendirikan Bangsa ini.<\/p>\n\n\n\n Dalam rekomendasi terselip bahasan tentang produk tembakau alternatif yang dimasukkan dalam poin concern<\/em> NU terhadap kebijakan pemerintah. Jelas-jelas di awal, pada konteks landasan dasar pemikiran, kebijakan pemerintah yang dimaksud adalah kebijakan untuk kesejahteraan masyarakat. Akan tetapi, argumentasi yang dibangun dalam bahasan produk tembakau alternatif, lebih mengedepankan debatable<\/em> antara mendatangkan devisa Negara dan dampak negatif dari sisi kesehatan, yang belum tentu benar dugaannya.<\/p>\n\n\n\n Dari debatable<\/em> tersebut, NU mencoba menyeimbangkan dengan menawarkan produk alternatif berupa rokok elektrik atau dikenal Vape. Tawaran dan trobosan yang sangat keliru. Menganggap semua produk rokok membawa dampak negatif bagi kesehatan itu pun sudah keliru, apalagi menawarkan vape atau rokok elektrik sebagai produk alternatif adalah langkah yang sangat keliru.<\/p>\n\n\n\n Perlu dipahami, rokok ada dua macam. Rokok bercengkeh atau disebut rokok kretek<\/strong> dan rokok tak bercengkeh atau disebut rokok putihan<\/strong>. Pertanyaannya, mana yang tidak menyehatkan dari dua macam rokok tersebut? Apakah dua-duanya tidak menyehatkan? Hal ini sama sekali tidak muncul dalam pembahasan secara mendetail. Menganggap semua jenis rokok adalah sama. Sedangkan dua macam rokok tersebut berbeda secara konten, dan berbeda juga manfaatnya.<\/p>\n\n\n\n Munculnya rokok kretek kali pertama bertujuan untuk mengatasi sakit bengek<\/em>, hasil kreasi anak bangsa bernama H. Djamhari di Kudus, yaitu olahan tembakau dicampur dengan cengkeh, dibungkus berbentuk konus. Dari hasil pembakaran dua senyawa tersebut, H. Djamhari berhasil mengobati sakit bengeknya. <\/p>\n\n\n\n Sedangkan rokok putihan punya riwayat berbeda dengan rokok kretek, karena hanya menggunakan tembakau saja. Jadi, antara rokok kretek dan rokok putihan, walaupun ada kesamaan nama, kesamaan bentuk bahkan kesamaan cara menikmati, akan tetapi beda manfaatnya. <\/p>\n\n\n\n Rokok kretek lebih untuk pengobatan, sedangkan rokok putih mungkin hanya sebagai gaya hidup. Rokok kretek asli dalam negeri, rokok putihan produk luar. Rokok kretek menggunakan bahan baku tembakau dan cengkeh dari petani lokal, rokok putihan hanya menggunakan bahan baku tembakau dari luar. Inilah perbedaan yang mencolok bagi keduanya.<\/p>\n\n\n\n Penjelasan di atas menepis gencarnya kampanye anti rokok dengan narasi \u201crokok adalah sumber segala jenis penyakit\u201d. Untuk rokok kretek jelas tidak, untuk rokok putihan bisa jadi ya. Kampanye anti rokok di Indonesia, sebenarnya adalah salah satu strategi politik dagang, untuk mematikan produk rokok kretek. Hal ini terlihat jelas, ada tawaran produk rokok alternatif berupa rokok elektrik\/vape. Ternyata rokok elektrik\/vape menurut hasil riset yang terbaru yang dilakukan Dr. Paul Ndunda bekerjasama dengan Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Amerika, bahwa rokok elektrik\/vape dapat meningkatkan kemungkinan terjangkit penyakit kardiovaskular, yaitu stroke, serangan jantung atau penyakit jantung, atau biasa disebut penyakitkardiovaskular. Temuan ini sekaligus membantah argumen dasar pengambilan keputusan NU untuk menawarkan rokok elektrik\/vape sebagai alternatif. Argumen yang terbantahkan tersebut \u00a0adalah \u201cKonsep alternatif rokok atau produk tembakau yang berisiko lebih rendah sudah ditemukan pada tahun 1976 ketika Profesor Michael Russell menyatakan: \u201cOrang merokok karena nikotin tetapi meninggal karena tar\u201d. Karena itu, rasio tar dan nikotin dapat menjadi kunci menuju merokok yang berisiko kesehatan lebih rendah. Sejak saat itu, ditetapkan \u00a0bahwa bahaya merokok hanya disebabkan oleh racun yang muncul akibat pembakaran tembakau. Sebaliknya, produk tembakau tanpa pembakaran dan produk nikotin murni dianggap lebih berisiko bahaya jauh lebih rendah meski masih memiliki potensi menyebabkan adiksi\/ketergantungan\u201d. Sehingga, rekomendasi NU tentang tembakau alternatif harus diperkuat dengan dukungan kebijakan yang memadai, tidak relevan diberlakukan di Indonesia. Alasan utamanya adalah:<\/p>\n\n\n\n Dengan demikian, memperkuat produk tembakau alternatif\/vape sama dengan membunuh petani tembakau dan cengkeh yang tersebar di bumi Nusantara, membunuh ekonomi 6.1 juta jiwa, tidak menghargai warisan budaya nenek moyang dan Ulama\u2019 Nusantara, menghilangkan kekuatan tradisi sebagai basis tegaknya bangsa Indonesia, dan mengotori rekomendasi Musyawarah Nasional Alim Ulama dan Konferensi Besar Nahdlatul Ulama 2019 di Kota Banjar Jawa Barat. Karena rokok elektik\/vape adalah produk asing dan dapat meningkatkan kemungkinan terjangkit penyakit kardiovaskular. Selanjutnya, <\/strong>rokok elektik\/vape tidak relevan dalam konteks mensejahterakan masyarakat bangsa Indonesia.<\/strong> Menghisap kretek adalah mengingat nenek dan kebun kelapanya. Siang\u00a0hari seusai berkebun, biasanya nenek\u2014atau Mama Tua, seperti orang kampung\u00a0dan cucu-cucunya memanggilnya\u2014istirahat di gubuk kayunya yang terletak di\u00a0tengah kebun. Bernaung atap sederhana dan dedaunan dari pohon kelapa yang\u00a0menjulang, ia akan melakukan ritualnya saban hari dan berharap cucu-cucunya\u00a0tidak akan datang untuk minta dicarikan kutu. Di pondok sederhananya\u00a0 itu,\u00a0ia menghayati\u00a0 suara\u00a0 laut\u00a0 yang\u00a0 tidak\u00a0 jauh\u00a0 dari\u00a0 kebun. Dan mengingat\u00a0 anak-cucunya\u00a0 yang merantau.\u00a0 Seperti\u00a0 dukun-dukun\u00a0 yang\u00a0 umumnya mengepulkan\u00a0doa-doa\u00a0 melalui\u00a0 hembusan\u00a0 asap\u00a0 kretek,\u00a0 Mama\u00a0 Tua\u00a0 pun\u00a0 berdoa.\u00a0 Untuk\u00a0memanggil pulang anak-cucunya.<\/p>\n\n\n\n Beberapa\u00a0 tahun\u00a0 setelah menemukan\u00a0 ritual\u00a0 nenek,\u00a0 saya\u00a0 bertemu\u00a0 teman\u00a0 Cerita lain datang dari seorang \nkawan seniman yang seringkali mati gaya karena kehabisan ide. Dan di saat-saat \nseperti itu, ia akan menyiapkan segelas kopi dan mencari sudut\nuntuk duduk paling nyaman. Di sudut itulah ia kemudian merenung\nsambil menyeruput kopi, mengkretek, dan berbincang kalau ada teman. Kalau\nlagi sendiri ia akan duduk bersama kertas gambarnya dan membiarkan dirinya \nmenggambar apapun yang terlintas dalam \nbenak. Kretek itu \npenting dalam proses kreatif saya. \u201cKretek \nitu teman berpikir,\u201d ujarnya.\nPaduannya dengan kopi bikin imajinasi jadi cemerlang dan\nmemacu endorfin. Entah karena tembakau atau \ncengkeh atau kopi yang penting bisa menggambar lagi. <\/p>\n\n\n\n Baik Mama Tua, Willy, maupun kawan seniman saya, ketiganya merokok\u00a0 Sementara si seniman beranggapan kalau rokok putih selain tidak enak adalah\u00a0rokok kapitalis. Dan Mama Tua,\u00a0 ia tidak suka rokok putih karena tidak ada\u00a0rasanya. Lagipula, sejak\u00a0 ia kecil, rokok yang dikenalnya adalah rokok kretek\u00a0atau kalau tidak ada rokok nginang bisa jadi pengganti. Tapi, Mama Tua tetap\u00a0milih merokok di masa\u00a0 tuanya daripada nginang. Kenapa? Karena\u00a0 gigi\u00a0 saya\u00a0sudah bagus, kelakar Mama Tua. Sebuah contoh datang dari paman \nyang tinggal di sebuah desa dekat Lain si paman, lain juga petani-petani yang\nbiasanya saya temui ketika Mengingat bagaimana orang-orang tua di desa melinting tembakau, saya\u00a0 Selain digunakan untuk\u00a0memasak dan pengobatan, beberapa di antaranya mengatakan kalau cengkeh\u00a0dapat\u00a0 membawa\u00a0 keberuntungan\u00a0 ke\u00a0 rumah\u00a0 seseorang,\u00a0 menghentikan\u00a0 gosip\u00a0yang\u00a0 sedang menerpa,\u00a0 dan mempererat\u00a0 ikatan\u00a0 persahabatan.\u00a0 Yang\u00a0 terakhir\u00a0ini mungkin benar, mengingat betapa seringnya terjadi komunikasi antara dua\u00a0orang atau lebih setelah salah satunya berkata, \u201cRokok, Mas?\u201d Bagan di atas menjelaskan konsep sistem pengetahuan dalam kretek sebagai warisan budaya tak bendawi. Lingkaran konsentris utama menjelaskan inti kebudayaan kretek sebagai sistem pengetahuan. Kedua, lingkaran berikutnya menjabarkan sistem pengetahuan melalui perilaku meracik tembakau, cengkeh, saus yang dibalut pembungkus\u2014kesatuan komponen utama kretek. Lingkaran berikutnya adalah keseluruhan produk kretek dari refleksi atas citarasa masyarakat tertentu tempat kretek diproduksi. Lingkaran selanjutnya merupakan turunan kebudayaan kretek dalam pelbagai ekspresi dan pola-pola simbolik, yang menyatu secara langsung dengan fungsi kretek itu sendiri. tapi memperkaya ekspresi kultural masyarakat, khususnya di lingkungan sosial budidaya kretek.<\/p>\r\n","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5516","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5507,"post_author":"877","post_date":"2019-03-04 08:33:18","post_date_gmt":"2019-03-04 01:33:18","post_content":"\n Bahasan tentang produk alternatif tembakau masuk dalam Rekomendasi Musyawarah Nasional Alim Ulama dan Konferensi Besar Nahdlatul Ulama 2019 di Kota Banjar Jawa Barat tidak sesuai tujuan utama konteksnya. Konteks yang dibangun dalam rekomendasi tersebut pada intinya adalah meningkatkan semangat nilai perdamaian, nilai kemanusiaan, meletakkan agama agar lebih relevan sesuai realitas, memperkuat ukhuwwah Islamiyyah<\/em> (persaudaraan sesama muslim), ukhuwwah wathoniyyah <\/em>(persaudaraan sesama warga) , ukhuwwah basyariyyah <\/em>(persaudaraan sesama umat manusia), menegakkan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) dengan ideologi Pancasila, menjaga tradisi sebagai basis kekuatan, memastikan kebijakan pemerintah untuk kesejahteraan masyarakat. Semuanya itu merupakan warisan dan cita-cita para Ulama terdahulu yang berperan serta dalam perjuangan mendirikan Bangsa ini.<\/p>\n\n\n\n Dalam rekomendasi terselip bahasan tentang produk tembakau alternatif yang dimasukkan dalam poin concern<\/em> NU terhadap kebijakan pemerintah. Jelas-jelas di awal, pada konteks landasan dasar pemikiran, kebijakan pemerintah yang dimaksud adalah kebijakan untuk kesejahteraan masyarakat. Akan tetapi, argumentasi yang dibangun dalam bahasan produk tembakau alternatif, lebih mengedepankan debatable<\/em> antara mendatangkan devisa Negara dan dampak negatif dari sisi kesehatan, yang belum tentu benar dugaannya.<\/p>\n\n\n\n Dari debatable<\/em> tersebut, NU mencoba menyeimbangkan dengan menawarkan produk alternatif berupa rokok elektrik atau dikenal Vape. Tawaran dan trobosan yang sangat keliru. Menganggap semua produk rokok membawa dampak negatif bagi kesehatan itu pun sudah keliru, apalagi menawarkan vape atau rokok elektrik sebagai produk alternatif adalah langkah yang sangat keliru.<\/p>\n\n\n\n Perlu dipahami, rokok ada dua macam. Rokok bercengkeh atau disebut rokok kretek<\/strong> dan rokok tak bercengkeh atau disebut rokok putihan<\/strong>. Pertanyaannya, mana yang tidak menyehatkan dari dua macam rokok tersebut? Apakah dua-duanya tidak menyehatkan? Hal ini sama sekali tidak muncul dalam pembahasan secara mendetail. Menganggap semua jenis rokok adalah sama. Sedangkan dua macam rokok tersebut berbeda secara konten, dan berbeda juga manfaatnya.<\/p>\n\n\n\n Munculnya rokok kretek kali pertama bertujuan untuk mengatasi sakit bengek<\/em>, hasil kreasi anak bangsa bernama H. Djamhari di Kudus, yaitu olahan tembakau dicampur dengan cengkeh, dibungkus berbentuk konus. Dari hasil pembakaran dua senyawa tersebut, H. Djamhari berhasil mengobati sakit bengeknya. <\/p>\n\n\n\n Sedangkan rokok putihan punya riwayat berbeda dengan rokok kretek, karena hanya menggunakan tembakau saja. Jadi, antara rokok kretek dan rokok putihan, walaupun ada kesamaan nama, kesamaan bentuk bahkan kesamaan cara menikmati, akan tetapi beda manfaatnya. <\/p>\n\n\n\n Rokok kretek lebih untuk pengobatan, sedangkan rokok putih mungkin hanya sebagai gaya hidup. Rokok kretek asli dalam negeri, rokok putihan produk luar. Rokok kretek menggunakan bahan baku tembakau dan cengkeh dari petani lokal, rokok putihan hanya menggunakan bahan baku tembakau dari luar. Inilah perbedaan yang mencolok bagi keduanya.<\/p>\n\n\n\n Penjelasan di atas menepis gencarnya kampanye anti rokok dengan narasi \u201crokok adalah sumber segala jenis penyakit\u201d. Untuk rokok kretek jelas tidak, untuk rokok putihan bisa jadi ya. Kampanye anti rokok di Indonesia, sebenarnya adalah salah satu strategi politik dagang, untuk mematikan produk rokok kretek. Hal ini terlihat jelas, ada tawaran produk rokok alternatif berupa rokok elektrik\/vape. Ternyata rokok elektrik\/vape menurut hasil riset yang terbaru yang dilakukan Dr. Paul Ndunda bekerjasama dengan Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Amerika, bahwa rokok elektrik\/vape dapat meningkatkan kemungkinan terjangkit penyakit kardiovaskular, yaitu stroke, serangan jantung atau penyakit jantung, atau biasa disebut penyakitkardiovaskular. Temuan ini sekaligus membantah argumen dasar pengambilan keputusan NU untuk menawarkan rokok elektrik\/vape sebagai alternatif. Argumen yang terbantahkan tersebut \u00a0adalah \u201cKonsep alternatif rokok atau produk tembakau yang berisiko lebih rendah sudah ditemukan pada tahun 1976 ketika Profesor Michael Russell menyatakan: \u201cOrang merokok karena nikotin tetapi meninggal karena tar\u201d. Karena itu, rasio tar dan nikotin dapat menjadi kunci menuju merokok yang berisiko kesehatan lebih rendah. Sejak saat itu, ditetapkan \u00a0bahwa bahaya merokok hanya disebabkan oleh racun yang muncul akibat pembakaran tembakau. Sebaliknya, produk tembakau tanpa pembakaran dan produk nikotin murni dianggap lebih berisiko bahaya jauh lebih rendah meski masih memiliki potensi menyebabkan adiksi\/ketergantungan\u201d. Sehingga, rekomendasi NU tentang tembakau alternatif harus diperkuat dengan dukungan kebijakan yang memadai, tidak relevan diberlakukan di Indonesia. Alasan utamanya adalah:<\/p>\n\n\n\n Dengan demikian, memperkuat produk tembakau alternatif\/vape sama dengan membunuh petani tembakau dan cengkeh yang tersebar di bumi Nusantara, membunuh ekonomi 6.1 juta jiwa, tidak menghargai warisan budaya nenek moyang dan Ulama\u2019 Nusantara, menghilangkan kekuatan tradisi sebagai basis tegaknya bangsa Indonesia, dan mengotori rekomendasi Musyawarah Nasional Alim Ulama dan Konferensi Besar Nahdlatul Ulama 2019 di Kota Banjar Jawa Barat. Karena rokok elektik\/vape adalah produk asing dan dapat meningkatkan kemungkinan terjangkit penyakit kardiovaskular. Selanjutnya, <\/strong>rokok elektik\/vape tidak relevan dalam konteks mensejahterakan masyarakat bangsa Indonesia.<\/strong> Menghisap kretek adalah mengingat nenek dan kebun kelapanya. Siang\u00a0hari seusai berkebun, biasanya nenek\u2014atau Mama Tua, seperti orang kampung\u00a0dan cucu-cucunya memanggilnya\u2014istirahat di gubuk kayunya yang terletak di\u00a0tengah kebun. Bernaung atap sederhana dan dedaunan dari pohon kelapa yang\u00a0menjulang, ia akan melakukan ritualnya saban hari dan berharap cucu-cucunya\u00a0tidak akan datang untuk minta dicarikan kutu. Di pondok sederhananya\u00a0 itu,\u00a0ia menghayati\u00a0 suara\u00a0 laut\u00a0 yang\u00a0 tidak\u00a0 jauh\u00a0 dari\u00a0 kebun. Dan mengingat\u00a0 anak-cucunya\u00a0 yang merantau.\u00a0 Seperti\u00a0 dukun-dukun\u00a0 yang\u00a0 umumnya mengepulkan\u00a0doa-doa\u00a0 melalui\u00a0 hembusan\u00a0 asap\u00a0 kretek,\u00a0 Mama\u00a0 Tua\u00a0 pun\u00a0 berdoa.\u00a0 Untuk\u00a0memanggil pulang anak-cucunya.<\/p>\n\n\n\n Beberapa\u00a0 tahun\u00a0 setelah menemukan\u00a0 ritual\u00a0 nenek,\u00a0 saya\u00a0 bertemu\u00a0 teman\u00a0 Cerita lain datang dari seorang \nkawan seniman yang seringkali mati gaya karena kehabisan ide. Dan di saat-saat \nseperti itu, ia akan menyiapkan segelas kopi dan mencari sudut\nuntuk duduk paling nyaman. Di sudut itulah ia kemudian merenung\nsambil menyeruput kopi, mengkretek, dan berbincang kalau ada teman. Kalau\nlagi sendiri ia akan duduk bersama kertas gambarnya dan membiarkan dirinya \nmenggambar apapun yang terlintas dalam \nbenak. Kretek itu \npenting dalam proses kreatif saya. \u201cKretek \nitu teman berpikir,\u201d ujarnya.\nPaduannya dengan kopi bikin imajinasi jadi cemerlang dan\nmemacu endorfin. Entah karena tembakau atau \ncengkeh atau kopi yang penting bisa menggambar lagi. <\/p>\n\n\n\n Baik Mama Tua, Willy, maupun kawan seniman saya, ketiganya merokok\u00a0 Sementara si seniman beranggapan kalau rokok putih selain tidak enak adalah\u00a0rokok kapitalis. Dan Mama Tua,\u00a0 ia tidak suka rokok putih karena tidak ada\u00a0rasanya. Lagipula, sejak\u00a0 ia kecil, rokok yang dikenalnya adalah rokok kretek\u00a0atau kalau tidak ada rokok nginang bisa jadi pengganti. Tapi, Mama Tua tetap\u00a0milih merokok di masa\u00a0 tuanya daripada nginang. Kenapa? Karena\u00a0 gigi\u00a0 saya\u00a0sudah bagus, kelakar Mama Tua. Sebuah contoh datang dari paman \nyang tinggal di sebuah desa dekat Lain si paman, lain juga petani-petani yang\nbiasanya saya temui ketika Mengingat bagaimana orang-orang tua di desa melinting tembakau, saya\u00a0 Selain digunakan untuk\u00a0memasak dan pengobatan, beberapa di antaranya mengatakan kalau cengkeh\u00a0dapat\u00a0 membawa\u00a0 keberuntungan\u00a0 ke\u00a0 rumah\u00a0 seseorang,\u00a0 menghentikan\u00a0 gosip\u00a0yang\u00a0 sedang menerpa,\u00a0 dan mempererat\u00a0 ikatan\u00a0 persahabatan.\u00a0 Yang\u00a0 terakhir\u00a0ini mungkin benar, mengingat betapa seringnya terjadi komunikasi antara dua\u00a0orang atau lebih setelah salah satunya berkata, \u201cRokok, Mas?\u201d Bagan yang menjelaskan matriks evolusi kebudayaan kretek<\/em><\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n Bagan di atas menjelaskan konsep sistem pengetahuan dalam kretek sebagai warisan budaya tak bendawi. Lingkaran konsentris utama menjelaskan inti kebudayaan kretek sebagai sistem pengetahuan. Kedua, lingkaran berikutnya menjabarkan sistem pengetahuan melalui perilaku meracik tembakau, cengkeh, saus yang dibalut pembungkus\u2014kesatuan komponen utama kretek. Lingkaran berikutnya adalah keseluruhan produk kretek dari refleksi atas citarasa masyarakat tertentu tempat kretek diproduksi. Lingkaran selanjutnya merupakan turunan kebudayaan kretek dalam pelbagai ekspresi dan pola-pola simbolik, yang menyatu secara langsung dengan fungsi kretek itu sendiri. tapi memperkaya ekspresi kultural masyarakat, khususnya di lingkungan sosial budidaya kretek.<\/p>\r\n","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5516","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5507,"post_author":"877","post_date":"2019-03-04 08:33:18","post_date_gmt":"2019-03-04 01:33:18","post_content":"\n Bahasan tentang produk alternatif tembakau masuk dalam Rekomendasi Musyawarah Nasional Alim Ulama dan Konferensi Besar Nahdlatul Ulama 2019 di Kota Banjar Jawa Barat tidak sesuai tujuan utama konteksnya. Konteks yang dibangun dalam rekomendasi tersebut pada intinya adalah meningkatkan semangat nilai perdamaian, nilai kemanusiaan, meletakkan agama agar lebih relevan sesuai realitas, memperkuat ukhuwwah Islamiyyah<\/em> (persaudaraan sesama muslim), ukhuwwah wathoniyyah <\/em>(persaudaraan sesama warga) , ukhuwwah basyariyyah <\/em>(persaudaraan sesama umat manusia), menegakkan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) dengan ideologi Pancasila, menjaga tradisi sebagai basis kekuatan, memastikan kebijakan pemerintah untuk kesejahteraan masyarakat. Semuanya itu merupakan warisan dan cita-cita para Ulama terdahulu yang berperan serta dalam perjuangan mendirikan Bangsa ini.<\/p>\n\n\n\n Dalam rekomendasi terselip bahasan tentang produk tembakau alternatif yang dimasukkan dalam poin concern<\/em> NU terhadap kebijakan pemerintah. Jelas-jelas di awal, pada konteks landasan dasar pemikiran, kebijakan pemerintah yang dimaksud adalah kebijakan untuk kesejahteraan masyarakat. Akan tetapi, argumentasi yang dibangun dalam bahasan produk tembakau alternatif, lebih mengedepankan debatable<\/em> antara mendatangkan devisa Negara dan dampak negatif dari sisi kesehatan, yang belum tentu benar dugaannya.<\/p>\n\n\n\n Dari debatable<\/em> tersebut, NU mencoba menyeimbangkan dengan menawarkan produk alternatif berupa rokok elektrik atau dikenal Vape. Tawaran dan trobosan yang sangat keliru. Menganggap semua produk rokok membawa dampak negatif bagi kesehatan itu pun sudah keliru, apalagi menawarkan vape atau rokok elektrik sebagai produk alternatif adalah langkah yang sangat keliru.<\/p>\n\n\n\n Perlu dipahami, rokok ada dua macam. Rokok bercengkeh atau disebut rokok kretek<\/strong>
<\/p>\n","post_title":"Rekomendasi Produk Alternatif Tembakau Terlalu Dipaksakan dan Mencederai Semangat Munas Alim Ulama NU 2019","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"rekomendasi-produk-alternatif-tembakau-terlalu-dipaksakan-dan-mencederai-semangat-munas-alim-ulama-nu-2019","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-03-04 08:33:46","post_modified_gmt":"2019-03-04 01:33:46","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5507","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5504,"post_author":"924","post_date":"2019-03-03 09:37:39","post_date_gmt":"2019-03-03 02:37:39","post_content":"\n
yang\u00a0 juga\u00a0 cerita\u00a0 tentang\u00a0 ritual\u00a0 personalnya\u00a0 dengan\u00a0 kretek. Willy\u00a0 namanya.\u00a0Dalam\u00a0 keriuhan\u00a0 warung\u00a0 soto\u00a0 Kudus, Willy\u00a0 bercerita\u00a0 kalau\u00a0 ia\u00a0 rindu\u00a0 sekali\u00a0mendaki\u00a0 gunung dan melaksanakan\u00a0 ritualnya.\u00a0 Ia membayangkan perjalanan\u00a0menuju puncak dimana hanya akan ada teman-teman yang sudah akrab kental\u00a0dan tumbuhan. Ia membayangkan perjalanan berjam-jam melalui jalan setapak\u00a0sebelum menjelang puncak dan mendirikan\u00a0 tenda di\u00a0 sana. Kemudian\u00a0 ia dan\u00a0teman-temannya akan menyalakan api unggun, menjerang air, mengopi, dan\u00a0mengkretek\u00a0 sambil menikmati matahari\u00a0 yang\u00a0 terbenam\u00a0 atau\u00a0 terbit keesokan\u00a0paginya. Dan Willy pun berkhayal, saat teman-temannya sudah tidur, ia ingin\u00a0duduk sendiri bersama api unggun dan sebatang kretek. Bunyi cengkeh terbakar\u00a0
akan menemani hening sementara kepulan asap akan menari untuknya, sebelum\u00a0pergi menikmati bintang. \u201cItulah liburan holistik buatku,\u201d katanya.\u00a0<\/p>\n\n\n\n
kretek.\u00a0 Willy\u00a0 dengan\u00a0 Sampoerna\u00a0 A\u00a0 Mild-nya,\u00a0 Mama\u00a0 Tua\u00a0 dengan\u00a0 Djarum\u00a0Super-nya,\u00a0 dan\u00a0 si\u00a0 seniman\u00a0 dengan Gudang Garam Merah-nya. Dan\u00a0 kenapa\u00a0kretek? Bukannya mereka tidak tahu kalau ada rokok putih di warung. Tapi ini\u00a0masalah selera. Willy lebih suka kretek yang ada bunyinya dan rasanya manis.\u00a0<\/p>\n\n\n\n
***
Berbicara tentang ritual sekilas terkesan religius. Padahal tidak selamanya\u00a0
begitu. Ritual bukan hanya milik agama atau aliran-aliran kepercayaan yang\u00a0melulu mesti dikerjakan berjamaah. Bersembahyang sendiri pun tanpa disadari\u00a0termasuk ritual personal seseorang. Kemudian menyapu halaman di pagi hari,\u00a0mencuci piring, membereskan rumah juga bisa dikatakan sebagai ritual. Maka,\u00a0ritual itu sesungguhnya hak semua orang dan penyelenggaraannya bisa dibuat\u00a0sekreatif mungkin, selama tidak mengganggu atau merepotkan orang lain.\u00a0<\/p>\n\n\n\n
\nBorobudur. Setiap pagi ia punya ritual untuk\nbersepeda berkeliling desa sehabis mandi. \u201cMau tengok Merapi atau\nmengeringkan rambut,\u201d katanya setiap ada orang bertanya hendak kemana ia\npergi dengan onthel kesayangannya. Ritual itu kemudian dilanjutkannya\ndengan menjerang air panas dan menyeduh kopi instan untuk ia bawa ke ruang\ntamu dan di kursi dekat jendela ia akan duduk, menikmati sinar matahari\nyang jatuh di punggungnya. Kemudian ia akan mulai melinting tembakau\nMadura dan cengkehnya sambil memperhatikan lukisan yang \nsedang dikerjakannya. Ritualnya ini bisa memakan waktu sampai \nsatu, dua jam, hampir setiap harinya. <\/p>\n\n\n\n
\nmblasuk ke desa-desa. Dan sebetulnya ini bukan\npemandangan asing bagi yang menyadari. Kalau pada waktu-waktu \nistirahat makan siang atau pulang dari sawah dan ladang akan\nbanyak terlihat petani menikmati kretek atau klobot yang tersemat di\nbibir mereka\u2014tidak akan ada pemandangan petani menikmati rokok putih dan\nsaya bersyukur atas ketidakadaan tersebut. Lebih-lebihkalau jalanjalan \ndi seputar Wonosobo, Banjarnegara, sampai \nDieng. Rasanya menggetarkan sekalimencium aroma \nkemenyan di udara dari klobot petani yang \nsedang berjalan pulang atau nongkrong di \npinggir jalan. Memandangi hijau perbukitan dan \nsawah, mendengarkan sayup-sayup jeram dari \nSerayu, ditambah aroma kemenyan yang tipis di udara adalah pengalaman yang\nsangat sulit dilupakan sekaligus didapatkan.<\/p>\n\n\n\n
teringat perbincangan dengan salah satu teman. Dalam perbincangan tersebut,\u00a0kami bersepakat kalau orang-orang yang melinting dengan penghayatan penuh\u00a0adalah\u00a0 seorang\u00a0 alkemis. Mereka\u00a0 tidak\u00a0 sekedar menikmati\u00a0 tembakau,\u00a0 tetapi\u00a0juga\u00a0 sedang\u00a0 melakukan\u00a0 proses\u00a0 pemurnian\u00a0 diri\u00a0 layaknya\u00a0 orang\u00a0 mandi.\u00a0 Jika\u00a0mandi membersihkan permukaan raga, maka asap yang tersesap membersihkan\u00a0dada\u2014sarang bagi perasaan-perasaan\u2014melalui api yang memberi nyawa pada\u00a0sebatang kretek.\u00a0
Dalam perbincangan itu saya teringat salah satu guru SD (sekolah dasar)\u00a0
saya.\u00a0 Bu\u00a0 Nonce\u00a0 namanya.\u00a0 Kabar\u00a0 terakhir\u00a0 tentangnya\u00a0 sungguh\u00a0 tidak\u00a0 enak\u00a0didengar. Orang-orang bilang Bu Nonce stres, baru bercerai dengan suaminya\u00a0yang selingkuh. Lantas kini dia jadi asosial dan perokok berat. Ibu saya cerita\u00a0pula kalau teman-teman sesama guru malas untuk mendekatinya karena ia kini\u00a0perokok berat Djarum Super.\u00a0
Saat mendapat\u00a0 berita\u00a0 ini\u00a0 saya\u00a0 tidak\u00a0 terlalu\u00a0 ambil\u00a0 pusing\u00a0 dengan\u00a0 kisah\u00a0
Bu\u00a0 Nonce.\u00a0 Tapi\u00a0 belakangan\u00a0 saya\u00a0 jadi\u00a0 memikirkan\u00a0 Bu\u00a0 Nonce.\u00a0 Sepanjang\u00a0ingatan saya ia tampak sebagai sosok perempuan yang punya pendirian. Lantas\u00a0hubungannya\u00a0 dengan\u00a0 rokok,\u00a0 semestinya\u00a0 tidak\u00a0 serta-merta membuat\u00a0 teman-temannya menjauh darinya. Toh, mereka tidak berada dalam sepatu Bu Nonce.\u00a0Mereka tidak tahu pikiran dan perasaan-perasaan seperti apa yang berkecamuk\u00a0dalam diri Bu Nonce. Maka semestinya tidak ada satu orang pun yang berhak\u00a0menghakimi Bu Nonce. Tapi mungkin, Bu Nonce pun sudah tidak ambil pusing lagi dengan kelakuan suaminya atau teman-teman yang menjauhinya. Mungkin,\u00a0Bu Nonce\u00a0 sudah mati\u00a0 rasa\u00a0 terhadap\u00a0 dunia\u00a0 dan\u00a0 di\u00a0 saat-saat\u00a0 seperti\u00a0 itu,\u00a0 bisa\u00a0jadi sebungkus Djarum Super menyelamatkan pikirannya tetap jernih bertahan\u00a0pada kesadaran bahwa ia bisa bertahan dan tidak kehilangan dirinya sendiri.\u00a0
Lantas, apa yang membuat kretek menjadi begitu magis? Entah karena\u00a0
tembakau, cengkeh, atau paduan keduanya, semua orang punya pendapat dan\u00a0imajinasinya masing-masing. Tapi kapan-kapan silakan coba memasukkan kata\u00a0kunci \u201cthe magic of\u00a0 cloves\u201d di mesin pencari, maka akan ada banyak\u00a0 sekali\u00a0website yang memaparkan kekuatan magis\u00a0 cengkeh.<\/p>\n\n\n\n
Dengan\u00a0 segala\u00a0 yang\u00a0 terkandung\u00a0 di\u00a0 dalamnya\u00a0 rasanya\u00a0 tidak\u00a0 salah\u00a0 jika\u00a0
kretek menjadi pelengkap ritual personal banyak orang, baik laki-laki maupun\u00a0perempuan. Dengan begitu, kretek melampaui batasan gender dan bidang-bidang\u00a0pekerjaan\u2014sungguh\u00a0 sesuatu yang universal. Yang muda dan yang\u00a0 tua punya\u00a0caranya sendiri dalam menikmati rokok kretek dan bahkan menyematkannya\u00a0ritual personal yang menunjukkan tingkat kreativitas. Dengan kecenderungan\u00a0habis\u00a0 lebih\u00a0 lama dibanding rokok putih, kretek memberi\u00a0 lebih banyak waktu bagi\u00a0 perokok\u00a0 berdialog\u00a0 dengan\u00a0 dirinya\u00a0 sendiri.\u00a0 Meski\u00a0 banyak\u00a0 orang\u00a0 yang\u00a0
bukan perokok bilang, kalau merokok\u00a0 sambil bengong atau ngobrol\u00a0 saja\u00a0 itu\u00a0buang-buang waktu\u2014time is money, dude!\u00a0
Ya, di satu sisi waktu memang uang. Tapi di sisi\u00a0 lain, ada hal-hal yang\u00a0
tidak\u00a0 bisa\u00a0 dibeli\u00a0 dengan\u00a0 uang.\u00a0 Seperti\u00a0 misalnya\u00a0 uang\u00a0 tidak\u00a0 bisa\u00a0 membeli\u00a0rasa\u00a0 kebersamaan\u00a0 yang\u00a0 tercipta\u00a0 antara\u00a0 dua\u00a0 orang\u00a0 atau\u00a0 lebih\u00a0 karena mereka\u00a0merokok kretek yang sama. Atau kedamaian dan ketenangan yang ditimbulkan\u00a0dari\u00a0 kretek\u00a0 bagi\u00a0 seseorang\u00a0 yang\u00a0 sedang\u00a0 merenungi\u00a0 pertengkaran\u00a0 yang\u00a0meluluhlantakkan\u00a0 harinya. Hal hal\u00a0 seperti\u00a0 itu\u00a0 jelas\u00a0 tidak\u00a0 bisa\u00a0 dibandingkan\u00a0dengan\u00a0 harga\u00a0 sebungkus\u00a0 kretek.\u00a0 Abstrak\u00a0 memang.\u00a0 Tapi,\u00a0 begitulah\u00a0 adanya\u00a0pengalaman\u00a0 rasa.\u00a0 Ia\u00a0 tidak bisa ditampilkan dalam bentuk yang nyata\u00a0 saking\u00a0lenturnya. Dan di antara pengalaman-pengalaman rasa tersebut terselip kretek\u00a0 di bibir banyak orang.
Banyak\u00a0 orang\u00a0 yang merokok\u00a0 ala\u00a0 kadarnya.\u00a0 Tapi,\u00a0 tidak\u00a0 sedikit\u00a0 orang-
orang\u00a0 yang\u00a0 memiliki\u00a0 ikatan\u00a0 batin\u00a0 dengan\u00a0 kretek\u00a0 selain Mama\u00a0 Tua, Willy,\u00a0kawan-kawan seniman, dan Bu Nonce. Membayangkan betapa sebatang kretek\u00a0menjadi\u00a0 teman dalam perhentian di antara perjalanan, berendam di mata air\u00a0panas alami atau sekedar duduk di ruang tamu bersama salah satu novel Anais\u00a0Nin saat hujan, adalah momen-momen seksi. Yang mengajak untuk melupakan\u00a0sejenak\u00a0 permasalahan\u00a0 dunia\u00a0 yang\u00a0 semakin\u00a0 aneh-aneh\u00a0 saja,\u00a0 tetapi\u00a0 kemudian\u00a0mampu\u00a0 mengajak\u00a0 untuk\u00a0 menyelami\u00a0 diri\u00a0 sendiri\u00a0 sampai\u00a0 ke\u00a0 bagian-bagian\u00a0tergelapnya.\u00a0
Beberapa\u00a0 kisah\u00a0 di\u00a0 atas memang\u00a0 bukan\u00a0 kisah-kisah\u00a0 bombastis. Hanya\u00a0
kisah-kisah\u00a0 sederhana\u00a0 dari\u00a0 keseharian\u00a0 berikut\u00a0 perasasan-perasaan\u00a0 yang\u00a0menyertainya.\u00a0 Tapi\u00a0 justru,\u00a0 menyelami\u00a0 kenangan\u00a0 tentang\u00a0 kretek,\u00a0 kerabat-kerabat, petani, klobot, dan ladang; adalah proses pengenalan kembali terhadap\u00a0Indonesia,\u00a0 dan\u00a0 bagaimana\u00a0 saya\u00a0 berupaya\u00a0 mencintai\u00a0 negeri\u00a0 berikut\u00a0 sesama\u00a0makhluk ciptaan yang kuasa melalui sudut-sudutnya yang terabaikan.<\/p>\n\n\n\n
<\/p>\n","post_title":"Mereka yang Mencintai Kretek","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"mereka-yang-mencintai-kretek","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-03-03 09:37:45","post_modified_gmt":"2019-03-03 02:37:45","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5504","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":44},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"epic_block_3"};
<\/p>\n\n\n\n
<\/p>\n","post_title":"Rekomendasi Produk Alternatif Tembakau Terlalu Dipaksakan dan Mencederai Semangat Munas Alim Ulama NU 2019","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"rekomendasi-produk-alternatif-tembakau-terlalu-dipaksakan-dan-mencederai-semangat-munas-alim-ulama-nu-2019","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-03-04 08:33:46","post_modified_gmt":"2019-03-04 01:33:46","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5507","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5504,"post_author":"924","post_date":"2019-03-03 09:37:39","post_date_gmt":"2019-03-03 02:37:39","post_content":"\n
yang\u00a0 juga\u00a0 cerita\u00a0 tentang\u00a0 ritual\u00a0 personalnya\u00a0 dengan\u00a0 kretek. Willy\u00a0 namanya.\u00a0Dalam\u00a0 keriuhan\u00a0 warung\u00a0 soto\u00a0 Kudus, Willy\u00a0 bercerita\u00a0 kalau\u00a0 ia\u00a0 rindu\u00a0 sekali\u00a0mendaki\u00a0 gunung dan melaksanakan\u00a0 ritualnya.\u00a0 Ia membayangkan perjalanan\u00a0menuju puncak dimana hanya akan ada teman-teman yang sudah akrab kental\u00a0dan tumbuhan. Ia membayangkan perjalanan berjam-jam melalui jalan setapak\u00a0sebelum menjelang puncak dan mendirikan\u00a0 tenda di\u00a0 sana. Kemudian\u00a0 ia dan\u00a0teman-temannya akan menyalakan api unggun, menjerang air, mengopi, dan\u00a0mengkretek\u00a0 sambil menikmati matahari\u00a0 yang\u00a0 terbenam\u00a0 atau\u00a0 terbit keesokan\u00a0paginya. Dan Willy pun berkhayal, saat teman-temannya sudah tidur, ia ingin\u00a0duduk sendiri bersama api unggun dan sebatang kretek. Bunyi cengkeh terbakar\u00a0
akan menemani hening sementara kepulan asap akan menari untuknya, sebelum\u00a0pergi menikmati bintang. \u201cItulah liburan holistik buatku,\u201d katanya.\u00a0<\/p>\n\n\n\n
kretek.\u00a0 Willy\u00a0 dengan\u00a0 Sampoerna\u00a0 A\u00a0 Mild-nya,\u00a0 Mama\u00a0 Tua\u00a0 dengan\u00a0 Djarum\u00a0Super-nya,\u00a0 dan\u00a0 si\u00a0 seniman\u00a0 dengan Gudang Garam Merah-nya. Dan\u00a0 kenapa\u00a0kretek? Bukannya mereka tidak tahu kalau ada rokok putih di warung. Tapi ini\u00a0masalah selera. Willy lebih suka kretek yang ada bunyinya dan rasanya manis.\u00a0<\/p>\n\n\n\n
***
Berbicara tentang ritual sekilas terkesan religius. Padahal tidak selamanya\u00a0
begitu. Ritual bukan hanya milik agama atau aliran-aliran kepercayaan yang\u00a0melulu mesti dikerjakan berjamaah. Bersembahyang sendiri pun tanpa disadari\u00a0termasuk ritual personal seseorang. Kemudian menyapu halaman di pagi hari,\u00a0mencuci piring, membereskan rumah juga bisa dikatakan sebagai ritual. Maka,\u00a0ritual itu sesungguhnya hak semua orang dan penyelenggaraannya bisa dibuat\u00a0sekreatif mungkin, selama tidak mengganggu atau merepotkan orang lain.\u00a0<\/p>\n\n\n\n
\nBorobudur. Setiap pagi ia punya ritual untuk\nbersepeda berkeliling desa sehabis mandi. \u201cMau tengok Merapi atau\nmengeringkan rambut,\u201d katanya setiap ada orang bertanya hendak kemana ia\npergi dengan onthel kesayangannya. Ritual itu kemudian dilanjutkannya\ndengan menjerang air panas dan menyeduh kopi instan untuk ia bawa ke ruang\ntamu dan di kursi dekat jendela ia akan duduk, menikmati sinar matahari\nyang jatuh di punggungnya. Kemudian ia akan mulai melinting tembakau\nMadura dan cengkehnya sambil memperhatikan lukisan yang \nsedang dikerjakannya. Ritualnya ini bisa memakan waktu sampai \nsatu, dua jam, hampir setiap harinya. <\/p>\n\n\n\n
\nmblasuk ke desa-desa. Dan sebetulnya ini bukan\npemandangan asing bagi yang menyadari. Kalau pada waktu-waktu \nistirahat makan siang atau pulang dari sawah dan ladang akan\nbanyak terlihat petani menikmati kretek atau klobot yang tersemat di\nbibir mereka\u2014tidak akan ada pemandangan petani menikmati rokok putih dan\nsaya bersyukur atas ketidakadaan tersebut. Lebih-lebihkalau jalanjalan \ndi seputar Wonosobo, Banjarnegara, sampai \nDieng. Rasanya menggetarkan sekalimencium aroma \nkemenyan di udara dari klobot petani yang \nsedang berjalan pulang atau nongkrong di \npinggir jalan. Memandangi hijau perbukitan dan \nsawah, mendengarkan sayup-sayup jeram dari \nSerayu, ditambah aroma kemenyan yang tipis di udara adalah pengalaman yang\nsangat sulit dilupakan sekaligus didapatkan.<\/p>\n\n\n\n
teringat perbincangan dengan salah satu teman. Dalam perbincangan tersebut,\u00a0kami bersepakat kalau orang-orang yang melinting dengan penghayatan penuh\u00a0adalah\u00a0 seorang\u00a0 alkemis. Mereka\u00a0 tidak\u00a0 sekedar menikmati\u00a0 tembakau,\u00a0 tetapi\u00a0juga\u00a0 sedang\u00a0 melakukan\u00a0 proses\u00a0 pemurnian\u00a0 diri\u00a0 layaknya\u00a0 orang\u00a0 mandi.\u00a0 Jika\u00a0mandi membersihkan permukaan raga, maka asap yang tersesap membersihkan\u00a0dada\u2014sarang bagi perasaan-perasaan\u2014melalui api yang memberi nyawa pada\u00a0sebatang kretek.\u00a0
Dalam perbincangan itu saya teringat salah satu guru SD (sekolah dasar)\u00a0
saya.\u00a0 Bu\u00a0 Nonce\u00a0 namanya.\u00a0 Kabar\u00a0 terakhir\u00a0 tentangnya\u00a0 sungguh\u00a0 tidak\u00a0 enak\u00a0didengar. Orang-orang bilang Bu Nonce stres, baru bercerai dengan suaminya\u00a0yang selingkuh. Lantas kini dia jadi asosial dan perokok berat. Ibu saya cerita\u00a0pula kalau teman-teman sesama guru malas untuk mendekatinya karena ia kini\u00a0perokok berat Djarum Super.\u00a0
Saat mendapat\u00a0 berita\u00a0 ini\u00a0 saya\u00a0 tidak\u00a0 terlalu\u00a0 ambil\u00a0 pusing\u00a0 dengan\u00a0 kisah\u00a0
Bu\u00a0 Nonce.\u00a0 Tapi\u00a0 belakangan\u00a0 saya\u00a0 jadi\u00a0 memikirkan\u00a0 Bu\u00a0 Nonce.\u00a0 Sepanjang\u00a0ingatan saya ia tampak sebagai sosok perempuan yang punya pendirian. Lantas\u00a0hubungannya\u00a0 dengan\u00a0 rokok,\u00a0 semestinya\u00a0 tidak\u00a0 serta-merta membuat\u00a0 teman-temannya menjauh darinya. Toh, mereka tidak berada dalam sepatu Bu Nonce.\u00a0Mereka tidak tahu pikiran dan perasaan-perasaan seperti apa yang berkecamuk\u00a0dalam diri Bu Nonce. Maka semestinya tidak ada satu orang pun yang berhak\u00a0menghakimi Bu Nonce. Tapi mungkin, Bu Nonce pun sudah tidak ambil pusing lagi dengan kelakuan suaminya atau teman-teman yang menjauhinya. Mungkin,\u00a0Bu Nonce\u00a0 sudah mati\u00a0 rasa\u00a0 terhadap\u00a0 dunia\u00a0 dan\u00a0 di\u00a0 saat-saat\u00a0 seperti\u00a0 itu,\u00a0 bisa\u00a0jadi sebungkus Djarum Super menyelamatkan pikirannya tetap jernih bertahan\u00a0pada kesadaran bahwa ia bisa bertahan dan tidak kehilangan dirinya sendiri.\u00a0
Lantas, apa yang membuat kretek menjadi begitu magis? Entah karena\u00a0
tembakau, cengkeh, atau paduan keduanya, semua orang punya pendapat dan\u00a0imajinasinya masing-masing. Tapi kapan-kapan silakan coba memasukkan kata\u00a0kunci \u201cthe magic of\u00a0 cloves\u201d di mesin pencari, maka akan ada banyak\u00a0 sekali\u00a0website yang memaparkan kekuatan magis\u00a0 cengkeh.<\/p>\n\n\n\n
Dengan\u00a0 segala\u00a0 yang\u00a0 terkandung\u00a0 di\u00a0 dalamnya\u00a0 rasanya\u00a0 tidak\u00a0 salah\u00a0 jika\u00a0
kretek menjadi pelengkap ritual personal banyak orang, baik laki-laki maupun\u00a0perempuan. Dengan begitu, kretek melampaui batasan gender dan bidang-bidang\u00a0pekerjaan\u2014sungguh\u00a0 sesuatu yang universal. Yang muda dan yang\u00a0 tua punya\u00a0caranya sendiri dalam menikmati rokok kretek dan bahkan menyematkannya\u00a0ritual personal yang menunjukkan tingkat kreativitas. Dengan kecenderungan\u00a0habis\u00a0 lebih\u00a0 lama dibanding rokok putih, kretek memberi\u00a0 lebih banyak waktu bagi\u00a0 perokok\u00a0 berdialog\u00a0 dengan\u00a0 dirinya\u00a0 sendiri.\u00a0 Meski\u00a0 banyak\u00a0 orang\u00a0 yang\u00a0
bukan perokok bilang, kalau merokok\u00a0 sambil bengong atau ngobrol\u00a0 saja\u00a0 itu\u00a0buang-buang waktu\u2014time is money, dude!\u00a0
Ya, di satu sisi waktu memang uang. Tapi di sisi\u00a0 lain, ada hal-hal yang\u00a0
tidak\u00a0 bisa\u00a0 dibeli\u00a0 dengan\u00a0 uang.\u00a0 Seperti\u00a0 misalnya\u00a0 uang\u00a0 tidak\u00a0 bisa\u00a0 membeli\u00a0rasa\u00a0 kebersamaan\u00a0 yang\u00a0 tercipta\u00a0 antara\u00a0 dua\u00a0 orang\u00a0 atau\u00a0 lebih\u00a0 karena mereka\u00a0merokok kretek yang sama. Atau kedamaian dan ketenangan yang ditimbulkan\u00a0dari\u00a0 kretek\u00a0 bagi\u00a0 seseorang\u00a0 yang\u00a0 sedang\u00a0 merenungi\u00a0 pertengkaran\u00a0 yang\u00a0meluluhlantakkan\u00a0 harinya. Hal hal\u00a0 seperti\u00a0 itu\u00a0 jelas\u00a0 tidak\u00a0 bisa\u00a0 dibandingkan\u00a0dengan\u00a0 harga\u00a0 sebungkus\u00a0 kretek.\u00a0 Abstrak\u00a0 memang.\u00a0 Tapi,\u00a0 begitulah\u00a0 adanya\u00a0pengalaman\u00a0 rasa.\u00a0 Ia\u00a0 tidak bisa ditampilkan dalam bentuk yang nyata\u00a0 saking\u00a0lenturnya. Dan di antara pengalaman-pengalaman rasa tersebut terselip kretek\u00a0 di bibir banyak orang.
Banyak\u00a0 orang\u00a0 yang merokok\u00a0 ala\u00a0 kadarnya.\u00a0 Tapi,\u00a0 tidak\u00a0 sedikit\u00a0 orang-
orang\u00a0 yang\u00a0 memiliki\u00a0 ikatan\u00a0 batin\u00a0 dengan\u00a0 kretek\u00a0 selain Mama\u00a0 Tua, Willy,\u00a0kawan-kawan seniman, dan Bu Nonce. Membayangkan betapa sebatang kretek\u00a0menjadi\u00a0 teman dalam perhentian di antara perjalanan, berendam di mata air\u00a0panas alami atau sekedar duduk di ruang tamu bersama salah satu novel Anais\u00a0Nin saat hujan, adalah momen-momen seksi. Yang mengajak untuk melupakan\u00a0sejenak\u00a0 permasalahan\u00a0 dunia\u00a0 yang\u00a0 semakin\u00a0 aneh-aneh\u00a0 saja,\u00a0 tetapi\u00a0 kemudian\u00a0mampu\u00a0 mengajak\u00a0 untuk\u00a0 menyelami\u00a0 diri\u00a0 sendiri\u00a0 sampai\u00a0 ke\u00a0 bagian-bagian\u00a0tergelapnya.\u00a0
Beberapa\u00a0 kisah\u00a0 di\u00a0 atas memang\u00a0 bukan\u00a0 kisah-kisah\u00a0 bombastis. Hanya\u00a0
kisah-kisah\u00a0 sederhana\u00a0 dari\u00a0 keseharian\u00a0 berikut\u00a0 perasasan-perasaan\u00a0 yang\u00a0menyertainya.\u00a0 Tapi\u00a0 justru,\u00a0 menyelami\u00a0 kenangan\u00a0 tentang\u00a0 kretek,\u00a0 kerabat-kerabat, petani, klobot, dan ladang; adalah proses pengenalan kembali terhadap\u00a0Indonesia,\u00a0 dan\u00a0 bagaimana\u00a0 saya\u00a0 berupaya\u00a0 mencintai\u00a0 negeri\u00a0 berikut\u00a0 sesama\u00a0makhluk ciptaan yang kuasa melalui sudut-sudutnya yang terabaikan.<\/p>\n\n\n\n
<\/p>\n","post_title":"Mereka yang Mencintai Kretek","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"mereka-yang-mencintai-kretek","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-03-03 09:37:45","post_modified_gmt":"2019-03-03 02:37:45","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5504","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":44},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"epic_block_3"};
<\/p>\n\n\n\n
<\/p>\n","post_title":"Rekomendasi Produk Alternatif Tembakau Terlalu Dipaksakan dan Mencederai Semangat Munas Alim Ulama NU 2019","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"rekomendasi-produk-alternatif-tembakau-terlalu-dipaksakan-dan-mencederai-semangat-munas-alim-ulama-nu-2019","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-03-04 08:33:46","post_modified_gmt":"2019-03-04 01:33:46","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5507","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5504,"post_author":"924","post_date":"2019-03-03 09:37:39","post_date_gmt":"2019-03-03 02:37:39","post_content":"\n
yang\u00a0 juga\u00a0 cerita\u00a0 tentang\u00a0 ritual\u00a0 personalnya\u00a0 dengan\u00a0 kretek. Willy\u00a0 namanya.\u00a0Dalam\u00a0 keriuhan\u00a0 warung\u00a0 soto\u00a0 Kudus, Willy\u00a0 bercerita\u00a0 kalau\u00a0 ia\u00a0 rindu\u00a0 sekali\u00a0mendaki\u00a0 gunung dan melaksanakan\u00a0 ritualnya.\u00a0 Ia membayangkan perjalanan\u00a0menuju puncak dimana hanya akan ada teman-teman yang sudah akrab kental\u00a0dan tumbuhan. Ia membayangkan perjalanan berjam-jam melalui jalan setapak\u00a0sebelum menjelang puncak dan mendirikan\u00a0 tenda di\u00a0 sana. Kemudian\u00a0 ia dan\u00a0teman-temannya akan menyalakan api unggun, menjerang air, mengopi, dan\u00a0mengkretek\u00a0 sambil menikmati matahari\u00a0 yang\u00a0 terbenam\u00a0 atau\u00a0 terbit keesokan\u00a0paginya. Dan Willy pun berkhayal, saat teman-temannya sudah tidur, ia ingin\u00a0duduk sendiri bersama api unggun dan sebatang kretek. Bunyi cengkeh terbakar\u00a0
akan menemani hening sementara kepulan asap akan menari untuknya, sebelum\u00a0pergi menikmati bintang. \u201cItulah liburan holistik buatku,\u201d katanya.\u00a0<\/p>\n\n\n\n
kretek.\u00a0 Willy\u00a0 dengan\u00a0 Sampoerna\u00a0 A\u00a0 Mild-nya,\u00a0 Mama\u00a0 Tua\u00a0 dengan\u00a0 Djarum\u00a0Super-nya,\u00a0 dan\u00a0 si\u00a0 seniman\u00a0 dengan Gudang Garam Merah-nya. Dan\u00a0 kenapa\u00a0kretek? Bukannya mereka tidak tahu kalau ada rokok putih di warung. Tapi ini\u00a0masalah selera. Willy lebih suka kretek yang ada bunyinya dan rasanya manis.\u00a0<\/p>\n\n\n\n
***
Berbicara tentang ritual sekilas terkesan religius. Padahal tidak selamanya\u00a0
begitu. Ritual bukan hanya milik agama atau aliran-aliran kepercayaan yang\u00a0melulu mesti dikerjakan berjamaah. Bersembahyang sendiri pun tanpa disadari\u00a0termasuk ritual personal seseorang. Kemudian menyapu halaman di pagi hari,\u00a0mencuci piring, membereskan rumah juga bisa dikatakan sebagai ritual. Maka,\u00a0ritual itu sesungguhnya hak semua orang dan penyelenggaraannya bisa dibuat\u00a0sekreatif mungkin, selama tidak mengganggu atau merepotkan orang lain.\u00a0<\/p>\n\n\n\n
\nBorobudur. Setiap pagi ia punya ritual untuk\nbersepeda berkeliling desa sehabis mandi. \u201cMau tengok Merapi atau\nmengeringkan rambut,\u201d katanya setiap ada orang bertanya hendak kemana ia\npergi dengan onthel kesayangannya. Ritual itu kemudian dilanjutkannya\ndengan menjerang air panas dan menyeduh kopi instan untuk ia bawa ke ruang\ntamu dan di kursi dekat jendela ia akan duduk, menikmati sinar matahari\nyang jatuh di punggungnya. Kemudian ia akan mulai melinting tembakau\nMadura dan cengkehnya sambil memperhatikan lukisan yang \nsedang dikerjakannya. Ritualnya ini bisa memakan waktu sampai \nsatu, dua jam, hampir setiap harinya. <\/p>\n\n\n\n
\nmblasuk ke desa-desa. Dan sebetulnya ini bukan\npemandangan asing bagi yang menyadari. Kalau pada waktu-waktu \nistirahat makan siang atau pulang dari sawah dan ladang akan\nbanyak terlihat petani menikmati kretek atau klobot yang tersemat di\nbibir mereka\u2014tidak akan ada pemandangan petani menikmati rokok putih dan\nsaya bersyukur atas ketidakadaan tersebut. Lebih-lebihkalau jalanjalan \ndi seputar Wonosobo, Banjarnegara, sampai \nDieng. Rasanya menggetarkan sekalimencium aroma \nkemenyan di udara dari klobot petani yang \nsedang berjalan pulang atau nongkrong di \npinggir jalan. Memandangi hijau perbukitan dan \nsawah, mendengarkan sayup-sayup jeram dari \nSerayu, ditambah aroma kemenyan yang tipis di udara adalah pengalaman yang\nsangat sulit dilupakan sekaligus didapatkan.<\/p>\n\n\n\n
teringat perbincangan dengan salah satu teman. Dalam perbincangan tersebut,\u00a0kami bersepakat kalau orang-orang yang melinting dengan penghayatan penuh\u00a0adalah\u00a0 seorang\u00a0 alkemis. Mereka\u00a0 tidak\u00a0 sekedar menikmati\u00a0 tembakau,\u00a0 tetapi\u00a0juga\u00a0 sedang\u00a0 melakukan\u00a0 proses\u00a0 pemurnian\u00a0 diri\u00a0 layaknya\u00a0 orang\u00a0 mandi.\u00a0 Jika\u00a0mandi membersihkan permukaan raga, maka asap yang tersesap membersihkan\u00a0dada\u2014sarang bagi perasaan-perasaan\u2014melalui api yang memberi nyawa pada\u00a0sebatang kretek.\u00a0
Dalam perbincangan itu saya teringat salah satu guru SD (sekolah dasar)\u00a0
saya.\u00a0 Bu\u00a0 Nonce\u00a0 namanya.\u00a0 Kabar\u00a0 terakhir\u00a0 tentangnya\u00a0 sungguh\u00a0 tidak\u00a0 enak\u00a0didengar. Orang-orang bilang Bu Nonce stres, baru bercerai dengan suaminya\u00a0yang selingkuh. Lantas kini dia jadi asosial dan perokok berat. Ibu saya cerita\u00a0pula kalau teman-teman sesama guru malas untuk mendekatinya karena ia kini\u00a0perokok berat Djarum Super.\u00a0
Saat mendapat\u00a0 berita\u00a0 ini\u00a0 saya\u00a0 tidak\u00a0 terlalu\u00a0 ambil\u00a0 pusing\u00a0 dengan\u00a0 kisah\u00a0
Bu\u00a0 Nonce.\u00a0 Tapi\u00a0 belakangan\u00a0 saya\u00a0 jadi\u00a0 memikirkan\u00a0 Bu\u00a0 Nonce.\u00a0 Sepanjang\u00a0ingatan saya ia tampak sebagai sosok perempuan yang punya pendirian. Lantas\u00a0hubungannya\u00a0 dengan\u00a0 rokok,\u00a0 semestinya\u00a0 tidak\u00a0 serta-merta membuat\u00a0 teman-temannya menjauh darinya. Toh, mereka tidak berada dalam sepatu Bu Nonce.\u00a0Mereka tidak tahu pikiran dan perasaan-perasaan seperti apa yang berkecamuk\u00a0dalam diri Bu Nonce. Maka semestinya tidak ada satu orang pun yang berhak\u00a0menghakimi Bu Nonce. Tapi mungkin, Bu Nonce pun sudah tidak ambil pusing lagi dengan kelakuan suaminya atau teman-teman yang menjauhinya. Mungkin,\u00a0Bu Nonce\u00a0 sudah mati\u00a0 rasa\u00a0 terhadap\u00a0 dunia\u00a0 dan\u00a0 di\u00a0 saat-saat\u00a0 seperti\u00a0 itu,\u00a0 bisa\u00a0jadi sebungkus Djarum Super menyelamatkan pikirannya tetap jernih bertahan\u00a0pada kesadaran bahwa ia bisa bertahan dan tidak kehilangan dirinya sendiri.\u00a0
Lantas, apa yang membuat kretek menjadi begitu magis? Entah karena\u00a0
tembakau, cengkeh, atau paduan keduanya, semua orang punya pendapat dan\u00a0imajinasinya masing-masing. Tapi kapan-kapan silakan coba memasukkan kata\u00a0kunci \u201cthe magic of\u00a0 cloves\u201d di mesin pencari, maka akan ada banyak\u00a0 sekali\u00a0website yang memaparkan kekuatan magis\u00a0 cengkeh.<\/p>\n\n\n\n
Dengan\u00a0 segala\u00a0 yang\u00a0 terkandung\u00a0 di\u00a0 dalamnya\u00a0 rasanya\u00a0 tidak\u00a0 salah\u00a0 jika\u00a0
kretek menjadi pelengkap ritual personal banyak orang, baik laki-laki maupun\u00a0perempuan. Dengan begitu, kretek melampaui batasan gender dan bidang-bidang\u00a0pekerjaan\u2014sungguh\u00a0 sesuatu yang universal. Yang muda dan yang\u00a0 tua punya\u00a0caranya sendiri dalam menikmati rokok kretek dan bahkan menyematkannya\u00a0ritual personal yang menunjukkan tingkat kreativitas. Dengan kecenderungan\u00a0habis\u00a0 lebih\u00a0 lama dibanding rokok putih, kretek memberi\u00a0 lebih banyak waktu bagi\u00a0 perokok\u00a0 berdialog\u00a0 dengan\u00a0 dirinya\u00a0 sendiri.\u00a0 Meski\u00a0 banyak\u00a0 orang\u00a0 yang\u00a0
bukan perokok bilang, kalau merokok\u00a0 sambil bengong atau ngobrol\u00a0 saja\u00a0 itu\u00a0buang-buang waktu\u2014time is money, dude!\u00a0
Ya, di satu sisi waktu memang uang. Tapi di sisi\u00a0 lain, ada hal-hal yang\u00a0
tidak\u00a0 bisa\u00a0 dibeli\u00a0 dengan\u00a0 uang.\u00a0 Seperti\u00a0 misalnya\u00a0 uang\u00a0 tidak\u00a0 bisa\u00a0 membeli\u00a0rasa\u00a0 kebersamaan\u00a0 yang\u00a0 tercipta\u00a0 antara\u00a0 dua\u00a0 orang\u00a0 atau\u00a0 lebih\u00a0 karena mereka\u00a0merokok kretek yang sama. Atau kedamaian dan ketenangan yang ditimbulkan\u00a0dari\u00a0 kretek\u00a0 bagi\u00a0 seseorang\u00a0 yang\u00a0 sedang\u00a0 merenungi\u00a0 pertengkaran\u00a0 yang\u00a0meluluhlantakkan\u00a0 harinya. Hal hal\u00a0 seperti\u00a0 itu\u00a0 jelas\u00a0 tidak\u00a0 bisa\u00a0 dibandingkan\u00a0dengan\u00a0 harga\u00a0 sebungkus\u00a0 kretek.\u00a0 Abstrak\u00a0 memang.\u00a0 Tapi,\u00a0 begitulah\u00a0 adanya\u00a0pengalaman\u00a0 rasa.\u00a0 Ia\u00a0 tidak bisa ditampilkan dalam bentuk yang nyata\u00a0 saking\u00a0lenturnya. Dan di antara pengalaman-pengalaman rasa tersebut terselip kretek\u00a0 di bibir banyak orang.
Banyak\u00a0 orang\u00a0 yang merokok\u00a0 ala\u00a0 kadarnya.\u00a0 Tapi,\u00a0 tidak\u00a0 sedikit\u00a0 orang-
orang\u00a0 yang\u00a0 memiliki\u00a0 ikatan\u00a0 batin\u00a0 dengan\u00a0 kretek\u00a0 selain Mama\u00a0 Tua, Willy,\u00a0kawan-kawan seniman, dan Bu Nonce. Membayangkan betapa sebatang kretek\u00a0menjadi\u00a0 teman dalam perhentian di antara perjalanan, berendam di mata air\u00a0panas alami atau sekedar duduk di ruang tamu bersama salah satu novel Anais\u00a0Nin saat hujan, adalah momen-momen seksi. Yang mengajak untuk melupakan\u00a0sejenak\u00a0 permasalahan\u00a0 dunia\u00a0 yang\u00a0 semakin\u00a0 aneh-aneh\u00a0 saja,\u00a0 tetapi\u00a0 kemudian\u00a0mampu\u00a0 mengajak\u00a0 untuk\u00a0 menyelami\u00a0 diri\u00a0 sendiri\u00a0 sampai\u00a0 ke\u00a0 bagian-bagian\u00a0tergelapnya.\u00a0
Beberapa\u00a0 kisah\u00a0 di\u00a0 atas memang\u00a0 bukan\u00a0 kisah-kisah\u00a0 bombastis. Hanya\u00a0
kisah-kisah\u00a0 sederhana\u00a0 dari\u00a0 keseharian\u00a0 berikut\u00a0 perasasan-perasaan\u00a0 yang\u00a0menyertainya.\u00a0 Tapi\u00a0 justru,\u00a0 menyelami\u00a0 kenangan\u00a0 tentang\u00a0 kretek,\u00a0 kerabat-kerabat, petani, klobot, dan ladang; adalah proses pengenalan kembali terhadap\u00a0Indonesia,\u00a0 dan\u00a0 bagaimana\u00a0 saya\u00a0 berupaya\u00a0 mencintai\u00a0 negeri\u00a0 berikut\u00a0 sesama\u00a0makhluk ciptaan yang kuasa melalui sudut-sudutnya yang terabaikan.<\/p>\n\n\n\n
<\/p>\n","post_title":"Mereka yang Mencintai Kretek","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"mereka-yang-mencintai-kretek","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-03-03 09:37:45","post_modified_gmt":"2019-03-03 02:37:45","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5504","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":44},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"epic_block_3"};
<\/p>\n\n\n\n
<\/p>\n","post_title":"Rekomendasi Produk Alternatif Tembakau Terlalu Dipaksakan dan Mencederai Semangat Munas Alim Ulama NU 2019","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"rekomendasi-produk-alternatif-tembakau-terlalu-dipaksakan-dan-mencederai-semangat-munas-alim-ulama-nu-2019","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-03-04 08:33:46","post_modified_gmt":"2019-03-04 01:33:46","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5507","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5504,"post_author":"924","post_date":"2019-03-03 09:37:39","post_date_gmt":"2019-03-03 02:37:39","post_content":"\n
yang\u00a0 juga\u00a0 cerita\u00a0 tentang\u00a0 ritual\u00a0 personalnya\u00a0 dengan\u00a0 kretek. Willy\u00a0 namanya.\u00a0Dalam\u00a0 keriuhan\u00a0 warung\u00a0 soto\u00a0 Kudus, Willy\u00a0 bercerita\u00a0 kalau\u00a0 ia\u00a0 rindu\u00a0 sekali\u00a0mendaki\u00a0 gunung dan melaksanakan\u00a0 ritualnya.\u00a0 Ia membayangkan perjalanan\u00a0menuju puncak dimana hanya akan ada teman-teman yang sudah akrab kental\u00a0dan tumbuhan. Ia membayangkan perjalanan berjam-jam melalui jalan setapak\u00a0sebelum menjelang puncak dan mendirikan\u00a0 tenda di\u00a0 sana. Kemudian\u00a0 ia dan\u00a0teman-temannya akan menyalakan api unggun, menjerang air, mengopi, dan\u00a0mengkretek\u00a0 sambil menikmati matahari\u00a0 yang\u00a0 terbenam\u00a0 atau\u00a0 terbit keesokan\u00a0paginya. Dan Willy pun berkhayal, saat teman-temannya sudah tidur, ia ingin\u00a0duduk sendiri bersama api unggun dan sebatang kretek. Bunyi cengkeh terbakar\u00a0
akan menemani hening sementara kepulan asap akan menari untuknya, sebelum\u00a0pergi menikmati bintang. \u201cItulah liburan holistik buatku,\u201d katanya.\u00a0<\/p>\n\n\n\n
kretek.\u00a0 Willy\u00a0 dengan\u00a0 Sampoerna\u00a0 A\u00a0 Mild-nya,\u00a0 Mama\u00a0 Tua\u00a0 dengan\u00a0 Djarum\u00a0Super-nya,\u00a0 dan\u00a0 si\u00a0 seniman\u00a0 dengan Gudang Garam Merah-nya. Dan\u00a0 kenapa\u00a0kretek? Bukannya mereka tidak tahu kalau ada rokok putih di warung. Tapi ini\u00a0masalah selera. Willy lebih suka kretek yang ada bunyinya dan rasanya manis.\u00a0<\/p>\n\n\n\n
***
Berbicara tentang ritual sekilas terkesan religius. Padahal tidak selamanya\u00a0
begitu. Ritual bukan hanya milik agama atau aliran-aliran kepercayaan yang\u00a0melulu mesti dikerjakan berjamaah. Bersembahyang sendiri pun tanpa disadari\u00a0termasuk ritual personal seseorang. Kemudian menyapu halaman di pagi hari,\u00a0mencuci piring, membereskan rumah juga bisa dikatakan sebagai ritual. Maka,\u00a0ritual itu sesungguhnya hak semua orang dan penyelenggaraannya bisa dibuat\u00a0sekreatif mungkin, selama tidak mengganggu atau merepotkan orang lain.\u00a0<\/p>\n\n\n\n
\nBorobudur. Setiap pagi ia punya ritual untuk\nbersepeda berkeliling desa sehabis mandi. \u201cMau tengok Merapi atau\nmengeringkan rambut,\u201d katanya setiap ada orang bertanya hendak kemana ia\npergi dengan onthel kesayangannya. Ritual itu kemudian dilanjutkannya\ndengan menjerang air panas dan menyeduh kopi instan untuk ia bawa ke ruang\ntamu dan di kursi dekat jendela ia akan duduk, menikmati sinar matahari\nyang jatuh di punggungnya. Kemudian ia akan mulai melinting tembakau\nMadura dan cengkehnya sambil memperhatikan lukisan yang \nsedang dikerjakannya. Ritualnya ini bisa memakan waktu sampai \nsatu, dua jam, hampir setiap harinya. <\/p>\n\n\n\n
\nmblasuk ke desa-desa. Dan sebetulnya ini bukan\npemandangan asing bagi yang menyadari. Kalau pada waktu-waktu \nistirahat makan siang atau pulang dari sawah dan ladang akan\nbanyak terlihat petani menikmati kretek atau klobot yang tersemat di\nbibir mereka\u2014tidak akan ada pemandangan petani menikmati rokok putih dan\nsaya bersyukur atas ketidakadaan tersebut. Lebih-lebihkalau jalanjalan \ndi seputar Wonosobo, Banjarnegara, sampai \nDieng. Rasanya menggetarkan sekalimencium aroma \nkemenyan di udara dari klobot petani yang \nsedang berjalan pulang atau nongkrong di \npinggir jalan. Memandangi hijau perbukitan dan \nsawah, mendengarkan sayup-sayup jeram dari \nSerayu, ditambah aroma kemenyan yang tipis di udara adalah pengalaman yang\nsangat sulit dilupakan sekaligus didapatkan.<\/p>\n\n\n\n
teringat perbincangan dengan salah satu teman. Dalam perbincangan tersebut,\u00a0kami bersepakat kalau orang-orang yang melinting dengan penghayatan penuh\u00a0adalah\u00a0 seorang\u00a0 alkemis. Mereka\u00a0 tidak\u00a0 sekedar menikmati\u00a0 tembakau,\u00a0 tetapi\u00a0juga\u00a0 sedang\u00a0 melakukan\u00a0 proses\u00a0 pemurnian\u00a0 diri\u00a0 layaknya\u00a0 orang\u00a0 mandi.\u00a0 Jika\u00a0mandi membersihkan permukaan raga, maka asap yang tersesap membersihkan\u00a0dada\u2014sarang bagi perasaan-perasaan\u2014melalui api yang memberi nyawa pada\u00a0sebatang kretek.\u00a0
Dalam perbincangan itu saya teringat salah satu guru SD (sekolah dasar)\u00a0
saya.\u00a0 Bu\u00a0 Nonce\u00a0 namanya.\u00a0 Kabar\u00a0 terakhir\u00a0 tentangnya\u00a0 sungguh\u00a0 tidak\u00a0 enak\u00a0didengar. Orang-orang bilang Bu Nonce stres, baru bercerai dengan suaminya\u00a0yang selingkuh. Lantas kini dia jadi asosial dan perokok berat. Ibu saya cerita\u00a0pula kalau teman-teman sesama guru malas untuk mendekatinya karena ia kini\u00a0perokok berat Djarum Super.\u00a0
Saat mendapat\u00a0 berita\u00a0 ini\u00a0 saya\u00a0 tidak\u00a0 terlalu\u00a0 ambil\u00a0 pusing\u00a0 dengan\u00a0 kisah\u00a0
Bu\u00a0 Nonce.\u00a0 Tapi\u00a0 belakangan\u00a0 saya\u00a0 jadi\u00a0 memikirkan\u00a0 Bu\u00a0 Nonce.\u00a0 Sepanjang\u00a0ingatan saya ia tampak sebagai sosok perempuan yang punya pendirian. Lantas\u00a0hubungannya\u00a0 dengan\u00a0 rokok,\u00a0 semestinya\u00a0 tidak\u00a0 serta-merta membuat\u00a0 teman-temannya menjauh darinya. Toh, mereka tidak berada dalam sepatu Bu Nonce.\u00a0Mereka tidak tahu pikiran dan perasaan-perasaan seperti apa yang berkecamuk\u00a0dalam diri Bu Nonce. Maka semestinya tidak ada satu orang pun yang berhak\u00a0menghakimi Bu Nonce. Tapi mungkin, Bu Nonce pun sudah tidak ambil pusing lagi dengan kelakuan suaminya atau teman-teman yang menjauhinya. Mungkin,\u00a0Bu Nonce\u00a0 sudah mati\u00a0 rasa\u00a0 terhadap\u00a0 dunia\u00a0 dan\u00a0 di\u00a0 saat-saat\u00a0 seperti\u00a0 itu,\u00a0 bisa\u00a0jadi sebungkus Djarum Super menyelamatkan pikirannya tetap jernih bertahan\u00a0pada kesadaran bahwa ia bisa bertahan dan tidak kehilangan dirinya sendiri.\u00a0
Lantas, apa yang membuat kretek menjadi begitu magis? Entah karena\u00a0
tembakau, cengkeh, atau paduan keduanya, semua orang punya pendapat dan\u00a0imajinasinya masing-masing. Tapi kapan-kapan silakan coba memasukkan kata\u00a0kunci \u201cthe magic of\u00a0 cloves\u201d di mesin pencari, maka akan ada banyak\u00a0 sekali\u00a0website yang memaparkan kekuatan magis\u00a0 cengkeh.<\/p>\n\n\n\n
Dengan\u00a0 segala\u00a0 yang\u00a0 terkandung\u00a0 di\u00a0 dalamnya\u00a0 rasanya\u00a0 tidak\u00a0 salah\u00a0 jika\u00a0
kretek menjadi pelengkap ritual personal banyak orang, baik laki-laki maupun\u00a0perempuan. Dengan begitu, kretek melampaui batasan gender dan bidang-bidang\u00a0pekerjaan\u2014sungguh\u00a0 sesuatu yang universal. Yang muda dan yang\u00a0 tua punya\u00a0caranya sendiri dalam menikmati rokok kretek dan bahkan menyematkannya\u00a0ritual personal yang menunjukkan tingkat kreativitas. Dengan kecenderungan\u00a0habis\u00a0 lebih\u00a0 lama dibanding rokok putih, kretek memberi\u00a0 lebih banyak waktu bagi\u00a0 perokok\u00a0 berdialog\u00a0 dengan\u00a0 dirinya\u00a0 sendiri.\u00a0 Meski\u00a0 banyak\u00a0 orang\u00a0 yang\u00a0
bukan perokok bilang, kalau merokok\u00a0 sambil bengong atau ngobrol\u00a0 saja\u00a0 itu\u00a0buang-buang waktu\u2014time is money, dude!\u00a0
Ya, di satu sisi waktu memang uang. Tapi di sisi\u00a0 lain, ada hal-hal yang\u00a0
tidak\u00a0 bisa\u00a0 dibeli\u00a0 dengan\u00a0 uang.\u00a0 Seperti\u00a0 misalnya\u00a0 uang\u00a0 tidak\u00a0 bisa\u00a0 membeli\u00a0rasa\u00a0 kebersamaan\u00a0 yang\u00a0 tercipta\u00a0 antara\u00a0 dua\u00a0 orang\u00a0 atau\u00a0 lebih\u00a0 karena mereka\u00a0merokok kretek yang sama. Atau kedamaian dan ketenangan yang ditimbulkan\u00a0dari\u00a0 kretek\u00a0 bagi\u00a0 seseorang\u00a0 yang\u00a0 sedang\u00a0 merenungi\u00a0 pertengkaran\u00a0 yang\u00a0meluluhlantakkan\u00a0 harinya. Hal hal\u00a0 seperti\u00a0 itu\u00a0 jelas\u00a0 tidak\u00a0 bisa\u00a0 dibandingkan\u00a0dengan\u00a0 harga\u00a0 sebungkus\u00a0 kretek.\u00a0 Abstrak\u00a0 memang.\u00a0 Tapi,\u00a0 begitulah\u00a0 adanya\u00a0pengalaman\u00a0 rasa.\u00a0 Ia\u00a0 tidak bisa ditampilkan dalam bentuk yang nyata\u00a0 saking\u00a0lenturnya. Dan di antara pengalaman-pengalaman rasa tersebut terselip kretek\u00a0 di bibir banyak orang.
Banyak\u00a0 orang\u00a0 yang merokok\u00a0 ala\u00a0 kadarnya.\u00a0 Tapi,\u00a0 tidak\u00a0 sedikit\u00a0 orang-
orang\u00a0 yang\u00a0 memiliki\u00a0 ikatan\u00a0 batin\u00a0 dengan\u00a0 kretek\u00a0 selain Mama\u00a0 Tua, Willy,\u00a0kawan-kawan seniman, dan Bu Nonce. Membayangkan betapa sebatang kretek\u00a0menjadi\u00a0 teman dalam perhentian di antara perjalanan, berendam di mata air\u00a0panas alami atau sekedar duduk di ruang tamu bersama salah satu novel Anais\u00a0Nin saat hujan, adalah momen-momen seksi. Yang mengajak untuk melupakan\u00a0sejenak\u00a0 permasalahan\u00a0 dunia\u00a0 yang\u00a0 semakin\u00a0 aneh-aneh\u00a0 saja,\u00a0 tetapi\u00a0 kemudian\u00a0mampu\u00a0 mengajak\u00a0 untuk\u00a0 menyelami\u00a0 diri\u00a0 sendiri\u00a0 sampai\u00a0 ke\u00a0 bagian-bagian\u00a0tergelapnya.\u00a0
Beberapa\u00a0 kisah\u00a0 di\u00a0 atas memang\u00a0 bukan\u00a0 kisah-kisah\u00a0 bombastis. Hanya\u00a0
kisah-kisah\u00a0 sederhana\u00a0 dari\u00a0 keseharian\u00a0 berikut\u00a0 perasasan-perasaan\u00a0 yang\u00a0menyertainya.\u00a0 Tapi\u00a0 justru,\u00a0 menyelami\u00a0 kenangan\u00a0 tentang\u00a0 kretek,\u00a0 kerabat-kerabat, petani, klobot, dan ladang; adalah proses pengenalan kembali terhadap\u00a0Indonesia,\u00a0 dan\u00a0 bagaimana\u00a0 saya\u00a0 berupaya\u00a0 mencintai\u00a0 negeri\u00a0 berikut\u00a0 sesama\u00a0makhluk ciptaan yang kuasa melalui sudut-sudutnya yang terabaikan.<\/p>\n\n\n\n
<\/p>\n","post_title":"Mereka yang Mencintai Kretek","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"mereka-yang-mencintai-kretek","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-03-03 09:37:45","post_modified_gmt":"2019-03-03 02:37:45","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5504","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":44},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"epic_block_3"};Baca: Kata Siapa Lebih Sehat? Perokok Elektrik Berisiko Terjangkit Penyakit Kardiovaskular<\/a> <\/h4>\n\n\n\n
<\/p>\n\n\n\n
<\/p>\n","post_title":"Rekomendasi Produk Alternatif Tembakau Terlalu Dipaksakan dan Mencederai Semangat Munas Alim Ulama NU 2019","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"rekomendasi-produk-alternatif-tembakau-terlalu-dipaksakan-dan-mencederai-semangat-munas-alim-ulama-nu-2019","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-03-04 08:33:46","post_modified_gmt":"2019-03-04 01:33:46","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5507","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5504,"post_author":"924","post_date":"2019-03-03 09:37:39","post_date_gmt":"2019-03-03 02:37:39","post_content":"\n
yang\u00a0 juga\u00a0 cerita\u00a0 tentang\u00a0 ritual\u00a0 personalnya\u00a0 dengan\u00a0 kretek. Willy\u00a0 namanya.\u00a0Dalam\u00a0 keriuhan\u00a0 warung\u00a0 soto\u00a0 Kudus, Willy\u00a0 bercerita\u00a0 kalau\u00a0 ia\u00a0 rindu\u00a0 sekali\u00a0mendaki\u00a0 gunung dan melaksanakan\u00a0 ritualnya.\u00a0 Ia membayangkan perjalanan\u00a0menuju puncak dimana hanya akan ada teman-teman yang sudah akrab kental\u00a0dan tumbuhan. Ia membayangkan perjalanan berjam-jam melalui jalan setapak\u00a0sebelum menjelang puncak dan mendirikan\u00a0 tenda di\u00a0 sana. Kemudian\u00a0 ia dan\u00a0teman-temannya akan menyalakan api unggun, menjerang air, mengopi, dan\u00a0mengkretek\u00a0 sambil menikmati matahari\u00a0 yang\u00a0 terbenam\u00a0 atau\u00a0 terbit keesokan\u00a0paginya. Dan Willy pun berkhayal, saat teman-temannya sudah tidur, ia ingin\u00a0duduk sendiri bersama api unggun dan sebatang kretek. Bunyi cengkeh terbakar\u00a0
akan menemani hening sementara kepulan asap akan menari untuknya, sebelum\u00a0pergi menikmati bintang. \u201cItulah liburan holistik buatku,\u201d katanya.\u00a0<\/p>\n\n\n\n
kretek.\u00a0 Willy\u00a0 dengan\u00a0 Sampoerna\u00a0 A\u00a0 Mild-nya,\u00a0 Mama\u00a0 Tua\u00a0 dengan\u00a0 Djarum\u00a0Super-nya,\u00a0 dan\u00a0 si\u00a0 seniman\u00a0 dengan Gudang Garam Merah-nya. Dan\u00a0 kenapa\u00a0kretek? Bukannya mereka tidak tahu kalau ada rokok putih di warung. Tapi ini\u00a0masalah selera. Willy lebih suka kretek yang ada bunyinya dan rasanya manis.\u00a0<\/p>\n\n\n\n
***
Berbicara tentang ritual sekilas terkesan religius. Padahal tidak selamanya\u00a0
begitu. Ritual bukan hanya milik agama atau aliran-aliran kepercayaan yang\u00a0melulu mesti dikerjakan berjamaah. Bersembahyang sendiri pun tanpa disadari\u00a0termasuk ritual personal seseorang. Kemudian menyapu halaman di pagi hari,\u00a0mencuci piring, membereskan rumah juga bisa dikatakan sebagai ritual. Maka,\u00a0ritual itu sesungguhnya hak semua orang dan penyelenggaraannya bisa dibuat\u00a0sekreatif mungkin, selama tidak mengganggu atau merepotkan orang lain.\u00a0<\/p>\n\n\n\n
\nBorobudur. Setiap pagi ia punya ritual untuk\nbersepeda berkeliling desa sehabis mandi. \u201cMau tengok Merapi atau\nmengeringkan rambut,\u201d katanya setiap ada orang bertanya hendak kemana ia\npergi dengan onthel kesayangannya. Ritual itu kemudian dilanjutkannya\ndengan menjerang air panas dan menyeduh kopi instan untuk ia bawa ke ruang\ntamu dan di kursi dekat jendela ia akan duduk, menikmati sinar matahari\nyang jatuh di punggungnya. Kemudian ia akan mulai melinting tembakau\nMadura dan cengkehnya sambil memperhatikan lukisan yang \nsedang dikerjakannya. Ritualnya ini bisa memakan waktu sampai \nsatu, dua jam, hampir setiap harinya. <\/p>\n\n\n\n
\nmblasuk ke desa-desa. Dan sebetulnya ini bukan\npemandangan asing bagi yang menyadari. Kalau pada waktu-waktu \nistirahat makan siang atau pulang dari sawah dan ladang akan\nbanyak terlihat petani menikmati kretek atau klobot yang tersemat di\nbibir mereka\u2014tidak akan ada pemandangan petani menikmati rokok putih dan\nsaya bersyukur atas ketidakadaan tersebut. Lebih-lebihkalau jalanjalan \ndi seputar Wonosobo, Banjarnegara, sampai \nDieng. Rasanya menggetarkan sekalimencium aroma \nkemenyan di udara dari klobot petani yang \nsedang berjalan pulang atau nongkrong di \npinggir jalan. Memandangi hijau perbukitan dan \nsawah, mendengarkan sayup-sayup jeram dari \nSerayu, ditambah aroma kemenyan yang tipis di udara adalah pengalaman yang\nsangat sulit dilupakan sekaligus didapatkan.<\/p>\n\n\n\n
teringat perbincangan dengan salah satu teman. Dalam perbincangan tersebut,\u00a0kami bersepakat kalau orang-orang yang melinting dengan penghayatan penuh\u00a0adalah\u00a0 seorang\u00a0 alkemis. Mereka\u00a0 tidak\u00a0 sekedar menikmati\u00a0 tembakau,\u00a0 tetapi\u00a0juga\u00a0 sedang\u00a0 melakukan\u00a0 proses\u00a0 pemurnian\u00a0 diri\u00a0 layaknya\u00a0 orang\u00a0 mandi.\u00a0 Jika\u00a0mandi membersihkan permukaan raga, maka asap yang tersesap membersihkan\u00a0dada\u2014sarang bagi perasaan-perasaan\u2014melalui api yang memberi nyawa pada\u00a0sebatang kretek.\u00a0
Dalam perbincangan itu saya teringat salah satu guru SD (sekolah dasar)\u00a0
saya.\u00a0 Bu\u00a0 Nonce\u00a0 namanya.\u00a0 Kabar\u00a0 terakhir\u00a0 tentangnya\u00a0 sungguh\u00a0 tidak\u00a0 enak\u00a0didengar. Orang-orang bilang Bu Nonce stres, baru bercerai dengan suaminya\u00a0yang selingkuh. Lantas kini dia jadi asosial dan perokok berat. Ibu saya cerita\u00a0pula kalau teman-teman sesama guru malas untuk mendekatinya karena ia kini\u00a0perokok berat Djarum Super.\u00a0
Saat mendapat\u00a0 berita\u00a0 ini\u00a0 saya\u00a0 tidak\u00a0 terlalu\u00a0 ambil\u00a0 pusing\u00a0 dengan\u00a0 kisah\u00a0
Bu\u00a0 Nonce.\u00a0 Tapi\u00a0 belakangan\u00a0 saya\u00a0 jadi\u00a0 memikirkan\u00a0 Bu\u00a0 Nonce.\u00a0 Sepanjang\u00a0ingatan saya ia tampak sebagai sosok perempuan yang punya pendirian. Lantas\u00a0hubungannya\u00a0 dengan\u00a0 rokok,\u00a0 semestinya\u00a0 tidak\u00a0 serta-merta membuat\u00a0 teman-temannya menjauh darinya. Toh, mereka tidak berada dalam sepatu Bu Nonce.\u00a0Mereka tidak tahu pikiran dan perasaan-perasaan seperti apa yang berkecamuk\u00a0dalam diri Bu Nonce. Maka semestinya tidak ada satu orang pun yang berhak\u00a0menghakimi Bu Nonce. Tapi mungkin, Bu Nonce pun sudah tidak ambil pusing lagi dengan kelakuan suaminya atau teman-teman yang menjauhinya. Mungkin,\u00a0Bu Nonce\u00a0 sudah mati\u00a0 rasa\u00a0 terhadap\u00a0 dunia\u00a0 dan\u00a0 di\u00a0 saat-saat\u00a0 seperti\u00a0 itu,\u00a0 bisa\u00a0jadi sebungkus Djarum Super menyelamatkan pikirannya tetap jernih bertahan\u00a0pada kesadaran bahwa ia bisa bertahan dan tidak kehilangan dirinya sendiri.\u00a0
Lantas, apa yang membuat kretek menjadi begitu magis? Entah karena\u00a0
tembakau, cengkeh, atau paduan keduanya, semua orang punya pendapat dan\u00a0imajinasinya masing-masing. Tapi kapan-kapan silakan coba memasukkan kata\u00a0kunci \u201cthe magic of\u00a0 cloves\u201d di mesin pencari, maka akan ada banyak\u00a0 sekali\u00a0website yang memaparkan kekuatan magis\u00a0 cengkeh.<\/p>\n\n\n\n
Dengan\u00a0 segala\u00a0 yang\u00a0 terkandung\u00a0 di\u00a0 dalamnya\u00a0 rasanya\u00a0 tidak\u00a0 salah\u00a0 jika\u00a0
kretek menjadi pelengkap ritual personal banyak orang, baik laki-laki maupun\u00a0perempuan. Dengan begitu, kretek melampaui batasan gender dan bidang-bidang\u00a0pekerjaan\u2014sungguh\u00a0 sesuatu yang universal. Yang muda dan yang\u00a0 tua punya\u00a0caranya sendiri dalam menikmati rokok kretek dan bahkan menyematkannya\u00a0ritual personal yang menunjukkan tingkat kreativitas. Dengan kecenderungan\u00a0habis\u00a0 lebih\u00a0 lama dibanding rokok putih, kretek memberi\u00a0 lebih banyak waktu bagi\u00a0 perokok\u00a0 berdialog\u00a0 dengan\u00a0 dirinya\u00a0 sendiri.\u00a0 Meski\u00a0 banyak\u00a0 orang\u00a0 yang\u00a0
bukan perokok bilang, kalau merokok\u00a0 sambil bengong atau ngobrol\u00a0 saja\u00a0 itu\u00a0buang-buang waktu\u2014time is money, dude!\u00a0
Ya, di satu sisi waktu memang uang. Tapi di sisi\u00a0 lain, ada hal-hal yang\u00a0
tidak\u00a0 bisa\u00a0 dibeli\u00a0 dengan\u00a0 uang.\u00a0 Seperti\u00a0 misalnya\u00a0 uang\u00a0 tidak\u00a0 bisa\u00a0 membeli\u00a0rasa\u00a0 kebersamaan\u00a0 yang\u00a0 tercipta\u00a0 antara\u00a0 dua\u00a0 orang\u00a0 atau\u00a0 lebih\u00a0 karena mereka\u00a0merokok kretek yang sama. Atau kedamaian dan ketenangan yang ditimbulkan\u00a0dari\u00a0 kretek\u00a0 bagi\u00a0 seseorang\u00a0 yang\u00a0 sedang\u00a0 merenungi\u00a0 pertengkaran\u00a0 yang\u00a0meluluhlantakkan\u00a0 harinya. Hal hal\u00a0 seperti\u00a0 itu\u00a0 jelas\u00a0 tidak\u00a0 bisa\u00a0 dibandingkan\u00a0dengan\u00a0 harga\u00a0 sebungkus\u00a0 kretek.\u00a0 Abstrak\u00a0 memang.\u00a0 Tapi,\u00a0 begitulah\u00a0 adanya\u00a0pengalaman\u00a0 rasa.\u00a0 Ia\u00a0 tidak bisa ditampilkan dalam bentuk yang nyata\u00a0 saking\u00a0lenturnya. Dan di antara pengalaman-pengalaman rasa tersebut terselip kretek\u00a0 di bibir banyak orang.
Banyak\u00a0 orang\u00a0 yang merokok\u00a0 ala\u00a0 kadarnya.\u00a0 Tapi,\u00a0 tidak\u00a0 sedikit\u00a0 orang-
orang\u00a0 yang\u00a0 memiliki\u00a0 ikatan\u00a0 batin\u00a0 dengan\u00a0 kretek\u00a0 selain Mama\u00a0 Tua, Willy,\u00a0kawan-kawan seniman, dan Bu Nonce. Membayangkan betapa sebatang kretek\u00a0menjadi\u00a0 teman dalam perhentian di antara perjalanan, berendam di mata air\u00a0panas alami atau sekedar duduk di ruang tamu bersama salah satu novel Anais\u00a0Nin saat hujan, adalah momen-momen seksi. Yang mengajak untuk melupakan\u00a0sejenak\u00a0 permasalahan\u00a0 dunia\u00a0 yang\u00a0 semakin\u00a0 aneh-aneh\u00a0 saja,\u00a0 tetapi\u00a0 kemudian\u00a0mampu\u00a0 mengajak\u00a0 untuk\u00a0 menyelami\u00a0 diri\u00a0 sendiri\u00a0 sampai\u00a0 ke\u00a0 bagian-bagian\u00a0tergelapnya.\u00a0
Beberapa\u00a0 kisah\u00a0 di\u00a0 atas memang\u00a0 bukan\u00a0 kisah-kisah\u00a0 bombastis. Hanya\u00a0
kisah-kisah\u00a0 sederhana\u00a0 dari\u00a0 keseharian\u00a0 berikut\u00a0 perasasan-perasaan\u00a0 yang\u00a0menyertainya.\u00a0 Tapi\u00a0 justru,\u00a0 menyelami\u00a0 kenangan\u00a0 tentang\u00a0 kretek,\u00a0 kerabat-kerabat, petani, klobot, dan ladang; adalah proses pengenalan kembali terhadap\u00a0Indonesia,\u00a0 dan\u00a0 bagaimana\u00a0 saya\u00a0 berupaya\u00a0 mencintai\u00a0 negeri\u00a0 berikut\u00a0 sesama\u00a0makhluk ciptaan yang kuasa melalui sudut-sudutnya yang terabaikan.<\/p>\n\n\n\n
<\/p>\n","post_title":"Mereka yang Mencintai Kretek","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"mereka-yang-mencintai-kretek","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-03-03 09:37:45","post_modified_gmt":"2019-03-03 02:37:45","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5504","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":44},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"epic_block_3"};
<\/p>\n\n\n\nBaca: Kata Siapa Lebih Sehat? Perokok Elektrik Berisiko Terjangkit Penyakit Kardiovaskular<\/a> <\/h4>\n\n\n\n
<\/p>\n\n\n\n
<\/p>\n","post_title":"Rekomendasi Produk Alternatif Tembakau Terlalu Dipaksakan dan Mencederai Semangat Munas Alim Ulama NU 2019","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"rekomendasi-produk-alternatif-tembakau-terlalu-dipaksakan-dan-mencederai-semangat-munas-alim-ulama-nu-2019","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-03-04 08:33:46","post_modified_gmt":"2019-03-04 01:33:46","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5507","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5504,"post_author":"924","post_date":"2019-03-03 09:37:39","post_date_gmt":"2019-03-03 02:37:39","post_content":"\n
yang\u00a0 juga\u00a0 cerita\u00a0 tentang\u00a0 ritual\u00a0 personalnya\u00a0 dengan\u00a0 kretek. Willy\u00a0 namanya.\u00a0Dalam\u00a0 keriuhan\u00a0 warung\u00a0 soto\u00a0 Kudus, Willy\u00a0 bercerita\u00a0 kalau\u00a0 ia\u00a0 rindu\u00a0 sekali\u00a0mendaki\u00a0 gunung dan melaksanakan\u00a0 ritualnya.\u00a0 Ia membayangkan perjalanan\u00a0menuju puncak dimana hanya akan ada teman-teman yang sudah akrab kental\u00a0dan tumbuhan. Ia membayangkan perjalanan berjam-jam melalui jalan setapak\u00a0sebelum menjelang puncak dan mendirikan\u00a0 tenda di\u00a0 sana. Kemudian\u00a0 ia dan\u00a0teman-temannya akan menyalakan api unggun, menjerang air, mengopi, dan\u00a0mengkretek\u00a0 sambil menikmati matahari\u00a0 yang\u00a0 terbenam\u00a0 atau\u00a0 terbit keesokan\u00a0paginya. Dan Willy pun berkhayal, saat teman-temannya sudah tidur, ia ingin\u00a0duduk sendiri bersama api unggun dan sebatang kretek. Bunyi cengkeh terbakar\u00a0
akan menemani hening sementara kepulan asap akan menari untuknya, sebelum\u00a0pergi menikmati bintang. \u201cItulah liburan holistik buatku,\u201d katanya.\u00a0<\/p>\n\n\n\n
kretek.\u00a0 Willy\u00a0 dengan\u00a0 Sampoerna\u00a0 A\u00a0 Mild-nya,\u00a0 Mama\u00a0 Tua\u00a0 dengan\u00a0 Djarum\u00a0Super-nya,\u00a0 dan\u00a0 si\u00a0 seniman\u00a0 dengan Gudang Garam Merah-nya. Dan\u00a0 kenapa\u00a0kretek? Bukannya mereka tidak tahu kalau ada rokok putih di warung. Tapi ini\u00a0masalah selera. Willy lebih suka kretek yang ada bunyinya dan rasanya manis.\u00a0<\/p>\n\n\n\n
***
Berbicara tentang ritual sekilas terkesan religius. Padahal tidak selamanya\u00a0
begitu. Ritual bukan hanya milik agama atau aliran-aliran kepercayaan yang\u00a0melulu mesti dikerjakan berjamaah. Bersembahyang sendiri pun tanpa disadari\u00a0termasuk ritual personal seseorang. Kemudian menyapu halaman di pagi hari,\u00a0mencuci piring, membereskan rumah juga bisa dikatakan sebagai ritual. Maka,\u00a0ritual itu sesungguhnya hak semua orang dan penyelenggaraannya bisa dibuat\u00a0sekreatif mungkin, selama tidak mengganggu atau merepotkan orang lain.\u00a0<\/p>\n\n\n\n
\nBorobudur. Setiap pagi ia punya ritual untuk\nbersepeda berkeliling desa sehabis mandi. \u201cMau tengok Merapi atau\nmengeringkan rambut,\u201d katanya setiap ada orang bertanya hendak kemana ia\npergi dengan onthel kesayangannya. Ritual itu kemudian dilanjutkannya\ndengan menjerang air panas dan menyeduh kopi instan untuk ia bawa ke ruang\ntamu dan di kursi dekat jendela ia akan duduk, menikmati sinar matahari\nyang jatuh di punggungnya. Kemudian ia akan mulai melinting tembakau\nMadura dan cengkehnya sambil memperhatikan lukisan yang \nsedang dikerjakannya. Ritualnya ini bisa memakan waktu sampai \nsatu, dua jam, hampir setiap harinya. <\/p>\n\n\n\n
\nmblasuk ke desa-desa. Dan sebetulnya ini bukan\npemandangan asing bagi yang menyadari. Kalau pada waktu-waktu \nistirahat makan siang atau pulang dari sawah dan ladang akan\nbanyak terlihat petani menikmati kretek atau klobot yang tersemat di\nbibir mereka\u2014tidak akan ada pemandangan petani menikmati rokok putih dan\nsaya bersyukur atas ketidakadaan tersebut. Lebih-lebihkalau jalanjalan \ndi seputar Wonosobo, Banjarnegara, sampai \nDieng. Rasanya menggetarkan sekalimencium aroma \nkemenyan di udara dari klobot petani yang \nsedang berjalan pulang atau nongkrong di \npinggir jalan. Memandangi hijau perbukitan dan \nsawah, mendengarkan sayup-sayup jeram dari \nSerayu, ditambah aroma kemenyan yang tipis di udara adalah pengalaman yang\nsangat sulit dilupakan sekaligus didapatkan.<\/p>\n\n\n\n
teringat perbincangan dengan salah satu teman. Dalam perbincangan tersebut,\u00a0kami bersepakat kalau orang-orang yang melinting dengan penghayatan penuh\u00a0adalah\u00a0 seorang\u00a0 alkemis. Mereka\u00a0 tidak\u00a0 sekedar menikmati\u00a0 tembakau,\u00a0 tetapi\u00a0juga\u00a0 sedang\u00a0 melakukan\u00a0 proses\u00a0 pemurnian\u00a0 diri\u00a0 layaknya\u00a0 orang\u00a0 mandi.\u00a0 Jika\u00a0mandi membersihkan permukaan raga, maka asap yang tersesap membersihkan\u00a0dada\u2014sarang bagi perasaan-perasaan\u2014melalui api yang memberi nyawa pada\u00a0sebatang kretek.\u00a0
Dalam perbincangan itu saya teringat salah satu guru SD (sekolah dasar)\u00a0
saya.\u00a0 Bu\u00a0 Nonce\u00a0 namanya.\u00a0 Kabar\u00a0 terakhir\u00a0 tentangnya\u00a0 sungguh\u00a0 tidak\u00a0 enak\u00a0didengar. Orang-orang bilang Bu Nonce stres, baru bercerai dengan suaminya\u00a0yang selingkuh. Lantas kini dia jadi asosial dan perokok berat. Ibu saya cerita\u00a0pula kalau teman-teman sesama guru malas untuk mendekatinya karena ia kini\u00a0perokok berat Djarum Super.\u00a0
Saat mendapat\u00a0 berita\u00a0 ini\u00a0 saya\u00a0 tidak\u00a0 terlalu\u00a0 ambil\u00a0 pusing\u00a0 dengan\u00a0 kisah\u00a0
Bu\u00a0 Nonce.\u00a0 Tapi\u00a0 belakangan\u00a0 saya\u00a0 jadi\u00a0 memikirkan\u00a0 Bu\u00a0 Nonce.\u00a0 Sepanjang\u00a0ingatan saya ia tampak sebagai sosok perempuan yang punya pendirian. Lantas\u00a0hubungannya\u00a0 dengan\u00a0 rokok,\u00a0 semestinya\u00a0 tidak\u00a0 serta-merta membuat\u00a0 teman-temannya menjauh darinya. Toh, mereka tidak berada dalam sepatu Bu Nonce.\u00a0Mereka tidak tahu pikiran dan perasaan-perasaan seperti apa yang berkecamuk\u00a0dalam diri Bu Nonce. Maka semestinya tidak ada satu orang pun yang berhak\u00a0menghakimi Bu Nonce. Tapi mungkin, Bu Nonce pun sudah tidak ambil pusing lagi dengan kelakuan suaminya atau teman-teman yang menjauhinya. Mungkin,\u00a0Bu Nonce\u00a0 sudah mati\u00a0 rasa\u00a0 terhadap\u00a0 dunia\u00a0 dan\u00a0 di\u00a0 saat-saat\u00a0 seperti\u00a0 itu,\u00a0 bisa\u00a0jadi sebungkus Djarum Super menyelamatkan pikirannya tetap jernih bertahan\u00a0pada kesadaran bahwa ia bisa bertahan dan tidak kehilangan dirinya sendiri.\u00a0
Lantas, apa yang membuat kretek menjadi begitu magis? Entah karena\u00a0
tembakau, cengkeh, atau paduan keduanya, semua orang punya pendapat dan\u00a0imajinasinya masing-masing. Tapi kapan-kapan silakan coba memasukkan kata\u00a0kunci \u201cthe magic of\u00a0 cloves\u201d di mesin pencari, maka akan ada banyak\u00a0 sekali\u00a0website yang memaparkan kekuatan magis\u00a0 cengkeh.<\/p>\n\n\n\n
Dengan\u00a0 segala\u00a0 yang\u00a0 terkandung\u00a0 di\u00a0 dalamnya\u00a0 rasanya\u00a0 tidak\u00a0 salah\u00a0 jika\u00a0
kretek menjadi pelengkap ritual personal banyak orang, baik laki-laki maupun\u00a0perempuan. Dengan begitu, kretek melampaui batasan gender dan bidang-bidang\u00a0pekerjaan\u2014sungguh\u00a0 sesuatu yang universal. Yang muda dan yang\u00a0 tua punya\u00a0caranya sendiri dalam menikmati rokok kretek dan bahkan menyematkannya\u00a0ritual personal yang menunjukkan tingkat kreativitas. Dengan kecenderungan\u00a0habis\u00a0 lebih\u00a0 lama dibanding rokok putih, kretek memberi\u00a0 lebih banyak waktu bagi\u00a0 perokok\u00a0 berdialog\u00a0 dengan\u00a0 dirinya\u00a0 sendiri.\u00a0 Meski\u00a0 banyak\u00a0 orang\u00a0 yang\u00a0
bukan perokok bilang, kalau merokok\u00a0 sambil bengong atau ngobrol\u00a0 saja\u00a0 itu\u00a0buang-buang waktu\u2014time is money, dude!\u00a0
Ya, di satu sisi waktu memang uang. Tapi di sisi\u00a0 lain, ada hal-hal yang\u00a0
tidak\u00a0 bisa\u00a0 dibeli\u00a0 dengan\u00a0 uang.\u00a0 Seperti\u00a0 misalnya\u00a0 uang\u00a0 tidak\u00a0 bisa\u00a0 membeli\u00a0rasa\u00a0 kebersamaan\u00a0 yang\u00a0 tercipta\u00a0 antara\u00a0 dua\u00a0 orang\u00a0 atau\u00a0 lebih\u00a0 karena mereka\u00a0merokok kretek yang sama. Atau kedamaian dan ketenangan yang ditimbulkan\u00a0dari\u00a0 kretek\u00a0 bagi\u00a0 seseorang\u00a0 yang\u00a0 sedang\u00a0 merenungi\u00a0 pertengkaran\u00a0 yang\u00a0meluluhlantakkan\u00a0 harinya. Hal hal\u00a0 seperti\u00a0 itu\u00a0 jelas\u00a0 tidak\u00a0 bisa\u00a0 dibandingkan\u00a0dengan\u00a0 harga\u00a0 sebungkus\u00a0 kretek.\u00a0 Abstrak\u00a0 memang.\u00a0 Tapi,\u00a0 begitulah\u00a0 adanya\u00a0pengalaman\u00a0 rasa.\u00a0 Ia\u00a0 tidak bisa ditampilkan dalam bentuk yang nyata\u00a0 saking\u00a0lenturnya. Dan di antara pengalaman-pengalaman rasa tersebut terselip kretek\u00a0 di bibir banyak orang.
Banyak\u00a0 orang\u00a0 yang merokok\u00a0 ala\u00a0 kadarnya.\u00a0 Tapi,\u00a0 tidak\u00a0 sedikit\u00a0 orang-
orang\u00a0 yang\u00a0 memiliki\u00a0 ikatan\u00a0 batin\u00a0 dengan\u00a0 kretek\u00a0 selain Mama\u00a0 Tua, Willy,\u00a0kawan-kawan seniman, dan Bu Nonce. Membayangkan betapa sebatang kretek\u00a0menjadi\u00a0 teman dalam perhentian di antara perjalanan, berendam di mata air\u00a0panas alami atau sekedar duduk di ruang tamu bersama salah satu novel Anais\u00a0Nin saat hujan, adalah momen-momen seksi. Yang mengajak untuk melupakan\u00a0sejenak\u00a0 permasalahan\u00a0 dunia\u00a0 yang\u00a0 semakin\u00a0 aneh-aneh\u00a0 saja,\u00a0 tetapi\u00a0 kemudian\u00a0mampu\u00a0 mengajak\u00a0 untuk\u00a0 menyelami\u00a0 diri\u00a0 sendiri\u00a0 sampai\u00a0 ke\u00a0 bagian-bagian\u00a0tergelapnya.\u00a0
Beberapa\u00a0 kisah\u00a0 di\u00a0 atas memang\u00a0 bukan\u00a0 kisah-kisah\u00a0 bombastis. Hanya\u00a0
kisah-kisah\u00a0 sederhana\u00a0 dari\u00a0 keseharian\u00a0 berikut\u00a0 perasasan-perasaan\u00a0 yang\u00a0menyertainya.\u00a0 Tapi\u00a0 justru,\u00a0 menyelami\u00a0 kenangan\u00a0 tentang\u00a0 kretek,\u00a0 kerabat-kerabat, petani, klobot, dan ladang; adalah proses pengenalan kembali terhadap\u00a0Indonesia,\u00a0 dan\u00a0 bagaimana\u00a0 saya\u00a0 berupaya\u00a0 mencintai\u00a0 negeri\u00a0 berikut\u00a0 sesama\u00a0makhluk ciptaan yang kuasa melalui sudut-sudutnya yang terabaikan.<\/p>\n\n\n\n
<\/p>\n","post_title":"Mereka yang Mencintai Kretek","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"mereka-yang-mencintai-kretek","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-03-03 09:37:45","post_modified_gmt":"2019-03-03 02:37:45","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5504","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":44},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"epic_block_3"};
<\/p>\n\n\n\n
<\/p>\n\n\n\nBaca: Kata Siapa Lebih Sehat? Perokok Elektrik Berisiko Terjangkit Penyakit Kardiovaskular<\/a> <\/h4>\n\n\n\n
<\/p>\n\n\n\n
<\/p>\n","post_title":"Rekomendasi Produk Alternatif Tembakau Terlalu Dipaksakan dan Mencederai Semangat Munas Alim Ulama NU 2019","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"rekomendasi-produk-alternatif-tembakau-terlalu-dipaksakan-dan-mencederai-semangat-munas-alim-ulama-nu-2019","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-03-04 08:33:46","post_modified_gmt":"2019-03-04 01:33:46","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5507","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5504,"post_author":"924","post_date":"2019-03-03 09:37:39","post_date_gmt":"2019-03-03 02:37:39","post_content":"\n
yang\u00a0 juga\u00a0 cerita\u00a0 tentang\u00a0 ritual\u00a0 personalnya\u00a0 dengan\u00a0 kretek. Willy\u00a0 namanya.\u00a0Dalam\u00a0 keriuhan\u00a0 warung\u00a0 soto\u00a0 Kudus, Willy\u00a0 bercerita\u00a0 kalau\u00a0 ia\u00a0 rindu\u00a0 sekali\u00a0mendaki\u00a0 gunung dan melaksanakan\u00a0 ritualnya.\u00a0 Ia membayangkan perjalanan\u00a0menuju puncak dimana hanya akan ada teman-teman yang sudah akrab kental\u00a0dan tumbuhan. Ia membayangkan perjalanan berjam-jam melalui jalan setapak\u00a0sebelum menjelang puncak dan mendirikan\u00a0 tenda di\u00a0 sana. Kemudian\u00a0 ia dan\u00a0teman-temannya akan menyalakan api unggun, menjerang air, mengopi, dan\u00a0mengkretek\u00a0 sambil menikmati matahari\u00a0 yang\u00a0 terbenam\u00a0 atau\u00a0 terbit keesokan\u00a0paginya. Dan Willy pun berkhayal, saat teman-temannya sudah tidur, ia ingin\u00a0duduk sendiri bersama api unggun dan sebatang kretek. Bunyi cengkeh terbakar\u00a0
akan menemani hening sementara kepulan asap akan menari untuknya, sebelum\u00a0pergi menikmati bintang. \u201cItulah liburan holistik buatku,\u201d katanya.\u00a0<\/p>\n\n\n\n
kretek.\u00a0 Willy\u00a0 dengan\u00a0 Sampoerna\u00a0 A\u00a0 Mild-nya,\u00a0 Mama\u00a0 Tua\u00a0 dengan\u00a0 Djarum\u00a0Super-nya,\u00a0 dan\u00a0 si\u00a0 seniman\u00a0 dengan Gudang Garam Merah-nya. Dan\u00a0 kenapa\u00a0kretek? Bukannya mereka tidak tahu kalau ada rokok putih di warung. Tapi ini\u00a0masalah selera. Willy lebih suka kretek yang ada bunyinya dan rasanya manis.\u00a0<\/p>\n\n\n\n
***
Berbicara tentang ritual sekilas terkesan religius. Padahal tidak selamanya\u00a0
begitu. Ritual bukan hanya milik agama atau aliran-aliran kepercayaan yang\u00a0melulu mesti dikerjakan berjamaah. Bersembahyang sendiri pun tanpa disadari\u00a0termasuk ritual personal seseorang. Kemudian menyapu halaman di pagi hari,\u00a0mencuci piring, membereskan rumah juga bisa dikatakan sebagai ritual. Maka,\u00a0ritual itu sesungguhnya hak semua orang dan penyelenggaraannya bisa dibuat\u00a0sekreatif mungkin, selama tidak mengganggu atau merepotkan orang lain.\u00a0<\/p>\n\n\n\n
\nBorobudur. Setiap pagi ia punya ritual untuk\nbersepeda berkeliling desa sehabis mandi. \u201cMau tengok Merapi atau\nmengeringkan rambut,\u201d katanya setiap ada orang bertanya hendak kemana ia\npergi dengan onthel kesayangannya. Ritual itu kemudian dilanjutkannya\ndengan menjerang air panas dan menyeduh kopi instan untuk ia bawa ke ruang\ntamu dan di kursi dekat jendela ia akan duduk, menikmati sinar matahari\nyang jatuh di punggungnya. Kemudian ia akan mulai melinting tembakau\nMadura dan cengkehnya sambil memperhatikan lukisan yang \nsedang dikerjakannya. Ritualnya ini bisa memakan waktu sampai \nsatu, dua jam, hampir setiap harinya. <\/p>\n\n\n\n
\nmblasuk ke desa-desa. Dan sebetulnya ini bukan\npemandangan asing bagi yang menyadari. Kalau pada waktu-waktu \nistirahat makan siang atau pulang dari sawah dan ladang akan\nbanyak terlihat petani menikmati kretek atau klobot yang tersemat di\nbibir mereka\u2014tidak akan ada pemandangan petani menikmati rokok putih dan\nsaya bersyukur atas ketidakadaan tersebut. Lebih-lebihkalau jalanjalan \ndi seputar Wonosobo, Banjarnegara, sampai \nDieng. Rasanya menggetarkan sekalimencium aroma \nkemenyan di udara dari klobot petani yang \nsedang berjalan pulang atau nongkrong di \npinggir jalan. Memandangi hijau perbukitan dan \nsawah, mendengarkan sayup-sayup jeram dari \nSerayu, ditambah aroma kemenyan yang tipis di udara adalah pengalaman yang\nsangat sulit dilupakan sekaligus didapatkan.<\/p>\n\n\n\n
teringat perbincangan dengan salah satu teman. Dalam perbincangan tersebut,\u00a0kami bersepakat kalau orang-orang yang melinting dengan penghayatan penuh\u00a0adalah\u00a0 seorang\u00a0 alkemis. Mereka\u00a0 tidak\u00a0 sekedar menikmati\u00a0 tembakau,\u00a0 tetapi\u00a0juga\u00a0 sedang\u00a0 melakukan\u00a0 proses\u00a0 pemurnian\u00a0 diri\u00a0 layaknya\u00a0 orang\u00a0 mandi.\u00a0 Jika\u00a0mandi membersihkan permukaan raga, maka asap yang tersesap membersihkan\u00a0dada\u2014sarang bagi perasaan-perasaan\u2014melalui api yang memberi nyawa pada\u00a0sebatang kretek.\u00a0
Dalam perbincangan itu saya teringat salah satu guru SD (sekolah dasar)\u00a0
saya.\u00a0 Bu\u00a0 Nonce\u00a0 namanya.\u00a0 Kabar\u00a0 terakhir\u00a0 tentangnya\u00a0 sungguh\u00a0 tidak\u00a0 enak\u00a0didengar. Orang-orang bilang Bu Nonce stres, baru bercerai dengan suaminya\u00a0yang selingkuh. Lantas kini dia jadi asosial dan perokok berat. Ibu saya cerita\u00a0pula kalau teman-teman sesama guru malas untuk mendekatinya karena ia kini\u00a0perokok berat Djarum Super.\u00a0
Saat mendapat\u00a0 berita\u00a0 ini\u00a0 saya\u00a0 tidak\u00a0 terlalu\u00a0 ambil\u00a0 pusing\u00a0 dengan\u00a0 kisah\u00a0
Bu\u00a0 Nonce.\u00a0 Tapi\u00a0 belakangan\u00a0 saya\u00a0 jadi\u00a0 memikirkan\u00a0 Bu\u00a0 Nonce.\u00a0 Sepanjang\u00a0ingatan saya ia tampak sebagai sosok perempuan yang punya pendirian. Lantas\u00a0hubungannya\u00a0 dengan\u00a0 rokok,\u00a0 semestinya\u00a0 tidak\u00a0 serta-merta membuat\u00a0 teman-temannya menjauh darinya. Toh, mereka tidak berada dalam sepatu Bu Nonce.\u00a0Mereka tidak tahu pikiran dan perasaan-perasaan seperti apa yang berkecamuk\u00a0dalam diri Bu Nonce. Maka semestinya tidak ada satu orang pun yang berhak\u00a0menghakimi Bu Nonce. Tapi mungkin, Bu Nonce pun sudah tidak ambil pusing lagi dengan kelakuan suaminya atau teman-teman yang menjauhinya. Mungkin,\u00a0Bu Nonce\u00a0 sudah mati\u00a0 rasa\u00a0 terhadap\u00a0 dunia\u00a0 dan\u00a0 di\u00a0 saat-saat\u00a0 seperti\u00a0 itu,\u00a0 bisa\u00a0jadi sebungkus Djarum Super menyelamatkan pikirannya tetap jernih bertahan\u00a0pada kesadaran bahwa ia bisa bertahan dan tidak kehilangan dirinya sendiri.\u00a0
Lantas, apa yang membuat kretek menjadi begitu magis? Entah karena\u00a0
tembakau, cengkeh, atau paduan keduanya, semua orang punya pendapat dan\u00a0imajinasinya masing-masing. Tapi kapan-kapan silakan coba memasukkan kata\u00a0kunci \u201cthe magic of\u00a0 cloves\u201d di mesin pencari, maka akan ada banyak\u00a0 sekali\u00a0website yang memaparkan kekuatan magis\u00a0 cengkeh.<\/p>\n\n\n\n
Dengan\u00a0 segala\u00a0 yang\u00a0 terkandung\u00a0 di\u00a0 dalamnya\u00a0 rasanya\u00a0 tidak\u00a0 salah\u00a0 jika\u00a0
kretek menjadi pelengkap ritual personal banyak orang, baik laki-laki maupun\u00a0perempuan. Dengan begitu, kretek melampaui batasan gender dan bidang-bidang\u00a0pekerjaan\u2014sungguh\u00a0 sesuatu yang universal. Yang muda dan yang\u00a0 tua punya\u00a0caranya sendiri dalam menikmati rokok kretek dan bahkan menyematkannya\u00a0ritual personal yang menunjukkan tingkat kreativitas. Dengan kecenderungan\u00a0habis\u00a0 lebih\u00a0 lama dibanding rokok putih, kretek memberi\u00a0 lebih banyak waktu bagi\u00a0 perokok\u00a0 berdialog\u00a0 dengan\u00a0 dirinya\u00a0 sendiri.\u00a0 Meski\u00a0 banyak\u00a0 orang\u00a0 yang\u00a0
bukan perokok bilang, kalau merokok\u00a0 sambil bengong atau ngobrol\u00a0 saja\u00a0 itu\u00a0buang-buang waktu\u2014time is money, dude!\u00a0
Ya, di satu sisi waktu memang uang. Tapi di sisi\u00a0 lain, ada hal-hal yang\u00a0
tidak\u00a0 bisa\u00a0 dibeli\u00a0 dengan\u00a0 uang.\u00a0 Seperti\u00a0 misalnya\u00a0 uang\u00a0 tidak\u00a0 bisa\u00a0 membeli\u00a0rasa\u00a0 kebersamaan\u00a0 yang\u00a0 tercipta\u00a0 antara\u00a0 dua\u00a0 orang\u00a0 atau\u00a0 lebih\u00a0 karena mereka\u00a0merokok kretek yang sama. Atau kedamaian dan ketenangan yang ditimbulkan\u00a0dari\u00a0 kretek\u00a0 bagi\u00a0 seseorang\u00a0 yang\u00a0 sedang\u00a0 merenungi\u00a0 pertengkaran\u00a0 yang\u00a0meluluhlantakkan\u00a0 harinya. Hal hal\u00a0 seperti\u00a0 itu\u00a0 jelas\u00a0 tidak\u00a0 bisa\u00a0 dibandingkan\u00a0dengan\u00a0 harga\u00a0 sebungkus\u00a0 kretek.\u00a0 Abstrak\u00a0 memang.\u00a0 Tapi,\u00a0 begitulah\u00a0 adanya\u00a0pengalaman\u00a0 rasa.\u00a0 Ia\u00a0 tidak bisa ditampilkan dalam bentuk yang nyata\u00a0 saking\u00a0lenturnya. Dan di antara pengalaman-pengalaman rasa tersebut terselip kretek\u00a0 di bibir banyak orang.
Banyak\u00a0 orang\u00a0 yang merokok\u00a0 ala\u00a0 kadarnya.\u00a0 Tapi,\u00a0 tidak\u00a0 sedikit\u00a0 orang-
orang\u00a0 yang\u00a0 memiliki\u00a0 ikatan\u00a0 batin\u00a0 dengan\u00a0 kretek\u00a0 selain Mama\u00a0 Tua, Willy,\u00a0kawan-kawan seniman, dan Bu Nonce. Membayangkan betapa sebatang kretek\u00a0menjadi\u00a0 teman dalam perhentian di antara perjalanan, berendam di mata air\u00a0panas alami atau sekedar duduk di ruang tamu bersama salah satu novel Anais\u00a0Nin saat hujan, adalah momen-momen seksi. Yang mengajak untuk melupakan\u00a0sejenak\u00a0 permasalahan\u00a0 dunia\u00a0 yang\u00a0 semakin\u00a0 aneh-aneh\u00a0 saja,\u00a0 tetapi\u00a0 kemudian\u00a0mampu\u00a0 mengajak\u00a0 untuk\u00a0 menyelami\u00a0 diri\u00a0 sendiri\u00a0 sampai\u00a0 ke\u00a0 bagian-bagian\u00a0tergelapnya.\u00a0
Beberapa\u00a0 kisah\u00a0 di\u00a0 atas memang\u00a0 bukan\u00a0 kisah-kisah\u00a0 bombastis. Hanya\u00a0
kisah-kisah\u00a0 sederhana\u00a0 dari\u00a0 keseharian\u00a0 berikut\u00a0 perasasan-perasaan\u00a0 yang\u00a0menyertainya.\u00a0 Tapi\u00a0 justru,\u00a0 menyelami\u00a0 kenangan\u00a0 tentang\u00a0 kretek,\u00a0 kerabat-kerabat, petani, klobot, dan ladang; adalah proses pengenalan kembali terhadap\u00a0Indonesia,\u00a0 dan\u00a0 bagaimana\u00a0 saya\u00a0 berupaya\u00a0 mencintai\u00a0 negeri\u00a0 berikut\u00a0 sesama\u00a0makhluk ciptaan yang kuasa melalui sudut-sudutnya yang terabaikan.<\/p>\n\n\n\n
<\/p>\n","post_title":"Mereka yang Mencintai Kretek","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"mereka-yang-mencintai-kretek","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-03-03 09:37:45","post_modified_gmt":"2019-03-03 02:37:45","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5504","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":44},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"epic_block_3"};
<\/p>\n\n\n\n
<\/p>\n\n\n\n
<\/p>\n\n\n\nBaca: Kata Siapa Lebih Sehat? Perokok Elektrik Berisiko Terjangkit Penyakit Kardiovaskular<\/a> <\/h4>\n\n\n\n
<\/p>\n\n\n\n
<\/p>\n","post_title":"Rekomendasi Produk Alternatif Tembakau Terlalu Dipaksakan dan Mencederai Semangat Munas Alim Ulama NU 2019","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"rekomendasi-produk-alternatif-tembakau-terlalu-dipaksakan-dan-mencederai-semangat-munas-alim-ulama-nu-2019","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-03-04 08:33:46","post_modified_gmt":"2019-03-04 01:33:46","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5507","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5504,"post_author":"924","post_date":"2019-03-03 09:37:39","post_date_gmt":"2019-03-03 02:37:39","post_content":"\n
yang\u00a0 juga\u00a0 cerita\u00a0 tentang\u00a0 ritual\u00a0 personalnya\u00a0 dengan\u00a0 kretek. Willy\u00a0 namanya.\u00a0Dalam\u00a0 keriuhan\u00a0 warung\u00a0 soto\u00a0 Kudus, Willy\u00a0 bercerita\u00a0 kalau\u00a0 ia\u00a0 rindu\u00a0 sekali\u00a0mendaki\u00a0 gunung dan melaksanakan\u00a0 ritualnya.\u00a0 Ia membayangkan perjalanan\u00a0menuju puncak dimana hanya akan ada teman-teman yang sudah akrab kental\u00a0dan tumbuhan. Ia membayangkan perjalanan berjam-jam melalui jalan setapak\u00a0sebelum menjelang puncak dan mendirikan\u00a0 tenda di\u00a0 sana. Kemudian\u00a0 ia dan\u00a0teman-temannya akan menyalakan api unggun, menjerang air, mengopi, dan\u00a0mengkretek\u00a0 sambil menikmati matahari\u00a0 yang\u00a0 terbenam\u00a0 atau\u00a0 terbit keesokan\u00a0paginya. Dan Willy pun berkhayal, saat teman-temannya sudah tidur, ia ingin\u00a0duduk sendiri bersama api unggun dan sebatang kretek. Bunyi cengkeh terbakar\u00a0
akan menemani hening sementara kepulan asap akan menari untuknya, sebelum\u00a0pergi menikmati bintang. \u201cItulah liburan holistik buatku,\u201d katanya.\u00a0<\/p>\n\n\n\n
kretek.\u00a0 Willy\u00a0 dengan\u00a0 Sampoerna\u00a0 A\u00a0 Mild-nya,\u00a0 Mama\u00a0 Tua\u00a0 dengan\u00a0 Djarum\u00a0Super-nya,\u00a0 dan\u00a0 si\u00a0 seniman\u00a0 dengan Gudang Garam Merah-nya. Dan\u00a0 kenapa\u00a0kretek? Bukannya mereka tidak tahu kalau ada rokok putih di warung. Tapi ini\u00a0masalah selera. Willy lebih suka kretek yang ada bunyinya dan rasanya manis.\u00a0<\/p>\n\n\n\n
***
Berbicara tentang ritual sekilas terkesan religius. Padahal tidak selamanya\u00a0
begitu. Ritual bukan hanya milik agama atau aliran-aliran kepercayaan yang\u00a0melulu mesti dikerjakan berjamaah. Bersembahyang sendiri pun tanpa disadari\u00a0termasuk ritual personal seseorang. Kemudian menyapu halaman di pagi hari,\u00a0mencuci piring, membereskan rumah juga bisa dikatakan sebagai ritual. Maka,\u00a0ritual itu sesungguhnya hak semua orang dan penyelenggaraannya bisa dibuat\u00a0sekreatif mungkin, selama tidak mengganggu atau merepotkan orang lain.\u00a0<\/p>\n\n\n\n
\nBorobudur. Setiap pagi ia punya ritual untuk\nbersepeda berkeliling desa sehabis mandi. \u201cMau tengok Merapi atau\nmengeringkan rambut,\u201d katanya setiap ada orang bertanya hendak kemana ia\npergi dengan onthel kesayangannya. Ritual itu kemudian dilanjutkannya\ndengan menjerang air panas dan menyeduh kopi instan untuk ia bawa ke ruang\ntamu dan di kursi dekat jendela ia akan duduk, menikmati sinar matahari\nyang jatuh di punggungnya. Kemudian ia akan mulai melinting tembakau\nMadura dan cengkehnya sambil memperhatikan lukisan yang \nsedang dikerjakannya. Ritualnya ini bisa memakan waktu sampai \nsatu, dua jam, hampir setiap harinya. <\/p>\n\n\n\n
\nmblasuk ke desa-desa. Dan sebetulnya ini bukan\npemandangan asing bagi yang menyadari. Kalau pada waktu-waktu \nistirahat makan siang atau pulang dari sawah dan ladang akan\nbanyak terlihat petani menikmati kretek atau klobot yang tersemat di\nbibir mereka\u2014tidak akan ada pemandangan petani menikmati rokok putih dan\nsaya bersyukur atas ketidakadaan tersebut. Lebih-lebihkalau jalanjalan \ndi seputar Wonosobo, Banjarnegara, sampai \nDieng. Rasanya menggetarkan sekalimencium aroma \nkemenyan di udara dari klobot petani yang \nsedang berjalan pulang atau nongkrong di \npinggir jalan. Memandangi hijau perbukitan dan \nsawah, mendengarkan sayup-sayup jeram dari \nSerayu, ditambah aroma kemenyan yang tipis di udara adalah pengalaman yang\nsangat sulit dilupakan sekaligus didapatkan.<\/p>\n\n\n\n
teringat perbincangan dengan salah satu teman. Dalam perbincangan tersebut,\u00a0kami bersepakat kalau orang-orang yang melinting dengan penghayatan penuh\u00a0adalah\u00a0 seorang\u00a0 alkemis. Mereka\u00a0 tidak\u00a0 sekedar menikmati\u00a0 tembakau,\u00a0 tetapi\u00a0juga\u00a0 sedang\u00a0 melakukan\u00a0 proses\u00a0 pemurnian\u00a0 diri\u00a0 layaknya\u00a0 orang\u00a0 mandi.\u00a0 Jika\u00a0mandi membersihkan permukaan raga, maka asap yang tersesap membersihkan\u00a0dada\u2014sarang bagi perasaan-perasaan\u2014melalui api yang memberi nyawa pada\u00a0sebatang kretek.\u00a0
Dalam perbincangan itu saya teringat salah satu guru SD (sekolah dasar)\u00a0
saya.\u00a0 Bu\u00a0 Nonce\u00a0 namanya.\u00a0 Kabar\u00a0 terakhir\u00a0 tentangnya\u00a0 sungguh\u00a0 tidak\u00a0 enak\u00a0didengar. Orang-orang bilang Bu Nonce stres, baru bercerai dengan suaminya\u00a0yang selingkuh. Lantas kini dia jadi asosial dan perokok berat. Ibu saya cerita\u00a0pula kalau teman-teman sesama guru malas untuk mendekatinya karena ia kini\u00a0perokok berat Djarum Super.\u00a0
Saat mendapat\u00a0 berita\u00a0 ini\u00a0 saya\u00a0 tidak\u00a0 terlalu\u00a0 ambil\u00a0 pusing\u00a0 dengan\u00a0 kisah\u00a0
Bu\u00a0 Nonce.\u00a0 Tapi\u00a0 belakangan\u00a0 saya\u00a0 jadi\u00a0 memikirkan\u00a0 Bu\u00a0 Nonce.\u00a0 Sepanjang\u00a0ingatan saya ia tampak sebagai sosok perempuan yang punya pendirian. Lantas\u00a0hubungannya\u00a0 dengan\u00a0 rokok,\u00a0 semestinya\u00a0 tidak\u00a0 serta-merta membuat\u00a0 teman-temannya menjauh darinya. Toh, mereka tidak berada dalam sepatu Bu Nonce.\u00a0Mereka tidak tahu pikiran dan perasaan-perasaan seperti apa yang berkecamuk\u00a0dalam diri Bu Nonce. Maka semestinya tidak ada satu orang pun yang berhak\u00a0menghakimi Bu Nonce. Tapi mungkin, Bu Nonce pun sudah tidak ambil pusing lagi dengan kelakuan suaminya atau teman-teman yang menjauhinya. Mungkin,\u00a0Bu Nonce\u00a0 sudah mati\u00a0 rasa\u00a0 terhadap\u00a0 dunia\u00a0 dan\u00a0 di\u00a0 saat-saat\u00a0 seperti\u00a0 itu,\u00a0 bisa\u00a0jadi sebungkus Djarum Super menyelamatkan pikirannya tetap jernih bertahan\u00a0pada kesadaran bahwa ia bisa bertahan dan tidak kehilangan dirinya sendiri.\u00a0
Lantas, apa yang membuat kretek menjadi begitu magis? Entah karena\u00a0
tembakau, cengkeh, atau paduan keduanya, semua orang punya pendapat dan\u00a0imajinasinya masing-masing. Tapi kapan-kapan silakan coba memasukkan kata\u00a0kunci \u201cthe magic of\u00a0 cloves\u201d di mesin pencari, maka akan ada banyak\u00a0 sekali\u00a0website yang memaparkan kekuatan magis\u00a0 cengkeh.<\/p>\n\n\n\n
Dengan\u00a0 segala\u00a0 yang\u00a0 terkandung\u00a0 di\u00a0 dalamnya\u00a0 rasanya\u00a0 tidak\u00a0 salah\u00a0 jika\u00a0
kretek menjadi pelengkap ritual personal banyak orang, baik laki-laki maupun\u00a0perempuan. Dengan begitu, kretek melampaui batasan gender dan bidang-bidang\u00a0pekerjaan\u2014sungguh\u00a0 sesuatu yang universal. Yang muda dan yang\u00a0 tua punya\u00a0caranya sendiri dalam menikmati rokok kretek dan bahkan menyematkannya\u00a0ritual personal yang menunjukkan tingkat kreativitas. Dengan kecenderungan\u00a0habis\u00a0 lebih\u00a0 lama dibanding rokok putih, kretek memberi\u00a0 lebih banyak waktu bagi\u00a0 perokok\u00a0 berdialog\u00a0 dengan\u00a0 dirinya\u00a0 sendiri.\u00a0 Meski\u00a0 banyak\u00a0 orang\u00a0 yang\u00a0
bukan perokok bilang, kalau merokok\u00a0 sambil bengong atau ngobrol\u00a0 saja\u00a0 itu\u00a0buang-buang waktu\u2014time is money, dude!\u00a0
Ya, di satu sisi waktu memang uang. Tapi di sisi\u00a0 lain, ada hal-hal yang\u00a0
tidak\u00a0 bisa\u00a0 dibeli\u00a0 dengan\u00a0 uang.\u00a0 Seperti\u00a0 misalnya\u00a0 uang\u00a0 tidak\u00a0 bisa\u00a0 membeli\u00a0rasa\u00a0 kebersamaan\u00a0 yang\u00a0 tercipta\u00a0 antara\u00a0 dua\u00a0 orang\u00a0 atau\u00a0 lebih\u00a0 karena mereka\u00a0merokok kretek yang sama. Atau kedamaian dan ketenangan yang ditimbulkan\u00a0dari\u00a0 kretek\u00a0 bagi\u00a0 seseorang\u00a0 yang\u00a0 sedang\u00a0 merenungi\u00a0 pertengkaran\u00a0 yang\u00a0meluluhlantakkan\u00a0 harinya. Hal hal\u00a0 seperti\u00a0 itu\u00a0 jelas\u00a0 tidak\u00a0 bisa\u00a0 dibandingkan\u00a0dengan\u00a0 harga\u00a0 sebungkus\u00a0 kretek.\u00a0 Abstrak\u00a0 memang.\u00a0 Tapi,\u00a0 begitulah\u00a0 adanya\u00a0pengalaman\u00a0 rasa.\u00a0 Ia\u00a0 tidak bisa ditampilkan dalam bentuk yang nyata\u00a0 saking\u00a0lenturnya. Dan di antara pengalaman-pengalaman rasa tersebut terselip kretek\u00a0 di bibir banyak orang.
Banyak\u00a0 orang\u00a0 yang merokok\u00a0 ala\u00a0 kadarnya.\u00a0 Tapi,\u00a0 tidak\u00a0 sedikit\u00a0 orang-
orang\u00a0 yang\u00a0 memiliki\u00a0 ikatan\u00a0 batin\u00a0 dengan\u00a0 kretek\u00a0 selain Mama\u00a0 Tua, Willy,\u00a0kawan-kawan seniman, dan Bu Nonce. Membayangkan betapa sebatang kretek\u00a0menjadi\u00a0 teman dalam perhentian di antara perjalanan, berendam di mata air\u00a0panas alami atau sekedar duduk di ruang tamu bersama salah satu novel Anais\u00a0Nin saat hujan, adalah momen-momen seksi. Yang mengajak untuk melupakan\u00a0sejenak\u00a0 permasalahan\u00a0 dunia\u00a0 yang\u00a0 semakin\u00a0 aneh-aneh\u00a0 saja,\u00a0 tetapi\u00a0 kemudian\u00a0mampu\u00a0 mengajak\u00a0 untuk\u00a0 menyelami\u00a0 diri\u00a0 sendiri\u00a0 sampai\u00a0 ke\u00a0 bagian-bagian\u00a0tergelapnya.\u00a0
Beberapa\u00a0 kisah\u00a0 di\u00a0 atas memang\u00a0 bukan\u00a0 kisah-kisah\u00a0 bombastis. Hanya\u00a0
kisah-kisah\u00a0 sederhana\u00a0 dari\u00a0 keseharian\u00a0 berikut\u00a0 perasasan-perasaan\u00a0 yang\u00a0menyertainya.\u00a0 Tapi\u00a0 justru,\u00a0 menyelami\u00a0 kenangan\u00a0 tentang\u00a0 kretek,\u00a0 kerabat-kerabat, petani, klobot, dan ladang; adalah proses pengenalan kembali terhadap\u00a0Indonesia,\u00a0 dan\u00a0 bagaimana\u00a0 saya\u00a0 berupaya\u00a0 mencintai\u00a0 negeri\u00a0 berikut\u00a0 sesama\u00a0makhluk ciptaan yang kuasa melalui sudut-sudutnya yang terabaikan.<\/p>\n\n\n\n
<\/p>\n","post_title":"Mereka yang Mencintai Kretek","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"mereka-yang-mencintai-kretek","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-03-03 09:37:45","post_modified_gmt":"2019-03-03 02:37:45","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5504","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":44},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"epic_block_3"};
<\/p>\n\n\n\n
<\/p>\n\n\n\n
<\/p>\n\n\n\nBaca: Kata Siapa Lebih Sehat? Perokok Elektrik Berisiko Terjangkit Penyakit Kardiovaskular<\/a> <\/h4>\n\n\n\n
<\/p>\n\n\n\n
<\/p>\n","post_title":"Rekomendasi Produk Alternatif Tembakau Terlalu Dipaksakan dan Mencederai Semangat Munas Alim Ulama NU 2019","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"rekomendasi-produk-alternatif-tembakau-terlalu-dipaksakan-dan-mencederai-semangat-munas-alim-ulama-nu-2019","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-03-04 08:33:46","post_modified_gmt":"2019-03-04 01:33:46","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5507","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5504,"post_author":"924","post_date":"2019-03-03 09:37:39","post_date_gmt":"2019-03-03 02:37:39","post_content":"\n
yang\u00a0 juga\u00a0 cerita\u00a0 tentang\u00a0 ritual\u00a0 personalnya\u00a0 dengan\u00a0 kretek. Willy\u00a0 namanya.\u00a0Dalam\u00a0 keriuhan\u00a0 warung\u00a0 soto\u00a0 Kudus, Willy\u00a0 bercerita\u00a0 kalau\u00a0 ia\u00a0 rindu\u00a0 sekali\u00a0mendaki\u00a0 gunung dan melaksanakan\u00a0 ritualnya.\u00a0 Ia membayangkan perjalanan\u00a0menuju puncak dimana hanya akan ada teman-teman yang sudah akrab kental\u00a0dan tumbuhan. Ia membayangkan perjalanan berjam-jam melalui jalan setapak\u00a0sebelum menjelang puncak dan mendirikan\u00a0 tenda di\u00a0 sana. Kemudian\u00a0 ia dan\u00a0teman-temannya akan menyalakan api unggun, menjerang air, mengopi, dan\u00a0mengkretek\u00a0 sambil menikmati matahari\u00a0 yang\u00a0 terbenam\u00a0 atau\u00a0 terbit keesokan\u00a0paginya. Dan Willy pun berkhayal, saat teman-temannya sudah tidur, ia ingin\u00a0duduk sendiri bersama api unggun dan sebatang kretek. Bunyi cengkeh terbakar\u00a0
akan menemani hening sementara kepulan asap akan menari untuknya, sebelum\u00a0pergi menikmati bintang. \u201cItulah liburan holistik buatku,\u201d katanya.\u00a0<\/p>\n\n\n\n
kretek.\u00a0 Willy\u00a0 dengan\u00a0 Sampoerna\u00a0 A\u00a0 Mild-nya,\u00a0 Mama\u00a0 Tua\u00a0 dengan\u00a0 Djarum\u00a0Super-nya,\u00a0 dan\u00a0 si\u00a0 seniman\u00a0 dengan Gudang Garam Merah-nya. Dan\u00a0 kenapa\u00a0kretek? Bukannya mereka tidak tahu kalau ada rokok putih di warung. Tapi ini\u00a0masalah selera. Willy lebih suka kretek yang ada bunyinya dan rasanya manis.\u00a0<\/p>\n\n\n\n
***
Berbicara tentang ritual sekilas terkesan religius. Padahal tidak selamanya\u00a0
begitu. Ritual bukan hanya milik agama atau aliran-aliran kepercayaan yang\u00a0melulu mesti dikerjakan berjamaah. Bersembahyang sendiri pun tanpa disadari\u00a0termasuk ritual personal seseorang. Kemudian menyapu halaman di pagi hari,\u00a0mencuci piring, membereskan rumah juga bisa dikatakan sebagai ritual. Maka,\u00a0ritual itu sesungguhnya hak semua orang dan penyelenggaraannya bisa dibuat\u00a0sekreatif mungkin, selama tidak mengganggu atau merepotkan orang lain.\u00a0<\/p>\n\n\n\n
\nBorobudur. Setiap pagi ia punya ritual untuk\nbersepeda berkeliling desa sehabis mandi. \u201cMau tengok Merapi atau\nmengeringkan rambut,\u201d katanya setiap ada orang bertanya hendak kemana ia\npergi dengan onthel kesayangannya. Ritual itu kemudian dilanjutkannya\ndengan menjerang air panas dan menyeduh kopi instan untuk ia bawa ke ruang\ntamu dan di kursi dekat jendela ia akan duduk, menikmati sinar matahari\nyang jatuh di punggungnya. Kemudian ia akan mulai melinting tembakau\nMadura dan cengkehnya sambil memperhatikan lukisan yang \nsedang dikerjakannya. Ritualnya ini bisa memakan waktu sampai \nsatu, dua jam, hampir setiap harinya. <\/p>\n\n\n\n
\nmblasuk ke desa-desa. Dan sebetulnya ini bukan\npemandangan asing bagi yang menyadari. Kalau pada waktu-waktu \nistirahat makan siang atau pulang dari sawah dan ladang akan\nbanyak terlihat petani menikmati kretek atau klobot yang tersemat di\nbibir mereka\u2014tidak akan ada pemandangan petani menikmati rokok putih dan\nsaya bersyukur atas ketidakadaan tersebut. Lebih-lebihkalau jalanjalan \ndi seputar Wonosobo, Banjarnegara, sampai \nDieng. Rasanya menggetarkan sekalimencium aroma \nkemenyan di udara dari klobot petani yang \nsedang berjalan pulang atau nongkrong di \npinggir jalan. Memandangi hijau perbukitan dan \nsawah, mendengarkan sayup-sayup jeram dari \nSerayu, ditambah aroma kemenyan yang tipis di udara adalah pengalaman yang\nsangat sulit dilupakan sekaligus didapatkan.<\/p>\n\n\n\n
teringat perbincangan dengan salah satu teman. Dalam perbincangan tersebut,\u00a0kami bersepakat kalau orang-orang yang melinting dengan penghayatan penuh\u00a0adalah\u00a0 seorang\u00a0 alkemis. Mereka\u00a0 tidak\u00a0 sekedar menikmati\u00a0 tembakau,\u00a0 tetapi\u00a0juga\u00a0 sedang\u00a0 melakukan\u00a0 proses\u00a0 pemurnian\u00a0 diri\u00a0 layaknya\u00a0 orang\u00a0 mandi.\u00a0 Jika\u00a0mandi membersihkan permukaan raga, maka asap yang tersesap membersihkan\u00a0dada\u2014sarang bagi perasaan-perasaan\u2014melalui api yang memberi nyawa pada\u00a0sebatang kretek.\u00a0
Dalam perbincangan itu saya teringat salah satu guru SD (sekolah dasar)\u00a0
saya.\u00a0 Bu\u00a0 Nonce\u00a0 namanya.\u00a0 Kabar\u00a0 terakhir\u00a0 tentangnya\u00a0 sungguh\u00a0 tidak\u00a0 enak\u00a0didengar. Orang-orang bilang Bu Nonce stres, baru bercerai dengan suaminya\u00a0yang selingkuh. Lantas kini dia jadi asosial dan perokok berat. Ibu saya cerita\u00a0pula kalau teman-teman sesama guru malas untuk mendekatinya karena ia kini\u00a0perokok berat Djarum Super.\u00a0
Saat mendapat\u00a0 berita\u00a0 ini\u00a0 saya\u00a0 tidak\u00a0 terlalu\u00a0 ambil\u00a0 pusing\u00a0 dengan\u00a0 kisah\u00a0
Bu\u00a0 Nonce.\u00a0 Tapi\u00a0 belakangan\u00a0 saya\u00a0 jadi\u00a0 memikirkan\u00a0 Bu\u00a0 Nonce.\u00a0 Sepanjang\u00a0ingatan saya ia tampak sebagai sosok perempuan yang punya pendirian. Lantas\u00a0hubungannya\u00a0 dengan\u00a0 rokok,\u00a0 semestinya\u00a0 tidak\u00a0 serta-merta membuat\u00a0 teman-temannya menjauh darinya. Toh, mereka tidak berada dalam sepatu Bu Nonce.\u00a0Mereka tidak tahu pikiran dan perasaan-perasaan seperti apa yang berkecamuk\u00a0dalam diri Bu Nonce. Maka semestinya tidak ada satu orang pun yang berhak\u00a0menghakimi Bu Nonce. Tapi mungkin, Bu Nonce pun sudah tidak ambil pusing lagi dengan kelakuan suaminya atau teman-teman yang menjauhinya. Mungkin,\u00a0Bu Nonce\u00a0 sudah mati\u00a0 rasa\u00a0 terhadap\u00a0 dunia\u00a0 dan\u00a0 di\u00a0 saat-saat\u00a0 seperti\u00a0 itu,\u00a0 bisa\u00a0jadi sebungkus Djarum Super menyelamatkan pikirannya tetap jernih bertahan\u00a0pada kesadaran bahwa ia bisa bertahan dan tidak kehilangan dirinya sendiri.\u00a0
Lantas, apa yang membuat kretek menjadi begitu magis? Entah karena\u00a0
tembakau, cengkeh, atau paduan keduanya, semua orang punya pendapat dan\u00a0imajinasinya masing-masing. Tapi kapan-kapan silakan coba memasukkan kata\u00a0kunci \u201cthe magic of\u00a0 cloves\u201d di mesin pencari, maka akan ada banyak\u00a0 sekali\u00a0website yang memaparkan kekuatan magis\u00a0 cengkeh.<\/p>\n\n\n\n
Dengan\u00a0 segala\u00a0 yang\u00a0 terkandung\u00a0 di\u00a0 dalamnya\u00a0 rasanya\u00a0 tidak\u00a0 salah\u00a0 jika\u00a0
kretek menjadi pelengkap ritual personal banyak orang, baik laki-laki maupun\u00a0perempuan. Dengan begitu, kretek melampaui batasan gender dan bidang-bidang\u00a0pekerjaan\u2014sungguh\u00a0 sesuatu yang universal. Yang muda dan yang\u00a0 tua punya\u00a0caranya sendiri dalam menikmati rokok kretek dan bahkan menyematkannya\u00a0ritual personal yang menunjukkan tingkat kreativitas. Dengan kecenderungan\u00a0habis\u00a0 lebih\u00a0 lama dibanding rokok putih, kretek memberi\u00a0 lebih banyak waktu bagi\u00a0 perokok\u00a0 berdialog\u00a0 dengan\u00a0 dirinya\u00a0 sendiri.\u00a0 Meski\u00a0 banyak\u00a0 orang\u00a0 yang\u00a0
bukan perokok bilang, kalau merokok\u00a0 sambil bengong atau ngobrol\u00a0 saja\u00a0 itu\u00a0buang-buang waktu\u2014time is money, dude!\u00a0
Ya, di satu sisi waktu memang uang. Tapi di sisi\u00a0 lain, ada hal-hal yang\u00a0
tidak\u00a0 bisa\u00a0 dibeli\u00a0 dengan\u00a0 uang.\u00a0 Seperti\u00a0 misalnya\u00a0 uang\u00a0 tidak\u00a0 bisa\u00a0 membeli\u00a0rasa\u00a0 kebersamaan\u00a0 yang\u00a0 tercipta\u00a0 antara\u00a0 dua\u00a0 orang\u00a0 atau\u00a0 lebih\u00a0 karena mereka\u00a0merokok kretek yang sama. Atau kedamaian dan ketenangan yang ditimbulkan\u00a0dari\u00a0 kretek\u00a0 bagi\u00a0 seseorang\u00a0 yang\u00a0 sedang\u00a0 merenungi\u00a0 pertengkaran\u00a0 yang\u00a0meluluhlantakkan\u00a0 harinya. Hal hal\u00a0 seperti\u00a0 itu\u00a0 jelas\u00a0 tidak\u00a0 bisa\u00a0 dibandingkan\u00a0dengan\u00a0 harga\u00a0 sebungkus\u00a0 kretek.\u00a0 Abstrak\u00a0 memang.\u00a0 Tapi,\u00a0 begitulah\u00a0 adanya\u00a0pengalaman\u00a0 rasa.\u00a0 Ia\u00a0 tidak bisa ditampilkan dalam bentuk yang nyata\u00a0 saking\u00a0lenturnya. Dan di antara pengalaman-pengalaman rasa tersebut terselip kretek\u00a0 di bibir banyak orang.
Banyak\u00a0 orang\u00a0 yang merokok\u00a0 ala\u00a0 kadarnya.\u00a0 Tapi,\u00a0 tidak\u00a0 sedikit\u00a0 orang-
orang\u00a0 yang\u00a0 memiliki\u00a0 ikatan\u00a0 batin\u00a0 dengan\u00a0 kretek\u00a0 selain Mama\u00a0 Tua, Willy,\u00a0kawan-kawan seniman, dan Bu Nonce. Membayangkan betapa sebatang kretek\u00a0menjadi\u00a0 teman dalam perhentian di antara perjalanan, berendam di mata air\u00a0panas alami atau sekedar duduk di ruang tamu bersama salah satu novel Anais\u00a0Nin saat hujan, adalah momen-momen seksi. Yang mengajak untuk melupakan\u00a0sejenak\u00a0 permasalahan\u00a0 dunia\u00a0 yang\u00a0 semakin\u00a0 aneh-aneh\u00a0 saja,\u00a0 tetapi\u00a0 kemudian\u00a0mampu\u00a0 mengajak\u00a0 untuk\u00a0 menyelami\u00a0 diri\u00a0 sendiri\u00a0 sampai\u00a0 ke\u00a0 bagian-bagian\u00a0tergelapnya.\u00a0
Beberapa\u00a0 kisah\u00a0 di\u00a0 atas memang\u00a0 bukan\u00a0 kisah-kisah\u00a0 bombastis. Hanya\u00a0
kisah-kisah\u00a0 sederhana\u00a0 dari\u00a0 keseharian\u00a0 berikut\u00a0 perasasan-perasaan\u00a0 yang\u00a0menyertainya.\u00a0 Tapi\u00a0 justru,\u00a0 menyelami\u00a0 kenangan\u00a0 tentang\u00a0 kretek,\u00a0 kerabat-kerabat, petani, klobot, dan ladang; adalah proses pengenalan kembali terhadap\u00a0Indonesia,\u00a0 dan\u00a0 bagaimana\u00a0 saya\u00a0 berupaya\u00a0 mencintai\u00a0 negeri\u00a0 berikut\u00a0 sesama\u00a0makhluk ciptaan yang kuasa melalui sudut-sudutnya yang terabaikan.<\/p>\n\n\n\n
<\/p>\n","post_title":"Mereka yang Mencintai Kretek","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"mereka-yang-mencintai-kretek","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-03-03 09:37:45","post_modified_gmt":"2019-03-03 02:37:45","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5504","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":44},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"epic_block_3"};
<\/p>\n\n\n\n
<\/p>\n\n\n\n
<\/p>\n\n\n\nBaca: Kata Siapa Lebih Sehat? Perokok Elektrik Berisiko Terjangkit Penyakit Kardiovaskular<\/a> <\/h4>\n\n\n\n
<\/p>\n\n\n\n
<\/p>\n","post_title":"Rekomendasi Produk Alternatif Tembakau Terlalu Dipaksakan dan Mencederai Semangat Munas Alim Ulama NU 2019","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"rekomendasi-produk-alternatif-tembakau-terlalu-dipaksakan-dan-mencederai-semangat-munas-alim-ulama-nu-2019","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-03-04 08:33:46","post_modified_gmt":"2019-03-04 01:33:46","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5507","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5504,"post_author":"924","post_date":"2019-03-03 09:37:39","post_date_gmt":"2019-03-03 02:37:39","post_content":"\n
yang\u00a0 juga\u00a0 cerita\u00a0 tentang\u00a0 ritual\u00a0 personalnya\u00a0 dengan\u00a0 kretek. Willy\u00a0 namanya.\u00a0Dalam\u00a0 keriuhan\u00a0 warung\u00a0 soto\u00a0 Kudus, Willy\u00a0 bercerita\u00a0 kalau\u00a0 ia\u00a0 rindu\u00a0 sekali\u00a0mendaki\u00a0 gunung dan melaksanakan\u00a0 ritualnya.\u00a0 Ia membayangkan perjalanan\u00a0menuju puncak dimana hanya akan ada teman-teman yang sudah akrab kental\u00a0dan tumbuhan. Ia membayangkan perjalanan berjam-jam melalui jalan setapak\u00a0sebelum menjelang puncak dan mendirikan\u00a0 tenda di\u00a0 sana. Kemudian\u00a0 ia dan\u00a0teman-temannya akan menyalakan api unggun, menjerang air, mengopi, dan\u00a0mengkretek\u00a0 sambil menikmati matahari\u00a0 yang\u00a0 terbenam\u00a0 atau\u00a0 terbit keesokan\u00a0paginya. Dan Willy pun berkhayal, saat teman-temannya sudah tidur, ia ingin\u00a0duduk sendiri bersama api unggun dan sebatang kretek. Bunyi cengkeh terbakar\u00a0
akan menemani hening sementara kepulan asap akan menari untuknya, sebelum\u00a0pergi menikmati bintang. \u201cItulah liburan holistik buatku,\u201d katanya.\u00a0<\/p>\n\n\n\n
kretek.\u00a0 Willy\u00a0 dengan\u00a0 Sampoerna\u00a0 A\u00a0 Mild-nya,\u00a0 Mama\u00a0 Tua\u00a0 dengan\u00a0 Djarum\u00a0Super-nya,\u00a0 dan\u00a0 si\u00a0 seniman\u00a0 dengan Gudang Garam Merah-nya. Dan\u00a0 kenapa\u00a0kretek? Bukannya mereka tidak tahu kalau ada rokok putih di warung. Tapi ini\u00a0masalah selera. Willy lebih suka kretek yang ada bunyinya dan rasanya manis.\u00a0<\/p>\n\n\n\n
***
Berbicara tentang ritual sekilas terkesan religius. Padahal tidak selamanya\u00a0
begitu. Ritual bukan hanya milik agama atau aliran-aliran kepercayaan yang\u00a0melulu mesti dikerjakan berjamaah. Bersembahyang sendiri pun tanpa disadari\u00a0termasuk ritual personal seseorang. Kemudian menyapu halaman di pagi hari,\u00a0mencuci piring, membereskan rumah juga bisa dikatakan sebagai ritual. Maka,\u00a0ritual itu sesungguhnya hak semua orang dan penyelenggaraannya bisa dibuat\u00a0sekreatif mungkin, selama tidak mengganggu atau merepotkan orang lain.\u00a0<\/p>\n\n\n\n
\nBorobudur. Setiap pagi ia punya ritual untuk\nbersepeda berkeliling desa sehabis mandi. \u201cMau tengok Merapi atau\nmengeringkan rambut,\u201d katanya setiap ada orang bertanya hendak kemana ia\npergi dengan onthel kesayangannya. Ritual itu kemudian dilanjutkannya\ndengan menjerang air panas dan menyeduh kopi instan untuk ia bawa ke ruang\ntamu dan di kursi dekat jendela ia akan duduk, menikmati sinar matahari\nyang jatuh di punggungnya. Kemudian ia akan mulai melinting tembakau\nMadura dan cengkehnya sambil memperhatikan lukisan yang \nsedang dikerjakannya. Ritualnya ini bisa memakan waktu sampai \nsatu, dua jam, hampir setiap harinya. <\/p>\n\n\n\n
\nmblasuk ke desa-desa. Dan sebetulnya ini bukan\npemandangan asing bagi yang menyadari. Kalau pada waktu-waktu \nistirahat makan siang atau pulang dari sawah dan ladang akan\nbanyak terlihat petani menikmati kretek atau klobot yang tersemat di\nbibir mereka\u2014tidak akan ada pemandangan petani menikmati rokok putih dan\nsaya bersyukur atas ketidakadaan tersebut. Lebih-lebihkalau jalanjalan \ndi seputar Wonosobo, Banjarnegara, sampai \nDieng. Rasanya menggetarkan sekalimencium aroma \nkemenyan di udara dari klobot petani yang \nsedang berjalan pulang atau nongkrong di \npinggir jalan. Memandangi hijau perbukitan dan \nsawah, mendengarkan sayup-sayup jeram dari \nSerayu, ditambah aroma kemenyan yang tipis di udara adalah pengalaman yang\nsangat sulit dilupakan sekaligus didapatkan.<\/p>\n\n\n\n
teringat perbincangan dengan salah satu teman. Dalam perbincangan tersebut,\u00a0kami bersepakat kalau orang-orang yang melinting dengan penghayatan penuh\u00a0adalah\u00a0 seorang\u00a0 alkemis. Mereka\u00a0 tidak\u00a0 sekedar menikmati\u00a0 tembakau,\u00a0 tetapi\u00a0juga\u00a0 sedang\u00a0 melakukan\u00a0 proses\u00a0 pemurnian\u00a0 diri\u00a0 layaknya\u00a0 orang\u00a0 mandi.\u00a0 Jika\u00a0mandi membersihkan permukaan raga, maka asap yang tersesap membersihkan\u00a0dada\u2014sarang bagi perasaan-perasaan\u2014melalui api yang memberi nyawa pada\u00a0sebatang kretek.\u00a0
Dalam perbincangan itu saya teringat salah satu guru SD (sekolah dasar)\u00a0
saya.\u00a0 Bu\u00a0 Nonce\u00a0 namanya.\u00a0 Kabar\u00a0 terakhir\u00a0 tentangnya\u00a0 sungguh\u00a0 tidak\u00a0 enak\u00a0didengar. Orang-orang bilang Bu Nonce stres, baru bercerai dengan suaminya\u00a0yang selingkuh. Lantas kini dia jadi asosial dan perokok berat. Ibu saya cerita\u00a0pula kalau teman-teman sesama guru malas untuk mendekatinya karena ia kini\u00a0perokok berat Djarum Super.\u00a0
Saat mendapat\u00a0 berita\u00a0 ini\u00a0 saya\u00a0 tidak\u00a0 terlalu\u00a0 ambil\u00a0 pusing\u00a0 dengan\u00a0 kisah\u00a0
Bu\u00a0 Nonce.\u00a0 Tapi\u00a0 belakangan\u00a0 saya\u00a0 jadi\u00a0 memikirkan\u00a0 Bu\u00a0 Nonce.\u00a0 Sepanjang\u00a0ingatan saya ia tampak sebagai sosok perempuan yang punya pendirian. Lantas\u00a0hubungannya\u00a0 dengan\u00a0 rokok,\u00a0 semestinya\u00a0 tidak\u00a0 serta-merta membuat\u00a0 teman-temannya menjauh darinya. Toh, mereka tidak berada dalam sepatu Bu Nonce.\u00a0Mereka tidak tahu pikiran dan perasaan-perasaan seperti apa yang berkecamuk\u00a0dalam diri Bu Nonce. Maka semestinya tidak ada satu orang pun yang berhak\u00a0menghakimi Bu Nonce. Tapi mungkin, Bu Nonce pun sudah tidak ambil pusing lagi dengan kelakuan suaminya atau teman-teman yang menjauhinya. Mungkin,\u00a0Bu Nonce\u00a0 sudah mati\u00a0 rasa\u00a0 terhadap\u00a0 dunia\u00a0 dan\u00a0 di\u00a0 saat-saat\u00a0 seperti\u00a0 itu,\u00a0 bisa\u00a0jadi sebungkus Djarum Super menyelamatkan pikirannya tetap jernih bertahan\u00a0pada kesadaran bahwa ia bisa bertahan dan tidak kehilangan dirinya sendiri.\u00a0
Lantas, apa yang membuat kretek menjadi begitu magis? Entah karena\u00a0
tembakau, cengkeh, atau paduan keduanya, semua orang punya pendapat dan\u00a0imajinasinya masing-masing. Tapi kapan-kapan silakan coba memasukkan kata\u00a0kunci \u201cthe magic of\u00a0 cloves\u201d di mesin pencari, maka akan ada banyak\u00a0 sekali\u00a0website yang memaparkan kekuatan magis\u00a0 cengkeh.<\/p>\n\n\n\n
Dengan\u00a0 segala\u00a0 yang\u00a0 terkandung\u00a0 di\u00a0 dalamnya\u00a0 rasanya\u00a0 tidak\u00a0 salah\u00a0 jika\u00a0
kretek menjadi pelengkap ritual personal banyak orang, baik laki-laki maupun\u00a0perempuan. Dengan begitu, kretek melampaui batasan gender dan bidang-bidang\u00a0pekerjaan\u2014sungguh\u00a0 sesuatu yang universal. Yang muda dan yang\u00a0 tua punya\u00a0caranya sendiri dalam menikmati rokok kretek dan bahkan menyematkannya\u00a0ritual personal yang menunjukkan tingkat kreativitas. Dengan kecenderungan\u00a0habis\u00a0 lebih\u00a0 lama dibanding rokok putih, kretek memberi\u00a0 lebih banyak waktu bagi\u00a0 perokok\u00a0 berdialog\u00a0 dengan\u00a0 dirinya\u00a0 sendiri.\u00a0 Meski\u00a0 banyak\u00a0 orang\u00a0 yang\u00a0
bukan perokok bilang, kalau merokok\u00a0 sambil bengong atau ngobrol\u00a0 saja\u00a0 itu\u00a0buang-buang waktu\u2014time is money, dude!\u00a0
Ya, di satu sisi waktu memang uang. Tapi di sisi\u00a0 lain, ada hal-hal yang\u00a0
tidak\u00a0 bisa\u00a0 dibeli\u00a0 dengan\u00a0 uang.\u00a0 Seperti\u00a0 misalnya\u00a0 uang\u00a0 tidak\u00a0 bisa\u00a0 membeli\u00a0rasa\u00a0 kebersamaan\u00a0 yang\u00a0 tercipta\u00a0 antara\u00a0 dua\u00a0 orang\u00a0 atau\u00a0 lebih\u00a0 karena mereka\u00a0merokok kretek yang sama. Atau kedamaian dan ketenangan yang ditimbulkan\u00a0dari\u00a0 kretek\u00a0 bagi\u00a0 seseorang\u00a0 yang\u00a0 sedang\u00a0 merenungi\u00a0 pertengkaran\u00a0 yang\u00a0meluluhlantakkan\u00a0 harinya. Hal hal\u00a0 seperti\u00a0 itu\u00a0 jelas\u00a0 tidak\u00a0 bisa\u00a0 dibandingkan\u00a0dengan\u00a0 harga\u00a0 sebungkus\u00a0 kretek.\u00a0 Abstrak\u00a0 memang.\u00a0 Tapi,\u00a0 begitulah\u00a0 adanya\u00a0pengalaman\u00a0 rasa.\u00a0 Ia\u00a0 tidak bisa ditampilkan dalam bentuk yang nyata\u00a0 saking\u00a0lenturnya. Dan di antara pengalaman-pengalaman rasa tersebut terselip kretek\u00a0 di bibir banyak orang.
Banyak\u00a0 orang\u00a0 yang merokok\u00a0 ala\u00a0 kadarnya.\u00a0 Tapi,\u00a0 tidak\u00a0 sedikit\u00a0 orang-
orang\u00a0 yang\u00a0 memiliki\u00a0 ikatan\u00a0 batin\u00a0 dengan\u00a0 kretek\u00a0 selain Mama\u00a0 Tua, Willy,\u00a0kawan-kawan seniman, dan Bu Nonce. Membayangkan betapa sebatang kretek\u00a0menjadi\u00a0 teman dalam perhentian di antara perjalanan, berendam di mata air\u00a0panas alami atau sekedar duduk di ruang tamu bersama salah satu novel Anais\u00a0Nin saat hujan, adalah momen-momen seksi. Yang mengajak untuk melupakan\u00a0sejenak\u00a0 permasalahan\u00a0 dunia\u00a0 yang\u00a0 semakin\u00a0 aneh-aneh\u00a0 saja,\u00a0 tetapi\u00a0 kemudian\u00a0mampu\u00a0 mengajak\u00a0 untuk\u00a0 menyelami\u00a0 diri\u00a0 sendiri\u00a0 sampai\u00a0 ke\u00a0 bagian-bagian\u00a0tergelapnya.\u00a0
Beberapa\u00a0 kisah\u00a0 di\u00a0 atas memang\u00a0 bukan\u00a0 kisah-kisah\u00a0 bombastis. Hanya\u00a0
kisah-kisah\u00a0 sederhana\u00a0 dari\u00a0 keseharian\u00a0 berikut\u00a0 perasasan-perasaan\u00a0 yang\u00a0menyertainya.\u00a0 Tapi\u00a0 justru,\u00a0 menyelami\u00a0 kenangan\u00a0 tentang\u00a0 kretek,\u00a0 kerabat-kerabat, petani, klobot, dan ladang; adalah proses pengenalan kembali terhadap\u00a0Indonesia,\u00a0 dan\u00a0 bagaimana\u00a0 saya\u00a0 berupaya\u00a0 mencintai\u00a0 negeri\u00a0 berikut\u00a0 sesama\u00a0makhluk ciptaan yang kuasa melalui sudut-sudutnya yang terabaikan.<\/p>\n\n\n\n
<\/p>\n","post_title":"Mereka yang Mencintai Kretek","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"mereka-yang-mencintai-kretek","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-03-03 09:37:45","post_modified_gmt":"2019-03-03 02:37:45","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5504","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":44},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"epic_block_3"};
<\/p>\n\n\n\n
<\/p>\n\n\n\n
<\/p>\n\n\n\n
<\/p>\n\n\n\nBaca: Kata Siapa Lebih Sehat? Perokok Elektrik Berisiko Terjangkit Penyakit Kardiovaskular<\/a> <\/h4>\n\n\n\n
<\/p>\n\n\n\n
<\/p>\n","post_title":"Rekomendasi Produk Alternatif Tembakau Terlalu Dipaksakan dan Mencederai Semangat Munas Alim Ulama NU 2019","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"rekomendasi-produk-alternatif-tembakau-terlalu-dipaksakan-dan-mencederai-semangat-munas-alim-ulama-nu-2019","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-03-04 08:33:46","post_modified_gmt":"2019-03-04 01:33:46","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5507","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5504,"post_author":"924","post_date":"2019-03-03 09:37:39","post_date_gmt":"2019-03-03 02:37:39","post_content":"\n
yang\u00a0 juga\u00a0 cerita\u00a0 tentang\u00a0 ritual\u00a0 personalnya\u00a0 dengan\u00a0 kretek. Willy\u00a0 namanya.\u00a0Dalam\u00a0 keriuhan\u00a0 warung\u00a0 soto\u00a0 Kudus, Willy\u00a0 bercerita\u00a0 kalau\u00a0 ia\u00a0 rindu\u00a0 sekali\u00a0mendaki\u00a0 gunung dan melaksanakan\u00a0 ritualnya.\u00a0 Ia membayangkan perjalanan\u00a0menuju puncak dimana hanya akan ada teman-teman yang sudah akrab kental\u00a0dan tumbuhan. Ia membayangkan perjalanan berjam-jam melalui jalan setapak\u00a0sebelum menjelang puncak dan mendirikan\u00a0 tenda di\u00a0 sana. Kemudian\u00a0 ia dan\u00a0teman-temannya akan menyalakan api unggun, menjerang air, mengopi, dan\u00a0mengkretek\u00a0 sambil menikmati matahari\u00a0 yang\u00a0 terbenam\u00a0 atau\u00a0 terbit keesokan\u00a0paginya. Dan Willy pun berkhayal, saat teman-temannya sudah tidur, ia ingin\u00a0duduk sendiri bersama api unggun dan sebatang kretek. Bunyi cengkeh terbakar\u00a0
akan menemani hening sementara kepulan asap akan menari untuknya, sebelum\u00a0pergi menikmati bintang. \u201cItulah liburan holistik buatku,\u201d katanya.\u00a0<\/p>\n\n\n\n
kretek.\u00a0 Willy\u00a0 dengan\u00a0 Sampoerna\u00a0 A\u00a0 Mild-nya,\u00a0 Mama\u00a0 Tua\u00a0 dengan\u00a0 Djarum\u00a0Super-nya,\u00a0 dan\u00a0 si\u00a0 seniman\u00a0 dengan Gudang Garam Merah-nya. Dan\u00a0 kenapa\u00a0kretek? Bukannya mereka tidak tahu kalau ada rokok putih di warung. Tapi ini\u00a0masalah selera. Willy lebih suka kretek yang ada bunyinya dan rasanya manis.\u00a0<\/p>\n\n\n\n
***
Berbicara tentang ritual sekilas terkesan religius. Padahal tidak selamanya\u00a0
begitu. Ritual bukan hanya milik agama atau aliran-aliran kepercayaan yang\u00a0melulu mesti dikerjakan berjamaah. Bersembahyang sendiri pun tanpa disadari\u00a0termasuk ritual personal seseorang. Kemudian menyapu halaman di pagi hari,\u00a0mencuci piring, membereskan rumah juga bisa dikatakan sebagai ritual. Maka,\u00a0ritual itu sesungguhnya hak semua orang dan penyelenggaraannya bisa dibuat\u00a0sekreatif mungkin, selama tidak mengganggu atau merepotkan orang lain.\u00a0<\/p>\n\n\n\n
\nBorobudur. Setiap pagi ia punya ritual untuk\nbersepeda berkeliling desa sehabis mandi. \u201cMau tengok Merapi atau\nmengeringkan rambut,\u201d katanya setiap ada orang bertanya hendak kemana ia\npergi dengan onthel kesayangannya. Ritual itu kemudian dilanjutkannya\ndengan menjerang air panas dan menyeduh kopi instan untuk ia bawa ke ruang\ntamu dan di kursi dekat jendela ia akan duduk, menikmati sinar matahari\nyang jatuh di punggungnya. Kemudian ia akan mulai melinting tembakau\nMadura dan cengkehnya sambil memperhatikan lukisan yang \nsedang dikerjakannya. Ritualnya ini bisa memakan waktu sampai \nsatu, dua jam, hampir setiap harinya. <\/p>\n\n\n\n
\nmblasuk ke desa-desa. Dan sebetulnya ini bukan\npemandangan asing bagi yang menyadari. Kalau pada waktu-waktu \nistirahat makan siang atau pulang dari sawah dan ladang akan\nbanyak terlihat petani menikmati kretek atau klobot yang tersemat di\nbibir mereka\u2014tidak akan ada pemandangan petani menikmati rokok putih dan\nsaya bersyukur atas ketidakadaan tersebut. Lebih-lebihkalau jalanjalan \ndi seputar Wonosobo, Banjarnegara, sampai \nDieng. Rasanya menggetarkan sekalimencium aroma \nkemenyan di udara dari klobot petani yang \nsedang berjalan pulang atau nongkrong di \npinggir jalan. Memandangi hijau perbukitan dan \nsawah, mendengarkan sayup-sayup jeram dari \nSerayu, ditambah aroma kemenyan yang tipis di udara adalah pengalaman yang\nsangat sulit dilupakan sekaligus didapatkan.<\/p>\n\n\n\n
teringat perbincangan dengan salah satu teman. Dalam perbincangan tersebut,\u00a0kami bersepakat kalau orang-orang yang melinting dengan penghayatan penuh\u00a0adalah\u00a0 seorang\u00a0 alkemis. Mereka\u00a0 tidak\u00a0 sekedar menikmati\u00a0 tembakau,\u00a0 tetapi\u00a0juga\u00a0 sedang\u00a0 melakukan\u00a0 proses\u00a0 pemurnian\u00a0 diri\u00a0 layaknya\u00a0 orang\u00a0 mandi.\u00a0 Jika\u00a0mandi membersihkan permukaan raga, maka asap yang tersesap membersihkan\u00a0dada\u2014sarang bagi perasaan-perasaan\u2014melalui api yang memberi nyawa pada\u00a0sebatang kretek.\u00a0
Dalam perbincangan itu saya teringat salah satu guru SD (sekolah dasar)\u00a0
saya.\u00a0 Bu\u00a0 Nonce\u00a0 namanya.\u00a0 Kabar\u00a0 terakhir\u00a0 tentangnya\u00a0 sungguh\u00a0 tidak\u00a0 enak\u00a0didengar. Orang-orang bilang Bu Nonce stres, baru bercerai dengan suaminya\u00a0yang selingkuh. Lantas kini dia jadi asosial dan perokok berat. Ibu saya cerita\u00a0pula kalau teman-teman sesama guru malas untuk mendekatinya karena ia kini\u00a0perokok berat Djarum Super.\u00a0
Saat mendapat\u00a0 berita\u00a0 ini\u00a0 saya\u00a0 tidak\u00a0 terlalu\u00a0 ambil\u00a0 pusing\u00a0 dengan\u00a0 kisah\u00a0
Bu\u00a0 Nonce.\u00a0 Tapi\u00a0 belakangan\u00a0 saya\u00a0 jadi\u00a0 memikirkan\u00a0 Bu\u00a0 Nonce.\u00a0 Sepanjang\u00a0ingatan saya ia tampak sebagai sosok perempuan yang punya pendirian. Lantas\u00a0hubungannya\u00a0 dengan\u00a0 rokok,\u00a0 semestinya\u00a0 tidak\u00a0 serta-merta membuat\u00a0 teman-temannya menjauh darinya. Toh, mereka tidak berada dalam sepatu Bu Nonce.\u00a0Mereka tidak tahu pikiran dan perasaan-perasaan seperti apa yang berkecamuk\u00a0dalam diri Bu Nonce. Maka semestinya tidak ada satu orang pun yang berhak\u00a0menghakimi Bu Nonce. Tapi mungkin, Bu Nonce pun sudah tidak ambil pusing lagi dengan kelakuan suaminya atau teman-teman yang menjauhinya. Mungkin,\u00a0Bu Nonce\u00a0 sudah mati\u00a0 rasa\u00a0 terhadap\u00a0 dunia\u00a0 dan\u00a0 di\u00a0 saat-saat\u00a0 seperti\u00a0 itu,\u00a0 bisa\u00a0jadi sebungkus Djarum Super menyelamatkan pikirannya tetap jernih bertahan\u00a0pada kesadaran bahwa ia bisa bertahan dan tidak kehilangan dirinya sendiri.\u00a0
Lantas, apa yang membuat kretek menjadi begitu magis? Entah karena\u00a0
tembakau, cengkeh, atau paduan keduanya, semua orang punya pendapat dan\u00a0imajinasinya masing-masing. Tapi kapan-kapan silakan coba memasukkan kata\u00a0kunci \u201cthe magic of\u00a0 cloves\u201d di mesin pencari, maka akan ada banyak\u00a0 sekali\u00a0website yang memaparkan kekuatan magis\u00a0 cengkeh.<\/p>\n\n\n\n
Dengan\u00a0 segala\u00a0 yang\u00a0 terkandung\u00a0 di\u00a0 dalamnya\u00a0 rasanya\u00a0 tidak\u00a0 salah\u00a0 jika\u00a0
kretek menjadi pelengkap ritual personal banyak orang, baik laki-laki maupun\u00a0perempuan. Dengan begitu, kretek melampaui batasan gender dan bidang-bidang\u00a0pekerjaan\u2014sungguh\u00a0 sesuatu yang universal. Yang muda dan yang\u00a0 tua punya\u00a0caranya sendiri dalam menikmati rokok kretek dan bahkan menyematkannya\u00a0ritual personal yang menunjukkan tingkat kreativitas. Dengan kecenderungan\u00a0habis\u00a0 lebih\u00a0 lama dibanding rokok putih, kretek memberi\u00a0 lebih banyak waktu bagi\u00a0 perokok\u00a0 berdialog\u00a0 dengan\u00a0 dirinya\u00a0 sendiri.\u00a0 Meski\u00a0 banyak\u00a0 orang\u00a0 yang\u00a0
bukan perokok bilang, kalau merokok\u00a0 sambil bengong atau ngobrol\u00a0 saja\u00a0 itu\u00a0buang-buang waktu\u2014time is money, dude!\u00a0
Ya, di satu sisi waktu memang uang. Tapi di sisi\u00a0 lain, ada hal-hal yang\u00a0
tidak\u00a0 bisa\u00a0 dibeli\u00a0 dengan\u00a0 uang.\u00a0 Seperti\u00a0 misalnya\u00a0 uang\u00a0 tidak\u00a0 bisa\u00a0 membeli\u00a0rasa\u00a0 kebersamaan\u00a0 yang\u00a0 tercipta\u00a0 antara\u00a0 dua\u00a0 orang\u00a0 atau\u00a0 lebih\u00a0 karena mereka\u00a0merokok kretek yang sama. Atau kedamaian dan ketenangan yang ditimbulkan\u00a0dari\u00a0 kretek\u00a0 bagi\u00a0 seseorang\u00a0 yang\u00a0 sedang\u00a0 merenungi\u00a0 pertengkaran\u00a0 yang\u00a0meluluhlantakkan\u00a0 harinya. Hal hal\u00a0 seperti\u00a0 itu\u00a0 jelas\u00a0 tidak\u00a0 bisa\u00a0 dibandingkan\u00a0dengan\u00a0 harga\u00a0 sebungkus\u00a0 kretek.\u00a0 Abstrak\u00a0 memang.\u00a0 Tapi,\u00a0 begitulah\u00a0 adanya\u00a0pengalaman\u00a0 rasa.\u00a0 Ia\u00a0 tidak bisa ditampilkan dalam bentuk yang nyata\u00a0 saking\u00a0lenturnya. Dan di antara pengalaman-pengalaman rasa tersebut terselip kretek\u00a0 di bibir banyak orang.
Banyak\u00a0 orang\u00a0 yang merokok\u00a0 ala\u00a0 kadarnya.\u00a0 Tapi,\u00a0 tidak\u00a0 sedikit\u00a0 orang-
orang\u00a0 yang\u00a0 memiliki\u00a0 ikatan\u00a0 batin\u00a0 dengan\u00a0 kretek\u00a0 selain Mama\u00a0 Tua, Willy,\u00a0kawan-kawan seniman, dan Bu Nonce. Membayangkan betapa sebatang kretek\u00a0menjadi\u00a0 teman dalam perhentian di antara perjalanan, berendam di mata air\u00a0panas alami atau sekedar duduk di ruang tamu bersama salah satu novel Anais\u00a0Nin saat hujan, adalah momen-momen seksi. Yang mengajak untuk melupakan\u00a0sejenak\u00a0 permasalahan\u00a0 dunia\u00a0 yang\u00a0 semakin\u00a0 aneh-aneh\u00a0 saja,\u00a0 tetapi\u00a0 kemudian\u00a0mampu\u00a0 mengajak\u00a0 untuk\u00a0 menyelami\u00a0 diri\u00a0 sendiri\u00a0 sampai\u00a0 ke\u00a0 bagian-bagian\u00a0tergelapnya.\u00a0
Beberapa\u00a0 kisah\u00a0 di\u00a0 atas memang\u00a0 bukan\u00a0 kisah-kisah\u00a0 bombastis. Hanya\u00a0
kisah-kisah\u00a0 sederhana\u00a0 dari\u00a0 keseharian\u00a0 berikut\u00a0 perasasan-perasaan\u00a0 yang\u00a0menyertainya.\u00a0 Tapi\u00a0 justru,\u00a0 menyelami\u00a0 kenangan\u00a0 tentang\u00a0 kretek,\u00a0 kerabat-kerabat, petani, klobot, dan ladang; adalah proses pengenalan kembali terhadap\u00a0Indonesia,\u00a0 dan\u00a0 bagaimana\u00a0 saya\u00a0 berupaya\u00a0 mencintai\u00a0 negeri\u00a0 berikut\u00a0 sesama\u00a0makhluk ciptaan yang kuasa melalui sudut-sudutnya yang terabaikan.<\/p>\n\n\n\n
<\/p>\n","post_title":"Mereka yang Mencintai Kretek","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"mereka-yang-mencintai-kretek","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-03-03 09:37:45","post_modified_gmt":"2019-03-03 02:37:45","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5504","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":44},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"epic_block_3"};Baca: Menghisap Kretek, Langkah Kecil Menjaga Kedaulatan Bangsa<\/a> <\/h4>\n\n\n\n
<\/p>\n\n\n\n
<\/p>\n\n\n\n
<\/p>\n\n\n\n
<\/p>\n\n\n\nBaca: Kata Siapa Lebih Sehat? Perokok Elektrik Berisiko Terjangkit Penyakit Kardiovaskular<\/a> <\/h4>\n\n\n\n
<\/p>\n\n\n\n
<\/p>\n","post_title":"Rekomendasi Produk Alternatif Tembakau Terlalu Dipaksakan dan Mencederai Semangat Munas Alim Ulama NU 2019","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"rekomendasi-produk-alternatif-tembakau-terlalu-dipaksakan-dan-mencederai-semangat-munas-alim-ulama-nu-2019","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-03-04 08:33:46","post_modified_gmt":"2019-03-04 01:33:46","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5507","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5504,"post_author":"924","post_date":"2019-03-03 09:37:39","post_date_gmt":"2019-03-03 02:37:39","post_content":"\n
yang\u00a0 juga\u00a0 cerita\u00a0 tentang\u00a0 ritual\u00a0 personalnya\u00a0 dengan\u00a0 kretek. Willy\u00a0 namanya.\u00a0Dalam\u00a0 keriuhan\u00a0 warung\u00a0 soto\u00a0 Kudus, Willy\u00a0 bercerita\u00a0 kalau\u00a0 ia\u00a0 rindu\u00a0 sekali\u00a0mendaki\u00a0 gunung dan melaksanakan\u00a0 ritualnya.\u00a0 Ia membayangkan perjalanan\u00a0menuju puncak dimana hanya akan ada teman-teman yang sudah akrab kental\u00a0dan tumbuhan. Ia membayangkan perjalanan berjam-jam melalui jalan setapak\u00a0sebelum menjelang puncak dan mendirikan\u00a0 tenda di\u00a0 sana. Kemudian\u00a0 ia dan\u00a0teman-temannya akan menyalakan api unggun, menjerang air, mengopi, dan\u00a0mengkretek\u00a0 sambil menikmati matahari\u00a0 yang\u00a0 terbenam\u00a0 atau\u00a0 terbit keesokan\u00a0paginya. Dan Willy pun berkhayal, saat teman-temannya sudah tidur, ia ingin\u00a0duduk sendiri bersama api unggun dan sebatang kretek. Bunyi cengkeh terbakar\u00a0
akan menemani hening sementara kepulan asap akan menari untuknya, sebelum\u00a0pergi menikmati bintang. \u201cItulah liburan holistik buatku,\u201d katanya.\u00a0<\/p>\n\n\n\n
kretek.\u00a0 Willy\u00a0 dengan\u00a0 Sampoerna\u00a0 A\u00a0 Mild-nya,\u00a0 Mama\u00a0 Tua\u00a0 dengan\u00a0 Djarum\u00a0Super-nya,\u00a0 dan\u00a0 si\u00a0 seniman\u00a0 dengan Gudang Garam Merah-nya. Dan\u00a0 kenapa\u00a0kretek? Bukannya mereka tidak tahu kalau ada rokok putih di warung. Tapi ini\u00a0masalah selera. Willy lebih suka kretek yang ada bunyinya dan rasanya manis.\u00a0<\/p>\n\n\n\n
***
Berbicara tentang ritual sekilas terkesan religius. Padahal tidak selamanya\u00a0
begitu. Ritual bukan hanya milik agama atau aliran-aliran kepercayaan yang\u00a0melulu mesti dikerjakan berjamaah. Bersembahyang sendiri pun tanpa disadari\u00a0termasuk ritual personal seseorang. Kemudian menyapu halaman di pagi hari,\u00a0mencuci piring, membereskan rumah juga bisa dikatakan sebagai ritual. Maka,\u00a0ritual itu sesungguhnya hak semua orang dan penyelenggaraannya bisa dibuat\u00a0sekreatif mungkin, selama tidak mengganggu atau merepotkan orang lain.\u00a0<\/p>\n\n\n\n
\nBorobudur. Setiap pagi ia punya ritual untuk\nbersepeda berkeliling desa sehabis mandi. \u201cMau tengok Merapi atau\nmengeringkan rambut,\u201d katanya setiap ada orang bertanya hendak kemana ia\npergi dengan onthel kesayangannya. Ritual itu kemudian dilanjutkannya\ndengan menjerang air panas dan menyeduh kopi instan untuk ia bawa ke ruang\ntamu dan di kursi dekat jendela ia akan duduk, menikmati sinar matahari\nyang jatuh di punggungnya. Kemudian ia akan mulai melinting tembakau\nMadura dan cengkehnya sambil memperhatikan lukisan yang \nsedang dikerjakannya. Ritualnya ini bisa memakan waktu sampai \nsatu, dua jam, hampir setiap harinya. <\/p>\n\n\n\n
\nmblasuk ke desa-desa. Dan sebetulnya ini bukan\npemandangan asing bagi yang menyadari. Kalau pada waktu-waktu \nistirahat makan siang atau pulang dari sawah dan ladang akan\nbanyak terlihat petani menikmati kretek atau klobot yang tersemat di\nbibir mereka\u2014tidak akan ada pemandangan petani menikmati rokok putih dan\nsaya bersyukur atas ketidakadaan tersebut. Lebih-lebihkalau jalanjalan \ndi seputar Wonosobo, Banjarnegara, sampai \nDieng. Rasanya menggetarkan sekalimencium aroma \nkemenyan di udara dari klobot petani yang \nsedang berjalan pulang atau nongkrong di \npinggir jalan. Memandangi hijau perbukitan dan \nsawah, mendengarkan sayup-sayup jeram dari \nSerayu, ditambah aroma kemenyan yang tipis di udara adalah pengalaman yang\nsangat sulit dilupakan sekaligus didapatkan.<\/p>\n\n\n\n
teringat perbincangan dengan salah satu teman. Dalam perbincangan tersebut,\u00a0kami bersepakat kalau orang-orang yang melinting dengan penghayatan penuh\u00a0adalah\u00a0 seorang\u00a0 alkemis. Mereka\u00a0 tidak\u00a0 sekedar menikmati\u00a0 tembakau,\u00a0 tetapi\u00a0juga\u00a0 sedang\u00a0 melakukan\u00a0 proses\u00a0 pemurnian\u00a0 diri\u00a0 layaknya\u00a0 orang\u00a0 mandi.\u00a0 Jika\u00a0mandi membersihkan permukaan raga, maka asap yang tersesap membersihkan\u00a0dada\u2014sarang bagi perasaan-perasaan\u2014melalui api yang memberi nyawa pada\u00a0sebatang kretek.\u00a0
Dalam perbincangan itu saya teringat salah satu guru SD (sekolah dasar)\u00a0
saya.\u00a0 Bu\u00a0 Nonce\u00a0 namanya.\u00a0 Kabar\u00a0 terakhir\u00a0 tentangnya\u00a0 sungguh\u00a0 tidak\u00a0 enak\u00a0didengar. Orang-orang bilang Bu Nonce stres, baru bercerai dengan suaminya\u00a0yang selingkuh. Lantas kini dia jadi asosial dan perokok berat. Ibu saya cerita\u00a0pula kalau teman-teman sesama guru malas untuk mendekatinya karena ia kini\u00a0perokok berat Djarum Super.\u00a0
Saat mendapat\u00a0 berita\u00a0 ini\u00a0 saya\u00a0 tidak\u00a0 terlalu\u00a0 ambil\u00a0 pusing\u00a0 dengan\u00a0 kisah\u00a0
Bu\u00a0 Nonce.\u00a0 Tapi\u00a0 belakangan\u00a0 saya\u00a0 jadi\u00a0 memikirkan\u00a0 Bu\u00a0 Nonce.\u00a0 Sepanjang\u00a0ingatan saya ia tampak sebagai sosok perempuan yang punya pendirian. Lantas\u00a0hubungannya\u00a0 dengan\u00a0 rokok,\u00a0 semestinya\u00a0 tidak\u00a0 serta-merta membuat\u00a0 teman-temannya menjauh darinya. Toh, mereka tidak berada dalam sepatu Bu Nonce.\u00a0Mereka tidak tahu pikiran dan perasaan-perasaan seperti apa yang berkecamuk\u00a0dalam diri Bu Nonce. Maka semestinya tidak ada satu orang pun yang berhak\u00a0menghakimi Bu Nonce. Tapi mungkin, Bu Nonce pun sudah tidak ambil pusing lagi dengan kelakuan suaminya atau teman-teman yang menjauhinya. Mungkin,\u00a0Bu Nonce\u00a0 sudah mati\u00a0 rasa\u00a0 terhadap\u00a0 dunia\u00a0 dan\u00a0 di\u00a0 saat-saat\u00a0 seperti\u00a0 itu,\u00a0 bisa\u00a0jadi sebungkus Djarum Super menyelamatkan pikirannya tetap jernih bertahan\u00a0pada kesadaran bahwa ia bisa bertahan dan tidak kehilangan dirinya sendiri.\u00a0
Lantas, apa yang membuat kretek menjadi begitu magis? Entah karena\u00a0
tembakau, cengkeh, atau paduan keduanya, semua orang punya pendapat dan\u00a0imajinasinya masing-masing. Tapi kapan-kapan silakan coba memasukkan kata\u00a0kunci \u201cthe magic of\u00a0 cloves\u201d di mesin pencari, maka akan ada banyak\u00a0 sekali\u00a0website yang memaparkan kekuatan magis\u00a0 cengkeh.<\/p>\n\n\n\n
Dengan\u00a0 segala\u00a0 yang\u00a0 terkandung\u00a0 di\u00a0 dalamnya\u00a0 rasanya\u00a0 tidak\u00a0 salah\u00a0 jika\u00a0
kretek menjadi pelengkap ritual personal banyak orang, baik laki-laki maupun\u00a0perempuan. Dengan begitu, kretek melampaui batasan gender dan bidang-bidang\u00a0pekerjaan\u2014sungguh\u00a0 sesuatu yang universal. Yang muda dan yang\u00a0 tua punya\u00a0caranya sendiri dalam menikmati rokok kretek dan bahkan menyematkannya\u00a0ritual personal yang menunjukkan tingkat kreativitas. Dengan kecenderungan\u00a0habis\u00a0 lebih\u00a0 lama dibanding rokok putih, kretek memberi\u00a0 lebih banyak waktu bagi\u00a0 perokok\u00a0 berdialog\u00a0 dengan\u00a0 dirinya\u00a0 sendiri.\u00a0 Meski\u00a0 banyak\u00a0 orang\u00a0 yang\u00a0
bukan perokok bilang, kalau merokok\u00a0 sambil bengong atau ngobrol\u00a0 saja\u00a0 itu\u00a0buang-buang waktu\u2014time is money, dude!\u00a0
Ya, di satu sisi waktu memang uang. Tapi di sisi\u00a0 lain, ada hal-hal yang\u00a0
tidak\u00a0 bisa\u00a0 dibeli\u00a0 dengan\u00a0 uang.\u00a0 Seperti\u00a0 misalnya\u00a0 uang\u00a0 tidak\u00a0 bisa\u00a0 membeli\u00a0rasa\u00a0 kebersamaan\u00a0 yang\u00a0 tercipta\u00a0 antara\u00a0 dua\u00a0 orang\u00a0 atau\u00a0 lebih\u00a0 karena mereka\u00a0merokok kretek yang sama. Atau kedamaian dan ketenangan yang ditimbulkan\u00a0dari\u00a0 kretek\u00a0 bagi\u00a0 seseorang\u00a0 yang\u00a0 sedang\u00a0 merenungi\u00a0 pertengkaran\u00a0 yang\u00a0meluluhlantakkan\u00a0 harinya. Hal hal\u00a0 seperti\u00a0 itu\u00a0 jelas\u00a0 tidak\u00a0 bisa\u00a0 dibandingkan\u00a0dengan\u00a0 harga\u00a0 sebungkus\u00a0 kretek.\u00a0 Abstrak\u00a0 memang.\u00a0 Tapi,\u00a0 begitulah\u00a0 adanya\u00a0pengalaman\u00a0 rasa.\u00a0 Ia\u00a0 tidak bisa ditampilkan dalam bentuk yang nyata\u00a0 saking\u00a0lenturnya. Dan di antara pengalaman-pengalaman rasa tersebut terselip kretek\u00a0 di bibir banyak orang.
Banyak\u00a0 orang\u00a0 yang merokok\u00a0 ala\u00a0 kadarnya.\u00a0 Tapi,\u00a0 tidak\u00a0 sedikit\u00a0 orang-
orang\u00a0 yang\u00a0 memiliki\u00a0 ikatan\u00a0 batin\u00a0 dengan\u00a0 kretek\u00a0 selain Mama\u00a0 Tua, Willy,\u00a0kawan-kawan seniman, dan Bu Nonce. Membayangkan betapa sebatang kretek\u00a0menjadi\u00a0 teman dalam perhentian di antara perjalanan, berendam di mata air\u00a0panas alami atau sekedar duduk di ruang tamu bersama salah satu novel Anais\u00a0Nin saat hujan, adalah momen-momen seksi. Yang mengajak untuk melupakan\u00a0sejenak\u00a0 permasalahan\u00a0 dunia\u00a0 yang\u00a0 semakin\u00a0 aneh-aneh\u00a0 saja,\u00a0 tetapi\u00a0 kemudian\u00a0mampu\u00a0 mengajak\u00a0 untuk\u00a0 menyelami\u00a0 diri\u00a0 sendiri\u00a0 sampai\u00a0 ke\u00a0 bagian-bagian\u00a0tergelapnya.\u00a0
Beberapa\u00a0 kisah\u00a0 di\u00a0 atas memang\u00a0 bukan\u00a0 kisah-kisah\u00a0 bombastis. Hanya\u00a0
kisah-kisah\u00a0 sederhana\u00a0 dari\u00a0 keseharian\u00a0 berikut\u00a0 perasasan-perasaan\u00a0 yang\u00a0menyertainya.\u00a0 Tapi\u00a0 justru,\u00a0 menyelami\u00a0 kenangan\u00a0 tentang\u00a0 kretek,\u00a0 kerabat-kerabat, petani, klobot, dan ladang; adalah proses pengenalan kembali terhadap\u00a0Indonesia,\u00a0 dan\u00a0 bagaimana\u00a0 saya\u00a0 berupaya\u00a0 mencintai\u00a0 negeri\u00a0 berikut\u00a0 sesama\u00a0makhluk ciptaan yang kuasa melalui sudut-sudutnya yang terabaikan.<\/p>\n\n\n\n
<\/p>\n","post_title":"Mereka yang Mencintai Kretek","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"mereka-yang-mencintai-kretek","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-03-03 09:37:45","post_modified_gmt":"2019-03-03 02:37:45","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5504","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":44},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"epic_block_3"};Baca: Menghisap Kretek, Langkah Kecil Menjaga Kedaulatan Bangsa<\/a> <\/h4>\n\n\n\n
<\/p>\n\n\n\n
<\/p>\n\n\n\n
<\/p>\n\n\n\n
<\/p>\n\n\n\nBaca: Kata Siapa Lebih Sehat? Perokok Elektrik Berisiko Terjangkit Penyakit Kardiovaskular<\/a> <\/h4>\n\n\n\n
<\/p>\n\n\n\n
<\/p>\n","post_title":"Rekomendasi Produk Alternatif Tembakau Terlalu Dipaksakan dan Mencederai Semangat Munas Alim Ulama NU 2019","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"rekomendasi-produk-alternatif-tembakau-terlalu-dipaksakan-dan-mencederai-semangat-munas-alim-ulama-nu-2019","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-03-04 08:33:46","post_modified_gmt":"2019-03-04 01:33:46","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5507","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5504,"post_author":"924","post_date":"2019-03-03 09:37:39","post_date_gmt":"2019-03-03 02:37:39","post_content":"\n
yang\u00a0 juga\u00a0 cerita\u00a0 tentang\u00a0 ritual\u00a0 personalnya\u00a0 dengan\u00a0 kretek. Willy\u00a0 namanya.\u00a0Dalam\u00a0 keriuhan\u00a0 warung\u00a0 soto\u00a0 Kudus, Willy\u00a0 bercerita\u00a0 kalau\u00a0 ia\u00a0 rindu\u00a0 sekali\u00a0mendaki\u00a0 gunung dan melaksanakan\u00a0 ritualnya.\u00a0 Ia membayangkan perjalanan\u00a0menuju puncak dimana hanya akan ada teman-teman yang sudah akrab kental\u00a0dan tumbuhan. Ia membayangkan perjalanan berjam-jam melalui jalan setapak\u00a0sebelum menjelang puncak dan mendirikan\u00a0 tenda di\u00a0 sana. Kemudian\u00a0 ia dan\u00a0teman-temannya akan menyalakan api unggun, menjerang air, mengopi, dan\u00a0mengkretek\u00a0 sambil menikmati matahari\u00a0 yang\u00a0 terbenam\u00a0 atau\u00a0 terbit keesokan\u00a0paginya. Dan Willy pun berkhayal, saat teman-temannya sudah tidur, ia ingin\u00a0duduk sendiri bersama api unggun dan sebatang kretek. Bunyi cengkeh terbakar\u00a0
akan menemani hening sementara kepulan asap akan menari untuknya, sebelum\u00a0pergi menikmati bintang. \u201cItulah liburan holistik buatku,\u201d katanya.\u00a0<\/p>\n\n\n\n
kretek.\u00a0 Willy\u00a0 dengan\u00a0 Sampoerna\u00a0 A\u00a0 Mild-nya,\u00a0 Mama\u00a0 Tua\u00a0 dengan\u00a0 Djarum\u00a0Super-nya,\u00a0 dan\u00a0 si\u00a0 seniman\u00a0 dengan Gudang Garam Merah-nya. Dan\u00a0 kenapa\u00a0kretek? Bukannya mereka tidak tahu kalau ada rokok putih di warung. Tapi ini\u00a0masalah selera. Willy lebih suka kretek yang ada bunyinya dan rasanya manis.\u00a0<\/p>\n\n\n\n
***
Berbicara tentang ritual sekilas terkesan religius. Padahal tidak selamanya\u00a0
begitu. Ritual bukan hanya milik agama atau aliran-aliran kepercayaan yang\u00a0melulu mesti dikerjakan berjamaah. Bersembahyang sendiri pun tanpa disadari\u00a0termasuk ritual personal seseorang. Kemudian menyapu halaman di pagi hari,\u00a0mencuci piring, membereskan rumah juga bisa dikatakan sebagai ritual. Maka,\u00a0ritual itu sesungguhnya hak semua orang dan penyelenggaraannya bisa dibuat\u00a0sekreatif mungkin, selama tidak mengganggu atau merepotkan orang lain.\u00a0<\/p>\n\n\n\n
\nBorobudur. Setiap pagi ia punya ritual untuk\nbersepeda berkeliling desa sehabis mandi. \u201cMau tengok Merapi atau\nmengeringkan rambut,\u201d katanya setiap ada orang bertanya hendak kemana ia\npergi dengan onthel kesayangannya. Ritual itu kemudian dilanjutkannya\ndengan menjerang air panas dan menyeduh kopi instan untuk ia bawa ke ruang\ntamu dan di kursi dekat jendela ia akan duduk, menikmati sinar matahari\nyang jatuh di punggungnya. Kemudian ia akan mulai melinting tembakau\nMadura dan cengkehnya sambil memperhatikan lukisan yang \nsedang dikerjakannya. Ritualnya ini bisa memakan waktu sampai \nsatu, dua jam, hampir setiap harinya. <\/p>\n\n\n\n
\nmblasuk ke desa-desa. Dan sebetulnya ini bukan\npemandangan asing bagi yang menyadari. Kalau pada waktu-waktu \nistirahat makan siang atau pulang dari sawah dan ladang akan\nbanyak terlihat petani menikmati kretek atau klobot yang tersemat di\nbibir mereka\u2014tidak akan ada pemandangan petani menikmati rokok putih dan\nsaya bersyukur atas ketidakadaan tersebut. Lebih-lebihkalau jalanjalan \ndi seputar Wonosobo, Banjarnegara, sampai \nDieng. Rasanya menggetarkan sekalimencium aroma \nkemenyan di udara dari klobot petani yang \nsedang berjalan pulang atau nongkrong di \npinggir jalan. Memandangi hijau perbukitan dan \nsawah, mendengarkan sayup-sayup jeram dari \nSerayu, ditambah aroma kemenyan yang tipis di udara adalah pengalaman yang\nsangat sulit dilupakan sekaligus didapatkan.<\/p>\n\n\n\n
teringat perbincangan dengan salah satu teman. Dalam perbincangan tersebut,\u00a0kami bersepakat kalau orang-orang yang melinting dengan penghayatan penuh\u00a0adalah\u00a0 seorang\u00a0 alkemis. Mereka\u00a0 tidak\u00a0 sekedar menikmati\u00a0 tembakau,\u00a0 tetapi\u00a0juga\u00a0 sedang\u00a0 melakukan\u00a0 proses\u00a0 pemurnian\u00a0 diri\u00a0 layaknya\u00a0 orang\u00a0 mandi.\u00a0 Jika\u00a0mandi membersihkan permukaan raga, maka asap yang tersesap membersihkan\u00a0dada\u2014sarang bagi perasaan-perasaan\u2014melalui api yang memberi nyawa pada\u00a0sebatang kretek.\u00a0
Dalam perbincangan itu saya teringat salah satu guru SD (sekolah dasar)\u00a0
saya.\u00a0 Bu\u00a0 Nonce\u00a0 namanya.\u00a0 Kabar\u00a0 terakhir\u00a0 tentangnya\u00a0 sungguh\u00a0 tidak\u00a0 enak\u00a0didengar. Orang-orang bilang Bu Nonce stres, baru bercerai dengan suaminya\u00a0yang selingkuh. Lantas kini dia jadi asosial dan perokok berat. Ibu saya cerita\u00a0pula kalau teman-teman sesama guru malas untuk mendekatinya karena ia kini\u00a0perokok berat Djarum Super.\u00a0
Saat mendapat\u00a0 berita\u00a0 ini\u00a0 saya\u00a0 tidak\u00a0 terlalu\u00a0 ambil\u00a0 pusing\u00a0 dengan\u00a0 kisah\u00a0
Bu\u00a0 Nonce.\u00a0 Tapi\u00a0 belakangan\u00a0 saya\u00a0 jadi\u00a0 memikirkan\u00a0 Bu\u00a0 Nonce.\u00a0 Sepanjang\u00a0ingatan saya ia tampak sebagai sosok perempuan yang punya pendirian. Lantas\u00a0hubungannya\u00a0 dengan\u00a0 rokok,\u00a0 semestinya\u00a0 tidak\u00a0 serta-merta membuat\u00a0 teman-temannya menjauh darinya. Toh, mereka tidak berada dalam sepatu Bu Nonce.\u00a0Mereka tidak tahu pikiran dan perasaan-perasaan seperti apa yang berkecamuk\u00a0dalam diri Bu Nonce. Maka semestinya tidak ada satu orang pun yang berhak\u00a0menghakimi Bu Nonce. Tapi mungkin, Bu Nonce pun sudah tidak ambil pusing lagi dengan kelakuan suaminya atau teman-teman yang menjauhinya. Mungkin,\u00a0Bu Nonce\u00a0 sudah mati\u00a0 rasa\u00a0 terhadap\u00a0 dunia\u00a0 dan\u00a0 di\u00a0 saat-saat\u00a0 seperti\u00a0 itu,\u00a0 bisa\u00a0jadi sebungkus Djarum Super menyelamatkan pikirannya tetap jernih bertahan\u00a0pada kesadaran bahwa ia bisa bertahan dan tidak kehilangan dirinya sendiri.\u00a0
Lantas, apa yang membuat kretek menjadi begitu magis? Entah karena\u00a0
tembakau, cengkeh, atau paduan keduanya, semua orang punya pendapat dan\u00a0imajinasinya masing-masing. Tapi kapan-kapan silakan coba memasukkan kata\u00a0kunci \u201cthe magic of\u00a0 cloves\u201d di mesin pencari, maka akan ada banyak\u00a0 sekali\u00a0website yang memaparkan kekuatan magis\u00a0 cengkeh.<\/p>\n\n\n\n
Dengan\u00a0 segala\u00a0 yang\u00a0 terkandung\u00a0 di\u00a0 dalamnya\u00a0 rasanya\u00a0 tidak\u00a0 salah\u00a0 jika\u00a0
kretek menjadi pelengkap ritual personal banyak orang, baik laki-laki maupun\u00a0perempuan. Dengan begitu, kretek melampaui batasan gender dan bidang-bidang\u00a0pekerjaan\u2014sungguh\u00a0 sesuatu yang universal. Yang muda dan yang\u00a0 tua punya\u00a0caranya sendiri dalam menikmati rokok kretek dan bahkan menyematkannya\u00a0ritual personal yang menunjukkan tingkat kreativitas. Dengan kecenderungan\u00a0habis\u00a0 lebih\u00a0 lama dibanding rokok putih, kretek memberi\u00a0 lebih banyak waktu bagi\u00a0 perokok\u00a0 berdialog\u00a0 dengan\u00a0 dirinya\u00a0 sendiri.\u00a0 Meski\u00a0 banyak\u00a0 orang\u00a0 yang\u00a0
bukan perokok bilang, kalau merokok\u00a0 sambil bengong atau ngobrol\u00a0 saja\u00a0 itu\u00a0buang-buang waktu\u2014time is money, dude!\u00a0
Ya, di satu sisi waktu memang uang. Tapi di sisi\u00a0 lain, ada hal-hal yang\u00a0
tidak\u00a0 bisa\u00a0 dibeli\u00a0 dengan\u00a0 uang.\u00a0 Seperti\u00a0 misalnya\u00a0 uang\u00a0 tidak\u00a0 bisa\u00a0 membeli\u00a0rasa\u00a0 kebersamaan\u00a0 yang\u00a0 tercipta\u00a0 antara\u00a0 dua\u00a0 orang\u00a0 atau\u00a0 lebih\u00a0 karena mereka\u00a0merokok kretek yang sama. Atau kedamaian dan ketenangan yang ditimbulkan\u00a0dari\u00a0 kretek\u00a0 bagi\u00a0 seseorang\u00a0 yang\u00a0 sedang\u00a0 merenungi\u00a0 pertengkaran\u00a0 yang\u00a0meluluhlantakkan\u00a0 harinya. Hal hal\u00a0 seperti\u00a0 itu\u00a0 jelas\u00a0 tidak\u00a0 bisa\u00a0 dibandingkan\u00a0dengan\u00a0 harga\u00a0 sebungkus\u00a0 kretek.\u00a0 Abstrak\u00a0 memang.\u00a0 Tapi,\u00a0 begitulah\u00a0 adanya\u00a0pengalaman\u00a0 rasa.\u00a0 Ia\u00a0 tidak bisa ditampilkan dalam bentuk yang nyata\u00a0 saking\u00a0lenturnya. Dan di antara pengalaman-pengalaman rasa tersebut terselip kretek\u00a0 di bibir banyak orang.
Banyak\u00a0 orang\u00a0 yang merokok\u00a0 ala\u00a0 kadarnya.\u00a0 Tapi,\u00a0 tidak\u00a0 sedikit\u00a0 orang-
orang\u00a0 yang\u00a0 memiliki\u00a0 ikatan\u00a0 batin\u00a0 dengan\u00a0 kretek\u00a0 selain Mama\u00a0 Tua, Willy,\u00a0kawan-kawan seniman, dan Bu Nonce. Membayangkan betapa sebatang kretek\u00a0menjadi\u00a0 teman dalam perhentian di antara perjalanan, berendam di mata air\u00a0panas alami atau sekedar duduk di ruang tamu bersama salah satu novel Anais\u00a0Nin saat hujan, adalah momen-momen seksi. Yang mengajak untuk melupakan\u00a0sejenak\u00a0 permasalahan\u00a0 dunia\u00a0 yang\u00a0 semakin\u00a0 aneh-aneh\u00a0 saja,\u00a0 tetapi\u00a0 kemudian\u00a0mampu\u00a0 mengajak\u00a0 untuk\u00a0 menyelami\u00a0 diri\u00a0 sendiri\u00a0 sampai\u00a0 ke\u00a0 bagian-bagian\u00a0tergelapnya.\u00a0
Beberapa\u00a0 kisah\u00a0 di\u00a0 atas memang\u00a0 bukan\u00a0 kisah-kisah\u00a0 bombastis. Hanya\u00a0
kisah-kisah\u00a0 sederhana\u00a0 dari\u00a0 keseharian\u00a0 berikut\u00a0 perasasan-perasaan\u00a0 yang\u00a0menyertainya.\u00a0 Tapi\u00a0 justru,\u00a0 menyelami\u00a0 kenangan\u00a0 tentang\u00a0 kretek,\u00a0 kerabat-kerabat, petani, klobot, dan ladang; adalah proses pengenalan kembali terhadap\u00a0Indonesia,\u00a0 dan\u00a0 bagaimana\u00a0 saya\u00a0 berupaya\u00a0 mencintai\u00a0 negeri\u00a0 berikut\u00a0 sesama\u00a0makhluk ciptaan yang kuasa melalui sudut-sudutnya yang terabaikan.<\/p>\n\n\n\n
<\/p>\n","post_title":"Mereka yang Mencintai Kretek","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"mereka-yang-mencintai-kretek","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-03-03 09:37:45","post_modified_gmt":"2019-03-03 02:37:45","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5504","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":44},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"epic_block_3"};Baca: Menghisap Kretek, Langkah Kecil Menjaga Kedaulatan Bangsa<\/a> <\/h4>\n\n\n\n
<\/p>\n\n\n\n
<\/p>\n\n\n\n
<\/p>\n\n\n\n
<\/p>\n\n\n\nBaca: Kata Siapa Lebih Sehat? Perokok Elektrik Berisiko Terjangkit Penyakit Kardiovaskular<\/a> <\/h4>\n\n\n\n
<\/p>\n\n\n\n
<\/p>\n","post_title":"Rekomendasi Produk Alternatif Tembakau Terlalu Dipaksakan dan Mencederai Semangat Munas Alim Ulama NU 2019","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"rekomendasi-produk-alternatif-tembakau-terlalu-dipaksakan-dan-mencederai-semangat-munas-alim-ulama-nu-2019","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-03-04 08:33:46","post_modified_gmt":"2019-03-04 01:33:46","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5507","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5504,"post_author":"924","post_date":"2019-03-03 09:37:39","post_date_gmt":"2019-03-03 02:37:39","post_content":"\n
yang\u00a0 juga\u00a0 cerita\u00a0 tentang\u00a0 ritual\u00a0 personalnya\u00a0 dengan\u00a0 kretek. Willy\u00a0 namanya.\u00a0Dalam\u00a0 keriuhan\u00a0 warung\u00a0 soto\u00a0 Kudus, Willy\u00a0 bercerita\u00a0 kalau\u00a0 ia\u00a0 rindu\u00a0 sekali\u00a0mendaki\u00a0 gunung dan melaksanakan\u00a0 ritualnya.\u00a0 Ia membayangkan perjalanan\u00a0menuju puncak dimana hanya akan ada teman-teman yang sudah akrab kental\u00a0dan tumbuhan. Ia membayangkan perjalanan berjam-jam melalui jalan setapak\u00a0sebelum menjelang puncak dan mendirikan\u00a0 tenda di\u00a0 sana. Kemudian\u00a0 ia dan\u00a0teman-temannya akan menyalakan api unggun, menjerang air, mengopi, dan\u00a0mengkretek\u00a0 sambil menikmati matahari\u00a0 yang\u00a0 terbenam\u00a0 atau\u00a0 terbit keesokan\u00a0paginya. Dan Willy pun berkhayal, saat teman-temannya sudah tidur, ia ingin\u00a0duduk sendiri bersama api unggun dan sebatang kretek. Bunyi cengkeh terbakar\u00a0
akan menemani hening sementara kepulan asap akan menari untuknya, sebelum\u00a0pergi menikmati bintang. \u201cItulah liburan holistik buatku,\u201d katanya.\u00a0<\/p>\n\n\n\n
kretek.\u00a0 Willy\u00a0 dengan\u00a0 Sampoerna\u00a0 A\u00a0 Mild-nya,\u00a0 Mama\u00a0 Tua\u00a0 dengan\u00a0 Djarum\u00a0Super-nya,\u00a0 dan\u00a0 si\u00a0 seniman\u00a0 dengan Gudang Garam Merah-nya. Dan\u00a0 kenapa\u00a0kretek? Bukannya mereka tidak tahu kalau ada rokok putih di warung. Tapi ini\u00a0masalah selera. Willy lebih suka kretek yang ada bunyinya dan rasanya manis.\u00a0<\/p>\n\n\n\n
***
Berbicara tentang ritual sekilas terkesan religius. Padahal tidak selamanya\u00a0
begitu. Ritual bukan hanya milik agama atau aliran-aliran kepercayaan yang\u00a0melulu mesti dikerjakan berjamaah. Bersembahyang sendiri pun tanpa disadari\u00a0termasuk ritual personal seseorang. Kemudian menyapu halaman di pagi hari,\u00a0mencuci piring, membereskan rumah juga bisa dikatakan sebagai ritual. Maka,\u00a0ritual itu sesungguhnya hak semua orang dan penyelenggaraannya bisa dibuat\u00a0sekreatif mungkin, selama tidak mengganggu atau merepotkan orang lain.\u00a0<\/p>\n\n\n\n
\nBorobudur. Setiap pagi ia punya ritual untuk\nbersepeda berkeliling desa sehabis mandi. \u201cMau tengok Merapi atau\nmengeringkan rambut,\u201d katanya setiap ada orang bertanya hendak kemana ia\npergi dengan onthel kesayangannya. Ritual itu kemudian dilanjutkannya\ndengan menjerang air panas dan menyeduh kopi instan untuk ia bawa ke ruang\ntamu dan di kursi dekat jendela ia akan duduk, menikmati sinar matahari\nyang jatuh di punggungnya. Kemudian ia akan mulai melinting tembakau\nMadura dan cengkehnya sambil memperhatikan lukisan yang \nsedang dikerjakannya. Ritualnya ini bisa memakan waktu sampai \nsatu, dua jam, hampir setiap harinya. <\/p>\n\n\n\n
\nmblasuk ke desa-desa. Dan sebetulnya ini bukan\npemandangan asing bagi yang menyadari. Kalau pada waktu-waktu \nistirahat makan siang atau pulang dari sawah dan ladang akan\nbanyak terlihat petani menikmati kretek atau klobot yang tersemat di\nbibir mereka\u2014tidak akan ada pemandangan petani menikmati rokok putih dan\nsaya bersyukur atas ketidakadaan tersebut. Lebih-lebihkalau jalanjalan \ndi seputar Wonosobo, Banjarnegara, sampai \nDieng. Rasanya menggetarkan sekalimencium aroma \nkemenyan di udara dari klobot petani yang \nsedang berjalan pulang atau nongkrong di \npinggir jalan. Memandangi hijau perbukitan dan \nsawah, mendengarkan sayup-sayup jeram dari \nSerayu, ditambah aroma kemenyan yang tipis di udara adalah pengalaman yang\nsangat sulit dilupakan sekaligus didapatkan.<\/p>\n\n\n\n
teringat perbincangan dengan salah satu teman. Dalam perbincangan tersebut,\u00a0kami bersepakat kalau orang-orang yang melinting dengan penghayatan penuh\u00a0adalah\u00a0 seorang\u00a0 alkemis. Mereka\u00a0 tidak\u00a0 sekedar menikmati\u00a0 tembakau,\u00a0 tetapi\u00a0juga\u00a0 sedang\u00a0 melakukan\u00a0 proses\u00a0 pemurnian\u00a0 diri\u00a0 layaknya\u00a0 orang\u00a0 mandi.\u00a0 Jika\u00a0mandi membersihkan permukaan raga, maka asap yang tersesap membersihkan\u00a0dada\u2014sarang bagi perasaan-perasaan\u2014melalui api yang memberi nyawa pada\u00a0sebatang kretek.\u00a0
Dalam perbincangan itu saya teringat salah satu guru SD (sekolah dasar)\u00a0
saya.\u00a0 Bu\u00a0 Nonce\u00a0 namanya.\u00a0 Kabar\u00a0 terakhir\u00a0 tentangnya\u00a0 sungguh\u00a0 tidak\u00a0 enak\u00a0didengar. Orang-orang bilang Bu Nonce stres, baru bercerai dengan suaminya\u00a0yang selingkuh. Lantas kini dia jadi asosial dan perokok berat. Ibu saya cerita\u00a0pula kalau teman-teman sesama guru malas untuk mendekatinya karena ia kini\u00a0perokok berat Djarum Super.\u00a0
Saat mendapat\u00a0 berita\u00a0 ini\u00a0 saya\u00a0 tidak\u00a0 terlalu\u00a0 ambil\u00a0 pusing\u00a0 dengan\u00a0 kisah\u00a0
Bu\u00a0 Nonce.\u00a0 Tapi\u00a0 belakangan\u00a0 saya\u00a0 jadi\u00a0 memikirkan\u00a0 Bu\u00a0 Nonce.\u00a0 Sepanjang\u00a0ingatan saya ia tampak sebagai sosok perempuan yang punya pendirian. Lantas\u00a0hubungannya\u00a0 dengan\u00a0 rokok,\u00a0 semestinya\u00a0 tidak\u00a0 serta-merta membuat\u00a0 teman-temannya menjauh darinya. Toh, mereka tidak berada dalam sepatu Bu Nonce.\u00a0Mereka tidak tahu pikiran dan perasaan-perasaan seperti apa yang berkecamuk\u00a0dalam diri Bu Nonce. Maka semestinya tidak ada satu orang pun yang berhak\u00a0menghakimi Bu Nonce. Tapi mungkin, Bu Nonce pun sudah tidak ambil pusing lagi dengan kelakuan suaminya atau teman-teman yang menjauhinya. Mungkin,\u00a0Bu Nonce\u00a0 sudah mati\u00a0 rasa\u00a0 terhadap\u00a0 dunia\u00a0 dan\u00a0 di\u00a0 saat-saat\u00a0 seperti\u00a0 itu,\u00a0 bisa\u00a0jadi sebungkus Djarum Super menyelamatkan pikirannya tetap jernih bertahan\u00a0pada kesadaran bahwa ia bisa bertahan dan tidak kehilangan dirinya sendiri.\u00a0
Lantas, apa yang membuat kretek menjadi begitu magis? Entah karena\u00a0
tembakau, cengkeh, atau paduan keduanya, semua orang punya pendapat dan\u00a0imajinasinya masing-masing. Tapi kapan-kapan silakan coba memasukkan kata\u00a0kunci \u201cthe magic of\u00a0 cloves\u201d di mesin pencari, maka akan ada banyak\u00a0 sekali\u00a0website yang memaparkan kekuatan magis\u00a0 cengkeh.<\/p>\n\n\n\n
Dengan\u00a0 segala\u00a0 yang\u00a0 terkandung\u00a0 di\u00a0 dalamnya\u00a0 rasanya\u00a0 tidak\u00a0 salah\u00a0 jika\u00a0
kretek menjadi pelengkap ritual personal banyak orang, baik laki-laki maupun\u00a0perempuan. Dengan begitu, kretek melampaui batasan gender dan bidang-bidang\u00a0pekerjaan\u2014sungguh\u00a0 sesuatu yang universal. Yang muda dan yang\u00a0 tua punya\u00a0caranya sendiri dalam menikmati rokok kretek dan bahkan menyematkannya\u00a0ritual personal yang menunjukkan tingkat kreativitas. Dengan kecenderungan\u00a0habis\u00a0 lebih\u00a0 lama dibanding rokok putih, kretek memberi\u00a0 lebih banyak waktu bagi\u00a0 perokok\u00a0 berdialog\u00a0 dengan\u00a0 dirinya\u00a0 sendiri.\u00a0 Meski\u00a0 banyak\u00a0 orang\u00a0 yang\u00a0
bukan perokok bilang, kalau merokok\u00a0 sambil bengong atau ngobrol\u00a0 saja\u00a0 itu\u00a0buang-buang waktu\u2014time is money, dude!\u00a0
Ya, di satu sisi waktu memang uang. Tapi di sisi\u00a0 lain, ada hal-hal yang\u00a0
tidak\u00a0 bisa\u00a0 dibeli\u00a0 dengan\u00a0 uang.\u00a0 Seperti\u00a0 misalnya\u00a0 uang\u00a0 tidak\u00a0 bisa\u00a0 membeli\u00a0rasa\u00a0 kebersamaan\u00a0 yang\u00a0 tercipta\u00a0 antara\u00a0 dua\u00a0 orang\u00a0 atau\u00a0 lebih\u00a0 karena mereka\u00a0merokok kretek yang sama. Atau kedamaian dan ketenangan yang ditimbulkan\u00a0dari\u00a0 kretek\u00a0 bagi\u00a0 seseorang\u00a0 yang\u00a0 sedang\u00a0 merenungi\u00a0 pertengkaran\u00a0 yang\u00a0meluluhlantakkan\u00a0 harinya. Hal hal\u00a0 seperti\u00a0 itu\u00a0 jelas\u00a0 tidak\u00a0 bisa\u00a0 dibandingkan\u00a0dengan\u00a0 harga\u00a0 sebungkus\u00a0 kretek.\u00a0 Abstrak\u00a0 memang.\u00a0 Tapi,\u00a0 begitulah\u00a0 adanya\u00a0pengalaman\u00a0 rasa.\u00a0 Ia\u00a0 tidak bisa ditampilkan dalam bentuk yang nyata\u00a0 saking\u00a0lenturnya. Dan di antara pengalaman-pengalaman rasa tersebut terselip kretek\u00a0 di bibir banyak orang.
Banyak\u00a0 orang\u00a0 yang merokok\u00a0 ala\u00a0 kadarnya.\u00a0 Tapi,\u00a0 tidak\u00a0 sedikit\u00a0 orang-
orang\u00a0 yang\u00a0 memiliki\u00a0 ikatan\u00a0 batin\u00a0 dengan\u00a0 kretek\u00a0 selain Mama\u00a0 Tua, Willy,\u00a0kawan-kawan seniman, dan Bu Nonce. Membayangkan betapa sebatang kretek\u00a0menjadi\u00a0 teman dalam perhentian di antara perjalanan, berendam di mata air\u00a0panas alami atau sekedar duduk di ruang tamu bersama salah satu novel Anais\u00a0Nin saat hujan, adalah momen-momen seksi. Yang mengajak untuk melupakan\u00a0sejenak\u00a0 permasalahan\u00a0 dunia\u00a0 yang\u00a0 semakin\u00a0 aneh-aneh\u00a0 saja,\u00a0 tetapi\u00a0 kemudian\u00a0mampu\u00a0 mengajak\u00a0 untuk\u00a0 menyelami\u00a0 diri\u00a0 sendiri\u00a0 sampai\u00a0 ke\u00a0 bagian-bagian\u00a0tergelapnya.\u00a0
Beberapa\u00a0 kisah\u00a0 di\u00a0 atas memang\u00a0 bukan\u00a0 kisah-kisah\u00a0 bombastis. Hanya\u00a0
kisah-kisah\u00a0 sederhana\u00a0 dari\u00a0 keseharian\u00a0 berikut\u00a0 perasasan-perasaan\u00a0 yang\u00a0menyertainya.\u00a0 Tapi\u00a0 justru,\u00a0 menyelami\u00a0 kenangan\u00a0 tentang\u00a0 kretek,\u00a0 kerabat-kerabat, petani, klobot, dan ladang; adalah proses pengenalan kembali terhadap\u00a0Indonesia,\u00a0 dan\u00a0 bagaimana\u00a0 saya\u00a0 berupaya\u00a0 mencintai\u00a0 negeri\u00a0 berikut\u00a0 sesama\u00a0makhluk ciptaan yang kuasa melalui sudut-sudutnya yang terabaikan.<\/p>\n\n\n\n
<\/p>\n","post_title":"Mereka yang Mencintai Kretek","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"mereka-yang-mencintai-kretek","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-03-03 09:37:45","post_modified_gmt":"2019-03-03 02:37:45","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5504","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":44},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"epic_block_3"};
<\/p>\n\n\n\nBaca: Menghisap Kretek, Langkah Kecil Menjaga Kedaulatan Bangsa<\/a> <\/h4>\n\n\n\n
<\/p>\n\n\n\n
<\/p>\n\n\n\n
<\/p>\n\n\n\n
<\/p>\n\n\n\nBaca: Kata Siapa Lebih Sehat? Perokok Elektrik Berisiko Terjangkit Penyakit Kardiovaskular<\/a> <\/h4>\n\n\n\n
<\/p>\n\n\n\n
<\/p>\n","post_title":"Rekomendasi Produk Alternatif Tembakau Terlalu Dipaksakan dan Mencederai Semangat Munas Alim Ulama NU 2019","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"rekomendasi-produk-alternatif-tembakau-terlalu-dipaksakan-dan-mencederai-semangat-munas-alim-ulama-nu-2019","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-03-04 08:33:46","post_modified_gmt":"2019-03-04 01:33:46","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5507","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5504,"post_author":"924","post_date":"2019-03-03 09:37:39","post_date_gmt":"2019-03-03 02:37:39","post_content":"\n
yang\u00a0 juga\u00a0 cerita\u00a0 tentang\u00a0 ritual\u00a0 personalnya\u00a0 dengan\u00a0 kretek. Willy\u00a0 namanya.\u00a0Dalam\u00a0 keriuhan\u00a0 warung\u00a0 soto\u00a0 Kudus, Willy\u00a0 bercerita\u00a0 kalau\u00a0 ia\u00a0 rindu\u00a0 sekali\u00a0mendaki\u00a0 gunung dan melaksanakan\u00a0 ritualnya.\u00a0 Ia membayangkan perjalanan\u00a0menuju puncak dimana hanya akan ada teman-teman yang sudah akrab kental\u00a0dan tumbuhan. Ia membayangkan perjalanan berjam-jam melalui jalan setapak\u00a0sebelum menjelang puncak dan mendirikan\u00a0 tenda di\u00a0 sana. Kemudian\u00a0 ia dan\u00a0teman-temannya akan menyalakan api unggun, menjerang air, mengopi, dan\u00a0mengkretek\u00a0 sambil menikmati matahari\u00a0 yang\u00a0 terbenam\u00a0 atau\u00a0 terbit keesokan\u00a0paginya. Dan Willy pun berkhayal, saat teman-temannya sudah tidur, ia ingin\u00a0duduk sendiri bersama api unggun dan sebatang kretek. Bunyi cengkeh terbakar\u00a0
akan menemani hening sementara kepulan asap akan menari untuknya, sebelum\u00a0pergi menikmati bintang. \u201cItulah liburan holistik buatku,\u201d katanya.\u00a0<\/p>\n\n\n\n
kretek.\u00a0 Willy\u00a0 dengan\u00a0 Sampoerna\u00a0 A\u00a0 Mild-nya,\u00a0 Mama\u00a0 Tua\u00a0 dengan\u00a0 Djarum\u00a0Super-nya,\u00a0 dan\u00a0 si\u00a0 seniman\u00a0 dengan Gudang Garam Merah-nya. Dan\u00a0 kenapa\u00a0kretek? Bukannya mereka tidak tahu kalau ada rokok putih di warung. Tapi ini\u00a0masalah selera. Willy lebih suka kretek yang ada bunyinya dan rasanya manis.\u00a0<\/p>\n\n\n\n
***
Berbicara tentang ritual sekilas terkesan religius. Padahal tidak selamanya\u00a0
begitu. Ritual bukan hanya milik agama atau aliran-aliran kepercayaan yang\u00a0melulu mesti dikerjakan berjamaah. Bersembahyang sendiri pun tanpa disadari\u00a0termasuk ritual personal seseorang. Kemudian menyapu halaman di pagi hari,\u00a0mencuci piring, membereskan rumah juga bisa dikatakan sebagai ritual. Maka,\u00a0ritual itu sesungguhnya hak semua orang dan penyelenggaraannya bisa dibuat\u00a0sekreatif mungkin, selama tidak mengganggu atau merepotkan orang lain.\u00a0<\/p>\n\n\n\n
\nBorobudur. Setiap pagi ia punya ritual untuk\nbersepeda berkeliling desa sehabis mandi. \u201cMau tengok Merapi atau\nmengeringkan rambut,\u201d katanya setiap ada orang bertanya hendak kemana ia\npergi dengan onthel kesayangannya. Ritual itu kemudian dilanjutkannya\ndengan menjerang air panas dan menyeduh kopi instan untuk ia bawa ke ruang\ntamu dan di kursi dekat jendela ia akan duduk, menikmati sinar matahari\nyang jatuh di punggungnya. Kemudian ia akan mulai melinting tembakau\nMadura dan cengkehnya sambil memperhatikan lukisan yang \nsedang dikerjakannya. Ritualnya ini bisa memakan waktu sampai \nsatu, dua jam, hampir setiap harinya. <\/p>\n\n\n\n
\nmblasuk ke desa-desa. Dan sebetulnya ini bukan\npemandangan asing bagi yang menyadari. Kalau pada waktu-waktu \nistirahat makan siang atau pulang dari sawah dan ladang akan\nbanyak terlihat petani menikmati kretek atau klobot yang tersemat di\nbibir mereka\u2014tidak akan ada pemandangan petani menikmati rokok putih dan\nsaya bersyukur atas ketidakadaan tersebut. Lebih-lebihkalau jalanjalan \ndi seputar Wonosobo, Banjarnegara, sampai \nDieng. Rasanya menggetarkan sekalimencium aroma \nkemenyan di udara dari klobot petani yang \nsedang berjalan pulang atau nongkrong di \npinggir jalan. Memandangi hijau perbukitan dan \nsawah, mendengarkan sayup-sayup jeram dari \nSerayu, ditambah aroma kemenyan yang tipis di udara adalah pengalaman yang\nsangat sulit dilupakan sekaligus didapatkan.<\/p>\n\n\n\n
teringat perbincangan dengan salah satu teman. Dalam perbincangan tersebut,\u00a0kami bersepakat kalau orang-orang yang melinting dengan penghayatan penuh\u00a0adalah\u00a0 seorang\u00a0 alkemis. Mereka\u00a0 tidak\u00a0 sekedar menikmati\u00a0 tembakau,\u00a0 tetapi\u00a0juga\u00a0 sedang\u00a0 melakukan\u00a0 proses\u00a0 pemurnian\u00a0 diri\u00a0 layaknya\u00a0 orang\u00a0 mandi.\u00a0 Jika\u00a0mandi membersihkan permukaan raga, maka asap yang tersesap membersihkan\u00a0dada\u2014sarang bagi perasaan-perasaan\u2014melalui api yang memberi nyawa pada\u00a0sebatang kretek.\u00a0
Dalam perbincangan itu saya teringat salah satu guru SD (sekolah dasar)\u00a0
saya.\u00a0 Bu\u00a0 Nonce\u00a0 namanya.\u00a0 Kabar\u00a0 terakhir\u00a0 tentangnya\u00a0 sungguh\u00a0 tidak\u00a0 enak\u00a0didengar. Orang-orang bilang Bu Nonce stres, baru bercerai dengan suaminya\u00a0yang selingkuh. Lantas kini dia jadi asosial dan perokok berat. Ibu saya cerita\u00a0pula kalau teman-teman sesama guru malas untuk mendekatinya karena ia kini\u00a0perokok berat Djarum Super.\u00a0
Saat mendapat\u00a0 berita\u00a0 ini\u00a0 saya\u00a0 tidak\u00a0 terlalu\u00a0 ambil\u00a0 pusing\u00a0 dengan\u00a0 kisah\u00a0
Bu\u00a0 Nonce.\u00a0 Tapi\u00a0 belakangan\u00a0 saya\u00a0 jadi\u00a0 memikirkan\u00a0 Bu\u00a0 Nonce.\u00a0 Sepanjang\u00a0ingatan saya ia tampak sebagai sosok perempuan yang punya pendirian. Lantas\u00a0hubungannya\u00a0 dengan\u00a0 rokok,\u00a0 semestinya\u00a0 tidak\u00a0 serta-merta membuat\u00a0 teman-temannya menjauh darinya. Toh, mereka tidak berada dalam sepatu Bu Nonce.\u00a0Mereka tidak tahu pikiran dan perasaan-perasaan seperti apa yang berkecamuk\u00a0dalam diri Bu Nonce. Maka semestinya tidak ada satu orang pun yang berhak\u00a0menghakimi Bu Nonce. Tapi mungkin, Bu Nonce pun sudah tidak ambil pusing lagi dengan kelakuan suaminya atau teman-teman yang menjauhinya. Mungkin,\u00a0Bu Nonce\u00a0 sudah mati\u00a0 rasa\u00a0 terhadap\u00a0 dunia\u00a0 dan\u00a0 di\u00a0 saat-saat\u00a0 seperti\u00a0 itu,\u00a0 bisa\u00a0jadi sebungkus Djarum Super menyelamatkan pikirannya tetap jernih bertahan\u00a0pada kesadaran bahwa ia bisa bertahan dan tidak kehilangan dirinya sendiri.\u00a0
Lantas, apa yang membuat kretek menjadi begitu magis? Entah karena\u00a0
tembakau, cengkeh, atau paduan keduanya, semua orang punya pendapat dan\u00a0imajinasinya masing-masing. Tapi kapan-kapan silakan coba memasukkan kata\u00a0kunci \u201cthe magic of\u00a0 cloves\u201d di mesin pencari, maka akan ada banyak\u00a0 sekali\u00a0website yang memaparkan kekuatan magis\u00a0 cengkeh.<\/p>\n\n\n\n
Dengan\u00a0 segala\u00a0 yang\u00a0 terkandung\u00a0 di\u00a0 dalamnya\u00a0 rasanya\u00a0 tidak\u00a0 salah\u00a0 jika\u00a0
kretek menjadi pelengkap ritual personal banyak orang, baik laki-laki maupun\u00a0perempuan. Dengan begitu, kretek melampaui batasan gender dan bidang-bidang\u00a0pekerjaan\u2014sungguh\u00a0 sesuatu yang universal. Yang muda dan yang\u00a0 tua punya\u00a0caranya sendiri dalam menikmati rokok kretek dan bahkan menyematkannya\u00a0ritual personal yang menunjukkan tingkat kreativitas. Dengan kecenderungan\u00a0habis\u00a0 lebih\u00a0 lama dibanding rokok putih, kretek memberi\u00a0 lebih banyak waktu bagi\u00a0 perokok\u00a0 berdialog\u00a0 dengan\u00a0 dirinya\u00a0 sendiri.\u00a0 Meski\u00a0 banyak\u00a0 orang\u00a0 yang\u00a0
bukan perokok bilang, kalau merokok\u00a0 sambil bengong atau ngobrol\u00a0 saja\u00a0 itu\u00a0buang-buang waktu\u2014time is money, dude!\u00a0
Ya, di satu sisi waktu memang uang. Tapi di sisi\u00a0 lain, ada hal-hal yang\u00a0
tidak\u00a0 bisa\u00a0 dibeli\u00a0 dengan\u00a0 uang.\u00a0 Seperti\u00a0 misalnya\u00a0 uang\u00a0 tidak\u00a0 bisa\u00a0 membeli\u00a0rasa\u00a0 kebersamaan\u00a0 yang\u00a0 tercipta\u00a0 antara\u00a0 dua\u00a0 orang\u00a0 atau\u00a0 lebih\u00a0 karena mereka\u00a0merokok kretek yang sama. Atau kedamaian dan ketenangan yang ditimbulkan\u00a0dari\u00a0 kretek\u00a0 bagi\u00a0 seseorang\u00a0 yang\u00a0 sedang\u00a0 merenungi\u00a0 pertengkaran\u00a0 yang\u00a0meluluhlantakkan\u00a0 harinya. Hal hal\u00a0 seperti\u00a0 itu\u00a0 jelas\u00a0 tidak\u00a0 bisa\u00a0 dibandingkan\u00a0dengan\u00a0 harga\u00a0 sebungkus\u00a0 kretek.\u00a0 Abstrak\u00a0 memang.\u00a0 Tapi,\u00a0 begitulah\u00a0 adanya\u00a0pengalaman\u00a0 rasa.\u00a0 Ia\u00a0 tidak bisa ditampilkan dalam bentuk yang nyata\u00a0 saking\u00a0lenturnya. Dan di antara pengalaman-pengalaman rasa tersebut terselip kretek\u00a0 di bibir banyak orang.
Banyak\u00a0 orang\u00a0 yang merokok\u00a0 ala\u00a0 kadarnya.\u00a0 Tapi,\u00a0 tidak\u00a0 sedikit\u00a0 orang-
orang\u00a0 yang\u00a0 memiliki\u00a0 ikatan\u00a0 batin\u00a0 dengan\u00a0 kretek\u00a0 selain Mama\u00a0 Tua, Willy,\u00a0kawan-kawan seniman, dan Bu Nonce. Membayangkan betapa sebatang kretek\u00a0menjadi\u00a0 teman dalam perhentian di antara perjalanan, berendam di mata air\u00a0panas alami atau sekedar duduk di ruang tamu bersama salah satu novel Anais\u00a0Nin saat hujan, adalah momen-momen seksi. Yang mengajak untuk melupakan\u00a0sejenak\u00a0 permasalahan\u00a0 dunia\u00a0 yang\u00a0 semakin\u00a0 aneh-aneh\u00a0 saja,\u00a0 tetapi\u00a0 kemudian\u00a0mampu\u00a0 mengajak\u00a0 untuk\u00a0 menyelami\u00a0 diri\u00a0 sendiri\u00a0 sampai\u00a0 ke\u00a0 bagian-bagian\u00a0tergelapnya.\u00a0
Beberapa\u00a0 kisah\u00a0 di\u00a0 atas memang\u00a0 bukan\u00a0 kisah-kisah\u00a0 bombastis. Hanya\u00a0
kisah-kisah\u00a0 sederhana\u00a0 dari\u00a0 keseharian\u00a0 berikut\u00a0 perasasan-perasaan\u00a0 yang\u00a0menyertainya.\u00a0 Tapi\u00a0 justru,\u00a0 menyelami\u00a0 kenangan\u00a0 tentang\u00a0 kretek,\u00a0 kerabat-kerabat, petani, klobot, dan ladang; adalah proses pengenalan kembali terhadap\u00a0Indonesia,\u00a0 dan\u00a0 bagaimana\u00a0 saya\u00a0 berupaya\u00a0 mencintai\u00a0 negeri\u00a0 berikut\u00a0 sesama\u00a0makhluk ciptaan yang kuasa melalui sudut-sudutnya yang terabaikan.<\/p>\n\n\n\n
<\/p>\n","post_title":"Mereka yang Mencintai Kretek","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"mereka-yang-mencintai-kretek","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-03-03 09:37:45","post_modified_gmt":"2019-03-03 02:37:45","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5504","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":44},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"epic_block_3"};
<\/p>\n\n\n\nBaca: Menghisap Kretek, Langkah Kecil Menjaga Kedaulatan Bangsa<\/a> <\/h4>\n\n\n\n
<\/p>\n\n\n\n
<\/p>\n\n\n\n
<\/p>\n\n\n\n
<\/p>\n\n\n\nBaca: Kata Siapa Lebih Sehat? Perokok Elektrik Berisiko Terjangkit Penyakit Kardiovaskular<\/a> <\/h4>\n\n\n\n
<\/p>\n\n\n\n
<\/p>\n","post_title":"Rekomendasi Produk Alternatif Tembakau Terlalu Dipaksakan dan Mencederai Semangat Munas Alim Ulama NU 2019","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"rekomendasi-produk-alternatif-tembakau-terlalu-dipaksakan-dan-mencederai-semangat-munas-alim-ulama-nu-2019","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-03-04 08:33:46","post_modified_gmt":"2019-03-04 01:33:46","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5507","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5504,"post_author":"924","post_date":"2019-03-03 09:37:39","post_date_gmt":"2019-03-03 02:37:39","post_content":"\n
yang\u00a0 juga\u00a0 cerita\u00a0 tentang\u00a0 ritual\u00a0 personalnya\u00a0 dengan\u00a0 kretek. Willy\u00a0 namanya.\u00a0Dalam\u00a0 keriuhan\u00a0 warung\u00a0 soto\u00a0 Kudus, Willy\u00a0 bercerita\u00a0 kalau\u00a0 ia\u00a0 rindu\u00a0 sekali\u00a0mendaki\u00a0 gunung dan melaksanakan\u00a0 ritualnya.\u00a0 Ia membayangkan perjalanan\u00a0menuju puncak dimana hanya akan ada teman-teman yang sudah akrab kental\u00a0dan tumbuhan. Ia membayangkan perjalanan berjam-jam melalui jalan setapak\u00a0sebelum menjelang puncak dan mendirikan\u00a0 tenda di\u00a0 sana. Kemudian\u00a0 ia dan\u00a0teman-temannya akan menyalakan api unggun, menjerang air, mengopi, dan\u00a0mengkretek\u00a0 sambil menikmati matahari\u00a0 yang\u00a0 terbenam\u00a0 atau\u00a0 terbit keesokan\u00a0paginya. Dan Willy pun berkhayal, saat teman-temannya sudah tidur, ia ingin\u00a0duduk sendiri bersama api unggun dan sebatang kretek. Bunyi cengkeh terbakar\u00a0
akan menemani hening sementara kepulan asap akan menari untuknya, sebelum\u00a0pergi menikmati bintang. \u201cItulah liburan holistik buatku,\u201d katanya.\u00a0<\/p>\n\n\n\n
kretek.\u00a0 Willy\u00a0 dengan\u00a0 Sampoerna\u00a0 A\u00a0 Mild-nya,\u00a0 Mama\u00a0 Tua\u00a0 dengan\u00a0 Djarum\u00a0Super-nya,\u00a0 dan\u00a0 si\u00a0 seniman\u00a0 dengan Gudang Garam Merah-nya. Dan\u00a0 kenapa\u00a0kretek? Bukannya mereka tidak tahu kalau ada rokok putih di warung. Tapi ini\u00a0masalah selera. Willy lebih suka kretek yang ada bunyinya dan rasanya manis.\u00a0<\/p>\n\n\n\n
***
Berbicara tentang ritual sekilas terkesan religius. Padahal tidak selamanya\u00a0
begitu. Ritual bukan hanya milik agama atau aliran-aliran kepercayaan yang\u00a0melulu mesti dikerjakan berjamaah. Bersembahyang sendiri pun tanpa disadari\u00a0termasuk ritual personal seseorang. Kemudian menyapu halaman di pagi hari,\u00a0mencuci piring, membereskan rumah juga bisa dikatakan sebagai ritual. Maka,\u00a0ritual itu sesungguhnya hak semua orang dan penyelenggaraannya bisa dibuat\u00a0sekreatif mungkin, selama tidak mengganggu atau merepotkan orang lain.\u00a0<\/p>\n\n\n\n
\nBorobudur. Setiap pagi ia punya ritual untuk\nbersepeda berkeliling desa sehabis mandi. \u201cMau tengok Merapi atau\nmengeringkan rambut,\u201d katanya setiap ada orang bertanya hendak kemana ia\npergi dengan onthel kesayangannya. Ritual itu kemudian dilanjutkannya\ndengan menjerang air panas dan menyeduh kopi instan untuk ia bawa ke ruang\ntamu dan di kursi dekat jendela ia akan duduk, menikmati sinar matahari\nyang jatuh di punggungnya. Kemudian ia akan mulai melinting tembakau\nMadura dan cengkehnya sambil memperhatikan lukisan yang \nsedang dikerjakannya. Ritualnya ini bisa memakan waktu sampai \nsatu, dua jam, hampir setiap harinya. <\/p>\n\n\n\n
\nmblasuk ke desa-desa. Dan sebetulnya ini bukan\npemandangan asing bagi yang menyadari. Kalau pada waktu-waktu \nistirahat makan siang atau pulang dari sawah dan ladang akan\nbanyak terlihat petani menikmati kretek atau klobot yang tersemat di\nbibir mereka\u2014tidak akan ada pemandangan petani menikmati rokok putih dan\nsaya bersyukur atas ketidakadaan tersebut. Lebih-lebihkalau jalanjalan \ndi seputar Wonosobo, Banjarnegara, sampai \nDieng. Rasanya menggetarkan sekalimencium aroma \nkemenyan di udara dari klobot petani yang \nsedang berjalan pulang atau nongkrong di \npinggir jalan. Memandangi hijau perbukitan dan \nsawah, mendengarkan sayup-sayup jeram dari \nSerayu, ditambah aroma kemenyan yang tipis di udara adalah pengalaman yang\nsangat sulit dilupakan sekaligus didapatkan.<\/p>\n\n\n\n
teringat perbincangan dengan salah satu teman. Dalam perbincangan tersebut,\u00a0kami bersepakat kalau orang-orang yang melinting dengan penghayatan penuh\u00a0adalah\u00a0 seorang\u00a0 alkemis. Mereka\u00a0 tidak\u00a0 sekedar menikmati\u00a0 tembakau,\u00a0 tetapi\u00a0juga\u00a0 sedang\u00a0 melakukan\u00a0 proses\u00a0 pemurnian\u00a0 diri\u00a0 layaknya\u00a0 orang\u00a0 mandi.\u00a0 Jika\u00a0mandi membersihkan permukaan raga, maka asap yang tersesap membersihkan\u00a0dada\u2014sarang bagi perasaan-perasaan\u2014melalui api yang memberi nyawa pada\u00a0sebatang kretek.\u00a0
Dalam perbincangan itu saya teringat salah satu guru SD (sekolah dasar)\u00a0
saya.\u00a0 Bu\u00a0 Nonce\u00a0 namanya.\u00a0 Kabar\u00a0 terakhir\u00a0 tentangnya\u00a0 sungguh\u00a0 tidak\u00a0 enak\u00a0didengar. Orang-orang bilang Bu Nonce stres, baru bercerai dengan suaminya\u00a0yang selingkuh. Lantas kini dia jadi asosial dan perokok berat. Ibu saya cerita\u00a0pula kalau teman-teman sesama guru malas untuk mendekatinya karena ia kini\u00a0perokok berat Djarum Super.\u00a0
Saat mendapat\u00a0 berita\u00a0 ini\u00a0 saya\u00a0 tidak\u00a0 terlalu\u00a0 ambil\u00a0 pusing\u00a0 dengan\u00a0 kisah\u00a0
Bu\u00a0 Nonce.\u00a0 Tapi\u00a0 belakangan\u00a0 saya\u00a0 jadi\u00a0 memikirkan\u00a0 Bu\u00a0 Nonce.\u00a0 Sepanjang\u00a0ingatan saya ia tampak sebagai sosok perempuan yang punya pendirian. Lantas\u00a0hubungannya\u00a0 dengan\u00a0 rokok,\u00a0 semestinya\u00a0 tidak\u00a0 serta-merta membuat\u00a0 teman-temannya menjauh darinya. Toh, mereka tidak berada dalam sepatu Bu Nonce.\u00a0Mereka tidak tahu pikiran dan perasaan-perasaan seperti apa yang berkecamuk\u00a0dalam diri Bu Nonce. Maka semestinya tidak ada satu orang pun yang berhak\u00a0menghakimi Bu Nonce. Tapi mungkin, Bu Nonce pun sudah tidak ambil pusing lagi dengan kelakuan suaminya atau teman-teman yang menjauhinya. Mungkin,\u00a0Bu Nonce\u00a0 sudah mati\u00a0 rasa\u00a0 terhadap\u00a0 dunia\u00a0 dan\u00a0 di\u00a0 saat-saat\u00a0 seperti\u00a0 itu,\u00a0 bisa\u00a0jadi sebungkus Djarum Super menyelamatkan pikirannya tetap jernih bertahan\u00a0pada kesadaran bahwa ia bisa bertahan dan tidak kehilangan dirinya sendiri.\u00a0
Lantas, apa yang membuat kretek menjadi begitu magis? Entah karena\u00a0
tembakau, cengkeh, atau paduan keduanya, semua orang punya pendapat dan\u00a0imajinasinya masing-masing. Tapi kapan-kapan silakan coba memasukkan kata\u00a0kunci \u201cthe magic of\u00a0 cloves\u201d di mesin pencari, maka akan ada banyak\u00a0 sekali\u00a0website yang memaparkan kekuatan magis\u00a0 cengkeh.<\/p>\n\n\n\n
Dengan\u00a0 segala\u00a0 yang\u00a0 terkandung\u00a0 di\u00a0 dalamnya\u00a0 rasanya\u00a0 tidak\u00a0 salah\u00a0 jika\u00a0
kretek menjadi pelengkap ritual personal banyak orang, baik laki-laki maupun\u00a0perempuan. Dengan begitu, kretek melampaui batasan gender dan bidang-bidang\u00a0pekerjaan\u2014sungguh\u00a0 sesuatu yang universal. Yang muda dan yang\u00a0 tua punya\u00a0caranya sendiri dalam menikmati rokok kretek dan bahkan menyematkannya\u00a0ritual personal yang menunjukkan tingkat kreativitas. Dengan kecenderungan\u00a0habis\u00a0 lebih\u00a0 lama dibanding rokok putih, kretek memberi\u00a0 lebih banyak waktu bagi\u00a0 perokok\u00a0 berdialog\u00a0 dengan\u00a0 dirinya\u00a0 sendiri.\u00a0 Meski\u00a0 banyak\u00a0 orang\u00a0 yang\u00a0
bukan perokok bilang, kalau merokok\u00a0 sambil bengong atau ngobrol\u00a0 saja\u00a0 itu\u00a0buang-buang waktu\u2014time is money, dude!\u00a0
Ya, di satu sisi waktu memang uang. Tapi di sisi\u00a0 lain, ada hal-hal yang\u00a0
tidak\u00a0 bisa\u00a0 dibeli\u00a0 dengan\u00a0 uang.\u00a0 Seperti\u00a0 misalnya\u00a0 uang\u00a0 tidak\u00a0 bisa\u00a0 membeli\u00a0rasa\u00a0 kebersamaan\u00a0 yang\u00a0 tercipta\u00a0 antara\u00a0 dua\u00a0 orang\u00a0 atau\u00a0 lebih\u00a0 karena mereka\u00a0merokok kretek yang sama. Atau kedamaian dan ketenangan yang ditimbulkan\u00a0dari\u00a0 kretek\u00a0 bagi\u00a0 seseorang\u00a0 yang\u00a0 sedang\u00a0 merenungi\u00a0 pertengkaran\u00a0 yang\u00a0meluluhlantakkan\u00a0 harinya. Hal hal\u00a0 seperti\u00a0 itu\u00a0 jelas\u00a0 tidak\u00a0 bisa\u00a0 dibandingkan\u00a0dengan\u00a0 harga\u00a0 sebungkus\u00a0 kretek.\u00a0 Abstrak\u00a0 memang.\u00a0 Tapi,\u00a0 begitulah\u00a0 adanya\u00a0pengalaman\u00a0 rasa.\u00a0 Ia\u00a0 tidak bisa ditampilkan dalam bentuk yang nyata\u00a0 saking\u00a0lenturnya. Dan di antara pengalaman-pengalaman rasa tersebut terselip kretek\u00a0 di bibir banyak orang.
Banyak\u00a0 orang\u00a0 yang merokok\u00a0 ala\u00a0 kadarnya.\u00a0 Tapi,\u00a0 tidak\u00a0 sedikit\u00a0 orang-
orang\u00a0 yang\u00a0 memiliki\u00a0 ikatan\u00a0 batin\u00a0 dengan\u00a0 kretek\u00a0 selain Mama\u00a0 Tua, Willy,\u00a0kawan-kawan seniman, dan Bu Nonce. Membayangkan betapa sebatang kretek\u00a0menjadi\u00a0 teman dalam perhentian di antara perjalanan, berendam di mata air\u00a0panas alami atau sekedar duduk di ruang tamu bersama salah satu novel Anais\u00a0Nin saat hujan, adalah momen-momen seksi. Yang mengajak untuk melupakan\u00a0sejenak\u00a0 permasalahan\u00a0 dunia\u00a0 yang\u00a0 semakin\u00a0 aneh-aneh\u00a0 saja,\u00a0 tetapi\u00a0 kemudian\u00a0mampu\u00a0 mengajak\u00a0 untuk\u00a0 menyelami\u00a0 diri\u00a0 sendiri\u00a0 sampai\u00a0 ke\u00a0 bagian-bagian\u00a0tergelapnya.\u00a0
Beberapa\u00a0 kisah\u00a0 di\u00a0 atas memang\u00a0 bukan\u00a0 kisah-kisah\u00a0 bombastis. Hanya\u00a0
kisah-kisah\u00a0 sederhana\u00a0 dari\u00a0 keseharian\u00a0 berikut\u00a0 perasasan-perasaan\u00a0 yang\u00a0menyertainya.\u00a0 Tapi\u00a0 justru,\u00a0 menyelami\u00a0 kenangan\u00a0 tentang\u00a0 kretek,\u00a0 kerabat-kerabat, petani, klobot, dan ladang; adalah proses pengenalan kembali terhadap\u00a0Indonesia,\u00a0 dan\u00a0 bagaimana\u00a0 saya\u00a0 berupaya\u00a0 mencintai\u00a0 negeri\u00a0 berikut\u00a0 sesama\u00a0makhluk ciptaan yang kuasa melalui sudut-sudutnya yang terabaikan.<\/p>\n\n\n\n
<\/p>\n","post_title":"Mereka yang Mencintai Kretek","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"mereka-yang-mencintai-kretek","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-03-03 09:37:45","post_modified_gmt":"2019-03-03 02:37:45","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5504","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":44},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"epic_block_3"};Baca: Soal Rokok, Kenapa NU Boleh dan Muhammadiyah Tidak Boleh?<\/a> <\/h4>\n\n\n\n
<\/p>\n\n\n\nBaca: Menghisap Kretek, Langkah Kecil Menjaga Kedaulatan Bangsa<\/a> <\/h4>\n\n\n\n
<\/p>\n\n\n\n
<\/p>\n\n\n\n
<\/p>\n\n\n\n
<\/p>\n\n\n\nBaca: Kata Siapa Lebih Sehat? Perokok Elektrik Berisiko Terjangkit Penyakit Kardiovaskular<\/a> <\/h4>\n\n\n\n
<\/p>\n\n\n\n
<\/p>\n","post_title":"Rekomendasi Produk Alternatif Tembakau Terlalu Dipaksakan dan Mencederai Semangat Munas Alim Ulama NU 2019","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"rekomendasi-produk-alternatif-tembakau-terlalu-dipaksakan-dan-mencederai-semangat-munas-alim-ulama-nu-2019","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-03-04 08:33:46","post_modified_gmt":"2019-03-04 01:33:46","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5507","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5504,"post_author":"924","post_date":"2019-03-03 09:37:39","post_date_gmt":"2019-03-03 02:37:39","post_content":"\n
yang\u00a0 juga\u00a0 cerita\u00a0 tentang\u00a0 ritual\u00a0 personalnya\u00a0 dengan\u00a0 kretek. Willy\u00a0 namanya.\u00a0Dalam\u00a0 keriuhan\u00a0 warung\u00a0 soto\u00a0 Kudus, Willy\u00a0 bercerita\u00a0 kalau\u00a0 ia\u00a0 rindu\u00a0 sekali\u00a0mendaki\u00a0 gunung dan melaksanakan\u00a0 ritualnya.\u00a0 Ia membayangkan perjalanan\u00a0menuju puncak dimana hanya akan ada teman-teman yang sudah akrab kental\u00a0dan tumbuhan. Ia membayangkan perjalanan berjam-jam melalui jalan setapak\u00a0sebelum menjelang puncak dan mendirikan\u00a0 tenda di\u00a0 sana. Kemudian\u00a0 ia dan\u00a0teman-temannya akan menyalakan api unggun, menjerang air, mengopi, dan\u00a0mengkretek\u00a0 sambil menikmati matahari\u00a0 yang\u00a0 terbenam\u00a0 atau\u00a0 terbit keesokan\u00a0paginya. Dan Willy pun berkhayal, saat teman-temannya sudah tidur, ia ingin\u00a0duduk sendiri bersama api unggun dan sebatang kretek. Bunyi cengkeh terbakar\u00a0
akan menemani hening sementara kepulan asap akan menari untuknya, sebelum\u00a0pergi menikmati bintang. \u201cItulah liburan holistik buatku,\u201d katanya.\u00a0<\/p>\n\n\n\n
kretek.\u00a0 Willy\u00a0 dengan\u00a0 Sampoerna\u00a0 A\u00a0 Mild-nya,\u00a0 Mama\u00a0 Tua\u00a0 dengan\u00a0 Djarum\u00a0Super-nya,\u00a0 dan\u00a0 si\u00a0 seniman\u00a0 dengan Gudang Garam Merah-nya. Dan\u00a0 kenapa\u00a0kretek? Bukannya mereka tidak tahu kalau ada rokok putih di warung. Tapi ini\u00a0masalah selera. Willy lebih suka kretek yang ada bunyinya dan rasanya manis.\u00a0<\/p>\n\n\n\n
***
Berbicara tentang ritual sekilas terkesan religius. Padahal tidak selamanya\u00a0
begitu. Ritual bukan hanya milik agama atau aliran-aliran kepercayaan yang\u00a0melulu mesti dikerjakan berjamaah. Bersembahyang sendiri pun tanpa disadari\u00a0termasuk ritual personal seseorang. Kemudian menyapu halaman di pagi hari,\u00a0mencuci piring, membereskan rumah juga bisa dikatakan sebagai ritual. Maka,\u00a0ritual itu sesungguhnya hak semua orang dan penyelenggaraannya bisa dibuat\u00a0sekreatif mungkin, selama tidak mengganggu atau merepotkan orang lain.\u00a0<\/p>\n\n\n\n
\nBorobudur. Setiap pagi ia punya ritual untuk\nbersepeda berkeliling desa sehabis mandi. \u201cMau tengok Merapi atau\nmengeringkan rambut,\u201d katanya setiap ada orang bertanya hendak kemana ia\npergi dengan onthel kesayangannya. Ritual itu kemudian dilanjutkannya\ndengan menjerang air panas dan menyeduh kopi instan untuk ia bawa ke ruang\ntamu dan di kursi dekat jendela ia akan duduk, menikmati sinar matahari\nyang jatuh di punggungnya. Kemudian ia akan mulai melinting tembakau\nMadura dan cengkehnya sambil memperhatikan lukisan yang \nsedang dikerjakannya. Ritualnya ini bisa memakan waktu sampai \nsatu, dua jam, hampir setiap harinya. <\/p>\n\n\n\n
\nmblasuk ke desa-desa. Dan sebetulnya ini bukan\npemandangan asing bagi yang menyadari. Kalau pada waktu-waktu \nistirahat makan siang atau pulang dari sawah dan ladang akan\nbanyak terlihat petani menikmati kretek atau klobot yang tersemat di\nbibir mereka\u2014tidak akan ada pemandangan petani menikmati rokok putih dan\nsaya bersyukur atas ketidakadaan tersebut. Lebih-lebihkalau jalanjalan \ndi seputar Wonosobo, Banjarnegara, sampai \nDieng. Rasanya menggetarkan sekalimencium aroma \nkemenyan di udara dari klobot petani yang \nsedang berjalan pulang atau nongkrong di \npinggir jalan. Memandangi hijau perbukitan dan \nsawah, mendengarkan sayup-sayup jeram dari \nSerayu, ditambah aroma kemenyan yang tipis di udara adalah pengalaman yang\nsangat sulit dilupakan sekaligus didapatkan.<\/p>\n\n\n\n
teringat perbincangan dengan salah satu teman. Dalam perbincangan tersebut,\u00a0kami bersepakat kalau orang-orang yang melinting dengan penghayatan penuh\u00a0adalah\u00a0 seorang\u00a0 alkemis. Mereka\u00a0 tidak\u00a0 sekedar menikmati\u00a0 tembakau,\u00a0 tetapi\u00a0juga\u00a0 sedang\u00a0 melakukan\u00a0 proses\u00a0 pemurnian\u00a0 diri\u00a0 layaknya\u00a0 orang\u00a0 mandi.\u00a0 Jika\u00a0mandi membersihkan permukaan raga, maka asap yang tersesap membersihkan\u00a0dada\u2014sarang bagi perasaan-perasaan\u2014melalui api yang memberi nyawa pada\u00a0sebatang kretek.\u00a0
Dalam perbincangan itu saya teringat salah satu guru SD (sekolah dasar)\u00a0
saya.\u00a0 Bu\u00a0 Nonce\u00a0 namanya.\u00a0 Kabar\u00a0 terakhir\u00a0 tentangnya\u00a0 sungguh\u00a0 tidak\u00a0 enak\u00a0didengar. Orang-orang bilang Bu Nonce stres, baru bercerai dengan suaminya\u00a0yang selingkuh. Lantas kini dia jadi asosial dan perokok berat. Ibu saya cerita\u00a0pula kalau teman-teman sesama guru malas untuk mendekatinya karena ia kini\u00a0perokok berat Djarum Super.\u00a0
Saat mendapat\u00a0 berita\u00a0 ini\u00a0 saya\u00a0 tidak\u00a0 terlalu\u00a0 ambil\u00a0 pusing\u00a0 dengan\u00a0 kisah\u00a0
Bu\u00a0 Nonce.\u00a0 Tapi\u00a0 belakangan\u00a0 saya\u00a0 jadi\u00a0 memikirkan\u00a0 Bu\u00a0 Nonce.\u00a0 Sepanjang\u00a0ingatan saya ia tampak sebagai sosok perempuan yang punya pendirian. Lantas\u00a0hubungannya\u00a0 dengan\u00a0 rokok,\u00a0 semestinya\u00a0 tidak\u00a0 serta-merta membuat\u00a0 teman-temannya menjauh darinya. Toh, mereka tidak berada dalam sepatu Bu Nonce.\u00a0Mereka tidak tahu pikiran dan perasaan-perasaan seperti apa yang berkecamuk\u00a0dalam diri Bu Nonce. Maka semestinya tidak ada satu orang pun yang berhak\u00a0menghakimi Bu Nonce. Tapi mungkin, Bu Nonce pun sudah tidak ambil pusing lagi dengan kelakuan suaminya atau teman-teman yang menjauhinya. Mungkin,\u00a0Bu Nonce\u00a0 sudah mati\u00a0 rasa\u00a0 terhadap\u00a0 dunia\u00a0 dan\u00a0 di\u00a0 saat-saat\u00a0 seperti\u00a0 itu,\u00a0 bisa\u00a0jadi sebungkus Djarum Super menyelamatkan pikirannya tetap jernih bertahan\u00a0pada kesadaran bahwa ia bisa bertahan dan tidak kehilangan dirinya sendiri.\u00a0
Lantas, apa yang membuat kretek menjadi begitu magis? Entah karena\u00a0
tembakau, cengkeh, atau paduan keduanya, semua orang punya pendapat dan\u00a0imajinasinya masing-masing. Tapi kapan-kapan silakan coba memasukkan kata\u00a0kunci \u201cthe magic of\u00a0 cloves\u201d di mesin pencari, maka akan ada banyak\u00a0 sekali\u00a0website yang memaparkan kekuatan magis\u00a0 cengkeh.<\/p>\n\n\n\n
Dengan\u00a0 segala\u00a0 yang\u00a0 terkandung\u00a0 di\u00a0 dalamnya\u00a0 rasanya\u00a0 tidak\u00a0 salah\u00a0 jika\u00a0
kretek menjadi pelengkap ritual personal banyak orang, baik laki-laki maupun\u00a0perempuan. Dengan begitu, kretek melampaui batasan gender dan bidang-bidang\u00a0pekerjaan\u2014sungguh\u00a0 sesuatu yang universal. Yang muda dan yang\u00a0 tua punya\u00a0caranya sendiri dalam menikmati rokok kretek dan bahkan menyematkannya\u00a0ritual personal yang menunjukkan tingkat kreativitas. Dengan kecenderungan\u00a0habis\u00a0 lebih\u00a0 lama dibanding rokok putih, kretek memberi\u00a0 lebih banyak waktu bagi\u00a0 perokok\u00a0 berdialog\u00a0 dengan\u00a0 dirinya\u00a0 sendiri.\u00a0 Meski\u00a0 banyak\u00a0 orang\u00a0 yang\u00a0
bukan perokok bilang, kalau merokok\u00a0 sambil bengong atau ngobrol\u00a0 saja\u00a0 itu\u00a0buang-buang waktu\u2014time is money, dude!\u00a0
Ya, di satu sisi waktu memang uang. Tapi di sisi\u00a0 lain, ada hal-hal yang\u00a0
tidak\u00a0 bisa\u00a0 dibeli\u00a0 dengan\u00a0 uang.\u00a0 Seperti\u00a0 misalnya\u00a0 uang\u00a0 tidak\u00a0 bisa\u00a0 membeli\u00a0rasa\u00a0 kebersamaan\u00a0 yang\u00a0 tercipta\u00a0 antara\u00a0 dua\u00a0 orang\u00a0 atau\u00a0 lebih\u00a0 karena mereka\u00a0merokok kretek yang sama. Atau kedamaian dan ketenangan yang ditimbulkan\u00a0dari\u00a0 kretek\u00a0 bagi\u00a0 seseorang\u00a0 yang\u00a0 sedang\u00a0 merenungi\u00a0 pertengkaran\u00a0 yang\u00a0meluluhlantakkan\u00a0 harinya. Hal hal\u00a0 seperti\u00a0 itu\u00a0 jelas\u00a0 tidak\u00a0 bisa\u00a0 dibandingkan\u00a0dengan\u00a0 harga\u00a0 sebungkus\u00a0 kretek.\u00a0 Abstrak\u00a0 memang.\u00a0 Tapi,\u00a0 begitulah\u00a0 adanya\u00a0pengalaman\u00a0 rasa.\u00a0 Ia\u00a0 tidak bisa ditampilkan dalam bentuk yang nyata\u00a0 saking\u00a0lenturnya. Dan di antara pengalaman-pengalaman rasa tersebut terselip kretek\u00a0 di bibir banyak orang.
Banyak\u00a0 orang\u00a0 yang merokok\u00a0 ala\u00a0 kadarnya.\u00a0 Tapi,\u00a0 tidak\u00a0 sedikit\u00a0 orang-
orang\u00a0 yang\u00a0 memiliki\u00a0 ikatan\u00a0 batin\u00a0 dengan\u00a0 kretek\u00a0 selain Mama\u00a0 Tua, Willy,\u00a0kawan-kawan seniman, dan Bu Nonce. Membayangkan betapa sebatang kretek\u00a0menjadi\u00a0 teman dalam perhentian di antara perjalanan, berendam di mata air\u00a0panas alami atau sekedar duduk di ruang tamu bersama salah satu novel Anais\u00a0Nin saat hujan, adalah momen-momen seksi. Yang mengajak untuk melupakan\u00a0sejenak\u00a0 permasalahan\u00a0 dunia\u00a0 yang\u00a0 semakin\u00a0 aneh-aneh\u00a0 saja,\u00a0 tetapi\u00a0 kemudian\u00a0mampu\u00a0 mengajak\u00a0 untuk\u00a0 menyelami\u00a0 diri\u00a0 sendiri\u00a0 sampai\u00a0 ke\u00a0 bagian-bagian\u00a0tergelapnya.\u00a0
Beberapa\u00a0 kisah\u00a0 di\u00a0 atas memang\u00a0 bukan\u00a0 kisah-kisah\u00a0 bombastis. Hanya\u00a0
kisah-kisah\u00a0 sederhana\u00a0 dari\u00a0 keseharian\u00a0 berikut\u00a0 perasasan-perasaan\u00a0 yang\u00a0menyertainya.\u00a0 Tapi\u00a0 justru,\u00a0 menyelami\u00a0 kenangan\u00a0 tentang\u00a0 kretek,\u00a0 kerabat-kerabat, petani, klobot, dan ladang; adalah proses pengenalan kembali terhadap\u00a0Indonesia,\u00a0 dan\u00a0 bagaimana\u00a0 saya\u00a0 berupaya\u00a0 mencintai\u00a0 negeri\u00a0 berikut\u00a0 sesama\u00a0makhluk ciptaan yang kuasa melalui sudut-sudutnya yang terabaikan.<\/p>\n\n\n\n
<\/p>\n","post_title":"Mereka yang Mencintai Kretek","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"mereka-yang-mencintai-kretek","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-03-03 09:37:45","post_modified_gmt":"2019-03-03 02:37:45","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5504","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":44},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"epic_block_3"};Baca: Soal Rokok, Kenapa NU Boleh dan Muhammadiyah Tidak Boleh?<\/a> <\/h4>\n\n\n\n
<\/p>\n\n\n\nBaca: Menghisap Kretek, Langkah Kecil Menjaga Kedaulatan Bangsa<\/a> <\/h4>\n\n\n\n
<\/p>\n\n\n\n
<\/p>\n\n\n\n
<\/p>\n\n\n\n
<\/p>\n\n\n\nBaca: Kata Siapa Lebih Sehat? Perokok Elektrik Berisiko Terjangkit Penyakit Kardiovaskular<\/a> <\/h4>\n\n\n\n
<\/p>\n\n\n\n
<\/p>\n","post_title":"Rekomendasi Produk Alternatif Tembakau Terlalu Dipaksakan dan Mencederai Semangat Munas Alim Ulama NU 2019","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"rekomendasi-produk-alternatif-tembakau-terlalu-dipaksakan-dan-mencederai-semangat-munas-alim-ulama-nu-2019","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-03-04 08:33:46","post_modified_gmt":"2019-03-04 01:33:46","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5507","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5504,"post_author":"924","post_date":"2019-03-03 09:37:39","post_date_gmt":"2019-03-03 02:37:39","post_content":"\n
yang\u00a0 juga\u00a0 cerita\u00a0 tentang\u00a0 ritual\u00a0 personalnya\u00a0 dengan\u00a0 kretek. Willy\u00a0 namanya.\u00a0Dalam\u00a0 keriuhan\u00a0 warung\u00a0 soto\u00a0 Kudus, Willy\u00a0 bercerita\u00a0 kalau\u00a0 ia\u00a0 rindu\u00a0 sekali\u00a0mendaki\u00a0 gunung dan melaksanakan\u00a0 ritualnya.\u00a0 Ia membayangkan perjalanan\u00a0menuju puncak dimana hanya akan ada teman-teman yang sudah akrab kental\u00a0dan tumbuhan. Ia membayangkan perjalanan berjam-jam melalui jalan setapak\u00a0sebelum menjelang puncak dan mendirikan\u00a0 tenda di\u00a0 sana. Kemudian\u00a0 ia dan\u00a0teman-temannya akan menyalakan api unggun, menjerang air, mengopi, dan\u00a0mengkretek\u00a0 sambil menikmati matahari\u00a0 yang\u00a0 terbenam\u00a0 atau\u00a0 terbit keesokan\u00a0paginya. Dan Willy pun berkhayal, saat teman-temannya sudah tidur, ia ingin\u00a0duduk sendiri bersama api unggun dan sebatang kretek. Bunyi cengkeh terbakar\u00a0
akan menemani hening sementara kepulan asap akan menari untuknya, sebelum\u00a0pergi menikmati bintang. \u201cItulah liburan holistik buatku,\u201d katanya.\u00a0<\/p>\n\n\n\n
kretek.\u00a0 Willy\u00a0 dengan\u00a0 Sampoerna\u00a0 A\u00a0 Mild-nya,\u00a0 Mama\u00a0 Tua\u00a0 dengan\u00a0 Djarum\u00a0Super-nya,\u00a0 dan\u00a0 si\u00a0 seniman\u00a0 dengan Gudang Garam Merah-nya. Dan\u00a0 kenapa\u00a0kretek? Bukannya mereka tidak tahu kalau ada rokok putih di warung. Tapi ini\u00a0masalah selera. Willy lebih suka kretek yang ada bunyinya dan rasanya manis.\u00a0<\/p>\n\n\n\n
***
Berbicara tentang ritual sekilas terkesan religius. Padahal tidak selamanya\u00a0
begitu. Ritual bukan hanya milik agama atau aliran-aliran kepercayaan yang\u00a0melulu mesti dikerjakan berjamaah. Bersembahyang sendiri pun tanpa disadari\u00a0termasuk ritual personal seseorang. Kemudian menyapu halaman di pagi hari,\u00a0mencuci piring, membereskan rumah juga bisa dikatakan sebagai ritual. Maka,\u00a0ritual itu sesungguhnya hak semua orang dan penyelenggaraannya bisa dibuat\u00a0sekreatif mungkin, selama tidak mengganggu atau merepotkan orang lain.\u00a0<\/p>\n\n\n\n
\nBorobudur. Setiap pagi ia punya ritual untuk\nbersepeda berkeliling desa sehabis mandi. \u201cMau tengok Merapi atau\nmengeringkan rambut,\u201d katanya setiap ada orang bertanya hendak kemana ia\npergi dengan onthel kesayangannya. Ritual itu kemudian dilanjutkannya\ndengan menjerang air panas dan menyeduh kopi instan untuk ia bawa ke ruang\ntamu dan di kursi dekat jendela ia akan duduk, menikmati sinar matahari\nyang jatuh di punggungnya. Kemudian ia akan mulai melinting tembakau\nMadura dan cengkehnya sambil memperhatikan lukisan yang \nsedang dikerjakannya. Ritualnya ini bisa memakan waktu sampai \nsatu, dua jam, hampir setiap harinya. <\/p>\n\n\n\n
\nmblasuk ke desa-desa. Dan sebetulnya ini bukan\npemandangan asing bagi yang menyadari. Kalau pada waktu-waktu \nistirahat makan siang atau pulang dari sawah dan ladang akan\nbanyak terlihat petani menikmati kretek atau klobot yang tersemat di\nbibir mereka\u2014tidak akan ada pemandangan petani menikmati rokok putih dan\nsaya bersyukur atas ketidakadaan tersebut. Lebih-lebihkalau jalanjalan \ndi seputar Wonosobo, Banjarnegara, sampai \nDieng. Rasanya menggetarkan sekalimencium aroma \nkemenyan di udara dari klobot petani yang \nsedang berjalan pulang atau nongkrong di \npinggir jalan. Memandangi hijau perbukitan dan \nsawah, mendengarkan sayup-sayup jeram dari \nSerayu, ditambah aroma kemenyan yang tipis di udara adalah pengalaman yang\nsangat sulit dilupakan sekaligus didapatkan.<\/p>\n\n\n\n
teringat perbincangan dengan salah satu teman. Dalam perbincangan tersebut,\u00a0kami bersepakat kalau orang-orang yang melinting dengan penghayatan penuh\u00a0adalah\u00a0 seorang\u00a0 alkemis. Mereka\u00a0 tidak\u00a0 sekedar menikmati\u00a0 tembakau,\u00a0 tetapi\u00a0juga\u00a0 sedang\u00a0 melakukan\u00a0 proses\u00a0 pemurnian\u00a0 diri\u00a0 layaknya\u00a0 orang\u00a0 mandi.\u00a0 Jika\u00a0mandi membersihkan permukaan raga, maka asap yang tersesap membersihkan\u00a0dada\u2014sarang bagi perasaan-perasaan\u2014melalui api yang memberi nyawa pada\u00a0sebatang kretek.\u00a0
Dalam perbincangan itu saya teringat salah satu guru SD (sekolah dasar)\u00a0
saya.\u00a0 Bu\u00a0 Nonce\u00a0 namanya.\u00a0 Kabar\u00a0 terakhir\u00a0 tentangnya\u00a0 sungguh\u00a0 tidak\u00a0 enak\u00a0didengar. Orang-orang bilang Bu Nonce stres, baru bercerai dengan suaminya\u00a0yang selingkuh. Lantas kini dia jadi asosial dan perokok berat. Ibu saya cerita\u00a0pula kalau teman-teman sesama guru malas untuk mendekatinya karena ia kini\u00a0perokok berat Djarum Super.\u00a0
Saat mendapat\u00a0 berita\u00a0 ini\u00a0 saya\u00a0 tidak\u00a0 terlalu\u00a0 ambil\u00a0 pusing\u00a0 dengan\u00a0 kisah\u00a0
Bu\u00a0 Nonce.\u00a0 Tapi\u00a0 belakangan\u00a0 saya\u00a0 jadi\u00a0 memikirkan\u00a0 Bu\u00a0 Nonce.\u00a0 Sepanjang\u00a0ingatan saya ia tampak sebagai sosok perempuan yang punya pendirian. Lantas\u00a0hubungannya\u00a0 dengan\u00a0 rokok,\u00a0 semestinya\u00a0 tidak\u00a0 serta-merta membuat\u00a0 teman-temannya menjauh darinya. Toh, mereka tidak berada dalam sepatu Bu Nonce.\u00a0Mereka tidak tahu pikiran dan perasaan-perasaan seperti apa yang berkecamuk\u00a0dalam diri Bu Nonce. Maka semestinya tidak ada satu orang pun yang berhak\u00a0menghakimi Bu Nonce. Tapi mungkin, Bu Nonce pun sudah tidak ambil pusing lagi dengan kelakuan suaminya atau teman-teman yang menjauhinya. Mungkin,\u00a0Bu Nonce\u00a0 sudah mati\u00a0 rasa\u00a0 terhadap\u00a0 dunia\u00a0 dan\u00a0 di\u00a0 saat-saat\u00a0 seperti\u00a0 itu,\u00a0 bisa\u00a0jadi sebungkus Djarum Super menyelamatkan pikirannya tetap jernih bertahan\u00a0pada kesadaran bahwa ia bisa bertahan dan tidak kehilangan dirinya sendiri.\u00a0
Lantas, apa yang membuat kretek menjadi begitu magis? Entah karena\u00a0
tembakau, cengkeh, atau paduan keduanya, semua orang punya pendapat dan\u00a0imajinasinya masing-masing. Tapi kapan-kapan silakan coba memasukkan kata\u00a0kunci \u201cthe magic of\u00a0 cloves\u201d di mesin pencari, maka akan ada banyak\u00a0 sekali\u00a0website yang memaparkan kekuatan magis\u00a0 cengkeh.<\/p>\n\n\n\n
Dengan\u00a0 segala\u00a0 yang\u00a0 terkandung\u00a0 di\u00a0 dalamnya\u00a0 rasanya\u00a0 tidak\u00a0 salah\u00a0 jika\u00a0
kretek menjadi pelengkap ritual personal banyak orang, baik laki-laki maupun\u00a0perempuan. Dengan begitu, kretek melampaui batasan gender dan bidang-bidang\u00a0pekerjaan\u2014sungguh\u00a0 sesuatu yang universal. Yang muda dan yang\u00a0 tua punya\u00a0caranya sendiri dalam menikmati rokok kretek dan bahkan menyematkannya\u00a0ritual personal yang menunjukkan tingkat kreativitas. Dengan kecenderungan\u00a0habis\u00a0 lebih\u00a0 lama dibanding rokok putih, kretek memberi\u00a0 lebih banyak waktu bagi\u00a0 perokok\u00a0 berdialog\u00a0 dengan\u00a0 dirinya\u00a0 sendiri.\u00a0 Meski\u00a0 banyak\u00a0 orang\u00a0 yang\u00a0
bukan perokok bilang, kalau merokok\u00a0 sambil bengong atau ngobrol\u00a0 saja\u00a0 itu\u00a0buang-buang waktu\u2014time is money, dude!\u00a0
Ya, di satu sisi waktu memang uang. Tapi di sisi\u00a0 lain, ada hal-hal yang\u00a0
tidak\u00a0 bisa\u00a0 dibeli\u00a0 dengan\u00a0 uang.\u00a0 Seperti\u00a0 misalnya\u00a0 uang\u00a0 tidak\u00a0 bisa\u00a0 membeli\u00a0rasa\u00a0 kebersamaan\u00a0 yang\u00a0 tercipta\u00a0 antara\u00a0 dua\u00a0 orang\u00a0 atau\u00a0 lebih\u00a0 karena mereka\u00a0merokok kretek yang sama. Atau kedamaian dan ketenangan yang ditimbulkan\u00a0dari\u00a0 kretek\u00a0 bagi\u00a0 seseorang\u00a0 yang\u00a0 sedang\u00a0 merenungi\u00a0 pertengkaran\u00a0 yang\u00a0meluluhlantakkan\u00a0 harinya. Hal hal\u00a0 seperti\u00a0 itu\u00a0 jelas\u00a0 tidak\u00a0 bisa\u00a0 dibandingkan\u00a0dengan\u00a0 harga\u00a0 sebungkus\u00a0 kretek.\u00a0 Abstrak\u00a0 memang.\u00a0 Tapi,\u00a0 begitulah\u00a0 adanya\u00a0pengalaman\u00a0 rasa.\u00a0 Ia\u00a0 tidak bisa ditampilkan dalam bentuk yang nyata\u00a0 saking\u00a0lenturnya. Dan di antara pengalaman-pengalaman rasa tersebut terselip kretek\u00a0 di bibir banyak orang.
Banyak\u00a0 orang\u00a0 yang merokok\u00a0 ala\u00a0 kadarnya.\u00a0 Tapi,\u00a0 tidak\u00a0 sedikit\u00a0 orang-
orang\u00a0 yang\u00a0 memiliki\u00a0 ikatan\u00a0 batin\u00a0 dengan\u00a0 kretek\u00a0 selain Mama\u00a0 Tua, Willy,\u00a0kawan-kawan seniman, dan Bu Nonce. Membayangkan betapa sebatang kretek\u00a0menjadi\u00a0 teman dalam perhentian di antara perjalanan, berendam di mata air\u00a0panas alami atau sekedar duduk di ruang tamu bersama salah satu novel Anais\u00a0Nin saat hujan, adalah momen-momen seksi. Yang mengajak untuk melupakan\u00a0sejenak\u00a0 permasalahan\u00a0 dunia\u00a0 yang\u00a0 semakin\u00a0 aneh-aneh\u00a0 saja,\u00a0 tetapi\u00a0 kemudian\u00a0mampu\u00a0 mengajak\u00a0 untuk\u00a0 menyelami\u00a0 diri\u00a0 sendiri\u00a0 sampai\u00a0 ke\u00a0 bagian-bagian\u00a0tergelapnya.\u00a0
Beberapa\u00a0 kisah\u00a0 di\u00a0 atas memang\u00a0 bukan\u00a0 kisah-kisah\u00a0 bombastis. Hanya\u00a0
kisah-kisah\u00a0 sederhana\u00a0 dari\u00a0 keseharian\u00a0 berikut\u00a0 perasasan-perasaan\u00a0 yang\u00a0menyertainya.\u00a0 Tapi\u00a0 justru,\u00a0 menyelami\u00a0 kenangan\u00a0 tentang\u00a0 kretek,\u00a0 kerabat-kerabat, petani, klobot, dan ladang; adalah proses pengenalan kembali terhadap\u00a0Indonesia,\u00a0 dan\u00a0 bagaimana\u00a0 saya\u00a0 berupaya\u00a0 mencintai\u00a0 negeri\u00a0 berikut\u00a0 sesama\u00a0makhluk ciptaan yang kuasa melalui sudut-sudutnya yang terabaikan.<\/p>\n\n\n\n
<\/p>\n","post_title":"Mereka yang Mencintai Kretek","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"mereka-yang-mencintai-kretek","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-03-03 09:37:45","post_modified_gmt":"2019-03-03 02:37:45","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5504","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":44},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"epic_block_3"};Baca: Soal Rokok, Kenapa NU Boleh dan Muhammadiyah Tidak Boleh?<\/a> <\/h4>\n\n\n\n
<\/p>\n\n\n\nBaca: Menghisap Kretek, Langkah Kecil Menjaga Kedaulatan Bangsa<\/a> <\/h4>\n\n\n\n
<\/p>\n\n\n\n
<\/p>\n\n\n\n
<\/p>\n\n\n\n
<\/p>\n\n\n\nBaca: Kata Siapa Lebih Sehat? Perokok Elektrik Berisiko Terjangkit Penyakit Kardiovaskular<\/a> <\/h4>\n\n\n\n
<\/p>\n\n\n\n
<\/p>\n","post_title":"Rekomendasi Produk Alternatif Tembakau Terlalu Dipaksakan dan Mencederai Semangat Munas Alim Ulama NU 2019","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"rekomendasi-produk-alternatif-tembakau-terlalu-dipaksakan-dan-mencederai-semangat-munas-alim-ulama-nu-2019","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-03-04 08:33:46","post_modified_gmt":"2019-03-04 01:33:46","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5507","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5504,"post_author":"924","post_date":"2019-03-03 09:37:39","post_date_gmt":"2019-03-03 02:37:39","post_content":"\n
yang\u00a0 juga\u00a0 cerita\u00a0 tentang\u00a0 ritual\u00a0 personalnya\u00a0 dengan\u00a0 kretek. Willy\u00a0 namanya.\u00a0Dalam\u00a0 keriuhan\u00a0 warung\u00a0 soto\u00a0 Kudus, Willy\u00a0 bercerita\u00a0 kalau\u00a0 ia\u00a0 rindu\u00a0 sekali\u00a0mendaki\u00a0 gunung dan melaksanakan\u00a0 ritualnya.\u00a0 Ia membayangkan perjalanan\u00a0menuju puncak dimana hanya akan ada teman-teman yang sudah akrab kental\u00a0dan tumbuhan. Ia membayangkan perjalanan berjam-jam melalui jalan setapak\u00a0sebelum menjelang puncak dan mendirikan\u00a0 tenda di\u00a0 sana. Kemudian\u00a0 ia dan\u00a0teman-temannya akan menyalakan api unggun, menjerang air, mengopi, dan\u00a0mengkretek\u00a0 sambil menikmati matahari\u00a0 yang\u00a0 terbenam\u00a0 atau\u00a0 terbit keesokan\u00a0paginya. Dan Willy pun berkhayal, saat teman-temannya sudah tidur, ia ingin\u00a0duduk sendiri bersama api unggun dan sebatang kretek. Bunyi cengkeh terbakar\u00a0
akan menemani hening sementara kepulan asap akan menari untuknya, sebelum\u00a0pergi menikmati bintang. \u201cItulah liburan holistik buatku,\u201d katanya.\u00a0<\/p>\n\n\n\n
kretek.\u00a0 Willy\u00a0 dengan\u00a0 Sampoerna\u00a0 A\u00a0 Mild-nya,\u00a0 Mama\u00a0 Tua\u00a0 dengan\u00a0 Djarum\u00a0Super-nya,\u00a0 dan\u00a0 si\u00a0 seniman\u00a0 dengan Gudang Garam Merah-nya. Dan\u00a0 kenapa\u00a0kretek? Bukannya mereka tidak tahu kalau ada rokok putih di warung. Tapi ini\u00a0masalah selera. Willy lebih suka kretek yang ada bunyinya dan rasanya manis.\u00a0<\/p>\n\n\n\n
***
Berbicara tentang ritual sekilas terkesan religius. Padahal tidak selamanya\u00a0
begitu. Ritual bukan hanya milik agama atau aliran-aliran kepercayaan yang\u00a0melulu mesti dikerjakan berjamaah. Bersembahyang sendiri pun tanpa disadari\u00a0termasuk ritual personal seseorang. Kemudian menyapu halaman di pagi hari,\u00a0mencuci piring, membereskan rumah juga bisa dikatakan sebagai ritual. Maka,\u00a0ritual itu sesungguhnya hak semua orang dan penyelenggaraannya bisa dibuat\u00a0sekreatif mungkin, selama tidak mengganggu atau merepotkan orang lain.\u00a0<\/p>\n\n\n\n
\nBorobudur. Setiap pagi ia punya ritual untuk\nbersepeda berkeliling desa sehabis mandi. \u201cMau tengok Merapi atau\nmengeringkan rambut,\u201d katanya setiap ada orang bertanya hendak kemana ia\npergi dengan onthel kesayangannya. Ritual itu kemudian dilanjutkannya\ndengan menjerang air panas dan menyeduh kopi instan untuk ia bawa ke ruang\ntamu dan di kursi dekat jendela ia akan duduk, menikmati sinar matahari\nyang jatuh di punggungnya. Kemudian ia akan mulai melinting tembakau\nMadura dan cengkehnya sambil memperhatikan lukisan yang \nsedang dikerjakannya. Ritualnya ini bisa memakan waktu sampai \nsatu, dua jam, hampir setiap harinya. <\/p>\n\n\n\n
\nmblasuk ke desa-desa. Dan sebetulnya ini bukan\npemandangan asing bagi yang menyadari. Kalau pada waktu-waktu \nistirahat makan siang atau pulang dari sawah dan ladang akan\nbanyak terlihat petani menikmati kretek atau klobot yang tersemat di\nbibir mereka\u2014tidak akan ada pemandangan petani menikmati rokok putih dan\nsaya bersyukur atas ketidakadaan tersebut. Lebih-lebihkalau jalanjalan \ndi seputar Wonosobo, Banjarnegara, sampai \nDieng. Rasanya menggetarkan sekalimencium aroma \nkemenyan di udara dari klobot petani yang \nsedang berjalan pulang atau nongkrong di \npinggir jalan. Memandangi hijau perbukitan dan \nsawah, mendengarkan sayup-sayup jeram dari \nSerayu, ditambah aroma kemenyan yang tipis di udara adalah pengalaman yang\nsangat sulit dilupakan sekaligus didapatkan.<\/p>\n\n\n\n
teringat perbincangan dengan salah satu teman. Dalam perbincangan tersebut,\u00a0kami bersepakat kalau orang-orang yang melinting dengan penghayatan penuh\u00a0adalah\u00a0 seorang\u00a0 alkemis. Mereka\u00a0 tidak\u00a0 sekedar menikmati\u00a0 tembakau,\u00a0 tetapi\u00a0juga\u00a0 sedang\u00a0 melakukan\u00a0 proses\u00a0 pemurnian\u00a0 diri\u00a0 layaknya\u00a0 orang\u00a0 mandi.\u00a0 Jika\u00a0mandi membersihkan permukaan raga, maka asap yang tersesap membersihkan\u00a0dada\u2014sarang bagi perasaan-perasaan\u2014melalui api yang memberi nyawa pada\u00a0sebatang kretek.\u00a0
Dalam perbincangan itu saya teringat salah satu guru SD (sekolah dasar)\u00a0
saya.\u00a0 Bu\u00a0 Nonce\u00a0 namanya.\u00a0 Kabar\u00a0 terakhir\u00a0 tentangnya\u00a0 sungguh\u00a0 tidak\u00a0 enak\u00a0didengar. Orang-orang bilang Bu Nonce stres, baru bercerai dengan suaminya\u00a0yang selingkuh. Lantas kini dia jadi asosial dan perokok berat. Ibu saya cerita\u00a0pula kalau teman-teman sesama guru malas untuk mendekatinya karena ia kini\u00a0perokok berat Djarum Super.\u00a0
Saat mendapat\u00a0 berita\u00a0 ini\u00a0 saya\u00a0 tidak\u00a0 terlalu\u00a0 ambil\u00a0 pusing\u00a0 dengan\u00a0 kisah\u00a0
Bu\u00a0 Nonce.\u00a0 Tapi\u00a0 belakangan\u00a0 saya\u00a0 jadi\u00a0 memikirkan\u00a0 Bu\u00a0 Nonce.\u00a0 Sepanjang\u00a0ingatan saya ia tampak sebagai sosok perempuan yang punya pendirian. Lantas\u00a0hubungannya\u00a0 dengan\u00a0 rokok,\u00a0 semestinya\u00a0 tidak\u00a0 serta-merta membuat\u00a0 teman-temannya menjauh darinya. Toh, mereka tidak berada dalam sepatu Bu Nonce.\u00a0Mereka tidak tahu pikiran dan perasaan-perasaan seperti apa yang berkecamuk\u00a0dalam diri Bu Nonce. Maka semestinya tidak ada satu orang pun yang berhak\u00a0menghakimi Bu Nonce. Tapi mungkin, Bu Nonce pun sudah tidak ambil pusing lagi dengan kelakuan suaminya atau teman-teman yang menjauhinya. Mungkin,\u00a0Bu Nonce\u00a0 sudah mati\u00a0 rasa\u00a0 terhadap\u00a0 dunia\u00a0 dan\u00a0 di\u00a0 saat-saat\u00a0 seperti\u00a0 itu,\u00a0 bisa\u00a0jadi sebungkus Djarum Super menyelamatkan pikirannya tetap jernih bertahan\u00a0pada kesadaran bahwa ia bisa bertahan dan tidak kehilangan dirinya sendiri.\u00a0
Lantas, apa yang membuat kretek menjadi begitu magis? Entah karena\u00a0
tembakau, cengkeh, atau paduan keduanya, semua orang punya pendapat dan\u00a0imajinasinya masing-masing. Tapi kapan-kapan silakan coba memasukkan kata\u00a0kunci \u201cthe magic of\u00a0 cloves\u201d di mesin pencari, maka akan ada banyak\u00a0 sekali\u00a0website yang memaparkan kekuatan magis\u00a0 cengkeh.<\/p>\n\n\n\n
Dengan\u00a0 segala\u00a0 yang\u00a0 terkandung\u00a0 di\u00a0 dalamnya\u00a0 rasanya\u00a0 tidak\u00a0 salah\u00a0 jika\u00a0
kretek menjadi pelengkap ritual personal banyak orang, baik laki-laki maupun\u00a0perempuan. Dengan begitu, kretek melampaui batasan gender dan bidang-bidang\u00a0pekerjaan\u2014sungguh\u00a0 sesuatu yang universal. Yang muda dan yang\u00a0 tua punya\u00a0caranya sendiri dalam menikmati rokok kretek dan bahkan menyematkannya\u00a0ritual personal yang menunjukkan tingkat kreativitas. Dengan kecenderungan\u00a0habis\u00a0 lebih\u00a0 lama dibanding rokok putih, kretek memberi\u00a0 lebih banyak waktu bagi\u00a0 perokok\u00a0 berdialog\u00a0 dengan\u00a0 dirinya\u00a0 sendiri.\u00a0 Meski\u00a0 banyak\u00a0 orang\u00a0 yang\u00a0
bukan perokok bilang, kalau merokok\u00a0 sambil bengong atau ngobrol\u00a0 saja\u00a0 itu\u00a0buang-buang waktu\u2014time is money, dude!\u00a0
Ya, di satu sisi waktu memang uang. Tapi di sisi\u00a0 lain, ada hal-hal yang\u00a0
tidak\u00a0 bisa\u00a0 dibeli\u00a0 dengan\u00a0 uang.\u00a0 Seperti\u00a0 misalnya\u00a0 uang\u00a0 tidak\u00a0 bisa\u00a0 membeli\u00a0rasa\u00a0 kebersamaan\u00a0 yang\u00a0 tercipta\u00a0 antara\u00a0 dua\u00a0 orang\u00a0 atau\u00a0 lebih\u00a0 karena mereka\u00a0merokok kretek yang sama. Atau kedamaian dan ketenangan yang ditimbulkan\u00a0dari\u00a0 kretek\u00a0 bagi\u00a0 seseorang\u00a0 yang\u00a0 sedang\u00a0 merenungi\u00a0 pertengkaran\u00a0 yang\u00a0meluluhlantakkan\u00a0 harinya. Hal hal\u00a0 seperti\u00a0 itu\u00a0 jelas\u00a0 tidak\u00a0 bisa\u00a0 dibandingkan\u00a0dengan\u00a0 harga\u00a0 sebungkus\u00a0 kretek.\u00a0 Abstrak\u00a0 memang.\u00a0 Tapi,\u00a0 begitulah\u00a0 adanya\u00a0pengalaman\u00a0 rasa.\u00a0 Ia\u00a0 tidak bisa ditampilkan dalam bentuk yang nyata\u00a0 saking\u00a0lenturnya. Dan di antara pengalaman-pengalaman rasa tersebut terselip kretek\u00a0 di bibir banyak orang.
Banyak\u00a0 orang\u00a0 yang merokok\u00a0 ala\u00a0 kadarnya.\u00a0 Tapi,\u00a0 tidak\u00a0 sedikit\u00a0 orang-
orang\u00a0 yang\u00a0 memiliki\u00a0 ikatan\u00a0 batin\u00a0 dengan\u00a0 kretek\u00a0 selain Mama\u00a0 Tua, Willy,\u00a0kawan-kawan seniman, dan Bu Nonce. Membayangkan betapa sebatang kretek\u00a0menjadi\u00a0 teman dalam perhentian di antara perjalanan, berendam di mata air\u00a0panas alami atau sekedar duduk di ruang tamu bersama salah satu novel Anais\u00a0Nin saat hujan, adalah momen-momen seksi. Yang mengajak untuk melupakan\u00a0sejenak\u00a0 permasalahan\u00a0 dunia\u00a0 yang\u00a0 semakin\u00a0 aneh-aneh\u00a0 saja,\u00a0 tetapi\u00a0 kemudian\u00a0mampu\u00a0 mengajak\u00a0 untuk\u00a0 menyelami\u00a0 diri\u00a0 sendiri\u00a0 sampai\u00a0 ke\u00a0 bagian-bagian\u00a0tergelapnya.\u00a0
Beberapa\u00a0 kisah\u00a0 di\u00a0 atas memang\u00a0 bukan\u00a0 kisah-kisah\u00a0 bombastis. Hanya\u00a0
kisah-kisah\u00a0 sederhana\u00a0 dari\u00a0 keseharian\u00a0 berikut\u00a0 perasasan-perasaan\u00a0 yang\u00a0menyertainya.\u00a0 Tapi\u00a0 justru,\u00a0 menyelami\u00a0 kenangan\u00a0 tentang\u00a0 kretek,\u00a0 kerabat-kerabat, petani, klobot, dan ladang; adalah proses pengenalan kembali terhadap\u00a0Indonesia,\u00a0 dan\u00a0 bagaimana\u00a0 saya\u00a0 berupaya\u00a0 mencintai\u00a0 negeri\u00a0 berikut\u00a0 sesama\u00a0makhluk ciptaan yang kuasa melalui sudut-sudutnya yang terabaikan.<\/p>\n\n\n\n
<\/p>\n","post_title":"Mereka yang Mencintai Kretek","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"mereka-yang-mencintai-kretek","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-03-03 09:37:45","post_modified_gmt":"2019-03-03 02:37:45","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5504","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":44},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"epic_block_3"};
<\/p>\n\n\n\nBaca: Soal Rokok, Kenapa NU Boleh dan Muhammadiyah Tidak Boleh?<\/a> <\/h4>\n\n\n\n
<\/p>\n\n\n\nBaca: Menghisap Kretek, Langkah Kecil Menjaga Kedaulatan Bangsa<\/a> <\/h4>\n\n\n\n
<\/p>\n\n\n\n
<\/p>\n\n\n\n
<\/p>\n\n\n\n
<\/p>\n\n\n\nBaca: Kata Siapa Lebih Sehat? Perokok Elektrik Berisiko Terjangkit Penyakit Kardiovaskular<\/a> <\/h4>\n\n\n\n
<\/p>\n\n\n\n
<\/p>\n","post_title":"Rekomendasi Produk Alternatif Tembakau Terlalu Dipaksakan dan Mencederai Semangat Munas Alim Ulama NU 2019","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"rekomendasi-produk-alternatif-tembakau-terlalu-dipaksakan-dan-mencederai-semangat-munas-alim-ulama-nu-2019","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-03-04 08:33:46","post_modified_gmt":"2019-03-04 01:33:46","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5507","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5504,"post_author":"924","post_date":"2019-03-03 09:37:39","post_date_gmt":"2019-03-03 02:37:39","post_content":"\n
yang\u00a0 juga\u00a0 cerita\u00a0 tentang\u00a0 ritual\u00a0 personalnya\u00a0 dengan\u00a0 kretek. Willy\u00a0 namanya.\u00a0Dalam\u00a0 keriuhan\u00a0 warung\u00a0 soto\u00a0 Kudus, Willy\u00a0 bercerita\u00a0 kalau\u00a0 ia\u00a0 rindu\u00a0 sekali\u00a0mendaki\u00a0 gunung dan melaksanakan\u00a0 ritualnya.\u00a0 Ia membayangkan perjalanan\u00a0menuju puncak dimana hanya akan ada teman-teman yang sudah akrab kental\u00a0dan tumbuhan. Ia membayangkan perjalanan berjam-jam melalui jalan setapak\u00a0sebelum menjelang puncak dan mendirikan\u00a0 tenda di\u00a0 sana. Kemudian\u00a0 ia dan\u00a0teman-temannya akan menyalakan api unggun, menjerang air, mengopi, dan\u00a0mengkretek\u00a0 sambil menikmati matahari\u00a0 yang\u00a0 terbenam\u00a0 atau\u00a0 terbit keesokan\u00a0paginya. Dan Willy pun berkhayal, saat teman-temannya sudah tidur, ia ingin\u00a0duduk sendiri bersama api unggun dan sebatang kretek. Bunyi cengkeh terbakar\u00a0
akan menemani hening sementara kepulan asap akan menari untuknya, sebelum\u00a0pergi menikmati bintang. \u201cItulah liburan holistik buatku,\u201d katanya.\u00a0<\/p>\n\n\n\n
kretek.\u00a0 Willy\u00a0 dengan\u00a0 Sampoerna\u00a0 A\u00a0 Mild-nya,\u00a0 Mama\u00a0 Tua\u00a0 dengan\u00a0 Djarum\u00a0Super-nya,\u00a0 dan\u00a0 si\u00a0 seniman\u00a0 dengan Gudang Garam Merah-nya. Dan\u00a0 kenapa\u00a0kretek? Bukannya mereka tidak tahu kalau ada rokok putih di warung. Tapi ini\u00a0masalah selera. Willy lebih suka kretek yang ada bunyinya dan rasanya manis.\u00a0<\/p>\n\n\n\n
***
Berbicara tentang ritual sekilas terkesan religius. Padahal tidak selamanya\u00a0
begitu. Ritual bukan hanya milik agama atau aliran-aliran kepercayaan yang\u00a0melulu mesti dikerjakan berjamaah. Bersembahyang sendiri pun tanpa disadari\u00a0termasuk ritual personal seseorang. Kemudian menyapu halaman di pagi hari,\u00a0mencuci piring, membereskan rumah juga bisa dikatakan sebagai ritual. Maka,\u00a0ritual itu sesungguhnya hak semua orang dan penyelenggaraannya bisa dibuat\u00a0sekreatif mungkin, selama tidak mengganggu atau merepotkan orang lain.\u00a0<\/p>\n\n\n\n
\nBorobudur. Setiap pagi ia punya ritual untuk\nbersepeda berkeliling desa sehabis mandi. \u201cMau tengok Merapi atau\nmengeringkan rambut,\u201d katanya setiap ada orang bertanya hendak kemana ia\npergi dengan onthel kesayangannya. Ritual itu kemudian dilanjutkannya\ndengan menjerang air panas dan menyeduh kopi instan untuk ia bawa ke ruang\ntamu dan di kursi dekat jendela ia akan duduk, menikmati sinar matahari\nyang jatuh di punggungnya. Kemudian ia akan mulai melinting tembakau\nMadura dan cengkehnya sambil memperhatikan lukisan yang \nsedang dikerjakannya. Ritualnya ini bisa memakan waktu sampai \nsatu, dua jam, hampir setiap harinya. <\/p>\n\n\n\n
\nmblasuk ke desa-desa. Dan sebetulnya ini bukan\npemandangan asing bagi yang menyadari. Kalau pada waktu-waktu \nistirahat makan siang atau pulang dari sawah dan ladang akan\nbanyak terlihat petani menikmati kretek atau klobot yang tersemat di\nbibir mereka\u2014tidak akan ada pemandangan petani menikmati rokok putih dan\nsaya bersyukur atas ketidakadaan tersebut. Lebih-lebihkalau jalanjalan \ndi seputar Wonosobo, Banjarnegara, sampai \nDieng. Rasanya menggetarkan sekalimencium aroma \nkemenyan di udara dari klobot petani yang \nsedang berjalan pulang atau nongkrong di \npinggir jalan. Memandangi hijau perbukitan dan \nsawah, mendengarkan sayup-sayup jeram dari \nSerayu, ditambah aroma kemenyan yang tipis di udara adalah pengalaman yang\nsangat sulit dilupakan sekaligus didapatkan.<\/p>\n\n\n\n
teringat perbincangan dengan salah satu teman. Dalam perbincangan tersebut,\u00a0kami bersepakat kalau orang-orang yang melinting dengan penghayatan penuh\u00a0adalah\u00a0 seorang\u00a0 alkemis. Mereka\u00a0 tidak\u00a0 sekedar menikmati\u00a0 tembakau,\u00a0 tetapi\u00a0juga\u00a0 sedang\u00a0 melakukan\u00a0 proses\u00a0 pemurnian\u00a0 diri\u00a0 layaknya\u00a0 orang\u00a0 mandi.\u00a0 Jika\u00a0mandi membersihkan permukaan raga, maka asap yang tersesap membersihkan\u00a0dada\u2014sarang bagi perasaan-perasaan\u2014melalui api yang memberi nyawa pada\u00a0sebatang kretek.\u00a0
Dalam perbincangan itu saya teringat salah satu guru SD (sekolah dasar)\u00a0
saya.\u00a0 Bu\u00a0 Nonce\u00a0 namanya.\u00a0 Kabar\u00a0 terakhir\u00a0 tentangnya\u00a0 sungguh\u00a0 tidak\u00a0 enak\u00a0didengar. Orang-orang bilang Bu Nonce stres, baru bercerai dengan suaminya\u00a0yang selingkuh. Lantas kini dia jadi asosial dan perokok berat. Ibu saya cerita\u00a0pula kalau teman-teman sesama guru malas untuk mendekatinya karena ia kini\u00a0perokok berat Djarum Super.\u00a0
Saat mendapat\u00a0 berita\u00a0 ini\u00a0 saya\u00a0 tidak\u00a0 terlalu\u00a0 ambil\u00a0 pusing\u00a0 dengan\u00a0 kisah\u00a0
Bu\u00a0 Nonce.\u00a0 Tapi\u00a0 belakangan\u00a0 saya\u00a0 jadi\u00a0 memikirkan\u00a0 Bu\u00a0 Nonce.\u00a0 Sepanjang\u00a0ingatan saya ia tampak sebagai sosok perempuan yang punya pendirian. Lantas\u00a0hubungannya\u00a0 dengan\u00a0 rokok,\u00a0 semestinya\u00a0 tidak\u00a0 serta-merta membuat\u00a0 teman-temannya menjauh darinya. Toh, mereka tidak berada dalam sepatu Bu Nonce.\u00a0Mereka tidak tahu pikiran dan perasaan-perasaan seperti apa yang berkecamuk\u00a0dalam diri Bu Nonce. Maka semestinya tidak ada satu orang pun yang berhak\u00a0menghakimi Bu Nonce. Tapi mungkin, Bu Nonce pun sudah tidak ambil pusing lagi dengan kelakuan suaminya atau teman-teman yang menjauhinya. Mungkin,\u00a0Bu Nonce\u00a0 sudah mati\u00a0 rasa\u00a0 terhadap\u00a0 dunia\u00a0 dan\u00a0 di\u00a0 saat-saat\u00a0 seperti\u00a0 itu,\u00a0 bisa\u00a0jadi sebungkus Djarum Super menyelamatkan pikirannya tetap jernih bertahan\u00a0pada kesadaran bahwa ia bisa bertahan dan tidak kehilangan dirinya sendiri.\u00a0
Lantas, apa yang membuat kretek menjadi begitu magis? Entah karena\u00a0
tembakau, cengkeh, atau paduan keduanya, semua orang punya pendapat dan\u00a0imajinasinya masing-masing. Tapi kapan-kapan silakan coba memasukkan kata\u00a0kunci \u201cthe magic of\u00a0 cloves\u201d di mesin pencari, maka akan ada banyak\u00a0 sekali\u00a0website yang memaparkan kekuatan magis\u00a0 cengkeh.<\/p>\n\n\n\n
Dengan\u00a0 segala\u00a0 yang\u00a0 terkandung\u00a0 di\u00a0 dalamnya\u00a0 rasanya\u00a0 tidak\u00a0 salah\u00a0 jika\u00a0
kretek menjadi pelengkap ritual personal banyak orang, baik laki-laki maupun\u00a0perempuan. Dengan begitu, kretek melampaui batasan gender dan bidang-bidang\u00a0pekerjaan\u2014sungguh\u00a0 sesuatu yang universal. Yang muda dan yang\u00a0 tua punya\u00a0caranya sendiri dalam menikmati rokok kretek dan bahkan menyematkannya\u00a0ritual personal yang menunjukkan tingkat kreativitas. Dengan kecenderungan\u00a0habis\u00a0 lebih\u00a0 lama dibanding rokok putih, kretek memberi\u00a0 lebih banyak waktu bagi\u00a0 perokok\u00a0 berdialog\u00a0 dengan\u00a0 dirinya\u00a0 sendiri.\u00a0 Meski\u00a0 banyak\u00a0 orang\u00a0 yang\u00a0
bukan perokok bilang, kalau merokok\u00a0 sambil bengong atau ngobrol\u00a0 saja\u00a0 itu\u00a0buang-buang waktu\u2014time is money, dude!\u00a0
Ya, di satu sisi waktu memang uang. Tapi di sisi\u00a0 lain, ada hal-hal yang\u00a0
tidak\u00a0 bisa\u00a0 dibeli\u00a0 dengan\u00a0 uang.\u00a0 Seperti\u00a0 misalnya\u00a0 uang\u00a0 tidak\u00a0 bisa\u00a0 membeli\u00a0rasa\u00a0 kebersamaan\u00a0 yang\u00a0 tercipta\u00a0 antara\u00a0 dua\u00a0 orang\u00a0 atau\u00a0 lebih\u00a0 karena mereka\u00a0merokok kretek yang sama. Atau kedamaian dan ketenangan yang ditimbulkan\u00a0dari\u00a0 kretek\u00a0 bagi\u00a0 seseorang\u00a0 yang\u00a0 sedang\u00a0 merenungi\u00a0 pertengkaran\u00a0 yang\u00a0meluluhlantakkan\u00a0 harinya. Hal hal\u00a0 seperti\u00a0 itu\u00a0 jelas\u00a0 tidak\u00a0 bisa\u00a0 dibandingkan\u00a0dengan\u00a0 harga\u00a0 sebungkus\u00a0 kretek.\u00a0 Abstrak\u00a0 memang.\u00a0 Tapi,\u00a0 begitulah\u00a0 adanya\u00a0pengalaman\u00a0 rasa.\u00a0 Ia\u00a0 tidak bisa ditampilkan dalam bentuk yang nyata\u00a0 saking\u00a0lenturnya. Dan di antara pengalaman-pengalaman rasa tersebut terselip kretek\u00a0 di bibir banyak orang.
Banyak\u00a0 orang\u00a0 yang merokok\u00a0 ala\u00a0 kadarnya.\u00a0 Tapi,\u00a0 tidak\u00a0 sedikit\u00a0 orang-
orang\u00a0 yang\u00a0 memiliki\u00a0 ikatan\u00a0 batin\u00a0 dengan\u00a0 kretek\u00a0 selain Mama\u00a0 Tua, Willy,\u00a0kawan-kawan seniman, dan Bu Nonce. Membayangkan betapa sebatang kretek\u00a0menjadi\u00a0 teman dalam perhentian di antara perjalanan, berendam di mata air\u00a0panas alami atau sekedar duduk di ruang tamu bersama salah satu novel Anais\u00a0Nin saat hujan, adalah momen-momen seksi. Yang mengajak untuk melupakan\u00a0sejenak\u00a0 permasalahan\u00a0 dunia\u00a0 yang\u00a0 semakin\u00a0 aneh-aneh\u00a0 saja,\u00a0 tetapi\u00a0 kemudian\u00a0mampu\u00a0 mengajak\u00a0 untuk\u00a0 menyelami\u00a0 diri\u00a0 sendiri\u00a0 sampai\u00a0 ke\u00a0 bagian-bagian\u00a0tergelapnya.\u00a0
Beberapa\u00a0 kisah\u00a0 di\u00a0 atas memang\u00a0 bukan\u00a0 kisah-kisah\u00a0 bombastis. Hanya\u00a0
kisah-kisah\u00a0 sederhana\u00a0 dari\u00a0 keseharian\u00a0 berikut\u00a0 perasasan-perasaan\u00a0 yang\u00a0menyertainya.\u00a0 Tapi\u00a0 justru,\u00a0 menyelami\u00a0 kenangan\u00a0 tentang\u00a0 kretek,\u00a0 kerabat-kerabat, petani, klobot, dan ladang; adalah proses pengenalan kembali terhadap\u00a0Indonesia,\u00a0 dan\u00a0 bagaimana\u00a0 saya\u00a0 berupaya\u00a0 mencintai\u00a0 negeri\u00a0 berikut\u00a0 sesama\u00a0makhluk ciptaan yang kuasa melalui sudut-sudutnya yang terabaikan.<\/p>\n\n\n\n
<\/p>\n","post_title":"Mereka yang Mencintai Kretek","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"mereka-yang-mencintai-kretek","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-03-03 09:37:45","post_modified_gmt":"2019-03-03 02:37:45","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5504","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":44},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"epic_block_3"};
<\/p>\n\n\n\nBaca: Soal Rokok, Kenapa NU Boleh dan Muhammadiyah Tidak Boleh?<\/a> <\/h4>\n\n\n\n
<\/p>\n\n\n\nBaca: Menghisap Kretek, Langkah Kecil Menjaga Kedaulatan Bangsa<\/a> <\/h4>\n\n\n\n
<\/p>\n\n\n\n
<\/p>\n\n\n\n
<\/p>\n\n\n\n
<\/p>\n\n\n\nBaca: Kata Siapa Lebih Sehat? Perokok Elektrik Berisiko Terjangkit Penyakit Kardiovaskular<\/a> <\/h4>\n\n\n\n
<\/p>\n\n\n\n
<\/p>\n","post_title":"Rekomendasi Produk Alternatif Tembakau Terlalu Dipaksakan dan Mencederai Semangat Munas Alim Ulama NU 2019","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"rekomendasi-produk-alternatif-tembakau-terlalu-dipaksakan-dan-mencederai-semangat-munas-alim-ulama-nu-2019","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-03-04 08:33:46","post_modified_gmt":"2019-03-04 01:33:46","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5507","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5504,"post_author":"924","post_date":"2019-03-03 09:37:39","post_date_gmt":"2019-03-03 02:37:39","post_content":"\n
yang\u00a0 juga\u00a0 cerita\u00a0 tentang\u00a0 ritual\u00a0 personalnya\u00a0 dengan\u00a0 kretek. Willy\u00a0 namanya.\u00a0Dalam\u00a0 keriuhan\u00a0 warung\u00a0 soto\u00a0 Kudus, Willy\u00a0 bercerita\u00a0 kalau\u00a0 ia\u00a0 rindu\u00a0 sekali\u00a0mendaki\u00a0 gunung dan melaksanakan\u00a0 ritualnya.\u00a0 Ia membayangkan perjalanan\u00a0menuju puncak dimana hanya akan ada teman-teman yang sudah akrab kental\u00a0dan tumbuhan. Ia membayangkan perjalanan berjam-jam melalui jalan setapak\u00a0sebelum menjelang puncak dan mendirikan\u00a0 tenda di\u00a0 sana. Kemudian\u00a0 ia dan\u00a0teman-temannya akan menyalakan api unggun, menjerang air, mengopi, dan\u00a0mengkretek\u00a0 sambil menikmati matahari\u00a0 yang\u00a0 terbenam\u00a0 atau\u00a0 terbit keesokan\u00a0paginya. Dan Willy pun berkhayal, saat teman-temannya sudah tidur, ia ingin\u00a0duduk sendiri bersama api unggun dan sebatang kretek. Bunyi cengkeh terbakar\u00a0
akan menemani hening sementara kepulan asap akan menari untuknya, sebelum\u00a0pergi menikmati bintang. \u201cItulah liburan holistik buatku,\u201d katanya.\u00a0<\/p>\n\n\n\n
kretek.\u00a0 Willy\u00a0 dengan\u00a0 Sampoerna\u00a0 A\u00a0 Mild-nya,\u00a0 Mama\u00a0 Tua\u00a0 dengan\u00a0 Djarum\u00a0Super-nya,\u00a0 dan\u00a0 si\u00a0 seniman\u00a0 dengan Gudang Garam Merah-nya. Dan\u00a0 kenapa\u00a0kretek? Bukannya mereka tidak tahu kalau ada rokok putih di warung. Tapi ini\u00a0masalah selera. Willy lebih suka kretek yang ada bunyinya dan rasanya manis.\u00a0<\/p>\n\n\n\n
***
Berbicara tentang ritual sekilas terkesan religius. Padahal tidak selamanya\u00a0
begitu. Ritual bukan hanya milik agama atau aliran-aliran kepercayaan yang\u00a0melulu mesti dikerjakan berjamaah. Bersembahyang sendiri pun tanpa disadari\u00a0termasuk ritual personal seseorang. Kemudian menyapu halaman di pagi hari,\u00a0mencuci piring, membereskan rumah juga bisa dikatakan sebagai ritual. Maka,\u00a0ritual itu sesungguhnya hak semua orang dan penyelenggaraannya bisa dibuat\u00a0sekreatif mungkin, selama tidak mengganggu atau merepotkan orang lain.\u00a0<\/p>\n\n\n\n
\nBorobudur. Setiap pagi ia punya ritual untuk\nbersepeda berkeliling desa sehabis mandi. \u201cMau tengok Merapi atau\nmengeringkan rambut,\u201d katanya setiap ada orang bertanya hendak kemana ia\npergi dengan onthel kesayangannya. Ritual itu kemudian dilanjutkannya\ndengan menjerang air panas dan menyeduh kopi instan untuk ia bawa ke ruang\ntamu dan di kursi dekat jendela ia akan duduk, menikmati sinar matahari\nyang jatuh di punggungnya. Kemudian ia akan mulai melinting tembakau\nMadura dan cengkehnya sambil memperhatikan lukisan yang \nsedang dikerjakannya. Ritualnya ini bisa memakan waktu sampai \nsatu, dua jam, hampir setiap harinya. <\/p>\n\n\n\n
\nmblasuk ke desa-desa. Dan sebetulnya ini bukan\npemandangan asing bagi yang menyadari. Kalau pada waktu-waktu \nistirahat makan siang atau pulang dari sawah dan ladang akan\nbanyak terlihat petani menikmati kretek atau klobot yang tersemat di\nbibir mereka\u2014tidak akan ada pemandangan petani menikmati rokok putih dan\nsaya bersyukur atas ketidakadaan tersebut. Lebih-lebihkalau jalanjalan \ndi seputar Wonosobo, Banjarnegara, sampai \nDieng. Rasanya menggetarkan sekalimencium aroma \nkemenyan di udara dari klobot petani yang \nsedang berjalan pulang atau nongkrong di \npinggir jalan. Memandangi hijau perbukitan dan \nsawah, mendengarkan sayup-sayup jeram dari \nSerayu, ditambah aroma kemenyan yang tipis di udara adalah pengalaman yang\nsangat sulit dilupakan sekaligus didapatkan.<\/p>\n\n\n\n
teringat perbincangan dengan salah satu teman. Dalam perbincangan tersebut,\u00a0kami bersepakat kalau orang-orang yang melinting dengan penghayatan penuh\u00a0adalah\u00a0 seorang\u00a0 alkemis. Mereka\u00a0 tidak\u00a0 sekedar menikmati\u00a0 tembakau,\u00a0 tetapi\u00a0juga\u00a0 sedang\u00a0 melakukan\u00a0 proses\u00a0 pemurnian\u00a0 diri\u00a0 layaknya\u00a0 orang\u00a0 mandi.\u00a0 Jika\u00a0mandi membersihkan permukaan raga, maka asap yang tersesap membersihkan\u00a0dada\u2014sarang bagi perasaan-perasaan\u2014melalui api yang memberi nyawa pada\u00a0sebatang kretek.\u00a0
Dalam perbincangan itu saya teringat salah satu guru SD (sekolah dasar)\u00a0
saya.\u00a0 Bu\u00a0 Nonce\u00a0 namanya.\u00a0 Kabar\u00a0 terakhir\u00a0 tentangnya\u00a0 sungguh\u00a0 tidak\u00a0 enak\u00a0didengar. Orang-orang bilang Bu Nonce stres, baru bercerai dengan suaminya\u00a0yang selingkuh. Lantas kini dia jadi asosial dan perokok berat. Ibu saya cerita\u00a0pula kalau teman-teman sesama guru malas untuk mendekatinya karena ia kini\u00a0perokok berat Djarum Super.\u00a0
Saat mendapat\u00a0 berita\u00a0 ini\u00a0 saya\u00a0 tidak\u00a0 terlalu\u00a0 ambil\u00a0 pusing\u00a0 dengan\u00a0 kisah\u00a0
Bu\u00a0 Nonce.\u00a0 Tapi\u00a0 belakangan\u00a0 saya\u00a0 jadi\u00a0 memikirkan\u00a0 Bu\u00a0 Nonce.\u00a0 Sepanjang\u00a0ingatan saya ia tampak sebagai sosok perempuan yang punya pendirian. Lantas\u00a0hubungannya\u00a0 dengan\u00a0 rokok,\u00a0 semestinya\u00a0 tidak\u00a0 serta-merta membuat\u00a0 teman-temannya menjauh darinya. Toh, mereka tidak berada dalam sepatu Bu Nonce.\u00a0Mereka tidak tahu pikiran dan perasaan-perasaan seperti apa yang berkecamuk\u00a0dalam diri Bu Nonce. Maka semestinya tidak ada satu orang pun yang berhak\u00a0menghakimi Bu Nonce. Tapi mungkin, Bu Nonce pun sudah tidak ambil pusing lagi dengan kelakuan suaminya atau teman-teman yang menjauhinya. Mungkin,\u00a0Bu Nonce\u00a0 sudah mati\u00a0 rasa\u00a0 terhadap\u00a0 dunia\u00a0 dan\u00a0 di\u00a0 saat-saat\u00a0 seperti\u00a0 itu,\u00a0 bisa\u00a0jadi sebungkus Djarum Super menyelamatkan pikirannya tetap jernih bertahan\u00a0pada kesadaran bahwa ia bisa bertahan dan tidak kehilangan dirinya sendiri.\u00a0
Lantas, apa yang membuat kretek menjadi begitu magis? Entah karena\u00a0
tembakau, cengkeh, atau paduan keduanya, semua orang punya pendapat dan\u00a0imajinasinya masing-masing. Tapi kapan-kapan silakan coba memasukkan kata\u00a0kunci \u201cthe magic of\u00a0 cloves\u201d di mesin pencari, maka akan ada banyak\u00a0 sekali\u00a0website yang memaparkan kekuatan magis\u00a0 cengkeh.<\/p>\n\n\n\n
Dengan\u00a0 segala\u00a0 yang\u00a0 terkandung\u00a0 di\u00a0 dalamnya\u00a0 rasanya\u00a0 tidak\u00a0 salah\u00a0 jika\u00a0
kretek menjadi pelengkap ritual personal banyak orang, baik laki-laki maupun\u00a0perempuan. Dengan begitu, kretek melampaui batasan gender dan bidang-bidang\u00a0pekerjaan\u2014sungguh\u00a0 sesuatu yang universal. Yang muda dan yang\u00a0 tua punya\u00a0caranya sendiri dalam menikmati rokok kretek dan bahkan menyematkannya\u00a0ritual personal yang menunjukkan tingkat kreativitas. Dengan kecenderungan\u00a0habis\u00a0 lebih\u00a0 lama dibanding rokok putih, kretek memberi\u00a0 lebih banyak waktu bagi\u00a0 perokok\u00a0 berdialog\u00a0 dengan\u00a0 dirinya\u00a0 sendiri.\u00a0 Meski\u00a0 banyak\u00a0 orang\u00a0 yang\u00a0
bukan perokok bilang, kalau merokok\u00a0 sambil bengong atau ngobrol\u00a0 saja\u00a0 itu\u00a0buang-buang waktu\u2014time is money, dude!\u00a0
Ya, di satu sisi waktu memang uang. Tapi di sisi\u00a0 lain, ada hal-hal yang\u00a0
tidak\u00a0 bisa\u00a0 dibeli\u00a0 dengan\u00a0 uang.\u00a0 Seperti\u00a0 misalnya\u00a0 uang\u00a0 tidak\u00a0 bisa\u00a0 membeli\u00a0rasa\u00a0 kebersamaan\u00a0 yang\u00a0 tercipta\u00a0 antara\u00a0 dua\u00a0 orang\u00a0 atau\u00a0 lebih\u00a0 karena mereka\u00a0merokok kretek yang sama. Atau kedamaian dan ketenangan yang ditimbulkan\u00a0dari\u00a0 kretek\u00a0 bagi\u00a0 seseorang\u00a0 yang\u00a0 sedang\u00a0 merenungi\u00a0 pertengkaran\u00a0 yang\u00a0meluluhlantakkan\u00a0 harinya. Hal hal\u00a0 seperti\u00a0 itu\u00a0 jelas\u00a0 tidak\u00a0 bisa\u00a0 dibandingkan\u00a0dengan\u00a0 harga\u00a0 sebungkus\u00a0 kretek.\u00a0 Abstrak\u00a0 memang.\u00a0 Tapi,\u00a0 begitulah\u00a0 adanya\u00a0pengalaman\u00a0 rasa.\u00a0 Ia\u00a0 tidak bisa ditampilkan dalam bentuk yang nyata\u00a0 saking\u00a0lenturnya. Dan di antara pengalaman-pengalaman rasa tersebut terselip kretek\u00a0 di bibir banyak orang.
Banyak\u00a0 orang\u00a0 yang merokok\u00a0 ala\u00a0 kadarnya.\u00a0 Tapi,\u00a0 tidak\u00a0 sedikit\u00a0 orang-
orang\u00a0 yang\u00a0 memiliki\u00a0 ikatan\u00a0 batin\u00a0 dengan\u00a0 kretek\u00a0 selain Mama\u00a0 Tua, Willy,\u00a0kawan-kawan seniman, dan Bu Nonce. Membayangkan betapa sebatang kretek\u00a0menjadi\u00a0 teman dalam perhentian di antara perjalanan, berendam di mata air\u00a0panas alami atau sekedar duduk di ruang tamu bersama salah satu novel Anais\u00a0Nin saat hujan, adalah momen-momen seksi. Yang mengajak untuk melupakan\u00a0sejenak\u00a0 permasalahan\u00a0 dunia\u00a0 yang\u00a0 semakin\u00a0 aneh-aneh\u00a0 saja,\u00a0 tetapi\u00a0 kemudian\u00a0mampu\u00a0 mengajak\u00a0 untuk\u00a0 menyelami\u00a0 diri\u00a0 sendiri\u00a0 sampai\u00a0 ke\u00a0 bagian-bagian\u00a0tergelapnya.\u00a0
Beberapa\u00a0 kisah\u00a0 di\u00a0 atas memang\u00a0 bukan\u00a0 kisah-kisah\u00a0 bombastis. Hanya\u00a0
kisah-kisah\u00a0 sederhana\u00a0 dari\u00a0 keseharian\u00a0 berikut\u00a0 perasasan-perasaan\u00a0 yang\u00a0menyertainya.\u00a0 Tapi\u00a0 justru,\u00a0 menyelami\u00a0 kenangan\u00a0 tentang\u00a0 kretek,\u00a0 kerabat-kerabat, petani, klobot, dan ladang; adalah proses pengenalan kembali terhadap\u00a0Indonesia,\u00a0 dan\u00a0 bagaimana\u00a0 saya\u00a0 berupaya\u00a0 mencintai\u00a0 negeri\u00a0 berikut\u00a0 sesama\u00a0makhluk ciptaan yang kuasa melalui sudut-sudutnya yang terabaikan.<\/p>\n\n\n\n
<\/p>\n","post_title":"Mereka yang Mencintai Kretek","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"mereka-yang-mencintai-kretek","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-03-03 09:37:45","post_modified_gmt":"2019-03-03 02:37:45","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5504","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":44},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"epic_block_3"};
<\/p>\n\n\n\nBaca: Soal Rokok, Kenapa NU Boleh dan Muhammadiyah Tidak Boleh?<\/a> <\/h4>\n\n\n\n