PERTANIAN

Taru Martani, Pabrik Lokal Penghasil Cerutu Internasional

Bagi kebanyakan orang, cerutu identik dengan Kuba. Padahal, Yogyakarta juga punya cerutu yang cita rasanya tidak kalah dengan cerutu Kuba yang telah masyhur itu. cerutu taru martani

Cerutu buatan Yogya berkelas internasional dan telah diekspor ke beberapa benua, seperti Amerika Serikat, Eropa dan Timur Tengah. Bahkan pernah suatu ketika dalam sebuah forum cigar aficionado (penikmat cerutu) internasional, cerutu dari tanah Yogya ini pernah dibandingkan dengan cerutu Kuba dengan metode blind test. Hasilnya, cerutu dari tanah Yogya disangka cerutu Kuba dan cerutu  disangka sebaliknya.

Ialah PD. Tarumartani, sebuah perusahaan dagang milik pemerintah daerah sang pembuat cerutu tersebut. Pabrik ini semula didirikan oleh seorang pendudukan berkewarganegaraan Belanda pada tahun 1918 di tepi jalan Magelang dan bernama N.V. Negresco.

Negresco, By: www.sigarenfabrieken.nl

Negresco pada awalnya dimaksudkan untuk menyediakan bagi para prajurit Belanda dan pejabat tinggi di Yogyakarta setelah kurangnya cerutu akibat Perang Dunia I. Tapi kemudian, perusahaan melihat bahwa orang-orang Jawa juga tertarik untuk merokok, dengan demikian, mereka memutuskan untuk menjual cerutu di sekitar Hindia Belanda juga. Bisnis berjalan dengan sangat baik sehingga pada tahun 1930, pabrik telah mencapai lebih dari 1000 pekerja.

Setelah itu, pada masa pendudukan Jepang di Jogjakarta, pabrik ini diganti nama menjadi Java Tobacco Kojo dan lokasinya dipindahkan ke lokasi Jln. Kompol B. Supratman, Yogyakarta.

Selanjutnya, pada 23 September 1972 nama Taru Martani diresmikan oleh Menteri Ekuin yang kala itu dijabat oleh Sri Sultan Hamengku Buwono IX. Sebagaimana orang Jawa selalu mengutamakan makana disetiap penyematan nama, nama Taru Martani memiliki arti daun kehidupan. Taru (daun) dan martani (kehidupan). Tentu saja makna dari Taru Martani selanjutnya dapat disaksikan bahwa daun tembakau memang memberikan kehidupan besar bagi masyarakat.

Sejak 1918, Taru Martani senantiasa menciptakan formulasi campuran tembakau cerutu yang bercita rasa tinggi guna memenuhi keinginan dari para pecinta cerutu sejati. Hingga saat ini, seperti dilansir dari portal Dinas Pendapatan Pengelolaan Keuangan dan Aset Pemda DIY, Taru Martani memproduksi 14 jenis cerutu yang telah masyhur di seluruh dunia yaitu, Cigarillos/Treasure, Extra Cigarillos, Senoritas, Panatella, Slim Panatella, Half Corona, Corona, Super Corona/Grand Corona, Boheme, Perfecto, Royal. Rothschild, dan Churchill.

Taru Martani saat ini memproduksi 3 formulasi campuran cerutu yaitu : Natural Cigar (murni tembakau), Flavour Cigar (tembakau dengan saus/aroma Mint, Amareto, Vanilla, Rum dan Hazelnut) dan Mild Cigar (tembakau “ringan’). Untuk bahan baku, Taru Martani mendatangkan tembakau dari daerah Besuki, Jember, Jawa Timur. Tembakau tersebut bernama Java Besuki yang memiliki rasa tembakau yang cukup menonjol dengan warna coklat kehitaman.

Java Besuki digunakan untuk pembungkus dalam (omblad) dan pembungkus luar ( dekblad) cerutu. Sementara untuk isi (filler) digunakan tembakau Java Besuki yang telah dicampur dengan tembakau dari Havana dan Brasil. Keunikan pembuatan cerutu Taru Martani adalah karena semua proses pembuatannya dilakukan secara manual dengan tangan. Oleh karena itu dapat dikatakan setiap batang cerutu dibuat dengan ketelitian tinggi dan menjadi hasil karya yang terpilih.

Taru Martani saat ini dimiliki oleh pemerintah provinsi Yogyakarta. Mempekerjakan sekitar 270 pekerja, Taru Martani dapat menghasilkan hingga 5 juta cerutu per tahun, 70% diantaranya untuk pasar luar negeri seperti Belanda, Belgia, Jerman, AS, Prancis, Taiwan, Australia, dan negara-negara Asia Tenggara. Cerutu yang dibuatnya sejak 1918, Senator dan Mundi Victor, masih diproduksi. Taru Martani juga membuka pintunya untuk kunjungan wisatawan.

Tahun ini Taru Martani telah seabad. Selama seabad itu, cerutu-cerutu itu baik-baik saja bagi orang-orang. Dan selama hampir satu abad, juga telah menyaksikan pasang surut Indonesia.

Bijak Berkomentar Tanda Kretekus Santun
Rinanda
Hobi jalan-jalan dan jajan. Bercita-cita punya butik.

    You may also like

    Comments are closed.

    More in:PERTANIAN