Tapi jika kemudian di masa depan memang rokok elektrik yang kemudian menjadi sesuatu yang populer dan dinikmati banyak orang. Rasanya saya tetap ingin hidup di jaman ini, dengan sebatang kretek di tangan dan menikmati segala khasanah kebudayaan yang patut terus dipertahankan. <\/p><\/blockquote>\n\n\n\n
<\/p>\n","post_title":"Masa Depan, Rokok Elektrik, dan Semangat Alternatif yang Sia-Sia","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"masa-depan-rokok-elektrik-dan-semangat-alternatif-yang-sia-sia","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-02-03 09:05:56","post_modified_gmt":"2019-02-03 02:05:56","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5403","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5377,"post_author":"878","post_date":"2019-01-31 08:59:05","post_date_gmt":"2019-01-31 01:59:05","post_content":"Sejarah mencatat aktivitas manusia mengisap rokok<\/a> yang mereka produksi dari daun tembakau sudah berlangsung setidaknya sejak 4000 tahun yang lalu. Atau pada 2000 Sebelum Masehi. Adalah ratusan suku-suku yang menghuni Benua Amerika lebih tepatnya Amerika Selatan yang memulai itu. Suku-suku yang oleh bangsa barat dengan mudahnya digolongkan dalam satu suku saja yaitu Suku Indian, padahal penamaan ini terjadi karena kesalahan semata, Kesalahan yang dilakukan oleh Christoper Colombus ketika melakukan petualangannya.<\/span>\r\n\r\nSuku-suku itu memanfaatkan tembakau yang diolah menjadi rokok untuk dikonsumsi dalam keseharian mereka. Selain itu tembakau digunakan sebagai media penyambutan, penerimaan dan perdamaian antar suku, juga digunakan untuk mengobati beberapa penyakit. Dukun-dukun menggunakan daun tembakau untuk mengobati pasiennya, baik dengan cara dibalurkan, atau lewat asap rokok yang mereka buat dari daun tembakau.<\/span>\r\n\r\nPada abad ke-15 hingga ke-16, para penjelajah Eropa mengenalkan tanaman tembakau dan aktivitas merokok ke tempat-tempat yang mereka datangi di dunia. Termasuk Indonesia. Memang ada yang bilang kebiasaan merokok di negeri ini sudah ada jauh sebelum aktivitas merokok diperkenalkan penjelajah dan penjajah Eropa, meskipun bukan dengan daun tembakau. Yang jelas, kebiasaan merokok tembakau di negeri ini begitu masif usai penjelajah dan penjajah mengenalkan kebiasaan merokok menggunakan daun tembakau.<\/span>\r\n\r\nPersebaran tembakau dan aktivitas merokok ke berbagai lokasi di penjuru bumi, memunculkan kebiasaan-kebiasaan baru dan varian-varian cara dalam menikmati rokok tembakau. Pun begitu dengan di Nusantara. Aktivitas merokok tembakau memunculkan kebiasaan-kebiasaan baru dan khas di banyak tempat, juga improvisasi-improvisasi cara dan bahan tambahan ketika menikmati rokok tembakau.<\/span>\r\nTak sekadar tembakau, masyarakat Nusantara menambahkan beberapa bahan lain selain tembakau dalam rokok yang mereka isap.Yang paling fenomenal adalah temuan rokok kretek yang pada akhirnya hingga saat ini berhasil menguasai lebih dari 90 persen pasar rokok Indonesia.<\/span><\/blockquote>\r\nBerawal dari ketidaksengajaan Djamhari mengoleskan minyak cengkeh ke rokok tembakaunya, campuran tembakau dan cengkeh yang menjadikan produk baru bernama rokok kretek, yang namanya diambil dari suaranya ketika campuran tembakau kering dan cengkeh kering dibakar, keretek-keretek, kemretek, berkembang pesat pada abad 20. Djamhari ketika itu sakit sesak napas. Sudah beberapa hari sakitnya tak kunjung sembuh. Setelah mengoleskan minyak cengkeh ke rokok yang ia isap, karena merasakan ada perubahan dari sakit yang ia rasa, kemudian Djamhari tak sekadar mengoleskan minyak cengkeh, namun mencampurkan cengkeh kering dengan tembakau pada rokok yang ia isap. Penyakitnya berangsur menghilang dan ia sembuh.<\/span>\r\n\r\nVarian, improviasi dan kreativitas baru di seputar aktivitas merokok terus berkembang seiring perjalanan waktu dan perkembangan kemajuan teknologi. Persilangan antara kegemaran merokok dan perkembangan teknologi menghasilkan ragam rupa kreativitas dalam merokok dan mengonsumsi produk-produk tembakau. Kini ada rokok non-asap, nikotin tempel seperti koyo, tembakau kunyah, nikotin permen, dan ragam rupa kreasi lainnya. Inovasi ini kian menjadi saat kampanye bahaya rokok konvensional dan terutama bahaya rokok kretek terus-menerus didengungkan di penjuru bumi.<\/span>\r\n\r\nYang terbaru, setidaknya dalam empat tahun belakangan cukup berkembang di Indonesia, terutama di beberapa tempat di kota besar, adalah rokok elektrik atau yang lazim disebut <\/span>vape\/vaping<\/span><\/i>. Masuknya rokok elektrik ini bersamaan dengan serangan besar-besaran terhadap rokok kretek lewat kampanye yang menyebutkan rokok kretek sama sekali tidak baik untuk kesehatan. Rokok elektrik masuk dan digembar-gemborkan sebagai produk alternatif.<\/span>\r\n\r\nHingga sempat ada masanya, rokok elektrik ini dikampanyekan dan digunakan sebagai alat antara untuk meninggalkan produk rokok konvensional. Terapi berhenti merokok dengan berpindah dari rokok konvensional ke rokok kretek. Kampanye ini selalu menyebutkan bahwasanya rokok elektrik lebih baik dari rokok konvensional. Lebih sehat. Tetapi apakah memang benar seperti itu?<\/span>\r\n\r\nMungkin penjabaran data bahan baku rokok kretek dan rokok elektrik di bawah ini bisa membantu anda menemukan jawabannya sendiri.<\/span>\r\nRokok Kretek<\/span><\/h4>\r\n
Foto: Eko Susanto\/Rokok Indonesia[\/caption]\r\n\r\nDua bahan baku utama rokok kretek adalah tembakau dan cengkeh. Selain keduanya, setiap pabrikan memiliki bahan baku tambahannya sendiri yang membikin rokok kretek produksi mereka memiliki citarasa khasnya masing-masing. Para perokok yang biasa melinting sendiri rokok kreteknya lazim menyebutnya wur untuk tambahan bahan baku di luar tembakau dan cengkeh. Wur ini terdiri dari beberapa rempah-rempah sesuai dengan selera. Pabrikan-pabrikan rokok kretek meracik sendiri wur sebagai campuran tembakau dan cengkeh pada rokok kretek mereka. Wur ini kadang disebut perisa atau saus oleh pabrikan. Bahan bakunya mirip, campuran beberapa rempah-rempah.<\/span>\r\n\r\nBeberapa bahan baku lain selain cengkeh dan tembakau pada rokok kretek adalah: Kapulaga, kemenyan, daun sirih, kayu manis, kemukus, dan kelembak.<\/span>\r\n\r\nSelain bahan baku utama yang merupakan campuran tembakau, cengkeh, dan beberapa rempah lainnya yang lazim disebut saus, bahan penyusun rokok kretek lainnya adalah kertas atau yang lazim disebut sigaret. Bahan baku kertas sigaret adalah\u00a0<\/span>selulosa astetat.<\/span><\/i> Selulosa<\/span><\/i>\u00a0ini berasal dari serat tanama. Sebelum menjadi lembaran diolah menjadi\u00a0<\/span>pulp\u00a0<\/span><\/i>terlebih dulu. Unsur pelekat pada kertas dinamakan sideseam. Pelekat kertas tersebut merupakan pelekat\u00a0khusus\u00a0yang digunakan dalam jumlah yang sangat kecil.<\/span> Pada dasarnya kertas rokok atau kertas sigaret juga dilengkapi\u00a0<\/span>porforasi<\/span><\/i>\u00a0(kertas berlubang), di mana lubang ukurang mikro tersebut dapat menyedot udara luar sehingga kadar tar dan nikotin di dalam rokok turun.<\/span>\r\n\r\nSatu lagi bahan yang ada pada sebatang rokok kretek adalah busa filter, jika rokok kreteknya adalah rokok kretek filter. Bahan busa filter pada rokok kretek berasal dari aseto, tumbuhan jenis padi-padian yang banyak tumbuh di wilayah Eropa pasca musim dingin. Filter pada rokok kretek terbagi dari empat bagian,\u00a0<\/span>tow<\/span><\/i>\u00a0(rangkaian\u00a0<\/span>selulose asetat<\/span><\/i>\u00a0sebagai badan filter),\u00a0<\/span>plasticizer<\/span><\/i>\u00a0(zat pelunak untuk mengikat filter),\u00a0<\/span>plug wrap<\/span><\/i>\u00a0(kertas pembungkus fiber filter) dan pelekat (sebagai pelekat\u00a0<\/span>plug wrap<\/span><\/i>).<\/span>\r\n\r\nDari uraian ini, bisa dikatakan jika bahan baku utama dan bahan-bahan tambahan untuk rokok kretek semuanya merupakan bahan-bahan alami yang berasal dari alam. Produk herbal.<\/span>\r\n
Rokok Elektrik<\/span><\/h4>\r\n
Foto: testic.net[\/caption]\r\n\r\nBerbeda dengan rokok konvensional yang menggunakan prinsip pembakaran pada proses konsumsinya, rokok elektrik menggunakan prinsip penguapan. Oleh sebab itu produk ini lazim disebut vape karena prinsip reaksi yang bekerja berupa vaporizer.<\/span>\r\n\r\nAda empat elemen utama dalam sebuah produk rokok elektrik yang dikonsumsi. Cairan utama (liquid), wadah cairan (<\/span>cartridge<\/span><\/i>), atomizer atau pemanas, dan baterai.<\/span>\r\n\r\nCairan pada rokok elektrik terdiri dari campuran propilen glikol, gliserol, air, nikotin sintetis, dan perasa sintetis. Gliserol adalah bahan baku e-liquid, perannya adalah membantu proses vaporasi dari cairan (liquid) menjadi gas (asap). Gliserol adalah bahan kimia tanpa warna, tanpa bau, yang banyak digunakan di bidang farmasi. Bahan ini berbentuk cairan agak kental dan sedikit berasa manis. Propilen Glikol adalah bahan penguat rasa berbentuk cair\/ liquid. Pada umumnya dipakai pada essence makanan dan minuman ringan sebagai penguat. Sifatnya tidak berbau dan berasa manis. Liquid premium lokal atau import juga menggunakan ini.<\/span>\r\n\r\nAda dua kunci yang bisa menjadi acuan analisis terkait rokok kretek dan rokok elektrik dalam hubungannya dengan klaim rokok elektrik yang jauh lebih sehat dari rokok kretek dan rokok konvensional, bahkan rokok elektrik dianggap sebagai produk yang baik dipilih untuk meninggalkan kebiasaan merokok. Dua kunci itu adalah, bahan alami vs bahan sintetis, dan proses pembakaran rokok konvensional vs proses penguapan rokok elektrik. Dari dua kunci utama ini saja kita bisa tahu mana yang lebih baik sebenarnya.<\/span>","post_title":"Perbandingan Bahan Baku Kretek dan Rokok Elektrik","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"perbandingan-bahan-baku-kretek-dan-rokok-elektrik","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-01-31 08:59:27","post_modified_gmt":"2019-01-31 01:59:27","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5377","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5368,"post_author":"919","post_date":"2019-01-29 09:28:05","post_date_gmt":"2019-01-29 02:28:05","post_content":"Sudah jadi konsekuensi hidup di kawasan tropis di mana memasuki September hingga Februari masuk dalam musim hujan. Badan Metereologi Klimatologi dan Geofisika Indonesia menyebutkan bahwa puncak-puncak musim hujan di 2019 ini akan jatuh pada Januari dan Februari. Langit mendung dengan atmosfer yang agak sejuk kini mulai dirasakan pada berbagai daerah di tanah air.\r\n\r\nIndonesia memang bukan negara seperti di belahan dunia lain yang bisa merasakan empat musim. Hanya diberikan dua musim saja sudah menjadi berkah bagi masyarakat tanah air. Tentu kita bisa bertanya setidaknya kepada para petani dan pelaut bagaimana musim hujan dan musim panas memberikan manfaat bagi mereka.\r\n\r\nMemasuki puncak-puncaknya musim hujan, beberapa hal memang musti diperhatikan. Pasalnya jika lalai dalam kondisi-kondisi tertentu maka bisa saja urusan kesehatan sedikit menghambat aktivitas anda. Sediakan beberapa obat-obatan, hindari keluar tanpa membawa payung atau jas hujan, hingga mempersiapkan pakaian kering lebih banyak.\r\n\r\nSebagai perokok, tentu juga harus mempersiapkan beberapa hal menghadapi musim hujan. Mumpung masih ada dua bulan lagi tersisa sebelum habisnya musim hujan, ada pentingnya kalian mempersiapkan hal ini sebelum mati gaya diterpa air hujan.\r\n
Siapkan Kopi, Teh, atau Minuman Hangat Lainnya<\/h4>\r\n
\r\nJika kodrat manusia diciptakan untuk hidup berpasangan begitu pula dengan rokok. Konon dahulu kala dewa-dewa mengkultuskan korek untuk menjadi pasangan hidup setia bagi produk tembakau tersebut. Namun rokok dan korek bukan adam dan hawa yang hidup hanya berdua, mereka juga ditemani oleh tetangga bernama kopi, teh, atau minuman lainnya.<\/h4>\r\nSaat musim hujan tidak disarankan untuk menikmati ragam minuman tersebut dalam bentuk dingin. Kecuali anda adalah seorang youtuber, yang ingin membuat eksperimen dengan target adsense dan bisa untung, haduh. Disarankan untuk mengkonsumsi kopi, teh, atau minuman lainnya seperti coklat dalam bentuk hangat. Ditemani sebatang rokok, varian minuman tersebut akan membuat kalian lebih tegar menghadapi musim penghujan.\r\n
Pastikan Rokok Anda Tetap Kering<\/h4>\r\nApa jadinya seorang perokok kehilangan rokoknya atau kebasahan saat hujan. Kondisi tersebut sudah bisa dipastikan mirip dengan kondisi kesatria yang kehilangan pedangnya saat perang, jangan sampai deh. Sebelum bepergian pastikan rokok anda berada di tempat yang tepat dan terlindung dari air hujan.\r\n\r\nMemasukkan rokok ke dalam tas adalah hal yang paling tepat. Tapi terkadang akan kerap kesulitan mencarinya jika ingin mengkonsumsi karena terselip di antara baju, laptop, atau barang-barang lain. Ada baiknya masukkan ke dalam plastik dan disimpan di kantong jaket atau celana anda. Bisa saja jika memang sudah nasibnya yang apes, kejebak hujan, rokok basah, anda berpura-pura menjalin tali silaturahmi baru dengan perokok lainnya, dengan ambisi terselubung yaitu minta rokok.\r\n
Hadirkan Kenangan<\/h4>\r\nAda sebuah teori yang menyebutkan bahwa hujan dapat membuat Serotonin yang merupakan zat protein itu berkurang. Tugas dari Serotonin adalah meneruskan sinyal dari sel saraf menuju sel target, mudahnya adalah zat tersebut berpean penting dalam proses mengingat dalam pikiran anda. Sudah tentu ada paham kan apa yang terjadi saat hujan tiba.\r\n\r\nBau air yang jatuh dari langit dan mengantam tanah akan menyempurnakan momen anda mengingat masa-masa lalu. Pilih tempat dan musik yang tepat untuk semakin memaksimalkan saat-saat anda menikmati kenangan dan jangan lupa, bagi para perokok dua hal di atas seperti minuman hangat dan rokok juga dihadirkan. Sebuah kombinasi mantap bagi anda menghadapi syahdu dan sejuknya musim hujan.","post_title":"Hal-Hal yang Patut Dipersiapkan Perokok Saat Musim Hujan","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"hal-hal-yang-patut-dipersiapkan-perokok-saat-musim-hujan","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-01-29 09:28:49","post_modified_gmt":"2019-01-29 02:28:49","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5368","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5358,"post_author":"919","post_date":"2019-01-27 07:30:32","post_date_gmt":"2019-01-27 00:30:32","post_content":"\u201cKalau [cowok] lokal biasanya \u2018abis gitu\u2019 egois, kelar, santai, abis itu ngerokok<\/a>.\u201d<\/span><\/i>\r\n\r\nPernyataan tersebut dilontarkan oleh salah satu artis Ibu Kota yang menjadi <\/span>host <\/span><\/i>dari acara Hotman Paris Show di salah satu televisi swasta Tanah Air, Desember lalu. Saat itu Hotman Paris yang merupakan pengacara terkenal bertanya kepada salah satu bintang tamunya, Beby Margaretha tentang perbedaan gaya dan sikap bercinta antara pria lokal dan asing.<\/span>\r\n\r\nAkan tetapi benarkah bahwa rata-rata pria di Indonesia mempunyai perangai bercinta yang disebutkan oleh Melanie Ricardo di atas?<\/strong>\r\n\r\nMenurut pemikiran saya, ucapan tersebut hanya bersifat candaan saja yang keluar dari mulut Melanie Ricardo. Jika Anda sering memperhatikan beberapa Film-film Eropa, banyak juga <\/span>kok<\/span><\/i> yang asyik membakar dan menghisap rokok seusai bercinta. Kehadiran rokok tentu dapat memberikan rasa rileks bagi para pria atau wanita seusai berhubungan intim.<\/span>\r\n\r\nSitus online <\/span>The Goodmen Project<\/span><\/i> menyebutkan bahwa beberapa pria mengakui melakukan aktivitas lain semacam merokok, makan, dan minum setelah bercinta. Sedangkan wanita lebih memilih mengakhirinya dengan sentuhan-sentuhan yang lebih intim seperti berpelukan atau sekedar <\/span>cipika-cipiki<\/span><\/i>.<\/span>\r\n\r\nSusan Hughes, seorang penulis asal Kanada menuturkan bahwa beberapa pria tak suka dengan sentuhan-sentuhan intim tersebut. Dengan merokok atau melakukan aktivitas kecil lainnya, beberapa kaum adam akan lebih mudah tergerak untuk melanjutkan ronde dalam aktivitas bercinta. Benar atau tidak tentu ini kembali kepada anda? Meski demikian saya rasa aktivitas merokok seusai bercinta bisa dilakukan siapa saja dan suku bangsanya baik itu pria atau wanita.<\/span>\r\n
Terlepas dari urusan di atas, kebiasaan merokok setelah bercinta ternyata dijadikan nama band oleh sekelompok pemuda asal Texas, Amerika Serikat yaitu Cigarettes After Sex. Band yang lahir pada 2008 tersebut dan digawangi oleh Greg Gonzalez, Jacob Tomsky, Randall Miller memilih aliran shoegaze, dream pop, dan slowcore sebagai warna mereka.<\/span><\/blockquote>\r\nSaya mengenal band tersebut hasil dari algoritma youtube. Aktivitas mendengarkan band-band seperti Fazerdaze, Pale Saints, hingga Slowdive membuat youtube merekomendasikan band Cigaerettes After Sex di tampilan muka. Lagu pertama yang saya dengar yaitu \u2018Nothing\u2019s Gonna Hurt You Baby\u2019 langsung membuat saya jatuh cinta.<\/span>\r\n\r\nLagu yang dirilis pada 2012 lalu lewat album berjudul I itu memang memiliki aransemen yang sederhana. Akan tetapi alunan nadanya cukup mudah untuk dinikmati publik dan liriknya juga simpel untuk dipahami. Jika Anda ingin membuat mixtape atau playlist spotify bagi kekasih tercinta, saya merekomendasikan lagu ini masuk di dalamnya.<\/span>\r\n\r\nPada 2017 lalu, Cigarettes After Sex juga sempat menyapa dan menghibur para penggemarnya di Indonesia. Konser band yang masuk dalam label \u2018Partisan\u2019 itu digelar di \u00a0Lot 6 kawasan Sudirman Central Business District (SCBD), Jakarta Selatan. Ratusan penonton yang hadir di konser tersebut tenggelam syahdu dalam irama melankolia band tersebut.<\/span>\r\n\r\nMerokok memang menjadi aktivitas menyenangkan seusai bercinta. Begitu pula dengan karya-karya Cigarettes After Sex yang dikagumi penggemarnya. Tak ada salahnya juga jika anda para perokok mencoba merokok setelah bercinta sembari mendengarkan lagu-lagu dari band Cigarettes After Sex!<\/span>","post_title":"Cigarettes After Sex, Benarkah Nikmat?","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"cigarettes-after-sex-benarkah-nikmat","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-01-27 07:31:18","post_modified_gmt":"2019-01-27 00:31:18","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5358","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5351,"post_author":"878","post_date":"2019-01-25 07:00:58","post_date_gmt":"2019-01-25 00:00:58","post_content":"Jumat, 18 Januari 2019, selepas isya, hujan yang mengguyur beberapa wilayah di Kabupaten Jember baru saja reda. Gedung-gedung, pepohonan, trotoar, dan jalan raya masih basah akibat hujan. Genangan air muncul di beberapa sudut ruas jalan yang berhimpitan dengan trotoar. Aroma petrikor menguar di udara Kota Jember.<\/span>\r\n\r\nMengendarai sepeda motor, saya melintasi jalan raya Jember meninggalkan stasiun Jember<\/a> menuju Kecamatan Arjasa. Usai singgah sejenak di Arjasa, saya melanjutkan perjalanan menuju Kecamatan Kalisat, masih di Kabupaten Jember. Malam itu saya dan Lala, istri saya, memang sudah merencanakan untuk bermalam di Kalisat, di kediaman salah seorang rekan yang berprofesi sebagai wartawan dan sejarawan yang mengkhususkan diri untuk meneliti sejarah Kecamatan Kalisat dan Kabupaten Jember.<\/span>\r\n\r\nDi sepanjang jalan menuju Kalisat, di kiri dan kanan jalan kami menemui banyak bangunan besar peninggalan Belanda. Bangunan-bangunan tua yang masih berdiri kokoh. Sejak dahulu hingga kini, bangunan-bangunan itu difungsikan sebagai gudang untuk menyimpan tembakau yang baru dipanen dari perkebunan tembakau yang banyak terdapat di Kabupaten Jember. Selain di Kalisat, di beberapa wilayah lain di Kabupaten Jember kami juga menemukan bangunan yang sama.<\/span>\r\nMeskipun tidak sedang dalam masa tanam dan panen tembakau karena masa tanam dan panen tembakau sudah lewat beberapa bulan yang lalu, aroma tembakau masih tercium hingga ke jalan raya tak jauh dari bangunan-bangunan gudang itu. Aroma tembakau bercampur dengan aroma petrikor yang tercium hidung bagi saya sangat menyegarkan.<\/span><\/blockquote>\r\nJember memang tak bisa dipisahkan dari tembakau. Wilayah ini begitu terkait erat dan berpilin-berkelindan perkembangannya bersama perkebunan tembakau. Kurang tepat memang jika menyebut wilayah Jember terbentuk karena perkebunan tembakau, namun, yang pasti wilayah Jember tumbuh dan berkembang pesat bersama pertumbuhan dan perkembangan perkebunan tembakau. Tanpa mengecilkan perkebunan-perkebunan lain yang juga berkembang di sana, tembakau memang menjadi ujung tombak perkebunan di wilayah Jember, sejak dulu hingga kini.<\/span>\r\n\r\nTak ada yang tahu pasti sejak kapan tembakau ditanam di wilayah Jember, sejarah mencatat, perkebunan tembakau berkembang pesat sejak tahun 1850-an, tepatnya sejak George Birnie, seorang warga negara Belanda keturunan Skotlandia mendirikan perusahaan perkebunan tembakau bernama Lanbhouw Maaschappij Oud Djember pada 21 Oktober 1859. Pesatnya perkembangan usaha perkebunan tembakau di Jember mengundang banyak pendatang baru ke wilayah Jember dari Madura dan wilayah lain di Pulau Jawa semisal Lumajang, Blitar, Kediri, dan Ponorogo. <\/span>\r\n\r\nPerkembangan perkebunan tembakau di wilayah Jember menyebabkan lonjakan penduduk Jember sangat spektakuler karena kedatangan pekerja dari luar Jember. Pada tahun 1845 penduduk Jember berjumlah hanya 9.237 orang dan pada tahun 1867 meningkat menjadi 75.780 orang (Pertumbuhan Kota Jember dan Munculnya Budaya Pandhalungan, Makalah Presentasi Konferensi Nasional Sejarah VIII, Drs. Edy Burhan Arifin, S, Dosen Jurusan Sejarah, Fakultas Sastra Universitas Jember, Jakarta 2006).<\/span>\r\n\r\nMenurut catatan Pemerintah Kabupaten Jember pada laman resminya, pada 1805 penduduk Jember hanya sekitar 5000 jiwa, berkembang pesat mendekati satu juta jiwa pada akhir abad 19.<\/strong> Pemerintah Kabupaten Jember sampai mendaulat George Birnie sebagai Bapak Jember Modern karena keberhasilannya mengembangkan perkebunan tembakau di Jember hingga mendatangkan banyak penduduk baru ke wilayah tersebut.<\/span>\r\n\r\nDampak lain dari kedatangan pekerja ke wilayah Jember usai pembukaan perkebunan tembakau di sana, selain pesatnya perkembangan perkebunan tembakau hingga menyebabkan Jember menjadi salah satu wilayah andalan pemerintahan kolonial Belanda untuk menghasilkan tembakau yang diekspor ke Bremen, Jerman, adalah munculnya kebudayaan baru di wilayah Jember yang dibentuk berdasar asimilasi para pendatang dari Madura dan wilayah lain di Pulau Jawa. Kebudayaan dan adat istiadat tersebut kerap disebut sebagai Pendhalungan, perpaduan antara Madura dan Jawa hingga menghasilkan budaya dan tradisi baru.<\/span>\r\n\r\nBerawal dari pembukaan perkebunan tembakau, wilayah Jember berkembang pesat hingga saat ini dengan tetap menyematkan identitas tembakau dalam perjalanan perkembangan wilayahnya. Jika ingin melihat wilayah yang tumbuh dan berkembang beriringan dengan budidaya perkebunan tembakau, tak bisa dimungkiri, Jember mesti disebut paling awal, karena Jember dan tembakau, saling terkait dan berkembang beriringan.<\/span>","post_title":"Jember, Wilayah yang Dibesarkan oleh Tembakau","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"jember-wilayah-yang-dibesarkan-oleh-tembakau","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-01-25 03:48:57","post_modified_gmt":"2019-01-24 20:48:57","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5351","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5327,"post_author":"919","post_date":"2019-01-19 08:29:35","post_date_gmt":"2019-01-19 01:29:35","post_content":"Lagu \u2018<\/span>Smoke on the Water<\/span><\/i>\u2019 bikinan band Deep Purple yang masuk dalam album <\/span>Machine Head<\/span><\/i> keluaran 1972 bisa dikatakan menjadi salah satu lagu terbaik yang memasukan unsur rokok<\/a> didalamnya. Tembang yang mulai direkam sejak 1971 itu kemudian dinyanyikan ulang oleh berbagai band kenamaan seperti Black Sabbath pada 1983 bahkan hingga hari ini oleh musisi cantik bernama Luna Lee.<\/span>\r\n\r\n\u2018Smoke on the Water\u2019<\/span><\/i> memang membuktikan bahwa musik dan rokok memang ibarat sebuah kekasih mesra. Kehadirannya di tengah bahtera musik menghadirkan kemeriahan tersendiri di dalamnya. Jika di dunia olahraga ada larangan bagi para atlet untuk tidak menikmati produk tembakau, maka di musik adalah sebaliknya.<\/span>\r\n\r\nDalam sebuah konser misalnya, tak ada larangan atau aturan yang meribetkan para musisi atau penikmat musik untuk menghisap sebatang rokok. Kehadiran rokok bahkan memberi jalan kepada sang musisi untuk mengekspresikan karya seninya secara <\/span>kaffah<\/span><\/i>, begitu pula dengan para penikmat karya mereka. <\/span>\r\n\r\nPenasaran dengan siapa saja para musisi yang juga menjadi seorang perokok? Ini beberapa diantaranya:<\/strong>\r\nMac DeMarco<\/span><\/h3>\r\nSangking cintanya Mac DeMarco kepada rokok, musisi asal Kanada tersebut sampai membuat sebuah lagu dengan unsur rokok. Lagu tersebut diberi judul \u2018<\/span>Ode to Viceroy\u2019<\/span><\/i> yang dirilis pada 2012 silam dan masuk dalam album bertajuk 2. Melalui platform <\/span>youtube<\/span><\/i>, lagu tersebut kini sudah dinikmati oleh 16 juta lebih penonton.<\/span>\r\n\r\nLewat wawancara dengan salah majalah remaja <\/span>Provoke<\/span><\/i>, Mac DeMarco menyebutkan bahwa ia membuat lagu tersebut sebagai bentuk penghargaan kepada rokok dengan rasa terburuk di Kanada yaitu, <\/span>Viceroy<\/span><\/i>. Pria yang memiliki kekasih bernama Kiera McNally itu mengaku bahwa <\/span>Viceroy <\/span><\/i>menjadi penyelamat baginya saat masih memiliki ekonomi yang rendah sebelum sesukses sekarang ini.<\/span>\r\n
Bob Dylan<\/span><\/h3>\r\n
Berbicara tentang musisi yang merokok, tak lengkap rasanya jika tak menyebut satu nama top yaitu Bob Dylan. Ia bukan pemberi rayuan maut sambil mengendarai motor Honda CB Glatik yang kemudian kisahnya difilmkan serta sukses di tanah air, ia adalah salah satu musisi <\/span>folk rock<\/span><\/i> hebat yang lahir di Minnesota, Amerika Serikat.<\/span><\/blockquote>\r\nDi <\/span>Google<\/span><\/i>, Tak sulit mencari gambar Bob Dylan dengan sebatang rokok di tangan. Tak hanya saat manggung saja pria yang terkenal dengan lagu \u2018<\/span>Blowin in the Wind\u2019<\/span><\/i> itu menghisap rokok, saat sesi konferensi pers ia juga tak malu-malu menunjukkan kegemarannya itu di depan publik.<\/span>\r\n\r\nKebiasaan Bob Dylan tersebut diakui oleh penuturan seorang Wartawan Amerika, Edna Gundersen. Wanita yang pernah bekerja untuk media <\/span>USA Today<\/span><\/i> itu menyebutkan bahwa Bob Dylan sebagai sosok yang ramah dengan kebiasaan menghisap rokok serta menyeruput kopi di waktu santai.<\/span>\r\nDanilla Riyadi<\/span><\/h3>\r\nMusisi <\/span>folk <\/span><\/i>tanah air, Jason Ranti dan Penyiar radio <\/span>Hard Rock FM<\/span><\/i> menyebut Danilla Riyadi sebagai seorang bintang baru dalam musik tanah air. Seorang perempuan berkharisma, dengan suara berkarakter, aksi panggungnya juga kerap nyentrik, dan juga punya kebiasaan merokok baik di panggung atau di kala senggang.<\/span>\r\n\r\nDanilla Riyadi menjadi pendobrak stigma wanita dalam industri musik. Jika sebelumnya sosok Raisa menjadi pandangan utuh bagaimana karier musisi wanita di tanah air, maka Danilla Riyadi adalah sebaliknya. Wanita yang mulai dikenal lewat tembang Jauh di Sana itu bak Studio Ghibli bagi Disney dalam dunia industri animasi di dunia.<\/span>\r\n\r\nMeski punya ciri khas yang berbeda, Danilla Riyadi justru juga banyak penggemar<\/span>. Jawa Pos<\/span><\/i> menyebutkan Danilla Riyadi mengakui bahwa kegemarannya dalam merokok itu memudahkannya untuk menghilangkan kegugupan serta menghayati tiap tembang yang dia bawa saat tampil di atas panggung. <\/span>\r\n\r\n ","post_title":"Tiga Musisi Top Penikmat Rokok","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"tiga-musisi-top-penikmat-rokok","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-01-20 06:00:56","post_modified_gmt":"2019-01-19 23:00:56","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5327","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":40},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"epic_block_25"};
Kini, perokok elektrik mulai merasakan kegelisahan. Beberapa negara mulai menerapkan peraturan ketat terhadap Vape, sedangkan di Indonesia biaya cukai pun kini mulai diberlakukan terhadap perdagangan rokok elektrik. Keberadaannya di mata negara pun mulai dianggap sama seperti rokok, meski pada awalnya rokok elektrik hadir dengan slogan-slogan produk alternatif yang lebih menyehatkan (katanya).<\/p>\n\n\n\n
Tapi jika kemudian di masa depan memang rokok elektrik yang kemudian menjadi sesuatu yang populer dan dinikmati banyak orang. Rasanya saya tetap ingin hidup di jaman ini, dengan sebatang kretek di tangan dan menikmati segala khasanah kebudayaan yang patut terus dipertahankan. <\/p><\/blockquote>\n\n\n\n
<\/p>\n","post_title":"Masa Depan, Rokok Elektrik, dan Semangat Alternatif yang Sia-Sia","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"masa-depan-rokok-elektrik-dan-semangat-alternatif-yang-sia-sia","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-02-03 09:05:56","post_modified_gmt":"2019-02-03 02:05:56","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5403","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5377,"post_author":"878","post_date":"2019-01-31 08:59:05","post_date_gmt":"2019-01-31 01:59:05","post_content":"Sejarah mencatat aktivitas manusia mengisap rokok<\/a> yang mereka produksi dari daun tembakau sudah berlangsung setidaknya sejak 4000 tahun yang lalu. Atau pada 2000 Sebelum Masehi. Adalah ratusan suku-suku yang menghuni Benua Amerika lebih tepatnya Amerika Selatan yang memulai itu. Suku-suku yang oleh bangsa barat dengan mudahnya digolongkan dalam satu suku saja yaitu Suku Indian, padahal penamaan ini terjadi karena kesalahan semata, Kesalahan yang dilakukan oleh Christoper Colombus ketika melakukan petualangannya.<\/span>\r\n\r\nSuku-suku itu memanfaatkan tembakau yang diolah menjadi rokok untuk dikonsumsi dalam keseharian mereka. Selain itu tembakau digunakan sebagai media penyambutan, penerimaan dan perdamaian antar suku, juga digunakan untuk mengobati beberapa penyakit. Dukun-dukun menggunakan daun tembakau untuk mengobati pasiennya, baik dengan cara dibalurkan, atau lewat asap rokok yang mereka buat dari daun tembakau.<\/span>\r\n\r\nPada abad ke-15 hingga ke-16, para penjelajah Eropa mengenalkan tanaman tembakau dan aktivitas merokok ke tempat-tempat yang mereka datangi di dunia. Termasuk Indonesia. Memang ada yang bilang kebiasaan merokok di negeri ini sudah ada jauh sebelum aktivitas merokok diperkenalkan penjelajah dan penjajah Eropa, meskipun bukan dengan daun tembakau. Yang jelas, kebiasaan merokok tembakau di negeri ini begitu masif usai penjelajah dan penjajah mengenalkan kebiasaan merokok menggunakan daun tembakau.<\/span>\r\n\r\nPersebaran tembakau dan aktivitas merokok ke berbagai lokasi di penjuru bumi, memunculkan kebiasaan-kebiasaan baru dan varian-varian cara dalam menikmati rokok tembakau. Pun begitu dengan di Nusantara. Aktivitas merokok tembakau memunculkan kebiasaan-kebiasaan baru dan khas di banyak tempat, juga improvisasi-improvisasi cara dan bahan tambahan ketika menikmati rokok tembakau.<\/span>\r\nTak sekadar tembakau, masyarakat Nusantara menambahkan beberapa bahan lain selain tembakau dalam rokok yang mereka isap.Yang paling fenomenal adalah temuan rokok kretek yang pada akhirnya hingga saat ini berhasil menguasai lebih dari 90 persen pasar rokok Indonesia.<\/span><\/blockquote>\r\nBerawal dari ketidaksengajaan Djamhari mengoleskan minyak cengkeh ke rokok tembakaunya, campuran tembakau dan cengkeh yang menjadikan produk baru bernama rokok kretek, yang namanya diambil dari suaranya ketika campuran tembakau kering dan cengkeh kering dibakar, keretek-keretek, kemretek, berkembang pesat pada abad 20. Djamhari ketika itu sakit sesak napas. Sudah beberapa hari sakitnya tak kunjung sembuh. Setelah mengoleskan minyak cengkeh ke rokok yang ia isap, karena merasakan ada perubahan dari sakit yang ia rasa, kemudian Djamhari tak sekadar mengoleskan minyak cengkeh, namun mencampurkan cengkeh kering dengan tembakau pada rokok yang ia isap. Penyakitnya berangsur menghilang dan ia sembuh.<\/span>\r\n\r\nVarian, improviasi dan kreativitas baru di seputar aktivitas merokok terus berkembang seiring perjalanan waktu dan perkembangan kemajuan teknologi. Persilangan antara kegemaran merokok dan perkembangan teknologi menghasilkan ragam rupa kreativitas dalam merokok dan mengonsumsi produk-produk tembakau. Kini ada rokok non-asap, nikotin tempel seperti koyo, tembakau kunyah, nikotin permen, dan ragam rupa kreasi lainnya. Inovasi ini kian menjadi saat kampanye bahaya rokok konvensional dan terutama bahaya rokok kretek terus-menerus didengungkan di penjuru bumi.<\/span>\r\n\r\nYang terbaru, setidaknya dalam empat tahun belakangan cukup berkembang di Indonesia, terutama di beberapa tempat di kota besar, adalah rokok elektrik atau yang lazim disebut <\/span>vape\/vaping<\/span><\/i>. Masuknya rokok elektrik ini bersamaan dengan serangan besar-besaran terhadap rokok kretek lewat kampanye yang menyebutkan rokok kretek sama sekali tidak baik untuk kesehatan. Rokok elektrik masuk dan digembar-gemborkan sebagai produk alternatif.<\/span>\r\n\r\nHingga sempat ada masanya, rokok elektrik ini dikampanyekan dan digunakan sebagai alat antara untuk meninggalkan produk rokok konvensional. Terapi berhenti merokok dengan berpindah dari rokok konvensional ke rokok kretek. Kampanye ini selalu menyebutkan bahwasanya rokok elektrik lebih baik dari rokok konvensional. Lebih sehat. Tetapi apakah memang benar seperti itu?<\/span>\r\n\r\nMungkin penjabaran data bahan baku rokok kretek dan rokok elektrik di bawah ini bisa membantu anda menemukan jawabannya sendiri.<\/span>\r\nRokok Kretek<\/span><\/h4>\r\n
Foto: Eko Susanto\/Rokok Indonesia[\/caption]\r\n\r\nDua bahan baku utama rokok kretek adalah tembakau dan cengkeh. Selain keduanya, setiap pabrikan memiliki bahan baku tambahannya sendiri yang membikin rokok kretek produksi mereka memiliki citarasa khasnya masing-masing. Para perokok yang biasa melinting sendiri rokok kreteknya lazim menyebutnya wur untuk tambahan bahan baku di luar tembakau dan cengkeh. Wur ini terdiri dari beberapa rempah-rempah sesuai dengan selera. Pabrikan-pabrikan rokok kretek meracik sendiri wur sebagai campuran tembakau dan cengkeh pada rokok kretek mereka. Wur ini kadang disebut perisa atau saus oleh pabrikan. Bahan bakunya mirip, campuran beberapa rempah-rempah.<\/span>\r\n\r\nBeberapa bahan baku lain selain cengkeh dan tembakau pada rokok kretek adalah: Kapulaga, kemenyan, daun sirih, kayu manis, kemukus, dan kelembak.<\/span>\r\n\r\nSelain bahan baku utama yang merupakan campuran tembakau, cengkeh, dan beberapa rempah lainnya yang lazim disebut saus, bahan penyusun rokok kretek lainnya adalah kertas atau yang lazim disebut sigaret. Bahan baku kertas sigaret adalah\u00a0<\/span>selulosa astetat.<\/span><\/i> Selulosa<\/span><\/i>\u00a0ini berasal dari serat tanama. Sebelum menjadi lembaran diolah menjadi\u00a0<\/span>pulp\u00a0<\/span><\/i>terlebih dulu. Unsur pelekat pada kertas dinamakan sideseam. Pelekat kertas tersebut merupakan pelekat\u00a0khusus\u00a0yang digunakan dalam jumlah yang sangat kecil.<\/span> Pada dasarnya kertas rokok atau kertas sigaret juga dilengkapi\u00a0<\/span>porforasi<\/span><\/i>\u00a0(kertas berlubang), di mana lubang ukurang mikro tersebut dapat menyedot udara luar sehingga kadar tar dan nikotin di dalam rokok turun.<\/span>\r\n\r\nSatu lagi bahan yang ada pada sebatang rokok kretek adalah busa filter, jika rokok kreteknya adalah rokok kretek filter. Bahan busa filter pada rokok kretek berasal dari aseto, tumbuhan jenis padi-padian yang banyak tumbuh di wilayah Eropa pasca musim dingin. Filter pada rokok kretek terbagi dari empat bagian,\u00a0<\/span>tow<\/span><\/i>\u00a0(rangkaian\u00a0<\/span>selulose asetat<\/span><\/i>\u00a0sebagai badan filter),\u00a0<\/span>plasticizer<\/span><\/i>\u00a0(zat pelunak untuk mengikat filter),\u00a0<\/span>plug wrap<\/span><\/i>\u00a0(kertas pembungkus fiber filter) dan pelekat (sebagai pelekat\u00a0<\/span>plug wrap<\/span><\/i>).<\/span>\r\n\r\nDari uraian ini, bisa dikatakan jika bahan baku utama dan bahan-bahan tambahan untuk rokok kretek semuanya merupakan bahan-bahan alami yang berasal dari alam. Produk herbal.<\/span>\r\n
Rokok Elektrik<\/span><\/h4>\r\n
Foto: testic.net[\/caption]\r\n\r\nBerbeda dengan rokok konvensional yang menggunakan prinsip pembakaran pada proses konsumsinya, rokok elektrik menggunakan prinsip penguapan. Oleh sebab itu produk ini lazim disebut vape karena prinsip reaksi yang bekerja berupa vaporizer.<\/span>\r\n\r\nAda empat elemen utama dalam sebuah produk rokok elektrik yang dikonsumsi. Cairan utama (liquid), wadah cairan (<\/span>cartridge<\/span><\/i>), atomizer atau pemanas, dan baterai.<\/span>\r\n\r\nCairan pada rokok elektrik terdiri dari campuran propilen glikol, gliserol, air, nikotin sintetis, dan perasa sintetis. Gliserol adalah bahan baku e-liquid, perannya adalah membantu proses vaporasi dari cairan (liquid) menjadi gas (asap). Gliserol adalah bahan kimia tanpa warna, tanpa bau, yang banyak digunakan di bidang farmasi. Bahan ini berbentuk cairan agak kental dan sedikit berasa manis. Propilen Glikol adalah bahan penguat rasa berbentuk cair\/ liquid. Pada umumnya dipakai pada essence makanan dan minuman ringan sebagai penguat. Sifatnya tidak berbau dan berasa manis. Liquid premium lokal atau import juga menggunakan ini.<\/span>\r\n\r\nAda dua kunci yang bisa menjadi acuan analisis terkait rokok kretek dan rokok elektrik dalam hubungannya dengan klaim rokok elektrik yang jauh lebih sehat dari rokok kretek dan rokok konvensional, bahkan rokok elektrik dianggap sebagai produk yang baik dipilih untuk meninggalkan kebiasaan merokok. Dua kunci itu adalah, bahan alami vs bahan sintetis, dan proses pembakaran rokok konvensional vs proses penguapan rokok elektrik. Dari dua kunci utama ini saja kita bisa tahu mana yang lebih baik sebenarnya.<\/span>","post_title":"Perbandingan Bahan Baku Kretek dan Rokok Elektrik","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"perbandingan-bahan-baku-kretek-dan-rokok-elektrik","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-01-31 08:59:27","post_modified_gmt":"2019-01-31 01:59:27","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5377","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5368,"post_author":"919","post_date":"2019-01-29 09:28:05","post_date_gmt":"2019-01-29 02:28:05","post_content":"Sudah jadi konsekuensi hidup di kawasan tropis di mana memasuki September hingga Februari masuk dalam musim hujan. Badan Metereologi Klimatologi dan Geofisika Indonesia menyebutkan bahwa puncak-puncak musim hujan di 2019 ini akan jatuh pada Januari dan Februari. Langit mendung dengan atmosfer yang agak sejuk kini mulai dirasakan pada berbagai daerah di tanah air.\r\n\r\nIndonesia memang bukan negara seperti di belahan dunia lain yang bisa merasakan empat musim. Hanya diberikan dua musim saja sudah menjadi berkah bagi masyarakat tanah air. Tentu kita bisa bertanya setidaknya kepada para petani dan pelaut bagaimana musim hujan dan musim panas memberikan manfaat bagi mereka.\r\n\r\nMemasuki puncak-puncaknya musim hujan, beberapa hal memang musti diperhatikan. Pasalnya jika lalai dalam kondisi-kondisi tertentu maka bisa saja urusan kesehatan sedikit menghambat aktivitas anda. Sediakan beberapa obat-obatan, hindari keluar tanpa membawa payung atau jas hujan, hingga mempersiapkan pakaian kering lebih banyak.\r\n\r\nSebagai perokok, tentu juga harus mempersiapkan beberapa hal menghadapi musim hujan. Mumpung masih ada dua bulan lagi tersisa sebelum habisnya musim hujan, ada pentingnya kalian mempersiapkan hal ini sebelum mati gaya diterpa air hujan.\r\n
Siapkan Kopi, Teh, atau Minuman Hangat Lainnya<\/h4>\r\n
\r\nJika kodrat manusia diciptakan untuk hidup berpasangan begitu pula dengan rokok. Konon dahulu kala dewa-dewa mengkultuskan korek untuk menjadi pasangan hidup setia bagi produk tembakau tersebut. Namun rokok dan korek bukan adam dan hawa yang hidup hanya berdua, mereka juga ditemani oleh tetangga bernama kopi, teh, atau minuman lainnya.<\/h4>\r\nSaat musim hujan tidak disarankan untuk menikmati ragam minuman tersebut dalam bentuk dingin. Kecuali anda adalah seorang youtuber, yang ingin membuat eksperimen dengan target adsense dan bisa untung, haduh. Disarankan untuk mengkonsumsi kopi, teh, atau minuman lainnya seperti coklat dalam bentuk hangat. Ditemani sebatang rokok, varian minuman tersebut akan membuat kalian lebih tegar menghadapi musim penghujan.\r\n
Pastikan Rokok Anda Tetap Kering<\/h4>\r\nApa jadinya seorang perokok kehilangan rokoknya atau kebasahan saat hujan. Kondisi tersebut sudah bisa dipastikan mirip dengan kondisi kesatria yang kehilangan pedangnya saat perang, jangan sampai deh. Sebelum bepergian pastikan rokok anda berada di tempat yang tepat dan terlindung dari air hujan.\r\n\r\nMemasukkan rokok ke dalam tas adalah hal yang paling tepat. Tapi terkadang akan kerap kesulitan mencarinya jika ingin mengkonsumsi karena terselip di antara baju, laptop, atau barang-barang lain. Ada baiknya masukkan ke dalam plastik dan disimpan di kantong jaket atau celana anda. Bisa saja jika memang sudah nasibnya yang apes, kejebak hujan, rokok basah, anda berpura-pura menjalin tali silaturahmi baru dengan perokok lainnya, dengan ambisi terselubung yaitu minta rokok.\r\n
Hadirkan Kenangan<\/h4>\r\nAda sebuah teori yang menyebutkan bahwa hujan dapat membuat Serotonin yang merupakan zat protein itu berkurang. Tugas dari Serotonin adalah meneruskan sinyal dari sel saraf menuju sel target, mudahnya adalah zat tersebut berpean penting dalam proses mengingat dalam pikiran anda. Sudah tentu ada paham kan apa yang terjadi saat hujan tiba.\r\n\r\nBau air yang jatuh dari langit dan mengantam tanah akan menyempurnakan momen anda mengingat masa-masa lalu. Pilih tempat dan musik yang tepat untuk semakin memaksimalkan saat-saat anda menikmati kenangan dan jangan lupa, bagi para perokok dua hal di atas seperti minuman hangat dan rokok juga dihadirkan. Sebuah kombinasi mantap bagi anda menghadapi syahdu dan sejuknya musim hujan.","post_title":"Hal-Hal yang Patut Dipersiapkan Perokok Saat Musim Hujan","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"hal-hal-yang-patut-dipersiapkan-perokok-saat-musim-hujan","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-01-29 09:28:49","post_modified_gmt":"2019-01-29 02:28:49","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5368","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5358,"post_author":"919","post_date":"2019-01-27 07:30:32","post_date_gmt":"2019-01-27 00:30:32","post_content":"\u201cKalau [cowok] lokal biasanya \u2018abis gitu\u2019 egois, kelar, santai, abis itu ngerokok<\/a>.\u201d<\/span><\/i>\r\n\r\nPernyataan tersebut dilontarkan oleh salah satu artis Ibu Kota yang menjadi <\/span>host <\/span><\/i>dari acara Hotman Paris Show di salah satu televisi swasta Tanah Air, Desember lalu. Saat itu Hotman Paris yang merupakan pengacara terkenal bertanya kepada salah satu bintang tamunya, Beby Margaretha tentang perbedaan gaya dan sikap bercinta antara pria lokal dan asing.<\/span>\r\n\r\nAkan tetapi benarkah bahwa rata-rata pria di Indonesia mempunyai perangai bercinta yang disebutkan oleh Melanie Ricardo di atas?<\/strong>\r\n\r\nMenurut pemikiran saya, ucapan tersebut hanya bersifat candaan saja yang keluar dari mulut Melanie Ricardo. Jika Anda sering memperhatikan beberapa Film-film Eropa, banyak juga <\/span>kok<\/span><\/i> yang asyik membakar dan menghisap rokok seusai bercinta. Kehadiran rokok tentu dapat memberikan rasa rileks bagi para pria atau wanita seusai berhubungan intim.<\/span>\r\n\r\nSitus online <\/span>The Goodmen Project<\/span><\/i> menyebutkan bahwa beberapa pria mengakui melakukan aktivitas lain semacam merokok, makan, dan minum setelah bercinta. Sedangkan wanita lebih memilih mengakhirinya dengan sentuhan-sentuhan yang lebih intim seperti berpelukan atau sekedar <\/span>cipika-cipiki<\/span><\/i>.<\/span>\r\n\r\nSusan Hughes, seorang penulis asal Kanada menuturkan bahwa beberapa pria tak suka dengan sentuhan-sentuhan intim tersebut. Dengan merokok atau melakukan aktivitas kecil lainnya, beberapa kaum adam akan lebih mudah tergerak untuk melanjutkan ronde dalam aktivitas bercinta. Benar atau tidak tentu ini kembali kepada anda? Meski demikian saya rasa aktivitas merokok seusai bercinta bisa dilakukan siapa saja dan suku bangsanya baik itu pria atau wanita.<\/span>\r\n
Terlepas dari urusan di atas, kebiasaan merokok setelah bercinta ternyata dijadikan nama band oleh sekelompok pemuda asal Texas, Amerika Serikat yaitu Cigarettes After Sex. Band yang lahir pada 2008 tersebut dan digawangi oleh Greg Gonzalez, Jacob Tomsky, Randall Miller memilih aliran shoegaze, dream pop, dan slowcore sebagai warna mereka.<\/span><\/blockquote>\r\nSaya mengenal band tersebut hasil dari algoritma youtube. Aktivitas mendengarkan band-band seperti Fazerdaze, Pale Saints, hingga Slowdive membuat youtube merekomendasikan band Cigaerettes After Sex di tampilan muka. Lagu pertama yang saya dengar yaitu \u2018Nothing\u2019s Gonna Hurt You Baby\u2019 langsung membuat saya jatuh cinta.<\/span>\r\n\r\nLagu yang dirilis pada 2012 lalu lewat album berjudul I itu memang memiliki aransemen yang sederhana. Akan tetapi alunan nadanya cukup mudah untuk dinikmati publik dan liriknya juga simpel untuk dipahami. Jika Anda ingin membuat mixtape atau playlist spotify bagi kekasih tercinta, saya merekomendasikan lagu ini masuk di dalamnya.<\/span>\r\n\r\nPada 2017 lalu, Cigarettes After Sex juga sempat menyapa dan menghibur para penggemarnya di Indonesia. Konser band yang masuk dalam label \u2018Partisan\u2019 itu digelar di \u00a0Lot 6 kawasan Sudirman Central Business District (SCBD), Jakarta Selatan. Ratusan penonton yang hadir di konser tersebut tenggelam syahdu dalam irama melankolia band tersebut.<\/span>\r\n\r\nMerokok memang menjadi aktivitas menyenangkan seusai bercinta. Begitu pula dengan karya-karya Cigarettes After Sex yang dikagumi penggemarnya. Tak ada salahnya juga jika anda para perokok mencoba merokok setelah bercinta sembari mendengarkan lagu-lagu dari band Cigarettes After Sex!<\/span>","post_title":"Cigarettes After Sex, Benarkah Nikmat?","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"cigarettes-after-sex-benarkah-nikmat","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-01-27 07:31:18","post_modified_gmt":"2019-01-27 00:31:18","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5358","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5351,"post_author":"878","post_date":"2019-01-25 07:00:58","post_date_gmt":"2019-01-25 00:00:58","post_content":"Jumat, 18 Januari 2019, selepas isya, hujan yang mengguyur beberapa wilayah di Kabupaten Jember baru saja reda. Gedung-gedung, pepohonan, trotoar, dan jalan raya masih basah akibat hujan. Genangan air muncul di beberapa sudut ruas jalan yang berhimpitan dengan trotoar. Aroma petrikor menguar di udara Kota Jember.<\/span>\r\n\r\nMengendarai sepeda motor, saya melintasi jalan raya Jember meninggalkan stasiun Jember<\/a> menuju Kecamatan Arjasa. Usai singgah sejenak di Arjasa, saya melanjutkan perjalanan menuju Kecamatan Kalisat, masih di Kabupaten Jember. Malam itu saya dan Lala, istri saya, memang sudah merencanakan untuk bermalam di Kalisat, di kediaman salah seorang rekan yang berprofesi sebagai wartawan dan sejarawan yang mengkhususkan diri untuk meneliti sejarah Kecamatan Kalisat dan Kabupaten Jember.<\/span>\r\n\r\nDi sepanjang jalan menuju Kalisat, di kiri dan kanan jalan kami menemui banyak bangunan besar peninggalan Belanda. Bangunan-bangunan tua yang masih berdiri kokoh. Sejak dahulu hingga kini, bangunan-bangunan itu difungsikan sebagai gudang untuk menyimpan tembakau yang baru dipanen dari perkebunan tembakau yang banyak terdapat di Kabupaten Jember. Selain di Kalisat, di beberapa wilayah lain di Kabupaten Jember kami juga menemukan bangunan yang sama.<\/span>\r\nMeskipun tidak sedang dalam masa tanam dan panen tembakau karena masa tanam dan panen tembakau sudah lewat beberapa bulan yang lalu, aroma tembakau masih tercium hingga ke jalan raya tak jauh dari bangunan-bangunan gudang itu. Aroma tembakau bercampur dengan aroma petrikor yang tercium hidung bagi saya sangat menyegarkan.<\/span><\/blockquote>\r\nJember memang tak bisa dipisahkan dari tembakau. Wilayah ini begitu terkait erat dan berpilin-berkelindan perkembangannya bersama perkebunan tembakau. Kurang tepat memang jika menyebut wilayah Jember terbentuk karena perkebunan tembakau, namun, yang pasti wilayah Jember tumbuh dan berkembang pesat bersama pertumbuhan dan perkembangan perkebunan tembakau. Tanpa mengecilkan perkebunan-perkebunan lain yang juga berkembang di sana, tembakau memang menjadi ujung tombak perkebunan di wilayah Jember, sejak dulu hingga kini.<\/span>\r\n\r\nTak ada yang tahu pasti sejak kapan tembakau ditanam di wilayah Jember, sejarah mencatat, perkebunan tembakau berkembang pesat sejak tahun 1850-an, tepatnya sejak George Birnie, seorang warga negara Belanda keturunan Skotlandia mendirikan perusahaan perkebunan tembakau bernama Lanbhouw Maaschappij Oud Djember pada 21 Oktober 1859. Pesatnya perkembangan usaha perkebunan tembakau di Jember mengundang banyak pendatang baru ke wilayah Jember dari Madura dan wilayah lain di Pulau Jawa semisal Lumajang, Blitar, Kediri, dan Ponorogo. <\/span>\r\n\r\nPerkembangan perkebunan tembakau di wilayah Jember menyebabkan lonjakan penduduk Jember sangat spektakuler karena kedatangan pekerja dari luar Jember. Pada tahun 1845 penduduk Jember berjumlah hanya 9.237 orang dan pada tahun 1867 meningkat menjadi 75.780 orang (Pertumbuhan Kota Jember dan Munculnya Budaya Pandhalungan, Makalah Presentasi Konferensi Nasional Sejarah VIII, Drs. Edy Burhan Arifin, S, Dosen Jurusan Sejarah, Fakultas Sastra Universitas Jember, Jakarta 2006).<\/span>\r\n\r\nMenurut catatan Pemerintah Kabupaten Jember pada laman resminya, pada 1805 penduduk Jember hanya sekitar 5000 jiwa, berkembang pesat mendekati satu juta jiwa pada akhir abad 19.<\/strong> Pemerintah Kabupaten Jember sampai mendaulat George Birnie sebagai Bapak Jember Modern karena keberhasilannya mengembangkan perkebunan tembakau di Jember hingga mendatangkan banyak penduduk baru ke wilayah tersebut.<\/span>\r\n\r\nDampak lain dari kedatangan pekerja ke wilayah Jember usai pembukaan perkebunan tembakau di sana, selain pesatnya perkembangan perkebunan tembakau hingga menyebabkan Jember menjadi salah satu wilayah andalan pemerintahan kolonial Belanda untuk menghasilkan tembakau yang diekspor ke Bremen, Jerman, adalah munculnya kebudayaan baru di wilayah Jember yang dibentuk berdasar asimilasi para pendatang dari Madura dan wilayah lain di Pulau Jawa. Kebudayaan dan adat istiadat tersebut kerap disebut sebagai Pendhalungan, perpaduan antara Madura dan Jawa hingga menghasilkan budaya dan tradisi baru.<\/span>\r\n\r\nBerawal dari pembukaan perkebunan tembakau, wilayah Jember berkembang pesat hingga saat ini dengan tetap menyematkan identitas tembakau dalam perjalanan perkembangan wilayahnya. Jika ingin melihat wilayah yang tumbuh dan berkembang beriringan dengan budidaya perkebunan tembakau, tak bisa dimungkiri, Jember mesti disebut paling awal, karena Jember dan tembakau, saling terkait dan berkembang beriringan.<\/span>","post_title":"Jember, Wilayah yang Dibesarkan oleh Tembakau","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"jember-wilayah-yang-dibesarkan-oleh-tembakau","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-01-25 03:48:57","post_modified_gmt":"2019-01-24 20:48:57","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5351","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5327,"post_author":"919","post_date":"2019-01-19 08:29:35","post_date_gmt":"2019-01-19 01:29:35","post_content":"Lagu \u2018<\/span>Smoke on the Water<\/span><\/i>\u2019 bikinan band Deep Purple yang masuk dalam album <\/span>Machine Head<\/span><\/i> keluaran 1972 bisa dikatakan menjadi salah satu lagu terbaik yang memasukan unsur rokok<\/a> didalamnya. Tembang yang mulai direkam sejak 1971 itu kemudian dinyanyikan ulang oleh berbagai band kenamaan seperti Black Sabbath pada 1983 bahkan hingga hari ini oleh musisi cantik bernama Luna Lee.<\/span>\r\n\r\n\u2018Smoke on the Water\u2019<\/span><\/i> memang membuktikan bahwa musik dan rokok memang ibarat sebuah kekasih mesra. Kehadirannya di tengah bahtera musik menghadirkan kemeriahan tersendiri di dalamnya. Jika di dunia olahraga ada larangan bagi para atlet untuk tidak menikmati produk tembakau, maka di musik adalah sebaliknya.<\/span>\r\n\r\nDalam sebuah konser misalnya, tak ada larangan atau aturan yang meribetkan para musisi atau penikmat musik untuk menghisap sebatang rokok. Kehadiran rokok bahkan memberi jalan kepada sang musisi untuk mengekspresikan karya seninya secara <\/span>kaffah<\/span><\/i>, begitu pula dengan para penikmat karya mereka. <\/span>\r\n\r\nPenasaran dengan siapa saja para musisi yang juga menjadi seorang perokok? Ini beberapa diantaranya:<\/strong>\r\nMac DeMarco<\/span><\/h3>\r\nSangking cintanya Mac DeMarco kepada rokok, musisi asal Kanada tersebut sampai membuat sebuah lagu dengan unsur rokok. Lagu tersebut diberi judul \u2018<\/span>Ode to Viceroy\u2019<\/span><\/i> yang dirilis pada 2012 silam dan masuk dalam album bertajuk 2. Melalui platform <\/span>youtube<\/span><\/i>, lagu tersebut kini sudah dinikmati oleh 16 juta lebih penonton.<\/span>\r\n\r\nLewat wawancara dengan salah majalah remaja <\/span>Provoke<\/span><\/i>, Mac DeMarco menyebutkan bahwa ia membuat lagu tersebut sebagai bentuk penghargaan kepada rokok dengan rasa terburuk di Kanada yaitu, <\/span>Viceroy<\/span><\/i>. Pria yang memiliki kekasih bernama Kiera McNally itu mengaku bahwa <\/span>Viceroy <\/span><\/i>menjadi penyelamat baginya saat masih memiliki ekonomi yang rendah sebelum sesukses sekarang ini.<\/span>\r\n
Bob Dylan<\/span><\/h3>\r\n
Berbicara tentang musisi yang merokok, tak lengkap rasanya jika tak menyebut satu nama top yaitu Bob Dylan. Ia bukan pemberi rayuan maut sambil mengendarai motor Honda CB Glatik yang kemudian kisahnya difilmkan serta sukses di tanah air, ia adalah salah satu musisi <\/span>folk rock<\/span><\/i> hebat yang lahir di Minnesota, Amerika Serikat.<\/span><\/blockquote>\r\nDi <\/span>Google<\/span><\/i>, Tak sulit mencari gambar Bob Dylan dengan sebatang rokok di tangan. Tak hanya saat manggung saja pria yang terkenal dengan lagu \u2018<\/span>Blowin in the Wind\u2019<\/span><\/i> itu menghisap rokok, saat sesi konferensi pers ia juga tak malu-malu menunjukkan kegemarannya itu di depan publik.<\/span>\r\n\r\nKebiasaan Bob Dylan tersebut diakui oleh penuturan seorang Wartawan Amerika, Edna Gundersen. Wanita yang pernah bekerja untuk media <\/span>USA Today<\/span><\/i> itu menyebutkan bahwa Bob Dylan sebagai sosok yang ramah dengan kebiasaan menghisap rokok serta menyeruput kopi di waktu santai.<\/span>\r\nDanilla Riyadi<\/span><\/h3>\r\nMusisi <\/span>folk <\/span><\/i>tanah air, Jason Ranti dan Penyiar radio <\/span>Hard Rock FM<\/span><\/i> menyebut Danilla Riyadi sebagai seorang bintang baru dalam musik tanah air. Seorang perempuan berkharisma, dengan suara berkarakter, aksi panggungnya juga kerap nyentrik, dan juga punya kebiasaan merokok baik di panggung atau di kala senggang.<\/span>\r\n\r\nDanilla Riyadi menjadi pendobrak stigma wanita dalam industri musik. Jika sebelumnya sosok Raisa menjadi pandangan utuh bagaimana karier musisi wanita di tanah air, maka Danilla Riyadi adalah sebaliknya. Wanita yang mulai dikenal lewat tembang Jauh di Sana itu bak Studio Ghibli bagi Disney dalam dunia industri animasi di dunia.<\/span>\r\n\r\nMeski punya ciri khas yang berbeda, Danilla Riyadi justru juga banyak penggemar<\/span>. Jawa Pos<\/span><\/i> menyebutkan Danilla Riyadi mengakui bahwa kegemarannya dalam merokok itu memudahkannya untuk menghilangkan kegugupan serta menghayati tiap tembang yang dia bawa saat tampil di atas panggung. <\/span>\r\n\r\n ","post_title":"Tiga Musisi Top Penikmat Rokok","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"tiga-musisi-top-penikmat-rokok","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-01-20 06:00:56","post_modified_gmt":"2019-01-19 23:00:56","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5327","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":40},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"epic_block_25"};
\nSedikit berbeda dengan penikmat rokok konvensional atau kretek. Mengingat rokok kretek sudah menjadi kebudayan lokal yang terus dipertahankan selama bertahun-tahun, kehadirannya sudah mewarnai khasanah keindonesiaan. Perokok kretek juga sudah punya soliditas luar biasa yang terbentuk sejak lama dan terus terbangun mengiringi peradaban di Indonesia atau dunia.<\/p>\n\n\n\n
Kini, perokok elektrik mulai merasakan kegelisahan. Beberapa negara mulai menerapkan peraturan ketat terhadap Vape, sedangkan di Indonesia biaya cukai pun kini mulai diberlakukan terhadap perdagangan rokok elektrik. Keberadaannya di mata negara pun mulai dianggap sama seperti rokok, meski pada awalnya rokok elektrik hadir dengan slogan-slogan produk alternatif yang lebih menyehatkan (katanya).<\/p>\n\n\n\n
Tapi jika kemudian di masa depan memang rokok elektrik yang kemudian menjadi sesuatu yang populer dan dinikmati banyak orang. Rasanya saya tetap ingin hidup di jaman ini, dengan sebatang kretek di tangan dan menikmati segala khasanah kebudayaan yang patut terus dipertahankan. <\/p><\/blockquote>\n\n\n\n
<\/p>\n","post_title":"Masa Depan, Rokok Elektrik, dan Semangat Alternatif yang Sia-Sia","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"masa-depan-rokok-elektrik-dan-semangat-alternatif-yang-sia-sia","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-02-03 09:05:56","post_modified_gmt":"2019-02-03 02:05:56","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5403","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5377,"post_author":"878","post_date":"2019-01-31 08:59:05","post_date_gmt":"2019-01-31 01:59:05","post_content":"Sejarah mencatat aktivitas manusia mengisap rokok<\/a> yang mereka produksi dari daun tembakau sudah berlangsung setidaknya sejak 4000 tahun yang lalu. Atau pada 2000 Sebelum Masehi. Adalah ratusan suku-suku yang menghuni Benua Amerika lebih tepatnya Amerika Selatan yang memulai itu. Suku-suku yang oleh bangsa barat dengan mudahnya digolongkan dalam satu suku saja yaitu Suku Indian, padahal penamaan ini terjadi karena kesalahan semata, Kesalahan yang dilakukan oleh Christoper Colombus ketika melakukan petualangannya.<\/span>\r\n\r\nSuku-suku itu memanfaatkan tembakau yang diolah menjadi rokok untuk dikonsumsi dalam keseharian mereka. Selain itu tembakau digunakan sebagai media penyambutan, penerimaan dan perdamaian antar suku, juga digunakan untuk mengobati beberapa penyakit. Dukun-dukun menggunakan daun tembakau untuk mengobati pasiennya, baik dengan cara dibalurkan, atau lewat asap rokok yang mereka buat dari daun tembakau.<\/span>\r\n\r\nPada abad ke-15 hingga ke-16, para penjelajah Eropa mengenalkan tanaman tembakau dan aktivitas merokok ke tempat-tempat yang mereka datangi di dunia. Termasuk Indonesia. Memang ada yang bilang kebiasaan merokok di negeri ini sudah ada jauh sebelum aktivitas merokok diperkenalkan penjelajah dan penjajah Eropa, meskipun bukan dengan daun tembakau. Yang jelas, kebiasaan merokok tembakau di negeri ini begitu masif usai penjelajah dan penjajah mengenalkan kebiasaan merokok menggunakan daun tembakau.<\/span>\r\n\r\nPersebaran tembakau dan aktivitas merokok ke berbagai lokasi di penjuru bumi, memunculkan kebiasaan-kebiasaan baru dan varian-varian cara dalam menikmati rokok tembakau. Pun begitu dengan di Nusantara. Aktivitas merokok tembakau memunculkan kebiasaan-kebiasaan baru dan khas di banyak tempat, juga improvisasi-improvisasi cara dan bahan tambahan ketika menikmati rokok tembakau.<\/span>\r\nTak sekadar tembakau, masyarakat Nusantara menambahkan beberapa bahan lain selain tembakau dalam rokok yang mereka isap.Yang paling fenomenal adalah temuan rokok kretek yang pada akhirnya hingga saat ini berhasil menguasai lebih dari 90 persen pasar rokok Indonesia.<\/span><\/blockquote>\r\nBerawal dari ketidaksengajaan Djamhari mengoleskan minyak cengkeh ke rokok tembakaunya, campuran tembakau dan cengkeh yang menjadikan produk baru bernama rokok kretek, yang namanya diambil dari suaranya ketika campuran tembakau kering dan cengkeh kering dibakar, keretek-keretek, kemretek, berkembang pesat pada abad 20. Djamhari ketika itu sakit sesak napas. Sudah beberapa hari sakitnya tak kunjung sembuh. Setelah mengoleskan minyak cengkeh ke rokok yang ia isap, karena merasakan ada perubahan dari sakit yang ia rasa, kemudian Djamhari tak sekadar mengoleskan minyak cengkeh, namun mencampurkan cengkeh kering dengan tembakau pada rokok yang ia isap. Penyakitnya berangsur menghilang dan ia sembuh.<\/span>\r\n\r\nVarian, improviasi dan kreativitas baru di seputar aktivitas merokok terus berkembang seiring perjalanan waktu dan perkembangan kemajuan teknologi. Persilangan antara kegemaran merokok dan perkembangan teknologi menghasilkan ragam rupa kreativitas dalam merokok dan mengonsumsi produk-produk tembakau. Kini ada rokok non-asap, nikotin tempel seperti koyo, tembakau kunyah, nikotin permen, dan ragam rupa kreasi lainnya. Inovasi ini kian menjadi saat kampanye bahaya rokok konvensional dan terutama bahaya rokok kretek terus-menerus didengungkan di penjuru bumi.<\/span>\r\n\r\nYang terbaru, setidaknya dalam empat tahun belakangan cukup berkembang di Indonesia, terutama di beberapa tempat di kota besar, adalah rokok elektrik atau yang lazim disebut <\/span>vape\/vaping<\/span><\/i>. Masuknya rokok elektrik ini bersamaan dengan serangan besar-besaran terhadap rokok kretek lewat kampanye yang menyebutkan rokok kretek sama sekali tidak baik untuk kesehatan. Rokok elektrik masuk dan digembar-gemborkan sebagai produk alternatif.<\/span>\r\n\r\nHingga sempat ada masanya, rokok elektrik ini dikampanyekan dan digunakan sebagai alat antara untuk meninggalkan produk rokok konvensional. Terapi berhenti merokok dengan berpindah dari rokok konvensional ke rokok kretek. Kampanye ini selalu menyebutkan bahwasanya rokok elektrik lebih baik dari rokok konvensional. Lebih sehat. Tetapi apakah memang benar seperti itu?<\/span>\r\n\r\nMungkin penjabaran data bahan baku rokok kretek dan rokok elektrik di bawah ini bisa membantu anda menemukan jawabannya sendiri.<\/span>\r\nRokok Kretek<\/span><\/h4>\r\n
Foto: Eko Susanto\/Rokok Indonesia[\/caption]\r\n\r\nDua bahan baku utama rokok kretek adalah tembakau dan cengkeh. Selain keduanya, setiap pabrikan memiliki bahan baku tambahannya sendiri yang membikin rokok kretek produksi mereka memiliki citarasa khasnya masing-masing. Para perokok yang biasa melinting sendiri rokok kreteknya lazim menyebutnya wur untuk tambahan bahan baku di luar tembakau dan cengkeh. Wur ini terdiri dari beberapa rempah-rempah sesuai dengan selera. Pabrikan-pabrikan rokok kretek meracik sendiri wur sebagai campuran tembakau dan cengkeh pada rokok kretek mereka. Wur ini kadang disebut perisa atau saus oleh pabrikan. Bahan bakunya mirip, campuran beberapa rempah-rempah.<\/span>\r\n\r\nBeberapa bahan baku lain selain cengkeh dan tembakau pada rokok kretek adalah: Kapulaga, kemenyan, daun sirih, kayu manis, kemukus, dan kelembak.<\/span>\r\n\r\nSelain bahan baku utama yang merupakan campuran tembakau, cengkeh, dan beberapa rempah lainnya yang lazim disebut saus, bahan penyusun rokok kretek lainnya adalah kertas atau yang lazim disebut sigaret. Bahan baku kertas sigaret adalah\u00a0<\/span>selulosa astetat.<\/span><\/i> Selulosa<\/span><\/i>\u00a0ini berasal dari serat tanama. Sebelum menjadi lembaran diolah menjadi\u00a0<\/span>pulp\u00a0<\/span><\/i>terlebih dulu. Unsur pelekat pada kertas dinamakan sideseam. Pelekat kertas tersebut merupakan pelekat\u00a0khusus\u00a0yang digunakan dalam jumlah yang sangat kecil.<\/span> Pada dasarnya kertas rokok atau kertas sigaret juga dilengkapi\u00a0<\/span>porforasi<\/span><\/i>\u00a0(kertas berlubang), di mana lubang ukurang mikro tersebut dapat menyedot udara luar sehingga kadar tar dan nikotin di dalam rokok turun.<\/span>\r\n\r\nSatu lagi bahan yang ada pada sebatang rokok kretek adalah busa filter, jika rokok kreteknya adalah rokok kretek filter. Bahan busa filter pada rokok kretek berasal dari aseto, tumbuhan jenis padi-padian yang banyak tumbuh di wilayah Eropa pasca musim dingin. Filter pada rokok kretek terbagi dari empat bagian,\u00a0<\/span>tow<\/span><\/i>\u00a0(rangkaian\u00a0<\/span>selulose asetat<\/span><\/i>\u00a0sebagai badan filter),\u00a0<\/span>plasticizer<\/span><\/i>\u00a0(zat pelunak untuk mengikat filter),\u00a0<\/span>plug wrap<\/span><\/i>\u00a0(kertas pembungkus fiber filter) dan pelekat (sebagai pelekat\u00a0<\/span>plug wrap<\/span><\/i>).<\/span>\r\n\r\nDari uraian ini, bisa dikatakan jika bahan baku utama dan bahan-bahan tambahan untuk rokok kretek semuanya merupakan bahan-bahan alami yang berasal dari alam. Produk herbal.<\/span>\r\n
Rokok Elektrik<\/span><\/h4>\r\n
Foto: testic.net[\/caption]\r\n\r\nBerbeda dengan rokok konvensional yang menggunakan prinsip pembakaran pada proses konsumsinya, rokok elektrik menggunakan prinsip penguapan. Oleh sebab itu produk ini lazim disebut vape karena prinsip reaksi yang bekerja berupa vaporizer.<\/span>\r\n\r\nAda empat elemen utama dalam sebuah produk rokok elektrik yang dikonsumsi. Cairan utama (liquid), wadah cairan (<\/span>cartridge<\/span><\/i>), atomizer atau pemanas, dan baterai.<\/span>\r\n\r\nCairan pada rokok elektrik terdiri dari campuran propilen glikol, gliserol, air, nikotin sintetis, dan perasa sintetis. Gliserol adalah bahan baku e-liquid, perannya adalah membantu proses vaporasi dari cairan (liquid) menjadi gas (asap). Gliserol adalah bahan kimia tanpa warna, tanpa bau, yang banyak digunakan di bidang farmasi. Bahan ini berbentuk cairan agak kental dan sedikit berasa manis. Propilen Glikol adalah bahan penguat rasa berbentuk cair\/ liquid. Pada umumnya dipakai pada essence makanan dan minuman ringan sebagai penguat. Sifatnya tidak berbau dan berasa manis. Liquid premium lokal atau import juga menggunakan ini.<\/span>\r\n\r\nAda dua kunci yang bisa menjadi acuan analisis terkait rokok kretek dan rokok elektrik dalam hubungannya dengan klaim rokok elektrik yang jauh lebih sehat dari rokok kretek dan rokok konvensional, bahkan rokok elektrik dianggap sebagai produk yang baik dipilih untuk meninggalkan kebiasaan merokok. Dua kunci itu adalah, bahan alami vs bahan sintetis, dan proses pembakaran rokok konvensional vs proses penguapan rokok elektrik. Dari dua kunci utama ini saja kita bisa tahu mana yang lebih baik sebenarnya.<\/span>","post_title":"Perbandingan Bahan Baku Kretek dan Rokok Elektrik","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"perbandingan-bahan-baku-kretek-dan-rokok-elektrik","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-01-31 08:59:27","post_modified_gmt":"2019-01-31 01:59:27","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5377","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5368,"post_author":"919","post_date":"2019-01-29 09:28:05","post_date_gmt":"2019-01-29 02:28:05","post_content":"Sudah jadi konsekuensi hidup di kawasan tropis di mana memasuki September hingga Februari masuk dalam musim hujan. Badan Metereologi Klimatologi dan Geofisika Indonesia menyebutkan bahwa puncak-puncak musim hujan di 2019 ini akan jatuh pada Januari dan Februari. Langit mendung dengan atmosfer yang agak sejuk kini mulai dirasakan pada berbagai daerah di tanah air.\r\n\r\nIndonesia memang bukan negara seperti di belahan dunia lain yang bisa merasakan empat musim. Hanya diberikan dua musim saja sudah menjadi berkah bagi masyarakat tanah air. Tentu kita bisa bertanya setidaknya kepada para petani dan pelaut bagaimana musim hujan dan musim panas memberikan manfaat bagi mereka.\r\n\r\nMemasuki puncak-puncaknya musim hujan, beberapa hal memang musti diperhatikan. Pasalnya jika lalai dalam kondisi-kondisi tertentu maka bisa saja urusan kesehatan sedikit menghambat aktivitas anda. Sediakan beberapa obat-obatan, hindari keluar tanpa membawa payung atau jas hujan, hingga mempersiapkan pakaian kering lebih banyak.\r\n\r\nSebagai perokok, tentu juga harus mempersiapkan beberapa hal menghadapi musim hujan. Mumpung masih ada dua bulan lagi tersisa sebelum habisnya musim hujan, ada pentingnya kalian mempersiapkan hal ini sebelum mati gaya diterpa air hujan.\r\n
Siapkan Kopi, Teh, atau Minuman Hangat Lainnya<\/h4>\r\n
\r\nJika kodrat manusia diciptakan untuk hidup berpasangan begitu pula dengan rokok. Konon dahulu kala dewa-dewa mengkultuskan korek untuk menjadi pasangan hidup setia bagi produk tembakau tersebut. Namun rokok dan korek bukan adam dan hawa yang hidup hanya berdua, mereka juga ditemani oleh tetangga bernama kopi, teh, atau minuman lainnya.<\/h4>\r\nSaat musim hujan tidak disarankan untuk menikmati ragam minuman tersebut dalam bentuk dingin. Kecuali anda adalah seorang youtuber, yang ingin membuat eksperimen dengan target adsense dan bisa untung, haduh. Disarankan untuk mengkonsumsi kopi, teh, atau minuman lainnya seperti coklat dalam bentuk hangat. Ditemani sebatang rokok, varian minuman tersebut akan membuat kalian lebih tegar menghadapi musim penghujan.\r\n
Pastikan Rokok Anda Tetap Kering<\/h4>\r\nApa jadinya seorang perokok kehilangan rokoknya atau kebasahan saat hujan. Kondisi tersebut sudah bisa dipastikan mirip dengan kondisi kesatria yang kehilangan pedangnya saat perang, jangan sampai deh. Sebelum bepergian pastikan rokok anda berada di tempat yang tepat dan terlindung dari air hujan.\r\n\r\nMemasukkan rokok ke dalam tas adalah hal yang paling tepat. Tapi terkadang akan kerap kesulitan mencarinya jika ingin mengkonsumsi karena terselip di antara baju, laptop, atau barang-barang lain. Ada baiknya masukkan ke dalam plastik dan disimpan di kantong jaket atau celana anda. Bisa saja jika memang sudah nasibnya yang apes, kejebak hujan, rokok basah, anda berpura-pura menjalin tali silaturahmi baru dengan perokok lainnya, dengan ambisi terselubung yaitu minta rokok.\r\n
Hadirkan Kenangan<\/h4>\r\nAda sebuah teori yang menyebutkan bahwa hujan dapat membuat Serotonin yang merupakan zat protein itu berkurang. Tugas dari Serotonin adalah meneruskan sinyal dari sel saraf menuju sel target, mudahnya adalah zat tersebut berpean penting dalam proses mengingat dalam pikiran anda. Sudah tentu ada paham kan apa yang terjadi saat hujan tiba.\r\n\r\nBau air yang jatuh dari langit dan mengantam tanah akan menyempurnakan momen anda mengingat masa-masa lalu. Pilih tempat dan musik yang tepat untuk semakin memaksimalkan saat-saat anda menikmati kenangan dan jangan lupa, bagi para perokok dua hal di atas seperti minuman hangat dan rokok juga dihadirkan. Sebuah kombinasi mantap bagi anda menghadapi syahdu dan sejuknya musim hujan.","post_title":"Hal-Hal yang Patut Dipersiapkan Perokok Saat Musim Hujan","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"hal-hal-yang-patut-dipersiapkan-perokok-saat-musim-hujan","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-01-29 09:28:49","post_modified_gmt":"2019-01-29 02:28:49","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5368","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5358,"post_author":"919","post_date":"2019-01-27 07:30:32","post_date_gmt":"2019-01-27 00:30:32","post_content":"\u201cKalau [cowok] lokal biasanya \u2018abis gitu\u2019 egois, kelar, santai, abis itu ngerokok<\/a>.\u201d<\/span><\/i>\r\n\r\nPernyataan tersebut dilontarkan oleh salah satu artis Ibu Kota yang menjadi <\/span>host <\/span><\/i>dari acara Hotman Paris Show di salah satu televisi swasta Tanah Air, Desember lalu. Saat itu Hotman Paris yang merupakan pengacara terkenal bertanya kepada salah satu bintang tamunya, Beby Margaretha tentang perbedaan gaya dan sikap bercinta antara pria lokal dan asing.<\/span>\r\n\r\nAkan tetapi benarkah bahwa rata-rata pria di Indonesia mempunyai perangai bercinta yang disebutkan oleh Melanie Ricardo di atas?<\/strong>\r\n\r\nMenurut pemikiran saya, ucapan tersebut hanya bersifat candaan saja yang keluar dari mulut Melanie Ricardo. Jika Anda sering memperhatikan beberapa Film-film Eropa, banyak juga <\/span>kok<\/span><\/i> yang asyik membakar dan menghisap rokok seusai bercinta. Kehadiran rokok tentu dapat memberikan rasa rileks bagi para pria atau wanita seusai berhubungan intim.<\/span>\r\n\r\nSitus online <\/span>The Goodmen Project<\/span><\/i> menyebutkan bahwa beberapa pria mengakui melakukan aktivitas lain semacam merokok, makan, dan minum setelah bercinta. Sedangkan wanita lebih memilih mengakhirinya dengan sentuhan-sentuhan yang lebih intim seperti berpelukan atau sekedar <\/span>cipika-cipiki<\/span><\/i>.<\/span>\r\n\r\nSusan Hughes, seorang penulis asal Kanada menuturkan bahwa beberapa pria tak suka dengan sentuhan-sentuhan intim tersebut. Dengan merokok atau melakukan aktivitas kecil lainnya, beberapa kaum adam akan lebih mudah tergerak untuk melanjutkan ronde dalam aktivitas bercinta. Benar atau tidak tentu ini kembali kepada anda? Meski demikian saya rasa aktivitas merokok seusai bercinta bisa dilakukan siapa saja dan suku bangsanya baik itu pria atau wanita.<\/span>\r\n