Apakah berhenti sampai di situ? Tentu saja tidak. Menghisap tembakau ternyata juga membantu menyembuhkan orang yang mengidap penyakit mental. Journal of Amercian Medical <\/em> Association <\/em>pernah mengeluarkan penelitian, orang-orang yang menderita gangguan mental seperti ADHD\/ADD, skizofrenia, dan gangguan lainnya mungkin mengalami efek positif dari merokok. Faktanya, dosis nikotin memiliki efek normalisasi jangka pendek pada aktivitas listrik di otak. Pada penyakit Alzeheimer juga mendapat keuntungan dari dosis nikotin, sehingga kemampuan kognitif pasin sedikit membaik. Sebenarnya masih banyak sekali manfaat tembakau bagi kehidupan manusia. Hanya orang-orang yang malas berpikir dan mudah takluk pada kepentingan asing, yang enggan mencari manfaat atas suatu hal. Tuhan tidak menciptakan tembakau untuk dibenci<\/strong>
<\/p>\n\n\n\n
<\/p>\n","post_title":"Tuhan Tidak Menciptakan Tembakau untuk Dibenci dan Dicaci","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"tuhan-tidak-menciptakan-tembakau-untuk-dibenci","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-08-19 09:54:22","post_modified_gmt":"2019-08-19 02:54:22","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5973","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":false,"total_page":1},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"epic_block_3"};
Di Kecamatan Nagreg, Bandung, misalnya, sudah sejak lama para petani tembakau memanfaatkan limbah tanaman itu untuk pupuk dan obat. Hal ini diutarakan Aliah dan dimuat Gatra.com. Menurutnya, memanfaatkan tembakau sebagai obat sudah sejak lama. Jika kulit terkena ulat bulu, biasanya tinggal menggosoknya dengan daun tembakau. Tak hanya itu, saat kulit tergores benda tajam, tembakau juga digunakan untuk menyembuhkannya.
<\/p>\n\n\n\n
Apakah berhenti sampai di situ? Tentu saja tidak. Menghisap tembakau ternyata juga membantu menyembuhkan orang yang mengidap penyakit mental. Journal of Amercian Medical <\/em> Association <\/em>pernah mengeluarkan penelitian, orang-orang yang menderita gangguan mental seperti ADHD\/ADD, skizofrenia, dan gangguan lainnya mungkin mengalami efek positif dari merokok. Faktanya, dosis nikotin memiliki efek normalisasi jangka pendek pada aktivitas listrik di otak. Pada penyakit Alzeheimer juga mendapat keuntungan dari dosis nikotin, sehingga kemampuan kognitif pasin sedikit membaik. Sebenarnya masih banyak sekali manfaat tembakau bagi kehidupan manusia. Hanya orang-orang yang malas berpikir dan mudah takluk pada kepentingan asing, yang enggan mencari manfaat atas suatu hal. Tuhan tidak menciptakan tembakau untuk dibenci<\/strong> Soal gigitan ular, saya pernah mendengar sendiri dari salah satu petani tembakau di daerah Sumatera. Ia bercerita, setiap kali ada yang tergigit ular langsung diperam dengan daun tembakau atau cengkeh. Di Kecamatan Nagreg, Bandung, misalnya, sudah sejak lama para petani tembakau memanfaatkan limbah tanaman itu untuk pupuk dan obat. Hal ini diutarakan Aliah dan dimuat Gatra.com. Menurutnya, memanfaatkan tembakau sebagai obat sudah sejak lama. Jika kulit terkena ulat bulu, biasanya tinggal menggosoknya dengan daun tembakau. Tak hanya itu, saat kulit tergores benda tajam, tembakau juga digunakan untuk menyembuhkannya. Apakah berhenti sampai di situ? Tentu saja tidak. Menghisap tembakau ternyata juga membantu menyembuhkan orang yang mengidap penyakit mental. Journal of Amercian Medical <\/em> Association <\/em>pernah mengeluarkan penelitian, orang-orang yang menderita gangguan mental seperti ADHD\/ADD, skizofrenia, dan gangguan lainnya mungkin mengalami efek positif dari merokok. Faktanya, dosis nikotin memiliki efek normalisasi jangka pendek pada aktivitas listrik di otak. Pada penyakit Alzeheimer juga mendapat keuntungan dari dosis nikotin, sehingga kemampuan kognitif pasin sedikit membaik. Sebenarnya masih banyak sekali manfaat tembakau bagi kehidupan manusia. Hanya orang-orang yang malas berpikir dan mudah takluk pada kepentingan asing, yang enggan mencari manfaat atas suatu hal. Tuhan tidak menciptakan tembakau untuk dibenci<\/strong> Di India misalnya, sebagaimana yang dimuat Liputan6.com, tembakau membantu menenangkan radang kulit dan mengurangi rasa sakit. Tak hanya itu, masyarakat India juga percaya bahwa nikotin dalam tembakau akan membantu menghilangkan rasa sakit serta membantu menarik keluar racun, dan dapat menyembuhkan luka dari gigitan ular berbisa. Soal gigitan ular, saya pernah mendengar sendiri dari salah satu petani tembakau di daerah Sumatera. Ia bercerita, setiap kali ada yang tergigit ular langsung diperam dengan daun tembakau atau cengkeh. Di Kecamatan Nagreg, Bandung, misalnya, sudah sejak lama para petani tembakau memanfaatkan limbah tanaman itu untuk pupuk dan obat. Hal ini diutarakan Aliah dan dimuat Gatra.com. Menurutnya, memanfaatkan tembakau sebagai obat sudah sejak lama. Jika kulit terkena ulat bulu, biasanya tinggal menggosoknya dengan daun tembakau. Tak hanya itu, saat kulit tergores benda tajam, tembakau juga digunakan untuk menyembuhkannya. Apakah berhenti sampai di situ? Tentu saja tidak. Menghisap tembakau ternyata juga membantu menyembuhkan orang yang mengidap penyakit mental. Journal of Amercian Medical <\/em> Association <\/em>pernah mengeluarkan penelitian, orang-orang yang menderita gangguan mental seperti ADHD\/ADD, skizofrenia, dan gangguan lainnya mungkin mengalami efek positif dari merokok. Faktanya, dosis nikotin memiliki efek normalisasi jangka pendek pada aktivitas listrik di otak. Pada penyakit Alzeheimer juga mendapat keuntungan dari dosis nikotin, sehingga kemampuan kognitif pasin sedikit membaik. Sebenarnya masih banyak sekali manfaat tembakau bagi kehidupan manusia. Hanya orang-orang yang malas berpikir dan mudah takluk pada kepentingan asing, yang enggan mencari manfaat atas suatu hal. Tuhan tidak menciptakan tembakau untuk dibenci<\/strong> Baca: 10 Manfaat Rokok bagi Kesehatan Anda<\/a><\/p>\n\n\n\n Di India misalnya, sebagaimana yang dimuat Liputan6.com, tembakau membantu menenangkan radang kulit dan mengurangi rasa sakit. Tak hanya itu, masyarakat India juga percaya bahwa nikotin dalam tembakau akan membantu menghilangkan rasa sakit serta membantu menarik keluar racun, dan dapat menyembuhkan luka dari gigitan ular berbisa. Soal gigitan ular, saya pernah mendengar sendiri dari salah satu petani tembakau di daerah Sumatera. Ia bercerita, setiap kali ada yang tergigit ular langsung diperam dengan daun tembakau atau cengkeh. Di Kecamatan Nagreg, Bandung, misalnya, sudah sejak lama para petani tembakau memanfaatkan limbah tanaman itu untuk pupuk dan obat. Hal ini diutarakan Aliah dan dimuat Gatra.com. Menurutnya, memanfaatkan tembakau sebagai obat sudah sejak lama. Jika kulit terkena ulat bulu, biasanya tinggal menggosoknya dengan daun tembakau. Tak hanya itu, saat kulit tergores benda tajam, tembakau juga digunakan untuk menyembuhkannya. Apakah berhenti sampai di situ? Tentu saja tidak. Menghisap tembakau ternyata juga membantu menyembuhkan orang yang mengidap penyakit mental. Journal of Amercian Medical <\/em> Association <\/em>pernah mengeluarkan penelitian, orang-orang yang menderita gangguan mental seperti ADHD\/ADD, skizofrenia, dan gangguan lainnya mungkin mengalami efek positif dari merokok. Faktanya, dosis nikotin memiliki efek normalisasi jangka pendek pada aktivitas listrik di otak. Pada penyakit Alzeheimer juga mendapat keuntungan dari dosis nikotin, sehingga kemampuan kognitif pasin sedikit membaik. Sebenarnya masih banyak sekali manfaat tembakau bagi kehidupan manusia. Hanya orang-orang yang malas berpikir dan mudah takluk pada kepentingan asing, yang enggan mencari manfaat atas suatu hal. Tuhan tidak menciptakan tembakau untuk dibenci<\/strong> Seharusnya Antitembakau mendasari pikirannya dari hal yang amat sederhana, \u201cbahwa Tuhan tidak pernah menciptakan apapun hanya untuk disia-siakan\u201d. <\/strong>Bahwa setiap yang diciptakan Tuhan adalah amanah untuk umat manusia, supaya berpikir menjadikannya manfaat untuk menghidupi dan memberikan kehidupan yang baik.<\/p>\n\n\n\n Baca: 10 Manfaat Rokok bagi Kesehatan Anda<\/a><\/p>\n\n\n\n Di India misalnya, sebagaimana yang dimuat Liputan6.com, tembakau membantu menenangkan radang kulit dan mengurangi rasa sakit. Tak hanya itu, masyarakat India juga percaya bahwa nikotin dalam tembakau akan membantu menghilangkan rasa sakit serta membantu menarik keluar racun, dan dapat menyembuhkan luka dari gigitan ular berbisa. Soal gigitan ular, saya pernah mendengar sendiri dari salah satu petani tembakau di daerah Sumatera. Ia bercerita, setiap kali ada yang tergigit ular langsung diperam dengan daun tembakau atau cengkeh. Di Kecamatan Nagreg, Bandung, misalnya, sudah sejak lama para petani tembakau memanfaatkan limbah tanaman itu untuk pupuk dan obat. Hal ini diutarakan Aliah dan dimuat Gatra.com. Menurutnya, memanfaatkan tembakau sebagai obat sudah sejak lama. Jika kulit terkena ulat bulu, biasanya tinggal menggosoknya dengan daun tembakau. Tak hanya itu, saat kulit tergores benda tajam, tembakau juga digunakan untuk menyembuhkannya. Apakah berhenti sampai di situ? Tentu saja tidak. Menghisap tembakau ternyata juga membantu menyembuhkan orang yang mengidap penyakit mental. Journal of Amercian Medical <\/em> Association <\/em>pernah mengeluarkan penelitian, orang-orang yang menderita gangguan mental seperti ADHD\/ADD, skizofrenia, dan gangguan lainnya mungkin mengalami efek positif dari merokok. Faktanya, dosis nikotin memiliki efek normalisasi jangka pendek pada aktivitas listrik di otak. Pada penyakit Alzeheimer juga mendapat keuntungan dari dosis nikotin, sehingga kemampuan kognitif pasin sedikit membaik. Sebenarnya masih banyak sekali manfaat tembakau bagi kehidupan manusia. Hanya orang-orang yang malas berpikir dan mudah takluk pada kepentingan asing, yang enggan mencari manfaat atas suatu hal. Tuhan tidak menciptakan tembakau untuk dibenci<\/strong> Seharusnya Antitembakau mendasari pikirannya dari hal yang amat sederhana, \u201cbahwa Tuhan tidak pernah menciptakan apapun hanya untuk disia-siakan\u201d. <\/strong>Bahwa setiap yang diciptakan Tuhan adalah amanah untuk umat manusia, supaya berpikir menjadikannya manfaat untuk menghidupi dan memberikan kehidupan yang baik.<\/p>\n\n\n\n Baca: 10 Manfaat Rokok bagi Kesehatan Anda<\/a><\/p>\n\n\n\n Di India misalnya, sebagaimana yang dimuat Liputan6.com, tembakau membantu menenangkan radang kulit dan mengurangi rasa sakit. Tak hanya itu, masyarakat India juga percaya bahwa nikotin dalam tembakau akan membantu menghilangkan rasa sakit serta membantu menarik keluar racun, dan dapat menyembuhkan luka dari gigitan ular berbisa. Soal gigitan ular, saya pernah mendengar sendiri dari salah satu petani tembakau di daerah Sumatera. Ia bercerita, setiap kali ada yang tergigit ular langsung diperam dengan daun tembakau atau cengkeh. Di Kecamatan Nagreg, Bandung, misalnya, sudah sejak lama para petani tembakau memanfaatkan limbah tanaman itu untuk pupuk dan obat. Hal ini diutarakan Aliah dan dimuat Gatra.com. Menurutnya, memanfaatkan tembakau sebagai obat sudah sejak lama. Jika kulit terkena ulat bulu, biasanya tinggal menggosoknya dengan daun tembakau. Tak hanya itu, saat kulit tergores benda tajam, tembakau juga digunakan untuk menyembuhkannya. Apakah berhenti sampai di situ? Tentu saja tidak. Menghisap tembakau ternyata juga membantu menyembuhkan orang yang mengidap penyakit mental. Journal of Amercian Medical <\/em> Association <\/em>pernah mengeluarkan penelitian, orang-orang yang menderita gangguan mental seperti ADHD\/ADD, skizofrenia, dan gangguan lainnya mungkin mengalami efek positif dari merokok. Faktanya, dosis nikotin memiliki efek normalisasi jangka pendek pada aktivitas listrik di otak. Pada penyakit Alzeheimer juga mendapat keuntungan dari dosis nikotin, sehingga kemampuan kognitif pasin sedikit membaik. Sebenarnya masih banyak sekali manfaat tembakau bagi kehidupan manusia. Hanya orang-orang yang malas berpikir dan mudah takluk pada kepentingan asing, yang enggan mencari manfaat atas suatu hal. Tuhan tidak menciptakan tembakau untuk dibenci<\/strong> Mereka berpikir saklek bahwa produk olahan tembakau adalah barang haram yang tiada manfaat sama sekali, sebaliknya malah membuat kerugian besar terhadap negara. Kenapa bisa demikian, ya karena mereka hanya menggunakan satu kacamata untuk menghakimi ciptaan Tuhan yang telah memberikan kehidupan bagi masyarakat dan bumi Nusantara ini. Seharusnya Antitembakau mendasari pikirannya dari hal yang amat sederhana, \u201cbahwa Tuhan tidak pernah menciptakan apapun hanya untuk disia-siakan\u201d. <\/strong>Bahwa setiap yang diciptakan Tuhan adalah amanah untuk umat manusia, supaya berpikir menjadikannya manfaat untuk menghidupi dan memberikan kehidupan yang baik.<\/p>\n\n\n\n Baca: 10 Manfaat Rokok bagi Kesehatan Anda<\/a><\/p>\n\n\n\n Di India misalnya, sebagaimana yang dimuat Liputan6.com, tembakau membantu menenangkan radang kulit dan mengurangi rasa sakit. Tak hanya itu, masyarakat India juga percaya bahwa nikotin dalam tembakau akan membantu menghilangkan rasa sakit serta membantu menarik keluar racun, dan dapat menyembuhkan luka dari gigitan ular berbisa. Soal gigitan ular, saya pernah mendengar sendiri dari salah satu petani tembakau di daerah Sumatera. Ia bercerita, setiap kali ada yang tergigit ular langsung diperam dengan daun tembakau atau cengkeh. Di Kecamatan Nagreg, Bandung, misalnya, sudah sejak lama para petani tembakau memanfaatkan limbah tanaman itu untuk pupuk dan obat. Hal ini diutarakan Aliah dan dimuat Gatra.com. Menurutnya, memanfaatkan tembakau sebagai obat sudah sejak lama. Jika kulit terkena ulat bulu, biasanya tinggal menggosoknya dengan daun tembakau. Tak hanya itu, saat kulit tergores benda tajam, tembakau juga digunakan untuk menyembuhkannya. Apakah berhenti sampai di situ? Tentu saja tidak. Menghisap tembakau ternyata juga membantu menyembuhkan orang yang mengidap penyakit mental. Journal of Amercian Medical <\/em> Association <\/em>pernah mengeluarkan penelitian, orang-orang yang menderita gangguan mental seperti ADHD\/ADD, skizofrenia, dan gangguan lainnya mungkin mengalami efek positif dari merokok. Faktanya, dosis nikotin memiliki efek normalisasi jangka pendek pada aktivitas listrik di otak. Pada penyakit Alzeheimer juga mendapat keuntungan dari dosis nikotin, sehingga kemampuan kognitif pasin sedikit membaik. Sebenarnya masih banyak sekali manfaat tembakau bagi kehidupan manusia. Hanya orang-orang yang malas berpikir dan mudah takluk pada kepentingan asing, yang enggan mencari manfaat atas suatu hal. Tuhan tidak menciptakan tembakau untuk dibenci<\/strong> Tanpa henti, antirokok<\/a>, antitembakau dan sejenisnya berkampanye untuk menanggalkan produk tembakau dari negeri besar ini. Beragam sisi tak pernah luput mereka kuliti, seperti ekonomi, politik, kesehatan, hingga agama. Namun, salah satu konsentrasi yang mereka lakukan pada sektor kesehatan. Mereka berpikir saklek bahwa produk olahan tembakau adalah barang haram yang tiada manfaat sama sekali, sebaliknya malah membuat kerugian besar terhadap negara. Kenapa bisa demikian, ya karena mereka hanya menggunakan satu kacamata untuk menghakimi ciptaan Tuhan yang telah memberikan kehidupan bagi masyarakat dan bumi Nusantara ini. Seharusnya Antitembakau mendasari pikirannya dari hal yang amat sederhana, \u201cbahwa Tuhan tidak pernah menciptakan apapun hanya untuk disia-siakan\u201d. <\/strong>Bahwa setiap yang diciptakan Tuhan adalah amanah untuk umat manusia, supaya berpikir menjadikannya manfaat untuk menghidupi dan memberikan kehidupan yang baik.<\/p>\n\n\n\n Baca: 10 Manfaat Rokok bagi Kesehatan Anda<\/a><\/p>\n\n\n\n Di India misalnya, sebagaimana yang dimuat Liputan6.com, tembakau membantu menenangkan radang kulit dan mengurangi rasa sakit. Tak hanya itu, masyarakat India juga percaya bahwa nikotin dalam tembakau akan membantu menghilangkan rasa sakit serta membantu menarik keluar racun, dan dapat menyembuhkan luka dari gigitan ular berbisa. Soal gigitan ular, saya pernah mendengar sendiri dari salah satu petani tembakau di daerah Sumatera. Ia bercerita, setiap kali ada yang tergigit ular langsung diperam dengan daun tembakau atau cengkeh. Di Kecamatan Nagreg, Bandung, misalnya, sudah sejak lama para petani tembakau memanfaatkan limbah tanaman itu untuk pupuk dan obat. Hal ini diutarakan Aliah dan dimuat Gatra.com. Menurutnya, memanfaatkan tembakau sebagai obat sudah sejak lama. Jika kulit terkena ulat bulu, biasanya tinggal menggosoknya dengan daun tembakau. Tak hanya itu, saat kulit tergores benda tajam, tembakau juga digunakan untuk menyembuhkannya. Apakah berhenti sampai di situ? Tentu saja tidak. Menghisap tembakau ternyata juga membantu menyembuhkan orang yang mengidap penyakit mental. Journal of Amercian Medical <\/em> Association <\/em>pernah mengeluarkan penelitian, orang-orang yang menderita gangguan mental seperti ADHD\/ADD, skizofrenia, dan gangguan lainnya mungkin mengalami efek positif dari merokok. Faktanya, dosis nikotin memiliki efek normalisasi jangka pendek pada aktivitas listrik di otak. Pada penyakit Alzeheimer juga mendapat keuntungan dari dosis nikotin, sehingga kemampuan kognitif pasin sedikit membaik. Sebenarnya masih banyak sekali manfaat tembakau bagi kehidupan manusia. Hanya orang-orang yang malas berpikir dan mudah takluk pada kepentingan asing, yang enggan mencari manfaat atas suatu hal. Tuhan tidak menciptakan tembakau untuk dibenci<\/strong> \u201cJadi, bisa dibilang, tembakau itu adalah takdir desa kami. Kami lahir dan hidup di desa ini untuk terus melanjutkan menanam tembakau di musim kemarau, seperti yang sudah dilakukan oleh orang tua kami dulu, dan oleh orang tua-orang tua mereka sebelumnya. Selama tembakau masih dibutuhkan dan tidak dilarang, kami dan anak-anak kami kelak, juga akan terus menanam tembakau di sini, di desa ini. Karena tembakau adalah takdir desa kami.\u201d Terang Rofi\u2019i.<\/strong><\/p>\r\n","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5981","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5973,"post_author":"855","post_date":"2019-08-19 09:54:14","post_date_gmt":"2019-08-19 02:54:14","post_content":"\n Tanpa henti, antirokok<\/a>, antitembakau dan sejenisnya berkampanye untuk menanggalkan produk tembakau dari negeri besar ini. Beragam sisi tak pernah luput mereka kuliti, seperti ekonomi, politik, kesehatan, hingga agama. Namun, salah satu konsentrasi yang mereka lakukan pada sektor kesehatan. Mereka berpikir saklek bahwa produk olahan tembakau adalah barang haram yang tiada manfaat sama sekali, sebaliknya malah membuat kerugian besar terhadap negara. Kenapa bisa demikian, ya karena mereka hanya menggunakan satu kacamata untuk menghakimi ciptaan Tuhan yang telah memberikan kehidupan bagi masyarakat dan bumi Nusantara ini. Seharusnya Antitembakau mendasari pikirannya dari hal yang amat sederhana, \u201cbahwa Tuhan tidak pernah menciptakan apapun hanya untuk disia-siakan\u201d. <\/strong>Bahwa setiap yang diciptakan Tuhan adalah amanah untuk umat manusia, supaya berpikir menjadikannya manfaat untuk menghidupi dan memberikan kehidupan yang baik.<\/p>\n\n\n\n Baca: 10 Manfaat Rokok bagi Kesehatan Anda<\/a><\/p>\n\n\n\n Di India misalnya, sebagaimana yang dimuat Liputan6.com, tembakau membantu menenangkan radang kulit dan mengurangi rasa sakit. Tak hanya itu, masyarakat India juga percaya bahwa nikotin dalam tembakau akan membantu menghilangkan rasa sakit serta membantu menarik keluar racun, dan dapat menyembuhkan luka dari gigitan ular berbisa. Soal gigitan ular, saya pernah mendengar sendiri dari salah satu petani tembakau di daerah Sumatera. Ia bercerita, setiap kali ada yang tergigit ular langsung diperam dengan daun tembakau atau cengkeh. Di Kecamatan Nagreg, Bandung, misalnya, sudah sejak lama para petani tembakau memanfaatkan limbah tanaman itu untuk pupuk dan obat. Hal ini diutarakan Aliah dan dimuat Gatra.com. Menurutnya, memanfaatkan tembakau sebagai obat sudah sejak lama. Jika kulit terkena ulat bulu, biasanya tinggal menggosoknya dengan daun tembakau. Tak hanya itu, saat kulit tergores benda tajam, tembakau juga digunakan untuk menyembuhkannya. Apakah berhenti sampai di situ? Tentu saja tidak. Menghisap tembakau ternyata juga membantu menyembuhkan orang yang mengidap penyakit mental. Journal of Amercian Medical <\/em> Association <\/em>pernah mengeluarkan penelitian, orang-orang yang menderita gangguan mental seperti ADHD\/ADD, skizofrenia, dan gangguan lainnya mungkin mengalami efek positif dari merokok. Faktanya, dosis nikotin memiliki efek normalisasi jangka pendek pada aktivitas listrik di otak. Pada penyakit Alzeheimer juga mendapat keuntungan dari dosis nikotin, sehingga kemampuan kognitif pasin sedikit membaik. Sebenarnya masih banyak sekali manfaat tembakau bagi kehidupan manusia. Hanya orang-orang yang malas berpikir dan mudah takluk pada kepentingan asing, yang enggan mencari manfaat atas suatu hal. Tuhan tidak menciptakan tembakau untuk dibenci<\/strong> \u201cSudah sejak nenek moyang kami menanam tembakau, karena hanya itu yang cocok ditanam di musim kemarau. Tembakau malah paling bagus jadinya ya kalau musim kemarau begini. Kalau hujan, kami nangis. Tembakau gagal jadi. Harganya jatuh kalau dekat-dekat musim panen malah hujan. Jadi kami ini anomali. Di saat banyak petani lain berharap ada hujan ketika mereka menanam hingga panen, kami malah berharap kemarau benar-benar sempurna agar hasil tembakau kami baik dan harga menguntungkan kami.\u201d Tambah Sunyoto kepada kami.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n \u201cJadi, bisa dibilang, tembakau itu adalah takdir desa kami. Kami lahir dan hidup di desa ini untuk terus melanjutkan menanam tembakau di musim kemarau, seperti yang sudah dilakukan oleh orang tua kami dulu, dan oleh orang tua-orang tua mereka sebelumnya. Selama tembakau masih dibutuhkan dan tidak dilarang, kami dan anak-anak kami kelak, juga akan terus menanam tembakau di sini, di desa ini. Karena tembakau adalah takdir desa kami.\u201d Terang Rofi\u2019i.<\/strong><\/p>\r\n","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5981","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5973,"post_author":"855","post_date":"2019-08-19 09:54:14","post_date_gmt":"2019-08-19 02:54:14","post_content":"\n Tanpa henti, antirokok<\/a>, antitembakau dan sejenisnya berkampanye untuk menanggalkan produk tembakau dari negeri besar ini. Beragam sisi tak pernah luput mereka kuliti, seperti ekonomi, politik, kesehatan, hingga agama. Namun, salah satu konsentrasi yang mereka lakukan pada sektor kesehatan. Mereka berpikir saklek bahwa produk olahan tembakau adalah barang haram yang tiada manfaat sama sekali, sebaliknya malah membuat kerugian besar terhadap negara. Kenapa bisa demikian, ya karena mereka hanya menggunakan satu kacamata untuk menghakimi ciptaan Tuhan yang telah memberikan kehidupan bagi masyarakat dan bumi Nusantara ini. Seharusnya Antitembakau mendasari pikirannya dari hal yang amat sederhana, \u201cbahwa Tuhan tidak pernah menciptakan apapun hanya untuk disia-siakan\u201d. <\/strong>Bahwa setiap yang diciptakan Tuhan adalah amanah untuk umat manusia, supaya berpikir menjadikannya manfaat untuk menghidupi dan memberikan kehidupan yang baik.<\/p>\n\n\n\n Baca: 10 Manfaat Rokok bagi Kesehatan Anda<\/a><\/p>\n\n\n\n Di India misalnya, sebagaimana yang dimuat Liputan6.com, tembakau membantu menenangkan radang kulit dan mengurangi rasa sakit. Tak hanya itu, masyarakat India juga percaya bahwa nikotin dalam tembakau akan membantu menghilangkan rasa sakit serta membantu menarik keluar racun, dan dapat menyembuhkan luka dari gigitan ular berbisa. Soal gigitan ular, saya pernah mendengar sendiri dari salah satu petani tembakau di daerah Sumatera. Ia bercerita, setiap kali ada yang tergigit ular langsung diperam dengan daun tembakau atau cengkeh. Di Kecamatan Nagreg, Bandung, misalnya, sudah sejak lama para petani tembakau memanfaatkan limbah tanaman itu untuk pupuk dan obat. Hal ini diutarakan Aliah dan dimuat Gatra.com. Menurutnya, memanfaatkan tembakau sebagai obat sudah sejak lama. Jika kulit terkena ulat bulu, biasanya tinggal menggosoknya dengan daun tembakau. Tak hanya itu, saat kulit tergores benda tajam, tembakau juga digunakan untuk menyembuhkannya. Apakah berhenti sampai di situ? Tentu saja tidak. Menghisap tembakau ternyata juga membantu menyembuhkan orang yang mengidap penyakit mental. Journal of Amercian Medical <\/em> Association <\/em>pernah mengeluarkan penelitian, orang-orang yang menderita gangguan mental seperti ADHD\/ADD, skizofrenia, dan gangguan lainnya mungkin mengalami efek positif dari merokok. Faktanya, dosis nikotin memiliki efek normalisasi jangka pendek pada aktivitas listrik di otak. Pada penyakit Alzeheimer juga mendapat keuntungan dari dosis nikotin, sehingga kemampuan kognitif pasin sedikit membaik. Sebenarnya masih banyak sekali manfaat tembakau bagi kehidupan manusia. Hanya orang-orang yang malas berpikir dan mudah takluk pada kepentingan asing, yang enggan mencari manfaat atas suatu hal. Tuhan tidak menciptakan tembakau untuk dibenci<\/strong> Baca: Cengkeh, Pemicu Revolusi Industri Hingga Menjadi Tameng Kerusakan Lingkungan<\/a><\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n \u201cSudah sejak nenek moyang kami menanam tembakau, karena hanya itu yang cocok ditanam di musim kemarau. Tembakau malah paling bagus jadinya ya kalau musim kemarau begini. Kalau hujan, kami nangis. Tembakau gagal jadi. Harganya jatuh kalau dekat-dekat musim panen malah hujan. Jadi kami ini anomali. Di saat banyak petani lain berharap ada hujan ketika mereka menanam hingga panen, kami malah berharap kemarau benar-benar sempurna agar hasil tembakau kami baik dan harga menguntungkan kami.\u201d Tambah Sunyoto kepada kami.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n \u201cJadi, bisa dibilang, tembakau itu adalah takdir desa kami. Kami lahir dan hidup di desa ini untuk terus melanjutkan menanam tembakau di musim kemarau, seperti yang sudah dilakukan oleh orang tua kami dulu, dan oleh orang tua-orang tua mereka sebelumnya. Selama tembakau masih dibutuhkan dan tidak dilarang, kami dan anak-anak kami kelak, juga akan terus menanam tembakau di sini, di desa ini. Karena tembakau adalah takdir desa kami.\u201d Terang Rofi\u2019i.<\/strong><\/p>\r\n","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5981","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5973,"post_author":"855","post_date":"2019-08-19 09:54:14","post_date_gmt":"2019-08-19 02:54:14","post_content":"\n Tanpa henti, antirokok<\/a>, antitembakau dan sejenisnya berkampanye untuk menanggalkan produk tembakau dari negeri besar ini. Beragam sisi tak pernah luput mereka kuliti, seperti ekonomi, politik, kesehatan, hingga agama. Namun, salah satu konsentrasi yang mereka lakukan pada sektor kesehatan. Mereka berpikir saklek bahwa produk olahan tembakau adalah barang haram yang tiada manfaat sama sekali, sebaliknya malah membuat kerugian besar terhadap negara. Kenapa bisa demikian, ya karena mereka hanya menggunakan satu kacamata untuk menghakimi ciptaan Tuhan yang telah memberikan kehidupan bagi masyarakat dan bumi Nusantara ini. Seharusnya Antitembakau mendasari pikirannya dari hal yang amat sederhana, \u201cbahwa Tuhan tidak pernah menciptakan apapun hanya untuk disia-siakan\u201d. <\/strong>Bahwa setiap yang diciptakan Tuhan adalah amanah untuk umat manusia, supaya berpikir menjadikannya manfaat untuk menghidupi dan memberikan kehidupan yang baik.<\/p>\n\n\n\n Baca: 10 Manfaat Rokok bagi Kesehatan Anda<\/a><\/p>\n\n\n\n Di India misalnya, sebagaimana yang dimuat Liputan6.com, tembakau membantu menenangkan radang kulit dan mengurangi rasa sakit. Tak hanya itu, masyarakat India juga percaya bahwa nikotin dalam tembakau akan membantu menghilangkan rasa sakit serta membantu menarik keluar racun, dan dapat menyembuhkan luka dari gigitan ular berbisa. Soal gigitan ular, saya pernah mendengar sendiri dari salah satu petani tembakau di daerah Sumatera. Ia bercerita, setiap kali ada yang tergigit ular langsung diperam dengan daun tembakau atau cengkeh. Di Kecamatan Nagreg, Bandung, misalnya, sudah sejak lama para petani tembakau memanfaatkan limbah tanaman itu untuk pupuk dan obat. Hal ini diutarakan Aliah dan dimuat Gatra.com. Menurutnya, memanfaatkan tembakau sebagai obat sudah sejak lama. Jika kulit terkena ulat bulu, biasanya tinggal menggosoknya dengan daun tembakau. Tak hanya itu, saat kulit tergores benda tajam, tembakau juga digunakan untuk menyembuhkannya. Apakah berhenti sampai di situ? Tentu saja tidak. Menghisap tembakau ternyata juga membantu menyembuhkan orang yang mengidap penyakit mental. Journal of Amercian Medical <\/em> Association <\/em>pernah mengeluarkan penelitian, orang-orang yang menderita gangguan mental seperti ADHD\/ADD, skizofrenia, dan gangguan lainnya mungkin mengalami efek positif dari merokok. Faktanya, dosis nikotin memiliki efek normalisasi jangka pendek pada aktivitas listrik di otak. Pada penyakit Alzeheimer juga mendapat keuntungan dari dosis nikotin, sehingga kemampuan kognitif pasin sedikit membaik. Sebenarnya masih banyak sekali manfaat tembakau bagi kehidupan manusia. Hanya orang-orang yang malas berpikir dan mudah takluk pada kepentingan asing, yang enggan mencari manfaat atas suatu hal. Tuhan tidak menciptakan tembakau untuk dibenci<\/strong> \u201cDi musim kemarau begini, apa lagi tanaman yang bisa ditanam dan bisa menghasilkan pemasukan yang menjanjikan selain tembakau? Jika ada, saya mau-mau saja menanamnya. Tapi sejauh ini, ya cuma tembakau yang bisa tumbuh baik di musim kemarau. Rumput saja mati, nggak bisa tumbuh.\u201d Jawab Dimyati, salah seorang petani yang berbincang bersama kami.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n Baca: Cengkeh, Pemicu Revolusi Industri Hingga Menjadi Tameng Kerusakan Lingkungan<\/a><\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n \u201cSudah sejak nenek moyang kami menanam tembakau, karena hanya itu yang cocok ditanam di musim kemarau. Tembakau malah paling bagus jadinya ya kalau musim kemarau begini. Kalau hujan, kami nangis. Tembakau gagal jadi. Harganya jatuh kalau dekat-dekat musim panen malah hujan. Jadi kami ini anomali. Di saat banyak petani lain berharap ada hujan ketika mereka menanam hingga panen, kami malah berharap kemarau benar-benar sempurna agar hasil tembakau kami baik dan harga menguntungkan kami.\u201d Tambah Sunyoto kepada kami.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n \u201cJadi, bisa dibilang, tembakau itu adalah takdir desa kami. Kami lahir dan hidup di desa ini untuk terus melanjutkan menanam tembakau di musim kemarau, seperti yang sudah dilakukan oleh orang tua kami dulu, dan oleh orang tua-orang tua mereka sebelumnya. Selama tembakau masih dibutuhkan dan tidak dilarang, kami dan anak-anak kami kelak, juga akan terus menanam tembakau di sini, di desa ini. Karena tembakau adalah takdir desa kami.\u201d Terang Rofi\u2019i.<\/strong><\/p>\r\n","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5981","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5973,"post_author":"855","post_date":"2019-08-19 09:54:14","post_date_gmt":"2019-08-19 02:54:14","post_content":"\n Tanpa henti, antirokok<\/a>, antitembakau dan sejenisnya berkampanye untuk menanggalkan produk tembakau dari negeri besar ini. Beragam sisi tak pernah luput mereka kuliti, seperti ekonomi, politik, kesehatan, hingga agama. Namun, salah satu konsentrasi yang mereka lakukan pada sektor kesehatan. Mereka berpikir saklek bahwa produk olahan tembakau adalah barang haram yang tiada manfaat sama sekali, sebaliknya malah membuat kerugian besar terhadap negara. Kenapa bisa demikian, ya karena mereka hanya menggunakan satu kacamata untuk menghakimi ciptaan Tuhan yang telah memberikan kehidupan bagi masyarakat dan bumi Nusantara ini. Seharusnya Antitembakau mendasari pikirannya dari hal yang amat sederhana, \u201cbahwa Tuhan tidak pernah menciptakan apapun hanya untuk disia-siakan\u201d. <\/strong>Bahwa setiap yang diciptakan Tuhan adalah amanah untuk umat manusia, supaya berpikir menjadikannya manfaat untuk menghidupi dan memberikan kehidupan yang baik.<\/p>\n\n\n\n Baca: 10 Manfaat Rokok bagi Kesehatan Anda<\/a><\/p>\n\n\n\n Di India misalnya, sebagaimana yang dimuat Liputan6.com, tembakau membantu menenangkan radang kulit dan mengurangi rasa sakit. Tak hanya itu, masyarakat India juga percaya bahwa nikotin dalam tembakau akan membantu menghilangkan rasa sakit serta membantu menarik keluar racun, dan dapat menyembuhkan luka dari gigitan ular berbisa. Soal gigitan ular, saya pernah mendengar sendiri dari salah satu petani tembakau di daerah Sumatera. Ia bercerita, setiap kali ada yang tergigit ular langsung diperam dengan daun tembakau atau cengkeh. Di Kecamatan Nagreg, Bandung, misalnya, sudah sejak lama para petani tembakau memanfaatkan limbah tanaman itu untuk pupuk dan obat. Hal ini diutarakan Aliah dan dimuat Gatra.com. Menurutnya, memanfaatkan tembakau sebagai obat sudah sejak lama. Jika kulit terkena ulat bulu, biasanya tinggal menggosoknya dengan daun tembakau. Tak hanya itu, saat kulit tergores benda tajam, tembakau juga digunakan untuk menyembuhkannya. Apakah berhenti sampai di situ? Tentu saja tidak. Menghisap tembakau ternyata juga membantu menyembuhkan orang yang mengidap penyakit mental. Journal of Amercian Medical <\/em> Association <\/em>pernah mengeluarkan penelitian, orang-orang yang menderita gangguan mental seperti ADHD\/ADD, skizofrenia, dan gangguan lainnya mungkin mengalami efek positif dari merokok. Faktanya, dosis nikotin memiliki efek normalisasi jangka pendek pada aktivitas listrik di otak. Pada penyakit Alzeheimer juga mendapat keuntungan dari dosis nikotin, sehingga kemampuan kognitif pasin sedikit membaik. Sebenarnya masih banyak sekali manfaat tembakau bagi kehidupan manusia. Hanya orang-orang yang malas berpikir dan mudah takluk pada kepentingan asing, yang enggan mencari manfaat atas suatu hal. Tuhan tidak menciptakan tembakau untuk dibenci<\/strong> Ketika menceritakan duka-duka yang dialami sebagai petani tembakau, saya lantas melontarkan pertanyaan kepada para petani itu, \u201cApa nggak kepikiran mengganti tanaman tembakau dengan tanaman lain yang lebih menjanjikan?\u201d<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n \u201cDi musim kemarau begini, apa lagi tanaman yang bisa ditanam dan bisa menghasilkan pemasukan yang menjanjikan selain tembakau? Jika ada, saya mau-mau saja menanamnya. Tapi sejauh ini, ya cuma tembakau yang bisa tumbuh baik di musim kemarau. Rumput saja mati, nggak bisa tumbuh.\u201d Jawab Dimyati, salah seorang petani yang berbincang bersama kami.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n Baca: Cengkeh, Pemicu Revolusi Industri Hingga Menjadi Tameng Kerusakan Lingkungan<\/a><\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n \u201cSudah sejak nenek moyang kami menanam tembakau, karena hanya itu yang cocok ditanam di musim kemarau. Tembakau malah paling bagus jadinya ya kalau musim kemarau begini. Kalau hujan, kami nangis. Tembakau gagal jadi. Harganya jatuh kalau dekat-dekat musim panen malah hujan. Jadi kami ini anomali. Di saat banyak petani lain berharap ada hujan ketika mereka menanam hingga panen, kami malah berharap kemarau benar-benar sempurna agar hasil tembakau kami baik dan harga menguntungkan kami.\u201d Tambah Sunyoto kepada kami.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n \u201cJadi, bisa dibilang, tembakau itu adalah takdir desa kami. Kami lahir dan hidup di desa ini untuk terus melanjutkan menanam tembakau di musim kemarau, seperti yang sudah dilakukan oleh orang tua kami dulu, dan oleh orang tua-orang tua mereka sebelumnya. Selama tembakau masih dibutuhkan dan tidak dilarang, kami dan anak-anak kami kelak, juga akan terus menanam tembakau di sini, di desa ini. Karena tembakau adalah takdir desa kami.\u201d Terang Rofi\u2019i.<\/strong><\/p>\r\n","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5981","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5973,"post_author":"855","post_date":"2019-08-19 09:54:14","post_date_gmt":"2019-08-19 02:54:14","post_content":"\n Tanpa henti, antirokok<\/a>, antitembakau dan sejenisnya berkampanye untuk menanggalkan produk tembakau dari negeri besar ini. Beragam sisi tak pernah luput mereka kuliti, seperti ekonomi, politik, kesehatan, hingga agama. Namun, salah satu konsentrasi yang mereka lakukan pada sektor kesehatan. Mereka berpikir saklek bahwa produk olahan tembakau adalah barang haram yang tiada manfaat sama sekali, sebaliknya malah membuat kerugian besar terhadap negara. Kenapa bisa demikian, ya karena mereka hanya menggunakan satu kacamata untuk menghakimi ciptaan Tuhan yang telah memberikan kehidupan bagi masyarakat dan bumi Nusantara ini. Seharusnya Antitembakau mendasari pikirannya dari hal yang amat sederhana, \u201cbahwa Tuhan tidak pernah menciptakan apapun hanya untuk disia-siakan\u201d. <\/strong>Bahwa setiap yang diciptakan Tuhan adalah amanah untuk umat manusia, supaya berpikir menjadikannya manfaat untuk menghidupi dan memberikan kehidupan yang baik.<\/p>\n\n\n\n Baca: 10 Manfaat Rokok bagi Kesehatan Anda<\/a><\/p>\n\n\n\n Di India misalnya, sebagaimana yang dimuat Liputan6.com, tembakau membantu menenangkan radang kulit dan mengurangi rasa sakit. Tak hanya itu, masyarakat India juga percaya bahwa nikotin dalam tembakau akan membantu menghilangkan rasa sakit serta membantu menarik keluar racun, dan dapat menyembuhkan luka dari gigitan ular berbisa. Soal gigitan ular, saya pernah mendengar sendiri dari salah satu petani tembakau di daerah Sumatera. Ia bercerita, setiap kali ada yang tergigit ular langsung diperam dengan daun tembakau atau cengkeh. Di Kecamatan Nagreg, Bandung, misalnya, sudah sejak lama para petani tembakau memanfaatkan limbah tanaman itu untuk pupuk dan obat. Hal ini diutarakan Aliah dan dimuat Gatra.com. Menurutnya, memanfaatkan tembakau sebagai obat sudah sejak lama. Jika kulit terkena ulat bulu, biasanya tinggal menggosoknya dengan daun tembakau. Tak hanya itu, saat kulit tergores benda tajam, tembakau juga digunakan untuk menyembuhkannya. Apakah berhenti sampai di situ? Tentu saja tidak. Menghisap tembakau ternyata juga membantu menyembuhkan orang yang mengidap penyakit mental. Journal of Amercian Medical <\/em> Association <\/em>pernah mengeluarkan penelitian, orang-orang yang menderita gangguan mental seperti ADHD\/ADD, skizofrenia, dan gangguan lainnya mungkin mengalami efek positif dari merokok. Faktanya, dosis nikotin memiliki efek normalisasi jangka pendek pada aktivitas listrik di otak. Pada penyakit Alzeheimer juga mendapat keuntungan dari dosis nikotin, sehingga kemampuan kognitif pasin sedikit membaik. Sebenarnya masih banyak sekali manfaat tembakau bagi kehidupan manusia. Hanya orang-orang yang malas berpikir dan mudah takluk pada kepentingan asing, yang enggan mencari manfaat atas suatu hal. Tuhan tidak menciptakan tembakau untuk dibenci<\/strong> Informasi perihal masa tanam, proses perawatan, musim panen, proses panen, proses pengolahan daun tembakau hingga siap dijual, hingga proses penjualan dan penentuan harga, silih berganti masuk menjadi pengetahuan baru bagi saya dan Dodo dari lima orang petani tembakau yang kami temui di Desa Tlilir. Mereka juga menceritakan suka duka menjalani profesi sebagai petani tembakau.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n Ketika menceritakan duka-duka yang dialami sebagai petani tembakau, saya lantas melontarkan pertanyaan kepada para petani itu, \u201cApa nggak kepikiran mengganti tanaman tembakau dengan tanaman lain yang lebih menjanjikan?\u201d<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n \u201cDi musim kemarau begini, apa lagi tanaman yang bisa ditanam dan bisa menghasilkan pemasukan yang menjanjikan selain tembakau? Jika ada, saya mau-mau saja menanamnya. Tapi sejauh ini, ya cuma tembakau yang bisa tumbuh baik di musim kemarau. Rumput saja mati, nggak bisa tumbuh.\u201d Jawab Dimyati, salah seorang petani yang berbincang bersama kami.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n Baca: Cengkeh, Pemicu Revolusi Industri Hingga Menjadi Tameng Kerusakan Lingkungan<\/a><\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n \u201cSudah sejak nenek moyang kami menanam tembakau, karena hanya itu yang cocok ditanam di musim kemarau. Tembakau malah paling bagus jadinya ya kalau musim kemarau begini. Kalau hujan, kami nangis. Tembakau gagal jadi. Harganya jatuh kalau dekat-dekat musim panen malah hujan. Jadi kami ini anomali. Di saat banyak petani lain berharap ada hujan ketika mereka menanam hingga panen, kami malah berharap kemarau benar-benar sempurna agar hasil tembakau kami baik dan harga menguntungkan kami.\u201d Tambah Sunyoto kepada kami.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n \u201cJadi, bisa dibilang, tembakau itu adalah takdir desa kami. Kami lahir dan hidup di desa ini untuk terus melanjutkan menanam tembakau di musim kemarau, seperti yang sudah dilakukan oleh orang tua kami dulu, dan oleh orang tua-orang tua mereka sebelumnya. Selama tembakau masih dibutuhkan dan tidak dilarang, kami dan anak-anak kami kelak, juga akan terus menanam tembakau di sini, di desa ini. Karena tembakau adalah takdir desa kami.\u201d Terang Rofi\u2019i.<\/strong><\/p>\r\n","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5981","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5973,"post_author":"855","post_date":"2019-08-19 09:54:14","post_date_gmt":"2019-08-19 02:54:14","post_content":"\n Tanpa henti, antirokok<\/a>, antitembakau dan sejenisnya berkampanye untuk menanggalkan produk tembakau dari negeri besar ini. Beragam sisi tak pernah luput mereka kuliti, seperti ekonomi, politik, kesehatan, hingga agama. Namun, salah satu konsentrasi yang mereka lakukan pada sektor kesehatan. Mereka berpikir saklek bahwa produk olahan tembakau adalah barang haram yang tiada manfaat sama sekali, sebaliknya malah membuat kerugian besar terhadap negara. Kenapa bisa demikian, ya karena mereka hanya menggunakan satu kacamata untuk menghakimi ciptaan Tuhan yang telah memberikan kehidupan bagi masyarakat dan bumi Nusantara ini. Seharusnya Antitembakau mendasari pikirannya dari hal yang amat sederhana, \u201cbahwa Tuhan tidak pernah menciptakan apapun hanya untuk disia-siakan\u201d. <\/strong>Bahwa setiap yang diciptakan Tuhan adalah amanah untuk umat manusia, supaya berpikir menjadikannya manfaat untuk menghidupi dan memberikan kehidupan yang baik.<\/p>\n\n\n\n Baca: 10 Manfaat Rokok bagi Kesehatan Anda<\/a><\/p>\n\n\n\n Di India misalnya, sebagaimana yang dimuat Liputan6.com, tembakau membantu menenangkan radang kulit dan mengurangi rasa sakit. Tak hanya itu, masyarakat India juga percaya bahwa nikotin dalam tembakau akan membantu menghilangkan rasa sakit serta membantu menarik keluar racun, dan dapat menyembuhkan luka dari gigitan ular berbisa. Soal gigitan ular, saya pernah mendengar sendiri dari salah satu petani tembakau di daerah Sumatera. Ia bercerita, setiap kali ada yang tergigit ular langsung diperam dengan daun tembakau atau cengkeh. Di Kecamatan Nagreg, Bandung, misalnya, sudah sejak lama para petani tembakau memanfaatkan limbah tanaman itu untuk pupuk dan obat. Hal ini diutarakan Aliah dan dimuat Gatra.com. Menurutnya, memanfaatkan tembakau sebagai obat sudah sejak lama. Jika kulit terkena ulat bulu, biasanya tinggal menggosoknya dengan daun tembakau. Tak hanya itu, saat kulit tergores benda tajam, tembakau juga digunakan untuk menyembuhkannya. Apakah berhenti sampai di situ? Tentu saja tidak. Menghisap tembakau ternyata juga membantu menyembuhkan orang yang mengidap penyakit mental. Journal of Amercian Medical <\/em> Association <\/em>pernah mengeluarkan penelitian, orang-orang yang menderita gangguan mental seperti ADHD\/ADD, skizofrenia, dan gangguan lainnya mungkin mengalami efek positif dari merokok. Faktanya, dosis nikotin memiliki efek normalisasi jangka pendek pada aktivitas listrik di otak. Pada penyakit Alzeheimer juga mendapat keuntungan dari dosis nikotin, sehingga kemampuan kognitif pasin sedikit membaik. Sebenarnya masih banyak sekali manfaat tembakau bagi kehidupan manusia. Hanya orang-orang yang malas berpikir dan mudah takluk pada kepentingan asing, yang enggan mencari manfaat atas suatu hal. Tuhan tidak menciptakan tembakau untuk dibenci<\/strong> Baca: Mempertahankan Tradisi dan Kebudayaan Kretek<\/a><\/p>\r\n Informasi perihal masa tanam, proses perawatan, musim panen, proses panen, proses pengolahan daun tembakau hingga siap dijual, hingga proses penjualan dan penentuan harga, silih berganti masuk menjadi pengetahuan baru bagi saya dan Dodo dari lima orang petani tembakau yang kami temui di Desa Tlilir. Mereka juga menceritakan suka duka menjalani profesi sebagai petani tembakau.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n Ketika menceritakan duka-duka yang dialami sebagai petani tembakau, saya lantas melontarkan pertanyaan kepada para petani itu, \u201cApa nggak kepikiran mengganti tanaman tembakau dengan tanaman lain yang lebih menjanjikan?\u201d<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n \u201cDi musim kemarau begini, apa lagi tanaman yang bisa ditanam dan bisa menghasilkan pemasukan yang menjanjikan selain tembakau? Jika ada, saya mau-mau saja menanamnya. Tapi sejauh ini, ya cuma tembakau yang bisa tumbuh baik di musim kemarau. Rumput saja mati, nggak bisa tumbuh.\u201d Jawab Dimyati, salah seorang petani yang berbincang bersama kami.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n Baca: Cengkeh, Pemicu Revolusi Industri Hingga Menjadi Tameng Kerusakan Lingkungan<\/a><\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n \u201cSudah sejak nenek moyang kami menanam tembakau, karena hanya itu yang cocok ditanam di musim kemarau. Tembakau malah paling bagus jadinya ya kalau musim kemarau begini. Kalau hujan, kami nangis. Tembakau gagal jadi. Harganya jatuh kalau dekat-dekat musim panen malah hujan. Jadi kami ini anomali. Di saat banyak petani lain berharap ada hujan ketika mereka menanam hingga panen, kami malah berharap kemarau benar-benar sempurna agar hasil tembakau kami baik dan harga menguntungkan kami.\u201d Tambah Sunyoto kepada kami.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n \u201cJadi, bisa dibilang, tembakau itu adalah takdir desa kami. Kami lahir dan hidup di desa ini untuk terus melanjutkan menanam tembakau di musim kemarau, seperti yang sudah dilakukan oleh orang tua kami dulu, dan oleh orang tua-orang tua mereka sebelumnya. Selama tembakau masih dibutuhkan dan tidak dilarang, kami dan anak-anak kami kelak, juga akan terus menanam tembakau di sini, di desa ini. Karena tembakau adalah takdir desa kami.\u201d Terang Rofi\u2019i.<\/strong><\/p>\r\n","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5981","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5973,"post_author":"855","post_date":"2019-08-19 09:54:14","post_date_gmt":"2019-08-19 02:54:14","post_content":"\n Tanpa henti, antirokok<\/a>, antitembakau dan sejenisnya berkampanye untuk menanggalkan produk tembakau dari negeri besar ini. Beragam sisi tak pernah luput mereka kuliti, seperti ekonomi, politik, kesehatan, hingga agama. Namun, salah satu konsentrasi yang mereka lakukan pada sektor kesehatan. Mereka berpikir saklek bahwa produk olahan tembakau adalah barang haram yang tiada manfaat sama sekali, sebaliknya malah membuat kerugian besar terhadap negara. Kenapa bisa demikian, ya karena mereka hanya menggunakan satu kacamata untuk menghakimi ciptaan Tuhan yang telah memberikan kehidupan bagi masyarakat dan bumi Nusantara ini. Seharusnya Antitembakau mendasari pikirannya dari hal yang amat sederhana, \u201cbahwa Tuhan tidak pernah menciptakan apapun hanya untuk disia-siakan\u201d. <\/strong>Bahwa setiap yang diciptakan Tuhan adalah amanah untuk umat manusia, supaya berpikir menjadikannya manfaat untuk menghidupi dan memberikan kehidupan yang baik.<\/p>\n\n\n\n Baca: 10 Manfaat Rokok bagi Kesehatan Anda<\/a><\/p>\n\n\n\n Di India misalnya, sebagaimana yang dimuat Liputan6.com, tembakau membantu menenangkan radang kulit dan mengurangi rasa sakit. Tak hanya itu, masyarakat India juga percaya bahwa nikotin dalam tembakau akan membantu menghilangkan rasa sakit serta membantu menarik keluar racun, dan dapat menyembuhkan luka dari gigitan ular berbisa. Soal gigitan ular, saya pernah mendengar sendiri dari salah satu petani tembakau di daerah Sumatera. Ia bercerita, setiap kali ada yang tergigit ular langsung diperam dengan daun tembakau atau cengkeh. Di Kecamatan Nagreg, Bandung, misalnya, sudah sejak lama para petani tembakau memanfaatkan limbah tanaman itu untuk pupuk dan obat. Hal ini diutarakan Aliah dan dimuat Gatra.com. Menurutnya, memanfaatkan tembakau sebagai obat sudah sejak lama. Jika kulit terkena ulat bulu, biasanya tinggal menggosoknya dengan daun tembakau. Tak hanya itu, saat kulit tergores benda tajam, tembakau juga digunakan untuk menyembuhkannya. Apakah berhenti sampai di situ? Tentu saja tidak. Menghisap tembakau ternyata juga membantu menyembuhkan orang yang mengidap penyakit mental. Journal of Amercian Medical <\/em> Association <\/em>pernah mengeluarkan penelitian, orang-orang yang menderita gangguan mental seperti ADHD\/ADD, skizofrenia, dan gangguan lainnya mungkin mengalami efek positif dari merokok. Faktanya, dosis nikotin memiliki efek normalisasi jangka pendek pada aktivitas listrik di otak. Pada penyakit Alzeheimer juga mendapat keuntungan dari dosis nikotin, sehingga kemampuan kognitif pasin sedikit membaik. Sebenarnya masih banyak sekali manfaat tembakau bagi kehidupan manusia. Hanya orang-orang yang malas berpikir dan mudah takluk pada kepentingan asing, yang enggan mencari manfaat atas suatu hal. Tuhan tidak menciptakan tembakau untuk dibenci<\/strong> \u201cBisa dibilang, hampir seluruh warga desa di sini mencari uang dari pertanian tembakau. Kalau dikira-kira, kurang dari lima persen saja yang tidak terkait langsung dengan tembakau. Ada yang jadi PNS atau bekerja merantau ke luar Temanggung.\u201d Ujar Rofi\u2019i terkait pekerjaan warga desa tempat Ia tinggal.<\/strong><\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n Baca: Mempertahankan Tradisi dan Kebudayaan Kretek<\/a><\/p>\r\n Informasi perihal masa tanam, proses perawatan, musim panen, proses panen, proses pengolahan daun tembakau hingga siap dijual, hingga proses penjualan dan penentuan harga, silih berganti masuk menjadi pengetahuan baru bagi saya dan Dodo dari lima orang petani tembakau yang kami temui di Desa Tlilir. Mereka juga menceritakan suka duka menjalani profesi sebagai petani tembakau.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n Ketika menceritakan duka-duka yang dialami sebagai petani tembakau, saya lantas melontarkan pertanyaan kepada para petani itu, \u201cApa nggak kepikiran mengganti tanaman tembakau dengan tanaman lain yang lebih menjanjikan?\u201d<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n \u201cDi musim kemarau begini, apa lagi tanaman yang bisa ditanam dan bisa menghasilkan pemasukan yang menjanjikan selain tembakau? Jika ada, saya mau-mau saja menanamnya. Tapi sejauh ini, ya cuma tembakau yang bisa tumbuh baik di musim kemarau. Rumput saja mati, nggak bisa tumbuh.\u201d Jawab Dimyati, salah seorang petani yang berbincang bersama kami.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n Baca: Cengkeh, Pemicu Revolusi Industri Hingga Menjadi Tameng Kerusakan Lingkungan<\/a><\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n \u201cSudah sejak nenek moyang kami menanam tembakau, karena hanya itu yang cocok ditanam di musim kemarau. Tembakau malah paling bagus jadinya ya kalau musim kemarau begini. Kalau hujan, kami nangis. Tembakau gagal jadi. Harganya jatuh kalau dekat-dekat musim panen malah hujan. Jadi kami ini anomali. Di saat banyak petani lain berharap ada hujan ketika mereka menanam hingga panen, kami malah berharap kemarau benar-benar sempurna agar hasil tembakau kami baik dan harga menguntungkan kami.\u201d Tambah Sunyoto kepada kami.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n \u201cJadi, bisa dibilang, tembakau itu adalah takdir desa kami. Kami lahir dan hidup di desa ini untuk terus melanjutkan menanam tembakau di musim kemarau, seperti yang sudah dilakukan oleh orang tua kami dulu, dan oleh orang tua-orang tua mereka sebelumnya. Selama tembakau masih dibutuhkan dan tidak dilarang, kami dan anak-anak kami kelak, juga akan terus menanam tembakau di sini, di desa ini. Karena tembakau adalah takdir desa kami.\u201d Terang Rofi\u2019i.<\/strong><\/p>\r\n","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5981","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5973,"post_author":"855","post_date":"2019-08-19 09:54:14","post_date_gmt":"2019-08-19 02:54:14","post_content":"\n Tanpa henti, antirokok<\/a>, antitembakau dan sejenisnya berkampanye untuk menanggalkan produk tembakau dari negeri besar ini. Beragam sisi tak pernah luput mereka kuliti, seperti ekonomi, politik, kesehatan, hingga agama. Namun, salah satu konsentrasi yang mereka lakukan pada sektor kesehatan. Mereka berpikir saklek bahwa produk olahan tembakau adalah barang haram yang tiada manfaat sama sekali, sebaliknya malah membuat kerugian besar terhadap negara. Kenapa bisa demikian, ya karena mereka hanya menggunakan satu kacamata untuk menghakimi ciptaan Tuhan yang telah memberikan kehidupan bagi masyarakat dan bumi Nusantara ini. Seharusnya Antitembakau mendasari pikirannya dari hal yang amat sederhana, \u201cbahwa Tuhan tidak pernah menciptakan apapun hanya untuk disia-siakan\u201d. <\/strong>Bahwa setiap yang diciptakan Tuhan adalah amanah untuk umat manusia, supaya berpikir menjadikannya manfaat untuk menghidupi dan memberikan kehidupan yang baik.<\/p>\n\n\n\n Baca: 10 Manfaat Rokok bagi Kesehatan Anda<\/a><\/p>\n\n\n\n Di India misalnya, sebagaimana yang dimuat Liputan6.com, tembakau membantu menenangkan radang kulit dan mengurangi rasa sakit. Tak hanya itu, masyarakat India juga percaya bahwa nikotin dalam tembakau akan membantu menghilangkan rasa sakit serta membantu menarik keluar racun, dan dapat menyembuhkan luka dari gigitan ular berbisa. Soal gigitan ular, saya pernah mendengar sendiri dari salah satu petani tembakau di daerah Sumatera. Ia bercerita, setiap kali ada yang tergigit ular langsung diperam dengan daun tembakau atau cengkeh. Di Kecamatan Nagreg, Bandung, misalnya, sudah sejak lama para petani tembakau memanfaatkan limbah tanaman itu untuk pupuk dan obat. Hal ini diutarakan Aliah dan dimuat Gatra.com. Menurutnya, memanfaatkan tembakau sebagai obat sudah sejak lama. Jika kulit terkena ulat bulu, biasanya tinggal menggosoknya dengan daun tembakau. Tak hanya itu, saat kulit tergores benda tajam, tembakau juga digunakan untuk menyembuhkannya. Apakah berhenti sampai di situ? Tentu saja tidak. Menghisap tembakau ternyata juga membantu menyembuhkan orang yang mengidap penyakit mental. Journal of Amercian Medical <\/em> Association <\/em>pernah mengeluarkan penelitian, orang-orang yang menderita gangguan mental seperti ADHD\/ADD, skizofrenia, dan gangguan lainnya mungkin mengalami efek positif dari merokok. Faktanya, dosis nikotin memiliki efek normalisasi jangka pendek pada aktivitas listrik di otak. Pada penyakit Alzeheimer juga mendapat keuntungan dari dosis nikotin, sehingga kemampuan kognitif pasin sedikit membaik. Sebenarnya masih banyak sekali manfaat tembakau bagi kehidupan manusia. Hanya orang-orang yang malas berpikir dan mudah takluk pada kepentingan asing, yang enggan mencari manfaat atas suatu hal. Tuhan tidak menciptakan tembakau untuk dibenci<\/strong> Berturut-turut lima orang petani tembakau yang berbincang bersama saya dan Dodo menceritakan bermacam pengetahuannya terkait seluk beluk dunia pertembakauan yang sudah fasih mereka ketahui. Saya dan Dodo, mencatat pengetahuan baru dari mereka yang sebelumnya sama sekali belum kami ketahui. Desa Tlilir, menjadi satu dari banyak desa di 19 kecamatan di Kabupaten Temanggung yang dikenal sebagai penghasil tembakau baik.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n \u201cBisa dibilang, hampir seluruh warga desa di sini mencari uang dari pertanian tembakau. Kalau dikira-kira, kurang dari lima persen saja yang tidak terkait langsung dengan tembakau. Ada yang jadi PNS atau bekerja merantau ke luar Temanggung.\u201d Ujar Rofi\u2019i terkait pekerjaan warga desa tempat Ia tinggal.<\/strong><\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n Baca: Mempertahankan Tradisi dan Kebudayaan Kretek<\/a><\/p>\r\n Informasi perihal masa tanam, proses perawatan, musim panen, proses panen, proses pengolahan daun tembakau hingga siap dijual, hingga proses penjualan dan penentuan harga, silih berganti masuk menjadi pengetahuan baru bagi saya dan Dodo dari lima orang petani tembakau yang kami temui di Desa Tlilir. Mereka juga menceritakan suka duka menjalani profesi sebagai petani tembakau.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n Ketika menceritakan duka-duka yang dialami sebagai petani tembakau, saya lantas melontarkan pertanyaan kepada para petani itu, \u201cApa nggak kepikiran mengganti tanaman tembakau dengan tanaman lain yang lebih menjanjikan?\u201d<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n \u201cDi musim kemarau begini, apa lagi tanaman yang bisa ditanam dan bisa menghasilkan pemasukan yang menjanjikan selain tembakau? Jika ada, saya mau-mau saja menanamnya. Tapi sejauh ini, ya cuma tembakau yang bisa tumbuh baik di musim kemarau. Rumput saja mati, nggak bisa tumbuh.\u201d Jawab Dimyati, salah seorang petani yang berbincang bersama kami.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n Baca: Cengkeh, Pemicu Revolusi Industri Hingga Menjadi Tameng Kerusakan Lingkungan<\/a><\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n \u201cSudah sejak nenek moyang kami menanam tembakau, karena hanya itu yang cocok ditanam di musim kemarau. Tembakau malah paling bagus jadinya ya kalau musim kemarau begini. Kalau hujan, kami nangis. Tembakau gagal jadi. Harganya jatuh kalau dekat-dekat musim panen malah hujan. Jadi kami ini anomali. Di saat banyak petani lain berharap ada hujan ketika mereka menanam hingga panen, kami malah berharap kemarau benar-benar sempurna agar hasil tembakau kami baik dan harga menguntungkan kami.\u201d Tambah Sunyoto kepada kami.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n \u201cJadi, bisa dibilang, tembakau itu adalah takdir desa kami. Kami lahir dan hidup di desa ini untuk terus melanjutkan menanam tembakau di musim kemarau, seperti yang sudah dilakukan oleh orang tua kami dulu, dan oleh orang tua-orang tua mereka sebelumnya. Selama tembakau masih dibutuhkan dan tidak dilarang, kami dan anak-anak kami kelak, juga akan terus menanam tembakau di sini, di desa ini. Karena tembakau adalah takdir desa kami.\u201d Terang Rofi\u2019i.<\/strong><\/p>\r\n","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5981","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5973,"post_author":"855","post_date":"2019-08-19 09:54:14","post_date_gmt":"2019-08-19 02:54:14","post_content":"\n Tanpa henti, antirokok<\/a>, antitembakau dan sejenisnya berkampanye untuk menanggalkan produk tembakau dari negeri besar ini. Beragam sisi tak pernah luput mereka kuliti, seperti ekonomi, politik, kesehatan, hingga agama. Namun, salah satu konsentrasi yang mereka lakukan pada sektor kesehatan. Mereka berpikir saklek bahwa produk olahan tembakau adalah barang haram yang tiada manfaat sama sekali, sebaliknya malah membuat kerugian besar terhadap negara. Kenapa bisa demikian, ya karena mereka hanya menggunakan satu kacamata untuk menghakimi ciptaan Tuhan yang telah memberikan kehidupan bagi masyarakat dan bumi Nusantara ini. Seharusnya Antitembakau mendasari pikirannya dari hal yang amat sederhana, \u201cbahwa Tuhan tidak pernah menciptakan apapun hanya untuk disia-siakan\u201d. <\/strong>Bahwa setiap yang diciptakan Tuhan adalah amanah untuk umat manusia, supaya berpikir menjadikannya manfaat untuk menghidupi dan memberikan kehidupan yang baik.<\/p>\n\n\n\n Baca: 10 Manfaat Rokok bagi Kesehatan Anda<\/a><\/p>\n\n\n\n Di India misalnya, sebagaimana yang dimuat Liputan6.com, tembakau membantu menenangkan radang kulit dan mengurangi rasa sakit. Tak hanya itu, masyarakat India juga percaya bahwa nikotin dalam tembakau akan membantu menghilangkan rasa sakit serta membantu menarik keluar racun, dan dapat menyembuhkan luka dari gigitan ular berbisa. Soal gigitan ular, saya pernah mendengar sendiri dari salah satu petani tembakau di daerah Sumatera. Ia bercerita, setiap kali ada yang tergigit ular langsung diperam dengan daun tembakau atau cengkeh. Di Kecamatan Nagreg, Bandung, misalnya, sudah sejak lama para petani tembakau memanfaatkan limbah tanaman itu untuk pupuk dan obat. Hal ini diutarakan Aliah dan dimuat Gatra.com. Menurutnya, memanfaatkan tembakau sebagai obat sudah sejak lama. Jika kulit terkena ulat bulu, biasanya tinggal menggosoknya dengan daun tembakau. Tak hanya itu, saat kulit tergores benda tajam, tembakau juga digunakan untuk menyembuhkannya. Apakah berhenti sampai di situ? Tentu saja tidak. Menghisap tembakau ternyata juga membantu menyembuhkan orang yang mengidap penyakit mental. Journal of Amercian Medical <\/em> Association <\/em>pernah mengeluarkan penelitian, orang-orang yang menderita gangguan mental seperti ADHD\/ADD, skizofrenia, dan gangguan lainnya mungkin mengalami efek positif dari merokok. Faktanya, dosis nikotin memiliki efek normalisasi jangka pendek pada aktivitas listrik di otak. Pada penyakit Alzeheimer juga mendapat keuntungan dari dosis nikotin, sehingga kemampuan kognitif pasin sedikit membaik. Sebenarnya masih banyak sekali manfaat tembakau bagi kehidupan manusia. Hanya orang-orang yang malas berpikir dan mudah takluk pada kepentingan asing, yang enggan mencari manfaat atas suatu hal. Tuhan tidak menciptakan tembakau untuk dibenci<\/strong> Setelah 43 menit menempuh perjalanan mengendarai sepeda motor, kami tiba di kediaman Rofi\u2019i. Secangkir teh panas segera dihidangkan istri Rofi\u2019i untuk saya dan Dodo. Kami lantas berbincang perihal pertanian tembakau sembari menikmati secangkir teh dan berbatang-batang kretek. Berturut-turut empat orang petani lainnya datang bergabung bersama kami di ruang tamu kediaman Rofi\u2019i. Di luar panas menyengat. Sementara udara dingin ketinggian mengepung tempat-tempat teduh seperti tempat kami semua berbincang siang itu.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n Berturut-turut lima orang petani tembakau yang berbincang bersama saya dan Dodo menceritakan bermacam pengetahuannya terkait seluk beluk dunia pertembakauan yang sudah fasih mereka ketahui. Saya dan Dodo, mencatat pengetahuan baru dari mereka yang sebelumnya sama sekali belum kami ketahui. Desa Tlilir, menjadi satu dari banyak desa di 19 kecamatan di Kabupaten Temanggung yang dikenal sebagai penghasil tembakau baik.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n \u201cBisa dibilang, hampir seluruh warga desa di sini mencari uang dari pertanian tembakau. Kalau dikira-kira, kurang dari lima persen saja yang tidak terkait langsung dengan tembakau. Ada yang jadi PNS atau bekerja merantau ke luar Temanggung.\u201d Ujar Rofi\u2019i terkait pekerjaan warga desa tempat Ia tinggal.<\/strong><\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n Baca: Mempertahankan Tradisi dan Kebudayaan Kretek<\/a><\/p>\r\n Informasi perihal masa tanam, proses perawatan, musim panen, proses panen, proses pengolahan daun tembakau hingga siap dijual, hingga proses penjualan dan penentuan harga, silih berganti masuk menjadi pengetahuan baru bagi saya dan Dodo dari lima orang petani tembakau yang kami temui di Desa Tlilir. Mereka juga menceritakan suka duka menjalani profesi sebagai petani tembakau.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n Ketika menceritakan duka-duka yang dialami sebagai petani tembakau, saya lantas melontarkan pertanyaan kepada para petani itu, \u201cApa nggak kepikiran mengganti tanaman tembakau dengan tanaman lain yang lebih menjanjikan?\u201d<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n \u201cDi musim kemarau begini, apa lagi tanaman yang bisa ditanam dan bisa menghasilkan pemasukan yang menjanjikan selain tembakau? Jika ada, saya mau-mau saja menanamnya. Tapi sejauh ini, ya cuma tembakau yang bisa tumbuh baik di musim kemarau. Rumput saja mati, nggak bisa tumbuh.\u201d Jawab Dimyati, salah seorang petani yang berbincang bersama kami.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n Baca: Cengkeh, Pemicu Revolusi Industri Hingga Menjadi Tameng Kerusakan Lingkungan<\/a><\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n \u201cSudah sejak nenek moyang kami menanam tembakau, karena hanya itu yang cocok ditanam di musim kemarau. Tembakau malah paling bagus jadinya ya kalau musim kemarau begini. Kalau hujan, kami nangis. Tembakau gagal jadi. Harganya jatuh kalau dekat-dekat musim panen malah hujan. Jadi kami ini anomali. Di saat banyak petani lain berharap ada hujan ketika mereka menanam hingga panen, kami malah berharap kemarau benar-benar sempurna agar hasil tembakau kami baik dan harga menguntungkan kami.\u201d Tambah Sunyoto kepada kami.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n \u201cJadi, bisa dibilang, tembakau itu adalah takdir desa kami. Kami lahir dan hidup di desa ini untuk terus melanjutkan menanam tembakau di musim kemarau, seperti yang sudah dilakukan oleh orang tua kami dulu, dan oleh orang tua-orang tua mereka sebelumnya. Selama tembakau masih dibutuhkan dan tidak dilarang, kami dan anak-anak kami kelak, juga akan terus menanam tembakau di sini, di desa ini. Karena tembakau adalah takdir desa kami.\u201d Terang Rofi\u2019i.<\/strong><\/p>\r\n","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5981","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5973,"post_author":"855","post_date":"2019-08-19 09:54:14","post_date_gmt":"2019-08-19 02:54:14","post_content":"\n Tanpa henti, antirokok<\/a>, antitembakau dan sejenisnya berkampanye untuk menanggalkan produk tembakau dari negeri besar ini. Beragam sisi tak pernah luput mereka kuliti, seperti ekonomi, politik, kesehatan, hingga agama. Namun, salah satu konsentrasi yang mereka lakukan pada sektor kesehatan. Mereka berpikir saklek bahwa produk olahan tembakau adalah barang haram yang tiada manfaat sama sekali, sebaliknya malah membuat kerugian besar terhadap negara. Kenapa bisa demikian, ya karena mereka hanya menggunakan satu kacamata untuk menghakimi ciptaan Tuhan yang telah memberikan kehidupan bagi masyarakat dan bumi Nusantara ini. Seharusnya Antitembakau mendasari pikirannya dari hal yang amat sederhana, \u201cbahwa Tuhan tidak pernah menciptakan apapun hanya untuk disia-siakan\u201d. <\/strong>Bahwa setiap yang diciptakan Tuhan adalah amanah untuk umat manusia, supaya berpikir menjadikannya manfaat untuk menghidupi dan memberikan kehidupan yang baik.<\/p>\n\n\n\n Baca: 10 Manfaat Rokok bagi Kesehatan Anda<\/a><\/p>\n\n\n\n Di India misalnya, sebagaimana yang dimuat Liputan6.com, tembakau membantu menenangkan radang kulit dan mengurangi rasa sakit. Tak hanya itu, masyarakat India juga percaya bahwa nikotin dalam tembakau akan membantu menghilangkan rasa sakit serta membantu menarik keluar racun, dan dapat menyembuhkan luka dari gigitan ular berbisa. Soal gigitan ular, saya pernah mendengar sendiri dari salah satu petani tembakau di daerah Sumatera. Ia bercerita, setiap kali ada yang tergigit ular langsung diperam dengan daun tembakau atau cengkeh. Di Kecamatan Nagreg, Bandung, misalnya, sudah sejak lama para petani tembakau memanfaatkan limbah tanaman itu untuk pupuk dan obat. Hal ini diutarakan Aliah dan dimuat Gatra.com. Menurutnya, memanfaatkan tembakau sebagai obat sudah sejak lama. Jika kulit terkena ulat bulu, biasanya tinggal menggosoknya dengan daun tembakau. Tak hanya itu, saat kulit tergores benda tajam, tembakau juga digunakan untuk menyembuhkannya. Apakah berhenti sampai di situ? Tentu saja tidak. Menghisap tembakau ternyata juga membantu menyembuhkan orang yang mengidap penyakit mental. Journal of Amercian Medical <\/em> Association <\/em>pernah mengeluarkan penelitian, orang-orang yang menderita gangguan mental seperti ADHD\/ADD, skizofrenia, dan gangguan lainnya mungkin mengalami efek positif dari merokok. Faktanya, dosis nikotin memiliki efek normalisasi jangka pendek pada aktivitas listrik di otak. Pada penyakit Alzeheimer juga mendapat keuntungan dari dosis nikotin, sehingga kemampuan kognitif pasin sedikit membaik. Sebenarnya masih banyak sekali manfaat tembakau bagi kehidupan manusia. Hanya orang-orang yang malas berpikir dan mudah takluk pada kepentingan asing, yang enggan mencari manfaat atas suatu hal. Tuhan tidak menciptakan tembakau untuk dibenci<\/strong> Kami lantas berbelok ke kanan, ke arah barat dari jalan utama. Jalan mulai menanjak. Di kiri dan kanan jalan, tembakau-tembakau yang sudah selesai dipanen dijemur memanfaatkan sempadan jalan. Aroma tembakau meruak menyapa hidung. Selepas perkampungan, pohon-pohon tembakau yang menunggu dipanen tumbuh subur di ladang-ladang yang berada pada kontur miring. Jalan mulai menanjak, dan semakin menanjak menjelang kami tiba di Desa Tlilir.<\/p>\r\n Setelah 43 menit menempuh perjalanan mengendarai sepeda motor, kami tiba di kediaman Rofi\u2019i. Secangkir teh panas segera dihidangkan istri Rofi\u2019i untuk saya dan Dodo. Kami lantas berbincang perihal pertanian tembakau sembari menikmati secangkir teh dan berbatang-batang kretek. Berturut-turut empat orang petani lainnya datang bergabung bersama kami di ruang tamu kediaman Rofi\u2019i. Di luar panas menyengat. Sementara udara dingin ketinggian mengepung tempat-tempat teduh seperti tempat kami semua berbincang siang itu.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n Berturut-turut lima orang petani tembakau yang berbincang bersama saya dan Dodo menceritakan bermacam pengetahuannya terkait seluk beluk dunia pertembakauan yang sudah fasih mereka ketahui. Saya dan Dodo, mencatat pengetahuan baru dari mereka yang sebelumnya sama sekali belum kami ketahui. Desa Tlilir, menjadi satu dari banyak desa di 19 kecamatan di Kabupaten Temanggung yang dikenal sebagai penghasil tembakau baik.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n \u201cBisa dibilang, hampir seluruh warga desa di sini mencari uang dari pertanian tembakau. Kalau dikira-kira, kurang dari lima persen saja yang tidak terkait langsung dengan tembakau. Ada yang jadi PNS atau bekerja merantau ke luar Temanggung.\u201d Ujar Rofi\u2019i terkait pekerjaan warga desa tempat Ia tinggal.<\/strong><\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n Baca: Mempertahankan Tradisi dan Kebudayaan Kretek<\/a><\/p>\r\n Informasi perihal masa tanam, proses perawatan, musim panen, proses panen, proses pengolahan daun tembakau hingga siap dijual, hingga proses penjualan dan penentuan harga, silih berganti masuk menjadi pengetahuan baru bagi saya dan Dodo dari lima orang petani tembakau yang kami temui di Desa Tlilir. Mereka juga menceritakan suka duka menjalani profesi sebagai petani tembakau.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n Ketika menceritakan duka-duka yang dialami sebagai petani tembakau, saya lantas melontarkan pertanyaan kepada para petani itu, \u201cApa nggak kepikiran mengganti tanaman tembakau dengan tanaman lain yang lebih menjanjikan?\u201d<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n \u201cDi musim kemarau begini, apa lagi tanaman yang bisa ditanam dan bisa menghasilkan pemasukan yang menjanjikan selain tembakau? Jika ada, saya mau-mau saja menanamnya. Tapi sejauh ini, ya cuma tembakau yang bisa tumbuh baik di musim kemarau. Rumput saja mati, nggak bisa tumbuh.\u201d Jawab Dimyati, salah seorang petani yang berbincang bersama kami.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n Baca: Cengkeh, Pemicu Revolusi Industri Hingga Menjadi Tameng Kerusakan Lingkungan<\/a><\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n \u201cSudah sejak nenek moyang kami menanam tembakau, karena hanya itu yang cocok ditanam di musim kemarau. Tembakau malah paling bagus jadinya ya kalau musim kemarau begini. Kalau hujan, kami nangis. Tembakau gagal jadi. Harganya jatuh kalau dekat-dekat musim panen malah hujan. Jadi kami ini anomali. Di saat banyak petani lain berharap ada hujan ketika mereka menanam hingga panen, kami malah berharap kemarau benar-benar sempurna agar hasil tembakau kami baik dan harga menguntungkan kami.\u201d Tambah Sunyoto kepada kami.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n \u201cJadi, bisa dibilang, tembakau itu adalah takdir desa kami. Kami lahir dan hidup di desa ini untuk terus melanjutkan menanam tembakau di musim kemarau, seperti yang sudah dilakukan oleh orang tua kami dulu, dan oleh orang tua-orang tua mereka sebelumnya. Selama tembakau masih dibutuhkan dan tidak dilarang, kami dan anak-anak kami kelak, juga akan terus menanam tembakau di sini, di desa ini. Karena tembakau adalah takdir desa kami.\u201d Terang Rofi\u2019i.<\/strong><\/p>\r\n","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5981","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5973,"post_author":"855","post_date":"2019-08-19 09:54:14","post_date_gmt":"2019-08-19 02:54:14","post_content":"\n Tanpa henti, antirokok<\/a>, antitembakau dan sejenisnya berkampanye untuk menanggalkan produk tembakau dari negeri besar ini. Beragam sisi tak pernah luput mereka kuliti, seperti ekonomi, politik, kesehatan, hingga agama. Namun, salah satu konsentrasi yang mereka lakukan pada sektor kesehatan. Mereka berpikir saklek bahwa produk olahan tembakau adalah barang haram yang tiada manfaat sama sekali, sebaliknya malah membuat kerugian besar terhadap negara. Kenapa bisa demikian, ya karena mereka hanya menggunakan satu kacamata untuk menghakimi ciptaan Tuhan yang telah memberikan kehidupan bagi masyarakat dan bumi Nusantara ini. Seharusnya Antitembakau mendasari pikirannya dari hal yang amat sederhana, \u201cbahwa Tuhan tidak pernah menciptakan apapun hanya untuk disia-siakan\u201d. <\/strong>Bahwa setiap yang diciptakan Tuhan adalah amanah untuk umat manusia, supaya berpikir menjadikannya manfaat untuk menghidupi dan memberikan kehidupan yang baik.<\/p>\n\n\n\n Baca: 10 Manfaat Rokok bagi Kesehatan Anda<\/a><\/p>\n\n\n\n Di India misalnya, sebagaimana yang dimuat Liputan6.com, tembakau membantu menenangkan radang kulit dan mengurangi rasa sakit. Tak hanya itu, masyarakat India juga percaya bahwa nikotin dalam tembakau akan membantu menghilangkan rasa sakit serta membantu menarik keluar racun, dan dapat menyembuhkan luka dari gigitan ular berbisa. Soal gigitan ular, saya pernah mendengar sendiri dari salah satu petani tembakau di daerah Sumatera. Ia bercerita, setiap kali ada yang tergigit ular langsung diperam dengan daun tembakau atau cengkeh. Di Kecamatan Nagreg, Bandung, misalnya, sudah sejak lama para petani tembakau memanfaatkan limbah tanaman itu untuk pupuk dan obat. Hal ini diutarakan Aliah dan dimuat Gatra.com. Menurutnya, memanfaatkan tembakau sebagai obat sudah sejak lama. Jika kulit terkena ulat bulu, biasanya tinggal menggosoknya dengan daun tembakau. Tak hanya itu, saat kulit tergores benda tajam, tembakau juga digunakan untuk menyembuhkannya. Apakah berhenti sampai di situ? Tentu saja tidak. Menghisap tembakau ternyata juga membantu menyembuhkan orang yang mengidap penyakit mental. Journal of Amercian Medical <\/em> Association <\/em>pernah mengeluarkan penelitian, orang-orang yang menderita gangguan mental seperti ADHD\/ADD, skizofrenia, dan gangguan lainnya mungkin mengalami efek positif dari merokok. Faktanya, dosis nikotin memiliki efek normalisasi jangka pendek pada aktivitas listrik di otak. Pada penyakit Alzeheimer juga mendapat keuntungan dari dosis nikotin, sehingga kemampuan kognitif pasin sedikit membaik. Sebenarnya masih banyak sekali manfaat tembakau bagi kehidupan manusia. Hanya orang-orang yang malas berpikir dan mudah takluk pada kepentingan asing, yang enggan mencari manfaat atas suatu hal. Tuhan tidak menciptakan tembakau untuk dibenci<\/strong> Baca: Jangan Biarkan Kedaulatan Kretek Goyah<\/a><\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n Kami lantas berbelok ke kanan, ke arah barat dari jalan utama. Jalan mulai menanjak. Di kiri dan kanan jalan, tembakau-tembakau yang sudah selesai dipanen dijemur memanfaatkan sempadan jalan. Aroma tembakau meruak menyapa hidung. Selepas perkampungan, pohon-pohon tembakau yang menunggu dipanen tumbuh subur di ladang-ladang yang berada pada kontur miring. Jalan mulai menanjak, dan semakin menanjak menjelang kami tiba di Desa Tlilir.<\/p>\r\n Setelah 43 menit menempuh perjalanan mengendarai sepeda motor, kami tiba di kediaman Rofi\u2019i. Secangkir teh panas segera dihidangkan istri Rofi\u2019i untuk saya dan Dodo. Kami lantas berbincang perihal pertanian tembakau sembari menikmati secangkir teh dan berbatang-batang kretek. Berturut-turut empat orang petani lainnya datang bergabung bersama kami di ruang tamu kediaman Rofi\u2019i. Di luar panas menyengat. Sementara udara dingin ketinggian mengepung tempat-tempat teduh seperti tempat kami semua berbincang siang itu.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n Berturut-turut lima orang petani tembakau yang berbincang bersama saya dan Dodo menceritakan bermacam pengetahuannya terkait seluk beluk dunia pertembakauan yang sudah fasih mereka ketahui. Saya dan Dodo, mencatat pengetahuan baru dari mereka yang sebelumnya sama sekali belum kami ketahui. Desa Tlilir, menjadi satu dari banyak desa di 19 kecamatan di Kabupaten Temanggung yang dikenal sebagai penghasil tembakau baik.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n \u201cBisa dibilang, hampir seluruh warga desa di sini mencari uang dari pertanian tembakau. Kalau dikira-kira, kurang dari lima persen saja yang tidak terkait langsung dengan tembakau. Ada yang jadi PNS atau bekerja merantau ke luar Temanggung.\u201d Ujar Rofi\u2019i terkait pekerjaan warga desa tempat Ia tinggal.<\/strong><\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n Baca: Mempertahankan Tradisi dan Kebudayaan Kretek<\/a><\/p>\r\n Informasi perihal masa tanam, proses perawatan, musim panen, proses panen, proses pengolahan daun tembakau hingga siap dijual, hingga proses penjualan dan penentuan harga, silih berganti masuk menjadi pengetahuan baru bagi saya dan Dodo dari lima orang petani tembakau yang kami temui di Desa Tlilir. Mereka juga menceritakan suka duka menjalani profesi sebagai petani tembakau.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n Ketika menceritakan duka-duka yang dialami sebagai petani tembakau, saya lantas melontarkan pertanyaan kepada para petani itu, \u201cApa nggak kepikiran mengganti tanaman tembakau dengan tanaman lain yang lebih menjanjikan?\u201d<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n \u201cDi musim kemarau begini, apa lagi tanaman yang bisa ditanam dan bisa menghasilkan pemasukan yang menjanjikan selain tembakau? Jika ada, saya mau-mau saja menanamnya. Tapi sejauh ini, ya cuma tembakau yang bisa tumbuh baik di musim kemarau. Rumput saja mati, nggak bisa tumbuh.\u201d Jawab Dimyati, salah seorang petani yang berbincang bersama kami.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n Baca: Cengkeh, Pemicu Revolusi Industri Hingga Menjadi Tameng Kerusakan Lingkungan<\/a><\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n \u201cSudah sejak nenek moyang kami menanam tembakau, karena hanya itu yang cocok ditanam di musim kemarau. Tembakau malah paling bagus jadinya ya kalau musim kemarau begini. Kalau hujan, kami nangis. Tembakau gagal jadi. Harganya jatuh kalau dekat-dekat musim panen malah hujan. Jadi kami ini anomali. Di saat banyak petani lain berharap ada hujan ketika mereka menanam hingga panen, kami malah berharap kemarau benar-benar sempurna agar hasil tembakau kami baik dan harga menguntungkan kami.\u201d Tambah Sunyoto kepada kami.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n \u201cJadi, bisa dibilang, tembakau itu adalah takdir desa kami. Kami lahir dan hidup di desa ini untuk terus melanjutkan menanam tembakau di musim kemarau, seperti yang sudah dilakukan oleh orang tua kami dulu, dan oleh orang tua-orang tua mereka sebelumnya. Selama tembakau masih dibutuhkan dan tidak dilarang, kami dan anak-anak kami kelak, juga akan terus menanam tembakau di sini, di desa ini. Karena tembakau adalah takdir desa kami.\u201d Terang Rofi\u2019i.<\/strong><\/p>\r\n","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5981","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5973,"post_author":"855","post_date":"2019-08-19 09:54:14","post_date_gmt":"2019-08-19 02:54:14","post_content":"\n Tanpa henti, antirokok<\/a>, antitembakau dan sejenisnya berkampanye untuk menanggalkan produk tembakau dari negeri besar ini. Beragam sisi tak pernah luput mereka kuliti, seperti ekonomi, politik, kesehatan, hingga agama. Namun, salah satu konsentrasi yang mereka lakukan pada sektor kesehatan. Mereka berpikir saklek bahwa produk olahan tembakau adalah barang haram yang tiada manfaat sama sekali, sebaliknya malah membuat kerugian besar terhadap negara. Kenapa bisa demikian, ya karena mereka hanya menggunakan satu kacamata untuk menghakimi ciptaan Tuhan yang telah memberikan kehidupan bagi masyarakat dan bumi Nusantara ini. Seharusnya Antitembakau mendasari pikirannya dari hal yang amat sederhana, \u201cbahwa Tuhan tidak pernah menciptakan apapun hanya untuk disia-siakan\u201d. <\/strong>Bahwa setiap yang diciptakan Tuhan adalah amanah untuk umat manusia, supaya berpikir menjadikannya manfaat untuk menghidupi dan memberikan kehidupan yang baik.<\/p>\n\n\n\n Baca: 10 Manfaat Rokok bagi Kesehatan Anda<\/a><\/p>\n\n\n\n
<\/p>\n\n\n\n
<\/p>\n","post_title":"Tuhan Tidak Menciptakan Tembakau untuk Dibenci dan Dicaci","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"tuhan-tidak-menciptakan-tembakau-untuk-dibenci","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-08-19 09:54:22","post_modified_gmt":"2019-08-19 02:54:22","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5973","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":false,"total_page":1},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"epic_block_3"};
<\/p>\n\n\n\n
<\/p>\n\n\n\n
<\/p>\n\n\n\n
<\/p>\n","post_title":"Tuhan Tidak Menciptakan Tembakau untuk Dibenci dan Dicaci","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"tuhan-tidak-menciptakan-tembakau-untuk-dibenci","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-08-19 09:54:22","post_modified_gmt":"2019-08-19 02:54:22","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5973","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":false,"total_page":1},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"epic_block_3"};
<\/p>\n\n\n\n
<\/p>\n\n\n\n
<\/p>\n\n\n\n
<\/p>\n\n\n\n
<\/p>\n","post_title":"Tuhan Tidak Menciptakan Tembakau untuk Dibenci dan Dicaci","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"tuhan-tidak-menciptakan-tembakau-untuk-dibenci","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-08-19 09:54:22","post_modified_gmt":"2019-08-19 02:54:22","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5973","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":false,"total_page":1},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"epic_block_3"};
<\/p>\n\n\n\n
<\/p>\n\n\n\n
<\/p>\n\n\n\n
<\/p>\n\n\n\n
<\/p>\n","post_title":"Tuhan Tidak Menciptakan Tembakau untuk Dibenci dan Dicaci","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"tuhan-tidak-menciptakan-tembakau-untuk-dibenci","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-08-19 09:54:22","post_modified_gmt":"2019-08-19 02:54:22","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5973","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":false,"total_page":1},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"epic_block_3"};
<\/p>\n\n\n\n
<\/p>\n\n\n\n
<\/p>\n\n\n\n
<\/p>\n\n\n\n
<\/p>\n","post_title":"Tuhan Tidak Menciptakan Tembakau untuk Dibenci dan Dicaci","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"tuhan-tidak-menciptakan-tembakau-untuk-dibenci","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-08-19 09:54:22","post_modified_gmt":"2019-08-19 02:54:22","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5973","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":false,"total_page":1},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"epic_block_3"};Antitembakau cenderung menolak fakta dan penelitian mutahir lainnya seputar tembakau, selama riset atau penelitian itu berbunyi: tembakau memiliki manfaat yang besar bagi berbagai sektor kehidupan.
<\/h3>\n\n\n\n
<\/p>\n\n\n\n
<\/p>\n\n\n\n
<\/p>\n\n\n\n
<\/p>\n\n\n\n
<\/p>\n","post_title":"Tuhan Tidak Menciptakan Tembakau untuk Dibenci dan Dicaci","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"tuhan-tidak-menciptakan-tembakau-untuk-dibenci","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-08-19 09:54:22","post_modified_gmt":"2019-08-19 02:54:22","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5973","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":false,"total_page":1},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"epic_block_3"};
<\/p>\n\n\n\nAntitembakau cenderung menolak fakta dan penelitian mutahir lainnya seputar tembakau, selama riset atau penelitian itu berbunyi: tembakau memiliki manfaat yang besar bagi berbagai sektor kehidupan.
<\/h3>\n\n\n\n
<\/p>\n\n\n\n
<\/p>\n\n\n\n
<\/p>\n\n\n\n
<\/p>\n\n\n\n
<\/p>\n","post_title":"Tuhan Tidak Menciptakan Tembakau untuk Dibenci dan Dicaci","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"tuhan-tidak-menciptakan-tembakau-untuk-dibenci","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-08-19 09:54:22","post_modified_gmt":"2019-08-19 02:54:22","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5973","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":false,"total_page":1},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"epic_block_3"};
<\/p>\n\n\n\n
<\/p>\n\n\n\nAntitembakau cenderung menolak fakta dan penelitian mutahir lainnya seputar tembakau, selama riset atau penelitian itu berbunyi: tembakau memiliki manfaat yang besar bagi berbagai sektor kehidupan.
<\/h3>\n\n\n\n
<\/p>\n\n\n\n
<\/p>\n\n\n\n
<\/p>\n\n\n\n
<\/p>\n\n\n\n
<\/p>\n","post_title":"Tuhan Tidak Menciptakan Tembakau untuk Dibenci dan Dicaci","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"tuhan-tidak-menciptakan-tembakau-untuk-dibenci","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-08-19 09:54:22","post_modified_gmt":"2019-08-19 02:54:22","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5973","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":false,"total_page":1},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"epic_block_3"};
<\/p>\n\n\n\n
<\/p>\n\n\n\nAntitembakau cenderung menolak fakta dan penelitian mutahir lainnya seputar tembakau, selama riset atau penelitian itu berbunyi: tembakau memiliki manfaat yang besar bagi berbagai sektor kehidupan.
<\/h3>\n\n\n\n
<\/p>\n\n\n\n
<\/p>\n\n\n\n
<\/p>\n\n\n\n
<\/p>\n\n\n\n
<\/p>\n","post_title":"Tuhan Tidak Menciptakan Tembakau untuk Dibenci dan Dicaci","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"tuhan-tidak-menciptakan-tembakau-untuk-dibenci","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-08-19 09:54:22","post_modified_gmt":"2019-08-19 02:54:22","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5973","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":false,"total_page":1},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"epic_block_3"};
<\/p>\n\n\n\n
<\/p>\n\n\n\nAntitembakau cenderung menolak fakta dan penelitian mutahir lainnya seputar tembakau, selama riset atau penelitian itu berbunyi: tembakau memiliki manfaat yang besar bagi berbagai sektor kehidupan.
<\/h3>\n\n\n\n
<\/p>\n\n\n\n
<\/p>\n\n\n\n
<\/p>\n\n\n\n
<\/p>\n\n\n\n
<\/p>\n","post_title":"Tuhan Tidak Menciptakan Tembakau untuk Dibenci dan Dicaci","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"tuhan-tidak-menciptakan-tembakau-untuk-dibenci","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-08-19 09:54:22","post_modified_gmt":"2019-08-19 02:54:22","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5973","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":false,"total_page":1},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"epic_block_3"};
<\/p>\n\n\n\n
<\/p>\n\n\n\nAntitembakau cenderung menolak fakta dan penelitian mutahir lainnya seputar tembakau, selama riset atau penelitian itu berbunyi: tembakau memiliki manfaat yang besar bagi berbagai sektor kehidupan.
<\/h3>\n\n\n\n
<\/p>\n\n\n\n
<\/p>\n\n\n\n
<\/p>\n\n\n\n
<\/p>\n\n\n\n
<\/p>\n","post_title":"Tuhan Tidak Menciptakan Tembakau untuk Dibenci dan Dicaci","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"tuhan-tidak-menciptakan-tembakau-untuk-dibenci","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-08-19 09:54:22","post_modified_gmt":"2019-08-19 02:54:22","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5973","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":false,"total_page":1},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"epic_block_3"};
<\/p>\n\n\n\n
<\/p>\n\n\n\nAntitembakau cenderung menolak fakta dan penelitian mutahir lainnya seputar tembakau, selama riset atau penelitian itu berbunyi: tembakau memiliki manfaat yang besar bagi berbagai sektor kehidupan.
<\/h3>\n\n\n\n
<\/p>\n\n\n\n
<\/p>\n\n\n\n
<\/p>\n\n\n\n
<\/p>\n\n\n\n
<\/p>\n","post_title":"Tuhan Tidak Menciptakan Tembakau untuk Dibenci dan Dicaci","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"tuhan-tidak-menciptakan-tembakau-untuk-dibenci","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-08-19 09:54:22","post_modified_gmt":"2019-08-19 02:54:22","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5973","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":false,"total_page":1},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"epic_block_3"};
<\/p>\n\n\n\n
<\/p>\n\n\n\nAntitembakau cenderung menolak fakta dan penelitian mutahir lainnya seputar tembakau, selama riset atau penelitian itu berbunyi: tembakau memiliki manfaat yang besar bagi berbagai sektor kehidupan.
<\/h3>\n\n\n\n
<\/p>\n\n\n\n
<\/p>\n\n\n\n
<\/p>\n\n\n\n
<\/p>\n\n\n\n
<\/p>\n","post_title":"Tuhan Tidak Menciptakan Tembakau untuk Dibenci dan Dicaci","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"tuhan-tidak-menciptakan-tembakau-untuk-dibenci","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-08-19 09:54:22","post_modified_gmt":"2019-08-19 02:54:22","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5973","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":false,"total_page":1},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"epic_block_3"};
<\/p>\n\n\n\n
<\/p>\n\n\n\nAntitembakau cenderung menolak fakta dan penelitian mutahir lainnya seputar tembakau, selama riset atau penelitian itu berbunyi: tembakau memiliki manfaat yang besar bagi berbagai sektor kehidupan.
<\/h3>\n\n\n\n
<\/p>\n\n\n\n
<\/p>\n\n\n\n
<\/p>\n\n\n\n
<\/p>\n\n\n\n
<\/p>\n","post_title":"Tuhan Tidak Menciptakan Tembakau untuk Dibenci dan Dicaci","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"tuhan-tidak-menciptakan-tembakau-untuk-dibenci","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-08-19 09:54:22","post_modified_gmt":"2019-08-19 02:54:22","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5973","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":false,"total_page":1},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"epic_block_3"};Cerita Rofi'i kepada Kami<\/h3>\r\n\r\n\r\n\r\n
<\/p>\n\n\n\n
<\/p>\n\n\n\nAntitembakau cenderung menolak fakta dan penelitian mutahir lainnya seputar tembakau, selama riset atau penelitian itu berbunyi: tembakau memiliki manfaat yang besar bagi berbagai sektor kehidupan.
<\/h3>\n\n\n\n
<\/p>\n\n\n\n
<\/p>\n\n\n\n
<\/p>\n\n\n\n
<\/p>\n\n\n\n
<\/p>\n","post_title":"Tuhan Tidak Menciptakan Tembakau untuk Dibenci dan Dicaci","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"tuhan-tidak-menciptakan-tembakau-untuk-dibenci","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-08-19 09:54:22","post_modified_gmt":"2019-08-19 02:54:22","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5973","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":false,"total_page":1},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"epic_block_3"};Cerita Rofi'i kepada Kami<\/h3>\r\n\r\n\r\n\r\n
<\/p>\n\n\n\n
<\/p>\n\n\n\nAntitembakau cenderung menolak fakta dan penelitian mutahir lainnya seputar tembakau, selama riset atau penelitian itu berbunyi: tembakau memiliki manfaat yang besar bagi berbagai sektor kehidupan.
<\/h3>\n\n\n\n
<\/p>\n\n\n\n
<\/p>\n\n\n\n
<\/p>\n\n\n\n
<\/p>\n\n\n\n
<\/p>\n","post_title":"Tuhan Tidak Menciptakan Tembakau untuk Dibenci dan Dicaci","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"tuhan-tidak-menciptakan-tembakau-untuk-dibenci","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-08-19 09:54:22","post_modified_gmt":"2019-08-19 02:54:22","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5973","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":false,"total_page":1},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"epic_block_3"};Cerita Rofi'i kepada Kami<\/h3>\r\n\r\n\r\n\r\n
<\/p>\n\n\n\n
<\/p>\n\n\n\nAntitembakau cenderung menolak fakta dan penelitian mutahir lainnya seputar tembakau, selama riset atau penelitian itu berbunyi: tembakau memiliki manfaat yang besar bagi berbagai sektor kehidupan.
<\/h3>\n\n\n\n
<\/p>\n\n\n\n
<\/p>\n\n\n\n
<\/p>\n\n\n\n
<\/p>\n\n\n\n
<\/p>\n","post_title":"Tuhan Tidak Menciptakan Tembakau untuk Dibenci dan Dicaci","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"tuhan-tidak-menciptakan-tembakau-untuk-dibenci","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-08-19 09:54:22","post_modified_gmt":"2019-08-19 02:54:22","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5973","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":false,"total_page":1},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"epic_block_3"};Cerita Rofi'i kepada Kami<\/h3>\r\n\r\n\r\n\r\n
<\/p>\n\n\n\n
<\/p>\n\n\n\nAntitembakau cenderung menolak fakta dan penelitian mutahir lainnya seputar tembakau, selama riset atau penelitian itu berbunyi: tembakau memiliki manfaat yang besar bagi berbagai sektor kehidupan.
<\/h3>\n\n\n\n
<\/p>\n\n\n\n
<\/p>\n\n\n\n
<\/p>\n\n\n\n
<\/p>\n\n\n\n
<\/p>\n","post_title":"Tuhan Tidak Menciptakan Tembakau untuk Dibenci dan Dicaci","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"tuhan-tidak-menciptakan-tembakau-untuk-dibenci","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-08-19 09:54:22","post_modified_gmt":"2019-08-19 02:54:22","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5973","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":false,"total_page":1},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"epic_block_3"};Bersua dengan Rofi'i<\/h3>\r\n\r\n\r\n\r\n
Cerita Rofi'i kepada Kami<\/h3>\r\n\r\n\r\n\r\n
<\/p>\n\n\n\n
<\/p>\n\n\n\nAntitembakau cenderung menolak fakta dan penelitian mutahir lainnya seputar tembakau, selama riset atau penelitian itu berbunyi: tembakau memiliki manfaat yang besar bagi berbagai sektor kehidupan.
<\/h3>\n\n\n\n
<\/p>\n\n\n\n
<\/p>\n\n\n\n
<\/p>\n\n\n\n
<\/p>\n\n\n\n
<\/p>\n","post_title":"Tuhan Tidak Menciptakan Tembakau untuk Dibenci dan Dicaci","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"tuhan-tidak-menciptakan-tembakau-untuk-dibenci","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-08-19 09:54:22","post_modified_gmt":"2019-08-19 02:54:22","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5973","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":false,"total_page":1},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"epic_block_3"};Bersua dengan Rofi'i<\/h3>\r\n\r\n\r\n\r\n
Cerita Rofi'i kepada Kami<\/h3>\r\n\r\n\r\n\r\n
<\/p>\n\n\n\n
<\/p>\n\n\n\nAntitembakau cenderung menolak fakta dan penelitian mutahir lainnya seputar tembakau, selama riset atau penelitian itu berbunyi: tembakau memiliki manfaat yang besar bagi berbagai sektor kehidupan.
<\/h3>\n\n\n\n