\n

Ada cara lain untuk mengakali peraturan tersebut, salah satunya adalah dengan menitip kepada anggota keluarga lain. Tentu cara ini sebenarnya tidak bermasalah karena setiap orang punya hak untuk membawa 200 batang rokok. Cara ini nampaknya cukup ampuh dan sudah dilakukan oleh beberapa jamaah haji. Asalkan rokok yang dibawa tentu hanya untuk kebutuhan pribadi, bukan untuk dijual kembali di sana. 
<\/p>\n\n\n\n

Pada akhirnya ibadah harus menjadi petimbangan utama saat ke tanah suci. Mengenai barang bawaan yang sudah diatur harus betul-betul diperhatikan. Toh rokok bukan barang yang bercandu sehingga kebiasaan merokok pun masih bisa diatasi ketika di tanah suci.
<\/p>\n","post_title":"Hal yang Perlu Diperhatikan Perokok Saat Berangkat Haji","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"hal-yang-perlu-diperhatikan-perokok-saat-berangkat-haji","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-07-14 12:51:04","post_modified_gmt":"2019-07-14 05:51:04","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5862","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":7},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"epic_block_3"};

\n

Peraturan memang ada untuk dipatuhi dan diikuti, sebagai perokok tentu hal tersebut tak boleh dihiraukan. Ada baiknya untuk mengikuti prosedur yang sudah diterapkan agar ibadah haji semakin nyaman. Tentu ijin boleh membawa rokok sebanyak 200 batang sudah cukup mengakomodir kebutuhan para perokok. Jika dihitung dalam 40 hari maka dalam satu hari satu jamaah haji bisa mengisap lima batang tentu pas jika kita anggap setiap sehabis sholat menghisap satu batang rokok. Tentu paduan yang sempurna antara ibadah dan kebiasaan merokok. 
<\/p>\n\n\n\n

Ada cara lain untuk mengakali peraturan tersebut, salah satunya adalah dengan menitip kepada anggota keluarga lain. Tentu cara ini sebenarnya tidak bermasalah karena setiap orang punya hak untuk membawa 200 batang rokok. Cara ini nampaknya cukup ampuh dan sudah dilakukan oleh beberapa jamaah haji. Asalkan rokok yang dibawa tentu hanya untuk kebutuhan pribadi, bukan untuk dijual kembali di sana. 
<\/p>\n\n\n\n

Pada akhirnya ibadah harus menjadi petimbangan utama saat ke tanah suci. Mengenai barang bawaan yang sudah diatur harus betul-betul diperhatikan. Toh rokok bukan barang yang bercandu sehingga kebiasaan merokok pun masih bisa diatasi ketika di tanah suci.
<\/p>\n","post_title":"Hal yang Perlu Diperhatikan Perokok Saat Berangkat Haji","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"hal-yang-perlu-diperhatikan-perokok-saat-berangkat-haji","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-07-14 12:51:04","post_modified_gmt":"2019-07-14 05:51:04","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5862","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":7},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"epic_block_3"};

\n

Pemerintah sejatinya sudah mengakomodasi kebutuhan para perokok yang sedang menjadi peserta haji. Kemudahan itu adalah dengan memperbolehkan jamaah haji membawa rokok maksimal 200 batang untuk dibawa ke tanah suci. Jika berlebih, maka siap-siap untuk diamankan dan disita. Akibat informasi yang kadang tak menyeluruh, kadang masih ada saja rokok yang disita. Tribun Jabar misalnya memberitakan bahwa sehari ada sekitar 200 batang rokok yang disita oleh pihak bea dan cukai.
<\/p>\n\n\n\n

Peraturan memang ada untuk dipatuhi dan diikuti, sebagai perokok tentu hal tersebut tak boleh dihiraukan. Ada baiknya untuk mengikuti prosedur yang sudah diterapkan agar ibadah haji semakin nyaman. Tentu ijin boleh membawa rokok sebanyak 200 batang sudah cukup mengakomodir kebutuhan para perokok. Jika dihitung dalam 40 hari maka dalam satu hari satu jamaah haji bisa mengisap lima batang tentu pas jika kita anggap setiap sehabis sholat menghisap satu batang rokok. Tentu paduan yang sempurna antara ibadah dan kebiasaan merokok. 
<\/p>\n\n\n\n

Ada cara lain untuk mengakali peraturan tersebut, salah satunya adalah dengan menitip kepada anggota keluarga lain. Tentu cara ini sebenarnya tidak bermasalah karena setiap orang punya hak untuk membawa 200 batang rokok. Cara ini nampaknya cukup ampuh dan sudah dilakukan oleh beberapa jamaah haji. Asalkan rokok yang dibawa tentu hanya untuk kebutuhan pribadi, bukan untuk dijual kembali di sana. 
<\/p>\n\n\n\n

Pada akhirnya ibadah harus menjadi petimbangan utama saat ke tanah suci. Mengenai barang bawaan yang sudah diatur harus betul-betul diperhatikan. Toh rokok bukan barang yang bercandu sehingga kebiasaan merokok pun masih bisa diatasi ketika di tanah suci.
<\/p>\n","post_title":"Hal yang Perlu Diperhatikan Perokok Saat Berangkat Haji","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"hal-yang-perlu-diperhatikan-perokok-saat-berangkat-haji","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-07-14 12:51:04","post_modified_gmt":"2019-07-14 05:51:04","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5862","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":7},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"epic_block_3"};

\n

Salah satu kebiasaan masyarakat Indonesia adalah merokok dan tradisi tersebut sudah mengakar sejak lama. Cita rasa kretek yang kuat dengan campuran cengkeh membuat masyarakat kita sulit menikmati produk rokok asing. Maka dengan demikian ketika bepergian ke luar negeri membawa rokok dari Indonesia adalah hal yang nampaknya sudah jadi kebiasaan. Sejatinya hal tersebut tak bisa dikatakan sebagai aktivitas ilegal, karena mereka membawa rokok lokal untuk dikonsumsi pribadi dan bukan untuk dijual.
<\/p>\n\n\n\n

Pemerintah sejatinya sudah mengakomodasi kebutuhan para perokok yang sedang menjadi peserta haji. Kemudahan itu adalah dengan memperbolehkan jamaah haji membawa rokok maksimal 200 batang untuk dibawa ke tanah suci. Jika berlebih, maka siap-siap untuk diamankan dan disita. Akibat informasi yang kadang tak menyeluruh, kadang masih ada saja rokok yang disita. Tribun Jabar misalnya memberitakan bahwa sehari ada sekitar 200 batang rokok yang disita oleh pihak bea dan cukai.
<\/p>\n\n\n\n

Peraturan memang ada untuk dipatuhi dan diikuti, sebagai perokok tentu hal tersebut tak boleh dihiraukan. Ada baiknya untuk mengikuti prosedur yang sudah diterapkan agar ibadah haji semakin nyaman. Tentu ijin boleh membawa rokok sebanyak 200 batang sudah cukup mengakomodir kebutuhan para perokok. Jika dihitung dalam 40 hari maka dalam satu hari satu jamaah haji bisa mengisap lima batang tentu pas jika kita anggap setiap sehabis sholat menghisap satu batang rokok. Tentu paduan yang sempurna antara ibadah dan kebiasaan merokok. 
<\/p>\n\n\n\n

Ada cara lain untuk mengakali peraturan tersebut, salah satunya adalah dengan menitip kepada anggota keluarga lain. Tentu cara ini sebenarnya tidak bermasalah karena setiap orang punya hak untuk membawa 200 batang rokok. Cara ini nampaknya cukup ampuh dan sudah dilakukan oleh beberapa jamaah haji. Asalkan rokok yang dibawa tentu hanya untuk kebutuhan pribadi, bukan untuk dijual kembali di sana. 
<\/p>\n\n\n\n

Pada akhirnya ibadah harus menjadi petimbangan utama saat ke tanah suci. Mengenai barang bawaan yang sudah diatur harus betul-betul diperhatikan. Toh rokok bukan barang yang bercandu sehingga kebiasaan merokok pun masih bisa diatasi ketika di tanah suci.
<\/p>\n","post_title":"Hal yang Perlu Diperhatikan Perokok Saat Berangkat Haji","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"hal-yang-perlu-diperhatikan-perokok-saat-berangkat-haji","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-07-14 12:51:04","post_modified_gmt":"2019-07-14 05:51:04","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5862","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":7},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"epic_block_3"};

\n

Ada-ada saja memang kelakuan masyarakat Indonesia ketika berkunjung ke luar negeri terutama untuk ibadah haji yang memakan waktu hingga satu bulan. Ada kisah para peserta membawa makanan khas daerah masing-masing karena takut tak bisa menyesuaikan dengan kudapan di sana. Ada yang membawa sambal, jengkol, ikan teri, padahal pihak penyelenggara sudah menyediakan makanan yang sesuai dengan lidah mereka.
<\/p>\n\n\n\n

Salah satu kebiasaan masyarakat Indonesia adalah merokok dan tradisi tersebut sudah mengakar sejak lama. Cita rasa kretek yang kuat dengan campuran cengkeh membuat masyarakat kita sulit menikmati produk rokok asing. Maka dengan demikian ketika bepergian ke luar negeri membawa rokok dari Indonesia adalah hal yang nampaknya sudah jadi kebiasaan. Sejatinya hal tersebut tak bisa dikatakan sebagai aktivitas ilegal, karena mereka membawa rokok lokal untuk dikonsumsi pribadi dan bukan untuk dijual.
<\/p>\n\n\n\n

Pemerintah sejatinya sudah mengakomodasi kebutuhan para perokok yang sedang menjadi peserta haji. Kemudahan itu adalah dengan memperbolehkan jamaah haji membawa rokok maksimal 200 batang untuk dibawa ke tanah suci. Jika berlebih, maka siap-siap untuk diamankan dan disita. Akibat informasi yang kadang tak menyeluruh, kadang masih ada saja rokok yang disita. Tribun Jabar misalnya memberitakan bahwa sehari ada sekitar 200 batang rokok yang disita oleh pihak bea dan cukai.
<\/p>\n\n\n\n

Peraturan memang ada untuk dipatuhi dan diikuti, sebagai perokok tentu hal tersebut tak boleh dihiraukan. Ada baiknya untuk mengikuti prosedur yang sudah diterapkan agar ibadah haji semakin nyaman. Tentu ijin boleh membawa rokok sebanyak 200 batang sudah cukup mengakomodir kebutuhan para perokok. Jika dihitung dalam 40 hari maka dalam satu hari satu jamaah haji bisa mengisap lima batang tentu pas jika kita anggap setiap sehabis sholat menghisap satu batang rokok. Tentu paduan yang sempurna antara ibadah dan kebiasaan merokok. 
<\/p>\n\n\n\n

Ada cara lain untuk mengakali peraturan tersebut, salah satunya adalah dengan menitip kepada anggota keluarga lain. Tentu cara ini sebenarnya tidak bermasalah karena setiap orang punya hak untuk membawa 200 batang rokok. Cara ini nampaknya cukup ampuh dan sudah dilakukan oleh beberapa jamaah haji. Asalkan rokok yang dibawa tentu hanya untuk kebutuhan pribadi, bukan untuk dijual kembali di sana. 
<\/p>\n\n\n\n

Pada akhirnya ibadah harus menjadi petimbangan utama saat ke tanah suci. Mengenai barang bawaan yang sudah diatur harus betul-betul diperhatikan. Toh rokok bukan barang yang bercandu sehingga kebiasaan merokok pun masih bisa diatasi ketika di tanah suci.
<\/p>\n","post_title":"Hal yang Perlu Diperhatikan Perokok Saat Berangkat Haji","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"hal-yang-perlu-diperhatikan-perokok-saat-berangkat-haji","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-07-14 12:51:04","post_modified_gmt":"2019-07-14 05:51:04","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5862","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":7},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"epic_block_3"};

\n

Walau demikian musim haji di Indonesia tak pernah sepi peminat. Menko Perekonomian Darmin Nasution memperkirakan jumlah jamaah haji Indonesia akan mencapai 4,34 juta jiwa pada 2019. Per hari ini (14\/7\/2019) jumlah jemaah diperkirakan sudah mencapai 47.983 orang yang sudah berdatangan ke Madinah. 
<\/p>\n\n\n\n

Ada-ada saja memang kelakuan masyarakat Indonesia ketika berkunjung ke luar negeri terutama untuk ibadah haji yang memakan waktu hingga satu bulan. Ada kisah para peserta membawa makanan khas daerah masing-masing karena takut tak bisa menyesuaikan dengan kudapan di sana. Ada yang membawa sambal, jengkol, ikan teri, padahal pihak penyelenggara sudah menyediakan makanan yang sesuai dengan lidah mereka.
<\/p>\n\n\n\n

Salah satu kebiasaan masyarakat Indonesia adalah merokok dan tradisi tersebut sudah mengakar sejak lama. Cita rasa kretek yang kuat dengan campuran cengkeh membuat masyarakat kita sulit menikmati produk rokok asing. Maka dengan demikian ketika bepergian ke luar negeri membawa rokok dari Indonesia adalah hal yang nampaknya sudah jadi kebiasaan. Sejatinya hal tersebut tak bisa dikatakan sebagai aktivitas ilegal, karena mereka membawa rokok lokal untuk dikonsumsi pribadi dan bukan untuk dijual.
<\/p>\n\n\n\n

Pemerintah sejatinya sudah mengakomodasi kebutuhan para perokok yang sedang menjadi peserta haji. Kemudahan itu adalah dengan memperbolehkan jamaah haji membawa rokok maksimal 200 batang untuk dibawa ke tanah suci. Jika berlebih, maka siap-siap untuk diamankan dan disita. Akibat informasi yang kadang tak menyeluruh, kadang masih ada saja rokok yang disita. Tribun Jabar misalnya memberitakan bahwa sehari ada sekitar 200 batang rokok yang disita oleh pihak bea dan cukai.
<\/p>\n\n\n\n

Peraturan memang ada untuk dipatuhi dan diikuti, sebagai perokok tentu hal tersebut tak boleh dihiraukan. Ada baiknya untuk mengikuti prosedur yang sudah diterapkan agar ibadah haji semakin nyaman. Tentu ijin boleh membawa rokok sebanyak 200 batang sudah cukup mengakomodir kebutuhan para perokok. Jika dihitung dalam 40 hari maka dalam satu hari satu jamaah haji bisa mengisap lima batang tentu pas jika kita anggap setiap sehabis sholat menghisap satu batang rokok. Tentu paduan yang sempurna antara ibadah dan kebiasaan merokok. 
<\/p>\n\n\n\n

Ada cara lain untuk mengakali peraturan tersebut, salah satunya adalah dengan menitip kepada anggota keluarga lain. Tentu cara ini sebenarnya tidak bermasalah karena setiap orang punya hak untuk membawa 200 batang rokok. Cara ini nampaknya cukup ampuh dan sudah dilakukan oleh beberapa jamaah haji. Asalkan rokok yang dibawa tentu hanya untuk kebutuhan pribadi, bukan untuk dijual kembali di sana. 
<\/p>\n\n\n\n

Pada akhirnya ibadah harus menjadi petimbangan utama saat ke tanah suci. Mengenai barang bawaan yang sudah diatur harus betul-betul diperhatikan. Toh rokok bukan barang yang bercandu sehingga kebiasaan merokok pun masih bisa diatasi ketika di tanah suci.
<\/p>\n","post_title":"Hal yang Perlu Diperhatikan Perokok Saat Berangkat Haji","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"hal-yang-perlu-diperhatikan-perokok-saat-berangkat-haji","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-07-14 12:51:04","post_modified_gmt":"2019-07-14 05:51:04","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5862","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":7},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"epic_block_3"};

\n

Musim haji kini telah tiba. Diperkirakan jutaan orang kini telah memadati Masjidil Haram di Mekkah, Arab Saudi untuk memenuhi salah satu rukun Islam tiap tahunnya. Ritual suci ini menjadi salah satu impian bagi tiap umat muslim di seluruh dunia dan tak seluruhnya bisa melaksanakannya. 
<\/p>\n\n\n\n

Walau demikian musim haji di Indonesia tak pernah sepi peminat. Menko Perekonomian Darmin Nasution memperkirakan jumlah jamaah haji Indonesia akan mencapai 4,34 juta jiwa pada 2019. Per hari ini (14\/7\/2019) jumlah jemaah diperkirakan sudah mencapai 47.983 orang yang sudah berdatangan ke Madinah. 
<\/p>\n\n\n\n

Ada-ada saja memang kelakuan masyarakat Indonesia ketika berkunjung ke luar negeri terutama untuk ibadah haji yang memakan waktu hingga satu bulan. Ada kisah para peserta membawa makanan khas daerah masing-masing karena takut tak bisa menyesuaikan dengan kudapan di sana. Ada yang membawa sambal, jengkol, ikan teri, padahal pihak penyelenggara sudah menyediakan makanan yang sesuai dengan lidah mereka.
<\/p>\n\n\n\n

Salah satu kebiasaan masyarakat Indonesia adalah merokok dan tradisi tersebut sudah mengakar sejak lama. Cita rasa kretek yang kuat dengan campuran cengkeh membuat masyarakat kita sulit menikmati produk rokok asing. Maka dengan demikian ketika bepergian ke luar negeri membawa rokok dari Indonesia adalah hal yang nampaknya sudah jadi kebiasaan. Sejatinya hal tersebut tak bisa dikatakan sebagai aktivitas ilegal, karena mereka membawa rokok lokal untuk dikonsumsi pribadi dan bukan untuk dijual.
<\/p>\n\n\n\n

Pemerintah sejatinya sudah mengakomodasi kebutuhan para perokok yang sedang menjadi peserta haji. Kemudahan itu adalah dengan memperbolehkan jamaah haji membawa rokok maksimal 200 batang untuk dibawa ke tanah suci. Jika berlebih, maka siap-siap untuk diamankan dan disita. Akibat informasi yang kadang tak menyeluruh, kadang masih ada saja rokok yang disita. Tribun Jabar misalnya memberitakan bahwa sehari ada sekitar 200 batang rokok yang disita oleh pihak bea dan cukai.
<\/p>\n\n\n\n

Peraturan memang ada untuk dipatuhi dan diikuti, sebagai perokok tentu hal tersebut tak boleh dihiraukan. Ada baiknya untuk mengikuti prosedur yang sudah diterapkan agar ibadah haji semakin nyaman. Tentu ijin boleh membawa rokok sebanyak 200 batang sudah cukup mengakomodir kebutuhan para perokok. Jika dihitung dalam 40 hari maka dalam satu hari satu jamaah haji bisa mengisap lima batang tentu pas jika kita anggap setiap sehabis sholat menghisap satu batang rokok. Tentu paduan yang sempurna antara ibadah dan kebiasaan merokok. 
<\/p>\n\n\n\n

Ada cara lain untuk mengakali peraturan tersebut, salah satunya adalah dengan menitip kepada anggota keluarga lain. Tentu cara ini sebenarnya tidak bermasalah karena setiap orang punya hak untuk membawa 200 batang rokok. Cara ini nampaknya cukup ampuh dan sudah dilakukan oleh beberapa jamaah haji. Asalkan rokok yang dibawa tentu hanya untuk kebutuhan pribadi, bukan untuk dijual kembali di sana. 
<\/p>\n\n\n\n

Pada akhirnya ibadah harus menjadi petimbangan utama saat ke tanah suci. Mengenai barang bawaan yang sudah diatur harus betul-betul diperhatikan. Toh rokok bukan barang yang bercandu sehingga kebiasaan merokok pun masih bisa diatasi ketika di tanah suci.
<\/p>\n","post_title":"Hal yang Perlu Diperhatikan Perokok Saat Berangkat Haji","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"hal-yang-perlu-diperhatikan-perokok-saat-berangkat-haji","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-07-14 12:51:04","post_modified_gmt":"2019-07-14 05:51:04","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5862","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":7},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"epic_block_3"};

\n

Didi Kempot memang sedang naik daun dan kini namanya lagi disebut-sebut di banyak penjuru di ibu kota. Ketakutan saya adalah akan seberapa lama tren ini berlanjut, mengingat tak banyak yang bisa bertahan lama di Jakarta. Akan tetapi pikiran tersebut saya rasa salah, Didi Kempot boleh saja naik daun dan tiba-tiba hilang di Jakarta, akan tetapi karya dan dirinya tetap abadi di Indonesia. Karena yang membuat Didi Kempot agung adalah kita yang selalu kekanak-kanakan menghadapi masalah patah hati. <\/p>\n","post_title":"Memuja-muja Didi Kempot, Mengagung-agungkan Patah Hati","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"memuja-muja-didi-kempot-mengagung-agungkan-patah-hati","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-07-29 16:13:56","post_modified_gmt":"2019-07-29 09:13:56","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5889","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5862,"post_author":"919","post_date":"2019-07-14 12:50:58","post_date_gmt":"2019-07-14 05:50:58","post_content":"\n

Musim haji kini telah tiba. Diperkirakan jutaan orang kini telah memadati Masjidil Haram di Mekkah, Arab Saudi untuk memenuhi salah satu rukun Islam tiap tahunnya. Ritual suci ini menjadi salah satu impian bagi tiap umat muslim di seluruh dunia dan tak seluruhnya bisa melaksanakannya. 
<\/p>\n\n\n\n

Walau demikian musim haji di Indonesia tak pernah sepi peminat. Menko Perekonomian Darmin Nasution memperkirakan jumlah jamaah haji Indonesia akan mencapai 4,34 juta jiwa pada 2019. Per hari ini (14\/7\/2019) jumlah jemaah diperkirakan sudah mencapai 47.983 orang yang sudah berdatangan ke Madinah. 
<\/p>\n\n\n\n

Ada-ada saja memang kelakuan masyarakat Indonesia ketika berkunjung ke luar negeri terutama untuk ibadah haji yang memakan waktu hingga satu bulan. Ada kisah para peserta membawa makanan khas daerah masing-masing karena takut tak bisa menyesuaikan dengan kudapan di sana. Ada yang membawa sambal, jengkol, ikan teri, padahal pihak penyelenggara sudah menyediakan makanan yang sesuai dengan lidah mereka.
<\/p>\n\n\n\n

Salah satu kebiasaan masyarakat Indonesia adalah merokok dan tradisi tersebut sudah mengakar sejak lama. Cita rasa kretek yang kuat dengan campuran cengkeh membuat masyarakat kita sulit menikmati produk rokok asing. Maka dengan demikian ketika bepergian ke luar negeri membawa rokok dari Indonesia adalah hal yang nampaknya sudah jadi kebiasaan. Sejatinya hal tersebut tak bisa dikatakan sebagai aktivitas ilegal, karena mereka membawa rokok lokal untuk dikonsumsi pribadi dan bukan untuk dijual.
<\/p>\n\n\n\n

Pemerintah sejatinya sudah mengakomodasi kebutuhan para perokok yang sedang menjadi peserta haji. Kemudahan itu adalah dengan memperbolehkan jamaah haji membawa rokok maksimal 200 batang untuk dibawa ke tanah suci. Jika berlebih, maka siap-siap untuk diamankan dan disita. Akibat informasi yang kadang tak menyeluruh, kadang masih ada saja rokok yang disita. Tribun Jabar misalnya memberitakan bahwa sehari ada sekitar 200 batang rokok yang disita oleh pihak bea dan cukai.
<\/p>\n\n\n\n

Peraturan memang ada untuk dipatuhi dan diikuti, sebagai perokok tentu hal tersebut tak boleh dihiraukan. Ada baiknya untuk mengikuti prosedur yang sudah diterapkan agar ibadah haji semakin nyaman. Tentu ijin boleh membawa rokok sebanyak 200 batang sudah cukup mengakomodir kebutuhan para perokok. Jika dihitung dalam 40 hari maka dalam satu hari satu jamaah haji bisa mengisap lima batang tentu pas jika kita anggap setiap sehabis sholat menghisap satu batang rokok. Tentu paduan yang sempurna antara ibadah dan kebiasaan merokok. 
<\/p>\n\n\n\n

Ada cara lain untuk mengakali peraturan tersebut, salah satunya adalah dengan menitip kepada anggota keluarga lain. Tentu cara ini sebenarnya tidak bermasalah karena setiap orang punya hak untuk membawa 200 batang rokok. Cara ini nampaknya cukup ampuh dan sudah dilakukan oleh beberapa jamaah haji. Asalkan rokok yang dibawa tentu hanya untuk kebutuhan pribadi, bukan untuk dijual kembali di sana. 
<\/p>\n\n\n\n

Pada akhirnya ibadah harus menjadi petimbangan utama saat ke tanah suci. Mengenai barang bawaan yang sudah diatur harus betul-betul diperhatikan. Toh rokok bukan barang yang bercandu sehingga kebiasaan merokok pun masih bisa diatasi ketika di tanah suci.
<\/p>\n","post_title":"Hal yang Perlu Diperhatikan Perokok Saat Berangkat Haji","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"hal-yang-perlu-diperhatikan-perokok-saat-berangkat-haji","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-07-14 12:51:04","post_modified_gmt":"2019-07-14 05:51:04","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5862","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":7},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"epic_block_3"};

\n

Bagi saya musik memiliki kekuatan hebat walau memiliki tembok bernama bahasa. Hanya musisi hebat yang mampu menembus dinding-dinding itu. Didi Kempot adalah salah satunya, ia mampu membuat orang yang bukan bersuku Jawa bisa menikmati lagunya. Ini sebuah kemajuan dalam berkebudayaan, bahwa suku dan bangsa lain bisa saling menerima karya dari golongan lain. Sesuatu yang saat kini benar-benar kita butuhkan bukan setelah kontestasi politik yang melibatkan sentimen suku, agama, ras, dan antargolongan.
<\/p>\n\n\n\n

Didi Kempot memang sedang naik daun dan kini namanya lagi disebut-sebut di banyak penjuru di ibu kota. Ketakutan saya adalah akan seberapa lama tren ini berlanjut, mengingat tak banyak yang bisa bertahan lama di Jakarta. Akan tetapi pikiran tersebut saya rasa salah, Didi Kempot boleh saja naik daun dan tiba-tiba hilang di Jakarta, akan tetapi karya dan dirinya tetap abadi di Indonesia. Karena yang membuat Didi Kempot agung adalah kita yang selalu kekanak-kanakan menghadapi masalah patah hati. <\/p>\n","post_title":"Memuja-muja Didi Kempot, Mengagung-agungkan Patah Hati","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"memuja-muja-didi-kempot-mengagung-agungkan-patah-hati","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-07-29 16:13:56","post_modified_gmt":"2019-07-29 09:13:56","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5889","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5862,"post_author":"919","post_date":"2019-07-14 12:50:58","post_date_gmt":"2019-07-14 05:50:58","post_content":"\n

Musim haji kini telah tiba. Diperkirakan jutaan orang kini telah memadati Masjidil Haram di Mekkah, Arab Saudi untuk memenuhi salah satu rukun Islam tiap tahunnya. Ritual suci ini menjadi salah satu impian bagi tiap umat muslim di seluruh dunia dan tak seluruhnya bisa melaksanakannya. 
<\/p>\n\n\n\n

Walau demikian musim haji di Indonesia tak pernah sepi peminat. Menko Perekonomian Darmin Nasution memperkirakan jumlah jamaah haji Indonesia akan mencapai 4,34 juta jiwa pada 2019. Per hari ini (14\/7\/2019) jumlah jemaah diperkirakan sudah mencapai 47.983 orang yang sudah berdatangan ke Madinah. 
<\/p>\n\n\n\n

Ada-ada saja memang kelakuan masyarakat Indonesia ketika berkunjung ke luar negeri terutama untuk ibadah haji yang memakan waktu hingga satu bulan. Ada kisah para peserta membawa makanan khas daerah masing-masing karena takut tak bisa menyesuaikan dengan kudapan di sana. Ada yang membawa sambal, jengkol, ikan teri, padahal pihak penyelenggara sudah menyediakan makanan yang sesuai dengan lidah mereka.
<\/p>\n\n\n\n

Salah satu kebiasaan masyarakat Indonesia adalah merokok dan tradisi tersebut sudah mengakar sejak lama. Cita rasa kretek yang kuat dengan campuran cengkeh membuat masyarakat kita sulit menikmati produk rokok asing. Maka dengan demikian ketika bepergian ke luar negeri membawa rokok dari Indonesia adalah hal yang nampaknya sudah jadi kebiasaan. Sejatinya hal tersebut tak bisa dikatakan sebagai aktivitas ilegal, karena mereka membawa rokok lokal untuk dikonsumsi pribadi dan bukan untuk dijual.
<\/p>\n\n\n\n

Pemerintah sejatinya sudah mengakomodasi kebutuhan para perokok yang sedang menjadi peserta haji. Kemudahan itu adalah dengan memperbolehkan jamaah haji membawa rokok maksimal 200 batang untuk dibawa ke tanah suci. Jika berlebih, maka siap-siap untuk diamankan dan disita. Akibat informasi yang kadang tak menyeluruh, kadang masih ada saja rokok yang disita. Tribun Jabar misalnya memberitakan bahwa sehari ada sekitar 200 batang rokok yang disita oleh pihak bea dan cukai.
<\/p>\n\n\n\n

Peraturan memang ada untuk dipatuhi dan diikuti, sebagai perokok tentu hal tersebut tak boleh dihiraukan. Ada baiknya untuk mengikuti prosedur yang sudah diterapkan agar ibadah haji semakin nyaman. Tentu ijin boleh membawa rokok sebanyak 200 batang sudah cukup mengakomodir kebutuhan para perokok. Jika dihitung dalam 40 hari maka dalam satu hari satu jamaah haji bisa mengisap lima batang tentu pas jika kita anggap setiap sehabis sholat menghisap satu batang rokok. Tentu paduan yang sempurna antara ibadah dan kebiasaan merokok. 
<\/p>\n\n\n\n

Ada cara lain untuk mengakali peraturan tersebut, salah satunya adalah dengan menitip kepada anggota keluarga lain. Tentu cara ini sebenarnya tidak bermasalah karena setiap orang punya hak untuk membawa 200 batang rokok. Cara ini nampaknya cukup ampuh dan sudah dilakukan oleh beberapa jamaah haji. Asalkan rokok yang dibawa tentu hanya untuk kebutuhan pribadi, bukan untuk dijual kembali di sana. 
<\/p>\n\n\n\n

Pada akhirnya ibadah harus menjadi petimbangan utama saat ke tanah suci. Mengenai barang bawaan yang sudah diatur harus betul-betul diperhatikan. Toh rokok bukan barang yang bercandu sehingga kebiasaan merokok pun masih bisa diatasi ketika di tanah suci.
<\/p>\n","post_title":"Hal yang Perlu Diperhatikan Perokok Saat Berangkat Haji","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"hal-yang-perlu-diperhatikan-perokok-saat-berangkat-haji","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-07-14 12:51:04","post_modified_gmt":"2019-07-14 05:51:04","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5862","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":7},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"epic_block_3"};

\n

Pamer bojo anyar neng ngarepku\u201d<\/em>
<\/p>\n\n\n\n

Bagi saya musik memiliki kekuatan hebat walau memiliki tembok bernama bahasa. Hanya musisi hebat yang mampu menembus dinding-dinding itu. Didi Kempot adalah salah satunya, ia mampu membuat orang yang bukan bersuku Jawa bisa menikmati lagunya. Ini sebuah kemajuan dalam berkebudayaan, bahwa suku dan bangsa lain bisa saling menerima karya dari golongan lain. Sesuatu yang saat kini benar-benar kita butuhkan bukan setelah kontestasi politik yang melibatkan sentimen suku, agama, ras, dan antargolongan.
<\/p>\n\n\n\n

Didi Kempot memang sedang naik daun dan kini namanya lagi disebut-sebut di banyak penjuru di ibu kota. Ketakutan saya adalah akan seberapa lama tren ini berlanjut, mengingat tak banyak yang bisa bertahan lama di Jakarta. Akan tetapi pikiran tersebut saya rasa salah, Didi Kempot boleh saja naik daun dan tiba-tiba hilang di Jakarta, akan tetapi karya dan dirinya tetap abadi di Indonesia. Karena yang membuat Didi Kempot agung adalah kita yang selalu kekanak-kanakan menghadapi masalah patah hati. <\/p>\n","post_title":"Memuja-muja Didi Kempot, Mengagung-agungkan Patah Hati","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"memuja-muja-didi-kempot-mengagung-agungkan-patah-hati","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-07-29 16:13:56","post_modified_gmt":"2019-07-29 09:13:56","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5889","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5862,"post_author":"919","post_date":"2019-07-14 12:50:58","post_date_gmt":"2019-07-14 05:50:58","post_content":"\n

Musim haji kini telah tiba. Diperkirakan jutaan orang kini telah memadati Masjidil Haram di Mekkah, Arab Saudi untuk memenuhi salah satu rukun Islam tiap tahunnya. Ritual suci ini menjadi salah satu impian bagi tiap umat muslim di seluruh dunia dan tak seluruhnya bisa melaksanakannya. 
<\/p>\n\n\n\n

Walau demikian musim haji di Indonesia tak pernah sepi peminat. Menko Perekonomian Darmin Nasution memperkirakan jumlah jamaah haji Indonesia akan mencapai 4,34 juta jiwa pada 2019. Per hari ini (14\/7\/2019) jumlah jemaah diperkirakan sudah mencapai 47.983 orang yang sudah berdatangan ke Madinah. 
<\/p>\n\n\n\n

Ada-ada saja memang kelakuan masyarakat Indonesia ketika berkunjung ke luar negeri terutama untuk ibadah haji yang memakan waktu hingga satu bulan. Ada kisah para peserta membawa makanan khas daerah masing-masing karena takut tak bisa menyesuaikan dengan kudapan di sana. Ada yang membawa sambal, jengkol, ikan teri, padahal pihak penyelenggara sudah menyediakan makanan yang sesuai dengan lidah mereka.
<\/p>\n\n\n\n

Salah satu kebiasaan masyarakat Indonesia adalah merokok dan tradisi tersebut sudah mengakar sejak lama. Cita rasa kretek yang kuat dengan campuran cengkeh membuat masyarakat kita sulit menikmati produk rokok asing. Maka dengan demikian ketika bepergian ke luar negeri membawa rokok dari Indonesia adalah hal yang nampaknya sudah jadi kebiasaan. Sejatinya hal tersebut tak bisa dikatakan sebagai aktivitas ilegal, karena mereka membawa rokok lokal untuk dikonsumsi pribadi dan bukan untuk dijual.
<\/p>\n\n\n\n

Pemerintah sejatinya sudah mengakomodasi kebutuhan para perokok yang sedang menjadi peserta haji. Kemudahan itu adalah dengan memperbolehkan jamaah haji membawa rokok maksimal 200 batang untuk dibawa ke tanah suci. Jika berlebih, maka siap-siap untuk diamankan dan disita. Akibat informasi yang kadang tak menyeluruh, kadang masih ada saja rokok yang disita. Tribun Jabar misalnya memberitakan bahwa sehari ada sekitar 200 batang rokok yang disita oleh pihak bea dan cukai.
<\/p>\n\n\n\n

Peraturan memang ada untuk dipatuhi dan diikuti, sebagai perokok tentu hal tersebut tak boleh dihiraukan. Ada baiknya untuk mengikuti prosedur yang sudah diterapkan agar ibadah haji semakin nyaman. Tentu ijin boleh membawa rokok sebanyak 200 batang sudah cukup mengakomodir kebutuhan para perokok. Jika dihitung dalam 40 hari maka dalam satu hari satu jamaah haji bisa mengisap lima batang tentu pas jika kita anggap setiap sehabis sholat menghisap satu batang rokok. Tentu paduan yang sempurna antara ibadah dan kebiasaan merokok. 
<\/p>\n\n\n\n

Ada cara lain untuk mengakali peraturan tersebut, salah satunya adalah dengan menitip kepada anggota keluarga lain. Tentu cara ini sebenarnya tidak bermasalah karena setiap orang punya hak untuk membawa 200 batang rokok. Cara ini nampaknya cukup ampuh dan sudah dilakukan oleh beberapa jamaah haji. Asalkan rokok yang dibawa tentu hanya untuk kebutuhan pribadi, bukan untuk dijual kembali di sana. 
<\/p>\n\n\n\n

Pada akhirnya ibadah harus menjadi petimbangan utama saat ke tanah suci. Mengenai barang bawaan yang sudah diatur harus betul-betul diperhatikan. Toh rokok bukan barang yang bercandu sehingga kebiasaan merokok pun masih bisa diatasi ketika di tanah suci.
<\/p>\n","post_title":"Hal yang Perlu Diperhatikan Perokok Saat Berangkat Haji","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"hal-yang-perlu-diperhatikan-perokok-saat-berangkat-haji","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-07-14 12:51:04","post_modified_gmt":"2019-07-14 05:51:04","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5862","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":7},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"epic_block_3"};

\n

\u201cNeng opo seneng aku yen mung gawe laraku<\/em><\/p>\n\n\n\n

Pamer bojo anyar neng ngarepku\u201d<\/em>
<\/p>\n\n\n\n

Bagi saya musik memiliki kekuatan hebat walau memiliki tembok bernama bahasa. Hanya musisi hebat yang mampu menembus dinding-dinding itu. Didi Kempot adalah salah satunya, ia mampu membuat orang yang bukan bersuku Jawa bisa menikmati lagunya. Ini sebuah kemajuan dalam berkebudayaan, bahwa suku dan bangsa lain bisa saling menerima karya dari golongan lain. Sesuatu yang saat kini benar-benar kita butuhkan bukan setelah kontestasi politik yang melibatkan sentimen suku, agama, ras, dan antargolongan.
<\/p>\n\n\n\n

Didi Kempot memang sedang naik daun dan kini namanya lagi disebut-sebut di banyak penjuru di ibu kota. Ketakutan saya adalah akan seberapa lama tren ini berlanjut, mengingat tak banyak yang bisa bertahan lama di Jakarta. Akan tetapi pikiran tersebut saya rasa salah, Didi Kempot boleh saja naik daun dan tiba-tiba hilang di Jakarta, akan tetapi karya dan dirinya tetap abadi di Indonesia. Karena yang membuat Didi Kempot agung adalah kita yang selalu kekanak-kanakan menghadapi masalah patah hati. <\/p>\n","post_title":"Memuja-muja Didi Kempot, Mengagung-agungkan Patah Hati","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"memuja-muja-didi-kempot-mengagung-agungkan-patah-hati","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-07-29 16:13:56","post_modified_gmt":"2019-07-29 09:13:56","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5889","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5862,"post_author":"919","post_date":"2019-07-14 12:50:58","post_date_gmt":"2019-07-14 05:50:58","post_content":"\n

Musim haji kini telah tiba. Diperkirakan jutaan orang kini telah memadati Masjidil Haram di Mekkah, Arab Saudi untuk memenuhi salah satu rukun Islam tiap tahunnya. Ritual suci ini menjadi salah satu impian bagi tiap umat muslim di seluruh dunia dan tak seluruhnya bisa melaksanakannya. 
<\/p>\n\n\n\n

Walau demikian musim haji di Indonesia tak pernah sepi peminat. Menko Perekonomian Darmin Nasution memperkirakan jumlah jamaah haji Indonesia akan mencapai 4,34 juta jiwa pada 2019. Per hari ini (14\/7\/2019) jumlah jemaah diperkirakan sudah mencapai 47.983 orang yang sudah berdatangan ke Madinah. 
<\/p>\n\n\n\n

Ada-ada saja memang kelakuan masyarakat Indonesia ketika berkunjung ke luar negeri terutama untuk ibadah haji yang memakan waktu hingga satu bulan. Ada kisah para peserta membawa makanan khas daerah masing-masing karena takut tak bisa menyesuaikan dengan kudapan di sana. Ada yang membawa sambal, jengkol, ikan teri, padahal pihak penyelenggara sudah menyediakan makanan yang sesuai dengan lidah mereka.
<\/p>\n\n\n\n

Salah satu kebiasaan masyarakat Indonesia adalah merokok dan tradisi tersebut sudah mengakar sejak lama. Cita rasa kretek yang kuat dengan campuran cengkeh membuat masyarakat kita sulit menikmati produk rokok asing. Maka dengan demikian ketika bepergian ke luar negeri membawa rokok dari Indonesia adalah hal yang nampaknya sudah jadi kebiasaan. Sejatinya hal tersebut tak bisa dikatakan sebagai aktivitas ilegal, karena mereka membawa rokok lokal untuk dikonsumsi pribadi dan bukan untuk dijual.
<\/p>\n\n\n\n

Pemerintah sejatinya sudah mengakomodasi kebutuhan para perokok yang sedang menjadi peserta haji. Kemudahan itu adalah dengan memperbolehkan jamaah haji membawa rokok maksimal 200 batang untuk dibawa ke tanah suci. Jika berlebih, maka siap-siap untuk diamankan dan disita. Akibat informasi yang kadang tak menyeluruh, kadang masih ada saja rokok yang disita. Tribun Jabar misalnya memberitakan bahwa sehari ada sekitar 200 batang rokok yang disita oleh pihak bea dan cukai.
<\/p>\n\n\n\n

Peraturan memang ada untuk dipatuhi dan diikuti, sebagai perokok tentu hal tersebut tak boleh dihiraukan. Ada baiknya untuk mengikuti prosedur yang sudah diterapkan agar ibadah haji semakin nyaman. Tentu ijin boleh membawa rokok sebanyak 200 batang sudah cukup mengakomodir kebutuhan para perokok. Jika dihitung dalam 40 hari maka dalam satu hari satu jamaah haji bisa mengisap lima batang tentu pas jika kita anggap setiap sehabis sholat menghisap satu batang rokok. Tentu paduan yang sempurna antara ibadah dan kebiasaan merokok. 
<\/p>\n\n\n\n

Ada cara lain untuk mengakali peraturan tersebut, salah satunya adalah dengan menitip kepada anggota keluarga lain. Tentu cara ini sebenarnya tidak bermasalah karena setiap orang punya hak untuk membawa 200 batang rokok. Cara ini nampaknya cukup ampuh dan sudah dilakukan oleh beberapa jamaah haji. Asalkan rokok yang dibawa tentu hanya untuk kebutuhan pribadi, bukan untuk dijual kembali di sana. 
<\/p>\n\n\n\n

Pada akhirnya ibadah harus menjadi petimbangan utama saat ke tanah suci. Mengenai barang bawaan yang sudah diatur harus betul-betul diperhatikan. Toh rokok bukan barang yang bercandu sehingga kebiasaan merokok pun masih bisa diatasi ketika di tanah suci.
<\/p>\n","post_title":"Hal yang Perlu Diperhatikan Perokok Saat Berangkat Haji","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"hal-yang-perlu-diperhatikan-perokok-saat-berangkat-haji","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-07-14 12:51:04","post_modified_gmt":"2019-07-14 05:51:04","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5862","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":7},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"epic_block_3"};

\n

Pamer Bojo adalah selanjutnya, ia hadir tepat di saat anak muda sedang mengalami tren nikah dini. Saat usia muda memang perasaan dan cinta sedang berkecamuknya, lalu dihadapkan dengan permasalahan yang cukup pelik dalam asmara yaitu ditinggal nikah. Lagu Pamer Bojo adalah solusinya, meski dalam liriknya ada pesan bahwa kita memang tidak pernah siap melihat yang dicinta menikah dengan orang lain. 
<\/p>\n\n\n\n

\u201cNeng opo seneng aku yen mung gawe laraku<\/em><\/p>\n\n\n\n

Pamer bojo anyar neng ngarepku\u201d<\/em>
<\/p>\n\n\n\n

Bagi saya musik memiliki kekuatan hebat walau memiliki tembok bernama bahasa. Hanya musisi hebat yang mampu menembus dinding-dinding itu. Didi Kempot adalah salah satunya, ia mampu membuat orang yang bukan bersuku Jawa bisa menikmati lagunya. Ini sebuah kemajuan dalam berkebudayaan, bahwa suku dan bangsa lain bisa saling menerima karya dari golongan lain. Sesuatu yang saat kini benar-benar kita butuhkan bukan setelah kontestasi politik yang melibatkan sentimen suku, agama, ras, dan antargolongan.
<\/p>\n\n\n\n

Didi Kempot memang sedang naik daun dan kini namanya lagi disebut-sebut di banyak penjuru di ibu kota. Ketakutan saya adalah akan seberapa lama tren ini berlanjut, mengingat tak banyak yang bisa bertahan lama di Jakarta. Akan tetapi pikiran tersebut saya rasa salah, Didi Kempot boleh saja naik daun dan tiba-tiba hilang di Jakarta, akan tetapi karya dan dirinya tetap abadi di Indonesia. Karena yang membuat Didi Kempot agung adalah kita yang selalu kekanak-kanakan menghadapi masalah patah hati. <\/p>\n","post_title":"Memuja-muja Didi Kempot, Mengagung-agungkan Patah Hati","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"memuja-muja-didi-kempot-mengagung-agungkan-patah-hati","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-07-29 16:13:56","post_modified_gmt":"2019-07-29 09:13:56","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5889","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5862,"post_author":"919","post_date":"2019-07-14 12:50:58","post_date_gmt":"2019-07-14 05:50:58","post_content":"\n

Musim haji kini telah tiba. Diperkirakan jutaan orang kini telah memadati Masjidil Haram di Mekkah, Arab Saudi untuk memenuhi salah satu rukun Islam tiap tahunnya. Ritual suci ini menjadi salah satu impian bagi tiap umat muslim di seluruh dunia dan tak seluruhnya bisa melaksanakannya. 
<\/p>\n\n\n\n

Walau demikian musim haji di Indonesia tak pernah sepi peminat. Menko Perekonomian Darmin Nasution memperkirakan jumlah jamaah haji Indonesia akan mencapai 4,34 juta jiwa pada 2019. Per hari ini (14\/7\/2019) jumlah jemaah diperkirakan sudah mencapai 47.983 orang yang sudah berdatangan ke Madinah. 
<\/p>\n\n\n\n

Ada-ada saja memang kelakuan masyarakat Indonesia ketika berkunjung ke luar negeri terutama untuk ibadah haji yang memakan waktu hingga satu bulan. Ada kisah para peserta membawa makanan khas daerah masing-masing karena takut tak bisa menyesuaikan dengan kudapan di sana. Ada yang membawa sambal, jengkol, ikan teri, padahal pihak penyelenggara sudah menyediakan makanan yang sesuai dengan lidah mereka.
<\/p>\n\n\n\n

Salah satu kebiasaan masyarakat Indonesia adalah merokok dan tradisi tersebut sudah mengakar sejak lama. Cita rasa kretek yang kuat dengan campuran cengkeh membuat masyarakat kita sulit menikmati produk rokok asing. Maka dengan demikian ketika bepergian ke luar negeri membawa rokok dari Indonesia adalah hal yang nampaknya sudah jadi kebiasaan. Sejatinya hal tersebut tak bisa dikatakan sebagai aktivitas ilegal, karena mereka membawa rokok lokal untuk dikonsumsi pribadi dan bukan untuk dijual.
<\/p>\n\n\n\n

Pemerintah sejatinya sudah mengakomodasi kebutuhan para perokok yang sedang menjadi peserta haji. Kemudahan itu adalah dengan memperbolehkan jamaah haji membawa rokok maksimal 200 batang untuk dibawa ke tanah suci. Jika berlebih, maka siap-siap untuk diamankan dan disita. Akibat informasi yang kadang tak menyeluruh, kadang masih ada saja rokok yang disita. Tribun Jabar misalnya memberitakan bahwa sehari ada sekitar 200 batang rokok yang disita oleh pihak bea dan cukai.
<\/p>\n\n\n\n

Peraturan memang ada untuk dipatuhi dan diikuti, sebagai perokok tentu hal tersebut tak boleh dihiraukan. Ada baiknya untuk mengikuti prosedur yang sudah diterapkan agar ibadah haji semakin nyaman. Tentu ijin boleh membawa rokok sebanyak 200 batang sudah cukup mengakomodir kebutuhan para perokok. Jika dihitung dalam 40 hari maka dalam satu hari satu jamaah haji bisa mengisap lima batang tentu pas jika kita anggap setiap sehabis sholat menghisap satu batang rokok. Tentu paduan yang sempurna antara ibadah dan kebiasaan merokok. 
<\/p>\n\n\n\n

Ada cara lain untuk mengakali peraturan tersebut, salah satunya adalah dengan menitip kepada anggota keluarga lain. Tentu cara ini sebenarnya tidak bermasalah karena setiap orang punya hak untuk membawa 200 batang rokok. Cara ini nampaknya cukup ampuh dan sudah dilakukan oleh beberapa jamaah haji. Asalkan rokok yang dibawa tentu hanya untuk kebutuhan pribadi, bukan untuk dijual kembali di sana. 
<\/p>\n\n\n\n

Pada akhirnya ibadah harus menjadi petimbangan utama saat ke tanah suci. Mengenai barang bawaan yang sudah diatur harus betul-betul diperhatikan. Toh rokok bukan barang yang bercandu sehingga kebiasaan merokok pun masih bisa diatasi ketika di tanah suci.
<\/p>\n","post_title":"Hal yang Perlu Diperhatikan Perokok Saat Berangkat Haji","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"hal-yang-perlu-diperhatikan-perokok-saat-berangkat-haji","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-07-14 12:51:04","post_modified_gmt":"2019-07-14 05:51:04","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5862","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":7},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"epic_block_3"};

\n

Lagu Sewu Kutho misalnya, saya anggap sebagai lagu patah hati terhebat yang pernah ia buat. Bagaimana rasa rindu, sakit, dan keikhlasan menyatu menjadi satu dalam sebuah lagu. Bahkan doa juga ia sematkan kepada orang yang disayang, agar hidup dia yang dicinta hidup lebih bahagia daripada dirinya. Meski sebenarnya dalam lagu tersebut ada pertentangan lain dalam dirinya yang masih tak bisa ia atasi, ia masih ingin bertemu dengan yang dicinta dengan cara apapun.
<\/p>\n\n\n\n

Pamer Bojo adalah selanjutnya, ia hadir tepat di saat anak muda sedang mengalami tren nikah dini. Saat usia muda memang perasaan dan cinta sedang berkecamuknya, lalu dihadapkan dengan permasalahan yang cukup pelik dalam asmara yaitu ditinggal nikah. Lagu Pamer Bojo adalah solusinya, meski dalam liriknya ada pesan bahwa kita memang tidak pernah siap melihat yang dicinta menikah dengan orang lain. 
<\/p>\n\n\n\n

\u201cNeng opo seneng aku yen mung gawe laraku<\/em><\/p>\n\n\n\n

Pamer bojo anyar neng ngarepku\u201d<\/em>
<\/p>\n\n\n\n

Bagi saya musik memiliki kekuatan hebat walau memiliki tembok bernama bahasa. Hanya musisi hebat yang mampu menembus dinding-dinding itu. Didi Kempot adalah salah satunya, ia mampu membuat orang yang bukan bersuku Jawa bisa menikmati lagunya. Ini sebuah kemajuan dalam berkebudayaan, bahwa suku dan bangsa lain bisa saling menerima karya dari golongan lain. Sesuatu yang saat kini benar-benar kita butuhkan bukan setelah kontestasi politik yang melibatkan sentimen suku, agama, ras, dan antargolongan.
<\/p>\n\n\n\n

Didi Kempot memang sedang naik daun dan kini namanya lagi disebut-sebut di banyak penjuru di ibu kota. Ketakutan saya adalah akan seberapa lama tren ini berlanjut, mengingat tak banyak yang bisa bertahan lama di Jakarta. Akan tetapi pikiran tersebut saya rasa salah, Didi Kempot boleh saja naik daun dan tiba-tiba hilang di Jakarta, akan tetapi karya dan dirinya tetap abadi di Indonesia. Karena yang membuat Didi Kempot agung adalah kita yang selalu kekanak-kanakan menghadapi masalah patah hati. <\/p>\n","post_title":"Memuja-muja Didi Kempot, Mengagung-agungkan Patah Hati","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"memuja-muja-didi-kempot-mengagung-agungkan-patah-hati","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-07-29 16:13:56","post_modified_gmt":"2019-07-29 09:13:56","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5889","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5862,"post_author":"919","post_date":"2019-07-14 12:50:58","post_date_gmt":"2019-07-14 05:50:58","post_content":"\n

Musim haji kini telah tiba. Diperkirakan jutaan orang kini telah memadati Masjidil Haram di Mekkah, Arab Saudi untuk memenuhi salah satu rukun Islam tiap tahunnya. Ritual suci ini menjadi salah satu impian bagi tiap umat muslim di seluruh dunia dan tak seluruhnya bisa melaksanakannya. 
<\/p>\n\n\n\n

Walau demikian musim haji di Indonesia tak pernah sepi peminat. Menko Perekonomian Darmin Nasution memperkirakan jumlah jamaah haji Indonesia akan mencapai 4,34 juta jiwa pada 2019. Per hari ini (14\/7\/2019) jumlah jemaah diperkirakan sudah mencapai 47.983 orang yang sudah berdatangan ke Madinah. 
<\/p>\n\n\n\n

Ada-ada saja memang kelakuan masyarakat Indonesia ketika berkunjung ke luar negeri terutama untuk ibadah haji yang memakan waktu hingga satu bulan. Ada kisah para peserta membawa makanan khas daerah masing-masing karena takut tak bisa menyesuaikan dengan kudapan di sana. Ada yang membawa sambal, jengkol, ikan teri, padahal pihak penyelenggara sudah menyediakan makanan yang sesuai dengan lidah mereka.
<\/p>\n\n\n\n

Salah satu kebiasaan masyarakat Indonesia adalah merokok dan tradisi tersebut sudah mengakar sejak lama. Cita rasa kretek yang kuat dengan campuran cengkeh membuat masyarakat kita sulit menikmati produk rokok asing. Maka dengan demikian ketika bepergian ke luar negeri membawa rokok dari Indonesia adalah hal yang nampaknya sudah jadi kebiasaan. Sejatinya hal tersebut tak bisa dikatakan sebagai aktivitas ilegal, karena mereka membawa rokok lokal untuk dikonsumsi pribadi dan bukan untuk dijual.
<\/p>\n\n\n\n

Pemerintah sejatinya sudah mengakomodasi kebutuhan para perokok yang sedang menjadi peserta haji. Kemudahan itu adalah dengan memperbolehkan jamaah haji membawa rokok maksimal 200 batang untuk dibawa ke tanah suci. Jika berlebih, maka siap-siap untuk diamankan dan disita. Akibat informasi yang kadang tak menyeluruh, kadang masih ada saja rokok yang disita. Tribun Jabar misalnya memberitakan bahwa sehari ada sekitar 200 batang rokok yang disita oleh pihak bea dan cukai.
<\/p>\n\n\n\n

Peraturan memang ada untuk dipatuhi dan diikuti, sebagai perokok tentu hal tersebut tak boleh dihiraukan. Ada baiknya untuk mengikuti prosedur yang sudah diterapkan agar ibadah haji semakin nyaman. Tentu ijin boleh membawa rokok sebanyak 200 batang sudah cukup mengakomodir kebutuhan para perokok. Jika dihitung dalam 40 hari maka dalam satu hari satu jamaah haji bisa mengisap lima batang tentu pas jika kita anggap setiap sehabis sholat menghisap satu batang rokok. Tentu paduan yang sempurna antara ibadah dan kebiasaan merokok. 
<\/p>\n\n\n\n

Ada cara lain untuk mengakali peraturan tersebut, salah satunya adalah dengan menitip kepada anggota keluarga lain. Tentu cara ini sebenarnya tidak bermasalah karena setiap orang punya hak untuk membawa 200 batang rokok. Cara ini nampaknya cukup ampuh dan sudah dilakukan oleh beberapa jamaah haji. Asalkan rokok yang dibawa tentu hanya untuk kebutuhan pribadi, bukan untuk dijual kembali di sana. 
<\/p>\n\n\n\n

Pada akhirnya ibadah harus menjadi petimbangan utama saat ke tanah suci. Mengenai barang bawaan yang sudah diatur harus betul-betul diperhatikan. Toh rokok bukan barang yang bercandu sehingga kebiasaan merokok pun masih bisa diatasi ketika di tanah suci.
<\/p>\n","post_title":"Hal yang Perlu Diperhatikan Perokok Saat Berangkat Haji","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"hal-yang-perlu-diperhatikan-perokok-saat-berangkat-haji","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-07-14 12:51:04","post_modified_gmt":"2019-07-14 05:51:04","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5862","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":7},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"epic_block_3"};

\n

Saya dan mungkin juga kalian sejatinya sudah cukup lama mendengar lagu-lagu Didi Kempot, mungkin sejak SD. Saat umur belum dua angka seperti saat ini, Didi Kempot mungkin hanya saya sebut sebagai musisi yang beraliran Campursari (meski memang benar seperti itu). Namun, ketika umur kian bertambah, Didi Kempot rupanya jauh lebih besar dari itu. Bisa jadi dia adalah representasi dari diksi patah hati itu sendiri.
<\/p>\n\n\n\n

Lagu Sewu Kutho misalnya, saya anggap sebagai lagu patah hati terhebat yang pernah ia buat. Bagaimana rasa rindu, sakit, dan keikhlasan menyatu menjadi satu dalam sebuah lagu. Bahkan doa juga ia sematkan kepada orang yang disayang, agar hidup dia yang dicinta hidup lebih bahagia daripada dirinya. Meski sebenarnya dalam lagu tersebut ada pertentangan lain dalam dirinya yang masih tak bisa ia atasi, ia masih ingin bertemu dengan yang dicinta dengan cara apapun.
<\/p>\n\n\n\n

Pamer Bojo adalah selanjutnya, ia hadir tepat di saat anak muda sedang mengalami tren nikah dini. Saat usia muda memang perasaan dan cinta sedang berkecamuknya, lalu dihadapkan dengan permasalahan yang cukup pelik dalam asmara yaitu ditinggal nikah. Lagu Pamer Bojo adalah solusinya, meski dalam liriknya ada pesan bahwa kita memang tidak pernah siap melihat yang dicinta menikah dengan orang lain. 
<\/p>\n\n\n\n

\u201cNeng opo seneng aku yen mung gawe laraku<\/em><\/p>\n\n\n\n

Pamer bojo anyar neng ngarepku\u201d<\/em>
<\/p>\n\n\n\n

Bagi saya musik memiliki kekuatan hebat walau memiliki tembok bernama bahasa. Hanya musisi hebat yang mampu menembus dinding-dinding itu. Didi Kempot adalah salah satunya, ia mampu membuat orang yang bukan bersuku Jawa bisa menikmati lagunya. Ini sebuah kemajuan dalam berkebudayaan, bahwa suku dan bangsa lain bisa saling menerima karya dari golongan lain. Sesuatu yang saat kini benar-benar kita butuhkan bukan setelah kontestasi politik yang melibatkan sentimen suku, agama, ras, dan antargolongan.
<\/p>\n\n\n\n

Didi Kempot memang sedang naik daun dan kini namanya lagi disebut-sebut di banyak penjuru di ibu kota. Ketakutan saya adalah akan seberapa lama tren ini berlanjut, mengingat tak banyak yang bisa bertahan lama di Jakarta. Akan tetapi pikiran tersebut saya rasa salah, Didi Kempot boleh saja naik daun dan tiba-tiba hilang di Jakarta, akan tetapi karya dan dirinya tetap abadi di Indonesia. Karena yang membuat Didi Kempot agung adalah kita yang selalu kekanak-kanakan menghadapi masalah patah hati. <\/p>\n","post_title":"Memuja-muja Didi Kempot, Mengagung-agungkan Patah Hati","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"memuja-muja-didi-kempot-mengagung-agungkan-patah-hati","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-07-29 16:13:56","post_modified_gmt":"2019-07-29 09:13:56","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5889","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5862,"post_author":"919","post_date":"2019-07-14 12:50:58","post_date_gmt":"2019-07-14 05:50:58","post_content":"\n

Musim haji kini telah tiba. Diperkirakan jutaan orang kini telah memadati Masjidil Haram di Mekkah, Arab Saudi untuk memenuhi salah satu rukun Islam tiap tahunnya. Ritual suci ini menjadi salah satu impian bagi tiap umat muslim di seluruh dunia dan tak seluruhnya bisa melaksanakannya. 
<\/p>\n\n\n\n

Walau demikian musim haji di Indonesia tak pernah sepi peminat. Menko Perekonomian Darmin Nasution memperkirakan jumlah jamaah haji Indonesia akan mencapai 4,34 juta jiwa pada 2019. Per hari ini (14\/7\/2019) jumlah jemaah diperkirakan sudah mencapai 47.983 orang yang sudah berdatangan ke Madinah. 
<\/p>\n\n\n\n

Ada-ada saja memang kelakuan masyarakat Indonesia ketika berkunjung ke luar negeri terutama untuk ibadah haji yang memakan waktu hingga satu bulan. Ada kisah para peserta membawa makanan khas daerah masing-masing karena takut tak bisa menyesuaikan dengan kudapan di sana. Ada yang membawa sambal, jengkol, ikan teri, padahal pihak penyelenggara sudah menyediakan makanan yang sesuai dengan lidah mereka.
<\/p>\n\n\n\n

Salah satu kebiasaan masyarakat Indonesia adalah merokok dan tradisi tersebut sudah mengakar sejak lama. Cita rasa kretek yang kuat dengan campuran cengkeh membuat masyarakat kita sulit menikmati produk rokok asing. Maka dengan demikian ketika bepergian ke luar negeri membawa rokok dari Indonesia adalah hal yang nampaknya sudah jadi kebiasaan. Sejatinya hal tersebut tak bisa dikatakan sebagai aktivitas ilegal, karena mereka membawa rokok lokal untuk dikonsumsi pribadi dan bukan untuk dijual.
<\/p>\n\n\n\n

Pemerintah sejatinya sudah mengakomodasi kebutuhan para perokok yang sedang menjadi peserta haji. Kemudahan itu adalah dengan memperbolehkan jamaah haji membawa rokok maksimal 200 batang untuk dibawa ke tanah suci. Jika berlebih, maka siap-siap untuk diamankan dan disita. Akibat informasi yang kadang tak menyeluruh, kadang masih ada saja rokok yang disita. Tribun Jabar misalnya memberitakan bahwa sehari ada sekitar 200 batang rokok yang disita oleh pihak bea dan cukai.
<\/p>\n\n\n\n

Peraturan memang ada untuk dipatuhi dan diikuti, sebagai perokok tentu hal tersebut tak boleh dihiraukan. Ada baiknya untuk mengikuti prosedur yang sudah diterapkan agar ibadah haji semakin nyaman. Tentu ijin boleh membawa rokok sebanyak 200 batang sudah cukup mengakomodir kebutuhan para perokok. Jika dihitung dalam 40 hari maka dalam satu hari satu jamaah haji bisa mengisap lima batang tentu pas jika kita anggap setiap sehabis sholat menghisap satu batang rokok. Tentu paduan yang sempurna antara ibadah dan kebiasaan merokok. 
<\/p>\n\n\n\n

Ada cara lain untuk mengakali peraturan tersebut, salah satunya adalah dengan menitip kepada anggota keluarga lain. Tentu cara ini sebenarnya tidak bermasalah karena setiap orang punya hak untuk membawa 200 batang rokok. Cara ini nampaknya cukup ampuh dan sudah dilakukan oleh beberapa jamaah haji. Asalkan rokok yang dibawa tentu hanya untuk kebutuhan pribadi, bukan untuk dijual kembali di sana. 
<\/p>\n\n\n\n

Pada akhirnya ibadah harus menjadi petimbangan utama saat ke tanah suci. Mengenai barang bawaan yang sudah diatur harus betul-betul diperhatikan. Toh rokok bukan barang yang bercandu sehingga kebiasaan merokok pun masih bisa diatasi ketika di tanah suci.
<\/p>\n","post_title":"Hal yang Perlu Diperhatikan Perokok Saat Berangkat Haji","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"hal-yang-perlu-diperhatikan-perokok-saat-berangkat-haji","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-07-14 12:51:04","post_modified_gmt":"2019-07-14 05:51:04","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5862","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":7},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"epic_block_3"};

\n

Sosok yang memulai karier berseni sebagai musisi jalanan tersebut kini lagi digandrungi anak muda. Mereka menyebutnya sebagai Sadbois atau Sadgirls, mengagung-mengagungkan patah hati, merayakan kesedihan, dan Didi Kempot yang secara lelucon mereka sebut Lord, hadir memaksimalkan euforia tersebut. Satu lagu, dua lagu, tiga lagu, kalimat seperti \u2018Bajingan kowe dek!\u2019 mulai terlontar dari mulut-mulut penikmat lagu-lagu Didi Kempot.
<\/p>\n\n\n\n

Saya dan mungkin juga kalian sejatinya sudah cukup lama mendengar lagu-lagu Didi Kempot, mungkin sejak SD. Saat umur belum dua angka seperti saat ini, Didi Kempot mungkin hanya saya sebut sebagai musisi yang beraliran Campursari (meski memang benar seperti itu). Namun, ketika umur kian bertambah, Didi Kempot rupanya jauh lebih besar dari itu. Bisa jadi dia adalah representasi dari diksi patah hati itu sendiri.
<\/p>\n\n\n\n

Lagu Sewu Kutho misalnya, saya anggap sebagai lagu patah hati terhebat yang pernah ia buat. Bagaimana rasa rindu, sakit, dan keikhlasan menyatu menjadi satu dalam sebuah lagu. Bahkan doa juga ia sematkan kepada orang yang disayang, agar hidup dia yang dicinta hidup lebih bahagia daripada dirinya. Meski sebenarnya dalam lagu tersebut ada pertentangan lain dalam dirinya yang masih tak bisa ia atasi, ia masih ingin bertemu dengan yang dicinta dengan cara apapun.
<\/p>\n\n\n\n

Pamer Bojo adalah selanjutnya, ia hadir tepat di saat anak muda sedang mengalami tren nikah dini. Saat usia muda memang perasaan dan cinta sedang berkecamuknya, lalu dihadapkan dengan permasalahan yang cukup pelik dalam asmara yaitu ditinggal nikah. Lagu Pamer Bojo adalah solusinya, meski dalam liriknya ada pesan bahwa kita memang tidak pernah siap melihat yang dicinta menikah dengan orang lain. 
<\/p>\n\n\n\n

\u201cNeng opo seneng aku yen mung gawe laraku<\/em><\/p>\n\n\n\n

Pamer bojo anyar neng ngarepku\u201d<\/em>
<\/p>\n\n\n\n

Bagi saya musik memiliki kekuatan hebat walau memiliki tembok bernama bahasa. Hanya musisi hebat yang mampu menembus dinding-dinding itu. Didi Kempot adalah salah satunya, ia mampu membuat orang yang bukan bersuku Jawa bisa menikmati lagunya. Ini sebuah kemajuan dalam berkebudayaan, bahwa suku dan bangsa lain bisa saling menerima karya dari golongan lain. Sesuatu yang saat kini benar-benar kita butuhkan bukan setelah kontestasi politik yang melibatkan sentimen suku, agama, ras, dan antargolongan.
<\/p>\n\n\n\n

Didi Kempot memang sedang naik daun dan kini namanya lagi disebut-sebut di banyak penjuru di ibu kota. Ketakutan saya adalah akan seberapa lama tren ini berlanjut, mengingat tak banyak yang bisa bertahan lama di Jakarta. Akan tetapi pikiran tersebut saya rasa salah, Didi Kempot boleh saja naik daun dan tiba-tiba hilang di Jakarta, akan tetapi karya dan dirinya tetap abadi di Indonesia. Karena yang membuat Didi Kempot agung adalah kita yang selalu kekanak-kanakan menghadapi masalah patah hati. <\/p>\n","post_title":"Memuja-muja Didi Kempot, Mengagung-agungkan Patah Hati","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"memuja-muja-didi-kempot-mengagung-agungkan-patah-hati","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-07-29 16:13:56","post_modified_gmt":"2019-07-29 09:13:56","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5889","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5862,"post_author":"919","post_date":"2019-07-14 12:50:58","post_date_gmt":"2019-07-14 05:50:58","post_content":"\n

Musim haji kini telah tiba. Diperkirakan jutaan orang kini telah memadati Masjidil Haram di Mekkah, Arab Saudi untuk memenuhi salah satu rukun Islam tiap tahunnya. Ritual suci ini menjadi salah satu impian bagi tiap umat muslim di seluruh dunia dan tak seluruhnya bisa melaksanakannya. 
<\/p>\n\n\n\n

Walau demikian musim haji di Indonesia tak pernah sepi peminat. Menko Perekonomian Darmin Nasution memperkirakan jumlah jamaah haji Indonesia akan mencapai 4,34 juta jiwa pada 2019. Per hari ini (14\/7\/2019) jumlah jemaah diperkirakan sudah mencapai 47.983 orang yang sudah berdatangan ke Madinah. 
<\/p>\n\n\n\n

Ada-ada saja memang kelakuan masyarakat Indonesia ketika berkunjung ke luar negeri terutama untuk ibadah haji yang memakan waktu hingga satu bulan. Ada kisah para peserta membawa makanan khas daerah masing-masing karena takut tak bisa menyesuaikan dengan kudapan di sana. Ada yang membawa sambal, jengkol, ikan teri, padahal pihak penyelenggara sudah menyediakan makanan yang sesuai dengan lidah mereka.
<\/p>\n\n\n\n

Salah satu kebiasaan masyarakat Indonesia adalah merokok dan tradisi tersebut sudah mengakar sejak lama. Cita rasa kretek yang kuat dengan campuran cengkeh membuat masyarakat kita sulit menikmati produk rokok asing. Maka dengan demikian ketika bepergian ke luar negeri membawa rokok dari Indonesia adalah hal yang nampaknya sudah jadi kebiasaan. Sejatinya hal tersebut tak bisa dikatakan sebagai aktivitas ilegal, karena mereka membawa rokok lokal untuk dikonsumsi pribadi dan bukan untuk dijual.
<\/p>\n\n\n\n

Pemerintah sejatinya sudah mengakomodasi kebutuhan para perokok yang sedang menjadi peserta haji. Kemudahan itu adalah dengan memperbolehkan jamaah haji membawa rokok maksimal 200 batang untuk dibawa ke tanah suci. Jika berlebih, maka siap-siap untuk diamankan dan disita. Akibat informasi yang kadang tak menyeluruh, kadang masih ada saja rokok yang disita. Tribun Jabar misalnya memberitakan bahwa sehari ada sekitar 200 batang rokok yang disita oleh pihak bea dan cukai.
<\/p>\n\n\n\n

Peraturan memang ada untuk dipatuhi dan diikuti, sebagai perokok tentu hal tersebut tak boleh dihiraukan. Ada baiknya untuk mengikuti prosedur yang sudah diterapkan agar ibadah haji semakin nyaman. Tentu ijin boleh membawa rokok sebanyak 200 batang sudah cukup mengakomodir kebutuhan para perokok. Jika dihitung dalam 40 hari maka dalam satu hari satu jamaah haji bisa mengisap lima batang tentu pas jika kita anggap setiap sehabis sholat menghisap satu batang rokok. Tentu paduan yang sempurna antara ibadah dan kebiasaan merokok. 
<\/p>\n\n\n\n

Ada cara lain untuk mengakali peraturan tersebut, salah satunya adalah dengan menitip kepada anggota keluarga lain. Tentu cara ini sebenarnya tidak bermasalah karena setiap orang punya hak untuk membawa 200 batang rokok. Cara ini nampaknya cukup ampuh dan sudah dilakukan oleh beberapa jamaah haji. Asalkan rokok yang dibawa tentu hanya untuk kebutuhan pribadi, bukan untuk dijual kembali di sana. 
<\/p>\n\n\n\n

Pada akhirnya ibadah harus menjadi petimbangan utama saat ke tanah suci. Mengenai barang bawaan yang sudah diatur harus betul-betul diperhatikan. Toh rokok bukan barang yang bercandu sehingga kebiasaan merokok pun masih bisa diatasi ketika di tanah suci.
<\/p>\n","post_title":"Hal yang Perlu Diperhatikan Perokok Saat Berangkat Haji","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"hal-yang-perlu-diperhatikan-perokok-saat-berangkat-haji","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-07-14 12:51:04","post_modified_gmt":"2019-07-14 05:51:04","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5862","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":7},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"epic_block_3"};

\n

Musik memang soal selera, ada yang ingin lagu agak ngebeat <\/em>biar adrenalinennya naik. Ada yang memutar lagi jazz supaya lebih tenang, musik dangdut biar oaoe<\/em>, hingga lagu indie biar terkesan indies (ealaahhh). Akan tetapi ada satu tren belakangan ini, patah hati dan mendengarkan lagu-lagu yang dinyanyikan oleh Didi Kempot.
<\/p>\n\n\n\n

Sosok yang memulai karier berseni sebagai musisi jalanan tersebut kini lagi digandrungi anak muda. Mereka menyebutnya sebagai Sadbois atau Sadgirls, mengagung-mengagungkan patah hati, merayakan kesedihan, dan Didi Kempot yang secara lelucon mereka sebut Lord, hadir memaksimalkan euforia tersebut. Satu lagu, dua lagu, tiga lagu, kalimat seperti \u2018Bajingan kowe dek!\u2019 mulai terlontar dari mulut-mulut penikmat lagu-lagu Didi Kempot.
<\/p>\n\n\n\n

Saya dan mungkin juga kalian sejatinya sudah cukup lama mendengar lagu-lagu Didi Kempot, mungkin sejak SD. Saat umur belum dua angka seperti saat ini, Didi Kempot mungkin hanya saya sebut sebagai musisi yang beraliran Campursari (meski memang benar seperti itu). Namun, ketika umur kian bertambah, Didi Kempot rupanya jauh lebih besar dari itu. Bisa jadi dia adalah representasi dari diksi patah hati itu sendiri.
<\/p>\n\n\n\n

Lagu Sewu Kutho misalnya, saya anggap sebagai lagu patah hati terhebat yang pernah ia buat. Bagaimana rasa rindu, sakit, dan keikhlasan menyatu menjadi satu dalam sebuah lagu. Bahkan doa juga ia sematkan kepada orang yang disayang, agar hidup dia yang dicinta hidup lebih bahagia daripada dirinya. Meski sebenarnya dalam lagu tersebut ada pertentangan lain dalam dirinya yang masih tak bisa ia atasi, ia masih ingin bertemu dengan yang dicinta dengan cara apapun.
<\/p>\n\n\n\n

Pamer Bojo adalah selanjutnya, ia hadir tepat di saat anak muda sedang mengalami tren nikah dini. Saat usia muda memang perasaan dan cinta sedang berkecamuknya, lalu dihadapkan dengan permasalahan yang cukup pelik dalam asmara yaitu ditinggal nikah. Lagu Pamer Bojo adalah solusinya, meski dalam liriknya ada pesan bahwa kita memang tidak pernah siap melihat yang dicinta menikah dengan orang lain. 
<\/p>\n\n\n\n

\u201cNeng opo seneng aku yen mung gawe laraku<\/em><\/p>\n\n\n\n

Pamer bojo anyar neng ngarepku\u201d<\/em>
<\/p>\n\n\n\n

Bagi saya musik memiliki kekuatan hebat walau memiliki tembok bernama bahasa. Hanya musisi hebat yang mampu menembus dinding-dinding itu. Didi Kempot adalah salah satunya, ia mampu membuat orang yang bukan bersuku Jawa bisa menikmati lagunya. Ini sebuah kemajuan dalam berkebudayaan, bahwa suku dan bangsa lain bisa saling menerima karya dari golongan lain. Sesuatu yang saat kini benar-benar kita butuhkan bukan setelah kontestasi politik yang melibatkan sentimen suku, agama, ras, dan antargolongan.
<\/p>\n\n\n\n

Didi Kempot memang sedang naik daun dan kini namanya lagi disebut-sebut di banyak penjuru di ibu kota. Ketakutan saya adalah akan seberapa lama tren ini berlanjut, mengingat tak banyak yang bisa bertahan lama di Jakarta. Akan tetapi pikiran tersebut saya rasa salah, Didi Kempot boleh saja naik daun dan tiba-tiba hilang di Jakarta, akan tetapi karya dan dirinya tetap abadi di Indonesia. Karena yang membuat Didi Kempot agung adalah kita yang selalu kekanak-kanakan menghadapi masalah patah hati. <\/p>\n","post_title":"Memuja-muja Didi Kempot, Mengagung-agungkan Patah Hati","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"memuja-muja-didi-kempot-mengagung-agungkan-patah-hati","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-07-29 16:13:56","post_modified_gmt":"2019-07-29 09:13:56","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5889","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5862,"post_author":"919","post_date":"2019-07-14 12:50:58","post_date_gmt":"2019-07-14 05:50:58","post_content":"\n

Musim haji kini telah tiba. Diperkirakan jutaan orang kini telah memadati Masjidil Haram di Mekkah, Arab Saudi untuk memenuhi salah satu rukun Islam tiap tahunnya. Ritual suci ini menjadi salah satu impian bagi tiap umat muslim di seluruh dunia dan tak seluruhnya bisa melaksanakannya. 
<\/p>\n\n\n\n

Walau demikian musim haji di Indonesia tak pernah sepi peminat. Menko Perekonomian Darmin Nasution memperkirakan jumlah jamaah haji Indonesia akan mencapai 4,34 juta jiwa pada 2019. Per hari ini (14\/7\/2019) jumlah jemaah diperkirakan sudah mencapai 47.983 orang yang sudah berdatangan ke Madinah. 
<\/p>\n\n\n\n

Ada-ada saja memang kelakuan masyarakat Indonesia ketika berkunjung ke luar negeri terutama untuk ibadah haji yang memakan waktu hingga satu bulan. Ada kisah para peserta membawa makanan khas daerah masing-masing karena takut tak bisa menyesuaikan dengan kudapan di sana. Ada yang membawa sambal, jengkol, ikan teri, padahal pihak penyelenggara sudah menyediakan makanan yang sesuai dengan lidah mereka.
<\/p>\n\n\n\n

Salah satu kebiasaan masyarakat Indonesia adalah merokok dan tradisi tersebut sudah mengakar sejak lama. Cita rasa kretek yang kuat dengan campuran cengkeh membuat masyarakat kita sulit menikmati produk rokok asing. Maka dengan demikian ketika bepergian ke luar negeri membawa rokok dari Indonesia adalah hal yang nampaknya sudah jadi kebiasaan. Sejatinya hal tersebut tak bisa dikatakan sebagai aktivitas ilegal, karena mereka membawa rokok lokal untuk dikonsumsi pribadi dan bukan untuk dijual.
<\/p>\n\n\n\n

Pemerintah sejatinya sudah mengakomodasi kebutuhan para perokok yang sedang menjadi peserta haji. Kemudahan itu adalah dengan memperbolehkan jamaah haji membawa rokok maksimal 200 batang untuk dibawa ke tanah suci. Jika berlebih, maka siap-siap untuk diamankan dan disita. Akibat informasi yang kadang tak menyeluruh, kadang masih ada saja rokok yang disita. Tribun Jabar misalnya memberitakan bahwa sehari ada sekitar 200 batang rokok yang disita oleh pihak bea dan cukai.
<\/p>\n\n\n\n

Peraturan memang ada untuk dipatuhi dan diikuti, sebagai perokok tentu hal tersebut tak boleh dihiraukan. Ada baiknya untuk mengikuti prosedur yang sudah diterapkan agar ibadah haji semakin nyaman. Tentu ijin boleh membawa rokok sebanyak 200 batang sudah cukup mengakomodir kebutuhan para perokok. Jika dihitung dalam 40 hari maka dalam satu hari satu jamaah haji bisa mengisap lima batang tentu pas jika kita anggap setiap sehabis sholat menghisap satu batang rokok. Tentu paduan yang sempurna antara ibadah dan kebiasaan merokok. 
<\/p>\n\n\n\n

Ada cara lain untuk mengakali peraturan tersebut, salah satunya adalah dengan menitip kepada anggota keluarga lain. Tentu cara ini sebenarnya tidak bermasalah karena setiap orang punya hak untuk membawa 200 batang rokok. Cara ini nampaknya cukup ampuh dan sudah dilakukan oleh beberapa jamaah haji. Asalkan rokok yang dibawa tentu hanya untuk kebutuhan pribadi, bukan untuk dijual kembali di sana. 
<\/p>\n\n\n\n

Pada akhirnya ibadah harus menjadi petimbangan utama saat ke tanah suci. Mengenai barang bawaan yang sudah diatur harus betul-betul diperhatikan. Toh rokok bukan barang yang bercandu sehingga kebiasaan merokok pun masih bisa diatasi ketika di tanah suci.
<\/p>\n","post_title":"Hal yang Perlu Diperhatikan Perokok Saat Berangkat Haji","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"hal-yang-perlu-diperhatikan-perokok-saat-berangkat-haji","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-07-14 12:51:04","post_modified_gmt":"2019-07-14 05:51:04","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5862","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":7},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"epic_block_3"};

\n

Kalau sudah patah hati rasanya memang ribet. Rendang yang katanya dijadikan makanan terenak di dunia pun rasanya seperti daging gosong. Mau beraktifitas juga susah, karena isinya hanya meratap dan merenungi. Diajak teman main game <\/em>juga tak maksimal, apalagi kongkow-kongkow sampai subuh. Kalau sudah begini tak boleh buru-buru larut dalam kesedihan, musik bisa jadi obat ampuh untuk menenangkannya. 
<\/p>\n\n\n\n

Musik memang soal selera, ada yang ingin lagu agak ngebeat <\/em>biar adrenalinennya naik. Ada yang memutar lagi jazz supaya lebih tenang, musik dangdut biar oaoe<\/em>, hingga lagu indie biar terkesan indies (ealaahhh). Akan tetapi ada satu tren belakangan ini, patah hati dan mendengarkan lagu-lagu yang dinyanyikan oleh Didi Kempot.
<\/p>\n\n\n\n

Sosok yang memulai karier berseni sebagai musisi jalanan tersebut kini lagi digandrungi anak muda. Mereka menyebutnya sebagai Sadbois atau Sadgirls, mengagung-mengagungkan patah hati, merayakan kesedihan, dan Didi Kempot yang secara lelucon mereka sebut Lord, hadir memaksimalkan euforia tersebut. Satu lagu, dua lagu, tiga lagu, kalimat seperti \u2018Bajingan kowe dek!\u2019 mulai terlontar dari mulut-mulut penikmat lagu-lagu Didi Kempot.
<\/p>\n\n\n\n

Saya dan mungkin juga kalian sejatinya sudah cukup lama mendengar lagu-lagu Didi Kempot, mungkin sejak SD. Saat umur belum dua angka seperti saat ini, Didi Kempot mungkin hanya saya sebut sebagai musisi yang beraliran Campursari (meski memang benar seperti itu). Namun, ketika umur kian bertambah, Didi Kempot rupanya jauh lebih besar dari itu. Bisa jadi dia adalah representasi dari diksi patah hati itu sendiri.
<\/p>\n\n\n\n

Lagu Sewu Kutho misalnya, saya anggap sebagai lagu patah hati terhebat yang pernah ia buat. Bagaimana rasa rindu, sakit, dan keikhlasan menyatu menjadi satu dalam sebuah lagu. Bahkan doa juga ia sematkan kepada orang yang disayang, agar hidup dia yang dicinta hidup lebih bahagia daripada dirinya. Meski sebenarnya dalam lagu tersebut ada pertentangan lain dalam dirinya yang masih tak bisa ia atasi, ia masih ingin bertemu dengan yang dicinta dengan cara apapun.
<\/p>\n\n\n\n

Pamer Bojo adalah selanjutnya, ia hadir tepat di saat anak muda sedang mengalami tren nikah dini. Saat usia muda memang perasaan dan cinta sedang berkecamuknya, lalu dihadapkan dengan permasalahan yang cukup pelik dalam asmara yaitu ditinggal nikah. Lagu Pamer Bojo adalah solusinya, meski dalam liriknya ada pesan bahwa kita memang tidak pernah siap melihat yang dicinta menikah dengan orang lain. 
<\/p>\n\n\n\n

\u201cNeng opo seneng aku yen mung gawe laraku<\/em><\/p>\n\n\n\n

Pamer bojo anyar neng ngarepku\u201d<\/em>
<\/p>\n\n\n\n

Bagi saya musik memiliki kekuatan hebat walau memiliki tembok bernama bahasa. Hanya musisi hebat yang mampu menembus dinding-dinding itu. Didi Kempot adalah salah satunya, ia mampu membuat orang yang bukan bersuku Jawa bisa menikmati lagunya. Ini sebuah kemajuan dalam berkebudayaan, bahwa suku dan bangsa lain bisa saling menerima karya dari golongan lain. Sesuatu yang saat kini benar-benar kita butuhkan bukan setelah kontestasi politik yang melibatkan sentimen suku, agama, ras, dan antargolongan.
<\/p>\n\n\n\n

Didi Kempot memang sedang naik daun dan kini namanya lagi disebut-sebut di banyak penjuru di ibu kota. Ketakutan saya adalah akan seberapa lama tren ini berlanjut, mengingat tak banyak yang bisa bertahan lama di Jakarta. Akan tetapi pikiran tersebut saya rasa salah, Didi Kempot boleh saja naik daun dan tiba-tiba hilang di Jakarta, akan tetapi karya dan dirinya tetap abadi di Indonesia. Karena yang membuat Didi Kempot agung adalah kita yang selalu kekanak-kanakan menghadapi masalah patah hati. <\/p>\n","post_title":"Memuja-muja Didi Kempot, Mengagung-agungkan Patah Hati","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"memuja-muja-didi-kempot-mengagung-agungkan-patah-hati","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-07-29 16:13:56","post_modified_gmt":"2019-07-29 09:13:56","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5889","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5862,"post_author":"919","post_date":"2019-07-14 12:50:58","post_date_gmt":"2019-07-14 05:50:58","post_content":"\n

Musim haji kini telah tiba. Diperkirakan jutaan orang kini telah memadati Masjidil Haram di Mekkah, Arab Saudi untuk memenuhi salah satu rukun Islam tiap tahunnya. Ritual suci ini menjadi salah satu impian bagi tiap umat muslim di seluruh dunia dan tak seluruhnya bisa melaksanakannya. 
<\/p>\n\n\n\n

Walau demikian musim haji di Indonesia tak pernah sepi peminat. Menko Perekonomian Darmin Nasution memperkirakan jumlah jamaah haji Indonesia akan mencapai 4,34 juta jiwa pada 2019. Per hari ini (14\/7\/2019) jumlah jemaah diperkirakan sudah mencapai 47.983 orang yang sudah berdatangan ke Madinah. 
<\/p>\n\n\n\n

Ada-ada saja memang kelakuan masyarakat Indonesia ketika berkunjung ke luar negeri terutama untuk ibadah haji yang memakan waktu hingga satu bulan. Ada kisah para peserta membawa makanan khas daerah masing-masing karena takut tak bisa menyesuaikan dengan kudapan di sana. Ada yang membawa sambal, jengkol, ikan teri, padahal pihak penyelenggara sudah menyediakan makanan yang sesuai dengan lidah mereka.
<\/p>\n\n\n\n

Salah satu kebiasaan masyarakat Indonesia adalah merokok dan tradisi tersebut sudah mengakar sejak lama. Cita rasa kretek yang kuat dengan campuran cengkeh membuat masyarakat kita sulit menikmati produk rokok asing. Maka dengan demikian ketika bepergian ke luar negeri membawa rokok dari Indonesia adalah hal yang nampaknya sudah jadi kebiasaan. Sejatinya hal tersebut tak bisa dikatakan sebagai aktivitas ilegal, karena mereka membawa rokok lokal untuk dikonsumsi pribadi dan bukan untuk dijual.
<\/p>\n\n\n\n

Pemerintah sejatinya sudah mengakomodasi kebutuhan para perokok yang sedang menjadi peserta haji. Kemudahan itu adalah dengan memperbolehkan jamaah haji membawa rokok maksimal 200 batang untuk dibawa ke tanah suci. Jika berlebih, maka siap-siap untuk diamankan dan disita. Akibat informasi yang kadang tak menyeluruh, kadang masih ada saja rokok yang disita. Tribun Jabar misalnya memberitakan bahwa sehari ada sekitar 200 batang rokok yang disita oleh pihak bea dan cukai.
<\/p>\n\n\n\n

Peraturan memang ada untuk dipatuhi dan diikuti, sebagai perokok tentu hal tersebut tak boleh dihiraukan. Ada baiknya untuk mengikuti prosedur yang sudah diterapkan agar ibadah haji semakin nyaman. Tentu ijin boleh membawa rokok sebanyak 200 batang sudah cukup mengakomodir kebutuhan para perokok. Jika dihitung dalam 40 hari maka dalam satu hari satu jamaah haji bisa mengisap lima batang tentu pas jika kita anggap setiap sehabis sholat menghisap satu batang rokok. Tentu paduan yang sempurna antara ibadah dan kebiasaan merokok. 
<\/p>\n\n\n\n

Ada cara lain untuk mengakali peraturan tersebut, salah satunya adalah dengan menitip kepada anggota keluarga lain. Tentu cara ini sebenarnya tidak bermasalah karena setiap orang punya hak untuk membawa 200 batang rokok. Cara ini nampaknya cukup ampuh dan sudah dilakukan oleh beberapa jamaah haji. Asalkan rokok yang dibawa tentu hanya untuk kebutuhan pribadi, bukan untuk dijual kembali di sana. 
<\/p>\n\n\n\n

Pada akhirnya ibadah harus menjadi petimbangan utama saat ke tanah suci. Mengenai barang bawaan yang sudah diatur harus betul-betul diperhatikan. Toh rokok bukan barang yang bercandu sehingga kebiasaan merokok pun masih bisa diatasi ketika di tanah suci.
<\/p>\n","post_title":"Hal yang Perlu Diperhatikan Perokok Saat Berangkat Haji","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"hal-yang-perlu-diperhatikan-perokok-saat-berangkat-haji","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-07-14 12:51:04","post_modified_gmt":"2019-07-14 05:51:04","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5862","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":7},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"epic_block_3"};

\n

Upaya mengejar cinta selalu menghadirkan satu masalah yaitu patah hati. Jika bicara soal peluang bakal menghadapi masalah tersebut, maka persentasinya adalah 50:50. Potensinya sudah bisa membesar sejak awal anda mencoba untuk berkenalan dengan sosok idaman. Jika salah langkah, sudah pasti si dia bakal menjauh, andai pun langkah awal sudah tepat tapi threatmennya pendekatannya salah, siap-siap kalimat \u2018maaf kita ga cocok\u2019<\/em> akan anda dapatkan.\u00a0
<\/p>\n\n\n\n

Kalau sudah patah hati rasanya memang ribet. Rendang yang katanya dijadikan makanan terenak di dunia pun rasanya seperti daging gosong. Mau beraktifitas juga susah, karena isinya hanya meratap dan merenungi. Diajak teman main game <\/em>juga tak maksimal, apalagi kongkow-kongkow sampai subuh. Kalau sudah begini tak boleh buru-buru larut dalam kesedihan, musik bisa jadi obat ampuh untuk menenangkannya. 
<\/p>\n\n\n\n

Musik memang soal selera, ada yang ingin lagu agak ngebeat <\/em>biar adrenalinennya naik. Ada yang memutar lagi jazz supaya lebih tenang, musik dangdut biar oaoe<\/em>, hingga lagu indie biar terkesan indies (ealaahhh). Akan tetapi ada satu tren belakangan ini, patah hati dan mendengarkan lagu-lagu yang dinyanyikan oleh Didi Kempot.
<\/p>\n\n\n\n

Sosok yang memulai karier berseni sebagai musisi jalanan tersebut kini lagi digandrungi anak muda. Mereka menyebutnya sebagai Sadbois atau Sadgirls, mengagung-mengagungkan patah hati, merayakan kesedihan, dan Didi Kempot yang secara lelucon mereka sebut Lord, hadir memaksimalkan euforia tersebut. Satu lagu, dua lagu, tiga lagu, kalimat seperti \u2018Bajingan kowe dek!\u2019 mulai terlontar dari mulut-mulut penikmat lagu-lagu Didi Kempot.
<\/p>\n\n\n\n

Saya dan mungkin juga kalian sejatinya sudah cukup lama mendengar lagu-lagu Didi Kempot, mungkin sejak SD. Saat umur belum dua angka seperti saat ini, Didi Kempot mungkin hanya saya sebut sebagai musisi yang beraliran Campursari (meski memang benar seperti itu). Namun, ketika umur kian bertambah, Didi Kempot rupanya jauh lebih besar dari itu. Bisa jadi dia adalah representasi dari diksi patah hati itu sendiri.
<\/p>\n\n\n\n

Lagu Sewu Kutho misalnya, saya anggap sebagai lagu patah hati terhebat yang pernah ia buat. Bagaimana rasa rindu, sakit, dan keikhlasan menyatu menjadi satu dalam sebuah lagu. Bahkan doa juga ia sematkan kepada orang yang disayang, agar hidup dia yang dicinta hidup lebih bahagia daripada dirinya. Meski sebenarnya dalam lagu tersebut ada pertentangan lain dalam dirinya yang masih tak bisa ia atasi, ia masih ingin bertemu dengan yang dicinta dengan cara apapun.
<\/p>\n\n\n\n

Pamer Bojo adalah selanjutnya, ia hadir tepat di saat anak muda sedang mengalami tren nikah dini. Saat usia muda memang perasaan dan cinta sedang berkecamuknya, lalu dihadapkan dengan permasalahan yang cukup pelik dalam asmara yaitu ditinggal nikah. Lagu Pamer Bojo adalah solusinya, meski dalam liriknya ada pesan bahwa kita memang tidak pernah siap melihat yang dicinta menikah dengan orang lain. 
<\/p>\n\n\n\n

\u201cNeng opo seneng aku yen mung gawe laraku<\/em><\/p>\n\n\n\n

Pamer bojo anyar neng ngarepku\u201d<\/em>
<\/p>\n\n\n\n

Bagi saya musik memiliki kekuatan hebat walau memiliki tembok bernama bahasa. Hanya musisi hebat yang mampu menembus dinding-dinding itu. Didi Kempot adalah salah satunya, ia mampu membuat orang yang bukan bersuku Jawa bisa menikmati lagunya. Ini sebuah kemajuan dalam berkebudayaan, bahwa suku dan bangsa lain bisa saling menerima karya dari golongan lain. Sesuatu yang saat kini benar-benar kita butuhkan bukan setelah kontestasi politik yang melibatkan sentimen suku, agama, ras, dan antargolongan.
<\/p>\n\n\n\n

Didi Kempot memang sedang naik daun dan kini namanya lagi disebut-sebut di banyak penjuru di ibu kota. Ketakutan saya adalah akan seberapa lama tren ini berlanjut, mengingat tak banyak yang bisa bertahan lama di Jakarta. Akan tetapi pikiran tersebut saya rasa salah, Didi Kempot boleh saja naik daun dan tiba-tiba hilang di Jakarta, akan tetapi karya dan dirinya tetap abadi di Indonesia. Karena yang membuat Didi Kempot agung adalah kita yang selalu kekanak-kanakan menghadapi masalah patah hati. <\/p>\n","post_title":"Memuja-muja Didi Kempot, Mengagung-agungkan Patah Hati","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"memuja-muja-didi-kempot-mengagung-agungkan-patah-hati","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-07-29 16:13:56","post_modified_gmt":"2019-07-29 09:13:56","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5889","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5862,"post_author":"919","post_date":"2019-07-14 12:50:58","post_date_gmt":"2019-07-14 05:50:58","post_content":"\n

Musim haji kini telah tiba. Diperkirakan jutaan orang kini telah memadati Masjidil Haram di Mekkah, Arab Saudi untuk memenuhi salah satu rukun Islam tiap tahunnya. Ritual suci ini menjadi salah satu impian bagi tiap umat muslim di seluruh dunia dan tak seluruhnya bisa melaksanakannya. 
<\/p>\n\n\n\n

Walau demikian musim haji di Indonesia tak pernah sepi peminat. Menko Perekonomian Darmin Nasution memperkirakan jumlah jamaah haji Indonesia akan mencapai 4,34 juta jiwa pada 2019. Per hari ini (14\/7\/2019) jumlah jemaah diperkirakan sudah mencapai 47.983 orang yang sudah berdatangan ke Madinah. 
<\/p>\n\n\n\n

Ada-ada saja memang kelakuan masyarakat Indonesia ketika berkunjung ke luar negeri terutama untuk ibadah haji yang memakan waktu hingga satu bulan. Ada kisah para peserta membawa makanan khas daerah masing-masing karena takut tak bisa menyesuaikan dengan kudapan di sana. Ada yang membawa sambal, jengkol, ikan teri, padahal pihak penyelenggara sudah menyediakan makanan yang sesuai dengan lidah mereka.
<\/p>\n\n\n\n

Salah satu kebiasaan masyarakat Indonesia adalah merokok dan tradisi tersebut sudah mengakar sejak lama. Cita rasa kretek yang kuat dengan campuran cengkeh membuat masyarakat kita sulit menikmati produk rokok asing. Maka dengan demikian ketika bepergian ke luar negeri membawa rokok dari Indonesia adalah hal yang nampaknya sudah jadi kebiasaan. Sejatinya hal tersebut tak bisa dikatakan sebagai aktivitas ilegal, karena mereka membawa rokok lokal untuk dikonsumsi pribadi dan bukan untuk dijual.
<\/p>\n\n\n\n

Pemerintah sejatinya sudah mengakomodasi kebutuhan para perokok yang sedang menjadi peserta haji. Kemudahan itu adalah dengan memperbolehkan jamaah haji membawa rokok maksimal 200 batang untuk dibawa ke tanah suci. Jika berlebih, maka siap-siap untuk diamankan dan disita. Akibat informasi yang kadang tak menyeluruh, kadang masih ada saja rokok yang disita. Tribun Jabar misalnya memberitakan bahwa sehari ada sekitar 200 batang rokok yang disita oleh pihak bea dan cukai.
<\/p>\n\n\n\n

Peraturan memang ada untuk dipatuhi dan diikuti, sebagai perokok tentu hal tersebut tak boleh dihiraukan. Ada baiknya untuk mengikuti prosedur yang sudah diterapkan agar ibadah haji semakin nyaman. Tentu ijin boleh membawa rokok sebanyak 200 batang sudah cukup mengakomodir kebutuhan para perokok. Jika dihitung dalam 40 hari maka dalam satu hari satu jamaah haji bisa mengisap lima batang tentu pas jika kita anggap setiap sehabis sholat menghisap satu batang rokok. Tentu paduan yang sempurna antara ibadah dan kebiasaan merokok. 
<\/p>\n\n\n\n

Ada cara lain untuk mengakali peraturan tersebut, salah satunya adalah dengan menitip kepada anggota keluarga lain. Tentu cara ini sebenarnya tidak bermasalah karena setiap orang punya hak untuk membawa 200 batang rokok. Cara ini nampaknya cukup ampuh dan sudah dilakukan oleh beberapa jamaah haji. Asalkan rokok yang dibawa tentu hanya untuk kebutuhan pribadi, bukan untuk dijual kembali di sana. 
<\/p>\n\n\n\n

Pada akhirnya ibadah harus menjadi petimbangan utama saat ke tanah suci. Mengenai barang bawaan yang sudah diatur harus betul-betul diperhatikan. Toh rokok bukan barang yang bercandu sehingga kebiasaan merokok pun masih bisa diatasi ketika di tanah suci.
<\/p>\n","post_title":"Hal yang Perlu Diperhatikan Perokok Saat Berangkat Haji","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"hal-yang-perlu-diperhatikan-perokok-saat-berangkat-haji","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-07-14 12:51:04","post_modified_gmt":"2019-07-14 05:51:04","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5862","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":7},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"epic_block_3"};

\n

Sabtu dan Minggu waktunya jalan-jalan! kalau punya uang dan waktu ada baiknya berkunjung ke luar kota, namun jika budget terbatas maka kendarai motormu atau gunakan kendaraan umum lalu main ke rumah temanmu bisa jadi solusi. Tak peduli apa pun tempat yang anda kunjungi asal itu membahagiakan, benar kan?<\/p>\n","post_title":"Playlist Spotify Mantap Minggu Ini untuk Kalian Para Perokok Keren","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"playlist-spotify-mantap-minggu-ini-untuk-kalian-para-perokok-keren","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-08-05 13:39:39","post_modified_gmt":"2019-08-05 06:39:39","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5933","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5889,"post_author":"919","post_date":"2019-07-29 16:13:48","post_date_gmt":"2019-07-29 09:13:48","post_content":"\n

Upaya mengejar cinta selalu menghadirkan satu masalah yaitu patah hati. Jika bicara soal peluang bakal menghadapi masalah tersebut, maka persentasinya adalah 50:50. Potensinya sudah bisa membesar sejak awal anda mencoba untuk berkenalan dengan sosok idaman. Jika salah langkah, sudah pasti si dia bakal menjauh, andai pun langkah awal sudah tepat tapi threatmennya pendekatannya salah, siap-siap kalimat \u2018maaf kita ga cocok\u2019<\/em> akan anda dapatkan.\u00a0
<\/p>\n\n\n\n

Kalau sudah patah hati rasanya memang ribet. Rendang yang katanya dijadikan makanan terenak di dunia pun rasanya seperti daging gosong. Mau beraktifitas juga susah, karena isinya hanya meratap dan merenungi. Diajak teman main game <\/em>juga tak maksimal, apalagi kongkow-kongkow sampai subuh. Kalau sudah begini tak boleh buru-buru larut dalam kesedihan, musik bisa jadi obat ampuh untuk menenangkannya. 
<\/p>\n\n\n\n

Musik memang soal selera, ada yang ingin lagu agak ngebeat <\/em>biar adrenalinennya naik. Ada yang memutar lagi jazz supaya lebih tenang, musik dangdut biar oaoe<\/em>, hingga lagu indie biar terkesan indies (ealaahhh). Akan tetapi ada satu tren belakangan ini, patah hati dan mendengarkan lagu-lagu yang dinyanyikan oleh Didi Kempot.
<\/p>\n\n\n\n

Sosok yang memulai karier berseni sebagai musisi jalanan tersebut kini lagi digandrungi anak muda. Mereka menyebutnya sebagai Sadbois atau Sadgirls, mengagung-mengagungkan patah hati, merayakan kesedihan, dan Didi Kempot yang secara lelucon mereka sebut Lord, hadir memaksimalkan euforia tersebut. Satu lagu, dua lagu, tiga lagu, kalimat seperti \u2018Bajingan kowe dek!\u2019 mulai terlontar dari mulut-mulut penikmat lagu-lagu Didi Kempot.
<\/p>\n\n\n\n

Saya dan mungkin juga kalian sejatinya sudah cukup lama mendengar lagu-lagu Didi Kempot, mungkin sejak SD. Saat umur belum dua angka seperti saat ini, Didi Kempot mungkin hanya saya sebut sebagai musisi yang beraliran Campursari (meski memang benar seperti itu). Namun, ketika umur kian bertambah, Didi Kempot rupanya jauh lebih besar dari itu. Bisa jadi dia adalah representasi dari diksi patah hati itu sendiri.
<\/p>\n\n\n\n

Lagu Sewu Kutho misalnya, saya anggap sebagai lagu patah hati terhebat yang pernah ia buat. Bagaimana rasa rindu, sakit, dan keikhlasan menyatu menjadi satu dalam sebuah lagu. Bahkan doa juga ia sematkan kepada orang yang disayang, agar hidup dia yang dicinta hidup lebih bahagia daripada dirinya. Meski sebenarnya dalam lagu tersebut ada pertentangan lain dalam dirinya yang masih tak bisa ia atasi, ia masih ingin bertemu dengan yang dicinta dengan cara apapun.
<\/p>\n\n\n\n

Pamer Bojo adalah selanjutnya, ia hadir tepat di saat anak muda sedang mengalami tren nikah dini. Saat usia muda memang perasaan dan cinta sedang berkecamuknya, lalu dihadapkan dengan permasalahan yang cukup pelik dalam asmara yaitu ditinggal nikah. Lagu Pamer Bojo adalah solusinya, meski dalam liriknya ada pesan bahwa kita memang tidak pernah siap melihat yang dicinta menikah dengan orang lain. 
<\/p>\n\n\n\n

\u201cNeng opo seneng aku yen mung gawe laraku<\/em><\/p>\n\n\n\n

Pamer bojo anyar neng ngarepku\u201d<\/em>
<\/p>\n\n\n\n

Bagi saya musik memiliki kekuatan hebat walau memiliki tembok bernama bahasa. Hanya musisi hebat yang mampu menembus dinding-dinding itu. Didi Kempot adalah salah satunya, ia mampu membuat orang yang bukan bersuku Jawa bisa menikmati lagunya. Ini sebuah kemajuan dalam berkebudayaan, bahwa suku dan bangsa lain bisa saling menerima karya dari golongan lain. Sesuatu yang saat kini benar-benar kita butuhkan bukan setelah kontestasi politik yang melibatkan sentimen suku, agama, ras, dan antargolongan.
<\/p>\n\n\n\n

Didi Kempot memang sedang naik daun dan kini namanya lagi disebut-sebut di banyak penjuru di ibu kota. Ketakutan saya adalah akan seberapa lama tren ini berlanjut, mengingat tak banyak yang bisa bertahan lama di Jakarta. Akan tetapi pikiran tersebut saya rasa salah, Didi Kempot boleh saja naik daun dan tiba-tiba hilang di Jakarta, akan tetapi karya dan dirinya tetap abadi di Indonesia. Karena yang membuat Didi Kempot agung adalah kita yang selalu kekanak-kanakan menghadapi masalah patah hati. <\/p>\n","post_title":"Memuja-muja Didi Kempot, Mengagung-agungkan Patah Hati","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"memuja-muja-didi-kempot-mengagung-agungkan-patah-hati","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-07-29 16:13:56","post_modified_gmt":"2019-07-29 09:13:56","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5889","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5862,"post_author":"919","post_date":"2019-07-14 12:50:58","post_date_gmt":"2019-07-14 05:50:58","post_content":"\n

Musim haji kini telah tiba. Diperkirakan jutaan orang kini telah memadati Masjidil Haram di Mekkah, Arab Saudi untuk memenuhi salah satu rukun Islam tiap tahunnya. Ritual suci ini menjadi salah satu impian bagi tiap umat muslim di seluruh dunia dan tak seluruhnya bisa melaksanakannya. 
<\/p>\n\n\n\n

Walau demikian musim haji di Indonesia tak pernah sepi peminat. Menko Perekonomian Darmin Nasution memperkirakan jumlah jamaah haji Indonesia akan mencapai 4,34 juta jiwa pada 2019. Per hari ini (14\/7\/2019) jumlah jemaah diperkirakan sudah mencapai 47.983 orang yang sudah berdatangan ke Madinah. 
<\/p>\n\n\n\n

Ada-ada saja memang kelakuan masyarakat Indonesia ketika berkunjung ke luar negeri terutama untuk ibadah haji yang memakan waktu hingga satu bulan. Ada kisah para peserta membawa makanan khas daerah masing-masing karena takut tak bisa menyesuaikan dengan kudapan di sana. Ada yang membawa sambal, jengkol, ikan teri, padahal pihak penyelenggara sudah menyediakan makanan yang sesuai dengan lidah mereka.
<\/p>\n\n\n\n

Salah satu kebiasaan masyarakat Indonesia adalah merokok dan tradisi tersebut sudah mengakar sejak lama. Cita rasa kretek yang kuat dengan campuran cengkeh membuat masyarakat kita sulit menikmati produk rokok asing. Maka dengan demikian ketika bepergian ke luar negeri membawa rokok dari Indonesia adalah hal yang nampaknya sudah jadi kebiasaan. Sejatinya hal tersebut tak bisa dikatakan sebagai aktivitas ilegal, karena mereka membawa rokok lokal untuk dikonsumsi pribadi dan bukan untuk dijual.
<\/p>\n\n\n\n

Pemerintah sejatinya sudah mengakomodasi kebutuhan para perokok yang sedang menjadi peserta haji. Kemudahan itu adalah dengan memperbolehkan jamaah haji membawa rokok maksimal 200 batang untuk dibawa ke tanah suci. Jika berlebih, maka siap-siap untuk diamankan dan disita. Akibat informasi yang kadang tak menyeluruh, kadang masih ada saja rokok yang disita. Tribun Jabar misalnya memberitakan bahwa sehari ada sekitar 200 batang rokok yang disita oleh pihak bea dan cukai.
<\/p>\n\n\n\n

Peraturan memang ada untuk dipatuhi dan diikuti, sebagai perokok tentu hal tersebut tak boleh dihiraukan. Ada baiknya untuk mengikuti prosedur yang sudah diterapkan agar ibadah haji semakin nyaman. Tentu ijin boleh membawa rokok sebanyak 200 batang sudah cukup mengakomodir kebutuhan para perokok. Jika dihitung dalam 40 hari maka dalam satu hari satu jamaah haji bisa mengisap lima batang tentu pas jika kita anggap setiap sehabis sholat menghisap satu batang rokok. Tentu paduan yang sempurna antara ibadah dan kebiasaan merokok. 
<\/p>\n\n\n\n

Ada cara lain untuk mengakali peraturan tersebut, salah satunya adalah dengan menitip kepada anggota keluarga lain. Tentu cara ini sebenarnya tidak bermasalah karena setiap orang punya hak untuk membawa 200 batang rokok. Cara ini nampaknya cukup ampuh dan sudah dilakukan oleh beberapa jamaah haji. Asalkan rokok yang dibawa tentu hanya untuk kebutuhan pribadi, bukan untuk dijual kembali di sana. 
<\/p>\n\n\n\n

Pada akhirnya ibadah harus menjadi petimbangan utama saat ke tanah suci. Mengenai barang bawaan yang sudah diatur harus betul-betul diperhatikan. Toh rokok bukan barang yang bercandu sehingga kebiasaan merokok pun masih bisa diatasi ketika di tanah suci.
<\/p>\n","post_title":"Hal yang Perlu Diperhatikan Perokok Saat Berangkat Haji","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"hal-yang-perlu-diperhatikan-perokok-saat-berangkat-haji","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-07-14 12:51:04","post_modified_gmt":"2019-07-14 05:51:04","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5862","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":7},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"epic_block_3"};

\n

Rotterdam (Or Anywhere) - The Beautiful South
<\/h2>\n\n\n\n

Sabtu dan Minggu waktunya jalan-jalan! kalau punya uang dan waktu ada baiknya berkunjung ke luar kota, namun jika budget terbatas maka kendarai motormu atau gunakan kendaraan umum lalu main ke rumah temanmu bisa jadi solusi. Tak peduli apa pun tempat yang anda kunjungi asal itu membahagiakan, benar kan?<\/p>\n","post_title":"Playlist Spotify Mantap Minggu Ini untuk Kalian Para Perokok Keren","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"playlist-spotify-mantap-minggu-ini-untuk-kalian-para-perokok-keren","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-08-05 13:39:39","post_modified_gmt":"2019-08-05 06:39:39","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5933","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5889,"post_author":"919","post_date":"2019-07-29 16:13:48","post_date_gmt":"2019-07-29 09:13:48","post_content":"\n

Upaya mengejar cinta selalu menghadirkan satu masalah yaitu patah hati. Jika bicara soal peluang bakal menghadapi masalah tersebut, maka persentasinya adalah 50:50. Potensinya sudah bisa membesar sejak awal anda mencoba untuk berkenalan dengan sosok idaman. Jika salah langkah, sudah pasti si dia bakal menjauh, andai pun langkah awal sudah tepat tapi threatmennya pendekatannya salah, siap-siap kalimat \u2018maaf kita ga cocok\u2019<\/em> akan anda dapatkan.\u00a0
<\/p>\n\n\n\n

Kalau sudah patah hati rasanya memang ribet. Rendang yang katanya dijadikan makanan terenak di dunia pun rasanya seperti daging gosong. Mau beraktifitas juga susah, karena isinya hanya meratap dan merenungi. Diajak teman main game <\/em>juga tak maksimal, apalagi kongkow-kongkow sampai subuh. Kalau sudah begini tak boleh buru-buru larut dalam kesedihan, musik bisa jadi obat ampuh untuk menenangkannya. 
<\/p>\n\n\n\n

Musik memang soal selera, ada yang ingin lagu agak ngebeat <\/em>biar adrenalinennya naik. Ada yang memutar lagi jazz supaya lebih tenang, musik dangdut biar oaoe<\/em>, hingga lagu indie biar terkesan indies (ealaahhh). Akan tetapi ada satu tren belakangan ini, patah hati dan mendengarkan lagu-lagu yang dinyanyikan oleh Didi Kempot.
<\/p>\n\n\n\n

Sosok yang memulai karier berseni sebagai musisi jalanan tersebut kini lagi digandrungi anak muda. Mereka menyebutnya sebagai Sadbois atau Sadgirls, mengagung-mengagungkan patah hati, merayakan kesedihan, dan Didi Kempot yang secara lelucon mereka sebut Lord, hadir memaksimalkan euforia tersebut. Satu lagu, dua lagu, tiga lagu, kalimat seperti \u2018Bajingan kowe dek!\u2019 mulai terlontar dari mulut-mulut penikmat lagu-lagu Didi Kempot.
<\/p>\n\n\n\n

Saya dan mungkin juga kalian sejatinya sudah cukup lama mendengar lagu-lagu Didi Kempot, mungkin sejak SD. Saat umur belum dua angka seperti saat ini, Didi Kempot mungkin hanya saya sebut sebagai musisi yang beraliran Campursari (meski memang benar seperti itu). Namun, ketika umur kian bertambah, Didi Kempot rupanya jauh lebih besar dari itu. Bisa jadi dia adalah representasi dari diksi patah hati itu sendiri.
<\/p>\n\n\n\n

Lagu Sewu Kutho misalnya, saya anggap sebagai lagu patah hati terhebat yang pernah ia buat. Bagaimana rasa rindu, sakit, dan keikhlasan menyatu menjadi satu dalam sebuah lagu. Bahkan doa juga ia sematkan kepada orang yang disayang, agar hidup dia yang dicinta hidup lebih bahagia daripada dirinya. Meski sebenarnya dalam lagu tersebut ada pertentangan lain dalam dirinya yang masih tak bisa ia atasi, ia masih ingin bertemu dengan yang dicinta dengan cara apapun.
<\/p>\n\n\n\n

Pamer Bojo adalah selanjutnya, ia hadir tepat di saat anak muda sedang mengalami tren nikah dini. Saat usia muda memang perasaan dan cinta sedang berkecamuknya, lalu dihadapkan dengan permasalahan yang cukup pelik dalam asmara yaitu ditinggal nikah. Lagu Pamer Bojo adalah solusinya, meski dalam liriknya ada pesan bahwa kita memang tidak pernah siap melihat yang dicinta menikah dengan orang lain. 
<\/p>\n\n\n\n

\u201cNeng opo seneng aku yen mung gawe laraku<\/em><\/p>\n\n\n\n

Pamer bojo anyar neng ngarepku\u201d<\/em>
<\/p>\n\n\n\n

Bagi saya musik memiliki kekuatan hebat walau memiliki tembok bernama bahasa. Hanya musisi hebat yang mampu menembus dinding-dinding itu. Didi Kempot adalah salah satunya, ia mampu membuat orang yang bukan bersuku Jawa bisa menikmati lagunya. Ini sebuah kemajuan dalam berkebudayaan, bahwa suku dan bangsa lain bisa saling menerima karya dari golongan lain. Sesuatu yang saat kini benar-benar kita butuhkan bukan setelah kontestasi politik yang melibatkan sentimen suku, agama, ras, dan antargolongan.
<\/p>\n\n\n\n

Didi Kempot memang sedang naik daun dan kini namanya lagi disebut-sebut di banyak penjuru di ibu kota. Ketakutan saya adalah akan seberapa lama tren ini berlanjut, mengingat tak banyak yang bisa bertahan lama di Jakarta. Akan tetapi pikiran tersebut saya rasa salah, Didi Kempot boleh saja naik daun dan tiba-tiba hilang di Jakarta, akan tetapi karya dan dirinya tetap abadi di Indonesia. Karena yang membuat Didi Kempot agung adalah kita yang selalu kekanak-kanakan menghadapi masalah patah hati. <\/p>\n","post_title":"Memuja-muja Didi Kempot, Mengagung-agungkan Patah Hati","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"memuja-muja-didi-kempot-mengagung-agungkan-patah-hati","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-07-29 16:13:56","post_modified_gmt":"2019-07-29 09:13:56","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5889","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5862,"post_author":"919","post_date":"2019-07-14 12:50:58","post_date_gmt":"2019-07-14 05:50:58","post_content":"\n

Musim haji kini telah tiba. Diperkirakan jutaan orang kini telah memadati Masjidil Haram di Mekkah, Arab Saudi untuk memenuhi salah satu rukun Islam tiap tahunnya. Ritual suci ini menjadi salah satu impian bagi tiap umat muslim di seluruh dunia dan tak seluruhnya bisa melaksanakannya. 
<\/p>\n\n\n\n

Walau demikian musim haji di Indonesia tak pernah sepi peminat. Menko Perekonomian Darmin Nasution memperkirakan jumlah jamaah haji Indonesia akan mencapai 4,34 juta jiwa pada 2019. Per hari ini (14\/7\/2019) jumlah jemaah diperkirakan sudah mencapai 47.983 orang yang sudah berdatangan ke Madinah. 
<\/p>\n\n\n\n

Ada-ada saja memang kelakuan masyarakat Indonesia ketika berkunjung ke luar negeri terutama untuk ibadah haji yang memakan waktu hingga satu bulan. Ada kisah para peserta membawa makanan khas daerah masing-masing karena takut tak bisa menyesuaikan dengan kudapan di sana. Ada yang membawa sambal, jengkol, ikan teri, padahal pihak penyelenggara sudah menyediakan makanan yang sesuai dengan lidah mereka.
<\/p>\n\n\n\n

Salah satu kebiasaan masyarakat Indonesia adalah merokok dan tradisi tersebut sudah mengakar sejak lama. Cita rasa kretek yang kuat dengan campuran cengkeh membuat masyarakat kita sulit menikmati produk rokok asing. Maka dengan demikian ketika bepergian ke luar negeri membawa rokok dari Indonesia adalah hal yang nampaknya sudah jadi kebiasaan. Sejatinya hal tersebut tak bisa dikatakan sebagai aktivitas ilegal, karena mereka membawa rokok lokal untuk dikonsumsi pribadi dan bukan untuk dijual.
<\/p>\n\n\n\n

Pemerintah sejatinya sudah mengakomodasi kebutuhan para perokok yang sedang menjadi peserta haji. Kemudahan itu adalah dengan memperbolehkan jamaah haji membawa rokok maksimal 200 batang untuk dibawa ke tanah suci. Jika berlebih, maka siap-siap untuk diamankan dan disita. Akibat informasi yang kadang tak menyeluruh, kadang masih ada saja rokok yang disita. Tribun Jabar misalnya memberitakan bahwa sehari ada sekitar 200 batang rokok yang disita oleh pihak bea dan cukai.
<\/p>\n\n\n\n

Peraturan memang ada untuk dipatuhi dan diikuti, sebagai perokok tentu hal tersebut tak boleh dihiraukan. Ada baiknya untuk mengikuti prosedur yang sudah diterapkan agar ibadah haji semakin nyaman. Tentu ijin boleh membawa rokok sebanyak 200 batang sudah cukup mengakomodir kebutuhan para perokok. Jika dihitung dalam 40 hari maka dalam satu hari satu jamaah haji bisa mengisap lima batang tentu pas jika kita anggap setiap sehabis sholat menghisap satu batang rokok. Tentu paduan yang sempurna antara ibadah dan kebiasaan merokok. 
<\/p>\n\n\n\n

Ada cara lain untuk mengakali peraturan tersebut, salah satunya adalah dengan menitip kepada anggota keluarga lain. Tentu cara ini sebenarnya tidak bermasalah karena setiap orang punya hak untuk membawa 200 batang rokok. Cara ini nampaknya cukup ampuh dan sudah dilakukan oleh beberapa jamaah haji. Asalkan rokok yang dibawa tentu hanya untuk kebutuhan pribadi, bukan untuk dijual kembali di sana. 
<\/p>\n\n\n\n

Pada akhirnya ibadah harus menjadi petimbangan utama saat ke tanah suci. Mengenai barang bawaan yang sudah diatur harus betul-betul diperhatikan. Toh rokok bukan barang yang bercandu sehingga kebiasaan merokok pun masih bisa diatasi ketika di tanah suci.
<\/p>\n","post_title":"Hal yang Perlu Diperhatikan Perokok Saat Berangkat Haji","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"hal-yang-perlu-diperhatikan-perokok-saat-berangkat-haji","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-07-14 12:51:04","post_modified_gmt":"2019-07-14 05:51:04","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5862","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":7},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"epic_block_3"};

\n

Kalau Jumat malam sudah tiba maka waktunya untuk bersenang-senang! segera hubungi sahabat atau kekasih anda. Kongkow di kedai kopi atau berajojing ria juga pun tak masalah. Adakalanya anda butuh melepaskan penat, goyang badanmu dan nikmati dentuman musiknya.
<\/p>\n\n\n\n

Rotterdam (Or Anywhere) - The Beautiful South
<\/h2>\n\n\n\n

Sabtu dan Minggu waktunya jalan-jalan! kalau punya uang dan waktu ada baiknya berkunjung ke luar kota, namun jika budget terbatas maka kendarai motormu atau gunakan kendaraan umum lalu main ke rumah temanmu bisa jadi solusi. Tak peduli apa pun tempat yang anda kunjungi asal itu membahagiakan, benar kan?<\/p>\n","post_title":"Playlist Spotify Mantap Minggu Ini untuk Kalian Para Perokok Keren","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"playlist-spotify-mantap-minggu-ini-untuk-kalian-para-perokok-keren","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-08-05 13:39:39","post_modified_gmt":"2019-08-05 06:39:39","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5933","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5889,"post_author":"919","post_date":"2019-07-29 16:13:48","post_date_gmt":"2019-07-29 09:13:48","post_content":"\n

Upaya mengejar cinta selalu menghadirkan satu masalah yaitu patah hati. Jika bicara soal peluang bakal menghadapi masalah tersebut, maka persentasinya adalah 50:50. Potensinya sudah bisa membesar sejak awal anda mencoba untuk berkenalan dengan sosok idaman. Jika salah langkah, sudah pasti si dia bakal menjauh, andai pun langkah awal sudah tepat tapi threatmennya pendekatannya salah, siap-siap kalimat \u2018maaf kita ga cocok\u2019<\/em> akan anda dapatkan.\u00a0
<\/p>\n\n\n\n

Kalau sudah patah hati rasanya memang ribet. Rendang yang katanya dijadikan makanan terenak di dunia pun rasanya seperti daging gosong. Mau beraktifitas juga susah, karena isinya hanya meratap dan merenungi. Diajak teman main game <\/em>juga tak maksimal, apalagi kongkow-kongkow sampai subuh. Kalau sudah begini tak boleh buru-buru larut dalam kesedihan, musik bisa jadi obat ampuh untuk menenangkannya. 
<\/p>\n\n\n\n

Musik memang soal selera, ada yang ingin lagu agak ngebeat <\/em>biar adrenalinennya naik. Ada yang memutar lagi jazz supaya lebih tenang, musik dangdut biar oaoe<\/em>, hingga lagu indie biar terkesan indies (ealaahhh). Akan tetapi ada satu tren belakangan ini, patah hati dan mendengarkan lagu-lagu yang dinyanyikan oleh Didi Kempot.
<\/p>\n\n\n\n

Sosok yang memulai karier berseni sebagai musisi jalanan tersebut kini lagi digandrungi anak muda. Mereka menyebutnya sebagai Sadbois atau Sadgirls, mengagung-mengagungkan patah hati, merayakan kesedihan, dan Didi Kempot yang secara lelucon mereka sebut Lord, hadir memaksimalkan euforia tersebut. Satu lagu, dua lagu, tiga lagu, kalimat seperti \u2018Bajingan kowe dek!\u2019 mulai terlontar dari mulut-mulut penikmat lagu-lagu Didi Kempot.
<\/p>\n\n\n\n

Saya dan mungkin juga kalian sejatinya sudah cukup lama mendengar lagu-lagu Didi Kempot, mungkin sejak SD. Saat umur belum dua angka seperti saat ini, Didi Kempot mungkin hanya saya sebut sebagai musisi yang beraliran Campursari (meski memang benar seperti itu). Namun, ketika umur kian bertambah, Didi Kempot rupanya jauh lebih besar dari itu. Bisa jadi dia adalah representasi dari diksi patah hati itu sendiri.
<\/p>\n\n\n\n

Lagu Sewu Kutho misalnya, saya anggap sebagai lagu patah hati terhebat yang pernah ia buat. Bagaimana rasa rindu, sakit, dan keikhlasan menyatu menjadi satu dalam sebuah lagu. Bahkan doa juga ia sematkan kepada orang yang disayang, agar hidup dia yang dicinta hidup lebih bahagia daripada dirinya. Meski sebenarnya dalam lagu tersebut ada pertentangan lain dalam dirinya yang masih tak bisa ia atasi, ia masih ingin bertemu dengan yang dicinta dengan cara apapun.
<\/p>\n\n\n\n

Pamer Bojo adalah selanjutnya, ia hadir tepat di saat anak muda sedang mengalami tren nikah dini. Saat usia muda memang perasaan dan cinta sedang berkecamuknya, lalu dihadapkan dengan permasalahan yang cukup pelik dalam asmara yaitu ditinggal nikah. Lagu Pamer Bojo adalah solusinya, meski dalam liriknya ada pesan bahwa kita memang tidak pernah siap melihat yang dicinta menikah dengan orang lain. 
<\/p>\n\n\n\n

\u201cNeng opo seneng aku yen mung gawe laraku<\/em><\/p>\n\n\n\n

Pamer bojo anyar neng ngarepku\u201d<\/em>
<\/p>\n\n\n\n

Bagi saya musik memiliki kekuatan hebat walau memiliki tembok bernama bahasa. Hanya musisi hebat yang mampu menembus dinding-dinding itu. Didi Kempot adalah salah satunya, ia mampu membuat orang yang bukan bersuku Jawa bisa menikmati lagunya. Ini sebuah kemajuan dalam berkebudayaan, bahwa suku dan bangsa lain bisa saling menerima karya dari golongan lain. Sesuatu yang saat kini benar-benar kita butuhkan bukan setelah kontestasi politik yang melibatkan sentimen suku, agama, ras, dan antargolongan.
<\/p>\n\n\n\n

Didi Kempot memang sedang naik daun dan kini namanya lagi disebut-sebut di banyak penjuru di ibu kota. Ketakutan saya adalah akan seberapa lama tren ini berlanjut, mengingat tak banyak yang bisa bertahan lama di Jakarta. Akan tetapi pikiran tersebut saya rasa salah, Didi Kempot boleh saja naik daun dan tiba-tiba hilang di Jakarta, akan tetapi karya dan dirinya tetap abadi di Indonesia. Karena yang membuat Didi Kempot agung adalah kita yang selalu kekanak-kanakan menghadapi masalah patah hati. <\/p>\n","post_title":"Memuja-muja Didi Kempot, Mengagung-agungkan Patah Hati","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"memuja-muja-didi-kempot-mengagung-agungkan-patah-hati","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-07-29 16:13:56","post_modified_gmt":"2019-07-29 09:13:56","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5889","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5862,"post_author":"919","post_date":"2019-07-14 12:50:58","post_date_gmt":"2019-07-14 05:50:58","post_content":"\n

Musim haji kini telah tiba. Diperkirakan jutaan orang kini telah memadati Masjidil Haram di Mekkah, Arab Saudi untuk memenuhi salah satu rukun Islam tiap tahunnya. Ritual suci ini menjadi salah satu impian bagi tiap umat muslim di seluruh dunia dan tak seluruhnya bisa melaksanakannya. 
<\/p>\n\n\n\n

Walau demikian musim haji di Indonesia tak pernah sepi peminat. Menko Perekonomian Darmin Nasution memperkirakan jumlah jamaah haji Indonesia akan mencapai 4,34 juta jiwa pada 2019. Per hari ini (14\/7\/2019) jumlah jemaah diperkirakan sudah mencapai 47.983 orang yang sudah berdatangan ke Madinah. 
<\/p>\n\n\n\n

Ada-ada saja memang kelakuan masyarakat Indonesia ketika berkunjung ke luar negeri terutama untuk ibadah haji yang memakan waktu hingga satu bulan. Ada kisah para peserta membawa makanan khas daerah masing-masing karena takut tak bisa menyesuaikan dengan kudapan di sana. Ada yang membawa sambal, jengkol, ikan teri, padahal pihak penyelenggara sudah menyediakan makanan yang sesuai dengan lidah mereka.
<\/p>\n\n\n\n

Salah satu kebiasaan masyarakat Indonesia adalah merokok dan tradisi tersebut sudah mengakar sejak lama. Cita rasa kretek yang kuat dengan campuran cengkeh membuat masyarakat kita sulit menikmati produk rokok asing. Maka dengan demikian ketika bepergian ke luar negeri membawa rokok dari Indonesia adalah hal yang nampaknya sudah jadi kebiasaan. Sejatinya hal tersebut tak bisa dikatakan sebagai aktivitas ilegal, karena mereka membawa rokok lokal untuk dikonsumsi pribadi dan bukan untuk dijual.
<\/p>\n\n\n\n

Pemerintah sejatinya sudah mengakomodasi kebutuhan para perokok yang sedang menjadi peserta haji. Kemudahan itu adalah dengan memperbolehkan jamaah haji membawa rokok maksimal 200 batang untuk dibawa ke tanah suci. Jika berlebih, maka siap-siap untuk diamankan dan disita. Akibat informasi yang kadang tak menyeluruh, kadang masih ada saja rokok yang disita. Tribun Jabar misalnya memberitakan bahwa sehari ada sekitar 200 batang rokok yang disita oleh pihak bea dan cukai.
<\/p>\n\n\n\n

Peraturan memang ada untuk dipatuhi dan diikuti, sebagai perokok tentu hal tersebut tak boleh dihiraukan. Ada baiknya untuk mengikuti prosedur yang sudah diterapkan agar ibadah haji semakin nyaman. Tentu ijin boleh membawa rokok sebanyak 200 batang sudah cukup mengakomodir kebutuhan para perokok. Jika dihitung dalam 40 hari maka dalam satu hari satu jamaah haji bisa mengisap lima batang tentu pas jika kita anggap setiap sehabis sholat menghisap satu batang rokok. Tentu paduan yang sempurna antara ibadah dan kebiasaan merokok. 
<\/p>\n\n\n\n

Ada cara lain untuk mengakali peraturan tersebut, salah satunya adalah dengan menitip kepada anggota keluarga lain. Tentu cara ini sebenarnya tidak bermasalah karena setiap orang punya hak untuk membawa 200 batang rokok. Cara ini nampaknya cukup ampuh dan sudah dilakukan oleh beberapa jamaah haji. Asalkan rokok yang dibawa tentu hanya untuk kebutuhan pribadi, bukan untuk dijual kembali di sana. 
<\/p>\n\n\n\n

Pada akhirnya ibadah harus menjadi petimbangan utama saat ke tanah suci. Mengenai barang bawaan yang sudah diatur harus betul-betul diperhatikan. Toh rokok bukan barang yang bercandu sehingga kebiasaan merokok pun masih bisa diatasi ketika di tanah suci.
<\/p>\n","post_title":"Hal yang Perlu Diperhatikan Perokok Saat Berangkat Haji","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"hal-yang-perlu-diperhatikan-perokok-saat-berangkat-haji","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-07-14 12:51:04","post_modified_gmt":"2019-07-14 05:51:04","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5862","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":7},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"epic_block_3"};

\n

This Girl - Kungs
<\/h2>\n\n\n\n

Kalau Jumat malam sudah tiba maka waktunya untuk bersenang-senang! segera hubungi sahabat atau kekasih anda. Kongkow di kedai kopi atau berajojing ria juga pun tak masalah. Adakalanya anda butuh melepaskan penat, goyang badanmu dan nikmati dentuman musiknya.
<\/p>\n\n\n\n

Rotterdam (Or Anywhere) - The Beautiful South
<\/h2>\n\n\n\n

Sabtu dan Minggu waktunya jalan-jalan! kalau punya uang dan waktu ada baiknya berkunjung ke luar kota, namun jika budget terbatas maka kendarai motormu atau gunakan kendaraan umum lalu main ke rumah temanmu bisa jadi solusi. Tak peduli apa pun tempat yang anda kunjungi asal itu membahagiakan, benar kan?<\/p>\n","post_title":"Playlist Spotify Mantap Minggu Ini untuk Kalian Para Perokok Keren","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"playlist-spotify-mantap-minggu-ini-untuk-kalian-para-perokok-keren","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-08-05 13:39:39","post_modified_gmt":"2019-08-05 06:39:39","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5933","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5889,"post_author":"919","post_date":"2019-07-29 16:13:48","post_date_gmt":"2019-07-29 09:13:48","post_content":"\n

Upaya mengejar cinta selalu menghadirkan satu masalah yaitu patah hati. Jika bicara soal peluang bakal menghadapi masalah tersebut, maka persentasinya adalah 50:50. Potensinya sudah bisa membesar sejak awal anda mencoba untuk berkenalan dengan sosok idaman. Jika salah langkah, sudah pasti si dia bakal menjauh, andai pun langkah awal sudah tepat tapi threatmennya pendekatannya salah, siap-siap kalimat \u2018maaf kita ga cocok\u2019<\/em> akan anda dapatkan.\u00a0
<\/p>\n\n\n\n

Kalau sudah patah hati rasanya memang ribet. Rendang yang katanya dijadikan makanan terenak di dunia pun rasanya seperti daging gosong. Mau beraktifitas juga susah, karena isinya hanya meratap dan merenungi. Diajak teman main game <\/em>juga tak maksimal, apalagi kongkow-kongkow sampai subuh. Kalau sudah begini tak boleh buru-buru larut dalam kesedihan, musik bisa jadi obat ampuh untuk menenangkannya. 
<\/p>\n\n\n\n

Musik memang soal selera, ada yang ingin lagu agak ngebeat <\/em>biar adrenalinennya naik. Ada yang memutar lagi jazz supaya lebih tenang, musik dangdut biar oaoe<\/em>, hingga lagu indie biar terkesan indies (ealaahhh). Akan tetapi ada satu tren belakangan ini, patah hati dan mendengarkan lagu-lagu yang dinyanyikan oleh Didi Kempot.
<\/p>\n\n\n\n

Sosok yang memulai karier berseni sebagai musisi jalanan tersebut kini lagi digandrungi anak muda. Mereka menyebutnya sebagai Sadbois atau Sadgirls, mengagung-mengagungkan patah hati, merayakan kesedihan, dan Didi Kempot yang secara lelucon mereka sebut Lord, hadir memaksimalkan euforia tersebut. Satu lagu, dua lagu, tiga lagu, kalimat seperti \u2018Bajingan kowe dek!\u2019 mulai terlontar dari mulut-mulut penikmat lagu-lagu Didi Kempot.
<\/p>\n\n\n\n

Saya dan mungkin juga kalian sejatinya sudah cukup lama mendengar lagu-lagu Didi Kempot, mungkin sejak SD. Saat umur belum dua angka seperti saat ini, Didi Kempot mungkin hanya saya sebut sebagai musisi yang beraliran Campursari (meski memang benar seperti itu). Namun, ketika umur kian bertambah, Didi Kempot rupanya jauh lebih besar dari itu. Bisa jadi dia adalah representasi dari diksi patah hati itu sendiri.
<\/p>\n\n\n\n

Lagu Sewu Kutho misalnya, saya anggap sebagai lagu patah hati terhebat yang pernah ia buat. Bagaimana rasa rindu, sakit, dan keikhlasan menyatu menjadi satu dalam sebuah lagu. Bahkan doa juga ia sematkan kepada orang yang disayang, agar hidup dia yang dicinta hidup lebih bahagia daripada dirinya. Meski sebenarnya dalam lagu tersebut ada pertentangan lain dalam dirinya yang masih tak bisa ia atasi, ia masih ingin bertemu dengan yang dicinta dengan cara apapun.
<\/p>\n\n\n\n

Pamer Bojo adalah selanjutnya, ia hadir tepat di saat anak muda sedang mengalami tren nikah dini. Saat usia muda memang perasaan dan cinta sedang berkecamuknya, lalu dihadapkan dengan permasalahan yang cukup pelik dalam asmara yaitu ditinggal nikah. Lagu Pamer Bojo adalah solusinya, meski dalam liriknya ada pesan bahwa kita memang tidak pernah siap melihat yang dicinta menikah dengan orang lain. 
<\/p>\n\n\n\n

\u201cNeng opo seneng aku yen mung gawe laraku<\/em><\/p>\n\n\n\n

Pamer bojo anyar neng ngarepku\u201d<\/em>
<\/p>\n\n\n\n

Bagi saya musik memiliki kekuatan hebat walau memiliki tembok bernama bahasa. Hanya musisi hebat yang mampu menembus dinding-dinding itu. Didi Kempot adalah salah satunya, ia mampu membuat orang yang bukan bersuku Jawa bisa menikmati lagunya. Ini sebuah kemajuan dalam berkebudayaan, bahwa suku dan bangsa lain bisa saling menerima karya dari golongan lain. Sesuatu yang saat kini benar-benar kita butuhkan bukan setelah kontestasi politik yang melibatkan sentimen suku, agama, ras, dan antargolongan.
<\/p>\n\n\n\n

Didi Kempot memang sedang naik daun dan kini namanya lagi disebut-sebut di banyak penjuru di ibu kota. Ketakutan saya adalah akan seberapa lama tren ini berlanjut, mengingat tak banyak yang bisa bertahan lama di Jakarta. Akan tetapi pikiran tersebut saya rasa salah, Didi Kempot boleh saja naik daun dan tiba-tiba hilang di Jakarta, akan tetapi karya dan dirinya tetap abadi di Indonesia. Karena yang membuat Didi Kempot agung adalah kita yang selalu kekanak-kanakan menghadapi masalah patah hati. <\/p>\n","post_title":"Memuja-muja Didi Kempot, Mengagung-agungkan Patah Hati","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"memuja-muja-didi-kempot-mengagung-agungkan-patah-hati","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-07-29 16:13:56","post_modified_gmt":"2019-07-29 09:13:56","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5889","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5862,"post_author":"919","post_date":"2019-07-14 12:50:58","post_date_gmt":"2019-07-14 05:50:58","post_content":"\n

Musim haji kini telah tiba. Diperkirakan jutaan orang kini telah memadati Masjidil Haram di Mekkah, Arab Saudi untuk memenuhi salah satu rukun Islam tiap tahunnya. Ritual suci ini menjadi salah satu impian bagi tiap umat muslim di seluruh dunia dan tak seluruhnya bisa melaksanakannya. 
<\/p>\n\n\n\n

Walau demikian musim haji di Indonesia tak pernah sepi peminat. Menko Perekonomian Darmin Nasution memperkirakan jumlah jamaah haji Indonesia akan mencapai 4,34 juta jiwa pada 2019. Per hari ini (14\/7\/2019) jumlah jemaah diperkirakan sudah mencapai 47.983 orang yang sudah berdatangan ke Madinah. 
<\/p>\n\n\n\n

Ada-ada saja memang kelakuan masyarakat Indonesia ketika berkunjung ke luar negeri terutama untuk ibadah haji yang memakan waktu hingga satu bulan. Ada kisah para peserta membawa makanan khas daerah masing-masing karena takut tak bisa menyesuaikan dengan kudapan di sana. Ada yang membawa sambal, jengkol, ikan teri, padahal pihak penyelenggara sudah menyediakan makanan yang sesuai dengan lidah mereka.
<\/p>\n\n\n\n

Salah satu kebiasaan masyarakat Indonesia adalah merokok dan tradisi tersebut sudah mengakar sejak lama. Cita rasa kretek yang kuat dengan campuran cengkeh membuat masyarakat kita sulit menikmati produk rokok asing. Maka dengan demikian ketika bepergian ke luar negeri membawa rokok dari Indonesia adalah hal yang nampaknya sudah jadi kebiasaan. Sejatinya hal tersebut tak bisa dikatakan sebagai aktivitas ilegal, karena mereka membawa rokok lokal untuk dikonsumsi pribadi dan bukan untuk dijual.
<\/p>\n\n\n\n

Pemerintah sejatinya sudah mengakomodasi kebutuhan para perokok yang sedang menjadi peserta haji. Kemudahan itu adalah dengan memperbolehkan jamaah haji membawa rokok maksimal 200 batang untuk dibawa ke tanah suci. Jika berlebih, maka siap-siap untuk diamankan dan disita. Akibat informasi yang kadang tak menyeluruh, kadang masih ada saja rokok yang disita. Tribun Jabar misalnya memberitakan bahwa sehari ada sekitar 200 batang rokok yang disita oleh pihak bea dan cukai.
<\/p>\n\n\n\n

Peraturan memang ada untuk dipatuhi dan diikuti, sebagai perokok tentu hal tersebut tak boleh dihiraukan. Ada baiknya untuk mengikuti prosedur yang sudah diterapkan agar ibadah haji semakin nyaman. Tentu ijin boleh membawa rokok sebanyak 200 batang sudah cukup mengakomodir kebutuhan para perokok. Jika dihitung dalam 40 hari maka dalam satu hari satu jamaah haji bisa mengisap lima batang tentu pas jika kita anggap setiap sehabis sholat menghisap satu batang rokok. Tentu paduan yang sempurna antara ibadah dan kebiasaan merokok. 
<\/p>\n\n\n\n

Ada cara lain untuk mengakali peraturan tersebut, salah satunya adalah dengan menitip kepada anggota keluarga lain. Tentu cara ini sebenarnya tidak bermasalah karena setiap orang punya hak untuk membawa 200 batang rokok. Cara ini nampaknya cukup ampuh dan sudah dilakukan oleh beberapa jamaah haji. Asalkan rokok yang dibawa tentu hanya untuk kebutuhan pribadi, bukan untuk dijual kembali di sana. 
<\/p>\n\n\n\n

Pada akhirnya ibadah harus menjadi petimbangan utama saat ke tanah suci. Mengenai barang bawaan yang sudah diatur harus betul-betul diperhatikan. Toh rokok bukan barang yang bercandu sehingga kebiasaan merokok pun masih bisa diatasi ketika di tanah suci.
<\/p>\n","post_title":"Hal yang Perlu Diperhatikan Perokok Saat Berangkat Haji","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"hal-yang-perlu-diperhatikan-perokok-saat-berangkat-haji","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-07-14 12:51:04","post_modified_gmt":"2019-07-14 05:51:04","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5862","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":7},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"epic_block_3"};

\n

Kadang apa yang kita harapkan tak sesuai hasil yang didapatkan. Ekspektasi berlebihan membuatmu menjadi lupa pada jati diri, jika gagal maka berpotensi untuk tak percaya diri dan jika sukses bukan tak mungkin akan semakin menyombongkan diri. Karena kata Kunto Aji yang sebaiknya kau jaga adalah dirimu sendiri.
<\/p>\n\n\n\n

This Girl - Kungs
<\/h2>\n\n\n\n

Kalau Jumat malam sudah tiba maka waktunya untuk bersenang-senang! segera hubungi sahabat atau kekasih anda. Kongkow di kedai kopi atau berajojing ria juga pun tak masalah. Adakalanya anda butuh melepaskan penat, goyang badanmu dan nikmati dentuman musiknya.
<\/p>\n\n\n\n

Rotterdam (Or Anywhere) - The Beautiful South
<\/h2>\n\n\n\n

Sabtu dan Minggu waktunya jalan-jalan! kalau punya uang dan waktu ada baiknya berkunjung ke luar kota, namun jika budget terbatas maka kendarai motormu atau gunakan kendaraan umum lalu main ke rumah temanmu bisa jadi solusi. Tak peduli apa pun tempat yang anda kunjungi asal itu membahagiakan, benar kan?<\/p>\n","post_title":"Playlist Spotify Mantap Minggu Ini untuk Kalian Para Perokok Keren","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"playlist-spotify-mantap-minggu-ini-untuk-kalian-para-perokok-keren","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-08-05 13:39:39","post_modified_gmt":"2019-08-05 06:39:39","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5933","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5889,"post_author":"919","post_date":"2019-07-29 16:13:48","post_date_gmt":"2019-07-29 09:13:48","post_content":"\n

Upaya mengejar cinta selalu menghadirkan satu masalah yaitu patah hati. Jika bicara soal peluang bakal menghadapi masalah tersebut, maka persentasinya adalah 50:50. Potensinya sudah bisa membesar sejak awal anda mencoba untuk berkenalan dengan sosok idaman. Jika salah langkah, sudah pasti si dia bakal menjauh, andai pun langkah awal sudah tepat tapi threatmennya pendekatannya salah, siap-siap kalimat \u2018maaf kita ga cocok\u2019<\/em> akan anda dapatkan.\u00a0
<\/p>\n\n\n\n

Kalau sudah patah hati rasanya memang ribet. Rendang yang katanya dijadikan makanan terenak di dunia pun rasanya seperti daging gosong. Mau beraktifitas juga susah, karena isinya hanya meratap dan merenungi. Diajak teman main game <\/em>juga tak maksimal, apalagi kongkow-kongkow sampai subuh. Kalau sudah begini tak boleh buru-buru larut dalam kesedihan, musik bisa jadi obat ampuh untuk menenangkannya. 
<\/p>\n\n\n\n

Musik memang soal selera, ada yang ingin lagu agak ngebeat <\/em>biar adrenalinennya naik. Ada yang memutar lagi jazz supaya lebih tenang, musik dangdut biar oaoe<\/em>, hingga lagu indie biar terkesan indies (ealaahhh). Akan tetapi ada satu tren belakangan ini, patah hati dan mendengarkan lagu-lagu yang dinyanyikan oleh Didi Kempot.
<\/p>\n\n\n\n

Sosok yang memulai karier berseni sebagai musisi jalanan tersebut kini lagi digandrungi anak muda. Mereka menyebutnya sebagai Sadbois atau Sadgirls, mengagung-mengagungkan patah hati, merayakan kesedihan, dan Didi Kempot yang secara lelucon mereka sebut Lord, hadir memaksimalkan euforia tersebut. Satu lagu, dua lagu, tiga lagu, kalimat seperti \u2018Bajingan kowe dek!\u2019 mulai terlontar dari mulut-mulut penikmat lagu-lagu Didi Kempot.
<\/p>\n\n\n\n

Saya dan mungkin juga kalian sejatinya sudah cukup lama mendengar lagu-lagu Didi Kempot, mungkin sejak SD. Saat umur belum dua angka seperti saat ini, Didi Kempot mungkin hanya saya sebut sebagai musisi yang beraliran Campursari (meski memang benar seperti itu). Namun, ketika umur kian bertambah, Didi Kempot rupanya jauh lebih besar dari itu. Bisa jadi dia adalah representasi dari diksi patah hati itu sendiri.
<\/p>\n\n\n\n

Lagu Sewu Kutho misalnya, saya anggap sebagai lagu patah hati terhebat yang pernah ia buat. Bagaimana rasa rindu, sakit, dan keikhlasan menyatu menjadi satu dalam sebuah lagu. Bahkan doa juga ia sematkan kepada orang yang disayang, agar hidup dia yang dicinta hidup lebih bahagia daripada dirinya. Meski sebenarnya dalam lagu tersebut ada pertentangan lain dalam dirinya yang masih tak bisa ia atasi, ia masih ingin bertemu dengan yang dicinta dengan cara apapun.
<\/p>\n\n\n\n

Pamer Bojo adalah selanjutnya, ia hadir tepat di saat anak muda sedang mengalami tren nikah dini. Saat usia muda memang perasaan dan cinta sedang berkecamuknya, lalu dihadapkan dengan permasalahan yang cukup pelik dalam asmara yaitu ditinggal nikah. Lagu Pamer Bojo adalah solusinya, meski dalam liriknya ada pesan bahwa kita memang tidak pernah siap melihat yang dicinta menikah dengan orang lain. 
<\/p>\n\n\n\n

\u201cNeng opo seneng aku yen mung gawe laraku<\/em><\/p>\n\n\n\n

Pamer bojo anyar neng ngarepku\u201d<\/em>
<\/p>\n\n\n\n

Bagi saya musik memiliki kekuatan hebat walau memiliki tembok bernama bahasa. Hanya musisi hebat yang mampu menembus dinding-dinding itu. Didi Kempot adalah salah satunya, ia mampu membuat orang yang bukan bersuku Jawa bisa menikmati lagunya. Ini sebuah kemajuan dalam berkebudayaan, bahwa suku dan bangsa lain bisa saling menerima karya dari golongan lain. Sesuatu yang saat kini benar-benar kita butuhkan bukan setelah kontestasi politik yang melibatkan sentimen suku, agama, ras, dan antargolongan.
<\/p>\n\n\n\n

Didi Kempot memang sedang naik daun dan kini namanya lagi disebut-sebut di banyak penjuru di ibu kota. Ketakutan saya adalah akan seberapa lama tren ini berlanjut, mengingat tak banyak yang bisa bertahan lama di Jakarta. Akan tetapi pikiran tersebut saya rasa salah, Didi Kempot boleh saja naik daun dan tiba-tiba hilang di Jakarta, akan tetapi karya dan dirinya tetap abadi di Indonesia. Karena yang membuat Didi Kempot agung adalah kita yang selalu kekanak-kanakan menghadapi masalah patah hati. <\/p>\n","post_title":"Memuja-muja Didi Kempot, Mengagung-agungkan Patah Hati","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"memuja-muja-didi-kempot-mengagung-agungkan-patah-hati","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-07-29 16:13:56","post_modified_gmt":"2019-07-29 09:13:56","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5889","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5862,"post_author":"919","post_date":"2019-07-14 12:50:58","post_date_gmt":"2019-07-14 05:50:58","post_content":"\n

Musim haji kini telah tiba. Diperkirakan jutaan orang kini telah memadati Masjidil Haram di Mekkah, Arab Saudi untuk memenuhi salah satu rukun Islam tiap tahunnya. Ritual suci ini menjadi salah satu impian bagi tiap umat muslim di seluruh dunia dan tak seluruhnya bisa melaksanakannya. 
<\/p>\n\n\n\n

Walau demikian musim haji di Indonesia tak pernah sepi peminat. Menko Perekonomian Darmin Nasution memperkirakan jumlah jamaah haji Indonesia akan mencapai 4,34 juta jiwa pada 2019. Per hari ini (14\/7\/2019) jumlah jemaah diperkirakan sudah mencapai 47.983 orang yang sudah berdatangan ke Madinah. 
<\/p>\n\n\n\n

Ada-ada saja memang kelakuan masyarakat Indonesia ketika berkunjung ke luar negeri terutama untuk ibadah haji yang memakan waktu hingga satu bulan. Ada kisah para peserta membawa makanan khas daerah masing-masing karena takut tak bisa menyesuaikan dengan kudapan di sana. Ada yang membawa sambal, jengkol, ikan teri, padahal pihak penyelenggara sudah menyediakan makanan yang sesuai dengan lidah mereka.
<\/p>\n\n\n\n

Salah satu kebiasaan masyarakat Indonesia adalah merokok dan tradisi tersebut sudah mengakar sejak lama. Cita rasa kretek yang kuat dengan campuran cengkeh membuat masyarakat kita sulit menikmati produk rokok asing. Maka dengan demikian ketika bepergian ke luar negeri membawa rokok dari Indonesia adalah hal yang nampaknya sudah jadi kebiasaan. Sejatinya hal tersebut tak bisa dikatakan sebagai aktivitas ilegal, karena mereka membawa rokok lokal untuk dikonsumsi pribadi dan bukan untuk dijual.
<\/p>\n\n\n\n

Pemerintah sejatinya sudah mengakomodasi kebutuhan para perokok yang sedang menjadi peserta haji. Kemudahan itu adalah dengan memperbolehkan jamaah haji membawa rokok maksimal 200 batang untuk dibawa ke tanah suci. Jika berlebih, maka siap-siap untuk diamankan dan disita. Akibat informasi yang kadang tak menyeluruh, kadang masih ada saja rokok yang disita. Tribun Jabar misalnya memberitakan bahwa sehari ada sekitar 200 batang rokok yang disita oleh pihak bea dan cukai.
<\/p>\n\n\n\n

Peraturan memang ada untuk dipatuhi dan diikuti, sebagai perokok tentu hal tersebut tak boleh dihiraukan. Ada baiknya untuk mengikuti prosedur yang sudah diterapkan agar ibadah haji semakin nyaman. Tentu ijin boleh membawa rokok sebanyak 200 batang sudah cukup mengakomodir kebutuhan para perokok. Jika dihitung dalam 40 hari maka dalam satu hari satu jamaah haji bisa mengisap lima batang tentu pas jika kita anggap setiap sehabis sholat menghisap satu batang rokok. Tentu paduan yang sempurna antara ibadah dan kebiasaan merokok. 
<\/p>\n\n\n\n

Ada cara lain untuk mengakali peraturan tersebut, salah satunya adalah dengan menitip kepada anggota keluarga lain. Tentu cara ini sebenarnya tidak bermasalah karena setiap orang punya hak untuk membawa 200 batang rokok. Cara ini nampaknya cukup ampuh dan sudah dilakukan oleh beberapa jamaah haji. Asalkan rokok yang dibawa tentu hanya untuk kebutuhan pribadi, bukan untuk dijual kembali di sana. 
<\/p>\n\n\n\n

Pada akhirnya ibadah harus menjadi petimbangan utama saat ke tanah suci. Mengenai barang bawaan yang sudah diatur harus betul-betul diperhatikan. Toh rokok bukan barang yang bercandu sehingga kebiasaan merokok pun masih bisa diatasi ketika di tanah suci.
<\/p>\n","post_title":"Hal yang Perlu Diperhatikan Perokok Saat Berangkat Haji","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"hal-yang-perlu-diperhatikan-perokok-saat-berangkat-haji","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-07-14 12:51:04","post_modified_gmt":"2019-07-14 05:51:04","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5862","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":7},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"epic_block_3"};

\n

Sulung - Kunto Aji
<\/h2>\n\n\n\n

Kadang apa yang kita harapkan tak sesuai hasil yang didapatkan. Ekspektasi berlebihan membuatmu menjadi lupa pada jati diri, jika gagal maka berpotensi untuk tak percaya diri dan jika sukses bukan tak mungkin akan semakin menyombongkan diri. Karena kata Kunto Aji yang sebaiknya kau jaga adalah dirimu sendiri.
<\/p>\n\n\n\n

This Girl - Kungs
<\/h2>\n\n\n\n

Kalau Jumat malam sudah tiba maka waktunya untuk bersenang-senang! segera hubungi sahabat atau kekasih anda. Kongkow di kedai kopi atau berajojing ria juga pun tak masalah. Adakalanya anda butuh melepaskan penat, goyang badanmu dan nikmati dentuman musiknya.
<\/p>\n\n\n\n

Rotterdam (Or Anywhere) - The Beautiful South
<\/h2>\n\n\n\n

Sabtu dan Minggu waktunya jalan-jalan! kalau punya uang dan waktu ada baiknya berkunjung ke luar kota, namun jika budget terbatas maka kendarai motormu atau gunakan kendaraan umum lalu main ke rumah temanmu bisa jadi solusi. Tak peduli apa pun tempat yang anda kunjungi asal itu membahagiakan, benar kan?<\/p>\n","post_title":"Playlist Spotify Mantap Minggu Ini untuk Kalian Para Perokok Keren","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"playlist-spotify-mantap-minggu-ini-untuk-kalian-para-perokok-keren","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-08-05 13:39:39","post_modified_gmt":"2019-08-05 06:39:39","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5933","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5889,"post_author":"919","post_date":"2019-07-29 16:13:48","post_date_gmt":"2019-07-29 09:13:48","post_content":"\n

Upaya mengejar cinta selalu menghadirkan satu masalah yaitu patah hati. Jika bicara soal peluang bakal menghadapi masalah tersebut, maka persentasinya adalah 50:50. Potensinya sudah bisa membesar sejak awal anda mencoba untuk berkenalan dengan sosok idaman. Jika salah langkah, sudah pasti si dia bakal menjauh, andai pun langkah awal sudah tepat tapi threatmennya pendekatannya salah, siap-siap kalimat \u2018maaf kita ga cocok\u2019<\/em> akan anda dapatkan.\u00a0
<\/p>\n\n\n\n

Kalau sudah patah hati rasanya memang ribet. Rendang yang katanya dijadikan makanan terenak di dunia pun rasanya seperti daging gosong. Mau beraktifitas juga susah, karena isinya hanya meratap dan merenungi. Diajak teman main game <\/em>juga tak maksimal, apalagi kongkow-kongkow sampai subuh. Kalau sudah begini tak boleh buru-buru larut dalam kesedihan, musik bisa jadi obat ampuh untuk menenangkannya. 
<\/p>\n\n\n\n

Musik memang soal selera, ada yang ingin lagu agak ngebeat <\/em>biar adrenalinennya naik. Ada yang memutar lagi jazz supaya lebih tenang, musik dangdut biar oaoe<\/em>, hingga lagu indie biar terkesan indies (ealaahhh). Akan tetapi ada satu tren belakangan ini, patah hati dan mendengarkan lagu-lagu yang dinyanyikan oleh Didi Kempot.
<\/p>\n\n\n\n

Sosok yang memulai karier berseni sebagai musisi jalanan tersebut kini lagi digandrungi anak muda. Mereka menyebutnya sebagai Sadbois atau Sadgirls, mengagung-mengagungkan patah hati, merayakan kesedihan, dan Didi Kempot yang secara lelucon mereka sebut Lord, hadir memaksimalkan euforia tersebut. Satu lagu, dua lagu, tiga lagu, kalimat seperti \u2018Bajingan kowe dek!\u2019 mulai terlontar dari mulut-mulut penikmat lagu-lagu Didi Kempot.
<\/p>\n\n\n\n

Saya dan mungkin juga kalian sejatinya sudah cukup lama mendengar lagu-lagu Didi Kempot, mungkin sejak SD. Saat umur belum dua angka seperti saat ini, Didi Kempot mungkin hanya saya sebut sebagai musisi yang beraliran Campursari (meski memang benar seperti itu). Namun, ketika umur kian bertambah, Didi Kempot rupanya jauh lebih besar dari itu. Bisa jadi dia adalah representasi dari diksi patah hati itu sendiri.
<\/p>\n\n\n\n

Lagu Sewu Kutho misalnya, saya anggap sebagai lagu patah hati terhebat yang pernah ia buat. Bagaimana rasa rindu, sakit, dan keikhlasan menyatu menjadi satu dalam sebuah lagu. Bahkan doa juga ia sematkan kepada orang yang disayang, agar hidup dia yang dicinta hidup lebih bahagia daripada dirinya. Meski sebenarnya dalam lagu tersebut ada pertentangan lain dalam dirinya yang masih tak bisa ia atasi, ia masih ingin bertemu dengan yang dicinta dengan cara apapun.
<\/p>\n\n\n\n

Pamer Bojo adalah selanjutnya, ia hadir tepat di saat anak muda sedang mengalami tren nikah dini. Saat usia muda memang perasaan dan cinta sedang berkecamuknya, lalu dihadapkan dengan permasalahan yang cukup pelik dalam asmara yaitu ditinggal nikah. Lagu Pamer Bojo adalah solusinya, meski dalam liriknya ada pesan bahwa kita memang tidak pernah siap melihat yang dicinta menikah dengan orang lain. 
<\/p>\n\n\n\n

\u201cNeng opo seneng aku yen mung gawe laraku<\/em><\/p>\n\n\n\n

Pamer bojo anyar neng ngarepku\u201d<\/em>
<\/p>\n\n\n\n

Bagi saya musik memiliki kekuatan hebat walau memiliki tembok bernama bahasa. Hanya musisi hebat yang mampu menembus dinding-dinding itu. Didi Kempot adalah salah satunya, ia mampu membuat orang yang bukan bersuku Jawa bisa menikmati lagunya. Ini sebuah kemajuan dalam berkebudayaan, bahwa suku dan bangsa lain bisa saling menerima karya dari golongan lain. Sesuatu yang saat kini benar-benar kita butuhkan bukan setelah kontestasi politik yang melibatkan sentimen suku, agama, ras, dan antargolongan.
<\/p>\n\n\n\n

Didi Kempot memang sedang naik daun dan kini namanya lagi disebut-sebut di banyak penjuru di ibu kota. Ketakutan saya adalah akan seberapa lama tren ini berlanjut, mengingat tak banyak yang bisa bertahan lama di Jakarta. Akan tetapi pikiran tersebut saya rasa salah, Didi Kempot boleh saja naik daun dan tiba-tiba hilang di Jakarta, akan tetapi karya dan dirinya tetap abadi di Indonesia. Karena yang membuat Didi Kempot agung adalah kita yang selalu kekanak-kanakan menghadapi masalah patah hati. <\/p>\n","post_title":"Memuja-muja Didi Kempot, Mengagung-agungkan Patah Hati","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"memuja-muja-didi-kempot-mengagung-agungkan-patah-hati","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-07-29 16:13:56","post_modified_gmt":"2019-07-29 09:13:56","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5889","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5862,"post_author":"919","post_date":"2019-07-14 12:50:58","post_date_gmt":"2019-07-14 05:50:58","post_content":"\n

Musim haji kini telah tiba. Diperkirakan jutaan orang kini telah memadati Masjidil Haram di Mekkah, Arab Saudi untuk memenuhi salah satu rukun Islam tiap tahunnya. Ritual suci ini menjadi salah satu impian bagi tiap umat muslim di seluruh dunia dan tak seluruhnya bisa melaksanakannya. 
<\/p>\n\n\n\n

Walau demikian musim haji di Indonesia tak pernah sepi peminat. Menko Perekonomian Darmin Nasution memperkirakan jumlah jamaah haji Indonesia akan mencapai 4,34 juta jiwa pada 2019. Per hari ini (14\/7\/2019) jumlah jemaah diperkirakan sudah mencapai 47.983 orang yang sudah berdatangan ke Madinah. 
<\/p>\n\n\n\n

Ada-ada saja memang kelakuan masyarakat Indonesia ketika berkunjung ke luar negeri terutama untuk ibadah haji yang memakan waktu hingga satu bulan. Ada kisah para peserta membawa makanan khas daerah masing-masing karena takut tak bisa menyesuaikan dengan kudapan di sana. Ada yang membawa sambal, jengkol, ikan teri, padahal pihak penyelenggara sudah menyediakan makanan yang sesuai dengan lidah mereka.
<\/p>\n\n\n\n

Salah satu kebiasaan masyarakat Indonesia adalah merokok dan tradisi tersebut sudah mengakar sejak lama. Cita rasa kretek yang kuat dengan campuran cengkeh membuat masyarakat kita sulit menikmati produk rokok asing. Maka dengan demikian ketika bepergian ke luar negeri membawa rokok dari Indonesia adalah hal yang nampaknya sudah jadi kebiasaan. Sejatinya hal tersebut tak bisa dikatakan sebagai aktivitas ilegal, karena mereka membawa rokok lokal untuk dikonsumsi pribadi dan bukan untuk dijual.
<\/p>\n\n\n\n

Pemerintah sejatinya sudah mengakomodasi kebutuhan para perokok yang sedang menjadi peserta haji. Kemudahan itu adalah dengan memperbolehkan jamaah haji membawa rokok maksimal 200 batang untuk dibawa ke tanah suci. Jika berlebih, maka siap-siap untuk diamankan dan disita. Akibat informasi yang kadang tak menyeluruh, kadang masih ada saja rokok yang disita. Tribun Jabar misalnya memberitakan bahwa sehari ada sekitar 200 batang rokok yang disita oleh pihak bea dan cukai.
<\/p>\n\n\n\n

Peraturan memang ada untuk dipatuhi dan diikuti, sebagai perokok tentu hal tersebut tak boleh dihiraukan. Ada baiknya untuk mengikuti prosedur yang sudah diterapkan agar ibadah haji semakin nyaman. Tentu ijin boleh membawa rokok sebanyak 200 batang sudah cukup mengakomodir kebutuhan para perokok. Jika dihitung dalam 40 hari maka dalam satu hari satu jamaah haji bisa mengisap lima batang tentu pas jika kita anggap setiap sehabis sholat menghisap satu batang rokok. Tentu paduan yang sempurna antara ibadah dan kebiasaan merokok. 
<\/p>\n\n\n\n

Ada cara lain untuk mengakali peraturan tersebut, salah satunya adalah dengan menitip kepada anggota keluarga lain. Tentu cara ini sebenarnya tidak bermasalah karena setiap orang punya hak untuk membawa 200 batang rokok. Cara ini nampaknya cukup ampuh dan sudah dilakukan oleh beberapa jamaah haji. Asalkan rokok yang dibawa tentu hanya untuk kebutuhan pribadi, bukan untuk dijual kembali di sana. 
<\/p>\n\n\n\n

Pada akhirnya ibadah harus menjadi petimbangan utama saat ke tanah suci. Mengenai barang bawaan yang sudah diatur harus betul-betul diperhatikan. Toh rokok bukan barang yang bercandu sehingga kebiasaan merokok pun masih bisa diatasi ketika di tanah suci.
<\/p>\n","post_title":"Hal yang Perlu Diperhatikan Perokok Saat Berangkat Haji","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"hal-yang-perlu-diperhatikan-perokok-saat-berangkat-haji","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-07-14 12:51:04","post_modified_gmt":"2019-07-14 05:51:04","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5862","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":7},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"epic_block_3"};

\n

Yoooo! lagu-lagu dangdut memang sangat dibutuhkan ketika irama aktivitas anda mulai meningkat. Lagu ini memiliki beat yang cukup kencang diiringi dengan irama koplo yang siap membuat anda untuk bergoyang. Persetan dengan segala kemacetan hingga marahan dari atasan, Wong Edan Kuwi Bebas!
<\/p>\n\n\n\n

Sulung - Kunto Aji
<\/h2>\n\n\n\n

Kadang apa yang kita harapkan tak sesuai hasil yang didapatkan. Ekspektasi berlebihan membuatmu menjadi lupa pada jati diri, jika gagal maka berpotensi untuk tak percaya diri dan jika sukses bukan tak mungkin akan semakin menyombongkan diri. Karena kata Kunto Aji yang sebaiknya kau jaga adalah dirimu sendiri.
<\/p>\n\n\n\n

This Girl - Kungs
<\/h2>\n\n\n\n

Kalau Jumat malam sudah tiba maka waktunya untuk bersenang-senang! segera hubungi sahabat atau kekasih anda. Kongkow di kedai kopi atau berajojing ria juga pun tak masalah. Adakalanya anda butuh melepaskan penat, goyang badanmu dan nikmati dentuman musiknya.
<\/p>\n\n\n\n

Rotterdam (Or Anywhere) - The Beautiful South
<\/h2>\n\n\n\n

Sabtu dan Minggu waktunya jalan-jalan! kalau punya uang dan waktu ada baiknya berkunjung ke luar kota, namun jika budget terbatas maka kendarai motormu atau gunakan kendaraan umum lalu main ke rumah temanmu bisa jadi solusi. Tak peduli apa pun tempat yang anda kunjungi asal itu membahagiakan, benar kan?<\/p>\n","post_title":"Playlist Spotify Mantap Minggu Ini untuk Kalian Para Perokok Keren","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"playlist-spotify-mantap-minggu-ini-untuk-kalian-para-perokok-keren","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-08-05 13:39:39","post_modified_gmt":"2019-08-05 06:39:39","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5933","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5889,"post_author":"919","post_date":"2019-07-29 16:13:48","post_date_gmt":"2019-07-29 09:13:48","post_content":"\n

Upaya mengejar cinta selalu menghadirkan satu masalah yaitu patah hati. Jika bicara soal peluang bakal menghadapi masalah tersebut, maka persentasinya adalah 50:50. Potensinya sudah bisa membesar sejak awal anda mencoba untuk berkenalan dengan sosok idaman. Jika salah langkah, sudah pasti si dia bakal menjauh, andai pun langkah awal sudah tepat tapi threatmennya pendekatannya salah, siap-siap kalimat \u2018maaf kita ga cocok\u2019<\/em> akan anda dapatkan.\u00a0
<\/p>\n\n\n\n

Kalau sudah patah hati rasanya memang ribet. Rendang yang katanya dijadikan makanan terenak di dunia pun rasanya seperti daging gosong. Mau beraktifitas juga susah, karena isinya hanya meratap dan merenungi. Diajak teman main game <\/em>juga tak maksimal, apalagi kongkow-kongkow sampai subuh. Kalau sudah begini tak boleh buru-buru larut dalam kesedihan, musik bisa jadi obat ampuh untuk menenangkannya. 
<\/p>\n\n\n\n

Musik memang soal selera, ada yang ingin lagu agak ngebeat <\/em>biar adrenalinennya naik. Ada yang memutar lagi jazz supaya lebih tenang, musik dangdut biar oaoe<\/em>, hingga lagu indie biar terkesan indies (ealaahhh). Akan tetapi ada satu tren belakangan ini, patah hati dan mendengarkan lagu-lagu yang dinyanyikan oleh Didi Kempot.
<\/p>\n\n\n\n

Sosok yang memulai karier berseni sebagai musisi jalanan tersebut kini lagi digandrungi anak muda. Mereka menyebutnya sebagai Sadbois atau Sadgirls, mengagung-mengagungkan patah hati, merayakan kesedihan, dan Didi Kempot yang secara lelucon mereka sebut Lord, hadir memaksimalkan euforia tersebut. Satu lagu, dua lagu, tiga lagu, kalimat seperti \u2018Bajingan kowe dek!\u2019 mulai terlontar dari mulut-mulut penikmat lagu-lagu Didi Kempot.
<\/p>\n\n\n\n

Saya dan mungkin juga kalian sejatinya sudah cukup lama mendengar lagu-lagu Didi Kempot, mungkin sejak SD. Saat umur belum dua angka seperti saat ini, Didi Kempot mungkin hanya saya sebut sebagai musisi yang beraliran Campursari (meski memang benar seperti itu). Namun, ketika umur kian bertambah, Didi Kempot rupanya jauh lebih besar dari itu. Bisa jadi dia adalah representasi dari diksi patah hati itu sendiri.
<\/p>\n\n\n\n

Lagu Sewu Kutho misalnya, saya anggap sebagai lagu patah hati terhebat yang pernah ia buat. Bagaimana rasa rindu, sakit, dan keikhlasan menyatu menjadi satu dalam sebuah lagu. Bahkan doa juga ia sematkan kepada orang yang disayang, agar hidup dia yang dicinta hidup lebih bahagia daripada dirinya. Meski sebenarnya dalam lagu tersebut ada pertentangan lain dalam dirinya yang masih tak bisa ia atasi, ia masih ingin bertemu dengan yang dicinta dengan cara apapun.
<\/p>\n\n\n\n

Pamer Bojo adalah selanjutnya, ia hadir tepat di saat anak muda sedang mengalami tren nikah dini. Saat usia muda memang perasaan dan cinta sedang berkecamuknya, lalu dihadapkan dengan permasalahan yang cukup pelik dalam asmara yaitu ditinggal nikah. Lagu Pamer Bojo adalah solusinya, meski dalam liriknya ada pesan bahwa kita memang tidak pernah siap melihat yang dicinta menikah dengan orang lain. 
<\/p>\n\n\n\n

\u201cNeng opo seneng aku yen mung gawe laraku<\/em><\/p>\n\n\n\n

Pamer bojo anyar neng ngarepku\u201d<\/em>
<\/p>\n\n\n\n

Bagi saya musik memiliki kekuatan hebat walau memiliki tembok bernama bahasa. Hanya musisi hebat yang mampu menembus dinding-dinding itu. Didi Kempot adalah salah satunya, ia mampu membuat orang yang bukan bersuku Jawa bisa menikmati lagunya. Ini sebuah kemajuan dalam berkebudayaan, bahwa suku dan bangsa lain bisa saling menerima karya dari golongan lain. Sesuatu yang saat kini benar-benar kita butuhkan bukan setelah kontestasi politik yang melibatkan sentimen suku, agama, ras, dan antargolongan.
<\/p>\n\n\n\n

Didi Kempot memang sedang naik daun dan kini namanya lagi disebut-sebut di banyak penjuru di ibu kota. Ketakutan saya adalah akan seberapa lama tren ini berlanjut, mengingat tak banyak yang bisa bertahan lama di Jakarta. Akan tetapi pikiran tersebut saya rasa salah, Didi Kempot boleh saja naik daun dan tiba-tiba hilang di Jakarta, akan tetapi karya dan dirinya tetap abadi di Indonesia. Karena yang membuat Didi Kempot agung adalah kita yang selalu kekanak-kanakan menghadapi masalah patah hati. <\/p>\n","post_title":"Memuja-muja Didi Kempot, Mengagung-agungkan Patah Hati","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"memuja-muja-didi-kempot-mengagung-agungkan-patah-hati","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-07-29 16:13:56","post_modified_gmt":"2019-07-29 09:13:56","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5889","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5862,"post_author":"919","post_date":"2019-07-14 12:50:58","post_date_gmt":"2019-07-14 05:50:58","post_content":"\n

Musim haji kini telah tiba. Diperkirakan jutaan orang kini telah memadati Masjidil Haram di Mekkah, Arab Saudi untuk memenuhi salah satu rukun Islam tiap tahunnya. Ritual suci ini menjadi salah satu impian bagi tiap umat muslim di seluruh dunia dan tak seluruhnya bisa melaksanakannya. 
<\/p>\n\n\n\n

Walau demikian musim haji di Indonesia tak pernah sepi peminat. Menko Perekonomian Darmin Nasution memperkirakan jumlah jamaah haji Indonesia akan mencapai 4,34 juta jiwa pada 2019. Per hari ini (14\/7\/2019) jumlah jemaah diperkirakan sudah mencapai 47.983 orang yang sudah berdatangan ke Madinah. 
<\/p>\n\n\n\n

Ada-ada saja memang kelakuan masyarakat Indonesia ketika berkunjung ke luar negeri terutama untuk ibadah haji yang memakan waktu hingga satu bulan. Ada kisah para peserta membawa makanan khas daerah masing-masing karena takut tak bisa menyesuaikan dengan kudapan di sana. Ada yang membawa sambal, jengkol, ikan teri, padahal pihak penyelenggara sudah menyediakan makanan yang sesuai dengan lidah mereka.
<\/p>\n\n\n\n

Salah satu kebiasaan masyarakat Indonesia adalah merokok dan tradisi tersebut sudah mengakar sejak lama. Cita rasa kretek yang kuat dengan campuran cengkeh membuat masyarakat kita sulit menikmati produk rokok asing. Maka dengan demikian ketika bepergian ke luar negeri membawa rokok dari Indonesia adalah hal yang nampaknya sudah jadi kebiasaan. Sejatinya hal tersebut tak bisa dikatakan sebagai aktivitas ilegal, karena mereka membawa rokok lokal untuk dikonsumsi pribadi dan bukan untuk dijual.
<\/p>\n\n\n\n

Pemerintah sejatinya sudah mengakomodasi kebutuhan para perokok yang sedang menjadi peserta haji. Kemudahan itu adalah dengan memperbolehkan jamaah haji membawa rokok maksimal 200 batang untuk dibawa ke tanah suci. Jika berlebih, maka siap-siap untuk diamankan dan disita. Akibat informasi yang kadang tak menyeluruh, kadang masih ada saja rokok yang disita. Tribun Jabar misalnya memberitakan bahwa sehari ada sekitar 200 batang rokok yang disita oleh pihak bea dan cukai.
<\/p>\n\n\n\n

Peraturan memang ada untuk dipatuhi dan diikuti, sebagai perokok tentu hal tersebut tak boleh dihiraukan. Ada baiknya untuk mengikuti prosedur yang sudah diterapkan agar ibadah haji semakin nyaman. Tentu ijin boleh membawa rokok sebanyak 200 batang sudah cukup mengakomodir kebutuhan para perokok. Jika dihitung dalam 40 hari maka dalam satu hari satu jamaah haji bisa mengisap lima batang tentu pas jika kita anggap setiap sehabis sholat menghisap satu batang rokok. Tentu paduan yang sempurna antara ibadah dan kebiasaan merokok. 
<\/p>\n\n\n\n

Ada cara lain untuk mengakali peraturan tersebut, salah satunya adalah dengan menitip kepada anggota keluarga lain. Tentu cara ini sebenarnya tidak bermasalah karena setiap orang punya hak untuk membawa 200 batang rokok. Cara ini nampaknya cukup ampuh dan sudah dilakukan oleh beberapa jamaah haji. Asalkan rokok yang dibawa tentu hanya untuk kebutuhan pribadi, bukan untuk dijual kembali di sana. 
<\/p>\n\n\n\n

Pada akhirnya ibadah harus menjadi petimbangan utama saat ke tanah suci. Mengenai barang bawaan yang sudah diatur harus betul-betul diperhatikan. Toh rokok bukan barang yang bercandu sehingga kebiasaan merokok pun masih bisa diatasi ketika di tanah suci.
<\/p>\n","post_title":"Hal yang Perlu Diperhatikan Perokok Saat Berangkat Haji","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"hal-yang-perlu-diperhatikan-perokok-saat-berangkat-haji","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-07-14 12:51:04","post_modified_gmt":"2019-07-14 05:51:04","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5862","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":7},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"epic_block_3"};

\n

Wong Edan Kuwi Bebas - Shodiq Monata
<\/h2>\n\n\n\n

Yoooo! lagu-lagu dangdut memang sangat dibutuhkan ketika irama aktivitas anda mulai meningkat. Lagu ini memiliki beat yang cukup kencang diiringi dengan irama koplo yang siap membuat anda untuk bergoyang. Persetan dengan segala kemacetan hingga marahan dari atasan, Wong Edan Kuwi Bebas!
<\/p>\n\n\n\n

Sulung - Kunto Aji
<\/h2>\n\n\n\n

Kadang apa yang kita harapkan tak sesuai hasil yang didapatkan. Ekspektasi berlebihan membuatmu menjadi lupa pada jati diri, jika gagal maka berpotensi untuk tak percaya diri dan jika sukses bukan tak mungkin akan semakin menyombongkan diri. Karena kata Kunto Aji yang sebaiknya kau jaga adalah dirimu sendiri.
<\/p>\n\n\n\n

This Girl - Kungs
<\/h2>\n\n\n\n

Kalau Jumat malam sudah tiba maka waktunya untuk bersenang-senang! segera hubungi sahabat atau kekasih anda. Kongkow di kedai kopi atau berajojing ria juga pun tak masalah. Adakalanya anda butuh melepaskan penat, goyang badanmu dan nikmati dentuman musiknya.
<\/p>\n\n\n\n

Rotterdam (Or Anywhere) - The Beautiful South
<\/h2>\n\n\n\n

Sabtu dan Minggu waktunya jalan-jalan! kalau punya uang dan waktu ada baiknya berkunjung ke luar kota, namun jika budget terbatas maka kendarai motormu atau gunakan kendaraan umum lalu main ke rumah temanmu bisa jadi solusi. Tak peduli apa pun tempat yang anda kunjungi asal itu membahagiakan, benar kan?<\/p>\n","post_title":"Playlist Spotify Mantap Minggu Ini untuk Kalian Para Perokok Keren","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"playlist-spotify-mantap-minggu-ini-untuk-kalian-para-perokok-keren","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-08-05 13:39:39","post_modified_gmt":"2019-08-05 06:39:39","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5933","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5889,"post_author":"919","post_date":"2019-07-29 16:13:48","post_date_gmt":"2019-07-29 09:13:48","post_content":"\n

Upaya mengejar cinta selalu menghadirkan satu masalah yaitu patah hati. Jika bicara soal peluang bakal menghadapi masalah tersebut, maka persentasinya adalah 50:50. Potensinya sudah bisa membesar sejak awal anda mencoba untuk berkenalan dengan sosok idaman. Jika salah langkah, sudah pasti si dia bakal menjauh, andai pun langkah awal sudah tepat tapi threatmennya pendekatannya salah, siap-siap kalimat \u2018maaf kita ga cocok\u2019<\/em> akan anda dapatkan.\u00a0
<\/p>\n\n\n\n

Kalau sudah patah hati rasanya memang ribet. Rendang yang katanya dijadikan makanan terenak di dunia pun rasanya seperti daging gosong. Mau beraktifitas juga susah, karena isinya hanya meratap dan merenungi. Diajak teman main game <\/em>juga tak maksimal, apalagi kongkow-kongkow sampai subuh. Kalau sudah begini tak boleh buru-buru larut dalam kesedihan, musik bisa jadi obat ampuh untuk menenangkannya. 
<\/p>\n\n\n\n

Musik memang soal selera, ada yang ingin lagu agak ngebeat <\/em>biar adrenalinennya naik. Ada yang memutar lagi jazz supaya lebih tenang, musik dangdut biar oaoe<\/em>, hingga lagu indie biar terkesan indies (ealaahhh). Akan tetapi ada satu tren belakangan ini, patah hati dan mendengarkan lagu-lagu yang dinyanyikan oleh Didi Kempot.
<\/p>\n\n\n\n

Sosok yang memulai karier berseni sebagai musisi jalanan tersebut kini lagi digandrungi anak muda. Mereka menyebutnya sebagai Sadbois atau Sadgirls, mengagung-mengagungkan patah hati, merayakan kesedihan, dan Didi Kempot yang secara lelucon mereka sebut Lord, hadir memaksimalkan euforia tersebut. Satu lagu, dua lagu, tiga lagu, kalimat seperti \u2018Bajingan kowe dek!\u2019 mulai terlontar dari mulut-mulut penikmat lagu-lagu Didi Kempot.
<\/p>\n\n\n\n

Saya dan mungkin juga kalian sejatinya sudah cukup lama mendengar lagu-lagu Didi Kempot, mungkin sejak SD. Saat umur belum dua angka seperti saat ini, Didi Kempot mungkin hanya saya sebut sebagai musisi yang beraliran Campursari (meski memang benar seperti itu). Namun, ketika umur kian bertambah, Didi Kempot rupanya jauh lebih besar dari itu. Bisa jadi dia adalah representasi dari diksi patah hati itu sendiri.
<\/p>\n\n\n\n

Lagu Sewu Kutho misalnya, saya anggap sebagai lagu patah hati terhebat yang pernah ia buat. Bagaimana rasa rindu, sakit, dan keikhlasan menyatu menjadi satu dalam sebuah lagu. Bahkan doa juga ia sematkan kepada orang yang disayang, agar hidup dia yang dicinta hidup lebih bahagia daripada dirinya. Meski sebenarnya dalam lagu tersebut ada pertentangan lain dalam dirinya yang masih tak bisa ia atasi, ia masih ingin bertemu dengan yang dicinta dengan cara apapun.
<\/p>\n\n\n\n

Pamer Bojo adalah selanjutnya, ia hadir tepat di saat anak muda sedang mengalami tren nikah dini. Saat usia muda memang perasaan dan cinta sedang berkecamuknya, lalu dihadapkan dengan permasalahan yang cukup pelik dalam asmara yaitu ditinggal nikah. Lagu Pamer Bojo adalah solusinya, meski dalam liriknya ada pesan bahwa kita memang tidak pernah siap melihat yang dicinta menikah dengan orang lain. 
<\/p>\n\n\n\n

\u201cNeng opo seneng aku yen mung gawe laraku<\/em><\/p>\n\n\n\n

Pamer bojo anyar neng ngarepku\u201d<\/em>
<\/p>\n\n\n\n

Bagi saya musik memiliki kekuatan hebat walau memiliki tembok bernama bahasa. Hanya musisi hebat yang mampu menembus dinding-dinding itu. Didi Kempot adalah salah satunya, ia mampu membuat orang yang bukan bersuku Jawa bisa menikmati lagunya. Ini sebuah kemajuan dalam berkebudayaan, bahwa suku dan bangsa lain bisa saling menerima karya dari golongan lain. Sesuatu yang saat kini benar-benar kita butuhkan bukan setelah kontestasi politik yang melibatkan sentimen suku, agama, ras, dan antargolongan.
<\/p>\n\n\n\n

Didi Kempot memang sedang naik daun dan kini namanya lagi disebut-sebut di banyak penjuru di ibu kota. Ketakutan saya adalah akan seberapa lama tren ini berlanjut, mengingat tak banyak yang bisa bertahan lama di Jakarta. Akan tetapi pikiran tersebut saya rasa salah, Didi Kempot boleh saja naik daun dan tiba-tiba hilang di Jakarta, akan tetapi karya dan dirinya tetap abadi di Indonesia. Karena yang membuat Didi Kempot agung adalah kita yang selalu kekanak-kanakan menghadapi masalah patah hati. <\/p>\n","post_title":"Memuja-muja Didi Kempot, Mengagung-agungkan Patah Hati","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"memuja-muja-didi-kempot-mengagung-agungkan-patah-hati","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-07-29 16:13:56","post_modified_gmt":"2019-07-29 09:13:56","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5889","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5862,"post_author":"919","post_date":"2019-07-14 12:50:58","post_date_gmt":"2019-07-14 05:50:58","post_content":"\n

Musim haji kini telah tiba. Diperkirakan jutaan orang kini telah memadati Masjidil Haram di Mekkah, Arab Saudi untuk memenuhi salah satu rukun Islam tiap tahunnya. Ritual suci ini menjadi salah satu impian bagi tiap umat muslim di seluruh dunia dan tak seluruhnya bisa melaksanakannya. 
<\/p>\n\n\n\n

Walau demikian musim haji di Indonesia tak pernah sepi peminat. Menko Perekonomian Darmin Nasution memperkirakan jumlah jamaah haji Indonesia akan mencapai 4,34 juta jiwa pada 2019. Per hari ini (14\/7\/2019) jumlah jemaah diperkirakan sudah mencapai 47.983 orang yang sudah berdatangan ke Madinah. 
<\/p>\n\n\n\n

Ada-ada saja memang kelakuan masyarakat Indonesia ketika berkunjung ke luar negeri terutama untuk ibadah haji yang memakan waktu hingga satu bulan. Ada kisah para peserta membawa makanan khas daerah masing-masing karena takut tak bisa menyesuaikan dengan kudapan di sana. Ada yang membawa sambal, jengkol, ikan teri, padahal pihak penyelenggara sudah menyediakan makanan yang sesuai dengan lidah mereka.
<\/p>\n\n\n\n

Salah satu kebiasaan masyarakat Indonesia adalah merokok dan tradisi tersebut sudah mengakar sejak lama. Cita rasa kretek yang kuat dengan campuran cengkeh membuat masyarakat kita sulit menikmati produk rokok asing. Maka dengan demikian ketika bepergian ke luar negeri membawa rokok dari Indonesia adalah hal yang nampaknya sudah jadi kebiasaan. Sejatinya hal tersebut tak bisa dikatakan sebagai aktivitas ilegal, karena mereka membawa rokok lokal untuk dikonsumsi pribadi dan bukan untuk dijual.
<\/p>\n\n\n\n

Pemerintah sejatinya sudah mengakomodasi kebutuhan para perokok yang sedang menjadi peserta haji. Kemudahan itu adalah dengan memperbolehkan jamaah haji membawa rokok maksimal 200 batang untuk dibawa ke tanah suci. Jika berlebih, maka siap-siap untuk diamankan dan disita. Akibat informasi yang kadang tak menyeluruh, kadang masih ada saja rokok yang disita. Tribun Jabar misalnya memberitakan bahwa sehari ada sekitar 200 batang rokok yang disita oleh pihak bea dan cukai.
<\/p>\n\n\n\n

Peraturan memang ada untuk dipatuhi dan diikuti, sebagai perokok tentu hal tersebut tak boleh dihiraukan. Ada baiknya untuk mengikuti prosedur yang sudah diterapkan agar ibadah haji semakin nyaman. Tentu ijin boleh membawa rokok sebanyak 200 batang sudah cukup mengakomodir kebutuhan para perokok. Jika dihitung dalam 40 hari maka dalam satu hari satu jamaah haji bisa mengisap lima batang tentu pas jika kita anggap setiap sehabis sholat menghisap satu batang rokok. Tentu paduan yang sempurna antara ibadah dan kebiasaan merokok. 
<\/p>\n\n\n\n

Ada cara lain untuk mengakali peraturan tersebut, salah satunya adalah dengan menitip kepada anggota keluarga lain. Tentu cara ini sebenarnya tidak bermasalah karena setiap orang punya hak untuk membawa 200 batang rokok. Cara ini nampaknya cukup ampuh dan sudah dilakukan oleh beberapa jamaah haji. Asalkan rokok yang dibawa tentu hanya untuk kebutuhan pribadi, bukan untuk dijual kembali di sana. 
<\/p>\n\n\n\n

Pada akhirnya ibadah harus menjadi petimbangan utama saat ke tanah suci. Mengenai barang bawaan yang sudah diatur harus betul-betul diperhatikan. Toh rokok bukan barang yang bercandu sehingga kebiasaan merokok pun masih bisa diatasi ketika di tanah suci.
<\/p>\n","post_title":"Hal yang Perlu Diperhatikan Perokok Saat Berangkat Haji","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"hal-yang-perlu-diperhatikan-perokok-saat-berangkat-haji","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-07-14 12:51:04","post_modified_gmt":"2019-07-14 05:51:04","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5862","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":7},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"epic_block_3"};

\n

Nyaris tak ada yang memungkiri kalau Senin Pagi adalah sesuatu yang menjemukan. Kalau sudah begini dibutuhkan lagu yang tepat untuk mengawali aktifitas anda. Kami rekomendasikan lagu ini yang terdengar catchy agar menjadi mood booster bagi kalian yang masih terikat oleh hawa-hawa libur akhir pekan.
<\/p>\n\n\n\n

Wong Edan Kuwi Bebas - Shodiq Monata
<\/h2>\n\n\n\n

Yoooo! lagu-lagu dangdut memang sangat dibutuhkan ketika irama aktivitas anda mulai meningkat. Lagu ini memiliki beat yang cukup kencang diiringi dengan irama koplo yang siap membuat anda untuk bergoyang. Persetan dengan segala kemacetan hingga marahan dari atasan, Wong Edan Kuwi Bebas!
<\/p>\n\n\n\n

Sulung - Kunto Aji
<\/h2>\n\n\n\n

Kadang apa yang kita harapkan tak sesuai hasil yang didapatkan. Ekspektasi berlebihan membuatmu menjadi lupa pada jati diri, jika gagal maka berpotensi untuk tak percaya diri dan jika sukses bukan tak mungkin akan semakin menyombongkan diri. Karena kata Kunto Aji yang sebaiknya kau jaga adalah dirimu sendiri.
<\/p>\n\n\n\n

This Girl - Kungs
<\/h2>\n\n\n\n

Kalau Jumat malam sudah tiba maka waktunya untuk bersenang-senang! segera hubungi sahabat atau kekasih anda. Kongkow di kedai kopi atau berajojing ria juga pun tak masalah. Adakalanya anda butuh melepaskan penat, goyang badanmu dan nikmati dentuman musiknya.
<\/p>\n\n\n\n

Rotterdam (Or Anywhere) - The Beautiful South
<\/h2>\n\n\n\n

Sabtu dan Minggu waktunya jalan-jalan! kalau punya uang dan waktu ada baiknya berkunjung ke luar kota, namun jika budget terbatas maka kendarai motormu atau gunakan kendaraan umum lalu main ke rumah temanmu bisa jadi solusi. Tak peduli apa pun tempat yang anda kunjungi asal itu membahagiakan, benar kan?<\/p>\n","post_title":"Playlist Spotify Mantap Minggu Ini untuk Kalian Para Perokok Keren","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"playlist-spotify-mantap-minggu-ini-untuk-kalian-para-perokok-keren","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-08-05 13:39:39","post_modified_gmt":"2019-08-05 06:39:39","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5933","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5889,"post_author":"919","post_date":"2019-07-29 16:13:48","post_date_gmt":"2019-07-29 09:13:48","post_content":"\n

Upaya mengejar cinta selalu menghadirkan satu masalah yaitu patah hati. Jika bicara soal peluang bakal menghadapi masalah tersebut, maka persentasinya adalah 50:50. Potensinya sudah bisa membesar sejak awal anda mencoba untuk berkenalan dengan sosok idaman. Jika salah langkah, sudah pasti si dia bakal menjauh, andai pun langkah awal sudah tepat tapi threatmennya pendekatannya salah, siap-siap kalimat \u2018maaf kita ga cocok\u2019<\/em> akan anda dapatkan.\u00a0
<\/p>\n\n\n\n

Kalau sudah patah hati rasanya memang ribet. Rendang yang katanya dijadikan makanan terenak di dunia pun rasanya seperti daging gosong. Mau beraktifitas juga susah, karena isinya hanya meratap dan merenungi. Diajak teman main game <\/em>juga tak maksimal, apalagi kongkow-kongkow sampai subuh. Kalau sudah begini tak boleh buru-buru larut dalam kesedihan, musik bisa jadi obat ampuh untuk menenangkannya. 
<\/p>\n\n\n\n

Musik memang soal selera, ada yang ingin lagu agak ngebeat <\/em>biar adrenalinennya naik. Ada yang memutar lagi jazz supaya lebih tenang, musik dangdut biar oaoe<\/em>, hingga lagu indie biar terkesan indies (ealaahhh). Akan tetapi ada satu tren belakangan ini, patah hati dan mendengarkan lagu-lagu yang dinyanyikan oleh Didi Kempot.
<\/p>\n\n\n\n

Sosok yang memulai karier berseni sebagai musisi jalanan tersebut kini lagi digandrungi anak muda. Mereka menyebutnya sebagai Sadbois atau Sadgirls, mengagung-mengagungkan patah hati, merayakan kesedihan, dan Didi Kempot yang secara lelucon mereka sebut Lord, hadir memaksimalkan euforia tersebut. Satu lagu, dua lagu, tiga lagu, kalimat seperti \u2018Bajingan kowe dek!\u2019 mulai terlontar dari mulut-mulut penikmat lagu-lagu Didi Kempot.
<\/p>\n\n\n\n

Saya dan mungkin juga kalian sejatinya sudah cukup lama mendengar lagu-lagu Didi Kempot, mungkin sejak SD. Saat umur belum dua angka seperti saat ini, Didi Kempot mungkin hanya saya sebut sebagai musisi yang beraliran Campursari (meski memang benar seperti itu). Namun, ketika umur kian bertambah, Didi Kempot rupanya jauh lebih besar dari itu. Bisa jadi dia adalah representasi dari diksi patah hati itu sendiri.
<\/p>\n\n\n\n

Lagu Sewu Kutho misalnya, saya anggap sebagai lagu patah hati terhebat yang pernah ia buat. Bagaimana rasa rindu, sakit, dan keikhlasan menyatu menjadi satu dalam sebuah lagu. Bahkan doa juga ia sematkan kepada orang yang disayang, agar hidup dia yang dicinta hidup lebih bahagia daripada dirinya. Meski sebenarnya dalam lagu tersebut ada pertentangan lain dalam dirinya yang masih tak bisa ia atasi, ia masih ingin bertemu dengan yang dicinta dengan cara apapun.
<\/p>\n\n\n\n

Pamer Bojo adalah selanjutnya, ia hadir tepat di saat anak muda sedang mengalami tren nikah dini. Saat usia muda memang perasaan dan cinta sedang berkecamuknya, lalu dihadapkan dengan permasalahan yang cukup pelik dalam asmara yaitu ditinggal nikah. Lagu Pamer Bojo adalah solusinya, meski dalam liriknya ada pesan bahwa kita memang tidak pernah siap melihat yang dicinta menikah dengan orang lain. 
<\/p>\n\n\n\n

\u201cNeng opo seneng aku yen mung gawe laraku<\/em><\/p>\n\n\n\n

Pamer bojo anyar neng ngarepku\u201d<\/em>
<\/p>\n\n\n\n

Bagi saya musik memiliki kekuatan hebat walau memiliki tembok bernama bahasa. Hanya musisi hebat yang mampu menembus dinding-dinding itu. Didi Kempot adalah salah satunya, ia mampu membuat orang yang bukan bersuku Jawa bisa menikmati lagunya. Ini sebuah kemajuan dalam berkebudayaan, bahwa suku dan bangsa lain bisa saling menerima karya dari golongan lain. Sesuatu yang saat kini benar-benar kita butuhkan bukan setelah kontestasi politik yang melibatkan sentimen suku, agama, ras, dan antargolongan.
<\/p>\n\n\n\n

Didi Kempot memang sedang naik daun dan kini namanya lagi disebut-sebut di banyak penjuru di ibu kota. Ketakutan saya adalah akan seberapa lama tren ini berlanjut, mengingat tak banyak yang bisa bertahan lama di Jakarta. Akan tetapi pikiran tersebut saya rasa salah, Didi Kempot boleh saja naik daun dan tiba-tiba hilang di Jakarta, akan tetapi karya dan dirinya tetap abadi di Indonesia. Karena yang membuat Didi Kempot agung adalah kita yang selalu kekanak-kanakan menghadapi masalah patah hati. <\/p>\n","post_title":"Memuja-muja Didi Kempot, Mengagung-agungkan Patah Hati","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"memuja-muja-didi-kempot-mengagung-agungkan-patah-hati","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-07-29 16:13:56","post_modified_gmt":"2019-07-29 09:13:56","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5889","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5862,"post_author":"919","post_date":"2019-07-14 12:50:58","post_date_gmt":"2019-07-14 05:50:58","post_content":"\n

Musim haji kini telah tiba. Diperkirakan jutaan orang kini telah memadati Masjidil Haram di Mekkah, Arab Saudi untuk memenuhi salah satu rukun Islam tiap tahunnya. Ritual suci ini menjadi salah satu impian bagi tiap umat muslim di seluruh dunia dan tak seluruhnya bisa melaksanakannya. 
<\/p>\n\n\n\n

Walau demikian musim haji di Indonesia tak pernah sepi peminat. Menko Perekonomian Darmin Nasution memperkirakan jumlah jamaah haji Indonesia akan mencapai 4,34 juta jiwa pada 2019. Per hari ini (14\/7\/2019) jumlah jemaah diperkirakan sudah mencapai 47.983 orang yang sudah berdatangan ke Madinah. 
<\/p>\n\n\n\n

Ada-ada saja memang kelakuan masyarakat Indonesia ketika berkunjung ke luar negeri terutama untuk ibadah haji yang memakan waktu hingga satu bulan. Ada kisah para peserta membawa makanan khas daerah masing-masing karena takut tak bisa menyesuaikan dengan kudapan di sana. Ada yang membawa sambal, jengkol, ikan teri, padahal pihak penyelenggara sudah menyediakan makanan yang sesuai dengan lidah mereka.
<\/p>\n\n\n\n

Salah satu kebiasaan masyarakat Indonesia adalah merokok dan tradisi tersebut sudah mengakar sejak lama. Cita rasa kretek yang kuat dengan campuran cengkeh membuat masyarakat kita sulit menikmati produk rokok asing. Maka dengan demikian ketika bepergian ke luar negeri membawa rokok dari Indonesia adalah hal yang nampaknya sudah jadi kebiasaan. Sejatinya hal tersebut tak bisa dikatakan sebagai aktivitas ilegal, karena mereka membawa rokok lokal untuk dikonsumsi pribadi dan bukan untuk dijual.
<\/p>\n\n\n\n

Pemerintah sejatinya sudah mengakomodasi kebutuhan para perokok yang sedang menjadi peserta haji. Kemudahan itu adalah dengan memperbolehkan jamaah haji membawa rokok maksimal 200 batang untuk dibawa ke tanah suci. Jika berlebih, maka siap-siap untuk diamankan dan disita. Akibat informasi yang kadang tak menyeluruh, kadang masih ada saja rokok yang disita. Tribun Jabar misalnya memberitakan bahwa sehari ada sekitar 200 batang rokok yang disita oleh pihak bea dan cukai.
<\/p>\n\n\n\n

Peraturan memang ada untuk dipatuhi dan diikuti, sebagai perokok tentu hal tersebut tak boleh dihiraukan. Ada baiknya untuk mengikuti prosedur yang sudah diterapkan agar ibadah haji semakin nyaman. Tentu ijin boleh membawa rokok sebanyak 200 batang sudah cukup mengakomodir kebutuhan para perokok. Jika dihitung dalam 40 hari maka dalam satu hari satu jamaah haji bisa mengisap lima batang tentu pas jika kita anggap setiap sehabis sholat menghisap satu batang rokok. Tentu paduan yang sempurna antara ibadah dan kebiasaan merokok. 
<\/p>\n\n\n\n

Ada cara lain untuk mengakali peraturan tersebut, salah satunya adalah dengan menitip kepada anggota keluarga lain. Tentu cara ini sebenarnya tidak bermasalah karena setiap orang punya hak untuk membawa 200 batang rokok. Cara ini nampaknya cukup ampuh dan sudah dilakukan oleh beberapa jamaah haji. Asalkan rokok yang dibawa tentu hanya untuk kebutuhan pribadi, bukan untuk dijual kembali di sana. 
<\/p>\n\n\n\n

Pada akhirnya ibadah harus menjadi petimbangan utama saat ke tanah suci. Mengenai barang bawaan yang sudah diatur harus betul-betul diperhatikan. Toh rokok bukan barang yang bercandu sehingga kebiasaan merokok pun masih bisa diatasi ketika di tanah suci.
<\/p>\n","post_title":"Hal yang Perlu Diperhatikan Perokok Saat Berangkat Haji","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"hal-yang-perlu-diperhatikan-perokok-saat-berangkat-haji","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-07-14 12:51:04","post_modified_gmt":"2019-07-14 05:51:04","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5862","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":7},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"epic_block_3"};

\n

Selamat Pagi - Ran
<\/h2>\n\n\n\n

Nyaris tak ada yang memungkiri kalau Senin Pagi adalah sesuatu yang menjemukan. Kalau sudah begini dibutuhkan lagu yang tepat untuk mengawali aktifitas anda. Kami rekomendasikan lagu ini yang terdengar catchy agar menjadi mood booster bagi kalian yang masih terikat oleh hawa-hawa libur akhir pekan.
<\/p>\n\n\n\n

Wong Edan Kuwi Bebas - Shodiq Monata
<\/h2>\n\n\n\n

Yoooo! lagu-lagu dangdut memang sangat dibutuhkan ketika irama aktivitas anda mulai meningkat. Lagu ini memiliki beat yang cukup kencang diiringi dengan irama koplo yang siap membuat anda untuk bergoyang. Persetan dengan segala kemacetan hingga marahan dari atasan, Wong Edan Kuwi Bebas!
<\/p>\n\n\n\n

Sulung - Kunto Aji
<\/h2>\n\n\n\n

Kadang apa yang kita harapkan tak sesuai hasil yang didapatkan. Ekspektasi berlebihan membuatmu menjadi lupa pada jati diri, jika gagal maka berpotensi untuk tak percaya diri dan jika sukses bukan tak mungkin akan semakin menyombongkan diri. Karena kata Kunto Aji yang sebaiknya kau jaga adalah dirimu sendiri.
<\/p>\n\n\n\n

This Girl - Kungs
<\/h2>\n\n\n\n

Kalau Jumat malam sudah tiba maka waktunya untuk bersenang-senang! segera hubungi sahabat atau kekasih anda. Kongkow di kedai kopi atau berajojing ria juga pun tak masalah. Adakalanya anda butuh melepaskan penat, goyang badanmu dan nikmati dentuman musiknya.
<\/p>\n\n\n\n

Rotterdam (Or Anywhere) - The Beautiful South
<\/h2>\n\n\n\n

Sabtu dan Minggu waktunya jalan-jalan! kalau punya uang dan waktu ada baiknya berkunjung ke luar kota, namun jika budget terbatas maka kendarai motormu atau gunakan kendaraan umum lalu main ke rumah temanmu bisa jadi solusi. Tak peduli apa pun tempat yang anda kunjungi asal itu membahagiakan, benar kan?<\/p>\n","post_title":"Playlist Spotify Mantap Minggu Ini untuk Kalian Para Perokok Keren","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"playlist-spotify-mantap-minggu-ini-untuk-kalian-para-perokok-keren","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-08-05 13:39:39","post_modified_gmt":"2019-08-05 06:39:39","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5933","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5889,"post_author":"919","post_date":"2019-07-29 16:13:48","post_date_gmt":"2019-07-29 09:13:48","post_content":"\n

Upaya mengejar cinta selalu menghadirkan satu masalah yaitu patah hati. Jika bicara soal peluang bakal menghadapi masalah tersebut, maka persentasinya adalah 50:50. Potensinya sudah bisa membesar sejak awal anda mencoba untuk berkenalan dengan sosok idaman. Jika salah langkah, sudah pasti si dia bakal menjauh, andai pun langkah awal sudah tepat tapi threatmennya pendekatannya salah, siap-siap kalimat \u2018maaf kita ga cocok\u2019<\/em> akan anda dapatkan.\u00a0
<\/p>\n\n\n\n

Kalau sudah patah hati rasanya memang ribet. Rendang yang katanya dijadikan makanan terenak di dunia pun rasanya seperti daging gosong. Mau beraktifitas juga susah, karena isinya hanya meratap dan merenungi. Diajak teman main game <\/em>juga tak maksimal, apalagi kongkow-kongkow sampai subuh. Kalau sudah begini tak boleh buru-buru larut dalam kesedihan, musik bisa jadi obat ampuh untuk menenangkannya. 
<\/p>\n\n\n\n

Musik memang soal selera, ada yang ingin lagu agak ngebeat <\/em>biar adrenalinennya naik. Ada yang memutar lagi jazz supaya lebih tenang, musik dangdut biar oaoe<\/em>, hingga lagu indie biar terkesan indies (ealaahhh). Akan tetapi ada satu tren belakangan ini, patah hati dan mendengarkan lagu-lagu yang dinyanyikan oleh Didi Kempot.
<\/p>\n\n\n\n

Sosok yang memulai karier berseni sebagai musisi jalanan tersebut kini lagi digandrungi anak muda. Mereka menyebutnya sebagai Sadbois atau Sadgirls, mengagung-mengagungkan patah hati, merayakan kesedihan, dan Didi Kempot yang secara lelucon mereka sebut Lord, hadir memaksimalkan euforia tersebut. Satu lagu, dua lagu, tiga lagu, kalimat seperti \u2018Bajingan kowe dek!\u2019 mulai terlontar dari mulut-mulut penikmat lagu-lagu Didi Kempot.
<\/p>\n\n\n\n

Saya dan mungkin juga kalian sejatinya sudah cukup lama mendengar lagu-lagu Didi Kempot, mungkin sejak SD. Saat umur belum dua angka seperti saat ini, Didi Kempot mungkin hanya saya sebut sebagai musisi yang beraliran Campursari (meski memang benar seperti itu). Namun, ketika umur kian bertambah, Didi Kempot rupanya jauh lebih besar dari itu. Bisa jadi dia adalah representasi dari diksi patah hati itu sendiri.
<\/p>\n\n\n\n

Lagu Sewu Kutho misalnya, saya anggap sebagai lagu patah hati terhebat yang pernah ia buat. Bagaimana rasa rindu, sakit, dan keikhlasan menyatu menjadi satu dalam sebuah lagu. Bahkan doa juga ia sematkan kepada orang yang disayang, agar hidup dia yang dicinta hidup lebih bahagia daripada dirinya. Meski sebenarnya dalam lagu tersebut ada pertentangan lain dalam dirinya yang masih tak bisa ia atasi, ia masih ingin bertemu dengan yang dicinta dengan cara apapun.
<\/p>\n\n\n\n

Pamer Bojo adalah selanjutnya, ia hadir tepat di saat anak muda sedang mengalami tren nikah dini. Saat usia muda memang perasaan dan cinta sedang berkecamuknya, lalu dihadapkan dengan permasalahan yang cukup pelik dalam asmara yaitu ditinggal nikah. Lagu Pamer Bojo adalah solusinya, meski dalam liriknya ada pesan bahwa kita memang tidak pernah siap melihat yang dicinta menikah dengan orang lain. 
<\/p>\n\n\n\n

\u201cNeng opo seneng aku yen mung gawe laraku<\/em><\/p>\n\n\n\n

Pamer bojo anyar neng ngarepku\u201d<\/em>
<\/p>\n\n\n\n

Bagi saya musik memiliki kekuatan hebat walau memiliki tembok bernama bahasa. Hanya musisi hebat yang mampu menembus dinding-dinding itu. Didi Kempot adalah salah satunya, ia mampu membuat orang yang bukan bersuku Jawa bisa menikmati lagunya. Ini sebuah kemajuan dalam berkebudayaan, bahwa suku dan bangsa lain bisa saling menerima karya dari golongan lain. Sesuatu yang saat kini benar-benar kita butuhkan bukan setelah kontestasi politik yang melibatkan sentimen suku, agama, ras, dan antargolongan.
<\/p>\n\n\n\n

Didi Kempot memang sedang naik daun dan kini namanya lagi disebut-sebut di banyak penjuru di ibu kota. Ketakutan saya adalah akan seberapa lama tren ini berlanjut, mengingat tak banyak yang bisa bertahan lama di Jakarta. Akan tetapi pikiran tersebut saya rasa salah, Didi Kempot boleh saja naik daun dan tiba-tiba hilang di Jakarta, akan tetapi karya dan dirinya tetap abadi di Indonesia. Karena yang membuat Didi Kempot agung adalah kita yang selalu kekanak-kanakan menghadapi masalah patah hati. <\/p>\n","post_title":"Memuja-muja Didi Kempot, Mengagung-agungkan Patah Hati","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"memuja-muja-didi-kempot-mengagung-agungkan-patah-hati","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-07-29 16:13:56","post_modified_gmt":"2019-07-29 09:13:56","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5889","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5862,"post_author":"919","post_date":"2019-07-14 12:50:58","post_date_gmt":"2019-07-14 05:50:58","post_content":"\n

Musim haji kini telah tiba. Diperkirakan jutaan orang kini telah memadati Masjidil Haram di Mekkah, Arab Saudi untuk memenuhi salah satu rukun Islam tiap tahunnya. Ritual suci ini menjadi salah satu impian bagi tiap umat muslim di seluruh dunia dan tak seluruhnya bisa melaksanakannya. 
<\/p>\n\n\n\n

Walau demikian musim haji di Indonesia tak pernah sepi peminat. Menko Perekonomian Darmin Nasution memperkirakan jumlah jamaah haji Indonesia akan mencapai 4,34 juta jiwa pada 2019. Per hari ini (14\/7\/2019) jumlah jemaah diperkirakan sudah mencapai 47.983 orang yang sudah berdatangan ke Madinah. 
<\/p>\n\n\n\n

Ada-ada saja memang kelakuan masyarakat Indonesia ketika berkunjung ke luar negeri terutama untuk ibadah haji yang memakan waktu hingga satu bulan. Ada kisah para peserta membawa makanan khas daerah masing-masing karena takut tak bisa menyesuaikan dengan kudapan di sana. Ada yang membawa sambal, jengkol, ikan teri, padahal pihak penyelenggara sudah menyediakan makanan yang sesuai dengan lidah mereka.
<\/p>\n\n\n\n

Salah satu kebiasaan masyarakat Indonesia adalah merokok dan tradisi tersebut sudah mengakar sejak lama. Cita rasa kretek yang kuat dengan campuran cengkeh membuat masyarakat kita sulit menikmati produk rokok asing. Maka dengan demikian ketika bepergian ke luar negeri membawa rokok dari Indonesia adalah hal yang nampaknya sudah jadi kebiasaan. Sejatinya hal tersebut tak bisa dikatakan sebagai aktivitas ilegal, karena mereka membawa rokok lokal untuk dikonsumsi pribadi dan bukan untuk dijual.
<\/p>\n\n\n\n

Pemerintah sejatinya sudah mengakomodasi kebutuhan para perokok yang sedang menjadi peserta haji. Kemudahan itu adalah dengan memperbolehkan jamaah haji membawa rokok maksimal 200 batang untuk dibawa ke tanah suci. Jika berlebih, maka siap-siap untuk diamankan dan disita. Akibat informasi yang kadang tak menyeluruh, kadang masih ada saja rokok yang disita. Tribun Jabar misalnya memberitakan bahwa sehari ada sekitar 200 batang rokok yang disita oleh pihak bea dan cukai.
<\/p>\n\n\n\n

Peraturan memang ada untuk dipatuhi dan diikuti, sebagai perokok tentu hal tersebut tak boleh dihiraukan. Ada baiknya untuk mengikuti prosedur yang sudah diterapkan agar ibadah haji semakin nyaman. Tentu ijin boleh membawa rokok sebanyak 200 batang sudah cukup mengakomodir kebutuhan para perokok. Jika dihitung dalam 40 hari maka dalam satu hari satu jamaah haji bisa mengisap lima batang tentu pas jika kita anggap setiap sehabis sholat menghisap satu batang rokok. Tentu paduan yang sempurna antara ibadah dan kebiasaan merokok. 
<\/p>\n\n\n\n

Ada cara lain untuk mengakali peraturan tersebut, salah satunya adalah dengan menitip kepada anggota keluarga lain. Tentu cara ini sebenarnya tidak bermasalah karena setiap orang punya hak untuk membawa 200 batang rokok. Cara ini nampaknya cukup ampuh dan sudah dilakukan oleh beberapa jamaah haji. Asalkan rokok yang dibawa tentu hanya untuk kebutuhan pribadi, bukan untuk dijual kembali di sana. 
<\/p>\n\n\n\n

Pada akhirnya ibadah harus menjadi petimbangan utama saat ke tanah suci. Mengenai barang bawaan yang sudah diatur harus betul-betul diperhatikan. Toh rokok bukan barang yang bercandu sehingga kebiasaan merokok pun masih bisa diatasi ketika di tanah suci.
<\/p>\n","post_title":"Hal yang Perlu Diperhatikan Perokok Saat Berangkat Haji","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"hal-yang-perlu-diperhatikan-perokok-saat-berangkat-haji","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-07-14 12:51:04","post_modified_gmt":"2019-07-14 05:51:04","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5862","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":7},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"epic_block_3"};

\n

Tentu kami juga punya pilihan lagu yang layak anda perdengarkan. Minggu ini kami merangkum lima lagu yang cocok anda dengarkan untuk menemani beraktivitas. Berikut lima lagu tersebut.
<\/p>\n\n\n\n

Selamat Pagi - Ran
<\/h2>\n\n\n\n

Nyaris tak ada yang memungkiri kalau Senin Pagi adalah sesuatu yang menjemukan. Kalau sudah begini dibutuhkan lagu yang tepat untuk mengawali aktifitas anda. Kami rekomendasikan lagu ini yang terdengar catchy agar menjadi mood booster bagi kalian yang masih terikat oleh hawa-hawa libur akhir pekan.
<\/p>\n\n\n\n

Wong Edan Kuwi Bebas - Shodiq Monata
<\/h2>\n\n\n\n

Yoooo! lagu-lagu dangdut memang sangat dibutuhkan ketika irama aktivitas anda mulai meningkat. Lagu ini memiliki beat yang cukup kencang diiringi dengan irama koplo yang siap membuat anda untuk bergoyang. Persetan dengan segala kemacetan hingga marahan dari atasan, Wong Edan Kuwi Bebas!
<\/p>\n\n\n\n

Sulung - Kunto Aji
<\/h2>\n\n\n\n

Kadang apa yang kita harapkan tak sesuai hasil yang didapatkan. Ekspektasi berlebihan membuatmu menjadi lupa pada jati diri, jika gagal maka berpotensi untuk tak percaya diri dan jika sukses bukan tak mungkin akan semakin menyombongkan diri. Karena kata Kunto Aji yang sebaiknya kau jaga adalah dirimu sendiri.
<\/p>\n\n\n\n

This Girl - Kungs
<\/h2>\n\n\n\n

Kalau Jumat malam sudah tiba maka waktunya untuk bersenang-senang! segera hubungi sahabat atau kekasih anda. Kongkow di kedai kopi atau berajojing ria juga pun tak masalah. Adakalanya anda butuh melepaskan penat, goyang badanmu dan nikmati dentuman musiknya.
<\/p>\n\n\n\n

Rotterdam (Or Anywhere) - The Beautiful South
<\/h2>\n\n\n\n

Sabtu dan Minggu waktunya jalan-jalan! kalau punya uang dan waktu ada baiknya berkunjung ke luar kota, namun jika budget terbatas maka kendarai motormu atau gunakan kendaraan umum lalu main ke rumah temanmu bisa jadi solusi. Tak peduli apa pun tempat yang anda kunjungi asal itu membahagiakan, benar kan?<\/p>\n","post_title":"Playlist Spotify Mantap Minggu Ini untuk Kalian Para Perokok Keren","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"playlist-spotify-mantap-minggu-ini-untuk-kalian-para-perokok-keren","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-08-05 13:39:39","post_modified_gmt":"2019-08-05 06:39:39","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5933","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5889,"post_author":"919","post_date":"2019-07-29 16:13:48","post_date_gmt":"2019-07-29 09:13:48","post_content":"\n

Upaya mengejar cinta selalu menghadirkan satu masalah yaitu patah hati. Jika bicara soal peluang bakal menghadapi masalah tersebut, maka persentasinya adalah 50:50. Potensinya sudah bisa membesar sejak awal anda mencoba untuk berkenalan dengan sosok idaman. Jika salah langkah, sudah pasti si dia bakal menjauh, andai pun langkah awal sudah tepat tapi threatmennya pendekatannya salah, siap-siap kalimat \u2018maaf kita ga cocok\u2019<\/em> akan anda dapatkan.\u00a0
<\/p>\n\n\n\n

Kalau sudah patah hati rasanya memang ribet. Rendang yang katanya dijadikan makanan terenak di dunia pun rasanya seperti daging gosong. Mau beraktifitas juga susah, karena isinya hanya meratap dan merenungi. Diajak teman main game <\/em>juga tak maksimal, apalagi kongkow-kongkow sampai subuh. Kalau sudah begini tak boleh buru-buru larut dalam kesedihan, musik bisa jadi obat ampuh untuk menenangkannya. 
<\/p>\n\n\n\n

Musik memang soal selera, ada yang ingin lagu agak ngebeat <\/em>biar adrenalinennya naik. Ada yang memutar lagi jazz supaya lebih tenang, musik dangdut biar oaoe<\/em>, hingga lagu indie biar terkesan indies (ealaahhh). Akan tetapi ada satu tren belakangan ini, patah hati dan mendengarkan lagu-lagu yang dinyanyikan oleh Didi Kempot.
<\/p>\n\n\n\n

Sosok yang memulai karier berseni sebagai musisi jalanan tersebut kini lagi digandrungi anak muda. Mereka menyebutnya sebagai Sadbois atau Sadgirls, mengagung-mengagungkan patah hati, merayakan kesedihan, dan Didi Kempot yang secara lelucon mereka sebut Lord, hadir memaksimalkan euforia tersebut. Satu lagu, dua lagu, tiga lagu, kalimat seperti \u2018Bajingan kowe dek!\u2019 mulai terlontar dari mulut-mulut penikmat lagu-lagu Didi Kempot.
<\/p>\n\n\n\n

Saya dan mungkin juga kalian sejatinya sudah cukup lama mendengar lagu-lagu Didi Kempot, mungkin sejak SD. Saat umur belum dua angka seperti saat ini, Didi Kempot mungkin hanya saya sebut sebagai musisi yang beraliran Campursari (meski memang benar seperti itu). Namun, ketika umur kian bertambah, Didi Kempot rupanya jauh lebih besar dari itu. Bisa jadi dia adalah representasi dari diksi patah hati itu sendiri.
<\/p>\n\n\n\n

Lagu Sewu Kutho misalnya, saya anggap sebagai lagu patah hati terhebat yang pernah ia buat. Bagaimana rasa rindu, sakit, dan keikhlasan menyatu menjadi satu dalam sebuah lagu. Bahkan doa juga ia sematkan kepada orang yang disayang, agar hidup dia yang dicinta hidup lebih bahagia daripada dirinya. Meski sebenarnya dalam lagu tersebut ada pertentangan lain dalam dirinya yang masih tak bisa ia atasi, ia masih ingin bertemu dengan yang dicinta dengan cara apapun.
<\/p>\n\n\n\n

Pamer Bojo adalah selanjutnya, ia hadir tepat di saat anak muda sedang mengalami tren nikah dini. Saat usia muda memang perasaan dan cinta sedang berkecamuknya, lalu dihadapkan dengan permasalahan yang cukup pelik dalam asmara yaitu ditinggal nikah. Lagu Pamer Bojo adalah solusinya, meski dalam liriknya ada pesan bahwa kita memang tidak pernah siap melihat yang dicinta menikah dengan orang lain. 
<\/p>\n\n\n\n

\u201cNeng opo seneng aku yen mung gawe laraku<\/em><\/p>\n\n\n\n

Pamer bojo anyar neng ngarepku\u201d<\/em>
<\/p>\n\n\n\n

Bagi saya musik memiliki kekuatan hebat walau memiliki tembok bernama bahasa. Hanya musisi hebat yang mampu menembus dinding-dinding itu. Didi Kempot adalah salah satunya, ia mampu membuat orang yang bukan bersuku Jawa bisa menikmati lagunya. Ini sebuah kemajuan dalam berkebudayaan, bahwa suku dan bangsa lain bisa saling menerima karya dari golongan lain. Sesuatu yang saat kini benar-benar kita butuhkan bukan setelah kontestasi politik yang melibatkan sentimen suku, agama, ras, dan antargolongan.
<\/p>\n\n\n\n

Didi Kempot memang sedang naik daun dan kini namanya lagi disebut-sebut di banyak penjuru di ibu kota. Ketakutan saya adalah akan seberapa lama tren ini berlanjut, mengingat tak banyak yang bisa bertahan lama di Jakarta. Akan tetapi pikiran tersebut saya rasa salah, Didi Kempot boleh saja naik daun dan tiba-tiba hilang di Jakarta, akan tetapi karya dan dirinya tetap abadi di Indonesia. Karena yang membuat Didi Kempot agung adalah kita yang selalu kekanak-kanakan menghadapi masalah patah hati. <\/p>\n","post_title":"Memuja-muja Didi Kempot, Mengagung-agungkan Patah Hati","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"memuja-muja-didi-kempot-mengagung-agungkan-patah-hati","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-07-29 16:13:56","post_modified_gmt":"2019-07-29 09:13:56","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5889","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5862,"post_author":"919","post_date":"2019-07-14 12:50:58","post_date_gmt":"2019-07-14 05:50:58","post_content":"\n

Musim haji kini telah tiba. Diperkirakan jutaan orang kini telah memadati Masjidil Haram di Mekkah, Arab Saudi untuk memenuhi salah satu rukun Islam tiap tahunnya. Ritual suci ini menjadi salah satu impian bagi tiap umat muslim di seluruh dunia dan tak seluruhnya bisa melaksanakannya. 
<\/p>\n\n\n\n

Walau demikian musim haji di Indonesia tak pernah sepi peminat. Menko Perekonomian Darmin Nasution memperkirakan jumlah jamaah haji Indonesia akan mencapai 4,34 juta jiwa pada 2019. Per hari ini (14\/7\/2019) jumlah jemaah diperkirakan sudah mencapai 47.983 orang yang sudah berdatangan ke Madinah. 
<\/p>\n\n\n\n

Ada-ada saja memang kelakuan masyarakat Indonesia ketika berkunjung ke luar negeri terutama untuk ibadah haji yang memakan waktu hingga satu bulan. Ada kisah para peserta membawa makanan khas daerah masing-masing karena takut tak bisa menyesuaikan dengan kudapan di sana. Ada yang membawa sambal, jengkol, ikan teri, padahal pihak penyelenggara sudah menyediakan makanan yang sesuai dengan lidah mereka.
<\/p>\n\n\n\n

Salah satu kebiasaan masyarakat Indonesia adalah merokok dan tradisi tersebut sudah mengakar sejak lama. Cita rasa kretek yang kuat dengan campuran cengkeh membuat masyarakat kita sulit menikmati produk rokok asing. Maka dengan demikian ketika bepergian ke luar negeri membawa rokok dari Indonesia adalah hal yang nampaknya sudah jadi kebiasaan. Sejatinya hal tersebut tak bisa dikatakan sebagai aktivitas ilegal, karena mereka membawa rokok lokal untuk dikonsumsi pribadi dan bukan untuk dijual.
<\/p>\n\n\n\n

Pemerintah sejatinya sudah mengakomodasi kebutuhan para perokok yang sedang menjadi peserta haji. Kemudahan itu adalah dengan memperbolehkan jamaah haji membawa rokok maksimal 200 batang untuk dibawa ke tanah suci. Jika berlebih, maka siap-siap untuk diamankan dan disita. Akibat informasi yang kadang tak menyeluruh, kadang masih ada saja rokok yang disita. Tribun Jabar misalnya memberitakan bahwa sehari ada sekitar 200 batang rokok yang disita oleh pihak bea dan cukai.
<\/p>\n\n\n\n

Peraturan memang ada untuk dipatuhi dan diikuti, sebagai perokok tentu hal tersebut tak boleh dihiraukan. Ada baiknya untuk mengikuti prosedur yang sudah diterapkan agar ibadah haji semakin nyaman. Tentu ijin boleh membawa rokok sebanyak 200 batang sudah cukup mengakomodir kebutuhan para perokok. Jika dihitung dalam 40 hari maka dalam satu hari satu jamaah haji bisa mengisap lima batang tentu pas jika kita anggap setiap sehabis sholat menghisap satu batang rokok. Tentu paduan yang sempurna antara ibadah dan kebiasaan merokok. 
<\/p>\n\n\n\n

Ada cara lain untuk mengakali peraturan tersebut, salah satunya adalah dengan menitip kepada anggota keluarga lain. Tentu cara ini sebenarnya tidak bermasalah karena setiap orang punya hak untuk membawa 200 batang rokok. Cara ini nampaknya cukup ampuh dan sudah dilakukan oleh beberapa jamaah haji. Asalkan rokok yang dibawa tentu hanya untuk kebutuhan pribadi, bukan untuk dijual kembali di sana. 
<\/p>\n\n\n\n

Pada akhirnya ibadah harus menjadi petimbangan utama saat ke tanah suci. Mengenai barang bawaan yang sudah diatur harus betul-betul diperhatikan. Toh rokok bukan barang yang bercandu sehingga kebiasaan merokok pun masih bisa diatasi ketika di tanah suci.
<\/p>\n","post_title":"Hal yang Perlu Diperhatikan Perokok Saat Berangkat Haji","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"hal-yang-perlu-diperhatikan-perokok-saat-berangkat-haji","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-07-14 12:51:04","post_modified_gmt":"2019-07-14 05:51:04","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5862","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":7},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"epic_block_3"};

\n

Era digital seperti sekarang ini kita diperkenalkan dengan berbagai platform pemutar musik secara online dan yang paling banyak digunakan saat ini adalah Spotify. Anda bisa mendengarkan musik secara berbayar dengan profit kualitas suara yang jernih dan tentu membuat playlist idamanmu! playlist ini yang nantinya bisa anda bagikan di sosial media atau langsung ke whatsapp temanmu, hingga pacarmu.
<\/p>\n\n\n\n

Tentu kami juga punya pilihan lagu yang layak anda perdengarkan. Minggu ini kami merangkum lima lagu yang cocok anda dengarkan untuk menemani beraktivitas. Berikut lima lagu tersebut.
<\/p>\n\n\n\n

Selamat Pagi - Ran
<\/h2>\n\n\n\n

Nyaris tak ada yang memungkiri kalau Senin Pagi adalah sesuatu yang menjemukan. Kalau sudah begini dibutuhkan lagu yang tepat untuk mengawali aktifitas anda. Kami rekomendasikan lagu ini yang terdengar catchy agar menjadi mood booster bagi kalian yang masih terikat oleh hawa-hawa libur akhir pekan.
<\/p>\n\n\n\n

Wong Edan Kuwi Bebas - Shodiq Monata
<\/h2>\n\n\n\n

Yoooo! lagu-lagu dangdut memang sangat dibutuhkan ketika irama aktivitas anda mulai meningkat. Lagu ini memiliki beat yang cukup kencang diiringi dengan irama koplo yang siap membuat anda untuk bergoyang. Persetan dengan segala kemacetan hingga marahan dari atasan, Wong Edan Kuwi Bebas!
<\/p>\n\n\n\n

Sulung - Kunto Aji
<\/h2>\n\n\n\n

Kadang apa yang kita harapkan tak sesuai hasil yang didapatkan. Ekspektasi berlebihan membuatmu menjadi lupa pada jati diri, jika gagal maka berpotensi untuk tak percaya diri dan jika sukses bukan tak mungkin akan semakin menyombongkan diri. Karena kata Kunto Aji yang sebaiknya kau jaga adalah dirimu sendiri.
<\/p>\n\n\n\n

This Girl - Kungs
<\/h2>\n\n\n\n

Kalau Jumat malam sudah tiba maka waktunya untuk bersenang-senang! segera hubungi sahabat atau kekasih anda. Kongkow di kedai kopi atau berajojing ria juga pun tak masalah. Adakalanya anda butuh melepaskan penat, goyang badanmu dan nikmati dentuman musiknya.
<\/p>\n\n\n\n

Rotterdam (Or Anywhere) - The Beautiful South
<\/h2>\n\n\n\n

Sabtu dan Minggu waktunya jalan-jalan! kalau punya uang dan waktu ada baiknya berkunjung ke luar kota, namun jika budget terbatas maka kendarai motormu atau gunakan kendaraan umum lalu main ke rumah temanmu bisa jadi solusi. Tak peduli apa pun tempat yang anda kunjungi asal itu membahagiakan, benar kan?<\/p>\n","post_title":"Playlist Spotify Mantap Minggu Ini untuk Kalian Para Perokok Keren","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"playlist-spotify-mantap-minggu-ini-untuk-kalian-para-perokok-keren","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-08-05 13:39:39","post_modified_gmt":"2019-08-05 06:39:39","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5933","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5889,"post_author":"919","post_date":"2019-07-29 16:13:48","post_date_gmt":"2019-07-29 09:13:48","post_content":"\n

Upaya mengejar cinta selalu menghadirkan satu masalah yaitu patah hati. Jika bicara soal peluang bakal menghadapi masalah tersebut, maka persentasinya adalah 50:50. Potensinya sudah bisa membesar sejak awal anda mencoba untuk berkenalan dengan sosok idaman. Jika salah langkah, sudah pasti si dia bakal menjauh, andai pun langkah awal sudah tepat tapi threatmennya pendekatannya salah, siap-siap kalimat \u2018maaf kita ga cocok\u2019<\/em> akan anda dapatkan.\u00a0
<\/p>\n\n\n\n

Kalau sudah patah hati rasanya memang ribet. Rendang yang katanya dijadikan makanan terenak di dunia pun rasanya seperti daging gosong. Mau beraktifitas juga susah, karena isinya hanya meratap dan merenungi. Diajak teman main game <\/em>juga tak maksimal, apalagi kongkow-kongkow sampai subuh. Kalau sudah begini tak boleh buru-buru larut dalam kesedihan, musik bisa jadi obat ampuh untuk menenangkannya. 
<\/p>\n\n\n\n

Musik memang soal selera, ada yang ingin lagu agak ngebeat <\/em>biar adrenalinennya naik. Ada yang memutar lagi jazz supaya lebih tenang, musik dangdut biar oaoe<\/em>, hingga lagu indie biar terkesan indies (ealaahhh). Akan tetapi ada satu tren belakangan ini, patah hati dan mendengarkan lagu-lagu yang dinyanyikan oleh Didi Kempot.
<\/p>\n\n\n\n

Sosok yang memulai karier berseni sebagai musisi jalanan tersebut kini lagi digandrungi anak muda. Mereka menyebutnya sebagai Sadbois atau Sadgirls, mengagung-mengagungkan patah hati, merayakan kesedihan, dan Didi Kempot yang secara lelucon mereka sebut Lord, hadir memaksimalkan euforia tersebut. Satu lagu, dua lagu, tiga lagu, kalimat seperti \u2018Bajingan kowe dek!\u2019 mulai terlontar dari mulut-mulut penikmat lagu-lagu Didi Kempot.
<\/p>\n\n\n\n

Saya dan mungkin juga kalian sejatinya sudah cukup lama mendengar lagu-lagu Didi Kempot, mungkin sejak SD. Saat umur belum dua angka seperti saat ini, Didi Kempot mungkin hanya saya sebut sebagai musisi yang beraliran Campursari (meski memang benar seperti itu). Namun, ketika umur kian bertambah, Didi Kempot rupanya jauh lebih besar dari itu. Bisa jadi dia adalah representasi dari diksi patah hati itu sendiri.
<\/p>\n\n\n\n

Lagu Sewu Kutho misalnya, saya anggap sebagai lagu patah hati terhebat yang pernah ia buat. Bagaimana rasa rindu, sakit, dan keikhlasan menyatu menjadi satu dalam sebuah lagu. Bahkan doa juga ia sematkan kepada orang yang disayang, agar hidup dia yang dicinta hidup lebih bahagia daripada dirinya. Meski sebenarnya dalam lagu tersebut ada pertentangan lain dalam dirinya yang masih tak bisa ia atasi, ia masih ingin bertemu dengan yang dicinta dengan cara apapun.
<\/p>\n\n\n\n

Pamer Bojo adalah selanjutnya, ia hadir tepat di saat anak muda sedang mengalami tren nikah dini. Saat usia muda memang perasaan dan cinta sedang berkecamuknya, lalu dihadapkan dengan permasalahan yang cukup pelik dalam asmara yaitu ditinggal nikah. Lagu Pamer Bojo adalah solusinya, meski dalam liriknya ada pesan bahwa kita memang tidak pernah siap melihat yang dicinta menikah dengan orang lain. 
<\/p>\n\n\n\n

\u201cNeng opo seneng aku yen mung gawe laraku<\/em><\/p>\n\n\n\n

Pamer bojo anyar neng ngarepku\u201d<\/em>
<\/p>\n\n\n\n

Bagi saya musik memiliki kekuatan hebat walau memiliki tembok bernama bahasa. Hanya musisi hebat yang mampu menembus dinding-dinding itu. Didi Kempot adalah salah satunya, ia mampu membuat orang yang bukan bersuku Jawa bisa menikmati lagunya. Ini sebuah kemajuan dalam berkebudayaan, bahwa suku dan bangsa lain bisa saling menerima karya dari golongan lain. Sesuatu yang saat kini benar-benar kita butuhkan bukan setelah kontestasi politik yang melibatkan sentimen suku, agama, ras, dan antargolongan.
<\/p>\n\n\n\n

Didi Kempot memang sedang naik daun dan kini namanya lagi disebut-sebut di banyak penjuru di ibu kota. Ketakutan saya adalah akan seberapa lama tren ini berlanjut, mengingat tak banyak yang bisa bertahan lama di Jakarta. Akan tetapi pikiran tersebut saya rasa salah, Didi Kempot boleh saja naik daun dan tiba-tiba hilang di Jakarta, akan tetapi karya dan dirinya tetap abadi di Indonesia. Karena yang membuat Didi Kempot agung adalah kita yang selalu kekanak-kanakan menghadapi masalah patah hati. <\/p>\n","post_title":"Memuja-muja Didi Kempot, Mengagung-agungkan Patah Hati","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"memuja-muja-didi-kempot-mengagung-agungkan-patah-hati","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-07-29 16:13:56","post_modified_gmt":"2019-07-29 09:13:56","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5889","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5862,"post_author":"919","post_date":"2019-07-14 12:50:58","post_date_gmt":"2019-07-14 05:50:58","post_content":"\n

Musim haji kini telah tiba. Diperkirakan jutaan orang kini telah memadati Masjidil Haram di Mekkah, Arab Saudi untuk memenuhi salah satu rukun Islam tiap tahunnya. Ritual suci ini menjadi salah satu impian bagi tiap umat muslim di seluruh dunia dan tak seluruhnya bisa melaksanakannya. 
<\/p>\n\n\n\n

Walau demikian musim haji di Indonesia tak pernah sepi peminat. Menko Perekonomian Darmin Nasution memperkirakan jumlah jamaah haji Indonesia akan mencapai 4,34 juta jiwa pada 2019. Per hari ini (14\/7\/2019) jumlah jemaah diperkirakan sudah mencapai 47.983 orang yang sudah berdatangan ke Madinah. 
<\/p>\n\n\n\n

Ada-ada saja memang kelakuan masyarakat Indonesia ketika berkunjung ke luar negeri terutama untuk ibadah haji yang memakan waktu hingga satu bulan. Ada kisah para peserta membawa makanan khas daerah masing-masing karena takut tak bisa menyesuaikan dengan kudapan di sana. Ada yang membawa sambal, jengkol, ikan teri, padahal pihak penyelenggara sudah menyediakan makanan yang sesuai dengan lidah mereka.
<\/p>\n\n\n\n

Salah satu kebiasaan masyarakat Indonesia adalah merokok dan tradisi tersebut sudah mengakar sejak lama. Cita rasa kretek yang kuat dengan campuran cengkeh membuat masyarakat kita sulit menikmati produk rokok asing. Maka dengan demikian ketika bepergian ke luar negeri membawa rokok dari Indonesia adalah hal yang nampaknya sudah jadi kebiasaan. Sejatinya hal tersebut tak bisa dikatakan sebagai aktivitas ilegal, karena mereka membawa rokok lokal untuk dikonsumsi pribadi dan bukan untuk dijual.
<\/p>\n\n\n\n

Pemerintah sejatinya sudah mengakomodasi kebutuhan para perokok yang sedang menjadi peserta haji. Kemudahan itu adalah dengan memperbolehkan jamaah haji membawa rokok maksimal 200 batang untuk dibawa ke tanah suci. Jika berlebih, maka siap-siap untuk diamankan dan disita. Akibat informasi yang kadang tak menyeluruh, kadang masih ada saja rokok yang disita. Tribun Jabar misalnya memberitakan bahwa sehari ada sekitar 200 batang rokok yang disita oleh pihak bea dan cukai.
<\/p>\n\n\n\n

Peraturan memang ada untuk dipatuhi dan diikuti, sebagai perokok tentu hal tersebut tak boleh dihiraukan. Ada baiknya untuk mengikuti prosedur yang sudah diterapkan agar ibadah haji semakin nyaman. Tentu ijin boleh membawa rokok sebanyak 200 batang sudah cukup mengakomodir kebutuhan para perokok. Jika dihitung dalam 40 hari maka dalam satu hari satu jamaah haji bisa mengisap lima batang tentu pas jika kita anggap setiap sehabis sholat menghisap satu batang rokok. Tentu paduan yang sempurna antara ibadah dan kebiasaan merokok. 
<\/p>\n\n\n\n

Ada cara lain untuk mengakali peraturan tersebut, salah satunya adalah dengan menitip kepada anggota keluarga lain. Tentu cara ini sebenarnya tidak bermasalah karena setiap orang punya hak untuk membawa 200 batang rokok. Cara ini nampaknya cukup ampuh dan sudah dilakukan oleh beberapa jamaah haji. Asalkan rokok yang dibawa tentu hanya untuk kebutuhan pribadi, bukan untuk dijual kembali di sana. 
<\/p>\n\n\n\n

Pada akhirnya ibadah harus menjadi petimbangan utama saat ke tanah suci. Mengenai barang bawaan yang sudah diatur harus betul-betul diperhatikan. Toh rokok bukan barang yang bercandu sehingga kebiasaan merokok pun masih bisa diatasi ketika di tanah suci.
<\/p>\n","post_title":"Hal yang Perlu Diperhatikan Perokok Saat Berangkat Haji","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"hal-yang-perlu-diperhatikan-perokok-saat-berangkat-haji","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-07-14 12:51:04","post_modified_gmt":"2019-07-14 05:51:04","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5862","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":7},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"epic_block_3"};

\n

Maka benar kata Bob Marley yang menyebut bahwa satu hal yang baik tentang musik adalah ketika itu menyentuh anda tidak akan ada rasa sakit (secara harfiah). Musik menjadi legitimasi perasaan yang tertaut dengan momen, menjadi irama pendamping saat satu peristiwa terjadi. 
<\/p>\n\n\n\n

Era digital seperti sekarang ini kita diperkenalkan dengan berbagai platform pemutar musik secara online dan yang paling banyak digunakan saat ini adalah Spotify. Anda bisa mendengarkan musik secara berbayar dengan profit kualitas suara yang jernih dan tentu membuat playlist idamanmu! playlist ini yang nantinya bisa anda bagikan di sosial media atau langsung ke whatsapp temanmu, hingga pacarmu.
<\/p>\n\n\n\n

Tentu kami juga punya pilihan lagu yang layak anda perdengarkan. Minggu ini kami merangkum lima lagu yang cocok anda dengarkan untuk menemani beraktivitas. Berikut lima lagu tersebut.
<\/p>\n\n\n\n

Selamat Pagi - Ran
<\/h2>\n\n\n\n

Nyaris tak ada yang memungkiri kalau Senin Pagi adalah sesuatu yang menjemukan. Kalau sudah begini dibutuhkan lagu yang tepat untuk mengawali aktifitas anda. Kami rekomendasikan lagu ini yang terdengar catchy agar menjadi mood booster bagi kalian yang masih terikat oleh hawa-hawa libur akhir pekan.
<\/p>\n\n\n\n

Wong Edan Kuwi Bebas - Shodiq Monata
<\/h2>\n\n\n\n

Yoooo! lagu-lagu dangdut memang sangat dibutuhkan ketika irama aktivitas anda mulai meningkat. Lagu ini memiliki beat yang cukup kencang diiringi dengan irama koplo yang siap membuat anda untuk bergoyang. Persetan dengan segala kemacetan hingga marahan dari atasan, Wong Edan Kuwi Bebas!
<\/p>\n\n\n\n

Sulung - Kunto Aji
<\/h2>\n\n\n\n

Kadang apa yang kita harapkan tak sesuai hasil yang didapatkan. Ekspektasi berlebihan membuatmu menjadi lupa pada jati diri, jika gagal maka berpotensi untuk tak percaya diri dan jika sukses bukan tak mungkin akan semakin menyombongkan diri. Karena kata Kunto Aji yang sebaiknya kau jaga adalah dirimu sendiri.
<\/p>\n\n\n\n

This Girl - Kungs
<\/h2>\n\n\n\n

Kalau Jumat malam sudah tiba maka waktunya untuk bersenang-senang! segera hubungi sahabat atau kekasih anda. Kongkow di kedai kopi atau berajojing ria juga pun tak masalah. Adakalanya anda butuh melepaskan penat, goyang badanmu dan nikmati dentuman musiknya.
<\/p>\n\n\n\n

Rotterdam (Or Anywhere) - The Beautiful South
<\/h2>\n\n\n\n

Sabtu dan Minggu waktunya jalan-jalan! kalau punya uang dan waktu ada baiknya berkunjung ke luar kota, namun jika budget terbatas maka kendarai motormu atau gunakan kendaraan umum lalu main ke rumah temanmu bisa jadi solusi. Tak peduli apa pun tempat yang anda kunjungi asal itu membahagiakan, benar kan?<\/p>\n","post_title":"Playlist Spotify Mantap Minggu Ini untuk Kalian Para Perokok Keren","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"playlist-spotify-mantap-minggu-ini-untuk-kalian-para-perokok-keren","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-08-05 13:39:39","post_modified_gmt":"2019-08-05 06:39:39","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5933","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5889,"post_author":"919","post_date":"2019-07-29 16:13:48","post_date_gmt":"2019-07-29 09:13:48","post_content":"\n

Upaya mengejar cinta selalu menghadirkan satu masalah yaitu patah hati. Jika bicara soal peluang bakal menghadapi masalah tersebut, maka persentasinya adalah 50:50. Potensinya sudah bisa membesar sejak awal anda mencoba untuk berkenalan dengan sosok idaman. Jika salah langkah, sudah pasti si dia bakal menjauh, andai pun langkah awal sudah tepat tapi threatmennya pendekatannya salah, siap-siap kalimat \u2018maaf kita ga cocok\u2019<\/em> akan anda dapatkan.\u00a0
<\/p>\n\n\n\n

Kalau sudah patah hati rasanya memang ribet. Rendang yang katanya dijadikan makanan terenak di dunia pun rasanya seperti daging gosong. Mau beraktifitas juga susah, karena isinya hanya meratap dan merenungi. Diajak teman main game <\/em>juga tak maksimal, apalagi kongkow-kongkow sampai subuh. Kalau sudah begini tak boleh buru-buru larut dalam kesedihan, musik bisa jadi obat ampuh untuk menenangkannya. 
<\/p>\n\n\n\n

Musik memang soal selera, ada yang ingin lagu agak ngebeat <\/em>biar adrenalinennya naik. Ada yang memutar lagi jazz supaya lebih tenang, musik dangdut biar oaoe<\/em>, hingga lagu indie biar terkesan indies (ealaahhh). Akan tetapi ada satu tren belakangan ini, patah hati dan mendengarkan lagu-lagu yang dinyanyikan oleh Didi Kempot.
<\/p>\n\n\n\n

Sosok yang memulai karier berseni sebagai musisi jalanan tersebut kini lagi digandrungi anak muda. Mereka menyebutnya sebagai Sadbois atau Sadgirls, mengagung-mengagungkan patah hati, merayakan kesedihan, dan Didi Kempot yang secara lelucon mereka sebut Lord, hadir memaksimalkan euforia tersebut. Satu lagu, dua lagu, tiga lagu, kalimat seperti \u2018Bajingan kowe dek!\u2019 mulai terlontar dari mulut-mulut penikmat lagu-lagu Didi Kempot.
<\/p>\n\n\n\n

Saya dan mungkin juga kalian sejatinya sudah cukup lama mendengar lagu-lagu Didi Kempot, mungkin sejak SD. Saat umur belum dua angka seperti saat ini, Didi Kempot mungkin hanya saya sebut sebagai musisi yang beraliran Campursari (meski memang benar seperti itu). Namun, ketika umur kian bertambah, Didi Kempot rupanya jauh lebih besar dari itu. Bisa jadi dia adalah representasi dari diksi patah hati itu sendiri.
<\/p>\n\n\n\n

Lagu Sewu Kutho misalnya, saya anggap sebagai lagu patah hati terhebat yang pernah ia buat. Bagaimana rasa rindu, sakit, dan keikhlasan menyatu menjadi satu dalam sebuah lagu. Bahkan doa juga ia sematkan kepada orang yang disayang, agar hidup dia yang dicinta hidup lebih bahagia daripada dirinya. Meski sebenarnya dalam lagu tersebut ada pertentangan lain dalam dirinya yang masih tak bisa ia atasi, ia masih ingin bertemu dengan yang dicinta dengan cara apapun.
<\/p>\n\n\n\n

Pamer Bojo adalah selanjutnya, ia hadir tepat di saat anak muda sedang mengalami tren nikah dini. Saat usia muda memang perasaan dan cinta sedang berkecamuknya, lalu dihadapkan dengan permasalahan yang cukup pelik dalam asmara yaitu ditinggal nikah. Lagu Pamer Bojo adalah solusinya, meski dalam liriknya ada pesan bahwa kita memang tidak pernah siap melihat yang dicinta menikah dengan orang lain. 
<\/p>\n\n\n\n

\u201cNeng opo seneng aku yen mung gawe laraku<\/em><\/p>\n\n\n\n

Pamer bojo anyar neng ngarepku\u201d<\/em>
<\/p>\n\n\n\n

Bagi saya musik memiliki kekuatan hebat walau memiliki tembok bernama bahasa. Hanya musisi hebat yang mampu menembus dinding-dinding itu. Didi Kempot adalah salah satunya, ia mampu membuat orang yang bukan bersuku Jawa bisa menikmati lagunya. Ini sebuah kemajuan dalam berkebudayaan, bahwa suku dan bangsa lain bisa saling menerima karya dari golongan lain. Sesuatu yang saat kini benar-benar kita butuhkan bukan setelah kontestasi politik yang melibatkan sentimen suku, agama, ras, dan antargolongan.
<\/p>\n\n\n\n

Didi Kempot memang sedang naik daun dan kini namanya lagi disebut-sebut di banyak penjuru di ibu kota. Ketakutan saya adalah akan seberapa lama tren ini berlanjut, mengingat tak banyak yang bisa bertahan lama di Jakarta. Akan tetapi pikiran tersebut saya rasa salah, Didi Kempot boleh saja naik daun dan tiba-tiba hilang di Jakarta, akan tetapi karya dan dirinya tetap abadi di Indonesia. Karena yang membuat Didi Kempot agung adalah kita yang selalu kekanak-kanakan menghadapi masalah patah hati. <\/p>\n","post_title":"Memuja-muja Didi Kempot, Mengagung-agungkan Patah Hati","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"memuja-muja-didi-kempot-mengagung-agungkan-patah-hati","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-07-29 16:13:56","post_modified_gmt":"2019-07-29 09:13:56","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5889","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5862,"post_author":"919","post_date":"2019-07-14 12:50:58","post_date_gmt":"2019-07-14 05:50:58","post_content":"\n

Musim haji kini telah tiba. Diperkirakan jutaan orang kini telah memadati Masjidil Haram di Mekkah, Arab Saudi untuk memenuhi salah satu rukun Islam tiap tahunnya. Ritual suci ini menjadi salah satu impian bagi tiap umat muslim di seluruh dunia dan tak seluruhnya bisa melaksanakannya. 
<\/p>\n\n\n\n

Walau demikian musim haji di Indonesia tak pernah sepi peminat. Menko Perekonomian Darmin Nasution memperkirakan jumlah jamaah haji Indonesia akan mencapai 4,34 juta jiwa pada 2019. Per hari ini (14\/7\/2019) jumlah jemaah diperkirakan sudah mencapai 47.983 orang yang sudah berdatangan ke Madinah. 
<\/p>\n\n\n\n

Ada-ada saja memang kelakuan masyarakat Indonesia ketika berkunjung ke luar negeri terutama untuk ibadah haji yang memakan waktu hingga satu bulan. Ada kisah para peserta membawa makanan khas daerah masing-masing karena takut tak bisa menyesuaikan dengan kudapan di sana. Ada yang membawa sambal, jengkol, ikan teri, padahal pihak penyelenggara sudah menyediakan makanan yang sesuai dengan lidah mereka.
<\/p>\n\n\n\n

Salah satu kebiasaan masyarakat Indonesia adalah merokok dan tradisi tersebut sudah mengakar sejak lama. Cita rasa kretek yang kuat dengan campuran cengkeh membuat masyarakat kita sulit menikmati produk rokok asing. Maka dengan demikian ketika bepergian ke luar negeri membawa rokok dari Indonesia adalah hal yang nampaknya sudah jadi kebiasaan. Sejatinya hal tersebut tak bisa dikatakan sebagai aktivitas ilegal, karena mereka membawa rokok lokal untuk dikonsumsi pribadi dan bukan untuk dijual.
<\/p>\n\n\n\n

Pemerintah sejatinya sudah mengakomodasi kebutuhan para perokok yang sedang menjadi peserta haji. Kemudahan itu adalah dengan memperbolehkan jamaah haji membawa rokok maksimal 200 batang untuk dibawa ke tanah suci. Jika berlebih, maka siap-siap untuk diamankan dan disita. Akibat informasi yang kadang tak menyeluruh, kadang masih ada saja rokok yang disita. Tribun Jabar misalnya memberitakan bahwa sehari ada sekitar 200 batang rokok yang disita oleh pihak bea dan cukai.
<\/p>\n\n\n\n

Peraturan memang ada untuk dipatuhi dan diikuti, sebagai perokok tentu hal tersebut tak boleh dihiraukan. Ada baiknya untuk mengikuti prosedur yang sudah diterapkan agar ibadah haji semakin nyaman. Tentu ijin boleh membawa rokok sebanyak 200 batang sudah cukup mengakomodir kebutuhan para perokok. Jika dihitung dalam 40 hari maka dalam satu hari satu jamaah haji bisa mengisap lima batang tentu pas jika kita anggap setiap sehabis sholat menghisap satu batang rokok. Tentu paduan yang sempurna antara ibadah dan kebiasaan merokok. 
<\/p>\n\n\n\n

Ada cara lain untuk mengakali peraturan tersebut, salah satunya adalah dengan menitip kepada anggota keluarga lain. Tentu cara ini sebenarnya tidak bermasalah karena setiap orang punya hak untuk membawa 200 batang rokok. Cara ini nampaknya cukup ampuh dan sudah dilakukan oleh beberapa jamaah haji. Asalkan rokok yang dibawa tentu hanya untuk kebutuhan pribadi, bukan untuk dijual kembali di sana. 
<\/p>\n\n\n\n

Pada akhirnya ibadah harus menjadi petimbangan utama saat ke tanah suci. Mengenai barang bawaan yang sudah diatur harus betul-betul diperhatikan. Toh rokok bukan barang yang bercandu sehingga kebiasaan merokok pun masih bisa diatasi ketika di tanah suci.
<\/p>\n","post_title":"Hal yang Perlu Diperhatikan Perokok Saat Berangkat Haji","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"hal-yang-perlu-diperhatikan-perokok-saat-berangkat-haji","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-07-14 12:51:04","post_modified_gmt":"2019-07-14 05:51:04","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5862","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":7},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"epic_block_3"};

\n

Musik adalah bagian dari kehidupan. Setiap alunannya menjadi warna yang saling menari mengikuti jejak langkah kehidupan. Sejak kecil irama musik mulai diperkenalkan orang tua hingga dewasa kita mulai mengenal musik dengan pemikiran sendiri. Musik menjadi teman setia manusa dalam berproses, baik jika akhirnya gagal atau mendulang kesukasesan.
<\/p>\n\n\n\n

Maka benar kata Bob Marley yang menyebut bahwa satu hal yang baik tentang musik adalah ketika itu menyentuh anda tidak akan ada rasa sakit (secara harfiah). Musik menjadi legitimasi perasaan yang tertaut dengan momen, menjadi irama pendamping saat satu peristiwa terjadi. 
<\/p>\n\n\n\n

Era digital seperti sekarang ini kita diperkenalkan dengan berbagai platform pemutar musik secara online dan yang paling banyak digunakan saat ini adalah Spotify. Anda bisa mendengarkan musik secara berbayar dengan profit kualitas suara yang jernih dan tentu membuat playlist idamanmu! playlist ini yang nantinya bisa anda bagikan di sosial media atau langsung ke whatsapp temanmu, hingga pacarmu.
<\/p>\n\n\n\n

Tentu kami juga punya pilihan lagu yang layak anda perdengarkan. Minggu ini kami merangkum lima lagu yang cocok anda dengarkan untuk menemani beraktivitas. Berikut lima lagu tersebut.
<\/p>\n\n\n\n

Selamat Pagi - Ran
<\/h2>\n\n\n\n

Nyaris tak ada yang memungkiri kalau Senin Pagi adalah sesuatu yang menjemukan. Kalau sudah begini dibutuhkan lagu yang tepat untuk mengawali aktifitas anda. Kami rekomendasikan lagu ini yang terdengar catchy agar menjadi mood booster bagi kalian yang masih terikat oleh hawa-hawa libur akhir pekan.
<\/p>\n\n\n\n

Wong Edan Kuwi Bebas - Shodiq Monata
<\/h2>\n\n\n\n

Yoooo! lagu-lagu dangdut memang sangat dibutuhkan ketika irama aktivitas anda mulai meningkat. Lagu ini memiliki beat yang cukup kencang diiringi dengan irama koplo yang siap membuat anda untuk bergoyang. Persetan dengan segala kemacetan hingga marahan dari atasan, Wong Edan Kuwi Bebas!
<\/p>\n\n\n\n

Sulung - Kunto Aji
<\/h2>\n\n\n\n

Kadang apa yang kita harapkan tak sesuai hasil yang didapatkan. Ekspektasi berlebihan membuatmu menjadi lupa pada jati diri, jika gagal maka berpotensi untuk tak percaya diri dan jika sukses bukan tak mungkin akan semakin menyombongkan diri. Karena kata Kunto Aji yang sebaiknya kau jaga adalah dirimu sendiri.
<\/p>\n\n\n\n

This Girl - Kungs
<\/h2>\n\n\n\n

Kalau Jumat malam sudah tiba maka waktunya untuk bersenang-senang! segera hubungi sahabat atau kekasih anda. Kongkow di kedai kopi atau berajojing ria juga pun tak masalah. Adakalanya anda butuh melepaskan penat, goyang badanmu dan nikmati dentuman musiknya.
<\/p>\n\n\n\n

Rotterdam (Or Anywhere) - The Beautiful South
<\/h2>\n\n\n\n

Sabtu dan Minggu waktunya jalan-jalan! kalau punya uang dan waktu ada baiknya berkunjung ke luar kota, namun jika budget terbatas maka kendarai motormu atau gunakan kendaraan umum lalu main ke rumah temanmu bisa jadi solusi. Tak peduli apa pun tempat yang anda kunjungi asal itu membahagiakan, benar kan?<\/p>\n","post_title":"Playlist Spotify Mantap Minggu Ini untuk Kalian Para Perokok Keren","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"playlist-spotify-mantap-minggu-ini-untuk-kalian-para-perokok-keren","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-08-05 13:39:39","post_modified_gmt":"2019-08-05 06:39:39","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5933","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5889,"post_author":"919","post_date":"2019-07-29 16:13:48","post_date_gmt":"2019-07-29 09:13:48","post_content":"\n

Upaya mengejar cinta selalu menghadirkan satu masalah yaitu patah hati. Jika bicara soal peluang bakal menghadapi masalah tersebut, maka persentasinya adalah 50:50. Potensinya sudah bisa membesar sejak awal anda mencoba untuk berkenalan dengan sosok idaman. Jika salah langkah, sudah pasti si dia bakal menjauh, andai pun langkah awal sudah tepat tapi threatmennya pendekatannya salah, siap-siap kalimat \u2018maaf kita ga cocok\u2019<\/em> akan anda dapatkan.\u00a0
<\/p>\n\n\n\n

Kalau sudah patah hati rasanya memang ribet. Rendang yang katanya dijadikan makanan terenak di dunia pun rasanya seperti daging gosong. Mau beraktifitas juga susah, karena isinya hanya meratap dan merenungi. Diajak teman main game <\/em>juga tak maksimal, apalagi kongkow-kongkow sampai subuh. Kalau sudah begini tak boleh buru-buru larut dalam kesedihan, musik bisa jadi obat ampuh untuk menenangkannya. 
<\/p>\n\n\n\n

Musik memang soal selera, ada yang ingin lagu agak ngebeat <\/em>biar adrenalinennya naik. Ada yang memutar lagi jazz supaya lebih tenang, musik dangdut biar oaoe<\/em>, hingga lagu indie biar terkesan indies (ealaahhh). Akan tetapi ada satu tren belakangan ini, patah hati dan mendengarkan lagu-lagu yang dinyanyikan oleh Didi Kempot.
<\/p>\n\n\n\n

Sosok yang memulai karier berseni sebagai musisi jalanan tersebut kini lagi digandrungi anak muda. Mereka menyebutnya sebagai Sadbois atau Sadgirls, mengagung-mengagungkan patah hati, merayakan kesedihan, dan Didi Kempot yang secara lelucon mereka sebut Lord, hadir memaksimalkan euforia tersebut. Satu lagu, dua lagu, tiga lagu, kalimat seperti \u2018Bajingan kowe dek!\u2019 mulai terlontar dari mulut-mulut penikmat lagu-lagu Didi Kempot.
<\/p>\n\n\n\n

Saya dan mungkin juga kalian sejatinya sudah cukup lama mendengar lagu-lagu Didi Kempot, mungkin sejak SD. Saat umur belum dua angka seperti saat ini, Didi Kempot mungkin hanya saya sebut sebagai musisi yang beraliran Campursari (meski memang benar seperti itu). Namun, ketika umur kian bertambah, Didi Kempot rupanya jauh lebih besar dari itu. Bisa jadi dia adalah representasi dari diksi patah hati itu sendiri.
<\/p>\n\n\n\n

Lagu Sewu Kutho misalnya, saya anggap sebagai lagu patah hati terhebat yang pernah ia buat. Bagaimana rasa rindu, sakit, dan keikhlasan menyatu menjadi satu dalam sebuah lagu. Bahkan doa juga ia sematkan kepada orang yang disayang, agar hidup dia yang dicinta hidup lebih bahagia daripada dirinya. Meski sebenarnya dalam lagu tersebut ada pertentangan lain dalam dirinya yang masih tak bisa ia atasi, ia masih ingin bertemu dengan yang dicinta dengan cara apapun.
<\/p>\n\n\n\n

Pamer Bojo adalah selanjutnya, ia hadir tepat di saat anak muda sedang mengalami tren nikah dini. Saat usia muda memang perasaan dan cinta sedang berkecamuknya, lalu dihadapkan dengan permasalahan yang cukup pelik dalam asmara yaitu ditinggal nikah. Lagu Pamer Bojo adalah solusinya, meski dalam liriknya ada pesan bahwa kita memang tidak pernah siap melihat yang dicinta menikah dengan orang lain. 
<\/p>\n\n\n\n

\u201cNeng opo seneng aku yen mung gawe laraku<\/em><\/p>\n\n\n\n

Pamer bojo anyar neng ngarepku\u201d<\/em>
<\/p>\n\n\n\n

Bagi saya musik memiliki kekuatan hebat walau memiliki tembok bernama bahasa. Hanya musisi hebat yang mampu menembus dinding-dinding itu. Didi Kempot adalah salah satunya, ia mampu membuat orang yang bukan bersuku Jawa bisa menikmati lagunya. Ini sebuah kemajuan dalam berkebudayaan, bahwa suku dan bangsa lain bisa saling menerima karya dari golongan lain. Sesuatu yang saat kini benar-benar kita butuhkan bukan setelah kontestasi politik yang melibatkan sentimen suku, agama, ras, dan antargolongan.
<\/p>\n\n\n\n

Didi Kempot memang sedang naik daun dan kini namanya lagi disebut-sebut di banyak penjuru di ibu kota. Ketakutan saya adalah akan seberapa lama tren ini berlanjut, mengingat tak banyak yang bisa bertahan lama di Jakarta. Akan tetapi pikiran tersebut saya rasa salah, Didi Kempot boleh saja naik daun dan tiba-tiba hilang di Jakarta, akan tetapi karya dan dirinya tetap abadi di Indonesia. Karena yang membuat Didi Kempot agung adalah kita yang selalu kekanak-kanakan menghadapi masalah patah hati. <\/p>\n","post_title":"Memuja-muja Didi Kempot, Mengagung-agungkan Patah Hati","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"memuja-muja-didi-kempot-mengagung-agungkan-patah-hati","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-07-29 16:13:56","post_modified_gmt":"2019-07-29 09:13:56","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5889","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5862,"post_author":"919","post_date":"2019-07-14 12:50:58","post_date_gmt":"2019-07-14 05:50:58","post_content":"\n

Musim haji kini telah tiba. Diperkirakan jutaan orang kini telah memadati Masjidil Haram di Mekkah, Arab Saudi untuk memenuhi salah satu rukun Islam tiap tahunnya. Ritual suci ini menjadi salah satu impian bagi tiap umat muslim di seluruh dunia dan tak seluruhnya bisa melaksanakannya. 
<\/p>\n\n\n\n

Walau demikian musim haji di Indonesia tak pernah sepi peminat. Menko Perekonomian Darmin Nasution memperkirakan jumlah jamaah haji Indonesia akan mencapai 4,34 juta jiwa pada 2019. Per hari ini (14\/7\/2019) jumlah jemaah diperkirakan sudah mencapai 47.983 orang yang sudah berdatangan ke Madinah. 
<\/p>\n\n\n\n

Ada-ada saja memang kelakuan masyarakat Indonesia ketika berkunjung ke luar negeri terutama untuk ibadah haji yang memakan waktu hingga satu bulan. Ada kisah para peserta membawa makanan khas daerah masing-masing karena takut tak bisa menyesuaikan dengan kudapan di sana. Ada yang membawa sambal, jengkol, ikan teri, padahal pihak penyelenggara sudah menyediakan makanan yang sesuai dengan lidah mereka.
<\/p>\n\n\n\n

Salah satu kebiasaan masyarakat Indonesia adalah merokok dan tradisi tersebut sudah mengakar sejak lama. Cita rasa kretek yang kuat dengan campuran cengkeh membuat masyarakat kita sulit menikmati produk rokok asing. Maka dengan demikian ketika bepergian ke luar negeri membawa rokok dari Indonesia adalah hal yang nampaknya sudah jadi kebiasaan. Sejatinya hal tersebut tak bisa dikatakan sebagai aktivitas ilegal, karena mereka membawa rokok lokal untuk dikonsumsi pribadi dan bukan untuk dijual.
<\/p>\n\n\n\n

Pemerintah sejatinya sudah mengakomodasi kebutuhan para perokok yang sedang menjadi peserta haji. Kemudahan itu adalah dengan memperbolehkan jamaah haji membawa rokok maksimal 200 batang untuk dibawa ke tanah suci. Jika berlebih, maka siap-siap untuk diamankan dan disita. Akibat informasi yang kadang tak menyeluruh, kadang masih ada saja rokok yang disita. Tribun Jabar misalnya memberitakan bahwa sehari ada sekitar 200 batang rokok yang disita oleh pihak bea dan cukai.
<\/p>\n\n\n\n

Peraturan memang ada untuk dipatuhi dan diikuti, sebagai perokok tentu hal tersebut tak boleh dihiraukan. Ada baiknya untuk mengikuti prosedur yang sudah diterapkan agar ibadah haji semakin nyaman. Tentu ijin boleh membawa rokok sebanyak 200 batang sudah cukup mengakomodir kebutuhan para perokok. Jika dihitung dalam 40 hari maka dalam satu hari satu jamaah haji bisa mengisap lima batang tentu pas jika kita anggap setiap sehabis sholat menghisap satu batang rokok. Tentu paduan yang sempurna antara ibadah dan kebiasaan merokok. 
<\/p>\n\n\n\n

Ada cara lain untuk mengakali peraturan tersebut, salah satunya adalah dengan menitip kepada anggota keluarga lain. Tentu cara ini sebenarnya tidak bermasalah karena setiap orang punya hak untuk membawa 200 batang rokok. Cara ini nampaknya cukup ampuh dan sudah dilakukan oleh beberapa jamaah haji. Asalkan rokok yang dibawa tentu hanya untuk kebutuhan pribadi, bukan untuk dijual kembali di sana. 
<\/p>\n\n\n\n

Pada akhirnya ibadah harus menjadi petimbangan utama saat ke tanah suci. Mengenai barang bawaan yang sudah diatur harus betul-betul diperhatikan. Toh rokok bukan barang yang bercandu sehingga kebiasaan merokok pun masih bisa diatasi ketika di tanah suci.
<\/p>\n","post_title":"Hal yang Perlu Diperhatikan Perokok Saat Berangkat Haji","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"hal-yang-perlu-diperhatikan-perokok-saat-berangkat-haji","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-07-14 12:51:04","post_modified_gmt":"2019-07-14 05:51:04","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5862","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":7},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"epic_block_3"};

\n

Dari plastik hitam itu aku mengingat masa kecilku, dan dari ingatan masa kecil aku mengingat diriku yang ternyata kini kian jauh dari Tuhan.<\/p>\n","post_title":"Ingatan Masa Kecil dalam Seonggok Daging Iduladha","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"ingatan-masa-kecil-dalam-seonggok-daging-iduladha","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-08-11 12:28:07","post_modified_gmt":"2019-08-11 05:28:07","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5946","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5933,"post_author":"919","post_date":"2019-08-05 13:39:32","post_date_gmt":"2019-08-05 06:39:32","post_content":"\n

Musik adalah bagian dari kehidupan. Setiap alunannya menjadi warna yang saling menari mengikuti jejak langkah kehidupan. Sejak kecil irama musik mulai diperkenalkan orang tua hingga dewasa kita mulai mengenal musik dengan pemikiran sendiri. Musik menjadi teman setia manusa dalam berproses, baik jika akhirnya gagal atau mendulang kesukasesan.
<\/p>\n\n\n\n

Maka benar kata Bob Marley yang menyebut bahwa satu hal yang baik tentang musik adalah ketika itu menyentuh anda tidak akan ada rasa sakit (secara harfiah). Musik menjadi legitimasi perasaan yang tertaut dengan momen, menjadi irama pendamping saat satu peristiwa terjadi. 
<\/p>\n\n\n\n

Era digital seperti sekarang ini kita diperkenalkan dengan berbagai platform pemutar musik secara online dan yang paling banyak digunakan saat ini adalah Spotify. Anda bisa mendengarkan musik secara berbayar dengan profit kualitas suara yang jernih dan tentu membuat playlist idamanmu! playlist ini yang nantinya bisa anda bagikan di sosial media atau langsung ke whatsapp temanmu, hingga pacarmu.
<\/p>\n\n\n\n

Tentu kami juga punya pilihan lagu yang layak anda perdengarkan. Minggu ini kami merangkum lima lagu yang cocok anda dengarkan untuk menemani beraktivitas. Berikut lima lagu tersebut.
<\/p>\n\n\n\n

Selamat Pagi - Ran
<\/h2>\n\n\n\n

Nyaris tak ada yang memungkiri kalau Senin Pagi adalah sesuatu yang menjemukan. Kalau sudah begini dibutuhkan lagu yang tepat untuk mengawali aktifitas anda. Kami rekomendasikan lagu ini yang terdengar catchy agar menjadi mood booster bagi kalian yang masih terikat oleh hawa-hawa libur akhir pekan.
<\/p>\n\n\n\n

Wong Edan Kuwi Bebas - Shodiq Monata
<\/h2>\n\n\n\n

Yoooo! lagu-lagu dangdut memang sangat dibutuhkan ketika irama aktivitas anda mulai meningkat. Lagu ini memiliki beat yang cukup kencang diiringi dengan irama koplo yang siap membuat anda untuk bergoyang. Persetan dengan segala kemacetan hingga marahan dari atasan, Wong Edan Kuwi Bebas!
<\/p>\n\n\n\n

Sulung - Kunto Aji
<\/h2>\n\n\n\n

Kadang apa yang kita harapkan tak sesuai hasil yang didapatkan. Ekspektasi berlebihan membuatmu menjadi lupa pada jati diri, jika gagal maka berpotensi untuk tak percaya diri dan jika sukses bukan tak mungkin akan semakin menyombongkan diri. Karena kata Kunto Aji yang sebaiknya kau jaga adalah dirimu sendiri.
<\/p>\n\n\n\n

This Girl - Kungs
<\/h2>\n\n\n\n

Kalau Jumat malam sudah tiba maka waktunya untuk bersenang-senang! segera hubungi sahabat atau kekasih anda. Kongkow di kedai kopi atau berajojing ria juga pun tak masalah. Adakalanya anda butuh melepaskan penat, goyang badanmu dan nikmati dentuman musiknya.
<\/p>\n\n\n\n

Rotterdam (Or Anywhere) - The Beautiful South
<\/h2>\n\n\n\n

Sabtu dan Minggu waktunya jalan-jalan! kalau punya uang dan waktu ada baiknya berkunjung ke luar kota, namun jika budget terbatas maka kendarai motormu atau gunakan kendaraan umum lalu main ke rumah temanmu bisa jadi solusi. Tak peduli apa pun tempat yang anda kunjungi asal itu membahagiakan, benar kan?<\/p>\n","post_title":"Playlist Spotify Mantap Minggu Ini untuk Kalian Para Perokok Keren","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"playlist-spotify-mantap-minggu-ini-untuk-kalian-para-perokok-keren","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-08-05 13:39:39","post_modified_gmt":"2019-08-05 06:39:39","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5933","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5889,"post_author":"919","post_date":"2019-07-29 16:13:48","post_date_gmt":"2019-07-29 09:13:48","post_content":"\n

Upaya mengejar cinta selalu menghadirkan satu masalah yaitu patah hati. Jika bicara soal peluang bakal menghadapi masalah tersebut, maka persentasinya adalah 50:50. Potensinya sudah bisa membesar sejak awal anda mencoba untuk berkenalan dengan sosok idaman. Jika salah langkah, sudah pasti si dia bakal menjauh, andai pun langkah awal sudah tepat tapi threatmennya pendekatannya salah, siap-siap kalimat \u2018maaf kita ga cocok\u2019<\/em> akan anda dapatkan.\u00a0
<\/p>\n\n\n\n

Kalau sudah patah hati rasanya memang ribet. Rendang yang katanya dijadikan makanan terenak di dunia pun rasanya seperti daging gosong. Mau beraktifitas juga susah, karena isinya hanya meratap dan merenungi. Diajak teman main game <\/em>juga tak maksimal, apalagi kongkow-kongkow sampai subuh. Kalau sudah begini tak boleh buru-buru larut dalam kesedihan, musik bisa jadi obat ampuh untuk menenangkannya. 
<\/p>\n\n\n\n

Musik memang soal selera, ada yang ingin lagu agak ngebeat <\/em>biar adrenalinennya naik. Ada yang memutar lagi jazz supaya lebih tenang, musik dangdut biar oaoe<\/em>, hingga lagu indie biar terkesan indies (ealaahhh). Akan tetapi ada satu tren belakangan ini, patah hati dan mendengarkan lagu-lagu yang dinyanyikan oleh Didi Kempot.
<\/p>\n\n\n\n

Sosok yang memulai karier berseni sebagai musisi jalanan tersebut kini lagi digandrungi anak muda. Mereka menyebutnya sebagai Sadbois atau Sadgirls, mengagung-mengagungkan patah hati, merayakan kesedihan, dan Didi Kempot yang secara lelucon mereka sebut Lord, hadir memaksimalkan euforia tersebut. Satu lagu, dua lagu, tiga lagu, kalimat seperti \u2018Bajingan kowe dek!\u2019 mulai terlontar dari mulut-mulut penikmat lagu-lagu Didi Kempot.
<\/p>\n\n\n\n

Saya dan mungkin juga kalian sejatinya sudah cukup lama mendengar lagu-lagu Didi Kempot, mungkin sejak SD. Saat umur belum dua angka seperti saat ini, Didi Kempot mungkin hanya saya sebut sebagai musisi yang beraliran Campursari (meski memang benar seperti itu). Namun, ketika umur kian bertambah, Didi Kempot rupanya jauh lebih besar dari itu. Bisa jadi dia adalah representasi dari diksi patah hati itu sendiri.
<\/p>\n\n\n\n

Lagu Sewu Kutho misalnya, saya anggap sebagai lagu patah hati terhebat yang pernah ia buat. Bagaimana rasa rindu, sakit, dan keikhlasan menyatu menjadi satu dalam sebuah lagu. Bahkan doa juga ia sematkan kepada orang yang disayang, agar hidup dia yang dicinta hidup lebih bahagia daripada dirinya. Meski sebenarnya dalam lagu tersebut ada pertentangan lain dalam dirinya yang masih tak bisa ia atasi, ia masih ingin bertemu dengan yang dicinta dengan cara apapun.
<\/p>\n\n\n\n

Pamer Bojo adalah selanjutnya, ia hadir tepat di saat anak muda sedang mengalami tren nikah dini. Saat usia muda memang perasaan dan cinta sedang berkecamuknya, lalu dihadapkan dengan permasalahan yang cukup pelik dalam asmara yaitu ditinggal nikah. Lagu Pamer Bojo adalah solusinya, meski dalam liriknya ada pesan bahwa kita memang tidak pernah siap melihat yang dicinta menikah dengan orang lain. 
<\/p>\n\n\n\n

\u201cNeng opo seneng aku yen mung gawe laraku<\/em><\/p>\n\n\n\n

Pamer bojo anyar neng ngarepku\u201d<\/em>
<\/p>\n\n\n\n

Bagi saya musik memiliki kekuatan hebat walau memiliki tembok bernama bahasa. Hanya musisi hebat yang mampu menembus dinding-dinding itu. Didi Kempot adalah salah satunya, ia mampu membuat orang yang bukan bersuku Jawa bisa menikmati lagunya. Ini sebuah kemajuan dalam berkebudayaan, bahwa suku dan bangsa lain bisa saling menerima karya dari golongan lain. Sesuatu yang saat kini benar-benar kita butuhkan bukan setelah kontestasi politik yang melibatkan sentimen suku, agama, ras, dan antargolongan.
<\/p>\n\n\n\n

Didi Kempot memang sedang naik daun dan kini namanya lagi disebut-sebut di banyak penjuru di ibu kota. Ketakutan saya adalah akan seberapa lama tren ini berlanjut, mengingat tak banyak yang bisa bertahan lama di Jakarta. Akan tetapi pikiran tersebut saya rasa salah, Didi Kempot boleh saja naik daun dan tiba-tiba hilang di Jakarta, akan tetapi karya dan dirinya tetap abadi di Indonesia. Karena yang membuat Didi Kempot agung adalah kita yang selalu kekanak-kanakan menghadapi masalah patah hati. <\/p>\n","post_title":"Memuja-muja Didi Kempot, Mengagung-agungkan Patah Hati","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"memuja-muja-didi-kempot-mengagung-agungkan-patah-hati","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-07-29 16:13:56","post_modified_gmt":"2019-07-29 09:13:56","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5889","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5862,"post_author":"919","post_date":"2019-07-14 12:50:58","post_date_gmt":"2019-07-14 05:50:58","post_content":"\n

Musim haji kini telah tiba. Diperkirakan jutaan orang kini telah memadati Masjidil Haram di Mekkah, Arab Saudi untuk memenuhi salah satu rukun Islam tiap tahunnya. Ritual suci ini menjadi salah satu impian bagi tiap umat muslim di seluruh dunia dan tak seluruhnya bisa melaksanakannya. 
<\/p>\n\n\n\n

Walau demikian musim haji di Indonesia tak pernah sepi peminat. Menko Perekonomian Darmin Nasution memperkirakan jumlah jamaah haji Indonesia akan mencapai 4,34 juta jiwa pada 2019. Per hari ini (14\/7\/2019) jumlah jemaah diperkirakan sudah mencapai 47.983 orang yang sudah berdatangan ke Madinah. 
<\/p>\n\n\n\n

Ada-ada saja memang kelakuan masyarakat Indonesia ketika berkunjung ke luar negeri terutama untuk ibadah haji yang memakan waktu hingga satu bulan. Ada kisah para peserta membawa makanan khas daerah masing-masing karena takut tak bisa menyesuaikan dengan kudapan di sana. Ada yang membawa sambal, jengkol, ikan teri, padahal pihak penyelenggara sudah menyediakan makanan yang sesuai dengan lidah mereka.
<\/p>\n\n\n\n

Salah satu kebiasaan masyarakat Indonesia adalah merokok dan tradisi tersebut sudah mengakar sejak lama. Cita rasa kretek yang kuat dengan campuran cengkeh membuat masyarakat kita sulit menikmati produk rokok asing. Maka dengan demikian ketika bepergian ke luar negeri membawa rokok dari Indonesia adalah hal yang nampaknya sudah jadi kebiasaan. Sejatinya hal tersebut tak bisa dikatakan sebagai aktivitas ilegal, karena mereka membawa rokok lokal untuk dikonsumsi pribadi dan bukan untuk dijual.
<\/p>\n\n\n\n

Pemerintah sejatinya sudah mengakomodasi kebutuhan para perokok yang sedang menjadi peserta haji. Kemudahan itu adalah dengan memperbolehkan jamaah haji membawa rokok maksimal 200 batang untuk dibawa ke tanah suci. Jika berlebih, maka siap-siap untuk diamankan dan disita. Akibat informasi yang kadang tak menyeluruh, kadang masih ada saja rokok yang disita. Tribun Jabar misalnya memberitakan bahwa sehari ada sekitar 200 batang rokok yang disita oleh pihak bea dan cukai.
<\/p>\n\n\n\n

Peraturan memang ada untuk dipatuhi dan diikuti, sebagai perokok tentu hal tersebut tak boleh dihiraukan. Ada baiknya untuk mengikuti prosedur yang sudah diterapkan agar ibadah haji semakin nyaman. Tentu ijin boleh membawa rokok sebanyak 200 batang sudah cukup mengakomodir kebutuhan para perokok. Jika dihitung dalam 40 hari maka dalam satu hari satu jamaah haji bisa mengisap lima batang tentu pas jika kita anggap setiap sehabis sholat menghisap satu batang rokok. Tentu paduan yang sempurna antara ibadah dan kebiasaan merokok. 
<\/p>\n\n\n\n

Ada cara lain untuk mengakali peraturan tersebut, salah satunya adalah dengan menitip kepada anggota keluarga lain. Tentu cara ini sebenarnya tidak bermasalah karena setiap orang punya hak untuk membawa 200 batang rokok. Cara ini nampaknya cukup ampuh dan sudah dilakukan oleh beberapa jamaah haji. Asalkan rokok yang dibawa tentu hanya untuk kebutuhan pribadi, bukan untuk dijual kembali di sana. 
<\/p>\n\n\n\n

Pada akhirnya ibadah harus menjadi petimbangan utama saat ke tanah suci. Mengenai barang bawaan yang sudah diatur harus betul-betul diperhatikan. Toh rokok bukan barang yang bercandu sehingga kebiasaan merokok pun masih bisa diatasi ketika di tanah suci.
<\/p>\n","post_title":"Hal yang Perlu Diperhatikan Perokok Saat Berangkat Haji","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"hal-yang-perlu-diperhatikan-perokok-saat-berangkat-haji","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-07-14 12:51:04","post_modified_gmt":"2019-07-14 05:51:04","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5862","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":7},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"epic_block_3"};

\n

Maka memori anak-anak (dari mereka yang orangtuanya adalah perantauan) adalah soal bermain dengan tetangga komplek serta sekitarnya. Tak sedikit juga yang berkumpul di sekolah untuk merayakan bakar sate dan memakannya bersama-sama. Pada akhirnya memori tentang kisah kecil kita adalah suatu landasan, agar apabila suatu saat mulai jauh dari ajaran agama, kita diingatkan lagi tentang indahnya masa kecil yang kerap selalu mewah dengan momen perayaan ajaran tuhan.
<\/p>\n\n\n\n

Dari plastik hitam itu aku mengingat masa kecilku, dan dari ingatan masa kecil aku mengingat diriku yang ternyata kini kian jauh dari Tuhan.<\/p>\n","post_title":"Ingatan Masa Kecil dalam Seonggok Daging Iduladha","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"ingatan-masa-kecil-dalam-seonggok-daging-iduladha","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-08-11 12:28:07","post_modified_gmt":"2019-08-11 05:28:07","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5946","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5933,"post_author":"919","post_date":"2019-08-05 13:39:32","post_date_gmt":"2019-08-05 06:39:32","post_content":"\n

Musik adalah bagian dari kehidupan. Setiap alunannya menjadi warna yang saling menari mengikuti jejak langkah kehidupan. Sejak kecil irama musik mulai diperkenalkan orang tua hingga dewasa kita mulai mengenal musik dengan pemikiran sendiri. Musik menjadi teman setia manusa dalam berproses, baik jika akhirnya gagal atau mendulang kesukasesan.
<\/p>\n\n\n\n

Maka benar kata Bob Marley yang menyebut bahwa satu hal yang baik tentang musik adalah ketika itu menyentuh anda tidak akan ada rasa sakit (secara harfiah). Musik menjadi legitimasi perasaan yang tertaut dengan momen, menjadi irama pendamping saat satu peristiwa terjadi. 
<\/p>\n\n\n\n

Era digital seperti sekarang ini kita diperkenalkan dengan berbagai platform pemutar musik secara online dan yang paling banyak digunakan saat ini adalah Spotify. Anda bisa mendengarkan musik secara berbayar dengan profit kualitas suara yang jernih dan tentu membuat playlist idamanmu! playlist ini yang nantinya bisa anda bagikan di sosial media atau langsung ke whatsapp temanmu, hingga pacarmu.
<\/p>\n\n\n\n

Tentu kami juga punya pilihan lagu yang layak anda perdengarkan. Minggu ini kami merangkum lima lagu yang cocok anda dengarkan untuk menemani beraktivitas. Berikut lima lagu tersebut.
<\/p>\n\n\n\n

Selamat Pagi - Ran
<\/h2>\n\n\n\n

Nyaris tak ada yang memungkiri kalau Senin Pagi adalah sesuatu yang menjemukan. Kalau sudah begini dibutuhkan lagu yang tepat untuk mengawali aktifitas anda. Kami rekomendasikan lagu ini yang terdengar catchy agar menjadi mood booster bagi kalian yang masih terikat oleh hawa-hawa libur akhir pekan.
<\/p>\n\n\n\n

Wong Edan Kuwi Bebas - Shodiq Monata
<\/h2>\n\n\n\n

Yoooo! lagu-lagu dangdut memang sangat dibutuhkan ketika irama aktivitas anda mulai meningkat. Lagu ini memiliki beat yang cukup kencang diiringi dengan irama koplo yang siap membuat anda untuk bergoyang. Persetan dengan segala kemacetan hingga marahan dari atasan, Wong Edan Kuwi Bebas!
<\/p>\n\n\n\n

Sulung - Kunto Aji
<\/h2>\n\n\n\n

Kadang apa yang kita harapkan tak sesuai hasil yang didapatkan. Ekspektasi berlebihan membuatmu menjadi lupa pada jati diri, jika gagal maka berpotensi untuk tak percaya diri dan jika sukses bukan tak mungkin akan semakin menyombongkan diri. Karena kata Kunto Aji yang sebaiknya kau jaga adalah dirimu sendiri.
<\/p>\n\n\n\n

This Girl - Kungs
<\/h2>\n\n\n\n

Kalau Jumat malam sudah tiba maka waktunya untuk bersenang-senang! segera hubungi sahabat atau kekasih anda. Kongkow di kedai kopi atau berajojing ria juga pun tak masalah. Adakalanya anda butuh melepaskan penat, goyang badanmu dan nikmati dentuman musiknya.
<\/p>\n\n\n\n

Rotterdam (Or Anywhere) - The Beautiful South
<\/h2>\n\n\n\n

Sabtu dan Minggu waktunya jalan-jalan! kalau punya uang dan waktu ada baiknya berkunjung ke luar kota, namun jika budget terbatas maka kendarai motormu atau gunakan kendaraan umum lalu main ke rumah temanmu bisa jadi solusi. Tak peduli apa pun tempat yang anda kunjungi asal itu membahagiakan, benar kan?<\/p>\n","post_title":"Playlist Spotify Mantap Minggu Ini untuk Kalian Para Perokok Keren","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"playlist-spotify-mantap-minggu-ini-untuk-kalian-para-perokok-keren","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-08-05 13:39:39","post_modified_gmt":"2019-08-05 06:39:39","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5933","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5889,"post_author":"919","post_date":"2019-07-29 16:13:48","post_date_gmt":"2019-07-29 09:13:48","post_content":"\n

Upaya mengejar cinta selalu menghadirkan satu masalah yaitu patah hati. Jika bicara soal peluang bakal menghadapi masalah tersebut, maka persentasinya adalah 50:50. Potensinya sudah bisa membesar sejak awal anda mencoba untuk berkenalan dengan sosok idaman. Jika salah langkah, sudah pasti si dia bakal menjauh, andai pun langkah awal sudah tepat tapi threatmennya pendekatannya salah, siap-siap kalimat \u2018maaf kita ga cocok\u2019<\/em> akan anda dapatkan.\u00a0
<\/p>\n\n\n\n

Kalau sudah patah hati rasanya memang ribet. Rendang yang katanya dijadikan makanan terenak di dunia pun rasanya seperti daging gosong. Mau beraktifitas juga susah, karena isinya hanya meratap dan merenungi. Diajak teman main game <\/em>juga tak maksimal, apalagi kongkow-kongkow sampai subuh. Kalau sudah begini tak boleh buru-buru larut dalam kesedihan, musik bisa jadi obat ampuh untuk menenangkannya. 
<\/p>\n\n\n\n

Musik memang soal selera, ada yang ingin lagu agak ngebeat <\/em>biar adrenalinennya naik. Ada yang memutar lagi jazz supaya lebih tenang, musik dangdut biar oaoe<\/em>, hingga lagu indie biar terkesan indies (ealaahhh). Akan tetapi ada satu tren belakangan ini, patah hati dan mendengarkan lagu-lagu yang dinyanyikan oleh Didi Kempot.
<\/p>\n\n\n\n

Sosok yang memulai karier berseni sebagai musisi jalanan tersebut kini lagi digandrungi anak muda. Mereka menyebutnya sebagai Sadbois atau Sadgirls, mengagung-mengagungkan patah hati, merayakan kesedihan, dan Didi Kempot yang secara lelucon mereka sebut Lord, hadir memaksimalkan euforia tersebut. Satu lagu, dua lagu, tiga lagu, kalimat seperti \u2018Bajingan kowe dek!\u2019 mulai terlontar dari mulut-mulut penikmat lagu-lagu Didi Kempot.
<\/p>\n\n\n\n

Saya dan mungkin juga kalian sejatinya sudah cukup lama mendengar lagu-lagu Didi Kempot, mungkin sejak SD. Saat umur belum dua angka seperti saat ini, Didi Kempot mungkin hanya saya sebut sebagai musisi yang beraliran Campursari (meski memang benar seperti itu). Namun, ketika umur kian bertambah, Didi Kempot rupanya jauh lebih besar dari itu. Bisa jadi dia adalah representasi dari diksi patah hati itu sendiri.
<\/p>\n\n\n\n

Lagu Sewu Kutho misalnya, saya anggap sebagai lagu patah hati terhebat yang pernah ia buat. Bagaimana rasa rindu, sakit, dan keikhlasan menyatu menjadi satu dalam sebuah lagu. Bahkan doa juga ia sematkan kepada orang yang disayang, agar hidup dia yang dicinta hidup lebih bahagia daripada dirinya. Meski sebenarnya dalam lagu tersebut ada pertentangan lain dalam dirinya yang masih tak bisa ia atasi, ia masih ingin bertemu dengan yang dicinta dengan cara apapun.
<\/p>\n\n\n\n

Pamer Bojo adalah selanjutnya, ia hadir tepat di saat anak muda sedang mengalami tren nikah dini. Saat usia muda memang perasaan dan cinta sedang berkecamuknya, lalu dihadapkan dengan permasalahan yang cukup pelik dalam asmara yaitu ditinggal nikah. Lagu Pamer Bojo adalah solusinya, meski dalam liriknya ada pesan bahwa kita memang tidak pernah siap melihat yang dicinta menikah dengan orang lain. 
<\/p>\n\n\n\n

\u201cNeng opo seneng aku yen mung gawe laraku<\/em><\/p>\n\n\n\n

Pamer bojo anyar neng ngarepku\u201d<\/em>
<\/p>\n\n\n\n

Bagi saya musik memiliki kekuatan hebat walau memiliki tembok bernama bahasa. Hanya musisi hebat yang mampu menembus dinding-dinding itu. Didi Kempot adalah salah satunya, ia mampu membuat orang yang bukan bersuku Jawa bisa menikmati lagunya. Ini sebuah kemajuan dalam berkebudayaan, bahwa suku dan bangsa lain bisa saling menerima karya dari golongan lain. Sesuatu yang saat kini benar-benar kita butuhkan bukan setelah kontestasi politik yang melibatkan sentimen suku, agama, ras, dan antargolongan.
<\/p>\n\n\n\n

Didi Kempot memang sedang naik daun dan kini namanya lagi disebut-sebut di banyak penjuru di ibu kota. Ketakutan saya adalah akan seberapa lama tren ini berlanjut, mengingat tak banyak yang bisa bertahan lama di Jakarta. Akan tetapi pikiran tersebut saya rasa salah, Didi Kempot boleh saja naik daun dan tiba-tiba hilang di Jakarta, akan tetapi karya dan dirinya tetap abadi di Indonesia. Karena yang membuat Didi Kempot agung adalah kita yang selalu kekanak-kanakan menghadapi masalah patah hati. <\/p>\n","post_title":"Memuja-muja Didi Kempot, Mengagung-agungkan Patah Hati","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"memuja-muja-didi-kempot-mengagung-agungkan-patah-hati","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-07-29 16:13:56","post_modified_gmt":"2019-07-29 09:13:56","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5889","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5862,"post_author":"919","post_date":"2019-07-14 12:50:58","post_date_gmt":"2019-07-14 05:50:58","post_content":"\n

Musim haji kini telah tiba. Diperkirakan jutaan orang kini telah memadati Masjidil Haram di Mekkah, Arab Saudi untuk memenuhi salah satu rukun Islam tiap tahunnya. Ritual suci ini menjadi salah satu impian bagi tiap umat muslim di seluruh dunia dan tak seluruhnya bisa melaksanakannya. 
<\/p>\n\n\n\n

Walau demikian musim haji di Indonesia tak pernah sepi peminat. Menko Perekonomian Darmin Nasution memperkirakan jumlah jamaah haji Indonesia akan mencapai 4,34 juta jiwa pada 2019. Per hari ini (14\/7\/2019) jumlah jemaah diperkirakan sudah mencapai 47.983 orang yang sudah berdatangan ke Madinah. 
<\/p>\n\n\n\n

Ada-ada saja memang kelakuan masyarakat Indonesia ketika berkunjung ke luar negeri terutama untuk ibadah haji yang memakan waktu hingga satu bulan. Ada kisah para peserta membawa makanan khas daerah masing-masing karena takut tak bisa menyesuaikan dengan kudapan di sana. Ada yang membawa sambal, jengkol, ikan teri, padahal pihak penyelenggara sudah menyediakan makanan yang sesuai dengan lidah mereka.
<\/p>\n\n\n\n

Salah satu kebiasaan masyarakat Indonesia adalah merokok dan tradisi tersebut sudah mengakar sejak lama. Cita rasa kretek yang kuat dengan campuran cengkeh membuat masyarakat kita sulit menikmati produk rokok asing. Maka dengan demikian ketika bepergian ke luar negeri membawa rokok dari Indonesia adalah hal yang nampaknya sudah jadi kebiasaan. Sejatinya hal tersebut tak bisa dikatakan sebagai aktivitas ilegal, karena mereka membawa rokok lokal untuk dikonsumsi pribadi dan bukan untuk dijual.
<\/p>\n\n\n\n

Pemerintah sejatinya sudah mengakomodasi kebutuhan para perokok yang sedang menjadi peserta haji. Kemudahan itu adalah dengan memperbolehkan jamaah haji membawa rokok maksimal 200 batang untuk dibawa ke tanah suci. Jika berlebih, maka siap-siap untuk diamankan dan disita. Akibat informasi yang kadang tak menyeluruh, kadang masih ada saja rokok yang disita. Tribun Jabar misalnya memberitakan bahwa sehari ada sekitar 200 batang rokok yang disita oleh pihak bea dan cukai.
<\/p>\n\n\n\n

Peraturan memang ada untuk dipatuhi dan diikuti, sebagai perokok tentu hal tersebut tak boleh dihiraukan. Ada baiknya untuk mengikuti prosedur yang sudah diterapkan agar ibadah haji semakin nyaman. Tentu ijin boleh membawa rokok sebanyak 200 batang sudah cukup mengakomodir kebutuhan para perokok. Jika dihitung dalam 40 hari maka dalam satu hari satu jamaah haji bisa mengisap lima batang tentu pas jika kita anggap setiap sehabis sholat menghisap satu batang rokok. Tentu paduan yang sempurna antara ibadah dan kebiasaan merokok. 
<\/p>\n\n\n\n

Ada cara lain untuk mengakali peraturan tersebut, salah satunya adalah dengan menitip kepada anggota keluarga lain. Tentu cara ini sebenarnya tidak bermasalah karena setiap orang punya hak untuk membawa 200 batang rokok. Cara ini nampaknya cukup ampuh dan sudah dilakukan oleh beberapa jamaah haji. Asalkan rokok yang dibawa tentu hanya untuk kebutuhan pribadi, bukan untuk dijual kembali di sana. 
<\/p>\n\n\n\n

Pada akhirnya ibadah harus menjadi petimbangan utama saat ke tanah suci. Mengenai barang bawaan yang sudah diatur harus betul-betul diperhatikan. Toh rokok bukan barang yang bercandu sehingga kebiasaan merokok pun masih bisa diatasi ketika di tanah suci.
<\/p>\n","post_title":"Hal yang Perlu Diperhatikan Perokok Saat Berangkat Haji","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"hal-yang-perlu-diperhatikan-perokok-saat-berangkat-haji","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-07-14 12:51:04","post_modified_gmt":"2019-07-14 05:51:04","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5862","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":7},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"epic_block_3"};

\n

Bicara Iduladha adalah soal lebaran di daerah perantauan. Bagi mereka yang merantau, momen lebaran idul adha biasanya dihabiskan bukan di kampung halaman. Tentu banyak faktor, mulai dari materi dan efisiensi waktu mengingat hari liburnya yang tak sebanyak Idulfitri. Tapi rupanya diciptakan dua hari raya bagi umat muslim rasanya memang lengkap (bagi anak rantau), satu untuk dirayakan bersama sanak famili di kampung, satunya lagi bersama tetangga dan rekan kerja di perantauan.
<\/p>\n\n\n\n

Maka memori anak-anak (dari mereka yang orangtuanya adalah perantauan) adalah soal bermain dengan tetangga komplek serta sekitarnya. Tak sedikit juga yang berkumpul di sekolah untuk merayakan bakar sate dan memakannya bersama-sama. Pada akhirnya memori tentang kisah kecil kita adalah suatu landasan, agar apabila suatu saat mulai jauh dari ajaran agama, kita diingatkan lagi tentang indahnya masa kecil yang kerap selalu mewah dengan momen perayaan ajaran tuhan.
<\/p>\n\n\n\n

Dari plastik hitam itu aku mengingat masa kecilku, dan dari ingatan masa kecil aku mengingat diriku yang ternyata kini kian jauh dari Tuhan.<\/p>\n","post_title":"Ingatan Masa Kecil dalam Seonggok Daging Iduladha","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"ingatan-masa-kecil-dalam-seonggok-daging-iduladha","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-08-11 12:28:07","post_modified_gmt":"2019-08-11 05:28:07","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5946","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5933,"post_author":"919","post_date":"2019-08-05 13:39:32","post_date_gmt":"2019-08-05 06:39:32","post_content":"\n

Musik adalah bagian dari kehidupan. Setiap alunannya menjadi warna yang saling menari mengikuti jejak langkah kehidupan. Sejak kecil irama musik mulai diperkenalkan orang tua hingga dewasa kita mulai mengenal musik dengan pemikiran sendiri. Musik menjadi teman setia manusa dalam berproses, baik jika akhirnya gagal atau mendulang kesukasesan.
<\/p>\n\n\n\n

Maka benar kata Bob Marley yang menyebut bahwa satu hal yang baik tentang musik adalah ketika itu menyentuh anda tidak akan ada rasa sakit (secara harfiah). Musik menjadi legitimasi perasaan yang tertaut dengan momen, menjadi irama pendamping saat satu peristiwa terjadi. 
<\/p>\n\n\n\n

Era digital seperti sekarang ini kita diperkenalkan dengan berbagai platform pemutar musik secara online dan yang paling banyak digunakan saat ini adalah Spotify. Anda bisa mendengarkan musik secara berbayar dengan profit kualitas suara yang jernih dan tentu membuat playlist idamanmu! playlist ini yang nantinya bisa anda bagikan di sosial media atau langsung ke whatsapp temanmu, hingga pacarmu.
<\/p>\n\n\n\n

Tentu kami juga punya pilihan lagu yang layak anda perdengarkan. Minggu ini kami merangkum lima lagu yang cocok anda dengarkan untuk menemani beraktivitas. Berikut lima lagu tersebut.
<\/p>\n\n\n\n

Selamat Pagi - Ran
<\/h2>\n\n\n\n

Nyaris tak ada yang memungkiri kalau Senin Pagi adalah sesuatu yang menjemukan. Kalau sudah begini dibutuhkan lagu yang tepat untuk mengawali aktifitas anda. Kami rekomendasikan lagu ini yang terdengar catchy agar menjadi mood booster bagi kalian yang masih terikat oleh hawa-hawa libur akhir pekan.
<\/p>\n\n\n\n

Wong Edan Kuwi Bebas - Shodiq Monata
<\/h2>\n\n\n\n

Yoooo! lagu-lagu dangdut memang sangat dibutuhkan ketika irama aktivitas anda mulai meningkat. Lagu ini memiliki beat yang cukup kencang diiringi dengan irama koplo yang siap membuat anda untuk bergoyang. Persetan dengan segala kemacetan hingga marahan dari atasan, Wong Edan Kuwi Bebas!
<\/p>\n\n\n\n

Sulung - Kunto Aji
<\/h2>\n\n\n\n

Kadang apa yang kita harapkan tak sesuai hasil yang didapatkan. Ekspektasi berlebihan membuatmu menjadi lupa pada jati diri, jika gagal maka berpotensi untuk tak percaya diri dan jika sukses bukan tak mungkin akan semakin menyombongkan diri. Karena kata Kunto Aji yang sebaiknya kau jaga adalah dirimu sendiri.
<\/p>\n\n\n\n

This Girl - Kungs
<\/h2>\n\n\n\n

Kalau Jumat malam sudah tiba maka waktunya untuk bersenang-senang! segera hubungi sahabat atau kekasih anda. Kongkow di kedai kopi atau berajojing ria juga pun tak masalah. Adakalanya anda butuh melepaskan penat, goyang badanmu dan nikmati dentuman musiknya.
<\/p>\n\n\n\n

Rotterdam (Or Anywhere) - The Beautiful South
<\/h2>\n\n\n\n

Sabtu dan Minggu waktunya jalan-jalan! kalau punya uang dan waktu ada baiknya berkunjung ke luar kota, namun jika budget terbatas maka kendarai motormu atau gunakan kendaraan umum lalu main ke rumah temanmu bisa jadi solusi. Tak peduli apa pun tempat yang anda kunjungi asal itu membahagiakan, benar kan?<\/p>\n","post_title":"Playlist Spotify Mantap Minggu Ini untuk Kalian Para Perokok Keren","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"playlist-spotify-mantap-minggu-ini-untuk-kalian-para-perokok-keren","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-08-05 13:39:39","post_modified_gmt":"2019-08-05 06:39:39","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5933","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5889,"post_author":"919","post_date":"2019-07-29 16:13:48","post_date_gmt":"2019-07-29 09:13:48","post_content":"\n

Upaya mengejar cinta selalu menghadirkan satu masalah yaitu patah hati. Jika bicara soal peluang bakal menghadapi masalah tersebut, maka persentasinya adalah 50:50. Potensinya sudah bisa membesar sejak awal anda mencoba untuk berkenalan dengan sosok idaman. Jika salah langkah, sudah pasti si dia bakal menjauh, andai pun langkah awal sudah tepat tapi threatmennya pendekatannya salah, siap-siap kalimat \u2018maaf kita ga cocok\u2019<\/em> akan anda dapatkan.\u00a0
<\/p>\n\n\n\n

Kalau sudah patah hati rasanya memang ribet. Rendang yang katanya dijadikan makanan terenak di dunia pun rasanya seperti daging gosong. Mau beraktifitas juga susah, karena isinya hanya meratap dan merenungi. Diajak teman main game <\/em>juga tak maksimal, apalagi kongkow-kongkow sampai subuh. Kalau sudah begini tak boleh buru-buru larut dalam kesedihan, musik bisa jadi obat ampuh untuk menenangkannya. 
<\/p>\n\n\n\n

Musik memang soal selera, ada yang ingin lagu agak ngebeat <\/em>biar adrenalinennya naik. Ada yang memutar lagi jazz supaya lebih tenang, musik dangdut biar oaoe<\/em>, hingga lagu indie biar terkesan indies (ealaahhh). Akan tetapi ada satu tren belakangan ini, patah hati dan mendengarkan lagu-lagu yang dinyanyikan oleh Didi Kempot.
<\/p>\n\n\n\n

Sosok yang memulai karier berseni sebagai musisi jalanan tersebut kini lagi digandrungi anak muda. Mereka menyebutnya sebagai Sadbois atau Sadgirls, mengagung-mengagungkan patah hati, merayakan kesedihan, dan Didi Kempot yang secara lelucon mereka sebut Lord, hadir memaksimalkan euforia tersebut. Satu lagu, dua lagu, tiga lagu, kalimat seperti \u2018Bajingan kowe dek!\u2019 mulai terlontar dari mulut-mulut penikmat lagu-lagu Didi Kempot.
<\/p>\n\n\n\n

Saya dan mungkin juga kalian sejatinya sudah cukup lama mendengar lagu-lagu Didi Kempot, mungkin sejak SD. Saat umur belum dua angka seperti saat ini, Didi Kempot mungkin hanya saya sebut sebagai musisi yang beraliran Campursari (meski memang benar seperti itu). Namun, ketika umur kian bertambah, Didi Kempot rupanya jauh lebih besar dari itu. Bisa jadi dia adalah representasi dari diksi patah hati itu sendiri.
<\/p>\n\n\n\n

Lagu Sewu Kutho misalnya, saya anggap sebagai lagu patah hati terhebat yang pernah ia buat. Bagaimana rasa rindu, sakit, dan keikhlasan menyatu menjadi satu dalam sebuah lagu. Bahkan doa juga ia sematkan kepada orang yang disayang, agar hidup dia yang dicinta hidup lebih bahagia daripada dirinya. Meski sebenarnya dalam lagu tersebut ada pertentangan lain dalam dirinya yang masih tak bisa ia atasi, ia masih ingin bertemu dengan yang dicinta dengan cara apapun.
<\/p>\n\n\n\n

Pamer Bojo adalah selanjutnya, ia hadir tepat di saat anak muda sedang mengalami tren nikah dini. Saat usia muda memang perasaan dan cinta sedang berkecamuknya, lalu dihadapkan dengan permasalahan yang cukup pelik dalam asmara yaitu ditinggal nikah. Lagu Pamer Bojo adalah solusinya, meski dalam liriknya ada pesan bahwa kita memang tidak pernah siap melihat yang dicinta menikah dengan orang lain. 
<\/p>\n\n\n\n

\u201cNeng opo seneng aku yen mung gawe laraku<\/em><\/p>\n\n\n\n

Pamer bojo anyar neng ngarepku\u201d<\/em>
<\/p>\n\n\n\n

Bagi saya musik memiliki kekuatan hebat walau memiliki tembok bernama bahasa. Hanya musisi hebat yang mampu menembus dinding-dinding itu. Didi Kempot adalah salah satunya, ia mampu membuat orang yang bukan bersuku Jawa bisa menikmati lagunya. Ini sebuah kemajuan dalam berkebudayaan, bahwa suku dan bangsa lain bisa saling menerima karya dari golongan lain. Sesuatu yang saat kini benar-benar kita butuhkan bukan setelah kontestasi politik yang melibatkan sentimen suku, agama, ras, dan antargolongan.
<\/p>\n\n\n\n

Didi Kempot memang sedang naik daun dan kini namanya lagi disebut-sebut di banyak penjuru di ibu kota. Ketakutan saya adalah akan seberapa lama tren ini berlanjut, mengingat tak banyak yang bisa bertahan lama di Jakarta. Akan tetapi pikiran tersebut saya rasa salah, Didi Kempot boleh saja naik daun dan tiba-tiba hilang di Jakarta, akan tetapi karya dan dirinya tetap abadi di Indonesia. Karena yang membuat Didi Kempot agung adalah kita yang selalu kekanak-kanakan menghadapi masalah patah hati. <\/p>\n","post_title":"Memuja-muja Didi Kempot, Mengagung-agungkan Patah Hati","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"memuja-muja-didi-kempot-mengagung-agungkan-patah-hati","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-07-29 16:13:56","post_modified_gmt":"2019-07-29 09:13:56","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5889","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5862,"post_author":"919","post_date":"2019-07-14 12:50:58","post_date_gmt":"2019-07-14 05:50:58","post_content":"\n

Musim haji kini telah tiba. Diperkirakan jutaan orang kini telah memadati Masjidil Haram di Mekkah, Arab Saudi untuk memenuhi salah satu rukun Islam tiap tahunnya. Ritual suci ini menjadi salah satu impian bagi tiap umat muslim di seluruh dunia dan tak seluruhnya bisa melaksanakannya. 
<\/p>\n\n\n\n

Walau demikian musim haji di Indonesia tak pernah sepi peminat. Menko Perekonomian Darmin Nasution memperkirakan jumlah jamaah haji Indonesia akan mencapai 4,34 juta jiwa pada 2019. Per hari ini (14\/7\/2019) jumlah jemaah diperkirakan sudah mencapai 47.983 orang yang sudah berdatangan ke Madinah. 
<\/p>\n\n\n\n

Ada-ada saja memang kelakuan masyarakat Indonesia ketika berkunjung ke luar negeri terutama untuk ibadah haji yang memakan waktu hingga satu bulan. Ada kisah para peserta membawa makanan khas daerah masing-masing karena takut tak bisa menyesuaikan dengan kudapan di sana. Ada yang membawa sambal, jengkol, ikan teri, padahal pihak penyelenggara sudah menyediakan makanan yang sesuai dengan lidah mereka.
<\/p>\n\n\n\n

Salah satu kebiasaan masyarakat Indonesia adalah merokok dan tradisi tersebut sudah mengakar sejak lama. Cita rasa kretek yang kuat dengan campuran cengkeh membuat masyarakat kita sulit menikmati produk rokok asing. Maka dengan demikian ketika bepergian ke luar negeri membawa rokok dari Indonesia adalah hal yang nampaknya sudah jadi kebiasaan. Sejatinya hal tersebut tak bisa dikatakan sebagai aktivitas ilegal, karena mereka membawa rokok lokal untuk dikonsumsi pribadi dan bukan untuk dijual.
<\/p>\n\n\n\n

Pemerintah sejatinya sudah mengakomodasi kebutuhan para perokok yang sedang menjadi peserta haji. Kemudahan itu adalah dengan memperbolehkan jamaah haji membawa rokok maksimal 200 batang untuk dibawa ke tanah suci. Jika berlebih, maka siap-siap untuk diamankan dan disita. Akibat informasi yang kadang tak menyeluruh, kadang masih ada saja rokok yang disita. Tribun Jabar misalnya memberitakan bahwa sehari ada sekitar 200 batang rokok yang disita oleh pihak bea dan cukai.
<\/p>\n\n\n\n

Peraturan memang ada untuk dipatuhi dan diikuti, sebagai perokok tentu hal tersebut tak boleh dihiraukan. Ada baiknya untuk mengikuti prosedur yang sudah diterapkan agar ibadah haji semakin nyaman. Tentu ijin boleh membawa rokok sebanyak 200 batang sudah cukup mengakomodir kebutuhan para perokok. Jika dihitung dalam 40 hari maka dalam satu hari satu jamaah haji bisa mengisap lima batang tentu pas jika kita anggap setiap sehabis sholat menghisap satu batang rokok. Tentu paduan yang sempurna antara ibadah dan kebiasaan merokok. 
<\/p>\n\n\n\n

Ada cara lain untuk mengakali peraturan tersebut, salah satunya adalah dengan menitip kepada anggota keluarga lain. Tentu cara ini sebenarnya tidak bermasalah karena setiap orang punya hak untuk membawa 200 batang rokok. Cara ini nampaknya cukup ampuh dan sudah dilakukan oleh beberapa jamaah haji. Asalkan rokok yang dibawa tentu hanya untuk kebutuhan pribadi, bukan untuk dijual kembali di sana. 
<\/p>\n\n\n\n

Pada akhirnya ibadah harus menjadi petimbangan utama saat ke tanah suci. Mengenai barang bawaan yang sudah diatur harus betul-betul diperhatikan. Toh rokok bukan barang yang bercandu sehingga kebiasaan merokok pun masih bisa diatasi ketika di tanah suci.
<\/p>\n","post_title":"Hal yang Perlu Diperhatikan Perokok Saat Berangkat Haji","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"hal-yang-perlu-diperhatikan-perokok-saat-berangkat-haji","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-07-14 12:51:04","post_modified_gmt":"2019-07-14 05:51:04","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5862","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":7},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"epic_block_3"};

\n

Bermain-main dengan kepala kambing memang satu hal yang lucu saat kecil dahulu. Terkadang kami mengibaratkan tanduknya sebagai setang sepeda lalu membawanya sambil berlarian. Kadang juga kami merasa kebauan akibat bermain terlalu dekat dengan lubang tempat darah dan isi perut hewan yang sudah disembelih. Tapi ada satu yang unik, waktu kecil kami juga berebut mengambil torpedo hewan kurban. Rupanya rasanya nikmat dan memang tak ada gejala apa-apa setelah memakan itu, namun katanya kalau dimakan saat umur sudah dewasa maka reaksinya akan berbeda, entahlah.
<\/p>\n\n\n\n

Bicara Iduladha adalah soal lebaran di daerah perantauan. Bagi mereka yang merantau, momen lebaran idul adha biasanya dihabiskan bukan di kampung halaman. Tentu banyak faktor, mulai dari materi dan efisiensi waktu mengingat hari liburnya yang tak sebanyak Idulfitri. Tapi rupanya diciptakan dua hari raya bagi umat muslim rasanya memang lengkap (bagi anak rantau), satu untuk dirayakan bersama sanak famili di kampung, satunya lagi bersama tetangga dan rekan kerja di perantauan.
<\/p>\n\n\n\n

Maka memori anak-anak (dari mereka yang orangtuanya adalah perantauan) adalah soal bermain dengan tetangga komplek serta sekitarnya. Tak sedikit juga yang berkumpul di sekolah untuk merayakan bakar sate dan memakannya bersama-sama. Pada akhirnya memori tentang kisah kecil kita adalah suatu landasan, agar apabila suatu saat mulai jauh dari ajaran agama, kita diingatkan lagi tentang indahnya masa kecil yang kerap selalu mewah dengan momen perayaan ajaran tuhan.
<\/p>\n\n\n\n

Dari plastik hitam itu aku mengingat masa kecilku, dan dari ingatan masa kecil aku mengingat diriku yang ternyata kini kian jauh dari Tuhan.<\/p>\n","post_title":"Ingatan Masa Kecil dalam Seonggok Daging Iduladha","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"ingatan-masa-kecil-dalam-seonggok-daging-iduladha","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-08-11 12:28:07","post_modified_gmt":"2019-08-11 05:28:07","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5946","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5933,"post_author":"919","post_date":"2019-08-05 13:39:32","post_date_gmt":"2019-08-05 06:39:32","post_content":"\n

Musik adalah bagian dari kehidupan. Setiap alunannya menjadi warna yang saling menari mengikuti jejak langkah kehidupan. Sejak kecil irama musik mulai diperkenalkan orang tua hingga dewasa kita mulai mengenal musik dengan pemikiran sendiri. Musik menjadi teman setia manusa dalam berproses, baik jika akhirnya gagal atau mendulang kesukasesan.
<\/p>\n\n\n\n

Maka benar kata Bob Marley yang menyebut bahwa satu hal yang baik tentang musik adalah ketika itu menyentuh anda tidak akan ada rasa sakit (secara harfiah). Musik menjadi legitimasi perasaan yang tertaut dengan momen, menjadi irama pendamping saat satu peristiwa terjadi. 
<\/p>\n\n\n\n

Era digital seperti sekarang ini kita diperkenalkan dengan berbagai platform pemutar musik secara online dan yang paling banyak digunakan saat ini adalah Spotify. Anda bisa mendengarkan musik secara berbayar dengan profit kualitas suara yang jernih dan tentu membuat playlist idamanmu! playlist ini yang nantinya bisa anda bagikan di sosial media atau langsung ke whatsapp temanmu, hingga pacarmu.
<\/p>\n\n\n\n

Tentu kami juga punya pilihan lagu yang layak anda perdengarkan. Minggu ini kami merangkum lima lagu yang cocok anda dengarkan untuk menemani beraktivitas. Berikut lima lagu tersebut.
<\/p>\n\n\n\n

Selamat Pagi - Ran
<\/h2>\n\n\n\n

Nyaris tak ada yang memungkiri kalau Senin Pagi adalah sesuatu yang menjemukan. Kalau sudah begini dibutuhkan lagu yang tepat untuk mengawali aktifitas anda. Kami rekomendasikan lagu ini yang terdengar catchy agar menjadi mood booster bagi kalian yang masih terikat oleh hawa-hawa libur akhir pekan.
<\/p>\n\n\n\n

Wong Edan Kuwi Bebas - Shodiq Monata
<\/h2>\n\n\n\n

Yoooo! lagu-lagu dangdut memang sangat dibutuhkan ketika irama aktivitas anda mulai meningkat. Lagu ini memiliki beat yang cukup kencang diiringi dengan irama koplo yang siap membuat anda untuk bergoyang. Persetan dengan segala kemacetan hingga marahan dari atasan, Wong Edan Kuwi Bebas!
<\/p>\n\n\n\n

Sulung - Kunto Aji
<\/h2>\n\n\n\n

Kadang apa yang kita harapkan tak sesuai hasil yang didapatkan. Ekspektasi berlebihan membuatmu menjadi lupa pada jati diri, jika gagal maka berpotensi untuk tak percaya diri dan jika sukses bukan tak mungkin akan semakin menyombongkan diri. Karena kata Kunto Aji yang sebaiknya kau jaga adalah dirimu sendiri.
<\/p>\n\n\n\n

This Girl - Kungs
<\/h2>\n\n\n\n

Kalau Jumat malam sudah tiba maka waktunya untuk bersenang-senang! segera hubungi sahabat atau kekasih anda. Kongkow di kedai kopi atau berajojing ria juga pun tak masalah. Adakalanya anda butuh melepaskan penat, goyang badanmu dan nikmati dentuman musiknya.
<\/p>\n\n\n\n

Rotterdam (Or Anywhere) - The Beautiful South
<\/h2>\n\n\n\n

Sabtu dan Minggu waktunya jalan-jalan! kalau punya uang dan waktu ada baiknya berkunjung ke luar kota, namun jika budget terbatas maka kendarai motormu atau gunakan kendaraan umum lalu main ke rumah temanmu bisa jadi solusi. Tak peduli apa pun tempat yang anda kunjungi asal itu membahagiakan, benar kan?<\/p>\n","post_title":"Playlist Spotify Mantap Minggu Ini untuk Kalian Para Perokok Keren","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"playlist-spotify-mantap-minggu-ini-untuk-kalian-para-perokok-keren","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-08-05 13:39:39","post_modified_gmt":"2019-08-05 06:39:39","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5933","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5889,"post_author":"919","post_date":"2019-07-29 16:13:48","post_date_gmt":"2019-07-29 09:13:48","post_content":"\n

Upaya mengejar cinta selalu menghadirkan satu masalah yaitu patah hati. Jika bicara soal peluang bakal menghadapi masalah tersebut, maka persentasinya adalah 50:50. Potensinya sudah bisa membesar sejak awal anda mencoba untuk berkenalan dengan sosok idaman. Jika salah langkah, sudah pasti si dia bakal menjauh, andai pun langkah awal sudah tepat tapi threatmennya pendekatannya salah, siap-siap kalimat \u2018maaf kita ga cocok\u2019<\/em> akan anda dapatkan.\u00a0
<\/p>\n\n\n\n

Kalau sudah patah hati rasanya memang ribet. Rendang yang katanya dijadikan makanan terenak di dunia pun rasanya seperti daging gosong. Mau beraktifitas juga susah, karena isinya hanya meratap dan merenungi. Diajak teman main game <\/em>juga tak maksimal, apalagi kongkow-kongkow sampai subuh. Kalau sudah begini tak boleh buru-buru larut dalam kesedihan, musik bisa jadi obat ampuh untuk menenangkannya. 
<\/p>\n\n\n\n

Musik memang soal selera, ada yang ingin lagu agak ngebeat <\/em>biar adrenalinennya naik. Ada yang memutar lagi jazz supaya lebih tenang, musik dangdut biar oaoe<\/em>, hingga lagu indie biar terkesan indies (ealaahhh). Akan tetapi ada satu tren belakangan ini, patah hati dan mendengarkan lagu-lagu yang dinyanyikan oleh Didi Kempot.
<\/p>\n\n\n\n

Sosok yang memulai karier berseni sebagai musisi jalanan tersebut kini lagi digandrungi anak muda. Mereka menyebutnya sebagai Sadbois atau Sadgirls, mengagung-mengagungkan patah hati, merayakan kesedihan, dan Didi Kempot yang secara lelucon mereka sebut Lord, hadir memaksimalkan euforia tersebut. Satu lagu, dua lagu, tiga lagu, kalimat seperti \u2018Bajingan kowe dek!\u2019 mulai terlontar dari mulut-mulut penikmat lagu-lagu Didi Kempot.
<\/p>\n\n\n\n

Saya dan mungkin juga kalian sejatinya sudah cukup lama mendengar lagu-lagu Didi Kempot, mungkin sejak SD. Saat umur belum dua angka seperti saat ini, Didi Kempot mungkin hanya saya sebut sebagai musisi yang beraliran Campursari (meski memang benar seperti itu). Namun, ketika umur kian bertambah, Didi Kempot rupanya jauh lebih besar dari itu. Bisa jadi dia adalah representasi dari diksi patah hati itu sendiri.
<\/p>\n\n\n\n

Lagu Sewu Kutho misalnya, saya anggap sebagai lagu patah hati terhebat yang pernah ia buat. Bagaimana rasa rindu, sakit, dan keikhlasan menyatu menjadi satu dalam sebuah lagu. Bahkan doa juga ia sematkan kepada orang yang disayang, agar hidup dia yang dicinta hidup lebih bahagia daripada dirinya. Meski sebenarnya dalam lagu tersebut ada pertentangan lain dalam dirinya yang masih tak bisa ia atasi, ia masih ingin bertemu dengan yang dicinta dengan cara apapun.
<\/p>\n\n\n\n

Pamer Bojo adalah selanjutnya, ia hadir tepat di saat anak muda sedang mengalami tren nikah dini. Saat usia muda memang perasaan dan cinta sedang berkecamuknya, lalu dihadapkan dengan permasalahan yang cukup pelik dalam asmara yaitu ditinggal nikah. Lagu Pamer Bojo adalah solusinya, meski dalam liriknya ada pesan bahwa kita memang tidak pernah siap melihat yang dicinta menikah dengan orang lain. 
<\/p>\n\n\n\n

\u201cNeng opo seneng aku yen mung gawe laraku<\/em><\/p>\n\n\n\n

Pamer bojo anyar neng ngarepku\u201d<\/em>
<\/p>\n\n\n\n

Bagi saya musik memiliki kekuatan hebat walau memiliki tembok bernama bahasa. Hanya musisi hebat yang mampu menembus dinding-dinding itu. Didi Kempot adalah salah satunya, ia mampu membuat orang yang bukan bersuku Jawa bisa menikmati lagunya. Ini sebuah kemajuan dalam berkebudayaan, bahwa suku dan bangsa lain bisa saling menerima karya dari golongan lain. Sesuatu yang saat kini benar-benar kita butuhkan bukan setelah kontestasi politik yang melibatkan sentimen suku, agama, ras, dan antargolongan.
<\/p>\n\n\n\n

Didi Kempot memang sedang naik daun dan kini namanya lagi disebut-sebut di banyak penjuru di ibu kota. Ketakutan saya adalah akan seberapa lama tren ini berlanjut, mengingat tak banyak yang bisa bertahan lama di Jakarta. Akan tetapi pikiran tersebut saya rasa salah, Didi Kempot boleh saja naik daun dan tiba-tiba hilang di Jakarta, akan tetapi karya dan dirinya tetap abadi di Indonesia. Karena yang membuat Didi Kempot agung adalah kita yang selalu kekanak-kanakan menghadapi masalah patah hati. <\/p>\n","post_title":"Memuja-muja Didi Kempot, Mengagung-agungkan Patah Hati","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"memuja-muja-didi-kempot-mengagung-agungkan-patah-hati","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-07-29 16:13:56","post_modified_gmt":"2019-07-29 09:13:56","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5889","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5862,"post_author":"919","post_date":"2019-07-14 12:50:58","post_date_gmt":"2019-07-14 05:50:58","post_content":"\n

Musim haji kini telah tiba. Diperkirakan jutaan orang kini telah memadati Masjidil Haram di Mekkah, Arab Saudi untuk memenuhi salah satu rukun Islam tiap tahunnya. Ritual suci ini menjadi salah satu impian bagi tiap umat muslim di seluruh dunia dan tak seluruhnya bisa melaksanakannya. 
<\/p>\n\n\n\n

Walau demikian musim haji di Indonesia tak pernah sepi peminat. Menko Perekonomian Darmin Nasution memperkirakan jumlah jamaah haji Indonesia akan mencapai 4,34 juta jiwa pada 2019. Per hari ini (14\/7\/2019) jumlah jemaah diperkirakan sudah mencapai 47.983 orang yang sudah berdatangan ke Madinah. 
<\/p>\n\n\n\n

Ada-ada saja memang kelakuan masyarakat Indonesia ketika berkunjung ke luar negeri terutama untuk ibadah haji yang memakan waktu hingga satu bulan. Ada kisah para peserta membawa makanan khas daerah masing-masing karena takut tak bisa menyesuaikan dengan kudapan di sana. Ada yang membawa sambal, jengkol, ikan teri, padahal pihak penyelenggara sudah menyediakan makanan yang sesuai dengan lidah mereka.
<\/p>\n\n\n\n

Salah satu kebiasaan masyarakat Indonesia adalah merokok dan tradisi tersebut sudah mengakar sejak lama. Cita rasa kretek yang kuat dengan campuran cengkeh membuat masyarakat kita sulit menikmati produk rokok asing. Maka dengan demikian ketika bepergian ke luar negeri membawa rokok dari Indonesia adalah hal yang nampaknya sudah jadi kebiasaan. Sejatinya hal tersebut tak bisa dikatakan sebagai aktivitas ilegal, karena mereka membawa rokok lokal untuk dikonsumsi pribadi dan bukan untuk dijual.
<\/p>\n\n\n\n

Pemerintah sejatinya sudah mengakomodasi kebutuhan para perokok yang sedang menjadi peserta haji. Kemudahan itu adalah dengan memperbolehkan jamaah haji membawa rokok maksimal 200 batang untuk dibawa ke tanah suci. Jika berlebih, maka siap-siap untuk diamankan dan disita. Akibat informasi yang kadang tak menyeluruh, kadang masih ada saja rokok yang disita. Tribun Jabar misalnya memberitakan bahwa sehari ada sekitar 200 batang rokok yang disita oleh pihak bea dan cukai.
<\/p>\n\n\n\n

Peraturan memang ada untuk dipatuhi dan diikuti, sebagai perokok tentu hal tersebut tak boleh dihiraukan. Ada baiknya untuk mengikuti prosedur yang sudah diterapkan agar ibadah haji semakin nyaman. Tentu ijin boleh membawa rokok sebanyak 200 batang sudah cukup mengakomodir kebutuhan para perokok. Jika dihitung dalam 40 hari maka dalam satu hari satu jamaah haji bisa mengisap lima batang tentu pas jika kita anggap setiap sehabis sholat menghisap satu batang rokok. Tentu paduan yang sempurna antara ibadah dan kebiasaan merokok. 
<\/p>\n\n\n\n

Ada cara lain untuk mengakali peraturan tersebut, salah satunya adalah dengan menitip kepada anggota keluarga lain. Tentu cara ini sebenarnya tidak bermasalah karena setiap orang punya hak untuk membawa 200 batang rokok. Cara ini nampaknya cukup ampuh dan sudah dilakukan oleh beberapa jamaah haji. Asalkan rokok yang dibawa tentu hanya untuk kebutuhan pribadi, bukan untuk dijual kembali di sana. 
<\/p>\n\n\n\n

Pada akhirnya ibadah harus menjadi petimbangan utama saat ke tanah suci. Mengenai barang bawaan yang sudah diatur harus betul-betul diperhatikan. Toh rokok bukan barang yang bercandu sehingga kebiasaan merokok pun masih bisa diatasi ketika di tanah suci.
<\/p>\n","post_title":"Hal yang Perlu Diperhatikan Perokok Saat Berangkat Haji","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"hal-yang-perlu-diperhatikan-perokok-saat-berangkat-haji","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-07-14 12:51:04","post_modified_gmt":"2019-07-14 05:51:04","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5862","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":7},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"epic_block_3"};

\n

Memori lainnya yang masih diingat adalah saat kami mulai mengamati potongan daging yang masih bergerak-gerak. Rupanya itu adalah denyut otot yang masih tetap bekerja meski hewan tersebut sudah tak lagi bernyawa. Ada lagi, kami mengamati betul hewan-hewan yang dikuliti, takjub memang dengan orang dewasa yang mahir melakukannya saat itu. Kulit tersebut kemudian kadang kami perebutkan, meski tak tahu akan hendak digunakan untuk apa nantinya.
<\/p>\n\n\n\n

Bermain-main dengan kepala kambing memang satu hal yang lucu saat kecil dahulu. Terkadang kami mengibaratkan tanduknya sebagai setang sepeda lalu membawanya sambil berlarian. Kadang juga kami merasa kebauan akibat bermain terlalu dekat dengan lubang tempat darah dan isi perut hewan yang sudah disembelih. Tapi ada satu yang unik, waktu kecil kami juga berebut mengambil torpedo hewan kurban. Rupanya rasanya nikmat dan memang tak ada gejala apa-apa setelah memakan itu, namun katanya kalau dimakan saat umur sudah dewasa maka reaksinya akan berbeda, entahlah.
<\/p>\n\n\n\n

Bicara Iduladha adalah soal lebaran di daerah perantauan. Bagi mereka yang merantau, momen lebaran idul adha biasanya dihabiskan bukan di kampung halaman. Tentu banyak faktor, mulai dari materi dan efisiensi waktu mengingat hari liburnya yang tak sebanyak Idulfitri. Tapi rupanya diciptakan dua hari raya bagi umat muslim rasanya memang lengkap (bagi anak rantau), satu untuk dirayakan bersama sanak famili di kampung, satunya lagi bersama tetangga dan rekan kerja di perantauan.
<\/p>\n\n\n\n

Maka memori anak-anak (dari mereka yang orangtuanya adalah perantauan) adalah soal bermain dengan tetangga komplek serta sekitarnya. Tak sedikit juga yang berkumpul di sekolah untuk merayakan bakar sate dan memakannya bersama-sama. Pada akhirnya memori tentang kisah kecil kita adalah suatu landasan, agar apabila suatu saat mulai jauh dari ajaran agama, kita diingatkan lagi tentang indahnya masa kecil yang kerap selalu mewah dengan momen perayaan ajaran tuhan.
<\/p>\n\n\n\n

Dari plastik hitam itu aku mengingat masa kecilku, dan dari ingatan masa kecil aku mengingat diriku yang ternyata kini kian jauh dari Tuhan.<\/p>\n","post_title":"Ingatan Masa Kecil dalam Seonggok Daging Iduladha","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"ingatan-masa-kecil-dalam-seonggok-daging-iduladha","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-08-11 12:28:07","post_modified_gmt":"2019-08-11 05:28:07","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5946","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5933,"post_author":"919","post_date":"2019-08-05 13:39:32","post_date_gmt":"2019-08-05 06:39:32","post_content":"\n

Musik adalah bagian dari kehidupan. Setiap alunannya menjadi warna yang saling menari mengikuti jejak langkah kehidupan. Sejak kecil irama musik mulai diperkenalkan orang tua hingga dewasa kita mulai mengenal musik dengan pemikiran sendiri. Musik menjadi teman setia manusa dalam berproses, baik jika akhirnya gagal atau mendulang kesukasesan.
<\/p>\n\n\n\n

Maka benar kata Bob Marley yang menyebut bahwa satu hal yang baik tentang musik adalah ketika itu menyentuh anda tidak akan ada rasa sakit (secara harfiah). Musik menjadi legitimasi perasaan yang tertaut dengan momen, menjadi irama pendamping saat satu peristiwa terjadi. 
<\/p>\n\n\n\n

Era digital seperti sekarang ini kita diperkenalkan dengan berbagai platform pemutar musik secara online dan yang paling banyak digunakan saat ini adalah Spotify. Anda bisa mendengarkan musik secara berbayar dengan profit kualitas suara yang jernih dan tentu membuat playlist idamanmu! playlist ini yang nantinya bisa anda bagikan di sosial media atau langsung ke whatsapp temanmu, hingga pacarmu.
<\/p>\n\n\n\n

Tentu kami juga punya pilihan lagu yang layak anda perdengarkan. Minggu ini kami merangkum lima lagu yang cocok anda dengarkan untuk menemani beraktivitas. Berikut lima lagu tersebut.
<\/p>\n\n\n\n

Selamat Pagi - Ran
<\/h2>\n\n\n\n

Nyaris tak ada yang memungkiri kalau Senin Pagi adalah sesuatu yang menjemukan. Kalau sudah begini dibutuhkan lagu yang tepat untuk mengawali aktifitas anda. Kami rekomendasikan lagu ini yang terdengar catchy agar menjadi mood booster bagi kalian yang masih terikat oleh hawa-hawa libur akhir pekan.
<\/p>\n\n\n\n

Wong Edan Kuwi Bebas - Shodiq Monata
<\/h2>\n\n\n\n

Yoooo! lagu-lagu dangdut memang sangat dibutuhkan ketika irama aktivitas anda mulai meningkat. Lagu ini memiliki beat yang cukup kencang diiringi dengan irama koplo yang siap membuat anda untuk bergoyang. Persetan dengan segala kemacetan hingga marahan dari atasan, Wong Edan Kuwi Bebas!
<\/p>\n\n\n\n

Sulung - Kunto Aji
<\/h2>\n\n\n\n

Kadang apa yang kita harapkan tak sesuai hasil yang didapatkan. Ekspektasi berlebihan membuatmu menjadi lupa pada jati diri, jika gagal maka berpotensi untuk tak percaya diri dan jika sukses bukan tak mungkin akan semakin menyombongkan diri. Karena kata Kunto Aji yang sebaiknya kau jaga adalah dirimu sendiri.
<\/p>\n\n\n\n

This Girl - Kungs
<\/h2>\n\n\n\n

Kalau Jumat malam sudah tiba maka waktunya untuk bersenang-senang! segera hubungi sahabat atau kekasih anda. Kongkow di kedai kopi atau berajojing ria juga pun tak masalah. Adakalanya anda butuh melepaskan penat, goyang badanmu dan nikmati dentuman musiknya.
<\/p>\n\n\n\n

Rotterdam (Or Anywhere) - The Beautiful South
<\/h2>\n\n\n\n

Sabtu dan Minggu waktunya jalan-jalan! kalau punya uang dan waktu ada baiknya berkunjung ke luar kota, namun jika budget terbatas maka kendarai motormu atau gunakan kendaraan umum lalu main ke rumah temanmu bisa jadi solusi. Tak peduli apa pun tempat yang anda kunjungi asal itu membahagiakan, benar kan?<\/p>\n","post_title":"Playlist Spotify Mantap Minggu Ini untuk Kalian Para Perokok Keren","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"playlist-spotify-mantap-minggu-ini-untuk-kalian-para-perokok-keren","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-08-05 13:39:39","post_modified_gmt":"2019-08-05 06:39:39","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5933","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5889,"post_author":"919","post_date":"2019-07-29 16:13:48","post_date_gmt":"2019-07-29 09:13:48","post_content":"\n

Upaya mengejar cinta selalu menghadirkan satu masalah yaitu patah hati. Jika bicara soal peluang bakal menghadapi masalah tersebut, maka persentasinya adalah 50:50. Potensinya sudah bisa membesar sejak awal anda mencoba untuk berkenalan dengan sosok idaman. Jika salah langkah, sudah pasti si dia bakal menjauh, andai pun langkah awal sudah tepat tapi threatmennya pendekatannya salah, siap-siap kalimat \u2018maaf kita ga cocok\u2019<\/em> akan anda dapatkan.\u00a0
<\/p>\n\n\n\n

Kalau sudah patah hati rasanya memang ribet. Rendang yang katanya dijadikan makanan terenak di dunia pun rasanya seperti daging gosong. Mau beraktifitas juga susah, karena isinya hanya meratap dan merenungi. Diajak teman main game <\/em>juga tak maksimal, apalagi kongkow-kongkow sampai subuh. Kalau sudah begini tak boleh buru-buru larut dalam kesedihan, musik bisa jadi obat ampuh untuk menenangkannya. 
<\/p>\n\n\n\n

Musik memang soal selera, ada yang ingin lagu agak ngebeat <\/em>biar adrenalinennya naik. Ada yang memutar lagi jazz supaya lebih tenang, musik dangdut biar oaoe<\/em>, hingga lagu indie biar terkesan indies (ealaahhh). Akan tetapi ada satu tren belakangan ini, patah hati dan mendengarkan lagu-lagu yang dinyanyikan oleh Didi Kempot.
<\/p>\n\n\n\n

Sosok yang memulai karier berseni sebagai musisi jalanan tersebut kini lagi digandrungi anak muda. Mereka menyebutnya sebagai Sadbois atau Sadgirls, mengagung-mengagungkan patah hati, merayakan kesedihan, dan Didi Kempot yang secara lelucon mereka sebut Lord, hadir memaksimalkan euforia tersebut. Satu lagu, dua lagu, tiga lagu, kalimat seperti \u2018Bajingan kowe dek!\u2019 mulai terlontar dari mulut-mulut penikmat lagu-lagu Didi Kempot.
<\/p>\n\n\n\n

Saya dan mungkin juga kalian sejatinya sudah cukup lama mendengar lagu-lagu Didi Kempot, mungkin sejak SD. Saat umur belum dua angka seperti saat ini, Didi Kempot mungkin hanya saya sebut sebagai musisi yang beraliran Campursari (meski memang benar seperti itu). Namun, ketika umur kian bertambah, Didi Kempot rupanya jauh lebih besar dari itu. Bisa jadi dia adalah representasi dari diksi patah hati itu sendiri.
<\/p>\n\n\n\n

Lagu Sewu Kutho misalnya, saya anggap sebagai lagu patah hati terhebat yang pernah ia buat. Bagaimana rasa rindu, sakit, dan keikhlasan menyatu menjadi satu dalam sebuah lagu. Bahkan doa juga ia sematkan kepada orang yang disayang, agar hidup dia yang dicinta hidup lebih bahagia daripada dirinya. Meski sebenarnya dalam lagu tersebut ada pertentangan lain dalam dirinya yang masih tak bisa ia atasi, ia masih ingin bertemu dengan yang dicinta dengan cara apapun.
<\/p>\n\n\n\n

Pamer Bojo adalah selanjutnya, ia hadir tepat di saat anak muda sedang mengalami tren nikah dini. Saat usia muda memang perasaan dan cinta sedang berkecamuknya, lalu dihadapkan dengan permasalahan yang cukup pelik dalam asmara yaitu ditinggal nikah. Lagu Pamer Bojo adalah solusinya, meski dalam liriknya ada pesan bahwa kita memang tidak pernah siap melihat yang dicinta menikah dengan orang lain. 
<\/p>\n\n\n\n

\u201cNeng opo seneng aku yen mung gawe laraku<\/em><\/p>\n\n\n\n

Pamer bojo anyar neng ngarepku\u201d<\/em>
<\/p>\n\n\n\n

Bagi saya musik memiliki kekuatan hebat walau memiliki tembok bernama bahasa. Hanya musisi hebat yang mampu menembus dinding-dinding itu. Didi Kempot adalah salah satunya, ia mampu membuat orang yang bukan bersuku Jawa bisa menikmati lagunya. Ini sebuah kemajuan dalam berkebudayaan, bahwa suku dan bangsa lain bisa saling menerima karya dari golongan lain. Sesuatu yang saat kini benar-benar kita butuhkan bukan setelah kontestasi politik yang melibatkan sentimen suku, agama, ras, dan antargolongan.
<\/p>\n\n\n\n

Didi Kempot memang sedang naik daun dan kini namanya lagi disebut-sebut di banyak penjuru di ibu kota. Ketakutan saya adalah akan seberapa lama tren ini berlanjut, mengingat tak banyak yang bisa bertahan lama di Jakarta. Akan tetapi pikiran tersebut saya rasa salah, Didi Kempot boleh saja naik daun dan tiba-tiba hilang di Jakarta, akan tetapi karya dan dirinya tetap abadi di Indonesia. Karena yang membuat Didi Kempot agung adalah kita yang selalu kekanak-kanakan menghadapi masalah patah hati. <\/p>\n","post_title":"Memuja-muja Didi Kempot, Mengagung-agungkan Patah Hati","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"memuja-muja-didi-kempot-mengagung-agungkan-patah-hati","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-07-29 16:13:56","post_modified_gmt":"2019-07-29 09:13:56","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5889","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5862,"post_author":"919","post_date":"2019-07-14 12:50:58","post_date_gmt":"2019-07-14 05:50:58","post_content":"\n

Musim haji kini telah tiba. Diperkirakan jutaan orang kini telah memadati Masjidil Haram di Mekkah, Arab Saudi untuk memenuhi salah satu rukun Islam tiap tahunnya. Ritual suci ini menjadi salah satu impian bagi tiap umat muslim di seluruh dunia dan tak seluruhnya bisa melaksanakannya. 
<\/p>\n\n\n\n

Walau demikian musim haji di Indonesia tak pernah sepi peminat. Menko Perekonomian Darmin Nasution memperkirakan jumlah jamaah haji Indonesia akan mencapai 4,34 juta jiwa pada 2019. Per hari ini (14\/7\/2019) jumlah jemaah diperkirakan sudah mencapai 47.983 orang yang sudah berdatangan ke Madinah. 
<\/p>\n\n\n\n

Ada-ada saja memang kelakuan masyarakat Indonesia ketika berkunjung ke luar negeri terutama untuk ibadah haji yang memakan waktu hingga satu bulan. Ada kisah para peserta membawa makanan khas daerah masing-masing karena takut tak bisa menyesuaikan dengan kudapan di sana. Ada yang membawa sambal, jengkol, ikan teri, padahal pihak penyelenggara sudah menyediakan makanan yang sesuai dengan lidah mereka.
<\/p>\n\n\n\n

Salah satu kebiasaan masyarakat Indonesia adalah merokok dan tradisi tersebut sudah mengakar sejak lama. Cita rasa kretek yang kuat dengan campuran cengkeh membuat masyarakat kita sulit menikmati produk rokok asing. Maka dengan demikian ketika bepergian ke luar negeri membawa rokok dari Indonesia adalah hal yang nampaknya sudah jadi kebiasaan. Sejatinya hal tersebut tak bisa dikatakan sebagai aktivitas ilegal, karena mereka membawa rokok lokal untuk dikonsumsi pribadi dan bukan untuk dijual.
<\/p>\n\n\n\n

Pemerintah sejatinya sudah mengakomodasi kebutuhan para perokok yang sedang menjadi peserta haji. Kemudahan itu adalah dengan memperbolehkan jamaah haji membawa rokok maksimal 200 batang untuk dibawa ke tanah suci. Jika berlebih, maka siap-siap untuk diamankan dan disita. Akibat informasi yang kadang tak menyeluruh, kadang masih ada saja rokok yang disita. Tribun Jabar misalnya memberitakan bahwa sehari ada sekitar 200 batang rokok yang disita oleh pihak bea dan cukai.
<\/p>\n\n\n\n

Peraturan memang ada untuk dipatuhi dan diikuti, sebagai perokok tentu hal tersebut tak boleh dihiraukan. Ada baiknya untuk mengikuti prosedur yang sudah diterapkan agar ibadah haji semakin nyaman. Tentu ijin boleh membawa rokok sebanyak 200 batang sudah cukup mengakomodir kebutuhan para perokok. Jika dihitung dalam 40 hari maka dalam satu hari satu jamaah haji bisa mengisap lima batang tentu pas jika kita anggap setiap sehabis sholat menghisap satu batang rokok. Tentu paduan yang sempurna antara ibadah dan kebiasaan merokok. 
<\/p>\n\n\n\n

Ada cara lain untuk mengakali peraturan tersebut, salah satunya adalah dengan menitip kepada anggota keluarga lain. Tentu cara ini sebenarnya tidak bermasalah karena setiap orang punya hak untuk membawa 200 batang rokok. Cara ini nampaknya cukup ampuh dan sudah dilakukan oleh beberapa jamaah haji. Asalkan rokok yang dibawa tentu hanya untuk kebutuhan pribadi, bukan untuk dijual kembali di sana. 
<\/p>\n\n\n\n

Pada akhirnya ibadah harus menjadi petimbangan utama saat ke tanah suci. Mengenai barang bawaan yang sudah diatur harus betul-betul diperhatikan. Toh rokok bukan barang yang bercandu sehingga kebiasaan merokok pun masih bisa diatasi ketika di tanah suci.
<\/p>\n","post_title":"Hal yang Perlu Diperhatikan Perokok Saat Berangkat Haji","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"hal-yang-perlu-diperhatikan-perokok-saat-berangkat-haji","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-07-14 12:51:04","post_modified_gmt":"2019-07-14 05:51:04","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5862","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":7},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"epic_block_3"};

\n

Momen-momen bermain di masjid saat hari raya memang satu hal yang indah dan mahal. Jika kami dulu di kampung memang sudah sering berinteraksi satu sama lain, maka di momen hari raya ikatan itu semakin dikuatkan. Mungkin juga di kota, meski tak punya intensitas yang cukup lebih (dalam berinteraksi sesama warga) seperti di kampung, namun jika hari raya tiba semuanya mau tak mau harus saling menyapa dan berkumpul. Semuanya berkumpul hingga malam tiba, berkumpul di depan api dan asap, serta tusukan sate daging yang sangat lezat untuk disantap.
<\/p>\n\n\n\n

Memori lainnya yang masih diingat adalah saat kami mulai mengamati potongan daging yang masih bergerak-gerak. Rupanya itu adalah denyut otot yang masih tetap bekerja meski hewan tersebut sudah tak lagi bernyawa. Ada lagi, kami mengamati betul hewan-hewan yang dikuliti, takjub memang dengan orang dewasa yang mahir melakukannya saat itu. Kulit tersebut kemudian kadang kami perebutkan, meski tak tahu akan hendak digunakan untuk apa nantinya.
<\/p>\n\n\n\n

Bermain-main dengan kepala kambing memang satu hal yang lucu saat kecil dahulu. Terkadang kami mengibaratkan tanduknya sebagai setang sepeda lalu membawanya sambil berlarian. Kadang juga kami merasa kebauan akibat bermain terlalu dekat dengan lubang tempat darah dan isi perut hewan yang sudah disembelih. Tapi ada satu yang unik, waktu kecil kami juga berebut mengambil torpedo hewan kurban. Rupanya rasanya nikmat dan memang tak ada gejala apa-apa setelah memakan itu, namun katanya kalau dimakan saat umur sudah dewasa maka reaksinya akan berbeda, entahlah.
<\/p>\n\n\n\n

Bicara Iduladha adalah soal lebaran di daerah perantauan. Bagi mereka yang merantau, momen lebaran idul adha biasanya dihabiskan bukan di kampung halaman. Tentu banyak faktor, mulai dari materi dan efisiensi waktu mengingat hari liburnya yang tak sebanyak Idulfitri. Tapi rupanya diciptakan dua hari raya bagi umat muslim rasanya memang lengkap (bagi anak rantau), satu untuk dirayakan bersama sanak famili di kampung, satunya lagi bersama tetangga dan rekan kerja di perantauan.
<\/p>\n\n\n\n

Maka memori anak-anak (dari mereka yang orangtuanya adalah perantauan) adalah soal bermain dengan tetangga komplek serta sekitarnya. Tak sedikit juga yang berkumpul di sekolah untuk merayakan bakar sate dan memakannya bersama-sama. Pada akhirnya memori tentang kisah kecil kita adalah suatu landasan, agar apabila suatu saat mulai jauh dari ajaran agama, kita diingatkan lagi tentang indahnya masa kecil yang kerap selalu mewah dengan momen perayaan ajaran tuhan.
<\/p>\n\n\n\n

Dari plastik hitam itu aku mengingat masa kecilku, dan dari ingatan masa kecil aku mengingat diriku yang ternyata kini kian jauh dari Tuhan.<\/p>\n","post_title":"Ingatan Masa Kecil dalam Seonggok Daging Iduladha","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"ingatan-masa-kecil-dalam-seonggok-daging-iduladha","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-08-11 12:28:07","post_modified_gmt":"2019-08-11 05:28:07","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5946","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5933,"post_author":"919","post_date":"2019-08-05 13:39:32","post_date_gmt":"2019-08-05 06:39:32","post_content":"\n

Musik adalah bagian dari kehidupan. Setiap alunannya menjadi warna yang saling menari mengikuti jejak langkah kehidupan. Sejak kecil irama musik mulai diperkenalkan orang tua hingga dewasa kita mulai mengenal musik dengan pemikiran sendiri. Musik menjadi teman setia manusa dalam berproses, baik jika akhirnya gagal atau mendulang kesukasesan.
<\/p>\n\n\n\n

Maka benar kata Bob Marley yang menyebut bahwa satu hal yang baik tentang musik adalah ketika itu menyentuh anda tidak akan ada rasa sakit (secara harfiah). Musik menjadi legitimasi perasaan yang tertaut dengan momen, menjadi irama pendamping saat satu peristiwa terjadi. 
<\/p>\n\n\n\n

Era digital seperti sekarang ini kita diperkenalkan dengan berbagai platform pemutar musik secara online dan yang paling banyak digunakan saat ini adalah Spotify. Anda bisa mendengarkan musik secara berbayar dengan profit kualitas suara yang jernih dan tentu membuat playlist idamanmu! playlist ini yang nantinya bisa anda bagikan di sosial media atau langsung ke whatsapp temanmu, hingga pacarmu.
<\/p>\n\n\n\n

Tentu kami juga punya pilihan lagu yang layak anda perdengarkan. Minggu ini kami merangkum lima lagu yang cocok anda dengarkan untuk menemani beraktivitas. Berikut lima lagu tersebut.
<\/p>\n\n\n\n

Selamat Pagi - Ran
<\/h2>\n\n\n\n

Nyaris tak ada yang memungkiri kalau Senin Pagi adalah sesuatu yang menjemukan. Kalau sudah begini dibutuhkan lagu yang tepat untuk mengawali aktifitas anda. Kami rekomendasikan lagu ini yang terdengar catchy agar menjadi mood booster bagi kalian yang masih terikat oleh hawa-hawa libur akhir pekan.
<\/p>\n\n\n\n

Wong Edan Kuwi Bebas - Shodiq Monata
<\/h2>\n\n\n\n

Yoooo! lagu-lagu dangdut memang sangat dibutuhkan ketika irama aktivitas anda mulai meningkat. Lagu ini memiliki beat yang cukup kencang diiringi dengan irama koplo yang siap membuat anda untuk bergoyang. Persetan dengan segala kemacetan hingga marahan dari atasan, Wong Edan Kuwi Bebas!
<\/p>\n\n\n\n

Sulung - Kunto Aji
<\/h2>\n\n\n\n

Kadang apa yang kita harapkan tak sesuai hasil yang didapatkan. Ekspektasi berlebihan membuatmu menjadi lupa pada jati diri, jika gagal maka berpotensi untuk tak percaya diri dan jika sukses bukan tak mungkin akan semakin menyombongkan diri. Karena kata Kunto Aji yang sebaiknya kau jaga adalah dirimu sendiri.
<\/p>\n\n\n\n

This Girl - Kungs
<\/h2>\n\n\n\n

Kalau Jumat malam sudah tiba maka waktunya untuk bersenang-senang! segera hubungi sahabat atau kekasih anda. Kongkow di kedai kopi atau berajojing ria juga pun tak masalah. Adakalanya anda butuh melepaskan penat, goyang badanmu dan nikmati dentuman musiknya.
<\/p>\n\n\n\n

Rotterdam (Or Anywhere) - The Beautiful South
<\/h2>\n\n\n\n

Sabtu dan Minggu waktunya jalan-jalan! kalau punya uang dan waktu ada baiknya berkunjung ke luar kota, namun jika budget terbatas maka kendarai motormu atau gunakan kendaraan umum lalu main ke rumah temanmu bisa jadi solusi. Tak peduli apa pun tempat yang anda kunjungi asal itu membahagiakan, benar kan?<\/p>\n","post_title":"Playlist Spotify Mantap Minggu Ini untuk Kalian Para Perokok Keren","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"playlist-spotify-mantap-minggu-ini-untuk-kalian-para-perokok-keren","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-08-05 13:39:39","post_modified_gmt":"2019-08-05 06:39:39","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5933","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5889,"post_author":"919","post_date":"2019-07-29 16:13:48","post_date_gmt":"2019-07-29 09:13:48","post_content":"\n

Upaya mengejar cinta selalu menghadirkan satu masalah yaitu patah hati. Jika bicara soal peluang bakal menghadapi masalah tersebut, maka persentasinya adalah 50:50. Potensinya sudah bisa membesar sejak awal anda mencoba untuk berkenalan dengan sosok idaman. Jika salah langkah, sudah pasti si dia bakal menjauh, andai pun langkah awal sudah tepat tapi threatmennya pendekatannya salah, siap-siap kalimat \u2018maaf kita ga cocok\u2019<\/em> akan anda dapatkan.\u00a0
<\/p>\n\n\n\n

Kalau sudah patah hati rasanya memang ribet. Rendang yang katanya dijadikan makanan terenak di dunia pun rasanya seperti daging gosong. Mau beraktifitas juga susah, karena isinya hanya meratap dan merenungi. Diajak teman main game <\/em>juga tak maksimal, apalagi kongkow-kongkow sampai subuh. Kalau sudah begini tak boleh buru-buru larut dalam kesedihan, musik bisa jadi obat ampuh untuk menenangkannya. 
<\/p>\n\n\n\n

Musik memang soal selera, ada yang ingin lagu agak ngebeat <\/em>biar adrenalinennya naik. Ada yang memutar lagi jazz supaya lebih tenang, musik dangdut biar oaoe<\/em>, hingga lagu indie biar terkesan indies (ealaahhh). Akan tetapi ada satu tren belakangan ini, patah hati dan mendengarkan lagu-lagu yang dinyanyikan oleh Didi Kempot.
<\/p>\n\n\n\n

Sosok yang memulai karier berseni sebagai musisi jalanan tersebut kini lagi digandrungi anak muda. Mereka menyebutnya sebagai Sadbois atau Sadgirls, mengagung-mengagungkan patah hati, merayakan kesedihan, dan Didi Kempot yang secara lelucon mereka sebut Lord, hadir memaksimalkan euforia tersebut. Satu lagu, dua lagu, tiga lagu, kalimat seperti \u2018Bajingan kowe dek!\u2019 mulai terlontar dari mulut-mulut penikmat lagu-lagu Didi Kempot.
<\/p>\n\n\n\n

Saya dan mungkin juga kalian sejatinya sudah cukup lama mendengar lagu-lagu Didi Kempot, mungkin sejak SD. Saat umur belum dua angka seperti saat ini, Didi Kempot mungkin hanya saya sebut sebagai musisi yang beraliran Campursari (meski memang benar seperti itu). Namun, ketika umur kian bertambah, Didi Kempot rupanya jauh lebih besar dari itu. Bisa jadi dia adalah representasi dari diksi patah hati itu sendiri.
<\/p>\n\n\n\n

Lagu Sewu Kutho misalnya, saya anggap sebagai lagu patah hati terhebat yang pernah ia buat. Bagaimana rasa rindu, sakit, dan keikhlasan menyatu menjadi satu dalam sebuah lagu. Bahkan doa juga ia sematkan kepada orang yang disayang, agar hidup dia yang dicinta hidup lebih bahagia daripada dirinya. Meski sebenarnya dalam lagu tersebut ada pertentangan lain dalam dirinya yang masih tak bisa ia atasi, ia masih ingin bertemu dengan yang dicinta dengan cara apapun.
<\/p>\n\n\n\n

Pamer Bojo adalah selanjutnya, ia hadir tepat di saat anak muda sedang mengalami tren nikah dini. Saat usia muda memang perasaan dan cinta sedang berkecamuknya, lalu dihadapkan dengan permasalahan yang cukup pelik dalam asmara yaitu ditinggal nikah. Lagu Pamer Bojo adalah solusinya, meski dalam liriknya ada pesan bahwa kita memang tidak pernah siap melihat yang dicinta menikah dengan orang lain. 
<\/p>\n\n\n\n

\u201cNeng opo seneng aku yen mung gawe laraku<\/em><\/p>\n\n\n\n

Pamer bojo anyar neng ngarepku\u201d<\/em>
<\/p>\n\n\n\n

Bagi saya musik memiliki kekuatan hebat walau memiliki tembok bernama bahasa. Hanya musisi hebat yang mampu menembus dinding-dinding itu. Didi Kempot adalah salah satunya, ia mampu membuat orang yang bukan bersuku Jawa bisa menikmati lagunya. Ini sebuah kemajuan dalam berkebudayaan, bahwa suku dan bangsa lain bisa saling menerima karya dari golongan lain. Sesuatu yang saat kini benar-benar kita butuhkan bukan setelah kontestasi politik yang melibatkan sentimen suku, agama, ras, dan antargolongan.
<\/p>\n\n\n\n

Didi Kempot memang sedang naik daun dan kini namanya lagi disebut-sebut di banyak penjuru di ibu kota. Ketakutan saya adalah akan seberapa lama tren ini berlanjut, mengingat tak banyak yang bisa bertahan lama di Jakarta. Akan tetapi pikiran tersebut saya rasa salah, Didi Kempot boleh saja naik daun dan tiba-tiba hilang di Jakarta, akan tetapi karya dan dirinya tetap abadi di Indonesia. Karena yang membuat Didi Kempot agung adalah kita yang selalu kekanak-kanakan menghadapi masalah patah hati. <\/p>\n","post_title":"Memuja-muja Didi Kempot, Mengagung-agungkan Patah Hati","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"memuja-muja-didi-kempot-mengagung-agungkan-patah-hati","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-07-29 16:13:56","post_modified_gmt":"2019-07-29 09:13:56","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5889","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5862,"post_author":"919","post_date":"2019-07-14 12:50:58","post_date_gmt":"2019-07-14 05:50:58","post_content":"\n

Musim haji kini telah tiba. Diperkirakan jutaan orang kini telah memadati Masjidil Haram di Mekkah, Arab Saudi untuk memenuhi salah satu rukun Islam tiap tahunnya. Ritual suci ini menjadi salah satu impian bagi tiap umat muslim di seluruh dunia dan tak seluruhnya bisa melaksanakannya. 
<\/p>\n\n\n\n

Walau demikian musim haji di Indonesia tak pernah sepi peminat. Menko Perekonomian Darmin Nasution memperkirakan jumlah jamaah haji Indonesia akan mencapai 4,34 juta jiwa pada 2019. Per hari ini (14\/7\/2019) jumlah jemaah diperkirakan sudah mencapai 47.983 orang yang sudah berdatangan ke Madinah. 
<\/p>\n\n\n\n

Ada-ada saja memang kelakuan masyarakat Indonesia ketika berkunjung ke luar negeri terutama untuk ibadah haji yang memakan waktu hingga satu bulan. Ada kisah para peserta membawa makanan khas daerah masing-masing karena takut tak bisa menyesuaikan dengan kudapan di sana. Ada yang membawa sambal, jengkol, ikan teri, padahal pihak penyelenggara sudah menyediakan makanan yang sesuai dengan lidah mereka.
<\/p>\n\n\n\n

Salah satu kebiasaan masyarakat Indonesia adalah merokok dan tradisi tersebut sudah mengakar sejak lama. Cita rasa kretek yang kuat dengan campuran cengkeh membuat masyarakat kita sulit menikmati produk rokok asing. Maka dengan demikian ketika bepergian ke luar negeri membawa rokok dari Indonesia adalah hal yang nampaknya sudah jadi kebiasaan. Sejatinya hal tersebut tak bisa dikatakan sebagai aktivitas ilegal, karena mereka membawa rokok lokal untuk dikonsumsi pribadi dan bukan untuk dijual.
<\/p>\n\n\n\n

Pemerintah sejatinya sudah mengakomodasi kebutuhan para perokok yang sedang menjadi peserta haji. Kemudahan itu adalah dengan memperbolehkan jamaah haji membawa rokok maksimal 200 batang untuk dibawa ke tanah suci. Jika berlebih, maka siap-siap untuk diamankan dan disita. Akibat informasi yang kadang tak menyeluruh, kadang masih ada saja rokok yang disita. Tribun Jabar misalnya memberitakan bahwa sehari ada sekitar 200 batang rokok yang disita oleh pihak bea dan cukai.
<\/p>\n\n\n\n

Peraturan memang ada untuk dipatuhi dan diikuti, sebagai perokok tentu hal tersebut tak boleh dihiraukan. Ada baiknya untuk mengikuti prosedur yang sudah diterapkan agar ibadah haji semakin nyaman. Tentu ijin boleh membawa rokok sebanyak 200 batang sudah cukup mengakomodir kebutuhan para perokok. Jika dihitung dalam 40 hari maka dalam satu hari satu jamaah haji bisa mengisap lima batang tentu pas jika kita anggap setiap sehabis sholat menghisap satu batang rokok. Tentu paduan yang sempurna antara ibadah dan kebiasaan merokok. 
<\/p>\n\n\n\n

Ada cara lain untuk mengakali peraturan tersebut, salah satunya adalah dengan menitip kepada anggota keluarga lain. Tentu cara ini sebenarnya tidak bermasalah karena setiap orang punya hak untuk membawa 200 batang rokok. Cara ini nampaknya cukup ampuh dan sudah dilakukan oleh beberapa jamaah haji. Asalkan rokok yang dibawa tentu hanya untuk kebutuhan pribadi, bukan untuk dijual kembali di sana. 
<\/p>\n\n\n\n

Pada akhirnya ibadah harus menjadi petimbangan utama saat ke tanah suci. Mengenai barang bawaan yang sudah diatur harus betul-betul diperhatikan. Toh rokok bukan barang yang bercandu sehingga kebiasaan merokok pun masih bisa diatasi ketika di tanah suci.
<\/p>\n","post_title":"Hal yang Perlu Diperhatikan Perokok Saat Berangkat Haji","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"hal-yang-perlu-diperhatikan-perokok-saat-berangkat-haji","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-07-14 12:51:04","post_modified_gmt":"2019-07-14 05:51:04","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5862","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":7},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"epic_block_3"};

\n

Momen inilah yang memang saya rindukan, ketika Iduladha tiba, bayangan saya langsung jauh menuju memori di masa kecil. Kala itu kami sibuk menghitung hewan yang sudah dikumpulkan di area masjid. Saya bersama teman-teman juga bermain dengan hewan itu dan sesekali bercanda dengannya. Saat hewan itu hendak disembelih, kami juga sedikit mengintip-ngintip (melihat proses penyembelihan) karena (kadang) tak tega melihat mereka direnggut nyawanya.
<\/p>\n\n\n\n

Momen-momen bermain di masjid saat hari raya memang satu hal yang indah dan mahal. Jika kami dulu di kampung memang sudah sering berinteraksi satu sama lain, maka di momen hari raya ikatan itu semakin dikuatkan. Mungkin juga di kota, meski tak punya intensitas yang cukup lebih (dalam berinteraksi sesama warga) seperti di kampung, namun jika hari raya tiba semuanya mau tak mau harus saling menyapa dan berkumpul. Semuanya berkumpul hingga malam tiba, berkumpul di depan api dan asap, serta tusukan sate daging yang sangat lezat untuk disantap.
<\/p>\n\n\n\n

Memori lainnya yang masih diingat adalah saat kami mulai mengamati potongan daging yang masih bergerak-gerak. Rupanya itu adalah denyut otot yang masih tetap bekerja meski hewan tersebut sudah tak lagi bernyawa. Ada lagi, kami mengamati betul hewan-hewan yang dikuliti, takjub memang dengan orang dewasa yang mahir melakukannya saat itu. Kulit tersebut kemudian kadang kami perebutkan, meski tak tahu akan hendak digunakan untuk apa nantinya.
<\/p>\n\n\n\n

Bermain-main dengan kepala kambing memang satu hal yang lucu saat kecil dahulu. Terkadang kami mengibaratkan tanduknya sebagai setang sepeda lalu membawanya sambil berlarian. Kadang juga kami merasa kebauan akibat bermain terlalu dekat dengan lubang tempat darah dan isi perut hewan yang sudah disembelih. Tapi ada satu yang unik, waktu kecil kami juga berebut mengambil torpedo hewan kurban. Rupanya rasanya nikmat dan memang tak ada gejala apa-apa setelah memakan itu, namun katanya kalau dimakan saat umur sudah dewasa maka reaksinya akan berbeda, entahlah.
<\/p>\n\n\n\n

Bicara Iduladha adalah soal lebaran di daerah perantauan. Bagi mereka yang merantau, momen lebaran idul adha biasanya dihabiskan bukan di kampung halaman. Tentu banyak faktor, mulai dari materi dan efisiensi waktu mengingat hari liburnya yang tak sebanyak Idulfitri. Tapi rupanya diciptakan dua hari raya bagi umat muslim rasanya memang lengkap (bagi anak rantau), satu untuk dirayakan bersama sanak famili di kampung, satunya lagi bersama tetangga dan rekan kerja di perantauan.
<\/p>\n\n\n\n

Maka memori anak-anak (dari mereka yang orangtuanya adalah perantauan) adalah soal bermain dengan tetangga komplek serta sekitarnya. Tak sedikit juga yang berkumpul di sekolah untuk merayakan bakar sate dan memakannya bersama-sama. Pada akhirnya memori tentang kisah kecil kita adalah suatu landasan, agar apabila suatu saat mulai jauh dari ajaran agama, kita diingatkan lagi tentang indahnya masa kecil yang kerap selalu mewah dengan momen perayaan ajaran tuhan.
<\/p>\n\n\n\n

Dari plastik hitam itu aku mengingat masa kecilku, dan dari ingatan masa kecil aku mengingat diriku yang ternyata kini kian jauh dari Tuhan.<\/p>\n","post_title":"Ingatan Masa Kecil dalam Seonggok Daging Iduladha","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"ingatan-masa-kecil-dalam-seonggok-daging-iduladha","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-08-11 12:28:07","post_modified_gmt":"2019-08-11 05:28:07","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5946","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5933,"post_author":"919","post_date":"2019-08-05 13:39:32","post_date_gmt":"2019-08-05 06:39:32","post_content":"\n

Musik adalah bagian dari kehidupan. Setiap alunannya menjadi warna yang saling menari mengikuti jejak langkah kehidupan. Sejak kecil irama musik mulai diperkenalkan orang tua hingga dewasa kita mulai mengenal musik dengan pemikiran sendiri. Musik menjadi teman setia manusa dalam berproses, baik jika akhirnya gagal atau mendulang kesukasesan.
<\/p>\n\n\n\n

Maka benar kata Bob Marley yang menyebut bahwa satu hal yang baik tentang musik adalah ketika itu menyentuh anda tidak akan ada rasa sakit (secara harfiah). Musik menjadi legitimasi perasaan yang tertaut dengan momen, menjadi irama pendamping saat satu peristiwa terjadi. 
<\/p>\n\n\n\n

Era digital seperti sekarang ini kita diperkenalkan dengan berbagai platform pemutar musik secara online dan yang paling banyak digunakan saat ini adalah Spotify. Anda bisa mendengarkan musik secara berbayar dengan profit kualitas suara yang jernih dan tentu membuat playlist idamanmu! playlist ini yang nantinya bisa anda bagikan di sosial media atau langsung ke whatsapp temanmu, hingga pacarmu.
<\/p>\n\n\n\n

Tentu kami juga punya pilihan lagu yang layak anda perdengarkan. Minggu ini kami merangkum lima lagu yang cocok anda dengarkan untuk menemani beraktivitas. Berikut lima lagu tersebut.
<\/p>\n\n\n\n

Selamat Pagi - Ran
<\/h2>\n\n\n\n

Nyaris tak ada yang memungkiri kalau Senin Pagi adalah sesuatu yang menjemukan. Kalau sudah begini dibutuhkan lagu yang tepat untuk mengawali aktifitas anda. Kami rekomendasikan lagu ini yang terdengar catchy agar menjadi mood booster bagi kalian yang masih terikat oleh hawa-hawa libur akhir pekan.
<\/p>\n\n\n\n

Wong Edan Kuwi Bebas - Shodiq Monata
<\/h2>\n\n\n\n

Yoooo! lagu-lagu dangdut memang sangat dibutuhkan ketika irama aktivitas anda mulai meningkat. Lagu ini memiliki beat yang cukup kencang diiringi dengan irama koplo yang siap membuat anda untuk bergoyang. Persetan dengan segala kemacetan hingga marahan dari atasan, Wong Edan Kuwi Bebas!
<\/p>\n\n\n\n

Sulung - Kunto Aji
<\/h2>\n\n\n\n

Kadang apa yang kita harapkan tak sesuai hasil yang didapatkan. Ekspektasi berlebihan membuatmu menjadi lupa pada jati diri, jika gagal maka berpotensi untuk tak percaya diri dan jika sukses bukan tak mungkin akan semakin menyombongkan diri. Karena kata Kunto Aji yang sebaiknya kau jaga adalah dirimu sendiri.
<\/p>\n\n\n\n

This Girl - Kungs
<\/h2>\n\n\n\n

Kalau Jumat malam sudah tiba maka waktunya untuk bersenang-senang! segera hubungi sahabat atau kekasih anda. Kongkow di kedai kopi atau berajojing ria juga pun tak masalah. Adakalanya anda butuh melepaskan penat, goyang badanmu dan nikmati dentuman musiknya.
<\/p>\n\n\n\n

Rotterdam (Or Anywhere) - The Beautiful South
<\/h2>\n\n\n\n

Sabtu dan Minggu waktunya jalan-jalan! kalau punya uang dan waktu ada baiknya berkunjung ke luar kota, namun jika budget terbatas maka kendarai motormu atau gunakan kendaraan umum lalu main ke rumah temanmu bisa jadi solusi. Tak peduli apa pun tempat yang anda kunjungi asal itu membahagiakan, benar kan?<\/p>\n","post_title":"Playlist Spotify Mantap Minggu Ini untuk Kalian Para Perokok Keren","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"playlist-spotify-mantap-minggu-ini-untuk-kalian-para-perokok-keren","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-08-05 13:39:39","post_modified_gmt":"2019-08-05 06:39:39","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5933","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5889,"post_author":"919","post_date":"2019-07-29 16:13:48","post_date_gmt":"2019-07-29 09:13:48","post_content":"\n

Upaya mengejar cinta selalu menghadirkan satu masalah yaitu patah hati. Jika bicara soal peluang bakal menghadapi masalah tersebut, maka persentasinya adalah 50:50. Potensinya sudah bisa membesar sejak awal anda mencoba untuk berkenalan dengan sosok idaman. Jika salah langkah, sudah pasti si dia bakal menjauh, andai pun langkah awal sudah tepat tapi threatmennya pendekatannya salah, siap-siap kalimat \u2018maaf kita ga cocok\u2019<\/em> akan anda dapatkan.\u00a0
<\/p>\n\n\n\n

Kalau sudah patah hati rasanya memang ribet. Rendang yang katanya dijadikan makanan terenak di dunia pun rasanya seperti daging gosong. Mau beraktifitas juga susah, karena isinya hanya meratap dan merenungi. Diajak teman main game <\/em>juga tak maksimal, apalagi kongkow-kongkow sampai subuh. Kalau sudah begini tak boleh buru-buru larut dalam kesedihan, musik bisa jadi obat ampuh untuk menenangkannya. 
<\/p>\n\n\n\n

Musik memang soal selera, ada yang ingin lagu agak ngebeat <\/em>biar adrenalinennya naik. Ada yang memutar lagi jazz supaya lebih tenang, musik dangdut biar oaoe<\/em>, hingga lagu indie biar terkesan indies (ealaahhh). Akan tetapi ada satu tren belakangan ini, patah hati dan mendengarkan lagu-lagu yang dinyanyikan oleh Didi Kempot.
<\/p>\n\n\n\n

Sosok yang memulai karier berseni sebagai musisi jalanan tersebut kini lagi digandrungi anak muda. Mereka menyebutnya sebagai Sadbois atau Sadgirls, mengagung-mengagungkan patah hati, merayakan kesedihan, dan Didi Kempot yang secara lelucon mereka sebut Lord, hadir memaksimalkan euforia tersebut. Satu lagu, dua lagu, tiga lagu, kalimat seperti \u2018Bajingan kowe dek!\u2019 mulai terlontar dari mulut-mulut penikmat lagu-lagu Didi Kempot.
<\/p>\n\n\n\n

Saya dan mungkin juga kalian sejatinya sudah cukup lama mendengar lagu-lagu Didi Kempot, mungkin sejak SD. Saat umur belum dua angka seperti saat ini, Didi Kempot mungkin hanya saya sebut sebagai musisi yang beraliran Campursari (meski memang benar seperti itu). Namun, ketika umur kian bertambah, Didi Kempot rupanya jauh lebih besar dari itu. Bisa jadi dia adalah representasi dari diksi patah hati itu sendiri.
<\/p>\n\n\n\n

Lagu Sewu Kutho misalnya, saya anggap sebagai lagu patah hati terhebat yang pernah ia buat. Bagaimana rasa rindu, sakit, dan keikhlasan menyatu menjadi satu dalam sebuah lagu. Bahkan doa juga ia sematkan kepada orang yang disayang, agar hidup dia yang dicinta hidup lebih bahagia daripada dirinya. Meski sebenarnya dalam lagu tersebut ada pertentangan lain dalam dirinya yang masih tak bisa ia atasi, ia masih ingin bertemu dengan yang dicinta dengan cara apapun.
<\/p>\n\n\n\n

Pamer Bojo adalah selanjutnya, ia hadir tepat di saat anak muda sedang mengalami tren nikah dini. Saat usia muda memang perasaan dan cinta sedang berkecamuknya, lalu dihadapkan dengan permasalahan yang cukup pelik dalam asmara yaitu ditinggal nikah. Lagu Pamer Bojo adalah solusinya, meski dalam liriknya ada pesan bahwa kita memang tidak pernah siap melihat yang dicinta menikah dengan orang lain. 
<\/p>\n\n\n\n

\u201cNeng opo seneng aku yen mung gawe laraku<\/em><\/p>\n\n\n\n

Pamer bojo anyar neng ngarepku\u201d<\/em>
<\/p>\n\n\n\n

Bagi saya musik memiliki kekuatan hebat walau memiliki tembok bernama bahasa. Hanya musisi hebat yang mampu menembus dinding-dinding itu. Didi Kempot adalah salah satunya, ia mampu membuat orang yang bukan bersuku Jawa bisa menikmati lagunya. Ini sebuah kemajuan dalam berkebudayaan, bahwa suku dan bangsa lain bisa saling menerima karya dari golongan lain. Sesuatu yang saat kini benar-benar kita butuhkan bukan setelah kontestasi politik yang melibatkan sentimen suku, agama, ras, dan antargolongan.
<\/p>\n\n\n\n

Didi Kempot memang sedang naik daun dan kini namanya lagi disebut-sebut di banyak penjuru di ibu kota. Ketakutan saya adalah akan seberapa lama tren ini berlanjut, mengingat tak banyak yang bisa bertahan lama di Jakarta. Akan tetapi pikiran tersebut saya rasa salah, Didi Kempot boleh saja naik daun dan tiba-tiba hilang di Jakarta, akan tetapi karya dan dirinya tetap abadi di Indonesia. Karena yang membuat Didi Kempot agung adalah kita yang selalu kekanak-kanakan menghadapi masalah patah hati. <\/p>\n","post_title":"Memuja-muja Didi Kempot, Mengagung-agungkan Patah Hati","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"memuja-muja-didi-kempot-mengagung-agungkan-patah-hati","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-07-29 16:13:56","post_modified_gmt":"2019-07-29 09:13:56","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5889","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5862,"post_author":"919","post_date":"2019-07-14 12:50:58","post_date_gmt":"2019-07-14 05:50:58","post_content":"\n

Musim haji kini telah tiba. Diperkirakan jutaan orang kini telah memadati Masjidil Haram di Mekkah, Arab Saudi untuk memenuhi salah satu rukun Islam tiap tahunnya. Ritual suci ini menjadi salah satu impian bagi tiap umat muslim di seluruh dunia dan tak seluruhnya bisa melaksanakannya. 
<\/p>\n\n\n\n

Walau demikian musim haji di Indonesia tak pernah sepi peminat. Menko Perekonomian Darmin Nasution memperkirakan jumlah jamaah haji Indonesia akan mencapai 4,34 juta jiwa pada 2019. Per hari ini (14\/7\/2019) jumlah jemaah diperkirakan sudah mencapai 47.983 orang yang sudah berdatangan ke Madinah. 
<\/p>\n\n\n\n

Ada-ada saja memang kelakuan masyarakat Indonesia ketika berkunjung ke luar negeri terutama untuk ibadah haji yang memakan waktu hingga satu bulan. Ada kisah para peserta membawa makanan khas daerah masing-masing karena takut tak bisa menyesuaikan dengan kudapan di sana. Ada yang membawa sambal, jengkol, ikan teri, padahal pihak penyelenggara sudah menyediakan makanan yang sesuai dengan lidah mereka.
<\/p>\n\n\n\n

Salah satu kebiasaan masyarakat Indonesia adalah merokok dan tradisi tersebut sudah mengakar sejak lama. Cita rasa kretek yang kuat dengan campuran cengkeh membuat masyarakat kita sulit menikmati produk rokok asing. Maka dengan demikian ketika bepergian ke luar negeri membawa rokok dari Indonesia adalah hal yang nampaknya sudah jadi kebiasaan. Sejatinya hal tersebut tak bisa dikatakan sebagai aktivitas ilegal, karena mereka membawa rokok lokal untuk dikonsumsi pribadi dan bukan untuk dijual.
<\/p>\n\n\n\n

Pemerintah sejatinya sudah mengakomodasi kebutuhan para perokok yang sedang menjadi peserta haji. Kemudahan itu adalah dengan memperbolehkan jamaah haji membawa rokok maksimal 200 batang untuk dibawa ke tanah suci. Jika berlebih, maka siap-siap untuk diamankan dan disita. Akibat informasi yang kadang tak menyeluruh, kadang masih ada saja rokok yang disita. Tribun Jabar misalnya memberitakan bahwa sehari ada sekitar 200 batang rokok yang disita oleh pihak bea dan cukai.
<\/p>\n\n\n\n

Peraturan memang ada untuk dipatuhi dan diikuti, sebagai perokok tentu hal tersebut tak boleh dihiraukan. Ada baiknya untuk mengikuti prosedur yang sudah diterapkan agar ibadah haji semakin nyaman. Tentu ijin boleh membawa rokok sebanyak 200 batang sudah cukup mengakomodir kebutuhan para perokok. Jika dihitung dalam 40 hari maka dalam satu hari satu jamaah haji bisa mengisap lima batang tentu pas jika kita anggap setiap sehabis sholat menghisap satu batang rokok. Tentu paduan yang sempurna antara ibadah dan kebiasaan merokok. 
<\/p>\n\n\n\n

Ada cara lain untuk mengakali peraturan tersebut, salah satunya adalah dengan menitip kepada anggota keluarga lain. Tentu cara ini sebenarnya tidak bermasalah karena setiap orang punya hak untuk membawa 200 batang rokok. Cara ini nampaknya cukup ampuh dan sudah dilakukan oleh beberapa jamaah haji. Asalkan rokok yang dibawa tentu hanya untuk kebutuhan pribadi, bukan untuk dijual kembali di sana. 
<\/p>\n\n\n\n

Pada akhirnya ibadah harus menjadi petimbangan utama saat ke tanah suci. Mengenai barang bawaan yang sudah diatur harus betul-betul diperhatikan. Toh rokok bukan barang yang bercandu sehingga kebiasaan merokok pun masih bisa diatasi ketika di tanah suci.
<\/p>\n","post_title":"Hal yang Perlu Diperhatikan Perokok Saat Berangkat Haji","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"hal-yang-perlu-diperhatikan-perokok-saat-berangkat-haji","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-07-14 12:51:04","post_modified_gmt":"2019-07-14 05:51:04","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5862","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":7},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"epic_block_3"};

\n

Maka lumrah jika jelang dan setelah menunaikan sholat Iduladha, ada banyak daging yang dihidangkan secara gratis untuk seluruh kalangan (meski yang diutamakan adalah kaum papa). Sebelum daging itu dibagikan, secara kolektif warga satu wilayah akan bersama-sama memotong hewan yang diwajibkan untuk dikurbankan yaitu sapi, kambing, domba, hingga onta. Hewan-hewan tersebut juga merupakan hasil sumbangan dari para penderma, baik itu individu atau memang yang dikumpulkan secara bersama-sama.
<\/p>\n\n\n\n

Momen inilah yang memang saya rindukan, ketika Iduladha tiba, bayangan saya langsung jauh menuju memori di masa kecil. Kala itu kami sibuk menghitung hewan yang sudah dikumpulkan di area masjid. Saya bersama teman-teman juga bermain dengan hewan itu dan sesekali bercanda dengannya. Saat hewan itu hendak disembelih, kami juga sedikit mengintip-ngintip (melihat proses penyembelihan) karena (kadang) tak tega melihat mereka direnggut nyawanya.
<\/p>\n\n\n\n

Momen-momen bermain di masjid saat hari raya memang satu hal yang indah dan mahal. Jika kami dulu di kampung memang sudah sering berinteraksi satu sama lain, maka di momen hari raya ikatan itu semakin dikuatkan. Mungkin juga di kota, meski tak punya intensitas yang cukup lebih (dalam berinteraksi sesama warga) seperti di kampung, namun jika hari raya tiba semuanya mau tak mau harus saling menyapa dan berkumpul. Semuanya berkumpul hingga malam tiba, berkumpul di depan api dan asap, serta tusukan sate daging yang sangat lezat untuk disantap.
<\/p>\n\n\n\n

Memori lainnya yang masih diingat adalah saat kami mulai mengamati potongan daging yang masih bergerak-gerak. Rupanya itu adalah denyut otot yang masih tetap bekerja meski hewan tersebut sudah tak lagi bernyawa. Ada lagi, kami mengamati betul hewan-hewan yang dikuliti, takjub memang dengan orang dewasa yang mahir melakukannya saat itu. Kulit tersebut kemudian kadang kami perebutkan, meski tak tahu akan hendak digunakan untuk apa nantinya.
<\/p>\n\n\n\n

Bermain-main dengan kepala kambing memang satu hal yang lucu saat kecil dahulu. Terkadang kami mengibaratkan tanduknya sebagai setang sepeda lalu membawanya sambil berlarian. Kadang juga kami merasa kebauan akibat bermain terlalu dekat dengan lubang tempat darah dan isi perut hewan yang sudah disembelih. Tapi ada satu yang unik, waktu kecil kami juga berebut mengambil torpedo hewan kurban. Rupanya rasanya nikmat dan memang tak ada gejala apa-apa setelah memakan itu, namun katanya kalau dimakan saat umur sudah dewasa maka reaksinya akan berbeda, entahlah.
<\/p>\n\n\n\n

Bicara Iduladha adalah soal lebaran di daerah perantauan. Bagi mereka yang merantau, momen lebaran idul adha biasanya dihabiskan bukan di kampung halaman. Tentu banyak faktor, mulai dari materi dan efisiensi waktu mengingat hari liburnya yang tak sebanyak Idulfitri. Tapi rupanya diciptakan dua hari raya bagi umat muslim rasanya memang lengkap (bagi anak rantau), satu untuk dirayakan bersama sanak famili di kampung, satunya lagi bersama tetangga dan rekan kerja di perantauan.
<\/p>\n\n\n\n

Maka memori anak-anak (dari mereka yang orangtuanya adalah perantauan) adalah soal bermain dengan tetangga komplek serta sekitarnya. Tak sedikit juga yang berkumpul di sekolah untuk merayakan bakar sate dan memakannya bersama-sama. Pada akhirnya memori tentang kisah kecil kita adalah suatu landasan, agar apabila suatu saat mulai jauh dari ajaran agama, kita diingatkan lagi tentang indahnya masa kecil yang kerap selalu mewah dengan momen perayaan ajaran tuhan.
<\/p>\n\n\n\n

Dari plastik hitam itu aku mengingat masa kecilku, dan dari ingatan masa kecil aku mengingat diriku yang ternyata kini kian jauh dari Tuhan.<\/p>\n","post_title":"Ingatan Masa Kecil dalam Seonggok Daging Iduladha","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"ingatan-masa-kecil-dalam-seonggok-daging-iduladha","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-08-11 12:28:07","post_modified_gmt":"2019-08-11 05:28:07","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5946","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5933,"post_author":"919","post_date":"2019-08-05 13:39:32","post_date_gmt":"2019-08-05 06:39:32","post_content":"\n

Musik adalah bagian dari kehidupan. Setiap alunannya menjadi warna yang saling menari mengikuti jejak langkah kehidupan. Sejak kecil irama musik mulai diperkenalkan orang tua hingga dewasa kita mulai mengenal musik dengan pemikiran sendiri. Musik menjadi teman setia manusa dalam berproses, baik jika akhirnya gagal atau mendulang kesukasesan.
<\/p>\n\n\n\n

Maka benar kata Bob Marley yang menyebut bahwa satu hal yang baik tentang musik adalah ketika itu menyentuh anda tidak akan ada rasa sakit (secara harfiah). Musik menjadi legitimasi perasaan yang tertaut dengan momen, menjadi irama pendamping saat satu peristiwa terjadi. 
<\/p>\n\n\n\n

Era digital seperti sekarang ini kita diperkenalkan dengan berbagai platform pemutar musik secara online dan yang paling banyak digunakan saat ini adalah Spotify. Anda bisa mendengarkan musik secara berbayar dengan profit kualitas suara yang jernih dan tentu membuat playlist idamanmu! playlist ini yang nantinya bisa anda bagikan di sosial media atau langsung ke whatsapp temanmu, hingga pacarmu.
<\/p>\n\n\n\n

Tentu kami juga punya pilihan lagu yang layak anda perdengarkan. Minggu ini kami merangkum lima lagu yang cocok anda dengarkan untuk menemani beraktivitas. Berikut lima lagu tersebut.
<\/p>\n\n\n\n

Selamat Pagi - Ran
<\/h2>\n\n\n\n

Nyaris tak ada yang memungkiri kalau Senin Pagi adalah sesuatu yang menjemukan. Kalau sudah begini dibutuhkan lagu yang tepat untuk mengawali aktifitas anda. Kami rekomendasikan lagu ini yang terdengar catchy agar menjadi mood booster bagi kalian yang masih terikat oleh hawa-hawa libur akhir pekan.
<\/p>\n\n\n\n

Wong Edan Kuwi Bebas - Shodiq Monata
<\/h2>\n\n\n\n

Yoooo! lagu-lagu dangdut memang sangat dibutuhkan ketika irama aktivitas anda mulai meningkat. Lagu ini memiliki beat yang cukup kencang diiringi dengan irama koplo yang siap membuat anda untuk bergoyang. Persetan dengan segala kemacetan hingga marahan dari atasan, Wong Edan Kuwi Bebas!
<\/p>\n\n\n\n

Sulung - Kunto Aji
<\/h2>\n\n\n\n

Kadang apa yang kita harapkan tak sesuai hasil yang didapatkan. Ekspektasi berlebihan membuatmu menjadi lupa pada jati diri, jika gagal maka berpotensi untuk tak percaya diri dan jika sukses bukan tak mungkin akan semakin menyombongkan diri. Karena kata Kunto Aji yang sebaiknya kau jaga adalah dirimu sendiri.
<\/p>\n\n\n\n

This Girl - Kungs
<\/h2>\n\n\n\n

Kalau Jumat malam sudah tiba maka waktunya untuk bersenang-senang! segera hubungi sahabat atau kekasih anda. Kongkow di kedai kopi atau berajojing ria juga pun tak masalah. Adakalanya anda butuh melepaskan penat, goyang badanmu dan nikmati dentuman musiknya.
<\/p>\n\n\n\n

Rotterdam (Or Anywhere) - The Beautiful South
<\/h2>\n\n\n\n

Sabtu dan Minggu waktunya jalan-jalan! kalau punya uang dan waktu ada baiknya berkunjung ke luar kota, namun jika budget terbatas maka kendarai motormu atau gunakan kendaraan umum lalu main ke rumah temanmu bisa jadi solusi. Tak peduli apa pun tempat yang anda kunjungi asal itu membahagiakan, benar kan?<\/p>\n","post_title":"Playlist Spotify Mantap Minggu Ini untuk Kalian Para Perokok Keren","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"playlist-spotify-mantap-minggu-ini-untuk-kalian-para-perokok-keren","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-08-05 13:39:39","post_modified_gmt":"2019-08-05 06:39:39","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5933","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5889,"post_author":"919","post_date":"2019-07-29 16:13:48","post_date_gmt":"2019-07-29 09:13:48","post_content":"\n

Upaya mengejar cinta selalu menghadirkan satu masalah yaitu patah hati. Jika bicara soal peluang bakal menghadapi masalah tersebut, maka persentasinya adalah 50:50. Potensinya sudah bisa membesar sejak awal anda mencoba untuk berkenalan dengan sosok idaman. Jika salah langkah, sudah pasti si dia bakal menjauh, andai pun langkah awal sudah tepat tapi threatmennya pendekatannya salah, siap-siap kalimat \u2018maaf kita ga cocok\u2019<\/em> akan anda dapatkan.\u00a0
<\/p>\n\n\n\n

Kalau sudah patah hati rasanya memang ribet. Rendang yang katanya dijadikan makanan terenak di dunia pun rasanya seperti daging gosong. Mau beraktifitas juga susah, karena isinya hanya meratap dan merenungi. Diajak teman main game <\/em>juga tak maksimal, apalagi kongkow-kongkow sampai subuh. Kalau sudah begini tak boleh buru-buru larut dalam kesedihan, musik bisa jadi obat ampuh untuk menenangkannya. 
<\/p>\n\n\n\n

Musik memang soal selera, ada yang ingin lagu agak ngebeat <\/em>biar adrenalinennya naik. Ada yang memutar lagi jazz supaya lebih tenang, musik dangdut biar oaoe<\/em>, hingga lagu indie biar terkesan indies (ealaahhh). Akan tetapi ada satu tren belakangan ini, patah hati dan mendengarkan lagu-lagu yang dinyanyikan oleh Didi Kempot.
<\/p>\n\n\n\n

Sosok yang memulai karier berseni sebagai musisi jalanan tersebut kini lagi digandrungi anak muda. Mereka menyebutnya sebagai Sadbois atau Sadgirls, mengagung-mengagungkan patah hati, merayakan kesedihan, dan Didi Kempot yang secara lelucon mereka sebut Lord, hadir memaksimalkan euforia tersebut. Satu lagu, dua lagu, tiga lagu, kalimat seperti \u2018Bajingan kowe dek!\u2019 mulai terlontar dari mulut-mulut penikmat lagu-lagu Didi Kempot.
<\/p>\n\n\n\n

Saya dan mungkin juga kalian sejatinya sudah cukup lama mendengar lagu-lagu Didi Kempot, mungkin sejak SD. Saat umur belum dua angka seperti saat ini, Didi Kempot mungkin hanya saya sebut sebagai musisi yang beraliran Campursari (meski memang benar seperti itu). Namun, ketika umur kian bertambah, Didi Kempot rupanya jauh lebih besar dari itu. Bisa jadi dia adalah representasi dari diksi patah hati itu sendiri.
<\/p>\n\n\n\n

Lagu Sewu Kutho misalnya, saya anggap sebagai lagu patah hati terhebat yang pernah ia buat. Bagaimana rasa rindu, sakit, dan keikhlasan menyatu menjadi satu dalam sebuah lagu. Bahkan doa juga ia sematkan kepada orang yang disayang, agar hidup dia yang dicinta hidup lebih bahagia daripada dirinya. Meski sebenarnya dalam lagu tersebut ada pertentangan lain dalam dirinya yang masih tak bisa ia atasi, ia masih ingin bertemu dengan yang dicinta dengan cara apapun.
<\/p>\n\n\n\n

Pamer Bojo adalah selanjutnya, ia hadir tepat di saat anak muda sedang mengalami tren nikah dini. Saat usia muda memang perasaan dan cinta sedang berkecamuknya, lalu dihadapkan dengan permasalahan yang cukup pelik dalam asmara yaitu ditinggal nikah. Lagu Pamer Bojo adalah solusinya, meski dalam liriknya ada pesan bahwa kita memang tidak pernah siap melihat yang dicinta menikah dengan orang lain. 
<\/p>\n\n\n\n

\u201cNeng opo seneng aku yen mung gawe laraku<\/em><\/p>\n\n\n\n

Pamer bojo anyar neng ngarepku\u201d<\/em>
<\/p>\n\n\n\n

Bagi saya musik memiliki kekuatan hebat walau memiliki tembok bernama bahasa. Hanya musisi hebat yang mampu menembus dinding-dinding itu. Didi Kempot adalah salah satunya, ia mampu membuat orang yang bukan bersuku Jawa bisa menikmati lagunya. Ini sebuah kemajuan dalam berkebudayaan, bahwa suku dan bangsa lain bisa saling menerima karya dari golongan lain. Sesuatu yang saat kini benar-benar kita butuhkan bukan setelah kontestasi politik yang melibatkan sentimen suku, agama, ras, dan antargolongan.
<\/p>\n\n\n\n

Didi Kempot memang sedang naik daun dan kini namanya lagi disebut-sebut di banyak penjuru di ibu kota. Ketakutan saya adalah akan seberapa lama tren ini berlanjut, mengingat tak banyak yang bisa bertahan lama di Jakarta. Akan tetapi pikiran tersebut saya rasa salah, Didi Kempot boleh saja naik daun dan tiba-tiba hilang di Jakarta, akan tetapi karya dan dirinya tetap abadi di Indonesia. Karena yang membuat Didi Kempot agung adalah kita yang selalu kekanak-kanakan menghadapi masalah patah hati. <\/p>\n","post_title":"Memuja-muja Didi Kempot, Mengagung-agungkan Patah Hati","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"memuja-muja-didi-kempot-mengagung-agungkan-patah-hati","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-07-29 16:13:56","post_modified_gmt":"2019-07-29 09:13:56","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5889","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5862,"post_author":"919","post_date":"2019-07-14 12:50:58","post_date_gmt":"2019-07-14 05:50:58","post_content":"\n

Musim haji kini telah tiba. Diperkirakan jutaan orang kini telah memadati Masjidil Haram di Mekkah, Arab Saudi untuk memenuhi salah satu rukun Islam tiap tahunnya. Ritual suci ini menjadi salah satu impian bagi tiap umat muslim di seluruh dunia dan tak seluruhnya bisa melaksanakannya. 
<\/p>\n\n\n\n

Walau demikian musim haji di Indonesia tak pernah sepi peminat. Menko Perekonomian Darmin Nasution memperkirakan jumlah jamaah haji Indonesia akan mencapai 4,34 juta jiwa pada 2019. Per hari ini (14\/7\/2019) jumlah jemaah diperkirakan sudah mencapai 47.983 orang yang sudah berdatangan ke Madinah. 
<\/p>\n\n\n\n

Ada-ada saja memang kelakuan masyarakat Indonesia ketika berkunjung ke luar negeri terutama untuk ibadah haji yang memakan waktu hingga satu bulan. Ada kisah para peserta membawa makanan khas daerah masing-masing karena takut tak bisa menyesuaikan dengan kudapan di sana. Ada yang membawa sambal, jengkol, ikan teri, padahal pihak penyelenggara sudah menyediakan makanan yang sesuai dengan lidah mereka.
<\/p>\n\n\n\n

Salah satu kebiasaan masyarakat Indonesia adalah merokok dan tradisi tersebut sudah mengakar sejak lama. Cita rasa kretek yang kuat dengan campuran cengkeh membuat masyarakat kita sulit menikmati produk rokok asing. Maka dengan demikian ketika bepergian ke luar negeri membawa rokok dari Indonesia adalah hal yang nampaknya sudah jadi kebiasaan. Sejatinya hal tersebut tak bisa dikatakan sebagai aktivitas ilegal, karena mereka membawa rokok lokal untuk dikonsumsi pribadi dan bukan untuk dijual.
<\/p>\n\n\n\n

Pemerintah sejatinya sudah mengakomodasi kebutuhan para perokok yang sedang menjadi peserta haji. Kemudahan itu adalah dengan memperbolehkan jamaah haji membawa rokok maksimal 200 batang untuk dibawa ke tanah suci. Jika berlebih, maka siap-siap untuk diamankan dan disita. Akibat informasi yang kadang tak menyeluruh, kadang masih ada saja rokok yang disita. Tribun Jabar misalnya memberitakan bahwa sehari ada sekitar 200 batang rokok yang disita oleh pihak bea dan cukai.
<\/p>\n\n\n\n

Peraturan memang ada untuk dipatuhi dan diikuti, sebagai perokok tentu hal tersebut tak boleh dihiraukan. Ada baiknya untuk mengikuti prosedur yang sudah diterapkan agar ibadah haji semakin nyaman. Tentu ijin boleh membawa rokok sebanyak 200 batang sudah cukup mengakomodir kebutuhan para perokok. Jika dihitung dalam 40 hari maka dalam satu hari satu jamaah haji bisa mengisap lima batang tentu pas jika kita anggap setiap sehabis sholat menghisap satu batang rokok. Tentu paduan yang sempurna antara ibadah dan kebiasaan merokok. 
<\/p>\n\n\n\n

Ada cara lain untuk mengakali peraturan tersebut, salah satunya adalah dengan menitip kepada anggota keluarga lain. Tentu cara ini sebenarnya tidak bermasalah karena setiap orang punya hak untuk membawa 200 batang rokok. Cara ini nampaknya cukup ampuh dan sudah dilakukan oleh beberapa jamaah haji. Asalkan rokok yang dibawa tentu hanya untuk kebutuhan pribadi, bukan untuk dijual kembali di sana. 
<\/p>\n\n\n\n

Pada akhirnya ibadah harus menjadi petimbangan utama saat ke tanah suci. Mengenai barang bawaan yang sudah diatur harus betul-betul diperhatikan. Toh rokok bukan barang yang bercandu sehingga kebiasaan merokok pun masih bisa diatasi ketika di tanah suci.
<\/p>\n","post_title":"Hal yang Perlu Diperhatikan Perokok Saat Berangkat Haji","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"hal-yang-perlu-diperhatikan-perokok-saat-berangkat-haji","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-07-14 12:51:04","post_modified_gmt":"2019-07-14 05:51:04","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5862","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":7},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"epic_block_3"};

\n

Sebagai seorang Muslim, Hari Raya Iduladha adalah satu hal yang dinanti-nanti. Ia merupakan hari raya kedua bagi umat Nabi Muhammad setelah Idulfitri. Ada peristiwa berbeda yang menandai hadirnya kedua hari sakral tersebut. Bicara soal Iduladha, beberapa ulama sepakat menyebut bahwa ini adalah lambang pengorbanan manusia kepada sosial dan Tuhannya.
<\/p>\n\n\n\n

Maka lumrah jika jelang dan setelah menunaikan sholat Iduladha, ada banyak daging yang dihidangkan secara gratis untuk seluruh kalangan (meski yang diutamakan adalah kaum papa). Sebelum daging itu dibagikan, secara kolektif warga satu wilayah akan bersama-sama memotong hewan yang diwajibkan untuk dikurbankan yaitu sapi, kambing, domba, hingga onta. Hewan-hewan tersebut juga merupakan hasil sumbangan dari para penderma, baik itu individu atau memang yang dikumpulkan secara bersama-sama.
<\/p>\n\n\n\n

Momen inilah yang memang saya rindukan, ketika Iduladha tiba, bayangan saya langsung jauh menuju memori di masa kecil. Kala itu kami sibuk menghitung hewan yang sudah dikumpulkan di area masjid. Saya bersama teman-teman juga bermain dengan hewan itu dan sesekali bercanda dengannya. Saat hewan itu hendak disembelih, kami juga sedikit mengintip-ngintip (melihat proses penyembelihan) karena (kadang) tak tega melihat mereka direnggut nyawanya.
<\/p>\n\n\n\n

Momen-momen bermain di masjid saat hari raya memang satu hal yang indah dan mahal. Jika kami dulu di kampung memang sudah sering berinteraksi satu sama lain, maka di momen hari raya ikatan itu semakin dikuatkan. Mungkin juga di kota, meski tak punya intensitas yang cukup lebih (dalam berinteraksi sesama warga) seperti di kampung, namun jika hari raya tiba semuanya mau tak mau harus saling menyapa dan berkumpul. Semuanya berkumpul hingga malam tiba, berkumpul di depan api dan asap, serta tusukan sate daging yang sangat lezat untuk disantap.
<\/p>\n\n\n\n

Memori lainnya yang masih diingat adalah saat kami mulai mengamati potongan daging yang masih bergerak-gerak. Rupanya itu adalah denyut otot yang masih tetap bekerja meski hewan tersebut sudah tak lagi bernyawa. Ada lagi, kami mengamati betul hewan-hewan yang dikuliti, takjub memang dengan orang dewasa yang mahir melakukannya saat itu. Kulit tersebut kemudian kadang kami perebutkan, meski tak tahu akan hendak digunakan untuk apa nantinya.
<\/p>\n\n\n\n

Bermain-main dengan kepala kambing memang satu hal yang lucu saat kecil dahulu. Terkadang kami mengibaratkan tanduknya sebagai setang sepeda lalu membawanya sambil berlarian. Kadang juga kami merasa kebauan akibat bermain terlalu dekat dengan lubang tempat darah dan isi perut hewan yang sudah disembelih. Tapi ada satu yang unik, waktu kecil kami juga berebut mengambil torpedo hewan kurban. Rupanya rasanya nikmat dan memang tak ada gejala apa-apa setelah memakan itu, namun katanya kalau dimakan saat umur sudah dewasa maka reaksinya akan berbeda, entahlah.
<\/p>\n\n\n\n

Bicara Iduladha adalah soal lebaran di daerah perantauan. Bagi mereka yang merantau, momen lebaran idul adha biasanya dihabiskan bukan di kampung halaman. Tentu banyak faktor, mulai dari materi dan efisiensi waktu mengingat hari liburnya yang tak sebanyak Idulfitri. Tapi rupanya diciptakan dua hari raya bagi umat muslim rasanya memang lengkap (bagi anak rantau), satu untuk dirayakan bersama sanak famili di kampung, satunya lagi bersama tetangga dan rekan kerja di perantauan.
<\/p>\n\n\n\n

Maka memori anak-anak (dari mereka yang orangtuanya adalah perantauan) adalah soal bermain dengan tetangga komplek serta sekitarnya. Tak sedikit juga yang berkumpul di sekolah untuk merayakan bakar sate dan memakannya bersama-sama. Pada akhirnya memori tentang kisah kecil kita adalah suatu landasan, agar apabila suatu saat mulai jauh dari ajaran agama, kita diingatkan lagi tentang indahnya masa kecil yang kerap selalu mewah dengan momen perayaan ajaran tuhan.
<\/p>\n\n\n\n

Dari plastik hitam itu aku mengingat masa kecilku, dan dari ingatan masa kecil aku mengingat diriku yang ternyata kini kian jauh dari Tuhan.<\/p>\n","post_title":"Ingatan Masa Kecil dalam Seonggok Daging Iduladha","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"ingatan-masa-kecil-dalam-seonggok-daging-iduladha","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-08-11 12:28:07","post_modified_gmt":"2019-08-11 05:28:07","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5946","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5933,"post_author":"919","post_date":"2019-08-05 13:39:32","post_date_gmt":"2019-08-05 06:39:32","post_content":"\n

Musik adalah bagian dari kehidupan. Setiap alunannya menjadi warna yang saling menari mengikuti jejak langkah kehidupan. Sejak kecil irama musik mulai diperkenalkan orang tua hingga dewasa kita mulai mengenal musik dengan pemikiran sendiri. Musik menjadi teman setia manusa dalam berproses, baik jika akhirnya gagal atau mendulang kesukasesan.
<\/p>\n\n\n\n

Maka benar kata Bob Marley yang menyebut bahwa satu hal yang baik tentang musik adalah ketika itu menyentuh anda tidak akan ada rasa sakit (secara harfiah). Musik menjadi legitimasi perasaan yang tertaut dengan momen, menjadi irama pendamping saat satu peristiwa terjadi. 
<\/p>\n\n\n\n

Era digital seperti sekarang ini kita diperkenalkan dengan berbagai platform pemutar musik secara online dan yang paling banyak digunakan saat ini adalah Spotify. Anda bisa mendengarkan musik secara berbayar dengan profit kualitas suara yang jernih dan tentu membuat playlist idamanmu! playlist ini yang nantinya bisa anda bagikan di sosial media atau langsung ke whatsapp temanmu, hingga pacarmu.
<\/p>\n\n\n\n

Tentu kami juga punya pilihan lagu yang layak anda perdengarkan. Minggu ini kami merangkum lima lagu yang cocok anda dengarkan untuk menemani beraktivitas. Berikut lima lagu tersebut.
<\/p>\n\n\n\n

Selamat Pagi - Ran
<\/h2>\n\n\n\n

Nyaris tak ada yang memungkiri kalau Senin Pagi adalah sesuatu yang menjemukan. Kalau sudah begini dibutuhkan lagu yang tepat untuk mengawali aktifitas anda. Kami rekomendasikan lagu ini yang terdengar catchy agar menjadi mood booster bagi kalian yang masih terikat oleh hawa-hawa libur akhir pekan.
<\/p>\n\n\n\n

Wong Edan Kuwi Bebas - Shodiq Monata
<\/h2>\n\n\n\n

Yoooo! lagu-lagu dangdut memang sangat dibutuhkan ketika irama aktivitas anda mulai meningkat. Lagu ini memiliki beat yang cukup kencang diiringi dengan irama koplo yang siap membuat anda untuk bergoyang. Persetan dengan segala kemacetan hingga marahan dari atasan, Wong Edan Kuwi Bebas!
<\/p>\n\n\n\n

Sulung - Kunto Aji
<\/h2>\n\n\n\n

Kadang apa yang kita harapkan tak sesuai hasil yang didapatkan. Ekspektasi berlebihan membuatmu menjadi lupa pada jati diri, jika gagal maka berpotensi untuk tak percaya diri dan jika sukses bukan tak mungkin akan semakin menyombongkan diri. Karena kata Kunto Aji yang sebaiknya kau jaga adalah dirimu sendiri.
<\/p>\n\n\n\n

This Girl - Kungs
<\/h2>\n\n\n\n

Kalau Jumat malam sudah tiba maka waktunya untuk bersenang-senang! segera hubungi sahabat atau kekasih anda. Kongkow di kedai kopi atau berajojing ria juga pun tak masalah. Adakalanya anda butuh melepaskan penat, goyang badanmu dan nikmati dentuman musiknya.
<\/p>\n\n\n\n

Rotterdam (Or Anywhere) - The Beautiful South
<\/h2>\n\n\n\n

Sabtu dan Minggu waktunya jalan-jalan! kalau punya uang dan waktu ada baiknya berkunjung ke luar kota, namun jika budget terbatas maka kendarai motormu atau gunakan kendaraan umum lalu main ke rumah temanmu bisa jadi solusi. Tak peduli apa pun tempat yang anda kunjungi asal itu membahagiakan, benar kan?<\/p>\n","post_title":"Playlist Spotify Mantap Minggu Ini untuk Kalian Para Perokok Keren","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"playlist-spotify-mantap-minggu-ini-untuk-kalian-para-perokok-keren","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-08-05 13:39:39","post_modified_gmt":"2019-08-05 06:39:39","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5933","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5889,"post_author":"919","post_date":"2019-07-29 16:13:48","post_date_gmt":"2019-07-29 09:13:48","post_content":"\n

Upaya mengejar cinta selalu menghadirkan satu masalah yaitu patah hati. Jika bicara soal peluang bakal menghadapi masalah tersebut, maka persentasinya adalah 50:50. Potensinya sudah bisa membesar sejak awal anda mencoba untuk berkenalan dengan sosok idaman. Jika salah langkah, sudah pasti si dia bakal menjauh, andai pun langkah awal sudah tepat tapi threatmennya pendekatannya salah, siap-siap kalimat \u2018maaf kita ga cocok\u2019<\/em> akan anda dapatkan.\u00a0
<\/p>\n\n\n\n

Kalau sudah patah hati rasanya memang ribet. Rendang yang katanya dijadikan makanan terenak di dunia pun rasanya seperti daging gosong. Mau beraktifitas juga susah, karena isinya hanya meratap dan merenungi. Diajak teman main game <\/em>juga tak maksimal, apalagi kongkow-kongkow sampai subuh. Kalau sudah begini tak boleh buru-buru larut dalam kesedihan, musik bisa jadi obat ampuh untuk menenangkannya. 
<\/p>\n\n\n\n

Musik memang soal selera, ada yang ingin lagu agak ngebeat <\/em>biar adrenalinennya naik. Ada yang memutar lagi jazz supaya lebih tenang, musik dangdut biar oaoe<\/em>, hingga lagu indie biar terkesan indies (ealaahhh). Akan tetapi ada satu tren belakangan ini, patah hati dan mendengarkan lagu-lagu yang dinyanyikan oleh Didi Kempot.
<\/p>\n\n\n\n

Sosok yang memulai karier berseni sebagai musisi jalanan tersebut kini lagi digandrungi anak muda. Mereka menyebutnya sebagai Sadbois atau Sadgirls, mengagung-mengagungkan patah hati, merayakan kesedihan, dan Didi Kempot yang secara lelucon mereka sebut Lord, hadir memaksimalkan euforia tersebut. Satu lagu, dua lagu, tiga lagu, kalimat seperti \u2018Bajingan kowe dek!\u2019 mulai terlontar dari mulut-mulut penikmat lagu-lagu Didi Kempot.
<\/p>\n\n\n\n

Saya dan mungkin juga kalian sejatinya sudah cukup lama mendengar lagu-lagu Didi Kempot, mungkin sejak SD. Saat umur belum dua angka seperti saat ini, Didi Kempot mungkin hanya saya sebut sebagai musisi yang beraliran Campursari (meski memang benar seperti itu). Namun, ketika umur kian bertambah, Didi Kempot rupanya jauh lebih besar dari itu. Bisa jadi dia adalah representasi dari diksi patah hati itu sendiri.
<\/p>\n\n\n\n

Lagu Sewu Kutho misalnya, saya anggap sebagai lagu patah hati terhebat yang pernah ia buat. Bagaimana rasa rindu, sakit, dan keikhlasan menyatu menjadi satu dalam sebuah lagu. Bahkan doa juga ia sematkan kepada orang yang disayang, agar hidup dia yang dicinta hidup lebih bahagia daripada dirinya. Meski sebenarnya dalam lagu tersebut ada pertentangan lain dalam dirinya yang masih tak bisa ia atasi, ia masih ingin bertemu dengan yang dicinta dengan cara apapun.
<\/p>\n\n\n\n

Pamer Bojo adalah selanjutnya, ia hadir tepat di saat anak muda sedang mengalami tren nikah dini. Saat usia muda memang perasaan dan cinta sedang berkecamuknya, lalu dihadapkan dengan permasalahan yang cukup pelik dalam asmara yaitu ditinggal nikah. Lagu Pamer Bojo adalah solusinya, meski dalam liriknya ada pesan bahwa kita memang tidak pernah siap melihat yang dicinta menikah dengan orang lain. 
<\/p>\n\n\n\n

\u201cNeng opo seneng aku yen mung gawe laraku<\/em><\/p>\n\n\n\n

Pamer bojo anyar neng ngarepku\u201d<\/em>
<\/p>\n\n\n\n

Bagi saya musik memiliki kekuatan hebat walau memiliki tembok bernama bahasa. Hanya musisi hebat yang mampu menembus dinding-dinding itu. Didi Kempot adalah salah satunya, ia mampu membuat orang yang bukan bersuku Jawa bisa menikmati lagunya. Ini sebuah kemajuan dalam berkebudayaan, bahwa suku dan bangsa lain bisa saling menerima karya dari golongan lain. Sesuatu yang saat kini benar-benar kita butuhkan bukan setelah kontestasi politik yang melibatkan sentimen suku, agama, ras, dan antargolongan.
<\/p>\n\n\n\n

Didi Kempot memang sedang naik daun dan kini namanya lagi disebut-sebut di banyak penjuru di ibu kota. Ketakutan saya adalah akan seberapa lama tren ini berlanjut, mengingat tak banyak yang bisa bertahan lama di Jakarta. Akan tetapi pikiran tersebut saya rasa salah, Didi Kempot boleh saja naik daun dan tiba-tiba hilang di Jakarta, akan tetapi karya dan dirinya tetap abadi di Indonesia. Karena yang membuat Didi Kempot agung adalah kita yang selalu kekanak-kanakan menghadapi masalah patah hati. <\/p>\n","post_title":"Memuja-muja Didi Kempot, Mengagung-agungkan Patah Hati","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"memuja-muja-didi-kempot-mengagung-agungkan-patah-hati","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-07-29 16:13:56","post_modified_gmt":"2019-07-29 09:13:56","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5889","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5862,"post_author":"919","post_date":"2019-07-14 12:50:58","post_date_gmt":"2019-07-14 05:50:58","post_content":"\n

Musim haji kini telah tiba. Diperkirakan jutaan orang kini telah memadati Masjidil Haram di Mekkah, Arab Saudi untuk memenuhi salah satu rukun Islam tiap tahunnya. Ritual suci ini menjadi salah satu impian bagi tiap umat muslim di seluruh dunia dan tak seluruhnya bisa melaksanakannya. 
<\/p>\n\n\n\n

Walau demikian musim haji di Indonesia tak pernah sepi peminat. Menko Perekonomian Darmin Nasution memperkirakan jumlah jamaah haji Indonesia akan mencapai 4,34 juta jiwa pada 2019. Per hari ini (14\/7\/2019) jumlah jemaah diperkirakan sudah mencapai 47.983 orang yang sudah berdatangan ke Madinah. 
<\/p>\n\n\n\n

Ada-ada saja memang kelakuan masyarakat Indonesia ketika berkunjung ke luar negeri terutama untuk ibadah haji yang memakan waktu hingga satu bulan. Ada kisah para peserta membawa makanan khas daerah masing-masing karena takut tak bisa menyesuaikan dengan kudapan di sana. Ada yang membawa sambal, jengkol, ikan teri, padahal pihak penyelenggara sudah menyediakan makanan yang sesuai dengan lidah mereka.
<\/p>\n\n\n\n

Salah satu kebiasaan masyarakat Indonesia adalah merokok dan tradisi tersebut sudah mengakar sejak lama. Cita rasa kretek yang kuat dengan campuran cengkeh membuat masyarakat kita sulit menikmati produk rokok asing. Maka dengan demikian ketika bepergian ke luar negeri membawa rokok dari Indonesia adalah hal yang nampaknya sudah jadi kebiasaan. Sejatinya hal tersebut tak bisa dikatakan sebagai aktivitas ilegal, karena mereka membawa rokok lokal untuk dikonsumsi pribadi dan bukan untuk dijual.
<\/p>\n\n\n\n

Pemerintah sejatinya sudah mengakomodasi kebutuhan para perokok yang sedang menjadi peserta haji. Kemudahan itu adalah dengan memperbolehkan jamaah haji membawa rokok maksimal 200 batang untuk dibawa ke tanah suci. Jika berlebih, maka siap-siap untuk diamankan dan disita. Akibat informasi yang kadang tak menyeluruh, kadang masih ada saja rokok yang disita. Tribun Jabar misalnya memberitakan bahwa sehari ada sekitar 200 batang rokok yang disita oleh pihak bea dan cukai.
<\/p>\n\n\n\n

Peraturan memang ada untuk dipatuhi dan diikuti, sebagai perokok tentu hal tersebut tak boleh dihiraukan. Ada baiknya untuk mengikuti prosedur yang sudah diterapkan agar ibadah haji semakin nyaman. Tentu ijin boleh membawa rokok sebanyak 200 batang sudah cukup mengakomodir kebutuhan para perokok. Jika dihitung dalam 40 hari maka dalam satu hari satu jamaah haji bisa mengisap lima batang tentu pas jika kita anggap setiap sehabis sholat menghisap satu batang rokok. Tentu paduan yang sempurna antara ibadah dan kebiasaan merokok. 
<\/p>\n\n\n\n

Ada cara lain untuk mengakali peraturan tersebut, salah satunya adalah dengan menitip kepada anggota keluarga lain. Tentu cara ini sebenarnya tidak bermasalah karena setiap orang punya hak untuk membawa 200 batang rokok. Cara ini nampaknya cukup ampuh dan sudah dilakukan oleh beberapa jamaah haji. Asalkan rokok yang dibawa tentu hanya untuk kebutuhan pribadi, bukan untuk dijual kembali di sana. 
<\/p>\n\n\n\n

Pada akhirnya ibadah harus menjadi petimbangan utama saat ke tanah suci. Mengenai barang bawaan yang sudah diatur harus betul-betul diperhatikan. Toh rokok bukan barang yang bercandu sehingga kebiasaan merokok pun masih bisa diatasi ketika di tanah suci.
<\/p>\n","post_title":"Hal yang Perlu Diperhatikan Perokok Saat Berangkat Haji","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"hal-yang-perlu-diperhatikan-perokok-saat-berangkat-haji","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-07-14 12:51:04","post_modified_gmt":"2019-07-14 05:51:04","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5862","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":7},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"epic_block_3"};

\n

Plastik itu berwarna hitam seperti layaknya plastik kebanyakan. Didalamnya ada seonggoh daging segar yang akan diberikan kepada mereka yang layak membutuhkan. Rutinitas ini setahun sekali adanya. Plastik hitam itu ditunggu-tunggu banyak orang. Plastik hitam itu juga akan dijamah oleh banyak tangan. Plastik hitam itu membawa saya kepada kenangan di waktu silam.
<\/p>\n\n\n\n

Sebagai seorang Muslim, Hari Raya Iduladha adalah satu hal yang dinanti-nanti. Ia merupakan hari raya kedua bagi umat Nabi Muhammad setelah Idulfitri. Ada peristiwa berbeda yang menandai hadirnya kedua hari sakral tersebut. Bicara soal Iduladha, beberapa ulama sepakat menyebut bahwa ini adalah lambang pengorbanan manusia kepada sosial dan Tuhannya.
<\/p>\n\n\n\n

Maka lumrah jika jelang dan setelah menunaikan sholat Iduladha, ada banyak daging yang dihidangkan secara gratis untuk seluruh kalangan (meski yang diutamakan adalah kaum papa). Sebelum daging itu dibagikan, secara kolektif warga satu wilayah akan bersama-sama memotong hewan yang diwajibkan untuk dikurbankan yaitu sapi, kambing, domba, hingga onta. Hewan-hewan tersebut juga merupakan hasil sumbangan dari para penderma, baik itu individu atau memang yang dikumpulkan secara bersama-sama.
<\/p>\n\n\n\n

Momen inilah yang memang saya rindukan, ketika Iduladha tiba, bayangan saya langsung jauh menuju memori di masa kecil. Kala itu kami sibuk menghitung hewan yang sudah dikumpulkan di area masjid. Saya bersama teman-teman juga bermain dengan hewan itu dan sesekali bercanda dengannya. Saat hewan itu hendak disembelih, kami juga sedikit mengintip-ngintip (melihat proses penyembelihan) karena (kadang) tak tega melihat mereka direnggut nyawanya.
<\/p>\n\n\n\n

Momen-momen bermain di masjid saat hari raya memang satu hal yang indah dan mahal. Jika kami dulu di kampung memang sudah sering berinteraksi satu sama lain, maka di momen hari raya ikatan itu semakin dikuatkan. Mungkin juga di kota, meski tak punya intensitas yang cukup lebih (dalam berinteraksi sesama warga) seperti di kampung, namun jika hari raya tiba semuanya mau tak mau harus saling menyapa dan berkumpul. Semuanya berkumpul hingga malam tiba, berkumpul di depan api dan asap, serta tusukan sate daging yang sangat lezat untuk disantap.
<\/p>\n\n\n\n

Memori lainnya yang masih diingat adalah saat kami mulai mengamati potongan daging yang masih bergerak-gerak. Rupanya itu adalah denyut otot yang masih tetap bekerja meski hewan tersebut sudah tak lagi bernyawa. Ada lagi, kami mengamati betul hewan-hewan yang dikuliti, takjub memang dengan orang dewasa yang mahir melakukannya saat itu. Kulit tersebut kemudian kadang kami perebutkan, meski tak tahu akan hendak digunakan untuk apa nantinya.
<\/p>\n\n\n\n

Bermain-main dengan kepala kambing memang satu hal yang lucu saat kecil dahulu. Terkadang kami mengibaratkan tanduknya sebagai setang sepeda lalu membawanya sambil berlarian. Kadang juga kami merasa kebauan akibat bermain terlalu dekat dengan lubang tempat darah dan isi perut hewan yang sudah disembelih. Tapi ada satu yang unik, waktu kecil kami juga berebut mengambil torpedo hewan kurban. Rupanya rasanya nikmat dan memang tak ada gejala apa-apa setelah memakan itu, namun katanya kalau dimakan saat umur sudah dewasa maka reaksinya akan berbeda, entahlah.
<\/p>\n\n\n\n

Bicara Iduladha adalah soal lebaran di daerah perantauan. Bagi mereka yang merantau, momen lebaran idul adha biasanya dihabiskan bukan di kampung halaman. Tentu banyak faktor, mulai dari materi dan efisiensi waktu mengingat hari liburnya yang tak sebanyak Idulfitri. Tapi rupanya diciptakan dua hari raya bagi umat muslim rasanya memang lengkap (bagi anak rantau), satu untuk dirayakan bersama sanak famili di kampung, satunya lagi bersama tetangga dan rekan kerja di perantauan.
<\/p>\n\n\n\n

Maka memori anak-anak (dari mereka yang orangtuanya adalah perantauan) adalah soal bermain dengan tetangga komplek serta sekitarnya. Tak sedikit juga yang berkumpul di sekolah untuk merayakan bakar sate dan memakannya bersama-sama. Pada akhirnya memori tentang kisah kecil kita adalah suatu landasan, agar apabila suatu saat mulai jauh dari ajaran agama, kita diingatkan lagi tentang indahnya masa kecil yang kerap selalu mewah dengan momen perayaan ajaran tuhan.
<\/p>\n\n\n\n

Dari plastik hitam itu aku mengingat masa kecilku, dan dari ingatan masa kecil aku mengingat diriku yang ternyata kini kian jauh dari Tuhan.<\/p>\n","post_title":"Ingatan Masa Kecil dalam Seonggok Daging Iduladha","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"ingatan-masa-kecil-dalam-seonggok-daging-iduladha","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-08-11 12:28:07","post_modified_gmt":"2019-08-11 05:28:07","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5946","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5933,"post_author":"919","post_date":"2019-08-05 13:39:32","post_date_gmt":"2019-08-05 06:39:32","post_content":"\n

Musik adalah bagian dari kehidupan. Setiap alunannya menjadi warna yang saling menari mengikuti jejak langkah kehidupan. Sejak kecil irama musik mulai diperkenalkan orang tua hingga dewasa kita mulai mengenal musik dengan pemikiran sendiri. Musik menjadi teman setia manusa dalam berproses, baik jika akhirnya gagal atau mendulang kesukasesan.
<\/p>\n\n\n\n

Maka benar kata Bob Marley yang menyebut bahwa satu hal yang baik tentang musik adalah ketika itu menyentuh anda tidak akan ada rasa sakit (secara harfiah). Musik menjadi legitimasi perasaan yang tertaut dengan momen, menjadi irama pendamping saat satu peristiwa terjadi. 
<\/p>\n\n\n\n

Era digital seperti sekarang ini kita diperkenalkan dengan berbagai platform pemutar musik secara online dan yang paling banyak digunakan saat ini adalah Spotify. Anda bisa mendengarkan musik secara berbayar dengan profit kualitas suara yang jernih dan tentu membuat playlist idamanmu! playlist ini yang nantinya bisa anda bagikan di sosial media atau langsung ke whatsapp temanmu, hingga pacarmu.
<\/p>\n\n\n\n

Tentu kami juga punya pilihan lagu yang layak anda perdengarkan. Minggu ini kami merangkum lima lagu yang cocok anda dengarkan untuk menemani beraktivitas. Berikut lima lagu tersebut.
<\/p>\n\n\n\n

Selamat Pagi - Ran
<\/h2>\n\n\n\n

Nyaris tak ada yang memungkiri kalau Senin Pagi adalah sesuatu yang menjemukan. Kalau sudah begini dibutuhkan lagu yang tepat untuk mengawali aktifitas anda. Kami rekomendasikan lagu ini yang terdengar catchy agar menjadi mood booster bagi kalian yang masih terikat oleh hawa-hawa libur akhir pekan.
<\/p>\n\n\n\n

Wong Edan Kuwi Bebas - Shodiq Monata
<\/h2>\n\n\n\n

Yoooo! lagu-lagu dangdut memang sangat dibutuhkan ketika irama aktivitas anda mulai meningkat. Lagu ini memiliki beat yang cukup kencang diiringi dengan irama koplo yang siap membuat anda untuk bergoyang. Persetan dengan segala kemacetan hingga marahan dari atasan, Wong Edan Kuwi Bebas!
<\/p>\n\n\n\n

Sulung - Kunto Aji
<\/h2>\n\n\n\n

Kadang apa yang kita harapkan tak sesuai hasil yang didapatkan. Ekspektasi berlebihan membuatmu menjadi lupa pada jati diri, jika gagal maka berpotensi untuk tak percaya diri dan jika sukses bukan tak mungkin akan semakin menyombongkan diri. Karena kata Kunto Aji yang sebaiknya kau jaga adalah dirimu sendiri.
<\/p>\n\n\n\n

This Girl - Kungs
<\/h2>\n\n\n\n

Kalau Jumat malam sudah tiba maka waktunya untuk bersenang-senang! segera hubungi sahabat atau kekasih anda. Kongkow di kedai kopi atau berajojing ria juga pun tak masalah. Adakalanya anda butuh melepaskan penat, goyang badanmu dan nikmati dentuman musiknya.
<\/p>\n\n\n\n

Rotterdam (Or Anywhere) - The Beautiful South
<\/h2>\n\n\n\n

Sabtu dan Minggu waktunya jalan-jalan! kalau punya uang dan waktu ada baiknya berkunjung ke luar kota, namun jika budget terbatas maka kendarai motormu atau gunakan kendaraan umum lalu main ke rumah temanmu bisa jadi solusi. Tak peduli apa pun tempat yang anda kunjungi asal itu membahagiakan, benar kan?<\/p>\n","post_title":"Playlist Spotify Mantap Minggu Ini untuk Kalian Para Perokok Keren","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"playlist-spotify-mantap-minggu-ini-untuk-kalian-para-perokok-keren","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-08-05 13:39:39","post_modified_gmt":"2019-08-05 06:39:39","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5933","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5889,"post_author":"919","post_date":"2019-07-29 16:13:48","post_date_gmt":"2019-07-29 09:13:48","post_content":"\n

Upaya mengejar cinta selalu menghadirkan satu masalah yaitu patah hati. Jika bicara soal peluang bakal menghadapi masalah tersebut, maka persentasinya adalah 50:50. Potensinya sudah bisa membesar sejak awal anda mencoba untuk berkenalan dengan sosok idaman. Jika salah langkah, sudah pasti si dia bakal menjauh, andai pun langkah awal sudah tepat tapi threatmennya pendekatannya salah, siap-siap kalimat \u2018maaf kita ga cocok\u2019<\/em> akan anda dapatkan.\u00a0
<\/p>\n\n\n\n

Kalau sudah patah hati rasanya memang ribet. Rendang yang katanya dijadikan makanan terenak di dunia pun rasanya seperti daging gosong. Mau beraktifitas juga susah, karena isinya hanya meratap dan merenungi. Diajak teman main game <\/em>juga tak maksimal, apalagi kongkow-kongkow sampai subuh. Kalau sudah begini tak boleh buru-buru larut dalam kesedihan, musik bisa jadi obat ampuh untuk menenangkannya. 
<\/p>\n\n\n\n

Musik memang soal selera, ada yang ingin lagu agak ngebeat <\/em>biar adrenalinennya naik. Ada yang memutar lagi jazz supaya lebih tenang, musik dangdut biar oaoe<\/em>, hingga lagu indie biar terkesan indies (ealaahhh). Akan tetapi ada satu tren belakangan ini, patah hati dan mendengarkan lagu-lagu yang dinyanyikan oleh Didi Kempot.
<\/p>\n\n\n\n

Sosok yang memulai karier berseni sebagai musisi jalanan tersebut kini lagi digandrungi anak muda. Mereka menyebutnya sebagai Sadbois atau Sadgirls, mengagung-mengagungkan patah hati, merayakan kesedihan, dan Didi Kempot yang secara lelucon mereka sebut Lord, hadir memaksimalkan euforia tersebut. Satu lagu, dua lagu, tiga lagu, kalimat seperti \u2018Bajingan kowe dek!\u2019 mulai terlontar dari mulut-mulut penikmat lagu-lagu Didi Kempot.
<\/p>\n\n\n\n

Saya dan mungkin juga kalian sejatinya sudah cukup lama mendengar lagu-lagu Didi Kempot, mungkin sejak SD. Saat umur belum dua angka seperti saat ini, Didi Kempot mungkin hanya saya sebut sebagai musisi yang beraliran Campursari (meski memang benar seperti itu). Namun, ketika umur kian bertambah, Didi Kempot rupanya jauh lebih besar dari itu. Bisa jadi dia adalah representasi dari diksi patah hati itu sendiri.
<\/p>\n\n\n\n

Lagu Sewu Kutho misalnya, saya anggap sebagai lagu patah hati terhebat yang pernah ia buat. Bagaimana rasa rindu, sakit, dan keikhlasan menyatu menjadi satu dalam sebuah lagu. Bahkan doa juga ia sematkan kepada orang yang disayang, agar hidup dia yang dicinta hidup lebih bahagia daripada dirinya. Meski sebenarnya dalam lagu tersebut ada pertentangan lain dalam dirinya yang masih tak bisa ia atasi, ia masih ingin bertemu dengan yang dicinta dengan cara apapun.
<\/p>\n\n\n\n

Pamer Bojo adalah selanjutnya, ia hadir tepat di saat anak muda sedang mengalami tren nikah dini. Saat usia muda memang perasaan dan cinta sedang berkecamuknya, lalu dihadapkan dengan permasalahan yang cukup pelik dalam asmara yaitu ditinggal nikah. Lagu Pamer Bojo adalah solusinya, meski dalam liriknya ada pesan bahwa kita memang tidak pernah siap melihat yang dicinta menikah dengan orang lain. 
<\/p>\n\n\n\n

\u201cNeng opo seneng aku yen mung gawe laraku<\/em><\/p>\n\n\n\n

Pamer bojo anyar neng ngarepku\u201d<\/em>
<\/p>\n\n\n\n

Bagi saya musik memiliki kekuatan hebat walau memiliki tembok bernama bahasa. Hanya musisi hebat yang mampu menembus dinding-dinding itu. Didi Kempot adalah salah satunya, ia mampu membuat orang yang bukan bersuku Jawa bisa menikmati lagunya. Ini sebuah kemajuan dalam berkebudayaan, bahwa suku dan bangsa lain bisa saling menerima karya dari golongan lain. Sesuatu yang saat kini benar-benar kita butuhkan bukan setelah kontestasi politik yang melibatkan sentimen suku, agama, ras, dan antargolongan.
<\/p>\n\n\n\n

Didi Kempot memang sedang naik daun dan kini namanya lagi disebut-sebut di banyak penjuru di ibu kota. Ketakutan saya adalah akan seberapa lama tren ini berlanjut, mengingat tak banyak yang bisa bertahan lama di Jakarta. Akan tetapi pikiran tersebut saya rasa salah, Didi Kempot boleh saja naik daun dan tiba-tiba hilang di Jakarta, akan tetapi karya dan dirinya tetap abadi di Indonesia. Karena yang membuat Didi Kempot agung adalah kita yang selalu kekanak-kanakan menghadapi masalah patah hati. <\/p>\n","post_title":"Memuja-muja Didi Kempot, Mengagung-agungkan Patah Hati","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"memuja-muja-didi-kempot-mengagung-agungkan-patah-hati","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-07-29 16:13:56","post_modified_gmt":"2019-07-29 09:13:56","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5889","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5862,"post_author":"919","post_date":"2019-07-14 12:50:58","post_date_gmt":"2019-07-14 05:50:58","post_content":"\n

Musim haji kini telah tiba. Diperkirakan jutaan orang kini telah memadati Masjidil Haram di Mekkah, Arab Saudi untuk memenuhi salah satu rukun Islam tiap tahunnya. Ritual suci ini menjadi salah satu impian bagi tiap umat muslim di seluruh dunia dan tak seluruhnya bisa melaksanakannya. 
<\/p>\n\n\n\n

Walau demikian musim haji di Indonesia tak pernah sepi peminat. Menko Perekonomian Darmin Nasution memperkirakan jumlah jamaah haji Indonesia akan mencapai 4,34 juta jiwa pada 2019. Per hari ini (14\/7\/2019) jumlah jemaah diperkirakan sudah mencapai 47.983 orang yang sudah berdatangan ke Madinah. 
<\/p>\n\n\n\n

Ada-ada saja memang kelakuan masyarakat Indonesia ketika berkunjung ke luar negeri terutama untuk ibadah haji yang memakan waktu hingga satu bulan. Ada kisah para peserta membawa makanan khas daerah masing-masing karena takut tak bisa menyesuaikan dengan kudapan di sana. Ada yang membawa sambal, jengkol, ikan teri, padahal pihak penyelenggara sudah menyediakan makanan yang sesuai dengan lidah mereka.
<\/p>\n\n\n\n

Salah satu kebiasaan masyarakat Indonesia adalah merokok dan tradisi tersebut sudah mengakar sejak lama. Cita rasa kretek yang kuat dengan campuran cengkeh membuat masyarakat kita sulit menikmati produk rokok asing. Maka dengan demikian ketika bepergian ke luar negeri membawa rokok dari Indonesia adalah hal yang nampaknya sudah jadi kebiasaan. Sejatinya hal tersebut tak bisa dikatakan sebagai aktivitas ilegal, karena mereka membawa rokok lokal untuk dikonsumsi pribadi dan bukan untuk dijual.
<\/p>\n\n\n\n

Pemerintah sejatinya sudah mengakomodasi kebutuhan para perokok yang sedang menjadi peserta haji. Kemudahan itu adalah dengan memperbolehkan jamaah haji membawa rokok maksimal 200 batang untuk dibawa ke tanah suci. Jika berlebih, maka siap-siap untuk diamankan dan disita. Akibat informasi yang kadang tak menyeluruh, kadang masih ada saja rokok yang disita. Tribun Jabar misalnya memberitakan bahwa sehari ada sekitar 200 batang rokok yang disita oleh pihak bea dan cukai.
<\/p>\n\n\n\n

Peraturan memang ada untuk dipatuhi dan diikuti, sebagai perokok tentu hal tersebut tak boleh dihiraukan. Ada baiknya untuk mengikuti prosedur yang sudah diterapkan agar ibadah haji semakin nyaman. Tentu ijin boleh membawa rokok sebanyak 200 batang sudah cukup mengakomodir kebutuhan para perokok. Jika dihitung dalam 40 hari maka dalam satu hari satu jamaah haji bisa mengisap lima batang tentu pas jika kita anggap setiap sehabis sholat menghisap satu batang rokok. Tentu paduan yang sempurna antara ibadah dan kebiasaan merokok. 
<\/p>\n\n\n\n

Ada cara lain untuk mengakali peraturan tersebut, salah satunya adalah dengan menitip kepada anggota keluarga lain. Tentu cara ini sebenarnya tidak bermasalah karena setiap orang punya hak untuk membawa 200 batang rokok. Cara ini nampaknya cukup ampuh dan sudah dilakukan oleh beberapa jamaah haji. Asalkan rokok yang dibawa tentu hanya untuk kebutuhan pribadi, bukan untuk dijual kembali di sana. 
<\/p>\n\n\n\n

Pada akhirnya ibadah harus menjadi petimbangan utama saat ke tanah suci. Mengenai barang bawaan yang sudah diatur harus betul-betul diperhatikan. Toh rokok bukan barang yang bercandu sehingga kebiasaan merokok pun masih bisa diatasi ketika di tanah suci.
<\/p>\n","post_title":"Hal yang Perlu Diperhatikan Perokok Saat Berangkat Haji","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"hal-yang-perlu-diperhatikan-perokok-saat-berangkat-haji","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-07-14 12:51:04","post_modified_gmt":"2019-07-14 05:51:04","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5862","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":7},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"epic_block_3"};

\n

Musim hujan kini bakal mulai tiba di tanah air. Mulai awal September hingga mungkin karanya awal tahun depan hujan mulai turun dan membasahi tanah. Musim penghujan adalah waktu yang tepat untuk mendengarkan musik-musik Lo Fi. Siapkan earphone anda dan biarkan dirimu tenggelam rileks didalam alunannya.
<\/p>\n","post_title":"Tentang Lo Fi Music, Alunan Nada Sederhana Pemikat Sukma","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"tentang-lo-fi-music-alunan-nada-sederhana-pemikat-sukma","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-08-25 12:09:07","post_modified_gmt":"2019-08-25 05:09:07","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5993","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5946,"post_author":"919","post_date":"2019-08-11 12:28:00","post_date_gmt":"2019-08-11 05:28:00","post_content":"\n

Plastik itu berwarna hitam seperti layaknya plastik kebanyakan. Didalamnya ada seonggoh daging segar yang akan diberikan kepada mereka yang layak membutuhkan. Rutinitas ini setahun sekali adanya. Plastik hitam itu ditunggu-tunggu banyak orang. Plastik hitam itu juga akan dijamah oleh banyak tangan. Plastik hitam itu membawa saya kepada kenangan di waktu silam.
<\/p>\n\n\n\n

Sebagai seorang Muslim, Hari Raya Iduladha adalah satu hal yang dinanti-nanti. Ia merupakan hari raya kedua bagi umat Nabi Muhammad setelah Idulfitri. Ada peristiwa berbeda yang menandai hadirnya kedua hari sakral tersebut. Bicara soal Iduladha, beberapa ulama sepakat menyebut bahwa ini adalah lambang pengorbanan manusia kepada sosial dan Tuhannya.
<\/p>\n\n\n\n

Maka lumrah jika jelang dan setelah menunaikan sholat Iduladha, ada banyak daging yang dihidangkan secara gratis untuk seluruh kalangan (meski yang diutamakan adalah kaum papa). Sebelum daging itu dibagikan, secara kolektif warga satu wilayah akan bersama-sama memotong hewan yang diwajibkan untuk dikurbankan yaitu sapi, kambing, domba, hingga onta. Hewan-hewan tersebut juga merupakan hasil sumbangan dari para penderma, baik itu individu atau memang yang dikumpulkan secara bersama-sama.
<\/p>\n\n\n\n

Momen inilah yang memang saya rindukan, ketika Iduladha tiba, bayangan saya langsung jauh menuju memori di masa kecil. Kala itu kami sibuk menghitung hewan yang sudah dikumpulkan di area masjid. Saya bersama teman-teman juga bermain dengan hewan itu dan sesekali bercanda dengannya. Saat hewan itu hendak disembelih, kami juga sedikit mengintip-ngintip (melihat proses penyembelihan) karena (kadang) tak tega melihat mereka direnggut nyawanya.
<\/p>\n\n\n\n

Momen-momen bermain di masjid saat hari raya memang satu hal yang indah dan mahal. Jika kami dulu di kampung memang sudah sering berinteraksi satu sama lain, maka di momen hari raya ikatan itu semakin dikuatkan. Mungkin juga di kota, meski tak punya intensitas yang cukup lebih (dalam berinteraksi sesama warga) seperti di kampung, namun jika hari raya tiba semuanya mau tak mau harus saling menyapa dan berkumpul. Semuanya berkumpul hingga malam tiba, berkumpul di depan api dan asap, serta tusukan sate daging yang sangat lezat untuk disantap.
<\/p>\n\n\n\n

Memori lainnya yang masih diingat adalah saat kami mulai mengamati potongan daging yang masih bergerak-gerak. Rupanya itu adalah denyut otot yang masih tetap bekerja meski hewan tersebut sudah tak lagi bernyawa. Ada lagi, kami mengamati betul hewan-hewan yang dikuliti, takjub memang dengan orang dewasa yang mahir melakukannya saat itu. Kulit tersebut kemudian kadang kami perebutkan, meski tak tahu akan hendak digunakan untuk apa nantinya.
<\/p>\n\n\n\n

Bermain-main dengan kepala kambing memang satu hal yang lucu saat kecil dahulu. Terkadang kami mengibaratkan tanduknya sebagai setang sepeda lalu membawanya sambil berlarian. Kadang juga kami merasa kebauan akibat bermain terlalu dekat dengan lubang tempat darah dan isi perut hewan yang sudah disembelih. Tapi ada satu yang unik, waktu kecil kami juga berebut mengambil torpedo hewan kurban. Rupanya rasanya nikmat dan memang tak ada gejala apa-apa setelah memakan itu, namun katanya kalau dimakan saat umur sudah dewasa maka reaksinya akan berbeda, entahlah.
<\/p>\n\n\n\n

Bicara Iduladha adalah soal lebaran di daerah perantauan. Bagi mereka yang merantau, momen lebaran idul adha biasanya dihabiskan bukan di kampung halaman. Tentu banyak faktor, mulai dari materi dan efisiensi waktu mengingat hari liburnya yang tak sebanyak Idulfitri. Tapi rupanya diciptakan dua hari raya bagi umat muslim rasanya memang lengkap (bagi anak rantau), satu untuk dirayakan bersama sanak famili di kampung, satunya lagi bersama tetangga dan rekan kerja di perantauan.
<\/p>\n\n\n\n

Maka memori anak-anak (dari mereka yang orangtuanya adalah perantauan) adalah soal bermain dengan tetangga komplek serta sekitarnya. Tak sedikit juga yang berkumpul di sekolah untuk merayakan bakar sate dan memakannya bersama-sama. Pada akhirnya memori tentang kisah kecil kita adalah suatu landasan, agar apabila suatu saat mulai jauh dari ajaran agama, kita diingatkan lagi tentang indahnya masa kecil yang kerap selalu mewah dengan momen perayaan ajaran tuhan.
<\/p>\n\n\n\n

Dari plastik hitam itu aku mengingat masa kecilku, dan dari ingatan masa kecil aku mengingat diriku yang ternyata kini kian jauh dari Tuhan.<\/p>\n","post_title":"Ingatan Masa Kecil dalam Seonggok Daging Iduladha","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"ingatan-masa-kecil-dalam-seonggok-daging-iduladha","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-08-11 12:28:07","post_modified_gmt":"2019-08-11 05:28:07","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5946","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5933,"post_author":"919","post_date":"2019-08-05 13:39:32","post_date_gmt":"2019-08-05 06:39:32","post_content":"\n

Musik adalah bagian dari kehidupan. Setiap alunannya menjadi warna yang saling menari mengikuti jejak langkah kehidupan. Sejak kecil irama musik mulai diperkenalkan orang tua hingga dewasa kita mulai mengenal musik dengan pemikiran sendiri. Musik menjadi teman setia manusa dalam berproses, baik jika akhirnya gagal atau mendulang kesukasesan.
<\/p>\n\n\n\n

Maka benar kata Bob Marley yang menyebut bahwa satu hal yang baik tentang musik adalah ketika itu menyentuh anda tidak akan ada rasa sakit (secara harfiah). Musik menjadi legitimasi perasaan yang tertaut dengan momen, menjadi irama pendamping saat satu peristiwa terjadi. 
<\/p>\n\n\n\n

Era digital seperti sekarang ini kita diperkenalkan dengan berbagai platform pemutar musik secara online dan yang paling banyak digunakan saat ini adalah Spotify. Anda bisa mendengarkan musik secara berbayar dengan profit kualitas suara yang jernih dan tentu membuat playlist idamanmu! playlist ini yang nantinya bisa anda bagikan di sosial media atau langsung ke whatsapp temanmu, hingga pacarmu.
<\/p>\n\n\n\n

Tentu kami juga punya pilihan lagu yang layak anda perdengarkan. Minggu ini kami merangkum lima lagu yang cocok anda dengarkan untuk menemani beraktivitas. Berikut lima lagu tersebut.
<\/p>\n\n\n\n

Selamat Pagi - Ran
<\/h2>\n\n\n\n

Nyaris tak ada yang memungkiri kalau Senin Pagi adalah sesuatu yang menjemukan. Kalau sudah begini dibutuhkan lagu yang tepat untuk mengawali aktifitas anda. Kami rekomendasikan lagu ini yang terdengar catchy agar menjadi mood booster bagi kalian yang masih terikat oleh hawa-hawa libur akhir pekan.
<\/p>\n\n\n\n

Wong Edan Kuwi Bebas - Shodiq Monata
<\/h2>\n\n\n\n

Yoooo! lagu-lagu dangdut memang sangat dibutuhkan ketika irama aktivitas anda mulai meningkat. Lagu ini memiliki beat yang cukup kencang diiringi dengan irama koplo yang siap membuat anda untuk bergoyang. Persetan dengan segala kemacetan hingga marahan dari atasan, Wong Edan Kuwi Bebas!
<\/p>\n\n\n\n

Sulung - Kunto Aji
<\/h2>\n\n\n\n

Kadang apa yang kita harapkan tak sesuai hasil yang didapatkan. Ekspektasi berlebihan membuatmu menjadi lupa pada jati diri, jika gagal maka berpotensi untuk tak percaya diri dan jika sukses bukan tak mungkin akan semakin menyombongkan diri. Karena kata Kunto Aji yang sebaiknya kau jaga adalah dirimu sendiri.
<\/p>\n\n\n\n

This Girl - Kungs
<\/h2>\n\n\n\n

Kalau Jumat malam sudah tiba maka waktunya untuk bersenang-senang! segera hubungi sahabat atau kekasih anda. Kongkow di kedai kopi atau berajojing ria juga pun tak masalah. Adakalanya anda butuh melepaskan penat, goyang badanmu dan nikmati dentuman musiknya.
<\/p>\n\n\n\n

Rotterdam (Or Anywhere) - The Beautiful South
<\/h2>\n\n\n\n

Sabtu dan Minggu waktunya jalan-jalan! kalau punya uang dan waktu ada baiknya berkunjung ke luar kota, namun jika budget terbatas maka kendarai motormu atau gunakan kendaraan umum lalu main ke rumah temanmu bisa jadi solusi. Tak peduli apa pun tempat yang anda kunjungi asal itu membahagiakan, benar kan?<\/p>\n","post_title":"Playlist Spotify Mantap Minggu Ini untuk Kalian Para Perokok Keren","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"playlist-spotify-mantap-minggu-ini-untuk-kalian-para-perokok-keren","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-08-05 13:39:39","post_modified_gmt":"2019-08-05 06:39:39","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5933","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5889,"post_author":"919","post_date":"2019-07-29 16:13:48","post_date_gmt":"2019-07-29 09:13:48","post_content":"\n

Upaya mengejar cinta selalu menghadirkan satu masalah yaitu patah hati. Jika bicara soal peluang bakal menghadapi masalah tersebut, maka persentasinya adalah 50:50. Potensinya sudah bisa membesar sejak awal anda mencoba untuk berkenalan dengan sosok idaman. Jika salah langkah, sudah pasti si dia bakal menjauh, andai pun langkah awal sudah tepat tapi threatmennya pendekatannya salah, siap-siap kalimat \u2018maaf kita ga cocok\u2019<\/em> akan anda dapatkan.\u00a0
<\/p>\n\n\n\n

Kalau sudah patah hati rasanya memang ribet. Rendang yang katanya dijadikan makanan terenak di dunia pun rasanya seperti daging gosong. Mau beraktifitas juga susah, karena isinya hanya meratap dan merenungi. Diajak teman main game <\/em>juga tak maksimal, apalagi kongkow-kongkow sampai subuh. Kalau sudah begini tak boleh buru-buru larut dalam kesedihan, musik bisa jadi obat ampuh untuk menenangkannya. 
<\/p>\n\n\n\n

Musik memang soal selera, ada yang ingin lagu agak ngebeat <\/em>biar adrenalinennya naik. Ada yang memutar lagi jazz supaya lebih tenang, musik dangdut biar oaoe<\/em>, hingga lagu indie biar terkesan indies (ealaahhh). Akan tetapi ada satu tren belakangan ini, patah hati dan mendengarkan lagu-lagu yang dinyanyikan oleh Didi Kempot.
<\/p>\n\n\n\n

Sosok yang memulai karier berseni sebagai musisi jalanan tersebut kini lagi digandrungi anak muda. Mereka menyebutnya sebagai Sadbois atau Sadgirls, mengagung-mengagungkan patah hati, merayakan kesedihan, dan Didi Kempot yang secara lelucon mereka sebut Lord, hadir memaksimalkan euforia tersebut. Satu lagu, dua lagu, tiga lagu, kalimat seperti \u2018Bajingan kowe dek!\u2019 mulai terlontar dari mulut-mulut penikmat lagu-lagu Didi Kempot.
<\/p>\n\n\n\n

Saya dan mungkin juga kalian sejatinya sudah cukup lama mendengar lagu-lagu Didi Kempot, mungkin sejak SD. Saat umur belum dua angka seperti saat ini, Didi Kempot mungkin hanya saya sebut sebagai musisi yang beraliran Campursari (meski memang benar seperti itu). Namun, ketika umur kian bertambah, Didi Kempot rupanya jauh lebih besar dari itu. Bisa jadi dia adalah representasi dari diksi patah hati itu sendiri.
<\/p>\n\n\n\n

Lagu Sewu Kutho misalnya, saya anggap sebagai lagu patah hati terhebat yang pernah ia buat. Bagaimana rasa rindu, sakit, dan keikhlasan menyatu menjadi satu dalam sebuah lagu. Bahkan doa juga ia sematkan kepada orang yang disayang, agar hidup dia yang dicinta hidup lebih bahagia daripada dirinya. Meski sebenarnya dalam lagu tersebut ada pertentangan lain dalam dirinya yang masih tak bisa ia atasi, ia masih ingin bertemu dengan yang dicinta dengan cara apapun.
<\/p>\n\n\n\n

Pamer Bojo adalah selanjutnya, ia hadir tepat di saat anak muda sedang mengalami tren nikah dini. Saat usia muda memang perasaan dan cinta sedang berkecamuknya, lalu dihadapkan dengan permasalahan yang cukup pelik dalam asmara yaitu ditinggal nikah. Lagu Pamer Bojo adalah solusinya, meski dalam liriknya ada pesan bahwa kita memang tidak pernah siap melihat yang dicinta menikah dengan orang lain. 
<\/p>\n\n\n\n

\u201cNeng opo seneng aku yen mung gawe laraku<\/em><\/p>\n\n\n\n

Pamer bojo anyar neng ngarepku\u201d<\/em>
<\/p>\n\n\n\n

Bagi saya musik memiliki kekuatan hebat walau memiliki tembok bernama bahasa. Hanya musisi hebat yang mampu menembus dinding-dinding itu. Didi Kempot adalah salah satunya, ia mampu membuat orang yang bukan bersuku Jawa bisa menikmati lagunya. Ini sebuah kemajuan dalam berkebudayaan, bahwa suku dan bangsa lain bisa saling menerima karya dari golongan lain. Sesuatu yang saat kini benar-benar kita butuhkan bukan setelah kontestasi politik yang melibatkan sentimen suku, agama, ras, dan antargolongan.
<\/p>\n\n\n\n

Didi Kempot memang sedang naik daun dan kini namanya lagi disebut-sebut di banyak penjuru di ibu kota. Ketakutan saya adalah akan seberapa lama tren ini berlanjut, mengingat tak banyak yang bisa bertahan lama di Jakarta. Akan tetapi pikiran tersebut saya rasa salah, Didi Kempot boleh saja naik daun dan tiba-tiba hilang di Jakarta, akan tetapi karya dan dirinya tetap abadi di Indonesia. Karena yang membuat Didi Kempot agung adalah kita yang selalu kekanak-kanakan menghadapi masalah patah hati. <\/p>\n","post_title":"Memuja-muja Didi Kempot, Mengagung-agungkan Patah Hati","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"memuja-muja-didi-kempot-mengagung-agungkan-patah-hati","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-07-29 16:13:56","post_modified_gmt":"2019-07-29 09:13:56","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5889","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5862,"post_author":"919","post_date":"2019-07-14 12:50:58","post_date_gmt":"2019-07-14 05:50:58","post_content":"\n

Musim haji kini telah tiba. Diperkirakan jutaan orang kini telah memadati Masjidil Haram di Mekkah, Arab Saudi untuk memenuhi salah satu rukun Islam tiap tahunnya. Ritual suci ini menjadi salah satu impian bagi tiap umat muslim di seluruh dunia dan tak seluruhnya bisa melaksanakannya. 
<\/p>\n\n\n\n

Walau demikian musim haji di Indonesia tak pernah sepi peminat. Menko Perekonomian Darmin Nasution memperkirakan jumlah jamaah haji Indonesia akan mencapai 4,34 juta jiwa pada 2019. Per hari ini (14\/7\/2019) jumlah jemaah diperkirakan sudah mencapai 47.983 orang yang sudah berdatangan ke Madinah. 
<\/p>\n\n\n\n

Ada-ada saja memang kelakuan masyarakat Indonesia ketika berkunjung ke luar negeri terutama untuk ibadah haji yang memakan waktu hingga satu bulan. Ada kisah para peserta membawa makanan khas daerah masing-masing karena takut tak bisa menyesuaikan dengan kudapan di sana. Ada yang membawa sambal, jengkol, ikan teri, padahal pihak penyelenggara sudah menyediakan makanan yang sesuai dengan lidah mereka.
<\/p>\n\n\n\n

Salah satu kebiasaan masyarakat Indonesia adalah merokok dan tradisi tersebut sudah mengakar sejak lama. Cita rasa kretek yang kuat dengan campuran cengkeh membuat masyarakat kita sulit menikmati produk rokok asing. Maka dengan demikian ketika bepergian ke luar negeri membawa rokok dari Indonesia adalah hal yang nampaknya sudah jadi kebiasaan. Sejatinya hal tersebut tak bisa dikatakan sebagai aktivitas ilegal, karena mereka membawa rokok lokal untuk dikonsumsi pribadi dan bukan untuk dijual.
<\/p>\n\n\n\n

Pemerintah sejatinya sudah mengakomodasi kebutuhan para perokok yang sedang menjadi peserta haji. Kemudahan itu adalah dengan memperbolehkan jamaah haji membawa rokok maksimal 200 batang untuk dibawa ke tanah suci. Jika berlebih, maka siap-siap untuk diamankan dan disita. Akibat informasi yang kadang tak menyeluruh, kadang masih ada saja rokok yang disita. Tribun Jabar misalnya memberitakan bahwa sehari ada sekitar 200 batang rokok yang disita oleh pihak bea dan cukai.
<\/p>\n\n\n\n

Peraturan memang ada untuk dipatuhi dan diikuti, sebagai perokok tentu hal tersebut tak boleh dihiraukan. Ada baiknya untuk mengikuti prosedur yang sudah diterapkan agar ibadah haji semakin nyaman. Tentu ijin boleh membawa rokok sebanyak 200 batang sudah cukup mengakomodir kebutuhan para perokok. Jika dihitung dalam 40 hari maka dalam satu hari satu jamaah haji bisa mengisap lima batang tentu pas jika kita anggap setiap sehabis sholat menghisap satu batang rokok. Tentu paduan yang sempurna antara ibadah dan kebiasaan merokok. 
<\/p>\n\n\n\n

Ada cara lain untuk mengakali peraturan tersebut, salah satunya adalah dengan menitip kepada anggota keluarga lain. Tentu cara ini sebenarnya tidak bermasalah karena setiap orang punya hak untuk membawa 200 batang rokok. Cara ini nampaknya cukup ampuh dan sudah dilakukan oleh beberapa jamaah haji. Asalkan rokok yang dibawa tentu hanya untuk kebutuhan pribadi, bukan untuk dijual kembali di sana. 
<\/p>\n\n\n\n

Pada akhirnya ibadah harus menjadi petimbangan utama saat ke tanah suci. Mengenai barang bawaan yang sudah diatur harus betul-betul diperhatikan. Toh rokok bukan barang yang bercandu sehingga kebiasaan merokok pun masih bisa diatasi ketika di tanah suci.
<\/p>\n","post_title":"Hal yang Perlu Diperhatikan Perokok Saat Berangkat Haji","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"hal-yang-perlu-diperhatikan-perokok-saat-berangkat-haji","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-07-14 12:51:04","post_modified_gmt":"2019-07-14 05:51:04","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5862","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":7},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"epic_block_3"};

\n

Nujabes dan J Dilla memang sudah terlebih dahulu meninggalkan kita. Walau demikian tunas-tunas muda banyak bertumbuhan. Karya-karya lo fi saat ini yang familiar di telinga para pendengarnya adalah Saib, Yungbae, Jinsang, Kudasai, Elijah Who, bahkan ada juga yang dari Indonesia yaitu Jordy Chandra, Icecream, dan PXZVC.
<\/p>\n\n\n\n

Musim hujan kini bakal mulai tiba di tanah air. Mulai awal September hingga mungkin karanya awal tahun depan hujan mulai turun dan membasahi tanah. Musim penghujan adalah waktu yang tepat untuk mendengarkan musik-musik Lo Fi. Siapkan earphone anda dan biarkan dirimu tenggelam rileks didalam alunannya.
<\/p>\n","post_title":"Tentang Lo Fi Music, Alunan Nada Sederhana Pemikat Sukma","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"tentang-lo-fi-music-alunan-nada-sederhana-pemikat-sukma","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-08-25 12:09:07","post_modified_gmt":"2019-08-25 05:09:07","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5993","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5946,"post_author":"919","post_date":"2019-08-11 12:28:00","post_date_gmt":"2019-08-11 05:28:00","post_content":"\n

Plastik itu berwarna hitam seperti layaknya plastik kebanyakan. Didalamnya ada seonggoh daging segar yang akan diberikan kepada mereka yang layak membutuhkan. Rutinitas ini setahun sekali adanya. Plastik hitam itu ditunggu-tunggu banyak orang. Plastik hitam itu juga akan dijamah oleh banyak tangan. Plastik hitam itu membawa saya kepada kenangan di waktu silam.
<\/p>\n\n\n\n

Sebagai seorang Muslim, Hari Raya Iduladha adalah satu hal yang dinanti-nanti. Ia merupakan hari raya kedua bagi umat Nabi Muhammad setelah Idulfitri. Ada peristiwa berbeda yang menandai hadirnya kedua hari sakral tersebut. Bicara soal Iduladha, beberapa ulama sepakat menyebut bahwa ini adalah lambang pengorbanan manusia kepada sosial dan Tuhannya.
<\/p>\n\n\n\n

Maka lumrah jika jelang dan setelah menunaikan sholat Iduladha, ada banyak daging yang dihidangkan secara gratis untuk seluruh kalangan (meski yang diutamakan adalah kaum papa). Sebelum daging itu dibagikan, secara kolektif warga satu wilayah akan bersama-sama memotong hewan yang diwajibkan untuk dikurbankan yaitu sapi, kambing, domba, hingga onta. Hewan-hewan tersebut juga merupakan hasil sumbangan dari para penderma, baik itu individu atau memang yang dikumpulkan secara bersama-sama.
<\/p>\n\n\n\n

Momen inilah yang memang saya rindukan, ketika Iduladha tiba, bayangan saya langsung jauh menuju memori di masa kecil. Kala itu kami sibuk menghitung hewan yang sudah dikumpulkan di area masjid. Saya bersama teman-teman juga bermain dengan hewan itu dan sesekali bercanda dengannya. Saat hewan itu hendak disembelih, kami juga sedikit mengintip-ngintip (melihat proses penyembelihan) karena (kadang) tak tega melihat mereka direnggut nyawanya.
<\/p>\n\n\n\n

Momen-momen bermain di masjid saat hari raya memang satu hal yang indah dan mahal. Jika kami dulu di kampung memang sudah sering berinteraksi satu sama lain, maka di momen hari raya ikatan itu semakin dikuatkan. Mungkin juga di kota, meski tak punya intensitas yang cukup lebih (dalam berinteraksi sesama warga) seperti di kampung, namun jika hari raya tiba semuanya mau tak mau harus saling menyapa dan berkumpul. Semuanya berkumpul hingga malam tiba, berkumpul di depan api dan asap, serta tusukan sate daging yang sangat lezat untuk disantap.
<\/p>\n\n\n\n

Memori lainnya yang masih diingat adalah saat kami mulai mengamati potongan daging yang masih bergerak-gerak. Rupanya itu adalah denyut otot yang masih tetap bekerja meski hewan tersebut sudah tak lagi bernyawa. Ada lagi, kami mengamati betul hewan-hewan yang dikuliti, takjub memang dengan orang dewasa yang mahir melakukannya saat itu. Kulit tersebut kemudian kadang kami perebutkan, meski tak tahu akan hendak digunakan untuk apa nantinya.
<\/p>\n\n\n\n

Bermain-main dengan kepala kambing memang satu hal yang lucu saat kecil dahulu. Terkadang kami mengibaratkan tanduknya sebagai setang sepeda lalu membawanya sambil berlarian. Kadang juga kami merasa kebauan akibat bermain terlalu dekat dengan lubang tempat darah dan isi perut hewan yang sudah disembelih. Tapi ada satu yang unik, waktu kecil kami juga berebut mengambil torpedo hewan kurban. Rupanya rasanya nikmat dan memang tak ada gejala apa-apa setelah memakan itu, namun katanya kalau dimakan saat umur sudah dewasa maka reaksinya akan berbeda, entahlah.
<\/p>\n\n\n\n

Bicara Iduladha adalah soal lebaran di daerah perantauan. Bagi mereka yang merantau, momen lebaran idul adha biasanya dihabiskan bukan di kampung halaman. Tentu banyak faktor, mulai dari materi dan efisiensi waktu mengingat hari liburnya yang tak sebanyak Idulfitri. Tapi rupanya diciptakan dua hari raya bagi umat muslim rasanya memang lengkap (bagi anak rantau), satu untuk dirayakan bersama sanak famili di kampung, satunya lagi bersama tetangga dan rekan kerja di perantauan.
<\/p>\n\n\n\n

Maka memori anak-anak (dari mereka yang orangtuanya adalah perantauan) adalah soal bermain dengan tetangga komplek serta sekitarnya. Tak sedikit juga yang berkumpul di sekolah untuk merayakan bakar sate dan memakannya bersama-sama. Pada akhirnya memori tentang kisah kecil kita adalah suatu landasan, agar apabila suatu saat mulai jauh dari ajaran agama, kita diingatkan lagi tentang indahnya masa kecil yang kerap selalu mewah dengan momen perayaan ajaran tuhan.
<\/p>\n\n\n\n

Dari plastik hitam itu aku mengingat masa kecilku, dan dari ingatan masa kecil aku mengingat diriku yang ternyata kini kian jauh dari Tuhan.<\/p>\n","post_title":"Ingatan Masa Kecil dalam Seonggok Daging Iduladha","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"ingatan-masa-kecil-dalam-seonggok-daging-iduladha","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-08-11 12:28:07","post_modified_gmt":"2019-08-11 05:28:07","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5946","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5933,"post_author":"919","post_date":"2019-08-05 13:39:32","post_date_gmt":"2019-08-05 06:39:32","post_content":"\n

Musik adalah bagian dari kehidupan. Setiap alunannya menjadi warna yang saling menari mengikuti jejak langkah kehidupan. Sejak kecil irama musik mulai diperkenalkan orang tua hingga dewasa kita mulai mengenal musik dengan pemikiran sendiri. Musik menjadi teman setia manusa dalam berproses, baik jika akhirnya gagal atau mendulang kesukasesan.
<\/p>\n\n\n\n

Maka benar kata Bob Marley yang menyebut bahwa satu hal yang baik tentang musik adalah ketika itu menyentuh anda tidak akan ada rasa sakit (secara harfiah). Musik menjadi legitimasi perasaan yang tertaut dengan momen, menjadi irama pendamping saat satu peristiwa terjadi. 
<\/p>\n\n\n\n

Era digital seperti sekarang ini kita diperkenalkan dengan berbagai platform pemutar musik secara online dan yang paling banyak digunakan saat ini adalah Spotify. Anda bisa mendengarkan musik secara berbayar dengan profit kualitas suara yang jernih dan tentu membuat playlist idamanmu! playlist ini yang nantinya bisa anda bagikan di sosial media atau langsung ke whatsapp temanmu, hingga pacarmu.
<\/p>\n\n\n\n

Tentu kami juga punya pilihan lagu yang layak anda perdengarkan. Minggu ini kami merangkum lima lagu yang cocok anda dengarkan untuk menemani beraktivitas. Berikut lima lagu tersebut.
<\/p>\n\n\n\n

Selamat Pagi - Ran
<\/h2>\n\n\n\n

Nyaris tak ada yang memungkiri kalau Senin Pagi adalah sesuatu yang menjemukan. Kalau sudah begini dibutuhkan lagu yang tepat untuk mengawali aktifitas anda. Kami rekomendasikan lagu ini yang terdengar catchy agar menjadi mood booster bagi kalian yang masih terikat oleh hawa-hawa libur akhir pekan.
<\/p>\n\n\n\n

Wong Edan Kuwi Bebas - Shodiq Monata
<\/h2>\n\n\n\n

Yoooo! lagu-lagu dangdut memang sangat dibutuhkan ketika irama aktivitas anda mulai meningkat. Lagu ini memiliki beat yang cukup kencang diiringi dengan irama koplo yang siap membuat anda untuk bergoyang. Persetan dengan segala kemacetan hingga marahan dari atasan, Wong Edan Kuwi Bebas!
<\/p>\n\n\n\n

Sulung - Kunto Aji
<\/h2>\n\n\n\n

Kadang apa yang kita harapkan tak sesuai hasil yang didapatkan. Ekspektasi berlebihan membuatmu menjadi lupa pada jati diri, jika gagal maka berpotensi untuk tak percaya diri dan jika sukses bukan tak mungkin akan semakin menyombongkan diri. Karena kata Kunto Aji yang sebaiknya kau jaga adalah dirimu sendiri.
<\/p>\n\n\n\n

This Girl - Kungs
<\/h2>\n\n\n\n

Kalau Jumat malam sudah tiba maka waktunya untuk bersenang-senang! segera hubungi sahabat atau kekasih anda. Kongkow di kedai kopi atau berajojing ria juga pun tak masalah. Adakalanya anda butuh melepaskan penat, goyang badanmu dan nikmati dentuman musiknya.
<\/p>\n\n\n\n

Rotterdam (Or Anywhere) - The Beautiful South
<\/h2>\n\n\n\n

Sabtu dan Minggu waktunya jalan-jalan! kalau punya uang dan waktu ada baiknya berkunjung ke luar kota, namun jika budget terbatas maka kendarai motormu atau gunakan kendaraan umum lalu main ke rumah temanmu bisa jadi solusi. Tak peduli apa pun tempat yang anda kunjungi asal itu membahagiakan, benar kan?<\/p>\n","post_title":"Playlist Spotify Mantap Minggu Ini untuk Kalian Para Perokok Keren","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"playlist-spotify-mantap-minggu-ini-untuk-kalian-para-perokok-keren","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-08-05 13:39:39","post_modified_gmt":"2019-08-05 06:39:39","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5933","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5889,"post_author":"919","post_date":"2019-07-29 16:13:48","post_date_gmt":"2019-07-29 09:13:48","post_content":"\n

Upaya mengejar cinta selalu menghadirkan satu masalah yaitu patah hati. Jika bicara soal peluang bakal menghadapi masalah tersebut, maka persentasinya adalah 50:50. Potensinya sudah bisa membesar sejak awal anda mencoba untuk berkenalan dengan sosok idaman. Jika salah langkah, sudah pasti si dia bakal menjauh, andai pun langkah awal sudah tepat tapi threatmennya pendekatannya salah, siap-siap kalimat \u2018maaf kita ga cocok\u2019<\/em> akan anda dapatkan.\u00a0
<\/p>\n\n\n\n

Kalau sudah patah hati rasanya memang ribet. Rendang yang katanya dijadikan makanan terenak di dunia pun rasanya seperti daging gosong. Mau beraktifitas juga susah, karena isinya hanya meratap dan merenungi. Diajak teman main game <\/em>juga tak maksimal, apalagi kongkow-kongkow sampai subuh. Kalau sudah begini tak boleh buru-buru larut dalam kesedihan, musik bisa jadi obat ampuh untuk menenangkannya. 
<\/p>\n\n\n\n

Musik memang soal selera, ada yang ingin lagu agak ngebeat <\/em>biar adrenalinennya naik. Ada yang memutar lagi jazz supaya lebih tenang, musik dangdut biar oaoe<\/em>, hingga lagu indie biar terkesan indies (ealaahhh). Akan tetapi ada satu tren belakangan ini, patah hati dan mendengarkan lagu-lagu yang dinyanyikan oleh Didi Kempot.
<\/p>\n\n\n\n

Sosok yang memulai karier berseni sebagai musisi jalanan tersebut kini lagi digandrungi anak muda. Mereka menyebutnya sebagai Sadbois atau Sadgirls, mengagung-mengagungkan patah hati, merayakan kesedihan, dan Didi Kempot yang secara lelucon mereka sebut Lord, hadir memaksimalkan euforia tersebut. Satu lagu, dua lagu, tiga lagu, kalimat seperti \u2018Bajingan kowe dek!\u2019 mulai terlontar dari mulut-mulut penikmat lagu-lagu Didi Kempot.
<\/p>\n\n\n\n

Saya dan mungkin juga kalian sejatinya sudah cukup lama mendengar lagu-lagu Didi Kempot, mungkin sejak SD. Saat umur belum dua angka seperti saat ini, Didi Kempot mungkin hanya saya sebut sebagai musisi yang beraliran Campursari (meski memang benar seperti itu). Namun, ketika umur kian bertambah, Didi Kempot rupanya jauh lebih besar dari itu. Bisa jadi dia adalah representasi dari diksi patah hati itu sendiri.
<\/p>\n\n\n\n

Lagu Sewu Kutho misalnya, saya anggap sebagai lagu patah hati terhebat yang pernah ia buat. Bagaimana rasa rindu, sakit, dan keikhlasan menyatu menjadi satu dalam sebuah lagu. Bahkan doa juga ia sematkan kepada orang yang disayang, agar hidup dia yang dicinta hidup lebih bahagia daripada dirinya. Meski sebenarnya dalam lagu tersebut ada pertentangan lain dalam dirinya yang masih tak bisa ia atasi, ia masih ingin bertemu dengan yang dicinta dengan cara apapun.
<\/p>\n\n\n\n

Pamer Bojo adalah selanjutnya, ia hadir tepat di saat anak muda sedang mengalami tren nikah dini. Saat usia muda memang perasaan dan cinta sedang berkecamuknya, lalu dihadapkan dengan permasalahan yang cukup pelik dalam asmara yaitu ditinggal nikah. Lagu Pamer Bojo adalah solusinya, meski dalam liriknya ada pesan bahwa kita memang tidak pernah siap melihat yang dicinta menikah dengan orang lain. 
<\/p>\n\n\n\n

\u201cNeng opo seneng aku yen mung gawe laraku<\/em><\/p>\n\n\n\n

Pamer bojo anyar neng ngarepku\u201d<\/em>
<\/p>\n\n\n\n

Bagi saya musik memiliki kekuatan hebat walau memiliki tembok bernama bahasa. Hanya musisi hebat yang mampu menembus dinding-dinding itu. Didi Kempot adalah salah satunya, ia mampu membuat orang yang bukan bersuku Jawa bisa menikmati lagunya. Ini sebuah kemajuan dalam berkebudayaan, bahwa suku dan bangsa lain bisa saling menerima karya dari golongan lain. Sesuatu yang saat kini benar-benar kita butuhkan bukan setelah kontestasi politik yang melibatkan sentimen suku, agama, ras, dan antargolongan.
<\/p>\n\n\n\n

Didi Kempot memang sedang naik daun dan kini namanya lagi disebut-sebut di banyak penjuru di ibu kota. Ketakutan saya adalah akan seberapa lama tren ini berlanjut, mengingat tak banyak yang bisa bertahan lama di Jakarta. Akan tetapi pikiran tersebut saya rasa salah, Didi Kempot boleh saja naik daun dan tiba-tiba hilang di Jakarta, akan tetapi karya dan dirinya tetap abadi di Indonesia. Karena yang membuat Didi Kempot agung adalah kita yang selalu kekanak-kanakan menghadapi masalah patah hati. <\/p>\n","post_title":"Memuja-muja Didi Kempot, Mengagung-agungkan Patah Hati","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"memuja-muja-didi-kempot-mengagung-agungkan-patah-hati","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-07-29 16:13:56","post_modified_gmt":"2019-07-29 09:13:56","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5889","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5862,"post_author":"919","post_date":"2019-07-14 12:50:58","post_date_gmt":"2019-07-14 05:50:58","post_content":"\n

Musim haji kini telah tiba. Diperkirakan jutaan orang kini telah memadati Masjidil Haram di Mekkah, Arab Saudi untuk memenuhi salah satu rukun Islam tiap tahunnya. Ritual suci ini menjadi salah satu impian bagi tiap umat muslim di seluruh dunia dan tak seluruhnya bisa melaksanakannya. 
<\/p>\n\n\n\n

Walau demikian musim haji di Indonesia tak pernah sepi peminat. Menko Perekonomian Darmin Nasution memperkirakan jumlah jamaah haji Indonesia akan mencapai 4,34 juta jiwa pada 2019. Per hari ini (14\/7\/2019) jumlah jemaah diperkirakan sudah mencapai 47.983 orang yang sudah berdatangan ke Madinah. 
<\/p>\n\n\n\n

Ada-ada saja memang kelakuan masyarakat Indonesia ketika berkunjung ke luar negeri terutama untuk ibadah haji yang memakan waktu hingga satu bulan. Ada kisah para peserta membawa makanan khas daerah masing-masing karena takut tak bisa menyesuaikan dengan kudapan di sana. Ada yang membawa sambal, jengkol, ikan teri, padahal pihak penyelenggara sudah menyediakan makanan yang sesuai dengan lidah mereka.
<\/p>\n\n\n\n

Salah satu kebiasaan masyarakat Indonesia adalah merokok dan tradisi tersebut sudah mengakar sejak lama. Cita rasa kretek yang kuat dengan campuran cengkeh membuat masyarakat kita sulit menikmati produk rokok asing. Maka dengan demikian ketika bepergian ke luar negeri membawa rokok dari Indonesia adalah hal yang nampaknya sudah jadi kebiasaan. Sejatinya hal tersebut tak bisa dikatakan sebagai aktivitas ilegal, karena mereka membawa rokok lokal untuk dikonsumsi pribadi dan bukan untuk dijual.
<\/p>\n\n\n\n

Pemerintah sejatinya sudah mengakomodasi kebutuhan para perokok yang sedang menjadi peserta haji. Kemudahan itu adalah dengan memperbolehkan jamaah haji membawa rokok maksimal 200 batang untuk dibawa ke tanah suci. Jika berlebih, maka siap-siap untuk diamankan dan disita. Akibat informasi yang kadang tak menyeluruh, kadang masih ada saja rokok yang disita. Tribun Jabar misalnya memberitakan bahwa sehari ada sekitar 200 batang rokok yang disita oleh pihak bea dan cukai.
<\/p>\n\n\n\n

Peraturan memang ada untuk dipatuhi dan diikuti, sebagai perokok tentu hal tersebut tak boleh dihiraukan. Ada baiknya untuk mengikuti prosedur yang sudah diterapkan agar ibadah haji semakin nyaman. Tentu ijin boleh membawa rokok sebanyak 200 batang sudah cukup mengakomodir kebutuhan para perokok. Jika dihitung dalam 40 hari maka dalam satu hari satu jamaah haji bisa mengisap lima batang tentu pas jika kita anggap setiap sehabis sholat menghisap satu batang rokok. Tentu paduan yang sempurna antara ibadah dan kebiasaan merokok. 
<\/p>\n\n\n\n

Ada cara lain untuk mengakali peraturan tersebut, salah satunya adalah dengan menitip kepada anggota keluarga lain. Tentu cara ini sebenarnya tidak bermasalah karena setiap orang punya hak untuk membawa 200 batang rokok. Cara ini nampaknya cukup ampuh dan sudah dilakukan oleh beberapa jamaah haji. Asalkan rokok yang dibawa tentu hanya untuk kebutuhan pribadi, bukan untuk dijual kembali di sana. 
<\/p>\n\n\n\n

Pada akhirnya ibadah harus menjadi petimbangan utama saat ke tanah suci. Mengenai barang bawaan yang sudah diatur harus betul-betul diperhatikan. Toh rokok bukan barang yang bercandu sehingga kebiasaan merokok pun masih bisa diatasi ketika di tanah suci.
<\/p>\n","post_title":"Hal yang Perlu Diperhatikan Perokok Saat Berangkat Haji","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"hal-yang-perlu-diperhatikan-perokok-saat-berangkat-haji","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-07-14 12:51:04","post_modified_gmt":"2019-07-14 05:51:04","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5862","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":7},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"epic_block_3"};

\n

Lo Fi di era modern kini diidentikkan pula dengan sesuatu yang berbau Jepang seperti anime bahkan dorama-dorama klasik. Ragam playlist di atas tentu jika kalian putar maka memiliki gambar background seperti potongan gif film dari Studio Ghibli, Cowboy Bebop, hingga Neon Genesis Evangelion. Menurut musicthehangup.com<\/a>, penggabungan antara lo fi dan anime terinsipirasi juga dari Nujabes yang memang juga membuat soundtrack untuk anime top karya Shinji Obara. 
<\/p>\n\n\n\n

Nujabes dan J Dilla memang sudah terlebih dahulu meninggalkan kita. Walau demikian tunas-tunas muda banyak bertumbuhan. Karya-karya lo fi saat ini yang familiar di telinga para pendengarnya adalah Saib, Yungbae, Jinsang, Kudasai, Elijah Who, bahkan ada juga yang dari Indonesia yaitu Jordy Chandra, Icecream, dan PXZVC.
<\/p>\n\n\n\n

Musim hujan kini bakal mulai tiba di tanah air. Mulai awal September hingga mungkin karanya awal tahun depan hujan mulai turun dan membasahi tanah. Musim penghujan adalah waktu yang tepat untuk mendengarkan musik-musik Lo Fi. Siapkan earphone anda dan biarkan dirimu tenggelam rileks didalam alunannya.
<\/p>\n","post_title":"Tentang Lo Fi Music, Alunan Nada Sederhana Pemikat Sukma","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"tentang-lo-fi-music-alunan-nada-sederhana-pemikat-sukma","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-08-25 12:09:07","post_modified_gmt":"2019-08-25 05:09:07","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5993","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5946,"post_author":"919","post_date":"2019-08-11 12:28:00","post_date_gmt":"2019-08-11 05:28:00","post_content":"\n

Plastik itu berwarna hitam seperti layaknya plastik kebanyakan. Didalamnya ada seonggoh daging segar yang akan diberikan kepada mereka yang layak membutuhkan. Rutinitas ini setahun sekali adanya. Plastik hitam itu ditunggu-tunggu banyak orang. Plastik hitam itu juga akan dijamah oleh banyak tangan. Plastik hitam itu membawa saya kepada kenangan di waktu silam.
<\/p>\n\n\n\n

Sebagai seorang Muslim, Hari Raya Iduladha adalah satu hal yang dinanti-nanti. Ia merupakan hari raya kedua bagi umat Nabi Muhammad setelah Idulfitri. Ada peristiwa berbeda yang menandai hadirnya kedua hari sakral tersebut. Bicara soal Iduladha, beberapa ulama sepakat menyebut bahwa ini adalah lambang pengorbanan manusia kepada sosial dan Tuhannya.
<\/p>\n\n\n\n

Maka lumrah jika jelang dan setelah menunaikan sholat Iduladha, ada banyak daging yang dihidangkan secara gratis untuk seluruh kalangan (meski yang diutamakan adalah kaum papa). Sebelum daging itu dibagikan, secara kolektif warga satu wilayah akan bersama-sama memotong hewan yang diwajibkan untuk dikurbankan yaitu sapi, kambing, domba, hingga onta. Hewan-hewan tersebut juga merupakan hasil sumbangan dari para penderma, baik itu individu atau memang yang dikumpulkan secara bersama-sama.
<\/p>\n\n\n\n

Momen inilah yang memang saya rindukan, ketika Iduladha tiba, bayangan saya langsung jauh menuju memori di masa kecil. Kala itu kami sibuk menghitung hewan yang sudah dikumpulkan di area masjid. Saya bersama teman-teman juga bermain dengan hewan itu dan sesekali bercanda dengannya. Saat hewan itu hendak disembelih, kami juga sedikit mengintip-ngintip (melihat proses penyembelihan) karena (kadang) tak tega melihat mereka direnggut nyawanya.
<\/p>\n\n\n\n

Momen-momen bermain di masjid saat hari raya memang satu hal yang indah dan mahal. Jika kami dulu di kampung memang sudah sering berinteraksi satu sama lain, maka di momen hari raya ikatan itu semakin dikuatkan. Mungkin juga di kota, meski tak punya intensitas yang cukup lebih (dalam berinteraksi sesama warga) seperti di kampung, namun jika hari raya tiba semuanya mau tak mau harus saling menyapa dan berkumpul. Semuanya berkumpul hingga malam tiba, berkumpul di depan api dan asap, serta tusukan sate daging yang sangat lezat untuk disantap.
<\/p>\n\n\n\n

Memori lainnya yang masih diingat adalah saat kami mulai mengamati potongan daging yang masih bergerak-gerak. Rupanya itu adalah denyut otot yang masih tetap bekerja meski hewan tersebut sudah tak lagi bernyawa. Ada lagi, kami mengamati betul hewan-hewan yang dikuliti, takjub memang dengan orang dewasa yang mahir melakukannya saat itu. Kulit tersebut kemudian kadang kami perebutkan, meski tak tahu akan hendak digunakan untuk apa nantinya.
<\/p>\n\n\n\n

Bermain-main dengan kepala kambing memang satu hal yang lucu saat kecil dahulu. Terkadang kami mengibaratkan tanduknya sebagai setang sepeda lalu membawanya sambil berlarian. Kadang juga kami merasa kebauan akibat bermain terlalu dekat dengan lubang tempat darah dan isi perut hewan yang sudah disembelih. Tapi ada satu yang unik, waktu kecil kami juga berebut mengambil torpedo hewan kurban. Rupanya rasanya nikmat dan memang tak ada gejala apa-apa setelah memakan itu, namun katanya kalau dimakan saat umur sudah dewasa maka reaksinya akan berbeda, entahlah.
<\/p>\n\n\n\n

Bicara Iduladha adalah soal lebaran di daerah perantauan. Bagi mereka yang merantau, momen lebaran idul adha biasanya dihabiskan bukan di kampung halaman. Tentu banyak faktor, mulai dari materi dan efisiensi waktu mengingat hari liburnya yang tak sebanyak Idulfitri. Tapi rupanya diciptakan dua hari raya bagi umat muslim rasanya memang lengkap (bagi anak rantau), satu untuk dirayakan bersama sanak famili di kampung, satunya lagi bersama tetangga dan rekan kerja di perantauan.
<\/p>\n\n\n\n

Maka memori anak-anak (dari mereka yang orangtuanya adalah perantauan) adalah soal bermain dengan tetangga komplek serta sekitarnya. Tak sedikit juga yang berkumpul di sekolah untuk merayakan bakar sate dan memakannya bersama-sama. Pada akhirnya memori tentang kisah kecil kita adalah suatu landasan, agar apabila suatu saat mulai jauh dari ajaran agama, kita diingatkan lagi tentang indahnya masa kecil yang kerap selalu mewah dengan momen perayaan ajaran tuhan.
<\/p>\n\n\n\n

Dari plastik hitam itu aku mengingat masa kecilku, dan dari ingatan masa kecil aku mengingat diriku yang ternyata kini kian jauh dari Tuhan.<\/p>\n","post_title":"Ingatan Masa Kecil dalam Seonggok Daging Iduladha","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"ingatan-masa-kecil-dalam-seonggok-daging-iduladha","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-08-11 12:28:07","post_modified_gmt":"2019-08-11 05:28:07","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5946","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5933,"post_author":"919","post_date":"2019-08-05 13:39:32","post_date_gmt":"2019-08-05 06:39:32","post_content":"\n

Musik adalah bagian dari kehidupan. Setiap alunannya menjadi warna yang saling menari mengikuti jejak langkah kehidupan. Sejak kecil irama musik mulai diperkenalkan orang tua hingga dewasa kita mulai mengenal musik dengan pemikiran sendiri. Musik menjadi teman setia manusa dalam berproses, baik jika akhirnya gagal atau mendulang kesukasesan.
<\/p>\n\n\n\n

Maka benar kata Bob Marley yang menyebut bahwa satu hal yang baik tentang musik adalah ketika itu menyentuh anda tidak akan ada rasa sakit (secara harfiah). Musik menjadi legitimasi perasaan yang tertaut dengan momen, menjadi irama pendamping saat satu peristiwa terjadi. 
<\/p>\n\n\n\n

Era digital seperti sekarang ini kita diperkenalkan dengan berbagai platform pemutar musik secara online dan yang paling banyak digunakan saat ini adalah Spotify. Anda bisa mendengarkan musik secara berbayar dengan profit kualitas suara yang jernih dan tentu membuat playlist idamanmu! playlist ini yang nantinya bisa anda bagikan di sosial media atau langsung ke whatsapp temanmu, hingga pacarmu.
<\/p>\n\n\n\n

Tentu kami juga punya pilihan lagu yang layak anda perdengarkan. Minggu ini kami merangkum lima lagu yang cocok anda dengarkan untuk menemani beraktivitas. Berikut lima lagu tersebut.
<\/p>\n\n\n\n

Selamat Pagi - Ran
<\/h2>\n\n\n\n

Nyaris tak ada yang memungkiri kalau Senin Pagi adalah sesuatu yang menjemukan. Kalau sudah begini dibutuhkan lagu yang tepat untuk mengawali aktifitas anda. Kami rekomendasikan lagu ini yang terdengar catchy agar menjadi mood booster bagi kalian yang masih terikat oleh hawa-hawa libur akhir pekan.
<\/p>\n\n\n\n

Wong Edan Kuwi Bebas - Shodiq Monata
<\/h2>\n\n\n\n

Yoooo! lagu-lagu dangdut memang sangat dibutuhkan ketika irama aktivitas anda mulai meningkat. Lagu ini memiliki beat yang cukup kencang diiringi dengan irama koplo yang siap membuat anda untuk bergoyang. Persetan dengan segala kemacetan hingga marahan dari atasan, Wong Edan Kuwi Bebas!
<\/p>\n\n\n\n

Sulung - Kunto Aji
<\/h2>\n\n\n\n

Kadang apa yang kita harapkan tak sesuai hasil yang didapatkan. Ekspektasi berlebihan membuatmu menjadi lupa pada jati diri, jika gagal maka berpotensi untuk tak percaya diri dan jika sukses bukan tak mungkin akan semakin menyombongkan diri. Karena kata Kunto Aji yang sebaiknya kau jaga adalah dirimu sendiri.
<\/p>\n\n\n\n

This Girl - Kungs
<\/h2>\n\n\n\n

Kalau Jumat malam sudah tiba maka waktunya untuk bersenang-senang! segera hubungi sahabat atau kekasih anda. Kongkow di kedai kopi atau berajojing ria juga pun tak masalah. Adakalanya anda butuh melepaskan penat, goyang badanmu dan nikmati dentuman musiknya.
<\/p>\n\n\n\n

Rotterdam (Or Anywhere) - The Beautiful South
<\/h2>\n\n\n\n

Sabtu dan Minggu waktunya jalan-jalan! kalau punya uang dan waktu ada baiknya berkunjung ke luar kota, namun jika budget terbatas maka kendarai motormu atau gunakan kendaraan umum lalu main ke rumah temanmu bisa jadi solusi. Tak peduli apa pun tempat yang anda kunjungi asal itu membahagiakan, benar kan?<\/p>\n","post_title":"Playlist Spotify Mantap Minggu Ini untuk Kalian Para Perokok Keren","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"playlist-spotify-mantap-minggu-ini-untuk-kalian-para-perokok-keren","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-08-05 13:39:39","post_modified_gmt":"2019-08-05 06:39:39","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5933","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5889,"post_author":"919","post_date":"2019-07-29 16:13:48","post_date_gmt":"2019-07-29 09:13:48","post_content":"\n

Upaya mengejar cinta selalu menghadirkan satu masalah yaitu patah hati. Jika bicara soal peluang bakal menghadapi masalah tersebut, maka persentasinya adalah 50:50. Potensinya sudah bisa membesar sejak awal anda mencoba untuk berkenalan dengan sosok idaman. Jika salah langkah, sudah pasti si dia bakal menjauh, andai pun langkah awal sudah tepat tapi threatmennya pendekatannya salah, siap-siap kalimat \u2018maaf kita ga cocok\u2019<\/em> akan anda dapatkan.\u00a0
<\/p>\n\n\n\n

Kalau sudah patah hati rasanya memang ribet. Rendang yang katanya dijadikan makanan terenak di dunia pun rasanya seperti daging gosong. Mau beraktifitas juga susah, karena isinya hanya meratap dan merenungi. Diajak teman main game <\/em>juga tak maksimal, apalagi kongkow-kongkow sampai subuh. Kalau sudah begini tak boleh buru-buru larut dalam kesedihan, musik bisa jadi obat ampuh untuk menenangkannya. 
<\/p>\n\n\n\n

Musik memang soal selera, ada yang ingin lagu agak ngebeat <\/em>biar adrenalinennya naik. Ada yang memutar lagi jazz supaya lebih tenang, musik dangdut biar oaoe<\/em>, hingga lagu indie biar terkesan indies (ealaahhh). Akan tetapi ada satu tren belakangan ini, patah hati dan mendengarkan lagu-lagu yang dinyanyikan oleh Didi Kempot.
<\/p>\n\n\n\n

Sosok yang memulai karier berseni sebagai musisi jalanan tersebut kini lagi digandrungi anak muda. Mereka menyebutnya sebagai Sadbois atau Sadgirls, mengagung-mengagungkan patah hati, merayakan kesedihan, dan Didi Kempot yang secara lelucon mereka sebut Lord, hadir memaksimalkan euforia tersebut. Satu lagu, dua lagu, tiga lagu, kalimat seperti \u2018Bajingan kowe dek!\u2019 mulai terlontar dari mulut-mulut penikmat lagu-lagu Didi Kempot.
<\/p>\n\n\n\n

Saya dan mungkin juga kalian sejatinya sudah cukup lama mendengar lagu-lagu Didi Kempot, mungkin sejak SD. Saat umur belum dua angka seperti saat ini, Didi Kempot mungkin hanya saya sebut sebagai musisi yang beraliran Campursari (meski memang benar seperti itu). Namun, ketika umur kian bertambah, Didi Kempot rupanya jauh lebih besar dari itu. Bisa jadi dia adalah representasi dari diksi patah hati itu sendiri.
<\/p>\n\n\n\n

Lagu Sewu Kutho misalnya, saya anggap sebagai lagu patah hati terhebat yang pernah ia buat. Bagaimana rasa rindu, sakit, dan keikhlasan menyatu menjadi satu dalam sebuah lagu. Bahkan doa juga ia sematkan kepada orang yang disayang, agar hidup dia yang dicinta hidup lebih bahagia daripada dirinya. Meski sebenarnya dalam lagu tersebut ada pertentangan lain dalam dirinya yang masih tak bisa ia atasi, ia masih ingin bertemu dengan yang dicinta dengan cara apapun.
<\/p>\n\n\n\n

Pamer Bojo adalah selanjutnya, ia hadir tepat di saat anak muda sedang mengalami tren nikah dini. Saat usia muda memang perasaan dan cinta sedang berkecamuknya, lalu dihadapkan dengan permasalahan yang cukup pelik dalam asmara yaitu ditinggal nikah. Lagu Pamer Bojo adalah solusinya, meski dalam liriknya ada pesan bahwa kita memang tidak pernah siap melihat yang dicinta menikah dengan orang lain. 
<\/p>\n\n\n\n

\u201cNeng opo seneng aku yen mung gawe laraku<\/em><\/p>\n\n\n\n

Pamer bojo anyar neng ngarepku\u201d<\/em>
<\/p>\n\n\n\n

Bagi saya musik memiliki kekuatan hebat walau memiliki tembok bernama bahasa. Hanya musisi hebat yang mampu menembus dinding-dinding itu. Didi Kempot adalah salah satunya, ia mampu membuat orang yang bukan bersuku Jawa bisa menikmati lagunya. Ini sebuah kemajuan dalam berkebudayaan, bahwa suku dan bangsa lain bisa saling menerima karya dari golongan lain. Sesuatu yang saat kini benar-benar kita butuhkan bukan setelah kontestasi politik yang melibatkan sentimen suku, agama, ras, dan antargolongan.
<\/p>\n\n\n\n

Didi Kempot memang sedang naik daun dan kini namanya lagi disebut-sebut di banyak penjuru di ibu kota. Ketakutan saya adalah akan seberapa lama tren ini berlanjut, mengingat tak banyak yang bisa bertahan lama di Jakarta. Akan tetapi pikiran tersebut saya rasa salah, Didi Kempot boleh saja naik daun dan tiba-tiba hilang di Jakarta, akan tetapi karya dan dirinya tetap abadi di Indonesia. Karena yang membuat Didi Kempot agung adalah kita yang selalu kekanak-kanakan menghadapi masalah patah hati. <\/p>\n","post_title":"Memuja-muja Didi Kempot, Mengagung-agungkan Patah Hati","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"memuja-muja-didi-kempot-mengagung-agungkan-patah-hati","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-07-29 16:13:56","post_modified_gmt":"2019-07-29 09:13:56","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5889","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5862,"post_author":"919","post_date":"2019-07-14 12:50:58","post_date_gmt":"2019-07-14 05:50:58","post_content":"\n

Musim haji kini telah tiba. Diperkirakan jutaan orang kini telah memadati Masjidil Haram di Mekkah, Arab Saudi untuk memenuhi salah satu rukun Islam tiap tahunnya. Ritual suci ini menjadi salah satu impian bagi tiap umat muslim di seluruh dunia dan tak seluruhnya bisa melaksanakannya. 
<\/p>\n\n\n\n

Walau demikian musim haji di Indonesia tak pernah sepi peminat. Menko Perekonomian Darmin Nasution memperkirakan jumlah jamaah haji Indonesia akan mencapai 4,34 juta jiwa pada 2019. Per hari ini (14\/7\/2019) jumlah jemaah diperkirakan sudah mencapai 47.983 orang yang sudah berdatangan ke Madinah. 
<\/p>\n\n\n\n

Ada-ada saja memang kelakuan masyarakat Indonesia ketika berkunjung ke luar negeri terutama untuk ibadah haji yang memakan waktu hingga satu bulan. Ada kisah para peserta membawa makanan khas daerah masing-masing karena takut tak bisa menyesuaikan dengan kudapan di sana. Ada yang membawa sambal, jengkol, ikan teri, padahal pihak penyelenggara sudah menyediakan makanan yang sesuai dengan lidah mereka.
<\/p>\n\n\n\n

Salah satu kebiasaan masyarakat Indonesia adalah merokok dan tradisi tersebut sudah mengakar sejak lama. Cita rasa kretek yang kuat dengan campuran cengkeh membuat masyarakat kita sulit menikmati produk rokok asing. Maka dengan demikian ketika bepergian ke luar negeri membawa rokok dari Indonesia adalah hal yang nampaknya sudah jadi kebiasaan. Sejatinya hal tersebut tak bisa dikatakan sebagai aktivitas ilegal, karena mereka membawa rokok lokal untuk dikonsumsi pribadi dan bukan untuk dijual.
<\/p>\n\n\n\n

Pemerintah sejatinya sudah mengakomodasi kebutuhan para perokok yang sedang menjadi peserta haji. Kemudahan itu adalah dengan memperbolehkan jamaah haji membawa rokok maksimal 200 batang untuk dibawa ke tanah suci. Jika berlebih, maka siap-siap untuk diamankan dan disita. Akibat informasi yang kadang tak menyeluruh, kadang masih ada saja rokok yang disita. Tribun Jabar misalnya memberitakan bahwa sehari ada sekitar 200 batang rokok yang disita oleh pihak bea dan cukai.
<\/p>\n\n\n\n

Peraturan memang ada untuk dipatuhi dan diikuti, sebagai perokok tentu hal tersebut tak boleh dihiraukan. Ada baiknya untuk mengikuti prosedur yang sudah diterapkan agar ibadah haji semakin nyaman. Tentu ijin boleh membawa rokok sebanyak 200 batang sudah cukup mengakomodir kebutuhan para perokok. Jika dihitung dalam 40 hari maka dalam satu hari satu jamaah haji bisa mengisap lima batang tentu pas jika kita anggap setiap sehabis sholat menghisap satu batang rokok. Tentu paduan yang sempurna antara ibadah dan kebiasaan merokok. 
<\/p>\n\n\n\n

Ada cara lain untuk mengakali peraturan tersebut, salah satunya adalah dengan menitip kepada anggota keluarga lain. Tentu cara ini sebenarnya tidak bermasalah karena setiap orang punya hak untuk membawa 200 batang rokok. Cara ini nampaknya cukup ampuh dan sudah dilakukan oleh beberapa jamaah haji. Asalkan rokok yang dibawa tentu hanya untuk kebutuhan pribadi, bukan untuk dijual kembali di sana. 
<\/p>\n\n\n\n

Pada akhirnya ibadah harus menjadi petimbangan utama saat ke tanah suci. Mengenai barang bawaan yang sudah diatur harus betul-betul diperhatikan. Toh rokok bukan barang yang bercandu sehingga kebiasaan merokok pun masih bisa diatasi ketika di tanah suci.
<\/p>\n","post_title":"Hal yang Perlu Diperhatikan Perokok Saat Berangkat Haji","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"hal-yang-perlu-diperhatikan-perokok-saat-berangkat-haji","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-07-14 12:51:04","post_modified_gmt":"2019-07-14 05:51:04","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5862","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":7},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"epic_block_3"};

\n

Baca: Iklan Djarum 76 dan Goyangan Sekretaris Cantik yang Tengah Naik Daun<\/a><\/p>\n\n\n\n

Lo Fi di era modern kini diidentikkan pula dengan sesuatu yang berbau Jepang seperti anime bahkan dorama-dorama klasik. Ragam playlist di atas tentu jika kalian putar maka memiliki gambar background seperti potongan gif film dari Studio Ghibli, Cowboy Bebop, hingga Neon Genesis Evangelion. Menurut musicthehangup.com<\/a>, penggabungan antara lo fi dan anime terinsipirasi juga dari Nujabes yang memang juga membuat soundtrack untuk anime top karya Shinji Obara. 
<\/p>\n\n\n\n

Nujabes dan J Dilla memang sudah terlebih dahulu meninggalkan kita. Walau demikian tunas-tunas muda banyak bertumbuhan. Karya-karya lo fi saat ini yang familiar di telinga para pendengarnya adalah Saib, Yungbae, Jinsang, Kudasai, Elijah Who, bahkan ada juga yang dari Indonesia yaitu Jordy Chandra, Icecream, dan PXZVC.
<\/p>\n\n\n\n

Musim hujan kini bakal mulai tiba di tanah air. Mulai awal September hingga mungkin karanya awal tahun depan hujan mulai turun dan membasahi tanah. Musim penghujan adalah waktu yang tepat untuk mendengarkan musik-musik Lo Fi. Siapkan earphone anda dan biarkan dirimu tenggelam rileks didalam alunannya.
<\/p>\n","post_title":"Tentang Lo Fi Music, Alunan Nada Sederhana Pemikat Sukma","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"tentang-lo-fi-music-alunan-nada-sederhana-pemikat-sukma","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-08-25 12:09:07","post_modified_gmt":"2019-08-25 05:09:07","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5993","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5946,"post_author":"919","post_date":"2019-08-11 12:28:00","post_date_gmt":"2019-08-11 05:28:00","post_content":"\n

Plastik itu berwarna hitam seperti layaknya plastik kebanyakan. Didalamnya ada seonggoh daging segar yang akan diberikan kepada mereka yang layak membutuhkan. Rutinitas ini setahun sekali adanya. Plastik hitam itu ditunggu-tunggu banyak orang. Plastik hitam itu juga akan dijamah oleh banyak tangan. Plastik hitam itu membawa saya kepada kenangan di waktu silam.
<\/p>\n\n\n\n

Sebagai seorang Muslim, Hari Raya Iduladha adalah satu hal yang dinanti-nanti. Ia merupakan hari raya kedua bagi umat Nabi Muhammad setelah Idulfitri. Ada peristiwa berbeda yang menandai hadirnya kedua hari sakral tersebut. Bicara soal Iduladha, beberapa ulama sepakat menyebut bahwa ini adalah lambang pengorbanan manusia kepada sosial dan Tuhannya.
<\/p>\n\n\n\n

Maka lumrah jika jelang dan setelah menunaikan sholat Iduladha, ada banyak daging yang dihidangkan secara gratis untuk seluruh kalangan (meski yang diutamakan adalah kaum papa). Sebelum daging itu dibagikan, secara kolektif warga satu wilayah akan bersama-sama memotong hewan yang diwajibkan untuk dikurbankan yaitu sapi, kambing, domba, hingga onta. Hewan-hewan tersebut juga merupakan hasil sumbangan dari para penderma, baik itu individu atau memang yang dikumpulkan secara bersama-sama.
<\/p>\n\n\n\n

Momen inilah yang memang saya rindukan, ketika Iduladha tiba, bayangan saya langsung jauh menuju memori di masa kecil. Kala itu kami sibuk menghitung hewan yang sudah dikumpulkan di area masjid. Saya bersama teman-teman juga bermain dengan hewan itu dan sesekali bercanda dengannya. Saat hewan itu hendak disembelih, kami juga sedikit mengintip-ngintip (melihat proses penyembelihan) karena (kadang) tak tega melihat mereka direnggut nyawanya.
<\/p>\n\n\n\n

Momen-momen bermain di masjid saat hari raya memang satu hal yang indah dan mahal. Jika kami dulu di kampung memang sudah sering berinteraksi satu sama lain, maka di momen hari raya ikatan itu semakin dikuatkan. Mungkin juga di kota, meski tak punya intensitas yang cukup lebih (dalam berinteraksi sesama warga) seperti di kampung, namun jika hari raya tiba semuanya mau tak mau harus saling menyapa dan berkumpul. Semuanya berkumpul hingga malam tiba, berkumpul di depan api dan asap, serta tusukan sate daging yang sangat lezat untuk disantap.
<\/p>\n\n\n\n

Memori lainnya yang masih diingat adalah saat kami mulai mengamati potongan daging yang masih bergerak-gerak. Rupanya itu adalah denyut otot yang masih tetap bekerja meski hewan tersebut sudah tak lagi bernyawa. Ada lagi, kami mengamati betul hewan-hewan yang dikuliti, takjub memang dengan orang dewasa yang mahir melakukannya saat itu. Kulit tersebut kemudian kadang kami perebutkan, meski tak tahu akan hendak digunakan untuk apa nantinya.
<\/p>\n\n\n\n

Bermain-main dengan kepala kambing memang satu hal yang lucu saat kecil dahulu. Terkadang kami mengibaratkan tanduknya sebagai setang sepeda lalu membawanya sambil berlarian. Kadang juga kami merasa kebauan akibat bermain terlalu dekat dengan lubang tempat darah dan isi perut hewan yang sudah disembelih. Tapi ada satu yang unik, waktu kecil kami juga berebut mengambil torpedo hewan kurban. Rupanya rasanya nikmat dan memang tak ada gejala apa-apa setelah memakan itu, namun katanya kalau dimakan saat umur sudah dewasa maka reaksinya akan berbeda, entahlah.
<\/p>\n\n\n\n

Bicara Iduladha adalah soal lebaran di daerah perantauan. Bagi mereka yang merantau, momen lebaran idul adha biasanya dihabiskan bukan di kampung halaman. Tentu banyak faktor, mulai dari materi dan efisiensi waktu mengingat hari liburnya yang tak sebanyak Idulfitri. Tapi rupanya diciptakan dua hari raya bagi umat muslim rasanya memang lengkap (bagi anak rantau), satu untuk dirayakan bersama sanak famili di kampung, satunya lagi bersama tetangga dan rekan kerja di perantauan.
<\/p>\n\n\n\n

Maka memori anak-anak (dari mereka yang orangtuanya adalah perantauan) adalah soal bermain dengan tetangga komplek serta sekitarnya. Tak sedikit juga yang berkumpul di sekolah untuk merayakan bakar sate dan memakannya bersama-sama. Pada akhirnya memori tentang kisah kecil kita adalah suatu landasan, agar apabila suatu saat mulai jauh dari ajaran agama, kita diingatkan lagi tentang indahnya masa kecil yang kerap selalu mewah dengan momen perayaan ajaran tuhan.
<\/p>\n\n\n\n

Dari plastik hitam itu aku mengingat masa kecilku, dan dari ingatan masa kecil aku mengingat diriku yang ternyata kini kian jauh dari Tuhan.<\/p>\n","post_title":"Ingatan Masa Kecil dalam Seonggok Daging Iduladha","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"ingatan-masa-kecil-dalam-seonggok-daging-iduladha","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-08-11 12:28:07","post_modified_gmt":"2019-08-11 05:28:07","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5946","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5933,"post_author":"919","post_date":"2019-08-05 13:39:32","post_date_gmt":"2019-08-05 06:39:32","post_content":"\n

Musik adalah bagian dari kehidupan. Setiap alunannya menjadi warna yang saling menari mengikuti jejak langkah kehidupan. Sejak kecil irama musik mulai diperkenalkan orang tua hingga dewasa kita mulai mengenal musik dengan pemikiran sendiri. Musik menjadi teman setia manusa dalam berproses, baik jika akhirnya gagal atau mendulang kesukasesan.
<\/p>\n\n\n\n

Maka benar kata Bob Marley yang menyebut bahwa satu hal yang baik tentang musik adalah ketika itu menyentuh anda tidak akan ada rasa sakit (secara harfiah). Musik menjadi legitimasi perasaan yang tertaut dengan momen, menjadi irama pendamping saat satu peristiwa terjadi. 
<\/p>\n\n\n\n

Era digital seperti sekarang ini kita diperkenalkan dengan berbagai platform pemutar musik secara online dan yang paling banyak digunakan saat ini adalah Spotify. Anda bisa mendengarkan musik secara berbayar dengan profit kualitas suara yang jernih dan tentu membuat playlist idamanmu! playlist ini yang nantinya bisa anda bagikan di sosial media atau langsung ke whatsapp temanmu, hingga pacarmu.
<\/p>\n\n\n\n

Tentu kami juga punya pilihan lagu yang layak anda perdengarkan. Minggu ini kami merangkum lima lagu yang cocok anda dengarkan untuk menemani beraktivitas. Berikut lima lagu tersebut.
<\/p>\n\n\n\n

Selamat Pagi - Ran
<\/h2>\n\n\n\n

Nyaris tak ada yang memungkiri kalau Senin Pagi adalah sesuatu yang menjemukan. Kalau sudah begini dibutuhkan lagu yang tepat untuk mengawali aktifitas anda. Kami rekomendasikan lagu ini yang terdengar catchy agar menjadi mood booster bagi kalian yang masih terikat oleh hawa-hawa libur akhir pekan.
<\/p>\n\n\n\n

Wong Edan Kuwi Bebas - Shodiq Monata
<\/h2>\n\n\n\n

Yoooo! lagu-lagu dangdut memang sangat dibutuhkan ketika irama aktivitas anda mulai meningkat. Lagu ini memiliki beat yang cukup kencang diiringi dengan irama koplo yang siap membuat anda untuk bergoyang. Persetan dengan segala kemacetan hingga marahan dari atasan, Wong Edan Kuwi Bebas!
<\/p>\n\n\n\n

Sulung - Kunto Aji
<\/h2>\n\n\n\n

Kadang apa yang kita harapkan tak sesuai hasil yang didapatkan. Ekspektasi berlebihan membuatmu menjadi lupa pada jati diri, jika gagal maka berpotensi untuk tak percaya diri dan jika sukses bukan tak mungkin akan semakin menyombongkan diri. Karena kata Kunto Aji yang sebaiknya kau jaga adalah dirimu sendiri.
<\/p>\n\n\n\n

This Girl - Kungs
<\/h2>\n\n\n\n

Kalau Jumat malam sudah tiba maka waktunya untuk bersenang-senang! segera hubungi sahabat atau kekasih anda. Kongkow di kedai kopi atau berajojing ria juga pun tak masalah. Adakalanya anda butuh melepaskan penat, goyang badanmu dan nikmati dentuman musiknya.
<\/p>\n\n\n\n

Rotterdam (Or Anywhere) - The Beautiful South
<\/h2>\n\n\n\n

Sabtu dan Minggu waktunya jalan-jalan! kalau punya uang dan waktu ada baiknya berkunjung ke luar kota, namun jika budget terbatas maka kendarai motormu atau gunakan kendaraan umum lalu main ke rumah temanmu bisa jadi solusi. Tak peduli apa pun tempat yang anda kunjungi asal itu membahagiakan, benar kan?<\/p>\n","post_title":"Playlist Spotify Mantap Minggu Ini untuk Kalian Para Perokok Keren","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"playlist-spotify-mantap-minggu-ini-untuk-kalian-para-perokok-keren","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-08-05 13:39:39","post_modified_gmt":"2019-08-05 06:39:39","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5933","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5889,"post_author":"919","post_date":"2019-07-29 16:13:48","post_date_gmt":"2019-07-29 09:13:48","post_content":"\n

Upaya mengejar cinta selalu menghadirkan satu masalah yaitu patah hati. Jika bicara soal peluang bakal menghadapi masalah tersebut, maka persentasinya adalah 50:50. Potensinya sudah bisa membesar sejak awal anda mencoba untuk berkenalan dengan sosok idaman. Jika salah langkah, sudah pasti si dia bakal menjauh, andai pun langkah awal sudah tepat tapi threatmennya pendekatannya salah, siap-siap kalimat \u2018maaf kita ga cocok\u2019<\/em> akan anda dapatkan.\u00a0
<\/p>\n\n\n\n

Kalau sudah patah hati rasanya memang ribet. Rendang yang katanya dijadikan makanan terenak di dunia pun rasanya seperti daging gosong. Mau beraktifitas juga susah, karena isinya hanya meratap dan merenungi. Diajak teman main game <\/em>juga tak maksimal, apalagi kongkow-kongkow sampai subuh. Kalau sudah begini tak boleh buru-buru larut dalam kesedihan, musik bisa jadi obat ampuh untuk menenangkannya. 
<\/p>\n\n\n\n

Musik memang soal selera, ada yang ingin lagu agak ngebeat <\/em>biar adrenalinennya naik. Ada yang memutar lagi jazz supaya lebih tenang, musik dangdut biar oaoe<\/em>, hingga lagu indie biar terkesan indies (ealaahhh). Akan tetapi ada satu tren belakangan ini, patah hati dan mendengarkan lagu-lagu yang dinyanyikan oleh Didi Kempot.
<\/p>\n\n\n\n

Sosok yang memulai karier berseni sebagai musisi jalanan tersebut kini lagi digandrungi anak muda. Mereka menyebutnya sebagai Sadbois atau Sadgirls, mengagung-mengagungkan patah hati, merayakan kesedihan, dan Didi Kempot yang secara lelucon mereka sebut Lord, hadir memaksimalkan euforia tersebut. Satu lagu, dua lagu, tiga lagu, kalimat seperti \u2018Bajingan kowe dek!\u2019 mulai terlontar dari mulut-mulut penikmat lagu-lagu Didi Kempot.
<\/p>\n\n\n\n

Saya dan mungkin juga kalian sejatinya sudah cukup lama mendengar lagu-lagu Didi Kempot, mungkin sejak SD. Saat umur belum dua angka seperti saat ini, Didi Kempot mungkin hanya saya sebut sebagai musisi yang beraliran Campursari (meski memang benar seperti itu). Namun, ketika umur kian bertambah, Didi Kempot rupanya jauh lebih besar dari itu. Bisa jadi dia adalah representasi dari diksi patah hati itu sendiri.
<\/p>\n\n\n\n

Lagu Sewu Kutho misalnya, saya anggap sebagai lagu patah hati terhebat yang pernah ia buat. Bagaimana rasa rindu, sakit, dan keikhlasan menyatu menjadi satu dalam sebuah lagu. Bahkan doa juga ia sematkan kepada orang yang disayang, agar hidup dia yang dicinta hidup lebih bahagia daripada dirinya. Meski sebenarnya dalam lagu tersebut ada pertentangan lain dalam dirinya yang masih tak bisa ia atasi, ia masih ingin bertemu dengan yang dicinta dengan cara apapun.
<\/p>\n\n\n\n

Pamer Bojo adalah selanjutnya, ia hadir tepat di saat anak muda sedang mengalami tren nikah dini. Saat usia muda memang perasaan dan cinta sedang berkecamuknya, lalu dihadapkan dengan permasalahan yang cukup pelik dalam asmara yaitu ditinggal nikah. Lagu Pamer Bojo adalah solusinya, meski dalam liriknya ada pesan bahwa kita memang tidak pernah siap melihat yang dicinta menikah dengan orang lain. 
<\/p>\n\n\n\n

\u201cNeng opo seneng aku yen mung gawe laraku<\/em><\/p>\n\n\n\n

Pamer bojo anyar neng ngarepku\u201d<\/em>
<\/p>\n\n\n\n

Bagi saya musik memiliki kekuatan hebat walau memiliki tembok bernama bahasa. Hanya musisi hebat yang mampu menembus dinding-dinding itu. Didi Kempot adalah salah satunya, ia mampu membuat orang yang bukan bersuku Jawa bisa menikmati lagunya. Ini sebuah kemajuan dalam berkebudayaan, bahwa suku dan bangsa lain bisa saling menerima karya dari golongan lain. Sesuatu yang saat kini benar-benar kita butuhkan bukan setelah kontestasi politik yang melibatkan sentimen suku, agama, ras, dan antargolongan.
<\/p>\n\n\n\n

Didi Kempot memang sedang naik daun dan kini namanya lagi disebut-sebut di banyak penjuru di ibu kota. Ketakutan saya adalah akan seberapa lama tren ini berlanjut, mengingat tak banyak yang bisa bertahan lama di Jakarta. Akan tetapi pikiran tersebut saya rasa salah, Didi Kempot boleh saja naik daun dan tiba-tiba hilang di Jakarta, akan tetapi karya dan dirinya tetap abadi di Indonesia. Karena yang membuat Didi Kempot agung adalah kita yang selalu kekanak-kanakan menghadapi masalah patah hati. <\/p>\n","post_title":"Memuja-muja Didi Kempot, Mengagung-agungkan Patah Hati","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"memuja-muja-didi-kempot-mengagung-agungkan-patah-hati","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-07-29 16:13:56","post_modified_gmt":"2019-07-29 09:13:56","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5889","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5862,"post_author":"919","post_date":"2019-07-14 12:50:58","post_date_gmt":"2019-07-14 05:50:58","post_content":"\n

Musim haji kini telah tiba. Diperkirakan jutaan orang kini telah memadati Masjidil Haram di Mekkah, Arab Saudi untuk memenuhi salah satu rukun Islam tiap tahunnya. Ritual suci ini menjadi salah satu impian bagi tiap umat muslim di seluruh dunia dan tak seluruhnya bisa melaksanakannya. 
<\/p>\n\n\n\n

Walau demikian musim haji di Indonesia tak pernah sepi peminat. Menko Perekonomian Darmin Nasution memperkirakan jumlah jamaah haji Indonesia akan mencapai 4,34 juta jiwa pada 2019. Per hari ini (14\/7\/2019) jumlah jemaah diperkirakan sudah mencapai 47.983 orang yang sudah berdatangan ke Madinah. 
<\/p>\n\n\n\n

Ada-ada saja memang kelakuan masyarakat Indonesia ketika berkunjung ke luar negeri terutama untuk ibadah haji yang memakan waktu hingga satu bulan. Ada kisah para peserta membawa makanan khas daerah masing-masing karena takut tak bisa menyesuaikan dengan kudapan di sana. Ada yang membawa sambal, jengkol, ikan teri, padahal pihak penyelenggara sudah menyediakan makanan yang sesuai dengan lidah mereka.
<\/p>\n\n\n\n

Salah satu kebiasaan masyarakat Indonesia adalah merokok dan tradisi tersebut sudah mengakar sejak lama. Cita rasa kretek yang kuat dengan campuran cengkeh membuat masyarakat kita sulit menikmati produk rokok asing. Maka dengan demikian ketika bepergian ke luar negeri membawa rokok dari Indonesia adalah hal yang nampaknya sudah jadi kebiasaan. Sejatinya hal tersebut tak bisa dikatakan sebagai aktivitas ilegal, karena mereka membawa rokok lokal untuk dikonsumsi pribadi dan bukan untuk dijual.
<\/p>\n\n\n\n

Pemerintah sejatinya sudah mengakomodasi kebutuhan para perokok yang sedang menjadi peserta haji. Kemudahan itu adalah dengan memperbolehkan jamaah haji membawa rokok maksimal 200 batang untuk dibawa ke tanah suci. Jika berlebih, maka siap-siap untuk diamankan dan disita. Akibat informasi yang kadang tak menyeluruh, kadang masih ada saja rokok yang disita. Tribun Jabar misalnya memberitakan bahwa sehari ada sekitar 200 batang rokok yang disita oleh pihak bea dan cukai.
<\/p>\n\n\n\n

Peraturan memang ada untuk dipatuhi dan diikuti, sebagai perokok tentu hal tersebut tak boleh dihiraukan. Ada baiknya untuk mengikuti prosedur yang sudah diterapkan agar ibadah haji semakin nyaman. Tentu ijin boleh membawa rokok sebanyak 200 batang sudah cukup mengakomodir kebutuhan para perokok. Jika dihitung dalam 40 hari maka dalam satu hari satu jamaah haji bisa mengisap lima batang tentu pas jika kita anggap setiap sehabis sholat menghisap satu batang rokok. Tentu paduan yang sempurna antara ibadah dan kebiasaan merokok. 
<\/p>\n\n\n\n

Ada cara lain untuk mengakali peraturan tersebut, salah satunya adalah dengan menitip kepada anggota keluarga lain. Tentu cara ini sebenarnya tidak bermasalah karena setiap orang punya hak untuk membawa 200 batang rokok. Cara ini nampaknya cukup ampuh dan sudah dilakukan oleh beberapa jamaah haji. Asalkan rokok yang dibawa tentu hanya untuk kebutuhan pribadi, bukan untuk dijual kembali di sana. 
<\/p>\n\n\n\n

Pada akhirnya ibadah harus menjadi petimbangan utama saat ke tanah suci. Mengenai barang bawaan yang sudah diatur harus betul-betul diperhatikan. Toh rokok bukan barang yang bercandu sehingga kebiasaan merokok pun masih bisa diatasi ketika di tanah suci.
<\/p>\n","post_title":"Hal yang Perlu Diperhatikan Perokok Saat Berangkat Haji","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"hal-yang-perlu-diperhatikan-perokok-saat-berangkat-haji","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-07-14 12:51:04","post_modified_gmt":"2019-07-14 05:51:04","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5862","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":7},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"epic_block_3"};

\n

Tapi nyatanya membuat musik yang nikmat tak semudah itu, menentukan nada yang pas dan menjahitnya dalam alunan ritme yang menarik butuh pemahaman tentang musik. Walau\u00a0 Lo Fi music dianggap musik yang murah, namun alunannya cukup ampuh menemani waktu luangmu. Maka tak heran jika banyak ragam playlist Lo Fi di spotify dan youtube dengan judul-judul seperti lo fi hip hop\/chillhop\/jazzhop\/beats to relax\/beats to study atau yang lainnya.<\/p>\n\n\n\n

Baca: Iklan Djarum 76 dan Goyangan Sekretaris Cantik yang Tengah Naik Daun<\/a><\/p>\n\n\n\n

Lo Fi di era modern kini diidentikkan pula dengan sesuatu yang berbau Jepang seperti anime bahkan dorama-dorama klasik. Ragam playlist di atas tentu jika kalian putar maka memiliki gambar background seperti potongan gif film dari Studio Ghibli, Cowboy Bebop, hingga Neon Genesis Evangelion. Menurut musicthehangup.com<\/a>, penggabungan antara lo fi dan anime terinsipirasi juga dari Nujabes yang memang juga membuat soundtrack untuk anime top karya Shinji Obara. 
<\/p>\n\n\n\n

Nujabes dan J Dilla memang sudah terlebih dahulu meninggalkan kita. Walau demikian tunas-tunas muda banyak bertumbuhan. Karya-karya lo fi saat ini yang familiar di telinga para pendengarnya adalah Saib, Yungbae, Jinsang, Kudasai, Elijah Who, bahkan ada juga yang dari Indonesia yaitu Jordy Chandra, Icecream, dan PXZVC.
<\/p>\n\n\n\n

Musim hujan kini bakal mulai tiba di tanah air. Mulai awal September hingga mungkin karanya awal tahun depan hujan mulai turun dan membasahi tanah. Musim penghujan adalah waktu yang tepat untuk mendengarkan musik-musik Lo Fi. Siapkan earphone anda dan biarkan dirimu tenggelam rileks didalam alunannya.
<\/p>\n","post_title":"Tentang Lo Fi Music, Alunan Nada Sederhana Pemikat Sukma","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"tentang-lo-fi-music-alunan-nada-sederhana-pemikat-sukma","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-08-25 12:09:07","post_modified_gmt":"2019-08-25 05:09:07","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5993","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5946,"post_author":"919","post_date":"2019-08-11 12:28:00","post_date_gmt":"2019-08-11 05:28:00","post_content":"\n

Plastik itu berwarna hitam seperti layaknya plastik kebanyakan. Didalamnya ada seonggoh daging segar yang akan diberikan kepada mereka yang layak membutuhkan. Rutinitas ini setahun sekali adanya. Plastik hitam itu ditunggu-tunggu banyak orang. Plastik hitam itu juga akan dijamah oleh banyak tangan. Plastik hitam itu membawa saya kepada kenangan di waktu silam.
<\/p>\n\n\n\n

Sebagai seorang Muslim, Hari Raya Iduladha adalah satu hal yang dinanti-nanti. Ia merupakan hari raya kedua bagi umat Nabi Muhammad setelah Idulfitri. Ada peristiwa berbeda yang menandai hadirnya kedua hari sakral tersebut. Bicara soal Iduladha, beberapa ulama sepakat menyebut bahwa ini adalah lambang pengorbanan manusia kepada sosial dan Tuhannya.
<\/p>\n\n\n\n

Maka lumrah jika jelang dan setelah menunaikan sholat Iduladha, ada banyak daging yang dihidangkan secara gratis untuk seluruh kalangan (meski yang diutamakan adalah kaum papa). Sebelum daging itu dibagikan, secara kolektif warga satu wilayah akan bersama-sama memotong hewan yang diwajibkan untuk dikurbankan yaitu sapi, kambing, domba, hingga onta. Hewan-hewan tersebut juga merupakan hasil sumbangan dari para penderma, baik itu individu atau memang yang dikumpulkan secara bersama-sama.
<\/p>\n\n\n\n

Momen inilah yang memang saya rindukan, ketika Iduladha tiba, bayangan saya langsung jauh menuju memori di masa kecil. Kala itu kami sibuk menghitung hewan yang sudah dikumpulkan di area masjid. Saya bersama teman-teman juga bermain dengan hewan itu dan sesekali bercanda dengannya. Saat hewan itu hendak disembelih, kami juga sedikit mengintip-ngintip (melihat proses penyembelihan) karena (kadang) tak tega melihat mereka direnggut nyawanya.
<\/p>\n\n\n\n

Momen-momen bermain di masjid saat hari raya memang satu hal yang indah dan mahal. Jika kami dulu di kampung memang sudah sering berinteraksi satu sama lain, maka di momen hari raya ikatan itu semakin dikuatkan. Mungkin juga di kota, meski tak punya intensitas yang cukup lebih (dalam berinteraksi sesama warga) seperti di kampung, namun jika hari raya tiba semuanya mau tak mau harus saling menyapa dan berkumpul. Semuanya berkumpul hingga malam tiba, berkumpul di depan api dan asap, serta tusukan sate daging yang sangat lezat untuk disantap.
<\/p>\n\n\n\n

Memori lainnya yang masih diingat adalah saat kami mulai mengamati potongan daging yang masih bergerak-gerak. Rupanya itu adalah denyut otot yang masih tetap bekerja meski hewan tersebut sudah tak lagi bernyawa. Ada lagi, kami mengamati betul hewan-hewan yang dikuliti, takjub memang dengan orang dewasa yang mahir melakukannya saat itu. Kulit tersebut kemudian kadang kami perebutkan, meski tak tahu akan hendak digunakan untuk apa nantinya.
<\/p>\n\n\n\n

Bermain-main dengan kepala kambing memang satu hal yang lucu saat kecil dahulu. Terkadang kami mengibaratkan tanduknya sebagai setang sepeda lalu membawanya sambil berlarian. Kadang juga kami merasa kebauan akibat bermain terlalu dekat dengan lubang tempat darah dan isi perut hewan yang sudah disembelih. Tapi ada satu yang unik, waktu kecil kami juga berebut mengambil torpedo hewan kurban. Rupanya rasanya nikmat dan memang tak ada gejala apa-apa setelah memakan itu, namun katanya kalau dimakan saat umur sudah dewasa maka reaksinya akan berbeda, entahlah.
<\/p>\n\n\n\n

Bicara Iduladha adalah soal lebaran di daerah perantauan. Bagi mereka yang merantau, momen lebaran idul adha biasanya dihabiskan bukan di kampung halaman. Tentu banyak faktor, mulai dari materi dan efisiensi waktu mengingat hari liburnya yang tak sebanyak Idulfitri. Tapi rupanya diciptakan dua hari raya bagi umat muslim rasanya memang lengkap (bagi anak rantau), satu untuk dirayakan bersama sanak famili di kampung, satunya lagi bersama tetangga dan rekan kerja di perantauan.
<\/p>\n\n\n\n

Maka memori anak-anak (dari mereka yang orangtuanya adalah perantauan) adalah soal bermain dengan tetangga komplek serta sekitarnya. Tak sedikit juga yang berkumpul di sekolah untuk merayakan bakar sate dan memakannya bersama-sama. Pada akhirnya memori tentang kisah kecil kita adalah suatu landasan, agar apabila suatu saat mulai jauh dari ajaran agama, kita diingatkan lagi tentang indahnya masa kecil yang kerap selalu mewah dengan momen perayaan ajaran tuhan.
<\/p>\n\n\n\n

Dari plastik hitam itu aku mengingat masa kecilku, dan dari ingatan masa kecil aku mengingat diriku yang ternyata kini kian jauh dari Tuhan.<\/p>\n","post_title":"Ingatan Masa Kecil dalam Seonggok Daging Iduladha","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"ingatan-masa-kecil-dalam-seonggok-daging-iduladha","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-08-11 12:28:07","post_modified_gmt":"2019-08-11 05:28:07","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5946","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5933,"post_author":"919","post_date":"2019-08-05 13:39:32","post_date_gmt":"2019-08-05 06:39:32","post_content":"\n

Musik adalah bagian dari kehidupan. Setiap alunannya menjadi warna yang saling menari mengikuti jejak langkah kehidupan. Sejak kecil irama musik mulai diperkenalkan orang tua hingga dewasa kita mulai mengenal musik dengan pemikiran sendiri. Musik menjadi teman setia manusa dalam berproses, baik jika akhirnya gagal atau mendulang kesukasesan.
<\/p>\n\n\n\n

Maka benar kata Bob Marley yang menyebut bahwa satu hal yang baik tentang musik adalah ketika itu menyentuh anda tidak akan ada rasa sakit (secara harfiah). Musik menjadi legitimasi perasaan yang tertaut dengan momen, menjadi irama pendamping saat satu peristiwa terjadi. 
<\/p>\n\n\n\n

Era digital seperti sekarang ini kita diperkenalkan dengan berbagai platform pemutar musik secara online dan yang paling banyak digunakan saat ini adalah Spotify. Anda bisa mendengarkan musik secara berbayar dengan profit kualitas suara yang jernih dan tentu membuat playlist idamanmu! playlist ini yang nantinya bisa anda bagikan di sosial media atau langsung ke whatsapp temanmu, hingga pacarmu.
<\/p>\n\n\n\n

Tentu kami juga punya pilihan lagu yang layak anda perdengarkan. Minggu ini kami merangkum lima lagu yang cocok anda dengarkan untuk menemani beraktivitas. Berikut lima lagu tersebut.
<\/p>\n\n\n\n

Selamat Pagi - Ran
<\/h2>\n\n\n\n

Nyaris tak ada yang memungkiri kalau Senin Pagi adalah sesuatu yang menjemukan. Kalau sudah begini dibutuhkan lagu yang tepat untuk mengawali aktifitas anda. Kami rekomendasikan lagu ini yang terdengar catchy agar menjadi mood booster bagi kalian yang masih terikat oleh hawa-hawa libur akhir pekan.
<\/p>\n\n\n\n

Wong Edan Kuwi Bebas - Shodiq Monata
<\/h2>\n\n\n\n

Yoooo! lagu-lagu dangdut memang sangat dibutuhkan ketika irama aktivitas anda mulai meningkat. Lagu ini memiliki beat yang cukup kencang diiringi dengan irama koplo yang siap membuat anda untuk bergoyang. Persetan dengan segala kemacetan hingga marahan dari atasan, Wong Edan Kuwi Bebas!
<\/p>\n\n\n\n

Sulung - Kunto Aji
<\/h2>\n\n\n\n

Kadang apa yang kita harapkan tak sesuai hasil yang didapatkan. Ekspektasi berlebihan membuatmu menjadi lupa pada jati diri, jika gagal maka berpotensi untuk tak percaya diri dan jika sukses bukan tak mungkin akan semakin menyombongkan diri. Karena kata Kunto Aji yang sebaiknya kau jaga adalah dirimu sendiri.
<\/p>\n\n\n\n

This Girl - Kungs
<\/h2>\n\n\n\n

Kalau Jumat malam sudah tiba maka waktunya untuk bersenang-senang! segera hubungi sahabat atau kekasih anda. Kongkow di kedai kopi atau berajojing ria juga pun tak masalah. Adakalanya anda butuh melepaskan penat, goyang badanmu dan nikmati dentuman musiknya.
<\/p>\n\n\n\n

Rotterdam (Or Anywhere) - The Beautiful South
<\/h2>\n\n\n\n

Sabtu dan Minggu waktunya jalan-jalan! kalau punya uang dan waktu ada baiknya berkunjung ke luar kota, namun jika budget terbatas maka kendarai motormu atau gunakan kendaraan umum lalu main ke rumah temanmu bisa jadi solusi. Tak peduli apa pun tempat yang anda kunjungi asal itu membahagiakan, benar kan?<\/p>\n","post_title":"Playlist Spotify Mantap Minggu Ini untuk Kalian Para Perokok Keren","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"playlist-spotify-mantap-minggu-ini-untuk-kalian-para-perokok-keren","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-08-05 13:39:39","post_modified_gmt":"2019-08-05 06:39:39","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5933","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5889,"post_author":"919","post_date":"2019-07-29 16:13:48","post_date_gmt":"2019-07-29 09:13:48","post_content":"\n

Upaya mengejar cinta selalu menghadirkan satu masalah yaitu patah hati. Jika bicara soal peluang bakal menghadapi masalah tersebut, maka persentasinya adalah 50:50. Potensinya sudah bisa membesar sejak awal anda mencoba untuk berkenalan dengan sosok idaman. Jika salah langkah, sudah pasti si dia bakal menjauh, andai pun langkah awal sudah tepat tapi threatmennya pendekatannya salah, siap-siap kalimat \u2018maaf kita ga cocok\u2019<\/em> akan anda dapatkan.\u00a0
<\/p>\n\n\n\n

Kalau sudah patah hati rasanya memang ribet. Rendang yang katanya dijadikan makanan terenak di dunia pun rasanya seperti daging gosong. Mau beraktifitas juga susah, karena isinya hanya meratap dan merenungi. Diajak teman main game <\/em>juga tak maksimal, apalagi kongkow-kongkow sampai subuh. Kalau sudah begini tak boleh buru-buru larut dalam kesedihan, musik bisa jadi obat ampuh untuk menenangkannya. 
<\/p>\n\n\n\n

Musik memang soal selera, ada yang ingin lagu agak ngebeat <\/em>biar adrenalinennya naik. Ada yang memutar lagi jazz supaya lebih tenang, musik dangdut biar oaoe<\/em>, hingga lagu indie biar terkesan indies (ealaahhh). Akan tetapi ada satu tren belakangan ini, patah hati dan mendengarkan lagu-lagu yang dinyanyikan oleh Didi Kempot.
<\/p>\n\n\n\n

Sosok yang memulai karier berseni sebagai musisi jalanan tersebut kini lagi digandrungi anak muda. Mereka menyebutnya sebagai Sadbois atau Sadgirls, mengagung-mengagungkan patah hati, merayakan kesedihan, dan Didi Kempot yang secara lelucon mereka sebut Lord, hadir memaksimalkan euforia tersebut. Satu lagu, dua lagu, tiga lagu, kalimat seperti \u2018Bajingan kowe dek!\u2019 mulai terlontar dari mulut-mulut penikmat lagu-lagu Didi Kempot.
<\/p>\n\n\n\n

Saya dan mungkin juga kalian sejatinya sudah cukup lama mendengar lagu-lagu Didi Kempot, mungkin sejak SD. Saat umur belum dua angka seperti saat ini, Didi Kempot mungkin hanya saya sebut sebagai musisi yang beraliran Campursari (meski memang benar seperti itu). Namun, ketika umur kian bertambah, Didi Kempot rupanya jauh lebih besar dari itu. Bisa jadi dia adalah representasi dari diksi patah hati itu sendiri.
<\/p>\n\n\n\n

Lagu Sewu Kutho misalnya, saya anggap sebagai lagu patah hati terhebat yang pernah ia buat. Bagaimana rasa rindu, sakit, dan keikhlasan menyatu menjadi satu dalam sebuah lagu. Bahkan doa juga ia sematkan kepada orang yang disayang, agar hidup dia yang dicinta hidup lebih bahagia daripada dirinya. Meski sebenarnya dalam lagu tersebut ada pertentangan lain dalam dirinya yang masih tak bisa ia atasi, ia masih ingin bertemu dengan yang dicinta dengan cara apapun.
<\/p>\n\n\n\n

Pamer Bojo adalah selanjutnya, ia hadir tepat di saat anak muda sedang mengalami tren nikah dini. Saat usia muda memang perasaan dan cinta sedang berkecamuknya, lalu dihadapkan dengan permasalahan yang cukup pelik dalam asmara yaitu ditinggal nikah. Lagu Pamer Bojo adalah solusinya, meski dalam liriknya ada pesan bahwa kita memang tidak pernah siap melihat yang dicinta menikah dengan orang lain. 
<\/p>\n\n\n\n

\u201cNeng opo seneng aku yen mung gawe laraku<\/em><\/p>\n\n\n\n

Pamer bojo anyar neng ngarepku\u201d<\/em>
<\/p>\n\n\n\n

Bagi saya musik memiliki kekuatan hebat walau memiliki tembok bernama bahasa. Hanya musisi hebat yang mampu menembus dinding-dinding itu. Didi Kempot adalah salah satunya, ia mampu membuat orang yang bukan bersuku Jawa bisa menikmati lagunya. Ini sebuah kemajuan dalam berkebudayaan, bahwa suku dan bangsa lain bisa saling menerima karya dari golongan lain. Sesuatu yang saat kini benar-benar kita butuhkan bukan setelah kontestasi politik yang melibatkan sentimen suku, agama, ras, dan antargolongan.
<\/p>\n\n\n\n

Didi Kempot memang sedang naik daun dan kini namanya lagi disebut-sebut di banyak penjuru di ibu kota. Ketakutan saya adalah akan seberapa lama tren ini berlanjut, mengingat tak banyak yang bisa bertahan lama di Jakarta. Akan tetapi pikiran tersebut saya rasa salah, Didi Kempot boleh saja naik daun dan tiba-tiba hilang di Jakarta, akan tetapi karya dan dirinya tetap abadi di Indonesia. Karena yang membuat Didi Kempot agung adalah kita yang selalu kekanak-kanakan menghadapi masalah patah hati. <\/p>\n","post_title":"Memuja-muja Didi Kempot, Mengagung-agungkan Patah Hati","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"memuja-muja-didi-kempot-mengagung-agungkan-patah-hati","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-07-29 16:13:56","post_modified_gmt":"2019-07-29 09:13:56","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5889","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5862,"post_author":"919","post_date":"2019-07-14 12:50:58","post_date_gmt":"2019-07-14 05:50:58","post_content":"\n

Musim haji kini telah tiba. Diperkirakan jutaan orang kini telah memadati Masjidil Haram di Mekkah, Arab Saudi untuk memenuhi salah satu rukun Islam tiap tahunnya. Ritual suci ini menjadi salah satu impian bagi tiap umat muslim di seluruh dunia dan tak seluruhnya bisa melaksanakannya. 
<\/p>\n\n\n\n

Walau demikian musim haji di Indonesia tak pernah sepi peminat. Menko Perekonomian Darmin Nasution memperkirakan jumlah jamaah haji Indonesia akan mencapai 4,34 juta jiwa pada 2019. Per hari ini (14\/7\/2019) jumlah jemaah diperkirakan sudah mencapai 47.983 orang yang sudah berdatangan ke Madinah. 
<\/p>\n\n\n\n

Ada-ada saja memang kelakuan masyarakat Indonesia ketika berkunjung ke luar negeri terutama untuk ibadah haji yang memakan waktu hingga satu bulan. Ada kisah para peserta membawa makanan khas daerah masing-masing karena takut tak bisa menyesuaikan dengan kudapan di sana. Ada yang membawa sambal, jengkol, ikan teri, padahal pihak penyelenggara sudah menyediakan makanan yang sesuai dengan lidah mereka.
<\/p>\n\n\n\n

Salah satu kebiasaan masyarakat Indonesia adalah merokok dan tradisi tersebut sudah mengakar sejak lama. Cita rasa kretek yang kuat dengan campuran cengkeh membuat masyarakat kita sulit menikmati produk rokok asing. Maka dengan demikian ketika bepergian ke luar negeri membawa rokok dari Indonesia adalah hal yang nampaknya sudah jadi kebiasaan. Sejatinya hal tersebut tak bisa dikatakan sebagai aktivitas ilegal, karena mereka membawa rokok lokal untuk dikonsumsi pribadi dan bukan untuk dijual.
<\/p>\n\n\n\n

Pemerintah sejatinya sudah mengakomodasi kebutuhan para perokok yang sedang menjadi peserta haji. Kemudahan itu adalah dengan memperbolehkan jamaah haji membawa rokok maksimal 200 batang untuk dibawa ke tanah suci. Jika berlebih, maka siap-siap untuk diamankan dan disita. Akibat informasi yang kadang tak menyeluruh, kadang masih ada saja rokok yang disita. Tribun Jabar misalnya memberitakan bahwa sehari ada sekitar 200 batang rokok yang disita oleh pihak bea dan cukai.
<\/p>\n\n\n\n

Peraturan memang ada untuk dipatuhi dan diikuti, sebagai perokok tentu hal tersebut tak boleh dihiraukan. Ada baiknya untuk mengikuti prosedur yang sudah diterapkan agar ibadah haji semakin nyaman. Tentu ijin boleh membawa rokok sebanyak 200 batang sudah cukup mengakomodir kebutuhan para perokok. Jika dihitung dalam 40 hari maka dalam satu hari satu jamaah haji bisa mengisap lima batang tentu pas jika kita anggap setiap sehabis sholat menghisap satu batang rokok. Tentu paduan yang sempurna antara ibadah dan kebiasaan merokok. 
<\/p>\n\n\n\n

Ada cara lain untuk mengakali peraturan tersebut, salah satunya adalah dengan menitip kepada anggota keluarga lain. Tentu cara ini sebenarnya tidak bermasalah karena setiap orang punya hak untuk membawa 200 batang rokok. Cara ini nampaknya cukup ampuh dan sudah dilakukan oleh beberapa jamaah haji. Asalkan rokok yang dibawa tentu hanya untuk kebutuhan pribadi, bukan untuk dijual kembali di sana. 
<\/p>\n\n\n\n

Pada akhirnya ibadah harus menjadi petimbangan utama saat ke tanah suci. Mengenai barang bawaan yang sudah diatur harus betul-betul diperhatikan. Toh rokok bukan barang yang bercandu sehingga kebiasaan merokok pun masih bisa diatasi ketika di tanah suci.
<\/p>\n","post_title":"Hal yang Perlu Diperhatikan Perokok Saat Berangkat Haji","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"hal-yang-perlu-diperhatikan-perokok-saat-berangkat-haji","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-07-14 12:51:04","post_modified_gmt":"2019-07-14 05:51:04","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5862","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":7},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"epic_block_3"};

\n

Dua tokoh di atas kemudian memberikan inspirasi kepada kreator-kreator Lo Fi music selanjutnya. Jika berbicara tentang proses pembuatannya tentu dianggap sebagai sesuatu yang mudah. Musisi lokal seperti Mardial bahkan pernah memberikan tutorial lengkapnya hanya dalam waktu singkat lewat akun youtubenya. Cukup ambil sampel musik klasik, potong di beberapa bagian (agar tak melanggar hak cipta), padukan dengan beat hip hop, beri musik tersebut sentuhan efek hujan, maka boom! jadilah sebuah Lo Fi music. 
<\/p>\n\n\n\n

Tapi nyatanya membuat musik yang nikmat tak semudah itu, menentukan nada yang pas dan menjahitnya dalam alunan ritme yang menarik butuh pemahaman tentang musik. Walau\u00a0 Lo Fi music dianggap musik yang murah, namun alunannya cukup ampuh menemani waktu luangmu. Maka tak heran jika banyak ragam playlist Lo Fi di spotify dan youtube dengan judul-judul seperti lo fi hip hop\/chillhop\/jazzhop\/beats to relax\/beats to study atau yang lainnya.<\/p>\n\n\n\n

Baca: Iklan Djarum 76 dan Goyangan Sekretaris Cantik yang Tengah Naik Daun<\/a><\/p>\n\n\n\n

Lo Fi di era modern kini diidentikkan pula dengan sesuatu yang berbau Jepang seperti anime bahkan dorama-dorama klasik. Ragam playlist di atas tentu jika kalian putar maka memiliki gambar background seperti potongan gif film dari Studio Ghibli, Cowboy Bebop, hingga Neon Genesis Evangelion. Menurut musicthehangup.com<\/a>, penggabungan antara lo fi dan anime terinsipirasi juga dari Nujabes yang memang juga membuat soundtrack untuk anime top karya Shinji Obara. 
<\/p>\n\n\n\n

Nujabes dan J Dilla memang sudah terlebih dahulu meninggalkan kita. Walau demikian tunas-tunas muda banyak bertumbuhan. Karya-karya lo fi saat ini yang familiar di telinga para pendengarnya adalah Saib, Yungbae, Jinsang, Kudasai, Elijah Who, bahkan ada juga yang dari Indonesia yaitu Jordy Chandra, Icecream, dan PXZVC.
<\/p>\n\n\n\n

Musim hujan kini bakal mulai tiba di tanah air. Mulai awal September hingga mungkin karanya awal tahun depan hujan mulai turun dan membasahi tanah. Musim penghujan adalah waktu yang tepat untuk mendengarkan musik-musik Lo Fi. Siapkan earphone anda dan biarkan dirimu tenggelam rileks didalam alunannya.
<\/p>\n","post_title":"Tentang Lo Fi Music, Alunan Nada Sederhana Pemikat Sukma","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"tentang-lo-fi-music-alunan-nada-sederhana-pemikat-sukma","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-08-25 12:09:07","post_modified_gmt":"2019-08-25 05:09:07","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5993","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5946,"post_author":"919","post_date":"2019-08-11 12:28:00","post_date_gmt":"2019-08-11 05:28:00","post_content":"\n

Plastik itu berwarna hitam seperti layaknya plastik kebanyakan. Didalamnya ada seonggoh daging segar yang akan diberikan kepada mereka yang layak membutuhkan. Rutinitas ini setahun sekali adanya. Plastik hitam itu ditunggu-tunggu banyak orang. Plastik hitam itu juga akan dijamah oleh banyak tangan. Plastik hitam itu membawa saya kepada kenangan di waktu silam.
<\/p>\n\n\n\n

Sebagai seorang Muslim, Hari Raya Iduladha adalah satu hal yang dinanti-nanti. Ia merupakan hari raya kedua bagi umat Nabi Muhammad setelah Idulfitri. Ada peristiwa berbeda yang menandai hadirnya kedua hari sakral tersebut. Bicara soal Iduladha, beberapa ulama sepakat menyebut bahwa ini adalah lambang pengorbanan manusia kepada sosial dan Tuhannya.
<\/p>\n\n\n\n

Maka lumrah jika jelang dan setelah menunaikan sholat Iduladha, ada banyak daging yang dihidangkan secara gratis untuk seluruh kalangan (meski yang diutamakan adalah kaum papa). Sebelum daging itu dibagikan, secara kolektif warga satu wilayah akan bersama-sama memotong hewan yang diwajibkan untuk dikurbankan yaitu sapi, kambing, domba, hingga onta. Hewan-hewan tersebut juga merupakan hasil sumbangan dari para penderma, baik itu individu atau memang yang dikumpulkan secara bersama-sama.
<\/p>\n\n\n\n

Momen inilah yang memang saya rindukan, ketika Iduladha tiba, bayangan saya langsung jauh menuju memori di masa kecil. Kala itu kami sibuk menghitung hewan yang sudah dikumpulkan di area masjid. Saya bersama teman-teman juga bermain dengan hewan itu dan sesekali bercanda dengannya. Saat hewan itu hendak disembelih, kami juga sedikit mengintip-ngintip (melihat proses penyembelihan) karena (kadang) tak tega melihat mereka direnggut nyawanya.
<\/p>\n\n\n\n

Momen-momen bermain di masjid saat hari raya memang satu hal yang indah dan mahal. Jika kami dulu di kampung memang sudah sering berinteraksi satu sama lain, maka di momen hari raya ikatan itu semakin dikuatkan. Mungkin juga di kota, meski tak punya intensitas yang cukup lebih (dalam berinteraksi sesama warga) seperti di kampung, namun jika hari raya tiba semuanya mau tak mau harus saling menyapa dan berkumpul. Semuanya berkumpul hingga malam tiba, berkumpul di depan api dan asap, serta tusukan sate daging yang sangat lezat untuk disantap.
<\/p>\n\n\n\n

Memori lainnya yang masih diingat adalah saat kami mulai mengamati potongan daging yang masih bergerak-gerak. Rupanya itu adalah denyut otot yang masih tetap bekerja meski hewan tersebut sudah tak lagi bernyawa. Ada lagi, kami mengamati betul hewan-hewan yang dikuliti, takjub memang dengan orang dewasa yang mahir melakukannya saat itu. Kulit tersebut kemudian kadang kami perebutkan, meski tak tahu akan hendak digunakan untuk apa nantinya.
<\/p>\n\n\n\n

Bermain-main dengan kepala kambing memang satu hal yang lucu saat kecil dahulu. Terkadang kami mengibaratkan tanduknya sebagai setang sepeda lalu membawanya sambil berlarian. Kadang juga kami merasa kebauan akibat bermain terlalu dekat dengan lubang tempat darah dan isi perut hewan yang sudah disembelih. Tapi ada satu yang unik, waktu kecil kami juga berebut mengambil torpedo hewan kurban. Rupanya rasanya nikmat dan memang tak ada gejala apa-apa setelah memakan itu, namun katanya kalau dimakan saat umur sudah dewasa maka reaksinya akan berbeda, entahlah.
<\/p>\n\n\n\n

Bicara Iduladha adalah soal lebaran di daerah perantauan. Bagi mereka yang merantau, momen lebaran idul adha biasanya dihabiskan bukan di kampung halaman. Tentu banyak faktor, mulai dari materi dan efisiensi waktu mengingat hari liburnya yang tak sebanyak Idulfitri. Tapi rupanya diciptakan dua hari raya bagi umat muslim rasanya memang lengkap (bagi anak rantau), satu untuk dirayakan bersama sanak famili di kampung, satunya lagi bersama tetangga dan rekan kerja di perantauan.
<\/p>\n\n\n\n

Maka memori anak-anak (dari mereka yang orangtuanya adalah perantauan) adalah soal bermain dengan tetangga komplek serta sekitarnya. Tak sedikit juga yang berkumpul di sekolah untuk merayakan bakar sate dan memakannya bersama-sama. Pada akhirnya memori tentang kisah kecil kita adalah suatu landasan, agar apabila suatu saat mulai jauh dari ajaran agama, kita diingatkan lagi tentang indahnya masa kecil yang kerap selalu mewah dengan momen perayaan ajaran tuhan.
<\/p>\n\n\n\n

Dari plastik hitam itu aku mengingat masa kecilku, dan dari ingatan masa kecil aku mengingat diriku yang ternyata kini kian jauh dari Tuhan.<\/p>\n","post_title":"Ingatan Masa Kecil dalam Seonggok Daging Iduladha","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"ingatan-masa-kecil-dalam-seonggok-daging-iduladha","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-08-11 12:28:07","post_modified_gmt":"2019-08-11 05:28:07","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5946","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5933,"post_author":"919","post_date":"2019-08-05 13:39:32","post_date_gmt":"2019-08-05 06:39:32","post_content":"\n

Musik adalah bagian dari kehidupan. Setiap alunannya menjadi warna yang saling menari mengikuti jejak langkah kehidupan. Sejak kecil irama musik mulai diperkenalkan orang tua hingga dewasa kita mulai mengenal musik dengan pemikiran sendiri. Musik menjadi teman setia manusa dalam berproses, baik jika akhirnya gagal atau mendulang kesukasesan.
<\/p>\n\n\n\n

Maka benar kata Bob Marley yang menyebut bahwa satu hal yang baik tentang musik adalah ketika itu menyentuh anda tidak akan ada rasa sakit (secara harfiah). Musik menjadi legitimasi perasaan yang tertaut dengan momen, menjadi irama pendamping saat satu peristiwa terjadi. 
<\/p>\n\n\n\n

Era digital seperti sekarang ini kita diperkenalkan dengan berbagai platform pemutar musik secara online dan yang paling banyak digunakan saat ini adalah Spotify. Anda bisa mendengarkan musik secara berbayar dengan profit kualitas suara yang jernih dan tentu membuat playlist idamanmu! playlist ini yang nantinya bisa anda bagikan di sosial media atau langsung ke whatsapp temanmu, hingga pacarmu.
<\/p>\n\n\n\n

Tentu kami juga punya pilihan lagu yang layak anda perdengarkan. Minggu ini kami merangkum lima lagu yang cocok anda dengarkan untuk menemani beraktivitas. Berikut lima lagu tersebut.
<\/p>\n\n\n\n

Selamat Pagi - Ran
<\/h2>\n\n\n\n

Nyaris tak ada yang memungkiri kalau Senin Pagi adalah sesuatu yang menjemukan. Kalau sudah begini dibutuhkan lagu yang tepat untuk mengawali aktifitas anda. Kami rekomendasikan lagu ini yang terdengar catchy agar menjadi mood booster bagi kalian yang masih terikat oleh hawa-hawa libur akhir pekan.
<\/p>\n\n\n\n

Wong Edan Kuwi Bebas - Shodiq Monata
<\/h2>\n\n\n\n

Yoooo! lagu-lagu dangdut memang sangat dibutuhkan ketika irama aktivitas anda mulai meningkat. Lagu ini memiliki beat yang cukup kencang diiringi dengan irama koplo yang siap membuat anda untuk bergoyang. Persetan dengan segala kemacetan hingga marahan dari atasan, Wong Edan Kuwi Bebas!
<\/p>\n\n\n\n

Sulung - Kunto Aji
<\/h2>\n\n\n\n

Kadang apa yang kita harapkan tak sesuai hasil yang didapatkan. Ekspektasi berlebihan membuatmu menjadi lupa pada jati diri, jika gagal maka berpotensi untuk tak percaya diri dan jika sukses bukan tak mungkin akan semakin menyombongkan diri. Karena kata Kunto Aji yang sebaiknya kau jaga adalah dirimu sendiri.
<\/p>\n\n\n\n

This Girl - Kungs
<\/h2>\n\n\n\n

Kalau Jumat malam sudah tiba maka waktunya untuk bersenang-senang! segera hubungi sahabat atau kekasih anda. Kongkow di kedai kopi atau berajojing ria juga pun tak masalah. Adakalanya anda butuh melepaskan penat, goyang badanmu dan nikmati dentuman musiknya.
<\/p>\n\n\n\n

Rotterdam (Or Anywhere) - The Beautiful South
<\/h2>\n\n\n\n

Sabtu dan Minggu waktunya jalan-jalan! kalau punya uang dan waktu ada baiknya berkunjung ke luar kota, namun jika budget terbatas maka kendarai motormu atau gunakan kendaraan umum lalu main ke rumah temanmu bisa jadi solusi. Tak peduli apa pun tempat yang anda kunjungi asal itu membahagiakan, benar kan?<\/p>\n","post_title":"Playlist Spotify Mantap Minggu Ini untuk Kalian Para Perokok Keren","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"playlist-spotify-mantap-minggu-ini-untuk-kalian-para-perokok-keren","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-08-05 13:39:39","post_modified_gmt":"2019-08-05 06:39:39","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5933","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5889,"post_author":"919","post_date":"2019-07-29 16:13:48","post_date_gmt":"2019-07-29 09:13:48","post_content":"\n

Upaya mengejar cinta selalu menghadirkan satu masalah yaitu patah hati. Jika bicara soal peluang bakal menghadapi masalah tersebut, maka persentasinya adalah 50:50. Potensinya sudah bisa membesar sejak awal anda mencoba untuk berkenalan dengan sosok idaman. Jika salah langkah, sudah pasti si dia bakal menjauh, andai pun langkah awal sudah tepat tapi threatmennya pendekatannya salah, siap-siap kalimat \u2018maaf kita ga cocok\u2019<\/em> akan anda dapatkan.\u00a0
<\/p>\n\n\n\n

Kalau sudah patah hati rasanya memang ribet. Rendang yang katanya dijadikan makanan terenak di dunia pun rasanya seperti daging gosong. Mau beraktifitas juga susah, karena isinya hanya meratap dan merenungi. Diajak teman main game <\/em>juga tak maksimal, apalagi kongkow-kongkow sampai subuh. Kalau sudah begini tak boleh buru-buru larut dalam kesedihan, musik bisa jadi obat ampuh untuk menenangkannya. 
<\/p>\n\n\n\n

Musik memang soal selera, ada yang ingin lagu agak ngebeat <\/em>biar adrenalinennya naik. Ada yang memutar lagi jazz supaya lebih tenang, musik dangdut biar oaoe<\/em>, hingga lagu indie biar terkesan indies (ealaahhh). Akan tetapi ada satu tren belakangan ini, patah hati dan mendengarkan lagu-lagu yang dinyanyikan oleh Didi Kempot.
<\/p>\n\n\n\n

Sosok yang memulai karier berseni sebagai musisi jalanan tersebut kini lagi digandrungi anak muda. Mereka menyebutnya sebagai Sadbois atau Sadgirls, mengagung-mengagungkan patah hati, merayakan kesedihan, dan Didi Kempot yang secara lelucon mereka sebut Lord, hadir memaksimalkan euforia tersebut. Satu lagu, dua lagu, tiga lagu, kalimat seperti \u2018Bajingan kowe dek!\u2019 mulai terlontar dari mulut-mulut penikmat lagu-lagu Didi Kempot.
<\/p>\n\n\n\n

Saya dan mungkin juga kalian sejatinya sudah cukup lama mendengar lagu-lagu Didi Kempot, mungkin sejak SD. Saat umur belum dua angka seperti saat ini, Didi Kempot mungkin hanya saya sebut sebagai musisi yang beraliran Campursari (meski memang benar seperti itu). Namun, ketika umur kian bertambah, Didi Kempot rupanya jauh lebih besar dari itu. Bisa jadi dia adalah representasi dari diksi patah hati itu sendiri.
<\/p>\n\n\n\n

Lagu Sewu Kutho misalnya, saya anggap sebagai lagu patah hati terhebat yang pernah ia buat. Bagaimana rasa rindu, sakit, dan keikhlasan menyatu menjadi satu dalam sebuah lagu. Bahkan doa juga ia sematkan kepada orang yang disayang, agar hidup dia yang dicinta hidup lebih bahagia daripada dirinya. Meski sebenarnya dalam lagu tersebut ada pertentangan lain dalam dirinya yang masih tak bisa ia atasi, ia masih ingin bertemu dengan yang dicinta dengan cara apapun.
<\/p>\n\n\n\n

Pamer Bojo adalah selanjutnya, ia hadir tepat di saat anak muda sedang mengalami tren nikah dini. Saat usia muda memang perasaan dan cinta sedang berkecamuknya, lalu dihadapkan dengan permasalahan yang cukup pelik dalam asmara yaitu ditinggal nikah. Lagu Pamer Bojo adalah solusinya, meski dalam liriknya ada pesan bahwa kita memang tidak pernah siap melihat yang dicinta menikah dengan orang lain. 
<\/p>\n\n\n\n

\u201cNeng opo seneng aku yen mung gawe laraku<\/em><\/p>\n\n\n\n

Pamer bojo anyar neng ngarepku\u201d<\/em>
<\/p>\n\n\n\n

Bagi saya musik memiliki kekuatan hebat walau memiliki tembok bernama bahasa. Hanya musisi hebat yang mampu menembus dinding-dinding itu. Didi Kempot adalah salah satunya, ia mampu membuat orang yang bukan bersuku Jawa bisa menikmati lagunya. Ini sebuah kemajuan dalam berkebudayaan, bahwa suku dan bangsa lain bisa saling menerima karya dari golongan lain. Sesuatu yang saat kini benar-benar kita butuhkan bukan setelah kontestasi politik yang melibatkan sentimen suku, agama, ras, dan antargolongan.
<\/p>\n\n\n\n

Didi Kempot memang sedang naik daun dan kini namanya lagi disebut-sebut di banyak penjuru di ibu kota. Ketakutan saya adalah akan seberapa lama tren ini berlanjut, mengingat tak banyak yang bisa bertahan lama di Jakarta. Akan tetapi pikiran tersebut saya rasa salah, Didi Kempot boleh saja naik daun dan tiba-tiba hilang di Jakarta, akan tetapi karya dan dirinya tetap abadi di Indonesia. Karena yang membuat Didi Kempot agung adalah kita yang selalu kekanak-kanakan menghadapi masalah patah hati. <\/p>\n","post_title":"Memuja-muja Didi Kempot, Mengagung-agungkan Patah Hati","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"memuja-muja-didi-kempot-mengagung-agungkan-patah-hati","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-07-29 16:13:56","post_modified_gmt":"2019-07-29 09:13:56","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5889","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5862,"post_author":"919","post_date":"2019-07-14 12:50:58","post_date_gmt":"2019-07-14 05:50:58","post_content":"\n

Musim haji kini telah tiba. Diperkirakan jutaan orang kini telah memadati Masjidil Haram di Mekkah, Arab Saudi untuk memenuhi salah satu rukun Islam tiap tahunnya. Ritual suci ini menjadi salah satu impian bagi tiap umat muslim di seluruh dunia dan tak seluruhnya bisa melaksanakannya. 
<\/p>\n\n\n\n

Walau demikian musim haji di Indonesia tak pernah sepi peminat. Menko Perekonomian Darmin Nasution memperkirakan jumlah jamaah haji Indonesia akan mencapai 4,34 juta jiwa pada 2019. Per hari ini (14\/7\/2019) jumlah jemaah diperkirakan sudah mencapai 47.983 orang yang sudah berdatangan ke Madinah. 
<\/p>\n\n\n\n

Ada-ada saja memang kelakuan masyarakat Indonesia ketika berkunjung ke luar negeri terutama untuk ibadah haji yang memakan waktu hingga satu bulan. Ada kisah para peserta membawa makanan khas daerah masing-masing karena takut tak bisa menyesuaikan dengan kudapan di sana. Ada yang membawa sambal, jengkol, ikan teri, padahal pihak penyelenggara sudah menyediakan makanan yang sesuai dengan lidah mereka.
<\/p>\n\n\n\n

Salah satu kebiasaan masyarakat Indonesia adalah merokok dan tradisi tersebut sudah mengakar sejak lama. Cita rasa kretek yang kuat dengan campuran cengkeh membuat masyarakat kita sulit menikmati produk rokok asing. Maka dengan demikian ketika bepergian ke luar negeri membawa rokok dari Indonesia adalah hal yang nampaknya sudah jadi kebiasaan. Sejatinya hal tersebut tak bisa dikatakan sebagai aktivitas ilegal, karena mereka membawa rokok lokal untuk dikonsumsi pribadi dan bukan untuk dijual.
<\/p>\n\n\n\n

Pemerintah sejatinya sudah mengakomodasi kebutuhan para perokok yang sedang menjadi peserta haji. Kemudahan itu adalah dengan memperbolehkan jamaah haji membawa rokok maksimal 200 batang untuk dibawa ke tanah suci. Jika berlebih, maka siap-siap untuk diamankan dan disita. Akibat informasi yang kadang tak menyeluruh, kadang masih ada saja rokok yang disita. Tribun Jabar misalnya memberitakan bahwa sehari ada sekitar 200 batang rokok yang disita oleh pihak bea dan cukai.
<\/p>\n\n\n\n

Peraturan memang ada untuk dipatuhi dan diikuti, sebagai perokok tentu hal tersebut tak boleh dihiraukan. Ada baiknya untuk mengikuti prosedur yang sudah diterapkan agar ibadah haji semakin nyaman. Tentu ijin boleh membawa rokok sebanyak 200 batang sudah cukup mengakomodir kebutuhan para perokok. Jika dihitung dalam 40 hari maka dalam satu hari satu jamaah haji bisa mengisap lima batang tentu pas jika kita anggap setiap sehabis sholat menghisap satu batang rokok. Tentu paduan yang sempurna antara ibadah dan kebiasaan merokok. 
<\/p>\n\n\n\n

Ada cara lain untuk mengakali peraturan tersebut, salah satunya adalah dengan menitip kepada anggota keluarga lain. Tentu cara ini sebenarnya tidak bermasalah karena setiap orang punya hak untuk membawa 200 batang rokok. Cara ini nampaknya cukup ampuh dan sudah dilakukan oleh beberapa jamaah haji. Asalkan rokok yang dibawa tentu hanya untuk kebutuhan pribadi, bukan untuk dijual kembali di sana. 
<\/p>\n\n\n\n

Pada akhirnya ibadah harus menjadi petimbangan utama saat ke tanah suci. Mengenai barang bawaan yang sudah diatur harus betul-betul diperhatikan. Toh rokok bukan barang yang bercandu sehingga kebiasaan merokok pun masih bisa diatasi ketika di tanah suci.
<\/p>\n","post_title":"Hal yang Perlu Diperhatikan Perokok Saat Berangkat Haji","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"hal-yang-perlu-diperhatikan-perokok-saat-berangkat-haji","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-07-14 12:51:04","post_modified_gmt":"2019-07-14 05:51:04","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5862","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":7},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"epic_block_3"};

\n

Jauh dari tanah kelahiran hip hop di Amerika Serikat, ada seorang musisi cerdas bernama Jun Seba atau yang identitik dengan nama Nujabes. Boleh dibilang, dia yang membawa penulis mengeksplore lebih dalam tentang aliran musik lo fi hip hop. Nujabes dengan cepat menjadi terkenal karena produksinya yang unik. Suara musik yang khas, bernostalgia, dan pengaruh jazz yang memberikan atmosfer tersendiri secara kebetulan menciptakan gaya yang sangat sebanding dengan J Dilla.
<\/p>\n\n\n\n

Dua tokoh di atas kemudian memberikan inspirasi kepada kreator-kreator Lo Fi music selanjutnya. Jika berbicara tentang proses pembuatannya tentu dianggap sebagai sesuatu yang mudah. Musisi lokal seperti Mardial bahkan pernah memberikan tutorial lengkapnya hanya dalam waktu singkat lewat akun youtubenya. Cukup ambil sampel musik klasik, potong di beberapa bagian (agar tak melanggar hak cipta), padukan dengan beat hip hop, beri musik tersebut sentuhan efek hujan, maka boom! jadilah sebuah Lo Fi music. 
<\/p>\n\n\n\n

Tapi nyatanya membuat musik yang nikmat tak semudah itu, menentukan nada yang pas dan menjahitnya dalam alunan ritme yang menarik butuh pemahaman tentang musik. Walau\u00a0 Lo Fi music dianggap musik yang murah, namun alunannya cukup ampuh menemani waktu luangmu. Maka tak heran jika banyak ragam playlist Lo Fi di spotify dan youtube dengan judul-judul seperti lo fi hip hop\/chillhop\/jazzhop\/beats to relax\/beats to study atau yang lainnya.<\/p>\n\n\n\n

Baca: Iklan Djarum 76 dan Goyangan Sekretaris Cantik yang Tengah Naik Daun<\/a><\/p>\n\n\n\n

Lo Fi di era modern kini diidentikkan pula dengan sesuatu yang berbau Jepang seperti anime bahkan dorama-dorama klasik. Ragam playlist di atas tentu jika kalian putar maka memiliki gambar background seperti potongan gif film dari Studio Ghibli, Cowboy Bebop, hingga Neon Genesis Evangelion. Menurut musicthehangup.com<\/a>, penggabungan antara lo fi dan anime terinsipirasi juga dari Nujabes yang memang juga membuat soundtrack untuk anime top karya Shinji Obara. 
<\/p>\n\n\n\n

Nujabes dan J Dilla memang sudah terlebih dahulu meninggalkan kita. Walau demikian tunas-tunas muda banyak bertumbuhan. Karya-karya lo fi saat ini yang familiar di telinga para pendengarnya adalah Saib, Yungbae, Jinsang, Kudasai, Elijah Who, bahkan ada juga yang dari Indonesia yaitu Jordy Chandra, Icecream, dan PXZVC.
<\/p>\n\n\n\n

Musim hujan kini bakal mulai tiba di tanah air. Mulai awal September hingga mungkin karanya awal tahun depan hujan mulai turun dan membasahi tanah. Musim penghujan adalah waktu yang tepat untuk mendengarkan musik-musik Lo Fi. Siapkan earphone anda dan biarkan dirimu tenggelam rileks didalam alunannya.
<\/p>\n","post_title":"Tentang Lo Fi Music, Alunan Nada Sederhana Pemikat Sukma","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"tentang-lo-fi-music-alunan-nada-sederhana-pemikat-sukma","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-08-25 12:09:07","post_modified_gmt":"2019-08-25 05:09:07","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5993","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5946,"post_author":"919","post_date":"2019-08-11 12:28:00","post_date_gmt":"2019-08-11 05:28:00","post_content":"\n

Plastik itu berwarna hitam seperti layaknya plastik kebanyakan. Didalamnya ada seonggoh daging segar yang akan diberikan kepada mereka yang layak membutuhkan. Rutinitas ini setahun sekali adanya. Plastik hitam itu ditunggu-tunggu banyak orang. Plastik hitam itu juga akan dijamah oleh banyak tangan. Plastik hitam itu membawa saya kepada kenangan di waktu silam.
<\/p>\n\n\n\n

Sebagai seorang Muslim, Hari Raya Iduladha adalah satu hal yang dinanti-nanti. Ia merupakan hari raya kedua bagi umat Nabi Muhammad setelah Idulfitri. Ada peristiwa berbeda yang menandai hadirnya kedua hari sakral tersebut. Bicara soal Iduladha, beberapa ulama sepakat menyebut bahwa ini adalah lambang pengorbanan manusia kepada sosial dan Tuhannya.
<\/p>\n\n\n\n

Maka lumrah jika jelang dan setelah menunaikan sholat Iduladha, ada banyak daging yang dihidangkan secara gratis untuk seluruh kalangan (meski yang diutamakan adalah kaum papa). Sebelum daging itu dibagikan, secara kolektif warga satu wilayah akan bersama-sama memotong hewan yang diwajibkan untuk dikurbankan yaitu sapi, kambing, domba, hingga onta. Hewan-hewan tersebut juga merupakan hasil sumbangan dari para penderma, baik itu individu atau memang yang dikumpulkan secara bersama-sama.
<\/p>\n\n\n\n

Momen inilah yang memang saya rindukan, ketika Iduladha tiba, bayangan saya langsung jauh menuju memori di masa kecil. Kala itu kami sibuk menghitung hewan yang sudah dikumpulkan di area masjid. Saya bersama teman-teman juga bermain dengan hewan itu dan sesekali bercanda dengannya. Saat hewan itu hendak disembelih, kami juga sedikit mengintip-ngintip (melihat proses penyembelihan) karena (kadang) tak tega melihat mereka direnggut nyawanya.
<\/p>\n\n\n\n

Momen-momen bermain di masjid saat hari raya memang satu hal yang indah dan mahal. Jika kami dulu di kampung memang sudah sering berinteraksi satu sama lain, maka di momen hari raya ikatan itu semakin dikuatkan. Mungkin juga di kota, meski tak punya intensitas yang cukup lebih (dalam berinteraksi sesama warga) seperti di kampung, namun jika hari raya tiba semuanya mau tak mau harus saling menyapa dan berkumpul. Semuanya berkumpul hingga malam tiba, berkumpul di depan api dan asap, serta tusukan sate daging yang sangat lezat untuk disantap.
<\/p>\n\n\n\n

Memori lainnya yang masih diingat adalah saat kami mulai mengamati potongan daging yang masih bergerak-gerak. Rupanya itu adalah denyut otot yang masih tetap bekerja meski hewan tersebut sudah tak lagi bernyawa. Ada lagi, kami mengamati betul hewan-hewan yang dikuliti, takjub memang dengan orang dewasa yang mahir melakukannya saat itu. Kulit tersebut kemudian kadang kami perebutkan, meski tak tahu akan hendak digunakan untuk apa nantinya.
<\/p>\n\n\n\n

Bermain-main dengan kepala kambing memang satu hal yang lucu saat kecil dahulu. Terkadang kami mengibaratkan tanduknya sebagai setang sepeda lalu membawanya sambil berlarian. Kadang juga kami merasa kebauan akibat bermain terlalu dekat dengan lubang tempat darah dan isi perut hewan yang sudah disembelih. Tapi ada satu yang unik, waktu kecil kami juga berebut mengambil torpedo hewan kurban. Rupanya rasanya nikmat dan memang tak ada gejala apa-apa setelah memakan itu, namun katanya kalau dimakan saat umur sudah dewasa maka reaksinya akan berbeda, entahlah.
<\/p>\n\n\n\n

Bicara Iduladha adalah soal lebaran di daerah perantauan. Bagi mereka yang merantau, momen lebaran idul adha biasanya dihabiskan bukan di kampung halaman. Tentu banyak faktor, mulai dari materi dan efisiensi waktu mengingat hari liburnya yang tak sebanyak Idulfitri. Tapi rupanya diciptakan dua hari raya bagi umat muslim rasanya memang lengkap (bagi anak rantau), satu untuk dirayakan bersama sanak famili di kampung, satunya lagi bersama tetangga dan rekan kerja di perantauan.
<\/p>\n\n\n\n

Maka memori anak-anak (dari mereka yang orangtuanya adalah perantauan) adalah soal bermain dengan tetangga komplek serta sekitarnya. Tak sedikit juga yang berkumpul di sekolah untuk merayakan bakar sate dan memakannya bersama-sama. Pada akhirnya memori tentang kisah kecil kita adalah suatu landasan, agar apabila suatu saat mulai jauh dari ajaran agama, kita diingatkan lagi tentang indahnya masa kecil yang kerap selalu mewah dengan momen perayaan ajaran tuhan.
<\/p>\n\n\n\n

Dari plastik hitam itu aku mengingat masa kecilku, dan dari ingatan masa kecil aku mengingat diriku yang ternyata kini kian jauh dari Tuhan.<\/p>\n","post_title":"Ingatan Masa Kecil dalam Seonggok Daging Iduladha","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"ingatan-masa-kecil-dalam-seonggok-daging-iduladha","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-08-11 12:28:07","post_modified_gmt":"2019-08-11 05:28:07","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5946","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5933,"post_author":"919","post_date":"2019-08-05 13:39:32","post_date_gmt":"2019-08-05 06:39:32","post_content":"\n

Musik adalah bagian dari kehidupan. Setiap alunannya menjadi warna yang saling menari mengikuti jejak langkah kehidupan. Sejak kecil irama musik mulai diperkenalkan orang tua hingga dewasa kita mulai mengenal musik dengan pemikiran sendiri. Musik menjadi teman setia manusa dalam berproses, baik jika akhirnya gagal atau mendulang kesukasesan.
<\/p>\n\n\n\n

Maka benar kata Bob Marley yang menyebut bahwa satu hal yang baik tentang musik adalah ketika itu menyentuh anda tidak akan ada rasa sakit (secara harfiah). Musik menjadi legitimasi perasaan yang tertaut dengan momen, menjadi irama pendamping saat satu peristiwa terjadi. 
<\/p>\n\n\n\n

Era digital seperti sekarang ini kita diperkenalkan dengan berbagai platform pemutar musik secara online dan yang paling banyak digunakan saat ini adalah Spotify. Anda bisa mendengarkan musik secara berbayar dengan profit kualitas suara yang jernih dan tentu membuat playlist idamanmu! playlist ini yang nantinya bisa anda bagikan di sosial media atau langsung ke whatsapp temanmu, hingga pacarmu.
<\/p>\n\n\n\n

Tentu kami juga punya pilihan lagu yang layak anda perdengarkan. Minggu ini kami merangkum lima lagu yang cocok anda dengarkan untuk menemani beraktivitas. Berikut lima lagu tersebut.
<\/p>\n\n\n\n

Selamat Pagi - Ran
<\/h2>\n\n\n\n

Nyaris tak ada yang memungkiri kalau Senin Pagi adalah sesuatu yang menjemukan. Kalau sudah begini dibutuhkan lagu yang tepat untuk mengawali aktifitas anda. Kami rekomendasikan lagu ini yang terdengar catchy agar menjadi mood booster bagi kalian yang masih terikat oleh hawa-hawa libur akhir pekan.
<\/p>\n\n\n\n

Wong Edan Kuwi Bebas - Shodiq Monata
<\/h2>\n\n\n\n

Yoooo! lagu-lagu dangdut memang sangat dibutuhkan ketika irama aktivitas anda mulai meningkat. Lagu ini memiliki beat yang cukup kencang diiringi dengan irama koplo yang siap membuat anda untuk bergoyang. Persetan dengan segala kemacetan hingga marahan dari atasan, Wong Edan Kuwi Bebas!
<\/p>\n\n\n\n

Sulung - Kunto Aji
<\/h2>\n\n\n\n

Kadang apa yang kita harapkan tak sesuai hasil yang didapatkan. Ekspektasi berlebihan membuatmu menjadi lupa pada jati diri, jika gagal maka berpotensi untuk tak percaya diri dan jika sukses bukan tak mungkin akan semakin menyombongkan diri. Karena kata Kunto Aji yang sebaiknya kau jaga adalah dirimu sendiri.
<\/p>\n\n\n\n

This Girl - Kungs
<\/h2>\n\n\n\n

Kalau Jumat malam sudah tiba maka waktunya untuk bersenang-senang! segera hubungi sahabat atau kekasih anda. Kongkow di kedai kopi atau berajojing ria juga pun tak masalah. Adakalanya anda butuh melepaskan penat, goyang badanmu dan nikmati dentuman musiknya.
<\/p>\n\n\n\n

Rotterdam (Or Anywhere) - The Beautiful South
<\/h2>\n\n\n\n

Sabtu dan Minggu waktunya jalan-jalan! kalau punya uang dan waktu ada baiknya berkunjung ke luar kota, namun jika budget terbatas maka kendarai motormu atau gunakan kendaraan umum lalu main ke rumah temanmu bisa jadi solusi. Tak peduli apa pun tempat yang anda kunjungi asal itu membahagiakan, benar kan?<\/p>\n","post_title":"Playlist Spotify Mantap Minggu Ini untuk Kalian Para Perokok Keren","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"playlist-spotify-mantap-minggu-ini-untuk-kalian-para-perokok-keren","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-08-05 13:39:39","post_modified_gmt":"2019-08-05 06:39:39","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5933","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5889,"post_author":"919","post_date":"2019-07-29 16:13:48","post_date_gmt":"2019-07-29 09:13:48","post_content":"\n

Upaya mengejar cinta selalu menghadirkan satu masalah yaitu patah hati. Jika bicara soal peluang bakal menghadapi masalah tersebut, maka persentasinya adalah 50:50. Potensinya sudah bisa membesar sejak awal anda mencoba untuk berkenalan dengan sosok idaman. Jika salah langkah, sudah pasti si dia bakal menjauh, andai pun langkah awal sudah tepat tapi threatmennya pendekatannya salah, siap-siap kalimat \u2018maaf kita ga cocok\u2019<\/em> akan anda dapatkan.\u00a0
<\/p>\n\n\n\n

Kalau sudah patah hati rasanya memang ribet. Rendang yang katanya dijadikan makanan terenak di dunia pun rasanya seperti daging gosong. Mau beraktifitas juga susah, karena isinya hanya meratap dan merenungi. Diajak teman main game <\/em>juga tak maksimal, apalagi kongkow-kongkow sampai subuh. Kalau sudah begini tak boleh buru-buru larut dalam kesedihan, musik bisa jadi obat ampuh untuk menenangkannya. 
<\/p>\n\n\n\n

Musik memang soal selera, ada yang ingin lagu agak ngebeat <\/em>biar adrenalinennya naik. Ada yang memutar lagi jazz supaya lebih tenang, musik dangdut biar oaoe<\/em>, hingga lagu indie biar terkesan indies (ealaahhh). Akan tetapi ada satu tren belakangan ini, patah hati dan mendengarkan lagu-lagu yang dinyanyikan oleh Didi Kempot.
<\/p>\n\n\n\n

Sosok yang memulai karier berseni sebagai musisi jalanan tersebut kini lagi digandrungi anak muda. Mereka menyebutnya sebagai Sadbois atau Sadgirls, mengagung-mengagungkan patah hati, merayakan kesedihan, dan Didi Kempot yang secara lelucon mereka sebut Lord, hadir memaksimalkan euforia tersebut. Satu lagu, dua lagu, tiga lagu, kalimat seperti \u2018Bajingan kowe dek!\u2019 mulai terlontar dari mulut-mulut penikmat lagu-lagu Didi Kempot.
<\/p>\n\n\n\n

Saya dan mungkin juga kalian sejatinya sudah cukup lama mendengar lagu-lagu Didi Kempot, mungkin sejak SD. Saat umur belum dua angka seperti saat ini, Didi Kempot mungkin hanya saya sebut sebagai musisi yang beraliran Campursari (meski memang benar seperti itu). Namun, ketika umur kian bertambah, Didi Kempot rupanya jauh lebih besar dari itu. Bisa jadi dia adalah representasi dari diksi patah hati itu sendiri.
<\/p>\n\n\n\n

Lagu Sewu Kutho misalnya, saya anggap sebagai lagu patah hati terhebat yang pernah ia buat. Bagaimana rasa rindu, sakit, dan keikhlasan menyatu menjadi satu dalam sebuah lagu. Bahkan doa juga ia sematkan kepada orang yang disayang, agar hidup dia yang dicinta hidup lebih bahagia daripada dirinya. Meski sebenarnya dalam lagu tersebut ada pertentangan lain dalam dirinya yang masih tak bisa ia atasi, ia masih ingin bertemu dengan yang dicinta dengan cara apapun.
<\/p>\n\n\n\n

Pamer Bojo adalah selanjutnya, ia hadir tepat di saat anak muda sedang mengalami tren nikah dini. Saat usia muda memang perasaan dan cinta sedang berkecamuknya, lalu dihadapkan dengan permasalahan yang cukup pelik dalam asmara yaitu ditinggal nikah. Lagu Pamer Bojo adalah solusinya, meski dalam liriknya ada pesan bahwa kita memang tidak pernah siap melihat yang dicinta menikah dengan orang lain. 
<\/p>\n\n\n\n

\u201cNeng opo seneng aku yen mung gawe laraku<\/em><\/p>\n\n\n\n

Pamer bojo anyar neng ngarepku\u201d<\/em>
<\/p>\n\n\n\n

Bagi saya musik memiliki kekuatan hebat walau memiliki tembok bernama bahasa. Hanya musisi hebat yang mampu menembus dinding-dinding itu. Didi Kempot adalah salah satunya, ia mampu membuat orang yang bukan bersuku Jawa bisa menikmati lagunya. Ini sebuah kemajuan dalam berkebudayaan, bahwa suku dan bangsa lain bisa saling menerima karya dari golongan lain. Sesuatu yang saat kini benar-benar kita butuhkan bukan setelah kontestasi politik yang melibatkan sentimen suku, agama, ras, dan antargolongan.
<\/p>\n\n\n\n

Didi Kempot memang sedang naik daun dan kini namanya lagi disebut-sebut di banyak penjuru di ibu kota. Ketakutan saya adalah akan seberapa lama tren ini berlanjut, mengingat tak banyak yang bisa bertahan lama di Jakarta. Akan tetapi pikiran tersebut saya rasa salah, Didi Kempot boleh saja naik daun dan tiba-tiba hilang di Jakarta, akan tetapi karya dan dirinya tetap abadi di Indonesia. Karena yang membuat Didi Kempot agung adalah kita yang selalu kekanak-kanakan menghadapi masalah patah hati. <\/p>\n","post_title":"Memuja-muja Didi Kempot, Mengagung-agungkan Patah Hati","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"memuja-muja-didi-kempot-mengagung-agungkan-patah-hati","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-07-29 16:13:56","post_modified_gmt":"2019-07-29 09:13:56","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5889","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5862,"post_author":"919","post_date":"2019-07-14 12:50:58","post_date_gmt":"2019-07-14 05:50:58","post_content":"\n

Musim haji kini telah tiba. Diperkirakan jutaan orang kini telah memadati Masjidil Haram di Mekkah, Arab Saudi untuk memenuhi salah satu rukun Islam tiap tahunnya. Ritual suci ini menjadi salah satu impian bagi tiap umat muslim di seluruh dunia dan tak seluruhnya bisa melaksanakannya. 
<\/p>\n\n\n\n

Walau demikian musim haji di Indonesia tak pernah sepi peminat. Menko Perekonomian Darmin Nasution memperkirakan jumlah jamaah haji Indonesia akan mencapai 4,34 juta jiwa pada 2019. Per hari ini (14\/7\/2019) jumlah jemaah diperkirakan sudah mencapai 47.983 orang yang sudah berdatangan ke Madinah. 
<\/p>\n\n\n\n

Ada-ada saja memang kelakuan masyarakat Indonesia ketika berkunjung ke luar negeri terutama untuk ibadah haji yang memakan waktu hingga satu bulan. Ada kisah para peserta membawa makanan khas daerah masing-masing karena takut tak bisa menyesuaikan dengan kudapan di sana. Ada yang membawa sambal, jengkol, ikan teri, padahal pihak penyelenggara sudah menyediakan makanan yang sesuai dengan lidah mereka.
<\/p>\n\n\n\n

Salah satu kebiasaan masyarakat Indonesia adalah merokok dan tradisi tersebut sudah mengakar sejak lama. Cita rasa kretek yang kuat dengan campuran cengkeh membuat masyarakat kita sulit menikmati produk rokok asing. Maka dengan demikian ketika bepergian ke luar negeri membawa rokok dari Indonesia adalah hal yang nampaknya sudah jadi kebiasaan. Sejatinya hal tersebut tak bisa dikatakan sebagai aktivitas ilegal, karena mereka membawa rokok lokal untuk dikonsumsi pribadi dan bukan untuk dijual.
<\/p>\n\n\n\n

Pemerintah sejatinya sudah mengakomodasi kebutuhan para perokok yang sedang menjadi peserta haji. Kemudahan itu adalah dengan memperbolehkan jamaah haji membawa rokok maksimal 200 batang untuk dibawa ke tanah suci. Jika berlebih, maka siap-siap untuk diamankan dan disita. Akibat informasi yang kadang tak menyeluruh, kadang masih ada saja rokok yang disita. Tribun Jabar misalnya memberitakan bahwa sehari ada sekitar 200 batang rokok yang disita oleh pihak bea dan cukai.
<\/p>\n\n\n\n

Peraturan memang ada untuk dipatuhi dan diikuti, sebagai perokok tentu hal tersebut tak boleh dihiraukan. Ada baiknya untuk mengikuti prosedur yang sudah diterapkan agar ibadah haji semakin nyaman. Tentu ijin boleh membawa rokok sebanyak 200 batang sudah cukup mengakomodir kebutuhan para perokok. Jika dihitung dalam 40 hari maka dalam satu hari satu jamaah haji bisa mengisap lima batang tentu pas jika kita anggap setiap sehabis sholat menghisap satu batang rokok. Tentu paduan yang sempurna antara ibadah dan kebiasaan merokok. 
<\/p>\n\n\n\n

Ada cara lain untuk mengakali peraturan tersebut, salah satunya adalah dengan menitip kepada anggota keluarga lain. Tentu cara ini sebenarnya tidak bermasalah karena setiap orang punya hak untuk membawa 200 batang rokok. Cara ini nampaknya cukup ampuh dan sudah dilakukan oleh beberapa jamaah haji. Asalkan rokok yang dibawa tentu hanya untuk kebutuhan pribadi, bukan untuk dijual kembali di sana. 
<\/p>\n\n\n\n

Pada akhirnya ibadah harus menjadi petimbangan utama saat ke tanah suci. Mengenai barang bawaan yang sudah diatur harus betul-betul diperhatikan. Toh rokok bukan barang yang bercandu sehingga kebiasaan merokok pun masih bisa diatasi ketika di tanah suci.
<\/p>\n","post_title":"Hal yang Perlu Diperhatikan Perokok Saat Berangkat Haji","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"hal-yang-perlu-diperhatikan-perokok-saat-berangkat-haji","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-07-14 12:51:04","post_modified_gmt":"2019-07-14 05:51:04","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5862","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":7},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"epic_block_3"};

\n

Baca: Memuja-muja Didi Kempot, Mengagung-agungkan Patah Hati<\/a><\/p>\n\n\n\n

Jauh dari tanah kelahiran hip hop di Amerika Serikat, ada seorang musisi cerdas bernama Jun Seba atau yang identitik dengan nama Nujabes. Boleh dibilang, dia yang membawa penulis mengeksplore lebih dalam tentang aliran musik lo fi hip hop. Nujabes dengan cepat menjadi terkenal karena produksinya yang unik. Suara musik yang khas, bernostalgia, dan pengaruh jazz yang memberikan atmosfer tersendiri secara kebetulan menciptakan gaya yang sangat sebanding dengan J Dilla.
<\/p>\n\n\n\n

Dua tokoh di atas kemudian memberikan inspirasi kepada kreator-kreator Lo Fi music selanjutnya. Jika berbicara tentang proses pembuatannya tentu dianggap sebagai sesuatu yang mudah. Musisi lokal seperti Mardial bahkan pernah memberikan tutorial lengkapnya hanya dalam waktu singkat lewat akun youtubenya. Cukup ambil sampel musik klasik, potong di beberapa bagian (agar tak melanggar hak cipta), padukan dengan beat hip hop, beri musik tersebut sentuhan efek hujan, maka boom! jadilah sebuah Lo Fi music. 
<\/p>\n\n\n\n

Tapi nyatanya membuat musik yang nikmat tak semudah itu, menentukan nada yang pas dan menjahitnya dalam alunan ritme yang menarik butuh pemahaman tentang musik. Walau\u00a0 Lo Fi music dianggap musik yang murah, namun alunannya cukup ampuh menemani waktu luangmu. Maka tak heran jika banyak ragam playlist Lo Fi di spotify dan youtube dengan judul-judul seperti lo fi hip hop\/chillhop\/jazzhop\/beats to relax\/beats to study atau yang lainnya.<\/p>\n\n\n\n

Baca: Iklan Djarum 76 dan Goyangan Sekretaris Cantik yang Tengah Naik Daun<\/a><\/p>\n\n\n\n

Lo Fi di era modern kini diidentikkan pula dengan sesuatu yang berbau Jepang seperti anime bahkan dorama-dorama klasik. Ragam playlist di atas tentu jika kalian putar maka memiliki gambar background seperti potongan gif film dari Studio Ghibli, Cowboy Bebop, hingga Neon Genesis Evangelion. Menurut musicthehangup.com<\/a>, penggabungan antara lo fi dan anime terinsipirasi juga dari Nujabes yang memang juga membuat soundtrack untuk anime top karya Shinji Obara. 
<\/p>\n\n\n\n

Nujabes dan J Dilla memang sudah terlebih dahulu meninggalkan kita. Walau demikian tunas-tunas muda banyak bertumbuhan. Karya-karya lo fi saat ini yang familiar di telinga para pendengarnya adalah Saib, Yungbae, Jinsang, Kudasai, Elijah Who, bahkan ada juga yang dari Indonesia yaitu Jordy Chandra, Icecream, dan PXZVC.
<\/p>\n\n\n\n

Musim hujan kini bakal mulai tiba di tanah air. Mulai awal September hingga mungkin karanya awal tahun depan hujan mulai turun dan membasahi tanah. Musim penghujan adalah waktu yang tepat untuk mendengarkan musik-musik Lo Fi. Siapkan earphone anda dan biarkan dirimu tenggelam rileks didalam alunannya.
<\/p>\n","post_title":"Tentang Lo Fi Music, Alunan Nada Sederhana Pemikat Sukma","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"tentang-lo-fi-music-alunan-nada-sederhana-pemikat-sukma","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-08-25 12:09:07","post_modified_gmt":"2019-08-25 05:09:07","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5993","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5946,"post_author":"919","post_date":"2019-08-11 12:28:00","post_date_gmt":"2019-08-11 05:28:00","post_content":"\n

Plastik itu berwarna hitam seperti layaknya plastik kebanyakan. Didalamnya ada seonggoh daging segar yang akan diberikan kepada mereka yang layak membutuhkan. Rutinitas ini setahun sekali adanya. Plastik hitam itu ditunggu-tunggu banyak orang. Plastik hitam itu juga akan dijamah oleh banyak tangan. Plastik hitam itu membawa saya kepada kenangan di waktu silam.
<\/p>\n\n\n\n

Sebagai seorang Muslim, Hari Raya Iduladha adalah satu hal yang dinanti-nanti. Ia merupakan hari raya kedua bagi umat Nabi Muhammad setelah Idulfitri. Ada peristiwa berbeda yang menandai hadirnya kedua hari sakral tersebut. Bicara soal Iduladha, beberapa ulama sepakat menyebut bahwa ini adalah lambang pengorbanan manusia kepada sosial dan Tuhannya.
<\/p>\n\n\n\n

Maka lumrah jika jelang dan setelah menunaikan sholat Iduladha, ada banyak daging yang dihidangkan secara gratis untuk seluruh kalangan (meski yang diutamakan adalah kaum papa). Sebelum daging itu dibagikan, secara kolektif warga satu wilayah akan bersama-sama memotong hewan yang diwajibkan untuk dikurbankan yaitu sapi, kambing, domba, hingga onta. Hewan-hewan tersebut juga merupakan hasil sumbangan dari para penderma, baik itu individu atau memang yang dikumpulkan secara bersama-sama.
<\/p>\n\n\n\n

Momen inilah yang memang saya rindukan, ketika Iduladha tiba, bayangan saya langsung jauh menuju memori di masa kecil. Kala itu kami sibuk menghitung hewan yang sudah dikumpulkan di area masjid. Saya bersama teman-teman juga bermain dengan hewan itu dan sesekali bercanda dengannya. Saat hewan itu hendak disembelih, kami juga sedikit mengintip-ngintip (melihat proses penyembelihan) karena (kadang) tak tega melihat mereka direnggut nyawanya.
<\/p>\n\n\n\n

Momen-momen bermain di masjid saat hari raya memang satu hal yang indah dan mahal. Jika kami dulu di kampung memang sudah sering berinteraksi satu sama lain, maka di momen hari raya ikatan itu semakin dikuatkan. Mungkin juga di kota, meski tak punya intensitas yang cukup lebih (dalam berinteraksi sesama warga) seperti di kampung, namun jika hari raya tiba semuanya mau tak mau harus saling menyapa dan berkumpul. Semuanya berkumpul hingga malam tiba, berkumpul di depan api dan asap, serta tusukan sate daging yang sangat lezat untuk disantap.
<\/p>\n\n\n\n

Memori lainnya yang masih diingat adalah saat kami mulai mengamati potongan daging yang masih bergerak-gerak. Rupanya itu adalah denyut otot yang masih tetap bekerja meski hewan tersebut sudah tak lagi bernyawa. Ada lagi, kami mengamati betul hewan-hewan yang dikuliti, takjub memang dengan orang dewasa yang mahir melakukannya saat itu. Kulit tersebut kemudian kadang kami perebutkan, meski tak tahu akan hendak digunakan untuk apa nantinya.
<\/p>\n\n\n\n

Bermain-main dengan kepala kambing memang satu hal yang lucu saat kecil dahulu. Terkadang kami mengibaratkan tanduknya sebagai setang sepeda lalu membawanya sambil berlarian. Kadang juga kami merasa kebauan akibat bermain terlalu dekat dengan lubang tempat darah dan isi perut hewan yang sudah disembelih. Tapi ada satu yang unik, waktu kecil kami juga berebut mengambil torpedo hewan kurban. Rupanya rasanya nikmat dan memang tak ada gejala apa-apa setelah memakan itu, namun katanya kalau dimakan saat umur sudah dewasa maka reaksinya akan berbeda, entahlah.
<\/p>\n\n\n\n

Bicara Iduladha adalah soal lebaran di daerah perantauan. Bagi mereka yang merantau, momen lebaran idul adha biasanya dihabiskan bukan di kampung halaman. Tentu banyak faktor, mulai dari materi dan efisiensi waktu mengingat hari liburnya yang tak sebanyak Idulfitri. Tapi rupanya diciptakan dua hari raya bagi umat muslim rasanya memang lengkap (bagi anak rantau), satu untuk dirayakan bersama sanak famili di kampung, satunya lagi bersama tetangga dan rekan kerja di perantauan.
<\/p>\n\n\n\n

Maka memori anak-anak (dari mereka yang orangtuanya adalah perantauan) adalah soal bermain dengan tetangga komplek serta sekitarnya. Tak sedikit juga yang berkumpul di sekolah untuk merayakan bakar sate dan memakannya bersama-sama. Pada akhirnya memori tentang kisah kecil kita adalah suatu landasan, agar apabila suatu saat mulai jauh dari ajaran agama, kita diingatkan lagi tentang indahnya masa kecil yang kerap selalu mewah dengan momen perayaan ajaran tuhan.
<\/p>\n\n\n\n

Dari plastik hitam itu aku mengingat masa kecilku, dan dari ingatan masa kecil aku mengingat diriku yang ternyata kini kian jauh dari Tuhan.<\/p>\n","post_title":"Ingatan Masa Kecil dalam Seonggok Daging Iduladha","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"ingatan-masa-kecil-dalam-seonggok-daging-iduladha","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-08-11 12:28:07","post_modified_gmt":"2019-08-11 05:28:07","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5946","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5933,"post_author":"919","post_date":"2019-08-05 13:39:32","post_date_gmt":"2019-08-05 06:39:32","post_content":"\n

Musik adalah bagian dari kehidupan. Setiap alunannya menjadi warna yang saling menari mengikuti jejak langkah kehidupan. Sejak kecil irama musik mulai diperkenalkan orang tua hingga dewasa kita mulai mengenal musik dengan pemikiran sendiri. Musik menjadi teman setia manusa dalam berproses, baik jika akhirnya gagal atau mendulang kesukasesan.
<\/p>\n\n\n\n

Maka benar kata Bob Marley yang menyebut bahwa satu hal yang baik tentang musik adalah ketika itu menyentuh anda tidak akan ada rasa sakit (secara harfiah). Musik menjadi legitimasi perasaan yang tertaut dengan momen, menjadi irama pendamping saat satu peristiwa terjadi. 
<\/p>\n\n\n\n

Era digital seperti sekarang ini kita diperkenalkan dengan berbagai platform pemutar musik secara online dan yang paling banyak digunakan saat ini adalah Spotify. Anda bisa mendengarkan musik secara berbayar dengan profit kualitas suara yang jernih dan tentu membuat playlist idamanmu! playlist ini yang nantinya bisa anda bagikan di sosial media atau langsung ke whatsapp temanmu, hingga pacarmu.
<\/p>\n\n\n\n

Tentu kami juga punya pilihan lagu yang layak anda perdengarkan. Minggu ini kami merangkum lima lagu yang cocok anda dengarkan untuk menemani beraktivitas. Berikut lima lagu tersebut.
<\/p>\n\n\n\n

Selamat Pagi - Ran
<\/h2>\n\n\n\n

Nyaris tak ada yang memungkiri kalau Senin Pagi adalah sesuatu yang menjemukan. Kalau sudah begini dibutuhkan lagu yang tepat untuk mengawali aktifitas anda. Kami rekomendasikan lagu ini yang terdengar catchy agar menjadi mood booster bagi kalian yang masih terikat oleh hawa-hawa libur akhir pekan.
<\/p>\n\n\n\n

Wong Edan Kuwi Bebas - Shodiq Monata
<\/h2>\n\n\n\n

Yoooo! lagu-lagu dangdut memang sangat dibutuhkan ketika irama aktivitas anda mulai meningkat. Lagu ini memiliki beat yang cukup kencang diiringi dengan irama koplo yang siap membuat anda untuk bergoyang. Persetan dengan segala kemacetan hingga marahan dari atasan, Wong Edan Kuwi Bebas!
<\/p>\n\n\n\n

Sulung - Kunto Aji
<\/h2>\n\n\n\n

Kadang apa yang kita harapkan tak sesuai hasil yang didapatkan. Ekspektasi berlebihan membuatmu menjadi lupa pada jati diri, jika gagal maka berpotensi untuk tak percaya diri dan jika sukses bukan tak mungkin akan semakin menyombongkan diri. Karena kata Kunto Aji yang sebaiknya kau jaga adalah dirimu sendiri.
<\/p>\n\n\n\n

This Girl - Kungs
<\/h2>\n\n\n\n

Kalau Jumat malam sudah tiba maka waktunya untuk bersenang-senang! segera hubungi sahabat atau kekasih anda. Kongkow di kedai kopi atau berajojing ria juga pun tak masalah. Adakalanya anda butuh melepaskan penat, goyang badanmu dan nikmati dentuman musiknya.
<\/p>\n\n\n\n

Rotterdam (Or Anywhere) - The Beautiful South
<\/h2>\n\n\n\n

Sabtu dan Minggu waktunya jalan-jalan! kalau punya uang dan waktu ada baiknya berkunjung ke luar kota, namun jika budget terbatas maka kendarai motormu atau gunakan kendaraan umum lalu main ke rumah temanmu bisa jadi solusi. Tak peduli apa pun tempat yang anda kunjungi asal itu membahagiakan, benar kan?<\/p>\n","post_title":"Playlist Spotify Mantap Minggu Ini untuk Kalian Para Perokok Keren","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"playlist-spotify-mantap-minggu-ini-untuk-kalian-para-perokok-keren","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-08-05 13:39:39","post_modified_gmt":"2019-08-05 06:39:39","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5933","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5889,"post_author":"919","post_date":"2019-07-29 16:13:48","post_date_gmt":"2019-07-29 09:13:48","post_content":"\n

Upaya mengejar cinta selalu menghadirkan satu masalah yaitu patah hati. Jika bicara soal peluang bakal menghadapi masalah tersebut, maka persentasinya adalah 50:50. Potensinya sudah bisa membesar sejak awal anda mencoba untuk berkenalan dengan sosok idaman. Jika salah langkah, sudah pasti si dia bakal menjauh, andai pun langkah awal sudah tepat tapi threatmennya pendekatannya salah, siap-siap kalimat \u2018maaf kita ga cocok\u2019<\/em> akan anda dapatkan.\u00a0
<\/p>\n\n\n\n

Kalau sudah patah hati rasanya memang ribet. Rendang yang katanya dijadikan makanan terenak di dunia pun rasanya seperti daging gosong. Mau beraktifitas juga susah, karena isinya hanya meratap dan merenungi. Diajak teman main game <\/em>juga tak maksimal, apalagi kongkow-kongkow sampai subuh. Kalau sudah begini tak boleh buru-buru larut dalam kesedihan, musik bisa jadi obat ampuh untuk menenangkannya. 
<\/p>\n\n\n\n

Musik memang soal selera, ada yang ingin lagu agak ngebeat <\/em>biar adrenalinennya naik. Ada yang memutar lagi jazz supaya lebih tenang, musik dangdut biar oaoe<\/em>, hingga lagu indie biar terkesan indies (ealaahhh). Akan tetapi ada satu tren belakangan ini, patah hati dan mendengarkan lagu-lagu yang dinyanyikan oleh Didi Kempot.
<\/p>\n\n\n\n

Sosok yang memulai karier berseni sebagai musisi jalanan tersebut kini lagi digandrungi anak muda. Mereka menyebutnya sebagai Sadbois atau Sadgirls, mengagung-mengagungkan patah hati, merayakan kesedihan, dan Didi Kempot yang secara lelucon mereka sebut Lord, hadir memaksimalkan euforia tersebut. Satu lagu, dua lagu, tiga lagu, kalimat seperti \u2018Bajingan kowe dek!\u2019 mulai terlontar dari mulut-mulut penikmat lagu-lagu Didi Kempot.
<\/p>\n\n\n\n

Saya dan mungkin juga kalian sejatinya sudah cukup lama mendengar lagu-lagu Didi Kempot, mungkin sejak SD. Saat umur belum dua angka seperti saat ini, Didi Kempot mungkin hanya saya sebut sebagai musisi yang beraliran Campursari (meski memang benar seperti itu). Namun, ketika umur kian bertambah, Didi Kempot rupanya jauh lebih besar dari itu. Bisa jadi dia adalah representasi dari diksi patah hati itu sendiri.
<\/p>\n\n\n\n

Lagu Sewu Kutho misalnya, saya anggap sebagai lagu patah hati terhebat yang pernah ia buat. Bagaimana rasa rindu, sakit, dan keikhlasan menyatu menjadi satu dalam sebuah lagu. Bahkan doa juga ia sematkan kepada orang yang disayang, agar hidup dia yang dicinta hidup lebih bahagia daripada dirinya. Meski sebenarnya dalam lagu tersebut ada pertentangan lain dalam dirinya yang masih tak bisa ia atasi, ia masih ingin bertemu dengan yang dicinta dengan cara apapun.
<\/p>\n\n\n\n

Pamer Bojo adalah selanjutnya, ia hadir tepat di saat anak muda sedang mengalami tren nikah dini. Saat usia muda memang perasaan dan cinta sedang berkecamuknya, lalu dihadapkan dengan permasalahan yang cukup pelik dalam asmara yaitu ditinggal nikah. Lagu Pamer Bojo adalah solusinya, meski dalam liriknya ada pesan bahwa kita memang tidak pernah siap melihat yang dicinta menikah dengan orang lain. 
<\/p>\n\n\n\n

\u201cNeng opo seneng aku yen mung gawe laraku<\/em><\/p>\n\n\n\n

Pamer bojo anyar neng ngarepku\u201d<\/em>
<\/p>\n\n\n\n

Bagi saya musik memiliki kekuatan hebat walau memiliki tembok bernama bahasa. Hanya musisi hebat yang mampu menembus dinding-dinding itu. Didi Kempot adalah salah satunya, ia mampu membuat orang yang bukan bersuku Jawa bisa menikmati lagunya. Ini sebuah kemajuan dalam berkebudayaan, bahwa suku dan bangsa lain bisa saling menerima karya dari golongan lain. Sesuatu yang saat kini benar-benar kita butuhkan bukan setelah kontestasi politik yang melibatkan sentimen suku, agama, ras, dan antargolongan.
<\/p>\n\n\n\n

Didi Kempot memang sedang naik daun dan kini namanya lagi disebut-sebut di banyak penjuru di ibu kota. Ketakutan saya adalah akan seberapa lama tren ini berlanjut, mengingat tak banyak yang bisa bertahan lama di Jakarta. Akan tetapi pikiran tersebut saya rasa salah, Didi Kempot boleh saja naik daun dan tiba-tiba hilang di Jakarta, akan tetapi karya dan dirinya tetap abadi di Indonesia. Karena yang membuat Didi Kempot agung adalah kita yang selalu kekanak-kanakan menghadapi masalah patah hati. <\/p>\n","post_title":"Memuja-muja Didi Kempot, Mengagung-agungkan Patah Hati","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"memuja-muja-didi-kempot-mengagung-agungkan-patah-hati","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-07-29 16:13:56","post_modified_gmt":"2019-07-29 09:13:56","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5889","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5862,"post_author":"919","post_date":"2019-07-14 12:50:58","post_date_gmt":"2019-07-14 05:50:58","post_content":"\n

Musim haji kini telah tiba. Diperkirakan jutaan orang kini telah memadati Masjidil Haram di Mekkah, Arab Saudi untuk memenuhi salah satu rukun Islam tiap tahunnya. Ritual suci ini menjadi salah satu impian bagi tiap umat muslim di seluruh dunia dan tak seluruhnya bisa melaksanakannya. 
<\/p>\n\n\n\n

Walau demikian musim haji di Indonesia tak pernah sepi peminat. Menko Perekonomian Darmin Nasution memperkirakan jumlah jamaah haji Indonesia akan mencapai 4,34 juta jiwa pada 2019. Per hari ini (14\/7\/2019) jumlah jemaah diperkirakan sudah mencapai 47.983 orang yang sudah berdatangan ke Madinah. 
<\/p>\n\n\n\n

Ada-ada saja memang kelakuan masyarakat Indonesia ketika berkunjung ke luar negeri terutama untuk ibadah haji yang memakan waktu hingga satu bulan. Ada kisah para peserta membawa makanan khas daerah masing-masing karena takut tak bisa menyesuaikan dengan kudapan di sana. Ada yang membawa sambal, jengkol, ikan teri, padahal pihak penyelenggara sudah menyediakan makanan yang sesuai dengan lidah mereka.
<\/p>\n\n\n\n

Salah satu kebiasaan masyarakat Indonesia adalah merokok dan tradisi tersebut sudah mengakar sejak lama. Cita rasa kretek yang kuat dengan campuran cengkeh membuat masyarakat kita sulit menikmati produk rokok asing. Maka dengan demikian ketika bepergian ke luar negeri membawa rokok dari Indonesia adalah hal yang nampaknya sudah jadi kebiasaan. Sejatinya hal tersebut tak bisa dikatakan sebagai aktivitas ilegal, karena mereka membawa rokok lokal untuk dikonsumsi pribadi dan bukan untuk dijual.
<\/p>\n\n\n\n

Pemerintah sejatinya sudah mengakomodasi kebutuhan para perokok yang sedang menjadi peserta haji. Kemudahan itu adalah dengan memperbolehkan jamaah haji membawa rokok maksimal 200 batang untuk dibawa ke tanah suci. Jika berlebih, maka siap-siap untuk diamankan dan disita. Akibat informasi yang kadang tak menyeluruh, kadang masih ada saja rokok yang disita. Tribun Jabar misalnya memberitakan bahwa sehari ada sekitar 200 batang rokok yang disita oleh pihak bea dan cukai.
<\/p>\n\n\n\n

Peraturan memang ada untuk dipatuhi dan diikuti, sebagai perokok tentu hal tersebut tak boleh dihiraukan. Ada baiknya untuk mengikuti prosedur yang sudah diterapkan agar ibadah haji semakin nyaman. Tentu ijin boleh membawa rokok sebanyak 200 batang sudah cukup mengakomodir kebutuhan para perokok. Jika dihitung dalam 40 hari maka dalam satu hari satu jamaah haji bisa mengisap lima batang tentu pas jika kita anggap setiap sehabis sholat menghisap satu batang rokok. Tentu paduan yang sempurna antara ibadah dan kebiasaan merokok. 
<\/p>\n\n\n\n

Ada cara lain untuk mengakali peraturan tersebut, salah satunya adalah dengan menitip kepada anggota keluarga lain. Tentu cara ini sebenarnya tidak bermasalah karena setiap orang punya hak untuk membawa 200 batang rokok. Cara ini nampaknya cukup ampuh dan sudah dilakukan oleh beberapa jamaah haji. Asalkan rokok yang dibawa tentu hanya untuk kebutuhan pribadi, bukan untuk dijual kembali di sana. 
<\/p>\n\n\n\n

Pada akhirnya ibadah harus menjadi petimbangan utama saat ke tanah suci. Mengenai barang bawaan yang sudah diatur harus betul-betul diperhatikan. Toh rokok bukan barang yang bercandu sehingga kebiasaan merokok pun masih bisa diatasi ketika di tanah suci.
<\/p>\n","post_title":"Hal yang Perlu Diperhatikan Perokok Saat Berangkat Haji","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"hal-yang-perlu-diperhatikan-perokok-saat-berangkat-haji","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-07-14 12:51:04","post_modified_gmt":"2019-07-14 05:51:04","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5862","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":7},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"epic_block_3"};

\n

Perkembangan Lo Fi juga kemudian beriringan dengan tumbuhnya musik-musik Vaporwave yang lebih dikenal memiliki spirit perjuangan. Meski disebut-sebut oleh sebagian pihak sebagai musik sampah (karena dibuat dengan hanya meremake lagu klasik) namun Vaporwave hadir sebagai bentuk jengahnya anak muda terhadap budaya konsumerisme yang tengah tinggi di era 90 hingga 2000 awal. Musik Lo Fi dan Vaporwave memiliki rasa yang hampir sama serta dianggap oleh penikmatnya sebagai musik yang aestethic.\u00a0<\/p>\n\n\n\n

Baca: Memuja-muja Didi Kempot, Mengagung-agungkan Patah Hati<\/a><\/p>\n\n\n\n

Jauh dari tanah kelahiran hip hop di Amerika Serikat, ada seorang musisi cerdas bernama Jun Seba atau yang identitik dengan nama Nujabes. Boleh dibilang, dia yang membawa penulis mengeksplore lebih dalam tentang aliran musik lo fi hip hop. Nujabes dengan cepat menjadi terkenal karena produksinya yang unik. Suara musik yang khas, bernostalgia, dan pengaruh jazz yang memberikan atmosfer tersendiri secara kebetulan menciptakan gaya yang sangat sebanding dengan J Dilla.
<\/p>\n\n\n\n

Dua tokoh di atas kemudian memberikan inspirasi kepada kreator-kreator Lo Fi music selanjutnya. Jika berbicara tentang proses pembuatannya tentu dianggap sebagai sesuatu yang mudah. Musisi lokal seperti Mardial bahkan pernah memberikan tutorial lengkapnya hanya dalam waktu singkat lewat akun youtubenya. Cukup ambil sampel musik klasik, potong di beberapa bagian (agar tak melanggar hak cipta), padukan dengan beat hip hop, beri musik tersebut sentuhan efek hujan, maka boom! jadilah sebuah Lo Fi music. 
<\/p>\n\n\n\n

Tapi nyatanya membuat musik yang nikmat tak semudah itu, menentukan nada yang pas dan menjahitnya dalam alunan ritme yang menarik butuh pemahaman tentang musik. Walau\u00a0 Lo Fi music dianggap musik yang murah, namun alunannya cukup ampuh menemani waktu luangmu. Maka tak heran jika banyak ragam playlist Lo Fi di spotify dan youtube dengan judul-judul seperti lo fi hip hop\/chillhop\/jazzhop\/beats to relax\/beats to study atau yang lainnya.<\/p>\n\n\n\n

Baca: Iklan Djarum 76 dan Goyangan Sekretaris Cantik yang Tengah Naik Daun<\/a><\/p>\n\n\n\n

Lo Fi di era modern kini diidentikkan pula dengan sesuatu yang berbau Jepang seperti anime bahkan dorama-dorama klasik. Ragam playlist di atas tentu jika kalian putar maka memiliki gambar background seperti potongan gif film dari Studio Ghibli, Cowboy Bebop, hingga Neon Genesis Evangelion. Menurut musicthehangup.com<\/a>, penggabungan antara lo fi dan anime terinsipirasi juga dari Nujabes yang memang juga membuat soundtrack untuk anime top karya Shinji Obara. 
<\/p>\n\n\n\n

Nujabes dan J Dilla memang sudah terlebih dahulu meninggalkan kita. Walau demikian tunas-tunas muda banyak bertumbuhan. Karya-karya lo fi saat ini yang familiar di telinga para pendengarnya adalah Saib, Yungbae, Jinsang, Kudasai, Elijah Who, bahkan ada juga yang dari Indonesia yaitu Jordy Chandra, Icecream, dan PXZVC.
<\/p>\n\n\n\n

Musim hujan kini bakal mulai tiba di tanah air. Mulai awal September hingga mungkin karanya awal tahun depan hujan mulai turun dan membasahi tanah. Musim penghujan adalah waktu yang tepat untuk mendengarkan musik-musik Lo Fi. Siapkan earphone anda dan biarkan dirimu tenggelam rileks didalam alunannya.
<\/p>\n","post_title":"Tentang Lo Fi Music, Alunan Nada Sederhana Pemikat Sukma","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"tentang-lo-fi-music-alunan-nada-sederhana-pemikat-sukma","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-08-25 12:09:07","post_modified_gmt":"2019-08-25 05:09:07","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5993","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5946,"post_author":"919","post_date":"2019-08-11 12:28:00","post_date_gmt":"2019-08-11 05:28:00","post_content":"\n

Plastik itu berwarna hitam seperti layaknya plastik kebanyakan. Didalamnya ada seonggoh daging segar yang akan diberikan kepada mereka yang layak membutuhkan. Rutinitas ini setahun sekali adanya. Plastik hitam itu ditunggu-tunggu banyak orang. Plastik hitam itu juga akan dijamah oleh banyak tangan. Plastik hitam itu membawa saya kepada kenangan di waktu silam.
<\/p>\n\n\n\n

Sebagai seorang Muslim, Hari Raya Iduladha adalah satu hal yang dinanti-nanti. Ia merupakan hari raya kedua bagi umat Nabi Muhammad setelah Idulfitri. Ada peristiwa berbeda yang menandai hadirnya kedua hari sakral tersebut. Bicara soal Iduladha, beberapa ulama sepakat menyebut bahwa ini adalah lambang pengorbanan manusia kepada sosial dan Tuhannya.
<\/p>\n\n\n\n

Maka lumrah jika jelang dan setelah menunaikan sholat Iduladha, ada banyak daging yang dihidangkan secara gratis untuk seluruh kalangan (meski yang diutamakan adalah kaum papa). Sebelum daging itu dibagikan, secara kolektif warga satu wilayah akan bersama-sama memotong hewan yang diwajibkan untuk dikurbankan yaitu sapi, kambing, domba, hingga onta. Hewan-hewan tersebut juga merupakan hasil sumbangan dari para penderma, baik itu individu atau memang yang dikumpulkan secara bersama-sama.
<\/p>\n\n\n\n

Momen inilah yang memang saya rindukan, ketika Iduladha tiba, bayangan saya langsung jauh menuju memori di masa kecil. Kala itu kami sibuk menghitung hewan yang sudah dikumpulkan di area masjid. Saya bersama teman-teman juga bermain dengan hewan itu dan sesekali bercanda dengannya. Saat hewan itu hendak disembelih, kami juga sedikit mengintip-ngintip (melihat proses penyembelihan) karena (kadang) tak tega melihat mereka direnggut nyawanya.
<\/p>\n\n\n\n

Momen-momen bermain di masjid saat hari raya memang satu hal yang indah dan mahal. Jika kami dulu di kampung memang sudah sering berinteraksi satu sama lain, maka di momen hari raya ikatan itu semakin dikuatkan. Mungkin juga di kota, meski tak punya intensitas yang cukup lebih (dalam berinteraksi sesama warga) seperti di kampung, namun jika hari raya tiba semuanya mau tak mau harus saling menyapa dan berkumpul. Semuanya berkumpul hingga malam tiba, berkumpul di depan api dan asap, serta tusukan sate daging yang sangat lezat untuk disantap.
<\/p>\n\n\n\n

Memori lainnya yang masih diingat adalah saat kami mulai mengamati potongan daging yang masih bergerak-gerak. Rupanya itu adalah denyut otot yang masih tetap bekerja meski hewan tersebut sudah tak lagi bernyawa. Ada lagi, kami mengamati betul hewan-hewan yang dikuliti, takjub memang dengan orang dewasa yang mahir melakukannya saat itu. Kulit tersebut kemudian kadang kami perebutkan, meski tak tahu akan hendak digunakan untuk apa nantinya.
<\/p>\n\n\n\n

Bermain-main dengan kepala kambing memang satu hal yang lucu saat kecil dahulu. Terkadang kami mengibaratkan tanduknya sebagai setang sepeda lalu membawanya sambil berlarian. Kadang juga kami merasa kebauan akibat bermain terlalu dekat dengan lubang tempat darah dan isi perut hewan yang sudah disembelih. Tapi ada satu yang unik, waktu kecil kami juga berebut mengambil torpedo hewan kurban. Rupanya rasanya nikmat dan memang tak ada gejala apa-apa setelah memakan itu, namun katanya kalau dimakan saat umur sudah dewasa maka reaksinya akan berbeda, entahlah.
<\/p>\n\n\n\n

Bicara Iduladha adalah soal lebaran di daerah perantauan. Bagi mereka yang merantau, momen lebaran idul adha biasanya dihabiskan bukan di kampung halaman. Tentu banyak faktor, mulai dari materi dan efisiensi waktu mengingat hari liburnya yang tak sebanyak Idulfitri. Tapi rupanya diciptakan dua hari raya bagi umat muslim rasanya memang lengkap (bagi anak rantau), satu untuk dirayakan bersama sanak famili di kampung, satunya lagi bersama tetangga dan rekan kerja di perantauan.
<\/p>\n\n\n\n

Maka memori anak-anak (dari mereka yang orangtuanya adalah perantauan) adalah soal bermain dengan tetangga komplek serta sekitarnya. Tak sedikit juga yang berkumpul di sekolah untuk merayakan bakar sate dan memakannya bersama-sama. Pada akhirnya memori tentang kisah kecil kita adalah suatu landasan, agar apabila suatu saat mulai jauh dari ajaran agama, kita diingatkan lagi tentang indahnya masa kecil yang kerap selalu mewah dengan momen perayaan ajaran tuhan.
<\/p>\n\n\n\n

Dari plastik hitam itu aku mengingat masa kecilku, dan dari ingatan masa kecil aku mengingat diriku yang ternyata kini kian jauh dari Tuhan.<\/p>\n","post_title":"Ingatan Masa Kecil dalam Seonggok Daging Iduladha","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"ingatan-masa-kecil-dalam-seonggok-daging-iduladha","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-08-11 12:28:07","post_modified_gmt":"2019-08-11 05:28:07","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5946","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5933,"post_author":"919","post_date":"2019-08-05 13:39:32","post_date_gmt":"2019-08-05 06:39:32","post_content":"\n

Musik adalah bagian dari kehidupan. Setiap alunannya menjadi warna yang saling menari mengikuti jejak langkah kehidupan. Sejak kecil irama musik mulai diperkenalkan orang tua hingga dewasa kita mulai mengenal musik dengan pemikiran sendiri. Musik menjadi teman setia manusa dalam berproses, baik jika akhirnya gagal atau mendulang kesukasesan.
<\/p>\n\n\n\n

Maka benar kata Bob Marley yang menyebut bahwa satu hal yang baik tentang musik adalah ketika itu menyentuh anda tidak akan ada rasa sakit (secara harfiah). Musik menjadi legitimasi perasaan yang tertaut dengan momen, menjadi irama pendamping saat satu peristiwa terjadi. 
<\/p>\n\n\n\n

Era digital seperti sekarang ini kita diperkenalkan dengan berbagai platform pemutar musik secara online dan yang paling banyak digunakan saat ini adalah Spotify. Anda bisa mendengarkan musik secara berbayar dengan profit kualitas suara yang jernih dan tentu membuat playlist idamanmu! playlist ini yang nantinya bisa anda bagikan di sosial media atau langsung ke whatsapp temanmu, hingga pacarmu.
<\/p>\n\n\n\n

Tentu kami juga punya pilihan lagu yang layak anda perdengarkan. Minggu ini kami merangkum lima lagu yang cocok anda dengarkan untuk menemani beraktivitas. Berikut lima lagu tersebut.
<\/p>\n\n\n\n

Selamat Pagi - Ran
<\/h2>\n\n\n\n

Nyaris tak ada yang memungkiri kalau Senin Pagi adalah sesuatu yang menjemukan. Kalau sudah begini dibutuhkan lagu yang tepat untuk mengawali aktifitas anda. Kami rekomendasikan lagu ini yang terdengar catchy agar menjadi mood booster bagi kalian yang masih terikat oleh hawa-hawa libur akhir pekan.
<\/p>\n\n\n\n

Wong Edan Kuwi Bebas - Shodiq Monata
<\/h2>\n\n\n\n

Yoooo! lagu-lagu dangdut memang sangat dibutuhkan ketika irama aktivitas anda mulai meningkat. Lagu ini memiliki beat yang cukup kencang diiringi dengan irama koplo yang siap membuat anda untuk bergoyang. Persetan dengan segala kemacetan hingga marahan dari atasan, Wong Edan Kuwi Bebas!
<\/p>\n\n\n\n

Sulung - Kunto Aji
<\/h2>\n\n\n\n

Kadang apa yang kita harapkan tak sesuai hasil yang didapatkan. Ekspektasi berlebihan membuatmu menjadi lupa pada jati diri, jika gagal maka berpotensi untuk tak percaya diri dan jika sukses bukan tak mungkin akan semakin menyombongkan diri. Karena kata Kunto Aji yang sebaiknya kau jaga adalah dirimu sendiri.
<\/p>\n\n\n\n

This Girl - Kungs
<\/h2>\n\n\n\n

Kalau Jumat malam sudah tiba maka waktunya untuk bersenang-senang! segera hubungi sahabat atau kekasih anda. Kongkow di kedai kopi atau berajojing ria juga pun tak masalah. Adakalanya anda butuh melepaskan penat, goyang badanmu dan nikmati dentuman musiknya.
<\/p>\n\n\n\n

Rotterdam (Or Anywhere) - The Beautiful South
<\/h2>\n\n\n\n

Sabtu dan Minggu waktunya jalan-jalan! kalau punya uang dan waktu ada baiknya berkunjung ke luar kota, namun jika budget terbatas maka kendarai motormu atau gunakan kendaraan umum lalu main ke rumah temanmu bisa jadi solusi. Tak peduli apa pun tempat yang anda kunjungi asal itu membahagiakan, benar kan?<\/p>\n","post_title":"Playlist Spotify Mantap Minggu Ini untuk Kalian Para Perokok Keren","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"playlist-spotify-mantap-minggu-ini-untuk-kalian-para-perokok-keren","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-08-05 13:39:39","post_modified_gmt":"2019-08-05 06:39:39","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5933","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5889,"post_author":"919","post_date":"2019-07-29 16:13:48","post_date_gmt":"2019-07-29 09:13:48","post_content":"\n

Upaya mengejar cinta selalu menghadirkan satu masalah yaitu patah hati. Jika bicara soal peluang bakal menghadapi masalah tersebut, maka persentasinya adalah 50:50. Potensinya sudah bisa membesar sejak awal anda mencoba untuk berkenalan dengan sosok idaman. Jika salah langkah, sudah pasti si dia bakal menjauh, andai pun langkah awal sudah tepat tapi threatmennya pendekatannya salah, siap-siap kalimat \u2018maaf kita ga cocok\u2019<\/em> akan anda dapatkan.\u00a0
<\/p>\n\n\n\n

Kalau sudah patah hati rasanya memang ribet. Rendang yang katanya dijadikan makanan terenak di dunia pun rasanya seperti daging gosong. Mau beraktifitas juga susah, karena isinya hanya meratap dan merenungi. Diajak teman main game <\/em>juga tak maksimal, apalagi kongkow-kongkow sampai subuh. Kalau sudah begini tak boleh buru-buru larut dalam kesedihan, musik bisa jadi obat ampuh untuk menenangkannya. 
<\/p>\n\n\n\n

Musik memang soal selera, ada yang ingin lagu agak ngebeat <\/em>biar adrenalinennya naik. Ada yang memutar lagi jazz supaya lebih tenang, musik dangdut biar oaoe<\/em>, hingga lagu indie biar terkesan indies (ealaahhh). Akan tetapi ada satu tren belakangan ini, patah hati dan mendengarkan lagu-lagu yang dinyanyikan oleh Didi Kempot.
<\/p>\n\n\n\n

Sosok yang memulai karier berseni sebagai musisi jalanan tersebut kini lagi digandrungi anak muda. Mereka menyebutnya sebagai Sadbois atau Sadgirls, mengagung-mengagungkan patah hati, merayakan kesedihan, dan Didi Kempot yang secara lelucon mereka sebut Lord, hadir memaksimalkan euforia tersebut. Satu lagu, dua lagu, tiga lagu, kalimat seperti \u2018Bajingan kowe dek!\u2019 mulai terlontar dari mulut-mulut penikmat lagu-lagu Didi Kempot.
<\/p>\n\n\n\n

Saya dan mungkin juga kalian sejatinya sudah cukup lama mendengar lagu-lagu Didi Kempot, mungkin sejak SD. Saat umur belum dua angka seperti saat ini, Didi Kempot mungkin hanya saya sebut sebagai musisi yang beraliran Campursari (meski memang benar seperti itu). Namun, ketika umur kian bertambah, Didi Kempot rupanya jauh lebih besar dari itu. Bisa jadi dia adalah representasi dari diksi patah hati itu sendiri.
<\/p>\n\n\n\n

Lagu Sewu Kutho misalnya, saya anggap sebagai lagu patah hati terhebat yang pernah ia buat. Bagaimana rasa rindu, sakit, dan keikhlasan menyatu menjadi satu dalam sebuah lagu. Bahkan doa juga ia sematkan kepada orang yang disayang, agar hidup dia yang dicinta hidup lebih bahagia daripada dirinya. Meski sebenarnya dalam lagu tersebut ada pertentangan lain dalam dirinya yang masih tak bisa ia atasi, ia masih ingin bertemu dengan yang dicinta dengan cara apapun.
<\/p>\n\n\n\n

Pamer Bojo adalah selanjutnya, ia hadir tepat di saat anak muda sedang mengalami tren nikah dini. Saat usia muda memang perasaan dan cinta sedang berkecamuknya, lalu dihadapkan dengan permasalahan yang cukup pelik dalam asmara yaitu ditinggal nikah. Lagu Pamer Bojo adalah solusinya, meski dalam liriknya ada pesan bahwa kita memang tidak pernah siap melihat yang dicinta menikah dengan orang lain. 
<\/p>\n\n\n\n

\u201cNeng opo seneng aku yen mung gawe laraku<\/em><\/p>\n\n\n\n

Pamer bojo anyar neng ngarepku\u201d<\/em>
<\/p>\n\n\n\n

Bagi saya musik memiliki kekuatan hebat walau memiliki tembok bernama bahasa. Hanya musisi hebat yang mampu menembus dinding-dinding itu. Didi Kempot adalah salah satunya, ia mampu membuat orang yang bukan bersuku Jawa bisa menikmati lagunya. Ini sebuah kemajuan dalam berkebudayaan, bahwa suku dan bangsa lain bisa saling menerima karya dari golongan lain. Sesuatu yang saat kini benar-benar kita butuhkan bukan setelah kontestasi politik yang melibatkan sentimen suku, agama, ras, dan antargolongan.
<\/p>\n\n\n\n

Didi Kempot memang sedang naik daun dan kini namanya lagi disebut-sebut di banyak penjuru di ibu kota. Ketakutan saya adalah akan seberapa lama tren ini berlanjut, mengingat tak banyak yang bisa bertahan lama di Jakarta. Akan tetapi pikiran tersebut saya rasa salah, Didi Kempot boleh saja naik daun dan tiba-tiba hilang di Jakarta, akan tetapi karya dan dirinya tetap abadi di Indonesia. Karena yang membuat Didi Kempot agung adalah kita yang selalu kekanak-kanakan menghadapi masalah patah hati. <\/p>\n","post_title":"Memuja-muja Didi Kempot, Mengagung-agungkan Patah Hati","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"memuja-muja-didi-kempot-mengagung-agungkan-patah-hati","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-07-29 16:13:56","post_modified_gmt":"2019-07-29 09:13:56","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5889","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5862,"post_author":"919","post_date":"2019-07-14 12:50:58","post_date_gmt":"2019-07-14 05:50:58","post_content":"\n

Musim haji kini telah tiba. Diperkirakan jutaan orang kini telah memadati Masjidil Haram di Mekkah, Arab Saudi untuk memenuhi salah satu rukun Islam tiap tahunnya. Ritual suci ini menjadi salah satu impian bagi tiap umat muslim di seluruh dunia dan tak seluruhnya bisa melaksanakannya. 
<\/p>\n\n\n\n

Walau demikian musim haji di Indonesia tak pernah sepi peminat. Menko Perekonomian Darmin Nasution memperkirakan jumlah jamaah haji Indonesia akan mencapai 4,34 juta jiwa pada 2019. Per hari ini (14\/7\/2019) jumlah jemaah diperkirakan sudah mencapai 47.983 orang yang sudah berdatangan ke Madinah. 
<\/p>\n\n\n\n

Ada-ada saja memang kelakuan masyarakat Indonesia ketika berkunjung ke luar negeri terutama untuk ibadah haji yang memakan waktu hingga satu bulan. Ada kisah para peserta membawa makanan khas daerah masing-masing karena takut tak bisa menyesuaikan dengan kudapan di sana. Ada yang membawa sambal, jengkol, ikan teri, padahal pihak penyelenggara sudah menyediakan makanan yang sesuai dengan lidah mereka.
<\/p>\n\n\n\n

Salah satu kebiasaan masyarakat Indonesia adalah merokok dan tradisi tersebut sudah mengakar sejak lama. Cita rasa kretek yang kuat dengan campuran cengkeh membuat masyarakat kita sulit menikmati produk rokok asing. Maka dengan demikian ketika bepergian ke luar negeri membawa rokok dari Indonesia adalah hal yang nampaknya sudah jadi kebiasaan. Sejatinya hal tersebut tak bisa dikatakan sebagai aktivitas ilegal, karena mereka membawa rokok lokal untuk dikonsumsi pribadi dan bukan untuk dijual.
<\/p>\n\n\n\n

Pemerintah sejatinya sudah mengakomodasi kebutuhan para perokok yang sedang menjadi peserta haji. Kemudahan itu adalah dengan memperbolehkan jamaah haji membawa rokok maksimal 200 batang untuk dibawa ke tanah suci. Jika berlebih, maka siap-siap untuk diamankan dan disita. Akibat informasi yang kadang tak menyeluruh, kadang masih ada saja rokok yang disita. Tribun Jabar misalnya memberitakan bahwa sehari ada sekitar 200 batang rokok yang disita oleh pihak bea dan cukai.
<\/p>\n\n\n\n

Peraturan memang ada untuk dipatuhi dan diikuti, sebagai perokok tentu hal tersebut tak boleh dihiraukan. Ada baiknya untuk mengikuti prosedur yang sudah diterapkan agar ibadah haji semakin nyaman. Tentu ijin boleh membawa rokok sebanyak 200 batang sudah cukup mengakomodir kebutuhan para perokok. Jika dihitung dalam 40 hari maka dalam satu hari satu jamaah haji bisa mengisap lima batang tentu pas jika kita anggap setiap sehabis sholat menghisap satu batang rokok. Tentu paduan yang sempurna antara ibadah dan kebiasaan merokok. 
<\/p>\n\n\n\n

Ada cara lain untuk mengakali peraturan tersebut, salah satunya adalah dengan menitip kepada anggota keluarga lain. Tentu cara ini sebenarnya tidak bermasalah karena setiap orang punya hak untuk membawa 200 batang rokok. Cara ini nampaknya cukup ampuh dan sudah dilakukan oleh beberapa jamaah haji. Asalkan rokok yang dibawa tentu hanya untuk kebutuhan pribadi, bukan untuk dijual kembali di sana. 
<\/p>\n\n\n\n

Pada akhirnya ibadah harus menjadi petimbangan utama saat ke tanah suci. Mengenai barang bawaan yang sudah diatur harus betul-betul diperhatikan. Toh rokok bukan barang yang bercandu sehingga kebiasaan merokok pun masih bisa diatasi ketika di tanah suci.
<\/p>\n","post_title":"Hal yang Perlu Diperhatikan Perokok Saat Berangkat Haji","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"hal-yang-perlu-diperhatikan-perokok-saat-berangkat-haji","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-07-14 12:51:04","post_modified_gmt":"2019-07-14 05:51:04","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5862","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":7},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"epic_block_3"};

\n

Di kemudian hari pria yang memiliki nama lengkap James Dewitt Yancey itulah yang justru berkibar dengan aliran Lo Fi hip hop. 
<\/p>\n\n\n\n

Perkembangan Lo Fi juga kemudian beriringan dengan tumbuhnya musik-musik Vaporwave yang lebih dikenal memiliki spirit perjuangan. Meski disebut-sebut oleh sebagian pihak sebagai musik sampah (karena dibuat dengan hanya meremake lagu klasik) namun Vaporwave hadir sebagai bentuk jengahnya anak muda terhadap budaya konsumerisme yang tengah tinggi di era 90 hingga 2000 awal. Musik Lo Fi dan Vaporwave memiliki rasa yang hampir sama serta dianggap oleh penikmatnya sebagai musik yang aestethic.\u00a0<\/p>\n\n\n\n

Baca: Memuja-muja Didi Kempot, Mengagung-agungkan Patah Hati<\/a><\/p>\n\n\n\n

Jauh dari tanah kelahiran hip hop di Amerika Serikat, ada seorang musisi cerdas bernama Jun Seba atau yang identitik dengan nama Nujabes. Boleh dibilang, dia yang membawa penulis mengeksplore lebih dalam tentang aliran musik lo fi hip hop. Nujabes dengan cepat menjadi terkenal karena produksinya yang unik. Suara musik yang khas, bernostalgia, dan pengaruh jazz yang memberikan atmosfer tersendiri secara kebetulan menciptakan gaya yang sangat sebanding dengan J Dilla.
<\/p>\n\n\n\n

Dua tokoh di atas kemudian memberikan inspirasi kepada kreator-kreator Lo Fi music selanjutnya. Jika berbicara tentang proses pembuatannya tentu dianggap sebagai sesuatu yang mudah. Musisi lokal seperti Mardial bahkan pernah memberikan tutorial lengkapnya hanya dalam waktu singkat lewat akun youtubenya. Cukup ambil sampel musik klasik, potong di beberapa bagian (agar tak melanggar hak cipta), padukan dengan beat hip hop, beri musik tersebut sentuhan efek hujan, maka boom! jadilah sebuah Lo Fi music. 
<\/p>\n\n\n\n

Tapi nyatanya membuat musik yang nikmat tak semudah itu, menentukan nada yang pas dan menjahitnya dalam alunan ritme yang menarik butuh pemahaman tentang musik. Walau\u00a0 Lo Fi music dianggap musik yang murah, namun alunannya cukup ampuh menemani waktu luangmu. Maka tak heran jika banyak ragam playlist Lo Fi di spotify dan youtube dengan judul-judul seperti lo fi hip hop\/chillhop\/jazzhop\/beats to relax\/beats to study atau yang lainnya.<\/p>\n\n\n\n

Baca: Iklan Djarum 76 dan Goyangan Sekretaris Cantik yang Tengah Naik Daun<\/a><\/p>\n\n\n\n

Lo Fi di era modern kini diidentikkan pula dengan sesuatu yang berbau Jepang seperti anime bahkan dorama-dorama klasik. Ragam playlist di atas tentu jika kalian putar maka memiliki gambar background seperti potongan gif film dari Studio Ghibli, Cowboy Bebop, hingga Neon Genesis Evangelion. Menurut musicthehangup.com<\/a>, penggabungan antara lo fi dan anime terinsipirasi juga dari Nujabes yang memang juga membuat soundtrack untuk anime top karya Shinji Obara. 
<\/p>\n\n\n\n

Nujabes dan J Dilla memang sudah terlebih dahulu meninggalkan kita. Walau demikian tunas-tunas muda banyak bertumbuhan. Karya-karya lo fi saat ini yang familiar di telinga para pendengarnya adalah Saib, Yungbae, Jinsang, Kudasai, Elijah Who, bahkan ada juga yang dari Indonesia yaitu Jordy Chandra, Icecream, dan PXZVC.
<\/p>\n\n\n\n

Musim hujan kini bakal mulai tiba di tanah air. Mulai awal September hingga mungkin karanya awal tahun depan hujan mulai turun dan membasahi tanah. Musim penghujan adalah waktu yang tepat untuk mendengarkan musik-musik Lo Fi. Siapkan earphone anda dan biarkan dirimu tenggelam rileks didalam alunannya.
<\/p>\n","post_title":"Tentang Lo Fi Music, Alunan Nada Sederhana Pemikat Sukma","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"tentang-lo-fi-music-alunan-nada-sederhana-pemikat-sukma","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-08-25 12:09:07","post_modified_gmt":"2019-08-25 05:09:07","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5993","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5946,"post_author":"919","post_date":"2019-08-11 12:28:00","post_date_gmt":"2019-08-11 05:28:00","post_content":"\n

Plastik itu berwarna hitam seperti layaknya plastik kebanyakan. Didalamnya ada seonggoh daging segar yang akan diberikan kepada mereka yang layak membutuhkan. Rutinitas ini setahun sekali adanya. Plastik hitam itu ditunggu-tunggu banyak orang. Plastik hitam itu juga akan dijamah oleh banyak tangan. Plastik hitam itu membawa saya kepada kenangan di waktu silam.
<\/p>\n\n\n\n

Sebagai seorang Muslim, Hari Raya Iduladha adalah satu hal yang dinanti-nanti. Ia merupakan hari raya kedua bagi umat Nabi Muhammad setelah Idulfitri. Ada peristiwa berbeda yang menandai hadirnya kedua hari sakral tersebut. Bicara soal Iduladha, beberapa ulama sepakat menyebut bahwa ini adalah lambang pengorbanan manusia kepada sosial dan Tuhannya.
<\/p>\n\n\n\n

Maka lumrah jika jelang dan setelah menunaikan sholat Iduladha, ada banyak daging yang dihidangkan secara gratis untuk seluruh kalangan (meski yang diutamakan adalah kaum papa). Sebelum daging itu dibagikan, secara kolektif warga satu wilayah akan bersama-sama memotong hewan yang diwajibkan untuk dikurbankan yaitu sapi, kambing, domba, hingga onta. Hewan-hewan tersebut juga merupakan hasil sumbangan dari para penderma, baik itu individu atau memang yang dikumpulkan secara bersama-sama.
<\/p>\n\n\n\n

Momen inilah yang memang saya rindukan, ketika Iduladha tiba, bayangan saya langsung jauh menuju memori di masa kecil. Kala itu kami sibuk menghitung hewan yang sudah dikumpulkan di area masjid. Saya bersama teman-teman juga bermain dengan hewan itu dan sesekali bercanda dengannya. Saat hewan itu hendak disembelih, kami juga sedikit mengintip-ngintip (melihat proses penyembelihan) karena (kadang) tak tega melihat mereka direnggut nyawanya.
<\/p>\n\n\n\n

Momen-momen bermain di masjid saat hari raya memang satu hal yang indah dan mahal. Jika kami dulu di kampung memang sudah sering berinteraksi satu sama lain, maka di momen hari raya ikatan itu semakin dikuatkan. Mungkin juga di kota, meski tak punya intensitas yang cukup lebih (dalam berinteraksi sesama warga) seperti di kampung, namun jika hari raya tiba semuanya mau tak mau harus saling menyapa dan berkumpul. Semuanya berkumpul hingga malam tiba, berkumpul di depan api dan asap, serta tusukan sate daging yang sangat lezat untuk disantap.
<\/p>\n\n\n\n

Memori lainnya yang masih diingat adalah saat kami mulai mengamati potongan daging yang masih bergerak-gerak. Rupanya itu adalah denyut otot yang masih tetap bekerja meski hewan tersebut sudah tak lagi bernyawa. Ada lagi, kami mengamati betul hewan-hewan yang dikuliti, takjub memang dengan orang dewasa yang mahir melakukannya saat itu. Kulit tersebut kemudian kadang kami perebutkan, meski tak tahu akan hendak digunakan untuk apa nantinya.
<\/p>\n\n\n\n

Bermain-main dengan kepala kambing memang satu hal yang lucu saat kecil dahulu. Terkadang kami mengibaratkan tanduknya sebagai setang sepeda lalu membawanya sambil berlarian. Kadang juga kami merasa kebauan akibat bermain terlalu dekat dengan lubang tempat darah dan isi perut hewan yang sudah disembelih. Tapi ada satu yang unik, waktu kecil kami juga berebut mengambil torpedo hewan kurban. Rupanya rasanya nikmat dan memang tak ada gejala apa-apa setelah memakan itu, namun katanya kalau dimakan saat umur sudah dewasa maka reaksinya akan berbeda, entahlah.
<\/p>\n\n\n\n

Bicara Iduladha adalah soal lebaran di daerah perantauan. Bagi mereka yang merantau, momen lebaran idul adha biasanya dihabiskan bukan di kampung halaman. Tentu banyak faktor, mulai dari materi dan efisiensi waktu mengingat hari liburnya yang tak sebanyak Idulfitri. Tapi rupanya diciptakan dua hari raya bagi umat muslim rasanya memang lengkap (bagi anak rantau), satu untuk dirayakan bersama sanak famili di kampung, satunya lagi bersama tetangga dan rekan kerja di perantauan.
<\/p>\n\n\n\n

Maka memori anak-anak (dari mereka yang orangtuanya adalah perantauan) adalah soal bermain dengan tetangga komplek serta sekitarnya. Tak sedikit juga yang berkumpul di sekolah untuk merayakan bakar sate dan memakannya bersama-sama. Pada akhirnya memori tentang kisah kecil kita adalah suatu landasan, agar apabila suatu saat mulai jauh dari ajaran agama, kita diingatkan lagi tentang indahnya masa kecil yang kerap selalu mewah dengan momen perayaan ajaran tuhan.
<\/p>\n\n\n\n

Dari plastik hitam itu aku mengingat masa kecilku, dan dari ingatan masa kecil aku mengingat diriku yang ternyata kini kian jauh dari Tuhan.<\/p>\n","post_title":"Ingatan Masa Kecil dalam Seonggok Daging Iduladha","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"ingatan-masa-kecil-dalam-seonggok-daging-iduladha","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-08-11 12:28:07","post_modified_gmt":"2019-08-11 05:28:07","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5946","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5933,"post_author":"919","post_date":"2019-08-05 13:39:32","post_date_gmt":"2019-08-05 06:39:32","post_content":"\n

Musik adalah bagian dari kehidupan. Setiap alunannya menjadi warna yang saling menari mengikuti jejak langkah kehidupan. Sejak kecil irama musik mulai diperkenalkan orang tua hingga dewasa kita mulai mengenal musik dengan pemikiran sendiri. Musik menjadi teman setia manusa dalam berproses, baik jika akhirnya gagal atau mendulang kesukasesan.
<\/p>\n\n\n\n

Maka benar kata Bob Marley yang menyebut bahwa satu hal yang baik tentang musik adalah ketika itu menyentuh anda tidak akan ada rasa sakit (secara harfiah). Musik menjadi legitimasi perasaan yang tertaut dengan momen, menjadi irama pendamping saat satu peristiwa terjadi. 
<\/p>\n\n\n\n

Era digital seperti sekarang ini kita diperkenalkan dengan berbagai platform pemutar musik secara online dan yang paling banyak digunakan saat ini adalah Spotify. Anda bisa mendengarkan musik secara berbayar dengan profit kualitas suara yang jernih dan tentu membuat playlist idamanmu! playlist ini yang nantinya bisa anda bagikan di sosial media atau langsung ke whatsapp temanmu, hingga pacarmu.
<\/p>\n\n\n\n

Tentu kami juga punya pilihan lagu yang layak anda perdengarkan. Minggu ini kami merangkum lima lagu yang cocok anda dengarkan untuk menemani beraktivitas. Berikut lima lagu tersebut.
<\/p>\n\n\n\n

Selamat Pagi - Ran
<\/h2>\n\n\n\n

Nyaris tak ada yang memungkiri kalau Senin Pagi adalah sesuatu yang menjemukan. Kalau sudah begini dibutuhkan lagu yang tepat untuk mengawali aktifitas anda. Kami rekomendasikan lagu ini yang terdengar catchy agar menjadi mood booster bagi kalian yang masih terikat oleh hawa-hawa libur akhir pekan.
<\/p>\n\n\n\n

Wong Edan Kuwi Bebas - Shodiq Monata
<\/h2>\n\n\n\n

Yoooo! lagu-lagu dangdut memang sangat dibutuhkan ketika irama aktivitas anda mulai meningkat. Lagu ini memiliki beat yang cukup kencang diiringi dengan irama koplo yang siap membuat anda untuk bergoyang. Persetan dengan segala kemacetan hingga marahan dari atasan, Wong Edan Kuwi Bebas!
<\/p>\n\n\n\n

Sulung - Kunto Aji
<\/h2>\n\n\n\n

Kadang apa yang kita harapkan tak sesuai hasil yang didapatkan. Ekspektasi berlebihan membuatmu menjadi lupa pada jati diri, jika gagal maka berpotensi untuk tak percaya diri dan jika sukses bukan tak mungkin akan semakin menyombongkan diri. Karena kata Kunto Aji yang sebaiknya kau jaga adalah dirimu sendiri.
<\/p>\n\n\n\n

This Girl - Kungs
<\/h2>\n\n\n\n

Kalau Jumat malam sudah tiba maka waktunya untuk bersenang-senang! segera hubungi sahabat atau kekasih anda. Kongkow di kedai kopi atau berajojing ria juga pun tak masalah. Adakalanya anda butuh melepaskan penat, goyang badanmu dan nikmati dentuman musiknya.
<\/p>\n\n\n\n

Rotterdam (Or Anywhere) - The Beautiful South
<\/h2>\n\n\n\n

Sabtu dan Minggu waktunya jalan-jalan! kalau punya uang dan waktu ada baiknya berkunjung ke luar kota, namun jika budget terbatas maka kendarai motormu atau gunakan kendaraan umum lalu main ke rumah temanmu bisa jadi solusi. Tak peduli apa pun tempat yang anda kunjungi asal itu membahagiakan, benar kan?<\/p>\n","post_title":"Playlist Spotify Mantap Minggu Ini untuk Kalian Para Perokok Keren","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"playlist-spotify-mantap-minggu-ini-untuk-kalian-para-perokok-keren","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-08-05 13:39:39","post_modified_gmt":"2019-08-05 06:39:39","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5933","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5889,"post_author":"919","post_date":"2019-07-29 16:13:48","post_date_gmt":"2019-07-29 09:13:48","post_content":"\n

Upaya mengejar cinta selalu menghadirkan satu masalah yaitu patah hati. Jika bicara soal peluang bakal menghadapi masalah tersebut, maka persentasinya adalah 50:50. Potensinya sudah bisa membesar sejak awal anda mencoba untuk berkenalan dengan sosok idaman. Jika salah langkah, sudah pasti si dia bakal menjauh, andai pun langkah awal sudah tepat tapi threatmennya pendekatannya salah, siap-siap kalimat \u2018maaf kita ga cocok\u2019<\/em> akan anda dapatkan.\u00a0
<\/p>\n\n\n\n

Kalau sudah patah hati rasanya memang ribet. Rendang yang katanya dijadikan makanan terenak di dunia pun rasanya seperti daging gosong. Mau beraktifitas juga susah, karena isinya hanya meratap dan merenungi. Diajak teman main game <\/em>juga tak maksimal, apalagi kongkow-kongkow sampai subuh. Kalau sudah begini tak boleh buru-buru larut dalam kesedihan, musik bisa jadi obat ampuh untuk menenangkannya. 
<\/p>\n\n\n\n

Musik memang soal selera, ada yang ingin lagu agak ngebeat <\/em>biar adrenalinennya naik. Ada yang memutar lagi jazz supaya lebih tenang, musik dangdut biar oaoe<\/em>, hingga lagu indie biar terkesan indies (ealaahhh). Akan tetapi ada satu tren belakangan ini, patah hati dan mendengarkan lagu-lagu yang dinyanyikan oleh Didi Kempot.
<\/p>\n\n\n\n

Sosok yang memulai karier berseni sebagai musisi jalanan tersebut kini lagi digandrungi anak muda. Mereka menyebutnya sebagai Sadbois atau Sadgirls, mengagung-mengagungkan patah hati, merayakan kesedihan, dan Didi Kempot yang secara lelucon mereka sebut Lord, hadir memaksimalkan euforia tersebut. Satu lagu, dua lagu, tiga lagu, kalimat seperti \u2018Bajingan kowe dek!\u2019 mulai terlontar dari mulut-mulut penikmat lagu-lagu Didi Kempot.
<\/p>\n\n\n\n

Saya dan mungkin juga kalian sejatinya sudah cukup lama mendengar lagu-lagu Didi Kempot, mungkin sejak SD. Saat umur belum dua angka seperti saat ini, Didi Kempot mungkin hanya saya sebut sebagai musisi yang beraliran Campursari (meski memang benar seperti itu). Namun, ketika umur kian bertambah, Didi Kempot rupanya jauh lebih besar dari itu. Bisa jadi dia adalah representasi dari diksi patah hati itu sendiri.
<\/p>\n\n\n\n

Lagu Sewu Kutho misalnya, saya anggap sebagai lagu patah hati terhebat yang pernah ia buat. Bagaimana rasa rindu, sakit, dan keikhlasan menyatu menjadi satu dalam sebuah lagu. Bahkan doa juga ia sematkan kepada orang yang disayang, agar hidup dia yang dicinta hidup lebih bahagia daripada dirinya. Meski sebenarnya dalam lagu tersebut ada pertentangan lain dalam dirinya yang masih tak bisa ia atasi, ia masih ingin bertemu dengan yang dicinta dengan cara apapun.
<\/p>\n\n\n\n

Pamer Bojo adalah selanjutnya, ia hadir tepat di saat anak muda sedang mengalami tren nikah dini. Saat usia muda memang perasaan dan cinta sedang berkecamuknya, lalu dihadapkan dengan permasalahan yang cukup pelik dalam asmara yaitu ditinggal nikah. Lagu Pamer Bojo adalah solusinya, meski dalam liriknya ada pesan bahwa kita memang tidak pernah siap melihat yang dicinta menikah dengan orang lain. 
<\/p>\n\n\n\n

\u201cNeng opo seneng aku yen mung gawe laraku<\/em><\/p>\n\n\n\n

Pamer bojo anyar neng ngarepku\u201d<\/em>
<\/p>\n\n\n\n

Bagi saya musik memiliki kekuatan hebat walau memiliki tembok bernama bahasa. Hanya musisi hebat yang mampu menembus dinding-dinding itu. Didi Kempot adalah salah satunya, ia mampu membuat orang yang bukan bersuku Jawa bisa menikmati lagunya. Ini sebuah kemajuan dalam berkebudayaan, bahwa suku dan bangsa lain bisa saling menerima karya dari golongan lain. Sesuatu yang saat kini benar-benar kita butuhkan bukan setelah kontestasi politik yang melibatkan sentimen suku, agama, ras, dan antargolongan.
<\/p>\n\n\n\n

Didi Kempot memang sedang naik daun dan kini namanya lagi disebut-sebut di banyak penjuru di ibu kota. Ketakutan saya adalah akan seberapa lama tren ini berlanjut, mengingat tak banyak yang bisa bertahan lama di Jakarta. Akan tetapi pikiran tersebut saya rasa salah, Didi Kempot boleh saja naik daun dan tiba-tiba hilang di Jakarta, akan tetapi karya dan dirinya tetap abadi di Indonesia. Karena yang membuat Didi Kempot agung adalah kita yang selalu kekanak-kanakan menghadapi masalah patah hati. <\/p>\n","post_title":"Memuja-muja Didi Kempot, Mengagung-agungkan Patah Hati","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"memuja-muja-didi-kempot-mengagung-agungkan-patah-hati","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-07-29 16:13:56","post_modified_gmt":"2019-07-29 09:13:56","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5889","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5862,"post_author":"919","post_date":"2019-07-14 12:50:58","post_date_gmt":"2019-07-14 05:50:58","post_content":"\n

Musim haji kini telah tiba. Diperkirakan jutaan orang kini telah memadati Masjidil Haram di Mekkah, Arab Saudi untuk memenuhi salah satu rukun Islam tiap tahunnya. Ritual suci ini menjadi salah satu impian bagi tiap umat muslim di seluruh dunia dan tak seluruhnya bisa melaksanakannya. 
<\/p>\n\n\n\n

Walau demikian musim haji di Indonesia tak pernah sepi peminat. Menko Perekonomian Darmin Nasution memperkirakan jumlah jamaah haji Indonesia akan mencapai 4,34 juta jiwa pada 2019. Per hari ini (14\/7\/2019) jumlah jemaah diperkirakan sudah mencapai 47.983 orang yang sudah berdatangan ke Madinah. 
<\/p>\n\n\n\n

Ada-ada saja memang kelakuan masyarakat Indonesia ketika berkunjung ke luar negeri terutama untuk ibadah haji yang memakan waktu hingga satu bulan. Ada kisah para peserta membawa makanan khas daerah masing-masing karena takut tak bisa menyesuaikan dengan kudapan di sana. Ada yang membawa sambal, jengkol, ikan teri, padahal pihak penyelenggara sudah menyediakan makanan yang sesuai dengan lidah mereka.
<\/p>\n\n\n\n

Salah satu kebiasaan masyarakat Indonesia adalah merokok dan tradisi tersebut sudah mengakar sejak lama. Cita rasa kretek yang kuat dengan campuran cengkeh membuat masyarakat kita sulit menikmati produk rokok asing. Maka dengan demikian ketika bepergian ke luar negeri membawa rokok dari Indonesia adalah hal yang nampaknya sudah jadi kebiasaan. Sejatinya hal tersebut tak bisa dikatakan sebagai aktivitas ilegal, karena mereka membawa rokok lokal untuk dikonsumsi pribadi dan bukan untuk dijual.
<\/p>\n\n\n\n

Pemerintah sejatinya sudah mengakomodasi kebutuhan para perokok yang sedang menjadi peserta haji. Kemudahan itu adalah dengan memperbolehkan jamaah haji membawa rokok maksimal 200 batang untuk dibawa ke tanah suci. Jika berlebih, maka siap-siap untuk diamankan dan disita. Akibat informasi yang kadang tak menyeluruh, kadang masih ada saja rokok yang disita. Tribun Jabar misalnya memberitakan bahwa sehari ada sekitar 200 batang rokok yang disita oleh pihak bea dan cukai.
<\/p>\n\n\n\n

Peraturan memang ada untuk dipatuhi dan diikuti, sebagai perokok tentu hal tersebut tak boleh dihiraukan. Ada baiknya untuk mengikuti prosedur yang sudah diterapkan agar ibadah haji semakin nyaman. Tentu ijin boleh membawa rokok sebanyak 200 batang sudah cukup mengakomodir kebutuhan para perokok. Jika dihitung dalam 40 hari maka dalam satu hari satu jamaah haji bisa mengisap lima batang tentu pas jika kita anggap setiap sehabis sholat menghisap satu batang rokok. Tentu paduan yang sempurna antara ibadah dan kebiasaan merokok. 
<\/p>\n\n\n\n

Ada cara lain untuk mengakali peraturan tersebut, salah satunya adalah dengan menitip kepada anggota keluarga lain. Tentu cara ini sebenarnya tidak bermasalah karena setiap orang punya hak untuk membawa 200 batang rokok. Cara ini nampaknya cukup ampuh dan sudah dilakukan oleh beberapa jamaah haji. Asalkan rokok yang dibawa tentu hanya untuk kebutuhan pribadi, bukan untuk dijual kembali di sana. 
<\/p>\n\n\n\n

Pada akhirnya ibadah harus menjadi petimbangan utama saat ke tanah suci. Mengenai barang bawaan yang sudah diatur harus betul-betul diperhatikan. Toh rokok bukan barang yang bercandu sehingga kebiasaan merokok pun masih bisa diatasi ketika di tanah suci.
<\/p>\n","post_title":"Hal yang Perlu Diperhatikan Perokok Saat Berangkat Haji","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"hal-yang-perlu-diperhatikan-perokok-saat-berangkat-haji","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-07-14 12:51:04","post_modified_gmt":"2019-07-14 05:51:04","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5862","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":7},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"epic_block_3"};

\n

Seiring perkembangan jaman, Lo Fi kemudian masuk ke dalam ranah hip hop. Bisa dikatakan, Lo Fi mulai mendapatkan modifikasi dan kemudian menjadi populer di kuping para pendengar. thenextwavechichago.com<\/a><\/em> menyebutkan bahwa ada andil musisi hip hop top saat itu. Mereka adalah nama besar seperti RZA, Madlib, and Wu-Tang, serta J Dilla. <\/p>\n\n\n\n

Di kemudian hari pria yang memiliki nama lengkap James Dewitt Yancey itulah yang justru berkibar dengan aliran Lo Fi hip hop. 
<\/p>\n\n\n\n

Perkembangan Lo Fi juga kemudian beriringan dengan tumbuhnya musik-musik Vaporwave yang lebih dikenal memiliki spirit perjuangan. Meski disebut-sebut oleh sebagian pihak sebagai musik sampah (karena dibuat dengan hanya meremake lagu klasik) namun Vaporwave hadir sebagai bentuk jengahnya anak muda terhadap budaya konsumerisme yang tengah tinggi di era 90 hingga 2000 awal. Musik Lo Fi dan Vaporwave memiliki rasa yang hampir sama serta dianggap oleh penikmatnya sebagai musik yang aestethic.\u00a0<\/p>\n\n\n\n

Baca: Memuja-muja Didi Kempot, Mengagung-agungkan Patah Hati<\/a><\/p>\n\n\n\n

Jauh dari tanah kelahiran hip hop di Amerika Serikat, ada seorang musisi cerdas bernama Jun Seba atau yang identitik dengan nama Nujabes. Boleh dibilang, dia yang membawa penulis mengeksplore lebih dalam tentang aliran musik lo fi hip hop. Nujabes dengan cepat menjadi terkenal karena produksinya yang unik. Suara musik yang khas, bernostalgia, dan pengaruh jazz yang memberikan atmosfer tersendiri secara kebetulan menciptakan gaya yang sangat sebanding dengan J Dilla.
<\/p>\n\n\n\n

Dua tokoh di atas kemudian memberikan inspirasi kepada kreator-kreator Lo Fi music selanjutnya. Jika berbicara tentang proses pembuatannya tentu dianggap sebagai sesuatu yang mudah. Musisi lokal seperti Mardial bahkan pernah memberikan tutorial lengkapnya hanya dalam waktu singkat lewat akun youtubenya. Cukup ambil sampel musik klasik, potong di beberapa bagian (agar tak melanggar hak cipta), padukan dengan beat hip hop, beri musik tersebut sentuhan efek hujan, maka boom! jadilah sebuah Lo Fi music. 
<\/p>\n\n\n\n

Tapi nyatanya membuat musik yang nikmat tak semudah itu, menentukan nada yang pas dan menjahitnya dalam alunan ritme yang menarik butuh pemahaman tentang musik. Walau\u00a0 Lo Fi music dianggap musik yang murah, namun alunannya cukup ampuh menemani waktu luangmu. Maka tak heran jika banyak ragam playlist Lo Fi di spotify dan youtube dengan judul-judul seperti lo fi hip hop\/chillhop\/jazzhop\/beats to relax\/beats to study atau yang lainnya.<\/p>\n\n\n\n

Baca: Iklan Djarum 76 dan Goyangan Sekretaris Cantik yang Tengah Naik Daun<\/a><\/p>\n\n\n\n

Lo Fi di era modern kini diidentikkan pula dengan sesuatu yang berbau Jepang seperti anime bahkan dorama-dorama klasik. Ragam playlist di atas tentu jika kalian putar maka memiliki gambar background seperti potongan gif film dari Studio Ghibli, Cowboy Bebop, hingga Neon Genesis Evangelion. Menurut musicthehangup.com<\/a>, penggabungan antara lo fi dan anime terinsipirasi juga dari Nujabes yang memang juga membuat soundtrack untuk anime top karya Shinji Obara. 
<\/p>\n\n\n\n

Nujabes dan J Dilla memang sudah terlebih dahulu meninggalkan kita. Walau demikian tunas-tunas muda banyak bertumbuhan. Karya-karya lo fi saat ini yang familiar di telinga para pendengarnya adalah Saib, Yungbae, Jinsang, Kudasai, Elijah Who, bahkan ada juga yang dari Indonesia yaitu Jordy Chandra, Icecream, dan PXZVC.
<\/p>\n\n\n\n

Musim hujan kini bakal mulai tiba di tanah air. Mulai awal September hingga mungkin karanya awal tahun depan hujan mulai turun dan membasahi tanah. Musim penghujan adalah waktu yang tepat untuk mendengarkan musik-musik Lo Fi. Siapkan earphone anda dan biarkan dirimu tenggelam rileks didalam alunannya.
<\/p>\n","post_title":"Tentang Lo Fi Music, Alunan Nada Sederhana Pemikat Sukma","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"tentang-lo-fi-music-alunan-nada-sederhana-pemikat-sukma","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-08-25 12:09:07","post_modified_gmt":"2019-08-25 05:09:07","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5993","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5946,"post_author":"919","post_date":"2019-08-11 12:28:00","post_date_gmt":"2019-08-11 05:28:00","post_content":"\n

Plastik itu berwarna hitam seperti layaknya plastik kebanyakan. Didalamnya ada seonggoh daging segar yang akan diberikan kepada mereka yang layak membutuhkan. Rutinitas ini setahun sekali adanya. Plastik hitam itu ditunggu-tunggu banyak orang. Plastik hitam itu juga akan dijamah oleh banyak tangan. Plastik hitam itu membawa saya kepada kenangan di waktu silam.
<\/p>\n\n\n\n

Sebagai seorang Muslim, Hari Raya Iduladha adalah satu hal yang dinanti-nanti. Ia merupakan hari raya kedua bagi umat Nabi Muhammad setelah Idulfitri. Ada peristiwa berbeda yang menandai hadirnya kedua hari sakral tersebut. Bicara soal Iduladha, beberapa ulama sepakat menyebut bahwa ini adalah lambang pengorbanan manusia kepada sosial dan Tuhannya.
<\/p>\n\n\n\n

Maka lumrah jika jelang dan setelah menunaikan sholat Iduladha, ada banyak daging yang dihidangkan secara gratis untuk seluruh kalangan (meski yang diutamakan adalah kaum papa). Sebelum daging itu dibagikan, secara kolektif warga satu wilayah akan bersama-sama memotong hewan yang diwajibkan untuk dikurbankan yaitu sapi, kambing, domba, hingga onta. Hewan-hewan tersebut juga merupakan hasil sumbangan dari para penderma, baik itu individu atau memang yang dikumpulkan secara bersama-sama.
<\/p>\n\n\n\n

Momen inilah yang memang saya rindukan, ketika Iduladha tiba, bayangan saya langsung jauh menuju memori di masa kecil. Kala itu kami sibuk menghitung hewan yang sudah dikumpulkan di area masjid. Saya bersama teman-teman juga bermain dengan hewan itu dan sesekali bercanda dengannya. Saat hewan itu hendak disembelih, kami juga sedikit mengintip-ngintip (melihat proses penyembelihan) karena (kadang) tak tega melihat mereka direnggut nyawanya.
<\/p>\n\n\n\n

Momen-momen bermain di masjid saat hari raya memang satu hal yang indah dan mahal. Jika kami dulu di kampung memang sudah sering berinteraksi satu sama lain, maka di momen hari raya ikatan itu semakin dikuatkan. Mungkin juga di kota, meski tak punya intensitas yang cukup lebih (dalam berinteraksi sesama warga) seperti di kampung, namun jika hari raya tiba semuanya mau tak mau harus saling menyapa dan berkumpul. Semuanya berkumpul hingga malam tiba, berkumpul di depan api dan asap, serta tusukan sate daging yang sangat lezat untuk disantap.
<\/p>\n\n\n\n

Memori lainnya yang masih diingat adalah saat kami mulai mengamati potongan daging yang masih bergerak-gerak. Rupanya itu adalah denyut otot yang masih tetap bekerja meski hewan tersebut sudah tak lagi bernyawa. Ada lagi, kami mengamati betul hewan-hewan yang dikuliti, takjub memang dengan orang dewasa yang mahir melakukannya saat itu. Kulit tersebut kemudian kadang kami perebutkan, meski tak tahu akan hendak digunakan untuk apa nantinya.
<\/p>\n\n\n\n

Bermain-main dengan kepala kambing memang satu hal yang lucu saat kecil dahulu. Terkadang kami mengibaratkan tanduknya sebagai setang sepeda lalu membawanya sambil berlarian. Kadang juga kami merasa kebauan akibat bermain terlalu dekat dengan lubang tempat darah dan isi perut hewan yang sudah disembelih. Tapi ada satu yang unik, waktu kecil kami juga berebut mengambil torpedo hewan kurban. Rupanya rasanya nikmat dan memang tak ada gejala apa-apa setelah memakan itu, namun katanya kalau dimakan saat umur sudah dewasa maka reaksinya akan berbeda, entahlah.
<\/p>\n\n\n\n

Bicara Iduladha adalah soal lebaran di daerah perantauan. Bagi mereka yang merantau, momen lebaran idul adha biasanya dihabiskan bukan di kampung halaman. Tentu banyak faktor, mulai dari materi dan efisiensi waktu mengingat hari liburnya yang tak sebanyak Idulfitri. Tapi rupanya diciptakan dua hari raya bagi umat muslim rasanya memang lengkap (bagi anak rantau), satu untuk dirayakan bersama sanak famili di kampung, satunya lagi bersama tetangga dan rekan kerja di perantauan.
<\/p>\n\n\n\n

Maka memori anak-anak (dari mereka yang orangtuanya adalah perantauan) adalah soal bermain dengan tetangga komplek serta sekitarnya. Tak sedikit juga yang berkumpul di sekolah untuk merayakan bakar sate dan memakannya bersama-sama. Pada akhirnya memori tentang kisah kecil kita adalah suatu landasan, agar apabila suatu saat mulai jauh dari ajaran agama, kita diingatkan lagi tentang indahnya masa kecil yang kerap selalu mewah dengan momen perayaan ajaran tuhan.
<\/p>\n\n\n\n

Dari plastik hitam itu aku mengingat masa kecilku, dan dari ingatan masa kecil aku mengingat diriku yang ternyata kini kian jauh dari Tuhan.<\/p>\n","post_title":"Ingatan Masa Kecil dalam Seonggok Daging Iduladha","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"ingatan-masa-kecil-dalam-seonggok-daging-iduladha","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-08-11 12:28:07","post_modified_gmt":"2019-08-11 05:28:07","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5946","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5933,"post_author":"919","post_date":"2019-08-05 13:39:32","post_date_gmt":"2019-08-05 06:39:32","post_content":"\n

Musik adalah bagian dari kehidupan. Setiap alunannya menjadi warna yang saling menari mengikuti jejak langkah kehidupan. Sejak kecil irama musik mulai diperkenalkan orang tua hingga dewasa kita mulai mengenal musik dengan pemikiran sendiri. Musik menjadi teman setia manusa dalam berproses, baik jika akhirnya gagal atau mendulang kesukasesan.
<\/p>\n\n\n\n

Maka benar kata Bob Marley yang menyebut bahwa satu hal yang baik tentang musik adalah ketika itu menyentuh anda tidak akan ada rasa sakit (secara harfiah). Musik menjadi legitimasi perasaan yang tertaut dengan momen, menjadi irama pendamping saat satu peristiwa terjadi. 
<\/p>\n\n\n\n

Era digital seperti sekarang ini kita diperkenalkan dengan berbagai platform pemutar musik secara online dan yang paling banyak digunakan saat ini adalah Spotify. Anda bisa mendengarkan musik secara berbayar dengan profit kualitas suara yang jernih dan tentu membuat playlist idamanmu! playlist ini yang nantinya bisa anda bagikan di sosial media atau langsung ke whatsapp temanmu, hingga pacarmu.
<\/p>\n\n\n\n

Tentu kami juga punya pilihan lagu yang layak anda perdengarkan. Minggu ini kami merangkum lima lagu yang cocok anda dengarkan untuk menemani beraktivitas. Berikut lima lagu tersebut.
<\/p>\n\n\n\n

Selamat Pagi - Ran
<\/h2>\n\n\n\n

Nyaris tak ada yang memungkiri kalau Senin Pagi adalah sesuatu yang menjemukan. Kalau sudah begini dibutuhkan lagu yang tepat untuk mengawali aktifitas anda. Kami rekomendasikan lagu ini yang terdengar catchy agar menjadi mood booster bagi kalian yang masih terikat oleh hawa-hawa libur akhir pekan.
<\/p>\n\n\n\n

Wong Edan Kuwi Bebas - Shodiq Monata
<\/h2>\n\n\n\n

Yoooo! lagu-lagu dangdut memang sangat dibutuhkan ketika irama aktivitas anda mulai meningkat. Lagu ini memiliki beat yang cukup kencang diiringi dengan irama koplo yang siap membuat anda untuk bergoyang. Persetan dengan segala kemacetan hingga marahan dari atasan, Wong Edan Kuwi Bebas!
<\/p>\n\n\n\n

Sulung - Kunto Aji
<\/h2>\n\n\n\n

Kadang apa yang kita harapkan tak sesuai hasil yang didapatkan. Ekspektasi berlebihan membuatmu menjadi lupa pada jati diri, jika gagal maka berpotensi untuk tak percaya diri dan jika sukses bukan tak mungkin akan semakin menyombongkan diri. Karena kata Kunto Aji yang sebaiknya kau jaga adalah dirimu sendiri.
<\/p>\n\n\n\n

This Girl - Kungs
<\/h2>\n\n\n\n

Kalau Jumat malam sudah tiba maka waktunya untuk bersenang-senang! segera hubungi sahabat atau kekasih anda. Kongkow di kedai kopi atau berajojing ria juga pun tak masalah. Adakalanya anda butuh melepaskan penat, goyang badanmu dan nikmati dentuman musiknya.
<\/p>\n\n\n\n

Rotterdam (Or Anywhere) - The Beautiful South
<\/h2>\n\n\n\n

Sabtu dan Minggu waktunya jalan-jalan! kalau punya uang dan waktu ada baiknya berkunjung ke luar kota, namun jika budget terbatas maka kendarai motormu atau gunakan kendaraan umum lalu main ke rumah temanmu bisa jadi solusi. Tak peduli apa pun tempat yang anda kunjungi asal itu membahagiakan, benar kan?<\/p>\n","post_title":"Playlist Spotify Mantap Minggu Ini untuk Kalian Para Perokok Keren","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"playlist-spotify-mantap-minggu-ini-untuk-kalian-para-perokok-keren","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-08-05 13:39:39","post_modified_gmt":"2019-08-05 06:39:39","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5933","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5889,"post_author":"919","post_date":"2019-07-29 16:13:48","post_date_gmt":"2019-07-29 09:13:48","post_content":"\n

Upaya mengejar cinta selalu menghadirkan satu masalah yaitu patah hati. Jika bicara soal peluang bakal menghadapi masalah tersebut, maka persentasinya adalah 50:50. Potensinya sudah bisa membesar sejak awal anda mencoba untuk berkenalan dengan sosok idaman. Jika salah langkah, sudah pasti si dia bakal menjauh, andai pun langkah awal sudah tepat tapi threatmennya pendekatannya salah, siap-siap kalimat \u2018maaf kita ga cocok\u2019<\/em> akan anda dapatkan.\u00a0
<\/p>\n\n\n\n

Kalau sudah patah hati rasanya memang ribet. Rendang yang katanya dijadikan makanan terenak di dunia pun rasanya seperti daging gosong. Mau beraktifitas juga susah, karena isinya hanya meratap dan merenungi. Diajak teman main game <\/em>juga tak maksimal, apalagi kongkow-kongkow sampai subuh. Kalau sudah begini tak boleh buru-buru larut dalam kesedihan, musik bisa jadi obat ampuh untuk menenangkannya. 
<\/p>\n\n\n\n

Musik memang soal selera, ada yang ingin lagu agak ngebeat <\/em>biar adrenalinennya naik. Ada yang memutar lagi jazz supaya lebih tenang, musik dangdut biar oaoe<\/em>, hingga lagu indie biar terkesan indies (ealaahhh). Akan tetapi ada satu tren belakangan ini, patah hati dan mendengarkan lagu-lagu yang dinyanyikan oleh Didi Kempot.
<\/p>\n\n\n\n

Sosok yang memulai karier berseni sebagai musisi jalanan tersebut kini lagi digandrungi anak muda. Mereka menyebutnya sebagai Sadbois atau Sadgirls, mengagung-mengagungkan patah hati, merayakan kesedihan, dan Didi Kempot yang secara lelucon mereka sebut Lord, hadir memaksimalkan euforia tersebut. Satu lagu, dua lagu, tiga lagu, kalimat seperti \u2018Bajingan kowe dek!\u2019 mulai terlontar dari mulut-mulut penikmat lagu-lagu Didi Kempot.
<\/p>\n\n\n\n

Saya dan mungkin juga kalian sejatinya sudah cukup lama mendengar lagu-lagu Didi Kempot, mungkin sejak SD. Saat umur belum dua angka seperti saat ini, Didi Kempot mungkin hanya saya sebut sebagai musisi yang beraliran Campursari (meski memang benar seperti itu). Namun, ketika umur kian bertambah, Didi Kempot rupanya jauh lebih besar dari itu. Bisa jadi dia adalah representasi dari diksi patah hati itu sendiri.
<\/p>\n\n\n\n

Lagu Sewu Kutho misalnya, saya anggap sebagai lagu patah hati terhebat yang pernah ia buat. Bagaimana rasa rindu, sakit, dan keikhlasan menyatu menjadi satu dalam sebuah lagu. Bahkan doa juga ia sematkan kepada orang yang disayang, agar hidup dia yang dicinta hidup lebih bahagia daripada dirinya. Meski sebenarnya dalam lagu tersebut ada pertentangan lain dalam dirinya yang masih tak bisa ia atasi, ia masih ingin bertemu dengan yang dicinta dengan cara apapun.
<\/p>\n\n\n\n

Pamer Bojo adalah selanjutnya, ia hadir tepat di saat anak muda sedang mengalami tren nikah dini. Saat usia muda memang perasaan dan cinta sedang berkecamuknya, lalu dihadapkan dengan permasalahan yang cukup pelik dalam asmara yaitu ditinggal nikah. Lagu Pamer Bojo adalah solusinya, meski dalam liriknya ada pesan bahwa kita memang tidak pernah siap melihat yang dicinta menikah dengan orang lain. 
<\/p>\n\n\n\n

\u201cNeng opo seneng aku yen mung gawe laraku<\/em><\/p>\n\n\n\n

Pamer bojo anyar neng ngarepku\u201d<\/em>
<\/p>\n\n\n\n

Bagi saya musik memiliki kekuatan hebat walau memiliki tembok bernama bahasa. Hanya musisi hebat yang mampu menembus dinding-dinding itu. Didi Kempot adalah salah satunya, ia mampu membuat orang yang bukan bersuku Jawa bisa menikmati lagunya. Ini sebuah kemajuan dalam berkebudayaan, bahwa suku dan bangsa lain bisa saling menerima karya dari golongan lain. Sesuatu yang saat kini benar-benar kita butuhkan bukan setelah kontestasi politik yang melibatkan sentimen suku, agama, ras, dan antargolongan.
<\/p>\n\n\n\n

Didi Kempot memang sedang naik daun dan kini namanya lagi disebut-sebut di banyak penjuru di ibu kota. Ketakutan saya adalah akan seberapa lama tren ini berlanjut, mengingat tak banyak yang bisa bertahan lama di Jakarta. Akan tetapi pikiran tersebut saya rasa salah, Didi Kempot boleh saja naik daun dan tiba-tiba hilang di Jakarta, akan tetapi karya dan dirinya tetap abadi di Indonesia. Karena yang membuat Didi Kempot agung adalah kita yang selalu kekanak-kanakan menghadapi masalah patah hati. <\/p>\n","post_title":"Memuja-muja Didi Kempot, Mengagung-agungkan Patah Hati","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"memuja-muja-didi-kempot-mengagung-agungkan-patah-hati","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-07-29 16:13:56","post_modified_gmt":"2019-07-29 09:13:56","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5889","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5862,"post_author":"919","post_date":"2019-07-14 12:50:58","post_date_gmt":"2019-07-14 05:50:58","post_content":"\n

Musim haji kini telah tiba. Diperkirakan jutaan orang kini telah memadati Masjidil Haram di Mekkah, Arab Saudi untuk memenuhi salah satu rukun Islam tiap tahunnya. Ritual suci ini menjadi salah satu impian bagi tiap umat muslim di seluruh dunia dan tak seluruhnya bisa melaksanakannya. 
<\/p>\n\n\n\n

Walau demikian musim haji di Indonesia tak pernah sepi peminat. Menko Perekonomian Darmin Nasution memperkirakan jumlah jamaah haji Indonesia akan mencapai 4,34 juta jiwa pada 2019. Per hari ini (14\/7\/2019) jumlah jemaah diperkirakan sudah mencapai 47.983 orang yang sudah berdatangan ke Madinah. 
<\/p>\n\n\n\n

Ada-ada saja memang kelakuan masyarakat Indonesia ketika berkunjung ke luar negeri terutama untuk ibadah haji yang memakan waktu hingga satu bulan. Ada kisah para peserta membawa makanan khas daerah masing-masing karena takut tak bisa menyesuaikan dengan kudapan di sana. Ada yang membawa sambal, jengkol, ikan teri, padahal pihak penyelenggara sudah menyediakan makanan yang sesuai dengan lidah mereka.
<\/p>\n\n\n\n

Salah satu kebiasaan masyarakat Indonesia adalah merokok dan tradisi tersebut sudah mengakar sejak lama. Cita rasa kretek yang kuat dengan campuran cengkeh membuat masyarakat kita sulit menikmati produk rokok asing. Maka dengan demikian ketika bepergian ke luar negeri membawa rokok dari Indonesia adalah hal yang nampaknya sudah jadi kebiasaan. Sejatinya hal tersebut tak bisa dikatakan sebagai aktivitas ilegal, karena mereka membawa rokok lokal untuk dikonsumsi pribadi dan bukan untuk dijual.
<\/p>\n\n\n\n

Pemerintah sejatinya sudah mengakomodasi kebutuhan para perokok yang sedang menjadi peserta haji. Kemudahan itu adalah dengan memperbolehkan jamaah haji membawa rokok maksimal 200 batang untuk dibawa ke tanah suci. Jika berlebih, maka siap-siap untuk diamankan dan disita. Akibat informasi yang kadang tak menyeluruh, kadang masih ada saja rokok yang disita. Tribun Jabar misalnya memberitakan bahwa sehari ada sekitar 200 batang rokok yang disita oleh pihak bea dan cukai.
<\/p>\n\n\n\n

Peraturan memang ada untuk dipatuhi dan diikuti, sebagai perokok tentu hal tersebut tak boleh dihiraukan. Ada baiknya untuk mengikuti prosedur yang sudah diterapkan agar ibadah haji semakin nyaman. Tentu ijin boleh membawa rokok sebanyak 200 batang sudah cukup mengakomodir kebutuhan para perokok. Jika dihitung dalam 40 hari maka dalam satu hari satu jamaah haji bisa mengisap lima batang tentu pas jika kita anggap setiap sehabis sholat menghisap satu batang rokok. Tentu paduan yang sempurna antara ibadah dan kebiasaan merokok. 
<\/p>\n\n\n\n

Ada cara lain untuk mengakali peraturan tersebut, salah satunya adalah dengan menitip kepada anggota keluarga lain. Tentu cara ini sebenarnya tidak bermasalah karena setiap orang punya hak untuk membawa 200 batang rokok. Cara ini nampaknya cukup ampuh dan sudah dilakukan oleh beberapa jamaah haji. Asalkan rokok yang dibawa tentu hanya untuk kebutuhan pribadi, bukan untuk dijual kembali di sana. 
<\/p>\n\n\n\n

Pada akhirnya ibadah harus menjadi petimbangan utama saat ke tanah suci. Mengenai barang bawaan yang sudah diatur harus betul-betul diperhatikan. Toh rokok bukan barang yang bercandu sehingga kebiasaan merokok pun masih bisa diatasi ketika di tanah suci.
<\/p>\n","post_title":"Hal yang Perlu Diperhatikan Perokok Saat Berangkat Haji","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"hal-yang-perlu-diperhatikan-perokok-saat-berangkat-haji","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-07-14 12:51:04","post_modified_gmt":"2019-07-14 05:51:04","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5862","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":7},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"epic_block_3"};

\n

Baca: Dangdut Koplo, \u201cJalan Baru\u201d Musik Dangdut Indonesia<\/a><\/p>\n\n\n\n

Seiring perkembangan jaman, Lo Fi kemudian masuk ke dalam ranah hip hop. Bisa dikatakan, Lo Fi mulai mendapatkan modifikasi dan kemudian menjadi populer di kuping para pendengar. thenextwavechichago.com<\/a><\/em> menyebutkan bahwa ada andil musisi hip hop top saat itu. Mereka adalah nama besar seperti RZA, Madlib, and Wu-Tang, serta J Dilla. <\/p>\n\n\n\n

Di kemudian hari pria yang memiliki nama lengkap James Dewitt Yancey itulah yang justru berkibar dengan aliran Lo Fi hip hop. 
<\/p>\n\n\n\n

Perkembangan Lo Fi juga kemudian beriringan dengan tumbuhnya musik-musik Vaporwave yang lebih dikenal memiliki spirit perjuangan. Meski disebut-sebut oleh sebagian pihak sebagai musik sampah (karena dibuat dengan hanya meremake lagu klasik) namun Vaporwave hadir sebagai bentuk jengahnya anak muda terhadap budaya konsumerisme yang tengah tinggi di era 90 hingga 2000 awal. Musik Lo Fi dan Vaporwave memiliki rasa yang hampir sama serta dianggap oleh penikmatnya sebagai musik yang aestethic.\u00a0<\/p>\n\n\n\n

Baca: Memuja-muja Didi Kempot, Mengagung-agungkan Patah Hati<\/a><\/p>\n\n\n\n

Jauh dari tanah kelahiran hip hop di Amerika Serikat, ada seorang musisi cerdas bernama Jun Seba atau yang identitik dengan nama Nujabes. Boleh dibilang, dia yang membawa penulis mengeksplore lebih dalam tentang aliran musik lo fi hip hop. Nujabes dengan cepat menjadi terkenal karena produksinya yang unik. Suara musik yang khas, bernostalgia, dan pengaruh jazz yang memberikan atmosfer tersendiri secara kebetulan menciptakan gaya yang sangat sebanding dengan J Dilla.
<\/p>\n\n\n\n

Dua tokoh di atas kemudian memberikan inspirasi kepada kreator-kreator Lo Fi music selanjutnya. Jika berbicara tentang proses pembuatannya tentu dianggap sebagai sesuatu yang mudah. Musisi lokal seperti Mardial bahkan pernah memberikan tutorial lengkapnya hanya dalam waktu singkat lewat akun youtubenya. Cukup ambil sampel musik klasik, potong di beberapa bagian (agar tak melanggar hak cipta), padukan dengan beat hip hop, beri musik tersebut sentuhan efek hujan, maka boom! jadilah sebuah Lo Fi music. 
<\/p>\n\n\n\n

Tapi nyatanya membuat musik yang nikmat tak semudah itu, menentukan nada yang pas dan menjahitnya dalam alunan ritme yang menarik butuh pemahaman tentang musik. Walau\u00a0 Lo Fi music dianggap musik yang murah, namun alunannya cukup ampuh menemani waktu luangmu. Maka tak heran jika banyak ragam playlist Lo Fi di spotify dan youtube dengan judul-judul seperti lo fi hip hop\/chillhop\/jazzhop\/beats to relax\/beats to study atau yang lainnya.<\/p>\n\n\n\n

Baca: Iklan Djarum 76 dan Goyangan Sekretaris Cantik yang Tengah Naik Daun<\/a><\/p>\n\n\n\n

Lo Fi di era modern kini diidentikkan pula dengan sesuatu yang berbau Jepang seperti anime bahkan dorama-dorama klasik. Ragam playlist di atas tentu jika kalian putar maka memiliki gambar background seperti potongan gif film dari Studio Ghibli, Cowboy Bebop, hingga Neon Genesis Evangelion. Menurut musicthehangup.com<\/a>, penggabungan antara lo fi dan anime terinsipirasi juga dari Nujabes yang memang juga membuat soundtrack untuk anime top karya Shinji Obara. 
<\/p>\n\n\n\n

Nujabes dan J Dilla memang sudah terlebih dahulu meninggalkan kita. Walau demikian tunas-tunas muda banyak bertumbuhan. Karya-karya lo fi saat ini yang familiar di telinga para pendengarnya adalah Saib, Yungbae, Jinsang, Kudasai, Elijah Who, bahkan ada juga yang dari Indonesia yaitu Jordy Chandra, Icecream, dan PXZVC.
<\/p>\n\n\n\n

Musim hujan kini bakal mulai tiba di tanah air. Mulai awal September hingga mungkin karanya awal tahun depan hujan mulai turun dan membasahi tanah. Musim penghujan adalah waktu yang tepat untuk mendengarkan musik-musik Lo Fi. Siapkan earphone anda dan biarkan dirimu tenggelam rileks didalam alunannya.
<\/p>\n","post_title":"Tentang Lo Fi Music, Alunan Nada Sederhana Pemikat Sukma","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"tentang-lo-fi-music-alunan-nada-sederhana-pemikat-sukma","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-08-25 12:09:07","post_modified_gmt":"2019-08-25 05:09:07","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5993","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5946,"post_author":"919","post_date":"2019-08-11 12:28:00","post_date_gmt":"2019-08-11 05:28:00","post_content":"\n

Plastik itu berwarna hitam seperti layaknya plastik kebanyakan. Didalamnya ada seonggoh daging segar yang akan diberikan kepada mereka yang layak membutuhkan. Rutinitas ini setahun sekali adanya. Plastik hitam itu ditunggu-tunggu banyak orang. Plastik hitam itu juga akan dijamah oleh banyak tangan. Plastik hitam itu membawa saya kepada kenangan di waktu silam.
<\/p>\n\n\n\n

Sebagai seorang Muslim, Hari Raya Iduladha adalah satu hal yang dinanti-nanti. Ia merupakan hari raya kedua bagi umat Nabi Muhammad setelah Idulfitri. Ada peristiwa berbeda yang menandai hadirnya kedua hari sakral tersebut. Bicara soal Iduladha, beberapa ulama sepakat menyebut bahwa ini adalah lambang pengorbanan manusia kepada sosial dan Tuhannya.
<\/p>\n\n\n\n

Maka lumrah jika jelang dan setelah menunaikan sholat Iduladha, ada banyak daging yang dihidangkan secara gratis untuk seluruh kalangan (meski yang diutamakan adalah kaum papa). Sebelum daging itu dibagikan, secara kolektif warga satu wilayah akan bersama-sama memotong hewan yang diwajibkan untuk dikurbankan yaitu sapi, kambing, domba, hingga onta. Hewan-hewan tersebut juga merupakan hasil sumbangan dari para penderma, baik itu individu atau memang yang dikumpulkan secara bersama-sama.
<\/p>\n\n\n\n

Momen inilah yang memang saya rindukan, ketika Iduladha tiba, bayangan saya langsung jauh menuju memori di masa kecil. Kala itu kami sibuk menghitung hewan yang sudah dikumpulkan di area masjid. Saya bersama teman-teman juga bermain dengan hewan itu dan sesekali bercanda dengannya. Saat hewan itu hendak disembelih, kami juga sedikit mengintip-ngintip (melihat proses penyembelihan) karena (kadang) tak tega melihat mereka direnggut nyawanya.
<\/p>\n\n\n\n

Momen-momen bermain di masjid saat hari raya memang satu hal yang indah dan mahal. Jika kami dulu di kampung memang sudah sering berinteraksi satu sama lain, maka di momen hari raya ikatan itu semakin dikuatkan. Mungkin juga di kota, meski tak punya intensitas yang cukup lebih (dalam berinteraksi sesama warga) seperti di kampung, namun jika hari raya tiba semuanya mau tak mau harus saling menyapa dan berkumpul. Semuanya berkumpul hingga malam tiba, berkumpul di depan api dan asap, serta tusukan sate daging yang sangat lezat untuk disantap.
<\/p>\n\n\n\n

Memori lainnya yang masih diingat adalah saat kami mulai mengamati potongan daging yang masih bergerak-gerak. Rupanya itu adalah denyut otot yang masih tetap bekerja meski hewan tersebut sudah tak lagi bernyawa. Ada lagi, kami mengamati betul hewan-hewan yang dikuliti, takjub memang dengan orang dewasa yang mahir melakukannya saat itu. Kulit tersebut kemudian kadang kami perebutkan, meski tak tahu akan hendak digunakan untuk apa nantinya.
<\/p>\n\n\n\n

Bermain-main dengan kepala kambing memang satu hal yang lucu saat kecil dahulu. Terkadang kami mengibaratkan tanduknya sebagai setang sepeda lalu membawanya sambil berlarian. Kadang juga kami merasa kebauan akibat bermain terlalu dekat dengan lubang tempat darah dan isi perut hewan yang sudah disembelih. Tapi ada satu yang unik, waktu kecil kami juga berebut mengambil torpedo hewan kurban. Rupanya rasanya nikmat dan memang tak ada gejala apa-apa setelah memakan itu, namun katanya kalau dimakan saat umur sudah dewasa maka reaksinya akan berbeda, entahlah.
<\/p>\n\n\n\n

Bicara Iduladha adalah soal lebaran di daerah perantauan. Bagi mereka yang merantau, momen lebaran idul adha biasanya dihabiskan bukan di kampung halaman. Tentu banyak faktor, mulai dari materi dan efisiensi waktu mengingat hari liburnya yang tak sebanyak Idulfitri. Tapi rupanya diciptakan dua hari raya bagi umat muslim rasanya memang lengkap (bagi anak rantau), satu untuk dirayakan bersama sanak famili di kampung, satunya lagi bersama tetangga dan rekan kerja di perantauan.
<\/p>\n\n\n\n

Maka memori anak-anak (dari mereka yang orangtuanya adalah perantauan) adalah soal bermain dengan tetangga komplek serta sekitarnya. Tak sedikit juga yang berkumpul di sekolah untuk merayakan bakar sate dan memakannya bersama-sama. Pada akhirnya memori tentang kisah kecil kita adalah suatu landasan, agar apabila suatu saat mulai jauh dari ajaran agama, kita diingatkan lagi tentang indahnya masa kecil yang kerap selalu mewah dengan momen perayaan ajaran tuhan.
<\/p>\n\n\n\n

Dari plastik hitam itu aku mengingat masa kecilku, dan dari ingatan masa kecil aku mengingat diriku yang ternyata kini kian jauh dari Tuhan.<\/p>\n","post_title":"Ingatan Masa Kecil dalam Seonggok Daging Iduladha","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"ingatan-masa-kecil-dalam-seonggok-daging-iduladha","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-08-11 12:28:07","post_modified_gmt":"2019-08-11 05:28:07","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5946","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5933,"post_author":"919","post_date":"2019-08-05 13:39:32","post_date_gmt":"2019-08-05 06:39:32","post_content":"\n

Musik adalah bagian dari kehidupan. Setiap alunannya menjadi warna yang saling menari mengikuti jejak langkah kehidupan. Sejak kecil irama musik mulai diperkenalkan orang tua hingga dewasa kita mulai mengenal musik dengan pemikiran sendiri. Musik menjadi teman setia manusa dalam berproses, baik jika akhirnya gagal atau mendulang kesukasesan.
<\/p>\n\n\n\n

Maka benar kata Bob Marley yang menyebut bahwa satu hal yang baik tentang musik adalah ketika itu menyentuh anda tidak akan ada rasa sakit (secara harfiah). Musik menjadi legitimasi perasaan yang tertaut dengan momen, menjadi irama pendamping saat satu peristiwa terjadi. 
<\/p>\n\n\n\n

Era digital seperti sekarang ini kita diperkenalkan dengan berbagai platform pemutar musik secara online dan yang paling banyak digunakan saat ini adalah Spotify. Anda bisa mendengarkan musik secara berbayar dengan profit kualitas suara yang jernih dan tentu membuat playlist idamanmu! playlist ini yang nantinya bisa anda bagikan di sosial media atau langsung ke whatsapp temanmu, hingga pacarmu.
<\/p>\n\n\n\n

Tentu kami juga punya pilihan lagu yang layak anda perdengarkan. Minggu ini kami merangkum lima lagu yang cocok anda dengarkan untuk menemani beraktivitas. Berikut lima lagu tersebut.
<\/p>\n\n\n\n

Selamat Pagi - Ran
<\/h2>\n\n\n\n

Nyaris tak ada yang memungkiri kalau Senin Pagi adalah sesuatu yang menjemukan. Kalau sudah begini dibutuhkan lagu yang tepat untuk mengawali aktifitas anda. Kami rekomendasikan lagu ini yang terdengar catchy agar menjadi mood booster bagi kalian yang masih terikat oleh hawa-hawa libur akhir pekan.
<\/p>\n\n\n\n

Wong Edan Kuwi Bebas - Shodiq Monata
<\/h2>\n\n\n\n

Yoooo! lagu-lagu dangdut memang sangat dibutuhkan ketika irama aktivitas anda mulai meningkat. Lagu ini memiliki beat yang cukup kencang diiringi dengan irama koplo yang siap membuat anda untuk bergoyang. Persetan dengan segala kemacetan hingga marahan dari atasan, Wong Edan Kuwi Bebas!
<\/p>\n\n\n\n

Sulung - Kunto Aji
<\/h2>\n\n\n\n

Kadang apa yang kita harapkan tak sesuai hasil yang didapatkan. Ekspektasi berlebihan membuatmu menjadi lupa pada jati diri, jika gagal maka berpotensi untuk tak percaya diri dan jika sukses bukan tak mungkin akan semakin menyombongkan diri. Karena kata Kunto Aji yang sebaiknya kau jaga adalah dirimu sendiri.
<\/p>\n\n\n\n

This Girl - Kungs
<\/h2>\n\n\n\n

Kalau Jumat malam sudah tiba maka waktunya untuk bersenang-senang! segera hubungi sahabat atau kekasih anda. Kongkow di kedai kopi atau berajojing ria juga pun tak masalah. Adakalanya anda butuh melepaskan penat, goyang badanmu dan nikmati dentuman musiknya.
<\/p>\n\n\n\n

Rotterdam (Or Anywhere) - The Beautiful South
<\/h2>\n\n\n\n

Sabtu dan Minggu waktunya jalan-jalan! kalau punya uang dan waktu ada baiknya berkunjung ke luar kota, namun jika budget terbatas maka kendarai motormu atau gunakan kendaraan umum lalu main ke rumah temanmu bisa jadi solusi. Tak peduli apa pun tempat yang anda kunjungi asal itu membahagiakan, benar kan?<\/p>\n","post_title":"Playlist Spotify Mantap Minggu Ini untuk Kalian Para Perokok Keren","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"playlist-spotify-mantap-minggu-ini-untuk-kalian-para-perokok-keren","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-08-05 13:39:39","post_modified_gmt":"2019-08-05 06:39:39","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5933","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5889,"post_author":"919","post_date":"2019-07-29 16:13:48","post_date_gmt":"2019-07-29 09:13:48","post_content":"\n

Upaya mengejar cinta selalu menghadirkan satu masalah yaitu patah hati. Jika bicara soal peluang bakal menghadapi masalah tersebut, maka persentasinya adalah 50:50. Potensinya sudah bisa membesar sejak awal anda mencoba untuk berkenalan dengan sosok idaman. Jika salah langkah, sudah pasti si dia bakal menjauh, andai pun langkah awal sudah tepat tapi threatmennya pendekatannya salah, siap-siap kalimat \u2018maaf kita ga cocok\u2019<\/em> akan anda dapatkan.\u00a0
<\/p>\n\n\n\n

Kalau sudah patah hati rasanya memang ribet. Rendang yang katanya dijadikan makanan terenak di dunia pun rasanya seperti daging gosong. Mau beraktifitas juga susah, karena isinya hanya meratap dan merenungi. Diajak teman main game <\/em>juga tak maksimal, apalagi kongkow-kongkow sampai subuh. Kalau sudah begini tak boleh buru-buru larut dalam kesedihan, musik bisa jadi obat ampuh untuk menenangkannya. 
<\/p>\n\n\n\n

Musik memang soal selera, ada yang ingin lagu agak ngebeat <\/em>biar adrenalinennya naik. Ada yang memutar lagi jazz supaya lebih tenang, musik dangdut biar oaoe<\/em>, hingga lagu indie biar terkesan indies (ealaahhh). Akan tetapi ada satu tren belakangan ini, patah hati dan mendengarkan lagu-lagu yang dinyanyikan oleh Didi Kempot.
<\/p>\n\n\n\n

Sosok yang memulai karier berseni sebagai musisi jalanan tersebut kini lagi digandrungi anak muda. Mereka menyebutnya sebagai Sadbois atau Sadgirls, mengagung-mengagungkan patah hati, merayakan kesedihan, dan Didi Kempot yang secara lelucon mereka sebut Lord, hadir memaksimalkan euforia tersebut. Satu lagu, dua lagu, tiga lagu, kalimat seperti \u2018Bajingan kowe dek!\u2019 mulai terlontar dari mulut-mulut penikmat lagu-lagu Didi Kempot.
<\/p>\n\n\n\n

Saya dan mungkin juga kalian sejatinya sudah cukup lama mendengar lagu-lagu Didi Kempot, mungkin sejak SD. Saat umur belum dua angka seperti saat ini, Didi Kempot mungkin hanya saya sebut sebagai musisi yang beraliran Campursari (meski memang benar seperti itu). Namun, ketika umur kian bertambah, Didi Kempot rupanya jauh lebih besar dari itu. Bisa jadi dia adalah representasi dari diksi patah hati itu sendiri.
<\/p>\n\n\n\n

Lagu Sewu Kutho misalnya, saya anggap sebagai lagu patah hati terhebat yang pernah ia buat. Bagaimana rasa rindu, sakit, dan keikhlasan menyatu menjadi satu dalam sebuah lagu. Bahkan doa juga ia sematkan kepada orang yang disayang, agar hidup dia yang dicinta hidup lebih bahagia daripada dirinya. Meski sebenarnya dalam lagu tersebut ada pertentangan lain dalam dirinya yang masih tak bisa ia atasi, ia masih ingin bertemu dengan yang dicinta dengan cara apapun.
<\/p>\n\n\n\n

Pamer Bojo adalah selanjutnya, ia hadir tepat di saat anak muda sedang mengalami tren nikah dini. Saat usia muda memang perasaan dan cinta sedang berkecamuknya, lalu dihadapkan dengan permasalahan yang cukup pelik dalam asmara yaitu ditinggal nikah. Lagu Pamer Bojo adalah solusinya, meski dalam liriknya ada pesan bahwa kita memang tidak pernah siap melihat yang dicinta menikah dengan orang lain. 
<\/p>\n\n\n\n

\u201cNeng opo seneng aku yen mung gawe laraku<\/em><\/p>\n\n\n\n

Pamer bojo anyar neng ngarepku\u201d<\/em>
<\/p>\n\n\n\n

Bagi saya musik memiliki kekuatan hebat walau memiliki tembok bernama bahasa. Hanya musisi hebat yang mampu menembus dinding-dinding itu. Didi Kempot adalah salah satunya, ia mampu membuat orang yang bukan bersuku Jawa bisa menikmati lagunya. Ini sebuah kemajuan dalam berkebudayaan, bahwa suku dan bangsa lain bisa saling menerima karya dari golongan lain. Sesuatu yang saat kini benar-benar kita butuhkan bukan setelah kontestasi politik yang melibatkan sentimen suku, agama, ras, dan antargolongan.
<\/p>\n\n\n\n

Didi Kempot memang sedang naik daun dan kini namanya lagi disebut-sebut di banyak penjuru di ibu kota. Ketakutan saya adalah akan seberapa lama tren ini berlanjut, mengingat tak banyak yang bisa bertahan lama di Jakarta. Akan tetapi pikiran tersebut saya rasa salah, Didi Kempot boleh saja naik daun dan tiba-tiba hilang di Jakarta, akan tetapi karya dan dirinya tetap abadi di Indonesia. Karena yang membuat Didi Kempot agung adalah kita yang selalu kekanak-kanakan menghadapi masalah patah hati. <\/p>\n","post_title":"Memuja-muja Didi Kempot, Mengagung-agungkan Patah Hati","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"memuja-muja-didi-kempot-mengagung-agungkan-patah-hati","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-07-29 16:13:56","post_modified_gmt":"2019-07-29 09:13:56","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5889","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5862,"post_author":"919","post_date":"2019-07-14 12:50:58","post_date_gmt":"2019-07-14 05:50:58","post_content":"\n

Musim haji kini telah tiba. Diperkirakan jutaan orang kini telah memadati Masjidil Haram di Mekkah, Arab Saudi untuk memenuhi salah satu rukun Islam tiap tahunnya. Ritual suci ini menjadi salah satu impian bagi tiap umat muslim di seluruh dunia dan tak seluruhnya bisa melaksanakannya. 
<\/p>\n\n\n\n

Walau demikian musim haji di Indonesia tak pernah sepi peminat. Menko Perekonomian Darmin Nasution memperkirakan jumlah jamaah haji Indonesia akan mencapai 4,34 juta jiwa pada 2019. Per hari ini (14\/7\/2019) jumlah jemaah diperkirakan sudah mencapai 47.983 orang yang sudah berdatangan ke Madinah. 
<\/p>\n\n\n\n

Ada-ada saja memang kelakuan masyarakat Indonesia ketika berkunjung ke luar negeri terutama untuk ibadah haji yang memakan waktu hingga satu bulan. Ada kisah para peserta membawa makanan khas daerah masing-masing karena takut tak bisa menyesuaikan dengan kudapan di sana. Ada yang membawa sambal, jengkol, ikan teri, padahal pihak penyelenggara sudah menyediakan makanan yang sesuai dengan lidah mereka.
<\/p>\n\n\n\n

Salah satu kebiasaan masyarakat Indonesia adalah merokok dan tradisi tersebut sudah mengakar sejak lama. Cita rasa kretek yang kuat dengan campuran cengkeh membuat masyarakat kita sulit menikmati produk rokok asing. Maka dengan demikian ketika bepergian ke luar negeri membawa rokok dari Indonesia adalah hal yang nampaknya sudah jadi kebiasaan. Sejatinya hal tersebut tak bisa dikatakan sebagai aktivitas ilegal, karena mereka membawa rokok lokal untuk dikonsumsi pribadi dan bukan untuk dijual.
<\/p>\n\n\n\n

Pemerintah sejatinya sudah mengakomodasi kebutuhan para perokok yang sedang menjadi peserta haji. Kemudahan itu adalah dengan memperbolehkan jamaah haji membawa rokok maksimal 200 batang untuk dibawa ke tanah suci. Jika berlebih, maka siap-siap untuk diamankan dan disita. Akibat informasi yang kadang tak menyeluruh, kadang masih ada saja rokok yang disita. Tribun Jabar misalnya memberitakan bahwa sehari ada sekitar 200 batang rokok yang disita oleh pihak bea dan cukai.
<\/p>\n\n\n\n

Peraturan memang ada untuk dipatuhi dan diikuti, sebagai perokok tentu hal tersebut tak boleh dihiraukan. Ada baiknya untuk mengikuti prosedur yang sudah diterapkan agar ibadah haji semakin nyaman. Tentu ijin boleh membawa rokok sebanyak 200 batang sudah cukup mengakomodir kebutuhan para perokok. Jika dihitung dalam 40 hari maka dalam satu hari satu jamaah haji bisa mengisap lima batang tentu pas jika kita anggap setiap sehabis sholat menghisap satu batang rokok. Tentu paduan yang sempurna antara ibadah dan kebiasaan merokok. 
<\/p>\n\n\n\n

Ada cara lain untuk mengakali peraturan tersebut, salah satunya adalah dengan menitip kepada anggota keluarga lain. Tentu cara ini sebenarnya tidak bermasalah karena setiap orang punya hak untuk membawa 200 batang rokok. Cara ini nampaknya cukup ampuh dan sudah dilakukan oleh beberapa jamaah haji. Asalkan rokok yang dibawa tentu hanya untuk kebutuhan pribadi, bukan untuk dijual kembali di sana. 
<\/p>\n\n\n\n

Pada akhirnya ibadah harus menjadi petimbangan utama saat ke tanah suci. Mengenai barang bawaan yang sudah diatur harus betul-betul diperhatikan. Toh rokok bukan barang yang bercandu sehingga kebiasaan merokok pun masih bisa diatasi ketika di tanah suci.
<\/p>\n","post_title":"Hal yang Perlu Diperhatikan Perokok Saat Berangkat Haji","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"hal-yang-perlu-diperhatikan-perokok-saat-berangkat-haji","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-07-14 12:51:04","post_modified_gmt":"2019-07-14 05:51:04","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5862","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":7},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"epic_block_3"};

\n

Meski banyak yang bilang Lo Fi adalah musik saat ini, namun sejatinya dia adalah akulturasi dari segala perkembangan jaman. Sebelum youtube dan spotify ditemukan, Seorang David Mattis kemudian mengaransemen lagu \u2018My Song\u2019 yang dibawakan oleh Johnny Ace yang disebut-sebut oleh hotvox.co.uk<\/a><\/em> sebagai lagu Lo Fi pertama di dunia. David Mattis mengakui bahwa membuat lagu tersebut dengan budget minimal dan hanya dengan 15 menit waktu pekerjaan. Ajaibnya lagu tersebut kemudian memuncaki tangga teratas Billboard <\/em>R&B chart pada 1952.<\/p>\n\n\n\n

Baca: Dangdut Koplo, \u201cJalan Baru\u201d Musik Dangdut Indonesia<\/a><\/p>\n\n\n\n

Seiring perkembangan jaman, Lo Fi kemudian masuk ke dalam ranah hip hop. Bisa dikatakan, Lo Fi mulai mendapatkan modifikasi dan kemudian menjadi populer di kuping para pendengar. thenextwavechichago.com<\/a><\/em> menyebutkan bahwa ada andil musisi hip hop top saat itu. Mereka adalah nama besar seperti RZA, Madlib, and Wu-Tang, serta J Dilla. <\/p>\n\n\n\n

Di kemudian hari pria yang memiliki nama lengkap James Dewitt Yancey itulah yang justru berkibar dengan aliran Lo Fi hip hop. 
<\/p>\n\n\n\n

Perkembangan Lo Fi juga kemudian beriringan dengan tumbuhnya musik-musik Vaporwave yang lebih dikenal memiliki spirit perjuangan. Meski disebut-sebut oleh sebagian pihak sebagai musik sampah (karena dibuat dengan hanya meremake lagu klasik) namun Vaporwave hadir sebagai bentuk jengahnya anak muda terhadap budaya konsumerisme yang tengah tinggi di era 90 hingga 2000 awal. Musik Lo Fi dan Vaporwave memiliki rasa yang hampir sama serta dianggap oleh penikmatnya sebagai musik yang aestethic.\u00a0<\/p>\n\n\n\n

Baca: Memuja-muja Didi Kempot, Mengagung-agungkan Patah Hati<\/a><\/p>\n\n\n\n

Jauh dari tanah kelahiran hip hop di Amerika Serikat, ada seorang musisi cerdas bernama Jun Seba atau yang identitik dengan nama Nujabes. Boleh dibilang, dia yang membawa penulis mengeksplore lebih dalam tentang aliran musik lo fi hip hop. Nujabes dengan cepat menjadi terkenal karena produksinya yang unik. Suara musik yang khas, bernostalgia, dan pengaruh jazz yang memberikan atmosfer tersendiri secara kebetulan menciptakan gaya yang sangat sebanding dengan J Dilla.
<\/p>\n\n\n\n

Dua tokoh di atas kemudian memberikan inspirasi kepada kreator-kreator Lo Fi music selanjutnya. Jika berbicara tentang proses pembuatannya tentu dianggap sebagai sesuatu yang mudah. Musisi lokal seperti Mardial bahkan pernah memberikan tutorial lengkapnya hanya dalam waktu singkat lewat akun youtubenya. Cukup ambil sampel musik klasik, potong di beberapa bagian (agar tak melanggar hak cipta), padukan dengan beat hip hop, beri musik tersebut sentuhan efek hujan, maka boom! jadilah sebuah Lo Fi music. 
<\/p>\n\n\n\n

Tapi nyatanya membuat musik yang nikmat tak semudah itu, menentukan nada yang pas dan menjahitnya dalam alunan ritme yang menarik butuh pemahaman tentang musik. Walau\u00a0 Lo Fi music dianggap musik yang murah, namun alunannya cukup ampuh menemani waktu luangmu. Maka tak heran jika banyak ragam playlist Lo Fi di spotify dan youtube dengan judul-judul seperti lo fi hip hop\/chillhop\/jazzhop\/beats to relax\/beats to study atau yang lainnya.<\/p>\n\n\n\n

Baca: Iklan Djarum 76 dan Goyangan Sekretaris Cantik yang Tengah Naik Daun<\/a><\/p>\n\n\n\n

Lo Fi di era modern kini diidentikkan pula dengan sesuatu yang berbau Jepang seperti anime bahkan dorama-dorama klasik. Ragam playlist di atas tentu jika kalian putar maka memiliki gambar background seperti potongan gif film dari Studio Ghibli, Cowboy Bebop, hingga Neon Genesis Evangelion. Menurut musicthehangup.com<\/a>, penggabungan antara lo fi dan anime terinsipirasi juga dari Nujabes yang memang juga membuat soundtrack untuk anime top karya Shinji Obara. 
<\/p>\n\n\n\n

Nujabes dan J Dilla memang sudah terlebih dahulu meninggalkan kita. Walau demikian tunas-tunas muda banyak bertumbuhan. Karya-karya lo fi saat ini yang familiar di telinga para pendengarnya adalah Saib, Yungbae, Jinsang, Kudasai, Elijah Who, bahkan ada juga yang dari Indonesia yaitu Jordy Chandra, Icecream, dan PXZVC.
<\/p>\n\n\n\n

Musim hujan kini bakal mulai tiba di tanah air. Mulai awal September hingga mungkin karanya awal tahun depan hujan mulai turun dan membasahi tanah. Musim penghujan adalah waktu yang tepat untuk mendengarkan musik-musik Lo Fi. Siapkan earphone anda dan biarkan dirimu tenggelam rileks didalam alunannya.
<\/p>\n","post_title":"Tentang Lo Fi Music, Alunan Nada Sederhana Pemikat Sukma","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"tentang-lo-fi-music-alunan-nada-sederhana-pemikat-sukma","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-08-25 12:09:07","post_modified_gmt":"2019-08-25 05:09:07","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5993","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5946,"post_author":"919","post_date":"2019-08-11 12:28:00","post_date_gmt":"2019-08-11 05:28:00","post_content":"\n

Plastik itu berwarna hitam seperti layaknya plastik kebanyakan. Didalamnya ada seonggoh daging segar yang akan diberikan kepada mereka yang layak membutuhkan. Rutinitas ini setahun sekali adanya. Plastik hitam itu ditunggu-tunggu banyak orang. Plastik hitam itu juga akan dijamah oleh banyak tangan. Plastik hitam itu membawa saya kepada kenangan di waktu silam.
<\/p>\n\n\n\n

Sebagai seorang Muslim, Hari Raya Iduladha adalah satu hal yang dinanti-nanti. Ia merupakan hari raya kedua bagi umat Nabi Muhammad setelah Idulfitri. Ada peristiwa berbeda yang menandai hadirnya kedua hari sakral tersebut. Bicara soal Iduladha, beberapa ulama sepakat menyebut bahwa ini adalah lambang pengorbanan manusia kepada sosial dan Tuhannya.
<\/p>\n\n\n\n

Maka lumrah jika jelang dan setelah menunaikan sholat Iduladha, ada banyak daging yang dihidangkan secara gratis untuk seluruh kalangan (meski yang diutamakan adalah kaum papa). Sebelum daging itu dibagikan, secara kolektif warga satu wilayah akan bersama-sama memotong hewan yang diwajibkan untuk dikurbankan yaitu sapi, kambing, domba, hingga onta. Hewan-hewan tersebut juga merupakan hasil sumbangan dari para penderma, baik itu individu atau memang yang dikumpulkan secara bersama-sama.
<\/p>\n\n\n\n

Momen inilah yang memang saya rindukan, ketika Iduladha tiba, bayangan saya langsung jauh menuju memori di masa kecil. Kala itu kami sibuk menghitung hewan yang sudah dikumpulkan di area masjid. Saya bersama teman-teman juga bermain dengan hewan itu dan sesekali bercanda dengannya. Saat hewan itu hendak disembelih, kami juga sedikit mengintip-ngintip (melihat proses penyembelihan) karena (kadang) tak tega melihat mereka direnggut nyawanya.
<\/p>\n\n\n\n

Momen-momen bermain di masjid saat hari raya memang satu hal yang indah dan mahal. Jika kami dulu di kampung memang sudah sering berinteraksi satu sama lain, maka di momen hari raya ikatan itu semakin dikuatkan. Mungkin juga di kota, meski tak punya intensitas yang cukup lebih (dalam berinteraksi sesama warga) seperti di kampung, namun jika hari raya tiba semuanya mau tak mau harus saling menyapa dan berkumpul. Semuanya berkumpul hingga malam tiba, berkumpul di depan api dan asap, serta tusukan sate daging yang sangat lezat untuk disantap.
<\/p>\n\n\n\n

Memori lainnya yang masih diingat adalah saat kami mulai mengamati potongan daging yang masih bergerak-gerak. Rupanya itu adalah denyut otot yang masih tetap bekerja meski hewan tersebut sudah tak lagi bernyawa. Ada lagi, kami mengamati betul hewan-hewan yang dikuliti, takjub memang dengan orang dewasa yang mahir melakukannya saat itu. Kulit tersebut kemudian kadang kami perebutkan, meski tak tahu akan hendak digunakan untuk apa nantinya.
<\/p>\n\n\n\n

Bermain-main dengan kepala kambing memang satu hal yang lucu saat kecil dahulu. Terkadang kami mengibaratkan tanduknya sebagai setang sepeda lalu membawanya sambil berlarian. Kadang juga kami merasa kebauan akibat bermain terlalu dekat dengan lubang tempat darah dan isi perut hewan yang sudah disembelih. Tapi ada satu yang unik, waktu kecil kami juga berebut mengambil torpedo hewan kurban. Rupanya rasanya nikmat dan memang tak ada gejala apa-apa setelah memakan itu, namun katanya kalau dimakan saat umur sudah dewasa maka reaksinya akan berbeda, entahlah.
<\/p>\n\n\n\n

Bicara Iduladha adalah soal lebaran di daerah perantauan. Bagi mereka yang merantau, momen lebaran idul adha biasanya dihabiskan bukan di kampung halaman. Tentu banyak faktor, mulai dari materi dan efisiensi waktu mengingat hari liburnya yang tak sebanyak Idulfitri. Tapi rupanya diciptakan dua hari raya bagi umat muslim rasanya memang lengkap (bagi anak rantau), satu untuk dirayakan bersama sanak famili di kampung, satunya lagi bersama tetangga dan rekan kerja di perantauan.
<\/p>\n\n\n\n

Maka memori anak-anak (dari mereka yang orangtuanya adalah perantauan) adalah soal bermain dengan tetangga komplek serta sekitarnya. Tak sedikit juga yang berkumpul di sekolah untuk merayakan bakar sate dan memakannya bersama-sama. Pada akhirnya memori tentang kisah kecil kita adalah suatu landasan, agar apabila suatu saat mulai jauh dari ajaran agama, kita diingatkan lagi tentang indahnya masa kecil yang kerap selalu mewah dengan momen perayaan ajaran tuhan.
<\/p>\n\n\n\n

Dari plastik hitam itu aku mengingat masa kecilku, dan dari ingatan masa kecil aku mengingat diriku yang ternyata kini kian jauh dari Tuhan.<\/p>\n","post_title":"Ingatan Masa Kecil dalam Seonggok Daging Iduladha","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"ingatan-masa-kecil-dalam-seonggok-daging-iduladha","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-08-11 12:28:07","post_modified_gmt":"2019-08-11 05:28:07","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5946","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5933,"post_author":"919","post_date":"2019-08-05 13:39:32","post_date_gmt":"2019-08-05 06:39:32","post_content":"\n

Musik adalah bagian dari kehidupan. Setiap alunannya menjadi warna yang saling menari mengikuti jejak langkah kehidupan. Sejak kecil irama musik mulai diperkenalkan orang tua hingga dewasa kita mulai mengenal musik dengan pemikiran sendiri. Musik menjadi teman setia manusa dalam berproses, baik jika akhirnya gagal atau mendulang kesukasesan.
<\/p>\n\n\n\n

Maka benar kata Bob Marley yang menyebut bahwa satu hal yang baik tentang musik adalah ketika itu menyentuh anda tidak akan ada rasa sakit (secara harfiah). Musik menjadi legitimasi perasaan yang tertaut dengan momen, menjadi irama pendamping saat satu peristiwa terjadi. 
<\/p>\n\n\n\n

Era digital seperti sekarang ini kita diperkenalkan dengan berbagai platform pemutar musik secara online dan yang paling banyak digunakan saat ini adalah Spotify. Anda bisa mendengarkan musik secara berbayar dengan profit kualitas suara yang jernih dan tentu membuat playlist idamanmu! playlist ini yang nantinya bisa anda bagikan di sosial media atau langsung ke whatsapp temanmu, hingga pacarmu.
<\/p>\n\n\n\n

Tentu kami juga punya pilihan lagu yang layak anda perdengarkan. Minggu ini kami merangkum lima lagu yang cocok anda dengarkan untuk menemani beraktivitas. Berikut lima lagu tersebut.
<\/p>\n\n\n\n

Selamat Pagi - Ran
<\/h2>\n\n\n\n

Nyaris tak ada yang memungkiri kalau Senin Pagi adalah sesuatu yang menjemukan. Kalau sudah begini dibutuhkan lagu yang tepat untuk mengawali aktifitas anda. Kami rekomendasikan lagu ini yang terdengar catchy agar menjadi mood booster bagi kalian yang masih terikat oleh hawa-hawa libur akhir pekan.
<\/p>\n\n\n\n

Wong Edan Kuwi Bebas - Shodiq Monata
<\/h2>\n\n\n\n

Yoooo! lagu-lagu dangdut memang sangat dibutuhkan ketika irama aktivitas anda mulai meningkat. Lagu ini memiliki beat yang cukup kencang diiringi dengan irama koplo yang siap membuat anda untuk bergoyang. Persetan dengan segala kemacetan hingga marahan dari atasan, Wong Edan Kuwi Bebas!
<\/p>\n\n\n\n

Sulung - Kunto Aji
<\/h2>\n\n\n\n

Kadang apa yang kita harapkan tak sesuai hasil yang didapatkan. Ekspektasi berlebihan membuatmu menjadi lupa pada jati diri, jika gagal maka berpotensi untuk tak percaya diri dan jika sukses bukan tak mungkin akan semakin menyombongkan diri. Karena kata Kunto Aji yang sebaiknya kau jaga adalah dirimu sendiri.
<\/p>\n\n\n\n

This Girl - Kungs
<\/h2>\n\n\n\n

Kalau Jumat malam sudah tiba maka waktunya untuk bersenang-senang! segera hubungi sahabat atau kekasih anda. Kongkow di kedai kopi atau berajojing ria juga pun tak masalah. Adakalanya anda butuh melepaskan penat, goyang badanmu dan nikmati dentuman musiknya.
<\/p>\n\n\n\n

Rotterdam (Or Anywhere) - The Beautiful South
<\/h2>\n\n\n\n

Sabtu dan Minggu waktunya jalan-jalan! kalau punya uang dan waktu ada baiknya berkunjung ke luar kota, namun jika budget terbatas maka kendarai motormu atau gunakan kendaraan umum lalu main ke rumah temanmu bisa jadi solusi. Tak peduli apa pun tempat yang anda kunjungi asal itu membahagiakan, benar kan?<\/p>\n","post_title":"Playlist Spotify Mantap Minggu Ini untuk Kalian Para Perokok Keren","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"playlist-spotify-mantap-minggu-ini-untuk-kalian-para-perokok-keren","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-08-05 13:39:39","post_modified_gmt":"2019-08-05 06:39:39","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5933","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5889,"post_author":"919","post_date":"2019-07-29 16:13:48","post_date_gmt":"2019-07-29 09:13:48","post_content":"\n

Upaya mengejar cinta selalu menghadirkan satu masalah yaitu patah hati. Jika bicara soal peluang bakal menghadapi masalah tersebut, maka persentasinya adalah 50:50. Potensinya sudah bisa membesar sejak awal anda mencoba untuk berkenalan dengan sosok idaman. Jika salah langkah, sudah pasti si dia bakal menjauh, andai pun langkah awal sudah tepat tapi threatmennya pendekatannya salah, siap-siap kalimat \u2018maaf kita ga cocok\u2019<\/em> akan anda dapatkan.\u00a0
<\/p>\n\n\n\n

Kalau sudah patah hati rasanya memang ribet. Rendang yang katanya dijadikan makanan terenak di dunia pun rasanya seperti daging gosong. Mau beraktifitas juga susah, karena isinya hanya meratap dan merenungi. Diajak teman main game <\/em>juga tak maksimal, apalagi kongkow-kongkow sampai subuh. Kalau sudah begini tak boleh buru-buru larut dalam kesedihan, musik bisa jadi obat ampuh untuk menenangkannya. 
<\/p>\n\n\n\n

Musik memang soal selera, ada yang ingin lagu agak ngebeat <\/em>biar adrenalinennya naik. Ada yang memutar lagi jazz supaya lebih tenang, musik dangdut biar oaoe<\/em>, hingga lagu indie biar terkesan indies (ealaahhh). Akan tetapi ada satu tren belakangan ini, patah hati dan mendengarkan lagu-lagu yang dinyanyikan oleh Didi Kempot.
<\/p>\n\n\n\n

Sosok yang memulai karier berseni sebagai musisi jalanan tersebut kini lagi digandrungi anak muda. Mereka menyebutnya sebagai Sadbois atau Sadgirls, mengagung-mengagungkan patah hati, merayakan kesedihan, dan Didi Kempot yang secara lelucon mereka sebut Lord, hadir memaksimalkan euforia tersebut. Satu lagu, dua lagu, tiga lagu, kalimat seperti \u2018Bajingan kowe dek!\u2019 mulai terlontar dari mulut-mulut penikmat lagu-lagu Didi Kempot.
<\/p>\n\n\n\n

Saya dan mungkin juga kalian sejatinya sudah cukup lama mendengar lagu-lagu Didi Kempot, mungkin sejak SD. Saat umur belum dua angka seperti saat ini, Didi Kempot mungkin hanya saya sebut sebagai musisi yang beraliran Campursari (meski memang benar seperti itu). Namun, ketika umur kian bertambah, Didi Kempot rupanya jauh lebih besar dari itu. Bisa jadi dia adalah representasi dari diksi patah hati itu sendiri.
<\/p>\n\n\n\n

Lagu Sewu Kutho misalnya, saya anggap sebagai lagu patah hati terhebat yang pernah ia buat. Bagaimana rasa rindu, sakit, dan keikhlasan menyatu menjadi satu dalam sebuah lagu. Bahkan doa juga ia sematkan kepada orang yang disayang, agar hidup dia yang dicinta hidup lebih bahagia daripada dirinya. Meski sebenarnya dalam lagu tersebut ada pertentangan lain dalam dirinya yang masih tak bisa ia atasi, ia masih ingin bertemu dengan yang dicinta dengan cara apapun.
<\/p>\n\n\n\n

Pamer Bojo adalah selanjutnya, ia hadir tepat di saat anak muda sedang mengalami tren nikah dini. Saat usia muda memang perasaan dan cinta sedang berkecamuknya, lalu dihadapkan dengan permasalahan yang cukup pelik dalam asmara yaitu ditinggal nikah. Lagu Pamer Bojo adalah solusinya, meski dalam liriknya ada pesan bahwa kita memang tidak pernah siap melihat yang dicinta menikah dengan orang lain. 
<\/p>\n\n\n\n

\u201cNeng opo seneng aku yen mung gawe laraku<\/em><\/p>\n\n\n\n

Pamer bojo anyar neng ngarepku\u201d<\/em>
<\/p>\n\n\n\n

Bagi saya musik memiliki kekuatan hebat walau memiliki tembok bernama bahasa. Hanya musisi hebat yang mampu menembus dinding-dinding itu. Didi Kempot adalah salah satunya, ia mampu membuat orang yang bukan bersuku Jawa bisa menikmati lagunya. Ini sebuah kemajuan dalam berkebudayaan, bahwa suku dan bangsa lain bisa saling menerima karya dari golongan lain. Sesuatu yang saat kini benar-benar kita butuhkan bukan setelah kontestasi politik yang melibatkan sentimen suku, agama, ras, dan antargolongan.
<\/p>\n\n\n\n

Didi Kempot memang sedang naik daun dan kini namanya lagi disebut-sebut di banyak penjuru di ibu kota. Ketakutan saya adalah akan seberapa lama tren ini berlanjut, mengingat tak banyak yang bisa bertahan lama di Jakarta. Akan tetapi pikiran tersebut saya rasa salah, Didi Kempot boleh saja naik daun dan tiba-tiba hilang di Jakarta, akan tetapi karya dan dirinya tetap abadi di Indonesia. Karena yang membuat Didi Kempot agung adalah kita yang selalu kekanak-kanakan menghadapi masalah patah hati. <\/p>\n","post_title":"Memuja-muja Didi Kempot, Mengagung-agungkan Patah Hati","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"memuja-muja-didi-kempot-mengagung-agungkan-patah-hati","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-07-29 16:13:56","post_modified_gmt":"2019-07-29 09:13:56","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5889","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5862,"post_author":"919","post_date":"2019-07-14 12:50:58","post_date_gmt":"2019-07-14 05:50:58","post_content":"\n

Musim haji kini telah tiba. Diperkirakan jutaan orang kini telah memadati Masjidil Haram di Mekkah, Arab Saudi untuk memenuhi salah satu rukun Islam tiap tahunnya. Ritual suci ini menjadi salah satu impian bagi tiap umat muslim di seluruh dunia dan tak seluruhnya bisa melaksanakannya. 
<\/p>\n\n\n\n

Walau demikian musim haji di Indonesia tak pernah sepi peminat. Menko Perekonomian Darmin Nasution memperkirakan jumlah jamaah haji Indonesia akan mencapai 4,34 juta jiwa pada 2019. Per hari ini (14\/7\/2019) jumlah jemaah diperkirakan sudah mencapai 47.983 orang yang sudah berdatangan ke Madinah. 
<\/p>\n\n\n\n

Ada-ada saja memang kelakuan masyarakat Indonesia ketika berkunjung ke luar negeri terutama untuk ibadah haji yang memakan waktu hingga satu bulan. Ada kisah para peserta membawa makanan khas daerah masing-masing karena takut tak bisa menyesuaikan dengan kudapan di sana. Ada yang membawa sambal, jengkol, ikan teri, padahal pihak penyelenggara sudah menyediakan makanan yang sesuai dengan lidah mereka.
<\/p>\n\n\n\n

Salah satu kebiasaan masyarakat Indonesia adalah merokok dan tradisi tersebut sudah mengakar sejak lama. Cita rasa kretek yang kuat dengan campuran cengkeh membuat masyarakat kita sulit menikmati produk rokok asing. Maka dengan demikian ketika bepergian ke luar negeri membawa rokok dari Indonesia adalah hal yang nampaknya sudah jadi kebiasaan. Sejatinya hal tersebut tak bisa dikatakan sebagai aktivitas ilegal, karena mereka membawa rokok lokal untuk dikonsumsi pribadi dan bukan untuk dijual.
<\/p>\n\n\n\n

Pemerintah sejatinya sudah mengakomodasi kebutuhan para perokok yang sedang menjadi peserta haji. Kemudahan itu adalah dengan memperbolehkan jamaah haji membawa rokok maksimal 200 batang untuk dibawa ke tanah suci. Jika berlebih, maka siap-siap untuk diamankan dan disita. Akibat informasi yang kadang tak menyeluruh, kadang masih ada saja rokok yang disita. Tribun Jabar misalnya memberitakan bahwa sehari ada sekitar 200 batang rokok yang disita oleh pihak bea dan cukai.
<\/p>\n\n\n\n

Peraturan memang ada untuk dipatuhi dan diikuti, sebagai perokok tentu hal tersebut tak boleh dihiraukan. Ada baiknya untuk mengikuti prosedur yang sudah diterapkan agar ibadah haji semakin nyaman. Tentu ijin boleh membawa rokok sebanyak 200 batang sudah cukup mengakomodir kebutuhan para perokok. Jika dihitung dalam 40 hari maka dalam satu hari satu jamaah haji bisa mengisap lima batang tentu pas jika kita anggap setiap sehabis sholat menghisap satu batang rokok. Tentu paduan yang sempurna antara ibadah dan kebiasaan merokok. 
<\/p>\n\n\n\n

Ada cara lain untuk mengakali peraturan tersebut, salah satunya adalah dengan menitip kepada anggota keluarga lain. Tentu cara ini sebenarnya tidak bermasalah karena setiap orang punya hak untuk membawa 200 batang rokok. Cara ini nampaknya cukup ampuh dan sudah dilakukan oleh beberapa jamaah haji. Asalkan rokok yang dibawa tentu hanya untuk kebutuhan pribadi, bukan untuk dijual kembali di sana. 
<\/p>\n\n\n\n

Pada akhirnya ibadah harus menjadi petimbangan utama saat ke tanah suci. Mengenai barang bawaan yang sudah diatur harus betul-betul diperhatikan. Toh rokok bukan barang yang bercandu sehingga kebiasaan merokok pun masih bisa diatasi ketika di tanah suci.
<\/p>\n","post_title":"Hal yang Perlu Diperhatikan Perokok Saat Berangkat Haji","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"hal-yang-perlu-diperhatikan-perokok-saat-berangkat-haji","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-07-14 12:51:04","post_modified_gmt":"2019-07-14 05:51:04","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5862","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":7},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"epic_block_3"};

\n

Fenomena digital<\/a> saat ini memberi satu warna dalam dunia musik yaitu Low Identify Music atau yang populer disebut sebagai Lo Fi Music. Bagaimana bisa musik dengan irama seadanya bahkan dibuat dengan biaya yang sangat sederhana itu kini bisa populer dan digandrungi banyak orang. Tentu bukan hanya faktor algoritma youtube yang membuat anda tenggelam dalam iramanya. Namun memang Lo Fi cukup ampuh untuk menenangkan kalian dari segala keruwetan hidup.
<\/p>\n\n\n\n

Meski banyak yang bilang Lo Fi adalah musik saat ini, namun sejatinya dia adalah akulturasi dari segala perkembangan jaman. Sebelum youtube dan spotify ditemukan, Seorang David Mattis kemudian mengaransemen lagu \u2018My Song\u2019 yang dibawakan oleh Johnny Ace yang disebut-sebut oleh hotvox.co.uk<\/a><\/em> sebagai lagu Lo Fi pertama di dunia. David Mattis mengakui bahwa membuat lagu tersebut dengan budget minimal dan hanya dengan 15 menit waktu pekerjaan. Ajaibnya lagu tersebut kemudian memuncaki tangga teratas Billboard <\/em>R&B chart pada 1952.<\/p>\n\n\n\n

Baca: Dangdut Koplo, \u201cJalan Baru\u201d Musik Dangdut Indonesia<\/a><\/p>\n\n\n\n

Seiring perkembangan jaman, Lo Fi kemudian masuk ke dalam ranah hip hop. Bisa dikatakan, Lo Fi mulai mendapatkan modifikasi dan kemudian menjadi populer di kuping para pendengar. thenextwavechichago.com<\/a><\/em> menyebutkan bahwa ada andil musisi hip hop top saat itu. Mereka adalah nama besar seperti RZA, Madlib, and Wu-Tang, serta J Dilla. <\/p>\n\n\n\n

Di kemudian hari pria yang memiliki nama lengkap James Dewitt Yancey itulah yang justru berkibar dengan aliran Lo Fi hip hop. 
<\/p>\n\n\n\n

Perkembangan Lo Fi juga kemudian beriringan dengan tumbuhnya musik-musik Vaporwave yang lebih dikenal memiliki spirit perjuangan. Meski disebut-sebut oleh sebagian pihak sebagai musik sampah (karena dibuat dengan hanya meremake lagu klasik) namun Vaporwave hadir sebagai bentuk jengahnya anak muda terhadap budaya konsumerisme yang tengah tinggi di era 90 hingga 2000 awal. Musik Lo Fi dan Vaporwave memiliki rasa yang hampir sama serta dianggap oleh penikmatnya sebagai musik yang aestethic.\u00a0<\/p>\n\n\n\n

Baca: Memuja-muja Didi Kempot, Mengagung-agungkan Patah Hati<\/a><\/p>\n\n\n\n

Jauh dari tanah kelahiran hip hop di Amerika Serikat, ada seorang musisi cerdas bernama Jun Seba atau yang identitik dengan nama Nujabes. Boleh dibilang, dia yang membawa penulis mengeksplore lebih dalam tentang aliran musik lo fi hip hop. Nujabes dengan cepat menjadi terkenal karena produksinya yang unik. Suara musik yang khas, bernostalgia, dan pengaruh jazz yang memberikan atmosfer tersendiri secara kebetulan menciptakan gaya yang sangat sebanding dengan J Dilla.
<\/p>\n\n\n\n

Dua tokoh di atas kemudian memberikan inspirasi kepada kreator-kreator Lo Fi music selanjutnya. Jika berbicara tentang proses pembuatannya tentu dianggap sebagai sesuatu yang mudah. Musisi lokal seperti Mardial bahkan pernah memberikan tutorial lengkapnya hanya dalam waktu singkat lewat akun youtubenya. Cukup ambil sampel musik klasik, potong di beberapa bagian (agar tak melanggar hak cipta), padukan dengan beat hip hop, beri musik tersebut sentuhan efek hujan, maka boom! jadilah sebuah Lo Fi music. 
<\/p>\n\n\n\n

Tapi nyatanya membuat musik yang nikmat tak semudah itu, menentukan nada yang pas dan menjahitnya dalam alunan ritme yang menarik butuh pemahaman tentang musik. Walau\u00a0 Lo Fi music dianggap musik yang murah, namun alunannya cukup ampuh menemani waktu luangmu. Maka tak heran jika banyak ragam playlist Lo Fi di spotify dan youtube dengan judul-judul seperti lo fi hip hop\/chillhop\/jazzhop\/beats to relax\/beats to study atau yang lainnya.<\/p>\n\n\n\n

Baca: Iklan Djarum 76 dan Goyangan Sekretaris Cantik yang Tengah Naik Daun<\/a><\/p>\n\n\n\n

Lo Fi di era modern kini diidentikkan pula dengan sesuatu yang berbau Jepang seperti anime bahkan dorama-dorama klasik. Ragam playlist di atas tentu jika kalian putar maka memiliki gambar background seperti potongan gif film dari Studio Ghibli, Cowboy Bebop, hingga Neon Genesis Evangelion. Menurut musicthehangup.com<\/a>, penggabungan antara lo fi dan anime terinsipirasi juga dari Nujabes yang memang juga membuat soundtrack untuk anime top karya Shinji Obara. 
<\/p>\n\n\n\n

Nujabes dan J Dilla memang sudah terlebih dahulu meninggalkan kita. Walau demikian tunas-tunas muda banyak bertumbuhan. Karya-karya lo fi saat ini yang familiar di telinga para pendengarnya adalah Saib, Yungbae, Jinsang, Kudasai, Elijah Who, bahkan ada juga yang dari Indonesia yaitu Jordy Chandra, Icecream, dan PXZVC.
<\/p>\n\n\n\n

Musim hujan kini bakal mulai tiba di tanah air. Mulai awal September hingga mungkin karanya awal tahun depan hujan mulai turun dan membasahi tanah. Musim penghujan adalah waktu yang tepat untuk mendengarkan musik-musik Lo Fi. Siapkan earphone anda dan biarkan dirimu tenggelam rileks didalam alunannya.
<\/p>\n","post_title":"Tentang Lo Fi Music, Alunan Nada Sederhana Pemikat Sukma","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"tentang-lo-fi-music-alunan-nada-sederhana-pemikat-sukma","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-08-25 12:09:07","post_modified_gmt":"2019-08-25 05:09:07","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5993","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5946,"post_author":"919","post_date":"2019-08-11 12:28:00","post_date_gmt":"2019-08-11 05:28:00","post_content":"\n

Plastik itu berwarna hitam seperti layaknya plastik kebanyakan. Didalamnya ada seonggoh daging segar yang akan diberikan kepada mereka yang layak membutuhkan. Rutinitas ini setahun sekali adanya. Plastik hitam itu ditunggu-tunggu banyak orang. Plastik hitam itu juga akan dijamah oleh banyak tangan. Plastik hitam itu membawa saya kepada kenangan di waktu silam.
<\/p>\n\n\n\n

Sebagai seorang Muslim, Hari Raya Iduladha adalah satu hal yang dinanti-nanti. Ia merupakan hari raya kedua bagi umat Nabi Muhammad setelah Idulfitri. Ada peristiwa berbeda yang menandai hadirnya kedua hari sakral tersebut. Bicara soal Iduladha, beberapa ulama sepakat menyebut bahwa ini adalah lambang pengorbanan manusia kepada sosial dan Tuhannya.
<\/p>\n\n\n\n

Maka lumrah jika jelang dan setelah menunaikan sholat Iduladha, ada banyak daging yang dihidangkan secara gratis untuk seluruh kalangan (meski yang diutamakan adalah kaum papa). Sebelum daging itu dibagikan, secara kolektif warga satu wilayah akan bersama-sama memotong hewan yang diwajibkan untuk dikurbankan yaitu sapi, kambing, domba, hingga onta. Hewan-hewan tersebut juga merupakan hasil sumbangan dari para penderma, baik itu individu atau memang yang dikumpulkan secara bersama-sama.
<\/p>\n\n\n\n

Momen inilah yang memang saya rindukan, ketika Iduladha tiba, bayangan saya langsung jauh menuju memori di masa kecil. Kala itu kami sibuk menghitung hewan yang sudah dikumpulkan di area masjid. Saya bersama teman-teman juga bermain dengan hewan itu dan sesekali bercanda dengannya. Saat hewan itu hendak disembelih, kami juga sedikit mengintip-ngintip (melihat proses penyembelihan) karena (kadang) tak tega melihat mereka direnggut nyawanya.
<\/p>\n\n\n\n

Momen-momen bermain di masjid saat hari raya memang satu hal yang indah dan mahal. Jika kami dulu di kampung memang sudah sering berinteraksi satu sama lain, maka di momen hari raya ikatan itu semakin dikuatkan. Mungkin juga di kota, meski tak punya intensitas yang cukup lebih (dalam berinteraksi sesama warga) seperti di kampung, namun jika hari raya tiba semuanya mau tak mau harus saling menyapa dan berkumpul. Semuanya berkumpul hingga malam tiba, berkumpul di depan api dan asap, serta tusukan sate daging yang sangat lezat untuk disantap.
<\/p>\n\n\n\n

Memori lainnya yang masih diingat adalah saat kami mulai mengamati potongan daging yang masih bergerak-gerak. Rupanya itu adalah denyut otot yang masih tetap bekerja meski hewan tersebut sudah tak lagi bernyawa. Ada lagi, kami mengamati betul hewan-hewan yang dikuliti, takjub memang dengan orang dewasa yang mahir melakukannya saat itu. Kulit tersebut kemudian kadang kami perebutkan, meski tak tahu akan hendak digunakan untuk apa nantinya.
<\/p>\n\n\n\n

Bermain-main dengan kepala kambing memang satu hal yang lucu saat kecil dahulu. Terkadang kami mengibaratkan tanduknya sebagai setang sepeda lalu membawanya sambil berlarian. Kadang juga kami merasa kebauan akibat bermain terlalu dekat dengan lubang tempat darah dan isi perut hewan yang sudah disembelih. Tapi ada satu yang unik, waktu kecil kami juga berebut mengambil torpedo hewan kurban. Rupanya rasanya nikmat dan memang tak ada gejala apa-apa setelah memakan itu, namun katanya kalau dimakan saat umur sudah dewasa maka reaksinya akan berbeda, entahlah.
<\/p>\n\n\n\n

Bicara Iduladha adalah soal lebaran di daerah perantauan. Bagi mereka yang merantau, momen lebaran idul adha biasanya dihabiskan bukan di kampung halaman. Tentu banyak faktor, mulai dari materi dan efisiensi waktu mengingat hari liburnya yang tak sebanyak Idulfitri. Tapi rupanya diciptakan dua hari raya bagi umat muslim rasanya memang lengkap (bagi anak rantau), satu untuk dirayakan bersama sanak famili di kampung, satunya lagi bersama tetangga dan rekan kerja di perantauan.
<\/p>\n\n\n\n

Maka memori anak-anak (dari mereka yang orangtuanya adalah perantauan) adalah soal bermain dengan tetangga komplek serta sekitarnya. Tak sedikit juga yang berkumpul di sekolah untuk merayakan bakar sate dan memakannya bersama-sama. Pada akhirnya memori tentang kisah kecil kita adalah suatu landasan, agar apabila suatu saat mulai jauh dari ajaran agama, kita diingatkan lagi tentang indahnya masa kecil yang kerap selalu mewah dengan momen perayaan ajaran tuhan.
<\/p>\n\n\n\n

Dari plastik hitam itu aku mengingat masa kecilku, dan dari ingatan masa kecil aku mengingat diriku yang ternyata kini kian jauh dari Tuhan.<\/p>\n","post_title":"Ingatan Masa Kecil dalam Seonggok Daging Iduladha","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"ingatan-masa-kecil-dalam-seonggok-daging-iduladha","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-08-11 12:28:07","post_modified_gmt":"2019-08-11 05:28:07","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5946","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5933,"post_author":"919","post_date":"2019-08-05 13:39:32","post_date_gmt":"2019-08-05 06:39:32","post_content":"\n

Musik adalah bagian dari kehidupan. Setiap alunannya menjadi warna yang saling menari mengikuti jejak langkah kehidupan. Sejak kecil irama musik mulai diperkenalkan orang tua hingga dewasa kita mulai mengenal musik dengan pemikiran sendiri. Musik menjadi teman setia manusa dalam berproses, baik jika akhirnya gagal atau mendulang kesukasesan.
<\/p>\n\n\n\n

Maka benar kata Bob Marley yang menyebut bahwa satu hal yang baik tentang musik adalah ketika itu menyentuh anda tidak akan ada rasa sakit (secara harfiah). Musik menjadi legitimasi perasaan yang tertaut dengan momen, menjadi irama pendamping saat satu peristiwa terjadi. 
<\/p>\n\n\n\n

Era digital seperti sekarang ini kita diperkenalkan dengan berbagai platform pemutar musik secara online dan yang paling banyak digunakan saat ini adalah Spotify. Anda bisa mendengarkan musik secara berbayar dengan profit kualitas suara yang jernih dan tentu membuat playlist idamanmu! playlist ini yang nantinya bisa anda bagikan di sosial media atau langsung ke whatsapp temanmu, hingga pacarmu.
<\/p>\n\n\n\n

Tentu kami juga punya pilihan lagu yang layak anda perdengarkan. Minggu ini kami merangkum lima lagu yang cocok anda dengarkan untuk menemani beraktivitas. Berikut lima lagu tersebut.
<\/p>\n\n\n\n

Selamat Pagi - Ran
<\/h2>\n\n\n\n

Nyaris tak ada yang memungkiri kalau Senin Pagi adalah sesuatu yang menjemukan. Kalau sudah begini dibutuhkan lagu yang tepat untuk mengawali aktifitas anda. Kami rekomendasikan lagu ini yang terdengar catchy agar menjadi mood booster bagi kalian yang masih terikat oleh hawa-hawa libur akhir pekan.
<\/p>\n\n\n\n

Wong Edan Kuwi Bebas - Shodiq Monata
<\/h2>\n\n\n\n

Yoooo! lagu-lagu dangdut memang sangat dibutuhkan ketika irama aktivitas anda mulai meningkat. Lagu ini memiliki beat yang cukup kencang diiringi dengan irama koplo yang siap membuat anda untuk bergoyang. Persetan dengan segala kemacetan hingga marahan dari atasan, Wong Edan Kuwi Bebas!
<\/p>\n\n\n\n

Sulung - Kunto Aji
<\/h2>\n\n\n\n

Kadang apa yang kita harapkan tak sesuai hasil yang didapatkan. Ekspektasi berlebihan membuatmu menjadi lupa pada jati diri, jika gagal maka berpotensi untuk tak percaya diri dan jika sukses bukan tak mungkin akan semakin menyombongkan diri. Karena kata Kunto Aji yang sebaiknya kau jaga adalah dirimu sendiri.
<\/p>\n\n\n\n

This Girl - Kungs
<\/h2>\n\n\n\n

Kalau Jumat malam sudah tiba maka waktunya untuk bersenang-senang! segera hubungi sahabat atau kekasih anda. Kongkow di kedai kopi atau berajojing ria juga pun tak masalah. Adakalanya anda butuh melepaskan penat, goyang badanmu dan nikmati dentuman musiknya.
<\/p>\n\n\n\n

Rotterdam (Or Anywhere) - The Beautiful South
<\/h2>\n\n\n\n

Sabtu dan Minggu waktunya jalan-jalan! kalau punya uang dan waktu ada baiknya berkunjung ke luar kota, namun jika budget terbatas maka kendarai motormu atau gunakan kendaraan umum lalu main ke rumah temanmu bisa jadi solusi. Tak peduli apa pun tempat yang anda kunjungi asal itu membahagiakan, benar kan?<\/p>\n","post_title":"Playlist Spotify Mantap Minggu Ini untuk Kalian Para Perokok Keren","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"playlist-spotify-mantap-minggu-ini-untuk-kalian-para-perokok-keren","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-08-05 13:39:39","post_modified_gmt":"2019-08-05 06:39:39","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5933","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5889,"post_author":"919","post_date":"2019-07-29 16:13:48","post_date_gmt":"2019-07-29 09:13:48","post_content":"\n

Upaya mengejar cinta selalu menghadirkan satu masalah yaitu patah hati. Jika bicara soal peluang bakal menghadapi masalah tersebut, maka persentasinya adalah 50:50. Potensinya sudah bisa membesar sejak awal anda mencoba untuk berkenalan dengan sosok idaman. Jika salah langkah, sudah pasti si dia bakal menjauh, andai pun langkah awal sudah tepat tapi threatmennya pendekatannya salah, siap-siap kalimat \u2018maaf kita ga cocok\u2019<\/em> akan anda dapatkan.\u00a0
<\/p>\n\n\n\n

Kalau sudah patah hati rasanya memang ribet. Rendang yang katanya dijadikan makanan terenak di dunia pun rasanya seperti daging gosong. Mau beraktifitas juga susah, karena isinya hanya meratap dan merenungi. Diajak teman main game <\/em>juga tak maksimal, apalagi kongkow-kongkow sampai subuh. Kalau sudah begini tak boleh buru-buru larut dalam kesedihan, musik bisa jadi obat ampuh untuk menenangkannya. 
<\/p>\n\n\n\n

Musik memang soal selera, ada yang ingin lagu agak ngebeat <\/em>biar adrenalinennya naik. Ada yang memutar lagi jazz supaya lebih tenang, musik dangdut biar oaoe<\/em>, hingga lagu indie biar terkesan indies (ealaahhh). Akan tetapi ada satu tren belakangan ini, patah hati dan mendengarkan lagu-lagu yang dinyanyikan oleh Didi Kempot.
<\/p>\n\n\n\n

Sosok yang memulai karier berseni sebagai musisi jalanan tersebut kini lagi digandrungi anak muda. Mereka menyebutnya sebagai Sadbois atau Sadgirls, mengagung-mengagungkan patah hati, merayakan kesedihan, dan Didi Kempot yang secara lelucon mereka sebut Lord, hadir memaksimalkan euforia tersebut. Satu lagu, dua lagu, tiga lagu, kalimat seperti \u2018Bajingan kowe dek!\u2019 mulai terlontar dari mulut-mulut penikmat lagu-lagu Didi Kempot.
<\/p>\n\n\n\n

Saya dan mungkin juga kalian sejatinya sudah cukup lama mendengar lagu-lagu Didi Kempot, mungkin sejak SD. Saat umur belum dua angka seperti saat ini, Didi Kempot mungkin hanya saya sebut sebagai musisi yang beraliran Campursari (meski memang benar seperti itu). Namun, ketika umur kian bertambah, Didi Kempot rupanya jauh lebih besar dari itu. Bisa jadi dia adalah representasi dari diksi patah hati itu sendiri.
<\/p>\n\n\n\n

Lagu Sewu Kutho misalnya, saya anggap sebagai lagu patah hati terhebat yang pernah ia buat. Bagaimana rasa rindu, sakit, dan keikhlasan menyatu menjadi satu dalam sebuah lagu. Bahkan doa juga ia sematkan kepada orang yang disayang, agar hidup dia yang dicinta hidup lebih bahagia daripada dirinya. Meski sebenarnya dalam lagu tersebut ada pertentangan lain dalam dirinya yang masih tak bisa ia atasi, ia masih ingin bertemu dengan yang dicinta dengan cara apapun.
<\/p>\n\n\n\n

Pamer Bojo adalah selanjutnya, ia hadir tepat di saat anak muda sedang mengalami tren nikah dini. Saat usia muda memang perasaan dan cinta sedang berkecamuknya, lalu dihadapkan dengan permasalahan yang cukup pelik dalam asmara yaitu ditinggal nikah. Lagu Pamer Bojo adalah solusinya, meski dalam liriknya ada pesan bahwa kita memang tidak pernah siap melihat yang dicinta menikah dengan orang lain. 
<\/p>\n\n\n\n

\u201cNeng opo seneng aku yen mung gawe laraku<\/em><\/p>\n\n\n\n

Pamer bojo anyar neng ngarepku\u201d<\/em>
<\/p>\n\n\n\n

Bagi saya musik memiliki kekuatan hebat walau memiliki tembok bernama bahasa. Hanya musisi hebat yang mampu menembus dinding-dinding itu. Didi Kempot adalah salah satunya, ia mampu membuat orang yang bukan bersuku Jawa bisa menikmati lagunya. Ini sebuah kemajuan dalam berkebudayaan, bahwa suku dan bangsa lain bisa saling menerima karya dari golongan lain. Sesuatu yang saat kini benar-benar kita butuhkan bukan setelah kontestasi politik yang melibatkan sentimen suku, agama, ras, dan antargolongan.
<\/p>\n\n\n\n

Didi Kempot memang sedang naik daun dan kini namanya lagi disebut-sebut di banyak penjuru di ibu kota. Ketakutan saya adalah akan seberapa lama tren ini berlanjut, mengingat tak banyak yang bisa bertahan lama di Jakarta. Akan tetapi pikiran tersebut saya rasa salah, Didi Kempot boleh saja naik daun dan tiba-tiba hilang di Jakarta, akan tetapi karya dan dirinya tetap abadi di Indonesia. Karena yang membuat Didi Kempot agung adalah kita yang selalu kekanak-kanakan menghadapi masalah patah hati. <\/p>\n","post_title":"Memuja-muja Didi Kempot, Mengagung-agungkan Patah Hati","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"memuja-muja-didi-kempot-mengagung-agungkan-patah-hati","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-07-29 16:13:56","post_modified_gmt":"2019-07-29 09:13:56","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5889","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5862,"post_author":"919","post_date":"2019-07-14 12:50:58","post_date_gmt":"2019-07-14 05:50:58","post_content":"\n

Musim haji kini telah tiba. Diperkirakan jutaan orang kini telah memadati Masjidil Haram di Mekkah, Arab Saudi untuk memenuhi salah satu rukun Islam tiap tahunnya. Ritual suci ini menjadi salah satu impian bagi tiap umat muslim di seluruh dunia dan tak seluruhnya bisa melaksanakannya. 
<\/p>\n\n\n\n

Walau demikian musim haji di Indonesia tak pernah sepi peminat. Menko Perekonomian Darmin Nasution memperkirakan jumlah jamaah haji Indonesia akan mencapai 4,34 juta jiwa pada 2019. Per hari ini (14\/7\/2019) jumlah jemaah diperkirakan sudah mencapai 47.983 orang yang sudah berdatangan ke Madinah. 
<\/p>\n\n\n\n

Ada-ada saja memang kelakuan masyarakat Indonesia ketika berkunjung ke luar negeri terutama untuk ibadah haji yang memakan waktu hingga satu bulan. Ada kisah para peserta membawa makanan khas daerah masing-masing karena takut tak bisa menyesuaikan dengan kudapan di sana. Ada yang membawa sambal, jengkol, ikan teri, padahal pihak penyelenggara sudah menyediakan makanan yang sesuai dengan lidah mereka.
<\/p>\n\n\n\n

Salah satu kebiasaan masyarakat Indonesia adalah merokok dan tradisi tersebut sudah mengakar sejak lama. Cita rasa kretek yang kuat dengan campuran cengkeh membuat masyarakat kita sulit menikmati produk rokok asing. Maka dengan demikian ketika bepergian ke luar negeri membawa rokok dari Indonesia adalah hal yang nampaknya sudah jadi kebiasaan. Sejatinya hal tersebut tak bisa dikatakan sebagai aktivitas ilegal, karena mereka membawa rokok lokal untuk dikonsumsi pribadi dan bukan untuk dijual.
<\/p>\n\n\n\n

Pemerintah sejatinya sudah mengakomodasi kebutuhan para perokok yang sedang menjadi peserta haji. Kemudahan itu adalah dengan memperbolehkan jamaah haji membawa rokok maksimal 200 batang untuk dibawa ke tanah suci. Jika berlebih, maka siap-siap untuk diamankan dan disita. Akibat informasi yang kadang tak menyeluruh, kadang masih ada saja rokok yang disita. Tribun Jabar misalnya memberitakan bahwa sehari ada sekitar 200 batang rokok yang disita oleh pihak bea dan cukai.
<\/p>\n\n\n\n

Peraturan memang ada untuk dipatuhi dan diikuti, sebagai perokok tentu hal tersebut tak boleh dihiraukan. Ada baiknya untuk mengikuti prosedur yang sudah diterapkan agar ibadah haji semakin nyaman. Tentu ijin boleh membawa rokok sebanyak 200 batang sudah cukup mengakomodir kebutuhan para perokok. Jika dihitung dalam 40 hari maka dalam satu hari satu jamaah haji bisa mengisap lima batang tentu pas jika kita anggap setiap sehabis sholat menghisap satu batang rokok. Tentu paduan yang sempurna antara ibadah dan kebiasaan merokok. 
<\/p>\n\n\n\n

Ada cara lain untuk mengakali peraturan tersebut, salah satunya adalah dengan menitip kepada anggota keluarga lain. Tentu cara ini sebenarnya tidak bermasalah karena setiap orang punya hak untuk membawa 200 batang rokok. Cara ini nampaknya cukup ampuh dan sudah dilakukan oleh beberapa jamaah haji. Asalkan rokok yang dibawa tentu hanya untuk kebutuhan pribadi, bukan untuk dijual kembali di sana. 
<\/p>\n\n\n\n

Pada akhirnya ibadah harus menjadi petimbangan utama saat ke tanah suci. Mengenai barang bawaan yang sudah diatur harus betul-betul diperhatikan. Toh rokok bukan barang yang bercandu sehingga kebiasaan merokok pun masih bisa diatasi ketika di tanah suci.
<\/p>\n","post_title":"Hal yang Perlu Diperhatikan Perokok Saat Berangkat Haji","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"hal-yang-perlu-diperhatikan-perokok-saat-berangkat-haji","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-07-14 12:51:04","post_modified_gmt":"2019-07-14 05:51:04","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5862","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":7},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"epic_block_3"};

\n

Hanya jika boleh memberi saran kepada pihak pengelola, perampasan rokok tentu mesti dipertimbangkan ulang. Sekali lagi rokok adalah produk legal dan mempunyai aturan yang sudah disepakati terkait pengkonsumsiannya. Lagian, saya kira para perokok sekarang juga sudah mulai tertib terhadap aturan dan tidak ingin merugikan terhadap yang lainnya.<\/p>\n","post_title":"Pengalaman Tiga Jam Lebih Menyaksikan Konser Musik Tanpa Asap Rokok","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"pengalaman-tiga-jam-lebih-menyaksikan-konser-musik-tanpa-asap-rokok","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-09-04 07:32:19","post_modified_gmt":"2019-09-04 00:32:19","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6017","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5993,"post_author":"919","post_date":"2019-08-25 12:09:00","post_date_gmt":"2019-08-25 05:09:00","post_content":"\n

Fenomena digital<\/a> saat ini memberi satu warna dalam dunia musik yaitu Low Identify Music atau yang populer disebut sebagai Lo Fi Music. Bagaimana bisa musik dengan irama seadanya bahkan dibuat dengan biaya yang sangat sederhana itu kini bisa populer dan digandrungi banyak orang. Tentu bukan hanya faktor algoritma youtube yang membuat anda tenggelam dalam iramanya. Namun memang Lo Fi cukup ampuh untuk menenangkan kalian dari segala keruwetan hidup.
<\/p>\n\n\n\n

Meski banyak yang bilang Lo Fi adalah musik saat ini, namun sejatinya dia adalah akulturasi dari segala perkembangan jaman. Sebelum youtube dan spotify ditemukan, Seorang David Mattis kemudian mengaransemen lagu \u2018My Song\u2019 yang dibawakan oleh Johnny Ace yang disebut-sebut oleh hotvox.co.uk<\/a><\/em> sebagai lagu Lo Fi pertama di dunia. David Mattis mengakui bahwa membuat lagu tersebut dengan budget minimal dan hanya dengan 15 menit waktu pekerjaan. Ajaibnya lagu tersebut kemudian memuncaki tangga teratas Billboard <\/em>R&B chart pada 1952.<\/p>\n\n\n\n

Baca: Dangdut Koplo, \u201cJalan Baru\u201d Musik Dangdut Indonesia<\/a><\/p>\n\n\n\n

Seiring perkembangan jaman, Lo Fi kemudian masuk ke dalam ranah hip hop. Bisa dikatakan, Lo Fi mulai mendapatkan modifikasi dan kemudian menjadi populer di kuping para pendengar. thenextwavechichago.com<\/a><\/em> menyebutkan bahwa ada andil musisi hip hop top saat itu. Mereka adalah nama besar seperti RZA, Madlib, and Wu-Tang, serta J Dilla. <\/p>\n\n\n\n

Di kemudian hari pria yang memiliki nama lengkap James Dewitt Yancey itulah yang justru berkibar dengan aliran Lo Fi hip hop. 
<\/p>\n\n\n\n

Perkembangan Lo Fi juga kemudian beriringan dengan tumbuhnya musik-musik Vaporwave yang lebih dikenal memiliki spirit perjuangan. Meski disebut-sebut oleh sebagian pihak sebagai musik sampah (karena dibuat dengan hanya meremake lagu klasik) namun Vaporwave hadir sebagai bentuk jengahnya anak muda terhadap budaya konsumerisme yang tengah tinggi di era 90 hingga 2000 awal. Musik Lo Fi dan Vaporwave memiliki rasa yang hampir sama serta dianggap oleh penikmatnya sebagai musik yang aestethic.\u00a0<\/p>\n\n\n\n

Baca: Memuja-muja Didi Kempot, Mengagung-agungkan Patah Hati<\/a><\/p>\n\n\n\n

Jauh dari tanah kelahiran hip hop di Amerika Serikat, ada seorang musisi cerdas bernama Jun Seba atau yang identitik dengan nama Nujabes. Boleh dibilang, dia yang membawa penulis mengeksplore lebih dalam tentang aliran musik lo fi hip hop. Nujabes dengan cepat menjadi terkenal karena produksinya yang unik. Suara musik yang khas, bernostalgia, dan pengaruh jazz yang memberikan atmosfer tersendiri secara kebetulan menciptakan gaya yang sangat sebanding dengan J Dilla.
<\/p>\n\n\n\n

Dua tokoh di atas kemudian memberikan inspirasi kepada kreator-kreator Lo Fi music selanjutnya. Jika berbicara tentang proses pembuatannya tentu dianggap sebagai sesuatu yang mudah. Musisi lokal seperti Mardial bahkan pernah memberikan tutorial lengkapnya hanya dalam waktu singkat lewat akun youtubenya. Cukup ambil sampel musik klasik, potong di beberapa bagian (agar tak melanggar hak cipta), padukan dengan beat hip hop, beri musik tersebut sentuhan efek hujan, maka boom! jadilah sebuah Lo Fi music. 
<\/p>\n\n\n\n

Tapi nyatanya membuat musik yang nikmat tak semudah itu, menentukan nada yang pas dan menjahitnya dalam alunan ritme yang menarik butuh pemahaman tentang musik. Walau\u00a0 Lo Fi music dianggap musik yang murah, namun alunannya cukup ampuh menemani waktu luangmu. Maka tak heran jika banyak ragam playlist Lo Fi di spotify dan youtube dengan judul-judul seperti lo fi hip hop\/chillhop\/jazzhop\/beats to relax\/beats to study atau yang lainnya.<\/p>\n\n\n\n

Baca: Iklan Djarum 76 dan Goyangan Sekretaris Cantik yang Tengah Naik Daun<\/a><\/p>\n\n\n\n

Lo Fi di era modern kini diidentikkan pula dengan sesuatu yang berbau Jepang seperti anime bahkan dorama-dorama klasik. Ragam playlist di atas tentu jika kalian putar maka memiliki gambar background seperti potongan gif film dari Studio Ghibli, Cowboy Bebop, hingga Neon Genesis Evangelion. Menurut musicthehangup.com<\/a>, penggabungan antara lo fi dan anime terinsipirasi juga dari Nujabes yang memang juga membuat soundtrack untuk anime top karya Shinji Obara. 
<\/p>\n\n\n\n

Nujabes dan J Dilla memang sudah terlebih dahulu meninggalkan kita. Walau demikian tunas-tunas muda banyak bertumbuhan. Karya-karya lo fi saat ini yang familiar di telinga para pendengarnya adalah Saib, Yungbae, Jinsang, Kudasai, Elijah Who, bahkan ada juga yang dari Indonesia yaitu Jordy Chandra, Icecream, dan PXZVC.
<\/p>\n\n\n\n

Musim hujan kini bakal mulai tiba di tanah air. Mulai awal September hingga mungkin karanya awal tahun depan hujan mulai turun dan membasahi tanah. Musim penghujan adalah waktu yang tepat untuk mendengarkan musik-musik Lo Fi. Siapkan earphone anda dan biarkan dirimu tenggelam rileks didalam alunannya.
<\/p>\n","post_title":"Tentang Lo Fi Music, Alunan Nada Sederhana Pemikat Sukma","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"tentang-lo-fi-music-alunan-nada-sederhana-pemikat-sukma","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-08-25 12:09:07","post_modified_gmt":"2019-08-25 05:09:07","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5993","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5946,"post_author":"919","post_date":"2019-08-11 12:28:00","post_date_gmt":"2019-08-11 05:28:00","post_content":"\n

Plastik itu berwarna hitam seperti layaknya plastik kebanyakan. Didalamnya ada seonggoh daging segar yang akan diberikan kepada mereka yang layak membutuhkan. Rutinitas ini setahun sekali adanya. Plastik hitam itu ditunggu-tunggu banyak orang. Plastik hitam itu juga akan dijamah oleh banyak tangan. Plastik hitam itu membawa saya kepada kenangan di waktu silam.
<\/p>\n\n\n\n

Sebagai seorang Muslim, Hari Raya Iduladha adalah satu hal yang dinanti-nanti. Ia merupakan hari raya kedua bagi umat Nabi Muhammad setelah Idulfitri. Ada peristiwa berbeda yang menandai hadirnya kedua hari sakral tersebut. Bicara soal Iduladha, beberapa ulama sepakat menyebut bahwa ini adalah lambang pengorbanan manusia kepada sosial dan Tuhannya.
<\/p>\n\n\n\n

Maka lumrah jika jelang dan setelah menunaikan sholat Iduladha, ada banyak daging yang dihidangkan secara gratis untuk seluruh kalangan (meski yang diutamakan adalah kaum papa). Sebelum daging itu dibagikan, secara kolektif warga satu wilayah akan bersama-sama memotong hewan yang diwajibkan untuk dikurbankan yaitu sapi, kambing, domba, hingga onta. Hewan-hewan tersebut juga merupakan hasil sumbangan dari para penderma, baik itu individu atau memang yang dikumpulkan secara bersama-sama.
<\/p>\n\n\n\n

Momen inilah yang memang saya rindukan, ketika Iduladha tiba, bayangan saya langsung jauh menuju memori di masa kecil. Kala itu kami sibuk menghitung hewan yang sudah dikumpulkan di area masjid. Saya bersama teman-teman juga bermain dengan hewan itu dan sesekali bercanda dengannya. Saat hewan itu hendak disembelih, kami juga sedikit mengintip-ngintip (melihat proses penyembelihan) karena (kadang) tak tega melihat mereka direnggut nyawanya.
<\/p>\n\n\n\n

Momen-momen bermain di masjid saat hari raya memang satu hal yang indah dan mahal. Jika kami dulu di kampung memang sudah sering berinteraksi satu sama lain, maka di momen hari raya ikatan itu semakin dikuatkan. Mungkin juga di kota, meski tak punya intensitas yang cukup lebih (dalam berinteraksi sesama warga) seperti di kampung, namun jika hari raya tiba semuanya mau tak mau harus saling menyapa dan berkumpul. Semuanya berkumpul hingga malam tiba, berkumpul di depan api dan asap, serta tusukan sate daging yang sangat lezat untuk disantap.
<\/p>\n\n\n\n

Memori lainnya yang masih diingat adalah saat kami mulai mengamati potongan daging yang masih bergerak-gerak. Rupanya itu adalah denyut otot yang masih tetap bekerja meski hewan tersebut sudah tak lagi bernyawa. Ada lagi, kami mengamati betul hewan-hewan yang dikuliti, takjub memang dengan orang dewasa yang mahir melakukannya saat itu. Kulit tersebut kemudian kadang kami perebutkan, meski tak tahu akan hendak digunakan untuk apa nantinya.
<\/p>\n\n\n\n

Bermain-main dengan kepala kambing memang satu hal yang lucu saat kecil dahulu. Terkadang kami mengibaratkan tanduknya sebagai setang sepeda lalu membawanya sambil berlarian. Kadang juga kami merasa kebauan akibat bermain terlalu dekat dengan lubang tempat darah dan isi perut hewan yang sudah disembelih. Tapi ada satu yang unik, waktu kecil kami juga berebut mengambil torpedo hewan kurban. Rupanya rasanya nikmat dan memang tak ada gejala apa-apa setelah memakan itu, namun katanya kalau dimakan saat umur sudah dewasa maka reaksinya akan berbeda, entahlah.
<\/p>\n\n\n\n

Bicara Iduladha adalah soal lebaran di daerah perantauan. Bagi mereka yang merantau, momen lebaran idul adha biasanya dihabiskan bukan di kampung halaman. Tentu banyak faktor, mulai dari materi dan efisiensi waktu mengingat hari liburnya yang tak sebanyak Idulfitri. Tapi rupanya diciptakan dua hari raya bagi umat muslim rasanya memang lengkap (bagi anak rantau), satu untuk dirayakan bersama sanak famili di kampung, satunya lagi bersama tetangga dan rekan kerja di perantauan.
<\/p>\n\n\n\n

Maka memori anak-anak (dari mereka yang orangtuanya adalah perantauan) adalah soal bermain dengan tetangga komplek serta sekitarnya. Tak sedikit juga yang berkumpul di sekolah untuk merayakan bakar sate dan memakannya bersama-sama. Pada akhirnya memori tentang kisah kecil kita adalah suatu landasan, agar apabila suatu saat mulai jauh dari ajaran agama, kita diingatkan lagi tentang indahnya masa kecil yang kerap selalu mewah dengan momen perayaan ajaran tuhan.
<\/p>\n\n\n\n

Dari plastik hitam itu aku mengingat masa kecilku, dan dari ingatan masa kecil aku mengingat diriku yang ternyata kini kian jauh dari Tuhan.<\/p>\n","post_title":"Ingatan Masa Kecil dalam Seonggok Daging Iduladha","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"ingatan-masa-kecil-dalam-seonggok-daging-iduladha","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-08-11 12:28:07","post_modified_gmt":"2019-08-11 05:28:07","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5946","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5933,"post_author":"919","post_date":"2019-08-05 13:39:32","post_date_gmt":"2019-08-05 06:39:32","post_content":"\n

Musik adalah bagian dari kehidupan. Setiap alunannya menjadi warna yang saling menari mengikuti jejak langkah kehidupan. Sejak kecil irama musik mulai diperkenalkan orang tua hingga dewasa kita mulai mengenal musik dengan pemikiran sendiri. Musik menjadi teman setia manusa dalam berproses, baik jika akhirnya gagal atau mendulang kesukasesan.
<\/p>\n\n\n\n

Maka benar kata Bob Marley yang menyebut bahwa satu hal yang baik tentang musik adalah ketika itu menyentuh anda tidak akan ada rasa sakit (secara harfiah). Musik menjadi legitimasi perasaan yang tertaut dengan momen, menjadi irama pendamping saat satu peristiwa terjadi. 
<\/p>\n\n\n\n

Era digital seperti sekarang ini kita diperkenalkan dengan berbagai platform pemutar musik secara online dan yang paling banyak digunakan saat ini adalah Spotify. Anda bisa mendengarkan musik secara berbayar dengan profit kualitas suara yang jernih dan tentu membuat playlist idamanmu! playlist ini yang nantinya bisa anda bagikan di sosial media atau langsung ke whatsapp temanmu, hingga pacarmu.
<\/p>\n\n\n\n

Tentu kami juga punya pilihan lagu yang layak anda perdengarkan. Minggu ini kami merangkum lima lagu yang cocok anda dengarkan untuk menemani beraktivitas. Berikut lima lagu tersebut.
<\/p>\n\n\n\n

Selamat Pagi - Ran
<\/h2>\n\n\n\n

Nyaris tak ada yang memungkiri kalau Senin Pagi adalah sesuatu yang menjemukan. Kalau sudah begini dibutuhkan lagu yang tepat untuk mengawali aktifitas anda. Kami rekomendasikan lagu ini yang terdengar catchy agar menjadi mood booster bagi kalian yang masih terikat oleh hawa-hawa libur akhir pekan.
<\/p>\n\n\n\n

Wong Edan Kuwi Bebas - Shodiq Monata
<\/h2>\n\n\n\n

Yoooo! lagu-lagu dangdut memang sangat dibutuhkan ketika irama aktivitas anda mulai meningkat. Lagu ini memiliki beat yang cukup kencang diiringi dengan irama koplo yang siap membuat anda untuk bergoyang. Persetan dengan segala kemacetan hingga marahan dari atasan, Wong Edan Kuwi Bebas!
<\/p>\n\n\n\n

Sulung - Kunto Aji
<\/h2>\n\n\n\n

Kadang apa yang kita harapkan tak sesuai hasil yang didapatkan. Ekspektasi berlebihan membuatmu menjadi lupa pada jati diri, jika gagal maka berpotensi untuk tak percaya diri dan jika sukses bukan tak mungkin akan semakin menyombongkan diri. Karena kata Kunto Aji yang sebaiknya kau jaga adalah dirimu sendiri.
<\/p>\n\n\n\n

This Girl - Kungs
<\/h2>\n\n\n\n

Kalau Jumat malam sudah tiba maka waktunya untuk bersenang-senang! segera hubungi sahabat atau kekasih anda. Kongkow di kedai kopi atau berajojing ria juga pun tak masalah. Adakalanya anda butuh melepaskan penat, goyang badanmu dan nikmati dentuman musiknya.
<\/p>\n\n\n\n

Rotterdam (Or Anywhere) - The Beautiful South
<\/h2>\n\n\n\n

Sabtu dan Minggu waktunya jalan-jalan! kalau punya uang dan waktu ada baiknya berkunjung ke luar kota, namun jika budget terbatas maka kendarai motormu atau gunakan kendaraan umum lalu main ke rumah temanmu bisa jadi solusi. Tak peduli apa pun tempat yang anda kunjungi asal itu membahagiakan, benar kan?<\/p>\n","post_title":"Playlist Spotify Mantap Minggu Ini untuk Kalian Para Perokok Keren","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"playlist-spotify-mantap-minggu-ini-untuk-kalian-para-perokok-keren","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-08-05 13:39:39","post_modified_gmt":"2019-08-05 06:39:39","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5933","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5889,"post_author":"919","post_date":"2019-07-29 16:13:48","post_date_gmt":"2019-07-29 09:13:48","post_content":"\n

Upaya mengejar cinta selalu menghadirkan satu masalah yaitu patah hati. Jika bicara soal peluang bakal menghadapi masalah tersebut, maka persentasinya adalah 50:50. Potensinya sudah bisa membesar sejak awal anda mencoba untuk berkenalan dengan sosok idaman. Jika salah langkah, sudah pasti si dia bakal menjauh, andai pun langkah awal sudah tepat tapi threatmennya pendekatannya salah, siap-siap kalimat \u2018maaf kita ga cocok\u2019<\/em> akan anda dapatkan.\u00a0
<\/p>\n\n\n\n

Kalau sudah patah hati rasanya memang ribet. Rendang yang katanya dijadikan makanan terenak di dunia pun rasanya seperti daging gosong. Mau beraktifitas juga susah, karena isinya hanya meratap dan merenungi. Diajak teman main game <\/em>juga tak maksimal, apalagi kongkow-kongkow sampai subuh. Kalau sudah begini tak boleh buru-buru larut dalam kesedihan, musik bisa jadi obat ampuh untuk menenangkannya. 
<\/p>\n\n\n\n

Musik memang soal selera, ada yang ingin lagu agak ngebeat <\/em>biar adrenalinennya naik. Ada yang memutar lagi jazz supaya lebih tenang, musik dangdut biar oaoe<\/em>, hingga lagu indie biar terkesan indies (ealaahhh). Akan tetapi ada satu tren belakangan ini, patah hati dan mendengarkan lagu-lagu yang dinyanyikan oleh Didi Kempot.
<\/p>\n\n\n\n

Sosok yang memulai karier berseni sebagai musisi jalanan tersebut kini lagi digandrungi anak muda. Mereka menyebutnya sebagai Sadbois atau Sadgirls, mengagung-mengagungkan patah hati, merayakan kesedihan, dan Didi Kempot yang secara lelucon mereka sebut Lord, hadir memaksimalkan euforia tersebut. Satu lagu, dua lagu, tiga lagu, kalimat seperti \u2018Bajingan kowe dek!\u2019 mulai terlontar dari mulut-mulut penikmat lagu-lagu Didi Kempot.
<\/p>\n\n\n\n

Saya dan mungkin juga kalian sejatinya sudah cukup lama mendengar lagu-lagu Didi Kempot, mungkin sejak SD. Saat umur belum dua angka seperti saat ini, Didi Kempot mungkin hanya saya sebut sebagai musisi yang beraliran Campursari (meski memang benar seperti itu). Namun, ketika umur kian bertambah, Didi Kempot rupanya jauh lebih besar dari itu. Bisa jadi dia adalah representasi dari diksi patah hati itu sendiri.
<\/p>\n\n\n\n

Lagu Sewu Kutho misalnya, saya anggap sebagai lagu patah hati terhebat yang pernah ia buat. Bagaimana rasa rindu, sakit, dan keikhlasan menyatu menjadi satu dalam sebuah lagu. Bahkan doa juga ia sematkan kepada orang yang disayang, agar hidup dia yang dicinta hidup lebih bahagia daripada dirinya. Meski sebenarnya dalam lagu tersebut ada pertentangan lain dalam dirinya yang masih tak bisa ia atasi, ia masih ingin bertemu dengan yang dicinta dengan cara apapun.
<\/p>\n\n\n\n

Pamer Bojo adalah selanjutnya, ia hadir tepat di saat anak muda sedang mengalami tren nikah dini. Saat usia muda memang perasaan dan cinta sedang berkecamuknya, lalu dihadapkan dengan permasalahan yang cukup pelik dalam asmara yaitu ditinggal nikah. Lagu Pamer Bojo adalah solusinya, meski dalam liriknya ada pesan bahwa kita memang tidak pernah siap melihat yang dicinta menikah dengan orang lain. 
<\/p>\n\n\n\n

\u201cNeng opo seneng aku yen mung gawe laraku<\/em><\/p>\n\n\n\n

Pamer bojo anyar neng ngarepku\u201d<\/em>
<\/p>\n\n\n\n

Bagi saya musik memiliki kekuatan hebat walau memiliki tembok bernama bahasa. Hanya musisi hebat yang mampu menembus dinding-dinding itu. Didi Kempot adalah salah satunya, ia mampu membuat orang yang bukan bersuku Jawa bisa menikmati lagunya. Ini sebuah kemajuan dalam berkebudayaan, bahwa suku dan bangsa lain bisa saling menerima karya dari golongan lain. Sesuatu yang saat kini benar-benar kita butuhkan bukan setelah kontestasi politik yang melibatkan sentimen suku, agama, ras, dan antargolongan.
<\/p>\n\n\n\n

Didi Kempot memang sedang naik daun dan kini namanya lagi disebut-sebut di banyak penjuru di ibu kota. Ketakutan saya adalah akan seberapa lama tren ini berlanjut, mengingat tak banyak yang bisa bertahan lama di Jakarta. Akan tetapi pikiran tersebut saya rasa salah, Didi Kempot boleh saja naik daun dan tiba-tiba hilang di Jakarta, akan tetapi karya dan dirinya tetap abadi di Indonesia. Karena yang membuat Didi Kempot agung adalah kita yang selalu kekanak-kanakan menghadapi masalah patah hati. <\/p>\n","post_title":"Memuja-muja Didi Kempot, Mengagung-agungkan Patah Hati","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"memuja-muja-didi-kempot-mengagung-agungkan-patah-hati","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-07-29 16:13:56","post_modified_gmt":"2019-07-29 09:13:56","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5889","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5862,"post_author":"919","post_date":"2019-07-14 12:50:58","post_date_gmt":"2019-07-14 05:50:58","post_content":"\n

Musim haji kini telah tiba. Diperkirakan jutaan orang kini telah memadati Masjidil Haram di Mekkah, Arab Saudi untuk memenuhi salah satu rukun Islam tiap tahunnya. Ritual suci ini menjadi salah satu impian bagi tiap umat muslim di seluruh dunia dan tak seluruhnya bisa melaksanakannya. 
<\/p>\n\n\n\n

Walau demikian musim haji di Indonesia tak pernah sepi peminat. Menko Perekonomian Darmin Nasution memperkirakan jumlah jamaah haji Indonesia akan mencapai 4,34 juta jiwa pada 2019. Per hari ini (14\/7\/2019) jumlah jemaah diperkirakan sudah mencapai 47.983 orang yang sudah berdatangan ke Madinah. 
<\/p>\n\n\n\n

Ada-ada saja memang kelakuan masyarakat Indonesia ketika berkunjung ke luar negeri terutama untuk ibadah haji yang memakan waktu hingga satu bulan. Ada kisah para peserta membawa makanan khas daerah masing-masing karena takut tak bisa menyesuaikan dengan kudapan di sana. Ada yang membawa sambal, jengkol, ikan teri, padahal pihak penyelenggara sudah menyediakan makanan yang sesuai dengan lidah mereka.
<\/p>\n\n\n\n

Salah satu kebiasaan masyarakat Indonesia adalah merokok dan tradisi tersebut sudah mengakar sejak lama. Cita rasa kretek yang kuat dengan campuran cengkeh membuat masyarakat kita sulit menikmati produk rokok asing. Maka dengan demikian ketika bepergian ke luar negeri membawa rokok dari Indonesia adalah hal yang nampaknya sudah jadi kebiasaan. Sejatinya hal tersebut tak bisa dikatakan sebagai aktivitas ilegal, karena mereka membawa rokok lokal untuk dikonsumsi pribadi dan bukan untuk dijual.
<\/p>\n\n\n\n

Pemerintah sejatinya sudah mengakomodasi kebutuhan para perokok yang sedang menjadi peserta haji. Kemudahan itu adalah dengan memperbolehkan jamaah haji membawa rokok maksimal 200 batang untuk dibawa ke tanah suci. Jika berlebih, maka siap-siap untuk diamankan dan disita. Akibat informasi yang kadang tak menyeluruh, kadang masih ada saja rokok yang disita. Tribun Jabar misalnya memberitakan bahwa sehari ada sekitar 200 batang rokok yang disita oleh pihak bea dan cukai.
<\/p>\n\n\n\n

Peraturan memang ada untuk dipatuhi dan diikuti, sebagai perokok tentu hal tersebut tak boleh dihiraukan. Ada baiknya untuk mengikuti prosedur yang sudah diterapkan agar ibadah haji semakin nyaman. Tentu ijin boleh membawa rokok sebanyak 200 batang sudah cukup mengakomodir kebutuhan para perokok. Jika dihitung dalam 40 hari maka dalam satu hari satu jamaah haji bisa mengisap lima batang tentu pas jika kita anggap setiap sehabis sholat menghisap satu batang rokok. Tentu paduan yang sempurna antara ibadah dan kebiasaan merokok. 
<\/p>\n\n\n\n

Ada cara lain untuk mengakali peraturan tersebut, salah satunya adalah dengan menitip kepada anggota keluarga lain. Tentu cara ini sebenarnya tidak bermasalah karena setiap orang punya hak untuk membawa 200 batang rokok. Cara ini nampaknya cukup ampuh dan sudah dilakukan oleh beberapa jamaah haji. Asalkan rokok yang dibawa tentu hanya untuk kebutuhan pribadi, bukan untuk dijual kembali di sana. 
<\/p>\n\n\n\n

Pada akhirnya ibadah harus menjadi petimbangan utama saat ke tanah suci. Mengenai barang bawaan yang sudah diatur harus betul-betul diperhatikan. Toh rokok bukan barang yang bercandu sehingga kebiasaan merokok pun masih bisa diatasi ketika di tanah suci.
<\/p>\n","post_title":"Hal yang Perlu Diperhatikan Perokok Saat Berangkat Haji","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"hal-yang-perlu-diperhatikan-perokok-saat-berangkat-haji","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-07-14 12:51:04","post_modified_gmt":"2019-07-14 05:51:04","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5862","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":7},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"epic_block_3"};

\n

Karena saya memarkir motor di luar area Kuningan City dan hanya dijaga sampai pukul 23:30, akhirnya kami pulang lebih cepat. Saat keluar venue saya memastikan tetap sebats dulu, mereview apa yang menarik terjadi di dalam sana. Saya lantas menarik kesimpulan bahwa dari pengalaman selama hampir tiga jam lebih menikmati konser tanpa rokok, tak terjadi apa-apa dari kami. Tak ada kekhawatiran berlebihan, perubahan mood karena tak merokok, atau keburukan lainnya. Semuanya sama saja dan normal-normal saja.
<\/p>\n\n\n\n

Hanya jika boleh memberi saran kepada pihak pengelola, perampasan rokok tentu mesti dipertimbangkan ulang. Sekali lagi rokok adalah produk legal dan mempunyai aturan yang sudah disepakati terkait pengkonsumsiannya. Lagian, saya kira para perokok sekarang juga sudah mulai tertib terhadap aturan dan tidak ingin merugikan terhadap yang lainnya.<\/p>\n","post_title":"Pengalaman Tiga Jam Lebih Menyaksikan Konser Musik Tanpa Asap Rokok","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"pengalaman-tiga-jam-lebih-menyaksikan-konser-musik-tanpa-asap-rokok","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-09-04 07:32:19","post_modified_gmt":"2019-09-04 00:32:19","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6017","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5993,"post_author":"919","post_date":"2019-08-25 12:09:00","post_date_gmt":"2019-08-25 05:09:00","post_content":"\n

Fenomena digital<\/a> saat ini memberi satu warna dalam dunia musik yaitu Low Identify Music atau yang populer disebut sebagai Lo Fi Music. Bagaimana bisa musik dengan irama seadanya bahkan dibuat dengan biaya yang sangat sederhana itu kini bisa populer dan digandrungi banyak orang. Tentu bukan hanya faktor algoritma youtube yang membuat anda tenggelam dalam iramanya. Namun memang Lo Fi cukup ampuh untuk menenangkan kalian dari segala keruwetan hidup.
<\/p>\n\n\n\n

Meski banyak yang bilang Lo Fi adalah musik saat ini, namun sejatinya dia adalah akulturasi dari segala perkembangan jaman. Sebelum youtube dan spotify ditemukan, Seorang David Mattis kemudian mengaransemen lagu \u2018My Song\u2019 yang dibawakan oleh Johnny Ace yang disebut-sebut oleh hotvox.co.uk<\/a><\/em> sebagai lagu Lo Fi pertama di dunia. David Mattis mengakui bahwa membuat lagu tersebut dengan budget minimal dan hanya dengan 15 menit waktu pekerjaan. Ajaibnya lagu tersebut kemudian memuncaki tangga teratas Billboard <\/em>R&B chart pada 1952.<\/p>\n\n\n\n

Baca: Dangdut Koplo, \u201cJalan Baru\u201d Musik Dangdut Indonesia<\/a><\/p>\n\n\n\n

Seiring perkembangan jaman, Lo Fi kemudian masuk ke dalam ranah hip hop. Bisa dikatakan, Lo Fi mulai mendapatkan modifikasi dan kemudian menjadi populer di kuping para pendengar. thenextwavechichago.com<\/a><\/em> menyebutkan bahwa ada andil musisi hip hop top saat itu. Mereka adalah nama besar seperti RZA, Madlib, and Wu-Tang, serta J Dilla. <\/p>\n\n\n\n

Di kemudian hari pria yang memiliki nama lengkap James Dewitt Yancey itulah yang justru berkibar dengan aliran Lo Fi hip hop. 
<\/p>\n\n\n\n

Perkembangan Lo Fi juga kemudian beriringan dengan tumbuhnya musik-musik Vaporwave yang lebih dikenal memiliki spirit perjuangan. Meski disebut-sebut oleh sebagian pihak sebagai musik sampah (karena dibuat dengan hanya meremake lagu klasik) namun Vaporwave hadir sebagai bentuk jengahnya anak muda terhadap budaya konsumerisme yang tengah tinggi di era 90 hingga 2000 awal. Musik Lo Fi dan Vaporwave memiliki rasa yang hampir sama serta dianggap oleh penikmatnya sebagai musik yang aestethic.\u00a0<\/p>\n\n\n\n

Baca: Memuja-muja Didi Kempot, Mengagung-agungkan Patah Hati<\/a><\/p>\n\n\n\n

Jauh dari tanah kelahiran hip hop di Amerika Serikat, ada seorang musisi cerdas bernama Jun Seba atau yang identitik dengan nama Nujabes. Boleh dibilang, dia yang membawa penulis mengeksplore lebih dalam tentang aliran musik lo fi hip hop. Nujabes dengan cepat menjadi terkenal karena produksinya yang unik. Suara musik yang khas, bernostalgia, dan pengaruh jazz yang memberikan atmosfer tersendiri secara kebetulan menciptakan gaya yang sangat sebanding dengan J Dilla.
<\/p>\n\n\n\n

Dua tokoh di atas kemudian memberikan inspirasi kepada kreator-kreator Lo Fi music selanjutnya. Jika berbicara tentang proses pembuatannya tentu dianggap sebagai sesuatu yang mudah. Musisi lokal seperti Mardial bahkan pernah memberikan tutorial lengkapnya hanya dalam waktu singkat lewat akun youtubenya. Cukup ambil sampel musik klasik, potong di beberapa bagian (agar tak melanggar hak cipta), padukan dengan beat hip hop, beri musik tersebut sentuhan efek hujan, maka boom! jadilah sebuah Lo Fi music. 
<\/p>\n\n\n\n

Tapi nyatanya membuat musik yang nikmat tak semudah itu, menentukan nada yang pas dan menjahitnya dalam alunan ritme yang menarik butuh pemahaman tentang musik. Walau\u00a0 Lo Fi music dianggap musik yang murah, namun alunannya cukup ampuh menemani waktu luangmu. Maka tak heran jika banyak ragam playlist Lo Fi di spotify dan youtube dengan judul-judul seperti lo fi hip hop\/chillhop\/jazzhop\/beats to relax\/beats to study atau yang lainnya.<\/p>\n\n\n\n

Baca: Iklan Djarum 76 dan Goyangan Sekretaris Cantik yang Tengah Naik Daun<\/a><\/p>\n\n\n\n

Lo Fi di era modern kini diidentikkan pula dengan sesuatu yang berbau Jepang seperti anime bahkan dorama-dorama klasik. Ragam playlist di atas tentu jika kalian putar maka memiliki gambar background seperti potongan gif film dari Studio Ghibli, Cowboy Bebop, hingga Neon Genesis Evangelion. Menurut musicthehangup.com<\/a>, penggabungan antara lo fi dan anime terinsipirasi juga dari Nujabes yang memang juga membuat soundtrack untuk anime top karya Shinji Obara. 
<\/p>\n\n\n\n

Nujabes dan J Dilla memang sudah terlebih dahulu meninggalkan kita. Walau demikian tunas-tunas muda banyak bertumbuhan. Karya-karya lo fi saat ini yang familiar di telinga para pendengarnya adalah Saib, Yungbae, Jinsang, Kudasai, Elijah Who, bahkan ada juga yang dari Indonesia yaitu Jordy Chandra, Icecream, dan PXZVC.
<\/p>\n\n\n\n

Musim hujan kini bakal mulai tiba di tanah air. Mulai awal September hingga mungkin karanya awal tahun depan hujan mulai turun dan membasahi tanah. Musim penghujan adalah waktu yang tepat untuk mendengarkan musik-musik Lo Fi. Siapkan earphone anda dan biarkan dirimu tenggelam rileks didalam alunannya.
<\/p>\n","post_title":"Tentang Lo Fi Music, Alunan Nada Sederhana Pemikat Sukma","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"tentang-lo-fi-music-alunan-nada-sederhana-pemikat-sukma","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-08-25 12:09:07","post_modified_gmt":"2019-08-25 05:09:07","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5993","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5946,"post_author":"919","post_date":"2019-08-11 12:28:00","post_date_gmt":"2019-08-11 05:28:00","post_content":"\n

Plastik itu berwarna hitam seperti layaknya plastik kebanyakan. Didalamnya ada seonggoh daging segar yang akan diberikan kepada mereka yang layak membutuhkan. Rutinitas ini setahun sekali adanya. Plastik hitam itu ditunggu-tunggu banyak orang. Plastik hitam itu juga akan dijamah oleh banyak tangan. Plastik hitam itu membawa saya kepada kenangan di waktu silam.
<\/p>\n\n\n\n

Sebagai seorang Muslim, Hari Raya Iduladha adalah satu hal yang dinanti-nanti. Ia merupakan hari raya kedua bagi umat Nabi Muhammad setelah Idulfitri. Ada peristiwa berbeda yang menandai hadirnya kedua hari sakral tersebut. Bicara soal Iduladha, beberapa ulama sepakat menyebut bahwa ini adalah lambang pengorbanan manusia kepada sosial dan Tuhannya.
<\/p>\n\n\n\n

Maka lumrah jika jelang dan setelah menunaikan sholat Iduladha, ada banyak daging yang dihidangkan secara gratis untuk seluruh kalangan (meski yang diutamakan adalah kaum papa). Sebelum daging itu dibagikan, secara kolektif warga satu wilayah akan bersama-sama memotong hewan yang diwajibkan untuk dikurbankan yaitu sapi, kambing, domba, hingga onta. Hewan-hewan tersebut juga merupakan hasil sumbangan dari para penderma, baik itu individu atau memang yang dikumpulkan secara bersama-sama.
<\/p>\n\n\n\n

Momen inilah yang memang saya rindukan, ketika Iduladha tiba, bayangan saya langsung jauh menuju memori di masa kecil. Kala itu kami sibuk menghitung hewan yang sudah dikumpulkan di area masjid. Saya bersama teman-teman juga bermain dengan hewan itu dan sesekali bercanda dengannya. Saat hewan itu hendak disembelih, kami juga sedikit mengintip-ngintip (melihat proses penyembelihan) karena (kadang) tak tega melihat mereka direnggut nyawanya.
<\/p>\n\n\n\n

Momen-momen bermain di masjid saat hari raya memang satu hal yang indah dan mahal. Jika kami dulu di kampung memang sudah sering berinteraksi satu sama lain, maka di momen hari raya ikatan itu semakin dikuatkan. Mungkin juga di kota, meski tak punya intensitas yang cukup lebih (dalam berinteraksi sesama warga) seperti di kampung, namun jika hari raya tiba semuanya mau tak mau harus saling menyapa dan berkumpul. Semuanya berkumpul hingga malam tiba, berkumpul di depan api dan asap, serta tusukan sate daging yang sangat lezat untuk disantap.
<\/p>\n\n\n\n

Memori lainnya yang masih diingat adalah saat kami mulai mengamati potongan daging yang masih bergerak-gerak. Rupanya itu adalah denyut otot yang masih tetap bekerja meski hewan tersebut sudah tak lagi bernyawa. Ada lagi, kami mengamati betul hewan-hewan yang dikuliti, takjub memang dengan orang dewasa yang mahir melakukannya saat itu. Kulit tersebut kemudian kadang kami perebutkan, meski tak tahu akan hendak digunakan untuk apa nantinya.
<\/p>\n\n\n\n

Bermain-main dengan kepala kambing memang satu hal yang lucu saat kecil dahulu. Terkadang kami mengibaratkan tanduknya sebagai setang sepeda lalu membawanya sambil berlarian. Kadang juga kami merasa kebauan akibat bermain terlalu dekat dengan lubang tempat darah dan isi perut hewan yang sudah disembelih. Tapi ada satu yang unik, waktu kecil kami juga berebut mengambil torpedo hewan kurban. Rupanya rasanya nikmat dan memang tak ada gejala apa-apa setelah memakan itu, namun katanya kalau dimakan saat umur sudah dewasa maka reaksinya akan berbeda, entahlah.
<\/p>\n\n\n\n

Bicara Iduladha adalah soal lebaran di daerah perantauan. Bagi mereka yang merantau, momen lebaran idul adha biasanya dihabiskan bukan di kampung halaman. Tentu banyak faktor, mulai dari materi dan efisiensi waktu mengingat hari liburnya yang tak sebanyak Idulfitri. Tapi rupanya diciptakan dua hari raya bagi umat muslim rasanya memang lengkap (bagi anak rantau), satu untuk dirayakan bersama sanak famili di kampung, satunya lagi bersama tetangga dan rekan kerja di perantauan.
<\/p>\n\n\n\n

Maka memori anak-anak (dari mereka yang orangtuanya adalah perantauan) adalah soal bermain dengan tetangga komplek serta sekitarnya. Tak sedikit juga yang berkumpul di sekolah untuk merayakan bakar sate dan memakannya bersama-sama. Pada akhirnya memori tentang kisah kecil kita adalah suatu landasan, agar apabila suatu saat mulai jauh dari ajaran agama, kita diingatkan lagi tentang indahnya masa kecil yang kerap selalu mewah dengan momen perayaan ajaran tuhan.
<\/p>\n\n\n\n

Dari plastik hitam itu aku mengingat masa kecilku, dan dari ingatan masa kecil aku mengingat diriku yang ternyata kini kian jauh dari Tuhan.<\/p>\n","post_title":"Ingatan Masa Kecil dalam Seonggok Daging Iduladha","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"ingatan-masa-kecil-dalam-seonggok-daging-iduladha","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-08-11 12:28:07","post_modified_gmt":"2019-08-11 05:28:07","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5946","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5933,"post_author":"919","post_date":"2019-08-05 13:39:32","post_date_gmt":"2019-08-05 06:39:32","post_content":"\n

Musik adalah bagian dari kehidupan. Setiap alunannya menjadi warna yang saling menari mengikuti jejak langkah kehidupan. Sejak kecil irama musik mulai diperkenalkan orang tua hingga dewasa kita mulai mengenal musik dengan pemikiran sendiri. Musik menjadi teman setia manusa dalam berproses, baik jika akhirnya gagal atau mendulang kesukasesan.
<\/p>\n\n\n\n

Maka benar kata Bob Marley yang menyebut bahwa satu hal yang baik tentang musik adalah ketika itu menyentuh anda tidak akan ada rasa sakit (secara harfiah). Musik menjadi legitimasi perasaan yang tertaut dengan momen, menjadi irama pendamping saat satu peristiwa terjadi. 
<\/p>\n\n\n\n

Era digital seperti sekarang ini kita diperkenalkan dengan berbagai platform pemutar musik secara online dan yang paling banyak digunakan saat ini adalah Spotify. Anda bisa mendengarkan musik secara berbayar dengan profit kualitas suara yang jernih dan tentu membuat playlist idamanmu! playlist ini yang nantinya bisa anda bagikan di sosial media atau langsung ke whatsapp temanmu, hingga pacarmu.
<\/p>\n\n\n\n

Tentu kami juga punya pilihan lagu yang layak anda perdengarkan. Minggu ini kami merangkum lima lagu yang cocok anda dengarkan untuk menemani beraktivitas. Berikut lima lagu tersebut.
<\/p>\n\n\n\n

Selamat Pagi - Ran
<\/h2>\n\n\n\n

Nyaris tak ada yang memungkiri kalau Senin Pagi adalah sesuatu yang menjemukan. Kalau sudah begini dibutuhkan lagu yang tepat untuk mengawali aktifitas anda. Kami rekomendasikan lagu ini yang terdengar catchy agar menjadi mood booster bagi kalian yang masih terikat oleh hawa-hawa libur akhir pekan.
<\/p>\n\n\n\n

Wong Edan Kuwi Bebas - Shodiq Monata
<\/h2>\n\n\n\n

Yoooo! lagu-lagu dangdut memang sangat dibutuhkan ketika irama aktivitas anda mulai meningkat. Lagu ini memiliki beat yang cukup kencang diiringi dengan irama koplo yang siap membuat anda untuk bergoyang. Persetan dengan segala kemacetan hingga marahan dari atasan, Wong Edan Kuwi Bebas!
<\/p>\n\n\n\n

Sulung - Kunto Aji
<\/h2>\n\n\n\n

Kadang apa yang kita harapkan tak sesuai hasil yang didapatkan. Ekspektasi berlebihan membuatmu menjadi lupa pada jati diri, jika gagal maka berpotensi untuk tak percaya diri dan jika sukses bukan tak mungkin akan semakin menyombongkan diri. Karena kata Kunto Aji yang sebaiknya kau jaga adalah dirimu sendiri.
<\/p>\n\n\n\n

This Girl - Kungs
<\/h2>\n\n\n\n

Kalau Jumat malam sudah tiba maka waktunya untuk bersenang-senang! segera hubungi sahabat atau kekasih anda. Kongkow di kedai kopi atau berajojing ria juga pun tak masalah. Adakalanya anda butuh melepaskan penat, goyang badanmu dan nikmati dentuman musiknya.
<\/p>\n\n\n\n

Rotterdam (Or Anywhere) - The Beautiful South
<\/h2>\n\n\n\n

Sabtu dan Minggu waktunya jalan-jalan! kalau punya uang dan waktu ada baiknya berkunjung ke luar kota, namun jika budget terbatas maka kendarai motormu atau gunakan kendaraan umum lalu main ke rumah temanmu bisa jadi solusi. Tak peduli apa pun tempat yang anda kunjungi asal itu membahagiakan, benar kan?<\/p>\n","post_title":"Playlist Spotify Mantap Minggu Ini untuk Kalian Para Perokok Keren","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"playlist-spotify-mantap-minggu-ini-untuk-kalian-para-perokok-keren","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-08-05 13:39:39","post_modified_gmt":"2019-08-05 06:39:39","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5933","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5889,"post_author":"919","post_date":"2019-07-29 16:13:48","post_date_gmt":"2019-07-29 09:13:48","post_content":"\n

Upaya mengejar cinta selalu menghadirkan satu masalah yaitu patah hati. Jika bicara soal peluang bakal menghadapi masalah tersebut, maka persentasinya adalah 50:50. Potensinya sudah bisa membesar sejak awal anda mencoba untuk berkenalan dengan sosok idaman. Jika salah langkah, sudah pasti si dia bakal menjauh, andai pun langkah awal sudah tepat tapi threatmennya pendekatannya salah, siap-siap kalimat \u2018maaf kita ga cocok\u2019<\/em> akan anda dapatkan.\u00a0
<\/p>\n\n\n\n

Kalau sudah patah hati rasanya memang ribet. Rendang yang katanya dijadikan makanan terenak di dunia pun rasanya seperti daging gosong. Mau beraktifitas juga susah, karena isinya hanya meratap dan merenungi. Diajak teman main game <\/em>juga tak maksimal, apalagi kongkow-kongkow sampai subuh. Kalau sudah begini tak boleh buru-buru larut dalam kesedihan, musik bisa jadi obat ampuh untuk menenangkannya. 
<\/p>\n\n\n\n

Musik memang soal selera, ada yang ingin lagu agak ngebeat <\/em>biar adrenalinennya naik. Ada yang memutar lagi jazz supaya lebih tenang, musik dangdut biar oaoe<\/em>, hingga lagu indie biar terkesan indies (ealaahhh). Akan tetapi ada satu tren belakangan ini, patah hati dan mendengarkan lagu-lagu yang dinyanyikan oleh Didi Kempot.
<\/p>\n\n\n\n

Sosok yang memulai karier berseni sebagai musisi jalanan tersebut kini lagi digandrungi anak muda. Mereka menyebutnya sebagai Sadbois atau Sadgirls, mengagung-mengagungkan patah hati, merayakan kesedihan, dan Didi Kempot yang secara lelucon mereka sebut Lord, hadir memaksimalkan euforia tersebut. Satu lagu, dua lagu, tiga lagu, kalimat seperti \u2018Bajingan kowe dek!\u2019 mulai terlontar dari mulut-mulut penikmat lagu-lagu Didi Kempot.
<\/p>\n\n\n\n

Saya dan mungkin juga kalian sejatinya sudah cukup lama mendengar lagu-lagu Didi Kempot, mungkin sejak SD. Saat umur belum dua angka seperti saat ini, Didi Kempot mungkin hanya saya sebut sebagai musisi yang beraliran Campursari (meski memang benar seperti itu). Namun, ketika umur kian bertambah, Didi Kempot rupanya jauh lebih besar dari itu. Bisa jadi dia adalah representasi dari diksi patah hati itu sendiri.
<\/p>\n\n\n\n

Lagu Sewu Kutho misalnya, saya anggap sebagai lagu patah hati terhebat yang pernah ia buat. Bagaimana rasa rindu, sakit, dan keikhlasan menyatu menjadi satu dalam sebuah lagu. Bahkan doa juga ia sematkan kepada orang yang disayang, agar hidup dia yang dicinta hidup lebih bahagia daripada dirinya. Meski sebenarnya dalam lagu tersebut ada pertentangan lain dalam dirinya yang masih tak bisa ia atasi, ia masih ingin bertemu dengan yang dicinta dengan cara apapun.
<\/p>\n\n\n\n

Pamer Bojo adalah selanjutnya, ia hadir tepat di saat anak muda sedang mengalami tren nikah dini. Saat usia muda memang perasaan dan cinta sedang berkecamuknya, lalu dihadapkan dengan permasalahan yang cukup pelik dalam asmara yaitu ditinggal nikah. Lagu Pamer Bojo adalah solusinya, meski dalam liriknya ada pesan bahwa kita memang tidak pernah siap melihat yang dicinta menikah dengan orang lain. 
<\/p>\n\n\n\n

\u201cNeng opo seneng aku yen mung gawe laraku<\/em><\/p>\n\n\n\n

Pamer bojo anyar neng ngarepku\u201d<\/em>
<\/p>\n\n\n\n

Bagi saya musik memiliki kekuatan hebat walau memiliki tembok bernama bahasa. Hanya musisi hebat yang mampu menembus dinding-dinding itu. Didi Kempot adalah salah satunya, ia mampu membuat orang yang bukan bersuku Jawa bisa menikmati lagunya. Ini sebuah kemajuan dalam berkebudayaan, bahwa suku dan bangsa lain bisa saling menerima karya dari golongan lain. Sesuatu yang saat kini benar-benar kita butuhkan bukan setelah kontestasi politik yang melibatkan sentimen suku, agama, ras, dan antargolongan.
<\/p>\n\n\n\n

Didi Kempot memang sedang naik daun dan kini namanya lagi disebut-sebut di banyak penjuru di ibu kota. Ketakutan saya adalah akan seberapa lama tren ini berlanjut, mengingat tak banyak yang bisa bertahan lama di Jakarta. Akan tetapi pikiran tersebut saya rasa salah, Didi Kempot boleh saja naik daun dan tiba-tiba hilang di Jakarta, akan tetapi karya dan dirinya tetap abadi di Indonesia. Karena yang membuat Didi Kempot agung adalah kita yang selalu kekanak-kanakan menghadapi masalah patah hati. <\/p>\n","post_title":"Memuja-muja Didi Kempot, Mengagung-agungkan Patah Hati","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"memuja-muja-didi-kempot-mengagung-agungkan-patah-hati","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-07-29 16:13:56","post_modified_gmt":"2019-07-29 09:13:56","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5889","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5862,"post_author":"919","post_date":"2019-07-14 12:50:58","post_date_gmt":"2019-07-14 05:50:58","post_content":"\n

Musim haji kini telah tiba. Diperkirakan jutaan orang kini telah memadati Masjidil Haram di Mekkah, Arab Saudi untuk memenuhi salah satu rukun Islam tiap tahunnya. Ritual suci ini menjadi salah satu impian bagi tiap umat muslim di seluruh dunia dan tak seluruhnya bisa melaksanakannya. 
<\/p>\n\n\n\n

Walau demikian musim haji di Indonesia tak pernah sepi peminat. Menko Perekonomian Darmin Nasution memperkirakan jumlah jamaah haji Indonesia akan mencapai 4,34 juta jiwa pada 2019. Per hari ini (14\/7\/2019) jumlah jemaah diperkirakan sudah mencapai 47.983 orang yang sudah berdatangan ke Madinah. 
<\/p>\n\n\n\n

Ada-ada saja memang kelakuan masyarakat Indonesia ketika berkunjung ke luar negeri terutama untuk ibadah haji yang memakan waktu hingga satu bulan. Ada kisah para peserta membawa makanan khas daerah masing-masing karena takut tak bisa menyesuaikan dengan kudapan di sana. Ada yang membawa sambal, jengkol, ikan teri, padahal pihak penyelenggara sudah menyediakan makanan yang sesuai dengan lidah mereka.
<\/p>\n\n\n\n

Salah satu kebiasaan masyarakat Indonesia adalah merokok dan tradisi tersebut sudah mengakar sejak lama. Cita rasa kretek yang kuat dengan campuran cengkeh membuat masyarakat kita sulit menikmati produk rokok asing. Maka dengan demikian ketika bepergian ke luar negeri membawa rokok dari Indonesia adalah hal yang nampaknya sudah jadi kebiasaan. Sejatinya hal tersebut tak bisa dikatakan sebagai aktivitas ilegal, karena mereka membawa rokok lokal untuk dikonsumsi pribadi dan bukan untuk dijual.
<\/p>\n\n\n\n

Pemerintah sejatinya sudah mengakomodasi kebutuhan para perokok yang sedang menjadi peserta haji. Kemudahan itu adalah dengan memperbolehkan jamaah haji membawa rokok maksimal 200 batang untuk dibawa ke tanah suci. Jika berlebih, maka siap-siap untuk diamankan dan disita. Akibat informasi yang kadang tak menyeluruh, kadang masih ada saja rokok yang disita. Tribun Jabar misalnya memberitakan bahwa sehari ada sekitar 200 batang rokok yang disita oleh pihak bea dan cukai.
<\/p>\n\n\n\n

Peraturan memang ada untuk dipatuhi dan diikuti, sebagai perokok tentu hal tersebut tak boleh dihiraukan. Ada baiknya untuk mengikuti prosedur yang sudah diterapkan agar ibadah haji semakin nyaman. Tentu ijin boleh membawa rokok sebanyak 200 batang sudah cukup mengakomodir kebutuhan para perokok. Jika dihitung dalam 40 hari maka dalam satu hari satu jamaah haji bisa mengisap lima batang tentu pas jika kita anggap setiap sehabis sholat menghisap satu batang rokok. Tentu paduan yang sempurna antara ibadah dan kebiasaan merokok. 
<\/p>\n\n\n\n

Ada cara lain untuk mengakali peraturan tersebut, salah satunya adalah dengan menitip kepada anggota keluarga lain. Tentu cara ini sebenarnya tidak bermasalah karena setiap orang punya hak untuk membawa 200 batang rokok. Cara ini nampaknya cukup ampuh dan sudah dilakukan oleh beberapa jamaah haji. Asalkan rokok yang dibawa tentu hanya untuk kebutuhan pribadi, bukan untuk dijual kembali di sana. 
<\/p>\n\n\n\n

Pada akhirnya ibadah harus menjadi petimbangan utama saat ke tanah suci. Mengenai barang bawaan yang sudah diatur harus betul-betul diperhatikan. Toh rokok bukan barang yang bercandu sehingga kebiasaan merokok pun masih bisa diatasi ketika di tanah suci.
<\/p>\n","post_title":"Hal yang Perlu Diperhatikan Perokok Saat Berangkat Haji","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"hal-yang-perlu-diperhatikan-perokok-saat-berangkat-haji","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-07-14 12:51:04","post_modified_gmt":"2019-07-14 05:51:04","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5862","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":7},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"epic_block_3"};

\n

The Adams sebagai band ketiga yang tampil lalu datang meneduhkan suasana. Betul, penonton langsung terbuai saat itu oleh suara yang beradu-adu antara Saleh Husein dan Ario Hendarwan. Sing along kemudian jadi hal yang wajib dilakukan saat itu, semuanya menikmati karaoke masal dari lagu-lagu yang dibawakan seperti Hanya Kau, Berwisata, Konservatif, hingga Halo Beni. Suasana kala itu semakin manis saat sang pianis The Adams (hingga kini belum saya ketahui namanya) selalu melemparkan senyumnya ke arah penonton. Ah sial, saat itu saya berada di posisi yang sangat jauh darinya, itu saja sudah membuat saya bergetar.
<\/p>\n\n\n\n

Karena saya memarkir motor di luar area Kuningan City dan hanya dijaga sampai pukul 23:30, akhirnya kami pulang lebih cepat. Saat keluar venue saya memastikan tetap sebats dulu, mereview apa yang menarik terjadi di dalam sana. Saya lantas menarik kesimpulan bahwa dari pengalaman selama hampir tiga jam lebih menikmati konser tanpa rokok, tak terjadi apa-apa dari kami. Tak ada kekhawatiran berlebihan, perubahan mood karena tak merokok, atau keburukan lainnya. Semuanya sama saja dan normal-normal saja.
<\/p>\n\n\n\n

Hanya jika boleh memberi saran kepada pihak pengelola, perampasan rokok tentu mesti dipertimbangkan ulang. Sekali lagi rokok adalah produk legal dan mempunyai aturan yang sudah disepakati terkait pengkonsumsiannya. Lagian, saya kira para perokok sekarang juga sudah mulai tertib terhadap aturan dan tidak ingin merugikan terhadap yang lainnya.<\/p>\n","post_title":"Pengalaman Tiga Jam Lebih Menyaksikan Konser Musik Tanpa Asap Rokok","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"pengalaman-tiga-jam-lebih-menyaksikan-konser-musik-tanpa-asap-rokok","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-09-04 07:32:19","post_modified_gmt":"2019-09-04 00:32:19","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6017","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5993,"post_author":"919","post_date":"2019-08-25 12:09:00","post_date_gmt":"2019-08-25 05:09:00","post_content":"\n

Fenomena digital<\/a> saat ini memberi satu warna dalam dunia musik yaitu Low Identify Music atau yang populer disebut sebagai Lo Fi Music. Bagaimana bisa musik dengan irama seadanya bahkan dibuat dengan biaya yang sangat sederhana itu kini bisa populer dan digandrungi banyak orang. Tentu bukan hanya faktor algoritma youtube yang membuat anda tenggelam dalam iramanya. Namun memang Lo Fi cukup ampuh untuk menenangkan kalian dari segala keruwetan hidup.
<\/p>\n\n\n\n

Meski banyak yang bilang Lo Fi adalah musik saat ini, namun sejatinya dia adalah akulturasi dari segala perkembangan jaman. Sebelum youtube dan spotify ditemukan, Seorang David Mattis kemudian mengaransemen lagu \u2018My Song\u2019 yang dibawakan oleh Johnny Ace yang disebut-sebut oleh hotvox.co.uk<\/a><\/em> sebagai lagu Lo Fi pertama di dunia. David Mattis mengakui bahwa membuat lagu tersebut dengan budget minimal dan hanya dengan 15 menit waktu pekerjaan. Ajaibnya lagu tersebut kemudian memuncaki tangga teratas Billboard <\/em>R&B chart pada 1952.<\/p>\n\n\n\n

Baca: Dangdut Koplo, \u201cJalan Baru\u201d Musik Dangdut Indonesia<\/a><\/p>\n\n\n\n

Seiring perkembangan jaman, Lo Fi kemudian masuk ke dalam ranah hip hop. Bisa dikatakan, Lo Fi mulai mendapatkan modifikasi dan kemudian menjadi populer di kuping para pendengar. thenextwavechichago.com<\/a><\/em> menyebutkan bahwa ada andil musisi hip hop top saat itu. Mereka adalah nama besar seperti RZA, Madlib, and Wu-Tang, serta J Dilla. <\/p>\n\n\n\n

Di kemudian hari pria yang memiliki nama lengkap James Dewitt Yancey itulah yang justru berkibar dengan aliran Lo Fi hip hop. 
<\/p>\n\n\n\n

Perkembangan Lo Fi juga kemudian beriringan dengan tumbuhnya musik-musik Vaporwave yang lebih dikenal memiliki spirit perjuangan. Meski disebut-sebut oleh sebagian pihak sebagai musik sampah (karena dibuat dengan hanya meremake lagu klasik) namun Vaporwave hadir sebagai bentuk jengahnya anak muda terhadap budaya konsumerisme yang tengah tinggi di era 90 hingga 2000 awal. Musik Lo Fi dan Vaporwave memiliki rasa yang hampir sama serta dianggap oleh penikmatnya sebagai musik yang aestethic.\u00a0<\/p>\n\n\n\n

Baca: Memuja-muja Didi Kempot, Mengagung-agungkan Patah Hati<\/a><\/p>\n\n\n\n

Jauh dari tanah kelahiran hip hop di Amerika Serikat, ada seorang musisi cerdas bernama Jun Seba atau yang identitik dengan nama Nujabes. Boleh dibilang, dia yang membawa penulis mengeksplore lebih dalam tentang aliran musik lo fi hip hop. Nujabes dengan cepat menjadi terkenal karena produksinya yang unik. Suara musik yang khas, bernostalgia, dan pengaruh jazz yang memberikan atmosfer tersendiri secara kebetulan menciptakan gaya yang sangat sebanding dengan J Dilla.
<\/p>\n\n\n\n

Dua tokoh di atas kemudian memberikan inspirasi kepada kreator-kreator Lo Fi music selanjutnya. Jika berbicara tentang proses pembuatannya tentu dianggap sebagai sesuatu yang mudah. Musisi lokal seperti Mardial bahkan pernah memberikan tutorial lengkapnya hanya dalam waktu singkat lewat akun youtubenya. Cukup ambil sampel musik klasik, potong di beberapa bagian (agar tak melanggar hak cipta), padukan dengan beat hip hop, beri musik tersebut sentuhan efek hujan, maka boom! jadilah sebuah Lo Fi music. 
<\/p>\n\n\n\n

Tapi nyatanya membuat musik yang nikmat tak semudah itu, menentukan nada yang pas dan menjahitnya dalam alunan ritme yang menarik butuh pemahaman tentang musik. Walau\u00a0 Lo Fi music dianggap musik yang murah, namun alunannya cukup ampuh menemani waktu luangmu. Maka tak heran jika banyak ragam playlist Lo Fi di spotify dan youtube dengan judul-judul seperti lo fi hip hop\/chillhop\/jazzhop\/beats to relax\/beats to study atau yang lainnya.<\/p>\n\n\n\n

Baca: Iklan Djarum 76 dan Goyangan Sekretaris Cantik yang Tengah Naik Daun<\/a><\/p>\n\n\n\n

Lo Fi di era modern kini diidentikkan pula dengan sesuatu yang berbau Jepang seperti anime bahkan dorama-dorama klasik. Ragam playlist di atas tentu jika kalian putar maka memiliki gambar background seperti potongan gif film dari Studio Ghibli, Cowboy Bebop, hingga Neon Genesis Evangelion. Menurut musicthehangup.com<\/a>, penggabungan antara lo fi dan anime terinsipirasi juga dari Nujabes yang memang juga membuat soundtrack untuk anime top karya Shinji Obara. 
<\/p>\n\n\n\n

Nujabes dan J Dilla memang sudah terlebih dahulu meninggalkan kita. Walau demikian tunas-tunas muda banyak bertumbuhan. Karya-karya lo fi saat ini yang familiar di telinga para pendengarnya adalah Saib, Yungbae, Jinsang, Kudasai, Elijah Who, bahkan ada juga yang dari Indonesia yaitu Jordy Chandra, Icecream, dan PXZVC.
<\/p>\n\n\n\n

Musim hujan kini bakal mulai tiba di tanah air. Mulai awal September hingga mungkin karanya awal tahun depan hujan mulai turun dan membasahi tanah. Musim penghujan adalah waktu yang tepat untuk mendengarkan musik-musik Lo Fi. Siapkan earphone anda dan biarkan dirimu tenggelam rileks didalam alunannya.
<\/p>\n","post_title":"Tentang Lo Fi Music, Alunan Nada Sederhana Pemikat Sukma","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"tentang-lo-fi-music-alunan-nada-sederhana-pemikat-sukma","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-08-25 12:09:07","post_modified_gmt":"2019-08-25 05:09:07","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5993","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5946,"post_author":"919","post_date":"2019-08-11 12:28:00","post_date_gmt":"2019-08-11 05:28:00","post_content":"\n

Plastik itu berwarna hitam seperti layaknya plastik kebanyakan. Didalamnya ada seonggoh daging segar yang akan diberikan kepada mereka yang layak membutuhkan. Rutinitas ini setahun sekali adanya. Plastik hitam itu ditunggu-tunggu banyak orang. Plastik hitam itu juga akan dijamah oleh banyak tangan. Plastik hitam itu membawa saya kepada kenangan di waktu silam.
<\/p>\n\n\n\n

Sebagai seorang Muslim, Hari Raya Iduladha adalah satu hal yang dinanti-nanti. Ia merupakan hari raya kedua bagi umat Nabi Muhammad setelah Idulfitri. Ada peristiwa berbeda yang menandai hadirnya kedua hari sakral tersebut. Bicara soal Iduladha, beberapa ulama sepakat menyebut bahwa ini adalah lambang pengorbanan manusia kepada sosial dan Tuhannya.
<\/p>\n\n\n\n

Maka lumrah jika jelang dan setelah menunaikan sholat Iduladha, ada banyak daging yang dihidangkan secara gratis untuk seluruh kalangan (meski yang diutamakan adalah kaum papa). Sebelum daging itu dibagikan, secara kolektif warga satu wilayah akan bersama-sama memotong hewan yang diwajibkan untuk dikurbankan yaitu sapi, kambing, domba, hingga onta. Hewan-hewan tersebut juga merupakan hasil sumbangan dari para penderma, baik itu individu atau memang yang dikumpulkan secara bersama-sama.
<\/p>\n\n\n\n

Momen inilah yang memang saya rindukan, ketika Iduladha tiba, bayangan saya langsung jauh menuju memori di masa kecil. Kala itu kami sibuk menghitung hewan yang sudah dikumpulkan di area masjid. Saya bersama teman-teman juga bermain dengan hewan itu dan sesekali bercanda dengannya. Saat hewan itu hendak disembelih, kami juga sedikit mengintip-ngintip (melihat proses penyembelihan) karena (kadang) tak tega melihat mereka direnggut nyawanya.
<\/p>\n\n\n\n

Momen-momen bermain di masjid saat hari raya memang satu hal yang indah dan mahal. Jika kami dulu di kampung memang sudah sering berinteraksi satu sama lain, maka di momen hari raya ikatan itu semakin dikuatkan. Mungkin juga di kota, meski tak punya intensitas yang cukup lebih (dalam berinteraksi sesama warga) seperti di kampung, namun jika hari raya tiba semuanya mau tak mau harus saling menyapa dan berkumpul. Semuanya berkumpul hingga malam tiba, berkumpul di depan api dan asap, serta tusukan sate daging yang sangat lezat untuk disantap.
<\/p>\n\n\n\n

Memori lainnya yang masih diingat adalah saat kami mulai mengamati potongan daging yang masih bergerak-gerak. Rupanya itu adalah denyut otot yang masih tetap bekerja meski hewan tersebut sudah tak lagi bernyawa. Ada lagi, kami mengamati betul hewan-hewan yang dikuliti, takjub memang dengan orang dewasa yang mahir melakukannya saat itu. Kulit tersebut kemudian kadang kami perebutkan, meski tak tahu akan hendak digunakan untuk apa nantinya.
<\/p>\n\n\n\n

Bermain-main dengan kepala kambing memang satu hal yang lucu saat kecil dahulu. Terkadang kami mengibaratkan tanduknya sebagai setang sepeda lalu membawanya sambil berlarian. Kadang juga kami merasa kebauan akibat bermain terlalu dekat dengan lubang tempat darah dan isi perut hewan yang sudah disembelih. Tapi ada satu yang unik, waktu kecil kami juga berebut mengambil torpedo hewan kurban. Rupanya rasanya nikmat dan memang tak ada gejala apa-apa setelah memakan itu, namun katanya kalau dimakan saat umur sudah dewasa maka reaksinya akan berbeda, entahlah.
<\/p>\n\n\n\n

Bicara Iduladha adalah soal lebaran di daerah perantauan. Bagi mereka yang merantau, momen lebaran idul adha biasanya dihabiskan bukan di kampung halaman. Tentu banyak faktor, mulai dari materi dan efisiensi waktu mengingat hari liburnya yang tak sebanyak Idulfitri. Tapi rupanya diciptakan dua hari raya bagi umat muslim rasanya memang lengkap (bagi anak rantau), satu untuk dirayakan bersama sanak famili di kampung, satunya lagi bersama tetangga dan rekan kerja di perantauan.
<\/p>\n\n\n\n

Maka memori anak-anak (dari mereka yang orangtuanya adalah perantauan) adalah soal bermain dengan tetangga komplek serta sekitarnya. Tak sedikit juga yang berkumpul di sekolah untuk merayakan bakar sate dan memakannya bersama-sama. Pada akhirnya memori tentang kisah kecil kita adalah suatu landasan, agar apabila suatu saat mulai jauh dari ajaran agama, kita diingatkan lagi tentang indahnya masa kecil yang kerap selalu mewah dengan momen perayaan ajaran tuhan.
<\/p>\n\n\n\n

Dari plastik hitam itu aku mengingat masa kecilku, dan dari ingatan masa kecil aku mengingat diriku yang ternyata kini kian jauh dari Tuhan.<\/p>\n","post_title":"Ingatan Masa Kecil dalam Seonggok Daging Iduladha","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"ingatan-masa-kecil-dalam-seonggok-daging-iduladha","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-08-11 12:28:07","post_modified_gmt":"2019-08-11 05:28:07","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5946","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5933,"post_author":"919","post_date":"2019-08-05 13:39:32","post_date_gmt":"2019-08-05 06:39:32","post_content":"\n

Musik adalah bagian dari kehidupan. Setiap alunannya menjadi warna yang saling menari mengikuti jejak langkah kehidupan. Sejak kecil irama musik mulai diperkenalkan orang tua hingga dewasa kita mulai mengenal musik dengan pemikiran sendiri. Musik menjadi teman setia manusa dalam berproses, baik jika akhirnya gagal atau mendulang kesukasesan.
<\/p>\n\n\n\n

Maka benar kata Bob Marley yang menyebut bahwa satu hal yang baik tentang musik adalah ketika itu menyentuh anda tidak akan ada rasa sakit (secara harfiah). Musik menjadi legitimasi perasaan yang tertaut dengan momen, menjadi irama pendamping saat satu peristiwa terjadi. 
<\/p>\n\n\n\n

Era digital seperti sekarang ini kita diperkenalkan dengan berbagai platform pemutar musik secara online dan yang paling banyak digunakan saat ini adalah Spotify. Anda bisa mendengarkan musik secara berbayar dengan profit kualitas suara yang jernih dan tentu membuat playlist idamanmu! playlist ini yang nantinya bisa anda bagikan di sosial media atau langsung ke whatsapp temanmu, hingga pacarmu.
<\/p>\n\n\n\n

Tentu kami juga punya pilihan lagu yang layak anda perdengarkan. Minggu ini kami merangkum lima lagu yang cocok anda dengarkan untuk menemani beraktivitas. Berikut lima lagu tersebut.
<\/p>\n\n\n\n

Selamat Pagi - Ran
<\/h2>\n\n\n\n

Nyaris tak ada yang memungkiri kalau Senin Pagi adalah sesuatu yang menjemukan. Kalau sudah begini dibutuhkan lagu yang tepat untuk mengawali aktifitas anda. Kami rekomendasikan lagu ini yang terdengar catchy agar menjadi mood booster bagi kalian yang masih terikat oleh hawa-hawa libur akhir pekan.
<\/p>\n\n\n\n

Wong Edan Kuwi Bebas - Shodiq Monata
<\/h2>\n\n\n\n

Yoooo! lagu-lagu dangdut memang sangat dibutuhkan ketika irama aktivitas anda mulai meningkat. Lagu ini memiliki beat yang cukup kencang diiringi dengan irama koplo yang siap membuat anda untuk bergoyang. Persetan dengan segala kemacetan hingga marahan dari atasan, Wong Edan Kuwi Bebas!
<\/p>\n\n\n\n

Sulung - Kunto Aji
<\/h2>\n\n\n\n

Kadang apa yang kita harapkan tak sesuai hasil yang didapatkan. Ekspektasi berlebihan membuatmu menjadi lupa pada jati diri, jika gagal maka berpotensi untuk tak percaya diri dan jika sukses bukan tak mungkin akan semakin menyombongkan diri. Karena kata Kunto Aji yang sebaiknya kau jaga adalah dirimu sendiri.
<\/p>\n\n\n\n

This Girl - Kungs
<\/h2>\n\n\n\n

Kalau Jumat malam sudah tiba maka waktunya untuk bersenang-senang! segera hubungi sahabat atau kekasih anda. Kongkow di kedai kopi atau berajojing ria juga pun tak masalah. Adakalanya anda butuh melepaskan penat, goyang badanmu dan nikmati dentuman musiknya.
<\/p>\n\n\n\n

Rotterdam (Or Anywhere) - The Beautiful South
<\/h2>\n\n\n\n

Sabtu dan Minggu waktunya jalan-jalan! kalau punya uang dan waktu ada baiknya berkunjung ke luar kota, namun jika budget terbatas maka kendarai motormu atau gunakan kendaraan umum lalu main ke rumah temanmu bisa jadi solusi. Tak peduli apa pun tempat yang anda kunjungi asal itu membahagiakan, benar kan?<\/p>\n","post_title":"Playlist Spotify Mantap Minggu Ini untuk Kalian Para Perokok Keren","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"playlist-spotify-mantap-minggu-ini-untuk-kalian-para-perokok-keren","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-08-05 13:39:39","post_modified_gmt":"2019-08-05 06:39:39","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5933","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5889,"post_author":"919","post_date":"2019-07-29 16:13:48","post_date_gmt":"2019-07-29 09:13:48","post_content":"\n

Upaya mengejar cinta selalu menghadirkan satu masalah yaitu patah hati. Jika bicara soal peluang bakal menghadapi masalah tersebut, maka persentasinya adalah 50:50. Potensinya sudah bisa membesar sejak awal anda mencoba untuk berkenalan dengan sosok idaman. Jika salah langkah, sudah pasti si dia bakal menjauh, andai pun langkah awal sudah tepat tapi threatmennya pendekatannya salah, siap-siap kalimat \u2018maaf kita ga cocok\u2019<\/em> akan anda dapatkan.\u00a0
<\/p>\n\n\n\n

Kalau sudah patah hati rasanya memang ribet. Rendang yang katanya dijadikan makanan terenak di dunia pun rasanya seperti daging gosong. Mau beraktifitas juga susah, karena isinya hanya meratap dan merenungi. Diajak teman main game <\/em>juga tak maksimal, apalagi kongkow-kongkow sampai subuh. Kalau sudah begini tak boleh buru-buru larut dalam kesedihan, musik bisa jadi obat ampuh untuk menenangkannya. 
<\/p>\n\n\n\n

Musik memang soal selera, ada yang ingin lagu agak ngebeat <\/em>biar adrenalinennya naik. Ada yang memutar lagi jazz supaya lebih tenang, musik dangdut biar oaoe<\/em>, hingga lagu indie biar terkesan indies (ealaahhh). Akan tetapi ada satu tren belakangan ini, patah hati dan mendengarkan lagu-lagu yang dinyanyikan oleh Didi Kempot.
<\/p>\n\n\n\n

Sosok yang memulai karier berseni sebagai musisi jalanan tersebut kini lagi digandrungi anak muda. Mereka menyebutnya sebagai Sadbois atau Sadgirls, mengagung-mengagungkan patah hati, merayakan kesedihan, dan Didi Kempot yang secara lelucon mereka sebut Lord, hadir memaksimalkan euforia tersebut. Satu lagu, dua lagu, tiga lagu, kalimat seperti \u2018Bajingan kowe dek!\u2019 mulai terlontar dari mulut-mulut penikmat lagu-lagu Didi Kempot.
<\/p>\n\n\n\n

Saya dan mungkin juga kalian sejatinya sudah cukup lama mendengar lagu-lagu Didi Kempot, mungkin sejak SD. Saat umur belum dua angka seperti saat ini, Didi Kempot mungkin hanya saya sebut sebagai musisi yang beraliran Campursari (meski memang benar seperti itu). Namun, ketika umur kian bertambah, Didi Kempot rupanya jauh lebih besar dari itu. Bisa jadi dia adalah representasi dari diksi patah hati itu sendiri.
<\/p>\n\n\n\n

Lagu Sewu Kutho misalnya, saya anggap sebagai lagu patah hati terhebat yang pernah ia buat. Bagaimana rasa rindu, sakit, dan keikhlasan menyatu menjadi satu dalam sebuah lagu. Bahkan doa juga ia sematkan kepada orang yang disayang, agar hidup dia yang dicinta hidup lebih bahagia daripada dirinya. Meski sebenarnya dalam lagu tersebut ada pertentangan lain dalam dirinya yang masih tak bisa ia atasi, ia masih ingin bertemu dengan yang dicinta dengan cara apapun.
<\/p>\n\n\n\n

Pamer Bojo adalah selanjutnya, ia hadir tepat di saat anak muda sedang mengalami tren nikah dini. Saat usia muda memang perasaan dan cinta sedang berkecamuknya, lalu dihadapkan dengan permasalahan yang cukup pelik dalam asmara yaitu ditinggal nikah. Lagu Pamer Bojo adalah solusinya, meski dalam liriknya ada pesan bahwa kita memang tidak pernah siap melihat yang dicinta menikah dengan orang lain. 
<\/p>\n\n\n\n

\u201cNeng opo seneng aku yen mung gawe laraku<\/em><\/p>\n\n\n\n

Pamer bojo anyar neng ngarepku\u201d<\/em>
<\/p>\n\n\n\n

Bagi saya musik memiliki kekuatan hebat walau memiliki tembok bernama bahasa. Hanya musisi hebat yang mampu menembus dinding-dinding itu. Didi Kempot adalah salah satunya, ia mampu membuat orang yang bukan bersuku Jawa bisa menikmati lagunya. Ini sebuah kemajuan dalam berkebudayaan, bahwa suku dan bangsa lain bisa saling menerima karya dari golongan lain. Sesuatu yang saat kini benar-benar kita butuhkan bukan setelah kontestasi politik yang melibatkan sentimen suku, agama, ras, dan antargolongan.
<\/p>\n\n\n\n

Didi Kempot memang sedang naik daun dan kini namanya lagi disebut-sebut di banyak penjuru di ibu kota. Ketakutan saya adalah akan seberapa lama tren ini berlanjut, mengingat tak banyak yang bisa bertahan lama di Jakarta. Akan tetapi pikiran tersebut saya rasa salah, Didi Kempot boleh saja naik daun dan tiba-tiba hilang di Jakarta, akan tetapi karya dan dirinya tetap abadi di Indonesia. Karena yang membuat Didi Kempot agung adalah kita yang selalu kekanak-kanakan menghadapi masalah patah hati. <\/p>\n","post_title":"Memuja-muja Didi Kempot, Mengagung-agungkan Patah Hati","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"memuja-muja-didi-kempot-mengagung-agungkan-patah-hati","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-07-29 16:13:56","post_modified_gmt":"2019-07-29 09:13:56","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5889","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5862,"post_author":"919","post_date":"2019-07-14 12:50:58","post_date_gmt":"2019-07-14 05:50:58","post_content":"\n

Musim haji kini telah tiba. Diperkirakan jutaan orang kini telah memadati Masjidil Haram di Mekkah, Arab Saudi untuk memenuhi salah satu rukun Islam tiap tahunnya. Ritual suci ini menjadi salah satu impian bagi tiap umat muslim di seluruh dunia dan tak seluruhnya bisa melaksanakannya. 
<\/p>\n\n\n\n

Walau demikian musim haji di Indonesia tak pernah sepi peminat. Menko Perekonomian Darmin Nasution memperkirakan jumlah jamaah haji Indonesia akan mencapai 4,34 juta jiwa pada 2019. Per hari ini (14\/7\/2019) jumlah jemaah diperkirakan sudah mencapai 47.983 orang yang sudah berdatangan ke Madinah. 
<\/p>\n\n\n\n

Ada-ada saja memang kelakuan masyarakat Indonesia ketika berkunjung ke luar negeri terutama untuk ibadah haji yang memakan waktu hingga satu bulan. Ada kisah para peserta membawa makanan khas daerah masing-masing karena takut tak bisa menyesuaikan dengan kudapan di sana. Ada yang membawa sambal, jengkol, ikan teri, padahal pihak penyelenggara sudah menyediakan makanan yang sesuai dengan lidah mereka.
<\/p>\n\n\n\n

Salah satu kebiasaan masyarakat Indonesia adalah merokok dan tradisi tersebut sudah mengakar sejak lama. Cita rasa kretek yang kuat dengan campuran cengkeh membuat masyarakat kita sulit menikmati produk rokok asing. Maka dengan demikian ketika bepergian ke luar negeri membawa rokok dari Indonesia adalah hal yang nampaknya sudah jadi kebiasaan. Sejatinya hal tersebut tak bisa dikatakan sebagai aktivitas ilegal, karena mereka membawa rokok lokal untuk dikonsumsi pribadi dan bukan untuk dijual.
<\/p>\n\n\n\n

Pemerintah sejatinya sudah mengakomodasi kebutuhan para perokok yang sedang menjadi peserta haji. Kemudahan itu adalah dengan memperbolehkan jamaah haji membawa rokok maksimal 200 batang untuk dibawa ke tanah suci. Jika berlebih, maka siap-siap untuk diamankan dan disita. Akibat informasi yang kadang tak menyeluruh, kadang masih ada saja rokok yang disita. Tribun Jabar misalnya memberitakan bahwa sehari ada sekitar 200 batang rokok yang disita oleh pihak bea dan cukai.
<\/p>\n\n\n\n

Peraturan memang ada untuk dipatuhi dan diikuti, sebagai perokok tentu hal tersebut tak boleh dihiraukan. Ada baiknya untuk mengikuti prosedur yang sudah diterapkan agar ibadah haji semakin nyaman. Tentu ijin boleh membawa rokok sebanyak 200 batang sudah cukup mengakomodir kebutuhan para perokok. Jika dihitung dalam 40 hari maka dalam satu hari satu jamaah haji bisa mengisap lima batang tentu pas jika kita anggap setiap sehabis sholat menghisap satu batang rokok. Tentu paduan yang sempurna antara ibadah dan kebiasaan merokok. 
<\/p>\n\n\n\n

Ada cara lain untuk mengakali peraturan tersebut, salah satunya adalah dengan menitip kepada anggota keluarga lain. Tentu cara ini sebenarnya tidak bermasalah karena setiap orang punya hak untuk membawa 200 batang rokok. Cara ini nampaknya cukup ampuh dan sudah dilakukan oleh beberapa jamaah haji. Asalkan rokok yang dibawa tentu hanya untuk kebutuhan pribadi, bukan untuk dijual kembali di sana. 
<\/p>\n\n\n\n

Pada akhirnya ibadah harus menjadi petimbangan utama saat ke tanah suci. Mengenai barang bawaan yang sudah diatur harus betul-betul diperhatikan. Toh rokok bukan barang yang bercandu sehingga kebiasaan merokok pun masih bisa diatasi ketika di tanah suci.
<\/p>\n","post_title":"Hal yang Perlu Diperhatikan Perokok Saat Berangkat Haji","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"hal-yang-perlu-diperhatikan-perokok-saat-berangkat-haji","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-07-14 12:51:04","post_modified_gmt":"2019-07-14 05:51:04","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5862","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":7},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"epic_block_3"};

\n

Baca: Smoker Traveller: Hero Coffe Kota Tua Semarang<\/a><\/p>\n\n\n\n

The Adams sebagai band ketiga yang tampil lalu datang meneduhkan suasana. Betul, penonton langsung terbuai saat itu oleh suara yang beradu-adu antara Saleh Husein dan Ario Hendarwan. Sing along kemudian jadi hal yang wajib dilakukan saat itu, semuanya menikmati karaoke masal dari lagu-lagu yang dibawakan seperti Hanya Kau, Berwisata, Konservatif, hingga Halo Beni. Suasana kala itu semakin manis saat sang pianis The Adams (hingga kini belum saya ketahui namanya) selalu melemparkan senyumnya ke arah penonton. Ah sial, saat itu saya berada di posisi yang sangat jauh darinya, itu saja sudah membuat saya bergetar.
<\/p>\n\n\n\n

Karena saya memarkir motor di luar area Kuningan City dan hanya dijaga sampai pukul 23:30, akhirnya kami pulang lebih cepat. Saat keluar venue saya memastikan tetap sebats dulu, mereview apa yang menarik terjadi di dalam sana. Saya lantas menarik kesimpulan bahwa dari pengalaman selama hampir tiga jam lebih menikmati konser tanpa rokok, tak terjadi apa-apa dari kami. Tak ada kekhawatiran berlebihan, perubahan mood karena tak merokok, atau keburukan lainnya. Semuanya sama saja dan normal-normal saja.
<\/p>\n\n\n\n

Hanya jika boleh memberi saran kepada pihak pengelola, perampasan rokok tentu mesti dipertimbangkan ulang. Sekali lagi rokok adalah produk legal dan mempunyai aturan yang sudah disepakati terkait pengkonsumsiannya. Lagian, saya kira para perokok sekarang juga sudah mulai tertib terhadap aturan dan tidak ingin merugikan terhadap yang lainnya.<\/p>\n","post_title":"Pengalaman Tiga Jam Lebih Menyaksikan Konser Musik Tanpa Asap Rokok","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"pengalaman-tiga-jam-lebih-menyaksikan-konser-musik-tanpa-asap-rokok","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-09-04 07:32:19","post_modified_gmt":"2019-09-04 00:32:19","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6017","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5993,"post_author":"919","post_date":"2019-08-25 12:09:00","post_date_gmt":"2019-08-25 05:09:00","post_content":"\n

Fenomena digital<\/a> saat ini memberi satu warna dalam dunia musik yaitu Low Identify Music atau yang populer disebut sebagai Lo Fi Music. Bagaimana bisa musik dengan irama seadanya bahkan dibuat dengan biaya yang sangat sederhana itu kini bisa populer dan digandrungi banyak orang. Tentu bukan hanya faktor algoritma youtube yang membuat anda tenggelam dalam iramanya. Namun memang Lo Fi cukup ampuh untuk menenangkan kalian dari segala keruwetan hidup.
<\/p>\n\n\n\n

Meski banyak yang bilang Lo Fi adalah musik saat ini, namun sejatinya dia adalah akulturasi dari segala perkembangan jaman. Sebelum youtube dan spotify ditemukan, Seorang David Mattis kemudian mengaransemen lagu \u2018My Song\u2019 yang dibawakan oleh Johnny Ace yang disebut-sebut oleh hotvox.co.uk<\/a><\/em> sebagai lagu Lo Fi pertama di dunia. David Mattis mengakui bahwa membuat lagu tersebut dengan budget minimal dan hanya dengan 15 menit waktu pekerjaan. Ajaibnya lagu tersebut kemudian memuncaki tangga teratas Billboard <\/em>R&B chart pada 1952.<\/p>\n\n\n\n

Baca: Dangdut Koplo, \u201cJalan Baru\u201d Musik Dangdut Indonesia<\/a><\/p>\n\n\n\n

Seiring perkembangan jaman, Lo Fi kemudian masuk ke dalam ranah hip hop. Bisa dikatakan, Lo Fi mulai mendapatkan modifikasi dan kemudian menjadi populer di kuping para pendengar. thenextwavechichago.com<\/a><\/em> menyebutkan bahwa ada andil musisi hip hop top saat itu. Mereka adalah nama besar seperti RZA, Madlib, and Wu-Tang, serta J Dilla. <\/p>\n\n\n\n

Di kemudian hari pria yang memiliki nama lengkap James Dewitt Yancey itulah yang justru berkibar dengan aliran Lo Fi hip hop. 
<\/p>\n\n\n\n

Perkembangan Lo Fi juga kemudian beriringan dengan tumbuhnya musik-musik Vaporwave yang lebih dikenal memiliki spirit perjuangan. Meski disebut-sebut oleh sebagian pihak sebagai musik sampah (karena dibuat dengan hanya meremake lagu klasik) namun Vaporwave hadir sebagai bentuk jengahnya anak muda terhadap budaya konsumerisme yang tengah tinggi di era 90 hingga 2000 awal. Musik Lo Fi dan Vaporwave memiliki rasa yang hampir sama serta dianggap oleh penikmatnya sebagai musik yang aestethic.\u00a0<\/p>\n\n\n\n

Baca: Memuja-muja Didi Kempot, Mengagung-agungkan Patah Hati<\/a><\/p>\n\n\n\n

Jauh dari tanah kelahiran hip hop di Amerika Serikat, ada seorang musisi cerdas bernama Jun Seba atau yang identitik dengan nama Nujabes. Boleh dibilang, dia yang membawa penulis mengeksplore lebih dalam tentang aliran musik lo fi hip hop. Nujabes dengan cepat menjadi terkenal karena produksinya yang unik. Suara musik yang khas, bernostalgia, dan pengaruh jazz yang memberikan atmosfer tersendiri secara kebetulan menciptakan gaya yang sangat sebanding dengan J Dilla.
<\/p>\n\n\n\n

Dua tokoh di atas kemudian memberikan inspirasi kepada kreator-kreator Lo Fi music selanjutnya. Jika berbicara tentang proses pembuatannya tentu dianggap sebagai sesuatu yang mudah. Musisi lokal seperti Mardial bahkan pernah memberikan tutorial lengkapnya hanya dalam waktu singkat lewat akun youtubenya. Cukup ambil sampel musik klasik, potong di beberapa bagian (agar tak melanggar hak cipta), padukan dengan beat hip hop, beri musik tersebut sentuhan efek hujan, maka boom! jadilah sebuah Lo Fi music. 
<\/p>\n\n\n\n

Tapi nyatanya membuat musik yang nikmat tak semudah itu, menentukan nada yang pas dan menjahitnya dalam alunan ritme yang menarik butuh pemahaman tentang musik. Walau\u00a0 Lo Fi music dianggap musik yang murah, namun alunannya cukup ampuh menemani waktu luangmu. Maka tak heran jika banyak ragam playlist Lo Fi di spotify dan youtube dengan judul-judul seperti lo fi hip hop\/chillhop\/jazzhop\/beats to relax\/beats to study atau yang lainnya.<\/p>\n\n\n\n

Baca: Iklan Djarum 76 dan Goyangan Sekretaris Cantik yang Tengah Naik Daun<\/a><\/p>\n\n\n\n

Lo Fi di era modern kini diidentikkan pula dengan sesuatu yang berbau Jepang seperti anime bahkan dorama-dorama klasik. Ragam playlist di atas tentu jika kalian putar maka memiliki gambar background seperti potongan gif film dari Studio Ghibli, Cowboy Bebop, hingga Neon Genesis Evangelion. Menurut musicthehangup.com<\/a>, penggabungan antara lo fi dan anime terinsipirasi juga dari Nujabes yang memang juga membuat soundtrack untuk anime top karya Shinji Obara. 
<\/p>\n\n\n\n

Nujabes dan J Dilla memang sudah terlebih dahulu meninggalkan kita. Walau demikian tunas-tunas muda banyak bertumbuhan. Karya-karya lo fi saat ini yang familiar di telinga para pendengarnya adalah Saib, Yungbae, Jinsang, Kudasai, Elijah Who, bahkan ada juga yang dari Indonesia yaitu Jordy Chandra, Icecream, dan PXZVC.
<\/p>\n\n\n\n

Musim hujan kini bakal mulai tiba di tanah air. Mulai awal September hingga mungkin karanya awal tahun depan hujan mulai turun dan membasahi tanah. Musim penghujan adalah waktu yang tepat untuk mendengarkan musik-musik Lo Fi. Siapkan earphone anda dan biarkan dirimu tenggelam rileks didalam alunannya.
<\/p>\n","post_title":"Tentang Lo Fi Music, Alunan Nada Sederhana Pemikat Sukma","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"tentang-lo-fi-music-alunan-nada-sederhana-pemikat-sukma","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-08-25 12:09:07","post_modified_gmt":"2019-08-25 05:09:07","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5993","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5946,"post_author":"919","post_date":"2019-08-11 12:28:00","post_date_gmt":"2019-08-11 05:28:00","post_content":"\n

Plastik itu berwarna hitam seperti layaknya plastik kebanyakan. Didalamnya ada seonggoh daging segar yang akan diberikan kepada mereka yang layak membutuhkan. Rutinitas ini setahun sekali adanya. Plastik hitam itu ditunggu-tunggu banyak orang. Plastik hitam itu juga akan dijamah oleh banyak tangan. Plastik hitam itu membawa saya kepada kenangan di waktu silam.
<\/p>\n\n\n\n

Sebagai seorang Muslim, Hari Raya Iduladha adalah satu hal yang dinanti-nanti. Ia merupakan hari raya kedua bagi umat Nabi Muhammad setelah Idulfitri. Ada peristiwa berbeda yang menandai hadirnya kedua hari sakral tersebut. Bicara soal Iduladha, beberapa ulama sepakat menyebut bahwa ini adalah lambang pengorbanan manusia kepada sosial dan Tuhannya.
<\/p>\n\n\n\n

Maka lumrah jika jelang dan setelah menunaikan sholat Iduladha, ada banyak daging yang dihidangkan secara gratis untuk seluruh kalangan (meski yang diutamakan adalah kaum papa). Sebelum daging itu dibagikan, secara kolektif warga satu wilayah akan bersama-sama memotong hewan yang diwajibkan untuk dikurbankan yaitu sapi, kambing, domba, hingga onta. Hewan-hewan tersebut juga merupakan hasil sumbangan dari para penderma, baik itu individu atau memang yang dikumpulkan secara bersama-sama.
<\/p>\n\n\n\n

Momen inilah yang memang saya rindukan, ketika Iduladha tiba, bayangan saya langsung jauh menuju memori di masa kecil. Kala itu kami sibuk menghitung hewan yang sudah dikumpulkan di area masjid. Saya bersama teman-teman juga bermain dengan hewan itu dan sesekali bercanda dengannya. Saat hewan itu hendak disembelih, kami juga sedikit mengintip-ngintip (melihat proses penyembelihan) karena (kadang) tak tega melihat mereka direnggut nyawanya.
<\/p>\n\n\n\n

Momen-momen bermain di masjid saat hari raya memang satu hal yang indah dan mahal. Jika kami dulu di kampung memang sudah sering berinteraksi satu sama lain, maka di momen hari raya ikatan itu semakin dikuatkan. Mungkin juga di kota, meski tak punya intensitas yang cukup lebih (dalam berinteraksi sesama warga) seperti di kampung, namun jika hari raya tiba semuanya mau tak mau harus saling menyapa dan berkumpul. Semuanya berkumpul hingga malam tiba, berkumpul di depan api dan asap, serta tusukan sate daging yang sangat lezat untuk disantap.
<\/p>\n\n\n\n

Memori lainnya yang masih diingat adalah saat kami mulai mengamati potongan daging yang masih bergerak-gerak. Rupanya itu adalah denyut otot yang masih tetap bekerja meski hewan tersebut sudah tak lagi bernyawa. Ada lagi, kami mengamati betul hewan-hewan yang dikuliti, takjub memang dengan orang dewasa yang mahir melakukannya saat itu. Kulit tersebut kemudian kadang kami perebutkan, meski tak tahu akan hendak digunakan untuk apa nantinya.
<\/p>\n\n\n\n

Bermain-main dengan kepala kambing memang satu hal yang lucu saat kecil dahulu. Terkadang kami mengibaratkan tanduknya sebagai setang sepeda lalu membawanya sambil berlarian. Kadang juga kami merasa kebauan akibat bermain terlalu dekat dengan lubang tempat darah dan isi perut hewan yang sudah disembelih. Tapi ada satu yang unik, waktu kecil kami juga berebut mengambil torpedo hewan kurban. Rupanya rasanya nikmat dan memang tak ada gejala apa-apa setelah memakan itu, namun katanya kalau dimakan saat umur sudah dewasa maka reaksinya akan berbeda, entahlah.
<\/p>\n\n\n\n

Bicara Iduladha adalah soal lebaran di daerah perantauan. Bagi mereka yang merantau, momen lebaran idul adha biasanya dihabiskan bukan di kampung halaman. Tentu banyak faktor, mulai dari materi dan efisiensi waktu mengingat hari liburnya yang tak sebanyak Idulfitri. Tapi rupanya diciptakan dua hari raya bagi umat muslim rasanya memang lengkap (bagi anak rantau), satu untuk dirayakan bersama sanak famili di kampung, satunya lagi bersama tetangga dan rekan kerja di perantauan.
<\/p>\n\n\n\n

Maka memori anak-anak (dari mereka yang orangtuanya adalah perantauan) adalah soal bermain dengan tetangga komplek serta sekitarnya. Tak sedikit juga yang berkumpul di sekolah untuk merayakan bakar sate dan memakannya bersama-sama. Pada akhirnya memori tentang kisah kecil kita adalah suatu landasan, agar apabila suatu saat mulai jauh dari ajaran agama, kita diingatkan lagi tentang indahnya masa kecil yang kerap selalu mewah dengan momen perayaan ajaran tuhan.
<\/p>\n\n\n\n

Dari plastik hitam itu aku mengingat masa kecilku, dan dari ingatan masa kecil aku mengingat diriku yang ternyata kini kian jauh dari Tuhan.<\/p>\n","post_title":"Ingatan Masa Kecil dalam Seonggok Daging Iduladha","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"ingatan-masa-kecil-dalam-seonggok-daging-iduladha","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-08-11 12:28:07","post_modified_gmt":"2019-08-11 05:28:07","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5946","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5933,"post_author":"919","post_date":"2019-08-05 13:39:32","post_date_gmt":"2019-08-05 06:39:32","post_content":"\n

Musik adalah bagian dari kehidupan. Setiap alunannya menjadi warna yang saling menari mengikuti jejak langkah kehidupan. Sejak kecil irama musik mulai diperkenalkan orang tua hingga dewasa kita mulai mengenal musik dengan pemikiran sendiri. Musik menjadi teman setia manusa dalam berproses, baik jika akhirnya gagal atau mendulang kesukasesan.
<\/p>\n\n\n\n

Maka benar kata Bob Marley yang menyebut bahwa satu hal yang baik tentang musik adalah ketika itu menyentuh anda tidak akan ada rasa sakit (secara harfiah). Musik menjadi legitimasi perasaan yang tertaut dengan momen, menjadi irama pendamping saat satu peristiwa terjadi. 
<\/p>\n\n\n\n

Era digital seperti sekarang ini kita diperkenalkan dengan berbagai platform pemutar musik secara online dan yang paling banyak digunakan saat ini adalah Spotify. Anda bisa mendengarkan musik secara berbayar dengan profit kualitas suara yang jernih dan tentu membuat playlist idamanmu! playlist ini yang nantinya bisa anda bagikan di sosial media atau langsung ke whatsapp temanmu, hingga pacarmu.
<\/p>\n\n\n\n

Tentu kami juga punya pilihan lagu yang layak anda perdengarkan. Minggu ini kami merangkum lima lagu yang cocok anda dengarkan untuk menemani beraktivitas. Berikut lima lagu tersebut.
<\/p>\n\n\n\n

Selamat Pagi - Ran
<\/h2>\n\n\n\n

Nyaris tak ada yang memungkiri kalau Senin Pagi adalah sesuatu yang menjemukan. Kalau sudah begini dibutuhkan lagu yang tepat untuk mengawali aktifitas anda. Kami rekomendasikan lagu ini yang terdengar catchy agar menjadi mood booster bagi kalian yang masih terikat oleh hawa-hawa libur akhir pekan.
<\/p>\n\n\n\n

Wong Edan Kuwi Bebas - Shodiq Monata
<\/h2>\n\n\n\n

Yoooo! lagu-lagu dangdut memang sangat dibutuhkan ketika irama aktivitas anda mulai meningkat. Lagu ini memiliki beat yang cukup kencang diiringi dengan irama koplo yang siap membuat anda untuk bergoyang. Persetan dengan segala kemacetan hingga marahan dari atasan, Wong Edan Kuwi Bebas!
<\/p>\n\n\n\n

Sulung - Kunto Aji
<\/h2>\n\n\n\n

Kadang apa yang kita harapkan tak sesuai hasil yang didapatkan. Ekspektasi berlebihan membuatmu menjadi lupa pada jati diri, jika gagal maka berpotensi untuk tak percaya diri dan jika sukses bukan tak mungkin akan semakin menyombongkan diri. Karena kata Kunto Aji yang sebaiknya kau jaga adalah dirimu sendiri.
<\/p>\n\n\n\n

This Girl - Kungs
<\/h2>\n\n\n\n

Kalau Jumat malam sudah tiba maka waktunya untuk bersenang-senang! segera hubungi sahabat atau kekasih anda. Kongkow di kedai kopi atau berajojing ria juga pun tak masalah. Adakalanya anda butuh melepaskan penat, goyang badanmu dan nikmati dentuman musiknya.
<\/p>\n\n\n\n

Rotterdam (Or Anywhere) - The Beautiful South
<\/h2>\n\n\n\n

Sabtu dan Minggu waktunya jalan-jalan! kalau punya uang dan waktu ada baiknya berkunjung ke luar kota, namun jika budget terbatas maka kendarai motormu atau gunakan kendaraan umum lalu main ke rumah temanmu bisa jadi solusi. Tak peduli apa pun tempat yang anda kunjungi asal itu membahagiakan, benar kan?<\/p>\n","post_title":"Playlist Spotify Mantap Minggu Ini untuk Kalian Para Perokok Keren","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"playlist-spotify-mantap-minggu-ini-untuk-kalian-para-perokok-keren","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-08-05 13:39:39","post_modified_gmt":"2019-08-05 06:39:39","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5933","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5889,"post_author":"919","post_date":"2019-07-29 16:13:48","post_date_gmt":"2019-07-29 09:13:48","post_content":"\n

Upaya mengejar cinta selalu menghadirkan satu masalah yaitu patah hati. Jika bicara soal peluang bakal menghadapi masalah tersebut, maka persentasinya adalah 50:50. Potensinya sudah bisa membesar sejak awal anda mencoba untuk berkenalan dengan sosok idaman. Jika salah langkah, sudah pasti si dia bakal menjauh, andai pun langkah awal sudah tepat tapi threatmennya pendekatannya salah, siap-siap kalimat \u2018maaf kita ga cocok\u2019<\/em> akan anda dapatkan.\u00a0
<\/p>\n\n\n\n

Kalau sudah patah hati rasanya memang ribet. Rendang yang katanya dijadikan makanan terenak di dunia pun rasanya seperti daging gosong. Mau beraktifitas juga susah, karena isinya hanya meratap dan merenungi. Diajak teman main game <\/em>juga tak maksimal, apalagi kongkow-kongkow sampai subuh. Kalau sudah begini tak boleh buru-buru larut dalam kesedihan, musik bisa jadi obat ampuh untuk menenangkannya. 
<\/p>\n\n\n\n

Musik memang soal selera, ada yang ingin lagu agak ngebeat <\/em>biar adrenalinennya naik. Ada yang memutar lagi jazz supaya lebih tenang, musik dangdut biar oaoe<\/em>, hingga lagu indie biar terkesan indies (ealaahhh). Akan tetapi ada satu tren belakangan ini, patah hati dan mendengarkan lagu-lagu yang dinyanyikan oleh Didi Kempot.
<\/p>\n\n\n\n

Sosok yang memulai karier berseni sebagai musisi jalanan tersebut kini lagi digandrungi anak muda. Mereka menyebutnya sebagai Sadbois atau Sadgirls, mengagung-mengagungkan patah hati, merayakan kesedihan, dan Didi Kempot yang secara lelucon mereka sebut Lord, hadir memaksimalkan euforia tersebut. Satu lagu, dua lagu, tiga lagu, kalimat seperti \u2018Bajingan kowe dek!\u2019 mulai terlontar dari mulut-mulut penikmat lagu-lagu Didi Kempot.
<\/p>\n\n\n\n

Saya dan mungkin juga kalian sejatinya sudah cukup lama mendengar lagu-lagu Didi Kempot, mungkin sejak SD. Saat umur belum dua angka seperti saat ini, Didi Kempot mungkin hanya saya sebut sebagai musisi yang beraliran Campursari (meski memang benar seperti itu). Namun, ketika umur kian bertambah, Didi Kempot rupanya jauh lebih besar dari itu. Bisa jadi dia adalah representasi dari diksi patah hati itu sendiri.
<\/p>\n\n\n\n

Lagu Sewu Kutho misalnya, saya anggap sebagai lagu patah hati terhebat yang pernah ia buat. Bagaimana rasa rindu, sakit, dan keikhlasan menyatu menjadi satu dalam sebuah lagu. Bahkan doa juga ia sematkan kepada orang yang disayang, agar hidup dia yang dicinta hidup lebih bahagia daripada dirinya. Meski sebenarnya dalam lagu tersebut ada pertentangan lain dalam dirinya yang masih tak bisa ia atasi, ia masih ingin bertemu dengan yang dicinta dengan cara apapun.
<\/p>\n\n\n\n

Pamer Bojo adalah selanjutnya, ia hadir tepat di saat anak muda sedang mengalami tren nikah dini. Saat usia muda memang perasaan dan cinta sedang berkecamuknya, lalu dihadapkan dengan permasalahan yang cukup pelik dalam asmara yaitu ditinggal nikah. Lagu Pamer Bojo adalah solusinya, meski dalam liriknya ada pesan bahwa kita memang tidak pernah siap melihat yang dicinta menikah dengan orang lain. 
<\/p>\n\n\n\n

\u201cNeng opo seneng aku yen mung gawe laraku<\/em><\/p>\n\n\n\n

Pamer bojo anyar neng ngarepku\u201d<\/em>
<\/p>\n\n\n\n

Bagi saya musik memiliki kekuatan hebat walau memiliki tembok bernama bahasa. Hanya musisi hebat yang mampu menembus dinding-dinding itu. Didi Kempot adalah salah satunya, ia mampu membuat orang yang bukan bersuku Jawa bisa menikmati lagunya. Ini sebuah kemajuan dalam berkebudayaan, bahwa suku dan bangsa lain bisa saling menerima karya dari golongan lain. Sesuatu yang saat kini benar-benar kita butuhkan bukan setelah kontestasi politik yang melibatkan sentimen suku, agama, ras, dan antargolongan.
<\/p>\n\n\n\n

Didi Kempot memang sedang naik daun dan kini namanya lagi disebut-sebut di banyak penjuru di ibu kota. Ketakutan saya adalah akan seberapa lama tren ini berlanjut, mengingat tak banyak yang bisa bertahan lama di Jakarta. Akan tetapi pikiran tersebut saya rasa salah, Didi Kempot boleh saja naik daun dan tiba-tiba hilang di Jakarta, akan tetapi karya dan dirinya tetap abadi di Indonesia. Karena yang membuat Didi Kempot agung adalah kita yang selalu kekanak-kanakan menghadapi masalah patah hati. <\/p>\n","post_title":"Memuja-muja Didi Kempot, Mengagung-agungkan Patah Hati","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"memuja-muja-didi-kempot-mengagung-agungkan-patah-hati","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-07-29 16:13:56","post_modified_gmt":"2019-07-29 09:13:56","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5889","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5862,"post_author":"919","post_date":"2019-07-14 12:50:58","post_date_gmt":"2019-07-14 05:50:58","post_content":"\n

Musim haji kini telah tiba. Diperkirakan jutaan orang kini telah memadati Masjidil Haram di Mekkah, Arab Saudi untuk memenuhi salah satu rukun Islam tiap tahunnya. Ritual suci ini menjadi salah satu impian bagi tiap umat muslim di seluruh dunia dan tak seluruhnya bisa melaksanakannya. 
<\/p>\n\n\n\n

Walau demikian musim haji di Indonesia tak pernah sepi peminat. Menko Perekonomian Darmin Nasution memperkirakan jumlah jamaah haji Indonesia akan mencapai 4,34 juta jiwa pada 2019. Per hari ini (14\/7\/2019) jumlah jemaah diperkirakan sudah mencapai 47.983 orang yang sudah berdatangan ke Madinah. 
<\/p>\n\n\n\n

Ada-ada saja memang kelakuan masyarakat Indonesia ketika berkunjung ke luar negeri terutama untuk ibadah haji yang memakan waktu hingga satu bulan. Ada kisah para peserta membawa makanan khas daerah masing-masing karena takut tak bisa menyesuaikan dengan kudapan di sana. Ada yang membawa sambal, jengkol, ikan teri, padahal pihak penyelenggara sudah menyediakan makanan yang sesuai dengan lidah mereka.
<\/p>\n\n\n\n

Salah satu kebiasaan masyarakat Indonesia adalah merokok dan tradisi tersebut sudah mengakar sejak lama. Cita rasa kretek yang kuat dengan campuran cengkeh membuat masyarakat kita sulit menikmati produk rokok asing. Maka dengan demikian ketika bepergian ke luar negeri membawa rokok dari Indonesia adalah hal yang nampaknya sudah jadi kebiasaan. Sejatinya hal tersebut tak bisa dikatakan sebagai aktivitas ilegal, karena mereka membawa rokok lokal untuk dikonsumsi pribadi dan bukan untuk dijual.
<\/p>\n\n\n\n

Pemerintah sejatinya sudah mengakomodasi kebutuhan para perokok yang sedang menjadi peserta haji. Kemudahan itu adalah dengan memperbolehkan jamaah haji membawa rokok maksimal 200 batang untuk dibawa ke tanah suci. Jika berlebih, maka siap-siap untuk diamankan dan disita. Akibat informasi yang kadang tak menyeluruh, kadang masih ada saja rokok yang disita. Tribun Jabar misalnya memberitakan bahwa sehari ada sekitar 200 batang rokok yang disita oleh pihak bea dan cukai.
<\/p>\n\n\n\n

Peraturan memang ada untuk dipatuhi dan diikuti, sebagai perokok tentu hal tersebut tak boleh dihiraukan. Ada baiknya untuk mengikuti prosedur yang sudah diterapkan agar ibadah haji semakin nyaman. Tentu ijin boleh membawa rokok sebanyak 200 batang sudah cukup mengakomodir kebutuhan para perokok. Jika dihitung dalam 40 hari maka dalam satu hari satu jamaah haji bisa mengisap lima batang tentu pas jika kita anggap setiap sehabis sholat menghisap satu batang rokok. Tentu paduan yang sempurna antara ibadah dan kebiasaan merokok. 
<\/p>\n\n\n\n

Ada cara lain untuk mengakali peraturan tersebut, salah satunya adalah dengan menitip kepada anggota keluarga lain. Tentu cara ini sebenarnya tidak bermasalah karena setiap orang punya hak untuk membawa 200 batang rokok. Cara ini nampaknya cukup ampuh dan sudah dilakukan oleh beberapa jamaah haji. Asalkan rokok yang dibawa tentu hanya untuk kebutuhan pribadi, bukan untuk dijual kembali di sana. 
<\/p>\n\n\n\n

Pada akhirnya ibadah harus menjadi petimbangan utama saat ke tanah suci. Mengenai barang bawaan yang sudah diatur harus betul-betul diperhatikan. Toh rokok bukan barang yang bercandu sehingga kebiasaan merokok pun masih bisa diatasi ketika di tanah suci.
<\/p>\n","post_title":"Hal yang Perlu Diperhatikan Perokok Saat Berangkat Haji","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"hal-yang-perlu-diperhatikan-perokok-saat-berangkat-haji","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-07-14 12:51:04","post_modified_gmt":"2019-07-14 05:51:04","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5862","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":7},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"epic_block_3"};

\n

Sama seperti Goodnight Electric, The Upstairs menutupnya dengan bijak. Romansa penonton yang hadir akan\u00a0 Pensi ala anak SMA di awal 2000an dan hingga sepuluh tahun setelahnya tak mereka kecewakan. Jimi dkk memilih lagu Matraman sebegai tembang penutup, lagu yang menurut Jimi (saat populer) bisa diputar hingga berulang kali dalam satu hari di radio-radio lokal. Lagu yang kemudian menjadi soundtrack skena persahabatan, cinta, dan tawuran anak SMA kala itu.\u00a0<\/p>\n\n\n\n

Baca: Smoker Traveller: Hero Coffe Kota Tua Semarang<\/a><\/p>\n\n\n\n

The Adams sebagai band ketiga yang tampil lalu datang meneduhkan suasana. Betul, penonton langsung terbuai saat itu oleh suara yang beradu-adu antara Saleh Husein dan Ario Hendarwan. Sing along kemudian jadi hal yang wajib dilakukan saat itu, semuanya menikmati karaoke masal dari lagu-lagu yang dibawakan seperti Hanya Kau, Berwisata, Konservatif, hingga Halo Beni. Suasana kala itu semakin manis saat sang pianis The Adams (hingga kini belum saya ketahui namanya) selalu melemparkan senyumnya ke arah penonton. Ah sial, saat itu saya berada di posisi yang sangat jauh darinya, itu saja sudah membuat saya bergetar.
<\/p>\n\n\n\n

Karena saya memarkir motor di luar area Kuningan City dan hanya dijaga sampai pukul 23:30, akhirnya kami pulang lebih cepat. Saat keluar venue saya memastikan tetap sebats dulu, mereview apa yang menarik terjadi di dalam sana. Saya lantas menarik kesimpulan bahwa dari pengalaman selama hampir tiga jam lebih menikmati konser tanpa rokok, tak terjadi apa-apa dari kami. Tak ada kekhawatiran berlebihan, perubahan mood karena tak merokok, atau keburukan lainnya. Semuanya sama saja dan normal-normal saja.
<\/p>\n\n\n\n

Hanya jika boleh memberi saran kepada pihak pengelola, perampasan rokok tentu mesti dipertimbangkan ulang. Sekali lagi rokok adalah produk legal dan mempunyai aturan yang sudah disepakati terkait pengkonsumsiannya. Lagian, saya kira para perokok sekarang juga sudah mulai tertib terhadap aturan dan tidak ingin merugikan terhadap yang lainnya.<\/p>\n","post_title":"Pengalaman Tiga Jam Lebih Menyaksikan Konser Musik Tanpa Asap Rokok","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"pengalaman-tiga-jam-lebih-menyaksikan-konser-musik-tanpa-asap-rokok","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-09-04 07:32:19","post_modified_gmt":"2019-09-04 00:32:19","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6017","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5993,"post_author":"919","post_date":"2019-08-25 12:09:00","post_date_gmt":"2019-08-25 05:09:00","post_content":"\n

Fenomena digital<\/a> saat ini memberi satu warna dalam dunia musik yaitu Low Identify Music atau yang populer disebut sebagai Lo Fi Music. Bagaimana bisa musik dengan irama seadanya bahkan dibuat dengan biaya yang sangat sederhana itu kini bisa populer dan digandrungi banyak orang. Tentu bukan hanya faktor algoritma youtube yang membuat anda tenggelam dalam iramanya. Namun memang Lo Fi cukup ampuh untuk menenangkan kalian dari segala keruwetan hidup.
<\/p>\n\n\n\n

Meski banyak yang bilang Lo Fi adalah musik saat ini, namun sejatinya dia adalah akulturasi dari segala perkembangan jaman. Sebelum youtube dan spotify ditemukan, Seorang David Mattis kemudian mengaransemen lagu \u2018My Song\u2019 yang dibawakan oleh Johnny Ace yang disebut-sebut oleh hotvox.co.uk<\/a><\/em> sebagai lagu Lo Fi pertama di dunia. David Mattis mengakui bahwa membuat lagu tersebut dengan budget minimal dan hanya dengan 15 menit waktu pekerjaan. Ajaibnya lagu tersebut kemudian memuncaki tangga teratas Billboard <\/em>R&B chart pada 1952.<\/p>\n\n\n\n

Baca: Dangdut Koplo, \u201cJalan Baru\u201d Musik Dangdut Indonesia<\/a><\/p>\n\n\n\n

Seiring perkembangan jaman, Lo Fi kemudian masuk ke dalam ranah hip hop. Bisa dikatakan, Lo Fi mulai mendapatkan modifikasi dan kemudian menjadi populer di kuping para pendengar. thenextwavechichago.com<\/a><\/em> menyebutkan bahwa ada andil musisi hip hop top saat itu. Mereka adalah nama besar seperti RZA, Madlib, and Wu-Tang, serta J Dilla. <\/p>\n\n\n\n

Di kemudian hari pria yang memiliki nama lengkap James Dewitt Yancey itulah yang justru berkibar dengan aliran Lo Fi hip hop. 
<\/p>\n\n\n\n

Perkembangan Lo Fi juga kemudian beriringan dengan tumbuhnya musik-musik Vaporwave yang lebih dikenal memiliki spirit perjuangan. Meski disebut-sebut oleh sebagian pihak sebagai musik sampah (karena dibuat dengan hanya meremake lagu klasik) namun Vaporwave hadir sebagai bentuk jengahnya anak muda terhadap budaya konsumerisme yang tengah tinggi di era 90 hingga 2000 awal. Musik Lo Fi dan Vaporwave memiliki rasa yang hampir sama serta dianggap oleh penikmatnya sebagai musik yang aestethic.\u00a0<\/p>\n\n\n\n

Baca: Memuja-muja Didi Kempot, Mengagung-agungkan Patah Hati<\/a><\/p>\n\n\n\n

Jauh dari tanah kelahiran hip hop di Amerika Serikat, ada seorang musisi cerdas bernama Jun Seba atau yang identitik dengan nama Nujabes. Boleh dibilang, dia yang membawa penulis mengeksplore lebih dalam tentang aliran musik lo fi hip hop. Nujabes dengan cepat menjadi terkenal karena produksinya yang unik. Suara musik yang khas, bernostalgia, dan pengaruh jazz yang memberikan atmosfer tersendiri secara kebetulan menciptakan gaya yang sangat sebanding dengan J Dilla.
<\/p>\n\n\n\n

Dua tokoh di atas kemudian memberikan inspirasi kepada kreator-kreator Lo Fi music selanjutnya. Jika berbicara tentang proses pembuatannya tentu dianggap sebagai sesuatu yang mudah. Musisi lokal seperti Mardial bahkan pernah memberikan tutorial lengkapnya hanya dalam waktu singkat lewat akun youtubenya. Cukup ambil sampel musik klasik, potong di beberapa bagian (agar tak melanggar hak cipta), padukan dengan beat hip hop, beri musik tersebut sentuhan efek hujan, maka boom! jadilah sebuah Lo Fi music. 
<\/p>\n\n\n\n

Tapi nyatanya membuat musik yang nikmat tak semudah itu, menentukan nada yang pas dan menjahitnya dalam alunan ritme yang menarik butuh pemahaman tentang musik. Walau\u00a0 Lo Fi music dianggap musik yang murah, namun alunannya cukup ampuh menemani waktu luangmu. Maka tak heran jika banyak ragam playlist Lo Fi di spotify dan youtube dengan judul-judul seperti lo fi hip hop\/chillhop\/jazzhop\/beats to relax\/beats to study atau yang lainnya.<\/p>\n\n\n\n

Baca: Iklan Djarum 76 dan Goyangan Sekretaris Cantik yang Tengah Naik Daun<\/a><\/p>\n\n\n\n

Lo Fi di era modern kini diidentikkan pula dengan sesuatu yang berbau Jepang seperti anime bahkan dorama-dorama klasik. Ragam playlist di atas tentu jika kalian putar maka memiliki gambar background seperti potongan gif film dari Studio Ghibli, Cowboy Bebop, hingga Neon Genesis Evangelion. Menurut musicthehangup.com<\/a>, penggabungan antara lo fi dan anime terinsipirasi juga dari Nujabes yang memang juga membuat soundtrack untuk anime top karya Shinji Obara. 
<\/p>\n\n\n\n

Nujabes dan J Dilla memang sudah terlebih dahulu meninggalkan kita. Walau demikian tunas-tunas muda banyak bertumbuhan. Karya-karya lo fi saat ini yang familiar di telinga para pendengarnya adalah Saib, Yungbae, Jinsang, Kudasai, Elijah Who, bahkan ada juga yang dari Indonesia yaitu Jordy Chandra, Icecream, dan PXZVC.
<\/p>\n\n\n\n

Musim hujan kini bakal mulai tiba di tanah air. Mulai awal September hingga mungkin karanya awal tahun depan hujan mulai turun dan membasahi tanah. Musim penghujan adalah waktu yang tepat untuk mendengarkan musik-musik Lo Fi. Siapkan earphone anda dan biarkan dirimu tenggelam rileks didalam alunannya.
<\/p>\n","post_title":"Tentang Lo Fi Music, Alunan Nada Sederhana Pemikat Sukma","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"tentang-lo-fi-music-alunan-nada-sederhana-pemikat-sukma","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-08-25 12:09:07","post_modified_gmt":"2019-08-25 05:09:07","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5993","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5946,"post_author":"919","post_date":"2019-08-11 12:28:00","post_date_gmt":"2019-08-11 05:28:00","post_content":"\n

Plastik itu berwarna hitam seperti layaknya plastik kebanyakan. Didalamnya ada seonggoh daging segar yang akan diberikan kepada mereka yang layak membutuhkan. Rutinitas ini setahun sekali adanya. Plastik hitam itu ditunggu-tunggu banyak orang. Plastik hitam itu juga akan dijamah oleh banyak tangan. Plastik hitam itu membawa saya kepada kenangan di waktu silam.
<\/p>\n\n\n\n

Sebagai seorang Muslim, Hari Raya Iduladha adalah satu hal yang dinanti-nanti. Ia merupakan hari raya kedua bagi umat Nabi Muhammad setelah Idulfitri. Ada peristiwa berbeda yang menandai hadirnya kedua hari sakral tersebut. Bicara soal Iduladha, beberapa ulama sepakat menyebut bahwa ini adalah lambang pengorbanan manusia kepada sosial dan Tuhannya.
<\/p>\n\n\n\n

Maka lumrah jika jelang dan setelah menunaikan sholat Iduladha, ada banyak daging yang dihidangkan secara gratis untuk seluruh kalangan (meski yang diutamakan adalah kaum papa). Sebelum daging itu dibagikan, secara kolektif warga satu wilayah akan bersama-sama memotong hewan yang diwajibkan untuk dikurbankan yaitu sapi, kambing, domba, hingga onta. Hewan-hewan tersebut juga merupakan hasil sumbangan dari para penderma, baik itu individu atau memang yang dikumpulkan secara bersama-sama.
<\/p>\n\n\n\n

Momen inilah yang memang saya rindukan, ketika Iduladha tiba, bayangan saya langsung jauh menuju memori di masa kecil. Kala itu kami sibuk menghitung hewan yang sudah dikumpulkan di area masjid. Saya bersama teman-teman juga bermain dengan hewan itu dan sesekali bercanda dengannya. Saat hewan itu hendak disembelih, kami juga sedikit mengintip-ngintip (melihat proses penyembelihan) karena (kadang) tak tega melihat mereka direnggut nyawanya.
<\/p>\n\n\n\n

Momen-momen bermain di masjid saat hari raya memang satu hal yang indah dan mahal. Jika kami dulu di kampung memang sudah sering berinteraksi satu sama lain, maka di momen hari raya ikatan itu semakin dikuatkan. Mungkin juga di kota, meski tak punya intensitas yang cukup lebih (dalam berinteraksi sesama warga) seperti di kampung, namun jika hari raya tiba semuanya mau tak mau harus saling menyapa dan berkumpul. Semuanya berkumpul hingga malam tiba, berkumpul di depan api dan asap, serta tusukan sate daging yang sangat lezat untuk disantap.
<\/p>\n\n\n\n

Memori lainnya yang masih diingat adalah saat kami mulai mengamati potongan daging yang masih bergerak-gerak. Rupanya itu adalah denyut otot yang masih tetap bekerja meski hewan tersebut sudah tak lagi bernyawa. Ada lagi, kami mengamati betul hewan-hewan yang dikuliti, takjub memang dengan orang dewasa yang mahir melakukannya saat itu. Kulit tersebut kemudian kadang kami perebutkan, meski tak tahu akan hendak digunakan untuk apa nantinya.
<\/p>\n\n\n\n

Bermain-main dengan kepala kambing memang satu hal yang lucu saat kecil dahulu. Terkadang kami mengibaratkan tanduknya sebagai setang sepeda lalu membawanya sambil berlarian. Kadang juga kami merasa kebauan akibat bermain terlalu dekat dengan lubang tempat darah dan isi perut hewan yang sudah disembelih. Tapi ada satu yang unik, waktu kecil kami juga berebut mengambil torpedo hewan kurban. Rupanya rasanya nikmat dan memang tak ada gejala apa-apa setelah memakan itu, namun katanya kalau dimakan saat umur sudah dewasa maka reaksinya akan berbeda, entahlah.
<\/p>\n\n\n\n

Bicara Iduladha adalah soal lebaran di daerah perantauan. Bagi mereka yang merantau, momen lebaran idul adha biasanya dihabiskan bukan di kampung halaman. Tentu banyak faktor, mulai dari materi dan efisiensi waktu mengingat hari liburnya yang tak sebanyak Idulfitri. Tapi rupanya diciptakan dua hari raya bagi umat muslim rasanya memang lengkap (bagi anak rantau), satu untuk dirayakan bersama sanak famili di kampung, satunya lagi bersama tetangga dan rekan kerja di perantauan.
<\/p>\n\n\n\n

Maka memori anak-anak (dari mereka yang orangtuanya adalah perantauan) adalah soal bermain dengan tetangga komplek serta sekitarnya. Tak sedikit juga yang berkumpul di sekolah untuk merayakan bakar sate dan memakannya bersama-sama. Pada akhirnya memori tentang kisah kecil kita adalah suatu landasan, agar apabila suatu saat mulai jauh dari ajaran agama, kita diingatkan lagi tentang indahnya masa kecil yang kerap selalu mewah dengan momen perayaan ajaran tuhan.
<\/p>\n\n\n\n

Dari plastik hitam itu aku mengingat masa kecilku, dan dari ingatan masa kecil aku mengingat diriku yang ternyata kini kian jauh dari Tuhan.<\/p>\n","post_title":"Ingatan Masa Kecil dalam Seonggok Daging Iduladha","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"ingatan-masa-kecil-dalam-seonggok-daging-iduladha","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-08-11 12:28:07","post_modified_gmt":"2019-08-11 05:28:07","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5946","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5933,"post_author":"919","post_date":"2019-08-05 13:39:32","post_date_gmt":"2019-08-05 06:39:32","post_content":"\n

Musik adalah bagian dari kehidupan. Setiap alunannya menjadi warna yang saling menari mengikuti jejak langkah kehidupan. Sejak kecil irama musik mulai diperkenalkan orang tua hingga dewasa kita mulai mengenal musik dengan pemikiran sendiri. Musik menjadi teman setia manusa dalam berproses, baik jika akhirnya gagal atau mendulang kesukasesan.
<\/p>\n\n\n\n

Maka benar kata Bob Marley yang menyebut bahwa satu hal yang baik tentang musik adalah ketika itu menyentuh anda tidak akan ada rasa sakit (secara harfiah). Musik menjadi legitimasi perasaan yang tertaut dengan momen, menjadi irama pendamping saat satu peristiwa terjadi. 
<\/p>\n\n\n\n

Era digital seperti sekarang ini kita diperkenalkan dengan berbagai platform pemutar musik secara online dan yang paling banyak digunakan saat ini adalah Spotify. Anda bisa mendengarkan musik secara berbayar dengan profit kualitas suara yang jernih dan tentu membuat playlist idamanmu! playlist ini yang nantinya bisa anda bagikan di sosial media atau langsung ke whatsapp temanmu, hingga pacarmu.
<\/p>\n\n\n\n

Tentu kami juga punya pilihan lagu yang layak anda perdengarkan. Minggu ini kami merangkum lima lagu yang cocok anda dengarkan untuk menemani beraktivitas. Berikut lima lagu tersebut.
<\/p>\n\n\n\n

Selamat Pagi - Ran
<\/h2>\n\n\n\n

Nyaris tak ada yang memungkiri kalau Senin Pagi adalah sesuatu yang menjemukan. Kalau sudah begini dibutuhkan lagu yang tepat untuk mengawali aktifitas anda. Kami rekomendasikan lagu ini yang terdengar catchy agar menjadi mood booster bagi kalian yang masih terikat oleh hawa-hawa libur akhir pekan.
<\/p>\n\n\n\n

Wong Edan Kuwi Bebas - Shodiq Monata
<\/h2>\n\n\n\n

Yoooo! lagu-lagu dangdut memang sangat dibutuhkan ketika irama aktivitas anda mulai meningkat. Lagu ini memiliki beat yang cukup kencang diiringi dengan irama koplo yang siap membuat anda untuk bergoyang. Persetan dengan segala kemacetan hingga marahan dari atasan, Wong Edan Kuwi Bebas!
<\/p>\n\n\n\n

Sulung - Kunto Aji
<\/h2>\n\n\n\n

Kadang apa yang kita harapkan tak sesuai hasil yang didapatkan. Ekspektasi berlebihan membuatmu menjadi lupa pada jati diri, jika gagal maka berpotensi untuk tak percaya diri dan jika sukses bukan tak mungkin akan semakin menyombongkan diri. Karena kata Kunto Aji yang sebaiknya kau jaga adalah dirimu sendiri.
<\/p>\n\n\n\n

This Girl - Kungs
<\/h2>\n\n\n\n

Kalau Jumat malam sudah tiba maka waktunya untuk bersenang-senang! segera hubungi sahabat atau kekasih anda. Kongkow di kedai kopi atau berajojing ria juga pun tak masalah. Adakalanya anda butuh melepaskan penat, goyang badanmu dan nikmati dentuman musiknya.
<\/p>\n\n\n\n

Rotterdam (Or Anywhere) - The Beautiful South
<\/h2>\n\n\n\n

Sabtu dan Minggu waktunya jalan-jalan! kalau punya uang dan waktu ada baiknya berkunjung ke luar kota, namun jika budget terbatas maka kendarai motormu atau gunakan kendaraan umum lalu main ke rumah temanmu bisa jadi solusi. Tak peduli apa pun tempat yang anda kunjungi asal itu membahagiakan, benar kan?<\/p>\n","post_title":"Playlist Spotify Mantap Minggu Ini untuk Kalian Para Perokok Keren","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"playlist-spotify-mantap-minggu-ini-untuk-kalian-para-perokok-keren","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-08-05 13:39:39","post_modified_gmt":"2019-08-05 06:39:39","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5933","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5889,"post_author":"919","post_date":"2019-07-29 16:13:48","post_date_gmt":"2019-07-29 09:13:48","post_content":"\n

Upaya mengejar cinta selalu menghadirkan satu masalah yaitu patah hati. Jika bicara soal peluang bakal menghadapi masalah tersebut, maka persentasinya adalah 50:50. Potensinya sudah bisa membesar sejak awal anda mencoba untuk berkenalan dengan sosok idaman. Jika salah langkah, sudah pasti si dia bakal menjauh, andai pun langkah awal sudah tepat tapi threatmennya pendekatannya salah, siap-siap kalimat \u2018maaf kita ga cocok\u2019<\/em> akan anda dapatkan.\u00a0
<\/p>\n\n\n\n

Kalau sudah patah hati rasanya memang ribet. Rendang yang katanya dijadikan makanan terenak di dunia pun rasanya seperti daging gosong. Mau beraktifitas juga susah, karena isinya hanya meratap dan merenungi. Diajak teman main game <\/em>juga tak maksimal, apalagi kongkow-kongkow sampai subuh. Kalau sudah begini tak boleh buru-buru larut dalam kesedihan, musik bisa jadi obat ampuh untuk menenangkannya. 
<\/p>\n\n\n\n

Musik memang soal selera, ada yang ingin lagu agak ngebeat <\/em>biar adrenalinennya naik. Ada yang memutar lagi jazz supaya lebih tenang, musik dangdut biar oaoe<\/em>, hingga lagu indie biar terkesan indies (ealaahhh). Akan tetapi ada satu tren belakangan ini, patah hati dan mendengarkan lagu-lagu yang dinyanyikan oleh Didi Kempot.
<\/p>\n\n\n\n

Sosok yang memulai karier berseni sebagai musisi jalanan tersebut kini lagi digandrungi anak muda. Mereka menyebutnya sebagai Sadbois atau Sadgirls, mengagung-mengagungkan patah hati, merayakan kesedihan, dan Didi Kempot yang secara lelucon mereka sebut Lord, hadir memaksimalkan euforia tersebut. Satu lagu, dua lagu, tiga lagu, kalimat seperti \u2018Bajingan kowe dek!\u2019 mulai terlontar dari mulut-mulut penikmat lagu-lagu Didi Kempot.
<\/p>\n\n\n\n

Saya dan mungkin juga kalian sejatinya sudah cukup lama mendengar lagu-lagu Didi Kempot, mungkin sejak SD. Saat umur belum dua angka seperti saat ini, Didi Kempot mungkin hanya saya sebut sebagai musisi yang beraliran Campursari (meski memang benar seperti itu). Namun, ketika umur kian bertambah, Didi Kempot rupanya jauh lebih besar dari itu. Bisa jadi dia adalah representasi dari diksi patah hati itu sendiri.
<\/p>\n\n\n\n

Lagu Sewu Kutho misalnya, saya anggap sebagai lagu patah hati terhebat yang pernah ia buat. Bagaimana rasa rindu, sakit, dan keikhlasan menyatu menjadi satu dalam sebuah lagu. Bahkan doa juga ia sematkan kepada orang yang disayang, agar hidup dia yang dicinta hidup lebih bahagia daripada dirinya. Meski sebenarnya dalam lagu tersebut ada pertentangan lain dalam dirinya yang masih tak bisa ia atasi, ia masih ingin bertemu dengan yang dicinta dengan cara apapun.
<\/p>\n\n\n\n

Pamer Bojo adalah selanjutnya, ia hadir tepat di saat anak muda sedang mengalami tren nikah dini. Saat usia muda memang perasaan dan cinta sedang berkecamuknya, lalu dihadapkan dengan permasalahan yang cukup pelik dalam asmara yaitu ditinggal nikah. Lagu Pamer Bojo adalah solusinya, meski dalam liriknya ada pesan bahwa kita memang tidak pernah siap melihat yang dicinta menikah dengan orang lain. 
<\/p>\n\n\n\n

\u201cNeng opo seneng aku yen mung gawe laraku<\/em><\/p>\n\n\n\n

Pamer bojo anyar neng ngarepku\u201d<\/em>
<\/p>\n\n\n\n

Bagi saya musik memiliki kekuatan hebat walau memiliki tembok bernama bahasa. Hanya musisi hebat yang mampu menembus dinding-dinding itu. Didi Kempot adalah salah satunya, ia mampu membuat orang yang bukan bersuku Jawa bisa menikmati lagunya. Ini sebuah kemajuan dalam berkebudayaan, bahwa suku dan bangsa lain bisa saling menerima karya dari golongan lain. Sesuatu yang saat kini benar-benar kita butuhkan bukan setelah kontestasi politik yang melibatkan sentimen suku, agama, ras, dan antargolongan.
<\/p>\n\n\n\n

Didi Kempot memang sedang naik daun dan kini namanya lagi disebut-sebut di banyak penjuru di ibu kota. Ketakutan saya adalah akan seberapa lama tren ini berlanjut, mengingat tak banyak yang bisa bertahan lama di Jakarta. Akan tetapi pikiran tersebut saya rasa salah, Didi Kempot boleh saja naik daun dan tiba-tiba hilang di Jakarta, akan tetapi karya dan dirinya tetap abadi di Indonesia. Karena yang membuat Didi Kempot agung adalah kita yang selalu kekanak-kanakan menghadapi masalah patah hati. <\/p>\n","post_title":"Memuja-muja Didi Kempot, Mengagung-agungkan Patah Hati","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"memuja-muja-didi-kempot-mengagung-agungkan-patah-hati","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-07-29 16:13:56","post_modified_gmt":"2019-07-29 09:13:56","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5889","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5862,"post_author":"919","post_date":"2019-07-14 12:50:58","post_date_gmt":"2019-07-14 05:50:58","post_content":"\n

Musim haji kini telah tiba. Diperkirakan jutaan orang kini telah memadati Masjidil Haram di Mekkah, Arab Saudi untuk memenuhi salah satu rukun Islam tiap tahunnya. Ritual suci ini menjadi salah satu impian bagi tiap umat muslim di seluruh dunia dan tak seluruhnya bisa melaksanakannya. 
<\/p>\n\n\n\n

Walau demikian musim haji di Indonesia tak pernah sepi peminat. Menko Perekonomian Darmin Nasution memperkirakan jumlah jamaah haji Indonesia akan mencapai 4,34 juta jiwa pada 2019. Per hari ini (14\/7\/2019) jumlah jemaah diperkirakan sudah mencapai 47.983 orang yang sudah berdatangan ke Madinah. 
<\/p>\n\n\n\n

Ada-ada saja memang kelakuan masyarakat Indonesia ketika berkunjung ke luar negeri terutama untuk ibadah haji yang memakan waktu hingga satu bulan. Ada kisah para peserta membawa makanan khas daerah masing-masing karena takut tak bisa menyesuaikan dengan kudapan di sana. Ada yang membawa sambal, jengkol, ikan teri, padahal pihak penyelenggara sudah menyediakan makanan yang sesuai dengan lidah mereka.
<\/p>\n\n\n\n

Salah satu kebiasaan masyarakat Indonesia adalah merokok dan tradisi tersebut sudah mengakar sejak lama. Cita rasa kretek yang kuat dengan campuran cengkeh membuat masyarakat kita sulit menikmati produk rokok asing. Maka dengan demikian ketika bepergian ke luar negeri membawa rokok dari Indonesia adalah hal yang nampaknya sudah jadi kebiasaan. Sejatinya hal tersebut tak bisa dikatakan sebagai aktivitas ilegal, karena mereka membawa rokok lokal untuk dikonsumsi pribadi dan bukan untuk dijual.
<\/p>\n\n\n\n

Pemerintah sejatinya sudah mengakomodasi kebutuhan para perokok yang sedang menjadi peserta haji. Kemudahan itu adalah dengan memperbolehkan jamaah haji membawa rokok maksimal 200 batang untuk dibawa ke tanah suci. Jika berlebih, maka siap-siap untuk diamankan dan disita. Akibat informasi yang kadang tak menyeluruh, kadang masih ada saja rokok yang disita. Tribun Jabar misalnya memberitakan bahwa sehari ada sekitar 200 batang rokok yang disita oleh pihak bea dan cukai.
<\/p>\n\n\n\n

Peraturan memang ada untuk dipatuhi dan diikuti, sebagai perokok tentu hal tersebut tak boleh dihiraukan. Ada baiknya untuk mengikuti prosedur yang sudah diterapkan agar ibadah haji semakin nyaman. Tentu ijin boleh membawa rokok sebanyak 200 batang sudah cukup mengakomodir kebutuhan para perokok. Jika dihitung dalam 40 hari maka dalam satu hari satu jamaah haji bisa mengisap lima batang tentu pas jika kita anggap setiap sehabis sholat menghisap satu batang rokok. Tentu paduan yang sempurna antara ibadah dan kebiasaan merokok. 
<\/p>\n\n\n\n

Ada cara lain untuk mengakali peraturan tersebut, salah satunya adalah dengan menitip kepada anggota keluarga lain. Tentu cara ini sebenarnya tidak bermasalah karena setiap orang punya hak untuk membawa 200 batang rokok. Cara ini nampaknya cukup ampuh dan sudah dilakukan oleh beberapa jamaah haji. Asalkan rokok yang dibawa tentu hanya untuk kebutuhan pribadi, bukan untuk dijual kembali di sana. 
<\/p>\n\n\n\n

Pada akhirnya ibadah harus menjadi petimbangan utama saat ke tanah suci. Mengenai barang bawaan yang sudah diatur harus betul-betul diperhatikan. Toh rokok bukan barang yang bercandu sehingga kebiasaan merokok pun masih bisa diatasi ketika di tanah suci.
<\/p>\n","post_title":"Hal yang Perlu Diperhatikan Perokok Saat Berangkat Haji","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"hal-yang-perlu-diperhatikan-perokok-saat-berangkat-haji","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-07-14 12:51:04","post_modified_gmt":"2019-07-14 05:51:04","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5862","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":7},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"epic_block_3"};

\n

Jika Goodnight Electric adalah pembukaan yang manis, seperti memberi rangsangan mengingat masa-masa SMA penuh dengan jadwal pensi, maka The Upstairs yang manggung selanjutnya adalah yang meledakkan pesta itu sendiri. Performa enerjik Jimi Multhaza sang vokalis masih saja seperti yang saya ihat 11 tahun lalu saat The Upstairs manggung di depan TVRI. Tak mau melewatkan momen, saya kemudian merapat ke tengah kerumunan dan berdansa resah didalamnya. Benturan-benturan moshpit tak terelakkan tapi saya nikmati karena adrenalin seperti ini jarang lagi bisa ditemukan.
<\/p>\n\n\n\n

Sama seperti Goodnight Electric, The Upstairs menutupnya dengan bijak. Romansa penonton yang hadir akan\u00a0 Pensi ala anak SMA di awal 2000an dan hingga sepuluh tahun setelahnya tak mereka kecewakan. Jimi dkk memilih lagu Matraman sebegai tembang penutup, lagu yang menurut Jimi (saat populer) bisa diputar hingga berulang kali dalam satu hari di radio-radio lokal. Lagu yang kemudian menjadi soundtrack skena persahabatan, cinta, dan tawuran anak SMA kala itu.\u00a0<\/p>\n\n\n\n

Baca: Smoker Traveller: Hero Coffe Kota Tua Semarang<\/a><\/p>\n\n\n\n

The Adams sebagai band ketiga yang tampil lalu datang meneduhkan suasana. Betul, penonton langsung terbuai saat itu oleh suara yang beradu-adu antara Saleh Husein dan Ario Hendarwan. Sing along kemudian jadi hal yang wajib dilakukan saat itu, semuanya menikmati karaoke masal dari lagu-lagu yang dibawakan seperti Hanya Kau, Berwisata, Konservatif, hingga Halo Beni. Suasana kala itu semakin manis saat sang pianis The Adams (hingga kini belum saya ketahui namanya) selalu melemparkan senyumnya ke arah penonton. Ah sial, saat itu saya berada di posisi yang sangat jauh darinya, itu saja sudah membuat saya bergetar.
<\/p>\n\n\n\n

Karena saya memarkir motor di luar area Kuningan City dan hanya dijaga sampai pukul 23:30, akhirnya kami pulang lebih cepat. Saat keluar venue saya memastikan tetap sebats dulu, mereview apa yang menarik terjadi di dalam sana. Saya lantas menarik kesimpulan bahwa dari pengalaman selama hampir tiga jam lebih menikmati konser tanpa rokok, tak terjadi apa-apa dari kami. Tak ada kekhawatiran berlebihan, perubahan mood karena tak merokok, atau keburukan lainnya. Semuanya sama saja dan normal-normal saja.
<\/p>\n\n\n\n

Hanya jika boleh memberi saran kepada pihak pengelola, perampasan rokok tentu mesti dipertimbangkan ulang. Sekali lagi rokok adalah produk legal dan mempunyai aturan yang sudah disepakati terkait pengkonsumsiannya. Lagian, saya kira para perokok sekarang juga sudah mulai tertib terhadap aturan dan tidak ingin merugikan terhadap yang lainnya.<\/p>\n","post_title":"Pengalaman Tiga Jam Lebih Menyaksikan Konser Musik Tanpa Asap Rokok","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"pengalaman-tiga-jam-lebih-menyaksikan-konser-musik-tanpa-asap-rokok","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-09-04 07:32:19","post_modified_gmt":"2019-09-04 00:32:19","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6017","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5993,"post_author":"919","post_date":"2019-08-25 12:09:00","post_date_gmt":"2019-08-25 05:09:00","post_content":"\n

Fenomena digital<\/a> saat ini memberi satu warna dalam dunia musik yaitu Low Identify Music atau yang populer disebut sebagai Lo Fi Music. Bagaimana bisa musik dengan irama seadanya bahkan dibuat dengan biaya yang sangat sederhana itu kini bisa populer dan digandrungi banyak orang. Tentu bukan hanya faktor algoritma youtube yang membuat anda tenggelam dalam iramanya. Namun memang Lo Fi cukup ampuh untuk menenangkan kalian dari segala keruwetan hidup.
<\/p>\n\n\n\n

Meski banyak yang bilang Lo Fi adalah musik saat ini, namun sejatinya dia adalah akulturasi dari segala perkembangan jaman. Sebelum youtube dan spotify ditemukan, Seorang David Mattis kemudian mengaransemen lagu \u2018My Song\u2019 yang dibawakan oleh Johnny Ace yang disebut-sebut oleh hotvox.co.uk<\/a><\/em> sebagai lagu Lo Fi pertama di dunia. David Mattis mengakui bahwa membuat lagu tersebut dengan budget minimal dan hanya dengan 15 menit waktu pekerjaan. Ajaibnya lagu tersebut kemudian memuncaki tangga teratas Billboard <\/em>R&B chart pada 1952.<\/p>\n\n\n\n

Baca: Dangdut Koplo, \u201cJalan Baru\u201d Musik Dangdut Indonesia<\/a><\/p>\n\n\n\n

Seiring perkembangan jaman, Lo Fi kemudian masuk ke dalam ranah hip hop. Bisa dikatakan, Lo Fi mulai mendapatkan modifikasi dan kemudian menjadi populer di kuping para pendengar. thenextwavechichago.com<\/a><\/em> menyebutkan bahwa ada andil musisi hip hop top saat itu. Mereka adalah nama besar seperti RZA, Madlib, and Wu-Tang, serta J Dilla. <\/p>\n\n\n\n

Di kemudian hari pria yang memiliki nama lengkap James Dewitt Yancey itulah yang justru berkibar dengan aliran Lo Fi hip hop. 
<\/p>\n\n\n\n

Perkembangan Lo Fi juga kemudian beriringan dengan tumbuhnya musik-musik Vaporwave yang lebih dikenal memiliki spirit perjuangan. Meski disebut-sebut oleh sebagian pihak sebagai musik sampah (karena dibuat dengan hanya meremake lagu klasik) namun Vaporwave hadir sebagai bentuk jengahnya anak muda terhadap budaya konsumerisme yang tengah tinggi di era 90 hingga 2000 awal. Musik Lo Fi dan Vaporwave memiliki rasa yang hampir sama serta dianggap oleh penikmatnya sebagai musik yang aestethic.\u00a0<\/p>\n\n\n\n

Baca: Memuja-muja Didi Kempot, Mengagung-agungkan Patah Hati<\/a><\/p>\n\n\n\n

Jauh dari tanah kelahiran hip hop di Amerika Serikat, ada seorang musisi cerdas bernama Jun Seba atau yang identitik dengan nama Nujabes. Boleh dibilang, dia yang membawa penulis mengeksplore lebih dalam tentang aliran musik lo fi hip hop. Nujabes dengan cepat menjadi terkenal karena produksinya yang unik. Suara musik yang khas, bernostalgia, dan pengaruh jazz yang memberikan atmosfer tersendiri secara kebetulan menciptakan gaya yang sangat sebanding dengan J Dilla.
<\/p>\n\n\n\n

Dua tokoh di atas kemudian memberikan inspirasi kepada kreator-kreator Lo Fi music selanjutnya. Jika berbicara tentang proses pembuatannya tentu dianggap sebagai sesuatu yang mudah. Musisi lokal seperti Mardial bahkan pernah memberikan tutorial lengkapnya hanya dalam waktu singkat lewat akun youtubenya. Cukup ambil sampel musik klasik, potong di beberapa bagian (agar tak melanggar hak cipta), padukan dengan beat hip hop, beri musik tersebut sentuhan efek hujan, maka boom! jadilah sebuah Lo Fi music. 
<\/p>\n\n\n\n

Tapi nyatanya membuat musik yang nikmat tak semudah itu, menentukan nada yang pas dan menjahitnya dalam alunan ritme yang menarik butuh pemahaman tentang musik. Walau\u00a0 Lo Fi music dianggap musik yang murah, namun alunannya cukup ampuh menemani waktu luangmu. Maka tak heran jika banyak ragam playlist Lo Fi di spotify dan youtube dengan judul-judul seperti lo fi hip hop\/chillhop\/jazzhop\/beats to relax\/beats to study atau yang lainnya.<\/p>\n\n\n\n

Baca: Iklan Djarum 76 dan Goyangan Sekretaris Cantik yang Tengah Naik Daun<\/a><\/p>\n\n\n\n

Lo Fi di era modern kini diidentikkan pula dengan sesuatu yang berbau Jepang seperti anime bahkan dorama-dorama klasik. Ragam playlist di atas tentu jika kalian putar maka memiliki gambar background seperti potongan gif film dari Studio Ghibli, Cowboy Bebop, hingga Neon Genesis Evangelion. Menurut musicthehangup.com<\/a>, penggabungan antara lo fi dan anime terinsipirasi juga dari Nujabes yang memang juga membuat soundtrack untuk anime top karya Shinji Obara. 
<\/p>\n\n\n\n

Nujabes dan J Dilla memang sudah terlebih dahulu meninggalkan kita. Walau demikian tunas-tunas muda banyak bertumbuhan. Karya-karya lo fi saat ini yang familiar di telinga para pendengarnya adalah Saib, Yungbae, Jinsang, Kudasai, Elijah Who, bahkan ada juga yang dari Indonesia yaitu Jordy Chandra, Icecream, dan PXZVC.
<\/p>\n\n\n\n

Musim hujan kini bakal mulai tiba di tanah air. Mulai awal September hingga mungkin karanya awal tahun depan hujan mulai turun dan membasahi tanah. Musim penghujan adalah waktu yang tepat untuk mendengarkan musik-musik Lo Fi. Siapkan earphone anda dan biarkan dirimu tenggelam rileks didalam alunannya.
<\/p>\n","post_title":"Tentang Lo Fi Music, Alunan Nada Sederhana Pemikat Sukma","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"tentang-lo-fi-music-alunan-nada-sederhana-pemikat-sukma","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-08-25 12:09:07","post_modified_gmt":"2019-08-25 05:09:07","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5993","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5946,"post_author":"919","post_date":"2019-08-11 12:28:00","post_date_gmt":"2019-08-11 05:28:00","post_content":"\n

Plastik itu berwarna hitam seperti layaknya plastik kebanyakan. Didalamnya ada seonggoh daging segar yang akan diberikan kepada mereka yang layak membutuhkan. Rutinitas ini setahun sekali adanya. Plastik hitam itu ditunggu-tunggu banyak orang. Plastik hitam itu juga akan dijamah oleh banyak tangan. Plastik hitam itu membawa saya kepada kenangan di waktu silam.
<\/p>\n\n\n\n

Sebagai seorang Muslim, Hari Raya Iduladha adalah satu hal yang dinanti-nanti. Ia merupakan hari raya kedua bagi umat Nabi Muhammad setelah Idulfitri. Ada peristiwa berbeda yang menandai hadirnya kedua hari sakral tersebut. Bicara soal Iduladha, beberapa ulama sepakat menyebut bahwa ini adalah lambang pengorbanan manusia kepada sosial dan Tuhannya.
<\/p>\n\n\n\n

Maka lumrah jika jelang dan setelah menunaikan sholat Iduladha, ada banyak daging yang dihidangkan secara gratis untuk seluruh kalangan (meski yang diutamakan adalah kaum papa). Sebelum daging itu dibagikan, secara kolektif warga satu wilayah akan bersama-sama memotong hewan yang diwajibkan untuk dikurbankan yaitu sapi, kambing, domba, hingga onta. Hewan-hewan tersebut juga merupakan hasil sumbangan dari para penderma, baik itu individu atau memang yang dikumpulkan secara bersama-sama.
<\/p>\n\n\n\n

Momen inilah yang memang saya rindukan, ketika Iduladha tiba, bayangan saya langsung jauh menuju memori di masa kecil. Kala itu kami sibuk menghitung hewan yang sudah dikumpulkan di area masjid. Saya bersama teman-teman juga bermain dengan hewan itu dan sesekali bercanda dengannya. Saat hewan itu hendak disembelih, kami juga sedikit mengintip-ngintip (melihat proses penyembelihan) karena (kadang) tak tega melihat mereka direnggut nyawanya.
<\/p>\n\n\n\n

Momen-momen bermain di masjid saat hari raya memang satu hal yang indah dan mahal. Jika kami dulu di kampung memang sudah sering berinteraksi satu sama lain, maka di momen hari raya ikatan itu semakin dikuatkan. Mungkin juga di kota, meski tak punya intensitas yang cukup lebih (dalam berinteraksi sesama warga) seperti di kampung, namun jika hari raya tiba semuanya mau tak mau harus saling menyapa dan berkumpul. Semuanya berkumpul hingga malam tiba, berkumpul di depan api dan asap, serta tusukan sate daging yang sangat lezat untuk disantap.
<\/p>\n\n\n\n

Memori lainnya yang masih diingat adalah saat kami mulai mengamati potongan daging yang masih bergerak-gerak. Rupanya itu adalah denyut otot yang masih tetap bekerja meski hewan tersebut sudah tak lagi bernyawa. Ada lagi, kami mengamati betul hewan-hewan yang dikuliti, takjub memang dengan orang dewasa yang mahir melakukannya saat itu. Kulit tersebut kemudian kadang kami perebutkan, meski tak tahu akan hendak digunakan untuk apa nantinya.
<\/p>\n\n\n\n

Bermain-main dengan kepala kambing memang satu hal yang lucu saat kecil dahulu. Terkadang kami mengibaratkan tanduknya sebagai setang sepeda lalu membawanya sambil berlarian. Kadang juga kami merasa kebauan akibat bermain terlalu dekat dengan lubang tempat darah dan isi perut hewan yang sudah disembelih. Tapi ada satu yang unik, waktu kecil kami juga berebut mengambil torpedo hewan kurban. Rupanya rasanya nikmat dan memang tak ada gejala apa-apa setelah memakan itu, namun katanya kalau dimakan saat umur sudah dewasa maka reaksinya akan berbeda, entahlah.
<\/p>\n\n\n\n

Bicara Iduladha adalah soal lebaran di daerah perantauan. Bagi mereka yang merantau, momen lebaran idul adha biasanya dihabiskan bukan di kampung halaman. Tentu banyak faktor, mulai dari materi dan efisiensi waktu mengingat hari liburnya yang tak sebanyak Idulfitri. Tapi rupanya diciptakan dua hari raya bagi umat muslim rasanya memang lengkap (bagi anak rantau), satu untuk dirayakan bersama sanak famili di kampung, satunya lagi bersama tetangga dan rekan kerja di perantauan.
<\/p>\n\n\n\n

Maka memori anak-anak (dari mereka yang orangtuanya adalah perantauan) adalah soal bermain dengan tetangga komplek serta sekitarnya. Tak sedikit juga yang berkumpul di sekolah untuk merayakan bakar sate dan memakannya bersama-sama. Pada akhirnya memori tentang kisah kecil kita adalah suatu landasan, agar apabila suatu saat mulai jauh dari ajaran agama, kita diingatkan lagi tentang indahnya masa kecil yang kerap selalu mewah dengan momen perayaan ajaran tuhan.
<\/p>\n\n\n\n

Dari plastik hitam itu aku mengingat masa kecilku, dan dari ingatan masa kecil aku mengingat diriku yang ternyata kini kian jauh dari Tuhan.<\/p>\n","post_title":"Ingatan Masa Kecil dalam Seonggok Daging Iduladha","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"ingatan-masa-kecil-dalam-seonggok-daging-iduladha","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-08-11 12:28:07","post_modified_gmt":"2019-08-11 05:28:07","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5946","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5933,"post_author":"919","post_date":"2019-08-05 13:39:32","post_date_gmt":"2019-08-05 06:39:32","post_content":"\n

Musik adalah bagian dari kehidupan. Setiap alunannya menjadi warna yang saling menari mengikuti jejak langkah kehidupan. Sejak kecil irama musik mulai diperkenalkan orang tua hingga dewasa kita mulai mengenal musik dengan pemikiran sendiri. Musik menjadi teman setia manusa dalam berproses, baik jika akhirnya gagal atau mendulang kesukasesan.
<\/p>\n\n\n\n

Maka benar kata Bob Marley yang menyebut bahwa satu hal yang baik tentang musik adalah ketika itu menyentuh anda tidak akan ada rasa sakit (secara harfiah). Musik menjadi legitimasi perasaan yang tertaut dengan momen, menjadi irama pendamping saat satu peristiwa terjadi. 
<\/p>\n\n\n\n

Era digital seperti sekarang ini kita diperkenalkan dengan berbagai platform pemutar musik secara online dan yang paling banyak digunakan saat ini adalah Spotify. Anda bisa mendengarkan musik secara berbayar dengan profit kualitas suara yang jernih dan tentu membuat playlist idamanmu! playlist ini yang nantinya bisa anda bagikan di sosial media atau langsung ke whatsapp temanmu, hingga pacarmu.
<\/p>\n\n\n\n

Tentu kami juga punya pilihan lagu yang layak anda perdengarkan. Minggu ini kami merangkum lima lagu yang cocok anda dengarkan untuk menemani beraktivitas. Berikut lima lagu tersebut.
<\/p>\n\n\n\n

Selamat Pagi - Ran
<\/h2>\n\n\n\n

Nyaris tak ada yang memungkiri kalau Senin Pagi adalah sesuatu yang menjemukan. Kalau sudah begini dibutuhkan lagu yang tepat untuk mengawali aktifitas anda. Kami rekomendasikan lagu ini yang terdengar catchy agar menjadi mood booster bagi kalian yang masih terikat oleh hawa-hawa libur akhir pekan.
<\/p>\n\n\n\n

Wong Edan Kuwi Bebas - Shodiq Monata
<\/h2>\n\n\n\n

Yoooo! lagu-lagu dangdut memang sangat dibutuhkan ketika irama aktivitas anda mulai meningkat. Lagu ini memiliki beat yang cukup kencang diiringi dengan irama koplo yang siap membuat anda untuk bergoyang. Persetan dengan segala kemacetan hingga marahan dari atasan, Wong Edan Kuwi Bebas!
<\/p>\n\n\n\n

Sulung - Kunto Aji
<\/h2>\n\n\n\n

Kadang apa yang kita harapkan tak sesuai hasil yang didapatkan. Ekspektasi berlebihan membuatmu menjadi lupa pada jati diri, jika gagal maka berpotensi untuk tak percaya diri dan jika sukses bukan tak mungkin akan semakin menyombongkan diri. Karena kata Kunto Aji yang sebaiknya kau jaga adalah dirimu sendiri.
<\/p>\n\n\n\n

This Girl - Kungs
<\/h2>\n\n\n\n

Kalau Jumat malam sudah tiba maka waktunya untuk bersenang-senang! segera hubungi sahabat atau kekasih anda. Kongkow di kedai kopi atau berajojing ria juga pun tak masalah. Adakalanya anda butuh melepaskan penat, goyang badanmu dan nikmati dentuman musiknya.
<\/p>\n\n\n\n

Rotterdam (Or Anywhere) - The Beautiful South
<\/h2>\n\n\n\n

Sabtu dan Minggu waktunya jalan-jalan! kalau punya uang dan waktu ada baiknya berkunjung ke luar kota, namun jika budget terbatas maka kendarai motormu atau gunakan kendaraan umum lalu main ke rumah temanmu bisa jadi solusi. Tak peduli apa pun tempat yang anda kunjungi asal itu membahagiakan, benar kan?<\/p>\n","post_title":"Playlist Spotify Mantap Minggu Ini untuk Kalian Para Perokok Keren","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"playlist-spotify-mantap-minggu-ini-untuk-kalian-para-perokok-keren","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-08-05 13:39:39","post_modified_gmt":"2019-08-05 06:39:39","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5933","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5889,"post_author":"919","post_date":"2019-07-29 16:13:48","post_date_gmt":"2019-07-29 09:13:48","post_content":"\n

Upaya mengejar cinta selalu menghadirkan satu masalah yaitu patah hati. Jika bicara soal peluang bakal menghadapi masalah tersebut, maka persentasinya adalah 50:50. Potensinya sudah bisa membesar sejak awal anda mencoba untuk berkenalan dengan sosok idaman. Jika salah langkah, sudah pasti si dia bakal menjauh, andai pun langkah awal sudah tepat tapi threatmennya pendekatannya salah, siap-siap kalimat \u2018maaf kita ga cocok\u2019<\/em> akan anda dapatkan.\u00a0
<\/p>\n\n\n\n

Kalau sudah patah hati rasanya memang ribet. Rendang yang katanya dijadikan makanan terenak di dunia pun rasanya seperti daging gosong. Mau beraktifitas juga susah, karena isinya hanya meratap dan merenungi. Diajak teman main game <\/em>juga tak maksimal, apalagi kongkow-kongkow sampai subuh. Kalau sudah begini tak boleh buru-buru larut dalam kesedihan, musik bisa jadi obat ampuh untuk menenangkannya. 
<\/p>\n\n\n\n

Musik memang soal selera, ada yang ingin lagu agak ngebeat <\/em>biar adrenalinennya naik. Ada yang memutar lagi jazz supaya lebih tenang, musik dangdut biar oaoe<\/em>, hingga lagu indie biar terkesan indies (ealaahhh). Akan tetapi ada satu tren belakangan ini, patah hati dan mendengarkan lagu-lagu yang dinyanyikan oleh Didi Kempot.
<\/p>\n\n\n\n

Sosok yang memulai karier berseni sebagai musisi jalanan tersebut kini lagi digandrungi anak muda. Mereka menyebutnya sebagai Sadbois atau Sadgirls, mengagung-mengagungkan patah hati, merayakan kesedihan, dan Didi Kempot yang secara lelucon mereka sebut Lord, hadir memaksimalkan euforia tersebut. Satu lagu, dua lagu, tiga lagu, kalimat seperti \u2018Bajingan kowe dek!\u2019 mulai terlontar dari mulut-mulut penikmat lagu-lagu Didi Kempot.
<\/p>\n\n\n\n

Saya dan mungkin juga kalian sejatinya sudah cukup lama mendengar lagu-lagu Didi Kempot, mungkin sejak SD. Saat umur belum dua angka seperti saat ini, Didi Kempot mungkin hanya saya sebut sebagai musisi yang beraliran Campursari (meski memang benar seperti itu). Namun, ketika umur kian bertambah, Didi Kempot rupanya jauh lebih besar dari itu. Bisa jadi dia adalah representasi dari diksi patah hati itu sendiri.
<\/p>\n\n\n\n

Lagu Sewu Kutho misalnya, saya anggap sebagai lagu patah hati terhebat yang pernah ia buat. Bagaimana rasa rindu, sakit, dan keikhlasan menyatu menjadi satu dalam sebuah lagu. Bahkan doa juga ia sematkan kepada orang yang disayang, agar hidup dia yang dicinta hidup lebih bahagia daripada dirinya. Meski sebenarnya dalam lagu tersebut ada pertentangan lain dalam dirinya yang masih tak bisa ia atasi, ia masih ingin bertemu dengan yang dicinta dengan cara apapun.
<\/p>\n\n\n\n

Pamer Bojo adalah selanjutnya, ia hadir tepat di saat anak muda sedang mengalami tren nikah dini. Saat usia muda memang perasaan dan cinta sedang berkecamuknya, lalu dihadapkan dengan permasalahan yang cukup pelik dalam asmara yaitu ditinggal nikah. Lagu Pamer Bojo adalah solusinya, meski dalam liriknya ada pesan bahwa kita memang tidak pernah siap melihat yang dicinta menikah dengan orang lain. 
<\/p>\n\n\n\n

\u201cNeng opo seneng aku yen mung gawe laraku<\/em><\/p>\n\n\n\n

Pamer bojo anyar neng ngarepku\u201d<\/em>
<\/p>\n\n\n\n

Bagi saya musik memiliki kekuatan hebat walau memiliki tembok bernama bahasa. Hanya musisi hebat yang mampu menembus dinding-dinding itu. Didi Kempot adalah salah satunya, ia mampu membuat orang yang bukan bersuku Jawa bisa menikmati lagunya. Ini sebuah kemajuan dalam berkebudayaan, bahwa suku dan bangsa lain bisa saling menerima karya dari golongan lain. Sesuatu yang saat kini benar-benar kita butuhkan bukan setelah kontestasi politik yang melibatkan sentimen suku, agama, ras, dan antargolongan.
<\/p>\n\n\n\n

Didi Kempot memang sedang naik daun dan kini namanya lagi disebut-sebut di banyak penjuru di ibu kota. Ketakutan saya adalah akan seberapa lama tren ini berlanjut, mengingat tak banyak yang bisa bertahan lama di Jakarta. Akan tetapi pikiran tersebut saya rasa salah, Didi Kempot boleh saja naik daun dan tiba-tiba hilang di Jakarta, akan tetapi karya dan dirinya tetap abadi di Indonesia. Karena yang membuat Didi Kempot agung adalah kita yang selalu kekanak-kanakan menghadapi masalah patah hati. <\/p>\n","post_title":"Memuja-muja Didi Kempot, Mengagung-agungkan Patah Hati","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"memuja-muja-didi-kempot-mengagung-agungkan-patah-hati","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-07-29 16:13:56","post_modified_gmt":"2019-07-29 09:13:56","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5889","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5862,"post_author":"919","post_date":"2019-07-14 12:50:58","post_date_gmt":"2019-07-14 05:50:58","post_content":"\n

Musim haji kini telah tiba. Diperkirakan jutaan orang kini telah memadati Masjidil Haram di Mekkah, Arab Saudi untuk memenuhi salah satu rukun Islam tiap tahunnya. Ritual suci ini menjadi salah satu impian bagi tiap umat muslim di seluruh dunia dan tak seluruhnya bisa melaksanakannya. 
<\/p>\n\n\n\n

Walau demikian musim haji di Indonesia tak pernah sepi peminat. Menko Perekonomian Darmin Nasution memperkirakan jumlah jamaah haji Indonesia akan mencapai 4,34 juta jiwa pada 2019. Per hari ini (14\/7\/2019) jumlah jemaah diperkirakan sudah mencapai 47.983 orang yang sudah berdatangan ke Madinah. 
<\/p>\n\n\n\n

Ada-ada saja memang kelakuan masyarakat Indonesia ketika berkunjung ke luar negeri terutama untuk ibadah haji yang memakan waktu hingga satu bulan. Ada kisah para peserta membawa makanan khas daerah masing-masing karena takut tak bisa menyesuaikan dengan kudapan di sana. Ada yang membawa sambal, jengkol, ikan teri, padahal pihak penyelenggara sudah menyediakan makanan yang sesuai dengan lidah mereka.
<\/p>\n\n\n\n

Salah satu kebiasaan masyarakat Indonesia adalah merokok dan tradisi tersebut sudah mengakar sejak lama. Cita rasa kretek yang kuat dengan campuran cengkeh membuat masyarakat kita sulit menikmati produk rokok asing. Maka dengan demikian ketika bepergian ke luar negeri membawa rokok dari Indonesia adalah hal yang nampaknya sudah jadi kebiasaan. Sejatinya hal tersebut tak bisa dikatakan sebagai aktivitas ilegal, karena mereka membawa rokok lokal untuk dikonsumsi pribadi dan bukan untuk dijual.
<\/p>\n\n\n\n

Pemerintah sejatinya sudah mengakomodasi kebutuhan para perokok yang sedang menjadi peserta haji. Kemudahan itu adalah dengan memperbolehkan jamaah haji membawa rokok maksimal 200 batang untuk dibawa ke tanah suci. Jika berlebih, maka siap-siap untuk diamankan dan disita. Akibat informasi yang kadang tak menyeluruh, kadang masih ada saja rokok yang disita. Tribun Jabar misalnya memberitakan bahwa sehari ada sekitar 200 batang rokok yang disita oleh pihak bea dan cukai.
<\/p>\n\n\n\n

Peraturan memang ada untuk dipatuhi dan diikuti, sebagai perokok tentu hal tersebut tak boleh dihiraukan. Ada baiknya untuk mengikuti prosedur yang sudah diterapkan agar ibadah haji semakin nyaman. Tentu ijin boleh membawa rokok sebanyak 200 batang sudah cukup mengakomodir kebutuhan para perokok. Jika dihitung dalam 40 hari maka dalam satu hari satu jamaah haji bisa mengisap lima batang tentu pas jika kita anggap setiap sehabis sholat menghisap satu batang rokok. Tentu paduan yang sempurna antara ibadah dan kebiasaan merokok. 
<\/p>\n\n\n\n

Ada cara lain untuk mengakali peraturan tersebut, salah satunya adalah dengan menitip kepada anggota keluarga lain. Tentu cara ini sebenarnya tidak bermasalah karena setiap orang punya hak untuk membawa 200 batang rokok. Cara ini nampaknya cukup ampuh dan sudah dilakukan oleh beberapa jamaah haji. Asalkan rokok yang dibawa tentu hanya untuk kebutuhan pribadi, bukan untuk dijual kembali di sana. 
<\/p>\n\n\n\n

Pada akhirnya ibadah harus menjadi petimbangan utama saat ke tanah suci. Mengenai barang bawaan yang sudah diatur harus betul-betul diperhatikan. Toh rokok bukan barang yang bercandu sehingga kebiasaan merokok pun masih bisa diatasi ketika di tanah suci.
<\/p>\n","post_title":"Hal yang Perlu Diperhatikan Perokok Saat Berangkat Haji","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"hal-yang-perlu-diperhatikan-perokok-saat-berangkat-haji","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-07-14 12:51:04","post_modified_gmt":"2019-07-14 05:51:04","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5862","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":7},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"epic_block_3"};

\n

Lagu ini pernah menjadi soundtrack <\/em>hidup saya kala menyukai seseorang. Semenjak mendengar dan suka dengan Goodnight Electric saat SMA, baru kali ini Im Ok dibawakan. Goodnight Electric juga kemudian menutup aksi panggung mereka dengan budaya yang tak pernah mereka lewatkan yaitu dengan lagu Rocket Ship Goes By dan tak lupa melemparkan pesawat kertas di dekat penghujung lagu.
<\/p>\n\n\n\n

Jika Goodnight Electric adalah pembukaan yang manis, seperti memberi rangsangan mengingat masa-masa SMA penuh dengan jadwal pensi, maka The Upstairs yang manggung selanjutnya adalah yang meledakkan pesta itu sendiri. Performa enerjik Jimi Multhaza sang vokalis masih saja seperti yang saya ihat 11 tahun lalu saat The Upstairs manggung di depan TVRI. Tak mau melewatkan momen, saya kemudian merapat ke tengah kerumunan dan berdansa resah didalamnya. Benturan-benturan moshpit tak terelakkan tapi saya nikmati karena adrenalin seperti ini jarang lagi bisa ditemukan.
<\/p>\n\n\n\n

Sama seperti Goodnight Electric, The Upstairs menutupnya dengan bijak. Romansa penonton yang hadir akan\u00a0 Pensi ala anak SMA di awal 2000an dan hingga sepuluh tahun setelahnya tak mereka kecewakan. Jimi dkk memilih lagu Matraman sebegai tembang penutup, lagu yang menurut Jimi (saat populer) bisa diputar hingga berulang kali dalam satu hari di radio-radio lokal. Lagu yang kemudian menjadi soundtrack skena persahabatan, cinta, dan tawuran anak SMA kala itu.\u00a0<\/p>\n\n\n\n

Baca: Smoker Traveller: Hero Coffe Kota Tua Semarang<\/a><\/p>\n\n\n\n

The Adams sebagai band ketiga yang tampil lalu datang meneduhkan suasana. Betul, penonton langsung terbuai saat itu oleh suara yang beradu-adu antara Saleh Husein dan Ario Hendarwan. Sing along kemudian jadi hal yang wajib dilakukan saat itu, semuanya menikmati karaoke masal dari lagu-lagu yang dibawakan seperti Hanya Kau, Berwisata, Konservatif, hingga Halo Beni. Suasana kala itu semakin manis saat sang pianis The Adams (hingga kini belum saya ketahui namanya) selalu melemparkan senyumnya ke arah penonton. Ah sial, saat itu saya berada di posisi yang sangat jauh darinya, itu saja sudah membuat saya bergetar.
<\/p>\n\n\n\n

Karena saya memarkir motor di luar area Kuningan City dan hanya dijaga sampai pukul 23:30, akhirnya kami pulang lebih cepat. Saat keluar venue saya memastikan tetap sebats dulu, mereview apa yang menarik terjadi di dalam sana. Saya lantas menarik kesimpulan bahwa dari pengalaman selama hampir tiga jam lebih menikmati konser tanpa rokok, tak terjadi apa-apa dari kami. Tak ada kekhawatiran berlebihan, perubahan mood karena tak merokok, atau keburukan lainnya. Semuanya sama saja dan normal-normal saja.
<\/p>\n\n\n\n

Hanya jika boleh memberi saran kepada pihak pengelola, perampasan rokok tentu mesti dipertimbangkan ulang. Sekali lagi rokok adalah produk legal dan mempunyai aturan yang sudah disepakati terkait pengkonsumsiannya. Lagian, saya kira para perokok sekarang juga sudah mulai tertib terhadap aturan dan tidak ingin merugikan terhadap yang lainnya.<\/p>\n","post_title":"Pengalaman Tiga Jam Lebih Menyaksikan Konser Musik Tanpa Asap Rokok","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"pengalaman-tiga-jam-lebih-menyaksikan-konser-musik-tanpa-asap-rokok","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-09-04 07:32:19","post_modified_gmt":"2019-09-04 00:32:19","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6017","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5993,"post_author":"919","post_date":"2019-08-25 12:09:00","post_date_gmt":"2019-08-25 05:09:00","post_content":"\n

Fenomena digital<\/a> saat ini memberi satu warna dalam dunia musik yaitu Low Identify Music atau yang populer disebut sebagai Lo Fi Music. Bagaimana bisa musik dengan irama seadanya bahkan dibuat dengan biaya yang sangat sederhana itu kini bisa populer dan digandrungi banyak orang. Tentu bukan hanya faktor algoritma youtube yang membuat anda tenggelam dalam iramanya. Namun memang Lo Fi cukup ampuh untuk menenangkan kalian dari segala keruwetan hidup.
<\/p>\n\n\n\n

Meski banyak yang bilang Lo Fi adalah musik saat ini, namun sejatinya dia adalah akulturasi dari segala perkembangan jaman. Sebelum youtube dan spotify ditemukan, Seorang David Mattis kemudian mengaransemen lagu \u2018My Song\u2019 yang dibawakan oleh Johnny Ace yang disebut-sebut oleh hotvox.co.uk<\/a><\/em> sebagai lagu Lo Fi pertama di dunia. David Mattis mengakui bahwa membuat lagu tersebut dengan budget minimal dan hanya dengan 15 menit waktu pekerjaan. Ajaibnya lagu tersebut kemudian memuncaki tangga teratas Billboard <\/em>R&B chart pada 1952.<\/p>\n\n\n\n

Baca: Dangdut Koplo, \u201cJalan Baru\u201d Musik Dangdut Indonesia<\/a><\/p>\n\n\n\n

Seiring perkembangan jaman, Lo Fi kemudian masuk ke dalam ranah hip hop. Bisa dikatakan, Lo Fi mulai mendapatkan modifikasi dan kemudian menjadi populer di kuping para pendengar. thenextwavechichago.com<\/a><\/em> menyebutkan bahwa ada andil musisi hip hop top saat itu. Mereka adalah nama besar seperti RZA, Madlib, and Wu-Tang, serta J Dilla. <\/p>\n\n\n\n

Di kemudian hari pria yang memiliki nama lengkap James Dewitt Yancey itulah yang justru berkibar dengan aliran Lo Fi hip hop. 
<\/p>\n\n\n\n

Perkembangan Lo Fi juga kemudian beriringan dengan tumbuhnya musik-musik Vaporwave yang lebih dikenal memiliki spirit perjuangan. Meski disebut-sebut oleh sebagian pihak sebagai musik sampah (karena dibuat dengan hanya meremake lagu klasik) namun Vaporwave hadir sebagai bentuk jengahnya anak muda terhadap budaya konsumerisme yang tengah tinggi di era 90 hingga 2000 awal. Musik Lo Fi dan Vaporwave memiliki rasa yang hampir sama serta dianggap oleh penikmatnya sebagai musik yang aestethic.\u00a0<\/p>\n\n\n\n

Baca: Memuja-muja Didi Kempot, Mengagung-agungkan Patah Hati<\/a><\/p>\n\n\n\n

Jauh dari tanah kelahiran hip hop di Amerika Serikat, ada seorang musisi cerdas bernama Jun Seba atau yang identitik dengan nama Nujabes. Boleh dibilang, dia yang membawa penulis mengeksplore lebih dalam tentang aliran musik lo fi hip hop. Nujabes dengan cepat menjadi terkenal karena produksinya yang unik. Suara musik yang khas, bernostalgia, dan pengaruh jazz yang memberikan atmosfer tersendiri secara kebetulan menciptakan gaya yang sangat sebanding dengan J Dilla.
<\/p>\n\n\n\n

Dua tokoh di atas kemudian memberikan inspirasi kepada kreator-kreator Lo Fi music selanjutnya. Jika berbicara tentang proses pembuatannya tentu dianggap sebagai sesuatu yang mudah. Musisi lokal seperti Mardial bahkan pernah memberikan tutorial lengkapnya hanya dalam waktu singkat lewat akun youtubenya. Cukup ambil sampel musik klasik, potong di beberapa bagian (agar tak melanggar hak cipta), padukan dengan beat hip hop, beri musik tersebut sentuhan efek hujan, maka boom! jadilah sebuah Lo Fi music. 
<\/p>\n\n\n\n

Tapi nyatanya membuat musik yang nikmat tak semudah itu, menentukan nada yang pas dan menjahitnya dalam alunan ritme yang menarik butuh pemahaman tentang musik. Walau\u00a0 Lo Fi music dianggap musik yang murah, namun alunannya cukup ampuh menemani waktu luangmu. Maka tak heran jika banyak ragam playlist Lo Fi di spotify dan youtube dengan judul-judul seperti lo fi hip hop\/chillhop\/jazzhop\/beats to relax\/beats to study atau yang lainnya.<\/p>\n\n\n\n

Baca: Iklan Djarum 76 dan Goyangan Sekretaris Cantik yang Tengah Naik Daun<\/a><\/p>\n\n\n\n

Lo Fi di era modern kini diidentikkan pula dengan sesuatu yang berbau Jepang seperti anime bahkan dorama-dorama klasik. Ragam playlist di atas tentu jika kalian putar maka memiliki gambar background seperti potongan gif film dari Studio Ghibli, Cowboy Bebop, hingga Neon Genesis Evangelion. Menurut musicthehangup.com<\/a>, penggabungan antara lo fi dan anime terinsipirasi juga dari Nujabes yang memang juga membuat soundtrack untuk anime top karya Shinji Obara. 
<\/p>\n\n\n\n

Nujabes dan J Dilla memang sudah terlebih dahulu meninggalkan kita. Walau demikian tunas-tunas muda banyak bertumbuhan. Karya-karya lo fi saat ini yang familiar di telinga para pendengarnya adalah Saib, Yungbae, Jinsang, Kudasai, Elijah Who, bahkan ada juga yang dari Indonesia yaitu Jordy Chandra, Icecream, dan PXZVC.
<\/p>\n\n\n\n

Musim hujan kini bakal mulai tiba di tanah air. Mulai awal September hingga mungkin karanya awal tahun depan hujan mulai turun dan membasahi tanah. Musim penghujan adalah waktu yang tepat untuk mendengarkan musik-musik Lo Fi. Siapkan earphone anda dan biarkan dirimu tenggelam rileks didalam alunannya.
<\/p>\n","post_title":"Tentang Lo Fi Music, Alunan Nada Sederhana Pemikat Sukma","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"tentang-lo-fi-music-alunan-nada-sederhana-pemikat-sukma","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-08-25 12:09:07","post_modified_gmt":"2019-08-25 05:09:07","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5993","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5946,"post_author":"919","post_date":"2019-08-11 12:28:00","post_date_gmt":"2019-08-11 05:28:00","post_content":"\n

Plastik itu berwarna hitam seperti layaknya plastik kebanyakan. Didalamnya ada seonggoh daging segar yang akan diberikan kepada mereka yang layak membutuhkan. Rutinitas ini setahun sekali adanya. Plastik hitam itu ditunggu-tunggu banyak orang. Plastik hitam itu juga akan dijamah oleh banyak tangan. Plastik hitam itu membawa saya kepada kenangan di waktu silam.
<\/p>\n\n\n\n

Sebagai seorang Muslim, Hari Raya Iduladha adalah satu hal yang dinanti-nanti. Ia merupakan hari raya kedua bagi umat Nabi Muhammad setelah Idulfitri. Ada peristiwa berbeda yang menandai hadirnya kedua hari sakral tersebut. Bicara soal Iduladha, beberapa ulama sepakat menyebut bahwa ini adalah lambang pengorbanan manusia kepada sosial dan Tuhannya.
<\/p>\n\n\n\n

Maka lumrah jika jelang dan setelah menunaikan sholat Iduladha, ada banyak daging yang dihidangkan secara gratis untuk seluruh kalangan (meski yang diutamakan adalah kaum papa). Sebelum daging itu dibagikan, secara kolektif warga satu wilayah akan bersama-sama memotong hewan yang diwajibkan untuk dikurbankan yaitu sapi, kambing, domba, hingga onta. Hewan-hewan tersebut juga merupakan hasil sumbangan dari para penderma, baik itu individu atau memang yang dikumpulkan secara bersama-sama.
<\/p>\n\n\n\n

Momen inilah yang memang saya rindukan, ketika Iduladha tiba, bayangan saya langsung jauh menuju memori di masa kecil. Kala itu kami sibuk menghitung hewan yang sudah dikumpulkan di area masjid. Saya bersama teman-teman juga bermain dengan hewan itu dan sesekali bercanda dengannya. Saat hewan itu hendak disembelih, kami juga sedikit mengintip-ngintip (melihat proses penyembelihan) karena (kadang) tak tega melihat mereka direnggut nyawanya.
<\/p>\n\n\n\n

Momen-momen bermain di masjid saat hari raya memang satu hal yang indah dan mahal. Jika kami dulu di kampung memang sudah sering berinteraksi satu sama lain, maka di momen hari raya ikatan itu semakin dikuatkan. Mungkin juga di kota, meski tak punya intensitas yang cukup lebih (dalam berinteraksi sesama warga) seperti di kampung, namun jika hari raya tiba semuanya mau tak mau harus saling menyapa dan berkumpul. Semuanya berkumpul hingga malam tiba, berkumpul di depan api dan asap, serta tusukan sate daging yang sangat lezat untuk disantap.
<\/p>\n\n\n\n

Memori lainnya yang masih diingat adalah saat kami mulai mengamati potongan daging yang masih bergerak-gerak. Rupanya itu adalah denyut otot yang masih tetap bekerja meski hewan tersebut sudah tak lagi bernyawa. Ada lagi, kami mengamati betul hewan-hewan yang dikuliti, takjub memang dengan orang dewasa yang mahir melakukannya saat itu. Kulit tersebut kemudian kadang kami perebutkan, meski tak tahu akan hendak digunakan untuk apa nantinya.
<\/p>\n\n\n\n

Bermain-main dengan kepala kambing memang satu hal yang lucu saat kecil dahulu. Terkadang kami mengibaratkan tanduknya sebagai setang sepeda lalu membawanya sambil berlarian. Kadang juga kami merasa kebauan akibat bermain terlalu dekat dengan lubang tempat darah dan isi perut hewan yang sudah disembelih. Tapi ada satu yang unik, waktu kecil kami juga berebut mengambil torpedo hewan kurban. Rupanya rasanya nikmat dan memang tak ada gejala apa-apa setelah memakan itu, namun katanya kalau dimakan saat umur sudah dewasa maka reaksinya akan berbeda, entahlah.
<\/p>\n\n\n\n

Bicara Iduladha adalah soal lebaran di daerah perantauan. Bagi mereka yang merantau, momen lebaran idul adha biasanya dihabiskan bukan di kampung halaman. Tentu banyak faktor, mulai dari materi dan efisiensi waktu mengingat hari liburnya yang tak sebanyak Idulfitri. Tapi rupanya diciptakan dua hari raya bagi umat muslim rasanya memang lengkap (bagi anak rantau), satu untuk dirayakan bersama sanak famili di kampung, satunya lagi bersama tetangga dan rekan kerja di perantauan.
<\/p>\n\n\n\n

Maka memori anak-anak (dari mereka yang orangtuanya adalah perantauan) adalah soal bermain dengan tetangga komplek serta sekitarnya. Tak sedikit juga yang berkumpul di sekolah untuk merayakan bakar sate dan memakannya bersama-sama. Pada akhirnya memori tentang kisah kecil kita adalah suatu landasan, agar apabila suatu saat mulai jauh dari ajaran agama, kita diingatkan lagi tentang indahnya masa kecil yang kerap selalu mewah dengan momen perayaan ajaran tuhan.
<\/p>\n\n\n\n

Dari plastik hitam itu aku mengingat masa kecilku, dan dari ingatan masa kecil aku mengingat diriku yang ternyata kini kian jauh dari Tuhan.<\/p>\n","post_title":"Ingatan Masa Kecil dalam Seonggok Daging Iduladha","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"ingatan-masa-kecil-dalam-seonggok-daging-iduladha","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-08-11 12:28:07","post_modified_gmt":"2019-08-11 05:28:07","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5946","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5933,"post_author":"919","post_date":"2019-08-05 13:39:32","post_date_gmt":"2019-08-05 06:39:32","post_content":"\n

Musik adalah bagian dari kehidupan. Setiap alunannya menjadi warna yang saling menari mengikuti jejak langkah kehidupan. Sejak kecil irama musik mulai diperkenalkan orang tua hingga dewasa kita mulai mengenal musik dengan pemikiran sendiri. Musik menjadi teman setia manusa dalam berproses, baik jika akhirnya gagal atau mendulang kesukasesan.
<\/p>\n\n\n\n

Maka benar kata Bob Marley yang menyebut bahwa satu hal yang baik tentang musik adalah ketika itu menyentuh anda tidak akan ada rasa sakit (secara harfiah). Musik menjadi legitimasi perasaan yang tertaut dengan momen, menjadi irama pendamping saat satu peristiwa terjadi. 
<\/p>\n\n\n\n

Era digital seperti sekarang ini kita diperkenalkan dengan berbagai platform pemutar musik secara online dan yang paling banyak digunakan saat ini adalah Spotify. Anda bisa mendengarkan musik secara berbayar dengan profit kualitas suara yang jernih dan tentu membuat playlist idamanmu! playlist ini yang nantinya bisa anda bagikan di sosial media atau langsung ke whatsapp temanmu, hingga pacarmu.
<\/p>\n\n\n\n

Tentu kami juga punya pilihan lagu yang layak anda perdengarkan. Minggu ini kami merangkum lima lagu yang cocok anda dengarkan untuk menemani beraktivitas. Berikut lima lagu tersebut.
<\/p>\n\n\n\n

Selamat Pagi - Ran
<\/h2>\n\n\n\n

Nyaris tak ada yang memungkiri kalau Senin Pagi adalah sesuatu yang menjemukan. Kalau sudah begini dibutuhkan lagu yang tepat untuk mengawali aktifitas anda. Kami rekomendasikan lagu ini yang terdengar catchy agar menjadi mood booster bagi kalian yang masih terikat oleh hawa-hawa libur akhir pekan.
<\/p>\n\n\n\n

Wong Edan Kuwi Bebas - Shodiq Monata
<\/h2>\n\n\n\n

Yoooo! lagu-lagu dangdut memang sangat dibutuhkan ketika irama aktivitas anda mulai meningkat. Lagu ini memiliki beat yang cukup kencang diiringi dengan irama koplo yang siap membuat anda untuk bergoyang. Persetan dengan segala kemacetan hingga marahan dari atasan, Wong Edan Kuwi Bebas!
<\/p>\n\n\n\n

Sulung - Kunto Aji
<\/h2>\n\n\n\n

Kadang apa yang kita harapkan tak sesuai hasil yang didapatkan. Ekspektasi berlebihan membuatmu menjadi lupa pada jati diri, jika gagal maka berpotensi untuk tak percaya diri dan jika sukses bukan tak mungkin akan semakin menyombongkan diri. Karena kata Kunto Aji yang sebaiknya kau jaga adalah dirimu sendiri.
<\/p>\n\n\n\n

This Girl - Kungs
<\/h2>\n\n\n\n

Kalau Jumat malam sudah tiba maka waktunya untuk bersenang-senang! segera hubungi sahabat atau kekasih anda. Kongkow di kedai kopi atau berajojing ria juga pun tak masalah. Adakalanya anda butuh melepaskan penat, goyang badanmu dan nikmati dentuman musiknya.
<\/p>\n\n\n\n

Rotterdam (Or Anywhere) - The Beautiful South
<\/h2>\n\n\n\n

Sabtu dan Minggu waktunya jalan-jalan! kalau punya uang dan waktu ada baiknya berkunjung ke luar kota, namun jika budget terbatas maka kendarai motormu atau gunakan kendaraan umum lalu main ke rumah temanmu bisa jadi solusi. Tak peduli apa pun tempat yang anda kunjungi asal itu membahagiakan, benar kan?<\/p>\n","post_title":"Playlist Spotify Mantap Minggu Ini untuk Kalian Para Perokok Keren","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"playlist-spotify-mantap-minggu-ini-untuk-kalian-para-perokok-keren","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-08-05 13:39:39","post_modified_gmt":"2019-08-05 06:39:39","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5933","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5889,"post_author":"919","post_date":"2019-07-29 16:13:48","post_date_gmt":"2019-07-29 09:13:48","post_content":"\n

Upaya mengejar cinta selalu menghadirkan satu masalah yaitu patah hati. Jika bicara soal peluang bakal menghadapi masalah tersebut, maka persentasinya adalah 50:50. Potensinya sudah bisa membesar sejak awal anda mencoba untuk berkenalan dengan sosok idaman. Jika salah langkah, sudah pasti si dia bakal menjauh, andai pun langkah awal sudah tepat tapi threatmennya pendekatannya salah, siap-siap kalimat \u2018maaf kita ga cocok\u2019<\/em> akan anda dapatkan.\u00a0
<\/p>\n\n\n\n

Kalau sudah patah hati rasanya memang ribet. Rendang yang katanya dijadikan makanan terenak di dunia pun rasanya seperti daging gosong. Mau beraktifitas juga susah, karena isinya hanya meratap dan merenungi. Diajak teman main game <\/em>juga tak maksimal, apalagi kongkow-kongkow sampai subuh. Kalau sudah begini tak boleh buru-buru larut dalam kesedihan, musik bisa jadi obat ampuh untuk menenangkannya. 
<\/p>\n\n\n\n

Musik memang soal selera, ada yang ingin lagu agak ngebeat <\/em>biar adrenalinennya naik. Ada yang memutar lagi jazz supaya lebih tenang, musik dangdut biar oaoe<\/em>, hingga lagu indie biar terkesan indies (ealaahhh). Akan tetapi ada satu tren belakangan ini, patah hati dan mendengarkan lagu-lagu yang dinyanyikan oleh Didi Kempot.
<\/p>\n\n\n\n

Sosok yang memulai karier berseni sebagai musisi jalanan tersebut kini lagi digandrungi anak muda. Mereka menyebutnya sebagai Sadbois atau Sadgirls, mengagung-mengagungkan patah hati, merayakan kesedihan, dan Didi Kempot yang secara lelucon mereka sebut Lord, hadir memaksimalkan euforia tersebut. Satu lagu, dua lagu, tiga lagu, kalimat seperti \u2018Bajingan kowe dek!\u2019 mulai terlontar dari mulut-mulut penikmat lagu-lagu Didi Kempot.
<\/p>\n\n\n\n

Saya dan mungkin juga kalian sejatinya sudah cukup lama mendengar lagu-lagu Didi Kempot, mungkin sejak SD. Saat umur belum dua angka seperti saat ini, Didi Kempot mungkin hanya saya sebut sebagai musisi yang beraliran Campursari (meski memang benar seperti itu). Namun, ketika umur kian bertambah, Didi Kempot rupanya jauh lebih besar dari itu. Bisa jadi dia adalah representasi dari diksi patah hati itu sendiri.
<\/p>\n\n\n\n

Lagu Sewu Kutho misalnya, saya anggap sebagai lagu patah hati terhebat yang pernah ia buat. Bagaimana rasa rindu, sakit, dan keikhlasan menyatu menjadi satu dalam sebuah lagu. Bahkan doa juga ia sematkan kepada orang yang disayang, agar hidup dia yang dicinta hidup lebih bahagia daripada dirinya. Meski sebenarnya dalam lagu tersebut ada pertentangan lain dalam dirinya yang masih tak bisa ia atasi, ia masih ingin bertemu dengan yang dicinta dengan cara apapun.
<\/p>\n\n\n\n

Pamer Bojo adalah selanjutnya, ia hadir tepat di saat anak muda sedang mengalami tren nikah dini. Saat usia muda memang perasaan dan cinta sedang berkecamuknya, lalu dihadapkan dengan permasalahan yang cukup pelik dalam asmara yaitu ditinggal nikah. Lagu Pamer Bojo adalah solusinya, meski dalam liriknya ada pesan bahwa kita memang tidak pernah siap melihat yang dicinta menikah dengan orang lain. 
<\/p>\n\n\n\n

\u201cNeng opo seneng aku yen mung gawe laraku<\/em><\/p>\n\n\n\n

Pamer bojo anyar neng ngarepku\u201d<\/em>
<\/p>\n\n\n\n

Bagi saya musik memiliki kekuatan hebat walau memiliki tembok bernama bahasa. Hanya musisi hebat yang mampu menembus dinding-dinding itu. Didi Kempot adalah salah satunya, ia mampu membuat orang yang bukan bersuku Jawa bisa menikmati lagunya. Ini sebuah kemajuan dalam berkebudayaan, bahwa suku dan bangsa lain bisa saling menerima karya dari golongan lain. Sesuatu yang saat kini benar-benar kita butuhkan bukan setelah kontestasi politik yang melibatkan sentimen suku, agama, ras, dan antargolongan.
<\/p>\n\n\n\n

Didi Kempot memang sedang naik daun dan kini namanya lagi disebut-sebut di banyak penjuru di ibu kota. Ketakutan saya adalah akan seberapa lama tren ini berlanjut, mengingat tak banyak yang bisa bertahan lama di Jakarta. Akan tetapi pikiran tersebut saya rasa salah, Didi Kempot boleh saja naik daun dan tiba-tiba hilang di Jakarta, akan tetapi karya dan dirinya tetap abadi di Indonesia. Karena yang membuat Didi Kempot agung adalah kita yang selalu kekanak-kanakan menghadapi masalah patah hati. <\/p>\n","post_title":"Memuja-muja Didi Kempot, Mengagung-agungkan Patah Hati","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"memuja-muja-didi-kempot-mengagung-agungkan-patah-hati","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-07-29 16:13:56","post_modified_gmt":"2019-07-29 09:13:56","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5889","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5862,"post_author":"919","post_date":"2019-07-14 12:50:58","post_date_gmt":"2019-07-14 05:50:58","post_content":"\n

Musim haji kini telah tiba. Diperkirakan jutaan orang kini telah memadati Masjidil Haram di Mekkah, Arab Saudi untuk memenuhi salah satu rukun Islam tiap tahunnya. Ritual suci ini menjadi salah satu impian bagi tiap umat muslim di seluruh dunia dan tak seluruhnya bisa melaksanakannya. 
<\/p>\n\n\n\n

Walau demikian musim haji di Indonesia tak pernah sepi peminat. Menko Perekonomian Darmin Nasution memperkirakan jumlah jamaah haji Indonesia akan mencapai 4,34 juta jiwa pada 2019. Per hari ini (14\/7\/2019) jumlah jemaah diperkirakan sudah mencapai 47.983 orang yang sudah berdatangan ke Madinah. 
<\/p>\n\n\n\n

Ada-ada saja memang kelakuan masyarakat Indonesia ketika berkunjung ke luar negeri terutama untuk ibadah haji yang memakan waktu hingga satu bulan. Ada kisah para peserta membawa makanan khas daerah masing-masing karena takut tak bisa menyesuaikan dengan kudapan di sana. Ada yang membawa sambal, jengkol, ikan teri, padahal pihak penyelenggara sudah menyediakan makanan yang sesuai dengan lidah mereka.
<\/p>\n\n\n\n

Salah satu kebiasaan masyarakat Indonesia adalah merokok dan tradisi tersebut sudah mengakar sejak lama. Cita rasa kretek yang kuat dengan campuran cengkeh membuat masyarakat kita sulit menikmati produk rokok asing. Maka dengan demikian ketika bepergian ke luar negeri membawa rokok dari Indonesia adalah hal yang nampaknya sudah jadi kebiasaan. Sejatinya hal tersebut tak bisa dikatakan sebagai aktivitas ilegal, karena mereka membawa rokok lokal untuk dikonsumsi pribadi dan bukan untuk dijual.
<\/p>\n\n\n\n

Pemerintah sejatinya sudah mengakomodasi kebutuhan para perokok yang sedang menjadi peserta haji. Kemudahan itu adalah dengan memperbolehkan jamaah haji membawa rokok maksimal 200 batang untuk dibawa ke tanah suci. Jika berlebih, maka siap-siap untuk diamankan dan disita. Akibat informasi yang kadang tak menyeluruh, kadang masih ada saja rokok yang disita. Tribun Jabar misalnya memberitakan bahwa sehari ada sekitar 200 batang rokok yang disita oleh pihak bea dan cukai.
<\/p>\n\n\n\n

Peraturan memang ada untuk dipatuhi dan diikuti, sebagai perokok tentu hal tersebut tak boleh dihiraukan. Ada baiknya untuk mengikuti prosedur yang sudah diterapkan agar ibadah haji semakin nyaman. Tentu ijin boleh membawa rokok sebanyak 200 batang sudah cukup mengakomodir kebutuhan para perokok. Jika dihitung dalam 40 hari maka dalam satu hari satu jamaah haji bisa mengisap lima batang tentu pas jika kita anggap setiap sehabis sholat menghisap satu batang rokok. Tentu paduan yang sempurna antara ibadah dan kebiasaan merokok. 
<\/p>\n\n\n\n

Ada cara lain untuk mengakali peraturan tersebut, salah satunya adalah dengan menitip kepada anggota keluarga lain. Tentu cara ini sebenarnya tidak bermasalah karena setiap orang punya hak untuk membawa 200 batang rokok. Cara ini nampaknya cukup ampuh dan sudah dilakukan oleh beberapa jamaah haji. Asalkan rokok yang dibawa tentu hanya untuk kebutuhan pribadi, bukan untuk dijual kembali di sana. 
<\/p>\n\n\n\n

Pada akhirnya ibadah harus menjadi petimbangan utama saat ke tanah suci. Mengenai barang bawaan yang sudah diatur harus betul-betul diperhatikan. Toh rokok bukan barang yang bercandu sehingga kebiasaan merokok pun masih bisa diatasi ketika di tanah suci.
<\/p>\n","post_title":"Hal yang Perlu Diperhatikan Perokok Saat Berangkat Haji","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"hal-yang-perlu-diperhatikan-perokok-saat-berangkat-haji","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-07-14 12:51:04","post_modified_gmt":"2019-07-14 05:51:04","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5862","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":7},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"epic_block_3"};

\n

Akhirnya kami pun mengikhlaskan, walau sejatinya harus jua bertindak licik dengan menyembunyikan rokok kami di luar. Bukan apa-apa ini lebih faktor mubazir. Tiba saatnya acara dan Ajis Doa Ibu serta Gilang Gombloh memecahkan suasana dengan dark jokes soal agama hingga lelucon soal Fiersa Besari. Goodnigh Electric kemudian menjadi band pembuka dengan membawakan tembang-tembang lawas seperti Am i Robot, Teenage Love and Broken Heart, The Supermarket I Am In, hingga lagu syahdu mereka yang saya tunggu-tunggu untuk dibawakan yaitu Im OK.\u00a0
<\/p>\n\n\n\n

Lagu ini pernah menjadi soundtrack <\/em>hidup saya kala menyukai seseorang. Semenjak mendengar dan suka dengan Goodnight Electric saat SMA, baru kali ini Im Ok dibawakan. Goodnight Electric juga kemudian menutup aksi panggung mereka dengan budaya yang tak pernah mereka lewatkan yaitu dengan lagu Rocket Ship Goes By dan tak lupa melemparkan pesawat kertas di dekat penghujung lagu.
<\/p>\n\n\n\n

Jika Goodnight Electric adalah pembukaan yang manis, seperti memberi rangsangan mengingat masa-masa SMA penuh dengan jadwal pensi, maka The Upstairs yang manggung selanjutnya adalah yang meledakkan pesta itu sendiri. Performa enerjik Jimi Multhaza sang vokalis masih saja seperti yang saya ihat 11 tahun lalu saat The Upstairs manggung di depan TVRI. Tak mau melewatkan momen, saya kemudian merapat ke tengah kerumunan dan berdansa resah didalamnya. Benturan-benturan moshpit tak terelakkan tapi saya nikmati karena adrenalin seperti ini jarang lagi bisa ditemukan.
<\/p>\n\n\n\n

Sama seperti Goodnight Electric, The Upstairs menutupnya dengan bijak. Romansa penonton yang hadir akan\u00a0 Pensi ala anak SMA di awal 2000an dan hingga sepuluh tahun setelahnya tak mereka kecewakan. Jimi dkk memilih lagu Matraman sebegai tembang penutup, lagu yang menurut Jimi (saat populer) bisa diputar hingga berulang kali dalam satu hari di radio-radio lokal. Lagu yang kemudian menjadi soundtrack skena persahabatan, cinta, dan tawuran anak SMA kala itu.\u00a0<\/p>\n\n\n\n

Baca: Smoker Traveller: Hero Coffe Kota Tua Semarang<\/a><\/p>\n\n\n\n

The Adams sebagai band ketiga yang tampil lalu datang meneduhkan suasana. Betul, penonton langsung terbuai saat itu oleh suara yang beradu-adu antara Saleh Husein dan Ario Hendarwan. Sing along kemudian jadi hal yang wajib dilakukan saat itu, semuanya menikmati karaoke masal dari lagu-lagu yang dibawakan seperti Hanya Kau, Berwisata, Konservatif, hingga Halo Beni. Suasana kala itu semakin manis saat sang pianis The Adams (hingga kini belum saya ketahui namanya) selalu melemparkan senyumnya ke arah penonton. Ah sial, saat itu saya berada di posisi yang sangat jauh darinya, itu saja sudah membuat saya bergetar.
<\/p>\n\n\n\n

Karena saya memarkir motor di luar area Kuningan City dan hanya dijaga sampai pukul 23:30, akhirnya kami pulang lebih cepat. Saat keluar venue saya memastikan tetap sebats dulu, mereview apa yang menarik terjadi di dalam sana. Saya lantas menarik kesimpulan bahwa dari pengalaman selama hampir tiga jam lebih menikmati konser tanpa rokok, tak terjadi apa-apa dari kami. Tak ada kekhawatiran berlebihan, perubahan mood karena tak merokok, atau keburukan lainnya. Semuanya sama saja dan normal-normal saja.
<\/p>\n\n\n\n

Hanya jika boleh memberi saran kepada pihak pengelola, perampasan rokok tentu mesti dipertimbangkan ulang. Sekali lagi rokok adalah produk legal dan mempunyai aturan yang sudah disepakati terkait pengkonsumsiannya. Lagian, saya kira para perokok sekarang juga sudah mulai tertib terhadap aturan dan tidak ingin merugikan terhadap yang lainnya.<\/p>\n","post_title":"Pengalaman Tiga Jam Lebih Menyaksikan Konser Musik Tanpa Asap Rokok","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"pengalaman-tiga-jam-lebih-menyaksikan-konser-musik-tanpa-asap-rokok","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-09-04 07:32:19","post_modified_gmt":"2019-09-04 00:32:19","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6017","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5993,"post_author":"919","post_date":"2019-08-25 12:09:00","post_date_gmt":"2019-08-25 05:09:00","post_content":"\n

Fenomena digital<\/a> saat ini memberi satu warna dalam dunia musik yaitu Low Identify Music atau yang populer disebut sebagai Lo Fi Music. Bagaimana bisa musik dengan irama seadanya bahkan dibuat dengan biaya yang sangat sederhana itu kini bisa populer dan digandrungi banyak orang. Tentu bukan hanya faktor algoritma youtube yang membuat anda tenggelam dalam iramanya. Namun memang Lo Fi cukup ampuh untuk menenangkan kalian dari segala keruwetan hidup.
<\/p>\n\n\n\n

Meski banyak yang bilang Lo Fi adalah musik saat ini, namun sejatinya dia adalah akulturasi dari segala perkembangan jaman. Sebelum youtube dan spotify ditemukan, Seorang David Mattis kemudian mengaransemen lagu \u2018My Song\u2019 yang dibawakan oleh Johnny Ace yang disebut-sebut oleh hotvox.co.uk<\/a><\/em> sebagai lagu Lo Fi pertama di dunia. David Mattis mengakui bahwa membuat lagu tersebut dengan budget minimal dan hanya dengan 15 menit waktu pekerjaan. Ajaibnya lagu tersebut kemudian memuncaki tangga teratas Billboard <\/em>R&B chart pada 1952.<\/p>\n\n\n\n

Baca: Dangdut Koplo, \u201cJalan Baru\u201d Musik Dangdut Indonesia<\/a><\/p>\n\n\n\n

Seiring perkembangan jaman, Lo Fi kemudian masuk ke dalam ranah hip hop. Bisa dikatakan, Lo Fi mulai mendapatkan modifikasi dan kemudian menjadi populer di kuping para pendengar. thenextwavechichago.com<\/a><\/em> menyebutkan bahwa ada andil musisi hip hop top saat itu. Mereka adalah nama besar seperti RZA, Madlib, and Wu-Tang, serta J Dilla. <\/p>\n\n\n\n

Di kemudian hari pria yang memiliki nama lengkap James Dewitt Yancey itulah yang justru berkibar dengan aliran Lo Fi hip hop. 
<\/p>\n\n\n\n

Perkembangan Lo Fi juga kemudian beriringan dengan tumbuhnya musik-musik Vaporwave yang lebih dikenal memiliki spirit perjuangan. Meski disebut-sebut oleh sebagian pihak sebagai musik sampah (karena dibuat dengan hanya meremake lagu klasik) namun Vaporwave hadir sebagai bentuk jengahnya anak muda terhadap budaya konsumerisme yang tengah tinggi di era 90 hingga 2000 awal. Musik Lo Fi dan Vaporwave memiliki rasa yang hampir sama serta dianggap oleh penikmatnya sebagai musik yang aestethic.\u00a0<\/p>\n\n\n\n

Baca: Memuja-muja Didi Kempot, Mengagung-agungkan Patah Hati<\/a><\/p>\n\n\n\n

Jauh dari tanah kelahiran hip hop di Amerika Serikat, ada seorang musisi cerdas bernama Jun Seba atau yang identitik dengan nama Nujabes. Boleh dibilang, dia yang membawa penulis mengeksplore lebih dalam tentang aliran musik lo fi hip hop. Nujabes dengan cepat menjadi terkenal karena produksinya yang unik. Suara musik yang khas, bernostalgia, dan pengaruh jazz yang memberikan atmosfer tersendiri secara kebetulan menciptakan gaya yang sangat sebanding dengan J Dilla.
<\/p>\n\n\n\n

Dua tokoh di atas kemudian memberikan inspirasi kepada kreator-kreator Lo Fi music selanjutnya. Jika berbicara tentang proses pembuatannya tentu dianggap sebagai sesuatu yang mudah. Musisi lokal seperti Mardial bahkan pernah memberikan tutorial lengkapnya hanya dalam waktu singkat lewat akun youtubenya. Cukup ambil sampel musik klasik, potong di beberapa bagian (agar tak melanggar hak cipta), padukan dengan beat hip hop, beri musik tersebut sentuhan efek hujan, maka boom! jadilah sebuah Lo Fi music. 
<\/p>\n\n\n\n

Tapi nyatanya membuat musik yang nikmat tak semudah itu, menentukan nada yang pas dan menjahitnya dalam alunan ritme yang menarik butuh pemahaman tentang musik. Walau\u00a0 Lo Fi music dianggap musik yang murah, namun alunannya cukup ampuh menemani waktu luangmu. Maka tak heran jika banyak ragam playlist Lo Fi di spotify dan youtube dengan judul-judul seperti lo fi hip hop\/chillhop\/jazzhop\/beats to relax\/beats to study atau yang lainnya.<\/p>\n\n\n\n

Baca: Iklan Djarum 76 dan Goyangan Sekretaris Cantik yang Tengah Naik Daun<\/a><\/p>\n\n\n\n

Lo Fi di era modern kini diidentikkan pula dengan sesuatu yang berbau Jepang seperti anime bahkan dorama-dorama klasik. Ragam playlist di atas tentu jika kalian putar maka memiliki gambar background seperti potongan gif film dari Studio Ghibli, Cowboy Bebop, hingga Neon Genesis Evangelion. Menurut musicthehangup.com<\/a>, penggabungan antara lo fi dan anime terinsipirasi juga dari Nujabes yang memang juga membuat soundtrack untuk anime top karya Shinji Obara. 
<\/p>\n\n\n\n

Nujabes dan J Dilla memang sudah terlebih dahulu meninggalkan kita. Walau demikian tunas-tunas muda banyak bertumbuhan. Karya-karya lo fi saat ini yang familiar di telinga para pendengarnya adalah Saib, Yungbae, Jinsang, Kudasai, Elijah Who, bahkan ada juga yang dari Indonesia yaitu Jordy Chandra, Icecream, dan PXZVC.
<\/p>\n\n\n\n

Musim hujan kini bakal mulai tiba di tanah air. Mulai awal September hingga mungkin karanya awal tahun depan hujan mulai turun dan membasahi tanah. Musim penghujan adalah waktu yang tepat untuk mendengarkan musik-musik Lo Fi. Siapkan earphone anda dan biarkan dirimu tenggelam rileks didalam alunannya.
<\/p>\n","post_title":"Tentang Lo Fi Music, Alunan Nada Sederhana Pemikat Sukma","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"tentang-lo-fi-music-alunan-nada-sederhana-pemikat-sukma","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-08-25 12:09:07","post_modified_gmt":"2019-08-25 05:09:07","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5993","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5946,"post_author":"919","post_date":"2019-08-11 12:28:00","post_date_gmt":"2019-08-11 05:28:00","post_content":"\n

Plastik itu berwarna hitam seperti layaknya plastik kebanyakan. Didalamnya ada seonggoh daging segar yang akan diberikan kepada mereka yang layak membutuhkan. Rutinitas ini setahun sekali adanya. Plastik hitam itu ditunggu-tunggu banyak orang. Plastik hitam itu juga akan dijamah oleh banyak tangan. Plastik hitam itu membawa saya kepada kenangan di waktu silam.
<\/p>\n\n\n\n

Sebagai seorang Muslim, Hari Raya Iduladha adalah satu hal yang dinanti-nanti. Ia merupakan hari raya kedua bagi umat Nabi Muhammad setelah Idulfitri. Ada peristiwa berbeda yang menandai hadirnya kedua hari sakral tersebut. Bicara soal Iduladha, beberapa ulama sepakat menyebut bahwa ini adalah lambang pengorbanan manusia kepada sosial dan Tuhannya.
<\/p>\n\n\n\n

Maka lumrah jika jelang dan setelah menunaikan sholat Iduladha, ada banyak daging yang dihidangkan secara gratis untuk seluruh kalangan (meski yang diutamakan adalah kaum papa). Sebelum daging itu dibagikan, secara kolektif warga satu wilayah akan bersama-sama memotong hewan yang diwajibkan untuk dikurbankan yaitu sapi, kambing, domba, hingga onta. Hewan-hewan tersebut juga merupakan hasil sumbangan dari para penderma, baik itu individu atau memang yang dikumpulkan secara bersama-sama.
<\/p>\n\n\n\n

Momen inilah yang memang saya rindukan, ketika Iduladha tiba, bayangan saya langsung jauh menuju memori di masa kecil. Kala itu kami sibuk menghitung hewan yang sudah dikumpulkan di area masjid. Saya bersama teman-teman juga bermain dengan hewan itu dan sesekali bercanda dengannya. Saat hewan itu hendak disembelih, kami juga sedikit mengintip-ngintip (melihat proses penyembelihan) karena (kadang) tak tega melihat mereka direnggut nyawanya.
<\/p>\n\n\n\n

Momen-momen bermain di masjid saat hari raya memang satu hal yang indah dan mahal. Jika kami dulu di kampung memang sudah sering berinteraksi satu sama lain, maka di momen hari raya ikatan itu semakin dikuatkan. Mungkin juga di kota, meski tak punya intensitas yang cukup lebih (dalam berinteraksi sesama warga) seperti di kampung, namun jika hari raya tiba semuanya mau tak mau harus saling menyapa dan berkumpul. Semuanya berkumpul hingga malam tiba, berkumpul di depan api dan asap, serta tusukan sate daging yang sangat lezat untuk disantap.
<\/p>\n\n\n\n

Memori lainnya yang masih diingat adalah saat kami mulai mengamati potongan daging yang masih bergerak-gerak. Rupanya itu adalah denyut otot yang masih tetap bekerja meski hewan tersebut sudah tak lagi bernyawa. Ada lagi, kami mengamati betul hewan-hewan yang dikuliti, takjub memang dengan orang dewasa yang mahir melakukannya saat itu. Kulit tersebut kemudian kadang kami perebutkan, meski tak tahu akan hendak digunakan untuk apa nantinya.
<\/p>\n\n\n\n

Bermain-main dengan kepala kambing memang satu hal yang lucu saat kecil dahulu. Terkadang kami mengibaratkan tanduknya sebagai setang sepeda lalu membawanya sambil berlarian. Kadang juga kami merasa kebauan akibat bermain terlalu dekat dengan lubang tempat darah dan isi perut hewan yang sudah disembelih. Tapi ada satu yang unik, waktu kecil kami juga berebut mengambil torpedo hewan kurban. Rupanya rasanya nikmat dan memang tak ada gejala apa-apa setelah memakan itu, namun katanya kalau dimakan saat umur sudah dewasa maka reaksinya akan berbeda, entahlah.
<\/p>\n\n\n\n

Bicara Iduladha adalah soal lebaran di daerah perantauan. Bagi mereka yang merantau, momen lebaran idul adha biasanya dihabiskan bukan di kampung halaman. Tentu banyak faktor, mulai dari materi dan efisiensi waktu mengingat hari liburnya yang tak sebanyak Idulfitri. Tapi rupanya diciptakan dua hari raya bagi umat muslim rasanya memang lengkap (bagi anak rantau), satu untuk dirayakan bersama sanak famili di kampung, satunya lagi bersama tetangga dan rekan kerja di perantauan.
<\/p>\n\n\n\n

Maka memori anak-anak (dari mereka yang orangtuanya adalah perantauan) adalah soal bermain dengan tetangga komplek serta sekitarnya. Tak sedikit juga yang berkumpul di sekolah untuk merayakan bakar sate dan memakannya bersama-sama. Pada akhirnya memori tentang kisah kecil kita adalah suatu landasan, agar apabila suatu saat mulai jauh dari ajaran agama, kita diingatkan lagi tentang indahnya masa kecil yang kerap selalu mewah dengan momen perayaan ajaran tuhan.
<\/p>\n\n\n\n

Dari plastik hitam itu aku mengingat masa kecilku, dan dari ingatan masa kecil aku mengingat diriku yang ternyata kini kian jauh dari Tuhan.<\/p>\n","post_title":"Ingatan Masa Kecil dalam Seonggok Daging Iduladha","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"ingatan-masa-kecil-dalam-seonggok-daging-iduladha","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-08-11 12:28:07","post_modified_gmt":"2019-08-11 05:28:07","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5946","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5933,"post_author":"919","post_date":"2019-08-05 13:39:32","post_date_gmt":"2019-08-05 06:39:32","post_content":"\n

Musik adalah bagian dari kehidupan. Setiap alunannya menjadi warna yang saling menari mengikuti jejak langkah kehidupan. Sejak kecil irama musik mulai diperkenalkan orang tua hingga dewasa kita mulai mengenal musik dengan pemikiran sendiri. Musik menjadi teman setia manusa dalam berproses, baik jika akhirnya gagal atau mendulang kesukasesan.
<\/p>\n\n\n\n

Maka benar kata Bob Marley yang menyebut bahwa satu hal yang baik tentang musik adalah ketika itu menyentuh anda tidak akan ada rasa sakit (secara harfiah). Musik menjadi legitimasi perasaan yang tertaut dengan momen, menjadi irama pendamping saat satu peristiwa terjadi. 
<\/p>\n\n\n\n

Era digital seperti sekarang ini kita diperkenalkan dengan berbagai platform pemutar musik secara online dan yang paling banyak digunakan saat ini adalah Spotify. Anda bisa mendengarkan musik secara berbayar dengan profit kualitas suara yang jernih dan tentu membuat playlist idamanmu! playlist ini yang nantinya bisa anda bagikan di sosial media atau langsung ke whatsapp temanmu, hingga pacarmu.
<\/p>\n\n\n\n

Tentu kami juga punya pilihan lagu yang layak anda perdengarkan. Minggu ini kami merangkum lima lagu yang cocok anda dengarkan untuk menemani beraktivitas. Berikut lima lagu tersebut.
<\/p>\n\n\n\n

Selamat Pagi - Ran
<\/h2>\n\n\n\n

Nyaris tak ada yang memungkiri kalau Senin Pagi adalah sesuatu yang menjemukan. Kalau sudah begini dibutuhkan lagu yang tepat untuk mengawali aktifitas anda. Kami rekomendasikan lagu ini yang terdengar catchy agar menjadi mood booster bagi kalian yang masih terikat oleh hawa-hawa libur akhir pekan.
<\/p>\n\n\n\n

Wong Edan Kuwi Bebas - Shodiq Monata
<\/h2>\n\n\n\n

Yoooo! lagu-lagu dangdut memang sangat dibutuhkan ketika irama aktivitas anda mulai meningkat. Lagu ini memiliki beat yang cukup kencang diiringi dengan irama koplo yang siap membuat anda untuk bergoyang. Persetan dengan segala kemacetan hingga marahan dari atasan, Wong Edan Kuwi Bebas!
<\/p>\n\n\n\n

Sulung - Kunto Aji
<\/h2>\n\n\n\n

Kadang apa yang kita harapkan tak sesuai hasil yang didapatkan. Ekspektasi berlebihan membuatmu menjadi lupa pada jati diri, jika gagal maka berpotensi untuk tak percaya diri dan jika sukses bukan tak mungkin akan semakin menyombongkan diri. Karena kata Kunto Aji yang sebaiknya kau jaga adalah dirimu sendiri.
<\/p>\n\n\n\n

This Girl - Kungs
<\/h2>\n\n\n\n

Kalau Jumat malam sudah tiba maka waktunya untuk bersenang-senang! segera hubungi sahabat atau kekasih anda. Kongkow di kedai kopi atau berajojing ria juga pun tak masalah. Adakalanya anda butuh melepaskan penat, goyang badanmu dan nikmati dentuman musiknya.
<\/p>\n\n\n\n

Rotterdam (Or Anywhere) - The Beautiful South
<\/h2>\n\n\n\n

Sabtu dan Minggu waktunya jalan-jalan! kalau punya uang dan waktu ada baiknya berkunjung ke luar kota, namun jika budget terbatas maka kendarai motormu atau gunakan kendaraan umum lalu main ke rumah temanmu bisa jadi solusi. Tak peduli apa pun tempat yang anda kunjungi asal itu membahagiakan, benar kan?<\/p>\n","post_title":"Playlist Spotify Mantap Minggu Ini untuk Kalian Para Perokok Keren","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"playlist-spotify-mantap-minggu-ini-untuk-kalian-para-perokok-keren","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-08-05 13:39:39","post_modified_gmt":"2019-08-05 06:39:39","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5933","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5889,"post_author":"919","post_date":"2019-07-29 16:13:48","post_date_gmt":"2019-07-29 09:13:48","post_content":"\n

Upaya mengejar cinta selalu menghadirkan satu masalah yaitu patah hati. Jika bicara soal peluang bakal menghadapi masalah tersebut, maka persentasinya adalah 50:50. Potensinya sudah bisa membesar sejak awal anda mencoba untuk berkenalan dengan sosok idaman. Jika salah langkah, sudah pasti si dia bakal menjauh, andai pun langkah awal sudah tepat tapi threatmennya pendekatannya salah, siap-siap kalimat \u2018maaf kita ga cocok\u2019<\/em> akan anda dapatkan.\u00a0
<\/p>\n\n\n\n

Kalau sudah patah hati rasanya memang ribet. Rendang yang katanya dijadikan makanan terenak di dunia pun rasanya seperti daging gosong. Mau beraktifitas juga susah, karena isinya hanya meratap dan merenungi. Diajak teman main game <\/em>juga tak maksimal, apalagi kongkow-kongkow sampai subuh. Kalau sudah begini tak boleh buru-buru larut dalam kesedihan, musik bisa jadi obat ampuh untuk menenangkannya. 
<\/p>\n\n\n\n

Musik memang soal selera, ada yang ingin lagu agak ngebeat <\/em>biar adrenalinennya naik. Ada yang memutar lagi jazz supaya lebih tenang, musik dangdut biar oaoe<\/em>, hingga lagu indie biar terkesan indies (ealaahhh). Akan tetapi ada satu tren belakangan ini, patah hati dan mendengarkan lagu-lagu yang dinyanyikan oleh Didi Kempot.
<\/p>\n\n\n\n

Sosok yang memulai karier berseni sebagai musisi jalanan tersebut kini lagi digandrungi anak muda. Mereka menyebutnya sebagai Sadbois atau Sadgirls, mengagung-mengagungkan patah hati, merayakan kesedihan, dan Didi Kempot yang secara lelucon mereka sebut Lord, hadir memaksimalkan euforia tersebut. Satu lagu, dua lagu, tiga lagu, kalimat seperti \u2018Bajingan kowe dek!\u2019 mulai terlontar dari mulut-mulut penikmat lagu-lagu Didi Kempot.
<\/p>\n\n\n\n

Saya dan mungkin juga kalian sejatinya sudah cukup lama mendengar lagu-lagu Didi Kempot, mungkin sejak SD. Saat umur belum dua angka seperti saat ini, Didi Kempot mungkin hanya saya sebut sebagai musisi yang beraliran Campursari (meski memang benar seperti itu). Namun, ketika umur kian bertambah, Didi Kempot rupanya jauh lebih besar dari itu. Bisa jadi dia adalah representasi dari diksi patah hati itu sendiri.
<\/p>\n\n\n\n

Lagu Sewu Kutho misalnya, saya anggap sebagai lagu patah hati terhebat yang pernah ia buat. Bagaimana rasa rindu, sakit, dan keikhlasan menyatu menjadi satu dalam sebuah lagu. Bahkan doa juga ia sematkan kepada orang yang disayang, agar hidup dia yang dicinta hidup lebih bahagia daripada dirinya. Meski sebenarnya dalam lagu tersebut ada pertentangan lain dalam dirinya yang masih tak bisa ia atasi, ia masih ingin bertemu dengan yang dicinta dengan cara apapun.
<\/p>\n\n\n\n

Pamer Bojo adalah selanjutnya, ia hadir tepat di saat anak muda sedang mengalami tren nikah dini. Saat usia muda memang perasaan dan cinta sedang berkecamuknya, lalu dihadapkan dengan permasalahan yang cukup pelik dalam asmara yaitu ditinggal nikah. Lagu Pamer Bojo adalah solusinya, meski dalam liriknya ada pesan bahwa kita memang tidak pernah siap melihat yang dicinta menikah dengan orang lain. 
<\/p>\n\n\n\n

\u201cNeng opo seneng aku yen mung gawe laraku<\/em><\/p>\n\n\n\n

Pamer bojo anyar neng ngarepku\u201d<\/em>
<\/p>\n\n\n\n

Bagi saya musik memiliki kekuatan hebat walau memiliki tembok bernama bahasa. Hanya musisi hebat yang mampu menembus dinding-dinding itu. Didi Kempot adalah salah satunya, ia mampu membuat orang yang bukan bersuku Jawa bisa menikmati lagunya. Ini sebuah kemajuan dalam berkebudayaan, bahwa suku dan bangsa lain bisa saling menerima karya dari golongan lain. Sesuatu yang saat kini benar-benar kita butuhkan bukan setelah kontestasi politik yang melibatkan sentimen suku, agama, ras, dan antargolongan.
<\/p>\n\n\n\n

Didi Kempot memang sedang naik daun dan kini namanya lagi disebut-sebut di banyak penjuru di ibu kota. Ketakutan saya adalah akan seberapa lama tren ini berlanjut, mengingat tak banyak yang bisa bertahan lama di Jakarta. Akan tetapi pikiran tersebut saya rasa salah, Didi Kempot boleh saja naik daun dan tiba-tiba hilang di Jakarta, akan tetapi karya dan dirinya tetap abadi di Indonesia. Karena yang membuat Didi Kempot agung adalah kita yang selalu kekanak-kanakan menghadapi masalah patah hati. <\/p>\n","post_title":"Memuja-muja Didi Kempot, Mengagung-agungkan Patah Hati","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"memuja-muja-didi-kempot-mengagung-agungkan-patah-hati","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-07-29 16:13:56","post_modified_gmt":"2019-07-29 09:13:56","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5889","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5862,"post_author":"919","post_date":"2019-07-14 12:50:58","post_date_gmt":"2019-07-14 05:50:58","post_content":"\n

Musim haji kini telah tiba. Diperkirakan jutaan orang kini telah memadati Masjidil Haram di Mekkah, Arab Saudi untuk memenuhi salah satu rukun Islam tiap tahunnya. Ritual suci ini menjadi salah satu impian bagi tiap umat muslim di seluruh dunia dan tak seluruhnya bisa melaksanakannya. 
<\/p>\n\n\n\n

Walau demikian musim haji di Indonesia tak pernah sepi peminat. Menko Perekonomian Darmin Nasution memperkirakan jumlah jamaah haji Indonesia akan mencapai 4,34 juta jiwa pada 2019. Per hari ini (14\/7\/2019) jumlah jemaah diperkirakan sudah mencapai 47.983 orang yang sudah berdatangan ke Madinah. 
<\/p>\n\n\n\n

Ada-ada saja memang kelakuan masyarakat Indonesia ketika berkunjung ke luar negeri terutama untuk ibadah haji yang memakan waktu hingga satu bulan. Ada kisah para peserta membawa makanan khas daerah masing-masing karena takut tak bisa menyesuaikan dengan kudapan di sana. Ada yang membawa sambal, jengkol, ikan teri, padahal pihak penyelenggara sudah menyediakan makanan yang sesuai dengan lidah mereka.
<\/p>\n\n\n\n

Salah satu kebiasaan masyarakat Indonesia adalah merokok dan tradisi tersebut sudah mengakar sejak lama. Cita rasa kretek yang kuat dengan campuran cengkeh membuat masyarakat kita sulit menikmati produk rokok asing. Maka dengan demikian ketika bepergian ke luar negeri membawa rokok dari Indonesia adalah hal yang nampaknya sudah jadi kebiasaan. Sejatinya hal tersebut tak bisa dikatakan sebagai aktivitas ilegal, karena mereka membawa rokok lokal untuk dikonsumsi pribadi dan bukan untuk dijual.
<\/p>\n\n\n\n

Pemerintah sejatinya sudah mengakomodasi kebutuhan para perokok yang sedang menjadi peserta haji. Kemudahan itu adalah dengan memperbolehkan jamaah haji membawa rokok maksimal 200 batang untuk dibawa ke tanah suci. Jika berlebih, maka siap-siap untuk diamankan dan disita. Akibat informasi yang kadang tak menyeluruh, kadang masih ada saja rokok yang disita. Tribun Jabar misalnya memberitakan bahwa sehari ada sekitar 200 batang rokok yang disita oleh pihak bea dan cukai.
<\/p>\n\n\n\n

Peraturan memang ada untuk dipatuhi dan diikuti, sebagai perokok tentu hal tersebut tak boleh dihiraukan. Ada baiknya untuk mengikuti prosedur yang sudah diterapkan agar ibadah haji semakin nyaman. Tentu ijin boleh membawa rokok sebanyak 200 batang sudah cukup mengakomodir kebutuhan para perokok. Jika dihitung dalam 40 hari maka dalam satu hari satu jamaah haji bisa mengisap lima batang tentu pas jika kita anggap setiap sehabis sholat menghisap satu batang rokok. Tentu paduan yang sempurna antara ibadah dan kebiasaan merokok. 
<\/p>\n\n\n\n

Ada cara lain untuk mengakali peraturan tersebut, salah satunya adalah dengan menitip kepada anggota keluarga lain. Tentu cara ini sebenarnya tidak bermasalah karena setiap orang punya hak untuk membawa 200 batang rokok. Cara ini nampaknya cukup ampuh dan sudah dilakukan oleh beberapa jamaah haji. Asalkan rokok yang dibawa tentu hanya untuk kebutuhan pribadi, bukan untuk dijual kembali di sana. 
<\/p>\n\n\n\n

Pada akhirnya ibadah harus menjadi petimbangan utama saat ke tanah suci. Mengenai barang bawaan yang sudah diatur harus betul-betul diperhatikan. Toh rokok bukan barang yang bercandu sehingga kebiasaan merokok pun masih bisa diatasi ketika di tanah suci.
<\/p>\n","post_title":"Hal yang Perlu Diperhatikan Perokok Saat Berangkat Haji","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"hal-yang-perlu-diperhatikan-perokok-saat-berangkat-haji","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-07-14 12:51:04","post_modified_gmt":"2019-07-14 05:51:04","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5862","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":7},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"epic_block_3"};

\n

Mungkin saya tidak memerhatikan peraturan yang ada apabila ternyata rokok tidak boleh di bawa masuk ke dalam. Namun jika dilarang, baiknya penyelenggara bisa menyediakan tempat penitipan rokok. Bukan apa-apa, mubazir rasanya jika satu bungkus harus dibuang, apalagi perokok yang hadir juga nampaknya mematuhi peraturan dilarang merokok di dalam. Peraturan ini juga nampaknya mesti dikaji ulang karena jika mengacu pada Perda KTR tentu tidak disebutkan.
<\/p>\n\n\n\n

Akhirnya kami pun mengikhlaskan, walau sejatinya harus jua bertindak licik dengan menyembunyikan rokok kami di luar. Bukan apa-apa ini lebih faktor mubazir. Tiba saatnya acara dan Ajis Doa Ibu serta Gilang Gombloh memecahkan suasana dengan dark jokes soal agama hingga lelucon soal Fiersa Besari. Goodnigh Electric kemudian menjadi band pembuka dengan membawakan tembang-tembang lawas seperti Am i Robot, Teenage Love and Broken Heart, The Supermarket I Am In, hingga lagu syahdu mereka yang saya tunggu-tunggu untuk dibawakan yaitu Im OK.\u00a0
<\/p>\n\n\n\n

Lagu ini pernah menjadi soundtrack <\/em>hidup saya kala menyukai seseorang. Semenjak mendengar dan suka dengan Goodnight Electric saat SMA, baru kali ini Im Ok dibawakan. Goodnight Electric juga kemudian menutup aksi panggung mereka dengan budaya yang tak pernah mereka lewatkan yaitu dengan lagu Rocket Ship Goes By dan tak lupa melemparkan pesawat kertas di dekat penghujung lagu.
<\/p>\n\n\n\n

Jika Goodnight Electric adalah pembukaan yang manis, seperti memberi rangsangan mengingat masa-masa SMA penuh dengan jadwal pensi, maka The Upstairs yang manggung selanjutnya adalah yang meledakkan pesta itu sendiri. Performa enerjik Jimi Multhaza sang vokalis masih saja seperti yang saya ihat 11 tahun lalu saat The Upstairs manggung di depan TVRI. Tak mau melewatkan momen, saya kemudian merapat ke tengah kerumunan dan berdansa resah didalamnya. Benturan-benturan moshpit tak terelakkan tapi saya nikmati karena adrenalin seperti ini jarang lagi bisa ditemukan.
<\/p>\n\n\n\n

Sama seperti Goodnight Electric, The Upstairs menutupnya dengan bijak. Romansa penonton yang hadir akan\u00a0 Pensi ala anak SMA di awal 2000an dan hingga sepuluh tahun setelahnya tak mereka kecewakan. Jimi dkk memilih lagu Matraman sebegai tembang penutup, lagu yang menurut Jimi (saat populer) bisa diputar hingga berulang kali dalam satu hari di radio-radio lokal. Lagu yang kemudian menjadi soundtrack skena persahabatan, cinta, dan tawuran anak SMA kala itu.\u00a0<\/p>\n\n\n\n

Baca: Smoker Traveller: Hero Coffe Kota Tua Semarang<\/a><\/p>\n\n\n\n

The Adams sebagai band ketiga yang tampil lalu datang meneduhkan suasana. Betul, penonton langsung terbuai saat itu oleh suara yang beradu-adu antara Saleh Husein dan Ario Hendarwan. Sing along kemudian jadi hal yang wajib dilakukan saat itu, semuanya menikmati karaoke masal dari lagu-lagu yang dibawakan seperti Hanya Kau, Berwisata, Konservatif, hingga Halo Beni. Suasana kala itu semakin manis saat sang pianis The Adams (hingga kini belum saya ketahui namanya) selalu melemparkan senyumnya ke arah penonton. Ah sial, saat itu saya berada di posisi yang sangat jauh darinya, itu saja sudah membuat saya bergetar.
<\/p>\n\n\n\n

Karena saya memarkir motor di luar area Kuningan City dan hanya dijaga sampai pukul 23:30, akhirnya kami pulang lebih cepat. Saat keluar venue saya memastikan tetap sebats dulu, mereview apa yang menarik terjadi di dalam sana. Saya lantas menarik kesimpulan bahwa dari pengalaman selama hampir tiga jam lebih menikmati konser tanpa rokok, tak terjadi apa-apa dari kami. Tak ada kekhawatiran berlebihan, perubahan mood karena tak merokok, atau keburukan lainnya. Semuanya sama saja dan normal-normal saja.
<\/p>\n\n\n\n

Hanya jika boleh memberi saran kepada pihak pengelola, perampasan rokok tentu mesti dipertimbangkan ulang. Sekali lagi rokok adalah produk legal dan mempunyai aturan yang sudah disepakati terkait pengkonsumsiannya. Lagian, saya kira para perokok sekarang juga sudah mulai tertib terhadap aturan dan tidak ingin merugikan terhadap yang lainnya.<\/p>\n","post_title":"Pengalaman Tiga Jam Lebih Menyaksikan Konser Musik Tanpa Asap Rokok","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"pengalaman-tiga-jam-lebih-menyaksikan-konser-musik-tanpa-asap-rokok","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-09-04 07:32:19","post_modified_gmt":"2019-09-04 00:32:19","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6017","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5993,"post_author":"919","post_date":"2019-08-25 12:09:00","post_date_gmt":"2019-08-25 05:09:00","post_content":"\n

Fenomena digital<\/a> saat ini memberi satu warna dalam dunia musik yaitu Low Identify Music atau yang populer disebut sebagai Lo Fi Music. Bagaimana bisa musik dengan irama seadanya bahkan dibuat dengan biaya yang sangat sederhana itu kini bisa populer dan digandrungi banyak orang. Tentu bukan hanya faktor algoritma youtube yang membuat anda tenggelam dalam iramanya. Namun memang Lo Fi cukup ampuh untuk menenangkan kalian dari segala keruwetan hidup.
<\/p>\n\n\n\n

Meski banyak yang bilang Lo Fi adalah musik saat ini, namun sejatinya dia adalah akulturasi dari segala perkembangan jaman. Sebelum youtube dan spotify ditemukan, Seorang David Mattis kemudian mengaransemen lagu \u2018My Song\u2019 yang dibawakan oleh Johnny Ace yang disebut-sebut oleh hotvox.co.uk<\/a><\/em> sebagai lagu Lo Fi pertama di dunia. David Mattis mengakui bahwa membuat lagu tersebut dengan budget minimal dan hanya dengan 15 menit waktu pekerjaan. Ajaibnya lagu tersebut kemudian memuncaki tangga teratas Billboard <\/em>R&B chart pada 1952.<\/p>\n\n\n\n

Baca: Dangdut Koplo, \u201cJalan Baru\u201d Musik Dangdut Indonesia<\/a><\/p>\n\n\n\n

Seiring perkembangan jaman, Lo Fi kemudian masuk ke dalam ranah hip hop. Bisa dikatakan, Lo Fi mulai mendapatkan modifikasi dan kemudian menjadi populer di kuping para pendengar. thenextwavechichago.com<\/a><\/em> menyebutkan bahwa ada andil musisi hip hop top saat itu. Mereka adalah nama besar seperti RZA, Madlib, and Wu-Tang, serta J Dilla. <\/p>\n\n\n\n

Di kemudian hari pria yang memiliki nama lengkap James Dewitt Yancey itulah yang justru berkibar dengan aliran Lo Fi hip hop. 
<\/p>\n\n\n\n

Perkembangan Lo Fi juga kemudian beriringan dengan tumbuhnya musik-musik Vaporwave yang lebih dikenal memiliki spirit perjuangan. Meski disebut-sebut oleh sebagian pihak sebagai musik sampah (karena dibuat dengan hanya meremake lagu klasik) namun Vaporwave hadir sebagai bentuk jengahnya anak muda terhadap budaya konsumerisme yang tengah tinggi di era 90 hingga 2000 awal. Musik Lo Fi dan Vaporwave memiliki rasa yang hampir sama serta dianggap oleh penikmatnya sebagai musik yang aestethic.\u00a0<\/p>\n\n\n\n

Baca: Memuja-muja Didi Kempot, Mengagung-agungkan Patah Hati<\/a><\/p>\n\n\n\n

Jauh dari tanah kelahiran hip hop di Amerika Serikat, ada seorang musisi cerdas bernama Jun Seba atau yang identitik dengan nama Nujabes. Boleh dibilang, dia yang membawa penulis mengeksplore lebih dalam tentang aliran musik lo fi hip hop. Nujabes dengan cepat menjadi terkenal karena produksinya yang unik. Suara musik yang khas, bernostalgia, dan pengaruh jazz yang memberikan atmosfer tersendiri secara kebetulan menciptakan gaya yang sangat sebanding dengan J Dilla.
<\/p>\n\n\n\n

Dua tokoh di atas kemudian memberikan inspirasi kepada kreator-kreator Lo Fi music selanjutnya. Jika berbicara tentang proses pembuatannya tentu dianggap sebagai sesuatu yang mudah. Musisi lokal seperti Mardial bahkan pernah memberikan tutorial lengkapnya hanya dalam waktu singkat lewat akun youtubenya. Cukup ambil sampel musik klasik, potong di beberapa bagian (agar tak melanggar hak cipta), padukan dengan beat hip hop, beri musik tersebut sentuhan efek hujan, maka boom! jadilah sebuah Lo Fi music. 
<\/p>\n\n\n\n

Tapi nyatanya membuat musik yang nikmat tak semudah itu, menentukan nada yang pas dan menjahitnya dalam alunan ritme yang menarik butuh pemahaman tentang musik. Walau\u00a0 Lo Fi music dianggap musik yang murah, namun alunannya cukup ampuh menemani waktu luangmu. Maka tak heran jika banyak ragam playlist Lo Fi di spotify dan youtube dengan judul-judul seperti lo fi hip hop\/chillhop\/jazzhop\/beats to relax\/beats to study atau yang lainnya.<\/p>\n\n\n\n

Baca: Iklan Djarum 76 dan Goyangan Sekretaris Cantik yang Tengah Naik Daun<\/a><\/p>\n\n\n\n

Lo Fi di era modern kini diidentikkan pula dengan sesuatu yang berbau Jepang seperti anime bahkan dorama-dorama klasik. Ragam playlist di atas tentu jika kalian putar maka memiliki gambar background seperti potongan gif film dari Studio Ghibli, Cowboy Bebop, hingga Neon Genesis Evangelion. Menurut musicthehangup.com<\/a>, penggabungan antara lo fi dan anime terinsipirasi juga dari Nujabes yang memang juga membuat soundtrack untuk anime top karya Shinji Obara. 
<\/p>\n\n\n\n

Nujabes dan J Dilla memang sudah terlebih dahulu meninggalkan kita. Walau demikian tunas-tunas muda banyak bertumbuhan. Karya-karya lo fi saat ini yang familiar di telinga para pendengarnya adalah Saib, Yungbae, Jinsang, Kudasai, Elijah Who, bahkan ada juga yang dari Indonesia yaitu Jordy Chandra, Icecream, dan PXZVC.
<\/p>\n\n\n\n

Musim hujan kini bakal mulai tiba di tanah air. Mulai awal September hingga mungkin karanya awal tahun depan hujan mulai turun dan membasahi tanah. Musim penghujan adalah waktu yang tepat untuk mendengarkan musik-musik Lo Fi. Siapkan earphone anda dan biarkan dirimu tenggelam rileks didalam alunannya.
<\/p>\n","post_title":"Tentang Lo Fi Music, Alunan Nada Sederhana Pemikat Sukma","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"tentang-lo-fi-music-alunan-nada-sederhana-pemikat-sukma","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-08-25 12:09:07","post_modified_gmt":"2019-08-25 05:09:07","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5993","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5946,"post_author":"919","post_date":"2019-08-11 12:28:00","post_date_gmt":"2019-08-11 05:28:00","post_content":"\n

Plastik itu berwarna hitam seperti layaknya plastik kebanyakan. Didalamnya ada seonggoh daging segar yang akan diberikan kepada mereka yang layak membutuhkan. Rutinitas ini setahun sekali adanya. Plastik hitam itu ditunggu-tunggu banyak orang. Plastik hitam itu juga akan dijamah oleh banyak tangan. Plastik hitam itu membawa saya kepada kenangan di waktu silam.
<\/p>\n\n\n\n

Sebagai seorang Muslim, Hari Raya Iduladha adalah satu hal yang dinanti-nanti. Ia merupakan hari raya kedua bagi umat Nabi Muhammad setelah Idulfitri. Ada peristiwa berbeda yang menandai hadirnya kedua hari sakral tersebut. Bicara soal Iduladha, beberapa ulama sepakat menyebut bahwa ini adalah lambang pengorbanan manusia kepada sosial dan Tuhannya.
<\/p>\n\n\n\n

Maka lumrah jika jelang dan setelah menunaikan sholat Iduladha, ada banyak daging yang dihidangkan secara gratis untuk seluruh kalangan (meski yang diutamakan adalah kaum papa). Sebelum daging itu dibagikan, secara kolektif warga satu wilayah akan bersama-sama memotong hewan yang diwajibkan untuk dikurbankan yaitu sapi, kambing, domba, hingga onta. Hewan-hewan tersebut juga merupakan hasil sumbangan dari para penderma, baik itu individu atau memang yang dikumpulkan secara bersama-sama.
<\/p>\n\n\n\n

Momen inilah yang memang saya rindukan, ketika Iduladha tiba, bayangan saya langsung jauh menuju memori di masa kecil. Kala itu kami sibuk menghitung hewan yang sudah dikumpulkan di area masjid. Saya bersama teman-teman juga bermain dengan hewan itu dan sesekali bercanda dengannya. Saat hewan itu hendak disembelih, kami juga sedikit mengintip-ngintip (melihat proses penyembelihan) karena (kadang) tak tega melihat mereka direnggut nyawanya.
<\/p>\n\n\n\n

Momen-momen bermain di masjid saat hari raya memang satu hal yang indah dan mahal. Jika kami dulu di kampung memang sudah sering berinteraksi satu sama lain, maka di momen hari raya ikatan itu semakin dikuatkan. Mungkin juga di kota, meski tak punya intensitas yang cukup lebih (dalam berinteraksi sesama warga) seperti di kampung, namun jika hari raya tiba semuanya mau tak mau harus saling menyapa dan berkumpul. Semuanya berkumpul hingga malam tiba, berkumpul di depan api dan asap, serta tusukan sate daging yang sangat lezat untuk disantap.
<\/p>\n\n\n\n

Memori lainnya yang masih diingat adalah saat kami mulai mengamati potongan daging yang masih bergerak-gerak. Rupanya itu adalah denyut otot yang masih tetap bekerja meski hewan tersebut sudah tak lagi bernyawa. Ada lagi, kami mengamati betul hewan-hewan yang dikuliti, takjub memang dengan orang dewasa yang mahir melakukannya saat itu. Kulit tersebut kemudian kadang kami perebutkan, meski tak tahu akan hendak digunakan untuk apa nantinya.
<\/p>\n\n\n\n

Bermain-main dengan kepala kambing memang satu hal yang lucu saat kecil dahulu. Terkadang kami mengibaratkan tanduknya sebagai setang sepeda lalu membawanya sambil berlarian. Kadang juga kami merasa kebauan akibat bermain terlalu dekat dengan lubang tempat darah dan isi perut hewan yang sudah disembelih. Tapi ada satu yang unik, waktu kecil kami juga berebut mengambil torpedo hewan kurban. Rupanya rasanya nikmat dan memang tak ada gejala apa-apa setelah memakan itu, namun katanya kalau dimakan saat umur sudah dewasa maka reaksinya akan berbeda, entahlah.
<\/p>\n\n\n\n

Bicara Iduladha adalah soal lebaran di daerah perantauan. Bagi mereka yang merantau, momen lebaran idul adha biasanya dihabiskan bukan di kampung halaman. Tentu banyak faktor, mulai dari materi dan efisiensi waktu mengingat hari liburnya yang tak sebanyak Idulfitri. Tapi rupanya diciptakan dua hari raya bagi umat muslim rasanya memang lengkap (bagi anak rantau), satu untuk dirayakan bersama sanak famili di kampung, satunya lagi bersama tetangga dan rekan kerja di perantauan.
<\/p>\n\n\n\n

Maka memori anak-anak (dari mereka yang orangtuanya adalah perantauan) adalah soal bermain dengan tetangga komplek serta sekitarnya. Tak sedikit juga yang berkumpul di sekolah untuk merayakan bakar sate dan memakannya bersama-sama. Pada akhirnya memori tentang kisah kecil kita adalah suatu landasan, agar apabila suatu saat mulai jauh dari ajaran agama, kita diingatkan lagi tentang indahnya masa kecil yang kerap selalu mewah dengan momen perayaan ajaran tuhan.
<\/p>\n\n\n\n

Dari plastik hitam itu aku mengingat masa kecilku, dan dari ingatan masa kecil aku mengingat diriku yang ternyata kini kian jauh dari Tuhan.<\/p>\n","post_title":"Ingatan Masa Kecil dalam Seonggok Daging Iduladha","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"ingatan-masa-kecil-dalam-seonggok-daging-iduladha","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-08-11 12:28:07","post_modified_gmt":"2019-08-11 05:28:07","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5946","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5933,"post_author":"919","post_date":"2019-08-05 13:39:32","post_date_gmt":"2019-08-05 06:39:32","post_content":"\n

Musik adalah bagian dari kehidupan. Setiap alunannya menjadi warna yang saling menari mengikuti jejak langkah kehidupan. Sejak kecil irama musik mulai diperkenalkan orang tua hingga dewasa kita mulai mengenal musik dengan pemikiran sendiri. Musik menjadi teman setia manusa dalam berproses, baik jika akhirnya gagal atau mendulang kesukasesan.
<\/p>\n\n\n\n

Maka benar kata Bob Marley yang menyebut bahwa satu hal yang baik tentang musik adalah ketika itu menyentuh anda tidak akan ada rasa sakit (secara harfiah). Musik menjadi legitimasi perasaan yang tertaut dengan momen, menjadi irama pendamping saat satu peristiwa terjadi. 
<\/p>\n\n\n\n

Era digital seperti sekarang ini kita diperkenalkan dengan berbagai platform pemutar musik secara online dan yang paling banyak digunakan saat ini adalah Spotify. Anda bisa mendengarkan musik secara berbayar dengan profit kualitas suara yang jernih dan tentu membuat playlist idamanmu! playlist ini yang nantinya bisa anda bagikan di sosial media atau langsung ke whatsapp temanmu, hingga pacarmu.
<\/p>\n\n\n\n

Tentu kami juga punya pilihan lagu yang layak anda perdengarkan. Minggu ini kami merangkum lima lagu yang cocok anda dengarkan untuk menemani beraktivitas. Berikut lima lagu tersebut.
<\/p>\n\n\n\n

Selamat Pagi - Ran
<\/h2>\n\n\n\n

Nyaris tak ada yang memungkiri kalau Senin Pagi adalah sesuatu yang menjemukan. Kalau sudah begini dibutuhkan lagu yang tepat untuk mengawali aktifitas anda. Kami rekomendasikan lagu ini yang terdengar catchy agar menjadi mood booster bagi kalian yang masih terikat oleh hawa-hawa libur akhir pekan.
<\/p>\n\n\n\n

Wong Edan Kuwi Bebas - Shodiq Monata
<\/h2>\n\n\n\n

Yoooo! lagu-lagu dangdut memang sangat dibutuhkan ketika irama aktivitas anda mulai meningkat. Lagu ini memiliki beat yang cukup kencang diiringi dengan irama koplo yang siap membuat anda untuk bergoyang. Persetan dengan segala kemacetan hingga marahan dari atasan, Wong Edan Kuwi Bebas!
<\/p>\n\n\n\n

Sulung - Kunto Aji
<\/h2>\n\n\n\n

Kadang apa yang kita harapkan tak sesuai hasil yang didapatkan. Ekspektasi berlebihan membuatmu menjadi lupa pada jati diri, jika gagal maka berpotensi untuk tak percaya diri dan jika sukses bukan tak mungkin akan semakin menyombongkan diri. Karena kata Kunto Aji yang sebaiknya kau jaga adalah dirimu sendiri.
<\/p>\n\n\n\n

This Girl - Kungs
<\/h2>\n\n\n\n

Kalau Jumat malam sudah tiba maka waktunya untuk bersenang-senang! segera hubungi sahabat atau kekasih anda. Kongkow di kedai kopi atau berajojing ria juga pun tak masalah. Adakalanya anda butuh melepaskan penat, goyang badanmu dan nikmati dentuman musiknya.
<\/p>\n\n\n\n

Rotterdam (Or Anywhere) - The Beautiful South
<\/h2>\n\n\n\n

Sabtu dan Minggu waktunya jalan-jalan! kalau punya uang dan waktu ada baiknya berkunjung ke luar kota, namun jika budget terbatas maka kendarai motormu atau gunakan kendaraan umum lalu main ke rumah temanmu bisa jadi solusi. Tak peduli apa pun tempat yang anda kunjungi asal itu membahagiakan, benar kan?<\/p>\n","post_title":"Playlist Spotify Mantap Minggu Ini untuk Kalian Para Perokok Keren","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"playlist-spotify-mantap-minggu-ini-untuk-kalian-para-perokok-keren","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-08-05 13:39:39","post_modified_gmt":"2019-08-05 06:39:39","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5933","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5889,"post_author":"919","post_date":"2019-07-29 16:13:48","post_date_gmt":"2019-07-29 09:13:48","post_content":"\n

Upaya mengejar cinta selalu menghadirkan satu masalah yaitu patah hati. Jika bicara soal peluang bakal menghadapi masalah tersebut, maka persentasinya adalah 50:50. Potensinya sudah bisa membesar sejak awal anda mencoba untuk berkenalan dengan sosok idaman. Jika salah langkah, sudah pasti si dia bakal menjauh, andai pun langkah awal sudah tepat tapi threatmennya pendekatannya salah, siap-siap kalimat \u2018maaf kita ga cocok\u2019<\/em> akan anda dapatkan.\u00a0
<\/p>\n\n\n\n

Kalau sudah patah hati rasanya memang ribet. Rendang yang katanya dijadikan makanan terenak di dunia pun rasanya seperti daging gosong. Mau beraktifitas juga susah, karena isinya hanya meratap dan merenungi. Diajak teman main game <\/em>juga tak maksimal, apalagi kongkow-kongkow sampai subuh. Kalau sudah begini tak boleh buru-buru larut dalam kesedihan, musik bisa jadi obat ampuh untuk menenangkannya. 
<\/p>\n\n\n\n

Musik memang soal selera, ada yang ingin lagu agak ngebeat <\/em>biar adrenalinennya naik. Ada yang memutar lagi jazz supaya lebih tenang, musik dangdut biar oaoe<\/em>, hingga lagu indie biar terkesan indies (ealaahhh). Akan tetapi ada satu tren belakangan ini, patah hati dan mendengarkan lagu-lagu yang dinyanyikan oleh Didi Kempot.
<\/p>\n\n\n\n

Sosok yang memulai karier berseni sebagai musisi jalanan tersebut kini lagi digandrungi anak muda. Mereka menyebutnya sebagai Sadbois atau Sadgirls, mengagung-mengagungkan patah hati, merayakan kesedihan, dan Didi Kempot yang secara lelucon mereka sebut Lord, hadir memaksimalkan euforia tersebut. Satu lagu, dua lagu, tiga lagu, kalimat seperti \u2018Bajingan kowe dek!\u2019 mulai terlontar dari mulut-mulut penikmat lagu-lagu Didi Kempot.
<\/p>\n\n\n\n

Saya dan mungkin juga kalian sejatinya sudah cukup lama mendengar lagu-lagu Didi Kempot, mungkin sejak SD. Saat umur belum dua angka seperti saat ini, Didi Kempot mungkin hanya saya sebut sebagai musisi yang beraliran Campursari (meski memang benar seperti itu). Namun, ketika umur kian bertambah, Didi Kempot rupanya jauh lebih besar dari itu. Bisa jadi dia adalah representasi dari diksi patah hati itu sendiri.
<\/p>\n\n\n\n

Lagu Sewu Kutho misalnya, saya anggap sebagai lagu patah hati terhebat yang pernah ia buat. Bagaimana rasa rindu, sakit, dan keikhlasan menyatu menjadi satu dalam sebuah lagu. Bahkan doa juga ia sematkan kepada orang yang disayang, agar hidup dia yang dicinta hidup lebih bahagia daripada dirinya. Meski sebenarnya dalam lagu tersebut ada pertentangan lain dalam dirinya yang masih tak bisa ia atasi, ia masih ingin bertemu dengan yang dicinta dengan cara apapun.
<\/p>\n\n\n\n

Pamer Bojo adalah selanjutnya, ia hadir tepat di saat anak muda sedang mengalami tren nikah dini. Saat usia muda memang perasaan dan cinta sedang berkecamuknya, lalu dihadapkan dengan permasalahan yang cukup pelik dalam asmara yaitu ditinggal nikah. Lagu Pamer Bojo adalah solusinya, meski dalam liriknya ada pesan bahwa kita memang tidak pernah siap melihat yang dicinta menikah dengan orang lain. 
<\/p>\n\n\n\n

\u201cNeng opo seneng aku yen mung gawe laraku<\/em><\/p>\n\n\n\n

Pamer bojo anyar neng ngarepku\u201d<\/em>
<\/p>\n\n\n\n

Bagi saya musik memiliki kekuatan hebat walau memiliki tembok bernama bahasa. Hanya musisi hebat yang mampu menembus dinding-dinding itu. Didi Kempot adalah salah satunya, ia mampu membuat orang yang bukan bersuku Jawa bisa menikmati lagunya. Ini sebuah kemajuan dalam berkebudayaan, bahwa suku dan bangsa lain bisa saling menerima karya dari golongan lain. Sesuatu yang saat kini benar-benar kita butuhkan bukan setelah kontestasi politik yang melibatkan sentimen suku, agama, ras, dan antargolongan.
<\/p>\n\n\n\n

Didi Kempot memang sedang naik daun dan kini namanya lagi disebut-sebut di banyak penjuru di ibu kota. Ketakutan saya adalah akan seberapa lama tren ini berlanjut, mengingat tak banyak yang bisa bertahan lama di Jakarta. Akan tetapi pikiran tersebut saya rasa salah, Didi Kempot boleh saja naik daun dan tiba-tiba hilang di Jakarta, akan tetapi karya dan dirinya tetap abadi di Indonesia. Karena yang membuat Didi Kempot agung adalah kita yang selalu kekanak-kanakan menghadapi masalah patah hati. <\/p>\n","post_title":"Memuja-muja Didi Kempot, Mengagung-agungkan Patah Hati","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"memuja-muja-didi-kempot-mengagung-agungkan-patah-hati","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-07-29 16:13:56","post_modified_gmt":"2019-07-29 09:13:56","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5889","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5862,"post_author":"919","post_date":"2019-07-14 12:50:58","post_date_gmt":"2019-07-14 05:50:58","post_content":"\n

Musim haji kini telah tiba. Diperkirakan jutaan orang kini telah memadati Masjidil Haram di Mekkah, Arab Saudi untuk memenuhi salah satu rukun Islam tiap tahunnya. Ritual suci ini menjadi salah satu impian bagi tiap umat muslim di seluruh dunia dan tak seluruhnya bisa melaksanakannya. 
<\/p>\n\n\n\n

Walau demikian musim haji di Indonesia tak pernah sepi peminat. Menko Perekonomian Darmin Nasution memperkirakan jumlah jamaah haji Indonesia akan mencapai 4,34 juta jiwa pada 2019. Per hari ini (14\/7\/2019) jumlah jemaah diperkirakan sudah mencapai 47.983 orang yang sudah berdatangan ke Madinah. 
<\/p>\n\n\n\n

Ada-ada saja memang kelakuan masyarakat Indonesia ketika berkunjung ke luar negeri terutama untuk ibadah haji yang memakan waktu hingga satu bulan. Ada kisah para peserta membawa makanan khas daerah masing-masing karena takut tak bisa menyesuaikan dengan kudapan di sana. Ada yang membawa sambal, jengkol, ikan teri, padahal pihak penyelenggara sudah menyediakan makanan yang sesuai dengan lidah mereka.
<\/p>\n\n\n\n

Salah satu kebiasaan masyarakat Indonesia adalah merokok dan tradisi tersebut sudah mengakar sejak lama. Cita rasa kretek yang kuat dengan campuran cengkeh membuat masyarakat kita sulit menikmati produk rokok asing. Maka dengan demikian ketika bepergian ke luar negeri membawa rokok dari Indonesia adalah hal yang nampaknya sudah jadi kebiasaan. Sejatinya hal tersebut tak bisa dikatakan sebagai aktivitas ilegal, karena mereka membawa rokok lokal untuk dikonsumsi pribadi dan bukan untuk dijual.
<\/p>\n\n\n\n

Pemerintah sejatinya sudah mengakomodasi kebutuhan para perokok yang sedang menjadi peserta haji. Kemudahan itu adalah dengan memperbolehkan jamaah haji membawa rokok maksimal 200 batang untuk dibawa ke tanah suci. Jika berlebih, maka siap-siap untuk diamankan dan disita. Akibat informasi yang kadang tak menyeluruh, kadang masih ada saja rokok yang disita. Tribun Jabar misalnya memberitakan bahwa sehari ada sekitar 200 batang rokok yang disita oleh pihak bea dan cukai.
<\/p>\n\n\n\n

Peraturan memang ada untuk dipatuhi dan diikuti, sebagai perokok tentu hal tersebut tak boleh dihiraukan. Ada baiknya untuk mengikuti prosedur yang sudah diterapkan agar ibadah haji semakin nyaman. Tentu ijin boleh membawa rokok sebanyak 200 batang sudah cukup mengakomodir kebutuhan para perokok. Jika dihitung dalam 40 hari maka dalam satu hari satu jamaah haji bisa mengisap lima batang tentu pas jika kita anggap setiap sehabis sholat menghisap satu batang rokok. Tentu paduan yang sempurna antara ibadah dan kebiasaan merokok. 
<\/p>\n\n\n\n

Ada cara lain untuk mengakali peraturan tersebut, salah satunya adalah dengan menitip kepada anggota keluarga lain. Tentu cara ini sebenarnya tidak bermasalah karena setiap orang punya hak untuk membawa 200 batang rokok. Cara ini nampaknya cukup ampuh dan sudah dilakukan oleh beberapa jamaah haji. Asalkan rokok yang dibawa tentu hanya untuk kebutuhan pribadi, bukan untuk dijual kembali di sana. 
<\/p>\n\n\n\n

Pada akhirnya ibadah harus menjadi petimbangan utama saat ke tanah suci. Mengenai barang bawaan yang sudah diatur harus betul-betul diperhatikan. Toh rokok bukan barang yang bercandu sehingga kebiasaan merokok pun masih bisa diatasi ketika di tanah suci.
<\/p>\n","post_title":"Hal yang Perlu Diperhatikan Perokok Saat Berangkat Haji","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"hal-yang-perlu-diperhatikan-perokok-saat-berangkat-haji","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-07-14 12:51:04","post_modified_gmt":"2019-07-14 05:51:04","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5862","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":7},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"epic_block_3"};

\n

Baca: Smoker Travellers: Menengok Fasilitas Ruangan Merokok di Bandara Kulon Progo<\/a>
<\/p>\n\n\n\n

Mungkin saya tidak memerhatikan peraturan yang ada apabila ternyata rokok tidak boleh di bawa masuk ke dalam. Namun jika dilarang, baiknya penyelenggara bisa menyediakan tempat penitipan rokok. Bukan apa-apa, mubazir rasanya jika satu bungkus harus dibuang, apalagi perokok yang hadir juga nampaknya mematuhi peraturan dilarang merokok di dalam. Peraturan ini juga nampaknya mesti dikaji ulang karena jika mengacu pada Perda KTR tentu tidak disebutkan.
<\/p>\n\n\n\n

Akhirnya kami pun mengikhlaskan, walau sejatinya harus jua bertindak licik dengan menyembunyikan rokok kami di luar. Bukan apa-apa ini lebih faktor mubazir. Tiba saatnya acara dan Ajis Doa Ibu serta Gilang Gombloh memecahkan suasana dengan dark jokes soal agama hingga lelucon soal Fiersa Besari. Goodnigh Electric kemudian menjadi band pembuka dengan membawakan tembang-tembang lawas seperti Am i Robot, Teenage Love and Broken Heart, The Supermarket I Am In, hingga lagu syahdu mereka yang saya tunggu-tunggu untuk dibawakan yaitu Im OK.\u00a0
<\/p>\n\n\n\n

Lagu ini pernah menjadi soundtrack <\/em>hidup saya kala menyukai seseorang. Semenjak mendengar dan suka dengan Goodnight Electric saat SMA, baru kali ini Im Ok dibawakan. Goodnight Electric juga kemudian menutup aksi panggung mereka dengan budaya yang tak pernah mereka lewatkan yaitu dengan lagu Rocket Ship Goes By dan tak lupa melemparkan pesawat kertas di dekat penghujung lagu.
<\/p>\n\n\n\n

Jika Goodnight Electric adalah pembukaan yang manis, seperti memberi rangsangan mengingat masa-masa SMA penuh dengan jadwal pensi, maka The Upstairs yang manggung selanjutnya adalah yang meledakkan pesta itu sendiri. Performa enerjik Jimi Multhaza sang vokalis masih saja seperti yang saya ihat 11 tahun lalu saat The Upstairs manggung di depan TVRI. Tak mau melewatkan momen, saya kemudian merapat ke tengah kerumunan dan berdansa resah didalamnya. Benturan-benturan moshpit tak terelakkan tapi saya nikmati karena adrenalin seperti ini jarang lagi bisa ditemukan.
<\/p>\n\n\n\n

Sama seperti Goodnight Electric, The Upstairs menutupnya dengan bijak. Romansa penonton yang hadir akan\u00a0 Pensi ala anak SMA di awal 2000an dan hingga sepuluh tahun setelahnya tak mereka kecewakan. Jimi dkk memilih lagu Matraman sebegai tembang penutup, lagu yang menurut Jimi (saat populer) bisa diputar hingga berulang kali dalam satu hari di radio-radio lokal. Lagu yang kemudian menjadi soundtrack skena persahabatan, cinta, dan tawuran anak SMA kala itu.\u00a0<\/p>\n\n\n\n

Baca: Smoker Traveller: Hero Coffe Kota Tua Semarang<\/a><\/p>\n\n\n\n

The Adams sebagai band ketiga yang tampil lalu datang meneduhkan suasana. Betul, penonton langsung terbuai saat itu oleh suara yang beradu-adu antara Saleh Husein dan Ario Hendarwan. Sing along kemudian jadi hal yang wajib dilakukan saat itu, semuanya menikmati karaoke masal dari lagu-lagu yang dibawakan seperti Hanya Kau, Berwisata, Konservatif, hingga Halo Beni. Suasana kala itu semakin manis saat sang pianis The Adams (hingga kini belum saya ketahui namanya) selalu melemparkan senyumnya ke arah penonton. Ah sial, saat itu saya berada di posisi yang sangat jauh darinya, itu saja sudah membuat saya bergetar.
<\/p>\n\n\n\n

Karena saya memarkir motor di luar area Kuningan City dan hanya dijaga sampai pukul 23:30, akhirnya kami pulang lebih cepat. Saat keluar venue saya memastikan tetap sebats dulu, mereview apa yang menarik terjadi di dalam sana. Saya lantas menarik kesimpulan bahwa dari pengalaman selama hampir tiga jam lebih menikmati konser tanpa rokok, tak terjadi apa-apa dari kami. Tak ada kekhawatiran berlebihan, perubahan mood karena tak merokok, atau keburukan lainnya. Semuanya sama saja dan normal-normal saja.
<\/p>\n\n\n\n

Hanya jika boleh memberi saran kepada pihak pengelola, perampasan rokok tentu mesti dipertimbangkan ulang. Sekali lagi rokok adalah produk legal dan mempunyai aturan yang sudah disepakati terkait pengkonsumsiannya. Lagian, saya kira para perokok sekarang juga sudah mulai tertib terhadap aturan dan tidak ingin merugikan terhadap yang lainnya.<\/p>\n","post_title":"Pengalaman Tiga Jam Lebih Menyaksikan Konser Musik Tanpa Asap Rokok","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"pengalaman-tiga-jam-lebih-menyaksikan-konser-musik-tanpa-asap-rokok","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-09-04 07:32:19","post_modified_gmt":"2019-09-04 00:32:19","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6017","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5993,"post_author":"919","post_date":"2019-08-25 12:09:00","post_date_gmt":"2019-08-25 05:09:00","post_content":"\n

Fenomena digital<\/a> saat ini memberi satu warna dalam dunia musik yaitu Low Identify Music atau yang populer disebut sebagai Lo Fi Music. Bagaimana bisa musik dengan irama seadanya bahkan dibuat dengan biaya yang sangat sederhana itu kini bisa populer dan digandrungi banyak orang. Tentu bukan hanya faktor algoritma youtube yang membuat anda tenggelam dalam iramanya. Namun memang Lo Fi cukup ampuh untuk menenangkan kalian dari segala keruwetan hidup.
<\/p>\n\n\n\n

Meski banyak yang bilang Lo Fi adalah musik saat ini, namun sejatinya dia adalah akulturasi dari segala perkembangan jaman. Sebelum youtube dan spotify ditemukan, Seorang David Mattis kemudian mengaransemen lagu \u2018My Song\u2019 yang dibawakan oleh Johnny Ace yang disebut-sebut oleh hotvox.co.uk<\/a><\/em> sebagai lagu Lo Fi pertama di dunia. David Mattis mengakui bahwa membuat lagu tersebut dengan budget minimal dan hanya dengan 15 menit waktu pekerjaan. Ajaibnya lagu tersebut kemudian memuncaki tangga teratas Billboard <\/em>R&B chart pada 1952.<\/p>\n\n\n\n

Baca: Dangdut Koplo, \u201cJalan Baru\u201d Musik Dangdut Indonesia<\/a><\/p>\n\n\n\n

Seiring perkembangan jaman, Lo Fi kemudian masuk ke dalam ranah hip hop. Bisa dikatakan, Lo Fi mulai mendapatkan modifikasi dan kemudian menjadi populer di kuping para pendengar. thenextwavechichago.com<\/a><\/em> menyebutkan bahwa ada andil musisi hip hop top saat itu. Mereka adalah nama besar seperti RZA, Madlib, and Wu-Tang, serta J Dilla. <\/p>\n\n\n\n

Di kemudian hari pria yang memiliki nama lengkap James Dewitt Yancey itulah yang justru berkibar dengan aliran Lo Fi hip hop. 
<\/p>\n\n\n\n

Perkembangan Lo Fi juga kemudian beriringan dengan tumbuhnya musik-musik Vaporwave yang lebih dikenal memiliki spirit perjuangan. Meski disebut-sebut oleh sebagian pihak sebagai musik sampah (karena dibuat dengan hanya meremake lagu klasik) namun Vaporwave hadir sebagai bentuk jengahnya anak muda terhadap budaya konsumerisme yang tengah tinggi di era 90 hingga 2000 awal. Musik Lo Fi dan Vaporwave memiliki rasa yang hampir sama serta dianggap oleh penikmatnya sebagai musik yang aestethic.\u00a0<\/p>\n\n\n\n

Baca: Memuja-muja Didi Kempot, Mengagung-agungkan Patah Hati<\/a><\/p>\n\n\n\n

Jauh dari tanah kelahiran hip hop di Amerika Serikat, ada seorang musisi cerdas bernama Jun Seba atau yang identitik dengan nama Nujabes. Boleh dibilang, dia yang membawa penulis mengeksplore lebih dalam tentang aliran musik lo fi hip hop. Nujabes dengan cepat menjadi terkenal karena produksinya yang unik. Suara musik yang khas, bernostalgia, dan pengaruh jazz yang memberikan atmosfer tersendiri secara kebetulan menciptakan gaya yang sangat sebanding dengan J Dilla.
<\/p>\n\n\n\n

Dua tokoh di atas kemudian memberikan inspirasi kepada kreator-kreator Lo Fi music selanjutnya. Jika berbicara tentang proses pembuatannya tentu dianggap sebagai sesuatu yang mudah. Musisi lokal seperti Mardial bahkan pernah memberikan tutorial lengkapnya hanya dalam waktu singkat lewat akun youtubenya. Cukup ambil sampel musik klasik, potong di beberapa bagian (agar tak melanggar hak cipta), padukan dengan beat hip hop, beri musik tersebut sentuhan efek hujan, maka boom! jadilah sebuah Lo Fi music. 
<\/p>\n\n\n\n

Tapi nyatanya membuat musik yang nikmat tak semudah itu, menentukan nada yang pas dan menjahitnya dalam alunan ritme yang menarik butuh pemahaman tentang musik. Walau\u00a0 Lo Fi music dianggap musik yang murah, namun alunannya cukup ampuh menemani waktu luangmu. Maka tak heran jika banyak ragam playlist Lo Fi di spotify dan youtube dengan judul-judul seperti lo fi hip hop\/chillhop\/jazzhop\/beats to relax\/beats to study atau yang lainnya.<\/p>\n\n\n\n

Baca: Iklan Djarum 76 dan Goyangan Sekretaris Cantik yang Tengah Naik Daun<\/a><\/p>\n\n\n\n

Lo Fi di era modern kini diidentikkan pula dengan sesuatu yang berbau Jepang seperti anime bahkan dorama-dorama klasik. Ragam playlist di atas tentu jika kalian putar maka memiliki gambar background seperti potongan gif film dari Studio Ghibli, Cowboy Bebop, hingga Neon Genesis Evangelion. Menurut musicthehangup.com<\/a>, penggabungan antara lo fi dan anime terinsipirasi juga dari Nujabes yang memang juga membuat soundtrack untuk anime top karya Shinji Obara. 
<\/p>\n\n\n\n

Nujabes dan J Dilla memang sudah terlebih dahulu meninggalkan kita. Walau demikian tunas-tunas muda banyak bertumbuhan. Karya-karya lo fi saat ini yang familiar di telinga para pendengarnya adalah Saib, Yungbae, Jinsang, Kudasai, Elijah Who, bahkan ada juga yang dari Indonesia yaitu Jordy Chandra, Icecream, dan PXZVC.
<\/p>\n\n\n\n

Musim hujan kini bakal mulai tiba di tanah air. Mulai awal September hingga mungkin karanya awal tahun depan hujan mulai turun dan membasahi tanah. Musim penghujan adalah waktu yang tepat untuk mendengarkan musik-musik Lo Fi. Siapkan earphone anda dan biarkan dirimu tenggelam rileks didalam alunannya.
<\/p>\n","post_title":"Tentang Lo Fi Music, Alunan Nada Sederhana Pemikat Sukma","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"tentang-lo-fi-music-alunan-nada-sederhana-pemikat-sukma","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-08-25 12:09:07","post_modified_gmt":"2019-08-25 05:09:07","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5993","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5946,"post_author":"919","post_date":"2019-08-11 12:28:00","post_date_gmt":"2019-08-11 05:28:00","post_content":"\n

Plastik itu berwarna hitam seperti layaknya plastik kebanyakan. Didalamnya ada seonggoh daging segar yang akan diberikan kepada mereka yang layak membutuhkan. Rutinitas ini setahun sekali adanya. Plastik hitam itu ditunggu-tunggu banyak orang. Plastik hitam itu juga akan dijamah oleh banyak tangan. Plastik hitam itu membawa saya kepada kenangan di waktu silam.
<\/p>\n\n\n\n

Sebagai seorang Muslim, Hari Raya Iduladha adalah satu hal yang dinanti-nanti. Ia merupakan hari raya kedua bagi umat Nabi Muhammad setelah Idulfitri. Ada peristiwa berbeda yang menandai hadirnya kedua hari sakral tersebut. Bicara soal Iduladha, beberapa ulama sepakat menyebut bahwa ini adalah lambang pengorbanan manusia kepada sosial dan Tuhannya.
<\/p>\n\n\n\n

Maka lumrah jika jelang dan setelah menunaikan sholat Iduladha, ada banyak daging yang dihidangkan secara gratis untuk seluruh kalangan (meski yang diutamakan adalah kaum papa). Sebelum daging itu dibagikan, secara kolektif warga satu wilayah akan bersama-sama memotong hewan yang diwajibkan untuk dikurbankan yaitu sapi, kambing, domba, hingga onta. Hewan-hewan tersebut juga merupakan hasil sumbangan dari para penderma, baik itu individu atau memang yang dikumpulkan secara bersama-sama.
<\/p>\n\n\n\n

Momen inilah yang memang saya rindukan, ketika Iduladha tiba, bayangan saya langsung jauh menuju memori di masa kecil. Kala itu kami sibuk menghitung hewan yang sudah dikumpulkan di area masjid. Saya bersama teman-teman juga bermain dengan hewan itu dan sesekali bercanda dengannya. Saat hewan itu hendak disembelih, kami juga sedikit mengintip-ngintip (melihat proses penyembelihan) karena (kadang) tak tega melihat mereka direnggut nyawanya.
<\/p>\n\n\n\n

Momen-momen bermain di masjid saat hari raya memang satu hal yang indah dan mahal. Jika kami dulu di kampung memang sudah sering berinteraksi satu sama lain, maka di momen hari raya ikatan itu semakin dikuatkan. Mungkin juga di kota, meski tak punya intensitas yang cukup lebih (dalam berinteraksi sesama warga) seperti di kampung, namun jika hari raya tiba semuanya mau tak mau harus saling menyapa dan berkumpul. Semuanya berkumpul hingga malam tiba, berkumpul di depan api dan asap, serta tusukan sate daging yang sangat lezat untuk disantap.
<\/p>\n\n\n\n

Memori lainnya yang masih diingat adalah saat kami mulai mengamati potongan daging yang masih bergerak-gerak. Rupanya itu adalah denyut otot yang masih tetap bekerja meski hewan tersebut sudah tak lagi bernyawa. Ada lagi, kami mengamati betul hewan-hewan yang dikuliti, takjub memang dengan orang dewasa yang mahir melakukannya saat itu. Kulit tersebut kemudian kadang kami perebutkan, meski tak tahu akan hendak digunakan untuk apa nantinya.
<\/p>\n\n\n\n

Bermain-main dengan kepala kambing memang satu hal yang lucu saat kecil dahulu. Terkadang kami mengibaratkan tanduknya sebagai setang sepeda lalu membawanya sambil berlarian. Kadang juga kami merasa kebauan akibat bermain terlalu dekat dengan lubang tempat darah dan isi perut hewan yang sudah disembelih. Tapi ada satu yang unik, waktu kecil kami juga berebut mengambil torpedo hewan kurban. Rupanya rasanya nikmat dan memang tak ada gejala apa-apa setelah memakan itu, namun katanya kalau dimakan saat umur sudah dewasa maka reaksinya akan berbeda, entahlah.
<\/p>\n\n\n\n

Bicara Iduladha adalah soal lebaran di daerah perantauan. Bagi mereka yang merantau, momen lebaran idul adha biasanya dihabiskan bukan di kampung halaman. Tentu banyak faktor, mulai dari materi dan efisiensi waktu mengingat hari liburnya yang tak sebanyak Idulfitri. Tapi rupanya diciptakan dua hari raya bagi umat muslim rasanya memang lengkap (bagi anak rantau), satu untuk dirayakan bersama sanak famili di kampung, satunya lagi bersama tetangga dan rekan kerja di perantauan.
<\/p>\n\n\n\n

Maka memori anak-anak (dari mereka yang orangtuanya adalah perantauan) adalah soal bermain dengan tetangga komplek serta sekitarnya. Tak sedikit juga yang berkumpul di sekolah untuk merayakan bakar sate dan memakannya bersama-sama. Pada akhirnya memori tentang kisah kecil kita adalah suatu landasan, agar apabila suatu saat mulai jauh dari ajaran agama, kita diingatkan lagi tentang indahnya masa kecil yang kerap selalu mewah dengan momen perayaan ajaran tuhan.
<\/p>\n\n\n\n

Dari plastik hitam itu aku mengingat masa kecilku, dan dari ingatan masa kecil aku mengingat diriku yang ternyata kini kian jauh dari Tuhan.<\/p>\n","post_title":"Ingatan Masa Kecil dalam Seonggok Daging Iduladha","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"ingatan-masa-kecil-dalam-seonggok-daging-iduladha","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-08-11 12:28:07","post_modified_gmt":"2019-08-11 05:28:07","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5946","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5933,"post_author":"919","post_date":"2019-08-05 13:39:32","post_date_gmt":"2019-08-05 06:39:32","post_content":"\n

Musik adalah bagian dari kehidupan. Setiap alunannya menjadi warna yang saling menari mengikuti jejak langkah kehidupan. Sejak kecil irama musik mulai diperkenalkan orang tua hingga dewasa kita mulai mengenal musik dengan pemikiran sendiri. Musik menjadi teman setia manusa dalam berproses, baik jika akhirnya gagal atau mendulang kesukasesan.
<\/p>\n\n\n\n

Maka benar kata Bob Marley yang menyebut bahwa satu hal yang baik tentang musik adalah ketika itu menyentuh anda tidak akan ada rasa sakit (secara harfiah). Musik menjadi legitimasi perasaan yang tertaut dengan momen, menjadi irama pendamping saat satu peristiwa terjadi. 
<\/p>\n\n\n\n

Era digital seperti sekarang ini kita diperkenalkan dengan berbagai platform pemutar musik secara online dan yang paling banyak digunakan saat ini adalah Spotify. Anda bisa mendengarkan musik secara berbayar dengan profit kualitas suara yang jernih dan tentu membuat playlist idamanmu! playlist ini yang nantinya bisa anda bagikan di sosial media atau langsung ke whatsapp temanmu, hingga pacarmu.
<\/p>\n\n\n\n

Tentu kami juga punya pilihan lagu yang layak anda perdengarkan. Minggu ini kami merangkum lima lagu yang cocok anda dengarkan untuk menemani beraktivitas. Berikut lima lagu tersebut.
<\/p>\n\n\n\n

Selamat Pagi - Ran
<\/h2>\n\n\n\n

Nyaris tak ada yang memungkiri kalau Senin Pagi adalah sesuatu yang menjemukan. Kalau sudah begini dibutuhkan lagu yang tepat untuk mengawali aktifitas anda. Kami rekomendasikan lagu ini yang terdengar catchy agar menjadi mood booster bagi kalian yang masih terikat oleh hawa-hawa libur akhir pekan.
<\/p>\n\n\n\n

Wong Edan Kuwi Bebas - Shodiq Monata
<\/h2>\n\n\n\n

Yoooo! lagu-lagu dangdut memang sangat dibutuhkan ketika irama aktivitas anda mulai meningkat. Lagu ini memiliki beat yang cukup kencang diiringi dengan irama koplo yang siap membuat anda untuk bergoyang. Persetan dengan segala kemacetan hingga marahan dari atasan, Wong Edan Kuwi Bebas!
<\/p>\n\n\n\n

Sulung - Kunto Aji
<\/h2>\n\n\n\n

Kadang apa yang kita harapkan tak sesuai hasil yang didapatkan. Ekspektasi berlebihan membuatmu menjadi lupa pada jati diri, jika gagal maka berpotensi untuk tak percaya diri dan jika sukses bukan tak mungkin akan semakin menyombongkan diri. Karena kata Kunto Aji yang sebaiknya kau jaga adalah dirimu sendiri.
<\/p>\n\n\n\n

This Girl - Kungs
<\/h2>\n\n\n\n

Kalau Jumat malam sudah tiba maka waktunya untuk bersenang-senang! segera hubungi sahabat atau kekasih anda. Kongkow di kedai kopi atau berajojing ria juga pun tak masalah. Adakalanya anda butuh melepaskan penat, goyang badanmu dan nikmati dentuman musiknya.
<\/p>\n\n\n\n

Rotterdam (Or Anywhere) - The Beautiful South
<\/h2>\n\n\n\n

Sabtu dan Minggu waktunya jalan-jalan! kalau punya uang dan waktu ada baiknya berkunjung ke luar kota, namun jika budget terbatas maka kendarai motormu atau gunakan kendaraan umum lalu main ke rumah temanmu bisa jadi solusi. Tak peduli apa pun tempat yang anda kunjungi asal itu membahagiakan, benar kan?<\/p>\n","post_title":"Playlist Spotify Mantap Minggu Ini untuk Kalian Para Perokok Keren","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"playlist-spotify-mantap-minggu-ini-untuk-kalian-para-perokok-keren","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-08-05 13:39:39","post_modified_gmt":"2019-08-05 06:39:39","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5933","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5889,"post_author":"919","post_date":"2019-07-29 16:13:48","post_date_gmt":"2019-07-29 09:13:48","post_content":"\n

Upaya mengejar cinta selalu menghadirkan satu masalah yaitu patah hati. Jika bicara soal peluang bakal menghadapi masalah tersebut, maka persentasinya adalah 50:50. Potensinya sudah bisa membesar sejak awal anda mencoba untuk berkenalan dengan sosok idaman. Jika salah langkah, sudah pasti si dia bakal menjauh, andai pun langkah awal sudah tepat tapi threatmennya pendekatannya salah, siap-siap kalimat \u2018maaf kita ga cocok\u2019<\/em> akan anda dapatkan.\u00a0
<\/p>\n\n\n\n

Kalau sudah patah hati rasanya memang ribet. Rendang yang katanya dijadikan makanan terenak di dunia pun rasanya seperti daging gosong. Mau beraktifitas juga susah, karena isinya hanya meratap dan merenungi. Diajak teman main game <\/em>juga tak maksimal, apalagi kongkow-kongkow sampai subuh. Kalau sudah begini tak boleh buru-buru larut dalam kesedihan, musik bisa jadi obat ampuh untuk menenangkannya. 
<\/p>\n\n\n\n

Musik memang soal selera, ada yang ingin lagu agak ngebeat <\/em>biar adrenalinennya naik. Ada yang memutar lagi jazz supaya lebih tenang, musik dangdut biar oaoe<\/em>, hingga lagu indie biar terkesan indies (ealaahhh). Akan tetapi ada satu tren belakangan ini, patah hati dan mendengarkan lagu-lagu yang dinyanyikan oleh Didi Kempot.
<\/p>\n\n\n\n

Sosok yang memulai karier berseni sebagai musisi jalanan tersebut kini lagi digandrungi anak muda. Mereka menyebutnya sebagai Sadbois atau Sadgirls, mengagung-mengagungkan patah hati, merayakan kesedihan, dan Didi Kempot yang secara lelucon mereka sebut Lord, hadir memaksimalkan euforia tersebut. Satu lagu, dua lagu, tiga lagu, kalimat seperti \u2018Bajingan kowe dek!\u2019 mulai terlontar dari mulut-mulut penikmat lagu-lagu Didi Kempot.
<\/p>\n\n\n\n

Saya dan mungkin juga kalian sejatinya sudah cukup lama mendengar lagu-lagu Didi Kempot, mungkin sejak SD. Saat umur belum dua angka seperti saat ini, Didi Kempot mungkin hanya saya sebut sebagai musisi yang beraliran Campursari (meski memang benar seperti itu). Namun, ketika umur kian bertambah, Didi Kempot rupanya jauh lebih besar dari itu. Bisa jadi dia adalah representasi dari diksi patah hati itu sendiri.
<\/p>\n\n\n\n

Lagu Sewu Kutho misalnya, saya anggap sebagai lagu patah hati terhebat yang pernah ia buat. Bagaimana rasa rindu, sakit, dan keikhlasan menyatu menjadi satu dalam sebuah lagu. Bahkan doa juga ia sematkan kepada orang yang disayang, agar hidup dia yang dicinta hidup lebih bahagia daripada dirinya. Meski sebenarnya dalam lagu tersebut ada pertentangan lain dalam dirinya yang masih tak bisa ia atasi, ia masih ingin bertemu dengan yang dicinta dengan cara apapun.
<\/p>\n\n\n\n

Pamer Bojo adalah selanjutnya, ia hadir tepat di saat anak muda sedang mengalami tren nikah dini. Saat usia muda memang perasaan dan cinta sedang berkecamuknya, lalu dihadapkan dengan permasalahan yang cukup pelik dalam asmara yaitu ditinggal nikah. Lagu Pamer Bojo adalah solusinya, meski dalam liriknya ada pesan bahwa kita memang tidak pernah siap melihat yang dicinta menikah dengan orang lain. 
<\/p>\n\n\n\n

\u201cNeng opo seneng aku yen mung gawe laraku<\/em><\/p>\n\n\n\n

Pamer bojo anyar neng ngarepku\u201d<\/em>
<\/p>\n\n\n\n

Bagi saya musik memiliki kekuatan hebat walau memiliki tembok bernama bahasa. Hanya musisi hebat yang mampu menembus dinding-dinding itu. Didi Kempot adalah salah satunya, ia mampu membuat orang yang bukan bersuku Jawa bisa menikmati lagunya. Ini sebuah kemajuan dalam berkebudayaan, bahwa suku dan bangsa lain bisa saling menerima karya dari golongan lain. Sesuatu yang saat kini benar-benar kita butuhkan bukan setelah kontestasi politik yang melibatkan sentimen suku, agama, ras, dan antargolongan.
<\/p>\n\n\n\n

Didi Kempot memang sedang naik daun dan kini namanya lagi disebut-sebut di banyak penjuru di ibu kota. Ketakutan saya adalah akan seberapa lama tren ini berlanjut, mengingat tak banyak yang bisa bertahan lama di Jakarta. Akan tetapi pikiran tersebut saya rasa salah, Didi Kempot boleh saja naik daun dan tiba-tiba hilang di Jakarta, akan tetapi karya dan dirinya tetap abadi di Indonesia. Karena yang membuat Didi Kempot agung adalah kita yang selalu kekanak-kanakan menghadapi masalah patah hati. <\/p>\n","post_title":"Memuja-muja Didi Kempot, Mengagung-agungkan Patah Hati","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"memuja-muja-didi-kempot-mengagung-agungkan-patah-hati","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-07-29 16:13:56","post_modified_gmt":"2019-07-29 09:13:56","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5889","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5862,"post_author":"919","post_date":"2019-07-14 12:50:58","post_date_gmt":"2019-07-14 05:50:58","post_content":"\n

Musim haji kini telah tiba. Diperkirakan jutaan orang kini telah memadati Masjidil Haram di Mekkah, Arab Saudi untuk memenuhi salah satu rukun Islam tiap tahunnya. Ritual suci ini menjadi salah satu impian bagi tiap umat muslim di seluruh dunia dan tak seluruhnya bisa melaksanakannya. 
<\/p>\n\n\n\n

Walau demikian musim haji di Indonesia tak pernah sepi peminat. Menko Perekonomian Darmin Nasution memperkirakan jumlah jamaah haji Indonesia akan mencapai 4,34 juta jiwa pada 2019. Per hari ini (14\/7\/2019) jumlah jemaah diperkirakan sudah mencapai 47.983 orang yang sudah berdatangan ke Madinah. 
<\/p>\n\n\n\n

Ada-ada saja memang kelakuan masyarakat Indonesia ketika berkunjung ke luar negeri terutama untuk ibadah haji yang memakan waktu hingga satu bulan. Ada kisah para peserta membawa makanan khas daerah masing-masing karena takut tak bisa menyesuaikan dengan kudapan di sana. Ada yang membawa sambal, jengkol, ikan teri, padahal pihak penyelenggara sudah menyediakan makanan yang sesuai dengan lidah mereka.
<\/p>\n\n\n\n

Salah satu kebiasaan masyarakat Indonesia adalah merokok dan tradisi tersebut sudah mengakar sejak lama. Cita rasa kretek yang kuat dengan campuran cengkeh membuat masyarakat kita sulit menikmati produk rokok asing. Maka dengan demikian ketika bepergian ke luar negeri membawa rokok dari Indonesia adalah hal yang nampaknya sudah jadi kebiasaan. Sejatinya hal tersebut tak bisa dikatakan sebagai aktivitas ilegal, karena mereka membawa rokok lokal untuk dikonsumsi pribadi dan bukan untuk dijual.
<\/p>\n\n\n\n

Pemerintah sejatinya sudah mengakomodasi kebutuhan para perokok yang sedang menjadi peserta haji. Kemudahan itu adalah dengan memperbolehkan jamaah haji membawa rokok maksimal 200 batang untuk dibawa ke tanah suci. Jika berlebih, maka siap-siap untuk diamankan dan disita. Akibat informasi yang kadang tak menyeluruh, kadang masih ada saja rokok yang disita. Tribun Jabar misalnya memberitakan bahwa sehari ada sekitar 200 batang rokok yang disita oleh pihak bea dan cukai.
<\/p>\n\n\n\n

Peraturan memang ada untuk dipatuhi dan diikuti, sebagai perokok tentu hal tersebut tak boleh dihiraukan. Ada baiknya untuk mengikuti prosedur yang sudah diterapkan agar ibadah haji semakin nyaman. Tentu ijin boleh membawa rokok sebanyak 200 batang sudah cukup mengakomodir kebutuhan para perokok. Jika dihitung dalam 40 hari maka dalam satu hari satu jamaah haji bisa mengisap lima batang tentu pas jika kita anggap setiap sehabis sholat menghisap satu batang rokok. Tentu paduan yang sempurna antara ibadah dan kebiasaan merokok. 
<\/p>\n\n\n\n

Ada cara lain untuk mengakali peraturan tersebut, salah satunya adalah dengan menitip kepada anggota keluarga lain. Tentu cara ini sebenarnya tidak bermasalah karena setiap orang punya hak untuk membawa 200 batang rokok. Cara ini nampaknya cukup ampuh dan sudah dilakukan oleh beberapa jamaah haji. Asalkan rokok yang dibawa tentu hanya untuk kebutuhan pribadi, bukan untuk dijual kembali di sana. 
<\/p>\n\n\n\n

Pada akhirnya ibadah harus menjadi petimbangan utama saat ke tanah suci. Mengenai barang bawaan yang sudah diatur harus betul-betul diperhatikan. Toh rokok bukan barang yang bercandu sehingga kebiasaan merokok pun masih bisa diatasi ketika di tanah suci.
<\/p>\n","post_title":"Hal yang Perlu Diperhatikan Perokok Saat Berangkat Haji","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"hal-yang-perlu-diperhatikan-perokok-saat-berangkat-haji","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-07-14 12:51:04","post_modified_gmt":"2019-07-14 05:51:04","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5862","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":7},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"epic_block_3"};

\n

Saya kemudian tiba di tempat acara. Saya lantas membeli beberapa minuman dan asyik merokok serta ngobrol dengan teman saya di luar venue<\/em>. Ketika mendekati jadwal open gate<\/em>, kami berbaris rapih untuk masuk ke dalam. Ada satu hal yang menyita perhatian, ternyata rokok kami pun disita. Jika hanya korek kami bisa memaklumi, namun penyitaan terhadap rokok tentu tak masuk di akal. Akhirnya kami mengakalinya dengan menaruh rokok kami di luar, di tempat yang tak mencolok. Adegan ini jika direka ulang laiaknya seorang yang mencoba untuk menyembunyikan narkotika, padahal rokok sejatinya adalah barang legal.<\/p>\n\n\n\n

Baca: Smoker Travellers: Menengok Fasilitas Ruangan Merokok di Bandara Kulon Progo<\/a>
<\/p>\n\n\n\n

Mungkin saya tidak memerhatikan peraturan yang ada apabila ternyata rokok tidak boleh di bawa masuk ke dalam. Namun jika dilarang, baiknya penyelenggara bisa menyediakan tempat penitipan rokok. Bukan apa-apa, mubazir rasanya jika satu bungkus harus dibuang, apalagi perokok yang hadir juga nampaknya mematuhi peraturan dilarang merokok di dalam. Peraturan ini juga nampaknya mesti dikaji ulang karena jika mengacu pada Perda KTR tentu tidak disebutkan.
<\/p>\n\n\n\n

Akhirnya kami pun mengikhlaskan, walau sejatinya harus jua bertindak licik dengan menyembunyikan rokok kami di luar. Bukan apa-apa ini lebih faktor mubazir. Tiba saatnya acara dan Ajis Doa Ibu serta Gilang Gombloh memecahkan suasana dengan dark jokes soal agama hingga lelucon soal Fiersa Besari. Goodnigh Electric kemudian menjadi band pembuka dengan membawakan tembang-tembang lawas seperti Am i Robot, Teenage Love and Broken Heart, The Supermarket I Am In, hingga lagu syahdu mereka yang saya tunggu-tunggu untuk dibawakan yaitu Im OK.\u00a0
<\/p>\n\n\n\n

Lagu ini pernah menjadi soundtrack <\/em>hidup saya kala menyukai seseorang. Semenjak mendengar dan suka dengan Goodnight Electric saat SMA, baru kali ini Im Ok dibawakan. Goodnight Electric juga kemudian menutup aksi panggung mereka dengan budaya yang tak pernah mereka lewatkan yaitu dengan lagu Rocket Ship Goes By dan tak lupa melemparkan pesawat kertas di dekat penghujung lagu.
<\/p>\n\n\n\n

Jika Goodnight Electric adalah pembukaan yang manis, seperti memberi rangsangan mengingat masa-masa SMA penuh dengan jadwal pensi, maka The Upstairs yang manggung selanjutnya adalah yang meledakkan pesta itu sendiri. Performa enerjik Jimi Multhaza sang vokalis masih saja seperti yang saya ihat 11 tahun lalu saat The Upstairs manggung di depan TVRI. Tak mau melewatkan momen, saya kemudian merapat ke tengah kerumunan dan berdansa resah didalamnya. Benturan-benturan moshpit tak terelakkan tapi saya nikmati karena adrenalin seperti ini jarang lagi bisa ditemukan.
<\/p>\n\n\n\n

Sama seperti Goodnight Electric, The Upstairs menutupnya dengan bijak. Romansa penonton yang hadir akan\u00a0 Pensi ala anak SMA di awal 2000an dan hingga sepuluh tahun setelahnya tak mereka kecewakan. Jimi dkk memilih lagu Matraman sebegai tembang penutup, lagu yang menurut Jimi (saat populer) bisa diputar hingga berulang kali dalam satu hari di radio-radio lokal. Lagu yang kemudian menjadi soundtrack skena persahabatan, cinta, dan tawuran anak SMA kala itu.\u00a0<\/p>\n\n\n\n

Baca: Smoker Traveller: Hero Coffe Kota Tua Semarang<\/a><\/p>\n\n\n\n

The Adams sebagai band ketiga yang tampil lalu datang meneduhkan suasana. Betul, penonton langsung terbuai saat itu oleh suara yang beradu-adu antara Saleh Husein dan Ario Hendarwan. Sing along kemudian jadi hal yang wajib dilakukan saat itu, semuanya menikmati karaoke masal dari lagu-lagu yang dibawakan seperti Hanya Kau, Berwisata, Konservatif, hingga Halo Beni. Suasana kala itu semakin manis saat sang pianis The Adams (hingga kini belum saya ketahui namanya) selalu melemparkan senyumnya ke arah penonton. Ah sial, saat itu saya berada di posisi yang sangat jauh darinya, itu saja sudah membuat saya bergetar.
<\/p>\n\n\n\n

Karena saya memarkir motor di luar area Kuningan City dan hanya dijaga sampai pukul 23:30, akhirnya kami pulang lebih cepat. Saat keluar venue saya memastikan tetap sebats dulu, mereview apa yang menarik terjadi di dalam sana. Saya lantas menarik kesimpulan bahwa dari pengalaman selama hampir tiga jam lebih menikmati konser tanpa rokok, tak terjadi apa-apa dari kami. Tak ada kekhawatiran berlebihan, perubahan mood karena tak merokok, atau keburukan lainnya. Semuanya sama saja dan normal-normal saja.
<\/p>\n\n\n\n

Hanya jika boleh memberi saran kepada pihak pengelola, perampasan rokok tentu mesti dipertimbangkan ulang. Sekali lagi rokok adalah produk legal dan mempunyai aturan yang sudah disepakati terkait pengkonsumsiannya. Lagian, saya kira para perokok sekarang juga sudah mulai tertib terhadap aturan dan tidak ingin merugikan terhadap yang lainnya.<\/p>\n","post_title":"Pengalaman Tiga Jam Lebih Menyaksikan Konser Musik Tanpa Asap Rokok","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"pengalaman-tiga-jam-lebih-menyaksikan-konser-musik-tanpa-asap-rokok","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-09-04 07:32:19","post_modified_gmt":"2019-09-04 00:32:19","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6017","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5993,"post_author":"919","post_date":"2019-08-25 12:09:00","post_date_gmt":"2019-08-25 05:09:00","post_content":"\n

Fenomena digital<\/a> saat ini memberi satu warna dalam dunia musik yaitu Low Identify Music atau yang populer disebut sebagai Lo Fi Music. Bagaimana bisa musik dengan irama seadanya bahkan dibuat dengan biaya yang sangat sederhana itu kini bisa populer dan digandrungi banyak orang. Tentu bukan hanya faktor algoritma youtube yang membuat anda tenggelam dalam iramanya. Namun memang Lo Fi cukup ampuh untuk menenangkan kalian dari segala keruwetan hidup.
<\/p>\n\n\n\n

Meski banyak yang bilang Lo Fi adalah musik saat ini, namun sejatinya dia adalah akulturasi dari segala perkembangan jaman. Sebelum youtube dan spotify ditemukan, Seorang David Mattis kemudian mengaransemen lagu \u2018My Song\u2019 yang dibawakan oleh Johnny Ace yang disebut-sebut oleh hotvox.co.uk<\/a><\/em> sebagai lagu Lo Fi pertama di dunia. David Mattis mengakui bahwa membuat lagu tersebut dengan budget minimal dan hanya dengan 15 menit waktu pekerjaan. Ajaibnya lagu tersebut kemudian memuncaki tangga teratas Billboard <\/em>R&B chart pada 1952.<\/p>\n\n\n\n

Baca: Dangdut Koplo, \u201cJalan Baru\u201d Musik Dangdut Indonesia<\/a><\/p>\n\n\n\n

Seiring perkembangan jaman, Lo Fi kemudian masuk ke dalam ranah hip hop. Bisa dikatakan, Lo Fi mulai mendapatkan modifikasi dan kemudian menjadi populer di kuping para pendengar. thenextwavechichago.com<\/a><\/em> menyebutkan bahwa ada andil musisi hip hop top saat itu. Mereka adalah nama besar seperti RZA, Madlib, and Wu-Tang, serta J Dilla. <\/p>\n\n\n\n

Di kemudian hari pria yang memiliki nama lengkap James Dewitt Yancey itulah yang justru berkibar dengan aliran Lo Fi hip hop. 
<\/p>\n\n\n\n

Perkembangan Lo Fi juga kemudian beriringan dengan tumbuhnya musik-musik Vaporwave yang lebih dikenal memiliki spirit perjuangan. Meski disebut-sebut oleh sebagian pihak sebagai musik sampah (karena dibuat dengan hanya meremake lagu klasik) namun Vaporwave hadir sebagai bentuk jengahnya anak muda terhadap budaya konsumerisme yang tengah tinggi di era 90 hingga 2000 awal. Musik Lo Fi dan Vaporwave memiliki rasa yang hampir sama serta dianggap oleh penikmatnya sebagai musik yang aestethic.\u00a0<\/p>\n\n\n\n

Baca: Memuja-muja Didi Kempot, Mengagung-agungkan Patah Hati<\/a><\/p>\n\n\n\n

Jauh dari tanah kelahiran hip hop di Amerika Serikat, ada seorang musisi cerdas bernama Jun Seba atau yang identitik dengan nama Nujabes. Boleh dibilang, dia yang membawa penulis mengeksplore lebih dalam tentang aliran musik lo fi hip hop. Nujabes dengan cepat menjadi terkenal karena produksinya yang unik. Suara musik yang khas, bernostalgia, dan pengaruh jazz yang memberikan atmosfer tersendiri secara kebetulan menciptakan gaya yang sangat sebanding dengan J Dilla.
<\/p>\n\n\n\n

Dua tokoh di atas kemudian memberikan inspirasi kepada kreator-kreator Lo Fi music selanjutnya. Jika berbicara tentang proses pembuatannya tentu dianggap sebagai sesuatu yang mudah. Musisi lokal seperti Mardial bahkan pernah memberikan tutorial lengkapnya hanya dalam waktu singkat lewat akun youtubenya. Cukup ambil sampel musik klasik, potong di beberapa bagian (agar tak melanggar hak cipta), padukan dengan beat hip hop, beri musik tersebut sentuhan efek hujan, maka boom! jadilah sebuah Lo Fi music. 
<\/p>\n\n\n\n

Tapi nyatanya membuat musik yang nikmat tak semudah itu, menentukan nada yang pas dan menjahitnya dalam alunan ritme yang menarik butuh pemahaman tentang musik. Walau\u00a0 Lo Fi music dianggap musik yang murah, namun alunannya cukup ampuh menemani waktu luangmu. Maka tak heran jika banyak ragam playlist Lo Fi di spotify dan youtube dengan judul-judul seperti lo fi hip hop\/chillhop\/jazzhop\/beats to relax\/beats to study atau yang lainnya.<\/p>\n\n\n\n

Baca: Iklan Djarum 76 dan Goyangan Sekretaris Cantik yang Tengah Naik Daun<\/a><\/p>\n\n\n\n

Lo Fi di era modern kini diidentikkan pula dengan sesuatu yang berbau Jepang seperti anime bahkan dorama-dorama klasik. Ragam playlist di atas tentu jika kalian putar maka memiliki gambar background seperti potongan gif film dari Studio Ghibli, Cowboy Bebop, hingga Neon Genesis Evangelion. Menurut musicthehangup.com<\/a>, penggabungan antara lo fi dan anime terinsipirasi juga dari Nujabes yang memang juga membuat soundtrack untuk anime top karya Shinji Obara. 
<\/p>\n\n\n\n

Nujabes dan J Dilla memang sudah terlebih dahulu meninggalkan kita. Walau demikian tunas-tunas muda banyak bertumbuhan. Karya-karya lo fi saat ini yang familiar di telinga para pendengarnya adalah Saib, Yungbae, Jinsang, Kudasai, Elijah Who, bahkan ada juga yang dari Indonesia yaitu Jordy Chandra, Icecream, dan PXZVC.
<\/p>\n\n\n\n

Musim hujan kini bakal mulai tiba di tanah air. Mulai awal September hingga mungkin karanya awal tahun depan hujan mulai turun dan membasahi tanah. Musim penghujan adalah waktu yang tepat untuk mendengarkan musik-musik Lo Fi. Siapkan earphone anda dan biarkan dirimu tenggelam rileks didalam alunannya.
<\/p>\n","post_title":"Tentang Lo Fi Music, Alunan Nada Sederhana Pemikat Sukma","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"tentang-lo-fi-music-alunan-nada-sederhana-pemikat-sukma","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-08-25 12:09:07","post_modified_gmt":"2019-08-25 05:09:07","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5993","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5946,"post_author":"919","post_date":"2019-08-11 12:28:00","post_date_gmt":"2019-08-11 05:28:00","post_content":"\n

Plastik itu berwarna hitam seperti layaknya plastik kebanyakan. Didalamnya ada seonggoh daging segar yang akan diberikan kepada mereka yang layak membutuhkan. Rutinitas ini setahun sekali adanya. Plastik hitam itu ditunggu-tunggu banyak orang. Plastik hitam itu juga akan dijamah oleh banyak tangan. Plastik hitam itu membawa saya kepada kenangan di waktu silam.
<\/p>\n\n\n\n

Sebagai seorang Muslim, Hari Raya Iduladha adalah satu hal yang dinanti-nanti. Ia merupakan hari raya kedua bagi umat Nabi Muhammad setelah Idulfitri. Ada peristiwa berbeda yang menandai hadirnya kedua hari sakral tersebut. Bicara soal Iduladha, beberapa ulama sepakat menyebut bahwa ini adalah lambang pengorbanan manusia kepada sosial dan Tuhannya.
<\/p>\n\n\n\n

Maka lumrah jika jelang dan setelah menunaikan sholat Iduladha, ada banyak daging yang dihidangkan secara gratis untuk seluruh kalangan (meski yang diutamakan adalah kaum papa). Sebelum daging itu dibagikan, secara kolektif warga satu wilayah akan bersama-sama memotong hewan yang diwajibkan untuk dikurbankan yaitu sapi, kambing, domba, hingga onta. Hewan-hewan tersebut juga merupakan hasil sumbangan dari para penderma, baik itu individu atau memang yang dikumpulkan secara bersama-sama.
<\/p>\n\n\n\n

Momen inilah yang memang saya rindukan, ketika Iduladha tiba, bayangan saya langsung jauh menuju memori di masa kecil. Kala itu kami sibuk menghitung hewan yang sudah dikumpulkan di area masjid. Saya bersama teman-teman juga bermain dengan hewan itu dan sesekali bercanda dengannya. Saat hewan itu hendak disembelih, kami juga sedikit mengintip-ngintip (melihat proses penyembelihan) karena (kadang) tak tega melihat mereka direnggut nyawanya.
<\/p>\n\n\n\n

Momen-momen bermain di masjid saat hari raya memang satu hal yang indah dan mahal. Jika kami dulu di kampung memang sudah sering berinteraksi satu sama lain, maka di momen hari raya ikatan itu semakin dikuatkan. Mungkin juga di kota, meski tak punya intensitas yang cukup lebih (dalam berinteraksi sesama warga) seperti di kampung, namun jika hari raya tiba semuanya mau tak mau harus saling menyapa dan berkumpul. Semuanya berkumpul hingga malam tiba, berkumpul di depan api dan asap, serta tusukan sate daging yang sangat lezat untuk disantap.
<\/p>\n\n\n\n

Memori lainnya yang masih diingat adalah saat kami mulai mengamati potongan daging yang masih bergerak-gerak. Rupanya itu adalah denyut otot yang masih tetap bekerja meski hewan tersebut sudah tak lagi bernyawa. Ada lagi, kami mengamati betul hewan-hewan yang dikuliti, takjub memang dengan orang dewasa yang mahir melakukannya saat itu. Kulit tersebut kemudian kadang kami perebutkan, meski tak tahu akan hendak digunakan untuk apa nantinya.
<\/p>\n\n\n\n

Bermain-main dengan kepala kambing memang satu hal yang lucu saat kecil dahulu. Terkadang kami mengibaratkan tanduknya sebagai setang sepeda lalu membawanya sambil berlarian. Kadang juga kami merasa kebauan akibat bermain terlalu dekat dengan lubang tempat darah dan isi perut hewan yang sudah disembelih. Tapi ada satu yang unik, waktu kecil kami juga berebut mengambil torpedo hewan kurban. Rupanya rasanya nikmat dan memang tak ada gejala apa-apa setelah memakan itu, namun katanya kalau dimakan saat umur sudah dewasa maka reaksinya akan berbeda, entahlah.
<\/p>\n\n\n\n

Bicara Iduladha adalah soal lebaran di daerah perantauan. Bagi mereka yang merantau, momen lebaran idul adha biasanya dihabiskan bukan di kampung halaman. Tentu banyak faktor, mulai dari materi dan efisiensi waktu mengingat hari liburnya yang tak sebanyak Idulfitri. Tapi rupanya diciptakan dua hari raya bagi umat muslim rasanya memang lengkap (bagi anak rantau), satu untuk dirayakan bersama sanak famili di kampung, satunya lagi bersama tetangga dan rekan kerja di perantauan.
<\/p>\n\n\n\n

Maka memori anak-anak (dari mereka yang orangtuanya adalah perantauan) adalah soal bermain dengan tetangga komplek serta sekitarnya. Tak sedikit juga yang berkumpul di sekolah untuk merayakan bakar sate dan memakannya bersama-sama. Pada akhirnya memori tentang kisah kecil kita adalah suatu landasan, agar apabila suatu saat mulai jauh dari ajaran agama, kita diingatkan lagi tentang indahnya masa kecil yang kerap selalu mewah dengan momen perayaan ajaran tuhan.
<\/p>\n\n\n\n

Dari plastik hitam itu aku mengingat masa kecilku, dan dari ingatan masa kecil aku mengingat diriku yang ternyata kini kian jauh dari Tuhan.<\/p>\n","post_title":"Ingatan Masa Kecil dalam Seonggok Daging Iduladha","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"ingatan-masa-kecil-dalam-seonggok-daging-iduladha","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-08-11 12:28:07","post_modified_gmt":"2019-08-11 05:28:07","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5946","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5933,"post_author":"919","post_date":"2019-08-05 13:39:32","post_date_gmt":"2019-08-05 06:39:32","post_content":"\n

Musik adalah bagian dari kehidupan. Setiap alunannya menjadi warna yang saling menari mengikuti jejak langkah kehidupan. Sejak kecil irama musik mulai diperkenalkan orang tua hingga dewasa kita mulai mengenal musik dengan pemikiran sendiri. Musik menjadi teman setia manusa dalam berproses, baik jika akhirnya gagal atau mendulang kesukasesan.
<\/p>\n\n\n\n

Maka benar kata Bob Marley yang menyebut bahwa satu hal yang baik tentang musik adalah ketika itu menyentuh anda tidak akan ada rasa sakit (secara harfiah). Musik menjadi legitimasi perasaan yang tertaut dengan momen, menjadi irama pendamping saat satu peristiwa terjadi. 
<\/p>\n\n\n\n

Era digital seperti sekarang ini kita diperkenalkan dengan berbagai platform pemutar musik secara online dan yang paling banyak digunakan saat ini adalah Spotify. Anda bisa mendengarkan musik secara berbayar dengan profit kualitas suara yang jernih dan tentu membuat playlist idamanmu! playlist ini yang nantinya bisa anda bagikan di sosial media atau langsung ke whatsapp temanmu, hingga pacarmu.
<\/p>\n\n\n\n

Tentu kami juga punya pilihan lagu yang layak anda perdengarkan. Minggu ini kami merangkum lima lagu yang cocok anda dengarkan untuk menemani beraktivitas. Berikut lima lagu tersebut.
<\/p>\n\n\n\n

Selamat Pagi - Ran
<\/h2>\n\n\n\n

Nyaris tak ada yang memungkiri kalau Senin Pagi adalah sesuatu yang menjemukan. Kalau sudah begini dibutuhkan lagu yang tepat untuk mengawali aktifitas anda. Kami rekomendasikan lagu ini yang terdengar catchy agar menjadi mood booster bagi kalian yang masih terikat oleh hawa-hawa libur akhir pekan.
<\/p>\n\n\n\n

Wong Edan Kuwi Bebas - Shodiq Monata
<\/h2>\n\n\n\n

Yoooo! lagu-lagu dangdut memang sangat dibutuhkan ketika irama aktivitas anda mulai meningkat. Lagu ini memiliki beat yang cukup kencang diiringi dengan irama koplo yang siap membuat anda untuk bergoyang. Persetan dengan segala kemacetan hingga marahan dari atasan, Wong Edan Kuwi Bebas!
<\/p>\n\n\n\n

Sulung - Kunto Aji
<\/h2>\n\n\n\n

Kadang apa yang kita harapkan tak sesuai hasil yang didapatkan. Ekspektasi berlebihan membuatmu menjadi lupa pada jati diri, jika gagal maka berpotensi untuk tak percaya diri dan jika sukses bukan tak mungkin akan semakin menyombongkan diri. Karena kata Kunto Aji yang sebaiknya kau jaga adalah dirimu sendiri.
<\/p>\n\n\n\n

This Girl - Kungs
<\/h2>\n\n\n\n

Kalau Jumat malam sudah tiba maka waktunya untuk bersenang-senang! segera hubungi sahabat atau kekasih anda. Kongkow di kedai kopi atau berajojing ria juga pun tak masalah. Adakalanya anda butuh melepaskan penat, goyang badanmu dan nikmati dentuman musiknya.
<\/p>\n\n\n\n

Rotterdam (Or Anywhere) - The Beautiful South
<\/h2>\n\n\n\n

Sabtu dan Minggu waktunya jalan-jalan! kalau punya uang dan waktu ada baiknya berkunjung ke luar kota, namun jika budget terbatas maka kendarai motormu atau gunakan kendaraan umum lalu main ke rumah temanmu bisa jadi solusi. Tak peduli apa pun tempat yang anda kunjungi asal itu membahagiakan, benar kan?<\/p>\n","post_title":"Playlist Spotify Mantap Minggu Ini untuk Kalian Para Perokok Keren","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"playlist-spotify-mantap-minggu-ini-untuk-kalian-para-perokok-keren","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-08-05 13:39:39","post_modified_gmt":"2019-08-05 06:39:39","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5933","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5889,"post_author":"919","post_date":"2019-07-29 16:13:48","post_date_gmt":"2019-07-29 09:13:48","post_content":"\n

Upaya mengejar cinta selalu menghadirkan satu masalah yaitu patah hati. Jika bicara soal peluang bakal menghadapi masalah tersebut, maka persentasinya adalah 50:50. Potensinya sudah bisa membesar sejak awal anda mencoba untuk berkenalan dengan sosok idaman. Jika salah langkah, sudah pasti si dia bakal menjauh, andai pun langkah awal sudah tepat tapi threatmennya pendekatannya salah, siap-siap kalimat \u2018maaf kita ga cocok\u2019<\/em> akan anda dapatkan.\u00a0
<\/p>\n\n\n\n

Kalau sudah patah hati rasanya memang ribet. Rendang yang katanya dijadikan makanan terenak di dunia pun rasanya seperti daging gosong. Mau beraktifitas juga susah, karena isinya hanya meratap dan merenungi. Diajak teman main game <\/em>juga tak maksimal, apalagi kongkow-kongkow sampai subuh. Kalau sudah begini tak boleh buru-buru larut dalam kesedihan, musik bisa jadi obat ampuh untuk menenangkannya. 
<\/p>\n\n\n\n

Musik memang soal selera, ada yang ingin lagu agak ngebeat <\/em>biar adrenalinennya naik. Ada yang memutar lagi jazz supaya lebih tenang, musik dangdut biar oaoe<\/em>, hingga lagu indie biar terkesan indies (ealaahhh). Akan tetapi ada satu tren belakangan ini, patah hati dan mendengarkan lagu-lagu yang dinyanyikan oleh Didi Kempot.
<\/p>\n\n\n\n

Sosok yang memulai karier berseni sebagai musisi jalanan tersebut kini lagi digandrungi anak muda. Mereka menyebutnya sebagai Sadbois atau Sadgirls, mengagung-mengagungkan patah hati, merayakan kesedihan, dan Didi Kempot yang secara lelucon mereka sebut Lord, hadir memaksimalkan euforia tersebut. Satu lagu, dua lagu, tiga lagu, kalimat seperti \u2018Bajingan kowe dek!\u2019 mulai terlontar dari mulut-mulut penikmat lagu-lagu Didi Kempot.
<\/p>\n\n\n\n

Saya dan mungkin juga kalian sejatinya sudah cukup lama mendengar lagu-lagu Didi Kempot, mungkin sejak SD. Saat umur belum dua angka seperti saat ini, Didi Kempot mungkin hanya saya sebut sebagai musisi yang beraliran Campursari (meski memang benar seperti itu). Namun, ketika umur kian bertambah, Didi Kempot rupanya jauh lebih besar dari itu. Bisa jadi dia adalah representasi dari diksi patah hati itu sendiri.
<\/p>\n\n\n\n

Lagu Sewu Kutho misalnya, saya anggap sebagai lagu patah hati terhebat yang pernah ia buat. Bagaimana rasa rindu, sakit, dan keikhlasan menyatu menjadi satu dalam sebuah lagu. Bahkan doa juga ia sematkan kepada orang yang disayang, agar hidup dia yang dicinta hidup lebih bahagia daripada dirinya. Meski sebenarnya dalam lagu tersebut ada pertentangan lain dalam dirinya yang masih tak bisa ia atasi, ia masih ingin bertemu dengan yang dicinta dengan cara apapun.
<\/p>\n\n\n\n

Pamer Bojo adalah selanjutnya, ia hadir tepat di saat anak muda sedang mengalami tren nikah dini. Saat usia muda memang perasaan dan cinta sedang berkecamuknya, lalu dihadapkan dengan permasalahan yang cukup pelik dalam asmara yaitu ditinggal nikah. Lagu Pamer Bojo adalah solusinya, meski dalam liriknya ada pesan bahwa kita memang tidak pernah siap melihat yang dicinta menikah dengan orang lain. 
<\/p>\n\n\n\n

\u201cNeng opo seneng aku yen mung gawe laraku<\/em><\/p>\n\n\n\n

Pamer bojo anyar neng ngarepku\u201d<\/em>
<\/p>\n\n\n\n

Bagi saya musik memiliki kekuatan hebat walau memiliki tembok bernama bahasa. Hanya musisi hebat yang mampu menembus dinding-dinding itu. Didi Kempot adalah salah satunya, ia mampu membuat orang yang bukan bersuku Jawa bisa menikmati lagunya. Ini sebuah kemajuan dalam berkebudayaan, bahwa suku dan bangsa lain bisa saling menerima karya dari golongan lain. Sesuatu yang saat kini benar-benar kita butuhkan bukan setelah kontestasi politik yang melibatkan sentimen suku, agama, ras, dan antargolongan.
<\/p>\n\n\n\n

Didi Kempot memang sedang naik daun dan kini namanya lagi disebut-sebut di banyak penjuru di ibu kota. Ketakutan saya adalah akan seberapa lama tren ini berlanjut, mengingat tak banyak yang bisa bertahan lama di Jakarta. Akan tetapi pikiran tersebut saya rasa salah, Didi Kempot boleh saja naik daun dan tiba-tiba hilang di Jakarta, akan tetapi karya dan dirinya tetap abadi di Indonesia. Karena yang membuat Didi Kempot agung adalah kita yang selalu kekanak-kanakan menghadapi masalah patah hati. <\/p>\n","post_title":"Memuja-muja Didi Kempot, Mengagung-agungkan Patah Hati","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"memuja-muja-didi-kempot-mengagung-agungkan-patah-hati","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-07-29 16:13:56","post_modified_gmt":"2019-07-29 09:13:56","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5889","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5862,"post_author":"919","post_date":"2019-07-14 12:50:58","post_date_gmt":"2019-07-14 05:50:58","post_content":"\n

Musim haji kini telah tiba. Diperkirakan jutaan orang kini telah memadati Masjidil Haram di Mekkah, Arab Saudi untuk memenuhi salah satu rukun Islam tiap tahunnya. Ritual suci ini menjadi salah satu impian bagi tiap umat muslim di seluruh dunia dan tak seluruhnya bisa melaksanakannya. 
<\/p>\n\n\n\n

Walau demikian musim haji di Indonesia tak pernah sepi peminat. Menko Perekonomian Darmin Nasution memperkirakan jumlah jamaah haji Indonesia akan mencapai 4,34 juta jiwa pada 2019. Per hari ini (14\/7\/2019) jumlah jemaah diperkirakan sudah mencapai 47.983 orang yang sudah berdatangan ke Madinah. 
<\/p>\n\n\n\n

Ada-ada saja memang kelakuan masyarakat Indonesia ketika berkunjung ke luar negeri terutama untuk ibadah haji yang memakan waktu hingga satu bulan. Ada kisah para peserta membawa makanan khas daerah masing-masing karena takut tak bisa menyesuaikan dengan kudapan di sana. Ada yang membawa sambal, jengkol, ikan teri, padahal pihak penyelenggara sudah menyediakan makanan yang sesuai dengan lidah mereka.
<\/p>\n\n\n\n

Salah satu kebiasaan masyarakat Indonesia adalah merokok dan tradisi tersebut sudah mengakar sejak lama. Cita rasa kretek yang kuat dengan campuran cengkeh membuat masyarakat kita sulit menikmati produk rokok asing. Maka dengan demikian ketika bepergian ke luar negeri membawa rokok dari Indonesia adalah hal yang nampaknya sudah jadi kebiasaan. Sejatinya hal tersebut tak bisa dikatakan sebagai aktivitas ilegal, karena mereka membawa rokok lokal untuk dikonsumsi pribadi dan bukan untuk dijual.
<\/p>\n\n\n\n

Pemerintah sejatinya sudah mengakomodasi kebutuhan para perokok yang sedang menjadi peserta haji. Kemudahan itu adalah dengan memperbolehkan jamaah haji membawa rokok maksimal 200 batang untuk dibawa ke tanah suci. Jika berlebih, maka siap-siap untuk diamankan dan disita. Akibat informasi yang kadang tak menyeluruh, kadang masih ada saja rokok yang disita. Tribun Jabar misalnya memberitakan bahwa sehari ada sekitar 200 batang rokok yang disita oleh pihak bea dan cukai.
<\/p>\n\n\n\n

Peraturan memang ada untuk dipatuhi dan diikuti, sebagai perokok tentu hal tersebut tak boleh dihiraukan. Ada baiknya untuk mengikuti prosedur yang sudah diterapkan agar ibadah haji semakin nyaman. Tentu ijin boleh membawa rokok sebanyak 200 batang sudah cukup mengakomodir kebutuhan para perokok. Jika dihitung dalam 40 hari maka dalam satu hari satu jamaah haji bisa mengisap lima batang tentu pas jika kita anggap setiap sehabis sholat menghisap satu batang rokok. Tentu paduan yang sempurna antara ibadah dan kebiasaan merokok. 
<\/p>\n\n\n\n

Ada cara lain untuk mengakali peraturan tersebut, salah satunya adalah dengan menitip kepada anggota keluarga lain. Tentu cara ini sebenarnya tidak bermasalah karena setiap orang punya hak untuk membawa 200 batang rokok. Cara ini nampaknya cukup ampuh dan sudah dilakukan oleh beberapa jamaah haji. Asalkan rokok yang dibawa tentu hanya untuk kebutuhan pribadi, bukan untuk dijual kembali di sana. 
<\/p>\n\n\n\n

Pada akhirnya ibadah harus menjadi petimbangan utama saat ke tanah suci. Mengenai barang bawaan yang sudah diatur harus betul-betul diperhatikan. Toh rokok bukan barang yang bercandu sehingga kebiasaan merokok pun masih bisa diatasi ketika di tanah suci.
<\/p>\n","post_title":"Hal yang Perlu Diperhatikan Perokok Saat Berangkat Haji","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"hal-yang-perlu-diperhatikan-perokok-saat-berangkat-haji","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-07-14 12:51:04","post_modified_gmt":"2019-07-14 05:51:04","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5862","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":7},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"epic_block_3"};

\n

Karena jarang menikmati konser musik belakangan ini, ada satu peraturan yang cukup menarik perhatian saya yaitu dilarang merokok di dalam venue<\/em>. Pertama saya bisa memaklumi itu mengingat venue indoor<\/em> dan ber-ac. Pertanyaan dalam benak saya lalu tersirat, apa nikmatnya menikmati musik terutama saat konser tanpa menghisap rokok? Tapi bagi saya ini tentu jadi tantangan, karena saya juga bisa memastikan bahwa rokok bukanlah candu dan sebagai perokok juga bisa tertib mengikuti peraturan yang ada.<\/strong>
<\/p>\n\n\n\n

Saya kemudian tiba di tempat acara. Saya lantas membeli beberapa minuman dan asyik merokok serta ngobrol dengan teman saya di luar venue<\/em>. Ketika mendekati jadwal open gate<\/em>, kami berbaris rapih untuk masuk ke dalam. Ada satu hal yang menyita perhatian, ternyata rokok kami pun disita. Jika hanya korek kami bisa memaklumi, namun penyitaan terhadap rokok tentu tak masuk di akal. Akhirnya kami mengakalinya dengan menaruh rokok kami di luar, di tempat yang tak mencolok. Adegan ini jika direka ulang laiaknya seorang yang mencoba untuk menyembunyikan narkotika, padahal rokok sejatinya adalah barang legal.<\/p>\n\n\n\n

Baca: Smoker Travellers: Menengok Fasilitas Ruangan Merokok di Bandara Kulon Progo<\/a>
<\/p>\n\n\n\n

Mungkin saya tidak memerhatikan peraturan yang ada apabila ternyata rokok tidak boleh di bawa masuk ke dalam. Namun jika dilarang, baiknya penyelenggara bisa menyediakan tempat penitipan rokok. Bukan apa-apa, mubazir rasanya jika satu bungkus harus dibuang, apalagi perokok yang hadir juga nampaknya mematuhi peraturan dilarang merokok di dalam. Peraturan ini juga nampaknya mesti dikaji ulang karena jika mengacu pada Perda KTR tentu tidak disebutkan.
<\/p>\n\n\n\n

Akhirnya kami pun mengikhlaskan, walau sejatinya harus jua bertindak licik dengan menyembunyikan rokok kami di luar. Bukan apa-apa ini lebih faktor mubazir. Tiba saatnya acara dan Ajis Doa Ibu serta Gilang Gombloh memecahkan suasana dengan dark jokes soal agama hingga lelucon soal Fiersa Besari. Goodnigh Electric kemudian menjadi band pembuka dengan membawakan tembang-tembang lawas seperti Am i Robot, Teenage Love and Broken Heart, The Supermarket I Am In, hingga lagu syahdu mereka yang saya tunggu-tunggu untuk dibawakan yaitu Im OK.\u00a0
<\/p>\n\n\n\n

Lagu ini pernah menjadi soundtrack <\/em>hidup saya kala menyukai seseorang. Semenjak mendengar dan suka dengan Goodnight Electric saat SMA, baru kali ini Im Ok dibawakan. Goodnight Electric juga kemudian menutup aksi panggung mereka dengan budaya yang tak pernah mereka lewatkan yaitu dengan lagu Rocket Ship Goes By dan tak lupa melemparkan pesawat kertas di dekat penghujung lagu.
<\/p>\n\n\n\n

Jika Goodnight Electric adalah pembukaan yang manis, seperti memberi rangsangan mengingat masa-masa SMA penuh dengan jadwal pensi, maka The Upstairs yang manggung selanjutnya adalah yang meledakkan pesta itu sendiri. Performa enerjik Jimi Multhaza sang vokalis masih saja seperti yang saya ihat 11 tahun lalu saat The Upstairs manggung di depan TVRI. Tak mau melewatkan momen, saya kemudian merapat ke tengah kerumunan dan berdansa resah didalamnya. Benturan-benturan moshpit tak terelakkan tapi saya nikmati karena adrenalin seperti ini jarang lagi bisa ditemukan.
<\/p>\n\n\n\n

Sama seperti Goodnight Electric, The Upstairs menutupnya dengan bijak. Romansa penonton yang hadir akan\u00a0 Pensi ala anak SMA di awal 2000an dan hingga sepuluh tahun setelahnya tak mereka kecewakan. Jimi dkk memilih lagu Matraman sebegai tembang penutup, lagu yang menurut Jimi (saat populer) bisa diputar hingga berulang kali dalam satu hari di radio-radio lokal. Lagu yang kemudian menjadi soundtrack skena persahabatan, cinta, dan tawuran anak SMA kala itu.\u00a0<\/p>\n\n\n\n

Baca: Smoker Traveller: Hero Coffe Kota Tua Semarang<\/a><\/p>\n\n\n\n

The Adams sebagai band ketiga yang tampil lalu datang meneduhkan suasana. Betul, penonton langsung terbuai saat itu oleh suara yang beradu-adu antara Saleh Husein dan Ario Hendarwan. Sing along kemudian jadi hal yang wajib dilakukan saat itu, semuanya menikmati karaoke masal dari lagu-lagu yang dibawakan seperti Hanya Kau, Berwisata, Konservatif, hingga Halo Beni. Suasana kala itu semakin manis saat sang pianis The Adams (hingga kini belum saya ketahui namanya) selalu melemparkan senyumnya ke arah penonton. Ah sial, saat itu saya berada di posisi yang sangat jauh darinya, itu saja sudah membuat saya bergetar.
<\/p>\n\n\n\n

Karena saya memarkir motor di luar area Kuningan City dan hanya dijaga sampai pukul 23:30, akhirnya kami pulang lebih cepat. Saat keluar venue saya memastikan tetap sebats dulu, mereview apa yang menarik terjadi di dalam sana. Saya lantas menarik kesimpulan bahwa dari pengalaman selama hampir tiga jam lebih menikmati konser tanpa rokok, tak terjadi apa-apa dari kami. Tak ada kekhawatiran berlebihan, perubahan mood karena tak merokok, atau keburukan lainnya. Semuanya sama saja dan normal-normal saja.
<\/p>\n\n\n\n

Hanya jika boleh memberi saran kepada pihak pengelola, perampasan rokok tentu mesti dipertimbangkan ulang. Sekali lagi rokok adalah produk legal dan mempunyai aturan yang sudah disepakati terkait pengkonsumsiannya. Lagian, saya kira para perokok sekarang juga sudah mulai tertib terhadap aturan dan tidak ingin merugikan terhadap yang lainnya.<\/p>\n","post_title":"Pengalaman Tiga Jam Lebih Menyaksikan Konser Musik Tanpa Asap Rokok","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"pengalaman-tiga-jam-lebih-menyaksikan-konser-musik-tanpa-asap-rokok","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-09-04 07:32:19","post_modified_gmt":"2019-09-04 00:32:19","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6017","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5993,"post_author":"919","post_date":"2019-08-25 12:09:00","post_date_gmt":"2019-08-25 05:09:00","post_content":"\n

Fenomena digital<\/a> saat ini memberi satu warna dalam dunia musik yaitu Low Identify Music atau yang populer disebut sebagai Lo Fi Music. Bagaimana bisa musik dengan irama seadanya bahkan dibuat dengan biaya yang sangat sederhana itu kini bisa populer dan digandrungi banyak orang. Tentu bukan hanya faktor algoritma youtube yang membuat anda tenggelam dalam iramanya. Namun memang Lo Fi cukup ampuh untuk menenangkan kalian dari segala keruwetan hidup.
<\/p>\n\n\n\n

Meski banyak yang bilang Lo Fi adalah musik saat ini, namun sejatinya dia adalah akulturasi dari segala perkembangan jaman. Sebelum youtube dan spotify ditemukan, Seorang David Mattis kemudian mengaransemen lagu \u2018My Song\u2019 yang dibawakan oleh Johnny Ace yang disebut-sebut oleh hotvox.co.uk<\/a><\/em> sebagai lagu Lo Fi pertama di dunia. David Mattis mengakui bahwa membuat lagu tersebut dengan budget minimal dan hanya dengan 15 menit waktu pekerjaan. Ajaibnya lagu tersebut kemudian memuncaki tangga teratas Billboard <\/em>R&B chart pada 1952.<\/p>\n\n\n\n

Baca: Dangdut Koplo, \u201cJalan Baru\u201d Musik Dangdut Indonesia<\/a><\/p>\n\n\n\n

Seiring perkembangan jaman, Lo Fi kemudian masuk ke dalam ranah hip hop. Bisa dikatakan, Lo Fi mulai mendapatkan modifikasi dan kemudian menjadi populer di kuping para pendengar. thenextwavechichago.com<\/a><\/em> menyebutkan bahwa ada andil musisi hip hop top saat itu. Mereka adalah nama besar seperti RZA, Madlib, and Wu-Tang, serta J Dilla. <\/p>\n\n\n\n

Di kemudian hari pria yang memiliki nama lengkap James Dewitt Yancey itulah yang justru berkibar dengan aliran Lo Fi hip hop. 
<\/p>\n\n\n\n

Perkembangan Lo Fi juga kemudian beriringan dengan tumbuhnya musik-musik Vaporwave yang lebih dikenal memiliki spirit perjuangan. Meski disebut-sebut oleh sebagian pihak sebagai musik sampah (karena dibuat dengan hanya meremake lagu klasik) namun Vaporwave hadir sebagai bentuk jengahnya anak muda terhadap budaya konsumerisme yang tengah tinggi di era 90 hingga 2000 awal. Musik Lo Fi dan Vaporwave memiliki rasa yang hampir sama serta dianggap oleh penikmatnya sebagai musik yang aestethic.\u00a0<\/p>\n\n\n\n

Baca: Memuja-muja Didi Kempot, Mengagung-agungkan Patah Hati<\/a><\/p>\n\n\n\n

Jauh dari tanah kelahiran hip hop di Amerika Serikat, ada seorang musisi cerdas bernama Jun Seba atau yang identitik dengan nama Nujabes. Boleh dibilang, dia yang membawa penulis mengeksplore lebih dalam tentang aliran musik lo fi hip hop. Nujabes dengan cepat menjadi terkenal karena produksinya yang unik. Suara musik yang khas, bernostalgia, dan pengaruh jazz yang memberikan atmosfer tersendiri secara kebetulan menciptakan gaya yang sangat sebanding dengan J Dilla.
<\/p>\n\n\n\n

Dua tokoh di atas kemudian memberikan inspirasi kepada kreator-kreator Lo Fi music selanjutnya. Jika berbicara tentang proses pembuatannya tentu dianggap sebagai sesuatu yang mudah. Musisi lokal seperti Mardial bahkan pernah memberikan tutorial lengkapnya hanya dalam waktu singkat lewat akun youtubenya. Cukup ambil sampel musik klasik, potong di beberapa bagian (agar tak melanggar hak cipta), padukan dengan beat hip hop, beri musik tersebut sentuhan efek hujan, maka boom! jadilah sebuah Lo Fi music. 
<\/p>\n\n\n\n

Tapi nyatanya membuat musik yang nikmat tak semudah itu, menentukan nada yang pas dan menjahitnya dalam alunan ritme yang menarik butuh pemahaman tentang musik. Walau\u00a0 Lo Fi music dianggap musik yang murah, namun alunannya cukup ampuh menemani waktu luangmu. Maka tak heran jika banyak ragam playlist Lo Fi di spotify dan youtube dengan judul-judul seperti lo fi hip hop\/chillhop\/jazzhop\/beats to relax\/beats to study atau yang lainnya.<\/p>\n\n\n\n

Baca: Iklan Djarum 76 dan Goyangan Sekretaris Cantik yang Tengah Naik Daun<\/a><\/p>\n\n\n\n

Lo Fi di era modern kini diidentikkan pula dengan sesuatu yang berbau Jepang seperti anime bahkan dorama-dorama klasik. Ragam playlist di atas tentu jika kalian putar maka memiliki gambar background seperti potongan gif film dari Studio Ghibli, Cowboy Bebop, hingga Neon Genesis Evangelion. Menurut musicthehangup.com<\/a>, penggabungan antara lo fi dan anime terinsipirasi juga dari Nujabes yang memang juga membuat soundtrack untuk anime top karya Shinji Obara. 
<\/p>\n\n\n\n

Nujabes dan J Dilla memang sudah terlebih dahulu meninggalkan kita. Walau demikian tunas-tunas muda banyak bertumbuhan. Karya-karya lo fi saat ini yang familiar di telinga para pendengarnya adalah Saib, Yungbae, Jinsang, Kudasai, Elijah Who, bahkan ada juga yang dari Indonesia yaitu Jordy Chandra, Icecream, dan PXZVC.
<\/p>\n\n\n\n

Musim hujan kini bakal mulai tiba di tanah air. Mulai awal September hingga mungkin karanya awal tahun depan hujan mulai turun dan membasahi tanah. Musim penghujan adalah waktu yang tepat untuk mendengarkan musik-musik Lo Fi. Siapkan earphone anda dan biarkan dirimu tenggelam rileks didalam alunannya.
<\/p>\n","post_title":"Tentang Lo Fi Music, Alunan Nada Sederhana Pemikat Sukma","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"tentang-lo-fi-music-alunan-nada-sederhana-pemikat-sukma","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-08-25 12:09:07","post_modified_gmt":"2019-08-25 05:09:07","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5993","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5946,"post_author":"919","post_date":"2019-08-11 12:28:00","post_date_gmt":"2019-08-11 05:28:00","post_content":"\n

Plastik itu berwarna hitam seperti layaknya plastik kebanyakan. Didalamnya ada seonggoh daging segar yang akan diberikan kepada mereka yang layak membutuhkan. Rutinitas ini setahun sekali adanya. Plastik hitam itu ditunggu-tunggu banyak orang. Plastik hitam itu juga akan dijamah oleh banyak tangan. Plastik hitam itu membawa saya kepada kenangan di waktu silam.
<\/p>\n\n\n\n

Sebagai seorang Muslim, Hari Raya Iduladha adalah satu hal yang dinanti-nanti. Ia merupakan hari raya kedua bagi umat Nabi Muhammad setelah Idulfitri. Ada peristiwa berbeda yang menandai hadirnya kedua hari sakral tersebut. Bicara soal Iduladha, beberapa ulama sepakat menyebut bahwa ini adalah lambang pengorbanan manusia kepada sosial dan Tuhannya.
<\/p>\n\n\n\n

Maka lumrah jika jelang dan setelah menunaikan sholat Iduladha, ada banyak daging yang dihidangkan secara gratis untuk seluruh kalangan (meski yang diutamakan adalah kaum papa). Sebelum daging itu dibagikan, secara kolektif warga satu wilayah akan bersama-sama memotong hewan yang diwajibkan untuk dikurbankan yaitu sapi, kambing, domba, hingga onta. Hewan-hewan tersebut juga merupakan hasil sumbangan dari para penderma, baik itu individu atau memang yang dikumpulkan secara bersama-sama.
<\/p>\n\n\n\n

Momen inilah yang memang saya rindukan, ketika Iduladha tiba, bayangan saya langsung jauh menuju memori di masa kecil. Kala itu kami sibuk menghitung hewan yang sudah dikumpulkan di area masjid. Saya bersama teman-teman juga bermain dengan hewan itu dan sesekali bercanda dengannya. Saat hewan itu hendak disembelih, kami juga sedikit mengintip-ngintip (melihat proses penyembelihan) karena (kadang) tak tega melihat mereka direnggut nyawanya.
<\/p>\n\n\n\n

Momen-momen bermain di masjid saat hari raya memang satu hal yang indah dan mahal. Jika kami dulu di kampung memang sudah sering berinteraksi satu sama lain, maka di momen hari raya ikatan itu semakin dikuatkan. Mungkin juga di kota, meski tak punya intensitas yang cukup lebih (dalam berinteraksi sesama warga) seperti di kampung, namun jika hari raya tiba semuanya mau tak mau harus saling menyapa dan berkumpul. Semuanya berkumpul hingga malam tiba, berkumpul di depan api dan asap, serta tusukan sate daging yang sangat lezat untuk disantap.
<\/p>\n\n\n\n

Memori lainnya yang masih diingat adalah saat kami mulai mengamati potongan daging yang masih bergerak-gerak. Rupanya itu adalah denyut otot yang masih tetap bekerja meski hewan tersebut sudah tak lagi bernyawa. Ada lagi, kami mengamati betul hewan-hewan yang dikuliti, takjub memang dengan orang dewasa yang mahir melakukannya saat itu. Kulit tersebut kemudian kadang kami perebutkan, meski tak tahu akan hendak digunakan untuk apa nantinya.
<\/p>\n\n\n\n

Bermain-main dengan kepala kambing memang satu hal yang lucu saat kecil dahulu. Terkadang kami mengibaratkan tanduknya sebagai setang sepeda lalu membawanya sambil berlarian. Kadang juga kami merasa kebauan akibat bermain terlalu dekat dengan lubang tempat darah dan isi perut hewan yang sudah disembelih. Tapi ada satu yang unik, waktu kecil kami juga berebut mengambil torpedo hewan kurban. Rupanya rasanya nikmat dan memang tak ada gejala apa-apa setelah memakan itu, namun katanya kalau dimakan saat umur sudah dewasa maka reaksinya akan berbeda, entahlah.
<\/p>\n\n\n\n

Bicara Iduladha adalah soal lebaran di daerah perantauan. Bagi mereka yang merantau, momen lebaran idul adha biasanya dihabiskan bukan di kampung halaman. Tentu banyak faktor, mulai dari materi dan efisiensi waktu mengingat hari liburnya yang tak sebanyak Idulfitri. Tapi rupanya diciptakan dua hari raya bagi umat muslim rasanya memang lengkap (bagi anak rantau), satu untuk dirayakan bersama sanak famili di kampung, satunya lagi bersama tetangga dan rekan kerja di perantauan.
<\/p>\n\n\n\n

Maka memori anak-anak (dari mereka yang orangtuanya adalah perantauan) adalah soal bermain dengan tetangga komplek serta sekitarnya. Tak sedikit juga yang berkumpul di sekolah untuk merayakan bakar sate dan memakannya bersama-sama. Pada akhirnya memori tentang kisah kecil kita adalah suatu landasan, agar apabila suatu saat mulai jauh dari ajaran agama, kita diingatkan lagi tentang indahnya masa kecil yang kerap selalu mewah dengan momen perayaan ajaran tuhan.
<\/p>\n\n\n\n

Dari plastik hitam itu aku mengingat masa kecilku, dan dari ingatan masa kecil aku mengingat diriku yang ternyata kini kian jauh dari Tuhan.<\/p>\n","post_title":"Ingatan Masa Kecil dalam Seonggok Daging Iduladha","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"ingatan-masa-kecil-dalam-seonggok-daging-iduladha","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-08-11 12:28:07","post_modified_gmt":"2019-08-11 05:28:07","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5946","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5933,"post_author":"919","post_date":"2019-08-05 13:39:32","post_date_gmt":"2019-08-05 06:39:32","post_content":"\n

Musik adalah bagian dari kehidupan. Setiap alunannya menjadi warna yang saling menari mengikuti jejak langkah kehidupan. Sejak kecil irama musik mulai diperkenalkan orang tua hingga dewasa kita mulai mengenal musik dengan pemikiran sendiri. Musik menjadi teman setia manusa dalam berproses, baik jika akhirnya gagal atau mendulang kesukasesan.
<\/p>\n\n\n\n

Maka benar kata Bob Marley yang menyebut bahwa satu hal yang baik tentang musik adalah ketika itu menyentuh anda tidak akan ada rasa sakit (secara harfiah). Musik menjadi legitimasi perasaan yang tertaut dengan momen, menjadi irama pendamping saat satu peristiwa terjadi. 
<\/p>\n\n\n\n

Era digital seperti sekarang ini kita diperkenalkan dengan berbagai platform pemutar musik secara online dan yang paling banyak digunakan saat ini adalah Spotify. Anda bisa mendengarkan musik secara berbayar dengan profit kualitas suara yang jernih dan tentu membuat playlist idamanmu! playlist ini yang nantinya bisa anda bagikan di sosial media atau langsung ke whatsapp temanmu, hingga pacarmu.
<\/p>\n\n\n\n

Tentu kami juga punya pilihan lagu yang layak anda perdengarkan. Minggu ini kami merangkum lima lagu yang cocok anda dengarkan untuk menemani beraktivitas. Berikut lima lagu tersebut.
<\/p>\n\n\n\n

Selamat Pagi - Ran
<\/h2>\n\n\n\n

Nyaris tak ada yang memungkiri kalau Senin Pagi adalah sesuatu yang menjemukan. Kalau sudah begini dibutuhkan lagu yang tepat untuk mengawali aktifitas anda. Kami rekomendasikan lagu ini yang terdengar catchy agar menjadi mood booster bagi kalian yang masih terikat oleh hawa-hawa libur akhir pekan.
<\/p>\n\n\n\n

Wong Edan Kuwi Bebas - Shodiq Monata
<\/h2>\n\n\n\n

Yoooo! lagu-lagu dangdut memang sangat dibutuhkan ketika irama aktivitas anda mulai meningkat. Lagu ini memiliki beat yang cukup kencang diiringi dengan irama koplo yang siap membuat anda untuk bergoyang. Persetan dengan segala kemacetan hingga marahan dari atasan, Wong Edan Kuwi Bebas!
<\/p>\n\n\n\n

Sulung - Kunto Aji
<\/h2>\n\n\n\n

Kadang apa yang kita harapkan tak sesuai hasil yang didapatkan. Ekspektasi berlebihan membuatmu menjadi lupa pada jati diri, jika gagal maka berpotensi untuk tak percaya diri dan jika sukses bukan tak mungkin akan semakin menyombongkan diri. Karena kata Kunto Aji yang sebaiknya kau jaga adalah dirimu sendiri.
<\/p>\n\n\n\n

This Girl - Kungs
<\/h2>\n\n\n\n

Kalau Jumat malam sudah tiba maka waktunya untuk bersenang-senang! segera hubungi sahabat atau kekasih anda. Kongkow di kedai kopi atau berajojing ria juga pun tak masalah. Adakalanya anda butuh melepaskan penat, goyang badanmu dan nikmati dentuman musiknya.
<\/p>\n\n\n\n

Rotterdam (Or Anywhere) - The Beautiful South
<\/h2>\n\n\n\n

Sabtu dan Minggu waktunya jalan-jalan! kalau punya uang dan waktu ada baiknya berkunjung ke luar kota, namun jika budget terbatas maka kendarai motormu atau gunakan kendaraan umum lalu main ke rumah temanmu bisa jadi solusi. Tak peduli apa pun tempat yang anda kunjungi asal itu membahagiakan, benar kan?<\/p>\n","post_title":"Playlist Spotify Mantap Minggu Ini untuk Kalian Para Perokok Keren","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"playlist-spotify-mantap-minggu-ini-untuk-kalian-para-perokok-keren","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-08-05 13:39:39","post_modified_gmt":"2019-08-05 06:39:39","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5933","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5889,"post_author":"919","post_date":"2019-07-29 16:13:48","post_date_gmt":"2019-07-29 09:13:48","post_content":"\n

Upaya mengejar cinta selalu menghadirkan satu masalah yaitu patah hati. Jika bicara soal peluang bakal menghadapi masalah tersebut, maka persentasinya adalah 50:50. Potensinya sudah bisa membesar sejak awal anda mencoba untuk berkenalan dengan sosok idaman. Jika salah langkah, sudah pasti si dia bakal menjauh, andai pun langkah awal sudah tepat tapi threatmennya pendekatannya salah, siap-siap kalimat \u2018maaf kita ga cocok\u2019<\/em> akan anda dapatkan.\u00a0
<\/p>\n\n\n\n

Kalau sudah patah hati rasanya memang ribet. Rendang yang katanya dijadikan makanan terenak di dunia pun rasanya seperti daging gosong. Mau beraktifitas juga susah, karena isinya hanya meratap dan merenungi. Diajak teman main game <\/em>juga tak maksimal, apalagi kongkow-kongkow sampai subuh. Kalau sudah begini tak boleh buru-buru larut dalam kesedihan, musik bisa jadi obat ampuh untuk menenangkannya. 
<\/p>\n\n\n\n

Musik memang soal selera, ada yang ingin lagu agak ngebeat <\/em>biar adrenalinennya naik. Ada yang memutar lagi jazz supaya lebih tenang, musik dangdut biar oaoe<\/em>, hingga lagu indie biar terkesan indies (ealaahhh). Akan tetapi ada satu tren belakangan ini, patah hati dan mendengarkan lagu-lagu yang dinyanyikan oleh Didi Kempot.
<\/p>\n\n\n\n

Sosok yang memulai karier berseni sebagai musisi jalanan tersebut kini lagi digandrungi anak muda. Mereka menyebutnya sebagai Sadbois atau Sadgirls, mengagung-mengagungkan patah hati, merayakan kesedihan, dan Didi Kempot yang secara lelucon mereka sebut Lord, hadir memaksimalkan euforia tersebut. Satu lagu, dua lagu, tiga lagu, kalimat seperti \u2018Bajingan kowe dek!\u2019 mulai terlontar dari mulut-mulut penikmat lagu-lagu Didi Kempot.
<\/p>\n\n\n\n

Saya dan mungkin juga kalian sejatinya sudah cukup lama mendengar lagu-lagu Didi Kempot, mungkin sejak SD. Saat umur belum dua angka seperti saat ini, Didi Kempot mungkin hanya saya sebut sebagai musisi yang beraliran Campursari (meski memang benar seperti itu). Namun, ketika umur kian bertambah, Didi Kempot rupanya jauh lebih besar dari itu. Bisa jadi dia adalah representasi dari diksi patah hati itu sendiri.
<\/p>\n\n\n\n

Lagu Sewu Kutho misalnya, saya anggap sebagai lagu patah hati terhebat yang pernah ia buat. Bagaimana rasa rindu, sakit, dan keikhlasan menyatu menjadi satu dalam sebuah lagu. Bahkan doa juga ia sematkan kepada orang yang disayang, agar hidup dia yang dicinta hidup lebih bahagia daripada dirinya. Meski sebenarnya dalam lagu tersebut ada pertentangan lain dalam dirinya yang masih tak bisa ia atasi, ia masih ingin bertemu dengan yang dicinta dengan cara apapun.
<\/p>\n\n\n\n

Pamer Bojo adalah selanjutnya, ia hadir tepat di saat anak muda sedang mengalami tren nikah dini. Saat usia muda memang perasaan dan cinta sedang berkecamuknya, lalu dihadapkan dengan permasalahan yang cukup pelik dalam asmara yaitu ditinggal nikah. Lagu Pamer Bojo adalah solusinya, meski dalam liriknya ada pesan bahwa kita memang tidak pernah siap melihat yang dicinta menikah dengan orang lain. 
<\/p>\n\n\n\n

\u201cNeng opo seneng aku yen mung gawe laraku<\/em><\/p>\n\n\n\n

Pamer bojo anyar neng ngarepku\u201d<\/em>
<\/p>\n\n\n\n

Bagi saya musik memiliki kekuatan hebat walau memiliki tembok bernama bahasa. Hanya musisi hebat yang mampu menembus dinding-dinding itu. Didi Kempot adalah salah satunya, ia mampu membuat orang yang bukan bersuku Jawa bisa menikmati lagunya. Ini sebuah kemajuan dalam berkebudayaan, bahwa suku dan bangsa lain bisa saling menerima karya dari golongan lain. Sesuatu yang saat kini benar-benar kita butuhkan bukan setelah kontestasi politik yang melibatkan sentimen suku, agama, ras, dan antargolongan.
<\/p>\n\n\n\n

Didi Kempot memang sedang naik daun dan kini namanya lagi disebut-sebut di banyak penjuru di ibu kota. Ketakutan saya adalah akan seberapa lama tren ini berlanjut, mengingat tak banyak yang bisa bertahan lama di Jakarta. Akan tetapi pikiran tersebut saya rasa salah, Didi Kempot boleh saja naik daun dan tiba-tiba hilang di Jakarta, akan tetapi karya dan dirinya tetap abadi di Indonesia. Karena yang membuat Didi Kempot agung adalah kita yang selalu kekanak-kanakan menghadapi masalah patah hati. <\/p>\n","post_title":"Memuja-muja Didi Kempot, Mengagung-agungkan Patah Hati","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"memuja-muja-didi-kempot-mengagung-agungkan-patah-hati","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-07-29 16:13:56","post_modified_gmt":"2019-07-29 09:13:56","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5889","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5862,"post_author":"919","post_date":"2019-07-14 12:50:58","post_date_gmt":"2019-07-14 05:50:58","post_content":"\n

Musim haji kini telah tiba. Diperkirakan jutaan orang kini telah memadati Masjidil Haram di Mekkah, Arab Saudi untuk memenuhi salah satu rukun Islam tiap tahunnya. Ritual suci ini menjadi salah satu impian bagi tiap umat muslim di seluruh dunia dan tak seluruhnya bisa melaksanakannya. 
<\/p>\n\n\n\n

Walau demikian musim haji di Indonesia tak pernah sepi peminat. Menko Perekonomian Darmin Nasution memperkirakan jumlah jamaah haji Indonesia akan mencapai 4,34 juta jiwa pada 2019. Per hari ini (14\/7\/2019) jumlah jemaah diperkirakan sudah mencapai 47.983 orang yang sudah berdatangan ke Madinah. 
<\/p>\n\n\n\n

Ada-ada saja memang kelakuan masyarakat Indonesia ketika berkunjung ke luar negeri terutama untuk ibadah haji yang memakan waktu hingga satu bulan. Ada kisah para peserta membawa makanan khas daerah masing-masing karena takut tak bisa menyesuaikan dengan kudapan di sana. Ada yang membawa sambal, jengkol, ikan teri, padahal pihak penyelenggara sudah menyediakan makanan yang sesuai dengan lidah mereka.
<\/p>\n\n\n\n

Salah satu kebiasaan masyarakat Indonesia adalah merokok dan tradisi tersebut sudah mengakar sejak lama. Cita rasa kretek yang kuat dengan campuran cengkeh membuat masyarakat kita sulit menikmati produk rokok asing. Maka dengan demikian ketika bepergian ke luar negeri membawa rokok dari Indonesia adalah hal yang nampaknya sudah jadi kebiasaan. Sejatinya hal tersebut tak bisa dikatakan sebagai aktivitas ilegal, karena mereka membawa rokok lokal untuk dikonsumsi pribadi dan bukan untuk dijual.
<\/p>\n\n\n\n

Pemerintah sejatinya sudah mengakomodasi kebutuhan para perokok yang sedang menjadi peserta haji. Kemudahan itu adalah dengan memperbolehkan jamaah haji membawa rokok maksimal 200 batang untuk dibawa ke tanah suci. Jika berlebih, maka siap-siap untuk diamankan dan disita. Akibat informasi yang kadang tak menyeluruh, kadang masih ada saja rokok yang disita. Tribun Jabar misalnya memberitakan bahwa sehari ada sekitar 200 batang rokok yang disita oleh pihak bea dan cukai.
<\/p>\n\n\n\n

Peraturan memang ada untuk dipatuhi dan diikuti, sebagai perokok tentu hal tersebut tak boleh dihiraukan. Ada baiknya untuk mengikuti prosedur yang sudah diterapkan agar ibadah haji semakin nyaman. Tentu ijin boleh membawa rokok sebanyak 200 batang sudah cukup mengakomodir kebutuhan para perokok. Jika dihitung dalam 40 hari maka dalam satu hari satu jamaah haji bisa mengisap lima batang tentu pas jika kita anggap setiap sehabis sholat menghisap satu batang rokok. Tentu paduan yang sempurna antara ibadah dan kebiasaan merokok. 
<\/p>\n\n\n\n

Ada cara lain untuk mengakali peraturan tersebut, salah satunya adalah dengan menitip kepada anggota keluarga lain. Tentu cara ini sebenarnya tidak bermasalah karena setiap orang punya hak untuk membawa 200 batang rokok. Cara ini nampaknya cukup ampuh dan sudah dilakukan oleh beberapa jamaah haji. Asalkan rokok yang dibawa tentu hanya untuk kebutuhan pribadi, bukan untuk dijual kembali di sana. 
<\/p>\n\n\n\n

Pada akhirnya ibadah harus menjadi petimbangan utama saat ke tanah suci. Mengenai barang bawaan yang sudah diatur harus betul-betul diperhatikan. Toh rokok bukan barang yang bercandu sehingga kebiasaan merokok pun masih bisa diatasi ketika di tanah suci.
<\/p>\n","post_title":"Hal yang Perlu Diperhatikan Perokok Saat Berangkat Haji","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"hal-yang-perlu-diperhatikan-perokok-saat-berangkat-haji","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-07-14 12:51:04","post_modified_gmt":"2019-07-14 05:51:04","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5862","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":7},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"epic_block_3"};

\n

Boleh dikata saya termasuk orang yang jarang menikmati pentas musik di beberapa tahun belakangan ini. Selain faktor kesibukan, era digital yang merambah segala lini membuat saya mungkin lebih simpel untuk mendengarkan musik via spotify atau youtube. Tentu ada nilai minusnya yaitu euforia yang kurang saya dapatkan jika tak mendatangi konser musik secara langsung.
<\/p>\n\n\n\n

Karena jarang menikmati konser musik belakangan ini, ada satu peraturan yang cukup menarik perhatian saya yaitu dilarang merokok di dalam venue<\/em>. Pertama saya bisa memaklumi itu mengingat venue indoor<\/em> dan ber-ac. Pertanyaan dalam benak saya lalu tersirat, apa nikmatnya menikmati musik terutama saat konser tanpa menghisap rokok? Tapi bagi saya ini tentu jadi tantangan, karena saya juga bisa memastikan bahwa rokok bukanlah candu dan sebagai perokok juga bisa tertib mengikuti peraturan yang ada.<\/strong>
<\/p>\n\n\n\n

Saya kemudian tiba di tempat acara. Saya lantas membeli beberapa minuman dan asyik merokok serta ngobrol dengan teman saya di luar venue<\/em>. Ketika mendekati jadwal open gate<\/em>, kami berbaris rapih untuk masuk ke dalam. Ada satu hal yang menyita perhatian, ternyata rokok kami pun disita. Jika hanya korek kami bisa memaklumi, namun penyitaan terhadap rokok tentu tak masuk di akal. Akhirnya kami mengakalinya dengan menaruh rokok kami di luar, di tempat yang tak mencolok. Adegan ini jika direka ulang laiaknya seorang yang mencoba untuk menyembunyikan narkotika, padahal rokok sejatinya adalah barang legal.<\/p>\n\n\n\n

Baca: Smoker Travellers: Menengok Fasilitas Ruangan Merokok di Bandara Kulon Progo<\/a>
<\/p>\n\n\n\n

Mungkin saya tidak memerhatikan peraturan yang ada apabila ternyata rokok tidak boleh di bawa masuk ke dalam. Namun jika dilarang, baiknya penyelenggara bisa menyediakan tempat penitipan rokok. Bukan apa-apa, mubazir rasanya jika satu bungkus harus dibuang, apalagi perokok yang hadir juga nampaknya mematuhi peraturan dilarang merokok di dalam. Peraturan ini juga nampaknya mesti dikaji ulang karena jika mengacu pada Perda KTR tentu tidak disebutkan.
<\/p>\n\n\n\n

Akhirnya kami pun mengikhlaskan, walau sejatinya harus jua bertindak licik dengan menyembunyikan rokok kami di luar. Bukan apa-apa ini lebih faktor mubazir. Tiba saatnya acara dan Ajis Doa Ibu serta Gilang Gombloh memecahkan suasana dengan dark jokes soal agama hingga lelucon soal Fiersa Besari. Goodnigh Electric kemudian menjadi band pembuka dengan membawakan tembang-tembang lawas seperti Am i Robot, Teenage Love and Broken Heart, The Supermarket I Am In, hingga lagu syahdu mereka yang saya tunggu-tunggu untuk dibawakan yaitu Im OK.\u00a0
<\/p>\n\n\n\n

Lagu ini pernah menjadi soundtrack <\/em>hidup saya kala menyukai seseorang. Semenjak mendengar dan suka dengan Goodnight Electric saat SMA, baru kali ini Im Ok dibawakan. Goodnight Electric juga kemudian menutup aksi panggung mereka dengan budaya yang tak pernah mereka lewatkan yaitu dengan lagu Rocket Ship Goes By dan tak lupa melemparkan pesawat kertas di dekat penghujung lagu.
<\/p>\n\n\n\n

Jika Goodnight Electric adalah pembukaan yang manis, seperti memberi rangsangan mengingat masa-masa SMA penuh dengan jadwal pensi, maka The Upstairs yang manggung selanjutnya adalah yang meledakkan pesta itu sendiri. Performa enerjik Jimi Multhaza sang vokalis masih saja seperti yang saya ihat 11 tahun lalu saat The Upstairs manggung di depan TVRI. Tak mau melewatkan momen, saya kemudian merapat ke tengah kerumunan dan berdansa resah didalamnya. Benturan-benturan moshpit tak terelakkan tapi saya nikmati karena adrenalin seperti ini jarang lagi bisa ditemukan.
<\/p>\n\n\n\n

Sama seperti Goodnight Electric, The Upstairs menutupnya dengan bijak. Romansa penonton yang hadir akan\u00a0 Pensi ala anak SMA di awal 2000an dan hingga sepuluh tahun setelahnya tak mereka kecewakan. Jimi dkk memilih lagu Matraman sebegai tembang penutup, lagu yang menurut Jimi (saat populer) bisa diputar hingga berulang kali dalam satu hari di radio-radio lokal. Lagu yang kemudian menjadi soundtrack skena persahabatan, cinta, dan tawuran anak SMA kala itu.\u00a0<\/p>\n\n\n\n

Baca: Smoker Traveller: Hero Coffe Kota Tua Semarang<\/a><\/p>\n\n\n\n

The Adams sebagai band ketiga yang tampil lalu datang meneduhkan suasana. Betul, penonton langsung terbuai saat itu oleh suara yang beradu-adu antara Saleh Husein dan Ario Hendarwan. Sing along kemudian jadi hal yang wajib dilakukan saat itu, semuanya menikmati karaoke masal dari lagu-lagu yang dibawakan seperti Hanya Kau, Berwisata, Konservatif, hingga Halo Beni. Suasana kala itu semakin manis saat sang pianis The Adams (hingga kini belum saya ketahui namanya) selalu melemparkan senyumnya ke arah penonton. Ah sial, saat itu saya berada di posisi yang sangat jauh darinya, itu saja sudah membuat saya bergetar.
<\/p>\n\n\n\n

Karena saya memarkir motor di luar area Kuningan City dan hanya dijaga sampai pukul 23:30, akhirnya kami pulang lebih cepat. Saat keluar venue saya memastikan tetap sebats dulu, mereview apa yang menarik terjadi di dalam sana. Saya lantas menarik kesimpulan bahwa dari pengalaman selama hampir tiga jam lebih menikmati konser tanpa rokok, tak terjadi apa-apa dari kami. Tak ada kekhawatiran berlebihan, perubahan mood karena tak merokok, atau keburukan lainnya. Semuanya sama saja dan normal-normal saja.
<\/p>\n\n\n\n

Hanya jika boleh memberi saran kepada pihak pengelola, perampasan rokok tentu mesti dipertimbangkan ulang. Sekali lagi rokok adalah produk legal dan mempunyai aturan yang sudah disepakati terkait pengkonsumsiannya. Lagian, saya kira para perokok sekarang juga sudah mulai tertib terhadap aturan dan tidak ingin merugikan terhadap yang lainnya.<\/p>\n","post_title":"Pengalaman Tiga Jam Lebih Menyaksikan Konser Musik Tanpa Asap Rokok","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"pengalaman-tiga-jam-lebih-menyaksikan-konser-musik-tanpa-asap-rokok","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-09-04 07:32:19","post_modified_gmt":"2019-09-04 00:32:19","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6017","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5993,"post_author":"919","post_date":"2019-08-25 12:09:00","post_date_gmt":"2019-08-25 05:09:00","post_content":"\n

Fenomena digital<\/a> saat ini memberi satu warna dalam dunia musik yaitu Low Identify Music atau yang populer disebut sebagai Lo Fi Music. Bagaimana bisa musik dengan irama seadanya bahkan dibuat dengan biaya yang sangat sederhana itu kini bisa populer dan digandrungi banyak orang. Tentu bukan hanya faktor algoritma youtube yang membuat anda tenggelam dalam iramanya. Namun memang Lo Fi cukup ampuh untuk menenangkan kalian dari segala keruwetan hidup.
<\/p>\n\n\n\n

Meski banyak yang bilang Lo Fi adalah musik saat ini, namun sejatinya dia adalah akulturasi dari segala perkembangan jaman. Sebelum youtube dan spotify ditemukan, Seorang David Mattis kemudian mengaransemen lagu \u2018My Song\u2019 yang dibawakan oleh Johnny Ace yang disebut-sebut oleh hotvox.co.uk<\/a><\/em> sebagai lagu Lo Fi pertama di dunia. David Mattis mengakui bahwa membuat lagu tersebut dengan budget minimal dan hanya dengan 15 menit waktu pekerjaan. Ajaibnya lagu tersebut kemudian memuncaki tangga teratas Billboard <\/em>R&B chart pada 1952.<\/p>\n\n\n\n

Baca: Dangdut Koplo, \u201cJalan Baru\u201d Musik Dangdut Indonesia<\/a><\/p>\n\n\n\n

Seiring perkembangan jaman, Lo Fi kemudian masuk ke dalam ranah hip hop. Bisa dikatakan, Lo Fi mulai mendapatkan modifikasi dan kemudian menjadi populer di kuping para pendengar. thenextwavechichago.com<\/a><\/em> menyebutkan bahwa ada andil musisi hip hop top saat itu. Mereka adalah nama besar seperti RZA, Madlib, and Wu-Tang, serta J Dilla. <\/p>\n\n\n\n

Di kemudian hari pria yang memiliki nama lengkap James Dewitt Yancey itulah yang justru berkibar dengan aliran Lo Fi hip hop. 
<\/p>\n\n\n\n

Perkembangan Lo Fi juga kemudian beriringan dengan tumbuhnya musik-musik Vaporwave yang lebih dikenal memiliki spirit perjuangan. Meski disebut-sebut oleh sebagian pihak sebagai musik sampah (karena dibuat dengan hanya meremake lagu klasik) namun Vaporwave hadir sebagai bentuk jengahnya anak muda terhadap budaya konsumerisme yang tengah tinggi di era 90 hingga 2000 awal. Musik Lo Fi dan Vaporwave memiliki rasa yang hampir sama serta dianggap oleh penikmatnya sebagai musik yang aestethic.\u00a0<\/p>\n\n\n\n

Baca: Memuja-muja Didi Kempot, Mengagung-agungkan Patah Hati<\/a><\/p>\n\n\n\n

Jauh dari tanah kelahiran hip hop di Amerika Serikat, ada seorang musisi cerdas bernama Jun Seba atau yang identitik dengan nama Nujabes. Boleh dibilang, dia yang membawa penulis mengeksplore lebih dalam tentang aliran musik lo fi hip hop. Nujabes dengan cepat menjadi terkenal karena produksinya yang unik. Suara musik yang khas, bernostalgia, dan pengaruh jazz yang memberikan atmosfer tersendiri secara kebetulan menciptakan gaya yang sangat sebanding dengan J Dilla.
<\/p>\n\n\n\n

Dua tokoh di atas kemudian memberikan inspirasi kepada kreator-kreator Lo Fi music selanjutnya. Jika berbicara tentang proses pembuatannya tentu dianggap sebagai sesuatu yang mudah. Musisi lokal seperti Mardial bahkan pernah memberikan tutorial lengkapnya hanya dalam waktu singkat lewat akun youtubenya. Cukup ambil sampel musik klasik, potong di beberapa bagian (agar tak melanggar hak cipta), padukan dengan beat hip hop, beri musik tersebut sentuhan efek hujan, maka boom! jadilah sebuah Lo Fi music. 
<\/p>\n\n\n\n

Tapi nyatanya membuat musik yang nikmat tak semudah itu, menentukan nada yang pas dan menjahitnya dalam alunan ritme yang menarik butuh pemahaman tentang musik. Walau\u00a0 Lo Fi music dianggap musik yang murah, namun alunannya cukup ampuh menemani waktu luangmu. Maka tak heran jika banyak ragam playlist Lo Fi di spotify dan youtube dengan judul-judul seperti lo fi hip hop\/chillhop\/jazzhop\/beats to relax\/beats to study atau yang lainnya.<\/p>\n\n\n\n

Baca: Iklan Djarum 76 dan Goyangan Sekretaris Cantik yang Tengah Naik Daun<\/a><\/p>\n\n\n\n

Lo Fi di era modern kini diidentikkan pula dengan sesuatu yang berbau Jepang seperti anime bahkan dorama-dorama klasik. Ragam playlist di atas tentu jika kalian putar maka memiliki gambar background seperti potongan gif film dari Studio Ghibli, Cowboy Bebop, hingga Neon Genesis Evangelion. Menurut musicthehangup.com<\/a>, penggabungan antara lo fi dan anime terinsipirasi juga dari Nujabes yang memang juga membuat soundtrack untuk anime top karya Shinji Obara. 
<\/p>\n\n\n\n

Nujabes dan J Dilla memang sudah terlebih dahulu meninggalkan kita. Walau demikian tunas-tunas muda banyak bertumbuhan. Karya-karya lo fi saat ini yang familiar di telinga para pendengarnya adalah Saib, Yungbae, Jinsang, Kudasai, Elijah Who, bahkan ada juga yang dari Indonesia yaitu Jordy Chandra, Icecream, dan PXZVC.
<\/p>\n\n\n\n

Musim hujan kini bakal mulai tiba di tanah air. Mulai awal September hingga mungkin karanya awal tahun depan hujan mulai turun dan membasahi tanah. Musim penghujan adalah waktu yang tepat untuk mendengarkan musik-musik Lo Fi. Siapkan earphone anda dan biarkan dirimu tenggelam rileks didalam alunannya.
<\/p>\n","post_title":"Tentang Lo Fi Music, Alunan Nada Sederhana Pemikat Sukma","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"tentang-lo-fi-music-alunan-nada-sederhana-pemikat-sukma","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-08-25 12:09:07","post_modified_gmt":"2019-08-25 05:09:07","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5993","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5946,"post_author":"919","post_date":"2019-08-11 12:28:00","post_date_gmt":"2019-08-11 05:28:00","post_content":"\n

Plastik itu berwarna hitam seperti layaknya plastik kebanyakan. Didalamnya ada seonggoh daging segar yang akan diberikan kepada mereka yang layak membutuhkan. Rutinitas ini setahun sekali adanya. Plastik hitam itu ditunggu-tunggu banyak orang. Plastik hitam itu juga akan dijamah oleh banyak tangan. Plastik hitam itu membawa saya kepada kenangan di waktu silam.
<\/p>\n\n\n\n

Sebagai seorang Muslim, Hari Raya Iduladha adalah satu hal yang dinanti-nanti. Ia merupakan hari raya kedua bagi umat Nabi Muhammad setelah Idulfitri. Ada peristiwa berbeda yang menandai hadirnya kedua hari sakral tersebut. Bicara soal Iduladha, beberapa ulama sepakat menyebut bahwa ini adalah lambang pengorbanan manusia kepada sosial dan Tuhannya.
<\/p>\n\n\n\n

Maka lumrah jika jelang dan setelah menunaikan sholat Iduladha, ada banyak daging yang dihidangkan secara gratis untuk seluruh kalangan (meski yang diutamakan adalah kaum papa). Sebelum daging itu dibagikan, secara kolektif warga satu wilayah akan bersama-sama memotong hewan yang diwajibkan untuk dikurbankan yaitu sapi, kambing, domba, hingga onta. Hewan-hewan tersebut juga merupakan hasil sumbangan dari para penderma, baik itu individu atau memang yang dikumpulkan secara bersama-sama.
<\/p>\n\n\n\n

Momen inilah yang memang saya rindukan, ketika Iduladha tiba, bayangan saya langsung jauh menuju memori di masa kecil. Kala itu kami sibuk menghitung hewan yang sudah dikumpulkan di area masjid. Saya bersama teman-teman juga bermain dengan hewan itu dan sesekali bercanda dengannya. Saat hewan itu hendak disembelih, kami juga sedikit mengintip-ngintip (melihat proses penyembelihan) karena (kadang) tak tega melihat mereka direnggut nyawanya.
<\/p>\n\n\n\n

Momen-momen bermain di masjid saat hari raya memang satu hal yang indah dan mahal. Jika kami dulu di kampung memang sudah sering berinteraksi satu sama lain, maka di momen hari raya ikatan itu semakin dikuatkan. Mungkin juga di kota, meski tak punya intensitas yang cukup lebih (dalam berinteraksi sesama warga) seperti di kampung, namun jika hari raya tiba semuanya mau tak mau harus saling menyapa dan berkumpul. Semuanya berkumpul hingga malam tiba, berkumpul di depan api dan asap, serta tusukan sate daging yang sangat lezat untuk disantap.
<\/p>\n\n\n\n

Memori lainnya yang masih diingat adalah saat kami mulai mengamati potongan daging yang masih bergerak-gerak. Rupanya itu adalah denyut otot yang masih tetap bekerja meski hewan tersebut sudah tak lagi bernyawa. Ada lagi, kami mengamati betul hewan-hewan yang dikuliti, takjub memang dengan orang dewasa yang mahir melakukannya saat itu. Kulit tersebut kemudian kadang kami perebutkan, meski tak tahu akan hendak digunakan untuk apa nantinya.
<\/p>\n\n\n\n

Bermain-main dengan kepala kambing memang satu hal yang lucu saat kecil dahulu. Terkadang kami mengibaratkan tanduknya sebagai setang sepeda lalu membawanya sambil berlarian. Kadang juga kami merasa kebauan akibat bermain terlalu dekat dengan lubang tempat darah dan isi perut hewan yang sudah disembelih. Tapi ada satu yang unik, waktu kecil kami juga berebut mengambil torpedo hewan kurban. Rupanya rasanya nikmat dan memang tak ada gejala apa-apa setelah memakan itu, namun katanya kalau dimakan saat umur sudah dewasa maka reaksinya akan berbeda, entahlah.
<\/p>\n\n\n\n

Bicara Iduladha adalah soal lebaran di daerah perantauan. Bagi mereka yang merantau, momen lebaran idul adha biasanya dihabiskan bukan di kampung halaman. Tentu banyak faktor, mulai dari materi dan efisiensi waktu mengingat hari liburnya yang tak sebanyak Idulfitri. Tapi rupanya diciptakan dua hari raya bagi umat muslim rasanya memang lengkap (bagi anak rantau), satu untuk dirayakan bersama sanak famili di kampung, satunya lagi bersama tetangga dan rekan kerja di perantauan.
<\/p>\n\n\n\n

Maka memori anak-anak (dari mereka yang orangtuanya adalah perantauan) adalah soal bermain dengan tetangga komplek serta sekitarnya. Tak sedikit juga yang berkumpul di sekolah untuk merayakan bakar sate dan memakannya bersama-sama. Pada akhirnya memori tentang kisah kecil kita adalah suatu landasan, agar apabila suatu saat mulai jauh dari ajaran agama, kita diingatkan lagi tentang indahnya masa kecil yang kerap selalu mewah dengan momen perayaan ajaran tuhan.
<\/p>\n\n\n\n

Dari plastik hitam itu aku mengingat masa kecilku, dan dari ingatan masa kecil aku mengingat diriku yang ternyata kini kian jauh dari Tuhan.<\/p>\n","post_title":"Ingatan Masa Kecil dalam Seonggok Daging Iduladha","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"ingatan-masa-kecil-dalam-seonggok-daging-iduladha","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-08-11 12:28:07","post_modified_gmt":"2019-08-11 05:28:07","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5946","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5933,"post_author":"919","post_date":"2019-08-05 13:39:32","post_date_gmt":"2019-08-05 06:39:32","post_content":"\n

Musik adalah bagian dari kehidupan. Setiap alunannya menjadi warna yang saling menari mengikuti jejak langkah kehidupan. Sejak kecil irama musik mulai diperkenalkan orang tua hingga dewasa kita mulai mengenal musik dengan pemikiran sendiri. Musik menjadi teman setia manusa dalam berproses, baik jika akhirnya gagal atau mendulang kesukasesan.
<\/p>\n\n\n\n

Maka benar kata Bob Marley yang menyebut bahwa satu hal yang baik tentang musik adalah ketika itu menyentuh anda tidak akan ada rasa sakit (secara harfiah). Musik menjadi legitimasi perasaan yang tertaut dengan momen, menjadi irama pendamping saat satu peristiwa terjadi. 
<\/p>\n\n\n\n

Era digital seperti sekarang ini kita diperkenalkan dengan berbagai platform pemutar musik secara online dan yang paling banyak digunakan saat ini adalah Spotify. Anda bisa mendengarkan musik secara berbayar dengan profit kualitas suara yang jernih dan tentu membuat playlist idamanmu! playlist ini yang nantinya bisa anda bagikan di sosial media atau langsung ke whatsapp temanmu, hingga pacarmu.
<\/p>\n\n\n\n

Tentu kami juga punya pilihan lagu yang layak anda perdengarkan. Minggu ini kami merangkum lima lagu yang cocok anda dengarkan untuk menemani beraktivitas. Berikut lima lagu tersebut.
<\/p>\n\n\n\n

Selamat Pagi - Ran
<\/h2>\n\n\n\n

Nyaris tak ada yang memungkiri kalau Senin Pagi adalah sesuatu yang menjemukan. Kalau sudah begini dibutuhkan lagu yang tepat untuk mengawali aktifitas anda. Kami rekomendasikan lagu ini yang terdengar catchy agar menjadi mood booster bagi kalian yang masih terikat oleh hawa-hawa libur akhir pekan.
<\/p>\n\n\n\n

Wong Edan Kuwi Bebas - Shodiq Monata
<\/h2>\n\n\n\n

Yoooo! lagu-lagu dangdut memang sangat dibutuhkan ketika irama aktivitas anda mulai meningkat. Lagu ini memiliki beat yang cukup kencang diiringi dengan irama koplo yang siap membuat anda untuk bergoyang. Persetan dengan segala kemacetan hingga marahan dari atasan, Wong Edan Kuwi Bebas!
<\/p>\n\n\n\n

Sulung - Kunto Aji
<\/h2>\n\n\n\n

Kadang apa yang kita harapkan tak sesuai hasil yang didapatkan. Ekspektasi berlebihan membuatmu menjadi lupa pada jati diri, jika gagal maka berpotensi untuk tak percaya diri dan jika sukses bukan tak mungkin akan semakin menyombongkan diri. Karena kata Kunto Aji yang sebaiknya kau jaga adalah dirimu sendiri.
<\/p>\n\n\n\n

This Girl - Kungs
<\/h2>\n\n\n\n

Kalau Jumat malam sudah tiba maka waktunya untuk bersenang-senang! segera hubungi sahabat atau kekasih anda. Kongkow di kedai kopi atau berajojing ria juga pun tak masalah. Adakalanya anda butuh melepaskan penat, goyang badanmu dan nikmati dentuman musiknya.
<\/p>\n\n\n\n

Rotterdam (Or Anywhere) - The Beautiful South
<\/h2>\n\n\n\n

Sabtu dan Minggu waktunya jalan-jalan! kalau punya uang dan waktu ada baiknya berkunjung ke luar kota, namun jika budget terbatas maka kendarai motormu atau gunakan kendaraan umum lalu main ke rumah temanmu bisa jadi solusi. Tak peduli apa pun tempat yang anda kunjungi asal itu membahagiakan, benar kan?<\/p>\n","post_title":"Playlist Spotify Mantap Minggu Ini untuk Kalian Para Perokok Keren","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"playlist-spotify-mantap-minggu-ini-untuk-kalian-para-perokok-keren","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-08-05 13:39:39","post_modified_gmt":"2019-08-05 06:39:39","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5933","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5889,"post_author":"919","post_date":"2019-07-29 16:13:48","post_date_gmt":"2019-07-29 09:13:48","post_content":"\n

Upaya mengejar cinta selalu menghadirkan satu masalah yaitu patah hati. Jika bicara soal peluang bakal menghadapi masalah tersebut, maka persentasinya adalah 50:50. Potensinya sudah bisa membesar sejak awal anda mencoba untuk berkenalan dengan sosok idaman. Jika salah langkah, sudah pasti si dia bakal menjauh, andai pun langkah awal sudah tepat tapi threatmennya pendekatannya salah, siap-siap kalimat \u2018maaf kita ga cocok\u2019<\/em> akan anda dapatkan.\u00a0
<\/p>\n\n\n\n

Kalau sudah patah hati rasanya memang ribet. Rendang yang katanya dijadikan makanan terenak di dunia pun rasanya seperti daging gosong. Mau beraktifitas juga susah, karena isinya hanya meratap dan merenungi. Diajak teman main game <\/em>juga tak maksimal, apalagi kongkow-kongkow sampai subuh. Kalau sudah begini tak boleh buru-buru larut dalam kesedihan, musik bisa jadi obat ampuh untuk menenangkannya. 
<\/p>\n\n\n\n

Musik memang soal selera, ada yang ingin lagu agak ngebeat <\/em>biar adrenalinennya naik. Ada yang memutar lagi jazz supaya lebih tenang, musik dangdut biar oaoe<\/em>, hingga lagu indie biar terkesan indies (ealaahhh). Akan tetapi ada satu tren belakangan ini, patah hati dan mendengarkan lagu-lagu yang dinyanyikan oleh Didi Kempot.
<\/p>\n\n\n\n

Sosok yang memulai karier berseni sebagai musisi jalanan tersebut kini lagi digandrungi anak muda. Mereka menyebutnya sebagai Sadbois atau Sadgirls, mengagung-mengagungkan patah hati, merayakan kesedihan, dan Didi Kempot yang secara lelucon mereka sebut Lord, hadir memaksimalkan euforia tersebut. Satu lagu, dua lagu, tiga lagu, kalimat seperti \u2018Bajingan kowe dek!\u2019 mulai terlontar dari mulut-mulut penikmat lagu-lagu Didi Kempot.
<\/p>\n\n\n\n

Saya dan mungkin juga kalian sejatinya sudah cukup lama mendengar lagu-lagu Didi Kempot, mungkin sejak SD. Saat umur belum dua angka seperti saat ini, Didi Kempot mungkin hanya saya sebut sebagai musisi yang beraliran Campursari (meski memang benar seperti itu). Namun, ketika umur kian bertambah, Didi Kempot rupanya jauh lebih besar dari itu. Bisa jadi dia adalah representasi dari diksi patah hati itu sendiri.
<\/p>\n\n\n\n

Lagu Sewu Kutho misalnya, saya anggap sebagai lagu patah hati terhebat yang pernah ia buat. Bagaimana rasa rindu, sakit, dan keikhlasan menyatu menjadi satu dalam sebuah lagu. Bahkan doa juga ia sematkan kepada orang yang disayang, agar hidup dia yang dicinta hidup lebih bahagia daripada dirinya. Meski sebenarnya dalam lagu tersebut ada pertentangan lain dalam dirinya yang masih tak bisa ia atasi, ia masih ingin bertemu dengan yang dicinta dengan cara apapun.
<\/p>\n\n\n\n

Pamer Bojo adalah selanjutnya, ia hadir tepat di saat anak muda sedang mengalami tren nikah dini. Saat usia muda memang perasaan dan cinta sedang berkecamuknya, lalu dihadapkan dengan permasalahan yang cukup pelik dalam asmara yaitu ditinggal nikah. Lagu Pamer Bojo adalah solusinya, meski dalam liriknya ada pesan bahwa kita memang tidak pernah siap melihat yang dicinta menikah dengan orang lain. 
<\/p>\n\n\n\n

\u201cNeng opo seneng aku yen mung gawe laraku<\/em><\/p>\n\n\n\n

Pamer bojo anyar neng ngarepku\u201d<\/em>
<\/p>\n\n\n\n

Bagi saya musik memiliki kekuatan hebat walau memiliki tembok bernama bahasa. Hanya musisi hebat yang mampu menembus dinding-dinding itu. Didi Kempot adalah salah satunya, ia mampu membuat orang yang bukan bersuku Jawa bisa menikmati lagunya. Ini sebuah kemajuan dalam berkebudayaan, bahwa suku dan bangsa lain bisa saling menerima karya dari golongan lain. Sesuatu yang saat kini benar-benar kita butuhkan bukan setelah kontestasi politik yang melibatkan sentimen suku, agama, ras, dan antargolongan.
<\/p>\n\n\n\n

Didi Kempot memang sedang naik daun dan kini namanya lagi disebut-sebut di banyak penjuru di ibu kota. Ketakutan saya adalah akan seberapa lama tren ini berlanjut, mengingat tak banyak yang bisa bertahan lama di Jakarta. Akan tetapi pikiran tersebut saya rasa salah, Didi Kempot boleh saja naik daun dan tiba-tiba hilang di Jakarta, akan tetapi karya dan dirinya tetap abadi di Indonesia. Karena yang membuat Didi Kempot agung adalah kita yang selalu kekanak-kanakan menghadapi masalah patah hati. <\/p>\n","post_title":"Memuja-muja Didi Kempot, Mengagung-agungkan Patah Hati","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"memuja-muja-didi-kempot-mengagung-agungkan-patah-hati","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-07-29 16:13:56","post_modified_gmt":"2019-07-29 09:13:56","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5889","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5862,"post_author":"919","post_date":"2019-07-14 12:50:58","post_date_gmt":"2019-07-14 05:50:58","post_content":"\n

Musim haji kini telah tiba. Diperkirakan jutaan orang kini telah memadati Masjidil Haram di Mekkah, Arab Saudi untuk memenuhi salah satu rukun Islam tiap tahunnya. Ritual suci ini menjadi salah satu impian bagi tiap umat muslim di seluruh dunia dan tak seluruhnya bisa melaksanakannya. 
<\/p>\n\n\n\n

Walau demikian musim haji di Indonesia tak pernah sepi peminat. Menko Perekonomian Darmin Nasution memperkirakan jumlah jamaah haji Indonesia akan mencapai 4,34 juta jiwa pada 2019. Per hari ini (14\/7\/2019) jumlah jemaah diperkirakan sudah mencapai 47.983 orang yang sudah berdatangan ke Madinah. 
<\/p>\n\n\n\n

Ada-ada saja memang kelakuan masyarakat Indonesia ketika berkunjung ke luar negeri terutama untuk ibadah haji yang memakan waktu hingga satu bulan. Ada kisah para peserta membawa makanan khas daerah masing-masing karena takut tak bisa menyesuaikan dengan kudapan di sana. Ada yang membawa sambal, jengkol, ikan teri, padahal pihak penyelenggara sudah menyediakan makanan yang sesuai dengan lidah mereka.
<\/p>\n\n\n\n

Salah satu kebiasaan masyarakat Indonesia adalah merokok dan tradisi tersebut sudah mengakar sejak lama. Cita rasa kretek yang kuat dengan campuran cengkeh membuat masyarakat kita sulit menikmati produk rokok asing. Maka dengan demikian ketika bepergian ke luar negeri membawa rokok dari Indonesia adalah hal yang nampaknya sudah jadi kebiasaan. Sejatinya hal tersebut tak bisa dikatakan sebagai aktivitas ilegal, karena mereka membawa rokok lokal untuk dikonsumsi pribadi dan bukan untuk dijual.
<\/p>\n\n\n\n

Pemerintah sejatinya sudah mengakomodasi kebutuhan para perokok yang sedang menjadi peserta haji. Kemudahan itu adalah dengan memperbolehkan jamaah haji membawa rokok maksimal 200 batang untuk dibawa ke tanah suci. Jika berlebih, maka siap-siap untuk diamankan dan disita. Akibat informasi yang kadang tak menyeluruh, kadang masih ada saja rokok yang disita. Tribun Jabar misalnya memberitakan bahwa sehari ada sekitar 200 batang rokok yang disita oleh pihak bea dan cukai.
<\/p>\n\n\n\n

Peraturan memang ada untuk dipatuhi dan diikuti, sebagai perokok tentu hal tersebut tak boleh dihiraukan. Ada baiknya untuk mengikuti prosedur yang sudah diterapkan agar ibadah haji semakin nyaman. Tentu ijin boleh membawa rokok sebanyak 200 batang sudah cukup mengakomodir kebutuhan para perokok. Jika dihitung dalam 40 hari maka dalam satu hari satu jamaah haji bisa mengisap lima batang tentu pas jika kita anggap setiap sehabis sholat menghisap satu batang rokok. Tentu paduan yang sempurna antara ibadah dan kebiasaan merokok. 
<\/p>\n\n\n\n

Ada cara lain untuk mengakali peraturan tersebut, salah satunya adalah dengan menitip kepada anggota keluarga lain. Tentu cara ini sebenarnya tidak bermasalah karena setiap orang punya hak untuk membawa 200 batang rokok. Cara ini nampaknya cukup ampuh dan sudah dilakukan oleh beberapa jamaah haji. Asalkan rokok yang dibawa tentu hanya untuk kebutuhan pribadi, bukan untuk dijual kembali di sana. 
<\/p>\n\n\n\n

Pada akhirnya ibadah harus menjadi petimbangan utama saat ke tanah suci. Mengenai barang bawaan yang sudah diatur harus betul-betul diperhatikan. Toh rokok bukan barang yang bercandu sehingga kebiasaan merokok pun masih bisa diatasi ketika di tanah suci.
<\/p>\n","post_title":"Hal yang Perlu Diperhatikan Perokok Saat Berangkat Haji","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"hal-yang-perlu-diperhatikan-perokok-saat-berangkat-haji","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-07-14 12:51:04","post_modified_gmt":"2019-07-14 05:51:04","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5862","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":7},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"epic_block_3"};

\n

Saya langsung mengiyakan untuk membeli tiket konser \u2018Tiba-tiba Sudddenly Pensi Road to Gudfest\u2019<\/em> saat diberitahu teman saya bahwa The Upstairs, The Adams, Goodnight Electric, dan Club Eighties akan manggung di sana. Kebetulan teman saya juga yang membelikan tiket tersebut untuk memastikan saya ikut hadir dan menemaninya datang pada perhelatan musik yang berlangsung di Ballroom Kuningan City, Jakarta, 27 Agustus 2019.
<\/p>\n\n\n\n

Boleh dikata saya termasuk orang yang jarang menikmati pentas musik di beberapa tahun belakangan ini. Selain faktor kesibukan, era digital yang merambah segala lini membuat saya mungkin lebih simpel untuk mendengarkan musik via spotify atau youtube. Tentu ada nilai minusnya yaitu euforia yang kurang saya dapatkan jika tak mendatangi konser musik secara langsung.
<\/p>\n\n\n\n

Karena jarang menikmati konser musik belakangan ini, ada satu peraturan yang cukup menarik perhatian saya yaitu dilarang merokok di dalam venue<\/em>. Pertama saya bisa memaklumi itu mengingat venue indoor<\/em> dan ber-ac. Pertanyaan dalam benak saya lalu tersirat, apa nikmatnya menikmati musik terutama saat konser tanpa menghisap rokok? Tapi bagi saya ini tentu jadi tantangan, karena saya juga bisa memastikan bahwa rokok bukanlah candu dan sebagai perokok juga bisa tertib mengikuti peraturan yang ada.<\/strong>
<\/p>\n\n\n\n

Saya kemudian tiba di tempat acara. Saya lantas membeli beberapa minuman dan asyik merokok serta ngobrol dengan teman saya di luar venue<\/em>. Ketika mendekati jadwal open gate<\/em>, kami berbaris rapih untuk masuk ke dalam. Ada satu hal yang menyita perhatian, ternyata rokok kami pun disita. Jika hanya korek kami bisa memaklumi, namun penyitaan terhadap rokok tentu tak masuk di akal. Akhirnya kami mengakalinya dengan menaruh rokok kami di luar, di tempat yang tak mencolok. Adegan ini jika direka ulang laiaknya seorang yang mencoba untuk menyembunyikan narkotika, padahal rokok sejatinya adalah barang legal.<\/p>\n\n\n\n

Baca: Smoker Travellers: Menengok Fasilitas Ruangan Merokok di Bandara Kulon Progo<\/a>
<\/p>\n\n\n\n

Mungkin saya tidak memerhatikan peraturan yang ada apabila ternyata rokok tidak boleh di bawa masuk ke dalam. Namun jika dilarang, baiknya penyelenggara bisa menyediakan tempat penitipan rokok. Bukan apa-apa, mubazir rasanya jika satu bungkus harus dibuang, apalagi perokok yang hadir juga nampaknya mematuhi peraturan dilarang merokok di dalam. Peraturan ini juga nampaknya mesti dikaji ulang karena jika mengacu pada Perda KTR tentu tidak disebutkan.
<\/p>\n\n\n\n

Akhirnya kami pun mengikhlaskan, walau sejatinya harus jua bertindak licik dengan menyembunyikan rokok kami di luar. Bukan apa-apa ini lebih faktor mubazir. Tiba saatnya acara dan Ajis Doa Ibu serta Gilang Gombloh memecahkan suasana dengan dark jokes soal agama hingga lelucon soal Fiersa Besari. Goodnigh Electric kemudian menjadi band pembuka dengan membawakan tembang-tembang lawas seperti Am i Robot, Teenage Love and Broken Heart, The Supermarket I Am In, hingga lagu syahdu mereka yang saya tunggu-tunggu untuk dibawakan yaitu Im OK.\u00a0
<\/p>\n\n\n\n

Lagu ini pernah menjadi soundtrack <\/em>hidup saya kala menyukai seseorang. Semenjak mendengar dan suka dengan Goodnight Electric saat SMA, baru kali ini Im Ok dibawakan. Goodnight Electric juga kemudian menutup aksi panggung mereka dengan budaya yang tak pernah mereka lewatkan yaitu dengan lagu Rocket Ship Goes By dan tak lupa melemparkan pesawat kertas di dekat penghujung lagu.
<\/p>\n\n\n\n

Jika Goodnight Electric adalah pembukaan yang manis, seperti memberi rangsangan mengingat masa-masa SMA penuh dengan jadwal pensi, maka The Upstairs yang manggung selanjutnya adalah yang meledakkan pesta itu sendiri. Performa enerjik Jimi Multhaza sang vokalis masih saja seperti yang saya ihat 11 tahun lalu saat The Upstairs manggung di depan TVRI. Tak mau melewatkan momen, saya kemudian merapat ke tengah kerumunan dan berdansa resah didalamnya. Benturan-benturan moshpit tak terelakkan tapi saya nikmati karena adrenalin seperti ini jarang lagi bisa ditemukan.
<\/p>\n\n\n\n

Sama seperti Goodnight Electric, The Upstairs menutupnya dengan bijak. Romansa penonton yang hadir akan\u00a0 Pensi ala anak SMA di awal 2000an dan hingga sepuluh tahun setelahnya tak mereka kecewakan. Jimi dkk memilih lagu Matraman sebegai tembang penutup, lagu yang menurut Jimi (saat populer) bisa diputar hingga berulang kali dalam satu hari di radio-radio lokal. Lagu yang kemudian menjadi soundtrack skena persahabatan, cinta, dan tawuran anak SMA kala itu.\u00a0<\/p>\n\n\n\n

Baca: Smoker Traveller: Hero Coffe Kota Tua Semarang<\/a><\/p>\n\n\n\n

The Adams sebagai band ketiga yang tampil lalu datang meneduhkan suasana. Betul, penonton langsung terbuai saat itu oleh suara yang beradu-adu antara Saleh Husein dan Ario Hendarwan. Sing along kemudian jadi hal yang wajib dilakukan saat itu, semuanya menikmati karaoke masal dari lagu-lagu yang dibawakan seperti Hanya Kau, Berwisata, Konservatif, hingga Halo Beni. Suasana kala itu semakin manis saat sang pianis The Adams (hingga kini belum saya ketahui namanya) selalu melemparkan senyumnya ke arah penonton. Ah sial, saat itu saya berada di posisi yang sangat jauh darinya, itu saja sudah membuat saya bergetar.
<\/p>\n\n\n\n

Karena saya memarkir motor di luar area Kuningan City dan hanya dijaga sampai pukul 23:30, akhirnya kami pulang lebih cepat. Saat keluar venue saya memastikan tetap sebats dulu, mereview apa yang menarik terjadi di dalam sana. Saya lantas menarik kesimpulan bahwa dari pengalaman selama hampir tiga jam lebih menikmati konser tanpa rokok, tak terjadi apa-apa dari kami. Tak ada kekhawatiran berlebihan, perubahan mood karena tak merokok, atau keburukan lainnya. Semuanya sama saja dan normal-normal saja.
<\/p>\n\n\n\n

Hanya jika boleh memberi saran kepada pihak pengelola, perampasan rokok tentu mesti dipertimbangkan ulang. Sekali lagi rokok adalah produk legal dan mempunyai aturan yang sudah disepakati terkait pengkonsumsiannya. Lagian, saya kira para perokok sekarang juga sudah mulai tertib terhadap aturan dan tidak ingin merugikan terhadap yang lainnya.<\/p>\n","post_title":"Pengalaman Tiga Jam Lebih Menyaksikan Konser Musik Tanpa Asap Rokok","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"pengalaman-tiga-jam-lebih-menyaksikan-konser-musik-tanpa-asap-rokok","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-09-04 07:32:19","post_modified_gmt":"2019-09-04 00:32:19","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6017","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5993,"post_author":"919","post_date":"2019-08-25 12:09:00","post_date_gmt":"2019-08-25 05:09:00","post_content":"\n

Fenomena digital<\/a> saat ini memberi satu warna dalam dunia musik yaitu Low Identify Music atau yang populer disebut sebagai Lo Fi Music. Bagaimana bisa musik dengan irama seadanya bahkan dibuat dengan biaya yang sangat sederhana itu kini bisa populer dan digandrungi banyak orang. Tentu bukan hanya faktor algoritma youtube yang membuat anda tenggelam dalam iramanya. Namun memang Lo Fi cukup ampuh untuk menenangkan kalian dari segala keruwetan hidup.
<\/p>\n\n\n\n

Meski banyak yang bilang Lo Fi adalah musik saat ini, namun sejatinya dia adalah akulturasi dari segala perkembangan jaman. Sebelum youtube dan spotify ditemukan, Seorang David Mattis kemudian mengaransemen lagu \u2018My Song\u2019 yang dibawakan oleh Johnny Ace yang disebut-sebut oleh hotvox.co.uk<\/a><\/em> sebagai lagu Lo Fi pertama di dunia. David Mattis mengakui bahwa membuat lagu tersebut dengan budget minimal dan hanya dengan 15 menit waktu pekerjaan. Ajaibnya lagu tersebut kemudian memuncaki tangga teratas Billboard <\/em>R&B chart pada 1952.<\/p>\n\n\n\n

Baca: Dangdut Koplo, \u201cJalan Baru\u201d Musik Dangdut Indonesia<\/a><\/p>\n\n\n\n

Seiring perkembangan jaman, Lo Fi kemudian masuk ke dalam ranah hip hop. Bisa dikatakan, Lo Fi mulai mendapatkan modifikasi dan kemudian menjadi populer di kuping para pendengar. thenextwavechichago.com<\/a><\/em> menyebutkan bahwa ada andil musisi hip hop top saat itu. Mereka adalah nama besar seperti RZA, Madlib, and Wu-Tang, serta J Dilla. <\/p>\n\n\n\n

Di kemudian hari pria yang memiliki nama lengkap James Dewitt Yancey itulah yang justru berkibar dengan aliran Lo Fi hip hop. 
<\/p>\n\n\n\n

Perkembangan Lo Fi juga kemudian beriringan dengan tumbuhnya musik-musik Vaporwave yang lebih dikenal memiliki spirit perjuangan. Meski disebut-sebut oleh sebagian pihak sebagai musik sampah (karena dibuat dengan hanya meremake lagu klasik) namun Vaporwave hadir sebagai bentuk jengahnya anak muda terhadap budaya konsumerisme yang tengah tinggi di era 90 hingga 2000 awal. Musik Lo Fi dan Vaporwave memiliki rasa yang hampir sama serta dianggap oleh penikmatnya sebagai musik yang aestethic.\u00a0<\/p>\n\n\n\n

Baca: Memuja-muja Didi Kempot, Mengagung-agungkan Patah Hati<\/a><\/p>\n\n\n\n

Jauh dari tanah kelahiran hip hop di Amerika Serikat, ada seorang musisi cerdas bernama Jun Seba atau yang identitik dengan nama Nujabes. Boleh dibilang, dia yang membawa penulis mengeksplore lebih dalam tentang aliran musik lo fi hip hop. Nujabes dengan cepat menjadi terkenal karena produksinya yang unik. Suara musik yang khas, bernostalgia, dan pengaruh jazz yang memberikan atmosfer tersendiri secara kebetulan menciptakan gaya yang sangat sebanding dengan J Dilla.
<\/p>\n\n\n\n

Dua tokoh di atas kemudian memberikan inspirasi kepada kreator-kreator Lo Fi music selanjutnya. Jika berbicara tentang proses pembuatannya tentu dianggap sebagai sesuatu yang mudah. Musisi lokal seperti Mardial bahkan pernah memberikan tutorial lengkapnya hanya dalam waktu singkat lewat akun youtubenya. Cukup ambil sampel musik klasik, potong di beberapa bagian (agar tak melanggar hak cipta), padukan dengan beat hip hop, beri musik tersebut sentuhan efek hujan, maka boom! jadilah sebuah Lo Fi music. 
<\/p>\n\n\n\n

Tapi nyatanya membuat musik yang nikmat tak semudah itu, menentukan nada yang pas dan menjahitnya dalam alunan ritme yang menarik butuh pemahaman tentang musik. Walau\u00a0 Lo Fi music dianggap musik yang murah, namun alunannya cukup ampuh menemani waktu luangmu. Maka tak heran jika banyak ragam playlist Lo Fi di spotify dan youtube dengan judul-judul seperti lo fi hip hop\/chillhop\/jazzhop\/beats to relax\/beats to study atau yang lainnya.<\/p>\n\n\n\n

Baca: Iklan Djarum 76 dan Goyangan Sekretaris Cantik yang Tengah Naik Daun<\/a><\/p>\n\n\n\n

Lo Fi di era modern kini diidentikkan pula dengan sesuatu yang berbau Jepang seperti anime bahkan dorama-dorama klasik. Ragam playlist di atas tentu jika kalian putar maka memiliki gambar background seperti potongan gif film dari Studio Ghibli, Cowboy Bebop, hingga Neon Genesis Evangelion. Menurut musicthehangup.com<\/a>, penggabungan antara lo fi dan anime terinsipirasi juga dari Nujabes yang memang juga membuat soundtrack untuk anime top karya Shinji Obara. 
<\/p>\n\n\n\n

Nujabes dan J Dilla memang sudah terlebih dahulu meninggalkan kita. Walau demikian tunas-tunas muda banyak bertumbuhan. Karya-karya lo fi saat ini yang familiar di telinga para pendengarnya adalah Saib, Yungbae, Jinsang, Kudasai, Elijah Who, bahkan ada juga yang dari Indonesia yaitu Jordy Chandra, Icecream, dan PXZVC.
<\/p>\n\n\n\n

Musim hujan kini bakal mulai tiba di tanah air. Mulai awal September hingga mungkin karanya awal tahun depan hujan mulai turun dan membasahi tanah. Musim penghujan adalah waktu yang tepat untuk mendengarkan musik-musik Lo Fi. Siapkan earphone anda dan biarkan dirimu tenggelam rileks didalam alunannya.
<\/p>\n","post_title":"Tentang Lo Fi Music, Alunan Nada Sederhana Pemikat Sukma","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"tentang-lo-fi-music-alunan-nada-sederhana-pemikat-sukma","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-08-25 12:09:07","post_modified_gmt":"2019-08-25 05:09:07","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5993","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5946,"post_author":"919","post_date":"2019-08-11 12:28:00","post_date_gmt":"2019-08-11 05:28:00","post_content":"\n

Plastik itu berwarna hitam seperti layaknya plastik kebanyakan. Didalamnya ada seonggoh daging segar yang akan diberikan kepada mereka yang layak membutuhkan. Rutinitas ini setahun sekali adanya. Plastik hitam itu ditunggu-tunggu banyak orang. Plastik hitam itu juga akan dijamah oleh banyak tangan. Plastik hitam itu membawa saya kepada kenangan di waktu silam.
<\/p>\n\n\n\n

Sebagai seorang Muslim, Hari Raya Iduladha adalah satu hal yang dinanti-nanti. Ia merupakan hari raya kedua bagi umat Nabi Muhammad setelah Idulfitri. Ada peristiwa berbeda yang menandai hadirnya kedua hari sakral tersebut. Bicara soal Iduladha, beberapa ulama sepakat menyebut bahwa ini adalah lambang pengorbanan manusia kepada sosial dan Tuhannya.
<\/p>\n\n\n\n

Maka lumrah jika jelang dan setelah menunaikan sholat Iduladha, ada banyak daging yang dihidangkan secara gratis untuk seluruh kalangan (meski yang diutamakan adalah kaum papa). Sebelum daging itu dibagikan, secara kolektif warga satu wilayah akan bersama-sama memotong hewan yang diwajibkan untuk dikurbankan yaitu sapi, kambing, domba, hingga onta. Hewan-hewan tersebut juga merupakan hasil sumbangan dari para penderma, baik itu individu atau memang yang dikumpulkan secara bersama-sama.
<\/p>\n\n\n\n

Momen inilah yang memang saya rindukan, ketika Iduladha tiba, bayangan saya langsung jauh menuju memori di masa kecil. Kala itu kami sibuk menghitung hewan yang sudah dikumpulkan di area masjid. Saya bersama teman-teman juga bermain dengan hewan itu dan sesekali bercanda dengannya. Saat hewan itu hendak disembelih, kami juga sedikit mengintip-ngintip (melihat proses penyembelihan) karena (kadang) tak tega melihat mereka direnggut nyawanya.
<\/p>\n\n\n\n

Momen-momen bermain di masjid saat hari raya memang satu hal yang indah dan mahal. Jika kami dulu di kampung memang sudah sering berinteraksi satu sama lain, maka di momen hari raya ikatan itu semakin dikuatkan. Mungkin juga di kota, meski tak punya intensitas yang cukup lebih (dalam berinteraksi sesama warga) seperti di kampung, namun jika hari raya tiba semuanya mau tak mau harus saling menyapa dan berkumpul. Semuanya berkumpul hingga malam tiba, berkumpul di depan api dan asap, serta tusukan sate daging yang sangat lezat untuk disantap.
<\/p>\n\n\n\n

Memori lainnya yang masih diingat adalah saat kami mulai mengamati potongan daging yang masih bergerak-gerak. Rupanya itu adalah denyut otot yang masih tetap bekerja meski hewan tersebut sudah tak lagi bernyawa. Ada lagi, kami mengamati betul hewan-hewan yang dikuliti, takjub memang dengan orang dewasa yang mahir melakukannya saat itu. Kulit tersebut kemudian kadang kami perebutkan, meski tak tahu akan hendak digunakan untuk apa nantinya.
<\/p>\n\n\n\n

Bermain-main dengan kepala kambing memang satu hal yang lucu saat kecil dahulu. Terkadang kami mengibaratkan tanduknya sebagai setang sepeda lalu membawanya sambil berlarian. Kadang juga kami merasa kebauan akibat bermain terlalu dekat dengan lubang tempat darah dan isi perut hewan yang sudah disembelih. Tapi ada satu yang unik, waktu kecil kami juga berebut mengambil torpedo hewan kurban. Rupanya rasanya nikmat dan memang tak ada gejala apa-apa setelah memakan itu, namun katanya kalau dimakan saat umur sudah dewasa maka reaksinya akan berbeda, entahlah.
<\/p>\n\n\n\n

Bicara Iduladha adalah soal lebaran di daerah perantauan. Bagi mereka yang merantau, momen lebaran idul adha biasanya dihabiskan bukan di kampung halaman. Tentu banyak faktor, mulai dari materi dan efisiensi waktu mengingat hari liburnya yang tak sebanyak Idulfitri. Tapi rupanya diciptakan dua hari raya bagi umat muslim rasanya memang lengkap (bagi anak rantau), satu untuk dirayakan bersama sanak famili di kampung, satunya lagi bersama tetangga dan rekan kerja di perantauan.
<\/p>\n\n\n\n

Maka memori anak-anak (dari mereka yang orangtuanya adalah perantauan) adalah soal bermain dengan tetangga komplek serta sekitarnya. Tak sedikit juga yang berkumpul di sekolah untuk merayakan bakar sate dan memakannya bersama-sama. Pada akhirnya memori tentang kisah kecil kita adalah suatu landasan, agar apabila suatu saat mulai jauh dari ajaran agama, kita diingatkan lagi tentang indahnya masa kecil yang kerap selalu mewah dengan momen perayaan ajaran tuhan.
<\/p>\n\n\n\n

Dari plastik hitam itu aku mengingat masa kecilku, dan dari ingatan masa kecil aku mengingat diriku yang ternyata kini kian jauh dari Tuhan.<\/p>\n","post_title":"Ingatan Masa Kecil dalam Seonggok Daging Iduladha","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"ingatan-masa-kecil-dalam-seonggok-daging-iduladha","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-08-11 12:28:07","post_modified_gmt":"2019-08-11 05:28:07","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5946","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5933,"post_author":"919","post_date":"2019-08-05 13:39:32","post_date_gmt":"2019-08-05 06:39:32","post_content":"\n

Musik adalah bagian dari kehidupan. Setiap alunannya menjadi warna yang saling menari mengikuti jejak langkah kehidupan. Sejak kecil irama musik mulai diperkenalkan orang tua hingga dewasa kita mulai mengenal musik dengan pemikiran sendiri. Musik menjadi teman setia manusa dalam berproses, baik jika akhirnya gagal atau mendulang kesukasesan.
<\/p>\n\n\n\n

Maka benar kata Bob Marley yang menyebut bahwa satu hal yang baik tentang musik adalah ketika itu menyentuh anda tidak akan ada rasa sakit (secara harfiah). Musik menjadi legitimasi perasaan yang tertaut dengan momen, menjadi irama pendamping saat satu peristiwa terjadi. 
<\/p>\n\n\n\n

Era digital seperti sekarang ini kita diperkenalkan dengan berbagai platform pemutar musik secara online dan yang paling banyak digunakan saat ini adalah Spotify. Anda bisa mendengarkan musik secara berbayar dengan profit kualitas suara yang jernih dan tentu membuat playlist idamanmu! playlist ini yang nantinya bisa anda bagikan di sosial media atau langsung ke whatsapp temanmu, hingga pacarmu.
<\/p>\n\n\n\n

Tentu kami juga punya pilihan lagu yang layak anda perdengarkan. Minggu ini kami merangkum lima lagu yang cocok anda dengarkan untuk menemani beraktivitas. Berikut lima lagu tersebut.
<\/p>\n\n\n\n

Selamat Pagi - Ran
<\/h2>\n\n\n\n

Nyaris tak ada yang memungkiri kalau Senin Pagi adalah sesuatu yang menjemukan. Kalau sudah begini dibutuhkan lagu yang tepat untuk mengawali aktifitas anda. Kami rekomendasikan lagu ini yang terdengar catchy agar menjadi mood booster bagi kalian yang masih terikat oleh hawa-hawa libur akhir pekan.
<\/p>\n\n\n\n

Wong Edan Kuwi Bebas - Shodiq Monata
<\/h2>\n\n\n\n

Yoooo! lagu-lagu dangdut memang sangat dibutuhkan ketika irama aktivitas anda mulai meningkat. Lagu ini memiliki beat yang cukup kencang diiringi dengan irama koplo yang siap membuat anda untuk bergoyang. Persetan dengan segala kemacetan hingga marahan dari atasan, Wong Edan Kuwi Bebas!
<\/p>\n\n\n\n

Sulung - Kunto Aji
<\/h2>\n\n\n\n

Kadang apa yang kita harapkan tak sesuai hasil yang didapatkan. Ekspektasi berlebihan membuatmu menjadi lupa pada jati diri, jika gagal maka berpotensi untuk tak percaya diri dan jika sukses bukan tak mungkin akan semakin menyombongkan diri. Karena kata Kunto Aji yang sebaiknya kau jaga adalah dirimu sendiri.
<\/p>\n\n\n\n

This Girl - Kungs
<\/h2>\n\n\n\n

Kalau Jumat malam sudah tiba maka waktunya untuk bersenang-senang! segera hubungi sahabat atau kekasih anda. Kongkow di kedai kopi atau berajojing ria juga pun tak masalah. Adakalanya anda butuh melepaskan penat, goyang badanmu dan nikmati dentuman musiknya.
<\/p>\n\n\n\n

Rotterdam (Or Anywhere) - The Beautiful South
<\/h2>\n\n\n\n

Sabtu dan Minggu waktunya jalan-jalan! kalau punya uang dan waktu ada baiknya berkunjung ke luar kota, namun jika budget terbatas maka kendarai motormu atau gunakan kendaraan umum lalu main ke rumah temanmu bisa jadi solusi. Tak peduli apa pun tempat yang anda kunjungi asal itu membahagiakan, benar kan?<\/p>\n","post_title":"Playlist Spotify Mantap Minggu Ini untuk Kalian Para Perokok Keren","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"playlist-spotify-mantap-minggu-ini-untuk-kalian-para-perokok-keren","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-08-05 13:39:39","post_modified_gmt":"2019-08-05 06:39:39","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5933","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5889,"post_author":"919","post_date":"2019-07-29 16:13:48","post_date_gmt":"2019-07-29 09:13:48","post_content":"\n

Upaya mengejar cinta selalu menghadirkan satu masalah yaitu patah hati. Jika bicara soal peluang bakal menghadapi masalah tersebut, maka persentasinya adalah 50:50. Potensinya sudah bisa membesar sejak awal anda mencoba untuk berkenalan dengan sosok idaman. Jika salah langkah, sudah pasti si dia bakal menjauh, andai pun langkah awal sudah tepat tapi threatmennya pendekatannya salah, siap-siap kalimat \u2018maaf kita ga cocok\u2019<\/em> akan anda dapatkan.\u00a0
<\/p>\n\n\n\n

Kalau sudah patah hati rasanya memang ribet. Rendang yang katanya dijadikan makanan terenak di dunia pun rasanya seperti daging gosong. Mau beraktifitas juga susah, karena isinya hanya meratap dan merenungi. Diajak teman main game <\/em>juga tak maksimal, apalagi kongkow-kongkow sampai subuh. Kalau sudah begini tak boleh buru-buru larut dalam kesedihan, musik bisa jadi obat ampuh untuk menenangkannya. 
<\/p>\n\n\n\n

Musik memang soal selera, ada yang ingin lagu agak ngebeat <\/em>biar adrenalinennya naik. Ada yang memutar lagi jazz supaya lebih tenang, musik dangdut biar oaoe<\/em>, hingga lagu indie biar terkesan indies (ealaahhh). Akan tetapi ada satu tren belakangan ini, patah hati dan mendengarkan lagu-lagu yang dinyanyikan oleh Didi Kempot.
<\/p>\n\n\n\n

Sosok yang memulai karier berseni sebagai musisi jalanan tersebut kini lagi digandrungi anak muda. Mereka menyebutnya sebagai Sadbois atau Sadgirls, mengagung-mengagungkan patah hati, merayakan kesedihan, dan Didi Kempot yang secara lelucon mereka sebut Lord, hadir memaksimalkan euforia tersebut. Satu lagu, dua lagu, tiga lagu, kalimat seperti \u2018Bajingan kowe dek!\u2019 mulai terlontar dari mulut-mulut penikmat lagu-lagu Didi Kempot.
<\/p>\n\n\n\n

Saya dan mungkin juga kalian sejatinya sudah cukup lama mendengar lagu-lagu Didi Kempot, mungkin sejak SD. Saat umur belum dua angka seperti saat ini, Didi Kempot mungkin hanya saya sebut sebagai musisi yang beraliran Campursari (meski memang benar seperti itu). Namun, ketika umur kian bertambah, Didi Kempot rupanya jauh lebih besar dari itu. Bisa jadi dia adalah representasi dari diksi patah hati itu sendiri.
<\/p>\n\n\n\n

Lagu Sewu Kutho misalnya, saya anggap sebagai lagu patah hati terhebat yang pernah ia buat. Bagaimana rasa rindu, sakit, dan keikhlasan menyatu menjadi satu dalam sebuah lagu. Bahkan doa juga ia sematkan kepada orang yang disayang, agar hidup dia yang dicinta hidup lebih bahagia daripada dirinya. Meski sebenarnya dalam lagu tersebut ada pertentangan lain dalam dirinya yang masih tak bisa ia atasi, ia masih ingin bertemu dengan yang dicinta dengan cara apapun.
<\/p>\n\n\n\n

Pamer Bojo adalah selanjutnya, ia hadir tepat di saat anak muda sedang mengalami tren nikah dini. Saat usia muda memang perasaan dan cinta sedang berkecamuknya, lalu dihadapkan dengan permasalahan yang cukup pelik dalam asmara yaitu ditinggal nikah. Lagu Pamer Bojo adalah solusinya, meski dalam liriknya ada pesan bahwa kita memang tidak pernah siap melihat yang dicinta menikah dengan orang lain. 
<\/p>\n\n\n\n

\u201cNeng opo seneng aku yen mung gawe laraku<\/em><\/p>\n\n\n\n

Pamer bojo anyar neng ngarepku\u201d<\/em>
<\/p>\n\n\n\n

Bagi saya musik memiliki kekuatan hebat walau memiliki tembok bernama bahasa. Hanya musisi hebat yang mampu menembus dinding-dinding itu. Didi Kempot adalah salah satunya, ia mampu membuat orang yang bukan bersuku Jawa bisa menikmati lagunya. Ini sebuah kemajuan dalam berkebudayaan, bahwa suku dan bangsa lain bisa saling menerima karya dari golongan lain. Sesuatu yang saat kini benar-benar kita butuhkan bukan setelah kontestasi politik yang melibatkan sentimen suku, agama, ras, dan antargolongan.
<\/p>\n\n\n\n

Didi Kempot memang sedang naik daun dan kini namanya lagi disebut-sebut di banyak penjuru di ibu kota. Ketakutan saya adalah akan seberapa lama tren ini berlanjut, mengingat tak banyak yang bisa bertahan lama di Jakarta. Akan tetapi pikiran tersebut saya rasa salah, Didi Kempot boleh saja naik daun dan tiba-tiba hilang di Jakarta, akan tetapi karya dan dirinya tetap abadi di Indonesia. Karena yang membuat Didi Kempot agung adalah kita yang selalu kekanak-kanakan menghadapi masalah patah hati. <\/p>\n","post_title":"Memuja-muja Didi Kempot, Mengagung-agungkan Patah Hati","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"memuja-muja-didi-kempot-mengagung-agungkan-patah-hati","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-07-29 16:13:56","post_modified_gmt":"2019-07-29 09:13:56","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5889","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5862,"post_author":"919","post_date":"2019-07-14 12:50:58","post_date_gmt":"2019-07-14 05:50:58","post_content":"\n

Musim haji kini telah tiba. Diperkirakan jutaan orang kini telah memadati Masjidil Haram di Mekkah, Arab Saudi untuk memenuhi salah satu rukun Islam tiap tahunnya. Ritual suci ini menjadi salah satu impian bagi tiap umat muslim di seluruh dunia dan tak seluruhnya bisa melaksanakannya. 
<\/p>\n\n\n\n

Walau demikian musim haji di Indonesia tak pernah sepi peminat. Menko Perekonomian Darmin Nasution memperkirakan jumlah jamaah haji Indonesia akan mencapai 4,34 juta jiwa pada 2019. Per hari ini (14\/7\/2019) jumlah jemaah diperkirakan sudah mencapai 47.983 orang yang sudah berdatangan ke Madinah. 
<\/p>\n\n\n\n

Ada-ada saja memang kelakuan masyarakat Indonesia ketika berkunjung ke luar negeri terutama untuk ibadah haji yang memakan waktu hingga satu bulan. Ada kisah para peserta membawa makanan khas daerah masing-masing karena takut tak bisa menyesuaikan dengan kudapan di sana. Ada yang membawa sambal, jengkol, ikan teri, padahal pihak penyelenggara sudah menyediakan makanan yang sesuai dengan lidah mereka.
<\/p>\n\n\n\n

Salah satu kebiasaan masyarakat Indonesia adalah merokok dan tradisi tersebut sudah mengakar sejak lama. Cita rasa kretek yang kuat dengan campuran cengkeh membuat masyarakat kita sulit menikmati produk rokok asing. Maka dengan demikian ketika bepergian ke luar negeri membawa rokok dari Indonesia adalah hal yang nampaknya sudah jadi kebiasaan. Sejatinya hal tersebut tak bisa dikatakan sebagai aktivitas ilegal, karena mereka membawa rokok lokal untuk dikonsumsi pribadi dan bukan untuk dijual.
<\/p>\n\n\n\n

Pemerintah sejatinya sudah mengakomodasi kebutuhan para perokok yang sedang menjadi peserta haji. Kemudahan itu adalah dengan memperbolehkan jamaah haji membawa rokok maksimal 200 batang untuk dibawa ke tanah suci. Jika berlebih, maka siap-siap untuk diamankan dan disita. Akibat informasi yang kadang tak menyeluruh, kadang masih ada saja rokok yang disita. Tribun Jabar misalnya memberitakan bahwa sehari ada sekitar 200 batang rokok yang disita oleh pihak bea dan cukai.
<\/p>\n\n\n\n

Peraturan memang ada untuk dipatuhi dan diikuti, sebagai perokok tentu hal tersebut tak boleh dihiraukan. Ada baiknya untuk mengikuti prosedur yang sudah diterapkan agar ibadah haji semakin nyaman. Tentu ijin boleh membawa rokok sebanyak 200 batang sudah cukup mengakomodir kebutuhan para perokok. Jika dihitung dalam 40 hari maka dalam satu hari satu jamaah haji bisa mengisap lima batang tentu pas jika kita anggap setiap sehabis sholat menghisap satu batang rokok. Tentu paduan yang sempurna antara ibadah dan kebiasaan merokok. 
<\/p>\n\n\n\n

Ada cara lain untuk mengakali peraturan tersebut, salah satunya adalah dengan menitip kepada anggota keluarga lain. Tentu cara ini sebenarnya tidak bermasalah karena setiap orang punya hak untuk membawa 200 batang rokok. Cara ini nampaknya cukup ampuh dan sudah dilakukan oleh beberapa jamaah haji. Asalkan rokok yang dibawa tentu hanya untuk kebutuhan pribadi, bukan untuk dijual kembali di sana. 
<\/p>\n\n\n\n

Pada akhirnya ibadah harus menjadi petimbangan utama saat ke tanah suci. Mengenai barang bawaan yang sudah diatur harus betul-betul diperhatikan. Toh rokok bukan barang yang bercandu sehingga kebiasaan merokok pun masih bisa diatasi ketika di tanah suci.
<\/p>\n","post_title":"Hal yang Perlu Diperhatikan Perokok Saat Berangkat Haji","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"hal-yang-perlu-diperhatikan-perokok-saat-berangkat-haji","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-07-14 12:51:04","post_modified_gmt":"2019-07-14 05:51:04","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5862","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":7},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"epic_block_3"};