Perokok Harus Santai dalam Menjawab Segala Tuduhan

TUTUR

Written by:

Bagi para perokok , banyak tuduhan-tuduhan yang dilontarkan dari para antitembakau. Mulai dari merokok penyebab penyakit kanker, paru-paru dan kemandulan. Banyak sekali antitembakau mengkampanyekan bahaya merokok secara habis-habisan, seakan rokok ini menjadi penyebab utama dari penyakit. Padahal bila kita lihat bahwa polusi udara dan makanan cepat saji juga ambil andil dalam memberi resiko terhadap penyakit.

Isu-isu soal rokok berbahaya, mengandung zat-zat haram, bahkan dengan menciptakan mitos melalui saduran hadis-hadis bohong, ternyata sah-sah saja untuk memengaruhi masyarakat untuk membenci rokok. Menjadi perokok berarti kita siap didiskriminasi oleh orang orang sekitarnya. Itu sudah menjadi hal yang lumrah.

Kaum antitembakau mengemas isu tidak menunjang data secara valid sehingga para kretekus mudah terprovokasi dalam membacanya. Perbedaan memang tidak bisa terhindar, oleh karena itu kita harus mencari titik temu agar bisa melakukan pembenaran secara terus menerus

Stigma-stigma buruk bagi para kretekus kerap kali dilontarkan oleh kaum antirokok, bahwa orang yang merokok semakin dekat dengan narkoba, dengan maksud bahwa merokok merupakan awal untuk menggunakan narkoba. Kretekus juga dianggap tidak tahu aturan karena membuang puntung rokok sembarangan. Padahal banyak juga yang membuang puntung pada tempatnya. Untuk kretekus perempuan sudah pasti dicap nakal.

Itulah stigma buruk yang diterima bagi para kretekus. Cara melawannya kita haus menjadi perokok santun, di mana perokok santun itu membuktikan bahwa apa yang dipikirkan dan dikampanyekan kaum antitembakau itu salah besar.

Menjadi perokok santun itu sangat mudah, dengan cara menaati semua peraturan yang ada. Merokok di ruang merokok, merokok jauh dari ibu hamil, dan membuang puntung pada tempatnya. Itu sangat mudah diterapkan dalam kebiasaan para kretekus, sehingga stigma buruk bisa terbantah dengan apa yang dilakukan oleh kretekus sendiri.

Menjadi perokok santun tidak hanya itu saja, kita juga harus bersikap tidak kasar dalam menanggapi isu yang beredar. Gak harus ngomong kasar apalagi ngomong jorok, itu juga tidak mencerminkan bahwa kita sebagai perokok santun. Memang kaum anti rokok dalam menyebarkan isu secara tidak rasional, tapi kita harus menjaga sikap kita dalam melawannya. Perdebatan soal rokok memang tidak akan ada habisnya. Kita sebagai kretekus harus santun dalam bersikap, tidak mudah terpancing. Menanggapi isu secara rasional tanpa harus kasar dan memaki-maki dan membuktikan secara sikap bahwa isu itu salah.

Bijak Berkomentar Tanda Kretekus Santun

Comments are closed.