Syukurnya, pertandingan sore itu di Jeonju World Cup Stadium yang dimenangkan oleh Jeonbuk Motors dengan gol tunggal Lee Dong-gook berjalan lancar. Pertandingan itu memang tak disaksikan langsung oleh penonton di tribun stadion. Tapi di twitter, pertandingan itu disaksikan 3,3 juta penonton dari seluruh dunia. 3,3 juta orang itu sedang menyaksikan hilal sepak bola di Jeoncu World Cup Stadium. 3,3 juta orang itu juga sedang memupuk asa mereka akan hari-hari cerah pasca pandemi.<\/p>\n\n\n\n
Lantas bagaimana dengan Indonesia? Ikut Korea Selatan melanjutkan liga atau Belanda yang mengakhiri liga? <\/p>\n","post_title":"Hilal Itu Nampak di Jeonju World Cup Stadium","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"hilal-itu-nampak-di-jeonju-world-cup-stadium","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2020-05-11 11:37:28","post_modified_gmt":"2020-05-11 04:37:28","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6663","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":4},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"epic_block_3"};
Justru hilal sepak bola itu tak muncul dari Eropa atau dataran Amerika, negeri di Asia lah yang menemukannya. Apresiasi kita berikan kepada Korea Selatan yang berani untuk melanjutkan kompetisi sepak bola mereka. Sebelum pertandingan antara Jeonbuk Motors versus Suwon Bluewings digulirkan, poster digital tentang peraturan ketat disebar di sosial media. Poster tersebut berisikan protokoler yang harus dilakukan sebelum, saat, dan sesudah pertandingan agar kesehatan pemain dan official tim bisa terjaga dengan baik. <\/p>\n\n\n\n
Syukurnya, pertandingan sore itu di Jeonju World Cup Stadium yang dimenangkan oleh Jeonbuk Motors dengan gol tunggal Lee Dong-gook berjalan lancar. Pertandingan itu memang tak disaksikan langsung oleh penonton di tribun stadion. Tapi di twitter, pertandingan itu disaksikan 3,3 juta penonton dari seluruh dunia. 3,3 juta orang itu sedang menyaksikan hilal sepak bola di Jeoncu World Cup Stadium. 3,3 juta orang itu juga sedang memupuk asa mereka akan hari-hari cerah pasca pandemi.<\/p>\n\n\n\n
Lantas bagaimana dengan Indonesia? Ikut Korea Selatan melanjutkan liga atau Belanda yang mengakhiri liga? <\/p>\n","post_title":"Hilal Itu Nampak di Jeonju World Cup Stadium","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"hilal-itu-nampak-di-jeonju-world-cup-stadium","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2020-05-11 11:37:28","post_modified_gmt":"2020-05-11 04:37:28","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6663","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":4},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"epic_block_3"};
Tapi ada liga yang tak memilih untuk melempar handuk, Bundesliga salah satunya. Petinggi sepak bola Jerman memutuskan untuk melanjutkan kompetisi pada 16 Mei 2020. Kabar baik bagi kita semua yang haus akan tayangan pertandingan sepak bola. Maklum, pemberitaan corona di berbagai media massa cukup memberikan pengaruh psikologi yang buruk bagi sebagian masyarakat. Sepak bola tentunya akan jadi hiburan yang nyata sekaligus memberikan asa kepada manusia. Tapi mirisnya adalah enam hari sebelum bergulirnya kembali Bundesliga, dua pemain asal klub Dynamo Dresden dinyatakan positif terjangkit corona. Bisakah Bundesliga berlanjut? Semoga saja.<\/p>\n\n\n\n
Justru hilal sepak bola itu tak muncul dari Eropa atau dataran Amerika, negeri di Asia lah yang menemukannya. Apresiasi kita berikan kepada Korea Selatan yang berani untuk melanjutkan kompetisi sepak bola mereka. Sebelum pertandingan antara Jeonbuk Motors versus Suwon Bluewings digulirkan, poster digital tentang peraturan ketat disebar di sosial media. Poster tersebut berisikan protokoler yang harus dilakukan sebelum, saat, dan sesudah pertandingan agar kesehatan pemain dan official tim bisa terjaga dengan baik. <\/p>\n\n\n\n
Syukurnya, pertandingan sore itu di Jeonju World Cup Stadium yang dimenangkan oleh Jeonbuk Motors dengan gol tunggal Lee Dong-gook berjalan lancar. Pertandingan itu memang tak disaksikan langsung oleh penonton di tribun stadion. Tapi di twitter, pertandingan itu disaksikan 3,3 juta penonton dari seluruh dunia. 3,3 juta orang itu sedang menyaksikan hilal sepak bola di Jeoncu World Cup Stadium. 3,3 juta orang itu juga sedang memupuk asa mereka akan hari-hari cerah pasca pandemi.<\/p>\n\n\n\n
Lantas bagaimana dengan Indonesia? Ikut Korea Selatan melanjutkan liga atau Belanda yang mengakhiri liga? <\/p>\n","post_title":"Hilal Itu Nampak di Jeonju World Cup Stadium","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"hilal-itu-nampak-di-jeonju-world-cup-stadium","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2020-05-11 11:37:28","post_modified_gmt":"2020-05-11 04:37:28","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6663","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":4},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"epic_block_3"};
Akhirnya, ada yang memilih untuk berhenti seperti Ligue 1 yang akhirnya menobatkan Paris Saint-Germain sebagai juara. Sebelumnya Eredivisie Liga Belanda menjadi kompetisi top di eropa pertama yang menghentikan liga. Ajax Amsterdam harus merelakan peluang mereka untuk tak juara musim ini setelah KNVB selaku federasi sepak bola Belanda mengeluarkan kebijakan untuk menghentikan liga tanpa pemenang dan degradasi.<\/p>\n\n\n\n
Tapi ada liga yang tak memilih untuk melempar handuk, Bundesliga salah satunya. Petinggi sepak bola Jerman memutuskan untuk melanjutkan kompetisi pada 16 Mei 2020. Kabar baik bagi kita semua yang haus akan tayangan pertandingan sepak bola. Maklum, pemberitaan corona di berbagai media massa cukup memberikan pengaruh psikologi yang buruk bagi sebagian masyarakat. Sepak bola tentunya akan jadi hiburan yang nyata sekaligus memberikan asa kepada manusia. Tapi mirisnya adalah enam hari sebelum bergulirnya kembali Bundesliga, dua pemain asal klub Dynamo Dresden dinyatakan positif terjangkit corona. Bisakah Bundesliga berlanjut? Semoga saja.<\/p>\n\n\n\n
Justru hilal sepak bola itu tak muncul dari Eropa atau dataran Amerika, negeri di Asia lah yang menemukannya. Apresiasi kita berikan kepada Korea Selatan yang berani untuk melanjutkan kompetisi sepak bola mereka. Sebelum pertandingan antara Jeonbuk Motors versus Suwon Bluewings digulirkan, poster digital tentang peraturan ketat disebar di sosial media. Poster tersebut berisikan protokoler yang harus dilakukan sebelum, saat, dan sesudah pertandingan agar kesehatan pemain dan official tim bisa terjaga dengan baik. <\/p>\n\n\n\n
Syukurnya, pertandingan sore itu di Jeonju World Cup Stadium yang dimenangkan oleh Jeonbuk Motors dengan gol tunggal Lee Dong-gook berjalan lancar. Pertandingan itu memang tak disaksikan langsung oleh penonton di tribun stadion. Tapi di twitter, pertandingan itu disaksikan 3,3 juta penonton dari seluruh dunia. 3,3 juta orang itu sedang menyaksikan hilal sepak bola di Jeoncu World Cup Stadium. 3,3 juta orang itu juga sedang memupuk asa mereka akan hari-hari cerah pasca pandemi.<\/p>\n\n\n\n
Lantas bagaimana dengan Indonesia? Ikut Korea Selatan melanjutkan liga atau Belanda yang mengakhiri liga? <\/p>\n","post_title":"Hilal Itu Nampak di Jeonju World Cup Stadium","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"hilal-itu-nampak-di-jeonju-world-cup-stadium","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2020-05-11 11:37:28","post_modified_gmt":"2020-05-11 04:37:28","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6663","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":4},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"epic_block_3"};
Pemberitaan tentang sepak bola pun tiba-tiba menjadi buku tebal ensiklopedia sejarah. Media massa ramai-ramai membuat berita tentang cerita sepak bola di masa lampau. Membuatnya kembali segar dan bisa kembali dinikmati di saat ini. Sesekali, gosip-gosip transfer dihadirkan. Sesekali juga, berita tentang kegamangan petinggi liga juga muncul, apakah liga di sebuah negara akan berlanjut atau tidak.<\/p>\n\n\n\n
Akhirnya, ada yang memilih untuk berhenti seperti Ligue 1 yang akhirnya menobatkan Paris Saint-Germain sebagai juara. Sebelumnya Eredivisie Liga Belanda menjadi kompetisi top di eropa pertama yang menghentikan liga. Ajax Amsterdam harus merelakan peluang mereka untuk tak juara musim ini setelah KNVB selaku federasi sepak bola Belanda mengeluarkan kebijakan untuk menghentikan liga tanpa pemenang dan degradasi.<\/p>\n\n\n\n
Tapi ada liga yang tak memilih untuk melempar handuk, Bundesliga salah satunya. Petinggi sepak bola Jerman memutuskan untuk melanjutkan kompetisi pada 16 Mei 2020. Kabar baik bagi kita semua yang haus akan tayangan pertandingan sepak bola. Maklum, pemberitaan corona di berbagai media massa cukup memberikan pengaruh psikologi yang buruk bagi sebagian masyarakat. Sepak bola tentunya akan jadi hiburan yang nyata sekaligus memberikan asa kepada manusia. Tapi mirisnya adalah enam hari sebelum bergulirnya kembali Bundesliga, dua pemain asal klub Dynamo Dresden dinyatakan positif terjangkit corona. Bisakah Bundesliga berlanjut? Semoga saja.<\/p>\n\n\n\n
Justru hilal sepak bola itu tak muncul dari Eropa atau dataran Amerika, negeri di Asia lah yang menemukannya. Apresiasi kita berikan kepada Korea Selatan yang berani untuk melanjutkan kompetisi sepak bola mereka. Sebelum pertandingan antara Jeonbuk Motors versus Suwon Bluewings digulirkan, poster digital tentang peraturan ketat disebar di sosial media. Poster tersebut berisikan protokoler yang harus dilakukan sebelum, saat, dan sesudah pertandingan agar kesehatan pemain dan official tim bisa terjaga dengan baik. <\/p>\n\n\n\n
Syukurnya, pertandingan sore itu di Jeonju World Cup Stadium yang dimenangkan oleh Jeonbuk Motors dengan gol tunggal Lee Dong-gook berjalan lancar. Pertandingan itu memang tak disaksikan langsung oleh penonton di tribun stadion. Tapi di twitter, pertandingan itu disaksikan 3,3 juta penonton dari seluruh dunia. 3,3 juta orang itu sedang menyaksikan hilal sepak bola di Jeoncu World Cup Stadium. 3,3 juta orang itu juga sedang memupuk asa mereka akan hari-hari cerah pasca pandemi.<\/p>\n\n\n\n
Lantas bagaimana dengan Indonesia? Ikut Korea Selatan melanjutkan liga atau Belanda yang mengakhiri liga? <\/p>\n","post_title":"Hilal Itu Nampak di Jeonju World Cup Stadium","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"hilal-itu-nampak-di-jeonju-world-cup-stadium","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2020-05-11 11:37:28","post_modified_gmt":"2020-05-11 04:37:28","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6663","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":4},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"epic_block_3"};
Ketika sepak bola diliburkan maka akhir pekan menjadi begitu tidak menyenangkan. Tidak ada riuh komentar pertandingan di layar televisi. Tidak ada sekumpulan remaja yang antusias berangkat ke stadion. Tidak nyanyian-nyanyian yang terdengar seantero kota. Tidak ada juga tayangan video di youtube tentang highlights sebuah pertandingan. Semua terasa hambar, meski beruntungnya masih ada beberapa film bertemakan sepak bola yang rilis bertepatan saat pandemi melanda seperti The English Game dan Ultras.<\/p>\n\n\n\n
Pemberitaan tentang sepak bola pun tiba-tiba menjadi buku tebal ensiklopedia sejarah. Media massa ramai-ramai membuat berita tentang cerita sepak bola di masa lampau. Membuatnya kembali segar dan bisa kembali dinikmati di saat ini. Sesekali, gosip-gosip transfer dihadirkan. Sesekali juga, berita tentang kegamangan petinggi liga juga muncul, apakah liga di sebuah negara akan berlanjut atau tidak.<\/p>\n\n\n\n
Akhirnya, ada yang memilih untuk berhenti seperti Ligue 1 yang akhirnya menobatkan Paris Saint-Germain sebagai juara. Sebelumnya Eredivisie Liga Belanda menjadi kompetisi top di eropa pertama yang menghentikan liga. Ajax Amsterdam harus merelakan peluang mereka untuk tak juara musim ini setelah KNVB selaku federasi sepak bola Belanda mengeluarkan kebijakan untuk menghentikan liga tanpa pemenang dan degradasi.<\/p>\n\n\n\n
Tapi ada liga yang tak memilih untuk melempar handuk, Bundesliga salah satunya. Petinggi sepak bola Jerman memutuskan untuk melanjutkan kompetisi pada 16 Mei 2020. Kabar baik bagi kita semua yang haus akan tayangan pertandingan sepak bola. Maklum, pemberitaan corona di berbagai media massa cukup memberikan pengaruh psikologi yang buruk bagi sebagian masyarakat. Sepak bola tentunya akan jadi hiburan yang nyata sekaligus memberikan asa kepada manusia. Tapi mirisnya adalah enam hari sebelum bergulirnya kembali Bundesliga, dua pemain asal klub Dynamo Dresden dinyatakan positif terjangkit corona. Bisakah Bundesliga berlanjut? Semoga saja.<\/p>\n\n\n\n
Justru hilal sepak bola itu tak muncul dari Eropa atau dataran Amerika, negeri di Asia lah yang menemukannya. Apresiasi kita berikan kepada Korea Selatan yang berani untuk melanjutkan kompetisi sepak bola mereka. Sebelum pertandingan antara Jeonbuk Motors versus Suwon Bluewings digulirkan, poster digital tentang peraturan ketat disebar di sosial media. Poster tersebut berisikan protokoler yang harus dilakukan sebelum, saat, dan sesudah pertandingan agar kesehatan pemain dan official tim bisa terjaga dengan baik. <\/p>\n\n\n\n
Syukurnya, pertandingan sore itu di Jeonju World Cup Stadium yang dimenangkan oleh Jeonbuk Motors dengan gol tunggal Lee Dong-gook berjalan lancar. Pertandingan itu memang tak disaksikan langsung oleh penonton di tribun stadion. Tapi di twitter, pertandingan itu disaksikan 3,3 juta penonton dari seluruh dunia. 3,3 juta orang itu sedang menyaksikan hilal sepak bola di Jeoncu World Cup Stadium. 3,3 juta orang itu juga sedang memupuk asa mereka akan hari-hari cerah pasca pandemi.<\/p>\n\n\n\n
Lantas bagaimana dengan Indonesia? Ikut Korea Selatan melanjutkan liga atau Belanda yang mengakhiri liga? <\/p>\n","post_title":"Hilal Itu Nampak di Jeonju World Cup Stadium","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"hilal-itu-nampak-di-jeonju-world-cup-stadium","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2020-05-11 11:37:28","post_modified_gmt":"2020-05-11 04:37:28","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6663","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":4},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"epic_block_3"};
Pandemi corona menghantam banyak hal dalam hajat hidup umat manusia. Segala sesuatu menjadi sulit untuk dilakukan di masa seperti ini. Pekerjaan harus dilakukan di rumah dan hanya orang tertentu saja yang bisa beraktivitas kerja seperti biasa. Agenda-agenda besar pun harus mengalami penundaan, termasuk liga sepak bola yang harus terhenti sesaat. Kesehatan manusia menjadi pertimbangan utamanya, karena mengutip kalimat populer dari seorang Bambang Pamungkas: \u201cTidak ada satu kemenangan pun yang sebanding dengan nyawa.\u201d <\/p>\n\n\n\n
Ketika sepak bola diliburkan maka akhir pekan menjadi begitu tidak menyenangkan. Tidak ada riuh komentar pertandingan di layar televisi. Tidak ada sekumpulan remaja yang antusias berangkat ke stadion. Tidak nyanyian-nyanyian yang terdengar seantero kota. Tidak ada juga tayangan video di youtube tentang highlights sebuah pertandingan. Semua terasa hambar, meski beruntungnya masih ada beberapa film bertemakan sepak bola yang rilis bertepatan saat pandemi melanda seperti The English Game dan Ultras.<\/p>\n\n\n\n
Pemberitaan tentang sepak bola pun tiba-tiba menjadi buku tebal ensiklopedia sejarah. Media massa ramai-ramai membuat berita tentang cerita sepak bola di masa lampau. Membuatnya kembali segar dan bisa kembali dinikmati di saat ini. Sesekali, gosip-gosip transfer dihadirkan. Sesekali juga, berita tentang kegamangan petinggi liga juga muncul, apakah liga di sebuah negara akan berlanjut atau tidak.<\/p>\n\n\n\n
Akhirnya, ada yang memilih untuk berhenti seperti Ligue 1 yang akhirnya menobatkan Paris Saint-Germain sebagai juara. Sebelumnya Eredivisie Liga Belanda menjadi kompetisi top di eropa pertama yang menghentikan liga. Ajax Amsterdam harus merelakan peluang mereka untuk tak juara musim ini setelah KNVB selaku federasi sepak bola Belanda mengeluarkan kebijakan untuk menghentikan liga tanpa pemenang dan degradasi.<\/p>\n\n\n\n
Tapi ada liga yang tak memilih untuk melempar handuk, Bundesliga salah satunya. Petinggi sepak bola Jerman memutuskan untuk melanjutkan kompetisi pada 16 Mei 2020. Kabar baik bagi kita semua yang haus akan tayangan pertandingan sepak bola. Maklum, pemberitaan corona di berbagai media massa cukup memberikan pengaruh psikologi yang buruk bagi sebagian masyarakat. Sepak bola tentunya akan jadi hiburan yang nyata sekaligus memberikan asa kepada manusia. Tapi mirisnya adalah enam hari sebelum bergulirnya kembali Bundesliga, dua pemain asal klub Dynamo Dresden dinyatakan positif terjangkit corona. Bisakah Bundesliga berlanjut? Semoga saja.<\/p>\n\n\n\n
Justru hilal sepak bola itu tak muncul dari Eropa atau dataran Amerika, negeri di Asia lah yang menemukannya. Apresiasi kita berikan kepada Korea Selatan yang berani untuk melanjutkan kompetisi sepak bola mereka. Sebelum pertandingan antara Jeonbuk Motors versus Suwon Bluewings digulirkan, poster digital tentang peraturan ketat disebar di sosial media. Poster tersebut berisikan protokoler yang harus dilakukan sebelum, saat, dan sesudah pertandingan agar kesehatan pemain dan official tim bisa terjaga dengan baik. <\/p>\n\n\n\n
Syukurnya, pertandingan sore itu di Jeonju World Cup Stadium yang dimenangkan oleh Jeonbuk Motors dengan gol tunggal Lee Dong-gook berjalan lancar. Pertandingan itu memang tak disaksikan langsung oleh penonton di tribun stadion. Tapi di twitter, pertandingan itu disaksikan 3,3 juta penonton dari seluruh dunia. 3,3 juta orang itu sedang menyaksikan hilal sepak bola di Jeoncu World Cup Stadium. 3,3 juta orang itu juga sedang memupuk asa mereka akan hari-hari cerah pasca pandemi.<\/p>\n\n\n\n
Lantas bagaimana dengan Indonesia? Ikut Korea Selatan melanjutkan liga atau Belanda yang mengakhiri liga? <\/p>\n","post_title":"Hilal Itu Nampak di Jeonju World Cup Stadium","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"hilal-itu-nampak-di-jeonju-world-cup-stadium","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2020-05-11 11:37:28","post_modified_gmt":"2020-05-11 04:37:28","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6663","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":4},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"epic_block_3"};
Senyum merekah terpampang dari wajah Striker Jeonbuk Motors, Lee Dong-gook. Sundulannya menyambut umpan dari Son Jun-ho mengoyak gawang Suwon Bluewings pada menit ke-83. Selebrasi sederhana Lee Dong-gook lakukan bersama rekan setimnya di depan tribun utara Jeonju World Cup Stadium yang kosong. Hanya ada banner raksasa di sana, tak ada penonton. Tapi jauh di sana, banyak yang menyaksikan pertandingan ini melalui sosial media. Pertandingan yang memberikan harapan bagi umat manusia.<\/p>\n\n\n\n
Pandemi corona menghantam banyak hal dalam hajat hidup umat manusia. Segala sesuatu menjadi sulit untuk dilakukan di masa seperti ini. Pekerjaan harus dilakukan di rumah dan hanya orang tertentu saja yang bisa beraktivitas kerja seperti biasa. Agenda-agenda besar pun harus mengalami penundaan, termasuk liga sepak bola yang harus terhenti sesaat. Kesehatan manusia menjadi pertimbangan utamanya, karena mengutip kalimat populer dari seorang Bambang Pamungkas: \u201cTidak ada satu kemenangan pun yang sebanding dengan nyawa.\u201d <\/p>\n\n\n\n
Ketika sepak bola diliburkan maka akhir pekan menjadi begitu tidak menyenangkan. Tidak ada riuh komentar pertandingan di layar televisi. Tidak ada sekumpulan remaja yang antusias berangkat ke stadion. Tidak nyanyian-nyanyian yang terdengar seantero kota. Tidak ada juga tayangan video di youtube tentang highlights sebuah pertandingan. Semua terasa hambar, meski beruntungnya masih ada beberapa film bertemakan sepak bola yang rilis bertepatan saat pandemi melanda seperti The English Game dan Ultras.<\/p>\n\n\n\n
Pemberitaan tentang sepak bola pun tiba-tiba menjadi buku tebal ensiklopedia sejarah. Media massa ramai-ramai membuat berita tentang cerita sepak bola di masa lampau. Membuatnya kembali segar dan bisa kembali dinikmati di saat ini. Sesekali, gosip-gosip transfer dihadirkan. Sesekali juga, berita tentang kegamangan petinggi liga juga muncul, apakah liga di sebuah negara akan berlanjut atau tidak.<\/p>\n\n\n\n
Akhirnya, ada yang memilih untuk berhenti seperti Ligue 1 yang akhirnya menobatkan Paris Saint-Germain sebagai juara. Sebelumnya Eredivisie Liga Belanda menjadi kompetisi top di eropa pertama yang menghentikan liga. Ajax Amsterdam harus merelakan peluang mereka untuk tak juara musim ini setelah KNVB selaku federasi sepak bola Belanda mengeluarkan kebijakan untuk menghentikan liga tanpa pemenang dan degradasi.<\/p>\n\n\n\n
Tapi ada liga yang tak memilih untuk melempar handuk, Bundesliga salah satunya. Petinggi sepak bola Jerman memutuskan untuk melanjutkan kompetisi pada 16 Mei 2020. Kabar baik bagi kita semua yang haus akan tayangan pertandingan sepak bola. Maklum, pemberitaan corona di berbagai media massa cukup memberikan pengaruh psikologi yang buruk bagi sebagian masyarakat. Sepak bola tentunya akan jadi hiburan yang nyata sekaligus memberikan asa kepada manusia. Tapi mirisnya adalah enam hari sebelum bergulirnya kembali Bundesliga, dua pemain asal klub Dynamo Dresden dinyatakan positif terjangkit corona. Bisakah Bundesliga berlanjut? Semoga saja.<\/p>\n\n\n\n
Justru hilal sepak bola itu tak muncul dari Eropa atau dataran Amerika, negeri di Asia lah yang menemukannya. Apresiasi kita berikan kepada Korea Selatan yang berani untuk melanjutkan kompetisi sepak bola mereka. Sebelum pertandingan antara Jeonbuk Motors versus Suwon Bluewings digulirkan, poster digital tentang peraturan ketat disebar di sosial media. Poster tersebut berisikan protokoler yang harus dilakukan sebelum, saat, dan sesudah pertandingan agar kesehatan pemain dan official tim bisa terjaga dengan baik. <\/p>\n\n\n\n
Syukurnya, pertandingan sore itu di Jeonju World Cup Stadium yang dimenangkan oleh Jeonbuk Motors dengan gol tunggal Lee Dong-gook berjalan lancar. Pertandingan itu memang tak disaksikan langsung oleh penonton di tribun stadion. Tapi di twitter, pertandingan itu disaksikan 3,3 juta penonton dari seluruh dunia. 3,3 juta orang itu sedang menyaksikan hilal sepak bola di Jeoncu World Cup Stadium. 3,3 juta orang itu juga sedang memupuk asa mereka akan hari-hari cerah pasca pandemi.<\/p>\n\n\n\n
Lantas bagaimana dengan Indonesia? Ikut Korea Selatan melanjutkan liga atau Belanda yang mengakhiri liga? <\/p>\n","post_title":"Hilal Itu Nampak di Jeonju World Cup Stadium","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"hilal-itu-nampak-di-jeonju-world-cup-stadium","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2020-05-11 11:37:28","post_modified_gmt":"2020-05-11 04:37:28","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6663","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":4},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"epic_block_3"};
Selamat Hari Raya Idul Fitri, Mari Mengupayakan Kemenangan!<\/p>\n","post_title":"Selamat Hari Raya Idul Fitri, Mari Mengupayakan Kemenangan!","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"selamat-hari-raya-idul-fitri-mari-mengupayakan-kemenangan","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2020-05-24 10:08:24","post_modified_gmt":"2020-05-24 03:08:24","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6683","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":6663,"post_author":"919","post_date":"2020-05-11 11:37:27","post_date_gmt":"2020-05-11 04:37:27","post_content":"\n
Senyum merekah terpampang dari wajah Striker Jeonbuk Motors, Lee Dong-gook. Sundulannya menyambut umpan dari Son Jun-ho mengoyak gawang Suwon Bluewings pada menit ke-83. Selebrasi sederhana Lee Dong-gook lakukan bersama rekan setimnya di depan tribun utara Jeonju World Cup Stadium yang kosong. Hanya ada banner raksasa di sana, tak ada penonton. Tapi jauh di sana, banyak yang menyaksikan pertandingan ini melalui sosial media. Pertandingan yang memberikan harapan bagi umat manusia.<\/p>\n\n\n\n
Pandemi corona menghantam banyak hal dalam hajat hidup umat manusia. Segala sesuatu menjadi sulit untuk dilakukan di masa seperti ini. Pekerjaan harus dilakukan di rumah dan hanya orang tertentu saja yang bisa beraktivitas kerja seperti biasa. Agenda-agenda besar pun harus mengalami penundaan, termasuk liga sepak bola yang harus terhenti sesaat. Kesehatan manusia menjadi pertimbangan utamanya, karena mengutip kalimat populer dari seorang Bambang Pamungkas: \u201cTidak ada satu kemenangan pun yang sebanding dengan nyawa.\u201d <\/p>\n\n\n\n
Ketika sepak bola diliburkan maka akhir pekan menjadi begitu tidak menyenangkan. Tidak ada riuh komentar pertandingan di layar televisi. Tidak ada sekumpulan remaja yang antusias berangkat ke stadion. Tidak nyanyian-nyanyian yang terdengar seantero kota. Tidak ada juga tayangan video di youtube tentang highlights sebuah pertandingan. Semua terasa hambar, meski beruntungnya masih ada beberapa film bertemakan sepak bola yang rilis bertepatan saat pandemi melanda seperti The English Game dan Ultras.<\/p>\n\n\n\n
Pemberitaan tentang sepak bola pun tiba-tiba menjadi buku tebal ensiklopedia sejarah. Media massa ramai-ramai membuat berita tentang cerita sepak bola di masa lampau. Membuatnya kembali segar dan bisa kembali dinikmati di saat ini. Sesekali, gosip-gosip transfer dihadirkan. Sesekali juga, berita tentang kegamangan petinggi liga juga muncul, apakah liga di sebuah negara akan berlanjut atau tidak.<\/p>\n\n\n\n
Akhirnya, ada yang memilih untuk berhenti seperti Ligue 1 yang akhirnya menobatkan Paris Saint-Germain sebagai juara. Sebelumnya Eredivisie Liga Belanda menjadi kompetisi top di eropa pertama yang menghentikan liga. Ajax Amsterdam harus merelakan peluang mereka untuk tak juara musim ini setelah KNVB selaku federasi sepak bola Belanda mengeluarkan kebijakan untuk menghentikan liga tanpa pemenang dan degradasi.<\/p>\n\n\n\n
Tapi ada liga yang tak memilih untuk melempar handuk, Bundesliga salah satunya. Petinggi sepak bola Jerman memutuskan untuk melanjutkan kompetisi pada 16 Mei 2020. Kabar baik bagi kita semua yang haus akan tayangan pertandingan sepak bola. Maklum, pemberitaan corona di berbagai media massa cukup memberikan pengaruh psikologi yang buruk bagi sebagian masyarakat. Sepak bola tentunya akan jadi hiburan yang nyata sekaligus memberikan asa kepada manusia. Tapi mirisnya adalah enam hari sebelum bergulirnya kembali Bundesliga, dua pemain asal klub Dynamo Dresden dinyatakan positif terjangkit corona. Bisakah Bundesliga berlanjut? Semoga saja.<\/p>\n\n\n\n
Justru hilal sepak bola itu tak muncul dari Eropa atau dataran Amerika, negeri di Asia lah yang menemukannya. Apresiasi kita berikan kepada Korea Selatan yang berani untuk melanjutkan kompetisi sepak bola mereka. Sebelum pertandingan antara Jeonbuk Motors versus Suwon Bluewings digulirkan, poster digital tentang peraturan ketat disebar di sosial media. Poster tersebut berisikan protokoler yang harus dilakukan sebelum, saat, dan sesudah pertandingan agar kesehatan pemain dan official tim bisa terjaga dengan baik. <\/p>\n\n\n\n
Syukurnya, pertandingan sore itu di Jeonju World Cup Stadium yang dimenangkan oleh Jeonbuk Motors dengan gol tunggal Lee Dong-gook berjalan lancar. Pertandingan itu memang tak disaksikan langsung oleh penonton di tribun stadion. Tapi di twitter, pertandingan itu disaksikan 3,3 juta penonton dari seluruh dunia. 3,3 juta orang itu sedang menyaksikan hilal sepak bola di Jeoncu World Cup Stadium. 3,3 juta orang itu juga sedang memupuk asa mereka akan hari-hari cerah pasca pandemi.<\/p>\n\n\n\n
Lantas bagaimana dengan Indonesia? Ikut Korea Selatan melanjutkan liga atau Belanda yang mengakhiri liga? <\/p>\n","post_title":"Hilal Itu Nampak di Jeonju World Cup Stadium","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"hilal-itu-nampak-di-jeonju-world-cup-stadium","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2020-05-11 11:37:28","post_modified_gmt":"2020-05-11 04:37:28","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6663","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":4},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"epic_block_3"};
Setelah hari raya idul fitri kita semua akan menghadapi satu babak baru dalam sejarah umat manusia. Babak baru itu disebut-sebut oleh banyak orang sebagai kehidupan new normal. Sekali lagi, jika kita mampu melewati bulan ramadhan secara paripurna maka tentu tak akan menemui kesulitan ke depannya.<\/p>\n\n\n\n
Selamat Hari Raya Idul Fitri, Mari Mengupayakan Kemenangan!<\/p>\n","post_title":"Selamat Hari Raya Idul Fitri, Mari Mengupayakan Kemenangan!","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"selamat-hari-raya-idul-fitri-mari-mengupayakan-kemenangan","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2020-05-24 10:08:24","post_modified_gmt":"2020-05-24 03:08:24","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6683","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":6663,"post_author":"919","post_date":"2020-05-11 11:37:27","post_date_gmt":"2020-05-11 04:37:27","post_content":"\n
Senyum merekah terpampang dari wajah Striker Jeonbuk Motors, Lee Dong-gook. Sundulannya menyambut umpan dari Son Jun-ho mengoyak gawang Suwon Bluewings pada menit ke-83. Selebrasi sederhana Lee Dong-gook lakukan bersama rekan setimnya di depan tribun utara Jeonju World Cup Stadium yang kosong. Hanya ada banner raksasa di sana, tak ada penonton. Tapi jauh di sana, banyak yang menyaksikan pertandingan ini melalui sosial media. Pertandingan yang memberikan harapan bagi umat manusia.<\/p>\n\n\n\n
Pandemi corona menghantam banyak hal dalam hajat hidup umat manusia. Segala sesuatu menjadi sulit untuk dilakukan di masa seperti ini. Pekerjaan harus dilakukan di rumah dan hanya orang tertentu saja yang bisa beraktivitas kerja seperti biasa. Agenda-agenda besar pun harus mengalami penundaan, termasuk liga sepak bola yang harus terhenti sesaat. Kesehatan manusia menjadi pertimbangan utamanya, karena mengutip kalimat populer dari seorang Bambang Pamungkas: \u201cTidak ada satu kemenangan pun yang sebanding dengan nyawa.\u201d <\/p>\n\n\n\n
Ketika sepak bola diliburkan maka akhir pekan menjadi begitu tidak menyenangkan. Tidak ada riuh komentar pertandingan di layar televisi. Tidak ada sekumpulan remaja yang antusias berangkat ke stadion. Tidak nyanyian-nyanyian yang terdengar seantero kota. Tidak ada juga tayangan video di youtube tentang highlights sebuah pertandingan. Semua terasa hambar, meski beruntungnya masih ada beberapa film bertemakan sepak bola yang rilis bertepatan saat pandemi melanda seperti The English Game dan Ultras.<\/p>\n\n\n\n
Pemberitaan tentang sepak bola pun tiba-tiba menjadi buku tebal ensiklopedia sejarah. Media massa ramai-ramai membuat berita tentang cerita sepak bola di masa lampau. Membuatnya kembali segar dan bisa kembali dinikmati di saat ini. Sesekali, gosip-gosip transfer dihadirkan. Sesekali juga, berita tentang kegamangan petinggi liga juga muncul, apakah liga di sebuah negara akan berlanjut atau tidak.<\/p>\n\n\n\n
Akhirnya, ada yang memilih untuk berhenti seperti Ligue 1 yang akhirnya menobatkan Paris Saint-Germain sebagai juara. Sebelumnya Eredivisie Liga Belanda menjadi kompetisi top di eropa pertama yang menghentikan liga. Ajax Amsterdam harus merelakan peluang mereka untuk tak juara musim ini setelah KNVB selaku federasi sepak bola Belanda mengeluarkan kebijakan untuk menghentikan liga tanpa pemenang dan degradasi.<\/p>\n\n\n\n
Tapi ada liga yang tak memilih untuk melempar handuk, Bundesliga salah satunya. Petinggi sepak bola Jerman memutuskan untuk melanjutkan kompetisi pada 16 Mei 2020. Kabar baik bagi kita semua yang haus akan tayangan pertandingan sepak bola. Maklum, pemberitaan corona di berbagai media massa cukup memberikan pengaruh psikologi yang buruk bagi sebagian masyarakat. Sepak bola tentunya akan jadi hiburan yang nyata sekaligus memberikan asa kepada manusia. Tapi mirisnya adalah enam hari sebelum bergulirnya kembali Bundesliga, dua pemain asal klub Dynamo Dresden dinyatakan positif terjangkit corona. Bisakah Bundesliga berlanjut? Semoga saja.<\/p>\n\n\n\n
Justru hilal sepak bola itu tak muncul dari Eropa atau dataran Amerika, negeri di Asia lah yang menemukannya. Apresiasi kita berikan kepada Korea Selatan yang berani untuk melanjutkan kompetisi sepak bola mereka. Sebelum pertandingan antara Jeonbuk Motors versus Suwon Bluewings digulirkan, poster digital tentang peraturan ketat disebar di sosial media. Poster tersebut berisikan protokoler yang harus dilakukan sebelum, saat, dan sesudah pertandingan agar kesehatan pemain dan official tim bisa terjaga dengan baik. <\/p>\n\n\n\n
Syukurnya, pertandingan sore itu di Jeonju World Cup Stadium yang dimenangkan oleh Jeonbuk Motors dengan gol tunggal Lee Dong-gook berjalan lancar. Pertandingan itu memang tak disaksikan langsung oleh penonton di tribun stadion. Tapi di twitter, pertandingan itu disaksikan 3,3 juta penonton dari seluruh dunia. 3,3 juta orang itu sedang menyaksikan hilal sepak bola di Jeoncu World Cup Stadium. 3,3 juta orang itu juga sedang memupuk asa mereka akan hari-hari cerah pasca pandemi.<\/p>\n\n\n\n
Lantas bagaimana dengan Indonesia? Ikut Korea Selatan melanjutkan liga atau Belanda yang mengakhiri liga? <\/p>\n","post_title":"Hilal Itu Nampak di Jeonju World Cup Stadium","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"hilal-itu-nampak-di-jeonju-world-cup-stadium","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2020-05-11 11:37:28","post_modified_gmt":"2020-05-11 04:37:28","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6663","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":4},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"epic_block_3"};
Hari ini, kita akan merayakan lebaran, tentu saya beranggapan juga bahwa lebaran ini berbeda dari sebelumnya. Jika lebaran-lebaran sebelumnya kita memaknainya sebagai hari kemenangan, maka kali ini mari kita memaknainya sebagai hari untuk mengupayakan kemenangan. Mengapa? Peperangan umat manusia melawan corona masih akan terus berlanjut dan puasa selama 30 hari menjadikan kita seharusnya semakin kuat untuk menghadapi hari esok.<\/p>\n\n\n\n
Setelah hari raya idul fitri kita semua akan menghadapi satu babak baru dalam sejarah umat manusia. Babak baru itu disebut-sebut oleh banyak orang sebagai kehidupan new normal. Sekali lagi, jika kita mampu melewati bulan ramadhan secara paripurna maka tentu tak akan menemui kesulitan ke depannya.<\/p>\n\n\n\n
Selamat Hari Raya Idul Fitri, Mari Mengupayakan Kemenangan!<\/p>\n","post_title":"Selamat Hari Raya Idul Fitri, Mari Mengupayakan Kemenangan!","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"selamat-hari-raya-idul-fitri-mari-mengupayakan-kemenangan","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2020-05-24 10:08:24","post_modified_gmt":"2020-05-24 03:08:24","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6683","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":6663,"post_author":"919","post_date":"2020-05-11 11:37:27","post_date_gmt":"2020-05-11 04:37:27","post_content":"\n
Senyum merekah terpampang dari wajah Striker Jeonbuk Motors, Lee Dong-gook. Sundulannya menyambut umpan dari Son Jun-ho mengoyak gawang Suwon Bluewings pada menit ke-83. Selebrasi sederhana Lee Dong-gook lakukan bersama rekan setimnya di depan tribun utara Jeonju World Cup Stadium yang kosong. Hanya ada banner raksasa di sana, tak ada penonton. Tapi jauh di sana, banyak yang menyaksikan pertandingan ini melalui sosial media. Pertandingan yang memberikan harapan bagi umat manusia.<\/p>\n\n\n\n
Pandemi corona menghantam banyak hal dalam hajat hidup umat manusia. Segala sesuatu menjadi sulit untuk dilakukan di masa seperti ini. Pekerjaan harus dilakukan di rumah dan hanya orang tertentu saja yang bisa beraktivitas kerja seperti biasa. Agenda-agenda besar pun harus mengalami penundaan, termasuk liga sepak bola yang harus terhenti sesaat. Kesehatan manusia menjadi pertimbangan utamanya, karena mengutip kalimat populer dari seorang Bambang Pamungkas: \u201cTidak ada satu kemenangan pun yang sebanding dengan nyawa.\u201d <\/p>\n\n\n\n
Ketika sepak bola diliburkan maka akhir pekan menjadi begitu tidak menyenangkan. Tidak ada riuh komentar pertandingan di layar televisi. Tidak ada sekumpulan remaja yang antusias berangkat ke stadion. Tidak nyanyian-nyanyian yang terdengar seantero kota. Tidak ada juga tayangan video di youtube tentang highlights sebuah pertandingan. Semua terasa hambar, meski beruntungnya masih ada beberapa film bertemakan sepak bola yang rilis bertepatan saat pandemi melanda seperti The English Game dan Ultras.<\/p>\n\n\n\n
Pemberitaan tentang sepak bola pun tiba-tiba menjadi buku tebal ensiklopedia sejarah. Media massa ramai-ramai membuat berita tentang cerita sepak bola di masa lampau. Membuatnya kembali segar dan bisa kembali dinikmati di saat ini. Sesekali, gosip-gosip transfer dihadirkan. Sesekali juga, berita tentang kegamangan petinggi liga juga muncul, apakah liga di sebuah negara akan berlanjut atau tidak.<\/p>\n\n\n\n
Akhirnya, ada yang memilih untuk berhenti seperti Ligue 1 yang akhirnya menobatkan Paris Saint-Germain sebagai juara. Sebelumnya Eredivisie Liga Belanda menjadi kompetisi top di eropa pertama yang menghentikan liga. Ajax Amsterdam harus merelakan peluang mereka untuk tak juara musim ini setelah KNVB selaku federasi sepak bola Belanda mengeluarkan kebijakan untuk menghentikan liga tanpa pemenang dan degradasi.<\/p>\n\n\n\n
Tapi ada liga yang tak memilih untuk melempar handuk, Bundesliga salah satunya. Petinggi sepak bola Jerman memutuskan untuk melanjutkan kompetisi pada 16 Mei 2020. Kabar baik bagi kita semua yang haus akan tayangan pertandingan sepak bola. Maklum, pemberitaan corona di berbagai media massa cukup memberikan pengaruh psikologi yang buruk bagi sebagian masyarakat. Sepak bola tentunya akan jadi hiburan yang nyata sekaligus memberikan asa kepada manusia. Tapi mirisnya adalah enam hari sebelum bergulirnya kembali Bundesliga, dua pemain asal klub Dynamo Dresden dinyatakan positif terjangkit corona. Bisakah Bundesliga berlanjut? Semoga saja.<\/p>\n\n\n\n
Justru hilal sepak bola itu tak muncul dari Eropa atau dataran Amerika, negeri di Asia lah yang menemukannya. Apresiasi kita berikan kepada Korea Selatan yang berani untuk melanjutkan kompetisi sepak bola mereka. Sebelum pertandingan antara Jeonbuk Motors versus Suwon Bluewings digulirkan, poster digital tentang peraturan ketat disebar di sosial media. Poster tersebut berisikan protokoler yang harus dilakukan sebelum, saat, dan sesudah pertandingan agar kesehatan pemain dan official tim bisa terjaga dengan baik. <\/p>\n\n\n\n
Syukurnya, pertandingan sore itu di Jeonju World Cup Stadium yang dimenangkan oleh Jeonbuk Motors dengan gol tunggal Lee Dong-gook berjalan lancar. Pertandingan itu memang tak disaksikan langsung oleh penonton di tribun stadion. Tapi di twitter, pertandingan itu disaksikan 3,3 juta penonton dari seluruh dunia. 3,3 juta orang itu sedang menyaksikan hilal sepak bola di Jeoncu World Cup Stadium. 3,3 juta orang itu juga sedang memupuk asa mereka akan hari-hari cerah pasca pandemi.<\/p>\n\n\n\n
Lantas bagaimana dengan Indonesia? Ikut Korea Selatan melanjutkan liga atau Belanda yang mengakhiri liga? <\/p>\n","post_title":"Hilal Itu Nampak di Jeonju World Cup Stadium","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"hilal-itu-nampak-di-jeonju-world-cup-stadium","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2020-05-11 11:37:28","post_modified_gmt":"2020-05-11 04:37:28","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6663","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":4},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"epic_block_3"};
Jika kita mampu memaknai betul arti kata puasa di Bulan Ramadhan maka sudah barang tentu kita mampu memiliki persentase besar untuk memenangi peperangan di masa pandemi ini. Jelas, jawaban kemenangan itu hanya diketahui oleh individu-individu masing-masing. Sebelum kalian melanjutkan bacaan ke paragraf selanjutnya maka silahkan merenung dan bertanya pada diri sendiri. Paripurnakah kita dalam memaknai dan menjalani ibadah puasa?<\/p>\n\n\n\n
Hari ini, kita akan merayakan lebaran, tentu saya beranggapan juga bahwa lebaran ini berbeda dari sebelumnya. Jika lebaran-lebaran sebelumnya kita memaknainya sebagai hari kemenangan, maka kali ini mari kita memaknainya sebagai hari untuk mengupayakan kemenangan. Mengapa? Peperangan umat manusia melawan corona masih akan terus berlanjut dan puasa selama 30 hari menjadikan kita seharusnya semakin kuat untuk menghadapi hari esok.<\/p>\n\n\n\n
Setelah hari raya idul fitri kita semua akan menghadapi satu babak baru dalam sejarah umat manusia. Babak baru itu disebut-sebut oleh banyak orang sebagai kehidupan new normal. Sekali lagi, jika kita mampu melewati bulan ramadhan secara paripurna maka tentu tak akan menemui kesulitan ke depannya.<\/p>\n\n\n\n
Selamat Hari Raya Idul Fitri, Mari Mengupayakan Kemenangan!<\/p>\n","post_title":"Selamat Hari Raya Idul Fitri, Mari Mengupayakan Kemenangan!","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"selamat-hari-raya-idul-fitri-mari-mengupayakan-kemenangan","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2020-05-24 10:08:24","post_modified_gmt":"2020-05-24 03:08:24","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6683","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":6663,"post_author":"919","post_date":"2020-05-11 11:37:27","post_date_gmt":"2020-05-11 04:37:27","post_content":"\n
Senyum merekah terpampang dari wajah Striker Jeonbuk Motors, Lee Dong-gook. Sundulannya menyambut umpan dari Son Jun-ho mengoyak gawang Suwon Bluewings pada menit ke-83. Selebrasi sederhana Lee Dong-gook lakukan bersama rekan setimnya di depan tribun utara Jeonju World Cup Stadium yang kosong. Hanya ada banner raksasa di sana, tak ada penonton. Tapi jauh di sana, banyak yang menyaksikan pertandingan ini melalui sosial media. Pertandingan yang memberikan harapan bagi umat manusia.<\/p>\n\n\n\n
Pandemi corona menghantam banyak hal dalam hajat hidup umat manusia. Segala sesuatu menjadi sulit untuk dilakukan di masa seperti ini. Pekerjaan harus dilakukan di rumah dan hanya orang tertentu saja yang bisa beraktivitas kerja seperti biasa. Agenda-agenda besar pun harus mengalami penundaan, termasuk liga sepak bola yang harus terhenti sesaat. Kesehatan manusia menjadi pertimbangan utamanya, karena mengutip kalimat populer dari seorang Bambang Pamungkas: \u201cTidak ada satu kemenangan pun yang sebanding dengan nyawa.\u201d <\/p>\n\n\n\n
Ketika sepak bola diliburkan maka akhir pekan menjadi begitu tidak menyenangkan. Tidak ada riuh komentar pertandingan di layar televisi. Tidak ada sekumpulan remaja yang antusias berangkat ke stadion. Tidak nyanyian-nyanyian yang terdengar seantero kota. Tidak ada juga tayangan video di youtube tentang highlights sebuah pertandingan. Semua terasa hambar, meski beruntungnya masih ada beberapa film bertemakan sepak bola yang rilis bertepatan saat pandemi melanda seperti The English Game dan Ultras.<\/p>\n\n\n\n
Pemberitaan tentang sepak bola pun tiba-tiba menjadi buku tebal ensiklopedia sejarah. Media massa ramai-ramai membuat berita tentang cerita sepak bola di masa lampau. Membuatnya kembali segar dan bisa kembali dinikmati di saat ini. Sesekali, gosip-gosip transfer dihadirkan. Sesekali juga, berita tentang kegamangan petinggi liga juga muncul, apakah liga di sebuah negara akan berlanjut atau tidak.<\/p>\n\n\n\n
Akhirnya, ada yang memilih untuk berhenti seperti Ligue 1 yang akhirnya menobatkan Paris Saint-Germain sebagai juara. Sebelumnya Eredivisie Liga Belanda menjadi kompetisi top di eropa pertama yang menghentikan liga. Ajax Amsterdam harus merelakan peluang mereka untuk tak juara musim ini setelah KNVB selaku federasi sepak bola Belanda mengeluarkan kebijakan untuk menghentikan liga tanpa pemenang dan degradasi.<\/p>\n\n\n\n
Tapi ada liga yang tak memilih untuk melempar handuk, Bundesliga salah satunya. Petinggi sepak bola Jerman memutuskan untuk melanjutkan kompetisi pada 16 Mei 2020. Kabar baik bagi kita semua yang haus akan tayangan pertandingan sepak bola. Maklum, pemberitaan corona di berbagai media massa cukup memberikan pengaruh psikologi yang buruk bagi sebagian masyarakat. Sepak bola tentunya akan jadi hiburan yang nyata sekaligus memberikan asa kepada manusia. Tapi mirisnya adalah enam hari sebelum bergulirnya kembali Bundesliga, dua pemain asal klub Dynamo Dresden dinyatakan positif terjangkit corona. Bisakah Bundesliga berlanjut? Semoga saja.<\/p>\n\n\n\n
Justru hilal sepak bola itu tak muncul dari Eropa atau dataran Amerika, negeri di Asia lah yang menemukannya. Apresiasi kita berikan kepada Korea Selatan yang berani untuk melanjutkan kompetisi sepak bola mereka. Sebelum pertandingan antara Jeonbuk Motors versus Suwon Bluewings digulirkan, poster digital tentang peraturan ketat disebar di sosial media. Poster tersebut berisikan protokoler yang harus dilakukan sebelum, saat, dan sesudah pertandingan agar kesehatan pemain dan official tim bisa terjaga dengan baik. <\/p>\n\n\n\n
Syukurnya, pertandingan sore itu di Jeonju World Cup Stadium yang dimenangkan oleh Jeonbuk Motors dengan gol tunggal Lee Dong-gook berjalan lancar. Pertandingan itu memang tak disaksikan langsung oleh penonton di tribun stadion. Tapi di twitter, pertandingan itu disaksikan 3,3 juta penonton dari seluruh dunia. 3,3 juta orang itu sedang menyaksikan hilal sepak bola di Jeoncu World Cup Stadium. 3,3 juta orang itu juga sedang memupuk asa mereka akan hari-hari cerah pasca pandemi.<\/p>\n\n\n\n
Lantas bagaimana dengan Indonesia? Ikut Korea Selatan melanjutkan liga atau Belanda yang mengakhiri liga? <\/p>\n","post_title":"Hilal Itu Nampak di Jeonju World Cup Stadium","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"hilal-itu-nampak-di-jeonju-world-cup-stadium","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2020-05-11 11:37:28","post_modified_gmt":"2020-05-11 04:37:28","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6663","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":4},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"epic_block_3"};
Hanya berdiam diri di rumah yang bisa menjadi senjata ampuh bagi manusia dalam peperangan ini. Beruntungnya kita sebagai umat muslim juga diberi bulan ramadhan dalam kondisi seperti ini. Jika saya boleh menyebut maka saya akan menganalogikan bulan ramadhan sebagai bala tentara tuhan. Mengapa? Jawabannya karena adalah ibadah berpuasa. Dari berpuasa kita bisa manahan diri dari segala hal. Berpuasa untuk tidak bepergian jika tidak mendesak, berpuasa untuk tidak berkumpul, berpuasa untuk tidak boros. <\/p>\n\n\n\n
Jika kita mampu memaknai betul arti kata puasa di Bulan Ramadhan maka sudah barang tentu kita mampu memiliki persentase besar untuk memenangi peperangan di masa pandemi ini. Jelas, jawaban kemenangan itu hanya diketahui oleh individu-individu masing-masing. Sebelum kalian melanjutkan bacaan ke paragraf selanjutnya maka silahkan merenung dan bertanya pada diri sendiri. Paripurnakah kita dalam memaknai dan menjalani ibadah puasa?<\/p>\n\n\n\n
Hari ini, kita akan merayakan lebaran, tentu saya beranggapan juga bahwa lebaran ini berbeda dari sebelumnya. Jika lebaran-lebaran sebelumnya kita memaknainya sebagai hari kemenangan, maka kali ini mari kita memaknainya sebagai hari untuk mengupayakan kemenangan. Mengapa? Peperangan umat manusia melawan corona masih akan terus berlanjut dan puasa selama 30 hari menjadikan kita seharusnya semakin kuat untuk menghadapi hari esok.<\/p>\n\n\n\n
Setelah hari raya idul fitri kita semua akan menghadapi satu babak baru dalam sejarah umat manusia. Babak baru itu disebut-sebut oleh banyak orang sebagai kehidupan new normal. Sekali lagi, jika kita mampu melewati bulan ramadhan secara paripurna maka tentu tak akan menemui kesulitan ke depannya.<\/p>\n\n\n\n
Selamat Hari Raya Idul Fitri, Mari Mengupayakan Kemenangan!<\/p>\n","post_title":"Selamat Hari Raya Idul Fitri, Mari Mengupayakan Kemenangan!","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"selamat-hari-raya-idul-fitri-mari-mengupayakan-kemenangan","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2020-05-24 10:08:24","post_modified_gmt":"2020-05-24 03:08:24","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6683","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":6663,"post_author":"919","post_date":"2020-05-11 11:37:27","post_date_gmt":"2020-05-11 04:37:27","post_content":"\n
Senyum merekah terpampang dari wajah Striker Jeonbuk Motors, Lee Dong-gook. Sundulannya menyambut umpan dari Son Jun-ho mengoyak gawang Suwon Bluewings pada menit ke-83. Selebrasi sederhana Lee Dong-gook lakukan bersama rekan setimnya di depan tribun utara Jeonju World Cup Stadium yang kosong. Hanya ada banner raksasa di sana, tak ada penonton. Tapi jauh di sana, banyak yang menyaksikan pertandingan ini melalui sosial media. Pertandingan yang memberikan harapan bagi umat manusia.<\/p>\n\n\n\n
Pandemi corona menghantam banyak hal dalam hajat hidup umat manusia. Segala sesuatu menjadi sulit untuk dilakukan di masa seperti ini. Pekerjaan harus dilakukan di rumah dan hanya orang tertentu saja yang bisa beraktivitas kerja seperti biasa. Agenda-agenda besar pun harus mengalami penundaan, termasuk liga sepak bola yang harus terhenti sesaat. Kesehatan manusia menjadi pertimbangan utamanya, karena mengutip kalimat populer dari seorang Bambang Pamungkas: \u201cTidak ada satu kemenangan pun yang sebanding dengan nyawa.\u201d <\/p>\n\n\n\n
Ketika sepak bola diliburkan maka akhir pekan menjadi begitu tidak menyenangkan. Tidak ada riuh komentar pertandingan di layar televisi. Tidak ada sekumpulan remaja yang antusias berangkat ke stadion. Tidak nyanyian-nyanyian yang terdengar seantero kota. Tidak ada juga tayangan video di youtube tentang highlights sebuah pertandingan. Semua terasa hambar, meski beruntungnya masih ada beberapa film bertemakan sepak bola yang rilis bertepatan saat pandemi melanda seperti The English Game dan Ultras.<\/p>\n\n\n\n
Pemberitaan tentang sepak bola pun tiba-tiba menjadi buku tebal ensiklopedia sejarah. Media massa ramai-ramai membuat berita tentang cerita sepak bola di masa lampau. Membuatnya kembali segar dan bisa kembali dinikmati di saat ini. Sesekali, gosip-gosip transfer dihadirkan. Sesekali juga, berita tentang kegamangan petinggi liga juga muncul, apakah liga di sebuah negara akan berlanjut atau tidak.<\/p>\n\n\n\n
Akhirnya, ada yang memilih untuk berhenti seperti Ligue 1 yang akhirnya menobatkan Paris Saint-Germain sebagai juara. Sebelumnya Eredivisie Liga Belanda menjadi kompetisi top di eropa pertama yang menghentikan liga. Ajax Amsterdam harus merelakan peluang mereka untuk tak juara musim ini setelah KNVB selaku federasi sepak bola Belanda mengeluarkan kebijakan untuk menghentikan liga tanpa pemenang dan degradasi.<\/p>\n\n\n\n
Tapi ada liga yang tak memilih untuk melempar handuk, Bundesliga salah satunya. Petinggi sepak bola Jerman memutuskan untuk melanjutkan kompetisi pada 16 Mei 2020. Kabar baik bagi kita semua yang haus akan tayangan pertandingan sepak bola. Maklum, pemberitaan corona di berbagai media massa cukup memberikan pengaruh psikologi yang buruk bagi sebagian masyarakat. Sepak bola tentunya akan jadi hiburan yang nyata sekaligus memberikan asa kepada manusia. Tapi mirisnya adalah enam hari sebelum bergulirnya kembali Bundesliga, dua pemain asal klub Dynamo Dresden dinyatakan positif terjangkit corona. Bisakah Bundesliga berlanjut? Semoga saja.<\/p>\n\n\n\n
Justru hilal sepak bola itu tak muncul dari Eropa atau dataran Amerika, negeri di Asia lah yang menemukannya. Apresiasi kita berikan kepada Korea Selatan yang berani untuk melanjutkan kompetisi sepak bola mereka. Sebelum pertandingan antara Jeonbuk Motors versus Suwon Bluewings digulirkan, poster digital tentang peraturan ketat disebar di sosial media. Poster tersebut berisikan protokoler yang harus dilakukan sebelum, saat, dan sesudah pertandingan agar kesehatan pemain dan official tim bisa terjaga dengan baik. <\/p>\n\n\n\n
Syukurnya, pertandingan sore itu di Jeonju World Cup Stadium yang dimenangkan oleh Jeonbuk Motors dengan gol tunggal Lee Dong-gook berjalan lancar. Pertandingan itu memang tak disaksikan langsung oleh penonton di tribun stadion. Tapi di twitter, pertandingan itu disaksikan 3,3 juta penonton dari seluruh dunia. 3,3 juta orang itu sedang menyaksikan hilal sepak bola di Jeoncu World Cup Stadium. 3,3 juta orang itu juga sedang memupuk asa mereka akan hari-hari cerah pasca pandemi.<\/p>\n\n\n\n
Lantas bagaimana dengan Indonesia? Ikut Korea Selatan melanjutkan liga atau Belanda yang mengakhiri liga? <\/p>\n","post_title":"Hilal Itu Nampak di Jeonju World Cup Stadium","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"hilal-itu-nampak-di-jeonju-world-cup-stadium","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2020-05-11 11:37:28","post_modified_gmt":"2020-05-11 04:37:28","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6663","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":4},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"epic_block_3"};
Orang-orang pintar punya hitung-hitungan tersendiri meski probabilitasnya belum bisa dikatakan mencapai angka yang tinggi. Sementara di luar sana banyak orang-orang pintar lainnya yang bertarung dengan waktu untuk menemukan penyembuh virus covid-19. Saya curiga, jangan-jangan euforia manusia ketika vaksin hadir akan menyamai euforia manusia ketika menyambut sang penyelamat, Isa Almasih turun. Entah, mungkin bisa jadi.<\/p>\n\n\n\n
Hanya berdiam diri di rumah yang bisa menjadi senjata ampuh bagi manusia dalam peperangan ini. Beruntungnya kita sebagai umat muslim juga diberi bulan ramadhan dalam kondisi seperti ini. Jika saya boleh menyebut maka saya akan menganalogikan bulan ramadhan sebagai bala tentara tuhan. Mengapa? Jawabannya karena adalah ibadah berpuasa. Dari berpuasa kita bisa manahan diri dari segala hal. Berpuasa untuk tidak bepergian jika tidak mendesak, berpuasa untuk tidak berkumpul, berpuasa untuk tidak boros. <\/p>\n\n\n\n
Jika kita mampu memaknai betul arti kata puasa di Bulan Ramadhan maka sudah barang tentu kita mampu memiliki persentase besar untuk memenangi peperangan di masa pandemi ini. Jelas, jawaban kemenangan itu hanya diketahui oleh individu-individu masing-masing. Sebelum kalian melanjutkan bacaan ke paragraf selanjutnya maka silahkan merenung dan bertanya pada diri sendiri. Paripurnakah kita dalam memaknai dan menjalani ibadah puasa?<\/p>\n\n\n\n
Hari ini, kita akan merayakan lebaran, tentu saya beranggapan juga bahwa lebaran ini berbeda dari sebelumnya. Jika lebaran-lebaran sebelumnya kita memaknainya sebagai hari kemenangan, maka kali ini mari kita memaknainya sebagai hari untuk mengupayakan kemenangan. Mengapa? Peperangan umat manusia melawan corona masih akan terus berlanjut dan puasa selama 30 hari menjadikan kita seharusnya semakin kuat untuk menghadapi hari esok.<\/p>\n\n\n\n
Setelah hari raya idul fitri kita semua akan menghadapi satu babak baru dalam sejarah umat manusia. Babak baru itu disebut-sebut oleh banyak orang sebagai kehidupan new normal. Sekali lagi, jika kita mampu melewati bulan ramadhan secara paripurna maka tentu tak akan menemui kesulitan ke depannya.<\/p>\n\n\n\n
Selamat Hari Raya Idul Fitri, Mari Mengupayakan Kemenangan!<\/p>\n","post_title":"Selamat Hari Raya Idul Fitri, Mari Mengupayakan Kemenangan!","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"selamat-hari-raya-idul-fitri-mari-mengupayakan-kemenangan","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2020-05-24 10:08:24","post_modified_gmt":"2020-05-24 03:08:24","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6683","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":6663,"post_author":"919","post_date":"2020-05-11 11:37:27","post_date_gmt":"2020-05-11 04:37:27","post_content":"\n
Senyum merekah terpampang dari wajah Striker Jeonbuk Motors, Lee Dong-gook. Sundulannya menyambut umpan dari Son Jun-ho mengoyak gawang Suwon Bluewings pada menit ke-83. Selebrasi sederhana Lee Dong-gook lakukan bersama rekan setimnya di depan tribun utara Jeonju World Cup Stadium yang kosong. Hanya ada banner raksasa di sana, tak ada penonton. Tapi jauh di sana, banyak yang menyaksikan pertandingan ini melalui sosial media. Pertandingan yang memberikan harapan bagi umat manusia.<\/p>\n\n\n\n
Pandemi corona menghantam banyak hal dalam hajat hidup umat manusia. Segala sesuatu menjadi sulit untuk dilakukan di masa seperti ini. Pekerjaan harus dilakukan di rumah dan hanya orang tertentu saja yang bisa beraktivitas kerja seperti biasa. Agenda-agenda besar pun harus mengalami penundaan, termasuk liga sepak bola yang harus terhenti sesaat. Kesehatan manusia menjadi pertimbangan utamanya, karena mengutip kalimat populer dari seorang Bambang Pamungkas: \u201cTidak ada satu kemenangan pun yang sebanding dengan nyawa.\u201d <\/p>\n\n\n\n
Ketika sepak bola diliburkan maka akhir pekan menjadi begitu tidak menyenangkan. Tidak ada riuh komentar pertandingan di layar televisi. Tidak ada sekumpulan remaja yang antusias berangkat ke stadion. Tidak nyanyian-nyanyian yang terdengar seantero kota. Tidak ada juga tayangan video di youtube tentang highlights sebuah pertandingan. Semua terasa hambar, meski beruntungnya masih ada beberapa film bertemakan sepak bola yang rilis bertepatan saat pandemi melanda seperti The English Game dan Ultras.<\/p>\n\n\n\n
Pemberitaan tentang sepak bola pun tiba-tiba menjadi buku tebal ensiklopedia sejarah. Media massa ramai-ramai membuat berita tentang cerita sepak bola di masa lampau. Membuatnya kembali segar dan bisa kembali dinikmati di saat ini. Sesekali, gosip-gosip transfer dihadirkan. Sesekali juga, berita tentang kegamangan petinggi liga juga muncul, apakah liga di sebuah negara akan berlanjut atau tidak.<\/p>\n\n\n\n
Akhirnya, ada yang memilih untuk berhenti seperti Ligue 1 yang akhirnya menobatkan Paris Saint-Germain sebagai juara. Sebelumnya Eredivisie Liga Belanda menjadi kompetisi top di eropa pertama yang menghentikan liga. Ajax Amsterdam harus merelakan peluang mereka untuk tak juara musim ini setelah KNVB selaku federasi sepak bola Belanda mengeluarkan kebijakan untuk menghentikan liga tanpa pemenang dan degradasi.<\/p>\n\n\n\n
Tapi ada liga yang tak memilih untuk melempar handuk, Bundesliga salah satunya. Petinggi sepak bola Jerman memutuskan untuk melanjutkan kompetisi pada 16 Mei 2020. Kabar baik bagi kita semua yang haus akan tayangan pertandingan sepak bola. Maklum, pemberitaan corona di berbagai media massa cukup memberikan pengaruh psikologi yang buruk bagi sebagian masyarakat. Sepak bola tentunya akan jadi hiburan yang nyata sekaligus memberikan asa kepada manusia. Tapi mirisnya adalah enam hari sebelum bergulirnya kembali Bundesliga, dua pemain asal klub Dynamo Dresden dinyatakan positif terjangkit corona. Bisakah Bundesliga berlanjut? Semoga saja.<\/p>\n\n\n\n
Justru hilal sepak bola itu tak muncul dari Eropa atau dataran Amerika, negeri di Asia lah yang menemukannya. Apresiasi kita berikan kepada Korea Selatan yang berani untuk melanjutkan kompetisi sepak bola mereka. Sebelum pertandingan antara Jeonbuk Motors versus Suwon Bluewings digulirkan, poster digital tentang peraturan ketat disebar di sosial media. Poster tersebut berisikan protokoler yang harus dilakukan sebelum, saat, dan sesudah pertandingan agar kesehatan pemain dan official tim bisa terjaga dengan baik. <\/p>\n\n\n\n
Syukurnya, pertandingan sore itu di Jeonju World Cup Stadium yang dimenangkan oleh Jeonbuk Motors dengan gol tunggal Lee Dong-gook berjalan lancar. Pertandingan itu memang tak disaksikan langsung oleh penonton di tribun stadion. Tapi di twitter, pertandingan itu disaksikan 3,3 juta penonton dari seluruh dunia. 3,3 juta orang itu sedang menyaksikan hilal sepak bola di Jeoncu World Cup Stadium. 3,3 juta orang itu juga sedang memupuk asa mereka akan hari-hari cerah pasca pandemi.<\/p>\n\n\n\n
Lantas bagaimana dengan Indonesia? Ikut Korea Selatan melanjutkan liga atau Belanda yang mengakhiri liga? <\/p>\n","post_title":"Hilal Itu Nampak di Jeonju World Cup Stadium","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"hilal-itu-nampak-di-jeonju-world-cup-stadium","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2020-05-11 11:37:28","post_modified_gmt":"2020-05-11 04:37:28","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6663","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":4},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"epic_block_3"};
Selamat Hari Raya Idul Fitri, Mari Mengupayakan Kemenangan! Ramadhan yang berbeda harus dilewati oleh umat manusia generasi saat ini. Mungkin bagi yang masih berumur 20 hingga 50 tahun tak pernah membayangkan betul bumi dalam kondisi pandemi seperti ini. Mayoritas manusia hidup dalam kedamaian meski perang kerap kali membuntuti. Namun kali ini semua terasa sangat berbeda, semua sedang berperang menghadapi sesuatu yang kasat mata. Peperangan yang tak bisa diprediksi pula kapan berakhir.<\/p>\n\n\n\n
Orang-orang pintar punya hitung-hitungan tersendiri meski probabilitasnya belum bisa dikatakan mencapai angka yang tinggi. Sementara di luar sana banyak orang-orang pintar lainnya yang bertarung dengan waktu untuk menemukan penyembuh virus covid-19. Saya curiga, jangan-jangan euforia manusia ketika vaksin hadir akan menyamai euforia manusia ketika menyambut sang penyelamat, Isa Almasih turun. Entah, mungkin bisa jadi.<\/p>\n\n\n\n
Hanya berdiam diri di rumah yang bisa menjadi senjata ampuh bagi manusia dalam peperangan ini. Beruntungnya kita sebagai umat muslim juga diberi bulan ramadhan dalam kondisi seperti ini. Jika saya boleh menyebut maka saya akan menganalogikan bulan ramadhan sebagai bala tentara tuhan. Mengapa? Jawabannya karena adalah ibadah berpuasa. Dari berpuasa kita bisa manahan diri dari segala hal. Berpuasa untuk tidak bepergian jika tidak mendesak, berpuasa untuk tidak berkumpul, berpuasa untuk tidak boros. <\/p>\n\n\n\n
Jika kita mampu memaknai betul arti kata puasa di Bulan Ramadhan maka sudah barang tentu kita mampu memiliki persentase besar untuk memenangi peperangan di masa pandemi ini. Jelas, jawaban kemenangan itu hanya diketahui oleh individu-individu masing-masing. Sebelum kalian melanjutkan bacaan ke paragraf selanjutnya maka silahkan merenung dan bertanya pada diri sendiri. Paripurnakah kita dalam memaknai dan menjalani ibadah puasa?<\/p>\n\n\n\n
Hari ini, kita akan merayakan lebaran, tentu saya beranggapan juga bahwa lebaran ini berbeda dari sebelumnya. Jika lebaran-lebaran sebelumnya kita memaknainya sebagai hari kemenangan, maka kali ini mari kita memaknainya sebagai hari untuk mengupayakan kemenangan. Mengapa? Peperangan umat manusia melawan corona masih akan terus berlanjut dan puasa selama 30 hari menjadikan kita seharusnya semakin kuat untuk menghadapi hari esok.<\/p>\n\n\n\n
Setelah hari raya idul fitri kita semua akan menghadapi satu babak baru dalam sejarah umat manusia. Babak baru itu disebut-sebut oleh banyak orang sebagai kehidupan new normal. Sekali lagi, jika kita mampu melewati bulan ramadhan secara paripurna maka tentu tak akan menemui kesulitan ke depannya.<\/p>\n\n\n\n
Selamat Hari Raya Idul Fitri, Mari Mengupayakan Kemenangan!<\/p>\n","post_title":"Selamat Hari Raya Idul Fitri, Mari Mengupayakan Kemenangan!","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"selamat-hari-raya-idul-fitri-mari-mengupayakan-kemenangan","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2020-05-24 10:08:24","post_modified_gmt":"2020-05-24 03:08:24","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6683","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":6663,"post_author":"919","post_date":"2020-05-11 11:37:27","post_date_gmt":"2020-05-11 04:37:27","post_content":"\n
Senyum merekah terpampang dari wajah Striker Jeonbuk Motors, Lee Dong-gook. Sundulannya menyambut umpan dari Son Jun-ho mengoyak gawang Suwon Bluewings pada menit ke-83. Selebrasi sederhana Lee Dong-gook lakukan bersama rekan setimnya di depan tribun utara Jeonju World Cup Stadium yang kosong. Hanya ada banner raksasa di sana, tak ada penonton. Tapi jauh di sana, banyak yang menyaksikan pertandingan ini melalui sosial media. Pertandingan yang memberikan harapan bagi umat manusia.<\/p>\n\n\n\n
Pandemi corona menghantam banyak hal dalam hajat hidup umat manusia. Segala sesuatu menjadi sulit untuk dilakukan di masa seperti ini. Pekerjaan harus dilakukan di rumah dan hanya orang tertentu saja yang bisa beraktivitas kerja seperti biasa. Agenda-agenda besar pun harus mengalami penundaan, termasuk liga sepak bola yang harus terhenti sesaat. Kesehatan manusia menjadi pertimbangan utamanya, karena mengutip kalimat populer dari seorang Bambang Pamungkas: \u201cTidak ada satu kemenangan pun yang sebanding dengan nyawa.\u201d <\/p>\n\n\n\n
Ketika sepak bola diliburkan maka akhir pekan menjadi begitu tidak menyenangkan. Tidak ada riuh komentar pertandingan di layar televisi. Tidak ada sekumpulan remaja yang antusias berangkat ke stadion. Tidak nyanyian-nyanyian yang terdengar seantero kota. Tidak ada juga tayangan video di youtube tentang highlights sebuah pertandingan. Semua terasa hambar, meski beruntungnya masih ada beberapa film bertemakan sepak bola yang rilis bertepatan saat pandemi melanda seperti The English Game dan Ultras.<\/p>\n\n\n\n
Pemberitaan tentang sepak bola pun tiba-tiba menjadi buku tebal ensiklopedia sejarah. Media massa ramai-ramai membuat berita tentang cerita sepak bola di masa lampau. Membuatnya kembali segar dan bisa kembali dinikmati di saat ini. Sesekali, gosip-gosip transfer dihadirkan. Sesekali juga, berita tentang kegamangan petinggi liga juga muncul, apakah liga di sebuah negara akan berlanjut atau tidak.<\/p>\n\n\n\n
Akhirnya, ada yang memilih untuk berhenti seperti Ligue 1 yang akhirnya menobatkan Paris Saint-Germain sebagai juara. Sebelumnya Eredivisie Liga Belanda menjadi kompetisi top di eropa pertama yang menghentikan liga. Ajax Amsterdam harus merelakan peluang mereka untuk tak juara musim ini setelah KNVB selaku federasi sepak bola Belanda mengeluarkan kebijakan untuk menghentikan liga tanpa pemenang dan degradasi.<\/p>\n\n\n\n
Tapi ada liga yang tak memilih untuk melempar handuk, Bundesliga salah satunya. Petinggi sepak bola Jerman memutuskan untuk melanjutkan kompetisi pada 16 Mei 2020. Kabar baik bagi kita semua yang haus akan tayangan pertandingan sepak bola. Maklum, pemberitaan corona di berbagai media massa cukup memberikan pengaruh psikologi yang buruk bagi sebagian masyarakat. Sepak bola tentunya akan jadi hiburan yang nyata sekaligus memberikan asa kepada manusia. Tapi mirisnya adalah enam hari sebelum bergulirnya kembali Bundesliga, dua pemain asal klub Dynamo Dresden dinyatakan positif terjangkit corona. Bisakah Bundesliga berlanjut? Semoga saja.<\/p>\n\n\n\n
Justru hilal sepak bola itu tak muncul dari Eropa atau dataran Amerika, negeri di Asia lah yang menemukannya. Apresiasi kita berikan kepada Korea Selatan yang berani untuk melanjutkan kompetisi sepak bola mereka. Sebelum pertandingan antara Jeonbuk Motors versus Suwon Bluewings digulirkan, poster digital tentang peraturan ketat disebar di sosial media. Poster tersebut berisikan protokoler yang harus dilakukan sebelum, saat, dan sesudah pertandingan agar kesehatan pemain dan official tim bisa terjaga dengan baik. <\/p>\n\n\n\n
Syukurnya, pertandingan sore itu di Jeonju World Cup Stadium yang dimenangkan oleh Jeonbuk Motors dengan gol tunggal Lee Dong-gook berjalan lancar. Pertandingan itu memang tak disaksikan langsung oleh penonton di tribun stadion. Tapi di twitter, pertandingan itu disaksikan 3,3 juta penonton dari seluruh dunia. 3,3 juta orang itu sedang menyaksikan hilal sepak bola di Jeoncu World Cup Stadium. 3,3 juta orang itu juga sedang memupuk asa mereka akan hari-hari cerah pasca pandemi.<\/p>\n\n\n\n
Lantas bagaimana dengan Indonesia? Ikut Korea Selatan melanjutkan liga atau Belanda yang mengakhiri liga? <\/p>\n","post_title":"Hilal Itu Nampak di Jeonju World Cup Stadium","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"hilal-itu-nampak-di-jeonju-world-cup-stadium","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2020-05-11 11:37:28","post_modified_gmt":"2020-05-11 04:37:28","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6663","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":4},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"epic_block_3"};
Di penghujung maghrib seorang anak kecil bertanya pada ayahnya yang sedang asyik menikmati kopinya di teras rumah. \u201cAyah, mengapa malam ini tak ada orang-orang yang berkeliling untuk takbiran?\u201d Sang ayah pun menjawab dengan kalimat yang bijak sana meski belum tentu mampu dipahami anaknya. \u201cNak, manusia sedang berjuang menghadapi kepunahan. Kamu dan banyak anak-anak kecil lainnya berdiam diri di rumah saja adalah hal yang membahagiakan bagi ayah, ibu dan orang tua mereka.\u201d <\/p>\n\n\n\n
Selamat Hari Raya Idul Fitri, Mari Mengupayakan Kemenangan! Ramadhan yang berbeda harus dilewati oleh umat manusia generasi saat ini. Mungkin bagi yang masih berumur 20 hingga 50 tahun tak pernah membayangkan betul bumi dalam kondisi pandemi seperti ini. Mayoritas manusia hidup dalam kedamaian meski perang kerap kali membuntuti. Namun kali ini semua terasa sangat berbeda, semua sedang berperang menghadapi sesuatu yang kasat mata. Peperangan yang tak bisa diprediksi pula kapan berakhir.<\/p>\n\n\n\n
Orang-orang pintar punya hitung-hitungan tersendiri meski probabilitasnya belum bisa dikatakan mencapai angka yang tinggi. Sementara di luar sana banyak orang-orang pintar lainnya yang bertarung dengan waktu untuk menemukan penyembuh virus covid-19. Saya curiga, jangan-jangan euforia manusia ketika vaksin hadir akan menyamai euforia manusia ketika menyambut sang penyelamat, Isa Almasih turun. Entah, mungkin bisa jadi.<\/p>\n\n\n\n
Hanya berdiam diri di rumah yang bisa menjadi senjata ampuh bagi manusia dalam peperangan ini. Beruntungnya kita sebagai umat muslim juga diberi bulan ramadhan dalam kondisi seperti ini. Jika saya boleh menyebut maka saya akan menganalogikan bulan ramadhan sebagai bala tentara tuhan. Mengapa? Jawabannya karena adalah ibadah berpuasa. Dari berpuasa kita bisa manahan diri dari segala hal. Berpuasa untuk tidak bepergian jika tidak mendesak, berpuasa untuk tidak berkumpul, berpuasa untuk tidak boros. <\/p>\n\n\n\n
Jika kita mampu memaknai betul arti kata puasa di Bulan Ramadhan maka sudah barang tentu kita mampu memiliki persentase besar untuk memenangi peperangan di masa pandemi ini. Jelas, jawaban kemenangan itu hanya diketahui oleh individu-individu masing-masing. Sebelum kalian melanjutkan bacaan ke paragraf selanjutnya maka silahkan merenung dan bertanya pada diri sendiri. Paripurnakah kita dalam memaknai dan menjalani ibadah puasa?<\/p>\n\n\n\n
Hari ini, kita akan merayakan lebaran, tentu saya beranggapan juga bahwa lebaran ini berbeda dari sebelumnya. Jika lebaran-lebaran sebelumnya kita memaknainya sebagai hari kemenangan, maka kali ini mari kita memaknainya sebagai hari untuk mengupayakan kemenangan. Mengapa? Peperangan umat manusia melawan corona masih akan terus berlanjut dan puasa selama 30 hari menjadikan kita seharusnya semakin kuat untuk menghadapi hari esok.<\/p>\n\n\n\n
Setelah hari raya idul fitri kita semua akan menghadapi satu babak baru dalam sejarah umat manusia. Babak baru itu disebut-sebut oleh banyak orang sebagai kehidupan new normal. Sekali lagi, jika kita mampu melewati bulan ramadhan secara paripurna maka tentu tak akan menemui kesulitan ke depannya.<\/p>\n\n\n\n
Selamat Hari Raya Idul Fitri, Mari Mengupayakan Kemenangan!<\/p>\n","post_title":"Selamat Hari Raya Idul Fitri, Mari Mengupayakan Kemenangan!","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"selamat-hari-raya-idul-fitri-mari-mengupayakan-kemenangan","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2020-05-24 10:08:24","post_modified_gmt":"2020-05-24 03:08:24","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6683","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":6663,"post_author":"919","post_date":"2020-05-11 11:37:27","post_date_gmt":"2020-05-11 04:37:27","post_content":"\n
Senyum merekah terpampang dari wajah Striker Jeonbuk Motors, Lee Dong-gook. Sundulannya menyambut umpan dari Son Jun-ho mengoyak gawang Suwon Bluewings pada menit ke-83. Selebrasi sederhana Lee Dong-gook lakukan bersama rekan setimnya di depan tribun utara Jeonju World Cup Stadium yang kosong. Hanya ada banner raksasa di sana, tak ada penonton. Tapi jauh di sana, banyak yang menyaksikan pertandingan ini melalui sosial media. Pertandingan yang memberikan harapan bagi umat manusia.<\/p>\n\n\n\n
Pandemi corona menghantam banyak hal dalam hajat hidup umat manusia. Segala sesuatu menjadi sulit untuk dilakukan di masa seperti ini. Pekerjaan harus dilakukan di rumah dan hanya orang tertentu saja yang bisa beraktivitas kerja seperti biasa. Agenda-agenda besar pun harus mengalami penundaan, termasuk liga sepak bola yang harus terhenti sesaat. Kesehatan manusia menjadi pertimbangan utamanya, karena mengutip kalimat populer dari seorang Bambang Pamungkas: \u201cTidak ada satu kemenangan pun yang sebanding dengan nyawa.\u201d <\/p>\n\n\n\n
Ketika sepak bola diliburkan maka akhir pekan menjadi begitu tidak menyenangkan. Tidak ada riuh komentar pertandingan di layar televisi. Tidak ada sekumpulan remaja yang antusias berangkat ke stadion. Tidak nyanyian-nyanyian yang terdengar seantero kota. Tidak ada juga tayangan video di youtube tentang highlights sebuah pertandingan. Semua terasa hambar, meski beruntungnya masih ada beberapa film bertemakan sepak bola yang rilis bertepatan saat pandemi melanda seperti The English Game dan Ultras.<\/p>\n\n\n\n
Pemberitaan tentang sepak bola pun tiba-tiba menjadi buku tebal ensiklopedia sejarah. Media massa ramai-ramai membuat berita tentang cerita sepak bola di masa lampau. Membuatnya kembali segar dan bisa kembali dinikmati di saat ini. Sesekali, gosip-gosip transfer dihadirkan. Sesekali juga, berita tentang kegamangan petinggi liga juga muncul, apakah liga di sebuah negara akan berlanjut atau tidak.<\/p>\n\n\n\n
Akhirnya, ada yang memilih untuk berhenti seperti Ligue 1 yang akhirnya menobatkan Paris Saint-Germain sebagai juara. Sebelumnya Eredivisie Liga Belanda menjadi kompetisi top di eropa pertama yang menghentikan liga. Ajax Amsterdam harus merelakan peluang mereka untuk tak juara musim ini setelah KNVB selaku federasi sepak bola Belanda mengeluarkan kebijakan untuk menghentikan liga tanpa pemenang dan degradasi.<\/p>\n\n\n\n
Tapi ada liga yang tak memilih untuk melempar handuk, Bundesliga salah satunya. Petinggi sepak bola Jerman memutuskan untuk melanjutkan kompetisi pada 16 Mei 2020. Kabar baik bagi kita semua yang haus akan tayangan pertandingan sepak bola. Maklum, pemberitaan corona di berbagai media massa cukup memberikan pengaruh psikologi yang buruk bagi sebagian masyarakat. Sepak bola tentunya akan jadi hiburan yang nyata sekaligus memberikan asa kepada manusia. Tapi mirisnya adalah enam hari sebelum bergulirnya kembali Bundesliga, dua pemain asal klub Dynamo Dresden dinyatakan positif terjangkit corona. Bisakah Bundesliga berlanjut? Semoga saja.<\/p>\n\n\n\n
Justru hilal sepak bola itu tak muncul dari Eropa atau dataran Amerika, negeri di Asia lah yang menemukannya. Apresiasi kita berikan kepada Korea Selatan yang berani untuk melanjutkan kompetisi sepak bola mereka. Sebelum pertandingan antara Jeonbuk Motors versus Suwon Bluewings digulirkan, poster digital tentang peraturan ketat disebar di sosial media. Poster tersebut berisikan protokoler yang harus dilakukan sebelum, saat, dan sesudah pertandingan agar kesehatan pemain dan official tim bisa terjaga dengan baik. <\/p>\n\n\n\n
Syukurnya, pertandingan sore itu di Jeonju World Cup Stadium yang dimenangkan oleh Jeonbuk Motors dengan gol tunggal Lee Dong-gook berjalan lancar. Pertandingan itu memang tak disaksikan langsung oleh penonton di tribun stadion. Tapi di twitter, pertandingan itu disaksikan 3,3 juta penonton dari seluruh dunia. 3,3 juta orang itu sedang menyaksikan hilal sepak bola di Jeoncu World Cup Stadium. 3,3 juta orang itu juga sedang memupuk asa mereka akan hari-hari cerah pasca pandemi.<\/p>\n\n\n\n
Lantas bagaimana dengan Indonesia? Ikut Korea Selatan melanjutkan liga atau Belanda yang mengakhiri liga? <\/p>\n","post_title":"Hilal Itu Nampak di Jeonju World Cup Stadium","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"hilal-itu-nampak-di-jeonju-world-cup-stadium","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2020-05-11 11:37:28","post_modified_gmt":"2020-05-11 04:37:28","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6663","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":4},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"epic_block_3"};
Tidak ada nilai solidaritas yang berkurang dari berhenti merokok joinan satu batang bersama. Nilai solidaritas itu justru bisa anda salurkan dalam bentuk yang lain. Ya salah satunya adalah bagi satu rokok dari sebungkus rokok yang anda miliki jika temanmu membutuhkan. Justru itu lebih baik jika harus merokok satu batang bersama. <\/p>\n","post_title":"Tiga Kebiasaan yang Perokok Harus Hindari di Tengah New Normal","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"tiga-kebiasaan-yang-perokok-harus-hindari-di-tengah-new-normal","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2020-06-07 10:27:37","post_modified_gmt":"2020-06-07 03:27:37","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6763","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":6683,"post_author":"919","post_date":"2020-05-24 10:08:18","post_date_gmt":"2020-05-24 03:08:18","post_content":"\n
Di penghujung maghrib seorang anak kecil bertanya pada ayahnya yang sedang asyik menikmati kopinya di teras rumah. \u201cAyah, mengapa malam ini tak ada orang-orang yang berkeliling untuk takbiran?\u201d Sang ayah pun menjawab dengan kalimat yang bijak sana meski belum tentu mampu dipahami anaknya. \u201cNak, manusia sedang berjuang menghadapi kepunahan. Kamu dan banyak anak-anak kecil lainnya berdiam diri di rumah saja adalah hal yang membahagiakan bagi ayah, ibu dan orang tua mereka.\u201d <\/p>\n\n\n\n
Selamat Hari Raya Idul Fitri, Mari Mengupayakan Kemenangan! Ramadhan yang berbeda harus dilewati oleh umat manusia generasi saat ini. Mungkin bagi yang masih berumur 20 hingga 50 tahun tak pernah membayangkan betul bumi dalam kondisi pandemi seperti ini. Mayoritas manusia hidup dalam kedamaian meski perang kerap kali membuntuti. Namun kali ini semua terasa sangat berbeda, semua sedang berperang menghadapi sesuatu yang kasat mata. Peperangan yang tak bisa diprediksi pula kapan berakhir.<\/p>\n\n\n\n
Orang-orang pintar punya hitung-hitungan tersendiri meski probabilitasnya belum bisa dikatakan mencapai angka yang tinggi. Sementara di luar sana banyak orang-orang pintar lainnya yang bertarung dengan waktu untuk menemukan penyembuh virus covid-19. Saya curiga, jangan-jangan euforia manusia ketika vaksin hadir akan menyamai euforia manusia ketika menyambut sang penyelamat, Isa Almasih turun. Entah, mungkin bisa jadi.<\/p>\n\n\n\n
Hanya berdiam diri di rumah yang bisa menjadi senjata ampuh bagi manusia dalam peperangan ini. Beruntungnya kita sebagai umat muslim juga diberi bulan ramadhan dalam kondisi seperti ini. Jika saya boleh menyebut maka saya akan menganalogikan bulan ramadhan sebagai bala tentara tuhan. Mengapa? Jawabannya karena adalah ibadah berpuasa. Dari berpuasa kita bisa manahan diri dari segala hal. Berpuasa untuk tidak bepergian jika tidak mendesak, berpuasa untuk tidak berkumpul, berpuasa untuk tidak boros. <\/p>\n\n\n\n
Jika kita mampu memaknai betul arti kata puasa di Bulan Ramadhan maka sudah barang tentu kita mampu memiliki persentase besar untuk memenangi peperangan di masa pandemi ini. Jelas, jawaban kemenangan itu hanya diketahui oleh individu-individu masing-masing. Sebelum kalian melanjutkan bacaan ke paragraf selanjutnya maka silahkan merenung dan bertanya pada diri sendiri. Paripurnakah kita dalam memaknai dan menjalani ibadah puasa?<\/p>\n\n\n\n
Hari ini, kita akan merayakan lebaran, tentu saya beranggapan juga bahwa lebaran ini berbeda dari sebelumnya. Jika lebaran-lebaran sebelumnya kita memaknainya sebagai hari kemenangan, maka kali ini mari kita memaknainya sebagai hari untuk mengupayakan kemenangan. Mengapa? Peperangan umat manusia melawan corona masih akan terus berlanjut dan puasa selama 30 hari menjadikan kita seharusnya semakin kuat untuk menghadapi hari esok.<\/p>\n\n\n\n
Setelah hari raya idul fitri kita semua akan menghadapi satu babak baru dalam sejarah umat manusia. Babak baru itu disebut-sebut oleh banyak orang sebagai kehidupan new normal. Sekali lagi, jika kita mampu melewati bulan ramadhan secara paripurna maka tentu tak akan menemui kesulitan ke depannya.<\/p>\n\n\n\n
Selamat Hari Raya Idul Fitri, Mari Mengupayakan Kemenangan!<\/p>\n","post_title":"Selamat Hari Raya Idul Fitri, Mari Mengupayakan Kemenangan!","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"selamat-hari-raya-idul-fitri-mari-mengupayakan-kemenangan","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2020-05-24 10:08:24","post_modified_gmt":"2020-05-24 03:08:24","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6683","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":6663,"post_author":"919","post_date":"2020-05-11 11:37:27","post_date_gmt":"2020-05-11 04:37:27","post_content":"\n
Senyum merekah terpampang dari wajah Striker Jeonbuk Motors, Lee Dong-gook. Sundulannya menyambut umpan dari Son Jun-ho mengoyak gawang Suwon Bluewings pada menit ke-83. Selebrasi sederhana Lee Dong-gook lakukan bersama rekan setimnya di depan tribun utara Jeonju World Cup Stadium yang kosong. Hanya ada banner raksasa di sana, tak ada penonton. Tapi jauh di sana, banyak yang menyaksikan pertandingan ini melalui sosial media. Pertandingan yang memberikan harapan bagi umat manusia.<\/p>\n\n\n\n
Pandemi corona menghantam banyak hal dalam hajat hidup umat manusia. Segala sesuatu menjadi sulit untuk dilakukan di masa seperti ini. Pekerjaan harus dilakukan di rumah dan hanya orang tertentu saja yang bisa beraktivitas kerja seperti biasa. Agenda-agenda besar pun harus mengalami penundaan, termasuk liga sepak bola yang harus terhenti sesaat. Kesehatan manusia menjadi pertimbangan utamanya, karena mengutip kalimat populer dari seorang Bambang Pamungkas: \u201cTidak ada satu kemenangan pun yang sebanding dengan nyawa.\u201d <\/p>\n\n\n\n
Ketika sepak bola diliburkan maka akhir pekan menjadi begitu tidak menyenangkan. Tidak ada riuh komentar pertandingan di layar televisi. Tidak ada sekumpulan remaja yang antusias berangkat ke stadion. Tidak nyanyian-nyanyian yang terdengar seantero kota. Tidak ada juga tayangan video di youtube tentang highlights sebuah pertandingan. Semua terasa hambar, meski beruntungnya masih ada beberapa film bertemakan sepak bola yang rilis bertepatan saat pandemi melanda seperti The English Game dan Ultras.<\/p>\n\n\n\n
Pemberitaan tentang sepak bola pun tiba-tiba menjadi buku tebal ensiklopedia sejarah. Media massa ramai-ramai membuat berita tentang cerita sepak bola di masa lampau. Membuatnya kembali segar dan bisa kembali dinikmati di saat ini. Sesekali, gosip-gosip transfer dihadirkan. Sesekali juga, berita tentang kegamangan petinggi liga juga muncul, apakah liga di sebuah negara akan berlanjut atau tidak.<\/p>\n\n\n\n
Akhirnya, ada yang memilih untuk berhenti seperti Ligue 1 yang akhirnya menobatkan Paris Saint-Germain sebagai juara. Sebelumnya Eredivisie Liga Belanda menjadi kompetisi top di eropa pertama yang menghentikan liga. Ajax Amsterdam harus merelakan peluang mereka untuk tak juara musim ini setelah KNVB selaku federasi sepak bola Belanda mengeluarkan kebijakan untuk menghentikan liga tanpa pemenang dan degradasi.<\/p>\n\n\n\n
Tapi ada liga yang tak memilih untuk melempar handuk, Bundesliga salah satunya. Petinggi sepak bola Jerman memutuskan untuk melanjutkan kompetisi pada 16 Mei 2020. Kabar baik bagi kita semua yang haus akan tayangan pertandingan sepak bola. Maklum, pemberitaan corona di berbagai media massa cukup memberikan pengaruh psikologi yang buruk bagi sebagian masyarakat. Sepak bola tentunya akan jadi hiburan yang nyata sekaligus memberikan asa kepada manusia. Tapi mirisnya adalah enam hari sebelum bergulirnya kembali Bundesliga, dua pemain asal klub Dynamo Dresden dinyatakan positif terjangkit corona. Bisakah Bundesliga berlanjut? Semoga saja.<\/p>\n\n\n\n
Justru hilal sepak bola itu tak muncul dari Eropa atau dataran Amerika, negeri di Asia lah yang menemukannya. Apresiasi kita berikan kepada Korea Selatan yang berani untuk melanjutkan kompetisi sepak bola mereka. Sebelum pertandingan antara Jeonbuk Motors versus Suwon Bluewings digulirkan, poster digital tentang peraturan ketat disebar di sosial media. Poster tersebut berisikan protokoler yang harus dilakukan sebelum, saat, dan sesudah pertandingan agar kesehatan pemain dan official tim bisa terjaga dengan baik. <\/p>\n\n\n\n
Syukurnya, pertandingan sore itu di Jeonju World Cup Stadium yang dimenangkan oleh Jeonbuk Motors dengan gol tunggal Lee Dong-gook berjalan lancar. Pertandingan itu memang tak disaksikan langsung oleh penonton di tribun stadion. Tapi di twitter, pertandingan itu disaksikan 3,3 juta penonton dari seluruh dunia. 3,3 juta orang itu sedang menyaksikan hilal sepak bola di Jeoncu World Cup Stadium. 3,3 juta orang itu juga sedang memupuk asa mereka akan hari-hari cerah pasca pandemi.<\/p>\n\n\n\n
Lantas bagaimana dengan Indonesia? Ikut Korea Selatan melanjutkan liga atau Belanda yang mengakhiri liga? <\/p>\n","post_title":"Hilal Itu Nampak di Jeonju World Cup Stadium","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"hilal-itu-nampak-di-jeonju-world-cup-stadium","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2020-05-11 11:37:28","post_modified_gmt":"2020-05-11 04:37:28","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6663","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":4},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"epic_block_3"};
Virus corona sangat besar menular melalui kontak fisik apalagi dengan tertukarnya air liur. Dengan merokok joinan satu batang bersama maka akan semakin memudahkan anda terpapar virus tersebut. Apalagi jika anda harus satu rokok bersama dengan orang yang anda tak kenal maka bisa saja berpotensi untuk tertular penyakit-penyakit lainnya.<\/p>\n\n\n\n
Tidak ada nilai solidaritas yang berkurang dari berhenti merokok joinan satu batang bersama. Nilai solidaritas itu justru bisa anda salurkan dalam bentuk yang lain. Ya salah satunya adalah bagi satu rokok dari sebungkus rokok yang anda miliki jika temanmu membutuhkan. Justru itu lebih baik jika harus merokok satu batang bersama. <\/p>\n","post_title":"Tiga Kebiasaan yang Perokok Harus Hindari di Tengah New Normal","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"tiga-kebiasaan-yang-perokok-harus-hindari-di-tengah-new-normal","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2020-06-07 10:27:37","post_modified_gmt":"2020-06-07 03:27:37","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6763","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":6683,"post_author":"919","post_date":"2020-05-24 10:08:18","post_date_gmt":"2020-05-24 03:08:18","post_content":"\n
Di penghujung maghrib seorang anak kecil bertanya pada ayahnya yang sedang asyik menikmati kopinya di teras rumah. \u201cAyah, mengapa malam ini tak ada orang-orang yang berkeliling untuk takbiran?\u201d Sang ayah pun menjawab dengan kalimat yang bijak sana meski belum tentu mampu dipahami anaknya. \u201cNak, manusia sedang berjuang menghadapi kepunahan. Kamu dan banyak anak-anak kecil lainnya berdiam diri di rumah saja adalah hal yang membahagiakan bagi ayah, ibu dan orang tua mereka.\u201d <\/p>\n\n\n\n
Selamat Hari Raya Idul Fitri, Mari Mengupayakan Kemenangan! Ramadhan yang berbeda harus dilewati oleh umat manusia generasi saat ini. Mungkin bagi yang masih berumur 20 hingga 50 tahun tak pernah membayangkan betul bumi dalam kondisi pandemi seperti ini. Mayoritas manusia hidup dalam kedamaian meski perang kerap kali membuntuti. Namun kali ini semua terasa sangat berbeda, semua sedang berperang menghadapi sesuatu yang kasat mata. Peperangan yang tak bisa diprediksi pula kapan berakhir.<\/p>\n\n\n\n
Orang-orang pintar punya hitung-hitungan tersendiri meski probabilitasnya belum bisa dikatakan mencapai angka yang tinggi. Sementara di luar sana banyak orang-orang pintar lainnya yang bertarung dengan waktu untuk menemukan penyembuh virus covid-19. Saya curiga, jangan-jangan euforia manusia ketika vaksin hadir akan menyamai euforia manusia ketika menyambut sang penyelamat, Isa Almasih turun. Entah, mungkin bisa jadi.<\/p>\n\n\n\n
Hanya berdiam diri di rumah yang bisa menjadi senjata ampuh bagi manusia dalam peperangan ini. Beruntungnya kita sebagai umat muslim juga diberi bulan ramadhan dalam kondisi seperti ini. Jika saya boleh menyebut maka saya akan menganalogikan bulan ramadhan sebagai bala tentara tuhan. Mengapa? Jawabannya karena adalah ibadah berpuasa. Dari berpuasa kita bisa manahan diri dari segala hal. Berpuasa untuk tidak bepergian jika tidak mendesak, berpuasa untuk tidak berkumpul, berpuasa untuk tidak boros. <\/p>\n\n\n\n
Jika kita mampu memaknai betul arti kata puasa di Bulan Ramadhan maka sudah barang tentu kita mampu memiliki persentase besar untuk memenangi peperangan di masa pandemi ini. Jelas, jawaban kemenangan itu hanya diketahui oleh individu-individu masing-masing. Sebelum kalian melanjutkan bacaan ke paragraf selanjutnya maka silahkan merenung dan bertanya pada diri sendiri. Paripurnakah kita dalam memaknai dan menjalani ibadah puasa?<\/p>\n\n\n\n
Hari ini, kita akan merayakan lebaran, tentu saya beranggapan juga bahwa lebaran ini berbeda dari sebelumnya. Jika lebaran-lebaran sebelumnya kita memaknainya sebagai hari kemenangan, maka kali ini mari kita memaknainya sebagai hari untuk mengupayakan kemenangan. Mengapa? Peperangan umat manusia melawan corona masih akan terus berlanjut dan puasa selama 30 hari menjadikan kita seharusnya semakin kuat untuk menghadapi hari esok.<\/p>\n\n\n\n
Setelah hari raya idul fitri kita semua akan menghadapi satu babak baru dalam sejarah umat manusia. Babak baru itu disebut-sebut oleh banyak orang sebagai kehidupan new normal. Sekali lagi, jika kita mampu melewati bulan ramadhan secara paripurna maka tentu tak akan menemui kesulitan ke depannya.<\/p>\n\n\n\n
Selamat Hari Raya Idul Fitri, Mari Mengupayakan Kemenangan!<\/p>\n","post_title":"Selamat Hari Raya Idul Fitri, Mari Mengupayakan Kemenangan!","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"selamat-hari-raya-idul-fitri-mari-mengupayakan-kemenangan","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2020-05-24 10:08:24","post_modified_gmt":"2020-05-24 03:08:24","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6683","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":6663,"post_author":"919","post_date":"2020-05-11 11:37:27","post_date_gmt":"2020-05-11 04:37:27","post_content":"\n
Senyum merekah terpampang dari wajah Striker Jeonbuk Motors, Lee Dong-gook. Sundulannya menyambut umpan dari Son Jun-ho mengoyak gawang Suwon Bluewings pada menit ke-83. Selebrasi sederhana Lee Dong-gook lakukan bersama rekan setimnya di depan tribun utara Jeonju World Cup Stadium yang kosong. Hanya ada banner raksasa di sana, tak ada penonton. Tapi jauh di sana, banyak yang menyaksikan pertandingan ini melalui sosial media. Pertandingan yang memberikan harapan bagi umat manusia.<\/p>\n\n\n\n
Pandemi corona menghantam banyak hal dalam hajat hidup umat manusia. Segala sesuatu menjadi sulit untuk dilakukan di masa seperti ini. Pekerjaan harus dilakukan di rumah dan hanya orang tertentu saja yang bisa beraktivitas kerja seperti biasa. Agenda-agenda besar pun harus mengalami penundaan, termasuk liga sepak bola yang harus terhenti sesaat. Kesehatan manusia menjadi pertimbangan utamanya, karena mengutip kalimat populer dari seorang Bambang Pamungkas: \u201cTidak ada satu kemenangan pun yang sebanding dengan nyawa.\u201d <\/p>\n\n\n\n
Ketika sepak bola diliburkan maka akhir pekan menjadi begitu tidak menyenangkan. Tidak ada riuh komentar pertandingan di layar televisi. Tidak ada sekumpulan remaja yang antusias berangkat ke stadion. Tidak nyanyian-nyanyian yang terdengar seantero kota. Tidak ada juga tayangan video di youtube tentang highlights sebuah pertandingan. Semua terasa hambar, meski beruntungnya masih ada beberapa film bertemakan sepak bola yang rilis bertepatan saat pandemi melanda seperti The English Game dan Ultras.<\/p>\n\n\n\n
Pemberitaan tentang sepak bola pun tiba-tiba menjadi buku tebal ensiklopedia sejarah. Media massa ramai-ramai membuat berita tentang cerita sepak bola di masa lampau. Membuatnya kembali segar dan bisa kembali dinikmati di saat ini. Sesekali, gosip-gosip transfer dihadirkan. Sesekali juga, berita tentang kegamangan petinggi liga juga muncul, apakah liga di sebuah negara akan berlanjut atau tidak.<\/p>\n\n\n\n
Akhirnya, ada yang memilih untuk berhenti seperti Ligue 1 yang akhirnya menobatkan Paris Saint-Germain sebagai juara. Sebelumnya Eredivisie Liga Belanda menjadi kompetisi top di eropa pertama yang menghentikan liga. Ajax Amsterdam harus merelakan peluang mereka untuk tak juara musim ini setelah KNVB selaku federasi sepak bola Belanda mengeluarkan kebijakan untuk menghentikan liga tanpa pemenang dan degradasi.<\/p>\n\n\n\n
Tapi ada liga yang tak memilih untuk melempar handuk, Bundesliga salah satunya. Petinggi sepak bola Jerman memutuskan untuk melanjutkan kompetisi pada 16 Mei 2020. Kabar baik bagi kita semua yang haus akan tayangan pertandingan sepak bola. Maklum, pemberitaan corona di berbagai media massa cukup memberikan pengaruh psikologi yang buruk bagi sebagian masyarakat. Sepak bola tentunya akan jadi hiburan yang nyata sekaligus memberikan asa kepada manusia. Tapi mirisnya adalah enam hari sebelum bergulirnya kembali Bundesliga, dua pemain asal klub Dynamo Dresden dinyatakan positif terjangkit corona. Bisakah Bundesliga berlanjut? Semoga saja.<\/p>\n\n\n\n
Justru hilal sepak bola itu tak muncul dari Eropa atau dataran Amerika, negeri di Asia lah yang menemukannya. Apresiasi kita berikan kepada Korea Selatan yang berani untuk melanjutkan kompetisi sepak bola mereka. Sebelum pertandingan antara Jeonbuk Motors versus Suwon Bluewings digulirkan, poster digital tentang peraturan ketat disebar di sosial media. Poster tersebut berisikan protokoler yang harus dilakukan sebelum, saat, dan sesudah pertandingan agar kesehatan pemain dan official tim bisa terjaga dengan baik. <\/p>\n\n\n\n
Syukurnya, pertandingan sore itu di Jeonju World Cup Stadium yang dimenangkan oleh Jeonbuk Motors dengan gol tunggal Lee Dong-gook berjalan lancar. Pertandingan itu memang tak disaksikan langsung oleh penonton di tribun stadion. Tapi di twitter, pertandingan itu disaksikan 3,3 juta penonton dari seluruh dunia. 3,3 juta orang itu sedang menyaksikan hilal sepak bola di Jeoncu World Cup Stadium. 3,3 juta orang itu juga sedang memupuk asa mereka akan hari-hari cerah pasca pandemi.<\/p>\n\n\n\n
Lantas bagaimana dengan Indonesia? Ikut Korea Selatan melanjutkan liga atau Belanda yang mengakhiri liga? <\/p>\n","post_title":"Hilal Itu Nampak di Jeonju World Cup Stadium","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"hilal-itu-nampak-di-jeonju-world-cup-stadium","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2020-05-11 11:37:28","post_modified_gmt":"2020-05-11 04:37:28","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6663","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":4},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"epic_block_3"};
Virus corona sangat besar menular melalui kontak fisik apalagi dengan tertukarnya air liur. Dengan merokok joinan satu batang bersama maka akan semakin memudahkan anda terpapar virus tersebut. Apalagi jika anda harus satu rokok bersama dengan orang yang anda tak kenal maka bisa saja berpotensi untuk tertular penyakit-penyakit lainnya.<\/p>\n\n\n\n
Tidak ada nilai solidaritas yang berkurang dari berhenti merokok joinan satu batang bersama. Nilai solidaritas itu justru bisa anda salurkan dalam bentuk yang lain. Ya salah satunya adalah bagi satu rokok dari sebungkus rokok yang anda miliki jika temanmu membutuhkan. Justru itu lebih baik jika harus merokok satu batang bersama. <\/p>\n","post_title":"Tiga Kebiasaan yang Perokok Harus Hindari di Tengah New Normal","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"tiga-kebiasaan-yang-perokok-harus-hindari-di-tengah-new-normal","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2020-06-07 10:27:37","post_modified_gmt":"2020-06-07 03:27:37","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6763","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":6683,"post_author":"919","post_date":"2020-05-24 10:08:18","post_date_gmt":"2020-05-24 03:08:18","post_content":"\n
Di penghujung maghrib seorang anak kecil bertanya pada ayahnya yang sedang asyik menikmati kopinya di teras rumah. \u201cAyah, mengapa malam ini tak ada orang-orang yang berkeliling untuk takbiran?\u201d Sang ayah pun menjawab dengan kalimat yang bijak sana meski belum tentu mampu dipahami anaknya. \u201cNak, manusia sedang berjuang menghadapi kepunahan. Kamu dan banyak anak-anak kecil lainnya berdiam diri di rumah saja adalah hal yang membahagiakan bagi ayah, ibu dan orang tua mereka.\u201d <\/p>\n\n\n\n
Selamat Hari Raya Idul Fitri, Mari Mengupayakan Kemenangan! Ramadhan yang berbeda harus dilewati oleh umat manusia generasi saat ini. Mungkin bagi yang masih berumur 20 hingga 50 tahun tak pernah membayangkan betul bumi dalam kondisi pandemi seperti ini. Mayoritas manusia hidup dalam kedamaian meski perang kerap kali membuntuti. Namun kali ini semua terasa sangat berbeda, semua sedang berperang menghadapi sesuatu yang kasat mata. Peperangan yang tak bisa diprediksi pula kapan berakhir.<\/p>\n\n\n\n
Orang-orang pintar punya hitung-hitungan tersendiri meski probabilitasnya belum bisa dikatakan mencapai angka yang tinggi. Sementara di luar sana banyak orang-orang pintar lainnya yang bertarung dengan waktu untuk menemukan penyembuh virus covid-19. Saya curiga, jangan-jangan euforia manusia ketika vaksin hadir akan menyamai euforia manusia ketika menyambut sang penyelamat, Isa Almasih turun. Entah, mungkin bisa jadi.<\/p>\n\n\n\n
Hanya berdiam diri di rumah yang bisa menjadi senjata ampuh bagi manusia dalam peperangan ini. Beruntungnya kita sebagai umat muslim juga diberi bulan ramadhan dalam kondisi seperti ini. Jika saya boleh menyebut maka saya akan menganalogikan bulan ramadhan sebagai bala tentara tuhan. Mengapa? Jawabannya karena adalah ibadah berpuasa. Dari berpuasa kita bisa manahan diri dari segala hal. Berpuasa untuk tidak bepergian jika tidak mendesak, berpuasa untuk tidak berkumpul, berpuasa untuk tidak boros. <\/p>\n\n\n\n
Jika kita mampu memaknai betul arti kata puasa di Bulan Ramadhan maka sudah barang tentu kita mampu memiliki persentase besar untuk memenangi peperangan di masa pandemi ini. Jelas, jawaban kemenangan itu hanya diketahui oleh individu-individu masing-masing. Sebelum kalian melanjutkan bacaan ke paragraf selanjutnya maka silahkan merenung dan bertanya pada diri sendiri. Paripurnakah kita dalam memaknai dan menjalani ibadah puasa?<\/p>\n\n\n\n
Hari ini, kita akan merayakan lebaran, tentu saya beranggapan juga bahwa lebaran ini berbeda dari sebelumnya. Jika lebaran-lebaran sebelumnya kita memaknainya sebagai hari kemenangan, maka kali ini mari kita memaknainya sebagai hari untuk mengupayakan kemenangan. Mengapa? Peperangan umat manusia melawan corona masih akan terus berlanjut dan puasa selama 30 hari menjadikan kita seharusnya semakin kuat untuk menghadapi hari esok.<\/p>\n\n\n\n
Setelah hari raya idul fitri kita semua akan menghadapi satu babak baru dalam sejarah umat manusia. Babak baru itu disebut-sebut oleh banyak orang sebagai kehidupan new normal. Sekali lagi, jika kita mampu melewati bulan ramadhan secara paripurna maka tentu tak akan menemui kesulitan ke depannya.<\/p>\n\n\n\n
Selamat Hari Raya Idul Fitri, Mari Mengupayakan Kemenangan!<\/p>\n","post_title":"Selamat Hari Raya Idul Fitri, Mari Mengupayakan Kemenangan!","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"selamat-hari-raya-idul-fitri-mari-mengupayakan-kemenangan","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2020-05-24 10:08:24","post_modified_gmt":"2020-05-24 03:08:24","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6683","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":6663,"post_author":"919","post_date":"2020-05-11 11:37:27","post_date_gmt":"2020-05-11 04:37:27","post_content":"\n
Senyum merekah terpampang dari wajah Striker Jeonbuk Motors, Lee Dong-gook. Sundulannya menyambut umpan dari Son Jun-ho mengoyak gawang Suwon Bluewings pada menit ke-83. Selebrasi sederhana Lee Dong-gook lakukan bersama rekan setimnya di depan tribun utara Jeonju World Cup Stadium yang kosong. Hanya ada banner raksasa di sana, tak ada penonton. Tapi jauh di sana, banyak yang menyaksikan pertandingan ini melalui sosial media. Pertandingan yang memberikan harapan bagi umat manusia.<\/p>\n\n\n\n
Pandemi corona menghantam banyak hal dalam hajat hidup umat manusia. Segala sesuatu menjadi sulit untuk dilakukan di masa seperti ini. Pekerjaan harus dilakukan di rumah dan hanya orang tertentu saja yang bisa beraktivitas kerja seperti biasa. Agenda-agenda besar pun harus mengalami penundaan, termasuk liga sepak bola yang harus terhenti sesaat. Kesehatan manusia menjadi pertimbangan utamanya, karena mengutip kalimat populer dari seorang Bambang Pamungkas: \u201cTidak ada satu kemenangan pun yang sebanding dengan nyawa.\u201d <\/p>\n\n\n\n
Ketika sepak bola diliburkan maka akhir pekan menjadi begitu tidak menyenangkan. Tidak ada riuh komentar pertandingan di layar televisi. Tidak ada sekumpulan remaja yang antusias berangkat ke stadion. Tidak nyanyian-nyanyian yang terdengar seantero kota. Tidak ada juga tayangan video di youtube tentang highlights sebuah pertandingan. Semua terasa hambar, meski beruntungnya masih ada beberapa film bertemakan sepak bola yang rilis bertepatan saat pandemi melanda seperti The English Game dan Ultras.<\/p>\n\n\n\n
Pemberitaan tentang sepak bola pun tiba-tiba menjadi buku tebal ensiklopedia sejarah. Media massa ramai-ramai membuat berita tentang cerita sepak bola di masa lampau. Membuatnya kembali segar dan bisa kembali dinikmati di saat ini. Sesekali, gosip-gosip transfer dihadirkan. Sesekali juga, berita tentang kegamangan petinggi liga juga muncul, apakah liga di sebuah negara akan berlanjut atau tidak.<\/p>\n\n\n\n
Akhirnya, ada yang memilih untuk berhenti seperti Ligue 1 yang akhirnya menobatkan Paris Saint-Germain sebagai juara. Sebelumnya Eredivisie Liga Belanda menjadi kompetisi top di eropa pertama yang menghentikan liga. Ajax Amsterdam harus merelakan peluang mereka untuk tak juara musim ini setelah KNVB selaku federasi sepak bola Belanda mengeluarkan kebijakan untuk menghentikan liga tanpa pemenang dan degradasi.<\/p>\n\n\n\n
Tapi ada liga yang tak memilih untuk melempar handuk, Bundesliga salah satunya. Petinggi sepak bola Jerman memutuskan untuk melanjutkan kompetisi pada 16 Mei 2020. Kabar baik bagi kita semua yang haus akan tayangan pertandingan sepak bola. Maklum, pemberitaan corona di berbagai media massa cukup memberikan pengaruh psikologi yang buruk bagi sebagian masyarakat. Sepak bola tentunya akan jadi hiburan yang nyata sekaligus memberikan asa kepada manusia. Tapi mirisnya adalah enam hari sebelum bergulirnya kembali Bundesliga, dua pemain asal klub Dynamo Dresden dinyatakan positif terjangkit corona. Bisakah Bundesliga berlanjut? Semoga saja.<\/p>\n\n\n\n
Justru hilal sepak bola itu tak muncul dari Eropa atau dataran Amerika, negeri di Asia lah yang menemukannya. Apresiasi kita berikan kepada Korea Selatan yang berani untuk melanjutkan kompetisi sepak bola mereka. Sebelum pertandingan antara Jeonbuk Motors versus Suwon Bluewings digulirkan, poster digital tentang peraturan ketat disebar di sosial media. Poster tersebut berisikan protokoler yang harus dilakukan sebelum, saat, dan sesudah pertandingan agar kesehatan pemain dan official tim bisa terjaga dengan baik. <\/p>\n\n\n\n
Syukurnya, pertandingan sore itu di Jeonju World Cup Stadium yang dimenangkan oleh Jeonbuk Motors dengan gol tunggal Lee Dong-gook berjalan lancar. Pertandingan itu memang tak disaksikan langsung oleh penonton di tribun stadion. Tapi di twitter, pertandingan itu disaksikan 3,3 juta penonton dari seluruh dunia. 3,3 juta orang itu sedang menyaksikan hilal sepak bola di Jeoncu World Cup Stadium. 3,3 juta orang itu juga sedang memupuk asa mereka akan hari-hari cerah pasca pandemi.<\/p>\n\n\n\n
Lantas bagaimana dengan Indonesia? Ikut Korea Selatan melanjutkan liga atau Belanda yang mengakhiri liga? <\/p>\n","post_title":"Hilal Itu Nampak di Jeonju World Cup Stadium","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"hilal-itu-nampak-di-jeonju-world-cup-stadium","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2020-05-11 11:37:28","post_modified_gmt":"2020-05-11 04:37:28","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6663","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":4},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"epic_block_3"};
Mengapa merokok di sembarang tempat adalah hal yang harus dihindari, mengingat kondisi pandemi ini membuat kita tak tahu daerah mana saja yang bebas dari sebaran covid-19. Dengan tidak merokok di sembarang tempat tentu akan menjauhkan kita dari potensi besar terpapar virus corona. Jadi tahan dulu ya kalau pengen sebats, di rumah sendiri justru lebih enak dan nyaman kok.<\/p>\n\n\n\n
Virus corona sangat besar menular melalui kontak fisik apalagi dengan tertukarnya air liur. Dengan merokok joinan satu batang bersama maka akan semakin memudahkan anda terpapar virus tersebut. Apalagi jika anda harus satu rokok bersama dengan orang yang anda tak kenal maka bisa saja berpotensi untuk tertular penyakit-penyakit lainnya.<\/p>\n\n\n\n
Tidak ada nilai solidaritas yang berkurang dari berhenti merokok joinan satu batang bersama. Nilai solidaritas itu justru bisa anda salurkan dalam bentuk yang lain. Ya salah satunya adalah bagi satu rokok dari sebungkus rokok yang anda miliki jika temanmu membutuhkan. Justru itu lebih baik jika harus merokok satu batang bersama. <\/p>\n","post_title":"Tiga Kebiasaan yang Perokok Harus Hindari di Tengah New Normal","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"tiga-kebiasaan-yang-perokok-harus-hindari-di-tengah-new-normal","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2020-06-07 10:27:37","post_modified_gmt":"2020-06-07 03:27:37","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6763","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":6683,"post_author":"919","post_date":"2020-05-24 10:08:18","post_date_gmt":"2020-05-24 03:08:18","post_content":"\n
Di penghujung maghrib seorang anak kecil bertanya pada ayahnya yang sedang asyik menikmati kopinya di teras rumah. \u201cAyah, mengapa malam ini tak ada orang-orang yang berkeliling untuk takbiran?\u201d Sang ayah pun menjawab dengan kalimat yang bijak sana meski belum tentu mampu dipahami anaknya. \u201cNak, manusia sedang berjuang menghadapi kepunahan. Kamu dan banyak anak-anak kecil lainnya berdiam diri di rumah saja adalah hal yang membahagiakan bagi ayah, ibu dan orang tua mereka.\u201d <\/p>\n\n\n\n
Selamat Hari Raya Idul Fitri, Mari Mengupayakan Kemenangan! Ramadhan yang berbeda harus dilewati oleh umat manusia generasi saat ini. Mungkin bagi yang masih berumur 20 hingga 50 tahun tak pernah membayangkan betul bumi dalam kondisi pandemi seperti ini. Mayoritas manusia hidup dalam kedamaian meski perang kerap kali membuntuti. Namun kali ini semua terasa sangat berbeda, semua sedang berperang menghadapi sesuatu yang kasat mata. Peperangan yang tak bisa diprediksi pula kapan berakhir.<\/p>\n\n\n\n
Orang-orang pintar punya hitung-hitungan tersendiri meski probabilitasnya belum bisa dikatakan mencapai angka yang tinggi. Sementara di luar sana banyak orang-orang pintar lainnya yang bertarung dengan waktu untuk menemukan penyembuh virus covid-19. Saya curiga, jangan-jangan euforia manusia ketika vaksin hadir akan menyamai euforia manusia ketika menyambut sang penyelamat, Isa Almasih turun. Entah, mungkin bisa jadi.<\/p>\n\n\n\n
Hanya berdiam diri di rumah yang bisa menjadi senjata ampuh bagi manusia dalam peperangan ini. Beruntungnya kita sebagai umat muslim juga diberi bulan ramadhan dalam kondisi seperti ini. Jika saya boleh menyebut maka saya akan menganalogikan bulan ramadhan sebagai bala tentara tuhan. Mengapa? Jawabannya karena adalah ibadah berpuasa. Dari berpuasa kita bisa manahan diri dari segala hal. Berpuasa untuk tidak bepergian jika tidak mendesak, berpuasa untuk tidak berkumpul, berpuasa untuk tidak boros. <\/p>\n\n\n\n
Jika kita mampu memaknai betul arti kata puasa di Bulan Ramadhan maka sudah barang tentu kita mampu memiliki persentase besar untuk memenangi peperangan di masa pandemi ini. Jelas, jawaban kemenangan itu hanya diketahui oleh individu-individu masing-masing. Sebelum kalian melanjutkan bacaan ke paragraf selanjutnya maka silahkan merenung dan bertanya pada diri sendiri. Paripurnakah kita dalam memaknai dan menjalani ibadah puasa?<\/p>\n\n\n\n
Hari ini, kita akan merayakan lebaran, tentu saya beranggapan juga bahwa lebaran ini berbeda dari sebelumnya. Jika lebaran-lebaran sebelumnya kita memaknainya sebagai hari kemenangan, maka kali ini mari kita memaknainya sebagai hari untuk mengupayakan kemenangan. Mengapa? Peperangan umat manusia melawan corona masih akan terus berlanjut dan puasa selama 30 hari menjadikan kita seharusnya semakin kuat untuk menghadapi hari esok.<\/p>\n\n\n\n
Setelah hari raya idul fitri kita semua akan menghadapi satu babak baru dalam sejarah umat manusia. Babak baru itu disebut-sebut oleh banyak orang sebagai kehidupan new normal. Sekali lagi, jika kita mampu melewati bulan ramadhan secara paripurna maka tentu tak akan menemui kesulitan ke depannya.<\/p>\n\n\n\n
Selamat Hari Raya Idul Fitri, Mari Mengupayakan Kemenangan!<\/p>\n","post_title":"Selamat Hari Raya Idul Fitri, Mari Mengupayakan Kemenangan!","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"selamat-hari-raya-idul-fitri-mari-mengupayakan-kemenangan","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2020-05-24 10:08:24","post_modified_gmt":"2020-05-24 03:08:24","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6683","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":6663,"post_author":"919","post_date":"2020-05-11 11:37:27","post_date_gmt":"2020-05-11 04:37:27","post_content":"\n
Senyum merekah terpampang dari wajah Striker Jeonbuk Motors, Lee Dong-gook. Sundulannya menyambut umpan dari Son Jun-ho mengoyak gawang Suwon Bluewings pada menit ke-83. Selebrasi sederhana Lee Dong-gook lakukan bersama rekan setimnya di depan tribun utara Jeonju World Cup Stadium yang kosong. Hanya ada banner raksasa di sana, tak ada penonton. Tapi jauh di sana, banyak yang menyaksikan pertandingan ini melalui sosial media. Pertandingan yang memberikan harapan bagi umat manusia.<\/p>\n\n\n\n
Pandemi corona menghantam banyak hal dalam hajat hidup umat manusia. Segala sesuatu menjadi sulit untuk dilakukan di masa seperti ini. Pekerjaan harus dilakukan di rumah dan hanya orang tertentu saja yang bisa beraktivitas kerja seperti biasa. Agenda-agenda besar pun harus mengalami penundaan, termasuk liga sepak bola yang harus terhenti sesaat. Kesehatan manusia menjadi pertimbangan utamanya, karena mengutip kalimat populer dari seorang Bambang Pamungkas: \u201cTidak ada satu kemenangan pun yang sebanding dengan nyawa.\u201d <\/p>\n\n\n\n
Ketika sepak bola diliburkan maka akhir pekan menjadi begitu tidak menyenangkan. Tidak ada riuh komentar pertandingan di layar televisi. Tidak ada sekumpulan remaja yang antusias berangkat ke stadion. Tidak nyanyian-nyanyian yang terdengar seantero kota. Tidak ada juga tayangan video di youtube tentang highlights sebuah pertandingan. Semua terasa hambar, meski beruntungnya masih ada beberapa film bertemakan sepak bola yang rilis bertepatan saat pandemi melanda seperti The English Game dan Ultras.<\/p>\n\n\n\n
Pemberitaan tentang sepak bola pun tiba-tiba menjadi buku tebal ensiklopedia sejarah. Media massa ramai-ramai membuat berita tentang cerita sepak bola di masa lampau. Membuatnya kembali segar dan bisa kembali dinikmati di saat ini. Sesekali, gosip-gosip transfer dihadirkan. Sesekali juga, berita tentang kegamangan petinggi liga juga muncul, apakah liga di sebuah negara akan berlanjut atau tidak.<\/p>\n\n\n\n
Akhirnya, ada yang memilih untuk berhenti seperti Ligue 1 yang akhirnya menobatkan Paris Saint-Germain sebagai juara. Sebelumnya Eredivisie Liga Belanda menjadi kompetisi top di eropa pertama yang menghentikan liga. Ajax Amsterdam harus merelakan peluang mereka untuk tak juara musim ini setelah KNVB selaku federasi sepak bola Belanda mengeluarkan kebijakan untuk menghentikan liga tanpa pemenang dan degradasi.<\/p>\n\n\n\n
Tapi ada liga yang tak memilih untuk melempar handuk, Bundesliga salah satunya. Petinggi sepak bola Jerman memutuskan untuk melanjutkan kompetisi pada 16 Mei 2020. Kabar baik bagi kita semua yang haus akan tayangan pertandingan sepak bola. Maklum, pemberitaan corona di berbagai media massa cukup memberikan pengaruh psikologi yang buruk bagi sebagian masyarakat. Sepak bola tentunya akan jadi hiburan yang nyata sekaligus memberikan asa kepada manusia. Tapi mirisnya adalah enam hari sebelum bergulirnya kembali Bundesliga, dua pemain asal klub Dynamo Dresden dinyatakan positif terjangkit corona. Bisakah Bundesliga berlanjut? Semoga saja.<\/p>\n\n\n\n
Justru hilal sepak bola itu tak muncul dari Eropa atau dataran Amerika, negeri di Asia lah yang menemukannya. Apresiasi kita berikan kepada Korea Selatan yang berani untuk melanjutkan kompetisi sepak bola mereka. Sebelum pertandingan antara Jeonbuk Motors versus Suwon Bluewings digulirkan, poster digital tentang peraturan ketat disebar di sosial media. Poster tersebut berisikan protokoler yang harus dilakukan sebelum, saat, dan sesudah pertandingan agar kesehatan pemain dan official tim bisa terjaga dengan baik. <\/p>\n\n\n\n
Syukurnya, pertandingan sore itu di Jeonju World Cup Stadium yang dimenangkan oleh Jeonbuk Motors dengan gol tunggal Lee Dong-gook berjalan lancar. Pertandingan itu memang tak disaksikan langsung oleh penonton di tribun stadion. Tapi di twitter, pertandingan itu disaksikan 3,3 juta penonton dari seluruh dunia. 3,3 juta orang itu sedang menyaksikan hilal sepak bola di Jeoncu World Cup Stadium. 3,3 juta orang itu juga sedang memupuk asa mereka akan hari-hari cerah pasca pandemi.<\/p>\n\n\n\n
Lantas bagaimana dengan Indonesia? Ikut Korea Selatan melanjutkan liga atau Belanda yang mengakhiri liga? <\/p>\n","post_title":"Hilal Itu Nampak di Jeonju World Cup Stadium","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"hilal-itu-nampak-di-jeonju-world-cup-stadium","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2020-05-11 11:37:28","post_modified_gmt":"2020-05-11 04:37:28","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6663","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":4},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"epic_block_3"};
Peraturan daerah kawasan tanpa rokok atau yang familiar disebut sebagai Perda KTR sebenarnya adalah sebuah acuan bagi kita untuk tidak merokok di tempat-tempat tertentu. Peraturan ini sejatinya mampu menjadi jembatan bagi kebutuhan hak dan kewajiban bagi perokok dan non perokok. Jika kita selama ini mampu menaati aturan dalam Perda KTR tersebut tentu tak sulit untuk mengaplikasikannya dalam kondisi new normal ini.<\/p>\n\n\n\n
Mengapa merokok di sembarang tempat adalah hal yang harus dihindari, mengingat kondisi pandemi ini membuat kita tak tahu daerah mana saja yang bebas dari sebaran covid-19. Dengan tidak merokok di sembarang tempat tentu akan menjauhkan kita dari potensi besar terpapar virus corona. Jadi tahan dulu ya kalau pengen sebats, di rumah sendiri justru lebih enak dan nyaman kok.<\/p>\n\n\n\n
Virus corona sangat besar menular melalui kontak fisik apalagi dengan tertukarnya air liur. Dengan merokok joinan satu batang bersama maka akan semakin memudahkan anda terpapar virus tersebut. Apalagi jika anda harus satu rokok bersama dengan orang yang anda tak kenal maka bisa saja berpotensi untuk tertular penyakit-penyakit lainnya.<\/p>\n\n\n\n
Tidak ada nilai solidaritas yang berkurang dari berhenti merokok joinan satu batang bersama. Nilai solidaritas itu justru bisa anda salurkan dalam bentuk yang lain. Ya salah satunya adalah bagi satu rokok dari sebungkus rokok yang anda miliki jika temanmu membutuhkan. Justru itu lebih baik jika harus merokok satu batang bersama. <\/p>\n","post_title":"Tiga Kebiasaan yang Perokok Harus Hindari di Tengah New Normal","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"tiga-kebiasaan-yang-perokok-harus-hindari-di-tengah-new-normal","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2020-06-07 10:27:37","post_modified_gmt":"2020-06-07 03:27:37","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6763","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":6683,"post_author":"919","post_date":"2020-05-24 10:08:18","post_date_gmt":"2020-05-24 03:08:18","post_content":"\n
Di penghujung maghrib seorang anak kecil bertanya pada ayahnya yang sedang asyik menikmati kopinya di teras rumah. \u201cAyah, mengapa malam ini tak ada orang-orang yang berkeliling untuk takbiran?\u201d Sang ayah pun menjawab dengan kalimat yang bijak sana meski belum tentu mampu dipahami anaknya. \u201cNak, manusia sedang berjuang menghadapi kepunahan. Kamu dan banyak anak-anak kecil lainnya berdiam diri di rumah saja adalah hal yang membahagiakan bagi ayah, ibu dan orang tua mereka.\u201d <\/p>\n\n\n\n
Selamat Hari Raya Idul Fitri, Mari Mengupayakan Kemenangan! Ramadhan yang berbeda harus dilewati oleh umat manusia generasi saat ini. Mungkin bagi yang masih berumur 20 hingga 50 tahun tak pernah membayangkan betul bumi dalam kondisi pandemi seperti ini. Mayoritas manusia hidup dalam kedamaian meski perang kerap kali membuntuti. Namun kali ini semua terasa sangat berbeda, semua sedang berperang menghadapi sesuatu yang kasat mata. Peperangan yang tak bisa diprediksi pula kapan berakhir.<\/p>\n\n\n\n
Orang-orang pintar punya hitung-hitungan tersendiri meski probabilitasnya belum bisa dikatakan mencapai angka yang tinggi. Sementara di luar sana banyak orang-orang pintar lainnya yang bertarung dengan waktu untuk menemukan penyembuh virus covid-19. Saya curiga, jangan-jangan euforia manusia ketika vaksin hadir akan menyamai euforia manusia ketika menyambut sang penyelamat, Isa Almasih turun. Entah, mungkin bisa jadi.<\/p>\n\n\n\n
Hanya berdiam diri di rumah yang bisa menjadi senjata ampuh bagi manusia dalam peperangan ini. Beruntungnya kita sebagai umat muslim juga diberi bulan ramadhan dalam kondisi seperti ini. Jika saya boleh menyebut maka saya akan menganalogikan bulan ramadhan sebagai bala tentara tuhan. Mengapa? Jawabannya karena adalah ibadah berpuasa. Dari berpuasa kita bisa manahan diri dari segala hal. Berpuasa untuk tidak bepergian jika tidak mendesak, berpuasa untuk tidak berkumpul, berpuasa untuk tidak boros. <\/p>\n\n\n\n
Jika kita mampu memaknai betul arti kata puasa di Bulan Ramadhan maka sudah barang tentu kita mampu memiliki persentase besar untuk memenangi peperangan di masa pandemi ini. Jelas, jawaban kemenangan itu hanya diketahui oleh individu-individu masing-masing. Sebelum kalian melanjutkan bacaan ke paragraf selanjutnya maka silahkan merenung dan bertanya pada diri sendiri. Paripurnakah kita dalam memaknai dan menjalani ibadah puasa?<\/p>\n\n\n\n
Hari ini, kita akan merayakan lebaran, tentu saya beranggapan juga bahwa lebaran ini berbeda dari sebelumnya. Jika lebaran-lebaran sebelumnya kita memaknainya sebagai hari kemenangan, maka kali ini mari kita memaknainya sebagai hari untuk mengupayakan kemenangan. Mengapa? Peperangan umat manusia melawan corona masih akan terus berlanjut dan puasa selama 30 hari menjadikan kita seharusnya semakin kuat untuk menghadapi hari esok.<\/p>\n\n\n\n
Setelah hari raya idul fitri kita semua akan menghadapi satu babak baru dalam sejarah umat manusia. Babak baru itu disebut-sebut oleh banyak orang sebagai kehidupan new normal. Sekali lagi, jika kita mampu melewati bulan ramadhan secara paripurna maka tentu tak akan menemui kesulitan ke depannya.<\/p>\n\n\n\n
Selamat Hari Raya Idul Fitri, Mari Mengupayakan Kemenangan!<\/p>\n","post_title":"Selamat Hari Raya Idul Fitri, Mari Mengupayakan Kemenangan!","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"selamat-hari-raya-idul-fitri-mari-mengupayakan-kemenangan","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2020-05-24 10:08:24","post_modified_gmt":"2020-05-24 03:08:24","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6683","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":6663,"post_author":"919","post_date":"2020-05-11 11:37:27","post_date_gmt":"2020-05-11 04:37:27","post_content":"\n
Senyum merekah terpampang dari wajah Striker Jeonbuk Motors, Lee Dong-gook. Sundulannya menyambut umpan dari Son Jun-ho mengoyak gawang Suwon Bluewings pada menit ke-83. Selebrasi sederhana Lee Dong-gook lakukan bersama rekan setimnya di depan tribun utara Jeonju World Cup Stadium yang kosong. Hanya ada banner raksasa di sana, tak ada penonton. Tapi jauh di sana, banyak yang menyaksikan pertandingan ini melalui sosial media. Pertandingan yang memberikan harapan bagi umat manusia.<\/p>\n\n\n\n
Pandemi corona menghantam banyak hal dalam hajat hidup umat manusia. Segala sesuatu menjadi sulit untuk dilakukan di masa seperti ini. Pekerjaan harus dilakukan di rumah dan hanya orang tertentu saja yang bisa beraktivitas kerja seperti biasa. Agenda-agenda besar pun harus mengalami penundaan, termasuk liga sepak bola yang harus terhenti sesaat. Kesehatan manusia menjadi pertimbangan utamanya, karena mengutip kalimat populer dari seorang Bambang Pamungkas: \u201cTidak ada satu kemenangan pun yang sebanding dengan nyawa.\u201d <\/p>\n\n\n\n
Ketika sepak bola diliburkan maka akhir pekan menjadi begitu tidak menyenangkan. Tidak ada riuh komentar pertandingan di layar televisi. Tidak ada sekumpulan remaja yang antusias berangkat ke stadion. Tidak nyanyian-nyanyian yang terdengar seantero kota. Tidak ada juga tayangan video di youtube tentang highlights sebuah pertandingan. Semua terasa hambar, meski beruntungnya masih ada beberapa film bertemakan sepak bola yang rilis bertepatan saat pandemi melanda seperti The English Game dan Ultras.<\/p>\n\n\n\n
Pemberitaan tentang sepak bola pun tiba-tiba menjadi buku tebal ensiklopedia sejarah. Media massa ramai-ramai membuat berita tentang cerita sepak bola di masa lampau. Membuatnya kembali segar dan bisa kembali dinikmati di saat ini. Sesekali, gosip-gosip transfer dihadirkan. Sesekali juga, berita tentang kegamangan petinggi liga juga muncul, apakah liga di sebuah negara akan berlanjut atau tidak.<\/p>\n\n\n\n
Akhirnya, ada yang memilih untuk berhenti seperti Ligue 1 yang akhirnya menobatkan Paris Saint-Germain sebagai juara. Sebelumnya Eredivisie Liga Belanda menjadi kompetisi top di eropa pertama yang menghentikan liga. Ajax Amsterdam harus merelakan peluang mereka untuk tak juara musim ini setelah KNVB selaku federasi sepak bola Belanda mengeluarkan kebijakan untuk menghentikan liga tanpa pemenang dan degradasi.<\/p>\n\n\n\n
Tapi ada liga yang tak memilih untuk melempar handuk, Bundesliga salah satunya. Petinggi sepak bola Jerman memutuskan untuk melanjutkan kompetisi pada 16 Mei 2020. Kabar baik bagi kita semua yang haus akan tayangan pertandingan sepak bola. Maklum, pemberitaan corona di berbagai media massa cukup memberikan pengaruh psikologi yang buruk bagi sebagian masyarakat. Sepak bola tentunya akan jadi hiburan yang nyata sekaligus memberikan asa kepada manusia. Tapi mirisnya adalah enam hari sebelum bergulirnya kembali Bundesliga, dua pemain asal klub Dynamo Dresden dinyatakan positif terjangkit corona. Bisakah Bundesliga berlanjut? Semoga saja.<\/p>\n\n\n\n
Justru hilal sepak bola itu tak muncul dari Eropa atau dataran Amerika, negeri di Asia lah yang menemukannya. Apresiasi kita berikan kepada Korea Selatan yang berani untuk melanjutkan kompetisi sepak bola mereka. Sebelum pertandingan antara Jeonbuk Motors versus Suwon Bluewings digulirkan, poster digital tentang peraturan ketat disebar di sosial media. Poster tersebut berisikan protokoler yang harus dilakukan sebelum, saat, dan sesudah pertandingan agar kesehatan pemain dan official tim bisa terjaga dengan baik. <\/p>\n\n\n\n
Syukurnya, pertandingan sore itu di Jeonju World Cup Stadium yang dimenangkan oleh Jeonbuk Motors dengan gol tunggal Lee Dong-gook berjalan lancar. Pertandingan itu memang tak disaksikan langsung oleh penonton di tribun stadion. Tapi di twitter, pertandingan itu disaksikan 3,3 juta penonton dari seluruh dunia. 3,3 juta orang itu sedang menyaksikan hilal sepak bola di Jeoncu World Cup Stadium. 3,3 juta orang itu juga sedang memupuk asa mereka akan hari-hari cerah pasca pandemi.<\/p>\n\n\n\n
Lantas bagaimana dengan Indonesia? Ikut Korea Selatan melanjutkan liga atau Belanda yang mengakhiri liga? <\/p>\n","post_title":"Hilal Itu Nampak di Jeonju World Cup Stadium","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"hilal-itu-nampak-di-jeonju-world-cup-stadium","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2020-05-11 11:37:28","post_modified_gmt":"2020-05-11 04:37:28","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6663","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":4},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"epic_block_3"};
Peraturan daerah kawasan tanpa rokok atau yang familiar disebut sebagai Perda KTR sebenarnya adalah sebuah acuan bagi kita untuk tidak merokok di tempat-tempat tertentu. Peraturan ini sejatinya mampu menjadi jembatan bagi kebutuhan hak dan kewajiban bagi perokok dan non perokok. Jika kita selama ini mampu menaati aturan dalam Perda KTR tersebut tentu tak sulit untuk mengaplikasikannya dalam kondisi new normal ini.<\/p>\n\n\n\n
Mengapa merokok di sembarang tempat adalah hal yang harus dihindari, mengingat kondisi pandemi ini membuat kita tak tahu daerah mana saja yang bebas dari sebaran covid-19. Dengan tidak merokok di sembarang tempat tentu akan menjauhkan kita dari potensi besar terpapar virus corona. Jadi tahan dulu ya kalau pengen sebats, di rumah sendiri justru lebih enak dan nyaman kok.<\/p>\n\n\n\n
Virus corona sangat besar menular melalui kontak fisik apalagi dengan tertukarnya air liur. Dengan merokok joinan satu batang bersama maka akan semakin memudahkan anda terpapar virus tersebut. Apalagi jika anda harus satu rokok bersama dengan orang yang anda tak kenal maka bisa saja berpotensi untuk tertular penyakit-penyakit lainnya.<\/p>\n\n\n\n
Tidak ada nilai solidaritas yang berkurang dari berhenti merokok joinan satu batang bersama. Nilai solidaritas itu justru bisa anda salurkan dalam bentuk yang lain. Ya salah satunya adalah bagi satu rokok dari sebungkus rokok yang anda miliki jika temanmu membutuhkan. Justru itu lebih baik jika harus merokok satu batang bersama. <\/p>\n","post_title":"Tiga Kebiasaan yang Perokok Harus Hindari di Tengah New Normal","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"tiga-kebiasaan-yang-perokok-harus-hindari-di-tengah-new-normal","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2020-06-07 10:27:37","post_modified_gmt":"2020-06-07 03:27:37","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6763","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":6683,"post_author":"919","post_date":"2020-05-24 10:08:18","post_date_gmt":"2020-05-24 03:08:18","post_content":"\n
Di penghujung maghrib seorang anak kecil bertanya pada ayahnya yang sedang asyik menikmati kopinya di teras rumah. \u201cAyah, mengapa malam ini tak ada orang-orang yang berkeliling untuk takbiran?\u201d Sang ayah pun menjawab dengan kalimat yang bijak sana meski belum tentu mampu dipahami anaknya. \u201cNak, manusia sedang berjuang menghadapi kepunahan. Kamu dan banyak anak-anak kecil lainnya berdiam diri di rumah saja adalah hal yang membahagiakan bagi ayah, ibu dan orang tua mereka.\u201d <\/p>\n\n\n\n
Selamat Hari Raya Idul Fitri, Mari Mengupayakan Kemenangan! Ramadhan yang berbeda harus dilewati oleh umat manusia generasi saat ini. Mungkin bagi yang masih berumur 20 hingga 50 tahun tak pernah membayangkan betul bumi dalam kondisi pandemi seperti ini. Mayoritas manusia hidup dalam kedamaian meski perang kerap kali membuntuti. Namun kali ini semua terasa sangat berbeda, semua sedang berperang menghadapi sesuatu yang kasat mata. Peperangan yang tak bisa diprediksi pula kapan berakhir.<\/p>\n\n\n\n
Orang-orang pintar punya hitung-hitungan tersendiri meski probabilitasnya belum bisa dikatakan mencapai angka yang tinggi. Sementara di luar sana banyak orang-orang pintar lainnya yang bertarung dengan waktu untuk menemukan penyembuh virus covid-19. Saya curiga, jangan-jangan euforia manusia ketika vaksin hadir akan menyamai euforia manusia ketika menyambut sang penyelamat, Isa Almasih turun. Entah, mungkin bisa jadi.<\/p>\n\n\n\n
Hanya berdiam diri di rumah yang bisa menjadi senjata ampuh bagi manusia dalam peperangan ini. Beruntungnya kita sebagai umat muslim juga diberi bulan ramadhan dalam kondisi seperti ini. Jika saya boleh menyebut maka saya akan menganalogikan bulan ramadhan sebagai bala tentara tuhan. Mengapa? Jawabannya karena adalah ibadah berpuasa. Dari berpuasa kita bisa manahan diri dari segala hal. Berpuasa untuk tidak bepergian jika tidak mendesak, berpuasa untuk tidak berkumpul, berpuasa untuk tidak boros. <\/p>\n\n\n\n
Jika kita mampu memaknai betul arti kata puasa di Bulan Ramadhan maka sudah barang tentu kita mampu memiliki persentase besar untuk memenangi peperangan di masa pandemi ini. Jelas, jawaban kemenangan itu hanya diketahui oleh individu-individu masing-masing. Sebelum kalian melanjutkan bacaan ke paragraf selanjutnya maka silahkan merenung dan bertanya pada diri sendiri. Paripurnakah kita dalam memaknai dan menjalani ibadah puasa?<\/p>\n\n\n\n
Hari ini, kita akan merayakan lebaran, tentu saya beranggapan juga bahwa lebaran ini berbeda dari sebelumnya. Jika lebaran-lebaran sebelumnya kita memaknainya sebagai hari kemenangan, maka kali ini mari kita memaknainya sebagai hari untuk mengupayakan kemenangan. Mengapa? Peperangan umat manusia melawan corona masih akan terus berlanjut dan puasa selama 30 hari menjadikan kita seharusnya semakin kuat untuk menghadapi hari esok.<\/p>\n\n\n\n
Setelah hari raya idul fitri kita semua akan menghadapi satu babak baru dalam sejarah umat manusia. Babak baru itu disebut-sebut oleh banyak orang sebagai kehidupan new normal. Sekali lagi, jika kita mampu melewati bulan ramadhan secara paripurna maka tentu tak akan menemui kesulitan ke depannya.<\/p>\n\n\n\n
Selamat Hari Raya Idul Fitri, Mari Mengupayakan Kemenangan!<\/p>\n","post_title":"Selamat Hari Raya Idul Fitri, Mari Mengupayakan Kemenangan!","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"selamat-hari-raya-idul-fitri-mari-mengupayakan-kemenangan","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2020-05-24 10:08:24","post_modified_gmt":"2020-05-24 03:08:24","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6683","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":6663,"post_author":"919","post_date":"2020-05-11 11:37:27","post_date_gmt":"2020-05-11 04:37:27","post_content":"\n
Senyum merekah terpampang dari wajah Striker Jeonbuk Motors, Lee Dong-gook. Sundulannya menyambut umpan dari Son Jun-ho mengoyak gawang Suwon Bluewings pada menit ke-83. Selebrasi sederhana Lee Dong-gook lakukan bersama rekan setimnya di depan tribun utara Jeonju World Cup Stadium yang kosong. Hanya ada banner raksasa di sana, tak ada penonton. Tapi jauh di sana, banyak yang menyaksikan pertandingan ini melalui sosial media. Pertandingan yang memberikan harapan bagi umat manusia.<\/p>\n\n\n\n
Pandemi corona menghantam banyak hal dalam hajat hidup umat manusia. Segala sesuatu menjadi sulit untuk dilakukan di masa seperti ini. Pekerjaan harus dilakukan di rumah dan hanya orang tertentu saja yang bisa beraktivitas kerja seperti biasa. Agenda-agenda besar pun harus mengalami penundaan, termasuk liga sepak bola yang harus terhenti sesaat. Kesehatan manusia menjadi pertimbangan utamanya, karena mengutip kalimat populer dari seorang Bambang Pamungkas: \u201cTidak ada satu kemenangan pun yang sebanding dengan nyawa.\u201d <\/p>\n\n\n\n
Ketika sepak bola diliburkan maka akhir pekan menjadi begitu tidak menyenangkan. Tidak ada riuh komentar pertandingan di layar televisi. Tidak ada sekumpulan remaja yang antusias berangkat ke stadion. Tidak nyanyian-nyanyian yang terdengar seantero kota. Tidak ada juga tayangan video di youtube tentang highlights sebuah pertandingan. Semua terasa hambar, meski beruntungnya masih ada beberapa film bertemakan sepak bola yang rilis bertepatan saat pandemi melanda seperti The English Game dan Ultras.<\/p>\n\n\n\n
Pemberitaan tentang sepak bola pun tiba-tiba menjadi buku tebal ensiklopedia sejarah. Media massa ramai-ramai membuat berita tentang cerita sepak bola di masa lampau. Membuatnya kembali segar dan bisa kembali dinikmati di saat ini. Sesekali, gosip-gosip transfer dihadirkan. Sesekali juga, berita tentang kegamangan petinggi liga juga muncul, apakah liga di sebuah negara akan berlanjut atau tidak.<\/p>\n\n\n\n
Akhirnya, ada yang memilih untuk berhenti seperti Ligue 1 yang akhirnya menobatkan Paris Saint-Germain sebagai juara. Sebelumnya Eredivisie Liga Belanda menjadi kompetisi top di eropa pertama yang menghentikan liga. Ajax Amsterdam harus merelakan peluang mereka untuk tak juara musim ini setelah KNVB selaku federasi sepak bola Belanda mengeluarkan kebijakan untuk menghentikan liga tanpa pemenang dan degradasi.<\/p>\n\n\n\n
Tapi ada liga yang tak memilih untuk melempar handuk, Bundesliga salah satunya. Petinggi sepak bola Jerman memutuskan untuk melanjutkan kompetisi pada 16 Mei 2020. Kabar baik bagi kita semua yang haus akan tayangan pertandingan sepak bola. Maklum, pemberitaan corona di berbagai media massa cukup memberikan pengaruh psikologi yang buruk bagi sebagian masyarakat. Sepak bola tentunya akan jadi hiburan yang nyata sekaligus memberikan asa kepada manusia. Tapi mirisnya adalah enam hari sebelum bergulirnya kembali Bundesliga, dua pemain asal klub Dynamo Dresden dinyatakan positif terjangkit corona. Bisakah Bundesliga berlanjut? Semoga saja.<\/p>\n\n\n\n
Justru hilal sepak bola itu tak muncul dari Eropa atau dataran Amerika, negeri di Asia lah yang menemukannya. Apresiasi kita berikan kepada Korea Selatan yang berani untuk melanjutkan kompetisi sepak bola mereka. Sebelum pertandingan antara Jeonbuk Motors versus Suwon Bluewings digulirkan, poster digital tentang peraturan ketat disebar di sosial media. Poster tersebut berisikan protokoler yang harus dilakukan sebelum, saat, dan sesudah pertandingan agar kesehatan pemain dan official tim bisa terjaga dengan baik. <\/p>\n\n\n\n
Syukurnya, pertandingan sore itu di Jeonju World Cup Stadium yang dimenangkan oleh Jeonbuk Motors dengan gol tunggal Lee Dong-gook berjalan lancar. Pertandingan itu memang tak disaksikan langsung oleh penonton di tribun stadion. Tapi di twitter, pertandingan itu disaksikan 3,3 juta penonton dari seluruh dunia. 3,3 juta orang itu sedang menyaksikan hilal sepak bola di Jeoncu World Cup Stadium. 3,3 juta orang itu juga sedang memupuk asa mereka akan hari-hari cerah pasca pandemi.<\/p>\n\n\n\n
Lantas bagaimana dengan Indonesia? Ikut Korea Selatan melanjutkan liga atau Belanda yang mengakhiri liga? <\/p>\n","post_title":"Hilal Itu Nampak di Jeonju World Cup Stadium","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"hilal-itu-nampak-di-jeonju-world-cup-stadium","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2020-05-11 11:37:28","post_modified_gmt":"2020-05-11 04:37:28","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6663","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":4},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"epic_block_3"};
Akan tetapi kita masih belum bisa melakukan hal tersebut saat kondisi new normal ini. Jika pun terpaksa harus nongkrong bareng maka tetap patuhi protokol kesehatan yang ada. Jaga jarak di antaramu, lalu hindari nongkrong dalam jumlah massa yang terlalu besar. Rasanya, tiga hingga empat orang saja sudah cukup asal mematuhi beberapa peraturan tersebut.<\/p>\n\n\n\n
Peraturan daerah kawasan tanpa rokok atau yang familiar disebut sebagai Perda KTR sebenarnya adalah sebuah acuan bagi kita untuk tidak merokok di tempat-tempat tertentu. Peraturan ini sejatinya mampu menjadi jembatan bagi kebutuhan hak dan kewajiban bagi perokok dan non perokok. Jika kita selama ini mampu menaati aturan dalam Perda KTR tersebut tentu tak sulit untuk mengaplikasikannya dalam kondisi new normal ini.<\/p>\n\n\n\n
Mengapa merokok di sembarang tempat adalah hal yang harus dihindari, mengingat kondisi pandemi ini membuat kita tak tahu daerah mana saja yang bebas dari sebaran covid-19. Dengan tidak merokok di sembarang tempat tentu akan menjauhkan kita dari potensi besar terpapar virus corona. Jadi tahan dulu ya kalau pengen sebats, di rumah sendiri justru lebih enak dan nyaman kok.<\/p>\n\n\n\n
Virus corona sangat besar menular melalui kontak fisik apalagi dengan tertukarnya air liur. Dengan merokok joinan satu batang bersama maka akan semakin memudahkan anda terpapar virus tersebut. Apalagi jika anda harus satu rokok bersama dengan orang yang anda tak kenal maka bisa saja berpotensi untuk tertular penyakit-penyakit lainnya.<\/p>\n\n\n\n
Tidak ada nilai solidaritas yang berkurang dari berhenti merokok joinan satu batang bersama. Nilai solidaritas itu justru bisa anda salurkan dalam bentuk yang lain. Ya salah satunya adalah bagi satu rokok dari sebungkus rokok yang anda miliki jika temanmu membutuhkan. Justru itu lebih baik jika harus merokok satu batang bersama. <\/p>\n","post_title":"Tiga Kebiasaan yang Perokok Harus Hindari di Tengah New Normal","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"tiga-kebiasaan-yang-perokok-harus-hindari-di-tengah-new-normal","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2020-06-07 10:27:37","post_modified_gmt":"2020-06-07 03:27:37","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6763","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":6683,"post_author":"919","post_date":"2020-05-24 10:08:18","post_date_gmt":"2020-05-24 03:08:18","post_content":"\n
Di penghujung maghrib seorang anak kecil bertanya pada ayahnya yang sedang asyik menikmati kopinya di teras rumah. \u201cAyah, mengapa malam ini tak ada orang-orang yang berkeliling untuk takbiran?\u201d Sang ayah pun menjawab dengan kalimat yang bijak sana meski belum tentu mampu dipahami anaknya. \u201cNak, manusia sedang berjuang menghadapi kepunahan. Kamu dan banyak anak-anak kecil lainnya berdiam diri di rumah saja adalah hal yang membahagiakan bagi ayah, ibu dan orang tua mereka.\u201d <\/p>\n\n\n\n
Selamat Hari Raya Idul Fitri, Mari Mengupayakan Kemenangan! Ramadhan yang berbeda harus dilewati oleh umat manusia generasi saat ini. Mungkin bagi yang masih berumur 20 hingga 50 tahun tak pernah membayangkan betul bumi dalam kondisi pandemi seperti ini. Mayoritas manusia hidup dalam kedamaian meski perang kerap kali membuntuti. Namun kali ini semua terasa sangat berbeda, semua sedang berperang menghadapi sesuatu yang kasat mata. Peperangan yang tak bisa diprediksi pula kapan berakhir.<\/p>\n\n\n\n
Orang-orang pintar punya hitung-hitungan tersendiri meski probabilitasnya belum bisa dikatakan mencapai angka yang tinggi. Sementara di luar sana banyak orang-orang pintar lainnya yang bertarung dengan waktu untuk menemukan penyembuh virus covid-19. Saya curiga, jangan-jangan euforia manusia ketika vaksin hadir akan menyamai euforia manusia ketika menyambut sang penyelamat, Isa Almasih turun. Entah, mungkin bisa jadi.<\/p>\n\n\n\n
Hanya berdiam diri di rumah yang bisa menjadi senjata ampuh bagi manusia dalam peperangan ini. Beruntungnya kita sebagai umat muslim juga diberi bulan ramadhan dalam kondisi seperti ini. Jika saya boleh menyebut maka saya akan menganalogikan bulan ramadhan sebagai bala tentara tuhan. Mengapa? Jawabannya karena adalah ibadah berpuasa. Dari berpuasa kita bisa manahan diri dari segala hal. Berpuasa untuk tidak bepergian jika tidak mendesak, berpuasa untuk tidak berkumpul, berpuasa untuk tidak boros. <\/p>\n\n\n\n
Jika kita mampu memaknai betul arti kata puasa di Bulan Ramadhan maka sudah barang tentu kita mampu memiliki persentase besar untuk memenangi peperangan di masa pandemi ini. Jelas, jawaban kemenangan itu hanya diketahui oleh individu-individu masing-masing. Sebelum kalian melanjutkan bacaan ke paragraf selanjutnya maka silahkan merenung dan bertanya pada diri sendiri. Paripurnakah kita dalam memaknai dan menjalani ibadah puasa?<\/p>\n\n\n\n
Hari ini, kita akan merayakan lebaran, tentu saya beranggapan juga bahwa lebaran ini berbeda dari sebelumnya. Jika lebaran-lebaran sebelumnya kita memaknainya sebagai hari kemenangan, maka kali ini mari kita memaknainya sebagai hari untuk mengupayakan kemenangan. Mengapa? Peperangan umat manusia melawan corona masih akan terus berlanjut dan puasa selama 30 hari menjadikan kita seharusnya semakin kuat untuk menghadapi hari esok.<\/p>\n\n\n\n
Setelah hari raya idul fitri kita semua akan menghadapi satu babak baru dalam sejarah umat manusia. Babak baru itu disebut-sebut oleh banyak orang sebagai kehidupan new normal. Sekali lagi, jika kita mampu melewati bulan ramadhan secara paripurna maka tentu tak akan menemui kesulitan ke depannya.<\/p>\n\n\n\n
Selamat Hari Raya Idul Fitri, Mari Mengupayakan Kemenangan!<\/p>\n","post_title":"Selamat Hari Raya Idul Fitri, Mari Mengupayakan Kemenangan!","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"selamat-hari-raya-idul-fitri-mari-mengupayakan-kemenangan","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2020-05-24 10:08:24","post_modified_gmt":"2020-05-24 03:08:24","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6683","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":6663,"post_author":"919","post_date":"2020-05-11 11:37:27","post_date_gmt":"2020-05-11 04:37:27","post_content":"\n
Senyum merekah terpampang dari wajah Striker Jeonbuk Motors, Lee Dong-gook. Sundulannya menyambut umpan dari Son Jun-ho mengoyak gawang Suwon Bluewings pada menit ke-83. Selebrasi sederhana Lee Dong-gook lakukan bersama rekan setimnya di depan tribun utara Jeonju World Cup Stadium yang kosong. Hanya ada banner raksasa di sana, tak ada penonton. Tapi jauh di sana, banyak yang menyaksikan pertandingan ini melalui sosial media. Pertandingan yang memberikan harapan bagi umat manusia.<\/p>\n\n\n\n
Pandemi corona menghantam banyak hal dalam hajat hidup umat manusia. Segala sesuatu menjadi sulit untuk dilakukan di masa seperti ini. Pekerjaan harus dilakukan di rumah dan hanya orang tertentu saja yang bisa beraktivitas kerja seperti biasa. Agenda-agenda besar pun harus mengalami penundaan, termasuk liga sepak bola yang harus terhenti sesaat. Kesehatan manusia menjadi pertimbangan utamanya, karena mengutip kalimat populer dari seorang Bambang Pamungkas: \u201cTidak ada satu kemenangan pun yang sebanding dengan nyawa.\u201d <\/p>\n\n\n\n
Ketika sepak bola diliburkan maka akhir pekan menjadi begitu tidak menyenangkan. Tidak ada riuh komentar pertandingan di layar televisi. Tidak ada sekumpulan remaja yang antusias berangkat ke stadion. Tidak nyanyian-nyanyian yang terdengar seantero kota. Tidak ada juga tayangan video di youtube tentang highlights sebuah pertandingan. Semua terasa hambar, meski beruntungnya masih ada beberapa film bertemakan sepak bola yang rilis bertepatan saat pandemi melanda seperti The English Game dan Ultras.<\/p>\n\n\n\n
Pemberitaan tentang sepak bola pun tiba-tiba menjadi buku tebal ensiklopedia sejarah. Media massa ramai-ramai membuat berita tentang cerita sepak bola di masa lampau. Membuatnya kembali segar dan bisa kembali dinikmati di saat ini. Sesekali, gosip-gosip transfer dihadirkan. Sesekali juga, berita tentang kegamangan petinggi liga juga muncul, apakah liga di sebuah negara akan berlanjut atau tidak.<\/p>\n\n\n\n
Akhirnya, ada yang memilih untuk berhenti seperti Ligue 1 yang akhirnya menobatkan Paris Saint-Germain sebagai juara. Sebelumnya Eredivisie Liga Belanda menjadi kompetisi top di eropa pertama yang menghentikan liga. Ajax Amsterdam harus merelakan peluang mereka untuk tak juara musim ini setelah KNVB selaku federasi sepak bola Belanda mengeluarkan kebijakan untuk menghentikan liga tanpa pemenang dan degradasi.<\/p>\n\n\n\n
Tapi ada liga yang tak memilih untuk melempar handuk, Bundesliga salah satunya. Petinggi sepak bola Jerman memutuskan untuk melanjutkan kompetisi pada 16 Mei 2020. Kabar baik bagi kita semua yang haus akan tayangan pertandingan sepak bola. Maklum, pemberitaan corona di berbagai media massa cukup memberikan pengaruh psikologi yang buruk bagi sebagian masyarakat. Sepak bola tentunya akan jadi hiburan yang nyata sekaligus memberikan asa kepada manusia. Tapi mirisnya adalah enam hari sebelum bergulirnya kembali Bundesliga, dua pemain asal klub Dynamo Dresden dinyatakan positif terjangkit corona. Bisakah Bundesliga berlanjut? Semoga saja.<\/p>\n\n\n\n
Justru hilal sepak bola itu tak muncul dari Eropa atau dataran Amerika, negeri di Asia lah yang menemukannya. Apresiasi kita berikan kepada Korea Selatan yang berani untuk melanjutkan kompetisi sepak bola mereka. Sebelum pertandingan antara Jeonbuk Motors versus Suwon Bluewings digulirkan, poster digital tentang peraturan ketat disebar di sosial media. Poster tersebut berisikan protokoler yang harus dilakukan sebelum, saat, dan sesudah pertandingan agar kesehatan pemain dan official tim bisa terjaga dengan baik. <\/p>\n\n\n\n
Syukurnya, pertandingan sore itu di Jeonju World Cup Stadium yang dimenangkan oleh Jeonbuk Motors dengan gol tunggal Lee Dong-gook berjalan lancar. Pertandingan itu memang tak disaksikan langsung oleh penonton di tribun stadion. Tapi di twitter, pertandingan itu disaksikan 3,3 juta penonton dari seluruh dunia. 3,3 juta orang itu sedang menyaksikan hilal sepak bola di Jeoncu World Cup Stadium. 3,3 juta orang itu juga sedang memupuk asa mereka akan hari-hari cerah pasca pandemi.<\/p>\n\n\n\n
Lantas bagaimana dengan Indonesia? Ikut Korea Selatan melanjutkan liga atau Belanda yang mengakhiri liga? <\/p>\n","post_title":"Hilal Itu Nampak di Jeonju World Cup Stadium","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"hilal-itu-nampak-di-jeonju-world-cup-stadium","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2020-05-11 11:37:28","post_modified_gmt":"2020-05-11 04:37:28","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6663","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":4},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"epic_block_3"};
Sebagai seorang perokok tentu sangat sulit untuk meninggalkan tradisi ngerokok bareng ini. Akan tetapi sejatinya tradisi nongkrong bareng ini bukan semestinya harus ditinggalkan akan tetapi dibatasi dulu untuk sementara ini. Selama PSBB dan berdiam diri di rumah mungkin diri kita sendiri akan sangat merindukan nongkrong bareng teman-teman menikmati rokok dan minuman hangat bersama. <\/p>\n\n\n\n
Akan tetapi kita masih belum bisa melakukan hal tersebut saat kondisi new normal ini. Jika pun terpaksa harus nongkrong bareng maka tetap patuhi protokol kesehatan yang ada. Jaga jarak di antaramu, lalu hindari nongkrong dalam jumlah massa yang terlalu besar. Rasanya, tiga hingga empat orang saja sudah cukup asal mematuhi beberapa peraturan tersebut.<\/p>\n\n\n\n
Peraturan daerah kawasan tanpa rokok atau yang familiar disebut sebagai Perda KTR sebenarnya adalah sebuah acuan bagi kita untuk tidak merokok di tempat-tempat tertentu. Peraturan ini sejatinya mampu menjadi jembatan bagi kebutuhan hak dan kewajiban bagi perokok dan non perokok. Jika kita selama ini mampu menaati aturan dalam Perda KTR tersebut tentu tak sulit untuk mengaplikasikannya dalam kondisi new normal ini.<\/p>\n\n\n\n
Mengapa merokok di sembarang tempat adalah hal yang harus dihindari, mengingat kondisi pandemi ini membuat kita tak tahu daerah mana saja yang bebas dari sebaran covid-19. Dengan tidak merokok di sembarang tempat tentu akan menjauhkan kita dari potensi besar terpapar virus corona. Jadi tahan dulu ya kalau pengen sebats, di rumah sendiri justru lebih enak dan nyaman kok.<\/p>\n\n\n\n
Virus corona sangat besar menular melalui kontak fisik apalagi dengan tertukarnya air liur. Dengan merokok joinan satu batang bersama maka akan semakin memudahkan anda terpapar virus tersebut. Apalagi jika anda harus satu rokok bersama dengan orang yang anda tak kenal maka bisa saja berpotensi untuk tertular penyakit-penyakit lainnya.<\/p>\n\n\n\n
Tidak ada nilai solidaritas yang berkurang dari berhenti merokok joinan satu batang bersama. Nilai solidaritas itu justru bisa anda salurkan dalam bentuk yang lain. Ya salah satunya adalah bagi satu rokok dari sebungkus rokok yang anda miliki jika temanmu membutuhkan. Justru itu lebih baik jika harus merokok satu batang bersama. <\/p>\n","post_title":"Tiga Kebiasaan yang Perokok Harus Hindari di Tengah New Normal","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"tiga-kebiasaan-yang-perokok-harus-hindari-di-tengah-new-normal","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2020-06-07 10:27:37","post_modified_gmt":"2020-06-07 03:27:37","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6763","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":6683,"post_author":"919","post_date":"2020-05-24 10:08:18","post_date_gmt":"2020-05-24 03:08:18","post_content":"\n
Di penghujung maghrib seorang anak kecil bertanya pada ayahnya yang sedang asyik menikmati kopinya di teras rumah. \u201cAyah, mengapa malam ini tak ada orang-orang yang berkeliling untuk takbiran?\u201d Sang ayah pun menjawab dengan kalimat yang bijak sana meski belum tentu mampu dipahami anaknya. \u201cNak, manusia sedang berjuang menghadapi kepunahan. Kamu dan banyak anak-anak kecil lainnya berdiam diri di rumah saja adalah hal yang membahagiakan bagi ayah, ibu dan orang tua mereka.\u201d <\/p>\n\n\n\n
Selamat Hari Raya Idul Fitri, Mari Mengupayakan Kemenangan! Ramadhan yang berbeda harus dilewati oleh umat manusia generasi saat ini. Mungkin bagi yang masih berumur 20 hingga 50 tahun tak pernah membayangkan betul bumi dalam kondisi pandemi seperti ini. Mayoritas manusia hidup dalam kedamaian meski perang kerap kali membuntuti. Namun kali ini semua terasa sangat berbeda, semua sedang berperang menghadapi sesuatu yang kasat mata. Peperangan yang tak bisa diprediksi pula kapan berakhir.<\/p>\n\n\n\n
Orang-orang pintar punya hitung-hitungan tersendiri meski probabilitasnya belum bisa dikatakan mencapai angka yang tinggi. Sementara di luar sana banyak orang-orang pintar lainnya yang bertarung dengan waktu untuk menemukan penyembuh virus covid-19. Saya curiga, jangan-jangan euforia manusia ketika vaksin hadir akan menyamai euforia manusia ketika menyambut sang penyelamat, Isa Almasih turun. Entah, mungkin bisa jadi.<\/p>\n\n\n\n
Hanya berdiam diri di rumah yang bisa menjadi senjata ampuh bagi manusia dalam peperangan ini. Beruntungnya kita sebagai umat muslim juga diberi bulan ramadhan dalam kondisi seperti ini. Jika saya boleh menyebut maka saya akan menganalogikan bulan ramadhan sebagai bala tentara tuhan. Mengapa? Jawabannya karena adalah ibadah berpuasa. Dari berpuasa kita bisa manahan diri dari segala hal. Berpuasa untuk tidak bepergian jika tidak mendesak, berpuasa untuk tidak berkumpul, berpuasa untuk tidak boros. <\/p>\n\n\n\n
Jika kita mampu memaknai betul arti kata puasa di Bulan Ramadhan maka sudah barang tentu kita mampu memiliki persentase besar untuk memenangi peperangan di masa pandemi ini. Jelas, jawaban kemenangan itu hanya diketahui oleh individu-individu masing-masing. Sebelum kalian melanjutkan bacaan ke paragraf selanjutnya maka silahkan merenung dan bertanya pada diri sendiri. Paripurnakah kita dalam memaknai dan menjalani ibadah puasa?<\/p>\n\n\n\n
Hari ini, kita akan merayakan lebaran, tentu saya beranggapan juga bahwa lebaran ini berbeda dari sebelumnya. Jika lebaran-lebaran sebelumnya kita memaknainya sebagai hari kemenangan, maka kali ini mari kita memaknainya sebagai hari untuk mengupayakan kemenangan. Mengapa? Peperangan umat manusia melawan corona masih akan terus berlanjut dan puasa selama 30 hari menjadikan kita seharusnya semakin kuat untuk menghadapi hari esok.<\/p>\n\n\n\n
Setelah hari raya idul fitri kita semua akan menghadapi satu babak baru dalam sejarah umat manusia. Babak baru itu disebut-sebut oleh banyak orang sebagai kehidupan new normal. Sekali lagi, jika kita mampu melewati bulan ramadhan secara paripurna maka tentu tak akan menemui kesulitan ke depannya.<\/p>\n\n\n\n
Selamat Hari Raya Idul Fitri, Mari Mengupayakan Kemenangan!<\/p>\n","post_title":"Selamat Hari Raya Idul Fitri, Mari Mengupayakan Kemenangan!","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"selamat-hari-raya-idul-fitri-mari-mengupayakan-kemenangan","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2020-05-24 10:08:24","post_modified_gmt":"2020-05-24 03:08:24","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6683","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":6663,"post_author":"919","post_date":"2020-05-11 11:37:27","post_date_gmt":"2020-05-11 04:37:27","post_content":"\n
Senyum merekah terpampang dari wajah Striker Jeonbuk Motors, Lee Dong-gook. Sundulannya menyambut umpan dari Son Jun-ho mengoyak gawang Suwon Bluewings pada menit ke-83. Selebrasi sederhana Lee Dong-gook lakukan bersama rekan setimnya di depan tribun utara Jeonju World Cup Stadium yang kosong. Hanya ada banner raksasa di sana, tak ada penonton. Tapi jauh di sana, banyak yang menyaksikan pertandingan ini melalui sosial media. Pertandingan yang memberikan harapan bagi umat manusia.<\/p>\n\n\n\n
Pandemi corona menghantam banyak hal dalam hajat hidup umat manusia. Segala sesuatu menjadi sulit untuk dilakukan di masa seperti ini. Pekerjaan harus dilakukan di rumah dan hanya orang tertentu saja yang bisa beraktivitas kerja seperti biasa. Agenda-agenda besar pun harus mengalami penundaan, termasuk liga sepak bola yang harus terhenti sesaat. Kesehatan manusia menjadi pertimbangan utamanya, karena mengutip kalimat populer dari seorang Bambang Pamungkas: \u201cTidak ada satu kemenangan pun yang sebanding dengan nyawa.\u201d <\/p>\n\n\n\n
Ketika sepak bola diliburkan maka akhir pekan menjadi begitu tidak menyenangkan. Tidak ada riuh komentar pertandingan di layar televisi. Tidak ada sekumpulan remaja yang antusias berangkat ke stadion. Tidak nyanyian-nyanyian yang terdengar seantero kota. Tidak ada juga tayangan video di youtube tentang highlights sebuah pertandingan. Semua terasa hambar, meski beruntungnya masih ada beberapa film bertemakan sepak bola yang rilis bertepatan saat pandemi melanda seperti The English Game dan Ultras.<\/p>\n\n\n\n
Pemberitaan tentang sepak bola pun tiba-tiba menjadi buku tebal ensiklopedia sejarah. Media massa ramai-ramai membuat berita tentang cerita sepak bola di masa lampau. Membuatnya kembali segar dan bisa kembali dinikmati di saat ini. Sesekali, gosip-gosip transfer dihadirkan. Sesekali juga, berita tentang kegamangan petinggi liga juga muncul, apakah liga di sebuah negara akan berlanjut atau tidak.<\/p>\n\n\n\n
Akhirnya, ada yang memilih untuk berhenti seperti Ligue 1 yang akhirnya menobatkan Paris Saint-Germain sebagai juara. Sebelumnya Eredivisie Liga Belanda menjadi kompetisi top di eropa pertama yang menghentikan liga. Ajax Amsterdam harus merelakan peluang mereka untuk tak juara musim ini setelah KNVB selaku federasi sepak bola Belanda mengeluarkan kebijakan untuk menghentikan liga tanpa pemenang dan degradasi.<\/p>\n\n\n\n
Tapi ada liga yang tak memilih untuk melempar handuk, Bundesliga salah satunya. Petinggi sepak bola Jerman memutuskan untuk melanjutkan kompetisi pada 16 Mei 2020. Kabar baik bagi kita semua yang haus akan tayangan pertandingan sepak bola. Maklum, pemberitaan corona di berbagai media massa cukup memberikan pengaruh psikologi yang buruk bagi sebagian masyarakat. Sepak bola tentunya akan jadi hiburan yang nyata sekaligus memberikan asa kepada manusia. Tapi mirisnya adalah enam hari sebelum bergulirnya kembali Bundesliga, dua pemain asal klub Dynamo Dresden dinyatakan positif terjangkit corona. Bisakah Bundesliga berlanjut? Semoga saja.<\/p>\n\n\n\n
Justru hilal sepak bola itu tak muncul dari Eropa atau dataran Amerika, negeri di Asia lah yang menemukannya. Apresiasi kita berikan kepada Korea Selatan yang berani untuk melanjutkan kompetisi sepak bola mereka. Sebelum pertandingan antara Jeonbuk Motors versus Suwon Bluewings digulirkan, poster digital tentang peraturan ketat disebar di sosial media. Poster tersebut berisikan protokoler yang harus dilakukan sebelum, saat, dan sesudah pertandingan agar kesehatan pemain dan official tim bisa terjaga dengan baik. <\/p>\n\n\n\n
Syukurnya, pertandingan sore itu di Jeonju World Cup Stadium yang dimenangkan oleh Jeonbuk Motors dengan gol tunggal Lee Dong-gook berjalan lancar. Pertandingan itu memang tak disaksikan langsung oleh penonton di tribun stadion. Tapi di twitter, pertandingan itu disaksikan 3,3 juta penonton dari seluruh dunia. 3,3 juta orang itu sedang menyaksikan hilal sepak bola di Jeoncu World Cup Stadium. 3,3 juta orang itu juga sedang memupuk asa mereka akan hari-hari cerah pasca pandemi.<\/p>\n\n\n\n
Lantas bagaimana dengan Indonesia? Ikut Korea Selatan melanjutkan liga atau Belanda yang mengakhiri liga? <\/p>\n","post_title":"Hilal Itu Nampak di Jeonju World Cup Stadium","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"hilal-itu-nampak-di-jeonju-world-cup-stadium","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2020-05-11 11:37:28","post_modified_gmt":"2020-05-11 04:37:28","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6663","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":4},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"epic_block_3"};
Sebagai seorang perokok tentu sangat sulit untuk meninggalkan tradisi ngerokok bareng ini. Akan tetapi sejatinya tradisi nongkrong bareng ini bukan semestinya harus ditinggalkan akan tetapi dibatasi dulu untuk sementara ini. Selama PSBB dan berdiam diri di rumah mungkin diri kita sendiri akan sangat merindukan nongkrong bareng teman-teman menikmati rokok dan minuman hangat bersama. <\/p>\n\n\n\n
Sebagai seorang perokok tentu sangat sulit untuk meninggalkan tradisi ngerokok bareng ini. Akan tetapi sejatinya tradisi nongkrong bareng ini bukan semestinya harus ditinggalkan akan tetapi dibatasi dulu untuk sementara ini. Selama PSBB dan berdiam diri di rumah mungkin diri kita sendiri akan sangat merindukan nongkrong bareng teman-teman menikmati rokok dan minuman hangat bersama. <\/p>\n\n\n\n
Akan tetapi kita masih belum bisa melakukan hal tersebut saat kondisi new normal ini. Jika pun terpaksa harus nongkrong bareng maka tetap patuhi protokol kesehatan yang ada. Jaga jarak di antaramu, lalu hindari nongkrong dalam jumlah massa yang terlalu besar. Rasanya, tiga hingga empat orang saja sudah cukup asal mematuhi beberapa peraturan tersebut.<\/p>\n\n\n\n
Peraturan daerah kawasan tanpa rokok atau yang familiar disebut sebagai Perda KTR sebenarnya adalah sebuah acuan bagi kita untuk tidak merokok di tempat-tempat tertentu. Peraturan ini sejatinya mampu menjadi jembatan bagi kebutuhan hak dan kewajiban bagi perokok dan non perokok. Jika kita selama ini mampu menaati aturan dalam Perda KTR tersebut tentu tak sulit untuk mengaplikasikannya dalam kondisi new normal ini.<\/p>\n\n\n\n
Mengapa merokok di sembarang tempat adalah hal yang harus dihindari, mengingat kondisi pandemi ini membuat kita tak tahu daerah mana saja yang bebas dari sebaran covid-19. Dengan tidak merokok di sembarang tempat tentu akan menjauhkan kita dari potensi besar terpapar virus corona. Jadi tahan dulu ya kalau pengen sebats, di rumah sendiri justru lebih enak dan nyaman kok.<\/p>\n\n\n\n
Virus corona sangat besar menular melalui kontak fisik apalagi dengan tertukarnya air liur. Dengan merokok joinan satu batang bersama maka akan semakin memudahkan anda terpapar virus tersebut. Apalagi jika anda harus satu rokok bersama dengan orang yang anda tak kenal maka bisa saja berpotensi untuk tertular penyakit-penyakit lainnya.<\/p>\n\n\n\n
Tidak ada nilai solidaritas yang berkurang dari berhenti merokok joinan satu batang bersama. Nilai solidaritas itu justru bisa anda salurkan dalam bentuk yang lain. Ya salah satunya adalah bagi satu rokok dari sebungkus rokok yang anda miliki jika temanmu membutuhkan. Justru itu lebih baik jika harus merokok satu batang bersama. <\/p>\n","post_title":"Tiga Kebiasaan yang Perokok Harus Hindari di Tengah New Normal","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"tiga-kebiasaan-yang-perokok-harus-hindari-di-tengah-new-normal","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2020-06-07 10:27:37","post_modified_gmt":"2020-06-07 03:27:37","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6763","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":6683,"post_author":"919","post_date":"2020-05-24 10:08:18","post_date_gmt":"2020-05-24 03:08:18","post_content":"\n
Di penghujung maghrib seorang anak kecil bertanya pada ayahnya yang sedang asyik menikmati kopinya di teras rumah. \u201cAyah, mengapa malam ini tak ada orang-orang yang berkeliling untuk takbiran?\u201d Sang ayah pun menjawab dengan kalimat yang bijak sana meski belum tentu mampu dipahami anaknya. \u201cNak, manusia sedang berjuang menghadapi kepunahan. Kamu dan banyak anak-anak kecil lainnya berdiam diri di rumah saja adalah hal yang membahagiakan bagi ayah, ibu dan orang tua mereka.\u201d <\/p>\n\n\n\n
Selamat Hari Raya Idul Fitri, Mari Mengupayakan Kemenangan! Ramadhan yang berbeda harus dilewati oleh umat manusia generasi saat ini. Mungkin bagi yang masih berumur 20 hingga 50 tahun tak pernah membayangkan betul bumi dalam kondisi pandemi seperti ini. Mayoritas manusia hidup dalam kedamaian meski perang kerap kali membuntuti. Namun kali ini semua terasa sangat berbeda, semua sedang berperang menghadapi sesuatu yang kasat mata. Peperangan yang tak bisa diprediksi pula kapan berakhir.<\/p>\n\n\n\n
Orang-orang pintar punya hitung-hitungan tersendiri meski probabilitasnya belum bisa dikatakan mencapai angka yang tinggi. Sementara di luar sana banyak orang-orang pintar lainnya yang bertarung dengan waktu untuk menemukan penyembuh virus covid-19. Saya curiga, jangan-jangan euforia manusia ketika vaksin hadir akan menyamai euforia manusia ketika menyambut sang penyelamat, Isa Almasih turun. Entah, mungkin bisa jadi.<\/p>\n\n\n\n
Hanya berdiam diri di rumah yang bisa menjadi senjata ampuh bagi manusia dalam peperangan ini. Beruntungnya kita sebagai umat muslim juga diberi bulan ramadhan dalam kondisi seperti ini. Jika saya boleh menyebut maka saya akan menganalogikan bulan ramadhan sebagai bala tentara tuhan. Mengapa? Jawabannya karena adalah ibadah berpuasa. Dari berpuasa kita bisa manahan diri dari segala hal. Berpuasa untuk tidak bepergian jika tidak mendesak, berpuasa untuk tidak berkumpul, berpuasa untuk tidak boros. <\/p>\n\n\n\n
Jika kita mampu memaknai betul arti kata puasa di Bulan Ramadhan maka sudah barang tentu kita mampu memiliki persentase besar untuk memenangi peperangan di masa pandemi ini. Jelas, jawaban kemenangan itu hanya diketahui oleh individu-individu masing-masing. Sebelum kalian melanjutkan bacaan ke paragraf selanjutnya maka silahkan merenung dan bertanya pada diri sendiri. Paripurnakah kita dalam memaknai dan menjalani ibadah puasa?<\/p>\n\n\n\n
Hari ini, kita akan merayakan lebaran, tentu saya beranggapan juga bahwa lebaran ini berbeda dari sebelumnya. Jika lebaran-lebaran sebelumnya kita memaknainya sebagai hari kemenangan, maka kali ini mari kita memaknainya sebagai hari untuk mengupayakan kemenangan. Mengapa? Peperangan umat manusia melawan corona masih akan terus berlanjut dan puasa selama 30 hari menjadikan kita seharusnya semakin kuat untuk menghadapi hari esok.<\/p>\n\n\n\n
Setelah hari raya idul fitri kita semua akan menghadapi satu babak baru dalam sejarah umat manusia. Babak baru itu disebut-sebut oleh banyak orang sebagai kehidupan new normal. Sekali lagi, jika kita mampu melewati bulan ramadhan secara paripurna maka tentu tak akan menemui kesulitan ke depannya.<\/p>\n\n\n\n
Selamat Hari Raya Idul Fitri, Mari Mengupayakan Kemenangan!<\/p>\n","post_title":"Selamat Hari Raya Idul Fitri, Mari Mengupayakan Kemenangan!","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"selamat-hari-raya-idul-fitri-mari-mengupayakan-kemenangan","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2020-05-24 10:08:24","post_modified_gmt":"2020-05-24 03:08:24","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6683","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":6663,"post_author":"919","post_date":"2020-05-11 11:37:27","post_date_gmt":"2020-05-11 04:37:27","post_content":"\n
Senyum merekah terpampang dari wajah Striker Jeonbuk Motors, Lee Dong-gook. Sundulannya menyambut umpan dari Son Jun-ho mengoyak gawang Suwon Bluewings pada menit ke-83. Selebrasi sederhana Lee Dong-gook lakukan bersama rekan setimnya di depan tribun utara Jeonju World Cup Stadium yang kosong. Hanya ada banner raksasa di sana, tak ada penonton. Tapi jauh di sana, banyak yang menyaksikan pertandingan ini melalui sosial media. Pertandingan yang memberikan harapan bagi umat manusia.<\/p>\n\n\n\n
Pandemi corona menghantam banyak hal dalam hajat hidup umat manusia. Segala sesuatu menjadi sulit untuk dilakukan di masa seperti ini. Pekerjaan harus dilakukan di rumah dan hanya orang tertentu saja yang bisa beraktivitas kerja seperti biasa. Agenda-agenda besar pun harus mengalami penundaan, termasuk liga sepak bola yang harus terhenti sesaat. Kesehatan manusia menjadi pertimbangan utamanya, karena mengutip kalimat populer dari seorang Bambang Pamungkas: \u201cTidak ada satu kemenangan pun yang sebanding dengan nyawa.\u201d <\/p>\n\n\n\n
Ketika sepak bola diliburkan maka akhir pekan menjadi begitu tidak menyenangkan. Tidak ada riuh komentar pertandingan di layar televisi. Tidak ada sekumpulan remaja yang antusias berangkat ke stadion. Tidak nyanyian-nyanyian yang terdengar seantero kota. Tidak ada juga tayangan video di youtube tentang highlights sebuah pertandingan. Semua terasa hambar, meski beruntungnya masih ada beberapa film bertemakan sepak bola yang rilis bertepatan saat pandemi melanda seperti The English Game dan Ultras.<\/p>\n\n\n\n
Pemberitaan tentang sepak bola pun tiba-tiba menjadi buku tebal ensiklopedia sejarah. Media massa ramai-ramai membuat berita tentang cerita sepak bola di masa lampau. Membuatnya kembali segar dan bisa kembali dinikmati di saat ini. Sesekali, gosip-gosip transfer dihadirkan. Sesekali juga, berita tentang kegamangan petinggi liga juga muncul, apakah liga di sebuah negara akan berlanjut atau tidak.<\/p>\n\n\n\n
Akhirnya, ada yang memilih untuk berhenti seperti Ligue 1 yang akhirnya menobatkan Paris Saint-Germain sebagai juara. Sebelumnya Eredivisie Liga Belanda menjadi kompetisi top di eropa pertama yang menghentikan liga. Ajax Amsterdam harus merelakan peluang mereka untuk tak juara musim ini setelah KNVB selaku federasi sepak bola Belanda mengeluarkan kebijakan untuk menghentikan liga tanpa pemenang dan degradasi.<\/p>\n\n\n\n
Tapi ada liga yang tak memilih untuk melempar handuk, Bundesliga salah satunya. Petinggi sepak bola Jerman memutuskan untuk melanjutkan kompetisi pada 16 Mei 2020. Kabar baik bagi kita semua yang haus akan tayangan pertandingan sepak bola. Maklum, pemberitaan corona di berbagai media massa cukup memberikan pengaruh psikologi yang buruk bagi sebagian masyarakat. Sepak bola tentunya akan jadi hiburan yang nyata sekaligus memberikan asa kepada manusia. Tapi mirisnya adalah enam hari sebelum bergulirnya kembali Bundesliga, dua pemain asal klub Dynamo Dresden dinyatakan positif terjangkit corona. Bisakah Bundesliga berlanjut? Semoga saja.<\/p>\n\n\n\n
Justru hilal sepak bola itu tak muncul dari Eropa atau dataran Amerika, negeri di Asia lah yang menemukannya. Apresiasi kita berikan kepada Korea Selatan yang berani untuk melanjutkan kompetisi sepak bola mereka. Sebelum pertandingan antara Jeonbuk Motors versus Suwon Bluewings digulirkan, poster digital tentang peraturan ketat disebar di sosial media. Poster tersebut berisikan protokoler yang harus dilakukan sebelum, saat, dan sesudah pertandingan agar kesehatan pemain dan official tim bisa terjaga dengan baik. <\/p>\n\n\n\n
Syukurnya, pertandingan sore itu di Jeonju World Cup Stadium yang dimenangkan oleh Jeonbuk Motors dengan gol tunggal Lee Dong-gook berjalan lancar. Pertandingan itu memang tak disaksikan langsung oleh penonton di tribun stadion. Tapi di twitter, pertandingan itu disaksikan 3,3 juta penonton dari seluruh dunia. 3,3 juta orang itu sedang menyaksikan hilal sepak bola di Jeoncu World Cup Stadium. 3,3 juta orang itu juga sedang memupuk asa mereka akan hari-hari cerah pasca pandemi.<\/p>\n\n\n\n
Lantas bagaimana dengan Indonesia? Ikut Korea Selatan melanjutkan liga atau Belanda yang mengakhiri liga? <\/p>\n","post_title":"Hilal Itu Nampak di Jeonju World Cup Stadium","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"hilal-itu-nampak-di-jeonju-world-cup-stadium","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2020-05-11 11:37:28","post_modified_gmt":"2020-05-11 04:37:28","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6663","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":4},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"epic_block_3"};
Sebagai seorang perokok tentu sangat sulit untuk meninggalkan tradisi ngerokok bareng ini. Akan tetapi sejatinya tradisi nongkrong bareng ini bukan semestinya harus ditinggalkan akan tetapi dibatasi dulu untuk sementara ini. Selama PSBB dan berdiam diri di rumah mungkin diri kita sendiri akan sangat merindukan nongkrong bareng teman-teman menikmati rokok dan minuman hangat bersama. <\/p>\n\n\n\n
Sebagai seorang perokok tentu sangat sulit untuk meninggalkan tradisi ngerokok bareng ini. Akan tetapi sejatinya tradisi nongkrong bareng ini bukan semestinya harus ditinggalkan akan tetapi dibatasi dulu untuk sementara ini. Selama PSBB dan berdiam diri di rumah mungkin diri kita sendiri akan sangat merindukan nongkrong bareng teman-teman menikmati rokok dan minuman hangat bersama. <\/p>\n\n\n\n
Akan tetapi kita masih belum bisa melakukan hal tersebut saat kondisi new normal ini. Jika pun terpaksa harus nongkrong bareng maka tetap patuhi protokol kesehatan yang ada. Jaga jarak di antaramu, lalu hindari nongkrong dalam jumlah massa yang terlalu besar. Rasanya, tiga hingga empat orang saja sudah cukup asal mematuhi beberapa peraturan tersebut.<\/p>\n\n\n\n
Peraturan daerah kawasan tanpa rokok atau yang familiar disebut sebagai Perda KTR sebenarnya adalah sebuah acuan bagi kita untuk tidak merokok di tempat-tempat tertentu. Peraturan ini sejatinya mampu menjadi jembatan bagi kebutuhan hak dan kewajiban bagi perokok dan non perokok. Jika kita selama ini mampu menaati aturan dalam Perda KTR tersebut tentu tak sulit untuk mengaplikasikannya dalam kondisi new normal ini.<\/p>\n\n\n\n
Mengapa merokok di sembarang tempat adalah hal yang harus dihindari, mengingat kondisi pandemi ini membuat kita tak tahu daerah mana saja yang bebas dari sebaran covid-19. Dengan tidak merokok di sembarang tempat tentu akan menjauhkan kita dari potensi besar terpapar virus corona. Jadi tahan dulu ya kalau pengen sebats, di rumah sendiri justru lebih enak dan nyaman kok.<\/p>\n\n\n\n
Virus corona sangat besar menular melalui kontak fisik apalagi dengan tertukarnya air liur. Dengan merokok joinan satu batang bersama maka akan semakin memudahkan anda terpapar virus tersebut. Apalagi jika anda harus satu rokok bersama dengan orang yang anda tak kenal maka bisa saja berpotensi untuk tertular penyakit-penyakit lainnya.<\/p>\n\n\n\n
Tidak ada nilai solidaritas yang berkurang dari berhenti merokok joinan satu batang bersama. Nilai solidaritas itu justru bisa anda salurkan dalam bentuk yang lain. Ya salah satunya adalah bagi satu rokok dari sebungkus rokok yang anda miliki jika temanmu membutuhkan. Justru itu lebih baik jika harus merokok satu batang bersama. <\/p>\n","post_title":"Tiga Kebiasaan yang Perokok Harus Hindari di Tengah New Normal","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"tiga-kebiasaan-yang-perokok-harus-hindari-di-tengah-new-normal","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2020-06-07 10:27:37","post_modified_gmt":"2020-06-07 03:27:37","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6763","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":6683,"post_author":"919","post_date":"2020-05-24 10:08:18","post_date_gmt":"2020-05-24 03:08:18","post_content":"\n
Di penghujung maghrib seorang anak kecil bertanya pada ayahnya yang sedang asyik menikmati kopinya di teras rumah. \u201cAyah, mengapa malam ini tak ada orang-orang yang berkeliling untuk takbiran?\u201d Sang ayah pun menjawab dengan kalimat yang bijak sana meski belum tentu mampu dipahami anaknya. \u201cNak, manusia sedang berjuang menghadapi kepunahan. Kamu dan banyak anak-anak kecil lainnya berdiam diri di rumah saja adalah hal yang membahagiakan bagi ayah, ibu dan orang tua mereka.\u201d <\/p>\n\n\n\n
Selamat Hari Raya Idul Fitri, Mari Mengupayakan Kemenangan! Ramadhan yang berbeda harus dilewati oleh umat manusia generasi saat ini. Mungkin bagi yang masih berumur 20 hingga 50 tahun tak pernah membayangkan betul bumi dalam kondisi pandemi seperti ini. Mayoritas manusia hidup dalam kedamaian meski perang kerap kali membuntuti. Namun kali ini semua terasa sangat berbeda, semua sedang berperang menghadapi sesuatu yang kasat mata. Peperangan yang tak bisa diprediksi pula kapan berakhir.<\/p>\n\n\n\n
Orang-orang pintar punya hitung-hitungan tersendiri meski probabilitasnya belum bisa dikatakan mencapai angka yang tinggi. Sementara di luar sana banyak orang-orang pintar lainnya yang bertarung dengan waktu untuk menemukan penyembuh virus covid-19. Saya curiga, jangan-jangan euforia manusia ketika vaksin hadir akan menyamai euforia manusia ketika menyambut sang penyelamat, Isa Almasih turun. Entah, mungkin bisa jadi.<\/p>\n\n\n\n
Hanya berdiam diri di rumah yang bisa menjadi senjata ampuh bagi manusia dalam peperangan ini. Beruntungnya kita sebagai umat muslim juga diberi bulan ramadhan dalam kondisi seperti ini. Jika saya boleh menyebut maka saya akan menganalogikan bulan ramadhan sebagai bala tentara tuhan. Mengapa? Jawabannya karena adalah ibadah berpuasa. Dari berpuasa kita bisa manahan diri dari segala hal. Berpuasa untuk tidak bepergian jika tidak mendesak, berpuasa untuk tidak berkumpul, berpuasa untuk tidak boros. <\/p>\n\n\n\n
Jika kita mampu memaknai betul arti kata puasa di Bulan Ramadhan maka sudah barang tentu kita mampu memiliki persentase besar untuk memenangi peperangan di masa pandemi ini. Jelas, jawaban kemenangan itu hanya diketahui oleh individu-individu masing-masing. Sebelum kalian melanjutkan bacaan ke paragraf selanjutnya maka silahkan merenung dan bertanya pada diri sendiri. Paripurnakah kita dalam memaknai dan menjalani ibadah puasa?<\/p>\n\n\n\n
Hari ini, kita akan merayakan lebaran, tentu saya beranggapan juga bahwa lebaran ini berbeda dari sebelumnya. Jika lebaran-lebaran sebelumnya kita memaknainya sebagai hari kemenangan, maka kali ini mari kita memaknainya sebagai hari untuk mengupayakan kemenangan. Mengapa? Peperangan umat manusia melawan corona masih akan terus berlanjut dan puasa selama 30 hari menjadikan kita seharusnya semakin kuat untuk menghadapi hari esok.<\/p>\n\n\n\n
Setelah hari raya idul fitri kita semua akan menghadapi satu babak baru dalam sejarah umat manusia. Babak baru itu disebut-sebut oleh banyak orang sebagai kehidupan new normal. Sekali lagi, jika kita mampu melewati bulan ramadhan secara paripurna maka tentu tak akan menemui kesulitan ke depannya.<\/p>\n\n\n\n
Selamat Hari Raya Idul Fitri, Mari Mengupayakan Kemenangan!<\/p>\n","post_title":"Selamat Hari Raya Idul Fitri, Mari Mengupayakan Kemenangan!","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"selamat-hari-raya-idul-fitri-mari-mengupayakan-kemenangan","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2020-05-24 10:08:24","post_modified_gmt":"2020-05-24 03:08:24","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6683","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":6663,"post_author":"919","post_date":"2020-05-11 11:37:27","post_date_gmt":"2020-05-11 04:37:27","post_content":"\n
Senyum merekah terpampang dari wajah Striker Jeonbuk Motors, Lee Dong-gook. Sundulannya menyambut umpan dari Son Jun-ho mengoyak gawang Suwon Bluewings pada menit ke-83. Selebrasi sederhana Lee Dong-gook lakukan bersama rekan setimnya di depan tribun utara Jeonju World Cup Stadium yang kosong. Hanya ada banner raksasa di sana, tak ada penonton. Tapi jauh di sana, banyak yang menyaksikan pertandingan ini melalui sosial media. Pertandingan yang memberikan harapan bagi umat manusia.<\/p>\n\n\n\n
Pandemi corona menghantam banyak hal dalam hajat hidup umat manusia. Segala sesuatu menjadi sulit untuk dilakukan di masa seperti ini. Pekerjaan harus dilakukan di rumah dan hanya orang tertentu saja yang bisa beraktivitas kerja seperti biasa. Agenda-agenda besar pun harus mengalami penundaan, termasuk liga sepak bola yang harus terhenti sesaat. Kesehatan manusia menjadi pertimbangan utamanya, karena mengutip kalimat populer dari seorang Bambang Pamungkas: \u201cTidak ada satu kemenangan pun yang sebanding dengan nyawa.\u201d <\/p>\n\n\n\n
Ketika sepak bola diliburkan maka akhir pekan menjadi begitu tidak menyenangkan. Tidak ada riuh komentar pertandingan di layar televisi. Tidak ada sekumpulan remaja yang antusias berangkat ke stadion. Tidak nyanyian-nyanyian yang terdengar seantero kota. Tidak ada juga tayangan video di youtube tentang highlights sebuah pertandingan. Semua terasa hambar, meski beruntungnya masih ada beberapa film bertemakan sepak bola yang rilis bertepatan saat pandemi melanda seperti The English Game dan Ultras.<\/p>\n\n\n\n
Pemberitaan tentang sepak bola pun tiba-tiba menjadi buku tebal ensiklopedia sejarah. Media massa ramai-ramai membuat berita tentang cerita sepak bola di masa lampau. Membuatnya kembali segar dan bisa kembali dinikmati di saat ini. Sesekali, gosip-gosip transfer dihadirkan. Sesekali juga, berita tentang kegamangan petinggi liga juga muncul, apakah liga di sebuah negara akan berlanjut atau tidak.<\/p>\n\n\n\n
Akhirnya, ada yang memilih untuk berhenti seperti Ligue 1 yang akhirnya menobatkan Paris Saint-Germain sebagai juara. Sebelumnya Eredivisie Liga Belanda menjadi kompetisi top di eropa pertama yang menghentikan liga. Ajax Amsterdam harus merelakan peluang mereka untuk tak juara musim ini setelah KNVB selaku federasi sepak bola Belanda mengeluarkan kebijakan untuk menghentikan liga tanpa pemenang dan degradasi.<\/p>\n\n\n\n
Tapi ada liga yang tak memilih untuk melempar handuk, Bundesliga salah satunya. Petinggi sepak bola Jerman memutuskan untuk melanjutkan kompetisi pada 16 Mei 2020. Kabar baik bagi kita semua yang haus akan tayangan pertandingan sepak bola. Maklum, pemberitaan corona di berbagai media massa cukup memberikan pengaruh psikologi yang buruk bagi sebagian masyarakat. Sepak bola tentunya akan jadi hiburan yang nyata sekaligus memberikan asa kepada manusia. Tapi mirisnya adalah enam hari sebelum bergulirnya kembali Bundesliga, dua pemain asal klub Dynamo Dresden dinyatakan positif terjangkit corona. Bisakah Bundesliga berlanjut? Semoga saja.<\/p>\n\n\n\n
Justru hilal sepak bola itu tak muncul dari Eropa atau dataran Amerika, negeri di Asia lah yang menemukannya. Apresiasi kita berikan kepada Korea Selatan yang berani untuk melanjutkan kompetisi sepak bola mereka. Sebelum pertandingan antara Jeonbuk Motors versus Suwon Bluewings digulirkan, poster digital tentang peraturan ketat disebar di sosial media. Poster tersebut berisikan protokoler yang harus dilakukan sebelum, saat, dan sesudah pertandingan agar kesehatan pemain dan official tim bisa terjaga dengan baik. <\/p>\n\n\n\n
Syukurnya, pertandingan sore itu di Jeonju World Cup Stadium yang dimenangkan oleh Jeonbuk Motors dengan gol tunggal Lee Dong-gook berjalan lancar. Pertandingan itu memang tak disaksikan langsung oleh penonton di tribun stadion. Tapi di twitter, pertandingan itu disaksikan 3,3 juta penonton dari seluruh dunia. 3,3 juta orang itu sedang menyaksikan hilal sepak bola di Jeoncu World Cup Stadium. 3,3 juta orang itu juga sedang memupuk asa mereka akan hari-hari cerah pasca pandemi.<\/p>\n\n\n\n
Lantas bagaimana dengan Indonesia? Ikut Korea Selatan melanjutkan liga atau Belanda yang mengakhiri liga? <\/p>\n","post_title":"Hilal Itu Nampak di Jeonju World Cup Stadium","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"hilal-itu-nampak-di-jeonju-world-cup-stadium","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2020-05-11 11:37:28","post_modified_gmt":"2020-05-11 04:37:28","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6663","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":4},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"epic_block_3"};
Tradisi-tradisi lama yang sekiranya berpotensi terjadinya penyebaran virus corona pun harus mulai ditinggalkan. Berikut tiga kebiasaan yang harus dihindari para perokok selama kondisi new normal<\/p>\n\n\n\n
Sebagai seorang perokok tentu sangat sulit untuk meninggalkan tradisi ngerokok bareng ini. Akan tetapi sejatinya tradisi nongkrong bareng ini bukan semestinya harus ditinggalkan akan tetapi dibatasi dulu untuk sementara ini. Selama PSBB dan berdiam diri di rumah mungkin diri kita sendiri akan sangat merindukan nongkrong bareng teman-teman menikmati rokok dan minuman hangat bersama. <\/p>\n\n\n\n
Sebagai seorang perokok tentu sangat sulit untuk meninggalkan tradisi ngerokok bareng ini. Akan tetapi sejatinya tradisi nongkrong bareng ini bukan semestinya harus ditinggalkan akan tetapi dibatasi dulu untuk sementara ini. Selama PSBB dan berdiam diri di rumah mungkin diri kita sendiri akan sangat merindukan nongkrong bareng teman-teman menikmati rokok dan minuman hangat bersama. <\/p>\n\n\n\n
Akan tetapi kita masih belum bisa melakukan hal tersebut saat kondisi new normal ini. Jika pun terpaksa harus nongkrong bareng maka tetap patuhi protokol kesehatan yang ada. Jaga jarak di antaramu, lalu hindari nongkrong dalam jumlah massa yang terlalu besar. Rasanya, tiga hingga empat orang saja sudah cukup asal mematuhi beberapa peraturan tersebut.<\/p>\n\n\n\n
Peraturan daerah kawasan tanpa rokok atau yang familiar disebut sebagai Perda KTR sebenarnya adalah sebuah acuan bagi kita untuk tidak merokok di tempat-tempat tertentu. Peraturan ini sejatinya mampu menjadi jembatan bagi kebutuhan hak dan kewajiban bagi perokok dan non perokok. Jika kita selama ini mampu menaati aturan dalam Perda KTR tersebut tentu tak sulit untuk mengaplikasikannya dalam kondisi new normal ini.<\/p>\n\n\n\n
Mengapa merokok di sembarang tempat adalah hal yang harus dihindari, mengingat kondisi pandemi ini membuat kita tak tahu daerah mana saja yang bebas dari sebaran covid-19. Dengan tidak merokok di sembarang tempat tentu akan menjauhkan kita dari potensi besar terpapar virus corona. Jadi tahan dulu ya kalau pengen sebats, di rumah sendiri justru lebih enak dan nyaman kok.<\/p>\n\n\n\n
Virus corona sangat besar menular melalui kontak fisik apalagi dengan tertukarnya air liur. Dengan merokok joinan satu batang bersama maka akan semakin memudahkan anda terpapar virus tersebut. Apalagi jika anda harus satu rokok bersama dengan orang yang anda tak kenal maka bisa saja berpotensi untuk tertular penyakit-penyakit lainnya.<\/p>\n\n\n\n
Tidak ada nilai solidaritas yang berkurang dari berhenti merokok joinan satu batang bersama. Nilai solidaritas itu justru bisa anda salurkan dalam bentuk yang lain. Ya salah satunya adalah bagi satu rokok dari sebungkus rokok yang anda miliki jika temanmu membutuhkan. Justru itu lebih baik jika harus merokok satu batang bersama. <\/p>\n","post_title":"Tiga Kebiasaan yang Perokok Harus Hindari di Tengah New Normal","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"tiga-kebiasaan-yang-perokok-harus-hindari-di-tengah-new-normal","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2020-06-07 10:27:37","post_modified_gmt":"2020-06-07 03:27:37","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6763","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":6683,"post_author":"919","post_date":"2020-05-24 10:08:18","post_date_gmt":"2020-05-24 03:08:18","post_content":"\n
Di penghujung maghrib seorang anak kecil bertanya pada ayahnya yang sedang asyik menikmati kopinya di teras rumah. \u201cAyah, mengapa malam ini tak ada orang-orang yang berkeliling untuk takbiran?\u201d Sang ayah pun menjawab dengan kalimat yang bijak sana meski belum tentu mampu dipahami anaknya. \u201cNak, manusia sedang berjuang menghadapi kepunahan. Kamu dan banyak anak-anak kecil lainnya berdiam diri di rumah saja adalah hal yang membahagiakan bagi ayah, ibu dan orang tua mereka.\u201d <\/p>\n\n\n\n
Selamat Hari Raya Idul Fitri, Mari Mengupayakan Kemenangan! Ramadhan yang berbeda harus dilewati oleh umat manusia generasi saat ini. Mungkin bagi yang masih berumur 20 hingga 50 tahun tak pernah membayangkan betul bumi dalam kondisi pandemi seperti ini. Mayoritas manusia hidup dalam kedamaian meski perang kerap kali membuntuti. Namun kali ini semua terasa sangat berbeda, semua sedang berperang menghadapi sesuatu yang kasat mata. Peperangan yang tak bisa diprediksi pula kapan berakhir.<\/p>\n\n\n\n
Orang-orang pintar punya hitung-hitungan tersendiri meski probabilitasnya belum bisa dikatakan mencapai angka yang tinggi. Sementara di luar sana banyak orang-orang pintar lainnya yang bertarung dengan waktu untuk menemukan penyembuh virus covid-19. Saya curiga, jangan-jangan euforia manusia ketika vaksin hadir akan menyamai euforia manusia ketika menyambut sang penyelamat, Isa Almasih turun. Entah, mungkin bisa jadi.<\/p>\n\n\n\n
Hanya berdiam diri di rumah yang bisa menjadi senjata ampuh bagi manusia dalam peperangan ini. Beruntungnya kita sebagai umat muslim juga diberi bulan ramadhan dalam kondisi seperti ini. Jika saya boleh menyebut maka saya akan menganalogikan bulan ramadhan sebagai bala tentara tuhan. Mengapa? Jawabannya karena adalah ibadah berpuasa. Dari berpuasa kita bisa manahan diri dari segala hal. Berpuasa untuk tidak bepergian jika tidak mendesak, berpuasa untuk tidak berkumpul, berpuasa untuk tidak boros. <\/p>\n\n\n\n
Jika kita mampu memaknai betul arti kata puasa di Bulan Ramadhan maka sudah barang tentu kita mampu memiliki persentase besar untuk memenangi peperangan di masa pandemi ini. Jelas, jawaban kemenangan itu hanya diketahui oleh individu-individu masing-masing. Sebelum kalian melanjutkan bacaan ke paragraf selanjutnya maka silahkan merenung dan bertanya pada diri sendiri. Paripurnakah kita dalam memaknai dan menjalani ibadah puasa?<\/p>\n\n\n\n
Hari ini, kita akan merayakan lebaran, tentu saya beranggapan juga bahwa lebaran ini berbeda dari sebelumnya. Jika lebaran-lebaran sebelumnya kita memaknainya sebagai hari kemenangan, maka kali ini mari kita memaknainya sebagai hari untuk mengupayakan kemenangan. Mengapa? Peperangan umat manusia melawan corona masih akan terus berlanjut dan puasa selama 30 hari menjadikan kita seharusnya semakin kuat untuk menghadapi hari esok.<\/p>\n\n\n\n
Setelah hari raya idul fitri kita semua akan menghadapi satu babak baru dalam sejarah umat manusia. Babak baru itu disebut-sebut oleh banyak orang sebagai kehidupan new normal. Sekali lagi, jika kita mampu melewati bulan ramadhan secara paripurna maka tentu tak akan menemui kesulitan ke depannya.<\/p>\n\n\n\n
Selamat Hari Raya Idul Fitri, Mari Mengupayakan Kemenangan!<\/p>\n","post_title":"Selamat Hari Raya Idul Fitri, Mari Mengupayakan Kemenangan!","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"selamat-hari-raya-idul-fitri-mari-mengupayakan-kemenangan","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2020-05-24 10:08:24","post_modified_gmt":"2020-05-24 03:08:24","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6683","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":6663,"post_author":"919","post_date":"2020-05-11 11:37:27","post_date_gmt":"2020-05-11 04:37:27","post_content":"\n
Senyum merekah terpampang dari wajah Striker Jeonbuk Motors, Lee Dong-gook. Sundulannya menyambut umpan dari Son Jun-ho mengoyak gawang Suwon Bluewings pada menit ke-83. Selebrasi sederhana Lee Dong-gook lakukan bersama rekan setimnya di depan tribun utara Jeonju World Cup Stadium yang kosong. Hanya ada banner raksasa di sana, tak ada penonton. Tapi jauh di sana, banyak yang menyaksikan pertandingan ini melalui sosial media. Pertandingan yang memberikan harapan bagi umat manusia.<\/p>\n\n\n\n
Pandemi corona menghantam banyak hal dalam hajat hidup umat manusia. Segala sesuatu menjadi sulit untuk dilakukan di masa seperti ini. Pekerjaan harus dilakukan di rumah dan hanya orang tertentu saja yang bisa beraktivitas kerja seperti biasa. Agenda-agenda besar pun harus mengalami penundaan, termasuk liga sepak bola yang harus terhenti sesaat. Kesehatan manusia menjadi pertimbangan utamanya, karena mengutip kalimat populer dari seorang Bambang Pamungkas: \u201cTidak ada satu kemenangan pun yang sebanding dengan nyawa.\u201d <\/p>\n\n\n\n
Ketika sepak bola diliburkan maka akhir pekan menjadi begitu tidak menyenangkan. Tidak ada riuh komentar pertandingan di layar televisi. Tidak ada sekumpulan remaja yang antusias berangkat ke stadion. Tidak nyanyian-nyanyian yang terdengar seantero kota. Tidak ada juga tayangan video di youtube tentang highlights sebuah pertandingan. Semua terasa hambar, meski beruntungnya masih ada beberapa film bertemakan sepak bola yang rilis bertepatan saat pandemi melanda seperti The English Game dan Ultras.<\/p>\n\n\n\n
Pemberitaan tentang sepak bola pun tiba-tiba menjadi buku tebal ensiklopedia sejarah. Media massa ramai-ramai membuat berita tentang cerita sepak bola di masa lampau. Membuatnya kembali segar dan bisa kembali dinikmati di saat ini. Sesekali, gosip-gosip transfer dihadirkan. Sesekali juga, berita tentang kegamangan petinggi liga juga muncul, apakah liga di sebuah negara akan berlanjut atau tidak.<\/p>\n\n\n\n
Akhirnya, ada yang memilih untuk berhenti seperti Ligue 1 yang akhirnya menobatkan Paris Saint-Germain sebagai juara. Sebelumnya Eredivisie Liga Belanda menjadi kompetisi top di eropa pertama yang menghentikan liga. Ajax Amsterdam harus merelakan peluang mereka untuk tak juara musim ini setelah KNVB selaku federasi sepak bola Belanda mengeluarkan kebijakan untuk menghentikan liga tanpa pemenang dan degradasi.<\/p>\n\n\n\n
Tapi ada liga yang tak memilih untuk melempar handuk, Bundesliga salah satunya. Petinggi sepak bola Jerman memutuskan untuk melanjutkan kompetisi pada 16 Mei 2020. Kabar baik bagi kita semua yang haus akan tayangan pertandingan sepak bola. Maklum, pemberitaan corona di berbagai media massa cukup memberikan pengaruh psikologi yang buruk bagi sebagian masyarakat. Sepak bola tentunya akan jadi hiburan yang nyata sekaligus memberikan asa kepada manusia. Tapi mirisnya adalah enam hari sebelum bergulirnya kembali Bundesliga, dua pemain asal klub Dynamo Dresden dinyatakan positif terjangkit corona. Bisakah Bundesliga berlanjut? Semoga saja.<\/p>\n\n\n\n
Justru hilal sepak bola itu tak muncul dari Eropa atau dataran Amerika, negeri di Asia lah yang menemukannya. Apresiasi kita berikan kepada Korea Selatan yang berani untuk melanjutkan kompetisi sepak bola mereka. Sebelum pertandingan antara Jeonbuk Motors versus Suwon Bluewings digulirkan, poster digital tentang peraturan ketat disebar di sosial media. Poster tersebut berisikan protokoler yang harus dilakukan sebelum, saat, dan sesudah pertandingan agar kesehatan pemain dan official tim bisa terjaga dengan baik. <\/p>\n\n\n\n
Syukurnya, pertandingan sore itu di Jeonju World Cup Stadium yang dimenangkan oleh Jeonbuk Motors dengan gol tunggal Lee Dong-gook berjalan lancar. Pertandingan itu memang tak disaksikan langsung oleh penonton di tribun stadion. Tapi di twitter, pertandingan itu disaksikan 3,3 juta penonton dari seluruh dunia. 3,3 juta orang itu sedang menyaksikan hilal sepak bola di Jeoncu World Cup Stadium. 3,3 juta orang itu juga sedang memupuk asa mereka akan hari-hari cerah pasca pandemi.<\/p>\n\n\n\n
Lantas bagaimana dengan Indonesia? Ikut Korea Selatan melanjutkan liga atau Belanda yang mengakhiri liga? <\/p>\n","post_title":"Hilal Itu Nampak di Jeonju World Cup Stadium","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"hilal-itu-nampak-di-jeonju-world-cup-stadium","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2020-05-11 11:37:28","post_modified_gmt":"2020-05-11 04:37:28","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6663","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":4},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"epic_block_3"};
Kondisi new normal ini juga menandai babak baru perjuangan manusia dalam melawan covid-19. Tentu, meski PSBB kini dilonggarkan akan tetapi bukan berarti kita sebagai manusia sudah berhasil menang dan mengatasi pandemi. Kemenangan tersebut justru masih jauh rasanya. Perjuangan tetap dilanjutkan dengan meneruskan tradisi-tradisi yang sudah dilakukan semasa PSBB. <\/p>\n\n\n\n
Tradisi-tradisi lama yang sekiranya berpotensi terjadinya penyebaran virus corona pun harus mulai ditinggalkan. Berikut tiga kebiasaan yang harus dihindari para perokok selama kondisi new normal<\/p>\n\n\n\n
Sebagai seorang perokok tentu sangat sulit untuk meninggalkan tradisi ngerokok bareng ini. Akan tetapi sejatinya tradisi nongkrong bareng ini bukan semestinya harus ditinggalkan akan tetapi dibatasi dulu untuk sementara ini. Selama PSBB dan berdiam diri di rumah mungkin diri kita sendiri akan sangat merindukan nongkrong bareng teman-teman menikmati rokok dan minuman hangat bersama. <\/p>\n\n\n\n
Sebagai seorang perokok tentu sangat sulit untuk meninggalkan tradisi ngerokok bareng ini. Akan tetapi sejatinya tradisi nongkrong bareng ini bukan semestinya harus ditinggalkan akan tetapi dibatasi dulu untuk sementara ini. Selama PSBB dan berdiam diri di rumah mungkin diri kita sendiri akan sangat merindukan nongkrong bareng teman-teman menikmati rokok dan minuman hangat bersama. <\/p>\n\n\n\n
Akan tetapi kita masih belum bisa melakukan hal tersebut saat kondisi new normal ini. Jika pun terpaksa harus nongkrong bareng maka tetap patuhi protokol kesehatan yang ada. Jaga jarak di antaramu, lalu hindari nongkrong dalam jumlah massa yang terlalu besar. Rasanya, tiga hingga empat orang saja sudah cukup asal mematuhi beberapa peraturan tersebut.<\/p>\n\n\n\n
Peraturan daerah kawasan tanpa rokok atau yang familiar disebut sebagai Perda KTR sebenarnya adalah sebuah acuan bagi kita untuk tidak merokok di tempat-tempat tertentu. Peraturan ini sejatinya mampu menjadi jembatan bagi kebutuhan hak dan kewajiban bagi perokok dan non perokok. Jika kita selama ini mampu menaati aturan dalam Perda KTR tersebut tentu tak sulit untuk mengaplikasikannya dalam kondisi new normal ini.<\/p>\n\n\n\n
Mengapa merokok di sembarang tempat adalah hal yang harus dihindari, mengingat kondisi pandemi ini membuat kita tak tahu daerah mana saja yang bebas dari sebaran covid-19. Dengan tidak merokok di sembarang tempat tentu akan menjauhkan kita dari potensi besar terpapar virus corona. Jadi tahan dulu ya kalau pengen sebats, di rumah sendiri justru lebih enak dan nyaman kok.<\/p>\n\n\n\n
Virus corona sangat besar menular melalui kontak fisik apalagi dengan tertukarnya air liur. Dengan merokok joinan satu batang bersama maka akan semakin memudahkan anda terpapar virus tersebut. Apalagi jika anda harus satu rokok bersama dengan orang yang anda tak kenal maka bisa saja berpotensi untuk tertular penyakit-penyakit lainnya.<\/p>\n\n\n\n
Tidak ada nilai solidaritas yang berkurang dari berhenti merokok joinan satu batang bersama. Nilai solidaritas itu justru bisa anda salurkan dalam bentuk yang lain. Ya salah satunya adalah bagi satu rokok dari sebungkus rokok yang anda miliki jika temanmu membutuhkan. Justru itu lebih baik jika harus merokok satu batang bersama. <\/p>\n","post_title":"Tiga Kebiasaan yang Perokok Harus Hindari di Tengah New Normal","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"tiga-kebiasaan-yang-perokok-harus-hindari-di-tengah-new-normal","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2020-06-07 10:27:37","post_modified_gmt":"2020-06-07 03:27:37","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6763","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":6683,"post_author":"919","post_date":"2020-05-24 10:08:18","post_date_gmt":"2020-05-24 03:08:18","post_content":"\n
Di penghujung maghrib seorang anak kecil bertanya pada ayahnya yang sedang asyik menikmati kopinya di teras rumah. \u201cAyah, mengapa malam ini tak ada orang-orang yang berkeliling untuk takbiran?\u201d Sang ayah pun menjawab dengan kalimat yang bijak sana meski belum tentu mampu dipahami anaknya. \u201cNak, manusia sedang berjuang menghadapi kepunahan. Kamu dan banyak anak-anak kecil lainnya berdiam diri di rumah saja adalah hal yang membahagiakan bagi ayah, ibu dan orang tua mereka.\u201d <\/p>\n\n\n\n
Selamat Hari Raya Idul Fitri, Mari Mengupayakan Kemenangan! Ramadhan yang berbeda harus dilewati oleh umat manusia generasi saat ini. Mungkin bagi yang masih berumur 20 hingga 50 tahun tak pernah membayangkan betul bumi dalam kondisi pandemi seperti ini. Mayoritas manusia hidup dalam kedamaian meski perang kerap kali membuntuti. Namun kali ini semua terasa sangat berbeda, semua sedang berperang menghadapi sesuatu yang kasat mata. Peperangan yang tak bisa diprediksi pula kapan berakhir.<\/p>\n\n\n\n
Orang-orang pintar punya hitung-hitungan tersendiri meski probabilitasnya belum bisa dikatakan mencapai angka yang tinggi. Sementara di luar sana banyak orang-orang pintar lainnya yang bertarung dengan waktu untuk menemukan penyembuh virus covid-19. Saya curiga, jangan-jangan euforia manusia ketika vaksin hadir akan menyamai euforia manusia ketika menyambut sang penyelamat, Isa Almasih turun. Entah, mungkin bisa jadi.<\/p>\n\n\n\n
Hanya berdiam diri di rumah yang bisa menjadi senjata ampuh bagi manusia dalam peperangan ini. Beruntungnya kita sebagai umat muslim juga diberi bulan ramadhan dalam kondisi seperti ini. Jika saya boleh menyebut maka saya akan menganalogikan bulan ramadhan sebagai bala tentara tuhan. Mengapa? Jawabannya karena adalah ibadah berpuasa. Dari berpuasa kita bisa manahan diri dari segala hal. Berpuasa untuk tidak bepergian jika tidak mendesak, berpuasa untuk tidak berkumpul, berpuasa untuk tidak boros. <\/p>\n\n\n\n
Jika kita mampu memaknai betul arti kata puasa di Bulan Ramadhan maka sudah barang tentu kita mampu memiliki persentase besar untuk memenangi peperangan di masa pandemi ini. Jelas, jawaban kemenangan itu hanya diketahui oleh individu-individu masing-masing. Sebelum kalian melanjutkan bacaan ke paragraf selanjutnya maka silahkan merenung dan bertanya pada diri sendiri. Paripurnakah kita dalam memaknai dan menjalani ibadah puasa?<\/p>\n\n\n\n
Hari ini, kita akan merayakan lebaran, tentu saya beranggapan juga bahwa lebaran ini berbeda dari sebelumnya. Jika lebaran-lebaran sebelumnya kita memaknainya sebagai hari kemenangan, maka kali ini mari kita memaknainya sebagai hari untuk mengupayakan kemenangan. Mengapa? Peperangan umat manusia melawan corona masih akan terus berlanjut dan puasa selama 30 hari menjadikan kita seharusnya semakin kuat untuk menghadapi hari esok.<\/p>\n\n\n\n
Setelah hari raya idul fitri kita semua akan menghadapi satu babak baru dalam sejarah umat manusia. Babak baru itu disebut-sebut oleh banyak orang sebagai kehidupan new normal. Sekali lagi, jika kita mampu melewati bulan ramadhan secara paripurna maka tentu tak akan menemui kesulitan ke depannya.<\/p>\n\n\n\n
Selamat Hari Raya Idul Fitri, Mari Mengupayakan Kemenangan!<\/p>\n","post_title":"Selamat Hari Raya Idul Fitri, Mari Mengupayakan Kemenangan!","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"selamat-hari-raya-idul-fitri-mari-mengupayakan-kemenangan","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2020-05-24 10:08:24","post_modified_gmt":"2020-05-24 03:08:24","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6683","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":6663,"post_author":"919","post_date":"2020-05-11 11:37:27","post_date_gmt":"2020-05-11 04:37:27","post_content":"\n
Senyum merekah terpampang dari wajah Striker Jeonbuk Motors, Lee Dong-gook. Sundulannya menyambut umpan dari Son Jun-ho mengoyak gawang Suwon Bluewings pada menit ke-83. Selebrasi sederhana Lee Dong-gook lakukan bersama rekan setimnya di depan tribun utara Jeonju World Cup Stadium yang kosong. Hanya ada banner raksasa di sana, tak ada penonton. Tapi jauh di sana, banyak yang menyaksikan pertandingan ini melalui sosial media. Pertandingan yang memberikan harapan bagi umat manusia.<\/p>\n\n\n\n
Pandemi corona menghantam banyak hal dalam hajat hidup umat manusia. Segala sesuatu menjadi sulit untuk dilakukan di masa seperti ini. Pekerjaan harus dilakukan di rumah dan hanya orang tertentu saja yang bisa beraktivitas kerja seperti biasa. Agenda-agenda besar pun harus mengalami penundaan, termasuk liga sepak bola yang harus terhenti sesaat. Kesehatan manusia menjadi pertimbangan utamanya, karena mengutip kalimat populer dari seorang Bambang Pamungkas: \u201cTidak ada satu kemenangan pun yang sebanding dengan nyawa.\u201d <\/p>\n\n\n\n
Ketika sepak bola diliburkan maka akhir pekan menjadi begitu tidak menyenangkan. Tidak ada riuh komentar pertandingan di layar televisi. Tidak ada sekumpulan remaja yang antusias berangkat ke stadion. Tidak nyanyian-nyanyian yang terdengar seantero kota. Tidak ada juga tayangan video di youtube tentang highlights sebuah pertandingan. Semua terasa hambar, meski beruntungnya masih ada beberapa film bertemakan sepak bola yang rilis bertepatan saat pandemi melanda seperti The English Game dan Ultras.<\/p>\n\n\n\n
Pemberitaan tentang sepak bola pun tiba-tiba menjadi buku tebal ensiklopedia sejarah. Media massa ramai-ramai membuat berita tentang cerita sepak bola di masa lampau. Membuatnya kembali segar dan bisa kembali dinikmati di saat ini. Sesekali, gosip-gosip transfer dihadirkan. Sesekali juga, berita tentang kegamangan petinggi liga juga muncul, apakah liga di sebuah negara akan berlanjut atau tidak.<\/p>\n\n\n\n
Akhirnya, ada yang memilih untuk berhenti seperti Ligue 1 yang akhirnya menobatkan Paris Saint-Germain sebagai juara. Sebelumnya Eredivisie Liga Belanda menjadi kompetisi top di eropa pertama yang menghentikan liga. Ajax Amsterdam harus merelakan peluang mereka untuk tak juara musim ini setelah KNVB selaku federasi sepak bola Belanda mengeluarkan kebijakan untuk menghentikan liga tanpa pemenang dan degradasi.<\/p>\n\n\n\n
Tapi ada liga yang tak memilih untuk melempar handuk, Bundesliga salah satunya. Petinggi sepak bola Jerman memutuskan untuk melanjutkan kompetisi pada 16 Mei 2020. Kabar baik bagi kita semua yang haus akan tayangan pertandingan sepak bola. Maklum, pemberitaan corona di berbagai media massa cukup memberikan pengaruh psikologi yang buruk bagi sebagian masyarakat. Sepak bola tentunya akan jadi hiburan yang nyata sekaligus memberikan asa kepada manusia. Tapi mirisnya adalah enam hari sebelum bergulirnya kembali Bundesliga, dua pemain asal klub Dynamo Dresden dinyatakan positif terjangkit corona. Bisakah Bundesliga berlanjut? Semoga saja.<\/p>\n\n\n\n
Justru hilal sepak bola itu tak muncul dari Eropa atau dataran Amerika, negeri di Asia lah yang menemukannya. Apresiasi kita berikan kepada Korea Selatan yang berani untuk melanjutkan kompetisi sepak bola mereka. Sebelum pertandingan antara Jeonbuk Motors versus Suwon Bluewings digulirkan, poster digital tentang peraturan ketat disebar di sosial media. Poster tersebut berisikan protokoler yang harus dilakukan sebelum, saat, dan sesudah pertandingan agar kesehatan pemain dan official tim bisa terjaga dengan baik. <\/p>\n\n\n\n
Syukurnya, pertandingan sore itu di Jeonju World Cup Stadium yang dimenangkan oleh Jeonbuk Motors dengan gol tunggal Lee Dong-gook berjalan lancar. Pertandingan itu memang tak disaksikan langsung oleh penonton di tribun stadion. Tapi di twitter, pertandingan itu disaksikan 3,3 juta penonton dari seluruh dunia. 3,3 juta orang itu sedang menyaksikan hilal sepak bola di Jeoncu World Cup Stadium. 3,3 juta orang itu juga sedang memupuk asa mereka akan hari-hari cerah pasca pandemi.<\/p>\n\n\n\n
Lantas bagaimana dengan Indonesia? Ikut Korea Selatan melanjutkan liga atau Belanda yang mengakhiri liga? <\/p>\n","post_title":"Hilal Itu Nampak di Jeonju World Cup Stadium","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"hilal-itu-nampak-di-jeonju-world-cup-stadium","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2020-05-11 11:37:28","post_modified_gmt":"2020-05-11 04:37:28","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6663","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":4},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"epic_block_3"};
Pemerintah kini mulai mengeluarkan kebijakan untuk melonggarkan peraturan tentang pembatasan sosial berskala besar. Salah satunya adalah dengan mulai membuka fasilitas-fasilitas umum namun tetap harus menuruti prosedur kesehatan yang berlaku. Dengan demikian maka kondisi new normal kini sudah berada di depan mata. Sebagai perokok tentu ada hal-hal yang patut kita taati dari segala peraturan yang diterapkan oleh pemerintah.<\/p>\n\n\n\n
Kondisi new normal ini juga menandai babak baru perjuangan manusia dalam melawan covid-19. Tentu, meski PSBB kini dilonggarkan akan tetapi bukan berarti kita sebagai manusia sudah berhasil menang dan mengatasi pandemi. Kemenangan tersebut justru masih jauh rasanya. Perjuangan tetap dilanjutkan dengan meneruskan tradisi-tradisi yang sudah dilakukan semasa PSBB. <\/p>\n\n\n\n
Tradisi-tradisi lama yang sekiranya berpotensi terjadinya penyebaran virus corona pun harus mulai ditinggalkan. Berikut tiga kebiasaan yang harus dihindari para perokok selama kondisi new normal<\/p>\n\n\n\n
Sebagai seorang perokok tentu sangat sulit untuk meninggalkan tradisi ngerokok bareng ini. Akan tetapi sejatinya tradisi nongkrong bareng ini bukan semestinya harus ditinggalkan akan tetapi dibatasi dulu untuk sementara ini. Selama PSBB dan berdiam diri di rumah mungkin diri kita sendiri akan sangat merindukan nongkrong bareng teman-teman menikmati rokok dan minuman hangat bersama. <\/p>\n\n\n\n
Sebagai seorang perokok tentu sangat sulit untuk meninggalkan tradisi ngerokok bareng ini. Akan tetapi sejatinya tradisi nongkrong bareng ini bukan semestinya harus ditinggalkan akan tetapi dibatasi dulu untuk sementara ini. Selama PSBB dan berdiam diri di rumah mungkin diri kita sendiri akan sangat merindukan nongkrong bareng teman-teman menikmati rokok dan minuman hangat bersama. <\/p>\n\n\n\n
Akan tetapi kita masih belum bisa melakukan hal tersebut saat kondisi new normal ini. Jika pun terpaksa harus nongkrong bareng maka tetap patuhi protokol kesehatan yang ada. Jaga jarak di antaramu, lalu hindari nongkrong dalam jumlah massa yang terlalu besar. Rasanya, tiga hingga empat orang saja sudah cukup asal mematuhi beberapa peraturan tersebut.<\/p>\n\n\n\n
Peraturan daerah kawasan tanpa rokok atau yang familiar disebut sebagai Perda KTR sebenarnya adalah sebuah acuan bagi kita untuk tidak merokok di tempat-tempat tertentu. Peraturan ini sejatinya mampu menjadi jembatan bagi kebutuhan hak dan kewajiban bagi perokok dan non perokok. Jika kita selama ini mampu menaati aturan dalam Perda KTR tersebut tentu tak sulit untuk mengaplikasikannya dalam kondisi new normal ini.<\/p>\n\n\n\n
Mengapa merokok di sembarang tempat adalah hal yang harus dihindari, mengingat kondisi pandemi ini membuat kita tak tahu daerah mana saja yang bebas dari sebaran covid-19. Dengan tidak merokok di sembarang tempat tentu akan menjauhkan kita dari potensi besar terpapar virus corona. Jadi tahan dulu ya kalau pengen sebats, di rumah sendiri justru lebih enak dan nyaman kok.<\/p>\n\n\n\n
Virus corona sangat besar menular melalui kontak fisik apalagi dengan tertukarnya air liur. Dengan merokok joinan satu batang bersama maka akan semakin memudahkan anda terpapar virus tersebut. Apalagi jika anda harus satu rokok bersama dengan orang yang anda tak kenal maka bisa saja berpotensi untuk tertular penyakit-penyakit lainnya.<\/p>\n\n\n\n
Tidak ada nilai solidaritas yang berkurang dari berhenti merokok joinan satu batang bersama. Nilai solidaritas itu justru bisa anda salurkan dalam bentuk yang lain. Ya salah satunya adalah bagi satu rokok dari sebungkus rokok yang anda miliki jika temanmu membutuhkan. Justru itu lebih baik jika harus merokok satu batang bersama. <\/p>\n","post_title":"Tiga Kebiasaan yang Perokok Harus Hindari di Tengah New Normal","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"tiga-kebiasaan-yang-perokok-harus-hindari-di-tengah-new-normal","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2020-06-07 10:27:37","post_modified_gmt":"2020-06-07 03:27:37","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6763","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":6683,"post_author":"919","post_date":"2020-05-24 10:08:18","post_date_gmt":"2020-05-24 03:08:18","post_content":"\n
Di penghujung maghrib seorang anak kecil bertanya pada ayahnya yang sedang asyik menikmati kopinya di teras rumah. \u201cAyah, mengapa malam ini tak ada orang-orang yang berkeliling untuk takbiran?\u201d Sang ayah pun menjawab dengan kalimat yang bijak sana meski belum tentu mampu dipahami anaknya. \u201cNak, manusia sedang berjuang menghadapi kepunahan. Kamu dan banyak anak-anak kecil lainnya berdiam diri di rumah saja adalah hal yang membahagiakan bagi ayah, ibu dan orang tua mereka.\u201d <\/p>\n\n\n\n
Selamat Hari Raya Idul Fitri, Mari Mengupayakan Kemenangan! Ramadhan yang berbeda harus dilewati oleh umat manusia generasi saat ini. Mungkin bagi yang masih berumur 20 hingga 50 tahun tak pernah membayangkan betul bumi dalam kondisi pandemi seperti ini. Mayoritas manusia hidup dalam kedamaian meski perang kerap kali membuntuti. Namun kali ini semua terasa sangat berbeda, semua sedang berperang menghadapi sesuatu yang kasat mata. Peperangan yang tak bisa diprediksi pula kapan berakhir.<\/p>\n\n\n\n
Orang-orang pintar punya hitung-hitungan tersendiri meski probabilitasnya belum bisa dikatakan mencapai angka yang tinggi. Sementara di luar sana banyak orang-orang pintar lainnya yang bertarung dengan waktu untuk menemukan penyembuh virus covid-19. Saya curiga, jangan-jangan euforia manusia ketika vaksin hadir akan menyamai euforia manusia ketika menyambut sang penyelamat, Isa Almasih turun. Entah, mungkin bisa jadi.<\/p>\n\n\n\n
Hanya berdiam diri di rumah yang bisa menjadi senjata ampuh bagi manusia dalam peperangan ini. Beruntungnya kita sebagai umat muslim juga diberi bulan ramadhan dalam kondisi seperti ini. Jika saya boleh menyebut maka saya akan menganalogikan bulan ramadhan sebagai bala tentara tuhan. Mengapa? Jawabannya karena adalah ibadah berpuasa. Dari berpuasa kita bisa manahan diri dari segala hal. Berpuasa untuk tidak bepergian jika tidak mendesak, berpuasa untuk tidak berkumpul, berpuasa untuk tidak boros. <\/p>\n\n\n\n
Jika kita mampu memaknai betul arti kata puasa di Bulan Ramadhan maka sudah barang tentu kita mampu memiliki persentase besar untuk memenangi peperangan di masa pandemi ini. Jelas, jawaban kemenangan itu hanya diketahui oleh individu-individu masing-masing. Sebelum kalian melanjutkan bacaan ke paragraf selanjutnya maka silahkan merenung dan bertanya pada diri sendiri. Paripurnakah kita dalam memaknai dan menjalani ibadah puasa?<\/p>\n\n\n\n
Hari ini, kita akan merayakan lebaran, tentu saya beranggapan juga bahwa lebaran ini berbeda dari sebelumnya. Jika lebaran-lebaran sebelumnya kita memaknainya sebagai hari kemenangan, maka kali ini mari kita memaknainya sebagai hari untuk mengupayakan kemenangan. Mengapa? Peperangan umat manusia melawan corona masih akan terus berlanjut dan puasa selama 30 hari menjadikan kita seharusnya semakin kuat untuk menghadapi hari esok.<\/p>\n\n\n\n
Setelah hari raya idul fitri kita semua akan menghadapi satu babak baru dalam sejarah umat manusia. Babak baru itu disebut-sebut oleh banyak orang sebagai kehidupan new normal. Sekali lagi, jika kita mampu melewati bulan ramadhan secara paripurna maka tentu tak akan menemui kesulitan ke depannya.<\/p>\n\n\n\n
Selamat Hari Raya Idul Fitri, Mari Mengupayakan Kemenangan!<\/p>\n","post_title":"Selamat Hari Raya Idul Fitri, Mari Mengupayakan Kemenangan!","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"selamat-hari-raya-idul-fitri-mari-mengupayakan-kemenangan","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2020-05-24 10:08:24","post_modified_gmt":"2020-05-24 03:08:24","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6683","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":6663,"post_author":"919","post_date":"2020-05-11 11:37:27","post_date_gmt":"2020-05-11 04:37:27","post_content":"\n
Senyum merekah terpampang dari wajah Striker Jeonbuk Motors, Lee Dong-gook. Sundulannya menyambut umpan dari Son Jun-ho mengoyak gawang Suwon Bluewings pada menit ke-83. Selebrasi sederhana Lee Dong-gook lakukan bersama rekan setimnya di depan tribun utara Jeonju World Cup Stadium yang kosong. Hanya ada banner raksasa di sana, tak ada penonton. Tapi jauh di sana, banyak yang menyaksikan pertandingan ini melalui sosial media. Pertandingan yang memberikan harapan bagi umat manusia.<\/p>\n\n\n\n
Pandemi corona menghantam banyak hal dalam hajat hidup umat manusia. Segala sesuatu menjadi sulit untuk dilakukan di masa seperti ini. Pekerjaan harus dilakukan di rumah dan hanya orang tertentu saja yang bisa beraktivitas kerja seperti biasa. Agenda-agenda besar pun harus mengalami penundaan, termasuk liga sepak bola yang harus terhenti sesaat. Kesehatan manusia menjadi pertimbangan utamanya, karena mengutip kalimat populer dari seorang Bambang Pamungkas: \u201cTidak ada satu kemenangan pun yang sebanding dengan nyawa.\u201d <\/p>\n\n\n\n
Ketika sepak bola diliburkan maka akhir pekan menjadi begitu tidak menyenangkan. Tidak ada riuh komentar pertandingan di layar televisi. Tidak ada sekumpulan remaja yang antusias berangkat ke stadion. Tidak nyanyian-nyanyian yang terdengar seantero kota. Tidak ada juga tayangan video di youtube tentang highlights sebuah pertandingan. Semua terasa hambar, meski beruntungnya masih ada beberapa film bertemakan sepak bola yang rilis bertepatan saat pandemi melanda seperti The English Game dan Ultras.<\/p>\n\n\n\n
Pemberitaan tentang sepak bola pun tiba-tiba menjadi buku tebal ensiklopedia sejarah. Media massa ramai-ramai membuat berita tentang cerita sepak bola di masa lampau. Membuatnya kembali segar dan bisa kembali dinikmati di saat ini. Sesekali, gosip-gosip transfer dihadirkan. Sesekali juga, berita tentang kegamangan petinggi liga juga muncul, apakah liga di sebuah negara akan berlanjut atau tidak.<\/p>\n\n\n\n
Akhirnya, ada yang memilih untuk berhenti seperti Ligue 1 yang akhirnya menobatkan Paris Saint-Germain sebagai juara. Sebelumnya Eredivisie Liga Belanda menjadi kompetisi top di eropa pertama yang menghentikan liga. Ajax Amsterdam harus merelakan peluang mereka untuk tak juara musim ini setelah KNVB selaku federasi sepak bola Belanda mengeluarkan kebijakan untuk menghentikan liga tanpa pemenang dan degradasi.<\/p>\n\n\n\n
Tapi ada liga yang tak memilih untuk melempar handuk, Bundesliga salah satunya. Petinggi sepak bola Jerman memutuskan untuk melanjutkan kompetisi pada 16 Mei 2020. Kabar baik bagi kita semua yang haus akan tayangan pertandingan sepak bola. Maklum, pemberitaan corona di berbagai media massa cukup memberikan pengaruh psikologi yang buruk bagi sebagian masyarakat. Sepak bola tentunya akan jadi hiburan yang nyata sekaligus memberikan asa kepada manusia. Tapi mirisnya adalah enam hari sebelum bergulirnya kembali Bundesliga, dua pemain asal klub Dynamo Dresden dinyatakan positif terjangkit corona. Bisakah Bundesliga berlanjut? Semoga saja.<\/p>\n\n\n\n
Justru hilal sepak bola itu tak muncul dari Eropa atau dataran Amerika, negeri di Asia lah yang menemukannya. Apresiasi kita berikan kepada Korea Selatan yang berani untuk melanjutkan kompetisi sepak bola mereka. Sebelum pertandingan antara Jeonbuk Motors versus Suwon Bluewings digulirkan, poster digital tentang peraturan ketat disebar di sosial media. Poster tersebut berisikan protokoler yang harus dilakukan sebelum, saat, dan sesudah pertandingan agar kesehatan pemain dan official tim bisa terjaga dengan baik. <\/p>\n\n\n\n
Syukurnya, pertandingan sore itu di Jeonju World Cup Stadium yang dimenangkan oleh Jeonbuk Motors dengan gol tunggal Lee Dong-gook berjalan lancar. Pertandingan itu memang tak disaksikan langsung oleh penonton di tribun stadion. Tapi di twitter, pertandingan itu disaksikan 3,3 juta penonton dari seluruh dunia. 3,3 juta orang itu sedang menyaksikan hilal sepak bola di Jeoncu World Cup Stadium. 3,3 juta orang itu juga sedang memupuk asa mereka akan hari-hari cerah pasca pandemi.<\/p>\n\n\n\n
Lantas bagaimana dengan Indonesia? Ikut Korea Selatan melanjutkan liga atau Belanda yang mengakhiri liga? <\/p>\n","post_title":"Hilal Itu Nampak di Jeonju World Cup Stadium","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"hilal-itu-nampak-di-jeonju-world-cup-stadium","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2020-05-11 11:37:28","post_modified_gmt":"2020-05-11 04:37:28","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6663","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":4},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"epic_block_3"};
Sebenarnya bukan hanya Gresik<\/a> yang memiliki kudapan bernama kretek. Di daerah lainnya yang juga di Jawa Timur yaitu Jombang juga mempunyai kudapan khas bernama serupa namun memiliki bentuk dan isi yang berbeda. Sebagai penikmat kretek tentu kudapan Nasi Kretek menjadi hal yang unik untuk kalian coba saat berkunjung ke Jawa Timur. Silahkan mencoba!<\/p>\r\n","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6789","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":6763,"post_author":"919","post_date":"2020-06-07 10:27:31","post_date_gmt":"2020-06-07 03:27:31","post_content":"\n Pemerintah kini mulai mengeluarkan kebijakan untuk melonggarkan peraturan tentang pembatasan sosial berskala besar. Salah satunya adalah dengan mulai membuka fasilitas-fasilitas umum namun tetap harus menuruti prosedur kesehatan yang berlaku. Dengan demikian maka kondisi new normal kini sudah berada di depan mata. Sebagai perokok tentu ada hal-hal yang patut kita taati dari segala peraturan yang diterapkan oleh pemerintah.<\/p>\n\n\n\n Kondisi new normal ini juga menandai babak baru perjuangan manusia dalam melawan covid-19. Tentu, meski PSBB kini dilonggarkan akan tetapi bukan berarti kita sebagai manusia sudah berhasil menang dan mengatasi pandemi. Kemenangan tersebut justru masih jauh rasanya. Perjuangan tetap dilanjutkan dengan meneruskan tradisi-tradisi yang sudah dilakukan semasa PSBB. <\/p>\n\n\n\n Tradisi-tradisi lama yang sekiranya berpotensi terjadinya penyebaran virus corona pun harus mulai ditinggalkan. Berikut tiga kebiasaan yang harus dihindari para perokok selama kondisi new normal<\/p>\n\n\n\n Akan tetapi kita masih belum bisa melakukan hal tersebut saat kondisi new normal ini. Jika pun terpaksa harus nongkrong bareng maka tetap patuhi protokol kesehatan yang ada. Jaga jarak di antaramu, lalu hindari nongkrong dalam jumlah massa yang terlalu besar. Rasanya, tiga hingga empat orang saja sudah cukup asal mematuhi beberapa peraturan tersebut.<\/p>\n\n\n\n Mengapa merokok di sembarang tempat adalah hal yang harus dihindari, mengingat kondisi pandemi ini membuat kita tak tahu daerah mana saja yang bebas dari sebaran covid-19. Dengan tidak merokok di sembarang tempat tentu akan menjauhkan kita dari potensi besar terpapar virus corona. Jadi tahan dulu ya kalau pengen sebats, di rumah sendiri justru lebih enak dan nyaman kok.<\/p>\n\n\n\n Tidak ada nilai solidaritas yang berkurang dari berhenti merokok joinan satu batang bersama. Nilai solidaritas itu justru bisa anda salurkan dalam bentuk yang lain. Ya salah satunya adalah bagi satu rokok dari sebungkus rokok yang anda miliki jika temanmu membutuhkan. Justru itu lebih baik jika harus merokok satu batang bersama. <\/p>\n","post_title":"Tiga Kebiasaan yang Perokok Harus Hindari di Tengah New Normal","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"tiga-kebiasaan-yang-perokok-harus-hindari-di-tengah-new-normal","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2020-06-07 10:27:37","post_modified_gmt":"2020-06-07 03:27:37","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6763","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":6683,"post_author":"919","post_date":"2020-05-24 10:08:18","post_date_gmt":"2020-05-24 03:08:18","post_content":"\n Di penghujung maghrib seorang anak kecil bertanya pada ayahnya yang sedang asyik menikmati kopinya di teras rumah. \u201cAyah, mengapa malam ini tak ada orang-orang yang berkeliling untuk takbiran?\u201d Sang ayah pun menjawab dengan kalimat yang bijak sana meski belum tentu mampu dipahami anaknya. \u201cNak, manusia sedang berjuang menghadapi kepunahan. Kamu dan banyak anak-anak kecil lainnya berdiam diri di rumah saja adalah hal yang membahagiakan bagi ayah, ibu dan orang tua mereka.\u201d <\/p>\n\n\n\n Selamat Hari Raya Idul Fitri, Mari Mengupayakan Kemenangan! Ramadhan yang berbeda harus dilewati oleh umat manusia generasi saat ini. Mungkin bagi yang masih berumur 20 hingga 50 tahun tak pernah membayangkan betul bumi dalam kondisi pandemi seperti ini. Mayoritas manusia hidup dalam kedamaian meski perang kerap kali membuntuti. Namun kali ini semua terasa sangat berbeda, semua sedang berperang menghadapi sesuatu yang kasat mata. Peperangan yang tak bisa diprediksi pula kapan berakhir.<\/p>\n\n\n\n Orang-orang pintar punya hitung-hitungan tersendiri meski probabilitasnya belum bisa dikatakan mencapai angka yang tinggi. Sementara di luar sana banyak orang-orang pintar lainnya yang bertarung dengan waktu untuk menemukan penyembuh virus covid-19. Saya curiga, jangan-jangan euforia manusia ketika vaksin hadir akan menyamai euforia manusia ketika menyambut sang penyelamat, Isa Almasih turun. Entah, mungkin bisa jadi.<\/p>\n\n\n\n Hanya berdiam diri di rumah yang bisa menjadi senjata ampuh bagi manusia dalam peperangan ini. Beruntungnya kita sebagai umat muslim juga diberi bulan ramadhan dalam kondisi seperti ini. Jika saya boleh menyebut maka saya akan menganalogikan bulan ramadhan sebagai bala tentara tuhan. Mengapa? Jawabannya karena adalah ibadah berpuasa. Dari berpuasa kita bisa manahan diri dari segala hal. Berpuasa untuk tidak bepergian jika tidak mendesak, berpuasa untuk tidak berkumpul, berpuasa untuk tidak boros. <\/p>\n\n\n\n Jika kita mampu memaknai betul arti kata puasa di Bulan Ramadhan maka sudah barang tentu kita mampu memiliki persentase besar untuk memenangi peperangan di masa pandemi ini. Jelas, jawaban kemenangan itu hanya diketahui oleh individu-individu masing-masing. Sebelum kalian melanjutkan bacaan ke paragraf selanjutnya maka silahkan merenung dan bertanya pada diri sendiri. Paripurnakah kita dalam memaknai dan menjalani ibadah puasa?<\/p>\n\n\n\n Hari ini, kita akan merayakan lebaran, tentu saya beranggapan juga bahwa lebaran ini berbeda dari sebelumnya. Jika lebaran-lebaran sebelumnya kita memaknainya sebagai hari kemenangan, maka kali ini mari kita memaknainya sebagai hari untuk mengupayakan kemenangan. Mengapa? Peperangan umat manusia melawan corona masih akan terus berlanjut dan puasa selama 30 hari menjadikan kita seharusnya semakin kuat untuk menghadapi hari esok.<\/p>\n\n\n\n Setelah hari raya idul fitri kita semua akan menghadapi satu babak baru dalam sejarah umat manusia. Babak baru itu disebut-sebut oleh banyak orang sebagai kehidupan new normal. Sekali lagi, jika kita mampu melewati bulan ramadhan secara paripurna maka tentu tak akan menemui kesulitan ke depannya.<\/p>\n\n\n\n Selamat Hari Raya Idul Fitri, Mari Mengupayakan Kemenangan!<\/p>\n","post_title":"Selamat Hari Raya Idul Fitri, Mari Mengupayakan Kemenangan!","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"selamat-hari-raya-idul-fitri-mari-mengupayakan-kemenangan","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2020-05-24 10:08:24","post_modified_gmt":"2020-05-24 03:08:24","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6683","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":6663,"post_author":"919","post_date":"2020-05-11 11:37:27","post_date_gmt":"2020-05-11 04:37:27","post_content":"\n Senyum merekah terpampang dari wajah Striker Jeonbuk Motors, Lee Dong-gook. Sundulannya menyambut umpan dari Son Jun-ho mengoyak gawang Suwon Bluewings pada menit ke-83. Selebrasi sederhana Lee Dong-gook lakukan bersama rekan setimnya di depan tribun utara Jeonju World Cup Stadium yang kosong. Hanya ada banner raksasa di sana, tak ada penonton. Tapi jauh di sana, banyak yang menyaksikan pertandingan ini melalui sosial media. Pertandingan yang memberikan harapan bagi umat manusia.<\/p>\n\n\n\n Pandemi corona menghantam banyak hal dalam hajat hidup umat manusia. Segala sesuatu menjadi sulit untuk dilakukan di masa seperti ini. Pekerjaan harus dilakukan di rumah dan hanya orang tertentu saja yang bisa beraktivitas kerja seperti biasa. Agenda-agenda besar pun harus mengalami penundaan, termasuk liga sepak bola yang harus terhenti sesaat. Kesehatan manusia menjadi pertimbangan utamanya, karena mengutip kalimat populer dari seorang Bambang Pamungkas: \u201cTidak ada satu kemenangan pun yang sebanding dengan nyawa.\u201d <\/p>\n\n\n\n Ketika sepak bola diliburkan maka akhir pekan menjadi begitu tidak menyenangkan. Tidak ada riuh komentar pertandingan di layar televisi. Tidak ada sekumpulan remaja yang antusias berangkat ke stadion. Tidak nyanyian-nyanyian yang terdengar seantero kota. Tidak ada juga tayangan video di youtube tentang highlights sebuah pertandingan. Semua terasa hambar, meski beruntungnya masih ada beberapa film bertemakan sepak bola yang rilis bertepatan saat pandemi melanda seperti The English Game dan Ultras.<\/p>\n\n\n\n Pemberitaan tentang sepak bola pun tiba-tiba menjadi buku tebal ensiklopedia sejarah. Media massa ramai-ramai membuat berita tentang cerita sepak bola di masa lampau. Membuatnya kembali segar dan bisa kembali dinikmati di saat ini. Sesekali, gosip-gosip transfer dihadirkan. Sesekali juga, berita tentang kegamangan petinggi liga juga muncul, apakah liga di sebuah negara akan berlanjut atau tidak.<\/p>\n\n\n\n Akhirnya, ada yang memilih untuk berhenti seperti Ligue 1 yang akhirnya menobatkan Paris Saint-Germain sebagai juara. Sebelumnya Eredivisie Liga Belanda menjadi kompetisi top di eropa pertama yang menghentikan liga. Ajax Amsterdam harus merelakan peluang mereka untuk tak juara musim ini setelah KNVB selaku federasi sepak bola Belanda mengeluarkan kebijakan untuk menghentikan liga tanpa pemenang dan degradasi.<\/p>\n\n\n\n Tapi ada liga yang tak memilih untuk melempar handuk, Bundesliga salah satunya. Petinggi sepak bola Jerman memutuskan untuk melanjutkan kompetisi pada 16 Mei 2020. Kabar baik bagi kita semua yang haus akan tayangan pertandingan sepak bola. Maklum, pemberitaan corona di berbagai media massa cukup memberikan pengaruh psikologi yang buruk bagi sebagian masyarakat. Sepak bola tentunya akan jadi hiburan yang nyata sekaligus memberikan asa kepada manusia. Tapi mirisnya adalah enam hari sebelum bergulirnya kembali Bundesliga, dua pemain asal klub Dynamo Dresden dinyatakan positif terjangkit corona. Bisakah Bundesliga berlanjut? Semoga saja.<\/p>\n\n\n\n Justru hilal sepak bola itu tak muncul dari Eropa atau dataran Amerika, negeri di Asia lah yang menemukannya. Apresiasi kita berikan kepada Korea Selatan yang berani untuk melanjutkan kompetisi sepak bola mereka. Sebelum pertandingan antara Jeonbuk Motors versus Suwon Bluewings digulirkan, poster digital tentang peraturan ketat disebar di sosial media. Poster tersebut berisikan protokoler yang harus dilakukan sebelum, saat, dan sesudah pertandingan agar kesehatan pemain dan official tim bisa terjaga dengan baik. <\/p>\n\n\n\n Syukurnya, pertandingan sore itu di Jeonju World Cup Stadium yang dimenangkan oleh Jeonbuk Motors dengan gol tunggal Lee Dong-gook berjalan lancar. Pertandingan itu memang tak disaksikan langsung oleh penonton di tribun stadion. Tapi di twitter, pertandingan itu disaksikan 3,3 juta penonton dari seluruh dunia. 3,3 juta orang itu sedang menyaksikan hilal sepak bola di Jeoncu World Cup Stadium. 3,3 juta orang itu juga sedang memupuk asa mereka akan hari-hari cerah pasca pandemi.<\/p>\n\n\n\n Lantas bagaimana dengan Indonesia? Ikut Korea Selatan melanjutkan liga atau Belanda yang mengakhiri liga? <\/p>\n","post_title":"Hilal Itu Nampak di Jeonju World Cup Stadium","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"hilal-itu-nampak-di-jeonju-world-cup-stadium","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2020-05-11 11:37:28","post_modified_gmt":"2020-05-11 04:37:28","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6663","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":4},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"epic_block_3"}; Harga satu bungkus Nasi Kretek ini sekitar 7 hingga 15 ribu rupiah tergantung di mana anda membeli. Jika di warung kopi pinggiran maka harga 7 ribuan bisa anda temui. Namun jika di kedai dan restoran mungkin harga sekitar 15 ribuan yang harus keluarkan untuk menikmati makanan ini.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n Sebenarnya bukan hanya Gresik<\/a> yang memiliki kudapan bernama kretek. Di daerah lainnya yang juga di Jawa Timur yaitu Jombang juga mempunyai kudapan khas bernama serupa namun memiliki bentuk dan isi yang berbeda. Sebagai penikmat kretek tentu kudapan Nasi Kretek menjadi hal yang unik untuk kalian coba saat berkunjung ke Jawa Timur. Silahkan mencoba!<\/p>\r\n","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6789","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":6763,"post_author":"919","post_date":"2020-06-07 10:27:31","post_date_gmt":"2020-06-07 03:27:31","post_content":"\n Pemerintah kini mulai mengeluarkan kebijakan untuk melonggarkan peraturan tentang pembatasan sosial berskala besar. Salah satunya adalah dengan mulai membuka fasilitas-fasilitas umum namun tetap harus menuruti prosedur kesehatan yang berlaku. Dengan demikian maka kondisi new normal kini sudah berada di depan mata. Sebagai perokok tentu ada hal-hal yang patut kita taati dari segala peraturan yang diterapkan oleh pemerintah.<\/p>\n\n\n\n Kondisi new normal ini juga menandai babak baru perjuangan manusia dalam melawan covid-19. Tentu, meski PSBB kini dilonggarkan akan tetapi bukan berarti kita sebagai manusia sudah berhasil menang dan mengatasi pandemi. Kemenangan tersebut justru masih jauh rasanya. Perjuangan tetap dilanjutkan dengan meneruskan tradisi-tradisi yang sudah dilakukan semasa PSBB. <\/p>\n\n\n\n Tradisi-tradisi lama yang sekiranya berpotensi terjadinya penyebaran virus corona pun harus mulai ditinggalkan. Berikut tiga kebiasaan yang harus dihindari para perokok selama kondisi new normal<\/p>\n\n\n\n Akan tetapi kita masih belum bisa melakukan hal tersebut saat kondisi new normal ini. Jika pun terpaksa harus nongkrong bareng maka tetap patuhi protokol kesehatan yang ada. Jaga jarak di antaramu, lalu hindari nongkrong dalam jumlah massa yang terlalu besar. Rasanya, tiga hingga empat orang saja sudah cukup asal mematuhi beberapa peraturan tersebut.<\/p>\n\n\n\n Mengapa merokok di sembarang tempat adalah hal yang harus dihindari, mengingat kondisi pandemi ini membuat kita tak tahu daerah mana saja yang bebas dari sebaran covid-19. Dengan tidak merokok di sembarang tempat tentu akan menjauhkan kita dari potensi besar terpapar virus corona. Jadi tahan dulu ya kalau pengen sebats, di rumah sendiri justru lebih enak dan nyaman kok.<\/p>\n\n\n\n Tidak ada nilai solidaritas yang berkurang dari berhenti merokok joinan satu batang bersama. Nilai solidaritas itu justru bisa anda salurkan dalam bentuk yang lain. Ya salah satunya adalah bagi satu rokok dari sebungkus rokok yang anda miliki jika temanmu membutuhkan. Justru itu lebih baik jika harus merokok satu batang bersama. <\/p>\n","post_title":"Tiga Kebiasaan yang Perokok Harus Hindari di Tengah New Normal","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"tiga-kebiasaan-yang-perokok-harus-hindari-di-tengah-new-normal","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2020-06-07 10:27:37","post_modified_gmt":"2020-06-07 03:27:37","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6763","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":6683,"post_author":"919","post_date":"2020-05-24 10:08:18","post_date_gmt":"2020-05-24 03:08:18","post_content":"\n Di penghujung maghrib seorang anak kecil bertanya pada ayahnya yang sedang asyik menikmati kopinya di teras rumah. \u201cAyah, mengapa malam ini tak ada orang-orang yang berkeliling untuk takbiran?\u201d Sang ayah pun menjawab dengan kalimat yang bijak sana meski belum tentu mampu dipahami anaknya. \u201cNak, manusia sedang berjuang menghadapi kepunahan. Kamu dan banyak anak-anak kecil lainnya berdiam diri di rumah saja adalah hal yang membahagiakan bagi ayah, ibu dan orang tua mereka.\u201d <\/p>\n\n\n\n Selamat Hari Raya Idul Fitri, Mari Mengupayakan Kemenangan! Ramadhan yang berbeda harus dilewati oleh umat manusia generasi saat ini. Mungkin bagi yang masih berumur 20 hingga 50 tahun tak pernah membayangkan betul bumi dalam kondisi pandemi seperti ini. Mayoritas manusia hidup dalam kedamaian meski perang kerap kali membuntuti. Namun kali ini semua terasa sangat berbeda, semua sedang berperang menghadapi sesuatu yang kasat mata. Peperangan yang tak bisa diprediksi pula kapan berakhir.<\/p>\n\n\n\n Orang-orang pintar punya hitung-hitungan tersendiri meski probabilitasnya belum bisa dikatakan mencapai angka yang tinggi. Sementara di luar sana banyak orang-orang pintar lainnya yang bertarung dengan waktu untuk menemukan penyembuh virus covid-19. Saya curiga, jangan-jangan euforia manusia ketika vaksin hadir akan menyamai euforia manusia ketika menyambut sang penyelamat, Isa Almasih turun. Entah, mungkin bisa jadi.<\/p>\n\n\n\n Hanya berdiam diri di rumah yang bisa menjadi senjata ampuh bagi manusia dalam peperangan ini. Beruntungnya kita sebagai umat muslim juga diberi bulan ramadhan dalam kondisi seperti ini. Jika saya boleh menyebut maka saya akan menganalogikan bulan ramadhan sebagai bala tentara tuhan. Mengapa? Jawabannya karena adalah ibadah berpuasa. Dari berpuasa kita bisa manahan diri dari segala hal. Berpuasa untuk tidak bepergian jika tidak mendesak, berpuasa untuk tidak berkumpul, berpuasa untuk tidak boros. <\/p>\n\n\n\n Jika kita mampu memaknai betul arti kata puasa di Bulan Ramadhan maka sudah barang tentu kita mampu memiliki persentase besar untuk memenangi peperangan di masa pandemi ini. Jelas, jawaban kemenangan itu hanya diketahui oleh individu-individu masing-masing. Sebelum kalian melanjutkan bacaan ke paragraf selanjutnya maka silahkan merenung dan bertanya pada diri sendiri. Paripurnakah kita dalam memaknai dan menjalani ibadah puasa?<\/p>\n\n\n\n Hari ini, kita akan merayakan lebaran, tentu saya beranggapan juga bahwa lebaran ini berbeda dari sebelumnya. Jika lebaran-lebaran sebelumnya kita memaknainya sebagai hari kemenangan, maka kali ini mari kita memaknainya sebagai hari untuk mengupayakan kemenangan. Mengapa? Peperangan umat manusia melawan corona masih akan terus berlanjut dan puasa selama 30 hari menjadikan kita seharusnya semakin kuat untuk menghadapi hari esok.<\/p>\n\n\n\n Setelah hari raya idul fitri kita semua akan menghadapi satu babak baru dalam sejarah umat manusia. Babak baru itu disebut-sebut oleh banyak orang sebagai kehidupan new normal. Sekali lagi, jika kita mampu melewati bulan ramadhan secara paripurna maka tentu tak akan menemui kesulitan ke depannya.<\/p>\n\n\n\n Selamat Hari Raya Idul Fitri, Mari Mengupayakan Kemenangan!<\/p>\n","post_title":"Selamat Hari Raya Idul Fitri, Mari Mengupayakan Kemenangan!","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"selamat-hari-raya-idul-fitri-mari-mengupayakan-kemenangan","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2020-05-24 10:08:24","post_modified_gmt":"2020-05-24 03:08:24","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6683","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":6663,"post_author":"919","post_date":"2020-05-11 11:37:27","post_date_gmt":"2020-05-11 04:37:27","post_content":"\n Senyum merekah terpampang dari wajah Striker Jeonbuk Motors, Lee Dong-gook. Sundulannya menyambut umpan dari Son Jun-ho mengoyak gawang Suwon Bluewings pada menit ke-83. Selebrasi sederhana Lee Dong-gook lakukan bersama rekan setimnya di depan tribun utara Jeonju World Cup Stadium yang kosong. Hanya ada banner raksasa di sana, tak ada penonton. Tapi jauh di sana, banyak yang menyaksikan pertandingan ini melalui sosial media. Pertandingan yang memberikan harapan bagi umat manusia.<\/p>\n\n\n\n Pandemi corona menghantam banyak hal dalam hajat hidup umat manusia. Segala sesuatu menjadi sulit untuk dilakukan di masa seperti ini. Pekerjaan harus dilakukan di rumah dan hanya orang tertentu saja yang bisa beraktivitas kerja seperti biasa. Agenda-agenda besar pun harus mengalami penundaan, termasuk liga sepak bola yang harus terhenti sesaat. Kesehatan manusia menjadi pertimbangan utamanya, karena mengutip kalimat populer dari seorang Bambang Pamungkas: \u201cTidak ada satu kemenangan pun yang sebanding dengan nyawa.\u201d <\/p>\n\n\n\n Ketika sepak bola diliburkan maka akhir pekan menjadi begitu tidak menyenangkan. Tidak ada riuh komentar pertandingan di layar televisi. Tidak ada sekumpulan remaja yang antusias berangkat ke stadion. Tidak nyanyian-nyanyian yang terdengar seantero kota. Tidak ada juga tayangan video di youtube tentang highlights sebuah pertandingan. Semua terasa hambar, meski beruntungnya masih ada beberapa film bertemakan sepak bola yang rilis bertepatan saat pandemi melanda seperti The English Game dan Ultras.<\/p>\n\n\n\n Pemberitaan tentang sepak bola pun tiba-tiba menjadi buku tebal ensiklopedia sejarah. Media massa ramai-ramai membuat berita tentang cerita sepak bola di masa lampau. Membuatnya kembali segar dan bisa kembali dinikmati di saat ini. Sesekali, gosip-gosip transfer dihadirkan. Sesekali juga, berita tentang kegamangan petinggi liga juga muncul, apakah liga di sebuah negara akan berlanjut atau tidak.<\/p>\n\n\n\n Akhirnya, ada yang memilih untuk berhenti seperti Ligue 1 yang akhirnya menobatkan Paris Saint-Germain sebagai juara. Sebelumnya Eredivisie Liga Belanda menjadi kompetisi top di eropa pertama yang menghentikan liga. Ajax Amsterdam harus merelakan peluang mereka untuk tak juara musim ini setelah KNVB selaku federasi sepak bola Belanda mengeluarkan kebijakan untuk menghentikan liga tanpa pemenang dan degradasi.<\/p>\n\n\n\n Tapi ada liga yang tak memilih untuk melempar handuk, Bundesliga salah satunya. Petinggi sepak bola Jerman memutuskan untuk melanjutkan kompetisi pada 16 Mei 2020. Kabar baik bagi kita semua yang haus akan tayangan pertandingan sepak bola. Maklum, pemberitaan corona di berbagai media massa cukup memberikan pengaruh psikologi yang buruk bagi sebagian masyarakat. Sepak bola tentunya akan jadi hiburan yang nyata sekaligus memberikan asa kepada manusia. Tapi mirisnya adalah enam hari sebelum bergulirnya kembali Bundesliga, dua pemain asal klub Dynamo Dresden dinyatakan positif terjangkit corona. Bisakah Bundesliga berlanjut? Semoga saja.<\/p>\n\n\n\n Justru hilal sepak bola itu tak muncul dari Eropa atau dataran Amerika, negeri di Asia lah yang menemukannya. Apresiasi kita berikan kepada Korea Selatan yang berani untuk melanjutkan kompetisi sepak bola mereka. Sebelum pertandingan antara Jeonbuk Motors versus Suwon Bluewings digulirkan, poster digital tentang peraturan ketat disebar di sosial media. Poster tersebut berisikan protokoler yang harus dilakukan sebelum, saat, dan sesudah pertandingan agar kesehatan pemain dan official tim bisa terjaga dengan baik. <\/p>\n\n\n\n Syukurnya, pertandingan sore itu di Jeonju World Cup Stadium yang dimenangkan oleh Jeonbuk Motors dengan gol tunggal Lee Dong-gook berjalan lancar. Pertandingan itu memang tak disaksikan langsung oleh penonton di tribun stadion. Tapi di twitter, pertandingan itu disaksikan 3,3 juta penonton dari seluruh dunia. 3,3 juta orang itu sedang menyaksikan hilal sepak bola di Jeoncu World Cup Stadium. 3,3 juta orang itu juga sedang memupuk asa mereka akan hari-hari cerah pasca pandemi.<\/p>\n\n\n\n Lantas bagaimana dengan Indonesia? Ikut Korea Selatan melanjutkan liga atau Belanda yang mengakhiri liga? <\/p>\n","post_title":"Hilal Itu Nampak di Jeonju World Cup Stadium","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"hilal-itu-nampak-di-jeonju-world-cup-stadium","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2020-05-11 11:37:28","post_modified_gmt":"2020-05-11 04:37:28","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6663","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":4},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"epic_block_3"}; Sayangnya Anda tak bisa dengan mudah menemukan Nasi Kretek ini di Gresik. Pasalnya kehadiran kuliner ini perlahan-lahan tenggelam dan bahkan tak semua warga di daerah tersebut mengetahuinya. Jika anda mengunjungi Gresik dan tengah beruntung maka bisa menemukan makanan ini di warung-warung kopi. Biasanya ditemukan dalam bentuk nasi yang sudah dibungkus.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n Harga satu bungkus Nasi Kretek ini sekitar 7 hingga 15 ribu rupiah tergantung di mana anda membeli. Jika di warung kopi pinggiran maka harga 7 ribuan bisa anda temui. Namun jika di kedai dan restoran mungkin harga sekitar 15 ribuan yang harus keluarkan untuk menikmati makanan ini.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n Sebenarnya bukan hanya Gresik<\/a> yang memiliki kudapan bernama kretek. Di daerah lainnya yang juga di Jawa Timur yaitu Jombang juga mempunyai kudapan khas bernama serupa namun memiliki bentuk dan isi yang berbeda. Sebagai penikmat kretek tentu kudapan Nasi Kretek menjadi hal yang unik untuk kalian coba saat berkunjung ke Jawa Timur. Silahkan mencoba!<\/p>\r\n","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6789","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":6763,"post_author":"919","post_date":"2020-06-07 10:27:31","post_date_gmt":"2020-06-07 03:27:31","post_content":"\n Pemerintah kini mulai mengeluarkan kebijakan untuk melonggarkan peraturan tentang pembatasan sosial berskala besar. Salah satunya adalah dengan mulai membuka fasilitas-fasilitas umum namun tetap harus menuruti prosedur kesehatan yang berlaku. Dengan demikian maka kondisi new normal kini sudah berada di depan mata. Sebagai perokok tentu ada hal-hal yang patut kita taati dari segala peraturan yang diterapkan oleh pemerintah.<\/p>\n\n\n\n Kondisi new normal ini juga menandai babak baru perjuangan manusia dalam melawan covid-19. Tentu, meski PSBB kini dilonggarkan akan tetapi bukan berarti kita sebagai manusia sudah berhasil menang dan mengatasi pandemi. Kemenangan tersebut justru masih jauh rasanya. Perjuangan tetap dilanjutkan dengan meneruskan tradisi-tradisi yang sudah dilakukan semasa PSBB. <\/p>\n\n\n\n Tradisi-tradisi lama yang sekiranya berpotensi terjadinya penyebaran virus corona pun harus mulai ditinggalkan. Berikut tiga kebiasaan yang harus dihindari para perokok selama kondisi new normal<\/p>\n\n\n\n Akan tetapi kita masih belum bisa melakukan hal tersebut saat kondisi new normal ini. Jika pun terpaksa harus nongkrong bareng maka tetap patuhi protokol kesehatan yang ada. Jaga jarak di antaramu, lalu hindari nongkrong dalam jumlah massa yang terlalu besar. Rasanya, tiga hingga empat orang saja sudah cukup asal mematuhi beberapa peraturan tersebut.<\/p>\n\n\n\n Mengapa merokok di sembarang tempat adalah hal yang harus dihindari, mengingat kondisi pandemi ini membuat kita tak tahu daerah mana saja yang bebas dari sebaran covid-19. Dengan tidak merokok di sembarang tempat tentu akan menjauhkan kita dari potensi besar terpapar virus corona. Jadi tahan dulu ya kalau pengen sebats, di rumah sendiri justru lebih enak dan nyaman kok.<\/p>\n\n\n\n Tidak ada nilai solidaritas yang berkurang dari berhenti merokok joinan satu batang bersama. Nilai solidaritas itu justru bisa anda salurkan dalam bentuk yang lain. Ya salah satunya adalah bagi satu rokok dari sebungkus rokok yang anda miliki jika temanmu membutuhkan. Justru itu lebih baik jika harus merokok satu batang bersama. <\/p>\n","post_title":"Tiga Kebiasaan yang Perokok Harus Hindari di Tengah New Normal","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"tiga-kebiasaan-yang-perokok-harus-hindari-di-tengah-new-normal","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2020-06-07 10:27:37","post_modified_gmt":"2020-06-07 03:27:37","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6763","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":6683,"post_author":"919","post_date":"2020-05-24 10:08:18","post_date_gmt":"2020-05-24 03:08:18","post_content":"\n Di penghujung maghrib seorang anak kecil bertanya pada ayahnya yang sedang asyik menikmati kopinya di teras rumah. \u201cAyah, mengapa malam ini tak ada orang-orang yang berkeliling untuk takbiran?\u201d Sang ayah pun menjawab dengan kalimat yang bijak sana meski belum tentu mampu dipahami anaknya. \u201cNak, manusia sedang berjuang menghadapi kepunahan. Kamu dan banyak anak-anak kecil lainnya berdiam diri di rumah saja adalah hal yang membahagiakan bagi ayah, ibu dan orang tua mereka.\u201d <\/p>\n\n\n\n Selamat Hari Raya Idul Fitri, Mari Mengupayakan Kemenangan! Ramadhan yang berbeda harus dilewati oleh umat manusia generasi saat ini. Mungkin bagi yang masih berumur 20 hingga 50 tahun tak pernah membayangkan betul bumi dalam kondisi pandemi seperti ini. Mayoritas manusia hidup dalam kedamaian meski perang kerap kali membuntuti. Namun kali ini semua terasa sangat berbeda, semua sedang berperang menghadapi sesuatu yang kasat mata. Peperangan yang tak bisa diprediksi pula kapan berakhir.<\/p>\n\n\n\n Orang-orang pintar punya hitung-hitungan tersendiri meski probabilitasnya belum bisa dikatakan mencapai angka yang tinggi. Sementara di luar sana banyak orang-orang pintar lainnya yang bertarung dengan waktu untuk menemukan penyembuh virus covid-19. Saya curiga, jangan-jangan euforia manusia ketika vaksin hadir akan menyamai euforia manusia ketika menyambut sang penyelamat, Isa Almasih turun. Entah, mungkin bisa jadi.<\/p>\n\n\n\n Hanya berdiam diri di rumah yang bisa menjadi senjata ampuh bagi manusia dalam peperangan ini. Beruntungnya kita sebagai umat muslim juga diberi bulan ramadhan dalam kondisi seperti ini. Jika saya boleh menyebut maka saya akan menganalogikan bulan ramadhan sebagai bala tentara tuhan. Mengapa? Jawabannya karena adalah ibadah berpuasa. Dari berpuasa kita bisa manahan diri dari segala hal. Berpuasa untuk tidak bepergian jika tidak mendesak, berpuasa untuk tidak berkumpul, berpuasa untuk tidak boros. <\/p>\n\n\n\n Jika kita mampu memaknai betul arti kata puasa di Bulan Ramadhan maka sudah barang tentu kita mampu memiliki persentase besar untuk memenangi peperangan di masa pandemi ini. Jelas, jawaban kemenangan itu hanya diketahui oleh individu-individu masing-masing. Sebelum kalian melanjutkan bacaan ke paragraf selanjutnya maka silahkan merenung dan bertanya pada diri sendiri. Paripurnakah kita dalam memaknai dan menjalani ibadah puasa?<\/p>\n\n\n\n Hari ini, kita akan merayakan lebaran, tentu saya beranggapan juga bahwa lebaran ini berbeda dari sebelumnya. Jika lebaran-lebaran sebelumnya kita memaknainya sebagai hari kemenangan, maka kali ini mari kita memaknainya sebagai hari untuk mengupayakan kemenangan. Mengapa? Peperangan umat manusia melawan corona masih akan terus berlanjut dan puasa selama 30 hari menjadikan kita seharusnya semakin kuat untuk menghadapi hari esok.<\/p>\n\n\n\n Setelah hari raya idul fitri kita semua akan menghadapi satu babak baru dalam sejarah umat manusia. Babak baru itu disebut-sebut oleh banyak orang sebagai kehidupan new normal. Sekali lagi, jika kita mampu melewati bulan ramadhan secara paripurna maka tentu tak akan menemui kesulitan ke depannya.<\/p>\n\n\n\n Selamat Hari Raya Idul Fitri, Mari Mengupayakan Kemenangan!<\/p>\n","post_title":"Selamat Hari Raya Idul Fitri, Mari Mengupayakan Kemenangan!","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"selamat-hari-raya-idul-fitri-mari-mengupayakan-kemenangan","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2020-05-24 10:08:24","post_modified_gmt":"2020-05-24 03:08:24","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6683","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":6663,"post_author":"919","post_date":"2020-05-11 11:37:27","post_date_gmt":"2020-05-11 04:37:27","post_content":"\n Senyum merekah terpampang dari wajah Striker Jeonbuk Motors, Lee Dong-gook. Sundulannya menyambut umpan dari Son Jun-ho mengoyak gawang Suwon Bluewings pada menit ke-83. Selebrasi sederhana Lee Dong-gook lakukan bersama rekan setimnya di depan tribun utara Jeonju World Cup Stadium yang kosong. Hanya ada banner raksasa di sana, tak ada penonton. Tapi jauh di sana, banyak yang menyaksikan pertandingan ini melalui sosial media. Pertandingan yang memberikan harapan bagi umat manusia.<\/p>\n\n\n\n Pandemi corona menghantam banyak hal dalam hajat hidup umat manusia. Segala sesuatu menjadi sulit untuk dilakukan di masa seperti ini. Pekerjaan harus dilakukan di rumah dan hanya orang tertentu saja yang bisa beraktivitas kerja seperti biasa. Agenda-agenda besar pun harus mengalami penundaan, termasuk liga sepak bola yang harus terhenti sesaat. Kesehatan manusia menjadi pertimbangan utamanya, karena mengutip kalimat populer dari seorang Bambang Pamungkas: \u201cTidak ada satu kemenangan pun yang sebanding dengan nyawa.\u201d <\/p>\n\n\n\n Ketika sepak bola diliburkan maka akhir pekan menjadi begitu tidak menyenangkan. Tidak ada riuh komentar pertandingan di layar televisi. Tidak ada sekumpulan remaja yang antusias berangkat ke stadion. Tidak nyanyian-nyanyian yang terdengar seantero kota. Tidak ada juga tayangan video di youtube tentang highlights sebuah pertandingan. Semua terasa hambar, meski beruntungnya masih ada beberapa film bertemakan sepak bola yang rilis bertepatan saat pandemi melanda seperti The English Game dan Ultras.<\/p>\n\n\n\n Pemberitaan tentang sepak bola pun tiba-tiba menjadi buku tebal ensiklopedia sejarah. Media massa ramai-ramai membuat berita tentang cerita sepak bola di masa lampau. Membuatnya kembali segar dan bisa kembali dinikmati di saat ini. Sesekali, gosip-gosip transfer dihadirkan. Sesekali juga, berita tentang kegamangan petinggi liga juga muncul, apakah liga di sebuah negara akan berlanjut atau tidak.<\/p>\n\n\n\n Akhirnya, ada yang memilih untuk berhenti seperti Ligue 1 yang akhirnya menobatkan Paris Saint-Germain sebagai juara. Sebelumnya Eredivisie Liga Belanda menjadi kompetisi top di eropa pertama yang menghentikan liga. Ajax Amsterdam harus merelakan peluang mereka untuk tak juara musim ini setelah KNVB selaku federasi sepak bola Belanda mengeluarkan kebijakan untuk menghentikan liga tanpa pemenang dan degradasi.<\/p>\n\n\n\n Tapi ada liga yang tak memilih untuk melempar handuk, Bundesliga salah satunya. Petinggi sepak bola Jerman memutuskan untuk melanjutkan kompetisi pada 16 Mei 2020. Kabar baik bagi kita semua yang haus akan tayangan pertandingan sepak bola. Maklum, pemberitaan corona di berbagai media massa cukup memberikan pengaruh psikologi yang buruk bagi sebagian masyarakat. Sepak bola tentunya akan jadi hiburan yang nyata sekaligus memberikan asa kepada manusia. Tapi mirisnya adalah enam hari sebelum bergulirnya kembali Bundesliga, dua pemain asal klub Dynamo Dresden dinyatakan positif terjangkit corona. Bisakah Bundesliga berlanjut? Semoga saja.<\/p>\n\n\n\n Justru hilal sepak bola itu tak muncul dari Eropa atau dataran Amerika, negeri di Asia lah yang menemukannya. Apresiasi kita berikan kepada Korea Selatan yang berani untuk melanjutkan kompetisi sepak bola mereka. Sebelum pertandingan antara Jeonbuk Motors versus Suwon Bluewings digulirkan, poster digital tentang peraturan ketat disebar di sosial media. Poster tersebut berisikan protokoler yang harus dilakukan sebelum, saat, dan sesudah pertandingan agar kesehatan pemain dan official tim bisa terjaga dengan baik. <\/p>\n\n\n\n Syukurnya, pertandingan sore itu di Jeonju World Cup Stadium yang dimenangkan oleh Jeonbuk Motors dengan gol tunggal Lee Dong-gook berjalan lancar. Pertandingan itu memang tak disaksikan langsung oleh penonton di tribun stadion. Tapi di twitter, pertandingan itu disaksikan 3,3 juta penonton dari seluruh dunia. 3,3 juta orang itu sedang menyaksikan hilal sepak bola di Jeoncu World Cup Stadium. 3,3 juta orang itu juga sedang memupuk asa mereka akan hari-hari cerah pasca pandemi.<\/p>\n\n\n\n Lantas bagaimana dengan Indonesia? Ikut Korea Selatan melanjutkan liga atau Belanda yang mengakhiri liga? <\/p>\n","post_title":"Hilal Itu Nampak di Jeonju World Cup Stadium","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"hilal-itu-nampak-di-jeonju-world-cup-stadium","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2020-05-11 11:37:28","post_modified_gmt":"2020-05-11 04:37:28","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6663","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":4},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"epic_block_3"}; Suwiran dagingnya juga memiliki tekstur yang tebal serta berminyak. Bagi anda yang sedang menjalani program diet maka bisa dipastikan akan berpikir dua kali untuk menikmati makanan ini. Disarankan juga mengingat rasanya yang pedas serta teksturnya yang berminyak maka siapkan minuman hangat sebagai pendamping agar tenggorokan anda tidak mengalami panas dalam.<\/p>\r\n Sayangnya Anda tak bisa dengan mudah menemukan Nasi Kretek ini di Gresik. Pasalnya kehadiran kuliner ini perlahan-lahan tenggelam dan bahkan tak semua warga di daerah tersebut mengetahuinya. Jika anda mengunjungi Gresik dan tengah beruntung maka bisa menemukan makanan ini di warung-warung kopi. Biasanya ditemukan dalam bentuk nasi yang sudah dibungkus.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n Harga satu bungkus Nasi Kretek ini sekitar 7 hingga 15 ribu rupiah tergantung di mana anda membeli. Jika di warung kopi pinggiran maka harga 7 ribuan bisa anda temui. Namun jika di kedai dan restoran mungkin harga sekitar 15 ribuan yang harus keluarkan untuk menikmati makanan ini.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n Sebenarnya bukan hanya Gresik<\/a> yang memiliki kudapan bernama kretek. Di daerah lainnya yang juga di Jawa Timur yaitu Jombang juga mempunyai kudapan khas bernama serupa namun memiliki bentuk dan isi yang berbeda. Sebagai penikmat kretek tentu kudapan Nasi Kretek menjadi hal yang unik untuk kalian coba saat berkunjung ke Jawa Timur. Silahkan mencoba!<\/p>\r\n","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6789","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":6763,"post_author":"919","post_date":"2020-06-07 10:27:31","post_date_gmt":"2020-06-07 03:27:31","post_content":"\n Pemerintah kini mulai mengeluarkan kebijakan untuk melonggarkan peraturan tentang pembatasan sosial berskala besar. Salah satunya adalah dengan mulai membuka fasilitas-fasilitas umum namun tetap harus menuruti prosedur kesehatan yang berlaku. Dengan demikian maka kondisi new normal kini sudah berada di depan mata. Sebagai perokok tentu ada hal-hal yang patut kita taati dari segala peraturan yang diterapkan oleh pemerintah.<\/p>\n\n\n\n Kondisi new normal ini juga menandai babak baru perjuangan manusia dalam melawan covid-19. Tentu, meski PSBB kini dilonggarkan akan tetapi bukan berarti kita sebagai manusia sudah berhasil menang dan mengatasi pandemi. Kemenangan tersebut justru masih jauh rasanya. Perjuangan tetap dilanjutkan dengan meneruskan tradisi-tradisi yang sudah dilakukan semasa PSBB. <\/p>\n\n\n\n Tradisi-tradisi lama yang sekiranya berpotensi terjadinya penyebaran virus corona pun harus mulai ditinggalkan. Berikut tiga kebiasaan yang harus dihindari para perokok selama kondisi new normal<\/p>\n\n\n\n Akan tetapi kita masih belum bisa melakukan hal tersebut saat kondisi new normal ini. Jika pun terpaksa harus nongkrong bareng maka tetap patuhi protokol kesehatan yang ada. Jaga jarak di antaramu, lalu hindari nongkrong dalam jumlah massa yang terlalu besar. Rasanya, tiga hingga empat orang saja sudah cukup asal mematuhi beberapa peraturan tersebut.<\/p>\n\n\n\n Mengapa merokok di sembarang tempat adalah hal yang harus dihindari, mengingat kondisi pandemi ini membuat kita tak tahu daerah mana saja yang bebas dari sebaran covid-19. Dengan tidak merokok di sembarang tempat tentu akan menjauhkan kita dari potensi besar terpapar virus corona. Jadi tahan dulu ya kalau pengen sebats, di rumah sendiri justru lebih enak dan nyaman kok.<\/p>\n\n\n\n Tidak ada nilai solidaritas yang berkurang dari berhenti merokok joinan satu batang bersama. Nilai solidaritas itu justru bisa anda salurkan dalam bentuk yang lain. Ya salah satunya adalah bagi satu rokok dari sebungkus rokok yang anda miliki jika temanmu membutuhkan. Justru itu lebih baik jika harus merokok satu batang bersama. <\/p>\n","post_title":"Tiga Kebiasaan yang Perokok Harus Hindari di Tengah New Normal","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"tiga-kebiasaan-yang-perokok-harus-hindari-di-tengah-new-normal","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2020-06-07 10:27:37","post_modified_gmt":"2020-06-07 03:27:37","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6763","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":6683,"post_author":"919","post_date":"2020-05-24 10:08:18","post_date_gmt":"2020-05-24 03:08:18","post_content":"\n Di penghujung maghrib seorang anak kecil bertanya pada ayahnya yang sedang asyik menikmati kopinya di teras rumah. \u201cAyah, mengapa malam ini tak ada orang-orang yang berkeliling untuk takbiran?\u201d Sang ayah pun menjawab dengan kalimat yang bijak sana meski belum tentu mampu dipahami anaknya. \u201cNak, manusia sedang berjuang menghadapi kepunahan. Kamu dan banyak anak-anak kecil lainnya berdiam diri di rumah saja adalah hal yang membahagiakan bagi ayah, ibu dan orang tua mereka.\u201d <\/p>\n\n\n\n Selamat Hari Raya Idul Fitri, Mari Mengupayakan Kemenangan! Ramadhan yang berbeda harus dilewati oleh umat manusia generasi saat ini. Mungkin bagi yang masih berumur 20 hingga 50 tahun tak pernah membayangkan betul bumi dalam kondisi pandemi seperti ini. Mayoritas manusia hidup dalam kedamaian meski perang kerap kali membuntuti. Namun kali ini semua terasa sangat berbeda, semua sedang berperang menghadapi sesuatu yang kasat mata. Peperangan yang tak bisa diprediksi pula kapan berakhir.<\/p>\n\n\n\n Orang-orang pintar punya hitung-hitungan tersendiri meski probabilitasnya belum bisa dikatakan mencapai angka yang tinggi. Sementara di luar sana banyak orang-orang pintar lainnya yang bertarung dengan waktu untuk menemukan penyembuh virus covid-19. Saya curiga, jangan-jangan euforia manusia ketika vaksin hadir akan menyamai euforia manusia ketika menyambut sang penyelamat, Isa Almasih turun. Entah, mungkin bisa jadi.<\/p>\n\n\n\n Hanya berdiam diri di rumah yang bisa menjadi senjata ampuh bagi manusia dalam peperangan ini. Beruntungnya kita sebagai umat muslim juga diberi bulan ramadhan dalam kondisi seperti ini. Jika saya boleh menyebut maka saya akan menganalogikan bulan ramadhan sebagai bala tentara tuhan. Mengapa? Jawabannya karena adalah ibadah berpuasa. Dari berpuasa kita bisa manahan diri dari segala hal. Berpuasa untuk tidak bepergian jika tidak mendesak, berpuasa untuk tidak berkumpul, berpuasa untuk tidak boros. <\/p>\n\n\n\n Jika kita mampu memaknai betul arti kata puasa di Bulan Ramadhan maka sudah barang tentu kita mampu memiliki persentase besar untuk memenangi peperangan di masa pandemi ini. Jelas, jawaban kemenangan itu hanya diketahui oleh individu-individu masing-masing. Sebelum kalian melanjutkan bacaan ke paragraf selanjutnya maka silahkan merenung dan bertanya pada diri sendiri. Paripurnakah kita dalam memaknai dan menjalani ibadah puasa?<\/p>\n\n\n\n Hari ini, kita akan merayakan lebaran, tentu saya beranggapan juga bahwa lebaran ini berbeda dari sebelumnya. Jika lebaran-lebaran sebelumnya kita memaknainya sebagai hari kemenangan, maka kali ini mari kita memaknainya sebagai hari untuk mengupayakan kemenangan. Mengapa? Peperangan umat manusia melawan corona masih akan terus berlanjut dan puasa selama 30 hari menjadikan kita seharusnya semakin kuat untuk menghadapi hari esok.<\/p>\n\n\n\n Setelah hari raya idul fitri kita semua akan menghadapi satu babak baru dalam sejarah umat manusia. Babak baru itu disebut-sebut oleh banyak orang sebagai kehidupan new normal. Sekali lagi, jika kita mampu melewati bulan ramadhan secara paripurna maka tentu tak akan menemui kesulitan ke depannya.<\/p>\n\n\n\n Selamat Hari Raya Idul Fitri, Mari Mengupayakan Kemenangan!<\/p>\n","post_title":"Selamat Hari Raya Idul Fitri, Mari Mengupayakan Kemenangan!","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"selamat-hari-raya-idul-fitri-mari-mengupayakan-kemenangan","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2020-05-24 10:08:24","post_modified_gmt":"2020-05-24 03:08:24","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6683","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":6663,"post_author":"919","post_date":"2020-05-11 11:37:27","post_date_gmt":"2020-05-11 04:37:27","post_content":"\n Senyum merekah terpampang dari wajah Striker Jeonbuk Motors, Lee Dong-gook. Sundulannya menyambut umpan dari Son Jun-ho mengoyak gawang Suwon Bluewings pada menit ke-83. Selebrasi sederhana Lee Dong-gook lakukan bersama rekan setimnya di depan tribun utara Jeonju World Cup Stadium yang kosong. Hanya ada banner raksasa di sana, tak ada penonton. Tapi jauh di sana, banyak yang menyaksikan pertandingan ini melalui sosial media. Pertandingan yang memberikan harapan bagi umat manusia.<\/p>\n\n\n\n Pandemi corona menghantam banyak hal dalam hajat hidup umat manusia. Segala sesuatu menjadi sulit untuk dilakukan di masa seperti ini. Pekerjaan harus dilakukan di rumah dan hanya orang tertentu saja yang bisa beraktivitas kerja seperti biasa. Agenda-agenda besar pun harus mengalami penundaan, termasuk liga sepak bola yang harus terhenti sesaat. Kesehatan manusia menjadi pertimbangan utamanya, karena mengutip kalimat populer dari seorang Bambang Pamungkas: \u201cTidak ada satu kemenangan pun yang sebanding dengan nyawa.\u201d <\/p>\n\n\n\n Ketika sepak bola diliburkan maka akhir pekan menjadi begitu tidak menyenangkan. Tidak ada riuh komentar pertandingan di layar televisi. Tidak ada sekumpulan remaja yang antusias berangkat ke stadion. Tidak nyanyian-nyanyian yang terdengar seantero kota. Tidak ada juga tayangan video di youtube tentang highlights sebuah pertandingan. Semua terasa hambar, meski beruntungnya masih ada beberapa film bertemakan sepak bola yang rilis bertepatan saat pandemi melanda seperti The English Game dan Ultras.<\/p>\n\n\n\n Pemberitaan tentang sepak bola pun tiba-tiba menjadi buku tebal ensiklopedia sejarah. Media massa ramai-ramai membuat berita tentang cerita sepak bola di masa lampau. Membuatnya kembali segar dan bisa kembali dinikmati di saat ini. Sesekali, gosip-gosip transfer dihadirkan. Sesekali juga, berita tentang kegamangan petinggi liga juga muncul, apakah liga di sebuah negara akan berlanjut atau tidak.<\/p>\n\n\n\n Akhirnya, ada yang memilih untuk berhenti seperti Ligue 1 yang akhirnya menobatkan Paris Saint-Germain sebagai juara. Sebelumnya Eredivisie Liga Belanda menjadi kompetisi top di eropa pertama yang menghentikan liga. Ajax Amsterdam harus merelakan peluang mereka untuk tak juara musim ini setelah KNVB selaku federasi sepak bola Belanda mengeluarkan kebijakan untuk menghentikan liga tanpa pemenang dan degradasi.<\/p>\n\n\n\n Tapi ada liga yang tak memilih untuk melempar handuk, Bundesliga salah satunya. Petinggi sepak bola Jerman memutuskan untuk melanjutkan kompetisi pada 16 Mei 2020. Kabar baik bagi kita semua yang haus akan tayangan pertandingan sepak bola. Maklum, pemberitaan corona di berbagai media massa cukup memberikan pengaruh psikologi yang buruk bagi sebagian masyarakat. Sepak bola tentunya akan jadi hiburan yang nyata sekaligus memberikan asa kepada manusia. Tapi mirisnya adalah enam hari sebelum bergulirnya kembali Bundesliga, dua pemain asal klub Dynamo Dresden dinyatakan positif terjangkit corona. Bisakah Bundesliga berlanjut? Semoga saja.<\/p>\n\n\n\n Justru hilal sepak bola itu tak muncul dari Eropa atau dataran Amerika, negeri di Asia lah yang menemukannya. Apresiasi kita berikan kepada Korea Selatan yang berani untuk melanjutkan kompetisi sepak bola mereka. Sebelum pertandingan antara Jeonbuk Motors versus Suwon Bluewings digulirkan, poster digital tentang peraturan ketat disebar di sosial media. Poster tersebut berisikan protokoler yang harus dilakukan sebelum, saat, dan sesudah pertandingan agar kesehatan pemain dan official tim bisa terjaga dengan baik. <\/p>\n\n\n\n Syukurnya, pertandingan sore itu di Jeonju World Cup Stadium yang dimenangkan oleh Jeonbuk Motors dengan gol tunggal Lee Dong-gook berjalan lancar. Pertandingan itu memang tak disaksikan langsung oleh penonton di tribun stadion. Tapi di twitter, pertandingan itu disaksikan 3,3 juta penonton dari seluruh dunia. 3,3 juta orang itu sedang menyaksikan hilal sepak bola di Jeoncu World Cup Stadium. 3,3 juta orang itu juga sedang memupuk asa mereka akan hari-hari cerah pasca pandemi.<\/p>\n\n\n\n Lantas bagaimana dengan Indonesia? Ikut Korea Selatan melanjutkan liga atau Belanda yang mengakhiri liga? <\/p>\n","post_title":"Hilal Itu Nampak di Jeonju World Cup Stadium","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"hilal-itu-nampak-di-jeonju-world-cup-stadium","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2020-05-11 11:37:28","post_modified_gmt":"2020-05-11 04:37:28","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6663","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":4},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"epic_block_3"}; Suwiran daging di Nasi Kretek memiliki rasa yang pedas serta sedikit sensasi asam. Rasa pedasnya cukup menendang meski masih bisa dinikmati oleh mereka yang tidak menyukai makanan pedas. Sensasi asam yang didapatkan kemungkinan hadir dari buah asam atau perasan jeruk nipis sebagai bumbu dasar suwiran daging di makanan ini.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n Suwiran dagingnya juga memiliki tekstur yang tebal serta berminyak. Bagi anda yang sedang menjalani program diet maka bisa dipastikan akan berpikir dua kali untuk menikmati makanan ini. Disarankan juga mengingat rasanya yang pedas serta teksturnya yang berminyak maka siapkan minuman hangat sebagai pendamping agar tenggorokan anda tidak mengalami panas dalam.<\/p>\r\n Sayangnya Anda tak bisa dengan mudah menemukan Nasi Kretek ini di Gresik. Pasalnya kehadiran kuliner ini perlahan-lahan tenggelam dan bahkan tak semua warga di daerah tersebut mengetahuinya. Jika anda mengunjungi Gresik dan tengah beruntung maka bisa menemukan makanan ini di warung-warung kopi. Biasanya ditemukan dalam bentuk nasi yang sudah dibungkus.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n Harga satu bungkus Nasi Kretek ini sekitar 7 hingga 15 ribu rupiah tergantung di mana anda membeli. Jika di warung kopi pinggiran maka harga 7 ribuan bisa anda temui. Namun jika di kedai dan restoran mungkin harga sekitar 15 ribuan yang harus keluarkan untuk menikmati makanan ini.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n Sebenarnya bukan hanya Gresik<\/a> yang memiliki kudapan bernama kretek. Di daerah lainnya yang juga di Jawa Timur yaitu Jombang juga mempunyai kudapan khas bernama serupa namun memiliki bentuk dan isi yang berbeda. Sebagai penikmat kretek tentu kudapan Nasi Kretek menjadi hal yang unik untuk kalian coba saat berkunjung ke Jawa Timur. Silahkan mencoba!<\/p>\r\n","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6789","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":6763,"post_author":"919","post_date":"2020-06-07 10:27:31","post_date_gmt":"2020-06-07 03:27:31","post_content":"\n Pemerintah kini mulai mengeluarkan kebijakan untuk melonggarkan peraturan tentang pembatasan sosial berskala besar. Salah satunya adalah dengan mulai membuka fasilitas-fasilitas umum namun tetap harus menuruti prosedur kesehatan yang berlaku. Dengan demikian maka kondisi new normal kini sudah berada di depan mata. Sebagai perokok tentu ada hal-hal yang patut kita taati dari segala peraturan yang diterapkan oleh pemerintah.<\/p>\n\n\n\n Kondisi new normal ini juga menandai babak baru perjuangan manusia dalam melawan covid-19. Tentu, meski PSBB kini dilonggarkan akan tetapi bukan berarti kita sebagai manusia sudah berhasil menang dan mengatasi pandemi. Kemenangan tersebut justru masih jauh rasanya. Perjuangan tetap dilanjutkan dengan meneruskan tradisi-tradisi yang sudah dilakukan semasa PSBB. <\/p>\n\n\n\n Tradisi-tradisi lama yang sekiranya berpotensi terjadinya penyebaran virus corona pun harus mulai ditinggalkan. Berikut tiga kebiasaan yang harus dihindari para perokok selama kondisi new normal<\/p>\n\n\n\n Akan tetapi kita masih belum bisa melakukan hal tersebut saat kondisi new normal ini. Jika pun terpaksa harus nongkrong bareng maka tetap patuhi protokol kesehatan yang ada. Jaga jarak di antaramu, lalu hindari nongkrong dalam jumlah massa yang terlalu besar. Rasanya, tiga hingga empat orang saja sudah cukup asal mematuhi beberapa peraturan tersebut.<\/p>\n\n\n\n Mengapa merokok di sembarang tempat adalah hal yang harus dihindari, mengingat kondisi pandemi ini membuat kita tak tahu daerah mana saja yang bebas dari sebaran covid-19. Dengan tidak merokok di sembarang tempat tentu akan menjauhkan kita dari potensi besar terpapar virus corona. Jadi tahan dulu ya kalau pengen sebats, di rumah sendiri justru lebih enak dan nyaman kok.<\/p>\n\n\n\n Tidak ada nilai solidaritas yang berkurang dari berhenti merokok joinan satu batang bersama. Nilai solidaritas itu justru bisa anda salurkan dalam bentuk yang lain. Ya salah satunya adalah bagi satu rokok dari sebungkus rokok yang anda miliki jika temanmu membutuhkan. Justru itu lebih baik jika harus merokok satu batang bersama. <\/p>\n","post_title":"Tiga Kebiasaan yang Perokok Harus Hindari di Tengah New Normal","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"tiga-kebiasaan-yang-perokok-harus-hindari-di-tengah-new-normal","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2020-06-07 10:27:37","post_modified_gmt":"2020-06-07 03:27:37","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6763","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":6683,"post_author":"919","post_date":"2020-05-24 10:08:18","post_date_gmt":"2020-05-24 03:08:18","post_content":"\n Di penghujung maghrib seorang anak kecil bertanya pada ayahnya yang sedang asyik menikmati kopinya di teras rumah. \u201cAyah, mengapa malam ini tak ada orang-orang yang berkeliling untuk takbiran?\u201d Sang ayah pun menjawab dengan kalimat yang bijak sana meski belum tentu mampu dipahami anaknya. \u201cNak, manusia sedang berjuang menghadapi kepunahan. Kamu dan banyak anak-anak kecil lainnya berdiam diri di rumah saja adalah hal yang membahagiakan bagi ayah, ibu dan orang tua mereka.\u201d <\/p>\n\n\n\n Selamat Hari Raya Idul Fitri, Mari Mengupayakan Kemenangan! Ramadhan yang berbeda harus dilewati oleh umat manusia generasi saat ini. Mungkin bagi yang masih berumur 20 hingga 50 tahun tak pernah membayangkan betul bumi dalam kondisi pandemi seperti ini. Mayoritas manusia hidup dalam kedamaian meski perang kerap kali membuntuti. Namun kali ini semua terasa sangat berbeda, semua sedang berperang menghadapi sesuatu yang kasat mata. Peperangan yang tak bisa diprediksi pula kapan berakhir.<\/p>\n\n\n\n Orang-orang pintar punya hitung-hitungan tersendiri meski probabilitasnya belum bisa dikatakan mencapai angka yang tinggi. Sementara di luar sana banyak orang-orang pintar lainnya yang bertarung dengan waktu untuk menemukan penyembuh virus covid-19. Saya curiga, jangan-jangan euforia manusia ketika vaksin hadir akan menyamai euforia manusia ketika menyambut sang penyelamat, Isa Almasih turun. Entah, mungkin bisa jadi.<\/p>\n\n\n\n Hanya berdiam diri di rumah yang bisa menjadi senjata ampuh bagi manusia dalam peperangan ini. Beruntungnya kita sebagai umat muslim juga diberi bulan ramadhan dalam kondisi seperti ini. Jika saya boleh menyebut maka saya akan menganalogikan bulan ramadhan sebagai bala tentara tuhan. Mengapa? Jawabannya karena adalah ibadah berpuasa. Dari berpuasa kita bisa manahan diri dari segala hal. Berpuasa untuk tidak bepergian jika tidak mendesak, berpuasa untuk tidak berkumpul, berpuasa untuk tidak boros. <\/p>\n\n\n\n Jika kita mampu memaknai betul arti kata puasa di Bulan Ramadhan maka sudah barang tentu kita mampu memiliki persentase besar untuk memenangi peperangan di masa pandemi ini. Jelas, jawaban kemenangan itu hanya diketahui oleh individu-individu masing-masing. Sebelum kalian melanjutkan bacaan ke paragraf selanjutnya maka silahkan merenung dan bertanya pada diri sendiri. Paripurnakah kita dalam memaknai dan menjalani ibadah puasa?<\/p>\n\n\n\n Hari ini, kita akan merayakan lebaran, tentu saya beranggapan juga bahwa lebaran ini berbeda dari sebelumnya. Jika lebaran-lebaran sebelumnya kita memaknainya sebagai hari kemenangan, maka kali ini mari kita memaknainya sebagai hari untuk mengupayakan kemenangan. Mengapa? Peperangan umat manusia melawan corona masih akan terus berlanjut dan puasa selama 30 hari menjadikan kita seharusnya semakin kuat untuk menghadapi hari esok.<\/p>\n\n\n\n Setelah hari raya idul fitri kita semua akan menghadapi satu babak baru dalam sejarah umat manusia. Babak baru itu disebut-sebut oleh banyak orang sebagai kehidupan new normal. Sekali lagi, jika kita mampu melewati bulan ramadhan secara paripurna maka tentu tak akan menemui kesulitan ke depannya.<\/p>\n\n\n\n Selamat Hari Raya Idul Fitri, Mari Mengupayakan Kemenangan!<\/p>\n","post_title":"Selamat Hari Raya Idul Fitri, Mari Mengupayakan Kemenangan!","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"selamat-hari-raya-idul-fitri-mari-mengupayakan-kemenangan","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2020-05-24 10:08:24","post_modified_gmt":"2020-05-24 03:08:24","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6683","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":6663,"post_author":"919","post_date":"2020-05-11 11:37:27","post_date_gmt":"2020-05-11 04:37:27","post_content":"\n Senyum merekah terpampang dari wajah Striker Jeonbuk Motors, Lee Dong-gook. Sundulannya menyambut umpan dari Son Jun-ho mengoyak gawang Suwon Bluewings pada menit ke-83. Selebrasi sederhana Lee Dong-gook lakukan bersama rekan setimnya di depan tribun utara Jeonju World Cup Stadium yang kosong. Hanya ada banner raksasa di sana, tak ada penonton. Tapi jauh di sana, banyak yang menyaksikan pertandingan ini melalui sosial media. Pertandingan yang memberikan harapan bagi umat manusia.<\/p>\n\n\n\n Pandemi corona menghantam banyak hal dalam hajat hidup umat manusia. Segala sesuatu menjadi sulit untuk dilakukan di masa seperti ini. Pekerjaan harus dilakukan di rumah dan hanya orang tertentu saja yang bisa beraktivitas kerja seperti biasa. Agenda-agenda besar pun harus mengalami penundaan, termasuk liga sepak bola yang harus terhenti sesaat. Kesehatan manusia menjadi pertimbangan utamanya, karena mengutip kalimat populer dari seorang Bambang Pamungkas: \u201cTidak ada satu kemenangan pun yang sebanding dengan nyawa.\u201d <\/p>\n\n\n\n Ketika sepak bola diliburkan maka akhir pekan menjadi begitu tidak menyenangkan. Tidak ada riuh komentar pertandingan di layar televisi. Tidak ada sekumpulan remaja yang antusias berangkat ke stadion. Tidak nyanyian-nyanyian yang terdengar seantero kota. Tidak ada juga tayangan video di youtube tentang highlights sebuah pertandingan. Semua terasa hambar, meski beruntungnya masih ada beberapa film bertemakan sepak bola yang rilis bertepatan saat pandemi melanda seperti The English Game dan Ultras.<\/p>\n\n\n\n Pemberitaan tentang sepak bola pun tiba-tiba menjadi buku tebal ensiklopedia sejarah. Media massa ramai-ramai membuat berita tentang cerita sepak bola di masa lampau. Membuatnya kembali segar dan bisa kembali dinikmati di saat ini. Sesekali, gosip-gosip transfer dihadirkan. Sesekali juga, berita tentang kegamangan petinggi liga juga muncul, apakah liga di sebuah negara akan berlanjut atau tidak.<\/p>\n\n\n\n Akhirnya, ada yang memilih untuk berhenti seperti Ligue 1 yang akhirnya menobatkan Paris Saint-Germain sebagai juara. Sebelumnya Eredivisie Liga Belanda menjadi kompetisi top di eropa pertama yang menghentikan liga. Ajax Amsterdam harus merelakan peluang mereka untuk tak juara musim ini setelah KNVB selaku federasi sepak bola Belanda mengeluarkan kebijakan untuk menghentikan liga tanpa pemenang dan degradasi.<\/p>\n\n\n\n Tapi ada liga yang tak memilih untuk melempar handuk, Bundesliga salah satunya. Petinggi sepak bola Jerman memutuskan untuk melanjutkan kompetisi pada 16 Mei 2020. Kabar baik bagi kita semua yang haus akan tayangan pertandingan sepak bola. Maklum, pemberitaan corona di berbagai media massa cukup memberikan pengaruh psikologi yang buruk bagi sebagian masyarakat. Sepak bola tentunya akan jadi hiburan yang nyata sekaligus memberikan asa kepada manusia. Tapi mirisnya adalah enam hari sebelum bergulirnya kembali Bundesliga, dua pemain asal klub Dynamo Dresden dinyatakan positif terjangkit corona. Bisakah Bundesliga berlanjut? Semoga saja.<\/p>\n\n\n\n Justru hilal sepak bola itu tak muncul dari Eropa atau dataran Amerika, negeri di Asia lah yang menemukannya. Apresiasi kita berikan kepada Korea Selatan yang berani untuk melanjutkan kompetisi sepak bola mereka. Sebelum pertandingan antara Jeonbuk Motors versus Suwon Bluewings digulirkan, poster digital tentang peraturan ketat disebar di sosial media. Poster tersebut berisikan protokoler yang harus dilakukan sebelum, saat, dan sesudah pertandingan agar kesehatan pemain dan official tim bisa terjaga dengan baik. <\/p>\n\n\n\n Syukurnya, pertandingan sore itu di Jeonju World Cup Stadium yang dimenangkan oleh Jeonbuk Motors dengan gol tunggal Lee Dong-gook berjalan lancar. Pertandingan itu memang tak disaksikan langsung oleh penonton di tribun stadion. Tapi di twitter, pertandingan itu disaksikan 3,3 juta penonton dari seluruh dunia. 3,3 juta orang itu sedang menyaksikan hilal sepak bola di Jeoncu World Cup Stadium. 3,3 juta orang itu juga sedang memupuk asa mereka akan hari-hari cerah pasca pandemi.<\/p>\n\n\n\n Lantas bagaimana dengan Indonesia? Ikut Korea Selatan melanjutkan liga atau Belanda yang mengakhiri liga? <\/p>\n","post_title":"Hilal Itu Nampak di Jeonju World Cup Stadium","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"hilal-itu-nampak-di-jeonju-world-cup-stadium","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2020-05-11 11:37:28","post_modified_gmt":"2020-05-11 04:37:28","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6663","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":4},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"epic_block_3"}; Nasi Krawu biasanya disajikan dengan daun pisang dan tambahan toping seperti serundeng. Tak hanya itu Nasi Krawu juga biasanya dimakan dengan sambal terasi dan tambahan lauk seperti daging sapi, semur daging, dan jeroan sapi. Ini yang kemudian membedakan antara kudapan tersebut dengan Nasi Kretek yang tidak memiliki banyak lauk pendamping.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n Suwiran daging di Nasi Kretek memiliki rasa yang pedas serta sedikit sensasi asam. Rasa pedasnya cukup menendang meski masih bisa dinikmati oleh mereka yang tidak menyukai makanan pedas. Sensasi asam yang didapatkan kemungkinan hadir dari buah asam atau perasan jeruk nipis sebagai bumbu dasar suwiran daging di makanan ini.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n Suwiran dagingnya juga memiliki tekstur yang tebal serta berminyak. Bagi anda yang sedang menjalani program diet maka bisa dipastikan akan berpikir dua kali untuk menikmati makanan ini. Disarankan juga mengingat rasanya yang pedas serta teksturnya yang berminyak maka siapkan minuman hangat sebagai pendamping agar tenggorokan anda tidak mengalami panas dalam.<\/p>\r\n Sayangnya Anda tak bisa dengan mudah menemukan Nasi Kretek ini di Gresik. Pasalnya kehadiran kuliner ini perlahan-lahan tenggelam dan bahkan tak semua warga di daerah tersebut mengetahuinya. Jika anda mengunjungi Gresik dan tengah beruntung maka bisa menemukan makanan ini di warung-warung kopi. Biasanya ditemukan dalam bentuk nasi yang sudah dibungkus.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n Harga satu bungkus Nasi Kretek ini sekitar 7 hingga 15 ribu rupiah tergantung di mana anda membeli. Jika di warung kopi pinggiran maka harga 7 ribuan bisa anda temui. Namun jika di kedai dan restoran mungkin harga sekitar 15 ribuan yang harus keluarkan untuk menikmati makanan ini.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n Sebenarnya bukan hanya Gresik<\/a> yang memiliki kudapan bernama kretek. Di daerah lainnya yang juga di Jawa Timur yaitu Jombang juga mempunyai kudapan khas bernama serupa namun memiliki bentuk dan isi yang berbeda. Sebagai penikmat kretek tentu kudapan Nasi Kretek menjadi hal yang unik untuk kalian coba saat berkunjung ke Jawa Timur. Silahkan mencoba!<\/p>\r\n","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6789","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":6763,"post_author":"919","post_date":"2020-06-07 10:27:31","post_date_gmt":"2020-06-07 03:27:31","post_content":"\n Pemerintah kini mulai mengeluarkan kebijakan untuk melonggarkan peraturan tentang pembatasan sosial berskala besar. Salah satunya adalah dengan mulai membuka fasilitas-fasilitas umum namun tetap harus menuruti prosedur kesehatan yang berlaku. Dengan demikian maka kondisi new normal kini sudah berada di depan mata. Sebagai perokok tentu ada hal-hal yang patut kita taati dari segala peraturan yang diterapkan oleh pemerintah.<\/p>\n\n\n\n Kondisi new normal ini juga menandai babak baru perjuangan manusia dalam melawan covid-19. Tentu, meski PSBB kini dilonggarkan akan tetapi bukan berarti kita sebagai manusia sudah berhasil menang dan mengatasi pandemi. Kemenangan tersebut justru masih jauh rasanya. Perjuangan tetap dilanjutkan dengan meneruskan tradisi-tradisi yang sudah dilakukan semasa PSBB. <\/p>\n\n\n\n Tradisi-tradisi lama yang sekiranya berpotensi terjadinya penyebaran virus corona pun harus mulai ditinggalkan. Berikut tiga kebiasaan yang harus dihindari para perokok selama kondisi new normal<\/p>\n\n\n\n Akan tetapi kita masih belum bisa melakukan hal tersebut saat kondisi new normal ini. Jika pun terpaksa harus nongkrong bareng maka tetap patuhi protokol kesehatan yang ada. Jaga jarak di antaramu, lalu hindari nongkrong dalam jumlah massa yang terlalu besar. Rasanya, tiga hingga empat orang saja sudah cukup asal mematuhi beberapa peraturan tersebut.<\/p>\n\n\n\n Mengapa merokok di sembarang tempat adalah hal yang harus dihindari, mengingat kondisi pandemi ini membuat kita tak tahu daerah mana saja yang bebas dari sebaran covid-19. Dengan tidak merokok di sembarang tempat tentu akan menjauhkan kita dari potensi besar terpapar virus corona. Jadi tahan dulu ya kalau pengen sebats, di rumah sendiri justru lebih enak dan nyaman kok.<\/p>\n\n\n\n Tidak ada nilai solidaritas yang berkurang dari berhenti merokok joinan satu batang bersama. Nilai solidaritas itu justru bisa anda salurkan dalam bentuk yang lain. Ya salah satunya adalah bagi satu rokok dari sebungkus rokok yang anda miliki jika temanmu membutuhkan. Justru itu lebih baik jika harus merokok satu batang bersama. <\/p>\n","post_title":"Tiga Kebiasaan yang Perokok Harus Hindari di Tengah New Normal","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"tiga-kebiasaan-yang-perokok-harus-hindari-di-tengah-new-normal","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2020-06-07 10:27:37","post_modified_gmt":"2020-06-07 03:27:37","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6763","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":6683,"post_author":"919","post_date":"2020-05-24 10:08:18","post_date_gmt":"2020-05-24 03:08:18","post_content":"\n Di penghujung maghrib seorang anak kecil bertanya pada ayahnya yang sedang asyik menikmati kopinya di teras rumah. \u201cAyah, mengapa malam ini tak ada orang-orang yang berkeliling untuk takbiran?\u201d Sang ayah pun menjawab dengan kalimat yang bijak sana meski belum tentu mampu dipahami anaknya. \u201cNak, manusia sedang berjuang menghadapi kepunahan. Kamu dan banyak anak-anak kecil lainnya berdiam diri di rumah saja adalah hal yang membahagiakan bagi ayah, ibu dan orang tua mereka.\u201d <\/p>\n\n\n\n Selamat Hari Raya Idul Fitri, Mari Mengupayakan Kemenangan! Ramadhan yang berbeda harus dilewati oleh umat manusia generasi saat ini. Mungkin bagi yang masih berumur 20 hingga 50 tahun tak pernah membayangkan betul bumi dalam kondisi pandemi seperti ini. Mayoritas manusia hidup dalam kedamaian meski perang kerap kali membuntuti. Namun kali ini semua terasa sangat berbeda, semua sedang berperang menghadapi sesuatu yang kasat mata. Peperangan yang tak bisa diprediksi pula kapan berakhir.<\/p>\n\n\n\n Orang-orang pintar punya hitung-hitungan tersendiri meski probabilitasnya belum bisa dikatakan mencapai angka yang tinggi. Sementara di luar sana banyak orang-orang pintar lainnya yang bertarung dengan waktu untuk menemukan penyembuh virus covid-19. Saya curiga, jangan-jangan euforia manusia ketika vaksin hadir akan menyamai euforia manusia ketika menyambut sang penyelamat, Isa Almasih turun. Entah, mungkin bisa jadi.<\/p>\n\n\n\n Hanya berdiam diri di rumah yang bisa menjadi senjata ampuh bagi manusia dalam peperangan ini. Beruntungnya kita sebagai umat muslim juga diberi bulan ramadhan dalam kondisi seperti ini. Jika saya boleh menyebut maka saya akan menganalogikan bulan ramadhan sebagai bala tentara tuhan. Mengapa? Jawabannya karena adalah ibadah berpuasa. Dari berpuasa kita bisa manahan diri dari segala hal. Berpuasa untuk tidak bepergian jika tidak mendesak, berpuasa untuk tidak berkumpul, berpuasa untuk tidak boros. <\/p>\n\n\n\n Jika kita mampu memaknai betul arti kata puasa di Bulan Ramadhan maka sudah barang tentu kita mampu memiliki persentase besar untuk memenangi peperangan di masa pandemi ini. Jelas, jawaban kemenangan itu hanya diketahui oleh individu-individu masing-masing. Sebelum kalian melanjutkan bacaan ke paragraf selanjutnya maka silahkan merenung dan bertanya pada diri sendiri. Paripurnakah kita dalam memaknai dan menjalani ibadah puasa?<\/p>\n\n\n\n Hari ini, kita akan merayakan lebaran, tentu saya beranggapan juga bahwa lebaran ini berbeda dari sebelumnya. Jika lebaran-lebaran sebelumnya kita memaknainya sebagai hari kemenangan, maka kali ini mari kita memaknainya sebagai hari untuk mengupayakan kemenangan. Mengapa? Peperangan umat manusia melawan corona masih akan terus berlanjut dan puasa selama 30 hari menjadikan kita seharusnya semakin kuat untuk menghadapi hari esok.<\/p>\n\n\n\n Setelah hari raya idul fitri kita semua akan menghadapi satu babak baru dalam sejarah umat manusia. Babak baru itu disebut-sebut oleh banyak orang sebagai kehidupan new normal. Sekali lagi, jika kita mampu melewati bulan ramadhan secara paripurna maka tentu tak akan menemui kesulitan ke depannya.<\/p>\n\n\n\n Selamat Hari Raya Idul Fitri, Mari Mengupayakan Kemenangan!<\/p>\n","post_title":"Selamat Hari Raya Idul Fitri, Mari Mengupayakan Kemenangan!","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"selamat-hari-raya-idul-fitri-mari-mengupayakan-kemenangan","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2020-05-24 10:08:24","post_modified_gmt":"2020-05-24 03:08:24","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6683","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":6663,"post_author":"919","post_date":"2020-05-11 11:37:27","post_date_gmt":"2020-05-11 04:37:27","post_content":"\n Senyum merekah terpampang dari wajah Striker Jeonbuk Motors, Lee Dong-gook. Sundulannya menyambut umpan dari Son Jun-ho mengoyak gawang Suwon Bluewings pada menit ke-83. Selebrasi sederhana Lee Dong-gook lakukan bersama rekan setimnya di depan tribun utara Jeonju World Cup Stadium yang kosong. Hanya ada banner raksasa di sana, tak ada penonton. Tapi jauh di sana, banyak yang menyaksikan pertandingan ini melalui sosial media. Pertandingan yang memberikan harapan bagi umat manusia.<\/p>\n\n\n\n Pandemi corona menghantam banyak hal dalam hajat hidup umat manusia. Segala sesuatu menjadi sulit untuk dilakukan di masa seperti ini. Pekerjaan harus dilakukan di rumah dan hanya orang tertentu saja yang bisa beraktivitas kerja seperti biasa. Agenda-agenda besar pun harus mengalami penundaan, termasuk liga sepak bola yang harus terhenti sesaat. Kesehatan manusia menjadi pertimbangan utamanya, karena mengutip kalimat populer dari seorang Bambang Pamungkas: \u201cTidak ada satu kemenangan pun yang sebanding dengan nyawa.\u201d <\/p>\n\n\n\n Ketika sepak bola diliburkan maka akhir pekan menjadi begitu tidak menyenangkan. Tidak ada riuh komentar pertandingan di layar televisi. Tidak ada sekumpulan remaja yang antusias berangkat ke stadion. Tidak nyanyian-nyanyian yang terdengar seantero kota. Tidak ada juga tayangan video di youtube tentang highlights sebuah pertandingan. Semua terasa hambar, meski beruntungnya masih ada beberapa film bertemakan sepak bola yang rilis bertepatan saat pandemi melanda seperti The English Game dan Ultras.<\/p>\n\n\n\n Pemberitaan tentang sepak bola pun tiba-tiba menjadi buku tebal ensiklopedia sejarah. Media massa ramai-ramai membuat berita tentang cerita sepak bola di masa lampau. Membuatnya kembali segar dan bisa kembali dinikmati di saat ini. Sesekali, gosip-gosip transfer dihadirkan. Sesekali juga, berita tentang kegamangan petinggi liga juga muncul, apakah liga di sebuah negara akan berlanjut atau tidak.<\/p>\n\n\n\n Akhirnya, ada yang memilih untuk berhenti seperti Ligue 1 yang akhirnya menobatkan Paris Saint-Germain sebagai juara. Sebelumnya Eredivisie Liga Belanda menjadi kompetisi top di eropa pertama yang menghentikan liga. Ajax Amsterdam harus merelakan peluang mereka untuk tak juara musim ini setelah KNVB selaku federasi sepak bola Belanda mengeluarkan kebijakan untuk menghentikan liga tanpa pemenang dan degradasi.<\/p>\n\n\n\n Tapi ada liga yang tak memilih untuk melempar handuk, Bundesliga salah satunya. Petinggi sepak bola Jerman memutuskan untuk melanjutkan kompetisi pada 16 Mei 2020. Kabar baik bagi kita semua yang haus akan tayangan pertandingan sepak bola. Maklum, pemberitaan corona di berbagai media massa cukup memberikan pengaruh psikologi yang buruk bagi sebagian masyarakat. Sepak bola tentunya akan jadi hiburan yang nyata sekaligus memberikan asa kepada manusia. Tapi mirisnya adalah enam hari sebelum bergulirnya kembali Bundesliga, dua pemain asal klub Dynamo Dresden dinyatakan positif terjangkit corona. Bisakah Bundesliga berlanjut? Semoga saja.<\/p>\n\n\n\n Justru hilal sepak bola itu tak muncul dari Eropa atau dataran Amerika, negeri di Asia lah yang menemukannya. Apresiasi kita berikan kepada Korea Selatan yang berani untuk melanjutkan kompetisi sepak bola mereka. Sebelum pertandingan antara Jeonbuk Motors versus Suwon Bluewings digulirkan, poster digital tentang peraturan ketat disebar di sosial media. Poster tersebut berisikan protokoler yang harus dilakukan sebelum, saat, dan sesudah pertandingan agar kesehatan pemain dan official tim bisa terjaga dengan baik. <\/p>\n\n\n\n Syukurnya, pertandingan sore itu di Jeonju World Cup Stadium yang dimenangkan oleh Jeonbuk Motors dengan gol tunggal Lee Dong-gook berjalan lancar. Pertandingan itu memang tak disaksikan langsung oleh penonton di tribun stadion. Tapi di twitter, pertandingan itu disaksikan 3,3 juta penonton dari seluruh dunia. 3,3 juta orang itu sedang menyaksikan hilal sepak bola di Jeoncu World Cup Stadium. 3,3 juta orang itu juga sedang memupuk asa mereka akan hari-hari cerah pasca pandemi.<\/p>\n\n\n\n Lantas bagaimana dengan Indonesia? Ikut Korea Selatan melanjutkan liga atau Belanda yang mengakhiri liga? <\/p>\n","post_title":"Hilal Itu Nampak di Jeonju World Cup Stadium","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"hilal-itu-nampak-di-jeonju-world-cup-stadium","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2020-05-11 11:37:28","post_modified_gmt":"2020-05-11 04:37:28","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6663","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":4},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"epic_block_3"}; Nasi Kretek adalah salah satu dari sekian banyak makanan khas Gresik. Secara penampilan kudapan tersebut memiliki kemiripan dengan Nasi Krawu yang juga khas dari Kota Santri tersebut. Kesamaannya antara dua makanan ini adalah lauk utamanya yaitu suwiran daging. Akan tetapi yang membedakan adalah rasa, toping, dan lauk pendampingnya.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n Nasi Krawu biasanya disajikan dengan daun pisang dan tambahan toping seperti serundeng. Tak hanya itu Nasi Krawu juga biasanya dimakan dengan sambal terasi dan tambahan lauk seperti daging sapi, semur daging, dan jeroan sapi. Ini yang kemudian membedakan antara kudapan tersebut dengan Nasi Kretek yang tidak memiliki banyak lauk pendamping.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n Suwiran daging di Nasi Kretek memiliki rasa yang pedas serta sedikit sensasi asam. Rasa pedasnya cukup menendang meski masih bisa dinikmati oleh mereka yang tidak menyukai makanan pedas. Sensasi asam yang didapatkan kemungkinan hadir dari buah asam atau perasan jeruk nipis sebagai bumbu dasar suwiran daging di makanan ini.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n Suwiran dagingnya juga memiliki tekstur yang tebal serta berminyak. Bagi anda yang sedang menjalani program diet maka bisa dipastikan akan berpikir dua kali untuk menikmati makanan ini. Disarankan juga mengingat rasanya yang pedas serta teksturnya yang berminyak maka siapkan minuman hangat sebagai pendamping agar tenggorokan anda tidak mengalami panas dalam.<\/p>\r\n Sayangnya Anda tak bisa dengan mudah menemukan Nasi Kretek ini di Gresik. Pasalnya kehadiran kuliner ini perlahan-lahan tenggelam dan bahkan tak semua warga di daerah tersebut mengetahuinya. Jika anda mengunjungi Gresik dan tengah beruntung maka bisa menemukan makanan ini di warung-warung kopi. Biasanya ditemukan dalam bentuk nasi yang sudah dibungkus.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n Harga satu bungkus Nasi Kretek ini sekitar 7 hingga 15 ribu rupiah tergantung di mana anda membeli. Jika di warung kopi pinggiran maka harga 7 ribuan bisa anda temui. Namun jika di kedai dan restoran mungkin harga sekitar 15 ribuan yang harus keluarkan untuk menikmati makanan ini.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n Sebenarnya bukan hanya Gresik<\/a> yang memiliki kudapan bernama kretek. Di daerah lainnya yang juga di Jawa Timur yaitu Jombang juga mempunyai kudapan khas bernama serupa namun memiliki bentuk dan isi yang berbeda. Sebagai penikmat kretek tentu kudapan Nasi Kretek menjadi hal yang unik untuk kalian coba saat berkunjung ke Jawa Timur. Silahkan mencoba!<\/p>\r\n","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6789","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":6763,"post_author":"919","post_date":"2020-06-07 10:27:31","post_date_gmt":"2020-06-07 03:27:31","post_content":"\n Pemerintah kini mulai mengeluarkan kebijakan untuk melonggarkan peraturan tentang pembatasan sosial berskala besar. Salah satunya adalah dengan mulai membuka fasilitas-fasilitas umum namun tetap harus menuruti prosedur kesehatan yang berlaku. Dengan demikian maka kondisi new normal kini sudah berada di depan mata. Sebagai perokok tentu ada hal-hal yang patut kita taati dari segala peraturan yang diterapkan oleh pemerintah.<\/p>\n\n\n\n Kondisi new normal ini juga menandai babak baru perjuangan manusia dalam melawan covid-19. Tentu, meski PSBB kini dilonggarkan akan tetapi bukan berarti kita sebagai manusia sudah berhasil menang dan mengatasi pandemi. Kemenangan tersebut justru masih jauh rasanya. Perjuangan tetap dilanjutkan dengan meneruskan tradisi-tradisi yang sudah dilakukan semasa PSBB. <\/p>\n\n\n\n Tradisi-tradisi lama yang sekiranya berpotensi terjadinya penyebaran virus corona pun harus mulai ditinggalkan. Berikut tiga kebiasaan yang harus dihindari para perokok selama kondisi new normal<\/p>\n\n\n\n Akan tetapi kita masih belum bisa melakukan hal tersebut saat kondisi new normal ini. Jika pun terpaksa harus nongkrong bareng maka tetap patuhi protokol kesehatan yang ada. Jaga jarak di antaramu, lalu hindari nongkrong dalam jumlah massa yang terlalu besar. Rasanya, tiga hingga empat orang saja sudah cukup asal mematuhi beberapa peraturan tersebut.<\/p>\n\n\n\n Mengapa merokok di sembarang tempat adalah hal yang harus dihindari, mengingat kondisi pandemi ini membuat kita tak tahu daerah mana saja yang bebas dari sebaran covid-19. Dengan tidak merokok di sembarang tempat tentu akan menjauhkan kita dari potensi besar terpapar virus corona. Jadi tahan dulu ya kalau pengen sebats, di rumah sendiri justru lebih enak dan nyaman kok.<\/p>\n\n\n\n Tidak ada nilai solidaritas yang berkurang dari berhenti merokok joinan satu batang bersama. Nilai solidaritas itu justru bisa anda salurkan dalam bentuk yang lain. Ya salah satunya adalah bagi satu rokok dari sebungkus rokok yang anda miliki jika temanmu membutuhkan. Justru itu lebih baik jika harus merokok satu batang bersama. <\/p>\n","post_title":"Tiga Kebiasaan yang Perokok Harus Hindari di Tengah New Normal","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"tiga-kebiasaan-yang-perokok-harus-hindari-di-tengah-new-normal","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2020-06-07 10:27:37","post_modified_gmt":"2020-06-07 03:27:37","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6763","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":6683,"post_author":"919","post_date":"2020-05-24 10:08:18","post_date_gmt":"2020-05-24 03:08:18","post_content":"\n Di penghujung maghrib seorang anak kecil bertanya pada ayahnya yang sedang asyik menikmati kopinya di teras rumah. \u201cAyah, mengapa malam ini tak ada orang-orang yang berkeliling untuk takbiran?\u201d Sang ayah pun menjawab dengan kalimat yang bijak sana meski belum tentu mampu dipahami anaknya. \u201cNak, manusia sedang berjuang menghadapi kepunahan. Kamu dan banyak anak-anak kecil lainnya berdiam diri di rumah saja adalah hal yang membahagiakan bagi ayah, ibu dan orang tua mereka.\u201d <\/p>\n\n\n\n Selamat Hari Raya Idul Fitri, Mari Mengupayakan Kemenangan! Ramadhan yang berbeda harus dilewati oleh umat manusia generasi saat ini. Mungkin bagi yang masih berumur 20 hingga 50 tahun tak pernah membayangkan betul bumi dalam kondisi pandemi seperti ini. Mayoritas manusia hidup dalam kedamaian meski perang kerap kali membuntuti. Namun kali ini semua terasa sangat berbeda, semua sedang berperang menghadapi sesuatu yang kasat mata. Peperangan yang tak bisa diprediksi pula kapan berakhir.<\/p>\n\n\n\n Orang-orang pintar punya hitung-hitungan tersendiri meski probabilitasnya belum bisa dikatakan mencapai angka yang tinggi. Sementara di luar sana banyak orang-orang pintar lainnya yang bertarung dengan waktu untuk menemukan penyembuh virus covid-19. Saya curiga, jangan-jangan euforia manusia ketika vaksin hadir akan menyamai euforia manusia ketika menyambut sang penyelamat, Isa Almasih turun. Entah, mungkin bisa jadi.<\/p>\n\n\n\n Hanya berdiam diri di rumah yang bisa menjadi senjata ampuh bagi manusia dalam peperangan ini. Beruntungnya kita sebagai umat muslim juga diberi bulan ramadhan dalam kondisi seperti ini. Jika saya boleh menyebut maka saya akan menganalogikan bulan ramadhan sebagai bala tentara tuhan. Mengapa? Jawabannya karena adalah ibadah berpuasa. Dari berpuasa kita bisa manahan diri dari segala hal. Berpuasa untuk tidak bepergian jika tidak mendesak, berpuasa untuk tidak berkumpul, berpuasa untuk tidak boros. <\/p>\n\n\n\n Jika kita mampu memaknai betul arti kata puasa di Bulan Ramadhan maka sudah barang tentu kita mampu memiliki persentase besar untuk memenangi peperangan di masa pandemi ini. Jelas, jawaban kemenangan itu hanya diketahui oleh individu-individu masing-masing. Sebelum kalian melanjutkan bacaan ke paragraf selanjutnya maka silahkan merenung dan bertanya pada diri sendiri. Paripurnakah kita dalam memaknai dan menjalani ibadah puasa?<\/p>\n\n\n\n Hari ini, kita akan merayakan lebaran, tentu saya beranggapan juga bahwa lebaran ini berbeda dari sebelumnya. Jika lebaran-lebaran sebelumnya kita memaknainya sebagai hari kemenangan, maka kali ini mari kita memaknainya sebagai hari untuk mengupayakan kemenangan. Mengapa? Peperangan umat manusia melawan corona masih akan terus berlanjut dan puasa selama 30 hari menjadikan kita seharusnya semakin kuat untuk menghadapi hari esok.<\/p>\n\n\n\n Setelah hari raya idul fitri kita semua akan menghadapi satu babak baru dalam sejarah umat manusia. Babak baru itu disebut-sebut oleh banyak orang sebagai kehidupan new normal. Sekali lagi, jika kita mampu melewati bulan ramadhan secara paripurna maka tentu tak akan menemui kesulitan ke depannya.<\/p>\n\n\n\n Selamat Hari Raya Idul Fitri, Mari Mengupayakan Kemenangan!<\/p>\n","post_title":"Selamat Hari Raya Idul Fitri, Mari Mengupayakan Kemenangan!","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"selamat-hari-raya-idul-fitri-mari-mengupayakan-kemenangan","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2020-05-24 10:08:24","post_modified_gmt":"2020-05-24 03:08:24","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6683","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":6663,"post_author":"919","post_date":"2020-05-11 11:37:27","post_date_gmt":"2020-05-11 04:37:27","post_content":"\n Senyum merekah terpampang dari wajah Striker Jeonbuk Motors, Lee Dong-gook. Sundulannya menyambut umpan dari Son Jun-ho mengoyak gawang Suwon Bluewings pada menit ke-83. Selebrasi sederhana Lee Dong-gook lakukan bersama rekan setimnya di depan tribun utara Jeonju World Cup Stadium yang kosong. Hanya ada banner raksasa di sana, tak ada penonton. Tapi jauh di sana, banyak yang menyaksikan pertandingan ini melalui sosial media. Pertandingan yang memberikan harapan bagi umat manusia.<\/p>\n\n\n\n Pandemi corona menghantam banyak hal dalam hajat hidup umat manusia. Segala sesuatu menjadi sulit untuk dilakukan di masa seperti ini. Pekerjaan harus dilakukan di rumah dan hanya orang tertentu saja yang bisa beraktivitas kerja seperti biasa. Agenda-agenda besar pun harus mengalami penundaan, termasuk liga sepak bola yang harus terhenti sesaat. Kesehatan manusia menjadi pertimbangan utamanya, karena mengutip kalimat populer dari seorang Bambang Pamungkas: \u201cTidak ada satu kemenangan pun yang sebanding dengan nyawa.\u201d <\/p>\n\n\n\n Ketika sepak bola diliburkan maka akhir pekan menjadi begitu tidak menyenangkan. Tidak ada riuh komentar pertandingan di layar televisi. Tidak ada sekumpulan remaja yang antusias berangkat ke stadion. Tidak nyanyian-nyanyian yang terdengar seantero kota. Tidak ada juga tayangan video di youtube tentang highlights sebuah pertandingan. Semua terasa hambar, meski beruntungnya masih ada beberapa film bertemakan sepak bola yang rilis bertepatan saat pandemi melanda seperti The English Game dan Ultras.<\/p>\n\n\n\n Pemberitaan tentang sepak bola pun tiba-tiba menjadi buku tebal ensiklopedia sejarah. Media massa ramai-ramai membuat berita tentang cerita sepak bola di masa lampau. Membuatnya kembali segar dan bisa kembali dinikmati di saat ini. Sesekali, gosip-gosip transfer dihadirkan. Sesekali juga, berita tentang kegamangan petinggi liga juga muncul, apakah liga di sebuah negara akan berlanjut atau tidak.<\/p>\n\n\n\n Akhirnya, ada yang memilih untuk berhenti seperti Ligue 1 yang akhirnya menobatkan Paris Saint-Germain sebagai juara. Sebelumnya Eredivisie Liga Belanda menjadi kompetisi top di eropa pertama yang menghentikan liga. Ajax Amsterdam harus merelakan peluang mereka untuk tak juara musim ini setelah KNVB selaku federasi sepak bola Belanda mengeluarkan kebijakan untuk menghentikan liga tanpa pemenang dan degradasi.<\/p>\n\n\n\n Tapi ada liga yang tak memilih untuk melempar handuk, Bundesliga salah satunya. Petinggi sepak bola Jerman memutuskan untuk melanjutkan kompetisi pada 16 Mei 2020. Kabar baik bagi kita semua yang haus akan tayangan pertandingan sepak bola. Maklum, pemberitaan corona di berbagai media massa cukup memberikan pengaruh psikologi yang buruk bagi sebagian masyarakat. Sepak bola tentunya akan jadi hiburan yang nyata sekaligus memberikan asa kepada manusia. Tapi mirisnya adalah enam hari sebelum bergulirnya kembali Bundesliga, dua pemain asal klub Dynamo Dresden dinyatakan positif terjangkit corona. Bisakah Bundesliga berlanjut? Semoga saja.<\/p>\n\n\n\n Justru hilal sepak bola itu tak muncul dari Eropa atau dataran Amerika, negeri di Asia lah yang menemukannya. Apresiasi kita berikan kepada Korea Selatan yang berani untuk melanjutkan kompetisi sepak bola mereka. Sebelum pertandingan antara Jeonbuk Motors versus Suwon Bluewings digulirkan, poster digital tentang peraturan ketat disebar di sosial media. Poster tersebut berisikan protokoler yang harus dilakukan sebelum, saat, dan sesudah pertandingan agar kesehatan pemain dan official tim bisa terjaga dengan baik. <\/p>\n\n\n\n Syukurnya, pertandingan sore itu di Jeonju World Cup Stadium yang dimenangkan oleh Jeonbuk Motors dengan gol tunggal Lee Dong-gook berjalan lancar. Pertandingan itu memang tak disaksikan langsung oleh penonton di tribun stadion. Tapi di twitter, pertandingan itu disaksikan 3,3 juta penonton dari seluruh dunia. 3,3 juta orang itu sedang menyaksikan hilal sepak bola di Jeoncu World Cup Stadium. 3,3 juta orang itu juga sedang memupuk asa mereka akan hari-hari cerah pasca pandemi.<\/p>\n\n\n\n Lantas bagaimana dengan Indonesia? Ikut Korea Selatan melanjutkan liga atau Belanda yang mengakhiri liga? <\/p>\n","post_title":"Hilal Itu Nampak di Jeonju World Cup Stadium","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"hilal-itu-nampak-di-jeonju-world-cup-stadium","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2020-05-11 11:37:28","post_modified_gmt":"2020-05-11 04:37:28","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6663","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":4},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"epic_block_3"}; Jawabannya tentu sangat bisa apabila kretek<\/a> dinikmati dengan cara dimakan. Akan tetapi buang jauh pikiran kalian jika harus memakan kretek yang berisikan tembakau, ramuan khusus, dan cengkeh di dalamnya. Bukan itu, kretek yang bisa dimakan adalah sebuah kudapan yang berasal Gresik, Jawa Timur.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n Nasi Kretek adalah salah satu dari sekian banyak makanan khas Gresik. Secara penampilan kudapan tersebut memiliki kemiripan dengan Nasi Krawu yang juga khas dari Kota Santri tersebut. Kesamaannya antara dua makanan ini adalah lauk utamanya yaitu suwiran daging. Akan tetapi yang membedakan adalah rasa, toping, dan lauk pendampingnya.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n Nasi Krawu biasanya disajikan dengan daun pisang dan tambahan toping seperti serundeng. Tak hanya itu Nasi Krawu juga biasanya dimakan dengan sambal terasi dan tambahan lauk seperti daging sapi, semur daging, dan jeroan sapi. Ini yang kemudian membedakan antara kudapan tersebut dengan Nasi Kretek yang tidak memiliki banyak lauk pendamping.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n Suwiran daging di Nasi Kretek memiliki rasa yang pedas serta sedikit sensasi asam. Rasa pedasnya cukup menendang meski masih bisa dinikmati oleh mereka yang tidak menyukai makanan pedas. Sensasi asam yang didapatkan kemungkinan hadir dari buah asam atau perasan jeruk nipis sebagai bumbu dasar suwiran daging di makanan ini.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n Suwiran dagingnya juga memiliki tekstur yang tebal serta berminyak. Bagi anda yang sedang menjalani program diet maka bisa dipastikan akan berpikir dua kali untuk menikmati makanan ini. Disarankan juga mengingat rasanya yang pedas serta teksturnya yang berminyak maka siapkan minuman hangat sebagai pendamping agar tenggorokan anda tidak mengalami panas dalam.<\/p>\r\n Sayangnya Anda tak bisa dengan mudah menemukan Nasi Kretek ini di Gresik. Pasalnya kehadiran kuliner ini perlahan-lahan tenggelam dan bahkan tak semua warga di daerah tersebut mengetahuinya. Jika anda mengunjungi Gresik dan tengah beruntung maka bisa menemukan makanan ini di warung-warung kopi. Biasanya ditemukan dalam bentuk nasi yang sudah dibungkus.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n Harga satu bungkus Nasi Kretek ini sekitar 7 hingga 15 ribu rupiah tergantung di mana anda membeli. Jika di warung kopi pinggiran maka harga 7 ribuan bisa anda temui. Namun jika di kedai dan restoran mungkin harga sekitar 15 ribuan yang harus keluarkan untuk menikmati makanan ini.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n Sebenarnya bukan hanya Gresik<\/a> yang memiliki kudapan bernama kretek. Di daerah lainnya yang juga di Jawa Timur yaitu Jombang juga mempunyai kudapan khas bernama serupa namun memiliki bentuk dan isi yang berbeda. Sebagai penikmat kretek tentu kudapan Nasi Kretek menjadi hal yang unik untuk kalian coba saat berkunjung ke Jawa Timur. Silahkan mencoba!<\/p>\r\n","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6789","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":6763,"post_author":"919","post_date":"2020-06-07 10:27:31","post_date_gmt":"2020-06-07 03:27:31","post_content":"\n Pemerintah kini mulai mengeluarkan kebijakan untuk melonggarkan peraturan tentang pembatasan sosial berskala besar. Salah satunya adalah dengan mulai membuka fasilitas-fasilitas umum namun tetap harus menuruti prosedur kesehatan yang berlaku. Dengan demikian maka kondisi new normal kini sudah berada di depan mata. Sebagai perokok tentu ada hal-hal yang patut kita taati dari segala peraturan yang diterapkan oleh pemerintah.<\/p>\n\n\n\n Kondisi new normal ini juga menandai babak baru perjuangan manusia dalam melawan covid-19. Tentu, meski PSBB kini dilonggarkan akan tetapi bukan berarti kita sebagai manusia sudah berhasil menang dan mengatasi pandemi. Kemenangan tersebut justru masih jauh rasanya. Perjuangan tetap dilanjutkan dengan meneruskan tradisi-tradisi yang sudah dilakukan semasa PSBB. <\/p>\n\n\n\n Tradisi-tradisi lama yang sekiranya berpotensi terjadinya penyebaran virus corona pun harus mulai ditinggalkan. Berikut tiga kebiasaan yang harus dihindari para perokok selama kondisi new normal<\/p>\n\n\n\n Akan tetapi kita masih belum bisa melakukan hal tersebut saat kondisi new normal ini. Jika pun terpaksa harus nongkrong bareng maka tetap patuhi protokol kesehatan yang ada. Jaga jarak di antaramu, lalu hindari nongkrong dalam jumlah massa yang terlalu besar. Rasanya, tiga hingga empat orang saja sudah cukup asal mematuhi beberapa peraturan tersebut.<\/p>\n\n\n\n Mengapa merokok di sembarang tempat adalah hal yang harus dihindari, mengingat kondisi pandemi ini membuat kita tak tahu daerah mana saja yang bebas dari sebaran covid-19. Dengan tidak merokok di sembarang tempat tentu akan menjauhkan kita dari potensi besar terpapar virus corona. Jadi tahan dulu ya kalau pengen sebats, di rumah sendiri justru lebih enak dan nyaman kok.<\/p>\n\n\n\n Tidak ada nilai solidaritas yang berkurang dari berhenti merokok joinan satu batang bersama. Nilai solidaritas itu justru bisa anda salurkan dalam bentuk yang lain. Ya salah satunya adalah bagi satu rokok dari sebungkus rokok yang anda miliki jika temanmu membutuhkan. Justru itu lebih baik jika harus merokok satu batang bersama. <\/p>\n","post_title":"Tiga Kebiasaan yang Perokok Harus Hindari di Tengah New Normal","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"tiga-kebiasaan-yang-perokok-harus-hindari-di-tengah-new-normal","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2020-06-07 10:27:37","post_modified_gmt":"2020-06-07 03:27:37","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6763","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":6683,"post_author":"919","post_date":"2020-05-24 10:08:18","post_date_gmt":"2020-05-24 03:08:18","post_content":"\n Di penghujung maghrib seorang anak kecil bertanya pada ayahnya yang sedang asyik menikmati kopinya di teras rumah. \u201cAyah, mengapa malam ini tak ada orang-orang yang berkeliling untuk takbiran?\u201d Sang ayah pun menjawab dengan kalimat yang bijak sana meski belum tentu mampu dipahami anaknya. \u201cNak, manusia sedang berjuang menghadapi kepunahan. Kamu dan banyak anak-anak kecil lainnya berdiam diri di rumah saja adalah hal yang membahagiakan bagi ayah, ibu dan orang tua mereka.\u201d <\/p>\n\n\n\n Selamat Hari Raya Idul Fitri, Mari Mengupayakan Kemenangan! Ramadhan yang berbeda harus dilewati oleh umat manusia generasi saat ini. Mungkin bagi yang masih berumur 20 hingga 50 tahun tak pernah membayangkan betul bumi dalam kondisi pandemi seperti ini. Mayoritas manusia hidup dalam kedamaian meski perang kerap kali membuntuti. Namun kali ini semua terasa sangat berbeda, semua sedang berperang menghadapi sesuatu yang kasat mata. Peperangan yang tak bisa diprediksi pula kapan berakhir.<\/p>\n\n\n\n Orang-orang pintar punya hitung-hitungan tersendiri meski probabilitasnya belum bisa dikatakan mencapai angka yang tinggi. Sementara di luar sana banyak orang-orang pintar lainnya yang bertarung dengan waktu untuk menemukan penyembuh virus covid-19. Saya curiga, jangan-jangan euforia manusia ketika vaksin hadir akan menyamai euforia manusia ketika menyambut sang penyelamat, Isa Almasih turun. Entah, mungkin bisa jadi.<\/p>\n\n\n\n Hanya berdiam diri di rumah yang bisa menjadi senjata ampuh bagi manusia dalam peperangan ini. Beruntungnya kita sebagai umat muslim juga diberi bulan ramadhan dalam kondisi seperti ini. Jika saya boleh menyebut maka saya akan menganalogikan bulan ramadhan sebagai bala tentara tuhan. Mengapa? Jawabannya karena adalah ibadah berpuasa. Dari berpuasa kita bisa manahan diri dari segala hal. Berpuasa untuk tidak bepergian jika tidak mendesak, berpuasa untuk tidak berkumpul, berpuasa untuk tidak boros. <\/p>\n\n\n\n Jika kita mampu memaknai betul arti kata puasa di Bulan Ramadhan maka sudah barang tentu kita mampu memiliki persentase besar untuk memenangi peperangan di masa pandemi ini. Jelas, jawaban kemenangan itu hanya diketahui oleh individu-individu masing-masing. Sebelum kalian melanjutkan bacaan ke paragraf selanjutnya maka silahkan merenung dan bertanya pada diri sendiri. Paripurnakah kita dalam memaknai dan menjalani ibadah puasa?<\/p>\n\n\n\n Hari ini, kita akan merayakan lebaran, tentu saya beranggapan juga bahwa lebaran ini berbeda dari sebelumnya. Jika lebaran-lebaran sebelumnya kita memaknainya sebagai hari kemenangan, maka kali ini mari kita memaknainya sebagai hari untuk mengupayakan kemenangan. Mengapa? Peperangan umat manusia melawan corona masih akan terus berlanjut dan puasa selama 30 hari menjadikan kita seharusnya semakin kuat untuk menghadapi hari esok.<\/p>\n\n\n\n Setelah hari raya idul fitri kita semua akan menghadapi satu babak baru dalam sejarah umat manusia. Babak baru itu disebut-sebut oleh banyak orang sebagai kehidupan new normal. Sekali lagi, jika kita mampu melewati bulan ramadhan secara paripurna maka tentu tak akan menemui kesulitan ke depannya.<\/p>\n\n\n\n Selamat Hari Raya Idul Fitri, Mari Mengupayakan Kemenangan!<\/p>\n","post_title":"Selamat Hari Raya Idul Fitri, Mari Mengupayakan Kemenangan!","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"selamat-hari-raya-idul-fitri-mari-mengupayakan-kemenangan","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2020-05-24 10:08:24","post_modified_gmt":"2020-05-24 03:08:24","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6683","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":6663,"post_author":"919","post_date":"2020-05-11 11:37:27","post_date_gmt":"2020-05-11 04:37:27","post_content":"\n Senyum merekah terpampang dari wajah Striker Jeonbuk Motors, Lee Dong-gook. Sundulannya menyambut umpan dari Son Jun-ho mengoyak gawang Suwon Bluewings pada menit ke-83. Selebrasi sederhana Lee Dong-gook lakukan bersama rekan setimnya di depan tribun utara Jeonju World Cup Stadium yang kosong. Hanya ada banner raksasa di sana, tak ada penonton. Tapi jauh di sana, banyak yang menyaksikan pertandingan ini melalui sosial media. Pertandingan yang memberikan harapan bagi umat manusia.<\/p>\n\n\n\n Pandemi corona menghantam banyak hal dalam hajat hidup umat manusia. Segala sesuatu menjadi sulit untuk dilakukan di masa seperti ini. Pekerjaan harus dilakukan di rumah dan hanya orang tertentu saja yang bisa beraktivitas kerja seperti biasa. Agenda-agenda besar pun harus mengalami penundaan, termasuk liga sepak bola yang harus terhenti sesaat. Kesehatan manusia menjadi pertimbangan utamanya, karena mengutip kalimat populer dari seorang Bambang Pamungkas: \u201cTidak ada satu kemenangan pun yang sebanding dengan nyawa.\u201d <\/p>\n\n\n\n Ketika sepak bola diliburkan maka akhir pekan menjadi begitu tidak menyenangkan. Tidak ada riuh komentar pertandingan di layar televisi. Tidak ada sekumpulan remaja yang antusias berangkat ke stadion. Tidak nyanyian-nyanyian yang terdengar seantero kota. Tidak ada juga tayangan video di youtube tentang highlights sebuah pertandingan. Semua terasa hambar, meski beruntungnya masih ada beberapa film bertemakan sepak bola yang rilis bertepatan saat pandemi melanda seperti The English Game dan Ultras.<\/p>\n\n\n\n Pemberitaan tentang sepak bola pun tiba-tiba menjadi buku tebal ensiklopedia sejarah. Media massa ramai-ramai membuat berita tentang cerita sepak bola di masa lampau. Membuatnya kembali segar dan bisa kembali dinikmati di saat ini. Sesekali, gosip-gosip transfer dihadirkan. Sesekali juga, berita tentang kegamangan petinggi liga juga muncul, apakah liga di sebuah negara akan berlanjut atau tidak.<\/p>\n\n\n\n Akhirnya, ada yang memilih untuk berhenti seperti Ligue 1 yang akhirnya menobatkan Paris Saint-Germain sebagai juara. Sebelumnya Eredivisie Liga Belanda menjadi kompetisi top di eropa pertama yang menghentikan liga. Ajax Amsterdam harus merelakan peluang mereka untuk tak juara musim ini setelah KNVB selaku federasi sepak bola Belanda mengeluarkan kebijakan untuk menghentikan liga tanpa pemenang dan degradasi.<\/p>\n\n\n\n Tapi ada liga yang tak memilih untuk melempar handuk, Bundesliga salah satunya. Petinggi sepak bola Jerman memutuskan untuk melanjutkan kompetisi pada 16 Mei 2020. Kabar baik bagi kita semua yang haus akan tayangan pertandingan sepak bola. Maklum, pemberitaan corona di berbagai media massa cukup memberikan pengaruh psikologi yang buruk bagi sebagian masyarakat. Sepak bola tentunya akan jadi hiburan yang nyata sekaligus memberikan asa kepada manusia. Tapi mirisnya adalah enam hari sebelum bergulirnya kembali Bundesliga, dua pemain asal klub Dynamo Dresden dinyatakan positif terjangkit corona. Bisakah Bundesliga berlanjut? Semoga saja.<\/p>\n\n\n\n Justru hilal sepak bola itu tak muncul dari Eropa atau dataran Amerika, negeri di Asia lah yang menemukannya. Apresiasi kita berikan kepada Korea Selatan yang berani untuk melanjutkan kompetisi sepak bola mereka. Sebelum pertandingan antara Jeonbuk Motors versus Suwon Bluewings digulirkan, poster digital tentang peraturan ketat disebar di sosial media. Poster tersebut berisikan protokoler yang harus dilakukan sebelum, saat, dan sesudah pertandingan agar kesehatan pemain dan official tim bisa terjaga dengan baik. <\/p>\n\n\n\n Syukurnya, pertandingan sore itu di Jeonju World Cup Stadium yang dimenangkan oleh Jeonbuk Motors dengan gol tunggal Lee Dong-gook berjalan lancar. Pertandingan itu memang tak disaksikan langsung oleh penonton di tribun stadion. Tapi di twitter, pertandingan itu disaksikan 3,3 juta penonton dari seluruh dunia. 3,3 juta orang itu sedang menyaksikan hilal sepak bola di Jeoncu World Cup Stadium. 3,3 juta orang itu juga sedang memupuk asa mereka akan hari-hari cerah pasca pandemi.<\/p>\n\n\n\n Lantas bagaimana dengan Indonesia? Ikut Korea Selatan melanjutkan liga atau Belanda yang mengakhiri liga? <\/p>\n","post_title":"Hilal Itu Nampak di Jeonju World Cup Stadium","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"hilal-itu-nampak-di-jeonju-world-cup-stadium","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2020-05-11 11:37:28","post_modified_gmt":"2020-05-11 04:37:28","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6663","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":4},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"epic_block_3"}; Selama ini kita mengenali kretek sebagai sebuah rokok khas Indonesia yang menggunakan tembakau, ramuan khusus, dan cengkeh di dalamnya. Kretek biasanya dinikmati dengan cara dibakar dan dihisap di waktu senggang. Akan tetapi pernahkah kalian membayangkan jika bisakah kretek dinikmati dengan cara lain? Misalnya dengan cara dimakan?<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n Jawabannya tentu sangat bisa apabila kretek<\/a> dinikmati dengan cara dimakan. Akan tetapi buang jauh pikiran kalian jika harus memakan kretek yang berisikan tembakau, ramuan khusus, dan cengkeh di dalamnya. Bukan itu, kretek yang bisa dimakan adalah sebuah kudapan yang berasal Gresik, Jawa Timur.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n Nasi Kretek adalah salah satu dari sekian banyak makanan khas Gresik. Secara penampilan kudapan tersebut memiliki kemiripan dengan Nasi Krawu yang juga khas dari Kota Santri tersebut. Kesamaannya antara dua makanan ini adalah lauk utamanya yaitu suwiran daging. Akan tetapi yang membedakan adalah rasa, toping, dan lauk pendampingnya.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n Nasi Krawu biasanya disajikan dengan daun pisang dan tambahan toping seperti serundeng. Tak hanya itu Nasi Krawu juga biasanya dimakan dengan sambal terasi dan tambahan lauk seperti daging sapi, semur daging, dan jeroan sapi. Ini yang kemudian membedakan antara kudapan tersebut dengan Nasi Kretek yang tidak memiliki banyak lauk pendamping.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n Suwiran daging di Nasi Kretek memiliki rasa yang pedas serta sedikit sensasi asam. Rasa pedasnya cukup menendang meski masih bisa dinikmati oleh mereka yang tidak menyukai makanan pedas. Sensasi asam yang didapatkan kemungkinan hadir dari buah asam atau perasan jeruk nipis sebagai bumbu dasar suwiran daging di makanan ini.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n Suwiran dagingnya juga memiliki tekstur yang tebal serta berminyak. Bagi anda yang sedang menjalani program diet maka bisa dipastikan akan berpikir dua kali untuk menikmati makanan ini. Disarankan juga mengingat rasanya yang pedas serta teksturnya yang berminyak maka siapkan minuman hangat sebagai pendamping agar tenggorokan anda tidak mengalami panas dalam.<\/p>\r\n Sayangnya Anda tak bisa dengan mudah menemukan Nasi Kretek ini di Gresik. Pasalnya kehadiran kuliner ini perlahan-lahan tenggelam dan bahkan tak semua warga di daerah tersebut mengetahuinya. Jika anda mengunjungi Gresik dan tengah beruntung maka bisa menemukan makanan ini di warung-warung kopi. Biasanya ditemukan dalam bentuk nasi yang sudah dibungkus.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n Harga satu bungkus Nasi Kretek ini sekitar 7 hingga 15 ribu rupiah tergantung di mana anda membeli. Jika di warung kopi pinggiran maka harga 7 ribuan bisa anda temui. Namun jika di kedai dan restoran mungkin harga sekitar 15 ribuan yang harus keluarkan untuk menikmati makanan ini.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n Sebenarnya bukan hanya Gresik<\/a> yang memiliki kudapan bernama kretek. Di daerah lainnya yang juga di Jawa Timur yaitu Jombang juga mempunyai kudapan khas bernama serupa namun memiliki bentuk dan isi yang berbeda. Sebagai penikmat kretek tentu kudapan Nasi Kretek menjadi hal yang unik untuk kalian coba saat berkunjung ke Jawa Timur. Silahkan mencoba!<\/p>\r\n","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6789","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":6763,"post_author":"919","post_date":"2020-06-07 10:27:31","post_date_gmt":"2020-06-07 03:27:31","post_content":"\n Pemerintah kini mulai mengeluarkan kebijakan untuk melonggarkan peraturan tentang pembatasan sosial berskala besar. Salah satunya adalah dengan mulai membuka fasilitas-fasilitas umum namun tetap harus menuruti prosedur kesehatan yang berlaku. Dengan demikian maka kondisi new normal kini sudah berada di depan mata. Sebagai perokok tentu ada hal-hal yang patut kita taati dari segala peraturan yang diterapkan oleh pemerintah.<\/p>\n\n\n\n Kondisi new normal ini juga menandai babak baru perjuangan manusia dalam melawan covid-19. Tentu, meski PSBB kini dilonggarkan akan tetapi bukan berarti kita sebagai manusia sudah berhasil menang dan mengatasi pandemi. Kemenangan tersebut justru masih jauh rasanya. Perjuangan tetap dilanjutkan dengan meneruskan tradisi-tradisi yang sudah dilakukan semasa PSBB. <\/p>\n\n\n\n Tradisi-tradisi lama yang sekiranya berpotensi terjadinya penyebaran virus corona pun harus mulai ditinggalkan. Berikut tiga kebiasaan yang harus dihindari para perokok selama kondisi new normal<\/p>\n\n\n\n Akan tetapi kita masih belum bisa melakukan hal tersebut saat kondisi new normal ini. Jika pun terpaksa harus nongkrong bareng maka tetap patuhi protokol kesehatan yang ada. Jaga jarak di antaramu, lalu hindari nongkrong dalam jumlah massa yang terlalu besar. Rasanya, tiga hingga empat orang saja sudah cukup asal mematuhi beberapa peraturan tersebut.<\/p>\n\n\n\n Mengapa merokok di sembarang tempat adalah hal yang harus dihindari, mengingat kondisi pandemi ini membuat kita tak tahu daerah mana saja yang bebas dari sebaran covid-19. Dengan tidak merokok di sembarang tempat tentu akan menjauhkan kita dari potensi besar terpapar virus corona. Jadi tahan dulu ya kalau pengen sebats, di rumah sendiri justru lebih enak dan nyaman kok.<\/p>\n\n\n\n Tidak ada nilai solidaritas yang berkurang dari berhenti merokok joinan satu batang bersama. Nilai solidaritas itu justru bisa anda salurkan dalam bentuk yang lain. Ya salah satunya adalah bagi satu rokok dari sebungkus rokok yang anda miliki jika temanmu membutuhkan. Justru itu lebih baik jika harus merokok satu batang bersama. <\/p>\n","post_title":"Tiga Kebiasaan yang Perokok Harus Hindari di Tengah New Normal","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"tiga-kebiasaan-yang-perokok-harus-hindari-di-tengah-new-normal","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2020-06-07 10:27:37","post_modified_gmt":"2020-06-07 03:27:37","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6763","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":6683,"post_author":"919","post_date":"2020-05-24 10:08:18","post_date_gmt":"2020-05-24 03:08:18","post_content":"\n Di penghujung maghrib seorang anak kecil bertanya pada ayahnya yang sedang asyik menikmati kopinya di teras rumah. \u201cAyah, mengapa malam ini tak ada orang-orang yang berkeliling untuk takbiran?\u201d Sang ayah pun menjawab dengan kalimat yang bijak sana meski belum tentu mampu dipahami anaknya. \u201cNak, manusia sedang berjuang menghadapi kepunahan. Kamu dan banyak anak-anak kecil lainnya berdiam diri di rumah saja adalah hal yang membahagiakan bagi ayah, ibu dan orang tua mereka.\u201d <\/p>\n\n\n\n Selamat Hari Raya Idul Fitri, Mari Mengupayakan Kemenangan! Ramadhan yang berbeda harus dilewati oleh umat manusia generasi saat ini. Mungkin bagi yang masih berumur 20 hingga 50 tahun tak pernah membayangkan betul bumi dalam kondisi pandemi seperti ini. Mayoritas manusia hidup dalam kedamaian meski perang kerap kali membuntuti. Namun kali ini semua terasa sangat berbeda, semua sedang berperang menghadapi sesuatu yang kasat mata. Peperangan yang tak bisa diprediksi pula kapan berakhir.<\/p>\n\n\n\n Orang-orang pintar punya hitung-hitungan tersendiri meski probabilitasnya belum bisa dikatakan mencapai angka yang tinggi. Sementara di luar sana banyak orang-orang pintar lainnya yang bertarung dengan waktu untuk menemukan penyembuh virus covid-19. Saya curiga, jangan-jangan euforia manusia ketika vaksin hadir akan menyamai euforia manusia ketika menyambut sang penyelamat, Isa Almasih turun. Entah, mungkin bisa jadi.<\/p>\n\n\n\n Hanya berdiam diri di rumah yang bisa menjadi senjata ampuh bagi manusia dalam peperangan ini. Beruntungnya kita sebagai umat muslim juga diberi bulan ramadhan dalam kondisi seperti ini. Jika saya boleh menyebut maka saya akan menganalogikan bulan ramadhan sebagai bala tentara tuhan. Mengapa? Jawabannya karena adalah ibadah berpuasa. Dari berpuasa kita bisa manahan diri dari segala hal. Berpuasa untuk tidak bepergian jika tidak mendesak, berpuasa untuk tidak berkumpul, berpuasa untuk tidak boros. <\/p>\n\n\n\n Jika kita mampu memaknai betul arti kata puasa di Bulan Ramadhan maka sudah barang tentu kita mampu memiliki persentase besar untuk memenangi peperangan di masa pandemi ini. Jelas, jawaban kemenangan itu hanya diketahui oleh individu-individu masing-masing. Sebelum kalian melanjutkan bacaan ke paragraf selanjutnya maka silahkan merenung dan bertanya pada diri sendiri. Paripurnakah kita dalam memaknai dan menjalani ibadah puasa?<\/p>\n\n\n\n Hari ini, kita akan merayakan lebaran, tentu saya beranggapan juga bahwa lebaran ini berbeda dari sebelumnya. Jika lebaran-lebaran sebelumnya kita memaknainya sebagai hari kemenangan, maka kali ini mari kita memaknainya sebagai hari untuk mengupayakan kemenangan. Mengapa? Peperangan umat manusia melawan corona masih akan terus berlanjut dan puasa selama 30 hari menjadikan kita seharusnya semakin kuat untuk menghadapi hari esok.<\/p>\n\n\n\n Setelah hari raya idul fitri kita semua akan menghadapi satu babak baru dalam sejarah umat manusia. Babak baru itu disebut-sebut oleh banyak orang sebagai kehidupan new normal. Sekali lagi, jika kita mampu melewati bulan ramadhan secara paripurna maka tentu tak akan menemui kesulitan ke depannya.<\/p>\n\n\n\n Selamat Hari Raya Idul Fitri, Mari Mengupayakan Kemenangan!<\/p>\n","post_title":"Selamat Hari Raya Idul Fitri, Mari Mengupayakan Kemenangan!","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"selamat-hari-raya-idul-fitri-mari-mengupayakan-kemenangan","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2020-05-24 10:08:24","post_modified_gmt":"2020-05-24 03:08:24","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6683","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":6663,"post_author":"919","post_date":"2020-05-11 11:37:27","post_date_gmt":"2020-05-11 04:37:27","post_content":"\n Senyum merekah terpampang dari wajah Striker Jeonbuk Motors, Lee Dong-gook. Sundulannya menyambut umpan dari Son Jun-ho mengoyak gawang Suwon Bluewings pada menit ke-83. Selebrasi sederhana Lee Dong-gook lakukan bersama rekan setimnya di depan tribun utara Jeonju World Cup Stadium yang kosong. Hanya ada banner raksasa di sana, tak ada penonton. Tapi jauh di sana, banyak yang menyaksikan pertandingan ini melalui sosial media. Pertandingan yang memberikan harapan bagi umat manusia.<\/p>\n\n\n\n Pandemi corona menghantam banyak hal dalam hajat hidup umat manusia. Segala sesuatu menjadi sulit untuk dilakukan di masa seperti ini. Pekerjaan harus dilakukan di rumah dan hanya orang tertentu saja yang bisa beraktivitas kerja seperti biasa. Agenda-agenda besar pun harus mengalami penundaan, termasuk liga sepak bola yang harus terhenti sesaat. Kesehatan manusia menjadi pertimbangan utamanya, karena mengutip kalimat populer dari seorang Bambang Pamungkas: \u201cTidak ada satu kemenangan pun yang sebanding dengan nyawa.\u201d <\/p>\n\n\n\n Ketika sepak bola diliburkan maka akhir pekan menjadi begitu tidak menyenangkan. Tidak ada riuh komentar pertandingan di layar televisi. Tidak ada sekumpulan remaja yang antusias berangkat ke stadion. Tidak nyanyian-nyanyian yang terdengar seantero kota. Tidak ada juga tayangan video di youtube tentang highlights sebuah pertandingan. Semua terasa hambar, meski beruntungnya masih ada beberapa film bertemakan sepak bola yang rilis bertepatan saat pandemi melanda seperti The English Game dan Ultras.<\/p>\n\n\n\n Pemberitaan tentang sepak bola pun tiba-tiba menjadi buku tebal ensiklopedia sejarah. Media massa ramai-ramai membuat berita tentang cerita sepak bola di masa lampau. Membuatnya kembali segar dan bisa kembali dinikmati di saat ini. Sesekali, gosip-gosip transfer dihadirkan. Sesekali juga, berita tentang kegamangan petinggi liga juga muncul, apakah liga di sebuah negara akan berlanjut atau tidak.<\/p>\n\n\n\n Akhirnya, ada yang memilih untuk berhenti seperti Ligue 1 yang akhirnya menobatkan Paris Saint-Germain sebagai juara. Sebelumnya Eredivisie Liga Belanda menjadi kompetisi top di eropa pertama yang menghentikan liga. Ajax Amsterdam harus merelakan peluang mereka untuk tak juara musim ini setelah KNVB selaku federasi sepak bola Belanda mengeluarkan kebijakan untuk menghentikan liga tanpa pemenang dan degradasi.<\/p>\n\n\n\n Tapi ada liga yang tak memilih untuk melempar handuk, Bundesliga salah satunya. Petinggi sepak bola Jerman memutuskan untuk melanjutkan kompetisi pada 16 Mei 2020. Kabar baik bagi kita semua yang haus akan tayangan pertandingan sepak bola. Maklum, pemberitaan corona di berbagai media massa cukup memberikan pengaruh psikologi yang buruk bagi sebagian masyarakat. Sepak bola tentunya akan jadi hiburan yang nyata sekaligus memberikan asa kepada manusia. Tapi mirisnya adalah enam hari sebelum bergulirnya kembali Bundesliga, dua pemain asal klub Dynamo Dresden dinyatakan positif terjangkit corona. Bisakah Bundesliga berlanjut? Semoga saja.<\/p>\n\n\n\n Justru hilal sepak bola itu tak muncul dari Eropa atau dataran Amerika, negeri di Asia lah yang menemukannya. Apresiasi kita berikan kepada Korea Selatan yang berani untuk melanjutkan kompetisi sepak bola mereka. Sebelum pertandingan antara Jeonbuk Motors versus Suwon Bluewings digulirkan, poster digital tentang peraturan ketat disebar di sosial media. Poster tersebut berisikan protokoler yang harus dilakukan sebelum, saat, dan sesudah pertandingan agar kesehatan pemain dan official tim bisa terjaga dengan baik. <\/p>\n\n\n\n Syukurnya, pertandingan sore itu di Jeonju World Cup Stadium yang dimenangkan oleh Jeonbuk Motors dengan gol tunggal Lee Dong-gook berjalan lancar. Pertandingan itu memang tak disaksikan langsung oleh penonton di tribun stadion. Tapi di twitter, pertandingan itu disaksikan 3,3 juta penonton dari seluruh dunia. 3,3 juta orang itu sedang menyaksikan hilal sepak bola di Jeoncu World Cup Stadium. 3,3 juta orang itu juga sedang memupuk asa mereka akan hari-hari cerah pasca pandemi.<\/p>\n\n\n\n Lantas bagaimana dengan Indonesia? Ikut Korea Selatan melanjutkan liga atau Belanda yang mengakhiri liga? <\/p>\n","post_title":"Hilal Itu Nampak di Jeonju World Cup Stadium","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"hilal-itu-nampak-di-jeonju-world-cup-stadium","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2020-05-11 11:37:28","post_modified_gmt":"2020-05-11 04:37:28","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6663","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":4},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"epic_block_3"}; Sebenarnya bukan hanya Gresik<\/a> yang memiliki kudapan bernama kretek. Di daerah lainnya yang juga di Jawa Timur yaitu Jombang juga mempunyai kudapan khas bernama serupa namun memiliki bentuk dan isi yang berbeda. Sebagai penikmat kretek tentu kudapan Nasi Kretek menjadi hal yang unik untuk kalian coba saat berkunjung ke Jawa Timur. Silahkan mencoba!<\/p>\r\n","post_title":"Menikmati Nasi Kretek, Kudapan Khas Gresik","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"menikmati-nasi-kretek-kudapan-khas-gresik","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2024-12-10 14:52:36","post_modified_gmt":"2024-12-10 07:52:36","post_content_filtered":"\r\n Selama ini kita mengenali kretek sebagai sebuah rokok khas Indonesia yang menggunakan tembakau, ramuan khusus, dan cengkeh di dalamnya. Kretek biasanya dinikmati dengan cara dibakar dan dihisap di waktu senggang. Akan tetapi pernahkah kalian membayangkan jika bisakah kretek dinikmati dengan cara lain? Misalnya dengan cara dimakan?<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n Jawabannya tentu sangat bisa apabila kretek<\/a> dinikmati dengan cara dimakan. Akan tetapi buang jauh pikiran kalian jika harus memakan kretek yang berisikan tembakau, ramuan khusus, dan cengkeh di dalamnya. Bukan itu, kretek yang bisa dimakan adalah sebuah kudapan yang berasal Gresik, Jawa Timur.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n Nasi Kretek adalah salah satu dari sekian banyak makanan khas Gresik. Secara penampilan kudapan tersebut memiliki kemiripan dengan Nasi Krawu yang juga khas dari Kota Santri tersebut. Kesamaannya antara dua makanan ini adalah lauk utamanya yaitu suwiran daging. Akan tetapi yang membedakan adalah rasa, toping, dan lauk pendampingnya.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n Nasi Krawu biasanya disajikan dengan daun pisang dan tambahan toping seperti serundeng. Tak hanya itu Nasi Krawu juga biasanya dimakan dengan sambal terasi dan tambahan lauk seperti daging sapi, semur daging, dan jeroan sapi. Ini yang kemudian membedakan antara kudapan tersebut dengan Nasi Kretek yang tidak memiliki banyak lauk pendamping.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n Suwiran daging di Nasi Kretek memiliki rasa yang pedas serta sedikit sensasi asam. Rasa pedasnya cukup menendang meski masih bisa dinikmati oleh mereka yang tidak menyukai makanan pedas. Sensasi asam yang didapatkan kemungkinan hadir dari buah asam atau perasan jeruk nipis sebagai bumbu dasar suwiran daging di makanan ini.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n Suwiran dagingnya juga memiliki tekstur yang tebal serta berminyak. Bagi anda yang sedang menjalani program diet maka bisa dipastikan akan berpikir dua kali untuk menikmati makanan ini. Disarankan juga mengingat rasanya yang pedas serta teksturnya yang berminyak maka siapkan minuman hangat sebagai pendamping agar tenggorokan anda tidak mengalami panas dalam.<\/p>\r\n Sayangnya Anda tak bisa dengan mudah menemukan Nasi Kretek ini di Gresik. Pasalnya kehadiran kuliner ini perlahan-lahan tenggelam dan bahkan tak semua warga di daerah tersebut mengetahuinya. Jika anda mengunjungi Gresik dan tengah beruntung maka bisa menemukan makanan ini di warung-warung kopi. Biasanya ditemukan dalam bentuk nasi yang sudah dibungkus.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n Harga satu bungkus Nasi Kretek ini sekitar 7 hingga 15 ribu rupiah tergantung di mana anda membeli. Jika di warung kopi pinggiran maka harga 7 ribuan bisa anda temui. Namun jika di kedai dan restoran mungkin harga sekitar 15 ribuan yang harus keluarkan untuk menikmati makanan ini.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n Sebenarnya bukan hanya Gresik<\/a> yang memiliki kudapan bernama kretek. Di daerah lainnya yang juga di Jawa Timur yaitu Jombang juga mempunyai kudapan khas bernama serupa namun memiliki bentuk dan isi yang berbeda. Sebagai penikmat kretek tentu kudapan Nasi Kretek menjadi hal yang unik untuk kalian coba saat berkunjung ke Jawa Timur. Silahkan mencoba!<\/p>\r\n","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6789","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":6763,"post_author":"919","post_date":"2020-06-07 10:27:31","post_date_gmt":"2020-06-07 03:27:31","post_content":"\n Pemerintah kini mulai mengeluarkan kebijakan untuk melonggarkan peraturan tentang pembatasan sosial berskala besar. Salah satunya adalah dengan mulai membuka fasilitas-fasilitas umum namun tetap harus menuruti prosedur kesehatan yang berlaku. Dengan demikian maka kondisi new normal kini sudah berada di depan mata. Sebagai perokok tentu ada hal-hal yang patut kita taati dari segala peraturan yang diterapkan oleh pemerintah.<\/p>\n\n\n\n Kondisi new normal ini juga menandai babak baru perjuangan manusia dalam melawan covid-19. Tentu, meski PSBB kini dilonggarkan akan tetapi bukan berarti kita sebagai manusia sudah berhasil menang dan mengatasi pandemi. Kemenangan tersebut justru masih jauh rasanya. Perjuangan tetap dilanjutkan dengan meneruskan tradisi-tradisi yang sudah dilakukan semasa PSBB. <\/p>\n\n\n\n Tradisi-tradisi lama yang sekiranya berpotensi terjadinya penyebaran virus corona pun harus mulai ditinggalkan. Berikut tiga kebiasaan yang harus dihindari para perokok selama kondisi new normal<\/p>\n\n\n\n Akan tetapi kita masih belum bisa melakukan hal tersebut saat kondisi new normal ini. Jika pun terpaksa harus nongkrong bareng maka tetap patuhi protokol kesehatan yang ada. Jaga jarak di antaramu, lalu hindari nongkrong dalam jumlah massa yang terlalu besar. Rasanya, tiga hingga empat orang saja sudah cukup asal mematuhi beberapa peraturan tersebut.<\/p>\n\n\n\n Mengapa merokok di sembarang tempat adalah hal yang harus dihindari, mengingat kondisi pandemi ini membuat kita tak tahu daerah mana saja yang bebas dari sebaran covid-19. Dengan tidak merokok di sembarang tempat tentu akan menjauhkan kita dari potensi besar terpapar virus corona. Jadi tahan dulu ya kalau pengen sebats, di rumah sendiri justru lebih enak dan nyaman kok.<\/p>\n\n\n\n Tidak ada nilai solidaritas yang berkurang dari berhenti merokok joinan satu batang bersama. Nilai solidaritas itu justru bisa anda salurkan dalam bentuk yang lain. Ya salah satunya adalah bagi satu rokok dari sebungkus rokok yang anda miliki jika temanmu membutuhkan. Justru itu lebih baik jika harus merokok satu batang bersama. <\/p>\n","post_title":"Tiga Kebiasaan yang Perokok Harus Hindari di Tengah New Normal","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"tiga-kebiasaan-yang-perokok-harus-hindari-di-tengah-new-normal","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2020-06-07 10:27:37","post_modified_gmt":"2020-06-07 03:27:37","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6763","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":6683,"post_author":"919","post_date":"2020-05-24 10:08:18","post_date_gmt":"2020-05-24 03:08:18","post_content":"\n Di penghujung maghrib seorang anak kecil bertanya pada ayahnya yang sedang asyik menikmati kopinya di teras rumah. \u201cAyah, mengapa malam ini tak ada orang-orang yang berkeliling untuk takbiran?\u201d Sang ayah pun menjawab dengan kalimat yang bijak sana meski belum tentu mampu dipahami anaknya. \u201cNak, manusia sedang berjuang menghadapi kepunahan. Kamu dan banyak anak-anak kecil lainnya berdiam diri di rumah saja adalah hal yang membahagiakan bagi ayah, ibu dan orang tua mereka.\u201d <\/p>\n\n\n\n Selamat Hari Raya Idul Fitri, Mari Mengupayakan Kemenangan! Ramadhan yang berbeda harus dilewati oleh umat manusia generasi saat ini. Mungkin bagi yang masih berumur 20 hingga 50 tahun tak pernah membayangkan betul bumi dalam kondisi pandemi seperti ini. Mayoritas manusia hidup dalam kedamaian meski perang kerap kali membuntuti. Namun kali ini semua terasa sangat berbeda, semua sedang berperang menghadapi sesuatu yang kasat mata. Peperangan yang tak bisa diprediksi pula kapan berakhir.<\/p>\n\n\n\n Orang-orang pintar punya hitung-hitungan tersendiri meski probabilitasnya belum bisa dikatakan mencapai angka yang tinggi. Sementara di luar sana banyak orang-orang pintar lainnya yang bertarung dengan waktu untuk menemukan penyembuh virus covid-19. Saya curiga, jangan-jangan euforia manusia ketika vaksin hadir akan menyamai euforia manusia ketika menyambut sang penyelamat, Isa Almasih turun. Entah, mungkin bisa jadi.<\/p>\n\n\n\n Hanya berdiam diri di rumah yang bisa menjadi senjata ampuh bagi manusia dalam peperangan ini. Beruntungnya kita sebagai umat muslim juga diberi bulan ramadhan dalam kondisi seperti ini. Jika saya boleh menyebut maka saya akan menganalogikan bulan ramadhan sebagai bala tentara tuhan. Mengapa? Jawabannya karena adalah ibadah berpuasa. Dari berpuasa kita bisa manahan diri dari segala hal. Berpuasa untuk tidak bepergian jika tidak mendesak, berpuasa untuk tidak berkumpul, berpuasa untuk tidak boros. <\/p>\n\n\n\n Jika kita mampu memaknai betul arti kata puasa di Bulan Ramadhan maka sudah barang tentu kita mampu memiliki persentase besar untuk memenangi peperangan di masa pandemi ini. Jelas, jawaban kemenangan itu hanya diketahui oleh individu-individu masing-masing. Sebelum kalian melanjutkan bacaan ke paragraf selanjutnya maka silahkan merenung dan bertanya pada diri sendiri. Paripurnakah kita dalam memaknai dan menjalani ibadah puasa?<\/p>\n\n\n\n Hari ini, kita akan merayakan lebaran, tentu saya beranggapan juga bahwa lebaran ini berbeda dari sebelumnya. Jika lebaran-lebaran sebelumnya kita memaknainya sebagai hari kemenangan, maka kali ini mari kita memaknainya sebagai hari untuk mengupayakan kemenangan. Mengapa? Peperangan umat manusia melawan corona masih akan terus berlanjut dan puasa selama 30 hari menjadikan kita seharusnya semakin kuat untuk menghadapi hari esok.<\/p>\n\n\n\n Setelah hari raya idul fitri kita semua akan menghadapi satu babak baru dalam sejarah umat manusia. Babak baru itu disebut-sebut oleh banyak orang sebagai kehidupan new normal. Sekali lagi, jika kita mampu melewati bulan ramadhan secara paripurna maka tentu tak akan menemui kesulitan ke depannya.<\/p>\n\n\n\n Selamat Hari Raya Idul Fitri, Mari Mengupayakan Kemenangan!<\/p>\n","post_title":"Selamat Hari Raya Idul Fitri, Mari Mengupayakan Kemenangan!","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"selamat-hari-raya-idul-fitri-mari-mengupayakan-kemenangan","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2020-05-24 10:08:24","post_modified_gmt":"2020-05-24 03:08:24","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6683","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":6663,"post_author":"919","post_date":"2020-05-11 11:37:27","post_date_gmt":"2020-05-11 04:37:27","post_content":"\n Senyum merekah terpampang dari wajah Striker Jeonbuk Motors, Lee Dong-gook. Sundulannya menyambut umpan dari Son Jun-ho mengoyak gawang Suwon Bluewings pada menit ke-83. Selebrasi sederhana Lee Dong-gook lakukan bersama rekan setimnya di depan tribun utara Jeonju World Cup Stadium yang kosong. Hanya ada banner raksasa di sana, tak ada penonton. Tapi jauh di sana, banyak yang menyaksikan pertandingan ini melalui sosial media. Pertandingan yang memberikan harapan bagi umat manusia.<\/p>\n\n\n\n Pandemi corona menghantam banyak hal dalam hajat hidup umat manusia. Segala sesuatu menjadi sulit untuk dilakukan di masa seperti ini. Pekerjaan harus dilakukan di rumah dan hanya orang tertentu saja yang bisa beraktivitas kerja seperti biasa. Agenda-agenda besar pun harus mengalami penundaan, termasuk liga sepak bola yang harus terhenti sesaat. Kesehatan manusia menjadi pertimbangan utamanya, karena mengutip kalimat populer dari seorang Bambang Pamungkas: \u201cTidak ada satu kemenangan pun yang sebanding dengan nyawa.\u201d <\/p>\n\n\n\n Ketika sepak bola diliburkan maka akhir pekan menjadi begitu tidak menyenangkan. Tidak ada riuh komentar pertandingan di layar televisi. Tidak ada sekumpulan remaja yang antusias berangkat ke stadion. Tidak nyanyian-nyanyian yang terdengar seantero kota. Tidak ada juga tayangan video di youtube tentang highlights sebuah pertandingan. Semua terasa hambar, meski beruntungnya masih ada beberapa film bertemakan sepak bola yang rilis bertepatan saat pandemi melanda seperti The English Game dan Ultras.<\/p>\n\n\n\n Pemberitaan tentang sepak bola pun tiba-tiba menjadi buku tebal ensiklopedia sejarah. Media massa ramai-ramai membuat berita tentang cerita sepak bola di masa lampau. Membuatnya kembali segar dan bisa kembali dinikmati di saat ini. Sesekali, gosip-gosip transfer dihadirkan. Sesekali juga, berita tentang kegamangan petinggi liga juga muncul, apakah liga di sebuah negara akan berlanjut atau tidak.<\/p>\n\n\n\n Akhirnya, ada yang memilih untuk berhenti seperti Ligue 1 yang akhirnya menobatkan Paris Saint-Germain sebagai juara. Sebelumnya Eredivisie Liga Belanda menjadi kompetisi top di eropa pertama yang menghentikan liga. Ajax Amsterdam harus merelakan peluang mereka untuk tak juara musim ini setelah KNVB selaku federasi sepak bola Belanda mengeluarkan kebijakan untuk menghentikan liga tanpa pemenang dan degradasi.<\/p>\n\n\n\n Tapi ada liga yang tak memilih untuk melempar handuk, Bundesliga salah satunya. Petinggi sepak bola Jerman memutuskan untuk melanjutkan kompetisi pada 16 Mei 2020. Kabar baik bagi kita semua yang haus akan tayangan pertandingan sepak bola. Maklum, pemberitaan corona di berbagai media massa cukup memberikan pengaruh psikologi yang buruk bagi sebagian masyarakat. Sepak bola tentunya akan jadi hiburan yang nyata sekaligus memberikan asa kepada manusia. Tapi mirisnya adalah enam hari sebelum bergulirnya kembali Bundesliga, dua pemain asal klub Dynamo Dresden dinyatakan positif terjangkit corona. Bisakah Bundesliga berlanjut? Semoga saja.<\/p>\n\n\n\n Justru hilal sepak bola itu tak muncul dari Eropa atau dataran Amerika, negeri di Asia lah yang menemukannya. Apresiasi kita berikan kepada Korea Selatan yang berani untuk melanjutkan kompetisi sepak bola mereka. Sebelum pertandingan antara Jeonbuk Motors versus Suwon Bluewings digulirkan, poster digital tentang peraturan ketat disebar di sosial media. Poster tersebut berisikan protokoler yang harus dilakukan sebelum, saat, dan sesudah pertandingan agar kesehatan pemain dan official tim bisa terjaga dengan baik. <\/p>\n\n\n\n Syukurnya, pertandingan sore itu di Jeonju World Cup Stadium yang dimenangkan oleh Jeonbuk Motors dengan gol tunggal Lee Dong-gook berjalan lancar. Pertandingan itu memang tak disaksikan langsung oleh penonton di tribun stadion. Tapi di twitter, pertandingan itu disaksikan 3,3 juta penonton dari seluruh dunia. 3,3 juta orang itu sedang menyaksikan hilal sepak bola di Jeoncu World Cup Stadium. 3,3 juta orang itu juga sedang memupuk asa mereka akan hari-hari cerah pasca pandemi.<\/p>\n\n\n\n Lantas bagaimana dengan Indonesia? Ikut Korea Selatan melanjutkan liga atau Belanda yang mengakhiri liga? <\/p>\n","post_title":"Hilal Itu Nampak di Jeonju World Cup Stadium","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"hilal-itu-nampak-di-jeonju-world-cup-stadium","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2020-05-11 11:37:28","post_modified_gmt":"2020-05-11 04:37:28","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6663","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":4},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"epic_block_3"}; Harga satu bungkus Nasi Kretek ini sekitar 7 hingga 15 ribu rupiah tergantung di mana anda membeli. Jika di warung kopi pinggiran maka harga 7 ribuan bisa anda temui. Namun jika di kedai dan restoran mungkin harga sekitar 15 ribuan yang harus keluarkan untuk menikmati makanan ini.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n Sebenarnya bukan hanya Gresik<\/a> yang memiliki kudapan bernama kretek. Di daerah lainnya yang juga di Jawa Timur yaitu Jombang juga mempunyai kudapan khas bernama serupa namun memiliki bentuk dan isi yang berbeda. Sebagai penikmat kretek tentu kudapan Nasi Kretek menjadi hal yang unik untuk kalian coba saat berkunjung ke Jawa Timur. Silahkan mencoba!<\/p>\r\n","post_title":"Menikmati Nasi Kretek, Kudapan Khas Gresik","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"menikmati-nasi-kretek-kudapan-khas-gresik","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2024-12-10 14:52:36","post_modified_gmt":"2024-12-10 07:52:36","post_content_filtered":"\r\n Selama ini kita mengenali kretek sebagai sebuah rokok khas Indonesia yang menggunakan tembakau, ramuan khusus, dan cengkeh di dalamnya. Kretek biasanya dinikmati dengan cara dibakar dan dihisap di waktu senggang. Akan tetapi pernahkah kalian membayangkan jika bisakah kretek dinikmati dengan cara lain? Misalnya dengan cara dimakan?<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n Jawabannya tentu sangat bisa apabila kretek<\/a> dinikmati dengan cara dimakan. Akan tetapi buang jauh pikiran kalian jika harus memakan kretek yang berisikan tembakau, ramuan khusus, dan cengkeh di dalamnya. Bukan itu, kretek yang bisa dimakan adalah sebuah kudapan yang berasal Gresik, Jawa Timur.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n Nasi Kretek adalah salah satu dari sekian banyak makanan khas Gresik. Secara penampilan kudapan tersebut memiliki kemiripan dengan Nasi Krawu yang juga khas dari Kota Santri tersebut. Kesamaannya antara dua makanan ini adalah lauk utamanya yaitu suwiran daging. Akan tetapi yang membedakan adalah rasa, toping, dan lauk pendampingnya.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n Nasi Krawu biasanya disajikan dengan daun pisang dan tambahan toping seperti serundeng. Tak hanya itu Nasi Krawu juga biasanya dimakan dengan sambal terasi dan tambahan lauk seperti daging sapi, semur daging, dan jeroan sapi. Ini yang kemudian membedakan antara kudapan tersebut dengan Nasi Kretek yang tidak memiliki banyak lauk pendamping.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n Suwiran daging di Nasi Kretek memiliki rasa yang pedas serta sedikit sensasi asam. Rasa pedasnya cukup menendang meski masih bisa dinikmati oleh mereka yang tidak menyukai makanan pedas. Sensasi asam yang didapatkan kemungkinan hadir dari buah asam atau perasan jeruk nipis sebagai bumbu dasar suwiran daging di makanan ini.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n Suwiran dagingnya juga memiliki tekstur yang tebal serta berminyak. Bagi anda yang sedang menjalani program diet maka bisa dipastikan akan berpikir dua kali untuk menikmati makanan ini. Disarankan juga mengingat rasanya yang pedas serta teksturnya yang berminyak maka siapkan minuman hangat sebagai pendamping agar tenggorokan anda tidak mengalami panas dalam.<\/p>\r\n Sayangnya Anda tak bisa dengan mudah menemukan Nasi Kretek ini di Gresik. Pasalnya kehadiran kuliner ini perlahan-lahan tenggelam dan bahkan tak semua warga di daerah tersebut mengetahuinya. Jika anda mengunjungi Gresik dan tengah beruntung maka bisa menemukan makanan ini di warung-warung kopi. Biasanya ditemukan dalam bentuk nasi yang sudah dibungkus.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n Harga satu bungkus Nasi Kretek ini sekitar 7 hingga 15 ribu rupiah tergantung di mana anda membeli. Jika di warung kopi pinggiran maka harga 7 ribuan bisa anda temui. Namun jika di kedai dan restoran mungkin harga sekitar 15 ribuan yang harus keluarkan untuk menikmati makanan ini.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n Sebenarnya bukan hanya Gresik<\/a> yang memiliki kudapan bernama kretek. Di daerah lainnya yang juga di Jawa Timur yaitu Jombang juga mempunyai kudapan khas bernama serupa namun memiliki bentuk dan isi yang berbeda. Sebagai penikmat kretek tentu kudapan Nasi Kretek menjadi hal yang unik untuk kalian coba saat berkunjung ke Jawa Timur. Silahkan mencoba!<\/p>\r\n","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6789","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":6763,"post_author":"919","post_date":"2020-06-07 10:27:31","post_date_gmt":"2020-06-07 03:27:31","post_content":"\n Pemerintah kini mulai mengeluarkan kebijakan untuk melonggarkan peraturan tentang pembatasan sosial berskala besar. Salah satunya adalah dengan mulai membuka fasilitas-fasilitas umum namun tetap harus menuruti prosedur kesehatan yang berlaku. Dengan demikian maka kondisi new normal kini sudah berada di depan mata. Sebagai perokok tentu ada hal-hal yang patut kita taati dari segala peraturan yang diterapkan oleh pemerintah.<\/p>\n\n\n\n Kondisi new normal ini juga menandai babak baru perjuangan manusia dalam melawan covid-19. Tentu, meski PSBB kini dilonggarkan akan tetapi bukan berarti kita sebagai manusia sudah berhasil menang dan mengatasi pandemi. Kemenangan tersebut justru masih jauh rasanya. Perjuangan tetap dilanjutkan dengan meneruskan tradisi-tradisi yang sudah dilakukan semasa PSBB. <\/p>\n\n\n\n Tradisi-tradisi lama yang sekiranya berpotensi terjadinya penyebaran virus corona pun harus mulai ditinggalkan. Berikut tiga kebiasaan yang harus dihindari para perokok selama kondisi new normal<\/p>\n\n\n\n Akan tetapi kita masih belum bisa melakukan hal tersebut saat kondisi new normal ini. Jika pun terpaksa harus nongkrong bareng maka tetap patuhi protokol kesehatan yang ada. Jaga jarak di antaramu, lalu hindari nongkrong dalam jumlah massa yang terlalu besar. Rasanya, tiga hingga empat orang saja sudah cukup asal mematuhi beberapa peraturan tersebut.<\/p>\n\n\n\n Mengapa merokok di sembarang tempat adalah hal yang harus dihindari, mengingat kondisi pandemi ini membuat kita tak tahu daerah mana saja yang bebas dari sebaran covid-19. Dengan tidak merokok di sembarang tempat tentu akan menjauhkan kita dari potensi besar terpapar virus corona. Jadi tahan dulu ya kalau pengen sebats, di rumah sendiri justru lebih enak dan nyaman kok.<\/p>\n\n\n\n Tidak ada nilai solidaritas yang berkurang dari berhenti merokok joinan satu batang bersama. Nilai solidaritas itu justru bisa anda salurkan dalam bentuk yang lain. Ya salah satunya adalah bagi satu rokok dari sebungkus rokok yang anda miliki jika temanmu membutuhkan. Justru itu lebih baik jika harus merokok satu batang bersama. <\/p>\n","post_title":"Tiga Kebiasaan yang Perokok Harus Hindari di Tengah New Normal","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"tiga-kebiasaan-yang-perokok-harus-hindari-di-tengah-new-normal","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2020-06-07 10:27:37","post_modified_gmt":"2020-06-07 03:27:37","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6763","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":6683,"post_author":"919","post_date":"2020-05-24 10:08:18","post_date_gmt":"2020-05-24 03:08:18","post_content":"\n Di penghujung maghrib seorang anak kecil bertanya pada ayahnya yang sedang asyik menikmati kopinya di teras rumah. \u201cAyah, mengapa malam ini tak ada orang-orang yang berkeliling untuk takbiran?\u201d Sang ayah pun menjawab dengan kalimat yang bijak sana meski belum tentu mampu dipahami anaknya. \u201cNak, manusia sedang berjuang menghadapi kepunahan. Kamu dan banyak anak-anak kecil lainnya berdiam diri di rumah saja adalah hal yang membahagiakan bagi ayah, ibu dan orang tua mereka.\u201d <\/p>\n\n\n\n Selamat Hari Raya Idul Fitri, Mari Mengupayakan Kemenangan! Ramadhan yang berbeda harus dilewati oleh umat manusia generasi saat ini. Mungkin bagi yang masih berumur 20 hingga 50 tahun tak pernah membayangkan betul bumi dalam kondisi pandemi seperti ini. Mayoritas manusia hidup dalam kedamaian meski perang kerap kali membuntuti. Namun kali ini semua terasa sangat berbeda, semua sedang berperang menghadapi sesuatu yang kasat mata. Peperangan yang tak bisa diprediksi pula kapan berakhir.<\/p>\n\n\n\n Orang-orang pintar punya hitung-hitungan tersendiri meski probabilitasnya belum bisa dikatakan mencapai angka yang tinggi. Sementara di luar sana banyak orang-orang pintar lainnya yang bertarung dengan waktu untuk menemukan penyembuh virus covid-19. Saya curiga, jangan-jangan euforia manusia ketika vaksin hadir akan menyamai euforia manusia ketika menyambut sang penyelamat, Isa Almasih turun. Entah, mungkin bisa jadi.<\/p>\n\n\n\n Hanya berdiam diri di rumah yang bisa menjadi senjata ampuh bagi manusia dalam peperangan ini. Beruntungnya kita sebagai umat muslim juga diberi bulan ramadhan dalam kondisi seperti ini. Jika saya boleh menyebut maka saya akan menganalogikan bulan ramadhan sebagai bala tentara tuhan. Mengapa? Jawabannya karena adalah ibadah berpuasa. Dari berpuasa kita bisa manahan diri dari segala hal. Berpuasa untuk tidak bepergian jika tidak mendesak, berpuasa untuk tidak berkumpul, berpuasa untuk tidak boros. <\/p>\n\n\n\n Jika kita mampu memaknai betul arti kata puasa di Bulan Ramadhan maka sudah barang tentu kita mampu memiliki persentase besar untuk memenangi peperangan di masa pandemi ini. Jelas, jawaban kemenangan itu hanya diketahui oleh individu-individu masing-masing. Sebelum kalian melanjutkan bacaan ke paragraf selanjutnya maka silahkan merenung dan bertanya pada diri sendiri. Paripurnakah kita dalam memaknai dan menjalani ibadah puasa?<\/p>\n\n\n\n Hari ini, kita akan merayakan lebaran, tentu saya beranggapan juga bahwa lebaran ini berbeda dari sebelumnya. Jika lebaran-lebaran sebelumnya kita memaknainya sebagai hari kemenangan, maka kali ini mari kita memaknainya sebagai hari untuk mengupayakan kemenangan. Mengapa? Peperangan umat manusia melawan corona masih akan terus berlanjut dan puasa selama 30 hari menjadikan kita seharusnya semakin kuat untuk menghadapi hari esok.<\/p>\n\n\n\n Setelah hari raya idul fitri kita semua akan menghadapi satu babak baru dalam sejarah umat manusia. Babak baru itu disebut-sebut oleh banyak orang sebagai kehidupan new normal. Sekali lagi, jika kita mampu melewati bulan ramadhan secara paripurna maka tentu tak akan menemui kesulitan ke depannya.<\/p>\n\n\n\n Selamat Hari Raya Idul Fitri, Mari Mengupayakan Kemenangan!<\/p>\n","post_title":"Selamat Hari Raya Idul Fitri, Mari Mengupayakan Kemenangan!","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"selamat-hari-raya-idul-fitri-mari-mengupayakan-kemenangan","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2020-05-24 10:08:24","post_modified_gmt":"2020-05-24 03:08:24","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6683","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":6663,"post_author":"919","post_date":"2020-05-11 11:37:27","post_date_gmt":"2020-05-11 04:37:27","post_content":"\n Senyum merekah terpampang dari wajah Striker Jeonbuk Motors, Lee Dong-gook. Sundulannya menyambut umpan dari Son Jun-ho mengoyak gawang Suwon Bluewings pada menit ke-83. Selebrasi sederhana Lee Dong-gook lakukan bersama rekan setimnya di depan tribun utara Jeonju World Cup Stadium yang kosong. Hanya ada banner raksasa di sana, tak ada penonton. Tapi jauh di sana, banyak yang menyaksikan pertandingan ini melalui sosial media. Pertandingan yang memberikan harapan bagi umat manusia.<\/p>\n\n\n\n Pandemi corona menghantam banyak hal dalam hajat hidup umat manusia. Segala sesuatu menjadi sulit untuk dilakukan di masa seperti ini. Pekerjaan harus dilakukan di rumah dan hanya orang tertentu saja yang bisa beraktivitas kerja seperti biasa. Agenda-agenda besar pun harus mengalami penundaan, termasuk liga sepak bola yang harus terhenti sesaat. Kesehatan manusia menjadi pertimbangan utamanya, karena mengutip kalimat populer dari seorang Bambang Pamungkas: \u201cTidak ada satu kemenangan pun yang sebanding dengan nyawa.\u201d <\/p>\n\n\n\n Ketika sepak bola diliburkan maka akhir pekan menjadi begitu tidak menyenangkan. Tidak ada riuh komentar pertandingan di layar televisi. Tidak ada sekumpulan remaja yang antusias berangkat ke stadion. Tidak nyanyian-nyanyian yang terdengar seantero kota. Tidak ada juga tayangan video di youtube tentang highlights sebuah pertandingan. Semua terasa hambar, meski beruntungnya masih ada beberapa film bertemakan sepak bola yang rilis bertepatan saat pandemi melanda seperti The English Game dan Ultras.<\/p>\n\n\n\n Pemberitaan tentang sepak bola pun tiba-tiba menjadi buku tebal ensiklopedia sejarah. Media massa ramai-ramai membuat berita tentang cerita sepak bola di masa lampau. Membuatnya kembali segar dan bisa kembali dinikmati di saat ini. Sesekali, gosip-gosip transfer dihadirkan. Sesekali juga, berita tentang kegamangan petinggi liga juga muncul, apakah liga di sebuah negara akan berlanjut atau tidak.<\/p>\n\n\n\n Akhirnya, ada yang memilih untuk berhenti seperti Ligue 1 yang akhirnya menobatkan Paris Saint-Germain sebagai juara. Sebelumnya Eredivisie Liga Belanda menjadi kompetisi top di eropa pertama yang menghentikan liga. Ajax Amsterdam harus merelakan peluang mereka untuk tak juara musim ini setelah KNVB selaku federasi sepak bola Belanda mengeluarkan kebijakan untuk menghentikan liga tanpa pemenang dan degradasi.<\/p>\n\n\n\n Tapi ada liga yang tak memilih untuk melempar handuk, Bundesliga salah satunya. Petinggi sepak bola Jerman memutuskan untuk melanjutkan kompetisi pada 16 Mei 2020. Kabar baik bagi kita semua yang haus akan tayangan pertandingan sepak bola. Maklum, pemberitaan corona di berbagai media massa cukup memberikan pengaruh psikologi yang buruk bagi sebagian masyarakat. Sepak bola tentunya akan jadi hiburan yang nyata sekaligus memberikan asa kepada manusia. Tapi mirisnya adalah enam hari sebelum bergulirnya kembali Bundesliga, dua pemain asal klub Dynamo Dresden dinyatakan positif terjangkit corona. Bisakah Bundesliga berlanjut? Semoga saja.<\/p>\n\n\n\n Justru hilal sepak bola itu tak muncul dari Eropa atau dataran Amerika, negeri di Asia lah yang menemukannya. Apresiasi kita berikan kepada Korea Selatan yang berani untuk melanjutkan kompetisi sepak bola mereka. Sebelum pertandingan antara Jeonbuk Motors versus Suwon Bluewings digulirkan, poster digital tentang peraturan ketat disebar di sosial media. Poster tersebut berisikan protokoler yang harus dilakukan sebelum, saat, dan sesudah pertandingan agar kesehatan pemain dan official tim bisa terjaga dengan baik. <\/p>\n\n\n\n Syukurnya, pertandingan sore itu di Jeonju World Cup Stadium yang dimenangkan oleh Jeonbuk Motors dengan gol tunggal Lee Dong-gook berjalan lancar. Pertandingan itu memang tak disaksikan langsung oleh penonton di tribun stadion. Tapi di twitter, pertandingan itu disaksikan 3,3 juta penonton dari seluruh dunia. 3,3 juta orang itu sedang menyaksikan hilal sepak bola di Jeoncu World Cup Stadium. 3,3 juta orang itu juga sedang memupuk asa mereka akan hari-hari cerah pasca pandemi.<\/p>\n\n\n\n Lantas bagaimana dengan Indonesia? Ikut Korea Selatan melanjutkan liga atau Belanda yang mengakhiri liga? <\/p>\n","post_title":"Hilal Itu Nampak di Jeonju World Cup Stadium","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"hilal-itu-nampak-di-jeonju-world-cup-stadium","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2020-05-11 11:37:28","post_modified_gmt":"2020-05-11 04:37:28","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6663","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":4},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"epic_block_3"}; Sayangnya Anda tak bisa dengan mudah menemukan Nasi Kretek ini di Gresik. Pasalnya kehadiran kuliner ini perlahan-lahan tenggelam dan bahkan tak semua warga di daerah tersebut mengetahuinya. Jika anda mengunjungi Gresik dan tengah beruntung maka bisa menemukan makanan ini di warung-warung kopi. Biasanya ditemukan dalam bentuk nasi yang sudah dibungkus.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n Harga satu bungkus Nasi Kretek ini sekitar 7 hingga 15 ribu rupiah tergantung di mana anda membeli. Jika di warung kopi pinggiran maka harga 7 ribuan bisa anda temui. Namun jika di kedai dan restoran mungkin harga sekitar 15 ribuan yang harus keluarkan untuk menikmati makanan ini.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n Sebenarnya bukan hanya Gresik<\/a> yang memiliki kudapan bernama kretek. Di daerah lainnya yang juga di Jawa Timur yaitu Jombang juga mempunyai kudapan khas bernama serupa namun memiliki bentuk dan isi yang berbeda. Sebagai penikmat kretek tentu kudapan Nasi Kretek menjadi hal yang unik untuk kalian coba saat berkunjung ke Jawa Timur. Silahkan mencoba!<\/p>\r\n","post_title":"Menikmati Nasi Kretek, Kudapan Khas Gresik","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"menikmati-nasi-kretek-kudapan-khas-gresik","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2024-12-10 14:52:36","post_modified_gmt":"2024-12-10 07:52:36","post_content_filtered":"\r\n Selama ini kita mengenali kretek sebagai sebuah rokok khas Indonesia yang menggunakan tembakau, ramuan khusus, dan cengkeh di dalamnya. Kretek biasanya dinikmati dengan cara dibakar dan dihisap di waktu senggang. Akan tetapi pernahkah kalian membayangkan jika bisakah kretek dinikmati dengan cara lain? Misalnya dengan cara dimakan?<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n Jawabannya tentu sangat bisa apabila kretek<\/a> dinikmati dengan cara dimakan. Akan tetapi buang jauh pikiran kalian jika harus memakan kretek yang berisikan tembakau, ramuan khusus, dan cengkeh di dalamnya. Bukan itu, kretek yang bisa dimakan adalah sebuah kudapan yang berasal Gresik, Jawa Timur.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n Nasi Kretek adalah salah satu dari sekian banyak makanan khas Gresik. Secara penampilan kudapan tersebut memiliki kemiripan dengan Nasi Krawu yang juga khas dari Kota Santri tersebut. Kesamaannya antara dua makanan ini adalah lauk utamanya yaitu suwiran daging. Akan tetapi yang membedakan adalah rasa, toping, dan lauk pendampingnya.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n Nasi Krawu biasanya disajikan dengan daun pisang dan tambahan toping seperti serundeng. Tak hanya itu Nasi Krawu juga biasanya dimakan dengan sambal terasi dan tambahan lauk seperti daging sapi, semur daging, dan jeroan sapi. Ini yang kemudian membedakan antara kudapan tersebut dengan Nasi Kretek yang tidak memiliki banyak lauk pendamping.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n Suwiran daging di Nasi Kretek memiliki rasa yang pedas serta sedikit sensasi asam. Rasa pedasnya cukup menendang meski masih bisa dinikmati oleh mereka yang tidak menyukai makanan pedas. Sensasi asam yang didapatkan kemungkinan hadir dari buah asam atau perasan jeruk nipis sebagai bumbu dasar suwiran daging di makanan ini.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n Suwiran dagingnya juga memiliki tekstur yang tebal serta berminyak. Bagi anda yang sedang menjalani program diet maka bisa dipastikan akan berpikir dua kali untuk menikmati makanan ini. Disarankan juga mengingat rasanya yang pedas serta teksturnya yang berminyak maka siapkan minuman hangat sebagai pendamping agar tenggorokan anda tidak mengalami panas dalam.<\/p>\r\n Sayangnya Anda tak bisa dengan mudah menemukan Nasi Kretek ini di Gresik. Pasalnya kehadiran kuliner ini perlahan-lahan tenggelam dan bahkan tak semua warga di daerah tersebut mengetahuinya. Jika anda mengunjungi Gresik dan tengah beruntung maka bisa menemukan makanan ini di warung-warung kopi. Biasanya ditemukan dalam bentuk nasi yang sudah dibungkus.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n Harga satu bungkus Nasi Kretek ini sekitar 7 hingga 15 ribu rupiah tergantung di mana anda membeli. Jika di warung kopi pinggiran maka harga 7 ribuan bisa anda temui. Namun jika di kedai dan restoran mungkin harga sekitar 15 ribuan yang harus keluarkan untuk menikmati makanan ini.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n Sebenarnya bukan hanya Gresik<\/a> yang memiliki kudapan bernama kretek. Di daerah lainnya yang juga di Jawa Timur yaitu Jombang juga mempunyai kudapan khas bernama serupa namun memiliki bentuk dan isi yang berbeda. Sebagai penikmat kretek tentu kudapan Nasi Kretek menjadi hal yang unik untuk kalian coba saat berkunjung ke Jawa Timur. Silahkan mencoba!<\/p>\r\n","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6789","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":6763,"post_author":"919","post_date":"2020-06-07 10:27:31","post_date_gmt":"2020-06-07 03:27:31","post_content":"\n Pemerintah kini mulai mengeluarkan kebijakan untuk melonggarkan peraturan tentang pembatasan sosial berskala besar. Salah satunya adalah dengan mulai membuka fasilitas-fasilitas umum namun tetap harus menuruti prosedur kesehatan yang berlaku. Dengan demikian maka kondisi new normal kini sudah berada di depan mata. Sebagai perokok tentu ada hal-hal yang patut kita taati dari segala peraturan yang diterapkan oleh pemerintah.<\/p>\n\n\n\n Kondisi new normal ini juga menandai babak baru perjuangan manusia dalam melawan covid-19. Tentu, meski PSBB kini dilonggarkan akan tetapi bukan berarti kita sebagai manusia sudah berhasil menang dan mengatasi pandemi. Kemenangan tersebut justru masih jauh rasanya. Perjuangan tetap dilanjutkan dengan meneruskan tradisi-tradisi yang sudah dilakukan semasa PSBB. <\/p>\n\n\n\n Tradisi-tradisi lama yang sekiranya berpotensi terjadinya penyebaran virus corona pun harus mulai ditinggalkan. Berikut tiga kebiasaan yang harus dihindari para perokok selama kondisi new normal<\/p>\n\n\n\n Akan tetapi kita masih belum bisa melakukan hal tersebut saat kondisi new normal ini. Jika pun terpaksa harus nongkrong bareng maka tetap patuhi protokol kesehatan yang ada. Jaga jarak di antaramu, lalu hindari nongkrong dalam jumlah massa yang terlalu besar. Rasanya, tiga hingga empat orang saja sudah cukup asal mematuhi beberapa peraturan tersebut.<\/p>\n\n\n\n Mengapa merokok di sembarang tempat adalah hal yang harus dihindari, mengingat kondisi pandemi ini membuat kita tak tahu daerah mana saja yang bebas dari sebaran covid-19. Dengan tidak merokok di sembarang tempat tentu akan menjauhkan kita dari potensi besar terpapar virus corona. Jadi tahan dulu ya kalau pengen sebats, di rumah sendiri justru lebih enak dan nyaman kok.<\/p>\n\n\n\n Tidak ada nilai solidaritas yang berkurang dari berhenti merokok joinan satu batang bersama. Nilai solidaritas itu justru bisa anda salurkan dalam bentuk yang lain. Ya salah satunya adalah bagi satu rokok dari sebungkus rokok yang anda miliki jika temanmu membutuhkan. Justru itu lebih baik jika harus merokok satu batang bersama. <\/p>\n","post_title":"Tiga Kebiasaan yang Perokok Harus Hindari di Tengah New Normal","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"tiga-kebiasaan-yang-perokok-harus-hindari-di-tengah-new-normal","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2020-06-07 10:27:37","post_modified_gmt":"2020-06-07 03:27:37","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6763","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":6683,"post_author":"919","post_date":"2020-05-24 10:08:18","post_date_gmt":"2020-05-24 03:08:18","post_content":"\n Di penghujung maghrib seorang anak kecil bertanya pada ayahnya yang sedang asyik menikmati kopinya di teras rumah. \u201cAyah, mengapa malam ini tak ada orang-orang yang berkeliling untuk takbiran?\u201d Sang ayah pun menjawab dengan kalimat yang bijak sana meski belum tentu mampu dipahami anaknya. \u201cNak, manusia sedang berjuang menghadapi kepunahan. Kamu dan banyak anak-anak kecil lainnya berdiam diri di rumah saja adalah hal yang membahagiakan bagi ayah, ibu dan orang tua mereka.\u201d <\/p>\n\n\n\n Selamat Hari Raya Idul Fitri, Mari Mengupayakan Kemenangan! Ramadhan yang berbeda harus dilewati oleh umat manusia generasi saat ini. Mungkin bagi yang masih berumur 20 hingga 50 tahun tak pernah membayangkan betul bumi dalam kondisi pandemi seperti ini. Mayoritas manusia hidup dalam kedamaian meski perang kerap kali membuntuti. Namun kali ini semua terasa sangat berbeda, semua sedang berperang menghadapi sesuatu yang kasat mata. Peperangan yang tak bisa diprediksi pula kapan berakhir.<\/p>\n\n\n\n Orang-orang pintar punya hitung-hitungan tersendiri meski probabilitasnya belum bisa dikatakan mencapai angka yang tinggi. Sementara di luar sana banyak orang-orang pintar lainnya yang bertarung dengan waktu untuk menemukan penyembuh virus covid-19. Saya curiga, jangan-jangan euforia manusia ketika vaksin hadir akan menyamai euforia manusia ketika menyambut sang penyelamat, Isa Almasih turun. Entah, mungkin bisa jadi.<\/p>\n\n\n\n Hanya berdiam diri di rumah yang bisa menjadi senjata ampuh bagi manusia dalam peperangan ini. Beruntungnya kita sebagai umat muslim juga diberi bulan ramadhan dalam kondisi seperti ini. Jika saya boleh menyebut maka saya akan menganalogikan bulan ramadhan sebagai bala tentara tuhan. Mengapa? Jawabannya karena adalah ibadah berpuasa. Dari berpuasa kita bisa manahan diri dari segala hal. Berpuasa untuk tidak bepergian jika tidak mendesak, berpuasa untuk tidak berkumpul, berpuasa untuk tidak boros. <\/p>\n\n\n\n Jika kita mampu memaknai betul arti kata puasa di Bulan Ramadhan maka sudah barang tentu kita mampu memiliki persentase besar untuk memenangi peperangan di masa pandemi ini. Jelas, jawaban kemenangan itu hanya diketahui oleh individu-individu masing-masing. Sebelum kalian melanjutkan bacaan ke paragraf selanjutnya maka silahkan merenung dan bertanya pada diri sendiri. Paripurnakah kita dalam memaknai dan menjalani ibadah puasa?<\/p>\n\n\n\n Hari ini, kita akan merayakan lebaran, tentu saya beranggapan juga bahwa lebaran ini berbeda dari sebelumnya. Jika lebaran-lebaran sebelumnya kita memaknainya sebagai hari kemenangan, maka kali ini mari kita memaknainya sebagai hari untuk mengupayakan kemenangan. Mengapa? Peperangan umat manusia melawan corona masih akan terus berlanjut dan puasa selama 30 hari menjadikan kita seharusnya semakin kuat untuk menghadapi hari esok.<\/p>\n\n\n\n Setelah hari raya idul fitri kita semua akan menghadapi satu babak baru dalam sejarah umat manusia. Babak baru itu disebut-sebut oleh banyak orang sebagai kehidupan new normal. Sekali lagi, jika kita mampu melewati bulan ramadhan secara paripurna maka tentu tak akan menemui kesulitan ke depannya.<\/p>\n\n\n\n Selamat Hari Raya Idul Fitri, Mari Mengupayakan Kemenangan!<\/p>\n","post_title":"Selamat Hari Raya Idul Fitri, Mari Mengupayakan Kemenangan!","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"selamat-hari-raya-idul-fitri-mari-mengupayakan-kemenangan","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2020-05-24 10:08:24","post_modified_gmt":"2020-05-24 03:08:24","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6683","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":6663,"post_author":"919","post_date":"2020-05-11 11:37:27","post_date_gmt":"2020-05-11 04:37:27","post_content":"\n Senyum merekah terpampang dari wajah Striker Jeonbuk Motors, Lee Dong-gook. Sundulannya menyambut umpan dari Son Jun-ho mengoyak gawang Suwon Bluewings pada menit ke-83. Selebrasi sederhana Lee Dong-gook lakukan bersama rekan setimnya di depan tribun utara Jeonju World Cup Stadium yang kosong. Hanya ada banner raksasa di sana, tak ada penonton. Tapi jauh di sana, banyak yang menyaksikan pertandingan ini melalui sosial media. Pertandingan yang memberikan harapan bagi umat manusia.<\/p>\n\n\n\n Pandemi corona menghantam banyak hal dalam hajat hidup umat manusia. Segala sesuatu menjadi sulit untuk dilakukan di masa seperti ini. Pekerjaan harus dilakukan di rumah dan hanya orang tertentu saja yang bisa beraktivitas kerja seperti biasa. Agenda-agenda besar pun harus mengalami penundaan, termasuk liga sepak bola yang harus terhenti sesaat. Kesehatan manusia menjadi pertimbangan utamanya, karena mengutip kalimat populer dari seorang Bambang Pamungkas: \u201cTidak ada satu kemenangan pun yang sebanding dengan nyawa.\u201d <\/p>\n\n\n\n Ketika sepak bola diliburkan maka akhir pekan menjadi begitu tidak menyenangkan. Tidak ada riuh komentar pertandingan di layar televisi. Tidak ada sekumpulan remaja yang antusias berangkat ke stadion. Tidak nyanyian-nyanyian yang terdengar seantero kota. Tidak ada juga tayangan video di youtube tentang highlights sebuah pertandingan. Semua terasa hambar, meski beruntungnya masih ada beberapa film bertemakan sepak bola yang rilis bertepatan saat pandemi melanda seperti The English Game dan Ultras.<\/p>\n\n\n\n Pemberitaan tentang sepak bola pun tiba-tiba menjadi buku tebal ensiklopedia sejarah. Media massa ramai-ramai membuat berita tentang cerita sepak bola di masa lampau. Membuatnya kembali segar dan bisa kembali dinikmati di saat ini. Sesekali, gosip-gosip transfer dihadirkan. Sesekali juga, berita tentang kegamangan petinggi liga juga muncul, apakah liga di sebuah negara akan berlanjut atau tidak.<\/p>\n\n\n\n Akhirnya, ada yang memilih untuk berhenti seperti Ligue 1 yang akhirnya menobatkan Paris Saint-Germain sebagai juara. Sebelumnya Eredivisie Liga Belanda menjadi kompetisi top di eropa pertama yang menghentikan liga. Ajax Amsterdam harus merelakan peluang mereka untuk tak juara musim ini setelah KNVB selaku federasi sepak bola Belanda mengeluarkan kebijakan untuk menghentikan liga tanpa pemenang dan degradasi.<\/p>\n\n\n\n Tapi ada liga yang tak memilih untuk melempar handuk, Bundesliga salah satunya. Petinggi sepak bola Jerman memutuskan untuk melanjutkan kompetisi pada 16 Mei 2020. Kabar baik bagi kita semua yang haus akan tayangan pertandingan sepak bola. Maklum, pemberitaan corona di berbagai media massa cukup memberikan pengaruh psikologi yang buruk bagi sebagian masyarakat. Sepak bola tentunya akan jadi hiburan yang nyata sekaligus memberikan asa kepada manusia. Tapi mirisnya adalah enam hari sebelum bergulirnya kembali Bundesliga, dua pemain asal klub Dynamo Dresden dinyatakan positif terjangkit corona. Bisakah Bundesliga berlanjut? Semoga saja.<\/p>\n\n\n\n Justru hilal sepak bola itu tak muncul dari Eropa atau dataran Amerika, negeri di Asia lah yang menemukannya. Apresiasi kita berikan kepada Korea Selatan yang berani untuk melanjutkan kompetisi sepak bola mereka. Sebelum pertandingan antara Jeonbuk Motors versus Suwon Bluewings digulirkan, poster digital tentang peraturan ketat disebar di sosial media. Poster tersebut berisikan protokoler yang harus dilakukan sebelum, saat, dan sesudah pertandingan agar kesehatan pemain dan official tim bisa terjaga dengan baik. <\/p>\n\n\n\n Syukurnya, pertandingan sore itu di Jeonju World Cup Stadium yang dimenangkan oleh Jeonbuk Motors dengan gol tunggal Lee Dong-gook berjalan lancar. Pertandingan itu memang tak disaksikan langsung oleh penonton di tribun stadion. Tapi di twitter, pertandingan itu disaksikan 3,3 juta penonton dari seluruh dunia. 3,3 juta orang itu sedang menyaksikan hilal sepak bola di Jeoncu World Cup Stadium. 3,3 juta orang itu juga sedang memupuk asa mereka akan hari-hari cerah pasca pandemi.<\/p>\n\n\n\n Lantas bagaimana dengan Indonesia? Ikut Korea Selatan melanjutkan liga atau Belanda yang mengakhiri liga? <\/p>\n","post_title":"Hilal Itu Nampak di Jeonju World Cup Stadium","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"hilal-itu-nampak-di-jeonju-world-cup-stadium","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2020-05-11 11:37:28","post_modified_gmt":"2020-05-11 04:37:28","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6663","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":4},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"epic_block_3"}; Suwiran dagingnya juga memiliki tekstur yang tebal serta berminyak. Bagi anda yang sedang menjalani program diet maka bisa dipastikan akan berpikir dua kali untuk menikmati makanan ini. Disarankan juga mengingat rasanya yang pedas serta teksturnya yang berminyak maka siapkan minuman hangat sebagai pendamping agar tenggorokan anda tidak mengalami panas dalam.<\/p>\r\n Sayangnya Anda tak bisa dengan mudah menemukan Nasi Kretek ini di Gresik. Pasalnya kehadiran kuliner ini perlahan-lahan tenggelam dan bahkan tak semua warga di daerah tersebut mengetahuinya. Jika anda mengunjungi Gresik dan tengah beruntung maka bisa menemukan makanan ini di warung-warung kopi. Biasanya ditemukan dalam bentuk nasi yang sudah dibungkus.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n Harga satu bungkus Nasi Kretek ini sekitar 7 hingga 15 ribu rupiah tergantung di mana anda membeli. Jika di warung kopi pinggiran maka harga 7 ribuan bisa anda temui. Namun jika di kedai dan restoran mungkin harga sekitar 15 ribuan yang harus keluarkan untuk menikmati makanan ini.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n Sebenarnya bukan hanya Gresik<\/a> yang memiliki kudapan bernama kretek. Di daerah lainnya yang juga di Jawa Timur yaitu Jombang juga mempunyai kudapan khas bernama serupa namun memiliki bentuk dan isi yang berbeda. Sebagai penikmat kretek tentu kudapan Nasi Kretek menjadi hal yang unik untuk kalian coba saat berkunjung ke Jawa Timur. Silahkan mencoba!<\/p>\r\n","post_title":"Menikmati Nasi Kretek, Kudapan Khas Gresik","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"menikmati-nasi-kretek-kudapan-khas-gresik","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2024-12-10 14:52:36","post_modified_gmt":"2024-12-10 07:52:36","post_content_filtered":"\r\n Selama ini kita mengenali kretek sebagai sebuah rokok khas Indonesia yang menggunakan tembakau, ramuan khusus, dan cengkeh di dalamnya. Kretek biasanya dinikmati dengan cara dibakar dan dihisap di waktu senggang. Akan tetapi pernahkah kalian membayangkan jika bisakah kretek dinikmati dengan cara lain? Misalnya dengan cara dimakan?<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n Jawabannya tentu sangat bisa apabila kretek<\/a> dinikmati dengan cara dimakan. Akan tetapi buang jauh pikiran kalian jika harus memakan kretek yang berisikan tembakau, ramuan khusus, dan cengkeh di dalamnya. Bukan itu, kretek yang bisa dimakan adalah sebuah kudapan yang berasal Gresik, Jawa Timur.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n Nasi Kretek adalah salah satu dari sekian banyak makanan khas Gresik. Secara penampilan kudapan tersebut memiliki kemiripan dengan Nasi Krawu yang juga khas dari Kota Santri tersebut. Kesamaannya antara dua makanan ini adalah lauk utamanya yaitu suwiran daging. Akan tetapi yang membedakan adalah rasa, toping, dan lauk pendampingnya.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n Nasi Krawu biasanya disajikan dengan daun pisang dan tambahan toping seperti serundeng. Tak hanya itu Nasi Krawu juga biasanya dimakan dengan sambal terasi dan tambahan lauk seperti daging sapi, semur daging, dan jeroan sapi. Ini yang kemudian membedakan antara kudapan tersebut dengan Nasi Kretek yang tidak memiliki banyak lauk pendamping.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n Suwiran daging di Nasi Kretek memiliki rasa yang pedas serta sedikit sensasi asam. Rasa pedasnya cukup menendang meski masih bisa dinikmati oleh mereka yang tidak menyukai makanan pedas. Sensasi asam yang didapatkan kemungkinan hadir dari buah asam atau perasan jeruk nipis sebagai bumbu dasar suwiran daging di makanan ini.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n Suwiran dagingnya juga memiliki tekstur yang tebal serta berminyak. Bagi anda yang sedang menjalani program diet maka bisa dipastikan akan berpikir dua kali untuk menikmati makanan ini. Disarankan juga mengingat rasanya yang pedas serta teksturnya yang berminyak maka siapkan minuman hangat sebagai pendamping agar tenggorokan anda tidak mengalami panas dalam.<\/p>\r\n Sayangnya Anda tak bisa dengan mudah menemukan Nasi Kretek ini di Gresik. Pasalnya kehadiran kuliner ini perlahan-lahan tenggelam dan bahkan tak semua warga di daerah tersebut mengetahuinya. Jika anda mengunjungi Gresik dan tengah beruntung maka bisa menemukan makanan ini di warung-warung kopi. Biasanya ditemukan dalam bentuk nasi yang sudah dibungkus.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n Harga satu bungkus Nasi Kretek ini sekitar 7 hingga 15 ribu rupiah tergantung di mana anda membeli. Jika di warung kopi pinggiran maka harga 7 ribuan bisa anda temui. Namun jika di kedai dan restoran mungkin harga sekitar 15 ribuan yang harus keluarkan untuk menikmati makanan ini.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n Sebenarnya bukan hanya Gresik<\/a> yang memiliki kudapan bernama kretek. Di daerah lainnya yang juga di Jawa Timur yaitu Jombang juga mempunyai kudapan khas bernama serupa namun memiliki bentuk dan isi yang berbeda. Sebagai penikmat kretek tentu kudapan Nasi Kretek menjadi hal yang unik untuk kalian coba saat berkunjung ke Jawa Timur. Silahkan mencoba!<\/p>\r\n","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6789","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":6763,"post_author":"919","post_date":"2020-06-07 10:27:31","post_date_gmt":"2020-06-07 03:27:31","post_content":"\n Pemerintah kini mulai mengeluarkan kebijakan untuk melonggarkan peraturan tentang pembatasan sosial berskala besar. Salah satunya adalah dengan mulai membuka fasilitas-fasilitas umum namun tetap harus menuruti prosedur kesehatan yang berlaku. Dengan demikian maka kondisi new normal kini sudah berada di depan mata. Sebagai perokok tentu ada hal-hal yang patut kita taati dari segala peraturan yang diterapkan oleh pemerintah.<\/p>\n\n\n\n Kondisi new normal ini juga menandai babak baru perjuangan manusia dalam melawan covid-19. Tentu, meski PSBB kini dilonggarkan akan tetapi bukan berarti kita sebagai manusia sudah berhasil menang dan mengatasi pandemi. Kemenangan tersebut justru masih jauh rasanya. Perjuangan tetap dilanjutkan dengan meneruskan tradisi-tradisi yang sudah dilakukan semasa PSBB. <\/p>\n\n\n\n Tradisi-tradisi lama yang sekiranya berpotensi terjadinya penyebaran virus corona pun harus mulai ditinggalkan. Berikut tiga kebiasaan yang harus dihindari para perokok selama kondisi new normal<\/p>\n\n\n\n Akan tetapi kita masih belum bisa melakukan hal tersebut saat kondisi new normal ini. Jika pun terpaksa harus nongkrong bareng maka tetap patuhi protokol kesehatan yang ada. Jaga jarak di antaramu, lalu hindari nongkrong dalam jumlah massa yang terlalu besar. Rasanya, tiga hingga empat orang saja sudah cukup asal mematuhi beberapa peraturan tersebut.<\/p>\n\n\n\n Mengapa merokok di sembarang tempat adalah hal yang harus dihindari, mengingat kondisi pandemi ini membuat kita tak tahu daerah mana saja yang bebas dari sebaran covid-19. Dengan tidak merokok di sembarang tempat tentu akan menjauhkan kita dari potensi besar terpapar virus corona. Jadi tahan dulu ya kalau pengen sebats, di rumah sendiri justru lebih enak dan nyaman kok.<\/p>\n\n\n\n Tidak ada nilai solidaritas yang berkurang dari berhenti merokok joinan satu batang bersama. Nilai solidaritas itu justru bisa anda salurkan dalam bentuk yang lain. Ya salah satunya adalah bagi satu rokok dari sebungkus rokok yang anda miliki jika temanmu membutuhkan. Justru itu lebih baik jika harus merokok satu batang bersama. <\/p>\n","post_title":"Tiga Kebiasaan yang Perokok Harus Hindari di Tengah New Normal","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"tiga-kebiasaan-yang-perokok-harus-hindari-di-tengah-new-normal","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2020-06-07 10:27:37","post_modified_gmt":"2020-06-07 03:27:37","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6763","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":6683,"post_author":"919","post_date":"2020-05-24 10:08:18","post_date_gmt":"2020-05-24 03:08:18","post_content":"\n Di penghujung maghrib seorang anak kecil bertanya pada ayahnya yang sedang asyik menikmati kopinya di teras rumah. \u201cAyah, mengapa malam ini tak ada orang-orang yang berkeliling untuk takbiran?\u201d Sang ayah pun menjawab dengan kalimat yang bijak sana meski belum tentu mampu dipahami anaknya. \u201cNak, manusia sedang berjuang menghadapi kepunahan. Kamu dan banyak anak-anak kecil lainnya berdiam diri di rumah saja adalah hal yang membahagiakan bagi ayah, ibu dan orang tua mereka.\u201d <\/p>\n\n\n\n Selamat Hari Raya Idul Fitri, Mari Mengupayakan Kemenangan! Ramadhan yang berbeda harus dilewati oleh umat manusia generasi saat ini. Mungkin bagi yang masih berumur 20 hingga 50 tahun tak pernah membayangkan betul bumi dalam kondisi pandemi seperti ini. Mayoritas manusia hidup dalam kedamaian meski perang kerap kali membuntuti. Namun kali ini semua terasa sangat berbeda, semua sedang berperang menghadapi sesuatu yang kasat mata. Peperangan yang tak bisa diprediksi pula kapan berakhir.<\/p>\n\n\n\n Orang-orang pintar punya hitung-hitungan tersendiri meski probabilitasnya belum bisa dikatakan mencapai angka yang tinggi. Sementara di luar sana banyak orang-orang pintar lainnya yang bertarung dengan waktu untuk menemukan penyembuh virus covid-19. Saya curiga, jangan-jangan euforia manusia ketika vaksin hadir akan menyamai euforia manusia ketika menyambut sang penyelamat, Isa Almasih turun. Entah, mungkin bisa jadi.<\/p>\n\n\n\n Hanya berdiam diri di rumah yang bisa menjadi senjata ampuh bagi manusia dalam peperangan ini. Beruntungnya kita sebagai umat muslim juga diberi bulan ramadhan dalam kondisi seperti ini. Jika saya boleh menyebut maka saya akan menganalogikan bulan ramadhan sebagai bala tentara tuhan. Mengapa? Jawabannya karena adalah ibadah berpuasa. Dari berpuasa kita bisa manahan diri dari segala hal. Berpuasa untuk tidak bepergian jika tidak mendesak, berpuasa untuk tidak berkumpul, berpuasa untuk tidak boros. <\/p>\n\n\n\n Jika kita mampu memaknai betul arti kata puasa di Bulan Ramadhan maka sudah barang tentu kita mampu memiliki persentase besar untuk memenangi peperangan di masa pandemi ini. Jelas, jawaban kemenangan itu hanya diketahui oleh individu-individu masing-masing. Sebelum kalian melanjutkan bacaan ke paragraf selanjutnya maka silahkan merenung dan bertanya pada diri sendiri. Paripurnakah kita dalam memaknai dan menjalani ibadah puasa?<\/p>\n\n\n\n Hari ini, kita akan merayakan lebaran, tentu saya beranggapan juga bahwa lebaran ini berbeda dari sebelumnya. Jika lebaran-lebaran sebelumnya kita memaknainya sebagai hari kemenangan, maka kali ini mari kita memaknainya sebagai hari untuk mengupayakan kemenangan. Mengapa? Peperangan umat manusia melawan corona masih akan terus berlanjut dan puasa selama 30 hari menjadikan kita seharusnya semakin kuat untuk menghadapi hari esok.<\/p>\n\n\n\n Setelah hari raya idul fitri kita semua akan menghadapi satu babak baru dalam sejarah umat manusia. Babak baru itu disebut-sebut oleh banyak orang sebagai kehidupan new normal. Sekali lagi, jika kita mampu melewati bulan ramadhan secara paripurna maka tentu tak akan menemui kesulitan ke depannya.<\/p>\n\n\n\n Selamat Hari Raya Idul Fitri, Mari Mengupayakan Kemenangan!<\/p>\n","post_title":"Selamat Hari Raya Idul Fitri, Mari Mengupayakan Kemenangan!","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"selamat-hari-raya-idul-fitri-mari-mengupayakan-kemenangan","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2020-05-24 10:08:24","post_modified_gmt":"2020-05-24 03:08:24","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6683","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":6663,"post_author":"919","post_date":"2020-05-11 11:37:27","post_date_gmt":"2020-05-11 04:37:27","post_content":"\n Senyum merekah terpampang dari wajah Striker Jeonbuk Motors, Lee Dong-gook. Sundulannya menyambut umpan dari Son Jun-ho mengoyak gawang Suwon Bluewings pada menit ke-83. Selebrasi sederhana Lee Dong-gook lakukan bersama rekan setimnya di depan tribun utara Jeonju World Cup Stadium yang kosong. Hanya ada banner raksasa di sana, tak ada penonton. Tapi jauh di sana, banyak yang menyaksikan pertandingan ini melalui sosial media. Pertandingan yang memberikan harapan bagi umat manusia.<\/p>\n\n\n\n Pandemi corona menghantam banyak hal dalam hajat hidup umat manusia. Segala sesuatu menjadi sulit untuk dilakukan di masa seperti ini. Pekerjaan harus dilakukan di rumah dan hanya orang tertentu saja yang bisa beraktivitas kerja seperti biasa. Agenda-agenda besar pun harus mengalami penundaan, termasuk liga sepak bola yang harus terhenti sesaat. Kesehatan manusia menjadi pertimbangan utamanya, karena mengutip kalimat populer dari seorang Bambang Pamungkas: \u201cTidak ada satu kemenangan pun yang sebanding dengan nyawa.\u201d <\/p>\n\n\n\n Ketika sepak bola diliburkan maka akhir pekan menjadi begitu tidak menyenangkan. Tidak ada riuh komentar pertandingan di layar televisi. Tidak ada sekumpulan remaja yang antusias berangkat ke stadion. Tidak nyanyian-nyanyian yang terdengar seantero kota. Tidak ada juga tayangan video di youtube tentang highlights sebuah pertandingan. Semua terasa hambar, meski beruntungnya masih ada beberapa film bertemakan sepak bola yang rilis bertepatan saat pandemi melanda seperti The English Game dan Ultras.<\/p>\n\n\n\n Pemberitaan tentang sepak bola pun tiba-tiba menjadi buku tebal ensiklopedia sejarah. Media massa ramai-ramai membuat berita tentang cerita sepak bola di masa lampau. Membuatnya kembali segar dan bisa kembali dinikmati di saat ini. Sesekali, gosip-gosip transfer dihadirkan. Sesekali juga, berita tentang kegamangan petinggi liga juga muncul, apakah liga di sebuah negara akan berlanjut atau tidak.<\/p>\n\n\n\n Akhirnya, ada yang memilih untuk berhenti seperti Ligue 1 yang akhirnya menobatkan Paris Saint-Germain sebagai juara. Sebelumnya Eredivisie Liga Belanda menjadi kompetisi top di eropa pertama yang menghentikan liga. Ajax Amsterdam harus merelakan peluang mereka untuk tak juara musim ini setelah KNVB selaku federasi sepak bola Belanda mengeluarkan kebijakan untuk menghentikan liga tanpa pemenang dan degradasi.<\/p>\n\n\n\n Tapi ada liga yang tak memilih untuk melempar handuk, Bundesliga salah satunya. Petinggi sepak bola Jerman memutuskan untuk melanjutkan kompetisi pada 16 Mei 2020. Kabar baik bagi kita semua yang haus akan tayangan pertandingan sepak bola. Maklum, pemberitaan corona di berbagai media massa cukup memberikan pengaruh psikologi yang buruk bagi sebagian masyarakat. Sepak bola tentunya akan jadi hiburan yang nyata sekaligus memberikan asa kepada manusia. Tapi mirisnya adalah enam hari sebelum bergulirnya kembali Bundesliga, dua pemain asal klub Dynamo Dresden dinyatakan positif terjangkit corona. Bisakah Bundesliga berlanjut? Semoga saja.<\/p>\n\n\n\n Justru hilal sepak bola itu tak muncul dari Eropa atau dataran Amerika, negeri di Asia lah yang menemukannya. Apresiasi kita berikan kepada Korea Selatan yang berani untuk melanjutkan kompetisi sepak bola mereka. Sebelum pertandingan antara Jeonbuk Motors versus Suwon Bluewings digulirkan, poster digital tentang peraturan ketat disebar di sosial media. Poster tersebut berisikan protokoler yang harus dilakukan sebelum, saat, dan sesudah pertandingan agar kesehatan pemain dan official tim bisa terjaga dengan baik. <\/p>\n\n\n\n Syukurnya, pertandingan sore itu di Jeonju World Cup Stadium yang dimenangkan oleh Jeonbuk Motors dengan gol tunggal Lee Dong-gook berjalan lancar. Pertandingan itu memang tak disaksikan langsung oleh penonton di tribun stadion. Tapi di twitter, pertandingan itu disaksikan 3,3 juta penonton dari seluruh dunia. 3,3 juta orang itu sedang menyaksikan hilal sepak bola di Jeoncu World Cup Stadium. 3,3 juta orang itu juga sedang memupuk asa mereka akan hari-hari cerah pasca pandemi.<\/p>\n\n\n\n Lantas bagaimana dengan Indonesia? Ikut Korea Selatan melanjutkan liga atau Belanda yang mengakhiri liga? <\/p>\n","post_title":"Hilal Itu Nampak di Jeonju World Cup Stadium","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"hilal-itu-nampak-di-jeonju-world-cup-stadium","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2020-05-11 11:37:28","post_modified_gmt":"2020-05-11 04:37:28","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6663","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":4},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"epic_block_3"}; Suwiran daging di Nasi Kretek memiliki rasa yang pedas serta sedikit sensasi asam. Rasa pedasnya cukup menendang meski masih bisa dinikmati oleh mereka yang tidak menyukai makanan pedas. Sensasi asam yang didapatkan kemungkinan hadir dari buah asam atau perasan jeruk nipis sebagai bumbu dasar suwiran daging di makanan ini.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n Suwiran dagingnya juga memiliki tekstur yang tebal serta berminyak. Bagi anda yang sedang menjalani program diet maka bisa dipastikan akan berpikir dua kali untuk menikmati makanan ini. Disarankan juga mengingat rasanya yang pedas serta teksturnya yang berminyak maka siapkan minuman hangat sebagai pendamping agar tenggorokan anda tidak mengalami panas dalam.<\/p>\r\n Sayangnya Anda tak bisa dengan mudah menemukan Nasi Kretek ini di Gresik. Pasalnya kehadiran kuliner ini perlahan-lahan tenggelam dan bahkan tak semua warga di daerah tersebut mengetahuinya. Jika anda mengunjungi Gresik dan tengah beruntung maka bisa menemukan makanan ini di warung-warung kopi. Biasanya ditemukan dalam bentuk nasi yang sudah dibungkus.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n Harga satu bungkus Nasi Kretek ini sekitar 7 hingga 15 ribu rupiah tergantung di mana anda membeli. Jika di warung kopi pinggiran maka harga 7 ribuan bisa anda temui. Namun jika di kedai dan restoran mungkin harga sekitar 15 ribuan yang harus keluarkan untuk menikmati makanan ini.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n Sebenarnya bukan hanya Gresik<\/a> yang memiliki kudapan bernama kretek. Di daerah lainnya yang juga di Jawa Timur yaitu Jombang juga mempunyai kudapan khas bernama serupa namun memiliki bentuk dan isi yang berbeda. Sebagai penikmat kretek tentu kudapan Nasi Kretek menjadi hal yang unik untuk kalian coba saat berkunjung ke Jawa Timur. Silahkan mencoba!<\/p>\r\n","post_title":"Menikmati Nasi Kretek, Kudapan Khas Gresik","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"menikmati-nasi-kretek-kudapan-khas-gresik","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2024-12-10 14:52:36","post_modified_gmt":"2024-12-10 07:52:36","post_content_filtered":"\r\n Selama ini kita mengenali kretek sebagai sebuah rokok khas Indonesia yang menggunakan tembakau, ramuan khusus, dan cengkeh di dalamnya. Kretek biasanya dinikmati dengan cara dibakar dan dihisap di waktu senggang. Akan tetapi pernahkah kalian membayangkan jika bisakah kretek dinikmati dengan cara lain? Misalnya dengan cara dimakan?<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n Jawabannya tentu sangat bisa apabila kretek<\/a> dinikmati dengan cara dimakan. Akan tetapi buang jauh pikiran kalian jika harus memakan kretek yang berisikan tembakau, ramuan khusus, dan cengkeh di dalamnya. Bukan itu, kretek yang bisa dimakan adalah sebuah kudapan yang berasal Gresik, Jawa Timur.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n Nasi Kretek adalah salah satu dari sekian banyak makanan khas Gresik. Secara penampilan kudapan tersebut memiliki kemiripan dengan Nasi Krawu yang juga khas dari Kota Santri tersebut. Kesamaannya antara dua makanan ini adalah lauk utamanya yaitu suwiran daging. Akan tetapi yang membedakan adalah rasa, toping, dan lauk pendampingnya.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n Nasi Krawu biasanya disajikan dengan daun pisang dan tambahan toping seperti serundeng. Tak hanya itu Nasi Krawu juga biasanya dimakan dengan sambal terasi dan tambahan lauk seperti daging sapi, semur daging, dan jeroan sapi. Ini yang kemudian membedakan antara kudapan tersebut dengan Nasi Kretek yang tidak memiliki banyak lauk pendamping.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n Suwiran daging di Nasi Kretek memiliki rasa yang pedas serta sedikit sensasi asam. Rasa pedasnya cukup menendang meski masih bisa dinikmati oleh mereka yang tidak menyukai makanan pedas. Sensasi asam yang didapatkan kemungkinan hadir dari buah asam atau perasan jeruk nipis sebagai bumbu dasar suwiran daging di makanan ini.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n Suwiran dagingnya juga memiliki tekstur yang tebal serta berminyak. Bagi anda yang sedang menjalani program diet maka bisa dipastikan akan berpikir dua kali untuk menikmati makanan ini. Disarankan juga mengingat rasanya yang pedas serta teksturnya yang berminyak maka siapkan minuman hangat sebagai pendamping agar tenggorokan anda tidak mengalami panas dalam.<\/p>\r\n Sayangnya Anda tak bisa dengan mudah menemukan Nasi Kretek ini di Gresik. Pasalnya kehadiran kuliner ini perlahan-lahan tenggelam dan bahkan tak semua warga di daerah tersebut mengetahuinya. Jika anda mengunjungi Gresik dan tengah beruntung maka bisa menemukan makanan ini di warung-warung kopi. Biasanya ditemukan dalam bentuk nasi yang sudah dibungkus.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n Harga satu bungkus Nasi Kretek ini sekitar 7 hingga 15 ribu rupiah tergantung di mana anda membeli. Jika di warung kopi pinggiran maka harga 7 ribuan bisa anda temui. Namun jika di kedai dan restoran mungkin harga sekitar 15 ribuan yang harus keluarkan untuk menikmati makanan ini.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n Sebenarnya bukan hanya Gresik<\/a> yang memiliki kudapan bernama kretek. Di daerah lainnya yang juga di Jawa Timur yaitu Jombang juga mempunyai kudapan khas bernama serupa namun memiliki bentuk dan isi yang berbeda. Sebagai penikmat kretek tentu kudapan Nasi Kretek menjadi hal yang unik untuk kalian coba saat berkunjung ke Jawa Timur. Silahkan mencoba!<\/p>\r\n","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6789","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":6763,"post_author":"919","post_date":"2020-06-07 10:27:31","post_date_gmt":"2020-06-07 03:27:31","post_content":"\n Pemerintah kini mulai mengeluarkan kebijakan untuk melonggarkan peraturan tentang pembatasan sosial berskala besar. Salah satunya adalah dengan mulai membuka fasilitas-fasilitas umum namun tetap harus menuruti prosedur kesehatan yang berlaku. Dengan demikian maka kondisi new normal kini sudah berada di depan mata. Sebagai perokok tentu ada hal-hal yang patut kita taati dari segala peraturan yang diterapkan oleh pemerintah.<\/p>\n\n\n\n Kondisi new normal ini juga menandai babak baru perjuangan manusia dalam melawan covid-19. Tentu, meski PSBB kini dilonggarkan akan tetapi bukan berarti kita sebagai manusia sudah berhasil menang dan mengatasi pandemi. Kemenangan tersebut justru masih jauh rasanya. Perjuangan tetap dilanjutkan dengan meneruskan tradisi-tradisi yang sudah dilakukan semasa PSBB. <\/p>\n\n\n\n Tradisi-tradisi lama yang sekiranya berpotensi terjadinya penyebaran virus corona pun harus mulai ditinggalkan. Berikut tiga kebiasaan yang harus dihindari para perokok selama kondisi new normal<\/p>\n\n\n\n Akan tetapi kita masih belum bisa melakukan hal tersebut saat kondisi new normal ini. Jika pun terpaksa harus nongkrong bareng maka tetap patuhi protokol kesehatan yang ada. Jaga jarak di antaramu, lalu hindari nongkrong dalam jumlah massa yang terlalu besar. Rasanya, tiga hingga empat orang saja sudah cukup asal mematuhi beberapa peraturan tersebut.<\/p>\n\n\n\n Mengapa merokok di sembarang tempat adalah hal yang harus dihindari, mengingat kondisi pandemi ini membuat kita tak tahu daerah mana saja yang bebas dari sebaran covid-19. Dengan tidak merokok di sembarang tempat tentu akan menjauhkan kita dari potensi besar terpapar virus corona. Jadi tahan dulu ya kalau pengen sebats, di rumah sendiri justru lebih enak dan nyaman kok.<\/p>\n\n\n\n Tidak ada nilai solidaritas yang berkurang dari berhenti merokok joinan satu batang bersama. Nilai solidaritas itu justru bisa anda salurkan dalam bentuk yang lain. Ya salah satunya adalah bagi satu rokok dari sebungkus rokok yang anda miliki jika temanmu membutuhkan. Justru itu lebih baik jika harus merokok satu batang bersama. <\/p>\n","post_title":"Tiga Kebiasaan yang Perokok Harus Hindari di Tengah New Normal","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"tiga-kebiasaan-yang-perokok-harus-hindari-di-tengah-new-normal","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2020-06-07 10:27:37","post_modified_gmt":"2020-06-07 03:27:37","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6763","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":6683,"post_author":"919","post_date":"2020-05-24 10:08:18","post_date_gmt":"2020-05-24 03:08:18","post_content":"\n Di penghujung maghrib seorang anak kecil bertanya pada ayahnya yang sedang asyik menikmati kopinya di teras rumah. \u201cAyah, mengapa malam ini tak ada orang-orang yang berkeliling untuk takbiran?\u201d Sang ayah pun menjawab dengan kalimat yang bijak sana meski belum tentu mampu dipahami anaknya. \u201cNak, manusia sedang berjuang menghadapi kepunahan. Kamu dan banyak anak-anak kecil lainnya berdiam diri di rumah saja adalah hal yang membahagiakan bagi ayah, ibu dan orang tua mereka.\u201d <\/p>\n\n\n\n Selamat Hari Raya Idul Fitri, Mari Mengupayakan Kemenangan! Ramadhan yang berbeda harus dilewati oleh umat manusia generasi saat ini. Mungkin bagi yang masih berumur 20 hingga 50 tahun tak pernah membayangkan betul bumi dalam kondisi pandemi seperti ini. Mayoritas manusia hidup dalam kedamaian meski perang kerap kali membuntuti. Namun kali ini semua terasa sangat berbeda, semua sedang berperang menghadapi sesuatu yang kasat mata. Peperangan yang tak bisa diprediksi pula kapan berakhir.<\/p>\n\n\n\n Orang-orang pintar punya hitung-hitungan tersendiri meski probabilitasnya belum bisa dikatakan mencapai angka yang tinggi. Sementara di luar sana banyak orang-orang pintar lainnya yang bertarung dengan waktu untuk menemukan penyembuh virus covid-19. Saya curiga, jangan-jangan euforia manusia ketika vaksin hadir akan menyamai euforia manusia ketika menyambut sang penyelamat, Isa Almasih turun. Entah, mungkin bisa jadi.<\/p>\n\n\n\n Hanya berdiam diri di rumah yang bisa menjadi senjata ampuh bagi manusia dalam peperangan ini. Beruntungnya kita sebagai umat muslim juga diberi bulan ramadhan dalam kondisi seperti ini. Jika saya boleh menyebut maka saya akan menganalogikan bulan ramadhan sebagai bala tentara tuhan. Mengapa? Jawabannya karena adalah ibadah berpuasa. Dari berpuasa kita bisa manahan diri dari segala hal. Berpuasa untuk tidak bepergian jika tidak mendesak, berpuasa untuk tidak berkumpul, berpuasa untuk tidak boros. <\/p>\n\n\n\n Jika kita mampu memaknai betul arti kata puasa di Bulan Ramadhan maka sudah barang tentu kita mampu memiliki persentase besar untuk memenangi peperangan di masa pandemi ini. Jelas, jawaban kemenangan itu hanya diketahui oleh individu-individu masing-masing. Sebelum kalian melanjutkan bacaan ke paragraf selanjutnya maka silahkan merenung dan bertanya pada diri sendiri. Paripurnakah kita dalam memaknai dan menjalani ibadah puasa?<\/p>\n\n\n\n Hari ini, kita akan merayakan lebaran, tentu saya beranggapan juga bahwa lebaran ini berbeda dari sebelumnya. Jika lebaran-lebaran sebelumnya kita memaknainya sebagai hari kemenangan, maka kali ini mari kita memaknainya sebagai hari untuk mengupayakan kemenangan. Mengapa? Peperangan umat manusia melawan corona masih akan terus berlanjut dan puasa selama 30 hari menjadikan kita seharusnya semakin kuat untuk menghadapi hari esok.<\/p>\n\n\n\n Setelah hari raya idul fitri kita semua akan menghadapi satu babak baru dalam sejarah umat manusia. Babak baru itu disebut-sebut oleh banyak orang sebagai kehidupan new normal. Sekali lagi, jika kita mampu melewati bulan ramadhan secara paripurna maka tentu tak akan menemui kesulitan ke depannya.<\/p>\n\n\n\n Selamat Hari Raya Idul Fitri, Mari Mengupayakan Kemenangan!<\/p>\n","post_title":"Selamat Hari Raya Idul Fitri, Mari Mengupayakan Kemenangan!","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"selamat-hari-raya-idul-fitri-mari-mengupayakan-kemenangan","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2020-05-24 10:08:24","post_modified_gmt":"2020-05-24 03:08:24","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6683","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":6663,"post_author":"919","post_date":"2020-05-11 11:37:27","post_date_gmt":"2020-05-11 04:37:27","post_content":"\n Senyum merekah terpampang dari wajah Striker Jeonbuk Motors, Lee Dong-gook. Sundulannya menyambut umpan dari Son Jun-ho mengoyak gawang Suwon Bluewings pada menit ke-83. Selebrasi sederhana Lee Dong-gook lakukan bersama rekan setimnya di depan tribun utara Jeonju World Cup Stadium yang kosong. Hanya ada banner raksasa di sana, tak ada penonton. Tapi jauh di sana, banyak yang menyaksikan pertandingan ini melalui sosial media. Pertandingan yang memberikan harapan bagi umat manusia.<\/p>\n\n\n\n Pandemi corona menghantam banyak hal dalam hajat hidup umat manusia. Segala sesuatu menjadi sulit untuk dilakukan di masa seperti ini. Pekerjaan harus dilakukan di rumah dan hanya orang tertentu saja yang bisa beraktivitas kerja seperti biasa. Agenda-agenda besar pun harus mengalami penundaan, termasuk liga sepak bola yang harus terhenti sesaat. Kesehatan manusia menjadi pertimbangan utamanya, karena mengutip kalimat populer dari seorang Bambang Pamungkas: \u201cTidak ada satu kemenangan pun yang sebanding dengan nyawa.\u201d <\/p>\n\n\n\n Ketika sepak bola diliburkan maka akhir pekan menjadi begitu tidak menyenangkan. Tidak ada riuh komentar pertandingan di layar televisi. Tidak ada sekumpulan remaja yang antusias berangkat ke stadion. Tidak nyanyian-nyanyian yang terdengar seantero kota. Tidak ada juga tayangan video di youtube tentang highlights sebuah pertandingan. Semua terasa hambar, meski beruntungnya masih ada beberapa film bertemakan sepak bola yang rilis bertepatan saat pandemi melanda seperti The English Game dan Ultras.<\/p>\n\n\n\n Pemberitaan tentang sepak bola pun tiba-tiba menjadi buku tebal ensiklopedia sejarah. Media massa ramai-ramai membuat berita tentang cerita sepak bola di masa lampau. Membuatnya kembali segar dan bisa kembali dinikmati di saat ini. Sesekali, gosip-gosip transfer dihadirkan. Sesekali juga, berita tentang kegamangan petinggi liga juga muncul, apakah liga di sebuah negara akan berlanjut atau tidak.<\/p>\n\n\n\n Akhirnya, ada yang memilih untuk berhenti seperti Ligue 1 yang akhirnya menobatkan Paris Saint-Germain sebagai juara. Sebelumnya Eredivisie Liga Belanda menjadi kompetisi top di eropa pertama yang menghentikan liga. Ajax Amsterdam harus merelakan peluang mereka untuk tak juara musim ini setelah KNVB selaku federasi sepak bola Belanda mengeluarkan kebijakan untuk menghentikan liga tanpa pemenang dan degradasi.<\/p>\n\n\n\n Tapi ada liga yang tak memilih untuk melempar handuk, Bundesliga salah satunya. Petinggi sepak bola Jerman memutuskan untuk melanjutkan kompetisi pada 16 Mei 2020. Kabar baik bagi kita semua yang haus akan tayangan pertandingan sepak bola. Maklum, pemberitaan corona di berbagai media massa cukup memberikan pengaruh psikologi yang buruk bagi sebagian masyarakat. Sepak bola tentunya akan jadi hiburan yang nyata sekaligus memberikan asa kepada manusia. Tapi mirisnya adalah enam hari sebelum bergulirnya kembali Bundesliga, dua pemain asal klub Dynamo Dresden dinyatakan positif terjangkit corona. Bisakah Bundesliga berlanjut? Semoga saja.<\/p>\n\n\n\n Justru hilal sepak bola itu tak muncul dari Eropa atau dataran Amerika, negeri di Asia lah yang menemukannya. Apresiasi kita berikan kepada Korea Selatan yang berani untuk melanjutkan kompetisi sepak bola mereka. Sebelum pertandingan antara Jeonbuk Motors versus Suwon Bluewings digulirkan, poster digital tentang peraturan ketat disebar di sosial media. Poster tersebut berisikan protokoler yang harus dilakukan sebelum, saat, dan sesudah pertandingan agar kesehatan pemain dan official tim bisa terjaga dengan baik. <\/p>\n\n\n\n Syukurnya, pertandingan sore itu di Jeonju World Cup Stadium yang dimenangkan oleh Jeonbuk Motors dengan gol tunggal Lee Dong-gook berjalan lancar. Pertandingan itu memang tak disaksikan langsung oleh penonton di tribun stadion. Tapi di twitter, pertandingan itu disaksikan 3,3 juta penonton dari seluruh dunia. 3,3 juta orang itu sedang menyaksikan hilal sepak bola di Jeoncu World Cup Stadium. 3,3 juta orang itu juga sedang memupuk asa mereka akan hari-hari cerah pasca pandemi.<\/p>\n\n\n\n Lantas bagaimana dengan Indonesia? Ikut Korea Selatan melanjutkan liga atau Belanda yang mengakhiri liga? <\/p>\n","post_title":"Hilal Itu Nampak di Jeonju World Cup Stadium","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"hilal-itu-nampak-di-jeonju-world-cup-stadium","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2020-05-11 11:37:28","post_modified_gmt":"2020-05-11 04:37:28","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6663","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":4},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"epic_block_3"}; Nasi Krawu biasanya disajikan dengan daun pisang dan tambahan toping seperti serundeng. Tak hanya itu Nasi Krawu juga biasanya dimakan dengan sambal terasi dan tambahan lauk seperti daging sapi, semur daging, dan jeroan sapi. Ini yang kemudian membedakan antara kudapan tersebut dengan Nasi Kretek yang tidak memiliki banyak lauk pendamping.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n Suwiran daging di Nasi Kretek memiliki rasa yang pedas serta sedikit sensasi asam. Rasa pedasnya cukup menendang meski masih bisa dinikmati oleh mereka yang tidak menyukai makanan pedas. Sensasi asam yang didapatkan kemungkinan hadir dari buah asam atau perasan jeruk nipis sebagai bumbu dasar suwiran daging di makanan ini.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n Suwiran dagingnya juga memiliki tekstur yang tebal serta berminyak. Bagi anda yang sedang menjalani program diet maka bisa dipastikan akan berpikir dua kali untuk menikmati makanan ini. Disarankan juga mengingat rasanya yang pedas serta teksturnya yang berminyak maka siapkan minuman hangat sebagai pendamping agar tenggorokan anda tidak mengalami panas dalam.<\/p>\r\n Sayangnya Anda tak bisa dengan mudah menemukan Nasi Kretek ini di Gresik. Pasalnya kehadiran kuliner ini perlahan-lahan tenggelam dan bahkan tak semua warga di daerah tersebut mengetahuinya. Jika anda mengunjungi Gresik dan tengah beruntung maka bisa menemukan makanan ini di warung-warung kopi. Biasanya ditemukan dalam bentuk nasi yang sudah dibungkus.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n Harga satu bungkus Nasi Kretek ini sekitar 7 hingga 15 ribu rupiah tergantung di mana anda membeli. Jika di warung kopi pinggiran maka harga 7 ribuan bisa anda temui. Namun jika di kedai dan restoran mungkin harga sekitar 15 ribuan yang harus keluarkan untuk menikmati makanan ini.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n Sebenarnya bukan hanya Gresik<\/a> yang memiliki kudapan bernama kretek. Di daerah lainnya yang juga di Jawa Timur yaitu Jombang juga mempunyai kudapan khas bernama serupa namun memiliki bentuk dan isi yang berbeda. Sebagai penikmat kretek tentu kudapan Nasi Kretek menjadi hal yang unik untuk kalian coba saat berkunjung ke Jawa Timur. Silahkan mencoba!<\/p>\r\n","post_title":"Menikmati Nasi Kretek, Kudapan Khas Gresik","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"menikmati-nasi-kretek-kudapan-khas-gresik","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2024-12-10 14:52:36","post_modified_gmt":"2024-12-10 07:52:36","post_content_filtered":"\r\n Selama ini kita mengenali kretek sebagai sebuah rokok khas Indonesia yang menggunakan tembakau, ramuan khusus, dan cengkeh di dalamnya. Kretek biasanya dinikmati dengan cara dibakar dan dihisap di waktu senggang. Akan tetapi pernahkah kalian membayangkan jika bisakah kretek dinikmati dengan cara lain? Misalnya dengan cara dimakan?<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n Jawabannya tentu sangat bisa apabila kretek<\/a> dinikmati dengan cara dimakan. Akan tetapi buang jauh pikiran kalian jika harus memakan kretek yang berisikan tembakau, ramuan khusus, dan cengkeh di dalamnya. Bukan itu, kretek yang bisa dimakan adalah sebuah kudapan yang berasal Gresik, Jawa Timur.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n Nasi Kretek adalah salah satu dari sekian banyak makanan khas Gresik. Secara penampilan kudapan tersebut memiliki kemiripan dengan Nasi Krawu yang juga khas dari Kota Santri tersebut. Kesamaannya antara dua makanan ini adalah lauk utamanya yaitu suwiran daging. Akan tetapi yang membedakan adalah rasa, toping, dan lauk pendampingnya.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n Nasi Krawu biasanya disajikan dengan daun pisang dan tambahan toping seperti serundeng. Tak hanya itu Nasi Krawu juga biasanya dimakan dengan sambal terasi dan tambahan lauk seperti daging sapi, semur daging, dan jeroan sapi. Ini yang kemudian membedakan antara kudapan tersebut dengan Nasi Kretek yang tidak memiliki banyak lauk pendamping.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n Suwiran daging di Nasi Kretek memiliki rasa yang pedas serta sedikit sensasi asam. Rasa pedasnya cukup menendang meski masih bisa dinikmati oleh mereka yang tidak menyukai makanan pedas. Sensasi asam yang didapatkan kemungkinan hadir dari buah asam atau perasan jeruk nipis sebagai bumbu dasar suwiran daging di makanan ini.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n Suwiran dagingnya juga memiliki tekstur yang tebal serta berminyak. Bagi anda yang sedang menjalani program diet maka bisa dipastikan akan berpikir dua kali untuk menikmati makanan ini. Disarankan juga mengingat rasanya yang pedas serta teksturnya yang berminyak maka siapkan minuman hangat sebagai pendamping agar tenggorokan anda tidak mengalami panas dalam.<\/p>\r\n Sayangnya Anda tak bisa dengan mudah menemukan Nasi Kretek ini di Gresik. Pasalnya kehadiran kuliner ini perlahan-lahan tenggelam dan bahkan tak semua warga di daerah tersebut mengetahuinya. Jika anda mengunjungi Gresik dan tengah beruntung maka bisa menemukan makanan ini di warung-warung kopi. Biasanya ditemukan dalam bentuk nasi yang sudah dibungkus.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n Harga satu bungkus Nasi Kretek ini sekitar 7 hingga 15 ribu rupiah tergantung di mana anda membeli. Jika di warung kopi pinggiran maka harga 7 ribuan bisa anda temui. Namun jika di kedai dan restoran mungkin harga sekitar 15 ribuan yang harus keluarkan untuk menikmati makanan ini.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n Sebenarnya bukan hanya Gresik<\/a> yang memiliki kudapan bernama kretek. Di daerah lainnya yang juga di Jawa Timur yaitu Jombang juga mempunyai kudapan khas bernama serupa namun memiliki bentuk dan isi yang berbeda. Sebagai penikmat kretek tentu kudapan Nasi Kretek menjadi hal yang unik untuk kalian coba saat berkunjung ke Jawa Timur. Silahkan mencoba!<\/p>\r\n","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6789","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":6763,"post_author":"919","post_date":"2020-06-07 10:27:31","post_date_gmt":"2020-06-07 03:27:31","post_content":"\n Pemerintah kini mulai mengeluarkan kebijakan untuk melonggarkan peraturan tentang pembatasan sosial berskala besar. Salah satunya adalah dengan mulai membuka fasilitas-fasilitas umum namun tetap harus menuruti prosedur kesehatan yang berlaku. Dengan demikian maka kondisi new normal kini sudah berada di depan mata. Sebagai perokok tentu ada hal-hal yang patut kita taati dari segala peraturan yang diterapkan oleh pemerintah.<\/p>\n\n\n\n Kondisi new normal ini juga menandai babak baru perjuangan manusia dalam melawan covid-19. Tentu, meski PSBB kini dilonggarkan akan tetapi bukan berarti kita sebagai manusia sudah berhasil menang dan mengatasi pandemi. Kemenangan tersebut justru masih jauh rasanya. Perjuangan tetap dilanjutkan dengan meneruskan tradisi-tradisi yang sudah dilakukan semasa PSBB. <\/p>\n\n\n\n Tradisi-tradisi lama yang sekiranya berpotensi terjadinya penyebaran virus corona pun harus mulai ditinggalkan. Berikut tiga kebiasaan yang harus dihindari para perokok selama kondisi new normal<\/p>\n\n\n\n Akan tetapi kita masih belum bisa melakukan hal tersebut saat kondisi new normal ini. Jika pun terpaksa harus nongkrong bareng maka tetap patuhi protokol kesehatan yang ada. Jaga jarak di antaramu, lalu hindari nongkrong dalam jumlah massa yang terlalu besar. Rasanya, tiga hingga empat orang saja sudah cukup asal mematuhi beberapa peraturan tersebut.<\/p>\n\n\n\n Mengapa merokok di sembarang tempat adalah hal yang harus dihindari, mengingat kondisi pandemi ini membuat kita tak tahu daerah mana saja yang bebas dari sebaran covid-19. Dengan tidak merokok di sembarang tempat tentu akan menjauhkan kita dari potensi besar terpapar virus corona. Jadi tahan dulu ya kalau pengen sebats, di rumah sendiri justru lebih enak dan nyaman kok.<\/p>\n\n\n\n Tidak ada nilai solidaritas yang berkurang dari berhenti merokok joinan satu batang bersama. Nilai solidaritas itu justru bisa anda salurkan dalam bentuk yang lain. Ya salah satunya adalah bagi satu rokok dari sebungkus rokok yang anda miliki jika temanmu membutuhkan. Justru itu lebih baik jika harus merokok satu batang bersama. <\/p>\n","post_title":"Tiga Kebiasaan yang Perokok Harus Hindari di Tengah New Normal","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"tiga-kebiasaan-yang-perokok-harus-hindari-di-tengah-new-normal","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2020-06-07 10:27:37","post_modified_gmt":"2020-06-07 03:27:37","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6763","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":6683,"post_author":"919","post_date":"2020-05-24 10:08:18","post_date_gmt":"2020-05-24 03:08:18","post_content":"\n Di penghujung maghrib seorang anak kecil bertanya pada ayahnya yang sedang asyik menikmati kopinya di teras rumah. \u201cAyah, mengapa malam ini tak ada orang-orang yang berkeliling untuk takbiran?\u201d Sang ayah pun menjawab dengan kalimat yang bijak sana meski belum tentu mampu dipahami anaknya. \u201cNak, manusia sedang berjuang menghadapi kepunahan. Kamu dan banyak anak-anak kecil lainnya berdiam diri di rumah saja adalah hal yang membahagiakan bagi ayah, ibu dan orang tua mereka.\u201d <\/p>\n\n\n\n Selamat Hari Raya Idul Fitri, Mari Mengupayakan Kemenangan! Ramadhan yang berbeda harus dilewati oleh umat manusia generasi saat ini. Mungkin bagi yang masih berumur 20 hingga 50 tahun tak pernah membayangkan betul bumi dalam kondisi pandemi seperti ini. Mayoritas manusia hidup dalam kedamaian meski perang kerap kali membuntuti. Namun kali ini semua terasa sangat berbeda, semua sedang berperang menghadapi sesuatu yang kasat mata. Peperangan yang tak bisa diprediksi pula kapan berakhir.<\/p>\n\n\n\n Orang-orang pintar punya hitung-hitungan tersendiri meski probabilitasnya belum bisa dikatakan mencapai angka yang tinggi. Sementara di luar sana banyak orang-orang pintar lainnya yang bertarung dengan waktu untuk menemukan penyembuh virus covid-19. Saya curiga, jangan-jangan euforia manusia ketika vaksin hadir akan menyamai euforia manusia ketika menyambut sang penyelamat, Isa Almasih turun. Entah, mungkin bisa jadi.<\/p>\n\n\n\n Hanya berdiam diri di rumah yang bisa menjadi senjata ampuh bagi manusia dalam peperangan ini. Beruntungnya kita sebagai umat muslim juga diberi bulan ramadhan dalam kondisi seperti ini. Jika saya boleh menyebut maka saya akan menganalogikan bulan ramadhan sebagai bala tentara tuhan. Mengapa? Jawabannya karena adalah ibadah berpuasa. Dari berpuasa kita bisa manahan diri dari segala hal. Berpuasa untuk tidak bepergian jika tidak mendesak, berpuasa untuk tidak berkumpul, berpuasa untuk tidak boros. <\/p>\n\n\n\n Jika kita mampu memaknai betul arti kata puasa di Bulan Ramadhan maka sudah barang tentu kita mampu memiliki persentase besar untuk memenangi peperangan di masa pandemi ini. Jelas, jawaban kemenangan itu hanya diketahui oleh individu-individu masing-masing. Sebelum kalian melanjutkan bacaan ke paragraf selanjutnya maka silahkan merenung dan bertanya pada diri sendiri. Paripurnakah kita dalam memaknai dan menjalani ibadah puasa?<\/p>\n\n\n\n Hari ini, kita akan merayakan lebaran, tentu saya beranggapan juga bahwa lebaran ini berbeda dari sebelumnya. Jika lebaran-lebaran sebelumnya kita memaknainya sebagai hari kemenangan, maka kali ini mari kita memaknainya sebagai hari untuk mengupayakan kemenangan. Mengapa? Peperangan umat manusia melawan corona masih akan terus berlanjut dan puasa selama 30 hari menjadikan kita seharusnya semakin kuat untuk menghadapi hari esok.<\/p>\n\n\n\n Setelah hari raya idul fitri kita semua akan menghadapi satu babak baru dalam sejarah umat manusia. Babak baru itu disebut-sebut oleh banyak orang sebagai kehidupan new normal. Sekali lagi, jika kita mampu melewati bulan ramadhan secara paripurna maka tentu tak akan menemui kesulitan ke depannya.<\/p>\n\n\n\n Selamat Hari Raya Idul Fitri, Mari Mengupayakan Kemenangan!<\/p>\n","post_title":"Selamat Hari Raya Idul Fitri, Mari Mengupayakan Kemenangan!","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"selamat-hari-raya-idul-fitri-mari-mengupayakan-kemenangan","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2020-05-24 10:08:24","post_modified_gmt":"2020-05-24 03:08:24","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6683","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":6663,"post_author":"919","post_date":"2020-05-11 11:37:27","post_date_gmt":"2020-05-11 04:37:27","post_content":"\n Senyum merekah terpampang dari wajah Striker Jeonbuk Motors, Lee Dong-gook. Sundulannya menyambut umpan dari Son Jun-ho mengoyak gawang Suwon Bluewings pada menit ke-83. Selebrasi sederhana Lee Dong-gook lakukan bersama rekan setimnya di depan tribun utara Jeonju World Cup Stadium yang kosong. Hanya ada banner raksasa di sana, tak ada penonton. Tapi jauh di sana, banyak yang menyaksikan pertandingan ini melalui sosial media. Pertandingan yang memberikan harapan bagi umat manusia.<\/p>\n\n\n\n Pandemi corona menghantam banyak hal dalam hajat hidup umat manusia. Segala sesuatu menjadi sulit untuk dilakukan di masa seperti ini. Pekerjaan harus dilakukan di rumah dan hanya orang tertentu saja yang bisa beraktivitas kerja seperti biasa. Agenda-agenda besar pun harus mengalami penundaan, termasuk liga sepak bola yang harus terhenti sesaat. Kesehatan manusia menjadi pertimbangan utamanya, karena mengutip kalimat populer dari seorang Bambang Pamungkas: \u201cTidak ada satu kemenangan pun yang sebanding dengan nyawa.\u201d <\/p>\n\n\n\n Ketika sepak bola diliburkan maka akhir pekan menjadi begitu tidak menyenangkan. Tidak ada riuh komentar pertandingan di layar televisi. Tidak ada sekumpulan remaja yang antusias berangkat ke stadion. Tidak nyanyian-nyanyian yang terdengar seantero kota. Tidak ada juga tayangan video di youtube tentang highlights sebuah pertandingan. Semua terasa hambar, meski beruntungnya masih ada beberapa film bertemakan sepak bola yang rilis bertepatan saat pandemi melanda seperti The English Game dan Ultras.<\/p>\n\n\n\n Pemberitaan tentang sepak bola pun tiba-tiba menjadi buku tebal ensiklopedia sejarah. Media massa ramai-ramai membuat berita tentang cerita sepak bola di masa lampau. Membuatnya kembali segar dan bisa kembali dinikmati di saat ini. Sesekali, gosip-gosip transfer dihadirkan. Sesekali juga, berita tentang kegamangan petinggi liga juga muncul, apakah liga di sebuah negara akan berlanjut atau tidak.<\/p>\n\n\n\n Akhirnya, ada yang memilih untuk berhenti seperti Ligue 1 yang akhirnya menobatkan Paris Saint-Germain sebagai juara. Sebelumnya Eredivisie Liga Belanda menjadi kompetisi top di eropa pertama yang menghentikan liga. Ajax Amsterdam harus merelakan peluang mereka untuk tak juara musim ini setelah KNVB selaku federasi sepak bola Belanda mengeluarkan kebijakan untuk menghentikan liga tanpa pemenang dan degradasi.<\/p>\n\n\n\n Tapi ada liga yang tak memilih untuk melempar handuk, Bundesliga salah satunya. Petinggi sepak bola Jerman memutuskan untuk melanjutkan kompetisi pada 16 Mei 2020. Kabar baik bagi kita semua yang haus akan tayangan pertandingan sepak bola. Maklum, pemberitaan corona di berbagai media massa cukup memberikan pengaruh psikologi yang buruk bagi sebagian masyarakat. Sepak bola tentunya akan jadi hiburan yang nyata sekaligus memberikan asa kepada manusia. Tapi mirisnya adalah enam hari sebelum bergulirnya kembali Bundesliga, dua pemain asal klub Dynamo Dresden dinyatakan positif terjangkit corona. Bisakah Bundesliga berlanjut? Semoga saja.<\/p>\n\n\n\n Justru hilal sepak bola itu tak muncul dari Eropa atau dataran Amerika, negeri di Asia lah yang menemukannya. Apresiasi kita berikan kepada Korea Selatan yang berani untuk melanjutkan kompetisi sepak bola mereka. Sebelum pertandingan antara Jeonbuk Motors versus Suwon Bluewings digulirkan, poster digital tentang peraturan ketat disebar di sosial media. Poster tersebut berisikan protokoler yang harus dilakukan sebelum, saat, dan sesudah pertandingan agar kesehatan pemain dan official tim bisa terjaga dengan baik. <\/p>\n\n\n\n Syukurnya, pertandingan sore itu di Jeonju World Cup Stadium yang dimenangkan oleh Jeonbuk Motors dengan gol tunggal Lee Dong-gook berjalan lancar. Pertandingan itu memang tak disaksikan langsung oleh penonton di tribun stadion. Tapi di twitter, pertandingan itu disaksikan 3,3 juta penonton dari seluruh dunia. 3,3 juta orang itu sedang menyaksikan hilal sepak bola di Jeoncu World Cup Stadium. 3,3 juta orang itu juga sedang memupuk asa mereka akan hari-hari cerah pasca pandemi.<\/p>\n\n\n\n Lantas bagaimana dengan Indonesia? Ikut Korea Selatan melanjutkan liga atau Belanda yang mengakhiri liga? <\/p>\n","post_title":"Hilal Itu Nampak di Jeonju World Cup Stadium","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"hilal-itu-nampak-di-jeonju-world-cup-stadium","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2020-05-11 11:37:28","post_modified_gmt":"2020-05-11 04:37:28","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6663","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":4},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"epic_block_3"}; Nasi Kretek adalah salah satu dari sekian banyak makanan khas Gresik. Secara penampilan kudapan tersebut memiliki kemiripan dengan Nasi Krawu yang juga khas dari Kota Santri tersebut. Kesamaannya antara dua makanan ini adalah lauk utamanya yaitu suwiran daging. Akan tetapi yang membedakan adalah rasa, toping, dan lauk pendampingnya.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n Nasi Krawu biasanya disajikan dengan daun pisang dan tambahan toping seperti serundeng. Tak hanya itu Nasi Krawu juga biasanya dimakan dengan sambal terasi dan tambahan lauk seperti daging sapi, semur daging, dan jeroan sapi. Ini yang kemudian membedakan antara kudapan tersebut dengan Nasi Kretek yang tidak memiliki banyak lauk pendamping.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n Suwiran daging di Nasi Kretek memiliki rasa yang pedas serta sedikit sensasi asam. Rasa pedasnya cukup menendang meski masih bisa dinikmati oleh mereka yang tidak menyukai makanan pedas. Sensasi asam yang didapatkan kemungkinan hadir dari buah asam atau perasan jeruk nipis sebagai bumbu dasar suwiran daging di makanan ini.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n Suwiran dagingnya juga memiliki tekstur yang tebal serta berminyak. Bagi anda yang sedang menjalani program diet maka bisa dipastikan akan berpikir dua kali untuk menikmati makanan ini. Disarankan juga mengingat rasanya yang pedas serta teksturnya yang berminyak maka siapkan minuman hangat sebagai pendamping agar tenggorokan anda tidak mengalami panas dalam.<\/p>\r\n Sayangnya Anda tak bisa dengan mudah menemukan Nasi Kretek ini di Gresik. Pasalnya kehadiran kuliner ini perlahan-lahan tenggelam dan bahkan tak semua warga di daerah tersebut mengetahuinya. Jika anda mengunjungi Gresik dan tengah beruntung maka bisa menemukan makanan ini di warung-warung kopi. Biasanya ditemukan dalam bentuk nasi yang sudah dibungkus.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n Harga satu bungkus Nasi Kretek ini sekitar 7 hingga 15 ribu rupiah tergantung di mana anda membeli. Jika di warung kopi pinggiran maka harga 7 ribuan bisa anda temui. Namun jika di kedai dan restoran mungkin harga sekitar 15 ribuan yang harus keluarkan untuk menikmati makanan ini.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n Sebenarnya bukan hanya Gresik<\/a> yang memiliki kudapan bernama kretek. Di daerah lainnya yang juga di Jawa Timur yaitu Jombang juga mempunyai kudapan khas bernama serupa namun memiliki bentuk dan isi yang berbeda. Sebagai penikmat kretek tentu kudapan Nasi Kretek menjadi hal yang unik untuk kalian coba saat berkunjung ke Jawa Timur. Silahkan mencoba!<\/p>\r\n","post_title":"Menikmati Nasi Kretek, Kudapan Khas Gresik","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"menikmati-nasi-kretek-kudapan-khas-gresik","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2024-12-10 14:52:36","post_modified_gmt":"2024-12-10 07:52:36","post_content_filtered":"\r\n Selama ini kita mengenali kretek sebagai sebuah rokok khas Indonesia yang menggunakan tembakau, ramuan khusus, dan cengkeh di dalamnya. Kretek biasanya dinikmati dengan cara dibakar dan dihisap di waktu senggang. Akan tetapi pernahkah kalian membayangkan jika bisakah kretek dinikmati dengan cara lain? Misalnya dengan cara dimakan?<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n Jawabannya tentu sangat bisa apabila kretek<\/a> dinikmati dengan cara dimakan. Akan tetapi buang jauh pikiran kalian jika harus memakan kretek yang berisikan tembakau, ramuan khusus, dan cengkeh di dalamnya. Bukan itu, kretek yang bisa dimakan adalah sebuah kudapan yang berasal Gresik, Jawa Timur.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n Nasi Kretek adalah salah satu dari sekian banyak makanan khas Gresik. Secara penampilan kudapan tersebut memiliki kemiripan dengan Nasi Krawu yang juga khas dari Kota Santri tersebut. Kesamaannya antara dua makanan ini adalah lauk utamanya yaitu suwiran daging. Akan tetapi yang membedakan adalah rasa, toping, dan lauk pendampingnya.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n Nasi Krawu biasanya disajikan dengan daun pisang dan tambahan toping seperti serundeng. Tak hanya itu Nasi Krawu juga biasanya dimakan dengan sambal terasi dan tambahan lauk seperti daging sapi, semur daging, dan jeroan sapi. Ini yang kemudian membedakan antara kudapan tersebut dengan Nasi Kretek yang tidak memiliki banyak lauk pendamping.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n Suwiran daging di Nasi Kretek memiliki rasa yang pedas serta sedikit sensasi asam. Rasa pedasnya cukup menendang meski masih bisa dinikmati oleh mereka yang tidak menyukai makanan pedas. Sensasi asam yang didapatkan kemungkinan hadir dari buah asam atau perasan jeruk nipis sebagai bumbu dasar suwiran daging di makanan ini.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n Suwiran dagingnya juga memiliki tekstur yang tebal serta berminyak. Bagi anda yang sedang menjalani program diet maka bisa dipastikan akan berpikir dua kali untuk menikmati makanan ini. Disarankan juga mengingat rasanya yang pedas serta teksturnya yang berminyak maka siapkan minuman hangat sebagai pendamping agar tenggorokan anda tidak mengalami panas dalam.<\/p>\r\n Sayangnya Anda tak bisa dengan mudah menemukan Nasi Kretek ini di Gresik. Pasalnya kehadiran kuliner ini perlahan-lahan tenggelam dan bahkan tak semua warga di daerah tersebut mengetahuinya. Jika anda mengunjungi Gresik dan tengah beruntung maka bisa menemukan makanan ini di warung-warung kopi. Biasanya ditemukan dalam bentuk nasi yang sudah dibungkus.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n Harga satu bungkus Nasi Kretek ini sekitar 7 hingga 15 ribu rupiah tergantung di mana anda membeli. Jika di warung kopi pinggiran maka harga 7 ribuan bisa anda temui. Namun jika di kedai dan restoran mungkin harga sekitar 15 ribuan yang harus keluarkan untuk menikmati makanan ini.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n Sebenarnya bukan hanya Gresik<\/a> yang memiliki kudapan bernama kretek. Di daerah lainnya yang juga di Jawa Timur yaitu Jombang juga mempunyai kudapan khas bernama serupa namun memiliki bentuk dan isi yang berbeda. Sebagai penikmat kretek tentu kudapan Nasi Kretek menjadi hal yang unik untuk kalian coba saat berkunjung ke Jawa Timur. Silahkan mencoba!<\/p>\r\n","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6789","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":6763,"post_author":"919","post_date":"2020-06-07 10:27:31","post_date_gmt":"2020-06-07 03:27:31","post_content":"\n Pemerintah kini mulai mengeluarkan kebijakan untuk melonggarkan peraturan tentang pembatasan sosial berskala besar. Salah satunya adalah dengan mulai membuka fasilitas-fasilitas umum namun tetap harus menuruti prosedur kesehatan yang berlaku. Dengan demikian maka kondisi new normal kini sudah berada di depan mata. Sebagai perokok tentu ada hal-hal yang patut kita taati dari segala peraturan yang diterapkan oleh pemerintah.<\/p>\n\n\n\n Kondisi new normal ini juga menandai babak baru perjuangan manusia dalam melawan covid-19. Tentu, meski PSBB kini dilonggarkan akan tetapi bukan berarti kita sebagai manusia sudah berhasil menang dan mengatasi pandemi. Kemenangan tersebut justru masih jauh rasanya. Perjuangan tetap dilanjutkan dengan meneruskan tradisi-tradisi yang sudah dilakukan semasa PSBB. <\/p>\n\n\n\n Tradisi-tradisi lama yang sekiranya berpotensi terjadinya penyebaran virus corona pun harus mulai ditinggalkan. Berikut tiga kebiasaan yang harus dihindari para perokok selama kondisi new normal<\/p>\n\n\n\n Akan tetapi kita masih belum bisa melakukan hal tersebut saat kondisi new normal ini. Jika pun terpaksa harus nongkrong bareng maka tetap patuhi protokol kesehatan yang ada. Jaga jarak di antaramu, lalu hindari nongkrong dalam jumlah massa yang terlalu besar. Rasanya, tiga hingga empat orang saja sudah cukup asal mematuhi beberapa peraturan tersebut.<\/p>\n\n\n\n Mengapa merokok di sembarang tempat adalah hal yang harus dihindari, mengingat kondisi pandemi ini membuat kita tak tahu daerah mana saja yang bebas dari sebaran covid-19. Dengan tidak merokok di sembarang tempat tentu akan menjauhkan kita dari potensi besar terpapar virus corona. Jadi tahan dulu ya kalau pengen sebats, di rumah sendiri justru lebih enak dan nyaman kok.<\/p>\n\n\n\n Tidak ada nilai solidaritas yang berkurang dari berhenti merokok joinan satu batang bersama. Nilai solidaritas itu justru bisa anda salurkan dalam bentuk yang lain. Ya salah satunya adalah bagi satu rokok dari sebungkus rokok yang anda miliki jika temanmu membutuhkan. Justru itu lebih baik jika harus merokok satu batang bersama. <\/p>\n","post_title":"Tiga Kebiasaan yang Perokok Harus Hindari di Tengah New Normal","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"tiga-kebiasaan-yang-perokok-harus-hindari-di-tengah-new-normal","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2020-06-07 10:27:37","post_modified_gmt":"2020-06-07 03:27:37","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6763","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":6683,"post_author":"919","post_date":"2020-05-24 10:08:18","post_date_gmt":"2020-05-24 03:08:18","post_content":"\n Di penghujung maghrib seorang anak kecil bertanya pada ayahnya yang sedang asyik menikmati kopinya di teras rumah. \u201cAyah, mengapa malam ini tak ada orang-orang yang berkeliling untuk takbiran?\u201d Sang ayah pun menjawab dengan kalimat yang bijak sana meski belum tentu mampu dipahami anaknya. \u201cNak, manusia sedang berjuang menghadapi kepunahan. Kamu dan banyak anak-anak kecil lainnya berdiam diri di rumah saja adalah hal yang membahagiakan bagi ayah, ibu dan orang tua mereka.\u201d <\/p>\n\n\n\n Selamat Hari Raya Idul Fitri, Mari Mengupayakan Kemenangan! Ramadhan yang berbeda harus dilewati oleh umat manusia generasi saat ini. Mungkin bagi yang masih berumur 20 hingga 50 tahun tak pernah membayangkan betul bumi dalam kondisi pandemi seperti ini. Mayoritas manusia hidup dalam kedamaian meski perang kerap kali membuntuti. Namun kali ini semua terasa sangat berbeda, semua sedang berperang menghadapi sesuatu yang kasat mata. Peperangan yang tak bisa diprediksi pula kapan berakhir.<\/p>\n\n\n\n Orang-orang pintar punya hitung-hitungan tersendiri meski probabilitasnya belum bisa dikatakan mencapai angka yang tinggi. Sementara di luar sana banyak orang-orang pintar lainnya yang bertarung dengan waktu untuk menemukan penyembuh virus covid-19. Saya curiga, jangan-jangan euforia manusia ketika vaksin hadir akan menyamai euforia manusia ketika menyambut sang penyelamat, Isa Almasih turun. Entah, mungkin bisa jadi.<\/p>\n\n\n\n Hanya berdiam diri di rumah yang bisa menjadi senjata ampuh bagi manusia dalam peperangan ini. Beruntungnya kita sebagai umat muslim juga diberi bulan ramadhan dalam kondisi seperti ini. Jika saya boleh menyebut maka saya akan menganalogikan bulan ramadhan sebagai bala tentara tuhan. Mengapa? Jawabannya karena adalah ibadah berpuasa. Dari berpuasa kita bisa manahan diri dari segala hal. Berpuasa untuk tidak bepergian jika tidak mendesak, berpuasa untuk tidak berkumpul, berpuasa untuk tidak boros. <\/p>\n\n\n\n Jika kita mampu memaknai betul arti kata puasa di Bulan Ramadhan maka sudah barang tentu kita mampu memiliki persentase besar untuk memenangi peperangan di masa pandemi ini. Jelas, jawaban kemenangan itu hanya diketahui oleh individu-individu masing-masing. Sebelum kalian melanjutkan bacaan ke paragraf selanjutnya maka silahkan merenung dan bertanya pada diri sendiri. Paripurnakah kita dalam memaknai dan menjalani ibadah puasa?<\/p>\n\n\n\n Hari ini, kita akan merayakan lebaran, tentu saya beranggapan juga bahwa lebaran ini berbeda dari sebelumnya. Jika lebaran-lebaran sebelumnya kita memaknainya sebagai hari kemenangan, maka kali ini mari kita memaknainya sebagai hari untuk mengupayakan kemenangan. Mengapa? Peperangan umat manusia melawan corona masih akan terus berlanjut dan puasa selama 30 hari menjadikan kita seharusnya semakin kuat untuk menghadapi hari esok.<\/p>\n\n\n\n Setelah hari raya idul fitri kita semua akan menghadapi satu babak baru dalam sejarah umat manusia. Babak baru itu disebut-sebut oleh banyak orang sebagai kehidupan new normal. Sekali lagi, jika kita mampu melewati bulan ramadhan secara paripurna maka tentu tak akan menemui kesulitan ke depannya.<\/p>\n\n\n\n Selamat Hari Raya Idul Fitri, Mari Mengupayakan Kemenangan!<\/p>\n","post_title":"Selamat Hari Raya Idul Fitri, Mari Mengupayakan Kemenangan!","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"selamat-hari-raya-idul-fitri-mari-mengupayakan-kemenangan","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2020-05-24 10:08:24","post_modified_gmt":"2020-05-24 03:08:24","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6683","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":6663,"post_author":"919","post_date":"2020-05-11 11:37:27","post_date_gmt":"2020-05-11 04:37:27","post_content":"\n Senyum merekah terpampang dari wajah Striker Jeonbuk Motors, Lee Dong-gook. Sundulannya menyambut umpan dari Son Jun-ho mengoyak gawang Suwon Bluewings pada menit ke-83. Selebrasi sederhana Lee Dong-gook lakukan bersama rekan setimnya di depan tribun utara Jeonju World Cup Stadium yang kosong. Hanya ada banner raksasa di sana, tak ada penonton. Tapi jauh di sana, banyak yang menyaksikan pertandingan ini melalui sosial media. Pertandingan yang memberikan harapan bagi umat manusia.<\/p>\n\n\n\n Pandemi corona menghantam banyak hal dalam hajat hidup umat manusia. Segala sesuatu menjadi sulit untuk dilakukan di masa seperti ini. Pekerjaan harus dilakukan di rumah dan hanya orang tertentu saja yang bisa beraktivitas kerja seperti biasa. Agenda-agenda besar pun harus mengalami penundaan, termasuk liga sepak bola yang harus terhenti sesaat. Kesehatan manusia menjadi pertimbangan utamanya, karena mengutip kalimat populer dari seorang Bambang Pamungkas: \u201cTidak ada satu kemenangan pun yang sebanding dengan nyawa.\u201d <\/p>\n\n\n\n Ketika sepak bola diliburkan maka akhir pekan menjadi begitu tidak menyenangkan. Tidak ada riuh komentar pertandingan di layar televisi. Tidak ada sekumpulan remaja yang antusias berangkat ke stadion. Tidak nyanyian-nyanyian yang terdengar seantero kota. Tidak ada juga tayangan video di youtube tentang highlights sebuah pertandingan. Semua terasa hambar, meski beruntungnya masih ada beberapa film bertemakan sepak bola yang rilis bertepatan saat pandemi melanda seperti The English Game dan Ultras.<\/p>\n\n\n\n Pemberitaan tentang sepak bola pun tiba-tiba menjadi buku tebal ensiklopedia sejarah. Media massa ramai-ramai membuat berita tentang cerita sepak bola di masa lampau. Membuatnya kembali segar dan bisa kembali dinikmati di saat ini. Sesekali, gosip-gosip transfer dihadirkan. Sesekali juga, berita tentang kegamangan petinggi liga juga muncul, apakah liga di sebuah negara akan berlanjut atau tidak.<\/p>\n\n\n\n Akhirnya, ada yang memilih untuk berhenti seperti Ligue 1 yang akhirnya menobatkan Paris Saint-Germain sebagai juara. Sebelumnya Eredivisie Liga Belanda menjadi kompetisi top di eropa pertama yang menghentikan liga. Ajax Amsterdam harus merelakan peluang mereka untuk tak juara musim ini setelah KNVB selaku federasi sepak bola Belanda mengeluarkan kebijakan untuk menghentikan liga tanpa pemenang dan degradasi.<\/p>\n\n\n\n Tapi ada liga yang tak memilih untuk melempar handuk, Bundesliga salah satunya. Petinggi sepak bola Jerman memutuskan untuk melanjutkan kompetisi pada 16 Mei 2020. Kabar baik bagi kita semua yang haus akan tayangan pertandingan sepak bola. Maklum, pemberitaan corona di berbagai media massa cukup memberikan pengaruh psikologi yang buruk bagi sebagian masyarakat. Sepak bola tentunya akan jadi hiburan yang nyata sekaligus memberikan asa kepada manusia. Tapi mirisnya adalah enam hari sebelum bergulirnya kembali Bundesliga, dua pemain asal klub Dynamo Dresden dinyatakan positif terjangkit corona. Bisakah Bundesliga berlanjut? Semoga saja.<\/p>\n\n\n\n Justru hilal sepak bola itu tak muncul dari Eropa atau dataran Amerika, negeri di Asia lah yang menemukannya. Apresiasi kita berikan kepada Korea Selatan yang berani untuk melanjutkan kompetisi sepak bola mereka. Sebelum pertandingan antara Jeonbuk Motors versus Suwon Bluewings digulirkan, poster digital tentang peraturan ketat disebar di sosial media. Poster tersebut berisikan protokoler yang harus dilakukan sebelum, saat, dan sesudah pertandingan agar kesehatan pemain dan official tim bisa terjaga dengan baik. <\/p>\n\n\n\n Syukurnya, pertandingan sore itu di Jeonju World Cup Stadium yang dimenangkan oleh Jeonbuk Motors dengan gol tunggal Lee Dong-gook berjalan lancar. Pertandingan itu memang tak disaksikan langsung oleh penonton di tribun stadion. Tapi di twitter, pertandingan itu disaksikan 3,3 juta penonton dari seluruh dunia. 3,3 juta orang itu sedang menyaksikan hilal sepak bola di Jeoncu World Cup Stadium. 3,3 juta orang itu juga sedang memupuk asa mereka akan hari-hari cerah pasca pandemi.<\/p>\n\n\n\n Lantas bagaimana dengan Indonesia? Ikut Korea Selatan melanjutkan liga atau Belanda yang mengakhiri liga? <\/p>\n","post_title":"Hilal Itu Nampak di Jeonju World Cup Stadium","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"hilal-itu-nampak-di-jeonju-world-cup-stadium","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2020-05-11 11:37:28","post_modified_gmt":"2020-05-11 04:37:28","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6663","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":4},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"epic_block_3"}; Jawabannya tentu sangat bisa apabila kretek<\/a> dinikmati dengan cara dimakan. Akan tetapi buang jauh pikiran kalian jika harus memakan kretek yang berisikan tembakau, ramuan khusus, dan cengkeh di dalamnya. Bukan itu, kretek yang bisa dimakan adalah sebuah kudapan yang berasal Gresik, Jawa Timur.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n Nasi Kretek adalah salah satu dari sekian banyak makanan khas Gresik. Secara penampilan kudapan tersebut memiliki kemiripan dengan Nasi Krawu yang juga khas dari Kota Santri tersebut. Kesamaannya antara dua makanan ini adalah lauk utamanya yaitu suwiran daging. Akan tetapi yang membedakan adalah rasa, toping, dan lauk pendampingnya.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n Nasi Krawu biasanya disajikan dengan daun pisang dan tambahan toping seperti serundeng. Tak hanya itu Nasi Krawu juga biasanya dimakan dengan sambal terasi dan tambahan lauk seperti daging sapi, semur daging, dan jeroan sapi. Ini yang kemudian membedakan antara kudapan tersebut dengan Nasi Kretek yang tidak memiliki banyak lauk pendamping.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n Suwiran daging di Nasi Kretek memiliki rasa yang pedas serta sedikit sensasi asam. Rasa pedasnya cukup menendang meski masih bisa dinikmati oleh mereka yang tidak menyukai makanan pedas. Sensasi asam yang didapatkan kemungkinan hadir dari buah asam atau perasan jeruk nipis sebagai bumbu dasar suwiran daging di makanan ini.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n Suwiran dagingnya juga memiliki tekstur yang tebal serta berminyak. Bagi anda yang sedang menjalani program diet maka bisa dipastikan akan berpikir dua kali untuk menikmati makanan ini. Disarankan juga mengingat rasanya yang pedas serta teksturnya yang berminyak maka siapkan minuman hangat sebagai pendamping agar tenggorokan anda tidak mengalami panas dalam.<\/p>\r\n Sayangnya Anda tak bisa dengan mudah menemukan Nasi Kretek ini di Gresik. Pasalnya kehadiran kuliner ini perlahan-lahan tenggelam dan bahkan tak semua warga di daerah tersebut mengetahuinya. Jika anda mengunjungi Gresik dan tengah beruntung maka bisa menemukan makanan ini di warung-warung kopi. Biasanya ditemukan dalam bentuk nasi yang sudah dibungkus.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n Harga satu bungkus Nasi Kretek ini sekitar 7 hingga 15 ribu rupiah tergantung di mana anda membeli. Jika di warung kopi pinggiran maka harga 7 ribuan bisa anda temui. Namun jika di kedai dan restoran mungkin harga sekitar 15 ribuan yang harus keluarkan untuk menikmati makanan ini.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n Sebenarnya bukan hanya Gresik<\/a> yang memiliki kudapan bernama kretek. Di daerah lainnya yang juga di Jawa Timur yaitu Jombang juga mempunyai kudapan khas bernama serupa namun memiliki bentuk dan isi yang berbeda. Sebagai penikmat kretek tentu kudapan Nasi Kretek menjadi hal yang unik untuk kalian coba saat berkunjung ke Jawa Timur. Silahkan mencoba!<\/p>\r\n","post_title":"Menikmati Nasi Kretek, Kudapan Khas Gresik","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"menikmati-nasi-kretek-kudapan-khas-gresik","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2024-12-10 14:52:36","post_modified_gmt":"2024-12-10 07:52:36","post_content_filtered":"\r\n Selama ini kita mengenali kretek sebagai sebuah rokok khas Indonesia yang menggunakan tembakau, ramuan khusus, dan cengkeh di dalamnya. Kretek biasanya dinikmati dengan cara dibakar dan dihisap di waktu senggang. Akan tetapi pernahkah kalian membayangkan jika bisakah kretek dinikmati dengan cara lain? Misalnya dengan cara dimakan?<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n Jawabannya tentu sangat bisa apabila kretek<\/a> dinikmati dengan cara dimakan. Akan tetapi buang jauh pikiran kalian jika harus memakan kretek yang berisikan tembakau, ramuan khusus, dan cengkeh di dalamnya. Bukan itu, kretek yang bisa dimakan adalah sebuah kudapan yang berasal Gresik, Jawa Timur.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n Nasi Kretek adalah salah satu dari sekian banyak makanan khas Gresik. Secara penampilan kudapan tersebut memiliki kemiripan dengan Nasi Krawu yang juga khas dari Kota Santri tersebut. Kesamaannya antara dua makanan ini adalah lauk utamanya yaitu suwiran daging. Akan tetapi yang membedakan adalah rasa, toping, dan lauk pendampingnya.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n Nasi Krawu biasanya disajikan dengan daun pisang dan tambahan toping seperti serundeng. Tak hanya itu Nasi Krawu juga biasanya dimakan dengan sambal terasi dan tambahan lauk seperti daging sapi, semur daging, dan jeroan sapi. Ini yang kemudian membedakan antara kudapan tersebut dengan Nasi Kretek yang tidak memiliki banyak lauk pendamping.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n Suwiran daging di Nasi Kretek memiliki rasa yang pedas serta sedikit sensasi asam. Rasa pedasnya cukup menendang meski masih bisa dinikmati oleh mereka yang tidak menyukai makanan pedas. Sensasi asam yang didapatkan kemungkinan hadir dari buah asam atau perasan jeruk nipis sebagai bumbu dasar suwiran daging di makanan ini.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n Suwiran dagingnya juga memiliki tekstur yang tebal serta berminyak. Bagi anda yang sedang menjalani program diet maka bisa dipastikan akan berpikir dua kali untuk menikmati makanan ini. Disarankan juga mengingat rasanya yang pedas serta teksturnya yang berminyak maka siapkan minuman hangat sebagai pendamping agar tenggorokan anda tidak mengalami panas dalam.<\/p>\r\n Sayangnya Anda tak bisa dengan mudah menemukan Nasi Kretek ini di Gresik. Pasalnya kehadiran kuliner ini perlahan-lahan tenggelam dan bahkan tak semua warga di daerah tersebut mengetahuinya. Jika anda mengunjungi Gresik dan tengah beruntung maka bisa menemukan makanan ini di warung-warung kopi. Biasanya ditemukan dalam bentuk nasi yang sudah dibungkus.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n Harga satu bungkus Nasi Kretek ini sekitar 7 hingga 15 ribu rupiah tergantung di mana anda membeli. Jika di warung kopi pinggiran maka harga 7 ribuan bisa anda temui. Namun jika di kedai dan restoran mungkin harga sekitar 15 ribuan yang harus keluarkan untuk menikmati makanan ini.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n Sebenarnya bukan hanya Gresik<\/a> yang memiliki kudapan bernama kretek. Di daerah lainnya yang juga di Jawa Timur yaitu Jombang juga mempunyai kudapan khas bernama serupa namun memiliki bentuk dan isi yang berbeda. Sebagai penikmat kretek tentu kudapan Nasi Kretek menjadi hal yang unik untuk kalian coba saat berkunjung ke Jawa Timur. Silahkan mencoba!<\/p>\r\n","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6789","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":6763,"post_author":"919","post_date":"2020-06-07 10:27:31","post_date_gmt":"2020-06-07 03:27:31","post_content":"\n Pemerintah kini mulai mengeluarkan kebijakan untuk melonggarkan peraturan tentang pembatasan sosial berskala besar. Salah satunya adalah dengan mulai membuka fasilitas-fasilitas umum namun tetap harus menuruti prosedur kesehatan yang berlaku. Dengan demikian maka kondisi new normal kini sudah berada di depan mata. Sebagai perokok tentu ada hal-hal yang patut kita taati dari segala peraturan yang diterapkan oleh pemerintah.<\/p>\n\n\n\n Kondisi new normal ini juga menandai babak baru perjuangan manusia dalam melawan covid-19. Tentu, meski PSBB kini dilonggarkan akan tetapi bukan berarti kita sebagai manusia sudah berhasil menang dan mengatasi pandemi. Kemenangan tersebut justru masih jauh rasanya. Perjuangan tetap dilanjutkan dengan meneruskan tradisi-tradisi yang sudah dilakukan semasa PSBB. <\/p>\n\n\n\n Tradisi-tradisi lama yang sekiranya berpotensi terjadinya penyebaran virus corona pun harus mulai ditinggalkan. Berikut tiga kebiasaan yang harus dihindari para perokok selama kondisi new normal<\/p>\n\n\n\n Akan tetapi kita masih belum bisa melakukan hal tersebut saat kondisi new normal ini. Jika pun terpaksa harus nongkrong bareng maka tetap patuhi protokol kesehatan yang ada. Jaga jarak di antaramu, lalu hindari nongkrong dalam jumlah massa yang terlalu besar. Rasanya, tiga hingga empat orang saja sudah cukup asal mematuhi beberapa peraturan tersebut.<\/p>\n\n\n\n Mengapa merokok di sembarang tempat adalah hal yang harus dihindari, mengingat kondisi pandemi ini membuat kita tak tahu daerah mana saja yang bebas dari sebaran covid-19. Dengan tidak merokok di sembarang tempat tentu akan menjauhkan kita dari potensi besar terpapar virus corona. Jadi tahan dulu ya kalau pengen sebats, di rumah sendiri justru lebih enak dan nyaman kok.<\/p>\n\n\n\n Tidak ada nilai solidaritas yang berkurang dari berhenti merokok joinan satu batang bersama. Nilai solidaritas itu justru bisa anda salurkan dalam bentuk yang lain. Ya salah satunya adalah bagi satu rokok dari sebungkus rokok yang anda miliki jika temanmu membutuhkan. Justru itu lebih baik jika harus merokok satu batang bersama. <\/p>\n","post_title":"Tiga Kebiasaan yang Perokok Harus Hindari di Tengah New Normal","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"tiga-kebiasaan-yang-perokok-harus-hindari-di-tengah-new-normal","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2020-06-07 10:27:37","post_modified_gmt":"2020-06-07 03:27:37","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6763","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":6683,"post_author":"919","post_date":"2020-05-24 10:08:18","post_date_gmt":"2020-05-24 03:08:18","post_content":"\n Di penghujung maghrib seorang anak kecil bertanya pada ayahnya yang sedang asyik menikmati kopinya di teras rumah. \u201cAyah, mengapa malam ini tak ada orang-orang yang berkeliling untuk takbiran?\u201d Sang ayah pun menjawab dengan kalimat yang bijak sana meski belum tentu mampu dipahami anaknya. \u201cNak, manusia sedang berjuang menghadapi kepunahan. Kamu dan banyak anak-anak kecil lainnya berdiam diri di rumah saja adalah hal yang membahagiakan bagi ayah, ibu dan orang tua mereka.\u201d <\/p>\n\n\n\n Selamat Hari Raya Idul Fitri, Mari Mengupayakan Kemenangan! Ramadhan yang berbeda harus dilewati oleh umat manusia generasi saat ini. Mungkin bagi yang masih berumur 20 hingga 50 tahun tak pernah membayangkan betul bumi dalam kondisi pandemi seperti ini. Mayoritas manusia hidup dalam kedamaian meski perang kerap kali membuntuti. Namun kali ini semua terasa sangat berbeda, semua sedang berperang menghadapi sesuatu yang kasat mata. Peperangan yang tak bisa diprediksi pula kapan berakhir.<\/p>\n\n\n\n Orang-orang pintar punya hitung-hitungan tersendiri meski probabilitasnya belum bisa dikatakan mencapai angka yang tinggi. Sementara di luar sana banyak orang-orang pintar lainnya yang bertarung dengan waktu untuk menemukan penyembuh virus covid-19. Saya curiga, jangan-jangan euforia manusia ketika vaksin hadir akan menyamai euforia manusia ketika menyambut sang penyelamat, Isa Almasih turun. Entah, mungkin bisa jadi.<\/p>\n\n\n\n Hanya berdiam diri di rumah yang bisa menjadi senjata ampuh bagi manusia dalam peperangan ini. Beruntungnya kita sebagai umat muslim juga diberi bulan ramadhan dalam kondisi seperti ini. Jika saya boleh menyebut maka saya akan menganalogikan bulan ramadhan sebagai bala tentara tuhan. Mengapa? Jawabannya karena adalah ibadah berpuasa. Dari berpuasa kita bisa manahan diri dari segala hal. Berpuasa untuk tidak bepergian jika tidak mendesak, berpuasa untuk tidak berkumpul, berpuasa untuk tidak boros. <\/p>\n\n\n\n Jika kita mampu memaknai betul arti kata puasa di Bulan Ramadhan maka sudah barang tentu kita mampu memiliki persentase besar untuk memenangi peperangan di masa pandemi ini. Jelas, jawaban kemenangan itu hanya diketahui oleh individu-individu masing-masing. Sebelum kalian melanjutkan bacaan ke paragraf selanjutnya maka silahkan merenung dan bertanya pada diri sendiri. Paripurnakah kita dalam memaknai dan menjalani ibadah puasa?<\/p>\n\n\n\n Hari ini, kita akan merayakan lebaran, tentu saya beranggapan juga bahwa lebaran ini berbeda dari sebelumnya. Jika lebaran-lebaran sebelumnya kita memaknainya sebagai hari kemenangan, maka kali ini mari kita memaknainya sebagai hari untuk mengupayakan kemenangan. Mengapa? Peperangan umat manusia melawan corona masih akan terus berlanjut dan puasa selama 30 hari menjadikan kita seharusnya semakin kuat untuk menghadapi hari esok.<\/p>\n\n\n\n Setelah hari raya idul fitri kita semua akan menghadapi satu babak baru dalam sejarah umat manusia. Babak baru itu disebut-sebut oleh banyak orang sebagai kehidupan new normal. Sekali lagi, jika kita mampu melewati bulan ramadhan secara paripurna maka tentu tak akan menemui kesulitan ke depannya.<\/p>\n\n\n\n Selamat Hari Raya Idul Fitri, Mari Mengupayakan Kemenangan!<\/p>\n","post_title":"Selamat Hari Raya Idul Fitri, Mari Mengupayakan Kemenangan!","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"selamat-hari-raya-idul-fitri-mari-mengupayakan-kemenangan","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2020-05-24 10:08:24","post_modified_gmt":"2020-05-24 03:08:24","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6683","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":6663,"post_author":"919","post_date":"2020-05-11 11:37:27","post_date_gmt":"2020-05-11 04:37:27","post_content":"\n Senyum merekah terpampang dari wajah Striker Jeonbuk Motors, Lee Dong-gook. Sundulannya menyambut umpan dari Son Jun-ho mengoyak gawang Suwon Bluewings pada menit ke-83. Selebrasi sederhana Lee Dong-gook lakukan bersama rekan setimnya di depan tribun utara Jeonju World Cup Stadium yang kosong. Hanya ada banner raksasa di sana, tak ada penonton. Tapi jauh di sana, banyak yang menyaksikan pertandingan ini melalui sosial media. Pertandingan yang memberikan harapan bagi umat manusia.<\/p>\n\n\n\n Pandemi corona menghantam banyak hal dalam hajat hidup umat manusia. Segala sesuatu menjadi sulit untuk dilakukan di masa seperti ini. Pekerjaan harus dilakukan di rumah dan hanya orang tertentu saja yang bisa beraktivitas kerja seperti biasa. Agenda-agenda besar pun harus mengalami penundaan, termasuk liga sepak bola yang harus terhenti sesaat. Kesehatan manusia menjadi pertimbangan utamanya, karena mengutip kalimat populer dari seorang Bambang Pamungkas: \u201cTidak ada satu kemenangan pun yang sebanding dengan nyawa.\u201d <\/p>\n\n\n\n Ketika sepak bola diliburkan maka akhir pekan menjadi begitu tidak menyenangkan. Tidak ada riuh komentar pertandingan di layar televisi. Tidak ada sekumpulan remaja yang antusias berangkat ke stadion. Tidak nyanyian-nyanyian yang terdengar seantero kota. Tidak ada juga tayangan video di youtube tentang highlights sebuah pertandingan. Semua terasa hambar, meski beruntungnya masih ada beberapa film bertemakan sepak bola yang rilis bertepatan saat pandemi melanda seperti The English Game dan Ultras.<\/p>\n\n\n\n Pemberitaan tentang sepak bola pun tiba-tiba menjadi buku tebal ensiklopedia sejarah. Media massa ramai-ramai membuat berita tentang cerita sepak bola di masa lampau. Membuatnya kembali segar dan bisa kembali dinikmati di saat ini. Sesekali, gosip-gosip transfer dihadirkan. Sesekali juga, berita tentang kegamangan petinggi liga juga muncul, apakah liga di sebuah negara akan berlanjut atau tidak.<\/p>\n\n\n\n Akhirnya, ada yang memilih untuk berhenti seperti Ligue 1 yang akhirnya menobatkan Paris Saint-Germain sebagai juara. Sebelumnya Eredivisie Liga Belanda menjadi kompetisi top di eropa pertama yang menghentikan liga. Ajax Amsterdam harus merelakan peluang mereka untuk tak juara musim ini setelah KNVB selaku federasi sepak bola Belanda mengeluarkan kebijakan untuk menghentikan liga tanpa pemenang dan degradasi.<\/p>\n\n\n\n Tapi ada liga yang tak memilih untuk melempar handuk, Bundesliga salah satunya. Petinggi sepak bola Jerman memutuskan untuk melanjutkan kompetisi pada 16 Mei 2020. Kabar baik bagi kita semua yang haus akan tayangan pertandingan sepak bola. Maklum, pemberitaan corona di berbagai media massa cukup memberikan pengaruh psikologi yang buruk bagi sebagian masyarakat. Sepak bola tentunya akan jadi hiburan yang nyata sekaligus memberikan asa kepada manusia. Tapi mirisnya adalah enam hari sebelum bergulirnya kembali Bundesliga, dua pemain asal klub Dynamo Dresden dinyatakan positif terjangkit corona. Bisakah Bundesliga berlanjut? Semoga saja.<\/p>\n\n\n\n Justru hilal sepak bola itu tak muncul dari Eropa atau dataran Amerika, negeri di Asia lah yang menemukannya. Apresiasi kita berikan kepada Korea Selatan yang berani untuk melanjutkan kompetisi sepak bola mereka. Sebelum pertandingan antara Jeonbuk Motors versus Suwon Bluewings digulirkan, poster digital tentang peraturan ketat disebar di sosial media. Poster tersebut berisikan protokoler yang harus dilakukan sebelum, saat, dan sesudah pertandingan agar kesehatan pemain dan official tim bisa terjaga dengan baik. <\/p>\n\n\n\n Syukurnya, pertandingan sore itu di Jeonju World Cup Stadium yang dimenangkan oleh Jeonbuk Motors dengan gol tunggal Lee Dong-gook berjalan lancar. Pertandingan itu memang tak disaksikan langsung oleh penonton di tribun stadion. Tapi di twitter, pertandingan itu disaksikan 3,3 juta penonton dari seluruh dunia. 3,3 juta orang itu sedang menyaksikan hilal sepak bola di Jeoncu World Cup Stadium. 3,3 juta orang itu juga sedang memupuk asa mereka akan hari-hari cerah pasca pandemi.<\/p>\n\n\n\n Lantas bagaimana dengan Indonesia? Ikut Korea Selatan melanjutkan liga atau Belanda yang mengakhiri liga? <\/p>\n","post_title":"Hilal Itu Nampak di Jeonju World Cup Stadium","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"hilal-itu-nampak-di-jeonju-world-cup-stadium","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2020-05-11 11:37:28","post_modified_gmt":"2020-05-11 04:37:28","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6663","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":4},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"epic_block_3"}; Selama ini kita mengenali kretek sebagai sebuah rokok khas Indonesia yang menggunakan tembakau, ramuan khusus, dan cengkeh di dalamnya. Kretek biasanya dinikmati dengan cara dibakar dan dihisap di waktu senggang. Akan tetapi pernahkah kalian membayangkan jika bisakah kretek dinikmati dengan cara lain? Misalnya dengan cara dimakan?<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n Jawabannya tentu sangat bisa apabila kretek<\/a> dinikmati dengan cara dimakan. Akan tetapi buang jauh pikiran kalian jika harus memakan kretek yang berisikan tembakau, ramuan khusus, dan cengkeh di dalamnya. Bukan itu, kretek yang bisa dimakan adalah sebuah kudapan yang berasal Gresik, Jawa Timur.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n Nasi Kretek adalah salah satu dari sekian banyak makanan khas Gresik. Secara penampilan kudapan tersebut memiliki kemiripan dengan Nasi Krawu yang juga khas dari Kota Santri tersebut. Kesamaannya antara dua makanan ini adalah lauk utamanya yaitu suwiran daging. Akan tetapi yang membedakan adalah rasa, toping, dan lauk pendampingnya.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n Nasi Krawu biasanya disajikan dengan daun pisang dan tambahan toping seperti serundeng. Tak hanya itu Nasi Krawu juga biasanya dimakan dengan sambal terasi dan tambahan lauk seperti daging sapi, semur daging, dan jeroan sapi. Ini yang kemudian membedakan antara kudapan tersebut dengan Nasi Kretek yang tidak memiliki banyak lauk pendamping.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n Suwiran daging di Nasi Kretek memiliki rasa yang pedas serta sedikit sensasi asam. Rasa pedasnya cukup menendang meski masih bisa dinikmati oleh mereka yang tidak menyukai makanan pedas. Sensasi asam yang didapatkan kemungkinan hadir dari buah asam atau perasan jeruk nipis sebagai bumbu dasar suwiran daging di makanan ini.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n Suwiran dagingnya juga memiliki tekstur yang tebal serta berminyak. Bagi anda yang sedang menjalani program diet maka bisa dipastikan akan berpikir dua kali untuk menikmati makanan ini. Disarankan juga mengingat rasanya yang pedas serta teksturnya yang berminyak maka siapkan minuman hangat sebagai pendamping agar tenggorokan anda tidak mengalami panas dalam.<\/p>\r\n Sayangnya Anda tak bisa dengan mudah menemukan Nasi Kretek ini di Gresik. Pasalnya kehadiran kuliner ini perlahan-lahan tenggelam dan bahkan tak semua warga di daerah tersebut mengetahuinya. Jika anda mengunjungi Gresik dan tengah beruntung maka bisa menemukan makanan ini di warung-warung kopi. Biasanya ditemukan dalam bentuk nasi yang sudah dibungkus.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n Harga satu bungkus Nasi Kretek ini sekitar 7 hingga 15 ribu rupiah tergantung di mana anda membeli. Jika di warung kopi pinggiran maka harga 7 ribuan bisa anda temui. Namun jika di kedai dan restoran mungkin harga sekitar 15 ribuan yang harus keluarkan untuk menikmati makanan ini.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n Sebenarnya bukan hanya Gresik<\/a> yang memiliki kudapan bernama kretek. Di daerah lainnya yang juga di Jawa Timur yaitu Jombang juga mempunyai kudapan khas bernama serupa namun memiliki bentuk dan isi yang berbeda. Sebagai penikmat kretek tentu kudapan Nasi Kretek menjadi hal yang unik untuk kalian coba saat berkunjung ke Jawa Timur. Silahkan mencoba!<\/p>\r\n","post_title":"Menikmati Nasi Kretek, Kudapan Khas Gresik","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"menikmati-nasi-kretek-kudapan-khas-gresik","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2024-12-10 14:52:36","post_modified_gmt":"2024-12-10 07:52:36","post_content_filtered":"\r\n Selama ini kita mengenali kretek sebagai sebuah rokok khas Indonesia yang menggunakan tembakau, ramuan khusus, dan cengkeh di dalamnya. Kretek biasanya dinikmati dengan cara dibakar dan dihisap di waktu senggang. Akan tetapi pernahkah kalian membayangkan jika bisakah kretek dinikmati dengan cara lain? Misalnya dengan cara dimakan?<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n Jawabannya tentu sangat bisa apabila kretek<\/a> dinikmati dengan cara dimakan. Akan tetapi buang jauh pikiran kalian jika harus memakan kretek yang berisikan tembakau, ramuan khusus, dan cengkeh di dalamnya. Bukan itu, kretek yang bisa dimakan adalah sebuah kudapan yang berasal Gresik, Jawa Timur.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n Nasi Kretek adalah salah satu dari sekian banyak makanan khas Gresik. Secara penampilan kudapan tersebut memiliki kemiripan dengan Nasi Krawu yang juga khas dari Kota Santri tersebut. Kesamaannya antara dua makanan ini adalah lauk utamanya yaitu suwiran daging. Akan tetapi yang membedakan adalah rasa, toping, dan lauk pendampingnya.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n Nasi Krawu biasanya disajikan dengan daun pisang dan tambahan toping seperti serundeng. Tak hanya itu Nasi Krawu juga biasanya dimakan dengan sambal terasi dan tambahan lauk seperti daging sapi, semur daging, dan jeroan sapi. Ini yang kemudian membedakan antara kudapan tersebut dengan Nasi Kretek yang tidak memiliki banyak lauk pendamping.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n Suwiran daging di Nasi Kretek memiliki rasa yang pedas serta sedikit sensasi asam. Rasa pedasnya cukup menendang meski masih bisa dinikmati oleh mereka yang tidak menyukai makanan pedas. Sensasi asam yang didapatkan kemungkinan hadir dari buah asam atau perasan jeruk nipis sebagai bumbu dasar suwiran daging di makanan ini.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n Suwiran dagingnya juga memiliki tekstur yang tebal serta berminyak. Bagi anda yang sedang menjalani program diet maka bisa dipastikan akan berpikir dua kali untuk menikmati makanan ini. Disarankan juga mengingat rasanya yang pedas serta teksturnya yang berminyak maka siapkan minuman hangat sebagai pendamping agar tenggorokan anda tidak mengalami panas dalam.<\/p>\r\n Sayangnya Anda tak bisa dengan mudah menemukan Nasi Kretek ini di Gresik. Pasalnya kehadiran kuliner ini perlahan-lahan tenggelam dan bahkan tak semua warga di daerah tersebut mengetahuinya. Jika anda mengunjungi Gresik dan tengah beruntung maka bisa menemukan makanan ini di warung-warung kopi. Biasanya ditemukan dalam bentuk nasi yang sudah dibungkus.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n Harga satu bungkus Nasi Kretek ini sekitar 7 hingga 15 ribu rupiah tergantung di mana anda membeli. Jika di warung kopi pinggiran maka harga 7 ribuan bisa anda temui. Namun jika di kedai dan restoran mungkin harga sekitar 15 ribuan yang harus keluarkan untuk menikmati makanan ini.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n Sebenarnya bukan hanya Gresik<\/a> yang memiliki kudapan bernama kretek. Di daerah lainnya yang juga di Jawa Timur yaitu Jombang juga mempunyai kudapan khas bernama serupa namun memiliki bentuk dan isi yang berbeda. Sebagai penikmat kretek tentu kudapan Nasi Kretek menjadi hal yang unik untuk kalian coba saat berkunjung ke Jawa Timur. Silahkan mencoba!<\/p>\r\n","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6789","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":6763,"post_author":"919","post_date":"2020-06-07 10:27:31","post_date_gmt":"2020-06-07 03:27:31","post_content":"\n Pemerintah kini mulai mengeluarkan kebijakan untuk melonggarkan peraturan tentang pembatasan sosial berskala besar. Salah satunya adalah dengan mulai membuka fasilitas-fasilitas umum namun tetap harus menuruti prosedur kesehatan yang berlaku. Dengan demikian maka kondisi new normal kini sudah berada di depan mata. Sebagai perokok tentu ada hal-hal yang patut kita taati dari segala peraturan yang diterapkan oleh pemerintah.<\/p>\n\n\n\n Kondisi new normal ini juga menandai babak baru perjuangan manusia dalam melawan covid-19. Tentu, meski PSBB kini dilonggarkan akan tetapi bukan berarti kita sebagai manusia sudah berhasil menang dan mengatasi pandemi. Kemenangan tersebut justru masih jauh rasanya. Perjuangan tetap dilanjutkan dengan meneruskan tradisi-tradisi yang sudah dilakukan semasa PSBB. <\/p>\n\n\n\n Tradisi-tradisi lama yang sekiranya berpotensi terjadinya penyebaran virus corona pun harus mulai ditinggalkan. Berikut tiga kebiasaan yang harus dihindari para perokok selama kondisi new normal<\/p>\n\n\n\n Akan tetapi kita masih belum bisa melakukan hal tersebut saat kondisi new normal ini. Jika pun terpaksa harus nongkrong bareng maka tetap patuhi protokol kesehatan yang ada. Jaga jarak di antaramu, lalu hindari nongkrong dalam jumlah massa yang terlalu besar. Rasanya, tiga hingga empat orang saja sudah cukup asal mematuhi beberapa peraturan tersebut.<\/p>\n\n\n\n Mengapa merokok di sembarang tempat adalah hal yang harus dihindari, mengingat kondisi pandemi ini membuat kita tak tahu daerah mana saja yang bebas dari sebaran covid-19. Dengan tidak merokok di sembarang tempat tentu akan menjauhkan kita dari potensi besar terpapar virus corona. Jadi tahan dulu ya kalau pengen sebats, di rumah sendiri justru lebih enak dan nyaman kok.<\/p>\n\n\n\n Tidak ada nilai solidaritas yang berkurang dari berhenti merokok joinan satu batang bersama. Nilai solidaritas itu justru bisa anda salurkan dalam bentuk yang lain. Ya salah satunya adalah bagi satu rokok dari sebungkus rokok yang anda miliki jika temanmu membutuhkan. Justru itu lebih baik jika harus merokok satu batang bersama. <\/p>\n","post_title":"Tiga Kebiasaan yang Perokok Harus Hindari di Tengah New Normal","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"tiga-kebiasaan-yang-perokok-harus-hindari-di-tengah-new-normal","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2020-06-07 10:27:37","post_modified_gmt":"2020-06-07 03:27:37","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6763","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":6683,"post_author":"919","post_date":"2020-05-24 10:08:18","post_date_gmt":"2020-05-24 03:08:18","post_content":"\n Di penghujung maghrib seorang anak kecil bertanya pada ayahnya yang sedang asyik menikmati kopinya di teras rumah. \u201cAyah, mengapa malam ini tak ada orang-orang yang berkeliling untuk takbiran?\u201d Sang ayah pun menjawab dengan kalimat yang bijak sana meski belum tentu mampu dipahami anaknya. \u201cNak, manusia sedang berjuang menghadapi kepunahan. Kamu dan banyak anak-anak kecil lainnya berdiam diri di rumah saja adalah hal yang membahagiakan bagi ayah, ibu dan orang tua mereka.\u201d <\/p>\n\n\n\n Selamat Hari Raya Idul Fitri, Mari Mengupayakan Kemenangan! Ramadhan yang berbeda harus dilewati oleh umat manusia generasi saat ini. Mungkin bagi yang masih berumur 20 hingga 50 tahun tak pernah membayangkan betul bumi dalam kondisi pandemi seperti ini. Mayoritas manusia hidup dalam kedamaian meski perang kerap kali membuntuti. Namun kali ini semua terasa sangat berbeda, semua sedang berperang menghadapi sesuatu yang kasat mata. Peperangan yang tak bisa diprediksi pula kapan berakhir.<\/p>\n\n\n\n Orang-orang pintar punya hitung-hitungan tersendiri meski probabilitasnya belum bisa dikatakan mencapai angka yang tinggi. Sementara di luar sana banyak orang-orang pintar lainnya yang bertarung dengan waktu untuk menemukan penyembuh virus covid-19. Saya curiga, jangan-jangan euforia manusia ketika vaksin hadir akan menyamai euforia manusia ketika menyambut sang penyelamat, Isa Almasih turun. Entah, mungkin bisa jadi.<\/p>\n\n\n\n Hanya berdiam diri di rumah yang bisa menjadi senjata ampuh bagi manusia dalam peperangan ini. Beruntungnya kita sebagai umat muslim juga diberi bulan ramadhan dalam kondisi seperti ini. Jika saya boleh menyebut maka saya akan menganalogikan bulan ramadhan sebagai bala tentara tuhan. Mengapa? Jawabannya karena adalah ibadah berpuasa. Dari berpuasa kita bisa manahan diri dari segala hal. Berpuasa untuk tidak bepergian jika tidak mendesak, berpuasa untuk tidak berkumpul, berpuasa untuk tidak boros. <\/p>\n\n\n\n Jika kita mampu memaknai betul arti kata puasa di Bulan Ramadhan maka sudah barang tentu kita mampu memiliki persentase besar untuk memenangi peperangan di masa pandemi ini. Jelas, jawaban kemenangan itu hanya diketahui oleh individu-individu masing-masing. Sebelum kalian melanjutkan bacaan ke paragraf selanjutnya maka silahkan merenung dan bertanya pada diri sendiri. Paripurnakah kita dalam memaknai dan menjalani ibadah puasa?<\/p>\n\n\n\n Hari ini, kita akan merayakan lebaran, tentu saya beranggapan juga bahwa lebaran ini berbeda dari sebelumnya. Jika lebaran-lebaran sebelumnya kita memaknainya sebagai hari kemenangan, maka kali ini mari kita memaknainya sebagai hari untuk mengupayakan kemenangan. Mengapa? Peperangan umat manusia melawan corona masih akan terus berlanjut dan puasa selama 30 hari menjadikan kita seharusnya semakin kuat untuk menghadapi hari esok.<\/p>\n\n\n\n Setelah hari raya idul fitri kita semua akan menghadapi satu babak baru dalam sejarah umat manusia. Babak baru itu disebut-sebut oleh banyak orang sebagai kehidupan new normal. Sekali lagi, jika kita mampu melewati bulan ramadhan secara paripurna maka tentu tak akan menemui kesulitan ke depannya.<\/p>\n\n\n\n Selamat Hari Raya Idul Fitri, Mari Mengupayakan Kemenangan!<\/p>\n","post_title":"Selamat Hari Raya Idul Fitri, Mari Mengupayakan Kemenangan!","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"selamat-hari-raya-idul-fitri-mari-mengupayakan-kemenangan","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2020-05-24 10:08:24","post_modified_gmt":"2020-05-24 03:08:24","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6683","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":6663,"post_author":"919","post_date":"2020-05-11 11:37:27","post_date_gmt":"2020-05-11 04:37:27","post_content":"\n Senyum merekah terpampang dari wajah Striker Jeonbuk Motors, Lee Dong-gook. Sundulannya menyambut umpan dari Son Jun-ho mengoyak gawang Suwon Bluewings pada menit ke-83. Selebrasi sederhana Lee Dong-gook lakukan bersama rekan setimnya di depan tribun utara Jeonju World Cup Stadium yang kosong. Hanya ada banner raksasa di sana, tak ada penonton. Tapi jauh di sana, banyak yang menyaksikan pertandingan ini melalui sosial media. Pertandingan yang memberikan harapan bagi umat manusia.<\/p>\n\n\n\n Pandemi corona menghantam banyak hal dalam hajat hidup umat manusia. Segala sesuatu menjadi sulit untuk dilakukan di masa seperti ini. Pekerjaan harus dilakukan di rumah dan hanya orang tertentu saja yang bisa beraktivitas kerja seperti biasa. Agenda-agenda besar pun harus mengalami penundaan, termasuk liga sepak bola yang harus terhenti sesaat. Kesehatan manusia menjadi pertimbangan utamanya, karena mengutip kalimat populer dari seorang Bambang Pamungkas: \u201cTidak ada satu kemenangan pun yang sebanding dengan nyawa.\u201d <\/p>\n\n\n\n Ketika sepak bola diliburkan maka akhir pekan menjadi begitu tidak menyenangkan. Tidak ada riuh komentar pertandingan di layar televisi. Tidak ada sekumpulan remaja yang antusias berangkat ke stadion. Tidak nyanyian-nyanyian yang terdengar seantero kota. Tidak ada juga tayangan video di youtube tentang highlights sebuah pertandingan. Semua terasa hambar, meski beruntungnya masih ada beberapa film bertemakan sepak bola yang rilis bertepatan saat pandemi melanda seperti The English Game dan Ultras.<\/p>\n\n\n\n Pemberitaan tentang sepak bola pun tiba-tiba menjadi buku tebal ensiklopedia sejarah. Media massa ramai-ramai membuat berita tentang cerita sepak bola di masa lampau. Membuatnya kembali segar dan bisa kembali dinikmati di saat ini. Sesekali, gosip-gosip transfer dihadirkan. Sesekali juga, berita tentang kegamangan petinggi liga juga muncul, apakah liga di sebuah negara akan berlanjut atau tidak.<\/p>\n\n\n\n Akhirnya, ada yang memilih untuk berhenti seperti Ligue 1 yang akhirnya menobatkan Paris Saint-Germain sebagai juara. Sebelumnya Eredivisie Liga Belanda menjadi kompetisi top di eropa pertama yang menghentikan liga. Ajax Amsterdam harus merelakan peluang mereka untuk tak juara musim ini setelah KNVB selaku federasi sepak bola Belanda mengeluarkan kebijakan untuk menghentikan liga tanpa pemenang dan degradasi.<\/p>\n\n\n\n Tapi ada liga yang tak memilih untuk melempar handuk, Bundesliga salah satunya. Petinggi sepak bola Jerman memutuskan untuk melanjutkan kompetisi pada 16 Mei 2020. Kabar baik bagi kita semua yang haus akan tayangan pertandingan sepak bola. Maklum, pemberitaan corona di berbagai media massa cukup memberikan pengaruh psikologi yang buruk bagi sebagian masyarakat. Sepak bola tentunya akan jadi hiburan yang nyata sekaligus memberikan asa kepada manusia. Tapi mirisnya adalah enam hari sebelum bergulirnya kembali Bundesliga, dua pemain asal klub Dynamo Dresden dinyatakan positif terjangkit corona. Bisakah Bundesliga berlanjut? Semoga saja.<\/p>\n\n\n\n Justru hilal sepak bola itu tak muncul dari Eropa atau dataran Amerika, negeri di Asia lah yang menemukannya. Apresiasi kita berikan kepada Korea Selatan yang berani untuk melanjutkan kompetisi sepak bola mereka. Sebelum pertandingan antara Jeonbuk Motors versus Suwon Bluewings digulirkan, poster digital tentang peraturan ketat disebar di sosial media. Poster tersebut berisikan protokoler yang harus dilakukan sebelum, saat, dan sesudah pertandingan agar kesehatan pemain dan official tim bisa terjaga dengan baik. <\/p>\n\n\n\n Syukurnya, pertandingan sore itu di Jeonju World Cup Stadium yang dimenangkan oleh Jeonbuk Motors dengan gol tunggal Lee Dong-gook berjalan lancar. Pertandingan itu memang tak disaksikan langsung oleh penonton di tribun stadion. Tapi di twitter, pertandingan itu disaksikan 3,3 juta penonton dari seluruh dunia. 3,3 juta orang itu sedang menyaksikan hilal sepak bola di Jeoncu World Cup Stadium. 3,3 juta orang itu juga sedang memupuk asa mereka akan hari-hari cerah pasca pandemi.<\/p>\n\n\n\n Lantas bagaimana dengan Indonesia? Ikut Korea Selatan melanjutkan liga atau Belanda yang mengakhiri liga? <\/p>\n","post_title":"Hilal Itu Nampak di Jeonju World Cup Stadium","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"hilal-itu-nampak-di-jeonju-world-cup-stadium","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2020-05-11 11:37:28","post_modified_gmt":"2020-05-11 04:37:28","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6663","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":4},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"epic_block_3"}; Faktor lainnya adalah soal citra yang terbangun di masyarakat. Bagaimanapun juga hingga saat ini perokok masih melawan stigma negatif yang kerap dilekatkan pada mereka. Sulit memang jadi perokok, sudah kebebasan ekspresi di youtube mendapatkan kekangan, di masyarakat pun dianggap negatif. <\/p>\n","post_title":"Bagaimana Youtube Mengatur Konten Video Bermuatan Rokok?","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"bagaimana-youtube-mengatur-konten-video-bermuatan-rokok","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2020-06-21 10:12:47","post_modified_gmt":"2020-06-21 03:12:47","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6809","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":6789,"post_author":"919","post_date":"2020-06-14 09:21:26","post_date_gmt":"2020-06-14 02:21:26","post_content":"\r\n Selama ini kita mengenali kretek sebagai sebuah rokok khas Indonesia yang menggunakan tembakau, ramuan khusus, dan cengkeh di dalamnya. Kretek biasanya dinikmati dengan cara dibakar dan dihisap di waktu senggang. Akan tetapi pernahkah kalian membayangkan jika bisakah kretek dinikmati dengan cara lain? Misalnya dengan cara dimakan?<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n Jawabannya tentu sangat bisa apabila kretek<\/a> dinikmati dengan cara dimakan. Akan tetapi buang jauh pikiran kalian jika harus memakan kretek yang berisikan tembakau, ramuan khusus, dan cengkeh di dalamnya. Bukan itu, kretek yang bisa dimakan adalah sebuah kudapan yang berasal Gresik, Jawa Timur.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n Nasi Kretek adalah salah satu dari sekian banyak makanan khas Gresik. Secara penampilan kudapan tersebut memiliki kemiripan dengan Nasi Krawu yang juga khas dari Kota Santri tersebut. Kesamaannya antara dua makanan ini adalah lauk utamanya yaitu suwiran daging. Akan tetapi yang membedakan adalah rasa, toping, dan lauk pendampingnya.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n Nasi Krawu biasanya disajikan dengan daun pisang dan tambahan toping seperti serundeng. Tak hanya itu Nasi Krawu juga biasanya dimakan dengan sambal terasi dan tambahan lauk seperti daging sapi, semur daging, dan jeroan sapi. Ini yang kemudian membedakan antara kudapan tersebut dengan Nasi Kretek yang tidak memiliki banyak lauk pendamping.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n Suwiran daging di Nasi Kretek memiliki rasa yang pedas serta sedikit sensasi asam. Rasa pedasnya cukup menendang meski masih bisa dinikmati oleh mereka yang tidak menyukai makanan pedas. Sensasi asam yang didapatkan kemungkinan hadir dari buah asam atau perasan jeruk nipis sebagai bumbu dasar suwiran daging di makanan ini.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n Suwiran dagingnya juga memiliki tekstur yang tebal serta berminyak. Bagi anda yang sedang menjalani program diet maka bisa dipastikan akan berpikir dua kali untuk menikmati makanan ini. Disarankan juga mengingat rasanya yang pedas serta teksturnya yang berminyak maka siapkan minuman hangat sebagai pendamping agar tenggorokan anda tidak mengalami panas dalam.<\/p>\r\n Sayangnya Anda tak bisa dengan mudah menemukan Nasi Kretek ini di Gresik. Pasalnya kehadiran kuliner ini perlahan-lahan tenggelam dan bahkan tak semua warga di daerah tersebut mengetahuinya. Jika anda mengunjungi Gresik dan tengah beruntung maka bisa menemukan makanan ini di warung-warung kopi. Biasanya ditemukan dalam bentuk nasi yang sudah dibungkus.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n Harga satu bungkus Nasi Kretek ini sekitar 7 hingga 15 ribu rupiah tergantung di mana anda membeli. Jika di warung kopi pinggiran maka harga 7 ribuan bisa anda temui. Namun jika di kedai dan restoran mungkin harga sekitar 15 ribuan yang harus keluarkan untuk menikmati makanan ini.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n Sebenarnya bukan hanya Gresik<\/a> yang memiliki kudapan bernama kretek. Di daerah lainnya yang juga di Jawa Timur yaitu Jombang juga mempunyai kudapan khas bernama serupa namun memiliki bentuk dan isi yang berbeda. Sebagai penikmat kretek tentu kudapan Nasi Kretek menjadi hal yang unik untuk kalian coba saat berkunjung ke Jawa Timur. Silahkan mencoba!<\/p>\r\n","post_title":"Menikmati Nasi Kretek, Kudapan Khas Gresik","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"menikmati-nasi-kretek-kudapan-khas-gresik","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2024-12-10 14:52:36","post_modified_gmt":"2024-12-10 07:52:36","post_content_filtered":"\r\n Selama ini kita mengenali kretek sebagai sebuah rokok khas Indonesia yang menggunakan tembakau, ramuan khusus, dan cengkeh di dalamnya. Kretek biasanya dinikmati dengan cara dibakar dan dihisap di waktu senggang. Akan tetapi pernahkah kalian membayangkan jika bisakah kretek dinikmati dengan cara lain? Misalnya dengan cara dimakan?<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n Jawabannya tentu sangat bisa apabila kretek<\/a> dinikmati dengan cara dimakan. Akan tetapi buang jauh pikiran kalian jika harus memakan kretek yang berisikan tembakau, ramuan khusus, dan cengkeh di dalamnya. Bukan itu, kretek yang bisa dimakan adalah sebuah kudapan yang berasal Gresik, Jawa Timur.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n Nasi Kretek adalah salah satu dari sekian banyak makanan khas Gresik. Secara penampilan kudapan tersebut memiliki kemiripan dengan Nasi Krawu yang juga khas dari Kota Santri tersebut. Kesamaannya antara dua makanan ini adalah lauk utamanya yaitu suwiran daging. Akan tetapi yang membedakan adalah rasa, toping, dan lauk pendampingnya.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n Nasi Krawu biasanya disajikan dengan daun pisang dan tambahan toping seperti serundeng. Tak hanya itu Nasi Krawu juga biasanya dimakan dengan sambal terasi dan tambahan lauk seperti daging sapi, semur daging, dan jeroan sapi. Ini yang kemudian membedakan antara kudapan tersebut dengan Nasi Kretek yang tidak memiliki banyak lauk pendamping.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n Suwiran daging di Nasi Kretek memiliki rasa yang pedas serta sedikit sensasi asam. Rasa pedasnya cukup menendang meski masih bisa dinikmati oleh mereka yang tidak menyukai makanan pedas. Sensasi asam yang didapatkan kemungkinan hadir dari buah asam atau perasan jeruk nipis sebagai bumbu dasar suwiran daging di makanan ini.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n Suwiran dagingnya juga memiliki tekstur yang tebal serta berminyak. Bagi anda yang sedang menjalani program diet maka bisa dipastikan akan berpikir dua kali untuk menikmati makanan ini. Disarankan juga mengingat rasanya yang pedas serta teksturnya yang berminyak maka siapkan minuman hangat sebagai pendamping agar tenggorokan anda tidak mengalami panas dalam.<\/p>\r\n Sayangnya Anda tak bisa dengan mudah menemukan Nasi Kretek ini di Gresik. Pasalnya kehadiran kuliner ini perlahan-lahan tenggelam dan bahkan tak semua warga di daerah tersebut mengetahuinya. Jika anda mengunjungi Gresik dan tengah beruntung maka bisa menemukan makanan ini di warung-warung kopi. Biasanya ditemukan dalam bentuk nasi yang sudah dibungkus.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n Harga satu bungkus Nasi Kretek ini sekitar 7 hingga 15 ribu rupiah tergantung di mana anda membeli. Jika di warung kopi pinggiran maka harga 7 ribuan bisa anda temui. Namun jika di kedai dan restoran mungkin harga sekitar 15 ribuan yang harus keluarkan untuk menikmati makanan ini.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n Sebenarnya bukan hanya Gresik<\/a> yang memiliki kudapan bernama kretek. Di daerah lainnya yang juga di Jawa Timur yaitu Jombang juga mempunyai kudapan khas bernama serupa namun memiliki bentuk dan isi yang berbeda. Sebagai penikmat kretek tentu kudapan Nasi Kretek menjadi hal yang unik untuk kalian coba saat berkunjung ke Jawa Timur. Silahkan mencoba!<\/p>\r\n","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6789","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":6763,"post_author":"919","post_date":"2020-06-07 10:27:31","post_date_gmt":"2020-06-07 03:27:31","post_content":"\n Pemerintah kini mulai mengeluarkan kebijakan untuk melonggarkan peraturan tentang pembatasan sosial berskala besar. Salah satunya adalah dengan mulai membuka fasilitas-fasilitas umum namun tetap harus menuruti prosedur kesehatan yang berlaku. Dengan demikian maka kondisi new normal kini sudah berada di depan mata. Sebagai perokok tentu ada hal-hal yang patut kita taati dari segala peraturan yang diterapkan oleh pemerintah.<\/p>\n\n\n\n Kondisi new normal ini juga menandai babak baru perjuangan manusia dalam melawan covid-19. Tentu, meski PSBB kini dilonggarkan akan tetapi bukan berarti kita sebagai manusia sudah berhasil menang dan mengatasi pandemi. Kemenangan tersebut justru masih jauh rasanya. Perjuangan tetap dilanjutkan dengan meneruskan tradisi-tradisi yang sudah dilakukan semasa PSBB. <\/p>\n\n\n\n Tradisi-tradisi lama yang sekiranya berpotensi terjadinya penyebaran virus corona pun harus mulai ditinggalkan. Berikut tiga kebiasaan yang harus dihindari para perokok selama kondisi new normal<\/p>\n\n\n\n Akan tetapi kita masih belum bisa melakukan hal tersebut saat kondisi new normal ini. Jika pun terpaksa harus nongkrong bareng maka tetap patuhi protokol kesehatan yang ada. Jaga jarak di antaramu, lalu hindari nongkrong dalam jumlah massa yang terlalu besar. Rasanya, tiga hingga empat orang saja sudah cukup asal mematuhi beberapa peraturan tersebut.<\/p>\n\n\n\n Mengapa merokok di sembarang tempat adalah hal yang harus dihindari, mengingat kondisi pandemi ini membuat kita tak tahu daerah mana saja yang bebas dari sebaran covid-19. Dengan tidak merokok di sembarang tempat tentu akan menjauhkan kita dari potensi besar terpapar virus corona. Jadi tahan dulu ya kalau pengen sebats, di rumah sendiri justru lebih enak dan nyaman kok.<\/p>\n\n\n\n Tidak ada nilai solidaritas yang berkurang dari berhenti merokok joinan satu batang bersama. Nilai solidaritas itu justru bisa anda salurkan dalam bentuk yang lain. Ya salah satunya adalah bagi satu rokok dari sebungkus rokok yang anda miliki jika temanmu membutuhkan. Justru itu lebih baik jika harus merokok satu batang bersama. <\/p>\n","post_title":"Tiga Kebiasaan yang Perokok Harus Hindari di Tengah New Normal","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"tiga-kebiasaan-yang-perokok-harus-hindari-di-tengah-new-normal","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2020-06-07 10:27:37","post_modified_gmt":"2020-06-07 03:27:37","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6763","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":6683,"post_author":"919","post_date":"2020-05-24 10:08:18","post_date_gmt":"2020-05-24 03:08:18","post_content":"\n Di penghujung maghrib seorang anak kecil bertanya pada ayahnya yang sedang asyik menikmati kopinya di teras rumah. \u201cAyah, mengapa malam ini tak ada orang-orang yang berkeliling untuk takbiran?\u201d Sang ayah pun menjawab dengan kalimat yang bijak sana meski belum tentu mampu dipahami anaknya. \u201cNak, manusia sedang berjuang menghadapi kepunahan. Kamu dan banyak anak-anak kecil lainnya berdiam diri di rumah saja adalah hal yang membahagiakan bagi ayah, ibu dan orang tua mereka.\u201d <\/p>\n\n\n\n Selamat Hari Raya Idul Fitri, Mari Mengupayakan Kemenangan! Ramadhan yang berbeda harus dilewati oleh umat manusia generasi saat ini. Mungkin bagi yang masih berumur 20 hingga 50 tahun tak pernah membayangkan betul bumi dalam kondisi pandemi seperti ini. Mayoritas manusia hidup dalam kedamaian meski perang kerap kali membuntuti. Namun kali ini semua terasa sangat berbeda, semua sedang berperang menghadapi sesuatu yang kasat mata. Peperangan yang tak bisa diprediksi pula kapan berakhir.<\/p>\n\n\n\n Orang-orang pintar punya hitung-hitungan tersendiri meski probabilitasnya belum bisa dikatakan mencapai angka yang tinggi. Sementara di luar sana banyak orang-orang pintar lainnya yang bertarung dengan waktu untuk menemukan penyembuh virus covid-19. Saya curiga, jangan-jangan euforia manusia ketika vaksin hadir akan menyamai euforia manusia ketika menyambut sang penyelamat, Isa Almasih turun. Entah, mungkin bisa jadi.<\/p>\n\n\n\n Hanya berdiam diri di rumah yang bisa menjadi senjata ampuh bagi manusia dalam peperangan ini. Beruntungnya kita sebagai umat muslim juga diberi bulan ramadhan dalam kondisi seperti ini. Jika saya boleh menyebut maka saya akan menganalogikan bulan ramadhan sebagai bala tentara tuhan. Mengapa? Jawabannya karena adalah ibadah berpuasa. Dari berpuasa kita bisa manahan diri dari segala hal. Berpuasa untuk tidak bepergian jika tidak mendesak, berpuasa untuk tidak berkumpul, berpuasa untuk tidak boros. <\/p>\n\n\n\n Jika kita mampu memaknai betul arti kata puasa di Bulan Ramadhan maka sudah barang tentu kita mampu memiliki persentase besar untuk memenangi peperangan di masa pandemi ini. Jelas, jawaban kemenangan itu hanya diketahui oleh individu-individu masing-masing. Sebelum kalian melanjutkan bacaan ke paragraf selanjutnya maka silahkan merenung dan bertanya pada diri sendiri. Paripurnakah kita dalam memaknai dan menjalani ibadah puasa?<\/p>\n\n\n\n Hari ini, kita akan merayakan lebaran, tentu saya beranggapan juga bahwa lebaran ini berbeda dari sebelumnya. Jika lebaran-lebaran sebelumnya kita memaknainya sebagai hari kemenangan, maka kali ini mari kita memaknainya sebagai hari untuk mengupayakan kemenangan. Mengapa? Peperangan umat manusia melawan corona masih akan terus berlanjut dan puasa selama 30 hari menjadikan kita seharusnya semakin kuat untuk menghadapi hari esok.<\/p>\n\n\n\n Setelah hari raya idul fitri kita semua akan menghadapi satu babak baru dalam sejarah umat manusia. Babak baru itu disebut-sebut oleh banyak orang sebagai kehidupan new normal. Sekali lagi, jika kita mampu melewati bulan ramadhan secara paripurna maka tentu tak akan menemui kesulitan ke depannya.<\/p>\n\n\n\n Selamat Hari Raya Idul Fitri, Mari Mengupayakan Kemenangan!<\/p>\n","post_title":"Selamat Hari Raya Idul Fitri, Mari Mengupayakan Kemenangan!","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"selamat-hari-raya-idul-fitri-mari-mengupayakan-kemenangan","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2020-05-24 10:08:24","post_modified_gmt":"2020-05-24 03:08:24","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6683","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":6663,"post_author":"919","post_date":"2020-05-11 11:37:27","post_date_gmt":"2020-05-11 04:37:27","post_content":"\n Senyum merekah terpampang dari wajah Striker Jeonbuk Motors, Lee Dong-gook. Sundulannya menyambut umpan dari Son Jun-ho mengoyak gawang Suwon Bluewings pada menit ke-83. Selebrasi sederhana Lee Dong-gook lakukan bersama rekan setimnya di depan tribun utara Jeonju World Cup Stadium yang kosong. Hanya ada banner raksasa di sana, tak ada penonton. Tapi jauh di sana, banyak yang menyaksikan pertandingan ini melalui sosial media. Pertandingan yang memberikan harapan bagi umat manusia.<\/p>\n\n\n\n Pandemi corona menghantam banyak hal dalam hajat hidup umat manusia. Segala sesuatu menjadi sulit untuk dilakukan di masa seperti ini. Pekerjaan harus dilakukan di rumah dan hanya orang tertentu saja yang bisa beraktivitas kerja seperti biasa. Agenda-agenda besar pun harus mengalami penundaan, termasuk liga sepak bola yang harus terhenti sesaat. Kesehatan manusia menjadi pertimbangan utamanya, karena mengutip kalimat populer dari seorang Bambang Pamungkas: \u201cTidak ada satu kemenangan pun yang sebanding dengan nyawa.\u201d <\/p>\n\n\n\n Ketika sepak bola diliburkan maka akhir pekan menjadi begitu tidak menyenangkan. Tidak ada riuh komentar pertandingan di layar televisi. Tidak ada sekumpulan remaja yang antusias berangkat ke stadion. Tidak nyanyian-nyanyian yang terdengar seantero kota. Tidak ada juga tayangan video di youtube tentang highlights sebuah pertandingan. Semua terasa hambar, meski beruntungnya masih ada beberapa film bertemakan sepak bola yang rilis bertepatan saat pandemi melanda seperti The English Game dan Ultras.<\/p>\n\n\n\n Pemberitaan tentang sepak bola pun tiba-tiba menjadi buku tebal ensiklopedia sejarah. Media massa ramai-ramai membuat berita tentang cerita sepak bola di masa lampau. Membuatnya kembali segar dan bisa kembali dinikmati di saat ini. Sesekali, gosip-gosip transfer dihadirkan. Sesekali juga, berita tentang kegamangan petinggi liga juga muncul, apakah liga di sebuah negara akan berlanjut atau tidak.<\/p>\n\n\n\n Akhirnya, ada yang memilih untuk berhenti seperti Ligue 1 yang akhirnya menobatkan Paris Saint-Germain sebagai juara. Sebelumnya Eredivisie Liga Belanda menjadi kompetisi top di eropa pertama yang menghentikan liga. Ajax Amsterdam harus merelakan peluang mereka untuk tak juara musim ini setelah KNVB selaku federasi sepak bola Belanda mengeluarkan kebijakan untuk menghentikan liga tanpa pemenang dan degradasi.<\/p>\n\n\n\n Tapi ada liga yang tak memilih untuk melempar handuk, Bundesliga salah satunya. Petinggi sepak bola Jerman memutuskan untuk melanjutkan kompetisi pada 16 Mei 2020. Kabar baik bagi kita semua yang haus akan tayangan pertandingan sepak bola. Maklum, pemberitaan corona di berbagai media massa cukup memberikan pengaruh psikologi yang buruk bagi sebagian masyarakat. Sepak bola tentunya akan jadi hiburan yang nyata sekaligus memberikan asa kepada manusia. Tapi mirisnya adalah enam hari sebelum bergulirnya kembali Bundesliga, dua pemain asal klub Dynamo Dresden dinyatakan positif terjangkit corona. Bisakah Bundesliga berlanjut? Semoga saja.<\/p>\n\n\n\n Justru hilal sepak bola itu tak muncul dari Eropa atau dataran Amerika, negeri di Asia lah yang menemukannya. Apresiasi kita berikan kepada Korea Selatan yang berani untuk melanjutkan kompetisi sepak bola mereka. Sebelum pertandingan antara Jeonbuk Motors versus Suwon Bluewings digulirkan, poster digital tentang peraturan ketat disebar di sosial media. Poster tersebut berisikan protokoler yang harus dilakukan sebelum, saat, dan sesudah pertandingan agar kesehatan pemain dan official tim bisa terjaga dengan baik. <\/p>\n\n\n\n Syukurnya, pertandingan sore itu di Jeonju World Cup Stadium yang dimenangkan oleh Jeonbuk Motors dengan gol tunggal Lee Dong-gook berjalan lancar. Pertandingan itu memang tak disaksikan langsung oleh penonton di tribun stadion. Tapi di twitter, pertandingan itu disaksikan 3,3 juta penonton dari seluruh dunia. 3,3 juta orang itu sedang menyaksikan hilal sepak bola di Jeoncu World Cup Stadium. 3,3 juta orang itu juga sedang memupuk asa mereka akan hari-hari cerah pasca pandemi.<\/p>\n\n\n\n Lantas bagaimana dengan Indonesia? Ikut Korea Selatan melanjutkan liga atau Belanda yang mengakhiri liga? <\/p>\n","post_title":"Hilal Itu Nampak di Jeonju World Cup Stadium","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"hilal-itu-nampak-di-jeonju-world-cup-stadium","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2020-05-11 11:37:28","post_modified_gmt":"2020-05-11 04:37:28","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6663","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":4},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"epic_block_3"}; Monetisasi ini mungkin menjadi pertimbangan utama para selebritis dan komedian tidak menampakkan diri mereka ketika merokok dalam video yang mereka unggah. Pasalnya, jika pemberitahuan dolar kuning sudah masuk maka keuntungan dari monetisasi bisa berkurang drastis dari video-video mereka yang sering disaksikan oleh jutaan orang.<\/p>\n\n\n\n Faktor lainnya adalah soal citra yang terbangun di masyarakat. Bagaimanapun juga hingga saat ini perokok masih melawan stigma negatif yang kerap dilekatkan pada mereka. Sulit memang jadi perokok, sudah kebebasan ekspresi di youtube mendapatkan kekangan, di masyarakat pun dianggap negatif. <\/p>\n","post_title":"Bagaimana Youtube Mengatur Konten Video Bermuatan Rokok?","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"bagaimana-youtube-mengatur-konten-video-bermuatan-rokok","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2020-06-21 10:12:47","post_modified_gmt":"2020-06-21 03:12:47","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6809","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":6789,"post_author":"919","post_date":"2020-06-14 09:21:26","post_date_gmt":"2020-06-14 02:21:26","post_content":"\r\n Selama ini kita mengenali kretek sebagai sebuah rokok khas Indonesia yang menggunakan tembakau, ramuan khusus, dan cengkeh di dalamnya. Kretek biasanya dinikmati dengan cara dibakar dan dihisap di waktu senggang. Akan tetapi pernahkah kalian membayangkan jika bisakah kretek dinikmati dengan cara lain? Misalnya dengan cara dimakan?<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n Jawabannya tentu sangat bisa apabila kretek<\/a> dinikmati dengan cara dimakan. Akan tetapi buang jauh pikiran kalian jika harus memakan kretek yang berisikan tembakau, ramuan khusus, dan cengkeh di dalamnya. Bukan itu, kretek yang bisa dimakan adalah sebuah kudapan yang berasal Gresik, Jawa Timur.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n Nasi Kretek adalah salah satu dari sekian banyak makanan khas Gresik. Secara penampilan kudapan tersebut memiliki kemiripan dengan Nasi Krawu yang juga khas dari Kota Santri tersebut. Kesamaannya antara dua makanan ini adalah lauk utamanya yaitu suwiran daging. Akan tetapi yang membedakan adalah rasa, toping, dan lauk pendampingnya.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n Nasi Krawu biasanya disajikan dengan daun pisang dan tambahan toping seperti serundeng. Tak hanya itu Nasi Krawu juga biasanya dimakan dengan sambal terasi dan tambahan lauk seperti daging sapi, semur daging, dan jeroan sapi. Ini yang kemudian membedakan antara kudapan tersebut dengan Nasi Kretek yang tidak memiliki banyak lauk pendamping.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n Suwiran daging di Nasi Kretek memiliki rasa yang pedas serta sedikit sensasi asam. Rasa pedasnya cukup menendang meski masih bisa dinikmati oleh mereka yang tidak menyukai makanan pedas. Sensasi asam yang didapatkan kemungkinan hadir dari buah asam atau perasan jeruk nipis sebagai bumbu dasar suwiran daging di makanan ini.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n Suwiran dagingnya juga memiliki tekstur yang tebal serta berminyak. Bagi anda yang sedang menjalani program diet maka bisa dipastikan akan berpikir dua kali untuk menikmati makanan ini. Disarankan juga mengingat rasanya yang pedas serta teksturnya yang berminyak maka siapkan minuman hangat sebagai pendamping agar tenggorokan anda tidak mengalami panas dalam.<\/p>\r\n Sayangnya Anda tak bisa dengan mudah menemukan Nasi Kretek ini di Gresik. Pasalnya kehadiran kuliner ini perlahan-lahan tenggelam dan bahkan tak semua warga di daerah tersebut mengetahuinya. Jika anda mengunjungi Gresik dan tengah beruntung maka bisa menemukan makanan ini di warung-warung kopi. Biasanya ditemukan dalam bentuk nasi yang sudah dibungkus.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n Harga satu bungkus Nasi Kretek ini sekitar 7 hingga 15 ribu rupiah tergantung di mana anda membeli. Jika di warung kopi pinggiran maka harga 7 ribuan bisa anda temui. Namun jika di kedai dan restoran mungkin harga sekitar 15 ribuan yang harus keluarkan untuk menikmati makanan ini.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n Sebenarnya bukan hanya Gresik<\/a> yang memiliki kudapan bernama kretek. Di daerah lainnya yang juga di Jawa Timur yaitu Jombang juga mempunyai kudapan khas bernama serupa namun memiliki bentuk dan isi yang berbeda. Sebagai penikmat kretek tentu kudapan Nasi Kretek menjadi hal yang unik untuk kalian coba saat berkunjung ke Jawa Timur. Silahkan mencoba!<\/p>\r\n","post_title":"Menikmati Nasi Kretek, Kudapan Khas Gresik","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"menikmati-nasi-kretek-kudapan-khas-gresik","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2024-12-10 14:52:36","post_modified_gmt":"2024-12-10 07:52:36","post_content_filtered":"\r\n Selama ini kita mengenali kretek sebagai sebuah rokok khas Indonesia yang menggunakan tembakau, ramuan khusus, dan cengkeh di dalamnya. Kretek biasanya dinikmati dengan cara dibakar dan dihisap di waktu senggang. Akan tetapi pernahkah kalian membayangkan jika bisakah kretek dinikmati dengan cara lain? Misalnya dengan cara dimakan?<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n Jawabannya tentu sangat bisa apabila kretek<\/a> dinikmati dengan cara dimakan. Akan tetapi buang jauh pikiran kalian jika harus memakan kretek yang berisikan tembakau, ramuan khusus, dan cengkeh di dalamnya. Bukan itu, kretek yang bisa dimakan adalah sebuah kudapan yang berasal Gresik, Jawa Timur.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n Nasi Kretek adalah salah satu dari sekian banyak makanan khas Gresik. Secara penampilan kudapan tersebut memiliki kemiripan dengan Nasi Krawu yang juga khas dari Kota Santri tersebut. Kesamaannya antara dua makanan ini adalah lauk utamanya yaitu suwiran daging. Akan tetapi yang membedakan adalah rasa, toping, dan lauk pendampingnya.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n Nasi Krawu biasanya disajikan dengan daun pisang dan tambahan toping seperti serundeng. Tak hanya itu Nasi Krawu juga biasanya dimakan dengan sambal terasi dan tambahan lauk seperti daging sapi, semur daging, dan jeroan sapi. Ini yang kemudian membedakan antara kudapan tersebut dengan Nasi Kretek yang tidak memiliki banyak lauk pendamping.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n Suwiran daging di Nasi Kretek memiliki rasa yang pedas serta sedikit sensasi asam. Rasa pedasnya cukup menendang meski masih bisa dinikmati oleh mereka yang tidak menyukai makanan pedas. Sensasi asam yang didapatkan kemungkinan hadir dari buah asam atau perasan jeruk nipis sebagai bumbu dasar suwiran daging di makanan ini.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n Suwiran dagingnya juga memiliki tekstur yang tebal serta berminyak. Bagi anda yang sedang menjalani program diet maka bisa dipastikan akan berpikir dua kali untuk menikmati makanan ini. Disarankan juga mengingat rasanya yang pedas serta teksturnya yang berminyak maka siapkan minuman hangat sebagai pendamping agar tenggorokan anda tidak mengalami panas dalam.<\/p>\r\n Sayangnya Anda tak bisa dengan mudah menemukan Nasi Kretek ini di Gresik. Pasalnya kehadiran kuliner ini perlahan-lahan tenggelam dan bahkan tak semua warga di daerah tersebut mengetahuinya. Jika anda mengunjungi Gresik dan tengah beruntung maka bisa menemukan makanan ini di warung-warung kopi. Biasanya ditemukan dalam bentuk nasi yang sudah dibungkus.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n Harga satu bungkus Nasi Kretek ini sekitar 7 hingga 15 ribu rupiah tergantung di mana anda membeli. Jika di warung kopi pinggiran maka harga 7 ribuan bisa anda temui. Namun jika di kedai dan restoran mungkin harga sekitar 15 ribuan yang harus keluarkan untuk menikmati makanan ini.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n Sebenarnya bukan hanya Gresik<\/a> yang memiliki kudapan bernama kretek. Di daerah lainnya yang juga di Jawa Timur yaitu Jombang juga mempunyai kudapan khas bernama serupa namun memiliki bentuk dan isi yang berbeda. Sebagai penikmat kretek tentu kudapan Nasi Kretek menjadi hal yang unik untuk kalian coba saat berkunjung ke Jawa Timur. Silahkan mencoba!<\/p>\r\n","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6789","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":6763,"post_author":"919","post_date":"2020-06-07 10:27:31","post_date_gmt":"2020-06-07 03:27:31","post_content":"\n Pemerintah kini mulai mengeluarkan kebijakan untuk melonggarkan peraturan tentang pembatasan sosial berskala besar. Salah satunya adalah dengan mulai membuka fasilitas-fasilitas umum namun tetap harus menuruti prosedur kesehatan yang berlaku. Dengan demikian maka kondisi new normal kini sudah berada di depan mata. Sebagai perokok tentu ada hal-hal yang patut kita taati dari segala peraturan yang diterapkan oleh pemerintah.<\/p>\n\n\n\n Kondisi new normal ini juga menandai babak baru perjuangan manusia dalam melawan covid-19. Tentu, meski PSBB kini dilonggarkan akan tetapi bukan berarti kita sebagai manusia sudah berhasil menang dan mengatasi pandemi. Kemenangan tersebut justru masih jauh rasanya. Perjuangan tetap dilanjutkan dengan meneruskan tradisi-tradisi yang sudah dilakukan semasa PSBB. <\/p>\n\n\n\n Tradisi-tradisi lama yang sekiranya berpotensi terjadinya penyebaran virus corona pun harus mulai ditinggalkan. Berikut tiga kebiasaan yang harus dihindari para perokok selama kondisi new normal<\/p>\n\n\n\n Akan tetapi kita masih belum bisa melakukan hal tersebut saat kondisi new normal ini. Jika pun terpaksa harus nongkrong bareng maka tetap patuhi protokol kesehatan yang ada. Jaga jarak di antaramu, lalu hindari nongkrong dalam jumlah massa yang terlalu besar. Rasanya, tiga hingga empat orang saja sudah cukup asal mematuhi beberapa peraturan tersebut.<\/p>\n\n\n\n Mengapa merokok di sembarang tempat adalah hal yang harus dihindari, mengingat kondisi pandemi ini membuat kita tak tahu daerah mana saja yang bebas dari sebaran covid-19. Dengan tidak merokok di sembarang tempat tentu akan menjauhkan kita dari potensi besar terpapar virus corona. Jadi tahan dulu ya kalau pengen sebats, di rumah sendiri justru lebih enak dan nyaman kok.<\/p>\n\n\n\n Tidak ada nilai solidaritas yang berkurang dari berhenti merokok joinan satu batang bersama. Nilai solidaritas itu justru bisa anda salurkan dalam bentuk yang lain. Ya salah satunya adalah bagi satu rokok dari sebungkus rokok yang anda miliki jika temanmu membutuhkan. Justru itu lebih baik jika harus merokok satu batang bersama. <\/p>\n","post_title":"Tiga Kebiasaan yang Perokok Harus Hindari di Tengah New Normal","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"tiga-kebiasaan-yang-perokok-harus-hindari-di-tengah-new-normal","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2020-06-07 10:27:37","post_modified_gmt":"2020-06-07 03:27:37","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6763","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":6683,"post_author":"919","post_date":"2020-05-24 10:08:18","post_date_gmt":"2020-05-24 03:08:18","post_content":"\n Di penghujung maghrib seorang anak kecil bertanya pada ayahnya yang sedang asyik menikmati kopinya di teras rumah. \u201cAyah, mengapa malam ini tak ada orang-orang yang berkeliling untuk takbiran?\u201d Sang ayah pun menjawab dengan kalimat yang bijak sana meski belum tentu mampu dipahami anaknya. \u201cNak, manusia sedang berjuang menghadapi kepunahan. Kamu dan banyak anak-anak kecil lainnya berdiam diri di rumah saja adalah hal yang membahagiakan bagi ayah, ibu dan orang tua mereka.\u201d <\/p>\n\n\n\n Selamat Hari Raya Idul Fitri, Mari Mengupayakan Kemenangan! Ramadhan yang berbeda harus dilewati oleh umat manusia generasi saat ini. Mungkin bagi yang masih berumur 20 hingga 50 tahun tak pernah membayangkan betul bumi dalam kondisi pandemi seperti ini. Mayoritas manusia hidup dalam kedamaian meski perang kerap kali membuntuti. Namun kali ini semua terasa sangat berbeda, semua sedang berperang menghadapi sesuatu yang kasat mata. Peperangan yang tak bisa diprediksi pula kapan berakhir.<\/p>\n\n\n\n Orang-orang pintar punya hitung-hitungan tersendiri meski probabilitasnya belum bisa dikatakan mencapai angka yang tinggi. Sementara di luar sana banyak orang-orang pintar lainnya yang bertarung dengan waktu untuk menemukan penyembuh virus covid-19. Saya curiga, jangan-jangan euforia manusia ketika vaksin hadir akan menyamai euforia manusia ketika menyambut sang penyelamat, Isa Almasih turun. Entah, mungkin bisa jadi.<\/p>\n\n\n\n Hanya berdiam diri di rumah yang bisa menjadi senjata ampuh bagi manusia dalam peperangan ini. Beruntungnya kita sebagai umat muslim juga diberi bulan ramadhan dalam kondisi seperti ini. Jika saya boleh menyebut maka saya akan menganalogikan bulan ramadhan sebagai bala tentara tuhan. Mengapa? Jawabannya karena adalah ibadah berpuasa. Dari berpuasa kita bisa manahan diri dari segala hal. Berpuasa untuk tidak bepergian jika tidak mendesak, berpuasa untuk tidak berkumpul, berpuasa untuk tidak boros. <\/p>\n\n\n\n Jika kita mampu memaknai betul arti kata puasa di Bulan Ramadhan maka sudah barang tentu kita mampu memiliki persentase besar untuk memenangi peperangan di masa pandemi ini. Jelas, jawaban kemenangan itu hanya diketahui oleh individu-individu masing-masing. Sebelum kalian melanjutkan bacaan ke paragraf selanjutnya maka silahkan merenung dan bertanya pada diri sendiri. Paripurnakah kita dalam memaknai dan menjalani ibadah puasa?<\/p>\n\n\n\n Hari ini, kita akan merayakan lebaran, tentu saya beranggapan juga bahwa lebaran ini berbeda dari sebelumnya. Jika lebaran-lebaran sebelumnya kita memaknainya sebagai hari kemenangan, maka kali ini mari kita memaknainya sebagai hari untuk mengupayakan kemenangan. Mengapa? Peperangan umat manusia melawan corona masih akan terus berlanjut dan puasa selama 30 hari menjadikan kita seharusnya semakin kuat untuk menghadapi hari esok.<\/p>\n\n\n\n Setelah hari raya idul fitri kita semua akan menghadapi satu babak baru dalam sejarah umat manusia. Babak baru itu disebut-sebut oleh banyak orang sebagai kehidupan new normal. Sekali lagi, jika kita mampu melewati bulan ramadhan secara paripurna maka tentu tak akan menemui kesulitan ke depannya.<\/p>\n\n\n\n Selamat Hari Raya Idul Fitri, Mari Mengupayakan Kemenangan!<\/p>\n","post_title":"Selamat Hari Raya Idul Fitri, Mari Mengupayakan Kemenangan!","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"selamat-hari-raya-idul-fitri-mari-mengupayakan-kemenangan","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2020-05-24 10:08:24","post_modified_gmt":"2020-05-24 03:08:24","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6683","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":6663,"post_author":"919","post_date":"2020-05-11 11:37:27","post_date_gmt":"2020-05-11 04:37:27","post_content":"\n Senyum merekah terpampang dari wajah Striker Jeonbuk Motors, Lee Dong-gook. Sundulannya menyambut umpan dari Son Jun-ho mengoyak gawang Suwon Bluewings pada menit ke-83. Selebrasi sederhana Lee Dong-gook lakukan bersama rekan setimnya di depan tribun utara Jeonju World Cup Stadium yang kosong. Hanya ada banner raksasa di sana, tak ada penonton. Tapi jauh di sana, banyak yang menyaksikan pertandingan ini melalui sosial media. Pertandingan yang memberikan harapan bagi umat manusia.<\/p>\n\n\n\n Pandemi corona menghantam banyak hal dalam hajat hidup umat manusia. Segala sesuatu menjadi sulit untuk dilakukan di masa seperti ini. Pekerjaan harus dilakukan di rumah dan hanya orang tertentu saja yang bisa beraktivitas kerja seperti biasa. Agenda-agenda besar pun harus mengalami penundaan, termasuk liga sepak bola yang harus terhenti sesaat. Kesehatan manusia menjadi pertimbangan utamanya, karena mengutip kalimat populer dari seorang Bambang Pamungkas: \u201cTidak ada satu kemenangan pun yang sebanding dengan nyawa.\u201d <\/p>\n\n\n\n Ketika sepak bola diliburkan maka akhir pekan menjadi begitu tidak menyenangkan. Tidak ada riuh komentar pertandingan di layar televisi. Tidak ada sekumpulan remaja yang antusias berangkat ke stadion. Tidak nyanyian-nyanyian yang terdengar seantero kota. Tidak ada juga tayangan video di youtube tentang highlights sebuah pertandingan. Semua terasa hambar, meski beruntungnya masih ada beberapa film bertemakan sepak bola yang rilis bertepatan saat pandemi melanda seperti The English Game dan Ultras.<\/p>\n\n\n\n Pemberitaan tentang sepak bola pun tiba-tiba menjadi buku tebal ensiklopedia sejarah. Media massa ramai-ramai membuat berita tentang cerita sepak bola di masa lampau. Membuatnya kembali segar dan bisa kembali dinikmati di saat ini. Sesekali, gosip-gosip transfer dihadirkan. Sesekali juga, berita tentang kegamangan petinggi liga juga muncul, apakah liga di sebuah negara akan berlanjut atau tidak.<\/p>\n\n\n\n Akhirnya, ada yang memilih untuk berhenti seperti Ligue 1 yang akhirnya menobatkan Paris Saint-Germain sebagai juara. Sebelumnya Eredivisie Liga Belanda menjadi kompetisi top di eropa pertama yang menghentikan liga. Ajax Amsterdam harus merelakan peluang mereka untuk tak juara musim ini setelah KNVB selaku federasi sepak bola Belanda mengeluarkan kebijakan untuk menghentikan liga tanpa pemenang dan degradasi.<\/p>\n\n\n\n Tapi ada liga yang tak memilih untuk melempar handuk, Bundesliga salah satunya. Petinggi sepak bola Jerman memutuskan untuk melanjutkan kompetisi pada 16 Mei 2020. Kabar baik bagi kita semua yang haus akan tayangan pertandingan sepak bola. Maklum, pemberitaan corona di berbagai media massa cukup memberikan pengaruh psikologi yang buruk bagi sebagian masyarakat. Sepak bola tentunya akan jadi hiburan yang nyata sekaligus memberikan asa kepada manusia. Tapi mirisnya adalah enam hari sebelum bergulirnya kembali Bundesliga, dua pemain asal klub Dynamo Dresden dinyatakan positif terjangkit corona. Bisakah Bundesliga berlanjut? Semoga saja.<\/p>\n\n\n\n Justru hilal sepak bola itu tak muncul dari Eropa atau dataran Amerika, negeri di Asia lah yang menemukannya. Apresiasi kita berikan kepada Korea Selatan yang berani untuk melanjutkan kompetisi sepak bola mereka. Sebelum pertandingan antara Jeonbuk Motors versus Suwon Bluewings digulirkan, poster digital tentang peraturan ketat disebar di sosial media. Poster tersebut berisikan protokoler yang harus dilakukan sebelum, saat, dan sesudah pertandingan agar kesehatan pemain dan official tim bisa terjaga dengan baik. <\/p>\n\n\n\n Syukurnya, pertandingan sore itu di Jeonju World Cup Stadium yang dimenangkan oleh Jeonbuk Motors dengan gol tunggal Lee Dong-gook berjalan lancar. Pertandingan itu memang tak disaksikan langsung oleh penonton di tribun stadion. Tapi di twitter, pertandingan itu disaksikan 3,3 juta penonton dari seluruh dunia. 3,3 juta orang itu sedang menyaksikan hilal sepak bola di Jeoncu World Cup Stadium. 3,3 juta orang itu juga sedang memupuk asa mereka akan hari-hari cerah pasca pandemi.<\/p>\n\n\n\n Lantas bagaimana dengan Indonesia? Ikut Korea Selatan melanjutkan liga atau Belanda yang mengakhiri liga? <\/p>\n","post_title":"Hilal Itu Nampak di Jeonju World Cup Stadium","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"hilal-itu-nampak-di-jeonju-world-cup-stadium","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2020-05-11 11:37:28","post_modified_gmt":"2020-05-11 04:37:28","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6663","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":4},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"epic_block_3"}; Pendapat kedua tersebut sangat dibenarkan mengingat anak-anak harus tetap mendapatkan bimbingan orang tua dalam mengakses internet. Jadi pembatasan monetisasi bagi video dengan unsur rokok di dalamnya sebenarnya adalah hal yang absurd pula. <\/p>\n\n\n\n Monetisasi ini mungkin menjadi pertimbangan utama para selebritis dan komedian tidak menampakkan diri mereka ketika merokok dalam video yang mereka unggah. Pasalnya, jika pemberitahuan dolar kuning sudah masuk maka keuntungan dari monetisasi bisa berkurang drastis dari video-video mereka yang sering disaksikan oleh jutaan orang.<\/p>\n\n\n\n Faktor lainnya adalah soal citra yang terbangun di masyarakat. Bagaimanapun juga hingga saat ini perokok masih melawan stigma negatif yang kerap dilekatkan pada mereka. Sulit memang jadi perokok, sudah kebebasan ekspresi di youtube mendapatkan kekangan, di masyarakat pun dianggap negatif. <\/p>\n","post_title":"Bagaimana Youtube Mengatur Konten Video Bermuatan Rokok?","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"bagaimana-youtube-mengatur-konten-video-bermuatan-rokok","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2020-06-21 10:12:47","post_modified_gmt":"2020-06-21 03:12:47","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6809","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":6789,"post_author":"919","post_date":"2020-06-14 09:21:26","post_date_gmt":"2020-06-14 02:21:26","post_content":"\r\n Selama ini kita mengenali kretek sebagai sebuah rokok khas Indonesia yang menggunakan tembakau, ramuan khusus, dan cengkeh di dalamnya. Kretek biasanya dinikmati dengan cara dibakar dan dihisap di waktu senggang. Akan tetapi pernahkah kalian membayangkan jika bisakah kretek dinikmati dengan cara lain? Misalnya dengan cara dimakan?<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n Jawabannya tentu sangat bisa apabila kretek<\/a> dinikmati dengan cara dimakan. Akan tetapi buang jauh pikiran kalian jika harus memakan kretek yang berisikan tembakau, ramuan khusus, dan cengkeh di dalamnya. Bukan itu, kretek yang bisa dimakan adalah sebuah kudapan yang berasal Gresik, Jawa Timur.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n Nasi Kretek adalah salah satu dari sekian banyak makanan khas Gresik. Secara penampilan kudapan tersebut memiliki kemiripan dengan Nasi Krawu yang juga khas dari Kota Santri tersebut. Kesamaannya antara dua makanan ini adalah lauk utamanya yaitu suwiran daging. Akan tetapi yang membedakan adalah rasa, toping, dan lauk pendampingnya.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n Nasi Krawu biasanya disajikan dengan daun pisang dan tambahan toping seperti serundeng. Tak hanya itu Nasi Krawu juga biasanya dimakan dengan sambal terasi dan tambahan lauk seperti daging sapi, semur daging, dan jeroan sapi. Ini yang kemudian membedakan antara kudapan tersebut dengan Nasi Kretek yang tidak memiliki banyak lauk pendamping.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n Suwiran daging di Nasi Kretek memiliki rasa yang pedas serta sedikit sensasi asam. Rasa pedasnya cukup menendang meski masih bisa dinikmati oleh mereka yang tidak menyukai makanan pedas. Sensasi asam yang didapatkan kemungkinan hadir dari buah asam atau perasan jeruk nipis sebagai bumbu dasar suwiran daging di makanan ini.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n Suwiran dagingnya juga memiliki tekstur yang tebal serta berminyak. Bagi anda yang sedang menjalani program diet maka bisa dipastikan akan berpikir dua kali untuk menikmati makanan ini. Disarankan juga mengingat rasanya yang pedas serta teksturnya yang berminyak maka siapkan minuman hangat sebagai pendamping agar tenggorokan anda tidak mengalami panas dalam.<\/p>\r\n Sayangnya Anda tak bisa dengan mudah menemukan Nasi Kretek ini di Gresik. Pasalnya kehadiran kuliner ini perlahan-lahan tenggelam dan bahkan tak semua warga di daerah tersebut mengetahuinya. Jika anda mengunjungi Gresik dan tengah beruntung maka bisa menemukan makanan ini di warung-warung kopi. Biasanya ditemukan dalam bentuk nasi yang sudah dibungkus.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n Harga satu bungkus Nasi Kretek ini sekitar 7 hingga 15 ribu rupiah tergantung di mana anda membeli. Jika di warung kopi pinggiran maka harga 7 ribuan bisa anda temui. Namun jika di kedai dan restoran mungkin harga sekitar 15 ribuan yang harus keluarkan untuk menikmati makanan ini.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n Sebenarnya bukan hanya Gresik<\/a> yang memiliki kudapan bernama kretek. Di daerah lainnya yang juga di Jawa Timur yaitu Jombang juga mempunyai kudapan khas bernama serupa namun memiliki bentuk dan isi yang berbeda. Sebagai penikmat kretek tentu kudapan Nasi Kretek menjadi hal yang unik untuk kalian coba saat berkunjung ke Jawa Timur. Silahkan mencoba!<\/p>\r\n","post_title":"Menikmati Nasi Kretek, Kudapan Khas Gresik","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"menikmati-nasi-kretek-kudapan-khas-gresik","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2024-12-10 14:52:36","post_modified_gmt":"2024-12-10 07:52:36","post_content_filtered":"\r\n Selama ini kita mengenali kretek sebagai sebuah rokok khas Indonesia yang menggunakan tembakau, ramuan khusus, dan cengkeh di dalamnya. Kretek biasanya dinikmati dengan cara dibakar dan dihisap di waktu senggang. Akan tetapi pernahkah kalian membayangkan jika bisakah kretek dinikmati dengan cara lain? Misalnya dengan cara dimakan?<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n Jawabannya tentu sangat bisa apabila kretek<\/a> dinikmati dengan cara dimakan. Akan tetapi buang jauh pikiran kalian jika harus memakan kretek yang berisikan tembakau, ramuan khusus, dan cengkeh di dalamnya. Bukan itu, kretek yang bisa dimakan adalah sebuah kudapan yang berasal Gresik, Jawa Timur.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n Nasi Kretek adalah salah satu dari sekian banyak makanan khas Gresik. Secara penampilan kudapan tersebut memiliki kemiripan dengan Nasi Krawu yang juga khas dari Kota Santri tersebut. Kesamaannya antara dua makanan ini adalah lauk utamanya yaitu suwiran daging. Akan tetapi yang membedakan adalah rasa, toping, dan lauk pendampingnya.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n Nasi Krawu biasanya disajikan dengan daun pisang dan tambahan toping seperti serundeng. Tak hanya itu Nasi Krawu juga biasanya dimakan dengan sambal terasi dan tambahan lauk seperti daging sapi, semur daging, dan jeroan sapi. Ini yang kemudian membedakan antara kudapan tersebut dengan Nasi Kretek yang tidak memiliki banyak lauk pendamping.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n Suwiran daging di Nasi Kretek memiliki rasa yang pedas serta sedikit sensasi asam. Rasa pedasnya cukup menendang meski masih bisa dinikmati oleh mereka yang tidak menyukai makanan pedas. Sensasi asam yang didapatkan kemungkinan hadir dari buah asam atau perasan jeruk nipis sebagai bumbu dasar suwiran daging di makanan ini.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n Suwiran dagingnya juga memiliki tekstur yang tebal serta berminyak. Bagi anda yang sedang menjalani program diet maka bisa dipastikan akan berpikir dua kali untuk menikmati makanan ini. Disarankan juga mengingat rasanya yang pedas serta teksturnya yang berminyak maka siapkan minuman hangat sebagai pendamping agar tenggorokan anda tidak mengalami panas dalam.<\/p>\r\n Sayangnya Anda tak bisa dengan mudah menemukan Nasi Kretek ini di Gresik. Pasalnya kehadiran kuliner ini perlahan-lahan tenggelam dan bahkan tak semua warga di daerah tersebut mengetahuinya. Jika anda mengunjungi Gresik dan tengah beruntung maka bisa menemukan makanan ini di warung-warung kopi. Biasanya ditemukan dalam bentuk nasi yang sudah dibungkus.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n Harga satu bungkus Nasi Kretek ini sekitar 7 hingga 15 ribu rupiah tergantung di mana anda membeli. Jika di warung kopi pinggiran maka harga 7 ribuan bisa anda temui. Namun jika di kedai dan restoran mungkin harga sekitar 15 ribuan yang harus keluarkan untuk menikmati makanan ini.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n Sebenarnya bukan hanya Gresik<\/a> yang memiliki kudapan bernama kretek. Di daerah lainnya yang juga di Jawa Timur yaitu Jombang juga mempunyai kudapan khas bernama serupa namun memiliki bentuk dan isi yang berbeda. Sebagai penikmat kretek tentu kudapan Nasi Kretek menjadi hal yang unik untuk kalian coba saat berkunjung ke Jawa Timur. Silahkan mencoba!<\/p>\r\n","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6789","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":6763,"post_author":"919","post_date":"2020-06-07 10:27:31","post_date_gmt":"2020-06-07 03:27:31","post_content":"\n Pemerintah kini mulai mengeluarkan kebijakan untuk melonggarkan peraturan tentang pembatasan sosial berskala besar. Salah satunya adalah dengan mulai membuka fasilitas-fasilitas umum namun tetap harus menuruti prosedur kesehatan yang berlaku. Dengan demikian maka kondisi new normal kini sudah berada di depan mata. Sebagai perokok tentu ada hal-hal yang patut kita taati dari segala peraturan yang diterapkan oleh pemerintah.<\/p>\n\n\n\n Kondisi new normal ini juga menandai babak baru perjuangan manusia dalam melawan covid-19. Tentu, meski PSBB kini dilonggarkan akan tetapi bukan berarti kita sebagai manusia sudah berhasil menang dan mengatasi pandemi. Kemenangan tersebut justru masih jauh rasanya. Perjuangan tetap dilanjutkan dengan meneruskan tradisi-tradisi yang sudah dilakukan semasa PSBB. <\/p>\n\n\n\n Tradisi-tradisi lama yang sekiranya berpotensi terjadinya penyebaran virus corona pun harus mulai ditinggalkan. Berikut tiga kebiasaan yang harus dihindari para perokok selama kondisi new normal<\/p>\n\n\n\n Akan tetapi kita masih belum bisa melakukan hal tersebut saat kondisi new normal ini. Jika pun terpaksa harus nongkrong bareng maka tetap patuhi protokol kesehatan yang ada. Jaga jarak di antaramu, lalu hindari nongkrong dalam jumlah massa yang terlalu besar. Rasanya, tiga hingga empat orang saja sudah cukup asal mematuhi beberapa peraturan tersebut.<\/p>\n\n\n\n Mengapa merokok di sembarang tempat adalah hal yang harus dihindari, mengingat kondisi pandemi ini membuat kita tak tahu daerah mana saja yang bebas dari sebaran covid-19. Dengan tidak merokok di sembarang tempat tentu akan menjauhkan kita dari potensi besar terpapar virus corona. Jadi tahan dulu ya kalau pengen sebats, di rumah sendiri justru lebih enak dan nyaman kok.<\/p>\n\n\n\n Tidak ada nilai solidaritas yang berkurang dari berhenti merokok joinan satu batang bersama. Nilai solidaritas itu justru bisa anda salurkan dalam bentuk yang lain. Ya salah satunya adalah bagi satu rokok dari sebungkus rokok yang anda miliki jika temanmu membutuhkan. Justru itu lebih baik jika harus merokok satu batang bersama. <\/p>\n","post_title":"Tiga Kebiasaan yang Perokok Harus Hindari di Tengah New Normal","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"tiga-kebiasaan-yang-perokok-harus-hindari-di-tengah-new-normal","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2020-06-07 10:27:37","post_modified_gmt":"2020-06-07 03:27:37","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6763","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":6683,"post_author":"919","post_date":"2020-05-24 10:08:18","post_date_gmt":"2020-05-24 03:08:18","post_content":"\n Di penghujung maghrib seorang anak kecil bertanya pada ayahnya yang sedang asyik menikmati kopinya di teras rumah. \u201cAyah, mengapa malam ini tak ada orang-orang yang berkeliling untuk takbiran?\u201d Sang ayah pun menjawab dengan kalimat yang bijak sana meski belum tentu mampu dipahami anaknya. \u201cNak, manusia sedang berjuang menghadapi kepunahan. Kamu dan banyak anak-anak kecil lainnya berdiam diri di rumah saja adalah hal yang membahagiakan bagi ayah, ibu dan orang tua mereka.\u201d <\/p>\n\n\n\n Selamat Hari Raya Idul Fitri, Mari Mengupayakan Kemenangan! Ramadhan yang berbeda harus dilewati oleh umat manusia generasi saat ini. Mungkin bagi yang masih berumur 20 hingga 50 tahun tak pernah membayangkan betul bumi dalam kondisi pandemi seperti ini. Mayoritas manusia hidup dalam kedamaian meski perang kerap kali membuntuti. Namun kali ini semua terasa sangat berbeda, semua sedang berperang menghadapi sesuatu yang kasat mata. Peperangan yang tak bisa diprediksi pula kapan berakhir.<\/p>\n\n\n\n Orang-orang pintar punya hitung-hitungan tersendiri meski probabilitasnya belum bisa dikatakan mencapai angka yang tinggi. Sementara di luar sana banyak orang-orang pintar lainnya yang bertarung dengan waktu untuk menemukan penyembuh virus covid-19. Saya curiga, jangan-jangan euforia manusia ketika vaksin hadir akan menyamai euforia manusia ketika menyambut sang penyelamat, Isa Almasih turun. Entah, mungkin bisa jadi.<\/p>\n\n\n\n Hanya berdiam diri di rumah yang bisa menjadi senjata ampuh bagi manusia dalam peperangan ini. Beruntungnya kita sebagai umat muslim juga diberi bulan ramadhan dalam kondisi seperti ini. Jika saya boleh menyebut maka saya akan menganalogikan bulan ramadhan sebagai bala tentara tuhan. Mengapa? Jawabannya karena adalah ibadah berpuasa. Dari berpuasa kita bisa manahan diri dari segala hal. Berpuasa untuk tidak bepergian jika tidak mendesak, berpuasa untuk tidak berkumpul, berpuasa untuk tidak boros. <\/p>\n\n\n\n Jika kita mampu memaknai betul arti kata puasa di Bulan Ramadhan maka sudah barang tentu kita mampu memiliki persentase besar untuk memenangi peperangan di masa pandemi ini. Jelas, jawaban kemenangan itu hanya diketahui oleh individu-individu masing-masing. Sebelum kalian melanjutkan bacaan ke paragraf selanjutnya maka silahkan merenung dan bertanya pada diri sendiri. Paripurnakah kita dalam memaknai dan menjalani ibadah puasa?<\/p>\n\n\n\n Hari ini, kita akan merayakan lebaran, tentu saya beranggapan juga bahwa lebaran ini berbeda dari sebelumnya. Jika lebaran-lebaran sebelumnya kita memaknainya sebagai hari kemenangan, maka kali ini mari kita memaknainya sebagai hari untuk mengupayakan kemenangan. Mengapa? Peperangan umat manusia melawan corona masih akan terus berlanjut dan puasa selama 30 hari menjadikan kita seharusnya semakin kuat untuk menghadapi hari esok.<\/p>\n\n\n\n Setelah hari raya idul fitri kita semua akan menghadapi satu babak baru dalam sejarah umat manusia. Babak baru itu disebut-sebut oleh banyak orang sebagai kehidupan new normal. Sekali lagi, jika kita mampu melewati bulan ramadhan secara paripurna maka tentu tak akan menemui kesulitan ke depannya.<\/p>\n\n\n\n Selamat Hari Raya Idul Fitri, Mari Mengupayakan Kemenangan!<\/p>\n","post_title":"Selamat Hari Raya Idul Fitri, Mari Mengupayakan Kemenangan!","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"selamat-hari-raya-idul-fitri-mari-mengupayakan-kemenangan","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2020-05-24 10:08:24","post_modified_gmt":"2020-05-24 03:08:24","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6683","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":6663,"post_author":"919","post_date":"2020-05-11 11:37:27","post_date_gmt":"2020-05-11 04:37:27","post_content":"\n Senyum merekah terpampang dari wajah Striker Jeonbuk Motors, Lee Dong-gook. Sundulannya menyambut umpan dari Son Jun-ho mengoyak gawang Suwon Bluewings pada menit ke-83. Selebrasi sederhana Lee Dong-gook lakukan bersama rekan setimnya di depan tribun utara Jeonju World Cup Stadium yang kosong. Hanya ada banner raksasa di sana, tak ada penonton. Tapi jauh di sana, banyak yang menyaksikan pertandingan ini melalui sosial media. Pertandingan yang memberikan harapan bagi umat manusia.<\/p>\n\n\n\n Pandemi corona menghantam banyak hal dalam hajat hidup umat manusia. Segala sesuatu menjadi sulit untuk dilakukan di masa seperti ini. Pekerjaan harus dilakukan di rumah dan hanya orang tertentu saja yang bisa beraktivitas kerja seperti biasa. Agenda-agenda besar pun harus mengalami penundaan, termasuk liga sepak bola yang harus terhenti sesaat. Kesehatan manusia menjadi pertimbangan utamanya, karena mengutip kalimat populer dari seorang Bambang Pamungkas: \u201cTidak ada satu kemenangan pun yang sebanding dengan nyawa.\u201d <\/p>\n\n\n\n Ketika sepak bola diliburkan maka akhir pekan menjadi begitu tidak menyenangkan. Tidak ada riuh komentar pertandingan di layar televisi. Tidak ada sekumpulan remaja yang antusias berangkat ke stadion. Tidak nyanyian-nyanyian yang terdengar seantero kota. Tidak ada juga tayangan video di youtube tentang highlights sebuah pertandingan. Semua terasa hambar, meski beruntungnya masih ada beberapa film bertemakan sepak bola yang rilis bertepatan saat pandemi melanda seperti The English Game dan Ultras.<\/p>\n\n\n\n Pemberitaan tentang sepak bola pun tiba-tiba menjadi buku tebal ensiklopedia sejarah. Media massa ramai-ramai membuat berita tentang cerita sepak bola di masa lampau. Membuatnya kembali segar dan bisa kembali dinikmati di saat ini. Sesekali, gosip-gosip transfer dihadirkan. Sesekali juga, berita tentang kegamangan petinggi liga juga muncul, apakah liga di sebuah negara akan berlanjut atau tidak.<\/p>\n\n\n\n Akhirnya, ada yang memilih untuk berhenti seperti Ligue 1 yang akhirnya menobatkan Paris Saint-Germain sebagai juara. Sebelumnya Eredivisie Liga Belanda menjadi kompetisi top di eropa pertama yang menghentikan liga. Ajax Amsterdam harus merelakan peluang mereka untuk tak juara musim ini setelah KNVB selaku federasi sepak bola Belanda mengeluarkan kebijakan untuk menghentikan liga tanpa pemenang dan degradasi.<\/p>\n\n\n\n Tapi ada liga yang tak memilih untuk melempar handuk, Bundesliga salah satunya. Petinggi sepak bola Jerman memutuskan untuk melanjutkan kompetisi pada 16 Mei 2020. Kabar baik bagi kita semua yang haus akan tayangan pertandingan sepak bola. Maklum, pemberitaan corona di berbagai media massa cukup memberikan pengaruh psikologi yang buruk bagi sebagian masyarakat. Sepak bola tentunya akan jadi hiburan yang nyata sekaligus memberikan asa kepada manusia. Tapi mirisnya adalah enam hari sebelum bergulirnya kembali Bundesliga, dua pemain asal klub Dynamo Dresden dinyatakan positif terjangkit corona. Bisakah Bundesliga berlanjut? Semoga saja.<\/p>\n\n\n\n Justru hilal sepak bola itu tak muncul dari Eropa atau dataran Amerika, negeri di Asia lah yang menemukannya. Apresiasi kita berikan kepada Korea Selatan yang berani untuk melanjutkan kompetisi sepak bola mereka. Sebelum pertandingan antara Jeonbuk Motors versus Suwon Bluewings digulirkan, poster digital tentang peraturan ketat disebar di sosial media. Poster tersebut berisikan protokoler yang harus dilakukan sebelum, saat, dan sesudah pertandingan agar kesehatan pemain dan official tim bisa terjaga dengan baik. <\/p>\n\n\n\n Syukurnya, pertandingan sore itu di Jeonju World Cup Stadium yang dimenangkan oleh Jeonbuk Motors dengan gol tunggal Lee Dong-gook berjalan lancar. Pertandingan itu memang tak disaksikan langsung oleh penonton di tribun stadion. Tapi di twitter, pertandingan itu disaksikan 3,3 juta penonton dari seluruh dunia. 3,3 juta orang itu sedang menyaksikan hilal sepak bola di Jeoncu World Cup Stadium. 3,3 juta orang itu juga sedang memupuk asa mereka akan hari-hari cerah pasca pandemi.<\/p>\n\n\n\n Lantas bagaimana dengan Indonesia? Ikut Korea Selatan melanjutkan liga atau Belanda yang mengakhiri liga? <\/p>\n","post_title":"Hilal Itu Nampak di Jeonju World Cup Stadium","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"hilal-itu-nampak-di-jeonju-world-cup-stadium","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2020-05-11 11:37:28","post_modified_gmt":"2020-05-11 04:37:28","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6663","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":4},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"epic_block_3"}; Bagi yang kontra menganggap sejatinya tetap ada aturan yang adil bagi para perokok. Mengingat merokok adalah hal yang legal dan merupakan bagian dari ekspresi seseorang. Jika ada anak kecil kemudian menyaksikan video dengan unsur merokok di dalamnya maka sudah menjadi kewajiban orang tua untuk membimbingnya.<\/p>\n\n\n\n Pendapat kedua tersebut sangat dibenarkan mengingat anak-anak harus tetap mendapatkan bimbingan orang tua dalam mengakses internet. Jadi pembatasan monetisasi bagi video dengan unsur rokok di dalamnya sebenarnya adalah hal yang absurd pula. <\/p>\n\n\n\n Monetisasi ini mungkin menjadi pertimbangan utama para selebritis dan komedian tidak menampakkan diri mereka ketika merokok dalam video yang mereka unggah. Pasalnya, jika pemberitahuan dolar kuning sudah masuk maka keuntungan dari monetisasi bisa berkurang drastis dari video-video mereka yang sering disaksikan oleh jutaan orang.<\/p>\n\n\n\n Faktor lainnya adalah soal citra yang terbangun di masyarakat. Bagaimanapun juga hingga saat ini perokok masih melawan stigma negatif yang kerap dilekatkan pada mereka. Sulit memang jadi perokok, sudah kebebasan ekspresi di youtube mendapatkan kekangan, di masyarakat pun dianggap negatif. <\/p>\n","post_title":"Bagaimana Youtube Mengatur Konten Video Bermuatan Rokok?","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"bagaimana-youtube-mengatur-konten-video-bermuatan-rokok","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2020-06-21 10:12:47","post_modified_gmt":"2020-06-21 03:12:47","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6809","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":6789,"post_author":"919","post_date":"2020-06-14 09:21:26","post_date_gmt":"2020-06-14 02:21:26","post_content":"\r\n Selama ini kita mengenali kretek sebagai sebuah rokok khas Indonesia yang menggunakan tembakau, ramuan khusus, dan cengkeh di dalamnya. Kretek biasanya dinikmati dengan cara dibakar dan dihisap di waktu senggang. Akan tetapi pernahkah kalian membayangkan jika bisakah kretek dinikmati dengan cara lain? Misalnya dengan cara dimakan?<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n Jawabannya tentu sangat bisa apabila kretek<\/a> dinikmati dengan cara dimakan. Akan tetapi buang jauh pikiran kalian jika harus memakan kretek yang berisikan tembakau, ramuan khusus, dan cengkeh di dalamnya. Bukan itu, kretek yang bisa dimakan adalah sebuah kudapan yang berasal Gresik, Jawa Timur.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n Nasi Kretek adalah salah satu dari sekian banyak makanan khas Gresik. Secara penampilan kudapan tersebut memiliki kemiripan dengan Nasi Krawu yang juga khas dari Kota Santri tersebut. Kesamaannya antara dua makanan ini adalah lauk utamanya yaitu suwiran daging. Akan tetapi yang membedakan adalah rasa, toping, dan lauk pendampingnya.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n Nasi Krawu biasanya disajikan dengan daun pisang dan tambahan toping seperti serundeng. Tak hanya itu Nasi Krawu juga biasanya dimakan dengan sambal terasi dan tambahan lauk seperti daging sapi, semur daging, dan jeroan sapi. Ini yang kemudian membedakan antara kudapan tersebut dengan Nasi Kretek yang tidak memiliki banyak lauk pendamping.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n Suwiran daging di Nasi Kretek memiliki rasa yang pedas serta sedikit sensasi asam. Rasa pedasnya cukup menendang meski masih bisa dinikmati oleh mereka yang tidak menyukai makanan pedas. Sensasi asam yang didapatkan kemungkinan hadir dari buah asam atau perasan jeruk nipis sebagai bumbu dasar suwiran daging di makanan ini.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n Suwiran dagingnya juga memiliki tekstur yang tebal serta berminyak. Bagi anda yang sedang menjalani program diet maka bisa dipastikan akan berpikir dua kali untuk menikmati makanan ini. Disarankan juga mengingat rasanya yang pedas serta teksturnya yang berminyak maka siapkan minuman hangat sebagai pendamping agar tenggorokan anda tidak mengalami panas dalam.<\/p>\r\n Sayangnya Anda tak bisa dengan mudah menemukan Nasi Kretek ini di Gresik. Pasalnya kehadiran kuliner ini perlahan-lahan tenggelam dan bahkan tak semua warga di daerah tersebut mengetahuinya. Jika anda mengunjungi Gresik dan tengah beruntung maka bisa menemukan makanan ini di warung-warung kopi. Biasanya ditemukan dalam bentuk nasi yang sudah dibungkus.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n Harga satu bungkus Nasi Kretek ini sekitar 7 hingga 15 ribu rupiah tergantung di mana anda membeli. Jika di warung kopi pinggiran maka harga 7 ribuan bisa anda temui. Namun jika di kedai dan restoran mungkin harga sekitar 15 ribuan yang harus keluarkan untuk menikmati makanan ini.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n Sebenarnya bukan hanya Gresik<\/a> yang memiliki kudapan bernama kretek. Di daerah lainnya yang juga di Jawa Timur yaitu Jombang juga mempunyai kudapan khas bernama serupa namun memiliki bentuk dan isi yang berbeda. Sebagai penikmat kretek tentu kudapan Nasi Kretek menjadi hal yang unik untuk kalian coba saat berkunjung ke Jawa Timur. Silahkan mencoba!<\/p>\r\n","post_title":"Menikmati Nasi Kretek, Kudapan Khas Gresik","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"menikmati-nasi-kretek-kudapan-khas-gresik","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2024-12-10 14:52:36","post_modified_gmt":"2024-12-10 07:52:36","post_content_filtered":"\r\n Selama ini kita mengenali kretek sebagai sebuah rokok khas Indonesia yang menggunakan tembakau, ramuan khusus, dan cengkeh di dalamnya. Kretek biasanya dinikmati dengan cara dibakar dan dihisap di waktu senggang. Akan tetapi pernahkah kalian membayangkan jika bisakah kretek dinikmati dengan cara lain? Misalnya dengan cara dimakan?<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n Jawabannya tentu sangat bisa apabila kretek<\/a> dinikmati dengan cara dimakan. Akan tetapi buang jauh pikiran kalian jika harus memakan kretek yang berisikan tembakau, ramuan khusus, dan cengkeh di dalamnya. Bukan itu, kretek yang bisa dimakan adalah sebuah kudapan yang berasal Gresik, Jawa Timur.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n Nasi Kretek adalah salah satu dari sekian banyak makanan khas Gresik. Secara penampilan kudapan tersebut memiliki kemiripan dengan Nasi Krawu yang juga khas dari Kota Santri tersebut. Kesamaannya antara dua makanan ini adalah lauk utamanya yaitu suwiran daging. Akan tetapi yang membedakan adalah rasa, toping, dan lauk pendampingnya.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n Nasi Krawu biasanya disajikan dengan daun pisang dan tambahan toping seperti serundeng. Tak hanya itu Nasi Krawu juga biasanya dimakan dengan sambal terasi dan tambahan lauk seperti daging sapi, semur daging, dan jeroan sapi. Ini yang kemudian membedakan antara kudapan tersebut dengan Nasi Kretek yang tidak memiliki banyak lauk pendamping.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n Suwiran daging di Nasi Kretek memiliki rasa yang pedas serta sedikit sensasi asam. Rasa pedasnya cukup menendang meski masih bisa dinikmati oleh mereka yang tidak menyukai makanan pedas. Sensasi asam yang didapatkan kemungkinan hadir dari buah asam atau perasan jeruk nipis sebagai bumbu dasar suwiran daging di makanan ini.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n Suwiran dagingnya juga memiliki tekstur yang tebal serta berminyak. Bagi anda yang sedang menjalani program diet maka bisa dipastikan akan berpikir dua kali untuk menikmati makanan ini. Disarankan juga mengingat rasanya yang pedas serta teksturnya yang berminyak maka siapkan minuman hangat sebagai pendamping agar tenggorokan anda tidak mengalami panas dalam.<\/p>\r\n Sayangnya Anda tak bisa dengan mudah menemukan Nasi Kretek ini di Gresik. Pasalnya kehadiran kuliner ini perlahan-lahan tenggelam dan bahkan tak semua warga di daerah tersebut mengetahuinya. Jika anda mengunjungi Gresik dan tengah beruntung maka bisa menemukan makanan ini di warung-warung kopi. Biasanya ditemukan dalam bentuk nasi yang sudah dibungkus.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n Harga satu bungkus Nasi Kretek ini sekitar 7 hingga 15 ribu rupiah tergantung di mana anda membeli. Jika di warung kopi pinggiran maka harga 7 ribuan bisa anda temui. Namun jika di kedai dan restoran mungkin harga sekitar 15 ribuan yang harus keluarkan untuk menikmati makanan ini.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n Sebenarnya bukan hanya Gresik<\/a> yang memiliki kudapan bernama kretek. Di daerah lainnya yang juga di Jawa Timur yaitu Jombang juga mempunyai kudapan khas bernama serupa namun memiliki bentuk dan isi yang berbeda. Sebagai penikmat kretek tentu kudapan Nasi Kretek menjadi hal yang unik untuk kalian coba saat berkunjung ke Jawa Timur. Silahkan mencoba!<\/p>\r\n","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6789","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":6763,"post_author":"919","post_date":"2020-06-07 10:27:31","post_date_gmt":"2020-06-07 03:27:31","post_content":"\n Pemerintah kini mulai mengeluarkan kebijakan untuk melonggarkan peraturan tentang pembatasan sosial berskala besar. Salah satunya adalah dengan mulai membuka fasilitas-fasilitas umum namun tetap harus menuruti prosedur kesehatan yang berlaku. Dengan demikian maka kondisi new normal kini sudah berada di depan mata. Sebagai perokok tentu ada hal-hal yang patut kita taati dari segala peraturan yang diterapkan oleh pemerintah.<\/p>\n\n\n\n Kondisi new normal ini juga menandai babak baru perjuangan manusia dalam melawan covid-19. Tentu, meski PSBB kini dilonggarkan akan tetapi bukan berarti kita sebagai manusia sudah berhasil menang dan mengatasi pandemi. Kemenangan tersebut justru masih jauh rasanya. Perjuangan tetap dilanjutkan dengan meneruskan tradisi-tradisi yang sudah dilakukan semasa PSBB. <\/p>\n\n\n\n Tradisi-tradisi lama yang sekiranya berpotensi terjadinya penyebaran virus corona pun harus mulai ditinggalkan. Berikut tiga kebiasaan yang harus dihindari para perokok selama kondisi new normal<\/p>\n\n\n\n Akan tetapi kita masih belum bisa melakukan hal tersebut saat kondisi new normal ini. Jika pun terpaksa harus nongkrong bareng maka tetap patuhi protokol kesehatan yang ada. Jaga jarak di antaramu, lalu hindari nongkrong dalam jumlah massa yang terlalu besar. Rasanya, tiga hingga empat orang saja sudah cukup asal mematuhi beberapa peraturan tersebut.<\/p>\n\n\n\n Mengapa merokok di sembarang tempat adalah hal yang harus dihindari, mengingat kondisi pandemi ini membuat kita tak tahu daerah mana saja yang bebas dari sebaran covid-19. Dengan tidak merokok di sembarang tempat tentu akan menjauhkan kita dari potensi besar terpapar virus corona. Jadi tahan dulu ya kalau pengen sebats, di rumah sendiri justru lebih enak dan nyaman kok.<\/p>\n\n\n\n Tidak ada nilai solidaritas yang berkurang dari berhenti merokok joinan satu batang bersama. Nilai solidaritas itu justru bisa anda salurkan dalam bentuk yang lain. Ya salah satunya adalah bagi satu rokok dari sebungkus rokok yang anda miliki jika temanmu membutuhkan. Justru itu lebih baik jika harus merokok satu batang bersama. <\/p>\n","post_title":"Tiga Kebiasaan yang Perokok Harus Hindari di Tengah New Normal","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"tiga-kebiasaan-yang-perokok-harus-hindari-di-tengah-new-normal","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2020-06-07 10:27:37","post_modified_gmt":"2020-06-07 03:27:37","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6763","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":6683,"post_author":"919","post_date":"2020-05-24 10:08:18","post_date_gmt":"2020-05-24 03:08:18","post_content":"\n Di penghujung maghrib seorang anak kecil bertanya pada ayahnya yang sedang asyik menikmati kopinya di teras rumah. \u201cAyah, mengapa malam ini tak ada orang-orang yang berkeliling untuk takbiran?\u201d Sang ayah pun menjawab dengan kalimat yang bijak sana meski belum tentu mampu dipahami anaknya. \u201cNak, manusia sedang berjuang menghadapi kepunahan. Kamu dan banyak anak-anak kecil lainnya berdiam diri di rumah saja adalah hal yang membahagiakan bagi ayah, ibu dan orang tua mereka.\u201d <\/p>\n\n\n\n Selamat Hari Raya Idul Fitri, Mari Mengupayakan Kemenangan! Ramadhan yang berbeda harus dilewati oleh umat manusia generasi saat ini. Mungkin bagi yang masih berumur 20 hingga 50 tahun tak pernah membayangkan betul bumi dalam kondisi pandemi seperti ini. Mayoritas manusia hidup dalam kedamaian meski perang kerap kali membuntuti. Namun kali ini semua terasa sangat berbeda, semua sedang berperang menghadapi sesuatu yang kasat mata. Peperangan yang tak bisa diprediksi pula kapan berakhir.<\/p>\n\n\n\n Orang-orang pintar punya hitung-hitungan tersendiri meski probabilitasnya belum bisa dikatakan mencapai angka yang tinggi. Sementara di luar sana banyak orang-orang pintar lainnya yang bertarung dengan waktu untuk menemukan penyembuh virus covid-19. Saya curiga, jangan-jangan euforia manusia ketika vaksin hadir akan menyamai euforia manusia ketika menyambut sang penyelamat, Isa Almasih turun. Entah, mungkin bisa jadi.<\/p>\n\n\n\n Hanya berdiam diri di rumah yang bisa menjadi senjata ampuh bagi manusia dalam peperangan ini. Beruntungnya kita sebagai umat muslim juga diberi bulan ramadhan dalam kondisi seperti ini. Jika saya boleh menyebut maka saya akan menganalogikan bulan ramadhan sebagai bala tentara tuhan. Mengapa? Jawabannya karena adalah ibadah berpuasa. Dari berpuasa kita bisa manahan diri dari segala hal. Berpuasa untuk tidak bepergian jika tidak mendesak, berpuasa untuk tidak berkumpul, berpuasa untuk tidak boros. <\/p>\n\n\n\n Jika kita mampu memaknai betul arti kata puasa di Bulan Ramadhan maka sudah barang tentu kita mampu memiliki persentase besar untuk memenangi peperangan di masa pandemi ini. Jelas, jawaban kemenangan itu hanya diketahui oleh individu-individu masing-masing. Sebelum kalian melanjutkan bacaan ke paragraf selanjutnya maka silahkan merenung dan bertanya pada diri sendiri. Paripurnakah kita dalam memaknai dan menjalani ibadah puasa?<\/p>\n\n\n\n Hari ini, kita akan merayakan lebaran, tentu saya beranggapan juga bahwa lebaran ini berbeda dari sebelumnya. Jika lebaran-lebaran sebelumnya kita memaknainya sebagai hari kemenangan, maka kali ini mari kita memaknainya sebagai hari untuk mengupayakan kemenangan. Mengapa? Peperangan umat manusia melawan corona masih akan terus berlanjut dan puasa selama 30 hari menjadikan kita seharusnya semakin kuat untuk menghadapi hari esok.<\/p>\n\n\n\n Setelah hari raya idul fitri kita semua akan menghadapi satu babak baru dalam sejarah umat manusia. Babak baru itu disebut-sebut oleh banyak orang sebagai kehidupan new normal. Sekali lagi, jika kita mampu melewati bulan ramadhan secara paripurna maka tentu tak akan menemui kesulitan ke depannya.<\/p>\n\n\n\n Selamat Hari Raya Idul Fitri, Mari Mengupayakan Kemenangan!<\/p>\n","post_title":"Selamat Hari Raya Idul Fitri, Mari Mengupayakan Kemenangan!","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"selamat-hari-raya-idul-fitri-mari-mengupayakan-kemenangan","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2020-05-24 10:08:24","post_modified_gmt":"2020-05-24 03:08:24","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6683","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":6663,"post_author":"919","post_date":"2020-05-11 11:37:27","post_date_gmt":"2020-05-11 04:37:27","post_content":"\n Senyum merekah terpampang dari wajah Striker Jeonbuk Motors, Lee Dong-gook. Sundulannya menyambut umpan dari Son Jun-ho mengoyak gawang Suwon Bluewings pada menit ke-83. Selebrasi sederhana Lee Dong-gook lakukan bersama rekan setimnya di depan tribun utara Jeonju World Cup Stadium yang kosong. Hanya ada banner raksasa di sana, tak ada penonton. Tapi jauh di sana, banyak yang menyaksikan pertandingan ini melalui sosial media. Pertandingan yang memberikan harapan bagi umat manusia.<\/p>\n\n\n\n Pandemi corona menghantam banyak hal dalam hajat hidup umat manusia. Segala sesuatu menjadi sulit untuk dilakukan di masa seperti ini. Pekerjaan harus dilakukan di rumah dan hanya orang tertentu saja yang bisa beraktivitas kerja seperti biasa. Agenda-agenda besar pun harus mengalami penundaan, termasuk liga sepak bola yang harus terhenti sesaat. Kesehatan manusia menjadi pertimbangan utamanya, karena mengutip kalimat populer dari seorang Bambang Pamungkas: \u201cTidak ada satu kemenangan pun yang sebanding dengan nyawa.\u201d <\/p>\n\n\n\n Ketika sepak bola diliburkan maka akhir pekan menjadi begitu tidak menyenangkan. Tidak ada riuh komentar pertandingan di layar televisi. Tidak ada sekumpulan remaja yang antusias berangkat ke stadion. Tidak nyanyian-nyanyian yang terdengar seantero kota. Tidak ada juga tayangan video di youtube tentang highlights sebuah pertandingan. Semua terasa hambar, meski beruntungnya masih ada beberapa film bertemakan sepak bola yang rilis bertepatan saat pandemi melanda seperti The English Game dan Ultras.<\/p>\n\n\n\n Pemberitaan tentang sepak bola pun tiba-tiba menjadi buku tebal ensiklopedia sejarah. Media massa ramai-ramai membuat berita tentang cerita sepak bola di masa lampau. Membuatnya kembali segar dan bisa kembali dinikmati di saat ini. Sesekali, gosip-gosip transfer dihadirkan. Sesekali juga, berita tentang kegamangan petinggi liga juga muncul, apakah liga di sebuah negara akan berlanjut atau tidak.<\/p>\n\n\n\n Akhirnya, ada yang memilih untuk berhenti seperti Ligue 1 yang akhirnya menobatkan Paris Saint-Germain sebagai juara. Sebelumnya Eredivisie Liga Belanda menjadi kompetisi top di eropa pertama yang menghentikan liga. Ajax Amsterdam harus merelakan peluang mereka untuk tak juara musim ini setelah KNVB selaku federasi sepak bola Belanda mengeluarkan kebijakan untuk menghentikan liga tanpa pemenang dan degradasi.<\/p>\n\n\n\n Tapi ada liga yang tak memilih untuk melempar handuk, Bundesliga salah satunya. Petinggi sepak bola Jerman memutuskan untuk melanjutkan kompetisi pada 16 Mei 2020. Kabar baik bagi kita semua yang haus akan tayangan pertandingan sepak bola. Maklum, pemberitaan corona di berbagai media massa cukup memberikan pengaruh psikologi yang buruk bagi sebagian masyarakat. Sepak bola tentunya akan jadi hiburan yang nyata sekaligus memberikan asa kepada manusia. Tapi mirisnya adalah enam hari sebelum bergulirnya kembali Bundesliga, dua pemain asal klub Dynamo Dresden dinyatakan positif terjangkit corona. Bisakah Bundesliga berlanjut? Semoga saja.<\/p>\n\n\n\n Justru hilal sepak bola itu tak muncul dari Eropa atau dataran Amerika, negeri di Asia lah yang menemukannya. Apresiasi kita berikan kepada Korea Selatan yang berani untuk melanjutkan kompetisi sepak bola mereka. Sebelum pertandingan antara Jeonbuk Motors versus Suwon Bluewings digulirkan, poster digital tentang peraturan ketat disebar di sosial media. Poster tersebut berisikan protokoler yang harus dilakukan sebelum, saat, dan sesudah pertandingan agar kesehatan pemain dan official tim bisa terjaga dengan baik. <\/p>\n\n\n\n Syukurnya, pertandingan sore itu di Jeonju World Cup Stadium yang dimenangkan oleh Jeonbuk Motors dengan gol tunggal Lee Dong-gook berjalan lancar. Pertandingan itu memang tak disaksikan langsung oleh penonton di tribun stadion. Tapi di twitter, pertandingan itu disaksikan 3,3 juta penonton dari seluruh dunia. 3,3 juta orang itu sedang menyaksikan hilal sepak bola di Jeoncu World Cup Stadium. 3,3 juta orang itu juga sedang memupuk asa mereka akan hari-hari cerah pasca pandemi.<\/p>\n\n\n\n Lantas bagaimana dengan Indonesia? Ikut Korea Selatan melanjutkan liga atau Belanda yang mengakhiri liga? <\/p>\n","post_title":"Hilal Itu Nampak di Jeonju World Cup Stadium","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"hilal-itu-nampak-di-jeonju-world-cup-stadium","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2020-05-11 11:37:28","post_modified_gmt":"2020-05-11 04:37:28","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6663","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":4},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"epic_block_3"}; Kondisi tersebut sebenarnya masih menjadi pro dan kontra di kalangan merokok. Mereka yang pro terhadap aturan tersebut memaklumi karena merokok merupakan aktivitas legal yang hanya boleh dilakukan oleh mereka yang berumur cukup. Maka wajar ketika youtube membatasi keuntungan iklan pada video yang ada unsur rokok dan tembakau di dalamnya, mengingat video tersebut akan disaksikan secara umum. Bisa jadi ada anak-anak yang menontonnya.<\/p>\n\n\n\n Bagi yang kontra menganggap sejatinya tetap ada aturan yang adil bagi para perokok. Mengingat merokok adalah hal yang legal dan merupakan bagian dari ekspresi seseorang. Jika ada anak kecil kemudian menyaksikan video dengan unsur merokok di dalamnya maka sudah menjadi kewajiban orang tua untuk membimbingnya.<\/p>\n\n\n\n Pendapat kedua tersebut sangat dibenarkan mengingat anak-anak harus tetap mendapatkan bimbingan orang tua dalam mengakses internet. Jadi pembatasan monetisasi bagi video dengan unsur rokok di dalamnya sebenarnya adalah hal yang absurd pula. <\/p>\n\n\n\n Monetisasi ini mungkin menjadi pertimbangan utama para selebritis dan komedian tidak menampakkan diri mereka ketika merokok dalam video yang mereka unggah. Pasalnya, jika pemberitahuan dolar kuning sudah masuk maka keuntungan dari monetisasi bisa berkurang drastis dari video-video mereka yang sering disaksikan oleh jutaan orang.<\/p>\n\n\n\n Faktor lainnya adalah soal citra yang terbangun di masyarakat. Bagaimanapun juga hingga saat ini perokok masih melawan stigma negatif yang kerap dilekatkan pada mereka. Sulit memang jadi perokok, sudah kebebasan ekspresi di youtube mendapatkan kekangan, di masyarakat pun dianggap negatif. <\/p>\n","post_title":"Bagaimana Youtube Mengatur Konten Video Bermuatan Rokok?","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"bagaimana-youtube-mengatur-konten-video-bermuatan-rokok","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2020-06-21 10:12:47","post_modified_gmt":"2020-06-21 03:12:47","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6809","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":6789,"post_author":"919","post_date":"2020-06-14 09:21:26","post_date_gmt":"2020-06-14 02:21:26","post_content":"\r\n Selama ini kita mengenali kretek sebagai sebuah rokok khas Indonesia yang menggunakan tembakau, ramuan khusus, dan cengkeh di dalamnya. Kretek biasanya dinikmati dengan cara dibakar dan dihisap di waktu senggang. Akan tetapi pernahkah kalian membayangkan jika bisakah kretek dinikmati dengan cara lain? Misalnya dengan cara dimakan?<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n Jawabannya tentu sangat bisa apabila kretek<\/a> dinikmati dengan cara dimakan. Akan tetapi buang jauh pikiran kalian jika harus memakan kretek yang berisikan tembakau, ramuan khusus, dan cengkeh di dalamnya. Bukan itu, kretek yang bisa dimakan adalah sebuah kudapan yang berasal Gresik, Jawa Timur.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n Nasi Kretek adalah salah satu dari sekian banyak makanan khas Gresik. Secara penampilan kudapan tersebut memiliki kemiripan dengan Nasi Krawu yang juga khas dari Kota Santri tersebut. Kesamaannya antara dua makanan ini adalah lauk utamanya yaitu suwiran daging. Akan tetapi yang membedakan adalah rasa, toping, dan lauk pendampingnya.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n Nasi Krawu biasanya disajikan dengan daun pisang dan tambahan toping seperti serundeng. Tak hanya itu Nasi Krawu juga biasanya dimakan dengan sambal terasi dan tambahan lauk seperti daging sapi, semur daging, dan jeroan sapi. Ini yang kemudian membedakan antara kudapan tersebut dengan Nasi Kretek yang tidak memiliki banyak lauk pendamping.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n Suwiran daging di Nasi Kretek memiliki rasa yang pedas serta sedikit sensasi asam. Rasa pedasnya cukup menendang meski masih bisa dinikmati oleh mereka yang tidak menyukai makanan pedas. Sensasi asam yang didapatkan kemungkinan hadir dari buah asam atau perasan jeruk nipis sebagai bumbu dasar suwiran daging di makanan ini.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n Suwiran dagingnya juga memiliki tekstur yang tebal serta berminyak. Bagi anda yang sedang menjalani program diet maka bisa dipastikan akan berpikir dua kali untuk menikmati makanan ini. Disarankan juga mengingat rasanya yang pedas serta teksturnya yang berminyak maka siapkan minuman hangat sebagai pendamping agar tenggorokan anda tidak mengalami panas dalam.<\/p>\r\n Sayangnya Anda tak bisa dengan mudah menemukan Nasi Kretek ini di Gresik. Pasalnya kehadiran kuliner ini perlahan-lahan tenggelam dan bahkan tak semua warga di daerah tersebut mengetahuinya. Jika anda mengunjungi Gresik dan tengah beruntung maka bisa menemukan makanan ini di warung-warung kopi. Biasanya ditemukan dalam bentuk nasi yang sudah dibungkus.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n Harga satu bungkus Nasi Kretek ini sekitar 7 hingga 15 ribu rupiah tergantung di mana anda membeli. Jika di warung kopi pinggiran maka harga 7 ribuan bisa anda temui. Namun jika di kedai dan restoran mungkin harga sekitar 15 ribuan yang harus keluarkan untuk menikmati makanan ini.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n Sebenarnya bukan hanya Gresik<\/a> yang memiliki kudapan bernama kretek. Di daerah lainnya yang juga di Jawa Timur yaitu Jombang juga mempunyai kudapan khas bernama serupa namun memiliki bentuk dan isi yang berbeda. Sebagai penikmat kretek tentu kudapan Nasi Kretek menjadi hal yang unik untuk kalian coba saat berkunjung ke Jawa Timur. Silahkan mencoba!<\/p>\r\n","post_title":"Menikmati Nasi Kretek, Kudapan Khas Gresik","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"menikmati-nasi-kretek-kudapan-khas-gresik","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2024-12-10 14:52:36","post_modified_gmt":"2024-12-10 07:52:36","post_content_filtered":"\r\n Selama ini kita mengenali kretek sebagai sebuah rokok khas Indonesia yang menggunakan tembakau, ramuan khusus, dan cengkeh di dalamnya. Kretek biasanya dinikmati dengan cara dibakar dan dihisap di waktu senggang. Akan tetapi pernahkah kalian membayangkan jika bisakah kretek dinikmati dengan cara lain? Misalnya dengan cara dimakan?<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n Jawabannya tentu sangat bisa apabila kretek<\/a> dinikmati dengan cara dimakan. Akan tetapi buang jauh pikiran kalian jika harus memakan kretek yang berisikan tembakau, ramuan khusus, dan cengkeh di dalamnya. Bukan itu, kretek yang bisa dimakan adalah sebuah kudapan yang berasal Gresik, Jawa Timur.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n Nasi Kretek adalah salah satu dari sekian banyak makanan khas Gresik. Secara penampilan kudapan tersebut memiliki kemiripan dengan Nasi Krawu yang juga khas dari Kota Santri tersebut. Kesamaannya antara dua makanan ini adalah lauk utamanya yaitu suwiran daging. Akan tetapi yang membedakan adalah rasa, toping, dan lauk pendampingnya.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n Nasi Krawu biasanya disajikan dengan daun pisang dan tambahan toping seperti serundeng. Tak hanya itu Nasi Krawu juga biasanya dimakan dengan sambal terasi dan tambahan lauk seperti daging sapi, semur daging, dan jeroan sapi. Ini yang kemudian membedakan antara kudapan tersebut dengan Nasi Kretek yang tidak memiliki banyak lauk pendamping.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n Suwiran daging di Nasi Kretek memiliki rasa yang pedas serta sedikit sensasi asam. Rasa pedasnya cukup menendang meski masih bisa dinikmati oleh mereka yang tidak menyukai makanan pedas. Sensasi asam yang didapatkan kemungkinan hadir dari buah asam atau perasan jeruk nipis sebagai bumbu dasar suwiran daging di makanan ini.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n Suwiran dagingnya juga memiliki tekstur yang tebal serta berminyak. Bagi anda yang sedang menjalani program diet maka bisa dipastikan akan berpikir dua kali untuk menikmati makanan ini. Disarankan juga mengingat rasanya yang pedas serta teksturnya yang berminyak maka siapkan minuman hangat sebagai pendamping agar tenggorokan anda tidak mengalami panas dalam.<\/p>\r\n Sayangnya Anda tak bisa dengan mudah menemukan Nasi Kretek ini di Gresik. Pasalnya kehadiran kuliner ini perlahan-lahan tenggelam dan bahkan tak semua warga di daerah tersebut mengetahuinya. Jika anda mengunjungi Gresik dan tengah beruntung maka bisa menemukan makanan ini di warung-warung kopi. Biasanya ditemukan dalam bentuk nasi yang sudah dibungkus.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n Harga satu bungkus Nasi Kretek ini sekitar 7 hingga 15 ribu rupiah tergantung di mana anda membeli. Jika di warung kopi pinggiran maka harga 7 ribuan bisa anda temui. Namun jika di kedai dan restoran mungkin harga sekitar 15 ribuan yang harus keluarkan untuk menikmati makanan ini.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n Sebenarnya bukan hanya Gresik<\/a> yang memiliki kudapan bernama kretek. Di daerah lainnya yang juga di Jawa Timur yaitu Jombang juga mempunyai kudapan khas bernama serupa namun memiliki bentuk dan isi yang berbeda. Sebagai penikmat kretek tentu kudapan Nasi Kretek menjadi hal yang unik untuk kalian coba saat berkunjung ke Jawa Timur. Silahkan mencoba!<\/p>\r\n","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6789","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":6763,"post_author":"919","post_date":"2020-06-07 10:27:31","post_date_gmt":"2020-06-07 03:27:31","post_content":"\n Pemerintah kini mulai mengeluarkan kebijakan untuk melonggarkan peraturan tentang pembatasan sosial berskala besar. Salah satunya adalah dengan mulai membuka fasilitas-fasilitas umum namun tetap harus menuruti prosedur kesehatan yang berlaku. Dengan demikian maka kondisi new normal kini sudah berada di depan mata. Sebagai perokok tentu ada hal-hal yang patut kita taati dari segala peraturan yang diterapkan oleh pemerintah.<\/p>\n\n\n\n Kondisi new normal ini juga menandai babak baru perjuangan manusia dalam melawan covid-19. Tentu, meski PSBB kini dilonggarkan akan tetapi bukan berarti kita sebagai manusia sudah berhasil menang dan mengatasi pandemi. Kemenangan tersebut justru masih jauh rasanya. Perjuangan tetap dilanjutkan dengan meneruskan tradisi-tradisi yang sudah dilakukan semasa PSBB. <\/p>\n\n\n\n Tradisi-tradisi lama yang sekiranya berpotensi terjadinya penyebaran virus corona pun harus mulai ditinggalkan. Berikut tiga kebiasaan yang harus dihindari para perokok selama kondisi new normal<\/p>\n\n\n\n Akan tetapi kita masih belum bisa melakukan hal tersebut saat kondisi new normal ini. Jika pun terpaksa harus nongkrong bareng maka tetap patuhi protokol kesehatan yang ada. Jaga jarak di antaramu, lalu hindari nongkrong dalam jumlah massa yang terlalu besar. Rasanya, tiga hingga empat orang saja sudah cukup asal mematuhi beberapa peraturan tersebut.<\/p>\n\n\n\n Mengapa merokok di sembarang tempat adalah hal yang harus dihindari, mengingat kondisi pandemi ini membuat kita tak tahu daerah mana saja yang bebas dari sebaran covid-19. Dengan tidak merokok di sembarang tempat tentu akan menjauhkan kita dari potensi besar terpapar virus corona. Jadi tahan dulu ya kalau pengen sebats, di rumah sendiri justru lebih enak dan nyaman kok.<\/p>\n\n\n\n Tidak ada nilai solidaritas yang berkurang dari berhenti merokok joinan satu batang bersama. Nilai solidaritas itu justru bisa anda salurkan dalam bentuk yang lain. Ya salah satunya adalah bagi satu rokok dari sebungkus rokok yang anda miliki jika temanmu membutuhkan. Justru itu lebih baik jika harus merokok satu batang bersama. <\/p>\n","post_title":"Tiga Kebiasaan yang Perokok Harus Hindari di Tengah New Normal","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"tiga-kebiasaan-yang-perokok-harus-hindari-di-tengah-new-normal","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2020-06-07 10:27:37","post_modified_gmt":"2020-06-07 03:27:37","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6763","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":6683,"post_author":"919","post_date":"2020-05-24 10:08:18","post_date_gmt":"2020-05-24 03:08:18","post_content":"\n Di penghujung maghrib seorang anak kecil bertanya pada ayahnya yang sedang asyik menikmati kopinya di teras rumah. \u201cAyah, mengapa malam ini tak ada orang-orang yang berkeliling untuk takbiran?\u201d Sang ayah pun menjawab dengan kalimat yang bijak sana meski belum tentu mampu dipahami anaknya. \u201cNak, manusia sedang berjuang menghadapi kepunahan. Kamu dan banyak anak-anak kecil lainnya berdiam diri di rumah saja adalah hal yang membahagiakan bagi ayah, ibu dan orang tua mereka.\u201d <\/p>\n\n\n\n Selamat Hari Raya Idul Fitri, Mari Mengupayakan Kemenangan! Ramadhan yang berbeda harus dilewati oleh umat manusia generasi saat ini. Mungkin bagi yang masih berumur 20 hingga 50 tahun tak pernah membayangkan betul bumi dalam kondisi pandemi seperti ini. Mayoritas manusia hidup dalam kedamaian meski perang kerap kali membuntuti. Namun kali ini semua terasa sangat berbeda, semua sedang berperang menghadapi sesuatu yang kasat mata. Peperangan yang tak bisa diprediksi pula kapan berakhir.<\/p>\n\n\n\n Orang-orang pintar punya hitung-hitungan tersendiri meski probabilitasnya belum bisa dikatakan mencapai angka yang tinggi. Sementara di luar sana banyak orang-orang pintar lainnya yang bertarung dengan waktu untuk menemukan penyembuh virus covid-19. Saya curiga, jangan-jangan euforia manusia ketika vaksin hadir akan menyamai euforia manusia ketika menyambut sang penyelamat, Isa Almasih turun. Entah, mungkin bisa jadi.<\/p>\n\n\n\n Hanya berdiam diri di rumah yang bisa menjadi senjata ampuh bagi manusia dalam peperangan ini. Beruntungnya kita sebagai umat muslim juga diberi bulan ramadhan dalam kondisi seperti ini. Jika saya boleh menyebut maka saya akan menganalogikan bulan ramadhan sebagai bala tentara tuhan. Mengapa? Jawabannya karena adalah ibadah berpuasa. Dari berpuasa kita bisa manahan diri dari segala hal. Berpuasa untuk tidak bepergian jika tidak mendesak, berpuasa untuk tidak berkumpul, berpuasa untuk tidak boros. <\/p>\n\n\n\n Jika kita mampu memaknai betul arti kata puasa di Bulan Ramadhan maka sudah barang tentu kita mampu memiliki persentase besar untuk memenangi peperangan di masa pandemi ini. Jelas, jawaban kemenangan itu hanya diketahui oleh individu-individu masing-masing. Sebelum kalian melanjutkan bacaan ke paragraf selanjutnya maka silahkan merenung dan bertanya pada diri sendiri. Paripurnakah kita dalam memaknai dan menjalani ibadah puasa?<\/p>\n\n\n\n Hari ini, kita akan merayakan lebaran, tentu saya beranggapan juga bahwa lebaran ini berbeda dari sebelumnya. Jika lebaran-lebaran sebelumnya kita memaknainya sebagai hari kemenangan, maka kali ini mari kita memaknainya sebagai hari untuk mengupayakan kemenangan. Mengapa? Peperangan umat manusia melawan corona masih akan terus berlanjut dan puasa selama 30 hari menjadikan kita seharusnya semakin kuat untuk menghadapi hari esok.<\/p>\n\n\n\n Setelah hari raya idul fitri kita semua akan menghadapi satu babak baru dalam sejarah umat manusia. Babak baru itu disebut-sebut oleh banyak orang sebagai kehidupan new normal. Sekali lagi, jika kita mampu melewati bulan ramadhan secara paripurna maka tentu tak akan menemui kesulitan ke depannya.<\/p>\n\n\n\n Selamat Hari Raya Idul Fitri, Mari Mengupayakan Kemenangan!<\/p>\n","post_title":"Selamat Hari Raya Idul Fitri, Mari Mengupayakan Kemenangan!","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"selamat-hari-raya-idul-fitri-mari-mengupayakan-kemenangan","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2020-05-24 10:08:24","post_modified_gmt":"2020-05-24 03:08:24","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6683","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":6663,"post_author":"919","post_date":"2020-05-11 11:37:27","post_date_gmt":"2020-05-11 04:37:27","post_content":"\n Senyum merekah terpampang dari wajah Striker Jeonbuk Motors, Lee Dong-gook. Sundulannya menyambut umpan dari Son Jun-ho mengoyak gawang Suwon Bluewings pada menit ke-83. Selebrasi sederhana Lee Dong-gook lakukan bersama rekan setimnya di depan tribun utara Jeonju World Cup Stadium yang kosong. Hanya ada banner raksasa di sana, tak ada penonton. Tapi jauh di sana, banyak yang menyaksikan pertandingan ini melalui sosial media. Pertandingan yang memberikan harapan bagi umat manusia.<\/p>\n\n\n\n Pandemi corona menghantam banyak hal dalam hajat hidup umat manusia. Segala sesuatu menjadi sulit untuk dilakukan di masa seperti ini. Pekerjaan harus dilakukan di rumah dan hanya orang tertentu saja yang bisa beraktivitas kerja seperti biasa. Agenda-agenda besar pun harus mengalami penundaan, termasuk liga sepak bola yang harus terhenti sesaat. Kesehatan manusia menjadi pertimbangan utamanya, karena mengutip kalimat populer dari seorang Bambang Pamungkas: \u201cTidak ada satu kemenangan pun yang sebanding dengan nyawa.\u201d <\/p>\n\n\n\n Ketika sepak bola diliburkan maka akhir pekan menjadi begitu tidak menyenangkan. Tidak ada riuh komentar pertandingan di layar televisi. Tidak ada sekumpulan remaja yang antusias berangkat ke stadion. Tidak nyanyian-nyanyian yang terdengar seantero kota. Tidak ada juga tayangan video di youtube tentang highlights sebuah pertandingan. Semua terasa hambar, meski beruntungnya masih ada beberapa film bertemakan sepak bola yang rilis bertepatan saat pandemi melanda seperti The English Game dan Ultras.<\/p>\n\n\n\n Pemberitaan tentang sepak bola pun tiba-tiba menjadi buku tebal ensiklopedia sejarah. Media massa ramai-ramai membuat berita tentang cerita sepak bola di masa lampau. Membuatnya kembali segar dan bisa kembali dinikmati di saat ini. Sesekali, gosip-gosip transfer dihadirkan. Sesekali juga, berita tentang kegamangan petinggi liga juga muncul, apakah liga di sebuah negara akan berlanjut atau tidak.<\/p>\n\n\n\n Akhirnya, ada yang memilih untuk berhenti seperti Ligue 1 yang akhirnya menobatkan Paris Saint-Germain sebagai juara. Sebelumnya Eredivisie Liga Belanda menjadi kompetisi top di eropa pertama yang menghentikan liga. Ajax Amsterdam harus merelakan peluang mereka untuk tak juara musim ini setelah KNVB selaku federasi sepak bola Belanda mengeluarkan kebijakan untuk menghentikan liga tanpa pemenang dan degradasi.<\/p>\n\n\n\n Tapi ada liga yang tak memilih untuk melempar handuk, Bundesliga salah satunya. Petinggi sepak bola Jerman memutuskan untuk melanjutkan kompetisi pada 16 Mei 2020. Kabar baik bagi kita semua yang haus akan tayangan pertandingan sepak bola. Maklum, pemberitaan corona di berbagai media massa cukup memberikan pengaruh psikologi yang buruk bagi sebagian masyarakat. Sepak bola tentunya akan jadi hiburan yang nyata sekaligus memberikan asa kepada manusia. Tapi mirisnya adalah enam hari sebelum bergulirnya kembali Bundesliga, dua pemain asal klub Dynamo Dresden dinyatakan positif terjangkit corona. Bisakah Bundesliga berlanjut? Semoga saja.<\/p>\n\n\n\n Justru hilal sepak bola itu tak muncul dari Eropa atau dataran Amerika, negeri di Asia lah yang menemukannya. Apresiasi kita berikan kepada Korea Selatan yang berani untuk melanjutkan kompetisi sepak bola mereka. Sebelum pertandingan antara Jeonbuk Motors versus Suwon Bluewings digulirkan, poster digital tentang peraturan ketat disebar di sosial media. Poster tersebut berisikan protokoler yang harus dilakukan sebelum, saat, dan sesudah pertandingan agar kesehatan pemain dan official tim bisa terjaga dengan baik. <\/p>\n\n\n\n Syukurnya, pertandingan sore itu di Jeonju World Cup Stadium yang dimenangkan oleh Jeonbuk Motors dengan gol tunggal Lee Dong-gook berjalan lancar. Pertandingan itu memang tak disaksikan langsung oleh penonton di tribun stadion. Tapi di twitter, pertandingan itu disaksikan 3,3 juta penonton dari seluruh dunia. 3,3 juta orang itu sedang menyaksikan hilal sepak bola di Jeoncu World Cup Stadium. 3,3 juta orang itu juga sedang memupuk asa mereka akan hari-hari cerah pasca pandemi.<\/p>\n\n\n\n Lantas bagaimana dengan Indonesia? Ikut Korea Selatan melanjutkan liga atau Belanda yang mengakhiri liga? <\/p>\n","post_title":"Hilal Itu Nampak di Jeonju World Cup Stadium","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"hilal-itu-nampak-di-jeonju-world-cup-stadium","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2020-05-11 11:37:28","post_modified_gmt":"2020-05-11 04:37:28","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6663","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":4},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"epic_block_3"}; Jadi jika ada unsur rokok serta produk tembakau lainnya dalam video yang diunggah oleh seseorang di youtube, maka konten tersebut akan mendapatkan peringatan dengan simbol dolar kuning. Bisa jadi videonya bisa dimonetisasi namun dengan keuntungan yang tidak maksimal, bisa jadi tidak mendapatkan untung dari iklan sama sekali. <\/p>\n\n\n\n Kondisi tersebut sebenarnya masih menjadi pro dan kontra di kalangan merokok. Mereka yang pro terhadap aturan tersebut memaklumi karena merokok merupakan aktivitas legal yang hanya boleh dilakukan oleh mereka yang berumur cukup. Maka wajar ketika youtube membatasi keuntungan iklan pada video yang ada unsur rokok dan tembakau di dalamnya, mengingat video tersebut akan disaksikan secara umum. Bisa jadi ada anak-anak yang menontonnya.<\/p>\n\n\n\n Bagi yang kontra menganggap sejatinya tetap ada aturan yang adil bagi para perokok. Mengingat merokok adalah hal yang legal dan merupakan bagian dari ekspresi seseorang. Jika ada anak kecil kemudian menyaksikan video dengan unsur merokok di dalamnya maka sudah menjadi kewajiban orang tua untuk membimbingnya.<\/p>\n\n\n\n Pendapat kedua tersebut sangat dibenarkan mengingat anak-anak harus tetap mendapatkan bimbingan orang tua dalam mengakses internet. Jadi pembatasan monetisasi bagi video dengan unsur rokok di dalamnya sebenarnya adalah hal yang absurd pula. <\/p>\n\n\n\n Monetisasi ini mungkin menjadi pertimbangan utama para selebritis dan komedian tidak menampakkan diri mereka ketika merokok dalam video yang mereka unggah. Pasalnya, jika pemberitahuan dolar kuning sudah masuk maka keuntungan dari monetisasi bisa berkurang drastis dari video-video mereka yang sering disaksikan oleh jutaan orang.<\/p>\n\n\n\n Faktor lainnya adalah soal citra yang terbangun di masyarakat. Bagaimanapun juga hingga saat ini perokok masih melawan stigma negatif yang kerap dilekatkan pada mereka. Sulit memang jadi perokok, sudah kebebasan ekspresi di youtube mendapatkan kekangan, di masyarakat pun dianggap negatif. <\/p>\n","post_title":"Bagaimana Youtube Mengatur Konten Video Bermuatan Rokok?","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"bagaimana-youtube-mengatur-konten-video-bermuatan-rokok","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2020-06-21 10:12:47","post_modified_gmt":"2020-06-21 03:12:47","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6809","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":6789,"post_author":"919","post_date":"2020-06-14 09:21:26","post_date_gmt":"2020-06-14 02:21:26","post_content":"\r\n Selama ini kita mengenali kretek sebagai sebuah rokok khas Indonesia yang menggunakan tembakau, ramuan khusus, dan cengkeh di dalamnya. Kretek biasanya dinikmati dengan cara dibakar dan dihisap di waktu senggang. Akan tetapi pernahkah kalian membayangkan jika bisakah kretek dinikmati dengan cara lain? Misalnya dengan cara dimakan?<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n Jawabannya tentu sangat bisa apabila kretek<\/a> dinikmati dengan cara dimakan. Akan tetapi buang jauh pikiran kalian jika harus memakan kretek yang berisikan tembakau, ramuan khusus, dan cengkeh di dalamnya. Bukan itu, kretek yang bisa dimakan adalah sebuah kudapan yang berasal Gresik, Jawa Timur.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n Nasi Kretek adalah salah satu dari sekian banyak makanan khas Gresik. Secara penampilan kudapan tersebut memiliki kemiripan dengan Nasi Krawu yang juga khas dari Kota Santri tersebut. Kesamaannya antara dua makanan ini adalah lauk utamanya yaitu suwiran daging. Akan tetapi yang membedakan adalah rasa, toping, dan lauk pendampingnya.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n Nasi Krawu biasanya disajikan dengan daun pisang dan tambahan toping seperti serundeng. Tak hanya itu Nasi Krawu juga biasanya dimakan dengan sambal terasi dan tambahan lauk seperti daging sapi, semur daging, dan jeroan sapi. Ini yang kemudian membedakan antara kudapan tersebut dengan Nasi Kretek yang tidak memiliki banyak lauk pendamping.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n Suwiran daging di Nasi Kretek memiliki rasa yang pedas serta sedikit sensasi asam. Rasa pedasnya cukup menendang meski masih bisa dinikmati oleh mereka yang tidak menyukai makanan pedas. Sensasi asam yang didapatkan kemungkinan hadir dari buah asam atau perasan jeruk nipis sebagai bumbu dasar suwiran daging di makanan ini.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n Suwiran dagingnya juga memiliki tekstur yang tebal serta berminyak. Bagi anda yang sedang menjalani program diet maka bisa dipastikan akan berpikir dua kali untuk menikmati makanan ini. Disarankan juga mengingat rasanya yang pedas serta teksturnya yang berminyak maka siapkan minuman hangat sebagai pendamping agar tenggorokan anda tidak mengalami panas dalam.<\/p>\r\n Sayangnya Anda tak bisa dengan mudah menemukan Nasi Kretek ini di Gresik. Pasalnya kehadiran kuliner ini perlahan-lahan tenggelam dan bahkan tak semua warga di daerah tersebut mengetahuinya. Jika anda mengunjungi Gresik dan tengah beruntung maka bisa menemukan makanan ini di warung-warung kopi. Biasanya ditemukan dalam bentuk nasi yang sudah dibungkus.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n Harga satu bungkus Nasi Kretek ini sekitar 7 hingga 15 ribu rupiah tergantung di mana anda membeli. Jika di warung kopi pinggiran maka harga 7 ribuan bisa anda temui. Namun jika di kedai dan restoran mungkin harga sekitar 15 ribuan yang harus keluarkan untuk menikmati makanan ini.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n Sebenarnya bukan hanya Gresik<\/a> yang memiliki kudapan bernama kretek. Di daerah lainnya yang juga di Jawa Timur yaitu Jombang juga mempunyai kudapan khas bernama serupa namun memiliki bentuk dan isi yang berbeda. Sebagai penikmat kretek tentu kudapan Nasi Kretek menjadi hal yang unik untuk kalian coba saat berkunjung ke Jawa Timur. Silahkan mencoba!<\/p>\r\n","post_title":"Menikmati Nasi Kretek, Kudapan Khas Gresik","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"menikmati-nasi-kretek-kudapan-khas-gresik","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2024-12-10 14:52:36","post_modified_gmt":"2024-12-10 07:52:36","post_content_filtered":"\r\n Selama ini kita mengenali kretek sebagai sebuah rokok khas Indonesia yang menggunakan tembakau, ramuan khusus, dan cengkeh di dalamnya. Kretek biasanya dinikmati dengan cara dibakar dan dihisap di waktu senggang. Akan tetapi pernahkah kalian membayangkan jika bisakah kretek dinikmati dengan cara lain? Misalnya dengan cara dimakan?<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n Jawabannya tentu sangat bisa apabila kretek<\/a> dinikmati dengan cara dimakan. Akan tetapi buang jauh pikiran kalian jika harus memakan kretek yang berisikan tembakau, ramuan khusus, dan cengkeh di dalamnya. Bukan itu, kretek yang bisa dimakan adalah sebuah kudapan yang berasal Gresik, Jawa Timur.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n Nasi Kretek adalah salah satu dari sekian banyak makanan khas Gresik. Secara penampilan kudapan tersebut memiliki kemiripan dengan Nasi Krawu yang juga khas dari Kota Santri tersebut. Kesamaannya antara dua makanan ini adalah lauk utamanya yaitu suwiran daging. Akan tetapi yang membedakan adalah rasa, toping, dan lauk pendampingnya.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n Nasi Krawu biasanya disajikan dengan daun pisang dan tambahan toping seperti serundeng. Tak hanya itu Nasi Krawu juga biasanya dimakan dengan sambal terasi dan tambahan lauk seperti daging sapi, semur daging, dan jeroan sapi. Ini yang kemudian membedakan antara kudapan tersebut dengan Nasi Kretek yang tidak memiliki banyak lauk pendamping.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n Suwiran daging di Nasi Kretek memiliki rasa yang pedas serta sedikit sensasi asam. Rasa pedasnya cukup menendang meski masih bisa dinikmati oleh mereka yang tidak menyukai makanan pedas. Sensasi asam yang didapatkan kemungkinan hadir dari buah asam atau perasan jeruk nipis sebagai bumbu dasar suwiran daging di makanan ini.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n Suwiran dagingnya juga memiliki tekstur yang tebal serta berminyak. Bagi anda yang sedang menjalani program diet maka bisa dipastikan akan berpikir dua kali untuk menikmati makanan ini. Disarankan juga mengingat rasanya yang pedas serta teksturnya yang berminyak maka siapkan minuman hangat sebagai pendamping agar tenggorokan anda tidak mengalami panas dalam.<\/p>\r\n Sayangnya Anda tak bisa dengan mudah menemukan Nasi Kretek ini di Gresik. Pasalnya kehadiran kuliner ini perlahan-lahan tenggelam dan bahkan tak semua warga di daerah tersebut mengetahuinya. Jika anda mengunjungi Gresik dan tengah beruntung maka bisa menemukan makanan ini di warung-warung kopi. Biasanya ditemukan dalam bentuk nasi yang sudah dibungkus.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n Harga satu bungkus Nasi Kretek ini sekitar 7 hingga 15 ribu rupiah tergantung di mana anda membeli. Jika di warung kopi pinggiran maka harga 7 ribuan bisa anda temui. Namun jika di kedai dan restoran mungkin harga sekitar 15 ribuan yang harus keluarkan untuk menikmati makanan ini.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n Sebenarnya bukan hanya Gresik<\/a> yang memiliki kudapan bernama kretek. Di daerah lainnya yang juga di Jawa Timur yaitu Jombang juga mempunyai kudapan khas bernama serupa namun memiliki bentuk dan isi yang berbeda. Sebagai penikmat kretek tentu kudapan Nasi Kretek menjadi hal yang unik untuk kalian coba saat berkunjung ke Jawa Timur. Silahkan mencoba!<\/p>\r\n","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6789","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":6763,"post_author":"919","post_date":"2020-06-07 10:27:31","post_date_gmt":"2020-06-07 03:27:31","post_content":"\n Pemerintah kini mulai mengeluarkan kebijakan untuk melonggarkan peraturan tentang pembatasan sosial berskala besar. Salah satunya adalah dengan mulai membuka fasilitas-fasilitas umum namun tetap harus menuruti prosedur kesehatan yang berlaku. Dengan demikian maka kondisi new normal kini sudah berada di depan mata. Sebagai perokok tentu ada hal-hal yang patut kita taati dari segala peraturan yang diterapkan oleh pemerintah.<\/p>\n\n\n\n Kondisi new normal ini juga menandai babak baru perjuangan manusia dalam melawan covid-19. Tentu, meski PSBB kini dilonggarkan akan tetapi bukan berarti kita sebagai manusia sudah berhasil menang dan mengatasi pandemi. Kemenangan tersebut justru masih jauh rasanya. Perjuangan tetap dilanjutkan dengan meneruskan tradisi-tradisi yang sudah dilakukan semasa PSBB. <\/p>\n\n\n\n Tradisi-tradisi lama yang sekiranya berpotensi terjadinya penyebaran virus corona pun harus mulai ditinggalkan. Berikut tiga kebiasaan yang harus dihindari para perokok selama kondisi new normal<\/p>\n\n\n\n Akan tetapi kita masih belum bisa melakukan hal tersebut saat kondisi new normal ini. Jika pun terpaksa harus nongkrong bareng maka tetap patuhi protokol kesehatan yang ada. Jaga jarak di antaramu, lalu hindari nongkrong dalam jumlah massa yang terlalu besar. Rasanya, tiga hingga empat orang saja sudah cukup asal mematuhi beberapa peraturan tersebut.<\/p>\n\n\n\n Mengapa merokok di sembarang tempat adalah hal yang harus dihindari, mengingat kondisi pandemi ini membuat kita tak tahu daerah mana saja yang bebas dari sebaran covid-19. Dengan tidak merokok di sembarang tempat tentu akan menjauhkan kita dari potensi besar terpapar virus corona. Jadi tahan dulu ya kalau pengen sebats, di rumah sendiri justru lebih enak dan nyaman kok.<\/p>\n\n\n\n Tidak ada nilai solidaritas yang berkurang dari berhenti merokok joinan satu batang bersama. Nilai solidaritas itu justru bisa anda salurkan dalam bentuk yang lain. Ya salah satunya adalah bagi satu rokok dari sebungkus rokok yang anda miliki jika temanmu membutuhkan. Justru itu lebih baik jika harus merokok satu batang bersama. <\/p>\n","post_title":"Tiga Kebiasaan yang Perokok Harus Hindari di Tengah New Normal","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"tiga-kebiasaan-yang-perokok-harus-hindari-di-tengah-new-normal","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2020-06-07 10:27:37","post_modified_gmt":"2020-06-07 03:27:37","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6763","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":6683,"post_author":"919","post_date":"2020-05-24 10:08:18","post_date_gmt":"2020-05-24 03:08:18","post_content":"\n Di penghujung maghrib seorang anak kecil bertanya pada ayahnya yang sedang asyik menikmati kopinya di teras rumah. \u201cAyah, mengapa malam ini tak ada orang-orang yang berkeliling untuk takbiran?\u201d Sang ayah pun menjawab dengan kalimat yang bijak sana meski belum tentu mampu dipahami anaknya. \u201cNak, manusia sedang berjuang menghadapi kepunahan. Kamu dan banyak anak-anak kecil lainnya berdiam diri di rumah saja adalah hal yang membahagiakan bagi ayah, ibu dan orang tua mereka.\u201d <\/p>\n\n\n\n Selamat Hari Raya Idul Fitri, Mari Mengupayakan Kemenangan! Ramadhan yang berbeda harus dilewati oleh umat manusia generasi saat ini. Mungkin bagi yang masih berumur 20 hingga 50 tahun tak pernah membayangkan betul bumi dalam kondisi pandemi seperti ini. Mayoritas manusia hidup dalam kedamaian meski perang kerap kali membuntuti. Namun kali ini semua terasa sangat berbeda, semua sedang berperang menghadapi sesuatu yang kasat mata. Peperangan yang tak bisa diprediksi pula kapan berakhir.<\/p>\n\n\n\n Orang-orang pintar punya hitung-hitungan tersendiri meski probabilitasnya belum bisa dikatakan mencapai angka yang tinggi. Sementara di luar sana banyak orang-orang pintar lainnya yang bertarung dengan waktu untuk menemukan penyembuh virus covid-19. Saya curiga, jangan-jangan euforia manusia ketika vaksin hadir akan menyamai euforia manusia ketika menyambut sang penyelamat, Isa Almasih turun. Entah, mungkin bisa jadi.<\/p>\n\n\n\n Hanya berdiam diri di rumah yang bisa menjadi senjata ampuh bagi manusia dalam peperangan ini. Beruntungnya kita sebagai umat muslim juga diberi bulan ramadhan dalam kondisi seperti ini. Jika saya boleh menyebut maka saya akan menganalogikan bulan ramadhan sebagai bala tentara tuhan. Mengapa? Jawabannya karena adalah ibadah berpuasa. Dari berpuasa kita bisa manahan diri dari segala hal. Berpuasa untuk tidak bepergian jika tidak mendesak, berpuasa untuk tidak berkumpul, berpuasa untuk tidak boros. <\/p>\n\n\n\n Jika kita mampu memaknai betul arti kata puasa di Bulan Ramadhan maka sudah barang tentu kita mampu memiliki persentase besar untuk memenangi peperangan di masa pandemi ini. Jelas, jawaban kemenangan itu hanya diketahui oleh individu-individu masing-masing. Sebelum kalian melanjutkan bacaan ke paragraf selanjutnya maka silahkan merenung dan bertanya pada diri sendiri. Paripurnakah kita dalam memaknai dan menjalani ibadah puasa?<\/p>\n\n\n\n Hari ini, kita akan merayakan lebaran, tentu saya beranggapan juga bahwa lebaran ini berbeda dari sebelumnya. Jika lebaran-lebaran sebelumnya kita memaknainya sebagai hari kemenangan, maka kali ini mari kita memaknainya sebagai hari untuk mengupayakan kemenangan. Mengapa? Peperangan umat manusia melawan corona masih akan terus berlanjut dan puasa selama 30 hari menjadikan kita seharusnya semakin kuat untuk menghadapi hari esok.<\/p>\n\n\n\n Setelah hari raya idul fitri kita semua akan menghadapi satu babak baru dalam sejarah umat manusia. Babak baru itu disebut-sebut oleh banyak orang sebagai kehidupan new normal. Sekali lagi, jika kita mampu melewati bulan ramadhan secara paripurna maka tentu tak akan menemui kesulitan ke depannya.<\/p>\n\n\n\n Selamat Hari Raya Idul Fitri, Mari Mengupayakan Kemenangan!<\/p>\n","post_title":"Selamat Hari Raya Idul Fitri, Mari Mengupayakan Kemenangan!","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"selamat-hari-raya-idul-fitri-mari-mengupayakan-kemenangan","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2020-05-24 10:08:24","post_modified_gmt":"2020-05-24 03:08:24","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6683","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":6663,"post_author":"919","post_date":"2020-05-11 11:37:27","post_date_gmt":"2020-05-11 04:37:27","post_content":"\n Senyum merekah terpampang dari wajah Striker Jeonbuk Motors, Lee Dong-gook. Sundulannya menyambut umpan dari Son Jun-ho mengoyak gawang Suwon Bluewings pada menit ke-83. Selebrasi sederhana Lee Dong-gook lakukan bersama rekan setimnya di depan tribun utara Jeonju World Cup Stadium yang kosong. Hanya ada banner raksasa di sana, tak ada penonton. Tapi jauh di sana, banyak yang menyaksikan pertandingan ini melalui sosial media. Pertandingan yang memberikan harapan bagi umat manusia.<\/p>\n\n\n\n Pandemi corona menghantam banyak hal dalam hajat hidup umat manusia. Segala sesuatu menjadi sulit untuk dilakukan di masa seperti ini. Pekerjaan harus dilakukan di rumah dan hanya orang tertentu saja yang bisa beraktivitas kerja seperti biasa. Agenda-agenda besar pun harus mengalami penundaan, termasuk liga sepak bola yang harus terhenti sesaat. Kesehatan manusia menjadi pertimbangan utamanya, karena mengutip kalimat populer dari seorang Bambang Pamungkas: \u201cTidak ada satu kemenangan pun yang sebanding dengan nyawa.\u201d <\/p>\n\n\n\n Ketika sepak bola diliburkan maka akhir pekan menjadi begitu tidak menyenangkan. Tidak ada riuh komentar pertandingan di layar televisi. Tidak ada sekumpulan remaja yang antusias berangkat ke stadion. Tidak nyanyian-nyanyian yang terdengar seantero kota. Tidak ada juga tayangan video di youtube tentang highlights sebuah pertandingan. Semua terasa hambar, meski beruntungnya masih ada beberapa film bertemakan sepak bola yang rilis bertepatan saat pandemi melanda seperti The English Game dan Ultras.<\/p>\n\n\n\n Pemberitaan tentang sepak bola pun tiba-tiba menjadi buku tebal ensiklopedia sejarah. Media massa ramai-ramai membuat berita tentang cerita sepak bola di masa lampau. Membuatnya kembali segar dan bisa kembali dinikmati di saat ini. Sesekali, gosip-gosip transfer dihadirkan. Sesekali juga, berita tentang kegamangan petinggi liga juga muncul, apakah liga di sebuah negara akan berlanjut atau tidak.<\/p>\n\n\n\n Akhirnya, ada yang memilih untuk berhenti seperti Ligue 1 yang akhirnya menobatkan Paris Saint-Germain sebagai juara. Sebelumnya Eredivisie Liga Belanda menjadi kompetisi top di eropa pertama yang menghentikan liga. Ajax Amsterdam harus merelakan peluang mereka untuk tak juara musim ini setelah KNVB selaku federasi sepak bola Belanda mengeluarkan kebijakan untuk menghentikan liga tanpa pemenang dan degradasi.<\/p>\n\n\n\n Tapi ada liga yang tak memilih untuk melempar handuk, Bundesliga salah satunya. Petinggi sepak bola Jerman memutuskan untuk melanjutkan kompetisi pada 16 Mei 2020. Kabar baik bagi kita semua yang haus akan tayangan pertandingan sepak bola. Maklum, pemberitaan corona di berbagai media massa cukup memberikan pengaruh psikologi yang buruk bagi sebagian masyarakat. Sepak bola tentunya akan jadi hiburan yang nyata sekaligus memberikan asa kepada manusia. Tapi mirisnya adalah enam hari sebelum bergulirnya kembali Bundesliga, dua pemain asal klub Dynamo Dresden dinyatakan positif terjangkit corona. Bisakah Bundesliga berlanjut? Semoga saja.<\/p>\n\n\n\n Justru hilal sepak bola itu tak muncul dari Eropa atau dataran Amerika, negeri di Asia lah yang menemukannya. Apresiasi kita berikan kepada Korea Selatan yang berani untuk melanjutkan kompetisi sepak bola mereka. Sebelum pertandingan antara Jeonbuk Motors versus Suwon Bluewings digulirkan, poster digital tentang peraturan ketat disebar di sosial media. Poster tersebut berisikan protokoler yang harus dilakukan sebelum, saat, dan sesudah pertandingan agar kesehatan pemain dan official tim bisa terjaga dengan baik. <\/p>\n\n\n\n Syukurnya, pertandingan sore itu di Jeonju World Cup Stadium yang dimenangkan oleh Jeonbuk Motors dengan gol tunggal Lee Dong-gook berjalan lancar. Pertandingan itu memang tak disaksikan langsung oleh penonton di tribun stadion. Tapi di twitter, pertandingan itu disaksikan 3,3 juta penonton dari seluruh dunia. 3,3 juta orang itu sedang menyaksikan hilal sepak bola di Jeoncu World Cup Stadium. 3,3 juta orang itu juga sedang memupuk asa mereka akan hari-hari cerah pasca pandemi.<\/p>\n\n\n\n Lantas bagaimana dengan Indonesia? Ikut Korea Selatan melanjutkan liga atau Belanda yang mengakhiri liga? <\/p>\n","post_title":"Hilal Itu Nampak di Jeonju World Cup Stadium","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"hilal-itu-nampak-di-jeonju-world-cup-stadium","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2020-05-11 11:37:28","post_modified_gmt":"2020-05-11 04:37:28","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6663","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":4},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"epic_block_3"}; Apa itu monetisasi? Kumparan.com menyebutkan bahwa monetisasi adalah cara menghasilkan uang dari video yang diunggah di channel youtube, dengan cara menayangkan iklan berdasarkan peraturan dari youtube. Platform asal California, Amerika Serikat kemudian membuat sebuah aturan yakni rokok dan produk tembakau lainnya tidak masuk dalam konten yang ramah monetisasi. <\/p>\n\n\n\n Jadi jika ada unsur rokok serta produk tembakau lainnya dalam video yang diunggah oleh seseorang di youtube, maka konten tersebut akan mendapatkan peringatan dengan simbol dolar kuning. Bisa jadi videonya bisa dimonetisasi namun dengan keuntungan yang tidak maksimal, bisa jadi tidak mendapatkan untung dari iklan sama sekali. <\/p>\n\n\n\n Kondisi tersebut sebenarnya masih menjadi pro dan kontra di kalangan merokok. Mereka yang pro terhadap aturan tersebut memaklumi karena merokok merupakan aktivitas legal yang hanya boleh dilakukan oleh mereka yang berumur cukup. Maka wajar ketika youtube membatasi keuntungan iklan pada video yang ada unsur rokok dan tembakau di dalamnya, mengingat video tersebut akan disaksikan secara umum. Bisa jadi ada anak-anak yang menontonnya.<\/p>\n\n\n\n Bagi yang kontra menganggap sejatinya tetap ada aturan yang adil bagi para perokok. Mengingat merokok adalah hal yang legal dan merupakan bagian dari ekspresi seseorang. Jika ada anak kecil kemudian menyaksikan video dengan unsur merokok di dalamnya maka sudah menjadi kewajiban orang tua untuk membimbingnya.<\/p>\n\n\n\n Pendapat kedua tersebut sangat dibenarkan mengingat anak-anak harus tetap mendapatkan bimbingan orang tua dalam mengakses internet. Jadi pembatasan monetisasi bagi video dengan unsur rokok di dalamnya sebenarnya adalah hal yang absurd pula. <\/p>\n\n\n\n Monetisasi ini mungkin menjadi pertimbangan utama para selebritis dan komedian tidak menampakkan diri mereka ketika merokok dalam video yang mereka unggah. Pasalnya, jika pemberitahuan dolar kuning sudah masuk maka keuntungan dari monetisasi bisa berkurang drastis dari video-video mereka yang sering disaksikan oleh jutaan orang.<\/p>\n\n\n\n Faktor lainnya adalah soal citra yang terbangun di masyarakat. Bagaimanapun juga hingga saat ini perokok masih melawan stigma negatif yang kerap dilekatkan pada mereka. Sulit memang jadi perokok, sudah kebebasan ekspresi di youtube mendapatkan kekangan, di masyarakat pun dianggap negatif. <\/p>\n","post_title":"Bagaimana Youtube Mengatur Konten Video Bermuatan Rokok?","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"bagaimana-youtube-mengatur-konten-video-bermuatan-rokok","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2020-06-21 10:12:47","post_modified_gmt":"2020-06-21 03:12:47","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6809","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":6789,"post_author":"919","post_date":"2020-06-14 09:21:26","post_date_gmt":"2020-06-14 02:21:26","post_content":"\r\n Selama ini kita mengenali kretek sebagai sebuah rokok khas Indonesia yang menggunakan tembakau, ramuan khusus, dan cengkeh di dalamnya. Kretek biasanya dinikmati dengan cara dibakar dan dihisap di waktu senggang. Akan tetapi pernahkah kalian membayangkan jika bisakah kretek dinikmati dengan cara lain? Misalnya dengan cara dimakan?<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n Jawabannya tentu sangat bisa apabila kretek<\/a> dinikmati dengan cara dimakan. Akan tetapi buang jauh pikiran kalian jika harus memakan kretek yang berisikan tembakau, ramuan khusus, dan cengkeh di dalamnya. Bukan itu, kretek yang bisa dimakan adalah sebuah kudapan yang berasal Gresik, Jawa Timur.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n Nasi Kretek adalah salah satu dari sekian banyak makanan khas Gresik. Secara penampilan kudapan tersebut memiliki kemiripan dengan Nasi Krawu yang juga khas dari Kota Santri tersebut. Kesamaannya antara dua makanan ini adalah lauk utamanya yaitu suwiran daging. Akan tetapi yang membedakan adalah rasa, toping, dan lauk pendampingnya.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n Nasi Krawu biasanya disajikan dengan daun pisang dan tambahan toping seperti serundeng. Tak hanya itu Nasi Krawu juga biasanya dimakan dengan sambal terasi dan tambahan lauk seperti daging sapi, semur daging, dan jeroan sapi. Ini yang kemudian membedakan antara kudapan tersebut dengan Nasi Kretek yang tidak memiliki banyak lauk pendamping.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n Suwiran daging di Nasi Kretek memiliki rasa yang pedas serta sedikit sensasi asam. Rasa pedasnya cukup menendang meski masih bisa dinikmati oleh mereka yang tidak menyukai makanan pedas. Sensasi asam yang didapatkan kemungkinan hadir dari buah asam atau perasan jeruk nipis sebagai bumbu dasar suwiran daging di makanan ini.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n Suwiran dagingnya juga memiliki tekstur yang tebal serta berminyak. Bagi anda yang sedang menjalani program diet maka bisa dipastikan akan berpikir dua kali untuk menikmati makanan ini. Disarankan juga mengingat rasanya yang pedas serta teksturnya yang berminyak maka siapkan minuman hangat sebagai pendamping agar tenggorokan anda tidak mengalami panas dalam.<\/p>\r\n Sayangnya Anda tak bisa dengan mudah menemukan Nasi Kretek ini di Gresik. Pasalnya kehadiran kuliner ini perlahan-lahan tenggelam dan bahkan tak semua warga di daerah tersebut mengetahuinya. Jika anda mengunjungi Gresik dan tengah beruntung maka bisa menemukan makanan ini di warung-warung kopi. Biasanya ditemukan dalam bentuk nasi yang sudah dibungkus.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n Harga satu bungkus Nasi Kretek ini sekitar 7 hingga 15 ribu rupiah tergantung di mana anda membeli. Jika di warung kopi pinggiran maka harga 7 ribuan bisa anda temui. Namun jika di kedai dan restoran mungkin harga sekitar 15 ribuan yang harus keluarkan untuk menikmati makanan ini.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n Sebenarnya bukan hanya Gresik<\/a> yang memiliki kudapan bernama kretek. Di daerah lainnya yang juga di Jawa Timur yaitu Jombang juga mempunyai kudapan khas bernama serupa namun memiliki bentuk dan isi yang berbeda. Sebagai penikmat kretek tentu kudapan Nasi Kretek menjadi hal yang unik untuk kalian coba saat berkunjung ke Jawa Timur. Silahkan mencoba!<\/p>\r\n","post_title":"Menikmati Nasi Kretek, Kudapan Khas Gresik","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"menikmati-nasi-kretek-kudapan-khas-gresik","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2024-12-10 14:52:36","post_modified_gmt":"2024-12-10 07:52:36","post_content_filtered":"\r\n Selama ini kita mengenali kretek sebagai sebuah rokok khas Indonesia yang menggunakan tembakau, ramuan khusus, dan cengkeh di dalamnya. Kretek biasanya dinikmati dengan cara dibakar dan dihisap di waktu senggang. Akan tetapi pernahkah kalian membayangkan jika bisakah kretek dinikmati dengan cara lain? Misalnya dengan cara dimakan?<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n Jawabannya tentu sangat bisa apabila kretek<\/a> dinikmati dengan cara dimakan. Akan tetapi buang jauh pikiran kalian jika harus memakan kretek yang berisikan tembakau, ramuan khusus, dan cengkeh di dalamnya. Bukan itu, kretek yang bisa dimakan adalah sebuah kudapan yang berasal Gresik, Jawa Timur.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n Nasi Kretek adalah salah satu dari sekian banyak makanan khas Gresik. Secara penampilan kudapan tersebut memiliki kemiripan dengan Nasi Krawu yang juga khas dari Kota Santri tersebut. Kesamaannya antara dua makanan ini adalah lauk utamanya yaitu suwiran daging. Akan tetapi yang membedakan adalah rasa, toping, dan lauk pendampingnya.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n Nasi Krawu biasanya disajikan dengan daun pisang dan tambahan toping seperti serundeng. Tak hanya itu Nasi Krawu juga biasanya dimakan dengan sambal terasi dan tambahan lauk seperti daging sapi, semur daging, dan jeroan sapi. Ini yang kemudian membedakan antara kudapan tersebut dengan Nasi Kretek yang tidak memiliki banyak lauk pendamping.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n Suwiran daging di Nasi Kretek memiliki rasa yang pedas serta sedikit sensasi asam. Rasa pedasnya cukup menendang meski masih bisa dinikmati oleh mereka yang tidak menyukai makanan pedas. Sensasi asam yang didapatkan kemungkinan hadir dari buah asam atau perasan jeruk nipis sebagai bumbu dasar suwiran daging di makanan ini.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n Suwiran dagingnya juga memiliki tekstur yang tebal serta berminyak. Bagi anda yang sedang menjalani program diet maka bisa dipastikan akan berpikir dua kali untuk menikmati makanan ini. Disarankan juga mengingat rasanya yang pedas serta teksturnya yang berminyak maka siapkan minuman hangat sebagai pendamping agar tenggorokan anda tidak mengalami panas dalam.<\/p>\r\n Sayangnya Anda tak bisa dengan mudah menemukan Nasi Kretek ini di Gresik. Pasalnya kehadiran kuliner ini perlahan-lahan tenggelam dan bahkan tak semua warga di daerah tersebut mengetahuinya. Jika anda mengunjungi Gresik dan tengah beruntung maka bisa menemukan makanan ini di warung-warung kopi. Biasanya ditemukan dalam bentuk nasi yang sudah dibungkus.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n Harga satu bungkus Nasi Kretek ini sekitar 7 hingga 15 ribu rupiah tergantung di mana anda membeli. Jika di warung kopi pinggiran maka harga 7 ribuan bisa anda temui. Namun jika di kedai dan restoran mungkin harga sekitar 15 ribuan yang harus keluarkan untuk menikmati makanan ini.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n Sebenarnya bukan hanya Gresik<\/a> yang memiliki kudapan bernama kretek. Di daerah lainnya yang juga di Jawa Timur yaitu Jombang juga mempunyai kudapan khas bernama serupa namun memiliki bentuk dan isi yang berbeda. Sebagai penikmat kretek tentu kudapan Nasi Kretek menjadi hal yang unik untuk kalian coba saat berkunjung ke Jawa Timur. Silahkan mencoba!<\/p>\r\n","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6789","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":6763,"post_author":"919","post_date":"2020-06-07 10:27:31","post_date_gmt":"2020-06-07 03:27:31","post_content":"\n Pemerintah kini mulai mengeluarkan kebijakan untuk melonggarkan peraturan tentang pembatasan sosial berskala besar. Salah satunya adalah dengan mulai membuka fasilitas-fasilitas umum namun tetap harus menuruti prosedur kesehatan yang berlaku. Dengan demikian maka kondisi new normal kini sudah berada di depan mata. Sebagai perokok tentu ada hal-hal yang patut kita taati dari segala peraturan yang diterapkan oleh pemerintah.<\/p>\n\n\n\n Kondisi new normal ini juga menandai babak baru perjuangan manusia dalam melawan covid-19. Tentu, meski PSBB kini dilonggarkan akan tetapi bukan berarti kita sebagai manusia sudah berhasil menang dan mengatasi pandemi. Kemenangan tersebut justru masih jauh rasanya. Perjuangan tetap dilanjutkan dengan meneruskan tradisi-tradisi yang sudah dilakukan semasa PSBB. <\/p>\n\n\n\n Tradisi-tradisi lama yang sekiranya berpotensi terjadinya penyebaran virus corona pun harus mulai ditinggalkan. Berikut tiga kebiasaan yang harus dihindari para perokok selama kondisi new normal<\/p>\n\n\n\n Akan tetapi kita masih belum bisa melakukan hal tersebut saat kondisi new normal ini. Jika pun terpaksa harus nongkrong bareng maka tetap patuhi protokol kesehatan yang ada. Jaga jarak di antaramu, lalu hindari nongkrong dalam jumlah massa yang terlalu besar. Rasanya, tiga hingga empat orang saja sudah cukup asal mematuhi beberapa peraturan tersebut.<\/p>\n\n\n\n Mengapa merokok di sembarang tempat adalah hal yang harus dihindari, mengingat kondisi pandemi ini membuat kita tak tahu daerah mana saja yang bebas dari sebaran covid-19. Dengan tidak merokok di sembarang tempat tentu akan menjauhkan kita dari potensi besar terpapar virus corona. Jadi tahan dulu ya kalau pengen sebats, di rumah sendiri justru lebih enak dan nyaman kok.<\/p>\n\n\n\n Tidak ada nilai solidaritas yang berkurang dari berhenti merokok joinan satu batang bersama. Nilai solidaritas itu justru bisa anda salurkan dalam bentuk yang lain. Ya salah satunya adalah bagi satu rokok dari sebungkus rokok yang anda miliki jika temanmu membutuhkan. Justru itu lebih baik jika harus merokok satu batang bersama. <\/p>\n","post_title":"Tiga Kebiasaan yang Perokok Harus Hindari di Tengah New Normal","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"tiga-kebiasaan-yang-perokok-harus-hindari-di-tengah-new-normal","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2020-06-07 10:27:37","post_modified_gmt":"2020-06-07 03:27:37","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6763","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":6683,"post_author":"919","post_date":"2020-05-24 10:08:18","post_date_gmt":"2020-05-24 03:08:18","post_content":"\n Di penghujung maghrib seorang anak kecil bertanya pada ayahnya yang sedang asyik menikmati kopinya di teras rumah. \u201cAyah, mengapa malam ini tak ada orang-orang yang berkeliling untuk takbiran?\u201d Sang ayah pun menjawab dengan kalimat yang bijak sana meski belum tentu mampu dipahami anaknya. \u201cNak, manusia sedang berjuang menghadapi kepunahan. Kamu dan banyak anak-anak kecil lainnya berdiam diri di rumah saja adalah hal yang membahagiakan bagi ayah, ibu dan orang tua mereka.\u201d <\/p>\n\n\n\n Selamat Hari Raya Idul Fitri, Mari Mengupayakan Kemenangan! Ramadhan yang berbeda harus dilewati oleh umat manusia generasi saat ini. Mungkin bagi yang masih berumur 20 hingga 50 tahun tak pernah membayangkan betul bumi dalam kondisi pandemi seperti ini. Mayoritas manusia hidup dalam kedamaian meski perang kerap kali membuntuti. Namun kali ini semua terasa sangat berbeda, semua sedang berperang menghadapi sesuatu yang kasat mata. Peperangan yang tak bisa diprediksi pula kapan berakhir.<\/p>\n\n\n\n Orang-orang pintar punya hitung-hitungan tersendiri meski probabilitasnya belum bisa dikatakan mencapai angka yang tinggi. Sementara di luar sana banyak orang-orang pintar lainnya yang bertarung dengan waktu untuk menemukan penyembuh virus covid-19. Saya curiga, jangan-jangan euforia manusia ketika vaksin hadir akan menyamai euforia manusia ketika menyambut sang penyelamat, Isa Almasih turun. Entah, mungkin bisa jadi.<\/p>\n\n\n\n Hanya berdiam diri di rumah yang bisa menjadi senjata ampuh bagi manusia dalam peperangan ini. Beruntungnya kita sebagai umat muslim juga diberi bulan ramadhan dalam kondisi seperti ini. Jika saya boleh menyebut maka saya akan menganalogikan bulan ramadhan sebagai bala tentara tuhan. Mengapa? Jawabannya karena adalah ibadah berpuasa. Dari berpuasa kita bisa manahan diri dari segala hal. Berpuasa untuk tidak bepergian jika tidak mendesak, berpuasa untuk tidak berkumpul, berpuasa untuk tidak boros. <\/p>\n\n\n\n Jika kita mampu memaknai betul arti kata puasa di Bulan Ramadhan maka sudah barang tentu kita mampu memiliki persentase besar untuk memenangi peperangan di masa pandemi ini. Jelas, jawaban kemenangan itu hanya diketahui oleh individu-individu masing-masing. Sebelum kalian melanjutkan bacaan ke paragraf selanjutnya maka silahkan merenung dan bertanya pada diri sendiri. Paripurnakah kita dalam memaknai dan menjalani ibadah puasa?<\/p>\n\n\n\n Hari ini, kita akan merayakan lebaran, tentu saya beranggapan juga bahwa lebaran ini berbeda dari sebelumnya. Jika lebaran-lebaran sebelumnya kita memaknainya sebagai hari kemenangan, maka kali ini mari kita memaknainya sebagai hari untuk mengupayakan kemenangan. Mengapa? Peperangan umat manusia melawan corona masih akan terus berlanjut dan puasa selama 30 hari menjadikan kita seharusnya semakin kuat untuk menghadapi hari esok.<\/p>\n\n\n\n Setelah hari raya idul fitri kita semua akan menghadapi satu babak baru dalam sejarah umat manusia. Babak baru itu disebut-sebut oleh banyak orang sebagai kehidupan new normal. Sekali lagi, jika kita mampu melewati bulan ramadhan secara paripurna maka tentu tak akan menemui kesulitan ke depannya.<\/p>\n\n\n\n Selamat Hari Raya Idul Fitri, Mari Mengupayakan Kemenangan!<\/p>\n","post_title":"Selamat Hari Raya Idul Fitri, Mari Mengupayakan Kemenangan!","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"selamat-hari-raya-idul-fitri-mari-mengupayakan-kemenangan","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2020-05-24 10:08:24","post_modified_gmt":"2020-05-24 03:08:24","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6683","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":6663,"post_author":"919","post_date":"2020-05-11 11:37:27","post_date_gmt":"2020-05-11 04:37:27","post_content":"\n Senyum merekah terpampang dari wajah Striker Jeonbuk Motors, Lee Dong-gook. Sundulannya menyambut umpan dari Son Jun-ho mengoyak gawang Suwon Bluewings pada menit ke-83. Selebrasi sederhana Lee Dong-gook lakukan bersama rekan setimnya di depan tribun utara Jeonju World Cup Stadium yang kosong. Hanya ada banner raksasa di sana, tak ada penonton. Tapi jauh di sana, banyak yang menyaksikan pertandingan ini melalui sosial media. Pertandingan yang memberikan harapan bagi umat manusia.<\/p>\n\n\n\n Pandemi corona menghantam banyak hal dalam hajat hidup umat manusia. Segala sesuatu menjadi sulit untuk dilakukan di masa seperti ini. Pekerjaan harus dilakukan di rumah dan hanya orang tertentu saja yang bisa beraktivitas kerja seperti biasa. Agenda-agenda besar pun harus mengalami penundaan, termasuk liga sepak bola yang harus terhenti sesaat. Kesehatan manusia menjadi pertimbangan utamanya, karena mengutip kalimat populer dari seorang Bambang Pamungkas: \u201cTidak ada satu kemenangan pun yang sebanding dengan nyawa.\u201d <\/p>\n\n\n\n Ketika sepak bola diliburkan maka akhir pekan menjadi begitu tidak menyenangkan. Tidak ada riuh komentar pertandingan di layar televisi. Tidak ada sekumpulan remaja yang antusias berangkat ke stadion. Tidak nyanyian-nyanyian yang terdengar seantero kota. Tidak ada juga tayangan video di youtube tentang highlights sebuah pertandingan. Semua terasa hambar, meski beruntungnya masih ada beberapa film bertemakan sepak bola yang rilis bertepatan saat pandemi melanda seperti The English Game dan Ultras.<\/p>\n\n\n\n Pemberitaan tentang sepak bola pun tiba-tiba menjadi buku tebal ensiklopedia sejarah. Media massa ramai-ramai membuat berita tentang cerita sepak bola di masa lampau. Membuatnya kembali segar dan bisa kembali dinikmati di saat ini. Sesekali, gosip-gosip transfer dihadirkan. Sesekali juga, berita tentang kegamangan petinggi liga juga muncul, apakah liga di sebuah negara akan berlanjut atau tidak.<\/p>\n\n\n\n Akhirnya, ada yang memilih untuk berhenti seperti Ligue 1 yang akhirnya menobatkan Paris Saint-Germain sebagai juara. Sebelumnya Eredivisie Liga Belanda menjadi kompetisi top di eropa pertama yang menghentikan liga. Ajax Amsterdam harus merelakan peluang mereka untuk tak juara musim ini setelah KNVB selaku federasi sepak bola Belanda mengeluarkan kebijakan untuk menghentikan liga tanpa pemenang dan degradasi.<\/p>\n\n\n\n Tapi ada liga yang tak memilih untuk melempar handuk, Bundesliga salah satunya. Petinggi sepak bola Jerman memutuskan untuk melanjutkan kompetisi pada 16 Mei 2020. Kabar baik bagi kita semua yang haus akan tayangan pertandingan sepak bola. Maklum, pemberitaan corona di berbagai media massa cukup memberikan pengaruh psikologi yang buruk bagi sebagian masyarakat. Sepak bola tentunya akan jadi hiburan yang nyata sekaligus memberikan asa kepada manusia. Tapi mirisnya adalah enam hari sebelum bergulirnya kembali Bundesliga, dua pemain asal klub Dynamo Dresden dinyatakan positif terjangkit corona. Bisakah Bundesliga berlanjut? Semoga saja.<\/p>\n\n\n\n Justru hilal sepak bola itu tak muncul dari Eropa atau dataran Amerika, negeri di Asia lah yang menemukannya. Apresiasi kita berikan kepada Korea Selatan yang berani untuk melanjutkan kompetisi sepak bola mereka. Sebelum pertandingan antara Jeonbuk Motors versus Suwon Bluewings digulirkan, poster digital tentang peraturan ketat disebar di sosial media. Poster tersebut berisikan protokoler yang harus dilakukan sebelum, saat, dan sesudah pertandingan agar kesehatan pemain dan official tim bisa terjaga dengan baik. <\/p>\n\n\n\n Syukurnya, pertandingan sore itu di Jeonju World Cup Stadium yang dimenangkan oleh Jeonbuk Motors dengan gol tunggal Lee Dong-gook berjalan lancar. Pertandingan itu memang tak disaksikan langsung oleh penonton di tribun stadion. Tapi di twitter, pertandingan itu disaksikan 3,3 juta penonton dari seluruh dunia. 3,3 juta orang itu sedang menyaksikan hilal sepak bola di Jeoncu World Cup Stadium. 3,3 juta orang itu juga sedang memupuk asa mereka akan hari-hari cerah pasca pandemi.<\/p>\n\n\n\n Lantas bagaimana dengan Indonesia? Ikut Korea Selatan melanjutkan liga atau Belanda yang mengakhiri liga? <\/p>\n","post_title":"Hilal Itu Nampak di Jeonju World Cup Stadium","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"hilal-itu-nampak-di-jeonju-world-cup-stadium","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2020-05-11 11:37:28","post_modified_gmt":"2020-05-11 04:37:28","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6663","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":4},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"epic_block_3"}; Sebenarnya tidak ada peraturan yang melarang tentang aktivitas merokok dalam video yang kemudian diunggah di youtube. Setiap individu sah-sah saja untuk tetap merokok dan youtube tidak akan memblokir tayangan video tersebut asal tidak berbenturan dengan aturan yang lainnya. Akan tetapi, youtube hanya membatasi monetisasi bagi seseorang yang mengupload konten video yang memiliki unsur rokok di dalamnya.<\/p>\n\n\n\n Apa itu monetisasi? Kumparan.com menyebutkan bahwa monetisasi adalah cara menghasilkan uang dari video yang diunggah di channel youtube, dengan cara menayangkan iklan berdasarkan peraturan dari youtube. Platform asal California, Amerika Serikat kemudian membuat sebuah aturan yakni rokok dan produk tembakau lainnya tidak masuk dalam konten yang ramah monetisasi. <\/p>\n\n\n\n Jadi jika ada unsur rokok serta produk tembakau lainnya dalam video yang diunggah oleh seseorang di youtube, maka konten tersebut akan mendapatkan peringatan dengan simbol dolar kuning. Bisa jadi videonya bisa dimonetisasi namun dengan keuntungan yang tidak maksimal, bisa jadi tidak mendapatkan untung dari iklan sama sekali. <\/p>\n\n\n\n Kondisi tersebut sebenarnya masih menjadi pro dan kontra di kalangan merokok. Mereka yang pro terhadap aturan tersebut memaklumi karena merokok merupakan aktivitas legal yang hanya boleh dilakukan oleh mereka yang berumur cukup. Maka wajar ketika youtube membatasi keuntungan iklan pada video yang ada unsur rokok dan tembakau di dalamnya, mengingat video tersebut akan disaksikan secara umum. Bisa jadi ada anak-anak yang menontonnya.<\/p>\n\n\n\n Bagi yang kontra menganggap sejatinya tetap ada aturan yang adil bagi para perokok. Mengingat merokok adalah hal yang legal dan merupakan bagian dari ekspresi seseorang. Jika ada anak kecil kemudian menyaksikan video dengan unsur merokok di dalamnya maka sudah menjadi kewajiban orang tua untuk membimbingnya.<\/p>\n\n\n\n Pendapat kedua tersebut sangat dibenarkan mengingat anak-anak harus tetap mendapatkan bimbingan orang tua dalam mengakses internet. Jadi pembatasan monetisasi bagi video dengan unsur rokok di dalamnya sebenarnya adalah hal yang absurd pula. <\/p>\n\n\n\n Monetisasi ini mungkin menjadi pertimbangan utama para selebritis dan komedian tidak menampakkan diri mereka ketika merokok dalam video yang mereka unggah. Pasalnya, jika pemberitahuan dolar kuning sudah masuk maka keuntungan dari monetisasi bisa berkurang drastis dari video-video mereka yang sering disaksikan oleh jutaan orang.<\/p>\n\n\n\n Faktor lainnya adalah soal citra yang terbangun di masyarakat. Bagaimanapun juga hingga saat ini perokok masih melawan stigma negatif yang kerap dilekatkan pada mereka. Sulit memang jadi perokok, sudah kebebasan ekspresi di youtube mendapatkan kekangan, di masyarakat pun dianggap negatif. <\/p>\n","post_title":"Bagaimana Youtube Mengatur Konten Video Bermuatan Rokok?","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"bagaimana-youtube-mengatur-konten-video-bermuatan-rokok","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2020-06-21 10:12:47","post_modified_gmt":"2020-06-21 03:12:47","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6809","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":6789,"post_author":"919","post_date":"2020-06-14 09:21:26","post_date_gmt":"2020-06-14 02:21:26","post_content":"\r\n Selama ini kita mengenali kretek sebagai sebuah rokok khas Indonesia yang menggunakan tembakau, ramuan khusus, dan cengkeh di dalamnya. Kretek biasanya dinikmati dengan cara dibakar dan dihisap di waktu senggang. Akan tetapi pernahkah kalian membayangkan jika bisakah kretek dinikmati dengan cara lain? Misalnya dengan cara dimakan?<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n Jawabannya tentu sangat bisa apabila kretek<\/a> dinikmati dengan cara dimakan. Akan tetapi buang jauh pikiran kalian jika harus memakan kretek yang berisikan tembakau, ramuan khusus, dan cengkeh di dalamnya. Bukan itu, kretek yang bisa dimakan adalah sebuah kudapan yang berasal Gresik, Jawa Timur.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n Nasi Kretek adalah salah satu dari sekian banyak makanan khas Gresik. Secara penampilan kudapan tersebut memiliki kemiripan dengan Nasi Krawu yang juga khas dari Kota Santri tersebut. Kesamaannya antara dua makanan ini adalah lauk utamanya yaitu suwiran daging. Akan tetapi yang membedakan adalah rasa, toping, dan lauk pendampingnya.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n Nasi Krawu biasanya disajikan dengan daun pisang dan tambahan toping seperti serundeng. Tak hanya itu Nasi Krawu juga biasanya dimakan dengan sambal terasi dan tambahan lauk seperti daging sapi, semur daging, dan jeroan sapi. Ini yang kemudian membedakan antara kudapan tersebut dengan Nasi Kretek yang tidak memiliki banyak lauk pendamping.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n Suwiran daging di Nasi Kretek memiliki rasa yang pedas serta sedikit sensasi asam. Rasa pedasnya cukup menendang meski masih bisa dinikmati oleh mereka yang tidak menyukai makanan pedas. Sensasi asam yang didapatkan kemungkinan hadir dari buah asam atau perasan jeruk nipis sebagai bumbu dasar suwiran daging di makanan ini.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n Suwiran dagingnya juga memiliki tekstur yang tebal serta berminyak. Bagi anda yang sedang menjalani program diet maka bisa dipastikan akan berpikir dua kali untuk menikmati makanan ini. Disarankan juga mengingat rasanya yang pedas serta teksturnya yang berminyak maka siapkan minuman hangat sebagai pendamping agar tenggorokan anda tidak mengalami panas dalam.<\/p>\r\n Sayangnya Anda tak bisa dengan mudah menemukan Nasi Kretek ini di Gresik. Pasalnya kehadiran kuliner ini perlahan-lahan tenggelam dan bahkan tak semua warga di daerah tersebut mengetahuinya. Jika anda mengunjungi Gresik dan tengah beruntung maka bisa menemukan makanan ini di warung-warung kopi. Biasanya ditemukan dalam bentuk nasi yang sudah dibungkus.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n Harga satu bungkus Nasi Kretek ini sekitar 7 hingga 15 ribu rupiah tergantung di mana anda membeli. Jika di warung kopi pinggiran maka harga 7 ribuan bisa anda temui. Namun jika di kedai dan restoran mungkin harga sekitar 15 ribuan yang harus keluarkan untuk menikmati makanan ini.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n Sebenarnya bukan hanya Gresik<\/a> yang memiliki kudapan bernama kretek. Di daerah lainnya yang juga di Jawa Timur yaitu Jombang juga mempunyai kudapan khas bernama serupa namun memiliki bentuk dan isi yang berbeda. Sebagai penikmat kretek tentu kudapan Nasi Kretek menjadi hal yang unik untuk kalian coba saat berkunjung ke Jawa Timur. Silahkan mencoba!<\/p>\r\n","post_title":"Menikmati Nasi Kretek, Kudapan Khas Gresik","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"menikmati-nasi-kretek-kudapan-khas-gresik","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2024-12-10 14:52:36","post_modified_gmt":"2024-12-10 07:52:36","post_content_filtered":"\r\n Selama ini kita mengenali kretek sebagai sebuah rokok khas Indonesia yang menggunakan tembakau, ramuan khusus, dan cengkeh di dalamnya. Kretek biasanya dinikmati dengan cara dibakar dan dihisap di waktu senggang. Akan tetapi pernahkah kalian membayangkan jika bisakah kretek dinikmati dengan cara lain? Misalnya dengan cara dimakan?<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n Jawabannya tentu sangat bisa apabila kretek<\/a> dinikmati dengan cara dimakan. Akan tetapi buang jauh pikiran kalian jika harus memakan kretek yang berisikan tembakau, ramuan khusus, dan cengkeh di dalamnya. Bukan itu, kretek yang bisa dimakan adalah sebuah kudapan yang berasal Gresik, Jawa Timur.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n Nasi Kretek adalah salah satu dari sekian banyak makanan khas Gresik. Secara penampilan kudapan tersebut memiliki kemiripan dengan Nasi Krawu yang juga khas dari Kota Santri tersebut. Kesamaannya antara dua makanan ini adalah lauk utamanya yaitu suwiran daging. Akan tetapi yang membedakan adalah rasa, toping, dan lauk pendampingnya.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n Nasi Krawu biasanya disajikan dengan daun pisang dan tambahan toping seperti serundeng. Tak hanya itu Nasi Krawu juga biasanya dimakan dengan sambal terasi dan tambahan lauk seperti daging sapi, semur daging, dan jeroan sapi. Ini yang kemudian membedakan antara kudapan tersebut dengan Nasi Kretek yang tidak memiliki banyak lauk pendamping.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n Suwiran daging di Nasi Kretek memiliki rasa yang pedas serta sedikit sensasi asam. Rasa pedasnya cukup menendang meski masih bisa dinikmati oleh mereka yang tidak menyukai makanan pedas. Sensasi asam yang didapatkan kemungkinan hadir dari buah asam atau perasan jeruk nipis sebagai bumbu dasar suwiran daging di makanan ini.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n Suwiran dagingnya juga memiliki tekstur yang tebal serta berminyak. Bagi anda yang sedang menjalani program diet maka bisa dipastikan akan berpikir dua kali untuk menikmati makanan ini. Disarankan juga mengingat rasanya yang pedas serta teksturnya yang berminyak maka siapkan minuman hangat sebagai pendamping agar tenggorokan anda tidak mengalami panas dalam.<\/p>\r\n Sayangnya Anda tak bisa dengan mudah menemukan Nasi Kretek ini di Gresik. Pasalnya kehadiran kuliner ini perlahan-lahan tenggelam dan bahkan tak semua warga di daerah tersebut mengetahuinya. Jika anda mengunjungi Gresik dan tengah beruntung maka bisa menemukan makanan ini di warung-warung kopi. Biasanya ditemukan dalam bentuk nasi yang sudah dibungkus.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n Harga satu bungkus Nasi Kretek ini sekitar 7 hingga 15 ribu rupiah tergantung di mana anda membeli. Jika di warung kopi pinggiran maka harga 7 ribuan bisa anda temui. Namun jika di kedai dan restoran mungkin harga sekitar 15 ribuan yang harus keluarkan untuk menikmati makanan ini.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n Sebenarnya bukan hanya Gresik<\/a> yang memiliki kudapan bernama kretek. Di daerah lainnya yang juga di Jawa Timur yaitu Jombang juga mempunyai kudapan khas bernama serupa namun memiliki bentuk dan isi yang berbeda. Sebagai penikmat kretek tentu kudapan Nasi Kretek menjadi hal yang unik untuk kalian coba saat berkunjung ke Jawa Timur. Silahkan mencoba!<\/p>\r\n","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6789","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":6763,"post_author":"919","post_date":"2020-06-07 10:27:31","post_date_gmt":"2020-06-07 03:27:31","post_content":"\n Pemerintah kini mulai mengeluarkan kebijakan untuk melonggarkan peraturan tentang pembatasan sosial berskala besar. Salah satunya adalah dengan mulai membuka fasilitas-fasilitas umum namun tetap harus menuruti prosedur kesehatan yang berlaku. Dengan demikian maka kondisi new normal kini sudah berada di depan mata. Sebagai perokok tentu ada hal-hal yang patut kita taati dari segala peraturan yang diterapkan oleh pemerintah.<\/p>\n\n\n\n Kondisi new normal ini juga menandai babak baru perjuangan manusia dalam melawan covid-19. Tentu, meski PSBB kini dilonggarkan akan tetapi bukan berarti kita sebagai manusia sudah berhasil menang dan mengatasi pandemi. Kemenangan tersebut justru masih jauh rasanya. Perjuangan tetap dilanjutkan dengan meneruskan tradisi-tradisi yang sudah dilakukan semasa PSBB. <\/p>\n\n\n\n Tradisi-tradisi lama yang sekiranya berpotensi terjadinya penyebaran virus corona pun harus mulai ditinggalkan. Berikut tiga kebiasaan yang harus dihindari para perokok selama kondisi new normal<\/p>\n\n\n\n Akan tetapi kita masih belum bisa melakukan hal tersebut saat kondisi new normal ini. Jika pun terpaksa harus nongkrong bareng maka tetap patuhi protokol kesehatan yang ada. Jaga jarak di antaramu, lalu hindari nongkrong dalam jumlah massa yang terlalu besar. Rasanya, tiga hingga empat orang saja sudah cukup asal mematuhi beberapa peraturan tersebut.<\/p>\n\n\n\n Mengapa merokok di sembarang tempat adalah hal yang harus dihindari, mengingat kondisi pandemi ini membuat kita tak tahu daerah mana saja yang bebas dari sebaran covid-19. Dengan tidak merokok di sembarang tempat tentu akan menjauhkan kita dari potensi besar terpapar virus corona. Jadi tahan dulu ya kalau pengen sebats, di rumah sendiri justru lebih enak dan nyaman kok.<\/p>\n\n\n\n Tidak ada nilai solidaritas yang berkurang dari berhenti merokok joinan satu batang bersama. Nilai solidaritas itu justru bisa anda salurkan dalam bentuk yang lain. Ya salah satunya adalah bagi satu rokok dari sebungkus rokok yang anda miliki jika temanmu membutuhkan. Justru itu lebih baik jika harus merokok satu batang bersama. <\/p>\n","post_title":"Tiga Kebiasaan yang Perokok Harus Hindari di Tengah New Normal","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"tiga-kebiasaan-yang-perokok-harus-hindari-di-tengah-new-normal","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2020-06-07 10:27:37","post_modified_gmt":"2020-06-07 03:27:37","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6763","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":6683,"post_author":"919","post_date":"2020-05-24 10:08:18","post_date_gmt":"2020-05-24 03:08:18","post_content":"\n Di penghujung maghrib seorang anak kecil bertanya pada ayahnya yang sedang asyik menikmati kopinya di teras rumah. \u201cAyah, mengapa malam ini tak ada orang-orang yang berkeliling untuk takbiran?\u201d Sang ayah pun menjawab dengan kalimat yang bijak sana meski belum tentu mampu dipahami anaknya. \u201cNak, manusia sedang berjuang menghadapi kepunahan. Kamu dan banyak anak-anak kecil lainnya berdiam diri di rumah saja adalah hal yang membahagiakan bagi ayah, ibu dan orang tua mereka.\u201d <\/p>\n\n\n\n Selamat Hari Raya Idul Fitri, Mari Mengupayakan Kemenangan! Ramadhan yang berbeda harus dilewati oleh umat manusia generasi saat ini. Mungkin bagi yang masih berumur 20 hingga 50 tahun tak pernah membayangkan betul bumi dalam kondisi pandemi seperti ini. Mayoritas manusia hidup dalam kedamaian meski perang kerap kali membuntuti. Namun kali ini semua terasa sangat berbeda, semua sedang berperang menghadapi sesuatu yang kasat mata. Peperangan yang tak bisa diprediksi pula kapan berakhir.<\/p>\n\n\n\n Orang-orang pintar punya hitung-hitungan tersendiri meski probabilitasnya belum bisa dikatakan mencapai angka yang tinggi. Sementara di luar sana banyak orang-orang pintar lainnya yang bertarung dengan waktu untuk menemukan penyembuh virus covid-19. Saya curiga, jangan-jangan euforia manusia ketika vaksin hadir akan menyamai euforia manusia ketika menyambut sang penyelamat, Isa Almasih turun. Entah, mungkin bisa jadi.<\/p>\n\n\n\n Hanya berdiam diri di rumah yang bisa menjadi senjata ampuh bagi manusia dalam peperangan ini. Beruntungnya kita sebagai umat muslim juga diberi bulan ramadhan dalam kondisi seperti ini. Jika saya boleh menyebut maka saya akan menganalogikan bulan ramadhan sebagai bala tentara tuhan. Mengapa? Jawabannya karena adalah ibadah berpuasa. Dari berpuasa kita bisa manahan diri dari segala hal. Berpuasa untuk tidak bepergian jika tidak mendesak, berpuasa untuk tidak berkumpul, berpuasa untuk tidak boros. <\/p>\n\n\n\n Jika kita mampu memaknai betul arti kata puasa di Bulan Ramadhan maka sudah barang tentu kita mampu memiliki persentase besar untuk memenangi peperangan di masa pandemi ini. Jelas, jawaban kemenangan itu hanya diketahui oleh individu-individu masing-masing. Sebelum kalian melanjutkan bacaan ke paragraf selanjutnya maka silahkan merenung dan bertanya pada diri sendiri. Paripurnakah kita dalam memaknai dan menjalani ibadah puasa?<\/p>\n\n\n\n Hari ini, kita akan merayakan lebaran, tentu saya beranggapan juga bahwa lebaran ini berbeda dari sebelumnya. Jika lebaran-lebaran sebelumnya kita memaknainya sebagai hari kemenangan, maka kali ini mari kita memaknainya sebagai hari untuk mengupayakan kemenangan. Mengapa? Peperangan umat manusia melawan corona masih akan terus berlanjut dan puasa selama 30 hari menjadikan kita seharusnya semakin kuat untuk menghadapi hari esok.<\/p>\n\n\n\n Setelah hari raya idul fitri kita semua akan menghadapi satu babak baru dalam sejarah umat manusia. Babak baru itu disebut-sebut oleh banyak orang sebagai kehidupan new normal. Sekali lagi, jika kita mampu melewati bulan ramadhan secara paripurna maka tentu tak akan menemui kesulitan ke depannya.<\/p>\n\n\n\n Selamat Hari Raya Idul Fitri, Mari Mengupayakan Kemenangan!<\/p>\n","post_title":"Selamat Hari Raya Idul Fitri, Mari Mengupayakan Kemenangan!","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"selamat-hari-raya-idul-fitri-mari-mengupayakan-kemenangan","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2020-05-24 10:08:24","post_modified_gmt":"2020-05-24 03:08:24","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6683","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":6663,"post_author":"919","post_date":"2020-05-11 11:37:27","post_date_gmt":"2020-05-11 04:37:27","post_content":"\n Senyum merekah terpampang dari wajah Striker Jeonbuk Motors, Lee Dong-gook. Sundulannya menyambut umpan dari Son Jun-ho mengoyak gawang Suwon Bluewings pada menit ke-83. Selebrasi sederhana Lee Dong-gook lakukan bersama rekan setimnya di depan tribun utara Jeonju World Cup Stadium yang kosong. Hanya ada banner raksasa di sana, tak ada penonton. Tapi jauh di sana, banyak yang menyaksikan pertandingan ini melalui sosial media. Pertandingan yang memberikan harapan bagi umat manusia.<\/p>\n\n\n\n Pandemi corona menghantam banyak hal dalam hajat hidup umat manusia. Segala sesuatu menjadi sulit untuk dilakukan di masa seperti ini. Pekerjaan harus dilakukan di rumah dan hanya orang tertentu saja yang bisa beraktivitas kerja seperti biasa. Agenda-agenda besar pun harus mengalami penundaan, termasuk liga sepak bola yang harus terhenti sesaat. Kesehatan manusia menjadi pertimbangan utamanya, karena mengutip kalimat populer dari seorang Bambang Pamungkas: \u201cTidak ada satu kemenangan pun yang sebanding dengan nyawa.\u201d <\/p>\n\n\n\n Ketika sepak bola diliburkan maka akhir pekan menjadi begitu tidak menyenangkan. Tidak ada riuh komentar pertandingan di layar televisi. Tidak ada sekumpulan remaja yang antusias berangkat ke stadion. Tidak nyanyian-nyanyian yang terdengar seantero kota. Tidak ada juga tayangan video di youtube tentang highlights sebuah pertandingan. Semua terasa hambar, meski beruntungnya masih ada beberapa film bertemakan sepak bola yang rilis bertepatan saat pandemi melanda seperti The English Game dan Ultras.<\/p>\n\n\n\n Pemberitaan tentang sepak bola pun tiba-tiba menjadi buku tebal ensiklopedia sejarah. Media massa ramai-ramai membuat berita tentang cerita sepak bola di masa lampau. Membuatnya kembali segar dan bisa kembali dinikmati di saat ini. Sesekali, gosip-gosip transfer dihadirkan. Sesekali juga, berita tentang kegamangan petinggi liga juga muncul, apakah liga di sebuah negara akan berlanjut atau tidak.<\/p>\n\n\n\n Akhirnya, ada yang memilih untuk berhenti seperti Ligue 1 yang akhirnya menobatkan Paris Saint-Germain sebagai juara. Sebelumnya Eredivisie Liga Belanda menjadi kompetisi top di eropa pertama yang menghentikan liga. Ajax Amsterdam harus merelakan peluang mereka untuk tak juara musim ini setelah KNVB selaku federasi sepak bola Belanda mengeluarkan kebijakan untuk menghentikan liga tanpa pemenang dan degradasi.<\/p>\n\n\n\n Tapi ada liga yang tak memilih untuk melempar handuk, Bundesliga salah satunya. Petinggi sepak bola Jerman memutuskan untuk melanjutkan kompetisi pada 16 Mei 2020. Kabar baik bagi kita semua yang haus akan tayangan pertandingan sepak bola. Maklum, pemberitaan corona di berbagai media massa cukup memberikan pengaruh psikologi yang buruk bagi sebagian masyarakat. Sepak bola tentunya akan jadi hiburan yang nyata sekaligus memberikan asa kepada manusia. Tapi mirisnya adalah enam hari sebelum bergulirnya kembali Bundesliga, dua pemain asal klub Dynamo Dresden dinyatakan positif terjangkit corona. Bisakah Bundesliga berlanjut? Semoga saja.<\/p>\n\n\n\n Justru hilal sepak bola itu tak muncul dari Eropa atau dataran Amerika, negeri di Asia lah yang menemukannya. Apresiasi kita berikan kepada Korea Selatan yang berani untuk melanjutkan kompetisi sepak bola mereka. Sebelum pertandingan antara Jeonbuk Motors versus Suwon Bluewings digulirkan, poster digital tentang peraturan ketat disebar di sosial media. Poster tersebut berisikan protokoler yang harus dilakukan sebelum, saat, dan sesudah pertandingan agar kesehatan pemain dan official tim bisa terjaga dengan baik. <\/p>\n\n\n\n Syukurnya, pertandingan sore itu di Jeonju World Cup Stadium yang dimenangkan oleh Jeonbuk Motors dengan gol tunggal Lee Dong-gook berjalan lancar. Pertandingan itu memang tak disaksikan langsung oleh penonton di tribun stadion. Tapi di twitter, pertandingan itu disaksikan 3,3 juta penonton dari seluruh dunia. 3,3 juta orang itu sedang menyaksikan hilal sepak bola di Jeoncu World Cup Stadium. 3,3 juta orang itu juga sedang memupuk asa mereka akan hari-hari cerah pasca pandemi.<\/p>\n\n\n\n Lantas bagaimana dengan Indonesia? Ikut Korea Selatan melanjutkan liga atau Belanda yang mengakhiri liga? <\/p>\n","post_title":"Hilal Itu Nampak di Jeonju World Cup Stadium","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"hilal-itu-nampak-di-jeonju-world-cup-stadium","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2020-05-11 11:37:28","post_modified_gmt":"2020-05-11 04:37:28","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6663","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":4},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"epic_block_3"}; Akan tetapi pertanyaan kemudian muncul, apakah benar di antara mereka seorang perokok? Jika iya mengapa kemudian mereka tidak melakukan aktivitas merokok dan nampak pada video mereka di youtube? Apakah ini karena faktor pencitraan, atau sejatinya menghindari aturan yang diciptakan oleh youtube? <\/p>\n\n\n\n Sebenarnya tidak ada peraturan yang melarang tentang aktivitas merokok dalam video yang kemudian diunggah di youtube. Setiap individu sah-sah saja untuk tetap merokok dan youtube tidak akan memblokir tayangan video tersebut asal tidak berbenturan dengan aturan yang lainnya. Akan tetapi, youtube hanya membatasi monetisasi bagi seseorang yang mengupload konten video yang memiliki unsur rokok di dalamnya.<\/p>\n\n\n\n Apa itu monetisasi? Kumparan.com menyebutkan bahwa monetisasi adalah cara menghasilkan uang dari video yang diunggah di channel youtube, dengan cara menayangkan iklan berdasarkan peraturan dari youtube. Platform asal California, Amerika Serikat kemudian membuat sebuah aturan yakni rokok dan produk tembakau lainnya tidak masuk dalam konten yang ramah monetisasi. <\/p>\n\n\n\n Jadi jika ada unsur rokok serta produk tembakau lainnya dalam video yang diunggah oleh seseorang di youtube, maka konten tersebut akan mendapatkan peringatan dengan simbol dolar kuning. Bisa jadi videonya bisa dimonetisasi namun dengan keuntungan yang tidak maksimal, bisa jadi tidak mendapatkan untung dari iklan sama sekali. <\/p>\n\n\n\n Kondisi tersebut sebenarnya masih menjadi pro dan kontra di kalangan merokok. Mereka yang pro terhadap aturan tersebut memaklumi karena merokok merupakan aktivitas legal yang hanya boleh dilakukan oleh mereka yang berumur cukup. Maka wajar ketika youtube membatasi keuntungan iklan pada video yang ada unsur rokok dan tembakau di dalamnya, mengingat video tersebut akan disaksikan secara umum. Bisa jadi ada anak-anak yang menontonnya.<\/p>\n\n\n\n Bagi yang kontra menganggap sejatinya tetap ada aturan yang adil bagi para perokok. Mengingat merokok adalah hal yang legal dan merupakan bagian dari ekspresi seseorang. Jika ada anak kecil kemudian menyaksikan video dengan unsur merokok di dalamnya maka sudah menjadi kewajiban orang tua untuk membimbingnya.<\/p>\n\n\n\n Pendapat kedua tersebut sangat dibenarkan mengingat anak-anak harus tetap mendapatkan bimbingan orang tua dalam mengakses internet. Jadi pembatasan monetisasi bagi video dengan unsur rokok di dalamnya sebenarnya adalah hal yang absurd pula. <\/p>\n\n\n\n Monetisasi ini mungkin menjadi pertimbangan utama para selebritis dan komedian tidak menampakkan diri mereka ketika merokok dalam video yang mereka unggah. Pasalnya, jika pemberitahuan dolar kuning sudah masuk maka keuntungan dari monetisasi bisa berkurang drastis dari video-video mereka yang sering disaksikan oleh jutaan orang.<\/p>\n\n\n\n Faktor lainnya adalah soal citra yang terbangun di masyarakat. Bagaimanapun juga hingga saat ini perokok masih melawan stigma negatif yang kerap dilekatkan pada mereka. Sulit memang jadi perokok, sudah kebebasan ekspresi di youtube mendapatkan kekangan, di masyarakat pun dianggap negatif. <\/p>\n","post_title":"Bagaimana Youtube Mengatur Konten Video Bermuatan Rokok?","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"bagaimana-youtube-mengatur-konten-video-bermuatan-rokok","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2020-06-21 10:12:47","post_modified_gmt":"2020-06-21 03:12:47","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6809","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":6789,"post_author":"919","post_date":"2020-06-14 09:21:26","post_date_gmt":"2020-06-14 02:21:26","post_content":"\r\n Selama ini kita mengenali kretek sebagai sebuah rokok khas Indonesia yang menggunakan tembakau, ramuan khusus, dan cengkeh di dalamnya. Kretek biasanya dinikmati dengan cara dibakar dan dihisap di waktu senggang. Akan tetapi pernahkah kalian membayangkan jika bisakah kretek dinikmati dengan cara lain? Misalnya dengan cara dimakan?<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n Jawabannya tentu sangat bisa apabila kretek<\/a> dinikmati dengan cara dimakan. Akan tetapi buang jauh pikiran kalian jika harus memakan kretek yang berisikan tembakau, ramuan khusus, dan cengkeh di dalamnya. Bukan itu, kretek yang bisa dimakan adalah sebuah kudapan yang berasal Gresik, Jawa Timur.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n Nasi Kretek adalah salah satu dari sekian banyak makanan khas Gresik. Secara penampilan kudapan tersebut memiliki kemiripan dengan Nasi Krawu yang juga khas dari Kota Santri tersebut. Kesamaannya antara dua makanan ini adalah lauk utamanya yaitu suwiran daging. Akan tetapi yang membedakan adalah rasa, toping, dan lauk pendampingnya.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n Nasi Krawu biasanya disajikan dengan daun pisang dan tambahan toping seperti serundeng. Tak hanya itu Nasi Krawu juga biasanya dimakan dengan sambal terasi dan tambahan lauk seperti daging sapi, semur daging, dan jeroan sapi. Ini yang kemudian membedakan antara kudapan tersebut dengan Nasi Kretek yang tidak memiliki banyak lauk pendamping.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n Suwiran daging di Nasi Kretek memiliki rasa yang pedas serta sedikit sensasi asam. Rasa pedasnya cukup menendang meski masih bisa dinikmati oleh mereka yang tidak menyukai makanan pedas. Sensasi asam yang didapatkan kemungkinan hadir dari buah asam atau perasan jeruk nipis sebagai bumbu dasar suwiran daging di makanan ini.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n Suwiran dagingnya juga memiliki tekstur yang tebal serta berminyak. Bagi anda yang sedang menjalani program diet maka bisa dipastikan akan berpikir dua kali untuk menikmati makanan ini. Disarankan juga mengingat rasanya yang pedas serta teksturnya yang berminyak maka siapkan minuman hangat sebagai pendamping agar tenggorokan anda tidak mengalami panas dalam.<\/p>\r\n Sayangnya Anda tak bisa dengan mudah menemukan Nasi Kretek ini di Gresik. Pasalnya kehadiran kuliner ini perlahan-lahan tenggelam dan bahkan tak semua warga di daerah tersebut mengetahuinya. Jika anda mengunjungi Gresik dan tengah beruntung maka bisa menemukan makanan ini di warung-warung kopi. Biasanya ditemukan dalam bentuk nasi yang sudah dibungkus.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n Harga satu bungkus Nasi Kretek ini sekitar 7 hingga 15 ribu rupiah tergantung di mana anda membeli. Jika di warung kopi pinggiran maka harga 7 ribuan bisa anda temui. Namun jika di kedai dan restoran mungkin harga sekitar 15 ribuan yang harus keluarkan untuk menikmati makanan ini.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n Sebenarnya bukan hanya Gresik<\/a> yang memiliki kudapan bernama kretek. Di daerah lainnya yang juga di Jawa Timur yaitu Jombang juga mempunyai kudapan khas bernama serupa namun memiliki bentuk dan isi yang berbeda. Sebagai penikmat kretek tentu kudapan Nasi Kretek menjadi hal yang unik untuk kalian coba saat berkunjung ke Jawa Timur. Silahkan mencoba!<\/p>\r\n","post_title":"Menikmati Nasi Kretek, Kudapan Khas Gresik","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"menikmati-nasi-kretek-kudapan-khas-gresik","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2024-12-10 14:52:36","post_modified_gmt":"2024-12-10 07:52:36","post_content_filtered":"\r\n Selama ini kita mengenali kretek sebagai sebuah rokok khas Indonesia yang menggunakan tembakau, ramuan khusus, dan cengkeh di dalamnya. Kretek biasanya dinikmati dengan cara dibakar dan dihisap di waktu senggang. Akan tetapi pernahkah kalian membayangkan jika bisakah kretek dinikmati dengan cara lain? Misalnya dengan cara dimakan?<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n Jawabannya tentu sangat bisa apabila kretek<\/a> dinikmati dengan cara dimakan. Akan tetapi buang jauh pikiran kalian jika harus memakan kretek yang berisikan tembakau, ramuan khusus, dan cengkeh di dalamnya. Bukan itu, kretek yang bisa dimakan adalah sebuah kudapan yang berasal Gresik, Jawa Timur.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n Nasi Kretek adalah salah satu dari sekian banyak makanan khas Gresik. Secara penampilan kudapan tersebut memiliki kemiripan dengan Nasi Krawu yang juga khas dari Kota Santri tersebut. Kesamaannya antara dua makanan ini adalah lauk utamanya yaitu suwiran daging. Akan tetapi yang membedakan adalah rasa, toping, dan lauk pendampingnya.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n Nasi Krawu biasanya disajikan dengan daun pisang dan tambahan toping seperti serundeng. Tak hanya itu Nasi Krawu juga biasanya dimakan dengan sambal terasi dan tambahan lauk seperti daging sapi, semur daging, dan jeroan sapi. Ini yang kemudian membedakan antara kudapan tersebut dengan Nasi Kretek yang tidak memiliki banyak lauk pendamping.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n Suwiran daging di Nasi Kretek memiliki rasa yang pedas serta sedikit sensasi asam. Rasa pedasnya cukup menendang meski masih bisa dinikmati oleh mereka yang tidak menyukai makanan pedas. Sensasi asam yang didapatkan kemungkinan hadir dari buah asam atau perasan jeruk nipis sebagai bumbu dasar suwiran daging di makanan ini.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n Suwiran dagingnya juga memiliki tekstur yang tebal serta berminyak. Bagi anda yang sedang menjalani program diet maka bisa dipastikan akan berpikir dua kali untuk menikmati makanan ini. Disarankan juga mengingat rasanya yang pedas serta teksturnya yang berminyak maka siapkan minuman hangat sebagai pendamping agar tenggorokan anda tidak mengalami panas dalam.<\/p>\r\n Sayangnya Anda tak bisa dengan mudah menemukan Nasi Kretek ini di Gresik. Pasalnya kehadiran kuliner ini perlahan-lahan tenggelam dan bahkan tak semua warga di daerah tersebut mengetahuinya. Jika anda mengunjungi Gresik dan tengah beruntung maka bisa menemukan makanan ini di warung-warung kopi. Biasanya ditemukan dalam bentuk nasi yang sudah dibungkus.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n Harga satu bungkus Nasi Kretek ini sekitar 7 hingga 15 ribu rupiah tergantung di mana anda membeli. Jika di warung kopi pinggiran maka harga 7 ribuan bisa anda temui. Namun jika di kedai dan restoran mungkin harga sekitar 15 ribuan yang harus keluarkan untuk menikmati makanan ini.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n Sebenarnya bukan hanya Gresik<\/a> yang memiliki kudapan bernama kretek. Di daerah lainnya yang juga di Jawa Timur yaitu Jombang juga mempunyai kudapan khas bernama serupa namun memiliki bentuk dan isi yang berbeda. Sebagai penikmat kretek tentu kudapan Nasi Kretek menjadi hal yang unik untuk kalian coba saat berkunjung ke Jawa Timur. Silahkan mencoba!<\/p>\r\n","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6789","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":6763,"post_author":"919","post_date":"2020-06-07 10:27:31","post_date_gmt":"2020-06-07 03:27:31","post_content":"\n Pemerintah kini mulai mengeluarkan kebijakan untuk melonggarkan peraturan tentang pembatasan sosial berskala besar. Salah satunya adalah dengan mulai membuka fasilitas-fasilitas umum namun tetap harus menuruti prosedur kesehatan yang berlaku. Dengan demikian maka kondisi new normal kini sudah berada di depan mata. Sebagai perokok tentu ada hal-hal yang patut kita taati dari segala peraturan yang diterapkan oleh pemerintah.<\/p>\n\n\n\n Kondisi new normal ini juga menandai babak baru perjuangan manusia dalam melawan covid-19. Tentu, meski PSBB kini dilonggarkan akan tetapi bukan berarti kita sebagai manusia sudah berhasil menang dan mengatasi pandemi. Kemenangan tersebut justru masih jauh rasanya. Perjuangan tetap dilanjutkan dengan meneruskan tradisi-tradisi yang sudah dilakukan semasa PSBB. <\/p>\n\n\n\n Tradisi-tradisi lama yang sekiranya berpotensi terjadinya penyebaran virus corona pun harus mulai ditinggalkan. Berikut tiga kebiasaan yang harus dihindari para perokok selama kondisi new normal<\/p>\n\n\n\n Akan tetapi kita masih belum bisa melakukan hal tersebut saat kondisi new normal ini. Jika pun terpaksa harus nongkrong bareng maka tetap patuhi protokol kesehatan yang ada. Jaga jarak di antaramu, lalu hindari nongkrong dalam jumlah massa yang terlalu besar. Rasanya, tiga hingga empat orang saja sudah cukup asal mematuhi beberapa peraturan tersebut.<\/p>\n\n\n\n Mengapa merokok di sembarang tempat adalah hal yang harus dihindari, mengingat kondisi pandemi ini membuat kita tak tahu daerah mana saja yang bebas dari sebaran covid-19. Dengan tidak merokok di sembarang tempat tentu akan menjauhkan kita dari potensi besar terpapar virus corona. Jadi tahan dulu ya kalau pengen sebats, di rumah sendiri justru lebih enak dan nyaman kok.<\/p>\n\n\n\n Tidak ada nilai solidaritas yang berkurang dari berhenti merokok joinan satu batang bersama. Nilai solidaritas itu justru bisa anda salurkan dalam bentuk yang lain. Ya salah satunya adalah bagi satu rokok dari sebungkus rokok yang anda miliki jika temanmu membutuhkan. Justru itu lebih baik jika harus merokok satu batang bersama. <\/p>\n","post_title":"Tiga Kebiasaan yang Perokok Harus Hindari di Tengah New Normal","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"tiga-kebiasaan-yang-perokok-harus-hindari-di-tengah-new-normal","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2020-06-07 10:27:37","post_modified_gmt":"2020-06-07 03:27:37","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6763","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":6683,"post_author":"919","post_date":"2020-05-24 10:08:18","post_date_gmt":"2020-05-24 03:08:18","post_content":"\n Di penghujung maghrib seorang anak kecil bertanya pada ayahnya yang sedang asyik menikmati kopinya di teras rumah. \u201cAyah, mengapa malam ini tak ada orang-orang yang berkeliling untuk takbiran?\u201d Sang ayah pun menjawab dengan kalimat yang bijak sana meski belum tentu mampu dipahami anaknya. \u201cNak, manusia sedang berjuang menghadapi kepunahan. Kamu dan banyak anak-anak kecil lainnya berdiam diri di rumah saja adalah hal yang membahagiakan bagi ayah, ibu dan orang tua mereka.\u201d <\/p>\n\n\n\n Selamat Hari Raya Idul Fitri, Mari Mengupayakan Kemenangan! Ramadhan yang berbeda harus dilewati oleh umat manusia generasi saat ini. Mungkin bagi yang masih berumur 20 hingga 50 tahun tak pernah membayangkan betul bumi dalam kondisi pandemi seperti ini. Mayoritas manusia hidup dalam kedamaian meski perang kerap kali membuntuti. Namun kali ini semua terasa sangat berbeda, semua sedang berperang menghadapi sesuatu yang kasat mata. Peperangan yang tak bisa diprediksi pula kapan berakhir.<\/p>\n\n\n\n Orang-orang pintar punya hitung-hitungan tersendiri meski probabilitasnya belum bisa dikatakan mencapai angka yang tinggi. Sementara di luar sana banyak orang-orang pintar lainnya yang bertarung dengan waktu untuk menemukan penyembuh virus covid-19. Saya curiga, jangan-jangan euforia manusia ketika vaksin hadir akan menyamai euforia manusia ketika menyambut sang penyelamat, Isa Almasih turun. Entah, mungkin bisa jadi.<\/p>\n\n\n\n Hanya berdiam diri di rumah yang bisa menjadi senjata ampuh bagi manusia dalam peperangan ini. Beruntungnya kita sebagai umat muslim juga diberi bulan ramadhan dalam kondisi seperti ini. Jika saya boleh menyebut maka saya akan menganalogikan bulan ramadhan sebagai bala tentara tuhan. Mengapa? Jawabannya karena adalah ibadah berpuasa. Dari berpuasa kita bisa manahan diri dari segala hal. Berpuasa untuk tidak bepergian jika tidak mendesak, berpuasa untuk tidak berkumpul, berpuasa untuk tidak boros. <\/p>\n\n\n\n Jika kita mampu memaknai betul arti kata puasa di Bulan Ramadhan maka sudah barang tentu kita mampu memiliki persentase besar untuk memenangi peperangan di masa pandemi ini. Jelas, jawaban kemenangan itu hanya diketahui oleh individu-individu masing-masing. Sebelum kalian melanjutkan bacaan ke paragraf selanjutnya maka silahkan merenung dan bertanya pada diri sendiri. Paripurnakah kita dalam memaknai dan menjalani ibadah puasa?<\/p>\n\n\n\n Hari ini, kita akan merayakan lebaran, tentu saya beranggapan juga bahwa lebaran ini berbeda dari sebelumnya. Jika lebaran-lebaran sebelumnya kita memaknainya sebagai hari kemenangan, maka kali ini mari kita memaknainya sebagai hari untuk mengupayakan kemenangan. Mengapa? Peperangan umat manusia melawan corona masih akan terus berlanjut dan puasa selama 30 hari menjadikan kita seharusnya semakin kuat untuk menghadapi hari esok.<\/p>\n\n\n\n Setelah hari raya idul fitri kita semua akan menghadapi satu babak baru dalam sejarah umat manusia. Babak baru itu disebut-sebut oleh banyak orang sebagai kehidupan new normal. Sekali lagi, jika kita mampu melewati bulan ramadhan secara paripurna maka tentu tak akan menemui kesulitan ke depannya.<\/p>\n\n\n\n Selamat Hari Raya Idul Fitri, Mari Mengupayakan Kemenangan!<\/p>\n","post_title":"Selamat Hari Raya Idul Fitri, Mari Mengupayakan Kemenangan!","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"selamat-hari-raya-idul-fitri-mari-mengupayakan-kemenangan","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2020-05-24 10:08:24","post_modified_gmt":"2020-05-24 03:08:24","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6683","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":6663,"post_author":"919","post_date":"2020-05-11 11:37:27","post_date_gmt":"2020-05-11 04:37:27","post_content":"\n Senyum merekah terpampang dari wajah Striker Jeonbuk Motors, Lee Dong-gook. Sundulannya menyambut umpan dari Son Jun-ho mengoyak gawang Suwon Bluewings pada menit ke-83. Selebrasi sederhana Lee Dong-gook lakukan bersama rekan setimnya di depan tribun utara Jeonju World Cup Stadium yang kosong. Hanya ada banner raksasa di sana, tak ada penonton. Tapi jauh di sana, banyak yang menyaksikan pertandingan ini melalui sosial media. Pertandingan yang memberikan harapan bagi umat manusia.<\/p>\n\n\n\n Pandemi corona menghantam banyak hal dalam hajat hidup umat manusia. Segala sesuatu menjadi sulit untuk dilakukan di masa seperti ini. Pekerjaan harus dilakukan di rumah dan hanya orang tertentu saja yang bisa beraktivitas kerja seperti biasa. Agenda-agenda besar pun harus mengalami penundaan, termasuk liga sepak bola yang harus terhenti sesaat. Kesehatan manusia menjadi pertimbangan utamanya, karena mengutip kalimat populer dari seorang Bambang Pamungkas: \u201cTidak ada satu kemenangan pun yang sebanding dengan nyawa.\u201d <\/p>\n\n\n\n Ketika sepak bola diliburkan maka akhir pekan menjadi begitu tidak menyenangkan. Tidak ada riuh komentar pertandingan di layar televisi. Tidak ada sekumpulan remaja yang antusias berangkat ke stadion. Tidak nyanyian-nyanyian yang terdengar seantero kota. Tidak ada juga tayangan video di youtube tentang highlights sebuah pertandingan. Semua terasa hambar, meski beruntungnya masih ada beberapa film bertemakan sepak bola yang rilis bertepatan saat pandemi melanda seperti The English Game dan Ultras.<\/p>\n\n\n\n Pemberitaan tentang sepak bola pun tiba-tiba menjadi buku tebal ensiklopedia sejarah. Media massa ramai-ramai membuat berita tentang cerita sepak bola di masa lampau. Membuatnya kembali segar dan bisa kembali dinikmati di saat ini. Sesekali, gosip-gosip transfer dihadirkan. Sesekali juga, berita tentang kegamangan petinggi liga juga muncul, apakah liga di sebuah negara akan berlanjut atau tidak.<\/p>\n\n\n\n Akhirnya, ada yang memilih untuk berhenti seperti Ligue 1 yang akhirnya menobatkan Paris Saint-Germain sebagai juara. Sebelumnya Eredivisie Liga Belanda menjadi kompetisi top di eropa pertama yang menghentikan liga. Ajax Amsterdam harus merelakan peluang mereka untuk tak juara musim ini setelah KNVB selaku federasi sepak bola Belanda mengeluarkan kebijakan untuk menghentikan liga tanpa pemenang dan degradasi.<\/p>\n\n\n\n Tapi ada liga yang tak memilih untuk melempar handuk, Bundesliga salah satunya. Petinggi sepak bola Jerman memutuskan untuk melanjutkan kompetisi pada 16 Mei 2020. Kabar baik bagi kita semua yang haus akan tayangan pertandingan sepak bola. Maklum, pemberitaan corona di berbagai media massa cukup memberikan pengaruh psikologi yang buruk bagi sebagian masyarakat. Sepak bola tentunya akan jadi hiburan yang nyata sekaligus memberikan asa kepada manusia. Tapi mirisnya adalah enam hari sebelum bergulirnya kembali Bundesliga, dua pemain asal klub Dynamo Dresden dinyatakan positif terjangkit corona. Bisakah Bundesliga berlanjut? Semoga saja.<\/p>\n\n\n\n Justru hilal sepak bola itu tak muncul dari Eropa atau dataran Amerika, negeri di Asia lah yang menemukannya. Apresiasi kita berikan kepada Korea Selatan yang berani untuk melanjutkan kompetisi sepak bola mereka. Sebelum pertandingan antara Jeonbuk Motors versus Suwon Bluewings digulirkan, poster digital tentang peraturan ketat disebar di sosial media. Poster tersebut berisikan protokoler yang harus dilakukan sebelum, saat, dan sesudah pertandingan agar kesehatan pemain dan official tim bisa terjaga dengan baik. <\/p>\n\n\n\n Syukurnya, pertandingan sore itu di Jeonju World Cup Stadium yang dimenangkan oleh Jeonbuk Motors dengan gol tunggal Lee Dong-gook berjalan lancar. Pertandingan itu memang tak disaksikan langsung oleh penonton di tribun stadion. Tapi di twitter, pertandingan itu disaksikan 3,3 juta penonton dari seluruh dunia. 3,3 juta orang itu sedang menyaksikan hilal sepak bola di Jeoncu World Cup Stadium. 3,3 juta orang itu juga sedang memupuk asa mereka akan hari-hari cerah pasca pandemi.<\/p>\n\n\n\n Lantas bagaimana dengan Indonesia? Ikut Korea Selatan melanjutkan liga atau Belanda yang mengakhiri liga? <\/p>\n","post_title":"Hilal Itu Nampak di Jeonju World Cup Stadium","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"hilal-itu-nampak-di-jeonju-world-cup-stadium","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2020-05-11 11:37:28","post_modified_gmt":"2020-05-11 04:37:28","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6663","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":4},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"epic_block_3"}; Youtube kembali ramai dengan kehadiran beberapa selebritis dan komedian top di Indonesia Beberapa tokoh seperti Sule, Andre Taulany, Ari Lasso, Deddy Corbuzier dan yang lainnya kini mulai memanfaatkan youtube untuk tetap berkarya setelah belum mendapatkan program baru di televisi konvensional. Di antara nama tersebut ada yang kemudian diketahui kemungkinan adalah seorang perokok setelah nampak bungkus rokok yang masuk dalam beberapa scene di video-video mereka. <\/p>\n\n\n\n Akan tetapi pertanyaan kemudian muncul, apakah benar di antara mereka seorang perokok? Jika iya mengapa kemudian mereka tidak melakukan aktivitas merokok dan nampak pada video mereka di youtube? Apakah ini karena faktor pencitraan, atau sejatinya menghindari aturan yang diciptakan oleh youtube? <\/p>\n\n\n\n Sebenarnya tidak ada peraturan yang melarang tentang aktivitas merokok dalam video yang kemudian diunggah di youtube. Setiap individu sah-sah saja untuk tetap merokok dan youtube tidak akan memblokir tayangan video tersebut asal tidak berbenturan dengan aturan yang lainnya. Akan tetapi, youtube hanya membatasi monetisasi bagi seseorang yang mengupload konten video yang memiliki unsur rokok di dalamnya.<\/p>\n\n\n\n Apa itu monetisasi? Kumparan.com menyebutkan bahwa monetisasi adalah cara menghasilkan uang dari video yang diunggah di channel youtube, dengan cara menayangkan iklan berdasarkan peraturan dari youtube. Platform asal California, Amerika Serikat kemudian membuat sebuah aturan yakni rokok dan produk tembakau lainnya tidak masuk dalam konten yang ramah monetisasi. <\/p>\n\n\n\n Jadi jika ada unsur rokok serta produk tembakau lainnya dalam video yang diunggah oleh seseorang di youtube, maka konten tersebut akan mendapatkan peringatan dengan simbol dolar kuning. Bisa jadi videonya bisa dimonetisasi namun dengan keuntungan yang tidak maksimal, bisa jadi tidak mendapatkan untung dari iklan sama sekali. <\/p>\n\n\n\n Kondisi tersebut sebenarnya masih menjadi pro dan kontra di kalangan merokok. Mereka yang pro terhadap aturan tersebut memaklumi karena merokok merupakan aktivitas legal yang hanya boleh dilakukan oleh mereka yang berumur cukup. Maka wajar ketika youtube membatasi keuntungan iklan pada video yang ada unsur rokok dan tembakau di dalamnya, mengingat video tersebut akan disaksikan secara umum. Bisa jadi ada anak-anak yang menontonnya.<\/p>\n\n\n\n Bagi yang kontra menganggap sejatinya tetap ada aturan yang adil bagi para perokok. Mengingat merokok adalah hal yang legal dan merupakan bagian dari ekspresi seseorang. Jika ada anak kecil kemudian menyaksikan video dengan unsur merokok di dalamnya maka sudah menjadi kewajiban orang tua untuk membimbingnya.<\/p>\n\n\n\n Pendapat kedua tersebut sangat dibenarkan mengingat anak-anak harus tetap mendapatkan bimbingan orang tua dalam mengakses internet. Jadi pembatasan monetisasi bagi video dengan unsur rokok di dalamnya sebenarnya adalah hal yang absurd pula. <\/p>\n\n\n\n Monetisasi ini mungkin menjadi pertimbangan utama para selebritis dan komedian tidak menampakkan diri mereka ketika merokok dalam video yang mereka unggah. Pasalnya, jika pemberitahuan dolar kuning sudah masuk maka keuntungan dari monetisasi bisa berkurang drastis dari video-video mereka yang sering disaksikan oleh jutaan orang.<\/p>\n\n\n\n Faktor lainnya adalah soal citra yang terbangun di masyarakat. Bagaimanapun juga hingga saat ini perokok masih melawan stigma negatif yang kerap dilekatkan pada mereka. Sulit memang jadi perokok, sudah kebebasan ekspresi di youtube mendapatkan kekangan, di masyarakat pun dianggap negatif. <\/p>\n","post_title":"Bagaimana Youtube Mengatur Konten Video Bermuatan Rokok?","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"bagaimana-youtube-mengatur-konten-video-bermuatan-rokok","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2020-06-21 10:12:47","post_modified_gmt":"2020-06-21 03:12:47","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6809","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":6789,"post_author":"919","post_date":"2020-06-14 09:21:26","post_date_gmt":"2020-06-14 02:21:26","post_content":"\r\n Selama ini kita mengenali kretek sebagai sebuah rokok khas Indonesia yang menggunakan tembakau, ramuan khusus, dan cengkeh di dalamnya. Kretek biasanya dinikmati dengan cara dibakar dan dihisap di waktu senggang. Akan tetapi pernahkah kalian membayangkan jika bisakah kretek dinikmati dengan cara lain? Misalnya dengan cara dimakan?<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n Jawabannya tentu sangat bisa apabila kretek<\/a> dinikmati dengan cara dimakan. Akan tetapi buang jauh pikiran kalian jika harus memakan kretek yang berisikan tembakau, ramuan khusus, dan cengkeh di dalamnya. Bukan itu, kretek yang bisa dimakan adalah sebuah kudapan yang berasal Gresik, Jawa Timur.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n Nasi Kretek adalah salah satu dari sekian banyak makanan khas Gresik. Secara penampilan kudapan tersebut memiliki kemiripan dengan Nasi Krawu yang juga khas dari Kota Santri tersebut. Kesamaannya antara dua makanan ini adalah lauk utamanya yaitu suwiran daging. Akan tetapi yang membedakan adalah rasa, toping, dan lauk pendampingnya.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n Nasi Krawu biasanya disajikan dengan daun pisang dan tambahan toping seperti serundeng. Tak hanya itu Nasi Krawu juga biasanya dimakan dengan sambal terasi dan tambahan lauk seperti daging sapi, semur daging, dan jeroan sapi. Ini yang kemudian membedakan antara kudapan tersebut dengan Nasi Kretek yang tidak memiliki banyak lauk pendamping.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n Suwiran daging di Nasi Kretek memiliki rasa yang pedas serta sedikit sensasi asam. Rasa pedasnya cukup menendang meski masih bisa dinikmati oleh mereka yang tidak menyukai makanan pedas. Sensasi asam yang didapatkan kemungkinan hadir dari buah asam atau perasan jeruk nipis sebagai bumbu dasar suwiran daging di makanan ini.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n Suwiran dagingnya juga memiliki tekstur yang tebal serta berminyak. Bagi anda yang sedang menjalani program diet maka bisa dipastikan akan berpikir dua kali untuk menikmati makanan ini. Disarankan juga mengingat rasanya yang pedas serta teksturnya yang berminyak maka siapkan minuman hangat sebagai pendamping agar tenggorokan anda tidak mengalami panas dalam.<\/p>\r\n Sayangnya Anda tak bisa dengan mudah menemukan Nasi Kretek ini di Gresik. Pasalnya kehadiran kuliner ini perlahan-lahan tenggelam dan bahkan tak semua warga di daerah tersebut mengetahuinya. Jika anda mengunjungi Gresik dan tengah beruntung maka bisa menemukan makanan ini di warung-warung kopi. Biasanya ditemukan dalam bentuk nasi yang sudah dibungkus.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n Harga satu bungkus Nasi Kretek ini sekitar 7 hingga 15 ribu rupiah tergantung di mana anda membeli. Jika di warung kopi pinggiran maka harga 7 ribuan bisa anda temui. Namun jika di kedai dan restoran mungkin harga sekitar 15 ribuan yang harus keluarkan untuk menikmati makanan ini.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n Sebenarnya bukan hanya Gresik<\/a> yang memiliki kudapan bernama kretek. Di daerah lainnya yang juga di Jawa Timur yaitu Jombang juga mempunyai kudapan khas bernama serupa namun memiliki bentuk dan isi yang berbeda. Sebagai penikmat kretek tentu kudapan Nasi Kretek menjadi hal yang unik untuk kalian coba saat berkunjung ke Jawa Timur. Silahkan mencoba!<\/p>\r\n","post_title":"Menikmati Nasi Kretek, Kudapan Khas Gresik","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"menikmati-nasi-kretek-kudapan-khas-gresik","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2024-12-10 14:52:36","post_modified_gmt":"2024-12-10 07:52:36","post_content_filtered":"\r\n Selama ini kita mengenali kretek sebagai sebuah rokok khas Indonesia yang menggunakan tembakau, ramuan khusus, dan cengkeh di dalamnya. Kretek biasanya dinikmati dengan cara dibakar dan dihisap di waktu senggang. Akan tetapi pernahkah kalian membayangkan jika bisakah kretek dinikmati dengan cara lain? Misalnya dengan cara dimakan?<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n Jawabannya tentu sangat bisa apabila kretek<\/a> dinikmati dengan cara dimakan. Akan tetapi buang jauh pikiran kalian jika harus memakan kretek yang berisikan tembakau, ramuan khusus, dan cengkeh di dalamnya. Bukan itu, kretek yang bisa dimakan adalah sebuah kudapan yang berasal Gresik, Jawa Timur.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n Nasi Kretek adalah salah satu dari sekian banyak makanan khas Gresik. Secara penampilan kudapan tersebut memiliki kemiripan dengan Nasi Krawu yang juga khas dari Kota Santri tersebut. Kesamaannya antara dua makanan ini adalah lauk utamanya yaitu suwiran daging. Akan tetapi yang membedakan adalah rasa, toping, dan lauk pendampingnya.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n Nasi Krawu biasanya disajikan dengan daun pisang dan tambahan toping seperti serundeng. Tak hanya itu Nasi Krawu juga biasanya dimakan dengan sambal terasi dan tambahan lauk seperti daging sapi, semur daging, dan jeroan sapi. Ini yang kemudian membedakan antara kudapan tersebut dengan Nasi Kretek yang tidak memiliki banyak lauk pendamping.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n Suwiran daging di Nasi Kretek memiliki rasa yang pedas serta sedikit sensasi asam. Rasa pedasnya cukup menendang meski masih bisa dinikmati oleh mereka yang tidak menyukai makanan pedas. Sensasi asam yang didapatkan kemungkinan hadir dari buah asam atau perasan jeruk nipis sebagai bumbu dasar suwiran daging di makanan ini.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n Suwiran dagingnya juga memiliki tekstur yang tebal serta berminyak. Bagi anda yang sedang menjalani program diet maka bisa dipastikan akan berpikir dua kali untuk menikmati makanan ini. Disarankan juga mengingat rasanya yang pedas serta teksturnya yang berminyak maka siapkan minuman hangat sebagai pendamping agar tenggorokan anda tidak mengalami panas dalam.<\/p>\r\n Sayangnya Anda tak bisa dengan mudah menemukan Nasi Kretek ini di Gresik. Pasalnya kehadiran kuliner ini perlahan-lahan tenggelam dan bahkan tak semua warga di daerah tersebut mengetahuinya. Jika anda mengunjungi Gresik dan tengah beruntung maka bisa menemukan makanan ini di warung-warung kopi. Biasanya ditemukan dalam bentuk nasi yang sudah dibungkus.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n Harga satu bungkus Nasi Kretek ini sekitar 7 hingga 15 ribu rupiah tergantung di mana anda membeli. Jika di warung kopi pinggiran maka harga 7 ribuan bisa anda temui. Namun jika di kedai dan restoran mungkin harga sekitar 15 ribuan yang harus keluarkan untuk menikmati makanan ini.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n Sebenarnya bukan hanya Gresik<\/a> yang memiliki kudapan bernama kretek. Di daerah lainnya yang juga di Jawa Timur yaitu Jombang juga mempunyai kudapan khas bernama serupa namun memiliki bentuk dan isi yang berbeda. Sebagai penikmat kretek tentu kudapan Nasi Kretek menjadi hal yang unik untuk kalian coba saat berkunjung ke Jawa Timur. Silahkan mencoba!<\/p>\r\n","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6789","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":6763,"post_author":"919","post_date":"2020-06-07 10:27:31","post_date_gmt":"2020-06-07 03:27:31","post_content":"\n Pemerintah kini mulai mengeluarkan kebijakan untuk melonggarkan peraturan tentang pembatasan sosial berskala besar. Salah satunya adalah dengan mulai membuka fasilitas-fasilitas umum namun tetap harus menuruti prosedur kesehatan yang berlaku. Dengan demikian maka kondisi new normal kini sudah berada di depan mata. Sebagai perokok tentu ada hal-hal yang patut kita taati dari segala peraturan yang diterapkan oleh pemerintah.<\/p>\n\n\n\n Kondisi new normal ini juga menandai babak baru perjuangan manusia dalam melawan covid-19. Tentu, meski PSBB kini dilonggarkan akan tetapi bukan berarti kita sebagai manusia sudah berhasil menang dan mengatasi pandemi. Kemenangan tersebut justru masih jauh rasanya. Perjuangan tetap dilanjutkan dengan meneruskan tradisi-tradisi yang sudah dilakukan semasa PSBB. <\/p>\n\n\n\n Tradisi-tradisi lama yang sekiranya berpotensi terjadinya penyebaran virus corona pun harus mulai ditinggalkan. Berikut tiga kebiasaan yang harus dihindari para perokok selama kondisi new normal<\/p>\n\n\n\n Akan tetapi kita masih belum bisa melakukan hal tersebut saat kondisi new normal ini. Jika pun terpaksa harus nongkrong bareng maka tetap patuhi protokol kesehatan yang ada. Jaga jarak di antaramu, lalu hindari nongkrong dalam jumlah massa yang terlalu besar. Rasanya, tiga hingga empat orang saja sudah cukup asal mematuhi beberapa peraturan tersebut.<\/p>\n\n\n\n Mengapa merokok di sembarang tempat adalah hal yang harus dihindari, mengingat kondisi pandemi ini membuat kita tak tahu daerah mana saja yang bebas dari sebaran covid-19. Dengan tidak merokok di sembarang tempat tentu akan menjauhkan kita dari potensi besar terpapar virus corona. Jadi tahan dulu ya kalau pengen sebats, di rumah sendiri justru lebih enak dan nyaman kok.<\/p>\n\n\n\n Tidak ada nilai solidaritas yang berkurang dari berhenti merokok joinan satu batang bersama. Nilai solidaritas itu justru bisa anda salurkan dalam bentuk yang lain. Ya salah satunya adalah bagi satu rokok dari sebungkus rokok yang anda miliki jika temanmu membutuhkan. Justru itu lebih baik jika harus merokok satu batang bersama. <\/p>\n","post_title":"Tiga Kebiasaan yang Perokok Harus Hindari di Tengah New Normal","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"tiga-kebiasaan-yang-perokok-harus-hindari-di-tengah-new-normal","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2020-06-07 10:27:37","post_modified_gmt":"2020-06-07 03:27:37","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6763","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":6683,"post_author":"919","post_date":"2020-05-24 10:08:18","post_date_gmt":"2020-05-24 03:08:18","post_content":"\n Di penghujung maghrib seorang anak kecil bertanya pada ayahnya yang sedang asyik menikmati kopinya di teras rumah. \u201cAyah, mengapa malam ini tak ada orang-orang yang berkeliling untuk takbiran?\u201d Sang ayah pun menjawab dengan kalimat yang bijak sana meski belum tentu mampu dipahami anaknya. \u201cNak, manusia sedang berjuang menghadapi kepunahan. Kamu dan banyak anak-anak kecil lainnya berdiam diri di rumah saja adalah hal yang membahagiakan bagi ayah, ibu dan orang tua mereka.\u201d <\/p>\n\n\n\n Selamat Hari Raya Idul Fitri, Mari Mengupayakan Kemenangan! Ramadhan yang berbeda harus dilewati oleh umat manusia generasi saat ini. Mungkin bagi yang masih berumur 20 hingga 50 tahun tak pernah membayangkan betul bumi dalam kondisi pandemi seperti ini. Mayoritas manusia hidup dalam kedamaian meski perang kerap kali membuntuti. Namun kali ini semua terasa sangat berbeda, semua sedang berperang menghadapi sesuatu yang kasat mata. Peperangan yang tak bisa diprediksi pula kapan berakhir.<\/p>\n\n\n\n Orang-orang pintar punya hitung-hitungan tersendiri meski probabilitasnya belum bisa dikatakan mencapai angka yang tinggi. Sementara di luar sana banyak orang-orang pintar lainnya yang bertarung dengan waktu untuk menemukan penyembuh virus covid-19. Saya curiga, jangan-jangan euforia manusia ketika vaksin hadir akan menyamai euforia manusia ketika menyambut sang penyelamat, Isa Almasih turun. Entah, mungkin bisa jadi.<\/p>\n\n\n\n Hanya berdiam diri di rumah yang bisa menjadi senjata ampuh bagi manusia dalam peperangan ini. Beruntungnya kita sebagai umat muslim juga diberi bulan ramadhan dalam kondisi seperti ini. Jika saya boleh menyebut maka saya akan menganalogikan bulan ramadhan sebagai bala tentara tuhan. Mengapa? Jawabannya karena adalah ibadah berpuasa. Dari berpuasa kita bisa manahan diri dari segala hal. Berpuasa untuk tidak bepergian jika tidak mendesak, berpuasa untuk tidak berkumpul, berpuasa untuk tidak boros. <\/p>\n\n\n\n Jika kita mampu memaknai betul arti kata puasa di Bulan Ramadhan maka sudah barang tentu kita mampu memiliki persentase besar untuk memenangi peperangan di masa pandemi ini. Jelas, jawaban kemenangan itu hanya diketahui oleh individu-individu masing-masing. Sebelum kalian melanjutkan bacaan ke paragraf selanjutnya maka silahkan merenung dan bertanya pada diri sendiri. Paripurnakah kita dalam memaknai dan menjalani ibadah puasa?<\/p>\n\n\n\n Hari ini, kita akan merayakan lebaran, tentu saya beranggapan juga bahwa lebaran ini berbeda dari sebelumnya. Jika lebaran-lebaran sebelumnya kita memaknainya sebagai hari kemenangan, maka kali ini mari kita memaknainya sebagai hari untuk mengupayakan kemenangan. Mengapa? Peperangan umat manusia melawan corona masih akan terus berlanjut dan puasa selama 30 hari menjadikan kita seharusnya semakin kuat untuk menghadapi hari esok.<\/p>\n\n\n\n Setelah hari raya idul fitri kita semua akan menghadapi satu babak baru dalam sejarah umat manusia. Babak baru itu disebut-sebut oleh banyak orang sebagai kehidupan new normal. Sekali lagi, jika kita mampu melewati bulan ramadhan secara paripurna maka tentu tak akan menemui kesulitan ke depannya.<\/p>\n\n\n\n Selamat Hari Raya Idul Fitri, Mari Mengupayakan Kemenangan!<\/p>\n","post_title":"Selamat Hari Raya Idul Fitri, Mari Mengupayakan Kemenangan!","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"selamat-hari-raya-idul-fitri-mari-mengupayakan-kemenangan","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2020-05-24 10:08:24","post_modified_gmt":"2020-05-24 03:08:24","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6683","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":6663,"post_author":"919","post_date":"2020-05-11 11:37:27","post_date_gmt":"2020-05-11 04:37:27","post_content":"\n Senyum merekah terpampang dari wajah Striker Jeonbuk Motors, Lee Dong-gook. Sundulannya menyambut umpan dari Son Jun-ho mengoyak gawang Suwon Bluewings pada menit ke-83. Selebrasi sederhana Lee Dong-gook lakukan bersama rekan setimnya di depan tribun utara Jeonju World Cup Stadium yang kosong. Hanya ada banner raksasa di sana, tak ada penonton. Tapi jauh di sana, banyak yang menyaksikan pertandingan ini melalui sosial media. Pertandingan yang memberikan harapan bagi umat manusia.<\/p>\n\n\n\n Pandemi corona menghantam banyak hal dalam hajat hidup umat manusia. Segala sesuatu menjadi sulit untuk dilakukan di masa seperti ini. Pekerjaan harus dilakukan di rumah dan hanya orang tertentu saja yang bisa beraktivitas kerja seperti biasa. Agenda-agenda besar pun harus mengalami penundaan, termasuk liga sepak bola yang harus terhenti sesaat. Kesehatan manusia menjadi pertimbangan utamanya, karena mengutip kalimat populer dari seorang Bambang Pamungkas: \u201cTidak ada satu kemenangan pun yang sebanding dengan nyawa.\u201d <\/p>\n\n\n\n Ketika sepak bola diliburkan maka akhir pekan menjadi begitu tidak menyenangkan. Tidak ada riuh komentar pertandingan di layar televisi. Tidak ada sekumpulan remaja yang antusias berangkat ke stadion. Tidak nyanyian-nyanyian yang terdengar seantero kota. Tidak ada juga tayangan video di youtube tentang highlights sebuah pertandingan. Semua terasa hambar, meski beruntungnya masih ada beberapa film bertemakan sepak bola yang rilis bertepatan saat pandemi melanda seperti The English Game dan Ultras.<\/p>\n\n\n\n Pemberitaan tentang sepak bola pun tiba-tiba menjadi buku tebal ensiklopedia sejarah. Media massa ramai-ramai membuat berita tentang cerita sepak bola di masa lampau. Membuatnya kembali segar dan bisa kembali dinikmati di saat ini. Sesekali, gosip-gosip transfer dihadirkan. Sesekali juga, berita tentang kegamangan petinggi liga juga muncul, apakah liga di sebuah negara akan berlanjut atau tidak.<\/p>\n\n\n\n Akhirnya, ada yang memilih untuk berhenti seperti Ligue 1 yang akhirnya menobatkan Paris Saint-Germain sebagai juara. Sebelumnya Eredivisie Liga Belanda menjadi kompetisi top di eropa pertama yang menghentikan liga. Ajax Amsterdam harus merelakan peluang mereka untuk tak juara musim ini setelah KNVB selaku federasi sepak bola Belanda mengeluarkan kebijakan untuk menghentikan liga tanpa pemenang dan degradasi.<\/p>\n\n\n\n Tapi ada liga yang tak memilih untuk melempar handuk, Bundesliga salah satunya. Petinggi sepak bola Jerman memutuskan untuk melanjutkan kompetisi pada 16 Mei 2020. Kabar baik bagi kita semua yang haus akan tayangan pertandingan sepak bola. Maklum, pemberitaan corona di berbagai media massa cukup memberikan pengaruh psikologi yang buruk bagi sebagian masyarakat. Sepak bola tentunya akan jadi hiburan yang nyata sekaligus memberikan asa kepada manusia. Tapi mirisnya adalah enam hari sebelum bergulirnya kembali Bundesliga, dua pemain asal klub Dynamo Dresden dinyatakan positif terjangkit corona. Bisakah Bundesliga berlanjut? Semoga saja.<\/p>\n\n\n\n Justru hilal sepak bola itu tak muncul dari Eropa atau dataran Amerika, negeri di Asia lah yang menemukannya. Apresiasi kita berikan kepada Korea Selatan yang berani untuk melanjutkan kompetisi sepak bola mereka. Sebelum pertandingan antara Jeonbuk Motors versus Suwon Bluewings digulirkan, poster digital tentang peraturan ketat disebar di sosial media. Poster tersebut berisikan protokoler yang harus dilakukan sebelum, saat, dan sesudah pertandingan agar kesehatan pemain dan official tim bisa terjaga dengan baik. <\/p>\n\n\n\n Syukurnya, pertandingan sore itu di Jeonju World Cup Stadium yang dimenangkan oleh Jeonbuk Motors dengan gol tunggal Lee Dong-gook berjalan lancar. Pertandingan itu memang tak disaksikan langsung oleh penonton di tribun stadion. Tapi di twitter, pertandingan itu disaksikan 3,3 juta penonton dari seluruh dunia. 3,3 juta orang itu sedang menyaksikan hilal sepak bola di Jeoncu World Cup Stadium. 3,3 juta orang itu juga sedang memupuk asa mereka akan hari-hari cerah pasca pandemi.<\/p>\n\n\n\n Lantas bagaimana dengan Indonesia? Ikut Korea Selatan melanjutkan liga atau Belanda yang mengakhiri liga? <\/p>\n","post_title":"Hilal Itu Nampak di Jeonju World Cup Stadium","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"hilal-itu-nampak-di-jeonju-world-cup-stadium","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2020-05-11 11:37:28","post_modified_gmt":"2020-05-11 04:37:28","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6663","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":4},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"epic_block_3"}; Rokok Tuton memiliki bungkus berwarna merah dan hitam yang khas dengan milik Djarum Super meski motifnya berbeda. Satu bungkus rokok ini berisikan 12 batang di pasaran dihargai sekitar 11 hingga 12 ribu rupiah. Tuton juga sama seperti dua rokok di atas yaitu masuk dalam kategori sigaret kretek mesin. <\/p>\n","post_title":"Mengenal Merek Rokok Idaman Para Petani","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"mengenal-merek-rokok-idaman-para-petani","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2020-06-28 09:43:06","post_modified_gmt":"2020-06-28 02:43:06","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6871","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":6809,"post_author":"919","post_date":"2020-06-21 10:12:41","post_date_gmt":"2020-06-21 03:12:41","post_content":"\n Youtube kembali ramai dengan kehadiran beberapa selebritis dan komedian top di Indonesia Beberapa tokoh seperti Sule, Andre Taulany, Ari Lasso, Deddy Corbuzier dan yang lainnya kini mulai memanfaatkan youtube untuk tetap berkarya setelah belum mendapatkan program baru di televisi konvensional. Di antara nama tersebut ada yang kemudian diketahui kemungkinan adalah seorang perokok setelah nampak bungkus rokok yang masuk dalam beberapa scene di video-video mereka. <\/p>\n\n\n\n Akan tetapi pertanyaan kemudian muncul, apakah benar di antara mereka seorang perokok? Jika iya mengapa kemudian mereka tidak melakukan aktivitas merokok dan nampak pada video mereka di youtube? Apakah ini karena faktor pencitraan, atau sejatinya menghindari aturan yang diciptakan oleh youtube? <\/p>\n\n\n\n Sebenarnya tidak ada peraturan yang melarang tentang aktivitas merokok dalam video yang kemudian diunggah di youtube. Setiap individu sah-sah saja untuk tetap merokok dan youtube tidak akan memblokir tayangan video tersebut asal tidak berbenturan dengan aturan yang lainnya. Akan tetapi, youtube hanya membatasi monetisasi bagi seseorang yang mengupload konten video yang memiliki unsur rokok di dalamnya.<\/p>\n\n\n\n Apa itu monetisasi? Kumparan.com menyebutkan bahwa monetisasi adalah cara menghasilkan uang dari video yang diunggah di channel youtube, dengan cara menayangkan iklan berdasarkan peraturan dari youtube. Platform asal California, Amerika Serikat kemudian membuat sebuah aturan yakni rokok dan produk tembakau lainnya tidak masuk dalam konten yang ramah monetisasi. <\/p>\n\n\n\n Jadi jika ada unsur rokok serta produk tembakau lainnya dalam video yang diunggah oleh seseorang di youtube, maka konten tersebut akan mendapatkan peringatan dengan simbol dolar kuning. Bisa jadi videonya bisa dimonetisasi namun dengan keuntungan yang tidak maksimal, bisa jadi tidak mendapatkan untung dari iklan sama sekali. <\/p>\n\n\n\n Kondisi tersebut sebenarnya masih menjadi pro dan kontra di kalangan merokok. Mereka yang pro terhadap aturan tersebut memaklumi karena merokok merupakan aktivitas legal yang hanya boleh dilakukan oleh mereka yang berumur cukup. Maka wajar ketika youtube membatasi keuntungan iklan pada video yang ada unsur rokok dan tembakau di dalamnya, mengingat video tersebut akan disaksikan secara umum. Bisa jadi ada anak-anak yang menontonnya.<\/p>\n\n\n\n Bagi yang kontra menganggap sejatinya tetap ada aturan yang adil bagi para perokok. Mengingat merokok adalah hal yang legal dan merupakan bagian dari ekspresi seseorang. Jika ada anak kecil kemudian menyaksikan video dengan unsur merokok di dalamnya maka sudah menjadi kewajiban orang tua untuk membimbingnya.<\/p>\n\n\n\n Pendapat kedua tersebut sangat dibenarkan mengingat anak-anak harus tetap mendapatkan bimbingan orang tua dalam mengakses internet. Jadi pembatasan monetisasi bagi video dengan unsur rokok di dalamnya sebenarnya adalah hal yang absurd pula. <\/p>\n\n\n\n Monetisasi ini mungkin menjadi pertimbangan utama para selebritis dan komedian tidak menampakkan diri mereka ketika merokok dalam video yang mereka unggah. Pasalnya, jika pemberitahuan dolar kuning sudah masuk maka keuntungan dari monetisasi bisa berkurang drastis dari video-video mereka yang sering disaksikan oleh jutaan orang.<\/p>\n\n\n\n Faktor lainnya adalah soal citra yang terbangun di masyarakat. Bagaimanapun juga hingga saat ini perokok masih melawan stigma negatif yang kerap dilekatkan pada mereka. Sulit memang jadi perokok, sudah kebebasan ekspresi di youtube mendapatkan kekangan, di masyarakat pun dianggap negatif. <\/p>\n","post_title":"Bagaimana Youtube Mengatur Konten Video Bermuatan Rokok?","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"bagaimana-youtube-mengatur-konten-video-bermuatan-rokok","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2020-06-21 10:12:47","post_modified_gmt":"2020-06-21 03:12:47","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6809","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":6789,"post_author":"919","post_date":"2020-06-14 09:21:26","post_date_gmt":"2020-06-14 02:21:26","post_content":"\r\n Selama ini kita mengenali kretek sebagai sebuah rokok khas Indonesia yang menggunakan tembakau, ramuan khusus, dan cengkeh di dalamnya. Kretek biasanya dinikmati dengan cara dibakar dan dihisap di waktu senggang. Akan tetapi pernahkah kalian membayangkan jika bisakah kretek dinikmati dengan cara lain? Misalnya dengan cara dimakan?<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n Jawabannya tentu sangat bisa apabila kretek<\/a> dinikmati dengan cara dimakan. Akan tetapi buang jauh pikiran kalian jika harus memakan kretek yang berisikan tembakau, ramuan khusus, dan cengkeh di dalamnya. Bukan itu, kretek yang bisa dimakan adalah sebuah kudapan yang berasal Gresik, Jawa Timur.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n Nasi Kretek adalah salah satu dari sekian banyak makanan khas Gresik. Secara penampilan kudapan tersebut memiliki kemiripan dengan Nasi Krawu yang juga khas dari Kota Santri tersebut. Kesamaannya antara dua makanan ini adalah lauk utamanya yaitu suwiran daging. Akan tetapi yang membedakan adalah rasa, toping, dan lauk pendampingnya.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n Nasi Krawu biasanya disajikan dengan daun pisang dan tambahan toping seperti serundeng. Tak hanya itu Nasi Krawu juga biasanya dimakan dengan sambal terasi dan tambahan lauk seperti daging sapi, semur daging, dan jeroan sapi. Ini yang kemudian membedakan antara kudapan tersebut dengan Nasi Kretek yang tidak memiliki banyak lauk pendamping.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n Suwiran daging di Nasi Kretek memiliki rasa yang pedas serta sedikit sensasi asam. Rasa pedasnya cukup menendang meski masih bisa dinikmati oleh mereka yang tidak menyukai makanan pedas. Sensasi asam yang didapatkan kemungkinan hadir dari buah asam atau perasan jeruk nipis sebagai bumbu dasar suwiran daging di makanan ini.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n Suwiran dagingnya juga memiliki tekstur yang tebal serta berminyak. Bagi anda yang sedang menjalani program diet maka bisa dipastikan akan berpikir dua kali untuk menikmati makanan ini. Disarankan juga mengingat rasanya yang pedas serta teksturnya yang berminyak maka siapkan minuman hangat sebagai pendamping agar tenggorokan anda tidak mengalami panas dalam.<\/p>\r\n Sayangnya Anda tak bisa dengan mudah menemukan Nasi Kretek ini di Gresik. Pasalnya kehadiran kuliner ini perlahan-lahan tenggelam dan bahkan tak semua warga di daerah tersebut mengetahuinya. Jika anda mengunjungi Gresik dan tengah beruntung maka bisa menemukan makanan ini di warung-warung kopi. Biasanya ditemukan dalam bentuk nasi yang sudah dibungkus.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n Harga satu bungkus Nasi Kretek ini sekitar 7 hingga 15 ribu rupiah tergantung di mana anda membeli. Jika di warung kopi pinggiran maka harga 7 ribuan bisa anda temui. Namun jika di kedai dan restoran mungkin harga sekitar 15 ribuan yang harus keluarkan untuk menikmati makanan ini.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n Sebenarnya bukan hanya Gresik<\/a> yang memiliki kudapan bernama kretek. Di daerah lainnya yang juga di Jawa Timur yaitu Jombang juga mempunyai kudapan khas bernama serupa namun memiliki bentuk dan isi yang berbeda. Sebagai penikmat kretek tentu kudapan Nasi Kretek menjadi hal yang unik untuk kalian coba saat berkunjung ke Jawa Timur. Silahkan mencoba!<\/p>\r\n","post_title":"Menikmati Nasi Kretek, Kudapan Khas Gresik","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"menikmati-nasi-kretek-kudapan-khas-gresik","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2024-12-10 14:52:36","post_modified_gmt":"2024-12-10 07:52:36","post_content_filtered":"\r\n Selama ini kita mengenali kretek sebagai sebuah rokok khas Indonesia yang menggunakan tembakau, ramuan khusus, dan cengkeh di dalamnya. Kretek biasanya dinikmati dengan cara dibakar dan dihisap di waktu senggang. Akan tetapi pernahkah kalian membayangkan jika bisakah kretek dinikmati dengan cara lain? Misalnya dengan cara dimakan?<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n Jawabannya tentu sangat bisa apabila kretek<\/a> dinikmati dengan cara dimakan. Akan tetapi buang jauh pikiran kalian jika harus memakan kretek yang berisikan tembakau, ramuan khusus, dan cengkeh di dalamnya. Bukan itu, kretek yang bisa dimakan adalah sebuah kudapan yang berasal Gresik, Jawa Timur.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n Nasi Kretek adalah salah satu dari sekian banyak makanan khas Gresik. Secara penampilan kudapan tersebut memiliki kemiripan dengan Nasi Krawu yang juga khas dari Kota Santri tersebut. Kesamaannya antara dua makanan ini adalah lauk utamanya yaitu suwiran daging. Akan tetapi yang membedakan adalah rasa, toping, dan lauk pendampingnya.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n Nasi Krawu biasanya disajikan dengan daun pisang dan tambahan toping seperti serundeng. Tak hanya itu Nasi Krawu juga biasanya dimakan dengan sambal terasi dan tambahan lauk seperti daging sapi, semur daging, dan jeroan sapi. Ini yang kemudian membedakan antara kudapan tersebut dengan Nasi Kretek yang tidak memiliki banyak lauk pendamping.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n Suwiran daging di Nasi Kretek memiliki rasa yang pedas serta sedikit sensasi asam. Rasa pedasnya cukup menendang meski masih bisa dinikmati oleh mereka yang tidak menyukai makanan pedas. Sensasi asam yang didapatkan kemungkinan hadir dari buah asam atau perasan jeruk nipis sebagai bumbu dasar suwiran daging di makanan ini.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n Suwiran dagingnya juga memiliki tekstur yang tebal serta berminyak. Bagi anda yang sedang menjalani program diet maka bisa dipastikan akan berpikir dua kali untuk menikmati makanan ini. Disarankan juga mengingat rasanya yang pedas serta teksturnya yang berminyak maka siapkan minuman hangat sebagai pendamping agar tenggorokan anda tidak mengalami panas dalam.<\/p>\r\n Sayangnya Anda tak bisa dengan mudah menemukan Nasi Kretek ini di Gresik. Pasalnya kehadiran kuliner ini perlahan-lahan tenggelam dan bahkan tak semua warga di daerah tersebut mengetahuinya. Jika anda mengunjungi Gresik dan tengah beruntung maka bisa menemukan makanan ini di warung-warung kopi. Biasanya ditemukan dalam bentuk nasi yang sudah dibungkus.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n Harga satu bungkus Nasi Kretek ini sekitar 7 hingga 15 ribu rupiah tergantung di mana anda membeli. Jika di warung kopi pinggiran maka harga 7 ribuan bisa anda temui. Namun jika di kedai dan restoran mungkin harga sekitar 15 ribuan yang harus keluarkan untuk menikmati makanan ini.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n Sebenarnya bukan hanya Gresik<\/a> yang memiliki kudapan bernama kretek. Di daerah lainnya yang juga di Jawa Timur yaitu Jombang juga mempunyai kudapan khas bernama serupa namun memiliki bentuk dan isi yang berbeda. Sebagai penikmat kretek tentu kudapan Nasi Kretek menjadi hal yang unik untuk kalian coba saat berkunjung ke Jawa Timur. Silahkan mencoba!<\/p>\r\n","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6789","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":6763,"post_author":"919","post_date":"2020-06-07 10:27:31","post_date_gmt":"2020-06-07 03:27:31","post_content":"\n Pemerintah kini mulai mengeluarkan kebijakan untuk melonggarkan peraturan tentang pembatasan sosial berskala besar. Salah satunya adalah dengan mulai membuka fasilitas-fasilitas umum namun tetap harus menuruti prosedur kesehatan yang berlaku. Dengan demikian maka kondisi new normal kini sudah berada di depan mata. Sebagai perokok tentu ada hal-hal yang patut kita taati dari segala peraturan yang diterapkan oleh pemerintah.<\/p>\n\n\n\n Kondisi new normal ini juga menandai babak baru perjuangan manusia dalam melawan covid-19. Tentu, meski PSBB kini dilonggarkan akan tetapi bukan berarti kita sebagai manusia sudah berhasil menang dan mengatasi pandemi. Kemenangan tersebut justru masih jauh rasanya. Perjuangan tetap dilanjutkan dengan meneruskan tradisi-tradisi yang sudah dilakukan semasa PSBB. <\/p>\n\n\n\n Tradisi-tradisi lama yang sekiranya berpotensi terjadinya penyebaran virus corona pun harus mulai ditinggalkan. Berikut tiga kebiasaan yang harus dihindari para perokok selama kondisi new normal<\/p>\n\n\n\n Akan tetapi kita masih belum bisa melakukan hal tersebut saat kondisi new normal ini. Jika pun terpaksa harus nongkrong bareng maka tetap patuhi protokol kesehatan yang ada. Jaga jarak di antaramu, lalu hindari nongkrong dalam jumlah massa yang terlalu besar. Rasanya, tiga hingga empat orang saja sudah cukup asal mematuhi beberapa peraturan tersebut.<\/p>\n\n\n\n Mengapa merokok di sembarang tempat adalah hal yang harus dihindari, mengingat kondisi pandemi ini membuat kita tak tahu daerah mana saja yang bebas dari sebaran covid-19. Dengan tidak merokok di sembarang tempat tentu akan menjauhkan kita dari potensi besar terpapar virus corona. Jadi tahan dulu ya kalau pengen sebats, di rumah sendiri justru lebih enak dan nyaman kok.<\/p>\n\n\n\n Tidak ada nilai solidaritas yang berkurang dari berhenti merokok joinan satu batang bersama. Nilai solidaritas itu justru bisa anda salurkan dalam bentuk yang lain. Ya salah satunya adalah bagi satu rokok dari sebungkus rokok yang anda miliki jika temanmu membutuhkan. Justru itu lebih baik jika harus merokok satu batang bersama. <\/p>\n","post_title":"Tiga Kebiasaan yang Perokok Harus Hindari di Tengah New Normal","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"tiga-kebiasaan-yang-perokok-harus-hindari-di-tengah-new-normal","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2020-06-07 10:27:37","post_modified_gmt":"2020-06-07 03:27:37","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6763","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":6683,"post_author":"919","post_date":"2020-05-24 10:08:18","post_date_gmt":"2020-05-24 03:08:18","post_content":"\n Di penghujung maghrib seorang anak kecil bertanya pada ayahnya yang sedang asyik menikmati kopinya di teras rumah. \u201cAyah, mengapa malam ini tak ada orang-orang yang berkeliling untuk takbiran?\u201d Sang ayah pun menjawab dengan kalimat yang bijak sana meski belum tentu mampu dipahami anaknya. \u201cNak, manusia sedang berjuang menghadapi kepunahan. Kamu dan banyak anak-anak kecil lainnya berdiam diri di rumah saja adalah hal yang membahagiakan bagi ayah, ibu dan orang tua mereka.\u201d <\/p>\n\n\n\n Selamat Hari Raya Idul Fitri, Mari Mengupayakan Kemenangan! Ramadhan yang berbeda harus dilewati oleh umat manusia generasi saat ini. Mungkin bagi yang masih berumur 20 hingga 50 tahun tak pernah membayangkan betul bumi dalam kondisi pandemi seperti ini. Mayoritas manusia hidup dalam kedamaian meski perang kerap kali membuntuti. Namun kali ini semua terasa sangat berbeda, semua sedang berperang menghadapi sesuatu yang kasat mata. Peperangan yang tak bisa diprediksi pula kapan berakhir.<\/p>\n\n\n\n Orang-orang pintar punya hitung-hitungan tersendiri meski probabilitasnya belum bisa dikatakan mencapai angka yang tinggi. Sementara di luar sana banyak orang-orang pintar lainnya yang bertarung dengan waktu untuk menemukan penyembuh virus covid-19. Saya curiga, jangan-jangan euforia manusia ketika vaksin hadir akan menyamai euforia manusia ketika menyambut sang penyelamat, Isa Almasih turun. Entah, mungkin bisa jadi.<\/p>\n\n\n\n Hanya berdiam diri di rumah yang bisa menjadi senjata ampuh bagi manusia dalam peperangan ini. Beruntungnya kita sebagai umat muslim juga diberi bulan ramadhan dalam kondisi seperti ini. Jika saya boleh menyebut maka saya akan menganalogikan bulan ramadhan sebagai bala tentara tuhan. Mengapa? Jawabannya karena adalah ibadah berpuasa. Dari berpuasa kita bisa manahan diri dari segala hal. Berpuasa untuk tidak bepergian jika tidak mendesak, berpuasa untuk tidak berkumpul, berpuasa untuk tidak boros. <\/p>\n\n\n\n Jika kita mampu memaknai betul arti kata puasa di Bulan Ramadhan maka sudah barang tentu kita mampu memiliki persentase besar untuk memenangi peperangan di masa pandemi ini. Jelas, jawaban kemenangan itu hanya diketahui oleh individu-individu masing-masing. Sebelum kalian melanjutkan bacaan ke paragraf selanjutnya maka silahkan merenung dan bertanya pada diri sendiri. Paripurnakah kita dalam memaknai dan menjalani ibadah puasa?<\/p>\n\n\n\n Hari ini, kita akan merayakan lebaran, tentu saya beranggapan juga bahwa lebaran ini berbeda dari sebelumnya. Jika lebaran-lebaran sebelumnya kita memaknainya sebagai hari kemenangan, maka kali ini mari kita memaknainya sebagai hari untuk mengupayakan kemenangan. Mengapa? Peperangan umat manusia melawan corona masih akan terus berlanjut dan puasa selama 30 hari menjadikan kita seharusnya semakin kuat untuk menghadapi hari esok.<\/p>\n\n\n\n Setelah hari raya idul fitri kita semua akan menghadapi satu babak baru dalam sejarah umat manusia. Babak baru itu disebut-sebut oleh banyak orang sebagai kehidupan new normal. Sekali lagi, jika kita mampu melewati bulan ramadhan secara paripurna maka tentu tak akan menemui kesulitan ke depannya.<\/p>\n\n\n\n Selamat Hari Raya Idul Fitri, Mari Mengupayakan Kemenangan!<\/p>\n","post_title":"Selamat Hari Raya Idul Fitri, Mari Mengupayakan Kemenangan!","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"selamat-hari-raya-idul-fitri-mari-mengupayakan-kemenangan","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2020-05-24 10:08:24","post_modified_gmt":"2020-05-24 03:08:24","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6683","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":6663,"post_author":"919","post_date":"2020-05-11 11:37:27","post_date_gmt":"2020-05-11 04:37:27","post_content":"\n Senyum merekah terpampang dari wajah Striker Jeonbuk Motors, Lee Dong-gook. Sundulannya menyambut umpan dari Son Jun-ho mengoyak gawang Suwon Bluewings pada menit ke-83. Selebrasi sederhana Lee Dong-gook lakukan bersama rekan setimnya di depan tribun utara Jeonju World Cup Stadium yang kosong. Hanya ada banner raksasa di sana, tak ada penonton. Tapi jauh di sana, banyak yang menyaksikan pertandingan ini melalui sosial media. Pertandingan yang memberikan harapan bagi umat manusia.<\/p>\n\n\n\n Pandemi corona menghantam banyak hal dalam hajat hidup umat manusia. Segala sesuatu menjadi sulit untuk dilakukan di masa seperti ini. Pekerjaan harus dilakukan di rumah dan hanya orang tertentu saja yang bisa beraktivitas kerja seperti biasa. Agenda-agenda besar pun harus mengalami penundaan, termasuk liga sepak bola yang harus terhenti sesaat. Kesehatan manusia menjadi pertimbangan utamanya, karena mengutip kalimat populer dari seorang Bambang Pamungkas: \u201cTidak ada satu kemenangan pun yang sebanding dengan nyawa.\u201d <\/p>\n\n\n\n Ketika sepak bola diliburkan maka akhir pekan menjadi begitu tidak menyenangkan. Tidak ada riuh komentar pertandingan di layar televisi. Tidak ada sekumpulan remaja yang antusias berangkat ke stadion. Tidak nyanyian-nyanyian yang terdengar seantero kota. Tidak ada juga tayangan video di youtube tentang highlights sebuah pertandingan. Semua terasa hambar, meski beruntungnya masih ada beberapa film bertemakan sepak bola yang rilis bertepatan saat pandemi melanda seperti The English Game dan Ultras.<\/p>\n\n\n\n Pemberitaan tentang sepak bola pun tiba-tiba menjadi buku tebal ensiklopedia sejarah. Media massa ramai-ramai membuat berita tentang cerita sepak bola di masa lampau. Membuatnya kembali segar dan bisa kembali dinikmati di saat ini. Sesekali, gosip-gosip transfer dihadirkan. Sesekali juga, berita tentang kegamangan petinggi liga juga muncul, apakah liga di sebuah negara akan berlanjut atau tidak.<\/p>\n\n\n\n Akhirnya, ada yang memilih untuk berhenti seperti Ligue 1 yang akhirnya menobatkan Paris Saint-Germain sebagai juara. Sebelumnya Eredivisie Liga Belanda menjadi kompetisi top di eropa pertama yang menghentikan liga. Ajax Amsterdam harus merelakan peluang mereka untuk tak juara musim ini setelah KNVB selaku federasi sepak bola Belanda mengeluarkan kebijakan untuk menghentikan liga tanpa pemenang dan degradasi.<\/p>\n\n\n\n Tapi ada liga yang tak memilih untuk melempar handuk, Bundesliga salah satunya. Petinggi sepak bola Jerman memutuskan untuk melanjutkan kompetisi pada 16 Mei 2020. Kabar baik bagi kita semua yang haus akan tayangan pertandingan sepak bola. Maklum, pemberitaan corona di berbagai media massa cukup memberikan pengaruh psikologi yang buruk bagi sebagian masyarakat. Sepak bola tentunya akan jadi hiburan yang nyata sekaligus memberikan asa kepada manusia. Tapi mirisnya adalah enam hari sebelum bergulirnya kembali Bundesliga, dua pemain asal klub Dynamo Dresden dinyatakan positif terjangkit corona. Bisakah Bundesliga berlanjut? Semoga saja.<\/p>\n\n\n\n Justru hilal sepak bola itu tak muncul dari Eropa atau dataran Amerika, negeri di Asia lah yang menemukannya. Apresiasi kita berikan kepada Korea Selatan yang berani untuk melanjutkan kompetisi sepak bola mereka. Sebelum pertandingan antara Jeonbuk Motors versus Suwon Bluewings digulirkan, poster digital tentang peraturan ketat disebar di sosial media. Poster tersebut berisikan protokoler yang harus dilakukan sebelum, saat, dan sesudah pertandingan agar kesehatan pemain dan official tim bisa terjaga dengan baik. <\/p>\n\n\n\n Syukurnya, pertandingan sore itu di Jeonju World Cup Stadium yang dimenangkan oleh Jeonbuk Motors dengan gol tunggal Lee Dong-gook berjalan lancar. Pertandingan itu memang tak disaksikan langsung oleh penonton di tribun stadion. Tapi di twitter, pertandingan itu disaksikan 3,3 juta penonton dari seluruh dunia. 3,3 juta orang itu sedang menyaksikan hilal sepak bola di Jeoncu World Cup Stadium. 3,3 juta orang itu juga sedang memupuk asa mereka akan hari-hari cerah pasca pandemi.<\/p>\n\n\n\n Lantas bagaimana dengan Indonesia? Ikut Korea Selatan melanjutkan liga atau Belanda yang mengakhiri liga? <\/p>\n","post_title":"Hilal Itu Nampak di Jeonju World Cup Stadium","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"hilal-itu-nampak-di-jeonju-world-cup-stadium","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2020-05-11 11:37:28","post_modified_gmt":"2020-05-11 04:37:28","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6663","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":4},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"epic_block_3"}; Biasanya rokok merek ini dinikmati oleh para petani di kawasan Sleman, Yogyakarta. Akan tetapi Rokok Tuton justru dibuat oleh pabrikan asal Demak, Jawa Tengah yaitu CV Pusaka Hidup. Karena bukan pabrikan yang besar dan jumlah produksi yang tidak banyak, maka distribusi rokok ini pun terbatas.<\/p>\n\n\n\n Rokok Tuton memiliki bungkus berwarna merah dan hitam yang khas dengan milik Djarum Super meski motifnya berbeda. Satu bungkus rokok ini berisikan 12 batang di pasaran dihargai sekitar 11 hingga 12 ribu rupiah. Tuton juga sama seperti dua rokok di atas yaitu masuk dalam kategori sigaret kretek mesin. <\/p>\n","post_title":"Mengenal Merek Rokok Idaman Para Petani","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"mengenal-merek-rokok-idaman-para-petani","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2020-06-28 09:43:06","post_modified_gmt":"2020-06-28 02:43:06","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6871","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":6809,"post_author":"919","post_date":"2020-06-21 10:12:41","post_date_gmt":"2020-06-21 03:12:41","post_content":"\n Youtube kembali ramai dengan kehadiran beberapa selebritis dan komedian top di Indonesia Beberapa tokoh seperti Sule, Andre Taulany, Ari Lasso, Deddy Corbuzier dan yang lainnya kini mulai memanfaatkan youtube untuk tetap berkarya setelah belum mendapatkan program baru di televisi konvensional. Di antara nama tersebut ada yang kemudian diketahui kemungkinan adalah seorang perokok setelah nampak bungkus rokok yang masuk dalam beberapa scene di video-video mereka. <\/p>\n\n\n\n Akan tetapi pertanyaan kemudian muncul, apakah benar di antara mereka seorang perokok? Jika iya mengapa kemudian mereka tidak melakukan aktivitas merokok dan nampak pada video mereka di youtube? Apakah ini karena faktor pencitraan, atau sejatinya menghindari aturan yang diciptakan oleh youtube? <\/p>\n\n\n\n Sebenarnya tidak ada peraturan yang melarang tentang aktivitas merokok dalam video yang kemudian diunggah di youtube. Setiap individu sah-sah saja untuk tetap merokok dan youtube tidak akan memblokir tayangan video tersebut asal tidak berbenturan dengan aturan yang lainnya. Akan tetapi, youtube hanya membatasi monetisasi bagi seseorang yang mengupload konten video yang memiliki unsur rokok di dalamnya.<\/p>\n\n\n\n Apa itu monetisasi? Kumparan.com menyebutkan bahwa monetisasi adalah cara menghasilkan uang dari video yang diunggah di channel youtube, dengan cara menayangkan iklan berdasarkan peraturan dari youtube. Platform asal California, Amerika Serikat kemudian membuat sebuah aturan yakni rokok dan produk tembakau lainnya tidak masuk dalam konten yang ramah monetisasi. <\/p>\n\n\n\n Jadi jika ada unsur rokok serta produk tembakau lainnya dalam video yang diunggah oleh seseorang di youtube, maka konten tersebut akan mendapatkan peringatan dengan simbol dolar kuning. Bisa jadi videonya bisa dimonetisasi namun dengan keuntungan yang tidak maksimal, bisa jadi tidak mendapatkan untung dari iklan sama sekali. <\/p>\n\n\n\n Kondisi tersebut sebenarnya masih menjadi pro dan kontra di kalangan merokok. Mereka yang pro terhadap aturan tersebut memaklumi karena merokok merupakan aktivitas legal yang hanya boleh dilakukan oleh mereka yang berumur cukup. Maka wajar ketika youtube membatasi keuntungan iklan pada video yang ada unsur rokok dan tembakau di dalamnya, mengingat video tersebut akan disaksikan secara umum. Bisa jadi ada anak-anak yang menontonnya.<\/p>\n\n\n\n Bagi yang kontra menganggap sejatinya tetap ada aturan yang adil bagi para perokok. Mengingat merokok adalah hal yang legal dan merupakan bagian dari ekspresi seseorang. Jika ada anak kecil kemudian menyaksikan video dengan unsur merokok di dalamnya maka sudah menjadi kewajiban orang tua untuk membimbingnya.<\/p>\n\n\n\n Pendapat kedua tersebut sangat dibenarkan mengingat anak-anak harus tetap mendapatkan bimbingan orang tua dalam mengakses internet. Jadi pembatasan monetisasi bagi video dengan unsur rokok di dalamnya sebenarnya adalah hal yang absurd pula. <\/p>\n\n\n\n Monetisasi ini mungkin menjadi pertimbangan utama para selebritis dan komedian tidak menampakkan diri mereka ketika merokok dalam video yang mereka unggah. Pasalnya, jika pemberitahuan dolar kuning sudah masuk maka keuntungan dari monetisasi bisa berkurang drastis dari video-video mereka yang sering disaksikan oleh jutaan orang.<\/p>\n\n\n\n Faktor lainnya adalah soal citra yang terbangun di masyarakat. Bagaimanapun juga hingga saat ini perokok masih melawan stigma negatif yang kerap dilekatkan pada mereka. Sulit memang jadi perokok, sudah kebebasan ekspresi di youtube mendapatkan kekangan, di masyarakat pun dianggap negatif. <\/p>\n","post_title":"Bagaimana Youtube Mengatur Konten Video Bermuatan Rokok?","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"bagaimana-youtube-mengatur-konten-video-bermuatan-rokok","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2020-06-21 10:12:47","post_modified_gmt":"2020-06-21 03:12:47","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6809","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":6789,"post_author":"919","post_date":"2020-06-14 09:21:26","post_date_gmt":"2020-06-14 02:21:26","post_content":"\r\n Selama ini kita mengenali kretek sebagai sebuah rokok khas Indonesia yang menggunakan tembakau, ramuan khusus, dan cengkeh di dalamnya. Kretek biasanya dinikmati dengan cara dibakar dan dihisap di waktu senggang. Akan tetapi pernahkah kalian membayangkan jika bisakah kretek dinikmati dengan cara lain? Misalnya dengan cara dimakan?<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n Jawabannya tentu sangat bisa apabila kretek<\/a> dinikmati dengan cara dimakan. Akan tetapi buang jauh pikiran kalian jika harus memakan kretek yang berisikan tembakau, ramuan khusus, dan cengkeh di dalamnya. Bukan itu, kretek yang bisa dimakan adalah sebuah kudapan yang berasal Gresik, Jawa Timur.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n Nasi Kretek adalah salah satu dari sekian banyak makanan khas Gresik. Secara penampilan kudapan tersebut memiliki kemiripan dengan Nasi Krawu yang juga khas dari Kota Santri tersebut. Kesamaannya antara dua makanan ini adalah lauk utamanya yaitu suwiran daging. Akan tetapi yang membedakan adalah rasa, toping, dan lauk pendampingnya.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n Nasi Krawu biasanya disajikan dengan daun pisang dan tambahan toping seperti serundeng. Tak hanya itu Nasi Krawu juga biasanya dimakan dengan sambal terasi dan tambahan lauk seperti daging sapi, semur daging, dan jeroan sapi. Ini yang kemudian membedakan antara kudapan tersebut dengan Nasi Kretek yang tidak memiliki banyak lauk pendamping.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n Suwiran daging di Nasi Kretek memiliki rasa yang pedas serta sedikit sensasi asam. Rasa pedasnya cukup menendang meski masih bisa dinikmati oleh mereka yang tidak menyukai makanan pedas. Sensasi asam yang didapatkan kemungkinan hadir dari buah asam atau perasan jeruk nipis sebagai bumbu dasar suwiran daging di makanan ini.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n Suwiran dagingnya juga memiliki tekstur yang tebal serta berminyak. Bagi anda yang sedang menjalani program diet maka bisa dipastikan akan berpikir dua kali untuk menikmati makanan ini. Disarankan juga mengingat rasanya yang pedas serta teksturnya yang berminyak maka siapkan minuman hangat sebagai pendamping agar tenggorokan anda tidak mengalami panas dalam.<\/p>\r\n Sayangnya Anda tak bisa dengan mudah menemukan Nasi Kretek ini di Gresik. Pasalnya kehadiran kuliner ini perlahan-lahan tenggelam dan bahkan tak semua warga di daerah tersebut mengetahuinya. Jika anda mengunjungi Gresik dan tengah beruntung maka bisa menemukan makanan ini di warung-warung kopi. Biasanya ditemukan dalam bentuk nasi yang sudah dibungkus.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n Harga satu bungkus Nasi Kretek ini sekitar 7 hingga 15 ribu rupiah tergantung di mana anda membeli. Jika di warung kopi pinggiran maka harga 7 ribuan bisa anda temui. Namun jika di kedai dan restoran mungkin harga sekitar 15 ribuan yang harus keluarkan untuk menikmati makanan ini.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n Sebenarnya bukan hanya Gresik<\/a> yang memiliki kudapan bernama kretek. Di daerah lainnya yang juga di Jawa Timur yaitu Jombang juga mempunyai kudapan khas bernama serupa namun memiliki bentuk dan isi yang berbeda. Sebagai penikmat kretek tentu kudapan Nasi Kretek menjadi hal yang unik untuk kalian coba saat berkunjung ke Jawa Timur. Silahkan mencoba!<\/p>\r\n","post_title":"Menikmati Nasi Kretek, Kudapan Khas Gresik","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"menikmati-nasi-kretek-kudapan-khas-gresik","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2024-12-10 14:52:36","post_modified_gmt":"2024-12-10 07:52:36","post_content_filtered":"\r\n Selama ini kita mengenali kretek sebagai sebuah rokok khas Indonesia yang menggunakan tembakau, ramuan khusus, dan cengkeh di dalamnya. Kretek biasanya dinikmati dengan cara dibakar dan dihisap di waktu senggang. Akan tetapi pernahkah kalian membayangkan jika bisakah kretek dinikmati dengan cara lain? Misalnya dengan cara dimakan?<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n Jawabannya tentu sangat bisa apabila kretek<\/a> dinikmati dengan cara dimakan. Akan tetapi buang jauh pikiran kalian jika harus memakan kretek yang berisikan tembakau, ramuan khusus, dan cengkeh di dalamnya. Bukan itu, kretek yang bisa dimakan adalah sebuah kudapan yang berasal Gresik, Jawa Timur.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n Nasi Kretek adalah salah satu dari sekian banyak makanan khas Gresik. Secara penampilan kudapan tersebut memiliki kemiripan dengan Nasi Krawu yang juga khas dari Kota Santri tersebut. Kesamaannya antara dua makanan ini adalah lauk utamanya yaitu suwiran daging. Akan tetapi yang membedakan adalah rasa, toping, dan lauk pendampingnya.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n Nasi Krawu biasanya disajikan dengan daun pisang dan tambahan toping seperti serundeng. Tak hanya itu Nasi Krawu juga biasanya dimakan dengan sambal terasi dan tambahan lauk seperti daging sapi, semur daging, dan jeroan sapi. Ini yang kemudian membedakan antara kudapan tersebut dengan Nasi Kretek yang tidak memiliki banyak lauk pendamping.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n Suwiran daging di Nasi Kretek memiliki rasa yang pedas serta sedikit sensasi asam. Rasa pedasnya cukup menendang meski masih bisa dinikmati oleh mereka yang tidak menyukai makanan pedas. Sensasi asam yang didapatkan kemungkinan hadir dari buah asam atau perasan jeruk nipis sebagai bumbu dasar suwiran daging di makanan ini.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n Suwiran dagingnya juga memiliki tekstur yang tebal serta berminyak. Bagi anda yang sedang menjalani program diet maka bisa dipastikan akan berpikir dua kali untuk menikmati makanan ini. Disarankan juga mengingat rasanya yang pedas serta teksturnya yang berminyak maka siapkan minuman hangat sebagai pendamping agar tenggorokan anda tidak mengalami panas dalam.<\/p>\r\n Sayangnya Anda tak bisa dengan mudah menemukan Nasi Kretek ini di Gresik. Pasalnya kehadiran kuliner ini perlahan-lahan tenggelam dan bahkan tak semua warga di daerah tersebut mengetahuinya. Jika anda mengunjungi Gresik dan tengah beruntung maka bisa menemukan makanan ini di warung-warung kopi. Biasanya ditemukan dalam bentuk nasi yang sudah dibungkus.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n Harga satu bungkus Nasi Kretek ini sekitar 7 hingga 15 ribu rupiah tergantung di mana anda membeli. Jika di warung kopi pinggiran maka harga 7 ribuan bisa anda temui. Namun jika di kedai dan restoran mungkin harga sekitar 15 ribuan yang harus keluarkan untuk menikmati makanan ini.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n Sebenarnya bukan hanya Gresik<\/a> yang memiliki kudapan bernama kretek. Di daerah lainnya yang juga di Jawa Timur yaitu Jombang juga mempunyai kudapan khas bernama serupa namun memiliki bentuk dan isi yang berbeda. Sebagai penikmat kretek tentu kudapan Nasi Kretek menjadi hal yang unik untuk kalian coba saat berkunjung ke Jawa Timur. Silahkan mencoba!<\/p>\r\n","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6789","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":6763,"post_author":"919","post_date":"2020-06-07 10:27:31","post_date_gmt":"2020-06-07 03:27:31","post_content":"\n Pemerintah kini mulai mengeluarkan kebijakan untuk melonggarkan peraturan tentang pembatasan sosial berskala besar. Salah satunya adalah dengan mulai membuka fasilitas-fasilitas umum namun tetap harus menuruti prosedur kesehatan yang berlaku. Dengan demikian maka kondisi new normal kini sudah berada di depan mata. Sebagai perokok tentu ada hal-hal yang patut kita taati dari segala peraturan yang diterapkan oleh pemerintah.<\/p>\n\n\n\n Kondisi new normal ini juga menandai babak baru perjuangan manusia dalam melawan covid-19. Tentu, meski PSBB kini dilonggarkan akan tetapi bukan berarti kita sebagai manusia sudah berhasil menang dan mengatasi pandemi. Kemenangan tersebut justru masih jauh rasanya. Perjuangan tetap dilanjutkan dengan meneruskan tradisi-tradisi yang sudah dilakukan semasa PSBB. <\/p>\n\n\n\n Tradisi-tradisi lama yang sekiranya berpotensi terjadinya penyebaran virus corona pun harus mulai ditinggalkan. Berikut tiga kebiasaan yang harus dihindari para perokok selama kondisi new normal<\/p>\n\n\n\n Akan tetapi kita masih belum bisa melakukan hal tersebut saat kondisi new normal ini. Jika pun terpaksa harus nongkrong bareng maka tetap patuhi protokol kesehatan yang ada. Jaga jarak di antaramu, lalu hindari nongkrong dalam jumlah massa yang terlalu besar. Rasanya, tiga hingga empat orang saja sudah cukup asal mematuhi beberapa peraturan tersebut.<\/p>\n\n\n\n Mengapa merokok di sembarang tempat adalah hal yang harus dihindari, mengingat kondisi pandemi ini membuat kita tak tahu daerah mana saja yang bebas dari sebaran covid-19. Dengan tidak merokok di sembarang tempat tentu akan menjauhkan kita dari potensi besar terpapar virus corona. Jadi tahan dulu ya kalau pengen sebats, di rumah sendiri justru lebih enak dan nyaman kok.<\/p>\n\n\n\n Tidak ada nilai solidaritas yang berkurang dari berhenti merokok joinan satu batang bersama. Nilai solidaritas itu justru bisa anda salurkan dalam bentuk yang lain. Ya salah satunya adalah bagi satu rokok dari sebungkus rokok yang anda miliki jika temanmu membutuhkan. Justru itu lebih baik jika harus merokok satu batang bersama. <\/p>\n","post_title":"Tiga Kebiasaan yang Perokok Harus Hindari di Tengah New Normal","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"tiga-kebiasaan-yang-perokok-harus-hindari-di-tengah-new-normal","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2020-06-07 10:27:37","post_modified_gmt":"2020-06-07 03:27:37","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6763","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":6683,"post_author":"919","post_date":"2020-05-24 10:08:18","post_date_gmt":"2020-05-24 03:08:18","post_content":"\n Di penghujung maghrib seorang anak kecil bertanya pada ayahnya yang sedang asyik menikmati kopinya di teras rumah. \u201cAyah, mengapa malam ini tak ada orang-orang yang berkeliling untuk takbiran?\u201d Sang ayah pun menjawab dengan kalimat yang bijak sana meski belum tentu mampu dipahami anaknya. \u201cNak, manusia sedang berjuang menghadapi kepunahan. Kamu dan banyak anak-anak kecil lainnya berdiam diri di rumah saja adalah hal yang membahagiakan bagi ayah, ibu dan orang tua mereka.\u201d <\/p>\n\n\n\n Selamat Hari Raya Idul Fitri, Mari Mengupayakan Kemenangan! Ramadhan yang berbeda harus dilewati oleh umat manusia generasi saat ini. Mungkin bagi yang masih berumur 20 hingga 50 tahun tak pernah membayangkan betul bumi dalam kondisi pandemi seperti ini. Mayoritas manusia hidup dalam kedamaian meski perang kerap kali membuntuti. Namun kali ini semua terasa sangat berbeda, semua sedang berperang menghadapi sesuatu yang kasat mata. Peperangan yang tak bisa diprediksi pula kapan berakhir.<\/p>\n\n\n\n Orang-orang pintar punya hitung-hitungan tersendiri meski probabilitasnya belum bisa dikatakan mencapai angka yang tinggi. Sementara di luar sana banyak orang-orang pintar lainnya yang bertarung dengan waktu untuk menemukan penyembuh virus covid-19. Saya curiga, jangan-jangan euforia manusia ketika vaksin hadir akan menyamai euforia manusia ketika menyambut sang penyelamat, Isa Almasih turun. Entah, mungkin bisa jadi.<\/p>\n\n\n\n Hanya berdiam diri di rumah yang bisa menjadi senjata ampuh bagi manusia dalam peperangan ini. Beruntungnya kita sebagai umat muslim juga diberi bulan ramadhan dalam kondisi seperti ini. Jika saya boleh menyebut maka saya akan menganalogikan bulan ramadhan sebagai bala tentara tuhan. Mengapa? Jawabannya karena adalah ibadah berpuasa. Dari berpuasa kita bisa manahan diri dari segala hal. Berpuasa untuk tidak bepergian jika tidak mendesak, berpuasa untuk tidak berkumpul, berpuasa untuk tidak boros. <\/p>\n\n\n\n Jika kita mampu memaknai betul arti kata puasa di Bulan Ramadhan maka sudah barang tentu kita mampu memiliki persentase besar untuk memenangi peperangan di masa pandemi ini. Jelas, jawaban kemenangan itu hanya diketahui oleh individu-individu masing-masing. Sebelum kalian melanjutkan bacaan ke paragraf selanjutnya maka silahkan merenung dan bertanya pada diri sendiri. Paripurnakah kita dalam memaknai dan menjalani ibadah puasa?<\/p>\n\n\n\n Hari ini, kita akan merayakan lebaran, tentu saya beranggapan juga bahwa lebaran ini berbeda dari sebelumnya. Jika lebaran-lebaran sebelumnya kita memaknainya sebagai hari kemenangan, maka kali ini mari kita memaknainya sebagai hari untuk mengupayakan kemenangan. Mengapa? Peperangan umat manusia melawan corona masih akan terus berlanjut dan puasa selama 30 hari menjadikan kita seharusnya semakin kuat untuk menghadapi hari esok.<\/p>\n\n\n\n Setelah hari raya idul fitri kita semua akan menghadapi satu babak baru dalam sejarah umat manusia. Babak baru itu disebut-sebut oleh banyak orang sebagai kehidupan new normal. Sekali lagi, jika kita mampu melewati bulan ramadhan secara paripurna maka tentu tak akan menemui kesulitan ke depannya.<\/p>\n\n\n\n Selamat Hari Raya Idul Fitri, Mari Mengupayakan Kemenangan!<\/p>\n","post_title":"Selamat Hari Raya Idul Fitri, Mari Mengupayakan Kemenangan!","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"selamat-hari-raya-idul-fitri-mari-mengupayakan-kemenangan","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2020-05-24 10:08:24","post_modified_gmt":"2020-05-24 03:08:24","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6683","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":6663,"post_author":"919","post_date":"2020-05-11 11:37:27","post_date_gmt":"2020-05-11 04:37:27","post_content":"\n Senyum merekah terpampang dari wajah Striker Jeonbuk Motors, Lee Dong-gook. Sundulannya menyambut umpan dari Son Jun-ho mengoyak gawang Suwon Bluewings pada menit ke-83. Selebrasi sederhana Lee Dong-gook lakukan bersama rekan setimnya di depan tribun utara Jeonju World Cup Stadium yang kosong. Hanya ada banner raksasa di sana, tak ada penonton. Tapi jauh di sana, banyak yang menyaksikan pertandingan ini melalui sosial media. Pertandingan yang memberikan harapan bagi umat manusia.<\/p>\n\n\n\n Pandemi corona menghantam banyak hal dalam hajat hidup umat manusia. Segala sesuatu menjadi sulit untuk dilakukan di masa seperti ini. Pekerjaan harus dilakukan di rumah dan hanya orang tertentu saja yang bisa beraktivitas kerja seperti biasa. Agenda-agenda besar pun harus mengalami penundaan, termasuk liga sepak bola yang harus terhenti sesaat. Kesehatan manusia menjadi pertimbangan utamanya, karena mengutip kalimat populer dari seorang Bambang Pamungkas: \u201cTidak ada satu kemenangan pun yang sebanding dengan nyawa.\u201d <\/p>\n\n\n\n Ketika sepak bola diliburkan maka akhir pekan menjadi begitu tidak menyenangkan. Tidak ada riuh komentar pertandingan di layar televisi. Tidak ada sekumpulan remaja yang antusias berangkat ke stadion. Tidak nyanyian-nyanyian yang terdengar seantero kota. Tidak ada juga tayangan video di youtube tentang highlights sebuah pertandingan. Semua terasa hambar, meski beruntungnya masih ada beberapa film bertemakan sepak bola yang rilis bertepatan saat pandemi melanda seperti The English Game dan Ultras.<\/p>\n\n\n\n Pemberitaan tentang sepak bola pun tiba-tiba menjadi buku tebal ensiklopedia sejarah. Media massa ramai-ramai membuat berita tentang cerita sepak bola di masa lampau. Membuatnya kembali segar dan bisa kembali dinikmati di saat ini. Sesekali, gosip-gosip transfer dihadirkan. Sesekali juga, berita tentang kegamangan petinggi liga juga muncul, apakah liga di sebuah negara akan berlanjut atau tidak.<\/p>\n\n\n\n Akhirnya, ada yang memilih untuk berhenti seperti Ligue 1 yang akhirnya menobatkan Paris Saint-Germain sebagai juara. Sebelumnya Eredivisie Liga Belanda menjadi kompetisi top di eropa pertama yang menghentikan liga. Ajax Amsterdam harus merelakan peluang mereka untuk tak juara musim ini setelah KNVB selaku federasi sepak bola Belanda mengeluarkan kebijakan untuk menghentikan liga tanpa pemenang dan degradasi.<\/p>\n\n\n\n Tapi ada liga yang tak memilih untuk melempar handuk, Bundesliga salah satunya. Petinggi sepak bola Jerman memutuskan untuk melanjutkan kompetisi pada 16 Mei 2020. Kabar baik bagi kita semua yang haus akan tayangan pertandingan sepak bola. Maklum, pemberitaan corona di berbagai media massa cukup memberikan pengaruh psikologi yang buruk bagi sebagian masyarakat. Sepak bola tentunya akan jadi hiburan yang nyata sekaligus memberikan asa kepada manusia. Tapi mirisnya adalah enam hari sebelum bergulirnya kembali Bundesliga, dua pemain asal klub Dynamo Dresden dinyatakan positif terjangkit corona. Bisakah Bundesliga berlanjut? Semoga saja.<\/p>\n\n\n\n Justru hilal sepak bola itu tak muncul dari Eropa atau dataran Amerika, negeri di Asia lah yang menemukannya. Apresiasi kita berikan kepada Korea Selatan yang berani untuk melanjutkan kompetisi sepak bola mereka. Sebelum pertandingan antara Jeonbuk Motors versus Suwon Bluewings digulirkan, poster digital tentang peraturan ketat disebar di sosial media. Poster tersebut berisikan protokoler yang harus dilakukan sebelum, saat, dan sesudah pertandingan agar kesehatan pemain dan official tim bisa terjaga dengan baik. <\/p>\n\n\n\n Syukurnya, pertandingan sore itu di Jeonju World Cup Stadium yang dimenangkan oleh Jeonbuk Motors dengan gol tunggal Lee Dong-gook berjalan lancar. Pertandingan itu memang tak disaksikan langsung oleh penonton di tribun stadion. Tapi di twitter, pertandingan itu disaksikan 3,3 juta penonton dari seluruh dunia. 3,3 juta orang itu sedang menyaksikan hilal sepak bola di Jeoncu World Cup Stadium. 3,3 juta orang itu juga sedang memupuk asa mereka akan hari-hari cerah pasca pandemi.<\/p>\n\n\n\n Lantas bagaimana dengan Indonesia? Ikut Korea Selatan melanjutkan liga atau Belanda yang mengakhiri liga? <\/p>\n","post_title":"Hilal Itu Nampak di Jeonju World Cup Stadium","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"hilal-itu-nampak-di-jeonju-world-cup-stadium","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2020-05-11 11:37:28","post_modified_gmt":"2020-05-11 04:37:28","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6663","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":4},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"epic_block_3"}; Biasanya rokok merek ini dinikmati oleh para petani di kawasan Sleman, Yogyakarta. Akan tetapi Rokok Tuton justru dibuat oleh pabrikan asal Demak, Jawa Tengah yaitu CV Pusaka Hidup. Karena bukan pabrikan yang besar dan jumlah produksi yang tidak banyak, maka distribusi rokok ini pun terbatas.<\/p>\n\n\n\n Rokok Tuton memiliki bungkus berwarna merah dan hitam yang khas dengan milik Djarum Super meski motifnya berbeda. Satu bungkus rokok ini berisikan 12 batang di pasaran dihargai sekitar 11 hingga 12 ribu rupiah. Tuton juga sama seperti dua rokok di atas yaitu masuk dalam kategori sigaret kretek mesin. <\/p>\n","post_title":"Mengenal Merek Rokok Idaman Para Petani","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"mengenal-merek-rokok-idaman-para-petani","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2020-06-28 09:43:06","post_modified_gmt":"2020-06-28 02:43:06","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6871","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":6809,"post_author":"919","post_date":"2020-06-21 10:12:41","post_date_gmt":"2020-06-21 03:12:41","post_content":"\n Youtube kembali ramai dengan kehadiran beberapa selebritis dan komedian top di Indonesia Beberapa tokoh seperti Sule, Andre Taulany, Ari Lasso, Deddy Corbuzier dan yang lainnya kini mulai memanfaatkan youtube untuk tetap berkarya setelah belum mendapatkan program baru di televisi konvensional. Di antara nama tersebut ada yang kemudian diketahui kemungkinan adalah seorang perokok setelah nampak bungkus rokok yang masuk dalam beberapa scene di video-video mereka. <\/p>\n\n\n\n Akan tetapi pertanyaan kemudian muncul, apakah benar di antara mereka seorang perokok? Jika iya mengapa kemudian mereka tidak melakukan aktivitas merokok dan nampak pada video mereka di youtube? Apakah ini karena faktor pencitraan, atau sejatinya menghindari aturan yang diciptakan oleh youtube? <\/p>\n\n\n\n Sebenarnya tidak ada peraturan yang melarang tentang aktivitas merokok dalam video yang kemudian diunggah di youtube. Setiap individu sah-sah saja untuk tetap merokok dan youtube tidak akan memblokir tayangan video tersebut asal tidak berbenturan dengan aturan yang lainnya. Akan tetapi, youtube hanya membatasi monetisasi bagi seseorang yang mengupload konten video yang memiliki unsur rokok di dalamnya.<\/p>\n\n\n\n Apa itu monetisasi? Kumparan.com menyebutkan bahwa monetisasi adalah cara menghasilkan uang dari video yang diunggah di channel youtube, dengan cara menayangkan iklan berdasarkan peraturan dari youtube. Platform asal California, Amerika Serikat kemudian membuat sebuah aturan yakni rokok dan produk tembakau lainnya tidak masuk dalam konten yang ramah monetisasi. <\/p>\n\n\n\n Jadi jika ada unsur rokok serta produk tembakau lainnya dalam video yang diunggah oleh seseorang di youtube, maka konten tersebut akan mendapatkan peringatan dengan simbol dolar kuning. Bisa jadi videonya bisa dimonetisasi namun dengan keuntungan yang tidak maksimal, bisa jadi tidak mendapatkan untung dari iklan sama sekali. <\/p>\n\n\n\n Kondisi tersebut sebenarnya masih menjadi pro dan kontra di kalangan merokok. Mereka yang pro terhadap aturan tersebut memaklumi karena merokok merupakan aktivitas legal yang hanya boleh dilakukan oleh mereka yang berumur cukup. Maka wajar ketika youtube membatasi keuntungan iklan pada video yang ada unsur rokok dan tembakau di dalamnya, mengingat video tersebut akan disaksikan secara umum. Bisa jadi ada anak-anak yang menontonnya.<\/p>\n\n\n\n Bagi yang kontra menganggap sejatinya tetap ada aturan yang adil bagi para perokok. Mengingat merokok adalah hal yang legal dan merupakan bagian dari ekspresi seseorang. Jika ada anak kecil kemudian menyaksikan video dengan unsur merokok di dalamnya maka sudah menjadi kewajiban orang tua untuk membimbingnya.<\/p>\n\n\n\n Pendapat kedua tersebut sangat dibenarkan mengingat anak-anak harus tetap mendapatkan bimbingan orang tua dalam mengakses internet. Jadi pembatasan monetisasi bagi video dengan unsur rokok di dalamnya sebenarnya adalah hal yang absurd pula. <\/p>\n\n\n\n Monetisasi ini mungkin menjadi pertimbangan utama para selebritis dan komedian tidak menampakkan diri mereka ketika merokok dalam video yang mereka unggah. Pasalnya, jika pemberitahuan dolar kuning sudah masuk maka keuntungan dari monetisasi bisa berkurang drastis dari video-video mereka yang sering disaksikan oleh jutaan orang.<\/p>\n\n\n\n Faktor lainnya adalah soal citra yang terbangun di masyarakat. Bagaimanapun juga hingga saat ini perokok masih melawan stigma negatif yang kerap dilekatkan pada mereka. Sulit memang jadi perokok, sudah kebebasan ekspresi di youtube mendapatkan kekangan, di masyarakat pun dianggap negatif. <\/p>\n","post_title":"Bagaimana Youtube Mengatur Konten Video Bermuatan Rokok?","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"bagaimana-youtube-mengatur-konten-video-bermuatan-rokok","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2020-06-21 10:12:47","post_modified_gmt":"2020-06-21 03:12:47","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6809","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":6789,"post_author":"919","post_date":"2020-06-14 09:21:26","post_date_gmt":"2020-06-14 02:21:26","post_content":"\r\n Selama ini kita mengenali kretek sebagai sebuah rokok khas Indonesia yang menggunakan tembakau, ramuan khusus, dan cengkeh di dalamnya. Kretek biasanya dinikmati dengan cara dibakar dan dihisap di waktu senggang. Akan tetapi pernahkah kalian membayangkan jika bisakah kretek dinikmati dengan cara lain? Misalnya dengan cara dimakan?<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n Jawabannya tentu sangat bisa apabila kretek<\/a> dinikmati dengan cara dimakan. Akan tetapi buang jauh pikiran kalian jika harus memakan kretek yang berisikan tembakau, ramuan khusus, dan cengkeh di dalamnya. Bukan itu, kretek yang bisa dimakan adalah sebuah kudapan yang berasal Gresik, Jawa Timur.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n Nasi Kretek adalah salah satu dari sekian banyak makanan khas Gresik. Secara penampilan kudapan tersebut memiliki kemiripan dengan Nasi Krawu yang juga khas dari Kota Santri tersebut. Kesamaannya antara dua makanan ini adalah lauk utamanya yaitu suwiran daging. Akan tetapi yang membedakan adalah rasa, toping, dan lauk pendampingnya.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n Nasi Krawu biasanya disajikan dengan daun pisang dan tambahan toping seperti serundeng. Tak hanya itu Nasi Krawu juga biasanya dimakan dengan sambal terasi dan tambahan lauk seperti daging sapi, semur daging, dan jeroan sapi. Ini yang kemudian membedakan antara kudapan tersebut dengan Nasi Kretek yang tidak memiliki banyak lauk pendamping.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n Suwiran daging di Nasi Kretek memiliki rasa yang pedas serta sedikit sensasi asam. Rasa pedasnya cukup menendang meski masih bisa dinikmati oleh mereka yang tidak menyukai makanan pedas. Sensasi asam yang didapatkan kemungkinan hadir dari buah asam atau perasan jeruk nipis sebagai bumbu dasar suwiran daging di makanan ini.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n Suwiran dagingnya juga memiliki tekstur yang tebal serta berminyak. Bagi anda yang sedang menjalani program diet maka bisa dipastikan akan berpikir dua kali untuk menikmati makanan ini. Disarankan juga mengingat rasanya yang pedas serta teksturnya yang berminyak maka siapkan minuman hangat sebagai pendamping agar tenggorokan anda tidak mengalami panas dalam.<\/p>\r\n Sayangnya Anda tak bisa dengan mudah menemukan Nasi Kretek ini di Gresik. Pasalnya kehadiran kuliner ini perlahan-lahan tenggelam dan bahkan tak semua warga di daerah tersebut mengetahuinya. Jika anda mengunjungi Gresik dan tengah beruntung maka bisa menemukan makanan ini di warung-warung kopi. Biasanya ditemukan dalam bentuk nasi yang sudah dibungkus.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n Harga satu bungkus Nasi Kretek ini sekitar 7 hingga 15 ribu rupiah tergantung di mana anda membeli. Jika di warung kopi pinggiran maka harga 7 ribuan bisa anda temui. Namun jika di kedai dan restoran mungkin harga sekitar 15 ribuan yang harus keluarkan untuk menikmati makanan ini.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n Sebenarnya bukan hanya Gresik<\/a> yang memiliki kudapan bernama kretek. Di daerah lainnya yang juga di Jawa Timur yaitu Jombang juga mempunyai kudapan khas bernama serupa namun memiliki bentuk dan isi yang berbeda. Sebagai penikmat kretek tentu kudapan Nasi Kretek menjadi hal yang unik untuk kalian coba saat berkunjung ke Jawa Timur. Silahkan mencoba!<\/p>\r\n","post_title":"Menikmati Nasi Kretek, Kudapan Khas Gresik","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"menikmati-nasi-kretek-kudapan-khas-gresik","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2024-12-10 14:52:36","post_modified_gmt":"2024-12-10 07:52:36","post_content_filtered":"\r\n Selama ini kita mengenali kretek sebagai sebuah rokok khas Indonesia yang menggunakan tembakau, ramuan khusus, dan cengkeh di dalamnya. Kretek biasanya dinikmati dengan cara dibakar dan dihisap di waktu senggang. Akan tetapi pernahkah kalian membayangkan jika bisakah kretek dinikmati dengan cara lain? Misalnya dengan cara dimakan?<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n Jawabannya tentu sangat bisa apabila kretek<\/a> dinikmati dengan cara dimakan. Akan tetapi buang jauh pikiran kalian jika harus memakan kretek yang berisikan tembakau, ramuan khusus, dan cengkeh di dalamnya. Bukan itu, kretek yang bisa dimakan adalah sebuah kudapan yang berasal Gresik, Jawa Timur.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n Nasi Kretek adalah salah satu dari sekian banyak makanan khas Gresik. Secara penampilan kudapan tersebut memiliki kemiripan dengan Nasi Krawu yang juga khas dari Kota Santri tersebut. Kesamaannya antara dua makanan ini adalah lauk utamanya yaitu suwiran daging. Akan tetapi yang membedakan adalah rasa, toping, dan lauk pendampingnya.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n Nasi Krawu biasanya disajikan dengan daun pisang dan tambahan toping seperti serundeng. Tak hanya itu Nasi Krawu juga biasanya dimakan dengan sambal terasi dan tambahan lauk seperti daging sapi, semur daging, dan jeroan sapi. Ini yang kemudian membedakan antara kudapan tersebut dengan Nasi Kretek yang tidak memiliki banyak lauk pendamping.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n Suwiran daging di Nasi Kretek memiliki rasa yang pedas serta sedikit sensasi asam. Rasa pedasnya cukup menendang meski masih bisa dinikmati oleh mereka yang tidak menyukai makanan pedas. Sensasi asam yang didapatkan kemungkinan hadir dari buah asam atau perasan jeruk nipis sebagai bumbu dasar suwiran daging di makanan ini.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n Suwiran dagingnya juga memiliki tekstur yang tebal serta berminyak. Bagi anda yang sedang menjalani program diet maka bisa dipastikan akan berpikir dua kali untuk menikmati makanan ini. Disarankan juga mengingat rasanya yang pedas serta teksturnya yang berminyak maka siapkan minuman hangat sebagai pendamping agar tenggorokan anda tidak mengalami panas dalam.<\/p>\r\n Sayangnya Anda tak bisa dengan mudah menemukan Nasi Kretek ini di Gresik. Pasalnya kehadiran kuliner ini perlahan-lahan tenggelam dan bahkan tak semua warga di daerah tersebut mengetahuinya. Jika anda mengunjungi Gresik dan tengah beruntung maka bisa menemukan makanan ini di warung-warung kopi. Biasanya ditemukan dalam bentuk nasi yang sudah dibungkus.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n Harga satu bungkus Nasi Kretek ini sekitar 7 hingga 15 ribu rupiah tergantung di mana anda membeli. Jika di warung kopi pinggiran maka harga 7 ribuan bisa anda temui. Namun jika di kedai dan restoran mungkin harga sekitar 15 ribuan yang harus keluarkan untuk menikmati makanan ini.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n Sebenarnya bukan hanya Gresik<\/a> yang memiliki kudapan bernama kretek. Di daerah lainnya yang juga di Jawa Timur yaitu Jombang juga mempunyai kudapan khas bernama serupa namun memiliki bentuk dan isi yang berbeda. Sebagai penikmat kretek tentu kudapan Nasi Kretek menjadi hal yang unik untuk kalian coba saat berkunjung ke Jawa Timur. Silahkan mencoba!<\/p>\r\n","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6789","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":6763,"post_author":"919","post_date":"2020-06-07 10:27:31","post_date_gmt":"2020-06-07 03:27:31","post_content":"\n Pemerintah kini mulai mengeluarkan kebijakan untuk melonggarkan peraturan tentang pembatasan sosial berskala besar. Salah satunya adalah dengan mulai membuka fasilitas-fasilitas umum namun tetap harus menuruti prosedur kesehatan yang berlaku. Dengan demikian maka kondisi new normal kini sudah berada di depan mata. Sebagai perokok tentu ada hal-hal yang patut kita taati dari segala peraturan yang diterapkan oleh pemerintah.<\/p>\n\n\n\n Kondisi new normal ini juga menandai babak baru perjuangan manusia dalam melawan covid-19. Tentu, meski PSBB kini dilonggarkan akan tetapi bukan berarti kita sebagai manusia sudah berhasil menang dan mengatasi pandemi. Kemenangan tersebut justru masih jauh rasanya. Perjuangan tetap dilanjutkan dengan meneruskan tradisi-tradisi yang sudah dilakukan semasa PSBB. <\/p>\n\n\n\n Tradisi-tradisi lama yang sekiranya berpotensi terjadinya penyebaran virus corona pun harus mulai ditinggalkan. Berikut tiga kebiasaan yang harus dihindari para perokok selama kondisi new normal<\/p>\n\n\n\n Akan tetapi kita masih belum bisa melakukan hal tersebut saat kondisi new normal ini. Jika pun terpaksa harus nongkrong bareng maka tetap patuhi protokol kesehatan yang ada. Jaga jarak di antaramu, lalu hindari nongkrong dalam jumlah massa yang terlalu besar. Rasanya, tiga hingga empat orang saja sudah cukup asal mematuhi beberapa peraturan tersebut.<\/p>\n\n\n\n Mengapa merokok di sembarang tempat adalah hal yang harus dihindari, mengingat kondisi pandemi ini membuat kita tak tahu daerah mana saja yang bebas dari sebaran covid-19. Dengan tidak merokok di sembarang tempat tentu akan menjauhkan kita dari potensi besar terpapar virus corona. Jadi tahan dulu ya kalau pengen sebats, di rumah sendiri justru lebih enak dan nyaman kok.<\/p>\n\n\n\n Tidak ada nilai solidaritas yang berkurang dari berhenti merokok joinan satu batang bersama. Nilai solidaritas itu justru bisa anda salurkan dalam bentuk yang lain. Ya salah satunya adalah bagi satu rokok dari sebungkus rokok yang anda miliki jika temanmu membutuhkan. Justru itu lebih baik jika harus merokok satu batang bersama. <\/p>\n","post_title":"Tiga Kebiasaan yang Perokok Harus Hindari di Tengah New Normal","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"tiga-kebiasaan-yang-perokok-harus-hindari-di-tengah-new-normal","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2020-06-07 10:27:37","post_modified_gmt":"2020-06-07 03:27:37","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6763","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":6683,"post_author":"919","post_date":"2020-05-24 10:08:18","post_date_gmt":"2020-05-24 03:08:18","post_content":"\n Di penghujung maghrib seorang anak kecil bertanya pada ayahnya yang sedang asyik menikmati kopinya di teras rumah. \u201cAyah, mengapa malam ini tak ada orang-orang yang berkeliling untuk takbiran?\u201d Sang ayah pun menjawab dengan kalimat yang bijak sana meski belum tentu mampu dipahami anaknya. \u201cNak, manusia sedang berjuang menghadapi kepunahan. Kamu dan banyak anak-anak kecil lainnya berdiam diri di rumah saja adalah hal yang membahagiakan bagi ayah, ibu dan orang tua mereka.\u201d <\/p>\n\n\n\n Selamat Hari Raya Idul Fitri, Mari Mengupayakan Kemenangan! Ramadhan yang berbeda harus dilewati oleh umat manusia generasi saat ini. Mungkin bagi yang masih berumur 20 hingga 50 tahun tak pernah membayangkan betul bumi dalam kondisi pandemi seperti ini. Mayoritas manusia hidup dalam kedamaian meski perang kerap kali membuntuti. Namun kali ini semua terasa sangat berbeda, semua sedang berperang menghadapi sesuatu yang kasat mata. Peperangan yang tak bisa diprediksi pula kapan berakhir.<\/p>\n\n\n\n Orang-orang pintar punya hitung-hitungan tersendiri meski probabilitasnya belum bisa dikatakan mencapai angka yang tinggi. Sementara di luar sana banyak orang-orang pintar lainnya yang bertarung dengan waktu untuk menemukan penyembuh virus covid-19. Saya curiga, jangan-jangan euforia manusia ketika vaksin hadir akan menyamai euforia manusia ketika menyambut sang penyelamat, Isa Almasih turun. Entah, mungkin bisa jadi.<\/p>\n\n\n\n Hanya berdiam diri di rumah yang bisa menjadi senjata ampuh bagi manusia dalam peperangan ini. Beruntungnya kita sebagai umat muslim juga diberi bulan ramadhan dalam kondisi seperti ini. Jika saya boleh menyebut maka saya akan menganalogikan bulan ramadhan sebagai bala tentara tuhan. Mengapa? Jawabannya karena adalah ibadah berpuasa. Dari berpuasa kita bisa manahan diri dari segala hal. Berpuasa untuk tidak bepergian jika tidak mendesak, berpuasa untuk tidak berkumpul, berpuasa untuk tidak boros. <\/p>\n\n\n\n Jika kita mampu memaknai betul arti kata puasa di Bulan Ramadhan maka sudah barang tentu kita mampu memiliki persentase besar untuk memenangi peperangan di masa pandemi ini. Jelas, jawaban kemenangan itu hanya diketahui oleh individu-individu masing-masing. Sebelum kalian melanjutkan bacaan ke paragraf selanjutnya maka silahkan merenung dan bertanya pada diri sendiri. Paripurnakah kita dalam memaknai dan menjalani ibadah puasa?<\/p>\n\n\n\n Hari ini, kita akan merayakan lebaran, tentu saya beranggapan juga bahwa lebaran ini berbeda dari sebelumnya. Jika lebaran-lebaran sebelumnya kita memaknainya sebagai hari kemenangan, maka kali ini mari kita memaknainya sebagai hari untuk mengupayakan kemenangan. Mengapa? Peperangan umat manusia melawan corona masih akan terus berlanjut dan puasa selama 30 hari menjadikan kita seharusnya semakin kuat untuk menghadapi hari esok.<\/p>\n\n\n\n Setelah hari raya idul fitri kita semua akan menghadapi satu babak baru dalam sejarah umat manusia. Babak baru itu disebut-sebut oleh banyak orang sebagai kehidupan new normal. Sekali lagi, jika kita mampu melewati bulan ramadhan secara paripurna maka tentu tak akan menemui kesulitan ke depannya.<\/p>\n\n\n\n Selamat Hari Raya Idul Fitri, Mari Mengupayakan Kemenangan!<\/p>\n","post_title":"Selamat Hari Raya Idul Fitri, Mari Mengupayakan Kemenangan!","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"selamat-hari-raya-idul-fitri-mari-mengupayakan-kemenangan","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2020-05-24 10:08:24","post_modified_gmt":"2020-05-24 03:08:24","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6683","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":6663,"post_author":"919","post_date":"2020-05-11 11:37:27","post_date_gmt":"2020-05-11 04:37:27","post_content":"\n Senyum merekah terpampang dari wajah Striker Jeonbuk Motors, Lee Dong-gook. Sundulannya menyambut umpan dari Son Jun-ho mengoyak gawang Suwon Bluewings pada menit ke-83. Selebrasi sederhana Lee Dong-gook lakukan bersama rekan setimnya di depan tribun utara Jeonju World Cup Stadium yang kosong. Hanya ada banner raksasa di sana, tak ada penonton. Tapi jauh di sana, banyak yang menyaksikan pertandingan ini melalui sosial media. Pertandingan yang memberikan harapan bagi umat manusia.<\/p>\n\n\n\n Pandemi corona menghantam banyak hal dalam hajat hidup umat manusia. Segala sesuatu menjadi sulit untuk dilakukan di masa seperti ini. Pekerjaan harus dilakukan di rumah dan hanya orang tertentu saja yang bisa beraktivitas kerja seperti biasa. Agenda-agenda besar pun harus mengalami penundaan, termasuk liga sepak bola yang harus terhenti sesaat. Kesehatan manusia menjadi pertimbangan utamanya, karena mengutip kalimat populer dari seorang Bambang Pamungkas: \u201cTidak ada satu kemenangan pun yang sebanding dengan nyawa.\u201d <\/p>\n\n\n\n Ketika sepak bola diliburkan maka akhir pekan menjadi begitu tidak menyenangkan. Tidak ada riuh komentar pertandingan di layar televisi. Tidak ada sekumpulan remaja yang antusias berangkat ke stadion. Tidak nyanyian-nyanyian yang terdengar seantero kota. Tidak ada juga tayangan video di youtube tentang highlights sebuah pertandingan. Semua terasa hambar, meski beruntungnya masih ada beberapa film bertemakan sepak bola yang rilis bertepatan saat pandemi melanda seperti The English Game dan Ultras.<\/p>\n\n\n\n Pemberitaan tentang sepak bola pun tiba-tiba menjadi buku tebal ensiklopedia sejarah. Media massa ramai-ramai membuat berita tentang cerita sepak bola di masa lampau. Membuatnya kembali segar dan bisa kembali dinikmati di saat ini. Sesekali, gosip-gosip transfer dihadirkan. Sesekali juga, berita tentang kegamangan petinggi liga juga muncul, apakah liga di sebuah negara akan berlanjut atau tidak.<\/p>\n\n\n\n Akhirnya, ada yang memilih untuk berhenti seperti Ligue 1 yang akhirnya menobatkan Paris Saint-Germain sebagai juara. Sebelumnya Eredivisie Liga Belanda menjadi kompetisi top di eropa pertama yang menghentikan liga. Ajax Amsterdam harus merelakan peluang mereka untuk tak juara musim ini setelah KNVB selaku federasi sepak bola Belanda mengeluarkan kebijakan untuk menghentikan liga tanpa pemenang dan degradasi.<\/p>\n\n\n\n Tapi ada liga yang tak memilih untuk melempar handuk, Bundesliga salah satunya. Petinggi sepak bola Jerman memutuskan untuk melanjutkan kompetisi pada 16 Mei 2020. Kabar baik bagi kita semua yang haus akan tayangan pertandingan sepak bola. Maklum, pemberitaan corona di berbagai media massa cukup memberikan pengaruh psikologi yang buruk bagi sebagian masyarakat. Sepak bola tentunya akan jadi hiburan yang nyata sekaligus memberikan asa kepada manusia. Tapi mirisnya adalah enam hari sebelum bergulirnya kembali Bundesliga, dua pemain asal klub Dynamo Dresden dinyatakan positif terjangkit corona. Bisakah Bundesliga berlanjut? Semoga saja.<\/p>\n\n\n\n Justru hilal sepak bola itu tak muncul dari Eropa atau dataran Amerika, negeri di Asia lah yang menemukannya. Apresiasi kita berikan kepada Korea Selatan yang berani untuk melanjutkan kompetisi sepak bola mereka. Sebelum pertandingan antara Jeonbuk Motors versus Suwon Bluewings digulirkan, poster digital tentang peraturan ketat disebar di sosial media. Poster tersebut berisikan protokoler yang harus dilakukan sebelum, saat, dan sesudah pertandingan agar kesehatan pemain dan official tim bisa terjaga dengan baik. <\/p>\n\n\n\n Syukurnya, pertandingan sore itu di Jeonju World Cup Stadium yang dimenangkan oleh Jeonbuk Motors dengan gol tunggal Lee Dong-gook berjalan lancar. Pertandingan itu memang tak disaksikan langsung oleh penonton di tribun stadion. Tapi di twitter, pertandingan itu disaksikan 3,3 juta penonton dari seluruh dunia. 3,3 juta orang itu sedang menyaksikan hilal sepak bola di Jeoncu World Cup Stadium. 3,3 juta orang itu juga sedang memupuk asa mereka akan hari-hari cerah pasca pandemi.<\/p>\n\n\n\n Lantas bagaimana dengan Indonesia? Ikut Korea Selatan melanjutkan liga atau Belanda yang mengakhiri liga? <\/p>\n","post_title":"Hilal Itu Nampak di Jeonju World Cup Stadium","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"hilal-itu-nampak-di-jeonju-world-cup-stadium","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2020-05-11 11:37:28","post_modified_gmt":"2020-05-11 04:37:28","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6663","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":4},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"epic_block_3"}; Mlindjo memiliki harga yang sangat terjangkau yaitu sekitar 11 hingga 12 ribu rupiah. Meski demikian rokok Mlindjo ini tak begitu mudah untuk ditemui karena distribusinya yang terbatas. Biasanya rokok ini dihisap oleh mereka para petani yang berada di daerah Jawa Timur dan Jawa Tengah.<\/p>\n\n\n\n Biasanya rokok merek ini dinikmati oleh para petani di kawasan Sleman, Yogyakarta. Akan tetapi Rokok Tuton justru dibuat oleh pabrikan asal Demak, Jawa Tengah yaitu CV Pusaka Hidup. Karena bukan pabrikan yang besar dan jumlah produksi yang tidak banyak, maka distribusi rokok ini pun terbatas.<\/p>\n\n\n\n Rokok Tuton memiliki bungkus berwarna merah dan hitam yang khas dengan milik Djarum Super meski motifnya berbeda. Satu bungkus rokok ini berisikan 12 batang di pasaran dihargai sekitar 11 hingga 12 ribu rupiah. Tuton juga sama seperti dua rokok di atas yaitu masuk dalam kategori sigaret kretek mesin. <\/p>\n","post_title":"Mengenal Merek Rokok Idaman Para Petani","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"mengenal-merek-rokok-idaman-para-petani","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2020-06-28 09:43:06","post_modified_gmt":"2020-06-28 02:43:06","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6871","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":6809,"post_author":"919","post_date":"2020-06-21 10:12:41","post_date_gmt":"2020-06-21 03:12:41","post_content":"\n Youtube kembali ramai dengan kehadiran beberapa selebritis dan komedian top di Indonesia Beberapa tokoh seperti Sule, Andre Taulany, Ari Lasso, Deddy Corbuzier dan yang lainnya kini mulai memanfaatkan youtube untuk tetap berkarya setelah belum mendapatkan program baru di televisi konvensional. Di antara nama tersebut ada yang kemudian diketahui kemungkinan adalah seorang perokok setelah nampak bungkus rokok yang masuk dalam beberapa scene di video-video mereka. <\/p>\n\n\n\n Akan tetapi pertanyaan kemudian muncul, apakah benar di antara mereka seorang perokok? Jika iya mengapa kemudian mereka tidak melakukan aktivitas merokok dan nampak pada video mereka di youtube? Apakah ini karena faktor pencitraan, atau sejatinya menghindari aturan yang diciptakan oleh youtube? <\/p>\n\n\n\n Sebenarnya tidak ada peraturan yang melarang tentang aktivitas merokok dalam video yang kemudian diunggah di youtube. Setiap individu sah-sah saja untuk tetap merokok dan youtube tidak akan memblokir tayangan video tersebut asal tidak berbenturan dengan aturan yang lainnya. Akan tetapi, youtube hanya membatasi monetisasi bagi seseorang yang mengupload konten video yang memiliki unsur rokok di dalamnya.<\/p>\n\n\n\n Apa itu monetisasi? Kumparan.com menyebutkan bahwa monetisasi adalah cara menghasilkan uang dari video yang diunggah di channel youtube, dengan cara menayangkan iklan berdasarkan peraturan dari youtube. Platform asal California, Amerika Serikat kemudian membuat sebuah aturan yakni rokok dan produk tembakau lainnya tidak masuk dalam konten yang ramah monetisasi. <\/p>\n\n\n\n Jadi jika ada unsur rokok serta produk tembakau lainnya dalam video yang diunggah oleh seseorang di youtube, maka konten tersebut akan mendapatkan peringatan dengan simbol dolar kuning. Bisa jadi videonya bisa dimonetisasi namun dengan keuntungan yang tidak maksimal, bisa jadi tidak mendapatkan untung dari iklan sama sekali. <\/p>\n\n\n\n Kondisi tersebut sebenarnya masih menjadi pro dan kontra di kalangan merokok. Mereka yang pro terhadap aturan tersebut memaklumi karena merokok merupakan aktivitas legal yang hanya boleh dilakukan oleh mereka yang berumur cukup. Maka wajar ketika youtube membatasi keuntungan iklan pada video yang ada unsur rokok dan tembakau di dalamnya, mengingat video tersebut akan disaksikan secara umum. Bisa jadi ada anak-anak yang menontonnya.<\/p>\n\n\n\n Bagi yang kontra menganggap sejatinya tetap ada aturan yang adil bagi para perokok. Mengingat merokok adalah hal yang legal dan merupakan bagian dari ekspresi seseorang. Jika ada anak kecil kemudian menyaksikan video dengan unsur merokok di dalamnya maka sudah menjadi kewajiban orang tua untuk membimbingnya.<\/p>\n\n\n\n Pendapat kedua tersebut sangat dibenarkan mengingat anak-anak harus tetap mendapatkan bimbingan orang tua dalam mengakses internet. Jadi pembatasan monetisasi bagi video dengan unsur rokok di dalamnya sebenarnya adalah hal yang absurd pula. <\/p>\n\n\n\n Monetisasi ini mungkin menjadi pertimbangan utama para selebritis dan komedian tidak menampakkan diri mereka ketika merokok dalam video yang mereka unggah. Pasalnya, jika pemberitahuan dolar kuning sudah masuk maka keuntungan dari monetisasi bisa berkurang drastis dari video-video mereka yang sering disaksikan oleh jutaan orang.<\/p>\n\n\n\n Faktor lainnya adalah soal citra yang terbangun di masyarakat. Bagaimanapun juga hingga saat ini perokok masih melawan stigma negatif yang kerap dilekatkan pada mereka. Sulit memang jadi perokok, sudah kebebasan ekspresi di youtube mendapatkan kekangan, di masyarakat pun dianggap negatif. <\/p>\n","post_title":"Bagaimana Youtube Mengatur Konten Video Bermuatan Rokok?","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"bagaimana-youtube-mengatur-konten-video-bermuatan-rokok","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2020-06-21 10:12:47","post_modified_gmt":"2020-06-21 03:12:47","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6809","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":6789,"post_author":"919","post_date":"2020-06-14 09:21:26","post_date_gmt":"2020-06-14 02:21:26","post_content":"\r\n Selama ini kita mengenali kretek sebagai sebuah rokok khas Indonesia yang menggunakan tembakau, ramuan khusus, dan cengkeh di dalamnya. Kretek biasanya dinikmati dengan cara dibakar dan dihisap di waktu senggang. Akan tetapi pernahkah kalian membayangkan jika bisakah kretek dinikmati dengan cara lain? Misalnya dengan cara dimakan?<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n Jawabannya tentu sangat bisa apabila kretek<\/a> dinikmati dengan cara dimakan. Akan tetapi buang jauh pikiran kalian jika harus memakan kretek yang berisikan tembakau, ramuan khusus, dan cengkeh di dalamnya. Bukan itu, kretek yang bisa dimakan adalah sebuah kudapan yang berasal Gresik, Jawa Timur.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n Nasi Kretek adalah salah satu dari sekian banyak makanan khas Gresik. Secara penampilan kudapan tersebut memiliki kemiripan dengan Nasi Krawu yang juga khas dari Kota Santri tersebut. Kesamaannya antara dua makanan ini adalah lauk utamanya yaitu suwiran daging. Akan tetapi yang membedakan adalah rasa, toping, dan lauk pendampingnya.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n Nasi Krawu biasanya disajikan dengan daun pisang dan tambahan toping seperti serundeng. Tak hanya itu Nasi Krawu juga biasanya dimakan dengan sambal terasi dan tambahan lauk seperti daging sapi, semur daging, dan jeroan sapi. Ini yang kemudian membedakan antara kudapan tersebut dengan Nasi Kretek yang tidak memiliki banyak lauk pendamping.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n Suwiran daging di Nasi Kretek memiliki rasa yang pedas serta sedikit sensasi asam. Rasa pedasnya cukup menendang meski masih bisa dinikmati oleh mereka yang tidak menyukai makanan pedas. Sensasi asam yang didapatkan kemungkinan hadir dari buah asam atau perasan jeruk nipis sebagai bumbu dasar suwiran daging di makanan ini.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n Suwiran dagingnya juga memiliki tekstur yang tebal serta berminyak. Bagi anda yang sedang menjalani program diet maka bisa dipastikan akan berpikir dua kali untuk menikmati makanan ini. Disarankan juga mengingat rasanya yang pedas serta teksturnya yang berminyak maka siapkan minuman hangat sebagai pendamping agar tenggorokan anda tidak mengalami panas dalam.<\/p>\r\n Sayangnya Anda tak bisa dengan mudah menemukan Nasi Kretek ini di Gresik. Pasalnya kehadiran kuliner ini perlahan-lahan tenggelam dan bahkan tak semua warga di daerah tersebut mengetahuinya. Jika anda mengunjungi Gresik dan tengah beruntung maka bisa menemukan makanan ini di warung-warung kopi. Biasanya ditemukan dalam bentuk nasi yang sudah dibungkus.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n Harga satu bungkus Nasi Kretek ini sekitar 7 hingga 15 ribu rupiah tergantung di mana anda membeli. Jika di warung kopi pinggiran maka harga 7 ribuan bisa anda temui. Namun jika di kedai dan restoran mungkin harga sekitar 15 ribuan yang harus keluarkan untuk menikmati makanan ini.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n Sebenarnya bukan hanya Gresik<\/a> yang memiliki kudapan bernama kretek. Di daerah lainnya yang juga di Jawa Timur yaitu Jombang juga mempunyai kudapan khas bernama serupa namun memiliki bentuk dan isi yang berbeda. Sebagai penikmat kretek tentu kudapan Nasi Kretek menjadi hal yang unik untuk kalian coba saat berkunjung ke Jawa Timur. Silahkan mencoba!<\/p>\r\n","post_title":"Menikmati Nasi Kretek, Kudapan Khas Gresik","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"menikmati-nasi-kretek-kudapan-khas-gresik","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2024-12-10 14:52:36","post_modified_gmt":"2024-12-10 07:52:36","post_content_filtered":"\r\n Selama ini kita mengenali kretek sebagai sebuah rokok khas Indonesia yang menggunakan tembakau, ramuan khusus, dan cengkeh di dalamnya. Kretek biasanya dinikmati dengan cara dibakar dan dihisap di waktu senggang. Akan tetapi pernahkah kalian membayangkan jika bisakah kretek dinikmati dengan cara lain? Misalnya dengan cara dimakan?<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n Jawabannya tentu sangat bisa apabila kretek<\/a> dinikmati dengan cara dimakan. Akan tetapi buang jauh pikiran kalian jika harus memakan kretek yang berisikan tembakau, ramuan khusus, dan cengkeh di dalamnya. Bukan itu, kretek yang bisa dimakan adalah sebuah kudapan yang berasal Gresik, Jawa Timur.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n Nasi Kretek adalah salah satu dari sekian banyak makanan khas Gresik. Secara penampilan kudapan tersebut memiliki kemiripan dengan Nasi Krawu yang juga khas dari Kota Santri tersebut. Kesamaannya antara dua makanan ini adalah lauk utamanya yaitu suwiran daging. Akan tetapi yang membedakan adalah rasa, toping, dan lauk pendampingnya.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n Nasi Krawu biasanya disajikan dengan daun pisang dan tambahan toping seperti serundeng. Tak hanya itu Nasi Krawu juga biasanya dimakan dengan sambal terasi dan tambahan lauk seperti daging sapi, semur daging, dan jeroan sapi. Ini yang kemudian membedakan antara kudapan tersebut dengan Nasi Kretek yang tidak memiliki banyak lauk pendamping.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n Suwiran daging di Nasi Kretek memiliki rasa yang pedas serta sedikit sensasi asam. Rasa pedasnya cukup menendang meski masih bisa dinikmati oleh mereka yang tidak menyukai makanan pedas. Sensasi asam yang didapatkan kemungkinan hadir dari buah asam atau perasan jeruk nipis sebagai bumbu dasar suwiran daging di makanan ini.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n Suwiran dagingnya juga memiliki tekstur yang tebal serta berminyak. Bagi anda yang sedang menjalani program diet maka bisa dipastikan akan berpikir dua kali untuk menikmati makanan ini. Disarankan juga mengingat rasanya yang pedas serta teksturnya yang berminyak maka siapkan minuman hangat sebagai pendamping agar tenggorokan anda tidak mengalami panas dalam.<\/p>\r\n Sayangnya Anda tak bisa dengan mudah menemukan Nasi Kretek ini di Gresik. Pasalnya kehadiran kuliner ini perlahan-lahan tenggelam dan bahkan tak semua warga di daerah tersebut mengetahuinya. Jika anda mengunjungi Gresik dan tengah beruntung maka bisa menemukan makanan ini di warung-warung kopi. Biasanya ditemukan dalam bentuk nasi yang sudah dibungkus.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n Harga satu bungkus Nasi Kretek ini sekitar 7 hingga 15 ribu rupiah tergantung di mana anda membeli. Jika di warung kopi pinggiran maka harga 7 ribuan bisa anda temui. Namun jika di kedai dan restoran mungkin harga sekitar 15 ribuan yang harus keluarkan untuk menikmati makanan ini.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n Sebenarnya bukan hanya Gresik<\/a> yang memiliki kudapan bernama kretek. Di daerah lainnya yang juga di Jawa Timur yaitu Jombang juga mempunyai kudapan khas bernama serupa namun memiliki bentuk dan isi yang berbeda. Sebagai penikmat kretek tentu kudapan Nasi Kretek menjadi hal yang unik untuk kalian coba saat berkunjung ke Jawa Timur. Silahkan mencoba!<\/p>\r\n","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6789","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":6763,"post_author":"919","post_date":"2020-06-07 10:27:31","post_date_gmt":"2020-06-07 03:27:31","post_content":"\n Pemerintah kini mulai mengeluarkan kebijakan untuk melonggarkan peraturan tentang pembatasan sosial berskala besar. Salah satunya adalah dengan mulai membuka fasilitas-fasilitas umum namun tetap harus menuruti prosedur kesehatan yang berlaku. Dengan demikian maka kondisi new normal kini sudah berada di depan mata. Sebagai perokok tentu ada hal-hal yang patut kita taati dari segala peraturan yang diterapkan oleh pemerintah.<\/p>\n\n\n\n Kondisi new normal ini juga menandai babak baru perjuangan manusia dalam melawan covid-19. Tentu, meski PSBB kini dilonggarkan akan tetapi bukan berarti kita sebagai manusia sudah berhasil menang dan mengatasi pandemi. Kemenangan tersebut justru masih jauh rasanya. Perjuangan tetap dilanjutkan dengan meneruskan tradisi-tradisi yang sudah dilakukan semasa PSBB. <\/p>\n\n\n\n Tradisi-tradisi lama yang sekiranya berpotensi terjadinya penyebaran virus corona pun harus mulai ditinggalkan. Berikut tiga kebiasaan yang harus dihindari para perokok selama kondisi new normal<\/p>\n\n\n\n Akan tetapi kita masih belum bisa melakukan hal tersebut saat kondisi new normal ini. Jika pun terpaksa harus nongkrong bareng maka tetap patuhi protokol kesehatan yang ada. Jaga jarak di antaramu, lalu hindari nongkrong dalam jumlah massa yang terlalu besar. Rasanya, tiga hingga empat orang saja sudah cukup asal mematuhi beberapa peraturan tersebut.<\/p>\n\n\n\n Mengapa merokok di sembarang tempat adalah hal yang harus dihindari, mengingat kondisi pandemi ini membuat kita tak tahu daerah mana saja yang bebas dari sebaran covid-19. Dengan tidak merokok di sembarang tempat tentu akan menjauhkan kita dari potensi besar terpapar virus corona. Jadi tahan dulu ya kalau pengen sebats, di rumah sendiri justru lebih enak dan nyaman kok.<\/p>\n\n\n\n Tidak ada nilai solidaritas yang berkurang dari berhenti merokok joinan satu batang bersama. Nilai solidaritas itu justru bisa anda salurkan dalam bentuk yang lain. Ya salah satunya adalah bagi satu rokok dari sebungkus rokok yang anda miliki jika temanmu membutuhkan. Justru itu lebih baik jika harus merokok satu batang bersama. <\/p>\n","post_title":"Tiga Kebiasaan yang Perokok Harus Hindari di Tengah New Normal","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"tiga-kebiasaan-yang-perokok-harus-hindari-di-tengah-new-normal","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2020-06-07 10:27:37","post_modified_gmt":"2020-06-07 03:27:37","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6763","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":6683,"post_author":"919","post_date":"2020-05-24 10:08:18","post_date_gmt":"2020-05-24 03:08:18","post_content":"\n Di penghujung maghrib seorang anak kecil bertanya pada ayahnya yang sedang asyik menikmati kopinya di teras rumah. \u201cAyah, mengapa malam ini tak ada orang-orang yang berkeliling untuk takbiran?\u201d Sang ayah pun menjawab dengan kalimat yang bijak sana meski belum tentu mampu dipahami anaknya. \u201cNak, manusia sedang berjuang menghadapi kepunahan. Kamu dan banyak anak-anak kecil lainnya berdiam diri di rumah saja adalah hal yang membahagiakan bagi ayah, ibu dan orang tua mereka.\u201d <\/p>\n\n\n\n Selamat Hari Raya Idul Fitri, Mari Mengupayakan Kemenangan! Ramadhan yang berbeda harus dilewati oleh umat manusia generasi saat ini. Mungkin bagi yang masih berumur 20 hingga 50 tahun tak pernah membayangkan betul bumi dalam kondisi pandemi seperti ini. Mayoritas manusia hidup dalam kedamaian meski perang kerap kali membuntuti. Namun kali ini semua terasa sangat berbeda, semua sedang berperang menghadapi sesuatu yang kasat mata. Peperangan yang tak bisa diprediksi pula kapan berakhir.<\/p>\n\n\n\n Orang-orang pintar punya hitung-hitungan tersendiri meski probabilitasnya belum bisa dikatakan mencapai angka yang tinggi. Sementara di luar sana banyak orang-orang pintar lainnya yang bertarung dengan waktu untuk menemukan penyembuh virus covid-19. Saya curiga, jangan-jangan euforia manusia ketika vaksin hadir akan menyamai euforia manusia ketika menyambut sang penyelamat, Isa Almasih turun. Entah, mungkin bisa jadi.<\/p>\n\n\n\n Hanya berdiam diri di rumah yang bisa menjadi senjata ampuh bagi manusia dalam peperangan ini. Beruntungnya kita sebagai umat muslim juga diberi bulan ramadhan dalam kondisi seperti ini. Jika saya boleh menyebut maka saya akan menganalogikan bulan ramadhan sebagai bala tentara tuhan. Mengapa? Jawabannya karena adalah ibadah berpuasa. Dari berpuasa kita bisa manahan diri dari segala hal. Berpuasa untuk tidak bepergian jika tidak mendesak, berpuasa untuk tidak berkumpul, berpuasa untuk tidak boros. <\/p>\n\n\n\n Jika kita mampu memaknai betul arti kata puasa di Bulan Ramadhan maka sudah barang tentu kita mampu memiliki persentase besar untuk memenangi peperangan di masa pandemi ini. Jelas, jawaban kemenangan itu hanya diketahui oleh individu-individu masing-masing. Sebelum kalian melanjutkan bacaan ke paragraf selanjutnya maka silahkan merenung dan bertanya pada diri sendiri. Paripurnakah kita dalam memaknai dan menjalani ibadah puasa?<\/p>\n\n\n\n Hari ini, kita akan merayakan lebaran, tentu saya beranggapan juga bahwa lebaran ini berbeda dari sebelumnya. Jika lebaran-lebaran sebelumnya kita memaknainya sebagai hari kemenangan, maka kali ini mari kita memaknainya sebagai hari untuk mengupayakan kemenangan. Mengapa? Peperangan umat manusia melawan corona masih akan terus berlanjut dan puasa selama 30 hari menjadikan kita seharusnya semakin kuat untuk menghadapi hari esok.<\/p>\n\n\n\n Setelah hari raya idul fitri kita semua akan menghadapi satu babak baru dalam sejarah umat manusia. Babak baru itu disebut-sebut oleh banyak orang sebagai kehidupan new normal. Sekali lagi, jika kita mampu melewati bulan ramadhan secara paripurna maka tentu tak akan menemui kesulitan ke depannya.<\/p>\n\n\n\n Selamat Hari Raya Idul Fitri, Mari Mengupayakan Kemenangan!<\/p>\n","post_title":"Selamat Hari Raya Idul Fitri, Mari Mengupayakan Kemenangan!","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"selamat-hari-raya-idul-fitri-mari-mengupayakan-kemenangan","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2020-05-24 10:08:24","post_modified_gmt":"2020-05-24 03:08:24","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6683","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":6663,"post_author":"919","post_date":"2020-05-11 11:37:27","post_date_gmt":"2020-05-11 04:37:27","post_content":"\n Senyum merekah terpampang dari wajah Striker Jeonbuk Motors, Lee Dong-gook. Sundulannya menyambut umpan dari Son Jun-ho mengoyak gawang Suwon Bluewings pada menit ke-83. Selebrasi sederhana Lee Dong-gook lakukan bersama rekan setimnya di depan tribun utara Jeonju World Cup Stadium yang kosong. Hanya ada banner raksasa di sana, tak ada penonton. Tapi jauh di sana, banyak yang menyaksikan pertandingan ini melalui sosial media. Pertandingan yang memberikan harapan bagi umat manusia.<\/p>\n\n\n\n Pandemi corona menghantam banyak hal dalam hajat hidup umat manusia. Segala sesuatu menjadi sulit untuk dilakukan di masa seperti ini. Pekerjaan harus dilakukan di rumah dan hanya orang tertentu saja yang bisa beraktivitas kerja seperti biasa. Agenda-agenda besar pun harus mengalami penundaan, termasuk liga sepak bola yang harus terhenti sesaat. Kesehatan manusia menjadi pertimbangan utamanya, karena mengutip kalimat populer dari seorang Bambang Pamungkas: \u201cTidak ada satu kemenangan pun yang sebanding dengan nyawa.\u201d <\/p>\n\n\n\n Ketika sepak bola diliburkan maka akhir pekan menjadi begitu tidak menyenangkan. Tidak ada riuh komentar pertandingan di layar televisi. Tidak ada sekumpulan remaja yang antusias berangkat ke stadion. Tidak nyanyian-nyanyian yang terdengar seantero kota. Tidak ada juga tayangan video di youtube tentang highlights sebuah pertandingan. Semua terasa hambar, meski beruntungnya masih ada beberapa film bertemakan sepak bola yang rilis bertepatan saat pandemi melanda seperti The English Game dan Ultras.<\/p>\n\n\n\n Pemberitaan tentang sepak bola pun tiba-tiba menjadi buku tebal ensiklopedia sejarah. Media massa ramai-ramai membuat berita tentang cerita sepak bola di masa lampau. Membuatnya kembali segar dan bisa kembali dinikmati di saat ini. Sesekali, gosip-gosip transfer dihadirkan. Sesekali juga, berita tentang kegamangan petinggi liga juga muncul, apakah liga di sebuah negara akan berlanjut atau tidak.<\/p>\n\n\n\n Akhirnya, ada yang memilih untuk berhenti seperti Ligue 1 yang akhirnya menobatkan Paris Saint-Germain sebagai juara. Sebelumnya Eredivisie Liga Belanda menjadi kompetisi top di eropa pertama yang menghentikan liga. Ajax Amsterdam harus merelakan peluang mereka untuk tak juara musim ini setelah KNVB selaku federasi sepak bola Belanda mengeluarkan kebijakan untuk menghentikan liga tanpa pemenang dan degradasi.<\/p>\n\n\n\n Tapi ada liga yang tak memilih untuk melempar handuk, Bundesliga salah satunya. Petinggi sepak bola Jerman memutuskan untuk melanjutkan kompetisi pada 16 Mei 2020. Kabar baik bagi kita semua yang haus akan tayangan pertandingan sepak bola. Maklum, pemberitaan corona di berbagai media massa cukup memberikan pengaruh psikologi yang buruk bagi sebagian masyarakat. Sepak bola tentunya akan jadi hiburan yang nyata sekaligus memberikan asa kepada manusia. Tapi mirisnya adalah enam hari sebelum bergulirnya kembali Bundesliga, dua pemain asal klub Dynamo Dresden dinyatakan positif terjangkit corona. Bisakah Bundesliga berlanjut? Semoga saja.<\/p>\n\n\n\n Justru hilal sepak bola itu tak muncul dari Eropa atau dataran Amerika, negeri di Asia lah yang menemukannya. Apresiasi kita berikan kepada Korea Selatan yang berani untuk melanjutkan kompetisi sepak bola mereka. Sebelum pertandingan antara Jeonbuk Motors versus Suwon Bluewings digulirkan, poster digital tentang peraturan ketat disebar di sosial media. Poster tersebut berisikan protokoler yang harus dilakukan sebelum, saat, dan sesudah pertandingan agar kesehatan pemain dan official tim bisa terjaga dengan baik. <\/p>\n\n\n\n Syukurnya, pertandingan sore itu di Jeonju World Cup Stadium yang dimenangkan oleh Jeonbuk Motors dengan gol tunggal Lee Dong-gook berjalan lancar. Pertandingan itu memang tak disaksikan langsung oleh penonton di tribun stadion. Tapi di twitter, pertandingan itu disaksikan 3,3 juta penonton dari seluruh dunia. 3,3 juta orang itu sedang menyaksikan hilal sepak bola di Jeoncu World Cup Stadium. 3,3 juta orang itu juga sedang memupuk asa mereka akan hari-hari cerah pasca pandemi.<\/p>\n\n\n\n Lantas bagaimana dengan Indonesia? Ikut Korea Selatan melanjutkan liga atau Belanda yang mengakhiri liga? <\/p>\n","post_title":"Hilal Itu Nampak di Jeonju World Cup Stadium","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"hilal-itu-nampak-di-jeonju-world-cup-stadium","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2020-05-11 11:37:28","post_modified_gmt":"2020-05-11 04:37:28","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6663","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":4},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"epic_block_3"}; Rokok ini dikeluarkan oleh CV Mulyo Raharjo asal Kudus. Sebenarnya banyak varian produk yang dikeluarkan oleh perusahaan tersebut. Akan tetapi salah satu yang menjadi favorit adalah yang memiliki bungkus warna emas dan sentuhan coklat tua dengan logo mlindjo di dalamnya.<\/p>\n\n\n\n Mlindjo memiliki harga yang sangat terjangkau yaitu sekitar 11 hingga 12 ribu rupiah. Meski demikian rokok Mlindjo ini tak begitu mudah untuk ditemui karena distribusinya yang terbatas. Biasanya rokok ini dihisap oleh mereka para petani yang berada di daerah Jawa Timur dan Jawa Tengah.<\/p>\n\n\n\n Biasanya rokok merek ini dinikmati oleh para petani di kawasan Sleman, Yogyakarta. Akan tetapi Rokok Tuton justru dibuat oleh pabrikan asal Demak, Jawa Tengah yaitu CV Pusaka Hidup. Karena bukan pabrikan yang besar dan jumlah produksi yang tidak banyak, maka distribusi rokok ini pun terbatas.<\/p>\n\n\n\n Rokok Tuton memiliki bungkus berwarna merah dan hitam yang khas dengan milik Djarum Super meski motifnya berbeda. Satu bungkus rokok ini berisikan 12 batang di pasaran dihargai sekitar 11 hingga 12 ribu rupiah. Tuton juga sama seperti dua rokok di atas yaitu masuk dalam kategori sigaret kretek mesin. <\/p>\n","post_title":"Mengenal Merek Rokok Idaman Para Petani","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"mengenal-merek-rokok-idaman-para-petani","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2020-06-28 09:43:06","post_modified_gmt":"2020-06-28 02:43:06","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6871","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":6809,"post_author":"919","post_date":"2020-06-21 10:12:41","post_date_gmt":"2020-06-21 03:12:41","post_content":"\n Youtube kembali ramai dengan kehadiran beberapa selebritis dan komedian top di Indonesia Beberapa tokoh seperti Sule, Andre Taulany, Ari Lasso, Deddy Corbuzier dan yang lainnya kini mulai memanfaatkan youtube untuk tetap berkarya setelah belum mendapatkan program baru di televisi konvensional. Di antara nama tersebut ada yang kemudian diketahui kemungkinan adalah seorang perokok setelah nampak bungkus rokok yang masuk dalam beberapa scene di video-video mereka. <\/p>\n\n\n\n Akan tetapi pertanyaan kemudian muncul, apakah benar di antara mereka seorang perokok? Jika iya mengapa kemudian mereka tidak melakukan aktivitas merokok dan nampak pada video mereka di youtube? Apakah ini karena faktor pencitraan, atau sejatinya menghindari aturan yang diciptakan oleh youtube? <\/p>\n\n\n\n Sebenarnya tidak ada peraturan yang melarang tentang aktivitas merokok dalam video yang kemudian diunggah di youtube. Setiap individu sah-sah saja untuk tetap merokok dan youtube tidak akan memblokir tayangan video tersebut asal tidak berbenturan dengan aturan yang lainnya. Akan tetapi, youtube hanya membatasi monetisasi bagi seseorang yang mengupload konten video yang memiliki unsur rokok di dalamnya.<\/p>\n\n\n\n Apa itu monetisasi? Kumparan.com menyebutkan bahwa monetisasi adalah cara menghasilkan uang dari video yang diunggah di channel youtube, dengan cara menayangkan iklan berdasarkan peraturan dari youtube. Platform asal California, Amerika Serikat kemudian membuat sebuah aturan yakni rokok dan produk tembakau lainnya tidak masuk dalam konten yang ramah monetisasi. <\/p>\n\n\n\n Jadi jika ada unsur rokok serta produk tembakau lainnya dalam video yang diunggah oleh seseorang di youtube, maka konten tersebut akan mendapatkan peringatan dengan simbol dolar kuning. Bisa jadi videonya bisa dimonetisasi namun dengan keuntungan yang tidak maksimal, bisa jadi tidak mendapatkan untung dari iklan sama sekali. <\/p>\n\n\n\n Kondisi tersebut sebenarnya masih menjadi pro dan kontra di kalangan merokok. Mereka yang pro terhadap aturan tersebut memaklumi karena merokok merupakan aktivitas legal yang hanya boleh dilakukan oleh mereka yang berumur cukup. Maka wajar ketika youtube membatasi keuntungan iklan pada video yang ada unsur rokok dan tembakau di dalamnya, mengingat video tersebut akan disaksikan secara umum. Bisa jadi ada anak-anak yang menontonnya.<\/p>\n\n\n\n Bagi yang kontra menganggap sejatinya tetap ada aturan yang adil bagi para perokok. Mengingat merokok adalah hal yang legal dan merupakan bagian dari ekspresi seseorang. Jika ada anak kecil kemudian menyaksikan video dengan unsur merokok di dalamnya maka sudah menjadi kewajiban orang tua untuk membimbingnya.<\/p>\n\n\n\n Pendapat kedua tersebut sangat dibenarkan mengingat anak-anak harus tetap mendapatkan bimbingan orang tua dalam mengakses internet. Jadi pembatasan monetisasi bagi video dengan unsur rokok di dalamnya sebenarnya adalah hal yang absurd pula. <\/p>\n\n\n\n Monetisasi ini mungkin menjadi pertimbangan utama para selebritis dan komedian tidak menampakkan diri mereka ketika merokok dalam video yang mereka unggah. Pasalnya, jika pemberitahuan dolar kuning sudah masuk maka keuntungan dari monetisasi bisa berkurang drastis dari video-video mereka yang sering disaksikan oleh jutaan orang.<\/p>\n\n\n\n Faktor lainnya adalah soal citra yang terbangun di masyarakat. Bagaimanapun juga hingga saat ini perokok masih melawan stigma negatif yang kerap dilekatkan pada mereka. Sulit memang jadi perokok, sudah kebebasan ekspresi di youtube mendapatkan kekangan, di masyarakat pun dianggap negatif. <\/p>\n","post_title":"Bagaimana Youtube Mengatur Konten Video Bermuatan Rokok?","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"bagaimana-youtube-mengatur-konten-video-bermuatan-rokok","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2020-06-21 10:12:47","post_modified_gmt":"2020-06-21 03:12:47","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6809","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":6789,"post_author":"919","post_date":"2020-06-14 09:21:26","post_date_gmt":"2020-06-14 02:21:26","post_content":"\r\n Selama ini kita mengenali kretek sebagai sebuah rokok khas Indonesia yang menggunakan tembakau, ramuan khusus, dan cengkeh di dalamnya. Kretek biasanya dinikmati dengan cara dibakar dan dihisap di waktu senggang. Akan tetapi pernahkah kalian membayangkan jika bisakah kretek dinikmati dengan cara lain? Misalnya dengan cara dimakan?<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n Jawabannya tentu sangat bisa apabila kretek<\/a> dinikmati dengan cara dimakan. Akan tetapi buang jauh pikiran kalian jika harus memakan kretek yang berisikan tembakau, ramuan khusus, dan cengkeh di dalamnya. Bukan itu, kretek yang bisa dimakan adalah sebuah kudapan yang berasal Gresik, Jawa Timur.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n Nasi Kretek adalah salah satu dari sekian banyak makanan khas Gresik. Secara penampilan kudapan tersebut memiliki kemiripan dengan Nasi Krawu yang juga khas dari Kota Santri tersebut. Kesamaannya antara dua makanan ini adalah lauk utamanya yaitu suwiran daging. Akan tetapi yang membedakan adalah rasa, toping, dan lauk pendampingnya.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n Nasi Krawu biasanya disajikan dengan daun pisang dan tambahan toping seperti serundeng. Tak hanya itu Nasi Krawu juga biasanya dimakan dengan sambal terasi dan tambahan lauk seperti daging sapi, semur daging, dan jeroan sapi. Ini yang kemudian membedakan antara kudapan tersebut dengan Nasi Kretek yang tidak memiliki banyak lauk pendamping.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n Suwiran daging di Nasi Kretek memiliki rasa yang pedas serta sedikit sensasi asam. Rasa pedasnya cukup menendang meski masih bisa dinikmati oleh mereka yang tidak menyukai makanan pedas. Sensasi asam yang didapatkan kemungkinan hadir dari buah asam atau perasan jeruk nipis sebagai bumbu dasar suwiran daging di makanan ini.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n Suwiran dagingnya juga memiliki tekstur yang tebal serta berminyak. Bagi anda yang sedang menjalani program diet maka bisa dipastikan akan berpikir dua kali untuk menikmati makanan ini. Disarankan juga mengingat rasanya yang pedas serta teksturnya yang berminyak maka siapkan minuman hangat sebagai pendamping agar tenggorokan anda tidak mengalami panas dalam.<\/p>\r\n Sayangnya Anda tak bisa dengan mudah menemukan Nasi Kretek ini di Gresik. Pasalnya kehadiran kuliner ini perlahan-lahan tenggelam dan bahkan tak semua warga di daerah tersebut mengetahuinya. Jika anda mengunjungi Gresik dan tengah beruntung maka bisa menemukan makanan ini di warung-warung kopi. Biasanya ditemukan dalam bentuk nasi yang sudah dibungkus.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n Harga satu bungkus Nasi Kretek ini sekitar 7 hingga 15 ribu rupiah tergantung di mana anda membeli. Jika di warung kopi pinggiran maka harga 7 ribuan bisa anda temui. Namun jika di kedai dan restoran mungkin harga sekitar 15 ribuan yang harus keluarkan untuk menikmati makanan ini.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n Sebenarnya bukan hanya Gresik<\/a> yang memiliki kudapan bernama kretek. Di daerah lainnya yang juga di Jawa Timur yaitu Jombang juga mempunyai kudapan khas bernama serupa namun memiliki bentuk dan isi yang berbeda. Sebagai penikmat kretek tentu kudapan Nasi Kretek menjadi hal yang unik untuk kalian coba saat berkunjung ke Jawa Timur. Silahkan mencoba!<\/p>\r\n","post_title":"Menikmati Nasi Kretek, Kudapan Khas Gresik","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"menikmati-nasi-kretek-kudapan-khas-gresik","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2024-12-10 14:52:36","post_modified_gmt":"2024-12-10 07:52:36","post_content_filtered":"\r\n Selama ini kita mengenali kretek sebagai sebuah rokok khas Indonesia yang menggunakan tembakau, ramuan khusus, dan cengkeh di dalamnya. Kretek biasanya dinikmati dengan cara dibakar dan dihisap di waktu senggang. Akan tetapi pernahkah kalian membayangkan jika bisakah kretek dinikmati dengan cara lain? Misalnya dengan cara dimakan?<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n Jawabannya tentu sangat bisa apabila kretek<\/a> dinikmati dengan cara dimakan. Akan tetapi buang jauh pikiran kalian jika harus memakan kretek yang berisikan tembakau, ramuan khusus, dan cengkeh di dalamnya. Bukan itu, kretek yang bisa dimakan adalah sebuah kudapan yang berasal Gresik, Jawa Timur.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n Nasi Kretek adalah salah satu dari sekian banyak makanan khas Gresik. Secara penampilan kudapan tersebut memiliki kemiripan dengan Nasi Krawu yang juga khas dari Kota Santri tersebut. Kesamaannya antara dua makanan ini adalah lauk utamanya yaitu suwiran daging. Akan tetapi yang membedakan adalah rasa, toping, dan lauk pendampingnya.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n Nasi Krawu biasanya disajikan dengan daun pisang dan tambahan toping seperti serundeng. Tak hanya itu Nasi Krawu juga biasanya dimakan dengan sambal terasi dan tambahan lauk seperti daging sapi, semur daging, dan jeroan sapi. Ini yang kemudian membedakan antara kudapan tersebut dengan Nasi Kretek yang tidak memiliki banyak lauk pendamping.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n Suwiran daging di Nasi Kretek memiliki rasa yang pedas serta sedikit sensasi asam. Rasa pedasnya cukup menendang meski masih bisa dinikmati oleh mereka yang tidak menyukai makanan pedas. Sensasi asam yang didapatkan kemungkinan hadir dari buah asam atau perasan jeruk nipis sebagai bumbu dasar suwiran daging di makanan ini.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n Suwiran dagingnya juga memiliki tekstur yang tebal serta berminyak. Bagi anda yang sedang menjalani program diet maka bisa dipastikan akan berpikir dua kali untuk menikmati makanan ini. Disarankan juga mengingat rasanya yang pedas serta teksturnya yang berminyak maka siapkan minuman hangat sebagai pendamping agar tenggorokan anda tidak mengalami panas dalam.<\/p>\r\n Sayangnya Anda tak bisa dengan mudah menemukan Nasi Kretek ini di Gresik. Pasalnya kehadiran kuliner ini perlahan-lahan tenggelam dan bahkan tak semua warga di daerah tersebut mengetahuinya. Jika anda mengunjungi Gresik dan tengah beruntung maka bisa menemukan makanan ini di warung-warung kopi. Biasanya ditemukan dalam bentuk nasi yang sudah dibungkus.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n Harga satu bungkus Nasi Kretek ini sekitar 7 hingga 15 ribu rupiah tergantung di mana anda membeli. Jika di warung kopi pinggiran maka harga 7 ribuan bisa anda temui. Namun jika di kedai dan restoran mungkin harga sekitar 15 ribuan yang harus keluarkan untuk menikmati makanan ini.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n Sebenarnya bukan hanya Gresik<\/a> yang memiliki kudapan bernama kretek. Di daerah lainnya yang juga di Jawa Timur yaitu Jombang juga mempunyai kudapan khas bernama serupa namun memiliki bentuk dan isi yang berbeda. Sebagai penikmat kretek tentu kudapan Nasi Kretek menjadi hal yang unik untuk kalian coba saat berkunjung ke Jawa Timur. Silahkan mencoba!<\/p>\r\n","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6789","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":6763,"post_author":"919","post_date":"2020-06-07 10:27:31","post_date_gmt":"2020-06-07 03:27:31","post_content":"\n Pemerintah kini mulai mengeluarkan kebijakan untuk melonggarkan peraturan tentang pembatasan sosial berskala besar. Salah satunya adalah dengan mulai membuka fasilitas-fasilitas umum namun tetap harus menuruti prosedur kesehatan yang berlaku. Dengan demikian maka kondisi new normal kini sudah berada di depan mata. Sebagai perokok tentu ada hal-hal yang patut kita taati dari segala peraturan yang diterapkan oleh pemerintah.<\/p>\n\n\n\n Kondisi new normal ini juga menandai babak baru perjuangan manusia dalam melawan covid-19. Tentu, meski PSBB kini dilonggarkan akan tetapi bukan berarti kita sebagai manusia sudah berhasil menang dan mengatasi pandemi. Kemenangan tersebut justru masih jauh rasanya. Perjuangan tetap dilanjutkan dengan meneruskan tradisi-tradisi yang sudah dilakukan semasa PSBB. <\/p>\n\n\n\n Tradisi-tradisi lama yang sekiranya berpotensi terjadinya penyebaran virus corona pun harus mulai ditinggalkan. Berikut tiga kebiasaan yang harus dihindari para perokok selama kondisi new normal<\/p>\n\n\n\n Akan tetapi kita masih belum bisa melakukan hal tersebut saat kondisi new normal ini. Jika pun terpaksa harus nongkrong bareng maka tetap patuhi protokol kesehatan yang ada. Jaga jarak di antaramu, lalu hindari nongkrong dalam jumlah massa yang terlalu besar. Rasanya, tiga hingga empat orang saja sudah cukup asal mematuhi beberapa peraturan tersebut.<\/p>\n\n\n\n Mengapa merokok di sembarang tempat adalah hal yang harus dihindari, mengingat kondisi pandemi ini membuat kita tak tahu daerah mana saja yang bebas dari sebaran covid-19. Dengan tidak merokok di sembarang tempat tentu akan menjauhkan kita dari potensi besar terpapar virus corona. Jadi tahan dulu ya kalau pengen sebats, di rumah sendiri justru lebih enak dan nyaman kok.<\/p>\n\n\n\n Tidak ada nilai solidaritas yang berkurang dari berhenti merokok joinan satu batang bersama. Nilai solidaritas itu justru bisa anda salurkan dalam bentuk yang lain. Ya salah satunya adalah bagi satu rokok dari sebungkus rokok yang anda miliki jika temanmu membutuhkan. Justru itu lebih baik jika harus merokok satu batang bersama. <\/p>\n","post_title":"Tiga Kebiasaan yang Perokok Harus Hindari di Tengah New Normal","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"tiga-kebiasaan-yang-perokok-harus-hindari-di-tengah-new-normal","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2020-06-07 10:27:37","post_modified_gmt":"2020-06-07 03:27:37","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6763","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":6683,"post_author":"919","post_date":"2020-05-24 10:08:18","post_date_gmt":"2020-05-24 03:08:18","post_content":"\n Di penghujung maghrib seorang anak kecil bertanya pada ayahnya yang sedang asyik menikmati kopinya di teras rumah. \u201cAyah, mengapa malam ini tak ada orang-orang yang berkeliling untuk takbiran?\u201d Sang ayah pun menjawab dengan kalimat yang bijak sana meski belum tentu mampu dipahami anaknya. \u201cNak, manusia sedang berjuang menghadapi kepunahan. Kamu dan banyak anak-anak kecil lainnya berdiam diri di rumah saja adalah hal yang membahagiakan bagi ayah, ibu dan orang tua mereka.\u201d <\/p>\n\n\n\n Selamat Hari Raya Idul Fitri, Mari Mengupayakan Kemenangan! Ramadhan yang berbeda harus dilewati oleh umat manusia generasi saat ini. Mungkin bagi yang masih berumur 20 hingga 50 tahun tak pernah membayangkan betul bumi dalam kondisi pandemi seperti ini. Mayoritas manusia hidup dalam kedamaian meski perang kerap kali membuntuti. Namun kali ini semua terasa sangat berbeda, semua sedang berperang menghadapi sesuatu yang kasat mata. Peperangan yang tak bisa diprediksi pula kapan berakhir.<\/p>\n\n\n\n Orang-orang pintar punya hitung-hitungan tersendiri meski probabilitasnya belum bisa dikatakan mencapai angka yang tinggi. Sementara di luar sana banyak orang-orang pintar lainnya yang bertarung dengan waktu untuk menemukan penyembuh virus covid-19. Saya curiga, jangan-jangan euforia manusia ketika vaksin hadir akan menyamai euforia manusia ketika menyambut sang penyelamat, Isa Almasih turun. Entah, mungkin bisa jadi.<\/p>\n\n\n\n Hanya berdiam diri di rumah yang bisa menjadi senjata ampuh bagi manusia dalam peperangan ini. Beruntungnya kita sebagai umat muslim juga diberi bulan ramadhan dalam kondisi seperti ini. Jika saya boleh menyebut maka saya akan menganalogikan bulan ramadhan sebagai bala tentara tuhan. Mengapa? Jawabannya karena adalah ibadah berpuasa. Dari berpuasa kita bisa manahan diri dari segala hal. Berpuasa untuk tidak bepergian jika tidak mendesak, berpuasa untuk tidak berkumpul, berpuasa untuk tidak boros. <\/p>\n\n\n\n Jika kita mampu memaknai betul arti kata puasa di Bulan Ramadhan maka sudah barang tentu kita mampu memiliki persentase besar untuk memenangi peperangan di masa pandemi ini. Jelas, jawaban kemenangan itu hanya diketahui oleh individu-individu masing-masing. Sebelum kalian melanjutkan bacaan ke paragraf selanjutnya maka silahkan merenung dan bertanya pada diri sendiri. Paripurnakah kita dalam memaknai dan menjalani ibadah puasa?<\/p>\n\n\n\n Hari ini, kita akan merayakan lebaran, tentu saya beranggapan juga bahwa lebaran ini berbeda dari sebelumnya. Jika lebaran-lebaran sebelumnya kita memaknainya sebagai hari kemenangan, maka kali ini mari kita memaknainya sebagai hari untuk mengupayakan kemenangan. Mengapa? Peperangan umat manusia melawan corona masih akan terus berlanjut dan puasa selama 30 hari menjadikan kita seharusnya semakin kuat untuk menghadapi hari esok.<\/p>\n\n\n\n Setelah hari raya idul fitri kita semua akan menghadapi satu babak baru dalam sejarah umat manusia. Babak baru itu disebut-sebut oleh banyak orang sebagai kehidupan new normal. Sekali lagi, jika kita mampu melewati bulan ramadhan secara paripurna maka tentu tak akan menemui kesulitan ke depannya.<\/p>\n\n\n\n Selamat Hari Raya Idul Fitri, Mari Mengupayakan Kemenangan!<\/p>\n","post_title":"Selamat Hari Raya Idul Fitri, Mari Mengupayakan Kemenangan!","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"selamat-hari-raya-idul-fitri-mari-mengupayakan-kemenangan","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2020-05-24 10:08:24","post_modified_gmt":"2020-05-24 03:08:24","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6683","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":6663,"post_author":"919","post_date":"2020-05-11 11:37:27","post_date_gmt":"2020-05-11 04:37:27","post_content":"\n Senyum merekah terpampang dari wajah Striker Jeonbuk Motors, Lee Dong-gook. Sundulannya menyambut umpan dari Son Jun-ho mengoyak gawang Suwon Bluewings pada menit ke-83. Selebrasi sederhana Lee Dong-gook lakukan bersama rekan setimnya di depan tribun utara Jeonju World Cup Stadium yang kosong. Hanya ada banner raksasa di sana, tak ada penonton. Tapi jauh di sana, banyak yang menyaksikan pertandingan ini melalui sosial media. Pertandingan yang memberikan harapan bagi umat manusia.<\/p>\n\n\n\n Pandemi corona menghantam banyak hal dalam hajat hidup umat manusia. Segala sesuatu menjadi sulit untuk dilakukan di masa seperti ini. Pekerjaan harus dilakukan di rumah dan hanya orang tertentu saja yang bisa beraktivitas kerja seperti biasa. Agenda-agenda besar pun harus mengalami penundaan, termasuk liga sepak bola yang harus terhenti sesaat. Kesehatan manusia menjadi pertimbangan utamanya, karena mengutip kalimat populer dari seorang Bambang Pamungkas: \u201cTidak ada satu kemenangan pun yang sebanding dengan nyawa.\u201d <\/p>\n\n\n\n Ketika sepak bola diliburkan maka akhir pekan menjadi begitu tidak menyenangkan. Tidak ada riuh komentar pertandingan di layar televisi. Tidak ada sekumpulan remaja yang antusias berangkat ke stadion. Tidak nyanyian-nyanyian yang terdengar seantero kota. Tidak ada juga tayangan video di youtube tentang highlights sebuah pertandingan. Semua terasa hambar, meski beruntungnya masih ada beberapa film bertemakan sepak bola yang rilis bertepatan saat pandemi melanda seperti The English Game dan Ultras.<\/p>\n\n\n\n Pemberitaan tentang sepak bola pun tiba-tiba menjadi buku tebal ensiklopedia sejarah. Media massa ramai-ramai membuat berita tentang cerita sepak bola di masa lampau. Membuatnya kembali segar dan bisa kembali dinikmati di saat ini. Sesekali, gosip-gosip transfer dihadirkan. Sesekali juga, berita tentang kegamangan petinggi liga juga muncul, apakah liga di sebuah negara akan berlanjut atau tidak.<\/p>\n\n\n\n Akhirnya, ada yang memilih untuk berhenti seperti Ligue 1 yang akhirnya menobatkan Paris Saint-Germain sebagai juara. Sebelumnya Eredivisie Liga Belanda menjadi kompetisi top di eropa pertama yang menghentikan liga. Ajax Amsterdam harus merelakan peluang mereka untuk tak juara musim ini setelah KNVB selaku federasi sepak bola Belanda mengeluarkan kebijakan untuk menghentikan liga tanpa pemenang dan degradasi.<\/p>\n\n\n\n Tapi ada liga yang tak memilih untuk melempar handuk, Bundesliga salah satunya. Petinggi sepak bola Jerman memutuskan untuk melanjutkan kompetisi pada 16 Mei 2020. Kabar baik bagi kita semua yang haus akan tayangan pertandingan sepak bola. Maklum, pemberitaan corona di berbagai media massa cukup memberikan pengaruh psikologi yang buruk bagi sebagian masyarakat. Sepak bola tentunya akan jadi hiburan yang nyata sekaligus memberikan asa kepada manusia. Tapi mirisnya adalah enam hari sebelum bergulirnya kembali Bundesliga, dua pemain asal klub Dynamo Dresden dinyatakan positif terjangkit corona. Bisakah Bundesliga berlanjut? Semoga saja.<\/p>\n\n\n\n Justru hilal sepak bola itu tak muncul dari Eropa atau dataran Amerika, negeri di Asia lah yang menemukannya. Apresiasi kita berikan kepada Korea Selatan yang berani untuk melanjutkan kompetisi sepak bola mereka. Sebelum pertandingan antara Jeonbuk Motors versus Suwon Bluewings digulirkan, poster digital tentang peraturan ketat disebar di sosial media. Poster tersebut berisikan protokoler yang harus dilakukan sebelum, saat, dan sesudah pertandingan agar kesehatan pemain dan official tim bisa terjaga dengan baik. <\/p>\n\n\n\n Syukurnya, pertandingan sore itu di Jeonju World Cup Stadium yang dimenangkan oleh Jeonbuk Motors dengan gol tunggal Lee Dong-gook berjalan lancar. Pertandingan itu memang tak disaksikan langsung oleh penonton di tribun stadion. Tapi di twitter, pertandingan itu disaksikan 3,3 juta penonton dari seluruh dunia. 3,3 juta orang itu sedang menyaksikan hilal sepak bola di Jeoncu World Cup Stadium. 3,3 juta orang itu juga sedang memupuk asa mereka akan hari-hari cerah pasca pandemi.<\/p>\n\n\n\n Lantas bagaimana dengan Indonesia? Ikut Korea Selatan melanjutkan liga atau Belanda yang mengakhiri liga? <\/p>\n","post_title":"Hilal Itu Nampak di Jeonju World Cup Stadium","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"hilal-itu-nampak-di-jeonju-world-cup-stadium","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2020-05-11 11:37:28","post_modified_gmt":"2020-05-11 04:37:28","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6663","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":4},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"epic_block_3"}; Rokok ini dikeluarkan oleh CV Mulyo Raharjo asal Kudus. Sebenarnya banyak varian produk yang dikeluarkan oleh perusahaan tersebut. Akan tetapi salah satu yang menjadi favorit adalah yang memiliki bungkus warna emas dan sentuhan coklat tua dengan logo mlindjo di dalamnya.<\/p>\n\n\n\n Mlindjo memiliki harga yang sangat terjangkau yaitu sekitar 11 hingga 12 ribu rupiah. Meski demikian rokok Mlindjo ini tak begitu mudah untuk ditemui karena distribusinya yang terbatas. Biasanya rokok ini dihisap oleh mereka para petani yang berada di daerah Jawa Timur dan Jawa Tengah.<\/p>\n\n\n\n Biasanya rokok merek ini dinikmati oleh para petani di kawasan Sleman, Yogyakarta. Akan tetapi Rokok Tuton justru dibuat oleh pabrikan asal Demak, Jawa Tengah yaitu CV Pusaka Hidup. Karena bukan pabrikan yang besar dan jumlah produksi yang tidak banyak, maka distribusi rokok ini pun terbatas.<\/p>\n\n\n\n Rokok Tuton memiliki bungkus berwarna merah dan hitam yang khas dengan milik Djarum Super meski motifnya berbeda. Satu bungkus rokok ini berisikan 12 batang di pasaran dihargai sekitar 11 hingga 12 ribu rupiah. Tuton juga sama seperti dua rokok di atas yaitu masuk dalam kategori sigaret kretek mesin. <\/p>\n","post_title":"Mengenal Merek Rokok Idaman Para Petani","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"mengenal-merek-rokok-idaman-para-petani","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2020-06-28 09:43:06","post_modified_gmt":"2020-06-28 02:43:06","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6871","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":6809,"post_author":"919","post_date":"2020-06-21 10:12:41","post_date_gmt":"2020-06-21 03:12:41","post_content":"\n Youtube kembali ramai dengan kehadiran beberapa selebritis dan komedian top di Indonesia Beberapa tokoh seperti Sule, Andre Taulany, Ari Lasso, Deddy Corbuzier dan yang lainnya kini mulai memanfaatkan youtube untuk tetap berkarya setelah belum mendapatkan program baru di televisi konvensional. Di antara nama tersebut ada yang kemudian diketahui kemungkinan adalah seorang perokok setelah nampak bungkus rokok yang masuk dalam beberapa scene di video-video mereka. <\/p>\n\n\n\n Akan tetapi pertanyaan kemudian muncul, apakah benar di antara mereka seorang perokok? Jika iya mengapa kemudian mereka tidak melakukan aktivitas merokok dan nampak pada video mereka di youtube? Apakah ini karena faktor pencitraan, atau sejatinya menghindari aturan yang diciptakan oleh youtube? <\/p>\n\n\n\n Sebenarnya tidak ada peraturan yang melarang tentang aktivitas merokok dalam video yang kemudian diunggah di youtube. Setiap individu sah-sah saja untuk tetap merokok dan youtube tidak akan memblokir tayangan video tersebut asal tidak berbenturan dengan aturan yang lainnya. Akan tetapi, youtube hanya membatasi monetisasi bagi seseorang yang mengupload konten video yang memiliki unsur rokok di dalamnya.<\/p>\n\n\n\n Apa itu monetisasi? Kumparan.com menyebutkan bahwa monetisasi adalah cara menghasilkan uang dari video yang diunggah di channel youtube, dengan cara menayangkan iklan berdasarkan peraturan dari youtube. Platform asal California, Amerika Serikat kemudian membuat sebuah aturan yakni rokok dan produk tembakau lainnya tidak masuk dalam konten yang ramah monetisasi. <\/p>\n\n\n\n Jadi jika ada unsur rokok serta produk tembakau lainnya dalam video yang diunggah oleh seseorang di youtube, maka konten tersebut akan mendapatkan peringatan dengan simbol dolar kuning. Bisa jadi videonya bisa dimonetisasi namun dengan keuntungan yang tidak maksimal, bisa jadi tidak mendapatkan untung dari iklan sama sekali. <\/p>\n\n\n\n Kondisi tersebut sebenarnya masih menjadi pro dan kontra di kalangan merokok. Mereka yang pro terhadap aturan tersebut memaklumi karena merokok merupakan aktivitas legal yang hanya boleh dilakukan oleh mereka yang berumur cukup. Maka wajar ketika youtube membatasi keuntungan iklan pada video yang ada unsur rokok dan tembakau di dalamnya, mengingat video tersebut akan disaksikan secara umum. Bisa jadi ada anak-anak yang menontonnya.<\/p>\n\n\n\n Bagi yang kontra menganggap sejatinya tetap ada aturan yang adil bagi para perokok. Mengingat merokok adalah hal yang legal dan merupakan bagian dari ekspresi seseorang. Jika ada anak kecil kemudian menyaksikan video dengan unsur merokok di dalamnya maka sudah menjadi kewajiban orang tua untuk membimbingnya.<\/p>\n\n\n\n Pendapat kedua tersebut sangat dibenarkan mengingat anak-anak harus tetap mendapatkan bimbingan orang tua dalam mengakses internet. Jadi pembatasan monetisasi bagi video dengan unsur rokok di dalamnya sebenarnya adalah hal yang absurd pula. <\/p>\n\n\n\n Monetisasi ini mungkin menjadi pertimbangan utama para selebritis dan komedian tidak menampakkan diri mereka ketika merokok dalam video yang mereka unggah. Pasalnya, jika pemberitahuan dolar kuning sudah masuk maka keuntungan dari monetisasi bisa berkurang drastis dari video-video mereka yang sering disaksikan oleh jutaan orang.<\/p>\n\n\n\n Faktor lainnya adalah soal citra yang terbangun di masyarakat. Bagaimanapun juga hingga saat ini perokok masih melawan stigma negatif yang kerap dilekatkan pada mereka. Sulit memang jadi perokok, sudah kebebasan ekspresi di youtube mendapatkan kekangan, di masyarakat pun dianggap negatif. <\/p>\n","post_title":"Bagaimana Youtube Mengatur Konten Video Bermuatan Rokok?","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"bagaimana-youtube-mengatur-konten-video-bermuatan-rokok","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2020-06-21 10:12:47","post_modified_gmt":"2020-06-21 03:12:47","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6809","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":6789,"post_author":"919","post_date":"2020-06-14 09:21:26","post_date_gmt":"2020-06-14 02:21:26","post_content":"\r\n Selama ini kita mengenali kretek sebagai sebuah rokok khas Indonesia yang menggunakan tembakau, ramuan khusus, dan cengkeh di dalamnya. Kretek biasanya dinikmati dengan cara dibakar dan dihisap di waktu senggang. Akan tetapi pernahkah kalian membayangkan jika bisakah kretek dinikmati dengan cara lain? Misalnya dengan cara dimakan?<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n Jawabannya tentu sangat bisa apabila kretek<\/a> dinikmati dengan cara dimakan. Akan tetapi buang jauh pikiran kalian jika harus memakan kretek yang berisikan tembakau, ramuan khusus, dan cengkeh di dalamnya. Bukan itu, kretek yang bisa dimakan adalah sebuah kudapan yang berasal Gresik, Jawa Timur.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n Nasi Kretek adalah salah satu dari sekian banyak makanan khas Gresik. Secara penampilan kudapan tersebut memiliki kemiripan dengan Nasi Krawu yang juga khas dari Kota Santri tersebut. Kesamaannya antara dua makanan ini adalah lauk utamanya yaitu suwiran daging. Akan tetapi yang membedakan adalah rasa, toping, dan lauk pendampingnya.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n Nasi Krawu biasanya disajikan dengan daun pisang dan tambahan toping seperti serundeng. Tak hanya itu Nasi Krawu juga biasanya dimakan dengan sambal terasi dan tambahan lauk seperti daging sapi, semur daging, dan jeroan sapi. Ini yang kemudian membedakan antara kudapan tersebut dengan Nasi Kretek yang tidak memiliki banyak lauk pendamping.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n Suwiran daging di Nasi Kretek memiliki rasa yang pedas serta sedikit sensasi asam. Rasa pedasnya cukup menendang meski masih bisa dinikmati oleh mereka yang tidak menyukai makanan pedas. Sensasi asam yang didapatkan kemungkinan hadir dari buah asam atau perasan jeruk nipis sebagai bumbu dasar suwiran daging di makanan ini.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n Suwiran dagingnya juga memiliki tekstur yang tebal serta berminyak. Bagi anda yang sedang menjalani program diet maka bisa dipastikan akan berpikir dua kali untuk menikmati makanan ini. Disarankan juga mengingat rasanya yang pedas serta teksturnya yang berminyak maka siapkan minuman hangat sebagai pendamping agar tenggorokan anda tidak mengalami panas dalam.<\/p>\r\n Sayangnya Anda tak bisa dengan mudah menemukan Nasi Kretek ini di Gresik. Pasalnya kehadiran kuliner ini perlahan-lahan tenggelam dan bahkan tak semua warga di daerah tersebut mengetahuinya. Jika anda mengunjungi Gresik dan tengah beruntung maka bisa menemukan makanan ini di warung-warung kopi. Biasanya ditemukan dalam bentuk nasi yang sudah dibungkus.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n Harga satu bungkus Nasi Kretek ini sekitar 7 hingga 15 ribu rupiah tergantung di mana anda membeli. Jika di warung kopi pinggiran maka harga 7 ribuan bisa anda temui. Namun jika di kedai dan restoran mungkin harga sekitar 15 ribuan yang harus keluarkan untuk menikmati makanan ini.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n Sebenarnya bukan hanya Gresik<\/a> yang memiliki kudapan bernama kretek. Di daerah lainnya yang juga di Jawa Timur yaitu Jombang juga mempunyai kudapan khas bernama serupa namun memiliki bentuk dan isi yang berbeda. Sebagai penikmat kretek tentu kudapan Nasi Kretek menjadi hal yang unik untuk kalian coba saat berkunjung ke Jawa Timur. Silahkan mencoba!<\/p>\r\n","post_title":"Menikmati Nasi Kretek, Kudapan Khas Gresik","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"menikmati-nasi-kretek-kudapan-khas-gresik","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2024-12-10 14:52:36","post_modified_gmt":"2024-12-10 07:52:36","post_content_filtered":"\r\n Selama ini kita mengenali kretek sebagai sebuah rokok khas Indonesia yang menggunakan tembakau, ramuan khusus, dan cengkeh di dalamnya. Kretek biasanya dinikmati dengan cara dibakar dan dihisap di waktu senggang. Akan tetapi pernahkah kalian membayangkan jika bisakah kretek dinikmati dengan cara lain? Misalnya dengan cara dimakan?<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n Jawabannya tentu sangat bisa apabila kretek<\/a> dinikmati dengan cara dimakan. Akan tetapi buang jauh pikiran kalian jika harus memakan kretek yang berisikan tembakau, ramuan khusus, dan cengkeh di dalamnya. Bukan itu, kretek yang bisa dimakan adalah sebuah kudapan yang berasal Gresik, Jawa Timur.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n Nasi Kretek adalah salah satu dari sekian banyak makanan khas Gresik. Secara penampilan kudapan tersebut memiliki kemiripan dengan Nasi Krawu yang juga khas dari Kota Santri tersebut. Kesamaannya antara dua makanan ini adalah lauk utamanya yaitu suwiran daging. Akan tetapi yang membedakan adalah rasa, toping, dan lauk pendampingnya.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n Nasi Krawu biasanya disajikan dengan daun pisang dan tambahan toping seperti serundeng. Tak hanya itu Nasi Krawu juga biasanya dimakan dengan sambal terasi dan tambahan lauk seperti daging sapi, semur daging, dan jeroan sapi. Ini yang kemudian membedakan antara kudapan tersebut dengan Nasi Kretek yang tidak memiliki banyak lauk pendamping.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n Suwiran daging di Nasi Kretek memiliki rasa yang pedas serta sedikit sensasi asam. Rasa pedasnya cukup menendang meski masih bisa dinikmati oleh mereka yang tidak menyukai makanan pedas. Sensasi asam yang didapatkan kemungkinan hadir dari buah asam atau perasan jeruk nipis sebagai bumbu dasar suwiran daging di makanan ini.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n Suwiran dagingnya juga memiliki tekstur yang tebal serta berminyak. Bagi anda yang sedang menjalani program diet maka bisa dipastikan akan berpikir dua kali untuk menikmati makanan ini. Disarankan juga mengingat rasanya yang pedas serta teksturnya yang berminyak maka siapkan minuman hangat sebagai pendamping agar tenggorokan anda tidak mengalami panas dalam.<\/p>\r\n Sayangnya Anda tak bisa dengan mudah menemukan Nasi Kretek ini di Gresik. Pasalnya kehadiran kuliner ini perlahan-lahan tenggelam dan bahkan tak semua warga di daerah tersebut mengetahuinya. Jika anda mengunjungi Gresik dan tengah beruntung maka bisa menemukan makanan ini di warung-warung kopi. Biasanya ditemukan dalam bentuk nasi yang sudah dibungkus.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n Harga satu bungkus Nasi Kretek ini sekitar 7 hingga 15 ribu rupiah tergantung di mana anda membeli. Jika di warung kopi pinggiran maka harga 7 ribuan bisa anda temui. Namun jika di kedai dan restoran mungkin harga sekitar 15 ribuan yang harus keluarkan untuk menikmati makanan ini.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n Sebenarnya bukan hanya Gresik<\/a> yang memiliki kudapan bernama kretek. Di daerah lainnya yang juga di Jawa Timur yaitu Jombang juga mempunyai kudapan khas bernama serupa namun memiliki bentuk dan isi yang berbeda. Sebagai penikmat kretek tentu kudapan Nasi Kretek menjadi hal yang unik untuk kalian coba saat berkunjung ke Jawa Timur. Silahkan mencoba!<\/p>\r\n","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6789","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":6763,"post_author":"919","post_date":"2020-06-07 10:27:31","post_date_gmt":"2020-06-07 03:27:31","post_content":"\n Pemerintah kini mulai mengeluarkan kebijakan untuk melonggarkan peraturan tentang pembatasan sosial berskala besar. Salah satunya adalah dengan mulai membuka fasilitas-fasilitas umum namun tetap harus menuruti prosedur kesehatan yang berlaku. Dengan demikian maka kondisi new normal kini sudah berada di depan mata. Sebagai perokok tentu ada hal-hal yang patut kita taati dari segala peraturan yang diterapkan oleh pemerintah.<\/p>\n\n\n\n Kondisi new normal ini juga menandai babak baru perjuangan manusia dalam melawan covid-19. Tentu, meski PSBB kini dilonggarkan akan tetapi bukan berarti kita sebagai manusia sudah berhasil menang dan mengatasi pandemi. Kemenangan tersebut justru masih jauh rasanya. Perjuangan tetap dilanjutkan dengan meneruskan tradisi-tradisi yang sudah dilakukan semasa PSBB. <\/p>\n\n\n\n Tradisi-tradisi lama yang sekiranya berpotensi terjadinya penyebaran virus corona pun harus mulai ditinggalkan. Berikut tiga kebiasaan yang harus dihindari para perokok selama kondisi new normal<\/p>\n\n\n\n Akan tetapi kita masih belum bisa melakukan hal tersebut saat kondisi new normal ini. Jika pun terpaksa harus nongkrong bareng maka tetap patuhi protokol kesehatan yang ada. Jaga jarak di antaramu, lalu hindari nongkrong dalam jumlah massa yang terlalu besar. Rasanya, tiga hingga empat orang saja sudah cukup asal mematuhi beberapa peraturan tersebut.<\/p>\n\n\n\n Mengapa merokok di sembarang tempat adalah hal yang harus dihindari, mengingat kondisi pandemi ini membuat kita tak tahu daerah mana saja yang bebas dari sebaran covid-19. Dengan tidak merokok di sembarang tempat tentu akan menjauhkan kita dari potensi besar terpapar virus corona. Jadi tahan dulu ya kalau pengen sebats, di rumah sendiri justru lebih enak dan nyaman kok.<\/p>\n\n\n\n Tidak ada nilai solidaritas yang berkurang dari berhenti merokok joinan satu batang bersama. Nilai solidaritas itu justru bisa anda salurkan dalam bentuk yang lain. Ya salah satunya adalah bagi satu rokok dari sebungkus rokok yang anda miliki jika temanmu membutuhkan. Justru itu lebih baik jika harus merokok satu batang bersama. <\/p>\n","post_title":"Tiga Kebiasaan yang Perokok Harus Hindari di Tengah New Normal","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"tiga-kebiasaan-yang-perokok-harus-hindari-di-tengah-new-normal","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2020-06-07 10:27:37","post_modified_gmt":"2020-06-07 03:27:37","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6763","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":6683,"post_author":"919","post_date":"2020-05-24 10:08:18","post_date_gmt":"2020-05-24 03:08:18","post_content":"\n Di penghujung maghrib seorang anak kecil bertanya pada ayahnya yang sedang asyik menikmati kopinya di teras rumah. \u201cAyah, mengapa malam ini tak ada orang-orang yang berkeliling untuk takbiran?\u201d Sang ayah pun menjawab dengan kalimat yang bijak sana meski belum tentu mampu dipahami anaknya. \u201cNak, manusia sedang berjuang menghadapi kepunahan. Kamu dan banyak anak-anak kecil lainnya berdiam diri di rumah saja adalah hal yang membahagiakan bagi ayah, ibu dan orang tua mereka.\u201d <\/p>\n\n\n\n Selamat Hari Raya Idul Fitri, Mari Mengupayakan Kemenangan! Ramadhan yang berbeda harus dilewati oleh umat manusia generasi saat ini. Mungkin bagi yang masih berumur 20 hingga 50 tahun tak pernah membayangkan betul bumi dalam kondisi pandemi seperti ini. Mayoritas manusia hidup dalam kedamaian meski perang kerap kali membuntuti. Namun kali ini semua terasa sangat berbeda, semua sedang berperang menghadapi sesuatu yang kasat mata. Peperangan yang tak bisa diprediksi pula kapan berakhir.<\/p>\n\n\n\n Orang-orang pintar punya hitung-hitungan tersendiri meski probabilitasnya belum bisa dikatakan mencapai angka yang tinggi. Sementara di luar sana banyak orang-orang pintar lainnya yang bertarung dengan waktu untuk menemukan penyembuh virus covid-19. Saya curiga, jangan-jangan euforia manusia ketika vaksin hadir akan menyamai euforia manusia ketika menyambut sang penyelamat, Isa Almasih turun. Entah, mungkin bisa jadi.<\/p>\n\n\n\n Hanya berdiam diri di rumah yang bisa menjadi senjata ampuh bagi manusia dalam peperangan ini. Beruntungnya kita sebagai umat muslim juga diberi bulan ramadhan dalam kondisi seperti ini. Jika saya boleh menyebut maka saya akan menganalogikan bulan ramadhan sebagai bala tentara tuhan. Mengapa? Jawabannya karena adalah ibadah berpuasa. Dari berpuasa kita bisa manahan diri dari segala hal. Berpuasa untuk tidak bepergian jika tidak mendesak, berpuasa untuk tidak berkumpul, berpuasa untuk tidak boros. <\/p>\n\n\n\n Jika kita mampu memaknai betul arti kata puasa di Bulan Ramadhan maka sudah barang tentu kita mampu memiliki persentase besar untuk memenangi peperangan di masa pandemi ini. Jelas, jawaban kemenangan itu hanya diketahui oleh individu-individu masing-masing. Sebelum kalian melanjutkan bacaan ke paragraf selanjutnya maka silahkan merenung dan bertanya pada diri sendiri. Paripurnakah kita dalam memaknai dan menjalani ibadah puasa?<\/p>\n\n\n\n Hari ini, kita akan merayakan lebaran, tentu saya beranggapan juga bahwa lebaran ini berbeda dari sebelumnya. Jika lebaran-lebaran sebelumnya kita memaknainya sebagai hari kemenangan, maka kali ini mari kita memaknainya sebagai hari untuk mengupayakan kemenangan. Mengapa? Peperangan umat manusia melawan corona masih akan terus berlanjut dan puasa selama 30 hari menjadikan kita seharusnya semakin kuat untuk menghadapi hari esok.<\/p>\n\n\n\n Setelah hari raya idul fitri kita semua akan menghadapi satu babak baru dalam sejarah umat manusia. Babak baru itu disebut-sebut oleh banyak orang sebagai kehidupan new normal. Sekali lagi, jika kita mampu melewati bulan ramadhan secara paripurna maka tentu tak akan menemui kesulitan ke depannya.<\/p>\n\n\n\n Selamat Hari Raya Idul Fitri, Mari Mengupayakan Kemenangan!<\/p>\n","post_title":"Selamat Hari Raya Idul Fitri, Mari Mengupayakan Kemenangan!","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"selamat-hari-raya-idul-fitri-mari-mengupayakan-kemenangan","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2020-05-24 10:08:24","post_modified_gmt":"2020-05-24 03:08:24","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6683","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":6663,"post_author":"919","post_date":"2020-05-11 11:37:27","post_date_gmt":"2020-05-11 04:37:27","post_content":"\n Senyum merekah terpampang dari wajah Striker Jeonbuk Motors, Lee Dong-gook. Sundulannya menyambut umpan dari Son Jun-ho mengoyak gawang Suwon Bluewings pada menit ke-83. Selebrasi sederhana Lee Dong-gook lakukan bersama rekan setimnya di depan tribun utara Jeonju World Cup Stadium yang kosong. Hanya ada banner raksasa di sana, tak ada penonton. Tapi jauh di sana, banyak yang menyaksikan pertandingan ini melalui sosial media. Pertandingan yang memberikan harapan bagi umat manusia.<\/p>\n\n\n\n Pandemi corona menghantam banyak hal dalam hajat hidup umat manusia. Segala sesuatu menjadi sulit untuk dilakukan di masa seperti ini. Pekerjaan harus dilakukan di rumah dan hanya orang tertentu saja yang bisa beraktivitas kerja seperti biasa. Agenda-agenda besar pun harus mengalami penundaan, termasuk liga sepak bola yang harus terhenti sesaat. Kesehatan manusia menjadi pertimbangan utamanya, karena mengutip kalimat populer dari seorang Bambang Pamungkas: \u201cTidak ada satu kemenangan pun yang sebanding dengan nyawa.\u201d <\/p>\n\n\n\n Ketika sepak bola diliburkan maka akhir pekan menjadi begitu tidak menyenangkan. Tidak ada riuh komentar pertandingan di layar televisi. Tidak ada sekumpulan remaja yang antusias berangkat ke stadion. Tidak nyanyian-nyanyian yang terdengar seantero kota. Tidak ada juga tayangan video di youtube tentang highlights sebuah pertandingan. Semua terasa hambar, meski beruntungnya masih ada beberapa film bertemakan sepak bola yang rilis bertepatan saat pandemi melanda seperti The English Game dan Ultras.<\/p>\n\n\n\n Pemberitaan tentang sepak bola pun tiba-tiba menjadi buku tebal ensiklopedia sejarah. Media massa ramai-ramai membuat berita tentang cerita sepak bola di masa lampau. Membuatnya kembali segar dan bisa kembali dinikmati di saat ini. Sesekali, gosip-gosip transfer dihadirkan. Sesekali juga, berita tentang kegamangan petinggi liga juga muncul, apakah liga di sebuah negara akan berlanjut atau tidak.<\/p>\n\n\n\n Akhirnya, ada yang memilih untuk berhenti seperti Ligue 1 yang akhirnya menobatkan Paris Saint-Germain sebagai juara. Sebelumnya Eredivisie Liga Belanda menjadi kompetisi top di eropa pertama yang menghentikan liga. Ajax Amsterdam harus merelakan peluang mereka untuk tak juara musim ini setelah KNVB selaku federasi sepak bola Belanda mengeluarkan kebijakan untuk menghentikan liga tanpa pemenang dan degradasi.<\/p>\n\n\n\n Tapi ada liga yang tak memilih untuk melempar handuk, Bundesliga salah satunya. Petinggi sepak bola Jerman memutuskan untuk melanjutkan kompetisi pada 16 Mei 2020. Kabar baik bagi kita semua yang haus akan tayangan pertandingan sepak bola. Maklum, pemberitaan corona di berbagai media massa cukup memberikan pengaruh psikologi yang buruk bagi sebagian masyarakat. Sepak bola tentunya akan jadi hiburan yang nyata sekaligus memberikan asa kepada manusia. Tapi mirisnya adalah enam hari sebelum bergulirnya kembali Bundesliga, dua pemain asal klub Dynamo Dresden dinyatakan positif terjangkit corona. Bisakah Bundesliga berlanjut? Semoga saja.<\/p>\n\n\n\n Justru hilal sepak bola itu tak muncul dari Eropa atau dataran Amerika, negeri di Asia lah yang menemukannya. Apresiasi kita berikan kepada Korea Selatan yang berani untuk melanjutkan kompetisi sepak bola mereka. Sebelum pertandingan antara Jeonbuk Motors versus Suwon Bluewings digulirkan, poster digital tentang peraturan ketat disebar di sosial media. Poster tersebut berisikan protokoler yang harus dilakukan sebelum, saat, dan sesudah pertandingan agar kesehatan pemain dan official tim bisa terjaga dengan baik. <\/p>\n\n\n\n Syukurnya, pertandingan sore itu di Jeonju World Cup Stadium yang dimenangkan oleh Jeonbuk Motors dengan gol tunggal Lee Dong-gook berjalan lancar. Pertandingan itu memang tak disaksikan langsung oleh penonton di tribun stadion. Tapi di twitter, pertandingan itu disaksikan 3,3 juta penonton dari seluruh dunia. 3,3 juta orang itu sedang menyaksikan hilal sepak bola di Jeoncu World Cup Stadium. 3,3 juta orang itu juga sedang memupuk asa mereka akan hari-hari cerah pasca pandemi.<\/p>\n\n\n\n Lantas bagaimana dengan Indonesia? Ikut Korea Selatan melanjutkan liga atau Belanda yang mengakhiri liga? <\/p>\n","post_title":"Hilal Itu Nampak di Jeonju World Cup Stadium","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"hilal-itu-nampak-di-jeonju-world-cup-stadium","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2020-05-11 11:37:28","post_modified_gmt":"2020-05-11 04:37:28","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6663","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":4},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"epic_block_3"}; Secara rasa, Sukun Executive memiliki wangi dan aroma mirip dengan rokok khas kudus lainnya. Tidak memiliki tarikan yang cukup menendang tapi rasa manis yang cukup dominan. Secara harga rokok ini cukup terjangkau yaitu sekitar 17 hingga 18 ribu rupiah.<\/p>\n\n\n\n Rokok ini dikeluarkan oleh CV Mulyo Raharjo asal Kudus. Sebenarnya banyak varian produk yang dikeluarkan oleh perusahaan tersebut. Akan tetapi salah satu yang menjadi favorit adalah yang memiliki bungkus warna emas dan sentuhan coklat tua dengan logo mlindjo di dalamnya.<\/p>\n\n\n\n Mlindjo memiliki harga yang sangat terjangkau yaitu sekitar 11 hingga 12 ribu rupiah. Meski demikian rokok Mlindjo ini tak begitu mudah untuk ditemui karena distribusinya yang terbatas. Biasanya rokok ini dihisap oleh mereka para petani yang berada di daerah Jawa Timur dan Jawa Tengah.<\/p>\n\n\n\n Biasanya rokok merek ini dinikmati oleh para petani di kawasan Sleman, Yogyakarta. Akan tetapi Rokok Tuton justru dibuat oleh pabrikan asal Demak, Jawa Tengah yaitu CV Pusaka Hidup. Karena bukan pabrikan yang besar dan jumlah produksi yang tidak banyak, maka distribusi rokok ini pun terbatas.<\/p>\n\n\n\n Rokok Tuton memiliki bungkus berwarna merah dan hitam yang khas dengan milik Djarum Super meski motifnya berbeda. Satu bungkus rokok ini berisikan 12 batang di pasaran dihargai sekitar 11 hingga 12 ribu rupiah. Tuton juga sama seperti dua rokok di atas yaitu masuk dalam kategori sigaret kretek mesin. <\/p>\n","post_title":"Mengenal Merek Rokok Idaman Para Petani","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"mengenal-merek-rokok-idaman-para-petani","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2020-06-28 09:43:06","post_modified_gmt":"2020-06-28 02:43:06","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6871","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":6809,"post_author":"919","post_date":"2020-06-21 10:12:41","post_date_gmt":"2020-06-21 03:12:41","post_content":"\n Youtube kembali ramai dengan kehadiran beberapa selebritis dan komedian top di Indonesia Beberapa tokoh seperti Sule, Andre Taulany, Ari Lasso, Deddy Corbuzier dan yang lainnya kini mulai memanfaatkan youtube untuk tetap berkarya setelah belum mendapatkan program baru di televisi konvensional. Di antara nama tersebut ada yang kemudian diketahui kemungkinan adalah seorang perokok setelah nampak bungkus rokok yang masuk dalam beberapa scene di video-video mereka. <\/p>\n\n\n\n Akan tetapi pertanyaan kemudian muncul, apakah benar di antara mereka seorang perokok? Jika iya mengapa kemudian mereka tidak melakukan aktivitas merokok dan nampak pada video mereka di youtube? Apakah ini karena faktor pencitraan, atau sejatinya menghindari aturan yang diciptakan oleh youtube? <\/p>\n\n\n\n Sebenarnya tidak ada peraturan yang melarang tentang aktivitas merokok dalam video yang kemudian diunggah di youtube. Setiap individu sah-sah saja untuk tetap merokok dan youtube tidak akan memblokir tayangan video tersebut asal tidak berbenturan dengan aturan yang lainnya. Akan tetapi, youtube hanya membatasi monetisasi bagi seseorang yang mengupload konten video yang memiliki unsur rokok di dalamnya.<\/p>\n\n\n\n Apa itu monetisasi? Kumparan.com menyebutkan bahwa monetisasi adalah cara menghasilkan uang dari video yang diunggah di channel youtube, dengan cara menayangkan iklan berdasarkan peraturan dari youtube. Platform asal California, Amerika Serikat kemudian membuat sebuah aturan yakni rokok dan produk tembakau lainnya tidak masuk dalam konten yang ramah monetisasi. <\/p>\n\n\n\n Jadi jika ada unsur rokok serta produk tembakau lainnya dalam video yang diunggah oleh seseorang di youtube, maka konten tersebut akan mendapatkan peringatan dengan simbol dolar kuning. Bisa jadi videonya bisa dimonetisasi namun dengan keuntungan yang tidak maksimal, bisa jadi tidak mendapatkan untung dari iklan sama sekali. <\/p>\n\n\n\n Kondisi tersebut sebenarnya masih menjadi pro dan kontra di kalangan merokok. Mereka yang pro terhadap aturan tersebut memaklumi karena merokok merupakan aktivitas legal yang hanya boleh dilakukan oleh mereka yang berumur cukup. Maka wajar ketika youtube membatasi keuntungan iklan pada video yang ada unsur rokok dan tembakau di dalamnya, mengingat video tersebut akan disaksikan secara umum. Bisa jadi ada anak-anak yang menontonnya.<\/p>\n\n\n\n Bagi yang kontra menganggap sejatinya tetap ada aturan yang adil bagi para perokok. Mengingat merokok adalah hal yang legal dan merupakan bagian dari ekspresi seseorang. Jika ada anak kecil kemudian menyaksikan video dengan unsur merokok di dalamnya maka sudah menjadi kewajiban orang tua untuk membimbingnya.<\/p>\n\n\n\n Pendapat kedua tersebut sangat dibenarkan mengingat anak-anak harus tetap mendapatkan bimbingan orang tua dalam mengakses internet. Jadi pembatasan monetisasi bagi video dengan unsur rokok di dalamnya sebenarnya adalah hal yang absurd pula. <\/p>\n\n\n\n Monetisasi ini mungkin menjadi pertimbangan utama para selebritis dan komedian tidak menampakkan diri mereka ketika merokok dalam video yang mereka unggah. Pasalnya, jika pemberitahuan dolar kuning sudah masuk maka keuntungan dari monetisasi bisa berkurang drastis dari video-video mereka yang sering disaksikan oleh jutaan orang.<\/p>\n\n\n\n Faktor lainnya adalah soal citra yang terbangun di masyarakat. Bagaimanapun juga hingga saat ini perokok masih melawan stigma negatif yang kerap dilekatkan pada mereka. Sulit memang jadi perokok, sudah kebebasan ekspresi di youtube mendapatkan kekangan, di masyarakat pun dianggap negatif. <\/p>\n","post_title":"Bagaimana Youtube Mengatur Konten Video Bermuatan Rokok?","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"bagaimana-youtube-mengatur-konten-video-bermuatan-rokok","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2020-06-21 10:12:47","post_modified_gmt":"2020-06-21 03:12:47","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6809","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":6789,"post_author":"919","post_date":"2020-06-14 09:21:26","post_date_gmt":"2020-06-14 02:21:26","post_content":"\r\n Selama ini kita mengenali kretek sebagai sebuah rokok khas Indonesia yang menggunakan tembakau, ramuan khusus, dan cengkeh di dalamnya. Kretek biasanya dinikmati dengan cara dibakar dan dihisap di waktu senggang. Akan tetapi pernahkah kalian membayangkan jika bisakah kretek dinikmati dengan cara lain? Misalnya dengan cara dimakan?<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n Jawabannya tentu sangat bisa apabila kretek<\/a> dinikmati dengan cara dimakan. Akan tetapi buang jauh pikiran kalian jika harus memakan kretek yang berisikan tembakau, ramuan khusus, dan cengkeh di dalamnya. Bukan itu, kretek yang bisa dimakan adalah sebuah kudapan yang berasal Gresik, Jawa Timur.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n Nasi Kretek adalah salah satu dari sekian banyak makanan khas Gresik. Secara penampilan kudapan tersebut memiliki kemiripan dengan Nasi Krawu yang juga khas dari Kota Santri tersebut. Kesamaannya antara dua makanan ini adalah lauk utamanya yaitu suwiran daging. Akan tetapi yang membedakan adalah rasa, toping, dan lauk pendampingnya.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n Nasi Krawu biasanya disajikan dengan daun pisang dan tambahan toping seperti serundeng. Tak hanya itu Nasi Krawu juga biasanya dimakan dengan sambal terasi dan tambahan lauk seperti daging sapi, semur daging, dan jeroan sapi. Ini yang kemudian membedakan antara kudapan tersebut dengan Nasi Kretek yang tidak memiliki banyak lauk pendamping.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n Suwiran daging di Nasi Kretek memiliki rasa yang pedas serta sedikit sensasi asam. Rasa pedasnya cukup menendang meski masih bisa dinikmati oleh mereka yang tidak menyukai makanan pedas. Sensasi asam yang didapatkan kemungkinan hadir dari buah asam atau perasan jeruk nipis sebagai bumbu dasar suwiran daging di makanan ini.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n Suwiran dagingnya juga memiliki tekstur yang tebal serta berminyak. Bagi anda yang sedang menjalani program diet maka bisa dipastikan akan berpikir dua kali untuk menikmati makanan ini. Disarankan juga mengingat rasanya yang pedas serta teksturnya yang berminyak maka siapkan minuman hangat sebagai pendamping agar tenggorokan anda tidak mengalami panas dalam.<\/p>\r\n Sayangnya Anda tak bisa dengan mudah menemukan Nasi Kretek ini di Gresik. Pasalnya kehadiran kuliner ini perlahan-lahan tenggelam dan bahkan tak semua warga di daerah tersebut mengetahuinya. Jika anda mengunjungi Gresik dan tengah beruntung maka bisa menemukan makanan ini di warung-warung kopi. Biasanya ditemukan dalam bentuk nasi yang sudah dibungkus.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n Harga satu bungkus Nasi Kretek ini sekitar 7 hingga 15 ribu rupiah tergantung di mana anda membeli. Jika di warung kopi pinggiran maka harga 7 ribuan bisa anda temui. Namun jika di kedai dan restoran mungkin harga sekitar 15 ribuan yang harus keluarkan untuk menikmati makanan ini.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n Sebenarnya bukan hanya Gresik<\/a> yang memiliki kudapan bernama kretek. Di daerah lainnya yang juga di Jawa Timur yaitu Jombang juga mempunyai kudapan khas bernama serupa namun memiliki bentuk dan isi yang berbeda. Sebagai penikmat kretek tentu kudapan Nasi Kretek menjadi hal yang unik untuk kalian coba saat berkunjung ke Jawa Timur. Silahkan mencoba!<\/p>\r\n","post_title":"Menikmati Nasi Kretek, Kudapan Khas Gresik","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"menikmati-nasi-kretek-kudapan-khas-gresik","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2024-12-10 14:52:36","post_modified_gmt":"2024-12-10 07:52:36","post_content_filtered":"\r\n Selama ini kita mengenali kretek sebagai sebuah rokok khas Indonesia yang menggunakan tembakau, ramuan khusus, dan cengkeh di dalamnya. Kretek biasanya dinikmati dengan cara dibakar dan dihisap di waktu senggang. Akan tetapi pernahkah kalian membayangkan jika bisakah kretek dinikmati dengan cara lain? Misalnya dengan cara dimakan?<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n Jawabannya tentu sangat bisa apabila kretek<\/a> dinikmati dengan cara dimakan. Akan tetapi buang jauh pikiran kalian jika harus memakan kretek yang berisikan tembakau, ramuan khusus, dan cengkeh di dalamnya. Bukan itu, kretek yang bisa dimakan adalah sebuah kudapan yang berasal Gresik, Jawa Timur.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n Nasi Kretek adalah salah satu dari sekian banyak makanan khas Gresik. Secara penampilan kudapan tersebut memiliki kemiripan dengan Nasi Krawu yang juga khas dari Kota Santri tersebut. Kesamaannya antara dua makanan ini adalah lauk utamanya yaitu suwiran daging. Akan tetapi yang membedakan adalah rasa, toping, dan lauk pendampingnya.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n Nasi Krawu biasanya disajikan dengan daun pisang dan tambahan toping seperti serundeng. Tak hanya itu Nasi Krawu juga biasanya dimakan dengan sambal terasi dan tambahan lauk seperti daging sapi, semur daging, dan jeroan sapi. Ini yang kemudian membedakan antara kudapan tersebut dengan Nasi Kretek yang tidak memiliki banyak lauk pendamping.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n Suwiran daging di Nasi Kretek memiliki rasa yang pedas serta sedikit sensasi asam. Rasa pedasnya cukup menendang meski masih bisa dinikmati oleh mereka yang tidak menyukai makanan pedas. Sensasi asam yang didapatkan kemungkinan hadir dari buah asam atau perasan jeruk nipis sebagai bumbu dasar suwiran daging di makanan ini.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n Suwiran dagingnya juga memiliki tekstur yang tebal serta berminyak. Bagi anda yang sedang menjalani program diet maka bisa dipastikan akan berpikir dua kali untuk menikmati makanan ini. Disarankan juga mengingat rasanya yang pedas serta teksturnya yang berminyak maka siapkan minuman hangat sebagai pendamping agar tenggorokan anda tidak mengalami panas dalam.<\/p>\r\n Sayangnya Anda tak bisa dengan mudah menemukan Nasi Kretek ini di Gresik. Pasalnya kehadiran kuliner ini perlahan-lahan tenggelam dan bahkan tak semua warga di daerah tersebut mengetahuinya. Jika anda mengunjungi Gresik dan tengah beruntung maka bisa menemukan makanan ini di warung-warung kopi. Biasanya ditemukan dalam bentuk nasi yang sudah dibungkus.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n Harga satu bungkus Nasi Kretek ini sekitar 7 hingga 15 ribu rupiah tergantung di mana anda membeli. Jika di warung kopi pinggiran maka harga 7 ribuan bisa anda temui. Namun jika di kedai dan restoran mungkin harga sekitar 15 ribuan yang harus keluarkan untuk menikmati makanan ini.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n Sebenarnya bukan hanya Gresik<\/a> yang memiliki kudapan bernama kretek. Di daerah lainnya yang juga di Jawa Timur yaitu Jombang juga mempunyai kudapan khas bernama serupa namun memiliki bentuk dan isi yang berbeda. Sebagai penikmat kretek tentu kudapan Nasi Kretek menjadi hal yang unik untuk kalian coba saat berkunjung ke Jawa Timur. Silahkan mencoba!<\/p>\r\n","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6789","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":6763,"post_author":"919","post_date":"2020-06-07 10:27:31","post_date_gmt":"2020-06-07 03:27:31","post_content":"\n Pemerintah kini mulai mengeluarkan kebijakan untuk melonggarkan peraturan tentang pembatasan sosial berskala besar. Salah satunya adalah dengan mulai membuka fasilitas-fasilitas umum namun tetap harus menuruti prosedur kesehatan yang berlaku. Dengan demikian maka kondisi new normal kini sudah berada di depan mata. Sebagai perokok tentu ada hal-hal yang patut kita taati dari segala peraturan yang diterapkan oleh pemerintah.<\/p>\n\n\n\n Kondisi new normal ini juga menandai babak baru perjuangan manusia dalam melawan covid-19. Tentu, meski PSBB kini dilonggarkan akan tetapi bukan berarti kita sebagai manusia sudah berhasil menang dan mengatasi pandemi. Kemenangan tersebut justru masih jauh rasanya. Perjuangan tetap dilanjutkan dengan meneruskan tradisi-tradisi yang sudah dilakukan semasa PSBB. <\/p>\n\n\n\n Tradisi-tradisi lama yang sekiranya berpotensi terjadinya penyebaran virus corona pun harus mulai ditinggalkan. Berikut tiga kebiasaan yang harus dihindari para perokok selama kondisi new normal<\/p>\n\n\n\n Akan tetapi kita masih belum bisa melakukan hal tersebut saat kondisi new normal ini. Jika pun terpaksa harus nongkrong bareng maka tetap patuhi protokol kesehatan yang ada. Jaga jarak di antaramu, lalu hindari nongkrong dalam jumlah massa yang terlalu besar. Rasanya, tiga hingga empat orang saja sudah cukup asal mematuhi beberapa peraturan tersebut.<\/p>\n\n\n\n Mengapa merokok di sembarang tempat adalah hal yang harus dihindari, mengingat kondisi pandemi ini membuat kita tak tahu daerah mana saja yang bebas dari sebaran covid-19. Dengan tidak merokok di sembarang tempat tentu akan menjauhkan kita dari potensi besar terpapar virus corona. Jadi tahan dulu ya kalau pengen sebats, di rumah sendiri justru lebih enak dan nyaman kok.<\/p>\n\n\n\n Tidak ada nilai solidaritas yang berkurang dari berhenti merokok joinan satu batang bersama. Nilai solidaritas itu justru bisa anda salurkan dalam bentuk yang lain. Ya salah satunya adalah bagi satu rokok dari sebungkus rokok yang anda miliki jika temanmu membutuhkan. Justru itu lebih baik jika harus merokok satu batang bersama. <\/p>\n","post_title":"Tiga Kebiasaan yang Perokok Harus Hindari di Tengah New Normal","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"tiga-kebiasaan-yang-perokok-harus-hindari-di-tengah-new-normal","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2020-06-07 10:27:37","post_modified_gmt":"2020-06-07 03:27:37","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6763","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":6683,"post_author":"919","post_date":"2020-05-24 10:08:18","post_date_gmt":"2020-05-24 03:08:18","post_content":"\n Di penghujung maghrib seorang anak kecil bertanya pada ayahnya yang sedang asyik menikmati kopinya di teras rumah. \u201cAyah, mengapa malam ini tak ada orang-orang yang berkeliling untuk takbiran?\u201d Sang ayah pun menjawab dengan kalimat yang bijak sana meski belum tentu mampu dipahami anaknya. \u201cNak, manusia sedang berjuang menghadapi kepunahan. Kamu dan banyak anak-anak kecil lainnya berdiam diri di rumah saja adalah hal yang membahagiakan bagi ayah, ibu dan orang tua mereka.\u201d <\/p>\n\n\n\n Selamat Hari Raya Idul Fitri, Mari Mengupayakan Kemenangan! Ramadhan yang berbeda harus dilewati oleh umat manusia generasi saat ini. Mungkin bagi yang masih berumur 20 hingga 50 tahun tak pernah membayangkan betul bumi dalam kondisi pandemi seperti ini. Mayoritas manusia hidup dalam kedamaian meski perang kerap kali membuntuti. Namun kali ini semua terasa sangat berbeda, semua sedang berperang menghadapi sesuatu yang kasat mata. Peperangan yang tak bisa diprediksi pula kapan berakhir.<\/p>\n\n\n\n Orang-orang pintar punya hitung-hitungan tersendiri meski probabilitasnya belum bisa dikatakan mencapai angka yang tinggi. Sementara di luar sana banyak orang-orang pintar lainnya yang bertarung dengan waktu untuk menemukan penyembuh virus covid-19. Saya curiga, jangan-jangan euforia manusia ketika vaksin hadir akan menyamai euforia manusia ketika menyambut sang penyelamat, Isa Almasih turun. Entah, mungkin bisa jadi.<\/p>\n\n\n\n Hanya berdiam diri di rumah yang bisa menjadi senjata ampuh bagi manusia dalam peperangan ini. Beruntungnya kita sebagai umat muslim juga diberi bulan ramadhan dalam kondisi seperti ini. Jika saya boleh menyebut maka saya akan menganalogikan bulan ramadhan sebagai bala tentara tuhan. Mengapa? Jawabannya karena adalah ibadah berpuasa. Dari berpuasa kita bisa manahan diri dari segala hal. Berpuasa untuk tidak bepergian jika tidak mendesak, berpuasa untuk tidak berkumpul, berpuasa untuk tidak boros. <\/p>\n\n\n\n Jika kita mampu memaknai betul arti kata puasa di Bulan Ramadhan maka sudah barang tentu kita mampu memiliki persentase besar untuk memenangi peperangan di masa pandemi ini. Jelas, jawaban kemenangan itu hanya diketahui oleh individu-individu masing-masing. Sebelum kalian melanjutkan bacaan ke paragraf selanjutnya maka silahkan merenung dan bertanya pada diri sendiri. Paripurnakah kita dalam memaknai dan menjalani ibadah puasa?<\/p>\n\n\n\n Hari ini, kita akan merayakan lebaran, tentu saya beranggapan juga bahwa lebaran ini berbeda dari sebelumnya. Jika lebaran-lebaran sebelumnya kita memaknainya sebagai hari kemenangan, maka kali ini mari kita memaknainya sebagai hari untuk mengupayakan kemenangan. Mengapa? Peperangan umat manusia melawan corona masih akan terus berlanjut dan puasa selama 30 hari menjadikan kita seharusnya semakin kuat untuk menghadapi hari esok.<\/p>\n\n\n\n Setelah hari raya idul fitri kita semua akan menghadapi satu babak baru dalam sejarah umat manusia. Babak baru itu disebut-sebut oleh banyak orang sebagai kehidupan new normal. Sekali lagi, jika kita mampu melewati bulan ramadhan secara paripurna maka tentu tak akan menemui kesulitan ke depannya.<\/p>\n\n\n\n Selamat Hari Raya Idul Fitri, Mari Mengupayakan Kemenangan!<\/p>\n","post_title":"Selamat Hari Raya Idul Fitri, Mari Mengupayakan Kemenangan!","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"selamat-hari-raya-idul-fitri-mari-mengupayakan-kemenangan","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2020-05-24 10:08:24","post_modified_gmt":"2020-05-24 03:08:24","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6683","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":6663,"post_author":"919","post_date":"2020-05-11 11:37:27","post_date_gmt":"2020-05-11 04:37:27","post_content":"\n Senyum merekah terpampang dari wajah Striker Jeonbuk Motors, Lee Dong-gook. Sundulannya menyambut umpan dari Son Jun-ho mengoyak gawang Suwon Bluewings pada menit ke-83. Selebrasi sederhana Lee Dong-gook lakukan bersama rekan setimnya di depan tribun utara Jeonju World Cup Stadium yang kosong. Hanya ada banner raksasa di sana, tak ada penonton. Tapi jauh di sana, banyak yang menyaksikan pertandingan ini melalui sosial media. Pertandingan yang memberikan harapan bagi umat manusia.<\/p>\n\n\n\n Pandemi corona menghantam banyak hal dalam hajat hidup umat manusia. Segala sesuatu menjadi sulit untuk dilakukan di masa seperti ini. Pekerjaan harus dilakukan di rumah dan hanya orang tertentu saja yang bisa beraktivitas kerja seperti biasa. Agenda-agenda besar pun harus mengalami penundaan, termasuk liga sepak bola yang harus terhenti sesaat. Kesehatan manusia menjadi pertimbangan utamanya, karena mengutip kalimat populer dari seorang Bambang Pamungkas: \u201cTidak ada satu kemenangan pun yang sebanding dengan nyawa.\u201d <\/p>\n\n\n\n Ketika sepak bola diliburkan maka akhir pekan menjadi begitu tidak menyenangkan. Tidak ada riuh komentar pertandingan di layar televisi. Tidak ada sekumpulan remaja yang antusias berangkat ke stadion. Tidak nyanyian-nyanyian yang terdengar seantero kota. Tidak ada juga tayangan video di youtube tentang highlights sebuah pertandingan. Semua terasa hambar, meski beruntungnya masih ada beberapa film bertemakan sepak bola yang rilis bertepatan saat pandemi melanda seperti The English Game dan Ultras.<\/p>\n\n\n\n Pemberitaan tentang sepak bola pun tiba-tiba menjadi buku tebal ensiklopedia sejarah. Media massa ramai-ramai membuat berita tentang cerita sepak bola di masa lampau. Membuatnya kembali segar dan bisa kembali dinikmati di saat ini. Sesekali, gosip-gosip transfer dihadirkan. Sesekali juga, berita tentang kegamangan petinggi liga juga muncul, apakah liga di sebuah negara akan berlanjut atau tidak.<\/p>\n\n\n\n Akhirnya, ada yang memilih untuk berhenti seperti Ligue 1 yang akhirnya menobatkan Paris Saint-Germain sebagai juara. Sebelumnya Eredivisie Liga Belanda menjadi kompetisi top di eropa pertama yang menghentikan liga. Ajax Amsterdam harus merelakan peluang mereka untuk tak juara musim ini setelah KNVB selaku federasi sepak bola Belanda mengeluarkan kebijakan untuk menghentikan liga tanpa pemenang dan degradasi.<\/p>\n\n\n\n Tapi ada liga yang tak memilih untuk melempar handuk, Bundesliga salah satunya. Petinggi sepak bola Jerman memutuskan untuk melanjutkan kompetisi pada 16 Mei 2020. Kabar baik bagi kita semua yang haus akan tayangan pertandingan sepak bola. Maklum, pemberitaan corona di berbagai media massa cukup memberikan pengaruh psikologi yang buruk bagi sebagian masyarakat. Sepak bola tentunya akan jadi hiburan yang nyata sekaligus memberikan asa kepada manusia. Tapi mirisnya adalah enam hari sebelum bergulirnya kembali Bundesliga, dua pemain asal klub Dynamo Dresden dinyatakan positif terjangkit corona. Bisakah Bundesliga berlanjut? Semoga saja.<\/p>\n\n\n\n Justru hilal sepak bola itu tak muncul dari Eropa atau dataran Amerika, negeri di Asia lah yang menemukannya. Apresiasi kita berikan kepada Korea Selatan yang berani untuk melanjutkan kompetisi sepak bola mereka. Sebelum pertandingan antara Jeonbuk Motors versus Suwon Bluewings digulirkan, poster digital tentang peraturan ketat disebar di sosial media. Poster tersebut berisikan protokoler yang harus dilakukan sebelum, saat, dan sesudah pertandingan agar kesehatan pemain dan official tim bisa terjaga dengan baik. <\/p>\n\n\n\n Syukurnya, pertandingan sore itu di Jeonju World Cup Stadium yang dimenangkan oleh Jeonbuk Motors dengan gol tunggal Lee Dong-gook berjalan lancar. Pertandingan itu memang tak disaksikan langsung oleh penonton di tribun stadion. Tapi di twitter, pertandingan itu disaksikan 3,3 juta penonton dari seluruh dunia. 3,3 juta orang itu sedang menyaksikan hilal sepak bola di Jeoncu World Cup Stadium. 3,3 juta orang itu juga sedang memupuk asa mereka akan hari-hari cerah pasca pandemi.<\/p>\n\n\n\n Lantas bagaimana dengan Indonesia? Ikut Korea Selatan melanjutkan liga atau Belanda yang mengakhiri liga? <\/p>\n","post_title":"Hilal Itu Nampak di Jeonju World Cup Stadium","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"hilal-itu-nampak-di-jeonju-world-cup-stadium","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2020-05-11 11:37:28","post_modified_gmt":"2020-05-11 04:37:28","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6663","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":4},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"epic_block_3"}; Merek ini merupakan salah satu produk unggulan dari Perusahaan Rokok Sukun yang berasal dari Kudus, Jawa Tengah. Dari segi bungkus rokok ini mudah dikenali karena warnanya yang khas yaitu dominan putih dengan balutan merah dan biru. Rokok ini masuk dalam kategori Sigaret Kretek Mesin.<\/p>\n\n\n\n Secara rasa, Sukun Executive memiliki wangi dan aroma mirip dengan rokok khas kudus lainnya. Tidak memiliki tarikan yang cukup menendang tapi rasa manis yang cukup dominan. Secara harga rokok ini cukup terjangkau yaitu sekitar 17 hingga 18 ribu rupiah.<\/p>\n\n\n\n Rokok ini dikeluarkan oleh CV Mulyo Raharjo asal Kudus. Sebenarnya banyak varian produk yang dikeluarkan oleh perusahaan tersebut. Akan tetapi salah satu yang menjadi favorit adalah yang memiliki bungkus warna emas dan sentuhan coklat tua dengan logo mlindjo di dalamnya.<\/p>\n\n\n\n Mlindjo memiliki harga yang sangat terjangkau yaitu sekitar 11 hingga 12 ribu rupiah. Meski demikian rokok Mlindjo ini tak begitu mudah untuk ditemui karena distribusinya yang terbatas. Biasanya rokok ini dihisap oleh mereka para petani yang berada di daerah Jawa Timur dan Jawa Tengah.<\/p>\n\n\n\n Biasanya rokok merek ini dinikmati oleh para petani di kawasan Sleman, Yogyakarta. Akan tetapi Rokok Tuton justru dibuat oleh pabrikan asal Demak, Jawa Tengah yaitu CV Pusaka Hidup. Karena bukan pabrikan yang besar dan jumlah produksi yang tidak banyak, maka distribusi rokok ini pun terbatas.<\/p>\n\n\n\n Rokok Tuton memiliki bungkus berwarna merah dan hitam yang khas dengan milik Djarum Super meski motifnya berbeda. Satu bungkus rokok ini berisikan 12 batang di pasaran dihargai sekitar 11 hingga 12 ribu rupiah. Tuton juga sama seperti dua rokok di atas yaitu masuk dalam kategori sigaret kretek mesin. <\/p>\n","post_title":"Mengenal Merek Rokok Idaman Para Petani","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"mengenal-merek-rokok-idaman-para-petani","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2020-06-28 09:43:06","post_modified_gmt":"2020-06-28 02:43:06","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6871","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":6809,"post_author":"919","post_date":"2020-06-21 10:12:41","post_date_gmt":"2020-06-21 03:12:41","post_content":"\n Youtube kembali ramai dengan kehadiran beberapa selebritis dan komedian top di Indonesia Beberapa tokoh seperti Sule, Andre Taulany, Ari Lasso, Deddy Corbuzier dan yang lainnya kini mulai memanfaatkan youtube untuk tetap berkarya setelah belum mendapatkan program baru di televisi konvensional. Di antara nama tersebut ada yang kemudian diketahui kemungkinan adalah seorang perokok setelah nampak bungkus rokok yang masuk dalam beberapa scene di video-video mereka. <\/p>\n\n\n\n Akan tetapi pertanyaan kemudian muncul, apakah benar di antara mereka seorang perokok? Jika iya mengapa kemudian mereka tidak melakukan aktivitas merokok dan nampak pada video mereka di youtube? Apakah ini karena faktor pencitraan, atau sejatinya menghindari aturan yang diciptakan oleh youtube? <\/p>\n\n\n\n Sebenarnya tidak ada peraturan yang melarang tentang aktivitas merokok dalam video yang kemudian diunggah di youtube. Setiap individu sah-sah saja untuk tetap merokok dan youtube tidak akan memblokir tayangan video tersebut asal tidak berbenturan dengan aturan yang lainnya. Akan tetapi, youtube hanya membatasi monetisasi bagi seseorang yang mengupload konten video yang memiliki unsur rokok di dalamnya.<\/p>\n\n\n\n Apa itu monetisasi? Kumparan.com menyebutkan bahwa monetisasi adalah cara menghasilkan uang dari video yang diunggah di channel youtube, dengan cara menayangkan iklan berdasarkan peraturan dari youtube. Platform asal California, Amerika Serikat kemudian membuat sebuah aturan yakni rokok dan produk tembakau lainnya tidak masuk dalam konten yang ramah monetisasi. <\/p>\n\n\n\n Jadi jika ada unsur rokok serta produk tembakau lainnya dalam video yang diunggah oleh seseorang di youtube, maka konten tersebut akan mendapatkan peringatan dengan simbol dolar kuning. Bisa jadi videonya bisa dimonetisasi namun dengan keuntungan yang tidak maksimal, bisa jadi tidak mendapatkan untung dari iklan sama sekali. <\/p>\n\n\n\n Kondisi tersebut sebenarnya masih menjadi pro dan kontra di kalangan merokok. Mereka yang pro terhadap aturan tersebut memaklumi karena merokok merupakan aktivitas legal yang hanya boleh dilakukan oleh mereka yang berumur cukup. Maka wajar ketika youtube membatasi keuntungan iklan pada video yang ada unsur rokok dan tembakau di dalamnya, mengingat video tersebut akan disaksikan secara umum. Bisa jadi ada anak-anak yang menontonnya.<\/p>\n\n\n\n Bagi yang kontra menganggap sejatinya tetap ada aturan yang adil bagi para perokok. Mengingat merokok adalah hal yang legal dan merupakan bagian dari ekspresi seseorang. Jika ada anak kecil kemudian menyaksikan video dengan unsur merokok di dalamnya maka sudah menjadi kewajiban orang tua untuk membimbingnya.<\/p>\n\n\n\n Pendapat kedua tersebut sangat dibenarkan mengingat anak-anak harus tetap mendapatkan bimbingan orang tua dalam mengakses internet. Jadi pembatasan monetisasi bagi video dengan unsur rokok di dalamnya sebenarnya adalah hal yang absurd pula. <\/p>\n\n\n\n Monetisasi ini mungkin menjadi pertimbangan utama para selebritis dan komedian tidak menampakkan diri mereka ketika merokok dalam video yang mereka unggah. Pasalnya, jika pemberitahuan dolar kuning sudah masuk maka keuntungan dari monetisasi bisa berkurang drastis dari video-video mereka yang sering disaksikan oleh jutaan orang.<\/p>\n\n\n\n Faktor lainnya adalah soal citra yang terbangun di masyarakat. Bagaimanapun juga hingga saat ini perokok masih melawan stigma negatif yang kerap dilekatkan pada mereka. Sulit memang jadi perokok, sudah kebebasan ekspresi di youtube mendapatkan kekangan, di masyarakat pun dianggap negatif. <\/p>\n","post_title":"Bagaimana Youtube Mengatur Konten Video Bermuatan Rokok?","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"bagaimana-youtube-mengatur-konten-video-bermuatan-rokok","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2020-06-21 10:12:47","post_modified_gmt":"2020-06-21 03:12:47","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6809","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":6789,"post_author":"919","post_date":"2020-06-14 09:21:26","post_date_gmt":"2020-06-14 02:21:26","post_content":"\r\n Selama ini kita mengenali kretek sebagai sebuah rokok khas Indonesia yang menggunakan tembakau, ramuan khusus, dan cengkeh di dalamnya. Kretek biasanya dinikmati dengan cara dibakar dan dihisap di waktu senggang. Akan tetapi pernahkah kalian membayangkan jika bisakah kretek dinikmati dengan cara lain? Misalnya dengan cara dimakan?<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n Jawabannya tentu sangat bisa apabila kretek<\/a> dinikmati dengan cara dimakan. Akan tetapi buang jauh pikiran kalian jika harus memakan kretek yang berisikan tembakau, ramuan khusus, dan cengkeh di dalamnya. Bukan itu, kretek yang bisa dimakan adalah sebuah kudapan yang berasal Gresik, Jawa Timur.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n Nasi Kretek adalah salah satu dari sekian banyak makanan khas Gresik. Secara penampilan kudapan tersebut memiliki kemiripan dengan Nasi Krawu yang juga khas dari Kota Santri tersebut. Kesamaannya antara dua makanan ini adalah lauk utamanya yaitu suwiran daging. Akan tetapi yang membedakan adalah rasa, toping, dan lauk pendampingnya.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n Nasi Krawu biasanya disajikan dengan daun pisang dan tambahan toping seperti serundeng. Tak hanya itu Nasi Krawu juga biasanya dimakan dengan sambal terasi dan tambahan lauk seperti daging sapi, semur daging, dan jeroan sapi. Ini yang kemudian membedakan antara kudapan tersebut dengan Nasi Kretek yang tidak memiliki banyak lauk pendamping.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n Suwiran daging di Nasi Kretek memiliki rasa yang pedas serta sedikit sensasi asam. Rasa pedasnya cukup menendang meski masih bisa dinikmati oleh mereka yang tidak menyukai makanan pedas. Sensasi asam yang didapatkan kemungkinan hadir dari buah asam atau perasan jeruk nipis sebagai bumbu dasar suwiran daging di makanan ini.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n Suwiran dagingnya juga memiliki tekstur yang tebal serta berminyak. Bagi anda yang sedang menjalani program diet maka bisa dipastikan akan berpikir dua kali untuk menikmati makanan ini. Disarankan juga mengingat rasanya yang pedas serta teksturnya yang berminyak maka siapkan minuman hangat sebagai pendamping agar tenggorokan anda tidak mengalami panas dalam.<\/p>\r\n Sayangnya Anda tak bisa dengan mudah menemukan Nasi Kretek ini di Gresik. Pasalnya kehadiran kuliner ini perlahan-lahan tenggelam dan bahkan tak semua warga di daerah tersebut mengetahuinya. Jika anda mengunjungi Gresik dan tengah beruntung maka bisa menemukan makanan ini di warung-warung kopi. Biasanya ditemukan dalam bentuk nasi yang sudah dibungkus.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n Harga satu bungkus Nasi Kretek ini sekitar 7 hingga 15 ribu rupiah tergantung di mana anda membeli. Jika di warung kopi pinggiran maka harga 7 ribuan bisa anda temui. Namun jika di kedai dan restoran mungkin harga sekitar 15 ribuan yang harus keluarkan untuk menikmati makanan ini.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n Sebenarnya bukan hanya Gresik<\/a> yang memiliki kudapan bernama kretek. Di daerah lainnya yang juga di Jawa Timur yaitu Jombang juga mempunyai kudapan khas bernama serupa namun memiliki bentuk dan isi yang berbeda. Sebagai penikmat kretek tentu kudapan Nasi Kretek menjadi hal yang unik untuk kalian coba saat berkunjung ke Jawa Timur. Silahkan mencoba!<\/p>\r\n","post_title":"Menikmati Nasi Kretek, Kudapan Khas Gresik","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"menikmati-nasi-kretek-kudapan-khas-gresik","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2024-12-10 14:52:36","post_modified_gmt":"2024-12-10 07:52:36","post_content_filtered":"\r\n Selama ini kita mengenali kretek sebagai sebuah rokok khas Indonesia yang menggunakan tembakau, ramuan khusus, dan cengkeh di dalamnya. Kretek biasanya dinikmati dengan cara dibakar dan dihisap di waktu senggang. Akan tetapi pernahkah kalian membayangkan jika bisakah kretek dinikmati dengan cara lain? Misalnya dengan cara dimakan?<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n Jawabannya tentu sangat bisa apabila kretek<\/a> dinikmati dengan cara dimakan. Akan tetapi buang jauh pikiran kalian jika harus memakan kretek yang berisikan tembakau, ramuan khusus, dan cengkeh di dalamnya. Bukan itu, kretek yang bisa dimakan adalah sebuah kudapan yang berasal Gresik, Jawa Timur.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n Nasi Kretek adalah salah satu dari sekian banyak makanan khas Gresik. Secara penampilan kudapan tersebut memiliki kemiripan dengan Nasi Krawu yang juga khas dari Kota Santri tersebut. Kesamaannya antara dua makanan ini adalah lauk utamanya yaitu suwiran daging. Akan tetapi yang membedakan adalah rasa, toping, dan lauk pendampingnya.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n Nasi Krawu biasanya disajikan dengan daun pisang dan tambahan toping seperti serundeng. Tak hanya itu Nasi Krawu juga biasanya dimakan dengan sambal terasi dan tambahan lauk seperti daging sapi, semur daging, dan jeroan sapi. Ini yang kemudian membedakan antara kudapan tersebut dengan Nasi Kretek yang tidak memiliki banyak lauk pendamping.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n Suwiran daging di Nasi Kretek memiliki rasa yang pedas serta sedikit sensasi asam. Rasa pedasnya cukup menendang meski masih bisa dinikmati oleh mereka yang tidak menyukai makanan pedas. Sensasi asam yang didapatkan kemungkinan hadir dari buah asam atau perasan jeruk nipis sebagai bumbu dasar suwiran daging di makanan ini.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n Suwiran dagingnya juga memiliki tekstur yang tebal serta berminyak. Bagi anda yang sedang menjalani program diet maka bisa dipastikan akan berpikir dua kali untuk menikmati makanan ini. Disarankan juga mengingat rasanya yang pedas serta teksturnya yang berminyak maka siapkan minuman hangat sebagai pendamping agar tenggorokan anda tidak mengalami panas dalam.<\/p>\r\n Sayangnya Anda tak bisa dengan mudah menemukan Nasi Kretek ini di Gresik. Pasalnya kehadiran kuliner ini perlahan-lahan tenggelam dan bahkan tak semua warga di daerah tersebut mengetahuinya. Jika anda mengunjungi Gresik dan tengah beruntung maka bisa menemukan makanan ini di warung-warung kopi. Biasanya ditemukan dalam bentuk nasi yang sudah dibungkus.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n Harga satu bungkus Nasi Kretek ini sekitar 7 hingga 15 ribu rupiah tergantung di mana anda membeli. Jika di warung kopi pinggiran maka harga 7 ribuan bisa anda temui. Namun jika di kedai dan restoran mungkin harga sekitar 15 ribuan yang harus keluarkan untuk menikmati makanan ini.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n Sebenarnya bukan hanya Gresik<\/a> yang memiliki kudapan bernama kretek. Di daerah lainnya yang juga di Jawa Timur yaitu Jombang juga mempunyai kudapan khas bernama serupa namun memiliki bentuk dan isi yang berbeda. Sebagai penikmat kretek tentu kudapan Nasi Kretek menjadi hal yang unik untuk kalian coba saat berkunjung ke Jawa Timur. Silahkan mencoba!<\/p>\r\n","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6789","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":6763,"post_author":"919","post_date":"2020-06-07 10:27:31","post_date_gmt":"2020-06-07 03:27:31","post_content":"\n Pemerintah kini mulai mengeluarkan kebijakan untuk melonggarkan peraturan tentang pembatasan sosial berskala besar. Salah satunya adalah dengan mulai membuka fasilitas-fasilitas umum namun tetap harus menuruti prosedur kesehatan yang berlaku. Dengan demikian maka kondisi new normal kini sudah berada di depan mata. Sebagai perokok tentu ada hal-hal yang patut kita taati dari segala peraturan yang diterapkan oleh pemerintah.<\/p>\n\n\n\n Kondisi new normal ini juga menandai babak baru perjuangan manusia dalam melawan covid-19. Tentu, meski PSBB kini dilonggarkan akan tetapi bukan berarti kita sebagai manusia sudah berhasil menang dan mengatasi pandemi. Kemenangan tersebut justru masih jauh rasanya. Perjuangan tetap dilanjutkan dengan meneruskan tradisi-tradisi yang sudah dilakukan semasa PSBB. <\/p>\n\n\n\n Tradisi-tradisi lama yang sekiranya berpotensi terjadinya penyebaran virus corona pun harus mulai ditinggalkan. Berikut tiga kebiasaan yang harus dihindari para perokok selama kondisi new normal<\/p>\n\n\n\n Akan tetapi kita masih belum bisa melakukan hal tersebut saat kondisi new normal ini. Jika pun terpaksa harus nongkrong bareng maka tetap patuhi protokol kesehatan yang ada. Jaga jarak di antaramu, lalu hindari nongkrong dalam jumlah massa yang terlalu besar. Rasanya, tiga hingga empat orang saja sudah cukup asal mematuhi beberapa peraturan tersebut.<\/p>\n\n\n\n Mengapa merokok di sembarang tempat adalah hal yang harus dihindari, mengingat kondisi pandemi ini membuat kita tak tahu daerah mana saja yang bebas dari sebaran covid-19. Dengan tidak merokok di sembarang tempat tentu akan menjauhkan kita dari potensi besar terpapar virus corona. Jadi tahan dulu ya kalau pengen sebats, di rumah sendiri justru lebih enak dan nyaman kok.<\/p>\n\n\n\n Tidak ada nilai solidaritas yang berkurang dari berhenti merokok joinan satu batang bersama. Nilai solidaritas itu justru bisa anda salurkan dalam bentuk yang lain. Ya salah satunya adalah bagi satu rokok dari sebungkus rokok yang anda miliki jika temanmu membutuhkan. Justru itu lebih baik jika harus merokok satu batang bersama. <\/p>\n","post_title":"Tiga Kebiasaan yang Perokok Harus Hindari di Tengah New Normal","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"tiga-kebiasaan-yang-perokok-harus-hindari-di-tengah-new-normal","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2020-06-07 10:27:37","post_modified_gmt":"2020-06-07 03:27:37","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6763","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":6683,"post_author":"919","post_date":"2020-05-24 10:08:18","post_date_gmt":"2020-05-24 03:08:18","post_content":"\n Di penghujung maghrib seorang anak kecil bertanya pada ayahnya yang sedang asyik menikmati kopinya di teras rumah. \u201cAyah, mengapa malam ini tak ada orang-orang yang berkeliling untuk takbiran?\u201d Sang ayah pun menjawab dengan kalimat yang bijak sana meski belum tentu mampu dipahami anaknya. \u201cNak, manusia sedang berjuang menghadapi kepunahan. Kamu dan banyak anak-anak kecil lainnya berdiam diri di rumah saja adalah hal yang membahagiakan bagi ayah, ibu dan orang tua mereka.\u201d <\/p>\n\n\n\n Selamat Hari Raya Idul Fitri, Mari Mengupayakan Kemenangan! Ramadhan yang berbeda harus dilewati oleh umat manusia generasi saat ini. Mungkin bagi yang masih berumur 20 hingga 50 tahun tak pernah membayangkan betul bumi dalam kondisi pandemi seperti ini. Mayoritas manusia hidup dalam kedamaian meski perang kerap kali membuntuti. Namun kali ini semua terasa sangat berbeda, semua sedang berperang menghadapi sesuatu yang kasat mata. Peperangan yang tak bisa diprediksi pula kapan berakhir.<\/p>\n\n\n\n Orang-orang pintar punya hitung-hitungan tersendiri meski probabilitasnya belum bisa dikatakan mencapai angka yang tinggi. Sementara di luar sana banyak orang-orang pintar lainnya yang bertarung dengan waktu untuk menemukan penyembuh virus covid-19. Saya curiga, jangan-jangan euforia manusia ketika vaksin hadir akan menyamai euforia manusia ketika menyambut sang penyelamat, Isa Almasih turun. Entah, mungkin bisa jadi.<\/p>\n\n\n\n Hanya berdiam diri di rumah yang bisa menjadi senjata ampuh bagi manusia dalam peperangan ini. Beruntungnya kita sebagai umat muslim juga diberi bulan ramadhan dalam kondisi seperti ini. Jika saya boleh menyebut maka saya akan menganalogikan bulan ramadhan sebagai bala tentara tuhan. Mengapa? Jawabannya karena adalah ibadah berpuasa. Dari berpuasa kita bisa manahan diri dari segala hal. Berpuasa untuk tidak bepergian jika tidak mendesak, berpuasa untuk tidak berkumpul, berpuasa untuk tidak boros. <\/p>\n\n\n\n Jika kita mampu memaknai betul arti kata puasa di Bulan Ramadhan maka sudah barang tentu kita mampu memiliki persentase besar untuk memenangi peperangan di masa pandemi ini. Jelas, jawaban kemenangan itu hanya diketahui oleh individu-individu masing-masing. Sebelum kalian melanjutkan bacaan ke paragraf selanjutnya maka silahkan merenung dan bertanya pada diri sendiri. Paripurnakah kita dalam memaknai dan menjalani ibadah puasa?<\/p>\n\n\n\n Hari ini, kita akan merayakan lebaran, tentu saya beranggapan juga bahwa lebaran ini berbeda dari sebelumnya. Jika lebaran-lebaran sebelumnya kita memaknainya sebagai hari kemenangan, maka kali ini mari kita memaknainya sebagai hari untuk mengupayakan kemenangan. Mengapa? Peperangan umat manusia melawan corona masih akan terus berlanjut dan puasa selama 30 hari menjadikan kita seharusnya semakin kuat untuk menghadapi hari esok.<\/p>\n\n\n\n Setelah hari raya idul fitri kita semua akan menghadapi satu babak baru dalam sejarah umat manusia. Babak baru itu disebut-sebut oleh banyak orang sebagai kehidupan new normal. Sekali lagi, jika kita mampu melewati bulan ramadhan secara paripurna maka tentu tak akan menemui kesulitan ke depannya.<\/p>\n\n\n\n Selamat Hari Raya Idul Fitri, Mari Mengupayakan Kemenangan!<\/p>\n","post_title":"Selamat Hari Raya Idul Fitri, Mari Mengupayakan Kemenangan!","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"selamat-hari-raya-idul-fitri-mari-mengupayakan-kemenangan","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2020-05-24 10:08:24","post_modified_gmt":"2020-05-24 03:08:24","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6683","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":6663,"post_author":"919","post_date":"2020-05-11 11:37:27","post_date_gmt":"2020-05-11 04:37:27","post_content":"\n Senyum merekah terpampang dari wajah Striker Jeonbuk Motors, Lee Dong-gook. Sundulannya menyambut umpan dari Son Jun-ho mengoyak gawang Suwon Bluewings pada menit ke-83. Selebrasi sederhana Lee Dong-gook lakukan bersama rekan setimnya di depan tribun utara Jeonju World Cup Stadium yang kosong. Hanya ada banner raksasa di sana, tak ada penonton. Tapi jauh di sana, banyak yang menyaksikan pertandingan ini melalui sosial media. Pertandingan yang memberikan harapan bagi umat manusia.<\/p>\n\n\n\n Pandemi corona menghantam banyak hal dalam hajat hidup umat manusia. Segala sesuatu menjadi sulit untuk dilakukan di masa seperti ini. Pekerjaan harus dilakukan di rumah dan hanya orang tertentu saja yang bisa beraktivitas kerja seperti biasa. Agenda-agenda besar pun harus mengalami penundaan, termasuk liga sepak bola yang harus terhenti sesaat. Kesehatan manusia menjadi pertimbangan utamanya, karena mengutip kalimat populer dari seorang Bambang Pamungkas: \u201cTidak ada satu kemenangan pun yang sebanding dengan nyawa.\u201d <\/p>\n\n\n\n Ketika sepak bola diliburkan maka akhir pekan menjadi begitu tidak menyenangkan. Tidak ada riuh komentar pertandingan di layar televisi. Tidak ada sekumpulan remaja yang antusias berangkat ke stadion. Tidak nyanyian-nyanyian yang terdengar seantero kota. Tidak ada juga tayangan video di youtube tentang highlights sebuah pertandingan. Semua terasa hambar, meski beruntungnya masih ada beberapa film bertemakan sepak bola yang rilis bertepatan saat pandemi melanda seperti The English Game dan Ultras.<\/p>\n\n\n\n Pemberitaan tentang sepak bola pun tiba-tiba menjadi buku tebal ensiklopedia sejarah. Media massa ramai-ramai membuat berita tentang cerita sepak bola di masa lampau. Membuatnya kembali segar dan bisa kembali dinikmati di saat ini. Sesekali, gosip-gosip transfer dihadirkan. Sesekali juga, berita tentang kegamangan petinggi liga juga muncul, apakah liga di sebuah negara akan berlanjut atau tidak.<\/p>\n\n\n\n Akhirnya, ada yang memilih untuk berhenti seperti Ligue 1 yang akhirnya menobatkan Paris Saint-Germain sebagai juara. Sebelumnya Eredivisie Liga Belanda menjadi kompetisi top di eropa pertama yang menghentikan liga. Ajax Amsterdam harus merelakan peluang mereka untuk tak juara musim ini setelah KNVB selaku federasi sepak bola Belanda mengeluarkan kebijakan untuk menghentikan liga tanpa pemenang dan degradasi.<\/p>\n\n\n\n Tapi ada liga yang tak memilih untuk melempar handuk, Bundesliga salah satunya. Petinggi sepak bola Jerman memutuskan untuk melanjutkan kompetisi pada 16 Mei 2020. Kabar baik bagi kita semua yang haus akan tayangan pertandingan sepak bola. Maklum, pemberitaan corona di berbagai media massa cukup memberikan pengaruh psikologi yang buruk bagi sebagian masyarakat. Sepak bola tentunya akan jadi hiburan yang nyata sekaligus memberikan asa kepada manusia. Tapi mirisnya adalah enam hari sebelum bergulirnya kembali Bundesliga, dua pemain asal klub Dynamo Dresden dinyatakan positif terjangkit corona. Bisakah Bundesliga berlanjut? Semoga saja.<\/p>\n\n\n\n Justru hilal sepak bola itu tak muncul dari Eropa atau dataran Amerika, negeri di Asia lah yang menemukannya. Apresiasi kita berikan kepada Korea Selatan yang berani untuk melanjutkan kompetisi sepak bola mereka. Sebelum pertandingan antara Jeonbuk Motors versus Suwon Bluewings digulirkan, poster digital tentang peraturan ketat disebar di sosial media. Poster tersebut berisikan protokoler yang harus dilakukan sebelum, saat, dan sesudah pertandingan agar kesehatan pemain dan official tim bisa terjaga dengan baik. <\/p>\n\n\n\n Syukurnya, pertandingan sore itu di Jeonju World Cup Stadium yang dimenangkan oleh Jeonbuk Motors dengan gol tunggal Lee Dong-gook berjalan lancar. Pertandingan itu memang tak disaksikan langsung oleh penonton di tribun stadion. Tapi di twitter, pertandingan itu disaksikan 3,3 juta penonton dari seluruh dunia. 3,3 juta orang itu sedang menyaksikan hilal sepak bola di Jeoncu World Cup Stadium. 3,3 juta orang itu juga sedang memupuk asa mereka akan hari-hari cerah pasca pandemi.<\/p>\n\n\n\n Lantas bagaimana dengan Indonesia? Ikut Korea Selatan melanjutkan liga atau Belanda yang mengakhiri liga? <\/p>\n","post_title":"Hilal Itu Nampak di Jeonju World Cup Stadium","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"hilal-itu-nampak-di-jeonju-world-cup-stadium","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2020-05-11 11:37:28","post_modified_gmt":"2020-05-11 04:37:28","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6663","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":4},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"epic_block_3"}; Merek ini merupakan salah satu produk unggulan dari Perusahaan Rokok Sukun yang berasal dari Kudus, Jawa Tengah. Dari segi bungkus rokok ini mudah dikenali karena warnanya yang khas yaitu dominan putih dengan balutan merah dan biru. Rokok ini masuk dalam kategori Sigaret Kretek Mesin.<\/p>\n\n\n\n Secara rasa, Sukun Executive memiliki wangi dan aroma mirip dengan rokok khas kudus lainnya. Tidak memiliki tarikan yang cukup menendang tapi rasa manis yang cukup dominan. Secara harga rokok ini cukup terjangkau yaitu sekitar 17 hingga 18 ribu rupiah.<\/p>\n\n\n\n Rokok ini dikeluarkan oleh CV Mulyo Raharjo asal Kudus. Sebenarnya banyak varian produk yang dikeluarkan oleh perusahaan tersebut. Akan tetapi salah satu yang menjadi favorit adalah yang memiliki bungkus warna emas dan sentuhan coklat tua dengan logo mlindjo di dalamnya.<\/p>\n\n\n\n Mlindjo memiliki harga yang sangat terjangkau yaitu sekitar 11 hingga 12 ribu rupiah. Meski demikian rokok Mlindjo ini tak begitu mudah untuk ditemui karena distribusinya yang terbatas. Biasanya rokok ini dihisap oleh mereka para petani yang berada di daerah Jawa Timur dan Jawa Tengah.<\/p>\n\n\n\n Biasanya rokok merek ini dinikmati oleh para petani di kawasan Sleman, Yogyakarta. Akan tetapi Rokok Tuton justru dibuat oleh pabrikan asal Demak, Jawa Tengah yaitu CV Pusaka Hidup. Karena bukan pabrikan yang besar dan jumlah produksi yang tidak banyak, maka distribusi rokok ini pun terbatas.<\/p>\n\n\n\n Rokok Tuton memiliki bungkus berwarna merah dan hitam yang khas dengan milik Djarum Super meski motifnya berbeda. Satu bungkus rokok ini berisikan 12 batang di pasaran dihargai sekitar 11 hingga 12 ribu rupiah. Tuton juga sama seperti dua rokok di atas yaitu masuk dalam kategori sigaret kretek mesin. <\/p>\n","post_title":"Mengenal Merek Rokok Idaman Para Petani","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"mengenal-merek-rokok-idaman-para-petani","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2020-06-28 09:43:06","post_modified_gmt":"2020-06-28 02:43:06","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6871","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":6809,"post_author":"919","post_date":"2020-06-21 10:12:41","post_date_gmt":"2020-06-21 03:12:41","post_content":"\n Youtube kembali ramai dengan kehadiran beberapa selebritis dan komedian top di Indonesia Beberapa tokoh seperti Sule, Andre Taulany, Ari Lasso, Deddy Corbuzier dan yang lainnya kini mulai memanfaatkan youtube untuk tetap berkarya setelah belum mendapatkan program baru di televisi konvensional. Di antara nama tersebut ada yang kemudian diketahui kemungkinan adalah seorang perokok setelah nampak bungkus rokok yang masuk dalam beberapa scene di video-video mereka. <\/p>\n\n\n\n Akan tetapi pertanyaan kemudian muncul, apakah benar di antara mereka seorang perokok? Jika iya mengapa kemudian mereka tidak melakukan aktivitas merokok dan nampak pada video mereka di youtube? Apakah ini karena faktor pencitraan, atau sejatinya menghindari aturan yang diciptakan oleh youtube? <\/p>\n\n\n\n Sebenarnya tidak ada peraturan yang melarang tentang aktivitas merokok dalam video yang kemudian diunggah di youtube. Setiap individu sah-sah saja untuk tetap merokok dan youtube tidak akan memblokir tayangan video tersebut asal tidak berbenturan dengan aturan yang lainnya. Akan tetapi, youtube hanya membatasi monetisasi bagi seseorang yang mengupload konten video yang memiliki unsur rokok di dalamnya.<\/p>\n\n\n\n Apa itu monetisasi? Kumparan.com menyebutkan bahwa monetisasi adalah cara menghasilkan uang dari video yang diunggah di channel youtube, dengan cara menayangkan iklan berdasarkan peraturan dari youtube. Platform asal California, Amerika Serikat kemudian membuat sebuah aturan yakni rokok dan produk tembakau lainnya tidak masuk dalam konten yang ramah monetisasi. <\/p>\n\n\n\n Jadi jika ada unsur rokok serta produk tembakau lainnya dalam video yang diunggah oleh seseorang di youtube, maka konten tersebut akan mendapatkan peringatan dengan simbol dolar kuning. Bisa jadi videonya bisa dimonetisasi namun dengan keuntungan yang tidak maksimal, bisa jadi tidak mendapatkan untung dari iklan sama sekali. <\/p>\n\n\n\n Kondisi tersebut sebenarnya masih menjadi pro dan kontra di kalangan merokok. Mereka yang pro terhadap aturan tersebut memaklumi karena merokok merupakan aktivitas legal yang hanya boleh dilakukan oleh mereka yang berumur cukup. Maka wajar ketika youtube membatasi keuntungan iklan pada video yang ada unsur rokok dan tembakau di dalamnya, mengingat video tersebut akan disaksikan secara umum. Bisa jadi ada anak-anak yang menontonnya.<\/p>\n\n\n\n Bagi yang kontra menganggap sejatinya tetap ada aturan yang adil bagi para perokok. Mengingat merokok adalah hal yang legal dan merupakan bagian dari ekspresi seseorang. Jika ada anak kecil kemudian menyaksikan video dengan unsur merokok di dalamnya maka sudah menjadi kewajiban orang tua untuk membimbingnya.<\/p>\n\n\n\n Pendapat kedua tersebut sangat dibenarkan mengingat anak-anak harus tetap mendapatkan bimbingan orang tua dalam mengakses internet. Jadi pembatasan monetisasi bagi video dengan unsur rokok di dalamnya sebenarnya adalah hal yang absurd pula. <\/p>\n\n\n\n Monetisasi ini mungkin menjadi pertimbangan utama para selebritis dan komedian tidak menampakkan diri mereka ketika merokok dalam video yang mereka unggah. Pasalnya, jika pemberitahuan dolar kuning sudah masuk maka keuntungan dari monetisasi bisa berkurang drastis dari video-video mereka yang sering disaksikan oleh jutaan orang.<\/p>\n\n\n\n Faktor lainnya adalah soal citra yang terbangun di masyarakat. Bagaimanapun juga hingga saat ini perokok masih melawan stigma negatif yang kerap dilekatkan pada mereka. Sulit memang jadi perokok, sudah kebebasan ekspresi di youtube mendapatkan kekangan, di masyarakat pun dianggap negatif. <\/p>\n","post_title":"Bagaimana Youtube Mengatur Konten Video Bermuatan Rokok?","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"bagaimana-youtube-mengatur-konten-video-bermuatan-rokok","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2020-06-21 10:12:47","post_modified_gmt":"2020-06-21 03:12:47","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6809","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":6789,"post_author":"919","post_date":"2020-06-14 09:21:26","post_date_gmt":"2020-06-14 02:21:26","post_content":"\r\n Selama ini kita mengenali kretek sebagai sebuah rokok khas Indonesia yang menggunakan tembakau, ramuan khusus, dan cengkeh di dalamnya. Kretek biasanya dinikmati dengan cara dibakar dan dihisap di waktu senggang. Akan tetapi pernahkah kalian membayangkan jika bisakah kretek dinikmati dengan cara lain? Misalnya dengan cara dimakan?<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n Jawabannya tentu sangat bisa apabila kretek<\/a> dinikmati dengan cara dimakan. Akan tetapi buang jauh pikiran kalian jika harus memakan kretek yang berisikan tembakau, ramuan khusus, dan cengkeh di dalamnya. Bukan itu, kretek yang bisa dimakan adalah sebuah kudapan yang berasal Gresik, Jawa Timur.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n Nasi Kretek adalah salah satu dari sekian banyak makanan khas Gresik. Secara penampilan kudapan tersebut memiliki kemiripan dengan Nasi Krawu yang juga khas dari Kota Santri tersebut. Kesamaannya antara dua makanan ini adalah lauk utamanya yaitu suwiran daging. Akan tetapi yang membedakan adalah rasa, toping, dan lauk pendampingnya.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n Nasi Krawu biasanya disajikan dengan daun pisang dan tambahan toping seperti serundeng. Tak hanya itu Nasi Krawu juga biasanya dimakan dengan sambal terasi dan tambahan lauk seperti daging sapi, semur daging, dan jeroan sapi. Ini yang kemudian membedakan antara kudapan tersebut dengan Nasi Kretek yang tidak memiliki banyak lauk pendamping.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n Suwiran daging di Nasi Kretek memiliki rasa yang pedas serta sedikit sensasi asam. Rasa pedasnya cukup menendang meski masih bisa dinikmati oleh mereka yang tidak menyukai makanan pedas. Sensasi asam yang didapatkan kemungkinan hadir dari buah asam atau perasan jeruk nipis sebagai bumbu dasar suwiran daging di makanan ini.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n Suwiran dagingnya juga memiliki tekstur yang tebal serta berminyak. Bagi anda yang sedang menjalani program diet maka bisa dipastikan akan berpikir dua kali untuk menikmati makanan ini. Disarankan juga mengingat rasanya yang pedas serta teksturnya yang berminyak maka siapkan minuman hangat sebagai pendamping agar tenggorokan anda tidak mengalami panas dalam.<\/p>\r\n Sayangnya Anda tak bisa dengan mudah menemukan Nasi Kretek ini di Gresik. Pasalnya kehadiran kuliner ini perlahan-lahan tenggelam dan bahkan tak semua warga di daerah tersebut mengetahuinya. Jika anda mengunjungi Gresik dan tengah beruntung maka bisa menemukan makanan ini di warung-warung kopi. Biasanya ditemukan dalam bentuk nasi yang sudah dibungkus.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n Harga satu bungkus Nasi Kretek ini sekitar 7 hingga 15 ribu rupiah tergantung di mana anda membeli. Jika di warung kopi pinggiran maka harga 7 ribuan bisa anda temui. Namun jika di kedai dan restoran mungkin harga sekitar 15 ribuan yang harus keluarkan untuk menikmati makanan ini.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n Sebenarnya bukan hanya Gresik<\/a> yang memiliki kudapan bernama kretek. Di daerah lainnya yang juga di Jawa Timur yaitu Jombang juga mempunyai kudapan khas bernama serupa namun memiliki bentuk dan isi yang berbeda. Sebagai penikmat kretek tentu kudapan Nasi Kretek menjadi hal yang unik untuk kalian coba saat berkunjung ke Jawa Timur. Silahkan mencoba!<\/p>\r\n","post_title":"Menikmati Nasi Kretek, Kudapan Khas Gresik","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"menikmati-nasi-kretek-kudapan-khas-gresik","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2024-12-10 14:52:36","post_modified_gmt":"2024-12-10 07:52:36","post_content_filtered":"\r\n Selama ini kita mengenali kretek sebagai sebuah rokok khas Indonesia yang menggunakan tembakau, ramuan khusus, dan cengkeh di dalamnya. Kretek biasanya dinikmati dengan cara dibakar dan dihisap di waktu senggang. Akan tetapi pernahkah kalian membayangkan jika bisakah kretek dinikmati dengan cara lain? Misalnya dengan cara dimakan?<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n Jawabannya tentu sangat bisa apabila kretek<\/a> dinikmati dengan cara dimakan. Akan tetapi buang jauh pikiran kalian jika harus memakan kretek yang berisikan tembakau, ramuan khusus, dan cengkeh di dalamnya. Bukan itu, kretek yang bisa dimakan adalah sebuah kudapan yang berasal Gresik, Jawa Timur.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n Nasi Kretek adalah salah satu dari sekian banyak makanan khas Gresik. Secara penampilan kudapan tersebut memiliki kemiripan dengan Nasi Krawu yang juga khas dari Kota Santri tersebut. Kesamaannya antara dua makanan ini adalah lauk utamanya yaitu suwiran daging. Akan tetapi yang membedakan adalah rasa, toping, dan lauk pendampingnya.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n Nasi Krawu biasanya disajikan dengan daun pisang dan tambahan toping seperti serundeng. Tak hanya itu Nasi Krawu juga biasanya dimakan dengan sambal terasi dan tambahan lauk seperti daging sapi, semur daging, dan jeroan sapi. Ini yang kemudian membedakan antara kudapan tersebut dengan Nasi Kretek yang tidak memiliki banyak lauk pendamping.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n Suwiran daging di Nasi Kretek memiliki rasa yang pedas serta sedikit sensasi asam. Rasa pedasnya cukup menendang meski masih bisa dinikmati oleh mereka yang tidak menyukai makanan pedas. Sensasi asam yang didapatkan kemungkinan hadir dari buah asam atau perasan jeruk nipis sebagai bumbu dasar suwiran daging di makanan ini.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n Suwiran dagingnya juga memiliki tekstur yang tebal serta berminyak. Bagi anda yang sedang menjalani program diet maka bisa dipastikan akan berpikir dua kali untuk menikmati makanan ini. Disarankan juga mengingat rasanya yang pedas serta teksturnya yang berminyak maka siapkan minuman hangat sebagai pendamping agar tenggorokan anda tidak mengalami panas dalam.<\/p>\r\n Sayangnya Anda tak bisa dengan mudah menemukan Nasi Kretek ini di Gresik. Pasalnya kehadiran kuliner ini perlahan-lahan tenggelam dan bahkan tak semua warga di daerah tersebut mengetahuinya. Jika anda mengunjungi Gresik dan tengah beruntung maka bisa menemukan makanan ini di warung-warung kopi. Biasanya ditemukan dalam bentuk nasi yang sudah dibungkus.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n Harga satu bungkus Nasi Kretek ini sekitar 7 hingga 15 ribu rupiah tergantung di mana anda membeli. Jika di warung kopi pinggiran maka harga 7 ribuan bisa anda temui. Namun jika di kedai dan restoran mungkin harga sekitar 15 ribuan yang harus keluarkan untuk menikmati makanan ini.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n Sebenarnya bukan hanya Gresik<\/a> yang memiliki kudapan bernama kretek. Di daerah lainnya yang juga di Jawa Timur yaitu Jombang juga mempunyai kudapan khas bernama serupa namun memiliki bentuk dan isi yang berbeda. Sebagai penikmat kretek tentu kudapan Nasi Kretek menjadi hal yang unik untuk kalian coba saat berkunjung ke Jawa Timur. Silahkan mencoba!<\/p>\r\n","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6789","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":6763,"post_author":"919","post_date":"2020-06-07 10:27:31","post_date_gmt":"2020-06-07 03:27:31","post_content":"\n Pemerintah kini mulai mengeluarkan kebijakan untuk melonggarkan peraturan tentang pembatasan sosial berskala besar. Salah satunya adalah dengan mulai membuka fasilitas-fasilitas umum namun tetap harus menuruti prosedur kesehatan yang berlaku. Dengan demikian maka kondisi new normal kini sudah berada di depan mata. Sebagai perokok tentu ada hal-hal yang patut kita taati dari segala peraturan yang diterapkan oleh pemerintah.<\/p>\n\n\n\n Kondisi new normal ini juga menandai babak baru perjuangan manusia dalam melawan covid-19. Tentu, meski PSBB kini dilonggarkan akan tetapi bukan berarti kita sebagai manusia sudah berhasil menang dan mengatasi pandemi. Kemenangan tersebut justru masih jauh rasanya. Perjuangan tetap dilanjutkan dengan meneruskan tradisi-tradisi yang sudah dilakukan semasa PSBB. <\/p>\n\n\n\n Tradisi-tradisi lama yang sekiranya berpotensi terjadinya penyebaran virus corona pun harus mulai ditinggalkan. Berikut tiga kebiasaan yang harus dihindari para perokok selama kondisi new normal<\/p>\n\n\n\n Akan tetapi kita masih belum bisa melakukan hal tersebut saat kondisi new normal ini. Jika pun terpaksa harus nongkrong bareng maka tetap patuhi protokol kesehatan yang ada. Jaga jarak di antaramu, lalu hindari nongkrong dalam jumlah massa yang terlalu besar. Rasanya, tiga hingga empat orang saja sudah cukup asal mematuhi beberapa peraturan tersebut.<\/p>\n\n\n\n Mengapa merokok di sembarang tempat adalah hal yang harus dihindari, mengingat kondisi pandemi ini membuat kita tak tahu daerah mana saja yang bebas dari sebaran covid-19. Dengan tidak merokok di sembarang tempat tentu akan menjauhkan kita dari potensi besar terpapar virus corona. Jadi tahan dulu ya kalau pengen sebats, di rumah sendiri justru lebih enak dan nyaman kok.<\/p>\n\n\n\n Tidak ada nilai solidaritas yang berkurang dari berhenti merokok joinan satu batang bersama. Nilai solidaritas itu justru bisa anda salurkan dalam bentuk yang lain. Ya salah satunya adalah bagi satu rokok dari sebungkus rokok yang anda miliki jika temanmu membutuhkan. Justru itu lebih baik jika harus merokok satu batang bersama. <\/p>\n","post_title":"Tiga Kebiasaan yang Perokok Harus Hindari di Tengah New Normal","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"tiga-kebiasaan-yang-perokok-harus-hindari-di-tengah-new-normal","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2020-06-07 10:27:37","post_modified_gmt":"2020-06-07 03:27:37","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6763","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":6683,"post_author":"919","post_date":"2020-05-24 10:08:18","post_date_gmt":"2020-05-24 03:08:18","post_content":"\n Di penghujung maghrib seorang anak kecil bertanya pada ayahnya yang sedang asyik menikmati kopinya di teras rumah. \u201cAyah, mengapa malam ini tak ada orang-orang yang berkeliling untuk takbiran?\u201d Sang ayah pun menjawab dengan kalimat yang bijak sana meski belum tentu mampu dipahami anaknya. \u201cNak, manusia sedang berjuang menghadapi kepunahan. Kamu dan banyak anak-anak kecil lainnya berdiam diri di rumah saja adalah hal yang membahagiakan bagi ayah, ibu dan orang tua mereka.\u201d <\/p>\n\n\n\n Selamat Hari Raya Idul Fitri, Mari Mengupayakan Kemenangan! Ramadhan yang berbeda harus dilewati oleh umat manusia generasi saat ini. Mungkin bagi yang masih berumur 20 hingga 50 tahun tak pernah membayangkan betul bumi dalam kondisi pandemi seperti ini. Mayoritas manusia hidup dalam kedamaian meski perang kerap kali membuntuti. Namun kali ini semua terasa sangat berbeda, semua sedang berperang menghadapi sesuatu yang kasat mata. Peperangan yang tak bisa diprediksi pula kapan berakhir.<\/p>\n\n\n\n Orang-orang pintar punya hitung-hitungan tersendiri meski probabilitasnya belum bisa dikatakan mencapai angka yang tinggi. Sementara di luar sana banyak orang-orang pintar lainnya yang bertarung dengan waktu untuk menemukan penyembuh virus covid-19. Saya curiga, jangan-jangan euforia manusia ketika vaksin hadir akan menyamai euforia manusia ketika menyambut sang penyelamat, Isa Almasih turun. Entah, mungkin bisa jadi.<\/p>\n\n\n\n Hanya berdiam diri di rumah yang bisa menjadi senjata ampuh bagi manusia dalam peperangan ini. Beruntungnya kita sebagai umat muslim juga diberi bulan ramadhan dalam kondisi seperti ini. Jika saya boleh menyebut maka saya akan menganalogikan bulan ramadhan sebagai bala tentara tuhan. Mengapa? Jawabannya karena adalah ibadah berpuasa. Dari berpuasa kita bisa manahan diri dari segala hal. Berpuasa untuk tidak bepergian jika tidak mendesak, berpuasa untuk tidak berkumpul, berpuasa untuk tidak boros. <\/p>\n\n\n\n Jika kita mampu memaknai betul arti kata puasa di Bulan Ramadhan maka sudah barang tentu kita mampu memiliki persentase besar untuk memenangi peperangan di masa pandemi ini. Jelas, jawaban kemenangan itu hanya diketahui oleh individu-individu masing-masing. Sebelum kalian melanjutkan bacaan ke paragraf selanjutnya maka silahkan merenung dan bertanya pada diri sendiri. Paripurnakah kita dalam memaknai dan menjalani ibadah puasa?<\/p>\n\n\n\n Hari ini, kita akan merayakan lebaran, tentu saya beranggapan juga bahwa lebaran ini berbeda dari sebelumnya. Jika lebaran-lebaran sebelumnya kita memaknainya sebagai hari kemenangan, maka kali ini mari kita memaknainya sebagai hari untuk mengupayakan kemenangan. Mengapa? Peperangan umat manusia melawan corona masih akan terus berlanjut dan puasa selama 30 hari menjadikan kita seharusnya semakin kuat untuk menghadapi hari esok.<\/p>\n\n\n\n Setelah hari raya idul fitri kita semua akan menghadapi satu babak baru dalam sejarah umat manusia. Babak baru itu disebut-sebut oleh banyak orang sebagai kehidupan new normal. Sekali lagi, jika kita mampu melewati bulan ramadhan secara paripurna maka tentu tak akan menemui kesulitan ke depannya.<\/p>\n\n\n\n Selamat Hari Raya Idul Fitri, Mari Mengupayakan Kemenangan!<\/p>\n","post_title":"Selamat Hari Raya Idul Fitri, Mari Mengupayakan Kemenangan!","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"selamat-hari-raya-idul-fitri-mari-mengupayakan-kemenangan","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2020-05-24 10:08:24","post_modified_gmt":"2020-05-24 03:08:24","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6683","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":6663,"post_author":"919","post_date":"2020-05-11 11:37:27","post_date_gmt":"2020-05-11 04:37:27","post_content":"\n Senyum merekah terpampang dari wajah Striker Jeonbuk Motors, Lee Dong-gook. Sundulannya menyambut umpan dari Son Jun-ho mengoyak gawang Suwon Bluewings pada menit ke-83. Selebrasi sederhana Lee Dong-gook lakukan bersama rekan setimnya di depan tribun utara Jeonju World Cup Stadium yang kosong. Hanya ada banner raksasa di sana, tak ada penonton. Tapi jauh di sana, banyak yang menyaksikan pertandingan ini melalui sosial media. Pertandingan yang memberikan harapan bagi umat manusia.<\/p>\n\n\n\n Pandemi corona menghantam banyak hal dalam hajat hidup umat manusia. Segala sesuatu menjadi sulit untuk dilakukan di masa seperti ini. Pekerjaan harus dilakukan di rumah dan hanya orang tertentu saja yang bisa beraktivitas kerja seperti biasa. Agenda-agenda besar pun harus mengalami penundaan, termasuk liga sepak bola yang harus terhenti sesaat. Kesehatan manusia menjadi pertimbangan utamanya, karena mengutip kalimat populer dari seorang Bambang Pamungkas: \u201cTidak ada satu kemenangan pun yang sebanding dengan nyawa.\u201d <\/p>\n\n\n\n Ketika sepak bola diliburkan maka akhir pekan menjadi begitu tidak menyenangkan. Tidak ada riuh komentar pertandingan di layar televisi. Tidak ada sekumpulan remaja yang antusias berangkat ke stadion. Tidak nyanyian-nyanyian yang terdengar seantero kota. Tidak ada juga tayangan video di youtube tentang highlights sebuah pertandingan. Semua terasa hambar, meski beruntungnya masih ada beberapa film bertemakan sepak bola yang rilis bertepatan saat pandemi melanda seperti The English Game dan Ultras.<\/p>\n\n\n\n Pemberitaan tentang sepak bola pun tiba-tiba menjadi buku tebal ensiklopedia sejarah. Media massa ramai-ramai membuat berita tentang cerita sepak bola di masa lampau. Membuatnya kembali segar dan bisa kembali dinikmati di saat ini. Sesekali, gosip-gosip transfer dihadirkan. Sesekali juga, berita tentang kegamangan petinggi liga juga muncul, apakah liga di sebuah negara akan berlanjut atau tidak.<\/p>\n\n\n\n Akhirnya, ada yang memilih untuk berhenti seperti Ligue 1 yang akhirnya menobatkan Paris Saint-Germain sebagai juara. Sebelumnya Eredivisie Liga Belanda menjadi kompetisi top di eropa pertama yang menghentikan liga. Ajax Amsterdam harus merelakan peluang mereka untuk tak juara musim ini setelah KNVB selaku federasi sepak bola Belanda mengeluarkan kebijakan untuk menghentikan liga tanpa pemenang dan degradasi.<\/p>\n\n\n\n Tapi ada liga yang tak memilih untuk melempar handuk, Bundesliga salah satunya. Petinggi sepak bola Jerman memutuskan untuk melanjutkan kompetisi pada 16 Mei 2020. Kabar baik bagi kita semua yang haus akan tayangan pertandingan sepak bola. Maklum, pemberitaan corona di berbagai media massa cukup memberikan pengaruh psikologi yang buruk bagi sebagian masyarakat. Sepak bola tentunya akan jadi hiburan yang nyata sekaligus memberikan asa kepada manusia. Tapi mirisnya adalah enam hari sebelum bergulirnya kembali Bundesliga, dua pemain asal klub Dynamo Dresden dinyatakan positif terjangkit corona. Bisakah Bundesliga berlanjut? Semoga saja.<\/p>\n\n\n\n Justru hilal sepak bola itu tak muncul dari Eropa atau dataran Amerika, negeri di Asia lah yang menemukannya. Apresiasi kita berikan kepada Korea Selatan yang berani untuk melanjutkan kompetisi sepak bola mereka. Sebelum pertandingan antara Jeonbuk Motors versus Suwon Bluewings digulirkan, poster digital tentang peraturan ketat disebar di sosial media. Poster tersebut berisikan protokoler yang harus dilakukan sebelum, saat, dan sesudah pertandingan agar kesehatan pemain dan official tim bisa terjaga dengan baik. <\/p>\n\n\n\n Syukurnya, pertandingan sore itu di Jeonju World Cup Stadium yang dimenangkan oleh Jeonbuk Motors dengan gol tunggal Lee Dong-gook berjalan lancar. Pertandingan itu memang tak disaksikan langsung oleh penonton di tribun stadion. Tapi di twitter, pertandingan itu disaksikan 3,3 juta penonton dari seluruh dunia. 3,3 juta orang itu sedang menyaksikan hilal sepak bola di Jeoncu World Cup Stadium. 3,3 juta orang itu juga sedang memupuk asa mereka akan hari-hari cerah pasca pandemi.<\/p>\n\n\n\n Lantas bagaimana dengan Indonesia? Ikut Korea Selatan melanjutkan liga atau Belanda yang mengakhiri liga? <\/p>\n","post_title":"Hilal Itu Nampak di Jeonju World Cup Stadium","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"hilal-itu-nampak-di-jeonju-world-cup-stadium","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2020-05-11 11:37:28","post_modified_gmt":"2020-05-11 04:37:28","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6663","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":4},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"epic_block_3"}; Lantas apa saja merek rokok yang biasanya menjadi favorit dinikmati oleh para petani. Berikut kami merangkum tiga merek rokok yang menjadi idola mereka:<\/p>\n\n\n\n Merek ini merupakan salah satu produk unggulan dari Perusahaan Rokok Sukun yang berasal dari Kudus, Jawa Tengah. Dari segi bungkus rokok ini mudah dikenali karena warnanya yang khas yaitu dominan putih dengan balutan merah dan biru. Rokok ini masuk dalam kategori Sigaret Kretek Mesin.<\/p>\n\n\n\n Secara rasa, Sukun Executive memiliki wangi dan aroma mirip dengan rokok khas kudus lainnya. Tidak memiliki tarikan yang cukup menendang tapi rasa manis yang cukup dominan. Secara harga rokok ini cukup terjangkau yaitu sekitar 17 hingga 18 ribu rupiah.<\/p>\n\n\n\n Rokok ini dikeluarkan oleh CV Mulyo Raharjo asal Kudus. Sebenarnya banyak varian produk yang dikeluarkan oleh perusahaan tersebut. Akan tetapi salah satu yang menjadi favorit adalah yang memiliki bungkus warna emas dan sentuhan coklat tua dengan logo mlindjo di dalamnya.<\/p>\n\n\n\n Mlindjo memiliki harga yang sangat terjangkau yaitu sekitar 11 hingga 12 ribu rupiah. Meski demikian rokok Mlindjo ini tak begitu mudah untuk ditemui karena distribusinya yang terbatas. Biasanya rokok ini dihisap oleh mereka para petani yang berada di daerah Jawa Timur dan Jawa Tengah.<\/p>\n\n\n\n Biasanya rokok merek ini dinikmati oleh para petani di kawasan Sleman, Yogyakarta. Akan tetapi Rokok Tuton justru dibuat oleh pabrikan asal Demak, Jawa Tengah yaitu CV Pusaka Hidup. Karena bukan pabrikan yang besar dan jumlah produksi yang tidak banyak, maka distribusi rokok ini pun terbatas.<\/p>\n\n\n\n Rokok Tuton memiliki bungkus berwarna merah dan hitam yang khas dengan milik Djarum Super meski motifnya berbeda. Satu bungkus rokok ini berisikan 12 batang di pasaran dihargai sekitar 11 hingga 12 ribu rupiah. Tuton juga sama seperti dua rokok di atas yaitu masuk dalam kategori sigaret kretek mesin. <\/p>\n","post_title":"Mengenal Merek Rokok Idaman Para Petani","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"mengenal-merek-rokok-idaman-para-petani","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2020-06-28 09:43:06","post_modified_gmt":"2020-06-28 02:43:06","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6871","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":6809,"post_author":"919","post_date":"2020-06-21 10:12:41","post_date_gmt":"2020-06-21 03:12:41","post_content":"\n Youtube kembali ramai dengan kehadiran beberapa selebritis dan komedian top di Indonesia Beberapa tokoh seperti Sule, Andre Taulany, Ari Lasso, Deddy Corbuzier dan yang lainnya kini mulai memanfaatkan youtube untuk tetap berkarya setelah belum mendapatkan program baru di televisi konvensional. Di antara nama tersebut ada yang kemudian diketahui kemungkinan adalah seorang perokok setelah nampak bungkus rokok yang masuk dalam beberapa scene di video-video mereka. <\/p>\n\n\n\n Akan tetapi pertanyaan kemudian muncul, apakah benar di antara mereka seorang perokok? Jika iya mengapa kemudian mereka tidak melakukan aktivitas merokok dan nampak pada video mereka di youtube? Apakah ini karena faktor pencitraan, atau sejatinya menghindari aturan yang diciptakan oleh youtube? <\/p>\n\n\n\n Sebenarnya tidak ada peraturan yang melarang tentang aktivitas merokok dalam video yang kemudian diunggah di youtube. Setiap individu sah-sah saja untuk tetap merokok dan youtube tidak akan memblokir tayangan video tersebut asal tidak berbenturan dengan aturan yang lainnya. Akan tetapi, youtube hanya membatasi monetisasi bagi seseorang yang mengupload konten video yang memiliki unsur rokok di dalamnya.<\/p>\n\n\n\n Apa itu monetisasi? Kumparan.com menyebutkan bahwa monetisasi adalah cara menghasilkan uang dari video yang diunggah di channel youtube, dengan cara menayangkan iklan berdasarkan peraturan dari youtube. Platform asal California, Amerika Serikat kemudian membuat sebuah aturan yakni rokok dan produk tembakau lainnya tidak masuk dalam konten yang ramah monetisasi. <\/p>\n\n\n\n Jadi jika ada unsur rokok serta produk tembakau lainnya dalam video yang diunggah oleh seseorang di youtube, maka konten tersebut akan mendapatkan peringatan dengan simbol dolar kuning. Bisa jadi videonya bisa dimonetisasi namun dengan keuntungan yang tidak maksimal, bisa jadi tidak mendapatkan untung dari iklan sama sekali. <\/p>\n\n\n\n Kondisi tersebut sebenarnya masih menjadi pro dan kontra di kalangan merokok. Mereka yang pro terhadap aturan tersebut memaklumi karena merokok merupakan aktivitas legal yang hanya boleh dilakukan oleh mereka yang berumur cukup. Maka wajar ketika youtube membatasi keuntungan iklan pada video yang ada unsur rokok dan tembakau di dalamnya, mengingat video tersebut akan disaksikan secara umum. Bisa jadi ada anak-anak yang menontonnya.<\/p>\n\n\n\n Bagi yang kontra menganggap sejatinya tetap ada aturan yang adil bagi para perokok. Mengingat merokok adalah hal yang legal dan merupakan bagian dari ekspresi seseorang. Jika ada anak kecil kemudian menyaksikan video dengan unsur merokok di dalamnya maka sudah menjadi kewajiban orang tua untuk membimbingnya.<\/p>\n\n\n\n Pendapat kedua tersebut sangat dibenarkan mengingat anak-anak harus tetap mendapatkan bimbingan orang tua dalam mengakses internet. Jadi pembatasan monetisasi bagi video dengan unsur rokok di dalamnya sebenarnya adalah hal yang absurd pula. <\/p>\n\n\n\n Monetisasi ini mungkin menjadi pertimbangan utama para selebritis dan komedian tidak menampakkan diri mereka ketika merokok dalam video yang mereka unggah. Pasalnya, jika pemberitahuan dolar kuning sudah masuk maka keuntungan dari monetisasi bisa berkurang drastis dari video-video mereka yang sering disaksikan oleh jutaan orang.<\/p>\n\n\n\n Faktor lainnya adalah soal citra yang terbangun di masyarakat. Bagaimanapun juga hingga saat ini perokok masih melawan stigma negatif yang kerap dilekatkan pada mereka. Sulit memang jadi perokok, sudah kebebasan ekspresi di youtube mendapatkan kekangan, di masyarakat pun dianggap negatif. <\/p>\n","post_title":"Bagaimana Youtube Mengatur Konten Video Bermuatan Rokok?","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"bagaimana-youtube-mengatur-konten-video-bermuatan-rokok","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2020-06-21 10:12:47","post_modified_gmt":"2020-06-21 03:12:47","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6809","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":6789,"post_author":"919","post_date":"2020-06-14 09:21:26","post_date_gmt":"2020-06-14 02:21:26","post_content":"\r\n Selama ini kita mengenali kretek sebagai sebuah rokok khas Indonesia yang menggunakan tembakau, ramuan khusus, dan cengkeh di dalamnya. Kretek biasanya dinikmati dengan cara dibakar dan dihisap di waktu senggang. Akan tetapi pernahkah kalian membayangkan jika bisakah kretek dinikmati dengan cara lain? Misalnya dengan cara dimakan?<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n Jawabannya tentu sangat bisa apabila kretek<\/a> dinikmati dengan cara dimakan. Akan tetapi buang jauh pikiran kalian jika harus memakan kretek yang berisikan tembakau, ramuan khusus, dan cengkeh di dalamnya. Bukan itu, kretek yang bisa dimakan adalah sebuah kudapan yang berasal Gresik, Jawa Timur.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n Nasi Kretek adalah salah satu dari sekian banyak makanan khas Gresik. Secara penampilan kudapan tersebut memiliki kemiripan dengan Nasi Krawu yang juga khas dari Kota Santri tersebut. Kesamaannya antara dua makanan ini adalah lauk utamanya yaitu suwiran daging. Akan tetapi yang membedakan adalah rasa, toping, dan lauk pendampingnya.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n Nasi Krawu biasanya disajikan dengan daun pisang dan tambahan toping seperti serundeng. Tak hanya itu Nasi Krawu juga biasanya dimakan dengan sambal terasi dan tambahan lauk seperti daging sapi, semur daging, dan jeroan sapi. Ini yang kemudian membedakan antara kudapan tersebut dengan Nasi Kretek yang tidak memiliki banyak lauk pendamping.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n Suwiran daging di Nasi Kretek memiliki rasa yang pedas serta sedikit sensasi asam. Rasa pedasnya cukup menendang meski masih bisa dinikmati oleh mereka yang tidak menyukai makanan pedas. Sensasi asam yang didapatkan kemungkinan hadir dari buah asam atau perasan jeruk nipis sebagai bumbu dasar suwiran daging di makanan ini.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n Suwiran dagingnya juga memiliki tekstur yang tebal serta berminyak. Bagi anda yang sedang menjalani program diet maka bisa dipastikan akan berpikir dua kali untuk menikmati makanan ini. Disarankan juga mengingat rasanya yang pedas serta teksturnya yang berminyak maka siapkan minuman hangat sebagai pendamping agar tenggorokan anda tidak mengalami panas dalam.<\/p>\r\n Sayangnya Anda tak bisa dengan mudah menemukan Nasi Kretek ini di Gresik. Pasalnya kehadiran kuliner ini perlahan-lahan tenggelam dan bahkan tak semua warga di daerah tersebut mengetahuinya. Jika anda mengunjungi Gresik dan tengah beruntung maka bisa menemukan makanan ini di warung-warung kopi. Biasanya ditemukan dalam bentuk nasi yang sudah dibungkus.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n Harga satu bungkus Nasi Kretek ini sekitar 7 hingga 15 ribu rupiah tergantung di mana anda membeli. Jika di warung kopi pinggiran maka harga 7 ribuan bisa anda temui. Namun jika di kedai dan restoran mungkin harga sekitar 15 ribuan yang harus keluarkan untuk menikmati makanan ini.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n Sebenarnya bukan hanya Gresik<\/a> yang memiliki kudapan bernama kretek. Di daerah lainnya yang juga di Jawa Timur yaitu Jombang juga mempunyai kudapan khas bernama serupa namun memiliki bentuk dan isi yang berbeda. Sebagai penikmat kretek tentu kudapan Nasi Kretek menjadi hal yang unik untuk kalian coba saat berkunjung ke Jawa Timur. Silahkan mencoba!<\/p>\r\n","post_title":"Menikmati Nasi Kretek, Kudapan Khas Gresik","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"menikmati-nasi-kretek-kudapan-khas-gresik","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2024-12-10 14:52:36","post_modified_gmt":"2024-12-10 07:52:36","post_content_filtered":"\r\n Selama ini kita mengenali kretek sebagai sebuah rokok khas Indonesia yang menggunakan tembakau, ramuan khusus, dan cengkeh di dalamnya. Kretek biasanya dinikmati dengan cara dibakar dan dihisap di waktu senggang. Akan tetapi pernahkah kalian membayangkan jika bisakah kretek dinikmati dengan cara lain? Misalnya dengan cara dimakan?<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n Jawabannya tentu sangat bisa apabila kretek<\/a> dinikmati dengan cara dimakan. Akan tetapi buang jauh pikiran kalian jika harus memakan kretek yang berisikan tembakau, ramuan khusus, dan cengkeh di dalamnya. Bukan itu, kretek yang bisa dimakan adalah sebuah kudapan yang berasal Gresik, Jawa Timur.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n Nasi Kretek adalah salah satu dari sekian banyak makanan khas Gresik. Secara penampilan kudapan tersebut memiliki kemiripan dengan Nasi Krawu yang juga khas dari Kota Santri tersebut. Kesamaannya antara dua makanan ini adalah lauk utamanya yaitu suwiran daging. Akan tetapi yang membedakan adalah rasa, toping, dan lauk pendampingnya.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n Nasi Krawu biasanya disajikan dengan daun pisang dan tambahan toping seperti serundeng. Tak hanya itu Nasi Krawu juga biasanya dimakan dengan sambal terasi dan tambahan lauk seperti daging sapi, semur daging, dan jeroan sapi. Ini yang kemudian membedakan antara kudapan tersebut dengan Nasi Kretek yang tidak memiliki banyak lauk pendamping.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n Suwiran daging di Nasi Kretek memiliki rasa yang pedas serta sedikit sensasi asam. Rasa pedasnya cukup menendang meski masih bisa dinikmati oleh mereka yang tidak menyukai makanan pedas. Sensasi asam yang didapatkan kemungkinan hadir dari buah asam atau perasan jeruk nipis sebagai bumbu dasar suwiran daging di makanan ini.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n Suwiran dagingnya juga memiliki tekstur yang tebal serta berminyak. Bagi anda yang sedang menjalani program diet maka bisa dipastikan akan berpikir dua kali untuk menikmati makanan ini. Disarankan juga mengingat rasanya yang pedas serta teksturnya yang berminyak maka siapkan minuman hangat sebagai pendamping agar tenggorokan anda tidak mengalami panas dalam.<\/p>\r\n Sayangnya Anda tak bisa dengan mudah menemukan Nasi Kretek ini di Gresik. Pasalnya kehadiran kuliner ini perlahan-lahan tenggelam dan bahkan tak semua warga di daerah tersebut mengetahuinya. Jika anda mengunjungi Gresik dan tengah beruntung maka bisa menemukan makanan ini di warung-warung kopi. Biasanya ditemukan dalam bentuk nasi yang sudah dibungkus.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n Harga satu bungkus Nasi Kretek ini sekitar 7 hingga 15 ribu rupiah tergantung di mana anda membeli. Jika di warung kopi pinggiran maka harga 7 ribuan bisa anda temui. Namun jika di kedai dan restoran mungkin harga sekitar 15 ribuan yang harus keluarkan untuk menikmati makanan ini.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n Sebenarnya bukan hanya Gresik<\/a> yang memiliki kudapan bernama kretek. Di daerah lainnya yang juga di Jawa Timur yaitu Jombang juga mempunyai kudapan khas bernama serupa namun memiliki bentuk dan isi yang berbeda. Sebagai penikmat kretek tentu kudapan Nasi Kretek menjadi hal yang unik untuk kalian coba saat berkunjung ke Jawa Timur. Silahkan mencoba!<\/p>\r\n","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6789","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":6763,"post_author":"919","post_date":"2020-06-07 10:27:31","post_date_gmt":"2020-06-07 03:27:31","post_content":"\n Pemerintah kini mulai mengeluarkan kebijakan untuk melonggarkan peraturan tentang pembatasan sosial berskala besar. Salah satunya adalah dengan mulai membuka fasilitas-fasilitas umum namun tetap harus menuruti prosedur kesehatan yang berlaku. Dengan demikian maka kondisi new normal kini sudah berada di depan mata. Sebagai perokok tentu ada hal-hal yang patut kita taati dari segala peraturan yang diterapkan oleh pemerintah.<\/p>\n\n\n\n Kondisi new normal ini juga menandai babak baru perjuangan manusia dalam melawan covid-19. Tentu, meski PSBB kini dilonggarkan akan tetapi bukan berarti kita sebagai manusia sudah berhasil menang dan mengatasi pandemi. Kemenangan tersebut justru masih jauh rasanya. Perjuangan tetap dilanjutkan dengan meneruskan tradisi-tradisi yang sudah dilakukan semasa PSBB. <\/p>\n\n\n\n Tradisi-tradisi lama yang sekiranya berpotensi terjadinya penyebaran virus corona pun harus mulai ditinggalkan. Berikut tiga kebiasaan yang harus dihindari para perokok selama kondisi new normal<\/p>\n\n\n\n Akan tetapi kita masih belum bisa melakukan hal tersebut saat kondisi new normal ini. Jika pun terpaksa harus nongkrong bareng maka tetap patuhi protokol kesehatan yang ada. Jaga jarak di antaramu, lalu hindari nongkrong dalam jumlah massa yang terlalu besar. Rasanya, tiga hingga empat orang saja sudah cukup asal mematuhi beberapa peraturan tersebut.<\/p>\n\n\n\n Mengapa merokok di sembarang tempat adalah hal yang harus dihindari, mengingat kondisi pandemi ini membuat kita tak tahu daerah mana saja yang bebas dari sebaran covid-19. Dengan tidak merokok di sembarang tempat tentu akan menjauhkan kita dari potensi besar terpapar virus corona. Jadi tahan dulu ya kalau pengen sebats, di rumah sendiri justru lebih enak dan nyaman kok.<\/p>\n\n\n\n Tidak ada nilai solidaritas yang berkurang dari berhenti merokok joinan satu batang bersama. Nilai solidaritas itu justru bisa anda salurkan dalam bentuk yang lain. Ya salah satunya adalah bagi satu rokok dari sebungkus rokok yang anda miliki jika temanmu membutuhkan. Justru itu lebih baik jika harus merokok satu batang bersama. <\/p>\n","post_title":"Tiga Kebiasaan yang Perokok Harus Hindari di Tengah New Normal","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"tiga-kebiasaan-yang-perokok-harus-hindari-di-tengah-new-normal","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2020-06-07 10:27:37","post_modified_gmt":"2020-06-07 03:27:37","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6763","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":6683,"post_author":"919","post_date":"2020-05-24 10:08:18","post_date_gmt":"2020-05-24 03:08:18","post_content":"\n Di penghujung maghrib seorang anak kecil bertanya pada ayahnya yang sedang asyik menikmati kopinya di teras rumah. \u201cAyah, mengapa malam ini tak ada orang-orang yang berkeliling untuk takbiran?\u201d Sang ayah pun menjawab dengan kalimat yang bijak sana meski belum tentu mampu dipahami anaknya. \u201cNak, manusia sedang berjuang menghadapi kepunahan. Kamu dan banyak anak-anak kecil lainnya berdiam diri di rumah saja adalah hal yang membahagiakan bagi ayah, ibu dan orang tua mereka.\u201d <\/p>\n\n\n\n Selamat Hari Raya Idul Fitri, Mari Mengupayakan Kemenangan! Ramadhan yang berbeda harus dilewati oleh umat manusia generasi saat ini. Mungkin bagi yang masih berumur 20 hingga 50 tahun tak pernah membayangkan betul bumi dalam kondisi pandemi seperti ini. Mayoritas manusia hidup dalam kedamaian meski perang kerap kali membuntuti. Namun kali ini semua terasa sangat berbeda, semua sedang berperang menghadapi sesuatu yang kasat mata. Peperangan yang tak bisa diprediksi pula kapan berakhir.<\/p>\n\n\n\n Orang-orang pintar punya hitung-hitungan tersendiri meski probabilitasnya belum bisa dikatakan mencapai angka yang tinggi. Sementara di luar sana banyak orang-orang pintar lainnya yang bertarung dengan waktu untuk menemukan penyembuh virus covid-19. Saya curiga, jangan-jangan euforia manusia ketika vaksin hadir akan menyamai euforia manusia ketika menyambut sang penyelamat, Isa Almasih turun. Entah, mungkin bisa jadi.<\/p>\n\n\n\n Hanya berdiam diri di rumah yang bisa menjadi senjata ampuh bagi manusia dalam peperangan ini. Beruntungnya kita sebagai umat muslim juga diberi bulan ramadhan dalam kondisi seperti ini. Jika saya boleh menyebut maka saya akan menganalogikan bulan ramadhan sebagai bala tentara tuhan. Mengapa? Jawabannya karena adalah ibadah berpuasa. Dari berpuasa kita bisa manahan diri dari segala hal. Berpuasa untuk tidak bepergian jika tidak mendesak, berpuasa untuk tidak berkumpul, berpuasa untuk tidak boros. <\/p>\n\n\n\n Jika kita mampu memaknai betul arti kata puasa di Bulan Ramadhan maka sudah barang tentu kita mampu memiliki persentase besar untuk memenangi peperangan di masa pandemi ini. Jelas, jawaban kemenangan itu hanya diketahui oleh individu-individu masing-masing. Sebelum kalian melanjutkan bacaan ke paragraf selanjutnya maka silahkan merenung dan bertanya pada diri sendiri. Paripurnakah kita dalam memaknai dan menjalani ibadah puasa?<\/p>\n\n\n\n Hari ini, kita akan merayakan lebaran, tentu saya beranggapan juga bahwa lebaran ini berbeda dari sebelumnya. Jika lebaran-lebaran sebelumnya kita memaknainya sebagai hari kemenangan, maka kali ini mari kita memaknainya sebagai hari untuk mengupayakan kemenangan. Mengapa? Peperangan umat manusia melawan corona masih akan terus berlanjut dan puasa selama 30 hari menjadikan kita seharusnya semakin kuat untuk menghadapi hari esok.<\/p>\n\n\n\n Setelah hari raya idul fitri kita semua akan menghadapi satu babak baru dalam sejarah umat manusia. Babak baru itu disebut-sebut oleh banyak orang sebagai kehidupan new normal. Sekali lagi, jika kita mampu melewati bulan ramadhan secara paripurna maka tentu tak akan menemui kesulitan ke depannya.<\/p>\n\n\n\n Selamat Hari Raya Idul Fitri, Mari Mengupayakan Kemenangan!<\/p>\n","post_title":"Selamat Hari Raya Idul Fitri, Mari Mengupayakan Kemenangan!","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"selamat-hari-raya-idul-fitri-mari-mengupayakan-kemenangan","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2020-05-24 10:08:24","post_modified_gmt":"2020-05-24 03:08:24","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6683","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":6663,"post_author":"919","post_date":"2020-05-11 11:37:27","post_date_gmt":"2020-05-11 04:37:27","post_content":"\n Senyum merekah terpampang dari wajah Striker Jeonbuk Motors, Lee Dong-gook. Sundulannya menyambut umpan dari Son Jun-ho mengoyak gawang Suwon Bluewings pada menit ke-83. Selebrasi sederhana Lee Dong-gook lakukan bersama rekan setimnya di depan tribun utara Jeonju World Cup Stadium yang kosong. Hanya ada banner raksasa di sana, tak ada penonton. Tapi jauh di sana, banyak yang menyaksikan pertandingan ini melalui sosial media. Pertandingan yang memberikan harapan bagi umat manusia.<\/p>\n\n\n\n Pandemi corona menghantam banyak hal dalam hajat hidup umat manusia. Segala sesuatu menjadi sulit untuk dilakukan di masa seperti ini. Pekerjaan harus dilakukan di rumah dan hanya orang tertentu saja yang bisa beraktivitas kerja seperti biasa. Agenda-agenda besar pun harus mengalami penundaan, termasuk liga sepak bola yang harus terhenti sesaat. Kesehatan manusia menjadi pertimbangan utamanya, karena mengutip kalimat populer dari seorang Bambang Pamungkas: \u201cTidak ada satu kemenangan pun yang sebanding dengan nyawa.\u201d <\/p>\n\n\n\n Ketika sepak bola diliburkan maka akhir pekan menjadi begitu tidak menyenangkan. Tidak ada riuh komentar pertandingan di layar televisi. Tidak ada sekumpulan remaja yang antusias berangkat ke stadion. Tidak nyanyian-nyanyian yang terdengar seantero kota. Tidak ada juga tayangan video di youtube tentang highlights sebuah pertandingan. Semua terasa hambar, meski beruntungnya masih ada beberapa film bertemakan sepak bola yang rilis bertepatan saat pandemi melanda seperti The English Game dan Ultras.<\/p>\n\n\n\n Pemberitaan tentang sepak bola pun tiba-tiba menjadi buku tebal ensiklopedia sejarah. Media massa ramai-ramai membuat berita tentang cerita sepak bola di masa lampau. Membuatnya kembali segar dan bisa kembali dinikmati di saat ini. Sesekali, gosip-gosip transfer dihadirkan. Sesekali juga, berita tentang kegamangan petinggi liga juga muncul, apakah liga di sebuah negara akan berlanjut atau tidak.<\/p>\n\n\n\n Akhirnya, ada yang memilih untuk berhenti seperti Ligue 1 yang akhirnya menobatkan Paris Saint-Germain sebagai juara. Sebelumnya Eredivisie Liga Belanda menjadi kompetisi top di eropa pertama yang menghentikan liga. Ajax Amsterdam harus merelakan peluang mereka untuk tak juara musim ini setelah KNVB selaku federasi sepak bola Belanda mengeluarkan kebijakan untuk menghentikan liga tanpa pemenang dan degradasi.<\/p>\n\n\n\n Tapi ada liga yang tak memilih untuk melempar handuk, Bundesliga salah satunya. Petinggi sepak bola Jerman memutuskan untuk melanjutkan kompetisi pada 16 Mei 2020. Kabar baik bagi kita semua yang haus akan tayangan pertandingan sepak bola. Maklum, pemberitaan corona di berbagai media massa cukup memberikan pengaruh psikologi yang buruk bagi sebagian masyarakat. Sepak bola tentunya akan jadi hiburan yang nyata sekaligus memberikan asa kepada manusia. Tapi mirisnya adalah enam hari sebelum bergulirnya kembali Bundesliga, dua pemain asal klub Dynamo Dresden dinyatakan positif terjangkit corona. Bisakah Bundesliga berlanjut? Semoga saja.<\/p>\n\n\n\n Justru hilal sepak bola itu tak muncul dari Eropa atau dataran Amerika, negeri di Asia lah yang menemukannya. Apresiasi kita berikan kepada Korea Selatan yang berani untuk melanjutkan kompetisi sepak bola mereka. Sebelum pertandingan antara Jeonbuk Motors versus Suwon Bluewings digulirkan, poster digital tentang peraturan ketat disebar di sosial media. Poster tersebut berisikan protokoler yang harus dilakukan sebelum, saat, dan sesudah pertandingan agar kesehatan pemain dan official tim bisa terjaga dengan baik. <\/p>\n\n\n\n Syukurnya, pertandingan sore itu di Jeonju World Cup Stadium yang dimenangkan oleh Jeonbuk Motors dengan gol tunggal Lee Dong-gook berjalan lancar. Pertandingan itu memang tak disaksikan langsung oleh penonton di tribun stadion. Tapi di twitter, pertandingan itu disaksikan 3,3 juta penonton dari seluruh dunia. 3,3 juta orang itu sedang menyaksikan hilal sepak bola di Jeoncu World Cup Stadium. 3,3 juta orang itu juga sedang memupuk asa mereka akan hari-hari cerah pasca pandemi.<\/p>\n\n\n\n Lantas bagaimana dengan Indonesia? Ikut Korea Selatan melanjutkan liga atau Belanda yang mengakhiri liga? <\/p>\n","post_title":"Hilal Itu Nampak di Jeonju World Cup Stadium","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"hilal-itu-nampak-di-jeonju-world-cup-stadium","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2020-05-11 11:37:28","post_modified_gmt":"2020-05-11 04:37:28","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6663","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":4},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"epic_block_3"}; Bagaimana dengan para petani? biasanya para petani punya selera dan merek yang unik pula. Karena banyak juga di antara petani yang nasib ekonominya terhimpit akibat kebijakan pemerintah yang tak pro pada mereka, akibatnya mereka memilih rokok dengan harga terjangkau.<\/p>\n\n\n\n Lantas apa saja merek rokok yang biasanya menjadi favorit dinikmati oleh para petani. Berikut kami merangkum tiga merek rokok yang menjadi idola mereka:<\/p>\n\n\n\n Merek ini merupakan salah satu produk unggulan dari Perusahaan Rokok Sukun yang berasal dari Kudus, Jawa Tengah. Dari segi bungkus rokok ini mudah dikenali karena warnanya yang khas yaitu dominan putih dengan balutan merah dan biru. Rokok ini masuk dalam kategori Sigaret Kretek Mesin.<\/p>\n\n\n\n Secara rasa, Sukun Executive memiliki wangi dan aroma mirip dengan rokok khas kudus lainnya. Tidak memiliki tarikan yang cukup menendang tapi rasa manis yang cukup dominan. Secara harga rokok ini cukup terjangkau yaitu sekitar 17 hingga 18 ribu rupiah.<\/p>\n\n\n\n Rokok ini dikeluarkan oleh CV Mulyo Raharjo asal Kudus. Sebenarnya banyak varian produk yang dikeluarkan oleh perusahaan tersebut. Akan tetapi salah satu yang menjadi favorit adalah yang memiliki bungkus warna emas dan sentuhan coklat tua dengan logo mlindjo di dalamnya.<\/p>\n\n\n\n Mlindjo memiliki harga yang sangat terjangkau yaitu sekitar 11 hingga 12 ribu rupiah. Meski demikian rokok Mlindjo ini tak begitu mudah untuk ditemui karena distribusinya yang terbatas. Biasanya rokok ini dihisap oleh mereka para petani yang berada di daerah Jawa Timur dan Jawa Tengah.<\/p>\n\n\n\n Biasanya rokok merek ini dinikmati oleh para petani di kawasan Sleman, Yogyakarta. Akan tetapi Rokok Tuton justru dibuat oleh pabrikan asal Demak, Jawa Tengah yaitu CV Pusaka Hidup. Karena bukan pabrikan yang besar dan jumlah produksi yang tidak banyak, maka distribusi rokok ini pun terbatas.<\/p>\n\n\n\n Rokok Tuton memiliki bungkus berwarna merah dan hitam yang khas dengan milik Djarum Super meski motifnya berbeda. Satu bungkus rokok ini berisikan 12 batang di pasaran dihargai sekitar 11 hingga 12 ribu rupiah. Tuton juga sama seperti dua rokok di atas yaitu masuk dalam kategori sigaret kretek mesin. <\/p>\n","post_title":"Mengenal Merek Rokok Idaman Para Petani","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"mengenal-merek-rokok-idaman-para-petani","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2020-06-28 09:43:06","post_modified_gmt":"2020-06-28 02:43:06","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6871","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":6809,"post_author":"919","post_date":"2020-06-21 10:12:41","post_date_gmt":"2020-06-21 03:12:41","post_content":"\n Youtube kembali ramai dengan kehadiran beberapa selebritis dan komedian top di Indonesia Beberapa tokoh seperti Sule, Andre Taulany, Ari Lasso, Deddy Corbuzier dan yang lainnya kini mulai memanfaatkan youtube untuk tetap berkarya setelah belum mendapatkan program baru di televisi konvensional. Di antara nama tersebut ada yang kemudian diketahui kemungkinan adalah seorang perokok setelah nampak bungkus rokok yang masuk dalam beberapa scene di video-video mereka. <\/p>\n\n\n\n Akan tetapi pertanyaan kemudian muncul, apakah benar di antara mereka seorang perokok? Jika iya mengapa kemudian mereka tidak melakukan aktivitas merokok dan nampak pada video mereka di youtube? Apakah ini karena faktor pencitraan, atau sejatinya menghindari aturan yang diciptakan oleh youtube? <\/p>\n\n\n\n Sebenarnya tidak ada peraturan yang melarang tentang aktivitas merokok dalam video yang kemudian diunggah di youtube. Setiap individu sah-sah saja untuk tetap merokok dan youtube tidak akan memblokir tayangan video tersebut asal tidak berbenturan dengan aturan yang lainnya. Akan tetapi, youtube hanya membatasi monetisasi bagi seseorang yang mengupload konten video yang memiliki unsur rokok di dalamnya.<\/p>\n\n\n\n Apa itu monetisasi? Kumparan.com menyebutkan bahwa monetisasi adalah cara menghasilkan uang dari video yang diunggah di channel youtube, dengan cara menayangkan iklan berdasarkan peraturan dari youtube. Platform asal California, Amerika Serikat kemudian membuat sebuah aturan yakni rokok dan produk tembakau lainnya tidak masuk dalam konten yang ramah monetisasi. <\/p>\n\n\n\n Jadi jika ada unsur rokok serta produk tembakau lainnya dalam video yang diunggah oleh seseorang di youtube, maka konten tersebut akan mendapatkan peringatan dengan simbol dolar kuning. Bisa jadi videonya bisa dimonetisasi namun dengan keuntungan yang tidak maksimal, bisa jadi tidak mendapatkan untung dari iklan sama sekali. <\/p>\n\n\n\n Kondisi tersebut sebenarnya masih menjadi pro dan kontra di kalangan merokok. Mereka yang pro terhadap aturan tersebut memaklumi karena merokok merupakan aktivitas legal yang hanya boleh dilakukan oleh mereka yang berumur cukup. Maka wajar ketika youtube membatasi keuntungan iklan pada video yang ada unsur rokok dan tembakau di dalamnya, mengingat video tersebut akan disaksikan secara umum. Bisa jadi ada anak-anak yang menontonnya.<\/p>\n\n\n\n Bagi yang kontra menganggap sejatinya tetap ada aturan yang adil bagi para perokok. Mengingat merokok adalah hal yang legal dan merupakan bagian dari ekspresi seseorang. Jika ada anak kecil kemudian menyaksikan video dengan unsur merokok di dalamnya maka sudah menjadi kewajiban orang tua untuk membimbingnya.<\/p>\n\n\n\n Pendapat kedua tersebut sangat dibenarkan mengingat anak-anak harus tetap mendapatkan bimbingan orang tua dalam mengakses internet. Jadi pembatasan monetisasi bagi video dengan unsur rokok di dalamnya sebenarnya adalah hal yang absurd pula. <\/p>\n\n\n\n Monetisasi ini mungkin menjadi pertimbangan utama para selebritis dan komedian tidak menampakkan diri mereka ketika merokok dalam video yang mereka unggah. Pasalnya, jika pemberitahuan dolar kuning sudah masuk maka keuntungan dari monetisasi bisa berkurang drastis dari video-video mereka yang sering disaksikan oleh jutaan orang.<\/p>\n\n\n\n Faktor lainnya adalah soal citra yang terbangun di masyarakat. Bagaimanapun juga hingga saat ini perokok masih melawan stigma negatif yang kerap dilekatkan pada mereka. Sulit memang jadi perokok, sudah kebebasan ekspresi di youtube mendapatkan kekangan, di masyarakat pun dianggap negatif. <\/p>\n","post_title":"Bagaimana Youtube Mengatur Konten Video Bermuatan Rokok?","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"bagaimana-youtube-mengatur-konten-video-bermuatan-rokok","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2020-06-21 10:12:47","post_modified_gmt":"2020-06-21 03:12:47","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6809","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":6789,"post_author":"919","post_date":"2020-06-14 09:21:26","post_date_gmt":"2020-06-14 02:21:26","post_content":"\r\n Selama ini kita mengenali kretek sebagai sebuah rokok khas Indonesia yang menggunakan tembakau, ramuan khusus, dan cengkeh di dalamnya. Kretek biasanya dinikmati dengan cara dibakar dan dihisap di waktu senggang. Akan tetapi pernahkah kalian membayangkan jika bisakah kretek dinikmati dengan cara lain? Misalnya dengan cara dimakan?<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n Jawabannya tentu sangat bisa apabila kretek<\/a> dinikmati dengan cara dimakan. Akan tetapi buang jauh pikiran kalian jika harus memakan kretek yang berisikan tembakau, ramuan khusus, dan cengkeh di dalamnya. Bukan itu, kretek yang bisa dimakan adalah sebuah kudapan yang berasal Gresik, Jawa Timur.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n Nasi Kretek adalah salah satu dari sekian banyak makanan khas Gresik. Secara penampilan kudapan tersebut memiliki kemiripan dengan Nasi Krawu yang juga khas dari Kota Santri tersebut. Kesamaannya antara dua makanan ini adalah lauk utamanya yaitu suwiran daging. Akan tetapi yang membedakan adalah rasa, toping, dan lauk pendampingnya.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n Nasi Krawu biasanya disajikan dengan daun pisang dan tambahan toping seperti serundeng. Tak hanya itu Nasi Krawu juga biasanya dimakan dengan sambal terasi dan tambahan lauk seperti daging sapi, semur daging, dan jeroan sapi. Ini yang kemudian membedakan antara kudapan tersebut dengan Nasi Kretek yang tidak memiliki banyak lauk pendamping.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n Suwiran daging di Nasi Kretek memiliki rasa yang pedas serta sedikit sensasi asam. Rasa pedasnya cukup menendang meski masih bisa dinikmati oleh mereka yang tidak menyukai makanan pedas. Sensasi asam yang didapatkan kemungkinan hadir dari buah asam atau perasan jeruk nipis sebagai bumbu dasar suwiran daging di makanan ini.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n Suwiran dagingnya juga memiliki tekstur yang tebal serta berminyak. Bagi anda yang sedang menjalani program diet maka bisa dipastikan akan berpikir dua kali untuk menikmati makanan ini. Disarankan juga mengingat rasanya yang pedas serta teksturnya yang berminyak maka siapkan minuman hangat sebagai pendamping agar tenggorokan anda tidak mengalami panas dalam.<\/p>\r\n Sayangnya Anda tak bisa dengan mudah menemukan Nasi Kretek ini di Gresik. Pasalnya kehadiran kuliner ini perlahan-lahan tenggelam dan bahkan tak semua warga di daerah tersebut mengetahuinya. Jika anda mengunjungi Gresik dan tengah beruntung maka bisa menemukan makanan ini di warung-warung kopi. Biasanya ditemukan dalam bentuk nasi yang sudah dibungkus.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n Harga satu bungkus Nasi Kretek ini sekitar 7 hingga 15 ribu rupiah tergantung di mana anda membeli. Jika di warung kopi pinggiran maka harga 7 ribuan bisa anda temui. Namun jika di kedai dan restoran mungkin harga sekitar 15 ribuan yang harus keluarkan untuk menikmati makanan ini.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n Sebenarnya bukan hanya Gresik<\/a> yang memiliki kudapan bernama kretek. Di daerah lainnya yang juga di Jawa Timur yaitu Jombang juga mempunyai kudapan khas bernama serupa namun memiliki bentuk dan isi yang berbeda. Sebagai penikmat kretek tentu kudapan Nasi Kretek menjadi hal yang unik untuk kalian coba saat berkunjung ke Jawa Timur. Silahkan mencoba!<\/p>\r\n","post_title":"Menikmati Nasi Kretek, Kudapan Khas Gresik","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"menikmati-nasi-kretek-kudapan-khas-gresik","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2024-12-10 14:52:36","post_modified_gmt":"2024-12-10 07:52:36","post_content_filtered":"\r\n Selama ini kita mengenali kretek sebagai sebuah rokok khas Indonesia yang menggunakan tembakau, ramuan khusus, dan cengkeh di dalamnya. Kretek biasanya dinikmati dengan cara dibakar dan dihisap di waktu senggang. Akan tetapi pernahkah kalian membayangkan jika bisakah kretek dinikmati dengan cara lain? Misalnya dengan cara dimakan?<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\nHindari Nyebats Bareng<\/h2>\n\n\n\n
Sebagai seorang perokok tentu sangat sulit untuk meninggalkan tradisi ngerokok bareng ini. Akan tetapi sejatinya tradisi nongkrong bareng ini bukan semestinya harus ditinggalkan akan tetapi dibatasi dulu untuk sementara ini. Selama PSBB dan berdiam diri di rumah mungkin diri kita sendiri akan sangat merindukan nongkrong bareng teman-teman menikmati rokok dan minuman hangat bersama. <\/p>\n\n\n\n
Sebagai seorang perokok tentu sangat sulit untuk meninggalkan tradisi ngerokok bareng ini. Akan tetapi sejatinya tradisi nongkrong bareng ini bukan semestinya harus ditinggalkan akan tetapi dibatasi dulu untuk sementara ini. Selama PSBB dan berdiam diri di rumah mungkin diri kita sendiri akan sangat merindukan nongkrong bareng teman-teman menikmati rokok dan minuman hangat bersama. <\/p>\n\n\n\nMerokok di Sembarang Tempat<\/h2>\n\n\n\n
Peraturan daerah kawasan tanpa rokok atau yang familiar disebut sebagai Perda KTR sebenarnya adalah sebuah acuan bagi kita untuk tidak merokok di tempat-tempat tertentu. Peraturan ini sejatinya mampu menjadi jembatan bagi kebutuhan hak dan kewajiban bagi perokok dan non perokok. Jika kita selama ini mampu menaati aturan dalam Perda KTR tersebut tentu tak sulit untuk mengaplikasikannya dalam kondisi new normal ini.<\/p>\n\n\n\nStop Merokok Joinan<\/h2>\n\n\n\n
Virus corona sangat besar menular melalui kontak fisik apalagi dengan tertukarnya air liur. Dengan merokok joinan satu batang bersama maka akan semakin memudahkan anda terpapar virus tersebut. Apalagi jika anda harus satu rokok bersama dengan orang yang anda tak kenal maka bisa saja berpotensi untuk tertular penyakit-penyakit lainnya.<\/p>\n\n\n\nHindari Nyebats Bareng<\/h2>\n\n\n\n
Sebagai seorang perokok tentu sangat sulit untuk meninggalkan tradisi ngerokok bareng ini. Akan tetapi sejatinya tradisi nongkrong bareng ini bukan semestinya harus ditinggalkan akan tetapi dibatasi dulu untuk sementara ini. Selama PSBB dan berdiam diri di rumah mungkin diri kita sendiri akan sangat merindukan nongkrong bareng teman-teman menikmati rokok dan minuman hangat bersama. <\/p>\n\n\n\n
Sebagai seorang perokok tentu sangat sulit untuk meninggalkan tradisi ngerokok bareng ini. Akan tetapi sejatinya tradisi nongkrong bareng ini bukan semestinya harus ditinggalkan akan tetapi dibatasi dulu untuk sementara ini. Selama PSBB dan berdiam diri di rumah mungkin diri kita sendiri akan sangat merindukan nongkrong bareng teman-teman menikmati rokok dan minuman hangat bersama. <\/p>\n\n\n\nMerokok di Sembarang Tempat<\/h2>\n\n\n\n
Peraturan daerah kawasan tanpa rokok atau yang familiar disebut sebagai Perda KTR sebenarnya adalah sebuah acuan bagi kita untuk tidak merokok di tempat-tempat tertentu. Peraturan ini sejatinya mampu menjadi jembatan bagi kebutuhan hak dan kewajiban bagi perokok dan non perokok. Jika kita selama ini mampu menaati aturan dalam Perda KTR tersebut tentu tak sulit untuk mengaplikasikannya dalam kondisi new normal ini.<\/p>\n\n\n\nStop Merokok Joinan<\/h2>\n\n\n\n
Virus corona sangat besar menular melalui kontak fisik apalagi dengan tertukarnya air liur. Dengan merokok joinan satu batang bersama maka akan semakin memudahkan anda terpapar virus tersebut. Apalagi jika anda harus satu rokok bersama dengan orang yang anda tak kenal maka bisa saja berpotensi untuk tertular penyakit-penyakit lainnya.<\/p>\n\n\n\nHindari Nyebats Bareng<\/h2>\n\n\n\n
Sebagai seorang perokok tentu sangat sulit untuk meninggalkan tradisi ngerokok bareng ini. Akan tetapi sejatinya tradisi nongkrong bareng ini bukan semestinya harus ditinggalkan akan tetapi dibatasi dulu untuk sementara ini. Selama PSBB dan berdiam diri di rumah mungkin diri kita sendiri akan sangat merindukan nongkrong bareng teman-teman menikmati rokok dan minuman hangat bersama. <\/p>\n\n\n\n
Sebagai seorang perokok tentu sangat sulit untuk meninggalkan tradisi ngerokok bareng ini. Akan tetapi sejatinya tradisi nongkrong bareng ini bukan semestinya harus ditinggalkan akan tetapi dibatasi dulu untuk sementara ini. Selama PSBB dan berdiam diri di rumah mungkin diri kita sendiri akan sangat merindukan nongkrong bareng teman-teman menikmati rokok dan minuman hangat bersama. <\/p>\n\n\n\nMerokok di Sembarang Tempat<\/h2>\n\n\n\n
Peraturan daerah kawasan tanpa rokok atau yang familiar disebut sebagai Perda KTR sebenarnya adalah sebuah acuan bagi kita untuk tidak merokok di tempat-tempat tertentu. Peraturan ini sejatinya mampu menjadi jembatan bagi kebutuhan hak dan kewajiban bagi perokok dan non perokok. Jika kita selama ini mampu menaati aturan dalam Perda KTR tersebut tentu tak sulit untuk mengaplikasikannya dalam kondisi new normal ini.<\/p>\n\n\n\nStop Merokok Joinan<\/h2>\n\n\n\n
Virus corona sangat besar menular melalui kontak fisik apalagi dengan tertukarnya air liur. Dengan merokok joinan satu batang bersama maka akan semakin memudahkan anda terpapar virus tersebut. Apalagi jika anda harus satu rokok bersama dengan orang yang anda tak kenal maka bisa saja berpotensi untuk tertular penyakit-penyakit lainnya.<\/p>\n\n\n\nNasi Kretek yang Jarang Ditemui<\/h3>\r\n\r\n\r\n\r\n
Hindari Nyebats Bareng<\/h2>\n\n\n\n
Sebagai seorang perokok tentu sangat sulit untuk meninggalkan tradisi ngerokok bareng ini. Akan tetapi sejatinya tradisi nongkrong bareng ini bukan semestinya harus ditinggalkan akan tetapi dibatasi dulu untuk sementara ini. Selama PSBB dan berdiam diri di rumah mungkin diri kita sendiri akan sangat merindukan nongkrong bareng teman-teman menikmati rokok dan minuman hangat bersama. <\/p>\n\n\n\n
Sebagai seorang perokok tentu sangat sulit untuk meninggalkan tradisi ngerokok bareng ini. Akan tetapi sejatinya tradisi nongkrong bareng ini bukan semestinya harus ditinggalkan akan tetapi dibatasi dulu untuk sementara ini. Selama PSBB dan berdiam diri di rumah mungkin diri kita sendiri akan sangat merindukan nongkrong bareng teman-teman menikmati rokok dan minuman hangat bersama. <\/p>\n\n\n\nMerokok di Sembarang Tempat<\/h2>\n\n\n\n
Peraturan daerah kawasan tanpa rokok atau yang familiar disebut sebagai Perda KTR sebenarnya adalah sebuah acuan bagi kita untuk tidak merokok di tempat-tempat tertentu. Peraturan ini sejatinya mampu menjadi jembatan bagi kebutuhan hak dan kewajiban bagi perokok dan non perokok. Jika kita selama ini mampu menaati aturan dalam Perda KTR tersebut tentu tak sulit untuk mengaplikasikannya dalam kondisi new normal ini.<\/p>\n\n\n\nStop Merokok Joinan<\/h2>\n\n\n\n
Virus corona sangat besar menular melalui kontak fisik apalagi dengan tertukarnya air liur. Dengan merokok joinan satu batang bersama maka akan semakin memudahkan anda terpapar virus tersebut. Apalagi jika anda harus satu rokok bersama dengan orang yang anda tak kenal maka bisa saja berpotensi untuk tertular penyakit-penyakit lainnya.<\/p>\n\n\n\nNasi Kretek yang Jarang Ditemui<\/h3>\r\n\r\n\r\n\r\n
Hindari Nyebats Bareng<\/h2>\n\n\n\n
Sebagai seorang perokok tentu sangat sulit untuk meninggalkan tradisi ngerokok bareng ini. Akan tetapi sejatinya tradisi nongkrong bareng ini bukan semestinya harus ditinggalkan akan tetapi dibatasi dulu untuk sementara ini. Selama PSBB dan berdiam diri di rumah mungkin diri kita sendiri akan sangat merindukan nongkrong bareng teman-teman menikmati rokok dan minuman hangat bersama. <\/p>\n\n\n\n
Sebagai seorang perokok tentu sangat sulit untuk meninggalkan tradisi ngerokok bareng ini. Akan tetapi sejatinya tradisi nongkrong bareng ini bukan semestinya harus ditinggalkan akan tetapi dibatasi dulu untuk sementara ini. Selama PSBB dan berdiam diri di rumah mungkin diri kita sendiri akan sangat merindukan nongkrong bareng teman-teman menikmati rokok dan minuman hangat bersama. <\/p>\n\n\n\nMerokok di Sembarang Tempat<\/h2>\n\n\n\n
Peraturan daerah kawasan tanpa rokok atau yang familiar disebut sebagai Perda KTR sebenarnya adalah sebuah acuan bagi kita untuk tidak merokok di tempat-tempat tertentu. Peraturan ini sejatinya mampu menjadi jembatan bagi kebutuhan hak dan kewajiban bagi perokok dan non perokok. Jika kita selama ini mampu menaati aturan dalam Perda KTR tersebut tentu tak sulit untuk mengaplikasikannya dalam kondisi new normal ini.<\/p>\n\n\n\nStop Merokok Joinan<\/h2>\n\n\n\n
Virus corona sangat besar menular melalui kontak fisik apalagi dengan tertukarnya air liur. Dengan merokok joinan satu batang bersama maka akan semakin memudahkan anda terpapar virus tersebut. Apalagi jika anda harus satu rokok bersama dengan orang yang anda tak kenal maka bisa saja berpotensi untuk tertular penyakit-penyakit lainnya.<\/p>\n\n\n\nNasi Kretek yang Jarang Ditemui<\/h3>\r\n\r\n\r\n\r\n
Hindari Nyebats Bareng<\/h2>\n\n\n\n
Sebagai seorang perokok tentu sangat sulit untuk meninggalkan tradisi ngerokok bareng ini. Akan tetapi sejatinya tradisi nongkrong bareng ini bukan semestinya harus ditinggalkan akan tetapi dibatasi dulu untuk sementara ini. Selama PSBB dan berdiam diri di rumah mungkin diri kita sendiri akan sangat merindukan nongkrong bareng teman-teman menikmati rokok dan minuman hangat bersama. <\/p>\n\n\n\n
Sebagai seorang perokok tentu sangat sulit untuk meninggalkan tradisi ngerokok bareng ini. Akan tetapi sejatinya tradisi nongkrong bareng ini bukan semestinya harus ditinggalkan akan tetapi dibatasi dulu untuk sementara ini. Selama PSBB dan berdiam diri di rumah mungkin diri kita sendiri akan sangat merindukan nongkrong bareng teman-teman menikmati rokok dan minuman hangat bersama. <\/p>\n\n\n\nMerokok di Sembarang Tempat<\/h2>\n\n\n\n
Peraturan daerah kawasan tanpa rokok atau yang familiar disebut sebagai Perda KTR sebenarnya adalah sebuah acuan bagi kita untuk tidak merokok di tempat-tempat tertentu. Peraturan ini sejatinya mampu menjadi jembatan bagi kebutuhan hak dan kewajiban bagi perokok dan non perokok. Jika kita selama ini mampu menaati aturan dalam Perda KTR tersebut tentu tak sulit untuk mengaplikasikannya dalam kondisi new normal ini.<\/p>\n\n\n\nStop Merokok Joinan<\/h2>\n\n\n\n
Virus corona sangat besar menular melalui kontak fisik apalagi dengan tertukarnya air liur. Dengan merokok joinan satu batang bersama maka akan semakin memudahkan anda terpapar virus tersebut. Apalagi jika anda harus satu rokok bersama dengan orang yang anda tak kenal maka bisa saja berpotensi untuk tertular penyakit-penyakit lainnya.<\/p>\n\n\n\nNasi Kretek yang Jarang Ditemui<\/h3>\r\n\r\n\r\n\r\n
Hindari Nyebats Bareng<\/h2>\n\n\n\n
Sebagai seorang perokok tentu sangat sulit untuk meninggalkan tradisi ngerokok bareng ini. Akan tetapi sejatinya tradisi nongkrong bareng ini bukan semestinya harus ditinggalkan akan tetapi dibatasi dulu untuk sementara ini. Selama PSBB dan berdiam diri di rumah mungkin diri kita sendiri akan sangat merindukan nongkrong bareng teman-teman menikmati rokok dan minuman hangat bersama. <\/p>\n\n\n\n
Sebagai seorang perokok tentu sangat sulit untuk meninggalkan tradisi ngerokok bareng ini. Akan tetapi sejatinya tradisi nongkrong bareng ini bukan semestinya harus ditinggalkan akan tetapi dibatasi dulu untuk sementara ini. Selama PSBB dan berdiam diri di rumah mungkin diri kita sendiri akan sangat merindukan nongkrong bareng teman-teman menikmati rokok dan minuman hangat bersama. <\/p>\n\n\n\nMerokok di Sembarang Tempat<\/h2>\n\n\n\n
Peraturan daerah kawasan tanpa rokok atau yang familiar disebut sebagai Perda KTR sebenarnya adalah sebuah acuan bagi kita untuk tidak merokok di tempat-tempat tertentu. Peraturan ini sejatinya mampu menjadi jembatan bagi kebutuhan hak dan kewajiban bagi perokok dan non perokok. Jika kita selama ini mampu menaati aturan dalam Perda KTR tersebut tentu tak sulit untuk mengaplikasikannya dalam kondisi new normal ini.<\/p>\n\n\n\nStop Merokok Joinan<\/h2>\n\n\n\n
Virus corona sangat besar menular melalui kontak fisik apalagi dengan tertukarnya air liur. Dengan merokok joinan satu batang bersama maka akan semakin memudahkan anda terpapar virus tersebut. Apalagi jika anda harus satu rokok bersama dengan orang yang anda tak kenal maka bisa saja berpotensi untuk tertular penyakit-penyakit lainnya.<\/p>\n\n\n\nNasi Kretek yang Jarang Ditemui<\/h3>\r\n\r\n\r\n\r\n
Hindari Nyebats Bareng<\/h2>\n\n\n\n
Sebagai seorang perokok tentu sangat sulit untuk meninggalkan tradisi ngerokok bareng ini. Akan tetapi sejatinya tradisi nongkrong bareng ini bukan semestinya harus ditinggalkan akan tetapi dibatasi dulu untuk sementara ini. Selama PSBB dan berdiam diri di rumah mungkin diri kita sendiri akan sangat merindukan nongkrong bareng teman-teman menikmati rokok dan minuman hangat bersama. <\/p>\n\n\n\n
Sebagai seorang perokok tentu sangat sulit untuk meninggalkan tradisi ngerokok bareng ini. Akan tetapi sejatinya tradisi nongkrong bareng ini bukan semestinya harus ditinggalkan akan tetapi dibatasi dulu untuk sementara ini. Selama PSBB dan berdiam diri di rumah mungkin diri kita sendiri akan sangat merindukan nongkrong bareng teman-teman menikmati rokok dan minuman hangat bersama. <\/p>\n\n\n\nMerokok di Sembarang Tempat<\/h2>\n\n\n\n
Peraturan daerah kawasan tanpa rokok atau yang familiar disebut sebagai Perda KTR sebenarnya adalah sebuah acuan bagi kita untuk tidak merokok di tempat-tempat tertentu. Peraturan ini sejatinya mampu menjadi jembatan bagi kebutuhan hak dan kewajiban bagi perokok dan non perokok. Jika kita selama ini mampu menaati aturan dalam Perda KTR tersebut tentu tak sulit untuk mengaplikasikannya dalam kondisi new normal ini.<\/p>\n\n\n\nStop Merokok Joinan<\/h2>\n\n\n\n
Virus corona sangat besar menular melalui kontak fisik apalagi dengan tertukarnya air liur. Dengan merokok joinan satu batang bersama maka akan semakin memudahkan anda terpapar virus tersebut. Apalagi jika anda harus satu rokok bersama dengan orang yang anda tak kenal maka bisa saja berpotensi untuk tertular penyakit-penyakit lainnya.<\/p>\n\n\n\nNasi Kretek yang Jarang Ditemui<\/h3>\r\n\r\n\r\n\r\n
Hindari Nyebats Bareng<\/h2>\n\n\n\n
Sebagai seorang perokok tentu sangat sulit untuk meninggalkan tradisi ngerokok bareng ini. Akan tetapi sejatinya tradisi nongkrong bareng ini bukan semestinya harus ditinggalkan akan tetapi dibatasi dulu untuk sementara ini. Selama PSBB dan berdiam diri di rumah mungkin diri kita sendiri akan sangat merindukan nongkrong bareng teman-teman menikmati rokok dan minuman hangat bersama. <\/p>\n\n\n\n
Sebagai seorang perokok tentu sangat sulit untuk meninggalkan tradisi ngerokok bareng ini. Akan tetapi sejatinya tradisi nongkrong bareng ini bukan semestinya harus ditinggalkan akan tetapi dibatasi dulu untuk sementara ini. Selama PSBB dan berdiam diri di rumah mungkin diri kita sendiri akan sangat merindukan nongkrong bareng teman-teman menikmati rokok dan minuman hangat bersama. <\/p>\n\n\n\nMerokok di Sembarang Tempat<\/h2>\n\n\n\n
Peraturan daerah kawasan tanpa rokok atau yang familiar disebut sebagai Perda KTR sebenarnya adalah sebuah acuan bagi kita untuk tidak merokok di tempat-tempat tertentu. Peraturan ini sejatinya mampu menjadi jembatan bagi kebutuhan hak dan kewajiban bagi perokok dan non perokok. Jika kita selama ini mampu menaati aturan dalam Perda KTR tersebut tentu tak sulit untuk mengaplikasikannya dalam kondisi new normal ini.<\/p>\n\n\n\nStop Merokok Joinan<\/h2>\n\n\n\n
Virus corona sangat besar menular melalui kontak fisik apalagi dengan tertukarnya air liur. Dengan merokok joinan satu batang bersama maka akan semakin memudahkan anda terpapar virus tersebut. Apalagi jika anda harus satu rokok bersama dengan orang yang anda tak kenal maka bisa saja berpotensi untuk tertular penyakit-penyakit lainnya.<\/p>\n\n\n\nNasi Kretek yang Jarang Ditemui<\/h3>\r\n\r\n\r\n\r\n
Hindari Nyebats Bareng<\/h2>\n\n\n\n
Sebagai seorang perokok tentu sangat sulit untuk meninggalkan tradisi ngerokok bareng ini. Akan tetapi sejatinya tradisi nongkrong bareng ini bukan semestinya harus ditinggalkan akan tetapi dibatasi dulu untuk sementara ini. Selama PSBB dan berdiam diri di rumah mungkin diri kita sendiri akan sangat merindukan nongkrong bareng teman-teman menikmati rokok dan minuman hangat bersama. <\/p>\n\n\n\n
Sebagai seorang perokok tentu sangat sulit untuk meninggalkan tradisi ngerokok bareng ini. Akan tetapi sejatinya tradisi nongkrong bareng ini bukan semestinya harus ditinggalkan akan tetapi dibatasi dulu untuk sementara ini. Selama PSBB dan berdiam diri di rumah mungkin diri kita sendiri akan sangat merindukan nongkrong bareng teman-teman menikmati rokok dan minuman hangat bersama. <\/p>\n\n\n\nMerokok di Sembarang Tempat<\/h2>\n\n\n\n
Peraturan daerah kawasan tanpa rokok atau yang familiar disebut sebagai Perda KTR sebenarnya adalah sebuah acuan bagi kita untuk tidak merokok di tempat-tempat tertentu. Peraturan ini sejatinya mampu menjadi jembatan bagi kebutuhan hak dan kewajiban bagi perokok dan non perokok. Jika kita selama ini mampu menaati aturan dalam Perda KTR tersebut tentu tak sulit untuk mengaplikasikannya dalam kondisi new normal ini.<\/p>\n\n\n\nStop Merokok Joinan<\/h2>\n\n\n\n
Virus corona sangat besar menular melalui kontak fisik apalagi dengan tertukarnya air liur. Dengan merokok joinan satu batang bersama maka akan semakin memudahkan anda terpapar virus tersebut. Apalagi jika anda harus satu rokok bersama dengan orang yang anda tak kenal maka bisa saja berpotensi untuk tertular penyakit-penyakit lainnya.<\/p>\n\n\n\nNasi Kretek yang Jarang Ditemui<\/h3>\r\n\r\n\r\n\r\n
Hindari Nyebats Bareng<\/h2>\n\n\n\n
Sebagai seorang perokok tentu sangat sulit untuk meninggalkan tradisi ngerokok bareng ini. Akan tetapi sejatinya tradisi nongkrong bareng ini bukan semestinya harus ditinggalkan akan tetapi dibatasi dulu untuk sementara ini. Selama PSBB dan berdiam diri di rumah mungkin diri kita sendiri akan sangat merindukan nongkrong bareng teman-teman menikmati rokok dan minuman hangat bersama. <\/p>\n\n\n\n
Sebagai seorang perokok tentu sangat sulit untuk meninggalkan tradisi ngerokok bareng ini. Akan tetapi sejatinya tradisi nongkrong bareng ini bukan semestinya harus ditinggalkan akan tetapi dibatasi dulu untuk sementara ini. Selama PSBB dan berdiam diri di rumah mungkin diri kita sendiri akan sangat merindukan nongkrong bareng teman-teman menikmati rokok dan minuman hangat bersama. <\/p>\n\n\n\nMerokok di Sembarang Tempat<\/h2>\n\n\n\n
Peraturan daerah kawasan tanpa rokok atau yang familiar disebut sebagai Perda KTR sebenarnya adalah sebuah acuan bagi kita untuk tidak merokok di tempat-tempat tertentu. Peraturan ini sejatinya mampu menjadi jembatan bagi kebutuhan hak dan kewajiban bagi perokok dan non perokok. Jika kita selama ini mampu menaati aturan dalam Perda KTR tersebut tentu tak sulit untuk mengaplikasikannya dalam kondisi new normal ini.<\/p>\n\n\n\nStop Merokok Joinan<\/h2>\n\n\n\n
Virus corona sangat besar menular melalui kontak fisik apalagi dengan tertukarnya air liur. Dengan merokok joinan satu batang bersama maka akan semakin memudahkan anda terpapar virus tersebut. Apalagi jika anda harus satu rokok bersama dengan orang yang anda tak kenal maka bisa saja berpotensi untuk tertular penyakit-penyakit lainnya.<\/p>\n\n\n\nNasi Kretek yang Jarang Ditemui<\/h3>\r\n\r\n\r\n\r\n
Hindari Nyebats Bareng<\/h2>\n\n\n\n
Sebagai seorang perokok tentu sangat sulit untuk meninggalkan tradisi ngerokok bareng ini. Akan tetapi sejatinya tradisi nongkrong bareng ini bukan semestinya harus ditinggalkan akan tetapi dibatasi dulu untuk sementara ini. Selama PSBB dan berdiam diri di rumah mungkin diri kita sendiri akan sangat merindukan nongkrong bareng teman-teman menikmati rokok dan minuman hangat bersama. <\/p>\n\n\n\n
Sebagai seorang perokok tentu sangat sulit untuk meninggalkan tradisi ngerokok bareng ini. Akan tetapi sejatinya tradisi nongkrong bareng ini bukan semestinya harus ditinggalkan akan tetapi dibatasi dulu untuk sementara ini. Selama PSBB dan berdiam diri di rumah mungkin diri kita sendiri akan sangat merindukan nongkrong bareng teman-teman menikmati rokok dan minuman hangat bersama. <\/p>\n\n\n\nMerokok di Sembarang Tempat<\/h2>\n\n\n\n
Peraturan daerah kawasan tanpa rokok atau yang familiar disebut sebagai Perda KTR sebenarnya adalah sebuah acuan bagi kita untuk tidak merokok di tempat-tempat tertentu. Peraturan ini sejatinya mampu menjadi jembatan bagi kebutuhan hak dan kewajiban bagi perokok dan non perokok. Jika kita selama ini mampu menaati aturan dalam Perda KTR tersebut tentu tak sulit untuk mengaplikasikannya dalam kondisi new normal ini.<\/p>\n\n\n\nStop Merokok Joinan<\/h2>\n\n\n\n
Virus corona sangat besar menular melalui kontak fisik apalagi dengan tertukarnya air liur. Dengan merokok joinan satu batang bersama maka akan semakin memudahkan anda terpapar virus tersebut. Apalagi jika anda harus satu rokok bersama dengan orang yang anda tak kenal maka bisa saja berpotensi untuk tertular penyakit-penyakit lainnya.<\/p>\n\n\n\nNasi Kretek yang Jarang Ditemui<\/h3>\r\n\r\n\r\n\r\n
Nasi Kretek yang Jarang Ditemui<\/h3>\r\n\r\n\r\n\r\n
Hindari Nyebats Bareng<\/h2>\n\n\n\n
Sebagai seorang perokok tentu sangat sulit untuk meninggalkan tradisi ngerokok bareng ini. Akan tetapi sejatinya tradisi nongkrong bareng ini bukan semestinya harus ditinggalkan akan tetapi dibatasi dulu untuk sementara ini. Selama PSBB dan berdiam diri di rumah mungkin diri kita sendiri akan sangat merindukan nongkrong bareng teman-teman menikmati rokok dan minuman hangat bersama. <\/p>\n\n\n\n
Sebagai seorang perokok tentu sangat sulit untuk meninggalkan tradisi ngerokok bareng ini. Akan tetapi sejatinya tradisi nongkrong bareng ini bukan semestinya harus ditinggalkan akan tetapi dibatasi dulu untuk sementara ini. Selama PSBB dan berdiam diri di rumah mungkin diri kita sendiri akan sangat merindukan nongkrong bareng teman-teman menikmati rokok dan minuman hangat bersama. <\/p>\n\n\n\nMerokok di Sembarang Tempat<\/h2>\n\n\n\n
Peraturan daerah kawasan tanpa rokok atau yang familiar disebut sebagai Perda KTR sebenarnya adalah sebuah acuan bagi kita untuk tidak merokok di tempat-tempat tertentu. Peraturan ini sejatinya mampu menjadi jembatan bagi kebutuhan hak dan kewajiban bagi perokok dan non perokok. Jika kita selama ini mampu menaati aturan dalam Perda KTR tersebut tentu tak sulit untuk mengaplikasikannya dalam kondisi new normal ini.<\/p>\n\n\n\nStop Merokok Joinan<\/h2>\n\n\n\n
Virus corona sangat besar menular melalui kontak fisik apalagi dengan tertukarnya air liur. Dengan merokok joinan satu batang bersama maka akan semakin memudahkan anda terpapar virus tersebut. Apalagi jika anda harus satu rokok bersama dengan orang yang anda tak kenal maka bisa saja berpotensi untuk tertular penyakit-penyakit lainnya.<\/p>\n\n\n\nNasi Kretek yang Jarang Ditemui<\/h3>\r\n\r\n\r\n\r\n
Nasi Kretek yang Jarang Ditemui<\/h3>\r\n\r\n\r\n\r\n
Hindari Nyebats Bareng<\/h2>\n\n\n\n
Sebagai seorang perokok tentu sangat sulit untuk meninggalkan tradisi ngerokok bareng ini. Akan tetapi sejatinya tradisi nongkrong bareng ini bukan semestinya harus ditinggalkan akan tetapi dibatasi dulu untuk sementara ini. Selama PSBB dan berdiam diri di rumah mungkin diri kita sendiri akan sangat merindukan nongkrong bareng teman-teman menikmati rokok dan minuman hangat bersama. <\/p>\n\n\n\n
Sebagai seorang perokok tentu sangat sulit untuk meninggalkan tradisi ngerokok bareng ini. Akan tetapi sejatinya tradisi nongkrong bareng ini bukan semestinya harus ditinggalkan akan tetapi dibatasi dulu untuk sementara ini. Selama PSBB dan berdiam diri di rumah mungkin diri kita sendiri akan sangat merindukan nongkrong bareng teman-teman menikmati rokok dan minuman hangat bersama. <\/p>\n\n\n\nMerokok di Sembarang Tempat<\/h2>\n\n\n\n
Peraturan daerah kawasan tanpa rokok atau yang familiar disebut sebagai Perda KTR sebenarnya adalah sebuah acuan bagi kita untuk tidak merokok di tempat-tempat tertentu. Peraturan ini sejatinya mampu menjadi jembatan bagi kebutuhan hak dan kewajiban bagi perokok dan non perokok. Jika kita selama ini mampu menaati aturan dalam Perda KTR tersebut tentu tak sulit untuk mengaplikasikannya dalam kondisi new normal ini.<\/p>\n\n\n\nStop Merokok Joinan<\/h2>\n\n\n\n
Virus corona sangat besar menular melalui kontak fisik apalagi dengan tertukarnya air liur. Dengan merokok joinan satu batang bersama maka akan semakin memudahkan anda terpapar virus tersebut. Apalagi jika anda harus satu rokok bersama dengan orang yang anda tak kenal maka bisa saja berpotensi untuk tertular penyakit-penyakit lainnya.<\/p>\n\n\n\nNasi Kretek yang Jarang Ditemui<\/h3>\r\n\r\n\r\n\r\n
Nasi Kretek yang Jarang Ditemui<\/h3>\r\n\r\n\r\n\r\n
Hindari Nyebats Bareng<\/h2>\n\n\n\n
Sebagai seorang perokok tentu sangat sulit untuk meninggalkan tradisi ngerokok bareng ini. Akan tetapi sejatinya tradisi nongkrong bareng ini bukan semestinya harus ditinggalkan akan tetapi dibatasi dulu untuk sementara ini. Selama PSBB dan berdiam diri di rumah mungkin diri kita sendiri akan sangat merindukan nongkrong bareng teman-teman menikmati rokok dan minuman hangat bersama. <\/p>\n\n\n\n
Sebagai seorang perokok tentu sangat sulit untuk meninggalkan tradisi ngerokok bareng ini. Akan tetapi sejatinya tradisi nongkrong bareng ini bukan semestinya harus ditinggalkan akan tetapi dibatasi dulu untuk sementara ini. Selama PSBB dan berdiam diri di rumah mungkin diri kita sendiri akan sangat merindukan nongkrong bareng teman-teman menikmati rokok dan minuman hangat bersama. <\/p>\n\n\n\nMerokok di Sembarang Tempat<\/h2>\n\n\n\n
Peraturan daerah kawasan tanpa rokok atau yang familiar disebut sebagai Perda KTR sebenarnya adalah sebuah acuan bagi kita untuk tidak merokok di tempat-tempat tertentu. Peraturan ini sejatinya mampu menjadi jembatan bagi kebutuhan hak dan kewajiban bagi perokok dan non perokok. Jika kita selama ini mampu menaati aturan dalam Perda KTR tersebut tentu tak sulit untuk mengaplikasikannya dalam kondisi new normal ini.<\/p>\n\n\n\nStop Merokok Joinan<\/h2>\n\n\n\n
Virus corona sangat besar menular melalui kontak fisik apalagi dengan tertukarnya air liur. Dengan merokok joinan satu batang bersama maka akan semakin memudahkan anda terpapar virus tersebut. Apalagi jika anda harus satu rokok bersama dengan orang yang anda tak kenal maka bisa saja berpotensi untuk tertular penyakit-penyakit lainnya.<\/p>\n\n\n\nNasi Kretek yang Jarang Ditemui<\/h3>\r\n\r\n\r\n\r\n
Nasi Kretek yang Jarang Ditemui<\/h3>\r\n\r\n\r\n\r\n
Hindari Nyebats Bareng<\/h2>\n\n\n\n
Sebagai seorang perokok tentu sangat sulit untuk meninggalkan tradisi ngerokok bareng ini. Akan tetapi sejatinya tradisi nongkrong bareng ini bukan semestinya harus ditinggalkan akan tetapi dibatasi dulu untuk sementara ini. Selama PSBB dan berdiam diri di rumah mungkin diri kita sendiri akan sangat merindukan nongkrong bareng teman-teman menikmati rokok dan minuman hangat bersama. <\/p>\n\n\n\n
Sebagai seorang perokok tentu sangat sulit untuk meninggalkan tradisi ngerokok bareng ini. Akan tetapi sejatinya tradisi nongkrong bareng ini bukan semestinya harus ditinggalkan akan tetapi dibatasi dulu untuk sementara ini. Selama PSBB dan berdiam diri di rumah mungkin diri kita sendiri akan sangat merindukan nongkrong bareng teman-teman menikmati rokok dan minuman hangat bersama. <\/p>\n\n\n\nMerokok di Sembarang Tempat<\/h2>\n\n\n\n
Peraturan daerah kawasan tanpa rokok atau yang familiar disebut sebagai Perda KTR sebenarnya adalah sebuah acuan bagi kita untuk tidak merokok di tempat-tempat tertentu. Peraturan ini sejatinya mampu menjadi jembatan bagi kebutuhan hak dan kewajiban bagi perokok dan non perokok. Jika kita selama ini mampu menaati aturan dalam Perda KTR tersebut tentu tak sulit untuk mengaplikasikannya dalam kondisi new normal ini.<\/p>\n\n\n\nStop Merokok Joinan<\/h2>\n\n\n\n
Virus corona sangat besar menular melalui kontak fisik apalagi dengan tertukarnya air liur. Dengan merokok joinan satu batang bersama maka akan semakin memudahkan anda terpapar virus tersebut. Apalagi jika anda harus satu rokok bersama dengan orang yang anda tak kenal maka bisa saja berpotensi untuk tertular penyakit-penyakit lainnya.<\/p>\n\n\n\nNasi Kretek yang Jarang Ditemui<\/h3>\r\n\r\n\r\n\r\n
Nasi Kretek yang Jarang Ditemui<\/h3>\r\n\r\n\r\n\r\n
Hindari Nyebats Bareng<\/h2>\n\n\n\n
Sebagai seorang perokok tentu sangat sulit untuk meninggalkan tradisi ngerokok bareng ini. Akan tetapi sejatinya tradisi nongkrong bareng ini bukan semestinya harus ditinggalkan akan tetapi dibatasi dulu untuk sementara ini. Selama PSBB dan berdiam diri di rumah mungkin diri kita sendiri akan sangat merindukan nongkrong bareng teman-teman menikmati rokok dan minuman hangat bersama. <\/p>\n\n\n\n
Sebagai seorang perokok tentu sangat sulit untuk meninggalkan tradisi ngerokok bareng ini. Akan tetapi sejatinya tradisi nongkrong bareng ini bukan semestinya harus ditinggalkan akan tetapi dibatasi dulu untuk sementara ini. Selama PSBB dan berdiam diri di rumah mungkin diri kita sendiri akan sangat merindukan nongkrong bareng teman-teman menikmati rokok dan minuman hangat bersama. <\/p>\n\n\n\nMerokok di Sembarang Tempat<\/h2>\n\n\n\n
Peraturan daerah kawasan tanpa rokok atau yang familiar disebut sebagai Perda KTR sebenarnya adalah sebuah acuan bagi kita untuk tidak merokok di tempat-tempat tertentu. Peraturan ini sejatinya mampu menjadi jembatan bagi kebutuhan hak dan kewajiban bagi perokok dan non perokok. Jika kita selama ini mampu menaati aturan dalam Perda KTR tersebut tentu tak sulit untuk mengaplikasikannya dalam kondisi new normal ini.<\/p>\n\n\n\nStop Merokok Joinan<\/h2>\n\n\n\n
Virus corona sangat besar menular melalui kontak fisik apalagi dengan tertukarnya air liur. Dengan merokok joinan satu batang bersama maka akan semakin memudahkan anda terpapar virus tersebut. Apalagi jika anda harus satu rokok bersama dengan orang yang anda tak kenal maka bisa saja berpotensi untuk tertular penyakit-penyakit lainnya.<\/p>\n\n\n\nNasi Kretek yang Jarang Ditemui<\/h3>\r\n\r\n\r\n\r\n
Nasi Kretek yang Jarang Ditemui<\/h3>\r\n\r\n\r\n\r\n
Hindari Nyebats Bareng<\/h2>\n\n\n\n
Sebagai seorang perokok tentu sangat sulit untuk meninggalkan tradisi ngerokok bareng ini. Akan tetapi sejatinya tradisi nongkrong bareng ini bukan semestinya harus ditinggalkan akan tetapi dibatasi dulu untuk sementara ini. Selama PSBB dan berdiam diri di rumah mungkin diri kita sendiri akan sangat merindukan nongkrong bareng teman-teman menikmati rokok dan minuman hangat bersama. <\/p>\n\n\n\n
Sebagai seorang perokok tentu sangat sulit untuk meninggalkan tradisi ngerokok bareng ini. Akan tetapi sejatinya tradisi nongkrong bareng ini bukan semestinya harus ditinggalkan akan tetapi dibatasi dulu untuk sementara ini. Selama PSBB dan berdiam diri di rumah mungkin diri kita sendiri akan sangat merindukan nongkrong bareng teman-teman menikmati rokok dan minuman hangat bersama. <\/p>\n\n\n\nMerokok di Sembarang Tempat<\/h2>\n\n\n\n
Peraturan daerah kawasan tanpa rokok atau yang familiar disebut sebagai Perda KTR sebenarnya adalah sebuah acuan bagi kita untuk tidak merokok di tempat-tempat tertentu. Peraturan ini sejatinya mampu menjadi jembatan bagi kebutuhan hak dan kewajiban bagi perokok dan non perokok. Jika kita selama ini mampu menaati aturan dalam Perda KTR tersebut tentu tak sulit untuk mengaplikasikannya dalam kondisi new normal ini.<\/p>\n\n\n\nStop Merokok Joinan<\/h2>\n\n\n\n
Virus corona sangat besar menular melalui kontak fisik apalagi dengan tertukarnya air liur. Dengan merokok joinan satu batang bersama maka akan semakin memudahkan anda terpapar virus tersebut. Apalagi jika anda harus satu rokok bersama dengan orang yang anda tak kenal maka bisa saja berpotensi untuk tertular penyakit-penyakit lainnya.<\/p>\n\n\n\nNasi Kretek yang Jarang Ditemui<\/h3>\r\n\r\n\r\n\r\n
Nasi Kretek yang Jarang Ditemui<\/h3>\r\n\r\n\r\n\r\n
Hindari Nyebats Bareng<\/h2>\n\n\n\n
Sebagai seorang perokok tentu sangat sulit untuk meninggalkan tradisi ngerokok bareng ini. Akan tetapi sejatinya tradisi nongkrong bareng ini bukan semestinya harus ditinggalkan akan tetapi dibatasi dulu untuk sementara ini. Selama PSBB dan berdiam diri di rumah mungkin diri kita sendiri akan sangat merindukan nongkrong bareng teman-teman menikmati rokok dan minuman hangat bersama. <\/p>\n\n\n\n
Sebagai seorang perokok tentu sangat sulit untuk meninggalkan tradisi ngerokok bareng ini. Akan tetapi sejatinya tradisi nongkrong bareng ini bukan semestinya harus ditinggalkan akan tetapi dibatasi dulu untuk sementara ini. Selama PSBB dan berdiam diri di rumah mungkin diri kita sendiri akan sangat merindukan nongkrong bareng teman-teman menikmati rokok dan minuman hangat bersama. <\/p>\n\n\n\nMerokok di Sembarang Tempat<\/h2>\n\n\n\n
Peraturan daerah kawasan tanpa rokok atau yang familiar disebut sebagai Perda KTR sebenarnya adalah sebuah acuan bagi kita untuk tidak merokok di tempat-tempat tertentu. Peraturan ini sejatinya mampu menjadi jembatan bagi kebutuhan hak dan kewajiban bagi perokok dan non perokok. Jika kita selama ini mampu menaati aturan dalam Perda KTR tersebut tentu tak sulit untuk mengaplikasikannya dalam kondisi new normal ini.<\/p>\n\n\n\nStop Merokok Joinan<\/h2>\n\n\n\n
Virus corona sangat besar menular melalui kontak fisik apalagi dengan tertukarnya air liur. Dengan merokok joinan satu batang bersama maka akan semakin memudahkan anda terpapar virus tersebut. Apalagi jika anda harus satu rokok bersama dengan orang yang anda tak kenal maka bisa saja berpotensi untuk tertular penyakit-penyakit lainnya.<\/p>\n\n\n\nNasi Kretek yang Jarang Ditemui<\/h3>\r\n\r\n\r\n\r\n
Nasi Kretek yang Jarang Ditemui<\/h3>\r\n\r\n\r\n\r\n
Hindari Nyebats Bareng<\/h2>\n\n\n\n
Sebagai seorang perokok tentu sangat sulit untuk meninggalkan tradisi ngerokok bareng ini. Akan tetapi sejatinya tradisi nongkrong bareng ini bukan semestinya harus ditinggalkan akan tetapi dibatasi dulu untuk sementara ini. Selama PSBB dan berdiam diri di rumah mungkin diri kita sendiri akan sangat merindukan nongkrong bareng teman-teman menikmati rokok dan minuman hangat bersama. <\/p>\n\n\n\n
Sebagai seorang perokok tentu sangat sulit untuk meninggalkan tradisi ngerokok bareng ini. Akan tetapi sejatinya tradisi nongkrong bareng ini bukan semestinya harus ditinggalkan akan tetapi dibatasi dulu untuk sementara ini. Selama PSBB dan berdiam diri di rumah mungkin diri kita sendiri akan sangat merindukan nongkrong bareng teman-teman menikmati rokok dan minuman hangat bersama. <\/p>\n\n\n\nMerokok di Sembarang Tempat<\/h2>\n\n\n\n
Peraturan daerah kawasan tanpa rokok atau yang familiar disebut sebagai Perda KTR sebenarnya adalah sebuah acuan bagi kita untuk tidak merokok di tempat-tempat tertentu. Peraturan ini sejatinya mampu menjadi jembatan bagi kebutuhan hak dan kewajiban bagi perokok dan non perokok. Jika kita selama ini mampu menaati aturan dalam Perda KTR tersebut tentu tak sulit untuk mengaplikasikannya dalam kondisi new normal ini.<\/p>\n\n\n\nStop Merokok Joinan<\/h2>\n\n\n\n
Virus corona sangat besar menular melalui kontak fisik apalagi dengan tertukarnya air liur. Dengan merokok joinan satu batang bersama maka akan semakin memudahkan anda terpapar virus tersebut. Apalagi jika anda harus satu rokok bersama dengan orang yang anda tak kenal maka bisa saja berpotensi untuk tertular penyakit-penyakit lainnya.<\/p>\n\n\n\nNasi Kretek yang Jarang Ditemui<\/h3>\r\n\r\n\r\n\r\n
Nasi Kretek yang Jarang Ditemui<\/h3>\r\n\r\n\r\n\r\n
Hindari Nyebats Bareng<\/h2>\n\n\n\n
Sebagai seorang perokok tentu sangat sulit untuk meninggalkan tradisi ngerokok bareng ini. Akan tetapi sejatinya tradisi nongkrong bareng ini bukan semestinya harus ditinggalkan akan tetapi dibatasi dulu untuk sementara ini. Selama PSBB dan berdiam diri di rumah mungkin diri kita sendiri akan sangat merindukan nongkrong bareng teman-teman menikmati rokok dan minuman hangat bersama. <\/p>\n\n\n\n
Sebagai seorang perokok tentu sangat sulit untuk meninggalkan tradisi ngerokok bareng ini. Akan tetapi sejatinya tradisi nongkrong bareng ini bukan semestinya harus ditinggalkan akan tetapi dibatasi dulu untuk sementara ini. Selama PSBB dan berdiam diri di rumah mungkin diri kita sendiri akan sangat merindukan nongkrong bareng teman-teman menikmati rokok dan minuman hangat bersama. <\/p>\n\n\n\nMerokok di Sembarang Tempat<\/h2>\n\n\n\n
Peraturan daerah kawasan tanpa rokok atau yang familiar disebut sebagai Perda KTR sebenarnya adalah sebuah acuan bagi kita untuk tidak merokok di tempat-tempat tertentu. Peraturan ini sejatinya mampu menjadi jembatan bagi kebutuhan hak dan kewajiban bagi perokok dan non perokok. Jika kita selama ini mampu menaati aturan dalam Perda KTR tersebut tentu tak sulit untuk mengaplikasikannya dalam kondisi new normal ini.<\/p>\n\n\n\nStop Merokok Joinan<\/h2>\n\n\n\n
Virus corona sangat besar menular melalui kontak fisik apalagi dengan tertukarnya air liur. Dengan merokok joinan satu batang bersama maka akan semakin memudahkan anda terpapar virus tersebut. Apalagi jika anda harus satu rokok bersama dengan orang yang anda tak kenal maka bisa saja berpotensi untuk tertular penyakit-penyakit lainnya.<\/p>\n\n\n\nNasi Kretek yang Jarang Ditemui<\/h3>\r\n\r\n\r\n\r\n
Nasi Kretek yang Jarang Ditemui<\/h3>\r\n\r\n\r\n\r\n
Hindari Nyebats Bareng<\/h2>\n\n\n\n
Sebagai seorang perokok tentu sangat sulit untuk meninggalkan tradisi ngerokok bareng ini. Akan tetapi sejatinya tradisi nongkrong bareng ini bukan semestinya harus ditinggalkan akan tetapi dibatasi dulu untuk sementara ini. Selama PSBB dan berdiam diri di rumah mungkin diri kita sendiri akan sangat merindukan nongkrong bareng teman-teman menikmati rokok dan minuman hangat bersama. <\/p>\n\n\n\n
Sebagai seorang perokok tentu sangat sulit untuk meninggalkan tradisi ngerokok bareng ini. Akan tetapi sejatinya tradisi nongkrong bareng ini bukan semestinya harus ditinggalkan akan tetapi dibatasi dulu untuk sementara ini. Selama PSBB dan berdiam diri di rumah mungkin diri kita sendiri akan sangat merindukan nongkrong bareng teman-teman menikmati rokok dan minuman hangat bersama. <\/p>\n\n\n\nMerokok di Sembarang Tempat<\/h2>\n\n\n\n
Peraturan daerah kawasan tanpa rokok atau yang familiar disebut sebagai Perda KTR sebenarnya adalah sebuah acuan bagi kita untuk tidak merokok di tempat-tempat tertentu. Peraturan ini sejatinya mampu menjadi jembatan bagi kebutuhan hak dan kewajiban bagi perokok dan non perokok. Jika kita selama ini mampu menaati aturan dalam Perda KTR tersebut tentu tak sulit untuk mengaplikasikannya dalam kondisi new normal ini.<\/p>\n\n\n\nStop Merokok Joinan<\/h2>\n\n\n\n
Virus corona sangat besar menular melalui kontak fisik apalagi dengan tertukarnya air liur. Dengan merokok joinan satu batang bersama maka akan semakin memudahkan anda terpapar virus tersebut. Apalagi jika anda harus satu rokok bersama dengan orang yang anda tak kenal maka bisa saja berpotensi untuk tertular penyakit-penyakit lainnya.<\/p>\n\n\n\nNasi Kretek yang Jarang Ditemui<\/h3>\r\n\r\n\r\n\r\n
Nasi Kretek yang Jarang Ditemui<\/h3>\r\n\r\n\r\n\r\n
Hindari Nyebats Bareng<\/h2>\n\n\n\n
Sebagai seorang perokok tentu sangat sulit untuk meninggalkan tradisi ngerokok bareng ini. Akan tetapi sejatinya tradisi nongkrong bareng ini bukan semestinya harus ditinggalkan akan tetapi dibatasi dulu untuk sementara ini. Selama PSBB dan berdiam diri di rumah mungkin diri kita sendiri akan sangat merindukan nongkrong bareng teman-teman menikmati rokok dan minuman hangat bersama. <\/p>\n\n\n\n
Sebagai seorang perokok tentu sangat sulit untuk meninggalkan tradisi ngerokok bareng ini. Akan tetapi sejatinya tradisi nongkrong bareng ini bukan semestinya harus ditinggalkan akan tetapi dibatasi dulu untuk sementara ini. Selama PSBB dan berdiam diri di rumah mungkin diri kita sendiri akan sangat merindukan nongkrong bareng teman-teman menikmati rokok dan minuman hangat bersama. <\/p>\n\n\n\nMerokok di Sembarang Tempat<\/h2>\n\n\n\n
Peraturan daerah kawasan tanpa rokok atau yang familiar disebut sebagai Perda KTR sebenarnya adalah sebuah acuan bagi kita untuk tidak merokok di tempat-tempat tertentu. Peraturan ini sejatinya mampu menjadi jembatan bagi kebutuhan hak dan kewajiban bagi perokok dan non perokok. Jika kita selama ini mampu menaati aturan dalam Perda KTR tersebut tentu tak sulit untuk mengaplikasikannya dalam kondisi new normal ini.<\/p>\n\n\n\nStop Merokok Joinan<\/h2>\n\n\n\n
Virus corona sangat besar menular melalui kontak fisik apalagi dengan tertukarnya air liur. Dengan merokok joinan satu batang bersama maka akan semakin memudahkan anda terpapar virus tersebut. Apalagi jika anda harus satu rokok bersama dengan orang yang anda tak kenal maka bisa saja berpotensi untuk tertular penyakit-penyakit lainnya.<\/p>\n\n\n\nNasi Kretek yang Jarang Ditemui<\/h3>\r\n\r\n\r\n\r\n
Nasi Kretek yang Jarang Ditemui<\/h3>\r\n\r\n\r\n\r\n
Hindari Nyebats Bareng<\/h2>\n\n\n\n
Sebagai seorang perokok tentu sangat sulit untuk meninggalkan tradisi ngerokok bareng ini. Akan tetapi sejatinya tradisi nongkrong bareng ini bukan semestinya harus ditinggalkan akan tetapi dibatasi dulu untuk sementara ini. Selama PSBB dan berdiam diri di rumah mungkin diri kita sendiri akan sangat merindukan nongkrong bareng teman-teman menikmati rokok dan minuman hangat bersama. <\/p>\n\n\n\n
Sebagai seorang perokok tentu sangat sulit untuk meninggalkan tradisi ngerokok bareng ini. Akan tetapi sejatinya tradisi nongkrong bareng ini bukan semestinya harus ditinggalkan akan tetapi dibatasi dulu untuk sementara ini. Selama PSBB dan berdiam diri di rumah mungkin diri kita sendiri akan sangat merindukan nongkrong bareng teman-teman menikmati rokok dan minuman hangat bersama. <\/p>\n\n\n\nMerokok di Sembarang Tempat<\/h2>\n\n\n\n
Peraturan daerah kawasan tanpa rokok atau yang familiar disebut sebagai Perda KTR sebenarnya adalah sebuah acuan bagi kita untuk tidak merokok di tempat-tempat tertentu. Peraturan ini sejatinya mampu menjadi jembatan bagi kebutuhan hak dan kewajiban bagi perokok dan non perokok. Jika kita selama ini mampu menaati aturan dalam Perda KTR tersebut tentu tak sulit untuk mengaplikasikannya dalam kondisi new normal ini.<\/p>\n\n\n\nStop Merokok Joinan<\/h2>\n\n\n\n
Virus corona sangat besar menular melalui kontak fisik apalagi dengan tertukarnya air liur. Dengan merokok joinan satu batang bersama maka akan semakin memudahkan anda terpapar virus tersebut. Apalagi jika anda harus satu rokok bersama dengan orang yang anda tak kenal maka bisa saja berpotensi untuk tertular penyakit-penyakit lainnya.<\/p>\n\n\n\nNasi Kretek yang Jarang Ditemui<\/h3>\r\n\r\n\r\n\r\n
Nasi Kretek yang Jarang Ditemui<\/h3>\r\n\r\n\r\n\r\n
Hindari Nyebats Bareng<\/h2>\n\n\n\n
Sebagai seorang perokok tentu sangat sulit untuk meninggalkan tradisi ngerokok bareng ini. Akan tetapi sejatinya tradisi nongkrong bareng ini bukan semestinya harus ditinggalkan akan tetapi dibatasi dulu untuk sementara ini. Selama PSBB dan berdiam diri di rumah mungkin diri kita sendiri akan sangat merindukan nongkrong bareng teman-teman menikmati rokok dan minuman hangat bersama. <\/p>\n\n\n\n
Sebagai seorang perokok tentu sangat sulit untuk meninggalkan tradisi ngerokok bareng ini. Akan tetapi sejatinya tradisi nongkrong bareng ini bukan semestinya harus ditinggalkan akan tetapi dibatasi dulu untuk sementara ini. Selama PSBB dan berdiam diri di rumah mungkin diri kita sendiri akan sangat merindukan nongkrong bareng teman-teman menikmati rokok dan minuman hangat bersama. <\/p>\n\n\n\nMerokok di Sembarang Tempat<\/h2>\n\n\n\n
Peraturan daerah kawasan tanpa rokok atau yang familiar disebut sebagai Perda KTR sebenarnya adalah sebuah acuan bagi kita untuk tidak merokok di tempat-tempat tertentu. Peraturan ini sejatinya mampu menjadi jembatan bagi kebutuhan hak dan kewajiban bagi perokok dan non perokok. Jika kita selama ini mampu menaati aturan dalam Perda KTR tersebut tentu tak sulit untuk mengaplikasikannya dalam kondisi new normal ini.<\/p>\n\n\n\nStop Merokok Joinan<\/h2>\n\n\n\n
Virus corona sangat besar menular melalui kontak fisik apalagi dengan tertukarnya air liur. Dengan merokok joinan satu batang bersama maka akan semakin memudahkan anda terpapar virus tersebut. Apalagi jika anda harus satu rokok bersama dengan orang yang anda tak kenal maka bisa saja berpotensi untuk tertular penyakit-penyakit lainnya.<\/p>\n\n\n\nNasi Kretek yang Jarang Ditemui<\/h3>\r\n\r\n\r\n\r\n
Nasi Kretek yang Jarang Ditemui<\/h3>\r\n\r\n\r\n\r\n
Hindari Nyebats Bareng<\/h2>\n\n\n\n
Sebagai seorang perokok tentu sangat sulit untuk meninggalkan tradisi ngerokok bareng ini. Akan tetapi sejatinya tradisi nongkrong bareng ini bukan semestinya harus ditinggalkan akan tetapi dibatasi dulu untuk sementara ini. Selama PSBB dan berdiam diri di rumah mungkin diri kita sendiri akan sangat merindukan nongkrong bareng teman-teman menikmati rokok dan minuman hangat bersama. <\/p>\n\n\n\n
Sebagai seorang perokok tentu sangat sulit untuk meninggalkan tradisi ngerokok bareng ini. Akan tetapi sejatinya tradisi nongkrong bareng ini bukan semestinya harus ditinggalkan akan tetapi dibatasi dulu untuk sementara ini. Selama PSBB dan berdiam diri di rumah mungkin diri kita sendiri akan sangat merindukan nongkrong bareng teman-teman menikmati rokok dan minuman hangat bersama. <\/p>\n\n\n\nMerokok di Sembarang Tempat<\/h2>\n\n\n\n
Peraturan daerah kawasan tanpa rokok atau yang familiar disebut sebagai Perda KTR sebenarnya adalah sebuah acuan bagi kita untuk tidak merokok di tempat-tempat tertentu. Peraturan ini sejatinya mampu menjadi jembatan bagi kebutuhan hak dan kewajiban bagi perokok dan non perokok. Jika kita selama ini mampu menaati aturan dalam Perda KTR tersebut tentu tak sulit untuk mengaplikasikannya dalam kondisi new normal ini.<\/p>\n\n\n\nStop Merokok Joinan<\/h2>\n\n\n\n
Virus corona sangat besar menular melalui kontak fisik apalagi dengan tertukarnya air liur. Dengan merokok joinan satu batang bersama maka akan semakin memudahkan anda terpapar virus tersebut. Apalagi jika anda harus satu rokok bersama dengan orang yang anda tak kenal maka bisa saja berpotensi untuk tertular penyakit-penyakit lainnya.<\/p>\n\n\n\nNasi Kretek yang Jarang Ditemui<\/h3>\r\n\r\n\r\n\r\n
Nasi Kretek yang Jarang Ditemui<\/h3>\r\n\r\n\r\n\r\n
Hindari Nyebats Bareng<\/h2>\n\n\n\n
Sebagai seorang perokok tentu sangat sulit untuk meninggalkan tradisi ngerokok bareng ini. Akan tetapi sejatinya tradisi nongkrong bareng ini bukan semestinya harus ditinggalkan akan tetapi dibatasi dulu untuk sementara ini. Selama PSBB dan berdiam diri di rumah mungkin diri kita sendiri akan sangat merindukan nongkrong bareng teman-teman menikmati rokok dan minuman hangat bersama. <\/p>\n\n\n\n
Sebagai seorang perokok tentu sangat sulit untuk meninggalkan tradisi ngerokok bareng ini. Akan tetapi sejatinya tradisi nongkrong bareng ini bukan semestinya harus ditinggalkan akan tetapi dibatasi dulu untuk sementara ini. Selama PSBB dan berdiam diri di rumah mungkin diri kita sendiri akan sangat merindukan nongkrong bareng teman-teman menikmati rokok dan minuman hangat bersama. <\/p>\n\n\n\nMerokok di Sembarang Tempat<\/h2>\n\n\n\n
Peraturan daerah kawasan tanpa rokok atau yang familiar disebut sebagai Perda KTR sebenarnya adalah sebuah acuan bagi kita untuk tidak merokok di tempat-tempat tertentu. Peraturan ini sejatinya mampu menjadi jembatan bagi kebutuhan hak dan kewajiban bagi perokok dan non perokok. Jika kita selama ini mampu menaati aturan dalam Perda KTR tersebut tentu tak sulit untuk mengaplikasikannya dalam kondisi new normal ini.<\/p>\n\n\n\nStop Merokok Joinan<\/h2>\n\n\n\n
Virus corona sangat besar menular melalui kontak fisik apalagi dengan tertukarnya air liur. Dengan merokok joinan satu batang bersama maka akan semakin memudahkan anda terpapar virus tersebut. Apalagi jika anda harus satu rokok bersama dengan orang yang anda tak kenal maka bisa saja berpotensi untuk tertular penyakit-penyakit lainnya.<\/p>\n\n\n\nNasi Kretek yang Jarang Ditemui<\/h3>\r\n\r\n\r\n\r\n
Nasi Kretek yang Jarang Ditemui<\/h3>\r\n\r\n\r\n\r\n
Hindari Nyebats Bareng<\/h2>\n\n\n\n
Sebagai seorang perokok tentu sangat sulit untuk meninggalkan tradisi ngerokok bareng ini. Akan tetapi sejatinya tradisi nongkrong bareng ini bukan semestinya harus ditinggalkan akan tetapi dibatasi dulu untuk sementara ini. Selama PSBB dan berdiam diri di rumah mungkin diri kita sendiri akan sangat merindukan nongkrong bareng teman-teman menikmati rokok dan minuman hangat bersama. <\/p>\n\n\n\n
Sebagai seorang perokok tentu sangat sulit untuk meninggalkan tradisi ngerokok bareng ini. Akan tetapi sejatinya tradisi nongkrong bareng ini bukan semestinya harus ditinggalkan akan tetapi dibatasi dulu untuk sementara ini. Selama PSBB dan berdiam diri di rumah mungkin diri kita sendiri akan sangat merindukan nongkrong bareng teman-teman menikmati rokok dan minuman hangat bersama. <\/p>\n\n\n\nMerokok di Sembarang Tempat<\/h2>\n\n\n\n
Peraturan daerah kawasan tanpa rokok atau yang familiar disebut sebagai Perda KTR sebenarnya adalah sebuah acuan bagi kita untuk tidak merokok di tempat-tempat tertentu. Peraturan ini sejatinya mampu menjadi jembatan bagi kebutuhan hak dan kewajiban bagi perokok dan non perokok. Jika kita selama ini mampu menaati aturan dalam Perda KTR tersebut tentu tak sulit untuk mengaplikasikannya dalam kondisi new normal ini.<\/p>\n\n\n\nStop Merokok Joinan<\/h2>\n\n\n\n
Virus corona sangat besar menular melalui kontak fisik apalagi dengan tertukarnya air liur. Dengan merokok joinan satu batang bersama maka akan semakin memudahkan anda terpapar virus tersebut. Apalagi jika anda harus satu rokok bersama dengan orang yang anda tak kenal maka bisa saja berpotensi untuk tertular penyakit-penyakit lainnya.<\/p>\n\n\n\nNasi Kretek yang Jarang Ditemui<\/h3>\r\n\r\n\r\n\r\n
Nasi Kretek yang Jarang Ditemui<\/h3>\r\n\r\n\r\n\r\n
Hindari Nyebats Bareng<\/h2>\n\n\n\n
Sebagai seorang perokok tentu sangat sulit untuk meninggalkan tradisi ngerokok bareng ini. Akan tetapi sejatinya tradisi nongkrong bareng ini bukan semestinya harus ditinggalkan akan tetapi dibatasi dulu untuk sementara ini. Selama PSBB dan berdiam diri di rumah mungkin diri kita sendiri akan sangat merindukan nongkrong bareng teman-teman menikmati rokok dan minuman hangat bersama. <\/p>\n\n\n\n
Sebagai seorang perokok tentu sangat sulit untuk meninggalkan tradisi ngerokok bareng ini. Akan tetapi sejatinya tradisi nongkrong bareng ini bukan semestinya harus ditinggalkan akan tetapi dibatasi dulu untuk sementara ini. Selama PSBB dan berdiam diri di rumah mungkin diri kita sendiri akan sangat merindukan nongkrong bareng teman-teman menikmati rokok dan minuman hangat bersama. <\/p>\n\n\n\nMerokok di Sembarang Tempat<\/h2>\n\n\n\n
Peraturan daerah kawasan tanpa rokok atau yang familiar disebut sebagai Perda KTR sebenarnya adalah sebuah acuan bagi kita untuk tidak merokok di tempat-tempat tertentu. Peraturan ini sejatinya mampu menjadi jembatan bagi kebutuhan hak dan kewajiban bagi perokok dan non perokok. Jika kita selama ini mampu menaati aturan dalam Perda KTR tersebut tentu tak sulit untuk mengaplikasikannya dalam kondisi new normal ini.<\/p>\n\n\n\nStop Merokok Joinan<\/h2>\n\n\n\n
Virus corona sangat besar menular melalui kontak fisik apalagi dengan tertukarnya air liur. Dengan merokok joinan satu batang bersama maka akan semakin memudahkan anda terpapar virus tersebut. Apalagi jika anda harus satu rokok bersama dengan orang yang anda tak kenal maka bisa saja berpotensi untuk tertular penyakit-penyakit lainnya.<\/p>\n\n\n\nNasi Kretek yang Jarang Ditemui<\/h3>\r\n\r\n\r\n\r\n
Nasi Kretek yang Jarang Ditemui<\/h3>\r\n\r\n\r\n\r\n
Hindari Nyebats Bareng<\/h2>\n\n\n\n
Sebagai seorang perokok tentu sangat sulit untuk meninggalkan tradisi ngerokok bareng ini. Akan tetapi sejatinya tradisi nongkrong bareng ini bukan semestinya harus ditinggalkan akan tetapi dibatasi dulu untuk sementara ini. Selama PSBB dan berdiam diri di rumah mungkin diri kita sendiri akan sangat merindukan nongkrong bareng teman-teman menikmati rokok dan minuman hangat bersama. <\/p>\n\n\n\n
Sebagai seorang perokok tentu sangat sulit untuk meninggalkan tradisi ngerokok bareng ini. Akan tetapi sejatinya tradisi nongkrong bareng ini bukan semestinya harus ditinggalkan akan tetapi dibatasi dulu untuk sementara ini. Selama PSBB dan berdiam diri di rumah mungkin diri kita sendiri akan sangat merindukan nongkrong bareng teman-teman menikmati rokok dan minuman hangat bersama. <\/p>\n\n\n\nMerokok di Sembarang Tempat<\/h2>\n\n\n\n
Peraturan daerah kawasan tanpa rokok atau yang familiar disebut sebagai Perda KTR sebenarnya adalah sebuah acuan bagi kita untuk tidak merokok di tempat-tempat tertentu. Peraturan ini sejatinya mampu menjadi jembatan bagi kebutuhan hak dan kewajiban bagi perokok dan non perokok. Jika kita selama ini mampu menaati aturan dalam Perda KTR tersebut tentu tak sulit untuk mengaplikasikannya dalam kondisi new normal ini.<\/p>\n\n\n\nStop Merokok Joinan<\/h2>\n\n\n\n
Virus corona sangat besar menular melalui kontak fisik apalagi dengan tertukarnya air liur. Dengan merokok joinan satu batang bersama maka akan semakin memudahkan anda terpapar virus tersebut. Apalagi jika anda harus satu rokok bersama dengan orang yang anda tak kenal maka bisa saja berpotensi untuk tertular penyakit-penyakit lainnya.<\/p>\n\n\n\nTuton<\/h2>\n\n\n\n
Nasi Kretek yang Jarang Ditemui<\/h3>\r\n\r\n\r\n\r\n
Nasi Kretek yang Jarang Ditemui<\/h3>\r\n\r\n\r\n\r\n
Hindari Nyebats Bareng<\/h2>\n\n\n\n
Sebagai seorang perokok tentu sangat sulit untuk meninggalkan tradisi ngerokok bareng ini. Akan tetapi sejatinya tradisi nongkrong bareng ini bukan semestinya harus ditinggalkan akan tetapi dibatasi dulu untuk sementara ini. Selama PSBB dan berdiam diri di rumah mungkin diri kita sendiri akan sangat merindukan nongkrong bareng teman-teman menikmati rokok dan minuman hangat bersama. <\/p>\n\n\n\n
Sebagai seorang perokok tentu sangat sulit untuk meninggalkan tradisi ngerokok bareng ini. Akan tetapi sejatinya tradisi nongkrong bareng ini bukan semestinya harus ditinggalkan akan tetapi dibatasi dulu untuk sementara ini. Selama PSBB dan berdiam diri di rumah mungkin diri kita sendiri akan sangat merindukan nongkrong bareng teman-teman menikmati rokok dan minuman hangat bersama. <\/p>\n\n\n\nMerokok di Sembarang Tempat<\/h2>\n\n\n\n
Peraturan daerah kawasan tanpa rokok atau yang familiar disebut sebagai Perda KTR sebenarnya adalah sebuah acuan bagi kita untuk tidak merokok di tempat-tempat tertentu. Peraturan ini sejatinya mampu menjadi jembatan bagi kebutuhan hak dan kewajiban bagi perokok dan non perokok. Jika kita selama ini mampu menaati aturan dalam Perda KTR tersebut tentu tak sulit untuk mengaplikasikannya dalam kondisi new normal ini.<\/p>\n\n\n\nStop Merokok Joinan<\/h2>\n\n\n\n
Virus corona sangat besar menular melalui kontak fisik apalagi dengan tertukarnya air liur. Dengan merokok joinan satu batang bersama maka akan semakin memudahkan anda terpapar virus tersebut. Apalagi jika anda harus satu rokok bersama dengan orang yang anda tak kenal maka bisa saja berpotensi untuk tertular penyakit-penyakit lainnya.<\/p>\n\n\n\nTuton<\/h2>\n\n\n\n
Nasi Kretek yang Jarang Ditemui<\/h3>\r\n\r\n\r\n\r\n
Nasi Kretek yang Jarang Ditemui<\/h3>\r\n\r\n\r\n\r\n
Hindari Nyebats Bareng<\/h2>\n\n\n\n
Sebagai seorang perokok tentu sangat sulit untuk meninggalkan tradisi ngerokok bareng ini. Akan tetapi sejatinya tradisi nongkrong bareng ini bukan semestinya harus ditinggalkan akan tetapi dibatasi dulu untuk sementara ini. Selama PSBB dan berdiam diri di rumah mungkin diri kita sendiri akan sangat merindukan nongkrong bareng teman-teman menikmati rokok dan minuman hangat bersama. <\/p>\n\n\n\n
Sebagai seorang perokok tentu sangat sulit untuk meninggalkan tradisi ngerokok bareng ini. Akan tetapi sejatinya tradisi nongkrong bareng ini bukan semestinya harus ditinggalkan akan tetapi dibatasi dulu untuk sementara ini. Selama PSBB dan berdiam diri di rumah mungkin diri kita sendiri akan sangat merindukan nongkrong bareng teman-teman menikmati rokok dan minuman hangat bersama. <\/p>\n\n\n\nMerokok di Sembarang Tempat<\/h2>\n\n\n\n
Peraturan daerah kawasan tanpa rokok atau yang familiar disebut sebagai Perda KTR sebenarnya adalah sebuah acuan bagi kita untuk tidak merokok di tempat-tempat tertentu. Peraturan ini sejatinya mampu menjadi jembatan bagi kebutuhan hak dan kewajiban bagi perokok dan non perokok. Jika kita selama ini mampu menaati aturan dalam Perda KTR tersebut tentu tak sulit untuk mengaplikasikannya dalam kondisi new normal ini.<\/p>\n\n\n\nStop Merokok Joinan<\/h2>\n\n\n\n
Virus corona sangat besar menular melalui kontak fisik apalagi dengan tertukarnya air liur. Dengan merokok joinan satu batang bersama maka akan semakin memudahkan anda terpapar virus tersebut. Apalagi jika anda harus satu rokok bersama dengan orang yang anda tak kenal maka bisa saja berpotensi untuk tertular penyakit-penyakit lainnya.<\/p>\n\n\n\nTuton<\/h2>\n\n\n\n
Nasi Kretek yang Jarang Ditemui<\/h3>\r\n\r\n\r\n\r\n
Nasi Kretek yang Jarang Ditemui<\/h3>\r\n\r\n\r\n\r\n
Hindari Nyebats Bareng<\/h2>\n\n\n\n
Sebagai seorang perokok tentu sangat sulit untuk meninggalkan tradisi ngerokok bareng ini. Akan tetapi sejatinya tradisi nongkrong bareng ini bukan semestinya harus ditinggalkan akan tetapi dibatasi dulu untuk sementara ini. Selama PSBB dan berdiam diri di rumah mungkin diri kita sendiri akan sangat merindukan nongkrong bareng teman-teman menikmati rokok dan minuman hangat bersama. <\/p>\n\n\n\n
Sebagai seorang perokok tentu sangat sulit untuk meninggalkan tradisi ngerokok bareng ini. Akan tetapi sejatinya tradisi nongkrong bareng ini bukan semestinya harus ditinggalkan akan tetapi dibatasi dulu untuk sementara ini. Selama PSBB dan berdiam diri di rumah mungkin diri kita sendiri akan sangat merindukan nongkrong bareng teman-teman menikmati rokok dan minuman hangat bersama. <\/p>\n\n\n\nMerokok di Sembarang Tempat<\/h2>\n\n\n\n
Peraturan daerah kawasan tanpa rokok atau yang familiar disebut sebagai Perda KTR sebenarnya adalah sebuah acuan bagi kita untuk tidak merokok di tempat-tempat tertentu. Peraturan ini sejatinya mampu menjadi jembatan bagi kebutuhan hak dan kewajiban bagi perokok dan non perokok. Jika kita selama ini mampu menaati aturan dalam Perda KTR tersebut tentu tak sulit untuk mengaplikasikannya dalam kondisi new normal ini.<\/p>\n\n\n\nStop Merokok Joinan<\/h2>\n\n\n\n
Virus corona sangat besar menular melalui kontak fisik apalagi dengan tertukarnya air liur. Dengan merokok joinan satu batang bersama maka akan semakin memudahkan anda terpapar virus tersebut. Apalagi jika anda harus satu rokok bersama dengan orang yang anda tak kenal maka bisa saja berpotensi untuk tertular penyakit-penyakit lainnya.<\/p>\n\n\n\nMlindjo<\/h2>\n\n\n\n
Tuton<\/h2>\n\n\n\n
Nasi Kretek yang Jarang Ditemui<\/h3>\r\n\r\n\r\n\r\n
Nasi Kretek yang Jarang Ditemui<\/h3>\r\n\r\n\r\n\r\n
Hindari Nyebats Bareng<\/h2>\n\n\n\n
Sebagai seorang perokok tentu sangat sulit untuk meninggalkan tradisi ngerokok bareng ini. Akan tetapi sejatinya tradisi nongkrong bareng ini bukan semestinya harus ditinggalkan akan tetapi dibatasi dulu untuk sementara ini. Selama PSBB dan berdiam diri di rumah mungkin diri kita sendiri akan sangat merindukan nongkrong bareng teman-teman menikmati rokok dan minuman hangat bersama. <\/p>\n\n\n\n
Sebagai seorang perokok tentu sangat sulit untuk meninggalkan tradisi ngerokok bareng ini. Akan tetapi sejatinya tradisi nongkrong bareng ini bukan semestinya harus ditinggalkan akan tetapi dibatasi dulu untuk sementara ini. Selama PSBB dan berdiam diri di rumah mungkin diri kita sendiri akan sangat merindukan nongkrong bareng teman-teman menikmati rokok dan minuman hangat bersama. <\/p>\n\n\n\nMerokok di Sembarang Tempat<\/h2>\n\n\n\n
Peraturan daerah kawasan tanpa rokok atau yang familiar disebut sebagai Perda KTR sebenarnya adalah sebuah acuan bagi kita untuk tidak merokok di tempat-tempat tertentu. Peraturan ini sejatinya mampu menjadi jembatan bagi kebutuhan hak dan kewajiban bagi perokok dan non perokok. Jika kita selama ini mampu menaati aturan dalam Perda KTR tersebut tentu tak sulit untuk mengaplikasikannya dalam kondisi new normal ini.<\/p>\n\n\n\nStop Merokok Joinan<\/h2>\n\n\n\n
Virus corona sangat besar menular melalui kontak fisik apalagi dengan tertukarnya air liur. Dengan merokok joinan satu batang bersama maka akan semakin memudahkan anda terpapar virus tersebut. Apalagi jika anda harus satu rokok bersama dengan orang yang anda tak kenal maka bisa saja berpotensi untuk tertular penyakit-penyakit lainnya.<\/p>\n\n\n\nMlindjo<\/h2>\n\n\n\n
Tuton<\/h2>\n\n\n\n
Nasi Kretek yang Jarang Ditemui<\/h3>\r\n\r\n\r\n\r\n
Nasi Kretek yang Jarang Ditemui<\/h3>\r\n\r\n\r\n\r\n
Hindari Nyebats Bareng<\/h2>\n\n\n\n
Sebagai seorang perokok tentu sangat sulit untuk meninggalkan tradisi ngerokok bareng ini. Akan tetapi sejatinya tradisi nongkrong bareng ini bukan semestinya harus ditinggalkan akan tetapi dibatasi dulu untuk sementara ini. Selama PSBB dan berdiam diri di rumah mungkin diri kita sendiri akan sangat merindukan nongkrong bareng teman-teman menikmati rokok dan minuman hangat bersama. <\/p>\n\n\n\n
Sebagai seorang perokok tentu sangat sulit untuk meninggalkan tradisi ngerokok bareng ini. Akan tetapi sejatinya tradisi nongkrong bareng ini bukan semestinya harus ditinggalkan akan tetapi dibatasi dulu untuk sementara ini. Selama PSBB dan berdiam diri di rumah mungkin diri kita sendiri akan sangat merindukan nongkrong bareng teman-teman menikmati rokok dan minuman hangat bersama. <\/p>\n\n\n\nMerokok di Sembarang Tempat<\/h2>\n\n\n\n
Peraturan daerah kawasan tanpa rokok atau yang familiar disebut sebagai Perda KTR sebenarnya adalah sebuah acuan bagi kita untuk tidak merokok di tempat-tempat tertentu. Peraturan ini sejatinya mampu menjadi jembatan bagi kebutuhan hak dan kewajiban bagi perokok dan non perokok. Jika kita selama ini mampu menaati aturan dalam Perda KTR tersebut tentu tak sulit untuk mengaplikasikannya dalam kondisi new normal ini.<\/p>\n\n\n\nStop Merokok Joinan<\/h2>\n\n\n\n
Virus corona sangat besar menular melalui kontak fisik apalagi dengan tertukarnya air liur. Dengan merokok joinan satu batang bersama maka akan semakin memudahkan anda terpapar virus tersebut. Apalagi jika anda harus satu rokok bersama dengan orang yang anda tak kenal maka bisa saja berpotensi untuk tertular penyakit-penyakit lainnya.<\/p>\n\n\n\nMlindjo<\/h2>\n\n\n\n
Tuton<\/h2>\n\n\n\n
Nasi Kretek yang Jarang Ditemui<\/h3>\r\n\r\n\r\n\r\n
Nasi Kretek yang Jarang Ditemui<\/h3>\r\n\r\n\r\n\r\n
Hindari Nyebats Bareng<\/h2>\n\n\n\n
Sebagai seorang perokok tentu sangat sulit untuk meninggalkan tradisi ngerokok bareng ini. Akan tetapi sejatinya tradisi nongkrong bareng ini bukan semestinya harus ditinggalkan akan tetapi dibatasi dulu untuk sementara ini. Selama PSBB dan berdiam diri di rumah mungkin diri kita sendiri akan sangat merindukan nongkrong bareng teman-teman menikmati rokok dan minuman hangat bersama. <\/p>\n\n\n\n
Sebagai seorang perokok tentu sangat sulit untuk meninggalkan tradisi ngerokok bareng ini. Akan tetapi sejatinya tradisi nongkrong bareng ini bukan semestinya harus ditinggalkan akan tetapi dibatasi dulu untuk sementara ini. Selama PSBB dan berdiam diri di rumah mungkin diri kita sendiri akan sangat merindukan nongkrong bareng teman-teman menikmati rokok dan minuman hangat bersama. <\/p>\n\n\n\nMerokok di Sembarang Tempat<\/h2>\n\n\n\n
Peraturan daerah kawasan tanpa rokok atau yang familiar disebut sebagai Perda KTR sebenarnya adalah sebuah acuan bagi kita untuk tidak merokok di tempat-tempat tertentu. Peraturan ini sejatinya mampu menjadi jembatan bagi kebutuhan hak dan kewajiban bagi perokok dan non perokok. Jika kita selama ini mampu menaati aturan dalam Perda KTR tersebut tentu tak sulit untuk mengaplikasikannya dalam kondisi new normal ini.<\/p>\n\n\n\nStop Merokok Joinan<\/h2>\n\n\n\n
Virus corona sangat besar menular melalui kontak fisik apalagi dengan tertukarnya air liur. Dengan merokok joinan satu batang bersama maka akan semakin memudahkan anda terpapar virus tersebut. Apalagi jika anda harus satu rokok bersama dengan orang yang anda tak kenal maka bisa saja berpotensi untuk tertular penyakit-penyakit lainnya.<\/p>\n\n\n\nSukun Executive <\/h2>\n\n\n\n
Mlindjo<\/h2>\n\n\n\n
Tuton<\/h2>\n\n\n\n
Nasi Kretek yang Jarang Ditemui<\/h3>\r\n\r\n\r\n\r\n
Nasi Kretek yang Jarang Ditemui<\/h3>\r\n\r\n\r\n\r\n
Hindari Nyebats Bareng<\/h2>\n\n\n\n
Sebagai seorang perokok tentu sangat sulit untuk meninggalkan tradisi ngerokok bareng ini. Akan tetapi sejatinya tradisi nongkrong bareng ini bukan semestinya harus ditinggalkan akan tetapi dibatasi dulu untuk sementara ini. Selama PSBB dan berdiam diri di rumah mungkin diri kita sendiri akan sangat merindukan nongkrong bareng teman-teman menikmati rokok dan minuman hangat bersama. <\/p>\n\n\n\n
Sebagai seorang perokok tentu sangat sulit untuk meninggalkan tradisi ngerokok bareng ini. Akan tetapi sejatinya tradisi nongkrong bareng ini bukan semestinya harus ditinggalkan akan tetapi dibatasi dulu untuk sementara ini. Selama PSBB dan berdiam diri di rumah mungkin diri kita sendiri akan sangat merindukan nongkrong bareng teman-teman menikmati rokok dan minuman hangat bersama. <\/p>\n\n\n\nMerokok di Sembarang Tempat<\/h2>\n\n\n\n
Peraturan daerah kawasan tanpa rokok atau yang familiar disebut sebagai Perda KTR sebenarnya adalah sebuah acuan bagi kita untuk tidak merokok di tempat-tempat tertentu. Peraturan ini sejatinya mampu menjadi jembatan bagi kebutuhan hak dan kewajiban bagi perokok dan non perokok. Jika kita selama ini mampu menaati aturan dalam Perda KTR tersebut tentu tak sulit untuk mengaplikasikannya dalam kondisi new normal ini.<\/p>\n\n\n\nStop Merokok Joinan<\/h2>\n\n\n\n
Virus corona sangat besar menular melalui kontak fisik apalagi dengan tertukarnya air liur. Dengan merokok joinan satu batang bersama maka akan semakin memudahkan anda terpapar virus tersebut. Apalagi jika anda harus satu rokok bersama dengan orang yang anda tak kenal maka bisa saja berpotensi untuk tertular penyakit-penyakit lainnya.<\/p>\n\n\n\nSukun Executive <\/h2>\n\n\n\n
Mlindjo<\/h2>\n\n\n\n
Tuton<\/h2>\n\n\n\n
Nasi Kretek yang Jarang Ditemui<\/h3>\r\n\r\n\r\n\r\n
Nasi Kretek yang Jarang Ditemui<\/h3>\r\n\r\n\r\n\r\n
Hindari Nyebats Bareng<\/h2>\n\n\n\n
Sebagai seorang perokok tentu sangat sulit untuk meninggalkan tradisi ngerokok bareng ini. Akan tetapi sejatinya tradisi nongkrong bareng ini bukan semestinya harus ditinggalkan akan tetapi dibatasi dulu untuk sementara ini. Selama PSBB dan berdiam diri di rumah mungkin diri kita sendiri akan sangat merindukan nongkrong bareng teman-teman menikmati rokok dan minuman hangat bersama. <\/p>\n\n\n\n
Sebagai seorang perokok tentu sangat sulit untuk meninggalkan tradisi ngerokok bareng ini. Akan tetapi sejatinya tradisi nongkrong bareng ini bukan semestinya harus ditinggalkan akan tetapi dibatasi dulu untuk sementara ini. Selama PSBB dan berdiam diri di rumah mungkin diri kita sendiri akan sangat merindukan nongkrong bareng teman-teman menikmati rokok dan minuman hangat bersama. <\/p>\n\n\n\nMerokok di Sembarang Tempat<\/h2>\n\n\n\n
Peraturan daerah kawasan tanpa rokok atau yang familiar disebut sebagai Perda KTR sebenarnya adalah sebuah acuan bagi kita untuk tidak merokok di tempat-tempat tertentu. Peraturan ini sejatinya mampu menjadi jembatan bagi kebutuhan hak dan kewajiban bagi perokok dan non perokok. Jika kita selama ini mampu menaati aturan dalam Perda KTR tersebut tentu tak sulit untuk mengaplikasikannya dalam kondisi new normal ini.<\/p>\n\n\n\nStop Merokok Joinan<\/h2>\n\n\n\n
Virus corona sangat besar menular melalui kontak fisik apalagi dengan tertukarnya air liur. Dengan merokok joinan satu batang bersama maka akan semakin memudahkan anda terpapar virus tersebut. Apalagi jika anda harus satu rokok bersama dengan orang yang anda tak kenal maka bisa saja berpotensi untuk tertular penyakit-penyakit lainnya.<\/p>\n\n\n\nSukun Executive <\/h2>\n\n\n\n
Mlindjo<\/h2>\n\n\n\n
Tuton<\/h2>\n\n\n\n
Nasi Kretek yang Jarang Ditemui<\/h3>\r\n\r\n\r\n\r\n