\n

Sukamta juga menganggap, bahwa perokok bukan orang yang produktif? Faktanya? Setahu saya orang-orang yang merokok punya produtivitas tinggi, mereka hidup sebagaimana keringat yang diperas setiap hari. Tanpa berharap kepada negara apalagi Sukamta.
<\/p>\n\n\n\n

Sekadar saran saja, sebaiknya PKS tidak perlu ngelantur bicara rokok. Silahkan bicara, asalkan keadilan sosial sebagaimana nama partainya tidak hanya selesai pada tataran konsepsi dan gagah-gagahan, melainkan pada tahap tindakan dan contoh konkrit atasnya.
<\/p>\n","post_title":"Ketika PKS Bicara Rokok","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"ketika-pks-bicara-rokok","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-08-24 10:51:25","post_modified_gmt":"2019-08-24 03:51:25","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5988","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":35},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"epic_block_3"};

\n

Bagi saya pribadi, ini adalah statemen yang sangat lucu. Sejak kapan sih negara betul-betul hadir dan perhatian terhadap kesehatan masyarakat, khususnya di pedesaan dan pedalaman? Kalau ada pun, menjalankannya setengah hati. Dan sejak kapan rokok itu menjadi candu, padahal yang candu itu kekuasaan dan menjadikan masyarakat sebagai jembatan untuk menuju \u201ckekuasaan dalam negara\u201d? 
<\/p>\n\n\n\n

Sukamta juga menganggap, bahwa perokok bukan orang yang produktif? Faktanya? Setahu saya orang-orang yang merokok punya produtivitas tinggi, mereka hidup sebagaimana keringat yang diperas setiap hari. Tanpa berharap kepada negara apalagi Sukamta.
<\/p>\n\n\n\n

Sekadar saran saja, sebaiknya PKS tidak perlu ngelantur bicara rokok. Silahkan bicara, asalkan keadilan sosial sebagaimana nama partainya tidak hanya selesai pada tataran konsepsi dan gagah-gagahan, melainkan pada tahap tindakan dan contoh konkrit atasnya.
<\/p>\n","post_title":"Ketika PKS Bicara Rokok","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"ketika-pks-bicara-rokok","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-08-24 10:51:25","post_modified_gmt":"2019-08-24 03:51:25","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5988","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":35},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"epic_block_3"};

\n

Sukamta juga bilang, orang-orang yang kecanduan merokok dan mampu membeli rokok yang mahal, dipersilahkan tetap merokok asal menanggung sendiri biaya pengobatan akibat penyakit karena rokok. Asalkan dampak buruk akibat konsumsi rokok tidak membebani negara kerena pemasukan dari cukai tembakau tidak sebanding dengan biaya yang harus dikeluarkan negara. (ayosemarang.com)
<\/p>\n\n\n\n

Bagi saya pribadi, ini adalah statemen yang sangat lucu. Sejak kapan sih negara betul-betul hadir dan perhatian terhadap kesehatan masyarakat, khususnya di pedesaan dan pedalaman? Kalau ada pun, menjalankannya setengah hati. Dan sejak kapan rokok itu menjadi candu, padahal yang candu itu kekuasaan dan menjadikan masyarakat sebagai jembatan untuk menuju \u201ckekuasaan dalam negara\u201d? 
<\/p>\n\n\n\n

Sukamta juga menganggap, bahwa perokok bukan orang yang produktif? Faktanya? Setahu saya orang-orang yang merokok punya produtivitas tinggi, mereka hidup sebagaimana keringat yang diperas setiap hari. Tanpa berharap kepada negara apalagi Sukamta.
<\/p>\n\n\n\n

Sekadar saran saja, sebaiknya PKS tidak perlu ngelantur bicara rokok. Silahkan bicara, asalkan keadilan sosial sebagaimana nama partainya tidak hanya selesai pada tataran konsepsi dan gagah-gagahan, melainkan pada tahap tindakan dan contoh konkrit atasnya.
<\/p>\n","post_title":"Ketika PKS Bicara Rokok","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"ketika-pks-bicara-rokok","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-08-24 10:51:25","post_modified_gmt":"2019-08-24 03:51:25","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5988","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":35},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"epic_block_3"};

\n

Baca: Ada Campur Tangan Bloomberg dalam Surat Edaran Menkes terkait Pemblokiran Iklan Rokok<\/a><\/p>\n\n\n\n

Sukamta juga bilang, orang-orang yang kecanduan merokok dan mampu membeli rokok yang mahal, dipersilahkan tetap merokok asal menanggung sendiri biaya pengobatan akibat penyakit karena rokok. Asalkan dampak buruk akibat konsumsi rokok tidak membebani negara kerena pemasukan dari cukai tembakau tidak sebanding dengan biaya yang harus dikeluarkan negara. (ayosemarang.com)
<\/p>\n\n\n\n

Bagi saya pribadi, ini adalah statemen yang sangat lucu. Sejak kapan sih negara betul-betul hadir dan perhatian terhadap kesehatan masyarakat, khususnya di pedesaan dan pedalaman? Kalau ada pun, menjalankannya setengah hati. Dan sejak kapan rokok itu menjadi candu, padahal yang candu itu kekuasaan dan menjadikan masyarakat sebagai jembatan untuk menuju \u201ckekuasaan dalam negara\u201d? 
<\/p>\n\n\n\n

Sukamta juga menganggap, bahwa perokok bukan orang yang produktif? Faktanya? Setahu saya orang-orang yang merokok punya produtivitas tinggi, mereka hidup sebagaimana keringat yang diperas setiap hari. Tanpa berharap kepada negara apalagi Sukamta.
<\/p>\n\n\n\n

Sekadar saran saja, sebaiknya PKS tidak perlu ngelantur bicara rokok. Silahkan bicara, asalkan keadilan sosial sebagaimana nama partainya tidak hanya selesai pada tataran konsepsi dan gagah-gagahan, melainkan pada tahap tindakan dan contoh konkrit atasnya.
<\/p>\n","post_title":"Ketika PKS Bicara Rokok","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"ketika-pks-bicara-rokok","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-08-24 10:51:25","post_modified_gmt":"2019-08-24 03:51:25","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5988","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":35},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"epic_block_3"};

\n

Kita tidak pernah tau, apa yang dilakukan rumah sakit terhadap pasien-pasien yang membayar BPJS. Kita juga tidak pernah tau jika ada pasien BPJS kelas I diberi fasilitas kelas II atau III, dan rumah sakit mengklaim biaya kelas I ke negara. Tentu saja yang demikian ini tidak penting bagi antirokok. <\/p>\n\n\n\n

Baca: Ada Campur Tangan Bloomberg dalam Surat Edaran Menkes terkait Pemblokiran Iklan Rokok<\/a><\/p>\n\n\n\n

Sukamta juga bilang, orang-orang yang kecanduan merokok dan mampu membeli rokok yang mahal, dipersilahkan tetap merokok asal menanggung sendiri biaya pengobatan akibat penyakit karena rokok. Asalkan dampak buruk akibat konsumsi rokok tidak membebani negara kerena pemasukan dari cukai tembakau tidak sebanding dengan biaya yang harus dikeluarkan negara. (ayosemarang.com)
<\/p>\n\n\n\n

Bagi saya pribadi, ini adalah statemen yang sangat lucu. Sejak kapan sih negara betul-betul hadir dan perhatian terhadap kesehatan masyarakat, khususnya di pedesaan dan pedalaman? Kalau ada pun, menjalankannya setengah hati. Dan sejak kapan rokok itu menjadi candu, padahal yang candu itu kekuasaan dan menjadikan masyarakat sebagai jembatan untuk menuju \u201ckekuasaan dalam negara\u201d? 
<\/p>\n\n\n\n

Sukamta juga menganggap, bahwa perokok bukan orang yang produktif? Faktanya? Setahu saya orang-orang yang merokok punya produtivitas tinggi, mereka hidup sebagaimana keringat yang diperas setiap hari. Tanpa berharap kepada negara apalagi Sukamta.
<\/p>\n\n\n\n

Sekadar saran saja, sebaiknya PKS tidak perlu ngelantur bicara rokok. Silahkan bicara, asalkan keadilan sosial sebagaimana nama partainya tidak hanya selesai pada tataran konsepsi dan gagah-gagahan, melainkan pada tahap tindakan dan contoh konkrit atasnya.
<\/p>\n","post_title":"Ketika PKS Bicara Rokok","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"ketika-pks-bicara-rokok","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-08-24 10:51:25","post_modified_gmt":"2019-08-24 03:51:25","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5988","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":35},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"epic_block_3"};

\n

Koordinator Advokasi BPJS Watch, Timboel Siregar, megkritisi beragam narasi yang dibangun oleh pegiat kesehatan. Ia mengusulkan agar BPJS fokus pada pengawasan penetapan inasibijis oleh pihak rumah sakit. Timboel menilai, inasibijis merupakan gerbang terjadinya defisit BPJS Kesehatan. Inasibijis (INA-CGB) merupakan sebuah singkatan dari Indonesia Case Base Gropus, yakni sebuah aplikasi yang digunakan rumah sakit untuk mengajukan klaim pada pemerintah. (bisnis.com)
<\/p>\n\n\n\n

Kita tidak pernah tau, apa yang dilakukan rumah sakit terhadap pasien-pasien yang membayar BPJS. Kita juga tidak pernah tau jika ada pasien BPJS kelas I diberi fasilitas kelas II atau III, dan rumah sakit mengklaim biaya kelas I ke negara. Tentu saja yang demikian ini tidak penting bagi antirokok. <\/p>\n\n\n\n

Baca: Ada Campur Tangan Bloomberg dalam Surat Edaran Menkes terkait Pemblokiran Iklan Rokok<\/a><\/p>\n\n\n\n

Sukamta juga bilang, orang-orang yang kecanduan merokok dan mampu membeli rokok yang mahal, dipersilahkan tetap merokok asal menanggung sendiri biaya pengobatan akibat penyakit karena rokok. Asalkan dampak buruk akibat konsumsi rokok tidak membebani negara kerena pemasukan dari cukai tembakau tidak sebanding dengan biaya yang harus dikeluarkan negara. (ayosemarang.com)
<\/p>\n\n\n\n

Bagi saya pribadi, ini adalah statemen yang sangat lucu. Sejak kapan sih negara betul-betul hadir dan perhatian terhadap kesehatan masyarakat, khususnya di pedesaan dan pedalaman? Kalau ada pun, menjalankannya setengah hati. Dan sejak kapan rokok itu menjadi candu, padahal yang candu itu kekuasaan dan menjadikan masyarakat sebagai jembatan untuk menuju \u201ckekuasaan dalam negara\u201d? 
<\/p>\n\n\n\n

Sukamta juga menganggap, bahwa perokok bukan orang yang produktif? Faktanya? Setahu saya orang-orang yang merokok punya produtivitas tinggi, mereka hidup sebagaimana keringat yang diperas setiap hari. Tanpa berharap kepada negara apalagi Sukamta.
<\/p>\n\n\n\n

Sekadar saran saja, sebaiknya PKS tidak perlu ngelantur bicara rokok. Silahkan bicara, asalkan keadilan sosial sebagaimana nama partainya tidak hanya selesai pada tataran konsepsi dan gagah-gagahan, melainkan pada tahap tindakan dan contoh konkrit atasnya.
<\/p>\n","post_title":"Ketika PKS Bicara Rokok","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"ketika-pks-bicara-rokok","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-08-24 10:51:25","post_modified_gmt":"2019-08-24 03:51:25","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5988","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":35},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"epic_block_3"};

\n

Baca: Kegagalan Lakpesdam PBNU dalam Melihat Produk Tembakau Alternatif<\/a><\/p>\n\n\n\n

Koordinator Advokasi BPJS Watch, Timboel Siregar, megkritisi beragam narasi yang dibangun oleh pegiat kesehatan. Ia mengusulkan agar BPJS fokus pada pengawasan penetapan inasibijis oleh pihak rumah sakit. Timboel menilai, inasibijis merupakan gerbang terjadinya defisit BPJS Kesehatan. Inasibijis (INA-CGB) merupakan sebuah singkatan dari Indonesia Case Base Gropus, yakni sebuah aplikasi yang digunakan rumah sakit untuk mengajukan klaim pada pemerintah. (bisnis.com)
<\/p>\n\n\n\n

Kita tidak pernah tau, apa yang dilakukan rumah sakit terhadap pasien-pasien yang membayar BPJS. Kita juga tidak pernah tau jika ada pasien BPJS kelas I diberi fasilitas kelas II atau III, dan rumah sakit mengklaim biaya kelas I ke negara. Tentu saja yang demikian ini tidak penting bagi antirokok. <\/p>\n\n\n\n

Baca: Ada Campur Tangan Bloomberg dalam Surat Edaran Menkes terkait Pemblokiran Iklan Rokok<\/a><\/p>\n\n\n\n

Sukamta juga bilang, orang-orang yang kecanduan merokok dan mampu membeli rokok yang mahal, dipersilahkan tetap merokok asal menanggung sendiri biaya pengobatan akibat penyakit karena rokok. Asalkan dampak buruk akibat konsumsi rokok tidak membebani negara kerena pemasukan dari cukai tembakau tidak sebanding dengan biaya yang harus dikeluarkan negara. (ayosemarang.com)
<\/p>\n\n\n\n

Bagi saya pribadi, ini adalah statemen yang sangat lucu. Sejak kapan sih negara betul-betul hadir dan perhatian terhadap kesehatan masyarakat, khususnya di pedesaan dan pedalaman? Kalau ada pun, menjalankannya setengah hati. Dan sejak kapan rokok itu menjadi candu, padahal yang candu itu kekuasaan dan menjadikan masyarakat sebagai jembatan untuk menuju \u201ckekuasaan dalam negara\u201d? 
<\/p>\n\n\n\n

Sukamta juga menganggap, bahwa perokok bukan orang yang produktif? Faktanya? Setahu saya orang-orang yang merokok punya produtivitas tinggi, mereka hidup sebagaimana keringat yang diperas setiap hari. Tanpa berharap kepada negara apalagi Sukamta.
<\/p>\n\n\n\n

Sekadar saran saja, sebaiknya PKS tidak perlu ngelantur bicara rokok. Silahkan bicara, asalkan keadilan sosial sebagaimana nama partainya tidak hanya selesai pada tataran konsepsi dan gagah-gagahan, melainkan pada tahap tindakan dan contoh konkrit atasnya.
<\/p>\n","post_title":"Ketika PKS Bicara Rokok","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"ketika-pks-bicara-rokok","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-08-24 10:51:25","post_modified_gmt":"2019-08-24 03:51:25","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5988","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":35},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"epic_block_3"};

\n

Coba kita kembali ke tahun 2018, saat BPJS Kesehatan defisit dan ditambal oleh cukai rokok. Para pegiat kesehatan beralasan, jumlah masyarakat sakit yang kian bertambah dan narasi yang kemudian dibangun; sakit-sakit itu disebabkan oleh rokok. Tidak berhenti sampai di situ, beragam alasan yang penting pengelola kesehatan \u201cselamat\u201d banyak digaungkan di media (tanpa ada sikap ksatria untuk mengakui bahwa memang masih banyak masalah dalam JKN, baik pengelolaan maupun skema yang lebih baik, yang perlu dicarikan solusi).<\/p>\n\n\n\n

Baca: Kegagalan Lakpesdam PBNU dalam Melihat Produk Tembakau Alternatif<\/a><\/p>\n\n\n\n

Koordinator Advokasi BPJS Watch, Timboel Siregar, megkritisi beragam narasi yang dibangun oleh pegiat kesehatan. Ia mengusulkan agar BPJS fokus pada pengawasan penetapan inasibijis oleh pihak rumah sakit. Timboel menilai, inasibijis merupakan gerbang terjadinya defisit BPJS Kesehatan. Inasibijis (INA-CGB) merupakan sebuah singkatan dari Indonesia Case Base Gropus, yakni sebuah aplikasi yang digunakan rumah sakit untuk mengajukan klaim pada pemerintah. (bisnis.com)
<\/p>\n\n\n\n

Kita tidak pernah tau, apa yang dilakukan rumah sakit terhadap pasien-pasien yang membayar BPJS. Kita juga tidak pernah tau jika ada pasien BPJS kelas I diberi fasilitas kelas II atau III, dan rumah sakit mengklaim biaya kelas I ke negara. Tentu saja yang demikian ini tidak penting bagi antirokok. <\/p>\n\n\n\n

Baca: Ada Campur Tangan Bloomberg dalam Surat Edaran Menkes terkait Pemblokiran Iklan Rokok<\/a><\/p>\n\n\n\n

Sukamta juga bilang, orang-orang yang kecanduan merokok dan mampu membeli rokok yang mahal, dipersilahkan tetap merokok asal menanggung sendiri biaya pengobatan akibat penyakit karena rokok. Asalkan dampak buruk akibat konsumsi rokok tidak membebani negara kerena pemasukan dari cukai tembakau tidak sebanding dengan biaya yang harus dikeluarkan negara. (ayosemarang.com)
<\/p>\n\n\n\n

Bagi saya pribadi, ini adalah statemen yang sangat lucu. Sejak kapan sih negara betul-betul hadir dan perhatian terhadap kesehatan masyarakat, khususnya di pedesaan dan pedalaman? Kalau ada pun, menjalankannya setengah hati. Dan sejak kapan rokok itu menjadi candu, padahal yang candu itu kekuasaan dan menjadikan masyarakat sebagai jembatan untuk menuju \u201ckekuasaan dalam negara\u201d? 
<\/p>\n\n\n\n

Sukamta juga menganggap, bahwa perokok bukan orang yang produktif? Faktanya? Setahu saya orang-orang yang merokok punya produtivitas tinggi, mereka hidup sebagaimana keringat yang diperas setiap hari. Tanpa berharap kepada negara apalagi Sukamta.
<\/p>\n\n\n\n

Sekadar saran saja, sebaiknya PKS tidak perlu ngelantur bicara rokok. Silahkan bicara, asalkan keadilan sosial sebagaimana nama partainya tidak hanya selesai pada tataran konsepsi dan gagah-gagahan, melainkan pada tahap tindakan dan contoh konkrit atasnya.
<\/p>\n","post_title":"Ketika PKS Bicara Rokok","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"ketika-pks-bicara-rokok","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-08-24 10:51:25","post_modified_gmt":"2019-08-24 03:51:25","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5988","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":35},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"epic_block_3"};

\n

Kenapa Sukamta cenderung ingin menaikkan harga rokok untuk menyelesaikan permasalahan JKN yang rumit itu? Ya karena sudah menjadi tabiat antirokok, bahwa berpikir keras untuk mencari solusi adalah buang-buang waktu, makanya rokok akan disalahkan supaya permasalahan menjadi lekas selesai. 
<\/p>\n\n\n\n

Coba kita kembali ke tahun 2018, saat BPJS Kesehatan defisit dan ditambal oleh cukai rokok. Para pegiat kesehatan beralasan, jumlah masyarakat sakit yang kian bertambah dan narasi yang kemudian dibangun; sakit-sakit itu disebabkan oleh rokok. Tidak berhenti sampai di situ, beragam alasan yang penting pengelola kesehatan \u201cselamat\u201d banyak digaungkan di media (tanpa ada sikap ksatria untuk mengakui bahwa memang masih banyak masalah dalam JKN, baik pengelolaan maupun skema yang lebih baik, yang perlu dicarikan solusi).<\/p>\n\n\n\n

Baca: Kegagalan Lakpesdam PBNU dalam Melihat Produk Tembakau Alternatif<\/a><\/p>\n\n\n\n

Koordinator Advokasi BPJS Watch, Timboel Siregar, megkritisi beragam narasi yang dibangun oleh pegiat kesehatan. Ia mengusulkan agar BPJS fokus pada pengawasan penetapan inasibijis oleh pihak rumah sakit. Timboel menilai, inasibijis merupakan gerbang terjadinya defisit BPJS Kesehatan. Inasibijis (INA-CGB) merupakan sebuah singkatan dari Indonesia Case Base Gropus, yakni sebuah aplikasi yang digunakan rumah sakit untuk mengajukan klaim pada pemerintah. (bisnis.com)
<\/p>\n\n\n\n

Kita tidak pernah tau, apa yang dilakukan rumah sakit terhadap pasien-pasien yang membayar BPJS. Kita juga tidak pernah tau jika ada pasien BPJS kelas I diberi fasilitas kelas II atau III, dan rumah sakit mengklaim biaya kelas I ke negara. Tentu saja yang demikian ini tidak penting bagi antirokok. <\/p>\n\n\n\n

Baca: Ada Campur Tangan Bloomberg dalam Surat Edaran Menkes terkait Pemblokiran Iklan Rokok<\/a><\/p>\n\n\n\n

Sukamta juga bilang, orang-orang yang kecanduan merokok dan mampu membeli rokok yang mahal, dipersilahkan tetap merokok asal menanggung sendiri biaya pengobatan akibat penyakit karena rokok. Asalkan dampak buruk akibat konsumsi rokok tidak membebani negara kerena pemasukan dari cukai tembakau tidak sebanding dengan biaya yang harus dikeluarkan negara. (ayosemarang.com)
<\/p>\n\n\n\n

Bagi saya pribadi, ini adalah statemen yang sangat lucu. Sejak kapan sih negara betul-betul hadir dan perhatian terhadap kesehatan masyarakat, khususnya di pedesaan dan pedalaman? Kalau ada pun, menjalankannya setengah hati. Dan sejak kapan rokok itu menjadi candu, padahal yang candu itu kekuasaan dan menjadikan masyarakat sebagai jembatan untuk menuju \u201ckekuasaan dalam negara\u201d? 
<\/p>\n\n\n\n

Sukamta juga menganggap, bahwa perokok bukan orang yang produktif? Faktanya? Setahu saya orang-orang yang merokok punya produtivitas tinggi, mereka hidup sebagaimana keringat yang diperas setiap hari. Tanpa berharap kepada negara apalagi Sukamta.
<\/p>\n\n\n\n

Sekadar saran saja, sebaiknya PKS tidak perlu ngelantur bicara rokok. Silahkan bicara, asalkan keadilan sosial sebagaimana nama partainya tidak hanya selesai pada tataran konsepsi dan gagah-gagahan, melainkan pada tahap tindakan dan contoh konkrit atasnya.
<\/p>\n","post_title":"Ketika PKS Bicara Rokok","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"ketika-pks-bicara-rokok","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-08-24 10:51:25","post_modified_gmt":"2019-08-24 03:51:25","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5988","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":35},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"epic_block_3"};

\n

Cara sistematis ini akan diduplikasi dan diperbarui terus menerus. Bermula dari seorang sakit yang berobat ke dokter, jika ia merokok maka dokter akan berkata, \u201cbapak sakit karena rokok\u201d, dan dokter tidak secara jujur bahwa penyakit itu datang dari sebab apapun, bisa gula, bisa gaya hidup yang berantakan, kurang minum air putih, stres dengan obat mahal, dsb.
<\/p>\n\n\n\n

Kenapa Sukamta cenderung ingin menaikkan harga rokok untuk menyelesaikan permasalahan JKN yang rumit itu? Ya karena sudah menjadi tabiat antirokok, bahwa berpikir keras untuk mencari solusi adalah buang-buang waktu, makanya rokok akan disalahkan supaya permasalahan menjadi lekas selesai. 
<\/p>\n\n\n\n

Coba kita kembali ke tahun 2018, saat BPJS Kesehatan defisit dan ditambal oleh cukai rokok. Para pegiat kesehatan beralasan, jumlah masyarakat sakit yang kian bertambah dan narasi yang kemudian dibangun; sakit-sakit itu disebabkan oleh rokok. Tidak berhenti sampai di situ, beragam alasan yang penting pengelola kesehatan \u201cselamat\u201d banyak digaungkan di media (tanpa ada sikap ksatria untuk mengakui bahwa memang masih banyak masalah dalam JKN, baik pengelolaan maupun skema yang lebih baik, yang perlu dicarikan solusi).<\/p>\n\n\n\n

Baca: Kegagalan Lakpesdam PBNU dalam Melihat Produk Tembakau Alternatif<\/a><\/p>\n\n\n\n

Koordinator Advokasi BPJS Watch, Timboel Siregar, megkritisi beragam narasi yang dibangun oleh pegiat kesehatan. Ia mengusulkan agar BPJS fokus pada pengawasan penetapan inasibijis oleh pihak rumah sakit. Timboel menilai, inasibijis merupakan gerbang terjadinya defisit BPJS Kesehatan. Inasibijis (INA-CGB) merupakan sebuah singkatan dari Indonesia Case Base Gropus, yakni sebuah aplikasi yang digunakan rumah sakit untuk mengajukan klaim pada pemerintah. (bisnis.com)
<\/p>\n\n\n\n

Kita tidak pernah tau, apa yang dilakukan rumah sakit terhadap pasien-pasien yang membayar BPJS. Kita juga tidak pernah tau jika ada pasien BPJS kelas I diberi fasilitas kelas II atau III, dan rumah sakit mengklaim biaya kelas I ke negara. Tentu saja yang demikian ini tidak penting bagi antirokok. <\/p>\n\n\n\n

Baca: Ada Campur Tangan Bloomberg dalam Surat Edaran Menkes terkait Pemblokiran Iklan Rokok<\/a><\/p>\n\n\n\n

Sukamta juga bilang, orang-orang yang kecanduan merokok dan mampu membeli rokok yang mahal, dipersilahkan tetap merokok asal menanggung sendiri biaya pengobatan akibat penyakit karena rokok. Asalkan dampak buruk akibat konsumsi rokok tidak membebani negara kerena pemasukan dari cukai tembakau tidak sebanding dengan biaya yang harus dikeluarkan negara. (ayosemarang.com)
<\/p>\n\n\n\n

Bagi saya pribadi, ini adalah statemen yang sangat lucu. Sejak kapan sih negara betul-betul hadir dan perhatian terhadap kesehatan masyarakat, khususnya di pedesaan dan pedalaman? Kalau ada pun, menjalankannya setengah hati. Dan sejak kapan rokok itu menjadi candu, padahal yang candu itu kekuasaan dan menjadikan masyarakat sebagai jembatan untuk menuju \u201ckekuasaan dalam negara\u201d? 
<\/p>\n\n\n\n

Sukamta juga menganggap, bahwa perokok bukan orang yang produktif? Faktanya? Setahu saya orang-orang yang merokok punya produtivitas tinggi, mereka hidup sebagaimana keringat yang diperas setiap hari. Tanpa berharap kepada negara apalagi Sukamta.
<\/p>\n\n\n\n

Sekadar saran saja, sebaiknya PKS tidak perlu ngelantur bicara rokok. Silahkan bicara, asalkan keadilan sosial sebagaimana nama partainya tidak hanya selesai pada tataran konsepsi dan gagah-gagahan, melainkan pada tahap tindakan dan contoh konkrit atasnya.
<\/p>\n","post_title":"Ketika PKS Bicara Rokok","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"ketika-pks-bicara-rokok","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-08-24 10:51:25","post_modified_gmt":"2019-08-24 03:51:25","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5988","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":35},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"epic_block_3"};

\n

Bagi Sukamta, harga rokok di Indonesia, sebuah negeri yang besar salah satunya ditopang oleh dunia pertembakauan, harus dinaikkan 700 persen. Alasannya supaya orang miskin tidak dapat membeli rokok. Jika orang miskin yang merokok jatuh sakit, maka negara melalui (Jaminan Kesehatan Nasional) JKN rugi menanggung biayanya. Tentu saja ini berbeda dengan, orang kaya boleh makan junkfood<\/em>, minuman bersoda, dan berlaku semaunya, karena jika jatuh sakit mereka bisa membiayai sendiri dan dapat memperkaya negara.
<\/p>\n\n\n\n

Cara sistematis ini akan diduplikasi dan diperbarui terus menerus. Bermula dari seorang sakit yang berobat ke dokter, jika ia merokok maka dokter akan berkata, \u201cbapak sakit karena rokok\u201d, dan dokter tidak secara jujur bahwa penyakit itu datang dari sebab apapun, bisa gula, bisa gaya hidup yang berantakan, kurang minum air putih, stres dengan obat mahal, dsb.
<\/p>\n\n\n\n

Kenapa Sukamta cenderung ingin menaikkan harga rokok untuk menyelesaikan permasalahan JKN yang rumit itu? Ya karena sudah menjadi tabiat antirokok, bahwa berpikir keras untuk mencari solusi adalah buang-buang waktu, makanya rokok akan disalahkan supaya permasalahan menjadi lekas selesai. 
<\/p>\n\n\n\n

Coba kita kembali ke tahun 2018, saat BPJS Kesehatan defisit dan ditambal oleh cukai rokok. Para pegiat kesehatan beralasan, jumlah masyarakat sakit yang kian bertambah dan narasi yang kemudian dibangun; sakit-sakit itu disebabkan oleh rokok. Tidak berhenti sampai di situ, beragam alasan yang penting pengelola kesehatan \u201cselamat\u201d banyak digaungkan di media (tanpa ada sikap ksatria untuk mengakui bahwa memang masih banyak masalah dalam JKN, baik pengelolaan maupun skema yang lebih baik, yang perlu dicarikan solusi).<\/p>\n\n\n\n

Baca: Kegagalan Lakpesdam PBNU dalam Melihat Produk Tembakau Alternatif<\/a><\/p>\n\n\n\n

Koordinator Advokasi BPJS Watch, Timboel Siregar, megkritisi beragam narasi yang dibangun oleh pegiat kesehatan. Ia mengusulkan agar BPJS fokus pada pengawasan penetapan inasibijis oleh pihak rumah sakit. Timboel menilai, inasibijis merupakan gerbang terjadinya defisit BPJS Kesehatan. Inasibijis (INA-CGB) merupakan sebuah singkatan dari Indonesia Case Base Gropus, yakni sebuah aplikasi yang digunakan rumah sakit untuk mengajukan klaim pada pemerintah. (bisnis.com)
<\/p>\n\n\n\n

Kita tidak pernah tau, apa yang dilakukan rumah sakit terhadap pasien-pasien yang membayar BPJS. Kita juga tidak pernah tau jika ada pasien BPJS kelas I diberi fasilitas kelas II atau III, dan rumah sakit mengklaim biaya kelas I ke negara. Tentu saja yang demikian ini tidak penting bagi antirokok. <\/p>\n\n\n\n

Baca: Ada Campur Tangan Bloomberg dalam Surat Edaran Menkes terkait Pemblokiran Iklan Rokok<\/a><\/p>\n\n\n\n

Sukamta juga bilang, orang-orang yang kecanduan merokok dan mampu membeli rokok yang mahal, dipersilahkan tetap merokok asal menanggung sendiri biaya pengobatan akibat penyakit karena rokok. Asalkan dampak buruk akibat konsumsi rokok tidak membebani negara kerena pemasukan dari cukai tembakau tidak sebanding dengan biaya yang harus dikeluarkan negara. (ayosemarang.com)
<\/p>\n\n\n\n

Bagi saya pribadi, ini adalah statemen yang sangat lucu. Sejak kapan sih negara betul-betul hadir dan perhatian terhadap kesehatan masyarakat, khususnya di pedesaan dan pedalaman? Kalau ada pun, menjalankannya setengah hati. Dan sejak kapan rokok itu menjadi candu, padahal yang candu itu kekuasaan dan menjadikan masyarakat sebagai jembatan untuk menuju \u201ckekuasaan dalam negara\u201d? 
<\/p>\n\n\n\n

Sukamta juga menganggap, bahwa perokok bukan orang yang produktif? Faktanya? Setahu saya orang-orang yang merokok punya produtivitas tinggi, mereka hidup sebagaimana keringat yang diperas setiap hari. Tanpa berharap kepada negara apalagi Sukamta.
<\/p>\n\n\n\n

Sekadar saran saja, sebaiknya PKS tidak perlu ngelantur bicara rokok. Silahkan bicara, asalkan keadilan sosial sebagaimana nama partainya tidak hanya selesai pada tataran konsepsi dan gagah-gagahan, melainkan pada tahap tindakan dan contoh konkrit atasnya.
<\/p>\n","post_title":"Ketika PKS Bicara Rokok","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"ketika-pks-bicara-rokok","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-08-24 10:51:25","post_modified_gmt":"2019-08-24 03:51:25","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5988","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":35},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"epic_block_3"};

\n

Tidak perlu bicara terlalu jauh. Mari kita kita uji omongan Sukamta yang dimuat situs ayosemarang.com, 22 Agustus 2019. Omongan yang sejatinya sebuah template dan selalu dipakai oleh antirokok. Semacam gaya kampanye sholih li kulli zaman wal makan, <\/em>meski dibangun dari logika berantakan dan cenderung mengutamakan kengawuran daripada analisa yang mendalam. Ya memang itulah keistimewaan antirokok, anti terhadap data valid dan percaya diri berlebihan dalam kesesatan berpikir.
<\/p>\n\n\n\n

Bagi Sukamta, harga rokok di Indonesia, sebuah negeri yang besar salah satunya ditopang oleh dunia pertembakauan, harus dinaikkan 700 persen. Alasannya supaya orang miskin tidak dapat membeli rokok. Jika orang miskin yang merokok jatuh sakit, maka negara melalui (Jaminan Kesehatan Nasional) JKN rugi menanggung biayanya. Tentu saja ini berbeda dengan, orang kaya boleh makan junkfood<\/em>, minuman bersoda, dan berlaku semaunya, karena jika jatuh sakit mereka bisa membiayai sendiri dan dapat memperkaya negara.
<\/p>\n\n\n\n

Cara sistematis ini akan diduplikasi dan diperbarui terus menerus. Bermula dari seorang sakit yang berobat ke dokter, jika ia merokok maka dokter akan berkata, \u201cbapak sakit karena rokok\u201d, dan dokter tidak secara jujur bahwa penyakit itu datang dari sebab apapun, bisa gula, bisa gaya hidup yang berantakan, kurang minum air putih, stres dengan obat mahal, dsb.
<\/p>\n\n\n\n

Kenapa Sukamta cenderung ingin menaikkan harga rokok untuk menyelesaikan permasalahan JKN yang rumit itu? Ya karena sudah menjadi tabiat antirokok, bahwa berpikir keras untuk mencari solusi adalah buang-buang waktu, makanya rokok akan disalahkan supaya permasalahan menjadi lekas selesai. 
<\/p>\n\n\n\n

Coba kita kembali ke tahun 2018, saat BPJS Kesehatan defisit dan ditambal oleh cukai rokok. Para pegiat kesehatan beralasan, jumlah masyarakat sakit yang kian bertambah dan narasi yang kemudian dibangun; sakit-sakit itu disebabkan oleh rokok. Tidak berhenti sampai di situ, beragam alasan yang penting pengelola kesehatan \u201cselamat\u201d banyak digaungkan di media (tanpa ada sikap ksatria untuk mengakui bahwa memang masih banyak masalah dalam JKN, baik pengelolaan maupun skema yang lebih baik, yang perlu dicarikan solusi).<\/p>\n\n\n\n

Baca: Kegagalan Lakpesdam PBNU dalam Melihat Produk Tembakau Alternatif<\/a><\/p>\n\n\n\n

Koordinator Advokasi BPJS Watch, Timboel Siregar, megkritisi beragam narasi yang dibangun oleh pegiat kesehatan. Ia mengusulkan agar BPJS fokus pada pengawasan penetapan inasibijis oleh pihak rumah sakit. Timboel menilai, inasibijis merupakan gerbang terjadinya defisit BPJS Kesehatan. Inasibijis (INA-CGB) merupakan sebuah singkatan dari Indonesia Case Base Gropus, yakni sebuah aplikasi yang digunakan rumah sakit untuk mengajukan klaim pada pemerintah. (bisnis.com)
<\/p>\n\n\n\n

Kita tidak pernah tau, apa yang dilakukan rumah sakit terhadap pasien-pasien yang membayar BPJS. Kita juga tidak pernah tau jika ada pasien BPJS kelas I diberi fasilitas kelas II atau III, dan rumah sakit mengklaim biaya kelas I ke negara. Tentu saja yang demikian ini tidak penting bagi antirokok. <\/p>\n\n\n\n

Baca: Ada Campur Tangan Bloomberg dalam Surat Edaran Menkes terkait Pemblokiran Iklan Rokok<\/a><\/p>\n\n\n\n

Sukamta juga bilang, orang-orang yang kecanduan merokok dan mampu membeli rokok yang mahal, dipersilahkan tetap merokok asal menanggung sendiri biaya pengobatan akibat penyakit karena rokok. Asalkan dampak buruk akibat konsumsi rokok tidak membebani negara kerena pemasukan dari cukai tembakau tidak sebanding dengan biaya yang harus dikeluarkan negara. (ayosemarang.com)
<\/p>\n\n\n\n

Bagi saya pribadi, ini adalah statemen yang sangat lucu. Sejak kapan sih negara betul-betul hadir dan perhatian terhadap kesehatan masyarakat, khususnya di pedesaan dan pedalaman? Kalau ada pun, menjalankannya setengah hati. Dan sejak kapan rokok itu menjadi candu, padahal yang candu itu kekuasaan dan menjadikan masyarakat sebagai jembatan untuk menuju \u201ckekuasaan dalam negara\u201d? 
<\/p>\n\n\n\n

Sukamta juga menganggap, bahwa perokok bukan orang yang produktif? Faktanya? Setahu saya orang-orang yang merokok punya produtivitas tinggi, mereka hidup sebagaimana keringat yang diperas setiap hari. Tanpa berharap kepada negara apalagi Sukamta.
<\/p>\n\n\n\n

Sekadar saran saja, sebaiknya PKS tidak perlu ngelantur bicara rokok. Silahkan bicara, asalkan keadilan sosial sebagaimana nama partainya tidak hanya selesai pada tataran konsepsi dan gagah-gagahan, melainkan pada tahap tindakan dan contoh konkrit atasnya.
<\/p>\n","post_title":"Ketika PKS Bicara Rokok","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"ketika-pks-bicara-rokok","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-08-24 10:51:25","post_modified_gmt":"2019-08-24 03:51:25","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5988","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":35},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"epic_block_3"};

\n

Baca: Tuhan Tidak Menciptakan Tembakau untuk Dibenci dan Dicaci<\/a>
<\/p>\n\n\n\n

Tidak perlu bicara terlalu jauh. Mari kita kita uji omongan Sukamta yang dimuat situs ayosemarang.com, 22 Agustus 2019. Omongan yang sejatinya sebuah template dan selalu dipakai oleh antirokok. Semacam gaya kampanye sholih li kulli zaman wal makan, <\/em>meski dibangun dari logika berantakan dan cenderung mengutamakan kengawuran daripada analisa yang mendalam. Ya memang itulah keistimewaan antirokok, anti terhadap data valid dan percaya diri berlebihan dalam kesesatan berpikir.
<\/p>\n\n\n\n

Bagi Sukamta, harga rokok di Indonesia, sebuah negeri yang besar salah satunya ditopang oleh dunia pertembakauan, harus dinaikkan 700 persen. Alasannya supaya orang miskin tidak dapat membeli rokok. Jika orang miskin yang merokok jatuh sakit, maka negara melalui (Jaminan Kesehatan Nasional) JKN rugi menanggung biayanya. Tentu saja ini berbeda dengan, orang kaya boleh makan junkfood<\/em>, minuman bersoda, dan berlaku semaunya, karena jika jatuh sakit mereka bisa membiayai sendiri dan dapat memperkaya negara.
<\/p>\n\n\n\n

Cara sistematis ini akan diduplikasi dan diperbarui terus menerus. Bermula dari seorang sakit yang berobat ke dokter, jika ia merokok maka dokter akan berkata, \u201cbapak sakit karena rokok\u201d, dan dokter tidak secara jujur bahwa penyakit itu datang dari sebab apapun, bisa gula, bisa gaya hidup yang berantakan, kurang minum air putih, stres dengan obat mahal, dsb.
<\/p>\n\n\n\n

Kenapa Sukamta cenderung ingin menaikkan harga rokok untuk menyelesaikan permasalahan JKN yang rumit itu? Ya karena sudah menjadi tabiat antirokok, bahwa berpikir keras untuk mencari solusi adalah buang-buang waktu, makanya rokok akan disalahkan supaya permasalahan menjadi lekas selesai. 
<\/p>\n\n\n\n

Coba kita kembali ke tahun 2018, saat BPJS Kesehatan defisit dan ditambal oleh cukai rokok. Para pegiat kesehatan beralasan, jumlah masyarakat sakit yang kian bertambah dan narasi yang kemudian dibangun; sakit-sakit itu disebabkan oleh rokok. Tidak berhenti sampai di situ, beragam alasan yang penting pengelola kesehatan \u201cselamat\u201d banyak digaungkan di media (tanpa ada sikap ksatria untuk mengakui bahwa memang masih banyak masalah dalam JKN, baik pengelolaan maupun skema yang lebih baik, yang perlu dicarikan solusi).<\/p>\n\n\n\n

Baca: Kegagalan Lakpesdam PBNU dalam Melihat Produk Tembakau Alternatif<\/a><\/p>\n\n\n\n

Koordinator Advokasi BPJS Watch, Timboel Siregar, megkritisi beragam narasi yang dibangun oleh pegiat kesehatan. Ia mengusulkan agar BPJS fokus pada pengawasan penetapan inasibijis oleh pihak rumah sakit. Timboel menilai, inasibijis merupakan gerbang terjadinya defisit BPJS Kesehatan. Inasibijis (INA-CGB) merupakan sebuah singkatan dari Indonesia Case Base Gropus, yakni sebuah aplikasi yang digunakan rumah sakit untuk mengajukan klaim pada pemerintah. (bisnis.com)
<\/p>\n\n\n\n

Kita tidak pernah tau, apa yang dilakukan rumah sakit terhadap pasien-pasien yang membayar BPJS. Kita juga tidak pernah tau jika ada pasien BPJS kelas I diberi fasilitas kelas II atau III, dan rumah sakit mengklaim biaya kelas I ke negara. Tentu saja yang demikian ini tidak penting bagi antirokok. <\/p>\n\n\n\n

Baca: Ada Campur Tangan Bloomberg dalam Surat Edaran Menkes terkait Pemblokiran Iklan Rokok<\/a><\/p>\n\n\n\n

Sukamta juga bilang, orang-orang yang kecanduan merokok dan mampu membeli rokok yang mahal, dipersilahkan tetap merokok asal menanggung sendiri biaya pengobatan akibat penyakit karena rokok. Asalkan dampak buruk akibat konsumsi rokok tidak membebani negara kerena pemasukan dari cukai tembakau tidak sebanding dengan biaya yang harus dikeluarkan negara. (ayosemarang.com)
<\/p>\n\n\n\n

Bagi saya pribadi, ini adalah statemen yang sangat lucu. Sejak kapan sih negara betul-betul hadir dan perhatian terhadap kesehatan masyarakat, khususnya di pedesaan dan pedalaman? Kalau ada pun, menjalankannya setengah hati. Dan sejak kapan rokok itu menjadi candu, padahal yang candu itu kekuasaan dan menjadikan masyarakat sebagai jembatan untuk menuju \u201ckekuasaan dalam negara\u201d? 
<\/p>\n\n\n\n

Sukamta juga menganggap, bahwa perokok bukan orang yang produktif? Faktanya? Setahu saya orang-orang yang merokok punya produtivitas tinggi, mereka hidup sebagaimana keringat yang diperas setiap hari. Tanpa berharap kepada negara apalagi Sukamta.
<\/p>\n\n\n\n

Sekadar saran saja, sebaiknya PKS tidak perlu ngelantur bicara rokok. Silahkan bicara, asalkan keadilan sosial sebagaimana nama partainya tidak hanya selesai pada tataran konsepsi dan gagah-gagahan, melainkan pada tahap tindakan dan contoh konkrit atasnya.
<\/p>\n","post_title":"Ketika PKS Bicara Rokok","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"ketika-pks-bicara-rokok","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-08-24 10:51:25","post_modified_gmt":"2019-08-24 03:51:25","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5988","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":35},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"epic_block_3"};

\n

Kini hama petani muncul lagi dari kalangan politisi. Sebut saja namanya Sukamta (nama asli) yang kini menjabat sebagai sekretaris Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS). Kenapa semua orang yang terkait dengan industri hasil tembakau (petani, buruh, dsb) dianggap tidak sejahtera, ya karena partai yang harusnya adil saja tidak mampu berbuat adil, bahkan dalam pikiran dan apa yang keluar dari mulutnya.<\/p>\n\n\n\n

Baca: Tuhan Tidak Menciptakan Tembakau untuk Dibenci dan Dicaci<\/a>
<\/p>\n\n\n\n

Tidak perlu bicara terlalu jauh. Mari kita kita uji omongan Sukamta yang dimuat situs ayosemarang.com, 22 Agustus 2019. Omongan yang sejatinya sebuah template dan selalu dipakai oleh antirokok. Semacam gaya kampanye sholih li kulli zaman wal makan, <\/em>meski dibangun dari logika berantakan dan cenderung mengutamakan kengawuran daripada analisa yang mendalam. Ya memang itulah keistimewaan antirokok, anti terhadap data valid dan percaya diri berlebihan dalam kesesatan berpikir.
<\/p>\n\n\n\n

Bagi Sukamta, harga rokok di Indonesia, sebuah negeri yang besar salah satunya ditopang oleh dunia pertembakauan, harus dinaikkan 700 persen. Alasannya supaya orang miskin tidak dapat membeli rokok. Jika orang miskin yang merokok jatuh sakit, maka negara melalui (Jaminan Kesehatan Nasional) JKN rugi menanggung biayanya. Tentu saja ini berbeda dengan, orang kaya boleh makan junkfood<\/em>, minuman bersoda, dan berlaku semaunya, karena jika jatuh sakit mereka bisa membiayai sendiri dan dapat memperkaya negara.
<\/p>\n\n\n\n

Cara sistematis ini akan diduplikasi dan diperbarui terus menerus. Bermula dari seorang sakit yang berobat ke dokter, jika ia merokok maka dokter akan berkata, \u201cbapak sakit karena rokok\u201d, dan dokter tidak secara jujur bahwa penyakit itu datang dari sebab apapun, bisa gula, bisa gaya hidup yang berantakan, kurang minum air putih, stres dengan obat mahal, dsb.
<\/p>\n\n\n\n

Kenapa Sukamta cenderung ingin menaikkan harga rokok untuk menyelesaikan permasalahan JKN yang rumit itu? Ya karena sudah menjadi tabiat antirokok, bahwa berpikir keras untuk mencari solusi adalah buang-buang waktu, makanya rokok akan disalahkan supaya permasalahan menjadi lekas selesai. 
<\/p>\n\n\n\n

Coba kita kembali ke tahun 2018, saat BPJS Kesehatan defisit dan ditambal oleh cukai rokok. Para pegiat kesehatan beralasan, jumlah masyarakat sakit yang kian bertambah dan narasi yang kemudian dibangun; sakit-sakit itu disebabkan oleh rokok. Tidak berhenti sampai di situ, beragam alasan yang penting pengelola kesehatan \u201cselamat\u201d banyak digaungkan di media (tanpa ada sikap ksatria untuk mengakui bahwa memang masih banyak masalah dalam JKN, baik pengelolaan maupun skema yang lebih baik, yang perlu dicarikan solusi).<\/p>\n\n\n\n

Baca: Kegagalan Lakpesdam PBNU dalam Melihat Produk Tembakau Alternatif<\/a><\/p>\n\n\n\n

Koordinator Advokasi BPJS Watch, Timboel Siregar, megkritisi beragam narasi yang dibangun oleh pegiat kesehatan. Ia mengusulkan agar BPJS fokus pada pengawasan penetapan inasibijis oleh pihak rumah sakit. Timboel menilai, inasibijis merupakan gerbang terjadinya defisit BPJS Kesehatan. Inasibijis (INA-CGB) merupakan sebuah singkatan dari Indonesia Case Base Gropus, yakni sebuah aplikasi yang digunakan rumah sakit untuk mengajukan klaim pada pemerintah. (bisnis.com)
<\/p>\n\n\n\n

Kita tidak pernah tau, apa yang dilakukan rumah sakit terhadap pasien-pasien yang membayar BPJS. Kita juga tidak pernah tau jika ada pasien BPJS kelas I diberi fasilitas kelas II atau III, dan rumah sakit mengklaim biaya kelas I ke negara. Tentu saja yang demikian ini tidak penting bagi antirokok. <\/p>\n\n\n\n

Baca: Ada Campur Tangan Bloomberg dalam Surat Edaran Menkes terkait Pemblokiran Iklan Rokok<\/a><\/p>\n\n\n\n

Sukamta juga bilang, orang-orang yang kecanduan merokok dan mampu membeli rokok yang mahal, dipersilahkan tetap merokok asal menanggung sendiri biaya pengobatan akibat penyakit karena rokok. Asalkan dampak buruk akibat konsumsi rokok tidak membebani negara kerena pemasukan dari cukai tembakau tidak sebanding dengan biaya yang harus dikeluarkan negara. (ayosemarang.com)
<\/p>\n\n\n\n

Bagi saya pribadi, ini adalah statemen yang sangat lucu. Sejak kapan sih negara betul-betul hadir dan perhatian terhadap kesehatan masyarakat, khususnya di pedesaan dan pedalaman? Kalau ada pun, menjalankannya setengah hati. Dan sejak kapan rokok itu menjadi candu, padahal yang candu itu kekuasaan dan menjadikan masyarakat sebagai jembatan untuk menuju \u201ckekuasaan dalam negara\u201d? 
<\/p>\n\n\n\n

Sukamta juga menganggap, bahwa perokok bukan orang yang produktif? Faktanya? Setahu saya orang-orang yang merokok punya produtivitas tinggi, mereka hidup sebagaimana keringat yang diperas setiap hari. Tanpa berharap kepada negara apalagi Sukamta.
<\/p>\n\n\n\n

Sekadar saran saja, sebaiknya PKS tidak perlu ngelantur bicara rokok. Silahkan bicara, asalkan keadilan sosial sebagaimana nama partainya tidak hanya selesai pada tataran konsepsi dan gagah-gagahan, melainkan pada tahap tindakan dan contoh konkrit atasnya.
<\/p>\n","post_title":"Ketika PKS Bicara Rokok","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"ketika-pks-bicara-rokok","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-08-24 10:51:25","post_modified_gmt":"2019-08-24 03:51:25","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5988","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":35},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"epic_block_3"};

\n

Jika orang dahulu tidak berani bicara kecuali kepada hal-hal yang benar-benar diketahui, kali ini banyak sekali orang yang banyak bicara daripada membaca, baik buku maupun alam kauniyah (dunia nyata). Maka jangan heran, jika tidak sedikit politisi dan pemerintah yang gagal paham dunia pertembakau, dari berbagai sisi, karena mereka mendapatkan informasi sepotong-sepotong, tanpa ada usaha untuk tabayyun <\/em>lebih mendalam apalagi turun ke ladang untuk memastikan.
<\/p>\n\n\n\n

Kini hama petani muncul lagi dari kalangan politisi. Sebut saja namanya Sukamta (nama asli) yang kini menjabat sebagai sekretaris Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS). Kenapa semua orang yang terkait dengan industri hasil tembakau (petani, buruh, dsb) dianggap tidak sejahtera, ya karena partai yang harusnya adil saja tidak mampu berbuat adil, bahkan dalam pikiran dan apa yang keluar dari mulutnya.<\/p>\n\n\n\n

Baca: Tuhan Tidak Menciptakan Tembakau untuk Dibenci dan Dicaci<\/a>
<\/p>\n\n\n\n

Tidak perlu bicara terlalu jauh. Mari kita kita uji omongan Sukamta yang dimuat situs ayosemarang.com, 22 Agustus 2019. Omongan yang sejatinya sebuah template dan selalu dipakai oleh antirokok. Semacam gaya kampanye sholih li kulli zaman wal makan, <\/em>meski dibangun dari logika berantakan dan cenderung mengutamakan kengawuran daripada analisa yang mendalam. Ya memang itulah keistimewaan antirokok, anti terhadap data valid dan percaya diri berlebihan dalam kesesatan berpikir.
<\/p>\n\n\n\n

Bagi Sukamta, harga rokok di Indonesia, sebuah negeri yang besar salah satunya ditopang oleh dunia pertembakauan, harus dinaikkan 700 persen. Alasannya supaya orang miskin tidak dapat membeli rokok. Jika orang miskin yang merokok jatuh sakit, maka negara melalui (Jaminan Kesehatan Nasional) JKN rugi menanggung biayanya. Tentu saja ini berbeda dengan, orang kaya boleh makan junkfood<\/em>, minuman bersoda, dan berlaku semaunya, karena jika jatuh sakit mereka bisa membiayai sendiri dan dapat memperkaya negara.
<\/p>\n\n\n\n

Cara sistematis ini akan diduplikasi dan diperbarui terus menerus. Bermula dari seorang sakit yang berobat ke dokter, jika ia merokok maka dokter akan berkata, \u201cbapak sakit karena rokok\u201d, dan dokter tidak secara jujur bahwa penyakit itu datang dari sebab apapun, bisa gula, bisa gaya hidup yang berantakan, kurang minum air putih, stres dengan obat mahal, dsb.
<\/p>\n\n\n\n

Kenapa Sukamta cenderung ingin menaikkan harga rokok untuk menyelesaikan permasalahan JKN yang rumit itu? Ya karena sudah menjadi tabiat antirokok, bahwa berpikir keras untuk mencari solusi adalah buang-buang waktu, makanya rokok akan disalahkan supaya permasalahan menjadi lekas selesai. 
<\/p>\n\n\n\n

Coba kita kembali ke tahun 2018, saat BPJS Kesehatan defisit dan ditambal oleh cukai rokok. Para pegiat kesehatan beralasan, jumlah masyarakat sakit yang kian bertambah dan narasi yang kemudian dibangun; sakit-sakit itu disebabkan oleh rokok. Tidak berhenti sampai di situ, beragam alasan yang penting pengelola kesehatan \u201cselamat\u201d banyak digaungkan di media (tanpa ada sikap ksatria untuk mengakui bahwa memang masih banyak masalah dalam JKN, baik pengelolaan maupun skema yang lebih baik, yang perlu dicarikan solusi).<\/p>\n\n\n\n

Baca: Kegagalan Lakpesdam PBNU dalam Melihat Produk Tembakau Alternatif<\/a><\/p>\n\n\n\n

Koordinator Advokasi BPJS Watch, Timboel Siregar, megkritisi beragam narasi yang dibangun oleh pegiat kesehatan. Ia mengusulkan agar BPJS fokus pada pengawasan penetapan inasibijis oleh pihak rumah sakit. Timboel menilai, inasibijis merupakan gerbang terjadinya defisit BPJS Kesehatan. Inasibijis (INA-CGB) merupakan sebuah singkatan dari Indonesia Case Base Gropus, yakni sebuah aplikasi yang digunakan rumah sakit untuk mengajukan klaim pada pemerintah. (bisnis.com)
<\/p>\n\n\n\n

Kita tidak pernah tau, apa yang dilakukan rumah sakit terhadap pasien-pasien yang membayar BPJS. Kita juga tidak pernah tau jika ada pasien BPJS kelas I diberi fasilitas kelas II atau III, dan rumah sakit mengklaim biaya kelas I ke negara. Tentu saja yang demikian ini tidak penting bagi antirokok. <\/p>\n\n\n\n

Baca: Ada Campur Tangan Bloomberg dalam Surat Edaran Menkes terkait Pemblokiran Iklan Rokok<\/a><\/p>\n\n\n\n

Sukamta juga bilang, orang-orang yang kecanduan merokok dan mampu membeli rokok yang mahal, dipersilahkan tetap merokok asal menanggung sendiri biaya pengobatan akibat penyakit karena rokok. Asalkan dampak buruk akibat konsumsi rokok tidak membebani negara kerena pemasukan dari cukai tembakau tidak sebanding dengan biaya yang harus dikeluarkan negara. (ayosemarang.com)
<\/p>\n\n\n\n

Bagi saya pribadi, ini adalah statemen yang sangat lucu. Sejak kapan sih negara betul-betul hadir dan perhatian terhadap kesehatan masyarakat, khususnya di pedesaan dan pedalaman? Kalau ada pun, menjalankannya setengah hati. Dan sejak kapan rokok itu menjadi candu, padahal yang candu itu kekuasaan dan menjadikan masyarakat sebagai jembatan untuk menuju \u201ckekuasaan dalam negara\u201d? 
<\/p>\n\n\n\n

Sukamta juga menganggap, bahwa perokok bukan orang yang produktif? Faktanya? Setahu saya orang-orang yang merokok punya produtivitas tinggi, mereka hidup sebagaimana keringat yang diperas setiap hari. Tanpa berharap kepada negara apalagi Sukamta.
<\/p>\n\n\n\n

Sekadar saran saja, sebaiknya PKS tidak perlu ngelantur bicara rokok. Silahkan bicara, asalkan keadilan sosial sebagaimana nama partainya tidak hanya selesai pada tataran konsepsi dan gagah-gagahan, melainkan pada tahap tindakan dan contoh konkrit atasnya.
<\/p>\n","post_title":"Ketika PKS Bicara Rokok","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"ketika-pks-bicara-rokok","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-08-24 10:51:25","post_modified_gmt":"2019-08-24 03:51:25","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5988","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":35},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"epic_block_3"};

\n

Sumber permasalahan besar dunia pertembakauan sejatinya bukan iklim dan hama, melainkan kebijakan pemerintah dan para plolitisi yang ikut serta membicarakannya, tanpa dasar yang kuat, adil dan cenderung ugal-ugalan.
<\/p>\n\n\n\n

Jika orang dahulu tidak berani bicara kecuali kepada hal-hal yang benar-benar diketahui, kali ini banyak sekali orang yang banyak bicara daripada membaca, baik buku maupun alam kauniyah (dunia nyata). Maka jangan heran, jika tidak sedikit politisi dan pemerintah yang gagal paham dunia pertembakau, dari berbagai sisi, karena mereka mendapatkan informasi sepotong-sepotong, tanpa ada usaha untuk tabayyun <\/em>lebih mendalam apalagi turun ke ladang untuk memastikan.
<\/p>\n\n\n\n

Kini hama petani muncul lagi dari kalangan politisi. Sebut saja namanya Sukamta (nama asli) yang kini menjabat sebagai sekretaris Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS). Kenapa semua orang yang terkait dengan industri hasil tembakau (petani, buruh, dsb) dianggap tidak sejahtera, ya karena partai yang harusnya adil saja tidak mampu berbuat adil, bahkan dalam pikiran dan apa yang keluar dari mulutnya.<\/p>\n\n\n\n

Baca: Tuhan Tidak Menciptakan Tembakau untuk Dibenci dan Dicaci<\/a>
<\/p>\n\n\n\n

Tidak perlu bicara terlalu jauh. Mari kita kita uji omongan Sukamta yang dimuat situs ayosemarang.com, 22 Agustus 2019. Omongan yang sejatinya sebuah template dan selalu dipakai oleh antirokok. Semacam gaya kampanye sholih li kulli zaman wal makan, <\/em>meski dibangun dari logika berantakan dan cenderung mengutamakan kengawuran daripada analisa yang mendalam. Ya memang itulah keistimewaan antirokok, anti terhadap data valid dan percaya diri berlebihan dalam kesesatan berpikir.
<\/p>\n\n\n\n

Bagi Sukamta, harga rokok di Indonesia, sebuah negeri yang besar salah satunya ditopang oleh dunia pertembakauan, harus dinaikkan 700 persen. Alasannya supaya orang miskin tidak dapat membeli rokok. Jika orang miskin yang merokok jatuh sakit, maka negara melalui (Jaminan Kesehatan Nasional) JKN rugi menanggung biayanya. Tentu saja ini berbeda dengan, orang kaya boleh makan junkfood<\/em>, minuman bersoda, dan berlaku semaunya, karena jika jatuh sakit mereka bisa membiayai sendiri dan dapat memperkaya negara.
<\/p>\n\n\n\n

Cara sistematis ini akan diduplikasi dan diperbarui terus menerus. Bermula dari seorang sakit yang berobat ke dokter, jika ia merokok maka dokter akan berkata, \u201cbapak sakit karena rokok\u201d, dan dokter tidak secara jujur bahwa penyakit itu datang dari sebab apapun, bisa gula, bisa gaya hidup yang berantakan, kurang minum air putih, stres dengan obat mahal, dsb.
<\/p>\n\n\n\n

Kenapa Sukamta cenderung ingin menaikkan harga rokok untuk menyelesaikan permasalahan JKN yang rumit itu? Ya karena sudah menjadi tabiat antirokok, bahwa berpikir keras untuk mencari solusi adalah buang-buang waktu, makanya rokok akan disalahkan supaya permasalahan menjadi lekas selesai. 
<\/p>\n\n\n\n

Coba kita kembali ke tahun 2018, saat BPJS Kesehatan defisit dan ditambal oleh cukai rokok. Para pegiat kesehatan beralasan, jumlah masyarakat sakit yang kian bertambah dan narasi yang kemudian dibangun; sakit-sakit itu disebabkan oleh rokok. Tidak berhenti sampai di situ, beragam alasan yang penting pengelola kesehatan \u201cselamat\u201d banyak digaungkan di media (tanpa ada sikap ksatria untuk mengakui bahwa memang masih banyak masalah dalam JKN, baik pengelolaan maupun skema yang lebih baik, yang perlu dicarikan solusi).<\/p>\n\n\n\n

Baca: Kegagalan Lakpesdam PBNU dalam Melihat Produk Tembakau Alternatif<\/a><\/p>\n\n\n\n

Koordinator Advokasi BPJS Watch, Timboel Siregar, megkritisi beragam narasi yang dibangun oleh pegiat kesehatan. Ia mengusulkan agar BPJS fokus pada pengawasan penetapan inasibijis oleh pihak rumah sakit. Timboel menilai, inasibijis merupakan gerbang terjadinya defisit BPJS Kesehatan. Inasibijis (INA-CGB) merupakan sebuah singkatan dari Indonesia Case Base Gropus, yakni sebuah aplikasi yang digunakan rumah sakit untuk mengajukan klaim pada pemerintah. (bisnis.com)
<\/p>\n\n\n\n

Kita tidak pernah tau, apa yang dilakukan rumah sakit terhadap pasien-pasien yang membayar BPJS. Kita juga tidak pernah tau jika ada pasien BPJS kelas I diberi fasilitas kelas II atau III, dan rumah sakit mengklaim biaya kelas I ke negara. Tentu saja yang demikian ini tidak penting bagi antirokok. <\/p>\n\n\n\n

Baca: Ada Campur Tangan Bloomberg dalam Surat Edaran Menkes terkait Pemblokiran Iklan Rokok<\/a><\/p>\n\n\n\n

Sukamta juga bilang, orang-orang yang kecanduan merokok dan mampu membeli rokok yang mahal, dipersilahkan tetap merokok asal menanggung sendiri biaya pengobatan akibat penyakit karena rokok. Asalkan dampak buruk akibat konsumsi rokok tidak membebani negara kerena pemasukan dari cukai tembakau tidak sebanding dengan biaya yang harus dikeluarkan negara. (ayosemarang.com)
<\/p>\n\n\n\n

Bagi saya pribadi, ini adalah statemen yang sangat lucu. Sejak kapan sih negara betul-betul hadir dan perhatian terhadap kesehatan masyarakat, khususnya di pedesaan dan pedalaman? Kalau ada pun, menjalankannya setengah hati. Dan sejak kapan rokok itu menjadi candu, padahal yang candu itu kekuasaan dan menjadikan masyarakat sebagai jembatan untuk menuju \u201ckekuasaan dalam negara\u201d? 
<\/p>\n\n\n\n

Sukamta juga menganggap, bahwa perokok bukan orang yang produktif? Faktanya? Setahu saya orang-orang yang merokok punya produtivitas tinggi, mereka hidup sebagaimana keringat yang diperas setiap hari. Tanpa berharap kepada negara apalagi Sukamta.
<\/p>\n\n\n\n

Sekadar saran saja, sebaiknya PKS tidak perlu ngelantur bicara rokok. Silahkan bicara, asalkan keadilan sosial sebagaimana nama partainya tidak hanya selesai pada tataran konsepsi dan gagah-gagahan, melainkan pada tahap tindakan dan contoh konkrit atasnya.
<\/p>\n","post_title":"Ketika PKS Bicara Rokok","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"ketika-pks-bicara-rokok","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-08-24 10:51:25","post_modified_gmt":"2019-08-24 03:51:25","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5988","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":35},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"epic_block_3"};

\n

Untuk itu, demi masa depan bangsa Indonesia harusnya ada regulasi pelarangan peredaran rokok elektrik atau vape yang nyata-nyata telah ada kasus dengan didukung beberapa riset dan studi tentang konten rokok elektrik atau vape, yang hasilnya mempunyai resiko tinggi dapat menyebabkan penyakit berujung kematian.         
<\/p>\n","post_title":"Perokok Elektrik Berisiko Besar Terjangkit Penyakit Mematikan","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"perokok-elektrik-berisiko-besar-terjangkit-penyakit-mematikan","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-08-28 09:40:09","post_modified_gmt":"2019-08-28 02:40:09","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5999","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5988,"post_author":"855","post_date":"2019-08-24 10:41:28","post_date_gmt":"2019-08-24 03:41:28","post_content":"\n

Sumber permasalahan besar dunia pertembakauan sejatinya bukan iklim dan hama, melainkan kebijakan pemerintah dan para plolitisi yang ikut serta membicarakannya, tanpa dasar yang kuat, adil dan cenderung ugal-ugalan.
<\/p>\n\n\n\n

Jika orang dahulu tidak berani bicara kecuali kepada hal-hal yang benar-benar diketahui, kali ini banyak sekali orang yang banyak bicara daripada membaca, baik buku maupun alam kauniyah (dunia nyata). Maka jangan heran, jika tidak sedikit politisi dan pemerintah yang gagal paham dunia pertembakau, dari berbagai sisi, karena mereka mendapatkan informasi sepotong-sepotong, tanpa ada usaha untuk tabayyun <\/em>lebih mendalam apalagi turun ke ladang untuk memastikan.
<\/p>\n\n\n\n

Kini hama petani muncul lagi dari kalangan politisi. Sebut saja namanya Sukamta (nama asli) yang kini menjabat sebagai sekretaris Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS). Kenapa semua orang yang terkait dengan industri hasil tembakau (petani, buruh, dsb) dianggap tidak sejahtera, ya karena partai yang harusnya adil saja tidak mampu berbuat adil, bahkan dalam pikiran dan apa yang keluar dari mulutnya.<\/p>\n\n\n\n

Baca: Tuhan Tidak Menciptakan Tembakau untuk Dibenci dan Dicaci<\/a>
<\/p>\n\n\n\n

Tidak perlu bicara terlalu jauh. Mari kita kita uji omongan Sukamta yang dimuat situs ayosemarang.com, 22 Agustus 2019. Omongan yang sejatinya sebuah template dan selalu dipakai oleh antirokok. Semacam gaya kampanye sholih li kulli zaman wal makan, <\/em>meski dibangun dari logika berantakan dan cenderung mengutamakan kengawuran daripada analisa yang mendalam. Ya memang itulah keistimewaan antirokok, anti terhadap data valid dan percaya diri berlebihan dalam kesesatan berpikir.
<\/p>\n\n\n\n

Bagi Sukamta, harga rokok di Indonesia, sebuah negeri yang besar salah satunya ditopang oleh dunia pertembakauan, harus dinaikkan 700 persen. Alasannya supaya orang miskin tidak dapat membeli rokok. Jika orang miskin yang merokok jatuh sakit, maka negara melalui (Jaminan Kesehatan Nasional) JKN rugi menanggung biayanya. Tentu saja ini berbeda dengan, orang kaya boleh makan junkfood<\/em>, minuman bersoda, dan berlaku semaunya, karena jika jatuh sakit mereka bisa membiayai sendiri dan dapat memperkaya negara.
<\/p>\n\n\n\n

Cara sistematis ini akan diduplikasi dan diperbarui terus menerus. Bermula dari seorang sakit yang berobat ke dokter, jika ia merokok maka dokter akan berkata, \u201cbapak sakit karena rokok\u201d, dan dokter tidak secara jujur bahwa penyakit itu datang dari sebab apapun, bisa gula, bisa gaya hidup yang berantakan, kurang minum air putih, stres dengan obat mahal, dsb.
<\/p>\n\n\n\n

Kenapa Sukamta cenderung ingin menaikkan harga rokok untuk menyelesaikan permasalahan JKN yang rumit itu? Ya karena sudah menjadi tabiat antirokok, bahwa berpikir keras untuk mencari solusi adalah buang-buang waktu, makanya rokok akan disalahkan supaya permasalahan menjadi lekas selesai. 
<\/p>\n\n\n\n

Coba kita kembali ke tahun 2018, saat BPJS Kesehatan defisit dan ditambal oleh cukai rokok. Para pegiat kesehatan beralasan, jumlah masyarakat sakit yang kian bertambah dan narasi yang kemudian dibangun; sakit-sakit itu disebabkan oleh rokok. Tidak berhenti sampai di situ, beragam alasan yang penting pengelola kesehatan \u201cselamat\u201d banyak digaungkan di media (tanpa ada sikap ksatria untuk mengakui bahwa memang masih banyak masalah dalam JKN, baik pengelolaan maupun skema yang lebih baik, yang perlu dicarikan solusi).<\/p>\n\n\n\n

Baca: Kegagalan Lakpesdam PBNU dalam Melihat Produk Tembakau Alternatif<\/a><\/p>\n\n\n\n

Koordinator Advokasi BPJS Watch, Timboel Siregar, megkritisi beragam narasi yang dibangun oleh pegiat kesehatan. Ia mengusulkan agar BPJS fokus pada pengawasan penetapan inasibijis oleh pihak rumah sakit. Timboel menilai, inasibijis merupakan gerbang terjadinya defisit BPJS Kesehatan. Inasibijis (INA-CGB) merupakan sebuah singkatan dari Indonesia Case Base Gropus, yakni sebuah aplikasi yang digunakan rumah sakit untuk mengajukan klaim pada pemerintah. (bisnis.com)
<\/p>\n\n\n\n

Kita tidak pernah tau, apa yang dilakukan rumah sakit terhadap pasien-pasien yang membayar BPJS. Kita juga tidak pernah tau jika ada pasien BPJS kelas I diberi fasilitas kelas II atau III, dan rumah sakit mengklaim biaya kelas I ke negara. Tentu saja yang demikian ini tidak penting bagi antirokok. <\/p>\n\n\n\n

Baca: Ada Campur Tangan Bloomberg dalam Surat Edaran Menkes terkait Pemblokiran Iklan Rokok<\/a><\/p>\n\n\n\n

Sukamta juga bilang, orang-orang yang kecanduan merokok dan mampu membeli rokok yang mahal, dipersilahkan tetap merokok asal menanggung sendiri biaya pengobatan akibat penyakit karena rokok. Asalkan dampak buruk akibat konsumsi rokok tidak membebani negara kerena pemasukan dari cukai tembakau tidak sebanding dengan biaya yang harus dikeluarkan negara. (ayosemarang.com)
<\/p>\n\n\n\n

Bagi saya pribadi, ini adalah statemen yang sangat lucu. Sejak kapan sih negara betul-betul hadir dan perhatian terhadap kesehatan masyarakat, khususnya di pedesaan dan pedalaman? Kalau ada pun, menjalankannya setengah hati. Dan sejak kapan rokok itu menjadi candu, padahal yang candu itu kekuasaan dan menjadikan masyarakat sebagai jembatan untuk menuju \u201ckekuasaan dalam negara\u201d? 
<\/p>\n\n\n\n

Sukamta juga menganggap, bahwa perokok bukan orang yang produktif? Faktanya? Setahu saya orang-orang yang merokok punya produtivitas tinggi, mereka hidup sebagaimana keringat yang diperas setiap hari. Tanpa berharap kepada negara apalagi Sukamta.
<\/p>\n\n\n\n

Sekadar saran saja, sebaiknya PKS tidak perlu ngelantur bicara rokok. Silahkan bicara, asalkan keadilan sosial sebagaimana nama partainya tidak hanya selesai pada tataran konsepsi dan gagah-gagahan, melainkan pada tahap tindakan dan contoh konkrit atasnya.
<\/p>\n","post_title":"Ketika PKS Bicara Rokok","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"ketika-pks-bicara-rokok","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-08-24 10:51:25","post_modified_gmt":"2019-08-24 03:51:25","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5988","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":35},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"epic_block_3"};

\n

Dari hasil pakar dan hasil studi di atas menegaskan bahwa keberadaan rokok vape atau rokok elektrik, resikonya sangat besar. Bahan utama rokok vape atau elektrik yang paling besar memberikan efek negatif pada tubuh manusia adalah cairan perasa. Akibat cairan perasa dalam rokok elektrik  atau vape termasuk merek JUUL beresiko terjadi peradangan, terjangkit penyakit jantung dan paru-paru akut, selanjutnya berakibat kematian. <\/p>\n\n\n\n

Untuk itu, demi masa depan bangsa Indonesia harusnya ada regulasi pelarangan peredaran rokok elektrik atau vape yang nyata-nyata telah ada kasus dengan didukung beberapa riset dan studi tentang konten rokok elektrik atau vape, yang hasilnya mempunyai resiko tinggi dapat menyebabkan penyakit berujung kematian.         
<\/p>\n","post_title":"Perokok Elektrik Berisiko Besar Terjangkit Penyakit Mematikan","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"perokok-elektrik-berisiko-besar-terjangkit-penyakit-mematikan","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-08-28 09:40:09","post_modified_gmt":"2019-08-28 02:40:09","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5999","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5988,"post_author":"855","post_date":"2019-08-24 10:41:28","post_date_gmt":"2019-08-24 03:41:28","post_content":"\n

Sumber permasalahan besar dunia pertembakauan sejatinya bukan iklim dan hama, melainkan kebijakan pemerintah dan para plolitisi yang ikut serta membicarakannya, tanpa dasar yang kuat, adil dan cenderung ugal-ugalan.
<\/p>\n\n\n\n

Jika orang dahulu tidak berani bicara kecuali kepada hal-hal yang benar-benar diketahui, kali ini banyak sekali orang yang banyak bicara daripada membaca, baik buku maupun alam kauniyah (dunia nyata). Maka jangan heran, jika tidak sedikit politisi dan pemerintah yang gagal paham dunia pertembakau, dari berbagai sisi, karena mereka mendapatkan informasi sepotong-sepotong, tanpa ada usaha untuk tabayyun <\/em>lebih mendalam apalagi turun ke ladang untuk memastikan.
<\/p>\n\n\n\n

Kini hama petani muncul lagi dari kalangan politisi. Sebut saja namanya Sukamta (nama asli) yang kini menjabat sebagai sekretaris Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS). Kenapa semua orang yang terkait dengan industri hasil tembakau (petani, buruh, dsb) dianggap tidak sejahtera, ya karena partai yang harusnya adil saja tidak mampu berbuat adil, bahkan dalam pikiran dan apa yang keluar dari mulutnya.<\/p>\n\n\n\n

Baca: Tuhan Tidak Menciptakan Tembakau untuk Dibenci dan Dicaci<\/a>
<\/p>\n\n\n\n

Tidak perlu bicara terlalu jauh. Mari kita kita uji omongan Sukamta yang dimuat situs ayosemarang.com, 22 Agustus 2019. Omongan yang sejatinya sebuah template dan selalu dipakai oleh antirokok. Semacam gaya kampanye sholih li kulli zaman wal makan, <\/em>meski dibangun dari logika berantakan dan cenderung mengutamakan kengawuran daripada analisa yang mendalam. Ya memang itulah keistimewaan antirokok, anti terhadap data valid dan percaya diri berlebihan dalam kesesatan berpikir.
<\/p>\n\n\n\n

Bagi Sukamta, harga rokok di Indonesia, sebuah negeri yang besar salah satunya ditopang oleh dunia pertembakauan, harus dinaikkan 700 persen. Alasannya supaya orang miskin tidak dapat membeli rokok. Jika orang miskin yang merokok jatuh sakit, maka negara melalui (Jaminan Kesehatan Nasional) JKN rugi menanggung biayanya. Tentu saja ini berbeda dengan, orang kaya boleh makan junkfood<\/em>, minuman bersoda, dan berlaku semaunya, karena jika jatuh sakit mereka bisa membiayai sendiri dan dapat memperkaya negara.
<\/p>\n\n\n\n

Cara sistematis ini akan diduplikasi dan diperbarui terus menerus. Bermula dari seorang sakit yang berobat ke dokter, jika ia merokok maka dokter akan berkata, \u201cbapak sakit karena rokok\u201d, dan dokter tidak secara jujur bahwa penyakit itu datang dari sebab apapun, bisa gula, bisa gaya hidup yang berantakan, kurang minum air putih, stres dengan obat mahal, dsb.
<\/p>\n\n\n\n

Kenapa Sukamta cenderung ingin menaikkan harga rokok untuk menyelesaikan permasalahan JKN yang rumit itu? Ya karena sudah menjadi tabiat antirokok, bahwa berpikir keras untuk mencari solusi adalah buang-buang waktu, makanya rokok akan disalahkan supaya permasalahan menjadi lekas selesai. 
<\/p>\n\n\n\n

Coba kita kembali ke tahun 2018, saat BPJS Kesehatan defisit dan ditambal oleh cukai rokok. Para pegiat kesehatan beralasan, jumlah masyarakat sakit yang kian bertambah dan narasi yang kemudian dibangun; sakit-sakit itu disebabkan oleh rokok. Tidak berhenti sampai di situ, beragam alasan yang penting pengelola kesehatan \u201cselamat\u201d banyak digaungkan di media (tanpa ada sikap ksatria untuk mengakui bahwa memang masih banyak masalah dalam JKN, baik pengelolaan maupun skema yang lebih baik, yang perlu dicarikan solusi).<\/p>\n\n\n\n

Baca: Kegagalan Lakpesdam PBNU dalam Melihat Produk Tembakau Alternatif<\/a><\/p>\n\n\n\n

Koordinator Advokasi BPJS Watch, Timboel Siregar, megkritisi beragam narasi yang dibangun oleh pegiat kesehatan. Ia mengusulkan agar BPJS fokus pada pengawasan penetapan inasibijis oleh pihak rumah sakit. Timboel menilai, inasibijis merupakan gerbang terjadinya defisit BPJS Kesehatan. Inasibijis (INA-CGB) merupakan sebuah singkatan dari Indonesia Case Base Gropus, yakni sebuah aplikasi yang digunakan rumah sakit untuk mengajukan klaim pada pemerintah. (bisnis.com)
<\/p>\n\n\n\n

Kita tidak pernah tau, apa yang dilakukan rumah sakit terhadap pasien-pasien yang membayar BPJS. Kita juga tidak pernah tau jika ada pasien BPJS kelas I diberi fasilitas kelas II atau III, dan rumah sakit mengklaim biaya kelas I ke negara. Tentu saja yang demikian ini tidak penting bagi antirokok. <\/p>\n\n\n\n

Baca: Ada Campur Tangan Bloomberg dalam Surat Edaran Menkes terkait Pemblokiran Iklan Rokok<\/a><\/p>\n\n\n\n

Sukamta juga bilang, orang-orang yang kecanduan merokok dan mampu membeli rokok yang mahal, dipersilahkan tetap merokok asal menanggung sendiri biaya pengobatan akibat penyakit karena rokok. Asalkan dampak buruk akibat konsumsi rokok tidak membebani negara kerena pemasukan dari cukai tembakau tidak sebanding dengan biaya yang harus dikeluarkan negara. (ayosemarang.com)
<\/p>\n\n\n\n

Bagi saya pribadi, ini adalah statemen yang sangat lucu. Sejak kapan sih negara betul-betul hadir dan perhatian terhadap kesehatan masyarakat, khususnya di pedesaan dan pedalaman? Kalau ada pun, menjalankannya setengah hati. Dan sejak kapan rokok itu menjadi candu, padahal yang candu itu kekuasaan dan menjadikan masyarakat sebagai jembatan untuk menuju \u201ckekuasaan dalam negara\u201d? 
<\/p>\n\n\n\n

Sukamta juga menganggap, bahwa perokok bukan orang yang produktif? Faktanya? Setahu saya orang-orang yang merokok punya produtivitas tinggi, mereka hidup sebagaimana keringat yang diperas setiap hari. Tanpa berharap kepada negara apalagi Sukamta.
<\/p>\n\n\n\n

Sekadar saran saja, sebaiknya PKS tidak perlu ngelantur bicara rokok. Silahkan bicara, asalkan keadilan sosial sebagaimana nama partainya tidak hanya selesai pada tataran konsepsi dan gagah-gagahan, melainkan pada tahap tindakan dan contoh konkrit atasnya.
<\/p>\n","post_title":"Ketika PKS Bicara Rokok","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"ketika-pks-bicara-rokok","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-08-24 10:51:25","post_modified_gmt":"2019-08-24 03:51:25","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5988","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":35},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"epic_block_3"};

\n

Studi pada 2018 lalu menunjukkan, penggunaan rokok elektrik harian berisiko terhadap serangan jantung, meski dengan probabilitas yang lebih rendah daripada perokok tembakau. Menurut dr Lawrence Phillips pakar kardiovaskular NYU Langone Health mengatakan \u201cKita melihat semakin banyak bukti bahwa rokok elektrik berhubungan dengan peningkatan risiko serangan jantung\u201d.<\/p>\n\n\n\n

Dari hasil pakar dan hasil studi di atas menegaskan bahwa keberadaan rokok vape atau rokok elektrik, resikonya sangat besar. Bahan utama rokok vape atau elektrik yang paling besar memberikan efek negatif pada tubuh manusia adalah cairan perasa. Akibat cairan perasa dalam rokok elektrik  atau vape termasuk merek JUUL beresiko terjadi peradangan, terjangkit penyakit jantung dan paru-paru akut, selanjutnya berakibat kematian. <\/p>\n\n\n\n

Untuk itu, demi masa depan bangsa Indonesia harusnya ada regulasi pelarangan peredaran rokok elektrik atau vape yang nyata-nyata telah ada kasus dengan didukung beberapa riset dan studi tentang konten rokok elektrik atau vape, yang hasilnya mempunyai resiko tinggi dapat menyebabkan penyakit berujung kematian.         
<\/p>\n","post_title":"Perokok Elektrik Berisiko Besar Terjangkit Penyakit Mematikan","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"perokok-elektrik-berisiko-besar-terjangkit-penyakit-mematikan","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-08-28 09:40:09","post_modified_gmt":"2019-08-28 02:40:09","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5999","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5988,"post_author":"855","post_date":"2019-08-24 10:41:28","post_date_gmt":"2019-08-24 03:41:28","post_content":"\n

Sumber permasalahan besar dunia pertembakauan sejatinya bukan iklim dan hama, melainkan kebijakan pemerintah dan para plolitisi yang ikut serta membicarakannya, tanpa dasar yang kuat, adil dan cenderung ugal-ugalan.
<\/p>\n\n\n\n

Jika orang dahulu tidak berani bicara kecuali kepada hal-hal yang benar-benar diketahui, kali ini banyak sekali orang yang banyak bicara daripada membaca, baik buku maupun alam kauniyah (dunia nyata). Maka jangan heran, jika tidak sedikit politisi dan pemerintah yang gagal paham dunia pertembakau, dari berbagai sisi, karena mereka mendapatkan informasi sepotong-sepotong, tanpa ada usaha untuk tabayyun <\/em>lebih mendalam apalagi turun ke ladang untuk memastikan.
<\/p>\n\n\n\n

Kini hama petani muncul lagi dari kalangan politisi. Sebut saja namanya Sukamta (nama asli) yang kini menjabat sebagai sekretaris Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS). Kenapa semua orang yang terkait dengan industri hasil tembakau (petani, buruh, dsb) dianggap tidak sejahtera, ya karena partai yang harusnya adil saja tidak mampu berbuat adil, bahkan dalam pikiran dan apa yang keluar dari mulutnya.<\/p>\n\n\n\n

Baca: Tuhan Tidak Menciptakan Tembakau untuk Dibenci dan Dicaci<\/a>
<\/p>\n\n\n\n

Tidak perlu bicara terlalu jauh. Mari kita kita uji omongan Sukamta yang dimuat situs ayosemarang.com, 22 Agustus 2019. Omongan yang sejatinya sebuah template dan selalu dipakai oleh antirokok. Semacam gaya kampanye sholih li kulli zaman wal makan, <\/em>meski dibangun dari logika berantakan dan cenderung mengutamakan kengawuran daripada analisa yang mendalam. Ya memang itulah keistimewaan antirokok, anti terhadap data valid dan percaya diri berlebihan dalam kesesatan berpikir.
<\/p>\n\n\n\n

Bagi Sukamta, harga rokok di Indonesia, sebuah negeri yang besar salah satunya ditopang oleh dunia pertembakauan, harus dinaikkan 700 persen. Alasannya supaya orang miskin tidak dapat membeli rokok. Jika orang miskin yang merokok jatuh sakit, maka negara melalui (Jaminan Kesehatan Nasional) JKN rugi menanggung biayanya. Tentu saja ini berbeda dengan, orang kaya boleh makan junkfood<\/em>, minuman bersoda, dan berlaku semaunya, karena jika jatuh sakit mereka bisa membiayai sendiri dan dapat memperkaya negara.
<\/p>\n\n\n\n

Cara sistematis ini akan diduplikasi dan diperbarui terus menerus. Bermula dari seorang sakit yang berobat ke dokter, jika ia merokok maka dokter akan berkata, \u201cbapak sakit karena rokok\u201d, dan dokter tidak secara jujur bahwa penyakit itu datang dari sebab apapun, bisa gula, bisa gaya hidup yang berantakan, kurang minum air putih, stres dengan obat mahal, dsb.
<\/p>\n\n\n\n

Kenapa Sukamta cenderung ingin menaikkan harga rokok untuk menyelesaikan permasalahan JKN yang rumit itu? Ya karena sudah menjadi tabiat antirokok, bahwa berpikir keras untuk mencari solusi adalah buang-buang waktu, makanya rokok akan disalahkan supaya permasalahan menjadi lekas selesai. 
<\/p>\n\n\n\n

Coba kita kembali ke tahun 2018, saat BPJS Kesehatan defisit dan ditambal oleh cukai rokok. Para pegiat kesehatan beralasan, jumlah masyarakat sakit yang kian bertambah dan narasi yang kemudian dibangun; sakit-sakit itu disebabkan oleh rokok. Tidak berhenti sampai di situ, beragam alasan yang penting pengelola kesehatan \u201cselamat\u201d banyak digaungkan di media (tanpa ada sikap ksatria untuk mengakui bahwa memang masih banyak masalah dalam JKN, baik pengelolaan maupun skema yang lebih baik, yang perlu dicarikan solusi).<\/p>\n\n\n\n

Baca: Kegagalan Lakpesdam PBNU dalam Melihat Produk Tembakau Alternatif<\/a><\/p>\n\n\n\n

Koordinator Advokasi BPJS Watch, Timboel Siregar, megkritisi beragam narasi yang dibangun oleh pegiat kesehatan. Ia mengusulkan agar BPJS fokus pada pengawasan penetapan inasibijis oleh pihak rumah sakit. Timboel menilai, inasibijis merupakan gerbang terjadinya defisit BPJS Kesehatan. Inasibijis (INA-CGB) merupakan sebuah singkatan dari Indonesia Case Base Gropus, yakni sebuah aplikasi yang digunakan rumah sakit untuk mengajukan klaim pada pemerintah. (bisnis.com)
<\/p>\n\n\n\n

Kita tidak pernah tau, apa yang dilakukan rumah sakit terhadap pasien-pasien yang membayar BPJS. Kita juga tidak pernah tau jika ada pasien BPJS kelas I diberi fasilitas kelas II atau III, dan rumah sakit mengklaim biaya kelas I ke negara. Tentu saja yang demikian ini tidak penting bagi antirokok. <\/p>\n\n\n\n

Baca: Ada Campur Tangan Bloomberg dalam Surat Edaran Menkes terkait Pemblokiran Iklan Rokok<\/a><\/p>\n\n\n\n

Sukamta juga bilang, orang-orang yang kecanduan merokok dan mampu membeli rokok yang mahal, dipersilahkan tetap merokok asal menanggung sendiri biaya pengobatan akibat penyakit karena rokok. Asalkan dampak buruk akibat konsumsi rokok tidak membebani negara kerena pemasukan dari cukai tembakau tidak sebanding dengan biaya yang harus dikeluarkan negara. (ayosemarang.com)
<\/p>\n\n\n\n

Bagi saya pribadi, ini adalah statemen yang sangat lucu. Sejak kapan sih negara betul-betul hadir dan perhatian terhadap kesehatan masyarakat, khususnya di pedesaan dan pedalaman? Kalau ada pun, menjalankannya setengah hati. Dan sejak kapan rokok itu menjadi candu, padahal yang candu itu kekuasaan dan menjadikan masyarakat sebagai jembatan untuk menuju \u201ckekuasaan dalam negara\u201d? 
<\/p>\n\n\n\n

Sukamta juga menganggap, bahwa perokok bukan orang yang produktif? Faktanya? Setahu saya orang-orang yang merokok punya produtivitas tinggi, mereka hidup sebagaimana keringat yang diperas setiap hari. Tanpa berharap kepada negara apalagi Sukamta.
<\/p>\n\n\n\n

Sekadar saran saja, sebaiknya PKS tidak perlu ngelantur bicara rokok. Silahkan bicara, asalkan keadilan sosial sebagaimana nama partainya tidak hanya selesai pada tataran konsepsi dan gagah-gagahan, melainkan pada tahap tindakan dan contoh konkrit atasnya.
<\/p>\n","post_title":"Ketika PKS Bicara Rokok","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"ketika-pks-bicara-rokok","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-08-24 10:51:25","post_modified_gmt":"2019-08-24 03:51:25","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5988","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":35},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"epic_block_3"};

\n

Sekelompok ahli kardiovaskular dari University of Massachusetts menganjurkan peneliti agar melakukan uji rokok elektrik atau vape lebih yang beraroma. Karena sumsi sementara, produk vape atau rokok elektrik yang beraroma dan punya pilihan rasa lebih berbahaya dari pada rokok vape natural. Namun yang banyak beredar dipasaran, justru yang beraroma dan berasa buah-buahan, dari pada yang natural. <\/p>\n\n\n\n

Studi pada 2018 lalu menunjukkan, penggunaan rokok elektrik harian berisiko terhadap serangan jantung, meski dengan probabilitas yang lebih rendah daripada perokok tembakau. Menurut dr Lawrence Phillips pakar kardiovaskular NYU Langone Health mengatakan \u201cKita melihat semakin banyak bukti bahwa rokok elektrik berhubungan dengan peningkatan risiko serangan jantung\u201d.<\/p>\n\n\n\n

Dari hasil pakar dan hasil studi di atas menegaskan bahwa keberadaan rokok vape atau rokok elektrik, resikonya sangat besar. Bahan utama rokok vape atau elektrik yang paling besar memberikan efek negatif pada tubuh manusia adalah cairan perasa. Akibat cairan perasa dalam rokok elektrik  atau vape termasuk merek JUUL beresiko terjadi peradangan, terjangkit penyakit jantung dan paru-paru akut, selanjutnya berakibat kematian. <\/p>\n\n\n\n

Untuk itu, demi masa depan bangsa Indonesia harusnya ada regulasi pelarangan peredaran rokok elektrik atau vape yang nyata-nyata telah ada kasus dengan didukung beberapa riset dan studi tentang konten rokok elektrik atau vape, yang hasilnya mempunyai resiko tinggi dapat menyebabkan penyakit berujung kematian.         
<\/p>\n","post_title":"Perokok Elektrik Berisiko Besar Terjangkit Penyakit Mematikan","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"perokok-elektrik-berisiko-besar-terjangkit-penyakit-mematikan","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-08-28 09:40:09","post_modified_gmt":"2019-08-28 02:40:09","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5999","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5988,"post_author":"855","post_date":"2019-08-24 10:41:28","post_date_gmt":"2019-08-24 03:41:28","post_content":"\n

Sumber permasalahan besar dunia pertembakauan sejatinya bukan iklim dan hama, melainkan kebijakan pemerintah dan para plolitisi yang ikut serta membicarakannya, tanpa dasar yang kuat, adil dan cenderung ugal-ugalan.
<\/p>\n\n\n\n

Jika orang dahulu tidak berani bicara kecuali kepada hal-hal yang benar-benar diketahui, kali ini banyak sekali orang yang banyak bicara daripada membaca, baik buku maupun alam kauniyah (dunia nyata). Maka jangan heran, jika tidak sedikit politisi dan pemerintah yang gagal paham dunia pertembakau, dari berbagai sisi, karena mereka mendapatkan informasi sepotong-sepotong, tanpa ada usaha untuk tabayyun <\/em>lebih mendalam apalagi turun ke ladang untuk memastikan.
<\/p>\n\n\n\n

Kini hama petani muncul lagi dari kalangan politisi. Sebut saja namanya Sukamta (nama asli) yang kini menjabat sebagai sekretaris Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS). Kenapa semua orang yang terkait dengan industri hasil tembakau (petani, buruh, dsb) dianggap tidak sejahtera, ya karena partai yang harusnya adil saja tidak mampu berbuat adil, bahkan dalam pikiran dan apa yang keluar dari mulutnya.<\/p>\n\n\n\n

Baca: Tuhan Tidak Menciptakan Tembakau untuk Dibenci dan Dicaci<\/a>
<\/p>\n\n\n\n

Tidak perlu bicara terlalu jauh. Mari kita kita uji omongan Sukamta yang dimuat situs ayosemarang.com, 22 Agustus 2019. Omongan yang sejatinya sebuah template dan selalu dipakai oleh antirokok. Semacam gaya kampanye sholih li kulli zaman wal makan, <\/em>meski dibangun dari logika berantakan dan cenderung mengutamakan kengawuran daripada analisa yang mendalam. Ya memang itulah keistimewaan antirokok, anti terhadap data valid dan percaya diri berlebihan dalam kesesatan berpikir.
<\/p>\n\n\n\n

Bagi Sukamta, harga rokok di Indonesia, sebuah negeri yang besar salah satunya ditopang oleh dunia pertembakauan, harus dinaikkan 700 persen. Alasannya supaya orang miskin tidak dapat membeli rokok. Jika orang miskin yang merokok jatuh sakit, maka negara melalui (Jaminan Kesehatan Nasional) JKN rugi menanggung biayanya. Tentu saja ini berbeda dengan, orang kaya boleh makan junkfood<\/em>, minuman bersoda, dan berlaku semaunya, karena jika jatuh sakit mereka bisa membiayai sendiri dan dapat memperkaya negara.
<\/p>\n\n\n\n

Cara sistematis ini akan diduplikasi dan diperbarui terus menerus. Bermula dari seorang sakit yang berobat ke dokter, jika ia merokok maka dokter akan berkata, \u201cbapak sakit karena rokok\u201d, dan dokter tidak secara jujur bahwa penyakit itu datang dari sebab apapun, bisa gula, bisa gaya hidup yang berantakan, kurang minum air putih, stres dengan obat mahal, dsb.
<\/p>\n\n\n\n

Kenapa Sukamta cenderung ingin menaikkan harga rokok untuk menyelesaikan permasalahan JKN yang rumit itu? Ya karena sudah menjadi tabiat antirokok, bahwa berpikir keras untuk mencari solusi adalah buang-buang waktu, makanya rokok akan disalahkan supaya permasalahan menjadi lekas selesai. 
<\/p>\n\n\n\n

Coba kita kembali ke tahun 2018, saat BPJS Kesehatan defisit dan ditambal oleh cukai rokok. Para pegiat kesehatan beralasan, jumlah masyarakat sakit yang kian bertambah dan narasi yang kemudian dibangun; sakit-sakit itu disebabkan oleh rokok. Tidak berhenti sampai di situ, beragam alasan yang penting pengelola kesehatan \u201cselamat\u201d banyak digaungkan di media (tanpa ada sikap ksatria untuk mengakui bahwa memang masih banyak masalah dalam JKN, baik pengelolaan maupun skema yang lebih baik, yang perlu dicarikan solusi).<\/p>\n\n\n\n

Baca: Kegagalan Lakpesdam PBNU dalam Melihat Produk Tembakau Alternatif<\/a><\/p>\n\n\n\n

Koordinator Advokasi BPJS Watch, Timboel Siregar, megkritisi beragam narasi yang dibangun oleh pegiat kesehatan. Ia mengusulkan agar BPJS fokus pada pengawasan penetapan inasibijis oleh pihak rumah sakit. Timboel menilai, inasibijis merupakan gerbang terjadinya defisit BPJS Kesehatan. Inasibijis (INA-CGB) merupakan sebuah singkatan dari Indonesia Case Base Gropus, yakni sebuah aplikasi yang digunakan rumah sakit untuk mengajukan klaim pada pemerintah. (bisnis.com)
<\/p>\n\n\n\n

Kita tidak pernah tau, apa yang dilakukan rumah sakit terhadap pasien-pasien yang membayar BPJS. Kita juga tidak pernah tau jika ada pasien BPJS kelas I diberi fasilitas kelas II atau III, dan rumah sakit mengklaim biaya kelas I ke negara. Tentu saja yang demikian ini tidak penting bagi antirokok. <\/p>\n\n\n\n

Baca: Ada Campur Tangan Bloomberg dalam Surat Edaran Menkes terkait Pemblokiran Iklan Rokok<\/a><\/p>\n\n\n\n

Sukamta juga bilang, orang-orang yang kecanduan merokok dan mampu membeli rokok yang mahal, dipersilahkan tetap merokok asal menanggung sendiri biaya pengobatan akibat penyakit karena rokok. Asalkan dampak buruk akibat konsumsi rokok tidak membebani negara kerena pemasukan dari cukai tembakau tidak sebanding dengan biaya yang harus dikeluarkan negara. (ayosemarang.com)
<\/p>\n\n\n\n

Bagi saya pribadi, ini adalah statemen yang sangat lucu. Sejak kapan sih negara betul-betul hadir dan perhatian terhadap kesehatan masyarakat, khususnya di pedesaan dan pedalaman? Kalau ada pun, menjalankannya setengah hati. Dan sejak kapan rokok itu menjadi candu, padahal yang candu itu kekuasaan dan menjadikan masyarakat sebagai jembatan untuk menuju \u201ckekuasaan dalam negara\u201d? 
<\/p>\n\n\n\n

Sukamta juga menganggap, bahwa perokok bukan orang yang produktif? Faktanya? Setahu saya orang-orang yang merokok punya produtivitas tinggi, mereka hidup sebagaimana keringat yang diperas setiap hari. Tanpa berharap kepada negara apalagi Sukamta.
<\/p>\n\n\n\n

Sekadar saran saja, sebaiknya PKS tidak perlu ngelantur bicara rokok. Silahkan bicara, asalkan keadilan sosial sebagaimana nama partainya tidak hanya selesai pada tataran konsepsi dan gagah-gagahan, melainkan pada tahap tindakan dan contoh konkrit atasnya.
<\/p>\n","post_title":"Ketika PKS Bicara Rokok","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"ketika-pks-bicara-rokok","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-08-24 10:51:25","post_modified_gmt":"2019-08-24 03:51:25","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5988","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":35},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"epic_block_3"};

\n

Baca: Riset Kesehatan Rokok Elektrik<\/a><\/p>\n\n\n\n

Sekelompok ahli kardiovaskular dari University of Massachusetts menganjurkan peneliti agar melakukan uji rokok elektrik atau vape lebih yang beraroma. Karena sumsi sementara, produk vape atau rokok elektrik yang beraroma dan punya pilihan rasa lebih berbahaya dari pada rokok vape natural. Namun yang banyak beredar dipasaran, justru yang beraroma dan berasa buah-buahan, dari pada yang natural. <\/p>\n\n\n\n

Studi pada 2018 lalu menunjukkan, penggunaan rokok elektrik harian berisiko terhadap serangan jantung, meski dengan probabilitas yang lebih rendah daripada perokok tembakau. Menurut dr Lawrence Phillips pakar kardiovaskular NYU Langone Health mengatakan \u201cKita melihat semakin banyak bukti bahwa rokok elektrik berhubungan dengan peningkatan risiko serangan jantung\u201d.<\/p>\n\n\n\n

Dari hasil pakar dan hasil studi di atas menegaskan bahwa keberadaan rokok vape atau rokok elektrik, resikonya sangat besar. Bahan utama rokok vape atau elektrik yang paling besar memberikan efek negatif pada tubuh manusia adalah cairan perasa. Akibat cairan perasa dalam rokok elektrik  atau vape termasuk merek JUUL beresiko terjadi peradangan, terjangkit penyakit jantung dan paru-paru akut, selanjutnya berakibat kematian. <\/p>\n\n\n\n

Untuk itu, demi masa depan bangsa Indonesia harusnya ada regulasi pelarangan peredaran rokok elektrik atau vape yang nyata-nyata telah ada kasus dengan didukung beberapa riset dan studi tentang konten rokok elektrik atau vape, yang hasilnya mempunyai resiko tinggi dapat menyebabkan penyakit berujung kematian.         
<\/p>\n","post_title":"Perokok Elektrik Berisiko Besar Terjangkit Penyakit Mematikan","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"perokok-elektrik-berisiko-besar-terjangkit-penyakit-mematikan","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-08-28 09:40:09","post_modified_gmt":"2019-08-28 02:40:09","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5999","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5988,"post_author":"855","post_date":"2019-08-24 10:41:28","post_date_gmt":"2019-08-24 03:41:28","post_content":"\n

Sumber permasalahan besar dunia pertembakauan sejatinya bukan iklim dan hama, melainkan kebijakan pemerintah dan para plolitisi yang ikut serta membicarakannya, tanpa dasar yang kuat, adil dan cenderung ugal-ugalan.
<\/p>\n\n\n\n

Jika orang dahulu tidak berani bicara kecuali kepada hal-hal yang benar-benar diketahui, kali ini banyak sekali orang yang banyak bicara daripada membaca, baik buku maupun alam kauniyah (dunia nyata). Maka jangan heran, jika tidak sedikit politisi dan pemerintah yang gagal paham dunia pertembakau, dari berbagai sisi, karena mereka mendapatkan informasi sepotong-sepotong, tanpa ada usaha untuk tabayyun <\/em>lebih mendalam apalagi turun ke ladang untuk memastikan.
<\/p>\n\n\n\n

Kini hama petani muncul lagi dari kalangan politisi. Sebut saja namanya Sukamta (nama asli) yang kini menjabat sebagai sekretaris Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS). Kenapa semua orang yang terkait dengan industri hasil tembakau (petani, buruh, dsb) dianggap tidak sejahtera, ya karena partai yang harusnya adil saja tidak mampu berbuat adil, bahkan dalam pikiran dan apa yang keluar dari mulutnya.<\/p>\n\n\n\n

Baca: Tuhan Tidak Menciptakan Tembakau untuk Dibenci dan Dicaci<\/a>
<\/p>\n\n\n\n

Tidak perlu bicara terlalu jauh. Mari kita kita uji omongan Sukamta yang dimuat situs ayosemarang.com, 22 Agustus 2019. Omongan yang sejatinya sebuah template dan selalu dipakai oleh antirokok. Semacam gaya kampanye sholih li kulli zaman wal makan, <\/em>meski dibangun dari logika berantakan dan cenderung mengutamakan kengawuran daripada analisa yang mendalam. Ya memang itulah keistimewaan antirokok, anti terhadap data valid dan percaya diri berlebihan dalam kesesatan berpikir.
<\/p>\n\n\n\n

Bagi Sukamta, harga rokok di Indonesia, sebuah negeri yang besar salah satunya ditopang oleh dunia pertembakauan, harus dinaikkan 700 persen. Alasannya supaya orang miskin tidak dapat membeli rokok. Jika orang miskin yang merokok jatuh sakit, maka negara melalui (Jaminan Kesehatan Nasional) JKN rugi menanggung biayanya. Tentu saja ini berbeda dengan, orang kaya boleh makan junkfood<\/em>, minuman bersoda, dan berlaku semaunya, karena jika jatuh sakit mereka bisa membiayai sendiri dan dapat memperkaya negara.
<\/p>\n\n\n\n

Cara sistematis ini akan diduplikasi dan diperbarui terus menerus. Bermula dari seorang sakit yang berobat ke dokter, jika ia merokok maka dokter akan berkata, \u201cbapak sakit karena rokok\u201d, dan dokter tidak secara jujur bahwa penyakit itu datang dari sebab apapun, bisa gula, bisa gaya hidup yang berantakan, kurang minum air putih, stres dengan obat mahal, dsb.
<\/p>\n\n\n\n

Kenapa Sukamta cenderung ingin menaikkan harga rokok untuk menyelesaikan permasalahan JKN yang rumit itu? Ya karena sudah menjadi tabiat antirokok, bahwa berpikir keras untuk mencari solusi adalah buang-buang waktu, makanya rokok akan disalahkan supaya permasalahan menjadi lekas selesai. 
<\/p>\n\n\n\n

Coba kita kembali ke tahun 2018, saat BPJS Kesehatan defisit dan ditambal oleh cukai rokok. Para pegiat kesehatan beralasan, jumlah masyarakat sakit yang kian bertambah dan narasi yang kemudian dibangun; sakit-sakit itu disebabkan oleh rokok. Tidak berhenti sampai di situ, beragam alasan yang penting pengelola kesehatan \u201cselamat\u201d banyak digaungkan di media (tanpa ada sikap ksatria untuk mengakui bahwa memang masih banyak masalah dalam JKN, baik pengelolaan maupun skema yang lebih baik, yang perlu dicarikan solusi).<\/p>\n\n\n\n

Baca: Kegagalan Lakpesdam PBNU dalam Melihat Produk Tembakau Alternatif<\/a><\/p>\n\n\n\n

Koordinator Advokasi BPJS Watch, Timboel Siregar, megkritisi beragam narasi yang dibangun oleh pegiat kesehatan. Ia mengusulkan agar BPJS fokus pada pengawasan penetapan inasibijis oleh pihak rumah sakit. Timboel menilai, inasibijis merupakan gerbang terjadinya defisit BPJS Kesehatan. Inasibijis (INA-CGB) merupakan sebuah singkatan dari Indonesia Case Base Gropus, yakni sebuah aplikasi yang digunakan rumah sakit untuk mengajukan klaim pada pemerintah. (bisnis.com)
<\/p>\n\n\n\n

Kita tidak pernah tau, apa yang dilakukan rumah sakit terhadap pasien-pasien yang membayar BPJS. Kita juga tidak pernah tau jika ada pasien BPJS kelas I diberi fasilitas kelas II atau III, dan rumah sakit mengklaim biaya kelas I ke negara. Tentu saja yang demikian ini tidak penting bagi antirokok. <\/p>\n\n\n\n

Baca: Ada Campur Tangan Bloomberg dalam Surat Edaran Menkes terkait Pemblokiran Iklan Rokok<\/a><\/p>\n\n\n\n

Sukamta juga bilang, orang-orang yang kecanduan merokok dan mampu membeli rokok yang mahal, dipersilahkan tetap merokok asal menanggung sendiri biaya pengobatan akibat penyakit karena rokok. Asalkan dampak buruk akibat konsumsi rokok tidak membebani negara kerena pemasukan dari cukai tembakau tidak sebanding dengan biaya yang harus dikeluarkan negara. (ayosemarang.com)
<\/p>\n\n\n\n

Bagi saya pribadi, ini adalah statemen yang sangat lucu. Sejak kapan sih negara betul-betul hadir dan perhatian terhadap kesehatan masyarakat, khususnya di pedesaan dan pedalaman? Kalau ada pun, menjalankannya setengah hati. Dan sejak kapan rokok itu menjadi candu, padahal yang candu itu kekuasaan dan menjadikan masyarakat sebagai jembatan untuk menuju \u201ckekuasaan dalam negara\u201d? 
<\/p>\n\n\n\n

Sukamta juga menganggap, bahwa perokok bukan orang yang produktif? Faktanya? Setahu saya orang-orang yang merokok punya produtivitas tinggi, mereka hidup sebagaimana keringat yang diperas setiap hari. Tanpa berharap kepada negara apalagi Sukamta.
<\/p>\n\n\n\n

Sekadar saran saja, sebaiknya PKS tidak perlu ngelantur bicara rokok. Silahkan bicara, asalkan keadilan sosial sebagaimana nama partainya tidak hanya selesai pada tataran konsepsi dan gagah-gagahan, melainkan pada tahap tindakan dan contoh konkrit atasnya.
<\/p>\n","post_title":"Ketika PKS Bicara Rokok","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"ketika-pks-bicara-rokok","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-08-24 10:51:25","post_modified_gmt":"2019-08-24 03:51:25","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5988","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":35},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"epic_block_3"};

\n

Dalam studi ini, tim peneliti menemukan bukti efek toksik pada sel-sel yang melapisi pembuluh darah dan melindungi jantung. Beberapa bukti tersebut termasuk di antaranya gangguan pada fungsi sel dan munculnya tanda-tanda peradangan. Para peneliti mengamati bagaimana respons sel saat bersentuhan dengan cairan rokok elektrik. Efek yang paling kentara terlihat pada cairan dengan rasa kayu manis.<\/p>\n\n\n\n

Baca: Riset Kesehatan Rokok Elektrik<\/a><\/p>\n\n\n\n

Sekelompok ahli kardiovaskular dari University of Massachusetts menganjurkan peneliti agar melakukan uji rokok elektrik atau vape lebih yang beraroma. Karena sumsi sementara, produk vape atau rokok elektrik yang beraroma dan punya pilihan rasa lebih berbahaya dari pada rokok vape natural. Namun yang banyak beredar dipasaran, justru yang beraroma dan berasa buah-buahan, dari pada yang natural. <\/p>\n\n\n\n

Studi pada 2018 lalu menunjukkan, penggunaan rokok elektrik harian berisiko terhadap serangan jantung, meski dengan probabilitas yang lebih rendah daripada perokok tembakau. Menurut dr Lawrence Phillips pakar kardiovaskular NYU Langone Health mengatakan \u201cKita melihat semakin banyak bukti bahwa rokok elektrik berhubungan dengan peningkatan risiko serangan jantung\u201d.<\/p>\n\n\n\n

Dari hasil pakar dan hasil studi di atas menegaskan bahwa keberadaan rokok vape atau rokok elektrik, resikonya sangat besar. Bahan utama rokok vape atau elektrik yang paling besar memberikan efek negatif pada tubuh manusia adalah cairan perasa. Akibat cairan perasa dalam rokok elektrik  atau vape termasuk merek JUUL beresiko terjadi peradangan, terjangkit penyakit jantung dan paru-paru akut, selanjutnya berakibat kematian. <\/p>\n\n\n\n

Untuk itu, demi masa depan bangsa Indonesia harusnya ada regulasi pelarangan peredaran rokok elektrik atau vape yang nyata-nyata telah ada kasus dengan didukung beberapa riset dan studi tentang konten rokok elektrik atau vape, yang hasilnya mempunyai resiko tinggi dapat menyebabkan penyakit berujung kematian.         
<\/p>\n","post_title":"Perokok Elektrik Berisiko Besar Terjangkit Penyakit Mematikan","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"perokok-elektrik-berisiko-besar-terjangkit-penyakit-mematikan","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-08-28 09:40:09","post_modified_gmt":"2019-08-28 02:40:09","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5999","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5988,"post_author":"855","post_date":"2019-08-24 10:41:28","post_date_gmt":"2019-08-24 03:41:28","post_content":"\n

Sumber permasalahan besar dunia pertembakauan sejatinya bukan iklim dan hama, melainkan kebijakan pemerintah dan para plolitisi yang ikut serta membicarakannya, tanpa dasar yang kuat, adil dan cenderung ugal-ugalan.
<\/p>\n\n\n\n

Jika orang dahulu tidak berani bicara kecuali kepada hal-hal yang benar-benar diketahui, kali ini banyak sekali orang yang banyak bicara daripada membaca, baik buku maupun alam kauniyah (dunia nyata). Maka jangan heran, jika tidak sedikit politisi dan pemerintah yang gagal paham dunia pertembakau, dari berbagai sisi, karena mereka mendapatkan informasi sepotong-sepotong, tanpa ada usaha untuk tabayyun <\/em>lebih mendalam apalagi turun ke ladang untuk memastikan.
<\/p>\n\n\n\n

Kini hama petani muncul lagi dari kalangan politisi. Sebut saja namanya Sukamta (nama asli) yang kini menjabat sebagai sekretaris Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS). Kenapa semua orang yang terkait dengan industri hasil tembakau (petani, buruh, dsb) dianggap tidak sejahtera, ya karena partai yang harusnya adil saja tidak mampu berbuat adil, bahkan dalam pikiran dan apa yang keluar dari mulutnya.<\/p>\n\n\n\n

Baca: Tuhan Tidak Menciptakan Tembakau untuk Dibenci dan Dicaci<\/a>
<\/p>\n\n\n\n

Tidak perlu bicara terlalu jauh. Mari kita kita uji omongan Sukamta yang dimuat situs ayosemarang.com, 22 Agustus 2019. Omongan yang sejatinya sebuah template dan selalu dipakai oleh antirokok. Semacam gaya kampanye sholih li kulli zaman wal makan, <\/em>meski dibangun dari logika berantakan dan cenderung mengutamakan kengawuran daripada analisa yang mendalam. Ya memang itulah keistimewaan antirokok, anti terhadap data valid dan percaya diri berlebihan dalam kesesatan berpikir.
<\/p>\n\n\n\n

Bagi Sukamta, harga rokok di Indonesia, sebuah negeri yang besar salah satunya ditopang oleh dunia pertembakauan, harus dinaikkan 700 persen. Alasannya supaya orang miskin tidak dapat membeli rokok. Jika orang miskin yang merokok jatuh sakit, maka negara melalui (Jaminan Kesehatan Nasional) JKN rugi menanggung biayanya. Tentu saja ini berbeda dengan, orang kaya boleh makan junkfood<\/em>, minuman bersoda, dan berlaku semaunya, karena jika jatuh sakit mereka bisa membiayai sendiri dan dapat memperkaya negara.
<\/p>\n\n\n\n

Cara sistematis ini akan diduplikasi dan diperbarui terus menerus. Bermula dari seorang sakit yang berobat ke dokter, jika ia merokok maka dokter akan berkata, \u201cbapak sakit karena rokok\u201d, dan dokter tidak secara jujur bahwa penyakit itu datang dari sebab apapun, bisa gula, bisa gaya hidup yang berantakan, kurang minum air putih, stres dengan obat mahal, dsb.
<\/p>\n\n\n\n

Kenapa Sukamta cenderung ingin menaikkan harga rokok untuk menyelesaikan permasalahan JKN yang rumit itu? Ya karena sudah menjadi tabiat antirokok, bahwa berpikir keras untuk mencari solusi adalah buang-buang waktu, makanya rokok akan disalahkan supaya permasalahan menjadi lekas selesai. 
<\/p>\n\n\n\n

Coba kita kembali ke tahun 2018, saat BPJS Kesehatan defisit dan ditambal oleh cukai rokok. Para pegiat kesehatan beralasan, jumlah masyarakat sakit yang kian bertambah dan narasi yang kemudian dibangun; sakit-sakit itu disebabkan oleh rokok. Tidak berhenti sampai di situ, beragam alasan yang penting pengelola kesehatan \u201cselamat\u201d banyak digaungkan di media (tanpa ada sikap ksatria untuk mengakui bahwa memang masih banyak masalah dalam JKN, baik pengelolaan maupun skema yang lebih baik, yang perlu dicarikan solusi).<\/p>\n\n\n\n

Baca: Kegagalan Lakpesdam PBNU dalam Melihat Produk Tembakau Alternatif<\/a><\/p>\n\n\n\n

Koordinator Advokasi BPJS Watch, Timboel Siregar, megkritisi beragam narasi yang dibangun oleh pegiat kesehatan. Ia mengusulkan agar BPJS fokus pada pengawasan penetapan inasibijis oleh pihak rumah sakit. Timboel menilai, inasibijis merupakan gerbang terjadinya defisit BPJS Kesehatan. Inasibijis (INA-CGB) merupakan sebuah singkatan dari Indonesia Case Base Gropus, yakni sebuah aplikasi yang digunakan rumah sakit untuk mengajukan klaim pada pemerintah. (bisnis.com)
<\/p>\n\n\n\n

Kita tidak pernah tau, apa yang dilakukan rumah sakit terhadap pasien-pasien yang membayar BPJS. Kita juga tidak pernah tau jika ada pasien BPJS kelas I diberi fasilitas kelas II atau III, dan rumah sakit mengklaim biaya kelas I ke negara. Tentu saja yang demikian ini tidak penting bagi antirokok. <\/p>\n\n\n\n

Baca: Ada Campur Tangan Bloomberg dalam Surat Edaran Menkes terkait Pemblokiran Iklan Rokok<\/a><\/p>\n\n\n\n

Sukamta juga bilang, orang-orang yang kecanduan merokok dan mampu membeli rokok yang mahal, dipersilahkan tetap merokok asal menanggung sendiri biaya pengobatan akibat penyakit karena rokok. Asalkan dampak buruk akibat konsumsi rokok tidak membebani negara kerena pemasukan dari cukai tembakau tidak sebanding dengan biaya yang harus dikeluarkan negara. (ayosemarang.com)
<\/p>\n\n\n\n

Bagi saya pribadi, ini adalah statemen yang sangat lucu. Sejak kapan sih negara betul-betul hadir dan perhatian terhadap kesehatan masyarakat, khususnya di pedesaan dan pedalaman? Kalau ada pun, menjalankannya setengah hati. Dan sejak kapan rokok itu menjadi candu, padahal yang candu itu kekuasaan dan menjadikan masyarakat sebagai jembatan untuk menuju \u201ckekuasaan dalam negara\u201d? 
<\/p>\n\n\n\n

Sukamta juga menganggap, bahwa perokok bukan orang yang produktif? Faktanya? Setahu saya orang-orang yang merokok punya produtivitas tinggi, mereka hidup sebagaimana keringat yang diperas setiap hari. Tanpa berharap kepada negara apalagi Sukamta.
<\/p>\n\n\n\n

Sekadar saran saja, sebaiknya PKS tidak perlu ngelantur bicara rokok. Silahkan bicara, asalkan keadilan sosial sebagaimana nama partainya tidak hanya selesai pada tataran konsepsi dan gagah-gagahan, melainkan pada tahap tindakan dan contoh konkrit atasnya.
<\/p>\n","post_title":"Ketika PKS Bicara Rokok","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"ketika-pks-bicara-rokok","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-08-24 10:51:25","post_modified_gmt":"2019-08-24 03:51:25","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5988","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":35},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"epic_block_3"};

\n

Ada yang mengatakan bahwa tak tepat membandingkan rokok tembakau dengan rokok elektrik. Ya benar tak tepat, karena rokok elektrik atau vape resikonya sangat tinggi. Sedang rokok tembakau resikonya kecil, apa lagi rokok kretek mungkin resikonya sangat kecil sekali terhadap tubuh. Alasannya, munculnya rokok kretek bertujuan untuk pengobatan sakit bengek, dan tujuannya berhasil. Hingga banyak orang melakukan pemesanan rokok kretek saat itu, rokok kretek belum sebagai industri besar masih bersifat rumahan,  keadaan tersebut sekitar abad 19. <\/p>\n\n\n\n

Dalam studi ini, tim peneliti menemukan bukti efek toksik pada sel-sel yang melapisi pembuluh darah dan melindungi jantung. Beberapa bukti tersebut termasuk di antaranya gangguan pada fungsi sel dan munculnya tanda-tanda peradangan. Para peneliti mengamati bagaimana respons sel saat bersentuhan dengan cairan rokok elektrik. Efek yang paling kentara terlihat pada cairan dengan rasa kayu manis.<\/p>\n\n\n\n

Baca: Riset Kesehatan Rokok Elektrik<\/a><\/p>\n\n\n\n

Sekelompok ahli kardiovaskular dari University of Massachusetts menganjurkan peneliti agar melakukan uji rokok elektrik atau vape lebih yang beraroma. Karena sumsi sementara, produk vape atau rokok elektrik yang beraroma dan punya pilihan rasa lebih berbahaya dari pada rokok vape natural. Namun yang banyak beredar dipasaran, justru yang beraroma dan berasa buah-buahan, dari pada yang natural. <\/p>\n\n\n\n

Studi pada 2018 lalu menunjukkan, penggunaan rokok elektrik harian berisiko terhadap serangan jantung, meski dengan probabilitas yang lebih rendah daripada perokok tembakau. Menurut dr Lawrence Phillips pakar kardiovaskular NYU Langone Health mengatakan \u201cKita melihat semakin banyak bukti bahwa rokok elektrik berhubungan dengan peningkatan risiko serangan jantung\u201d.<\/p>\n\n\n\n

Dari hasil pakar dan hasil studi di atas menegaskan bahwa keberadaan rokok vape atau rokok elektrik, resikonya sangat besar. Bahan utama rokok vape atau elektrik yang paling besar memberikan efek negatif pada tubuh manusia adalah cairan perasa. Akibat cairan perasa dalam rokok elektrik  atau vape termasuk merek JUUL beresiko terjadi peradangan, terjangkit penyakit jantung dan paru-paru akut, selanjutnya berakibat kematian. <\/p>\n\n\n\n

Untuk itu, demi masa depan bangsa Indonesia harusnya ada regulasi pelarangan peredaran rokok elektrik atau vape yang nyata-nyata telah ada kasus dengan didukung beberapa riset dan studi tentang konten rokok elektrik atau vape, yang hasilnya mempunyai resiko tinggi dapat menyebabkan penyakit berujung kematian.         
<\/p>\n","post_title":"Perokok Elektrik Berisiko Besar Terjangkit Penyakit Mematikan","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"perokok-elektrik-berisiko-besar-terjangkit-penyakit-mematikan","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-08-28 09:40:09","post_modified_gmt":"2019-08-28 02:40:09","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5999","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5988,"post_author":"855","post_date":"2019-08-24 10:41:28","post_date_gmt":"2019-08-24 03:41:28","post_content":"\n

Sumber permasalahan besar dunia pertembakauan sejatinya bukan iklim dan hama, melainkan kebijakan pemerintah dan para plolitisi yang ikut serta membicarakannya, tanpa dasar yang kuat, adil dan cenderung ugal-ugalan.
<\/p>\n\n\n\n

Jika orang dahulu tidak berani bicara kecuali kepada hal-hal yang benar-benar diketahui, kali ini banyak sekali orang yang banyak bicara daripada membaca, baik buku maupun alam kauniyah (dunia nyata). Maka jangan heran, jika tidak sedikit politisi dan pemerintah yang gagal paham dunia pertembakau, dari berbagai sisi, karena mereka mendapatkan informasi sepotong-sepotong, tanpa ada usaha untuk tabayyun <\/em>lebih mendalam apalagi turun ke ladang untuk memastikan.
<\/p>\n\n\n\n

Kini hama petani muncul lagi dari kalangan politisi. Sebut saja namanya Sukamta (nama asli) yang kini menjabat sebagai sekretaris Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS). Kenapa semua orang yang terkait dengan industri hasil tembakau (petani, buruh, dsb) dianggap tidak sejahtera, ya karena partai yang harusnya adil saja tidak mampu berbuat adil, bahkan dalam pikiran dan apa yang keluar dari mulutnya.<\/p>\n\n\n\n

Baca: Tuhan Tidak Menciptakan Tembakau untuk Dibenci dan Dicaci<\/a>
<\/p>\n\n\n\n

Tidak perlu bicara terlalu jauh. Mari kita kita uji omongan Sukamta yang dimuat situs ayosemarang.com, 22 Agustus 2019. Omongan yang sejatinya sebuah template dan selalu dipakai oleh antirokok. Semacam gaya kampanye sholih li kulli zaman wal makan, <\/em>meski dibangun dari logika berantakan dan cenderung mengutamakan kengawuran daripada analisa yang mendalam. Ya memang itulah keistimewaan antirokok, anti terhadap data valid dan percaya diri berlebihan dalam kesesatan berpikir.
<\/p>\n\n\n\n

Bagi Sukamta, harga rokok di Indonesia, sebuah negeri yang besar salah satunya ditopang oleh dunia pertembakauan, harus dinaikkan 700 persen. Alasannya supaya orang miskin tidak dapat membeli rokok. Jika orang miskin yang merokok jatuh sakit, maka negara melalui (Jaminan Kesehatan Nasional) JKN rugi menanggung biayanya. Tentu saja ini berbeda dengan, orang kaya boleh makan junkfood<\/em>, minuman bersoda, dan berlaku semaunya, karena jika jatuh sakit mereka bisa membiayai sendiri dan dapat memperkaya negara.
<\/p>\n\n\n\n

Cara sistematis ini akan diduplikasi dan diperbarui terus menerus. Bermula dari seorang sakit yang berobat ke dokter, jika ia merokok maka dokter akan berkata, \u201cbapak sakit karena rokok\u201d, dan dokter tidak secara jujur bahwa penyakit itu datang dari sebab apapun, bisa gula, bisa gaya hidup yang berantakan, kurang minum air putih, stres dengan obat mahal, dsb.
<\/p>\n\n\n\n

Kenapa Sukamta cenderung ingin menaikkan harga rokok untuk menyelesaikan permasalahan JKN yang rumit itu? Ya karena sudah menjadi tabiat antirokok, bahwa berpikir keras untuk mencari solusi adalah buang-buang waktu, makanya rokok akan disalahkan supaya permasalahan menjadi lekas selesai. 
<\/p>\n\n\n\n

Coba kita kembali ke tahun 2018, saat BPJS Kesehatan defisit dan ditambal oleh cukai rokok. Para pegiat kesehatan beralasan, jumlah masyarakat sakit yang kian bertambah dan narasi yang kemudian dibangun; sakit-sakit itu disebabkan oleh rokok. Tidak berhenti sampai di situ, beragam alasan yang penting pengelola kesehatan \u201cselamat\u201d banyak digaungkan di media (tanpa ada sikap ksatria untuk mengakui bahwa memang masih banyak masalah dalam JKN, baik pengelolaan maupun skema yang lebih baik, yang perlu dicarikan solusi).<\/p>\n\n\n\n

Baca: Kegagalan Lakpesdam PBNU dalam Melihat Produk Tembakau Alternatif<\/a><\/p>\n\n\n\n

Koordinator Advokasi BPJS Watch, Timboel Siregar, megkritisi beragam narasi yang dibangun oleh pegiat kesehatan. Ia mengusulkan agar BPJS fokus pada pengawasan penetapan inasibijis oleh pihak rumah sakit. Timboel menilai, inasibijis merupakan gerbang terjadinya defisit BPJS Kesehatan. Inasibijis (INA-CGB) merupakan sebuah singkatan dari Indonesia Case Base Gropus, yakni sebuah aplikasi yang digunakan rumah sakit untuk mengajukan klaim pada pemerintah. (bisnis.com)
<\/p>\n\n\n\n

Kita tidak pernah tau, apa yang dilakukan rumah sakit terhadap pasien-pasien yang membayar BPJS. Kita juga tidak pernah tau jika ada pasien BPJS kelas I diberi fasilitas kelas II atau III, dan rumah sakit mengklaim biaya kelas I ke negara. Tentu saja yang demikian ini tidak penting bagi antirokok. <\/p>\n\n\n\n

Baca: Ada Campur Tangan Bloomberg dalam Surat Edaran Menkes terkait Pemblokiran Iklan Rokok<\/a><\/p>\n\n\n\n

Sukamta juga bilang, orang-orang yang kecanduan merokok dan mampu membeli rokok yang mahal, dipersilahkan tetap merokok asal menanggung sendiri biaya pengobatan akibat penyakit karena rokok. Asalkan dampak buruk akibat konsumsi rokok tidak membebani negara kerena pemasukan dari cukai tembakau tidak sebanding dengan biaya yang harus dikeluarkan negara. (ayosemarang.com)
<\/p>\n\n\n\n

Bagi saya pribadi, ini adalah statemen yang sangat lucu. Sejak kapan sih negara betul-betul hadir dan perhatian terhadap kesehatan masyarakat, khususnya di pedesaan dan pedalaman? Kalau ada pun, menjalankannya setengah hati. Dan sejak kapan rokok itu menjadi candu, padahal yang candu itu kekuasaan dan menjadikan masyarakat sebagai jembatan untuk menuju \u201ckekuasaan dalam negara\u201d? 
<\/p>\n\n\n\n

Sukamta juga menganggap, bahwa perokok bukan orang yang produktif? Faktanya? Setahu saya orang-orang yang merokok punya produtivitas tinggi, mereka hidup sebagaimana keringat yang diperas setiap hari. Tanpa berharap kepada negara apalagi Sukamta.
<\/p>\n\n\n\n

Sekadar saran saja, sebaiknya PKS tidak perlu ngelantur bicara rokok. Silahkan bicara, asalkan keadilan sosial sebagaimana nama partainya tidak hanya selesai pada tataran konsepsi dan gagah-gagahan, melainkan pada tahap tindakan dan contoh konkrit atasnya.
<\/p>\n","post_title":"Ketika PKS Bicara Rokok","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"ketika-pks-bicara-rokok","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-08-24 10:51:25","post_modified_gmt":"2019-08-24 03:51:25","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5988","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":35},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"epic_block_3"};

\n

Hingga kini CDC masih melakukan investigasi lebih lanjut, dengan mengimbau agar para dokter mengumpulkan data dan sampel bila menemukan pasien dengan gejala penyakit paru serupa, tentunya akibat rokok elektrik atau vape. Bentuk dan merek rokok elektrik dan vape banyak varian dan banyak merek. JUUL termasuk merek rokok elektrik atau vape yang saat ini naik daun.\u00a0<\/p>\n\n\n\n

Ada yang mengatakan bahwa tak tepat membandingkan rokok tembakau dengan rokok elektrik. Ya benar tak tepat, karena rokok elektrik atau vape resikonya sangat tinggi. Sedang rokok tembakau resikonya kecil, apa lagi rokok kretek mungkin resikonya sangat kecil sekali terhadap tubuh. Alasannya, munculnya rokok kretek bertujuan untuk pengobatan sakit bengek, dan tujuannya berhasil. Hingga banyak orang melakukan pemesanan rokok kretek saat itu, rokok kretek belum sebagai industri besar masih bersifat rumahan,  keadaan tersebut sekitar abad 19. <\/p>\n\n\n\n

Dalam studi ini, tim peneliti menemukan bukti efek toksik pada sel-sel yang melapisi pembuluh darah dan melindungi jantung. Beberapa bukti tersebut termasuk di antaranya gangguan pada fungsi sel dan munculnya tanda-tanda peradangan. Para peneliti mengamati bagaimana respons sel saat bersentuhan dengan cairan rokok elektrik. Efek yang paling kentara terlihat pada cairan dengan rasa kayu manis.<\/p>\n\n\n\n

Baca: Riset Kesehatan Rokok Elektrik<\/a><\/p>\n\n\n\n

Sekelompok ahli kardiovaskular dari University of Massachusetts menganjurkan peneliti agar melakukan uji rokok elektrik atau vape lebih yang beraroma. Karena sumsi sementara, produk vape atau rokok elektrik yang beraroma dan punya pilihan rasa lebih berbahaya dari pada rokok vape natural. Namun yang banyak beredar dipasaran, justru yang beraroma dan berasa buah-buahan, dari pada yang natural. <\/p>\n\n\n\n

Studi pada 2018 lalu menunjukkan, penggunaan rokok elektrik harian berisiko terhadap serangan jantung, meski dengan probabilitas yang lebih rendah daripada perokok tembakau. Menurut dr Lawrence Phillips pakar kardiovaskular NYU Langone Health mengatakan \u201cKita melihat semakin banyak bukti bahwa rokok elektrik berhubungan dengan peningkatan risiko serangan jantung\u201d.<\/p>\n\n\n\n

Dari hasil pakar dan hasil studi di atas menegaskan bahwa keberadaan rokok vape atau rokok elektrik, resikonya sangat besar. Bahan utama rokok vape atau elektrik yang paling besar memberikan efek negatif pada tubuh manusia adalah cairan perasa. Akibat cairan perasa dalam rokok elektrik  atau vape termasuk merek JUUL beresiko terjadi peradangan, terjangkit penyakit jantung dan paru-paru akut, selanjutnya berakibat kematian. <\/p>\n\n\n\n

Untuk itu, demi masa depan bangsa Indonesia harusnya ada regulasi pelarangan peredaran rokok elektrik atau vape yang nyata-nyata telah ada kasus dengan didukung beberapa riset dan studi tentang konten rokok elektrik atau vape, yang hasilnya mempunyai resiko tinggi dapat menyebabkan penyakit berujung kematian.         
<\/p>\n","post_title":"Perokok Elektrik Berisiko Besar Terjangkit Penyakit Mematikan","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"perokok-elektrik-berisiko-besar-terjangkit-penyakit-mematikan","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-08-28 09:40:09","post_modified_gmt":"2019-08-28 02:40:09","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5999","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5988,"post_author":"855","post_date":"2019-08-24 10:41:28","post_date_gmt":"2019-08-24 03:41:28","post_content":"\n

Sumber permasalahan besar dunia pertembakauan sejatinya bukan iklim dan hama, melainkan kebijakan pemerintah dan para plolitisi yang ikut serta membicarakannya, tanpa dasar yang kuat, adil dan cenderung ugal-ugalan.
<\/p>\n\n\n\n

Jika orang dahulu tidak berani bicara kecuali kepada hal-hal yang benar-benar diketahui, kali ini banyak sekali orang yang banyak bicara daripada membaca, baik buku maupun alam kauniyah (dunia nyata). Maka jangan heran, jika tidak sedikit politisi dan pemerintah yang gagal paham dunia pertembakau, dari berbagai sisi, karena mereka mendapatkan informasi sepotong-sepotong, tanpa ada usaha untuk tabayyun <\/em>lebih mendalam apalagi turun ke ladang untuk memastikan.
<\/p>\n\n\n\n

Kini hama petani muncul lagi dari kalangan politisi. Sebut saja namanya Sukamta (nama asli) yang kini menjabat sebagai sekretaris Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS). Kenapa semua orang yang terkait dengan industri hasil tembakau (petani, buruh, dsb) dianggap tidak sejahtera, ya karena partai yang harusnya adil saja tidak mampu berbuat adil, bahkan dalam pikiran dan apa yang keluar dari mulutnya.<\/p>\n\n\n\n

Baca: Tuhan Tidak Menciptakan Tembakau untuk Dibenci dan Dicaci<\/a>
<\/p>\n\n\n\n

Tidak perlu bicara terlalu jauh. Mari kita kita uji omongan Sukamta yang dimuat situs ayosemarang.com, 22 Agustus 2019. Omongan yang sejatinya sebuah template dan selalu dipakai oleh antirokok. Semacam gaya kampanye sholih li kulli zaman wal makan, <\/em>meski dibangun dari logika berantakan dan cenderung mengutamakan kengawuran daripada analisa yang mendalam. Ya memang itulah keistimewaan antirokok, anti terhadap data valid dan percaya diri berlebihan dalam kesesatan berpikir.
<\/p>\n\n\n\n

Bagi Sukamta, harga rokok di Indonesia, sebuah negeri yang besar salah satunya ditopang oleh dunia pertembakauan, harus dinaikkan 700 persen. Alasannya supaya orang miskin tidak dapat membeli rokok. Jika orang miskin yang merokok jatuh sakit, maka negara melalui (Jaminan Kesehatan Nasional) JKN rugi menanggung biayanya. Tentu saja ini berbeda dengan, orang kaya boleh makan junkfood<\/em>, minuman bersoda, dan berlaku semaunya, karena jika jatuh sakit mereka bisa membiayai sendiri dan dapat memperkaya negara.
<\/p>\n\n\n\n

Cara sistematis ini akan diduplikasi dan diperbarui terus menerus. Bermula dari seorang sakit yang berobat ke dokter, jika ia merokok maka dokter akan berkata, \u201cbapak sakit karena rokok\u201d, dan dokter tidak secara jujur bahwa penyakit itu datang dari sebab apapun, bisa gula, bisa gaya hidup yang berantakan, kurang minum air putih, stres dengan obat mahal, dsb.
<\/p>\n\n\n\n

Kenapa Sukamta cenderung ingin menaikkan harga rokok untuk menyelesaikan permasalahan JKN yang rumit itu? Ya karena sudah menjadi tabiat antirokok, bahwa berpikir keras untuk mencari solusi adalah buang-buang waktu, makanya rokok akan disalahkan supaya permasalahan menjadi lekas selesai. 
<\/p>\n\n\n\n

Coba kita kembali ke tahun 2018, saat BPJS Kesehatan defisit dan ditambal oleh cukai rokok. Para pegiat kesehatan beralasan, jumlah masyarakat sakit yang kian bertambah dan narasi yang kemudian dibangun; sakit-sakit itu disebabkan oleh rokok. Tidak berhenti sampai di situ, beragam alasan yang penting pengelola kesehatan \u201cselamat\u201d banyak digaungkan di media (tanpa ada sikap ksatria untuk mengakui bahwa memang masih banyak masalah dalam JKN, baik pengelolaan maupun skema yang lebih baik, yang perlu dicarikan solusi).<\/p>\n\n\n\n

Baca: Kegagalan Lakpesdam PBNU dalam Melihat Produk Tembakau Alternatif<\/a><\/p>\n\n\n\n

Koordinator Advokasi BPJS Watch, Timboel Siregar, megkritisi beragam narasi yang dibangun oleh pegiat kesehatan. Ia mengusulkan agar BPJS fokus pada pengawasan penetapan inasibijis oleh pihak rumah sakit. Timboel menilai, inasibijis merupakan gerbang terjadinya defisit BPJS Kesehatan. Inasibijis (INA-CGB) merupakan sebuah singkatan dari Indonesia Case Base Gropus, yakni sebuah aplikasi yang digunakan rumah sakit untuk mengajukan klaim pada pemerintah. (bisnis.com)
<\/p>\n\n\n\n

Kita tidak pernah tau, apa yang dilakukan rumah sakit terhadap pasien-pasien yang membayar BPJS. Kita juga tidak pernah tau jika ada pasien BPJS kelas I diberi fasilitas kelas II atau III, dan rumah sakit mengklaim biaya kelas I ke negara. Tentu saja yang demikian ini tidak penting bagi antirokok. <\/p>\n\n\n\n

Baca: Ada Campur Tangan Bloomberg dalam Surat Edaran Menkes terkait Pemblokiran Iklan Rokok<\/a><\/p>\n\n\n\n

Sukamta juga bilang, orang-orang yang kecanduan merokok dan mampu membeli rokok yang mahal, dipersilahkan tetap merokok asal menanggung sendiri biaya pengobatan akibat penyakit karena rokok. Asalkan dampak buruk akibat konsumsi rokok tidak membebani negara kerena pemasukan dari cukai tembakau tidak sebanding dengan biaya yang harus dikeluarkan negara. (ayosemarang.com)
<\/p>\n\n\n\n

Bagi saya pribadi, ini adalah statemen yang sangat lucu. Sejak kapan sih negara betul-betul hadir dan perhatian terhadap kesehatan masyarakat, khususnya di pedesaan dan pedalaman? Kalau ada pun, menjalankannya setengah hati. Dan sejak kapan rokok itu menjadi candu, padahal yang candu itu kekuasaan dan menjadikan masyarakat sebagai jembatan untuk menuju \u201ckekuasaan dalam negara\u201d? 
<\/p>\n\n\n\n

Sukamta juga menganggap, bahwa perokok bukan orang yang produktif? Faktanya? Setahu saya orang-orang yang merokok punya produtivitas tinggi, mereka hidup sebagaimana keringat yang diperas setiap hari. Tanpa berharap kepada negara apalagi Sukamta.
<\/p>\n\n\n\n

Sekadar saran saja, sebaiknya PKS tidak perlu ngelantur bicara rokok. Silahkan bicara, asalkan keadilan sosial sebagaimana nama partainya tidak hanya selesai pada tataran konsepsi dan gagah-gagahan, melainkan pada tahap tindakan dan contoh konkrit atasnya.
<\/p>\n","post_title":"Ketika PKS Bicara Rokok","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"ketika-pks-bicara-rokok","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-08-24 10:51:25","post_modified_gmt":"2019-08-24 03:51:25","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5988","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":35},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"epic_block_3"};

\n

Baca: Kata Siapa Lebih Sehat? Perokok Elektrik Berisiko Terjangkit Penyakit Kardiovaskular<\/a><\/p>\n\n\n\n

Hingga kini CDC masih melakukan investigasi lebih lanjut, dengan mengimbau agar para dokter mengumpulkan data dan sampel bila menemukan pasien dengan gejala penyakit paru serupa, tentunya akibat rokok elektrik atau vape. Bentuk dan merek rokok elektrik dan vape banyak varian dan banyak merek. JUUL termasuk merek rokok elektrik atau vape yang saat ini naik daun.\u00a0<\/p>\n\n\n\n

Ada yang mengatakan bahwa tak tepat membandingkan rokok tembakau dengan rokok elektrik. Ya benar tak tepat, karena rokok elektrik atau vape resikonya sangat tinggi. Sedang rokok tembakau resikonya kecil, apa lagi rokok kretek mungkin resikonya sangat kecil sekali terhadap tubuh. Alasannya, munculnya rokok kretek bertujuan untuk pengobatan sakit bengek, dan tujuannya berhasil. Hingga banyak orang melakukan pemesanan rokok kretek saat itu, rokok kretek belum sebagai industri besar masih bersifat rumahan,  keadaan tersebut sekitar abad 19. <\/p>\n\n\n\n

Dalam studi ini, tim peneliti menemukan bukti efek toksik pada sel-sel yang melapisi pembuluh darah dan melindungi jantung. Beberapa bukti tersebut termasuk di antaranya gangguan pada fungsi sel dan munculnya tanda-tanda peradangan. Para peneliti mengamati bagaimana respons sel saat bersentuhan dengan cairan rokok elektrik. Efek yang paling kentara terlihat pada cairan dengan rasa kayu manis.<\/p>\n\n\n\n

Baca: Riset Kesehatan Rokok Elektrik<\/a><\/p>\n\n\n\n

Sekelompok ahli kardiovaskular dari University of Massachusetts menganjurkan peneliti agar melakukan uji rokok elektrik atau vape lebih yang beraroma. Karena sumsi sementara, produk vape atau rokok elektrik yang beraroma dan punya pilihan rasa lebih berbahaya dari pada rokok vape natural. Namun yang banyak beredar dipasaran, justru yang beraroma dan berasa buah-buahan, dari pada yang natural. <\/p>\n\n\n\n

Studi pada 2018 lalu menunjukkan, penggunaan rokok elektrik harian berisiko terhadap serangan jantung, meski dengan probabilitas yang lebih rendah daripada perokok tembakau. Menurut dr Lawrence Phillips pakar kardiovaskular NYU Langone Health mengatakan \u201cKita melihat semakin banyak bukti bahwa rokok elektrik berhubungan dengan peningkatan risiko serangan jantung\u201d.<\/p>\n\n\n\n

Dari hasil pakar dan hasil studi di atas menegaskan bahwa keberadaan rokok vape atau rokok elektrik, resikonya sangat besar. Bahan utama rokok vape atau elektrik yang paling besar memberikan efek negatif pada tubuh manusia adalah cairan perasa. Akibat cairan perasa dalam rokok elektrik  atau vape termasuk merek JUUL beresiko terjadi peradangan, terjangkit penyakit jantung dan paru-paru akut, selanjutnya berakibat kematian. <\/p>\n\n\n\n

Untuk itu, demi masa depan bangsa Indonesia harusnya ada regulasi pelarangan peredaran rokok elektrik atau vape yang nyata-nyata telah ada kasus dengan didukung beberapa riset dan studi tentang konten rokok elektrik atau vape, yang hasilnya mempunyai resiko tinggi dapat menyebabkan penyakit berujung kematian.         
<\/p>\n","post_title":"Perokok Elektrik Berisiko Besar Terjangkit Penyakit Mematikan","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"perokok-elektrik-berisiko-besar-terjangkit-penyakit-mematikan","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-08-28 09:40:09","post_modified_gmt":"2019-08-28 02:40:09","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5999","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5988,"post_author":"855","post_date":"2019-08-24 10:41:28","post_date_gmt":"2019-08-24 03:41:28","post_content":"\n

Sumber permasalahan besar dunia pertembakauan sejatinya bukan iklim dan hama, melainkan kebijakan pemerintah dan para plolitisi yang ikut serta membicarakannya, tanpa dasar yang kuat, adil dan cenderung ugal-ugalan.
<\/p>\n\n\n\n

Jika orang dahulu tidak berani bicara kecuali kepada hal-hal yang benar-benar diketahui, kali ini banyak sekali orang yang banyak bicara daripada membaca, baik buku maupun alam kauniyah (dunia nyata). Maka jangan heran, jika tidak sedikit politisi dan pemerintah yang gagal paham dunia pertembakau, dari berbagai sisi, karena mereka mendapatkan informasi sepotong-sepotong, tanpa ada usaha untuk tabayyun <\/em>lebih mendalam apalagi turun ke ladang untuk memastikan.
<\/p>\n\n\n\n

Kini hama petani muncul lagi dari kalangan politisi. Sebut saja namanya Sukamta (nama asli) yang kini menjabat sebagai sekretaris Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS). Kenapa semua orang yang terkait dengan industri hasil tembakau (petani, buruh, dsb) dianggap tidak sejahtera, ya karena partai yang harusnya adil saja tidak mampu berbuat adil, bahkan dalam pikiran dan apa yang keluar dari mulutnya.<\/p>\n\n\n\n

Baca: Tuhan Tidak Menciptakan Tembakau untuk Dibenci dan Dicaci<\/a>
<\/p>\n\n\n\n

Tidak perlu bicara terlalu jauh. Mari kita kita uji omongan Sukamta yang dimuat situs ayosemarang.com, 22 Agustus 2019. Omongan yang sejatinya sebuah template dan selalu dipakai oleh antirokok. Semacam gaya kampanye sholih li kulli zaman wal makan, <\/em>meski dibangun dari logika berantakan dan cenderung mengutamakan kengawuran daripada analisa yang mendalam. Ya memang itulah keistimewaan antirokok, anti terhadap data valid dan percaya diri berlebihan dalam kesesatan berpikir.
<\/p>\n\n\n\n

Bagi Sukamta, harga rokok di Indonesia, sebuah negeri yang besar salah satunya ditopang oleh dunia pertembakauan, harus dinaikkan 700 persen. Alasannya supaya orang miskin tidak dapat membeli rokok. Jika orang miskin yang merokok jatuh sakit, maka negara melalui (Jaminan Kesehatan Nasional) JKN rugi menanggung biayanya. Tentu saja ini berbeda dengan, orang kaya boleh makan junkfood<\/em>, minuman bersoda, dan berlaku semaunya, karena jika jatuh sakit mereka bisa membiayai sendiri dan dapat memperkaya negara.
<\/p>\n\n\n\n

Cara sistematis ini akan diduplikasi dan diperbarui terus menerus. Bermula dari seorang sakit yang berobat ke dokter, jika ia merokok maka dokter akan berkata, \u201cbapak sakit karena rokok\u201d, dan dokter tidak secara jujur bahwa penyakit itu datang dari sebab apapun, bisa gula, bisa gaya hidup yang berantakan, kurang minum air putih, stres dengan obat mahal, dsb.
<\/p>\n\n\n\n

Kenapa Sukamta cenderung ingin menaikkan harga rokok untuk menyelesaikan permasalahan JKN yang rumit itu? Ya karena sudah menjadi tabiat antirokok, bahwa berpikir keras untuk mencari solusi adalah buang-buang waktu, makanya rokok akan disalahkan supaya permasalahan menjadi lekas selesai. 
<\/p>\n\n\n\n

Coba kita kembali ke tahun 2018, saat BPJS Kesehatan defisit dan ditambal oleh cukai rokok. Para pegiat kesehatan beralasan, jumlah masyarakat sakit yang kian bertambah dan narasi yang kemudian dibangun; sakit-sakit itu disebabkan oleh rokok. Tidak berhenti sampai di situ, beragam alasan yang penting pengelola kesehatan \u201cselamat\u201d banyak digaungkan di media (tanpa ada sikap ksatria untuk mengakui bahwa memang masih banyak masalah dalam JKN, baik pengelolaan maupun skema yang lebih baik, yang perlu dicarikan solusi).<\/p>\n\n\n\n

Baca: Kegagalan Lakpesdam PBNU dalam Melihat Produk Tembakau Alternatif<\/a><\/p>\n\n\n\n

Koordinator Advokasi BPJS Watch, Timboel Siregar, megkritisi beragam narasi yang dibangun oleh pegiat kesehatan. Ia mengusulkan agar BPJS fokus pada pengawasan penetapan inasibijis oleh pihak rumah sakit. Timboel menilai, inasibijis merupakan gerbang terjadinya defisit BPJS Kesehatan. Inasibijis (INA-CGB) merupakan sebuah singkatan dari Indonesia Case Base Gropus, yakni sebuah aplikasi yang digunakan rumah sakit untuk mengajukan klaim pada pemerintah. (bisnis.com)
<\/p>\n\n\n\n

Kita tidak pernah tau, apa yang dilakukan rumah sakit terhadap pasien-pasien yang membayar BPJS. Kita juga tidak pernah tau jika ada pasien BPJS kelas I diberi fasilitas kelas II atau III, dan rumah sakit mengklaim biaya kelas I ke negara. Tentu saja yang demikian ini tidak penting bagi antirokok. <\/p>\n\n\n\n

Baca: Ada Campur Tangan Bloomberg dalam Surat Edaran Menkes terkait Pemblokiran Iklan Rokok<\/a><\/p>\n\n\n\n

Sukamta juga bilang, orang-orang yang kecanduan merokok dan mampu membeli rokok yang mahal, dipersilahkan tetap merokok asal menanggung sendiri biaya pengobatan akibat penyakit karena rokok. Asalkan dampak buruk akibat konsumsi rokok tidak membebani negara kerena pemasukan dari cukai tembakau tidak sebanding dengan biaya yang harus dikeluarkan negara. (ayosemarang.com)
<\/p>\n\n\n\n

Bagi saya pribadi, ini adalah statemen yang sangat lucu. Sejak kapan sih negara betul-betul hadir dan perhatian terhadap kesehatan masyarakat, khususnya di pedesaan dan pedalaman? Kalau ada pun, menjalankannya setengah hati. Dan sejak kapan rokok itu menjadi candu, padahal yang candu itu kekuasaan dan menjadikan masyarakat sebagai jembatan untuk menuju \u201ckekuasaan dalam negara\u201d? 
<\/p>\n\n\n\n

Sukamta juga menganggap, bahwa perokok bukan orang yang produktif? Faktanya? Setahu saya orang-orang yang merokok punya produtivitas tinggi, mereka hidup sebagaimana keringat yang diperas setiap hari. Tanpa berharap kepada negara apalagi Sukamta.
<\/p>\n\n\n\n

Sekadar saran saja, sebaiknya PKS tidak perlu ngelantur bicara rokok. Silahkan bicara, asalkan keadilan sosial sebagaimana nama partainya tidak hanya selesai pada tataran konsepsi dan gagah-gagahan, melainkan pada tahap tindakan dan contoh konkrit atasnya.
<\/p>\n","post_title":"Ketika PKS Bicara Rokok","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"ketika-pks-bicara-rokok","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-08-24 10:51:25","post_modified_gmt":"2019-08-24 03:51:25","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5988","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":35},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"epic_block_3"};

\n

Keberadaan vape atau rokok elektrik di pasaran sangat membahayakan bagi orang Indonesia, terlebih pemuda-pemuda, yang banyak memilih merokok vape aatau rokok elektri. Menurutnya, selain bentuk kecil, simpel dibawa dan ada aroma buah-buahan sesuai selera. Akan tetapi dibalik bentuknya yang bagus, menyembunyikan banyak penyakit ketika dikonsumsi.\u00a0<\/p>\n\n\n\n

Baca: Kata Siapa Lebih Sehat? Perokok Elektrik Berisiko Terjangkit Penyakit Kardiovaskular<\/a><\/p>\n\n\n\n

Hingga kini CDC masih melakukan investigasi lebih lanjut, dengan mengimbau agar para dokter mengumpulkan data dan sampel bila menemukan pasien dengan gejala penyakit paru serupa, tentunya akibat rokok elektrik atau vape. Bentuk dan merek rokok elektrik dan vape banyak varian dan banyak merek. JUUL termasuk merek rokok elektrik atau vape yang saat ini naik daun.\u00a0<\/p>\n\n\n\n

Ada yang mengatakan bahwa tak tepat membandingkan rokok tembakau dengan rokok elektrik. Ya benar tak tepat, karena rokok elektrik atau vape resikonya sangat tinggi. Sedang rokok tembakau resikonya kecil, apa lagi rokok kretek mungkin resikonya sangat kecil sekali terhadap tubuh. Alasannya, munculnya rokok kretek bertujuan untuk pengobatan sakit bengek, dan tujuannya berhasil. Hingga banyak orang melakukan pemesanan rokok kretek saat itu, rokok kretek belum sebagai industri besar masih bersifat rumahan,  keadaan tersebut sekitar abad 19. <\/p>\n\n\n\n

Dalam studi ini, tim peneliti menemukan bukti efek toksik pada sel-sel yang melapisi pembuluh darah dan melindungi jantung. Beberapa bukti tersebut termasuk di antaranya gangguan pada fungsi sel dan munculnya tanda-tanda peradangan. Para peneliti mengamati bagaimana respons sel saat bersentuhan dengan cairan rokok elektrik. Efek yang paling kentara terlihat pada cairan dengan rasa kayu manis.<\/p>\n\n\n\n

Baca: Riset Kesehatan Rokok Elektrik<\/a><\/p>\n\n\n\n

Sekelompok ahli kardiovaskular dari University of Massachusetts menganjurkan peneliti agar melakukan uji rokok elektrik atau vape lebih yang beraroma. Karena sumsi sementara, produk vape atau rokok elektrik yang beraroma dan punya pilihan rasa lebih berbahaya dari pada rokok vape natural. Namun yang banyak beredar dipasaran, justru yang beraroma dan berasa buah-buahan, dari pada yang natural. <\/p>\n\n\n\n

Studi pada 2018 lalu menunjukkan, penggunaan rokok elektrik harian berisiko terhadap serangan jantung, meski dengan probabilitas yang lebih rendah daripada perokok tembakau. Menurut dr Lawrence Phillips pakar kardiovaskular NYU Langone Health mengatakan \u201cKita melihat semakin banyak bukti bahwa rokok elektrik berhubungan dengan peningkatan risiko serangan jantung\u201d.<\/p>\n\n\n\n

Dari hasil pakar dan hasil studi di atas menegaskan bahwa keberadaan rokok vape atau rokok elektrik, resikonya sangat besar. Bahan utama rokok vape atau elektrik yang paling besar memberikan efek negatif pada tubuh manusia adalah cairan perasa. Akibat cairan perasa dalam rokok elektrik  atau vape termasuk merek JUUL beresiko terjadi peradangan, terjangkit penyakit jantung dan paru-paru akut, selanjutnya berakibat kematian. <\/p>\n\n\n\n

Untuk itu, demi masa depan bangsa Indonesia harusnya ada regulasi pelarangan peredaran rokok elektrik atau vape yang nyata-nyata telah ada kasus dengan didukung beberapa riset dan studi tentang konten rokok elektrik atau vape, yang hasilnya mempunyai resiko tinggi dapat menyebabkan penyakit berujung kematian.         
<\/p>\n","post_title":"Perokok Elektrik Berisiko Besar Terjangkit Penyakit Mematikan","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"perokok-elektrik-berisiko-besar-terjangkit-penyakit-mematikan","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-08-28 09:40:09","post_modified_gmt":"2019-08-28 02:40:09","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5999","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5988,"post_author":"855","post_date":"2019-08-24 10:41:28","post_date_gmt":"2019-08-24 03:41:28","post_content":"\n

Sumber permasalahan besar dunia pertembakauan sejatinya bukan iklim dan hama, melainkan kebijakan pemerintah dan para plolitisi yang ikut serta membicarakannya, tanpa dasar yang kuat, adil dan cenderung ugal-ugalan.
<\/p>\n\n\n\n

Jika orang dahulu tidak berani bicara kecuali kepada hal-hal yang benar-benar diketahui, kali ini banyak sekali orang yang banyak bicara daripada membaca, baik buku maupun alam kauniyah (dunia nyata). Maka jangan heran, jika tidak sedikit politisi dan pemerintah yang gagal paham dunia pertembakau, dari berbagai sisi, karena mereka mendapatkan informasi sepotong-sepotong, tanpa ada usaha untuk tabayyun <\/em>lebih mendalam apalagi turun ke ladang untuk memastikan.
<\/p>\n\n\n\n

Kini hama petani muncul lagi dari kalangan politisi. Sebut saja namanya Sukamta (nama asli) yang kini menjabat sebagai sekretaris Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS). Kenapa semua orang yang terkait dengan industri hasil tembakau (petani, buruh, dsb) dianggap tidak sejahtera, ya karena partai yang harusnya adil saja tidak mampu berbuat adil, bahkan dalam pikiran dan apa yang keluar dari mulutnya.<\/p>\n\n\n\n

Baca: Tuhan Tidak Menciptakan Tembakau untuk Dibenci dan Dicaci<\/a>
<\/p>\n\n\n\n

Tidak perlu bicara terlalu jauh. Mari kita kita uji omongan Sukamta yang dimuat situs ayosemarang.com, 22 Agustus 2019. Omongan yang sejatinya sebuah template dan selalu dipakai oleh antirokok. Semacam gaya kampanye sholih li kulli zaman wal makan, <\/em>meski dibangun dari logika berantakan dan cenderung mengutamakan kengawuran daripada analisa yang mendalam. Ya memang itulah keistimewaan antirokok, anti terhadap data valid dan percaya diri berlebihan dalam kesesatan berpikir.
<\/p>\n\n\n\n

Bagi Sukamta, harga rokok di Indonesia, sebuah negeri yang besar salah satunya ditopang oleh dunia pertembakauan, harus dinaikkan 700 persen. Alasannya supaya orang miskin tidak dapat membeli rokok. Jika orang miskin yang merokok jatuh sakit, maka negara melalui (Jaminan Kesehatan Nasional) JKN rugi menanggung biayanya. Tentu saja ini berbeda dengan, orang kaya boleh makan junkfood<\/em>, minuman bersoda, dan berlaku semaunya, karena jika jatuh sakit mereka bisa membiayai sendiri dan dapat memperkaya negara.
<\/p>\n\n\n\n

Cara sistematis ini akan diduplikasi dan diperbarui terus menerus. Bermula dari seorang sakit yang berobat ke dokter, jika ia merokok maka dokter akan berkata, \u201cbapak sakit karena rokok\u201d, dan dokter tidak secara jujur bahwa penyakit itu datang dari sebab apapun, bisa gula, bisa gaya hidup yang berantakan, kurang minum air putih, stres dengan obat mahal, dsb.
<\/p>\n\n\n\n

Kenapa Sukamta cenderung ingin menaikkan harga rokok untuk menyelesaikan permasalahan JKN yang rumit itu? Ya karena sudah menjadi tabiat antirokok, bahwa berpikir keras untuk mencari solusi adalah buang-buang waktu, makanya rokok akan disalahkan supaya permasalahan menjadi lekas selesai. 
<\/p>\n\n\n\n

Coba kita kembali ke tahun 2018, saat BPJS Kesehatan defisit dan ditambal oleh cukai rokok. Para pegiat kesehatan beralasan, jumlah masyarakat sakit yang kian bertambah dan narasi yang kemudian dibangun; sakit-sakit itu disebabkan oleh rokok. Tidak berhenti sampai di situ, beragam alasan yang penting pengelola kesehatan \u201cselamat\u201d banyak digaungkan di media (tanpa ada sikap ksatria untuk mengakui bahwa memang masih banyak masalah dalam JKN, baik pengelolaan maupun skema yang lebih baik, yang perlu dicarikan solusi).<\/p>\n\n\n\n

Baca: Kegagalan Lakpesdam PBNU dalam Melihat Produk Tembakau Alternatif<\/a><\/p>\n\n\n\n

Koordinator Advokasi BPJS Watch, Timboel Siregar, megkritisi beragam narasi yang dibangun oleh pegiat kesehatan. Ia mengusulkan agar BPJS fokus pada pengawasan penetapan inasibijis oleh pihak rumah sakit. Timboel menilai, inasibijis merupakan gerbang terjadinya defisit BPJS Kesehatan. Inasibijis (INA-CGB) merupakan sebuah singkatan dari Indonesia Case Base Gropus, yakni sebuah aplikasi yang digunakan rumah sakit untuk mengajukan klaim pada pemerintah. (bisnis.com)
<\/p>\n\n\n\n

Kita tidak pernah tau, apa yang dilakukan rumah sakit terhadap pasien-pasien yang membayar BPJS. Kita juga tidak pernah tau jika ada pasien BPJS kelas I diberi fasilitas kelas II atau III, dan rumah sakit mengklaim biaya kelas I ke negara. Tentu saja yang demikian ini tidak penting bagi antirokok. <\/p>\n\n\n\n

Baca: Ada Campur Tangan Bloomberg dalam Surat Edaran Menkes terkait Pemblokiran Iklan Rokok<\/a><\/p>\n\n\n\n

Sukamta juga bilang, orang-orang yang kecanduan merokok dan mampu membeli rokok yang mahal, dipersilahkan tetap merokok asal menanggung sendiri biaya pengobatan akibat penyakit karena rokok. Asalkan dampak buruk akibat konsumsi rokok tidak membebani negara kerena pemasukan dari cukai tembakau tidak sebanding dengan biaya yang harus dikeluarkan negara. (ayosemarang.com)
<\/p>\n\n\n\n

Bagi saya pribadi, ini adalah statemen yang sangat lucu. Sejak kapan sih negara betul-betul hadir dan perhatian terhadap kesehatan masyarakat, khususnya di pedesaan dan pedalaman? Kalau ada pun, menjalankannya setengah hati. Dan sejak kapan rokok itu menjadi candu, padahal yang candu itu kekuasaan dan menjadikan masyarakat sebagai jembatan untuk menuju \u201ckekuasaan dalam negara\u201d? 
<\/p>\n\n\n\n

Sukamta juga menganggap, bahwa perokok bukan orang yang produktif? Faktanya? Setahu saya orang-orang yang merokok punya produtivitas tinggi, mereka hidup sebagaimana keringat yang diperas setiap hari. Tanpa berharap kepada negara apalagi Sukamta.
<\/p>\n\n\n\n

Sekadar saran saja, sebaiknya PKS tidak perlu ngelantur bicara rokok. Silahkan bicara, asalkan keadilan sosial sebagaimana nama partainya tidak hanya selesai pada tataran konsepsi dan gagah-gagahan, melainkan pada tahap tindakan dan contoh konkrit atasnya.
<\/p>\n","post_title":"Ketika PKS Bicara Rokok","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"ketika-pks-bicara-rokok","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-08-24 10:51:25","post_modified_gmt":"2019-08-24 03:51:25","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5988","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":35},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"epic_block_3"};

\n

Hasil penelitian yang diterbitkan dalam Journal of American College of Cardiology pada Mei lalu ini menambah bukti bahwa cairan rokok elektrik dapat menghambat fungsi sel-sel tubuh yang berperan dalam kesehatan jantung. Cairan dalam vape atau rokok elektrik pada akhirnya merusak sel-sel yang melapisi pembuluh darah. <\/p>\n\n\n\n

Keberadaan vape atau rokok elektrik di pasaran sangat membahayakan bagi orang Indonesia, terlebih pemuda-pemuda, yang banyak memilih merokok vape aatau rokok elektri. Menurutnya, selain bentuk kecil, simpel dibawa dan ada aroma buah-buahan sesuai selera. Akan tetapi dibalik bentuknya yang bagus, menyembunyikan banyak penyakit ketika dikonsumsi.\u00a0<\/p>\n\n\n\n

Baca: Kata Siapa Lebih Sehat? Perokok Elektrik Berisiko Terjangkit Penyakit Kardiovaskular<\/a><\/p>\n\n\n\n

Hingga kini CDC masih melakukan investigasi lebih lanjut, dengan mengimbau agar para dokter mengumpulkan data dan sampel bila menemukan pasien dengan gejala penyakit paru serupa, tentunya akibat rokok elektrik atau vape. Bentuk dan merek rokok elektrik dan vape banyak varian dan banyak merek. JUUL termasuk merek rokok elektrik atau vape yang saat ini naik daun.\u00a0<\/p>\n\n\n\n

Ada yang mengatakan bahwa tak tepat membandingkan rokok tembakau dengan rokok elektrik. Ya benar tak tepat, karena rokok elektrik atau vape resikonya sangat tinggi. Sedang rokok tembakau resikonya kecil, apa lagi rokok kretek mungkin resikonya sangat kecil sekali terhadap tubuh. Alasannya, munculnya rokok kretek bertujuan untuk pengobatan sakit bengek, dan tujuannya berhasil. Hingga banyak orang melakukan pemesanan rokok kretek saat itu, rokok kretek belum sebagai industri besar masih bersifat rumahan,  keadaan tersebut sekitar abad 19. <\/p>\n\n\n\n

Dalam studi ini, tim peneliti menemukan bukti efek toksik pada sel-sel yang melapisi pembuluh darah dan melindungi jantung. Beberapa bukti tersebut termasuk di antaranya gangguan pada fungsi sel dan munculnya tanda-tanda peradangan. Para peneliti mengamati bagaimana respons sel saat bersentuhan dengan cairan rokok elektrik. Efek yang paling kentara terlihat pada cairan dengan rasa kayu manis.<\/p>\n\n\n\n

Baca: Riset Kesehatan Rokok Elektrik<\/a><\/p>\n\n\n\n

Sekelompok ahli kardiovaskular dari University of Massachusetts menganjurkan peneliti agar melakukan uji rokok elektrik atau vape lebih yang beraroma. Karena sumsi sementara, produk vape atau rokok elektrik yang beraroma dan punya pilihan rasa lebih berbahaya dari pada rokok vape natural. Namun yang banyak beredar dipasaran, justru yang beraroma dan berasa buah-buahan, dari pada yang natural. <\/p>\n\n\n\n

Studi pada 2018 lalu menunjukkan, penggunaan rokok elektrik harian berisiko terhadap serangan jantung, meski dengan probabilitas yang lebih rendah daripada perokok tembakau. Menurut dr Lawrence Phillips pakar kardiovaskular NYU Langone Health mengatakan \u201cKita melihat semakin banyak bukti bahwa rokok elektrik berhubungan dengan peningkatan risiko serangan jantung\u201d.<\/p>\n\n\n\n

Dari hasil pakar dan hasil studi di atas menegaskan bahwa keberadaan rokok vape atau rokok elektrik, resikonya sangat besar. Bahan utama rokok vape atau elektrik yang paling besar memberikan efek negatif pada tubuh manusia adalah cairan perasa. Akibat cairan perasa dalam rokok elektrik  atau vape termasuk merek JUUL beresiko terjadi peradangan, terjangkit penyakit jantung dan paru-paru akut, selanjutnya berakibat kematian. <\/p>\n\n\n\n

Untuk itu, demi masa depan bangsa Indonesia harusnya ada regulasi pelarangan peredaran rokok elektrik atau vape yang nyata-nyata telah ada kasus dengan didukung beberapa riset dan studi tentang konten rokok elektrik atau vape, yang hasilnya mempunyai resiko tinggi dapat menyebabkan penyakit berujung kematian.         
<\/p>\n","post_title":"Perokok Elektrik Berisiko Besar Terjangkit Penyakit Mematikan","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"perokok-elektrik-berisiko-besar-terjangkit-penyakit-mematikan","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-08-28 09:40:09","post_modified_gmt":"2019-08-28 02:40:09","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5999","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5988,"post_author":"855","post_date":"2019-08-24 10:41:28","post_date_gmt":"2019-08-24 03:41:28","post_content":"\n

Sumber permasalahan besar dunia pertembakauan sejatinya bukan iklim dan hama, melainkan kebijakan pemerintah dan para plolitisi yang ikut serta membicarakannya, tanpa dasar yang kuat, adil dan cenderung ugal-ugalan.
<\/p>\n\n\n\n

Jika orang dahulu tidak berani bicara kecuali kepada hal-hal yang benar-benar diketahui, kali ini banyak sekali orang yang banyak bicara daripada membaca, baik buku maupun alam kauniyah (dunia nyata). Maka jangan heran, jika tidak sedikit politisi dan pemerintah yang gagal paham dunia pertembakau, dari berbagai sisi, karena mereka mendapatkan informasi sepotong-sepotong, tanpa ada usaha untuk tabayyun <\/em>lebih mendalam apalagi turun ke ladang untuk memastikan.
<\/p>\n\n\n\n

Kini hama petani muncul lagi dari kalangan politisi. Sebut saja namanya Sukamta (nama asli) yang kini menjabat sebagai sekretaris Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS). Kenapa semua orang yang terkait dengan industri hasil tembakau (petani, buruh, dsb) dianggap tidak sejahtera, ya karena partai yang harusnya adil saja tidak mampu berbuat adil, bahkan dalam pikiran dan apa yang keluar dari mulutnya.<\/p>\n\n\n\n

Baca: Tuhan Tidak Menciptakan Tembakau untuk Dibenci dan Dicaci<\/a>
<\/p>\n\n\n\n

Tidak perlu bicara terlalu jauh. Mari kita kita uji omongan Sukamta yang dimuat situs ayosemarang.com, 22 Agustus 2019. Omongan yang sejatinya sebuah template dan selalu dipakai oleh antirokok. Semacam gaya kampanye sholih li kulli zaman wal makan, <\/em>meski dibangun dari logika berantakan dan cenderung mengutamakan kengawuran daripada analisa yang mendalam. Ya memang itulah keistimewaan antirokok, anti terhadap data valid dan percaya diri berlebihan dalam kesesatan berpikir.
<\/p>\n\n\n\n

Bagi Sukamta, harga rokok di Indonesia, sebuah negeri yang besar salah satunya ditopang oleh dunia pertembakauan, harus dinaikkan 700 persen. Alasannya supaya orang miskin tidak dapat membeli rokok. Jika orang miskin yang merokok jatuh sakit, maka negara melalui (Jaminan Kesehatan Nasional) JKN rugi menanggung biayanya. Tentu saja ini berbeda dengan, orang kaya boleh makan junkfood<\/em>, minuman bersoda, dan berlaku semaunya, karena jika jatuh sakit mereka bisa membiayai sendiri dan dapat memperkaya negara.
<\/p>\n\n\n\n

Cara sistematis ini akan diduplikasi dan diperbarui terus menerus. Bermula dari seorang sakit yang berobat ke dokter, jika ia merokok maka dokter akan berkata, \u201cbapak sakit karena rokok\u201d, dan dokter tidak secara jujur bahwa penyakit itu datang dari sebab apapun, bisa gula, bisa gaya hidup yang berantakan, kurang minum air putih, stres dengan obat mahal, dsb.
<\/p>\n\n\n\n

Kenapa Sukamta cenderung ingin menaikkan harga rokok untuk menyelesaikan permasalahan JKN yang rumit itu? Ya karena sudah menjadi tabiat antirokok, bahwa berpikir keras untuk mencari solusi adalah buang-buang waktu, makanya rokok akan disalahkan supaya permasalahan menjadi lekas selesai. 
<\/p>\n\n\n\n

Coba kita kembali ke tahun 2018, saat BPJS Kesehatan defisit dan ditambal oleh cukai rokok. Para pegiat kesehatan beralasan, jumlah masyarakat sakit yang kian bertambah dan narasi yang kemudian dibangun; sakit-sakit itu disebabkan oleh rokok. Tidak berhenti sampai di situ, beragam alasan yang penting pengelola kesehatan \u201cselamat\u201d banyak digaungkan di media (tanpa ada sikap ksatria untuk mengakui bahwa memang masih banyak masalah dalam JKN, baik pengelolaan maupun skema yang lebih baik, yang perlu dicarikan solusi).<\/p>\n\n\n\n

Baca: Kegagalan Lakpesdam PBNU dalam Melihat Produk Tembakau Alternatif<\/a><\/p>\n\n\n\n

Koordinator Advokasi BPJS Watch, Timboel Siregar, megkritisi beragam narasi yang dibangun oleh pegiat kesehatan. Ia mengusulkan agar BPJS fokus pada pengawasan penetapan inasibijis oleh pihak rumah sakit. Timboel menilai, inasibijis merupakan gerbang terjadinya defisit BPJS Kesehatan. Inasibijis (INA-CGB) merupakan sebuah singkatan dari Indonesia Case Base Gropus, yakni sebuah aplikasi yang digunakan rumah sakit untuk mengajukan klaim pada pemerintah. (bisnis.com)
<\/p>\n\n\n\n

Kita tidak pernah tau, apa yang dilakukan rumah sakit terhadap pasien-pasien yang membayar BPJS. Kita juga tidak pernah tau jika ada pasien BPJS kelas I diberi fasilitas kelas II atau III, dan rumah sakit mengklaim biaya kelas I ke negara. Tentu saja yang demikian ini tidak penting bagi antirokok. <\/p>\n\n\n\n

Baca: Ada Campur Tangan Bloomberg dalam Surat Edaran Menkes terkait Pemblokiran Iklan Rokok<\/a><\/p>\n\n\n\n

Sukamta juga bilang, orang-orang yang kecanduan merokok dan mampu membeli rokok yang mahal, dipersilahkan tetap merokok asal menanggung sendiri biaya pengobatan akibat penyakit karena rokok. Asalkan dampak buruk akibat konsumsi rokok tidak membebani negara kerena pemasukan dari cukai tembakau tidak sebanding dengan biaya yang harus dikeluarkan negara. (ayosemarang.com)
<\/p>\n\n\n\n

Bagi saya pribadi, ini adalah statemen yang sangat lucu. Sejak kapan sih negara betul-betul hadir dan perhatian terhadap kesehatan masyarakat, khususnya di pedesaan dan pedalaman? Kalau ada pun, menjalankannya setengah hati. Dan sejak kapan rokok itu menjadi candu, padahal yang candu itu kekuasaan dan menjadikan masyarakat sebagai jembatan untuk menuju \u201ckekuasaan dalam negara\u201d? 
<\/p>\n\n\n\n

Sukamta juga menganggap, bahwa perokok bukan orang yang produktif? Faktanya? Setahu saya orang-orang yang merokok punya produtivitas tinggi, mereka hidup sebagaimana keringat yang diperas setiap hari. Tanpa berharap kepada negara apalagi Sukamta.
<\/p>\n\n\n\n

Sekadar saran saja, sebaiknya PKS tidak perlu ngelantur bicara rokok. Silahkan bicara, asalkan keadilan sosial sebagaimana nama partainya tidak hanya selesai pada tataran konsepsi dan gagah-gagahan, melainkan pada tahap tindakan dan contoh konkrit atasnya.
<\/p>\n","post_title":"Ketika PKS Bicara Rokok","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"ketika-pks-bicara-rokok","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-08-24 10:51:25","post_modified_gmt":"2019-08-24 03:51:25","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5988","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":35},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"epic_block_3"};

\n

Orang yang mengatakan bahwa vape atau rokok elektrik lebih mensehatkan dari pada rokok kretek, pendapat tersebut sangat keliru. Disampaing efek dari rangkaian listrik dan battre juga cairan dalam rokok elektrik berpengaruh terhadap resiko jantung.  <\/p>\n\n\n\n

Hasil penelitian yang diterbitkan dalam Journal of American College of Cardiology pada Mei lalu ini menambah bukti bahwa cairan rokok elektrik dapat menghambat fungsi sel-sel tubuh yang berperan dalam kesehatan jantung. Cairan dalam vape atau rokok elektrik pada akhirnya merusak sel-sel yang melapisi pembuluh darah. <\/p>\n\n\n\n

Keberadaan vape atau rokok elektrik di pasaran sangat membahayakan bagi orang Indonesia, terlebih pemuda-pemuda, yang banyak memilih merokok vape aatau rokok elektri. Menurutnya, selain bentuk kecil, simpel dibawa dan ada aroma buah-buahan sesuai selera. Akan tetapi dibalik bentuknya yang bagus, menyembunyikan banyak penyakit ketika dikonsumsi.\u00a0<\/p>\n\n\n\n

Baca: Kata Siapa Lebih Sehat? Perokok Elektrik Berisiko Terjangkit Penyakit Kardiovaskular<\/a><\/p>\n\n\n\n

Hingga kini CDC masih melakukan investigasi lebih lanjut, dengan mengimbau agar para dokter mengumpulkan data dan sampel bila menemukan pasien dengan gejala penyakit paru serupa, tentunya akibat rokok elektrik atau vape. Bentuk dan merek rokok elektrik dan vape banyak varian dan banyak merek. JUUL termasuk merek rokok elektrik atau vape yang saat ini naik daun.\u00a0<\/p>\n\n\n\n

Ada yang mengatakan bahwa tak tepat membandingkan rokok tembakau dengan rokok elektrik. Ya benar tak tepat, karena rokok elektrik atau vape resikonya sangat tinggi. Sedang rokok tembakau resikonya kecil, apa lagi rokok kretek mungkin resikonya sangat kecil sekali terhadap tubuh. Alasannya, munculnya rokok kretek bertujuan untuk pengobatan sakit bengek, dan tujuannya berhasil. Hingga banyak orang melakukan pemesanan rokok kretek saat itu, rokok kretek belum sebagai industri besar masih bersifat rumahan,  keadaan tersebut sekitar abad 19. <\/p>\n\n\n\n

Dalam studi ini, tim peneliti menemukan bukti efek toksik pada sel-sel yang melapisi pembuluh darah dan melindungi jantung. Beberapa bukti tersebut termasuk di antaranya gangguan pada fungsi sel dan munculnya tanda-tanda peradangan. Para peneliti mengamati bagaimana respons sel saat bersentuhan dengan cairan rokok elektrik. Efek yang paling kentara terlihat pada cairan dengan rasa kayu manis.<\/p>\n\n\n\n

Baca: Riset Kesehatan Rokok Elektrik<\/a><\/p>\n\n\n\n

Sekelompok ahli kardiovaskular dari University of Massachusetts menganjurkan peneliti agar melakukan uji rokok elektrik atau vape lebih yang beraroma. Karena sumsi sementara, produk vape atau rokok elektrik yang beraroma dan punya pilihan rasa lebih berbahaya dari pada rokok vape natural. Namun yang banyak beredar dipasaran, justru yang beraroma dan berasa buah-buahan, dari pada yang natural. <\/p>\n\n\n\n

Studi pada 2018 lalu menunjukkan, penggunaan rokok elektrik harian berisiko terhadap serangan jantung, meski dengan probabilitas yang lebih rendah daripada perokok tembakau. Menurut dr Lawrence Phillips pakar kardiovaskular NYU Langone Health mengatakan \u201cKita melihat semakin banyak bukti bahwa rokok elektrik berhubungan dengan peningkatan risiko serangan jantung\u201d.<\/p>\n\n\n\n

Dari hasil pakar dan hasil studi di atas menegaskan bahwa keberadaan rokok vape atau rokok elektrik, resikonya sangat besar. Bahan utama rokok vape atau elektrik yang paling besar memberikan efek negatif pada tubuh manusia adalah cairan perasa. Akibat cairan perasa dalam rokok elektrik  atau vape termasuk merek JUUL beresiko terjadi peradangan, terjangkit penyakit jantung dan paru-paru akut, selanjutnya berakibat kematian. <\/p>\n\n\n\n

Untuk itu, demi masa depan bangsa Indonesia harusnya ada regulasi pelarangan peredaran rokok elektrik atau vape yang nyata-nyata telah ada kasus dengan didukung beberapa riset dan studi tentang konten rokok elektrik atau vape, yang hasilnya mempunyai resiko tinggi dapat menyebabkan penyakit berujung kematian.         
<\/p>\n","post_title":"Perokok Elektrik Berisiko Besar Terjangkit Penyakit Mematikan","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"perokok-elektrik-berisiko-besar-terjangkit-penyakit-mematikan","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-08-28 09:40:09","post_modified_gmt":"2019-08-28 02:40:09","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5999","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5988,"post_author":"855","post_date":"2019-08-24 10:41:28","post_date_gmt":"2019-08-24 03:41:28","post_content":"\n

Sumber permasalahan besar dunia pertembakauan sejatinya bukan iklim dan hama, melainkan kebijakan pemerintah dan para plolitisi yang ikut serta membicarakannya, tanpa dasar yang kuat, adil dan cenderung ugal-ugalan.
<\/p>\n\n\n\n

Jika orang dahulu tidak berani bicara kecuali kepada hal-hal yang benar-benar diketahui, kali ini banyak sekali orang yang banyak bicara daripada membaca, baik buku maupun alam kauniyah (dunia nyata). Maka jangan heran, jika tidak sedikit politisi dan pemerintah yang gagal paham dunia pertembakau, dari berbagai sisi, karena mereka mendapatkan informasi sepotong-sepotong, tanpa ada usaha untuk tabayyun <\/em>lebih mendalam apalagi turun ke ladang untuk memastikan.
<\/p>\n\n\n\n

Kini hama petani muncul lagi dari kalangan politisi. Sebut saja namanya Sukamta (nama asli) yang kini menjabat sebagai sekretaris Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS). Kenapa semua orang yang terkait dengan industri hasil tembakau (petani, buruh, dsb) dianggap tidak sejahtera, ya karena partai yang harusnya adil saja tidak mampu berbuat adil, bahkan dalam pikiran dan apa yang keluar dari mulutnya.<\/p>\n\n\n\n

Baca: Tuhan Tidak Menciptakan Tembakau untuk Dibenci dan Dicaci<\/a>
<\/p>\n\n\n\n

Tidak perlu bicara terlalu jauh. Mari kita kita uji omongan Sukamta yang dimuat situs ayosemarang.com, 22 Agustus 2019. Omongan yang sejatinya sebuah template dan selalu dipakai oleh antirokok. Semacam gaya kampanye sholih li kulli zaman wal makan, <\/em>meski dibangun dari logika berantakan dan cenderung mengutamakan kengawuran daripada analisa yang mendalam. Ya memang itulah keistimewaan antirokok, anti terhadap data valid dan percaya diri berlebihan dalam kesesatan berpikir.
<\/p>\n\n\n\n

Bagi Sukamta, harga rokok di Indonesia, sebuah negeri yang besar salah satunya ditopang oleh dunia pertembakauan, harus dinaikkan 700 persen. Alasannya supaya orang miskin tidak dapat membeli rokok. Jika orang miskin yang merokok jatuh sakit, maka negara melalui (Jaminan Kesehatan Nasional) JKN rugi menanggung biayanya. Tentu saja ini berbeda dengan, orang kaya boleh makan junkfood<\/em>, minuman bersoda, dan berlaku semaunya, karena jika jatuh sakit mereka bisa membiayai sendiri dan dapat memperkaya negara.
<\/p>\n\n\n\n

Cara sistematis ini akan diduplikasi dan diperbarui terus menerus. Bermula dari seorang sakit yang berobat ke dokter, jika ia merokok maka dokter akan berkata, \u201cbapak sakit karena rokok\u201d, dan dokter tidak secara jujur bahwa penyakit itu datang dari sebab apapun, bisa gula, bisa gaya hidup yang berantakan, kurang minum air putih, stres dengan obat mahal, dsb.
<\/p>\n\n\n\n

Kenapa Sukamta cenderung ingin menaikkan harga rokok untuk menyelesaikan permasalahan JKN yang rumit itu? Ya karena sudah menjadi tabiat antirokok, bahwa berpikir keras untuk mencari solusi adalah buang-buang waktu, makanya rokok akan disalahkan supaya permasalahan menjadi lekas selesai. 
<\/p>\n\n\n\n

Coba kita kembali ke tahun 2018, saat BPJS Kesehatan defisit dan ditambal oleh cukai rokok. Para pegiat kesehatan beralasan, jumlah masyarakat sakit yang kian bertambah dan narasi yang kemudian dibangun; sakit-sakit itu disebabkan oleh rokok. Tidak berhenti sampai di situ, beragam alasan yang penting pengelola kesehatan \u201cselamat\u201d banyak digaungkan di media (tanpa ada sikap ksatria untuk mengakui bahwa memang masih banyak masalah dalam JKN, baik pengelolaan maupun skema yang lebih baik, yang perlu dicarikan solusi).<\/p>\n\n\n\n

Baca: Kegagalan Lakpesdam PBNU dalam Melihat Produk Tembakau Alternatif<\/a><\/p>\n\n\n\n

Koordinator Advokasi BPJS Watch, Timboel Siregar, megkritisi beragam narasi yang dibangun oleh pegiat kesehatan. Ia mengusulkan agar BPJS fokus pada pengawasan penetapan inasibijis oleh pihak rumah sakit. Timboel menilai, inasibijis merupakan gerbang terjadinya defisit BPJS Kesehatan. Inasibijis (INA-CGB) merupakan sebuah singkatan dari Indonesia Case Base Gropus, yakni sebuah aplikasi yang digunakan rumah sakit untuk mengajukan klaim pada pemerintah. (bisnis.com)
<\/p>\n\n\n\n

Kita tidak pernah tau, apa yang dilakukan rumah sakit terhadap pasien-pasien yang membayar BPJS. Kita juga tidak pernah tau jika ada pasien BPJS kelas I diberi fasilitas kelas II atau III, dan rumah sakit mengklaim biaya kelas I ke negara. Tentu saja yang demikian ini tidak penting bagi antirokok. <\/p>\n\n\n\n

Baca: Ada Campur Tangan Bloomberg dalam Surat Edaran Menkes terkait Pemblokiran Iklan Rokok<\/a><\/p>\n\n\n\n

Sukamta juga bilang, orang-orang yang kecanduan merokok dan mampu membeli rokok yang mahal, dipersilahkan tetap merokok asal menanggung sendiri biaya pengobatan akibat penyakit karena rokok. Asalkan dampak buruk akibat konsumsi rokok tidak membebani negara kerena pemasukan dari cukai tembakau tidak sebanding dengan biaya yang harus dikeluarkan negara. (ayosemarang.com)
<\/p>\n\n\n\n

Bagi saya pribadi, ini adalah statemen yang sangat lucu. Sejak kapan sih negara betul-betul hadir dan perhatian terhadap kesehatan masyarakat, khususnya di pedesaan dan pedalaman? Kalau ada pun, menjalankannya setengah hati. Dan sejak kapan rokok itu menjadi candu, padahal yang candu itu kekuasaan dan menjadikan masyarakat sebagai jembatan untuk menuju \u201ckekuasaan dalam negara\u201d? 
<\/p>\n\n\n\n

Sukamta juga menganggap, bahwa perokok bukan orang yang produktif? Faktanya? Setahu saya orang-orang yang merokok punya produtivitas tinggi, mereka hidup sebagaimana keringat yang diperas setiap hari. Tanpa berharap kepada negara apalagi Sukamta.
<\/p>\n\n\n\n

Sekadar saran saja, sebaiknya PKS tidak perlu ngelantur bicara rokok. Silahkan bicara, asalkan keadilan sosial sebagaimana nama partainya tidak hanya selesai pada tataran konsepsi dan gagah-gagahan, melainkan pada tahap tindakan dan contoh konkrit atasnya.
<\/p>\n","post_title":"Ketika PKS Bicara Rokok","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"ketika-pks-bicara-rokok","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-08-24 10:51:25","post_modified_gmt":"2019-08-24 03:51:25","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5988","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":35},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"epic_block_3"};

\n

Jadi, masyarakat perlu waspada beredarnya vape atau rokok elektrik. Belum lagi, sebetulnya rokok elektrik atau vape, berdampak juga peningkatan perokok anak.\u00a0 Yang menjadi daya tarik bagi anak, selain bentuknya yang elegan, simpel, juga beraroma buah-buahan yang terkemas dalam cairan.<\/strong><\/p>\n\n\n\n

Orang yang mengatakan bahwa vape atau rokok elektrik lebih mensehatkan dari pada rokok kretek, pendapat tersebut sangat keliru. Disampaing efek dari rangkaian listrik dan battre juga cairan dalam rokok elektrik berpengaruh terhadap resiko jantung.  <\/p>\n\n\n\n

Hasil penelitian yang diterbitkan dalam Journal of American College of Cardiology pada Mei lalu ini menambah bukti bahwa cairan rokok elektrik dapat menghambat fungsi sel-sel tubuh yang berperan dalam kesehatan jantung. Cairan dalam vape atau rokok elektrik pada akhirnya merusak sel-sel yang melapisi pembuluh darah. <\/p>\n\n\n\n

Keberadaan vape atau rokok elektrik di pasaran sangat membahayakan bagi orang Indonesia, terlebih pemuda-pemuda, yang banyak memilih merokok vape aatau rokok elektri. Menurutnya, selain bentuk kecil, simpel dibawa dan ada aroma buah-buahan sesuai selera. Akan tetapi dibalik bentuknya yang bagus, menyembunyikan banyak penyakit ketika dikonsumsi.\u00a0<\/p>\n\n\n\n

Baca: Kata Siapa Lebih Sehat? Perokok Elektrik Berisiko Terjangkit Penyakit Kardiovaskular<\/a><\/p>\n\n\n\n

Hingga kini CDC masih melakukan investigasi lebih lanjut, dengan mengimbau agar para dokter mengumpulkan data dan sampel bila menemukan pasien dengan gejala penyakit paru serupa, tentunya akibat rokok elektrik atau vape. Bentuk dan merek rokok elektrik dan vape banyak varian dan banyak merek. JUUL termasuk merek rokok elektrik atau vape yang saat ini naik daun.\u00a0<\/p>\n\n\n\n

Ada yang mengatakan bahwa tak tepat membandingkan rokok tembakau dengan rokok elektrik. Ya benar tak tepat, karena rokok elektrik atau vape resikonya sangat tinggi. Sedang rokok tembakau resikonya kecil, apa lagi rokok kretek mungkin resikonya sangat kecil sekali terhadap tubuh. Alasannya, munculnya rokok kretek bertujuan untuk pengobatan sakit bengek, dan tujuannya berhasil. Hingga banyak orang melakukan pemesanan rokok kretek saat itu, rokok kretek belum sebagai industri besar masih bersifat rumahan,  keadaan tersebut sekitar abad 19. <\/p>\n\n\n\n

Dalam studi ini, tim peneliti menemukan bukti efek toksik pada sel-sel yang melapisi pembuluh darah dan melindungi jantung. Beberapa bukti tersebut termasuk di antaranya gangguan pada fungsi sel dan munculnya tanda-tanda peradangan. Para peneliti mengamati bagaimana respons sel saat bersentuhan dengan cairan rokok elektrik. Efek yang paling kentara terlihat pada cairan dengan rasa kayu manis.<\/p>\n\n\n\n

Baca: Riset Kesehatan Rokok Elektrik<\/a><\/p>\n\n\n\n

Sekelompok ahli kardiovaskular dari University of Massachusetts menganjurkan peneliti agar melakukan uji rokok elektrik atau vape lebih yang beraroma. Karena sumsi sementara, produk vape atau rokok elektrik yang beraroma dan punya pilihan rasa lebih berbahaya dari pada rokok vape natural. Namun yang banyak beredar dipasaran, justru yang beraroma dan berasa buah-buahan, dari pada yang natural. <\/p>\n\n\n\n

Studi pada 2018 lalu menunjukkan, penggunaan rokok elektrik harian berisiko terhadap serangan jantung, meski dengan probabilitas yang lebih rendah daripada perokok tembakau. Menurut dr Lawrence Phillips pakar kardiovaskular NYU Langone Health mengatakan \u201cKita melihat semakin banyak bukti bahwa rokok elektrik berhubungan dengan peningkatan risiko serangan jantung\u201d.<\/p>\n\n\n\n

Dari hasil pakar dan hasil studi di atas menegaskan bahwa keberadaan rokok vape atau rokok elektrik, resikonya sangat besar. Bahan utama rokok vape atau elektrik yang paling besar memberikan efek negatif pada tubuh manusia adalah cairan perasa. Akibat cairan perasa dalam rokok elektrik  atau vape termasuk merek JUUL beresiko terjadi peradangan, terjangkit penyakit jantung dan paru-paru akut, selanjutnya berakibat kematian. <\/p>\n\n\n\n

Untuk itu, demi masa depan bangsa Indonesia harusnya ada regulasi pelarangan peredaran rokok elektrik atau vape yang nyata-nyata telah ada kasus dengan didukung beberapa riset dan studi tentang konten rokok elektrik atau vape, yang hasilnya mempunyai resiko tinggi dapat menyebabkan penyakit berujung kematian.         
<\/p>\n","post_title":"Perokok Elektrik Berisiko Besar Terjangkit Penyakit Mematikan","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"perokok-elektrik-berisiko-besar-terjangkit-penyakit-mematikan","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-08-28 09:40:09","post_modified_gmt":"2019-08-28 02:40:09","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5999","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5988,"post_author":"855","post_date":"2019-08-24 10:41:28","post_date_gmt":"2019-08-24 03:41:28","post_content":"\n

Sumber permasalahan besar dunia pertembakauan sejatinya bukan iklim dan hama, melainkan kebijakan pemerintah dan para plolitisi yang ikut serta membicarakannya, tanpa dasar yang kuat, adil dan cenderung ugal-ugalan.
<\/p>\n\n\n\n

Jika orang dahulu tidak berani bicara kecuali kepada hal-hal yang benar-benar diketahui, kali ini banyak sekali orang yang banyak bicara daripada membaca, baik buku maupun alam kauniyah (dunia nyata). Maka jangan heran, jika tidak sedikit politisi dan pemerintah yang gagal paham dunia pertembakau, dari berbagai sisi, karena mereka mendapatkan informasi sepotong-sepotong, tanpa ada usaha untuk tabayyun <\/em>lebih mendalam apalagi turun ke ladang untuk memastikan.
<\/p>\n\n\n\n

Kini hama petani muncul lagi dari kalangan politisi. Sebut saja namanya Sukamta (nama asli) yang kini menjabat sebagai sekretaris Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS). Kenapa semua orang yang terkait dengan industri hasil tembakau (petani, buruh, dsb) dianggap tidak sejahtera, ya karena partai yang harusnya adil saja tidak mampu berbuat adil, bahkan dalam pikiran dan apa yang keluar dari mulutnya.<\/p>\n\n\n\n

Baca: Tuhan Tidak Menciptakan Tembakau untuk Dibenci dan Dicaci<\/a>
<\/p>\n\n\n\n

Tidak perlu bicara terlalu jauh. Mari kita kita uji omongan Sukamta yang dimuat situs ayosemarang.com, 22 Agustus 2019. Omongan yang sejatinya sebuah template dan selalu dipakai oleh antirokok. Semacam gaya kampanye sholih li kulli zaman wal makan, <\/em>meski dibangun dari logika berantakan dan cenderung mengutamakan kengawuran daripada analisa yang mendalam. Ya memang itulah keistimewaan antirokok, anti terhadap data valid dan percaya diri berlebihan dalam kesesatan berpikir.
<\/p>\n\n\n\n

Bagi Sukamta, harga rokok di Indonesia, sebuah negeri yang besar salah satunya ditopang oleh dunia pertembakauan, harus dinaikkan 700 persen. Alasannya supaya orang miskin tidak dapat membeli rokok. Jika orang miskin yang merokok jatuh sakit, maka negara melalui (Jaminan Kesehatan Nasional) JKN rugi menanggung biayanya. Tentu saja ini berbeda dengan, orang kaya boleh makan junkfood<\/em>, minuman bersoda, dan berlaku semaunya, karena jika jatuh sakit mereka bisa membiayai sendiri dan dapat memperkaya negara.
<\/p>\n\n\n\n

Cara sistematis ini akan diduplikasi dan diperbarui terus menerus. Bermula dari seorang sakit yang berobat ke dokter, jika ia merokok maka dokter akan berkata, \u201cbapak sakit karena rokok\u201d, dan dokter tidak secara jujur bahwa penyakit itu datang dari sebab apapun, bisa gula, bisa gaya hidup yang berantakan, kurang minum air putih, stres dengan obat mahal, dsb.
<\/p>\n\n\n\n

Kenapa Sukamta cenderung ingin menaikkan harga rokok untuk menyelesaikan permasalahan JKN yang rumit itu? Ya karena sudah menjadi tabiat antirokok, bahwa berpikir keras untuk mencari solusi adalah buang-buang waktu, makanya rokok akan disalahkan supaya permasalahan menjadi lekas selesai. 
<\/p>\n\n\n\n

Coba kita kembali ke tahun 2018, saat BPJS Kesehatan defisit dan ditambal oleh cukai rokok. Para pegiat kesehatan beralasan, jumlah masyarakat sakit yang kian bertambah dan narasi yang kemudian dibangun; sakit-sakit itu disebabkan oleh rokok. Tidak berhenti sampai di situ, beragam alasan yang penting pengelola kesehatan \u201cselamat\u201d banyak digaungkan di media (tanpa ada sikap ksatria untuk mengakui bahwa memang masih banyak masalah dalam JKN, baik pengelolaan maupun skema yang lebih baik, yang perlu dicarikan solusi).<\/p>\n\n\n\n

Baca: Kegagalan Lakpesdam PBNU dalam Melihat Produk Tembakau Alternatif<\/a><\/p>\n\n\n\n

Koordinator Advokasi BPJS Watch, Timboel Siregar, megkritisi beragam narasi yang dibangun oleh pegiat kesehatan. Ia mengusulkan agar BPJS fokus pada pengawasan penetapan inasibijis oleh pihak rumah sakit. Timboel menilai, inasibijis merupakan gerbang terjadinya defisit BPJS Kesehatan. Inasibijis (INA-CGB) merupakan sebuah singkatan dari Indonesia Case Base Gropus, yakni sebuah aplikasi yang digunakan rumah sakit untuk mengajukan klaim pada pemerintah. (bisnis.com)
<\/p>\n\n\n\n

Kita tidak pernah tau, apa yang dilakukan rumah sakit terhadap pasien-pasien yang membayar BPJS. Kita juga tidak pernah tau jika ada pasien BPJS kelas I diberi fasilitas kelas II atau III, dan rumah sakit mengklaim biaya kelas I ke negara. Tentu saja yang demikian ini tidak penting bagi antirokok. <\/p>\n\n\n\n

Baca: Ada Campur Tangan Bloomberg dalam Surat Edaran Menkes terkait Pemblokiran Iklan Rokok<\/a><\/p>\n\n\n\n

Sukamta juga bilang, orang-orang yang kecanduan merokok dan mampu membeli rokok yang mahal, dipersilahkan tetap merokok asal menanggung sendiri biaya pengobatan akibat penyakit karena rokok. Asalkan dampak buruk akibat konsumsi rokok tidak membebani negara kerena pemasukan dari cukai tembakau tidak sebanding dengan biaya yang harus dikeluarkan negara. (ayosemarang.com)
<\/p>\n\n\n\n

Bagi saya pribadi, ini adalah statemen yang sangat lucu. Sejak kapan sih negara betul-betul hadir dan perhatian terhadap kesehatan masyarakat, khususnya di pedesaan dan pedalaman? Kalau ada pun, menjalankannya setengah hati. Dan sejak kapan rokok itu menjadi candu, padahal yang candu itu kekuasaan dan menjadikan masyarakat sebagai jembatan untuk menuju \u201ckekuasaan dalam negara\u201d? 
<\/p>\n\n\n\n

Sukamta juga menganggap, bahwa perokok bukan orang yang produktif? Faktanya? Setahu saya orang-orang yang merokok punya produtivitas tinggi, mereka hidup sebagaimana keringat yang diperas setiap hari. Tanpa berharap kepada negara apalagi Sukamta.
<\/p>\n\n\n\n

Sekadar saran saja, sebaiknya PKS tidak perlu ngelantur bicara rokok. Silahkan bicara, asalkan keadilan sosial sebagaimana nama partainya tidak hanya selesai pada tataran konsepsi dan gagah-gagahan, melainkan pada tahap tindakan dan contoh konkrit atasnya.
<\/p>\n","post_title":"Ketika PKS Bicara Rokok","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"ketika-pks-bicara-rokok","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-08-24 10:51:25","post_modified_gmt":"2019-08-24 03:51:25","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5988","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":35},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"epic_block_3"};

\n

Tidak hanya itu, otoritas kesehatan di Amerika Serikat telah berhasil menginvestigasi kemunculan penyakit paru-paru misterius di antara kalangan pengguna rokok elektrik atau vape. Dilaporkan setidaknya ada 195 kasus potensial penyakit paru-paru di 22 Negara karena kena dampak dari vape atau rokok elektrik.
<\/p>\n\n\n\n

Jadi, masyarakat perlu waspada beredarnya vape atau rokok elektrik. Belum lagi, sebetulnya rokok elektrik atau vape, berdampak juga peningkatan perokok anak.\u00a0 Yang menjadi daya tarik bagi anak, selain bentuknya yang elegan, simpel, juga beraroma buah-buahan yang terkemas dalam cairan.<\/strong><\/p>\n\n\n\n

Orang yang mengatakan bahwa vape atau rokok elektrik lebih mensehatkan dari pada rokok kretek, pendapat tersebut sangat keliru. Disampaing efek dari rangkaian listrik dan battre juga cairan dalam rokok elektrik berpengaruh terhadap resiko jantung.  <\/p>\n\n\n\n

Hasil penelitian yang diterbitkan dalam Journal of American College of Cardiology pada Mei lalu ini menambah bukti bahwa cairan rokok elektrik dapat menghambat fungsi sel-sel tubuh yang berperan dalam kesehatan jantung. Cairan dalam vape atau rokok elektrik pada akhirnya merusak sel-sel yang melapisi pembuluh darah. <\/p>\n\n\n\n

Keberadaan vape atau rokok elektrik di pasaran sangat membahayakan bagi orang Indonesia, terlebih pemuda-pemuda, yang banyak memilih merokok vape aatau rokok elektri. Menurutnya, selain bentuk kecil, simpel dibawa dan ada aroma buah-buahan sesuai selera. Akan tetapi dibalik bentuknya yang bagus, menyembunyikan banyak penyakit ketika dikonsumsi.\u00a0<\/p>\n\n\n\n

Baca: Kata Siapa Lebih Sehat? Perokok Elektrik Berisiko Terjangkit Penyakit Kardiovaskular<\/a><\/p>\n\n\n\n

Hingga kini CDC masih melakukan investigasi lebih lanjut, dengan mengimbau agar para dokter mengumpulkan data dan sampel bila menemukan pasien dengan gejala penyakit paru serupa, tentunya akibat rokok elektrik atau vape. Bentuk dan merek rokok elektrik dan vape banyak varian dan banyak merek. JUUL termasuk merek rokok elektrik atau vape yang saat ini naik daun.\u00a0<\/p>\n\n\n\n

Ada yang mengatakan bahwa tak tepat membandingkan rokok tembakau dengan rokok elektrik. Ya benar tak tepat, karena rokok elektrik atau vape resikonya sangat tinggi. Sedang rokok tembakau resikonya kecil, apa lagi rokok kretek mungkin resikonya sangat kecil sekali terhadap tubuh. Alasannya, munculnya rokok kretek bertujuan untuk pengobatan sakit bengek, dan tujuannya berhasil. Hingga banyak orang melakukan pemesanan rokok kretek saat itu, rokok kretek belum sebagai industri besar masih bersifat rumahan,  keadaan tersebut sekitar abad 19. <\/p>\n\n\n\n

Dalam studi ini, tim peneliti menemukan bukti efek toksik pada sel-sel yang melapisi pembuluh darah dan melindungi jantung. Beberapa bukti tersebut termasuk di antaranya gangguan pada fungsi sel dan munculnya tanda-tanda peradangan. Para peneliti mengamati bagaimana respons sel saat bersentuhan dengan cairan rokok elektrik. Efek yang paling kentara terlihat pada cairan dengan rasa kayu manis.<\/p>\n\n\n\n

Baca: Riset Kesehatan Rokok Elektrik<\/a><\/p>\n\n\n\n

Sekelompok ahli kardiovaskular dari University of Massachusetts menganjurkan peneliti agar melakukan uji rokok elektrik atau vape lebih yang beraroma. Karena sumsi sementara, produk vape atau rokok elektrik yang beraroma dan punya pilihan rasa lebih berbahaya dari pada rokok vape natural. Namun yang banyak beredar dipasaran, justru yang beraroma dan berasa buah-buahan, dari pada yang natural. <\/p>\n\n\n\n

Studi pada 2018 lalu menunjukkan, penggunaan rokok elektrik harian berisiko terhadap serangan jantung, meski dengan probabilitas yang lebih rendah daripada perokok tembakau. Menurut dr Lawrence Phillips pakar kardiovaskular NYU Langone Health mengatakan \u201cKita melihat semakin banyak bukti bahwa rokok elektrik berhubungan dengan peningkatan risiko serangan jantung\u201d.<\/p>\n\n\n\n

Dari hasil pakar dan hasil studi di atas menegaskan bahwa keberadaan rokok vape atau rokok elektrik, resikonya sangat besar. Bahan utama rokok vape atau elektrik yang paling besar memberikan efek negatif pada tubuh manusia adalah cairan perasa. Akibat cairan perasa dalam rokok elektrik  atau vape termasuk merek JUUL beresiko terjadi peradangan, terjangkit penyakit jantung dan paru-paru akut, selanjutnya berakibat kematian. <\/p>\n\n\n\n

Untuk itu, demi masa depan bangsa Indonesia harusnya ada regulasi pelarangan peredaran rokok elektrik atau vape yang nyata-nyata telah ada kasus dengan didukung beberapa riset dan studi tentang konten rokok elektrik atau vape, yang hasilnya mempunyai resiko tinggi dapat menyebabkan penyakit berujung kematian.         
<\/p>\n","post_title":"Perokok Elektrik Berisiko Besar Terjangkit Penyakit Mematikan","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"perokok-elektrik-berisiko-besar-terjangkit-penyakit-mematikan","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-08-28 09:40:09","post_modified_gmt":"2019-08-28 02:40:09","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5999","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5988,"post_author":"855","post_date":"2019-08-24 10:41:28","post_date_gmt":"2019-08-24 03:41:28","post_content":"\n

Sumber permasalahan besar dunia pertembakauan sejatinya bukan iklim dan hama, melainkan kebijakan pemerintah dan para plolitisi yang ikut serta membicarakannya, tanpa dasar yang kuat, adil dan cenderung ugal-ugalan.
<\/p>\n\n\n\n

Jika orang dahulu tidak berani bicara kecuali kepada hal-hal yang benar-benar diketahui, kali ini banyak sekali orang yang banyak bicara daripada membaca, baik buku maupun alam kauniyah (dunia nyata). Maka jangan heran, jika tidak sedikit politisi dan pemerintah yang gagal paham dunia pertembakau, dari berbagai sisi, karena mereka mendapatkan informasi sepotong-sepotong, tanpa ada usaha untuk tabayyun <\/em>lebih mendalam apalagi turun ke ladang untuk memastikan.
<\/p>\n\n\n\n

Kini hama petani muncul lagi dari kalangan politisi. Sebut saja namanya Sukamta (nama asli) yang kini menjabat sebagai sekretaris Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS). Kenapa semua orang yang terkait dengan industri hasil tembakau (petani, buruh, dsb) dianggap tidak sejahtera, ya karena partai yang harusnya adil saja tidak mampu berbuat adil, bahkan dalam pikiran dan apa yang keluar dari mulutnya.<\/p>\n\n\n\n

Baca: Tuhan Tidak Menciptakan Tembakau untuk Dibenci dan Dicaci<\/a>
<\/p>\n\n\n\n

Tidak perlu bicara terlalu jauh. Mari kita kita uji omongan Sukamta yang dimuat situs ayosemarang.com, 22 Agustus 2019. Omongan yang sejatinya sebuah template dan selalu dipakai oleh antirokok. Semacam gaya kampanye sholih li kulli zaman wal makan, <\/em>meski dibangun dari logika berantakan dan cenderung mengutamakan kengawuran daripada analisa yang mendalam. Ya memang itulah keistimewaan antirokok, anti terhadap data valid dan percaya diri berlebihan dalam kesesatan berpikir.
<\/p>\n\n\n\n

Bagi Sukamta, harga rokok di Indonesia, sebuah negeri yang besar salah satunya ditopang oleh dunia pertembakauan, harus dinaikkan 700 persen. Alasannya supaya orang miskin tidak dapat membeli rokok. Jika orang miskin yang merokok jatuh sakit, maka negara melalui (Jaminan Kesehatan Nasional) JKN rugi menanggung biayanya. Tentu saja ini berbeda dengan, orang kaya boleh makan junkfood<\/em>, minuman bersoda, dan berlaku semaunya, karena jika jatuh sakit mereka bisa membiayai sendiri dan dapat memperkaya negara.
<\/p>\n\n\n\n

Cara sistematis ini akan diduplikasi dan diperbarui terus menerus. Bermula dari seorang sakit yang berobat ke dokter, jika ia merokok maka dokter akan berkata, \u201cbapak sakit karena rokok\u201d, dan dokter tidak secara jujur bahwa penyakit itu datang dari sebab apapun, bisa gula, bisa gaya hidup yang berantakan, kurang minum air putih, stres dengan obat mahal, dsb.
<\/p>\n\n\n\n

Kenapa Sukamta cenderung ingin menaikkan harga rokok untuk menyelesaikan permasalahan JKN yang rumit itu? Ya karena sudah menjadi tabiat antirokok, bahwa berpikir keras untuk mencari solusi adalah buang-buang waktu, makanya rokok akan disalahkan supaya permasalahan menjadi lekas selesai. 
<\/p>\n\n\n\n

Coba kita kembali ke tahun 2018, saat BPJS Kesehatan defisit dan ditambal oleh cukai rokok. Para pegiat kesehatan beralasan, jumlah masyarakat sakit yang kian bertambah dan narasi yang kemudian dibangun; sakit-sakit itu disebabkan oleh rokok. Tidak berhenti sampai di situ, beragam alasan yang penting pengelola kesehatan \u201cselamat\u201d banyak digaungkan di media (tanpa ada sikap ksatria untuk mengakui bahwa memang masih banyak masalah dalam JKN, baik pengelolaan maupun skema yang lebih baik, yang perlu dicarikan solusi).<\/p>\n\n\n\n

Baca: Kegagalan Lakpesdam PBNU dalam Melihat Produk Tembakau Alternatif<\/a><\/p>\n\n\n\n

Koordinator Advokasi BPJS Watch, Timboel Siregar, megkritisi beragam narasi yang dibangun oleh pegiat kesehatan. Ia mengusulkan agar BPJS fokus pada pengawasan penetapan inasibijis oleh pihak rumah sakit. Timboel menilai, inasibijis merupakan gerbang terjadinya defisit BPJS Kesehatan. Inasibijis (INA-CGB) merupakan sebuah singkatan dari Indonesia Case Base Gropus, yakni sebuah aplikasi yang digunakan rumah sakit untuk mengajukan klaim pada pemerintah. (bisnis.com)
<\/p>\n\n\n\n

Kita tidak pernah tau, apa yang dilakukan rumah sakit terhadap pasien-pasien yang membayar BPJS. Kita juga tidak pernah tau jika ada pasien BPJS kelas I diberi fasilitas kelas II atau III, dan rumah sakit mengklaim biaya kelas I ke negara. Tentu saja yang demikian ini tidak penting bagi antirokok. <\/p>\n\n\n\n

Baca: Ada Campur Tangan Bloomberg dalam Surat Edaran Menkes terkait Pemblokiran Iklan Rokok<\/a><\/p>\n\n\n\n

Sukamta juga bilang, orang-orang yang kecanduan merokok dan mampu membeli rokok yang mahal, dipersilahkan tetap merokok asal menanggung sendiri biaya pengobatan akibat penyakit karena rokok. Asalkan dampak buruk akibat konsumsi rokok tidak membebani negara kerena pemasukan dari cukai tembakau tidak sebanding dengan biaya yang harus dikeluarkan negara. (ayosemarang.com)
<\/p>\n\n\n\n

Bagi saya pribadi, ini adalah statemen yang sangat lucu. Sejak kapan sih negara betul-betul hadir dan perhatian terhadap kesehatan masyarakat, khususnya di pedesaan dan pedalaman? Kalau ada pun, menjalankannya setengah hati. Dan sejak kapan rokok itu menjadi candu, padahal yang candu itu kekuasaan dan menjadikan masyarakat sebagai jembatan untuk menuju \u201ckekuasaan dalam negara\u201d? 
<\/p>\n\n\n\n

Sukamta juga menganggap, bahwa perokok bukan orang yang produktif? Faktanya? Setahu saya orang-orang yang merokok punya produtivitas tinggi, mereka hidup sebagaimana keringat yang diperas setiap hari. Tanpa berharap kepada negara apalagi Sukamta.
<\/p>\n\n\n\n

Sekadar saran saja, sebaiknya PKS tidak perlu ngelantur bicara rokok. Silahkan bicara, asalkan keadilan sosial sebagaimana nama partainya tidak hanya selesai pada tataran konsepsi dan gagah-gagahan, melainkan pada tahap tindakan dan contoh konkrit atasnya.
<\/p>\n","post_title":"Ketika PKS Bicara Rokok","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"ketika-pks-bicara-rokok","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-08-24 10:51:25","post_modified_gmt":"2019-08-24 03:51:25","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5988","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":35},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"epic_block_3"};

\n

Baca: Terkuak, Rokok Elektrik Berbahaya bagi Kesehatan<\/a><\/p>\n\n\n\n

Tidak hanya itu, otoritas kesehatan di Amerika Serikat telah berhasil menginvestigasi kemunculan penyakit paru-paru misterius di antara kalangan pengguna rokok elektrik atau vape. Dilaporkan setidaknya ada 195 kasus potensial penyakit paru-paru di 22 Negara karena kena dampak dari vape atau rokok elektrik.
<\/p>\n\n\n\n

Jadi, masyarakat perlu waspada beredarnya vape atau rokok elektrik. Belum lagi, sebetulnya rokok elektrik atau vape, berdampak juga peningkatan perokok anak.\u00a0 Yang menjadi daya tarik bagi anak, selain bentuknya yang elegan, simpel, juga beraroma buah-buahan yang terkemas dalam cairan.<\/strong><\/p>\n\n\n\n

Orang yang mengatakan bahwa vape atau rokok elektrik lebih mensehatkan dari pada rokok kretek, pendapat tersebut sangat keliru. Disampaing efek dari rangkaian listrik dan battre juga cairan dalam rokok elektrik berpengaruh terhadap resiko jantung.  <\/p>\n\n\n\n

Hasil penelitian yang diterbitkan dalam Journal of American College of Cardiology pada Mei lalu ini menambah bukti bahwa cairan rokok elektrik dapat menghambat fungsi sel-sel tubuh yang berperan dalam kesehatan jantung. Cairan dalam vape atau rokok elektrik pada akhirnya merusak sel-sel yang melapisi pembuluh darah. <\/p>\n\n\n\n

Keberadaan vape atau rokok elektrik di pasaran sangat membahayakan bagi orang Indonesia, terlebih pemuda-pemuda, yang banyak memilih merokok vape aatau rokok elektri. Menurutnya, selain bentuk kecil, simpel dibawa dan ada aroma buah-buahan sesuai selera. Akan tetapi dibalik bentuknya yang bagus, menyembunyikan banyak penyakit ketika dikonsumsi.\u00a0<\/p>\n\n\n\n

Baca: Kata Siapa Lebih Sehat? Perokok Elektrik Berisiko Terjangkit Penyakit Kardiovaskular<\/a><\/p>\n\n\n\n

Hingga kini CDC masih melakukan investigasi lebih lanjut, dengan mengimbau agar para dokter mengumpulkan data dan sampel bila menemukan pasien dengan gejala penyakit paru serupa, tentunya akibat rokok elektrik atau vape. Bentuk dan merek rokok elektrik dan vape banyak varian dan banyak merek. JUUL termasuk merek rokok elektrik atau vape yang saat ini naik daun.\u00a0<\/p>\n\n\n\n

Ada yang mengatakan bahwa tak tepat membandingkan rokok tembakau dengan rokok elektrik. Ya benar tak tepat, karena rokok elektrik atau vape resikonya sangat tinggi. Sedang rokok tembakau resikonya kecil, apa lagi rokok kretek mungkin resikonya sangat kecil sekali terhadap tubuh. Alasannya, munculnya rokok kretek bertujuan untuk pengobatan sakit bengek, dan tujuannya berhasil. Hingga banyak orang melakukan pemesanan rokok kretek saat itu, rokok kretek belum sebagai industri besar masih bersifat rumahan,  keadaan tersebut sekitar abad 19. <\/p>\n\n\n\n

Dalam studi ini, tim peneliti menemukan bukti efek toksik pada sel-sel yang melapisi pembuluh darah dan melindungi jantung. Beberapa bukti tersebut termasuk di antaranya gangguan pada fungsi sel dan munculnya tanda-tanda peradangan. Para peneliti mengamati bagaimana respons sel saat bersentuhan dengan cairan rokok elektrik. Efek yang paling kentara terlihat pada cairan dengan rasa kayu manis.<\/p>\n\n\n\n

Baca: Riset Kesehatan Rokok Elektrik<\/a><\/p>\n\n\n\n

Sekelompok ahli kardiovaskular dari University of Massachusetts menganjurkan peneliti agar melakukan uji rokok elektrik atau vape lebih yang beraroma. Karena sumsi sementara, produk vape atau rokok elektrik yang beraroma dan punya pilihan rasa lebih berbahaya dari pada rokok vape natural. Namun yang banyak beredar dipasaran, justru yang beraroma dan berasa buah-buahan, dari pada yang natural. <\/p>\n\n\n\n

Studi pada 2018 lalu menunjukkan, penggunaan rokok elektrik harian berisiko terhadap serangan jantung, meski dengan probabilitas yang lebih rendah daripada perokok tembakau. Menurut dr Lawrence Phillips pakar kardiovaskular NYU Langone Health mengatakan \u201cKita melihat semakin banyak bukti bahwa rokok elektrik berhubungan dengan peningkatan risiko serangan jantung\u201d.<\/p>\n\n\n\n

Dari hasil pakar dan hasil studi di atas menegaskan bahwa keberadaan rokok vape atau rokok elektrik, resikonya sangat besar. Bahan utama rokok vape atau elektrik yang paling besar memberikan efek negatif pada tubuh manusia adalah cairan perasa. Akibat cairan perasa dalam rokok elektrik  atau vape termasuk merek JUUL beresiko terjadi peradangan, terjangkit penyakit jantung dan paru-paru akut, selanjutnya berakibat kematian. <\/p>\n\n\n\n

Untuk itu, demi masa depan bangsa Indonesia harusnya ada regulasi pelarangan peredaran rokok elektrik atau vape yang nyata-nyata telah ada kasus dengan didukung beberapa riset dan studi tentang konten rokok elektrik atau vape, yang hasilnya mempunyai resiko tinggi dapat menyebabkan penyakit berujung kematian.         
<\/p>\n","post_title":"Perokok Elektrik Berisiko Besar Terjangkit Penyakit Mematikan","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"perokok-elektrik-berisiko-besar-terjangkit-penyakit-mematikan","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-08-28 09:40:09","post_modified_gmt":"2019-08-28 02:40:09","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5999","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5988,"post_author":"855","post_date":"2019-08-24 10:41:28","post_date_gmt":"2019-08-24 03:41:28","post_content":"\n

Sumber permasalahan besar dunia pertembakauan sejatinya bukan iklim dan hama, melainkan kebijakan pemerintah dan para plolitisi yang ikut serta membicarakannya, tanpa dasar yang kuat, adil dan cenderung ugal-ugalan.
<\/p>\n\n\n\n

Jika orang dahulu tidak berani bicara kecuali kepada hal-hal yang benar-benar diketahui, kali ini banyak sekali orang yang banyak bicara daripada membaca, baik buku maupun alam kauniyah (dunia nyata). Maka jangan heran, jika tidak sedikit politisi dan pemerintah yang gagal paham dunia pertembakau, dari berbagai sisi, karena mereka mendapatkan informasi sepotong-sepotong, tanpa ada usaha untuk tabayyun <\/em>lebih mendalam apalagi turun ke ladang untuk memastikan.
<\/p>\n\n\n\n

Kini hama petani muncul lagi dari kalangan politisi. Sebut saja namanya Sukamta (nama asli) yang kini menjabat sebagai sekretaris Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS). Kenapa semua orang yang terkait dengan industri hasil tembakau (petani, buruh, dsb) dianggap tidak sejahtera, ya karena partai yang harusnya adil saja tidak mampu berbuat adil, bahkan dalam pikiran dan apa yang keluar dari mulutnya.<\/p>\n\n\n\n

Baca: Tuhan Tidak Menciptakan Tembakau untuk Dibenci dan Dicaci<\/a>
<\/p>\n\n\n\n

Tidak perlu bicara terlalu jauh. Mari kita kita uji omongan Sukamta yang dimuat situs ayosemarang.com, 22 Agustus 2019. Omongan yang sejatinya sebuah template dan selalu dipakai oleh antirokok. Semacam gaya kampanye sholih li kulli zaman wal makan, <\/em>meski dibangun dari logika berantakan dan cenderung mengutamakan kengawuran daripada analisa yang mendalam. Ya memang itulah keistimewaan antirokok, anti terhadap data valid dan percaya diri berlebihan dalam kesesatan berpikir.
<\/p>\n\n\n\n

Bagi Sukamta, harga rokok di Indonesia, sebuah negeri yang besar salah satunya ditopang oleh dunia pertembakauan, harus dinaikkan 700 persen. Alasannya supaya orang miskin tidak dapat membeli rokok. Jika orang miskin yang merokok jatuh sakit, maka negara melalui (Jaminan Kesehatan Nasional) JKN rugi menanggung biayanya. Tentu saja ini berbeda dengan, orang kaya boleh makan junkfood<\/em>, minuman bersoda, dan berlaku semaunya, karena jika jatuh sakit mereka bisa membiayai sendiri dan dapat memperkaya negara.
<\/p>\n\n\n\n

Cara sistematis ini akan diduplikasi dan diperbarui terus menerus. Bermula dari seorang sakit yang berobat ke dokter, jika ia merokok maka dokter akan berkata, \u201cbapak sakit karena rokok\u201d, dan dokter tidak secara jujur bahwa penyakit itu datang dari sebab apapun, bisa gula, bisa gaya hidup yang berantakan, kurang minum air putih, stres dengan obat mahal, dsb.
<\/p>\n\n\n\n

Kenapa Sukamta cenderung ingin menaikkan harga rokok untuk menyelesaikan permasalahan JKN yang rumit itu? Ya karena sudah menjadi tabiat antirokok, bahwa berpikir keras untuk mencari solusi adalah buang-buang waktu, makanya rokok akan disalahkan supaya permasalahan menjadi lekas selesai. 
<\/p>\n\n\n\n

Coba kita kembali ke tahun 2018, saat BPJS Kesehatan defisit dan ditambal oleh cukai rokok. Para pegiat kesehatan beralasan, jumlah masyarakat sakit yang kian bertambah dan narasi yang kemudian dibangun; sakit-sakit itu disebabkan oleh rokok. Tidak berhenti sampai di situ, beragam alasan yang penting pengelola kesehatan \u201cselamat\u201d banyak digaungkan di media (tanpa ada sikap ksatria untuk mengakui bahwa memang masih banyak masalah dalam JKN, baik pengelolaan maupun skema yang lebih baik, yang perlu dicarikan solusi).<\/p>\n\n\n\n

Baca: Kegagalan Lakpesdam PBNU dalam Melihat Produk Tembakau Alternatif<\/a><\/p>\n\n\n\n

Koordinator Advokasi BPJS Watch, Timboel Siregar, megkritisi beragam narasi yang dibangun oleh pegiat kesehatan. Ia mengusulkan agar BPJS fokus pada pengawasan penetapan inasibijis oleh pihak rumah sakit. Timboel menilai, inasibijis merupakan gerbang terjadinya defisit BPJS Kesehatan. Inasibijis (INA-CGB) merupakan sebuah singkatan dari Indonesia Case Base Gropus, yakni sebuah aplikasi yang digunakan rumah sakit untuk mengajukan klaim pada pemerintah. (bisnis.com)
<\/p>\n\n\n\n

Kita tidak pernah tau, apa yang dilakukan rumah sakit terhadap pasien-pasien yang membayar BPJS. Kita juga tidak pernah tau jika ada pasien BPJS kelas I diberi fasilitas kelas II atau III, dan rumah sakit mengklaim biaya kelas I ke negara. Tentu saja yang demikian ini tidak penting bagi antirokok. <\/p>\n\n\n\n

Baca: Ada Campur Tangan Bloomberg dalam Surat Edaran Menkes terkait Pemblokiran Iklan Rokok<\/a><\/p>\n\n\n\n

Sukamta juga bilang, orang-orang yang kecanduan merokok dan mampu membeli rokok yang mahal, dipersilahkan tetap merokok asal menanggung sendiri biaya pengobatan akibat penyakit karena rokok. Asalkan dampak buruk akibat konsumsi rokok tidak membebani negara kerena pemasukan dari cukai tembakau tidak sebanding dengan biaya yang harus dikeluarkan negara. (ayosemarang.com)
<\/p>\n\n\n\n

Bagi saya pribadi, ini adalah statemen yang sangat lucu. Sejak kapan sih negara betul-betul hadir dan perhatian terhadap kesehatan masyarakat, khususnya di pedesaan dan pedalaman? Kalau ada pun, menjalankannya setengah hati. Dan sejak kapan rokok itu menjadi candu, padahal yang candu itu kekuasaan dan menjadikan masyarakat sebagai jembatan untuk menuju \u201ckekuasaan dalam negara\u201d? 
<\/p>\n\n\n\n

Sukamta juga menganggap, bahwa perokok bukan orang yang produktif? Faktanya? Setahu saya orang-orang yang merokok punya produtivitas tinggi, mereka hidup sebagaimana keringat yang diperas setiap hari. Tanpa berharap kepada negara apalagi Sukamta.
<\/p>\n\n\n\n

Sekadar saran saja, sebaiknya PKS tidak perlu ngelantur bicara rokok. Silahkan bicara, asalkan keadilan sosial sebagaimana nama partainya tidak hanya selesai pada tataran konsepsi dan gagah-gagahan, melainkan pada tahap tindakan dan contoh konkrit atasnya.
<\/p>\n","post_title":"Ketika PKS Bicara Rokok","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"ketika-pks-bicara-rokok","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-08-24 10:51:25","post_modified_gmt":"2019-08-24 03:51:25","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5988","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":35},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"epic_block_3"};

\n

Kejadian di atas menjawab keberadaan vape atau rokok elektrik sangat membahayakan. Berbeda dengan resiko rokok kretek, bisa menimbulkan penyakit jika mengkonsumsinya berlebihan atau kebanyakakan, dan hidup tidak seimbang. Misalnya dalam satu hari merokok sampai tiga atau empat bungkus, tanpa makan nasi atau makan-makanan sehat, tanpa olah raga, tanpa minum air putih, selalu didampingi kopi atau teh, istirahatnya kurang dan sebagainya. Maka dipastikan orang tersebut akan jatuh sakit bahkan meninggal dunia.\u00a0<\/p>\n\n\n\n

Baca: Terkuak, Rokok Elektrik Berbahaya bagi Kesehatan<\/a><\/p>\n\n\n\n

Tidak hanya itu, otoritas kesehatan di Amerika Serikat telah berhasil menginvestigasi kemunculan penyakit paru-paru misterius di antara kalangan pengguna rokok elektrik atau vape. Dilaporkan setidaknya ada 195 kasus potensial penyakit paru-paru di 22 Negara karena kena dampak dari vape atau rokok elektrik.
<\/p>\n\n\n\n

Jadi, masyarakat perlu waspada beredarnya vape atau rokok elektrik. Belum lagi, sebetulnya rokok elektrik atau vape, berdampak juga peningkatan perokok anak.\u00a0 Yang menjadi daya tarik bagi anak, selain bentuknya yang elegan, simpel, juga beraroma buah-buahan yang terkemas dalam cairan.<\/strong><\/p>\n\n\n\n

Orang yang mengatakan bahwa vape atau rokok elektrik lebih mensehatkan dari pada rokok kretek, pendapat tersebut sangat keliru. Disampaing efek dari rangkaian listrik dan battre juga cairan dalam rokok elektrik berpengaruh terhadap resiko jantung.  <\/p>\n\n\n\n

Hasil penelitian yang diterbitkan dalam Journal of American College of Cardiology pada Mei lalu ini menambah bukti bahwa cairan rokok elektrik dapat menghambat fungsi sel-sel tubuh yang berperan dalam kesehatan jantung. Cairan dalam vape atau rokok elektrik pada akhirnya merusak sel-sel yang melapisi pembuluh darah. <\/p>\n\n\n\n

Keberadaan vape atau rokok elektrik di pasaran sangat membahayakan bagi orang Indonesia, terlebih pemuda-pemuda, yang banyak memilih merokok vape aatau rokok elektri. Menurutnya, selain bentuk kecil, simpel dibawa dan ada aroma buah-buahan sesuai selera. Akan tetapi dibalik bentuknya yang bagus, menyembunyikan banyak penyakit ketika dikonsumsi.\u00a0<\/p>\n\n\n\n

Baca: Kata Siapa Lebih Sehat? Perokok Elektrik Berisiko Terjangkit Penyakit Kardiovaskular<\/a><\/p>\n\n\n\n

Hingga kini CDC masih melakukan investigasi lebih lanjut, dengan mengimbau agar para dokter mengumpulkan data dan sampel bila menemukan pasien dengan gejala penyakit paru serupa, tentunya akibat rokok elektrik atau vape. Bentuk dan merek rokok elektrik dan vape banyak varian dan banyak merek. JUUL termasuk merek rokok elektrik atau vape yang saat ini naik daun.\u00a0<\/p>\n\n\n\n

Ada yang mengatakan bahwa tak tepat membandingkan rokok tembakau dengan rokok elektrik. Ya benar tak tepat, karena rokok elektrik atau vape resikonya sangat tinggi. Sedang rokok tembakau resikonya kecil, apa lagi rokok kretek mungkin resikonya sangat kecil sekali terhadap tubuh. Alasannya, munculnya rokok kretek bertujuan untuk pengobatan sakit bengek, dan tujuannya berhasil. Hingga banyak orang melakukan pemesanan rokok kretek saat itu, rokok kretek belum sebagai industri besar masih bersifat rumahan,  keadaan tersebut sekitar abad 19. <\/p>\n\n\n\n

Dalam studi ini, tim peneliti menemukan bukti efek toksik pada sel-sel yang melapisi pembuluh darah dan melindungi jantung. Beberapa bukti tersebut termasuk di antaranya gangguan pada fungsi sel dan munculnya tanda-tanda peradangan. Para peneliti mengamati bagaimana respons sel saat bersentuhan dengan cairan rokok elektrik. Efek yang paling kentara terlihat pada cairan dengan rasa kayu manis.<\/p>\n\n\n\n

Baca: Riset Kesehatan Rokok Elektrik<\/a><\/p>\n\n\n\n

Sekelompok ahli kardiovaskular dari University of Massachusetts menganjurkan peneliti agar melakukan uji rokok elektrik atau vape lebih yang beraroma. Karena sumsi sementara, produk vape atau rokok elektrik yang beraroma dan punya pilihan rasa lebih berbahaya dari pada rokok vape natural. Namun yang banyak beredar dipasaran, justru yang beraroma dan berasa buah-buahan, dari pada yang natural. <\/p>\n\n\n\n

Studi pada 2018 lalu menunjukkan, penggunaan rokok elektrik harian berisiko terhadap serangan jantung, meski dengan probabilitas yang lebih rendah daripada perokok tembakau. Menurut dr Lawrence Phillips pakar kardiovaskular NYU Langone Health mengatakan \u201cKita melihat semakin banyak bukti bahwa rokok elektrik berhubungan dengan peningkatan risiko serangan jantung\u201d.<\/p>\n\n\n\n

Dari hasil pakar dan hasil studi di atas menegaskan bahwa keberadaan rokok vape atau rokok elektrik, resikonya sangat besar. Bahan utama rokok vape atau elektrik yang paling besar memberikan efek negatif pada tubuh manusia adalah cairan perasa. Akibat cairan perasa dalam rokok elektrik  atau vape termasuk merek JUUL beresiko terjadi peradangan, terjangkit penyakit jantung dan paru-paru akut, selanjutnya berakibat kematian. <\/p>\n\n\n\n

Untuk itu, demi masa depan bangsa Indonesia harusnya ada regulasi pelarangan peredaran rokok elektrik atau vape yang nyata-nyata telah ada kasus dengan didukung beberapa riset dan studi tentang konten rokok elektrik atau vape, yang hasilnya mempunyai resiko tinggi dapat menyebabkan penyakit berujung kematian.         
<\/p>\n","post_title":"Perokok Elektrik Berisiko Besar Terjangkit Penyakit Mematikan","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"perokok-elektrik-berisiko-besar-terjangkit-penyakit-mematikan","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-08-28 09:40:09","post_modified_gmt":"2019-08-28 02:40:09","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5999","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5988,"post_author":"855","post_date":"2019-08-24 10:41:28","post_date_gmt":"2019-08-24 03:41:28","post_content":"\n

Sumber permasalahan besar dunia pertembakauan sejatinya bukan iklim dan hama, melainkan kebijakan pemerintah dan para plolitisi yang ikut serta membicarakannya, tanpa dasar yang kuat, adil dan cenderung ugal-ugalan.
<\/p>\n\n\n\n

Jika orang dahulu tidak berani bicara kecuali kepada hal-hal yang benar-benar diketahui, kali ini banyak sekali orang yang banyak bicara daripada membaca, baik buku maupun alam kauniyah (dunia nyata). Maka jangan heran, jika tidak sedikit politisi dan pemerintah yang gagal paham dunia pertembakau, dari berbagai sisi, karena mereka mendapatkan informasi sepotong-sepotong, tanpa ada usaha untuk tabayyun <\/em>lebih mendalam apalagi turun ke ladang untuk memastikan.
<\/p>\n\n\n\n

Kini hama petani muncul lagi dari kalangan politisi. Sebut saja namanya Sukamta (nama asli) yang kini menjabat sebagai sekretaris Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS). Kenapa semua orang yang terkait dengan industri hasil tembakau (petani, buruh, dsb) dianggap tidak sejahtera, ya karena partai yang harusnya adil saja tidak mampu berbuat adil, bahkan dalam pikiran dan apa yang keluar dari mulutnya.<\/p>\n\n\n\n

Baca: Tuhan Tidak Menciptakan Tembakau untuk Dibenci dan Dicaci<\/a>
<\/p>\n\n\n\n

Tidak perlu bicara terlalu jauh. Mari kita kita uji omongan Sukamta yang dimuat situs ayosemarang.com, 22 Agustus 2019. Omongan yang sejatinya sebuah template dan selalu dipakai oleh antirokok. Semacam gaya kampanye sholih li kulli zaman wal makan, <\/em>meski dibangun dari logika berantakan dan cenderung mengutamakan kengawuran daripada analisa yang mendalam. Ya memang itulah keistimewaan antirokok, anti terhadap data valid dan percaya diri berlebihan dalam kesesatan berpikir.
<\/p>\n\n\n\n

Bagi Sukamta, harga rokok di Indonesia, sebuah negeri yang besar salah satunya ditopang oleh dunia pertembakauan, harus dinaikkan 700 persen. Alasannya supaya orang miskin tidak dapat membeli rokok. Jika orang miskin yang merokok jatuh sakit, maka negara melalui (Jaminan Kesehatan Nasional) JKN rugi menanggung biayanya. Tentu saja ini berbeda dengan, orang kaya boleh makan junkfood<\/em>, minuman bersoda, dan berlaku semaunya, karena jika jatuh sakit mereka bisa membiayai sendiri dan dapat memperkaya negara.
<\/p>\n\n\n\n

Cara sistematis ini akan diduplikasi dan diperbarui terus menerus. Bermula dari seorang sakit yang berobat ke dokter, jika ia merokok maka dokter akan berkata, \u201cbapak sakit karena rokok\u201d, dan dokter tidak secara jujur bahwa penyakit itu datang dari sebab apapun, bisa gula, bisa gaya hidup yang berantakan, kurang minum air putih, stres dengan obat mahal, dsb.
<\/p>\n\n\n\n

Kenapa Sukamta cenderung ingin menaikkan harga rokok untuk menyelesaikan permasalahan JKN yang rumit itu? Ya karena sudah menjadi tabiat antirokok, bahwa berpikir keras untuk mencari solusi adalah buang-buang waktu, makanya rokok akan disalahkan supaya permasalahan menjadi lekas selesai. 
<\/p>\n\n\n\n

Coba kita kembali ke tahun 2018, saat BPJS Kesehatan defisit dan ditambal oleh cukai rokok. Para pegiat kesehatan beralasan, jumlah masyarakat sakit yang kian bertambah dan narasi yang kemudian dibangun; sakit-sakit itu disebabkan oleh rokok. Tidak berhenti sampai di situ, beragam alasan yang penting pengelola kesehatan \u201cselamat\u201d banyak digaungkan di media (tanpa ada sikap ksatria untuk mengakui bahwa memang masih banyak masalah dalam JKN, baik pengelolaan maupun skema yang lebih baik, yang perlu dicarikan solusi).<\/p>\n\n\n\n

Baca: Kegagalan Lakpesdam PBNU dalam Melihat Produk Tembakau Alternatif<\/a><\/p>\n\n\n\n

Koordinator Advokasi BPJS Watch, Timboel Siregar, megkritisi beragam narasi yang dibangun oleh pegiat kesehatan. Ia mengusulkan agar BPJS fokus pada pengawasan penetapan inasibijis oleh pihak rumah sakit. Timboel menilai, inasibijis merupakan gerbang terjadinya defisit BPJS Kesehatan. Inasibijis (INA-CGB) merupakan sebuah singkatan dari Indonesia Case Base Gropus, yakni sebuah aplikasi yang digunakan rumah sakit untuk mengajukan klaim pada pemerintah. (bisnis.com)
<\/p>\n\n\n\n

Kita tidak pernah tau, apa yang dilakukan rumah sakit terhadap pasien-pasien yang membayar BPJS. Kita juga tidak pernah tau jika ada pasien BPJS kelas I diberi fasilitas kelas II atau III, dan rumah sakit mengklaim biaya kelas I ke negara. Tentu saja yang demikian ini tidak penting bagi antirokok. <\/p>\n\n\n\n

Baca: Ada Campur Tangan Bloomberg dalam Surat Edaran Menkes terkait Pemblokiran Iklan Rokok<\/a><\/p>\n\n\n\n

Sukamta juga bilang, orang-orang yang kecanduan merokok dan mampu membeli rokok yang mahal, dipersilahkan tetap merokok asal menanggung sendiri biaya pengobatan akibat penyakit karena rokok. Asalkan dampak buruk akibat konsumsi rokok tidak membebani negara kerena pemasukan dari cukai tembakau tidak sebanding dengan biaya yang harus dikeluarkan negara. (ayosemarang.com)
<\/p>\n\n\n\n

Bagi saya pribadi, ini adalah statemen yang sangat lucu. Sejak kapan sih negara betul-betul hadir dan perhatian terhadap kesehatan masyarakat, khususnya di pedesaan dan pedalaman? Kalau ada pun, menjalankannya setengah hati. Dan sejak kapan rokok itu menjadi candu, padahal yang candu itu kekuasaan dan menjadikan masyarakat sebagai jembatan untuk menuju \u201ckekuasaan dalam negara\u201d? 
<\/p>\n\n\n\n

Sukamta juga menganggap, bahwa perokok bukan orang yang produktif? Faktanya? Setahu saya orang-orang yang merokok punya produtivitas tinggi, mereka hidup sebagaimana keringat yang diperas setiap hari. Tanpa berharap kepada negara apalagi Sukamta.
<\/p>\n\n\n\n

Sekadar saran saja, sebaiknya PKS tidak perlu ngelantur bicara rokok. Silahkan bicara, asalkan keadilan sosial sebagaimana nama partainya tidak hanya selesai pada tataran konsepsi dan gagah-gagahan, melainkan pada tahap tindakan dan contoh konkrit atasnya.
<\/p>\n","post_title":"Ketika PKS Bicara Rokok","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"ketika-pks-bicara-rokok","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-08-24 10:51:25","post_modified_gmt":"2019-08-24 03:51:25","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5988","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":35},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"epic_block_3"};

\n

Direktur Pusat Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Amerika Serikat (CDC), Robert Redfield, mengungkapkan kematian tragis di Illinois memperkuat dugaan karena vape<\/a> atau rokok elektrik. Berita tersebut atas laporan Dinas Kesehatan Illinois yang mengumumkan ada satu pasien yang akhirnya meninggal dunia. Kasus ini kemungkinan jadi kasus pertama kematian akibat penyakit berkaitan dengan vape.
<\/p>\n\n\n\n

Kejadian di atas menjawab keberadaan vape atau rokok elektrik sangat membahayakan. Berbeda dengan resiko rokok kretek, bisa menimbulkan penyakit jika mengkonsumsinya berlebihan atau kebanyakakan, dan hidup tidak seimbang. Misalnya dalam satu hari merokok sampai tiga atau empat bungkus, tanpa makan nasi atau makan-makanan sehat, tanpa olah raga, tanpa minum air putih, selalu didampingi kopi atau teh, istirahatnya kurang dan sebagainya. Maka dipastikan orang tersebut akan jatuh sakit bahkan meninggal dunia.\u00a0<\/p>\n\n\n\n

Baca: Terkuak, Rokok Elektrik Berbahaya bagi Kesehatan<\/a><\/p>\n\n\n\n

Tidak hanya itu, otoritas kesehatan di Amerika Serikat telah berhasil menginvestigasi kemunculan penyakit paru-paru misterius di antara kalangan pengguna rokok elektrik atau vape. Dilaporkan setidaknya ada 195 kasus potensial penyakit paru-paru di 22 Negara karena kena dampak dari vape atau rokok elektrik.
<\/p>\n\n\n\n

Jadi, masyarakat perlu waspada beredarnya vape atau rokok elektrik. Belum lagi, sebetulnya rokok elektrik atau vape, berdampak juga peningkatan perokok anak.\u00a0 Yang menjadi daya tarik bagi anak, selain bentuknya yang elegan, simpel, juga beraroma buah-buahan yang terkemas dalam cairan.<\/strong><\/p>\n\n\n\n

Orang yang mengatakan bahwa vape atau rokok elektrik lebih mensehatkan dari pada rokok kretek, pendapat tersebut sangat keliru. Disampaing efek dari rangkaian listrik dan battre juga cairan dalam rokok elektrik berpengaruh terhadap resiko jantung.  <\/p>\n\n\n\n

Hasil penelitian yang diterbitkan dalam Journal of American College of Cardiology pada Mei lalu ini menambah bukti bahwa cairan rokok elektrik dapat menghambat fungsi sel-sel tubuh yang berperan dalam kesehatan jantung. Cairan dalam vape atau rokok elektrik pada akhirnya merusak sel-sel yang melapisi pembuluh darah. <\/p>\n\n\n\n

Keberadaan vape atau rokok elektrik di pasaran sangat membahayakan bagi orang Indonesia, terlebih pemuda-pemuda, yang banyak memilih merokok vape aatau rokok elektri. Menurutnya, selain bentuk kecil, simpel dibawa dan ada aroma buah-buahan sesuai selera. Akan tetapi dibalik bentuknya yang bagus, menyembunyikan banyak penyakit ketika dikonsumsi.\u00a0<\/p>\n\n\n\n

Baca: Kata Siapa Lebih Sehat? Perokok Elektrik Berisiko Terjangkit Penyakit Kardiovaskular<\/a><\/p>\n\n\n\n

Hingga kini CDC masih melakukan investigasi lebih lanjut, dengan mengimbau agar para dokter mengumpulkan data dan sampel bila menemukan pasien dengan gejala penyakit paru serupa, tentunya akibat rokok elektrik atau vape. Bentuk dan merek rokok elektrik dan vape banyak varian dan banyak merek. JUUL termasuk merek rokok elektrik atau vape yang saat ini naik daun.\u00a0<\/p>\n\n\n\n

Ada yang mengatakan bahwa tak tepat membandingkan rokok tembakau dengan rokok elektrik. Ya benar tak tepat, karena rokok elektrik atau vape resikonya sangat tinggi. Sedang rokok tembakau resikonya kecil, apa lagi rokok kretek mungkin resikonya sangat kecil sekali terhadap tubuh. Alasannya, munculnya rokok kretek bertujuan untuk pengobatan sakit bengek, dan tujuannya berhasil. Hingga banyak orang melakukan pemesanan rokok kretek saat itu, rokok kretek belum sebagai industri besar masih bersifat rumahan,  keadaan tersebut sekitar abad 19. <\/p>\n\n\n\n

Dalam studi ini, tim peneliti menemukan bukti efek toksik pada sel-sel yang melapisi pembuluh darah dan melindungi jantung. Beberapa bukti tersebut termasuk di antaranya gangguan pada fungsi sel dan munculnya tanda-tanda peradangan. Para peneliti mengamati bagaimana respons sel saat bersentuhan dengan cairan rokok elektrik. Efek yang paling kentara terlihat pada cairan dengan rasa kayu manis.<\/p>\n\n\n\n

Baca: Riset Kesehatan Rokok Elektrik<\/a><\/p>\n\n\n\n

Sekelompok ahli kardiovaskular dari University of Massachusetts menganjurkan peneliti agar melakukan uji rokok elektrik atau vape lebih yang beraroma. Karena sumsi sementara, produk vape atau rokok elektrik yang beraroma dan punya pilihan rasa lebih berbahaya dari pada rokok vape natural. Namun yang banyak beredar dipasaran, justru yang beraroma dan berasa buah-buahan, dari pada yang natural. <\/p>\n\n\n\n

Studi pada 2018 lalu menunjukkan, penggunaan rokok elektrik harian berisiko terhadap serangan jantung, meski dengan probabilitas yang lebih rendah daripada perokok tembakau. Menurut dr Lawrence Phillips pakar kardiovaskular NYU Langone Health mengatakan \u201cKita melihat semakin banyak bukti bahwa rokok elektrik berhubungan dengan peningkatan risiko serangan jantung\u201d.<\/p>\n\n\n\n

Dari hasil pakar dan hasil studi di atas menegaskan bahwa keberadaan rokok vape atau rokok elektrik, resikonya sangat besar. Bahan utama rokok vape atau elektrik yang paling besar memberikan efek negatif pada tubuh manusia adalah cairan perasa. Akibat cairan perasa dalam rokok elektrik  atau vape termasuk merek JUUL beresiko terjadi peradangan, terjangkit penyakit jantung dan paru-paru akut, selanjutnya berakibat kematian. <\/p>\n\n\n\n

Untuk itu, demi masa depan bangsa Indonesia harusnya ada regulasi pelarangan peredaran rokok elektrik atau vape yang nyata-nyata telah ada kasus dengan didukung beberapa riset dan studi tentang konten rokok elektrik atau vape, yang hasilnya mempunyai resiko tinggi dapat menyebabkan penyakit berujung kematian.         
<\/p>\n","post_title":"Perokok Elektrik Berisiko Besar Terjangkit Penyakit Mematikan","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"perokok-elektrik-berisiko-besar-terjangkit-penyakit-mematikan","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-08-28 09:40:09","post_modified_gmt":"2019-08-28 02:40:09","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5999","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5988,"post_author":"855","post_date":"2019-08-24 10:41:28","post_date_gmt":"2019-08-24 03:41:28","post_content":"\n

Sumber permasalahan besar dunia pertembakauan sejatinya bukan iklim dan hama, melainkan kebijakan pemerintah dan para plolitisi yang ikut serta membicarakannya, tanpa dasar yang kuat, adil dan cenderung ugal-ugalan.
<\/p>\n\n\n\n

Jika orang dahulu tidak berani bicara kecuali kepada hal-hal yang benar-benar diketahui, kali ini banyak sekali orang yang banyak bicara daripada membaca, baik buku maupun alam kauniyah (dunia nyata). Maka jangan heran, jika tidak sedikit politisi dan pemerintah yang gagal paham dunia pertembakau, dari berbagai sisi, karena mereka mendapatkan informasi sepotong-sepotong, tanpa ada usaha untuk tabayyun <\/em>lebih mendalam apalagi turun ke ladang untuk memastikan.
<\/p>\n\n\n\n

Kini hama petani muncul lagi dari kalangan politisi. Sebut saja namanya Sukamta (nama asli) yang kini menjabat sebagai sekretaris Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS). Kenapa semua orang yang terkait dengan industri hasil tembakau (petani, buruh, dsb) dianggap tidak sejahtera, ya karena partai yang harusnya adil saja tidak mampu berbuat adil, bahkan dalam pikiran dan apa yang keluar dari mulutnya.<\/p>\n\n\n\n

Baca: Tuhan Tidak Menciptakan Tembakau untuk Dibenci dan Dicaci<\/a>
<\/p>\n\n\n\n

Tidak perlu bicara terlalu jauh. Mari kita kita uji omongan Sukamta yang dimuat situs ayosemarang.com, 22 Agustus 2019. Omongan yang sejatinya sebuah template dan selalu dipakai oleh antirokok. Semacam gaya kampanye sholih li kulli zaman wal makan, <\/em>meski dibangun dari logika berantakan dan cenderung mengutamakan kengawuran daripada analisa yang mendalam. Ya memang itulah keistimewaan antirokok, anti terhadap data valid dan percaya diri berlebihan dalam kesesatan berpikir.
<\/p>\n\n\n\n

Bagi Sukamta, harga rokok di Indonesia, sebuah negeri yang besar salah satunya ditopang oleh dunia pertembakauan, harus dinaikkan 700 persen. Alasannya supaya orang miskin tidak dapat membeli rokok. Jika orang miskin yang merokok jatuh sakit, maka negara melalui (Jaminan Kesehatan Nasional) JKN rugi menanggung biayanya. Tentu saja ini berbeda dengan, orang kaya boleh makan junkfood<\/em>, minuman bersoda, dan berlaku semaunya, karena jika jatuh sakit mereka bisa membiayai sendiri dan dapat memperkaya negara.
<\/p>\n\n\n\n

Cara sistematis ini akan diduplikasi dan diperbarui terus menerus. Bermula dari seorang sakit yang berobat ke dokter, jika ia merokok maka dokter akan berkata, \u201cbapak sakit karena rokok\u201d, dan dokter tidak secara jujur bahwa penyakit itu datang dari sebab apapun, bisa gula, bisa gaya hidup yang berantakan, kurang minum air putih, stres dengan obat mahal, dsb.
<\/p>\n\n\n\n

Kenapa Sukamta cenderung ingin menaikkan harga rokok untuk menyelesaikan permasalahan JKN yang rumit itu? Ya karena sudah menjadi tabiat antirokok, bahwa berpikir keras untuk mencari solusi adalah buang-buang waktu, makanya rokok akan disalahkan supaya permasalahan menjadi lekas selesai. 
<\/p>\n\n\n\n

Coba kita kembali ke tahun 2018, saat BPJS Kesehatan defisit dan ditambal oleh cukai rokok. Para pegiat kesehatan beralasan, jumlah masyarakat sakit yang kian bertambah dan narasi yang kemudian dibangun; sakit-sakit itu disebabkan oleh rokok. Tidak berhenti sampai di situ, beragam alasan yang penting pengelola kesehatan \u201cselamat\u201d banyak digaungkan di media (tanpa ada sikap ksatria untuk mengakui bahwa memang masih banyak masalah dalam JKN, baik pengelolaan maupun skema yang lebih baik, yang perlu dicarikan solusi).<\/p>\n\n\n\n

Baca: Kegagalan Lakpesdam PBNU dalam Melihat Produk Tembakau Alternatif<\/a><\/p>\n\n\n\n

Koordinator Advokasi BPJS Watch, Timboel Siregar, megkritisi beragam narasi yang dibangun oleh pegiat kesehatan. Ia mengusulkan agar BPJS fokus pada pengawasan penetapan inasibijis oleh pihak rumah sakit. Timboel menilai, inasibijis merupakan gerbang terjadinya defisit BPJS Kesehatan. Inasibijis (INA-CGB) merupakan sebuah singkatan dari Indonesia Case Base Gropus, yakni sebuah aplikasi yang digunakan rumah sakit untuk mengajukan klaim pada pemerintah. (bisnis.com)
<\/p>\n\n\n\n

Kita tidak pernah tau, apa yang dilakukan rumah sakit terhadap pasien-pasien yang membayar BPJS. Kita juga tidak pernah tau jika ada pasien BPJS kelas I diberi fasilitas kelas II atau III, dan rumah sakit mengklaim biaya kelas I ke negara. Tentu saja yang demikian ini tidak penting bagi antirokok. <\/p>\n\n\n\n

Baca: Ada Campur Tangan Bloomberg dalam Surat Edaran Menkes terkait Pemblokiran Iklan Rokok<\/a><\/p>\n\n\n\n

Sukamta juga bilang, orang-orang yang kecanduan merokok dan mampu membeli rokok yang mahal, dipersilahkan tetap merokok asal menanggung sendiri biaya pengobatan akibat penyakit karena rokok. Asalkan dampak buruk akibat konsumsi rokok tidak membebani negara kerena pemasukan dari cukai tembakau tidak sebanding dengan biaya yang harus dikeluarkan negara. (ayosemarang.com)
<\/p>\n\n\n\n

Bagi saya pribadi, ini adalah statemen yang sangat lucu. Sejak kapan sih negara betul-betul hadir dan perhatian terhadap kesehatan masyarakat, khususnya di pedesaan dan pedalaman? Kalau ada pun, menjalankannya setengah hati. Dan sejak kapan rokok itu menjadi candu, padahal yang candu itu kekuasaan dan menjadikan masyarakat sebagai jembatan untuk menuju \u201ckekuasaan dalam negara\u201d? 
<\/p>\n\n\n\n

Sukamta juga menganggap, bahwa perokok bukan orang yang produktif? Faktanya? Setahu saya orang-orang yang merokok punya produtivitas tinggi, mereka hidup sebagaimana keringat yang diperas setiap hari. Tanpa berharap kepada negara apalagi Sukamta.
<\/p>\n\n\n\n

Sekadar saran saja, sebaiknya PKS tidak perlu ngelantur bicara rokok. Silahkan bicara, asalkan keadilan sosial sebagaimana nama partainya tidak hanya selesai pada tataran konsepsi dan gagah-gagahan, melainkan pada tahap tindakan dan contoh konkrit atasnya.
<\/p>\n","post_title":"Ketika PKS Bicara Rokok","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"ketika-pks-bicara-rokok","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-08-24 10:51:25","post_modified_gmt":"2019-08-24 03:51:25","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5988","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":35},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"epic_block_3"};

\n

Ini sedikit yang saya pelajari di Temanggung hasil belajar langsung dari para petani di sana. Saya tidak tahu dengan metode panen dan penentuan grade tembakau di wilayah lain dengan jenis tembakau lain juga. Menarik sebetulnya mencari tahu di tempat lain. Semoga sekali waktu nanti berkesempatan untuk itu. 
<\/p>\n","post_title":"Penentuan Grade Tembakau di Temanggung","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"penentuan-grade-tembakau-di-temanggung","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-08-30 15:06:14","post_modified_gmt":"2019-08-30 08:06:14","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6008","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5999,"post_author":"877","post_date":"2019-08-28 09:40:02","post_date_gmt":"2019-08-28 02:40:02","post_content":"\n

Direktur Pusat Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Amerika Serikat (CDC), Robert Redfield, mengungkapkan kematian tragis di Illinois memperkuat dugaan karena vape<\/a> atau rokok elektrik. Berita tersebut atas laporan Dinas Kesehatan Illinois yang mengumumkan ada satu pasien yang akhirnya meninggal dunia. Kasus ini kemungkinan jadi kasus pertama kematian akibat penyakit berkaitan dengan vape.
<\/p>\n\n\n\n

Kejadian di atas menjawab keberadaan vape atau rokok elektrik sangat membahayakan. Berbeda dengan resiko rokok kretek, bisa menimbulkan penyakit jika mengkonsumsinya berlebihan atau kebanyakakan, dan hidup tidak seimbang. Misalnya dalam satu hari merokok sampai tiga atau empat bungkus, tanpa makan nasi atau makan-makanan sehat, tanpa olah raga, tanpa minum air putih, selalu didampingi kopi atau teh, istirahatnya kurang dan sebagainya. Maka dipastikan orang tersebut akan jatuh sakit bahkan meninggal dunia.\u00a0<\/p>\n\n\n\n

Baca: Terkuak, Rokok Elektrik Berbahaya bagi Kesehatan<\/a><\/p>\n\n\n\n

Tidak hanya itu, otoritas kesehatan di Amerika Serikat telah berhasil menginvestigasi kemunculan penyakit paru-paru misterius di antara kalangan pengguna rokok elektrik atau vape. Dilaporkan setidaknya ada 195 kasus potensial penyakit paru-paru di 22 Negara karena kena dampak dari vape atau rokok elektrik.
<\/p>\n\n\n\n

Jadi, masyarakat perlu waspada beredarnya vape atau rokok elektrik. Belum lagi, sebetulnya rokok elektrik atau vape, berdampak juga peningkatan perokok anak.\u00a0 Yang menjadi daya tarik bagi anak, selain bentuknya yang elegan, simpel, juga beraroma buah-buahan yang terkemas dalam cairan.<\/strong><\/p>\n\n\n\n

Orang yang mengatakan bahwa vape atau rokok elektrik lebih mensehatkan dari pada rokok kretek, pendapat tersebut sangat keliru. Disampaing efek dari rangkaian listrik dan battre juga cairan dalam rokok elektrik berpengaruh terhadap resiko jantung.  <\/p>\n\n\n\n

Hasil penelitian yang diterbitkan dalam Journal of American College of Cardiology pada Mei lalu ini menambah bukti bahwa cairan rokok elektrik dapat menghambat fungsi sel-sel tubuh yang berperan dalam kesehatan jantung. Cairan dalam vape atau rokok elektrik pada akhirnya merusak sel-sel yang melapisi pembuluh darah. <\/p>\n\n\n\n

Keberadaan vape atau rokok elektrik di pasaran sangat membahayakan bagi orang Indonesia, terlebih pemuda-pemuda, yang banyak memilih merokok vape aatau rokok elektri. Menurutnya, selain bentuk kecil, simpel dibawa dan ada aroma buah-buahan sesuai selera. Akan tetapi dibalik bentuknya yang bagus, menyembunyikan banyak penyakit ketika dikonsumsi.\u00a0<\/p>\n\n\n\n

Baca: Kata Siapa Lebih Sehat? Perokok Elektrik Berisiko Terjangkit Penyakit Kardiovaskular<\/a><\/p>\n\n\n\n

Hingga kini CDC masih melakukan investigasi lebih lanjut, dengan mengimbau agar para dokter mengumpulkan data dan sampel bila menemukan pasien dengan gejala penyakit paru serupa, tentunya akibat rokok elektrik atau vape. Bentuk dan merek rokok elektrik dan vape banyak varian dan banyak merek. JUUL termasuk merek rokok elektrik atau vape yang saat ini naik daun.\u00a0<\/p>\n\n\n\n

Ada yang mengatakan bahwa tak tepat membandingkan rokok tembakau dengan rokok elektrik. Ya benar tak tepat, karena rokok elektrik atau vape resikonya sangat tinggi. Sedang rokok tembakau resikonya kecil, apa lagi rokok kretek mungkin resikonya sangat kecil sekali terhadap tubuh. Alasannya, munculnya rokok kretek bertujuan untuk pengobatan sakit bengek, dan tujuannya berhasil. Hingga banyak orang melakukan pemesanan rokok kretek saat itu, rokok kretek belum sebagai industri besar masih bersifat rumahan,  keadaan tersebut sekitar abad 19. <\/p>\n\n\n\n

Dalam studi ini, tim peneliti menemukan bukti efek toksik pada sel-sel yang melapisi pembuluh darah dan melindungi jantung. Beberapa bukti tersebut termasuk di antaranya gangguan pada fungsi sel dan munculnya tanda-tanda peradangan. Para peneliti mengamati bagaimana respons sel saat bersentuhan dengan cairan rokok elektrik. Efek yang paling kentara terlihat pada cairan dengan rasa kayu manis.<\/p>\n\n\n\n

Baca: Riset Kesehatan Rokok Elektrik<\/a><\/p>\n\n\n\n

Sekelompok ahli kardiovaskular dari University of Massachusetts menganjurkan peneliti agar melakukan uji rokok elektrik atau vape lebih yang beraroma. Karena sumsi sementara, produk vape atau rokok elektrik yang beraroma dan punya pilihan rasa lebih berbahaya dari pada rokok vape natural. Namun yang banyak beredar dipasaran, justru yang beraroma dan berasa buah-buahan, dari pada yang natural. <\/p>\n\n\n\n

Studi pada 2018 lalu menunjukkan, penggunaan rokok elektrik harian berisiko terhadap serangan jantung, meski dengan probabilitas yang lebih rendah daripada perokok tembakau. Menurut dr Lawrence Phillips pakar kardiovaskular NYU Langone Health mengatakan \u201cKita melihat semakin banyak bukti bahwa rokok elektrik berhubungan dengan peningkatan risiko serangan jantung\u201d.<\/p>\n\n\n\n

Dari hasil pakar dan hasil studi di atas menegaskan bahwa keberadaan rokok vape atau rokok elektrik, resikonya sangat besar. Bahan utama rokok vape atau elektrik yang paling besar memberikan efek negatif pada tubuh manusia adalah cairan perasa. Akibat cairan perasa dalam rokok elektrik  atau vape termasuk merek JUUL beresiko terjadi peradangan, terjangkit penyakit jantung dan paru-paru akut, selanjutnya berakibat kematian. <\/p>\n\n\n\n

Untuk itu, demi masa depan bangsa Indonesia harusnya ada regulasi pelarangan peredaran rokok elektrik atau vape yang nyata-nyata telah ada kasus dengan didukung beberapa riset dan studi tentang konten rokok elektrik atau vape, yang hasilnya mempunyai resiko tinggi dapat menyebabkan penyakit berujung kematian.         
<\/p>\n","post_title":"Perokok Elektrik Berisiko Besar Terjangkit Penyakit Mematikan","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"perokok-elektrik-berisiko-besar-terjangkit-penyakit-mematikan","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-08-28 09:40:09","post_modified_gmt":"2019-08-28 02:40:09","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5999","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5988,"post_author":"855","post_date":"2019-08-24 10:41:28","post_date_gmt":"2019-08-24 03:41:28","post_content":"\n

Sumber permasalahan besar dunia pertembakauan sejatinya bukan iklim dan hama, melainkan kebijakan pemerintah dan para plolitisi yang ikut serta membicarakannya, tanpa dasar yang kuat, adil dan cenderung ugal-ugalan.
<\/p>\n\n\n\n

Jika orang dahulu tidak berani bicara kecuali kepada hal-hal yang benar-benar diketahui, kali ini banyak sekali orang yang banyak bicara daripada membaca, baik buku maupun alam kauniyah (dunia nyata). Maka jangan heran, jika tidak sedikit politisi dan pemerintah yang gagal paham dunia pertembakau, dari berbagai sisi, karena mereka mendapatkan informasi sepotong-sepotong, tanpa ada usaha untuk tabayyun <\/em>lebih mendalam apalagi turun ke ladang untuk memastikan.
<\/p>\n\n\n\n

Kini hama petani muncul lagi dari kalangan politisi. Sebut saja namanya Sukamta (nama asli) yang kini menjabat sebagai sekretaris Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS). Kenapa semua orang yang terkait dengan industri hasil tembakau (petani, buruh, dsb) dianggap tidak sejahtera, ya karena partai yang harusnya adil saja tidak mampu berbuat adil, bahkan dalam pikiran dan apa yang keluar dari mulutnya.<\/p>\n\n\n\n

Baca: Tuhan Tidak Menciptakan Tembakau untuk Dibenci dan Dicaci<\/a>
<\/p>\n\n\n\n

Tidak perlu bicara terlalu jauh. Mari kita kita uji omongan Sukamta yang dimuat situs ayosemarang.com, 22 Agustus 2019. Omongan yang sejatinya sebuah template dan selalu dipakai oleh antirokok. Semacam gaya kampanye sholih li kulli zaman wal makan, <\/em>meski dibangun dari logika berantakan dan cenderung mengutamakan kengawuran daripada analisa yang mendalam. Ya memang itulah keistimewaan antirokok, anti terhadap data valid dan percaya diri berlebihan dalam kesesatan berpikir.
<\/p>\n\n\n\n

Bagi Sukamta, harga rokok di Indonesia, sebuah negeri yang besar salah satunya ditopang oleh dunia pertembakauan, harus dinaikkan 700 persen. Alasannya supaya orang miskin tidak dapat membeli rokok. Jika orang miskin yang merokok jatuh sakit, maka negara melalui (Jaminan Kesehatan Nasional) JKN rugi menanggung biayanya. Tentu saja ini berbeda dengan, orang kaya boleh makan junkfood<\/em>, minuman bersoda, dan berlaku semaunya, karena jika jatuh sakit mereka bisa membiayai sendiri dan dapat memperkaya negara.
<\/p>\n\n\n\n

Cara sistematis ini akan diduplikasi dan diperbarui terus menerus. Bermula dari seorang sakit yang berobat ke dokter, jika ia merokok maka dokter akan berkata, \u201cbapak sakit karena rokok\u201d, dan dokter tidak secara jujur bahwa penyakit itu datang dari sebab apapun, bisa gula, bisa gaya hidup yang berantakan, kurang minum air putih, stres dengan obat mahal, dsb.
<\/p>\n\n\n\n

Kenapa Sukamta cenderung ingin menaikkan harga rokok untuk menyelesaikan permasalahan JKN yang rumit itu? Ya karena sudah menjadi tabiat antirokok, bahwa berpikir keras untuk mencari solusi adalah buang-buang waktu, makanya rokok akan disalahkan supaya permasalahan menjadi lekas selesai. 
<\/p>\n\n\n\n

Coba kita kembali ke tahun 2018, saat BPJS Kesehatan defisit dan ditambal oleh cukai rokok. Para pegiat kesehatan beralasan, jumlah masyarakat sakit yang kian bertambah dan narasi yang kemudian dibangun; sakit-sakit itu disebabkan oleh rokok. Tidak berhenti sampai di situ, beragam alasan yang penting pengelola kesehatan \u201cselamat\u201d banyak digaungkan di media (tanpa ada sikap ksatria untuk mengakui bahwa memang masih banyak masalah dalam JKN, baik pengelolaan maupun skema yang lebih baik, yang perlu dicarikan solusi).<\/p>\n\n\n\n

Baca: Kegagalan Lakpesdam PBNU dalam Melihat Produk Tembakau Alternatif<\/a><\/p>\n\n\n\n

Koordinator Advokasi BPJS Watch, Timboel Siregar, megkritisi beragam narasi yang dibangun oleh pegiat kesehatan. Ia mengusulkan agar BPJS fokus pada pengawasan penetapan inasibijis oleh pihak rumah sakit. Timboel menilai, inasibijis merupakan gerbang terjadinya defisit BPJS Kesehatan. Inasibijis (INA-CGB) merupakan sebuah singkatan dari Indonesia Case Base Gropus, yakni sebuah aplikasi yang digunakan rumah sakit untuk mengajukan klaim pada pemerintah. (bisnis.com)
<\/p>\n\n\n\n

Kita tidak pernah tau, apa yang dilakukan rumah sakit terhadap pasien-pasien yang membayar BPJS. Kita juga tidak pernah tau jika ada pasien BPJS kelas I diberi fasilitas kelas II atau III, dan rumah sakit mengklaim biaya kelas I ke negara. Tentu saja yang demikian ini tidak penting bagi antirokok. <\/p>\n\n\n\n

Baca: Ada Campur Tangan Bloomberg dalam Surat Edaran Menkes terkait Pemblokiran Iklan Rokok<\/a><\/p>\n\n\n\n

Sukamta juga bilang, orang-orang yang kecanduan merokok dan mampu membeli rokok yang mahal, dipersilahkan tetap merokok asal menanggung sendiri biaya pengobatan akibat penyakit karena rokok. Asalkan dampak buruk akibat konsumsi rokok tidak membebani negara kerena pemasukan dari cukai tembakau tidak sebanding dengan biaya yang harus dikeluarkan negara. (ayosemarang.com)
<\/p>\n\n\n\n

Bagi saya pribadi, ini adalah statemen yang sangat lucu. Sejak kapan sih negara betul-betul hadir dan perhatian terhadap kesehatan masyarakat, khususnya di pedesaan dan pedalaman? Kalau ada pun, menjalankannya setengah hati. Dan sejak kapan rokok itu menjadi candu, padahal yang candu itu kekuasaan dan menjadikan masyarakat sebagai jembatan untuk menuju \u201ckekuasaan dalam negara\u201d? 
<\/p>\n\n\n\n

Sukamta juga menganggap, bahwa perokok bukan orang yang produktif? Faktanya? Setahu saya orang-orang yang merokok punya produtivitas tinggi, mereka hidup sebagaimana keringat yang diperas setiap hari. Tanpa berharap kepada negara apalagi Sukamta.
<\/p>\n\n\n\n

Sekadar saran saja, sebaiknya PKS tidak perlu ngelantur bicara rokok. Silahkan bicara, asalkan keadilan sosial sebagaimana nama partainya tidak hanya selesai pada tataran konsepsi dan gagah-gagahan, melainkan pada tahap tindakan dan contoh konkrit atasnya.
<\/p>\n","post_title":"Ketika PKS Bicara Rokok","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"ketika-pks-bicara-rokok","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-08-24 10:51:25","post_modified_gmt":"2019-08-24 03:51:25","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5988","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":35},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"epic_block_3"};

\n

Di wilayah persawahan, tanaman tembakau memang subur dan tumbuh cepat, namun tembakau yang ditanam di sana maksimal hanya bisa menghasilkan tembakau grade D, atau D+. Sedang tembakau yang ditanam di wilayah tegalan, maksimal bisa menghasilkan tembakau grade E hingga E+. Yang terbaik, tentu saja tembakau yang ditanam di wilayah gunung. Meskipun membutuhkan waktu tanam lebih lama dibanding dua wilayah lainnya, rata-rata panenan terakhir mencapai grade F hingga seterusnya dengan tembakau terbaik bernama srintil.   <\/p>\n\n\n\n

Ini sedikit yang saya pelajari di Temanggung hasil belajar langsung dari para petani di sana. Saya tidak tahu dengan metode panen dan penentuan grade tembakau di wilayah lain dengan jenis tembakau lain juga. Menarik sebetulnya mencari tahu di tempat lain. Semoga sekali waktu nanti berkesempatan untuk itu. 
<\/p>\n","post_title":"Penentuan Grade Tembakau di Temanggung","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"penentuan-grade-tembakau-di-temanggung","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-08-30 15:06:14","post_modified_gmt":"2019-08-30 08:06:14","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6008","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5999,"post_author":"877","post_date":"2019-08-28 09:40:02","post_date_gmt":"2019-08-28 02:40:02","post_content":"\n

Direktur Pusat Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Amerika Serikat (CDC), Robert Redfield, mengungkapkan kematian tragis di Illinois memperkuat dugaan karena vape<\/a> atau rokok elektrik. Berita tersebut atas laporan Dinas Kesehatan Illinois yang mengumumkan ada satu pasien yang akhirnya meninggal dunia. Kasus ini kemungkinan jadi kasus pertama kematian akibat penyakit berkaitan dengan vape.
<\/p>\n\n\n\n

Kejadian di atas menjawab keberadaan vape atau rokok elektrik sangat membahayakan. Berbeda dengan resiko rokok kretek, bisa menimbulkan penyakit jika mengkonsumsinya berlebihan atau kebanyakakan, dan hidup tidak seimbang. Misalnya dalam satu hari merokok sampai tiga atau empat bungkus, tanpa makan nasi atau makan-makanan sehat, tanpa olah raga, tanpa minum air putih, selalu didampingi kopi atau teh, istirahatnya kurang dan sebagainya. Maka dipastikan orang tersebut akan jatuh sakit bahkan meninggal dunia.\u00a0<\/p>\n\n\n\n

Baca: Terkuak, Rokok Elektrik Berbahaya bagi Kesehatan<\/a><\/p>\n\n\n\n

Tidak hanya itu, otoritas kesehatan di Amerika Serikat telah berhasil menginvestigasi kemunculan penyakit paru-paru misterius di antara kalangan pengguna rokok elektrik atau vape. Dilaporkan setidaknya ada 195 kasus potensial penyakit paru-paru di 22 Negara karena kena dampak dari vape atau rokok elektrik.
<\/p>\n\n\n\n

Jadi, masyarakat perlu waspada beredarnya vape atau rokok elektrik. Belum lagi, sebetulnya rokok elektrik atau vape, berdampak juga peningkatan perokok anak.\u00a0 Yang menjadi daya tarik bagi anak, selain bentuknya yang elegan, simpel, juga beraroma buah-buahan yang terkemas dalam cairan.<\/strong><\/p>\n\n\n\n

Orang yang mengatakan bahwa vape atau rokok elektrik lebih mensehatkan dari pada rokok kretek, pendapat tersebut sangat keliru. Disampaing efek dari rangkaian listrik dan battre juga cairan dalam rokok elektrik berpengaruh terhadap resiko jantung.  <\/p>\n\n\n\n

Hasil penelitian yang diterbitkan dalam Journal of American College of Cardiology pada Mei lalu ini menambah bukti bahwa cairan rokok elektrik dapat menghambat fungsi sel-sel tubuh yang berperan dalam kesehatan jantung. Cairan dalam vape atau rokok elektrik pada akhirnya merusak sel-sel yang melapisi pembuluh darah. <\/p>\n\n\n\n

Keberadaan vape atau rokok elektrik di pasaran sangat membahayakan bagi orang Indonesia, terlebih pemuda-pemuda, yang banyak memilih merokok vape aatau rokok elektri. Menurutnya, selain bentuk kecil, simpel dibawa dan ada aroma buah-buahan sesuai selera. Akan tetapi dibalik bentuknya yang bagus, menyembunyikan banyak penyakit ketika dikonsumsi.\u00a0<\/p>\n\n\n\n

Baca: Kata Siapa Lebih Sehat? Perokok Elektrik Berisiko Terjangkit Penyakit Kardiovaskular<\/a><\/p>\n\n\n\n

Hingga kini CDC masih melakukan investigasi lebih lanjut, dengan mengimbau agar para dokter mengumpulkan data dan sampel bila menemukan pasien dengan gejala penyakit paru serupa, tentunya akibat rokok elektrik atau vape. Bentuk dan merek rokok elektrik dan vape banyak varian dan banyak merek. JUUL termasuk merek rokok elektrik atau vape yang saat ini naik daun.\u00a0<\/p>\n\n\n\n

Ada yang mengatakan bahwa tak tepat membandingkan rokok tembakau dengan rokok elektrik. Ya benar tak tepat, karena rokok elektrik atau vape resikonya sangat tinggi. Sedang rokok tembakau resikonya kecil, apa lagi rokok kretek mungkin resikonya sangat kecil sekali terhadap tubuh. Alasannya, munculnya rokok kretek bertujuan untuk pengobatan sakit bengek, dan tujuannya berhasil. Hingga banyak orang melakukan pemesanan rokok kretek saat itu, rokok kretek belum sebagai industri besar masih bersifat rumahan,  keadaan tersebut sekitar abad 19. <\/p>\n\n\n\n

Dalam studi ini, tim peneliti menemukan bukti efek toksik pada sel-sel yang melapisi pembuluh darah dan melindungi jantung. Beberapa bukti tersebut termasuk di antaranya gangguan pada fungsi sel dan munculnya tanda-tanda peradangan. Para peneliti mengamati bagaimana respons sel saat bersentuhan dengan cairan rokok elektrik. Efek yang paling kentara terlihat pada cairan dengan rasa kayu manis.<\/p>\n\n\n\n

Baca: Riset Kesehatan Rokok Elektrik<\/a><\/p>\n\n\n\n

Sekelompok ahli kardiovaskular dari University of Massachusetts menganjurkan peneliti agar melakukan uji rokok elektrik atau vape lebih yang beraroma. Karena sumsi sementara, produk vape atau rokok elektrik yang beraroma dan punya pilihan rasa lebih berbahaya dari pada rokok vape natural. Namun yang banyak beredar dipasaran, justru yang beraroma dan berasa buah-buahan, dari pada yang natural. <\/p>\n\n\n\n

Studi pada 2018 lalu menunjukkan, penggunaan rokok elektrik harian berisiko terhadap serangan jantung, meski dengan probabilitas yang lebih rendah daripada perokok tembakau. Menurut dr Lawrence Phillips pakar kardiovaskular NYU Langone Health mengatakan \u201cKita melihat semakin banyak bukti bahwa rokok elektrik berhubungan dengan peningkatan risiko serangan jantung\u201d.<\/p>\n\n\n\n

Dari hasil pakar dan hasil studi di atas menegaskan bahwa keberadaan rokok vape atau rokok elektrik, resikonya sangat besar. Bahan utama rokok vape atau elektrik yang paling besar memberikan efek negatif pada tubuh manusia adalah cairan perasa. Akibat cairan perasa dalam rokok elektrik  atau vape termasuk merek JUUL beresiko terjadi peradangan, terjangkit penyakit jantung dan paru-paru akut, selanjutnya berakibat kematian. <\/p>\n\n\n\n

Untuk itu, demi masa depan bangsa Indonesia harusnya ada regulasi pelarangan peredaran rokok elektrik atau vape yang nyata-nyata telah ada kasus dengan didukung beberapa riset dan studi tentang konten rokok elektrik atau vape, yang hasilnya mempunyai resiko tinggi dapat menyebabkan penyakit berujung kematian.         
<\/p>\n","post_title":"Perokok Elektrik Berisiko Besar Terjangkit Penyakit Mematikan","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"perokok-elektrik-berisiko-besar-terjangkit-penyakit-mematikan","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-08-28 09:40:09","post_modified_gmt":"2019-08-28 02:40:09","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5999","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5988,"post_author":"855","post_date":"2019-08-24 10:41:28","post_date_gmt":"2019-08-24 03:41:28","post_content":"\n

Sumber permasalahan besar dunia pertembakauan sejatinya bukan iklim dan hama, melainkan kebijakan pemerintah dan para plolitisi yang ikut serta membicarakannya, tanpa dasar yang kuat, adil dan cenderung ugal-ugalan.
<\/p>\n\n\n\n

Jika orang dahulu tidak berani bicara kecuali kepada hal-hal yang benar-benar diketahui, kali ini banyak sekali orang yang banyak bicara daripada membaca, baik buku maupun alam kauniyah (dunia nyata). Maka jangan heran, jika tidak sedikit politisi dan pemerintah yang gagal paham dunia pertembakau, dari berbagai sisi, karena mereka mendapatkan informasi sepotong-sepotong, tanpa ada usaha untuk tabayyun <\/em>lebih mendalam apalagi turun ke ladang untuk memastikan.
<\/p>\n\n\n\n

Kini hama petani muncul lagi dari kalangan politisi. Sebut saja namanya Sukamta (nama asli) yang kini menjabat sebagai sekretaris Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS). Kenapa semua orang yang terkait dengan industri hasil tembakau (petani, buruh, dsb) dianggap tidak sejahtera, ya karena partai yang harusnya adil saja tidak mampu berbuat adil, bahkan dalam pikiran dan apa yang keluar dari mulutnya.<\/p>\n\n\n\n

Baca: Tuhan Tidak Menciptakan Tembakau untuk Dibenci dan Dicaci<\/a>
<\/p>\n\n\n\n

Tidak perlu bicara terlalu jauh. Mari kita kita uji omongan Sukamta yang dimuat situs ayosemarang.com, 22 Agustus 2019. Omongan yang sejatinya sebuah template dan selalu dipakai oleh antirokok. Semacam gaya kampanye sholih li kulli zaman wal makan, <\/em>meski dibangun dari logika berantakan dan cenderung mengutamakan kengawuran daripada analisa yang mendalam. Ya memang itulah keistimewaan antirokok, anti terhadap data valid dan percaya diri berlebihan dalam kesesatan berpikir.
<\/p>\n\n\n\n

Bagi Sukamta, harga rokok di Indonesia, sebuah negeri yang besar salah satunya ditopang oleh dunia pertembakauan, harus dinaikkan 700 persen. Alasannya supaya orang miskin tidak dapat membeli rokok. Jika orang miskin yang merokok jatuh sakit, maka negara melalui (Jaminan Kesehatan Nasional) JKN rugi menanggung biayanya. Tentu saja ini berbeda dengan, orang kaya boleh makan junkfood<\/em>, minuman bersoda, dan berlaku semaunya, karena jika jatuh sakit mereka bisa membiayai sendiri dan dapat memperkaya negara.
<\/p>\n\n\n\n

Cara sistematis ini akan diduplikasi dan diperbarui terus menerus. Bermula dari seorang sakit yang berobat ke dokter, jika ia merokok maka dokter akan berkata, \u201cbapak sakit karena rokok\u201d, dan dokter tidak secara jujur bahwa penyakit itu datang dari sebab apapun, bisa gula, bisa gaya hidup yang berantakan, kurang minum air putih, stres dengan obat mahal, dsb.
<\/p>\n\n\n\n

Kenapa Sukamta cenderung ingin menaikkan harga rokok untuk menyelesaikan permasalahan JKN yang rumit itu? Ya karena sudah menjadi tabiat antirokok, bahwa berpikir keras untuk mencari solusi adalah buang-buang waktu, makanya rokok akan disalahkan supaya permasalahan menjadi lekas selesai. 
<\/p>\n\n\n\n

Coba kita kembali ke tahun 2018, saat BPJS Kesehatan defisit dan ditambal oleh cukai rokok. Para pegiat kesehatan beralasan, jumlah masyarakat sakit yang kian bertambah dan narasi yang kemudian dibangun; sakit-sakit itu disebabkan oleh rokok. Tidak berhenti sampai di situ, beragam alasan yang penting pengelola kesehatan \u201cselamat\u201d banyak digaungkan di media (tanpa ada sikap ksatria untuk mengakui bahwa memang masih banyak masalah dalam JKN, baik pengelolaan maupun skema yang lebih baik, yang perlu dicarikan solusi).<\/p>\n\n\n\n

Baca: Kegagalan Lakpesdam PBNU dalam Melihat Produk Tembakau Alternatif<\/a><\/p>\n\n\n\n

Koordinator Advokasi BPJS Watch, Timboel Siregar, megkritisi beragam narasi yang dibangun oleh pegiat kesehatan. Ia mengusulkan agar BPJS fokus pada pengawasan penetapan inasibijis oleh pihak rumah sakit. Timboel menilai, inasibijis merupakan gerbang terjadinya defisit BPJS Kesehatan. Inasibijis (INA-CGB) merupakan sebuah singkatan dari Indonesia Case Base Gropus, yakni sebuah aplikasi yang digunakan rumah sakit untuk mengajukan klaim pada pemerintah. (bisnis.com)
<\/p>\n\n\n\n

Kita tidak pernah tau, apa yang dilakukan rumah sakit terhadap pasien-pasien yang membayar BPJS. Kita juga tidak pernah tau jika ada pasien BPJS kelas I diberi fasilitas kelas II atau III, dan rumah sakit mengklaim biaya kelas I ke negara. Tentu saja yang demikian ini tidak penting bagi antirokok. <\/p>\n\n\n\n

Baca: Ada Campur Tangan Bloomberg dalam Surat Edaran Menkes terkait Pemblokiran Iklan Rokok<\/a><\/p>\n\n\n\n

Sukamta juga bilang, orang-orang yang kecanduan merokok dan mampu membeli rokok yang mahal, dipersilahkan tetap merokok asal menanggung sendiri biaya pengobatan akibat penyakit karena rokok. Asalkan dampak buruk akibat konsumsi rokok tidak membebani negara kerena pemasukan dari cukai tembakau tidak sebanding dengan biaya yang harus dikeluarkan negara. (ayosemarang.com)
<\/p>\n\n\n\n

Bagi saya pribadi, ini adalah statemen yang sangat lucu. Sejak kapan sih negara betul-betul hadir dan perhatian terhadap kesehatan masyarakat, khususnya di pedesaan dan pedalaman? Kalau ada pun, menjalankannya setengah hati. Dan sejak kapan rokok itu menjadi candu, padahal yang candu itu kekuasaan dan menjadikan masyarakat sebagai jembatan untuk menuju \u201ckekuasaan dalam negara\u201d? 
<\/p>\n\n\n\n

Sukamta juga menganggap, bahwa perokok bukan orang yang produktif? Faktanya? Setahu saya orang-orang yang merokok punya produtivitas tinggi, mereka hidup sebagaimana keringat yang diperas setiap hari. Tanpa berharap kepada negara apalagi Sukamta.
<\/p>\n\n\n\n

Sekadar saran saja, sebaiknya PKS tidak perlu ngelantur bicara rokok. Silahkan bicara, asalkan keadilan sosial sebagaimana nama partainya tidak hanya selesai pada tataran konsepsi dan gagah-gagahan, melainkan pada tahap tindakan dan contoh konkrit atasnya.
<\/p>\n","post_title":"Ketika PKS Bicara Rokok","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"ketika-pks-bicara-rokok","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-08-24 10:51:25","post_modified_gmt":"2019-08-24 03:51:25","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5988","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":35},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"epic_block_3"};

\n

Selain waktu panen dan letak daun dalam sebatang tanaman, jenis tanah, unsur hara yang terkandung dalam tanah, asupan embun alami, pancaran sinar matahari yang cukup, serta proses fermentasi dan penjemuran usai daun-daun dipanen, menjadi penentu kualitas tembakau yang menempatkan daun tembakau itu pada grade tertentu. Satu hal lain lagi yang sangat berpengaruh terhadap grade tembakau adalah wilayah tembakau itu ditanam. Ada tiga wilayah tempat tembakau biasa ditanam. Wilayah persawahan (dataran rendah), wilayah tegalan (dataran menengah), dan wilayah gunung (dataran tinggi). Kondisi tanah dan faktor ketinggian dan kondisi geografis lainnya berpengaruh terhadap kualitas tembakau.<\/p>\n\n\n\n

Di wilayah persawahan, tanaman tembakau memang subur dan tumbuh cepat, namun tembakau yang ditanam di sana maksimal hanya bisa menghasilkan tembakau grade D, atau D+. Sedang tembakau yang ditanam di wilayah tegalan, maksimal bisa menghasilkan tembakau grade E hingga E+. Yang terbaik, tentu saja tembakau yang ditanam di wilayah gunung. Meskipun membutuhkan waktu tanam lebih lama dibanding dua wilayah lainnya, rata-rata panenan terakhir mencapai grade F hingga seterusnya dengan tembakau terbaik bernama srintil.   <\/p>\n\n\n\n

Ini sedikit yang saya pelajari di Temanggung hasil belajar langsung dari para petani di sana. Saya tidak tahu dengan metode panen dan penentuan grade tembakau di wilayah lain dengan jenis tembakau lain juga. Menarik sebetulnya mencari tahu di tempat lain. Semoga sekali waktu nanti berkesempatan untuk itu. 
<\/p>\n","post_title":"Penentuan Grade Tembakau di Temanggung","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"penentuan-grade-tembakau-di-temanggung","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-08-30 15:06:14","post_modified_gmt":"2019-08-30 08:06:14","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6008","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5999,"post_author":"877","post_date":"2019-08-28 09:40:02","post_date_gmt":"2019-08-28 02:40:02","post_content":"\n

Direktur Pusat Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Amerika Serikat (CDC), Robert Redfield, mengungkapkan kematian tragis di Illinois memperkuat dugaan karena vape<\/a> atau rokok elektrik. Berita tersebut atas laporan Dinas Kesehatan Illinois yang mengumumkan ada satu pasien yang akhirnya meninggal dunia. Kasus ini kemungkinan jadi kasus pertama kematian akibat penyakit berkaitan dengan vape.
<\/p>\n\n\n\n

Kejadian di atas menjawab keberadaan vape atau rokok elektrik sangat membahayakan. Berbeda dengan resiko rokok kretek, bisa menimbulkan penyakit jika mengkonsumsinya berlebihan atau kebanyakakan, dan hidup tidak seimbang. Misalnya dalam satu hari merokok sampai tiga atau empat bungkus, tanpa makan nasi atau makan-makanan sehat, tanpa olah raga, tanpa minum air putih, selalu didampingi kopi atau teh, istirahatnya kurang dan sebagainya. Maka dipastikan orang tersebut akan jatuh sakit bahkan meninggal dunia.\u00a0<\/p>\n\n\n\n

Baca: Terkuak, Rokok Elektrik Berbahaya bagi Kesehatan<\/a><\/p>\n\n\n\n

Tidak hanya itu, otoritas kesehatan di Amerika Serikat telah berhasil menginvestigasi kemunculan penyakit paru-paru misterius di antara kalangan pengguna rokok elektrik atau vape. Dilaporkan setidaknya ada 195 kasus potensial penyakit paru-paru di 22 Negara karena kena dampak dari vape atau rokok elektrik.
<\/p>\n\n\n\n

Jadi, masyarakat perlu waspada beredarnya vape atau rokok elektrik. Belum lagi, sebetulnya rokok elektrik atau vape, berdampak juga peningkatan perokok anak.\u00a0 Yang menjadi daya tarik bagi anak, selain bentuknya yang elegan, simpel, juga beraroma buah-buahan yang terkemas dalam cairan.<\/strong><\/p>\n\n\n\n

Orang yang mengatakan bahwa vape atau rokok elektrik lebih mensehatkan dari pada rokok kretek, pendapat tersebut sangat keliru. Disampaing efek dari rangkaian listrik dan battre juga cairan dalam rokok elektrik berpengaruh terhadap resiko jantung.  <\/p>\n\n\n\n

Hasil penelitian yang diterbitkan dalam Journal of American College of Cardiology pada Mei lalu ini menambah bukti bahwa cairan rokok elektrik dapat menghambat fungsi sel-sel tubuh yang berperan dalam kesehatan jantung. Cairan dalam vape atau rokok elektrik pada akhirnya merusak sel-sel yang melapisi pembuluh darah. <\/p>\n\n\n\n

Keberadaan vape atau rokok elektrik di pasaran sangat membahayakan bagi orang Indonesia, terlebih pemuda-pemuda, yang banyak memilih merokok vape aatau rokok elektri. Menurutnya, selain bentuk kecil, simpel dibawa dan ada aroma buah-buahan sesuai selera. Akan tetapi dibalik bentuknya yang bagus, menyembunyikan banyak penyakit ketika dikonsumsi.\u00a0<\/p>\n\n\n\n

Baca: Kata Siapa Lebih Sehat? Perokok Elektrik Berisiko Terjangkit Penyakit Kardiovaskular<\/a><\/p>\n\n\n\n

Hingga kini CDC masih melakukan investigasi lebih lanjut, dengan mengimbau agar para dokter mengumpulkan data dan sampel bila menemukan pasien dengan gejala penyakit paru serupa, tentunya akibat rokok elektrik atau vape. Bentuk dan merek rokok elektrik dan vape banyak varian dan banyak merek. JUUL termasuk merek rokok elektrik atau vape yang saat ini naik daun.\u00a0<\/p>\n\n\n\n

Ada yang mengatakan bahwa tak tepat membandingkan rokok tembakau dengan rokok elektrik. Ya benar tak tepat, karena rokok elektrik atau vape resikonya sangat tinggi. Sedang rokok tembakau resikonya kecil, apa lagi rokok kretek mungkin resikonya sangat kecil sekali terhadap tubuh. Alasannya, munculnya rokok kretek bertujuan untuk pengobatan sakit bengek, dan tujuannya berhasil. Hingga banyak orang melakukan pemesanan rokok kretek saat itu, rokok kretek belum sebagai industri besar masih bersifat rumahan,  keadaan tersebut sekitar abad 19. <\/p>\n\n\n\n

Dalam studi ini, tim peneliti menemukan bukti efek toksik pada sel-sel yang melapisi pembuluh darah dan melindungi jantung. Beberapa bukti tersebut termasuk di antaranya gangguan pada fungsi sel dan munculnya tanda-tanda peradangan. Para peneliti mengamati bagaimana respons sel saat bersentuhan dengan cairan rokok elektrik. Efek yang paling kentara terlihat pada cairan dengan rasa kayu manis.<\/p>\n\n\n\n

Baca: Riset Kesehatan Rokok Elektrik<\/a><\/p>\n\n\n\n

Sekelompok ahli kardiovaskular dari University of Massachusetts menganjurkan peneliti agar melakukan uji rokok elektrik atau vape lebih yang beraroma. Karena sumsi sementara, produk vape atau rokok elektrik yang beraroma dan punya pilihan rasa lebih berbahaya dari pada rokok vape natural. Namun yang banyak beredar dipasaran, justru yang beraroma dan berasa buah-buahan, dari pada yang natural. <\/p>\n\n\n\n

Studi pada 2018 lalu menunjukkan, penggunaan rokok elektrik harian berisiko terhadap serangan jantung, meski dengan probabilitas yang lebih rendah daripada perokok tembakau. Menurut dr Lawrence Phillips pakar kardiovaskular NYU Langone Health mengatakan \u201cKita melihat semakin banyak bukti bahwa rokok elektrik berhubungan dengan peningkatan risiko serangan jantung\u201d.<\/p>\n\n\n\n

Dari hasil pakar dan hasil studi di atas menegaskan bahwa keberadaan rokok vape atau rokok elektrik, resikonya sangat besar. Bahan utama rokok vape atau elektrik yang paling besar memberikan efek negatif pada tubuh manusia adalah cairan perasa. Akibat cairan perasa dalam rokok elektrik  atau vape termasuk merek JUUL beresiko terjadi peradangan, terjangkit penyakit jantung dan paru-paru akut, selanjutnya berakibat kematian. <\/p>\n\n\n\n

Untuk itu, demi masa depan bangsa Indonesia harusnya ada regulasi pelarangan peredaran rokok elektrik atau vape yang nyata-nyata telah ada kasus dengan didukung beberapa riset dan studi tentang konten rokok elektrik atau vape, yang hasilnya mempunyai resiko tinggi dapat menyebabkan penyakit berujung kematian.         
<\/p>\n","post_title":"Perokok Elektrik Berisiko Besar Terjangkit Penyakit Mematikan","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"perokok-elektrik-berisiko-besar-terjangkit-penyakit-mematikan","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-08-28 09:40:09","post_modified_gmt":"2019-08-28 02:40:09","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5999","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5988,"post_author":"855","post_date":"2019-08-24 10:41:28","post_date_gmt":"2019-08-24 03:41:28","post_content":"\n

Sumber permasalahan besar dunia pertembakauan sejatinya bukan iklim dan hama, melainkan kebijakan pemerintah dan para plolitisi yang ikut serta membicarakannya, tanpa dasar yang kuat, adil dan cenderung ugal-ugalan.
<\/p>\n\n\n\n

Jika orang dahulu tidak berani bicara kecuali kepada hal-hal yang benar-benar diketahui, kali ini banyak sekali orang yang banyak bicara daripada membaca, baik buku maupun alam kauniyah (dunia nyata). Maka jangan heran, jika tidak sedikit politisi dan pemerintah yang gagal paham dunia pertembakau, dari berbagai sisi, karena mereka mendapatkan informasi sepotong-sepotong, tanpa ada usaha untuk tabayyun <\/em>lebih mendalam apalagi turun ke ladang untuk memastikan.
<\/p>\n\n\n\n

Kini hama petani muncul lagi dari kalangan politisi. Sebut saja namanya Sukamta (nama asli) yang kini menjabat sebagai sekretaris Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS). Kenapa semua orang yang terkait dengan industri hasil tembakau (petani, buruh, dsb) dianggap tidak sejahtera, ya karena partai yang harusnya adil saja tidak mampu berbuat adil, bahkan dalam pikiran dan apa yang keluar dari mulutnya.<\/p>\n\n\n\n

Baca: Tuhan Tidak Menciptakan Tembakau untuk Dibenci dan Dicaci<\/a>
<\/p>\n\n\n\n

Tidak perlu bicara terlalu jauh. Mari kita kita uji omongan Sukamta yang dimuat situs ayosemarang.com, 22 Agustus 2019. Omongan yang sejatinya sebuah template dan selalu dipakai oleh antirokok. Semacam gaya kampanye sholih li kulli zaman wal makan, <\/em>meski dibangun dari logika berantakan dan cenderung mengutamakan kengawuran daripada analisa yang mendalam. Ya memang itulah keistimewaan antirokok, anti terhadap data valid dan percaya diri berlebihan dalam kesesatan berpikir.
<\/p>\n\n\n\n

Bagi Sukamta, harga rokok di Indonesia, sebuah negeri yang besar salah satunya ditopang oleh dunia pertembakauan, harus dinaikkan 700 persen. Alasannya supaya orang miskin tidak dapat membeli rokok. Jika orang miskin yang merokok jatuh sakit, maka negara melalui (Jaminan Kesehatan Nasional) JKN rugi menanggung biayanya. Tentu saja ini berbeda dengan, orang kaya boleh makan junkfood<\/em>, minuman bersoda, dan berlaku semaunya, karena jika jatuh sakit mereka bisa membiayai sendiri dan dapat memperkaya negara.
<\/p>\n\n\n\n

Cara sistematis ini akan diduplikasi dan diperbarui terus menerus. Bermula dari seorang sakit yang berobat ke dokter, jika ia merokok maka dokter akan berkata, \u201cbapak sakit karena rokok\u201d, dan dokter tidak secara jujur bahwa penyakit itu datang dari sebab apapun, bisa gula, bisa gaya hidup yang berantakan, kurang minum air putih, stres dengan obat mahal, dsb.
<\/p>\n\n\n\n

Kenapa Sukamta cenderung ingin menaikkan harga rokok untuk menyelesaikan permasalahan JKN yang rumit itu? Ya karena sudah menjadi tabiat antirokok, bahwa berpikir keras untuk mencari solusi adalah buang-buang waktu, makanya rokok akan disalahkan supaya permasalahan menjadi lekas selesai. 
<\/p>\n\n\n\n

Coba kita kembali ke tahun 2018, saat BPJS Kesehatan defisit dan ditambal oleh cukai rokok. Para pegiat kesehatan beralasan, jumlah masyarakat sakit yang kian bertambah dan narasi yang kemudian dibangun; sakit-sakit itu disebabkan oleh rokok. Tidak berhenti sampai di situ, beragam alasan yang penting pengelola kesehatan \u201cselamat\u201d banyak digaungkan di media (tanpa ada sikap ksatria untuk mengakui bahwa memang masih banyak masalah dalam JKN, baik pengelolaan maupun skema yang lebih baik, yang perlu dicarikan solusi).<\/p>\n\n\n\n

Baca: Kegagalan Lakpesdam PBNU dalam Melihat Produk Tembakau Alternatif<\/a><\/p>\n\n\n\n

Koordinator Advokasi BPJS Watch, Timboel Siregar, megkritisi beragam narasi yang dibangun oleh pegiat kesehatan. Ia mengusulkan agar BPJS fokus pada pengawasan penetapan inasibijis oleh pihak rumah sakit. Timboel menilai, inasibijis merupakan gerbang terjadinya defisit BPJS Kesehatan. Inasibijis (INA-CGB) merupakan sebuah singkatan dari Indonesia Case Base Gropus, yakni sebuah aplikasi yang digunakan rumah sakit untuk mengajukan klaim pada pemerintah. (bisnis.com)
<\/p>\n\n\n\n

Kita tidak pernah tau, apa yang dilakukan rumah sakit terhadap pasien-pasien yang membayar BPJS. Kita juga tidak pernah tau jika ada pasien BPJS kelas I diberi fasilitas kelas II atau III, dan rumah sakit mengklaim biaya kelas I ke negara. Tentu saja yang demikian ini tidak penting bagi antirokok. <\/p>\n\n\n\n

Baca: Ada Campur Tangan Bloomberg dalam Surat Edaran Menkes terkait Pemblokiran Iklan Rokok<\/a><\/p>\n\n\n\n

Sukamta juga bilang, orang-orang yang kecanduan merokok dan mampu membeli rokok yang mahal, dipersilahkan tetap merokok asal menanggung sendiri biaya pengobatan akibat penyakit karena rokok. Asalkan dampak buruk akibat konsumsi rokok tidak membebani negara kerena pemasukan dari cukai tembakau tidak sebanding dengan biaya yang harus dikeluarkan negara. (ayosemarang.com)
<\/p>\n\n\n\n

Bagi saya pribadi, ini adalah statemen yang sangat lucu. Sejak kapan sih negara betul-betul hadir dan perhatian terhadap kesehatan masyarakat, khususnya di pedesaan dan pedalaman? Kalau ada pun, menjalankannya setengah hati. Dan sejak kapan rokok itu menjadi candu, padahal yang candu itu kekuasaan dan menjadikan masyarakat sebagai jembatan untuk menuju \u201ckekuasaan dalam negara\u201d? 
<\/p>\n\n\n\n

Sukamta juga menganggap, bahwa perokok bukan orang yang produktif? Faktanya? Setahu saya orang-orang yang merokok punya produtivitas tinggi, mereka hidup sebagaimana keringat yang diperas setiap hari. Tanpa berharap kepada negara apalagi Sukamta.
<\/p>\n\n\n\n

Sekadar saran saja, sebaiknya PKS tidak perlu ngelantur bicara rokok. Silahkan bicara, asalkan keadilan sosial sebagaimana nama partainya tidak hanya selesai pada tataran konsepsi dan gagah-gagahan, melainkan pada tahap tindakan dan contoh konkrit atasnya.
<\/p>\n","post_title":"Ketika PKS Bicara Rokok","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"ketika-pks-bicara-rokok","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-08-24 10:51:25","post_modified_gmt":"2019-08-24 03:51:25","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5988","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":35},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"epic_block_3"};

\n

Lima hingga tujuh hari kemudian, panen daun kedua dilakukan. Satu daun saja dari sebatang tanaman, daun terbawah yang dipanen. Lima hingga tujuh hari berikutnya lantas dipanen lagi. Begitu seterusnya hingga 12 atau 13 kali panen. Semakin ke atas daun yang dipanen seiring bertambahnya waktu, grade tembakau juga meningkat hingga puncaknya berhenti di grade F. Hanya sedikit tembakau yang bisa melampau grade F, mencapai grade G dan H, itulah tembakau-tembakau jenis srintil berharga jutaan rupiah per kilogramnya.<\/p>\n\n\n\n

Selain waktu panen dan letak daun dalam sebatang tanaman, jenis tanah, unsur hara yang terkandung dalam tanah, asupan embun alami, pancaran sinar matahari yang cukup, serta proses fermentasi dan penjemuran usai daun-daun dipanen, menjadi penentu kualitas tembakau yang menempatkan daun tembakau itu pada grade tertentu. Satu hal lain lagi yang sangat berpengaruh terhadap grade tembakau adalah wilayah tembakau itu ditanam. Ada tiga wilayah tempat tembakau biasa ditanam. Wilayah persawahan (dataran rendah), wilayah tegalan (dataran menengah), dan wilayah gunung (dataran tinggi). Kondisi tanah dan faktor ketinggian dan kondisi geografis lainnya berpengaruh terhadap kualitas tembakau.<\/p>\n\n\n\n

Di wilayah persawahan, tanaman tembakau memang subur dan tumbuh cepat, namun tembakau yang ditanam di sana maksimal hanya bisa menghasilkan tembakau grade D, atau D+. Sedang tembakau yang ditanam di wilayah tegalan, maksimal bisa menghasilkan tembakau grade E hingga E+. Yang terbaik, tentu saja tembakau yang ditanam di wilayah gunung. Meskipun membutuhkan waktu tanam lebih lama dibanding dua wilayah lainnya, rata-rata panenan terakhir mencapai grade F hingga seterusnya dengan tembakau terbaik bernama srintil.   <\/p>\n\n\n\n

Ini sedikit yang saya pelajari di Temanggung hasil belajar langsung dari para petani di sana. Saya tidak tahu dengan metode panen dan penentuan grade tembakau di wilayah lain dengan jenis tembakau lain juga. Menarik sebetulnya mencari tahu di tempat lain. Semoga sekali waktu nanti berkesempatan untuk itu. 
<\/p>\n","post_title":"Penentuan Grade Tembakau di Temanggung","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"penentuan-grade-tembakau-di-temanggung","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-08-30 15:06:14","post_modified_gmt":"2019-08-30 08:06:14","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6008","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5999,"post_author":"877","post_date":"2019-08-28 09:40:02","post_date_gmt":"2019-08-28 02:40:02","post_content":"\n

Direktur Pusat Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Amerika Serikat (CDC), Robert Redfield, mengungkapkan kematian tragis di Illinois memperkuat dugaan karena vape<\/a> atau rokok elektrik. Berita tersebut atas laporan Dinas Kesehatan Illinois yang mengumumkan ada satu pasien yang akhirnya meninggal dunia. Kasus ini kemungkinan jadi kasus pertama kematian akibat penyakit berkaitan dengan vape.
<\/p>\n\n\n\n

Kejadian di atas menjawab keberadaan vape atau rokok elektrik sangat membahayakan. Berbeda dengan resiko rokok kretek, bisa menimbulkan penyakit jika mengkonsumsinya berlebihan atau kebanyakakan, dan hidup tidak seimbang. Misalnya dalam satu hari merokok sampai tiga atau empat bungkus, tanpa makan nasi atau makan-makanan sehat, tanpa olah raga, tanpa minum air putih, selalu didampingi kopi atau teh, istirahatnya kurang dan sebagainya. Maka dipastikan orang tersebut akan jatuh sakit bahkan meninggal dunia.\u00a0<\/p>\n\n\n\n

Baca: Terkuak, Rokok Elektrik Berbahaya bagi Kesehatan<\/a><\/p>\n\n\n\n

Tidak hanya itu, otoritas kesehatan di Amerika Serikat telah berhasil menginvestigasi kemunculan penyakit paru-paru misterius di antara kalangan pengguna rokok elektrik atau vape. Dilaporkan setidaknya ada 195 kasus potensial penyakit paru-paru di 22 Negara karena kena dampak dari vape atau rokok elektrik.
<\/p>\n\n\n\n

Jadi, masyarakat perlu waspada beredarnya vape atau rokok elektrik. Belum lagi, sebetulnya rokok elektrik atau vape, berdampak juga peningkatan perokok anak.\u00a0 Yang menjadi daya tarik bagi anak, selain bentuknya yang elegan, simpel, juga beraroma buah-buahan yang terkemas dalam cairan.<\/strong><\/p>\n\n\n\n

Orang yang mengatakan bahwa vape atau rokok elektrik lebih mensehatkan dari pada rokok kretek, pendapat tersebut sangat keliru. Disampaing efek dari rangkaian listrik dan battre juga cairan dalam rokok elektrik berpengaruh terhadap resiko jantung.  <\/p>\n\n\n\n

Hasil penelitian yang diterbitkan dalam Journal of American College of Cardiology pada Mei lalu ini menambah bukti bahwa cairan rokok elektrik dapat menghambat fungsi sel-sel tubuh yang berperan dalam kesehatan jantung. Cairan dalam vape atau rokok elektrik pada akhirnya merusak sel-sel yang melapisi pembuluh darah. <\/p>\n\n\n\n

Keberadaan vape atau rokok elektrik di pasaran sangat membahayakan bagi orang Indonesia, terlebih pemuda-pemuda, yang banyak memilih merokok vape aatau rokok elektri. Menurutnya, selain bentuk kecil, simpel dibawa dan ada aroma buah-buahan sesuai selera. Akan tetapi dibalik bentuknya yang bagus, menyembunyikan banyak penyakit ketika dikonsumsi.\u00a0<\/p>\n\n\n\n

Baca: Kata Siapa Lebih Sehat? Perokok Elektrik Berisiko Terjangkit Penyakit Kardiovaskular<\/a><\/p>\n\n\n\n

Hingga kini CDC masih melakukan investigasi lebih lanjut, dengan mengimbau agar para dokter mengumpulkan data dan sampel bila menemukan pasien dengan gejala penyakit paru serupa, tentunya akibat rokok elektrik atau vape. Bentuk dan merek rokok elektrik dan vape banyak varian dan banyak merek. JUUL termasuk merek rokok elektrik atau vape yang saat ini naik daun.\u00a0<\/p>\n\n\n\n

Ada yang mengatakan bahwa tak tepat membandingkan rokok tembakau dengan rokok elektrik. Ya benar tak tepat, karena rokok elektrik atau vape resikonya sangat tinggi. Sedang rokok tembakau resikonya kecil, apa lagi rokok kretek mungkin resikonya sangat kecil sekali terhadap tubuh. Alasannya, munculnya rokok kretek bertujuan untuk pengobatan sakit bengek, dan tujuannya berhasil. Hingga banyak orang melakukan pemesanan rokok kretek saat itu, rokok kretek belum sebagai industri besar masih bersifat rumahan,  keadaan tersebut sekitar abad 19. <\/p>\n\n\n\n

Dalam studi ini, tim peneliti menemukan bukti efek toksik pada sel-sel yang melapisi pembuluh darah dan melindungi jantung. Beberapa bukti tersebut termasuk di antaranya gangguan pada fungsi sel dan munculnya tanda-tanda peradangan. Para peneliti mengamati bagaimana respons sel saat bersentuhan dengan cairan rokok elektrik. Efek yang paling kentara terlihat pada cairan dengan rasa kayu manis.<\/p>\n\n\n\n

Baca: Riset Kesehatan Rokok Elektrik<\/a><\/p>\n\n\n\n

Sekelompok ahli kardiovaskular dari University of Massachusetts menganjurkan peneliti agar melakukan uji rokok elektrik atau vape lebih yang beraroma. Karena sumsi sementara, produk vape atau rokok elektrik yang beraroma dan punya pilihan rasa lebih berbahaya dari pada rokok vape natural. Namun yang banyak beredar dipasaran, justru yang beraroma dan berasa buah-buahan, dari pada yang natural. <\/p>\n\n\n\n

Studi pada 2018 lalu menunjukkan, penggunaan rokok elektrik harian berisiko terhadap serangan jantung, meski dengan probabilitas yang lebih rendah daripada perokok tembakau. Menurut dr Lawrence Phillips pakar kardiovaskular NYU Langone Health mengatakan \u201cKita melihat semakin banyak bukti bahwa rokok elektrik berhubungan dengan peningkatan risiko serangan jantung\u201d.<\/p>\n\n\n\n

Dari hasil pakar dan hasil studi di atas menegaskan bahwa keberadaan rokok vape atau rokok elektrik, resikonya sangat besar. Bahan utama rokok vape atau elektrik yang paling besar memberikan efek negatif pada tubuh manusia adalah cairan perasa. Akibat cairan perasa dalam rokok elektrik  atau vape termasuk merek JUUL beresiko terjadi peradangan, terjangkit penyakit jantung dan paru-paru akut, selanjutnya berakibat kematian. <\/p>\n\n\n\n

Untuk itu, demi masa depan bangsa Indonesia harusnya ada regulasi pelarangan peredaran rokok elektrik atau vape yang nyata-nyata telah ada kasus dengan didukung beberapa riset dan studi tentang konten rokok elektrik atau vape, yang hasilnya mempunyai resiko tinggi dapat menyebabkan penyakit berujung kematian.         
<\/p>\n","post_title":"Perokok Elektrik Berisiko Besar Terjangkit Penyakit Mematikan","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"perokok-elektrik-berisiko-besar-terjangkit-penyakit-mematikan","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-08-28 09:40:09","post_modified_gmt":"2019-08-28 02:40:09","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5999","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5988,"post_author":"855","post_date":"2019-08-24 10:41:28","post_date_gmt":"2019-08-24 03:41:28","post_content":"\n

Sumber permasalahan besar dunia pertembakauan sejatinya bukan iklim dan hama, melainkan kebijakan pemerintah dan para plolitisi yang ikut serta membicarakannya, tanpa dasar yang kuat, adil dan cenderung ugal-ugalan.
<\/p>\n\n\n\n

Jika orang dahulu tidak berani bicara kecuali kepada hal-hal yang benar-benar diketahui, kali ini banyak sekali orang yang banyak bicara daripada membaca, baik buku maupun alam kauniyah (dunia nyata). Maka jangan heran, jika tidak sedikit politisi dan pemerintah yang gagal paham dunia pertembakau, dari berbagai sisi, karena mereka mendapatkan informasi sepotong-sepotong, tanpa ada usaha untuk tabayyun <\/em>lebih mendalam apalagi turun ke ladang untuk memastikan.
<\/p>\n\n\n\n

Kini hama petani muncul lagi dari kalangan politisi. Sebut saja namanya Sukamta (nama asli) yang kini menjabat sebagai sekretaris Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS). Kenapa semua orang yang terkait dengan industri hasil tembakau (petani, buruh, dsb) dianggap tidak sejahtera, ya karena partai yang harusnya adil saja tidak mampu berbuat adil, bahkan dalam pikiran dan apa yang keluar dari mulutnya.<\/p>\n\n\n\n

Baca: Tuhan Tidak Menciptakan Tembakau untuk Dibenci dan Dicaci<\/a>
<\/p>\n\n\n\n

Tidak perlu bicara terlalu jauh. Mari kita kita uji omongan Sukamta yang dimuat situs ayosemarang.com, 22 Agustus 2019. Omongan yang sejatinya sebuah template dan selalu dipakai oleh antirokok. Semacam gaya kampanye sholih li kulli zaman wal makan, <\/em>meski dibangun dari logika berantakan dan cenderung mengutamakan kengawuran daripada analisa yang mendalam. Ya memang itulah keistimewaan antirokok, anti terhadap data valid dan percaya diri berlebihan dalam kesesatan berpikir.
<\/p>\n\n\n\n

Bagi Sukamta, harga rokok di Indonesia, sebuah negeri yang besar salah satunya ditopang oleh dunia pertembakauan, harus dinaikkan 700 persen. Alasannya supaya orang miskin tidak dapat membeli rokok. Jika orang miskin yang merokok jatuh sakit, maka negara melalui (Jaminan Kesehatan Nasional) JKN rugi menanggung biayanya. Tentu saja ini berbeda dengan, orang kaya boleh makan junkfood<\/em>, minuman bersoda, dan berlaku semaunya, karena jika jatuh sakit mereka bisa membiayai sendiri dan dapat memperkaya negara.
<\/p>\n\n\n\n

Cara sistematis ini akan diduplikasi dan diperbarui terus menerus. Bermula dari seorang sakit yang berobat ke dokter, jika ia merokok maka dokter akan berkata, \u201cbapak sakit karena rokok\u201d, dan dokter tidak secara jujur bahwa penyakit itu datang dari sebab apapun, bisa gula, bisa gaya hidup yang berantakan, kurang minum air putih, stres dengan obat mahal, dsb.
<\/p>\n\n\n\n

Kenapa Sukamta cenderung ingin menaikkan harga rokok untuk menyelesaikan permasalahan JKN yang rumit itu? Ya karena sudah menjadi tabiat antirokok, bahwa berpikir keras untuk mencari solusi adalah buang-buang waktu, makanya rokok akan disalahkan supaya permasalahan menjadi lekas selesai. 
<\/p>\n\n\n\n

Coba kita kembali ke tahun 2018, saat BPJS Kesehatan defisit dan ditambal oleh cukai rokok. Para pegiat kesehatan beralasan, jumlah masyarakat sakit yang kian bertambah dan narasi yang kemudian dibangun; sakit-sakit itu disebabkan oleh rokok. Tidak berhenti sampai di situ, beragam alasan yang penting pengelola kesehatan \u201cselamat\u201d banyak digaungkan di media (tanpa ada sikap ksatria untuk mengakui bahwa memang masih banyak masalah dalam JKN, baik pengelolaan maupun skema yang lebih baik, yang perlu dicarikan solusi).<\/p>\n\n\n\n

Baca: Kegagalan Lakpesdam PBNU dalam Melihat Produk Tembakau Alternatif<\/a><\/p>\n\n\n\n

Koordinator Advokasi BPJS Watch, Timboel Siregar, megkritisi beragam narasi yang dibangun oleh pegiat kesehatan. Ia mengusulkan agar BPJS fokus pada pengawasan penetapan inasibijis oleh pihak rumah sakit. Timboel menilai, inasibijis merupakan gerbang terjadinya defisit BPJS Kesehatan. Inasibijis (INA-CGB) merupakan sebuah singkatan dari Indonesia Case Base Gropus, yakni sebuah aplikasi yang digunakan rumah sakit untuk mengajukan klaim pada pemerintah. (bisnis.com)
<\/p>\n\n\n\n

Kita tidak pernah tau, apa yang dilakukan rumah sakit terhadap pasien-pasien yang membayar BPJS. Kita juga tidak pernah tau jika ada pasien BPJS kelas I diberi fasilitas kelas II atau III, dan rumah sakit mengklaim biaya kelas I ke negara. Tentu saja yang demikian ini tidak penting bagi antirokok. <\/p>\n\n\n\n

Baca: Ada Campur Tangan Bloomberg dalam Surat Edaran Menkes terkait Pemblokiran Iklan Rokok<\/a><\/p>\n\n\n\n

Sukamta juga bilang, orang-orang yang kecanduan merokok dan mampu membeli rokok yang mahal, dipersilahkan tetap merokok asal menanggung sendiri biaya pengobatan akibat penyakit karena rokok. Asalkan dampak buruk akibat konsumsi rokok tidak membebani negara kerena pemasukan dari cukai tembakau tidak sebanding dengan biaya yang harus dikeluarkan negara. (ayosemarang.com)
<\/p>\n\n\n\n

Bagi saya pribadi, ini adalah statemen yang sangat lucu. Sejak kapan sih negara betul-betul hadir dan perhatian terhadap kesehatan masyarakat, khususnya di pedesaan dan pedalaman? Kalau ada pun, menjalankannya setengah hati. Dan sejak kapan rokok itu menjadi candu, padahal yang candu itu kekuasaan dan menjadikan masyarakat sebagai jembatan untuk menuju \u201ckekuasaan dalam negara\u201d? 
<\/p>\n\n\n\n

Sukamta juga menganggap, bahwa perokok bukan orang yang produktif? Faktanya? Setahu saya orang-orang yang merokok punya produtivitas tinggi, mereka hidup sebagaimana keringat yang diperas setiap hari. Tanpa berharap kepada negara apalagi Sukamta.
<\/p>\n\n\n\n

Sekadar saran saja, sebaiknya PKS tidak perlu ngelantur bicara rokok. Silahkan bicara, asalkan keadilan sosial sebagaimana nama partainya tidak hanya selesai pada tataran konsepsi dan gagah-gagahan, melainkan pada tahap tindakan dan contoh konkrit atasnya.
<\/p>\n","post_title":"Ketika PKS Bicara Rokok","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"ketika-pks-bicara-rokok","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-08-24 10:51:25","post_modified_gmt":"2019-08-24 03:51:25","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5988","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":35},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"epic_block_3"};

\n

Agar lebih mudah dipahami, mari kita bayangkan sebatang tanaman tembakau yang tumbuh subur dalam kondisi normal dan tanaman itu sudah mulai memasuki masa panen. Pada sebatang tanaman tembakau itu tumbuh sebanyak 17 helai daun dari bawah ke atas. Panen pertama dimulai. Daun paling bawah dari tanaman tembakau itu dipetik untuk dipanen. Hanya satu helai daun saja, yang terbawah. Daun yang pertama dipanen itu, biasanya memiliki grade A. Adakalanya kualitas tembakau pada panenan pertama sudah mulai berada pada grade B. Di beberapa titik bahkan sudah ada yang menghasilkan tembakau grade C. <\/p>\n\n\n\n

Lima hingga tujuh hari kemudian, panen daun kedua dilakukan. Satu daun saja dari sebatang tanaman, daun terbawah yang dipanen. Lima hingga tujuh hari berikutnya lantas dipanen lagi. Begitu seterusnya hingga 12 atau 13 kali panen. Semakin ke atas daun yang dipanen seiring bertambahnya waktu, grade tembakau juga meningkat hingga puncaknya berhenti di grade F. Hanya sedikit tembakau yang bisa melampau grade F, mencapai grade G dan H, itulah tembakau-tembakau jenis srintil berharga jutaan rupiah per kilogramnya.<\/p>\n\n\n\n

Selain waktu panen dan letak daun dalam sebatang tanaman, jenis tanah, unsur hara yang terkandung dalam tanah, asupan embun alami, pancaran sinar matahari yang cukup, serta proses fermentasi dan penjemuran usai daun-daun dipanen, menjadi penentu kualitas tembakau yang menempatkan daun tembakau itu pada grade tertentu. Satu hal lain lagi yang sangat berpengaruh terhadap grade tembakau adalah wilayah tembakau itu ditanam. Ada tiga wilayah tempat tembakau biasa ditanam. Wilayah persawahan (dataran rendah), wilayah tegalan (dataran menengah), dan wilayah gunung (dataran tinggi). Kondisi tanah dan faktor ketinggian dan kondisi geografis lainnya berpengaruh terhadap kualitas tembakau.<\/p>\n\n\n\n

Di wilayah persawahan, tanaman tembakau memang subur dan tumbuh cepat, namun tembakau yang ditanam di sana maksimal hanya bisa menghasilkan tembakau grade D, atau D+. Sedang tembakau yang ditanam di wilayah tegalan, maksimal bisa menghasilkan tembakau grade E hingga E+. Yang terbaik, tentu saja tembakau yang ditanam di wilayah gunung. Meskipun membutuhkan waktu tanam lebih lama dibanding dua wilayah lainnya, rata-rata panenan terakhir mencapai grade F hingga seterusnya dengan tembakau terbaik bernama srintil.   <\/p>\n\n\n\n

Ini sedikit yang saya pelajari di Temanggung hasil belajar langsung dari para petani di sana. Saya tidak tahu dengan metode panen dan penentuan grade tembakau di wilayah lain dengan jenis tembakau lain juga. Menarik sebetulnya mencari tahu di tempat lain. Semoga sekali waktu nanti berkesempatan untuk itu. 
<\/p>\n","post_title":"Penentuan Grade Tembakau di Temanggung","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"penentuan-grade-tembakau-di-temanggung","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-08-30 15:06:14","post_modified_gmt":"2019-08-30 08:06:14","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6008","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5999,"post_author":"877","post_date":"2019-08-28 09:40:02","post_date_gmt":"2019-08-28 02:40:02","post_content":"\n

Direktur Pusat Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Amerika Serikat (CDC), Robert Redfield, mengungkapkan kematian tragis di Illinois memperkuat dugaan karena vape<\/a> atau rokok elektrik. Berita tersebut atas laporan Dinas Kesehatan Illinois yang mengumumkan ada satu pasien yang akhirnya meninggal dunia. Kasus ini kemungkinan jadi kasus pertama kematian akibat penyakit berkaitan dengan vape.
<\/p>\n\n\n\n

Kejadian di atas menjawab keberadaan vape atau rokok elektrik sangat membahayakan. Berbeda dengan resiko rokok kretek, bisa menimbulkan penyakit jika mengkonsumsinya berlebihan atau kebanyakakan, dan hidup tidak seimbang. Misalnya dalam satu hari merokok sampai tiga atau empat bungkus, tanpa makan nasi atau makan-makanan sehat, tanpa olah raga, tanpa minum air putih, selalu didampingi kopi atau teh, istirahatnya kurang dan sebagainya. Maka dipastikan orang tersebut akan jatuh sakit bahkan meninggal dunia.\u00a0<\/p>\n\n\n\n

Baca: Terkuak, Rokok Elektrik Berbahaya bagi Kesehatan<\/a><\/p>\n\n\n\n

Tidak hanya itu, otoritas kesehatan di Amerika Serikat telah berhasil menginvestigasi kemunculan penyakit paru-paru misterius di antara kalangan pengguna rokok elektrik atau vape. Dilaporkan setidaknya ada 195 kasus potensial penyakit paru-paru di 22 Negara karena kena dampak dari vape atau rokok elektrik.
<\/p>\n\n\n\n

Jadi, masyarakat perlu waspada beredarnya vape atau rokok elektrik. Belum lagi, sebetulnya rokok elektrik atau vape, berdampak juga peningkatan perokok anak.\u00a0 Yang menjadi daya tarik bagi anak, selain bentuknya yang elegan, simpel, juga beraroma buah-buahan yang terkemas dalam cairan.<\/strong><\/p>\n\n\n\n

Orang yang mengatakan bahwa vape atau rokok elektrik lebih mensehatkan dari pada rokok kretek, pendapat tersebut sangat keliru. Disampaing efek dari rangkaian listrik dan battre juga cairan dalam rokok elektrik berpengaruh terhadap resiko jantung.  <\/p>\n\n\n\n

Hasil penelitian yang diterbitkan dalam Journal of American College of Cardiology pada Mei lalu ini menambah bukti bahwa cairan rokok elektrik dapat menghambat fungsi sel-sel tubuh yang berperan dalam kesehatan jantung. Cairan dalam vape atau rokok elektrik pada akhirnya merusak sel-sel yang melapisi pembuluh darah. <\/p>\n\n\n\n

Keberadaan vape atau rokok elektrik di pasaran sangat membahayakan bagi orang Indonesia, terlebih pemuda-pemuda, yang banyak memilih merokok vape aatau rokok elektri. Menurutnya, selain bentuk kecil, simpel dibawa dan ada aroma buah-buahan sesuai selera. Akan tetapi dibalik bentuknya yang bagus, menyembunyikan banyak penyakit ketika dikonsumsi.\u00a0<\/p>\n\n\n\n

Baca: Kata Siapa Lebih Sehat? Perokok Elektrik Berisiko Terjangkit Penyakit Kardiovaskular<\/a><\/p>\n\n\n\n

Hingga kini CDC masih melakukan investigasi lebih lanjut, dengan mengimbau agar para dokter mengumpulkan data dan sampel bila menemukan pasien dengan gejala penyakit paru serupa, tentunya akibat rokok elektrik atau vape. Bentuk dan merek rokok elektrik dan vape banyak varian dan banyak merek. JUUL termasuk merek rokok elektrik atau vape yang saat ini naik daun.\u00a0<\/p>\n\n\n\n

Ada yang mengatakan bahwa tak tepat membandingkan rokok tembakau dengan rokok elektrik. Ya benar tak tepat, karena rokok elektrik atau vape resikonya sangat tinggi. Sedang rokok tembakau resikonya kecil, apa lagi rokok kretek mungkin resikonya sangat kecil sekali terhadap tubuh. Alasannya, munculnya rokok kretek bertujuan untuk pengobatan sakit bengek, dan tujuannya berhasil. Hingga banyak orang melakukan pemesanan rokok kretek saat itu, rokok kretek belum sebagai industri besar masih bersifat rumahan,  keadaan tersebut sekitar abad 19. <\/p>\n\n\n\n

Dalam studi ini, tim peneliti menemukan bukti efek toksik pada sel-sel yang melapisi pembuluh darah dan melindungi jantung. Beberapa bukti tersebut termasuk di antaranya gangguan pada fungsi sel dan munculnya tanda-tanda peradangan. Para peneliti mengamati bagaimana respons sel saat bersentuhan dengan cairan rokok elektrik. Efek yang paling kentara terlihat pada cairan dengan rasa kayu manis.<\/p>\n\n\n\n

Baca: Riset Kesehatan Rokok Elektrik<\/a><\/p>\n\n\n\n

Sekelompok ahli kardiovaskular dari University of Massachusetts menganjurkan peneliti agar melakukan uji rokok elektrik atau vape lebih yang beraroma. Karena sumsi sementara, produk vape atau rokok elektrik yang beraroma dan punya pilihan rasa lebih berbahaya dari pada rokok vape natural. Namun yang banyak beredar dipasaran, justru yang beraroma dan berasa buah-buahan, dari pada yang natural. <\/p>\n\n\n\n

Studi pada 2018 lalu menunjukkan, penggunaan rokok elektrik harian berisiko terhadap serangan jantung, meski dengan probabilitas yang lebih rendah daripada perokok tembakau. Menurut dr Lawrence Phillips pakar kardiovaskular NYU Langone Health mengatakan \u201cKita melihat semakin banyak bukti bahwa rokok elektrik berhubungan dengan peningkatan risiko serangan jantung\u201d.<\/p>\n\n\n\n

Dari hasil pakar dan hasil studi di atas menegaskan bahwa keberadaan rokok vape atau rokok elektrik, resikonya sangat besar. Bahan utama rokok vape atau elektrik yang paling besar memberikan efek negatif pada tubuh manusia adalah cairan perasa. Akibat cairan perasa dalam rokok elektrik  atau vape termasuk merek JUUL beresiko terjadi peradangan, terjangkit penyakit jantung dan paru-paru akut, selanjutnya berakibat kematian. <\/p>\n\n\n\n

Untuk itu, demi masa depan bangsa Indonesia harusnya ada regulasi pelarangan peredaran rokok elektrik atau vape yang nyata-nyata telah ada kasus dengan didukung beberapa riset dan studi tentang konten rokok elektrik atau vape, yang hasilnya mempunyai resiko tinggi dapat menyebabkan penyakit berujung kematian.         
<\/p>\n","post_title":"Perokok Elektrik Berisiko Besar Terjangkit Penyakit Mematikan","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"perokok-elektrik-berisiko-besar-terjangkit-penyakit-mematikan","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-08-28 09:40:09","post_modified_gmt":"2019-08-28 02:40:09","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5999","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5988,"post_author":"855","post_date":"2019-08-24 10:41:28","post_date_gmt":"2019-08-24 03:41:28","post_content":"\n

Sumber permasalahan besar dunia pertembakauan sejatinya bukan iklim dan hama, melainkan kebijakan pemerintah dan para plolitisi yang ikut serta membicarakannya, tanpa dasar yang kuat, adil dan cenderung ugal-ugalan.
<\/p>\n\n\n\n

Jika orang dahulu tidak berani bicara kecuali kepada hal-hal yang benar-benar diketahui, kali ini banyak sekali orang yang banyak bicara daripada membaca, baik buku maupun alam kauniyah (dunia nyata). Maka jangan heran, jika tidak sedikit politisi dan pemerintah yang gagal paham dunia pertembakau, dari berbagai sisi, karena mereka mendapatkan informasi sepotong-sepotong, tanpa ada usaha untuk tabayyun <\/em>lebih mendalam apalagi turun ke ladang untuk memastikan.
<\/p>\n\n\n\n

Kini hama petani muncul lagi dari kalangan politisi. Sebut saja namanya Sukamta (nama asli) yang kini menjabat sebagai sekretaris Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS). Kenapa semua orang yang terkait dengan industri hasil tembakau (petani, buruh, dsb) dianggap tidak sejahtera, ya karena partai yang harusnya adil saja tidak mampu berbuat adil, bahkan dalam pikiran dan apa yang keluar dari mulutnya.<\/p>\n\n\n\n

Baca: Tuhan Tidak Menciptakan Tembakau untuk Dibenci dan Dicaci<\/a>
<\/p>\n\n\n\n

Tidak perlu bicara terlalu jauh. Mari kita kita uji omongan Sukamta yang dimuat situs ayosemarang.com, 22 Agustus 2019. Omongan yang sejatinya sebuah template dan selalu dipakai oleh antirokok. Semacam gaya kampanye sholih li kulli zaman wal makan, <\/em>meski dibangun dari logika berantakan dan cenderung mengutamakan kengawuran daripada analisa yang mendalam. Ya memang itulah keistimewaan antirokok, anti terhadap data valid dan percaya diri berlebihan dalam kesesatan berpikir.
<\/p>\n\n\n\n

Bagi Sukamta, harga rokok di Indonesia, sebuah negeri yang besar salah satunya ditopang oleh dunia pertembakauan, harus dinaikkan 700 persen. Alasannya supaya orang miskin tidak dapat membeli rokok. Jika orang miskin yang merokok jatuh sakit, maka negara melalui (Jaminan Kesehatan Nasional) JKN rugi menanggung biayanya. Tentu saja ini berbeda dengan, orang kaya boleh makan junkfood<\/em>, minuman bersoda, dan berlaku semaunya, karena jika jatuh sakit mereka bisa membiayai sendiri dan dapat memperkaya negara.
<\/p>\n\n\n\n

Cara sistematis ini akan diduplikasi dan diperbarui terus menerus. Bermula dari seorang sakit yang berobat ke dokter, jika ia merokok maka dokter akan berkata, \u201cbapak sakit karena rokok\u201d, dan dokter tidak secara jujur bahwa penyakit itu datang dari sebab apapun, bisa gula, bisa gaya hidup yang berantakan, kurang minum air putih, stres dengan obat mahal, dsb.
<\/p>\n\n\n\n

Kenapa Sukamta cenderung ingin menaikkan harga rokok untuk menyelesaikan permasalahan JKN yang rumit itu? Ya karena sudah menjadi tabiat antirokok, bahwa berpikir keras untuk mencari solusi adalah buang-buang waktu, makanya rokok akan disalahkan supaya permasalahan menjadi lekas selesai. 
<\/p>\n\n\n\n

Coba kita kembali ke tahun 2018, saat BPJS Kesehatan defisit dan ditambal oleh cukai rokok. Para pegiat kesehatan beralasan, jumlah masyarakat sakit yang kian bertambah dan narasi yang kemudian dibangun; sakit-sakit itu disebabkan oleh rokok. Tidak berhenti sampai di situ, beragam alasan yang penting pengelola kesehatan \u201cselamat\u201d banyak digaungkan di media (tanpa ada sikap ksatria untuk mengakui bahwa memang masih banyak masalah dalam JKN, baik pengelolaan maupun skema yang lebih baik, yang perlu dicarikan solusi).<\/p>\n\n\n\n

Baca: Kegagalan Lakpesdam PBNU dalam Melihat Produk Tembakau Alternatif<\/a><\/p>\n\n\n\n

Koordinator Advokasi BPJS Watch, Timboel Siregar, megkritisi beragam narasi yang dibangun oleh pegiat kesehatan. Ia mengusulkan agar BPJS fokus pada pengawasan penetapan inasibijis oleh pihak rumah sakit. Timboel menilai, inasibijis merupakan gerbang terjadinya defisit BPJS Kesehatan. Inasibijis (INA-CGB) merupakan sebuah singkatan dari Indonesia Case Base Gropus, yakni sebuah aplikasi yang digunakan rumah sakit untuk mengajukan klaim pada pemerintah. (bisnis.com)
<\/p>\n\n\n\n

Kita tidak pernah tau, apa yang dilakukan rumah sakit terhadap pasien-pasien yang membayar BPJS. Kita juga tidak pernah tau jika ada pasien BPJS kelas I diberi fasilitas kelas II atau III, dan rumah sakit mengklaim biaya kelas I ke negara. Tentu saja yang demikian ini tidak penting bagi antirokok. <\/p>\n\n\n\n

Baca: Ada Campur Tangan Bloomberg dalam Surat Edaran Menkes terkait Pemblokiran Iklan Rokok<\/a><\/p>\n\n\n\n

Sukamta juga bilang, orang-orang yang kecanduan merokok dan mampu membeli rokok yang mahal, dipersilahkan tetap merokok asal menanggung sendiri biaya pengobatan akibat penyakit karena rokok. Asalkan dampak buruk akibat konsumsi rokok tidak membebani negara kerena pemasukan dari cukai tembakau tidak sebanding dengan biaya yang harus dikeluarkan negara. (ayosemarang.com)
<\/p>\n\n\n\n

Bagi saya pribadi, ini adalah statemen yang sangat lucu. Sejak kapan sih negara betul-betul hadir dan perhatian terhadap kesehatan masyarakat, khususnya di pedesaan dan pedalaman? Kalau ada pun, menjalankannya setengah hati. Dan sejak kapan rokok itu menjadi candu, padahal yang candu itu kekuasaan dan menjadikan masyarakat sebagai jembatan untuk menuju \u201ckekuasaan dalam negara\u201d? 
<\/p>\n\n\n\n

Sukamta juga menganggap, bahwa perokok bukan orang yang produktif? Faktanya? Setahu saya orang-orang yang merokok punya produtivitas tinggi, mereka hidup sebagaimana keringat yang diperas setiap hari. Tanpa berharap kepada negara apalagi Sukamta.
<\/p>\n\n\n\n

Sekadar saran saja, sebaiknya PKS tidak perlu ngelantur bicara rokok. Silahkan bicara, asalkan keadilan sosial sebagaimana nama partainya tidak hanya selesai pada tataran konsepsi dan gagah-gagahan, melainkan pada tahap tindakan dan contoh konkrit atasnya.
<\/p>\n","post_title":"Ketika PKS Bicara Rokok","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"ketika-pks-bicara-rokok","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-08-24 10:51:25","post_modified_gmt":"2019-08-24 03:51:25","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5988","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":35},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"epic_block_3"};

\n

Metode panen seperti itu, yang bertahap dan berjeda dari panen satu daun ke daun lainnya ternyata berpengaruh terhadap tingkatan kualitas daun tembakau. Daun-daun yang dipanen lebih awal, gradenya berada pada grade yang rendah. Grade terus meningkat hingga sampai puncaknya seiring panen-panen selanjutnya pada tanaman yang sama. Dalam satu tanaman tembakau, grade daun sudah pasti berbeda-beda sesuai dengan waktu panenan daun di tanaman tersebut.<\/p>\n\n\n\n

Agar lebih mudah dipahami, mari kita bayangkan sebatang tanaman tembakau yang tumbuh subur dalam kondisi normal dan tanaman itu sudah mulai memasuki masa panen. Pada sebatang tanaman tembakau itu tumbuh sebanyak 17 helai daun dari bawah ke atas. Panen pertama dimulai. Daun paling bawah dari tanaman tembakau itu dipetik untuk dipanen. Hanya satu helai daun saja, yang terbawah. Daun yang pertama dipanen itu, biasanya memiliki grade A. Adakalanya kualitas tembakau pada panenan pertama sudah mulai berada pada grade B. Di beberapa titik bahkan sudah ada yang menghasilkan tembakau grade C. <\/p>\n\n\n\n

Lima hingga tujuh hari kemudian, panen daun kedua dilakukan. Satu daun saja dari sebatang tanaman, daun terbawah yang dipanen. Lima hingga tujuh hari berikutnya lantas dipanen lagi. Begitu seterusnya hingga 12 atau 13 kali panen. Semakin ke atas daun yang dipanen seiring bertambahnya waktu, grade tembakau juga meningkat hingga puncaknya berhenti di grade F. Hanya sedikit tembakau yang bisa melampau grade F, mencapai grade G dan H, itulah tembakau-tembakau jenis srintil berharga jutaan rupiah per kilogramnya.<\/p>\n\n\n\n

Selain waktu panen dan letak daun dalam sebatang tanaman, jenis tanah, unsur hara yang terkandung dalam tanah, asupan embun alami, pancaran sinar matahari yang cukup, serta proses fermentasi dan penjemuran usai daun-daun dipanen, menjadi penentu kualitas tembakau yang menempatkan daun tembakau itu pada grade tertentu. Satu hal lain lagi yang sangat berpengaruh terhadap grade tembakau adalah wilayah tembakau itu ditanam. Ada tiga wilayah tempat tembakau biasa ditanam. Wilayah persawahan (dataran rendah), wilayah tegalan (dataran menengah), dan wilayah gunung (dataran tinggi). Kondisi tanah dan faktor ketinggian dan kondisi geografis lainnya berpengaruh terhadap kualitas tembakau.<\/p>\n\n\n\n

Di wilayah persawahan, tanaman tembakau memang subur dan tumbuh cepat, namun tembakau yang ditanam di sana maksimal hanya bisa menghasilkan tembakau grade D, atau D+. Sedang tembakau yang ditanam di wilayah tegalan, maksimal bisa menghasilkan tembakau grade E hingga E+. Yang terbaik, tentu saja tembakau yang ditanam di wilayah gunung. Meskipun membutuhkan waktu tanam lebih lama dibanding dua wilayah lainnya, rata-rata panenan terakhir mencapai grade F hingga seterusnya dengan tembakau terbaik bernama srintil.   <\/p>\n\n\n\n

Ini sedikit yang saya pelajari di Temanggung hasil belajar langsung dari para petani di sana. Saya tidak tahu dengan metode panen dan penentuan grade tembakau di wilayah lain dengan jenis tembakau lain juga. Menarik sebetulnya mencari tahu di tempat lain. Semoga sekali waktu nanti berkesempatan untuk itu. 
<\/p>\n","post_title":"Penentuan Grade Tembakau di Temanggung","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"penentuan-grade-tembakau-di-temanggung","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-08-30 15:06:14","post_modified_gmt":"2019-08-30 08:06:14","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6008","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5999,"post_author":"877","post_date":"2019-08-28 09:40:02","post_date_gmt":"2019-08-28 02:40:02","post_content":"\n

Direktur Pusat Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Amerika Serikat (CDC), Robert Redfield, mengungkapkan kematian tragis di Illinois memperkuat dugaan karena vape<\/a> atau rokok elektrik. Berita tersebut atas laporan Dinas Kesehatan Illinois yang mengumumkan ada satu pasien yang akhirnya meninggal dunia. Kasus ini kemungkinan jadi kasus pertama kematian akibat penyakit berkaitan dengan vape.
<\/p>\n\n\n\n

Kejadian di atas menjawab keberadaan vape atau rokok elektrik sangat membahayakan. Berbeda dengan resiko rokok kretek, bisa menimbulkan penyakit jika mengkonsumsinya berlebihan atau kebanyakakan, dan hidup tidak seimbang. Misalnya dalam satu hari merokok sampai tiga atau empat bungkus, tanpa makan nasi atau makan-makanan sehat, tanpa olah raga, tanpa minum air putih, selalu didampingi kopi atau teh, istirahatnya kurang dan sebagainya. Maka dipastikan orang tersebut akan jatuh sakit bahkan meninggal dunia.\u00a0<\/p>\n\n\n\n

Baca: Terkuak, Rokok Elektrik Berbahaya bagi Kesehatan<\/a><\/p>\n\n\n\n

Tidak hanya itu, otoritas kesehatan di Amerika Serikat telah berhasil menginvestigasi kemunculan penyakit paru-paru misterius di antara kalangan pengguna rokok elektrik atau vape. Dilaporkan setidaknya ada 195 kasus potensial penyakit paru-paru di 22 Negara karena kena dampak dari vape atau rokok elektrik.
<\/p>\n\n\n\n

Jadi, masyarakat perlu waspada beredarnya vape atau rokok elektrik. Belum lagi, sebetulnya rokok elektrik atau vape, berdampak juga peningkatan perokok anak.\u00a0 Yang menjadi daya tarik bagi anak, selain bentuknya yang elegan, simpel, juga beraroma buah-buahan yang terkemas dalam cairan.<\/strong><\/p>\n\n\n\n

Orang yang mengatakan bahwa vape atau rokok elektrik lebih mensehatkan dari pada rokok kretek, pendapat tersebut sangat keliru. Disampaing efek dari rangkaian listrik dan battre juga cairan dalam rokok elektrik berpengaruh terhadap resiko jantung.  <\/p>\n\n\n\n

Hasil penelitian yang diterbitkan dalam Journal of American College of Cardiology pada Mei lalu ini menambah bukti bahwa cairan rokok elektrik dapat menghambat fungsi sel-sel tubuh yang berperan dalam kesehatan jantung. Cairan dalam vape atau rokok elektrik pada akhirnya merusak sel-sel yang melapisi pembuluh darah. <\/p>\n\n\n\n

Keberadaan vape atau rokok elektrik di pasaran sangat membahayakan bagi orang Indonesia, terlebih pemuda-pemuda, yang banyak memilih merokok vape aatau rokok elektri. Menurutnya, selain bentuk kecil, simpel dibawa dan ada aroma buah-buahan sesuai selera. Akan tetapi dibalik bentuknya yang bagus, menyembunyikan banyak penyakit ketika dikonsumsi.\u00a0<\/p>\n\n\n\n

Baca: Kata Siapa Lebih Sehat? Perokok Elektrik Berisiko Terjangkit Penyakit Kardiovaskular<\/a><\/p>\n\n\n\n

Hingga kini CDC masih melakukan investigasi lebih lanjut, dengan mengimbau agar para dokter mengumpulkan data dan sampel bila menemukan pasien dengan gejala penyakit paru serupa, tentunya akibat rokok elektrik atau vape. Bentuk dan merek rokok elektrik dan vape banyak varian dan banyak merek. JUUL termasuk merek rokok elektrik atau vape yang saat ini naik daun.\u00a0<\/p>\n\n\n\n

Ada yang mengatakan bahwa tak tepat membandingkan rokok tembakau dengan rokok elektrik. Ya benar tak tepat, karena rokok elektrik atau vape resikonya sangat tinggi. Sedang rokok tembakau resikonya kecil, apa lagi rokok kretek mungkin resikonya sangat kecil sekali terhadap tubuh. Alasannya, munculnya rokok kretek bertujuan untuk pengobatan sakit bengek, dan tujuannya berhasil. Hingga banyak orang melakukan pemesanan rokok kretek saat itu, rokok kretek belum sebagai industri besar masih bersifat rumahan,  keadaan tersebut sekitar abad 19. <\/p>\n\n\n\n

Dalam studi ini, tim peneliti menemukan bukti efek toksik pada sel-sel yang melapisi pembuluh darah dan melindungi jantung. Beberapa bukti tersebut termasuk di antaranya gangguan pada fungsi sel dan munculnya tanda-tanda peradangan. Para peneliti mengamati bagaimana respons sel saat bersentuhan dengan cairan rokok elektrik. Efek yang paling kentara terlihat pada cairan dengan rasa kayu manis.<\/p>\n\n\n\n

Baca: Riset Kesehatan Rokok Elektrik<\/a><\/p>\n\n\n\n

Sekelompok ahli kardiovaskular dari University of Massachusetts menganjurkan peneliti agar melakukan uji rokok elektrik atau vape lebih yang beraroma. Karena sumsi sementara, produk vape atau rokok elektrik yang beraroma dan punya pilihan rasa lebih berbahaya dari pada rokok vape natural. Namun yang banyak beredar dipasaran, justru yang beraroma dan berasa buah-buahan, dari pada yang natural. <\/p>\n\n\n\n

Studi pada 2018 lalu menunjukkan, penggunaan rokok elektrik harian berisiko terhadap serangan jantung, meski dengan probabilitas yang lebih rendah daripada perokok tembakau. Menurut dr Lawrence Phillips pakar kardiovaskular NYU Langone Health mengatakan \u201cKita melihat semakin banyak bukti bahwa rokok elektrik berhubungan dengan peningkatan risiko serangan jantung\u201d.<\/p>\n\n\n\n

Dari hasil pakar dan hasil studi di atas menegaskan bahwa keberadaan rokok vape atau rokok elektrik, resikonya sangat besar. Bahan utama rokok vape atau elektrik yang paling besar memberikan efek negatif pada tubuh manusia adalah cairan perasa. Akibat cairan perasa dalam rokok elektrik  atau vape termasuk merek JUUL beresiko terjadi peradangan, terjangkit penyakit jantung dan paru-paru akut, selanjutnya berakibat kematian. <\/p>\n\n\n\n

Untuk itu, demi masa depan bangsa Indonesia harusnya ada regulasi pelarangan peredaran rokok elektrik atau vape yang nyata-nyata telah ada kasus dengan didukung beberapa riset dan studi tentang konten rokok elektrik atau vape, yang hasilnya mempunyai resiko tinggi dapat menyebabkan penyakit berujung kematian.         
<\/p>\n","post_title":"Perokok Elektrik Berisiko Besar Terjangkit Penyakit Mematikan","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"perokok-elektrik-berisiko-besar-terjangkit-penyakit-mematikan","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-08-28 09:40:09","post_modified_gmt":"2019-08-28 02:40:09","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5999","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5988,"post_author":"855","post_date":"2019-08-24 10:41:28","post_date_gmt":"2019-08-24 03:41:28","post_content":"\n

Sumber permasalahan besar dunia pertembakauan sejatinya bukan iklim dan hama, melainkan kebijakan pemerintah dan para plolitisi yang ikut serta membicarakannya, tanpa dasar yang kuat, adil dan cenderung ugal-ugalan.
<\/p>\n\n\n\n

Jika orang dahulu tidak berani bicara kecuali kepada hal-hal yang benar-benar diketahui, kali ini banyak sekali orang yang banyak bicara daripada membaca, baik buku maupun alam kauniyah (dunia nyata). Maka jangan heran, jika tidak sedikit politisi dan pemerintah yang gagal paham dunia pertembakau, dari berbagai sisi, karena mereka mendapatkan informasi sepotong-sepotong, tanpa ada usaha untuk tabayyun <\/em>lebih mendalam apalagi turun ke ladang untuk memastikan.
<\/p>\n\n\n\n

Kini hama petani muncul lagi dari kalangan politisi. Sebut saja namanya Sukamta (nama asli) yang kini menjabat sebagai sekretaris Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS). Kenapa semua orang yang terkait dengan industri hasil tembakau (petani, buruh, dsb) dianggap tidak sejahtera, ya karena partai yang harusnya adil saja tidak mampu berbuat adil, bahkan dalam pikiran dan apa yang keluar dari mulutnya.<\/p>\n\n\n\n

Baca: Tuhan Tidak Menciptakan Tembakau untuk Dibenci dan Dicaci<\/a>
<\/p>\n\n\n\n

Tidak perlu bicara terlalu jauh. Mari kita kita uji omongan Sukamta yang dimuat situs ayosemarang.com, 22 Agustus 2019. Omongan yang sejatinya sebuah template dan selalu dipakai oleh antirokok. Semacam gaya kampanye sholih li kulli zaman wal makan, <\/em>meski dibangun dari logika berantakan dan cenderung mengutamakan kengawuran daripada analisa yang mendalam. Ya memang itulah keistimewaan antirokok, anti terhadap data valid dan percaya diri berlebihan dalam kesesatan berpikir.
<\/p>\n\n\n\n

Bagi Sukamta, harga rokok di Indonesia, sebuah negeri yang besar salah satunya ditopang oleh dunia pertembakauan, harus dinaikkan 700 persen. Alasannya supaya orang miskin tidak dapat membeli rokok. Jika orang miskin yang merokok jatuh sakit, maka negara melalui (Jaminan Kesehatan Nasional) JKN rugi menanggung biayanya. Tentu saja ini berbeda dengan, orang kaya boleh makan junkfood<\/em>, minuman bersoda, dan berlaku semaunya, karena jika jatuh sakit mereka bisa membiayai sendiri dan dapat memperkaya negara.
<\/p>\n\n\n\n

Cara sistematis ini akan diduplikasi dan diperbarui terus menerus. Bermula dari seorang sakit yang berobat ke dokter, jika ia merokok maka dokter akan berkata, \u201cbapak sakit karena rokok\u201d, dan dokter tidak secara jujur bahwa penyakit itu datang dari sebab apapun, bisa gula, bisa gaya hidup yang berantakan, kurang minum air putih, stres dengan obat mahal, dsb.
<\/p>\n\n\n\n

Kenapa Sukamta cenderung ingin menaikkan harga rokok untuk menyelesaikan permasalahan JKN yang rumit itu? Ya karena sudah menjadi tabiat antirokok, bahwa berpikir keras untuk mencari solusi adalah buang-buang waktu, makanya rokok akan disalahkan supaya permasalahan menjadi lekas selesai. 
<\/p>\n\n\n\n

Coba kita kembali ke tahun 2018, saat BPJS Kesehatan defisit dan ditambal oleh cukai rokok. Para pegiat kesehatan beralasan, jumlah masyarakat sakit yang kian bertambah dan narasi yang kemudian dibangun; sakit-sakit itu disebabkan oleh rokok. Tidak berhenti sampai di situ, beragam alasan yang penting pengelola kesehatan \u201cselamat\u201d banyak digaungkan di media (tanpa ada sikap ksatria untuk mengakui bahwa memang masih banyak masalah dalam JKN, baik pengelolaan maupun skema yang lebih baik, yang perlu dicarikan solusi).<\/p>\n\n\n\n

Baca: Kegagalan Lakpesdam PBNU dalam Melihat Produk Tembakau Alternatif<\/a><\/p>\n\n\n\n

Koordinator Advokasi BPJS Watch, Timboel Siregar, megkritisi beragam narasi yang dibangun oleh pegiat kesehatan. Ia mengusulkan agar BPJS fokus pada pengawasan penetapan inasibijis oleh pihak rumah sakit. Timboel menilai, inasibijis merupakan gerbang terjadinya defisit BPJS Kesehatan. Inasibijis (INA-CGB) merupakan sebuah singkatan dari Indonesia Case Base Gropus, yakni sebuah aplikasi yang digunakan rumah sakit untuk mengajukan klaim pada pemerintah. (bisnis.com)
<\/p>\n\n\n\n

Kita tidak pernah tau, apa yang dilakukan rumah sakit terhadap pasien-pasien yang membayar BPJS. Kita juga tidak pernah tau jika ada pasien BPJS kelas I diberi fasilitas kelas II atau III, dan rumah sakit mengklaim biaya kelas I ke negara. Tentu saja yang demikian ini tidak penting bagi antirokok. <\/p>\n\n\n\n

Baca: Ada Campur Tangan Bloomberg dalam Surat Edaran Menkes terkait Pemblokiran Iklan Rokok<\/a><\/p>\n\n\n\n

Sukamta juga bilang, orang-orang yang kecanduan merokok dan mampu membeli rokok yang mahal, dipersilahkan tetap merokok asal menanggung sendiri biaya pengobatan akibat penyakit karena rokok. Asalkan dampak buruk akibat konsumsi rokok tidak membebani negara kerena pemasukan dari cukai tembakau tidak sebanding dengan biaya yang harus dikeluarkan negara. (ayosemarang.com)
<\/p>\n\n\n\n

Bagi saya pribadi, ini adalah statemen yang sangat lucu. Sejak kapan sih negara betul-betul hadir dan perhatian terhadap kesehatan masyarakat, khususnya di pedesaan dan pedalaman? Kalau ada pun, menjalankannya setengah hati. Dan sejak kapan rokok itu menjadi candu, padahal yang candu itu kekuasaan dan menjadikan masyarakat sebagai jembatan untuk menuju \u201ckekuasaan dalam negara\u201d? 
<\/p>\n\n\n\n

Sukamta juga menganggap, bahwa perokok bukan orang yang produktif? Faktanya? Setahu saya orang-orang yang merokok punya produtivitas tinggi, mereka hidup sebagaimana keringat yang diperas setiap hari. Tanpa berharap kepada negara apalagi Sukamta.
<\/p>\n\n\n\n

Sekadar saran saja, sebaiknya PKS tidak perlu ngelantur bicara rokok. Silahkan bicara, asalkan keadilan sosial sebagaimana nama partainya tidak hanya selesai pada tataran konsepsi dan gagah-gagahan, melainkan pada tahap tindakan dan contoh konkrit atasnya.
<\/p>\n","post_title":"Ketika PKS Bicara Rokok","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"ketika-pks-bicara-rokok","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-08-24 10:51:25","post_modified_gmt":"2019-08-24 03:51:25","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5988","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":35},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"epic_block_3"};

\n

Baca: Tuhan Tidak Menciptakan Tembakau untuk Dibenci dan Dicaci<\/a><\/p>\n\n\n\n

Metode panen seperti itu, yang bertahap dan berjeda dari panen satu daun ke daun lainnya ternyata berpengaruh terhadap tingkatan kualitas daun tembakau. Daun-daun yang dipanen lebih awal, gradenya berada pada grade yang rendah. Grade terus meningkat hingga sampai puncaknya seiring panen-panen selanjutnya pada tanaman yang sama. Dalam satu tanaman tembakau, grade daun sudah pasti berbeda-beda sesuai dengan waktu panenan daun di tanaman tersebut.<\/p>\n\n\n\n

Agar lebih mudah dipahami, mari kita bayangkan sebatang tanaman tembakau yang tumbuh subur dalam kondisi normal dan tanaman itu sudah mulai memasuki masa panen. Pada sebatang tanaman tembakau itu tumbuh sebanyak 17 helai daun dari bawah ke atas. Panen pertama dimulai. Daun paling bawah dari tanaman tembakau itu dipetik untuk dipanen. Hanya satu helai daun saja, yang terbawah. Daun yang pertama dipanen itu, biasanya memiliki grade A. Adakalanya kualitas tembakau pada panenan pertama sudah mulai berada pada grade B. Di beberapa titik bahkan sudah ada yang menghasilkan tembakau grade C. <\/p>\n\n\n\n

Lima hingga tujuh hari kemudian, panen daun kedua dilakukan. Satu daun saja dari sebatang tanaman, daun terbawah yang dipanen. Lima hingga tujuh hari berikutnya lantas dipanen lagi. Begitu seterusnya hingga 12 atau 13 kali panen. Semakin ke atas daun yang dipanen seiring bertambahnya waktu, grade tembakau juga meningkat hingga puncaknya berhenti di grade F. Hanya sedikit tembakau yang bisa melampau grade F, mencapai grade G dan H, itulah tembakau-tembakau jenis srintil berharga jutaan rupiah per kilogramnya.<\/p>\n\n\n\n

Selain waktu panen dan letak daun dalam sebatang tanaman, jenis tanah, unsur hara yang terkandung dalam tanah, asupan embun alami, pancaran sinar matahari yang cukup, serta proses fermentasi dan penjemuran usai daun-daun dipanen, menjadi penentu kualitas tembakau yang menempatkan daun tembakau itu pada grade tertentu. Satu hal lain lagi yang sangat berpengaruh terhadap grade tembakau adalah wilayah tembakau itu ditanam. Ada tiga wilayah tempat tembakau biasa ditanam. Wilayah persawahan (dataran rendah), wilayah tegalan (dataran menengah), dan wilayah gunung (dataran tinggi). Kondisi tanah dan faktor ketinggian dan kondisi geografis lainnya berpengaruh terhadap kualitas tembakau.<\/p>\n\n\n\n

Di wilayah persawahan, tanaman tembakau memang subur dan tumbuh cepat, namun tembakau yang ditanam di sana maksimal hanya bisa menghasilkan tembakau grade D, atau D+. Sedang tembakau yang ditanam di wilayah tegalan, maksimal bisa menghasilkan tembakau grade E hingga E+. Yang terbaik, tentu saja tembakau yang ditanam di wilayah gunung. Meskipun membutuhkan waktu tanam lebih lama dibanding dua wilayah lainnya, rata-rata panenan terakhir mencapai grade F hingga seterusnya dengan tembakau terbaik bernama srintil.   <\/p>\n\n\n\n

Ini sedikit yang saya pelajari di Temanggung hasil belajar langsung dari para petani di sana. Saya tidak tahu dengan metode panen dan penentuan grade tembakau di wilayah lain dengan jenis tembakau lain juga. Menarik sebetulnya mencari tahu di tempat lain. Semoga sekali waktu nanti berkesempatan untuk itu. 
<\/p>\n","post_title":"Penentuan Grade Tembakau di Temanggung","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"penentuan-grade-tembakau-di-temanggung","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-08-30 15:06:14","post_modified_gmt":"2019-08-30 08:06:14","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6008","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5999,"post_author":"877","post_date":"2019-08-28 09:40:02","post_date_gmt":"2019-08-28 02:40:02","post_content":"\n

Direktur Pusat Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Amerika Serikat (CDC), Robert Redfield, mengungkapkan kematian tragis di Illinois memperkuat dugaan karena vape<\/a> atau rokok elektrik. Berita tersebut atas laporan Dinas Kesehatan Illinois yang mengumumkan ada satu pasien yang akhirnya meninggal dunia. Kasus ini kemungkinan jadi kasus pertama kematian akibat penyakit berkaitan dengan vape.
<\/p>\n\n\n\n

Kejadian di atas menjawab keberadaan vape atau rokok elektrik sangat membahayakan. Berbeda dengan resiko rokok kretek, bisa menimbulkan penyakit jika mengkonsumsinya berlebihan atau kebanyakakan, dan hidup tidak seimbang. Misalnya dalam satu hari merokok sampai tiga atau empat bungkus, tanpa makan nasi atau makan-makanan sehat, tanpa olah raga, tanpa minum air putih, selalu didampingi kopi atau teh, istirahatnya kurang dan sebagainya. Maka dipastikan orang tersebut akan jatuh sakit bahkan meninggal dunia.\u00a0<\/p>\n\n\n\n

Baca: Terkuak, Rokok Elektrik Berbahaya bagi Kesehatan<\/a><\/p>\n\n\n\n

Tidak hanya itu, otoritas kesehatan di Amerika Serikat telah berhasil menginvestigasi kemunculan penyakit paru-paru misterius di antara kalangan pengguna rokok elektrik atau vape. Dilaporkan setidaknya ada 195 kasus potensial penyakit paru-paru di 22 Negara karena kena dampak dari vape atau rokok elektrik.
<\/p>\n\n\n\n

Jadi, masyarakat perlu waspada beredarnya vape atau rokok elektrik. Belum lagi, sebetulnya rokok elektrik atau vape, berdampak juga peningkatan perokok anak.\u00a0 Yang menjadi daya tarik bagi anak, selain bentuknya yang elegan, simpel, juga beraroma buah-buahan yang terkemas dalam cairan.<\/strong><\/p>\n\n\n\n

Orang yang mengatakan bahwa vape atau rokok elektrik lebih mensehatkan dari pada rokok kretek, pendapat tersebut sangat keliru. Disampaing efek dari rangkaian listrik dan battre juga cairan dalam rokok elektrik berpengaruh terhadap resiko jantung.  <\/p>\n\n\n\n

Hasil penelitian yang diterbitkan dalam Journal of American College of Cardiology pada Mei lalu ini menambah bukti bahwa cairan rokok elektrik dapat menghambat fungsi sel-sel tubuh yang berperan dalam kesehatan jantung. Cairan dalam vape atau rokok elektrik pada akhirnya merusak sel-sel yang melapisi pembuluh darah. <\/p>\n\n\n\n

Keberadaan vape atau rokok elektrik di pasaran sangat membahayakan bagi orang Indonesia, terlebih pemuda-pemuda, yang banyak memilih merokok vape aatau rokok elektri. Menurutnya, selain bentuk kecil, simpel dibawa dan ada aroma buah-buahan sesuai selera. Akan tetapi dibalik bentuknya yang bagus, menyembunyikan banyak penyakit ketika dikonsumsi.\u00a0<\/p>\n\n\n\n

Baca: Kata Siapa Lebih Sehat? Perokok Elektrik Berisiko Terjangkit Penyakit Kardiovaskular<\/a><\/p>\n\n\n\n

Hingga kini CDC masih melakukan investigasi lebih lanjut, dengan mengimbau agar para dokter mengumpulkan data dan sampel bila menemukan pasien dengan gejala penyakit paru serupa, tentunya akibat rokok elektrik atau vape. Bentuk dan merek rokok elektrik dan vape banyak varian dan banyak merek. JUUL termasuk merek rokok elektrik atau vape yang saat ini naik daun.\u00a0<\/p>\n\n\n\n

Ada yang mengatakan bahwa tak tepat membandingkan rokok tembakau dengan rokok elektrik. Ya benar tak tepat, karena rokok elektrik atau vape resikonya sangat tinggi. Sedang rokok tembakau resikonya kecil, apa lagi rokok kretek mungkin resikonya sangat kecil sekali terhadap tubuh. Alasannya, munculnya rokok kretek bertujuan untuk pengobatan sakit bengek, dan tujuannya berhasil. Hingga banyak orang melakukan pemesanan rokok kretek saat itu, rokok kretek belum sebagai industri besar masih bersifat rumahan,  keadaan tersebut sekitar abad 19. <\/p>\n\n\n\n

Dalam studi ini, tim peneliti menemukan bukti efek toksik pada sel-sel yang melapisi pembuluh darah dan melindungi jantung. Beberapa bukti tersebut termasuk di antaranya gangguan pada fungsi sel dan munculnya tanda-tanda peradangan. Para peneliti mengamati bagaimana respons sel saat bersentuhan dengan cairan rokok elektrik. Efek yang paling kentara terlihat pada cairan dengan rasa kayu manis.<\/p>\n\n\n\n

Baca: Riset Kesehatan Rokok Elektrik<\/a><\/p>\n\n\n\n

Sekelompok ahli kardiovaskular dari University of Massachusetts menganjurkan peneliti agar melakukan uji rokok elektrik atau vape lebih yang beraroma. Karena sumsi sementara, produk vape atau rokok elektrik yang beraroma dan punya pilihan rasa lebih berbahaya dari pada rokok vape natural. Namun yang banyak beredar dipasaran, justru yang beraroma dan berasa buah-buahan, dari pada yang natural. <\/p>\n\n\n\n

Studi pada 2018 lalu menunjukkan, penggunaan rokok elektrik harian berisiko terhadap serangan jantung, meski dengan probabilitas yang lebih rendah daripada perokok tembakau. Menurut dr Lawrence Phillips pakar kardiovaskular NYU Langone Health mengatakan \u201cKita melihat semakin banyak bukti bahwa rokok elektrik berhubungan dengan peningkatan risiko serangan jantung\u201d.<\/p>\n\n\n\n

Dari hasil pakar dan hasil studi di atas menegaskan bahwa keberadaan rokok vape atau rokok elektrik, resikonya sangat besar. Bahan utama rokok vape atau elektrik yang paling besar memberikan efek negatif pada tubuh manusia adalah cairan perasa. Akibat cairan perasa dalam rokok elektrik  atau vape termasuk merek JUUL beresiko terjadi peradangan, terjangkit penyakit jantung dan paru-paru akut, selanjutnya berakibat kematian. <\/p>\n\n\n\n

Untuk itu, demi masa depan bangsa Indonesia harusnya ada regulasi pelarangan peredaran rokok elektrik atau vape yang nyata-nyata telah ada kasus dengan didukung beberapa riset dan studi tentang konten rokok elektrik atau vape, yang hasilnya mempunyai resiko tinggi dapat menyebabkan penyakit berujung kematian.         
<\/p>\n","post_title":"Perokok Elektrik Berisiko Besar Terjangkit Penyakit Mematikan","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"perokok-elektrik-berisiko-besar-terjangkit-penyakit-mematikan","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-08-28 09:40:09","post_modified_gmt":"2019-08-28 02:40:09","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5999","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5988,"post_author":"855","post_date":"2019-08-24 10:41:28","post_date_gmt":"2019-08-24 03:41:28","post_content":"\n

Sumber permasalahan besar dunia pertembakauan sejatinya bukan iklim dan hama, melainkan kebijakan pemerintah dan para plolitisi yang ikut serta membicarakannya, tanpa dasar yang kuat, adil dan cenderung ugal-ugalan.
<\/p>\n\n\n\n

Jika orang dahulu tidak berani bicara kecuali kepada hal-hal yang benar-benar diketahui, kali ini banyak sekali orang yang banyak bicara daripada membaca, baik buku maupun alam kauniyah (dunia nyata). Maka jangan heran, jika tidak sedikit politisi dan pemerintah yang gagal paham dunia pertembakau, dari berbagai sisi, karena mereka mendapatkan informasi sepotong-sepotong, tanpa ada usaha untuk tabayyun <\/em>lebih mendalam apalagi turun ke ladang untuk memastikan.
<\/p>\n\n\n\n

Kini hama petani muncul lagi dari kalangan politisi. Sebut saja namanya Sukamta (nama asli) yang kini menjabat sebagai sekretaris Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS). Kenapa semua orang yang terkait dengan industri hasil tembakau (petani, buruh, dsb) dianggap tidak sejahtera, ya karena partai yang harusnya adil saja tidak mampu berbuat adil, bahkan dalam pikiran dan apa yang keluar dari mulutnya.<\/p>\n\n\n\n

Baca: Tuhan Tidak Menciptakan Tembakau untuk Dibenci dan Dicaci<\/a>
<\/p>\n\n\n\n

Tidak perlu bicara terlalu jauh. Mari kita kita uji omongan Sukamta yang dimuat situs ayosemarang.com, 22 Agustus 2019. Omongan yang sejatinya sebuah template dan selalu dipakai oleh antirokok. Semacam gaya kampanye sholih li kulli zaman wal makan, <\/em>meski dibangun dari logika berantakan dan cenderung mengutamakan kengawuran daripada analisa yang mendalam. Ya memang itulah keistimewaan antirokok, anti terhadap data valid dan percaya diri berlebihan dalam kesesatan berpikir.
<\/p>\n\n\n\n

Bagi Sukamta, harga rokok di Indonesia, sebuah negeri yang besar salah satunya ditopang oleh dunia pertembakauan, harus dinaikkan 700 persen. Alasannya supaya orang miskin tidak dapat membeli rokok. Jika orang miskin yang merokok jatuh sakit, maka negara melalui (Jaminan Kesehatan Nasional) JKN rugi menanggung biayanya. Tentu saja ini berbeda dengan, orang kaya boleh makan junkfood<\/em>, minuman bersoda, dan berlaku semaunya, karena jika jatuh sakit mereka bisa membiayai sendiri dan dapat memperkaya negara.
<\/p>\n\n\n\n

Cara sistematis ini akan diduplikasi dan diperbarui terus menerus. Bermula dari seorang sakit yang berobat ke dokter, jika ia merokok maka dokter akan berkata, \u201cbapak sakit karena rokok\u201d, dan dokter tidak secara jujur bahwa penyakit itu datang dari sebab apapun, bisa gula, bisa gaya hidup yang berantakan, kurang minum air putih, stres dengan obat mahal, dsb.
<\/p>\n\n\n\n

Kenapa Sukamta cenderung ingin menaikkan harga rokok untuk menyelesaikan permasalahan JKN yang rumit itu? Ya karena sudah menjadi tabiat antirokok, bahwa berpikir keras untuk mencari solusi adalah buang-buang waktu, makanya rokok akan disalahkan supaya permasalahan menjadi lekas selesai. 
<\/p>\n\n\n\n

Coba kita kembali ke tahun 2018, saat BPJS Kesehatan defisit dan ditambal oleh cukai rokok. Para pegiat kesehatan beralasan, jumlah masyarakat sakit yang kian bertambah dan narasi yang kemudian dibangun; sakit-sakit itu disebabkan oleh rokok. Tidak berhenti sampai di situ, beragam alasan yang penting pengelola kesehatan \u201cselamat\u201d banyak digaungkan di media (tanpa ada sikap ksatria untuk mengakui bahwa memang masih banyak masalah dalam JKN, baik pengelolaan maupun skema yang lebih baik, yang perlu dicarikan solusi).<\/p>\n\n\n\n

Baca: Kegagalan Lakpesdam PBNU dalam Melihat Produk Tembakau Alternatif<\/a><\/p>\n\n\n\n

Koordinator Advokasi BPJS Watch, Timboel Siregar, megkritisi beragam narasi yang dibangun oleh pegiat kesehatan. Ia mengusulkan agar BPJS fokus pada pengawasan penetapan inasibijis oleh pihak rumah sakit. Timboel menilai, inasibijis merupakan gerbang terjadinya defisit BPJS Kesehatan. Inasibijis (INA-CGB) merupakan sebuah singkatan dari Indonesia Case Base Gropus, yakni sebuah aplikasi yang digunakan rumah sakit untuk mengajukan klaim pada pemerintah. (bisnis.com)
<\/p>\n\n\n\n

Kita tidak pernah tau, apa yang dilakukan rumah sakit terhadap pasien-pasien yang membayar BPJS. Kita juga tidak pernah tau jika ada pasien BPJS kelas I diberi fasilitas kelas II atau III, dan rumah sakit mengklaim biaya kelas I ke negara. Tentu saja yang demikian ini tidak penting bagi antirokok. <\/p>\n\n\n\n

Baca: Ada Campur Tangan Bloomberg dalam Surat Edaran Menkes terkait Pemblokiran Iklan Rokok<\/a><\/p>\n\n\n\n

Sukamta juga bilang, orang-orang yang kecanduan merokok dan mampu membeli rokok yang mahal, dipersilahkan tetap merokok asal menanggung sendiri biaya pengobatan akibat penyakit karena rokok. Asalkan dampak buruk akibat konsumsi rokok tidak membebani negara kerena pemasukan dari cukai tembakau tidak sebanding dengan biaya yang harus dikeluarkan negara. (ayosemarang.com)
<\/p>\n\n\n\n

Bagi saya pribadi, ini adalah statemen yang sangat lucu. Sejak kapan sih negara betul-betul hadir dan perhatian terhadap kesehatan masyarakat, khususnya di pedesaan dan pedalaman? Kalau ada pun, menjalankannya setengah hati. Dan sejak kapan rokok itu menjadi candu, padahal yang candu itu kekuasaan dan menjadikan masyarakat sebagai jembatan untuk menuju \u201ckekuasaan dalam negara\u201d? 
<\/p>\n\n\n\n

Sukamta juga menganggap, bahwa perokok bukan orang yang produktif? Faktanya? Setahu saya orang-orang yang merokok punya produtivitas tinggi, mereka hidup sebagaimana keringat yang diperas setiap hari. Tanpa berharap kepada negara apalagi Sukamta.
<\/p>\n\n\n\n

Sekadar saran saja, sebaiknya PKS tidak perlu ngelantur bicara rokok. Silahkan bicara, asalkan keadilan sosial sebagaimana nama partainya tidak hanya selesai pada tataran konsepsi dan gagah-gagahan, melainkan pada tahap tindakan dan contoh konkrit atasnya.
<\/p>\n","post_title":"Ketika PKS Bicara Rokok","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"ketika-pks-bicara-rokok","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-08-24 10:51:25","post_modified_gmt":"2019-08-24 03:51:25","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5988","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":35},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"epic_block_3"};

\n

Tidak seperti tanaman semusim lainnya yang dipanen dalam satu waktu, tembakau dipanen bertahap mulai dari daun terbawah pada pohon hingga daun teratas. Dalam satu tanaman tembakau, panen bisa berlangsung sebanyak 13 hingga 15 kali dalam sekali musim tembakau. Jarak antara panen satu dengan panen lainnya, antara lima dan tujuh hari. Dengan kondisi ini, musim panen tembakau di Temanggung atau yang kerap disebut musim \u2018mbakon\u2019 bisa berlangsung selama dua hingga tiga bulan. Tahun ini, panen dimulai pada pertengahan Juli dan diprediksi akan berakhir pada pertengahan Oktober.<\/p>\n\n\n\n

Baca: Tuhan Tidak Menciptakan Tembakau untuk Dibenci dan Dicaci<\/a><\/p>\n\n\n\n

Metode panen seperti itu, yang bertahap dan berjeda dari panen satu daun ke daun lainnya ternyata berpengaruh terhadap tingkatan kualitas daun tembakau. Daun-daun yang dipanen lebih awal, gradenya berada pada grade yang rendah. Grade terus meningkat hingga sampai puncaknya seiring panen-panen selanjutnya pada tanaman yang sama. Dalam satu tanaman tembakau, grade daun sudah pasti berbeda-beda sesuai dengan waktu panenan daun di tanaman tersebut.<\/p>\n\n\n\n

Agar lebih mudah dipahami, mari kita bayangkan sebatang tanaman tembakau yang tumbuh subur dalam kondisi normal dan tanaman itu sudah mulai memasuki masa panen. Pada sebatang tanaman tembakau itu tumbuh sebanyak 17 helai daun dari bawah ke atas. Panen pertama dimulai. Daun paling bawah dari tanaman tembakau itu dipetik untuk dipanen. Hanya satu helai daun saja, yang terbawah. Daun yang pertama dipanen itu, biasanya memiliki grade A. Adakalanya kualitas tembakau pada panenan pertama sudah mulai berada pada grade B. Di beberapa titik bahkan sudah ada yang menghasilkan tembakau grade C. <\/p>\n\n\n\n

Lima hingga tujuh hari kemudian, panen daun kedua dilakukan. Satu daun saja dari sebatang tanaman, daun terbawah yang dipanen. Lima hingga tujuh hari berikutnya lantas dipanen lagi. Begitu seterusnya hingga 12 atau 13 kali panen. Semakin ke atas daun yang dipanen seiring bertambahnya waktu, grade tembakau juga meningkat hingga puncaknya berhenti di grade F. Hanya sedikit tembakau yang bisa melampau grade F, mencapai grade G dan H, itulah tembakau-tembakau jenis srintil berharga jutaan rupiah per kilogramnya.<\/p>\n\n\n\n

Selain waktu panen dan letak daun dalam sebatang tanaman, jenis tanah, unsur hara yang terkandung dalam tanah, asupan embun alami, pancaran sinar matahari yang cukup, serta proses fermentasi dan penjemuran usai daun-daun dipanen, menjadi penentu kualitas tembakau yang menempatkan daun tembakau itu pada grade tertentu. Satu hal lain lagi yang sangat berpengaruh terhadap grade tembakau adalah wilayah tembakau itu ditanam. Ada tiga wilayah tempat tembakau biasa ditanam. Wilayah persawahan (dataran rendah), wilayah tegalan (dataran menengah), dan wilayah gunung (dataran tinggi). Kondisi tanah dan faktor ketinggian dan kondisi geografis lainnya berpengaruh terhadap kualitas tembakau.<\/p>\n\n\n\n

Di wilayah persawahan, tanaman tembakau memang subur dan tumbuh cepat, namun tembakau yang ditanam di sana maksimal hanya bisa menghasilkan tembakau grade D, atau D+. Sedang tembakau yang ditanam di wilayah tegalan, maksimal bisa menghasilkan tembakau grade E hingga E+. Yang terbaik, tentu saja tembakau yang ditanam di wilayah gunung. Meskipun membutuhkan waktu tanam lebih lama dibanding dua wilayah lainnya, rata-rata panenan terakhir mencapai grade F hingga seterusnya dengan tembakau terbaik bernama srintil.   <\/p>\n\n\n\n

Ini sedikit yang saya pelajari di Temanggung hasil belajar langsung dari para petani di sana. Saya tidak tahu dengan metode panen dan penentuan grade tembakau di wilayah lain dengan jenis tembakau lain juga. Menarik sebetulnya mencari tahu di tempat lain. Semoga sekali waktu nanti berkesempatan untuk itu. 
<\/p>\n","post_title":"Penentuan Grade Tembakau di Temanggung","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"penentuan-grade-tembakau-di-temanggung","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-08-30 15:06:14","post_modified_gmt":"2019-08-30 08:06:14","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6008","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5999,"post_author":"877","post_date":"2019-08-28 09:40:02","post_date_gmt":"2019-08-28 02:40:02","post_content":"\n

Direktur Pusat Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Amerika Serikat (CDC), Robert Redfield, mengungkapkan kematian tragis di Illinois memperkuat dugaan karena vape<\/a> atau rokok elektrik. Berita tersebut atas laporan Dinas Kesehatan Illinois yang mengumumkan ada satu pasien yang akhirnya meninggal dunia. Kasus ini kemungkinan jadi kasus pertama kematian akibat penyakit berkaitan dengan vape.
<\/p>\n\n\n\n

Kejadian di atas menjawab keberadaan vape atau rokok elektrik sangat membahayakan. Berbeda dengan resiko rokok kretek, bisa menimbulkan penyakit jika mengkonsumsinya berlebihan atau kebanyakakan, dan hidup tidak seimbang. Misalnya dalam satu hari merokok sampai tiga atau empat bungkus, tanpa makan nasi atau makan-makanan sehat, tanpa olah raga, tanpa minum air putih, selalu didampingi kopi atau teh, istirahatnya kurang dan sebagainya. Maka dipastikan orang tersebut akan jatuh sakit bahkan meninggal dunia.\u00a0<\/p>\n\n\n\n

Baca: Terkuak, Rokok Elektrik Berbahaya bagi Kesehatan<\/a><\/p>\n\n\n\n

Tidak hanya itu, otoritas kesehatan di Amerika Serikat telah berhasil menginvestigasi kemunculan penyakit paru-paru misterius di antara kalangan pengguna rokok elektrik atau vape. Dilaporkan setidaknya ada 195 kasus potensial penyakit paru-paru di 22 Negara karena kena dampak dari vape atau rokok elektrik.
<\/p>\n\n\n\n

Jadi, masyarakat perlu waspada beredarnya vape atau rokok elektrik. Belum lagi, sebetulnya rokok elektrik atau vape, berdampak juga peningkatan perokok anak.\u00a0 Yang menjadi daya tarik bagi anak, selain bentuknya yang elegan, simpel, juga beraroma buah-buahan yang terkemas dalam cairan.<\/strong><\/p>\n\n\n\n

Orang yang mengatakan bahwa vape atau rokok elektrik lebih mensehatkan dari pada rokok kretek, pendapat tersebut sangat keliru. Disampaing efek dari rangkaian listrik dan battre juga cairan dalam rokok elektrik berpengaruh terhadap resiko jantung.  <\/p>\n\n\n\n

Hasil penelitian yang diterbitkan dalam Journal of American College of Cardiology pada Mei lalu ini menambah bukti bahwa cairan rokok elektrik dapat menghambat fungsi sel-sel tubuh yang berperan dalam kesehatan jantung. Cairan dalam vape atau rokok elektrik pada akhirnya merusak sel-sel yang melapisi pembuluh darah. <\/p>\n\n\n\n

Keberadaan vape atau rokok elektrik di pasaran sangat membahayakan bagi orang Indonesia, terlebih pemuda-pemuda, yang banyak memilih merokok vape aatau rokok elektri. Menurutnya, selain bentuk kecil, simpel dibawa dan ada aroma buah-buahan sesuai selera. Akan tetapi dibalik bentuknya yang bagus, menyembunyikan banyak penyakit ketika dikonsumsi.\u00a0<\/p>\n\n\n\n

Baca: Kata Siapa Lebih Sehat? Perokok Elektrik Berisiko Terjangkit Penyakit Kardiovaskular<\/a><\/p>\n\n\n\n

Hingga kini CDC masih melakukan investigasi lebih lanjut, dengan mengimbau agar para dokter mengumpulkan data dan sampel bila menemukan pasien dengan gejala penyakit paru serupa, tentunya akibat rokok elektrik atau vape. Bentuk dan merek rokok elektrik dan vape banyak varian dan banyak merek. JUUL termasuk merek rokok elektrik atau vape yang saat ini naik daun.\u00a0<\/p>\n\n\n\n

Ada yang mengatakan bahwa tak tepat membandingkan rokok tembakau dengan rokok elektrik. Ya benar tak tepat, karena rokok elektrik atau vape resikonya sangat tinggi. Sedang rokok tembakau resikonya kecil, apa lagi rokok kretek mungkin resikonya sangat kecil sekali terhadap tubuh. Alasannya, munculnya rokok kretek bertujuan untuk pengobatan sakit bengek, dan tujuannya berhasil. Hingga banyak orang melakukan pemesanan rokok kretek saat itu, rokok kretek belum sebagai industri besar masih bersifat rumahan,  keadaan tersebut sekitar abad 19. <\/p>\n\n\n\n

Dalam studi ini, tim peneliti menemukan bukti efek toksik pada sel-sel yang melapisi pembuluh darah dan melindungi jantung. Beberapa bukti tersebut termasuk di antaranya gangguan pada fungsi sel dan munculnya tanda-tanda peradangan. Para peneliti mengamati bagaimana respons sel saat bersentuhan dengan cairan rokok elektrik. Efek yang paling kentara terlihat pada cairan dengan rasa kayu manis.<\/p>\n\n\n\n

Baca: Riset Kesehatan Rokok Elektrik<\/a><\/p>\n\n\n\n

Sekelompok ahli kardiovaskular dari University of Massachusetts menganjurkan peneliti agar melakukan uji rokok elektrik atau vape lebih yang beraroma. Karena sumsi sementara, produk vape atau rokok elektrik yang beraroma dan punya pilihan rasa lebih berbahaya dari pada rokok vape natural. Namun yang banyak beredar dipasaran, justru yang beraroma dan berasa buah-buahan, dari pada yang natural. <\/p>\n\n\n\n

Studi pada 2018 lalu menunjukkan, penggunaan rokok elektrik harian berisiko terhadap serangan jantung, meski dengan probabilitas yang lebih rendah daripada perokok tembakau. Menurut dr Lawrence Phillips pakar kardiovaskular NYU Langone Health mengatakan \u201cKita melihat semakin banyak bukti bahwa rokok elektrik berhubungan dengan peningkatan risiko serangan jantung\u201d.<\/p>\n\n\n\n

Dari hasil pakar dan hasil studi di atas menegaskan bahwa keberadaan rokok vape atau rokok elektrik, resikonya sangat besar. Bahan utama rokok vape atau elektrik yang paling besar memberikan efek negatif pada tubuh manusia adalah cairan perasa. Akibat cairan perasa dalam rokok elektrik  atau vape termasuk merek JUUL beresiko terjadi peradangan, terjangkit penyakit jantung dan paru-paru akut, selanjutnya berakibat kematian. <\/p>\n\n\n\n

Untuk itu, demi masa depan bangsa Indonesia harusnya ada regulasi pelarangan peredaran rokok elektrik atau vape yang nyata-nyata telah ada kasus dengan didukung beberapa riset dan studi tentang konten rokok elektrik atau vape, yang hasilnya mempunyai resiko tinggi dapat menyebabkan penyakit berujung kematian.         
<\/p>\n","post_title":"Perokok Elektrik Berisiko Besar Terjangkit Penyakit Mematikan","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"perokok-elektrik-berisiko-besar-terjangkit-penyakit-mematikan","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-08-28 09:40:09","post_modified_gmt":"2019-08-28 02:40:09","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5999","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5988,"post_author":"855","post_date":"2019-08-24 10:41:28","post_date_gmt":"2019-08-24 03:41:28","post_content":"\n

Sumber permasalahan besar dunia pertembakauan sejatinya bukan iklim dan hama, melainkan kebijakan pemerintah dan para plolitisi yang ikut serta membicarakannya, tanpa dasar yang kuat, adil dan cenderung ugal-ugalan.
<\/p>\n\n\n\n

Jika orang dahulu tidak berani bicara kecuali kepada hal-hal yang benar-benar diketahui, kali ini banyak sekali orang yang banyak bicara daripada membaca, baik buku maupun alam kauniyah (dunia nyata). Maka jangan heran, jika tidak sedikit politisi dan pemerintah yang gagal paham dunia pertembakau, dari berbagai sisi, karena mereka mendapatkan informasi sepotong-sepotong, tanpa ada usaha untuk tabayyun <\/em>lebih mendalam apalagi turun ke ladang untuk memastikan.
<\/p>\n\n\n\n

Kini hama petani muncul lagi dari kalangan politisi. Sebut saja namanya Sukamta (nama asli) yang kini menjabat sebagai sekretaris Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS). Kenapa semua orang yang terkait dengan industri hasil tembakau (petani, buruh, dsb) dianggap tidak sejahtera, ya karena partai yang harusnya adil saja tidak mampu berbuat adil, bahkan dalam pikiran dan apa yang keluar dari mulutnya.<\/p>\n\n\n\n

Baca: Tuhan Tidak Menciptakan Tembakau untuk Dibenci dan Dicaci<\/a>
<\/p>\n\n\n\n

Tidak perlu bicara terlalu jauh. Mari kita kita uji omongan Sukamta yang dimuat situs ayosemarang.com, 22 Agustus 2019. Omongan yang sejatinya sebuah template dan selalu dipakai oleh antirokok. Semacam gaya kampanye sholih li kulli zaman wal makan, <\/em>meski dibangun dari logika berantakan dan cenderung mengutamakan kengawuran daripada analisa yang mendalam. Ya memang itulah keistimewaan antirokok, anti terhadap data valid dan percaya diri berlebihan dalam kesesatan berpikir.
<\/p>\n\n\n\n

Bagi Sukamta, harga rokok di Indonesia, sebuah negeri yang besar salah satunya ditopang oleh dunia pertembakauan, harus dinaikkan 700 persen. Alasannya supaya orang miskin tidak dapat membeli rokok. Jika orang miskin yang merokok jatuh sakit, maka negara melalui (Jaminan Kesehatan Nasional) JKN rugi menanggung biayanya. Tentu saja ini berbeda dengan, orang kaya boleh makan junkfood<\/em>, minuman bersoda, dan berlaku semaunya, karena jika jatuh sakit mereka bisa membiayai sendiri dan dapat memperkaya negara.
<\/p>\n\n\n\n

Cara sistematis ini akan diduplikasi dan diperbarui terus menerus. Bermula dari seorang sakit yang berobat ke dokter, jika ia merokok maka dokter akan berkata, \u201cbapak sakit karena rokok\u201d, dan dokter tidak secara jujur bahwa penyakit itu datang dari sebab apapun, bisa gula, bisa gaya hidup yang berantakan, kurang minum air putih, stres dengan obat mahal, dsb.
<\/p>\n\n\n\n

Kenapa Sukamta cenderung ingin menaikkan harga rokok untuk menyelesaikan permasalahan JKN yang rumit itu? Ya karena sudah menjadi tabiat antirokok, bahwa berpikir keras untuk mencari solusi adalah buang-buang waktu, makanya rokok akan disalahkan supaya permasalahan menjadi lekas selesai. 
<\/p>\n\n\n\n

Coba kita kembali ke tahun 2018, saat BPJS Kesehatan defisit dan ditambal oleh cukai rokok. Para pegiat kesehatan beralasan, jumlah masyarakat sakit yang kian bertambah dan narasi yang kemudian dibangun; sakit-sakit itu disebabkan oleh rokok. Tidak berhenti sampai di situ, beragam alasan yang penting pengelola kesehatan \u201cselamat\u201d banyak digaungkan di media (tanpa ada sikap ksatria untuk mengakui bahwa memang masih banyak masalah dalam JKN, baik pengelolaan maupun skema yang lebih baik, yang perlu dicarikan solusi).<\/p>\n\n\n\n

Baca: Kegagalan Lakpesdam PBNU dalam Melihat Produk Tembakau Alternatif<\/a><\/p>\n\n\n\n

Koordinator Advokasi BPJS Watch, Timboel Siregar, megkritisi beragam narasi yang dibangun oleh pegiat kesehatan. Ia mengusulkan agar BPJS fokus pada pengawasan penetapan inasibijis oleh pihak rumah sakit. Timboel menilai, inasibijis merupakan gerbang terjadinya defisit BPJS Kesehatan. Inasibijis (INA-CGB) merupakan sebuah singkatan dari Indonesia Case Base Gropus, yakni sebuah aplikasi yang digunakan rumah sakit untuk mengajukan klaim pada pemerintah. (bisnis.com)
<\/p>\n\n\n\n

Kita tidak pernah tau, apa yang dilakukan rumah sakit terhadap pasien-pasien yang membayar BPJS. Kita juga tidak pernah tau jika ada pasien BPJS kelas I diberi fasilitas kelas II atau III, dan rumah sakit mengklaim biaya kelas I ke negara. Tentu saja yang demikian ini tidak penting bagi antirokok. <\/p>\n\n\n\n

Baca: Ada Campur Tangan Bloomberg dalam Surat Edaran Menkes terkait Pemblokiran Iklan Rokok<\/a><\/p>\n\n\n\n

Sukamta juga bilang, orang-orang yang kecanduan merokok dan mampu membeli rokok yang mahal, dipersilahkan tetap merokok asal menanggung sendiri biaya pengobatan akibat penyakit karena rokok. Asalkan dampak buruk akibat konsumsi rokok tidak membebani negara kerena pemasukan dari cukai tembakau tidak sebanding dengan biaya yang harus dikeluarkan negara. (ayosemarang.com)
<\/p>\n\n\n\n

Bagi saya pribadi, ini adalah statemen yang sangat lucu. Sejak kapan sih negara betul-betul hadir dan perhatian terhadap kesehatan masyarakat, khususnya di pedesaan dan pedalaman? Kalau ada pun, menjalankannya setengah hati. Dan sejak kapan rokok itu menjadi candu, padahal yang candu itu kekuasaan dan menjadikan masyarakat sebagai jembatan untuk menuju \u201ckekuasaan dalam negara\u201d? 
<\/p>\n\n\n\n

Sukamta juga menganggap, bahwa perokok bukan orang yang produktif? Faktanya? Setahu saya orang-orang yang merokok punya produtivitas tinggi, mereka hidup sebagaimana keringat yang diperas setiap hari. Tanpa berharap kepada negara apalagi Sukamta.
<\/p>\n\n\n\n

Sekadar saran saja, sebaiknya PKS tidak perlu ngelantur bicara rokok. Silahkan bicara, asalkan keadilan sosial sebagaimana nama partainya tidak hanya selesai pada tataran konsepsi dan gagah-gagahan, melainkan pada tahap tindakan dan contoh konkrit atasnya.
<\/p>\n","post_title":"Ketika PKS Bicara Rokok","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"ketika-pks-bicara-rokok","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-08-24 10:51:25","post_modified_gmt":"2019-08-24 03:51:25","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5988","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":35},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"epic_block_3"};

\n

Mayoritas tembakau yang ditanam di wilayah Temanggung berasal dari jenis kemloko. Ada kemloko 1, kemloko 2, dan kemloko 3. Dari ketiga varietas kemloko tersebut, metode panen dan penentuan grade tembakau memiliki tata cara yang sama persis. Seluruh petani di Temanggung menerapkan metode panen yang mirip. Dari metode panen tersebut, ternyata berpengaruh terhadap tingkatan kualitas tembakau yang dipanen, petani di Temanggung kerap menyebut \u2018tiam\u2019 atau \u2018grade\u2019 untuk perbedaan tingkat kualitas tembakau yang dipanen.<\/p>\n\n\n\n

Tidak seperti tanaman semusim lainnya yang dipanen dalam satu waktu, tembakau dipanen bertahap mulai dari daun terbawah pada pohon hingga daun teratas. Dalam satu tanaman tembakau, panen bisa berlangsung sebanyak 13 hingga 15 kali dalam sekali musim tembakau. Jarak antara panen satu dengan panen lainnya, antara lima dan tujuh hari. Dengan kondisi ini, musim panen tembakau di Temanggung atau yang kerap disebut musim \u2018mbakon\u2019 bisa berlangsung selama dua hingga tiga bulan. Tahun ini, panen dimulai pada pertengahan Juli dan diprediksi akan berakhir pada pertengahan Oktober.<\/p>\n\n\n\n

Baca: Tuhan Tidak Menciptakan Tembakau untuk Dibenci dan Dicaci<\/a><\/p>\n\n\n\n

Metode panen seperti itu, yang bertahap dan berjeda dari panen satu daun ke daun lainnya ternyata berpengaruh terhadap tingkatan kualitas daun tembakau. Daun-daun yang dipanen lebih awal, gradenya berada pada grade yang rendah. Grade terus meningkat hingga sampai puncaknya seiring panen-panen selanjutnya pada tanaman yang sama. Dalam satu tanaman tembakau, grade daun sudah pasti berbeda-beda sesuai dengan waktu panenan daun di tanaman tersebut.<\/p>\n\n\n\n

Agar lebih mudah dipahami, mari kita bayangkan sebatang tanaman tembakau yang tumbuh subur dalam kondisi normal dan tanaman itu sudah mulai memasuki masa panen. Pada sebatang tanaman tembakau itu tumbuh sebanyak 17 helai daun dari bawah ke atas. Panen pertama dimulai. Daun paling bawah dari tanaman tembakau itu dipetik untuk dipanen. Hanya satu helai daun saja, yang terbawah. Daun yang pertama dipanen itu, biasanya memiliki grade A. Adakalanya kualitas tembakau pada panenan pertama sudah mulai berada pada grade B. Di beberapa titik bahkan sudah ada yang menghasilkan tembakau grade C. <\/p>\n\n\n\n

Lima hingga tujuh hari kemudian, panen daun kedua dilakukan. Satu daun saja dari sebatang tanaman, daun terbawah yang dipanen. Lima hingga tujuh hari berikutnya lantas dipanen lagi. Begitu seterusnya hingga 12 atau 13 kali panen. Semakin ke atas daun yang dipanen seiring bertambahnya waktu, grade tembakau juga meningkat hingga puncaknya berhenti di grade F. Hanya sedikit tembakau yang bisa melampau grade F, mencapai grade G dan H, itulah tembakau-tembakau jenis srintil berharga jutaan rupiah per kilogramnya.<\/p>\n\n\n\n

Selain waktu panen dan letak daun dalam sebatang tanaman, jenis tanah, unsur hara yang terkandung dalam tanah, asupan embun alami, pancaran sinar matahari yang cukup, serta proses fermentasi dan penjemuran usai daun-daun dipanen, menjadi penentu kualitas tembakau yang menempatkan daun tembakau itu pada grade tertentu. Satu hal lain lagi yang sangat berpengaruh terhadap grade tembakau adalah wilayah tembakau itu ditanam. Ada tiga wilayah tempat tembakau biasa ditanam. Wilayah persawahan (dataran rendah), wilayah tegalan (dataran menengah), dan wilayah gunung (dataran tinggi). Kondisi tanah dan faktor ketinggian dan kondisi geografis lainnya berpengaruh terhadap kualitas tembakau.<\/p>\n\n\n\n

Di wilayah persawahan, tanaman tembakau memang subur dan tumbuh cepat, namun tembakau yang ditanam di sana maksimal hanya bisa menghasilkan tembakau grade D, atau D+. Sedang tembakau yang ditanam di wilayah tegalan, maksimal bisa menghasilkan tembakau grade E hingga E+. Yang terbaik, tentu saja tembakau yang ditanam di wilayah gunung. Meskipun membutuhkan waktu tanam lebih lama dibanding dua wilayah lainnya, rata-rata panenan terakhir mencapai grade F hingga seterusnya dengan tembakau terbaik bernama srintil.   <\/p>\n\n\n\n

Ini sedikit yang saya pelajari di Temanggung hasil belajar langsung dari para petani di sana. Saya tidak tahu dengan metode panen dan penentuan grade tembakau di wilayah lain dengan jenis tembakau lain juga. Menarik sebetulnya mencari tahu di tempat lain. Semoga sekali waktu nanti berkesempatan untuk itu. 
<\/p>\n","post_title":"Penentuan Grade Tembakau di Temanggung","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"penentuan-grade-tembakau-di-temanggung","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-08-30 15:06:14","post_modified_gmt":"2019-08-30 08:06:14","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6008","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5999,"post_author":"877","post_date":"2019-08-28 09:40:02","post_date_gmt":"2019-08-28 02:40:02","post_content":"\n

Direktur Pusat Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Amerika Serikat (CDC), Robert Redfield, mengungkapkan kematian tragis di Illinois memperkuat dugaan karena vape<\/a> atau rokok elektrik. Berita tersebut atas laporan Dinas Kesehatan Illinois yang mengumumkan ada satu pasien yang akhirnya meninggal dunia. Kasus ini kemungkinan jadi kasus pertama kematian akibat penyakit berkaitan dengan vape.
<\/p>\n\n\n\n

Kejadian di atas menjawab keberadaan vape atau rokok elektrik sangat membahayakan. Berbeda dengan resiko rokok kretek, bisa menimbulkan penyakit jika mengkonsumsinya berlebihan atau kebanyakakan, dan hidup tidak seimbang. Misalnya dalam satu hari merokok sampai tiga atau empat bungkus, tanpa makan nasi atau makan-makanan sehat, tanpa olah raga, tanpa minum air putih, selalu didampingi kopi atau teh, istirahatnya kurang dan sebagainya. Maka dipastikan orang tersebut akan jatuh sakit bahkan meninggal dunia.\u00a0<\/p>\n\n\n\n

Baca: Terkuak, Rokok Elektrik Berbahaya bagi Kesehatan<\/a><\/p>\n\n\n\n

Tidak hanya itu, otoritas kesehatan di Amerika Serikat telah berhasil menginvestigasi kemunculan penyakit paru-paru misterius di antara kalangan pengguna rokok elektrik atau vape. Dilaporkan setidaknya ada 195 kasus potensial penyakit paru-paru di 22 Negara karena kena dampak dari vape atau rokok elektrik.
<\/p>\n\n\n\n

Jadi, masyarakat perlu waspada beredarnya vape atau rokok elektrik. Belum lagi, sebetulnya rokok elektrik atau vape, berdampak juga peningkatan perokok anak.\u00a0 Yang menjadi daya tarik bagi anak, selain bentuknya yang elegan, simpel, juga beraroma buah-buahan yang terkemas dalam cairan.<\/strong><\/p>\n\n\n\n

Orang yang mengatakan bahwa vape atau rokok elektrik lebih mensehatkan dari pada rokok kretek, pendapat tersebut sangat keliru. Disampaing efek dari rangkaian listrik dan battre juga cairan dalam rokok elektrik berpengaruh terhadap resiko jantung.  <\/p>\n\n\n\n

Hasil penelitian yang diterbitkan dalam Journal of American College of Cardiology pada Mei lalu ini menambah bukti bahwa cairan rokok elektrik dapat menghambat fungsi sel-sel tubuh yang berperan dalam kesehatan jantung. Cairan dalam vape atau rokok elektrik pada akhirnya merusak sel-sel yang melapisi pembuluh darah. <\/p>\n\n\n\n

Keberadaan vape atau rokok elektrik di pasaran sangat membahayakan bagi orang Indonesia, terlebih pemuda-pemuda, yang banyak memilih merokok vape aatau rokok elektri. Menurutnya, selain bentuk kecil, simpel dibawa dan ada aroma buah-buahan sesuai selera. Akan tetapi dibalik bentuknya yang bagus, menyembunyikan banyak penyakit ketika dikonsumsi.\u00a0<\/p>\n\n\n\n

Baca: Kata Siapa Lebih Sehat? Perokok Elektrik Berisiko Terjangkit Penyakit Kardiovaskular<\/a><\/p>\n\n\n\n

Hingga kini CDC masih melakukan investigasi lebih lanjut, dengan mengimbau agar para dokter mengumpulkan data dan sampel bila menemukan pasien dengan gejala penyakit paru serupa, tentunya akibat rokok elektrik atau vape. Bentuk dan merek rokok elektrik dan vape banyak varian dan banyak merek. JUUL termasuk merek rokok elektrik atau vape yang saat ini naik daun.\u00a0<\/p>\n\n\n\n

Ada yang mengatakan bahwa tak tepat membandingkan rokok tembakau dengan rokok elektrik. Ya benar tak tepat, karena rokok elektrik atau vape resikonya sangat tinggi. Sedang rokok tembakau resikonya kecil, apa lagi rokok kretek mungkin resikonya sangat kecil sekali terhadap tubuh. Alasannya, munculnya rokok kretek bertujuan untuk pengobatan sakit bengek, dan tujuannya berhasil. Hingga banyak orang melakukan pemesanan rokok kretek saat itu, rokok kretek belum sebagai industri besar masih bersifat rumahan,  keadaan tersebut sekitar abad 19. <\/p>\n\n\n\n

Dalam studi ini, tim peneliti menemukan bukti efek toksik pada sel-sel yang melapisi pembuluh darah dan melindungi jantung. Beberapa bukti tersebut termasuk di antaranya gangguan pada fungsi sel dan munculnya tanda-tanda peradangan. Para peneliti mengamati bagaimana respons sel saat bersentuhan dengan cairan rokok elektrik. Efek yang paling kentara terlihat pada cairan dengan rasa kayu manis.<\/p>\n\n\n\n

Baca: Riset Kesehatan Rokok Elektrik<\/a><\/p>\n\n\n\n

Sekelompok ahli kardiovaskular dari University of Massachusetts menganjurkan peneliti agar melakukan uji rokok elektrik atau vape lebih yang beraroma. Karena sumsi sementara, produk vape atau rokok elektrik yang beraroma dan punya pilihan rasa lebih berbahaya dari pada rokok vape natural. Namun yang banyak beredar dipasaran, justru yang beraroma dan berasa buah-buahan, dari pada yang natural. <\/p>\n\n\n\n

Studi pada 2018 lalu menunjukkan, penggunaan rokok elektrik harian berisiko terhadap serangan jantung, meski dengan probabilitas yang lebih rendah daripada perokok tembakau. Menurut dr Lawrence Phillips pakar kardiovaskular NYU Langone Health mengatakan \u201cKita melihat semakin banyak bukti bahwa rokok elektrik berhubungan dengan peningkatan risiko serangan jantung\u201d.<\/p>\n\n\n\n

Dari hasil pakar dan hasil studi di atas menegaskan bahwa keberadaan rokok vape atau rokok elektrik, resikonya sangat besar. Bahan utama rokok vape atau elektrik yang paling besar memberikan efek negatif pada tubuh manusia adalah cairan perasa. Akibat cairan perasa dalam rokok elektrik  atau vape termasuk merek JUUL beresiko terjadi peradangan, terjangkit penyakit jantung dan paru-paru akut, selanjutnya berakibat kematian. <\/p>\n\n\n\n

Untuk itu, demi masa depan bangsa Indonesia harusnya ada regulasi pelarangan peredaran rokok elektrik atau vape yang nyata-nyata telah ada kasus dengan didukung beberapa riset dan studi tentang konten rokok elektrik atau vape, yang hasilnya mempunyai resiko tinggi dapat menyebabkan penyakit berujung kematian.         
<\/p>\n","post_title":"Perokok Elektrik Berisiko Besar Terjangkit Penyakit Mematikan","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"perokok-elektrik-berisiko-besar-terjangkit-penyakit-mematikan","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-08-28 09:40:09","post_modified_gmt":"2019-08-28 02:40:09","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5999","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5988,"post_author":"855","post_date":"2019-08-24 10:41:28","post_date_gmt":"2019-08-24 03:41:28","post_content":"\n

Sumber permasalahan besar dunia pertembakauan sejatinya bukan iklim dan hama, melainkan kebijakan pemerintah dan para plolitisi yang ikut serta membicarakannya, tanpa dasar yang kuat, adil dan cenderung ugal-ugalan.
<\/p>\n\n\n\n

Jika orang dahulu tidak berani bicara kecuali kepada hal-hal yang benar-benar diketahui, kali ini banyak sekali orang yang banyak bicara daripada membaca, baik buku maupun alam kauniyah (dunia nyata). Maka jangan heran, jika tidak sedikit politisi dan pemerintah yang gagal paham dunia pertembakau, dari berbagai sisi, karena mereka mendapatkan informasi sepotong-sepotong, tanpa ada usaha untuk tabayyun <\/em>lebih mendalam apalagi turun ke ladang untuk memastikan.
<\/p>\n\n\n\n

Kini hama petani muncul lagi dari kalangan politisi. Sebut saja namanya Sukamta (nama asli) yang kini menjabat sebagai sekretaris Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS). Kenapa semua orang yang terkait dengan industri hasil tembakau (petani, buruh, dsb) dianggap tidak sejahtera, ya karena partai yang harusnya adil saja tidak mampu berbuat adil, bahkan dalam pikiran dan apa yang keluar dari mulutnya.<\/p>\n\n\n\n

Baca: Tuhan Tidak Menciptakan Tembakau untuk Dibenci dan Dicaci<\/a>
<\/p>\n\n\n\n

Tidak perlu bicara terlalu jauh. Mari kita kita uji omongan Sukamta yang dimuat situs ayosemarang.com, 22 Agustus 2019. Omongan yang sejatinya sebuah template dan selalu dipakai oleh antirokok. Semacam gaya kampanye sholih li kulli zaman wal makan, <\/em>meski dibangun dari logika berantakan dan cenderung mengutamakan kengawuran daripada analisa yang mendalam. Ya memang itulah keistimewaan antirokok, anti terhadap data valid dan percaya diri berlebihan dalam kesesatan berpikir.
<\/p>\n\n\n\n

Bagi Sukamta, harga rokok di Indonesia, sebuah negeri yang besar salah satunya ditopang oleh dunia pertembakauan, harus dinaikkan 700 persen. Alasannya supaya orang miskin tidak dapat membeli rokok. Jika orang miskin yang merokok jatuh sakit, maka negara melalui (Jaminan Kesehatan Nasional) JKN rugi menanggung biayanya. Tentu saja ini berbeda dengan, orang kaya boleh makan junkfood<\/em>, minuman bersoda, dan berlaku semaunya, karena jika jatuh sakit mereka bisa membiayai sendiri dan dapat memperkaya negara.
<\/p>\n\n\n\n

Cara sistematis ini akan diduplikasi dan diperbarui terus menerus. Bermula dari seorang sakit yang berobat ke dokter, jika ia merokok maka dokter akan berkata, \u201cbapak sakit karena rokok\u201d, dan dokter tidak secara jujur bahwa penyakit itu datang dari sebab apapun, bisa gula, bisa gaya hidup yang berantakan, kurang minum air putih, stres dengan obat mahal, dsb.
<\/p>\n\n\n\n

Kenapa Sukamta cenderung ingin menaikkan harga rokok untuk menyelesaikan permasalahan JKN yang rumit itu? Ya karena sudah menjadi tabiat antirokok, bahwa berpikir keras untuk mencari solusi adalah buang-buang waktu, makanya rokok akan disalahkan supaya permasalahan menjadi lekas selesai. 
<\/p>\n\n\n\n

Coba kita kembali ke tahun 2018, saat BPJS Kesehatan defisit dan ditambal oleh cukai rokok. Para pegiat kesehatan beralasan, jumlah masyarakat sakit yang kian bertambah dan narasi yang kemudian dibangun; sakit-sakit itu disebabkan oleh rokok. Tidak berhenti sampai di situ, beragam alasan yang penting pengelola kesehatan \u201cselamat\u201d banyak digaungkan di media (tanpa ada sikap ksatria untuk mengakui bahwa memang masih banyak masalah dalam JKN, baik pengelolaan maupun skema yang lebih baik, yang perlu dicarikan solusi).<\/p>\n\n\n\n

Baca: Kegagalan Lakpesdam PBNU dalam Melihat Produk Tembakau Alternatif<\/a><\/p>\n\n\n\n

Koordinator Advokasi BPJS Watch, Timboel Siregar, megkritisi beragam narasi yang dibangun oleh pegiat kesehatan. Ia mengusulkan agar BPJS fokus pada pengawasan penetapan inasibijis oleh pihak rumah sakit. Timboel menilai, inasibijis merupakan gerbang terjadinya defisit BPJS Kesehatan. Inasibijis (INA-CGB) merupakan sebuah singkatan dari Indonesia Case Base Gropus, yakni sebuah aplikasi yang digunakan rumah sakit untuk mengajukan klaim pada pemerintah. (bisnis.com)
<\/p>\n\n\n\n

Kita tidak pernah tau, apa yang dilakukan rumah sakit terhadap pasien-pasien yang membayar BPJS. Kita juga tidak pernah tau jika ada pasien BPJS kelas I diberi fasilitas kelas II atau III, dan rumah sakit mengklaim biaya kelas I ke negara. Tentu saja yang demikian ini tidak penting bagi antirokok. <\/p>\n\n\n\n

Baca: Ada Campur Tangan Bloomberg dalam Surat Edaran Menkes terkait Pemblokiran Iklan Rokok<\/a><\/p>\n\n\n\n

Sukamta juga bilang, orang-orang yang kecanduan merokok dan mampu membeli rokok yang mahal, dipersilahkan tetap merokok asal menanggung sendiri biaya pengobatan akibat penyakit karena rokok. Asalkan dampak buruk akibat konsumsi rokok tidak membebani negara kerena pemasukan dari cukai tembakau tidak sebanding dengan biaya yang harus dikeluarkan negara. (ayosemarang.com)
<\/p>\n\n\n\n

Bagi saya pribadi, ini adalah statemen yang sangat lucu. Sejak kapan sih negara betul-betul hadir dan perhatian terhadap kesehatan masyarakat, khususnya di pedesaan dan pedalaman? Kalau ada pun, menjalankannya setengah hati. Dan sejak kapan rokok itu menjadi candu, padahal yang candu itu kekuasaan dan menjadikan masyarakat sebagai jembatan untuk menuju \u201ckekuasaan dalam negara\u201d? 
<\/p>\n\n\n\n

Sukamta juga menganggap, bahwa perokok bukan orang yang produktif? Faktanya? Setahu saya orang-orang yang merokok punya produtivitas tinggi, mereka hidup sebagaimana keringat yang diperas setiap hari. Tanpa berharap kepada negara apalagi Sukamta.
<\/p>\n\n\n\n

Sekadar saran saja, sebaiknya PKS tidak perlu ngelantur bicara rokok. Silahkan bicara, asalkan keadilan sosial sebagaimana nama partainya tidak hanya selesai pada tataran konsepsi dan gagah-gagahan, melainkan pada tahap tindakan dan contoh konkrit atasnya.
<\/p>\n","post_title":"Ketika PKS Bicara Rokok","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"ketika-pks-bicara-rokok","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-08-24 10:51:25","post_modified_gmt":"2019-08-24 03:51:25","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5988","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":35},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"epic_block_3"};

\n

Dari sekian banyak hal menarik yang disajikan pertanian tembakau hingga proses penjualan hasil panen tembakau yang saya amati di wilayah Kabupaten Temanggung, hal yang terus menerus menarik minat saya dan hingga saat ini belum sepenuhnya saya pahami adalah proses panen tembakau dan penentuan grade tembakau hasil panenan petani. Sama seperti kesalahan saya mengira tanaman tembakau ditanam dan diproses mirip dengan tanaman semusim lainnya, dugaan saya perihal proses panen tembakau juga salah sepenuhnya. Dahulu saya mengira daun-daun yang siap dipanen dari tanaman tembakau ya dipanen begitu saja. Menunggu daun-daun yang tumbuh pada tanaman tembakau siap dipanen, lantas dipanen seluruhnya dalam satu waktu oleh para pekerja di kebun. Nyatanya tidak begitu. Dan lebih rumit dari itu.<\/p>\n\n\n\n

Mayoritas tembakau yang ditanam di wilayah Temanggung berasal dari jenis kemloko. Ada kemloko 1, kemloko 2, dan kemloko 3. Dari ketiga varietas kemloko tersebut, metode panen dan penentuan grade tembakau memiliki tata cara yang sama persis. Seluruh petani di Temanggung menerapkan metode panen yang mirip. Dari metode panen tersebut, ternyata berpengaruh terhadap tingkatan kualitas tembakau yang dipanen, petani di Temanggung kerap menyebut \u2018tiam\u2019 atau \u2018grade\u2019 untuk perbedaan tingkat kualitas tembakau yang dipanen.<\/p>\n\n\n\n

Tidak seperti tanaman semusim lainnya yang dipanen dalam satu waktu, tembakau dipanen bertahap mulai dari daun terbawah pada pohon hingga daun teratas. Dalam satu tanaman tembakau, panen bisa berlangsung sebanyak 13 hingga 15 kali dalam sekali musim tembakau. Jarak antara panen satu dengan panen lainnya, antara lima dan tujuh hari. Dengan kondisi ini, musim panen tembakau di Temanggung atau yang kerap disebut musim \u2018mbakon\u2019 bisa berlangsung selama dua hingga tiga bulan. Tahun ini, panen dimulai pada pertengahan Juli dan diprediksi akan berakhir pada pertengahan Oktober.<\/p>\n\n\n\n

Baca: Tuhan Tidak Menciptakan Tembakau untuk Dibenci dan Dicaci<\/a><\/p>\n\n\n\n

Metode panen seperti itu, yang bertahap dan berjeda dari panen satu daun ke daun lainnya ternyata berpengaruh terhadap tingkatan kualitas daun tembakau. Daun-daun yang dipanen lebih awal, gradenya berada pada grade yang rendah. Grade terus meningkat hingga sampai puncaknya seiring panen-panen selanjutnya pada tanaman yang sama. Dalam satu tanaman tembakau, grade daun sudah pasti berbeda-beda sesuai dengan waktu panenan daun di tanaman tersebut.<\/p>\n\n\n\n

Agar lebih mudah dipahami, mari kita bayangkan sebatang tanaman tembakau yang tumbuh subur dalam kondisi normal dan tanaman itu sudah mulai memasuki masa panen. Pada sebatang tanaman tembakau itu tumbuh sebanyak 17 helai daun dari bawah ke atas. Panen pertama dimulai. Daun paling bawah dari tanaman tembakau itu dipetik untuk dipanen. Hanya satu helai daun saja, yang terbawah. Daun yang pertama dipanen itu, biasanya memiliki grade A. Adakalanya kualitas tembakau pada panenan pertama sudah mulai berada pada grade B. Di beberapa titik bahkan sudah ada yang menghasilkan tembakau grade C. <\/p>\n\n\n\n

Lima hingga tujuh hari kemudian, panen daun kedua dilakukan. Satu daun saja dari sebatang tanaman, daun terbawah yang dipanen. Lima hingga tujuh hari berikutnya lantas dipanen lagi. Begitu seterusnya hingga 12 atau 13 kali panen. Semakin ke atas daun yang dipanen seiring bertambahnya waktu, grade tembakau juga meningkat hingga puncaknya berhenti di grade F. Hanya sedikit tembakau yang bisa melampau grade F, mencapai grade G dan H, itulah tembakau-tembakau jenis srintil berharga jutaan rupiah per kilogramnya.<\/p>\n\n\n\n

Selain waktu panen dan letak daun dalam sebatang tanaman, jenis tanah, unsur hara yang terkandung dalam tanah, asupan embun alami, pancaran sinar matahari yang cukup, serta proses fermentasi dan penjemuran usai daun-daun dipanen, menjadi penentu kualitas tembakau yang menempatkan daun tembakau itu pada grade tertentu. Satu hal lain lagi yang sangat berpengaruh terhadap grade tembakau adalah wilayah tembakau itu ditanam. Ada tiga wilayah tempat tembakau biasa ditanam. Wilayah persawahan (dataran rendah), wilayah tegalan (dataran menengah), dan wilayah gunung (dataran tinggi). Kondisi tanah dan faktor ketinggian dan kondisi geografis lainnya berpengaruh terhadap kualitas tembakau.<\/p>\n\n\n\n

Di wilayah persawahan, tanaman tembakau memang subur dan tumbuh cepat, namun tembakau yang ditanam di sana maksimal hanya bisa menghasilkan tembakau grade D, atau D+. Sedang tembakau yang ditanam di wilayah tegalan, maksimal bisa menghasilkan tembakau grade E hingga E+. Yang terbaik, tentu saja tembakau yang ditanam di wilayah gunung. Meskipun membutuhkan waktu tanam lebih lama dibanding dua wilayah lainnya, rata-rata panenan terakhir mencapai grade F hingga seterusnya dengan tembakau terbaik bernama srintil.   <\/p>\n\n\n\n

Ini sedikit yang saya pelajari di Temanggung hasil belajar langsung dari para petani di sana. Saya tidak tahu dengan metode panen dan penentuan grade tembakau di wilayah lain dengan jenis tembakau lain juga. Menarik sebetulnya mencari tahu di tempat lain. Semoga sekali waktu nanti berkesempatan untuk itu. 
<\/p>\n","post_title":"Penentuan Grade Tembakau di Temanggung","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"penentuan-grade-tembakau-di-temanggung","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-08-30 15:06:14","post_modified_gmt":"2019-08-30 08:06:14","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6008","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5999,"post_author":"877","post_date":"2019-08-28 09:40:02","post_date_gmt":"2019-08-28 02:40:02","post_content":"\n

Direktur Pusat Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Amerika Serikat (CDC), Robert Redfield, mengungkapkan kematian tragis di Illinois memperkuat dugaan karena vape<\/a> atau rokok elektrik. Berita tersebut atas laporan Dinas Kesehatan Illinois yang mengumumkan ada satu pasien yang akhirnya meninggal dunia. Kasus ini kemungkinan jadi kasus pertama kematian akibat penyakit berkaitan dengan vape.
<\/p>\n\n\n\n

Kejadian di atas menjawab keberadaan vape atau rokok elektrik sangat membahayakan. Berbeda dengan resiko rokok kretek, bisa menimbulkan penyakit jika mengkonsumsinya berlebihan atau kebanyakakan, dan hidup tidak seimbang. Misalnya dalam satu hari merokok sampai tiga atau empat bungkus, tanpa makan nasi atau makan-makanan sehat, tanpa olah raga, tanpa minum air putih, selalu didampingi kopi atau teh, istirahatnya kurang dan sebagainya. Maka dipastikan orang tersebut akan jatuh sakit bahkan meninggal dunia.\u00a0<\/p>\n\n\n\n

Baca: Terkuak, Rokok Elektrik Berbahaya bagi Kesehatan<\/a><\/p>\n\n\n\n

Tidak hanya itu, otoritas kesehatan di Amerika Serikat telah berhasil menginvestigasi kemunculan penyakit paru-paru misterius di antara kalangan pengguna rokok elektrik atau vape. Dilaporkan setidaknya ada 195 kasus potensial penyakit paru-paru di 22 Negara karena kena dampak dari vape atau rokok elektrik.
<\/p>\n\n\n\n

Jadi, masyarakat perlu waspada beredarnya vape atau rokok elektrik. Belum lagi, sebetulnya rokok elektrik atau vape, berdampak juga peningkatan perokok anak.\u00a0 Yang menjadi daya tarik bagi anak, selain bentuknya yang elegan, simpel, juga beraroma buah-buahan yang terkemas dalam cairan.<\/strong><\/p>\n\n\n\n

Orang yang mengatakan bahwa vape atau rokok elektrik lebih mensehatkan dari pada rokok kretek, pendapat tersebut sangat keliru. Disampaing efek dari rangkaian listrik dan battre juga cairan dalam rokok elektrik berpengaruh terhadap resiko jantung.  <\/p>\n\n\n\n

Hasil penelitian yang diterbitkan dalam Journal of American College of Cardiology pada Mei lalu ini menambah bukti bahwa cairan rokok elektrik dapat menghambat fungsi sel-sel tubuh yang berperan dalam kesehatan jantung. Cairan dalam vape atau rokok elektrik pada akhirnya merusak sel-sel yang melapisi pembuluh darah. <\/p>\n\n\n\n

Keberadaan vape atau rokok elektrik di pasaran sangat membahayakan bagi orang Indonesia, terlebih pemuda-pemuda, yang banyak memilih merokok vape aatau rokok elektri. Menurutnya, selain bentuk kecil, simpel dibawa dan ada aroma buah-buahan sesuai selera. Akan tetapi dibalik bentuknya yang bagus, menyembunyikan banyak penyakit ketika dikonsumsi.\u00a0<\/p>\n\n\n\n

Baca: Kata Siapa Lebih Sehat? Perokok Elektrik Berisiko Terjangkit Penyakit Kardiovaskular<\/a><\/p>\n\n\n\n

Hingga kini CDC masih melakukan investigasi lebih lanjut, dengan mengimbau agar para dokter mengumpulkan data dan sampel bila menemukan pasien dengan gejala penyakit paru serupa, tentunya akibat rokok elektrik atau vape. Bentuk dan merek rokok elektrik dan vape banyak varian dan banyak merek. JUUL termasuk merek rokok elektrik atau vape yang saat ini naik daun.\u00a0<\/p>\n\n\n\n

Ada yang mengatakan bahwa tak tepat membandingkan rokok tembakau dengan rokok elektrik. Ya benar tak tepat, karena rokok elektrik atau vape resikonya sangat tinggi. Sedang rokok tembakau resikonya kecil, apa lagi rokok kretek mungkin resikonya sangat kecil sekali terhadap tubuh. Alasannya, munculnya rokok kretek bertujuan untuk pengobatan sakit bengek, dan tujuannya berhasil. Hingga banyak orang melakukan pemesanan rokok kretek saat itu, rokok kretek belum sebagai industri besar masih bersifat rumahan,  keadaan tersebut sekitar abad 19. <\/p>\n\n\n\n

Dalam studi ini, tim peneliti menemukan bukti efek toksik pada sel-sel yang melapisi pembuluh darah dan melindungi jantung. Beberapa bukti tersebut termasuk di antaranya gangguan pada fungsi sel dan munculnya tanda-tanda peradangan. Para peneliti mengamati bagaimana respons sel saat bersentuhan dengan cairan rokok elektrik. Efek yang paling kentara terlihat pada cairan dengan rasa kayu manis.<\/p>\n\n\n\n

Baca: Riset Kesehatan Rokok Elektrik<\/a><\/p>\n\n\n\n

Sekelompok ahli kardiovaskular dari University of Massachusetts menganjurkan peneliti agar melakukan uji rokok elektrik atau vape lebih yang beraroma. Karena sumsi sementara, produk vape atau rokok elektrik yang beraroma dan punya pilihan rasa lebih berbahaya dari pada rokok vape natural. Namun yang banyak beredar dipasaran, justru yang beraroma dan berasa buah-buahan, dari pada yang natural. <\/p>\n\n\n\n

Studi pada 2018 lalu menunjukkan, penggunaan rokok elektrik harian berisiko terhadap serangan jantung, meski dengan probabilitas yang lebih rendah daripada perokok tembakau. Menurut dr Lawrence Phillips pakar kardiovaskular NYU Langone Health mengatakan \u201cKita melihat semakin banyak bukti bahwa rokok elektrik berhubungan dengan peningkatan risiko serangan jantung\u201d.<\/p>\n\n\n\n

Dari hasil pakar dan hasil studi di atas menegaskan bahwa keberadaan rokok vape atau rokok elektrik, resikonya sangat besar. Bahan utama rokok vape atau elektrik yang paling besar memberikan efek negatif pada tubuh manusia adalah cairan perasa. Akibat cairan perasa dalam rokok elektrik  atau vape termasuk merek JUUL beresiko terjadi peradangan, terjangkit penyakit jantung dan paru-paru akut, selanjutnya berakibat kematian. <\/p>\n\n\n\n

Untuk itu, demi masa depan bangsa Indonesia harusnya ada regulasi pelarangan peredaran rokok elektrik atau vape yang nyata-nyata telah ada kasus dengan didukung beberapa riset dan studi tentang konten rokok elektrik atau vape, yang hasilnya mempunyai resiko tinggi dapat menyebabkan penyakit berujung kematian.         
<\/p>\n","post_title":"Perokok Elektrik Berisiko Besar Terjangkit Penyakit Mematikan","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"perokok-elektrik-berisiko-besar-terjangkit-penyakit-mematikan","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-08-28 09:40:09","post_modified_gmt":"2019-08-28 02:40:09","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5999","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5988,"post_author":"855","post_date":"2019-08-24 10:41:28","post_date_gmt":"2019-08-24 03:41:28","post_content":"\n

Sumber permasalahan besar dunia pertembakauan sejatinya bukan iklim dan hama, melainkan kebijakan pemerintah dan para plolitisi yang ikut serta membicarakannya, tanpa dasar yang kuat, adil dan cenderung ugal-ugalan.
<\/p>\n\n\n\n

Jika orang dahulu tidak berani bicara kecuali kepada hal-hal yang benar-benar diketahui, kali ini banyak sekali orang yang banyak bicara daripada membaca, baik buku maupun alam kauniyah (dunia nyata). Maka jangan heran, jika tidak sedikit politisi dan pemerintah yang gagal paham dunia pertembakau, dari berbagai sisi, karena mereka mendapatkan informasi sepotong-sepotong, tanpa ada usaha untuk tabayyun <\/em>lebih mendalam apalagi turun ke ladang untuk memastikan.
<\/p>\n\n\n\n

Kini hama petani muncul lagi dari kalangan politisi. Sebut saja namanya Sukamta (nama asli) yang kini menjabat sebagai sekretaris Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS). Kenapa semua orang yang terkait dengan industri hasil tembakau (petani, buruh, dsb) dianggap tidak sejahtera, ya karena partai yang harusnya adil saja tidak mampu berbuat adil, bahkan dalam pikiran dan apa yang keluar dari mulutnya.<\/p>\n\n\n\n

Baca: Tuhan Tidak Menciptakan Tembakau untuk Dibenci dan Dicaci<\/a>
<\/p>\n\n\n\n

Tidak perlu bicara terlalu jauh. Mari kita kita uji omongan Sukamta yang dimuat situs ayosemarang.com, 22 Agustus 2019. Omongan yang sejatinya sebuah template dan selalu dipakai oleh antirokok. Semacam gaya kampanye sholih li kulli zaman wal makan, <\/em>meski dibangun dari logika berantakan dan cenderung mengutamakan kengawuran daripada analisa yang mendalam. Ya memang itulah keistimewaan antirokok, anti terhadap data valid dan percaya diri berlebihan dalam kesesatan berpikir.
<\/p>\n\n\n\n

Bagi Sukamta, harga rokok di Indonesia, sebuah negeri yang besar salah satunya ditopang oleh dunia pertembakauan, harus dinaikkan 700 persen. Alasannya supaya orang miskin tidak dapat membeli rokok. Jika orang miskin yang merokok jatuh sakit, maka negara melalui (Jaminan Kesehatan Nasional) JKN rugi menanggung biayanya. Tentu saja ini berbeda dengan, orang kaya boleh makan junkfood<\/em>, minuman bersoda, dan berlaku semaunya, karena jika jatuh sakit mereka bisa membiayai sendiri dan dapat memperkaya negara.
<\/p>\n\n\n\n

Cara sistematis ini akan diduplikasi dan diperbarui terus menerus. Bermula dari seorang sakit yang berobat ke dokter, jika ia merokok maka dokter akan berkata, \u201cbapak sakit karena rokok\u201d, dan dokter tidak secara jujur bahwa penyakit itu datang dari sebab apapun, bisa gula, bisa gaya hidup yang berantakan, kurang minum air putih, stres dengan obat mahal, dsb.
<\/p>\n\n\n\n

Kenapa Sukamta cenderung ingin menaikkan harga rokok untuk menyelesaikan permasalahan JKN yang rumit itu? Ya karena sudah menjadi tabiat antirokok, bahwa berpikir keras untuk mencari solusi adalah buang-buang waktu, makanya rokok akan disalahkan supaya permasalahan menjadi lekas selesai. 
<\/p>\n\n\n\n

Coba kita kembali ke tahun 2018, saat BPJS Kesehatan defisit dan ditambal oleh cukai rokok. Para pegiat kesehatan beralasan, jumlah masyarakat sakit yang kian bertambah dan narasi yang kemudian dibangun; sakit-sakit itu disebabkan oleh rokok. Tidak berhenti sampai di situ, beragam alasan yang penting pengelola kesehatan \u201cselamat\u201d banyak digaungkan di media (tanpa ada sikap ksatria untuk mengakui bahwa memang masih banyak masalah dalam JKN, baik pengelolaan maupun skema yang lebih baik, yang perlu dicarikan solusi).<\/p>\n\n\n\n

Baca: Kegagalan Lakpesdam PBNU dalam Melihat Produk Tembakau Alternatif<\/a><\/p>\n\n\n\n

Koordinator Advokasi BPJS Watch, Timboel Siregar, megkritisi beragam narasi yang dibangun oleh pegiat kesehatan. Ia mengusulkan agar BPJS fokus pada pengawasan penetapan inasibijis oleh pihak rumah sakit. Timboel menilai, inasibijis merupakan gerbang terjadinya defisit BPJS Kesehatan. Inasibijis (INA-CGB) merupakan sebuah singkatan dari Indonesia Case Base Gropus, yakni sebuah aplikasi yang digunakan rumah sakit untuk mengajukan klaim pada pemerintah. (bisnis.com)
<\/p>\n\n\n\n

Kita tidak pernah tau, apa yang dilakukan rumah sakit terhadap pasien-pasien yang membayar BPJS. Kita juga tidak pernah tau jika ada pasien BPJS kelas I diberi fasilitas kelas II atau III, dan rumah sakit mengklaim biaya kelas I ke negara. Tentu saja yang demikian ini tidak penting bagi antirokok. <\/p>\n\n\n\n

Baca: Ada Campur Tangan Bloomberg dalam Surat Edaran Menkes terkait Pemblokiran Iklan Rokok<\/a><\/p>\n\n\n\n

Sukamta juga bilang, orang-orang yang kecanduan merokok dan mampu membeli rokok yang mahal, dipersilahkan tetap merokok asal menanggung sendiri biaya pengobatan akibat penyakit karena rokok. Asalkan dampak buruk akibat konsumsi rokok tidak membebani negara kerena pemasukan dari cukai tembakau tidak sebanding dengan biaya yang harus dikeluarkan negara. (ayosemarang.com)
<\/p>\n\n\n\n

Bagi saya pribadi, ini adalah statemen yang sangat lucu. Sejak kapan sih negara betul-betul hadir dan perhatian terhadap kesehatan masyarakat, khususnya di pedesaan dan pedalaman? Kalau ada pun, menjalankannya setengah hati. Dan sejak kapan rokok itu menjadi candu, padahal yang candu itu kekuasaan dan menjadikan masyarakat sebagai jembatan untuk menuju \u201ckekuasaan dalam negara\u201d? 
<\/p>\n\n\n\n

Sukamta juga menganggap, bahwa perokok bukan orang yang produktif? Faktanya? Setahu saya orang-orang yang merokok punya produtivitas tinggi, mereka hidup sebagaimana keringat yang diperas setiap hari. Tanpa berharap kepada negara apalagi Sukamta.
<\/p>\n\n\n\n

Sekadar saran saja, sebaiknya PKS tidak perlu ngelantur bicara rokok. Silahkan bicara, asalkan keadilan sosial sebagaimana nama partainya tidak hanya selesai pada tataran konsepsi dan gagah-gagahan, melainkan pada tahap tindakan dan contoh konkrit atasnya.
<\/p>\n","post_title":"Ketika PKS Bicara Rokok","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"ketika-pks-bicara-rokok","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-08-24 10:51:25","post_modified_gmt":"2019-08-24 03:51:25","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5988","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":35},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"epic_block_3"};

\n

Baca: Melihat Petani Tembakau di Temanggung Memanen Tembakau Mereka<\/a><\/p>\n\n\n\n

Dari sekian banyak hal menarik yang disajikan pertanian tembakau hingga proses penjualan hasil panen tembakau yang saya amati di wilayah Kabupaten Temanggung, hal yang terus menerus menarik minat saya dan hingga saat ini belum sepenuhnya saya pahami adalah proses panen tembakau dan penentuan grade tembakau hasil panenan petani. Sama seperti kesalahan saya mengira tanaman tembakau ditanam dan diproses mirip dengan tanaman semusim lainnya, dugaan saya perihal proses panen tembakau juga salah sepenuhnya. Dahulu saya mengira daun-daun yang siap dipanen dari tanaman tembakau ya dipanen begitu saja. Menunggu daun-daun yang tumbuh pada tanaman tembakau siap dipanen, lantas dipanen seluruhnya dalam satu waktu oleh para pekerja di kebun. Nyatanya tidak begitu. Dan lebih rumit dari itu.<\/p>\n\n\n\n

Mayoritas tembakau yang ditanam di wilayah Temanggung berasal dari jenis kemloko. Ada kemloko 1, kemloko 2, dan kemloko 3. Dari ketiga varietas kemloko tersebut, metode panen dan penentuan grade tembakau memiliki tata cara yang sama persis. Seluruh petani di Temanggung menerapkan metode panen yang mirip. Dari metode panen tersebut, ternyata berpengaruh terhadap tingkatan kualitas tembakau yang dipanen, petani di Temanggung kerap menyebut \u2018tiam\u2019 atau \u2018grade\u2019 untuk perbedaan tingkat kualitas tembakau yang dipanen.<\/p>\n\n\n\n

Tidak seperti tanaman semusim lainnya yang dipanen dalam satu waktu, tembakau dipanen bertahap mulai dari daun terbawah pada pohon hingga daun teratas. Dalam satu tanaman tembakau, panen bisa berlangsung sebanyak 13 hingga 15 kali dalam sekali musim tembakau. Jarak antara panen satu dengan panen lainnya, antara lima dan tujuh hari. Dengan kondisi ini, musim panen tembakau di Temanggung atau yang kerap disebut musim \u2018mbakon\u2019 bisa berlangsung selama dua hingga tiga bulan. Tahun ini, panen dimulai pada pertengahan Juli dan diprediksi akan berakhir pada pertengahan Oktober.<\/p>\n\n\n\n

Baca: Tuhan Tidak Menciptakan Tembakau untuk Dibenci dan Dicaci<\/a><\/p>\n\n\n\n

Metode panen seperti itu, yang bertahap dan berjeda dari panen satu daun ke daun lainnya ternyata berpengaruh terhadap tingkatan kualitas daun tembakau. Daun-daun yang dipanen lebih awal, gradenya berada pada grade yang rendah. Grade terus meningkat hingga sampai puncaknya seiring panen-panen selanjutnya pada tanaman yang sama. Dalam satu tanaman tembakau, grade daun sudah pasti berbeda-beda sesuai dengan waktu panenan daun di tanaman tersebut.<\/p>\n\n\n\n

Agar lebih mudah dipahami, mari kita bayangkan sebatang tanaman tembakau yang tumbuh subur dalam kondisi normal dan tanaman itu sudah mulai memasuki masa panen. Pada sebatang tanaman tembakau itu tumbuh sebanyak 17 helai daun dari bawah ke atas. Panen pertama dimulai. Daun paling bawah dari tanaman tembakau itu dipetik untuk dipanen. Hanya satu helai daun saja, yang terbawah. Daun yang pertama dipanen itu, biasanya memiliki grade A. Adakalanya kualitas tembakau pada panenan pertama sudah mulai berada pada grade B. Di beberapa titik bahkan sudah ada yang menghasilkan tembakau grade C. <\/p>\n\n\n\n

Lima hingga tujuh hari kemudian, panen daun kedua dilakukan. Satu daun saja dari sebatang tanaman, daun terbawah yang dipanen. Lima hingga tujuh hari berikutnya lantas dipanen lagi. Begitu seterusnya hingga 12 atau 13 kali panen. Semakin ke atas daun yang dipanen seiring bertambahnya waktu, grade tembakau juga meningkat hingga puncaknya berhenti di grade F. Hanya sedikit tembakau yang bisa melampau grade F, mencapai grade G dan H, itulah tembakau-tembakau jenis srintil berharga jutaan rupiah per kilogramnya.<\/p>\n\n\n\n

Selain waktu panen dan letak daun dalam sebatang tanaman, jenis tanah, unsur hara yang terkandung dalam tanah, asupan embun alami, pancaran sinar matahari yang cukup, serta proses fermentasi dan penjemuran usai daun-daun dipanen, menjadi penentu kualitas tembakau yang menempatkan daun tembakau itu pada grade tertentu. Satu hal lain lagi yang sangat berpengaruh terhadap grade tembakau adalah wilayah tembakau itu ditanam. Ada tiga wilayah tempat tembakau biasa ditanam. Wilayah persawahan (dataran rendah), wilayah tegalan (dataran menengah), dan wilayah gunung (dataran tinggi). Kondisi tanah dan faktor ketinggian dan kondisi geografis lainnya berpengaruh terhadap kualitas tembakau.<\/p>\n\n\n\n

Di wilayah persawahan, tanaman tembakau memang subur dan tumbuh cepat, namun tembakau yang ditanam di sana maksimal hanya bisa menghasilkan tembakau grade D, atau D+. Sedang tembakau yang ditanam di wilayah tegalan, maksimal bisa menghasilkan tembakau grade E hingga E+. Yang terbaik, tentu saja tembakau yang ditanam di wilayah gunung. Meskipun membutuhkan waktu tanam lebih lama dibanding dua wilayah lainnya, rata-rata panenan terakhir mencapai grade F hingga seterusnya dengan tembakau terbaik bernama srintil.   <\/p>\n\n\n\n

Ini sedikit yang saya pelajari di Temanggung hasil belajar langsung dari para petani di sana. Saya tidak tahu dengan metode panen dan penentuan grade tembakau di wilayah lain dengan jenis tembakau lain juga. Menarik sebetulnya mencari tahu di tempat lain. Semoga sekali waktu nanti berkesempatan untuk itu. 
<\/p>\n","post_title":"Penentuan Grade Tembakau di Temanggung","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"penentuan-grade-tembakau-di-temanggung","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-08-30 15:06:14","post_modified_gmt":"2019-08-30 08:06:14","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6008","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5999,"post_author":"877","post_date":"2019-08-28 09:40:02","post_date_gmt":"2019-08-28 02:40:02","post_content":"\n

Direktur Pusat Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Amerika Serikat (CDC), Robert Redfield, mengungkapkan kematian tragis di Illinois memperkuat dugaan karena vape<\/a> atau rokok elektrik. Berita tersebut atas laporan Dinas Kesehatan Illinois yang mengumumkan ada satu pasien yang akhirnya meninggal dunia. Kasus ini kemungkinan jadi kasus pertama kematian akibat penyakit berkaitan dengan vape.
<\/p>\n\n\n\n

Kejadian di atas menjawab keberadaan vape atau rokok elektrik sangat membahayakan. Berbeda dengan resiko rokok kretek, bisa menimbulkan penyakit jika mengkonsumsinya berlebihan atau kebanyakakan, dan hidup tidak seimbang. Misalnya dalam satu hari merokok sampai tiga atau empat bungkus, tanpa makan nasi atau makan-makanan sehat, tanpa olah raga, tanpa minum air putih, selalu didampingi kopi atau teh, istirahatnya kurang dan sebagainya. Maka dipastikan orang tersebut akan jatuh sakit bahkan meninggal dunia.\u00a0<\/p>\n\n\n\n

Baca: Terkuak, Rokok Elektrik Berbahaya bagi Kesehatan<\/a><\/p>\n\n\n\n

Tidak hanya itu, otoritas kesehatan di Amerika Serikat telah berhasil menginvestigasi kemunculan penyakit paru-paru misterius di antara kalangan pengguna rokok elektrik atau vape. Dilaporkan setidaknya ada 195 kasus potensial penyakit paru-paru di 22 Negara karena kena dampak dari vape atau rokok elektrik.
<\/p>\n\n\n\n

Jadi, masyarakat perlu waspada beredarnya vape atau rokok elektrik. Belum lagi, sebetulnya rokok elektrik atau vape, berdampak juga peningkatan perokok anak.\u00a0 Yang menjadi daya tarik bagi anak, selain bentuknya yang elegan, simpel, juga beraroma buah-buahan yang terkemas dalam cairan.<\/strong><\/p>\n\n\n\n

Orang yang mengatakan bahwa vape atau rokok elektrik lebih mensehatkan dari pada rokok kretek, pendapat tersebut sangat keliru. Disampaing efek dari rangkaian listrik dan battre juga cairan dalam rokok elektrik berpengaruh terhadap resiko jantung.  <\/p>\n\n\n\n

Hasil penelitian yang diterbitkan dalam Journal of American College of Cardiology pada Mei lalu ini menambah bukti bahwa cairan rokok elektrik dapat menghambat fungsi sel-sel tubuh yang berperan dalam kesehatan jantung. Cairan dalam vape atau rokok elektrik pada akhirnya merusak sel-sel yang melapisi pembuluh darah. <\/p>\n\n\n\n

Keberadaan vape atau rokok elektrik di pasaran sangat membahayakan bagi orang Indonesia, terlebih pemuda-pemuda, yang banyak memilih merokok vape aatau rokok elektri. Menurutnya, selain bentuk kecil, simpel dibawa dan ada aroma buah-buahan sesuai selera. Akan tetapi dibalik bentuknya yang bagus, menyembunyikan banyak penyakit ketika dikonsumsi.\u00a0<\/p>\n\n\n\n

Baca: Kata Siapa Lebih Sehat? Perokok Elektrik Berisiko Terjangkit Penyakit Kardiovaskular<\/a><\/p>\n\n\n\n

Hingga kini CDC masih melakukan investigasi lebih lanjut, dengan mengimbau agar para dokter mengumpulkan data dan sampel bila menemukan pasien dengan gejala penyakit paru serupa, tentunya akibat rokok elektrik atau vape. Bentuk dan merek rokok elektrik dan vape banyak varian dan banyak merek. JUUL termasuk merek rokok elektrik atau vape yang saat ini naik daun.\u00a0<\/p>\n\n\n\n

Ada yang mengatakan bahwa tak tepat membandingkan rokok tembakau dengan rokok elektrik. Ya benar tak tepat, karena rokok elektrik atau vape resikonya sangat tinggi. Sedang rokok tembakau resikonya kecil, apa lagi rokok kretek mungkin resikonya sangat kecil sekali terhadap tubuh. Alasannya, munculnya rokok kretek bertujuan untuk pengobatan sakit bengek, dan tujuannya berhasil. Hingga banyak orang melakukan pemesanan rokok kretek saat itu, rokok kretek belum sebagai industri besar masih bersifat rumahan,  keadaan tersebut sekitar abad 19. <\/p>\n\n\n\n

Dalam studi ini, tim peneliti menemukan bukti efek toksik pada sel-sel yang melapisi pembuluh darah dan melindungi jantung. Beberapa bukti tersebut termasuk di antaranya gangguan pada fungsi sel dan munculnya tanda-tanda peradangan. Para peneliti mengamati bagaimana respons sel saat bersentuhan dengan cairan rokok elektrik. Efek yang paling kentara terlihat pada cairan dengan rasa kayu manis.<\/p>\n\n\n\n

Baca: Riset Kesehatan Rokok Elektrik<\/a><\/p>\n\n\n\n

Sekelompok ahli kardiovaskular dari University of Massachusetts menganjurkan peneliti agar melakukan uji rokok elektrik atau vape lebih yang beraroma. Karena sumsi sementara, produk vape atau rokok elektrik yang beraroma dan punya pilihan rasa lebih berbahaya dari pada rokok vape natural. Namun yang banyak beredar dipasaran, justru yang beraroma dan berasa buah-buahan, dari pada yang natural. <\/p>\n\n\n\n

Studi pada 2018 lalu menunjukkan, penggunaan rokok elektrik harian berisiko terhadap serangan jantung, meski dengan probabilitas yang lebih rendah daripada perokok tembakau. Menurut dr Lawrence Phillips pakar kardiovaskular NYU Langone Health mengatakan \u201cKita melihat semakin banyak bukti bahwa rokok elektrik berhubungan dengan peningkatan risiko serangan jantung\u201d.<\/p>\n\n\n\n

Dari hasil pakar dan hasil studi di atas menegaskan bahwa keberadaan rokok vape atau rokok elektrik, resikonya sangat besar. Bahan utama rokok vape atau elektrik yang paling besar memberikan efek negatif pada tubuh manusia adalah cairan perasa. Akibat cairan perasa dalam rokok elektrik  atau vape termasuk merek JUUL beresiko terjadi peradangan, terjangkit penyakit jantung dan paru-paru akut, selanjutnya berakibat kematian. <\/p>\n\n\n\n

Untuk itu, demi masa depan bangsa Indonesia harusnya ada regulasi pelarangan peredaran rokok elektrik atau vape yang nyata-nyata telah ada kasus dengan didukung beberapa riset dan studi tentang konten rokok elektrik atau vape, yang hasilnya mempunyai resiko tinggi dapat menyebabkan penyakit berujung kematian.         
<\/p>\n","post_title":"Perokok Elektrik Berisiko Besar Terjangkit Penyakit Mematikan","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"perokok-elektrik-berisiko-besar-terjangkit-penyakit-mematikan","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-08-28 09:40:09","post_modified_gmt":"2019-08-28 02:40:09","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5999","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5988,"post_author":"855","post_date":"2019-08-24 10:41:28","post_date_gmt":"2019-08-24 03:41:28","post_content":"\n

Sumber permasalahan besar dunia pertembakauan sejatinya bukan iklim dan hama, melainkan kebijakan pemerintah dan para plolitisi yang ikut serta membicarakannya, tanpa dasar yang kuat, adil dan cenderung ugal-ugalan.
<\/p>\n\n\n\n

Jika orang dahulu tidak berani bicara kecuali kepada hal-hal yang benar-benar diketahui, kali ini banyak sekali orang yang banyak bicara daripada membaca, baik buku maupun alam kauniyah (dunia nyata). Maka jangan heran, jika tidak sedikit politisi dan pemerintah yang gagal paham dunia pertembakau, dari berbagai sisi, karena mereka mendapatkan informasi sepotong-sepotong, tanpa ada usaha untuk tabayyun <\/em>lebih mendalam apalagi turun ke ladang untuk memastikan.
<\/p>\n\n\n\n

Kini hama petani muncul lagi dari kalangan politisi. Sebut saja namanya Sukamta (nama asli) yang kini menjabat sebagai sekretaris Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS). Kenapa semua orang yang terkait dengan industri hasil tembakau (petani, buruh, dsb) dianggap tidak sejahtera, ya karena partai yang harusnya adil saja tidak mampu berbuat adil, bahkan dalam pikiran dan apa yang keluar dari mulutnya.<\/p>\n\n\n\n

Baca: Tuhan Tidak Menciptakan Tembakau untuk Dibenci dan Dicaci<\/a>
<\/p>\n\n\n\n

Tidak perlu bicara terlalu jauh. Mari kita kita uji omongan Sukamta yang dimuat situs ayosemarang.com, 22 Agustus 2019. Omongan yang sejatinya sebuah template dan selalu dipakai oleh antirokok. Semacam gaya kampanye sholih li kulli zaman wal makan, <\/em>meski dibangun dari logika berantakan dan cenderung mengutamakan kengawuran daripada analisa yang mendalam. Ya memang itulah keistimewaan antirokok, anti terhadap data valid dan percaya diri berlebihan dalam kesesatan berpikir.
<\/p>\n\n\n\n

Bagi Sukamta, harga rokok di Indonesia, sebuah negeri yang besar salah satunya ditopang oleh dunia pertembakauan, harus dinaikkan 700 persen. Alasannya supaya orang miskin tidak dapat membeli rokok. Jika orang miskin yang merokok jatuh sakit, maka negara melalui (Jaminan Kesehatan Nasional) JKN rugi menanggung biayanya. Tentu saja ini berbeda dengan, orang kaya boleh makan junkfood<\/em>, minuman bersoda, dan berlaku semaunya, karena jika jatuh sakit mereka bisa membiayai sendiri dan dapat memperkaya negara.
<\/p>\n\n\n\n

Cara sistematis ini akan diduplikasi dan diperbarui terus menerus. Bermula dari seorang sakit yang berobat ke dokter, jika ia merokok maka dokter akan berkata, \u201cbapak sakit karena rokok\u201d, dan dokter tidak secara jujur bahwa penyakit itu datang dari sebab apapun, bisa gula, bisa gaya hidup yang berantakan, kurang minum air putih, stres dengan obat mahal, dsb.
<\/p>\n\n\n\n

Kenapa Sukamta cenderung ingin menaikkan harga rokok untuk menyelesaikan permasalahan JKN yang rumit itu? Ya karena sudah menjadi tabiat antirokok, bahwa berpikir keras untuk mencari solusi adalah buang-buang waktu, makanya rokok akan disalahkan supaya permasalahan menjadi lekas selesai. 
<\/p>\n\n\n\n

Coba kita kembali ke tahun 2018, saat BPJS Kesehatan defisit dan ditambal oleh cukai rokok. Para pegiat kesehatan beralasan, jumlah masyarakat sakit yang kian bertambah dan narasi yang kemudian dibangun; sakit-sakit itu disebabkan oleh rokok. Tidak berhenti sampai di situ, beragam alasan yang penting pengelola kesehatan \u201cselamat\u201d banyak digaungkan di media (tanpa ada sikap ksatria untuk mengakui bahwa memang masih banyak masalah dalam JKN, baik pengelolaan maupun skema yang lebih baik, yang perlu dicarikan solusi).<\/p>\n\n\n\n

Baca: Kegagalan Lakpesdam PBNU dalam Melihat Produk Tembakau Alternatif<\/a><\/p>\n\n\n\n

Koordinator Advokasi BPJS Watch, Timboel Siregar, megkritisi beragam narasi yang dibangun oleh pegiat kesehatan. Ia mengusulkan agar BPJS fokus pada pengawasan penetapan inasibijis oleh pihak rumah sakit. Timboel menilai, inasibijis merupakan gerbang terjadinya defisit BPJS Kesehatan. Inasibijis (INA-CGB) merupakan sebuah singkatan dari Indonesia Case Base Gropus, yakni sebuah aplikasi yang digunakan rumah sakit untuk mengajukan klaim pada pemerintah. (bisnis.com)
<\/p>\n\n\n\n

Kita tidak pernah tau, apa yang dilakukan rumah sakit terhadap pasien-pasien yang membayar BPJS. Kita juga tidak pernah tau jika ada pasien BPJS kelas I diberi fasilitas kelas II atau III, dan rumah sakit mengklaim biaya kelas I ke negara. Tentu saja yang demikian ini tidak penting bagi antirokok. <\/p>\n\n\n\n

Baca: Ada Campur Tangan Bloomberg dalam Surat Edaran Menkes terkait Pemblokiran Iklan Rokok<\/a><\/p>\n\n\n\n

Sukamta juga bilang, orang-orang yang kecanduan merokok dan mampu membeli rokok yang mahal, dipersilahkan tetap merokok asal menanggung sendiri biaya pengobatan akibat penyakit karena rokok. Asalkan dampak buruk akibat konsumsi rokok tidak membebani negara kerena pemasukan dari cukai tembakau tidak sebanding dengan biaya yang harus dikeluarkan negara. (ayosemarang.com)
<\/p>\n\n\n\n

Bagi saya pribadi, ini adalah statemen yang sangat lucu. Sejak kapan sih negara betul-betul hadir dan perhatian terhadap kesehatan masyarakat, khususnya di pedesaan dan pedalaman? Kalau ada pun, menjalankannya setengah hati. Dan sejak kapan rokok itu menjadi candu, padahal yang candu itu kekuasaan dan menjadikan masyarakat sebagai jembatan untuk menuju \u201ckekuasaan dalam negara\u201d? 
<\/p>\n\n\n\n

Sukamta juga menganggap, bahwa perokok bukan orang yang produktif? Faktanya? Setahu saya orang-orang yang merokok punya produtivitas tinggi, mereka hidup sebagaimana keringat yang diperas setiap hari. Tanpa berharap kepada negara apalagi Sukamta.
<\/p>\n\n\n\n

Sekadar saran saja, sebaiknya PKS tidak perlu ngelantur bicara rokok. Silahkan bicara, asalkan keadilan sosial sebagaimana nama partainya tidak hanya selesai pada tataran konsepsi dan gagah-gagahan, melainkan pada tahap tindakan dan contoh konkrit atasnya.
<\/p>\n","post_title":"Ketika PKS Bicara Rokok","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"ketika-pks-bicara-rokok","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-08-24 10:51:25","post_modified_gmt":"2019-08-24 03:51:25","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5988","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":35},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"epic_block_3"};

\n

Tiga tahun belakangan, saya banyak bergaul dengan petani dan buruh tani tembakau di Kabupaten Temanggung, juga dengan anak-anak mereka. Jika sebelumnya saya sekadar penikmat rokok kretek, tiga tahun belakangan, saya mulai tertarik untuk mempelajari seluk-beluk seluruh lini yang mendukung industri kretek nasional. Yang paling menarik minat saya, tentu saja konteks pertanian dan sosial masyarakat yang memproduksi komoditas yang menjadi bahan baku utama produk kretek. Tembakau dan cengkeh.<\/p>\n\n\n\n

Baca: Melihat Petani Tembakau di Temanggung Memanen Tembakau Mereka<\/a><\/p>\n\n\n\n

Dari sekian banyak hal menarik yang disajikan pertanian tembakau hingga proses penjualan hasil panen tembakau yang saya amati di wilayah Kabupaten Temanggung, hal yang terus menerus menarik minat saya dan hingga saat ini belum sepenuhnya saya pahami adalah proses panen tembakau dan penentuan grade tembakau hasil panenan petani. Sama seperti kesalahan saya mengira tanaman tembakau ditanam dan diproses mirip dengan tanaman semusim lainnya, dugaan saya perihal proses panen tembakau juga salah sepenuhnya. Dahulu saya mengira daun-daun yang siap dipanen dari tanaman tembakau ya dipanen begitu saja. Menunggu daun-daun yang tumbuh pada tanaman tembakau siap dipanen, lantas dipanen seluruhnya dalam satu waktu oleh para pekerja di kebun. Nyatanya tidak begitu. Dan lebih rumit dari itu.<\/p>\n\n\n\n

Mayoritas tembakau yang ditanam di wilayah Temanggung berasal dari jenis kemloko. Ada kemloko 1, kemloko 2, dan kemloko 3. Dari ketiga varietas kemloko tersebut, metode panen dan penentuan grade tembakau memiliki tata cara yang sama persis. Seluruh petani di Temanggung menerapkan metode panen yang mirip. Dari metode panen tersebut, ternyata berpengaruh terhadap tingkatan kualitas tembakau yang dipanen, petani di Temanggung kerap menyebut \u2018tiam\u2019 atau \u2018grade\u2019 untuk perbedaan tingkat kualitas tembakau yang dipanen.<\/p>\n\n\n\n

Tidak seperti tanaman semusim lainnya yang dipanen dalam satu waktu, tembakau dipanen bertahap mulai dari daun terbawah pada pohon hingga daun teratas. Dalam satu tanaman tembakau, panen bisa berlangsung sebanyak 13 hingga 15 kali dalam sekali musim tembakau. Jarak antara panen satu dengan panen lainnya, antara lima dan tujuh hari. Dengan kondisi ini, musim panen tembakau di Temanggung atau yang kerap disebut musim \u2018mbakon\u2019 bisa berlangsung selama dua hingga tiga bulan. Tahun ini, panen dimulai pada pertengahan Juli dan diprediksi akan berakhir pada pertengahan Oktober.<\/p>\n\n\n\n

Baca: Tuhan Tidak Menciptakan Tembakau untuk Dibenci dan Dicaci<\/a><\/p>\n\n\n\n

Metode panen seperti itu, yang bertahap dan berjeda dari panen satu daun ke daun lainnya ternyata berpengaruh terhadap tingkatan kualitas daun tembakau. Daun-daun yang dipanen lebih awal, gradenya berada pada grade yang rendah. Grade terus meningkat hingga sampai puncaknya seiring panen-panen selanjutnya pada tanaman yang sama. Dalam satu tanaman tembakau, grade daun sudah pasti berbeda-beda sesuai dengan waktu panenan daun di tanaman tersebut.<\/p>\n\n\n\n

Agar lebih mudah dipahami, mari kita bayangkan sebatang tanaman tembakau yang tumbuh subur dalam kondisi normal dan tanaman itu sudah mulai memasuki masa panen. Pada sebatang tanaman tembakau itu tumbuh sebanyak 17 helai daun dari bawah ke atas. Panen pertama dimulai. Daun paling bawah dari tanaman tembakau itu dipetik untuk dipanen. Hanya satu helai daun saja, yang terbawah. Daun yang pertama dipanen itu, biasanya memiliki grade A. Adakalanya kualitas tembakau pada panenan pertama sudah mulai berada pada grade B. Di beberapa titik bahkan sudah ada yang menghasilkan tembakau grade C. <\/p>\n\n\n\n

Lima hingga tujuh hari kemudian, panen daun kedua dilakukan. Satu daun saja dari sebatang tanaman, daun terbawah yang dipanen. Lima hingga tujuh hari berikutnya lantas dipanen lagi. Begitu seterusnya hingga 12 atau 13 kali panen. Semakin ke atas daun yang dipanen seiring bertambahnya waktu, grade tembakau juga meningkat hingga puncaknya berhenti di grade F. Hanya sedikit tembakau yang bisa melampau grade F, mencapai grade G dan H, itulah tembakau-tembakau jenis srintil berharga jutaan rupiah per kilogramnya.<\/p>\n\n\n\n

Selain waktu panen dan letak daun dalam sebatang tanaman, jenis tanah, unsur hara yang terkandung dalam tanah, asupan embun alami, pancaran sinar matahari yang cukup, serta proses fermentasi dan penjemuran usai daun-daun dipanen, menjadi penentu kualitas tembakau yang menempatkan daun tembakau itu pada grade tertentu. Satu hal lain lagi yang sangat berpengaruh terhadap grade tembakau adalah wilayah tembakau itu ditanam. Ada tiga wilayah tempat tembakau biasa ditanam. Wilayah persawahan (dataran rendah), wilayah tegalan (dataran menengah), dan wilayah gunung (dataran tinggi). Kondisi tanah dan faktor ketinggian dan kondisi geografis lainnya berpengaruh terhadap kualitas tembakau.<\/p>\n\n\n\n

Di wilayah persawahan, tanaman tembakau memang subur dan tumbuh cepat, namun tembakau yang ditanam di sana maksimal hanya bisa menghasilkan tembakau grade D, atau D+. Sedang tembakau yang ditanam di wilayah tegalan, maksimal bisa menghasilkan tembakau grade E hingga E+. Yang terbaik, tentu saja tembakau yang ditanam di wilayah gunung. Meskipun membutuhkan waktu tanam lebih lama dibanding dua wilayah lainnya, rata-rata panenan terakhir mencapai grade F hingga seterusnya dengan tembakau terbaik bernama srintil.   <\/p>\n\n\n\n

Ini sedikit yang saya pelajari di Temanggung hasil belajar langsung dari para petani di sana. Saya tidak tahu dengan metode panen dan penentuan grade tembakau di wilayah lain dengan jenis tembakau lain juga. Menarik sebetulnya mencari tahu di tempat lain. Semoga sekali waktu nanti berkesempatan untuk itu. 
<\/p>\n","post_title":"Penentuan Grade Tembakau di Temanggung","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"penentuan-grade-tembakau-di-temanggung","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-08-30 15:06:14","post_modified_gmt":"2019-08-30 08:06:14","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6008","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5999,"post_author":"877","post_date":"2019-08-28 09:40:02","post_date_gmt":"2019-08-28 02:40:02","post_content":"\n

Direktur Pusat Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Amerika Serikat (CDC), Robert Redfield, mengungkapkan kematian tragis di Illinois memperkuat dugaan karena vape<\/a> atau rokok elektrik. Berita tersebut atas laporan Dinas Kesehatan Illinois yang mengumumkan ada satu pasien yang akhirnya meninggal dunia. Kasus ini kemungkinan jadi kasus pertama kematian akibat penyakit berkaitan dengan vape.
<\/p>\n\n\n\n

Kejadian di atas menjawab keberadaan vape atau rokok elektrik sangat membahayakan. Berbeda dengan resiko rokok kretek, bisa menimbulkan penyakit jika mengkonsumsinya berlebihan atau kebanyakakan, dan hidup tidak seimbang. Misalnya dalam satu hari merokok sampai tiga atau empat bungkus, tanpa makan nasi atau makan-makanan sehat, tanpa olah raga, tanpa minum air putih, selalu didampingi kopi atau teh, istirahatnya kurang dan sebagainya. Maka dipastikan orang tersebut akan jatuh sakit bahkan meninggal dunia.\u00a0<\/p>\n\n\n\n

Baca: Terkuak, Rokok Elektrik Berbahaya bagi Kesehatan<\/a><\/p>\n\n\n\n

Tidak hanya itu, otoritas kesehatan di Amerika Serikat telah berhasil menginvestigasi kemunculan penyakit paru-paru misterius di antara kalangan pengguna rokok elektrik atau vape. Dilaporkan setidaknya ada 195 kasus potensial penyakit paru-paru di 22 Negara karena kena dampak dari vape atau rokok elektrik.
<\/p>\n\n\n\n

Jadi, masyarakat perlu waspada beredarnya vape atau rokok elektrik. Belum lagi, sebetulnya rokok elektrik atau vape, berdampak juga peningkatan perokok anak.\u00a0 Yang menjadi daya tarik bagi anak, selain bentuknya yang elegan, simpel, juga beraroma buah-buahan yang terkemas dalam cairan.<\/strong><\/p>\n\n\n\n

Orang yang mengatakan bahwa vape atau rokok elektrik lebih mensehatkan dari pada rokok kretek, pendapat tersebut sangat keliru. Disampaing efek dari rangkaian listrik dan battre juga cairan dalam rokok elektrik berpengaruh terhadap resiko jantung.  <\/p>\n\n\n\n

Hasil penelitian yang diterbitkan dalam Journal of American College of Cardiology pada Mei lalu ini menambah bukti bahwa cairan rokok elektrik dapat menghambat fungsi sel-sel tubuh yang berperan dalam kesehatan jantung. Cairan dalam vape atau rokok elektrik pada akhirnya merusak sel-sel yang melapisi pembuluh darah. <\/p>\n\n\n\n

Keberadaan vape atau rokok elektrik di pasaran sangat membahayakan bagi orang Indonesia, terlebih pemuda-pemuda, yang banyak memilih merokok vape aatau rokok elektri. Menurutnya, selain bentuk kecil, simpel dibawa dan ada aroma buah-buahan sesuai selera. Akan tetapi dibalik bentuknya yang bagus, menyembunyikan banyak penyakit ketika dikonsumsi.\u00a0<\/p>\n\n\n\n

Baca: Kata Siapa Lebih Sehat? Perokok Elektrik Berisiko Terjangkit Penyakit Kardiovaskular<\/a><\/p>\n\n\n\n

Hingga kini CDC masih melakukan investigasi lebih lanjut, dengan mengimbau agar para dokter mengumpulkan data dan sampel bila menemukan pasien dengan gejala penyakit paru serupa, tentunya akibat rokok elektrik atau vape. Bentuk dan merek rokok elektrik dan vape banyak varian dan banyak merek. JUUL termasuk merek rokok elektrik atau vape yang saat ini naik daun.\u00a0<\/p>\n\n\n\n

Ada yang mengatakan bahwa tak tepat membandingkan rokok tembakau dengan rokok elektrik. Ya benar tak tepat, karena rokok elektrik atau vape resikonya sangat tinggi. Sedang rokok tembakau resikonya kecil, apa lagi rokok kretek mungkin resikonya sangat kecil sekali terhadap tubuh. Alasannya, munculnya rokok kretek bertujuan untuk pengobatan sakit bengek, dan tujuannya berhasil. Hingga banyak orang melakukan pemesanan rokok kretek saat itu, rokok kretek belum sebagai industri besar masih bersifat rumahan,  keadaan tersebut sekitar abad 19. <\/p>\n\n\n\n

Dalam studi ini, tim peneliti menemukan bukti efek toksik pada sel-sel yang melapisi pembuluh darah dan melindungi jantung. Beberapa bukti tersebut termasuk di antaranya gangguan pada fungsi sel dan munculnya tanda-tanda peradangan. Para peneliti mengamati bagaimana respons sel saat bersentuhan dengan cairan rokok elektrik. Efek yang paling kentara terlihat pada cairan dengan rasa kayu manis.<\/p>\n\n\n\n

Baca: Riset Kesehatan Rokok Elektrik<\/a><\/p>\n\n\n\n

Sekelompok ahli kardiovaskular dari University of Massachusetts menganjurkan peneliti agar melakukan uji rokok elektrik atau vape lebih yang beraroma. Karena sumsi sementara, produk vape atau rokok elektrik yang beraroma dan punya pilihan rasa lebih berbahaya dari pada rokok vape natural. Namun yang banyak beredar dipasaran, justru yang beraroma dan berasa buah-buahan, dari pada yang natural. <\/p>\n\n\n\n

Studi pada 2018 lalu menunjukkan, penggunaan rokok elektrik harian berisiko terhadap serangan jantung, meski dengan probabilitas yang lebih rendah daripada perokok tembakau. Menurut dr Lawrence Phillips pakar kardiovaskular NYU Langone Health mengatakan \u201cKita melihat semakin banyak bukti bahwa rokok elektrik berhubungan dengan peningkatan risiko serangan jantung\u201d.<\/p>\n\n\n\n

Dari hasil pakar dan hasil studi di atas menegaskan bahwa keberadaan rokok vape atau rokok elektrik, resikonya sangat besar. Bahan utama rokok vape atau elektrik yang paling besar memberikan efek negatif pada tubuh manusia adalah cairan perasa. Akibat cairan perasa dalam rokok elektrik  atau vape termasuk merek JUUL beresiko terjadi peradangan, terjangkit penyakit jantung dan paru-paru akut, selanjutnya berakibat kematian. <\/p>\n\n\n\n

Untuk itu, demi masa depan bangsa Indonesia harusnya ada regulasi pelarangan peredaran rokok elektrik atau vape yang nyata-nyata telah ada kasus dengan didukung beberapa riset dan studi tentang konten rokok elektrik atau vape, yang hasilnya mempunyai resiko tinggi dapat menyebabkan penyakit berujung kematian.         
<\/p>\n","post_title":"Perokok Elektrik Berisiko Besar Terjangkit Penyakit Mematikan","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"perokok-elektrik-berisiko-besar-terjangkit-penyakit-mematikan","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-08-28 09:40:09","post_modified_gmt":"2019-08-28 02:40:09","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5999","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5988,"post_author":"855","post_date":"2019-08-24 10:41:28","post_date_gmt":"2019-08-24 03:41:28","post_content":"\n

Sumber permasalahan besar dunia pertembakauan sejatinya bukan iklim dan hama, melainkan kebijakan pemerintah dan para plolitisi yang ikut serta membicarakannya, tanpa dasar yang kuat, adil dan cenderung ugal-ugalan.
<\/p>\n\n\n\n

Jika orang dahulu tidak berani bicara kecuali kepada hal-hal yang benar-benar diketahui, kali ini banyak sekali orang yang banyak bicara daripada membaca, baik buku maupun alam kauniyah (dunia nyata). Maka jangan heran, jika tidak sedikit politisi dan pemerintah yang gagal paham dunia pertembakau, dari berbagai sisi, karena mereka mendapatkan informasi sepotong-sepotong, tanpa ada usaha untuk tabayyun <\/em>lebih mendalam apalagi turun ke ladang untuk memastikan.
<\/p>\n\n\n\n

Kini hama petani muncul lagi dari kalangan politisi. Sebut saja namanya Sukamta (nama asli) yang kini menjabat sebagai sekretaris Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS). Kenapa semua orang yang terkait dengan industri hasil tembakau (petani, buruh, dsb) dianggap tidak sejahtera, ya karena partai yang harusnya adil saja tidak mampu berbuat adil, bahkan dalam pikiran dan apa yang keluar dari mulutnya.<\/p>\n\n\n\n

Baca: Tuhan Tidak Menciptakan Tembakau untuk Dibenci dan Dicaci<\/a>
<\/p>\n\n\n\n

Tidak perlu bicara terlalu jauh. Mari kita kita uji omongan Sukamta yang dimuat situs ayosemarang.com, 22 Agustus 2019. Omongan yang sejatinya sebuah template dan selalu dipakai oleh antirokok. Semacam gaya kampanye sholih li kulli zaman wal makan, <\/em>meski dibangun dari logika berantakan dan cenderung mengutamakan kengawuran daripada analisa yang mendalam. Ya memang itulah keistimewaan antirokok, anti terhadap data valid dan percaya diri berlebihan dalam kesesatan berpikir.
<\/p>\n\n\n\n

Bagi Sukamta, harga rokok di Indonesia, sebuah negeri yang besar salah satunya ditopang oleh dunia pertembakauan, harus dinaikkan 700 persen. Alasannya supaya orang miskin tidak dapat membeli rokok. Jika orang miskin yang merokok jatuh sakit, maka negara melalui (Jaminan Kesehatan Nasional) JKN rugi menanggung biayanya. Tentu saja ini berbeda dengan, orang kaya boleh makan junkfood<\/em>, minuman bersoda, dan berlaku semaunya, karena jika jatuh sakit mereka bisa membiayai sendiri dan dapat memperkaya negara.
<\/p>\n\n\n\n

Cara sistematis ini akan diduplikasi dan diperbarui terus menerus. Bermula dari seorang sakit yang berobat ke dokter, jika ia merokok maka dokter akan berkata, \u201cbapak sakit karena rokok\u201d, dan dokter tidak secara jujur bahwa penyakit itu datang dari sebab apapun, bisa gula, bisa gaya hidup yang berantakan, kurang minum air putih, stres dengan obat mahal, dsb.
<\/p>\n\n\n\n

Kenapa Sukamta cenderung ingin menaikkan harga rokok untuk menyelesaikan permasalahan JKN yang rumit itu? Ya karena sudah menjadi tabiat antirokok, bahwa berpikir keras untuk mencari solusi adalah buang-buang waktu, makanya rokok akan disalahkan supaya permasalahan menjadi lekas selesai. 
<\/p>\n\n\n\n

Coba kita kembali ke tahun 2018, saat BPJS Kesehatan defisit dan ditambal oleh cukai rokok. Para pegiat kesehatan beralasan, jumlah masyarakat sakit yang kian bertambah dan narasi yang kemudian dibangun; sakit-sakit itu disebabkan oleh rokok. Tidak berhenti sampai di situ, beragam alasan yang penting pengelola kesehatan \u201cselamat\u201d banyak digaungkan di media (tanpa ada sikap ksatria untuk mengakui bahwa memang masih banyak masalah dalam JKN, baik pengelolaan maupun skema yang lebih baik, yang perlu dicarikan solusi).<\/p>\n\n\n\n

Baca: Kegagalan Lakpesdam PBNU dalam Melihat Produk Tembakau Alternatif<\/a><\/p>\n\n\n\n

Koordinator Advokasi BPJS Watch, Timboel Siregar, megkritisi beragam narasi yang dibangun oleh pegiat kesehatan. Ia mengusulkan agar BPJS fokus pada pengawasan penetapan inasibijis oleh pihak rumah sakit. Timboel menilai, inasibijis merupakan gerbang terjadinya defisit BPJS Kesehatan. Inasibijis (INA-CGB) merupakan sebuah singkatan dari Indonesia Case Base Gropus, yakni sebuah aplikasi yang digunakan rumah sakit untuk mengajukan klaim pada pemerintah. (bisnis.com)
<\/p>\n\n\n\n

Kita tidak pernah tau, apa yang dilakukan rumah sakit terhadap pasien-pasien yang membayar BPJS. Kita juga tidak pernah tau jika ada pasien BPJS kelas I diberi fasilitas kelas II atau III, dan rumah sakit mengklaim biaya kelas I ke negara. Tentu saja yang demikian ini tidak penting bagi antirokok. <\/p>\n\n\n\n

Baca: Ada Campur Tangan Bloomberg dalam Surat Edaran Menkes terkait Pemblokiran Iklan Rokok<\/a><\/p>\n\n\n\n

Sukamta juga bilang, orang-orang yang kecanduan merokok dan mampu membeli rokok yang mahal, dipersilahkan tetap merokok asal menanggung sendiri biaya pengobatan akibat penyakit karena rokok. Asalkan dampak buruk akibat konsumsi rokok tidak membebani negara kerena pemasukan dari cukai tembakau tidak sebanding dengan biaya yang harus dikeluarkan negara. (ayosemarang.com)
<\/p>\n\n\n\n

Bagi saya pribadi, ini adalah statemen yang sangat lucu. Sejak kapan sih negara betul-betul hadir dan perhatian terhadap kesehatan masyarakat, khususnya di pedesaan dan pedalaman? Kalau ada pun, menjalankannya setengah hati. Dan sejak kapan rokok itu menjadi candu, padahal yang candu itu kekuasaan dan menjadikan masyarakat sebagai jembatan untuk menuju \u201ckekuasaan dalam negara\u201d? 
<\/p>\n\n\n\n

Sukamta juga menganggap, bahwa perokok bukan orang yang produktif? Faktanya? Setahu saya orang-orang yang merokok punya produtivitas tinggi, mereka hidup sebagaimana keringat yang diperas setiap hari. Tanpa berharap kepada negara apalagi Sukamta.
<\/p>\n\n\n\n

Sekadar saran saja, sebaiknya PKS tidak perlu ngelantur bicara rokok. Silahkan bicara, asalkan keadilan sosial sebagaimana nama partainya tidak hanya selesai pada tataran konsepsi dan gagah-gagahan, melainkan pada tahap tindakan dan contoh konkrit atasnya.
<\/p>\n","post_title":"Ketika PKS Bicara Rokok","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"ketika-pks-bicara-rokok","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-08-24 10:51:25","post_modified_gmt":"2019-08-24 03:51:25","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5988","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":35},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"epic_block_3"};

\n

Hal paling menonjol yang membedakan tanaman tembakau dengan tanaman semusim lain ada pada masa tanam dan masa panen tiba. Tanaman tembakau menjadi anomali karena ditanam saat musim penghujan akan berakhir. Lalu dipanen ketika musim kemarau sedang berada pada puncaknya. Saat tanaman-tanaman semusim lainnya enggan tumbuh, bahkan rumput sekalipun mengering karena kemarau.<\/p>\n\n\n\n

Tiga tahun belakangan, saya banyak bergaul dengan petani dan buruh tani tembakau di Kabupaten Temanggung, juga dengan anak-anak mereka. Jika sebelumnya saya sekadar penikmat rokok kretek, tiga tahun belakangan, saya mulai tertarik untuk mempelajari seluk-beluk seluruh lini yang mendukung industri kretek nasional. Yang paling menarik minat saya, tentu saja konteks pertanian dan sosial masyarakat yang memproduksi komoditas yang menjadi bahan baku utama produk kretek. Tembakau dan cengkeh.<\/p>\n\n\n\n

Baca: Melihat Petani Tembakau di Temanggung Memanen Tembakau Mereka<\/a><\/p>\n\n\n\n

Dari sekian banyak hal menarik yang disajikan pertanian tembakau hingga proses penjualan hasil panen tembakau yang saya amati di wilayah Kabupaten Temanggung, hal yang terus menerus menarik minat saya dan hingga saat ini belum sepenuhnya saya pahami adalah proses panen tembakau dan penentuan grade tembakau hasil panenan petani. Sama seperti kesalahan saya mengira tanaman tembakau ditanam dan diproses mirip dengan tanaman semusim lainnya, dugaan saya perihal proses panen tembakau juga salah sepenuhnya. Dahulu saya mengira daun-daun yang siap dipanen dari tanaman tembakau ya dipanen begitu saja. Menunggu daun-daun yang tumbuh pada tanaman tembakau siap dipanen, lantas dipanen seluruhnya dalam satu waktu oleh para pekerja di kebun. Nyatanya tidak begitu. Dan lebih rumit dari itu.<\/p>\n\n\n\n

Mayoritas tembakau yang ditanam di wilayah Temanggung berasal dari jenis kemloko. Ada kemloko 1, kemloko 2, dan kemloko 3. Dari ketiga varietas kemloko tersebut, metode panen dan penentuan grade tembakau memiliki tata cara yang sama persis. Seluruh petani di Temanggung menerapkan metode panen yang mirip. Dari metode panen tersebut, ternyata berpengaruh terhadap tingkatan kualitas tembakau yang dipanen, petani di Temanggung kerap menyebut \u2018tiam\u2019 atau \u2018grade\u2019 untuk perbedaan tingkat kualitas tembakau yang dipanen.<\/p>\n\n\n\n

Tidak seperti tanaman semusim lainnya yang dipanen dalam satu waktu, tembakau dipanen bertahap mulai dari daun terbawah pada pohon hingga daun teratas. Dalam satu tanaman tembakau, panen bisa berlangsung sebanyak 13 hingga 15 kali dalam sekali musim tembakau. Jarak antara panen satu dengan panen lainnya, antara lima dan tujuh hari. Dengan kondisi ini, musim panen tembakau di Temanggung atau yang kerap disebut musim \u2018mbakon\u2019 bisa berlangsung selama dua hingga tiga bulan. Tahun ini, panen dimulai pada pertengahan Juli dan diprediksi akan berakhir pada pertengahan Oktober.<\/p>\n\n\n\n

Baca: Tuhan Tidak Menciptakan Tembakau untuk Dibenci dan Dicaci<\/a><\/p>\n\n\n\n

Metode panen seperti itu, yang bertahap dan berjeda dari panen satu daun ke daun lainnya ternyata berpengaruh terhadap tingkatan kualitas daun tembakau. Daun-daun yang dipanen lebih awal, gradenya berada pada grade yang rendah. Grade terus meningkat hingga sampai puncaknya seiring panen-panen selanjutnya pada tanaman yang sama. Dalam satu tanaman tembakau, grade daun sudah pasti berbeda-beda sesuai dengan waktu panenan daun di tanaman tersebut.<\/p>\n\n\n\n

Agar lebih mudah dipahami, mari kita bayangkan sebatang tanaman tembakau yang tumbuh subur dalam kondisi normal dan tanaman itu sudah mulai memasuki masa panen. Pada sebatang tanaman tembakau itu tumbuh sebanyak 17 helai daun dari bawah ke atas. Panen pertama dimulai. Daun paling bawah dari tanaman tembakau itu dipetik untuk dipanen. Hanya satu helai daun saja, yang terbawah. Daun yang pertama dipanen itu, biasanya memiliki grade A. Adakalanya kualitas tembakau pada panenan pertama sudah mulai berada pada grade B. Di beberapa titik bahkan sudah ada yang menghasilkan tembakau grade C. <\/p>\n\n\n\n

Lima hingga tujuh hari kemudian, panen daun kedua dilakukan. Satu daun saja dari sebatang tanaman, daun terbawah yang dipanen. Lima hingga tujuh hari berikutnya lantas dipanen lagi. Begitu seterusnya hingga 12 atau 13 kali panen. Semakin ke atas daun yang dipanen seiring bertambahnya waktu, grade tembakau juga meningkat hingga puncaknya berhenti di grade F. Hanya sedikit tembakau yang bisa melampau grade F, mencapai grade G dan H, itulah tembakau-tembakau jenis srintil berharga jutaan rupiah per kilogramnya.<\/p>\n\n\n\n

Selain waktu panen dan letak daun dalam sebatang tanaman, jenis tanah, unsur hara yang terkandung dalam tanah, asupan embun alami, pancaran sinar matahari yang cukup, serta proses fermentasi dan penjemuran usai daun-daun dipanen, menjadi penentu kualitas tembakau yang menempatkan daun tembakau itu pada grade tertentu. Satu hal lain lagi yang sangat berpengaruh terhadap grade tembakau adalah wilayah tembakau itu ditanam. Ada tiga wilayah tempat tembakau biasa ditanam. Wilayah persawahan (dataran rendah), wilayah tegalan (dataran menengah), dan wilayah gunung (dataran tinggi). Kondisi tanah dan faktor ketinggian dan kondisi geografis lainnya berpengaruh terhadap kualitas tembakau.<\/p>\n\n\n\n

Di wilayah persawahan, tanaman tembakau memang subur dan tumbuh cepat, namun tembakau yang ditanam di sana maksimal hanya bisa menghasilkan tembakau grade D, atau D+. Sedang tembakau yang ditanam di wilayah tegalan, maksimal bisa menghasilkan tembakau grade E hingga E+. Yang terbaik, tentu saja tembakau yang ditanam di wilayah gunung. Meskipun membutuhkan waktu tanam lebih lama dibanding dua wilayah lainnya, rata-rata panenan terakhir mencapai grade F hingga seterusnya dengan tembakau terbaik bernama srintil.   <\/p>\n\n\n\n

Ini sedikit yang saya pelajari di Temanggung hasil belajar langsung dari para petani di sana. Saya tidak tahu dengan metode panen dan penentuan grade tembakau di wilayah lain dengan jenis tembakau lain juga. Menarik sebetulnya mencari tahu di tempat lain. Semoga sekali waktu nanti berkesempatan untuk itu. 
<\/p>\n","post_title":"Penentuan Grade Tembakau di Temanggung","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"penentuan-grade-tembakau-di-temanggung","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-08-30 15:06:14","post_modified_gmt":"2019-08-30 08:06:14","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6008","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5999,"post_author":"877","post_date":"2019-08-28 09:40:02","post_date_gmt":"2019-08-28 02:40:02","post_content":"\n

Direktur Pusat Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Amerika Serikat (CDC), Robert Redfield, mengungkapkan kematian tragis di Illinois memperkuat dugaan karena vape<\/a> atau rokok elektrik. Berita tersebut atas laporan Dinas Kesehatan Illinois yang mengumumkan ada satu pasien yang akhirnya meninggal dunia. Kasus ini kemungkinan jadi kasus pertama kematian akibat penyakit berkaitan dengan vape.
<\/p>\n\n\n\n

Kejadian di atas menjawab keberadaan vape atau rokok elektrik sangat membahayakan. Berbeda dengan resiko rokok kretek, bisa menimbulkan penyakit jika mengkonsumsinya berlebihan atau kebanyakakan, dan hidup tidak seimbang. Misalnya dalam satu hari merokok sampai tiga atau empat bungkus, tanpa makan nasi atau makan-makanan sehat, tanpa olah raga, tanpa minum air putih, selalu didampingi kopi atau teh, istirahatnya kurang dan sebagainya. Maka dipastikan orang tersebut akan jatuh sakit bahkan meninggal dunia.\u00a0<\/p>\n\n\n\n

Baca: Terkuak, Rokok Elektrik Berbahaya bagi Kesehatan<\/a><\/p>\n\n\n\n

Tidak hanya itu, otoritas kesehatan di Amerika Serikat telah berhasil menginvestigasi kemunculan penyakit paru-paru misterius di antara kalangan pengguna rokok elektrik atau vape. Dilaporkan setidaknya ada 195 kasus potensial penyakit paru-paru di 22 Negara karena kena dampak dari vape atau rokok elektrik.
<\/p>\n\n\n\n

Jadi, masyarakat perlu waspada beredarnya vape atau rokok elektrik. Belum lagi, sebetulnya rokok elektrik atau vape, berdampak juga peningkatan perokok anak.\u00a0 Yang menjadi daya tarik bagi anak, selain bentuknya yang elegan, simpel, juga beraroma buah-buahan yang terkemas dalam cairan.<\/strong><\/p>\n\n\n\n

Orang yang mengatakan bahwa vape atau rokok elektrik lebih mensehatkan dari pada rokok kretek, pendapat tersebut sangat keliru. Disampaing efek dari rangkaian listrik dan battre juga cairan dalam rokok elektrik berpengaruh terhadap resiko jantung.  <\/p>\n\n\n\n

Hasil penelitian yang diterbitkan dalam Journal of American College of Cardiology pada Mei lalu ini menambah bukti bahwa cairan rokok elektrik dapat menghambat fungsi sel-sel tubuh yang berperan dalam kesehatan jantung. Cairan dalam vape atau rokok elektrik pada akhirnya merusak sel-sel yang melapisi pembuluh darah. <\/p>\n\n\n\n

Keberadaan vape atau rokok elektrik di pasaran sangat membahayakan bagi orang Indonesia, terlebih pemuda-pemuda, yang banyak memilih merokok vape aatau rokok elektri. Menurutnya, selain bentuk kecil, simpel dibawa dan ada aroma buah-buahan sesuai selera. Akan tetapi dibalik bentuknya yang bagus, menyembunyikan banyak penyakit ketika dikonsumsi.\u00a0<\/p>\n\n\n\n

Baca: Kata Siapa Lebih Sehat? Perokok Elektrik Berisiko Terjangkit Penyakit Kardiovaskular<\/a><\/p>\n\n\n\n

Hingga kini CDC masih melakukan investigasi lebih lanjut, dengan mengimbau agar para dokter mengumpulkan data dan sampel bila menemukan pasien dengan gejala penyakit paru serupa, tentunya akibat rokok elektrik atau vape. Bentuk dan merek rokok elektrik dan vape banyak varian dan banyak merek. JUUL termasuk merek rokok elektrik atau vape yang saat ini naik daun.\u00a0<\/p>\n\n\n\n

Ada yang mengatakan bahwa tak tepat membandingkan rokok tembakau dengan rokok elektrik. Ya benar tak tepat, karena rokok elektrik atau vape resikonya sangat tinggi. Sedang rokok tembakau resikonya kecil, apa lagi rokok kretek mungkin resikonya sangat kecil sekali terhadap tubuh. Alasannya, munculnya rokok kretek bertujuan untuk pengobatan sakit bengek, dan tujuannya berhasil. Hingga banyak orang melakukan pemesanan rokok kretek saat itu, rokok kretek belum sebagai industri besar masih bersifat rumahan,  keadaan tersebut sekitar abad 19. <\/p>\n\n\n\n

Dalam studi ini, tim peneliti menemukan bukti efek toksik pada sel-sel yang melapisi pembuluh darah dan melindungi jantung. Beberapa bukti tersebut termasuk di antaranya gangguan pada fungsi sel dan munculnya tanda-tanda peradangan. Para peneliti mengamati bagaimana respons sel saat bersentuhan dengan cairan rokok elektrik. Efek yang paling kentara terlihat pada cairan dengan rasa kayu manis.<\/p>\n\n\n\n

Baca: Riset Kesehatan Rokok Elektrik<\/a><\/p>\n\n\n\n

Sekelompok ahli kardiovaskular dari University of Massachusetts menganjurkan peneliti agar melakukan uji rokok elektrik atau vape lebih yang beraroma. Karena sumsi sementara, produk vape atau rokok elektrik yang beraroma dan punya pilihan rasa lebih berbahaya dari pada rokok vape natural. Namun yang banyak beredar dipasaran, justru yang beraroma dan berasa buah-buahan, dari pada yang natural. <\/p>\n\n\n\n

Studi pada 2018 lalu menunjukkan, penggunaan rokok elektrik harian berisiko terhadap serangan jantung, meski dengan probabilitas yang lebih rendah daripada perokok tembakau. Menurut dr Lawrence Phillips pakar kardiovaskular NYU Langone Health mengatakan \u201cKita melihat semakin banyak bukti bahwa rokok elektrik berhubungan dengan peningkatan risiko serangan jantung\u201d.<\/p>\n\n\n\n

Dari hasil pakar dan hasil studi di atas menegaskan bahwa keberadaan rokok vape atau rokok elektrik, resikonya sangat besar. Bahan utama rokok vape atau elektrik yang paling besar memberikan efek negatif pada tubuh manusia adalah cairan perasa. Akibat cairan perasa dalam rokok elektrik  atau vape termasuk merek JUUL beresiko terjadi peradangan, terjangkit penyakit jantung dan paru-paru akut, selanjutnya berakibat kematian. <\/p>\n\n\n\n

Untuk itu, demi masa depan bangsa Indonesia harusnya ada regulasi pelarangan peredaran rokok elektrik atau vape yang nyata-nyata telah ada kasus dengan didukung beberapa riset dan studi tentang konten rokok elektrik atau vape, yang hasilnya mempunyai resiko tinggi dapat menyebabkan penyakit berujung kematian.         
<\/p>\n","post_title":"Perokok Elektrik Berisiko Besar Terjangkit Penyakit Mematikan","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"perokok-elektrik-berisiko-besar-terjangkit-penyakit-mematikan","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-08-28 09:40:09","post_modified_gmt":"2019-08-28 02:40:09","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5999","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5988,"post_author":"855","post_date":"2019-08-24 10:41:28","post_date_gmt":"2019-08-24 03:41:28","post_content":"\n

Sumber permasalahan besar dunia pertembakauan sejatinya bukan iklim dan hama, melainkan kebijakan pemerintah dan para plolitisi yang ikut serta membicarakannya, tanpa dasar yang kuat, adil dan cenderung ugal-ugalan.
<\/p>\n\n\n\n

Jika orang dahulu tidak berani bicara kecuali kepada hal-hal yang benar-benar diketahui, kali ini banyak sekali orang yang banyak bicara daripada membaca, baik buku maupun alam kauniyah (dunia nyata). Maka jangan heran, jika tidak sedikit politisi dan pemerintah yang gagal paham dunia pertembakau, dari berbagai sisi, karena mereka mendapatkan informasi sepotong-sepotong, tanpa ada usaha untuk tabayyun <\/em>lebih mendalam apalagi turun ke ladang untuk memastikan.
<\/p>\n\n\n\n

Kini hama petani muncul lagi dari kalangan politisi. Sebut saja namanya Sukamta (nama asli) yang kini menjabat sebagai sekretaris Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS). Kenapa semua orang yang terkait dengan industri hasil tembakau (petani, buruh, dsb) dianggap tidak sejahtera, ya karena partai yang harusnya adil saja tidak mampu berbuat adil, bahkan dalam pikiran dan apa yang keluar dari mulutnya.<\/p>\n\n\n\n

Baca: Tuhan Tidak Menciptakan Tembakau untuk Dibenci dan Dicaci<\/a>
<\/p>\n\n\n\n

Tidak perlu bicara terlalu jauh. Mari kita kita uji omongan Sukamta yang dimuat situs ayosemarang.com, 22 Agustus 2019. Omongan yang sejatinya sebuah template dan selalu dipakai oleh antirokok. Semacam gaya kampanye sholih li kulli zaman wal makan, <\/em>meski dibangun dari logika berantakan dan cenderung mengutamakan kengawuran daripada analisa yang mendalam. Ya memang itulah keistimewaan antirokok, anti terhadap data valid dan percaya diri berlebihan dalam kesesatan berpikir.
<\/p>\n\n\n\n

Bagi Sukamta, harga rokok di Indonesia, sebuah negeri yang besar salah satunya ditopang oleh dunia pertembakauan, harus dinaikkan 700 persen. Alasannya supaya orang miskin tidak dapat membeli rokok. Jika orang miskin yang merokok jatuh sakit, maka negara melalui (Jaminan Kesehatan Nasional) JKN rugi menanggung biayanya. Tentu saja ini berbeda dengan, orang kaya boleh makan junkfood<\/em>, minuman bersoda, dan berlaku semaunya, karena jika jatuh sakit mereka bisa membiayai sendiri dan dapat memperkaya negara.
<\/p>\n\n\n\n

Cara sistematis ini akan diduplikasi dan diperbarui terus menerus. Bermula dari seorang sakit yang berobat ke dokter, jika ia merokok maka dokter akan berkata, \u201cbapak sakit karena rokok\u201d, dan dokter tidak secara jujur bahwa penyakit itu datang dari sebab apapun, bisa gula, bisa gaya hidup yang berantakan, kurang minum air putih, stres dengan obat mahal, dsb.
<\/p>\n\n\n\n

Kenapa Sukamta cenderung ingin menaikkan harga rokok untuk menyelesaikan permasalahan JKN yang rumit itu? Ya karena sudah menjadi tabiat antirokok, bahwa berpikir keras untuk mencari solusi adalah buang-buang waktu, makanya rokok akan disalahkan supaya permasalahan menjadi lekas selesai. 
<\/p>\n\n\n\n

Coba kita kembali ke tahun 2018, saat BPJS Kesehatan defisit dan ditambal oleh cukai rokok. Para pegiat kesehatan beralasan, jumlah masyarakat sakit yang kian bertambah dan narasi yang kemudian dibangun; sakit-sakit itu disebabkan oleh rokok. Tidak berhenti sampai di situ, beragam alasan yang penting pengelola kesehatan \u201cselamat\u201d banyak digaungkan di media (tanpa ada sikap ksatria untuk mengakui bahwa memang masih banyak masalah dalam JKN, baik pengelolaan maupun skema yang lebih baik, yang perlu dicarikan solusi).<\/p>\n\n\n\n

Baca: Kegagalan Lakpesdam PBNU dalam Melihat Produk Tembakau Alternatif<\/a><\/p>\n\n\n\n

Koordinator Advokasi BPJS Watch, Timboel Siregar, megkritisi beragam narasi yang dibangun oleh pegiat kesehatan. Ia mengusulkan agar BPJS fokus pada pengawasan penetapan inasibijis oleh pihak rumah sakit. Timboel menilai, inasibijis merupakan gerbang terjadinya defisit BPJS Kesehatan. Inasibijis (INA-CGB) merupakan sebuah singkatan dari Indonesia Case Base Gropus, yakni sebuah aplikasi yang digunakan rumah sakit untuk mengajukan klaim pada pemerintah. (bisnis.com)
<\/p>\n\n\n\n

Kita tidak pernah tau, apa yang dilakukan rumah sakit terhadap pasien-pasien yang membayar BPJS. Kita juga tidak pernah tau jika ada pasien BPJS kelas I diberi fasilitas kelas II atau III, dan rumah sakit mengklaim biaya kelas I ke negara. Tentu saja yang demikian ini tidak penting bagi antirokok. <\/p>\n\n\n\n

Baca: Ada Campur Tangan Bloomberg dalam Surat Edaran Menkes terkait Pemblokiran Iklan Rokok<\/a><\/p>\n\n\n\n

Sukamta juga bilang, orang-orang yang kecanduan merokok dan mampu membeli rokok yang mahal, dipersilahkan tetap merokok asal menanggung sendiri biaya pengobatan akibat penyakit karena rokok. Asalkan dampak buruk akibat konsumsi rokok tidak membebani negara kerena pemasukan dari cukai tembakau tidak sebanding dengan biaya yang harus dikeluarkan negara. (ayosemarang.com)
<\/p>\n\n\n\n

Bagi saya pribadi, ini adalah statemen yang sangat lucu. Sejak kapan sih negara betul-betul hadir dan perhatian terhadap kesehatan masyarakat, khususnya di pedesaan dan pedalaman? Kalau ada pun, menjalankannya setengah hati. Dan sejak kapan rokok itu menjadi candu, padahal yang candu itu kekuasaan dan menjadikan masyarakat sebagai jembatan untuk menuju \u201ckekuasaan dalam negara\u201d? 
<\/p>\n\n\n\n

Sukamta juga menganggap, bahwa perokok bukan orang yang produktif? Faktanya? Setahu saya orang-orang yang merokok punya produtivitas tinggi, mereka hidup sebagaimana keringat yang diperas setiap hari. Tanpa berharap kepada negara apalagi Sukamta.
<\/p>\n\n\n\n

Sekadar saran saja, sebaiknya PKS tidak perlu ngelantur bicara rokok. Silahkan bicara, asalkan keadilan sosial sebagaimana nama partainya tidak hanya selesai pada tataran konsepsi dan gagah-gagahan, melainkan pada tahap tindakan dan contoh konkrit atasnya.
<\/p>\n","post_title":"Ketika PKS Bicara Rokok","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"ketika-pks-bicara-rokok","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-08-24 10:51:25","post_modified_gmt":"2019-08-24 03:51:25","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5988","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":35},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"epic_block_3"};

\n

Pada mulanya, saya mengira tanaman tembakau ditanam, dirawat, dan dipanen sama dengan kebanyakan tanaman-tanaman semusim lainnya di negeri ini. Ada proses pembibitan, kemudian proses penanaman, lantas tanaman rutin disiram dan diberi pupuk, ada proses perawatan hingga akhirnya dipanen ketika musim panen tiba. Tapi nyatanya, perkiraan saya salah. Tembakau tanaman yang cukup unik. Beda dari banyak tanaman semusim lain yang lazim ditanam petani di banyak tempat di Indonesia.<\/p>\n\n\n\n

Hal paling menonjol yang membedakan tanaman tembakau dengan tanaman semusim lain ada pada masa tanam dan masa panen tiba. Tanaman tembakau menjadi anomali karena ditanam saat musim penghujan akan berakhir. Lalu dipanen ketika musim kemarau sedang berada pada puncaknya. Saat tanaman-tanaman semusim lainnya enggan tumbuh, bahkan rumput sekalipun mengering karena kemarau.<\/p>\n\n\n\n

Tiga tahun belakangan, saya banyak bergaul dengan petani dan buruh tani tembakau di Kabupaten Temanggung, juga dengan anak-anak mereka. Jika sebelumnya saya sekadar penikmat rokok kretek, tiga tahun belakangan, saya mulai tertarik untuk mempelajari seluk-beluk seluruh lini yang mendukung industri kretek nasional. Yang paling menarik minat saya, tentu saja konteks pertanian dan sosial masyarakat yang memproduksi komoditas yang menjadi bahan baku utama produk kretek. Tembakau dan cengkeh.<\/p>\n\n\n\n

Baca: Melihat Petani Tembakau di Temanggung Memanen Tembakau Mereka<\/a><\/p>\n\n\n\n

Dari sekian banyak hal menarik yang disajikan pertanian tembakau hingga proses penjualan hasil panen tembakau yang saya amati di wilayah Kabupaten Temanggung, hal yang terus menerus menarik minat saya dan hingga saat ini belum sepenuhnya saya pahami adalah proses panen tembakau dan penentuan grade tembakau hasil panenan petani. Sama seperti kesalahan saya mengira tanaman tembakau ditanam dan diproses mirip dengan tanaman semusim lainnya, dugaan saya perihal proses panen tembakau juga salah sepenuhnya. Dahulu saya mengira daun-daun yang siap dipanen dari tanaman tembakau ya dipanen begitu saja. Menunggu daun-daun yang tumbuh pada tanaman tembakau siap dipanen, lantas dipanen seluruhnya dalam satu waktu oleh para pekerja di kebun. Nyatanya tidak begitu. Dan lebih rumit dari itu.<\/p>\n\n\n\n

Mayoritas tembakau yang ditanam di wilayah Temanggung berasal dari jenis kemloko. Ada kemloko 1, kemloko 2, dan kemloko 3. Dari ketiga varietas kemloko tersebut, metode panen dan penentuan grade tembakau memiliki tata cara yang sama persis. Seluruh petani di Temanggung menerapkan metode panen yang mirip. Dari metode panen tersebut, ternyata berpengaruh terhadap tingkatan kualitas tembakau yang dipanen, petani di Temanggung kerap menyebut \u2018tiam\u2019 atau \u2018grade\u2019 untuk perbedaan tingkat kualitas tembakau yang dipanen.<\/p>\n\n\n\n

Tidak seperti tanaman semusim lainnya yang dipanen dalam satu waktu, tembakau dipanen bertahap mulai dari daun terbawah pada pohon hingga daun teratas. Dalam satu tanaman tembakau, panen bisa berlangsung sebanyak 13 hingga 15 kali dalam sekali musim tembakau. Jarak antara panen satu dengan panen lainnya, antara lima dan tujuh hari. Dengan kondisi ini, musim panen tembakau di Temanggung atau yang kerap disebut musim \u2018mbakon\u2019 bisa berlangsung selama dua hingga tiga bulan. Tahun ini, panen dimulai pada pertengahan Juli dan diprediksi akan berakhir pada pertengahan Oktober.<\/p>\n\n\n\n

Baca: Tuhan Tidak Menciptakan Tembakau untuk Dibenci dan Dicaci<\/a><\/p>\n\n\n\n

Metode panen seperti itu, yang bertahap dan berjeda dari panen satu daun ke daun lainnya ternyata berpengaruh terhadap tingkatan kualitas daun tembakau. Daun-daun yang dipanen lebih awal, gradenya berada pada grade yang rendah. Grade terus meningkat hingga sampai puncaknya seiring panen-panen selanjutnya pada tanaman yang sama. Dalam satu tanaman tembakau, grade daun sudah pasti berbeda-beda sesuai dengan waktu panenan daun di tanaman tersebut.<\/p>\n\n\n\n

Agar lebih mudah dipahami, mari kita bayangkan sebatang tanaman tembakau yang tumbuh subur dalam kondisi normal dan tanaman itu sudah mulai memasuki masa panen. Pada sebatang tanaman tembakau itu tumbuh sebanyak 17 helai daun dari bawah ke atas. Panen pertama dimulai. Daun paling bawah dari tanaman tembakau itu dipetik untuk dipanen. Hanya satu helai daun saja, yang terbawah. Daun yang pertama dipanen itu, biasanya memiliki grade A. Adakalanya kualitas tembakau pada panenan pertama sudah mulai berada pada grade B. Di beberapa titik bahkan sudah ada yang menghasilkan tembakau grade C. <\/p>\n\n\n\n

Lima hingga tujuh hari kemudian, panen daun kedua dilakukan. Satu daun saja dari sebatang tanaman, daun terbawah yang dipanen. Lima hingga tujuh hari berikutnya lantas dipanen lagi. Begitu seterusnya hingga 12 atau 13 kali panen. Semakin ke atas daun yang dipanen seiring bertambahnya waktu, grade tembakau juga meningkat hingga puncaknya berhenti di grade F. Hanya sedikit tembakau yang bisa melampau grade F, mencapai grade G dan H, itulah tembakau-tembakau jenis srintil berharga jutaan rupiah per kilogramnya.<\/p>\n\n\n\n

Selain waktu panen dan letak daun dalam sebatang tanaman, jenis tanah, unsur hara yang terkandung dalam tanah, asupan embun alami, pancaran sinar matahari yang cukup, serta proses fermentasi dan penjemuran usai daun-daun dipanen, menjadi penentu kualitas tembakau yang menempatkan daun tembakau itu pada grade tertentu. Satu hal lain lagi yang sangat berpengaruh terhadap grade tembakau adalah wilayah tembakau itu ditanam. Ada tiga wilayah tempat tembakau biasa ditanam. Wilayah persawahan (dataran rendah), wilayah tegalan (dataran menengah), dan wilayah gunung (dataran tinggi). Kondisi tanah dan faktor ketinggian dan kondisi geografis lainnya berpengaruh terhadap kualitas tembakau.<\/p>\n\n\n\n

Di wilayah persawahan, tanaman tembakau memang subur dan tumbuh cepat, namun tembakau yang ditanam di sana maksimal hanya bisa menghasilkan tembakau grade D, atau D+. Sedang tembakau yang ditanam di wilayah tegalan, maksimal bisa menghasilkan tembakau grade E hingga E+. Yang terbaik, tentu saja tembakau yang ditanam di wilayah gunung. Meskipun membutuhkan waktu tanam lebih lama dibanding dua wilayah lainnya, rata-rata panenan terakhir mencapai grade F hingga seterusnya dengan tembakau terbaik bernama srintil.   <\/p>\n\n\n\n

Ini sedikit yang saya pelajari di Temanggung hasil belajar langsung dari para petani di sana. Saya tidak tahu dengan metode panen dan penentuan grade tembakau di wilayah lain dengan jenis tembakau lain juga. Menarik sebetulnya mencari tahu di tempat lain. Semoga sekali waktu nanti berkesempatan untuk itu. 
<\/p>\n","post_title":"Penentuan Grade Tembakau di Temanggung","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"penentuan-grade-tembakau-di-temanggung","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-08-30 15:06:14","post_modified_gmt":"2019-08-30 08:06:14","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6008","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5999,"post_author":"877","post_date":"2019-08-28 09:40:02","post_date_gmt":"2019-08-28 02:40:02","post_content":"\n

Direktur Pusat Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Amerika Serikat (CDC), Robert Redfield, mengungkapkan kematian tragis di Illinois memperkuat dugaan karena vape<\/a> atau rokok elektrik. Berita tersebut atas laporan Dinas Kesehatan Illinois yang mengumumkan ada satu pasien yang akhirnya meninggal dunia. Kasus ini kemungkinan jadi kasus pertama kematian akibat penyakit berkaitan dengan vape.
<\/p>\n\n\n\n

Kejadian di atas menjawab keberadaan vape atau rokok elektrik sangat membahayakan. Berbeda dengan resiko rokok kretek, bisa menimbulkan penyakit jika mengkonsumsinya berlebihan atau kebanyakakan, dan hidup tidak seimbang. Misalnya dalam satu hari merokok sampai tiga atau empat bungkus, tanpa makan nasi atau makan-makanan sehat, tanpa olah raga, tanpa minum air putih, selalu didampingi kopi atau teh, istirahatnya kurang dan sebagainya. Maka dipastikan orang tersebut akan jatuh sakit bahkan meninggal dunia.\u00a0<\/p>\n\n\n\n

Baca: Terkuak, Rokok Elektrik Berbahaya bagi Kesehatan<\/a><\/p>\n\n\n\n

Tidak hanya itu, otoritas kesehatan di Amerika Serikat telah berhasil menginvestigasi kemunculan penyakit paru-paru misterius di antara kalangan pengguna rokok elektrik atau vape. Dilaporkan setidaknya ada 195 kasus potensial penyakit paru-paru di 22 Negara karena kena dampak dari vape atau rokok elektrik.
<\/p>\n\n\n\n

Jadi, masyarakat perlu waspada beredarnya vape atau rokok elektrik. Belum lagi, sebetulnya rokok elektrik atau vape, berdampak juga peningkatan perokok anak.\u00a0 Yang menjadi daya tarik bagi anak, selain bentuknya yang elegan, simpel, juga beraroma buah-buahan yang terkemas dalam cairan.<\/strong><\/p>\n\n\n\n

Orang yang mengatakan bahwa vape atau rokok elektrik lebih mensehatkan dari pada rokok kretek, pendapat tersebut sangat keliru. Disampaing efek dari rangkaian listrik dan battre juga cairan dalam rokok elektrik berpengaruh terhadap resiko jantung.  <\/p>\n\n\n\n

Hasil penelitian yang diterbitkan dalam Journal of American College of Cardiology pada Mei lalu ini menambah bukti bahwa cairan rokok elektrik dapat menghambat fungsi sel-sel tubuh yang berperan dalam kesehatan jantung. Cairan dalam vape atau rokok elektrik pada akhirnya merusak sel-sel yang melapisi pembuluh darah. <\/p>\n\n\n\n

Keberadaan vape atau rokok elektrik di pasaran sangat membahayakan bagi orang Indonesia, terlebih pemuda-pemuda, yang banyak memilih merokok vape aatau rokok elektri. Menurutnya, selain bentuk kecil, simpel dibawa dan ada aroma buah-buahan sesuai selera. Akan tetapi dibalik bentuknya yang bagus, menyembunyikan banyak penyakit ketika dikonsumsi.\u00a0<\/p>\n\n\n\n

Baca: Kata Siapa Lebih Sehat? Perokok Elektrik Berisiko Terjangkit Penyakit Kardiovaskular<\/a><\/p>\n\n\n\n

Hingga kini CDC masih melakukan investigasi lebih lanjut, dengan mengimbau agar para dokter mengumpulkan data dan sampel bila menemukan pasien dengan gejala penyakit paru serupa, tentunya akibat rokok elektrik atau vape. Bentuk dan merek rokok elektrik dan vape banyak varian dan banyak merek. JUUL termasuk merek rokok elektrik atau vape yang saat ini naik daun.\u00a0<\/p>\n\n\n\n

Ada yang mengatakan bahwa tak tepat membandingkan rokok tembakau dengan rokok elektrik. Ya benar tak tepat, karena rokok elektrik atau vape resikonya sangat tinggi. Sedang rokok tembakau resikonya kecil, apa lagi rokok kretek mungkin resikonya sangat kecil sekali terhadap tubuh. Alasannya, munculnya rokok kretek bertujuan untuk pengobatan sakit bengek, dan tujuannya berhasil. Hingga banyak orang melakukan pemesanan rokok kretek saat itu, rokok kretek belum sebagai industri besar masih bersifat rumahan,  keadaan tersebut sekitar abad 19. <\/p>\n\n\n\n

Dalam studi ini, tim peneliti menemukan bukti efek toksik pada sel-sel yang melapisi pembuluh darah dan melindungi jantung. Beberapa bukti tersebut termasuk di antaranya gangguan pada fungsi sel dan munculnya tanda-tanda peradangan. Para peneliti mengamati bagaimana respons sel saat bersentuhan dengan cairan rokok elektrik. Efek yang paling kentara terlihat pada cairan dengan rasa kayu manis.<\/p>\n\n\n\n

Baca: Riset Kesehatan Rokok Elektrik<\/a><\/p>\n\n\n\n

Sekelompok ahli kardiovaskular dari University of Massachusetts menganjurkan peneliti agar melakukan uji rokok elektrik atau vape lebih yang beraroma. Karena sumsi sementara, produk vape atau rokok elektrik yang beraroma dan punya pilihan rasa lebih berbahaya dari pada rokok vape natural. Namun yang banyak beredar dipasaran, justru yang beraroma dan berasa buah-buahan, dari pada yang natural. <\/p>\n\n\n\n

Studi pada 2018 lalu menunjukkan, penggunaan rokok elektrik harian berisiko terhadap serangan jantung, meski dengan probabilitas yang lebih rendah daripada perokok tembakau. Menurut dr Lawrence Phillips pakar kardiovaskular NYU Langone Health mengatakan \u201cKita melihat semakin banyak bukti bahwa rokok elektrik berhubungan dengan peningkatan risiko serangan jantung\u201d.<\/p>\n\n\n\n

Dari hasil pakar dan hasil studi di atas menegaskan bahwa keberadaan rokok vape atau rokok elektrik, resikonya sangat besar. Bahan utama rokok vape atau elektrik yang paling besar memberikan efek negatif pada tubuh manusia adalah cairan perasa. Akibat cairan perasa dalam rokok elektrik  atau vape termasuk merek JUUL beresiko terjadi peradangan, terjangkit penyakit jantung dan paru-paru akut, selanjutnya berakibat kematian. <\/p>\n\n\n\n

Untuk itu, demi masa depan bangsa Indonesia harusnya ada regulasi pelarangan peredaran rokok elektrik atau vape yang nyata-nyata telah ada kasus dengan didukung beberapa riset dan studi tentang konten rokok elektrik atau vape, yang hasilnya mempunyai resiko tinggi dapat menyebabkan penyakit berujung kematian.         
<\/p>\n","post_title":"Perokok Elektrik Berisiko Besar Terjangkit Penyakit Mematikan","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"perokok-elektrik-berisiko-besar-terjangkit-penyakit-mematikan","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-08-28 09:40:09","post_modified_gmt":"2019-08-28 02:40:09","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5999","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5988,"post_author":"855","post_date":"2019-08-24 10:41:28","post_date_gmt":"2019-08-24 03:41:28","post_content":"\n

Sumber permasalahan besar dunia pertembakauan sejatinya bukan iklim dan hama, melainkan kebijakan pemerintah dan para plolitisi yang ikut serta membicarakannya, tanpa dasar yang kuat, adil dan cenderung ugal-ugalan.
<\/p>\n\n\n\n

Jika orang dahulu tidak berani bicara kecuali kepada hal-hal yang benar-benar diketahui, kali ini banyak sekali orang yang banyak bicara daripada membaca, baik buku maupun alam kauniyah (dunia nyata). Maka jangan heran, jika tidak sedikit politisi dan pemerintah yang gagal paham dunia pertembakau, dari berbagai sisi, karena mereka mendapatkan informasi sepotong-sepotong, tanpa ada usaha untuk tabayyun <\/em>lebih mendalam apalagi turun ke ladang untuk memastikan.
<\/p>\n\n\n\n

Kini hama petani muncul lagi dari kalangan politisi. Sebut saja namanya Sukamta (nama asli) yang kini menjabat sebagai sekretaris Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS). Kenapa semua orang yang terkait dengan industri hasil tembakau (petani, buruh, dsb) dianggap tidak sejahtera, ya karena partai yang harusnya adil saja tidak mampu berbuat adil, bahkan dalam pikiran dan apa yang keluar dari mulutnya.<\/p>\n\n\n\n

Baca: Tuhan Tidak Menciptakan Tembakau untuk Dibenci dan Dicaci<\/a>
<\/p>\n\n\n\n

Tidak perlu bicara terlalu jauh. Mari kita kita uji omongan Sukamta yang dimuat situs ayosemarang.com, 22 Agustus 2019. Omongan yang sejatinya sebuah template dan selalu dipakai oleh antirokok. Semacam gaya kampanye sholih li kulli zaman wal makan, <\/em>meski dibangun dari logika berantakan dan cenderung mengutamakan kengawuran daripada analisa yang mendalam. Ya memang itulah keistimewaan antirokok, anti terhadap data valid dan percaya diri berlebihan dalam kesesatan berpikir.
<\/p>\n\n\n\n

Bagi Sukamta, harga rokok di Indonesia, sebuah negeri yang besar salah satunya ditopang oleh dunia pertembakauan, harus dinaikkan 700 persen. Alasannya supaya orang miskin tidak dapat membeli rokok. Jika orang miskin yang merokok jatuh sakit, maka negara melalui (Jaminan Kesehatan Nasional) JKN rugi menanggung biayanya. Tentu saja ini berbeda dengan, orang kaya boleh makan junkfood<\/em>, minuman bersoda, dan berlaku semaunya, karena jika jatuh sakit mereka bisa membiayai sendiri dan dapat memperkaya negara.
<\/p>\n\n\n\n

Cara sistematis ini akan diduplikasi dan diperbarui terus menerus. Bermula dari seorang sakit yang berobat ke dokter, jika ia merokok maka dokter akan berkata, \u201cbapak sakit karena rokok\u201d, dan dokter tidak secara jujur bahwa penyakit itu datang dari sebab apapun, bisa gula, bisa gaya hidup yang berantakan, kurang minum air putih, stres dengan obat mahal, dsb.
<\/p>\n\n\n\n

Kenapa Sukamta cenderung ingin menaikkan harga rokok untuk menyelesaikan permasalahan JKN yang rumit itu? Ya karena sudah menjadi tabiat antirokok, bahwa berpikir keras untuk mencari solusi adalah buang-buang waktu, makanya rokok akan disalahkan supaya permasalahan menjadi lekas selesai. 
<\/p>\n\n\n\n

Coba kita kembali ke tahun 2018, saat BPJS Kesehatan defisit dan ditambal oleh cukai rokok. Para pegiat kesehatan beralasan, jumlah masyarakat sakit yang kian bertambah dan narasi yang kemudian dibangun; sakit-sakit itu disebabkan oleh rokok. Tidak berhenti sampai di situ, beragam alasan yang penting pengelola kesehatan \u201cselamat\u201d banyak digaungkan di media (tanpa ada sikap ksatria untuk mengakui bahwa memang masih banyak masalah dalam JKN, baik pengelolaan maupun skema yang lebih baik, yang perlu dicarikan solusi).<\/p>\n\n\n\n

Baca: Kegagalan Lakpesdam PBNU dalam Melihat Produk Tembakau Alternatif<\/a><\/p>\n\n\n\n

Koordinator Advokasi BPJS Watch, Timboel Siregar, megkritisi beragam narasi yang dibangun oleh pegiat kesehatan. Ia mengusulkan agar BPJS fokus pada pengawasan penetapan inasibijis oleh pihak rumah sakit. Timboel menilai, inasibijis merupakan gerbang terjadinya defisit BPJS Kesehatan. Inasibijis (INA-CGB) merupakan sebuah singkatan dari Indonesia Case Base Gropus, yakni sebuah aplikasi yang digunakan rumah sakit untuk mengajukan klaim pada pemerintah. (bisnis.com)
<\/p>\n\n\n\n

Kita tidak pernah tau, apa yang dilakukan rumah sakit terhadap pasien-pasien yang membayar BPJS. Kita juga tidak pernah tau jika ada pasien BPJS kelas I diberi fasilitas kelas II atau III, dan rumah sakit mengklaim biaya kelas I ke negara. Tentu saja yang demikian ini tidak penting bagi antirokok. <\/p>\n\n\n\n

Baca: Ada Campur Tangan Bloomberg dalam Surat Edaran Menkes terkait Pemblokiran Iklan Rokok<\/a><\/p>\n\n\n\n

Sukamta juga bilang, orang-orang yang kecanduan merokok dan mampu membeli rokok yang mahal, dipersilahkan tetap merokok asal menanggung sendiri biaya pengobatan akibat penyakit karena rokok. Asalkan dampak buruk akibat konsumsi rokok tidak membebani negara kerena pemasukan dari cukai tembakau tidak sebanding dengan biaya yang harus dikeluarkan negara. (ayosemarang.com)
<\/p>\n\n\n\n

Bagi saya pribadi, ini adalah statemen yang sangat lucu. Sejak kapan sih negara betul-betul hadir dan perhatian terhadap kesehatan masyarakat, khususnya di pedesaan dan pedalaman? Kalau ada pun, menjalankannya setengah hati. Dan sejak kapan rokok itu menjadi candu, padahal yang candu itu kekuasaan dan menjadikan masyarakat sebagai jembatan untuk menuju \u201ckekuasaan dalam negara\u201d? 
<\/p>\n\n\n\n

Sukamta juga menganggap, bahwa perokok bukan orang yang produktif? Faktanya? Setahu saya orang-orang yang merokok punya produtivitas tinggi, mereka hidup sebagaimana keringat yang diperas setiap hari. Tanpa berharap kepada negara apalagi Sukamta.
<\/p>\n\n\n\n

Sekadar saran saja, sebaiknya PKS tidak perlu ngelantur bicara rokok. Silahkan bicara, asalkan keadilan sosial sebagaimana nama partainya tidak hanya selesai pada tataran konsepsi dan gagah-gagahan, melainkan pada tahap tindakan dan contoh konkrit atasnya.
<\/p>\n","post_title":"Ketika PKS Bicara Rokok","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"ketika-pks-bicara-rokok","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-08-24 10:51:25","post_modified_gmt":"2019-08-24 03:51:25","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5988","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":35},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"epic_block_3"};

\n

Nah, ternyata, banyak orang yang sangat simpati dan membela pabrik Djarum, terutama orang Kudus. Rata-rata mereka, tak tahu apa yang harus dilakukan, apa yang harus diperbuat. Sebagai manusia lemah, mereka hanya bisa marah  yang terpendaam dalam hati, dengan melihat kejadian KPAI menyerang Djarum. Coba, andaikan mereka tahu kalau dibelekang KPAI ada kepentingan asing yang mengusik rokok kretek asli Kudus, yang sudah mendarah daging bagi masyarakat Kudus. Pastinya, pembelaanya lebih dari itu, bahkan mungkin mati-matian.
<\/p>\n","post_title":"Cerita di Balik Segelas Kopi untuk Djarum","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"cerita-di-balik-segelas-kopi-untuk-djarum","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-09-03 09:19:00","post_modified_gmt":"2019-09-03 02:19:00","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6014","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":6008,"post_author":"878","post_date":"2019-08-30 15:06:07","post_date_gmt":"2019-08-30 08:06:07","post_content":"\n

Pada mulanya, saya mengira tanaman tembakau ditanam, dirawat, dan dipanen sama dengan kebanyakan tanaman-tanaman semusim lainnya di negeri ini. Ada proses pembibitan, kemudian proses penanaman, lantas tanaman rutin disiram dan diberi pupuk, ada proses perawatan hingga akhirnya dipanen ketika musim panen tiba. Tapi nyatanya, perkiraan saya salah. Tembakau tanaman yang cukup unik. Beda dari banyak tanaman semusim lain yang lazim ditanam petani di banyak tempat di Indonesia.<\/p>\n\n\n\n

Hal paling menonjol yang membedakan tanaman tembakau dengan tanaman semusim lain ada pada masa tanam dan masa panen tiba. Tanaman tembakau menjadi anomali karena ditanam saat musim penghujan akan berakhir. Lalu dipanen ketika musim kemarau sedang berada pada puncaknya. Saat tanaman-tanaman semusim lainnya enggan tumbuh, bahkan rumput sekalipun mengering karena kemarau.<\/p>\n\n\n\n

Tiga tahun belakangan, saya banyak bergaul dengan petani dan buruh tani tembakau di Kabupaten Temanggung, juga dengan anak-anak mereka. Jika sebelumnya saya sekadar penikmat rokok kretek, tiga tahun belakangan, saya mulai tertarik untuk mempelajari seluk-beluk seluruh lini yang mendukung industri kretek nasional. Yang paling menarik minat saya, tentu saja konteks pertanian dan sosial masyarakat yang memproduksi komoditas yang menjadi bahan baku utama produk kretek. Tembakau dan cengkeh.<\/p>\n\n\n\n

Baca: Melihat Petani Tembakau di Temanggung Memanen Tembakau Mereka<\/a><\/p>\n\n\n\n

Dari sekian banyak hal menarik yang disajikan pertanian tembakau hingga proses penjualan hasil panen tembakau yang saya amati di wilayah Kabupaten Temanggung, hal yang terus menerus menarik minat saya dan hingga saat ini belum sepenuhnya saya pahami adalah proses panen tembakau dan penentuan grade tembakau hasil panenan petani. Sama seperti kesalahan saya mengira tanaman tembakau ditanam dan diproses mirip dengan tanaman semusim lainnya, dugaan saya perihal proses panen tembakau juga salah sepenuhnya. Dahulu saya mengira daun-daun yang siap dipanen dari tanaman tembakau ya dipanen begitu saja. Menunggu daun-daun yang tumbuh pada tanaman tembakau siap dipanen, lantas dipanen seluruhnya dalam satu waktu oleh para pekerja di kebun. Nyatanya tidak begitu. Dan lebih rumit dari itu.<\/p>\n\n\n\n

Mayoritas tembakau yang ditanam di wilayah Temanggung berasal dari jenis kemloko. Ada kemloko 1, kemloko 2, dan kemloko 3. Dari ketiga varietas kemloko tersebut, metode panen dan penentuan grade tembakau memiliki tata cara yang sama persis. Seluruh petani di Temanggung menerapkan metode panen yang mirip. Dari metode panen tersebut, ternyata berpengaruh terhadap tingkatan kualitas tembakau yang dipanen, petani di Temanggung kerap menyebut \u2018tiam\u2019 atau \u2018grade\u2019 untuk perbedaan tingkat kualitas tembakau yang dipanen.<\/p>\n\n\n\n

Tidak seperti tanaman semusim lainnya yang dipanen dalam satu waktu, tembakau dipanen bertahap mulai dari daun terbawah pada pohon hingga daun teratas. Dalam satu tanaman tembakau, panen bisa berlangsung sebanyak 13 hingga 15 kali dalam sekali musim tembakau. Jarak antara panen satu dengan panen lainnya, antara lima dan tujuh hari. Dengan kondisi ini, musim panen tembakau di Temanggung atau yang kerap disebut musim \u2018mbakon\u2019 bisa berlangsung selama dua hingga tiga bulan. Tahun ini, panen dimulai pada pertengahan Juli dan diprediksi akan berakhir pada pertengahan Oktober.<\/p>\n\n\n\n

Baca: Tuhan Tidak Menciptakan Tembakau untuk Dibenci dan Dicaci<\/a><\/p>\n\n\n\n

Metode panen seperti itu, yang bertahap dan berjeda dari panen satu daun ke daun lainnya ternyata berpengaruh terhadap tingkatan kualitas daun tembakau. Daun-daun yang dipanen lebih awal, gradenya berada pada grade yang rendah. Grade terus meningkat hingga sampai puncaknya seiring panen-panen selanjutnya pada tanaman yang sama. Dalam satu tanaman tembakau, grade daun sudah pasti berbeda-beda sesuai dengan waktu panenan daun di tanaman tersebut.<\/p>\n\n\n\n

Agar lebih mudah dipahami, mari kita bayangkan sebatang tanaman tembakau yang tumbuh subur dalam kondisi normal dan tanaman itu sudah mulai memasuki masa panen. Pada sebatang tanaman tembakau itu tumbuh sebanyak 17 helai daun dari bawah ke atas. Panen pertama dimulai. Daun paling bawah dari tanaman tembakau itu dipetik untuk dipanen. Hanya satu helai daun saja, yang terbawah. Daun yang pertama dipanen itu, biasanya memiliki grade A. Adakalanya kualitas tembakau pada panenan pertama sudah mulai berada pada grade B. Di beberapa titik bahkan sudah ada yang menghasilkan tembakau grade C. <\/p>\n\n\n\n

Lima hingga tujuh hari kemudian, panen daun kedua dilakukan. Satu daun saja dari sebatang tanaman, daun terbawah yang dipanen. Lima hingga tujuh hari berikutnya lantas dipanen lagi. Begitu seterusnya hingga 12 atau 13 kali panen. Semakin ke atas daun yang dipanen seiring bertambahnya waktu, grade tembakau juga meningkat hingga puncaknya berhenti di grade F. Hanya sedikit tembakau yang bisa melampau grade F, mencapai grade G dan H, itulah tembakau-tembakau jenis srintil berharga jutaan rupiah per kilogramnya.<\/p>\n\n\n\n

Selain waktu panen dan letak daun dalam sebatang tanaman, jenis tanah, unsur hara yang terkandung dalam tanah, asupan embun alami, pancaran sinar matahari yang cukup, serta proses fermentasi dan penjemuran usai daun-daun dipanen, menjadi penentu kualitas tembakau yang menempatkan daun tembakau itu pada grade tertentu. Satu hal lain lagi yang sangat berpengaruh terhadap grade tembakau adalah wilayah tembakau itu ditanam. Ada tiga wilayah tempat tembakau biasa ditanam. Wilayah persawahan (dataran rendah), wilayah tegalan (dataran menengah), dan wilayah gunung (dataran tinggi). Kondisi tanah dan faktor ketinggian dan kondisi geografis lainnya berpengaruh terhadap kualitas tembakau.<\/p>\n\n\n\n

Di wilayah persawahan, tanaman tembakau memang subur dan tumbuh cepat, namun tembakau yang ditanam di sana maksimal hanya bisa menghasilkan tembakau grade D, atau D+. Sedang tembakau yang ditanam di wilayah tegalan, maksimal bisa menghasilkan tembakau grade E hingga E+. Yang terbaik, tentu saja tembakau yang ditanam di wilayah gunung. Meskipun membutuhkan waktu tanam lebih lama dibanding dua wilayah lainnya, rata-rata panenan terakhir mencapai grade F hingga seterusnya dengan tembakau terbaik bernama srintil.   <\/p>\n\n\n\n

Ini sedikit yang saya pelajari di Temanggung hasil belajar langsung dari para petani di sana. Saya tidak tahu dengan metode panen dan penentuan grade tembakau di wilayah lain dengan jenis tembakau lain juga. Menarik sebetulnya mencari tahu di tempat lain. Semoga sekali waktu nanti berkesempatan untuk itu. 
<\/p>\n","post_title":"Penentuan Grade Tembakau di Temanggung","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"penentuan-grade-tembakau-di-temanggung","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-08-30 15:06:14","post_modified_gmt":"2019-08-30 08:06:14","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6008","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5999,"post_author":"877","post_date":"2019-08-28 09:40:02","post_date_gmt":"2019-08-28 02:40:02","post_content":"\n

Direktur Pusat Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Amerika Serikat (CDC), Robert Redfield, mengungkapkan kematian tragis di Illinois memperkuat dugaan karena vape<\/a> atau rokok elektrik. Berita tersebut atas laporan Dinas Kesehatan Illinois yang mengumumkan ada satu pasien yang akhirnya meninggal dunia. Kasus ini kemungkinan jadi kasus pertama kematian akibat penyakit berkaitan dengan vape.
<\/p>\n\n\n\n

Kejadian di atas menjawab keberadaan vape atau rokok elektrik sangat membahayakan. Berbeda dengan resiko rokok kretek, bisa menimbulkan penyakit jika mengkonsumsinya berlebihan atau kebanyakakan, dan hidup tidak seimbang. Misalnya dalam satu hari merokok sampai tiga atau empat bungkus, tanpa makan nasi atau makan-makanan sehat, tanpa olah raga, tanpa minum air putih, selalu didampingi kopi atau teh, istirahatnya kurang dan sebagainya. Maka dipastikan orang tersebut akan jatuh sakit bahkan meninggal dunia.\u00a0<\/p>\n\n\n\n

Baca: Terkuak, Rokok Elektrik Berbahaya bagi Kesehatan<\/a><\/p>\n\n\n\n

Tidak hanya itu, otoritas kesehatan di Amerika Serikat telah berhasil menginvestigasi kemunculan penyakit paru-paru misterius di antara kalangan pengguna rokok elektrik atau vape. Dilaporkan setidaknya ada 195 kasus potensial penyakit paru-paru di 22 Negara karena kena dampak dari vape atau rokok elektrik.
<\/p>\n\n\n\n

Jadi, masyarakat perlu waspada beredarnya vape atau rokok elektrik. Belum lagi, sebetulnya rokok elektrik atau vape, berdampak juga peningkatan perokok anak.\u00a0 Yang menjadi daya tarik bagi anak, selain bentuknya yang elegan, simpel, juga beraroma buah-buahan yang terkemas dalam cairan.<\/strong><\/p>\n\n\n\n

Orang yang mengatakan bahwa vape atau rokok elektrik lebih mensehatkan dari pada rokok kretek, pendapat tersebut sangat keliru. Disampaing efek dari rangkaian listrik dan battre juga cairan dalam rokok elektrik berpengaruh terhadap resiko jantung.  <\/p>\n\n\n\n

Hasil penelitian yang diterbitkan dalam Journal of American College of Cardiology pada Mei lalu ini menambah bukti bahwa cairan rokok elektrik dapat menghambat fungsi sel-sel tubuh yang berperan dalam kesehatan jantung. Cairan dalam vape atau rokok elektrik pada akhirnya merusak sel-sel yang melapisi pembuluh darah. <\/p>\n\n\n\n

Keberadaan vape atau rokok elektrik di pasaran sangat membahayakan bagi orang Indonesia, terlebih pemuda-pemuda, yang banyak memilih merokok vape aatau rokok elektri. Menurutnya, selain bentuk kecil, simpel dibawa dan ada aroma buah-buahan sesuai selera. Akan tetapi dibalik bentuknya yang bagus, menyembunyikan banyak penyakit ketika dikonsumsi.\u00a0<\/p>\n\n\n\n

Baca: Kata Siapa Lebih Sehat? Perokok Elektrik Berisiko Terjangkit Penyakit Kardiovaskular<\/a><\/p>\n\n\n\n

Hingga kini CDC masih melakukan investigasi lebih lanjut, dengan mengimbau agar para dokter mengumpulkan data dan sampel bila menemukan pasien dengan gejala penyakit paru serupa, tentunya akibat rokok elektrik atau vape. Bentuk dan merek rokok elektrik dan vape banyak varian dan banyak merek. JUUL termasuk merek rokok elektrik atau vape yang saat ini naik daun.\u00a0<\/p>\n\n\n\n

Ada yang mengatakan bahwa tak tepat membandingkan rokok tembakau dengan rokok elektrik. Ya benar tak tepat, karena rokok elektrik atau vape resikonya sangat tinggi. Sedang rokok tembakau resikonya kecil, apa lagi rokok kretek mungkin resikonya sangat kecil sekali terhadap tubuh. Alasannya, munculnya rokok kretek bertujuan untuk pengobatan sakit bengek, dan tujuannya berhasil. Hingga banyak orang melakukan pemesanan rokok kretek saat itu, rokok kretek belum sebagai industri besar masih bersifat rumahan,  keadaan tersebut sekitar abad 19. <\/p>\n\n\n\n

Dalam studi ini, tim peneliti menemukan bukti efek toksik pada sel-sel yang melapisi pembuluh darah dan melindungi jantung. Beberapa bukti tersebut termasuk di antaranya gangguan pada fungsi sel dan munculnya tanda-tanda peradangan. Para peneliti mengamati bagaimana respons sel saat bersentuhan dengan cairan rokok elektrik. Efek yang paling kentara terlihat pada cairan dengan rasa kayu manis.<\/p>\n\n\n\n

Baca: Riset Kesehatan Rokok Elektrik<\/a><\/p>\n\n\n\n

Sekelompok ahli kardiovaskular dari University of Massachusetts menganjurkan peneliti agar melakukan uji rokok elektrik atau vape lebih yang beraroma. Karena sumsi sementara, produk vape atau rokok elektrik yang beraroma dan punya pilihan rasa lebih berbahaya dari pada rokok vape natural. Namun yang banyak beredar dipasaran, justru yang beraroma dan berasa buah-buahan, dari pada yang natural. <\/p>\n\n\n\n

Studi pada 2018 lalu menunjukkan, penggunaan rokok elektrik harian berisiko terhadap serangan jantung, meski dengan probabilitas yang lebih rendah daripada perokok tembakau. Menurut dr Lawrence Phillips pakar kardiovaskular NYU Langone Health mengatakan \u201cKita melihat semakin banyak bukti bahwa rokok elektrik berhubungan dengan peningkatan risiko serangan jantung\u201d.<\/p>\n\n\n\n

Dari hasil pakar dan hasil studi di atas menegaskan bahwa keberadaan rokok vape atau rokok elektrik, resikonya sangat besar. Bahan utama rokok vape atau elektrik yang paling besar memberikan efek negatif pada tubuh manusia adalah cairan perasa. Akibat cairan perasa dalam rokok elektrik  atau vape termasuk merek JUUL beresiko terjadi peradangan, terjangkit penyakit jantung dan paru-paru akut, selanjutnya berakibat kematian. <\/p>\n\n\n\n

Untuk itu, demi masa depan bangsa Indonesia harusnya ada regulasi pelarangan peredaran rokok elektrik atau vape yang nyata-nyata telah ada kasus dengan didukung beberapa riset dan studi tentang konten rokok elektrik atau vape, yang hasilnya mempunyai resiko tinggi dapat menyebabkan penyakit berujung kematian.         
<\/p>\n","post_title":"Perokok Elektrik Berisiko Besar Terjangkit Penyakit Mematikan","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"perokok-elektrik-berisiko-besar-terjangkit-penyakit-mematikan","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-08-28 09:40:09","post_modified_gmt":"2019-08-28 02:40:09","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5999","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5988,"post_author":"855","post_date":"2019-08-24 10:41:28","post_date_gmt":"2019-08-24 03:41:28","post_content":"\n

Sumber permasalahan besar dunia pertembakauan sejatinya bukan iklim dan hama, melainkan kebijakan pemerintah dan para plolitisi yang ikut serta membicarakannya, tanpa dasar yang kuat, adil dan cenderung ugal-ugalan.
<\/p>\n\n\n\n

Jika orang dahulu tidak berani bicara kecuali kepada hal-hal yang benar-benar diketahui, kali ini banyak sekali orang yang banyak bicara daripada membaca, baik buku maupun alam kauniyah (dunia nyata). Maka jangan heran, jika tidak sedikit politisi dan pemerintah yang gagal paham dunia pertembakau, dari berbagai sisi, karena mereka mendapatkan informasi sepotong-sepotong, tanpa ada usaha untuk tabayyun <\/em>lebih mendalam apalagi turun ke ladang untuk memastikan.
<\/p>\n\n\n\n

Kini hama petani muncul lagi dari kalangan politisi. Sebut saja namanya Sukamta (nama asli) yang kini menjabat sebagai sekretaris Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS). Kenapa semua orang yang terkait dengan industri hasil tembakau (petani, buruh, dsb) dianggap tidak sejahtera, ya karena partai yang harusnya adil saja tidak mampu berbuat adil, bahkan dalam pikiran dan apa yang keluar dari mulutnya.<\/p>\n\n\n\n

Baca: Tuhan Tidak Menciptakan Tembakau untuk Dibenci dan Dicaci<\/a>
<\/p>\n\n\n\n

Tidak perlu bicara terlalu jauh. Mari kita kita uji omongan Sukamta yang dimuat situs ayosemarang.com, 22 Agustus 2019. Omongan yang sejatinya sebuah template dan selalu dipakai oleh antirokok. Semacam gaya kampanye sholih li kulli zaman wal makan, <\/em>meski dibangun dari logika berantakan dan cenderung mengutamakan kengawuran daripada analisa yang mendalam. Ya memang itulah keistimewaan antirokok, anti terhadap data valid dan percaya diri berlebihan dalam kesesatan berpikir.
<\/p>\n\n\n\n

Bagi Sukamta, harga rokok di Indonesia, sebuah negeri yang besar salah satunya ditopang oleh dunia pertembakauan, harus dinaikkan 700 persen. Alasannya supaya orang miskin tidak dapat membeli rokok. Jika orang miskin yang merokok jatuh sakit, maka negara melalui (Jaminan Kesehatan Nasional) JKN rugi menanggung biayanya. Tentu saja ini berbeda dengan, orang kaya boleh makan junkfood<\/em>, minuman bersoda, dan berlaku semaunya, karena jika jatuh sakit mereka bisa membiayai sendiri dan dapat memperkaya negara.
<\/p>\n\n\n\n

Cara sistematis ini akan diduplikasi dan diperbarui terus menerus. Bermula dari seorang sakit yang berobat ke dokter, jika ia merokok maka dokter akan berkata, \u201cbapak sakit karena rokok\u201d, dan dokter tidak secara jujur bahwa penyakit itu datang dari sebab apapun, bisa gula, bisa gaya hidup yang berantakan, kurang minum air putih, stres dengan obat mahal, dsb.
<\/p>\n\n\n\n

Kenapa Sukamta cenderung ingin menaikkan harga rokok untuk menyelesaikan permasalahan JKN yang rumit itu? Ya karena sudah menjadi tabiat antirokok, bahwa berpikir keras untuk mencari solusi adalah buang-buang waktu, makanya rokok akan disalahkan supaya permasalahan menjadi lekas selesai. 
<\/p>\n\n\n\n

Coba kita kembali ke tahun 2018, saat BPJS Kesehatan defisit dan ditambal oleh cukai rokok. Para pegiat kesehatan beralasan, jumlah masyarakat sakit yang kian bertambah dan narasi yang kemudian dibangun; sakit-sakit itu disebabkan oleh rokok. Tidak berhenti sampai di situ, beragam alasan yang penting pengelola kesehatan \u201cselamat\u201d banyak digaungkan di media (tanpa ada sikap ksatria untuk mengakui bahwa memang masih banyak masalah dalam JKN, baik pengelolaan maupun skema yang lebih baik, yang perlu dicarikan solusi).<\/p>\n\n\n\n

Baca: Kegagalan Lakpesdam PBNU dalam Melihat Produk Tembakau Alternatif<\/a><\/p>\n\n\n\n

Koordinator Advokasi BPJS Watch, Timboel Siregar, megkritisi beragam narasi yang dibangun oleh pegiat kesehatan. Ia mengusulkan agar BPJS fokus pada pengawasan penetapan inasibijis oleh pihak rumah sakit. Timboel menilai, inasibijis merupakan gerbang terjadinya defisit BPJS Kesehatan. Inasibijis (INA-CGB) merupakan sebuah singkatan dari Indonesia Case Base Gropus, yakni sebuah aplikasi yang digunakan rumah sakit untuk mengajukan klaim pada pemerintah. (bisnis.com)
<\/p>\n\n\n\n

Kita tidak pernah tau, apa yang dilakukan rumah sakit terhadap pasien-pasien yang membayar BPJS. Kita juga tidak pernah tau jika ada pasien BPJS kelas I diberi fasilitas kelas II atau III, dan rumah sakit mengklaim biaya kelas I ke negara. Tentu saja yang demikian ini tidak penting bagi antirokok. <\/p>\n\n\n\n

Baca: Ada Campur Tangan Bloomberg dalam Surat Edaran Menkes terkait Pemblokiran Iklan Rokok<\/a><\/p>\n\n\n\n

Sukamta juga bilang, orang-orang yang kecanduan merokok dan mampu membeli rokok yang mahal, dipersilahkan tetap merokok asal menanggung sendiri biaya pengobatan akibat penyakit karena rokok. Asalkan dampak buruk akibat konsumsi rokok tidak membebani negara kerena pemasukan dari cukai tembakau tidak sebanding dengan biaya yang harus dikeluarkan negara. (ayosemarang.com)
<\/p>\n\n\n\n

Bagi saya pribadi, ini adalah statemen yang sangat lucu. Sejak kapan sih negara betul-betul hadir dan perhatian terhadap kesehatan masyarakat, khususnya di pedesaan dan pedalaman? Kalau ada pun, menjalankannya setengah hati. Dan sejak kapan rokok itu menjadi candu, padahal yang candu itu kekuasaan dan menjadikan masyarakat sebagai jembatan untuk menuju \u201ckekuasaan dalam negara\u201d? 
<\/p>\n\n\n\n

Sukamta juga menganggap, bahwa perokok bukan orang yang produktif? Faktanya? Setahu saya orang-orang yang merokok punya produtivitas tinggi, mereka hidup sebagaimana keringat yang diperas setiap hari. Tanpa berharap kepada negara apalagi Sukamta.
<\/p>\n\n\n\n

Sekadar saran saja, sebaiknya PKS tidak perlu ngelantur bicara rokok. Silahkan bicara, asalkan keadilan sosial sebagaimana nama partainya tidak hanya selesai pada tataran konsepsi dan gagah-gagahan, melainkan pada tahap tindakan dan contoh konkrit atasnya.
<\/p>\n","post_title":"Ketika PKS Bicara Rokok","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"ketika-pks-bicara-rokok","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-08-24 10:51:25","post_modified_gmt":"2019-08-24 03:51:25","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5988","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":35},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"epic_block_3"};

\n

Sebagai orang yang pernah menjadi karyawan Djarum, jadi wajar dan pantas kalau ia membela Djarum, apalagi ia asli Kudus. Saking semangatnya, ia ngomong \u201cnek aku dadi Djarum, tak tuku iku KPAI, paling ora tak lawan\u201d \u201candaikan aku yang punya Djarum, aku beli KPAI, paling tidak dilawan\u201d. Ada yang menyambar omongan, \u201csampek matek kuwe Djum, ogak bakal dadi bos Djarum\u201d \u201csampai mati kamu Djum, tidak akan jadi bos Djarum\u201d haha\u2026\u2026disambut dengan tawa klakaran teman-teman termasuk saya sendiri. Di sela-sela tawa, tuan rumah ngomong \u201cancen gawe gregeten, kenopo Djarum mung meneng, malah ngalah\u201d \u201cbikin gregeten, kenapa Djarum diam dan cenderung mengalah\u201d. <\/p>\n\n\n\n

Nah, ternyata, banyak orang yang sangat simpati dan membela pabrik Djarum, terutama orang Kudus. Rata-rata mereka, tak tahu apa yang harus dilakukan, apa yang harus diperbuat. Sebagai manusia lemah, mereka hanya bisa marah  yang terpendaam dalam hati, dengan melihat kejadian KPAI menyerang Djarum. Coba, andaikan mereka tahu kalau dibelekang KPAI ada kepentingan asing yang mengusik rokok kretek asli Kudus, yang sudah mendarah daging bagi masyarakat Kudus. Pastinya, pembelaanya lebih dari itu, bahkan mungkin mati-matian.
<\/p>\n","post_title":"Cerita di Balik Segelas Kopi untuk Djarum","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"cerita-di-balik-segelas-kopi-untuk-djarum","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-09-03 09:19:00","post_modified_gmt":"2019-09-03 02:19:00","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6014","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":6008,"post_author":"878","post_date":"2019-08-30 15:06:07","post_date_gmt":"2019-08-30 08:06:07","post_content":"\n

Pada mulanya, saya mengira tanaman tembakau ditanam, dirawat, dan dipanen sama dengan kebanyakan tanaman-tanaman semusim lainnya di negeri ini. Ada proses pembibitan, kemudian proses penanaman, lantas tanaman rutin disiram dan diberi pupuk, ada proses perawatan hingga akhirnya dipanen ketika musim panen tiba. Tapi nyatanya, perkiraan saya salah. Tembakau tanaman yang cukup unik. Beda dari banyak tanaman semusim lain yang lazim ditanam petani di banyak tempat di Indonesia.<\/p>\n\n\n\n

Hal paling menonjol yang membedakan tanaman tembakau dengan tanaman semusim lain ada pada masa tanam dan masa panen tiba. Tanaman tembakau menjadi anomali karena ditanam saat musim penghujan akan berakhir. Lalu dipanen ketika musim kemarau sedang berada pada puncaknya. Saat tanaman-tanaman semusim lainnya enggan tumbuh, bahkan rumput sekalipun mengering karena kemarau.<\/p>\n\n\n\n

Tiga tahun belakangan, saya banyak bergaul dengan petani dan buruh tani tembakau di Kabupaten Temanggung, juga dengan anak-anak mereka. Jika sebelumnya saya sekadar penikmat rokok kretek, tiga tahun belakangan, saya mulai tertarik untuk mempelajari seluk-beluk seluruh lini yang mendukung industri kretek nasional. Yang paling menarik minat saya, tentu saja konteks pertanian dan sosial masyarakat yang memproduksi komoditas yang menjadi bahan baku utama produk kretek. Tembakau dan cengkeh.<\/p>\n\n\n\n

Baca: Melihat Petani Tembakau di Temanggung Memanen Tembakau Mereka<\/a><\/p>\n\n\n\n

Dari sekian banyak hal menarik yang disajikan pertanian tembakau hingga proses penjualan hasil panen tembakau yang saya amati di wilayah Kabupaten Temanggung, hal yang terus menerus menarik minat saya dan hingga saat ini belum sepenuhnya saya pahami adalah proses panen tembakau dan penentuan grade tembakau hasil panenan petani. Sama seperti kesalahan saya mengira tanaman tembakau ditanam dan diproses mirip dengan tanaman semusim lainnya, dugaan saya perihal proses panen tembakau juga salah sepenuhnya. Dahulu saya mengira daun-daun yang siap dipanen dari tanaman tembakau ya dipanen begitu saja. Menunggu daun-daun yang tumbuh pada tanaman tembakau siap dipanen, lantas dipanen seluruhnya dalam satu waktu oleh para pekerja di kebun. Nyatanya tidak begitu. Dan lebih rumit dari itu.<\/p>\n\n\n\n

Mayoritas tembakau yang ditanam di wilayah Temanggung berasal dari jenis kemloko. Ada kemloko 1, kemloko 2, dan kemloko 3. Dari ketiga varietas kemloko tersebut, metode panen dan penentuan grade tembakau memiliki tata cara yang sama persis. Seluruh petani di Temanggung menerapkan metode panen yang mirip. Dari metode panen tersebut, ternyata berpengaruh terhadap tingkatan kualitas tembakau yang dipanen, petani di Temanggung kerap menyebut \u2018tiam\u2019 atau \u2018grade\u2019 untuk perbedaan tingkat kualitas tembakau yang dipanen.<\/p>\n\n\n\n

Tidak seperti tanaman semusim lainnya yang dipanen dalam satu waktu, tembakau dipanen bertahap mulai dari daun terbawah pada pohon hingga daun teratas. Dalam satu tanaman tembakau, panen bisa berlangsung sebanyak 13 hingga 15 kali dalam sekali musim tembakau. Jarak antara panen satu dengan panen lainnya, antara lima dan tujuh hari. Dengan kondisi ini, musim panen tembakau di Temanggung atau yang kerap disebut musim \u2018mbakon\u2019 bisa berlangsung selama dua hingga tiga bulan. Tahun ini, panen dimulai pada pertengahan Juli dan diprediksi akan berakhir pada pertengahan Oktober.<\/p>\n\n\n\n

Baca: Tuhan Tidak Menciptakan Tembakau untuk Dibenci dan Dicaci<\/a><\/p>\n\n\n\n

Metode panen seperti itu, yang bertahap dan berjeda dari panen satu daun ke daun lainnya ternyata berpengaruh terhadap tingkatan kualitas daun tembakau. Daun-daun yang dipanen lebih awal, gradenya berada pada grade yang rendah. Grade terus meningkat hingga sampai puncaknya seiring panen-panen selanjutnya pada tanaman yang sama. Dalam satu tanaman tembakau, grade daun sudah pasti berbeda-beda sesuai dengan waktu panenan daun di tanaman tersebut.<\/p>\n\n\n\n

Agar lebih mudah dipahami, mari kita bayangkan sebatang tanaman tembakau yang tumbuh subur dalam kondisi normal dan tanaman itu sudah mulai memasuki masa panen. Pada sebatang tanaman tembakau itu tumbuh sebanyak 17 helai daun dari bawah ke atas. Panen pertama dimulai. Daun paling bawah dari tanaman tembakau itu dipetik untuk dipanen. Hanya satu helai daun saja, yang terbawah. Daun yang pertama dipanen itu, biasanya memiliki grade A. Adakalanya kualitas tembakau pada panenan pertama sudah mulai berada pada grade B. Di beberapa titik bahkan sudah ada yang menghasilkan tembakau grade C. <\/p>\n\n\n\n

Lima hingga tujuh hari kemudian, panen daun kedua dilakukan. Satu daun saja dari sebatang tanaman, daun terbawah yang dipanen. Lima hingga tujuh hari berikutnya lantas dipanen lagi. Begitu seterusnya hingga 12 atau 13 kali panen. Semakin ke atas daun yang dipanen seiring bertambahnya waktu, grade tembakau juga meningkat hingga puncaknya berhenti di grade F. Hanya sedikit tembakau yang bisa melampau grade F, mencapai grade G dan H, itulah tembakau-tembakau jenis srintil berharga jutaan rupiah per kilogramnya.<\/p>\n\n\n\n

Selain waktu panen dan letak daun dalam sebatang tanaman, jenis tanah, unsur hara yang terkandung dalam tanah, asupan embun alami, pancaran sinar matahari yang cukup, serta proses fermentasi dan penjemuran usai daun-daun dipanen, menjadi penentu kualitas tembakau yang menempatkan daun tembakau itu pada grade tertentu. Satu hal lain lagi yang sangat berpengaruh terhadap grade tembakau adalah wilayah tembakau itu ditanam. Ada tiga wilayah tempat tembakau biasa ditanam. Wilayah persawahan (dataran rendah), wilayah tegalan (dataran menengah), dan wilayah gunung (dataran tinggi). Kondisi tanah dan faktor ketinggian dan kondisi geografis lainnya berpengaruh terhadap kualitas tembakau.<\/p>\n\n\n\n

Di wilayah persawahan, tanaman tembakau memang subur dan tumbuh cepat, namun tembakau yang ditanam di sana maksimal hanya bisa menghasilkan tembakau grade D, atau D+. Sedang tembakau yang ditanam di wilayah tegalan, maksimal bisa menghasilkan tembakau grade E hingga E+. Yang terbaik, tentu saja tembakau yang ditanam di wilayah gunung. Meskipun membutuhkan waktu tanam lebih lama dibanding dua wilayah lainnya, rata-rata panenan terakhir mencapai grade F hingga seterusnya dengan tembakau terbaik bernama srintil.   <\/p>\n\n\n\n

Ini sedikit yang saya pelajari di Temanggung hasil belajar langsung dari para petani di sana. Saya tidak tahu dengan metode panen dan penentuan grade tembakau di wilayah lain dengan jenis tembakau lain juga. Menarik sebetulnya mencari tahu di tempat lain. Semoga sekali waktu nanti berkesempatan untuk itu. 
<\/p>\n","post_title":"Penentuan Grade Tembakau di Temanggung","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"penentuan-grade-tembakau-di-temanggung","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-08-30 15:06:14","post_modified_gmt":"2019-08-30 08:06:14","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6008","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5999,"post_author":"877","post_date":"2019-08-28 09:40:02","post_date_gmt":"2019-08-28 02:40:02","post_content":"\n

Direktur Pusat Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Amerika Serikat (CDC), Robert Redfield, mengungkapkan kematian tragis di Illinois memperkuat dugaan karena vape<\/a> atau rokok elektrik. Berita tersebut atas laporan Dinas Kesehatan Illinois yang mengumumkan ada satu pasien yang akhirnya meninggal dunia. Kasus ini kemungkinan jadi kasus pertama kematian akibat penyakit berkaitan dengan vape.
<\/p>\n\n\n\n

Kejadian di atas menjawab keberadaan vape atau rokok elektrik sangat membahayakan. Berbeda dengan resiko rokok kretek, bisa menimbulkan penyakit jika mengkonsumsinya berlebihan atau kebanyakakan, dan hidup tidak seimbang. Misalnya dalam satu hari merokok sampai tiga atau empat bungkus, tanpa makan nasi atau makan-makanan sehat, tanpa olah raga, tanpa minum air putih, selalu didampingi kopi atau teh, istirahatnya kurang dan sebagainya. Maka dipastikan orang tersebut akan jatuh sakit bahkan meninggal dunia.\u00a0<\/p>\n\n\n\n

Baca: Terkuak, Rokok Elektrik Berbahaya bagi Kesehatan<\/a><\/p>\n\n\n\n

Tidak hanya itu, otoritas kesehatan di Amerika Serikat telah berhasil menginvestigasi kemunculan penyakit paru-paru misterius di antara kalangan pengguna rokok elektrik atau vape. Dilaporkan setidaknya ada 195 kasus potensial penyakit paru-paru di 22 Negara karena kena dampak dari vape atau rokok elektrik.
<\/p>\n\n\n\n

Jadi, masyarakat perlu waspada beredarnya vape atau rokok elektrik. Belum lagi, sebetulnya rokok elektrik atau vape, berdampak juga peningkatan perokok anak.\u00a0 Yang menjadi daya tarik bagi anak, selain bentuknya yang elegan, simpel, juga beraroma buah-buahan yang terkemas dalam cairan.<\/strong><\/p>\n\n\n\n

Orang yang mengatakan bahwa vape atau rokok elektrik lebih mensehatkan dari pada rokok kretek, pendapat tersebut sangat keliru. Disampaing efek dari rangkaian listrik dan battre juga cairan dalam rokok elektrik berpengaruh terhadap resiko jantung.  <\/p>\n\n\n\n

Hasil penelitian yang diterbitkan dalam Journal of American College of Cardiology pada Mei lalu ini menambah bukti bahwa cairan rokok elektrik dapat menghambat fungsi sel-sel tubuh yang berperan dalam kesehatan jantung. Cairan dalam vape atau rokok elektrik pada akhirnya merusak sel-sel yang melapisi pembuluh darah. <\/p>\n\n\n\n

Keberadaan vape atau rokok elektrik di pasaran sangat membahayakan bagi orang Indonesia, terlebih pemuda-pemuda, yang banyak memilih merokok vape aatau rokok elektri. Menurutnya, selain bentuk kecil, simpel dibawa dan ada aroma buah-buahan sesuai selera. Akan tetapi dibalik bentuknya yang bagus, menyembunyikan banyak penyakit ketika dikonsumsi.\u00a0<\/p>\n\n\n\n

Baca: Kata Siapa Lebih Sehat? Perokok Elektrik Berisiko Terjangkit Penyakit Kardiovaskular<\/a><\/p>\n\n\n\n

Hingga kini CDC masih melakukan investigasi lebih lanjut, dengan mengimbau agar para dokter mengumpulkan data dan sampel bila menemukan pasien dengan gejala penyakit paru serupa, tentunya akibat rokok elektrik atau vape. Bentuk dan merek rokok elektrik dan vape banyak varian dan banyak merek. JUUL termasuk merek rokok elektrik atau vape yang saat ini naik daun.\u00a0<\/p>\n\n\n\n

Ada yang mengatakan bahwa tak tepat membandingkan rokok tembakau dengan rokok elektrik. Ya benar tak tepat, karena rokok elektrik atau vape resikonya sangat tinggi. Sedang rokok tembakau resikonya kecil, apa lagi rokok kretek mungkin resikonya sangat kecil sekali terhadap tubuh. Alasannya, munculnya rokok kretek bertujuan untuk pengobatan sakit bengek, dan tujuannya berhasil. Hingga banyak orang melakukan pemesanan rokok kretek saat itu, rokok kretek belum sebagai industri besar masih bersifat rumahan,  keadaan tersebut sekitar abad 19. <\/p>\n\n\n\n

Dalam studi ini, tim peneliti menemukan bukti efek toksik pada sel-sel yang melapisi pembuluh darah dan melindungi jantung. Beberapa bukti tersebut termasuk di antaranya gangguan pada fungsi sel dan munculnya tanda-tanda peradangan. Para peneliti mengamati bagaimana respons sel saat bersentuhan dengan cairan rokok elektrik. Efek yang paling kentara terlihat pada cairan dengan rasa kayu manis.<\/p>\n\n\n\n

Baca: Riset Kesehatan Rokok Elektrik<\/a><\/p>\n\n\n\n

Sekelompok ahli kardiovaskular dari University of Massachusetts menganjurkan peneliti agar melakukan uji rokok elektrik atau vape lebih yang beraroma. Karena sumsi sementara, produk vape atau rokok elektrik yang beraroma dan punya pilihan rasa lebih berbahaya dari pada rokok vape natural. Namun yang banyak beredar dipasaran, justru yang beraroma dan berasa buah-buahan, dari pada yang natural. <\/p>\n\n\n\n

Studi pada 2018 lalu menunjukkan, penggunaan rokok elektrik harian berisiko terhadap serangan jantung, meski dengan probabilitas yang lebih rendah daripada perokok tembakau. Menurut dr Lawrence Phillips pakar kardiovaskular NYU Langone Health mengatakan \u201cKita melihat semakin banyak bukti bahwa rokok elektrik berhubungan dengan peningkatan risiko serangan jantung\u201d.<\/p>\n\n\n\n

Dari hasil pakar dan hasil studi di atas menegaskan bahwa keberadaan rokok vape atau rokok elektrik, resikonya sangat besar. Bahan utama rokok vape atau elektrik yang paling besar memberikan efek negatif pada tubuh manusia adalah cairan perasa. Akibat cairan perasa dalam rokok elektrik  atau vape termasuk merek JUUL beresiko terjadi peradangan, terjangkit penyakit jantung dan paru-paru akut, selanjutnya berakibat kematian. <\/p>\n\n\n\n

Untuk itu, demi masa depan bangsa Indonesia harusnya ada regulasi pelarangan peredaran rokok elektrik atau vape yang nyata-nyata telah ada kasus dengan didukung beberapa riset dan studi tentang konten rokok elektrik atau vape, yang hasilnya mempunyai resiko tinggi dapat menyebabkan penyakit berujung kematian.         
<\/p>\n","post_title":"Perokok Elektrik Berisiko Besar Terjangkit Penyakit Mematikan","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"perokok-elektrik-berisiko-besar-terjangkit-penyakit-mematikan","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-08-28 09:40:09","post_modified_gmt":"2019-08-28 02:40:09","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5999","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5988,"post_author":"855","post_date":"2019-08-24 10:41:28","post_date_gmt":"2019-08-24 03:41:28","post_content":"\n

Sumber permasalahan besar dunia pertembakauan sejatinya bukan iklim dan hama, melainkan kebijakan pemerintah dan para plolitisi yang ikut serta membicarakannya, tanpa dasar yang kuat, adil dan cenderung ugal-ugalan.
<\/p>\n\n\n\n

Jika orang dahulu tidak berani bicara kecuali kepada hal-hal yang benar-benar diketahui, kali ini banyak sekali orang yang banyak bicara daripada membaca, baik buku maupun alam kauniyah (dunia nyata). Maka jangan heran, jika tidak sedikit politisi dan pemerintah yang gagal paham dunia pertembakau, dari berbagai sisi, karena mereka mendapatkan informasi sepotong-sepotong, tanpa ada usaha untuk tabayyun <\/em>lebih mendalam apalagi turun ke ladang untuk memastikan.
<\/p>\n\n\n\n

Kini hama petani muncul lagi dari kalangan politisi. Sebut saja namanya Sukamta (nama asli) yang kini menjabat sebagai sekretaris Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS). Kenapa semua orang yang terkait dengan industri hasil tembakau (petani, buruh, dsb) dianggap tidak sejahtera, ya karena partai yang harusnya adil saja tidak mampu berbuat adil, bahkan dalam pikiran dan apa yang keluar dari mulutnya.<\/p>\n\n\n\n

Baca: Tuhan Tidak Menciptakan Tembakau untuk Dibenci dan Dicaci<\/a>
<\/p>\n\n\n\n

Tidak perlu bicara terlalu jauh. Mari kita kita uji omongan Sukamta yang dimuat situs ayosemarang.com, 22 Agustus 2019. Omongan yang sejatinya sebuah template dan selalu dipakai oleh antirokok. Semacam gaya kampanye sholih li kulli zaman wal makan, <\/em>meski dibangun dari logika berantakan dan cenderung mengutamakan kengawuran daripada analisa yang mendalam. Ya memang itulah keistimewaan antirokok, anti terhadap data valid dan percaya diri berlebihan dalam kesesatan berpikir.
<\/p>\n\n\n\n

Bagi Sukamta, harga rokok di Indonesia, sebuah negeri yang besar salah satunya ditopang oleh dunia pertembakauan, harus dinaikkan 700 persen. Alasannya supaya orang miskin tidak dapat membeli rokok. Jika orang miskin yang merokok jatuh sakit, maka negara melalui (Jaminan Kesehatan Nasional) JKN rugi menanggung biayanya. Tentu saja ini berbeda dengan, orang kaya boleh makan junkfood<\/em>, minuman bersoda, dan berlaku semaunya, karena jika jatuh sakit mereka bisa membiayai sendiri dan dapat memperkaya negara.
<\/p>\n\n\n\n

Cara sistematis ini akan diduplikasi dan diperbarui terus menerus. Bermula dari seorang sakit yang berobat ke dokter, jika ia merokok maka dokter akan berkata, \u201cbapak sakit karena rokok\u201d, dan dokter tidak secara jujur bahwa penyakit itu datang dari sebab apapun, bisa gula, bisa gaya hidup yang berantakan, kurang minum air putih, stres dengan obat mahal, dsb.
<\/p>\n\n\n\n

Kenapa Sukamta cenderung ingin menaikkan harga rokok untuk menyelesaikan permasalahan JKN yang rumit itu? Ya karena sudah menjadi tabiat antirokok, bahwa berpikir keras untuk mencari solusi adalah buang-buang waktu, makanya rokok akan disalahkan supaya permasalahan menjadi lekas selesai. 
<\/p>\n\n\n\n

Coba kita kembali ke tahun 2018, saat BPJS Kesehatan defisit dan ditambal oleh cukai rokok. Para pegiat kesehatan beralasan, jumlah masyarakat sakit yang kian bertambah dan narasi yang kemudian dibangun; sakit-sakit itu disebabkan oleh rokok. Tidak berhenti sampai di situ, beragam alasan yang penting pengelola kesehatan \u201cselamat\u201d banyak digaungkan di media (tanpa ada sikap ksatria untuk mengakui bahwa memang masih banyak masalah dalam JKN, baik pengelolaan maupun skema yang lebih baik, yang perlu dicarikan solusi).<\/p>\n\n\n\n

Baca: Kegagalan Lakpesdam PBNU dalam Melihat Produk Tembakau Alternatif<\/a><\/p>\n\n\n\n

Koordinator Advokasi BPJS Watch, Timboel Siregar, megkritisi beragam narasi yang dibangun oleh pegiat kesehatan. Ia mengusulkan agar BPJS fokus pada pengawasan penetapan inasibijis oleh pihak rumah sakit. Timboel menilai, inasibijis merupakan gerbang terjadinya defisit BPJS Kesehatan. Inasibijis (INA-CGB) merupakan sebuah singkatan dari Indonesia Case Base Gropus, yakni sebuah aplikasi yang digunakan rumah sakit untuk mengajukan klaim pada pemerintah. (bisnis.com)
<\/p>\n\n\n\n

Kita tidak pernah tau, apa yang dilakukan rumah sakit terhadap pasien-pasien yang membayar BPJS. Kita juga tidak pernah tau jika ada pasien BPJS kelas I diberi fasilitas kelas II atau III, dan rumah sakit mengklaim biaya kelas I ke negara. Tentu saja yang demikian ini tidak penting bagi antirokok. <\/p>\n\n\n\n

Baca: Ada Campur Tangan Bloomberg dalam Surat Edaran Menkes terkait Pemblokiran Iklan Rokok<\/a><\/p>\n\n\n\n

Sukamta juga bilang, orang-orang yang kecanduan merokok dan mampu membeli rokok yang mahal, dipersilahkan tetap merokok asal menanggung sendiri biaya pengobatan akibat penyakit karena rokok. Asalkan dampak buruk akibat konsumsi rokok tidak membebani negara kerena pemasukan dari cukai tembakau tidak sebanding dengan biaya yang harus dikeluarkan negara. (ayosemarang.com)
<\/p>\n\n\n\n

Bagi saya pribadi, ini adalah statemen yang sangat lucu. Sejak kapan sih negara betul-betul hadir dan perhatian terhadap kesehatan masyarakat, khususnya di pedesaan dan pedalaman? Kalau ada pun, menjalankannya setengah hati. Dan sejak kapan rokok itu menjadi candu, padahal yang candu itu kekuasaan dan menjadikan masyarakat sebagai jembatan untuk menuju \u201ckekuasaan dalam negara\u201d? 
<\/p>\n\n\n\n

Sukamta juga menganggap, bahwa perokok bukan orang yang produktif? Faktanya? Setahu saya orang-orang yang merokok punya produtivitas tinggi, mereka hidup sebagaimana keringat yang diperas setiap hari. Tanpa berharap kepada negara apalagi Sukamta.
<\/p>\n\n\n\n

Sekadar saran saja, sebaiknya PKS tidak perlu ngelantur bicara rokok. Silahkan bicara, asalkan keadilan sosial sebagaimana nama partainya tidak hanya selesai pada tataran konsepsi dan gagah-gagahan, melainkan pada tahap tindakan dan contoh konkrit atasnya.
<\/p>\n","post_title":"Ketika PKS Bicara Rokok","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"ketika-pks-bicara-rokok","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-08-24 10:51:25","post_modified_gmt":"2019-08-24 03:51:25","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5988","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":35},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"epic_block_3"};

\n

Disela sela nungguin istrinya sakit, ia sering diajak saudaranya jualan sayuran keliling. Nah, walaupun sekarang istrinya sudah sembuh, ia tetap di Jakarta. Sebab dipikirannya, kalau kembali ke Kudus mulai dari awal lagi, mending yang sudah ada didepan mata dijalanin dulu. Nanti pelan-pelan sambil melihat peluang di Kudus, ia pun akan pulang. Obrolan tetap seru, walaupun djarum jam sudah tepat diangka 12.00 malam. Namun domain obrolan lebih pada Djumari sebagai nara sumber, ia menceritakan semua pengalaman dan kejadia yang ia lihat, sampai ia menceritakan berita kalau pabrik Djarum yang dulu pernah ia singgahi, sedang dipermasalahkan KPAI. Memang sebenarnya ia tak paham alur permasalahanya. Tahunya, KPAI gak suka bulu tangkis Djarum berjalan, memusuhi rokok. <\/p>\n\n\n\n

Sebagai orang yang pernah menjadi karyawan Djarum, jadi wajar dan pantas kalau ia membela Djarum, apalagi ia asli Kudus. Saking semangatnya, ia ngomong \u201cnek aku dadi Djarum, tak tuku iku KPAI, paling ora tak lawan\u201d \u201candaikan aku yang punya Djarum, aku beli KPAI, paling tidak dilawan\u201d. Ada yang menyambar omongan, \u201csampek matek kuwe Djum, ogak bakal dadi bos Djarum\u201d \u201csampai mati kamu Djum, tidak akan jadi bos Djarum\u201d haha\u2026\u2026disambut dengan tawa klakaran teman-teman termasuk saya sendiri. Di sela-sela tawa, tuan rumah ngomong \u201cancen gawe gregeten, kenopo Djarum mung meneng, malah ngalah\u201d \u201cbikin gregeten, kenapa Djarum diam dan cenderung mengalah\u201d. <\/p>\n\n\n\n

Nah, ternyata, banyak orang yang sangat simpati dan membela pabrik Djarum, terutama orang Kudus. Rata-rata mereka, tak tahu apa yang harus dilakukan, apa yang harus diperbuat. Sebagai manusia lemah, mereka hanya bisa marah  yang terpendaam dalam hati, dengan melihat kejadian KPAI menyerang Djarum. Coba, andaikan mereka tahu kalau dibelekang KPAI ada kepentingan asing yang mengusik rokok kretek asli Kudus, yang sudah mendarah daging bagi masyarakat Kudus. Pastinya, pembelaanya lebih dari itu, bahkan mungkin mati-matian.
<\/p>\n","post_title":"Cerita di Balik Segelas Kopi untuk Djarum","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"cerita-di-balik-segelas-kopi-untuk-djarum","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-09-03 09:19:00","post_modified_gmt":"2019-09-03 02:19:00","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6014","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":6008,"post_author":"878","post_date":"2019-08-30 15:06:07","post_date_gmt":"2019-08-30 08:06:07","post_content":"\n

Pada mulanya, saya mengira tanaman tembakau ditanam, dirawat, dan dipanen sama dengan kebanyakan tanaman-tanaman semusim lainnya di negeri ini. Ada proses pembibitan, kemudian proses penanaman, lantas tanaman rutin disiram dan diberi pupuk, ada proses perawatan hingga akhirnya dipanen ketika musim panen tiba. Tapi nyatanya, perkiraan saya salah. Tembakau tanaman yang cukup unik. Beda dari banyak tanaman semusim lain yang lazim ditanam petani di banyak tempat di Indonesia.<\/p>\n\n\n\n

Hal paling menonjol yang membedakan tanaman tembakau dengan tanaman semusim lain ada pada masa tanam dan masa panen tiba. Tanaman tembakau menjadi anomali karena ditanam saat musim penghujan akan berakhir. Lalu dipanen ketika musim kemarau sedang berada pada puncaknya. Saat tanaman-tanaman semusim lainnya enggan tumbuh, bahkan rumput sekalipun mengering karena kemarau.<\/p>\n\n\n\n

Tiga tahun belakangan, saya banyak bergaul dengan petani dan buruh tani tembakau di Kabupaten Temanggung, juga dengan anak-anak mereka. Jika sebelumnya saya sekadar penikmat rokok kretek, tiga tahun belakangan, saya mulai tertarik untuk mempelajari seluk-beluk seluruh lini yang mendukung industri kretek nasional. Yang paling menarik minat saya, tentu saja konteks pertanian dan sosial masyarakat yang memproduksi komoditas yang menjadi bahan baku utama produk kretek. Tembakau dan cengkeh.<\/p>\n\n\n\n

Baca: Melihat Petani Tembakau di Temanggung Memanen Tembakau Mereka<\/a><\/p>\n\n\n\n

Dari sekian banyak hal menarik yang disajikan pertanian tembakau hingga proses penjualan hasil panen tembakau yang saya amati di wilayah Kabupaten Temanggung, hal yang terus menerus menarik minat saya dan hingga saat ini belum sepenuhnya saya pahami adalah proses panen tembakau dan penentuan grade tembakau hasil panenan petani. Sama seperti kesalahan saya mengira tanaman tembakau ditanam dan diproses mirip dengan tanaman semusim lainnya, dugaan saya perihal proses panen tembakau juga salah sepenuhnya. Dahulu saya mengira daun-daun yang siap dipanen dari tanaman tembakau ya dipanen begitu saja. Menunggu daun-daun yang tumbuh pada tanaman tembakau siap dipanen, lantas dipanen seluruhnya dalam satu waktu oleh para pekerja di kebun. Nyatanya tidak begitu. Dan lebih rumit dari itu.<\/p>\n\n\n\n

Mayoritas tembakau yang ditanam di wilayah Temanggung berasal dari jenis kemloko. Ada kemloko 1, kemloko 2, dan kemloko 3. Dari ketiga varietas kemloko tersebut, metode panen dan penentuan grade tembakau memiliki tata cara yang sama persis. Seluruh petani di Temanggung menerapkan metode panen yang mirip. Dari metode panen tersebut, ternyata berpengaruh terhadap tingkatan kualitas tembakau yang dipanen, petani di Temanggung kerap menyebut \u2018tiam\u2019 atau \u2018grade\u2019 untuk perbedaan tingkat kualitas tembakau yang dipanen.<\/p>\n\n\n\n

Tidak seperti tanaman semusim lainnya yang dipanen dalam satu waktu, tembakau dipanen bertahap mulai dari daun terbawah pada pohon hingga daun teratas. Dalam satu tanaman tembakau, panen bisa berlangsung sebanyak 13 hingga 15 kali dalam sekali musim tembakau. Jarak antara panen satu dengan panen lainnya, antara lima dan tujuh hari. Dengan kondisi ini, musim panen tembakau di Temanggung atau yang kerap disebut musim \u2018mbakon\u2019 bisa berlangsung selama dua hingga tiga bulan. Tahun ini, panen dimulai pada pertengahan Juli dan diprediksi akan berakhir pada pertengahan Oktober.<\/p>\n\n\n\n

Baca: Tuhan Tidak Menciptakan Tembakau untuk Dibenci dan Dicaci<\/a><\/p>\n\n\n\n

Metode panen seperti itu, yang bertahap dan berjeda dari panen satu daun ke daun lainnya ternyata berpengaruh terhadap tingkatan kualitas daun tembakau. Daun-daun yang dipanen lebih awal, gradenya berada pada grade yang rendah. Grade terus meningkat hingga sampai puncaknya seiring panen-panen selanjutnya pada tanaman yang sama. Dalam satu tanaman tembakau, grade daun sudah pasti berbeda-beda sesuai dengan waktu panenan daun di tanaman tersebut.<\/p>\n\n\n\n

Agar lebih mudah dipahami, mari kita bayangkan sebatang tanaman tembakau yang tumbuh subur dalam kondisi normal dan tanaman itu sudah mulai memasuki masa panen. Pada sebatang tanaman tembakau itu tumbuh sebanyak 17 helai daun dari bawah ke atas. Panen pertama dimulai. Daun paling bawah dari tanaman tembakau itu dipetik untuk dipanen. Hanya satu helai daun saja, yang terbawah. Daun yang pertama dipanen itu, biasanya memiliki grade A. Adakalanya kualitas tembakau pada panenan pertama sudah mulai berada pada grade B. Di beberapa titik bahkan sudah ada yang menghasilkan tembakau grade C. <\/p>\n\n\n\n

Lima hingga tujuh hari kemudian, panen daun kedua dilakukan. Satu daun saja dari sebatang tanaman, daun terbawah yang dipanen. Lima hingga tujuh hari berikutnya lantas dipanen lagi. Begitu seterusnya hingga 12 atau 13 kali panen. Semakin ke atas daun yang dipanen seiring bertambahnya waktu, grade tembakau juga meningkat hingga puncaknya berhenti di grade F. Hanya sedikit tembakau yang bisa melampau grade F, mencapai grade G dan H, itulah tembakau-tembakau jenis srintil berharga jutaan rupiah per kilogramnya.<\/p>\n\n\n\n

Selain waktu panen dan letak daun dalam sebatang tanaman, jenis tanah, unsur hara yang terkandung dalam tanah, asupan embun alami, pancaran sinar matahari yang cukup, serta proses fermentasi dan penjemuran usai daun-daun dipanen, menjadi penentu kualitas tembakau yang menempatkan daun tembakau itu pada grade tertentu. Satu hal lain lagi yang sangat berpengaruh terhadap grade tembakau adalah wilayah tembakau itu ditanam. Ada tiga wilayah tempat tembakau biasa ditanam. Wilayah persawahan (dataran rendah), wilayah tegalan (dataran menengah), dan wilayah gunung (dataran tinggi). Kondisi tanah dan faktor ketinggian dan kondisi geografis lainnya berpengaruh terhadap kualitas tembakau.<\/p>\n\n\n\n

Di wilayah persawahan, tanaman tembakau memang subur dan tumbuh cepat, namun tembakau yang ditanam di sana maksimal hanya bisa menghasilkan tembakau grade D, atau D+. Sedang tembakau yang ditanam di wilayah tegalan, maksimal bisa menghasilkan tembakau grade E hingga E+. Yang terbaik, tentu saja tembakau yang ditanam di wilayah gunung. Meskipun membutuhkan waktu tanam lebih lama dibanding dua wilayah lainnya, rata-rata panenan terakhir mencapai grade F hingga seterusnya dengan tembakau terbaik bernama srintil.   <\/p>\n\n\n\n

Ini sedikit yang saya pelajari di Temanggung hasil belajar langsung dari para petani di sana. Saya tidak tahu dengan metode panen dan penentuan grade tembakau di wilayah lain dengan jenis tembakau lain juga. Menarik sebetulnya mencari tahu di tempat lain. Semoga sekali waktu nanti berkesempatan untuk itu. 
<\/p>\n","post_title":"Penentuan Grade Tembakau di Temanggung","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"penentuan-grade-tembakau-di-temanggung","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-08-30 15:06:14","post_modified_gmt":"2019-08-30 08:06:14","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6008","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5999,"post_author":"877","post_date":"2019-08-28 09:40:02","post_date_gmt":"2019-08-28 02:40:02","post_content":"\n

Direktur Pusat Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Amerika Serikat (CDC), Robert Redfield, mengungkapkan kematian tragis di Illinois memperkuat dugaan karena vape<\/a> atau rokok elektrik. Berita tersebut atas laporan Dinas Kesehatan Illinois yang mengumumkan ada satu pasien yang akhirnya meninggal dunia. Kasus ini kemungkinan jadi kasus pertama kematian akibat penyakit berkaitan dengan vape.
<\/p>\n\n\n\n

Kejadian di atas menjawab keberadaan vape atau rokok elektrik sangat membahayakan. Berbeda dengan resiko rokok kretek, bisa menimbulkan penyakit jika mengkonsumsinya berlebihan atau kebanyakakan, dan hidup tidak seimbang. Misalnya dalam satu hari merokok sampai tiga atau empat bungkus, tanpa makan nasi atau makan-makanan sehat, tanpa olah raga, tanpa minum air putih, selalu didampingi kopi atau teh, istirahatnya kurang dan sebagainya. Maka dipastikan orang tersebut akan jatuh sakit bahkan meninggal dunia.\u00a0<\/p>\n\n\n\n

Baca: Terkuak, Rokok Elektrik Berbahaya bagi Kesehatan<\/a><\/p>\n\n\n\n

Tidak hanya itu, otoritas kesehatan di Amerika Serikat telah berhasil menginvestigasi kemunculan penyakit paru-paru misterius di antara kalangan pengguna rokok elektrik atau vape. Dilaporkan setidaknya ada 195 kasus potensial penyakit paru-paru di 22 Negara karena kena dampak dari vape atau rokok elektrik.
<\/p>\n\n\n\n

Jadi, masyarakat perlu waspada beredarnya vape atau rokok elektrik. Belum lagi, sebetulnya rokok elektrik atau vape, berdampak juga peningkatan perokok anak.\u00a0 Yang menjadi daya tarik bagi anak, selain bentuknya yang elegan, simpel, juga beraroma buah-buahan yang terkemas dalam cairan.<\/strong><\/p>\n\n\n\n

Orang yang mengatakan bahwa vape atau rokok elektrik lebih mensehatkan dari pada rokok kretek, pendapat tersebut sangat keliru. Disampaing efek dari rangkaian listrik dan battre juga cairan dalam rokok elektrik berpengaruh terhadap resiko jantung.  <\/p>\n\n\n\n

Hasil penelitian yang diterbitkan dalam Journal of American College of Cardiology pada Mei lalu ini menambah bukti bahwa cairan rokok elektrik dapat menghambat fungsi sel-sel tubuh yang berperan dalam kesehatan jantung. Cairan dalam vape atau rokok elektrik pada akhirnya merusak sel-sel yang melapisi pembuluh darah. <\/p>\n\n\n\n

Keberadaan vape atau rokok elektrik di pasaran sangat membahayakan bagi orang Indonesia, terlebih pemuda-pemuda, yang banyak memilih merokok vape aatau rokok elektri. Menurutnya, selain bentuk kecil, simpel dibawa dan ada aroma buah-buahan sesuai selera. Akan tetapi dibalik bentuknya yang bagus, menyembunyikan banyak penyakit ketika dikonsumsi.\u00a0<\/p>\n\n\n\n

Baca: Kata Siapa Lebih Sehat? Perokok Elektrik Berisiko Terjangkit Penyakit Kardiovaskular<\/a><\/p>\n\n\n\n

Hingga kini CDC masih melakukan investigasi lebih lanjut, dengan mengimbau agar para dokter mengumpulkan data dan sampel bila menemukan pasien dengan gejala penyakit paru serupa, tentunya akibat rokok elektrik atau vape. Bentuk dan merek rokok elektrik dan vape banyak varian dan banyak merek. JUUL termasuk merek rokok elektrik atau vape yang saat ini naik daun.\u00a0<\/p>\n\n\n\n

Ada yang mengatakan bahwa tak tepat membandingkan rokok tembakau dengan rokok elektrik. Ya benar tak tepat, karena rokok elektrik atau vape resikonya sangat tinggi. Sedang rokok tembakau resikonya kecil, apa lagi rokok kretek mungkin resikonya sangat kecil sekali terhadap tubuh. Alasannya, munculnya rokok kretek bertujuan untuk pengobatan sakit bengek, dan tujuannya berhasil. Hingga banyak orang melakukan pemesanan rokok kretek saat itu, rokok kretek belum sebagai industri besar masih bersifat rumahan,  keadaan tersebut sekitar abad 19. <\/p>\n\n\n\n

Dalam studi ini, tim peneliti menemukan bukti efek toksik pada sel-sel yang melapisi pembuluh darah dan melindungi jantung. Beberapa bukti tersebut termasuk di antaranya gangguan pada fungsi sel dan munculnya tanda-tanda peradangan. Para peneliti mengamati bagaimana respons sel saat bersentuhan dengan cairan rokok elektrik. Efek yang paling kentara terlihat pada cairan dengan rasa kayu manis.<\/p>\n\n\n\n

Baca: Riset Kesehatan Rokok Elektrik<\/a><\/p>\n\n\n\n

Sekelompok ahli kardiovaskular dari University of Massachusetts menganjurkan peneliti agar melakukan uji rokok elektrik atau vape lebih yang beraroma. Karena sumsi sementara, produk vape atau rokok elektrik yang beraroma dan punya pilihan rasa lebih berbahaya dari pada rokok vape natural. Namun yang banyak beredar dipasaran, justru yang beraroma dan berasa buah-buahan, dari pada yang natural. <\/p>\n\n\n\n

Studi pada 2018 lalu menunjukkan, penggunaan rokok elektrik harian berisiko terhadap serangan jantung, meski dengan probabilitas yang lebih rendah daripada perokok tembakau. Menurut dr Lawrence Phillips pakar kardiovaskular NYU Langone Health mengatakan \u201cKita melihat semakin banyak bukti bahwa rokok elektrik berhubungan dengan peningkatan risiko serangan jantung\u201d.<\/p>\n\n\n\n

Dari hasil pakar dan hasil studi di atas menegaskan bahwa keberadaan rokok vape atau rokok elektrik, resikonya sangat besar. Bahan utama rokok vape atau elektrik yang paling besar memberikan efek negatif pada tubuh manusia adalah cairan perasa. Akibat cairan perasa dalam rokok elektrik  atau vape termasuk merek JUUL beresiko terjadi peradangan, terjangkit penyakit jantung dan paru-paru akut, selanjutnya berakibat kematian. <\/p>\n\n\n\n

Untuk itu, demi masa depan bangsa Indonesia harusnya ada regulasi pelarangan peredaran rokok elektrik atau vape yang nyata-nyata telah ada kasus dengan didukung beberapa riset dan studi tentang konten rokok elektrik atau vape, yang hasilnya mempunyai resiko tinggi dapat menyebabkan penyakit berujung kematian.         
<\/p>\n","post_title":"Perokok Elektrik Berisiko Besar Terjangkit Penyakit Mematikan","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"perokok-elektrik-berisiko-besar-terjangkit-penyakit-mematikan","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-08-28 09:40:09","post_modified_gmt":"2019-08-28 02:40:09","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5999","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5988,"post_author":"855","post_date":"2019-08-24 10:41:28","post_date_gmt":"2019-08-24 03:41:28","post_content":"\n

Sumber permasalahan besar dunia pertembakauan sejatinya bukan iklim dan hama, melainkan kebijakan pemerintah dan para plolitisi yang ikut serta membicarakannya, tanpa dasar yang kuat, adil dan cenderung ugal-ugalan.
<\/p>\n\n\n\n

Jika orang dahulu tidak berani bicara kecuali kepada hal-hal yang benar-benar diketahui, kali ini banyak sekali orang yang banyak bicara daripada membaca, baik buku maupun alam kauniyah (dunia nyata). Maka jangan heran, jika tidak sedikit politisi dan pemerintah yang gagal paham dunia pertembakau, dari berbagai sisi, karena mereka mendapatkan informasi sepotong-sepotong, tanpa ada usaha untuk tabayyun <\/em>lebih mendalam apalagi turun ke ladang untuk memastikan.
<\/p>\n\n\n\n

Kini hama petani muncul lagi dari kalangan politisi. Sebut saja namanya Sukamta (nama asli) yang kini menjabat sebagai sekretaris Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS). Kenapa semua orang yang terkait dengan industri hasil tembakau (petani, buruh, dsb) dianggap tidak sejahtera, ya karena partai yang harusnya adil saja tidak mampu berbuat adil, bahkan dalam pikiran dan apa yang keluar dari mulutnya.<\/p>\n\n\n\n

Baca: Tuhan Tidak Menciptakan Tembakau untuk Dibenci dan Dicaci<\/a>
<\/p>\n\n\n\n

Tidak perlu bicara terlalu jauh. Mari kita kita uji omongan Sukamta yang dimuat situs ayosemarang.com, 22 Agustus 2019. Omongan yang sejatinya sebuah template dan selalu dipakai oleh antirokok. Semacam gaya kampanye sholih li kulli zaman wal makan, <\/em>meski dibangun dari logika berantakan dan cenderung mengutamakan kengawuran daripada analisa yang mendalam. Ya memang itulah keistimewaan antirokok, anti terhadap data valid dan percaya diri berlebihan dalam kesesatan berpikir.
<\/p>\n\n\n\n

Bagi Sukamta, harga rokok di Indonesia, sebuah negeri yang besar salah satunya ditopang oleh dunia pertembakauan, harus dinaikkan 700 persen. Alasannya supaya orang miskin tidak dapat membeli rokok. Jika orang miskin yang merokok jatuh sakit, maka negara melalui (Jaminan Kesehatan Nasional) JKN rugi menanggung biayanya. Tentu saja ini berbeda dengan, orang kaya boleh makan junkfood<\/em>, minuman bersoda, dan berlaku semaunya, karena jika jatuh sakit mereka bisa membiayai sendiri dan dapat memperkaya negara.
<\/p>\n\n\n\n

Cara sistematis ini akan diduplikasi dan diperbarui terus menerus. Bermula dari seorang sakit yang berobat ke dokter, jika ia merokok maka dokter akan berkata, \u201cbapak sakit karena rokok\u201d, dan dokter tidak secara jujur bahwa penyakit itu datang dari sebab apapun, bisa gula, bisa gaya hidup yang berantakan, kurang minum air putih, stres dengan obat mahal, dsb.
<\/p>\n\n\n\n

Kenapa Sukamta cenderung ingin menaikkan harga rokok untuk menyelesaikan permasalahan JKN yang rumit itu? Ya karena sudah menjadi tabiat antirokok, bahwa berpikir keras untuk mencari solusi adalah buang-buang waktu, makanya rokok akan disalahkan supaya permasalahan menjadi lekas selesai. 
<\/p>\n\n\n\n

Coba kita kembali ke tahun 2018, saat BPJS Kesehatan defisit dan ditambal oleh cukai rokok. Para pegiat kesehatan beralasan, jumlah masyarakat sakit yang kian bertambah dan narasi yang kemudian dibangun; sakit-sakit itu disebabkan oleh rokok. Tidak berhenti sampai di situ, beragam alasan yang penting pengelola kesehatan \u201cselamat\u201d banyak digaungkan di media (tanpa ada sikap ksatria untuk mengakui bahwa memang masih banyak masalah dalam JKN, baik pengelolaan maupun skema yang lebih baik, yang perlu dicarikan solusi).<\/p>\n\n\n\n

Baca: Kegagalan Lakpesdam PBNU dalam Melihat Produk Tembakau Alternatif<\/a><\/p>\n\n\n\n

Koordinator Advokasi BPJS Watch, Timboel Siregar, megkritisi beragam narasi yang dibangun oleh pegiat kesehatan. Ia mengusulkan agar BPJS fokus pada pengawasan penetapan inasibijis oleh pihak rumah sakit. Timboel menilai, inasibijis merupakan gerbang terjadinya defisit BPJS Kesehatan. Inasibijis (INA-CGB) merupakan sebuah singkatan dari Indonesia Case Base Gropus, yakni sebuah aplikasi yang digunakan rumah sakit untuk mengajukan klaim pada pemerintah. (bisnis.com)
<\/p>\n\n\n\n

Kita tidak pernah tau, apa yang dilakukan rumah sakit terhadap pasien-pasien yang membayar BPJS. Kita juga tidak pernah tau jika ada pasien BPJS kelas I diberi fasilitas kelas II atau III, dan rumah sakit mengklaim biaya kelas I ke negara. Tentu saja yang demikian ini tidak penting bagi antirokok. <\/p>\n\n\n\n

Baca: Ada Campur Tangan Bloomberg dalam Surat Edaran Menkes terkait Pemblokiran Iklan Rokok<\/a><\/p>\n\n\n\n

Sukamta juga bilang, orang-orang yang kecanduan merokok dan mampu membeli rokok yang mahal, dipersilahkan tetap merokok asal menanggung sendiri biaya pengobatan akibat penyakit karena rokok. Asalkan dampak buruk akibat konsumsi rokok tidak membebani negara kerena pemasukan dari cukai tembakau tidak sebanding dengan biaya yang harus dikeluarkan negara. (ayosemarang.com)
<\/p>\n\n\n\n

Bagi saya pribadi, ini adalah statemen yang sangat lucu. Sejak kapan sih negara betul-betul hadir dan perhatian terhadap kesehatan masyarakat, khususnya di pedesaan dan pedalaman? Kalau ada pun, menjalankannya setengah hati. Dan sejak kapan rokok itu menjadi candu, padahal yang candu itu kekuasaan dan menjadikan masyarakat sebagai jembatan untuk menuju \u201ckekuasaan dalam negara\u201d? 
<\/p>\n\n\n\n

Sukamta juga menganggap, bahwa perokok bukan orang yang produktif? Faktanya? Setahu saya orang-orang yang merokok punya produtivitas tinggi, mereka hidup sebagaimana keringat yang diperas setiap hari. Tanpa berharap kepada negara apalagi Sukamta.
<\/p>\n\n\n\n

Sekadar saran saja, sebaiknya PKS tidak perlu ngelantur bicara rokok. Silahkan bicara, asalkan keadilan sosial sebagaimana nama partainya tidak hanya selesai pada tataran konsepsi dan gagah-gagahan, melainkan pada tahap tindakan dan contoh konkrit atasnya.
<\/p>\n","post_title":"Ketika PKS Bicara Rokok","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"ketika-pks-bicara-rokok","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-08-24 10:51:25","post_modified_gmt":"2019-08-24 03:51:25","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5988","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":35},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"epic_block_3"};

\n

Baca: Cacat Pikir KPAI Memaknai Kata Ekploitasi Anak dan Promosi<\/a><\/p>\n\n\n\n

Disela sela nungguin istrinya sakit, ia sering diajak saudaranya jualan sayuran keliling. Nah, walaupun sekarang istrinya sudah sembuh, ia tetap di Jakarta. Sebab dipikirannya, kalau kembali ke Kudus mulai dari awal lagi, mending yang sudah ada didepan mata dijalanin dulu. Nanti pelan-pelan sambil melihat peluang di Kudus, ia pun akan pulang. Obrolan tetap seru, walaupun djarum jam sudah tepat diangka 12.00 malam. Namun domain obrolan lebih pada Djumari sebagai nara sumber, ia menceritakan semua pengalaman dan kejadia yang ia lihat, sampai ia menceritakan berita kalau pabrik Djarum yang dulu pernah ia singgahi, sedang dipermasalahkan KPAI. Memang sebenarnya ia tak paham alur permasalahanya. Tahunya, KPAI gak suka bulu tangkis Djarum berjalan, memusuhi rokok. <\/p>\n\n\n\n

Sebagai orang yang pernah menjadi karyawan Djarum, jadi wajar dan pantas kalau ia membela Djarum, apalagi ia asli Kudus. Saking semangatnya, ia ngomong \u201cnek aku dadi Djarum, tak tuku iku KPAI, paling ora tak lawan\u201d \u201candaikan aku yang punya Djarum, aku beli KPAI, paling tidak dilawan\u201d. Ada yang menyambar omongan, \u201csampek matek kuwe Djum, ogak bakal dadi bos Djarum\u201d \u201csampai mati kamu Djum, tidak akan jadi bos Djarum\u201d haha\u2026\u2026disambut dengan tawa klakaran teman-teman termasuk saya sendiri. Di sela-sela tawa, tuan rumah ngomong \u201cancen gawe gregeten, kenopo Djarum mung meneng, malah ngalah\u201d \u201cbikin gregeten, kenapa Djarum diam dan cenderung mengalah\u201d. <\/p>\n\n\n\n

Nah, ternyata, banyak orang yang sangat simpati dan membela pabrik Djarum, terutama orang Kudus. Rata-rata mereka, tak tahu apa yang harus dilakukan, apa yang harus diperbuat. Sebagai manusia lemah, mereka hanya bisa marah  yang terpendaam dalam hati, dengan melihat kejadian KPAI menyerang Djarum. Coba, andaikan mereka tahu kalau dibelekang KPAI ada kepentingan asing yang mengusik rokok kretek asli Kudus, yang sudah mendarah daging bagi masyarakat Kudus. Pastinya, pembelaanya lebih dari itu, bahkan mungkin mati-matian.
<\/p>\n","post_title":"Cerita di Balik Segelas Kopi untuk Djarum","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"cerita-di-balik-segelas-kopi-untuk-djarum","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-09-03 09:19:00","post_modified_gmt":"2019-09-03 02:19:00","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6014","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":6008,"post_author":"878","post_date":"2019-08-30 15:06:07","post_date_gmt":"2019-08-30 08:06:07","post_content":"\n

Pada mulanya, saya mengira tanaman tembakau ditanam, dirawat, dan dipanen sama dengan kebanyakan tanaman-tanaman semusim lainnya di negeri ini. Ada proses pembibitan, kemudian proses penanaman, lantas tanaman rutin disiram dan diberi pupuk, ada proses perawatan hingga akhirnya dipanen ketika musim panen tiba. Tapi nyatanya, perkiraan saya salah. Tembakau tanaman yang cukup unik. Beda dari banyak tanaman semusim lain yang lazim ditanam petani di banyak tempat di Indonesia.<\/p>\n\n\n\n

Hal paling menonjol yang membedakan tanaman tembakau dengan tanaman semusim lain ada pada masa tanam dan masa panen tiba. Tanaman tembakau menjadi anomali karena ditanam saat musim penghujan akan berakhir. Lalu dipanen ketika musim kemarau sedang berada pada puncaknya. Saat tanaman-tanaman semusim lainnya enggan tumbuh, bahkan rumput sekalipun mengering karena kemarau.<\/p>\n\n\n\n

Tiga tahun belakangan, saya banyak bergaul dengan petani dan buruh tani tembakau di Kabupaten Temanggung, juga dengan anak-anak mereka. Jika sebelumnya saya sekadar penikmat rokok kretek, tiga tahun belakangan, saya mulai tertarik untuk mempelajari seluk-beluk seluruh lini yang mendukung industri kretek nasional. Yang paling menarik minat saya, tentu saja konteks pertanian dan sosial masyarakat yang memproduksi komoditas yang menjadi bahan baku utama produk kretek. Tembakau dan cengkeh.<\/p>\n\n\n\n

Baca: Melihat Petani Tembakau di Temanggung Memanen Tembakau Mereka<\/a><\/p>\n\n\n\n

Dari sekian banyak hal menarik yang disajikan pertanian tembakau hingga proses penjualan hasil panen tembakau yang saya amati di wilayah Kabupaten Temanggung, hal yang terus menerus menarik minat saya dan hingga saat ini belum sepenuhnya saya pahami adalah proses panen tembakau dan penentuan grade tembakau hasil panenan petani. Sama seperti kesalahan saya mengira tanaman tembakau ditanam dan diproses mirip dengan tanaman semusim lainnya, dugaan saya perihal proses panen tembakau juga salah sepenuhnya. Dahulu saya mengira daun-daun yang siap dipanen dari tanaman tembakau ya dipanen begitu saja. Menunggu daun-daun yang tumbuh pada tanaman tembakau siap dipanen, lantas dipanen seluruhnya dalam satu waktu oleh para pekerja di kebun. Nyatanya tidak begitu. Dan lebih rumit dari itu.<\/p>\n\n\n\n

Mayoritas tembakau yang ditanam di wilayah Temanggung berasal dari jenis kemloko. Ada kemloko 1, kemloko 2, dan kemloko 3. Dari ketiga varietas kemloko tersebut, metode panen dan penentuan grade tembakau memiliki tata cara yang sama persis. Seluruh petani di Temanggung menerapkan metode panen yang mirip. Dari metode panen tersebut, ternyata berpengaruh terhadap tingkatan kualitas tembakau yang dipanen, petani di Temanggung kerap menyebut \u2018tiam\u2019 atau \u2018grade\u2019 untuk perbedaan tingkat kualitas tembakau yang dipanen.<\/p>\n\n\n\n

Tidak seperti tanaman semusim lainnya yang dipanen dalam satu waktu, tembakau dipanen bertahap mulai dari daun terbawah pada pohon hingga daun teratas. Dalam satu tanaman tembakau, panen bisa berlangsung sebanyak 13 hingga 15 kali dalam sekali musim tembakau. Jarak antara panen satu dengan panen lainnya, antara lima dan tujuh hari. Dengan kondisi ini, musim panen tembakau di Temanggung atau yang kerap disebut musim \u2018mbakon\u2019 bisa berlangsung selama dua hingga tiga bulan. Tahun ini, panen dimulai pada pertengahan Juli dan diprediksi akan berakhir pada pertengahan Oktober.<\/p>\n\n\n\n

Baca: Tuhan Tidak Menciptakan Tembakau untuk Dibenci dan Dicaci<\/a><\/p>\n\n\n\n

Metode panen seperti itu, yang bertahap dan berjeda dari panen satu daun ke daun lainnya ternyata berpengaruh terhadap tingkatan kualitas daun tembakau. Daun-daun yang dipanen lebih awal, gradenya berada pada grade yang rendah. Grade terus meningkat hingga sampai puncaknya seiring panen-panen selanjutnya pada tanaman yang sama. Dalam satu tanaman tembakau, grade daun sudah pasti berbeda-beda sesuai dengan waktu panenan daun di tanaman tersebut.<\/p>\n\n\n\n

Agar lebih mudah dipahami, mari kita bayangkan sebatang tanaman tembakau yang tumbuh subur dalam kondisi normal dan tanaman itu sudah mulai memasuki masa panen. Pada sebatang tanaman tembakau itu tumbuh sebanyak 17 helai daun dari bawah ke atas. Panen pertama dimulai. Daun paling bawah dari tanaman tembakau itu dipetik untuk dipanen. Hanya satu helai daun saja, yang terbawah. Daun yang pertama dipanen itu, biasanya memiliki grade A. Adakalanya kualitas tembakau pada panenan pertama sudah mulai berada pada grade B. Di beberapa titik bahkan sudah ada yang menghasilkan tembakau grade C. <\/p>\n\n\n\n

Lima hingga tujuh hari kemudian, panen daun kedua dilakukan. Satu daun saja dari sebatang tanaman, daun terbawah yang dipanen. Lima hingga tujuh hari berikutnya lantas dipanen lagi. Begitu seterusnya hingga 12 atau 13 kali panen. Semakin ke atas daun yang dipanen seiring bertambahnya waktu, grade tembakau juga meningkat hingga puncaknya berhenti di grade F. Hanya sedikit tembakau yang bisa melampau grade F, mencapai grade G dan H, itulah tembakau-tembakau jenis srintil berharga jutaan rupiah per kilogramnya.<\/p>\n\n\n\n

Selain waktu panen dan letak daun dalam sebatang tanaman, jenis tanah, unsur hara yang terkandung dalam tanah, asupan embun alami, pancaran sinar matahari yang cukup, serta proses fermentasi dan penjemuran usai daun-daun dipanen, menjadi penentu kualitas tembakau yang menempatkan daun tembakau itu pada grade tertentu. Satu hal lain lagi yang sangat berpengaruh terhadap grade tembakau adalah wilayah tembakau itu ditanam. Ada tiga wilayah tempat tembakau biasa ditanam. Wilayah persawahan (dataran rendah), wilayah tegalan (dataran menengah), dan wilayah gunung (dataran tinggi). Kondisi tanah dan faktor ketinggian dan kondisi geografis lainnya berpengaruh terhadap kualitas tembakau.<\/p>\n\n\n\n

Di wilayah persawahan, tanaman tembakau memang subur dan tumbuh cepat, namun tembakau yang ditanam di sana maksimal hanya bisa menghasilkan tembakau grade D, atau D+. Sedang tembakau yang ditanam di wilayah tegalan, maksimal bisa menghasilkan tembakau grade E hingga E+. Yang terbaik, tentu saja tembakau yang ditanam di wilayah gunung. Meskipun membutuhkan waktu tanam lebih lama dibanding dua wilayah lainnya, rata-rata panenan terakhir mencapai grade F hingga seterusnya dengan tembakau terbaik bernama srintil.   <\/p>\n\n\n\n

Ini sedikit yang saya pelajari di Temanggung hasil belajar langsung dari para petani di sana. Saya tidak tahu dengan metode panen dan penentuan grade tembakau di wilayah lain dengan jenis tembakau lain juga. Menarik sebetulnya mencari tahu di tempat lain. Semoga sekali waktu nanti berkesempatan untuk itu. 
<\/p>\n","post_title":"Penentuan Grade Tembakau di Temanggung","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"penentuan-grade-tembakau-di-temanggung","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-08-30 15:06:14","post_modified_gmt":"2019-08-30 08:06:14","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6008","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5999,"post_author":"877","post_date":"2019-08-28 09:40:02","post_date_gmt":"2019-08-28 02:40:02","post_content":"\n

Direktur Pusat Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Amerika Serikat (CDC), Robert Redfield, mengungkapkan kematian tragis di Illinois memperkuat dugaan karena vape<\/a> atau rokok elektrik. Berita tersebut atas laporan Dinas Kesehatan Illinois yang mengumumkan ada satu pasien yang akhirnya meninggal dunia. Kasus ini kemungkinan jadi kasus pertama kematian akibat penyakit berkaitan dengan vape.
<\/p>\n\n\n\n

Kejadian di atas menjawab keberadaan vape atau rokok elektrik sangat membahayakan. Berbeda dengan resiko rokok kretek, bisa menimbulkan penyakit jika mengkonsumsinya berlebihan atau kebanyakakan, dan hidup tidak seimbang. Misalnya dalam satu hari merokok sampai tiga atau empat bungkus, tanpa makan nasi atau makan-makanan sehat, tanpa olah raga, tanpa minum air putih, selalu didampingi kopi atau teh, istirahatnya kurang dan sebagainya. Maka dipastikan orang tersebut akan jatuh sakit bahkan meninggal dunia.\u00a0<\/p>\n\n\n\n

Baca: Terkuak, Rokok Elektrik Berbahaya bagi Kesehatan<\/a><\/p>\n\n\n\n

Tidak hanya itu, otoritas kesehatan di Amerika Serikat telah berhasil menginvestigasi kemunculan penyakit paru-paru misterius di antara kalangan pengguna rokok elektrik atau vape. Dilaporkan setidaknya ada 195 kasus potensial penyakit paru-paru di 22 Negara karena kena dampak dari vape atau rokok elektrik.
<\/p>\n\n\n\n

Jadi, masyarakat perlu waspada beredarnya vape atau rokok elektrik. Belum lagi, sebetulnya rokok elektrik atau vape, berdampak juga peningkatan perokok anak.\u00a0 Yang menjadi daya tarik bagi anak, selain bentuknya yang elegan, simpel, juga beraroma buah-buahan yang terkemas dalam cairan.<\/strong><\/p>\n\n\n\n

Orang yang mengatakan bahwa vape atau rokok elektrik lebih mensehatkan dari pada rokok kretek, pendapat tersebut sangat keliru. Disampaing efek dari rangkaian listrik dan battre juga cairan dalam rokok elektrik berpengaruh terhadap resiko jantung.  <\/p>\n\n\n\n

Hasil penelitian yang diterbitkan dalam Journal of American College of Cardiology pada Mei lalu ini menambah bukti bahwa cairan rokok elektrik dapat menghambat fungsi sel-sel tubuh yang berperan dalam kesehatan jantung. Cairan dalam vape atau rokok elektrik pada akhirnya merusak sel-sel yang melapisi pembuluh darah. <\/p>\n\n\n\n

Keberadaan vape atau rokok elektrik di pasaran sangat membahayakan bagi orang Indonesia, terlebih pemuda-pemuda, yang banyak memilih merokok vape aatau rokok elektri. Menurutnya, selain bentuk kecil, simpel dibawa dan ada aroma buah-buahan sesuai selera. Akan tetapi dibalik bentuknya yang bagus, menyembunyikan banyak penyakit ketika dikonsumsi.\u00a0<\/p>\n\n\n\n

Baca: Kata Siapa Lebih Sehat? Perokok Elektrik Berisiko Terjangkit Penyakit Kardiovaskular<\/a><\/p>\n\n\n\n

Hingga kini CDC masih melakukan investigasi lebih lanjut, dengan mengimbau agar para dokter mengumpulkan data dan sampel bila menemukan pasien dengan gejala penyakit paru serupa, tentunya akibat rokok elektrik atau vape. Bentuk dan merek rokok elektrik dan vape banyak varian dan banyak merek. JUUL termasuk merek rokok elektrik atau vape yang saat ini naik daun.\u00a0<\/p>\n\n\n\n

Ada yang mengatakan bahwa tak tepat membandingkan rokok tembakau dengan rokok elektrik. Ya benar tak tepat, karena rokok elektrik atau vape resikonya sangat tinggi. Sedang rokok tembakau resikonya kecil, apa lagi rokok kretek mungkin resikonya sangat kecil sekali terhadap tubuh. Alasannya, munculnya rokok kretek bertujuan untuk pengobatan sakit bengek, dan tujuannya berhasil. Hingga banyak orang melakukan pemesanan rokok kretek saat itu, rokok kretek belum sebagai industri besar masih bersifat rumahan,  keadaan tersebut sekitar abad 19. <\/p>\n\n\n\n

Dalam studi ini, tim peneliti menemukan bukti efek toksik pada sel-sel yang melapisi pembuluh darah dan melindungi jantung. Beberapa bukti tersebut termasuk di antaranya gangguan pada fungsi sel dan munculnya tanda-tanda peradangan. Para peneliti mengamati bagaimana respons sel saat bersentuhan dengan cairan rokok elektrik. Efek yang paling kentara terlihat pada cairan dengan rasa kayu manis.<\/p>\n\n\n\n

Baca: Riset Kesehatan Rokok Elektrik<\/a><\/p>\n\n\n\n

Sekelompok ahli kardiovaskular dari University of Massachusetts menganjurkan peneliti agar melakukan uji rokok elektrik atau vape lebih yang beraroma. Karena sumsi sementara, produk vape atau rokok elektrik yang beraroma dan punya pilihan rasa lebih berbahaya dari pada rokok vape natural. Namun yang banyak beredar dipasaran, justru yang beraroma dan berasa buah-buahan, dari pada yang natural. <\/p>\n\n\n\n

Studi pada 2018 lalu menunjukkan, penggunaan rokok elektrik harian berisiko terhadap serangan jantung, meski dengan probabilitas yang lebih rendah daripada perokok tembakau. Menurut dr Lawrence Phillips pakar kardiovaskular NYU Langone Health mengatakan \u201cKita melihat semakin banyak bukti bahwa rokok elektrik berhubungan dengan peningkatan risiko serangan jantung\u201d.<\/p>\n\n\n\n

Dari hasil pakar dan hasil studi di atas menegaskan bahwa keberadaan rokok vape atau rokok elektrik, resikonya sangat besar. Bahan utama rokok vape atau elektrik yang paling besar memberikan efek negatif pada tubuh manusia adalah cairan perasa. Akibat cairan perasa dalam rokok elektrik  atau vape termasuk merek JUUL beresiko terjadi peradangan, terjangkit penyakit jantung dan paru-paru akut, selanjutnya berakibat kematian. <\/p>\n\n\n\n

Untuk itu, demi masa depan bangsa Indonesia harusnya ada regulasi pelarangan peredaran rokok elektrik atau vape yang nyata-nyata telah ada kasus dengan didukung beberapa riset dan studi tentang konten rokok elektrik atau vape, yang hasilnya mempunyai resiko tinggi dapat menyebabkan penyakit berujung kematian.         
<\/p>\n","post_title":"Perokok Elektrik Berisiko Besar Terjangkit Penyakit Mematikan","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"perokok-elektrik-berisiko-besar-terjangkit-penyakit-mematikan","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-08-28 09:40:09","post_modified_gmt":"2019-08-28 02:40:09","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5999","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5988,"post_author":"855","post_date":"2019-08-24 10:41:28","post_date_gmt":"2019-08-24 03:41:28","post_content":"\n

Sumber permasalahan besar dunia pertembakauan sejatinya bukan iklim dan hama, melainkan kebijakan pemerintah dan para plolitisi yang ikut serta membicarakannya, tanpa dasar yang kuat, adil dan cenderung ugal-ugalan.
<\/p>\n\n\n\n

Jika orang dahulu tidak berani bicara kecuali kepada hal-hal yang benar-benar diketahui, kali ini banyak sekali orang yang banyak bicara daripada membaca, baik buku maupun alam kauniyah (dunia nyata). Maka jangan heran, jika tidak sedikit politisi dan pemerintah yang gagal paham dunia pertembakau, dari berbagai sisi, karena mereka mendapatkan informasi sepotong-sepotong, tanpa ada usaha untuk tabayyun <\/em>lebih mendalam apalagi turun ke ladang untuk memastikan.
<\/p>\n\n\n\n

Kini hama petani muncul lagi dari kalangan politisi. Sebut saja namanya Sukamta (nama asli) yang kini menjabat sebagai sekretaris Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS). Kenapa semua orang yang terkait dengan industri hasil tembakau (petani, buruh, dsb) dianggap tidak sejahtera, ya karena partai yang harusnya adil saja tidak mampu berbuat adil, bahkan dalam pikiran dan apa yang keluar dari mulutnya.<\/p>\n\n\n\n

Baca: Tuhan Tidak Menciptakan Tembakau untuk Dibenci dan Dicaci<\/a>
<\/p>\n\n\n\n

Tidak perlu bicara terlalu jauh. Mari kita kita uji omongan Sukamta yang dimuat situs ayosemarang.com, 22 Agustus 2019. Omongan yang sejatinya sebuah template dan selalu dipakai oleh antirokok. Semacam gaya kampanye sholih li kulli zaman wal makan, <\/em>meski dibangun dari logika berantakan dan cenderung mengutamakan kengawuran daripada analisa yang mendalam. Ya memang itulah keistimewaan antirokok, anti terhadap data valid dan percaya diri berlebihan dalam kesesatan berpikir.
<\/p>\n\n\n\n

Bagi Sukamta, harga rokok di Indonesia, sebuah negeri yang besar salah satunya ditopang oleh dunia pertembakauan, harus dinaikkan 700 persen. Alasannya supaya orang miskin tidak dapat membeli rokok. Jika orang miskin yang merokok jatuh sakit, maka negara melalui (Jaminan Kesehatan Nasional) JKN rugi menanggung biayanya. Tentu saja ini berbeda dengan, orang kaya boleh makan junkfood<\/em>, minuman bersoda, dan berlaku semaunya, karena jika jatuh sakit mereka bisa membiayai sendiri dan dapat memperkaya negara.
<\/p>\n\n\n\n

Cara sistematis ini akan diduplikasi dan diperbarui terus menerus. Bermula dari seorang sakit yang berobat ke dokter, jika ia merokok maka dokter akan berkata, \u201cbapak sakit karena rokok\u201d, dan dokter tidak secara jujur bahwa penyakit itu datang dari sebab apapun, bisa gula, bisa gaya hidup yang berantakan, kurang minum air putih, stres dengan obat mahal, dsb.
<\/p>\n\n\n\n

Kenapa Sukamta cenderung ingin menaikkan harga rokok untuk menyelesaikan permasalahan JKN yang rumit itu? Ya karena sudah menjadi tabiat antirokok, bahwa berpikir keras untuk mencari solusi adalah buang-buang waktu, makanya rokok akan disalahkan supaya permasalahan menjadi lekas selesai. 
<\/p>\n\n\n\n

Coba kita kembali ke tahun 2018, saat BPJS Kesehatan defisit dan ditambal oleh cukai rokok. Para pegiat kesehatan beralasan, jumlah masyarakat sakit yang kian bertambah dan narasi yang kemudian dibangun; sakit-sakit itu disebabkan oleh rokok. Tidak berhenti sampai di situ, beragam alasan yang penting pengelola kesehatan \u201cselamat\u201d banyak digaungkan di media (tanpa ada sikap ksatria untuk mengakui bahwa memang masih banyak masalah dalam JKN, baik pengelolaan maupun skema yang lebih baik, yang perlu dicarikan solusi).<\/p>\n\n\n\n

Baca: Kegagalan Lakpesdam PBNU dalam Melihat Produk Tembakau Alternatif<\/a><\/p>\n\n\n\n

Koordinator Advokasi BPJS Watch, Timboel Siregar, megkritisi beragam narasi yang dibangun oleh pegiat kesehatan. Ia mengusulkan agar BPJS fokus pada pengawasan penetapan inasibijis oleh pihak rumah sakit. Timboel menilai, inasibijis merupakan gerbang terjadinya defisit BPJS Kesehatan. Inasibijis (INA-CGB) merupakan sebuah singkatan dari Indonesia Case Base Gropus, yakni sebuah aplikasi yang digunakan rumah sakit untuk mengajukan klaim pada pemerintah. (bisnis.com)
<\/p>\n\n\n\n

Kita tidak pernah tau, apa yang dilakukan rumah sakit terhadap pasien-pasien yang membayar BPJS. Kita juga tidak pernah tau jika ada pasien BPJS kelas I diberi fasilitas kelas II atau III, dan rumah sakit mengklaim biaya kelas I ke negara. Tentu saja yang demikian ini tidak penting bagi antirokok. <\/p>\n\n\n\n

Baca: Ada Campur Tangan Bloomberg dalam Surat Edaran Menkes terkait Pemblokiran Iklan Rokok<\/a><\/p>\n\n\n\n

Sukamta juga bilang, orang-orang yang kecanduan merokok dan mampu membeli rokok yang mahal, dipersilahkan tetap merokok asal menanggung sendiri biaya pengobatan akibat penyakit karena rokok. Asalkan dampak buruk akibat konsumsi rokok tidak membebani negara kerena pemasukan dari cukai tembakau tidak sebanding dengan biaya yang harus dikeluarkan negara. (ayosemarang.com)
<\/p>\n\n\n\n

Bagi saya pribadi, ini adalah statemen yang sangat lucu. Sejak kapan sih negara betul-betul hadir dan perhatian terhadap kesehatan masyarakat, khususnya di pedesaan dan pedalaman? Kalau ada pun, menjalankannya setengah hati. Dan sejak kapan rokok itu menjadi candu, padahal yang candu itu kekuasaan dan menjadikan masyarakat sebagai jembatan untuk menuju \u201ckekuasaan dalam negara\u201d? 
<\/p>\n\n\n\n

Sukamta juga menganggap, bahwa perokok bukan orang yang produktif? Faktanya? Setahu saya orang-orang yang merokok punya produtivitas tinggi, mereka hidup sebagaimana keringat yang diperas setiap hari. Tanpa berharap kepada negara apalagi Sukamta.
<\/p>\n\n\n\n

Sekadar saran saja, sebaiknya PKS tidak perlu ngelantur bicara rokok. Silahkan bicara, asalkan keadilan sosial sebagaimana nama partainya tidak hanya selesai pada tataran konsepsi dan gagah-gagahan, melainkan pada tahap tindakan dan contoh konkrit atasnya.
<\/p>\n","post_title":"Ketika PKS Bicara Rokok","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"ketika-pks-bicara-rokok","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-08-24 10:51:25","post_modified_gmt":"2019-08-24 03:51:25","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5988","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":35},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"epic_block_3"};

\n

Ngobrol kita mengalir tanpa ada sekat dan batasan, malah terkadang pada ngobrol sendiri-sendiri dengan teman didekatnya. Giliran Djumari disuruh cerita pengalamannya, teman teman pada diam, mungkin pada penasaran. Soalnya dulu, sebelum ke Jakarta ia bekerja di Djarum. Ia ceritakan alasannya harus ke Jakarta. Awalnya, sering pulang pergi Jakarta Kudus untuk pengobatan istrinya yang sedang sakit di salah satu pengobatan alternatif disana atas rekomendasi saudaranya yang sudah lama hidup di Jakarta. Ia menceritakan sakit istrinya yang sering pusing, dan pusingnya bukan pusing biasa, dan seringkali istrinya sampai membentur-benturkan kepalanya. Kemudian, saat diharuskan kontinyu pengobatannya, minimal satu tahun agar cepat sembuh, akhirnya ia putusin meninggalkan Kudus sementara, termasuk pekerjaannya. Alhamdulillah istrinya sekarang sudah sembuh total.\u00a0<\/p>\n\n\n\n

Baca: Cacat Pikir KPAI Memaknai Kata Ekploitasi Anak dan Promosi<\/a><\/p>\n\n\n\n

Disela sela nungguin istrinya sakit, ia sering diajak saudaranya jualan sayuran keliling. Nah, walaupun sekarang istrinya sudah sembuh, ia tetap di Jakarta. Sebab dipikirannya, kalau kembali ke Kudus mulai dari awal lagi, mending yang sudah ada didepan mata dijalanin dulu. Nanti pelan-pelan sambil melihat peluang di Kudus, ia pun akan pulang. Obrolan tetap seru, walaupun djarum jam sudah tepat diangka 12.00 malam. Namun domain obrolan lebih pada Djumari sebagai nara sumber, ia menceritakan semua pengalaman dan kejadia yang ia lihat, sampai ia menceritakan berita kalau pabrik Djarum yang dulu pernah ia singgahi, sedang dipermasalahkan KPAI. Memang sebenarnya ia tak paham alur permasalahanya. Tahunya, KPAI gak suka bulu tangkis Djarum berjalan, memusuhi rokok. <\/p>\n\n\n\n

Sebagai orang yang pernah menjadi karyawan Djarum, jadi wajar dan pantas kalau ia membela Djarum, apalagi ia asli Kudus. Saking semangatnya, ia ngomong \u201cnek aku dadi Djarum, tak tuku iku KPAI, paling ora tak lawan\u201d \u201candaikan aku yang punya Djarum, aku beli KPAI, paling tidak dilawan\u201d. Ada yang menyambar omongan, \u201csampek matek kuwe Djum, ogak bakal dadi bos Djarum\u201d \u201csampai mati kamu Djum, tidak akan jadi bos Djarum\u201d haha\u2026\u2026disambut dengan tawa klakaran teman-teman termasuk saya sendiri. Di sela-sela tawa, tuan rumah ngomong \u201cancen gawe gregeten, kenopo Djarum mung meneng, malah ngalah\u201d \u201cbikin gregeten, kenapa Djarum diam dan cenderung mengalah\u201d. <\/p>\n\n\n\n

Nah, ternyata, banyak orang yang sangat simpati dan membela pabrik Djarum, terutama orang Kudus. Rata-rata mereka, tak tahu apa yang harus dilakukan, apa yang harus diperbuat. Sebagai manusia lemah, mereka hanya bisa marah  yang terpendaam dalam hati, dengan melihat kejadian KPAI menyerang Djarum. Coba, andaikan mereka tahu kalau dibelekang KPAI ada kepentingan asing yang mengusik rokok kretek asli Kudus, yang sudah mendarah daging bagi masyarakat Kudus. Pastinya, pembelaanya lebih dari itu, bahkan mungkin mati-matian.
<\/p>\n","post_title":"Cerita di Balik Segelas Kopi untuk Djarum","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"cerita-di-balik-segelas-kopi-untuk-djarum","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-09-03 09:19:00","post_modified_gmt":"2019-09-03 02:19:00","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6014","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":6008,"post_author":"878","post_date":"2019-08-30 15:06:07","post_date_gmt":"2019-08-30 08:06:07","post_content":"\n

Pada mulanya, saya mengira tanaman tembakau ditanam, dirawat, dan dipanen sama dengan kebanyakan tanaman-tanaman semusim lainnya di negeri ini. Ada proses pembibitan, kemudian proses penanaman, lantas tanaman rutin disiram dan diberi pupuk, ada proses perawatan hingga akhirnya dipanen ketika musim panen tiba. Tapi nyatanya, perkiraan saya salah. Tembakau tanaman yang cukup unik. Beda dari banyak tanaman semusim lain yang lazim ditanam petani di banyak tempat di Indonesia.<\/p>\n\n\n\n

Hal paling menonjol yang membedakan tanaman tembakau dengan tanaman semusim lain ada pada masa tanam dan masa panen tiba. Tanaman tembakau menjadi anomali karena ditanam saat musim penghujan akan berakhir. Lalu dipanen ketika musim kemarau sedang berada pada puncaknya. Saat tanaman-tanaman semusim lainnya enggan tumbuh, bahkan rumput sekalipun mengering karena kemarau.<\/p>\n\n\n\n

Tiga tahun belakangan, saya banyak bergaul dengan petani dan buruh tani tembakau di Kabupaten Temanggung, juga dengan anak-anak mereka. Jika sebelumnya saya sekadar penikmat rokok kretek, tiga tahun belakangan, saya mulai tertarik untuk mempelajari seluk-beluk seluruh lini yang mendukung industri kretek nasional. Yang paling menarik minat saya, tentu saja konteks pertanian dan sosial masyarakat yang memproduksi komoditas yang menjadi bahan baku utama produk kretek. Tembakau dan cengkeh.<\/p>\n\n\n\n

Baca: Melihat Petani Tembakau di Temanggung Memanen Tembakau Mereka<\/a><\/p>\n\n\n\n

Dari sekian banyak hal menarik yang disajikan pertanian tembakau hingga proses penjualan hasil panen tembakau yang saya amati di wilayah Kabupaten Temanggung, hal yang terus menerus menarik minat saya dan hingga saat ini belum sepenuhnya saya pahami adalah proses panen tembakau dan penentuan grade tembakau hasil panenan petani. Sama seperti kesalahan saya mengira tanaman tembakau ditanam dan diproses mirip dengan tanaman semusim lainnya, dugaan saya perihal proses panen tembakau juga salah sepenuhnya. Dahulu saya mengira daun-daun yang siap dipanen dari tanaman tembakau ya dipanen begitu saja. Menunggu daun-daun yang tumbuh pada tanaman tembakau siap dipanen, lantas dipanen seluruhnya dalam satu waktu oleh para pekerja di kebun. Nyatanya tidak begitu. Dan lebih rumit dari itu.<\/p>\n\n\n\n

Mayoritas tembakau yang ditanam di wilayah Temanggung berasal dari jenis kemloko. Ada kemloko 1, kemloko 2, dan kemloko 3. Dari ketiga varietas kemloko tersebut, metode panen dan penentuan grade tembakau memiliki tata cara yang sama persis. Seluruh petani di Temanggung menerapkan metode panen yang mirip. Dari metode panen tersebut, ternyata berpengaruh terhadap tingkatan kualitas tembakau yang dipanen, petani di Temanggung kerap menyebut \u2018tiam\u2019 atau \u2018grade\u2019 untuk perbedaan tingkat kualitas tembakau yang dipanen.<\/p>\n\n\n\n

Tidak seperti tanaman semusim lainnya yang dipanen dalam satu waktu, tembakau dipanen bertahap mulai dari daun terbawah pada pohon hingga daun teratas. Dalam satu tanaman tembakau, panen bisa berlangsung sebanyak 13 hingga 15 kali dalam sekali musim tembakau. Jarak antara panen satu dengan panen lainnya, antara lima dan tujuh hari. Dengan kondisi ini, musim panen tembakau di Temanggung atau yang kerap disebut musim \u2018mbakon\u2019 bisa berlangsung selama dua hingga tiga bulan. Tahun ini, panen dimulai pada pertengahan Juli dan diprediksi akan berakhir pada pertengahan Oktober.<\/p>\n\n\n\n

Baca: Tuhan Tidak Menciptakan Tembakau untuk Dibenci dan Dicaci<\/a><\/p>\n\n\n\n

Metode panen seperti itu, yang bertahap dan berjeda dari panen satu daun ke daun lainnya ternyata berpengaruh terhadap tingkatan kualitas daun tembakau. Daun-daun yang dipanen lebih awal, gradenya berada pada grade yang rendah. Grade terus meningkat hingga sampai puncaknya seiring panen-panen selanjutnya pada tanaman yang sama. Dalam satu tanaman tembakau, grade daun sudah pasti berbeda-beda sesuai dengan waktu panenan daun di tanaman tersebut.<\/p>\n\n\n\n

Agar lebih mudah dipahami, mari kita bayangkan sebatang tanaman tembakau yang tumbuh subur dalam kondisi normal dan tanaman itu sudah mulai memasuki masa panen. Pada sebatang tanaman tembakau itu tumbuh sebanyak 17 helai daun dari bawah ke atas. Panen pertama dimulai. Daun paling bawah dari tanaman tembakau itu dipetik untuk dipanen. Hanya satu helai daun saja, yang terbawah. Daun yang pertama dipanen itu, biasanya memiliki grade A. Adakalanya kualitas tembakau pada panenan pertama sudah mulai berada pada grade B. Di beberapa titik bahkan sudah ada yang menghasilkan tembakau grade C. <\/p>\n\n\n\n

Lima hingga tujuh hari kemudian, panen daun kedua dilakukan. Satu daun saja dari sebatang tanaman, daun terbawah yang dipanen. Lima hingga tujuh hari berikutnya lantas dipanen lagi. Begitu seterusnya hingga 12 atau 13 kali panen. Semakin ke atas daun yang dipanen seiring bertambahnya waktu, grade tembakau juga meningkat hingga puncaknya berhenti di grade F. Hanya sedikit tembakau yang bisa melampau grade F, mencapai grade G dan H, itulah tembakau-tembakau jenis srintil berharga jutaan rupiah per kilogramnya.<\/p>\n\n\n\n

Selain waktu panen dan letak daun dalam sebatang tanaman, jenis tanah, unsur hara yang terkandung dalam tanah, asupan embun alami, pancaran sinar matahari yang cukup, serta proses fermentasi dan penjemuran usai daun-daun dipanen, menjadi penentu kualitas tembakau yang menempatkan daun tembakau itu pada grade tertentu. Satu hal lain lagi yang sangat berpengaruh terhadap grade tembakau adalah wilayah tembakau itu ditanam. Ada tiga wilayah tempat tembakau biasa ditanam. Wilayah persawahan (dataran rendah), wilayah tegalan (dataran menengah), dan wilayah gunung (dataran tinggi). Kondisi tanah dan faktor ketinggian dan kondisi geografis lainnya berpengaruh terhadap kualitas tembakau.<\/p>\n\n\n\n

Di wilayah persawahan, tanaman tembakau memang subur dan tumbuh cepat, namun tembakau yang ditanam di sana maksimal hanya bisa menghasilkan tembakau grade D, atau D+. Sedang tembakau yang ditanam di wilayah tegalan, maksimal bisa menghasilkan tembakau grade E hingga E+. Yang terbaik, tentu saja tembakau yang ditanam di wilayah gunung. Meskipun membutuhkan waktu tanam lebih lama dibanding dua wilayah lainnya, rata-rata panenan terakhir mencapai grade F hingga seterusnya dengan tembakau terbaik bernama srintil.   <\/p>\n\n\n\n

Ini sedikit yang saya pelajari di Temanggung hasil belajar langsung dari para petani di sana. Saya tidak tahu dengan metode panen dan penentuan grade tembakau di wilayah lain dengan jenis tembakau lain juga. Menarik sebetulnya mencari tahu di tempat lain. Semoga sekali waktu nanti berkesempatan untuk itu. 
<\/p>\n","post_title":"Penentuan Grade Tembakau di Temanggung","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"penentuan-grade-tembakau-di-temanggung","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-08-30 15:06:14","post_modified_gmt":"2019-08-30 08:06:14","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6008","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5999,"post_author":"877","post_date":"2019-08-28 09:40:02","post_date_gmt":"2019-08-28 02:40:02","post_content":"\n

Direktur Pusat Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Amerika Serikat (CDC), Robert Redfield, mengungkapkan kematian tragis di Illinois memperkuat dugaan karena vape<\/a> atau rokok elektrik. Berita tersebut atas laporan Dinas Kesehatan Illinois yang mengumumkan ada satu pasien yang akhirnya meninggal dunia. Kasus ini kemungkinan jadi kasus pertama kematian akibat penyakit berkaitan dengan vape.
<\/p>\n\n\n\n

Kejadian di atas menjawab keberadaan vape atau rokok elektrik sangat membahayakan. Berbeda dengan resiko rokok kretek, bisa menimbulkan penyakit jika mengkonsumsinya berlebihan atau kebanyakakan, dan hidup tidak seimbang. Misalnya dalam satu hari merokok sampai tiga atau empat bungkus, tanpa makan nasi atau makan-makanan sehat, tanpa olah raga, tanpa minum air putih, selalu didampingi kopi atau teh, istirahatnya kurang dan sebagainya. Maka dipastikan orang tersebut akan jatuh sakit bahkan meninggal dunia.\u00a0<\/p>\n\n\n\n

Baca: Terkuak, Rokok Elektrik Berbahaya bagi Kesehatan<\/a><\/p>\n\n\n\n

Tidak hanya itu, otoritas kesehatan di Amerika Serikat telah berhasil menginvestigasi kemunculan penyakit paru-paru misterius di antara kalangan pengguna rokok elektrik atau vape. Dilaporkan setidaknya ada 195 kasus potensial penyakit paru-paru di 22 Negara karena kena dampak dari vape atau rokok elektrik.
<\/p>\n\n\n\n

Jadi, masyarakat perlu waspada beredarnya vape atau rokok elektrik. Belum lagi, sebetulnya rokok elektrik atau vape, berdampak juga peningkatan perokok anak.\u00a0 Yang menjadi daya tarik bagi anak, selain bentuknya yang elegan, simpel, juga beraroma buah-buahan yang terkemas dalam cairan.<\/strong><\/p>\n\n\n\n

Orang yang mengatakan bahwa vape atau rokok elektrik lebih mensehatkan dari pada rokok kretek, pendapat tersebut sangat keliru. Disampaing efek dari rangkaian listrik dan battre juga cairan dalam rokok elektrik berpengaruh terhadap resiko jantung.  <\/p>\n\n\n\n

Hasil penelitian yang diterbitkan dalam Journal of American College of Cardiology pada Mei lalu ini menambah bukti bahwa cairan rokok elektrik dapat menghambat fungsi sel-sel tubuh yang berperan dalam kesehatan jantung. Cairan dalam vape atau rokok elektrik pada akhirnya merusak sel-sel yang melapisi pembuluh darah. <\/p>\n\n\n\n

Keberadaan vape atau rokok elektrik di pasaran sangat membahayakan bagi orang Indonesia, terlebih pemuda-pemuda, yang banyak memilih merokok vape aatau rokok elektri. Menurutnya, selain bentuk kecil, simpel dibawa dan ada aroma buah-buahan sesuai selera. Akan tetapi dibalik bentuknya yang bagus, menyembunyikan banyak penyakit ketika dikonsumsi.\u00a0<\/p>\n\n\n\n

Baca: Kata Siapa Lebih Sehat? Perokok Elektrik Berisiko Terjangkit Penyakit Kardiovaskular<\/a><\/p>\n\n\n\n

Hingga kini CDC masih melakukan investigasi lebih lanjut, dengan mengimbau agar para dokter mengumpulkan data dan sampel bila menemukan pasien dengan gejala penyakit paru serupa, tentunya akibat rokok elektrik atau vape. Bentuk dan merek rokok elektrik dan vape banyak varian dan banyak merek. JUUL termasuk merek rokok elektrik atau vape yang saat ini naik daun.\u00a0<\/p>\n\n\n\n

Ada yang mengatakan bahwa tak tepat membandingkan rokok tembakau dengan rokok elektrik. Ya benar tak tepat, karena rokok elektrik atau vape resikonya sangat tinggi. Sedang rokok tembakau resikonya kecil, apa lagi rokok kretek mungkin resikonya sangat kecil sekali terhadap tubuh. Alasannya, munculnya rokok kretek bertujuan untuk pengobatan sakit bengek, dan tujuannya berhasil. Hingga banyak orang melakukan pemesanan rokok kretek saat itu, rokok kretek belum sebagai industri besar masih bersifat rumahan,  keadaan tersebut sekitar abad 19. <\/p>\n\n\n\n

Dalam studi ini, tim peneliti menemukan bukti efek toksik pada sel-sel yang melapisi pembuluh darah dan melindungi jantung. Beberapa bukti tersebut termasuk di antaranya gangguan pada fungsi sel dan munculnya tanda-tanda peradangan. Para peneliti mengamati bagaimana respons sel saat bersentuhan dengan cairan rokok elektrik. Efek yang paling kentara terlihat pada cairan dengan rasa kayu manis.<\/p>\n\n\n\n

Baca: Riset Kesehatan Rokok Elektrik<\/a><\/p>\n\n\n\n

Sekelompok ahli kardiovaskular dari University of Massachusetts menganjurkan peneliti agar melakukan uji rokok elektrik atau vape lebih yang beraroma. Karena sumsi sementara, produk vape atau rokok elektrik yang beraroma dan punya pilihan rasa lebih berbahaya dari pada rokok vape natural. Namun yang banyak beredar dipasaran, justru yang beraroma dan berasa buah-buahan, dari pada yang natural. <\/p>\n\n\n\n

Studi pada 2018 lalu menunjukkan, penggunaan rokok elektrik harian berisiko terhadap serangan jantung, meski dengan probabilitas yang lebih rendah daripada perokok tembakau. Menurut dr Lawrence Phillips pakar kardiovaskular NYU Langone Health mengatakan \u201cKita melihat semakin banyak bukti bahwa rokok elektrik berhubungan dengan peningkatan risiko serangan jantung\u201d.<\/p>\n\n\n\n

Dari hasil pakar dan hasil studi di atas menegaskan bahwa keberadaan rokok vape atau rokok elektrik, resikonya sangat besar. Bahan utama rokok vape atau elektrik yang paling besar memberikan efek negatif pada tubuh manusia adalah cairan perasa. Akibat cairan perasa dalam rokok elektrik  atau vape termasuk merek JUUL beresiko terjadi peradangan, terjangkit penyakit jantung dan paru-paru akut, selanjutnya berakibat kematian. <\/p>\n\n\n\n

Untuk itu, demi masa depan bangsa Indonesia harusnya ada regulasi pelarangan peredaran rokok elektrik atau vape yang nyata-nyata telah ada kasus dengan didukung beberapa riset dan studi tentang konten rokok elektrik atau vape, yang hasilnya mempunyai resiko tinggi dapat menyebabkan penyakit berujung kematian.         
<\/p>\n","post_title":"Perokok Elektrik Berisiko Besar Terjangkit Penyakit Mematikan","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"perokok-elektrik-berisiko-besar-terjangkit-penyakit-mematikan","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-08-28 09:40:09","post_modified_gmt":"2019-08-28 02:40:09","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5999","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5988,"post_author":"855","post_date":"2019-08-24 10:41:28","post_date_gmt":"2019-08-24 03:41:28","post_content":"\n

Sumber permasalahan besar dunia pertembakauan sejatinya bukan iklim dan hama, melainkan kebijakan pemerintah dan para plolitisi yang ikut serta membicarakannya, tanpa dasar yang kuat, adil dan cenderung ugal-ugalan.
<\/p>\n\n\n\n

Jika orang dahulu tidak berani bicara kecuali kepada hal-hal yang benar-benar diketahui, kali ini banyak sekali orang yang banyak bicara daripada membaca, baik buku maupun alam kauniyah (dunia nyata). Maka jangan heran, jika tidak sedikit politisi dan pemerintah yang gagal paham dunia pertembakau, dari berbagai sisi, karena mereka mendapatkan informasi sepotong-sepotong, tanpa ada usaha untuk tabayyun <\/em>lebih mendalam apalagi turun ke ladang untuk memastikan.
<\/p>\n\n\n\n

Kini hama petani muncul lagi dari kalangan politisi. Sebut saja namanya Sukamta (nama asli) yang kini menjabat sebagai sekretaris Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS). Kenapa semua orang yang terkait dengan industri hasil tembakau (petani, buruh, dsb) dianggap tidak sejahtera, ya karena partai yang harusnya adil saja tidak mampu berbuat adil, bahkan dalam pikiran dan apa yang keluar dari mulutnya.<\/p>\n\n\n\n

Baca: Tuhan Tidak Menciptakan Tembakau untuk Dibenci dan Dicaci<\/a>
<\/p>\n\n\n\n

Tidak perlu bicara terlalu jauh. Mari kita kita uji omongan Sukamta yang dimuat situs ayosemarang.com, 22 Agustus 2019. Omongan yang sejatinya sebuah template dan selalu dipakai oleh antirokok. Semacam gaya kampanye sholih li kulli zaman wal makan, <\/em>meski dibangun dari logika berantakan dan cenderung mengutamakan kengawuran daripada analisa yang mendalam. Ya memang itulah keistimewaan antirokok, anti terhadap data valid dan percaya diri berlebihan dalam kesesatan berpikir.
<\/p>\n\n\n\n

Bagi Sukamta, harga rokok di Indonesia, sebuah negeri yang besar salah satunya ditopang oleh dunia pertembakauan, harus dinaikkan 700 persen. Alasannya supaya orang miskin tidak dapat membeli rokok. Jika orang miskin yang merokok jatuh sakit, maka negara melalui (Jaminan Kesehatan Nasional) JKN rugi menanggung biayanya. Tentu saja ini berbeda dengan, orang kaya boleh makan junkfood<\/em>, minuman bersoda, dan berlaku semaunya, karena jika jatuh sakit mereka bisa membiayai sendiri dan dapat memperkaya negara.
<\/p>\n\n\n\n

Cara sistematis ini akan diduplikasi dan diperbarui terus menerus. Bermula dari seorang sakit yang berobat ke dokter, jika ia merokok maka dokter akan berkata, \u201cbapak sakit karena rokok\u201d, dan dokter tidak secara jujur bahwa penyakit itu datang dari sebab apapun, bisa gula, bisa gaya hidup yang berantakan, kurang minum air putih, stres dengan obat mahal, dsb.
<\/p>\n\n\n\n

Kenapa Sukamta cenderung ingin menaikkan harga rokok untuk menyelesaikan permasalahan JKN yang rumit itu? Ya karena sudah menjadi tabiat antirokok, bahwa berpikir keras untuk mencari solusi adalah buang-buang waktu, makanya rokok akan disalahkan supaya permasalahan menjadi lekas selesai. 
<\/p>\n\n\n\n

Coba kita kembali ke tahun 2018, saat BPJS Kesehatan defisit dan ditambal oleh cukai rokok. Para pegiat kesehatan beralasan, jumlah masyarakat sakit yang kian bertambah dan narasi yang kemudian dibangun; sakit-sakit itu disebabkan oleh rokok. Tidak berhenti sampai di situ, beragam alasan yang penting pengelola kesehatan \u201cselamat\u201d banyak digaungkan di media (tanpa ada sikap ksatria untuk mengakui bahwa memang masih banyak masalah dalam JKN, baik pengelolaan maupun skema yang lebih baik, yang perlu dicarikan solusi).<\/p>\n\n\n\n

Baca: Kegagalan Lakpesdam PBNU dalam Melihat Produk Tembakau Alternatif<\/a><\/p>\n\n\n\n

Koordinator Advokasi BPJS Watch, Timboel Siregar, megkritisi beragam narasi yang dibangun oleh pegiat kesehatan. Ia mengusulkan agar BPJS fokus pada pengawasan penetapan inasibijis oleh pihak rumah sakit. Timboel menilai, inasibijis merupakan gerbang terjadinya defisit BPJS Kesehatan. Inasibijis (INA-CGB) merupakan sebuah singkatan dari Indonesia Case Base Gropus, yakni sebuah aplikasi yang digunakan rumah sakit untuk mengajukan klaim pada pemerintah. (bisnis.com)
<\/p>\n\n\n\n

Kita tidak pernah tau, apa yang dilakukan rumah sakit terhadap pasien-pasien yang membayar BPJS. Kita juga tidak pernah tau jika ada pasien BPJS kelas I diberi fasilitas kelas II atau III, dan rumah sakit mengklaim biaya kelas I ke negara. Tentu saja yang demikian ini tidak penting bagi antirokok. <\/p>\n\n\n\n

Baca: Ada Campur Tangan Bloomberg dalam Surat Edaran Menkes terkait Pemblokiran Iklan Rokok<\/a><\/p>\n\n\n\n

Sukamta juga bilang, orang-orang yang kecanduan merokok dan mampu membeli rokok yang mahal, dipersilahkan tetap merokok asal menanggung sendiri biaya pengobatan akibat penyakit karena rokok. Asalkan dampak buruk akibat konsumsi rokok tidak membebani negara kerena pemasukan dari cukai tembakau tidak sebanding dengan biaya yang harus dikeluarkan negara. (ayosemarang.com)
<\/p>\n\n\n\n

Bagi saya pribadi, ini adalah statemen yang sangat lucu. Sejak kapan sih negara betul-betul hadir dan perhatian terhadap kesehatan masyarakat, khususnya di pedesaan dan pedalaman? Kalau ada pun, menjalankannya setengah hati. Dan sejak kapan rokok itu menjadi candu, padahal yang candu itu kekuasaan dan menjadikan masyarakat sebagai jembatan untuk menuju \u201ckekuasaan dalam negara\u201d? 
<\/p>\n\n\n\n

Sukamta juga menganggap, bahwa perokok bukan orang yang produktif? Faktanya? Setahu saya orang-orang yang merokok punya produtivitas tinggi, mereka hidup sebagaimana keringat yang diperas setiap hari. Tanpa berharap kepada negara apalagi Sukamta.
<\/p>\n\n\n\n

Sekadar saran saja, sebaiknya PKS tidak perlu ngelantur bicara rokok. Silahkan bicara, asalkan keadilan sosial sebagaimana nama partainya tidak hanya selesai pada tataran konsepsi dan gagah-gagahan, melainkan pada tahap tindakan dan contoh konkrit atasnya.
<\/p>\n","post_title":"Ketika PKS Bicara Rokok","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"ketika-pks-bicara-rokok","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-08-24 10:51:25","post_modified_gmt":"2019-08-24 03:51:25","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5988","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":35},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"epic_block_3"};

\n

Aku datang sekitar jam 20.00, terlihat banyak tema yang sudah pada kumpul, didepannya ada segelas kopi. Maklum kita orang desa ngopinya gak pakai cangkir, tapi pakai gelas es yang tinggi. Dibenakku ini ngopi apa kehausan?, tapi yang penting tetap ngopi dan merokok. Di meja terlihat banyak rokok bermacam-macam mereknya, sesuai kesukaan masing-masing. Ada yang bawa Sukun Putih, ada yang bawa Gudang Garam, kebanyakan bawa LA, tapi ada juga yang bawa rokok bikinan sendiri alias \u201cTingwe\u201d nglinting dewe dirumah ditaruh plastik. Aku coba rokok tingwe itu sambil ngobrol bareng, ternyata lumayan enak ramuan rokoknya, dibanding tingwe tingwe yang pernah aku rasakan. Yang buat tingwe namanya Sutopo, profesinya sehari-hari memang jual beli tembakau. Karena penasaran, sutopo aku tanya, kok enak, ini tembakau mana?. Dijawabnya \u201cbiasa tembakau Temanggung\u201d tapi aku kasih cengkeh kualitas wahid, dan sedikit ramuan saos sendiri (bahannya dirahasiakan), yang jelas katanya bahan saos dari rempah rempah bikinan sendiri. <\/p>\n\n\n\n

Ngobrol kita mengalir tanpa ada sekat dan batasan, malah terkadang pada ngobrol sendiri-sendiri dengan teman didekatnya. Giliran Djumari disuruh cerita pengalamannya, teman teman pada diam, mungkin pada penasaran. Soalnya dulu, sebelum ke Jakarta ia bekerja di Djarum. Ia ceritakan alasannya harus ke Jakarta. Awalnya, sering pulang pergi Jakarta Kudus untuk pengobatan istrinya yang sedang sakit di salah satu pengobatan alternatif disana atas rekomendasi saudaranya yang sudah lama hidup di Jakarta. Ia menceritakan sakit istrinya yang sering pusing, dan pusingnya bukan pusing biasa, dan seringkali istrinya sampai membentur-benturkan kepalanya. Kemudian, saat diharuskan kontinyu pengobatannya, minimal satu tahun agar cepat sembuh, akhirnya ia putusin meninggalkan Kudus sementara, termasuk pekerjaannya. Alhamdulillah istrinya sekarang sudah sembuh total.\u00a0<\/p>\n\n\n\n

Baca: Cacat Pikir KPAI Memaknai Kata Ekploitasi Anak dan Promosi<\/a><\/p>\n\n\n\n

Disela sela nungguin istrinya sakit, ia sering diajak saudaranya jualan sayuran keliling. Nah, walaupun sekarang istrinya sudah sembuh, ia tetap di Jakarta. Sebab dipikirannya, kalau kembali ke Kudus mulai dari awal lagi, mending yang sudah ada didepan mata dijalanin dulu. Nanti pelan-pelan sambil melihat peluang di Kudus, ia pun akan pulang. Obrolan tetap seru, walaupun djarum jam sudah tepat diangka 12.00 malam. Namun domain obrolan lebih pada Djumari sebagai nara sumber, ia menceritakan semua pengalaman dan kejadia yang ia lihat, sampai ia menceritakan berita kalau pabrik Djarum yang dulu pernah ia singgahi, sedang dipermasalahkan KPAI. Memang sebenarnya ia tak paham alur permasalahanya. Tahunya, KPAI gak suka bulu tangkis Djarum berjalan, memusuhi rokok. <\/p>\n\n\n\n

Sebagai orang yang pernah menjadi karyawan Djarum, jadi wajar dan pantas kalau ia membela Djarum, apalagi ia asli Kudus. Saking semangatnya, ia ngomong \u201cnek aku dadi Djarum, tak tuku iku KPAI, paling ora tak lawan\u201d \u201candaikan aku yang punya Djarum, aku beli KPAI, paling tidak dilawan\u201d. Ada yang menyambar omongan, \u201csampek matek kuwe Djum, ogak bakal dadi bos Djarum\u201d \u201csampai mati kamu Djum, tidak akan jadi bos Djarum\u201d haha\u2026\u2026disambut dengan tawa klakaran teman-teman termasuk saya sendiri. Di sela-sela tawa, tuan rumah ngomong \u201cancen gawe gregeten, kenopo Djarum mung meneng, malah ngalah\u201d \u201cbikin gregeten, kenapa Djarum diam dan cenderung mengalah\u201d. <\/p>\n\n\n\n

Nah, ternyata, banyak orang yang sangat simpati dan membela pabrik Djarum, terutama orang Kudus. Rata-rata mereka, tak tahu apa yang harus dilakukan, apa yang harus diperbuat. Sebagai manusia lemah, mereka hanya bisa marah  yang terpendaam dalam hati, dengan melihat kejadian KPAI menyerang Djarum. Coba, andaikan mereka tahu kalau dibelekang KPAI ada kepentingan asing yang mengusik rokok kretek asli Kudus, yang sudah mendarah daging bagi masyarakat Kudus. Pastinya, pembelaanya lebih dari itu, bahkan mungkin mati-matian.
<\/p>\n","post_title":"Cerita di Balik Segelas Kopi untuk Djarum","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"cerita-di-balik-segelas-kopi-untuk-djarum","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-09-03 09:19:00","post_modified_gmt":"2019-09-03 02:19:00","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6014","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":6008,"post_author":"878","post_date":"2019-08-30 15:06:07","post_date_gmt":"2019-08-30 08:06:07","post_content":"\n

Pada mulanya, saya mengira tanaman tembakau ditanam, dirawat, dan dipanen sama dengan kebanyakan tanaman-tanaman semusim lainnya di negeri ini. Ada proses pembibitan, kemudian proses penanaman, lantas tanaman rutin disiram dan diberi pupuk, ada proses perawatan hingga akhirnya dipanen ketika musim panen tiba. Tapi nyatanya, perkiraan saya salah. Tembakau tanaman yang cukup unik. Beda dari banyak tanaman semusim lain yang lazim ditanam petani di banyak tempat di Indonesia.<\/p>\n\n\n\n

Hal paling menonjol yang membedakan tanaman tembakau dengan tanaman semusim lain ada pada masa tanam dan masa panen tiba. Tanaman tembakau menjadi anomali karena ditanam saat musim penghujan akan berakhir. Lalu dipanen ketika musim kemarau sedang berada pada puncaknya. Saat tanaman-tanaman semusim lainnya enggan tumbuh, bahkan rumput sekalipun mengering karena kemarau.<\/p>\n\n\n\n

Tiga tahun belakangan, saya banyak bergaul dengan petani dan buruh tani tembakau di Kabupaten Temanggung, juga dengan anak-anak mereka. Jika sebelumnya saya sekadar penikmat rokok kretek, tiga tahun belakangan, saya mulai tertarik untuk mempelajari seluk-beluk seluruh lini yang mendukung industri kretek nasional. Yang paling menarik minat saya, tentu saja konteks pertanian dan sosial masyarakat yang memproduksi komoditas yang menjadi bahan baku utama produk kretek. Tembakau dan cengkeh.<\/p>\n\n\n\n

Baca: Melihat Petani Tembakau di Temanggung Memanen Tembakau Mereka<\/a><\/p>\n\n\n\n

Dari sekian banyak hal menarik yang disajikan pertanian tembakau hingga proses penjualan hasil panen tembakau yang saya amati di wilayah Kabupaten Temanggung, hal yang terus menerus menarik minat saya dan hingga saat ini belum sepenuhnya saya pahami adalah proses panen tembakau dan penentuan grade tembakau hasil panenan petani. Sama seperti kesalahan saya mengira tanaman tembakau ditanam dan diproses mirip dengan tanaman semusim lainnya, dugaan saya perihal proses panen tembakau juga salah sepenuhnya. Dahulu saya mengira daun-daun yang siap dipanen dari tanaman tembakau ya dipanen begitu saja. Menunggu daun-daun yang tumbuh pada tanaman tembakau siap dipanen, lantas dipanen seluruhnya dalam satu waktu oleh para pekerja di kebun. Nyatanya tidak begitu. Dan lebih rumit dari itu.<\/p>\n\n\n\n

Mayoritas tembakau yang ditanam di wilayah Temanggung berasal dari jenis kemloko. Ada kemloko 1, kemloko 2, dan kemloko 3. Dari ketiga varietas kemloko tersebut, metode panen dan penentuan grade tembakau memiliki tata cara yang sama persis. Seluruh petani di Temanggung menerapkan metode panen yang mirip. Dari metode panen tersebut, ternyata berpengaruh terhadap tingkatan kualitas tembakau yang dipanen, petani di Temanggung kerap menyebut \u2018tiam\u2019 atau \u2018grade\u2019 untuk perbedaan tingkat kualitas tembakau yang dipanen.<\/p>\n\n\n\n

Tidak seperti tanaman semusim lainnya yang dipanen dalam satu waktu, tembakau dipanen bertahap mulai dari daun terbawah pada pohon hingga daun teratas. Dalam satu tanaman tembakau, panen bisa berlangsung sebanyak 13 hingga 15 kali dalam sekali musim tembakau. Jarak antara panen satu dengan panen lainnya, antara lima dan tujuh hari. Dengan kondisi ini, musim panen tembakau di Temanggung atau yang kerap disebut musim \u2018mbakon\u2019 bisa berlangsung selama dua hingga tiga bulan. Tahun ini, panen dimulai pada pertengahan Juli dan diprediksi akan berakhir pada pertengahan Oktober.<\/p>\n\n\n\n

Baca: Tuhan Tidak Menciptakan Tembakau untuk Dibenci dan Dicaci<\/a><\/p>\n\n\n\n

Metode panen seperti itu, yang bertahap dan berjeda dari panen satu daun ke daun lainnya ternyata berpengaruh terhadap tingkatan kualitas daun tembakau. Daun-daun yang dipanen lebih awal, gradenya berada pada grade yang rendah. Grade terus meningkat hingga sampai puncaknya seiring panen-panen selanjutnya pada tanaman yang sama. Dalam satu tanaman tembakau, grade daun sudah pasti berbeda-beda sesuai dengan waktu panenan daun di tanaman tersebut.<\/p>\n\n\n\n

Agar lebih mudah dipahami, mari kita bayangkan sebatang tanaman tembakau yang tumbuh subur dalam kondisi normal dan tanaman itu sudah mulai memasuki masa panen. Pada sebatang tanaman tembakau itu tumbuh sebanyak 17 helai daun dari bawah ke atas. Panen pertama dimulai. Daun paling bawah dari tanaman tembakau itu dipetik untuk dipanen. Hanya satu helai daun saja, yang terbawah. Daun yang pertama dipanen itu, biasanya memiliki grade A. Adakalanya kualitas tembakau pada panenan pertama sudah mulai berada pada grade B. Di beberapa titik bahkan sudah ada yang menghasilkan tembakau grade C. <\/p>\n\n\n\n

Lima hingga tujuh hari kemudian, panen daun kedua dilakukan. Satu daun saja dari sebatang tanaman, daun terbawah yang dipanen. Lima hingga tujuh hari berikutnya lantas dipanen lagi. Begitu seterusnya hingga 12 atau 13 kali panen. Semakin ke atas daun yang dipanen seiring bertambahnya waktu, grade tembakau juga meningkat hingga puncaknya berhenti di grade F. Hanya sedikit tembakau yang bisa melampau grade F, mencapai grade G dan H, itulah tembakau-tembakau jenis srintil berharga jutaan rupiah per kilogramnya.<\/p>\n\n\n\n

Selain waktu panen dan letak daun dalam sebatang tanaman, jenis tanah, unsur hara yang terkandung dalam tanah, asupan embun alami, pancaran sinar matahari yang cukup, serta proses fermentasi dan penjemuran usai daun-daun dipanen, menjadi penentu kualitas tembakau yang menempatkan daun tembakau itu pada grade tertentu. Satu hal lain lagi yang sangat berpengaruh terhadap grade tembakau adalah wilayah tembakau itu ditanam. Ada tiga wilayah tempat tembakau biasa ditanam. Wilayah persawahan (dataran rendah), wilayah tegalan (dataran menengah), dan wilayah gunung (dataran tinggi). Kondisi tanah dan faktor ketinggian dan kondisi geografis lainnya berpengaruh terhadap kualitas tembakau.<\/p>\n\n\n\n

Di wilayah persawahan, tanaman tembakau memang subur dan tumbuh cepat, namun tembakau yang ditanam di sana maksimal hanya bisa menghasilkan tembakau grade D, atau D+. Sedang tembakau yang ditanam di wilayah tegalan, maksimal bisa menghasilkan tembakau grade E hingga E+. Yang terbaik, tentu saja tembakau yang ditanam di wilayah gunung. Meskipun membutuhkan waktu tanam lebih lama dibanding dua wilayah lainnya, rata-rata panenan terakhir mencapai grade F hingga seterusnya dengan tembakau terbaik bernama srintil.   <\/p>\n\n\n\n

Ini sedikit yang saya pelajari di Temanggung hasil belajar langsung dari para petani di sana. Saya tidak tahu dengan metode panen dan penentuan grade tembakau di wilayah lain dengan jenis tembakau lain juga. Menarik sebetulnya mencari tahu di tempat lain. Semoga sekali waktu nanti berkesempatan untuk itu. 
<\/p>\n","post_title":"Penentuan Grade Tembakau di Temanggung","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"penentuan-grade-tembakau-di-temanggung","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-08-30 15:06:14","post_modified_gmt":"2019-08-30 08:06:14","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6008","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5999,"post_author":"877","post_date":"2019-08-28 09:40:02","post_date_gmt":"2019-08-28 02:40:02","post_content":"\n

Direktur Pusat Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Amerika Serikat (CDC), Robert Redfield, mengungkapkan kematian tragis di Illinois memperkuat dugaan karena vape<\/a> atau rokok elektrik. Berita tersebut atas laporan Dinas Kesehatan Illinois yang mengumumkan ada satu pasien yang akhirnya meninggal dunia. Kasus ini kemungkinan jadi kasus pertama kematian akibat penyakit berkaitan dengan vape.
<\/p>\n\n\n\n

Kejadian di atas menjawab keberadaan vape atau rokok elektrik sangat membahayakan. Berbeda dengan resiko rokok kretek, bisa menimbulkan penyakit jika mengkonsumsinya berlebihan atau kebanyakakan, dan hidup tidak seimbang. Misalnya dalam satu hari merokok sampai tiga atau empat bungkus, tanpa makan nasi atau makan-makanan sehat, tanpa olah raga, tanpa minum air putih, selalu didampingi kopi atau teh, istirahatnya kurang dan sebagainya. Maka dipastikan orang tersebut akan jatuh sakit bahkan meninggal dunia.\u00a0<\/p>\n\n\n\n

Baca: Terkuak, Rokok Elektrik Berbahaya bagi Kesehatan<\/a><\/p>\n\n\n\n

Tidak hanya itu, otoritas kesehatan di Amerika Serikat telah berhasil menginvestigasi kemunculan penyakit paru-paru misterius di antara kalangan pengguna rokok elektrik atau vape. Dilaporkan setidaknya ada 195 kasus potensial penyakit paru-paru di 22 Negara karena kena dampak dari vape atau rokok elektrik.
<\/p>\n\n\n\n

Jadi, masyarakat perlu waspada beredarnya vape atau rokok elektrik. Belum lagi, sebetulnya rokok elektrik atau vape, berdampak juga peningkatan perokok anak.\u00a0 Yang menjadi daya tarik bagi anak, selain bentuknya yang elegan, simpel, juga beraroma buah-buahan yang terkemas dalam cairan.<\/strong><\/p>\n\n\n\n

Orang yang mengatakan bahwa vape atau rokok elektrik lebih mensehatkan dari pada rokok kretek, pendapat tersebut sangat keliru. Disampaing efek dari rangkaian listrik dan battre juga cairan dalam rokok elektrik berpengaruh terhadap resiko jantung.  <\/p>\n\n\n\n

Hasil penelitian yang diterbitkan dalam Journal of American College of Cardiology pada Mei lalu ini menambah bukti bahwa cairan rokok elektrik dapat menghambat fungsi sel-sel tubuh yang berperan dalam kesehatan jantung. Cairan dalam vape atau rokok elektrik pada akhirnya merusak sel-sel yang melapisi pembuluh darah. <\/p>\n\n\n\n

Keberadaan vape atau rokok elektrik di pasaran sangat membahayakan bagi orang Indonesia, terlebih pemuda-pemuda, yang banyak memilih merokok vape aatau rokok elektri. Menurutnya, selain bentuk kecil, simpel dibawa dan ada aroma buah-buahan sesuai selera. Akan tetapi dibalik bentuknya yang bagus, menyembunyikan banyak penyakit ketika dikonsumsi.\u00a0<\/p>\n\n\n\n

Baca: Kata Siapa Lebih Sehat? Perokok Elektrik Berisiko Terjangkit Penyakit Kardiovaskular<\/a><\/p>\n\n\n\n

Hingga kini CDC masih melakukan investigasi lebih lanjut, dengan mengimbau agar para dokter mengumpulkan data dan sampel bila menemukan pasien dengan gejala penyakit paru serupa, tentunya akibat rokok elektrik atau vape. Bentuk dan merek rokok elektrik dan vape banyak varian dan banyak merek. JUUL termasuk merek rokok elektrik atau vape yang saat ini naik daun.\u00a0<\/p>\n\n\n\n

Ada yang mengatakan bahwa tak tepat membandingkan rokok tembakau dengan rokok elektrik. Ya benar tak tepat, karena rokok elektrik atau vape resikonya sangat tinggi. Sedang rokok tembakau resikonya kecil, apa lagi rokok kretek mungkin resikonya sangat kecil sekali terhadap tubuh. Alasannya, munculnya rokok kretek bertujuan untuk pengobatan sakit bengek, dan tujuannya berhasil. Hingga banyak orang melakukan pemesanan rokok kretek saat itu, rokok kretek belum sebagai industri besar masih bersifat rumahan,  keadaan tersebut sekitar abad 19. <\/p>\n\n\n\n

Dalam studi ini, tim peneliti menemukan bukti efek toksik pada sel-sel yang melapisi pembuluh darah dan melindungi jantung. Beberapa bukti tersebut termasuk di antaranya gangguan pada fungsi sel dan munculnya tanda-tanda peradangan. Para peneliti mengamati bagaimana respons sel saat bersentuhan dengan cairan rokok elektrik. Efek yang paling kentara terlihat pada cairan dengan rasa kayu manis.<\/p>\n\n\n\n

Baca: Riset Kesehatan Rokok Elektrik<\/a><\/p>\n\n\n\n

Sekelompok ahli kardiovaskular dari University of Massachusetts menganjurkan peneliti agar melakukan uji rokok elektrik atau vape lebih yang beraroma. Karena sumsi sementara, produk vape atau rokok elektrik yang beraroma dan punya pilihan rasa lebih berbahaya dari pada rokok vape natural. Namun yang banyak beredar dipasaran, justru yang beraroma dan berasa buah-buahan, dari pada yang natural. <\/p>\n\n\n\n

Studi pada 2018 lalu menunjukkan, penggunaan rokok elektrik harian berisiko terhadap serangan jantung, meski dengan probabilitas yang lebih rendah daripada perokok tembakau. Menurut dr Lawrence Phillips pakar kardiovaskular NYU Langone Health mengatakan \u201cKita melihat semakin banyak bukti bahwa rokok elektrik berhubungan dengan peningkatan risiko serangan jantung\u201d.<\/p>\n\n\n\n

Dari hasil pakar dan hasil studi di atas menegaskan bahwa keberadaan rokok vape atau rokok elektrik, resikonya sangat besar. Bahan utama rokok vape atau elektrik yang paling besar memberikan efek negatif pada tubuh manusia adalah cairan perasa. Akibat cairan perasa dalam rokok elektrik  atau vape termasuk merek JUUL beresiko terjadi peradangan, terjangkit penyakit jantung dan paru-paru akut, selanjutnya berakibat kematian. <\/p>\n\n\n\n

Untuk itu, demi masa depan bangsa Indonesia harusnya ada regulasi pelarangan peredaran rokok elektrik atau vape yang nyata-nyata telah ada kasus dengan didukung beberapa riset dan studi tentang konten rokok elektrik atau vape, yang hasilnya mempunyai resiko tinggi dapat menyebabkan penyakit berujung kematian.         
<\/p>\n","post_title":"Perokok Elektrik Berisiko Besar Terjangkit Penyakit Mematikan","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"perokok-elektrik-berisiko-besar-terjangkit-penyakit-mematikan","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-08-28 09:40:09","post_modified_gmt":"2019-08-28 02:40:09","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5999","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5988,"post_author":"855","post_date":"2019-08-24 10:41:28","post_date_gmt":"2019-08-24 03:41:28","post_content":"\n

Sumber permasalahan besar dunia pertembakauan sejatinya bukan iklim dan hama, melainkan kebijakan pemerintah dan para plolitisi yang ikut serta membicarakannya, tanpa dasar yang kuat, adil dan cenderung ugal-ugalan.
<\/p>\n\n\n\n

Jika orang dahulu tidak berani bicara kecuali kepada hal-hal yang benar-benar diketahui, kali ini banyak sekali orang yang banyak bicara daripada membaca, baik buku maupun alam kauniyah (dunia nyata). Maka jangan heran, jika tidak sedikit politisi dan pemerintah yang gagal paham dunia pertembakau, dari berbagai sisi, karena mereka mendapatkan informasi sepotong-sepotong, tanpa ada usaha untuk tabayyun <\/em>lebih mendalam apalagi turun ke ladang untuk memastikan.
<\/p>\n\n\n\n

Kini hama petani muncul lagi dari kalangan politisi. Sebut saja namanya Sukamta (nama asli) yang kini menjabat sebagai sekretaris Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS). Kenapa semua orang yang terkait dengan industri hasil tembakau (petani, buruh, dsb) dianggap tidak sejahtera, ya karena partai yang harusnya adil saja tidak mampu berbuat adil, bahkan dalam pikiran dan apa yang keluar dari mulutnya.<\/p>\n\n\n\n

Baca: Tuhan Tidak Menciptakan Tembakau untuk Dibenci dan Dicaci<\/a>
<\/p>\n\n\n\n

Tidak perlu bicara terlalu jauh. Mari kita kita uji omongan Sukamta yang dimuat situs ayosemarang.com, 22 Agustus 2019. Omongan yang sejatinya sebuah template dan selalu dipakai oleh antirokok. Semacam gaya kampanye sholih li kulli zaman wal makan, <\/em>meski dibangun dari logika berantakan dan cenderung mengutamakan kengawuran daripada analisa yang mendalam. Ya memang itulah keistimewaan antirokok, anti terhadap data valid dan percaya diri berlebihan dalam kesesatan berpikir.
<\/p>\n\n\n\n

Bagi Sukamta, harga rokok di Indonesia, sebuah negeri yang besar salah satunya ditopang oleh dunia pertembakauan, harus dinaikkan 700 persen. Alasannya supaya orang miskin tidak dapat membeli rokok. Jika orang miskin yang merokok jatuh sakit, maka negara melalui (Jaminan Kesehatan Nasional) JKN rugi menanggung biayanya. Tentu saja ini berbeda dengan, orang kaya boleh makan junkfood<\/em>, minuman bersoda, dan berlaku semaunya, karena jika jatuh sakit mereka bisa membiayai sendiri dan dapat memperkaya negara.
<\/p>\n\n\n\n

Cara sistematis ini akan diduplikasi dan diperbarui terus menerus. Bermula dari seorang sakit yang berobat ke dokter, jika ia merokok maka dokter akan berkata, \u201cbapak sakit karena rokok\u201d, dan dokter tidak secara jujur bahwa penyakit itu datang dari sebab apapun, bisa gula, bisa gaya hidup yang berantakan, kurang minum air putih, stres dengan obat mahal, dsb.
<\/p>\n\n\n\n

Kenapa Sukamta cenderung ingin menaikkan harga rokok untuk menyelesaikan permasalahan JKN yang rumit itu? Ya karena sudah menjadi tabiat antirokok, bahwa berpikir keras untuk mencari solusi adalah buang-buang waktu, makanya rokok akan disalahkan supaya permasalahan menjadi lekas selesai. 
<\/p>\n\n\n\n

Coba kita kembali ke tahun 2018, saat BPJS Kesehatan defisit dan ditambal oleh cukai rokok. Para pegiat kesehatan beralasan, jumlah masyarakat sakit yang kian bertambah dan narasi yang kemudian dibangun; sakit-sakit itu disebabkan oleh rokok. Tidak berhenti sampai di situ, beragam alasan yang penting pengelola kesehatan \u201cselamat\u201d banyak digaungkan di media (tanpa ada sikap ksatria untuk mengakui bahwa memang masih banyak masalah dalam JKN, baik pengelolaan maupun skema yang lebih baik, yang perlu dicarikan solusi).<\/p>\n\n\n\n

Baca: Kegagalan Lakpesdam PBNU dalam Melihat Produk Tembakau Alternatif<\/a><\/p>\n\n\n\n

Koordinator Advokasi BPJS Watch, Timboel Siregar, megkritisi beragam narasi yang dibangun oleh pegiat kesehatan. Ia mengusulkan agar BPJS fokus pada pengawasan penetapan inasibijis oleh pihak rumah sakit. Timboel menilai, inasibijis merupakan gerbang terjadinya defisit BPJS Kesehatan. Inasibijis (INA-CGB) merupakan sebuah singkatan dari Indonesia Case Base Gropus, yakni sebuah aplikasi yang digunakan rumah sakit untuk mengajukan klaim pada pemerintah. (bisnis.com)
<\/p>\n\n\n\n

Kita tidak pernah tau, apa yang dilakukan rumah sakit terhadap pasien-pasien yang membayar BPJS. Kita juga tidak pernah tau jika ada pasien BPJS kelas I diberi fasilitas kelas II atau III, dan rumah sakit mengklaim biaya kelas I ke negara. Tentu saja yang demikian ini tidak penting bagi antirokok. <\/p>\n\n\n\n

Baca: Ada Campur Tangan Bloomberg dalam Surat Edaran Menkes terkait Pemblokiran Iklan Rokok<\/a><\/p>\n\n\n\n

Sukamta juga bilang, orang-orang yang kecanduan merokok dan mampu membeli rokok yang mahal, dipersilahkan tetap merokok asal menanggung sendiri biaya pengobatan akibat penyakit karena rokok. Asalkan dampak buruk akibat konsumsi rokok tidak membebani negara kerena pemasukan dari cukai tembakau tidak sebanding dengan biaya yang harus dikeluarkan negara. (ayosemarang.com)
<\/p>\n\n\n\n

Bagi saya pribadi, ini adalah statemen yang sangat lucu. Sejak kapan sih negara betul-betul hadir dan perhatian terhadap kesehatan masyarakat, khususnya di pedesaan dan pedalaman? Kalau ada pun, menjalankannya setengah hati. Dan sejak kapan rokok itu menjadi candu, padahal yang candu itu kekuasaan dan menjadikan masyarakat sebagai jembatan untuk menuju \u201ckekuasaan dalam negara\u201d? 
<\/p>\n\n\n\n

Sukamta juga menganggap, bahwa perokok bukan orang yang produktif? Faktanya? Setahu saya orang-orang yang merokok punya produtivitas tinggi, mereka hidup sebagaimana keringat yang diperas setiap hari. Tanpa berharap kepada negara apalagi Sukamta.
<\/p>\n\n\n\n

Sekadar saran saja, sebaiknya PKS tidak perlu ngelantur bicara rokok. Silahkan bicara, asalkan keadilan sosial sebagaimana nama partainya tidak hanya selesai pada tataran konsepsi dan gagah-gagahan, melainkan pada tahap tindakan dan contoh konkrit atasnya.
<\/p>\n","post_title":"Ketika PKS Bicara Rokok","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"ketika-pks-bicara-rokok","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-08-24 10:51:25","post_modified_gmt":"2019-08-24 03:51:25","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5988","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":35},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"epic_block_3"};

\n

Waktu isya\u2019 tiba, suasana mau hujan, sedikit grimis, hawanya lumayan dingin dibanding sebelumnya panas dan gerah. Tapi semangat ngopi dam ngobrol teman-teman tak mengendor. Bahkan di group sudah ada yang ribut, ngajak-ngajak \u201cayo ayo waktunya kopdar tiba, ada bonus banyak rezeki lho\u201d, Rifai namanya, seorang pembicara atau muballig yang sering ceramah di masyarakat. <\/p>\n\n\n\n

Aku datang sekitar jam 20.00, terlihat banyak tema yang sudah pada kumpul, didepannya ada segelas kopi. Maklum kita orang desa ngopinya gak pakai cangkir, tapi pakai gelas es yang tinggi. Dibenakku ini ngopi apa kehausan?, tapi yang penting tetap ngopi dan merokok. Di meja terlihat banyak rokok bermacam-macam mereknya, sesuai kesukaan masing-masing. Ada yang bawa Sukun Putih, ada yang bawa Gudang Garam, kebanyakan bawa LA, tapi ada juga yang bawa rokok bikinan sendiri alias \u201cTingwe\u201d nglinting dewe dirumah ditaruh plastik. Aku coba rokok tingwe itu sambil ngobrol bareng, ternyata lumayan enak ramuan rokoknya, dibanding tingwe tingwe yang pernah aku rasakan. Yang buat tingwe namanya Sutopo, profesinya sehari-hari memang jual beli tembakau. Karena penasaran, sutopo aku tanya, kok enak, ini tembakau mana?. Dijawabnya \u201cbiasa tembakau Temanggung\u201d tapi aku kasih cengkeh kualitas wahid, dan sedikit ramuan saos sendiri (bahannya dirahasiakan), yang jelas katanya bahan saos dari rempah rempah bikinan sendiri. <\/p>\n\n\n\n

Ngobrol kita mengalir tanpa ada sekat dan batasan, malah terkadang pada ngobrol sendiri-sendiri dengan teman didekatnya. Giliran Djumari disuruh cerita pengalamannya, teman teman pada diam, mungkin pada penasaran. Soalnya dulu, sebelum ke Jakarta ia bekerja di Djarum. Ia ceritakan alasannya harus ke Jakarta. Awalnya, sering pulang pergi Jakarta Kudus untuk pengobatan istrinya yang sedang sakit di salah satu pengobatan alternatif disana atas rekomendasi saudaranya yang sudah lama hidup di Jakarta. Ia menceritakan sakit istrinya yang sering pusing, dan pusingnya bukan pusing biasa, dan seringkali istrinya sampai membentur-benturkan kepalanya. Kemudian, saat diharuskan kontinyu pengobatannya, minimal satu tahun agar cepat sembuh, akhirnya ia putusin meninggalkan Kudus sementara, termasuk pekerjaannya. Alhamdulillah istrinya sekarang sudah sembuh total.\u00a0<\/p>\n\n\n\n

Baca: Cacat Pikir KPAI Memaknai Kata Ekploitasi Anak dan Promosi<\/a><\/p>\n\n\n\n

Disela sela nungguin istrinya sakit, ia sering diajak saudaranya jualan sayuran keliling. Nah, walaupun sekarang istrinya sudah sembuh, ia tetap di Jakarta. Sebab dipikirannya, kalau kembali ke Kudus mulai dari awal lagi, mending yang sudah ada didepan mata dijalanin dulu. Nanti pelan-pelan sambil melihat peluang di Kudus, ia pun akan pulang. Obrolan tetap seru, walaupun djarum jam sudah tepat diangka 12.00 malam. Namun domain obrolan lebih pada Djumari sebagai nara sumber, ia menceritakan semua pengalaman dan kejadia yang ia lihat, sampai ia menceritakan berita kalau pabrik Djarum yang dulu pernah ia singgahi, sedang dipermasalahkan KPAI. Memang sebenarnya ia tak paham alur permasalahanya. Tahunya, KPAI gak suka bulu tangkis Djarum berjalan, memusuhi rokok. <\/p>\n\n\n\n

Sebagai orang yang pernah menjadi karyawan Djarum, jadi wajar dan pantas kalau ia membela Djarum, apalagi ia asli Kudus. Saking semangatnya, ia ngomong \u201cnek aku dadi Djarum, tak tuku iku KPAI, paling ora tak lawan\u201d \u201candaikan aku yang punya Djarum, aku beli KPAI, paling tidak dilawan\u201d. Ada yang menyambar omongan, \u201csampek matek kuwe Djum, ogak bakal dadi bos Djarum\u201d \u201csampai mati kamu Djum, tidak akan jadi bos Djarum\u201d haha\u2026\u2026disambut dengan tawa klakaran teman-teman termasuk saya sendiri. Di sela-sela tawa, tuan rumah ngomong \u201cancen gawe gregeten, kenopo Djarum mung meneng, malah ngalah\u201d \u201cbikin gregeten, kenapa Djarum diam dan cenderung mengalah\u201d. <\/p>\n\n\n\n

Nah, ternyata, banyak orang yang sangat simpati dan membela pabrik Djarum, terutama orang Kudus. Rata-rata mereka, tak tahu apa yang harus dilakukan, apa yang harus diperbuat. Sebagai manusia lemah, mereka hanya bisa marah  yang terpendaam dalam hati, dengan melihat kejadian KPAI menyerang Djarum. Coba, andaikan mereka tahu kalau dibelekang KPAI ada kepentingan asing yang mengusik rokok kretek asli Kudus, yang sudah mendarah daging bagi masyarakat Kudus. Pastinya, pembelaanya lebih dari itu, bahkan mungkin mati-matian.
<\/p>\n","post_title":"Cerita di Balik Segelas Kopi untuk Djarum","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"cerita-di-balik-segelas-kopi-untuk-djarum","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-09-03 09:19:00","post_modified_gmt":"2019-09-03 02:19:00","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6014","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":6008,"post_author":"878","post_date":"2019-08-30 15:06:07","post_date_gmt":"2019-08-30 08:06:07","post_content":"\n

Pada mulanya, saya mengira tanaman tembakau ditanam, dirawat, dan dipanen sama dengan kebanyakan tanaman-tanaman semusim lainnya di negeri ini. Ada proses pembibitan, kemudian proses penanaman, lantas tanaman rutin disiram dan diberi pupuk, ada proses perawatan hingga akhirnya dipanen ketika musim panen tiba. Tapi nyatanya, perkiraan saya salah. Tembakau tanaman yang cukup unik. Beda dari banyak tanaman semusim lain yang lazim ditanam petani di banyak tempat di Indonesia.<\/p>\n\n\n\n

Hal paling menonjol yang membedakan tanaman tembakau dengan tanaman semusim lain ada pada masa tanam dan masa panen tiba. Tanaman tembakau menjadi anomali karena ditanam saat musim penghujan akan berakhir. Lalu dipanen ketika musim kemarau sedang berada pada puncaknya. Saat tanaman-tanaman semusim lainnya enggan tumbuh, bahkan rumput sekalipun mengering karena kemarau.<\/p>\n\n\n\n

Tiga tahun belakangan, saya banyak bergaul dengan petani dan buruh tani tembakau di Kabupaten Temanggung, juga dengan anak-anak mereka. Jika sebelumnya saya sekadar penikmat rokok kretek, tiga tahun belakangan, saya mulai tertarik untuk mempelajari seluk-beluk seluruh lini yang mendukung industri kretek nasional. Yang paling menarik minat saya, tentu saja konteks pertanian dan sosial masyarakat yang memproduksi komoditas yang menjadi bahan baku utama produk kretek. Tembakau dan cengkeh.<\/p>\n\n\n\n

Baca: Melihat Petani Tembakau di Temanggung Memanen Tembakau Mereka<\/a><\/p>\n\n\n\n

Dari sekian banyak hal menarik yang disajikan pertanian tembakau hingga proses penjualan hasil panen tembakau yang saya amati di wilayah Kabupaten Temanggung, hal yang terus menerus menarik minat saya dan hingga saat ini belum sepenuhnya saya pahami adalah proses panen tembakau dan penentuan grade tembakau hasil panenan petani. Sama seperti kesalahan saya mengira tanaman tembakau ditanam dan diproses mirip dengan tanaman semusim lainnya, dugaan saya perihal proses panen tembakau juga salah sepenuhnya. Dahulu saya mengira daun-daun yang siap dipanen dari tanaman tembakau ya dipanen begitu saja. Menunggu daun-daun yang tumbuh pada tanaman tembakau siap dipanen, lantas dipanen seluruhnya dalam satu waktu oleh para pekerja di kebun. Nyatanya tidak begitu. Dan lebih rumit dari itu.<\/p>\n\n\n\n

Mayoritas tembakau yang ditanam di wilayah Temanggung berasal dari jenis kemloko. Ada kemloko 1, kemloko 2, dan kemloko 3. Dari ketiga varietas kemloko tersebut, metode panen dan penentuan grade tembakau memiliki tata cara yang sama persis. Seluruh petani di Temanggung menerapkan metode panen yang mirip. Dari metode panen tersebut, ternyata berpengaruh terhadap tingkatan kualitas tembakau yang dipanen, petani di Temanggung kerap menyebut \u2018tiam\u2019 atau \u2018grade\u2019 untuk perbedaan tingkat kualitas tembakau yang dipanen.<\/p>\n\n\n\n

Tidak seperti tanaman semusim lainnya yang dipanen dalam satu waktu, tembakau dipanen bertahap mulai dari daun terbawah pada pohon hingga daun teratas. Dalam satu tanaman tembakau, panen bisa berlangsung sebanyak 13 hingga 15 kali dalam sekali musim tembakau. Jarak antara panen satu dengan panen lainnya, antara lima dan tujuh hari. Dengan kondisi ini, musim panen tembakau di Temanggung atau yang kerap disebut musim \u2018mbakon\u2019 bisa berlangsung selama dua hingga tiga bulan. Tahun ini, panen dimulai pada pertengahan Juli dan diprediksi akan berakhir pada pertengahan Oktober.<\/p>\n\n\n\n

Baca: Tuhan Tidak Menciptakan Tembakau untuk Dibenci dan Dicaci<\/a><\/p>\n\n\n\n

Metode panen seperti itu, yang bertahap dan berjeda dari panen satu daun ke daun lainnya ternyata berpengaruh terhadap tingkatan kualitas daun tembakau. Daun-daun yang dipanen lebih awal, gradenya berada pada grade yang rendah. Grade terus meningkat hingga sampai puncaknya seiring panen-panen selanjutnya pada tanaman yang sama. Dalam satu tanaman tembakau, grade daun sudah pasti berbeda-beda sesuai dengan waktu panenan daun di tanaman tersebut.<\/p>\n\n\n\n

Agar lebih mudah dipahami, mari kita bayangkan sebatang tanaman tembakau yang tumbuh subur dalam kondisi normal dan tanaman itu sudah mulai memasuki masa panen. Pada sebatang tanaman tembakau itu tumbuh sebanyak 17 helai daun dari bawah ke atas. Panen pertama dimulai. Daun paling bawah dari tanaman tembakau itu dipetik untuk dipanen. Hanya satu helai daun saja, yang terbawah. Daun yang pertama dipanen itu, biasanya memiliki grade A. Adakalanya kualitas tembakau pada panenan pertama sudah mulai berada pada grade B. Di beberapa titik bahkan sudah ada yang menghasilkan tembakau grade C. <\/p>\n\n\n\n

Lima hingga tujuh hari kemudian, panen daun kedua dilakukan. Satu daun saja dari sebatang tanaman, daun terbawah yang dipanen. Lima hingga tujuh hari berikutnya lantas dipanen lagi. Begitu seterusnya hingga 12 atau 13 kali panen. Semakin ke atas daun yang dipanen seiring bertambahnya waktu, grade tembakau juga meningkat hingga puncaknya berhenti di grade F. Hanya sedikit tembakau yang bisa melampau grade F, mencapai grade G dan H, itulah tembakau-tembakau jenis srintil berharga jutaan rupiah per kilogramnya.<\/p>\n\n\n\n

Selain waktu panen dan letak daun dalam sebatang tanaman, jenis tanah, unsur hara yang terkandung dalam tanah, asupan embun alami, pancaran sinar matahari yang cukup, serta proses fermentasi dan penjemuran usai daun-daun dipanen, menjadi penentu kualitas tembakau yang menempatkan daun tembakau itu pada grade tertentu. Satu hal lain lagi yang sangat berpengaruh terhadap grade tembakau adalah wilayah tembakau itu ditanam. Ada tiga wilayah tempat tembakau biasa ditanam. Wilayah persawahan (dataran rendah), wilayah tegalan (dataran menengah), dan wilayah gunung (dataran tinggi). Kondisi tanah dan faktor ketinggian dan kondisi geografis lainnya berpengaruh terhadap kualitas tembakau.<\/p>\n\n\n\n

Di wilayah persawahan, tanaman tembakau memang subur dan tumbuh cepat, namun tembakau yang ditanam di sana maksimal hanya bisa menghasilkan tembakau grade D, atau D+. Sedang tembakau yang ditanam di wilayah tegalan, maksimal bisa menghasilkan tembakau grade E hingga E+. Yang terbaik, tentu saja tembakau yang ditanam di wilayah gunung. Meskipun membutuhkan waktu tanam lebih lama dibanding dua wilayah lainnya, rata-rata panenan terakhir mencapai grade F hingga seterusnya dengan tembakau terbaik bernama srintil.   <\/p>\n\n\n\n

Ini sedikit yang saya pelajari di Temanggung hasil belajar langsung dari para petani di sana. Saya tidak tahu dengan metode panen dan penentuan grade tembakau di wilayah lain dengan jenis tembakau lain juga. Menarik sebetulnya mencari tahu di tempat lain. Semoga sekali waktu nanti berkesempatan untuk itu. 
<\/p>\n","post_title":"Penentuan Grade Tembakau di Temanggung","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"penentuan-grade-tembakau-di-temanggung","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-08-30 15:06:14","post_modified_gmt":"2019-08-30 08:06:14","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6008","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5999,"post_author":"877","post_date":"2019-08-28 09:40:02","post_date_gmt":"2019-08-28 02:40:02","post_content":"\n

Direktur Pusat Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Amerika Serikat (CDC), Robert Redfield, mengungkapkan kematian tragis di Illinois memperkuat dugaan karena vape<\/a> atau rokok elektrik. Berita tersebut atas laporan Dinas Kesehatan Illinois yang mengumumkan ada satu pasien yang akhirnya meninggal dunia. Kasus ini kemungkinan jadi kasus pertama kematian akibat penyakit berkaitan dengan vape.
<\/p>\n\n\n\n

Kejadian di atas menjawab keberadaan vape atau rokok elektrik sangat membahayakan. Berbeda dengan resiko rokok kretek, bisa menimbulkan penyakit jika mengkonsumsinya berlebihan atau kebanyakakan, dan hidup tidak seimbang. Misalnya dalam satu hari merokok sampai tiga atau empat bungkus, tanpa makan nasi atau makan-makanan sehat, tanpa olah raga, tanpa minum air putih, selalu didampingi kopi atau teh, istirahatnya kurang dan sebagainya. Maka dipastikan orang tersebut akan jatuh sakit bahkan meninggal dunia.\u00a0<\/p>\n\n\n\n

Baca: Terkuak, Rokok Elektrik Berbahaya bagi Kesehatan<\/a><\/p>\n\n\n\n

Tidak hanya itu, otoritas kesehatan di Amerika Serikat telah berhasil menginvestigasi kemunculan penyakit paru-paru misterius di antara kalangan pengguna rokok elektrik atau vape. Dilaporkan setidaknya ada 195 kasus potensial penyakit paru-paru di 22 Negara karena kena dampak dari vape atau rokok elektrik.
<\/p>\n\n\n\n

Jadi, masyarakat perlu waspada beredarnya vape atau rokok elektrik. Belum lagi, sebetulnya rokok elektrik atau vape, berdampak juga peningkatan perokok anak.\u00a0 Yang menjadi daya tarik bagi anak, selain bentuknya yang elegan, simpel, juga beraroma buah-buahan yang terkemas dalam cairan.<\/strong><\/p>\n\n\n\n

Orang yang mengatakan bahwa vape atau rokok elektrik lebih mensehatkan dari pada rokok kretek, pendapat tersebut sangat keliru. Disampaing efek dari rangkaian listrik dan battre juga cairan dalam rokok elektrik berpengaruh terhadap resiko jantung.  <\/p>\n\n\n\n

Hasil penelitian yang diterbitkan dalam Journal of American College of Cardiology pada Mei lalu ini menambah bukti bahwa cairan rokok elektrik dapat menghambat fungsi sel-sel tubuh yang berperan dalam kesehatan jantung. Cairan dalam vape atau rokok elektrik pada akhirnya merusak sel-sel yang melapisi pembuluh darah. <\/p>\n\n\n\n

Keberadaan vape atau rokok elektrik di pasaran sangat membahayakan bagi orang Indonesia, terlebih pemuda-pemuda, yang banyak memilih merokok vape aatau rokok elektri. Menurutnya, selain bentuk kecil, simpel dibawa dan ada aroma buah-buahan sesuai selera. Akan tetapi dibalik bentuknya yang bagus, menyembunyikan banyak penyakit ketika dikonsumsi.\u00a0<\/p>\n\n\n\n

Baca: Kata Siapa Lebih Sehat? Perokok Elektrik Berisiko Terjangkit Penyakit Kardiovaskular<\/a><\/p>\n\n\n\n

Hingga kini CDC masih melakukan investigasi lebih lanjut, dengan mengimbau agar para dokter mengumpulkan data dan sampel bila menemukan pasien dengan gejala penyakit paru serupa, tentunya akibat rokok elektrik atau vape. Bentuk dan merek rokok elektrik dan vape banyak varian dan banyak merek. JUUL termasuk merek rokok elektrik atau vape yang saat ini naik daun.\u00a0<\/p>\n\n\n\n

Ada yang mengatakan bahwa tak tepat membandingkan rokok tembakau dengan rokok elektrik. Ya benar tak tepat, karena rokok elektrik atau vape resikonya sangat tinggi. Sedang rokok tembakau resikonya kecil, apa lagi rokok kretek mungkin resikonya sangat kecil sekali terhadap tubuh. Alasannya, munculnya rokok kretek bertujuan untuk pengobatan sakit bengek, dan tujuannya berhasil. Hingga banyak orang melakukan pemesanan rokok kretek saat itu, rokok kretek belum sebagai industri besar masih bersifat rumahan,  keadaan tersebut sekitar abad 19. <\/p>\n\n\n\n

Dalam studi ini, tim peneliti menemukan bukti efek toksik pada sel-sel yang melapisi pembuluh darah dan melindungi jantung. Beberapa bukti tersebut termasuk di antaranya gangguan pada fungsi sel dan munculnya tanda-tanda peradangan. Para peneliti mengamati bagaimana respons sel saat bersentuhan dengan cairan rokok elektrik. Efek yang paling kentara terlihat pada cairan dengan rasa kayu manis.<\/p>\n\n\n\n

Baca: Riset Kesehatan Rokok Elektrik<\/a><\/p>\n\n\n\n

Sekelompok ahli kardiovaskular dari University of Massachusetts menganjurkan peneliti agar melakukan uji rokok elektrik atau vape lebih yang beraroma. Karena sumsi sementara, produk vape atau rokok elektrik yang beraroma dan punya pilihan rasa lebih berbahaya dari pada rokok vape natural. Namun yang banyak beredar dipasaran, justru yang beraroma dan berasa buah-buahan, dari pada yang natural. <\/p>\n\n\n\n

Studi pada 2018 lalu menunjukkan, penggunaan rokok elektrik harian berisiko terhadap serangan jantung, meski dengan probabilitas yang lebih rendah daripada perokok tembakau. Menurut dr Lawrence Phillips pakar kardiovaskular NYU Langone Health mengatakan \u201cKita melihat semakin banyak bukti bahwa rokok elektrik berhubungan dengan peningkatan risiko serangan jantung\u201d.<\/p>\n\n\n\n

Dari hasil pakar dan hasil studi di atas menegaskan bahwa keberadaan rokok vape atau rokok elektrik, resikonya sangat besar. Bahan utama rokok vape atau elektrik yang paling besar memberikan efek negatif pada tubuh manusia adalah cairan perasa. Akibat cairan perasa dalam rokok elektrik  atau vape termasuk merek JUUL beresiko terjadi peradangan, terjangkit penyakit jantung dan paru-paru akut, selanjutnya berakibat kematian. <\/p>\n\n\n\n

Untuk itu, demi masa depan bangsa Indonesia harusnya ada regulasi pelarangan peredaran rokok elektrik atau vape yang nyata-nyata telah ada kasus dengan didukung beberapa riset dan studi tentang konten rokok elektrik atau vape, yang hasilnya mempunyai resiko tinggi dapat menyebabkan penyakit berujung kematian.         
<\/p>\n","post_title":"Perokok Elektrik Berisiko Besar Terjangkit Penyakit Mematikan","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"perokok-elektrik-berisiko-besar-terjangkit-penyakit-mematikan","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-08-28 09:40:09","post_modified_gmt":"2019-08-28 02:40:09","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5999","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5988,"post_author":"855","post_date":"2019-08-24 10:41:28","post_date_gmt":"2019-08-24 03:41:28","post_content":"\n

Sumber permasalahan besar dunia pertembakauan sejatinya bukan iklim dan hama, melainkan kebijakan pemerintah dan para plolitisi yang ikut serta membicarakannya, tanpa dasar yang kuat, adil dan cenderung ugal-ugalan.
<\/p>\n\n\n\n

Jika orang dahulu tidak berani bicara kecuali kepada hal-hal yang benar-benar diketahui, kali ini banyak sekali orang yang banyak bicara daripada membaca, baik buku maupun alam kauniyah (dunia nyata). Maka jangan heran, jika tidak sedikit politisi dan pemerintah yang gagal paham dunia pertembakau, dari berbagai sisi, karena mereka mendapatkan informasi sepotong-sepotong, tanpa ada usaha untuk tabayyun <\/em>lebih mendalam apalagi turun ke ladang untuk memastikan.
<\/p>\n\n\n\n

Kini hama petani muncul lagi dari kalangan politisi. Sebut saja namanya Sukamta (nama asli) yang kini menjabat sebagai sekretaris Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS). Kenapa semua orang yang terkait dengan industri hasil tembakau (petani, buruh, dsb) dianggap tidak sejahtera, ya karena partai yang harusnya adil saja tidak mampu berbuat adil, bahkan dalam pikiran dan apa yang keluar dari mulutnya.<\/p>\n\n\n\n

Baca: Tuhan Tidak Menciptakan Tembakau untuk Dibenci dan Dicaci<\/a>
<\/p>\n\n\n\n

Tidak perlu bicara terlalu jauh. Mari kita kita uji omongan Sukamta yang dimuat situs ayosemarang.com, 22 Agustus 2019. Omongan yang sejatinya sebuah template dan selalu dipakai oleh antirokok. Semacam gaya kampanye sholih li kulli zaman wal makan, <\/em>meski dibangun dari logika berantakan dan cenderung mengutamakan kengawuran daripada analisa yang mendalam. Ya memang itulah keistimewaan antirokok, anti terhadap data valid dan percaya diri berlebihan dalam kesesatan berpikir.
<\/p>\n\n\n\n

Bagi Sukamta, harga rokok di Indonesia, sebuah negeri yang besar salah satunya ditopang oleh dunia pertembakauan, harus dinaikkan 700 persen. Alasannya supaya orang miskin tidak dapat membeli rokok. Jika orang miskin yang merokok jatuh sakit, maka negara melalui (Jaminan Kesehatan Nasional) JKN rugi menanggung biayanya. Tentu saja ini berbeda dengan, orang kaya boleh makan junkfood<\/em>, minuman bersoda, dan berlaku semaunya, karena jika jatuh sakit mereka bisa membiayai sendiri dan dapat memperkaya negara.
<\/p>\n\n\n\n

Cara sistematis ini akan diduplikasi dan diperbarui terus menerus. Bermula dari seorang sakit yang berobat ke dokter, jika ia merokok maka dokter akan berkata, \u201cbapak sakit karena rokok\u201d, dan dokter tidak secara jujur bahwa penyakit itu datang dari sebab apapun, bisa gula, bisa gaya hidup yang berantakan, kurang minum air putih, stres dengan obat mahal, dsb.
<\/p>\n\n\n\n

Kenapa Sukamta cenderung ingin menaikkan harga rokok untuk menyelesaikan permasalahan JKN yang rumit itu? Ya karena sudah menjadi tabiat antirokok, bahwa berpikir keras untuk mencari solusi adalah buang-buang waktu, makanya rokok akan disalahkan supaya permasalahan menjadi lekas selesai. 
<\/p>\n\n\n\n

Coba kita kembali ke tahun 2018, saat BPJS Kesehatan defisit dan ditambal oleh cukai rokok. Para pegiat kesehatan beralasan, jumlah masyarakat sakit yang kian bertambah dan narasi yang kemudian dibangun; sakit-sakit itu disebabkan oleh rokok. Tidak berhenti sampai di situ, beragam alasan yang penting pengelola kesehatan \u201cselamat\u201d banyak digaungkan di media (tanpa ada sikap ksatria untuk mengakui bahwa memang masih banyak masalah dalam JKN, baik pengelolaan maupun skema yang lebih baik, yang perlu dicarikan solusi).<\/p>\n\n\n\n

Baca: Kegagalan Lakpesdam PBNU dalam Melihat Produk Tembakau Alternatif<\/a><\/p>\n\n\n\n

Koordinator Advokasi BPJS Watch, Timboel Siregar, megkritisi beragam narasi yang dibangun oleh pegiat kesehatan. Ia mengusulkan agar BPJS fokus pada pengawasan penetapan inasibijis oleh pihak rumah sakit. Timboel menilai, inasibijis merupakan gerbang terjadinya defisit BPJS Kesehatan. Inasibijis (INA-CGB) merupakan sebuah singkatan dari Indonesia Case Base Gropus, yakni sebuah aplikasi yang digunakan rumah sakit untuk mengajukan klaim pada pemerintah. (bisnis.com)
<\/p>\n\n\n\n

Kita tidak pernah tau, apa yang dilakukan rumah sakit terhadap pasien-pasien yang membayar BPJS. Kita juga tidak pernah tau jika ada pasien BPJS kelas I diberi fasilitas kelas II atau III, dan rumah sakit mengklaim biaya kelas I ke negara. Tentu saja yang demikian ini tidak penting bagi antirokok. <\/p>\n\n\n\n

Baca: Ada Campur Tangan Bloomberg dalam Surat Edaran Menkes terkait Pemblokiran Iklan Rokok<\/a><\/p>\n\n\n\n

Sukamta juga bilang, orang-orang yang kecanduan merokok dan mampu membeli rokok yang mahal, dipersilahkan tetap merokok asal menanggung sendiri biaya pengobatan akibat penyakit karena rokok. Asalkan dampak buruk akibat konsumsi rokok tidak membebani negara kerena pemasukan dari cukai tembakau tidak sebanding dengan biaya yang harus dikeluarkan negara. (ayosemarang.com)
<\/p>\n\n\n\n

Bagi saya pribadi, ini adalah statemen yang sangat lucu. Sejak kapan sih negara betul-betul hadir dan perhatian terhadap kesehatan masyarakat, khususnya di pedesaan dan pedalaman? Kalau ada pun, menjalankannya setengah hati. Dan sejak kapan rokok itu menjadi candu, padahal yang candu itu kekuasaan dan menjadikan masyarakat sebagai jembatan untuk menuju \u201ckekuasaan dalam negara\u201d? 
<\/p>\n\n\n\n

Sukamta juga menganggap, bahwa perokok bukan orang yang produktif? Faktanya? Setahu saya orang-orang yang merokok punya produtivitas tinggi, mereka hidup sebagaimana keringat yang diperas setiap hari. Tanpa berharap kepada negara apalagi Sukamta.
<\/p>\n\n\n\n

Sekadar saran saja, sebaiknya PKS tidak perlu ngelantur bicara rokok. Silahkan bicara, asalkan keadilan sosial sebagaimana nama partainya tidak hanya selesai pada tataran konsepsi dan gagah-gagahan, melainkan pada tahap tindakan dan contoh konkrit atasnya.
<\/p>\n","post_title":"Ketika PKS Bicara Rokok","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"ketika-pks-bicara-rokok","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-08-24 10:51:25","post_modified_gmt":"2019-08-24 03:51:25","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5988","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":35},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"epic_block_3"};

\n

Baca: PB Djarum, Prestasi Bulutangkis Nasional, dan Kegagalan KPAI Memahami Peristiwa<\/a><\/p>\n\n\n\n

Waktu isya\u2019 tiba, suasana mau hujan, sedikit grimis, hawanya lumayan dingin dibanding sebelumnya panas dan gerah. Tapi semangat ngopi dam ngobrol teman-teman tak mengendor. Bahkan di group sudah ada yang ribut, ngajak-ngajak \u201cayo ayo waktunya kopdar tiba, ada bonus banyak rezeki lho\u201d, Rifai namanya, seorang pembicara atau muballig yang sering ceramah di masyarakat. <\/p>\n\n\n\n

Aku datang sekitar jam 20.00, terlihat banyak tema yang sudah pada kumpul, didepannya ada segelas kopi. Maklum kita orang desa ngopinya gak pakai cangkir, tapi pakai gelas es yang tinggi. Dibenakku ini ngopi apa kehausan?, tapi yang penting tetap ngopi dan merokok. Di meja terlihat banyak rokok bermacam-macam mereknya, sesuai kesukaan masing-masing. Ada yang bawa Sukun Putih, ada yang bawa Gudang Garam, kebanyakan bawa LA, tapi ada juga yang bawa rokok bikinan sendiri alias \u201cTingwe\u201d nglinting dewe dirumah ditaruh plastik. Aku coba rokok tingwe itu sambil ngobrol bareng, ternyata lumayan enak ramuan rokoknya, dibanding tingwe tingwe yang pernah aku rasakan. Yang buat tingwe namanya Sutopo, profesinya sehari-hari memang jual beli tembakau. Karena penasaran, sutopo aku tanya, kok enak, ini tembakau mana?. Dijawabnya \u201cbiasa tembakau Temanggung\u201d tapi aku kasih cengkeh kualitas wahid, dan sedikit ramuan saos sendiri (bahannya dirahasiakan), yang jelas katanya bahan saos dari rempah rempah bikinan sendiri. <\/p>\n\n\n\n

Ngobrol kita mengalir tanpa ada sekat dan batasan, malah terkadang pada ngobrol sendiri-sendiri dengan teman didekatnya. Giliran Djumari disuruh cerita pengalamannya, teman teman pada diam, mungkin pada penasaran. Soalnya dulu, sebelum ke Jakarta ia bekerja di Djarum. Ia ceritakan alasannya harus ke Jakarta. Awalnya, sering pulang pergi Jakarta Kudus untuk pengobatan istrinya yang sedang sakit di salah satu pengobatan alternatif disana atas rekomendasi saudaranya yang sudah lama hidup di Jakarta. Ia menceritakan sakit istrinya yang sering pusing, dan pusingnya bukan pusing biasa, dan seringkali istrinya sampai membentur-benturkan kepalanya. Kemudian, saat diharuskan kontinyu pengobatannya, minimal satu tahun agar cepat sembuh, akhirnya ia putusin meninggalkan Kudus sementara, termasuk pekerjaannya. Alhamdulillah istrinya sekarang sudah sembuh total.\u00a0<\/p>\n\n\n\n

Baca: Cacat Pikir KPAI Memaknai Kata Ekploitasi Anak dan Promosi<\/a><\/p>\n\n\n\n

Disela sela nungguin istrinya sakit, ia sering diajak saudaranya jualan sayuran keliling. Nah, walaupun sekarang istrinya sudah sembuh, ia tetap di Jakarta. Sebab dipikirannya, kalau kembali ke Kudus mulai dari awal lagi, mending yang sudah ada didepan mata dijalanin dulu. Nanti pelan-pelan sambil melihat peluang di Kudus, ia pun akan pulang. Obrolan tetap seru, walaupun djarum jam sudah tepat diangka 12.00 malam. Namun domain obrolan lebih pada Djumari sebagai nara sumber, ia menceritakan semua pengalaman dan kejadia yang ia lihat, sampai ia menceritakan berita kalau pabrik Djarum yang dulu pernah ia singgahi, sedang dipermasalahkan KPAI. Memang sebenarnya ia tak paham alur permasalahanya. Tahunya, KPAI gak suka bulu tangkis Djarum berjalan, memusuhi rokok. <\/p>\n\n\n\n

Sebagai orang yang pernah menjadi karyawan Djarum, jadi wajar dan pantas kalau ia membela Djarum, apalagi ia asli Kudus. Saking semangatnya, ia ngomong \u201cnek aku dadi Djarum, tak tuku iku KPAI, paling ora tak lawan\u201d \u201candaikan aku yang punya Djarum, aku beli KPAI, paling tidak dilawan\u201d. Ada yang menyambar omongan, \u201csampek matek kuwe Djum, ogak bakal dadi bos Djarum\u201d \u201csampai mati kamu Djum, tidak akan jadi bos Djarum\u201d haha\u2026\u2026disambut dengan tawa klakaran teman-teman termasuk saya sendiri. Di sela-sela tawa, tuan rumah ngomong \u201cancen gawe gregeten, kenopo Djarum mung meneng, malah ngalah\u201d \u201cbikin gregeten, kenapa Djarum diam dan cenderung mengalah\u201d. <\/p>\n\n\n\n

Nah, ternyata, banyak orang yang sangat simpati dan membela pabrik Djarum, terutama orang Kudus. Rata-rata mereka, tak tahu apa yang harus dilakukan, apa yang harus diperbuat. Sebagai manusia lemah, mereka hanya bisa marah  yang terpendaam dalam hati, dengan melihat kejadian KPAI menyerang Djarum. Coba, andaikan mereka tahu kalau dibelekang KPAI ada kepentingan asing yang mengusik rokok kretek asli Kudus, yang sudah mendarah daging bagi masyarakat Kudus. Pastinya, pembelaanya lebih dari itu, bahkan mungkin mati-matian.
<\/p>\n","post_title":"Cerita di Balik Segelas Kopi untuk Djarum","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"cerita-di-balik-segelas-kopi-untuk-djarum","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-09-03 09:19:00","post_modified_gmt":"2019-09-03 02:19:00","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6014","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":6008,"post_author":"878","post_date":"2019-08-30 15:06:07","post_date_gmt":"2019-08-30 08:06:07","post_content":"\n

Pada mulanya, saya mengira tanaman tembakau ditanam, dirawat, dan dipanen sama dengan kebanyakan tanaman-tanaman semusim lainnya di negeri ini. Ada proses pembibitan, kemudian proses penanaman, lantas tanaman rutin disiram dan diberi pupuk, ada proses perawatan hingga akhirnya dipanen ketika musim panen tiba. Tapi nyatanya, perkiraan saya salah. Tembakau tanaman yang cukup unik. Beda dari banyak tanaman semusim lain yang lazim ditanam petani di banyak tempat di Indonesia.<\/p>\n\n\n\n

Hal paling menonjol yang membedakan tanaman tembakau dengan tanaman semusim lain ada pada masa tanam dan masa panen tiba. Tanaman tembakau menjadi anomali karena ditanam saat musim penghujan akan berakhir. Lalu dipanen ketika musim kemarau sedang berada pada puncaknya. Saat tanaman-tanaman semusim lainnya enggan tumbuh, bahkan rumput sekalipun mengering karena kemarau.<\/p>\n\n\n\n

Tiga tahun belakangan, saya banyak bergaul dengan petani dan buruh tani tembakau di Kabupaten Temanggung, juga dengan anak-anak mereka. Jika sebelumnya saya sekadar penikmat rokok kretek, tiga tahun belakangan, saya mulai tertarik untuk mempelajari seluk-beluk seluruh lini yang mendukung industri kretek nasional. Yang paling menarik minat saya, tentu saja konteks pertanian dan sosial masyarakat yang memproduksi komoditas yang menjadi bahan baku utama produk kretek. Tembakau dan cengkeh.<\/p>\n\n\n\n

Baca: Melihat Petani Tembakau di Temanggung Memanen Tembakau Mereka<\/a><\/p>\n\n\n\n

Dari sekian banyak hal menarik yang disajikan pertanian tembakau hingga proses penjualan hasil panen tembakau yang saya amati di wilayah Kabupaten Temanggung, hal yang terus menerus menarik minat saya dan hingga saat ini belum sepenuhnya saya pahami adalah proses panen tembakau dan penentuan grade tembakau hasil panenan petani. Sama seperti kesalahan saya mengira tanaman tembakau ditanam dan diproses mirip dengan tanaman semusim lainnya, dugaan saya perihal proses panen tembakau juga salah sepenuhnya. Dahulu saya mengira daun-daun yang siap dipanen dari tanaman tembakau ya dipanen begitu saja. Menunggu daun-daun yang tumbuh pada tanaman tembakau siap dipanen, lantas dipanen seluruhnya dalam satu waktu oleh para pekerja di kebun. Nyatanya tidak begitu. Dan lebih rumit dari itu.<\/p>\n\n\n\n

Mayoritas tembakau yang ditanam di wilayah Temanggung berasal dari jenis kemloko. Ada kemloko 1, kemloko 2, dan kemloko 3. Dari ketiga varietas kemloko tersebut, metode panen dan penentuan grade tembakau memiliki tata cara yang sama persis. Seluruh petani di Temanggung menerapkan metode panen yang mirip. Dari metode panen tersebut, ternyata berpengaruh terhadap tingkatan kualitas tembakau yang dipanen, petani di Temanggung kerap menyebut \u2018tiam\u2019 atau \u2018grade\u2019 untuk perbedaan tingkat kualitas tembakau yang dipanen.<\/p>\n\n\n\n

Tidak seperti tanaman semusim lainnya yang dipanen dalam satu waktu, tembakau dipanen bertahap mulai dari daun terbawah pada pohon hingga daun teratas. Dalam satu tanaman tembakau, panen bisa berlangsung sebanyak 13 hingga 15 kali dalam sekali musim tembakau. Jarak antara panen satu dengan panen lainnya, antara lima dan tujuh hari. Dengan kondisi ini, musim panen tembakau di Temanggung atau yang kerap disebut musim \u2018mbakon\u2019 bisa berlangsung selama dua hingga tiga bulan. Tahun ini, panen dimulai pada pertengahan Juli dan diprediksi akan berakhir pada pertengahan Oktober.<\/p>\n\n\n\n

Baca: Tuhan Tidak Menciptakan Tembakau untuk Dibenci dan Dicaci<\/a><\/p>\n\n\n\n

Metode panen seperti itu, yang bertahap dan berjeda dari panen satu daun ke daun lainnya ternyata berpengaruh terhadap tingkatan kualitas daun tembakau. Daun-daun yang dipanen lebih awal, gradenya berada pada grade yang rendah. Grade terus meningkat hingga sampai puncaknya seiring panen-panen selanjutnya pada tanaman yang sama. Dalam satu tanaman tembakau, grade daun sudah pasti berbeda-beda sesuai dengan waktu panenan daun di tanaman tersebut.<\/p>\n\n\n\n

Agar lebih mudah dipahami, mari kita bayangkan sebatang tanaman tembakau yang tumbuh subur dalam kondisi normal dan tanaman itu sudah mulai memasuki masa panen. Pada sebatang tanaman tembakau itu tumbuh sebanyak 17 helai daun dari bawah ke atas. Panen pertama dimulai. Daun paling bawah dari tanaman tembakau itu dipetik untuk dipanen. Hanya satu helai daun saja, yang terbawah. Daun yang pertama dipanen itu, biasanya memiliki grade A. Adakalanya kualitas tembakau pada panenan pertama sudah mulai berada pada grade B. Di beberapa titik bahkan sudah ada yang menghasilkan tembakau grade C. <\/p>\n\n\n\n

Lima hingga tujuh hari kemudian, panen daun kedua dilakukan. Satu daun saja dari sebatang tanaman, daun terbawah yang dipanen. Lima hingga tujuh hari berikutnya lantas dipanen lagi. Begitu seterusnya hingga 12 atau 13 kali panen. Semakin ke atas daun yang dipanen seiring bertambahnya waktu, grade tembakau juga meningkat hingga puncaknya berhenti di grade F. Hanya sedikit tembakau yang bisa melampau grade F, mencapai grade G dan H, itulah tembakau-tembakau jenis srintil berharga jutaan rupiah per kilogramnya.<\/p>\n\n\n\n

Selain waktu panen dan letak daun dalam sebatang tanaman, jenis tanah, unsur hara yang terkandung dalam tanah, asupan embun alami, pancaran sinar matahari yang cukup, serta proses fermentasi dan penjemuran usai daun-daun dipanen, menjadi penentu kualitas tembakau yang menempatkan daun tembakau itu pada grade tertentu. Satu hal lain lagi yang sangat berpengaruh terhadap grade tembakau adalah wilayah tembakau itu ditanam. Ada tiga wilayah tempat tembakau biasa ditanam. Wilayah persawahan (dataran rendah), wilayah tegalan (dataran menengah), dan wilayah gunung (dataran tinggi). Kondisi tanah dan faktor ketinggian dan kondisi geografis lainnya berpengaruh terhadap kualitas tembakau.<\/p>\n\n\n\n

Di wilayah persawahan, tanaman tembakau memang subur dan tumbuh cepat, namun tembakau yang ditanam di sana maksimal hanya bisa menghasilkan tembakau grade D, atau D+. Sedang tembakau yang ditanam di wilayah tegalan, maksimal bisa menghasilkan tembakau grade E hingga E+. Yang terbaik, tentu saja tembakau yang ditanam di wilayah gunung. Meskipun membutuhkan waktu tanam lebih lama dibanding dua wilayah lainnya, rata-rata panenan terakhir mencapai grade F hingga seterusnya dengan tembakau terbaik bernama srintil.   <\/p>\n\n\n\n

Ini sedikit yang saya pelajari di Temanggung hasil belajar langsung dari para petani di sana. Saya tidak tahu dengan metode panen dan penentuan grade tembakau di wilayah lain dengan jenis tembakau lain juga. Menarik sebetulnya mencari tahu di tempat lain. Semoga sekali waktu nanti berkesempatan untuk itu. 
<\/p>\n","post_title":"Penentuan Grade Tembakau di Temanggung","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"penentuan-grade-tembakau-di-temanggung","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-08-30 15:06:14","post_modified_gmt":"2019-08-30 08:06:14","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6008","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5999,"post_author":"877","post_date":"2019-08-28 09:40:02","post_date_gmt":"2019-08-28 02:40:02","post_content":"\n

Direktur Pusat Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Amerika Serikat (CDC), Robert Redfield, mengungkapkan kematian tragis di Illinois memperkuat dugaan karena vape<\/a> atau rokok elektrik. Berita tersebut atas laporan Dinas Kesehatan Illinois yang mengumumkan ada satu pasien yang akhirnya meninggal dunia. Kasus ini kemungkinan jadi kasus pertama kematian akibat penyakit berkaitan dengan vape.
<\/p>\n\n\n\n

Kejadian di atas menjawab keberadaan vape atau rokok elektrik sangat membahayakan. Berbeda dengan resiko rokok kretek, bisa menimbulkan penyakit jika mengkonsumsinya berlebihan atau kebanyakakan, dan hidup tidak seimbang. Misalnya dalam satu hari merokok sampai tiga atau empat bungkus, tanpa makan nasi atau makan-makanan sehat, tanpa olah raga, tanpa minum air putih, selalu didampingi kopi atau teh, istirahatnya kurang dan sebagainya. Maka dipastikan orang tersebut akan jatuh sakit bahkan meninggal dunia.\u00a0<\/p>\n\n\n\n

Baca: Terkuak, Rokok Elektrik Berbahaya bagi Kesehatan<\/a><\/p>\n\n\n\n

Tidak hanya itu, otoritas kesehatan di Amerika Serikat telah berhasil menginvestigasi kemunculan penyakit paru-paru misterius di antara kalangan pengguna rokok elektrik atau vape. Dilaporkan setidaknya ada 195 kasus potensial penyakit paru-paru di 22 Negara karena kena dampak dari vape atau rokok elektrik.
<\/p>\n\n\n\n

Jadi, masyarakat perlu waspada beredarnya vape atau rokok elektrik. Belum lagi, sebetulnya rokok elektrik atau vape, berdampak juga peningkatan perokok anak.\u00a0 Yang menjadi daya tarik bagi anak, selain bentuknya yang elegan, simpel, juga beraroma buah-buahan yang terkemas dalam cairan.<\/strong><\/p>\n\n\n\n

Orang yang mengatakan bahwa vape atau rokok elektrik lebih mensehatkan dari pada rokok kretek, pendapat tersebut sangat keliru. Disampaing efek dari rangkaian listrik dan battre juga cairan dalam rokok elektrik berpengaruh terhadap resiko jantung.  <\/p>\n\n\n\n

Hasil penelitian yang diterbitkan dalam Journal of American College of Cardiology pada Mei lalu ini menambah bukti bahwa cairan rokok elektrik dapat menghambat fungsi sel-sel tubuh yang berperan dalam kesehatan jantung. Cairan dalam vape atau rokok elektrik pada akhirnya merusak sel-sel yang melapisi pembuluh darah. <\/p>\n\n\n\n

Keberadaan vape atau rokok elektrik di pasaran sangat membahayakan bagi orang Indonesia, terlebih pemuda-pemuda, yang banyak memilih merokok vape aatau rokok elektri. Menurutnya, selain bentuk kecil, simpel dibawa dan ada aroma buah-buahan sesuai selera. Akan tetapi dibalik bentuknya yang bagus, menyembunyikan banyak penyakit ketika dikonsumsi.\u00a0<\/p>\n\n\n\n

Baca: Kata Siapa Lebih Sehat? Perokok Elektrik Berisiko Terjangkit Penyakit Kardiovaskular<\/a><\/p>\n\n\n\n

Hingga kini CDC masih melakukan investigasi lebih lanjut, dengan mengimbau agar para dokter mengumpulkan data dan sampel bila menemukan pasien dengan gejala penyakit paru serupa, tentunya akibat rokok elektrik atau vape. Bentuk dan merek rokok elektrik dan vape banyak varian dan banyak merek. JUUL termasuk merek rokok elektrik atau vape yang saat ini naik daun.\u00a0<\/p>\n\n\n\n

Ada yang mengatakan bahwa tak tepat membandingkan rokok tembakau dengan rokok elektrik. Ya benar tak tepat, karena rokok elektrik atau vape resikonya sangat tinggi. Sedang rokok tembakau resikonya kecil, apa lagi rokok kretek mungkin resikonya sangat kecil sekali terhadap tubuh. Alasannya, munculnya rokok kretek bertujuan untuk pengobatan sakit bengek, dan tujuannya berhasil. Hingga banyak orang melakukan pemesanan rokok kretek saat itu, rokok kretek belum sebagai industri besar masih bersifat rumahan,  keadaan tersebut sekitar abad 19. <\/p>\n\n\n\n

Dalam studi ini, tim peneliti menemukan bukti efek toksik pada sel-sel yang melapisi pembuluh darah dan melindungi jantung. Beberapa bukti tersebut termasuk di antaranya gangguan pada fungsi sel dan munculnya tanda-tanda peradangan. Para peneliti mengamati bagaimana respons sel saat bersentuhan dengan cairan rokok elektrik. Efek yang paling kentara terlihat pada cairan dengan rasa kayu manis.<\/p>\n\n\n\n

Baca: Riset Kesehatan Rokok Elektrik<\/a><\/p>\n\n\n\n

Sekelompok ahli kardiovaskular dari University of Massachusetts menganjurkan peneliti agar melakukan uji rokok elektrik atau vape lebih yang beraroma. Karena sumsi sementara, produk vape atau rokok elektrik yang beraroma dan punya pilihan rasa lebih berbahaya dari pada rokok vape natural. Namun yang banyak beredar dipasaran, justru yang beraroma dan berasa buah-buahan, dari pada yang natural. <\/p>\n\n\n\n

Studi pada 2018 lalu menunjukkan, penggunaan rokok elektrik harian berisiko terhadap serangan jantung, meski dengan probabilitas yang lebih rendah daripada perokok tembakau. Menurut dr Lawrence Phillips pakar kardiovaskular NYU Langone Health mengatakan \u201cKita melihat semakin banyak bukti bahwa rokok elektrik berhubungan dengan peningkatan risiko serangan jantung\u201d.<\/p>\n\n\n\n

Dari hasil pakar dan hasil studi di atas menegaskan bahwa keberadaan rokok vape atau rokok elektrik, resikonya sangat besar. Bahan utama rokok vape atau elektrik yang paling besar memberikan efek negatif pada tubuh manusia adalah cairan perasa. Akibat cairan perasa dalam rokok elektrik  atau vape termasuk merek JUUL beresiko terjadi peradangan, terjangkit penyakit jantung dan paru-paru akut, selanjutnya berakibat kematian. <\/p>\n\n\n\n

Untuk itu, demi masa depan bangsa Indonesia harusnya ada regulasi pelarangan peredaran rokok elektrik atau vape yang nyata-nyata telah ada kasus dengan didukung beberapa riset dan studi tentang konten rokok elektrik atau vape, yang hasilnya mempunyai resiko tinggi dapat menyebabkan penyakit berujung kematian.         
<\/p>\n","post_title":"Perokok Elektrik Berisiko Besar Terjangkit Penyakit Mematikan","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"perokok-elektrik-berisiko-besar-terjangkit-penyakit-mematikan","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-08-28 09:40:09","post_modified_gmt":"2019-08-28 02:40:09","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5999","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5988,"post_author":"855","post_date":"2019-08-24 10:41:28","post_date_gmt":"2019-08-24 03:41:28","post_content":"\n

Sumber permasalahan besar dunia pertembakauan sejatinya bukan iklim dan hama, melainkan kebijakan pemerintah dan para plolitisi yang ikut serta membicarakannya, tanpa dasar yang kuat, adil dan cenderung ugal-ugalan.
<\/p>\n\n\n\n

Jika orang dahulu tidak berani bicara kecuali kepada hal-hal yang benar-benar diketahui, kali ini banyak sekali orang yang banyak bicara daripada membaca, baik buku maupun alam kauniyah (dunia nyata). Maka jangan heran, jika tidak sedikit politisi dan pemerintah yang gagal paham dunia pertembakau, dari berbagai sisi, karena mereka mendapatkan informasi sepotong-sepotong, tanpa ada usaha untuk tabayyun <\/em>lebih mendalam apalagi turun ke ladang untuk memastikan.
<\/p>\n\n\n\n

Kini hama petani muncul lagi dari kalangan politisi. Sebut saja namanya Sukamta (nama asli) yang kini menjabat sebagai sekretaris Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS). Kenapa semua orang yang terkait dengan industri hasil tembakau (petani, buruh, dsb) dianggap tidak sejahtera, ya karena partai yang harusnya adil saja tidak mampu berbuat adil, bahkan dalam pikiran dan apa yang keluar dari mulutnya.<\/p>\n\n\n\n

Baca: Tuhan Tidak Menciptakan Tembakau untuk Dibenci dan Dicaci<\/a>
<\/p>\n\n\n\n

Tidak perlu bicara terlalu jauh. Mari kita kita uji omongan Sukamta yang dimuat situs ayosemarang.com, 22 Agustus 2019. Omongan yang sejatinya sebuah template dan selalu dipakai oleh antirokok. Semacam gaya kampanye sholih li kulli zaman wal makan, <\/em>meski dibangun dari logika berantakan dan cenderung mengutamakan kengawuran daripada analisa yang mendalam. Ya memang itulah keistimewaan antirokok, anti terhadap data valid dan percaya diri berlebihan dalam kesesatan berpikir.
<\/p>\n\n\n\n

Bagi Sukamta, harga rokok di Indonesia, sebuah negeri yang besar salah satunya ditopang oleh dunia pertembakauan, harus dinaikkan 700 persen. Alasannya supaya orang miskin tidak dapat membeli rokok. Jika orang miskin yang merokok jatuh sakit, maka negara melalui (Jaminan Kesehatan Nasional) JKN rugi menanggung biayanya. Tentu saja ini berbeda dengan, orang kaya boleh makan junkfood<\/em>, minuman bersoda, dan berlaku semaunya, karena jika jatuh sakit mereka bisa membiayai sendiri dan dapat memperkaya negara.
<\/p>\n\n\n\n

Cara sistematis ini akan diduplikasi dan diperbarui terus menerus. Bermula dari seorang sakit yang berobat ke dokter, jika ia merokok maka dokter akan berkata, \u201cbapak sakit karena rokok\u201d, dan dokter tidak secara jujur bahwa penyakit itu datang dari sebab apapun, bisa gula, bisa gaya hidup yang berantakan, kurang minum air putih, stres dengan obat mahal, dsb.
<\/p>\n\n\n\n

Kenapa Sukamta cenderung ingin menaikkan harga rokok untuk menyelesaikan permasalahan JKN yang rumit itu? Ya karena sudah menjadi tabiat antirokok, bahwa berpikir keras untuk mencari solusi adalah buang-buang waktu, makanya rokok akan disalahkan supaya permasalahan menjadi lekas selesai. 
<\/p>\n\n\n\n

Coba kita kembali ke tahun 2018, saat BPJS Kesehatan defisit dan ditambal oleh cukai rokok. Para pegiat kesehatan beralasan, jumlah masyarakat sakit yang kian bertambah dan narasi yang kemudian dibangun; sakit-sakit itu disebabkan oleh rokok. Tidak berhenti sampai di situ, beragam alasan yang penting pengelola kesehatan \u201cselamat\u201d banyak digaungkan di media (tanpa ada sikap ksatria untuk mengakui bahwa memang masih banyak masalah dalam JKN, baik pengelolaan maupun skema yang lebih baik, yang perlu dicarikan solusi).<\/p>\n\n\n\n

Baca: Kegagalan Lakpesdam PBNU dalam Melihat Produk Tembakau Alternatif<\/a><\/p>\n\n\n\n

Koordinator Advokasi BPJS Watch, Timboel Siregar, megkritisi beragam narasi yang dibangun oleh pegiat kesehatan. Ia mengusulkan agar BPJS fokus pada pengawasan penetapan inasibijis oleh pihak rumah sakit. Timboel menilai, inasibijis merupakan gerbang terjadinya defisit BPJS Kesehatan. Inasibijis (INA-CGB) merupakan sebuah singkatan dari Indonesia Case Base Gropus, yakni sebuah aplikasi yang digunakan rumah sakit untuk mengajukan klaim pada pemerintah. (bisnis.com)
<\/p>\n\n\n\n

Kita tidak pernah tau, apa yang dilakukan rumah sakit terhadap pasien-pasien yang membayar BPJS. Kita juga tidak pernah tau jika ada pasien BPJS kelas I diberi fasilitas kelas II atau III, dan rumah sakit mengklaim biaya kelas I ke negara. Tentu saja yang demikian ini tidak penting bagi antirokok. <\/p>\n\n\n\n

Baca: Ada Campur Tangan Bloomberg dalam Surat Edaran Menkes terkait Pemblokiran Iklan Rokok<\/a><\/p>\n\n\n\n

Sukamta juga bilang, orang-orang yang kecanduan merokok dan mampu membeli rokok yang mahal, dipersilahkan tetap merokok asal menanggung sendiri biaya pengobatan akibat penyakit karena rokok. Asalkan dampak buruk akibat konsumsi rokok tidak membebani negara kerena pemasukan dari cukai tembakau tidak sebanding dengan biaya yang harus dikeluarkan negara. (ayosemarang.com)
<\/p>\n\n\n\n

Bagi saya pribadi, ini adalah statemen yang sangat lucu. Sejak kapan sih negara betul-betul hadir dan perhatian terhadap kesehatan masyarakat, khususnya di pedesaan dan pedalaman? Kalau ada pun, menjalankannya setengah hati. Dan sejak kapan rokok itu menjadi candu, padahal yang candu itu kekuasaan dan menjadikan masyarakat sebagai jembatan untuk menuju \u201ckekuasaan dalam negara\u201d? 
<\/p>\n\n\n\n

Sukamta juga menganggap, bahwa perokok bukan orang yang produktif? Faktanya? Setahu saya orang-orang yang merokok punya produtivitas tinggi, mereka hidup sebagaimana keringat yang diperas setiap hari. Tanpa berharap kepada negara apalagi Sukamta.
<\/p>\n\n\n\n

Sekadar saran saja, sebaiknya PKS tidak perlu ngelantur bicara rokok. Silahkan bicara, asalkan keadilan sosial sebagaimana nama partainya tidak hanya selesai pada tataran konsepsi dan gagah-gagahan, melainkan pada tahap tindakan dan contoh konkrit atasnya.
<\/p>\n","post_title":"Ketika PKS Bicara Rokok","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"ketika-pks-bicara-rokok","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-08-24 10:51:25","post_modified_gmt":"2019-08-24 03:51:25","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5988","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":35},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"epic_block_3"};

\n

Kembali ke acara ngopi, disore itu temenku Djumari langsung nentukan tempat ngopi dan waktunya. Kita biasa ngopi ditempat sederhana. Akhirnya, Djumari mutusin habis isya\u2019 kumpul dan ngopi di rumah teman kita satunya namanya Nur Cholis, juga tergabung dalam group WA. Setelah tahu bakal kerumahnya, Nur Cholis langsung komen, lapan enam laksanakan. Aku langsung teringat temenku namanya Fawaz, orang Betawi keturunan Arab, sering kalau jawab pas di WA pakai tulisan lapan enam.\u00a0<\/p>\n\n\n\n

Baca: PB Djarum, Prestasi Bulutangkis Nasional, dan Kegagalan KPAI Memahami Peristiwa<\/a><\/p>\n\n\n\n

Waktu isya\u2019 tiba, suasana mau hujan, sedikit grimis, hawanya lumayan dingin dibanding sebelumnya panas dan gerah. Tapi semangat ngopi dam ngobrol teman-teman tak mengendor. Bahkan di group sudah ada yang ribut, ngajak-ngajak \u201cayo ayo waktunya kopdar tiba, ada bonus banyak rezeki lho\u201d, Rifai namanya, seorang pembicara atau muballig yang sering ceramah di masyarakat. <\/p>\n\n\n\n

Aku datang sekitar jam 20.00, terlihat banyak tema yang sudah pada kumpul, didepannya ada segelas kopi. Maklum kita orang desa ngopinya gak pakai cangkir, tapi pakai gelas es yang tinggi. Dibenakku ini ngopi apa kehausan?, tapi yang penting tetap ngopi dan merokok. Di meja terlihat banyak rokok bermacam-macam mereknya, sesuai kesukaan masing-masing. Ada yang bawa Sukun Putih, ada yang bawa Gudang Garam, kebanyakan bawa LA, tapi ada juga yang bawa rokok bikinan sendiri alias \u201cTingwe\u201d nglinting dewe dirumah ditaruh plastik. Aku coba rokok tingwe itu sambil ngobrol bareng, ternyata lumayan enak ramuan rokoknya, dibanding tingwe tingwe yang pernah aku rasakan. Yang buat tingwe namanya Sutopo, profesinya sehari-hari memang jual beli tembakau. Karena penasaran, sutopo aku tanya, kok enak, ini tembakau mana?. Dijawabnya \u201cbiasa tembakau Temanggung\u201d tapi aku kasih cengkeh kualitas wahid, dan sedikit ramuan saos sendiri (bahannya dirahasiakan), yang jelas katanya bahan saos dari rempah rempah bikinan sendiri. <\/p>\n\n\n\n

Ngobrol kita mengalir tanpa ada sekat dan batasan, malah terkadang pada ngobrol sendiri-sendiri dengan teman didekatnya. Giliran Djumari disuruh cerita pengalamannya, teman teman pada diam, mungkin pada penasaran. Soalnya dulu, sebelum ke Jakarta ia bekerja di Djarum. Ia ceritakan alasannya harus ke Jakarta. Awalnya, sering pulang pergi Jakarta Kudus untuk pengobatan istrinya yang sedang sakit di salah satu pengobatan alternatif disana atas rekomendasi saudaranya yang sudah lama hidup di Jakarta. Ia menceritakan sakit istrinya yang sering pusing, dan pusingnya bukan pusing biasa, dan seringkali istrinya sampai membentur-benturkan kepalanya. Kemudian, saat diharuskan kontinyu pengobatannya, minimal satu tahun agar cepat sembuh, akhirnya ia putusin meninggalkan Kudus sementara, termasuk pekerjaannya. Alhamdulillah istrinya sekarang sudah sembuh total.\u00a0<\/p>\n\n\n\n

Baca: Cacat Pikir KPAI Memaknai Kata Ekploitasi Anak dan Promosi<\/a><\/p>\n\n\n\n

Disela sela nungguin istrinya sakit, ia sering diajak saudaranya jualan sayuran keliling. Nah, walaupun sekarang istrinya sudah sembuh, ia tetap di Jakarta. Sebab dipikirannya, kalau kembali ke Kudus mulai dari awal lagi, mending yang sudah ada didepan mata dijalanin dulu. Nanti pelan-pelan sambil melihat peluang di Kudus, ia pun akan pulang. Obrolan tetap seru, walaupun djarum jam sudah tepat diangka 12.00 malam. Namun domain obrolan lebih pada Djumari sebagai nara sumber, ia menceritakan semua pengalaman dan kejadia yang ia lihat, sampai ia menceritakan berita kalau pabrik Djarum yang dulu pernah ia singgahi, sedang dipermasalahkan KPAI. Memang sebenarnya ia tak paham alur permasalahanya. Tahunya, KPAI gak suka bulu tangkis Djarum berjalan, memusuhi rokok. <\/p>\n\n\n\n

Sebagai orang yang pernah menjadi karyawan Djarum, jadi wajar dan pantas kalau ia membela Djarum, apalagi ia asli Kudus. Saking semangatnya, ia ngomong \u201cnek aku dadi Djarum, tak tuku iku KPAI, paling ora tak lawan\u201d \u201candaikan aku yang punya Djarum, aku beli KPAI, paling tidak dilawan\u201d. Ada yang menyambar omongan, \u201csampek matek kuwe Djum, ogak bakal dadi bos Djarum\u201d \u201csampai mati kamu Djum, tidak akan jadi bos Djarum\u201d haha\u2026\u2026disambut dengan tawa klakaran teman-teman termasuk saya sendiri. Di sela-sela tawa, tuan rumah ngomong \u201cancen gawe gregeten, kenopo Djarum mung meneng, malah ngalah\u201d \u201cbikin gregeten, kenapa Djarum diam dan cenderung mengalah\u201d. <\/p>\n\n\n\n

Nah, ternyata, banyak orang yang sangat simpati dan membela pabrik Djarum, terutama orang Kudus. Rata-rata mereka, tak tahu apa yang harus dilakukan, apa yang harus diperbuat. Sebagai manusia lemah, mereka hanya bisa marah  yang terpendaam dalam hati, dengan melihat kejadian KPAI menyerang Djarum. Coba, andaikan mereka tahu kalau dibelekang KPAI ada kepentingan asing yang mengusik rokok kretek asli Kudus, yang sudah mendarah daging bagi masyarakat Kudus. Pastinya, pembelaanya lebih dari itu, bahkan mungkin mati-matian.
<\/p>\n","post_title":"Cerita di Balik Segelas Kopi untuk Djarum","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"cerita-di-balik-segelas-kopi-untuk-djarum","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-09-03 09:19:00","post_modified_gmt":"2019-09-03 02:19:00","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6014","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":6008,"post_author":"878","post_date":"2019-08-30 15:06:07","post_date_gmt":"2019-08-30 08:06:07","post_content":"\n

Pada mulanya, saya mengira tanaman tembakau ditanam, dirawat, dan dipanen sama dengan kebanyakan tanaman-tanaman semusim lainnya di negeri ini. Ada proses pembibitan, kemudian proses penanaman, lantas tanaman rutin disiram dan diberi pupuk, ada proses perawatan hingga akhirnya dipanen ketika musim panen tiba. Tapi nyatanya, perkiraan saya salah. Tembakau tanaman yang cukup unik. Beda dari banyak tanaman semusim lain yang lazim ditanam petani di banyak tempat di Indonesia.<\/p>\n\n\n\n

Hal paling menonjol yang membedakan tanaman tembakau dengan tanaman semusim lain ada pada masa tanam dan masa panen tiba. Tanaman tembakau menjadi anomali karena ditanam saat musim penghujan akan berakhir. Lalu dipanen ketika musim kemarau sedang berada pada puncaknya. Saat tanaman-tanaman semusim lainnya enggan tumbuh, bahkan rumput sekalipun mengering karena kemarau.<\/p>\n\n\n\n

Tiga tahun belakangan, saya banyak bergaul dengan petani dan buruh tani tembakau di Kabupaten Temanggung, juga dengan anak-anak mereka. Jika sebelumnya saya sekadar penikmat rokok kretek, tiga tahun belakangan, saya mulai tertarik untuk mempelajari seluk-beluk seluruh lini yang mendukung industri kretek nasional. Yang paling menarik minat saya, tentu saja konteks pertanian dan sosial masyarakat yang memproduksi komoditas yang menjadi bahan baku utama produk kretek. Tembakau dan cengkeh.<\/p>\n\n\n\n

Baca: Melihat Petani Tembakau di Temanggung Memanen Tembakau Mereka<\/a><\/p>\n\n\n\n

Dari sekian banyak hal menarik yang disajikan pertanian tembakau hingga proses penjualan hasil panen tembakau yang saya amati di wilayah Kabupaten Temanggung, hal yang terus menerus menarik minat saya dan hingga saat ini belum sepenuhnya saya pahami adalah proses panen tembakau dan penentuan grade tembakau hasil panenan petani. Sama seperti kesalahan saya mengira tanaman tembakau ditanam dan diproses mirip dengan tanaman semusim lainnya, dugaan saya perihal proses panen tembakau juga salah sepenuhnya. Dahulu saya mengira daun-daun yang siap dipanen dari tanaman tembakau ya dipanen begitu saja. Menunggu daun-daun yang tumbuh pada tanaman tembakau siap dipanen, lantas dipanen seluruhnya dalam satu waktu oleh para pekerja di kebun. Nyatanya tidak begitu. Dan lebih rumit dari itu.<\/p>\n\n\n\n

Mayoritas tembakau yang ditanam di wilayah Temanggung berasal dari jenis kemloko. Ada kemloko 1, kemloko 2, dan kemloko 3. Dari ketiga varietas kemloko tersebut, metode panen dan penentuan grade tembakau memiliki tata cara yang sama persis. Seluruh petani di Temanggung menerapkan metode panen yang mirip. Dari metode panen tersebut, ternyata berpengaruh terhadap tingkatan kualitas tembakau yang dipanen, petani di Temanggung kerap menyebut \u2018tiam\u2019 atau \u2018grade\u2019 untuk perbedaan tingkat kualitas tembakau yang dipanen.<\/p>\n\n\n\n

Tidak seperti tanaman semusim lainnya yang dipanen dalam satu waktu, tembakau dipanen bertahap mulai dari daun terbawah pada pohon hingga daun teratas. Dalam satu tanaman tembakau, panen bisa berlangsung sebanyak 13 hingga 15 kali dalam sekali musim tembakau. Jarak antara panen satu dengan panen lainnya, antara lima dan tujuh hari. Dengan kondisi ini, musim panen tembakau di Temanggung atau yang kerap disebut musim \u2018mbakon\u2019 bisa berlangsung selama dua hingga tiga bulan. Tahun ini, panen dimulai pada pertengahan Juli dan diprediksi akan berakhir pada pertengahan Oktober.<\/p>\n\n\n\n

Baca: Tuhan Tidak Menciptakan Tembakau untuk Dibenci dan Dicaci<\/a><\/p>\n\n\n\n

Metode panen seperti itu, yang bertahap dan berjeda dari panen satu daun ke daun lainnya ternyata berpengaruh terhadap tingkatan kualitas daun tembakau. Daun-daun yang dipanen lebih awal, gradenya berada pada grade yang rendah. Grade terus meningkat hingga sampai puncaknya seiring panen-panen selanjutnya pada tanaman yang sama. Dalam satu tanaman tembakau, grade daun sudah pasti berbeda-beda sesuai dengan waktu panenan daun di tanaman tersebut.<\/p>\n\n\n\n

Agar lebih mudah dipahami, mari kita bayangkan sebatang tanaman tembakau yang tumbuh subur dalam kondisi normal dan tanaman itu sudah mulai memasuki masa panen. Pada sebatang tanaman tembakau itu tumbuh sebanyak 17 helai daun dari bawah ke atas. Panen pertama dimulai. Daun paling bawah dari tanaman tembakau itu dipetik untuk dipanen. Hanya satu helai daun saja, yang terbawah. Daun yang pertama dipanen itu, biasanya memiliki grade A. Adakalanya kualitas tembakau pada panenan pertama sudah mulai berada pada grade B. Di beberapa titik bahkan sudah ada yang menghasilkan tembakau grade C. <\/p>\n\n\n\n

Lima hingga tujuh hari kemudian, panen daun kedua dilakukan. Satu daun saja dari sebatang tanaman, daun terbawah yang dipanen. Lima hingga tujuh hari berikutnya lantas dipanen lagi. Begitu seterusnya hingga 12 atau 13 kali panen. Semakin ke atas daun yang dipanen seiring bertambahnya waktu, grade tembakau juga meningkat hingga puncaknya berhenti di grade F. Hanya sedikit tembakau yang bisa melampau grade F, mencapai grade G dan H, itulah tembakau-tembakau jenis srintil berharga jutaan rupiah per kilogramnya.<\/p>\n\n\n\n

Selain waktu panen dan letak daun dalam sebatang tanaman, jenis tanah, unsur hara yang terkandung dalam tanah, asupan embun alami, pancaran sinar matahari yang cukup, serta proses fermentasi dan penjemuran usai daun-daun dipanen, menjadi penentu kualitas tembakau yang menempatkan daun tembakau itu pada grade tertentu. Satu hal lain lagi yang sangat berpengaruh terhadap grade tembakau adalah wilayah tembakau itu ditanam. Ada tiga wilayah tempat tembakau biasa ditanam. Wilayah persawahan (dataran rendah), wilayah tegalan (dataran menengah), dan wilayah gunung (dataran tinggi). Kondisi tanah dan faktor ketinggian dan kondisi geografis lainnya berpengaruh terhadap kualitas tembakau.<\/p>\n\n\n\n

Di wilayah persawahan, tanaman tembakau memang subur dan tumbuh cepat, namun tembakau yang ditanam di sana maksimal hanya bisa menghasilkan tembakau grade D, atau D+. Sedang tembakau yang ditanam di wilayah tegalan, maksimal bisa menghasilkan tembakau grade E hingga E+. Yang terbaik, tentu saja tembakau yang ditanam di wilayah gunung. Meskipun membutuhkan waktu tanam lebih lama dibanding dua wilayah lainnya, rata-rata panenan terakhir mencapai grade F hingga seterusnya dengan tembakau terbaik bernama srintil.   <\/p>\n\n\n\n

Ini sedikit yang saya pelajari di Temanggung hasil belajar langsung dari para petani di sana. Saya tidak tahu dengan metode panen dan penentuan grade tembakau di wilayah lain dengan jenis tembakau lain juga. Menarik sebetulnya mencari tahu di tempat lain. Semoga sekali waktu nanti berkesempatan untuk itu. 
<\/p>\n","post_title":"Penentuan Grade Tembakau di Temanggung","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"penentuan-grade-tembakau-di-temanggung","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-08-30 15:06:14","post_modified_gmt":"2019-08-30 08:06:14","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6008","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5999,"post_author":"877","post_date":"2019-08-28 09:40:02","post_date_gmt":"2019-08-28 02:40:02","post_content":"\n

Direktur Pusat Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Amerika Serikat (CDC), Robert Redfield, mengungkapkan kematian tragis di Illinois memperkuat dugaan karena vape<\/a> atau rokok elektrik. Berita tersebut atas laporan Dinas Kesehatan Illinois yang mengumumkan ada satu pasien yang akhirnya meninggal dunia. Kasus ini kemungkinan jadi kasus pertama kematian akibat penyakit berkaitan dengan vape.
<\/p>\n\n\n\n

Kejadian di atas menjawab keberadaan vape atau rokok elektrik sangat membahayakan. Berbeda dengan resiko rokok kretek, bisa menimbulkan penyakit jika mengkonsumsinya berlebihan atau kebanyakakan, dan hidup tidak seimbang. Misalnya dalam satu hari merokok sampai tiga atau empat bungkus, tanpa makan nasi atau makan-makanan sehat, tanpa olah raga, tanpa minum air putih, selalu didampingi kopi atau teh, istirahatnya kurang dan sebagainya. Maka dipastikan orang tersebut akan jatuh sakit bahkan meninggal dunia.\u00a0<\/p>\n\n\n\n

Baca: Terkuak, Rokok Elektrik Berbahaya bagi Kesehatan<\/a><\/p>\n\n\n\n

Tidak hanya itu, otoritas kesehatan di Amerika Serikat telah berhasil menginvestigasi kemunculan penyakit paru-paru misterius di antara kalangan pengguna rokok elektrik atau vape. Dilaporkan setidaknya ada 195 kasus potensial penyakit paru-paru di 22 Negara karena kena dampak dari vape atau rokok elektrik.
<\/p>\n\n\n\n

Jadi, masyarakat perlu waspada beredarnya vape atau rokok elektrik. Belum lagi, sebetulnya rokok elektrik atau vape, berdampak juga peningkatan perokok anak.\u00a0 Yang menjadi daya tarik bagi anak, selain bentuknya yang elegan, simpel, juga beraroma buah-buahan yang terkemas dalam cairan.<\/strong><\/p>\n\n\n\n

Orang yang mengatakan bahwa vape atau rokok elektrik lebih mensehatkan dari pada rokok kretek, pendapat tersebut sangat keliru. Disampaing efek dari rangkaian listrik dan battre juga cairan dalam rokok elektrik berpengaruh terhadap resiko jantung.  <\/p>\n\n\n\n

Hasil penelitian yang diterbitkan dalam Journal of American College of Cardiology pada Mei lalu ini menambah bukti bahwa cairan rokok elektrik dapat menghambat fungsi sel-sel tubuh yang berperan dalam kesehatan jantung. Cairan dalam vape atau rokok elektrik pada akhirnya merusak sel-sel yang melapisi pembuluh darah. <\/p>\n\n\n\n

Keberadaan vape atau rokok elektrik di pasaran sangat membahayakan bagi orang Indonesia, terlebih pemuda-pemuda, yang banyak memilih merokok vape aatau rokok elektri. Menurutnya, selain bentuk kecil, simpel dibawa dan ada aroma buah-buahan sesuai selera. Akan tetapi dibalik bentuknya yang bagus, menyembunyikan banyak penyakit ketika dikonsumsi.\u00a0<\/p>\n\n\n\n

Baca: Kata Siapa Lebih Sehat? Perokok Elektrik Berisiko Terjangkit Penyakit Kardiovaskular<\/a><\/p>\n\n\n\n

Hingga kini CDC masih melakukan investigasi lebih lanjut, dengan mengimbau agar para dokter mengumpulkan data dan sampel bila menemukan pasien dengan gejala penyakit paru serupa, tentunya akibat rokok elektrik atau vape. Bentuk dan merek rokok elektrik dan vape banyak varian dan banyak merek. JUUL termasuk merek rokok elektrik atau vape yang saat ini naik daun.\u00a0<\/p>\n\n\n\n

Ada yang mengatakan bahwa tak tepat membandingkan rokok tembakau dengan rokok elektrik. Ya benar tak tepat, karena rokok elektrik atau vape resikonya sangat tinggi. Sedang rokok tembakau resikonya kecil, apa lagi rokok kretek mungkin resikonya sangat kecil sekali terhadap tubuh. Alasannya, munculnya rokok kretek bertujuan untuk pengobatan sakit bengek, dan tujuannya berhasil. Hingga banyak orang melakukan pemesanan rokok kretek saat itu, rokok kretek belum sebagai industri besar masih bersifat rumahan,  keadaan tersebut sekitar abad 19. <\/p>\n\n\n\n

Dalam studi ini, tim peneliti menemukan bukti efek toksik pada sel-sel yang melapisi pembuluh darah dan melindungi jantung. Beberapa bukti tersebut termasuk di antaranya gangguan pada fungsi sel dan munculnya tanda-tanda peradangan. Para peneliti mengamati bagaimana respons sel saat bersentuhan dengan cairan rokok elektrik. Efek yang paling kentara terlihat pada cairan dengan rasa kayu manis.<\/p>\n\n\n\n

Baca: Riset Kesehatan Rokok Elektrik<\/a><\/p>\n\n\n\n

Sekelompok ahli kardiovaskular dari University of Massachusetts menganjurkan peneliti agar melakukan uji rokok elektrik atau vape lebih yang beraroma. Karena sumsi sementara, produk vape atau rokok elektrik yang beraroma dan punya pilihan rasa lebih berbahaya dari pada rokok vape natural. Namun yang banyak beredar dipasaran, justru yang beraroma dan berasa buah-buahan, dari pada yang natural. <\/p>\n\n\n\n

Studi pada 2018 lalu menunjukkan, penggunaan rokok elektrik harian berisiko terhadap serangan jantung, meski dengan probabilitas yang lebih rendah daripada perokok tembakau. Menurut dr Lawrence Phillips pakar kardiovaskular NYU Langone Health mengatakan \u201cKita melihat semakin banyak bukti bahwa rokok elektrik berhubungan dengan peningkatan risiko serangan jantung\u201d.<\/p>\n\n\n\n

Dari hasil pakar dan hasil studi di atas menegaskan bahwa keberadaan rokok vape atau rokok elektrik, resikonya sangat besar. Bahan utama rokok vape atau elektrik yang paling besar memberikan efek negatif pada tubuh manusia adalah cairan perasa. Akibat cairan perasa dalam rokok elektrik  atau vape termasuk merek JUUL beresiko terjadi peradangan, terjangkit penyakit jantung dan paru-paru akut, selanjutnya berakibat kematian. <\/p>\n\n\n\n

Untuk itu, demi masa depan bangsa Indonesia harusnya ada regulasi pelarangan peredaran rokok elektrik atau vape yang nyata-nyata telah ada kasus dengan didukung beberapa riset dan studi tentang konten rokok elektrik atau vape, yang hasilnya mempunyai resiko tinggi dapat menyebabkan penyakit berujung kematian.         
<\/p>\n","post_title":"Perokok Elektrik Berisiko Besar Terjangkit Penyakit Mematikan","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"perokok-elektrik-berisiko-besar-terjangkit-penyakit-mematikan","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-08-28 09:40:09","post_modified_gmt":"2019-08-28 02:40:09","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5999","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5988,"post_author":"855","post_date":"2019-08-24 10:41:28","post_date_gmt":"2019-08-24 03:41:28","post_content":"\n

Sumber permasalahan besar dunia pertembakauan sejatinya bukan iklim dan hama, melainkan kebijakan pemerintah dan para plolitisi yang ikut serta membicarakannya, tanpa dasar yang kuat, adil dan cenderung ugal-ugalan.
<\/p>\n\n\n\n

Jika orang dahulu tidak berani bicara kecuali kepada hal-hal yang benar-benar diketahui, kali ini banyak sekali orang yang banyak bicara daripada membaca, baik buku maupun alam kauniyah (dunia nyata). Maka jangan heran, jika tidak sedikit politisi dan pemerintah yang gagal paham dunia pertembakau, dari berbagai sisi, karena mereka mendapatkan informasi sepotong-sepotong, tanpa ada usaha untuk tabayyun <\/em>lebih mendalam apalagi turun ke ladang untuk memastikan.
<\/p>\n\n\n\n

Kini hama petani muncul lagi dari kalangan politisi. Sebut saja namanya Sukamta (nama asli) yang kini menjabat sebagai sekretaris Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS). Kenapa semua orang yang terkait dengan industri hasil tembakau (petani, buruh, dsb) dianggap tidak sejahtera, ya karena partai yang harusnya adil saja tidak mampu berbuat adil, bahkan dalam pikiran dan apa yang keluar dari mulutnya.<\/p>\n\n\n\n

Baca: Tuhan Tidak Menciptakan Tembakau untuk Dibenci dan Dicaci<\/a>
<\/p>\n\n\n\n

Tidak perlu bicara terlalu jauh. Mari kita kita uji omongan Sukamta yang dimuat situs ayosemarang.com, 22 Agustus 2019. Omongan yang sejatinya sebuah template dan selalu dipakai oleh antirokok. Semacam gaya kampanye sholih li kulli zaman wal makan, <\/em>meski dibangun dari logika berantakan dan cenderung mengutamakan kengawuran daripada analisa yang mendalam. Ya memang itulah keistimewaan antirokok, anti terhadap data valid dan percaya diri berlebihan dalam kesesatan berpikir.
<\/p>\n\n\n\n

Bagi Sukamta, harga rokok di Indonesia, sebuah negeri yang besar salah satunya ditopang oleh dunia pertembakauan, harus dinaikkan 700 persen. Alasannya supaya orang miskin tidak dapat membeli rokok. Jika orang miskin yang merokok jatuh sakit, maka negara melalui (Jaminan Kesehatan Nasional) JKN rugi menanggung biayanya. Tentu saja ini berbeda dengan, orang kaya boleh makan junkfood<\/em>, minuman bersoda, dan berlaku semaunya, karena jika jatuh sakit mereka bisa membiayai sendiri dan dapat memperkaya negara.
<\/p>\n\n\n\n

Cara sistematis ini akan diduplikasi dan diperbarui terus menerus. Bermula dari seorang sakit yang berobat ke dokter, jika ia merokok maka dokter akan berkata, \u201cbapak sakit karena rokok\u201d, dan dokter tidak secara jujur bahwa penyakit itu datang dari sebab apapun, bisa gula, bisa gaya hidup yang berantakan, kurang minum air putih, stres dengan obat mahal, dsb.
<\/p>\n\n\n\n

Kenapa Sukamta cenderung ingin menaikkan harga rokok untuk menyelesaikan permasalahan JKN yang rumit itu? Ya karena sudah menjadi tabiat antirokok, bahwa berpikir keras untuk mencari solusi adalah buang-buang waktu, makanya rokok akan disalahkan supaya permasalahan menjadi lekas selesai. 
<\/p>\n\n\n\n

Coba kita kembali ke tahun 2018, saat BPJS Kesehatan defisit dan ditambal oleh cukai rokok. Para pegiat kesehatan beralasan, jumlah masyarakat sakit yang kian bertambah dan narasi yang kemudian dibangun; sakit-sakit itu disebabkan oleh rokok. Tidak berhenti sampai di situ, beragam alasan yang penting pengelola kesehatan \u201cselamat\u201d banyak digaungkan di media (tanpa ada sikap ksatria untuk mengakui bahwa memang masih banyak masalah dalam JKN, baik pengelolaan maupun skema yang lebih baik, yang perlu dicarikan solusi).<\/p>\n\n\n\n

Baca: Kegagalan Lakpesdam PBNU dalam Melihat Produk Tembakau Alternatif<\/a><\/p>\n\n\n\n

Koordinator Advokasi BPJS Watch, Timboel Siregar, megkritisi beragam narasi yang dibangun oleh pegiat kesehatan. Ia mengusulkan agar BPJS fokus pada pengawasan penetapan inasibijis oleh pihak rumah sakit. Timboel menilai, inasibijis merupakan gerbang terjadinya defisit BPJS Kesehatan. Inasibijis (INA-CGB) merupakan sebuah singkatan dari Indonesia Case Base Gropus, yakni sebuah aplikasi yang digunakan rumah sakit untuk mengajukan klaim pada pemerintah. (bisnis.com)
<\/p>\n\n\n\n

Kita tidak pernah tau, apa yang dilakukan rumah sakit terhadap pasien-pasien yang membayar BPJS. Kita juga tidak pernah tau jika ada pasien BPJS kelas I diberi fasilitas kelas II atau III, dan rumah sakit mengklaim biaya kelas I ke negara. Tentu saja yang demikian ini tidak penting bagi antirokok. <\/p>\n\n\n\n

Baca: Ada Campur Tangan Bloomberg dalam Surat Edaran Menkes terkait Pemblokiran Iklan Rokok<\/a><\/p>\n\n\n\n

Sukamta juga bilang, orang-orang yang kecanduan merokok dan mampu membeli rokok yang mahal, dipersilahkan tetap merokok asal menanggung sendiri biaya pengobatan akibat penyakit karena rokok. Asalkan dampak buruk akibat konsumsi rokok tidak membebani negara kerena pemasukan dari cukai tembakau tidak sebanding dengan biaya yang harus dikeluarkan negara. (ayosemarang.com)
<\/p>\n\n\n\n

Bagi saya pribadi, ini adalah statemen yang sangat lucu. Sejak kapan sih negara betul-betul hadir dan perhatian terhadap kesehatan masyarakat, khususnya di pedesaan dan pedalaman? Kalau ada pun, menjalankannya setengah hati. Dan sejak kapan rokok itu menjadi candu, padahal yang candu itu kekuasaan dan menjadikan masyarakat sebagai jembatan untuk menuju \u201ckekuasaan dalam negara\u201d? 
<\/p>\n\n\n\n

Sukamta juga menganggap, bahwa perokok bukan orang yang produktif? Faktanya? Setahu saya orang-orang yang merokok punya produtivitas tinggi, mereka hidup sebagaimana keringat yang diperas setiap hari. Tanpa berharap kepada negara apalagi Sukamta.
<\/p>\n\n\n\n

Sekadar saran saja, sebaiknya PKS tidak perlu ngelantur bicara rokok. Silahkan bicara, asalkan keadilan sosial sebagaimana nama partainya tidak hanya selesai pada tataran konsepsi dan gagah-gagahan, melainkan pada tahap tindakan dan contoh konkrit atasnya.
<\/p>\n","post_title":"Ketika PKS Bicara Rokok","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"ketika-pks-bicara-rokok","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-08-24 10:51:25","post_modified_gmt":"2019-08-24 03:51:25","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5988","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":35},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"epic_block_3"};

\n

Memang, teman-teman alumni MTS Madrasah Qudsiyyah Kudus kompak sekali, bahkan sudah kayak saudara sendiri semua. Kita sering kumpul walaupun hanya sekedar ngopi, yang penting bertemu dan ngobrol. Tidak jarang, kita ketemu dengan agenda acara resmi dan agak resmi. Seperti disaat salah satu teman punya hajat, bahkan hajat kecilpun kayak acara \u201cmanaqiban\u201d sering mengundang teman lainya. Pasti ada yang bingung apa itu manaqiban<\/em>?. Aku jelasin sebentar, manaqiban itu, acara membaca sejarah Syeih Abdul Qodir Jaelani ulama dahulu setelah masa Shahabat Nabi, yang terkenal alimnya dan sufi serta berkaromah. Nah, bagi kita-kita penggemarnya, sering kali kita baca sejarahnya. Dengan cerita sejarah  Syeih Abdul Qodir Jaelani, kita penggemar berharap agar apa yang kita lakukan dido\u2019akan atau di amini beliau semua urusan kita lancar. Karena menurut kita penggemar, meyakini Syeih Abdul Qodir Jaelani kekasih Tuhan, kalau dalam bahasa Jawa \u201cbolone Gusti Allah\u201d. Ini sekilas penjelasan tentang istilah manaqiban<\/em>, kalau mau tau lebih lanjut, khasiat-khasiatnya, bisa kita diskusi dilain waktu aja. Yang jelas di acara manaqiban<\/em> ini sudah jadi tradisi ada \u201cingkung\u201d ayamnya. Ini yang biasa kita nantikan.<\/p>\n\n\n\n

Kembali ke acara ngopi, disore itu temenku Djumari langsung nentukan tempat ngopi dan waktunya. Kita biasa ngopi ditempat sederhana. Akhirnya, Djumari mutusin habis isya\u2019 kumpul dan ngopi di rumah teman kita satunya namanya Nur Cholis, juga tergabung dalam group WA. Setelah tahu bakal kerumahnya, Nur Cholis langsung komen, lapan enam laksanakan. Aku langsung teringat temenku namanya Fawaz, orang Betawi keturunan Arab, sering kalau jawab pas di WA pakai tulisan lapan enam.\u00a0<\/p>\n\n\n\n

Baca: PB Djarum, Prestasi Bulutangkis Nasional, dan Kegagalan KPAI Memahami Peristiwa<\/a><\/p>\n\n\n\n

Waktu isya\u2019 tiba, suasana mau hujan, sedikit grimis, hawanya lumayan dingin dibanding sebelumnya panas dan gerah. Tapi semangat ngopi dam ngobrol teman-teman tak mengendor. Bahkan di group sudah ada yang ribut, ngajak-ngajak \u201cayo ayo waktunya kopdar tiba, ada bonus banyak rezeki lho\u201d, Rifai namanya, seorang pembicara atau muballig yang sering ceramah di masyarakat. <\/p>\n\n\n\n

Aku datang sekitar jam 20.00, terlihat banyak tema yang sudah pada kumpul, didepannya ada segelas kopi. Maklum kita orang desa ngopinya gak pakai cangkir, tapi pakai gelas es yang tinggi. Dibenakku ini ngopi apa kehausan?, tapi yang penting tetap ngopi dan merokok. Di meja terlihat banyak rokok bermacam-macam mereknya, sesuai kesukaan masing-masing. Ada yang bawa Sukun Putih, ada yang bawa Gudang Garam, kebanyakan bawa LA, tapi ada juga yang bawa rokok bikinan sendiri alias \u201cTingwe\u201d nglinting dewe dirumah ditaruh plastik. Aku coba rokok tingwe itu sambil ngobrol bareng, ternyata lumayan enak ramuan rokoknya, dibanding tingwe tingwe yang pernah aku rasakan. Yang buat tingwe namanya Sutopo, profesinya sehari-hari memang jual beli tembakau. Karena penasaran, sutopo aku tanya, kok enak, ini tembakau mana?. Dijawabnya \u201cbiasa tembakau Temanggung\u201d tapi aku kasih cengkeh kualitas wahid, dan sedikit ramuan saos sendiri (bahannya dirahasiakan), yang jelas katanya bahan saos dari rempah rempah bikinan sendiri. <\/p>\n\n\n\n

Ngobrol kita mengalir tanpa ada sekat dan batasan, malah terkadang pada ngobrol sendiri-sendiri dengan teman didekatnya. Giliran Djumari disuruh cerita pengalamannya, teman teman pada diam, mungkin pada penasaran. Soalnya dulu, sebelum ke Jakarta ia bekerja di Djarum. Ia ceritakan alasannya harus ke Jakarta. Awalnya, sering pulang pergi Jakarta Kudus untuk pengobatan istrinya yang sedang sakit di salah satu pengobatan alternatif disana atas rekomendasi saudaranya yang sudah lama hidup di Jakarta. Ia menceritakan sakit istrinya yang sering pusing, dan pusingnya bukan pusing biasa, dan seringkali istrinya sampai membentur-benturkan kepalanya. Kemudian, saat diharuskan kontinyu pengobatannya, minimal satu tahun agar cepat sembuh, akhirnya ia putusin meninggalkan Kudus sementara, termasuk pekerjaannya. Alhamdulillah istrinya sekarang sudah sembuh total.\u00a0<\/p>\n\n\n\n

Baca: Cacat Pikir KPAI Memaknai Kata Ekploitasi Anak dan Promosi<\/a><\/p>\n\n\n\n

Disela sela nungguin istrinya sakit, ia sering diajak saudaranya jualan sayuran keliling. Nah, walaupun sekarang istrinya sudah sembuh, ia tetap di Jakarta. Sebab dipikirannya, kalau kembali ke Kudus mulai dari awal lagi, mending yang sudah ada didepan mata dijalanin dulu. Nanti pelan-pelan sambil melihat peluang di Kudus, ia pun akan pulang. Obrolan tetap seru, walaupun djarum jam sudah tepat diangka 12.00 malam. Namun domain obrolan lebih pada Djumari sebagai nara sumber, ia menceritakan semua pengalaman dan kejadia yang ia lihat, sampai ia menceritakan berita kalau pabrik Djarum yang dulu pernah ia singgahi, sedang dipermasalahkan KPAI. Memang sebenarnya ia tak paham alur permasalahanya. Tahunya, KPAI gak suka bulu tangkis Djarum berjalan, memusuhi rokok. <\/p>\n\n\n\n

Sebagai orang yang pernah menjadi karyawan Djarum, jadi wajar dan pantas kalau ia membela Djarum, apalagi ia asli Kudus. Saking semangatnya, ia ngomong \u201cnek aku dadi Djarum, tak tuku iku KPAI, paling ora tak lawan\u201d \u201candaikan aku yang punya Djarum, aku beli KPAI, paling tidak dilawan\u201d. Ada yang menyambar omongan, \u201csampek matek kuwe Djum, ogak bakal dadi bos Djarum\u201d \u201csampai mati kamu Djum, tidak akan jadi bos Djarum\u201d haha\u2026\u2026disambut dengan tawa klakaran teman-teman termasuk saya sendiri. Di sela-sela tawa, tuan rumah ngomong \u201cancen gawe gregeten, kenopo Djarum mung meneng, malah ngalah\u201d \u201cbikin gregeten, kenapa Djarum diam dan cenderung mengalah\u201d. <\/p>\n\n\n\n

Nah, ternyata, banyak orang yang sangat simpati dan membela pabrik Djarum, terutama orang Kudus. Rata-rata mereka, tak tahu apa yang harus dilakukan, apa yang harus diperbuat. Sebagai manusia lemah, mereka hanya bisa marah  yang terpendaam dalam hati, dengan melihat kejadian KPAI menyerang Djarum. Coba, andaikan mereka tahu kalau dibelekang KPAI ada kepentingan asing yang mengusik rokok kretek asli Kudus, yang sudah mendarah daging bagi masyarakat Kudus. Pastinya, pembelaanya lebih dari itu, bahkan mungkin mati-matian.
<\/p>\n","post_title":"Cerita di Balik Segelas Kopi untuk Djarum","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"cerita-di-balik-segelas-kopi-untuk-djarum","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-09-03 09:19:00","post_modified_gmt":"2019-09-03 02:19:00","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6014","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":6008,"post_author":"878","post_date":"2019-08-30 15:06:07","post_date_gmt":"2019-08-30 08:06:07","post_content":"\n

Pada mulanya, saya mengira tanaman tembakau ditanam, dirawat, dan dipanen sama dengan kebanyakan tanaman-tanaman semusim lainnya di negeri ini. Ada proses pembibitan, kemudian proses penanaman, lantas tanaman rutin disiram dan diberi pupuk, ada proses perawatan hingga akhirnya dipanen ketika musim panen tiba. Tapi nyatanya, perkiraan saya salah. Tembakau tanaman yang cukup unik. Beda dari banyak tanaman semusim lain yang lazim ditanam petani di banyak tempat di Indonesia.<\/p>\n\n\n\n

Hal paling menonjol yang membedakan tanaman tembakau dengan tanaman semusim lain ada pada masa tanam dan masa panen tiba. Tanaman tembakau menjadi anomali karena ditanam saat musim penghujan akan berakhir. Lalu dipanen ketika musim kemarau sedang berada pada puncaknya. Saat tanaman-tanaman semusim lainnya enggan tumbuh, bahkan rumput sekalipun mengering karena kemarau.<\/p>\n\n\n\n

Tiga tahun belakangan, saya banyak bergaul dengan petani dan buruh tani tembakau di Kabupaten Temanggung, juga dengan anak-anak mereka. Jika sebelumnya saya sekadar penikmat rokok kretek, tiga tahun belakangan, saya mulai tertarik untuk mempelajari seluk-beluk seluruh lini yang mendukung industri kretek nasional. Yang paling menarik minat saya, tentu saja konteks pertanian dan sosial masyarakat yang memproduksi komoditas yang menjadi bahan baku utama produk kretek. Tembakau dan cengkeh.<\/p>\n\n\n\n

Baca: Melihat Petani Tembakau di Temanggung Memanen Tembakau Mereka<\/a><\/p>\n\n\n\n

Dari sekian banyak hal menarik yang disajikan pertanian tembakau hingga proses penjualan hasil panen tembakau yang saya amati di wilayah Kabupaten Temanggung, hal yang terus menerus menarik minat saya dan hingga saat ini belum sepenuhnya saya pahami adalah proses panen tembakau dan penentuan grade tembakau hasil panenan petani. Sama seperti kesalahan saya mengira tanaman tembakau ditanam dan diproses mirip dengan tanaman semusim lainnya, dugaan saya perihal proses panen tembakau juga salah sepenuhnya. Dahulu saya mengira daun-daun yang siap dipanen dari tanaman tembakau ya dipanen begitu saja. Menunggu daun-daun yang tumbuh pada tanaman tembakau siap dipanen, lantas dipanen seluruhnya dalam satu waktu oleh para pekerja di kebun. Nyatanya tidak begitu. Dan lebih rumit dari itu.<\/p>\n\n\n\n

Mayoritas tembakau yang ditanam di wilayah Temanggung berasal dari jenis kemloko. Ada kemloko 1, kemloko 2, dan kemloko 3. Dari ketiga varietas kemloko tersebut, metode panen dan penentuan grade tembakau memiliki tata cara yang sama persis. Seluruh petani di Temanggung menerapkan metode panen yang mirip. Dari metode panen tersebut, ternyata berpengaruh terhadap tingkatan kualitas tembakau yang dipanen, petani di Temanggung kerap menyebut \u2018tiam\u2019 atau \u2018grade\u2019 untuk perbedaan tingkat kualitas tembakau yang dipanen.<\/p>\n\n\n\n

Tidak seperti tanaman semusim lainnya yang dipanen dalam satu waktu, tembakau dipanen bertahap mulai dari daun terbawah pada pohon hingga daun teratas. Dalam satu tanaman tembakau, panen bisa berlangsung sebanyak 13 hingga 15 kali dalam sekali musim tembakau. Jarak antara panen satu dengan panen lainnya, antara lima dan tujuh hari. Dengan kondisi ini, musim panen tembakau di Temanggung atau yang kerap disebut musim \u2018mbakon\u2019 bisa berlangsung selama dua hingga tiga bulan. Tahun ini, panen dimulai pada pertengahan Juli dan diprediksi akan berakhir pada pertengahan Oktober.<\/p>\n\n\n\n

Baca: Tuhan Tidak Menciptakan Tembakau untuk Dibenci dan Dicaci<\/a><\/p>\n\n\n\n

Metode panen seperti itu, yang bertahap dan berjeda dari panen satu daun ke daun lainnya ternyata berpengaruh terhadap tingkatan kualitas daun tembakau. Daun-daun yang dipanen lebih awal, gradenya berada pada grade yang rendah. Grade terus meningkat hingga sampai puncaknya seiring panen-panen selanjutnya pada tanaman yang sama. Dalam satu tanaman tembakau, grade daun sudah pasti berbeda-beda sesuai dengan waktu panenan daun di tanaman tersebut.<\/p>\n\n\n\n

Agar lebih mudah dipahami, mari kita bayangkan sebatang tanaman tembakau yang tumbuh subur dalam kondisi normal dan tanaman itu sudah mulai memasuki masa panen. Pada sebatang tanaman tembakau itu tumbuh sebanyak 17 helai daun dari bawah ke atas. Panen pertama dimulai. Daun paling bawah dari tanaman tembakau itu dipetik untuk dipanen. Hanya satu helai daun saja, yang terbawah. Daun yang pertama dipanen itu, biasanya memiliki grade A. Adakalanya kualitas tembakau pada panenan pertama sudah mulai berada pada grade B. Di beberapa titik bahkan sudah ada yang menghasilkan tembakau grade C. <\/p>\n\n\n\n

Lima hingga tujuh hari kemudian, panen daun kedua dilakukan. Satu daun saja dari sebatang tanaman, daun terbawah yang dipanen. Lima hingga tujuh hari berikutnya lantas dipanen lagi. Begitu seterusnya hingga 12 atau 13 kali panen. Semakin ke atas daun yang dipanen seiring bertambahnya waktu, grade tembakau juga meningkat hingga puncaknya berhenti di grade F. Hanya sedikit tembakau yang bisa melampau grade F, mencapai grade G dan H, itulah tembakau-tembakau jenis srintil berharga jutaan rupiah per kilogramnya.<\/p>\n\n\n\n

Selain waktu panen dan letak daun dalam sebatang tanaman, jenis tanah, unsur hara yang terkandung dalam tanah, asupan embun alami, pancaran sinar matahari yang cukup, serta proses fermentasi dan penjemuran usai daun-daun dipanen, menjadi penentu kualitas tembakau yang menempatkan daun tembakau itu pada grade tertentu. Satu hal lain lagi yang sangat berpengaruh terhadap grade tembakau adalah wilayah tembakau itu ditanam. Ada tiga wilayah tempat tembakau biasa ditanam. Wilayah persawahan (dataran rendah), wilayah tegalan (dataran menengah), dan wilayah gunung (dataran tinggi). Kondisi tanah dan faktor ketinggian dan kondisi geografis lainnya berpengaruh terhadap kualitas tembakau.<\/p>\n\n\n\n

Di wilayah persawahan, tanaman tembakau memang subur dan tumbuh cepat, namun tembakau yang ditanam di sana maksimal hanya bisa menghasilkan tembakau grade D, atau D+. Sedang tembakau yang ditanam di wilayah tegalan, maksimal bisa menghasilkan tembakau grade E hingga E+. Yang terbaik, tentu saja tembakau yang ditanam di wilayah gunung. Meskipun membutuhkan waktu tanam lebih lama dibanding dua wilayah lainnya, rata-rata panenan terakhir mencapai grade F hingga seterusnya dengan tembakau terbaik bernama srintil.   <\/p>\n\n\n\n

Ini sedikit yang saya pelajari di Temanggung hasil belajar langsung dari para petani di sana. Saya tidak tahu dengan metode panen dan penentuan grade tembakau di wilayah lain dengan jenis tembakau lain juga. Menarik sebetulnya mencari tahu di tempat lain. Semoga sekali waktu nanti berkesempatan untuk itu. 
<\/p>\n","post_title":"Penentuan Grade Tembakau di Temanggung","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"penentuan-grade-tembakau-di-temanggung","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-08-30 15:06:14","post_modified_gmt":"2019-08-30 08:06:14","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6008","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5999,"post_author":"877","post_date":"2019-08-28 09:40:02","post_date_gmt":"2019-08-28 02:40:02","post_content":"\n

Direktur Pusat Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Amerika Serikat (CDC), Robert Redfield, mengungkapkan kematian tragis di Illinois memperkuat dugaan karena vape<\/a> atau rokok elektrik. Berita tersebut atas laporan Dinas Kesehatan Illinois yang mengumumkan ada satu pasien yang akhirnya meninggal dunia. Kasus ini kemungkinan jadi kasus pertama kematian akibat penyakit berkaitan dengan vape.
<\/p>\n\n\n\n

Kejadian di atas menjawab keberadaan vape atau rokok elektrik sangat membahayakan. Berbeda dengan resiko rokok kretek, bisa menimbulkan penyakit jika mengkonsumsinya berlebihan atau kebanyakakan, dan hidup tidak seimbang. Misalnya dalam satu hari merokok sampai tiga atau empat bungkus, tanpa makan nasi atau makan-makanan sehat, tanpa olah raga, tanpa minum air putih, selalu didampingi kopi atau teh, istirahatnya kurang dan sebagainya. Maka dipastikan orang tersebut akan jatuh sakit bahkan meninggal dunia.\u00a0<\/p>\n\n\n\n

Baca: Terkuak, Rokok Elektrik Berbahaya bagi Kesehatan<\/a><\/p>\n\n\n\n

Tidak hanya itu, otoritas kesehatan di Amerika Serikat telah berhasil menginvestigasi kemunculan penyakit paru-paru misterius di antara kalangan pengguna rokok elektrik atau vape. Dilaporkan setidaknya ada 195 kasus potensial penyakit paru-paru di 22 Negara karena kena dampak dari vape atau rokok elektrik.
<\/p>\n\n\n\n

Jadi, masyarakat perlu waspada beredarnya vape atau rokok elektrik. Belum lagi, sebetulnya rokok elektrik atau vape, berdampak juga peningkatan perokok anak.\u00a0 Yang menjadi daya tarik bagi anak, selain bentuknya yang elegan, simpel, juga beraroma buah-buahan yang terkemas dalam cairan.<\/strong><\/p>\n\n\n\n

Orang yang mengatakan bahwa vape atau rokok elektrik lebih mensehatkan dari pada rokok kretek, pendapat tersebut sangat keliru. Disampaing efek dari rangkaian listrik dan battre juga cairan dalam rokok elektrik berpengaruh terhadap resiko jantung.  <\/p>\n\n\n\n

Hasil penelitian yang diterbitkan dalam Journal of American College of Cardiology pada Mei lalu ini menambah bukti bahwa cairan rokok elektrik dapat menghambat fungsi sel-sel tubuh yang berperan dalam kesehatan jantung. Cairan dalam vape atau rokok elektrik pada akhirnya merusak sel-sel yang melapisi pembuluh darah. <\/p>\n\n\n\n

Keberadaan vape atau rokok elektrik di pasaran sangat membahayakan bagi orang Indonesia, terlebih pemuda-pemuda, yang banyak memilih merokok vape aatau rokok elektri. Menurutnya, selain bentuk kecil, simpel dibawa dan ada aroma buah-buahan sesuai selera. Akan tetapi dibalik bentuknya yang bagus, menyembunyikan banyak penyakit ketika dikonsumsi.\u00a0<\/p>\n\n\n\n

Baca: Kata Siapa Lebih Sehat? Perokok Elektrik Berisiko Terjangkit Penyakit Kardiovaskular<\/a><\/p>\n\n\n\n

Hingga kini CDC masih melakukan investigasi lebih lanjut, dengan mengimbau agar para dokter mengumpulkan data dan sampel bila menemukan pasien dengan gejala penyakit paru serupa, tentunya akibat rokok elektrik atau vape. Bentuk dan merek rokok elektrik dan vape banyak varian dan banyak merek. JUUL termasuk merek rokok elektrik atau vape yang saat ini naik daun.\u00a0<\/p>\n\n\n\n

Ada yang mengatakan bahwa tak tepat membandingkan rokok tembakau dengan rokok elektrik. Ya benar tak tepat, karena rokok elektrik atau vape resikonya sangat tinggi. Sedang rokok tembakau resikonya kecil, apa lagi rokok kretek mungkin resikonya sangat kecil sekali terhadap tubuh. Alasannya, munculnya rokok kretek bertujuan untuk pengobatan sakit bengek, dan tujuannya berhasil. Hingga banyak orang melakukan pemesanan rokok kretek saat itu, rokok kretek belum sebagai industri besar masih bersifat rumahan,  keadaan tersebut sekitar abad 19. <\/p>\n\n\n\n

Dalam studi ini, tim peneliti menemukan bukti efek toksik pada sel-sel yang melapisi pembuluh darah dan melindungi jantung. Beberapa bukti tersebut termasuk di antaranya gangguan pada fungsi sel dan munculnya tanda-tanda peradangan. Para peneliti mengamati bagaimana respons sel saat bersentuhan dengan cairan rokok elektrik. Efek yang paling kentara terlihat pada cairan dengan rasa kayu manis.<\/p>\n\n\n\n

Baca: Riset Kesehatan Rokok Elektrik<\/a><\/p>\n\n\n\n

Sekelompok ahli kardiovaskular dari University of Massachusetts menganjurkan peneliti agar melakukan uji rokok elektrik atau vape lebih yang beraroma. Karena sumsi sementara, produk vape atau rokok elektrik yang beraroma dan punya pilihan rasa lebih berbahaya dari pada rokok vape natural. Namun yang banyak beredar dipasaran, justru yang beraroma dan berasa buah-buahan, dari pada yang natural. <\/p>\n\n\n\n

Studi pada 2018 lalu menunjukkan, penggunaan rokok elektrik harian berisiko terhadap serangan jantung, meski dengan probabilitas yang lebih rendah daripada perokok tembakau. Menurut dr Lawrence Phillips pakar kardiovaskular NYU Langone Health mengatakan \u201cKita melihat semakin banyak bukti bahwa rokok elektrik berhubungan dengan peningkatan risiko serangan jantung\u201d.<\/p>\n\n\n\n

Dari hasil pakar dan hasil studi di atas menegaskan bahwa keberadaan rokok vape atau rokok elektrik, resikonya sangat besar. Bahan utama rokok vape atau elektrik yang paling besar memberikan efek negatif pada tubuh manusia adalah cairan perasa. Akibat cairan perasa dalam rokok elektrik  atau vape termasuk merek JUUL beresiko terjadi peradangan, terjangkit penyakit jantung dan paru-paru akut, selanjutnya berakibat kematian. <\/p>\n\n\n\n

Untuk itu, demi masa depan bangsa Indonesia harusnya ada regulasi pelarangan peredaran rokok elektrik atau vape yang nyata-nyata telah ada kasus dengan didukung beberapa riset dan studi tentang konten rokok elektrik atau vape, yang hasilnya mempunyai resiko tinggi dapat menyebabkan penyakit berujung kematian.         
<\/p>\n","post_title":"Perokok Elektrik Berisiko Besar Terjangkit Penyakit Mematikan","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"perokok-elektrik-berisiko-besar-terjangkit-penyakit-mematikan","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-08-28 09:40:09","post_modified_gmt":"2019-08-28 02:40:09","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5999","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5988,"post_author":"855","post_date":"2019-08-24 10:41:28","post_date_gmt":"2019-08-24 03:41:28","post_content":"\n

Sumber permasalahan besar dunia pertembakauan sejatinya bukan iklim dan hama, melainkan kebijakan pemerintah dan para plolitisi yang ikut serta membicarakannya, tanpa dasar yang kuat, adil dan cenderung ugal-ugalan.
<\/p>\n\n\n\n

Jika orang dahulu tidak berani bicara kecuali kepada hal-hal yang benar-benar diketahui, kali ini banyak sekali orang yang banyak bicara daripada membaca, baik buku maupun alam kauniyah (dunia nyata). Maka jangan heran, jika tidak sedikit politisi dan pemerintah yang gagal paham dunia pertembakau, dari berbagai sisi, karena mereka mendapatkan informasi sepotong-sepotong, tanpa ada usaha untuk tabayyun <\/em>lebih mendalam apalagi turun ke ladang untuk memastikan.
<\/p>\n\n\n\n

Kini hama petani muncul lagi dari kalangan politisi. Sebut saja namanya Sukamta (nama asli) yang kini menjabat sebagai sekretaris Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS). Kenapa semua orang yang terkait dengan industri hasil tembakau (petani, buruh, dsb) dianggap tidak sejahtera, ya karena partai yang harusnya adil saja tidak mampu berbuat adil, bahkan dalam pikiran dan apa yang keluar dari mulutnya.<\/p>\n\n\n\n

Baca: Tuhan Tidak Menciptakan Tembakau untuk Dibenci dan Dicaci<\/a>
<\/p>\n\n\n\n

Tidak perlu bicara terlalu jauh. Mari kita kita uji omongan Sukamta yang dimuat situs ayosemarang.com, 22 Agustus 2019. Omongan yang sejatinya sebuah template dan selalu dipakai oleh antirokok. Semacam gaya kampanye sholih li kulli zaman wal makan, <\/em>meski dibangun dari logika berantakan dan cenderung mengutamakan kengawuran daripada analisa yang mendalam. Ya memang itulah keistimewaan antirokok, anti terhadap data valid dan percaya diri berlebihan dalam kesesatan berpikir.
<\/p>\n\n\n\n

Bagi Sukamta, harga rokok di Indonesia, sebuah negeri yang besar salah satunya ditopang oleh dunia pertembakauan, harus dinaikkan 700 persen. Alasannya supaya orang miskin tidak dapat membeli rokok. Jika orang miskin yang merokok jatuh sakit, maka negara melalui (Jaminan Kesehatan Nasional) JKN rugi menanggung biayanya. Tentu saja ini berbeda dengan, orang kaya boleh makan junkfood<\/em>, minuman bersoda, dan berlaku semaunya, karena jika jatuh sakit mereka bisa membiayai sendiri dan dapat memperkaya negara.
<\/p>\n\n\n\n

Cara sistematis ini akan diduplikasi dan diperbarui terus menerus. Bermula dari seorang sakit yang berobat ke dokter, jika ia merokok maka dokter akan berkata, \u201cbapak sakit karena rokok\u201d, dan dokter tidak secara jujur bahwa penyakit itu datang dari sebab apapun, bisa gula, bisa gaya hidup yang berantakan, kurang minum air putih, stres dengan obat mahal, dsb.
<\/p>\n\n\n\n

Kenapa Sukamta cenderung ingin menaikkan harga rokok untuk menyelesaikan permasalahan JKN yang rumit itu? Ya karena sudah menjadi tabiat antirokok, bahwa berpikir keras untuk mencari solusi adalah buang-buang waktu, makanya rokok akan disalahkan supaya permasalahan menjadi lekas selesai. 
<\/p>\n\n\n\n

Coba kita kembali ke tahun 2018, saat BPJS Kesehatan defisit dan ditambal oleh cukai rokok. Para pegiat kesehatan beralasan, jumlah masyarakat sakit yang kian bertambah dan narasi yang kemudian dibangun; sakit-sakit itu disebabkan oleh rokok. Tidak berhenti sampai di situ, beragam alasan yang penting pengelola kesehatan \u201cselamat\u201d banyak digaungkan di media (tanpa ada sikap ksatria untuk mengakui bahwa memang masih banyak masalah dalam JKN, baik pengelolaan maupun skema yang lebih baik, yang perlu dicarikan solusi).<\/p>\n\n\n\n

Baca: Kegagalan Lakpesdam PBNU dalam Melihat Produk Tembakau Alternatif<\/a><\/p>\n\n\n\n

Koordinator Advokasi BPJS Watch, Timboel Siregar, megkritisi beragam narasi yang dibangun oleh pegiat kesehatan. Ia mengusulkan agar BPJS fokus pada pengawasan penetapan inasibijis oleh pihak rumah sakit. Timboel menilai, inasibijis merupakan gerbang terjadinya defisit BPJS Kesehatan. Inasibijis (INA-CGB) merupakan sebuah singkatan dari Indonesia Case Base Gropus, yakni sebuah aplikasi yang digunakan rumah sakit untuk mengajukan klaim pada pemerintah. (bisnis.com)
<\/p>\n\n\n\n

Kita tidak pernah tau, apa yang dilakukan rumah sakit terhadap pasien-pasien yang membayar BPJS. Kita juga tidak pernah tau jika ada pasien BPJS kelas I diberi fasilitas kelas II atau III, dan rumah sakit mengklaim biaya kelas I ke negara. Tentu saja yang demikian ini tidak penting bagi antirokok. <\/p>\n\n\n\n

Baca: Ada Campur Tangan Bloomberg dalam Surat Edaran Menkes terkait Pemblokiran Iklan Rokok<\/a><\/p>\n\n\n\n

Sukamta juga bilang, orang-orang yang kecanduan merokok dan mampu membeli rokok yang mahal, dipersilahkan tetap merokok asal menanggung sendiri biaya pengobatan akibat penyakit karena rokok. Asalkan dampak buruk akibat konsumsi rokok tidak membebani negara kerena pemasukan dari cukai tembakau tidak sebanding dengan biaya yang harus dikeluarkan negara. (ayosemarang.com)
<\/p>\n\n\n\n

Bagi saya pribadi, ini adalah statemen yang sangat lucu. Sejak kapan sih negara betul-betul hadir dan perhatian terhadap kesehatan masyarakat, khususnya di pedesaan dan pedalaman? Kalau ada pun, menjalankannya setengah hati. Dan sejak kapan rokok itu menjadi candu, padahal yang candu itu kekuasaan dan menjadikan masyarakat sebagai jembatan untuk menuju \u201ckekuasaan dalam negara\u201d? 
<\/p>\n\n\n\n

Sukamta juga menganggap, bahwa perokok bukan orang yang produktif? Faktanya? Setahu saya orang-orang yang merokok punya produtivitas tinggi, mereka hidup sebagaimana keringat yang diperas setiap hari. Tanpa berharap kepada negara apalagi Sukamta.
<\/p>\n\n\n\n

Sekadar saran saja, sebaiknya PKS tidak perlu ngelantur bicara rokok. Silahkan bicara, asalkan keadilan sosial sebagaimana nama partainya tidak hanya selesai pada tataran konsepsi dan gagah-gagahan, melainkan pada tahap tindakan dan contoh konkrit atasnya.
<\/p>\n","post_title":"Ketika PKS Bicara Rokok","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"ketika-pks-bicara-rokok","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-08-24 10:51:25","post_modified_gmt":"2019-08-24 03:51:25","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5988","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":35},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"epic_block_3"};

\n

Temanku itu panggilannya Djumari, rumahnya dulu daerah Kaliwungu Kudus bagian barat. Ia pulang dalam rangka ada acara nikahan saudara dari istrinya. Dasar Djumari, kalau gak ngopi bareng dan ketemu temen-temen gak puas katanya, karena mumpung di Kudus. Ia gunakan kesempatan sebelum datang kesempitan disela-sela acara nikahan saudaranya. Lewat pesan singkat WA, tanpa hitungan jam ajakan ngopi Djumari, langsung di respon banyak teman yang tergabung di group WA. Ada yang tanya kapan datangnya, ada yang komentar besuk aja ngopinya soalnya masih diluar kota, ada yang bilang sore ini aja tancap gas. Djumari menjawabi dan balas komentar teman-teman. Dihari itu, Djumari kayak artis banyak ajakan dan tawaran teman-teman. <\/p>\n\n\n\n

Memang, teman-teman alumni MTS Madrasah Qudsiyyah Kudus kompak sekali, bahkan sudah kayak saudara sendiri semua. Kita sering kumpul walaupun hanya sekedar ngopi, yang penting bertemu dan ngobrol. Tidak jarang, kita ketemu dengan agenda acara resmi dan agak resmi. Seperti disaat salah satu teman punya hajat, bahkan hajat kecilpun kayak acara \u201cmanaqiban\u201d sering mengundang teman lainya. Pasti ada yang bingung apa itu manaqiban<\/em>?. Aku jelasin sebentar, manaqiban itu, acara membaca sejarah Syeih Abdul Qodir Jaelani ulama dahulu setelah masa Shahabat Nabi, yang terkenal alimnya dan sufi serta berkaromah. Nah, bagi kita-kita penggemarnya, sering kali kita baca sejarahnya. Dengan cerita sejarah  Syeih Abdul Qodir Jaelani, kita penggemar berharap agar apa yang kita lakukan dido\u2019akan atau di amini beliau semua urusan kita lancar. Karena menurut kita penggemar, meyakini Syeih Abdul Qodir Jaelani kekasih Tuhan, kalau dalam bahasa Jawa \u201cbolone Gusti Allah\u201d. Ini sekilas penjelasan tentang istilah manaqiban<\/em>, kalau mau tau lebih lanjut, khasiat-khasiatnya, bisa kita diskusi dilain waktu aja. Yang jelas di acara manaqiban<\/em> ini sudah jadi tradisi ada \u201cingkung\u201d ayamnya. Ini yang biasa kita nantikan.<\/p>\n\n\n\n

Kembali ke acara ngopi, disore itu temenku Djumari langsung nentukan tempat ngopi dan waktunya. Kita biasa ngopi ditempat sederhana. Akhirnya, Djumari mutusin habis isya\u2019 kumpul dan ngopi di rumah teman kita satunya namanya Nur Cholis, juga tergabung dalam group WA. Setelah tahu bakal kerumahnya, Nur Cholis langsung komen, lapan enam laksanakan. Aku langsung teringat temenku namanya Fawaz, orang Betawi keturunan Arab, sering kalau jawab pas di WA pakai tulisan lapan enam.\u00a0<\/p>\n\n\n\n

Baca: PB Djarum, Prestasi Bulutangkis Nasional, dan Kegagalan KPAI Memahami Peristiwa<\/a><\/p>\n\n\n\n

Waktu isya\u2019 tiba, suasana mau hujan, sedikit grimis, hawanya lumayan dingin dibanding sebelumnya panas dan gerah. Tapi semangat ngopi dam ngobrol teman-teman tak mengendor. Bahkan di group sudah ada yang ribut, ngajak-ngajak \u201cayo ayo waktunya kopdar tiba, ada bonus banyak rezeki lho\u201d, Rifai namanya, seorang pembicara atau muballig yang sering ceramah di masyarakat. <\/p>\n\n\n\n

Aku datang sekitar jam 20.00, terlihat banyak tema yang sudah pada kumpul, didepannya ada segelas kopi. Maklum kita orang desa ngopinya gak pakai cangkir, tapi pakai gelas es yang tinggi. Dibenakku ini ngopi apa kehausan?, tapi yang penting tetap ngopi dan merokok. Di meja terlihat banyak rokok bermacam-macam mereknya, sesuai kesukaan masing-masing. Ada yang bawa Sukun Putih, ada yang bawa Gudang Garam, kebanyakan bawa LA, tapi ada juga yang bawa rokok bikinan sendiri alias \u201cTingwe\u201d nglinting dewe dirumah ditaruh plastik. Aku coba rokok tingwe itu sambil ngobrol bareng, ternyata lumayan enak ramuan rokoknya, dibanding tingwe tingwe yang pernah aku rasakan. Yang buat tingwe namanya Sutopo, profesinya sehari-hari memang jual beli tembakau. Karena penasaran, sutopo aku tanya, kok enak, ini tembakau mana?. Dijawabnya \u201cbiasa tembakau Temanggung\u201d tapi aku kasih cengkeh kualitas wahid, dan sedikit ramuan saos sendiri (bahannya dirahasiakan), yang jelas katanya bahan saos dari rempah rempah bikinan sendiri. <\/p>\n\n\n\n

Ngobrol kita mengalir tanpa ada sekat dan batasan, malah terkadang pada ngobrol sendiri-sendiri dengan teman didekatnya. Giliran Djumari disuruh cerita pengalamannya, teman teman pada diam, mungkin pada penasaran. Soalnya dulu, sebelum ke Jakarta ia bekerja di Djarum. Ia ceritakan alasannya harus ke Jakarta. Awalnya, sering pulang pergi Jakarta Kudus untuk pengobatan istrinya yang sedang sakit di salah satu pengobatan alternatif disana atas rekomendasi saudaranya yang sudah lama hidup di Jakarta. Ia menceritakan sakit istrinya yang sering pusing, dan pusingnya bukan pusing biasa, dan seringkali istrinya sampai membentur-benturkan kepalanya. Kemudian, saat diharuskan kontinyu pengobatannya, minimal satu tahun agar cepat sembuh, akhirnya ia putusin meninggalkan Kudus sementara, termasuk pekerjaannya. Alhamdulillah istrinya sekarang sudah sembuh total.\u00a0<\/p>\n\n\n\n

Baca: Cacat Pikir KPAI Memaknai Kata Ekploitasi Anak dan Promosi<\/a><\/p>\n\n\n\n

Disela sela nungguin istrinya sakit, ia sering diajak saudaranya jualan sayuran keliling. Nah, walaupun sekarang istrinya sudah sembuh, ia tetap di Jakarta. Sebab dipikirannya, kalau kembali ke Kudus mulai dari awal lagi, mending yang sudah ada didepan mata dijalanin dulu. Nanti pelan-pelan sambil melihat peluang di Kudus, ia pun akan pulang. Obrolan tetap seru, walaupun djarum jam sudah tepat diangka 12.00 malam. Namun domain obrolan lebih pada Djumari sebagai nara sumber, ia menceritakan semua pengalaman dan kejadia yang ia lihat, sampai ia menceritakan berita kalau pabrik Djarum yang dulu pernah ia singgahi, sedang dipermasalahkan KPAI. Memang sebenarnya ia tak paham alur permasalahanya. Tahunya, KPAI gak suka bulu tangkis Djarum berjalan, memusuhi rokok. <\/p>\n\n\n\n

Sebagai orang yang pernah menjadi karyawan Djarum, jadi wajar dan pantas kalau ia membela Djarum, apalagi ia asli Kudus. Saking semangatnya, ia ngomong \u201cnek aku dadi Djarum, tak tuku iku KPAI, paling ora tak lawan\u201d \u201candaikan aku yang punya Djarum, aku beli KPAI, paling tidak dilawan\u201d. Ada yang menyambar omongan, \u201csampek matek kuwe Djum, ogak bakal dadi bos Djarum\u201d \u201csampai mati kamu Djum, tidak akan jadi bos Djarum\u201d haha\u2026\u2026disambut dengan tawa klakaran teman-teman termasuk saya sendiri. Di sela-sela tawa, tuan rumah ngomong \u201cancen gawe gregeten, kenopo Djarum mung meneng, malah ngalah\u201d \u201cbikin gregeten, kenapa Djarum diam dan cenderung mengalah\u201d. <\/p>\n\n\n\n

Nah, ternyata, banyak orang yang sangat simpati dan membela pabrik Djarum, terutama orang Kudus. Rata-rata mereka, tak tahu apa yang harus dilakukan, apa yang harus diperbuat. Sebagai manusia lemah, mereka hanya bisa marah  yang terpendaam dalam hati, dengan melihat kejadian KPAI menyerang Djarum. Coba, andaikan mereka tahu kalau dibelekang KPAI ada kepentingan asing yang mengusik rokok kretek asli Kudus, yang sudah mendarah daging bagi masyarakat Kudus. Pastinya, pembelaanya lebih dari itu, bahkan mungkin mati-matian.
<\/p>\n","post_title":"Cerita di Balik Segelas Kopi untuk Djarum","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"cerita-di-balik-segelas-kopi-untuk-djarum","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-09-03 09:19:00","post_modified_gmt":"2019-09-03 02:19:00","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6014","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":6008,"post_author":"878","post_date":"2019-08-30 15:06:07","post_date_gmt":"2019-08-30 08:06:07","post_content":"\n

Pada mulanya, saya mengira tanaman tembakau ditanam, dirawat, dan dipanen sama dengan kebanyakan tanaman-tanaman semusim lainnya di negeri ini. Ada proses pembibitan, kemudian proses penanaman, lantas tanaman rutin disiram dan diberi pupuk, ada proses perawatan hingga akhirnya dipanen ketika musim panen tiba. Tapi nyatanya, perkiraan saya salah. Tembakau tanaman yang cukup unik. Beda dari banyak tanaman semusim lain yang lazim ditanam petani di banyak tempat di Indonesia.<\/p>\n\n\n\n

Hal paling menonjol yang membedakan tanaman tembakau dengan tanaman semusim lain ada pada masa tanam dan masa panen tiba. Tanaman tembakau menjadi anomali karena ditanam saat musim penghujan akan berakhir. Lalu dipanen ketika musim kemarau sedang berada pada puncaknya. Saat tanaman-tanaman semusim lainnya enggan tumbuh, bahkan rumput sekalipun mengering karena kemarau.<\/p>\n\n\n\n

Tiga tahun belakangan, saya banyak bergaul dengan petani dan buruh tani tembakau di Kabupaten Temanggung, juga dengan anak-anak mereka. Jika sebelumnya saya sekadar penikmat rokok kretek, tiga tahun belakangan, saya mulai tertarik untuk mempelajari seluk-beluk seluruh lini yang mendukung industri kretek nasional. Yang paling menarik minat saya, tentu saja konteks pertanian dan sosial masyarakat yang memproduksi komoditas yang menjadi bahan baku utama produk kretek. Tembakau dan cengkeh.<\/p>\n\n\n\n

Baca: Melihat Petani Tembakau di Temanggung Memanen Tembakau Mereka<\/a><\/p>\n\n\n\n

Dari sekian banyak hal menarik yang disajikan pertanian tembakau hingga proses penjualan hasil panen tembakau yang saya amati di wilayah Kabupaten Temanggung, hal yang terus menerus menarik minat saya dan hingga saat ini belum sepenuhnya saya pahami adalah proses panen tembakau dan penentuan grade tembakau hasil panenan petani. Sama seperti kesalahan saya mengira tanaman tembakau ditanam dan diproses mirip dengan tanaman semusim lainnya, dugaan saya perihal proses panen tembakau juga salah sepenuhnya. Dahulu saya mengira daun-daun yang siap dipanen dari tanaman tembakau ya dipanen begitu saja. Menunggu daun-daun yang tumbuh pada tanaman tembakau siap dipanen, lantas dipanen seluruhnya dalam satu waktu oleh para pekerja di kebun. Nyatanya tidak begitu. Dan lebih rumit dari itu.<\/p>\n\n\n\n

Mayoritas tembakau yang ditanam di wilayah Temanggung berasal dari jenis kemloko. Ada kemloko 1, kemloko 2, dan kemloko 3. Dari ketiga varietas kemloko tersebut, metode panen dan penentuan grade tembakau memiliki tata cara yang sama persis. Seluruh petani di Temanggung menerapkan metode panen yang mirip. Dari metode panen tersebut, ternyata berpengaruh terhadap tingkatan kualitas tembakau yang dipanen, petani di Temanggung kerap menyebut \u2018tiam\u2019 atau \u2018grade\u2019 untuk perbedaan tingkat kualitas tembakau yang dipanen.<\/p>\n\n\n\n

Tidak seperti tanaman semusim lainnya yang dipanen dalam satu waktu, tembakau dipanen bertahap mulai dari daun terbawah pada pohon hingga daun teratas. Dalam satu tanaman tembakau, panen bisa berlangsung sebanyak 13 hingga 15 kali dalam sekali musim tembakau. Jarak antara panen satu dengan panen lainnya, antara lima dan tujuh hari. Dengan kondisi ini, musim panen tembakau di Temanggung atau yang kerap disebut musim \u2018mbakon\u2019 bisa berlangsung selama dua hingga tiga bulan. Tahun ini, panen dimulai pada pertengahan Juli dan diprediksi akan berakhir pada pertengahan Oktober.<\/p>\n\n\n\n

Baca: Tuhan Tidak Menciptakan Tembakau untuk Dibenci dan Dicaci<\/a><\/p>\n\n\n\n

Metode panen seperti itu, yang bertahap dan berjeda dari panen satu daun ke daun lainnya ternyata berpengaruh terhadap tingkatan kualitas daun tembakau. Daun-daun yang dipanen lebih awal, gradenya berada pada grade yang rendah. Grade terus meningkat hingga sampai puncaknya seiring panen-panen selanjutnya pada tanaman yang sama. Dalam satu tanaman tembakau, grade daun sudah pasti berbeda-beda sesuai dengan waktu panenan daun di tanaman tersebut.<\/p>\n\n\n\n

Agar lebih mudah dipahami, mari kita bayangkan sebatang tanaman tembakau yang tumbuh subur dalam kondisi normal dan tanaman itu sudah mulai memasuki masa panen. Pada sebatang tanaman tembakau itu tumbuh sebanyak 17 helai daun dari bawah ke atas. Panen pertama dimulai. Daun paling bawah dari tanaman tembakau itu dipetik untuk dipanen. Hanya satu helai daun saja, yang terbawah. Daun yang pertama dipanen itu, biasanya memiliki grade A. Adakalanya kualitas tembakau pada panenan pertama sudah mulai berada pada grade B. Di beberapa titik bahkan sudah ada yang menghasilkan tembakau grade C. <\/p>\n\n\n\n

Lima hingga tujuh hari kemudian, panen daun kedua dilakukan. Satu daun saja dari sebatang tanaman, daun terbawah yang dipanen. Lima hingga tujuh hari berikutnya lantas dipanen lagi. Begitu seterusnya hingga 12 atau 13 kali panen. Semakin ke atas daun yang dipanen seiring bertambahnya waktu, grade tembakau juga meningkat hingga puncaknya berhenti di grade F. Hanya sedikit tembakau yang bisa melampau grade F, mencapai grade G dan H, itulah tembakau-tembakau jenis srintil berharga jutaan rupiah per kilogramnya.<\/p>\n\n\n\n

Selain waktu panen dan letak daun dalam sebatang tanaman, jenis tanah, unsur hara yang terkandung dalam tanah, asupan embun alami, pancaran sinar matahari yang cukup, serta proses fermentasi dan penjemuran usai daun-daun dipanen, menjadi penentu kualitas tembakau yang menempatkan daun tembakau itu pada grade tertentu. Satu hal lain lagi yang sangat berpengaruh terhadap grade tembakau adalah wilayah tembakau itu ditanam. Ada tiga wilayah tempat tembakau biasa ditanam. Wilayah persawahan (dataran rendah), wilayah tegalan (dataran menengah), dan wilayah gunung (dataran tinggi). Kondisi tanah dan faktor ketinggian dan kondisi geografis lainnya berpengaruh terhadap kualitas tembakau.<\/p>\n\n\n\n

Di wilayah persawahan, tanaman tembakau memang subur dan tumbuh cepat, namun tembakau yang ditanam di sana maksimal hanya bisa menghasilkan tembakau grade D, atau D+. Sedang tembakau yang ditanam di wilayah tegalan, maksimal bisa menghasilkan tembakau grade E hingga E+. Yang terbaik, tentu saja tembakau yang ditanam di wilayah gunung. Meskipun membutuhkan waktu tanam lebih lama dibanding dua wilayah lainnya, rata-rata panenan terakhir mencapai grade F hingga seterusnya dengan tembakau terbaik bernama srintil.   <\/p>\n\n\n\n

Ini sedikit yang saya pelajari di Temanggung hasil belajar langsung dari para petani di sana. Saya tidak tahu dengan metode panen dan penentuan grade tembakau di wilayah lain dengan jenis tembakau lain juga. Menarik sebetulnya mencari tahu di tempat lain. Semoga sekali waktu nanti berkesempatan untuk itu. 
<\/p>\n","post_title":"Penentuan Grade Tembakau di Temanggung","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"penentuan-grade-tembakau-di-temanggung","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-08-30 15:06:14","post_modified_gmt":"2019-08-30 08:06:14","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6008","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5999,"post_author":"877","post_date":"2019-08-28 09:40:02","post_date_gmt":"2019-08-28 02:40:02","post_content":"\n

Direktur Pusat Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Amerika Serikat (CDC), Robert Redfield, mengungkapkan kematian tragis di Illinois memperkuat dugaan karena vape<\/a> atau rokok elektrik. Berita tersebut atas laporan Dinas Kesehatan Illinois yang mengumumkan ada satu pasien yang akhirnya meninggal dunia. Kasus ini kemungkinan jadi kasus pertama kematian akibat penyakit berkaitan dengan vape.
<\/p>\n\n\n\n

Kejadian di atas menjawab keberadaan vape atau rokok elektrik sangat membahayakan. Berbeda dengan resiko rokok kretek, bisa menimbulkan penyakit jika mengkonsumsinya berlebihan atau kebanyakakan, dan hidup tidak seimbang. Misalnya dalam satu hari merokok sampai tiga atau empat bungkus, tanpa makan nasi atau makan-makanan sehat, tanpa olah raga, tanpa minum air putih, selalu didampingi kopi atau teh, istirahatnya kurang dan sebagainya. Maka dipastikan orang tersebut akan jatuh sakit bahkan meninggal dunia.\u00a0<\/p>\n\n\n\n

Baca: Terkuak, Rokok Elektrik Berbahaya bagi Kesehatan<\/a><\/p>\n\n\n\n

Tidak hanya itu, otoritas kesehatan di Amerika Serikat telah berhasil menginvestigasi kemunculan penyakit paru-paru misterius di antara kalangan pengguna rokok elektrik atau vape. Dilaporkan setidaknya ada 195 kasus potensial penyakit paru-paru di 22 Negara karena kena dampak dari vape atau rokok elektrik.
<\/p>\n\n\n\n

Jadi, masyarakat perlu waspada beredarnya vape atau rokok elektrik. Belum lagi, sebetulnya rokok elektrik atau vape, berdampak juga peningkatan perokok anak.\u00a0 Yang menjadi daya tarik bagi anak, selain bentuknya yang elegan, simpel, juga beraroma buah-buahan yang terkemas dalam cairan.<\/strong><\/p>\n\n\n\n

Orang yang mengatakan bahwa vape atau rokok elektrik lebih mensehatkan dari pada rokok kretek, pendapat tersebut sangat keliru. Disampaing efek dari rangkaian listrik dan battre juga cairan dalam rokok elektrik berpengaruh terhadap resiko jantung.  <\/p>\n\n\n\n

Hasil penelitian yang diterbitkan dalam Journal of American College of Cardiology pada Mei lalu ini menambah bukti bahwa cairan rokok elektrik dapat menghambat fungsi sel-sel tubuh yang berperan dalam kesehatan jantung. Cairan dalam vape atau rokok elektrik pada akhirnya merusak sel-sel yang melapisi pembuluh darah. <\/p>\n\n\n\n

Keberadaan vape atau rokok elektrik di pasaran sangat membahayakan bagi orang Indonesia, terlebih pemuda-pemuda, yang banyak memilih merokok vape aatau rokok elektri. Menurutnya, selain bentuk kecil, simpel dibawa dan ada aroma buah-buahan sesuai selera. Akan tetapi dibalik bentuknya yang bagus, menyembunyikan banyak penyakit ketika dikonsumsi.\u00a0<\/p>\n\n\n\n

Baca: Kata Siapa Lebih Sehat? Perokok Elektrik Berisiko Terjangkit Penyakit Kardiovaskular<\/a><\/p>\n\n\n\n

Hingga kini CDC masih melakukan investigasi lebih lanjut, dengan mengimbau agar para dokter mengumpulkan data dan sampel bila menemukan pasien dengan gejala penyakit paru serupa, tentunya akibat rokok elektrik atau vape. Bentuk dan merek rokok elektrik dan vape banyak varian dan banyak merek. JUUL termasuk merek rokok elektrik atau vape yang saat ini naik daun.\u00a0<\/p>\n\n\n\n

Ada yang mengatakan bahwa tak tepat membandingkan rokok tembakau dengan rokok elektrik. Ya benar tak tepat, karena rokok elektrik atau vape resikonya sangat tinggi. Sedang rokok tembakau resikonya kecil, apa lagi rokok kretek mungkin resikonya sangat kecil sekali terhadap tubuh. Alasannya, munculnya rokok kretek bertujuan untuk pengobatan sakit bengek, dan tujuannya berhasil. Hingga banyak orang melakukan pemesanan rokok kretek saat itu, rokok kretek belum sebagai industri besar masih bersifat rumahan,  keadaan tersebut sekitar abad 19. <\/p>\n\n\n\n

Dalam studi ini, tim peneliti menemukan bukti efek toksik pada sel-sel yang melapisi pembuluh darah dan melindungi jantung. Beberapa bukti tersebut termasuk di antaranya gangguan pada fungsi sel dan munculnya tanda-tanda peradangan. Para peneliti mengamati bagaimana respons sel saat bersentuhan dengan cairan rokok elektrik. Efek yang paling kentara terlihat pada cairan dengan rasa kayu manis.<\/p>\n\n\n\n

Baca: Riset Kesehatan Rokok Elektrik<\/a><\/p>\n\n\n\n

Sekelompok ahli kardiovaskular dari University of Massachusetts menganjurkan peneliti agar melakukan uji rokok elektrik atau vape lebih yang beraroma. Karena sumsi sementara, produk vape atau rokok elektrik yang beraroma dan punya pilihan rasa lebih berbahaya dari pada rokok vape natural. Namun yang banyak beredar dipasaran, justru yang beraroma dan berasa buah-buahan, dari pada yang natural. <\/p>\n\n\n\n

Studi pada 2018 lalu menunjukkan, penggunaan rokok elektrik harian berisiko terhadap serangan jantung, meski dengan probabilitas yang lebih rendah daripada perokok tembakau. Menurut dr Lawrence Phillips pakar kardiovaskular NYU Langone Health mengatakan \u201cKita melihat semakin banyak bukti bahwa rokok elektrik berhubungan dengan peningkatan risiko serangan jantung\u201d.<\/p>\n\n\n\n

Dari hasil pakar dan hasil studi di atas menegaskan bahwa keberadaan rokok vape atau rokok elektrik, resikonya sangat besar. Bahan utama rokok vape atau elektrik yang paling besar memberikan efek negatif pada tubuh manusia adalah cairan perasa. Akibat cairan perasa dalam rokok elektrik  atau vape termasuk merek JUUL beresiko terjadi peradangan, terjangkit penyakit jantung dan paru-paru akut, selanjutnya berakibat kematian. <\/p>\n\n\n\n

Untuk itu, demi masa depan bangsa Indonesia harusnya ada regulasi pelarangan peredaran rokok elektrik atau vape yang nyata-nyata telah ada kasus dengan didukung beberapa riset dan studi tentang konten rokok elektrik atau vape, yang hasilnya mempunyai resiko tinggi dapat menyebabkan penyakit berujung kematian.         
<\/p>\n","post_title":"Perokok Elektrik Berisiko Besar Terjangkit Penyakit Mematikan","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"perokok-elektrik-berisiko-besar-terjangkit-penyakit-mematikan","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-08-28 09:40:09","post_modified_gmt":"2019-08-28 02:40:09","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5999","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5988,"post_author":"855","post_date":"2019-08-24 10:41:28","post_date_gmt":"2019-08-24 03:41:28","post_content":"\n

Sumber permasalahan besar dunia pertembakauan sejatinya bukan iklim dan hama, melainkan kebijakan pemerintah dan para plolitisi yang ikut serta membicarakannya, tanpa dasar yang kuat, adil dan cenderung ugal-ugalan.
<\/p>\n\n\n\n

Jika orang dahulu tidak berani bicara kecuali kepada hal-hal yang benar-benar diketahui, kali ini banyak sekali orang yang banyak bicara daripada membaca, baik buku maupun alam kauniyah (dunia nyata). Maka jangan heran, jika tidak sedikit politisi dan pemerintah yang gagal paham dunia pertembakau, dari berbagai sisi, karena mereka mendapatkan informasi sepotong-sepotong, tanpa ada usaha untuk tabayyun <\/em>lebih mendalam apalagi turun ke ladang untuk memastikan.
<\/p>\n\n\n\n

Kini hama petani muncul lagi dari kalangan politisi. Sebut saja namanya Sukamta (nama asli) yang kini menjabat sebagai sekretaris Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS). Kenapa semua orang yang terkait dengan industri hasil tembakau (petani, buruh, dsb) dianggap tidak sejahtera, ya karena partai yang harusnya adil saja tidak mampu berbuat adil, bahkan dalam pikiran dan apa yang keluar dari mulutnya.<\/p>\n\n\n\n

Baca: Tuhan Tidak Menciptakan Tembakau untuk Dibenci dan Dicaci<\/a>
<\/p>\n\n\n\n

Tidak perlu bicara terlalu jauh. Mari kita kita uji omongan Sukamta yang dimuat situs ayosemarang.com, 22 Agustus 2019. Omongan yang sejatinya sebuah template dan selalu dipakai oleh antirokok. Semacam gaya kampanye sholih li kulli zaman wal makan, <\/em>meski dibangun dari logika berantakan dan cenderung mengutamakan kengawuran daripada analisa yang mendalam. Ya memang itulah keistimewaan antirokok, anti terhadap data valid dan percaya diri berlebihan dalam kesesatan berpikir.
<\/p>\n\n\n\n

Bagi Sukamta, harga rokok di Indonesia, sebuah negeri yang besar salah satunya ditopang oleh dunia pertembakauan, harus dinaikkan 700 persen. Alasannya supaya orang miskin tidak dapat membeli rokok. Jika orang miskin yang merokok jatuh sakit, maka negara melalui (Jaminan Kesehatan Nasional) JKN rugi menanggung biayanya. Tentu saja ini berbeda dengan, orang kaya boleh makan junkfood<\/em>, minuman bersoda, dan berlaku semaunya, karena jika jatuh sakit mereka bisa membiayai sendiri dan dapat memperkaya negara.
<\/p>\n\n\n\n

Cara sistematis ini akan diduplikasi dan diperbarui terus menerus. Bermula dari seorang sakit yang berobat ke dokter, jika ia merokok maka dokter akan berkata, \u201cbapak sakit karena rokok\u201d, dan dokter tidak secara jujur bahwa penyakit itu datang dari sebab apapun, bisa gula, bisa gaya hidup yang berantakan, kurang minum air putih, stres dengan obat mahal, dsb.
<\/p>\n\n\n\n

Kenapa Sukamta cenderung ingin menaikkan harga rokok untuk menyelesaikan permasalahan JKN yang rumit itu? Ya karena sudah menjadi tabiat antirokok, bahwa berpikir keras untuk mencari solusi adalah buang-buang waktu, makanya rokok akan disalahkan supaya permasalahan menjadi lekas selesai. 
<\/p>\n\n\n\n

Coba kita kembali ke tahun 2018, saat BPJS Kesehatan defisit dan ditambal oleh cukai rokok. Para pegiat kesehatan beralasan, jumlah masyarakat sakit yang kian bertambah dan narasi yang kemudian dibangun; sakit-sakit itu disebabkan oleh rokok. Tidak berhenti sampai di situ, beragam alasan yang penting pengelola kesehatan \u201cselamat\u201d banyak digaungkan di media (tanpa ada sikap ksatria untuk mengakui bahwa memang masih banyak masalah dalam JKN, baik pengelolaan maupun skema yang lebih baik, yang perlu dicarikan solusi).<\/p>\n\n\n\n

Baca: Kegagalan Lakpesdam PBNU dalam Melihat Produk Tembakau Alternatif<\/a><\/p>\n\n\n\n

Koordinator Advokasi BPJS Watch, Timboel Siregar, megkritisi beragam narasi yang dibangun oleh pegiat kesehatan. Ia mengusulkan agar BPJS fokus pada pengawasan penetapan inasibijis oleh pihak rumah sakit. Timboel menilai, inasibijis merupakan gerbang terjadinya defisit BPJS Kesehatan. Inasibijis (INA-CGB) merupakan sebuah singkatan dari Indonesia Case Base Gropus, yakni sebuah aplikasi yang digunakan rumah sakit untuk mengajukan klaim pada pemerintah. (bisnis.com)
<\/p>\n\n\n\n

Kita tidak pernah tau, apa yang dilakukan rumah sakit terhadap pasien-pasien yang membayar BPJS. Kita juga tidak pernah tau jika ada pasien BPJS kelas I diberi fasilitas kelas II atau III, dan rumah sakit mengklaim biaya kelas I ke negara. Tentu saja yang demikian ini tidak penting bagi antirokok. <\/p>\n\n\n\n

Baca: Ada Campur Tangan Bloomberg dalam Surat Edaran Menkes terkait Pemblokiran Iklan Rokok<\/a><\/p>\n\n\n\n

Sukamta juga bilang, orang-orang yang kecanduan merokok dan mampu membeli rokok yang mahal, dipersilahkan tetap merokok asal menanggung sendiri biaya pengobatan akibat penyakit karena rokok. Asalkan dampak buruk akibat konsumsi rokok tidak membebani negara kerena pemasukan dari cukai tembakau tidak sebanding dengan biaya yang harus dikeluarkan negara. (ayosemarang.com)
<\/p>\n\n\n\n

Bagi saya pribadi, ini adalah statemen yang sangat lucu. Sejak kapan sih negara betul-betul hadir dan perhatian terhadap kesehatan masyarakat, khususnya di pedesaan dan pedalaman? Kalau ada pun, menjalankannya setengah hati. Dan sejak kapan rokok itu menjadi candu, padahal yang candu itu kekuasaan dan menjadikan masyarakat sebagai jembatan untuk menuju \u201ckekuasaan dalam negara\u201d? 
<\/p>\n\n\n\n

Sukamta juga menganggap, bahwa perokok bukan orang yang produktif? Faktanya? Setahu saya orang-orang yang merokok punya produtivitas tinggi, mereka hidup sebagaimana keringat yang diperas setiap hari. Tanpa berharap kepada negara apalagi Sukamta.
<\/p>\n\n\n\n

Sekadar saran saja, sebaiknya PKS tidak perlu ngelantur bicara rokok. Silahkan bicara, asalkan keadilan sosial sebagaimana nama partainya tidak hanya selesai pada tataran konsepsi dan gagah-gagahan, melainkan pada tahap tindakan dan contoh konkrit atasnya.
<\/p>\n","post_title":"Ketika PKS Bicara Rokok","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"ketika-pks-bicara-rokok","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-08-24 10:51:25","post_modified_gmt":"2019-08-24 03:51:25","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5988","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":35},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"epic_block_3"};

\n

Baca: Sesat pikir KPAI Melarang Audisi Pencarian Bakat Bulutangkis Anak-Anak<\/a><\/p>\n\n\n\n

Temanku itu panggilannya Djumari, rumahnya dulu daerah Kaliwungu Kudus bagian barat. Ia pulang dalam rangka ada acara nikahan saudara dari istrinya. Dasar Djumari, kalau gak ngopi bareng dan ketemu temen-temen gak puas katanya, karena mumpung di Kudus. Ia gunakan kesempatan sebelum datang kesempitan disela-sela acara nikahan saudaranya. Lewat pesan singkat WA, tanpa hitungan jam ajakan ngopi Djumari, langsung di respon banyak teman yang tergabung di group WA. Ada yang tanya kapan datangnya, ada yang komentar besuk aja ngopinya soalnya masih diluar kota, ada yang bilang sore ini aja tancap gas. Djumari menjawabi dan balas komentar teman-teman. Dihari itu, Djumari kayak artis banyak ajakan dan tawaran teman-teman. <\/p>\n\n\n\n

Memang, teman-teman alumni MTS Madrasah Qudsiyyah Kudus kompak sekali, bahkan sudah kayak saudara sendiri semua. Kita sering kumpul walaupun hanya sekedar ngopi, yang penting bertemu dan ngobrol. Tidak jarang, kita ketemu dengan agenda acara resmi dan agak resmi. Seperti disaat salah satu teman punya hajat, bahkan hajat kecilpun kayak acara \u201cmanaqiban\u201d sering mengundang teman lainya. Pasti ada yang bingung apa itu manaqiban<\/em>?. Aku jelasin sebentar, manaqiban itu, acara membaca sejarah Syeih Abdul Qodir Jaelani ulama dahulu setelah masa Shahabat Nabi, yang terkenal alimnya dan sufi serta berkaromah. Nah, bagi kita-kita penggemarnya, sering kali kita baca sejarahnya. Dengan cerita sejarah  Syeih Abdul Qodir Jaelani, kita penggemar berharap agar apa yang kita lakukan dido\u2019akan atau di amini beliau semua urusan kita lancar. Karena menurut kita penggemar, meyakini Syeih Abdul Qodir Jaelani kekasih Tuhan, kalau dalam bahasa Jawa \u201cbolone Gusti Allah\u201d. Ini sekilas penjelasan tentang istilah manaqiban<\/em>, kalau mau tau lebih lanjut, khasiat-khasiatnya, bisa kita diskusi dilain waktu aja. Yang jelas di acara manaqiban<\/em> ini sudah jadi tradisi ada \u201cingkung\u201d ayamnya. Ini yang biasa kita nantikan.<\/p>\n\n\n\n

Kembali ke acara ngopi, disore itu temenku Djumari langsung nentukan tempat ngopi dan waktunya. Kita biasa ngopi ditempat sederhana. Akhirnya, Djumari mutusin habis isya\u2019 kumpul dan ngopi di rumah teman kita satunya namanya Nur Cholis, juga tergabung dalam group WA. Setelah tahu bakal kerumahnya, Nur Cholis langsung komen, lapan enam laksanakan. Aku langsung teringat temenku namanya Fawaz, orang Betawi keturunan Arab, sering kalau jawab pas di WA pakai tulisan lapan enam.\u00a0<\/p>\n\n\n\n

Baca: PB Djarum, Prestasi Bulutangkis Nasional, dan Kegagalan KPAI Memahami Peristiwa<\/a><\/p>\n\n\n\n

Waktu isya\u2019 tiba, suasana mau hujan, sedikit grimis, hawanya lumayan dingin dibanding sebelumnya panas dan gerah. Tapi semangat ngopi dam ngobrol teman-teman tak mengendor. Bahkan di group sudah ada yang ribut, ngajak-ngajak \u201cayo ayo waktunya kopdar tiba, ada bonus banyak rezeki lho\u201d, Rifai namanya, seorang pembicara atau muballig yang sering ceramah di masyarakat. <\/p>\n\n\n\n

Aku datang sekitar jam 20.00, terlihat banyak tema yang sudah pada kumpul, didepannya ada segelas kopi. Maklum kita orang desa ngopinya gak pakai cangkir, tapi pakai gelas es yang tinggi. Dibenakku ini ngopi apa kehausan?, tapi yang penting tetap ngopi dan merokok. Di meja terlihat banyak rokok bermacam-macam mereknya, sesuai kesukaan masing-masing. Ada yang bawa Sukun Putih, ada yang bawa Gudang Garam, kebanyakan bawa LA, tapi ada juga yang bawa rokok bikinan sendiri alias \u201cTingwe\u201d nglinting dewe dirumah ditaruh plastik. Aku coba rokok tingwe itu sambil ngobrol bareng, ternyata lumayan enak ramuan rokoknya, dibanding tingwe tingwe yang pernah aku rasakan. Yang buat tingwe namanya Sutopo, profesinya sehari-hari memang jual beli tembakau. Karena penasaran, sutopo aku tanya, kok enak, ini tembakau mana?. Dijawabnya \u201cbiasa tembakau Temanggung\u201d tapi aku kasih cengkeh kualitas wahid, dan sedikit ramuan saos sendiri (bahannya dirahasiakan), yang jelas katanya bahan saos dari rempah rempah bikinan sendiri. <\/p>\n\n\n\n

Ngobrol kita mengalir tanpa ada sekat dan batasan, malah terkadang pada ngobrol sendiri-sendiri dengan teman didekatnya. Giliran Djumari disuruh cerita pengalamannya, teman teman pada diam, mungkin pada penasaran. Soalnya dulu, sebelum ke Jakarta ia bekerja di Djarum. Ia ceritakan alasannya harus ke Jakarta. Awalnya, sering pulang pergi Jakarta Kudus untuk pengobatan istrinya yang sedang sakit di salah satu pengobatan alternatif disana atas rekomendasi saudaranya yang sudah lama hidup di Jakarta. Ia menceritakan sakit istrinya yang sering pusing, dan pusingnya bukan pusing biasa, dan seringkali istrinya sampai membentur-benturkan kepalanya. Kemudian, saat diharuskan kontinyu pengobatannya, minimal satu tahun agar cepat sembuh, akhirnya ia putusin meninggalkan Kudus sementara, termasuk pekerjaannya. Alhamdulillah istrinya sekarang sudah sembuh total.\u00a0<\/p>\n\n\n\n

Baca: Cacat Pikir KPAI Memaknai Kata Ekploitasi Anak dan Promosi<\/a><\/p>\n\n\n\n

Disela sela nungguin istrinya sakit, ia sering diajak saudaranya jualan sayuran keliling. Nah, walaupun sekarang istrinya sudah sembuh, ia tetap di Jakarta. Sebab dipikirannya, kalau kembali ke Kudus mulai dari awal lagi, mending yang sudah ada didepan mata dijalanin dulu. Nanti pelan-pelan sambil melihat peluang di Kudus, ia pun akan pulang. Obrolan tetap seru, walaupun djarum jam sudah tepat diangka 12.00 malam. Namun domain obrolan lebih pada Djumari sebagai nara sumber, ia menceritakan semua pengalaman dan kejadia yang ia lihat, sampai ia menceritakan berita kalau pabrik Djarum yang dulu pernah ia singgahi, sedang dipermasalahkan KPAI. Memang sebenarnya ia tak paham alur permasalahanya. Tahunya, KPAI gak suka bulu tangkis Djarum berjalan, memusuhi rokok. <\/p>\n\n\n\n

Sebagai orang yang pernah menjadi karyawan Djarum, jadi wajar dan pantas kalau ia membela Djarum, apalagi ia asli Kudus. Saking semangatnya, ia ngomong \u201cnek aku dadi Djarum, tak tuku iku KPAI, paling ora tak lawan\u201d \u201candaikan aku yang punya Djarum, aku beli KPAI, paling tidak dilawan\u201d. Ada yang menyambar omongan, \u201csampek matek kuwe Djum, ogak bakal dadi bos Djarum\u201d \u201csampai mati kamu Djum, tidak akan jadi bos Djarum\u201d haha\u2026\u2026disambut dengan tawa klakaran teman-teman termasuk saya sendiri. Di sela-sela tawa, tuan rumah ngomong \u201cancen gawe gregeten, kenopo Djarum mung meneng, malah ngalah\u201d \u201cbikin gregeten, kenapa Djarum diam dan cenderung mengalah\u201d. <\/p>\n\n\n\n

Nah, ternyata, banyak orang yang sangat simpati dan membela pabrik Djarum, terutama orang Kudus. Rata-rata mereka, tak tahu apa yang harus dilakukan, apa yang harus diperbuat. Sebagai manusia lemah, mereka hanya bisa marah  yang terpendaam dalam hati, dengan melihat kejadian KPAI menyerang Djarum. Coba, andaikan mereka tahu kalau dibelekang KPAI ada kepentingan asing yang mengusik rokok kretek asli Kudus, yang sudah mendarah daging bagi masyarakat Kudus. Pastinya, pembelaanya lebih dari itu, bahkan mungkin mati-matian.
<\/p>\n","post_title":"Cerita di Balik Segelas Kopi untuk Djarum","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"cerita-di-balik-segelas-kopi-untuk-djarum","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-09-03 09:19:00","post_modified_gmt":"2019-09-03 02:19:00","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6014","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":6008,"post_author":"878","post_date":"2019-08-30 15:06:07","post_date_gmt":"2019-08-30 08:06:07","post_content":"\n

Pada mulanya, saya mengira tanaman tembakau ditanam, dirawat, dan dipanen sama dengan kebanyakan tanaman-tanaman semusim lainnya di negeri ini. Ada proses pembibitan, kemudian proses penanaman, lantas tanaman rutin disiram dan diberi pupuk, ada proses perawatan hingga akhirnya dipanen ketika musim panen tiba. Tapi nyatanya, perkiraan saya salah. Tembakau tanaman yang cukup unik. Beda dari banyak tanaman semusim lain yang lazim ditanam petani di banyak tempat di Indonesia.<\/p>\n\n\n\n

Hal paling menonjol yang membedakan tanaman tembakau dengan tanaman semusim lain ada pada masa tanam dan masa panen tiba. Tanaman tembakau menjadi anomali karena ditanam saat musim penghujan akan berakhir. Lalu dipanen ketika musim kemarau sedang berada pada puncaknya. Saat tanaman-tanaman semusim lainnya enggan tumbuh, bahkan rumput sekalipun mengering karena kemarau.<\/p>\n\n\n\n

Tiga tahun belakangan, saya banyak bergaul dengan petani dan buruh tani tembakau di Kabupaten Temanggung, juga dengan anak-anak mereka. Jika sebelumnya saya sekadar penikmat rokok kretek, tiga tahun belakangan, saya mulai tertarik untuk mempelajari seluk-beluk seluruh lini yang mendukung industri kretek nasional. Yang paling menarik minat saya, tentu saja konteks pertanian dan sosial masyarakat yang memproduksi komoditas yang menjadi bahan baku utama produk kretek. Tembakau dan cengkeh.<\/p>\n\n\n\n

Baca: Melihat Petani Tembakau di Temanggung Memanen Tembakau Mereka<\/a><\/p>\n\n\n\n

Dari sekian banyak hal menarik yang disajikan pertanian tembakau hingga proses penjualan hasil panen tembakau yang saya amati di wilayah Kabupaten Temanggung, hal yang terus menerus menarik minat saya dan hingga saat ini belum sepenuhnya saya pahami adalah proses panen tembakau dan penentuan grade tembakau hasil panenan petani. Sama seperti kesalahan saya mengira tanaman tembakau ditanam dan diproses mirip dengan tanaman semusim lainnya, dugaan saya perihal proses panen tembakau juga salah sepenuhnya. Dahulu saya mengira daun-daun yang siap dipanen dari tanaman tembakau ya dipanen begitu saja. Menunggu daun-daun yang tumbuh pada tanaman tembakau siap dipanen, lantas dipanen seluruhnya dalam satu waktu oleh para pekerja di kebun. Nyatanya tidak begitu. Dan lebih rumit dari itu.<\/p>\n\n\n\n

Mayoritas tembakau yang ditanam di wilayah Temanggung berasal dari jenis kemloko. Ada kemloko 1, kemloko 2, dan kemloko 3. Dari ketiga varietas kemloko tersebut, metode panen dan penentuan grade tembakau memiliki tata cara yang sama persis. Seluruh petani di Temanggung menerapkan metode panen yang mirip. Dari metode panen tersebut, ternyata berpengaruh terhadap tingkatan kualitas tembakau yang dipanen, petani di Temanggung kerap menyebut \u2018tiam\u2019 atau \u2018grade\u2019 untuk perbedaan tingkat kualitas tembakau yang dipanen.<\/p>\n\n\n\n

Tidak seperti tanaman semusim lainnya yang dipanen dalam satu waktu, tembakau dipanen bertahap mulai dari daun terbawah pada pohon hingga daun teratas. Dalam satu tanaman tembakau, panen bisa berlangsung sebanyak 13 hingga 15 kali dalam sekali musim tembakau. Jarak antara panen satu dengan panen lainnya, antara lima dan tujuh hari. Dengan kondisi ini, musim panen tembakau di Temanggung atau yang kerap disebut musim \u2018mbakon\u2019 bisa berlangsung selama dua hingga tiga bulan. Tahun ini, panen dimulai pada pertengahan Juli dan diprediksi akan berakhir pada pertengahan Oktober.<\/p>\n\n\n\n

Baca: Tuhan Tidak Menciptakan Tembakau untuk Dibenci dan Dicaci<\/a><\/p>\n\n\n\n

Metode panen seperti itu, yang bertahap dan berjeda dari panen satu daun ke daun lainnya ternyata berpengaruh terhadap tingkatan kualitas daun tembakau. Daun-daun yang dipanen lebih awal, gradenya berada pada grade yang rendah. Grade terus meningkat hingga sampai puncaknya seiring panen-panen selanjutnya pada tanaman yang sama. Dalam satu tanaman tembakau, grade daun sudah pasti berbeda-beda sesuai dengan waktu panenan daun di tanaman tersebut.<\/p>\n\n\n\n

Agar lebih mudah dipahami, mari kita bayangkan sebatang tanaman tembakau yang tumbuh subur dalam kondisi normal dan tanaman itu sudah mulai memasuki masa panen. Pada sebatang tanaman tembakau itu tumbuh sebanyak 17 helai daun dari bawah ke atas. Panen pertama dimulai. Daun paling bawah dari tanaman tembakau itu dipetik untuk dipanen. Hanya satu helai daun saja, yang terbawah. Daun yang pertama dipanen itu, biasanya memiliki grade A. Adakalanya kualitas tembakau pada panenan pertama sudah mulai berada pada grade B. Di beberapa titik bahkan sudah ada yang menghasilkan tembakau grade C. <\/p>\n\n\n\n

Lima hingga tujuh hari kemudian, panen daun kedua dilakukan. Satu daun saja dari sebatang tanaman, daun terbawah yang dipanen. Lima hingga tujuh hari berikutnya lantas dipanen lagi. Begitu seterusnya hingga 12 atau 13 kali panen. Semakin ke atas daun yang dipanen seiring bertambahnya waktu, grade tembakau juga meningkat hingga puncaknya berhenti di grade F. Hanya sedikit tembakau yang bisa melampau grade F, mencapai grade G dan H, itulah tembakau-tembakau jenis srintil berharga jutaan rupiah per kilogramnya.<\/p>\n\n\n\n

Selain waktu panen dan letak daun dalam sebatang tanaman, jenis tanah, unsur hara yang terkandung dalam tanah, asupan embun alami, pancaran sinar matahari yang cukup, serta proses fermentasi dan penjemuran usai daun-daun dipanen, menjadi penentu kualitas tembakau yang menempatkan daun tembakau itu pada grade tertentu. Satu hal lain lagi yang sangat berpengaruh terhadap grade tembakau adalah wilayah tembakau itu ditanam. Ada tiga wilayah tempat tembakau biasa ditanam. Wilayah persawahan (dataran rendah), wilayah tegalan (dataran menengah), dan wilayah gunung (dataran tinggi). Kondisi tanah dan faktor ketinggian dan kondisi geografis lainnya berpengaruh terhadap kualitas tembakau.<\/p>\n\n\n\n

Di wilayah persawahan, tanaman tembakau memang subur dan tumbuh cepat, namun tembakau yang ditanam di sana maksimal hanya bisa menghasilkan tembakau grade D, atau D+. Sedang tembakau yang ditanam di wilayah tegalan, maksimal bisa menghasilkan tembakau grade E hingga E+. Yang terbaik, tentu saja tembakau yang ditanam di wilayah gunung. Meskipun membutuhkan waktu tanam lebih lama dibanding dua wilayah lainnya, rata-rata panenan terakhir mencapai grade F hingga seterusnya dengan tembakau terbaik bernama srintil.   <\/p>\n\n\n\n

Ini sedikit yang saya pelajari di Temanggung hasil belajar langsung dari para petani di sana. Saya tidak tahu dengan metode panen dan penentuan grade tembakau di wilayah lain dengan jenis tembakau lain juga. Menarik sebetulnya mencari tahu di tempat lain. Semoga sekali waktu nanti berkesempatan untuk itu. 
<\/p>\n","post_title":"Penentuan Grade Tembakau di Temanggung","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"penentuan-grade-tembakau-di-temanggung","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-08-30 15:06:14","post_modified_gmt":"2019-08-30 08:06:14","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6008","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5999,"post_author":"877","post_date":"2019-08-28 09:40:02","post_date_gmt":"2019-08-28 02:40:02","post_content":"\n

Direktur Pusat Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Amerika Serikat (CDC), Robert Redfield, mengungkapkan kematian tragis di Illinois memperkuat dugaan karena vape<\/a> atau rokok elektrik. Berita tersebut atas laporan Dinas Kesehatan Illinois yang mengumumkan ada satu pasien yang akhirnya meninggal dunia. Kasus ini kemungkinan jadi kasus pertama kematian akibat penyakit berkaitan dengan vape.
<\/p>\n\n\n\n

Kejadian di atas menjawab keberadaan vape atau rokok elektrik sangat membahayakan. Berbeda dengan resiko rokok kretek, bisa menimbulkan penyakit jika mengkonsumsinya berlebihan atau kebanyakakan, dan hidup tidak seimbang. Misalnya dalam satu hari merokok sampai tiga atau empat bungkus, tanpa makan nasi atau makan-makanan sehat, tanpa olah raga, tanpa minum air putih, selalu didampingi kopi atau teh, istirahatnya kurang dan sebagainya. Maka dipastikan orang tersebut akan jatuh sakit bahkan meninggal dunia.\u00a0<\/p>\n\n\n\n

Baca: Terkuak, Rokok Elektrik Berbahaya bagi Kesehatan<\/a><\/p>\n\n\n\n

Tidak hanya itu, otoritas kesehatan di Amerika Serikat telah berhasil menginvestigasi kemunculan penyakit paru-paru misterius di antara kalangan pengguna rokok elektrik atau vape. Dilaporkan setidaknya ada 195 kasus potensial penyakit paru-paru di 22 Negara karena kena dampak dari vape atau rokok elektrik.
<\/p>\n\n\n\n

Jadi, masyarakat perlu waspada beredarnya vape atau rokok elektrik. Belum lagi, sebetulnya rokok elektrik atau vape, berdampak juga peningkatan perokok anak.\u00a0 Yang menjadi daya tarik bagi anak, selain bentuknya yang elegan, simpel, juga beraroma buah-buahan yang terkemas dalam cairan.<\/strong><\/p>\n\n\n\n

Orang yang mengatakan bahwa vape atau rokok elektrik lebih mensehatkan dari pada rokok kretek, pendapat tersebut sangat keliru. Disampaing efek dari rangkaian listrik dan battre juga cairan dalam rokok elektrik berpengaruh terhadap resiko jantung.  <\/p>\n\n\n\n

Hasil penelitian yang diterbitkan dalam Journal of American College of Cardiology pada Mei lalu ini menambah bukti bahwa cairan rokok elektrik dapat menghambat fungsi sel-sel tubuh yang berperan dalam kesehatan jantung. Cairan dalam vape atau rokok elektrik pada akhirnya merusak sel-sel yang melapisi pembuluh darah. <\/p>\n\n\n\n

Keberadaan vape atau rokok elektrik di pasaran sangat membahayakan bagi orang Indonesia, terlebih pemuda-pemuda, yang banyak memilih merokok vape aatau rokok elektri. Menurutnya, selain bentuk kecil, simpel dibawa dan ada aroma buah-buahan sesuai selera. Akan tetapi dibalik bentuknya yang bagus, menyembunyikan banyak penyakit ketika dikonsumsi.\u00a0<\/p>\n\n\n\n

Baca: Kata Siapa Lebih Sehat? Perokok Elektrik Berisiko Terjangkit Penyakit Kardiovaskular<\/a><\/p>\n\n\n\n

Hingga kini CDC masih melakukan investigasi lebih lanjut, dengan mengimbau agar para dokter mengumpulkan data dan sampel bila menemukan pasien dengan gejala penyakit paru serupa, tentunya akibat rokok elektrik atau vape. Bentuk dan merek rokok elektrik dan vape banyak varian dan banyak merek. JUUL termasuk merek rokok elektrik atau vape yang saat ini naik daun.\u00a0<\/p>\n\n\n\n

Ada yang mengatakan bahwa tak tepat membandingkan rokok tembakau dengan rokok elektrik. Ya benar tak tepat, karena rokok elektrik atau vape resikonya sangat tinggi. Sedang rokok tembakau resikonya kecil, apa lagi rokok kretek mungkin resikonya sangat kecil sekali terhadap tubuh. Alasannya, munculnya rokok kretek bertujuan untuk pengobatan sakit bengek, dan tujuannya berhasil. Hingga banyak orang melakukan pemesanan rokok kretek saat itu, rokok kretek belum sebagai industri besar masih bersifat rumahan,  keadaan tersebut sekitar abad 19. <\/p>\n\n\n\n

Dalam studi ini, tim peneliti menemukan bukti efek toksik pada sel-sel yang melapisi pembuluh darah dan melindungi jantung. Beberapa bukti tersebut termasuk di antaranya gangguan pada fungsi sel dan munculnya tanda-tanda peradangan. Para peneliti mengamati bagaimana respons sel saat bersentuhan dengan cairan rokok elektrik. Efek yang paling kentara terlihat pada cairan dengan rasa kayu manis.<\/p>\n\n\n\n

Baca: Riset Kesehatan Rokok Elektrik<\/a><\/p>\n\n\n\n

Sekelompok ahli kardiovaskular dari University of Massachusetts menganjurkan peneliti agar melakukan uji rokok elektrik atau vape lebih yang beraroma. Karena sumsi sementara, produk vape atau rokok elektrik yang beraroma dan punya pilihan rasa lebih berbahaya dari pada rokok vape natural. Namun yang banyak beredar dipasaran, justru yang beraroma dan berasa buah-buahan, dari pada yang natural. <\/p>\n\n\n\n

Studi pada 2018 lalu menunjukkan, penggunaan rokok elektrik harian berisiko terhadap serangan jantung, meski dengan probabilitas yang lebih rendah daripada perokok tembakau. Menurut dr Lawrence Phillips pakar kardiovaskular NYU Langone Health mengatakan \u201cKita melihat semakin banyak bukti bahwa rokok elektrik berhubungan dengan peningkatan risiko serangan jantung\u201d.<\/p>\n\n\n\n

Dari hasil pakar dan hasil studi di atas menegaskan bahwa keberadaan rokok vape atau rokok elektrik, resikonya sangat besar. Bahan utama rokok vape atau elektrik yang paling besar memberikan efek negatif pada tubuh manusia adalah cairan perasa. Akibat cairan perasa dalam rokok elektrik  atau vape termasuk merek JUUL beresiko terjadi peradangan, terjangkit penyakit jantung dan paru-paru akut, selanjutnya berakibat kematian. <\/p>\n\n\n\n

Untuk itu, demi masa depan bangsa Indonesia harusnya ada regulasi pelarangan peredaran rokok elektrik atau vape yang nyata-nyata telah ada kasus dengan didukung beberapa riset dan studi tentang konten rokok elektrik atau vape, yang hasilnya mempunyai resiko tinggi dapat menyebabkan penyakit berujung kematian.         
<\/p>\n","post_title":"Perokok Elektrik Berisiko Besar Terjangkit Penyakit Mematikan","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"perokok-elektrik-berisiko-besar-terjangkit-penyakit-mematikan","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-08-28 09:40:09","post_modified_gmt":"2019-08-28 02:40:09","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5999","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5988,"post_author":"855","post_date":"2019-08-24 10:41:28","post_date_gmt":"2019-08-24 03:41:28","post_content":"\n

Sumber permasalahan besar dunia pertembakauan sejatinya bukan iklim dan hama, melainkan kebijakan pemerintah dan para plolitisi yang ikut serta membicarakannya, tanpa dasar yang kuat, adil dan cenderung ugal-ugalan.
<\/p>\n\n\n\n

Jika orang dahulu tidak berani bicara kecuali kepada hal-hal yang benar-benar diketahui, kali ini banyak sekali orang yang banyak bicara daripada membaca, baik buku maupun alam kauniyah (dunia nyata). Maka jangan heran, jika tidak sedikit politisi dan pemerintah yang gagal paham dunia pertembakau, dari berbagai sisi, karena mereka mendapatkan informasi sepotong-sepotong, tanpa ada usaha untuk tabayyun <\/em>lebih mendalam apalagi turun ke ladang untuk memastikan.
<\/p>\n\n\n\n

Kini hama petani muncul lagi dari kalangan politisi. Sebut saja namanya Sukamta (nama asli) yang kini menjabat sebagai sekretaris Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS). Kenapa semua orang yang terkait dengan industri hasil tembakau (petani, buruh, dsb) dianggap tidak sejahtera, ya karena partai yang harusnya adil saja tidak mampu berbuat adil, bahkan dalam pikiran dan apa yang keluar dari mulutnya.<\/p>\n\n\n\n

Baca: Tuhan Tidak Menciptakan Tembakau untuk Dibenci dan Dicaci<\/a>
<\/p>\n\n\n\n

Tidak perlu bicara terlalu jauh. Mari kita kita uji omongan Sukamta yang dimuat situs ayosemarang.com, 22 Agustus 2019. Omongan yang sejatinya sebuah template dan selalu dipakai oleh antirokok. Semacam gaya kampanye sholih li kulli zaman wal makan, <\/em>meski dibangun dari logika berantakan dan cenderung mengutamakan kengawuran daripada analisa yang mendalam. Ya memang itulah keistimewaan antirokok, anti terhadap data valid dan percaya diri berlebihan dalam kesesatan berpikir.
<\/p>\n\n\n\n

Bagi Sukamta, harga rokok di Indonesia, sebuah negeri yang besar salah satunya ditopang oleh dunia pertembakauan, harus dinaikkan 700 persen. Alasannya supaya orang miskin tidak dapat membeli rokok. Jika orang miskin yang merokok jatuh sakit, maka negara melalui (Jaminan Kesehatan Nasional) JKN rugi menanggung biayanya. Tentu saja ini berbeda dengan, orang kaya boleh makan junkfood<\/em>, minuman bersoda, dan berlaku semaunya, karena jika jatuh sakit mereka bisa membiayai sendiri dan dapat memperkaya negara.
<\/p>\n\n\n\n

Cara sistematis ini akan diduplikasi dan diperbarui terus menerus. Bermula dari seorang sakit yang berobat ke dokter, jika ia merokok maka dokter akan berkata, \u201cbapak sakit karena rokok\u201d, dan dokter tidak secara jujur bahwa penyakit itu datang dari sebab apapun, bisa gula, bisa gaya hidup yang berantakan, kurang minum air putih, stres dengan obat mahal, dsb.
<\/p>\n\n\n\n

Kenapa Sukamta cenderung ingin menaikkan harga rokok untuk menyelesaikan permasalahan JKN yang rumit itu? Ya karena sudah menjadi tabiat antirokok, bahwa berpikir keras untuk mencari solusi adalah buang-buang waktu, makanya rokok akan disalahkan supaya permasalahan menjadi lekas selesai. 
<\/p>\n\n\n\n

Coba kita kembali ke tahun 2018, saat BPJS Kesehatan defisit dan ditambal oleh cukai rokok. Para pegiat kesehatan beralasan, jumlah masyarakat sakit yang kian bertambah dan narasi yang kemudian dibangun; sakit-sakit itu disebabkan oleh rokok. Tidak berhenti sampai di situ, beragam alasan yang penting pengelola kesehatan \u201cselamat\u201d banyak digaungkan di media (tanpa ada sikap ksatria untuk mengakui bahwa memang masih banyak masalah dalam JKN, baik pengelolaan maupun skema yang lebih baik, yang perlu dicarikan solusi).<\/p>\n\n\n\n

Baca: Kegagalan Lakpesdam PBNU dalam Melihat Produk Tembakau Alternatif<\/a><\/p>\n\n\n\n

Koordinator Advokasi BPJS Watch, Timboel Siregar, megkritisi beragam narasi yang dibangun oleh pegiat kesehatan. Ia mengusulkan agar BPJS fokus pada pengawasan penetapan inasibijis oleh pihak rumah sakit. Timboel menilai, inasibijis merupakan gerbang terjadinya defisit BPJS Kesehatan. Inasibijis (INA-CGB) merupakan sebuah singkatan dari Indonesia Case Base Gropus, yakni sebuah aplikasi yang digunakan rumah sakit untuk mengajukan klaim pada pemerintah. (bisnis.com)
<\/p>\n\n\n\n

Kita tidak pernah tau, apa yang dilakukan rumah sakit terhadap pasien-pasien yang membayar BPJS. Kita juga tidak pernah tau jika ada pasien BPJS kelas I diberi fasilitas kelas II atau III, dan rumah sakit mengklaim biaya kelas I ke negara. Tentu saja yang demikian ini tidak penting bagi antirokok. <\/p>\n\n\n\n

Baca: Ada Campur Tangan Bloomberg dalam Surat Edaran Menkes terkait Pemblokiran Iklan Rokok<\/a><\/p>\n\n\n\n

Sukamta juga bilang, orang-orang yang kecanduan merokok dan mampu membeli rokok yang mahal, dipersilahkan tetap merokok asal menanggung sendiri biaya pengobatan akibat penyakit karena rokok. Asalkan dampak buruk akibat konsumsi rokok tidak membebani negara kerena pemasukan dari cukai tembakau tidak sebanding dengan biaya yang harus dikeluarkan negara. (ayosemarang.com)
<\/p>\n\n\n\n

Bagi saya pribadi, ini adalah statemen yang sangat lucu. Sejak kapan sih negara betul-betul hadir dan perhatian terhadap kesehatan masyarakat, khususnya di pedesaan dan pedalaman? Kalau ada pun, menjalankannya setengah hati. Dan sejak kapan rokok itu menjadi candu, padahal yang candu itu kekuasaan dan menjadikan masyarakat sebagai jembatan untuk menuju \u201ckekuasaan dalam negara\u201d? 
<\/p>\n\n\n\n

Sukamta juga menganggap, bahwa perokok bukan orang yang produktif? Faktanya? Setahu saya orang-orang yang merokok punya produtivitas tinggi, mereka hidup sebagaimana keringat yang diperas setiap hari. Tanpa berharap kepada negara apalagi Sukamta.
<\/p>\n\n\n\n

Sekadar saran saja, sebaiknya PKS tidak perlu ngelantur bicara rokok. Silahkan bicara, asalkan keadilan sosial sebagaimana nama partainya tidak hanya selesai pada tataran konsepsi dan gagah-gagahan, melainkan pada tahap tindakan dan contoh konkrit atasnya.
<\/p>\n","post_title":"Ketika PKS Bicara Rokok","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"ketika-pks-bicara-rokok","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-08-24 10:51:25","post_modified_gmt":"2019-08-24 03:51:25","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5988","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":35},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"epic_block_3"};

\n

Kami yang sudah lama tidak ketemu, bahkan lebaran kemarin ternyata dia tak pulang ke Kudus. Pantesan tak ada yang rebut ngajak ngopi, orang yang biasa ngajak ngopi orangnya masih di Jakarta. Memilih lebaran di sana, karena dititipin rumah tetangganya yang katanya sudah seperti keluarganya sendiri yang kala itu baru mudik.\u00a0<\/p>\n\n\n\n

Baca: Sesat pikir KPAI Melarang Audisi Pencarian Bakat Bulutangkis Anak-Anak<\/a><\/p>\n\n\n\n

Temanku itu panggilannya Djumari, rumahnya dulu daerah Kaliwungu Kudus bagian barat. Ia pulang dalam rangka ada acara nikahan saudara dari istrinya. Dasar Djumari, kalau gak ngopi bareng dan ketemu temen-temen gak puas katanya, karena mumpung di Kudus. Ia gunakan kesempatan sebelum datang kesempitan disela-sela acara nikahan saudaranya. Lewat pesan singkat WA, tanpa hitungan jam ajakan ngopi Djumari, langsung di respon banyak teman yang tergabung di group WA. Ada yang tanya kapan datangnya, ada yang komentar besuk aja ngopinya soalnya masih diluar kota, ada yang bilang sore ini aja tancap gas. Djumari menjawabi dan balas komentar teman-teman. Dihari itu, Djumari kayak artis banyak ajakan dan tawaran teman-teman. <\/p>\n\n\n\n

Memang, teman-teman alumni MTS Madrasah Qudsiyyah Kudus kompak sekali, bahkan sudah kayak saudara sendiri semua. Kita sering kumpul walaupun hanya sekedar ngopi, yang penting bertemu dan ngobrol. Tidak jarang, kita ketemu dengan agenda acara resmi dan agak resmi. Seperti disaat salah satu teman punya hajat, bahkan hajat kecilpun kayak acara \u201cmanaqiban\u201d sering mengundang teman lainya. Pasti ada yang bingung apa itu manaqiban<\/em>?. Aku jelasin sebentar, manaqiban itu, acara membaca sejarah Syeih Abdul Qodir Jaelani ulama dahulu setelah masa Shahabat Nabi, yang terkenal alimnya dan sufi serta berkaromah. Nah, bagi kita-kita penggemarnya, sering kali kita baca sejarahnya. Dengan cerita sejarah  Syeih Abdul Qodir Jaelani, kita penggemar berharap agar apa yang kita lakukan dido\u2019akan atau di amini beliau semua urusan kita lancar. Karena menurut kita penggemar, meyakini Syeih Abdul Qodir Jaelani kekasih Tuhan, kalau dalam bahasa Jawa \u201cbolone Gusti Allah\u201d. Ini sekilas penjelasan tentang istilah manaqiban<\/em>, kalau mau tau lebih lanjut, khasiat-khasiatnya, bisa kita diskusi dilain waktu aja. Yang jelas di acara manaqiban<\/em> ini sudah jadi tradisi ada \u201cingkung\u201d ayamnya. Ini yang biasa kita nantikan.<\/p>\n\n\n\n

Kembali ke acara ngopi, disore itu temenku Djumari langsung nentukan tempat ngopi dan waktunya. Kita biasa ngopi ditempat sederhana. Akhirnya, Djumari mutusin habis isya\u2019 kumpul dan ngopi di rumah teman kita satunya namanya Nur Cholis, juga tergabung dalam group WA. Setelah tahu bakal kerumahnya, Nur Cholis langsung komen, lapan enam laksanakan. Aku langsung teringat temenku namanya Fawaz, orang Betawi keturunan Arab, sering kalau jawab pas di WA pakai tulisan lapan enam.\u00a0<\/p>\n\n\n\n

Baca: PB Djarum, Prestasi Bulutangkis Nasional, dan Kegagalan KPAI Memahami Peristiwa<\/a><\/p>\n\n\n\n

Waktu isya\u2019 tiba, suasana mau hujan, sedikit grimis, hawanya lumayan dingin dibanding sebelumnya panas dan gerah. Tapi semangat ngopi dam ngobrol teman-teman tak mengendor. Bahkan di group sudah ada yang ribut, ngajak-ngajak \u201cayo ayo waktunya kopdar tiba, ada bonus banyak rezeki lho\u201d, Rifai namanya, seorang pembicara atau muballig yang sering ceramah di masyarakat. <\/p>\n\n\n\n

Aku datang sekitar jam 20.00, terlihat banyak tema yang sudah pada kumpul, didepannya ada segelas kopi. Maklum kita orang desa ngopinya gak pakai cangkir, tapi pakai gelas es yang tinggi. Dibenakku ini ngopi apa kehausan?, tapi yang penting tetap ngopi dan merokok. Di meja terlihat banyak rokok bermacam-macam mereknya, sesuai kesukaan masing-masing. Ada yang bawa Sukun Putih, ada yang bawa Gudang Garam, kebanyakan bawa LA, tapi ada juga yang bawa rokok bikinan sendiri alias \u201cTingwe\u201d nglinting dewe dirumah ditaruh plastik. Aku coba rokok tingwe itu sambil ngobrol bareng, ternyata lumayan enak ramuan rokoknya, dibanding tingwe tingwe yang pernah aku rasakan. Yang buat tingwe namanya Sutopo, profesinya sehari-hari memang jual beli tembakau. Karena penasaran, sutopo aku tanya, kok enak, ini tembakau mana?. Dijawabnya \u201cbiasa tembakau Temanggung\u201d tapi aku kasih cengkeh kualitas wahid, dan sedikit ramuan saos sendiri (bahannya dirahasiakan), yang jelas katanya bahan saos dari rempah rempah bikinan sendiri. <\/p>\n\n\n\n

Ngobrol kita mengalir tanpa ada sekat dan batasan, malah terkadang pada ngobrol sendiri-sendiri dengan teman didekatnya. Giliran Djumari disuruh cerita pengalamannya, teman teman pada diam, mungkin pada penasaran. Soalnya dulu, sebelum ke Jakarta ia bekerja di Djarum. Ia ceritakan alasannya harus ke Jakarta. Awalnya, sering pulang pergi Jakarta Kudus untuk pengobatan istrinya yang sedang sakit di salah satu pengobatan alternatif disana atas rekomendasi saudaranya yang sudah lama hidup di Jakarta. Ia menceritakan sakit istrinya yang sering pusing, dan pusingnya bukan pusing biasa, dan seringkali istrinya sampai membentur-benturkan kepalanya. Kemudian, saat diharuskan kontinyu pengobatannya, minimal satu tahun agar cepat sembuh, akhirnya ia putusin meninggalkan Kudus sementara, termasuk pekerjaannya. Alhamdulillah istrinya sekarang sudah sembuh total.\u00a0<\/p>\n\n\n\n

Baca: Cacat Pikir KPAI Memaknai Kata Ekploitasi Anak dan Promosi<\/a><\/p>\n\n\n\n

Disela sela nungguin istrinya sakit, ia sering diajak saudaranya jualan sayuran keliling. Nah, walaupun sekarang istrinya sudah sembuh, ia tetap di Jakarta. Sebab dipikirannya, kalau kembali ke Kudus mulai dari awal lagi, mending yang sudah ada didepan mata dijalanin dulu. Nanti pelan-pelan sambil melihat peluang di Kudus, ia pun akan pulang. Obrolan tetap seru, walaupun djarum jam sudah tepat diangka 12.00 malam. Namun domain obrolan lebih pada Djumari sebagai nara sumber, ia menceritakan semua pengalaman dan kejadia yang ia lihat, sampai ia menceritakan berita kalau pabrik Djarum yang dulu pernah ia singgahi, sedang dipermasalahkan KPAI. Memang sebenarnya ia tak paham alur permasalahanya. Tahunya, KPAI gak suka bulu tangkis Djarum berjalan, memusuhi rokok. <\/p>\n\n\n\n

Sebagai orang yang pernah menjadi karyawan Djarum, jadi wajar dan pantas kalau ia membela Djarum, apalagi ia asli Kudus. Saking semangatnya, ia ngomong \u201cnek aku dadi Djarum, tak tuku iku KPAI, paling ora tak lawan\u201d \u201candaikan aku yang punya Djarum, aku beli KPAI, paling tidak dilawan\u201d. Ada yang menyambar omongan, \u201csampek matek kuwe Djum, ogak bakal dadi bos Djarum\u201d \u201csampai mati kamu Djum, tidak akan jadi bos Djarum\u201d haha\u2026\u2026disambut dengan tawa klakaran teman-teman termasuk saya sendiri. Di sela-sela tawa, tuan rumah ngomong \u201cancen gawe gregeten, kenopo Djarum mung meneng, malah ngalah\u201d \u201cbikin gregeten, kenapa Djarum diam dan cenderung mengalah\u201d. <\/p>\n\n\n\n

Nah, ternyata, banyak orang yang sangat simpati dan membela pabrik Djarum, terutama orang Kudus. Rata-rata mereka, tak tahu apa yang harus dilakukan, apa yang harus diperbuat. Sebagai manusia lemah, mereka hanya bisa marah  yang terpendaam dalam hati, dengan melihat kejadian KPAI menyerang Djarum. Coba, andaikan mereka tahu kalau dibelekang KPAI ada kepentingan asing yang mengusik rokok kretek asli Kudus, yang sudah mendarah daging bagi masyarakat Kudus. Pastinya, pembelaanya lebih dari itu, bahkan mungkin mati-matian.
<\/p>\n","post_title":"Cerita di Balik Segelas Kopi untuk Djarum","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"cerita-di-balik-segelas-kopi-untuk-djarum","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-09-03 09:19:00","post_modified_gmt":"2019-09-03 02:19:00","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6014","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":6008,"post_author":"878","post_date":"2019-08-30 15:06:07","post_date_gmt":"2019-08-30 08:06:07","post_content":"\n

Pada mulanya, saya mengira tanaman tembakau ditanam, dirawat, dan dipanen sama dengan kebanyakan tanaman-tanaman semusim lainnya di negeri ini. Ada proses pembibitan, kemudian proses penanaman, lantas tanaman rutin disiram dan diberi pupuk, ada proses perawatan hingga akhirnya dipanen ketika musim panen tiba. Tapi nyatanya, perkiraan saya salah. Tembakau tanaman yang cukup unik. Beda dari banyak tanaman semusim lain yang lazim ditanam petani di banyak tempat di Indonesia.<\/p>\n\n\n\n

Hal paling menonjol yang membedakan tanaman tembakau dengan tanaman semusim lain ada pada masa tanam dan masa panen tiba. Tanaman tembakau menjadi anomali karena ditanam saat musim penghujan akan berakhir. Lalu dipanen ketika musim kemarau sedang berada pada puncaknya. Saat tanaman-tanaman semusim lainnya enggan tumbuh, bahkan rumput sekalipun mengering karena kemarau.<\/p>\n\n\n\n

Tiga tahun belakangan, saya banyak bergaul dengan petani dan buruh tani tembakau di Kabupaten Temanggung, juga dengan anak-anak mereka. Jika sebelumnya saya sekadar penikmat rokok kretek, tiga tahun belakangan, saya mulai tertarik untuk mempelajari seluk-beluk seluruh lini yang mendukung industri kretek nasional. Yang paling menarik minat saya, tentu saja konteks pertanian dan sosial masyarakat yang memproduksi komoditas yang menjadi bahan baku utama produk kretek. Tembakau dan cengkeh.<\/p>\n\n\n\n

Baca: Melihat Petani Tembakau di Temanggung Memanen Tembakau Mereka<\/a><\/p>\n\n\n\n

Dari sekian banyak hal menarik yang disajikan pertanian tembakau hingga proses penjualan hasil panen tembakau yang saya amati di wilayah Kabupaten Temanggung, hal yang terus menerus menarik minat saya dan hingga saat ini belum sepenuhnya saya pahami adalah proses panen tembakau dan penentuan grade tembakau hasil panenan petani. Sama seperti kesalahan saya mengira tanaman tembakau ditanam dan diproses mirip dengan tanaman semusim lainnya, dugaan saya perihal proses panen tembakau juga salah sepenuhnya. Dahulu saya mengira daun-daun yang siap dipanen dari tanaman tembakau ya dipanen begitu saja. Menunggu daun-daun yang tumbuh pada tanaman tembakau siap dipanen, lantas dipanen seluruhnya dalam satu waktu oleh para pekerja di kebun. Nyatanya tidak begitu. Dan lebih rumit dari itu.<\/p>\n\n\n\n

Mayoritas tembakau yang ditanam di wilayah Temanggung berasal dari jenis kemloko. Ada kemloko 1, kemloko 2, dan kemloko 3. Dari ketiga varietas kemloko tersebut, metode panen dan penentuan grade tembakau memiliki tata cara yang sama persis. Seluruh petani di Temanggung menerapkan metode panen yang mirip. Dari metode panen tersebut, ternyata berpengaruh terhadap tingkatan kualitas tembakau yang dipanen, petani di Temanggung kerap menyebut \u2018tiam\u2019 atau \u2018grade\u2019 untuk perbedaan tingkat kualitas tembakau yang dipanen.<\/p>\n\n\n\n

Tidak seperti tanaman semusim lainnya yang dipanen dalam satu waktu, tembakau dipanen bertahap mulai dari daun terbawah pada pohon hingga daun teratas. Dalam satu tanaman tembakau, panen bisa berlangsung sebanyak 13 hingga 15 kali dalam sekali musim tembakau. Jarak antara panen satu dengan panen lainnya, antara lima dan tujuh hari. Dengan kondisi ini, musim panen tembakau di Temanggung atau yang kerap disebut musim \u2018mbakon\u2019 bisa berlangsung selama dua hingga tiga bulan. Tahun ini, panen dimulai pada pertengahan Juli dan diprediksi akan berakhir pada pertengahan Oktober.<\/p>\n\n\n\n

Baca: Tuhan Tidak Menciptakan Tembakau untuk Dibenci dan Dicaci<\/a><\/p>\n\n\n\n

Metode panen seperti itu, yang bertahap dan berjeda dari panen satu daun ke daun lainnya ternyata berpengaruh terhadap tingkatan kualitas daun tembakau. Daun-daun yang dipanen lebih awal, gradenya berada pada grade yang rendah. Grade terus meningkat hingga sampai puncaknya seiring panen-panen selanjutnya pada tanaman yang sama. Dalam satu tanaman tembakau, grade daun sudah pasti berbeda-beda sesuai dengan waktu panenan daun di tanaman tersebut.<\/p>\n\n\n\n

Agar lebih mudah dipahami, mari kita bayangkan sebatang tanaman tembakau yang tumbuh subur dalam kondisi normal dan tanaman itu sudah mulai memasuki masa panen. Pada sebatang tanaman tembakau itu tumbuh sebanyak 17 helai daun dari bawah ke atas. Panen pertama dimulai. Daun paling bawah dari tanaman tembakau itu dipetik untuk dipanen. Hanya satu helai daun saja, yang terbawah. Daun yang pertama dipanen itu, biasanya memiliki grade A. Adakalanya kualitas tembakau pada panenan pertama sudah mulai berada pada grade B. Di beberapa titik bahkan sudah ada yang menghasilkan tembakau grade C. <\/p>\n\n\n\n

Lima hingga tujuh hari kemudian, panen daun kedua dilakukan. Satu daun saja dari sebatang tanaman, daun terbawah yang dipanen. Lima hingga tujuh hari berikutnya lantas dipanen lagi. Begitu seterusnya hingga 12 atau 13 kali panen. Semakin ke atas daun yang dipanen seiring bertambahnya waktu, grade tembakau juga meningkat hingga puncaknya berhenti di grade F. Hanya sedikit tembakau yang bisa melampau grade F, mencapai grade G dan H, itulah tembakau-tembakau jenis srintil berharga jutaan rupiah per kilogramnya.<\/p>\n\n\n\n

Selain waktu panen dan letak daun dalam sebatang tanaman, jenis tanah, unsur hara yang terkandung dalam tanah, asupan embun alami, pancaran sinar matahari yang cukup, serta proses fermentasi dan penjemuran usai daun-daun dipanen, menjadi penentu kualitas tembakau yang menempatkan daun tembakau itu pada grade tertentu. Satu hal lain lagi yang sangat berpengaruh terhadap grade tembakau adalah wilayah tembakau itu ditanam. Ada tiga wilayah tempat tembakau biasa ditanam. Wilayah persawahan (dataran rendah), wilayah tegalan (dataran menengah), dan wilayah gunung (dataran tinggi). Kondisi tanah dan faktor ketinggian dan kondisi geografis lainnya berpengaruh terhadap kualitas tembakau.<\/p>\n\n\n\n

Di wilayah persawahan, tanaman tembakau memang subur dan tumbuh cepat, namun tembakau yang ditanam di sana maksimal hanya bisa menghasilkan tembakau grade D, atau D+. Sedang tembakau yang ditanam di wilayah tegalan, maksimal bisa menghasilkan tembakau grade E hingga E+. Yang terbaik, tentu saja tembakau yang ditanam di wilayah gunung. Meskipun membutuhkan waktu tanam lebih lama dibanding dua wilayah lainnya, rata-rata panenan terakhir mencapai grade F hingga seterusnya dengan tembakau terbaik bernama srintil.   <\/p>\n\n\n\n

Ini sedikit yang saya pelajari di Temanggung hasil belajar langsung dari para petani di sana. Saya tidak tahu dengan metode panen dan penentuan grade tembakau di wilayah lain dengan jenis tembakau lain juga. Menarik sebetulnya mencari tahu di tempat lain. Semoga sekali waktu nanti berkesempatan untuk itu. 
<\/p>\n","post_title":"Penentuan Grade Tembakau di Temanggung","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"penentuan-grade-tembakau-di-temanggung","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-08-30 15:06:14","post_modified_gmt":"2019-08-30 08:06:14","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6008","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5999,"post_author":"877","post_date":"2019-08-28 09:40:02","post_date_gmt":"2019-08-28 02:40:02","post_content":"\n

Direktur Pusat Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Amerika Serikat (CDC), Robert Redfield, mengungkapkan kematian tragis di Illinois memperkuat dugaan karena vape<\/a> atau rokok elektrik. Berita tersebut atas laporan Dinas Kesehatan Illinois yang mengumumkan ada satu pasien yang akhirnya meninggal dunia. Kasus ini kemungkinan jadi kasus pertama kematian akibat penyakit berkaitan dengan vape.
<\/p>\n\n\n\n

Kejadian di atas menjawab keberadaan vape atau rokok elektrik sangat membahayakan. Berbeda dengan resiko rokok kretek, bisa menimbulkan penyakit jika mengkonsumsinya berlebihan atau kebanyakakan, dan hidup tidak seimbang. Misalnya dalam satu hari merokok sampai tiga atau empat bungkus, tanpa makan nasi atau makan-makanan sehat, tanpa olah raga, tanpa minum air putih, selalu didampingi kopi atau teh, istirahatnya kurang dan sebagainya. Maka dipastikan orang tersebut akan jatuh sakit bahkan meninggal dunia.\u00a0<\/p>\n\n\n\n

Baca: Terkuak, Rokok Elektrik Berbahaya bagi Kesehatan<\/a><\/p>\n\n\n\n

Tidak hanya itu, otoritas kesehatan di Amerika Serikat telah berhasil menginvestigasi kemunculan penyakit paru-paru misterius di antara kalangan pengguna rokok elektrik atau vape. Dilaporkan setidaknya ada 195 kasus potensial penyakit paru-paru di 22 Negara karena kena dampak dari vape atau rokok elektrik.
<\/p>\n\n\n\n

Jadi, masyarakat perlu waspada beredarnya vape atau rokok elektrik. Belum lagi, sebetulnya rokok elektrik atau vape, berdampak juga peningkatan perokok anak.\u00a0 Yang menjadi daya tarik bagi anak, selain bentuknya yang elegan, simpel, juga beraroma buah-buahan yang terkemas dalam cairan.<\/strong><\/p>\n\n\n\n

Orang yang mengatakan bahwa vape atau rokok elektrik lebih mensehatkan dari pada rokok kretek, pendapat tersebut sangat keliru. Disampaing efek dari rangkaian listrik dan battre juga cairan dalam rokok elektrik berpengaruh terhadap resiko jantung.  <\/p>\n\n\n\n

Hasil penelitian yang diterbitkan dalam Journal of American College of Cardiology pada Mei lalu ini menambah bukti bahwa cairan rokok elektrik dapat menghambat fungsi sel-sel tubuh yang berperan dalam kesehatan jantung. Cairan dalam vape atau rokok elektrik pada akhirnya merusak sel-sel yang melapisi pembuluh darah. <\/p>\n\n\n\n

Keberadaan vape atau rokok elektrik di pasaran sangat membahayakan bagi orang Indonesia, terlebih pemuda-pemuda, yang banyak memilih merokok vape aatau rokok elektri. Menurutnya, selain bentuk kecil, simpel dibawa dan ada aroma buah-buahan sesuai selera. Akan tetapi dibalik bentuknya yang bagus, menyembunyikan banyak penyakit ketika dikonsumsi.\u00a0<\/p>\n\n\n\n

Baca: Kata Siapa Lebih Sehat? Perokok Elektrik Berisiko Terjangkit Penyakit Kardiovaskular<\/a><\/p>\n\n\n\n

Hingga kini CDC masih melakukan investigasi lebih lanjut, dengan mengimbau agar para dokter mengumpulkan data dan sampel bila menemukan pasien dengan gejala penyakit paru serupa, tentunya akibat rokok elektrik atau vape. Bentuk dan merek rokok elektrik dan vape banyak varian dan banyak merek. JUUL termasuk merek rokok elektrik atau vape yang saat ini naik daun.\u00a0<\/p>\n\n\n\n

Ada yang mengatakan bahwa tak tepat membandingkan rokok tembakau dengan rokok elektrik. Ya benar tak tepat, karena rokok elektrik atau vape resikonya sangat tinggi. Sedang rokok tembakau resikonya kecil, apa lagi rokok kretek mungkin resikonya sangat kecil sekali terhadap tubuh. Alasannya, munculnya rokok kretek bertujuan untuk pengobatan sakit bengek, dan tujuannya berhasil. Hingga banyak orang melakukan pemesanan rokok kretek saat itu, rokok kretek belum sebagai industri besar masih bersifat rumahan,  keadaan tersebut sekitar abad 19. <\/p>\n\n\n\n

Dalam studi ini, tim peneliti menemukan bukti efek toksik pada sel-sel yang melapisi pembuluh darah dan melindungi jantung. Beberapa bukti tersebut termasuk di antaranya gangguan pada fungsi sel dan munculnya tanda-tanda peradangan. Para peneliti mengamati bagaimana respons sel saat bersentuhan dengan cairan rokok elektrik. Efek yang paling kentara terlihat pada cairan dengan rasa kayu manis.<\/p>\n\n\n\n

Baca: Riset Kesehatan Rokok Elektrik<\/a><\/p>\n\n\n\n

Sekelompok ahli kardiovaskular dari University of Massachusetts menganjurkan peneliti agar melakukan uji rokok elektrik atau vape lebih yang beraroma. Karena sumsi sementara, produk vape atau rokok elektrik yang beraroma dan punya pilihan rasa lebih berbahaya dari pada rokok vape natural. Namun yang banyak beredar dipasaran, justru yang beraroma dan berasa buah-buahan, dari pada yang natural. <\/p>\n\n\n\n

Studi pada 2018 lalu menunjukkan, penggunaan rokok elektrik harian berisiko terhadap serangan jantung, meski dengan probabilitas yang lebih rendah daripada perokok tembakau. Menurut dr Lawrence Phillips pakar kardiovaskular NYU Langone Health mengatakan \u201cKita melihat semakin banyak bukti bahwa rokok elektrik berhubungan dengan peningkatan risiko serangan jantung\u201d.<\/p>\n\n\n\n

Dari hasil pakar dan hasil studi di atas menegaskan bahwa keberadaan rokok vape atau rokok elektrik, resikonya sangat besar. Bahan utama rokok vape atau elektrik yang paling besar memberikan efek negatif pada tubuh manusia adalah cairan perasa. Akibat cairan perasa dalam rokok elektrik  atau vape termasuk merek JUUL beresiko terjadi peradangan, terjangkit penyakit jantung dan paru-paru akut, selanjutnya berakibat kematian. <\/p>\n\n\n\n

Untuk itu, demi masa depan bangsa Indonesia harusnya ada regulasi pelarangan peredaran rokok elektrik atau vape yang nyata-nyata telah ada kasus dengan didukung beberapa riset dan studi tentang konten rokok elektrik atau vape, yang hasilnya mempunyai resiko tinggi dapat menyebabkan penyakit berujung kematian.         
<\/p>\n","post_title":"Perokok Elektrik Berisiko Besar Terjangkit Penyakit Mematikan","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"perokok-elektrik-berisiko-besar-terjangkit-penyakit-mematikan","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-08-28 09:40:09","post_modified_gmt":"2019-08-28 02:40:09","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5999","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5988,"post_author":"855","post_date":"2019-08-24 10:41:28","post_date_gmt":"2019-08-24 03:41:28","post_content":"\n

Sumber permasalahan besar dunia pertembakauan sejatinya bukan iklim dan hama, melainkan kebijakan pemerintah dan para plolitisi yang ikut serta membicarakannya, tanpa dasar yang kuat, adil dan cenderung ugal-ugalan.
<\/p>\n\n\n\n

Jika orang dahulu tidak berani bicara kecuali kepada hal-hal yang benar-benar diketahui, kali ini banyak sekali orang yang banyak bicara daripada membaca, baik buku maupun alam kauniyah (dunia nyata). Maka jangan heran, jika tidak sedikit politisi dan pemerintah yang gagal paham dunia pertembakau, dari berbagai sisi, karena mereka mendapatkan informasi sepotong-sepotong, tanpa ada usaha untuk tabayyun <\/em>lebih mendalam apalagi turun ke ladang untuk memastikan.
<\/p>\n\n\n\n

Kini hama petani muncul lagi dari kalangan politisi. Sebut saja namanya Sukamta (nama asli) yang kini menjabat sebagai sekretaris Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS). Kenapa semua orang yang terkait dengan industri hasil tembakau (petani, buruh, dsb) dianggap tidak sejahtera, ya karena partai yang harusnya adil saja tidak mampu berbuat adil, bahkan dalam pikiran dan apa yang keluar dari mulutnya.<\/p>\n\n\n\n

Baca: Tuhan Tidak Menciptakan Tembakau untuk Dibenci dan Dicaci<\/a>
<\/p>\n\n\n\n

Tidak perlu bicara terlalu jauh. Mari kita kita uji omongan Sukamta yang dimuat situs ayosemarang.com, 22 Agustus 2019. Omongan yang sejatinya sebuah template dan selalu dipakai oleh antirokok. Semacam gaya kampanye sholih li kulli zaman wal makan, <\/em>meski dibangun dari logika berantakan dan cenderung mengutamakan kengawuran daripada analisa yang mendalam. Ya memang itulah keistimewaan antirokok, anti terhadap data valid dan percaya diri berlebihan dalam kesesatan berpikir.
<\/p>\n\n\n\n

Bagi Sukamta, harga rokok di Indonesia, sebuah negeri yang besar salah satunya ditopang oleh dunia pertembakauan, harus dinaikkan 700 persen. Alasannya supaya orang miskin tidak dapat membeli rokok. Jika orang miskin yang merokok jatuh sakit, maka negara melalui (Jaminan Kesehatan Nasional) JKN rugi menanggung biayanya. Tentu saja ini berbeda dengan, orang kaya boleh makan junkfood<\/em>, minuman bersoda, dan berlaku semaunya, karena jika jatuh sakit mereka bisa membiayai sendiri dan dapat memperkaya negara.
<\/p>\n\n\n\n

Cara sistematis ini akan diduplikasi dan diperbarui terus menerus. Bermula dari seorang sakit yang berobat ke dokter, jika ia merokok maka dokter akan berkata, \u201cbapak sakit karena rokok\u201d, dan dokter tidak secara jujur bahwa penyakit itu datang dari sebab apapun, bisa gula, bisa gaya hidup yang berantakan, kurang minum air putih, stres dengan obat mahal, dsb.
<\/p>\n\n\n\n

Kenapa Sukamta cenderung ingin menaikkan harga rokok untuk menyelesaikan permasalahan JKN yang rumit itu? Ya karena sudah menjadi tabiat antirokok, bahwa berpikir keras untuk mencari solusi adalah buang-buang waktu, makanya rokok akan disalahkan supaya permasalahan menjadi lekas selesai. 
<\/p>\n\n\n\n

Coba kita kembali ke tahun 2018, saat BPJS Kesehatan defisit dan ditambal oleh cukai rokok. Para pegiat kesehatan beralasan, jumlah masyarakat sakit yang kian bertambah dan narasi yang kemudian dibangun; sakit-sakit itu disebabkan oleh rokok. Tidak berhenti sampai di situ, beragam alasan yang penting pengelola kesehatan \u201cselamat\u201d banyak digaungkan di media (tanpa ada sikap ksatria untuk mengakui bahwa memang masih banyak masalah dalam JKN, baik pengelolaan maupun skema yang lebih baik, yang perlu dicarikan solusi).<\/p>\n\n\n\n

Baca: Kegagalan Lakpesdam PBNU dalam Melihat Produk Tembakau Alternatif<\/a><\/p>\n\n\n\n

Koordinator Advokasi BPJS Watch, Timboel Siregar, megkritisi beragam narasi yang dibangun oleh pegiat kesehatan. Ia mengusulkan agar BPJS fokus pada pengawasan penetapan inasibijis oleh pihak rumah sakit. Timboel menilai, inasibijis merupakan gerbang terjadinya defisit BPJS Kesehatan. Inasibijis (INA-CGB) merupakan sebuah singkatan dari Indonesia Case Base Gropus, yakni sebuah aplikasi yang digunakan rumah sakit untuk mengajukan klaim pada pemerintah. (bisnis.com)
<\/p>\n\n\n\n

Kita tidak pernah tau, apa yang dilakukan rumah sakit terhadap pasien-pasien yang membayar BPJS. Kita juga tidak pernah tau jika ada pasien BPJS kelas I diberi fasilitas kelas II atau III, dan rumah sakit mengklaim biaya kelas I ke negara. Tentu saja yang demikian ini tidak penting bagi antirokok. <\/p>\n\n\n\n

Baca: Ada Campur Tangan Bloomberg dalam Surat Edaran Menkes terkait Pemblokiran Iklan Rokok<\/a><\/p>\n\n\n\n

Sukamta juga bilang, orang-orang yang kecanduan merokok dan mampu membeli rokok yang mahal, dipersilahkan tetap merokok asal menanggung sendiri biaya pengobatan akibat penyakit karena rokok. Asalkan dampak buruk akibat konsumsi rokok tidak membebani negara kerena pemasukan dari cukai tembakau tidak sebanding dengan biaya yang harus dikeluarkan negara. (ayosemarang.com)
<\/p>\n\n\n\n

Bagi saya pribadi, ini adalah statemen yang sangat lucu. Sejak kapan sih negara betul-betul hadir dan perhatian terhadap kesehatan masyarakat, khususnya di pedesaan dan pedalaman? Kalau ada pun, menjalankannya setengah hati. Dan sejak kapan rokok itu menjadi candu, padahal yang candu itu kekuasaan dan menjadikan masyarakat sebagai jembatan untuk menuju \u201ckekuasaan dalam negara\u201d? 
<\/p>\n\n\n\n

Sukamta juga menganggap, bahwa perokok bukan orang yang produktif? Faktanya? Setahu saya orang-orang yang merokok punya produtivitas tinggi, mereka hidup sebagaimana keringat yang diperas setiap hari. Tanpa berharap kepada negara apalagi Sukamta.
<\/p>\n\n\n\n

Sekadar saran saja, sebaiknya PKS tidak perlu ngelantur bicara rokok. Silahkan bicara, asalkan keadilan sosial sebagaimana nama partainya tidak hanya selesai pada tataran konsepsi dan gagah-gagahan, melainkan pada tahap tindakan dan contoh konkrit atasnya.
<\/p>\n","post_title":"Ketika PKS Bicara Rokok","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"ketika-pks-bicara-rokok","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-08-24 10:51:25","post_modified_gmt":"2019-08-24 03:51:25","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5988","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":35},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"epic_block_3"};

\n

Seminggunan kemarin, tepatnya Minggu 25 Agustus, teman MTS dulu pulang dari Jakarta. Ia sehari-harinya beraktivitas dan bekerja di sana. Di Jakarta, bersama anak istrinya, yang setiap hari jualan sayuran keliling. <\/p>\n\n\n\n

Kami yang sudah lama tidak ketemu, bahkan lebaran kemarin ternyata dia tak pulang ke Kudus. Pantesan tak ada yang rebut ngajak ngopi, orang yang biasa ngajak ngopi orangnya masih di Jakarta. Memilih lebaran di sana, karena dititipin rumah tetangganya yang katanya sudah seperti keluarganya sendiri yang kala itu baru mudik.\u00a0<\/p>\n\n\n\n

Baca: Sesat pikir KPAI Melarang Audisi Pencarian Bakat Bulutangkis Anak-Anak<\/a><\/p>\n\n\n\n

Temanku itu panggilannya Djumari, rumahnya dulu daerah Kaliwungu Kudus bagian barat. Ia pulang dalam rangka ada acara nikahan saudara dari istrinya. Dasar Djumari, kalau gak ngopi bareng dan ketemu temen-temen gak puas katanya, karena mumpung di Kudus. Ia gunakan kesempatan sebelum datang kesempitan disela-sela acara nikahan saudaranya. Lewat pesan singkat WA, tanpa hitungan jam ajakan ngopi Djumari, langsung di respon banyak teman yang tergabung di group WA. Ada yang tanya kapan datangnya, ada yang komentar besuk aja ngopinya soalnya masih diluar kota, ada yang bilang sore ini aja tancap gas. Djumari menjawabi dan balas komentar teman-teman. Dihari itu, Djumari kayak artis banyak ajakan dan tawaran teman-teman. <\/p>\n\n\n\n

Memang, teman-teman alumni MTS Madrasah Qudsiyyah Kudus kompak sekali, bahkan sudah kayak saudara sendiri semua. Kita sering kumpul walaupun hanya sekedar ngopi, yang penting bertemu dan ngobrol. Tidak jarang, kita ketemu dengan agenda acara resmi dan agak resmi. Seperti disaat salah satu teman punya hajat, bahkan hajat kecilpun kayak acara \u201cmanaqiban\u201d sering mengundang teman lainya. Pasti ada yang bingung apa itu manaqiban<\/em>?. Aku jelasin sebentar, manaqiban itu, acara membaca sejarah Syeih Abdul Qodir Jaelani ulama dahulu setelah masa Shahabat Nabi, yang terkenal alimnya dan sufi serta berkaromah. Nah, bagi kita-kita penggemarnya, sering kali kita baca sejarahnya. Dengan cerita sejarah  Syeih Abdul Qodir Jaelani, kita penggemar berharap agar apa yang kita lakukan dido\u2019akan atau di amini beliau semua urusan kita lancar. Karena menurut kita penggemar, meyakini Syeih Abdul Qodir Jaelani kekasih Tuhan, kalau dalam bahasa Jawa \u201cbolone Gusti Allah\u201d. Ini sekilas penjelasan tentang istilah manaqiban<\/em>, kalau mau tau lebih lanjut, khasiat-khasiatnya, bisa kita diskusi dilain waktu aja. Yang jelas di acara manaqiban<\/em> ini sudah jadi tradisi ada \u201cingkung\u201d ayamnya. Ini yang biasa kita nantikan.<\/p>\n\n\n\n

Kembali ke acara ngopi, disore itu temenku Djumari langsung nentukan tempat ngopi dan waktunya. Kita biasa ngopi ditempat sederhana. Akhirnya, Djumari mutusin habis isya\u2019 kumpul dan ngopi di rumah teman kita satunya namanya Nur Cholis, juga tergabung dalam group WA. Setelah tahu bakal kerumahnya, Nur Cholis langsung komen, lapan enam laksanakan. Aku langsung teringat temenku namanya Fawaz, orang Betawi keturunan Arab, sering kalau jawab pas di WA pakai tulisan lapan enam.\u00a0<\/p>\n\n\n\n

Baca: PB Djarum, Prestasi Bulutangkis Nasional, dan Kegagalan KPAI Memahami Peristiwa<\/a><\/p>\n\n\n\n

Waktu isya\u2019 tiba, suasana mau hujan, sedikit grimis, hawanya lumayan dingin dibanding sebelumnya panas dan gerah. Tapi semangat ngopi dam ngobrol teman-teman tak mengendor. Bahkan di group sudah ada yang ribut, ngajak-ngajak \u201cayo ayo waktunya kopdar tiba, ada bonus banyak rezeki lho\u201d, Rifai namanya, seorang pembicara atau muballig yang sering ceramah di masyarakat. <\/p>\n\n\n\n

Aku datang sekitar jam 20.00, terlihat banyak tema yang sudah pada kumpul, didepannya ada segelas kopi. Maklum kita orang desa ngopinya gak pakai cangkir, tapi pakai gelas es yang tinggi. Dibenakku ini ngopi apa kehausan?, tapi yang penting tetap ngopi dan merokok. Di meja terlihat banyak rokok bermacam-macam mereknya, sesuai kesukaan masing-masing. Ada yang bawa Sukun Putih, ada yang bawa Gudang Garam, kebanyakan bawa LA, tapi ada juga yang bawa rokok bikinan sendiri alias \u201cTingwe\u201d nglinting dewe dirumah ditaruh plastik. Aku coba rokok tingwe itu sambil ngobrol bareng, ternyata lumayan enak ramuan rokoknya, dibanding tingwe tingwe yang pernah aku rasakan. Yang buat tingwe namanya Sutopo, profesinya sehari-hari memang jual beli tembakau. Karena penasaran, sutopo aku tanya, kok enak, ini tembakau mana?. Dijawabnya \u201cbiasa tembakau Temanggung\u201d tapi aku kasih cengkeh kualitas wahid, dan sedikit ramuan saos sendiri (bahannya dirahasiakan), yang jelas katanya bahan saos dari rempah rempah bikinan sendiri. <\/p>\n\n\n\n

Ngobrol kita mengalir tanpa ada sekat dan batasan, malah terkadang pada ngobrol sendiri-sendiri dengan teman didekatnya. Giliran Djumari disuruh cerita pengalamannya, teman teman pada diam, mungkin pada penasaran. Soalnya dulu, sebelum ke Jakarta ia bekerja di Djarum. Ia ceritakan alasannya harus ke Jakarta. Awalnya, sering pulang pergi Jakarta Kudus untuk pengobatan istrinya yang sedang sakit di salah satu pengobatan alternatif disana atas rekomendasi saudaranya yang sudah lama hidup di Jakarta. Ia menceritakan sakit istrinya yang sering pusing, dan pusingnya bukan pusing biasa, dan seringkali istrinya sampai membentur-benturkan kepalanya. Kemudian, saat diharuskan kontinyu pengobatannya, minimal satu tahun agar cepat sembuh, akhirnya ia putusin meninggalkan Kudus sementara, termasuk pekerjaannya. Alhamdulillah istrinya sekarang sudah sembuh total.\u00a0<\/p>\n\n\n\n

Baca: Cacat Pikir KPAI Memaknai Kata Ekploitasi Anak dan Promosi<\/a><\/p>\n\n\n\n

Disela sela nungguin istrinya sakit, ia sering diajak saudaranya jualan sayuran keliling. Nah, walaupun sekarang istrinya sudah sembuh, ia tetap di Jakarta. Sebab dipikirannya, kalau kembali ke Kudus mulai dari awal lagi, mending yang sudah ada didepan mata dijalanin dulu. Nanti pelan-pelan sambil melihat peluang di Kudus, ia pun akan pulang. Obrolan tetap seru, walaupun djarum jam sudah tepat diangka 12.00 malam. Namun domain obrolan lebih pada Djumari sebagai nara sumber, ia menceritakan semua pengalaman dan kejadia yang ia lihat, sampai ia menceritakan berita kalau pabrik Djarum yang dulu pernah ia singgahi, sedang dipermasalahkan KPAI. Memang sebenarnya ia tak paham alur permasalahanya. Tahunya, KPAI gak suka bulu tangkis Djarum berjalan, memusuhi rokok. <\/p>\n\n\n\n

Sebagai orang yang pernah menjadi karyawan Djarum, jadi wajar dan pantas kalau ia membela Djarum, apalagi ia asli Kudus. Saking semangatnya, ia ngomong \u201cnek aku dadi Djarum, tak tuku iku KPAI, paling ora tak lawan\u201d \u201candaikan aku yang punya Djarum, aku beli KPAI, paling tidak dilawan\u201d. Ada yang menyambar omongan, \u201csampek matek kuwe Djum, ogak bakal dadi bos Djarum\u201d \u201csampai mati kamu Djum, tidak akan jadi bos Djarum\u201d haha\u2026\u2026disambut dengan tawa klakaran teman-teman termasuk saya sendiri. Di sela-sela tawa, tuan rumah ngomong \u201cancen gawe gregeten, kenopo Djarum mung meneng, malah ngalah\u201d \u201cbikin gregeten, kenapa Djarum diam dan cenderung mengalah\u201d. <\/p>\n\n\n\n

Nah, ternyata, banyak orang yang sangat simpati dan membela pabrik Djarum, terutama orang Kudus. Rata-rata mereka, tak tahu apa yang harus dilakukan, apa yang harus diperbuat. Sebagai manusia lemah, mereka hanya bisa marah  yang terpendaam dalam hati, dengan melihat kejadian KPAI menyerang Djarum. Coba, andaikan mereka tahu kalau dibelekang KPAI ada kepentingan asing yang mengusik rokok kretek asli Kudus, yang sudah mendarah daging bagi masyarakat Kudus. Pastinya, pembelaanya lebih dari itu, bahkan mungkin mati-matian.
<\/p>\n","post_title":"Cerita di Balik Segelas Kopi untuk Djarum","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"cerita-di-balik-segelas-kopi-untuk-djarum","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-09-03 09:19:00","post_modified_gmt":"2019-09-03 02:19:00","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6014","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":6008,"post_author":"878","post_date":"2019-08-30 15:06:07","post_date_gmt":"2019-08-30 08:06:07","post_content":"\n

Pada mulanya, saya mengira tanaman tembakau ditanam, dirawat, dan dipanen sama dengan kebanyakan tanaman-tanaman semusim lainnya di negeri ini. Ada proses pembibitan, kemudian proses penanaman, lantas tanaman rutin disiram dan diberi pupuk, ada proses perawatan hingga akhirnya dipanen ketika musim panen tiba. Tapi nyatanya, perkiraan saya salah. Tembakau tanaman yang cukup unik. Beda dari banyak tanaman semusim lain yang lazim ditanam petani di banyak tempat di Indonesia.<\/p>\n\n\n\n

Hal paling menonjol yang membedakan tanaman tembakau dengan tanaman semusim lain ada pada masa tanam dan masa panen tiba. Tanaman tembakau menjadi anomali karena ditanam saat musim penghujan akan berakhir. Lalu dipanen ketika musim kemarau sedang berada pada puncaknya. Saat tanaman-tanaman semusim lainnya enggan tumbuh, bahkan rumput sekalipun mengering karena kemarau.<\/p>\n\n\n\n

Tiga tahun belakangan, saya banyak bergaul dengan petani dan buruh tani tembakau di Kabupaten Temanggung, juga dengan anak-anak mereka. Jika sebelumnya saya sekadar penikmat rokok kretek, tiga tahun belakangan, saya mulai tertarik untuk mempelajari seluk-beluk seluruh lini yang mendukung industri kretek nasional. Yang paling menarik minat saya, tentu saja konteks pertanian dan sosial masyarakat yang memproduksi komoditas yang menjadi bahan baku utama produk kretek. Tembakau dan cengkeh.<\/p>\n\n\n\n

Baca: Melihat Petani Tembakau di Temanggung Memanen Tembakau Mereka<\/a><\/p>\n\n\n\n

Dari sekian banyak hal menarik yang disajikan pertanian tembakau hingga proses penjualan hasil panen tembakau yang saya amati di wilayah Kabupaten Temanggung, hal yang terus menerus menarik minat saya dan hingga saat ini belum sepenuhnya saya pahami adalah proses panen tembakau dan penentuan grade tembakau hasil panenan petani. Sama seperti kesalahan saya mengira tanaman tembakau ditanam dan diproses mirip dengan tanaman semusim lainnya, dugaan saya perihal proses panen tembakau juga salah sepenuhnya. Dahulu saya mengira daun-daun yang siap dipanen dari tanaman tembakau ya dipanen begitu saja. Menunggu daun-daun yang tumbuh pada tanaman tembakau siap dipanen, lantas dipanen seluruhnya dalam satu waktu oleh para pekerja di kebun. Nyatanya tidak begitu. Dan lebih rumit dari itu.<\/p>\n\n\n\n

Mayoritas tembakau yang ditanam di wilayah Temanggung berasal dari jenis kemloko. Ada kemloko 1, kemloko 2, dan kemloko 3. Dari ketiga varietas kemloko tersebut, metode panen dan penentuan grade tembakau memiliki tata cara yang sama persis. Seluruh petani di Temanggung menerapkan metode panen yang mirip. Dari metode panen tersebut, ternyata berpengaruh terhadap tingkatan kualitas tembakau yang dipanen, petani di Temanggung kerap menyebut \u2018tiam\u2019 atau \u2018grade\u2019 untuk perbedaan tingkat kualitas tembakau yang dipanen.<\/p>\n\n\n\n

Tidak seperti tanaman semusim lainnya yang dipanen dalam satu waktu, tembakau dipanen bertahap mulai dari daun terbawah pada pohon hingga daun teratas. Dalam satu tanaman tembakau, panen bisa berlangsung sebanyak 13 hingga 15 kali dalam sekali musim tembakau. Jarak antara panen satu dengan panen lainnya, antara lima dan tujuh hari. Dengan kondisi ini, musim panen tembakau di Temanggung atau yang kerap disebut musim \u2018mbakon\u2019 bisa berlangsung selama dua hingga tiga bulan. Tahun ini, panen dimulai pada pertengahan Juli dan diprediksi akan berakhir pada pertengahan Oktober.<\/p>\n\n\n\n

Baca: Tuhan Tidak Menciptakan Tembakau untuk Dibenci dan Dicaci<\/a><\/p>\n\n\n\n

Metode panen seperti itu, yang bertahap dan berjeda dari panen satu daun ke daun lainnya ternyata berpengaruh terhadap tingkatan kualitas daun tembakau. Daun-daun yang dipanen lebih awal, gradenya berada pada grade yang rendah. Grade terus meningkat hingga sampai puncaknya seiring panen-panen selanjutnya pada tanaman yang sama. Dalam satu tanaman tembakau, grade daun sudah pasti berbeda-beda sesuai dengan waktu panenan daun di tanaman tersebut.<\/p>\n\n\n\n

Agar lebih mudah dipahami, mari kita bayangkan sebatang tanaman tembakau yang tumbuh subur dalam kondisi normal dan tanaman itu sudah mulai memasuki masa panen. Pada sebatang tanaman tembakau itu tumbuh sebanyak 17 helai daun dari bawah ke atas. Panen pertama dimulai. Daun paling bawah dari tanaman tembakau itu dipetik untuk dipanen. Hanya satu helai daun saja, yang terbawah. Daun yang pertama dipanen itu, biasanya memiliki grade A. Adakalanya kualitas tembakau pada panenan pertama sudah mulai berada pada grade B. Di beberapa titik bahkan sudah ada yang menghasilkan tembakau grade C. <\/p>\n\n\n\n

Lima hingga tujuh hari kemudian, panen daun kedua dilakukan. Satu daun saja dari sebatang tanaman, daun terbawah yang dipanen. Lima hingga tujuh hari berikutnya lantas dipanen lagi. Begitu seterusnya hingga 12 atau 13 kali panen. Semakin ke atas daun yang dipanen seiring bertambahnya waktu, grade tembakau juga meningkat hingga puncaknya berhenti di grade F. Hanya sedikit tembakau yang bisa melampau grade F, mencapai grade G dan H, itulah tembakau-tembakau jenis srintil berharga jutaan rupiah per kilogramnya.<\/p>\n\n\n\n

Selain waktu panen dan letak daun dalam sebatang tanaman, jenis tanah, unsur hara yang terkandung dalam tanah, asupan embun alami, pancaran sinar matahari yang cukup, serta proses fermentasi dan penjemuran usai daun-daun dipanen, menjadi penentu kualitas tembakau yang menempatkan daun tembakau itu pada grade tertentu. Satu hal lain lagi yang sangat berpengaruh terhadap grade tembakau adalah wilayah tembakau itu ditanam. Ada tiga wilayah tempat tembakau biasa ditanam. Wilayah persawahan (dataran rendah), wilayah tegalan (dataran menengah), dan wilayah gunung (dataran tinggi). Kondisi tanah dan faktor ketinggian dan kondisi geografis lainnya berpengaruh terhadap kualitas tembakau.<\/p>\n\n\n\n

Di wilayah persawahan, tanaman tembakau memang subur dan tumbuh cepat, namun tembakau yang ditanam di sana maksimal hanya bisa menghasilkan tembakau grade D, atau D+. Sedang tembakau yang ditanam di wilayah tegalan, maksimal bisa menghasilkan tembakau grade E hingga E+. Yang terbaik, tentu saja tembakau yang ditanam di wilayah gunung. Meskipun membutuhkan waktu tanam lebih lama dibanding dua wilayah lainnya, rata-rata panenan terakhir mencapai grade F hingga seterusnya dengan tembakau terbaik bernama srintil.   <\/p>\n\n\n\n

Ini sedikit yang saya pelajari di Temanggung hasil belajar langsung dari para petani di sana. Saya tidak tahu dengan metode panen dan penentuan grade tembakau di wilayah lain dengan jenis tembakau lain juga. Menarik sebetulnya mencari tahu di tempat lain. Semoga sekali waktu nanti berkesempatan untuk itu. 
<\/p>\n","post_title":"Penentuan Grade Tembakau di Temanggung","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"penentuan-grade-tembakau-di-temanggung","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-08-30 15:06:14","post_modified_gmt":"2019-08-30 08:06:14","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6008","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5999,"post_author":"877","post_date":"2019-08-28 09:40:02","post_date_gmt":"2019-08-28 02:40:02","post_content":"\n

Direktur Pusat Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Amerika Serikat (CDC), Robert Redfield, mengungkapkan kematian tragis di Illinois memperkuat dugaan karena vape<\/a> atau rokok elektrik. Berita tersebut atas laporan Dinas Kesehatan Illinois yang mengumumkan ada satu pasien yang akhirnya meninggal dunia. Kasus ini kemungkinan jadi kasus pertama kematian akibat penyakit berkaitan dengan vape.
<\/p>\n\n\n\n

Kejadian di atas menjawab keberadaan vape atau rokok elektrik sangat membahayakan. Berbeda dengan resiko rokok kretek, bisa menimbulkan penyakit jika mengkonsumsinya berlebihan atau kebanyakakan, dan hidup tidak seimbang. Misalnya dalam satu hari merokok sampai tiga atau empat bungkus, tanpa makan nasi atau makan-makanan sehat, tanpa olah raga, tanpa minum air putih, selalu didampingi kopi atau teh, istirahatnya kurang dan sebagainya. Maka dipastikan orang tersebut akan jatuh sakit bahkan meninggal dunia.\u00a0<\/p>\n\n\n\n

Baca: Terkuak, Rokok Elektrik Berbahaya bagi Kesehatan<\/a><\/p>\n\n\n\n

Tidak hanya itu, otoritas kesehatan di Amerika Serikat telah berhasil menginvestigasi kemunculan penyakit paru-paru misterius di antara kalangan pengguna rokok elektrik atau vape. Dilaporkan setidaknya ada 195 kasus potensial penyakit paru-paru di 22 Negara karena kena dampak dari vape atau rokok elektrik.
<\/p>\n\n\n\n

Jadi, masyarakat perlu waspada beredarnya vape atau rokok elektrik. Belum lagi, sebetulnya rokok elektrik atau vape, berdampak juga peningkatan perokok anak.\u00a0 Yang menjadi daya tarik bagi anak, selain bentuknya yang elegan, simpel, juga beraroma buah-buahan yang terkemas dalam cairan.<\/strong><\/p>\n\n\n\n

Orang yang mengatakan bahwa vape atau rokok elektrik lebih mensehatkan dari pada rokok kretek, pendapat tersebut sangat keliru. Disampaing efek dari rangkaian listrik dan battre juga cairan dalam rokok elektrik berpengaruh terhadap resiko jantung.  <\/p>\n\n\n\n

Hasil penelitian yang diterbitkan dalam Journal of American College of Cardiology pada Mei lalu ini menambah bukti bahwa cairan rokok elektrik dapat menghambat fungsi sel-sel tubuh yang berperan dalam kesehatan jantung. Cairan dalam vape atau rokok elektrik pada akhirnya merusak sel-sel yang melapisi pembuluh darah. <\/p>\n\n\n\n

Keberadaan vape atau rokok elektrik di pasaran sangat membahayakan bagi orang Indonesia, terlebih pemuda-pemuda, yang banyak memilih merokok vape aatau rokok elektri. Menurutnya, selain bentuk kecil, simpel dibawa dan ada aroma buah-buahan sesuai selera. Akan tetapi dibalik bentuknya yang bagus, menyembunyikan banyak penyakit ketika dikonsumsi.\u00a0<\/p>\n\n\n\n

Baca: Kata Siapa Lebih Sehat? Perokok Elektrik Berisiko Terjangkit Penyakit Kardiovaskular<\/a><\/p>\n\n\n\n

Hingga kini CDC masih melakukan investigasi lebih lanjut, dengan mengimbau agar para dokter mengumpulkan data dan sampel bila menemukan pasien dengan gejala penyakit paru serupa, tentunya akibat rokok elektrik atau vape. Bentuk dan merek rokok elektrik dan vape banyak varian dan banyak merek. JUUL termasuk merek rokok elektrik atau vape yang saat ini naik daun.\u00a0<\/p>\n\n\n\n

Ada yang mengatakan bahwa tak tepat membandingkan rokok tembakau dengan rokok elektrik. Ya benar tak tepat, karena rokok elektrik atau vape resikonya sangat tinggi. Sedang rokok tembakau resikonya kecil, apa lagi rokok kretek mungkin resikonya sangat kecil sekali terhadap tubuh. Alasannya, munculnya rokok kretek bertujuan untuk pengobatan sakit bengek, dan tujuannya berhasil. Hingga banyak orang melakukan pemesanan rokok kretek saat itu, rokok kretek belum sebagai industri besar masih bersifat rumahan,  keadaan tersebut sekitar abad 19. <\/p>\n\n\n\n

Dalam studi ini, tim peneliti menemukan bukti efek toksik pada sel-sel yang melapisi pembuluh darah dan melindungi jantung. Beberapa bukti tersebut termasuk di antaranya gangguan pada fungsi sel dan munculnya tanda-tanda peradangan. Para peneliti mengamati bagaimana respons sel saat bersentuhan dengan cairan rokok elektrik. Efek yang paling kentara terlihat pada cairan dengan rasa kayu manis.<\/p>\n\n\n\n

Baca: Riset Kesehatan Rokok Elektrik<\/a><\/p>\n\n\n\n

Sekelompok ahli kardiovaskular dari University of Massachusetts menganjurkan peneliti agar melakukan uji rokok elektrik atau vape lebih yang beraroma. Karena sumsi sementara, produk vape atau rokok elektrik yang beraroma dan punya pilihan rasa lebih berbahaya dari pada rokok vape natural. Namun yang banyak beredar dipasaran, justru yang beraroma dan berasa buah-buahan, dari pada yang natural. <\/p>\n\n\n\n

Studi pada 2018 lalu menunjukkan, penggunaan rokok elektrik harian berisiko terhadap serangan jantung, meski dengan probabilitas yang lebih rendah daripada perokok tembakau. Menurut dr Lawrence Phillips pakar kardiovaskular NYU Langone Health mengatakan \u201cKita melihat semakin banyak bukti bahwa rokok elektrik berhubungan dengan peningkatan risiko serangan jantung\u201d.<\/p>\n\n\n\n

Dari hasil pakar dan hasil studi di atas menegaskan bahwa keberadaan rokok vape atau rokok elektrik, resikonya sangat besar. Bahan utama rokok vape atau elektrik yang paling besar memberikan efek negatif pada tubuh manusia adalah cairan perasa. Akibat cairan perasa dalam rokok elektrik  atau vape termasuk merek JUUL beresiko terjadi peradangan, terjangkit penyakit jantung dan paru-paru akut, selanjutnya berakibat kematian. <\/p>\n\n\n\n

Untuk itu, demi masa depan bangsa Indonesia harusnya ada regulasi pelarangan peredaran rokok elektrik atau vape yang nyata-nyata telah ada kasus dengan didukung beberapa riset dan studi tentang konten rokok elektrik atau vape, yang hasilnya mempunyai resiko tinggi dapat menyebabkan penyakit berujung kematian.         
<\/p>\n","post_title":"Perokok Elektrik Berisiko Besar Terjangkit Penyakit Mematikan","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"perokok-elektrik-berisiko-besar-terjangkit-penyakit-mematikan","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-08-28 09:40:09","post_modified_gmt":"2019-08-28 02:40:09","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5999","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5988,"post_author":"855","post_date":"2019-08-24 10:41:28","post_date_gmt":"2019-08-24 03:41:28","post_content":"\n

Sumber permasalahan besar dunia pertembakauan sejatinya bukan iklim dan hama, melainkan kebijakan pemerintah dan para plolitisi yang ikut serta membicarakannya, tanpa dasar yang kuat, adil dan cenderung ugal-ugalan.
<\/p>\n\n\n\n

Jika orang dahulu tidak berani bicara kecuali kepada hal-hal yang benar-benar diketahui, kali ini banyak sekali orang yang banyak bicara daripada membaca, baik buku maupun alam kauniyah (dunia nyata). Maka jangan heran, jika tidak sedikit politisi dan pemerintah yang gagal paham dunia pertembakau, dari berbagai sisi, karena mereka mendapatkan informasi sepotong-sepotong, tanpa ada usaha untuk tabayyun <\/em>lebih mendalam apalagi turun ke ladang untuk memastikan.
<\/p>\n\n\n\n

Kini hama petani muncul lagi dari kalangan politisi. Sebut saja namanya Sukamta (nama asli) yang kini menjabat sebagai sekretaris Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS). Kenapa semua orang yang terkait dengan industri hasil tembakau (petani, buruh, dsb) dianggap tidak sejahtera, ya karena partai yang harusnya adil saja tidak mampu berbuat adil, bahkan dalam pikiran dan apa yang keluar dari mulutnya.<\/p>\n\n\n\n

Baca: Tuhan Tidak Menciptakan Tembakau untuk Dibenci dan Dicaci<\/a>
<\/p>\n\n\n\n

Tidak perlu bicara terlalu jauh. Mari kita kita uji omongan Sukamta yang dimuat situs ayosemarang.com, 22 Agustus 2019. Omongan yang sejatinya sebuah template dan selalu dipakai oleh antirokok. Semacam gaya kampanye sholih li kulli zaman wal makan, <\/em>meski dibangun dari logika berantakan dan cenderung mengutamakan kengawuran daripada analisa yang mendalam. Ya memang itulah keistimewaan antirokok, anti terhadap data valid dan percaya diri berlebihan dalam kesesatan berpikir.
<\/p>\n\n\n\n

Bagi Sukamta, harga rokok di Indonesia, sebuah negeri yang besar salah satunya ditopang oleh dunia pertembakauan, harus dinaikkan 700 persen. Alasannya supaya orang miskin tidak dapat membeli rokok. Jika orang miskin yang merokok jatuh sakit, maka negara melalui (Jaminan Kesehatan Nasional) JKN rugi menanggung biayanya. Tentu saja ini berbeda dengan, orang kaya boleh makan junkfood<\/em>, minuman bersoda, dan berlaku semaunya, karena jika jatuh sakit mereka bisa membiayai sendiri dan dapat memperkaya negara.
<\/p>\n\n\n\n

Cara sistematis ini akan diduplikasi dan diperbarui terus menerus. Bermula dari seorang sakit yang berobat ke dokter, jika ia merokok maka dokter akan berkata, \u201cbapak sakit karena rokok\u201d, dan dokter tidak secara jujur bahwa penyakit itu datang dari sebab apapun, bisa gula, bisa gaya hidup yang berantakan, kurang minum air putih, stres dengan obat mahal, dsb.
<\/p>\n\n\n\n

Kenapa Sukamta cenderung ingin menaikkan harga rokok untuk menyelesaikan permasalahan JKN yang rumit itu? Ya karena sudah menjadi tabiat antirokok, bahwa berpikir keras untuk mencari solusi adalah buang-buang waktu, makanya rokok akan disalahkan supaya permasalahan menjadi lekas selesai. 
<\/p>\n\n\n\n

Coba kita kembali ke tahun 2018, saat BPJS Kesehatan defisit dan ditambal oleh cukai rokok. Para pegiat kesehatan beralasan, jumlah masyarakat sakit yang kian bertambah dan narasi yang kemudian dibangun; sakit-sakit itu disebabkan oleh rokok. Tidak berhenti sampai di situ, beragam alasan yang penting pengelola kesehatan \u201cselamat\u201d banyak digaungkan di media (tanpa ada sikap ksatria untuk mengakui bahwa memang masih banyak masalah dalam JKN, baik pengelolaan maupun skema yang lebih baik, yang perlu dicarikan solusi).<\/p>\n\n\n\n

Baca: Kegagalan Lakpesdam PBNU dalam Melihat Produk Tembakau Alternatif<\/a><\/p>\n\n\n\n

Koordinator Advokasi BPJS Watch, Timboel Siregar, megkritisi beragam narasi yang dibangun oleh pegiat kesehatan. Ia mengusulkan agar BPJS fokus pada pengawasan penetapan inasibijis oleh pihak rumah sakit. Timboel menilai, inasibijis merupakan gerbang terjadinya defisit BPJS Kesehatan. Inasibijis (INA-CGB) merupakan sebuah singkatan dari Indonesia Case Base Gropus, yakni sebuah aplikasi yang digunakan rumah sakit untuk mengajukan klaim pada pemerintah. (bisnis.com)
<\/p>\n\n\n\n

Kita tidak pernah tau, apa yang dilakukan rumah sakit terhadap pasien-pasien yang membayar BPJS. Kita juga tidak pernah tau jika ada pasien BPJS kelas I diberi fasilitas kelas II atau III, dan rumah sakit mengklaim biaya kelas I ke negara. Tentu saja yang demikian ini tidak penting bagi antirokok. <\/p>\n\n\n\n

Baca: Ada Campur Tangan Bloomberg dalam Surat Edaran Menkes terkait Pemblokiran Iklan Rokok<\/a><\/p>\n\n\n\n

Sukamta juga bilang, orang-orang yang kecanduan merokok dan mampu membeli rokok yang mahal, dipersilahkan tetap merokok asal menanggung sendiri biaya pengobatan akibat penyakit karena rokok. Asalkan dampak buruk akibat konsumsi rokok tidak membebani negara kerena pemasukan dari cukai tembakau tidak sebanding dengan biaya yang harus dikeluarkan negara. (ayosemarang.com)
<\/p>\n\n\n\n

Bagi saya pribadi, ini adalah statemen yang sangat lucu. Sejak kapan sih negara betul-betul hadir dan perhatian terhadap kesehatan masyarakat, khususnya di pedesaan dan pedalaman? Kalau ada pun, menjalankannya setengah hati. Dan sejak kapan rokok itu menjadi candu, padahal yang candu itu kekuasaan dan menjadikan masyarakat sebagai jembatan untuk menuju \u201ckekuasaan dalam negara\u201d? 
<\/p>\n\n\n\n

Sukamta juga menganggap, bahwa perokok bukan orang yang produktif? Faktanya? Setahu saya orang-orang yang merokok punya produtivitas tinggi, mereka hidup sebagaimana keringat yang diperas setiap hari. Tanpa berharap kepada negara apalagi Sukamta.
<\/p>\n\n\n\n

Sekadar saran saja, sebaiknya PKS tidak perlu ngelantur bicara rokok. Silahkan bicara, asalkan keadilan sosial sebagaimana nama partainya tidak hanya selesai pada tataran konsepsi dan gagah-gagahan, melainkan pada tahap tindakan dan contoh konkrit atasnya.
<\/p>\n","post_title":"Ketika PKS Bicara Rokok","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"ketika-pks-bicara-rokok","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-08-24 10:51:25","post_modified_gmt":"2019-08-24 03:51:25","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5988","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":35},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"epic_block_3"};

\n

Masih ingat kemarin, tulisan Djarum yang ada di kaos para atlit olahraga dipermasalahkan KPAI dan kawan-kawannya? Banyak orang-yang omong, ternyata ada orang kaya yang diusik, tapi dia hanya diam tanpa ada kata sedikitpun sebagai pembalasan terhadap yang mengusiknya. Bahkan cenderung mengalah, bikin orang lain gregetan. Kalimat itu yang aku tangkap dari salah satu temen bernama Nur Cholis asal Desa Gribiq, Kabupaten Kudus.<\/p>\n\n\n\n

Seminggunan kemarin, tepatnya Minggu 25 Agustus, teman MTS dulu pulang dari Jakarta. Ia sehari-harinya beraktivitas dan bekerja di sana. Di Jakarta, bersama anak istrinya, yang setiap hari jualan sayuran keliling. <\/p>\n\n\n\n

Kami yang sudah lama tidak ketemu, bahkan lebaran kemarin ternyata dia tak pulang ke Kudus. Pantesan tak ada yang rebut ngajak ngopi, orang yang biasa ngajak ngopi orangnya masih di Jakarta. Memilih lebaran di sana, karena dititipin rumah tetangganya yang katanya sudah seperti keluarganya sendiri yang kala itu baru mudik.\u00a0<\/p>\n\n\n\n

Baca: Sesat pikir KPAI Melarang Audisi Pencarian Bakat Bulutangkis Anak-Anak<\/a><\/p>\n\n\n\n

Temanku itu panggilannya Djumari, rumahnya dulu daerah Kaliwungu Kudus bagian barat. Ia pulang dalam rangka ada acara nikahan saudara dari istrinya. Dasar Djumari, kalau gak ngopi bareng dan ketemu temen-temen gak puas katanya, karena mumpung di Kudus. Ia gunakan kesempatan sebelum datang kesempitan disela-sela acara nikahan saudaranya. Lewat pesan singkat WA, tanpa hitungan jam ajakan ngopi Djumari, langsung di respon banyak teman yang tergabung di group WA. Ada yang tanya kapan datangnya, ada yang komentar besuk aja ngopinya soalnya masih diluar kota, ada yang bilang sore ini aja tancap gas. Djumari menjawabi dan balas komentar teman-teman. Dihari itu, Djumari kayak artis banyak ajakan dan tawaran teman-teman. <\/p>\n\n\n\n

Memang, teman-teman alumni MTS Madrasah Qudsiyyah Kudus kompak sekali, bahkan sudah kayak saudara sendiri semua. Kita sering kumpul walaupun hanya sekedar ngopi, yang penting bertemu dan ngobrol. Tidak jarang, kita ketemu dengan agenda acara resmi dan agak resmi. Seperti disaat salah satu teman punya hajat, bahkan hajat kecilpun kayak acara \u201cmanaqiban\u201d sering mengundang teman lainya. Pasti ada yang bingung apa itu manaqiban<\/em>?. Aku jelasin sebentar, manaqiban itu, acara membaca sejarah Syeih Abdul Qodir Jaelani ulama dahulu setelah masa Shahabat Nabi, yang terkenal alimnya dan sufi serta berkaromah. Nah, bagi kita-kita penggemarnya, sering kali kita baca sejarahnya. Dengan cerita sejarah  Syeih Abdul Qodir Jaelani, kita penggemar berharap agar apa yang kita lakukan dido\u2019akan atau di amini beliau semua urusan kita lancar. Karena menurut kita penggemar, meyakini Syeih Abdul Qodir Jaelani kekasih Tuhan, kalau dalam bahasa Jawa \u201cbolone Gusti Allah\u201d. Ini sekilas penjelasan tentang istilah manaqiban<\/em>, kalau mau tau lebih lanjut, khasiat-khasiatnya, bisa kita diskusi dilain waktu aja. Yang jelas di acara manaqiban<\/em> ini sudah jadi tradisi ada \u201cingkung\u201d ayamnya. Ini yang biasa kita nantikan.<\/p>\n\n\n\n

Kembali ke acara ngopi, disore itu temenku Djumari langsung nentukan tempat ngopi dan waktunya. Kita biasa ngopi ditempat sederhana. Akhirnya, Djumari mutusin habis isya\u2019 kumpul dan ngopi di rumah teman kita satunya namanya Nur Cholis, juga tergabung dalam group WA. Setelah tahu bakal kerumahnya, Nur Cholis langsung komen, lapan enam laksanakan. Aku langsung teringat temenku namanya Fawaz, orang Betawi keturunan Arab, sering kalau jawab pas di WA pakai tulisan lapan enam.\u00a0<\/p>\n\n\n\n

Baca: PB Djarum, Prestasi Bulutangkis Nasional, dan Kegagalan KPAI Memahami Peristiwa<\/a><\/p>\n\n\n\n

Waktu isya\u2019 tiba, suasana mau hujan, sedikit grimis, hawanya lumayan dingin dibanding sebelumnya panas dan gerah. Tapi semangat ngopi dam ngobrol teman-teman tak mengendor. Bahkan di group sudah ada yang ribut, ngajak-ngajak \u201cayo ayo waktunya kopdar tiba, ada bonus banyak rezeki lho\u201d, Rifai namanya, seorang pembicara atau muballig yang sering ceramah di masyarakat. <\/p>\n\n\n\n

Aku datang sekitar jam 20.00, terlihat banyak tema yang sudah pada kumpul, didepannya ada segelas kopi. Maklum kita orang desa ngopinya gak pakai cangkir, tapi pakai gelas es yang tinggi. Dibenakku ini ngopi apa kehausan?, tapi yang penting tetap ngopi dan merokok. Di meja terlihat banyak rokok bermacam-macam mereknya, sesuai kesukaan masing-masing. Ada yang bawa Sukun Putih, ada yang bawa Gudang Garam, kebanyakan bawa LA, tapi ada juga yang bawa rokok bikinan sendiri alias \u201cTingwe\u201d nglinting dewe dirumah ditaruh plastik. Aku coba rokok tingwe itu sambil ngobrol bareng, ternyata lumayan enak ramuan rokoknya, dibanding tingwe tingwe yang pernah aku rasakan. Yang buat tingwe namanya Sutopo, profesinya sehari-hari memang jual beli tembakau. Karena penasaran, sutopo aku tanya, kok enak, ini tembakau mana?. Dijawabnya \u201cbiasa tembakau Temanggung\u201d tapi aku kasih cengkeh kualitas wahid, dan sedikit ramuan saos sendiri (bahannya dirahasiakan), yang jelas katanya bahan saos dari rempah rempah bikinan sendiri. <\/p>\n\n\n\n

Ngobrol kita mengalir tanpa ada sekat dan batasan, malah terkadang pada ngobrol sendiri-sendiri dengan teman didekatnya. Giliran Djumari disuruh cerita pengalamannya, teman teman pada diam, mungkin pada penasaran. Soalnya dulu, sebelum ke Jakarta ia bekerja di Djarum. Ia ceritakan alasannya harus ke Jakarta. Awalnya, sering pulang pergi Jakarta Kudus untuk pengobatan istrinya yang sedang sakit di salah satu pengobatan alternatif disana atas rekomendasi saudaranya yang sudah lama hidup di Jakarta. Ia menceritakan sakit istrinya yang sering pusing, dan pusingnya bukan pusing biasa, dan seringkali istrinya sampai membentur-benturkan kepalanya. Kemudian, saat diharuskan kontinyu pengobatannya, minimal satu tahun agar cepat sembuh, akhirnya ia putusin meninggalkan Kudus sementara, termasuk pekerjaannya. Alhamdulillah istrinya sekarang sudah sembuh total.\u00a0<\/p>\n\n\n\n

Baca: Cacat Pikir KPAI Memaknai Kata Ekploitasi Anak dan Promosi<\/a><\/p>\n\n\n\n

Disela sela nungguin istrinya sakit, ia sering diajak saudaranya jualan sayuran keliling. Nah, walaupun sekarang istrinya sudah sembuh, ia tetap di Jakarta. Sebab dipikirannya, kalau kembali ke Kudus mulai dari awal lagi, mending yang sudah ada didepan mata dijalanin dulu. Nanti pelan-pelan sambil melihat peluang di Kudus, ia pun akan pulang. Obrolan tetap seru, walaupun djarum jam sudah tepat diangka 12.00 malam. Namun domain obrolan lebih pada Djumari sebagai nara sumber, ia menceritakan semua pengalaman dan kejadia yang ia lihat, sampai ia menceritakan berita kalau pabrik Djarum yang dulu pernah ia singgahi, sedang dipermasalahkan KPAI. Memang sebenarnya ia tak paham alur permasalahanya. Tahunya, KPAI gak suka bulu tangkis Djarum berjalan, memusuhi rokok. <\/p>\n\n\n\n

Sebagai orang yang pernah menjadi karyawan Djarum, jadi wajar dan pantas kalau ia membela Djarum, apalagi ia asli Kudus. Saking semangatnya, ia ngomong \u201cnek aku dadi Djarum, tak tuku iku KPAI, paling ora tak lawan\u201d \u201candaikan aku yang punya Djarum, aku beli KPAI, paling tidak dilawan\u201d. Ada yang menyambar omongan, \u201csampek matek kuwe Djum, ogak bakal dadi bos Djarum\u201d \u201csampai mati kamu Djum, tidak akan jadi bos Djarum\u201d haha\u2026\u2026disambut dengan tawa klakaran teman-teman termasuk saya sendiri. Di sela-sela tawa, tuan rumah ngomong \u201cancen gawe gregeten, kenopo Djarum mung meneng, malah ngalah\u201d \u201cbikin gregeten, kenapa Djarum diam dan cenderung mengalah\u201d. <\/p>\n\n\n\n

Nah, ternyata, banyak orang yang sangat simpati dan membela pabrik Djarum, terutama orang Kudus. Rata-rata mereka, tak tahu apa yang harus dilakukan, apa yang harus diperbuat. Sebagai manusia lemah, mereka hanya bisa marah  yang terpendaam dalam hati, dengan melihat kejadian KPAI menyerang Djarum. Coba, andaikan mereka tahu kalau dibelekang KPAI ada kepentingan asing yang mengusik rokok kretek asli Kudus, yang sudah mendarah daging bagi masyarakat Kudus. Pastinya, pembelaanya lebih dari itu, bahkan mungkin mati-matian.
<\/p>\n","post_title":"Cerita di Balik Segelas Kopi untuk Djarum","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"cerita-di-balik-segelas-kopi-untuk-djarum","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-09-03 09:19:00","post_modified_gmt":"2019-09-03 02:19:00","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6014","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":6008,"post_author":"878","post_date":"2019-08-30 15:06:07","post_date_gmt":"2019-08-30 08:06:07","post_content":"\n

Pada mulanya, saya mengira tanaman tembakau ditanam, dirawat, dan dipanen sama dengan kebanyakan tanaman-tanaman semusim lainnya di negeri ini. Ada proses pembibitan, kemudian proses penanaman, lantas tanaman rutin disiram dan diberi pupuk, ada proses perawatan hingga akhirnya dipanen ketika musim panen tiba. Tapi nyatanya, perkiraan saya salah. Tembakau tanaman yang cukup unik. Beda dari banyak tanaman semusim lain yang lazim ditanam petani di banyak tempat di Indonesia.<\/p>\n\n\n\n

Hal paling menonjol yang membedakan tanaman tembakau dengan tanaman semusim lain ada pada masa tanam dan masa panen tiba. Tanaman tembakau menjadi anomali karena ditanam saat musim penghujan akan berakhir. Lalu dipanen ketika musim kemarau sedang berada pada puncaknya. Saat tanaman-tanaman semusim lainnya enggan tumbuh, bahkan rumput sekalipun mengering karena kemarau.<\/p>\n\n\n\n

Tiga tahun belakangan, saya banyak bergaul dengan petani dan buruh tani tembakau di Kabupaten Temanggung, juga dengan anak-anak mereka. Jika sebelumnya saya sekadar penikmat rokok kretek, tiga tahun belakangan, saya mulai tertarik untuk mempelajari seluk-beluk seluruh lini yang mendukung industri kretek nasional. Yang paling menarik minat saya, tentu saja konteks pertanian dan sosial masyarakat yang memproduksi komoditas yang menjadi bahan baku utama produk kretek. Tembakau dan cengkeh.<\/p>\n\n\n\n

Baca: Melihat Petani Tembakau di Temanggung Memanen Tembakau Mereka<\/a><\/p>\n\n\n\n

Dari sekian banyak hal menarik yang disajikan pertanian tembakau hingga proses penjualan hasil panen tembakau yang saya amati di wilayah Kabupaten Temanggung, hal yang terus menerus menarik minat saya dan hingga saat ini belum sepenuhnya saya pahami adalah proses panen tembakau dan penentuan grade tembakau hasil panenan petani. Sama seperti kesalahan saya mengira tanaman tembakau ditanam dan diproses mirip dengan tanaman semusim lainnya, dugaan saya perihal proses panen tembakau juga salah sepenuhnya. Dahulu saya mengira daun-daun yang siap dipanen dari tanaman tembakau ya dipanen begitu saja. Menunggu daun-daun yang tumbuh pada tanaman tembakau siap dipanen, lantas dipanen seluruhnya dalam satu waktu oleh para pekerja di kebun. Nyatanya tidak begitu. Dan lebih rumit dari itu.<\/p>\n\n\n\n

Mayoritas tembakau yang ditanam di wilayah Temanggung berasal dari jenis kemloko. Ada kemloko 1, kemloko 2, dan kemloko 3. Dari ketiga varietas kemloko tersebut, metode panen dan penentuan grade tembakau memiliki tata cara yang sama persis. Seluruh petani di Temanggung menerapkan metode panen yang mirip. Dari metode panen tersebut, ternyata berpengaruh terhadap tingkatan kualitas tembakau yang dipanen, petani di Temanggung kerap menyebut \u2018tiam\u2019 atau \u2018grade\u2019 untuk perbedaan tingkat kualitas tembakau yang dipanen.<\/p>\n\n\n\n

Tidak seperti tanaman semusim lainnya yang dipanen dalam satu waktu, tembakau dipanen bertahap mulai dari daun terbawah pada pohon hingga daun teratas. Dalam satu tanaman tembakau, panen bisa berlangsung sebanyak 13 hingga 15 kali dalam sekali musim tembakau. Jarak antara panen satu dengan panen lainnya, antara lima dan tujuh hari. Dengan kondisi ini, musim panen tembakau di Temanggung atau yang kerap disebut musim \u2018mbakon\u2019 bisa berlangsung selama dua hingga tiga bulan. Tahun ini, panen dimulai pada pertengahan Juli dan diprediksi akan berakhir pada pertengahan Oktober.<\/p>\n\n\n\n

Baca: Tuhan Tidak Menciptakan Tembakau untuk Dibenci dan Dicaci<\/a><\/p>\n\n\n\n

Metode panen seperti itu, yang bertahap dan berjeda dari panen satu daun ke daun lainnya ternyata berpengaruh terhadap tingkatan kualitas daun tembakau. Daun-daun yang dipanen lebih awal, gradenya berada pada grade yang rendah. Grade terus meningkat hingga sampai puncaknya seiring panen-panen selanjutnya pada tanaman yang sama. Dalam satu tanaman tembakau, grade daun sudah pasti berbeda-beda sesuai dengan waktu panenan daun di tanaman tersebut.<\/p>\n\n\n\n

Agar lebih mudah dipahami, mari kita bayangkan sebatang tanaman tembakau yang tumbuh subur dalam kondisi normal dan tanaman itu sudah mulai memasuki masa panen. Pada sebatang tanaman tembakau itu tumbuh sebanyak 17 helai daun dari bawah ke atas. Panen pertama dimulai. Daun paling bawah dari tanaman tembakau itu dipetik untuk dipanen. Hanya satu helai daun saja, yang terbawah. Daun yang pertama dipanen itu, biasanya memiliki grade A. Adakalanya kualitas tembakau pada panenan pertama sudah mulai berada pada grade B. Di beberapa titik bahkan sudah ada yang menghasilkan tembakau grade C. <\/p>\n\n\n\n

Lima hingga tujuh hari kemudian, panen daun kedua dilakukan. Satu daun saja dari sebatang tanaman, daun terbawah yang dipanen. Lima hingga tujuh hari berikutnya lantas dipanen lagi. Begitu seterusnya hingga 12 atau 13 kali panen. Semakin ke atas daun yang dipanen seiring bertambahnya waktu, grade tembakau juga meningkat hingga puncaknya berhenti di grade F. Hanya sedikit tembakau yang bisa melampau grade F, mencapai grade G dan H, itulah tembakau-tembakau jenis srintil berharga jutaan rupiah per kilogramnya.<\/p>\n\n\n\n

Selain waktu panen dan letak daun dalam sebatang tanaman, jenis tanah, unsur hara yang terkandung dalam tanah, asupan embun alami, pancaran sinar matahari yang cukup, serta proses fermentasi dan penjemuran usai daun-daun dipanen, menjadi penentu kualitas tembakau yang menempatkan daun tembakau itu pada grade tertentu. Satu hal lain lagi yang sangat berpengaruh terhadap grade tembakau adalah wilayah tembakau itu ditanam. Ada tiga wilayah tempat tembakau biasa ditanam. Wilayah persawahan (dataran rendah), wilayah tegalan (dataran menengah), dan wilayah gunung (dataran tinggi). Kondisi tanah dan faktor ketinggian dan kondisi geografis lainnya berpengaruh terhadap kualitas tembakau.<\/p>\n\n\n\n

Di wilayah persawahan, tanaman tembakau memang subur dan tumbuh cepat, namun tembakau yang ditanam di sana maksimal hanya bisa menghasilkan tembakau grade D, atau D+. Sedang tembakau yang ditanam di wilayah tegalan, maksimal bisa menghasilkan tembakau grade E hingga E+. Yang terbaik, tentu saja tembakau yang ditanam di wilayah gunung. Meskipun membutuhkan waktu tanam lebih lama dibanding dua wilayah lainnya, rata-rata panenan terakhir mencapai grade F hingga seterusnya dengan tembakau terbaik bernama srintil.   <\/p>\n\n\n\n

Ini sedikit yang saya pelajari di Temanggung hasil belajar langsung dari para petani di sana. Saya tidak tahu dengan metode panen dan penentuan grade tembakau di wilayah lain dengan jenis tembakau lain juga. Menarik sebetulnya mencari tahu di tempat lain. Semoga sekali waktu nanti berkesempatan untuk itu. 
<\/p>\n","post_title":"Penentuan Grade Tembakau di Temanggung","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"penentuan-grade-tembakau-di-temanggung","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-08-30 15:06:14","post_modified_gmt":"2019-08-30 08:06:14","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6008","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5999,"post_author":"877","post_date":"2019-08-28 09:40:02","post_date_gmt":"2019-08-28 02:40:02","post_content":"\n

Direktur Pusat Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Amerika Serikat (CDC), Robert Redfield, mengungkapkan kematian tragis di Illinois memperkuat dugaan karena vape<\/a> atau rokok elektrik. Berita tersebut atas laporan Dinas Kesehatan Illinois yang mengumumkan ada satu pasien yang akhirnya meninggal dunia. Kasus ini kemungkinan jadi kasus pertama kematian akibat penyakit berkaitan dengan vape.
<\/p>\n\n\n\n

Kejadian di atas menjawab keberadaan vape atau rokok elektrik sangat membahayakan. Berbeda dengan resiko rokok kretek, bisa menimbulkan penyakit jika mengkonsumsinya berlebihan atau kebanyakakan, dan hidup tidak seimbang. Misalnya dalam satu hari merokok sampai tiga atau empat bungkus, tanpa makan nasi atau makan-makanan sehat, tanpa olah raga, tanpa minum air putih, selalu didampingi kopi atau teh, istirahatnya kurang dan sebagainya. Maka dipastikan orang tersebut akan jatuh sakit bahkan meninggal dunia.\u00a0<\/p>\n\n\n\n

Baca: Terkuak, Rokok Elektrik Berbahaya bagi Kesehatan<\/a><\/p>\n\n\n\n

Tidak hanya itu, otoritas kesehatan di Amerika Serikat telah berhasil menginvestigasi kemunculan penyakit paru-paru misterius di antara kalangan pengguna rokok elektrik atau vape. Dilaporkan setidaknya ada 195 kasus potensial penyakit paru-paru di 22 Negara karena kena dampak dari vape atau rokok elektrik.
<\/p>\n\n\n\n

Jadi, masyarakat perlu waspada beredarnya vape atau rokok elektrik. Belum lagi, sebetulnya rokok elektrik atau vape, berdampak juga peningkatan perokok anak.\u00a0 Yang menjadi daya tarik bagi anak, selain bentuknya yang elegan, simpel, juga beraroma buah-buahan yang terkemas dalam cairan.<\/strong><\/p>\n\n\n\n

Orang yang mengatakan bahwa vape atau rokok elektrik lebih mensehatkan dari pada rokok kretek, pendapat tersebut sangat keliru. Disampaing efek dari rangkaian listrik dan battre juga cairan dalam rokok elektrik berpengaruh terhadap resiko jantung.  <\/p>\n\n\n\n

Hasil penelitian yang diterbitkan dalam Journal of American College of Cardiology pada Mei lalu ini menambah bukti bahwa cairan rokok elektrik dapat menghambat fungsi sel-sel tubuh yang berperan dalam kesehatan jantung. Cairan dalam vape atau rokok elektrik pada akhirnya merusak sel-sel yang melapisi pembuluh darah. <\/p>\n\n\n\n

Keberadaan vape atau rokok elektrik di pasaran sangat membahayakan bagi orang Indonesia, terlebih pemuda-pemuda, yang banyak memilih merokok vape aatau rokok elektri. Menurutnya, selain bentuk kecil, simpel dibawa dan ada aroma buah-buahan sesuai selera. Akan tetapi dibalik bentuknya yang bagus, menyembunyikan banyak penyakit ketika dikonsumsi.\u00a0<\/p>\n\n\n\n

Baca: Kata Siapa Lebih Sehat? Perokok Elektrik Berisiko Terjangkit Penyakit Kardiovaskular<\/a><\/p>\n\n\n\n

Hingga kini CDC masih melakukan investigasi lebih lanjut, dengan mengimbau agar para dokter mengumpulkan data dan sampel bila menemukan pasien dengan gejala penyakit paru serupa, tentunya akibat rokok elektrik atau vape. Bentuk dan merek rokok elektrik dan vape banyak varian dan banyak merek. JUUL termasuk merek rokok elektrik atau vape yang saat ini naik daun.\u00a0<\/p>\n\n\n\n

Ada yang mengatakan bahwa tak tepat membandingkan rokok tembakau dengan rokok elektrik. Ya benar tak tepat, karena rokok elektrik atau vape resikonya sangat tinggi. Sedang rokok tembakau resikonya kecil, apa lagi rokok kretek mungkin resikonya sangat kecil sekali terhadap tubuh. Alasannya, munculnya rokok kretek bertujuan untuk pengobatan sakit bengek, dan tujuannya berhasil. Hingga banyak orang melakukan pemesanan rokok kretek saat itu, rokok kretek belum sebagai industri besar masih bersifat rumahan,  keadaan tersebut sekitar abad 19. <\/p>\n\n\n\n

Dalam studi ini, tim peneliti menemukan bukti efek toksik pada sel-sel yang melapisi pembuluh darah dan melindungi jantung. Beberapa bukti tersebut termasuk di antaranya gangguan pada fungsi sel dan munculnya tanda-tanda peradangan. Para peneliti mengamati bagaimana respons sel saat bersentuhan dengan cairan rokok elektrik. Efek yang paling kentara terlihat pada cairan dengan rasa kayu manis.<\/p>\n\n\n\n

Baca: Riset Kesehatan Rokok Elektrik<\/a><\/p>\n\n\n\n

Sekelompok ahli kardiovaskular dari University of Massachusetts menganjurkan peneliti agar melakukan uji rokok elektrik atau vape lebih yang beraroma. Karena sumsi sementara, produk vape atau rokok elektrik yang beraroma dan punya pilihan rasa lebih berbahaya dari pada rokok vape natural. Namun yang banyak beredar dipasaran, justru yang beraroma dan berasa buah-buahan, dari pada yang natural. <\/p>\n\n\n\n

Studi pada 2018 lalu menunjukkan, penggunaan rokok elektrik harian berisiko terhadap serangan jantung, meski dengan probabilitas yang lebih rendah daripada perokok tembakau. Menurut dr Lawrence Phillips pakar kardiovaskular NYU Langone Health mengatakan \u201cKita melihat semakin banyak bukti bahwa rokok elektrik berhubungan dengan peningkatan risiko serangan jantung\u201d.<\/p>\n\n\n\n

Dari hasil pakar dan hasil studi di atas menegaskan bahwa keberadaan rokok vape atau rokok elektrik, resikonya sangat besar. Bahan utama rokok vape atau elektrik yang paling besar memberikan efek negatif pada tubuh manusia adalah cairan perasa. Akibat cairan perasa dalam rokok elektrik  atau vape termasuk merek JUUL beresiko terjadi peradangan, terjangkit penyakit jantung dan paru-paru akut, selanjutnya berakibat kematian. <\/p>\n\n\n\n

Untuk itu, demi masa depan bangsa Indonesia harusnya ada regulasi pelarangan peredaran rokok elektrik atau vape yang nyata-nyata telah ada kasus dengan didukung beberapa riset dan studi tentang konten rokok elektrik atau vape, yang hasilnya mempunyai resiko tinggi dapat menyebabkan penyakit berujung kematian.         
<\/p>\n","post_title":"Perokok Elektrik Berisiko Besar Terjangkit Penyakit Mematikan","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"perokok-elektrik-berisiko-besar-terjangkit-penyakit-mematikan","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-08-28 09:40:09","post_modified_gmt":"2019-08-28 02:40:09","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5999","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5988,"post_author":"855","post_date":"2019-08-24 10:41:28","post_date_gmt":"2019-08-24 03:41:28","post_content":"\n

Sumber permasalahan besar dunia pertembakauan sejatinya bukan iklim dan hama, melainkan kebijakan pemerintah dan para plolitisi yang ikut serta membicarakannya, tanpa dasar yang kuat, adil dan cenderung ugal-ugalan.
<\/p>\n\n\n\n

Jika orang dahulu tidak berani bicara kecuali kepada hal-hal yang benar-benar diketahui, kali ini banyak sekali orang yang banyak bicara daripada membaca, baik buku maupun alam kauniyah (dunia nyata). Maka jangan heran, jika tidak sedikit politisi dan pemerintah yang gagal paham dunia pertembakau, dari berbagai sisi, karena mereka mendapatkan informasi sepotong-sepotong, tanpa ada usaha untuk tabayyun <\/em>lebih mendalam apalagi turun ke ladang untuk memastikan.
<\/p>\n\n\n\n

Kini hama petani muncul lagi dari kalangan politisi. Sebut saja namanya Sukamta (nama asli) yang kini menjabat sebagai sekretaris Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS). Kenapa semua orang yang terkait dengan industri hasil tembakau (petani, buruh, dsb) dianggap tidak sejahtera, ya karena partai yang harusnya adil saja tidak mampu berbuat adil, bahkan dalam pikiran dan apa yang keluar dari mulutnya.<\/p>\n\n\n\n

Baca: Tuhan Tidak Menciptakan Tembakau untuk Dibenci dan Dicaci<\/a>
<\/p>\n\n\n\n

Tidak perlu bicara terlalu jauh. Mari kita kita uji omongan Sukamta yang dimuat situs ayosemarang.com, 22 Agustus 2019. Omongan yang sejatinya sebuah template dan selalu dipakai oleh antirokok. Semacam gaya kampanye sholih li kulli zaman wal makan, <\/em>meski dibangun dari logika berantakan dan cenderung mengutamakan kengawuran daripada analisa yang mendalam. Ya memang itulah keistimewaan antirokok, anti terhadap data valid dan percaya diri berlebihan dalam kesesatan berpikir.
<\/p>\n\n\n\n

Bagi Sukamta, harga rokok di Indonesia, sebuah negeri yang besar salah satunya ditopang oleh dunia pertembakauan, harus dinaikkan 700 persen. Alasannya supaya orang miskin tidak dapat membeli rokok. Jika orang miskin yang merokok jatuh sakit, maka negara melalui (Jaminan Kesehatan Nasional) JKN rugi menanggung biayanya. Tentu saja ini berbeda dengan, orang kaya boleh makan junkfood<\/em>, minuman bersoda, dan berlaku semaunya, karena jika jatuh sakit mereka bisa membiayai sendiri dan dapat memperkaya negara.
<\/p>\n\n\n\n

Cara sistematis ini akan diduplikasi dan diperbarui terus menerus. Bermula dari seorang sakit yang berobat ke dokter, jika ia merokok maka dokter akan berkata, \u201cbapak sakit karena rokok\u201d, dan dokter tidak secara jujur bahwa penyakit itu datang dari sebab apapun, bisa gula, bisa gaya hidup yang berantakan, kurang minum air putih, stres dengan obat mahal, dsb.
<\/p>\n\n\n\n

Kenapa Sukamta cenderung ingin menaikkan harga rokok untuk menyelesaikan permasalahan JKN yang rumit itu? Ya karena sudah menjadi tabiat antirokok, bahwa berpikir keras untuk mencari solusi adalah buang-buang waktu, makanya rokok akan disalahkan supaya permasalahan menjadi lekas selesai. 
<\/p>\n\n\n\n

Coba kita kembali ke tahun 2018, saat BPJS Kesehatan defisit dan ditambal oleh cukai rokok. Para pegiat kesehatan beralasan, jumlah masyarakat sakit yang kian bertambah dan narasi yang kemudian dibangun; sakit-sakit itu disebabkan oleh rokok. Tidak berhenti sampai di situ, beragam alasan yang penting pengelola kesehatan \u201cselamat\u201d banyak digaungkan di media (tanpa ada sikap ksatria untuk mengakui bahwa memang masih banyak masalah dalam JKN, baik pengelolaan maupun skema yang lebih baik, yang perlu dicarikan solusi).<\/p>\n\n\n\n

Baca: Kegagalan Lakpesdam PBNU dalam Melihat Produk Tembakau Alternatif<\/a><\/p>\n\n\n\n

Koordinator Advokasi BPJS Watch, Timboel Siregar, megkritisi beragam narasi yang dibangun oleh pegiat kesehatan. Ia mengusulkan agar BPJS fokus pada pengawasan penetapan inasibijis oleh pihak rumah sakit. Timboel menilai, inasibijis merupakan gerbang terjadinya defisit BPJS Kesehatan. Inasibijis (INA-CGB) merupakan sebuah singkatan dari Indonesia Case Base Gropus, yakni sebuah aplikasi yang digunakan rumah sakit untuk mengajukan klaim pada pemerintah. (bisnis.com)
<\/p>\n\n\n\n

Kita tidak pernah tau, apa yang dilakukan rumah sakit terhadap pasien-pasien yang membayar BPJS. Kita juga tidak pernah tau jika ada pasien BPJS kelas I diberi fasilitas kelas II atau III, dan rumah sakit mengklaim biaya kelas I ke negara. Tentu saja yang demikian ini tidak penting bagi antirokok. <\/p>\n\n\n\n

Baca: Ada Campur Tangan Bloomberg dalam Surat Edaran Menkes terkait Pemblokiran Iklan Rokok<\/a><\/p>\n\n\n\n

Sukamta juga bilang, orang-orang yang kecanduan merokok dan mampu membeli rokok yang mahal, dipersilahkan tetap merokok asal menanggung sendiri biaya pengobatan akibat penyakit karena rokok. Asalkan dampak buruk akibat konsumsi rokok tidak membebani negara kerena pemasukan dari cukai tembakau tidak sebanding dengan biaya yang harus dikeluarkan negara. (ayosemarang.com)
<\/p>\n\n\n\n

Bagi saya pribadi, ini adalah statemen yang sangat lucu. Sejak kapan sih negara betul-betul hadir dan perhatian terhadap kesehatan masyarakat, khususnya di pedesaan dan pedalaman? Kalau ada pun, menjalankannya setengah hati. Dan sejak kapan rokok itu menjadi candu, padahal yang candu itu kekuasaan dan menjadikan masyarakat sebagai jembatan untuk menuju \u201ckekuasaan dalam negara\u201d? 
<\/p>\n\n\n\n

Sukamta juga menganggap, bahwa perokok bukan orang yang produktif? Faktanya? Setahu saya orang-orang yang merokok punya produtivitas tinggi, mereka hidup sebagaimana keringat yang diperas setiap hari. Tanpa berharap kepada negara apalagi Sukamta.
<\/p>\n\n\n\n

Sekadar saran saja, sebaiknya PKS tidak perlu ngelantur bicara rokok. Silahkan bicara, asalkan keadilan sosial sebagaimana nama partainya tidak hanya selesai pada tataran konsepsi dan gagah-gagahan, melainkan pada tahap tindakan dan contoh konkrit atasnya.
<\/p>\n","post_title":"Ketika PKS Bicara Rokok","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"ketika-pks-bicara-rokok","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-08-24 10:51:25","post_modified_gmt":"2019-08-24 03:51:25","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5988","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":35},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"epic_block_3"};

\n

Hanya jika boleh memberi saran kepada pihak pengelola, perampasan rokok tentu mesti dipertimbangkan ulang. Sekali lagi rokok adalah produk legal dan mempunyai aturan yang sudah disepakati terkait pengkonsumsiannya. Lagian, saya kira para perokok sekarang juga sudah mulai tertib terhadap aturan dan tidak ingin merugikan terhadap yang lainnya.<\/p>\n","post_title":"Pengalaman Tiga Jam Lebih Menyaksikan Konser Musik Tanpa Asap Rokok","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"pengalaman-tiga-jam-lebih-menyaksikan-konser-musik-tanpa-asap-rokok","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-09-04 07:32:19","post_modified_gmt":"2019-09-04 00:32:19","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6017","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":6014,"post_author":"877","post_date":"2019-09-03 09:18:50","post_date_gmt":"2019-09-03 02:18:50","post_content":"\n

Masih ingat kemarin, tulisan Djarum yang ada di kaos para atlit olahraga dipermasalahkan KPAI dan kawan-kawannya? Banyak orang-yang omong, ternyata ada orang kaya yang diusik, tapi dia hanya diam tanpa ada kata sedikitpun sebagai pembalasan terhadap yang mengusiknya. Bahkan cenderung mengalah, bikin orang lain gregetan. Kalimat itu yang aku tangkap dari salah satu temen bernama Nur Cholis asal Desa Gribiq, Kabupaten Kudus.<\/p>\n\n\n\n

Seminggunan kemarin, tepatnya Minggu 25 Agustus, teman MTS dulu pulang dari Jakarta. Ia sehari-harinya beraktivitas dan bekerja di sana. Di Jakarta, bersama anak istrinya, yang setiap hari jualan sayuran keliling. <\/p>\n\n\n\n

Kami yang sudah lama tidak ketemu, bahkan lebaran kemarin ternyata dia tak pulang ke Kudus. Pantesan tak ada yang rebut ngajak ngopi, orang yang biasa ngajak ngopi orangnya masih di Jakarta. Memilih lebaran di sana, karena dititipin rumah tetangganya yang katanya sudah seperti keluarganya sendiri yang kala itu baru mudik.\u00a0<\/p>\n\n\n\n

Baca: Sesat pikir KPAI Melarang Audisi Pencarian Bakat Bulutangkis Anak-Anak<\/a><\/p>\n\n\n\n

Temanku itu panggilannya Djumari, rumahnya dulu daerah Kaliwungu Kudus bagian barat. Ia pulang dalam rangka ada acara nikahan saudara dari istrinya. Dasar Djumari, kalau gak ngopi bareng dan ketemu temen-temen gak puas katanya, karena mumpung di Kudus. Ia gunakan kesempatan sebelum datang kesempitan disela-sela acara nikahan saudaranya. Lewat pesan singkat WA, tanpa hitungan jam ajakan ngopi Djumari, langsung di respon banyak teman yang tergabung di group WA. Ada yang tanya kapan datangnya, ada yang komentar besuk aja ngopinya soalnya masih diluar kota, ada yang bilang sore ini aja tancap gas. Djumari menjawabi dan balas komentar teman-teman. Dihari itu, Djumari kayak artis banyak ajakan dan tawaran teman-teman. <\/p>\n\n\n\n

Memang, teman-teman alumni MTS Madrasah Qudsiyyah Kudus kompak sekali, bahkan sudah kayak saudara sendiri semua. Kita sering kumpul walaupun hanya sekedar ngopi, yang penting bertemu dan ngobrol. Tidak jarang, kita ketemu dengan agenda acara resmi dan agak resmi. Seperti disaat salah satu teman punya hajat, bahkan hajat kecilpun kayak acara \u201cmanaqiban\u201d sering mengundang teman lainya. Pasti ada yang bingung apa itu manaqiban<\/em>?. Aku jelasin sebentar, manaqiban itu, acara membaca sejarah Syeih Abdul Qodir Jaelani ulama dahulu setelah masa Shahabat Nabi, yang terkenal alimnya dan sufi serta berkaromah. Nah, bagi kita-kita penggemarnya, sering kali kita baca sejarahnya. Dengan cerita sejarah  Syeih Abdul Qodir Jaelani, kita penggemar berharap agar apa yang kita lakukan dido\u2019akan atau di amini beliau semua urusan kita lancar. Karena menurut kita penggemar, meyakini Syeih Abdul Qodir Jaelani kekasih Tuhan, kalau dalam bahasa Jawa \u201cbolone Gusti Allah\u201d. Ini sekilas penjelasan tentang istilah manaqiban<\/em>, kalau mau tau lebih lanjut, khasiat-khasiatnya, bisa kita diskusi dilain waktu aja. Yang jelas di acara manaqiban<\/em> ini sudah jadi tradisi ada \u201cingkung\u201d ayamnya. Ini yang biasa kita nantikan.<\/p>\n\n\n\n

Kembali ke acara ngopi, disore itu temenku Djumari langsung nentukan tempat ngopi dan waktunya. Kita biasa ngopi ditempat sederhana. Akhirnya, Djumari mutusin habis isya\u2019 kumpul dan ngopi di rumah teman kita satunya namanya Nur Cholis, juga tergabung dalam group WA. Setelah tahu bakal kerumahnya, Nur Cholis langsung komen, lapan enam laksanakan. Aku langsung teringat temenku namanya Fawaz, orang Betawi keturunan Arab, sering kalau jawab pas di WA pakai tulisan lapan enam.\u00a0<\/p>\n\n\n\n

Baca: PB Djarum, Prestasi Bulutangkis Nasional, dan Kegagalan KPAI Memahami Peristiwa<\/a><\/p>\n\n\n\n

Waktu isya\u2019 tiba, suasana mau hujan, sedikit grimis, hawanya lumayan dingin dibanding sebelumnya panas dan gerah. Tapi semangat ngopi dam ngobrol teman-teman tak mengendor. Bahkan di group sudah ada yang ribut, ngajak-ngajak \u201cayo ayo waktunya kopdar tiba, ada bonus banyak rezeki lho\u201d, Rifai namanya, seorang pembicara atau muballig yang sering ceramah di masyarakat. <\/p>\n\n\n\n

Aku datang sekitar jam 20.00, terlihat banyak tema yang sudah pada kumpul, didepannya ada segelas kopi. Maklum kita orang desa ngopinya gak pakai cangkir, tapi pakai gelas es yang tinggi. Dibenakku ini ngopi apa kehausan?, tapi yang penting tetap ngopi dan merokok. Di meja terlihat banyak rokok bermacam-macam mereknya, sesuai kesukaan masing-masing. Ada yang bawa Sukun Putih, ada yang bawa Gudang Garam, kebanyakan bawa LA, tapi ada juga yang bawa rokok bikinan sendiri alias \u201cTingwe\u201d nglinting dewe dirumah ditaruh plastik. Aku coba rokok tingwe itu sambil ngobrol bareng, ternyata lumayan enak ramuan rokoknya, dibanding tingwe tingwe yang pernah aku rasakan. Yang buat tingwe namanya Sutopo, profesinya sehari-hari memang jual beli tembakau. Karena penasaran, sutopo aku tanya, kok enak, ini tembakau mana?. Dijawabnya \u201cbiasa tembakau Temanggung\u201d tapi aku kasih cengkeh kualitas wahid, dan sedikit ramuan saos sendiri (bahannya dirahasiakan), yang jelas katanya bahan saos dari rempah rempah bikinan sendiri. <\/p>\n\n\n\n

Ngobrol kita mengalir tanpa ada sekat dan batasan, malah terkadang pada ngobrol sendiri-sendiri dengan teman didekatnya. Giliran Djumari disuruh cerita pengalamannya, teman teman pada diam, mungkin pada penasaran. Soalnya dulu, sebelum ke Jakarta ia bekerja di Djarum. Ia ceritakan alasannya harus ke Jakarta. Awalnya, sering pulang pergi Jakarta Kudus untuk pengobatan istrinya yang sedang sakit di salah satu pengobatan alternatif disana atas rekomendasi saudaranya yang sudah lama hidup di Jakarta. Ia menceritakan sakit istrinya yang sering pusing, dan pusingnya bukan pusing biasa, dan seringkali istrinya sampai membentur-benturkan kepalanya. Kemudian, saat diharuskan kontinyu pengobatannya, minimal satu tahun agar cepat sembuh, akhirnya ia putusin meninggalkan Kudus sementara, termasuk pekerjaannya. Alhamdulillah istrinya sekarang sudah sembuh total.\u00a0<\/p>\n\n\n\n

Baca: Cacat Pikir KPAI Memaknai Kata Ekploitasi Anak dan Promosi<\/a><\/p>\n\n\n\n

Disela sela nungguin istrinya sakit, ia sering diajak saudaranya jualan sayuran keliling. Nah, walaupun sekarang istrinya sudah sembuh, ia tetap di Jakarta. Sebab dipikirannya, kalau kembali ke Kudus mulai dari awal lagi, mending yang sudah ada didepan mata dijalanin dulu. Nanti pelan-pelan sambil melihat peluang di Kudus, ia pun akan pulang. Obrolan tetap seru, walaupun djarum jam sudah tepat diangka 12.00 malam. Namun domain obrolan lebih pada Djumari sebagai nara sumber, ia menceritakan semua pengalaman dan kejadia yang ia lihat, sampai ia menceritakan berita kalau pabrik Djarum yang dulu pernah ia singgahi, sedang dipermasalahkan KPAI. Memang sebenarnya ia tak paham alur permasalahanya. Tahunya, KPAI gak suka bulu tangkis Djarum berjalan, memusuhi rokok. <\/p>\n\n\n\n

Sebagai orang yang pernah menjadi karyawan Djarum, jadi wajar dan pantas kalau ia membela Djarum, apalagi ia asli Kudus. Saking semangatnya, ia ngomong \u201cnek aku dadi Djarum, tak tuku iku KPAI, paling ora tak lawan\u201d \u201candaikan aku yang punya Djarum, aku beli KPAI, paling tidak dilawan\u201d. Ada yang menyambar omongan, \u201csampek matek kuwe Djum, ogak bakal dadi bos Djarum\u201d \u201csampai mati kamu Djum, tidak akan jadi bos Djarum\u201d haha\u2026\u2026disambut dengan tawa klakaran teman-teman termasuk saya sendiri. Di sela-sela tawa, tuan rumah ngomong \u201cancen gawe gregeten, kenopo Djarum mung meneng, malah ngalah\u201d \u201cbikin gregeten, kenapa Djarum diam dan cenderung mengalah\u201d. <\/p>\n\n\n\n

Nah, ternyata, banyak orang yang sangat simpati dan membela pabrik Djarum, terutama orang Kudus. Rata-rata mereka, tak tahu apa yang harus dilakukan, apa yang harus diperbuat. Sebagai manusia lemah, mereka hanya bisa marah  yang terpendaam dalam hati, dengan melihat kejadian KPAI menyerang Djarum. Coba, andaikan mereka tahu kalau dibelekang KPAI ada kepentingan asing yang mengusik rokok kretek asli Kudus, yang sudah mendarah daging bagi masyarakat Kudus. Pastinya, pembelaanya lebih dari itu, bahkan mungkin mati-matian.
<\/p>\n","post_title":"Cerita di Balik Segelas Kopi untuk Djarum","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"cerita-di-balik-segelas-kopi-untuk-djarum","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-09-03 09:19:00","post_modified_gmt":"2019-09-03 02:19:00","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6014","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":6008,"post_author":"878","post_date":"2019-08-30 15:06:07","post_date_gmt":"2019-08-30 08:06:07","post_content":"\n

Pada mulanya, saya mengira tanaman tembakau ditanam, dirawat, dan dipanen sama dengan kebanyakan tanaman-tanaman semusim lainnya di negeri ini. Ada proses pembibitan, kemudian proses penanaman, lantas tanaman rutin disiram dan diberi pupuk, ada proses perawatan hingga akhirnya dipanen ketika musim panen tiba. Tapi nyatanya, perkiraan saya salah. Tembakau tanaman yang cukup unik. Beda dari banyak tanaman semusim lain yang lazim ditanam petani di banyak tempat di Indonesia.<\/p>\n\n\n\n

Hal paling menonjol yang membedakan tanaman tembakau dengan tanaman semusim lain ada pada masa tanam dan masa panen tiba. Tanaman tembakau menjadi anomali karena ditanam saat musim penghujan akan berakhir. Lalu dipanen ketika musim kemarau sedang berada pada puncaknya. Saat tanaman-tanaman semusim lainnya enggan tumbuh, bahkan rumput sekalipun mengering karena kemarau.<\/p>\n\n\n\n

Tiga tahun belakangan, saya banyak bergaul dengan petani dan buruh tani tembakau di Kabupaten Temanggung, juga dengan anak-anak mereka. Jika sebelumnya saya sekadar penikmat rokok kretek, tiga tahun belakangan, saya mulai tertarik untuk mempelajari seluk-beluk seluruh lini yang mendukung industri kretek nasional. Yang paling menarik minat saya, tentu saja konteks pertanian dan sosial masyarakat yang memproduksi komoditas yang menjadi bahan baku utama produk kretek. Tembakau dan cengkeh.<\/p>\n\n\n\n

Baca: Melihat Petani Tembakau di Temanggung Memanen Tembakau Mereka<\/a><\/p>\n\n\n\n

Dari sekian banyak hal menarik yang disajikan pertanian tembakau hingga proses penjualan hasil panen tembakau yang saya amati di wilayah Kabupaten Temanggung, hal yang terus menerus menarik minat saya dan hingga saat ini belum sepenuhnya saya pahami adalah proses panen tembakau dan penentuan grade tembakau hasil panenan petani. Sama seperti kesalahan saya mengira tanaman tembakau ditanam dan diproses mirip dengan tanaman semusim lainnya, dugaan saya perihal proses panen tembakau juga salah sepenuhnya. Dahulu saya mengira daun-daun yang siap dipanen dari tanaman tembakau ya dipanen begitu saja. Menunggu daun-daun yang tumbuh pada tanaman tembakau siap dipanen, lantas dipanen seluruhnya dalam satu waktu oleh para pekerja di kebun. Nyatanya tidak begitu. Dan lebih rumit dari itu.<\/p>\n\n\n\n

Mayoritas tembakau yang ditanam di wilayah Temanggung berasal dari jenis kemloko. Ada kemloko 1, kemloko 2, dan kemloko 3. Dari ketiga varietas kemloko tersebut, metode panen dan penentuan grade tembakau memiliki tata cara yang sama persis. Seluruh petani di Temanggung menerapkan metode panen yang mirip. Dari metode panen tersebut, ternyata berpengaruh terhadap tingkatan kualitas tembakau yang dipanen, petani di Temanggung kerap menyebut \u2018tiam\u2019 atau \u2018grade\u2019 untuk perbedaan tingkat kualitas tembakau yang dipanen.<\/p>\n\n\n\n

Tidak seperti tanaman semusim lainnya yang dipanen dalam satu waktu, tembakau dipanen bertahap mulai dari daun terbawah pada pohon hingga daun teratas. Dalam satu tanaman tembakau, panen bisa berlangsung sebanyak 13 hingga 15 kali dalam sekali musim tembakau. Jarak antara panen satu dengan panen lainnya, antara lima dan tujuh hari. Dengan kondisi ini, musim panen tembakau di Temanggung atau yang kerap disebut musim \u2018mbakon\u2019 bisa berlangsung selama dua hingga tiga bulan. Tahun ini, panen dimulai pada pertengahan Juli dan diprediksi akan berakhir pada pertengahan Oktober.<\/p>\n\n\n\n

Baca: Tuhan Tidak Menciptakan Tembakau untuk Dibenci dan Dicaci<\/a><\/p>\n\n\n\n

Metode panen seperti itu, yang bertahap dan berjeda dari panen satu daun ke daun lainnya ternyata berpengaruh terhadap tingkatan kualitas daun tembakau. Daun-daun yang dipanen lebih awal, gradenya berada pada grade yang rendah. Grade terus meningkat hingga sampai puncaknya seiring panen-panen selanjutnya pada tanaman yang sama. Dalam satu tanaman tembakau, grade daun sudah pasti berbeda-beda sesuai dengan waktu panenan daun di tanaman tersebut.<\/p>\n\n\n\n

Agar lebih mudah dipahami, mari kita bayangkan sebatang tanaman tembakau yang tumbuh subur dalam kondisi normal dan tanaman itu sudah mulai memasuki masa panen. Pada sebatang tanaman tembakau itu tumbuh sebanyak 17 helai daun dari bawah ke atas. Panen pertama dimulai. Daun paling bawah dari tanaman tembakau itu dipetik untuk dipanen. Hanya satu helai daun saja, yang terbawah. Daun yang pertama dipanen itu, biasanya memiliki grade A. Adakalanya kualitas tembakau pada panenan pertama sudah mulai berada pada grade B. Di beberapa titik bahkan sudah ada yang menghasilkan tembakau grade C. <\/p>\n\n\n\n

Lima hingga tujuh hari kemudian, panen daun kedua dilakukan. Satu daun saja dari sebatang tanaman, daun terbawah yang dipanen. Lima hingga tujuh hari berikutnya lantas dipanen lagi. Begitu seterusnya hingga 12 atau 13 kali panen. Semakin ke atas daun yang dipanen seiring bertambahnya waktu, grade tembakau juga meningkat hingga puncaknya berhenti di grade F. Hanya sedikit tembakau yang bisa melampau grade F, mencapai grade G dan H, itulah tembakau-tembakau jenis srintil berharga jutaan rupiah per kilogramnya.<\/p>\n\n\n\n

Selain waktu panen dan letak daun dalam sebatang tanaman, jenis tanah, unsur hara yang terkandung dalam tanah, asupan embun alami, pancaran sinar matahari yang cukup, serta proses fermentasi dan penjemuran usai daun-daun dipanen, menjadi penentu kualitas tembakau yang menempatkan daun tembakau itu pada grade tertentu. Satu hal lain lagi yang sangat berpengaruh terhadap grade tembakau adalah wilayah tembakau itu ditanam. Ada tiga wilayah tempat tembakau biasa ditanam. Wilayah persawahan (dataran rendah), wilayah tegalan (dataran menengah), dan wilayah gunung (dataran tinggi). Kondisi tanah dan faktor ketinggian dan kondisi geografis lainnya berpengaruh terhadap kualitas tembakau.<\/p>\n\n\n\n

Di wilayah persawahan, tanaman tembakau memang subur dan tumbuh cepat, namun tembakau yang ditanam di sana maksimal hanya bisa menghasilkan tembakau grade D, atau D+. Sedang tembakau yang ditanam di wilayah tegalan, maksimal bisa menghasilkan tembakau grade E hingga E+. Yang terbaik, tentu saja tembakau yang ditanam di wilayah gunung. Meskipun membutuhkan waktu tanam lebih lama dibanding dua wilayah lainnya, rata-rata panenan terakhir mencapai grade F hingga seterusnya dengan tembakau terbaik bernama srintil.   <\/p>\n\n\n\n

Ini sedikit yang saya pelajari di Temanggung hasil belajar langsung dari para petani di sana. Saya tidak tahu dengan metode panen dan penentuan grade tembakau di wilayah lain dengan jenis tembakau lain juga. Menarik sebetulnya mencari tahu di tempat lain. Semoga sekali waktu nanti berkesempatan untuk itu. 
<\/p>\n","post_title":"Penentuan Grade Tembakau di Temanggung","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"penentuan-grade-tembakau-di-temanggung","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-08-30 15:06:14","post_modified_gmt":"2019-08-30 08:06:14","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6008","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5999,"post_author":"877","post_date":"2019-08-28 09:40:02","post_date_gmt":"2019-08-28 02:40:02","post_content":"\n

Direktur Pusat Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Amerika Serikat (CDC), Robert Redfield, mengungkapkan kematian tragis di Illinois memperkuat dugaan karena vape<\/a> atau rokok elektrik. Berita tersebut atas laporan Dinas Kesehatan Illinois yang mengumumkan ada satu pasien yang akhirnya meninggal dunia. Kasus ini kemungkinan jadi kasus pertama kematian akibat penyakit berkaitan dengan vape.
<\/p>\n\n\n\n

Kejadian di atas menjawab keberadaan vape atau rokok elektrik sangat membahayakan. Berbeda dengan resiko rokok kretek, bisa menimbulkan penyakit jika mengkonsumsinya berlebihan atau kebanyakakan, dan hidup tidak seimbang. Misalnya dalam satu hari merokok sampai tiga atau empat bungkus, tanpa makan nasi atau makan-makanan sehat, tanpa olah raga, tanpa minum air putih, selalu didampingi kopi atau teh, istirahatnya kurang dan sebagainya. Maka dipastikan orang tersebut akan jatuh sakit bahkan meninggal dunia.\u00a0<\/p>\n\n\n\n

Baca: Terkuak, Rokok Elektrik Berbahaya bagi Kesehatan<\/a><\/p>\n\n\n\n

Tidak hanya itu, otoritas kesehatan di Amerika Serikat telah berhasil menginvestigasi kemunculan penyakit paru-paru misterius di antara kalangan pengguna rokok elektrik atau vape. Dilaporkan setidaknya ada 195 kasus potensial penyakit paru-paru di 22 Negara karena kena dampak dari vape atau rokok elektrik.
<\/p>\n\n\n\n

Jadi, masyarakat perlu waspada beredarnya vape atau rokok elektrik. Belum lagi, sebetulnya rokok elektrik atau vape, berdampak juga peningkatan perokok anak.\u00a0 Yang menjadi daya tarik bagi anak, selain bentuknya yang elegan, simpel, juga beraroma buah-buahan yang terkemas dalam cairan.<\/strong><\/p>\n\n\n\n

Orang yang mengatakan bahwa vape atau rokok elektrik lebih mensehatkan dari pada rokok kretek, pendapat tersebut sangat keliru. Disampaing efek dari rangkaian listrik dan battre juga cairan dalam rokok elektrik berpengaruh terhadap resiko jantung.  <\/p>\n\n\n\n

Hasil penelitian yang diterbitkan dalam Journal of American College of Cardiology pada Mei lalu ini menambah bukti bahwa cairan rokok elektrik dapat menghambat fungsi sel-sel tubuh yang berperan dalam kesehatan jantung. Cairan dalam vape atau rokok elektrik pada akhirnya merusak sel-sel yang melapisi pembuluh darah. <\/p>\n\n\n\n

Keberadaan vape atau rokok elektrik di pasaran sangat membahayakan bagi orang Indonesia, terlebih pemuda-pemuda, yang banyak memilih merokok vape aatau rokok elektri. Menurutnya, selain bentuk kecil, simpel dibawa dan ada aroma buah-buahan sesuai selera. Akan tetapi dibalik bentuknya yang bagus, menyembunyikan banyak penyakit ketika dikonsumsi.\u00a0<\/p>\n\n\n\n

Baca: Kata Siapa Lebih Sehat? Perokok Elektrik Berisiko Terjangkit Penyakit Kardiovaskular<\/a><\/p>\n\n\n\n

Hingga kini CDC masih melakukan investigasi lebih lanjut, dengan mengimbau agar para dokter mengumpulkan data dan sampel bila menemukan pasien dengan gejala penyakit paru serupa, tentunya akibat rokok elektrik atau vape. Bentuk dan merek rokok elektrik dan vape banyak varian dan banyak merek. JUUL termasuk merek rokok elektrik atau vape yang saat ini naik daun.\u00a0<\/p>\n\n\n\n

Ada yang mengatakan bahwa tak tepat membandingkan rokok tembakau dengan rokok elektrik. Ya benar tak tepat, karena rokok elektrik atau vape resikonya sangat tinggi. Sedang rokok tembakau resikonya kecil, apa lagi rokok kretek mungkin resikonya sangat kecil sekali terhadap tubuh. Alasannya, munculnya rokok kretek bertujuan untuk pengobatan sakit bengek, dan tujuannya berhasil. Hingga banyak orang melakukan pemesanan rokok kretek saat itu, rokok kretek belum sebagai industri besar masih bersifat rumahan,  keadaan tersebut sekitar abad 19. <\/p>\n\n\n\n

Dalam studi ini, tim peneliti menemukan bukti efek toksik pada sel-sel yang melapisi pembuluh darah dan melindungi jantung. Beberapa bukti tersebut termasuk di antaranya gangguan pada fungsi sel dan munculnya tanda-tanda peradangan. Para peneliti mengamati bagaimana respons sel saat bersentuhan dengan cairan rokok elektrik. Efek yang paling kentara terlihat pada cairan dengan rasa kayu manis.<\/p>\n\n\n\n

Baca: Riset Kesehatan Rokok Elektrik<\/a><\/p>\n\n\n\n

Sekelompok ahli kardiovaskular dari University of Massachusetts menganjurkan peneliti agar melakukan uji rokok elektrik atau vape lebih yang beraroma. Karena sumsi sementara, produk vape atau rokok elektrik yang beraroma dan punya pilihan rasa lebih berbahaya dari pada rokok vape natural. Namun yang banyak beredar dipasaran, justru yang beraroma dan berasa buah-buahan, dari pada yang natural. <\/p>\n\n\n\n

Studi pada 2018 lalu menunjukkan, penggunaan rokok elektrik harian berisiko terhadap serangan jantung, meski dengan probabilitas yang lebih rendah daripada perokok tembakau. Menurut dr Lawrence Phillips pakar kardiovaskular NYU Langone Health mengatakan \u201cKita melihat semakin banyak bukti bahwa rokok elektrik berhubungan dengan peningkatan risiko serangan jantung\u201d.<\/p>\n\n\n\n

Dari hasil pakar dan hasil studi di atas menegaskan bahwa keberadaan rokok vape atau rokok elektrik, resikonya sangat besar. Bahan utama rokok vape atau elektrik yang paling besar memberikan efek negatif pada tubuh manusia adalah cairan perasa. Akibat cairan perasa dalam rokok elektrik  atau vape termasuk merek JUUL beresiko terjadi peradangan, terjangkit penyakit jantung dan paru-paru akut, selanjutnya berakibat kematian. <\/p>\n\n\n\n

Untuk itu, demi masa depan bangsa Indonesia harusnya ada regulasi pelarangan peredaran rokok elektrik atau vape yang nyata-nyata telah ada kasus dengan didukung beberapa riset dan studi tentang konten rokok elektrik atau vape, yang hasilnya mempunyai resiko tinggi dapat menyebabkan penyakit berujung kematian.         
<\/p>\n","post_title":"Perokok Elektrik Berisiko Besar Terjangkit Penyakit Mematikan","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"perokok-elektrik-berisiko-besar-terjangkit-penyakit-mematikan","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-08-28 09:40:09","post_modified_gmt":"2019-08-28 02:40:09","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5999","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5988,"post_author":"855","post_date":"2019-08-24 10:41:28","post_date_gmt":"2019-08-24 03:41:28","post_content":"\n

Sumber permasalahan besar dunia pertembakauan sejatinya bukan iklim dan hama, melainkan kebijakan pemerintah dan para plolitisi yang ikut serta membicarakannya, tanpa dasar yang kuat, adil dan cenderung ugal-ugalan.
<\/p>\n\n\n\n

Jika orang dahulu tidak berani bicara kecuali kepada hal-hal yang benar-benar diketahui, kali ini banyak sekali orang yang banyak bicara daripada membaca, baik buku maupun alam kauniyah (dunia nyata). Maka jangan heran, jika tidak sedikit politisi dan pemerintah yang gagal paham dunia pertembakau, dari berbagai sisi, karena mereka mendapatkan informasi sepotong-sepotong, tanpa ada usaha untuk tabayyun <\/em>lebih mendalam apalagi turun ke ladang untuk memastikan.
<\/p>\n\n\n\n

Kini hama petani muncul lagi dari kalangan politisi. Sebut saja namanya Sukamta (nama asli) yang kini menjabat sebagai sekretaris Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS). Kenapa semua orang yang terkait dengan industri hasil tembakau (petani, buruh, dsb) dianggap tidak sejahtera, ya karena partai yang harusnya adil saja tidak mampu berbuat adil, bahkan dalam pikiran dan apa yang keluar dari mulutnya.<\/p>\n\n\n\n

Baca: Tuhan Tidak Menciptakan Tembakau untuk Dibenci dan Dicaci<\/a>
<\/p>\n\n\n\n

Tidak perlu bicara terlalu jauh. Mari kita kita uji omongan Sukamta yang dimuat situs ayosemarang.com, 22 Agustus 2019. Omongan yang sejatinya sebuah template dan selalu dipakai oleh antirokok. Semacam gaya kampanye sholih li kulli zaman wal makan, <\/em>meski dibangun dari logika berantakan dan cenderung mengutamakan kengawuran daripada analisa yang mendalam. Ya memang itulah keistimewaan antirokok, anti terhadap data valid dan percaya diri berlebihan dalam kesesatan berpikir.
<\/p>\n\n\n\n

Bagi Sukamta, harga rokok di Indonesia, sebuah negeri yang besar salah satunya ditopang oleh dunia pertembakauan, harus dinaikkan 700 persen. Alasannya supaya orang miskin tidak dapat membeli rokok. Jika orang miskin yang merokok jatuh sakit, maka negara melalui (Jaminan Kesehatan Nasional) JKN rugi menanggung biayanya. Tentu saja ini berbeda dengan, orang kaya boleh makan junkfood<\/em>, minuman bersoda, dan berlaku semaunya, karena jika jatuh sakit mereka bisa membiayai sendiri dan dapat memperkaya negara.
<\/p>\n\n\n\n

Cara sistematis ini akan diduplikasi dan diperbarui terus menerus. Bermula dari seorang sakit yang berobat ke dokter, jika ia merokok maka dokter akan berkata, \u201cbapak sakit karena rokok\u201d, dan dokter tidak secara jujur bahwa penyakit itu datang dari sebab apapun, bisa gula, bisa gaya hidup yang berantakan, kurang minum air putih, stres dengan obat mahal, dsb.
<\/p>\n\n\n\n

Kenapa Sukamta cenderung ingin menaikkan harga rokok untuk menyelesaikan permasalahan JKN yang rumit itu? Ya karena sudah menjadi tabiat antirokok, bahwa berpikir keras untuk mencari solusi adalah buang-buang waktu, makanya rokok akan disalahkan supaya permasalahan menjadi lekas selesai. 
<\/p>\n\n\n\n

Coba kita kembali ke tahun 2018, saat BPJS Kesehatan defisit dan ditambal oleh cukai rokok. Para pegiat kesehatan beralasan, jumlah masyarakat sakit yang kian bertambah dan narasi yang kemudian dibangun; sakit-sakit itu disebabkan oleh rokok. Tidak berhenti sampai di situ, beragam alasan yang penting pengelola kesehatan \u201cselamat\u201d banyak digaungkan di media (tanpa ada sikap ksatria untuk mengakui bahwa memang masih banyak masalah dalam JKN, baik pengelolaan maupun skema yang lebih baik, yang perlu dicarikan solusi).<\/p>\n\n\n\n

Baca: Kegagalan Lakpesdam PBNU dalam Melihat Produk Tembakau Alternatif<\/a><\/p>\n\n\n\n

Koordinator Advokasi BPJS Watch, Timboel Siregar, megkritisi beragam narasi yang dibangun oleh pegiat kesehatan. Ia mengusulkan agar BPJS fokus pada pengawasan penetapan inasibijis oleh pihak rumah sakit. Timboel menilai, inasibijis merupakan gerbang terjadinya defisit BPJS Kesehatan. Inasibijis (INA-CGB) merupakan sebuah singkatan dari Indonesia Case Base Gropus, yakni sebuah aplikasi yang digunakan rumah sakit untuk mengajukan klaim pada pemerintah. (bisnis.com)
<\/p>\n\n\n\n

Kita tidak pernah tau, apa yang dilakukan rumah sakit terhadap pasien-pasien yang membayar BPJS. Kita juga tidak pernah tau jika ada pasien BPJS kelas I diberi fasilitas kelas II atau III, dan rumah sakit mengklaim biaya kelas I ke negara. Tentu saja yang demikian ini tidak penting bagi antirokok. <\/p>\n\n\n\n

Baca: Ada Campur Tangan Bloomberg dalam Surat Edaran Menkes terkait Pemblokiran Iklan Rokok<\/a><\/p>\n\n\n\n

Sukamta juga bilang, orang-orang yang kecanduan merokok dan mampu membeli rokok yang mahal, dipersilahkan tetap merokok asal menanggung sendiri biaya pengobatan akibat penyakit karena rokok. Asalkan dampak buruk akibat konsumsi rokok tidak membebani negara kerena pemasukan dari cukai tembakau tidak sebanding dengan biaya yang harus dikeluarkan negara. (ayosemarang.com)
<\/p>\n\n\n\n

Bagi saya pribadi, ini adalah statemen yang sangat lucu. Sejak kapan sih negara betul-betul hadir dan perhatian terhadap kesehatan masyarakat, khususnya di pedesaan dan pedalaman? Kalau ada pun, menjalankannya setengah hati. Dan sejak kapan rokok itu menjadi candu, padahal yang candu itu kekuasaan dan menjadikan masyarakat sebagai jembatan untuk menuju \u201ckekuasaan dalam negara\u201d? 
<\/p>\n\n\n\n

Sukamta juga menganggap, bahwa perokok bukan orang yang produktif? Faktanya? Setahu saya orang-orang yang merokok punya produtivitas tinggi, mereka hidup sebagaimana keringat yang diperas setiap hari. Tanpa berharap kepada negara apalagi Sukamta.
<\/p>\n\n\n\n

Sekadar saran saja, sebaiknya PKS tidak perlu ngelantur bicara rokok. Silahkan bicara, asalkan keadilan sosial sebagaimana nama partainya tidak hanya selesai pada tataran konsepsi dan gagah-gagahan, melainkan pada tahap tindakan dan contoh konkrit atasnya.
<\/p>\n","post_title":"Ketika PKS Bicara Rokok","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"ketika-pks-bicara-rokok","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-08-24 10:51:25","post_modified_gmt":"2019-08-24 03:51:25","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5988","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":35},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"epic_block_3"};

\n

Karena saya memarkir motor di luar area Kuningan City dan hanya dijaga sampai pukul 23:30, akhirnya kami pulang lebih cepat. Saat keluar venue saya memastikan tetap sebats dulu, mereview apa yang menarik terjadi di dalam sana. Saya lantas menarik kesimpulan bahwa dari pengalaman selama hampir tiga jam lebih menikmati konser tanpa rokok, tak terjadi apa-apa dari kami. Tak ada kekhawatiran berlebihan, perubahan mood karena tak merokok, atau keburukan lainnya. Semuanya sama saja dan normal-normal saja.
<\/p>\n\n\n\n

Hanya jika boleh memberi saran kepada pihak pengelola, perampasan rokok tentu mesti dipertimbangkan ulang. Sekali lagi rokok adalah produk legal dan mempunyai aturan yang sudah disepakati terkait pengkonsumsiannya. Lagian, saya kira para perokok sekarang juga sudah mulai tertib terhadap aturan dan tidak ingin merugikan terhadap yang lainnya.<\/p>\n","post_title":"Pengalaman Tiga Jam Lebih Menyaksikan Konser Musik Tanpa Asap Rokok","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"pengalaman-tiga-jam-lebih-menyaksikan-konser-musik-tanpa-asap-rokok","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-09-04 07:32:19","post_modified_gmt":"2019-09-04 00:32:19","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6017","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":6014,"post_author":"877","post_date":"2019-09-03 09:18:50","post_date_gmt":"2019-09-03 02:18:50","post_content":"\n

Masih ingat kemarin, tulisan Djarum yang ada di kaos para atlit olahraga dipermasalahkan KPAI dan kawan-kawannya? Banyak orang-yang omong, ternyata ada orang kaya yang diusik, tapi dia hanya diam tanpa ada kata sedikitpun sebagai pembalasan terhadap yang mengusiknya. Bahkan cenderung mengalah, bikin orang lain gregetan. Kalimat itu yang aku tangkap dari salah satu temen bernama Nur Cholis asal Desa Gribiq, Kabupaten Kudus.<\/p>\n\n\n\n

Seminggunan kemarin, tepatnya Minggu 25 Agustus, teman MTS dulu pulang dari Jakarta. Ia sehari-harinya beraktivitas dan bekerja di sana. Di Jakarta, bersama anak istrinya, yang setiap hari jualan sayuran keliling. <\/p>\n\n\n\n

Kami yang sudah lama tidak ketemu, bahkan lebaran kemarin ternyata dia tak pulang ke Kudus. Pantesan tak ada yang rebut ngajak ngopi, orang yang biasa ngajak ngopi orangnya masih di Jakarta. Memilih lebaran di sana, karena dititipin rumah tetangganya yang katanya sudah seperti keluarganya sendiri yang kala itu baru mudik.\u00a0<\/p>\n\n\n\n

Baca: Sesat pikir KPAI Melarang Audisi Pencarian Bakat Bulutangkis Anak-Anak<\/a><\/p>\n\n\n\n

Temanku itu panggilannya Djumari, rumahnya dulu daerah Kaliwungu Kudus bagian barat. Ia pulang dalam rangka ada acara nikahan saudara dari istrinya. Dasar Djumari, kalau gak ngopi bareng dan ketemu temen-temen gak puas katanya, karena mumpung di Kudus. Ia gunakan kesempatan sebelum datang kesempitan disela-sela acara nikahan saudaranya. Lewat pesan singkat WA, tanpa hitungan jam ajakan ngopi Djumari, langsung di respon banyak teman yang tergabung di group WA. Ada yang tanya kapan datangnya, ada yang komentar besuk aja ngopinya soalnya masih diluar kota, ada yang bilang sore ini aja tancap gas. Djumari menjawabi dan balas komentar teman-teman. Dihari itu, Djumari kayak artis banyak ajakan dan tawaran teman-teman. <\/p>\n\n\n\n

Memang, teman-teman alumni MTS Madrasah Qudsiyyah Kudus kompak sekali, bahkan sudah kayak saudara sendiri semua. Kita sering kumpul walaupun hanya sekedar ngopi, yang penting bertemu dan ngobrol. Tidak jarang, kita ketemu dengan agenda acara resmi dan agak resmi. Seperti disaat salah satu teman punya hajat, bahkan hajat kecilpun kayak acara \u201cmanaqiban\u201d sering mengundang teman lainya. Pasti ada yang bingung apa itu manaqiban<\/em>?. Aku jelasin sebentar, manaqiban itu, acara membaca sejarah Syeih Abdul Qodir Jaelani ulama dahulu setelah masa Shahabat Nabi, yang terkenal alimnya dan sufi serta berkaromah. Nah, bagi kita-kita penggemarnya, sering kali kita baca sejarahnya. Dengan cerita sejarah  Syeih Abdul Qodir Jaelani, kita penggemar berharap agar apa yang kita lakukan dido\u2019akan atau di amini beliau semua urusan kita lancar. Karena menurut kita penggemar, meyakini Syeih Abdul Qodir Jaelani kekasih Tuhan, kalau dalam bahasa Jawa \u201cbolone Gusti Allah\u201d. Ini sekilas penjelasan tentang istilah manaqiban<\/em>, kalau mau tau lebih lanjut, khasiat-khasiatnya, bisa kita diskusi dilain waktu aja. Yang jelas di acara manaqiban<\/em> ini sudah jadi tradisi ada \u201cingkung\u201d ayamnya. Ini yang biasa kita nantikan.<\/p>\n\n\n\n

Kembali ke acara ngopi, disore itu temenku Djumari langsung nentukan tempat ngopi dan waktunya. Kita biasa ngopi ditempat sederhana. Akhirnya, Djumari mutusin habis isya\u2019 kumpul dan ngopi di rumah teman kita satunya namanya Nur Cholis, juga tergabung dalam group WA. Setelah tahu bakal kerumahnya, Nur Cholis langsung komen, lapan enam laksanakan. Aku langsung teringat temenku namanya Fawaz, orang Betawi keturunan Arab, sering kalau jawab pas di WA pakai tulisan lapan enam.\u00a0<\/p>\n\n\n\n

Baca: PB Djarum, Prestasi Bulutangkis Nasional, dan Kegagalan KPAI Memahami Peristiwa<\/a><\/p>\n\n\n\n

Waktu isya\u2019 tiba, suasana mau hujan, sedikit grimis, hawanya lumayan dingin dibanding sebelumnya panas dan gerah. Tapi semangat ngopi dam ngobrol teman-teman tak mengendor. Bahkan di group sudah ada yang ribut, ngajak-ngajak \u201cayo ayo waktunya kopdar tiba, ada bonus banyak rezeki lho\u201d, Rifai namanya, seorang pembicara atau muballig yang sering ceramah di masyarakat. <\/p>\n\n\n\n

Aku datang sekitar jam 20.00, terlihat banyak tema yang sudah pada kumpul, didepannya ada segelas kopi. Maklum kita orang desa ngopinya gak pakai cangkir, tapi pakai gelas es yang tinggi. Dibenakku ini ngopi apa kehausan?, tapi yang penting tetap ngopi dan merokok. Di meja terlihat banyak rokok bermacam-macam mereknya, sesuai kesukaan masing-masing. Ada yang bawa Sukun Putih, ada yang bawa Gudang Garam, kebanyakan bawa LA, tapi ada juga yang bawa rokok bikinan sendiri alias \u201cTingwe\u201d nglinting dewe dirumah ditaruh plastik. Aku coba rokok tingwe itu sambil ngobrol bareng, ternyata lumayan enak ramuan rokoknya, dibanding tingwe tingwe yang pernah aku rasakan. Yang buat tingwe namanya Sutopo, profesinya sehari-hari memang jual beli tembakau. Karena penasaran, sutopo aku tanya, kok enak, ini tembakau mana?. Dijawabnya \u201cbiasa tembakau Temanggung\u201d tapi aku kasih cengkeh kualitas wahid, dan sedikit ramuan saos sendiri (bahannya dirahasiakan), yang jelas katanya bahan saos dari rempah rempah bikinan sendiri. <\/p>\n\n\n\n

Ngobrol kita mengalir tanpa ada sekat dan batasan, malah terkadang pada ngobrol sendiri-sendiri dengan teman didekatnya. Giliran Djumari disuruh cerita pengalamannya, teman teman pada diam, mungkin pada penasaran. Soalnya dulu, sebelum ke Jakarta ia bekerja di Djarum. Ia ceritakan alasannya harus ke Jakarta. Awalnya, sering pulang pergi Jakarta Kudus untuk pengobatan istrinya yang sedang sakit di salah satu pengobatan alternatif disana atas rekomendasi saudaranya yang sudah lama hidup di Jakarta. Ia menceritakan sakit istrinya yang sering pusing, dan pusingnya bukan pusing biasa, dan seringkali istrinya sampai membentur-benturkan kepalanya. Kemudian, saat diharuskan kontinyu pengobatannya, minimal satu tahun agar cepat sembuh, akhirnya ia putusin meninggalkan Kudus sementara, termasuk pekerjaannya. Alhamdulillah istrinya sekarang sudah sembuh total.\u00a0<\/p>\n\n\n\n

Baca: Cacat Pikir KPAI Memaknai Kata Ekploitasi Anak dan Promosi<\/a><\/p>\n\n\n\n

Disela sela nungguin istrinya sakit, ia sering diajak saudaranya jualan sayuran keliling. Nah, walaupun sekarang istrinya sudah sembuh, ia tetap di Jakarta. Sebab dipikirannya, kalau kembali ke Kudus mulai dari awal lagi, mending yang sudah ada didepan mata dijalanin dulu. Nanti pelan-pelan sambil melihat peluang di Kudus, ia pun akan pulang. Obrolan tetap seru, walaupun djarum jam sudah tepat diangka 12.00 malam. Namun domain obrolan lebih pada Djumari sebagai nara sumber, ia menceritakan semua pengalaman dan kejadia yang ia lihat, sampai ia menceritakan berita kalau pabrik Djarum yang dulu pernah ia singgahi, sedang dipermasalahkan KPAI. Memang sebenarnya ia tak paham alur permasalahanya. Tahunya, KPAI gak suka bulu tangkis Djarum berjalan, memusuhi rokok. <\/p>\n\n\n\n

Sebagai orang yang pernah menjadi karyawan Djarum, jadi wajar dan pantas kalau ia membela Djarum, apalagi ia asli Kudus. Saking semangatnya, ia ngomong \u201cnek aku dadi Djarum, tak tuku iku KPAI, paling ora tak lawan\u201d \u201candaikan aku yang punya Djarum, aku beli KPAI, paling tidak dilawan\u201d. Ada yang menyambar omongan, \u201csampek matek kuwe Djum, ogak bakal dadi bos Djarum\u201d \u201csampai mati kamu Djum, tidak akan jadi bos Djarum\u201d haha\u2026\u2026disambut dengan tawa klakaran teman-teman termasuk saya sendiri. Di sela-sela tawa, tuan rumah ngomong \u201cancen gawe gregeten, kenopo Djarum mung meneng, malah ngalah\u201d \u201cbikin gregeten, kenapa Djarum diam dan cenderung mengalah\u201d. <\/p>\n\n\n\n

Nah, ternyata, banyak orang yang sangat simpati dan membela pabrik Djarum, terutama orang Kudus. Rata-rata mereka, tak tahu apa yang harus dilakukan, apa yang harus diperbuat. Sebagai manusia lemah, mereka hanya bisa marah  yang terpendaam dalam hati, dengan melihat kejadian KPAI menyerang Djarum. Coba, andaikan mereka tahu kalau dibelekang KPAI ada kepentingan asing yang mengusik rokok kretek asli Kudus, yang sudah mendarah daging bagi masyarakat Kudus. Pastinya, pembelaanya lebih dari itu, bahkan mungkin mati-matian.
<\/p>\n","post_title":"Cerita di Balik Segelas Kopi untuk Djarum","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"cerita-di-balik-segelas-kopi-untuk-djarum","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-09-03 09:19:00","post_modified_gmt":"2019-09-03 02:19:00","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6014","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":6008,"post_author":"878","post_date":"2019-08-30 15:06:07","post_date_gmt":"2019-08-30 08:06:07","post_content":"\n

Pada mulanya, saya mengira tanaman tembakau ditanam, dirawat, dan dipanen sama dengan kebanyakan tanaman-tanaman semusim lainnya di negeri ini. Ada proses pembibitan, kemudian proses penanaman, lantas tanaman rutin disiram dan diberi pupuk, ada proses perawatan hingga akhirnya dipanen ketika musim panen tiba. Tapi nyatanya, perkiraan saya salah. Tembakau tanaman yang cukup unik. Beda dari banyak tanaman semusim lain yang lazim ditanam petani di banyak tempat di Indonesia.<\/p>\n\n\n\n

Hal paling menonjol yang membedakan tanaman tembakau dengan tanaman semusim lain ada pada masa tanam dan masa panen tiba. Tanaman tembakau menjadi anomali karena ditanam saat musim penghujan akan berakhir. Lalu dipanen ketika musim kemarau sedang berada pada puncaknya. Saat tanaman-tanaman semusim lainnya enggan tumbuh, bahkan rumput sekalipun mengering karena kemarau.<\/p>\n\n\n\n

Tiga tahun belakangan, saya banyak bergaul dengan petani dan buruh tani tembakau di Kabupaten Temanggung, juga dengan anak-anak mereka. Jika sebelumnya saya sekadar penikmat rokok kretek, tiga tahun belakangan, saya mulai tertarik untuk mempelajari seluk-beluk seluruh lini yang mendukung industri kretek nasional. Yang paling menarik minat saya, tentu saja konteks pertanian dan sosial masyarakat yang memproduksi komoditas yang menjadi bahan baku utama produk kretek. Tembakau dan cengkeh.<\/p>\n\n\n\n

Baca: Melihat Petani Tembakau di Temanggung Memanen Tembakau Mereka<\/a><\/p>\n\n\n\n

Dari sekian banyak hal menarik yang disajikan pertanian tembakau hingga proses penjualan hasil panen tembakau yang saya amati di wilayah Kabupaten Temanggung, hal yang terus menerus menarik minat saya dan hingga saat ini belum sepenuhnya saya pahami adalah proses panen tembakau dan penentuan grade tembakau hasil panenan petani. Sama seperti kesalahan saya mengira tanaman tembakau ditanam dan diproses mirip dengan tanaman semusim lainnya, dugaan saya perihal proses panen tembakau juga salah sepenuhnya. Dahulu saya mengira daun-daun yang siap dipanen dari tanaman tembakau ya dipanen begitu saja. Menunggu daun-daun yang tumbuh pada tanaman tembakau siap dipanen, lantas dipanen seluruhnya dalam satu waktu oleh para pekerja di kebun. Nyatanya tidak begitu. Dan lebih rumit dari itu.<\/p>\n\n\n\n

Mayoritas tembakau yang ditanam di wilayah Temanggung berasal dari jenis kemloko. Ada kemloko 1, kemloko 2, dan kemloko 3. Dari ketiga varietas kemloko tersebut, metode panen dan penentuan grade tembakau memiliki tata cara yang sama persis. Seluruh petani di Temanggung menerapkan metode panen yang mirip. Dari metode panen tersebut, ternyata berpengaruh terhadap tingkatan kualitas tembakau yang dipanen, petani di Temanggung kerap menyebut \u2018tiam\u2019 atau \u2018grade\u2019 untuk perbedaan tingkat kualitas tembakau yang dipanen.<\/p>\n\n\n\n

Tidak seperti tanaman semusim lainnya yang dipanen dalam satu waktu, tembakau dipanen bertahap mulai dari daun terbawah pada pohon hingga daun teratas. Dalam satu tanaman tembakau, panen bisa berlangsung sebanyak 13 hingga 15 kali dalam sekali musim tembakau. Jarak antara panen satu dengan panen lainnya, antara lima dan tujuh hari. Dengan kondisi ini, musim panen tembakau di Temanggung atau yang kerap disebut musim \u2018mbakon\u2019 bisa berlangsung selama dua hingga tiga bulan. Tahun ini, panen dimulai pada pertengahan Juli dan diprediksi akan berakhir pada pertengahan Oktober.<\/p>\n\n\n\n

Baca: Tuhan Tidak Menciptakan Tembakau untuk Dibenci dan Dicaci<\/a><\/p>\n\n\n\n

Metode panen seperti itu, yang bertahap dan berjeda dari panen satu daun ke daun lainnya ternyata berpengaruh terhadap tingkatan kualitas daun tembakau. Daun-daun yang dipanen lebih awal, gradenya berada pada grade yang rendah. Grade terus meningkat hingga sampai puncaknya seiring panen-panen selanjutnya pada tanaman yang sama. Dalam satu tanaman tembakau, grade daun sudah pasti berbeda-beda sesuai dengan waktu panenan daun di tanaman tersebut.<\/p>\n\n\n\n

Agar lebih mudah dipahami, mari kita bayangkan sebatang tanaman tembakau yang tumbuh subur dalam kondisi normal dan tanaman itu sudah mulai memasuki masa panen. Pada sebatang tanaman tembakau itu tumbuh sebanyak 17 helai daun dari bawah ke atas. Panen pertama dimulai. Daun paling bawah dari tanaman tembakau itu dipetik untuk dipanen. Hanya satu helai daun saja, yang terbawah. Daun yang pertama dipanen itu, biasanya memiliki grade A. Adakalanya kualitas tembakau pada panenan pertama sudah mulai berada pada grade B. Di beberapa titik bahkan sudah ada yang menghasilkan tembakau grade C. <\/p>\n\n\n\n

Lima hingga tujuh hari kemudian, panen daun kedua dilakukan. Satu daun saja dari sebatang tanaman, daun terbawah yang dipanen. Lima hingga tujuh hari berikutnya lantas dipanen lagi. Begitu seterusnya hingga 12 atau 13 kali panen. Semakin ke atas daun yang dipanen seiring bertambahnya waktu, grade tembakau juga meningkat hingga puncaknya berhenti di grade F. Hanya sedikit tembakau yang bisa melampau grade F, mencapai grade G dan H, itulah tembakau-tembakau jenis srintil berharga jutaan rupiah per kilogramnya.<\/p>\n\n\n\n

Selain waktu panen dan letak daun dalam sebatang tanaman, jenis tanah, unsur hara yang terkandung dalam tanah, asupan embun alami, pancaran sinar matahari yang cukup, serta proses fermentasi dan penjemuran usai daun-daun dipanen, menjadi penentu kualitas tembakau yang menempatkan daun tembakau itu pada grade tertentu. Satu hal lain lagi yang sangat berpengaruh terhadap grade tembakau adalah wilayah tembakau itu ditanam. Ada tiga wilayah tempat tembakau biasa ditanam. Wilayah persawahan (dataran rendah), wilayah tegalan (dataran menengah), dan wilayah gunung (dataran tinggi). Kondisi tanah dan faktor ketinggian dan kondisi geografis lainnya berpengaruh terhadap kualitas tembakau.<\/p>\n\n\n\n

Di wilayah persawahan, tanaman tembakau memang subur dan tumbuh cepat, namun tembakau yang ditanam di sana maksimal hanya bisa menghasilkan tembakau grade D, atau D+. Sedang tembakau yang ditanam di wilayah tegalan, maksimal bisa menghasilkan tembakau grade E hingga E+. Yang terbaik, tentu saja tembakau yang ditanam di wilayah gunung. Meskipun membutuhkan waktu tanam lebih lama dibanding dua wilayah lainnya, rata-rata panenan terakhir mencapai grade F hingga seterusnya dengan tembakau terbaik bernama srintil.   <\/p>\n\n\n\n

Ini sedikit yang saya pelajari di Temanggung hasil belajar langsung dari para petani di sana. Saya tidak tahu dengan metode panen dan penentuan grade tembakau di wilayah lain dengan jenis tembakau lain juga. Menarik sebetulnya mencari tahu di tempat lain. Semoga sekali waktu nanti berkesempatan untuk itu. 
<\/p>\n","post_title":"Penentuan Grade Tembakau di Temanggung","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"penentuan-grade-tembakau-di-temanggung","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-08-30 15:06:14","post_modified_gmt":"2019-08-30 08:06:14","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6008","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5999,"post_author":"877","post_date":"2019-08-28 09:40:02","post_date_gmt":"2019-08-28 02:40:02","post_content":"\n

Direktur Pusat Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Amerika Serikat (CDC), Robert Redfield, mengungkapkan kematian tragis di Illinois memperkuat dugaan karena vape<\/a> atau rokok elektrik. Berita tersebut atas laporan Dinas Kesehatan Illinois yang mengumumkan ada satu pasien yang akhirnya meninggal dunia. Kasus ini kemungkinan jadi kasus pertama kematian akibat penyakit berkaitan dengan vape.
<\/p>\n\n\n\n

Kejadian di atas menjawab keberadaan vape atau rokok elektrik sangat membahayakan. Berbeda dengan resiko rokok kretek, bisa menimbulkan penyakit jika mengkonsumsinya berlebihan atau kebanyakakan, dan hidup tidak seimbang. Misalnya dalam satu hari merokok sampai tiga atau empat bungkus, tanpa makan nasi atau makan-makanan sehat, tanpa olah raga, tanpa minum air putih, selalu didampingi kopi atau teh, istirahatnya kurang dan sebagainya. Maka dipastikan orang tersebut akan jatuh sakit bahkan meninggal dunia.\u00a0<\/p>\n\n\n\n

Baca: Terkuak, Rokok Elektrik Berbahaya bagi Kesehatan<\/a><\/p>\n\n\n\n

Tidak hanya itu, otoritas kesehatan di Amerika Serikat telah berhasil menginvestigasi kemunculan penyakit paru-paru misterius di antara kalangan pengguna rokok elektrik atau vape. Dilaporkan setidaknya ada 195 kasus potensial penyakit paru-paru di 22 Negara karena kena dampak dari vape atau rokok elektrik.
<\/p>\n\n\n\n

Jadi, masyarakat perlu waspada beredarnya vape atau rokok elektrik. Belum lagi, sebetulnya rokok elektrik atau vape, berdampak juga peningkatan perokok anak.\u00a0 Yang menjadi daya tarik bagi anak, selain bentuknya yang elegan, simpel, juga beraroma buah-buahan yang terkemas dalam cairan.<\/strong><\/p>\n\n\n\n

Orang yang mengatakan bahwa vape atau rokok elektrik lebih mensehatkan dari pada rokok kretek, pendapat tersebut sangat keliru. Disampaing efek dari rangkaian listrik dan battre juga cairan dalam rokok elektrik berpengaruh terhadap resiko jantung.  <\/p>\n\n\n\n

Hasil penelitian yang diterbitkan dalam Journal of American College of Cardiology pada Mei lalu ini menambah bukti bahwa cairan rokok elektrik dapat menghambat fungsi sel-sel tubuh yang berperan dalam kesehatan jantung. Cairan dalam vape atau rokok elektrik pada akhirnya merusak sel-sel yang melapisi pembuluh darah. <\/p>\n\n\n\n

Keberadaan vape atau rokok elektrik di pasaran sangat membahayakan bagi orang Indonesia, terlebih pemuda-pemuda, yang banyak memilih merokok vape aatau rokok elektri. Menurutnya, selain bentuk kecil, simpel dibawa dan ada aroma buah-buahan sesuai selera. Akan tetapi dibalik bentuknya yang bagus, menyembunyikan banyak penyakit ketika dikonsumsi.\u00a0<\/p>\n\n\n\n

Baca: Kata Siapa Lebih Sehat? Perokok Elektrik Berisiko Terjangkit Penyakit Kardiovaskular<\/a><\/p>\n\n\n\n

Hingga kini CDC masih melakukan investigasi lebih lanjut, dengan mengimbau agar para dokter mengumpulkan data dan sampel bila menemukan pasien dengan gejala penyakit paru serupa, tentunya akibat rokok elektrik atau vape. Bentuk dan merek rokok elektrik dan vape banyak varian dan banyak merek. JUUL termasuk merek rokok elektrik atau vape yang saat ini naik daun.\u00a0<\/p>\n\n\n\n

Ada yang mengatakan bahwa tak tepat membandingkan rokok tembakau dengan rokok elektrik. Ya benar tak tepat, karena rokok elektrik atau vape resikonya sangat tinggi. Sedang rokok tembakau resikonya kecil, apa lagi rokok kretek mungkin resikonya sangat kecil sekali terhadap tubuh. Alasannya, munculnya rokok kretek bertujuan untuk pengobatan sakit bengek, dan tujuannya berhasil. Hingga banyak orang melakukan pemesanan rokok kretek saat itu, rokok kretek belum sebagai industri besar masih bersifat rumahan,  keadaan tersebut sekitar abad 19. <\/p>\n\n\n\n

Dalam studi ini, tim peneliti menemukan bukti efek toksik pada sel-sel yang melapisi pembuluh darah dan melindungi jantung. Beberapa bukti tersebut termasuk di antaranya gangguan pada fungsi sel dan munculnya tanda-tanda peradangan. Para peneliti mengamati bagaimana respons sel saat bersentuhan dengan cairan rokok elektrik. Efek yang paling kentara terlihat pada cairan dengan rasa kayu manis.<\/p>\n\n\n\n

Baca: Riset Kesehatan Rokok Elektrik<\/a><\/p>\n\n\n\n

Sekelompok ahli kardiovaskular dari University of Massachusetts menganjurkan peneliti agar melakukan uji rokok elektrik atau vape lebih yang beraroma. Karena sumsi sementara, produk vape atau rokok elektrik yang beraroma dan punya pilihan rasa lebih berbahaya dari pada rokok vape natural. Namun yang banyak beredar dipasaran, justru yang beraroma dan berasa buah-buahan, dari pada yang natural. <\/p>\n\n\n\n

Studi pada 2018 lalu menunjukkan, penggunaan rokok elektrik harian berisiko terhadap serangan jantung, meski dengan probabilitas yang lebih rendah daripada perokok tembakau. Menurut dr Lawrence Phillips pakar kardiovaskular NYU Langone Health mengatakan \u201cKita melihat semakin banyak bukti bahwa rokok elektrik berhubungan dengan peningkatan risiko serangan jantung\u201d.<\/p>\n\n\n\n

Dari hasil pakar dan hasil studi di atas menegaskan bahwa keberadaan rokok vape atau rokok elektrik, resikonya sangat besar. Bahan utama rokok vape atau elektrik yang paling besar memberikan efek negatif pada tubuh manusia adalah cairan perasa. Akibat cairan perasa dalam rokok elektrik  atau vape termasuk merek JUUL beresiko terjadi peradangan, terjangkit penyakit jantung dan paru-paru akut, selanjutnya berakibat kematian. <\/p>\n\n\n\n

Untuk itu, demi masa depan bangsa Indonesia harusnya ada regulasi pelarangan peredaran rokok elektrik atau vape yang nyata-nyata telah ada kasus dengan didukung beberapa riset dan studi tentang konten rokok elektrik atau vape, yang hasilnya mempunyai resiko tinggi dapat menyebabkan penyakit berujung kematian.         
<\/p>\n","post_title":"Perokok Elektrik Berisiko Besar Terjangkit Penyakit Mematikan","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"perokok-elektrik-berisiko-besar-terjangkit-penyakit-mematikan","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-08-28 09:40:09","post_modified_gmt":"2019-08-28 02:40:09","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5999","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5988,"post_author":"855","post_date":"2019-08-24 10:41:28","post_date_gmt":"2019-08-24 03:41:28","post_content":"\n

Sumber permasalahan besar dunia pertembakauan sejatinya bukan iklim dan hama, melainkan kebijakan pemerintah dan para plolitisi yang ikut serta membicarakannya, tanpa dasar yang kuat, adil dan cenderung ugal-ugalan.
<\/p>\n\n\n\n

Jika orang dahulu tidak berani bicara kecuali kepada hal-hal yang benar-benar diketahui, kali ini banyak sekali orang yang banyak bicara daripada membaca, baik buku maupun alam kauniyah (dunia nyata). Maka jangan heran, jika tidak sedikit politisi dan pemerintah yang gagal paham dunia pertembakau, dari berbagai sisi, karena mereka mendapatkan informasi sepotong-sepotong, tanpa ada usaha untuk tabayyun <\/em>lebih mendalam apalagi turun ke ladang untuk memastikan.
<\/p>\n\n\n\n

Kini hama petani muncul lagi dari kalangan politisi. Sebut saja namanya Sukamta (nama asli) yang kini menjabat sebagai sekretaris Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS). Kenapa semua orang yang terkait dengan industri hasil tembakau (petani, buruh, dsb) dianggap tidak sejahtera, ya karena partai yang harusnya adil saja tidak mampu berbuat adil, bahkan dalam pikiran dan apa yang keluar dari mulutnya.<\/p>\n\n\n\n

Baca: Tuhan Tidak Menciptakan Tembakau untuk Dibenci dan Dicaci<\/a>
<\/p>\n\n\n\n

Tidak perlu bicara terlalu jauh. Mari kita kita uji omongan Sukamta yang dimuat situs ayosemarang.com, 22 Agustus 2019. Omongan yang sejatinya sebuah template dan selalu dipakai oleh antirokok. Semacam gaya kampanye sholih li kulli zaman wal makan, <\/em>meski dibangun dari logika berantakan dan cenderung mengutamakan kengawuran daripada analisa yang mendalam. Ya memang itulah keistimewaan antirokok, anti terhadap data valid dan percaya diri berlebihan dalam kesesatan berpikir.
<\/p>\n\n\n\n

Bagi Sukamta, harga rokok di Indonesia, sebuah negeri yang besar salah satunya ditopang oleh dunia pertembakauan, harus dinaikkan 700 persen. Alasannya supaya orang miskin tidak dapat membeli rokok. Jika orang miskin yang merokok jatuh sakit, maka negara melalui (Jaminan Kesehatan Nasional) JKN rugi menanggung biayanya. Tentu saja ini berbeda dengan, orang kaya boleh makan junkfood<\/em>, minuman bersoda, dan berlaku semaunya, karena jika jatuh sakit mereka bisa membiayai sendiri dan dapat memperkaya negara.
<\/p>\n\n\n\n

Cara sistematis ini akan diduplikasi dan diperbarui terus menerus. Bermula dari seorang sakit yang berobat ke dokter, jika ia merokok maka dokter akan berkata, \u201cbapak sakit karena rokok\u201d, dan dokter tidak secara jujur bahwa penyakit itu datang dari sebab apapun, bisa gula, bisa gaya hidup yang berantakan, kurang minum air putih, stres dengan obat mahal, dsb.
<\/p>\n\n\n\n

Kenapa Sukamta cenderung ingin menaikkan harga rokok untuk menyelesaikan permasalahan JKN yang rumit itu? Ya karena sudah menjadi tabiat antirokok, bahwa berpikir keras untuk mencari solusi adalah buang-buang waktu, makanya rokok akan disalahkan supaya permasalahan menjadi lekas selesai. 
<\/p>\n\n\n\n

Coba kita kembali ke tahun 2018, saat BPJS Kesehatan defisit dan ditambal oleh cukai rokok. Para pegiat kesehatan beralasan, jumlah masyarakat sakit yang kian bertambah dan narasi yang kemudian dibangun; sakit-sakit itu disebabkan oleh rokok. Tidak berhenti sampai di situ, beragam alasan yang penting pengelola kesehatan \u201cselamat\u201d banyak digaungkan di media (tanpa ada sikap ksatria untuk mengakui bahwa memang masih banyak masalah dalam JKN, baik pengelolaan maupun skema yang lebih baik, yang perlu dicarikan solusi).<\/p>\n\n\n\n

Baca: Kegagalan Lakpesdam PBNU dalam Melihat Produk Tembakau Alternatif<\/a><\/p>\n\n\n\n

Koordinator Advokasi BPJS Watch, Timboel Siregar, megkritisi beragam narasi yang dibangun oleh pegiat kesehatan. Ia mengusulkan agar BPJS fokus pada pengawasan penetapan inasibijis oleh pihak rumah sakit. Timboel menilai, inasibijis merupakan gerbang terjadinya defisit BPJS Kesehatan. Inasibijis (INA-CGB) merupakan sebuah singkatan dari Indonesia Case Base Gropus, yakni sebuah aplikasi yang digunakan rumah sakit untuk mengajukan klaim pada pemerintah. (bisnis.com)
<\/p>\n\n\n\n

Kita tidak pernah tau, apa yang dilakukan rumah sakit terhadap pasien-pasien yang membayar BPJS. Kita juga tidak pernah tau jika ada pasien BPJS kelas I diberi fasilitas kelas II atau III, dan rumah sakit mengklaim biaya kelas I ke negara. Tentu saja yang demikian ini tidak penting bagi antirokok. <\/p>\n\n\n\n

Baca: Ada Campur Tangan Bloomberg dalam Surat Edaran Menkes terkait Pemblokiran Iklan Rokok<\/a><\/p>\n\n\n\n

Sukamta juga bilang, orang-orang yang kecanduan merokok dan mampu membeli rokok yang mahal, dipersilahkan tetap merokok asal menanggung sendiri biaya pengobatan akibat penyakit karena rokok. Asalkan dampak buruk akibat konsumsi rokok tidak membebani negara kerena pemasukan dari cukai tembakau tidak sebanding dengan biaya yang harus dikeluarkan negara. (ayosemarang.com)
<\/p>\n\n\n\n

Bagi saya pribadi, ini adalah statemen yang sangat lucu. Sejak kapan sih negara betul-betul hadir dan perhatian terhadap kesehatan masyarakat, khususnya di pedesaan dan pedalaman? Kalau ada pun, menjalankannya setengah hati. Dan sejak kapan rokok itu menjadi candu, padahal yang candu itu kekuasaan dan menjadikan masyarakat sebagai jembatan untuk menuju \u201ckekuasaan dalam negara\u201d? 
<\/p>\n\n\n\n

Sukamta juga menganggap, bahwa perokok bukan orang yang produktif? Faktanya? Setahu saya orang-orang yang merokok punya produtivitas tinggi, mereka hidup sebagaimana keringat yang diperas setiap hari. Tanpa berharap kepada negara apalagi Sukamta.
<\/p>\n\n\n\n

Sekadar saran saja, sebaiknya PKS tidak perlu ngelantur bicara rokok. Silahkan bicara, asalkan keadilan sosial sebagaimana nama partainya tidak hanya selesai pada tataran konsepsi dan gagah-gagahan, melainkan pada tahap tindakan dan contoh konkrit atasnya.
<\/p>\n","post_title":"Ketika PKS Bicara Rokok","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"ketika-pks-bicara-rokok","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-08-24 10:51:25","post_modified_gmt":"2019-08-24 03:51:25","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5988","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":35},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"epic_block_3"};

\n

The Adams sebagai band ketiga yang tampil lalu datang meneduhkan suasana. Betul, penonton langsung terbuai saat itu oleh suara yang beradu-adu antara Saleh Husein dan Ario Hendarwan. Sing along kemudian jadi hal yang wajib dilakukan saat itu, semuanya menikmati karaoke masal dari lagu-lagu yang dibawakan seperti Hanya Kau, Berwisata, Konservatif, hingga Halo Beni. Suasana kala itu semakin manis saat sang pianis The Adams (hingga kini belum saya ketahui namanya) selalu melemparkan senyumnya ke arah penonton. Ah sial, saat itu saya berada di posisi yang sangat jauh darinya, itu saja sudah membuat saya bergetar.
<\/p>\n\n\n\n

Karena saya memarkir motor di luar area Kuningan City dan hanya dijaga sampai pukul 23:30, akhirnya kami pulang lebih cepat. Saat keluar venue saya memastikan tetap sebats dulu, mereview apa yang menarik terjadi di dalam sana. Saya lantas menarik kesimpulan bahwa dari pengalaman selama hampir tiga jam lebih menikmati konser tanpa rokok, tak terjadi apa-apa dari kami. Tak ada kekhawatiran berlebihan, perubahan mood karena tak merokok, atau keburukan lainnya. Semuanya sama saja dan normal-normal saja.
<\/p>\n\n\n\n

Hanya jika boleh memberi saran kepada pihak pengelola, perampasan rokok tentu mesti dipertimbangkan ulang. Sekali lagi rokok adalah produk legal dan mempunyai aturan yang sudah disepakati terkait pengkonsumsiannya. Lagian, saya kira para perokok sekarang juga sudah mulai tertib terhadap aturan dan tidak ingin merugikan terhadap yang lainnya.<\/p>\n","post_title":"Pengalaman Tiga Jam Lebih Menyaksikan Konser Musik Tanpa Asap Rokok","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"pengalaman-tiga-jam-lebih-menyaksikan-konser-musik-tanpa-asap-rokok","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-09-04 07:32:19","post_modified_gmt":"2019-09-04 00:32:19","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6017","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":6014,"post_author":"877","post_date":"2019-09-03 09:18:50","post_date_gmt":"2019-09-03 02:18:50","post_content":"\n

Masih ingat kemarin, tulisan Djarum yang ada di kaos para atlit olahraga dipermasalahkan KPAI dan kawan-kawannya? Banyak orang-yang omong, ternyata ada orang kaya yang diusik, tapi dia hanya diam tanpa ada kata sedikitpun sebagai pembalasan terhadap yang mengusiknya. Bahkan cenderung mengalah, bikin orang lain gregetan. Kalimat itu yang aku tangkap dari salah satu temen bernama Nur Cholis asal Desa Gribiq, Kabupaten Kudus.<\/p>\n\n\n\n

Seminggunan kemarin, tepatnya Minggu 25 Agustus, teman MTS dulu pulang dari Jakarta. Ia sehari-harinya beraktivitas dan bekerja di sana. Di Jakarta, bersama anak istrinya, yang setiap hari jualan sayuran keliling. <\/p>\n\n\n\n

Kami yang sudah lama tidak ketemu, bahkan lebaran kemarin ternyata dia tak pulang ke Kudus. Pantesan tak ada yang rebut ngajak ngopi, orang yang biasa ngajak ngopi orangnya masih di Jakarta. Memilih lebaran di sana, karena dititipin rumah tetangganya yang katanya sudah seperti keluarganya sendiri yang kala itu baru mudik.\u00a0<\/p>\n\n\n\n

Baca: Sesat pikir KPAI Melarang Audisi Pencarian Bakat Bulutangkis Anak-Anak<\/a><\/p>\n\n\n\n

Temanku itu panggilannya Djumari, rumahnya dulu daerah Kaliwungu Kudus bagian barat. Ia pulang dalam rangka ada acara nikahan saudara dari istrinya. Dasar Djumari, kalau gak ngopi bareng dan ketemu temen-temen gak puas katanya, karena mumpung di Kudus. Ia gunakan kesempatan sebelum datang kesempitan disela-sela acara nikahan saudaranya. Lewat pesan singkat WA, tanpa hitungan jam ajakan ngopi Djumari, langsung di respon banyak teman yang tergabung di group WA. Ada yang tanya kapan datangnya, ada yang komentar besuk aja ngopinya soalnya masih diluar kota, ada yang bilang sore ini aja tancap gas. Djumari menjawabi dan balas komentar teman-teman. Dihari itu, Djumari kayak artis banyak ajakan dan tawaran teman-teman. <\/p>\n\n\n\n

Memang, teman-teman alumni MTS Madrasah Qudsiyyah Kudus kompak sekali, bahkan sudah kayak saudara sendiri semua. Kita sering kumpul walaupun hanya sekedar ngopi, yang penting bertemu dan ngobrol. Tidak jarang, kita ketemu dengan agenda acara resmi dan agak resmi. Seperti disaat salah satu teman punya hajat, bahkan hajat kecilpun kayak acara \u201cmanaqiban\u201d sering mengundang teman lainya. Pasti ada yang bingung apa itu manaqiban<\/em>?. Aku jelasin sebentar, manaqiban itu, acara membaca sejarah Syeih Abdul Qodir Jaelani ulama dahulu setelah masa Shahabat Nabi, yang terkenal alimnya dan sufi serta berkaromah. Nah, bagi kita-kita penggemarnya, sering kali kita baca sejarahnya. Dengan cerita sejarah  Syeih Abdul Qodir Jaelani, kita penggemar berharap agar apa yang kita lakukan dido\u2019akan atau di amini beliau semua urusan kita lancar. Karena menurut kita penggemar, meyakini Syeih Abdul Qodir Jaelani kekasih Tuhan, kalau dalam bahasa Jawa \u201cbolone Gusti Allah\u201d. Ini sekilas penjelasan tentang istilah manaqiban<\/em>, kalau mau tau lebih lanjut, khasiat-khasiatnya, bisa kita diskusi dilain waktu aja. Yang jelas di acara manaqiban<\/em> ini sudah jadi tradisi ada \u201cingkung\u201d ayamnya. Ini yang biasa kita nantikan.<\/p>\n\n\n\n

Kembali ke acara ngopi, disore itu temenku Djumari langsung nentukan tempat ngopi dan waktunya. Kita biasa ngopi ditempat sederhana. Akhirnya, Djumari mutusin habis isya\u2019 kumpul dan ngopi di rumah teman kita satunya namanya Nur Cholis, juga tergabung dalam group WA. Setelah tahu bakal kerumahnya, Nur Cholis langsung komen, lapan enam laksanakan. Aku langsung teringat temenku namanya Fawaz, orang Betawi keturunan Arab, sering kalau jawab pas di WA pakai tulisan lapan enam.\u00a0<\/p>\n\n\n\n

Baca: PB Djarum, Prestasi Bulutangkis Nasional, dan Kegagalan KPAI Memahami Peristiwa<\/a><\/p>\n\n\n\n

Waktu isya\u2019 tiba, suasana mau hujan, sedikit grimis, hawanya lumayan dingin dibanding sebelumnya panas dan gerah. Tapi semangat ngopi dam ngobrol teman-teman tak mengendor. Bahkan di group sudah ada yang ribut, ngajak-ngajak \u201cayo ayo waktunya kopdar tiba, ada bonus banyak rezeki lho\u201d, Rifai namanya, seorang pembicara atau muballig yang sering ceramah di masyarakat. <\/p>\n\n\n\n

Aku datang sekitar jam 20.00, terlihat banyak tema yang sudah pada kumpul, didepannya ada segelas kopi. Maklum kita orang desa ngopinya gak pakai cangkir, tapi pakai gelas es yang tinggi. Dibenakku ini ngopi apa kehausan?, tapi yang penting tetap ngopi dan merokok. Di meja terlihat banyak rokok bermacam-macam mereknya, sesuai kesukaan masing-masing. Ada yang bawa Sukun Putih, ada yang bawa Gudang Garam, kebanyakan bawa LA, tapi ada juga yang bawa rokok bikinan sendiri alias \u201cTingwe\u201d nglinting dewe dirumah ditaruh plastik. Aku coba rokok tingwe itu sambil ngobrol bareng, ternyata lumayan enak ramuan rokoknya, dibanding tingwe tingwe yang pernah aku rasakan. Yang buat tingwe namanya Sutopo, profesinya sehari-hari memang jual beli tembakau. Karena penasaran, sutopo aku tanya, kok enak, ini tembakau mana?. Dijawabnya \u201cbiasa tembakau Temanggung\u201d tapi aku kasih cengkeh kualitas wahid, dan sedikit ramuan saos sendiri (bahannya dirahasiakan), yang jelas katanya bahan saos dari rempah rempah bikinan sendiri. <\/p>\n\n\n\n

Ngobrol kita mengalir tanpa ada sekat dan batasan, malah terkadang pada ngobrol sendiri-sendiri dengan teman didekatnya. Giliran Djumari disuruh cerita pengalamannya, teman teman pada diam, mungkin pada penasaran. Soalnya dulu, sebelum ke Jakarta ia bekerja di Djarum. Ia ceritakan alasannya harus ke Jakarta. Awalnya, sering pulang pergi Jakarta Kudus untuk pengobatan istrinya yang sedang sakit di salah satu pengobatan alternatif disana atas rekomendasi saudaranya yang sudah lama hidup di Jakarta. Ia menceritakan sakit istrinya yang sering pusing, dan pusingnya bukan pusing biasa, dan seringkali istrinya sampai membentur-benturkan kepalanya. Kemudian, saat diharuskan kontinyu pengobatannya, minimal satu tahun agar cepat sembuh, akhirnya ia putusin meninggalkan Kudus sementara, termasuk pekerjaannya. Alhamdulillah istrinya sekarang sudah sembuh total.\u00a0<\/p>\n\n\n\n

Baca: Cacat Pikir KPAI Memaknai Kata Ekploitasi Anak dan Promosi<\/a><\/p>\n\n\n\n

Disela sela nungguin istrinya sakit, ia sering diajak saudaranya jualan sayuran keliling. Nah, walaupun sekarang istrinya sudah sembuh, ia tetap di Jakarta. Sebab dipikirannya, kalau kembali ke Kudus mulai dari awal lagi, mending yang sudah ada didepan mata dijalanin dulu. Nanti pelan-pelan sambil melihat peluang di Kudus, ia pun akan pulang. Obrolan tetap seru, walaupun djarum jam sudah tepat diangka 12.00 malam. Namun domain obrolan lebih pada Djumari sebagai nara sumber, ia menceritakan semua pengalaman dan kejadia yang ia lihat, sampai ia menceritakan berita kalau pabrik Djarum yang dulu pernah ia singgahi, sedang dipermasalahkan KPAI. Memang sebenarnya ia tak paham alur permasalahanya. Tahunya, KPAI gak suka bulu tangkis Djarum berjalan, memusuhi rokok. <\/p>\n\n\n\n

Sebagai orang yang pernah menjadi karyawan Djarum, jadi wajar dan pantas kalau ia membela Djarum, apalagi ia asli Kudus. Saking semangatnya, ia ngomong \u201cnek aku dadi Djarum, tak tuku iku KPAI, paling ora tak lawan\u201d \u201candaikan aku yang punya Djarum, aku beli KPAI, paling tidak dilawan\u201d. Ada yang menyambar omongan, \u201csampek matek kuwe Djum, ogak bakal dadi bos Djarum\u201d \u201csampai mati kamu Djum, tidak akan jadi bos Djarum\u201d haha\u2026\u2026disambut dengan tawa klakaran teman-teman termasuk saya sendiri. Di sela-sela tawa, tuan rumah ngomong \u201cancen gawe gregeten, kenopo Djarum mung meneng, malah ngalah\u201d \u201cbikin gregeten, kenapa Djarum diam dan cenderung mengalah\u201d. <\/p>\n\n\n\n

Nah, ternyata, banyak orang yang sangat simpati dan membela pabrik Djarum, terutama orang Kudus. Rata-rata mereka, tak tahu apa yang harus dilakukan, apa yang harus diperbuat. Sebagai manusia lemah, mereka hanya bisa marah  yang terpendaam dalam hati, dengan melihat kejadian KPAI menyerang Djarum. Coba, andaikan mereka tahu kalau dibelekang KPAI ada kepentingan asing yang mengusik rokok kretek asli Kudus, yang sudah mendarah daging bagi masyarakat Kudus. Pastinya, pembelaanya lebih dari itu, bahkan mungkin mati-matian.
<\/p>\n","post_title":"Cerita di Balik Segelas Kopi untuk Djarum","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"cerita-di-balik-segelas-kopi-untuk-djarum","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-09-03 09:19:00","post_modified_gmt":"2019-09-03 02:19:00","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6014","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":6008,"post_author":"878","post_date":"2019-08-30 15:06:07","post_date_gmt":"2019-08-30 08:06:07","post_content":"\n

Pada mulanya, saya mengira tanaman tembakau ditanam, dirawat, dan dipanen sama dengan kebanyakan tanaman-tanaman semusim lainnya di negeri ini. Ada proses pembibitan, kemudian proses penanaman, lantas tanaman rutin disiram dan diberi pupuk, ada proses perawatan hingga akhirnya dipanen ketika musim panen tiba. Tapi nyatanya, perkiraan saya salah. Tembakau tanaman yang cukup unik. Beda dari banyak tanaman semusim lain yang lazim ditanam petani di banyak tempat di Indonesia.<\/p>\n\n\n\n

Hal paling menonjol yang membedakan tanaman tembakau dengan tanaman semusim lain ada pada masa tanam dan masa panen tiba. Tanaman tembakau menjadi anomali karena ditanam saat musim penghujan akan berakhir. Lalu dipanen ketika musim kemarau sedang berada pada puncaknya. Saat tanaman-tanaman semusim lainnya enggan tumbuh, bahkan rumput sekalipun mengering karena kemarau.<\/p>\n\n\n\n

Tiga tahun belakangan, saya banyak bergaul dengan petani dan buruh tani tembakau di Kabupaten Temanggung, juga dengan anak-anak mereka. Jika sebelumnya saya sekadar penikmat rokok kretek, tiga tahun belakangan, saya mulai tertarik untuk mempelajari seluk-beluk seluruh lini yang mendukung industri kretek nasional. Yang paling menarik minat saya, tentu saja konteks pertanian dan sosial masyarakat yang memproduksi komoditas yang menjadi bahan baku utama produk kretek. Tembakau dan cengkeh.<\/p>\n\n\n\n

Baca: Melihat Petani Tembakau di Temanggung Memanen Tembakau Mereka<\/a><\/p>\n\n\n\n

Dari sekian banyak hal menarik yang disajikan pertanian tembakau hingga proses penjualan hasil panen tembakau yang saya amati di wilayah Kabupaten Temanggung, hal yang terus menerus menarik minat saya dan hingga saat ini belum sepenuhnya saya pahami adalah proses panen tembakau dan penentuan grade tembakau hasil panenan petani. Sama seperti kesalahan saya mengira tanaman tembakau ditanam dan diproses mirip dengan tanaman semusim lainnya, dugaan saya perihal proses panen tembakau juga salah sepenuhnya. Dahulu saya mengira daun-daun yang siap dipanen dari tanaman tembakau ya dipanen begitu saja. Menunggu daun-daun yang tumbuh pada tanaman tembakau siap dipanen, lantas dipanen seluruhnya dalam satu waktu oleh para pekerja di kebun. Nyatanya tidak begitu. Dan lebih rumit dari itu.<\/p>\n\n\n\n

Mayoritas tembakau yang ditanam di wilayah Temanggung berasal dari jenis kemloko. Ada kemloko 1, kemloko 2, dan kemloko 3. Dari ketiga varietas kemloko tersebut, metode panen dan penentuan grade tembakau memiliki tata cara yang sama persis. Seluruh petani di Temanggung menerapkan metode panen yang mirip. Dari metode panen tersebut, ternyata berpengaruh terhadap tingkatan kualitas tembakau yang dipanen, petani di Temanggung kerap menyebut \u2018tiam\u2019 atau \u2018grade\u2019 untuk perbedaan tingkat kualitas tembakau yang dipanen.<\/p>\n\n\n\n

Tidak seperti tanaman semusim lainnya yang dipanen dalam satu waktu, tembakau dipanen bertahap mulai dari daun terbawah pada pohon hingga daun teratas. Dalam satu tanaman tembakau, panen bisa berlangsung sebanyak 13 hingga 15 kali dalam sekali musim tembakau. Jarak antara panen satu dengan panen lainnya, antara lima dan tujuh hari. Dengan kondisi ini, musim panen tembakau di Temanggung atau yang kerap disebut musim \u2018mbakon\u2019 bisa berlangsung selama dua hingga tiga bulan. Tahun ini, panen dimulai pada pertengahan Juli dan diprediksi akan berakhir pada pertengahan Oktober.<\/p>\n\n\n\n

Baca: Tuhan Tidak Menciptakan Tembakau untuk Dibenci dan Dicaci<\/a><\/p>\n\n\n\n

Metode panen seperti itu, yang bertahap dan berjeda dari panen satu daun ke daun lainnya ternyata berpengaruh terhadap tingkatan kualitas daun tembakau. Daun-daun yang dipanen lebih awal, gradenya berada pada grade yang rendah. Grade terus meningkat hingga sampai puncaknya seiring panen-panen selanjutnya pada tanaman yang sama. Dalam satu tanaman tembakau, grade daun sudah pasti berbeda-beda sesuai dengan waktu panenan daun di tanaman tersebut.<\/p>\n\n\n\n

Agar lebih mudah dipahami, mari kita bayangkan sebatang tanaman tembakau yang tumbuh subur dalam kondisi normal dan tanaman itu sudah mulai memasuki masa panen. Pada sebatang tanaman tembakau itu tumbuh sebanyak 17 helai daun dari bawah ke atas. Panen pertama dimulai. Daun paling bawah dari tanaman tembakau itu dipetik untuk dipanen. Hanya satu helai daun saja, yang terbawah. Daun yang pertama dipanen itu, biasanya memiliki grade A. Adakalanya kualitas tembakau pada panenan pertama sudah mulai berada pada grade B. Di beberapa titik bahkan sudah ada yang menghasilkan tembakau grade C. <\/p>\n\n\n\n

Lima hingga tujuh hari kemudian, panen daun kedua dilakukan. Satu daun saja dari sebatang tanaman, daun terbawah yang dipanen. Lima hingga tujuh hari berikutnya lantas dipanen lagi. Begitu seterusnya hingga 12 atau 13 kali panen. Semakin ke atas daun yang dipanen seiring bertambahnya waktu, grade tembakau juga meningkat hingga puncaknya berhenti di grade F. Hanya sedikit tembakau yang bisa melampau grade F, mencapai grade G dan H, itulah tembakau-tembakau jenis srintil berharga jutaan rupiah per kilogramnya.<\/p>\n\n\n\n

Selain waktu panen dan letak daun dalam sebatang tanaman, jenis tanah, unsur hara yang terkandung dalam tanah, asupan embun alami, pancaran sinar matahari yang cukup, serta proses fermentasi dan penjemuran usai daun-daun dipanen, menjadi penentu kualitas tembakau yang menempatkan daun tembakau itu pada grade tertentu. Satu hal lain lagi yang sangat berpengaruh terhadap grade tembakau adalah wilayah tembakau itu ditanam. Ada tiga wilayah tempat tembakau biasa ditanam. Wilayah persawahan (dataran rendah), wilayah tegalan (dataran menengah), dan wilayah gunung (dataran tinggi). Kondisi tanah dan faktor ketinggian dan kondisi geografis lainnya berpengaruh terhadap kualitas tembakau.<\/p>\n\n\n\n

Di wilayah persawahan, tanaman tembakau memang subur dan tumbuh cepat, namun tembakau yang ditanam di sana maksimal hanya bisa menghasilkan tembakau grade D, atau D+. Sedang tembakau yang ditanam di wilayah tegalan, maksimal bisa menghasilkan tembakau grade E hingga E+. Yang terbaik, tentu saja tembakau yang ditanam di wilayah gunung. Meskipun membutuhkan waktu tanam lebih lama dibanding dua wilayah lainnya, rata-rata panenan terakhir mencapai grade F hingga seterusnya dengan tembakau terbaik bernama srintil.   <\/p>\n\n\n\n

Ini sedikit yang saya pelajari di Temanggung hasil belajar langsung dari para petani di sana. Saya tidak tahu dengan metode panen dan penentuan grade tembakau di wilayah lain dengan jenis tembakau lain juga. Menarik sebetulnya mencari tahu di tempat lain. Semoga sekali waktu nanti berkesempatan untuk itu. 
<\/p>\n","post_title":"Penentuan Grade Tembakau di Temanggung","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"penentuan-grade-tembakau-di-temanggung","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-08-30 15:06:14","post_modified_gmt":"2019-08-30 08:06:14","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6008","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5999,"post_author":"877","post_date":"2019-08-28 09:40:02","post_date_gmt":"2019-08-28 02:40:02","post_content":"\n

Direktur Pusat Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Amerika Serikat (CDC), Robert Redfield, mengungkapkan kematian tragis di Illinois memperkuat dugaan karena vape<\/a> atau rokok elektrik. Berita tersebut atas laporan Dinas Kesehatan Illinois yang mengumumkan ada satu pasien yang akhirnya meninggal dunia. Kasus ini kemungkinan jadi kasus pertama kematian akibat penyakit berkaitan dengan vape.
<\/p>\n\n\n\n

Kejadian di atas menjawab keberadaan vape atau rokok elektrik sangat membahayakan. Berbeda dengan resiko rokok kretek, bisa menimbulkan penyakit jika mengkonsumsinya berlebihan atau kebanyakakan, dan hidup tidak seimbang. Misalnya dalam satu hari merokok sampai tiga atau empat bungkus, tanpa makan nasi atau makan-makanan sehat, tanpa olah raga, tanpa minum air putih, selalu didampingi kopi atau teh, istirahatnya kurang dan sebagainya. Maka dipastikan orang tersebut akan jatuh sakit bahkan meninggal dunia.\u00a0<\/p>\n\n\n\n

Baca: Terkuak, Rokok Elektrik Berbahaya bagi Kesehatan<\/a><\/p>\n\n\n\n

Tidak hanya itu, otoritas kesehatan di Amerika Serikat telah berhasil menginvestigasi kemunculan penyakit paru-paru misterius di antara kalangan pengguna rokok elektrik atau vape. Dilaporkan setidaknya ada 195 kasus potensial penyakit paru-paru di 22 Negara karena kena dampak dari vape atau rokok elektrik.
<\/p>\n\n\n\n

Jadi, masyarakat perlu waspada beredarnya vape atau rokok elektrik. Belum lagi, sebetulnya rokok elektrik atau vape, berdampak juga peningkatan perokok anak.\u00a0 Yang menjadi daya tarik bagi anak, selain bentuknya yang elegan, simpel, juga beraroma buah-buahan yang terkemas dalam cairan.<\/strong><\/p>\n\n\n\n

Orang yang mengatakan bahwa vape atau rokok elektrik lebih mensehatkan dari pada rokok kretek, pendapat tersebut sangat keliru. Disampaing efek dari rangkaian listrik dan battre juga cairan dalam rokok elektrik berpengaruh terhadap resiko jantung.  <\/p>\n\n\n\n

Hasil penelitian yang diterbitkan dalam Journal of American College of Cardiology pada Mei lalu ini menambah bukti bahwa cairan rokok elektrik dapat menghambat fungsi sel-sel tubuh yang berperan dalam kesehatan jantung. Cairan dalam vape atau rokok elektrik pada akhirnya merusak sel-sel yang melapisi pembuluh darah. <\/p>\n\n\n\n

Keberadaan vape atau rokok elektrik di pasaran sangat membahayakan bagi orang Indonesia, terlebih pemuda-pemuda, yang banyak memilih merokok vape aatau rokok elektri. Menurutnya, selain bentuk kecil, simpel dibawa dan ada aroma buah-buahan sesuai selera. Akan tetapi dibalik bentuknya yang bagus, menyembunyikan banyak penyakit ketika dikonsumsi.\u00a0<\/p>\n\n\n\n

Baca: Kata Siapa Lebih Sehat? Perokok Elektrik Berisiko Terjangkit Penyakit Kardiovaskular<\/a><\/p>\n\n\n\n

Hingga kini CDC masih melakukan investigasi lebih lanjut, dengan mengimbau agar para dokter mengumpulkan data dan sampel bila menemukan pasien dengan gejala penyakit paru serupa, tentunya akibat rokok elektrik atau vape. Bentuk dan merek rokok elektrik dan vape banyak varian dan banyak merek. JUUL termasuk merek rokok elektrik atau vape yang saat ini naik daun.\u00a0<\/p>\n\n\n\n

Ada yang mengatakan bahwa tak tepat membandingkan rokok tembakau dengan rokok elektrik. Ya benar tak tepat, karena rokok elektrik atau vape resikonya sangat tinggi. Sedang rokok tembakau resikonya kecil, apa lagi rokok kretek mungkin resikonya sangat kecil sekali terhadap tubuh. Alasannya, munculnya rokok kretek bertujuan untuk pengobatan sakit bengek, dan tujuannya berhasil. Hingga banyak orang melakukan pemesanan rokok kretek saat itu, rokok kretek belum sebagai industri besar masih bersifat rumahan,  keadaan tersebut sekitar abad 19. <\/p>\n\n\n\n

Dalam studi ini, tim peneliti menemukan bukti efek toksik pada sel-sel yang melapisi pembuluh darah dan melindungi jantung. Beberapa bukti tersebut termasuk di antaranya gangguan pada fungsi sel dan munculnya tanda-tanda peradangan. Para peneliti mengamati bagaimana respons sel saat bersentuhan dengan cairan rokok elektrik. Efek yang paling kentara terlihat pada cairan dengan rasa kayu manis.<\/p>\n\n\n\n

Baca: Riset Kesehatan Rokok Elektrik<\/a><\/p>\n\n\n\n

Sekelompok ahli kardiovaskular dari University of Massachusetts menganjurkan peneliti agar melakukan uji rokok elektrik atau vape lebih yang beraroma. Karena sumsi sementara, produk vape atau rokok elektrik yang beraroma dan punya pilihan rasa lebih berbahaya dari pada rokok vape natural. Namun yang banyak beredar dipasaran, justru yang beraroma dan berasa buah-buahan, dari pada yang natural. <\/p>\n\n\n\n

Studi pada 2018 lalu menunjukkan, penggunaan rokok elektrik harian berisiko terhadap serangan jantung, meski dengan probabilitas yang lebih rendah daripada perokok tembakau. Menurut dr Lawrence Phillips pakar kardiovaskular NYU Langone Health mengatakan \u201cKita melihat semakin banyak bukti bahwa rokok elektrik berhubungan dengan peningkatan risiko serangan jantung\u201d.<\/p>\n\n\n\n

Dari hasil pakar dan hasil studi di atas menegaskan bahwa keberadaan rokok vape atau rokok elektrik, resikonya sangat besar. Bahan utama rokok vape atau elektrik yang paling besar memberikan efek negatif pada tubuh manusia adalah cairan perasa. Akibat cairan perasa dalam rokok elektrik  atau vape termasuk merek JUUL beresiko terjadi peradangan, terjangkit penyakit jantung dan paru-paru akut, selanjutnya berakibat kematian. <\/p>\n\n\n\n

Untuk itu, demi masa depan bangsa Indonesia harusnya ada regulasi pelarangan peredaran rokok elektrik atau vape yang nyata-nyata telah ada kasus dengan didukung beberapa riset dan studi tentang konten rokok elektrik atau vape, yang hasilnya mempunyai resiko tinggi dapat menyebabkan penyakit berujung kematian.         
<\/p>\n","post_title":"Perokok Elektrik Berisiko Besar Terjangkit Penyakit Mematikan","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"perokok-elektrik-berisiko-besar-terjangkit-penyakit-mematikan","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-08-28 09:40:09","post_modified_gmt":"2019-08-28 02:40:09","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5999","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5988,"post_author":"855","post_date":"2019-08-24 10:41:28","post_date_gmt":"2019-08-24 03:41:28","post_content":"\n

Sumber permasalahan besar dunia pertembakauan sejatinya bukan iklim dan hama, melainkan kebijakan pemerintah dan para plolitisi yang ikut serta membicarakannya, tanpa dasar yang kuat, adil dan cenderung ugal-ugalan.
<\/p>\n\n\n\n

Jika orang dahulu tidak berani bicara kecuali kepada hal-hal yang benar-benar diketahui, kali ini banyak sekali orang yang banyak bicara daripada membaca, baik buku maupun alam kauniyah (dunia nyata). Maka jangan heran, jika tidak sedikit politisi dan pemerintah yang gagal paham dunia pertembakau, dari berbagai sisi, karena mereka mendapatkan informasi sepotong-sepotong, tanpa ada usaha untuk tabayyun <\/em>lebih mendalam apalagi turun ke ladang untuk memastikan.
<\/p>\n\n\n\n

Kini hama petani muncul lagi dari kalangan politisi. Sebut saja namanya Sukamta (nama asli) yang kini menjabat sebagai sekretaris Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS). Kenapa semua orang yang terkait dengan industri hasil tembakau (petani, buruh, dsb) dianggap tidak sejahtera, ya karena partai yang harusnya adil saja tidak mampu berbuat adil, bahkan dalam pikiran dan apa yang keluar dari mulutnya.<\/p>\n\n\n\n

Baca: Tuhan Tidak Menciptakan Tembakau untuk Dibenci dan Dicaci<\/a>
<\/p>\n\n\n\n

Tidak perlu bicara terlalu jauh. Mari kita kita uji omongan Sukamta yang dimuat situs ayosemarang.com, 22 Agustus 2019. Omongan yang sejatinya sebuah template dan selalu dipakai oleh antirokok. Semacam gaya kampanye sholih li kulli zaman wal makan, <\/em>meski dibangun dari logika berantakan dan cenderung mengutamakan kengawuran daripada analisa yang mendalam. Ya memang itulah keistimewaan antirokok, anti terhadap data valid dan percaya diri berlebihan dalam kesesatan berpikir.
<\/p>\n\n\n\n

Bagi Sukamta, harga rokok di Indonesia, sebuah negeri yang besar salah satunya ditopang oleh dunia pertembakauan, harus dinaikkan 700 persen. Alasannya supaya orang miskin tidak dapat membeli rokok. Jika orang miskin yang merokok jatuh sakit, maka negara melalui (Jaminan Kesehatan Nasional) JKN rugi menanggung biayanya. Tentu saja ini berbeda dengan, orang kaya boleh makan junkfood<\/em>, minuman bersoda, dan berlaku semaunya, karena jika jatuh sakit mereka bisa membiayai sendiri dan dapat memperkaya negara.
<\/p>\n\n\n\n

Cara sistematis ini akan diduplikasi dan diperbarui terus menerus. Bermula dari seorang sakit yang berobat ke dokter, jika ia merokok maka dokter akan berkata, \u201cbapak sakit karena rokok\u201d, dan dokter tidak secara jujur bahwa penyakit itu datang dari sebab apapun, bisa gula, bisa gaya hidup yang berantakan, kurang minum air putih, stres dengan obat mahal, dsb.
<\/p>\n\n\n\n

Kenapa Sukamta cenderung ingin menaikkan harga rokok untuk menyelesaikan permasalahan JKN yang rumit itu? Ya karena sudah menjadi tabiat antirokok, bahwa berpikir keras untuk mencari solusi adalah buang-buang waktu, makanya rokok akan disalahkan supaya permasalahan menjadi lekas selesai. 
<\/p>\n\n\n\n

Coba kita kembali ke tahun 2018, saat BPJS Kesehatan defisit dan ditambal oleh cukai rokok. Para pegiat kesehatan beralasan, jumlah masyarakat sakit yang kian bertambah dan narasi yang kemudian dibangun; sakit-sakit itu disebabkan oleh rokok. Tidak berhenti sampai di situ, beragam alasan yang penting pengelola kesehatan \u201cselamat\u201d banyak digaungkan di media (tanpa ada sikap ksatria untuk mengakui bahwa memang masih banyak masalah dalam JKN, baik pengelolaan maupun skema yang lebih baik, yang perlu dicarikan solusi).<\/p>\n\n\n\n

Baca: Kegagalan Lakpesdam PBNU dalam Melihat Produk Tembakau Alternatif<\/a><\/p>\n\n\n\n

Koordinator Advokasi BPJS Watch, Timboel Siregar, megkritisi beragam narasi yang dibangun oleh pegiat kesehatan. Ia mengusulkan agar BPJS fokus pada pengawasan penetapan inasibijis oleh pihak rumah sakit. Timboel menilai, inasibijis merupakan gerbang terjadinya defisit BPJS Kesehatan. Inasibijis (INA-CGB) merupakan sebuah singkatan dari Indonesia Case Base Gropus, yakni sebuah aplikasi yang digunakan rumah sakit untuk mengajukan klaim pada pemerintah. (bisnis.com)
<\/p>\n\n\n\n

Kita tidak pernah tau, apa yang dilakukan rumah sakit terhadap pasien-pasien yang membayar BPJS. Kita juga tidak pernah tau jika ada pasien BPJS kelas I diberi fasilitas kelas II atau III, dan rumah sakit mengklaim biaya kelas I ke negara. Tentu saja yang demikian ini tidak penting bagi antirokok. <\/p>\n\n\n\n

Baca: Ada Campur Tangan Bloomberg dalam Surat Edaran Menkes terkait Pemblokiran Iklan Rokok<\/a><\/p>\n\n\n\n

Sukamta juga bilang, orang-orang yang kecanduan merokok dan mampu membeli rokok yang mahal, dipersilahkan tetap merokok asal menanggung sendiri biaya pengobatan akibat penyakit karena rokok. Asalkan dampak buruk akibat konsumsi rokok tidak membebani negara kerena pemasukan dari cukai tembakau tidak sebanding dengan biaya yang harus dikeluarkan negara. (ayosemarang.com)
<\/p>\n\n\n\n

Bagi saya pribadi, ini adalah statemen yang sangat lucu. Sejak kapan sih negara betul-betul hadir dan perhatian terhadap kesehatan masyarakat, khususnya di pedesaan dan pedalaman? Kalau ada pun, menjalankannya setengah hati. Dan sejak kapan rokok itu menjadi candu, padahal yang candu itu kekuasaan dan menjadikan masyarakat sebagai jembatan untuk menuju \u201ckekuasaan dalam negara\u201d? 
<\/p>\n\n\n\n

Sukamta juga menganggap, bahwa perokok bukan orang yang produktif? Faktanya? Setahu saya orang-orang yang merokok punya produtivitas tinggi, mereka hidup sebagaimana keringat yang diperas setiap hari. Tanpa berharap kepada negara apalagi Sukamta.
<\/p>\n\n\n\n

Sekadar saran saja, sebaiknya PKS tidak perlu ngelantur bicara rokok. Silahkan bicara, asalkan keadilan sosial sebagaimana nama partainya tidak hanya selesai pada tataran konsepsi dan gagah-gagahan, melainkan pada tahap tindakan dan contoh konkrit atasnya.
<\/p>\n","post_title":"Ketika PKS Bicara Rokok","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"ketika-pks-bicara-rokok","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-08-24 10:51:25","post_modified_gmt":"2019-08-24 03:51:25","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5988","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":35},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"epic_block_3"};

\n

Baca: Smoker Traveller: Hero Coffe Kota Tua Semarang<\/a><\/p>\n\n\n\n

The Adams sebagai band ketiga yang tampil lalu datang meneduhkan suasana. Betul, penonton langsung terbuai saat itu oleh suara yang beradu-adu antara Saleh Husein dan Ario Hendarwan. Sing along kemudian jadi hal yang wajib dilakukan saat itu, semuanya menikmati karaoke masal dari lagu-lagu yang dibawakan seperti Hanya Kau, Berwisata, Konservatif, hingga Halo Beni. Suasana kala itu semakin manis saat sang pianis The Adams (hingga kini belum saya ketahui namanya) selalu melemparkan senyumnya ke arah penonton. Ah sial, saat itu saya berada di posisi yang sangat jauh darinya, itu saja sudah membuat saya bergetar.
<\/p>\n\n\n\n

Karena saya memarkir motor di luar area Kuningan City dan hanya dijaga sampai pukul 23:30, akhirnya kami pulang lebih cepat. Saat keluar venue saya memastikan tetap sebats dulu, mereview apa yang menarik terjadi di dalam sana. Saya lantas menarik kesimpulan bahwa dari pengalaman selama hampir tiga jam lebih menikmati konser tanpa rokok, tak terjadi apa-apa dari kami. Tak ada kekhawatiran berlebihan, perubahan mood karena tak merokok, atau keburukan lainnya. Semuanya sama saja dan normal-normal saja.
<\/p>\n\n\n\n

Hanya jika boleh memberi saran kepada pihak pengelola, perampasan rokok tentu mesti dipertimbangkan ulang. Sekali lagi rokok adalah produk legal dan mempunyai aturan yang sudah disepakati terkait pengkonsumsiannya. Lagian, saya kira para perokok sekarang juga sudah mulai tertib terhadap aturan dan tidak ingin merugikan terhadap yang lainnya.<\/p>\n","post_title":"Pengalaman Tiga Jam Lebih Menyaksikan Konser Musik Tanpa Asap Rokok","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"pengalaman-tiga-jam-lebih-menyaksikan-konser-musik-tanpa-asap-rokok","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-09-04 07:32:19","post_modified_gmt":"2019-09-04 00:32:19","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6017","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":6014,"post_author":"877","post_date":"2019-09-03 09:18:50","post_date_gmt":"2019-09-03 02:18:50","post_content":"\n

Masih ingat kemarin, tulisan Djarum yang ada di kaos para atlit olahraga dipermasalahkan KPAI dan kawan-kawannya? Banyak orang-yang omong, ternyata ada orang kaya yang diusik, tapi dia hanya diam tanpa ada kata sedikitpun sebagai pembalasan terhadap yang mengusiknya. Bahkan cenderung mengalah, bikin orang lain gregetan. Kalimat itu yang aku tangkap dari salah satu temen bernama Nur Cholis asal Desa Gribiq, Kabupaten Kudus.<\/p>\n\n\n\n

Seminggunan kemarin, tepatnya Minggu 25 Agustus, teman MTS dulu pulang dari Jakarta. Ia sehari-harinya beraktivitas dan bekerja di sana. Di Jakarta, bersama anak istrinya, yang setiap hari jualan sayuran keliling. <\/p>\n\n\n\n

Kami yang sudah lama tidak ketemu, bahkan lebaran kemarin ternyata dia tak pulang ke Kudus. Pantesan tak ada yang rebut ngajak ngopi, orang yang biasa ngajak ngopi orangnya masih di Jakarta. Memilih lebaran di sana, karena dititipin rumah tetangganya yang katanya sudah seperti keluarganya sendiri yang kala itu baru mudik.\u00a0<\/p>\n\n\n\n

Baca: Sesat pikir KPAI Melarang Audisi Pencarian Bakat Bulutangkis Anak-Anak<\/a><\/p>\n\n\n\n

Temanku itu panggilannya Djumari, rumahnya dulu daerah Kaliwungu Kudus bagian barat. Ia pulang dalam rangka ada acara nikahan saudara dari istrinya. Dasar Djumari, kalau gak ngopi bareng dan ketemu temen-temen gak puas katanya, karena mumpung di Kudus. Ia gunakan kesempatan sebelum datang kesempitan disela-sela acara nikahan saudaranya. Lewat pesan singkat WA, tanpa hitungan jam ajakan ngopi Djumari, langsung di respon banyak teman yang tergabung di group WA. Ada yang tanya kapan datangnya, ada yang komentar besuk aja ngopinya soalnya masih diluar kota, ada yang bilang sore ini aja tancap gas. Djumari menjawabi dan balas komentar teman-teman. Dihari itu, Djumari kayak artis banyak ajakan dan tawaran teman-teman. <\/p>\n\n\n\n

Memang, teman-teman alumni MTS Madrasah Qudsiyyah Kudus kompak sekali, bahkan sudah kayak saudara sendiri semua. Kita sering kumpul walaupun hanya sekedar ngopi, yang penting bertemu dan ngobrol. Tidak jarang, kita ketemu dengan agenda acara resmi dan agak resmi. Seperti disaat salah satu teman punya hajat, bahkan hajat kecilpun kayak acara \u201cmanaqiban\u201d sering mengundang teman lainya. Pasti ada yang bingung apa itu manaqiban<\/em>?. Aku jelasin sebentar, manaqiban itu, acara membaca sejarah Syeih Abdul Qodir Jaelani ulama dahulu setelah masa Shahabat Nabi, yang terkenal alimnya dan sufi serta berkaromah. Nah, bagi kita-kita penggemarnya, sering kali kita baca sejarahnya. Dengan cerita sejarah  Syeih Abdul Qodir Jaelani, kita penggemar berharap agar apa yang kita lakukan dido\u2019akan atau di amini beliau semua urusan kita lancar. Karena menurut kita penggemar, meyakini Syeih Abdul Qodir Jaelani kekasih Tuhan, kalau dalam bahasa Jawa \u201cbolone Gusti Allah\u201d. Ini sekilas penjelasan tentang istilah manaqiban<\/em>, kalau mau tau lebih lanjut, khasiat-khasiatnya, bisa kita diskusi dilain waktu aja. Yang jelas di acara manaqiban<\/em> ini sudah jadi tradisi ada \u201cingkung\u201d ayamnya. Ini yang biasa kita nantikan.<\/p>\n\n\n\n

Kembali ke acara ngopi, disore itu temenku Djumari langsung nentukan tempat ngopi dan waktunya. Kita biasa ngopi ditempat sederhana. Akhirnya, Djumari mutusin habis isya\u2019 kumpul dan ngopi di rumah teman kita satunya namanya Nur Cholis, juga tergabung dalam group WA. Setelah tahu bakal kerumahnya, Nur Cholis langsung komen, lapan enam laksanakan. Aku langsung teringat temenku namanya Fawaz, orang Betawi keturunan Arab, sering kalau jawab pas di WA pakai tulisan lapan enam.\u00a0<\/p>\n\n\n\n

Baca: PB Djarum, Prestasi Bulutangkis Nasional, dan Kegagalan KPAI Memahami Peristiwa<\/a><\/p>\n\n\n\n

Waktu isya\u2019 tiba, suasana mau hujan, sedikit grimis, hawanya lumayan dingin dibanding sebelumnya panas dan gerah. Tapi semangat ngopi dam ngobrol teman-teman tak mengendor. Bahkan di group sudah ada yang ribut, ngajak-ngajak \u201cayo ayo waktunya kopdar tiba, ada bonus banyak rezeki lho\u201d, Rifai namanya, seorang pembicara atau muballig yang sering ceramah di masyarakat. <\/p>\n\n\n\n

Aku datang sekitar jam 20.00, terlihat banyak tema yang sudah pada kumpul, didepannya ada segelas kopi. Maklum kita orang desa ngopinya gak pakai cangkir, tapi pakai gelas es yang tinggi. Dibenakku ini ngopi apa kehausan?, tapi yang penting tetap ngopi dan merokok. Di meja terlihat banyak rokok bermacam-macam mereknya, sesuai kesukaan masing-masing. Ada yang bawa Sukun Putih, ada yang bawa Gudang Garam, kebanyakan bawa LA, tapi ada juga yang bawa rokok bikinan sendiri alias \u201cTingwe\u201d nglinting dewe dirumah ditaruh plastik. Aku coba rokok tingwe itu sambil ngobrol bareng, ternyata lumayan enak ramuan rokoknya, dibanding tingwe tingwe yang pernah aku rasakan. Yang buat tingwe namanya Sutopo, profesinya sehari-hari memang jual beli tembakau. Karena penasaran, sutopo aku tanya, kok enak, ini tembakau mana?. Dijawabnya \u201cbiasa tembakau Temanggung\u201d tapi aku kasih cengkeh kualitas wahid, dan sedikit ramuan saos sendiri (bahannya dirahasiakan), yang jelas katanya bahan saos dari rempah rempah bikinan sendiri. <\/p>\n\n\n\n

Ngobrol kita mengalir tanpa ada sekat dan batasan, malah terkadang pada ngobrol sendiri-sendiri dengan teman didekatnya. Giliran Djumari disuruh cerita pengalamannya, teman teman pada diam, mungkin pada penasaran. Soalnya dulu, sebelum ke Jakarta ia bekerja di Djarum. Ia ceritakan alasannya harus ke Jakarta. Awalnya, sering pulang pergi Jakarta Kudus untuk pengobatan istrinya yang sedang sakit di salah satu pengobatan alternatif disana atas rekomendasi saudaranya yang sudah lama hidup di Jakarta. Ia menceritakan sakit istrinya yang sering pusing, dan pusingnya bukan pusing biasa, dan seringkali istrinya sampai membentur-benturkan kepalanya. Kemudian, saat diharuskan kontinyu pengobatannya, minimal satu tahun agar cepat sembuh, akhirnya ia putusin meninggalkan Kudus sementara, termasuk pekerjaannya. Alhamdulillah istrinya sekarang sudah sembuh total.\u00a0<\/p>\n\n\n\n

Baca: Cacat Pikir KPAI Memaknai Kata Ekploitasi Anak dan Promosi<\/a><\/p>\n\n\n\n

Disela sela nungguin istrinya sakit, ia sering diajak saudaranya jualan sayuran keliling. Nah, walaupun sekarang istrinya sudah sembuh, ia tetap di Jakarta. Sebab dipikirannya, kalau kembali ke Kudus mulai dari awal lagi, mending yang sudah ada didepan mata dijalanin dulu. Nanti pelan-pelan sambil melihat peluang di Kudus, ia pun akan pulang. Obrolan tetap seru, walaupun djarum jam sudah tepat diangka 12.00 malam. Namun domain obrolan lebih pada Djumari sebagai nara sumber, ia menceritakan semua pengalaman dan kejadia yang ia lihat, sampai ia menceritakan berita kalau pabrik Djarum yang dulu pernah ia singgahi, sedang dipermasalahkan KPAI. Memang sebenarnya ia tak paham alur permasalahanya. Tahunya, KPAI gak suka bulu tangkis Djarum berjalan, memusuhi rokok. <\/p>\n\n\n\n

Sebagai orang yang pernah menjadi karyawan Djarum, jadi wajar dan pantas kalau ia membela Djarum, apalagi ia asli Kudus. Saking semangatnya, ia ngomong \u201cnek aku dadi Djarum, tak tuku iku KPAI, paling ora tak lawan\u201d \u201candaikan aku yang punya Djarum, aku beli KPAI, paling tidak dilawan\u201d. Ada yang menyambar omongan, \u201csampek matek kuwe Djum, ogak bakal dadi bos Djarum\u201d \u201csampai mati kamu Djum, tidak akan jadi bos Djarum\u201d haha\u2026\u2026disambut dengan tawa klakaran teman-teman termasuk saya sendiri. Di sela-sela tawa, tuan rumah ngomong \u201cancen gawe gregeten, kenopo Djarum mung meneng, malah ngalah\u201d \u201cbikin gregeten, kenapa Djarum diam dan cenderung mengalah\u201d. <\/p>\n\n\n\n

Nah, ternyata, banyak orang yang sangat simpati dan membela pabrik Djarum, terutama orang Kudus. Rata-rata mereka, tak tahu apa yang harus dilakukan, apa yang harus diperbuat. Sebagai manusia lemah, mereka hanya bisa marah  yang terpendaam dalam hati, dengan melihat kejadian KPAI menyerang Djarum. Coba, andaikan mereka tahu kalau dibelekang KPAI ada kepentingan asing yang mengusik rokok kretek asli Kudus, yang sudah mendarah daging bagi masyarakat Kudus. Pastinya, pembelaanya lebih dari itu, bahkan mungkin mati-matian.
<\/p>\n","post_title":"Cerita di Balik Segelas Kopi untuk Djarum","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"cerita-di-balik-segelas-kopi-untuk-djarum","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-09-03 09:19:00","post_modified_gmt":"2019-09-03 02:19:00","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6014","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":6008,"post_author":"878","post_date":"2019-08-30 15:06:07","post_date_gmt":"2019-08-30 08:06:07","post_content":"\n

Pada mulanya, saya mengira tanaman tembakau ditanam, dirawat, dan dipanen sama dengan kebanyakan tanaman-tanaman semusim lainnya di negeri ini. Ada proses pembibitan, kemudian proses penanaman, lantas tanaman rutin disiram dan diberi pupuk, ada proses perawatan hingga akhirnya dipanen ketika musim panen tiba. Tapi nyatanya, perkiraan saya salah. Tembakau tanaman yang cukup unik. Beda dari banyak tanaman semusim lain yang lazim ditanam petani di banyak tempat di Indonesia.<\/p>\n\n\n\n

Hal paling menonjol yang membedakan tanaman tembakau dengan tanaman semusim lain ada pada masa tanam dan masa panen tiba. Tanaman tembakau menjadi anomali karena ditanam saat musim penghujan akan berakhir. Lalu dipanen ketika musim kemarau sedang berada pada puncaknya. Saat tanaman-tanaman semusim lainnya enggan tumbuh, bahkan rumput sekalipun mengering karena kemarau.<\/p>\n\n\n\n

Tiga tahun belakangan, saya banyak bergaul dengan petani dan buruh tani tembakau di Kabupaten Temanggung, juga dengan anak-anak mereka. Jika sebelumnya saya sekadar penikmat rokok kretek, tiga tahun belakangan, saya mulai tertarik untuk mempelajari seluk-beluk seluruh lini yang mendukung industri kretek nasional. Yang paling menarik minat saya, tentu saja konteks pertanian dan sosial masyarakat yang memproduksi komoditas yang menjadi bahan baku utama produk kretek. Tembakau dan cengkeh.<\/p>\n\n\n\n

Baca: Melihat Petani Tembakau di Temanggung Memanen Tembakau Mereka<\/a><\/p>\n\n\n\n

Dari sekian banyak hal menarik yang disajikan pertanian tembakau hingga proses penjualan hasil panen tembakau yang saya amati di wilayah Kabupaten Temanggung, hal yang terus menerus menarik minat saya dan hingga saat ini belum sepenuhnya saya pahami adalah proses panen tembakau dan penentuan grade tembakau hasil panenan petani. Sama seperti kesalahan saya mengira tanaman tembakau ditanam dan diproses mirip dengan tanaman semusim lainnya, dugaan saya perihal proses panen tembakau juga salah sepenuhnya. Dahulu saya mengira daun-daun yang siap dipanen dari tanaman tembakau ya dipanen begitu saja. Menunggu daun-daun yang tumbuh pada tanaman tembakau siap dipanen, lantas dipanen seluruhnya dalam satu waktu oleh para pekerja di kebun. Nyatanya tidak begitu. Dan lebih rumit dari itu.<\/p>\n\n\n\n

Mayoritas tembakau yang ditanam di wilayah Temanggung berasal dari jenis kemloko. Ada kemloko 1, kemloko 2, dan kemloko 3. Dari ketiga varietas kemloko tersebut, metode panen dan penentuan grade tembakau memiliki tata cara yang sama persis. Seluruh petani di Temanggung menerapkan metode panen yang mirip. Dari metode panen tersebut, ternyata berpengaruh terhadap tingkatan kualitas tembakau yang dipanen, petani di Temanggung kerap menyebut \u2018tiam\u2019 atau \u2018grade\u2019 untuk perbedaan tingkat kualitas tembakau yang dipanen.<\/p>\n\n\n\n

Tidak seperti tanaman semusim lainnya yang dipanen dalam satu waktu, tembakau dipanen bertahap mulai dari daun terbawah pada pohon hingga daun teratas. Dalam satu tanaman tembakau, panen bisa berlangsung sebanyak 13 hingga 15 kali dalam sekali musim tembakau. Jarak antara panen satu dengan panen lainnya, antara lima dan tujuh hari. Dengan kondisi ini, musim panen tembakau di Temanggung atau yang kerap disebut musim \u2018mbakon\u2019 bisa berlangsung selama dua hingga tiga bulan. Tahun ini, panen dimulai pada pertengahan Juli dan diprediksi akan berakhir pada pertengahan Oktober.<\/p>\n\n\n\n

Baca: Tuhan Tidak Menciptakan Tembakau untuk Dibenci dan Dicaci<\/a><\/p>\n\n\n\n

Metode panen seperti itu, yang bertahap dan berjeda dari panen satu daun ke daun lainnya ternyata berpengaruh terhadap tingkatan kualitas daun tembakau. Daun-daun yang dipanen lebih awal, gradenya berada pada grade yang rendah. Grade terus meningkat hingga sampai puncaknya seiring panen-panen selanjutnya pada tanaman yang sama. Dalam satu tanaman tembakau, grade daun sudah pasti berbeda-beda sesuai dengan waktu panenan daun di tanaman tersebut.<\/p>\n\n\n\n

Agar lebih mudah dipahami, mari kita bayangkan sebatang tanaman tembakau yang tumbuh subur dalam kondisi normal dan tanaman itu sudah mulai memasuki masa panen. Pada sebatang tanaman tembakau itu tumbuh sebanyak 17 helai daun dari bawah ke atas. Panen pertama dimulai. Daun paling bawah dari tanaman tembakau itu dipetik untuk dipanen. Hanya satu helai daun saja, yang terbawah. Daun yang pertama dipanen itu, biasanya memiliki grade A. Adakalanya kualitas tembakau pada panenan pertama sudah mulai berada pada grade B. Di beberapa titik bahkan sudah ada yang menghasilkan tembakau grade C. <\/p>\n\n\n\n

Lima hingga tujuh hari kemudian, panen daun kedua dilakukan. Satu daun saja dari sebatang tanaman, daun terbawah yang dipanen. Lima hingga tujuh hari berikutnya lantas dipanen lagi. Begitu seterusnya hingga 12 atau 13 kali panen. Semakin ke atas daun yang dipanen seiring bertambahnya waktu, grade tembakau juga meningkat hingga puncaknya berhenti di grade F. Hanya sedikit tembakau yang bisa melampau grade F, mencapai grade G dan H, itulah tembakau-tembakau jenis srintil berharga jutaan rupiah per kilogramnya.<\/p>\n\n\n\n

Selain waktu panen dan letak daun dalam sebatang tanaman, jenis tanah, unsur hara yang terkandung dalam tanah, asupan embun alami, pancaran sinar matahari yang cukup, serta proses fermentasi dan penjemuran usai daun-daun dipanen, menjadi penentu kualitas tembakau yang menempatkan daun tembakau itu pada grade tertentu. Satu hal lain lagi yang sangat berpengaruh terhadap grade tembakau adalah wilayah tembakau itu ditanam. Ada tiga wilayah tempat tembakau biasa ditanam. Wilayah persawahan (dataran rendah), wilayah tegalan (dataran menengah), dan wilayah gunung (dataran tinggi). Kondisi tanah dan faktor ketinggian dan kondisi geografis lainnya berpengaruh terhadap kualitas tembakau.<\/p>\n\n\n\n

Di wilayah persawahan, tanaman tembakau memang subur dan tumbuh cepat, namun tembakau yang ditanam di sana maksimal hanya bisa menghasilkan tembakau grade D, atau D+. Sedang tembakau yang ditanam di wilayah tegalan, maksimal bisa menghasilkan tembakau grade E hingga E+. Yang terbaik, tentu saja tembakau yang ditanam di wilayah gunung. Meskipun membutuhkan waktu tanam lebih lama dibanding dua wilayah lainnya, rata-rata panenan terakhir mencapai grade F hingga seterusnya dengan tembakau terbaik bernama srintil.   <\/p>\n\n\n\n

Ini sedikit yang saya pelajari di Temanggung hasil belajar langsung dari para petani di sana. Saya tidak tahu dengan metode panen dan penentuan grade tembakau di wilayah lain dengan jenis tembakau lain juga. Menarik sebetulnya mencari tahu di tempat lain. Semoga sekali waktu nanti berkesempatan untuk itu. 
<\/p>\n","post_title":"Penentuan Grade Tembakau di Temanggung","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"penentuan-grade-tembakau-di-temanggung","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-08-30 15:06:14","post_modified_gmt":"2019-08-30 08:06:14","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6008","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5999,"post_author":"877","post_date":"2019-08-28 09:40:02","post_date_gmt":"2019-08-28 02:40:02","post_content":"\n

Direktur Pusat Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Amerika Serikat (CDC), Robert Redfield, mengungkapkan kematian tragis di Illinois memperkuat dugaan karena vape<\/a> atau rokok elektrik. Berita tersebut atas laporan Dinas Kesehatan Illinois yang mengumumkan ada satu pasien yang akhirnya meninggal dunia. Kasus ini kemungkinan jadi kasus pertama kematian akibat penyakit berkaitan dengan vape.
<\/p>\n\n\n\n

Kejadian di atas menjawab keberadaan vape atau rokok elektrik sangat membahayakan. Berbeda dengan resiko rokok kretek, bisa menimbulkan penyakit jika mengkonsumsinya berlebihan atau kebanyakakan, dan hidup tidak seimbang. Misalnya dalam satu hari merokok sampai tiga atau empat bungkus, tanpa makan nasi atau makan-makanan sehat, tanpa olah raga, tanpa minum air putih, selalu didampingi kopi atau teh, istirahatnya kurang dan sebagainya. Maka dipastikan orang tersebut akan jatuh sakit bahkan meninggal dunia.\u00a0<\/p>\n\n\n\n

Baca: Terkuak, Rokok Elektrik Berbahaya bagi Kesehatan<\/a><\/p>\n\n\n\n

Tidak hanya itu, otoritas kesehatan di Amerika Serikat telah berhasil menginvestigasi kemunculan penyakit paru-paru misterius di antara kalangan pengguna rokok elektrik atau vape. Dilaporkan setidaknya ada 195 kasus potensial penyakit paru-paru di 22 Negara karena kena dampak dari vape atau rokok elektrik.
<\/p>\n\n\n\n

Jadi, masyarakat perlu waspada beredarnya vape atau rokok elektrik. Belum lagi, sebetulnya rokok elektrik atau vape, berdampak juga peningkatan perokok anak.\u00a0 Yang menjadi daya tarik bagi anak, selain bentuknya yang elegan, simpel, juga beraroma buah-buahan yang terkemas dalam cairan.<\/strong><\/p>\n\n\n\n

Orang yang mengatakan bahwa vape atau rokok elektrik lebih mensehatkan dari pada rokok kretek, pendapat tersebut sangat keliru. Disampaing efek dari rangkaian listrik dan battre juga cairan dalam rokok elektrik berpengaruh terhadap resiko jantung.  <\/p>\n\n\n\n

Hasil penelitian yang diterbitkan dalam Journal of American College of Cardiology pada Mei lalu ini menambah bukti bahwa cairan rokok elektrik dapat menghambat fungsi sel-sel tubuh yang berperan dalam kesehatan jantung. Cairan dalam vape atau rokok elektrik pada akhirnya merusak sel-sel yang melapisi pembuluh darah. <\/p>\n\n\n\n

Keberadaan vape atau rokok elektrik di pasaran sangat membahayakan bagi orang Indonesia, terlebih pemuda-pemuda, yang banyak memilih merokok vape aatau rokok elektri. Menurutnya, selain bentuk kecil, simpel dibawa dan ada aroma buah-buahan sesuai selera. Akan tetapi dibalik bentuknya yang bagus, menyembunyikan banyak penyakit ketika dikonsumsi.\u00a0<\/p>\n\n\n\n

Baca: Kata Siapa Lebih Sehat? Perokok Elektrik Berisiko Terjangkit Penyakit Kardiovaskular<\/a><\/p>\n\n\n\n

Hingga kini CDC masih melakukan investigasi lebih lanjut, dengan mengimbau agar para dokter mengumpulkan data dan sampel bila menemukan pasien dengan gejala penyakit paru serupa, tentunya akibat rokok elektrik atau vape. Bentuk dan merek rokok elektrik dan vape banyak varian dan banyak merek. JUUL termasuk merek rokok elektrik atau vape yang saat ini naik daun.\u00a0<\/p>\n\n\n\n

Ada yang mengatakan bahwa tak tepat membandingkan rokok tembakau dengan rokok elektrik. Ya benar tak tepat, karena rokok elektrik atau vape resikonya sangat tinggi. Sedang rokok tembakau resikonya kecil, apa lagi rokok kretek mungkin resikonya sangat kecil sekali terhadap tubuh. Alasannya, munculnya rokok kretek bertujuan untuk pengobatan sakit bengek, dan tujuannya berhasil. Hingga banyak orang melakukan pemesanan rokok kretek saat itu, rokok kretek belum sebagai industri besar masih bersifat rumahan,  keadaan tersebut sekitar abad 19. <\/p>\n\n\n\n

Dalam studi ini, tim peneliti menemukan bukti efek toksik pada sel-sel yang melapisi pembuluh darah dan melindungi jantung. Beberapa bukti tersebut termasuk di antaranya gangguan pada fungsi sel dan munculnya tanda-tanda peradangan. Para peneliti mengamati bagaimana respons sel saat bersentuhan dengan cairan rokok elektrik. Efek yang paling kentara terlihat pada cairan dengan rasa kayu manis.<\/p>\n\n\n\n

Baca: Riset Kesehatan Rokok Elektrik<\/a><\/p>\n\n\n\n

Sekelompok ahli kardiovaskular dari University of Massachusetts menganjurkan peneliti agar melakukan uji rokok elektrik atau vape lebih yang beraroma. Karena sumsi sementara, produk vape atau rokok elektrik yang beraroma dan punya pilihan rasa lebih berbahaya dari pada rokok vape natural. Namun yang banyak beredar dipasaran, justru yang beraroma dan berasa buah-buahan, dari pada yang natural. <\/p>\n\n\n\n

Studi pada 2018 lalu menunjukkan, penggunaan rokok elektrik harian berisiko terhadap serangan jantung, meski dengan probabilitas yang lebih rendah daripada perokok tembakau. Menurut dr Lawrence Phillips pakar kardiovaskular NYU Langone Health mengatakan \u201cKita melihat semakin banyak bukti bahwa rokok elektrik berhubungan dengan peningkatan risiko serangan jantung\u201d.<\/p>\n\n\n\n

Dari hasil pakar dan hasil studi di atas menegaskan bahwa keberadaan rokok vape atau rokok elektrik, resikonya sangat besar. Bahan utama rokok vape atau elektrik yang paling besar memberikan efek negatif pada tubuh manusia adalah cairan perasa. Akibat cairan perasa dalam rokok elektrik  atau vape termasuk merek JUUL beresiko terjadi peradangan, terjangkit penyakit jantung dan paru-paru akut, selanjutnya berakibat kematian. <\/p>\n\n\n\n

Untuk itu, demi masa depan bangsa Indonesia harusnya ada regulasi pelarangan peredaran rokok elektrik atau vape yang nyata-nyata telah ada kasus dengan didukung beberapa riset dan studi tentang konten rokok elektrik atau vape, yang hasilnya mempunyai resiko tinggi dapat menyebabkan penyakit berujung kematian.         
<\/p>\n","post_title":"Perokok Elektrik Berisiko Besar Terjangkit Penyakit Mematikan","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"perokok-elektrik-berisiko-besar-terjangkit-penyakit-mematikan","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-08-28 09:40:09","post_modified_gmt":"2019-08-28 02:40:09","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5999","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5988,"post_author":"855","post_date":"2019-08-24 10:41:28","post_date_gmt":"2019-08-24 03:41:28","post_content":"\n

Sumber permasalahan besar dunia pertembakauan sejatinya bukan iklim dan hama, melainkan kebijakan pemerintah dan para plolitisi yang ikut serta membicarakannya, tanpa dasar yang kuat, adil dan cenderung ugal-ugalan.
<\/p>\n\n\n\n

Jika orang dahulu tidak berani bicara kecuali kepada hal-hal yang benar-benar diketahui, kali ini banyak sekali orang yang banyak bicara daripada membaca, baik buku maupun alam kauniyah (dunia nyata). Maka jangan heran, jika tidak sedikit politisi dan pemerintah yang gagal paham dunia pertembakau, dari berbagai sisi, karena mereka mendapatkan informasi sepotong-sepotong, tanpa ada usaha untuk tabayyun <\/em>lebih mendalam apalagi turun ke ladang untuk memastikan.
<\/p>\n\n\n\n

Kini hama petani muncul lagi dari kalangan politisi. Sebut saja namanya Sukamta (nama asli) yang kini menjabat sebagai sekretaris Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS). Kenapa semua orang yang terkait dengan industri hasil tembakau (petani, buruh, dsb) dianggap tidak sejahtera, ya karena partai yang harusnya adil saja tidak mampu berbuat adil, bahkan dalam pikiran dan apa yang keluar dari mulutnya.<\/p>\n\n\n\n

Baca: Tuhan Tidak Menciptakan Tembakau untuk Dibenci dan Dicaci<\/a>
<\/p>\n\n\n\n

Tidak perlu bicara terlalu jauh. Mari kita kita uji omongan Sukamta yang dimuat situs ayosemarang.com, 22 Agustus 2019. Omongan yang sejatinya sebuah template dan selalu dipakai oleh antirokok. Semacam gaya kampanye sholih li kulli zaman wal makan, <\/em>meski dibangun dari logika berantakan dan cenderung mengutamakan kengawuran daripada analisa yang mendalam. Ya memang itulah keistimewaan antirokok, anti terhadap data valid dan percaya diri berlebihan dalam kesesatan berpikir.
<\/p>\n\n\n\n

Bagi Sukamta, harga rokok di Indonesia, sebuah negeri yang besar salah satunya ditopang oleh dunia pertembakauan, harus dinaikkan 700 persen. Alasannya supaya orang miskin tidak dapat membeli rokok. Jika orang miskin yang merokok jatuh sakit, maka negara melalui (Jaminan Kesehatan Nasional) JKN rugi menanggung biayanya. Tentu saja ini berbeda dengan, orang kaya boleh makan junkfood<\/em>, minuman bersoda, dan berlaku semaunya, karena jika jatuh sakit mereka bisa membiayai sendiri dan dapat memperkaya negara.
<\/p>\n\n\n\n

Cara sistematis ini akan diduplikasi dan diperbarui terus menerus. Bermula dari seorang sakit yang berobat ke dokter, jika ia merokok maka dokter akan berkata, \u201cbapak sakit karena rokok\u201d, dan dokter tidak secara jujur bahwa penyakit itu datang dari sebab apapun, bisa gula, bisa gaya hidup yang berantakan, kurang minum air putih, stres dengan obat mahal, dsb.
<\/p>\n\n\n\n

Kenapa Sukamta cenderung ingin menaikkan harga rokok untuk menyelesaikan permasalahan JKN yang rumit itu? Ya karena sudah menjadi tabiat antirokok, bahwa berpikir keras untuk mencari solusi adalah buang-buang waktu, makanya rokok akan disalahkan supaya permasalahan menjadi lekas selesai. 
<\/p>\n\n\n\n

Coba kita kembali ke tahun 2018, saat BPJS Kesehatan defisit dan ditambal oleh cukai rokok. Para pegiat kesehatan beralasan, jumlah masyarakat sakit yang kian bertambah dan narasi yang kemudian dibangun; sakit-sakit itu disebabkan oleh rokok. Tidak berhenti sampai di situ, beragam alasan yang penting pengelola kesehatan \u201cselamat\u201d banyak digaungkan di media (tanpa ada sikap ksatria untuk mengakui bahwa memang masih banyak masalah dalam JKN, baik pengelolaan maupun skema yang lebih baik, yang perlu dicarikan solusi).<\/p>\n\n\n\n

Baca: Kegagalan Lakpesdam PBNU dalam Melihat Produk Tembakau Alternatif<\/a><\/p>\n\n\n\n

Koordinator Advokasi BPJS Watch, Timboel Siregar, megkritisi beragam narasi yang dibangun oleh pegiat kesehatan. Ia mengusulkan agar BPJS fokus pada pengawasan penetapan inasibijis oleh pihak rumah sakit. Timboel menilai, inasibijis merupakan gerbang terjadinya defisit BPJS Kesehatan. Inasibijis (INA-CGB) merupakan sebuah singkatan dari Indonesia Case Base Gropus, yakni sebuah aplikasi yang digunakan rumah sakit untuk mengajukan klaim pada pemerintah. (bisnis.com)
<\/p>\n\n\n\n

Kita tidak pernah tau, apa yang dilakukan rumah sakit terhadap pasien-pasien yang membayar BPJS. Kita juga tidak pernah tau jika ada pasien BPJS kelas I diberi fasilitas kelas II atau III, dan rumah sakit mengklaim biaya kelas I ke negara. Tentu saja yang demikian ini tidak penting bagi antirokok. <\/p>\n\n\n\n

Baca: Ada Campur Tangan Bloomberg dalam Surat Edaran Menkes terkait Pemblokiran Iklan Rokok<\/a><\/p>\n\n\n\n

Sukamta juga bilang, orang-orang yang kecanduan merokok dan mampu membeli rokok yang mahal, dipersilahkan tetap merokok asal menanggung sendiri biaya pengobatan akibat penyakit karena rokok. Asalkan dampak buruk akibat konsumsi rokok tidak membebani negara kerena pemasukan dari cukai tembakau tidak sebanding dengan biaya yang harus dikeluarkan negara. (ayosemarang.com)
<\/p>\n\n\n\n

Bagi saya pribadi, ini adalah statemen yang sangat lucu. Sejak kapan sih negara betul-betul hadir dan perhatian terhadap kesehatan masyarakat, khususnya di pedesaan dan pedalaman? Kalau ada pun, menjalankannya setengah hati. Dan sejak kapan rokok itu menjadi candu, padahal yang candu itu kekuasaan dan menjadikan masyarakat sebagai jembatan untuk menuju \u201ckekuasaan dalam negara\u201d? 
<\/p>\n\n\n\n

Sukamta juga menganggap, bahwa perokok bukan orang yang produktif? Faktanya? Setahu saya orang-orang yang merokok punya produtivitas tinggi, mereka hidup sebagaimana keringat yang diperas setiap hari. Tanpa berharap kepada negara apalagi Sukamta.
<\/p>\n\n\n\n

Sekadar saran saja, sebaiknya PKS tidak perlu ngelantur bicara rokok. Silahkan bicara, asalkan keadilan sosial sebagaimana nama partainya tidak hanya selesai pada tataran konsepsi dan gagah-gagahan, melainkan pada tahap tindakan dan contoh konkrit atasnya.
<\/p>\n","post_title":"Ketika PKS Bicara Rokok","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"ketika-pks-bicara-rokok","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-08-24 10:51:25","post_modified_gmt":"2019-08-24 03:51:25","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5988","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":35},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"epic_block_3"};

\n

Sama seperti Goodnight Electric, The Upstairs menutupnya dengan bijak. Romansa penonton yang hadir akan\u00a0 Pensi ala anak SMA di awal 2000an dan hingga sepuluh tahun setelahnya tak mereka kecewakan. Jimi dkk memilih lagu Matraman sebegai tembang penutup, lagu yang menurut Jimi (saat populer) bisa diputar hingga berulang kali dalam satu hari di radio-radio lokal. Lagu yang kemudian menjadi soundtrack skena persahabatan, cinta, dan tawuran anak SMA kala itu.\u00a0<\/p>\n\n\n\n

Baca: Smoker Traveller: Hero Coffe Kota Tua Semarang<\/a><\/p>\n\n\n\n

The Adams sebagai band ketiga yang tampil lalu datang meneduhkan suasana. Betul, penonton langsung terbuai saat itu oleh suara yang beradu-adu antara Saleh Husein dan Ario Hendarwan. Sing along kemudian jadi hal yang wajib dilakukan saat itu, semuanya menikmati karaoke masal dari lagu-lagu yang dibawakan seperti Hanya Kau, Berwisata, Konservatif, hingga Halo Beni. Suasana kala itu semakin manis saat sang pianis The Adams (hingga kini belum saya ketahui namanya) selalu melemparkan senyumnya ke arah penonton. Ah sial, saat itu saya berada di posisi yang sangat jauh darinya, itu saja sudah membuat saya bergetar.
<\/p>\n\n\n\n

Karena saya memarkir motor di luar area Kuningan City dan hanya dijaga sampai pukul 23:30, akhirnya kami pulang lebih cepat. Saat keluar venue saya memastikan tetap sebats dulu, mereview apa yang menarik terjadi di dalam sana. Saya lantas menarik kesimpulan bahwa dari pengalaman selama hampir tiga jam lebih menikmati konser tanpa rokok, tak terjadi apa-apa dari kami. Tak ada kekhawatiran berlebihan, perubahan mood karena tak merokok, atau keburukan lainnya. Semuanya sama saja dan normal-normal saja.
<\/p>\n\n\n\n

Hanya jika boleh memberi saran kepada pihak pengelola, perampasan rokok tentu mesti dipertimbangkan ulang. Sekali lagi rokok adalah produk legal dan mempunyai aturan yang sudah disepakati terkait pengkonsumsiannya. Lagian, saya kira para perokok sekarang juga sudah mulai tertib terhadap aturan dan tidak ingin merugikan terhadap yang lainnya.<\/p>\n","post_title":"Pengalaman Tiga Jam Lebih Menyaksikan Konser Musik Tanpa Asap Rokok","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"pengalaman-tiga-jam-lebih-menyaksikan-konser-musik-tanpa-asap-rokok","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-09-04 07:32:19","post_modified_gmt":"2019-09-04 00:32:19","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6017","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":6014,"post_author":"877","post_date":"2019-09-03 09:18:50","post_date_gmt":"2019-09-03 02:18:50","post_content":"\n

Masih ingat kemarin, tulisan Djarum yang ada di kaos para atlit olahraga dipermasalahkan KPAI dan kawan-kawannya? Banyak orang-yang omong, ternyata ada orang kaya yang diusik, tapi dia hanya diam tanpa ada kata sedikitpun sebagai pembalasan terhadap yang mengusiknya. Bahkan cenderung mengalah, bikin orang lain gregetan. Kalimat itu yang aku tangkap dari salah satu temen bernama Nur Cholis asal Desa Gribiq, Kabupaten Kudus.<\/p>\n\n\n\n

Seminggunan kemarin, tepatnya Minggu 25 Agustus, teman MTS dulu pulang dari Jakarta. Ia sehari-harinya beraktivitas dan bekerja di sana. Di Jakarta, bersama anak istrinya, yang setiap hari jualan sayuran keliling. <\/p>\n\n\n\n

Kami yang sudah lama tidak ketemu, bahkan lebaran kemarin ternyata dia tak pulang ke Kudus. Pantesan tak ada yang rebut ngajak ngopi, orang yang biasa ngajak ngopi orangnya masih di Jakarta. Memilih lebaran di sana, karena dititipin rumah tetangganya yang katanya sudah seperti keluarganya sendiri yang kala itu baru mudik.\u00a0<\/p>\n\n\n\n

Baca: Sesat pikir KPAI Melarang Audisi Pencarian Bakat Bulutangkis Anak-Anak<\/a><\/p>\n\n\n\n

Temanku itu panggilannya Djumari, rumahnya dulu daerah Kaliwungu Kudus bagian barat. Ia pulang dalam rangka ada acara nikahan saudara dari istrinya. Dasar Djumari, kalau gak ngopi bareng dan ketemu temen-temen gak puas katanya, karena mumpung di Kudus. Ia gunakan kesempatan sebelum datang kesempitan disela-sela acara nikahan saudaranya. Lewat pesan singkat WA, tanpa hitungan jam ajakan ngopi Djumari, langsung di respon banyak teman yang tergabung di group WA. Ada yang tanya kapan datangnya, ada yang komentar besuk aja ngopinya soalnya masih diluar kota, ada yang bilang sore ini aja tancap gas. Djumari menjawabi dan balas komentar teman-teman. Dihari itu, Djumari kayak artis banyak ajakan dan tawaran teman-teman. <\/p>\n\n\n\n

Memang, teman-teman alumni MTS Madrasah Qudsiyyah Kudus kompak sekali, bahkan sudah kayak saudara sendiri semua. Kita sering kumpul walaupun hanya sekedar ngopi, yang penting bertemu dan ngobrol. Tidak jarang, kita ketemu dengan agenda acara resmi dan agak resmi. Seperti disaat salah satu teman punya hajat, bahkan hajat kecilpun kayak acara \u201cmanaqiban\u201d sering mengundang teman lainya. Pasti ada yang bingung apa itu manaqiban<\/em>?. Aku jelasin sebentar, manaqiban itu, acara membaca sejarah Syeih Abdul Qodir Jaelani ulama dahulu setelah masa Shahabat Nabi, yang terkenal alimnya dan sufi serta berkaromah. Nah, bagi kita-kita penggemarnya, sering kali kita baca sejarahnya. Dengan cerita sejarah  Syeih Abdul Qodir Jaelani, kita penggemar berharap agar apa yang kita lakukan dido\u2019akan atau di amini beliau semua urusan kita lancar. Karena menurut kita penggemar, meyakini Syeih Abdul Qodir Jaelani kekasih Tuhan, kalau dalam bahasa Jawa \u201cbolone Gusti Allah\u201d. Ini sekilas penjelasan tentang istilah manaqiban<\/em>, kalau mau tau lebih lanjut, khasiat-khasiatnya, bisa kita diskusi dilain waktu aja. Yang jelas di acara manaqiban<\/em> ini sudah jadi tradisi ada \u201cingkung\u201d ayamnya. Ini yang biasa kita nantikan.<\/p>\n\n\n\n

Kembali ke acara ngopi, disore itu temenku Djumari langsung nentukan tempat ngopi dan waktunya. Kita biasa ngopi ditempat sederhana. Akhirnya, Djumari mutusin habis isya\u2019 kumpul dan ngopi di rumah teman kita satunya namanya Nur Cholis, juga tergabung dalam group WA. Setelah tahu bakal kerumahnya, Nur Cholis langsung komen, lapan enam laksanakan. Aku langsung teringat temenku namanya Fawaz, orang Betawi keturunan Arab, sering kalau jawab pas di WA pakai tulisan lapan enam.\u00a0<\/p>\n\n\n\n

Baca: PB Djarum, Prestasi Bulutangkis Nasional, dan Kegagalan KPAI Memahami Peristiwa<\/a><\/p>\n\n\n\n

Waktu isya\u2019 tiba, suasana mau hujan, sedikit grimis, hawanya lumayan dingin dibanding sebelumnya panas dan gerah. Tapi semangat ngopi dam ngobrol teman-teman tak mengendor. Bahkan di group sudah ada yang ribut, ngajak-ngajak \u201cayo ayo waktunya kopdar tiba, ada bonus banyak rezeki lho\u201d, Rifai namanya, seorang pembicara atau muballig yang sering ceramah di masyarakat. <\/p>\n\n\n\n

Aku datang sekitar jam 20.00, terlihat banyak tema yang sudah pada kumpul, didepannya ada segelas kopi. Maklum kita orang desa ngopinya gak pakai cangkir, tapi pakai gelas es yang tinggi. Dibenakku ini ngopi apa kehausan?, tapi yang penting tetap ngopi dan merokok. Di meja terlihat banyak rokok bermacam-macam mereknya, sesuai kesukaan masing-masing. Ada yang bawa Sukun Putih, ada yang bawa Gudang Garam, kebanyakan bawa LA, tapi ada juga yang bawa rokok bikinan sendiri alias \u201cTingwe\u201d nglinting dewe dirumah ditaruh plastik. Aku coba rokok tingwe itu sambil ngobrol bareng, ternyata lumayan enak ramuan rokoknya, dibanding tingwe tingwe yang pernah aku rasakan. Yang buat tingwe namanya Sutopo, profesinya sehari-hari memang jual beli tembakau. Karena penasaran, sutopo aku tanya, kok enak, ini tembakau mana?. Dijawabnya \u201cbiasa tembakau Temanggung\u201d tapi aku kasih cengkeh kualitas wahid, dan sedikit ramuan saos sendiri (bahannya dirahasiakan), yang jelas katanya bahan saos dari rempah rempah bikinan sendiri. <\/p>\n\n\n\n

Ngobrol kita mengalir tanpa ada sekat dan batasan, malah terkadang pada ngobrol sendiri-sendiri dengan teman didekatnya. Giliran Djumari disuruh cerita pengalamannya, teman teman pada diam, mungkin pada penasaran. Soalnya dulu, sebelum ke Jakarta ia bekerja di Djarum. Ia ceritakan alasannya harus ke Jakarta. Awalnya, sering pulang pergi Jakarta Kudus untuk pengobatan istrinya yang sedang sakit di salah satu pengobatan alternatif disana atas rekomendasi saudaranya yang sudah lama hidup di Jakarta. Ia menceritakan sakit istrinya yang sering pusing, dan pusingnya bukan pusing biasa, dan seringkali istrinya sampai membentur-benturkan kepalanya. Kemudian, saat diharuskan kontinyu pengobatannya, minimal satu tahun agar cepat sembuh, akhirnya ia putusin meninggalkan Kudus sementara, termasuk pekerjaannya. Alhamdulillah istrinya sekarang sudah sembuh total.\u00a0<\/p>\n\n\n\n

Baca: Cacat Pikir KPAI Memaknai Kata Ekploitasi Anak dan Promosi<\/a><\/p>\n\n\n\n

Disela sela nungguin istrinya sakit, ia sering diajak saudaranya jualan sayuran keliling. Nah, walaupun sekarang istrinya sudah sembuh, ia tetap di Jakarta. Sebab dipikirannya, kalau kembali ke Kudus mulai dari awal lagi, mending yang sudah ada didepan mata dijalanin dulu. Nanti pelan-pelan sambil melihat peluang di Kudus, ia pun akan pulang. Obrolan tetap seru, walaupun djarum jam sudah tepat diangka 12.00 malam. Namun domain obrolan lebih pada Djumari sebagai nara sumber, ia menceritakan semua pengalaman dan kejadia yang ia lihat, sampai ia menceritakan berita kalau pabrik Djarum yang dulu pernah ia singgahi, sedang dipermasalahkan KPAI. Memang sebenarnya ia tak paham alur permasalahanya. Tahunya, KPAI gak suka bulu tangkis Djarum berjalan, memusuhi rokok. <\/p>\n\n\n\n

Sebagai orang yang pernah menjadi karyawan Djarum, jadi wajar dan pantas kalau ia membela Djarum, apalagi ia asli Kudus. Saking semangatnya, ia ngomong \u201cnek aku dadi Djarum, tak tuku iku KPAI, paling ora tak lawan\u201d \u201candaikan aku yang punya Djarum, aku beli KPAI, paling tidak dilawan\u201d. Ada yang menyambar omongan, \u201csampek matek kuwe Djum, ogak bakal dadi bos Djarum\u201d \u201csampai mati kamu Djum, tidak akan jadi bos Djarum\u201d haha\u2026\u2026disambut dengan tawa klakaran teman-teman termasuk saya sendiri. Di sela-sela tawa, tuan rumah ngomong \u201cancen gawe gregeten, kenopo Djarum mung meneng, malah ngalah\u201d \u201cbikin gregeten, kenapa Djarum diam dan cenderung mengalah\u201d. <\/p>\n\n\n\n

Nah, ternyata, banyak orang yang sangat simpati dan membela pabrik Djarum, terutama orang Kudus. Rata-rata mereka, tak tahu apa yang harus dilakukan, apa yang harus diperbuat. Sebagai manusia lemah, mereka hanya bisa marah  yang terpendaam dalam hati, dengan melihat kejadian KPAI menyerang Djarum. Coba, andaikan mereka tahu kalau dibelekang KPAI ada kepentingan asing yang mengusik rokok kretek asli Kudus, yang sudah mendarah daging bagi masyarakat Kudus. Pastinya, pembelaanya lebih dari itu, bahkan mungkin mati-matian.
<\/p>\n","post_title":"Cerita di Balik Segelas Kopi untuk Djarum","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"cerita-di-balik-segelas-kopi-untuk-djarum","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-09-03 09:19:00","post_modified_gmt":"2019-09-03 02:19:00","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6014","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":6008,"post_author":"878","post_date":"2019-08-30 15:06:07","post_date_gmt":"2019-08-30 08:06:07","post_content":"\n

Pada mulanya, saya mengira tanaman tembakau ditanam, dirawat, dan dipanen sama dengan kebanyakan tanaman-tanaman semusim lainnya di negeri ini. Ada proses pembibitan, kemudian proses penanaman, lantas tanaman rutin disiram dan diberi pupuk, ada proses perawatan hingga akhirnya dipanen ketika musim panen tiba. Tapi nyatanya, perkiraan saya salah. Tembakau tanaman yang cukup unik. Beda dari banyak tanaman semusim lain yang lazim ditanam petani di banyak tempat di Indonesia.<\/p>\n\n\n\n

Hal paling menonjol yang membedakan tanaman tembakau dengan tanaman semusim lain ada pada masa tanam dan masa panen tiba. Tanaman tembakau menjadi anomali karena ditanam saat musim penghujan akan berakhir. Lalu dipanen ketika musim kemarau sedang berada pada puncaknya. Saat tanaman-tanaman semusim lainnya enggan tumbuh, bahkan rumput sekalipun mengering karena kemarau.<\/p>\n\n\n\n

Tiga tahun belakangan, saya banyak bergaul dengan petani dan buruh tani tembakau di Kabupaten Temanggung, juga dengan anak-anak mereka. Jika sebelumnya saya sekadar penikmat rokok kretek, tiga tahun belakangan, saya mulai tertarik untuk mempelajari seluk-beluk seluruh lini yang mendukung industri kretek nasional. Yang paling menarik minat saya, tentu saja konteks pertanian dan sosial masyarakat yang memproduksi komoditas yang menjadi bahan baku utama produk kretek. Tembakau dan cengkeh.<\/p>\n\n\n\n

Baca: Melihat Petani Tembakau di Temanggung Memanen Tembakau Mereka<\/a><\/p>\n\n\n\n

Dari sekian banyak hal menarik yang disajikan pertanian tembakau hingga proses penjualan hasil panen tembakau yang saya amati di wilayah Kabupaten Temanggung, hal yang terus menerus menarik minat saya dan hingga saat ini belum sepenuhnya saya pahami adalah proses panen tembakau dan penentuan grade tembakau hasil panenan petani. Sama seperti kesalahan saya mengira tanaman tembakau ditanam dan diproses mirip dengan tanaman semusim lainnya, dugaan saya perihal proses panen tembakau juga salah sepenuhnya. Dahulu saya mengira daun-daun yang siap dipanen dari tanaman tembakau ya dipanen begitu saja. Menunggu daun-daun yang tumbuh pada tanaman tembakau siap dipanen, lantas dipanen seluruhnya dalam satu waktu oleh para pekerja di kebun. Nyatanya tidak begitu. Dan lebih rumit dari itu.<\/p>\n\n\n\n

Mayoritas tembakau yang ditanam di wilayah Temanggung berasal dari jenis kemloko. Ada kemloko 1, kemloko 2, dan kemloko 3. Dari ketiga varietas kemloko tersebut, metode panen dan penentuan grade tembakau memiliki tata cara yang sama persis. Seluruh petani di Temanggung menerapkan metode panen yang mirip. Dari metode panen tersebut, ternyata berpengaruh terhadap tingkatan kualitas tembakau yang dipanen, petani di Temanggung kerap menyebut \u2018tiam\u2019 atau \u2018grade\u2019 untuk perbedaan tingkat kualitas tembakau yang dipanen.<\/p>\n\n\n\n

Tidak seperti tanaman semusim lainnya yang dipanen dalam satu waktu, tembakau dipanen bertahap mulai dari daun terbawah pada pohon hingga daun teratas. Dalam satu tanaman tembakau, panen bisa berlangsung sebanyak 13 hingga 15 kali dalam sekali musim tembakau. Jarak antara panen satu dengan panen lainnya, antara lima dan tujuh hari. Dengan kondisi ini, musim panen tembakau di Temanggung atau yang kerap disebut musim \u2018mbakon\u2019 bisa berlangsung selama dua hingga tiga bulan. Tahun ini, panen dimulai pada pertengahan Juli dan diprediksi akan berakhir pada pertengahan Oktober.<\/p>\n\n\n\n

Baca: Tuhan Tidak Menciptakan Tembakau untuk Dibenci dan Dicaci<\/a><\/p>\n\n\n\n

Metode panen seperti itu, yang bertahap dan berjeda dari panen satu daun ke daun lainnya ternyata berpengaruh terhadap tingkatan kualitas daun tembakau. Daun-daun yang dipanen lebih awal, gradenya berada pada grade yang rendah. Grade terus meningkat hingga sampai puncaknya seiring panen-panen selanjutnya pada tanaman yang sama. Dalam satu tanaman tembakau, grade daun sudah pasti berbeda-beda sesuai dengan waktu panenan daun di tanaman tersebut.<\/p>\n\n\n\n

Agar lebih mudah dipahami, mari kita bayangkan sebatang tanaman tembakau yang tumbuh subur dalam kondisi normal dan tanaman itu sudah mulai memasuki masa panen. Pada sebatang tanaman tembakau itu tumbuh sebanyak 17 helai daun dari bawah ke atas. Panen pertama dimulai. Daun paling bawah dari tanaman tembakau itu dipetik untuk dipanen. Hanya satu helai daun saja, yang terbawah. Daun yang pertama dipanen itu, biasanya memiliki grade A. Adakalanya kualitas tembakau pada panenan pertama sudah mulai berada pada grade B. Di beberapa titik bahkan sudah ada yang menghasilkan tembakau grade C. <\/p>\n\n\n\n

Lima hingga tujuh hari kemudian, panen daun kedua dilakukan. Satu daun saja dari sebatang tanaman, daun terbawah yang dipanen. Lima hingga tujuh hari berikutnya lantas dipanen lagi. Begitu seterusnya hingga 12 atau 13 kali panen. Semakin ke atas daun yang dipanen seiring bertambahnya waktu, grade tembakau juga meningkat hingga puncaknya berhenti di grade F. Hanya sedikit tembakau yang bisa melampau grade F, mencapai grade G dan H, itulah tembakau-tembakau jenis srintil berharga jutaan rupiah per kilogramnya.<\/p>\n\n\n\n

Selain waktu panen dan letak daun dalam sebatang tanaman, jenis tanah, unsur hara yang terkandung dalam tanah, asupan embun alami, pancaran sinar matahari yang cukup, serta proses fermentasi dan penjemuran usai daun-daun dipanen, menjadi penentu kualitas tembakau yang menempatkan daun tembakau itu pada grade tertentu. Satu hal lain lagi yang sangat berpengaruh terhadap grade tembakau adalah wilayah tembakau itu ditanam. Ada tiga wilayah tempat tembakau biasa ditanam. Wilayah persawahan (dataran rendah), wilayah tegalan (dataran menengah), dan wilayah gunung (dataran tinggi). Kondisi tanah dan faktor ketinggian dan kondisi geografis lainnya berpengaruh terhadap kualitas tembakau.<\/p>\n\n\n\n

Di wilayah persawahan, tanaman tembakau memang subur dan tumbuh cepat, namun tembakau yang ditanam di sana maksimal hanya bisa menghasilkan tembakau grade D, atau D+. Sedang tembakau yang ditanam di wilayah tegalan, maksimal bisa menghasilkan tembakau grade E hingga E+. Yang terbaik, tentu saja tembakau yang ditanam di wilayah gunung. Meskipun membutuhkan waktu tanam lebih lama dibanding dua wilayah lainnya, rata-rata panenan terakhir mencapai grade F hingga seterusnya dengan tembakau terbaik bernama srintil.   <\/p>\n\n\n\n

Ini sedikit yang saya pelajari di Temanggung hasil belajar langsung dari para petani di sana. Saya tidak tahu dengan metode panen dan penentuan grade tembakau di wilayah lain dengan jenis tembakau lain juga. Menarik sebetulnya mencari tahu di tempat lain. Semoga sekali waktu nanti berkesempatan untuk itu. 
<\/p>\n","post_title":"Penentuan Grade Tembakau di Temanggung","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"penentuan-grade-tembakau-di-temanggung","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-08-30 15:06:14","post_modified_gmt":"2019-08-30 08:06:14","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6008","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5999,"post_author":"877","post_date":"2019-08-28 09:40:02","post_date_gmt":"2019-08-28 02:40:02","post_content":"\n

Direktur Pusat Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Amerika Serikat (CDC), Robert Redfield, mengungkapkan kematian tragis di Illinois memperkuat dugaan karena vape<\/a> atau rokok elektrik. Berita tersebut atas laporan Dinas Kesehatan Illinois yang mengumumkan ada satu pasien yang akhirnya meninggal dunia. Kasus ini kemungkinan jadi kasus pertama kematian akibat penyakit berkaitan dengan vape.
<\/p>\n\n\n\n

Kejadian di atas menjawab keberadaan vape atau rokok elektrik sangat membahayakan. Berbeda dengan resiko rokok kretek, bisa menimbulkan penyakit jika mengkonsumsinya berlebihan atau kebanyakakan, dan hidup tidak seimbang. Misalnya dalam satu hari merokok sampai tiga atau empat bungkus, tanpa makan nasi atau makan-makanan sehat, tanpa olah raga, tanpa minum air putih, selalu didampingi kopi atau teh, istirahatnya kurang dan sebagainya. Maka dipastikan orang tersebut akan jatuh sakit bahkan meninggal dunia.\u00a0<\/p>\n\n\n\n

Baca: Terkuak, Rokok Elektrik Berbahaya bagi Kesehatan<\/a><\/p>\n\n\n\n

Tidak hanya itu, otoritas kesehatan di Amerika Serikat telah berhasil menginvestigasi kemunculan penyakit paru-paru misterius di antara kalangan pengguna rokok elektrik atau vape. Dilaporkan setidaknya ada 195 kasus potensial penyakit paru-paru di 22 Negara karena kena dampak dari vape atau rokok elektrik.
<\/p>\n\n\n\n

Jadi, masyarakat perlu waspada beredarnya vape atau rokok elektrik. Belum lagi, sebetulnya rokok elektrik atau vape, berdampak juga peningkatan perokok anak.\u00a0 Yang menjadi daya tarik bagi anak, selain bentuknya yang elegan, simpel, juga beraroma buah-buahan yang terkemas dalam cairan.<\/strong><\/p>\n\n\n\n

Orang yang mengatakan bahwa vape atau rokok elektrik lebih mensehatkan dari pada rokok kretek, pendapat tersebut sangat keliru. Disampaing efek dari rangkaian listrik dan battre juga cairan dalam rokok elektrik berpengaruh terhadap resiko jantung.  <\/p>\n\n\n\n

Hasil penelitian yang diterbitkan dalam Journal of American College of Cardiology pada Mei lalu ini menambah bukti bahwa cairan rokok elektrik dapat menghambat fungsi sel-sel tubuh yang berperan dalam kesehatan jantung. Cairan dalam vape atau rokok elektrik pada akhirnya merusak sel-sel yang melapisi pembuluh darah. <\/p>\n\n\n\n

Keberadaan vape atau rokok elektrik di pasaran sangat membahayakan bagi orang Indonesia, terlebih pemuda-pemuda, yang banyak memilih merokok vape aatau rokok elektri. Menurutnya, selain bentuk kecil, simpel dibawa dan ada aroma buah-buahan sesuai selera. Akan tetapi dibalik bentuknya yang bagus, menyembunyikan banyak penyakit ketika dikonsumsi.\u00a0<\/p>\n\n\n\n

Baca: Kata Siapa Lebih Sehat? Perokok Elektrik Berisiko Terjangkit Penyakit Kardiovaskular<\/a><\/p>\n\n\n\n

Hingga kini CDC masih melakukan investigasi lebih lanjut, dengan mengimbau agar para dokter mengumpulkan data dan sampel bila menemukan pasien dengan gejala penyakit paru serupa, tentunya akibat rokok elektrik atau vape. Bentuk dan merek rokok elektrik dan vape banyak varian dan banyak merek. JUUL termasuk merek rokok elektrik atau vape yang saat ini naik daun.\u00a0<\/p>\n\n\n\n

Ada yang mengatakan bahwa tak tepat membandingkan rokok tembakau dengan rokok elektrik. Ya benar tak tepat, karena rokok elektrik atau vape resikonya sangat tinggi. Sedang rokok tembakau resikonya kecil, apa lagi rokok kretek mungkin resikonya sangat kecil sekali terhadap tubuh. Alasannya, munculnya rokok kretek bertujuan untuk pengobatan sakit bengek, dan tujuannya berhasil. Hingga banyak orang melakukan pemesanan rokok kretek saat itu, rokok kretek belum sebagai industri besar masih bersifat rumahan,  keadaan tersebut sekitar abad 19. <\/p>\n\n\n\n

Dalam studi ini, tim peneliti menemukan bukti efek toksik pada sel-sel yang melapisi pembuluh darah dan melindungi jantung. Beberapa bukti tersebut termasuk di antaranya gangguan pada fungsi sel dan munculnya tanda-tanda peradangan. Para peneliti mengamati bagaimana respons sel saat bersentuhan dengan cairan rokok elektrik. Efek yang paling kentara terlihat pada cairan dengan rasa kayu manis.<\/p>\n\n\n\n

Baca: Riset Kesehatan Rokok Elektrik<\/a><\/p>\n\n\n\n

Sekelompok ahli kardiovaskular dari University of Massachusetts menganjurkan peneliti agar melakukan uji rokok elektrik atau vape lebih yang beraroma. Karena sumsi sementara, produk vape atau rokok elektrik yang beraroma dan punya pilihan rasa lebih berbahaya dari pada rokok vape natural. Namun yang banyak beredar dipasaran, justru yang beraroma dan berasa buah-buahan, dari pada yang natural. <\/p>\n\n\n\n

Studi pada 2018 lalu menunjukkan, penggunaan rokok elektrik harian berisiko terhadap serangan jantung, meski dengan probabilitas yang lebih rendah daripada perokok tembakau. Menurut dr Lawrence Phillips pakar kardiovaskular NYU Langone Health mengatakan \u201cKita melihat semakin banyak bukti bahwa rokok elektrik berhubungan dengan peningkatan risiko serangan jantung\u201d.<\/p>\n\n\n\n

Dari hasil pakar dan hasil studi di atas menegaskan bahwa keberadaan rokok vape atau rokok elektrik, resikonya sangat besar. Bahan utama rokok vape atau elektrik yang paling besar memberikan efek negatif pada tubuh manusia adalah cairan perasa. Akibat cairan perasa dalam rokok elektrik  atau vape termasuk merek JUUL beresiko terjadi peradangan, terjangkit penyakit jantung dan paru-paru akut, selanjutnya berakibat kematian. <\/p>\n\n\n\n

Untuk itu, demi masa depan bangsa Indonesia harusnya ada regulasi pelarangan peredaran rokok elektrik atau vape yang nyata-nyata telah ada kasus dengan didukung beberapa riset dan studi tentang konten rokok elektrik atau vape, yang hasilnya mempunyai resiko tinggi dapat menyebabkan penyakit berujung kematian.         
<\/p>\n","post_title":"Perokok Elektrik Berisiko Besar Terjangkit Penyakit Mematikan","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"perokok-elektrik-berisiko-besar-terjangkit-penyakit-mematikan","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-08-28 09:40:09","post_modified_gmt":"2019-08-28 02:40:09","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5999","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5988,"post_author":"855","post_date":"2019-08-24 10:41:28","post_date_gmt":"2019-08-24 03:41:28","post_content":"\n

Sumber permasalahan besar dunia pertembakauan sejatinya bukan iklim dan hama, melainkan kebijakan pemerintah dan para plolitisi yang ikut serta membicarakannya, tanpa dasar yang kuat, adil dan cenderung ugal-ugalan.
<\/p>\n\n\n\n

Jika orang dahulu tidak berani bicara kecuali kepada hal-hal yang benar-benar diketahui, kali ini banyak sekali orang yang banyak bicara daripada membaca, baik buku maupun alam kauniyah (dunia nyata). Maka jangan heran, jika tidak sedikit politisi dan pemerintah yang gagal paham dunia pertembakau, dari berbagai sisi, karena mereka mendapatkan informasi sepotong-sepotong, tanpa ada usaha untuk tabayyun <\/em>lebih mendalam apalagi turun ke ladang untuk memastikan.
<\/p>\n\n\n\n

Kini hama petani muncul lagi dari kalangan politisi. Sebut saja namanya Sukamta (nama asli) yang kini menjabat sebagai sekretaris Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS). Kenapa semua orang yang terkait dengan industri hasil tembakau (petani, buruh, dsb) dianggap tidak sejahtera, ya karena partai yang harusnya adil saja tidak mampu berbuat adil, bahkan dalam pikiran dan apa yang keluar dari mulutnya.<\/p>\n\n\n\n

Baca: Tuhan Tidak Menciptakan Tembakau untuk Dibenci dan Dicaci<\/a>
<\/p>\n\n\n\n

Tidak perlu bicara terlalu jauh. Mari kita kita uji omongan Sukamta yang dimuat situs ayosemarang.com, 22 Agustus 2019. Omongan yang sejatinya sebuah template dan selalu dipakai oleh antirokok. Semacam gaya kampanye sholih li kulli zaman wal makan, <\/em>meski dibangun dari logika berantakan dan cenderung mengutamakan kengawuran daripada analisa yang mendalam. Ya memang itulah keistimewaan antirokok, anti terhadap data valid dan percaya diri berlebihan dalam kesesatan berpikir.
<\/p>\n\n\n\n

Bagi Sukamta, harga rokok di Indonesia, sebuah negeri yang besar salah satunya ditopang oleh dunia pertembakauan, harus dinaikkan 700 persen. Alasannya supaya orang miskin tidak dapat membeli rokok. Jika orang miskin yang merokok jatuh sakit, maka negara melalui (Jaminan Kesehatan Nasional) JKN rugi menanggung biayanya. Tentu saja ini berbeda dengan, orang kaya boleh makan junkfood<\/em>, minuman bersoda, dan berlaku semaunya, karena jika jatuh sakit mereka bisa membiayai sendiri dan dapat memperkaya negara.
<\/p>\n\n\n\n

Cara sistematis ini akan diduplikasi dan diperbarui terus menerus. Bermula dari seorang sakit yang berobat ke dokter, jika ia merokok maka dokter akan berkata, \u201cbapak sakit karena rokok\u201d, dan dokter tidak secara jujur bahwa penyakit itu datang dari sebab apapun, bisa gula, bisa gaya hidup yang berantakan, kurang minum air putih, stres dengan obat mahal, dsb.
<\/p>\n\n\n\n

Kenapa Sukamta cenderung ingin menaikkan harga rokok untuk menyelesaikan permasalahan JKN yang rumit itu? Ya karena sudah menjadi tabiat antirokok, bahwa berpikir keras untuk mencari solusi adalah buang-buang waktu, makanya rokok akan disalahkan supaya permasalahan menjadi lekas selesai. 
<\/p>\n\n\n\n

Coba kita kembali ke tahun 2018, saat BPJS Kesehatan defisit dan ditambal oleh cukai rokok. Para pegiat kesehatan beralasan, jumlah masyarakat sakit yang kian bertambah dan narasi yang kemudian dibangun; sakit-sakit itu disebabkan oleh rokok. Tidak berhenti sampai di situ, beragam alasan yang penting pengelola kesehatan \u201cselamat\u201d banyak digaungkan di media (tanpa ada sikap ksatria untuk mengakui bahwa memang masih banyak masalah dalam JKN, baik pengelolaan maupun skema yang lebih baik, yang perlu dicarikan solusi).<\/p>\n\n\n\n

Baca: Kegagalan Lakpesdam PBNU dalam Melihat Produk Tembakau Alternatif<\/a><\/p>\n\n\n\n

Koordinator Advokasi BPJS Watch, Timboel Siregar, megkritisi beragam narasi yang dibangun oleh pegiat kesehatan. Ia mengusulkan agar BPJS fokus pada pengawasan penetapan inasibijis oleh pihak rumah sakit. Timboel menilai, inasibijis merupakan gerbang terjadinya defisit BPJS Kesehatan. Inasibijis (INA-CGB) merupakan sebuah singkatan dari Indonesia Case Base Gropus, yakni sebuah aplikasi yang digunakan rumah sakit untuk mengajukan klaim pada pemerintah. (bisnis.com)
<\/p>\n\n\n\n

Kita tidak pernah tau, apa yang dilakukan rumah sakit terhadap pasien-pasien yang membayar BPJS. Kita juga tidak pernah tau jika ada pasien BPJS kelas I diberi fasilitas kelas II atau III, dan rumah sakit mengklaim biaya kelas I ke negara. Tentu saja yang demikian ini tidak penting bagi antirokok. <\/p>\n\n\n\n

Baca: Ada Campur Tangan Bloomberg dalam Surat Edaran Menkes terkait Pemblokiran Iklan Rokok<\/a><\/p>\n\n\n\n

Sukamta juga bilang, orang-orang yang kecanduan merokok dan mampu membeli rokok yang mahal, dipersilahkan tetap merokok asal menanggung sendiri biaya pengobatan akibat penyakit karena rokok. Asalkan dampak buruk akibat konsumsi rokok tidak membebani negara kerena pemasukan dari cukai tembakau tidak sebanding dengan biaya yang harus dikeluarkan negara. (ayosemarang.com)
<\/p>\n\n\n\n

Bagi saya pribadi, ini adalah statemen yang sangat lucu. Sejak kapan sih negara betul-betul hadir dan perhatian terhadap kesehatan masyarakat, khususnya di pedesaan dan pedalaman? Kalau ada pun, menjalankannya setengah hati. Dan sejak kapan rokok itu menjadi candu, padahal yang candu itu kekuasaan dan menjadikan masyarakat sebagai jembatan untuk menuju \u201ckekuasaan dalam negara\u201d? 
<\/p>\n\n\n\n

Sukamta juga menganggap, bahwa perokok bukan orang yang produktif? Faktanya? Setahu saya orang-orang yang merokok punya produtivitas tinggi, mereka hidup sebagaimana keringat yang diperas setiap hari. Tanpa berharap kepada negara apalagi Sukamta.
<\/p>\n\n\n\n

Sekadar saran saja, sebaiknya PKS tidak perlu ngelantur bicara rokok. Silahkan bicara, asalkan keadilan sosial sebagaimana nama partainya tidak hanya selesai pada tataran konsepsi dan gagah-gagahan, melainkan pada tahap tindakan dan contoh konkrit atasnya.
<\/p>\n","post_title":"Ketika PKS Bicara Rokok","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"ketika-pks-bicara-rokok","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-08-24 10:51:25","post_modified_gmt":"2019-08-24 03:51:25","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5988","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":35},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"epic_block_3"};

\n

Jika Goodnight Electric adalah pembukaan yang manis, seperti memberi rangsangan mengingat masa-masa SMA penuh dengan jadwal pensi, maka The Upstairs yang manggung selanjutnya adalah yang meledakkan pesta itu sendiri. Performa enerjik Jimi Multhaza sang vokalis masih saja seperti yang saya ihat 11 tahun lalu saat The Upstairs manggung di depan TVRI. Tak mau melewatkan momen, saya kemudian merapat ke tengah kerumunan dan berdansa resah didalamnya. Benturan-benturan moshpit tak terelakkan tapi saya nikmati karena adrenalin seperti ini jarang lagi bisa ditemukan.
<\/p>\n\n\n\n

Sama seperti Goodnight Electric, The Upstairs menutupnya dengan bijak. Romansa penonton yang hadir akan\u00a0 Pensi ala anak SMA di awal 2000an dan hingga sepuluh tahun setelahnya tak mereka kecewakan. Jimi dkk memilih lagu Matraman sebegai tembang penutup, lagu yang menurut Jimi (saat populer) bisa diputar hingga berulang kali dalam satu hari di radio-radio lokal. Lagu yang kemudian menjadi soundtrack skena persahabatan, cinta, dan tawuran anak SMA kala itu.\u00a0<\/p>\n\n\n\n

Baca: Smoker Traveller: Hero Coffe Kota Tua Semarang<\/a><\/p>\n\n\n\n

The Adams sebagai band ketiga yang tampil lalu datang meneduhkan suasana. Betul, penonton langsung terbuai saat itu oleh suara yang beradu-adu antara Saleh Husein dan Ario Hendarwan. Sing along kemudian jadi hal yang wajib dilakukan saat itu, semuanya menikmati karaoke masal dari lagu-lagu yang dibawakan seperti Hanya Kau, Berwisata, Konservatif, hingga Halo Beni. Suasana kala itu semakin manis saat sang pianis The Adams (hingga kini belum saya ketahui namanya) selalu melemparkan senyumnya ke arah penonton. Ah sial, saat itu saya berada di posisi yang sangat jauh darinya, itu saja sudah membuat saya bergetar.
<\/p>\n\n\n\n

Karena saya memarkir motor di luar area Kuningan City dan hanya dijaga sampai pukul 23:30, akhirnya kami pulang lebih cepat. Saat keluar venue saya memastikan tetap sebats dulu, mereview apa yang menarik terjadi di dalam sana. Saya lantas menarik kesimpulan bahwa dari pengalaman selama hampir tiga jam lebih menikmati konser tanpa rokok, tak terjadi apa-apa dari kami. Tak ada kekhawatiran berlebihan, perubahan mood karena tak merokok, atau keburukan lainnya. Semuanya sama saja dan normal-normal saja.
<\/p>\n\n\n\n

Hanya jika boleh memberi saran kepada pihak pengelola, perampasan rokok tentu mesti dipertimbangkan ulang. Sekali lagi rokok adalah produk legal dan mempunyai aturan yang sudah disepakati terkait pengkonsumsiannya. Lagian, saya kira para perokok sekarang juga sudah mulai tertib terhadap aturan dan tidak ingin merugikan terhadap yang lainnya.<\/p>\n","post_title":"Pengalaman Tiga Jam Lebih Menyaksikan Konser Musik Tanpa Asap Rokok","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"pengalaman-tiga-jam-lebih-menyaksikan-konser-musik-tanpa-asap-rokok","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-09-04 07:32:19","post_modified_gmt":"2019-09-04 00:32:19","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6017","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":6014,"post_author":"877","post_date":"2019-09-03 09:18:50","post_date_gmt":"2019-09-03 02:18:50","post_content":"\n

Masih ingat kemarin, tulisan Djarum yang ada di kaos para atlit olahraga dipermasalahkan KPAI dan kawan-kawannya? Banyak orang-yang omong, ternyata ada orang kaya yang diusik, tapi dia hanya diam tanpa ada kata sedikitpun sebagai pembalasan terhadap yang mengusiknya. Bahkan cenderung mengalah, bikin orang lain gregetan. Kalimat itu yang aku tangkap dari salah satu temen bernama Nur Cholis asal Desa Gribiq, Kabupaten Kudus.<\/p>\n\n\n\n

Seminggunan kemarin, tepatnya Minggu 25 Agustus, teman MTS dulu pulang dari Jakarta. Ia sehari-harinya beraktivitas dan bekerja di sana. Di Jakarta, bersama anak istrinya, yang setiap hari jualan sayuran keliling. <\/p>\n\n\n\n

Kami yang sudah lama tidak ketemu, bahkan lebaran kemarin ternyata dia tak pulang ke Kudus. Pantesan tak ada yang rebut ngajak ngopi, orang yang biasa ngajak ngopi orangnya masih di Jakarta. Memilih lebaran di sana, karena dititipin rumah tetangganya yang katanya sudah seperti keluarganya sendiri yang kala itu baru mudik.\u00a0<\/p>\n\n\n\n

Baca: Sesat pikir KPAI Melarang Audisi Pencarian Bakat Bulutangkis Anak-Anak<\/a><\/p>\n\n\n\n

Temanku itu panggilannya Djumari, rumahnya dulu daerah Kaliwungu Kudus bagian barat. Ia pulang dalam rangka ada acara nikahan saudara dari istrinya. Dasar Djumari, kalau gak ngopi bareng dan ketemu temen-temen gak puas katanya, karena mumpung di Kudus. Ia gunakan kesempatan sebelum datang kesempitan disela-sela acara nikahan saudaranya. Lewat pesan singkat WA, tanpa hitungan jam ajakan ngopi Djumari, langsung di respon banyak teman yang tergabung di group WA. Ada yang tanya kapan datangnya, ada yang komentar besuk aja ngopinya soalnya masih diluar kota, ada yang bilang sore ini aja tancap gas. Djumari menjawabi dan balas komentar teman-teman. Dihari itu, Djumari kayak artis banyak ajakan dan tawaran teman-teman. <\/p>\n\n\n\n

Memang, teman-teman alumni MTS Madrasah Qudsiyyah Kudus kompak sekali, bahkan sudah kayak saudara sendiri semua. Kita sering kumpul walaupun hanya sekedar ngopi, yang penting bertemu dan ngobrol. Tidak jarang, kita ketemu dengan agenda acara resmi dan agak resmi. Seperti disaat salah satu teman punya hajat, bahkan hajat kecilpun kayak acara \u201cmanaqiban\u201d sering mengundang teman lainya. Pasti ada yang bingung apa itu manaqiban<\/em>?. Aku jelasin sebentar, manaqiban itu, acara membaca sejarah Syeih Abdul Qodir Jaelani ulama dahulu setelah masa Shahabat Nabi, yang terkenal alimnya dan sufi serta berkaromah. Nah, bagi kita-kita penggemarnya, sering kali kita baca sejarahnya. Dengan cerita sejarah  Syeih Abdul Qodir Jaelani, kita penggemar berharap agar apa yang kita lakukan dido\u2019akan atau di amini beliau semua urusan kita lancar. Karena menurut kita penggemar, meyakini Syeih Abdul Qodir Jaelani kekasih Tuhan, kalau dalam bahasa Jawa \u201cbolone Gusti Allah\u201d. Ini sekilas penjelasan tentang istilah manaqiban<\/em>, kalau mau tau lebih lanjut, khasiat-khasiatnya, bisa kita diskusi dilain waktu aja. Yang jelas di acara manaqiban<\/em> ini sudah jadi tradisi ada \u201cingkung\u201d ayamnya. Ini yang biasa kita nantikan.<\/p>\n\n\n\n

Kembali ke acara ngopi, disore itu temenku Djumari langsung nentukan tempat ngopi dan waktunya. Kita biasa ngopi ditempat sederhana. Akhirnya, Djumari mutusin habis isya\u2019 kumpul dan ngopi di rumah teman kita satunya namanya Nur Cholis, juga tergabung dalam group WA. Setelah tahu bakal kerumahnya, Nur Cholis langsung komen, lapan enam laksanakan. Aku langsung teringat temenku namanya Fawaz, orang Betawi keturunan Arab, sering kalau jawab pas di WA pakai tulisan lapan enam.\u00a0<\/p>\n\n\n\n

Baca: PB Djarum, Prestasi Bulutangkis Nasional, dan Kegagalan KPAI Memahami Peristiwa<\/a><\/p>\n\n\n\n

Waktu isya\u2019 tiba, suasana mau hujan, sedikit grimis, hawanya lumayan dingin dibanding sebelumnya panas dan gerah. Tapi semangat ngopi dam ngobrol teman-teman tak mengendor. Bahkan di group sudah ada yang ribut, ngajak-ngajak \u201cayo ayo waktunya kopdar tiba, ada bonus banyak rezeki lho\u201d, Rifai namanya, seorang pembicara atau muballig yang sering ceramah di masyarakat. <\/p>\n\n\n\n

Aku datang sekitar jam 20.00, terlihat banyak tema yang sudah pada kumpul, didepannya ada segelas kopi. Maklum kita orang desa ngopinya gak pakai cangkir, tapi pakai gelas es yang tinggi. Dibenakku ini ngopi apa kehausan?, tapi yang penting tetap ngopi dan merokok. Di meja terlihat banyak rokok bermacam-macam mereknya, sesuai kesukaan masing-masing. Ada yang bawa Sukun Putih, ada yang bawa Gudang Garam, kebanyakan bawa LA, tapi ada juga yang bawa rokok bikinan sendiri alias \u201cTingwe\u201d nglinting dewe dirumah ditaruh plastik. Aku coba rokok tingwe itu sambil ngobrol bareng, ternyata lumayan enak ramuan rokoknya, dibanding tingwe tingwe yang pernah aku rasakan. Yang buat tingwe namanya Sutopo, profesinya sehari-hari memang jual beli tembakau. Karena penasaran, sutopo aku tanya, kok enak, ini tembakau mana?. Dijawabnya \u201cbiasa tembakau Temanggung\u201d tapi aku kasih cengkeh kualitas wahid, dan sedikit ramuan saos sendiri (bahannya dirahasiakan), yang jelas katanya bahan saos dari rempah rempah bikinan sendiri. <\/p>\n\n\n\n

Ngobrol kita mengalir tanpa ada sekat dan batasan, malah terkadang pada ngobrol sendiri-sendiri dengan teman didekatnya. Giliran Djumari disuruh cerita pengalamannya, teman teman pada diam, mungkin pada penasaran. Soalnya dulu, sebelum ke Jakarta ia bekerja di Djarum. Ia ceritakan alasannya harus ke Jakarta. Awalnya, sering pulang pergi Jakarta Kudus untuk pengobatan istrinya yang sedang sakit di salah satu pengobatan alternatif disana atas rekomendasi saudaranya yang sudah lama hidup di Jakarta. Ia menceritakan sakit istrinya yang sering pusing, dan pusingnya bukan pusing biasa, dan seringkali istrinya sampai membentur-benturkan kepalanya. Kemudian, saat diharuskan kontinyu pengobatannya, minimal satu tahun agar cepat sembuh, akhirnya ia putusin meninggalkan Kudus sementara, termasuk pekerjaannya. Alhamdulillah istrinya sekarang sudah sembuh total.\u00a0<\/p>\n\n\n\n

Baca: Cacat Pikir KPAI Memaknai Kata Ekploitasi Anak dan Promosi<\/a><\/p>\n\n\n\n

Disela sela nungguin istrinya sakit, ia sering diajak saudaranya jualan sayuran keliling. Nah, walaupun sekarang istrinya sudah sembuh, ia tetap di Jakarta. Sebab dipikirannya, kalau kembali ke Kudus mulai dari awal lagi, mending yang sudah ada didepan mata dijalanin dulu. Nanti pelan-pelan sambil melihat peluang di Kudus, ia pun akan pulang. Obrolan tetap seru, walaupun djarum jam sudah tepat diangka 12.00 malam. Namun domain obrolan lebih pada Djumari sebagai nara sumber, ia menceritakan semua pengalaman dan kejadia yang ia lihat, sampai ia menceritakan berita kalau pabrik Djarum yang dulu pernah ia singgahi, sedang dipermasalahkan KPAI. Memang sebenarnya ia tak paham alur permasalahanya. Tahunya, KPAI gak suka bulu tangkis Djarum berjalan, memusuhi rokok. <\/p>\n\n\n\n

Sebagai orang yang pernah menjadi karyawan Djarum, jadi wajar dan pantas kalau ia membela Djarum, apalagi ia asli Kudus. Saking semangatnya, ia ngomong \u201cnek aku dadi Djarum, tak tuku iku KPAI, paling ora tak lawan\u201d \u201candaikan aku yang punya Djarum, aku beli KPAI, paling tidak dilawan\u201d. Ada yang menyambar omongan, \u201csampek matek kuwe Djum, ogak bakal dadi bos Djarum\u201d \u201csampai mati kamu Djum, tidak akan jadi bos Djarum\u201d haha\u2026\u2026disambut dengan tawa klakaran teman-teman termasuk saya sendiri. Di sela-sela tawa, tuan rumah ngomong \u201cancen gawe gregeten, kenopo Djarum mung meneng, malah ngalah\u201d \u201cbikin gregeten, kenapa Djarum diam dan cenderung mengalah\u201d. <\/p>\n\n\n\n

Nah, ternyata, banyak orang yang sangat simpati dan membela pabrik Djarum, terutama orang Kudus. Rata-rata mereka, tak tahu apa yang harus dilakukan, apa yang harus diperbuat. Sebagai manusia lemah, mereka hanya bisa marah  yang terpendaam dalam hati, dengan melihat kejadian KPAI menyerang Djarum. Coba, andaikan mereka tahu kalau dibelekang KPAI ada kepentingan asing yang mengusik rokok kretek asli Kudus, yang sudah mendarah daging bagi masyarakat Kudus. Pastinya, pembelaanya lebih dari itu, bahkan mungkin mati-matian.
<\/p>\n","post_title":"Cerita di Balik Segelas Kopi untuk Djarum","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"cerita-di-balik-segelas-kopi-untuk-djarum","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-09-03 09:19:00","post_modified_gmt":"2019-09-03 02:19:00","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6014","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":6008,"post_author":"878","post_date":"2019-08-30 15:06:07","post_date_gmt":"2019-08-30 08:06:07","post_content":"\n

Pada mulanya, saya mengira tanaman tembakau ditanam, dirawat, dan dipanen sama dengan kebanyakan tanaman-tanaman semusim lainnya di negeri ini. Ada proses pembibitan, kemudian proses penanaman, lantas tanaman rutin disiram dan diberi pupuk, ada proses perawatan hingga akhirnya dipanen ketika musim panen tiba. Tapi nyatanya, perkiraan saya salah. Tembakau tanaman yang cukup unik. Beda dari banyak tanaman semusim lain yang lazim ditanam petani di banyak tempat di Indonesia.<\/p>\n\n\n\n

Hal paling menonjol yang membedakan tanaman tembakau dengan tanaman semusim lain ada pada masa tanam dan masa panen tiba. Tanaman tembakau menjadi anomali karena ditanam saat musim penghujan akan berakhir. Lalu dipanen ketika musim kemarau sedang berada pada puncaknya. Saat tanaman-tanaman semusim lainnya enggan tumbuh, bahkan rumput sekalipun mengering karena kemarau.<\/p>\n\n\n\n

Tiga tahun belakangan, saya banyak bergaul dengan petani dan buruh tani tembakau di Kabupaten Temanggung, juga dengan anak-anak mereka. Jika sebelumnya saya sekadar penikmat rokok kretek, tiga tahun belakangan, saya mulai tertarik untuk mempelajari seluk-beluk seluruh lini yang mendukung industri kretek nasional. Yang paling menarik minat saya, tentu saja konteks pertanian dan sosial masyarakat yang memproduksi komoditas yang menjadi bahan baku utama produk kretek. Tembakau dan cengkeh.<\/p>\n\n\n\n

Baca: Melihat Petani Tembakau di Temanggung Memanen Tembakau Mereka<\/a><\/p>\n\n\n\n

Dari sekian banyak hal menarik yang disajikan pertanian tembakau hingga proses penjualan hasil panen tembakau yang saya amati di wilayah Kabupaten Temanggung, hal yang terus menerus menarik minat saya dan hingga saat ini belum sepenuhnya saya pahami adalah proses panen tembakau dan penentuan grade tembakau hasil panenan petani. Sama seperti kesalahan saya mengira tanaman tembakau ditanam dan diproses mirip dengan tanaman semusim lainnya, dugaan saya perihal proses panen tembakau juga salah sepenuhnya. Dahulu saya mengira daun-daun yang siap dipanen dari tanaman tembakau ya dipanen begitu saja. Menunggu daun-daun yang tumbuh pada tanaman tembakau siap dipanen, lantas dipanen seluruhnya dalam satu waktu oleh para pekerja di kebun. Nyatanya tidak begitu. Dan lebih rumit dari itu.<\/p>\n\n\n\n

Mayoritas tembakau yang ditanam di wilayah Temanggung berasal dari jenis kemloko. Ada kemloko 1, kemloko 2, dan kemloko 3. Dari ketiga varietas kemloko tersebut, metode panen dan penentuan grade tembakau memiliki tata cara yang sama persis. Seluruh petani di Temanggung menerapkan metode panen yang mirip. Dari metode panen tersebut, ternyata berpengaruh terhadap tingkatan kualitas tembakau yang dipanen, petani di Temanggung kerap menyebut \u2018tiam\u2019 atau \u2018grade\u2019 untuk perbedaan tingkat kualitas tembakau yang dipanen.<\/p>\n\n\n\n

Tidak seperti tanaman semusim lainnya yang dipanen dalam satu waktu, tembakau dipanen bertahap mulai dari daun terbawah pada pohon hingga daun teratas. Dalam satu tanaman tembakau, panen bisa berlangsung sebanyak 13 hingga 15 kali dalam sekali musim tembakau. Jarak antara panen satu dengan panen lainnya, antara lima dan tujuh hari. Dengan kondisi ini, musim panen tembakau di Temanggung atau yang kerap disebut musim \u2018mbakon\u2019 bisa berlangsung selama dua hingga tiga bulan. Tahun ini, panen dimulai pada pertengahan Juli dan diprediksi akan berakhir pada pertengahan Oktober.<\/p>\n\n\n\n

Baca: Tuhan Tidak Menciptakan Tembakau untuk Dibenci dan Dicaci<\/a><\/p>\n\n\n\n

Metode panen seperti itu, yang bertahap dan berjeda dari panen satu daun ke daun lainnya ternyata berpengaruh terhadap tingkatan kualitas daun tembakau. Daun-daun yang dipanen lebih awal, gradenya berada pada grade yang rendah. Grade terus meningkat hingga sampai puncaknya seiring panen-panen selanjutnya pada tanaman yang sama. Dalam satu tanaman tembakau, grade daun sudah pasti berbeda-beda sesuai dengan waktu panenan daun di tanaman tersebut.<\/p>\n\n\n\n

Agar lebih mudah dipahami, mari kita bayangkan sebatang tanaman tembakau yang tumbuh subur dalam kondisi normal dan tanaman itu sudah mulai memasuki masa panen. Pada sebatang tanaman tembakau itu tumbuh sebanyak 17 helai daun dari bawah ke atas. Panen pertama dimulai. Daun paling bawah dari tanaman tembakau itu dipetik untuk dipanen. Hanya satu helai daun saja, yang terbawah. Daun yang pertama dipanen itu, biasanya memiliki grade A. Adakalanya kualitas tembakau pada panenan pertama sudah mulai berada pada grade B. Di beberapa titik bahkan sudah ada yang menghasilkan tembakau grade C. <\/p>\n\n\n\n

Lima hingga tujuh hari kemudian, panen daun kedua dilakukan. Satu daun saja dari sebatang tanaman, daun terbawah yang dipanen. Lima hingga tujuh hari berikutnya lantas dipanen lagi. Begitu seterusnya hingga 12 atau 13 kali panen. Semakin ke atas daun yang dipanen seiring bertambahnya waktu, grade tembakau juga meningkat hingga puncaknya berhenti di grade F. Hanya sedikit tembakau yang bisa melampau grade F, mencapai grade G dan H, itulah tembakau-tembakau jenis srintil berharga jutaan rupiah per kilogramnya.<\/p>\n\n\n\n

Selain waktu panen dan letak daun dalam sebatang tanaman, jenis tanah, unsur hara yang terkandung dalam tanah, asupan embun alami, pancaran sinar matahari yang cukup, serta proses fermentasi dan penjemuran usai daun-daun dipanen, menjadi penentu kualitas tembakau yang menempatkan daun tembakau itu pada grade tertentu. Satu hal lain lagi yang sangat berpengaruh terhadap grade tembakau adalah wilayah tembakau itu ditanam. Ada tiga wilayah tempat tembakau biasa ditanam. Wilayah persawahan (dataran rendah), wilayah tegalan (dataran menengah), dan wilayah gunung (dataran tinggi). Kondisi tanah dan faktor ketinggian dan kondisi geografis lainnya berpengaruh terhadap kualitas tembakau.<\/p>\n\n\n\n

Di wilayah persawahan, tanaman tembakau memang subur dan tumbuh cepat, namun tembakau yang ditanam di sana maksimal hanya bisa menghasilkan tembakau grade D, atau D+. Sedang tembakau yang ditanam di wilayah tegalan, maksimal bisa menghasilkan tembakau grade E hingga E+. Yang terbaik, tentu saja tembakau yang ditanam di wilayah gunung. Meskipun membutuhkan waktu tanam lebih lama dibanding dua wilayah lainnya, rata-rata panenan terakhir mencapai grade F hingga seterusnya dengan tembakau terbaik bernama srintil.   <\/p>\n\n\n\n

Ini sedikit yang saya pelajari di Temanggung hasil belajar langsung dari para petani di sana. Saya tidak tahu dengan metode panen dan penentuan grade tembakau di wilayah lain dengan jenis tembakau lain juga. Menarik sebetulnya mencari tahu di tempat lain. Semoga sekali waktu nanti berkesempatan untuk itu. 
<\/p>\n","post_title":"Penentuan Grade Tembakau di Temanggung","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"penentuan-grade-tembakau-di-temanggung","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-08-30 15:06:14","post_modified_gmt":"2019-08-30 08:06:14","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6008","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5999,"post_author":"877","post_date":"2019-08-28 09:40:02","post_date_gmt":"2019-08-28 02:40:02","post_content":"\n

Direktur Pusat Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Amerika Serikat (CDC), Robert Redfield, mengungkapkan kematian tragis di Illinois memperkuat dugaan karena vape<\/a> atau rokok elektrik. Berita tersebut atas laporan Dinas Kesehatan Illinois yang mengumumkan ada satu pasien yang akhirnya meninggal dunia. Kasus ini kemungkinan jadi kasus pertama kematian akibat penyakit berkaitan dengan vape.
<\/p>\n\n\n\n

Kejadian di atas menjawab keberadaan vape atau rokok elektrik sangat membahayakan. Berbeda dengan resiko rokok kretek, bisa menimbulkan penyakit jika mengkonsumsinya berlebihan atau kebanyakakan, dan hidup tidak seimbang. Misalnya dalam satu hari merokok sampai tiga atau empat bungkus, tanpa makan nasi atau makan-makanan sehat, tanpa olah raga, tanpa minum air putih, selalu didampingi kopi atau teh, istirahatnya kurang dan sebagainya. Maka dipastikan orang tersebut akan jatuh sakit bahkan meninggal dunia.\u00a0<\/p>\n\n\n\n

Baca: Terkuak, Rokok Elektrik Berbahaya bagi Kesehatan<\/a><\/p>\n\n\n\n

Tidak hanya itu, otoritas kesehatan di Amerika Serikat telah berhasil menginvestigasi kemunculan penyakit paru-paru misterius di antara kalangan pengguna rokok elektrik atau vape. Dilaporkan setidaknya ada 195 kasus potensial penyakit paru-paru di 22 Negara karena kena dampak dari vape atau rokok elektrik.
<\/p>\n\n\n\n

Jadi, masyarakat perlu waspada beredarnya vape atau rokok elektrik. Belum lagi, sebetulnya rokok elektrik atau vape, berdampak juga peningkatan perokok anak.\u00a0 Yang menjadi daya tarik bagi anak, selain bentuknya yang elegan, simpel, juga beraroma buah-buahan yang terkemas dalam cairan.<\/strong><\/p>\n\n\n\n

Orang yang mengatakan bahwa vape atau rokok elektrik lebih mensehatkan dari pada rokok kretek, pendapat tersebut sangat keliru. Disampaing efek dari rangkaian listrik dan battre juga cairan dalam rokok elektrik berpengaruh terhadap resiko jantung.  <\/p>\n\n\n\n

Hasil penelitian yang diterbitkan dalam Journal of American College of Cardiology pada Mei lalu ini menambah bukti bahwa cairan rokok elektrik dapat menghambat fungsi sel-sel tubuh yang berperan dalam kesehatan jantung. Cairan dalam vape atau rokok elektrik pada akhirnya merusak sel-sel yang melapisi pembuluh darah. <\/p>\n\n\n\n

Keberadaan vape atau rokok elektrik di pasaran sangat membahayakan bagi orang Indonesia, terlebih pemuda-pemuda, yang banyak memilih merokok vape aatau rokok elektri. Menurutnya, selain bentuk kecil, simpel dibawa dan ada aroma buah-buahan sesuai selera. Akan tetapi dibalik bentuknya yang bagus, menyembunyikan banyak penyakit ketika dikonsumsi.\u00a0<\/p>\n\n\n\n

Baca: Kata Siapa Lebih Sehat? Perokok Elektrik Berisiko Terjangkit Penyakit Kardiovaskular<\/a><\/p>\n\n\n\n

Hingga kini CDC masih melakukan investigasi lebih lanjut, dengan mengimbau agar para dokter mengumpulkan data dan sampel bila menemukan pasien dengan gejala penyakit paru serupa, tentunya akibat rokok elektrik atau vape. Bentuk dan merek rokok elektrik dan vape banyak varian dan banyak merek. JUUL termasuk merek rokok elektrik atau vape yang saat ini naik daun.\u00a0<\/p>\n\n\n\n

Ada yang mengatakan bahwa tak tepat membandingkan rokok tembakau dengan rokok elektrik. Ya benar tak tepat, karena rokok elektrik atau vape resikonya sangat tinggi. Sedang rokok tembakau resikonya kecil, apa lagi rokok kretek mungkin resikonya sangat kecil sekali terhadap tubuh. Alasannya, munculnya rokok kretek bertujuan untuk pengobatan sakit bengek, dan tujuannya berhasil. Hingga banyak orang melakukan pemesanan rokok kretek saat itu, rokok kretek belum sebagai industri besar masih bersifat rumahan,  keadaan tersebut sekitar abad 19. <\/p>\n\n\n\n

Dalam studi ini, tim peneliti menemukan bukti efek toksik pada sel-sel yang melapisi pembuluh darah dan melindungi jantung. Beberapa bukti tersebut termasuk di antaranya gangguan pada fungsi sel dan munculnya tanda-tanda peradangan. Para peneliti mengamati bagaimana respons sel saat bersentuhan dengan cairan rokok elektrik. Efek yang paling kentara terlihat pada cairan dengan rasa kayu manis.<\/p>\n\n\n\n

Baca: Riset Kesehatan Rokok Elektrik<\/a><\/p>\n\n\n\n

Sekelompok ahli kardiovaskular dari University of Massachusetts menganjurkan peneliti agar melakukan uji rokok elektrik atau vape lebih yang beraroma. Karena sumsi sementara, produk vape atau rokok elektrik yang beraroma dan punya pilihan rasa lebih berbahaya dari pada rokok vape natural. Namun yang banyak beredar dipasaran, justru yang beraroma dan berasa buah-buahan, dari pada yang natural. <\/p>\n\n\n\n

Studi pada 2018 lalu menunjukkan, penggunaan rokok elektrik harian berisiko terhadap serangan jantung, meski dengan probabilitas yang lebih rendah daripada perokok tembakau. Menurut dr Lawrence Phillips pakar kardiovaskular NYU Langone Health mengatakan \u201cKita melihat semakin banyak bukti bahwa rokok elektrik berhubungan dengan peningkatan risiko serangan jantung\u201d.<\/p>\n\n\n\n

Dari hasil pakar dan hasil studi di atas menegaskan bahwa keberadaan rokok vape atau rokok elektrik, resikonya sangat besar. Bahan utama rokok vape atau elektrik yang paling besar memberikan efek negatif pada tubuh manusia adalah cairan perasa. Akibat cairan perasa dalam rokok elektrik  atau vape termasuk merek JUUL beresiko terjadi peradangan, terjangkit penyakit jantung dan paru-paru akut, selanjutnya berakibat kematian. <\/p>\n\n\n\n

Untuk itu, demi masa depan bangsa Indonesia harusnya ada regulasi pelarangan peredaran rokok elektrik atau vape yang nyata-nyata telah ada kasus dengan didukung beberapa riset dan studi tentang konten rokok elektrik atau vape, yang hasilnya mempunyai resiko tinggi dapat menyebabkan penyakit berujung kematian.         
<\/p>\n","post_title":"Perokok Elektrik Berisiko Besar Terjangkit Penyakit Mematikan","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"perokok-elektrik-berisiko-besar-terjangkit-penyakit-mematikan","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-08-28 09:40:09","post_modified_gmt":"2019-08-28 02:40:09","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5999","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5988,"post_author":"855","post_date":"2019-08-24 10:41:28","post_date_gmt":"2019-08-24 03:41:28","post_content":"\n

Sumber permasalahan besar dunia pertembakauan sejatinya bukan iklim dan hama, melainkan kebijakan pemerintah dan para plolitisi yang ikut serta membicarakannya, tanpa dasar yang kuat, adil dan cenderung ugal-ugalan.
<\/p>\n\n\n\n

Jika orang dahulu tidak berani bicara kecuali kepada hal-hal yang benar-benar diketahui, kali ini banyak sekali orang yang banyak bicara daripada membaca, baik buku maupun alam kauniyah (dunia nyata). Maka jangan heran, jika tidak sedikit politisi dan pemerintah yang gagal paham dunia pertembakau, dari berbagai sisi, karena mereka mendapatkan informasi sepotong-sepotong, tanpa ada usaha untuk tabayyun <\/em>lebih mendalam apalagi turun ke ladang untuk memastikan.
<\/p>\n\n\n\n

Kini hama petani muncul lagi dari kalangan politisi. Sebut saja namanya Sukamta (nama asli) yang kini menjabat sebagai sekretaris Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS). Kenapa semua orang yang terkait dengan industri hasil tembakau (petani, buruh, dsb) dianggap tidak sejahtera, ya karena partai yang harusnya adil saja tidak mampu berbuat adil, bahkan dalam pikiran dan apa yang keluar dari mulutnya.<\/p>\n\n\n\n

Baca: Tuhan Tidak Menciptakan Tembakau untuk Dibenci dan Dicaci<\/a>
<\/p>\n\n\n\n

Tidak perlu bicara terlalu jauh. Mari kita kita uji omongan Sukamta yang dimuat situs ayosemarang.com, 22 Agustus 2019. Omongan yang sejatinya sebuah template dan selalu dipakai oleh antirokok. Semacam gaya kampanye sholih li kulli zaman wal makan, <\/em>meski dibangun dari logika berantakan dan cenderung mengutamakan kengawuran daripada analisa yang mendalam. Ya memang itulah keistimewaan antirokok, anti terhadap data valid dan percaya diri berlebihan dalam kesesatan berpikir.
<\/p>\n\n\n\n

Bagi Sukamta, harga rokok di Indonesia, sebuah negeri yang besar salah satunya ditopang oleh dunia pertembakauan, harus dinaikkan 700 persen. Alasannya supaya orang miskin tidak dapat membeli rokok. Jika orang miskin yang merokok jatuh sakit, maka negara melalui (Jaminan Kesehatan Nasional) JKN rugi menanggung biayanya. Tentu saja ini berbeda dengan, orang kaya boleh makan junkfood<\/em>, minuman bersoda, dan berlaku semaunya, karena jika jatuh sakit mereka bisa membiayai sendiri dan dapat memperkaya negara.
<\/p>\n\n\n\n

Cara sistematis ini akan diduplikasi dan diperbarui terus menerus. Bermula dari seorang sakit yang berobat ke dokter, jika ia merokok maka dokter akan berkata, \u201cbapak sakit karena rokok\u201d, dan dokter tidak secara jujur bahwa penyakit itu datang dari sebab apapun, bisa gula, bisa gaya hidup yang berantakan, kurang minum air putih, stres dengan obat mahal, dsb.
<\/p>\n\n\n\n

Kenapa Sukamta cenderung ingin menaikkan harga rokok untuk menyelesaikan permasalahan JKN yang rumit itu? Ya karena sudah menjadi tabiat antirokok, bahwa berpikir keras untuk mencari solusi adalah buang-buang waktu, makanya rokok akan disalahkan supaya permasalahan menjadi lekas selesai. 
<\/p>\n\n\n\n

Coba kita kembali ke tahun 2018, saat BPJS Kesehatan defisit dan ditambal oleh cukai rokok. Para pegiat kesehatan beralasan, jumlah masyarakat sakit yang kian bertambah dan narasi yang kemudian dibangun; sakit-sakit itu disebabkan oleh rokok. Tidak berhenti sampai di situ, beragam alasan yang penting pengelola kesehatan \u201cselamat\u201d banyak digaungkan di media (tanpa ada sikap ksatria untuk mengakui bahwa memang masih banyak masalah dalam JKN, baik pengelolaan maupun skema yang lebih baik, yang perlu dicarikan solusi).<\/p>\n\n\n\n

Baca: Kegagalan Lakpesdam PBNU dalam Melihat Produk Tembakau Alternatif<\/a><\/p>\n\n\n\n

Koordinator Advokasi BPJS Watch, Timboel Siregar, megkritisi beragam narasi yang dibangun oleh pegiat kesehatan. Ia mengusulkan agar BPJS fokus pada pengawasan penetapan inasibijis oleh pihak rumah sakit. Timboel menilai, inasibijis merupakan gerbang terjadinya defisit BPJS Kesehatan. Inasibijis (INA-CGB) merupakan sebuah singkatan dari Indonesia Case Base Gropus, yakni sebuah aplikasi yang digunakan rumah sakit untuk mengajukan klaim pada pemerintah. (bisnis.com)
<\/p>\n\n\n\n

Kita tidak pernah tau, apa yang dilakukan rumah sakit terhadap pasien-pasien yang membayar BPJS. Kita juga tidak pernah tau jika ada pasien BPJS kelas I diberi fasilitas kelas II atau III, dan rumah sakit mengklaim biaya kelas I ke negara. Tentu saja yang demikian ini tidak penting bagi antirokok. <\/p>\n\n\n\n

Baca: Ada Campur Tangan Bloomberg dalam Surat Edaran Menkes terkait Pemblokiran Iklan Rokok<\/a><\/p>\n\n\n\n

Sukamta juga bilang, orang-orang yang kecanduan merokok dan mampu membeli rokok yang mahal, dipersilahkan tetap merokok asal menanggung sendiri biaya pengobatan akibat penyakit karena rokok. Asalkan dampak buruk akibat konsumsi rokok tidak membebani negara kerena pemasukan dari cukai tembakau tidak sebanding dengan biaya yang harus dikeluarkan negara. (ayosemarang.com)
<\/p>\n\n\n\n

Bagi saya pribadi, ini adalah statemen yang sangat lucu. Sejak kapan sih negara betul-betul hadir dan perhatian terhadap kesehatan masyarakat, khususnya di pedesaan dan pedalaman? Kalau ada pun, menjalankannya setengah hati. Dan sejak kapan rokok itu menjadi candu, padahal yang candu itu kekuasaan dan menjadikan masyarakat sebagai jembatan untuk menuju \u201ckekuasaan dalam negara\u201d? 
<\/p>\n\n\n\n

Sukamta juga menganggap, bahwa perokok bukan orang yang produktif? Faktanya? Setahu saya orang-orang yang merokok punya produtivitas tinggi, mereka hidup sebagaimana keringat yang diperas setiap hari. Tanpa berharap kepada negara apalagi Sukamta.
<\/p>\n\n\n\n

Sekadar saran saja, sebaiknya PKS tidak perlu ngelantur bicara rokok. Silahkan bicara, asalkan keadilan sosial sebagaimana nama partainya tidak hanya selesai pada tataran konsepsi dan gagah-gagahan, melainkan pada tahap tindakan dan contoh konkrit atasnya.
<\/p>\n","post_title":"Ketika PKS Bicara Rokok","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"ketika-pks-bicara-rokok","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-08-24 10:51:25","post_modified_gmt":"2019-08-24 03:51:25","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5988","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":35},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"epic_block_3"};

\n

Lagu ini pernah menjadi soundtrack <\/em>hidup saya kala menyukai seseorang. Semenjak mendengar dan suka dengan Goodnight Electric saat SMA, baru kali ini Im Ok dibawakan. Goodnight Electric juga kemudian menutup aksi panggung mereka dengan budaya yang tak pernah mereka lewatkan yaitu dengan lagu Rocket Ship Goes By dan tak lupa melemparkan pesawat kertas di dekat penghujung lagu.
<\/p>\n\n\n\n

Jika Goodnight Electric adalah pembukaan yang manis, seperti memberi rangsangan mengingat masa-masa SMA penuh dengan jadwal pensi, maka The Upstairs yang manggung selanjutnya adalah yang meledakkan pesta itu sendiri. Performa enerjik Jimi Multhaza sang vokalis masih saja seperti yang saya ihat 11 tahun lalu saat The Upstairs manggung di depan TVRI. Tak mau melewatkan momen, saya kemudian merapat ke tengah kerumunan dan berdansa resah didalamnya. Benturan-benturan moshpit tak terelakkan tapi saya nikmati karena adrenalin seperti ini jarang lagi bisa ditemukan.
<\/p>\n\n\n\n

Sama seperti Goodnight Electric, The Upstairs menutupnya dengan bijak. Romansa penonton yang hadir akan\u00a0 Pensi ala anak SMA di awal 2000an dan hingga sepuluh tahun setelahnya tak mereka kecewakan. Jimi dkk memilih lagu Matraman sebegai tembang penutup, lagu yang menurut Jimi (saat populer) bisa diputar hingga berulang kali dalam satu hari di radio-radio lokal. Lagu yang kemudian menjadi soundtrack skena persahabatan, cinta, dan tawuran anak SMA kala itu.\u00a0<\/p>\n\n\n\n

Baca: Smoker Traveller: Hero Coffe Kota Tua Semarang<\/a><\/p>\n\n\n\n

The Adams sebagai band ketiga yang tampil lalu datang meneduhkan suasana. Betul, penonton langsung terbuai saat itu oleh suara yang beradu-adu antara Saleh Husein dan Ario Hendarwan. Sing along kemudian jadi hal yang wajib dilakukan saat itu, semuanya menikmati karaoke masal dari lagu-lagu yang dibawakan seperti Hanya Kau, Berwisata, Konservatif, hingga Halo Beni. Suasana kala itu semakin manis saat sang pianis The Adams (hingga kini belum saya ketahui namanya) selalu melemparkan senyumnya ke arah penonton. Ah sial, saat itu saya berada di posisi yang sangat jauh darinya, itu saja sudah membuat saya bergetar.
<\/p>\n\n\n\n

Karena saya memarkir motor di luar area Kuningan City dan hanya dijaga sampai pukul 23:30, akhirnya kami pulang lebih cepat. Saat keluar venue saya memastikan tetap sebats dulu, mereview apa yang menarik terjadi di dalam sana. Saya lantas menarik kesimpulan bahwa dari pengalaman selama hampir tiga jam lebih menikmati konser tanpa rokok, tak terjadi apa-apa dari kami. Tak ada kekhawatiran berlebihan, perubahan mood karena tak merokok, atau keburukan lainnya. Semuanya sama saja dan normal-normal saja.
<\/p>\n\n\n\n

Hanya jika boleh memberi saran kepada pihak pengelola, perampasan rokok tentu mesti dipertimbangkan ulang. Sekali lagi rokok adalah produk legal dan mempunyai aturan yang sudah disepakati terkait pengkonsumsiannya. Lagian, saya kira para perokok sekarang juga sudah mulai tertib terhadap aturan dan tidak ingin merugikan terhadap yang lainnya.<\/p>\n","post_title":"Pengalaman Tiga Jam Lebih Menyaksikan Konser Musik Tanpa Asap Rokok","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"pengalaman-tiga-jam-lebih-menyaksikan-konser-musik-tanpa-asap-rokok","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-09-04 07:32:19","post_modified_gmt":"2019-09-04 00:32:19","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6017","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":6014,"post_author":"877","post_date":"2019-09-03 09:18:50","post_date_gmt":"2019-09-03 02:18:50","post_content":"\n

Masih ingat kemarin, tulisan Djarum yang ada di kaos para atlit olahraga dipermasalahkan KPAI dan kawan-kawannya? Banyak orang-yang omong, ternyata ada orang kaya yang diusik, tapi dia hanya diam tanpa ada kata sedikitpun sebagai pembalasan terhadap yang mengusiknya. Bahkan cenderung mengalah, bikin orang lain gregetan. Kalimat itu yang aku tangkap dari salah satu temen bernama Nur Cholis asal Desa Gribiq, Kabupaten Kudus.<\/p>\n\n\n\n

Seminggunan kemarin, tepatnya Minggu 25 Agustus, teman MTS dulu pulang dari Jakarta. Ia sehari-harinya beraktivitas dan bekerja di sana. Di Jakarta, bersama anak istrinya, yang setiap hari jualan sayuran keliling. <\/p>\n\n\n\n

Kami yang sudah lama tidak ketemu, bahkan lebaran kemarin ternyata dia tak pulang ke Kudus. Pantesan tak ada yang rebut ngajak ngopi, orang yang biasa ngajak ngopi orangnya masih di Jakarta. Memilih lebaran di sana, karena dititipin rumah tetangganya yang katanya sudah seperti keluarganya sendiri yang kala itu baru mudik.\u00a0<\/p>\n\n\n\n

Baca: Sesat pikir KPAI Melarang Audisi Pencarian Bakat Bulutangkis Anak-Anak<\/a><\/p>\n\n\n\n

Temanku itu panggilannya Djumari, rumahnya dulu daerah Kaliwungu Kudus bagian barat. Ia pulang dalam rangka ada acara nikahan saudara dari istrinya. Dasar Djumari, kalau gak ngopi bareng dan ketemu temen-temen gak puas katanya, karena mumpung di Kudus. Ia gunakan kesempatan sebelum datang kesempitan disela-sela acara nikahan saudaranya. Lewat pesan singkat WA, tanpa hitungan jam ajakan ngopi Djumari, langsung di respon banyak teman yang tergabung di group WA. Ada yang tanya kapan datangnya, ada yang komentar besuk aja ngopinya soalnya masih diluar kota, ada yang bilang sore ini aja tancap gas. Djumari menjawabi dan balas komentar teman-teman. Dihari itu, Djumari kayak artis banyak ajakan dan tawaran teman-teman. <\/p>\n\n\n\n

Memang, teman-teman alumni MTS Madrasah Qudsiyyah Kudus kompak sekali, bahkan sudah kayak saudara sendiri semua. Kita sering kumpul walaupun hanya sekedar ngopi, yang penting bertemu dan ngobrol. Tidak jarang, kita ketemu dengan agenda acara resmi dan agak resmi. Seperti disaat salah satu teman punya hajat, bahkan hajat kecilpun kayak acara \u201cmanaqiban\u201d sering mengundang teman lainya. Pasti ada yang bingung apa itu manaqiban<\/em>?. Aku jelasin sebentar, manaqiban itu, acara membaca sejarah Syeih Abdul Qodir Jaelani ulama dahulu setelah masa Shahabat Nabi, yang terkenal alimnya dan sufi serta berkaromah. Nah, bagi kita-kita penggemarnya, sering kali kita baca sejarahnya. Dengan cerita sejarah  Syeih Abdul Qodir Jaelani, kita penggemar berharap agar apa yang kita lakukan dido\u2019akan atau di amini beliau semua urusan kita lancar. Karena menurut kita penggemar, meyakini Syeih Abdul Qodir Jaelani kekasih Tuhan, kalau dalam bahasa Jawa \u201cbolone Gusti Allah\u201d. Ini sekilas penjelasan tentang istilah manaqiban<\/em>, kalau mau tau lebih lanjut, khasiat-khasiatnya, bisa kita diskusi dilain waktu aja. Yang jelas di acara manaqiban<\/em> ini sudah jadi tradisi ada \u201cingkung\u201d ayamnya. Ini yang biasa kita nantikan.<\/p>\n\n\n\n

Kembali ke acara ngopi, disore itu temenku Djumari langsung nentukan tempat ngopi dan waktunya. Kita biasa ngopi ditempat sederhana. Akhirnya, Djumari mutusin habis isya\u2019 kumpul dan ngopi di rumah teman kita satunya namanya Nur Cholis, juga tergabung dalam group WA. Setelah tahu bakal kerumahnya, Nur Cholis langsung komen, lapan enam laksanakan. Aku langsung teringat temenku namanya Fawaz, orang Betawi keturunan Arab, sering kalau jawab pas di WA pakai tulisan lapan enam.\u00a0<\/p>\n\n\n\n

Baca: PB Djarum, Prestasi Bulutangkis Nasional, dan Kegagalan KPAI Memahami Peristiwa<\/a><\/p>\n\n\n\n

Waktu isya\u2019 tiba, suasana mau hujan, sedikit grimis, hawanya lumayan dingin dibanding sebelumnya panas dan gerah. Tapi semangat ngopi dam ngobrol teman-teman tak mengendor. Bahkan di group sudah ada yang ribut, ngajak-ngajak \u201cayo ayo waktunya kopdar tiba, ada bonus banyak rezeki lho\u201d, Rifai namanya, seorang pembicara atau muballig yang sering ceramah di masyarakat. <\/p>\n\n\n\n

Aku datang sekitar jam 20.00, terlihat banyak tema yang sudah pada kumpul, didepannya ada segelas kopi. Maklum kita orang desa ngopinya gak pakai cangkir, tapi pakai gelas es yang tinggi. Dibenakku ini ngopi apa kehausan?, tapi yang penting tetap ngopi dan merokok. Di meja terlihat banyak rokok bermacam-macam mereknya, sesuai kesukaan masing-masing. Ada yang bawa Sukun Putih, ada yang bawa Gudang Garam, kebanyakan bawa LA, tapi ada juga yang bawa rokok bikinan sendiri alias \u201cTingwe\u201d nglinting dewe dirumah ditaruh plastik. Aku coba rokok tingwe itu sambil ngobrol bareng, ternyata lumayan enak ramuan rokoknya, dibanding tingwe tingwe yang pernah aku rasakan. Yang buat tingwe namanya Sutopo, profesinya sehari-hari memang jual beli tembakau. Karena penasaran, sutopo aku tanya, kok enak, ini tembakau mana?. Dijawabnya \u201cbiasa tembakau Temanggung\u201d tapi aku kasih cengkeh kualitas wahid, dan sedikit ramuan saos sendiri (bahannya dirahasiakan), yang jelas katanya bahan saos dari rempah rempah bikinan sendiri. <\/p>\n\n\n\n

Ngobrol kita mengalir tanpa ada sekat dan batasan, malah terkadang pada ngobrol sendiri-sendiri dengan teman didekatnya. Giliran Djumari disuruh cerita pengalamannya, teman teman pada diam, mungkin pada penasaran. Soalnya dulu, sebelum ke Jakarta ia bekerja di Djarum. Ia ceritakan alasannya harus ke Jakarta. Awalnya, sering pulang pergi Jakarta Kudus untuk pengobatan istrinya yang sedang sakit di salah satu pengobatan alternatif disana atas rekomendasi saudaranya yang sudah lama hidup di Jakarta. Ia menceritakan sakit istrinya yang sering pusing, dan pusingnya bukan pusing biasa, dan seringkali istrinya sampai membentur-benturkan kepalanya. Kemudian, saat diharuskan kontinyu pengobatannya, minimal satu tahun agar cepat sembuh, akhirnya ia putusin meninggalkan Kudus sementara, termasuk pekerjaannya. Alhamdulillah istrinya sekarang sudah sembuh total.\u00a0<\/p>\n\n\n\n

Baca: Cacat Pikir KPAI Memaknai Kata Ekploitasi Anak dan Promosi<\/a><\/p>\n\n\n\n

Disela sela nungguin istrinya sakit, ia sering diajak saudaranya jualan sayuran keliling. Nah, walaupun sekarang istrinya sudah sembuh, ia tetap di Jakarta. Sebab dipikirannya, kalau kembali ke Kudus mulai dari awal lagi, mending yang sudah ada didepan mata dijalanin dulu. Nanti pelan-pelan sambil melihat peluang di Kudus, ia pun akan pulang. Obrolan tetap seru, walaupun djarum jam sudah tepat diangka 12.00 malam. Namun domain obrolan lebih pada Djumari sebagai nara sumber, ia menceritakan semua pengalaman dan kejadia yang ia lihat, sampai ia menceritakan berita kalau pabrik Djarum yang dulu pernah ia singgahi, sedang dipermasalahkan KPAI. Memang sebenarnya ia tak paham alur permasalahanya. Tahunya, KPAI gak suka bulu tangkis Djarum berjalan, memusuhi rokok. <\/p>\n\n\n\n

Sebagai orang yang pernah menjadi karyawan Djarum, jadi wajar dan pantas kalau ia membela Djarum, apalagi ia asli Kudus. Saking semangatnya, ia ngomong \u201cnek aku dadi Djarum, tak tuku iku KPAI, paling ora tak lawan\u201d \u201candaikan aku yang punya Djarum, aku beli KPAI, paling tidak dilawan\u201d. Ada yang menyambar omongan, \u201csampek matek kuwe Djum, ogak bakal dadi bos Djarum\u201d \u201csampai mati kamu Djum, tidak akan jadi bos Djarum\u201d haha\u2026\u2026disambut dengan tawa klakaran teman-teman termasuk saya sendiri. Di sela-sela tawa, tuan rumah ngomong \u201cancen gawe gregeten, kenopo Djarum mung meneng, malah ngalah\u201d \u201cbikin gregeten, kenapa Djarum diam dan cenderung mengalah\u201d. <\/p>\n\n\n\n

Nah, ternyata, banyak orang yang sangat simpati dan membela pabrik Djarum, terutama orang Kudus. Rata-rata mereka, tak tahu apa yang harus dilakukan, apa yang harus diperbuat. Sebagai manusia lemah, mereka hanya bisa marah  yang terpendaam dalam hati, dengan melihat kejadian KPAI menyerang Djarum. Coba, andaikan mereka tahu kalau dibelekang KPAI ada kepentingan asing yang mengusik rokok kretek asli Kudus, yang sudah mendarah daging bagi masyarakat Kudus. Pastinya, pembelaanya lebih dari itu, bahkan mungkin mati-matian.
<\/p>\n","post_title":"Cerita di Balik Segelas Kopi untuk Djarum","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"cerita-di-balik-segelas-kopi-untuk-djarum","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-09-03 09:19:00","post_modified_gmt":"2019-09-03 02:19:00","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6014","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":6008,"post_author":"878","post_date":"2019-08-30 15:06:07","post_date_gmt":"2019-08-30 08:06:07","post_content":"\n

Pada mulanya, saya mengira tanaman tembakau ditanam, dirawat, dan dipanen sama dengan kebanyakan tanaman-tanaman semusim lainnya di negeri ini. Ada proses pembibitan, kemudian proses penanaman, lantas tanaman rutin disiram dan diberi pupuk, ada proses perawatan hingga akhirnya dipanen ketika musim panen tiba. Tapi nyatanya, perkiraan saya salah. Tembakau tanaman yang cukup unik. Beda dari banyak tanaman semusim lain yang lazim ditanam petani di banyak tempat di Indonesia.<\/p>\n\n\n\n

Hal paling menonjol yang membedakan tanaman tembakau dengan tanaman semusim lain ada pada masa tanam dan masa panen tiba. Tanaman tembakau menjadi anomali karena ditanam saat musim penghujan akan berakhir. Lalu dipanen ketika musim kemarau sedang berada pada puncaknya. Saat tanaman-tanaman semusim lainnya enggan tumbuh, bahkan rumput sekalipun mengering karena kemarau.<\/p>\n\n\n\n

Tiga tahun belakangan, saya banyak bergaul dengan petani dan buruh tani tembakau di Kabupaten Temanggung, juga dengan anak-anak mereka. Jika sebelumnya saya sekadar penikmat rokok kretek, tiga tahun belakangan, saya mulai tertarik untuk mempelajari seluk-beluk seluruh lini yang mendukung industri kretek nasional. Yang paling menarik minat saya, tentu saja konteks pertanian dan sosial masyarakat yang memproduksi komoditas yang menjadi bahan baku utama produk kretek. Tembakau dan cengkeh.<\/p>\n\n\n\n

Baca: Melihat Petani Tembakau di Temanggung Memanen Tembakau Mereka<\/a><\/p>\n\n\n\n

Dari sekian banyak hal menarik yang disajikan pertanian tembakau hingga proses penjualan hasil panen tembakau yang saya amati di wilayah Kabupaten Temanggung, hal yang terus menerus menarik minat saya dan hingga saat ini belum sepenuhnya saya pahami adalah proses panen tembakau dan penentuan grade tembakau hasil panenan petani. Sama seperti kesalahan saya mengira tanaman tembakau ditanam dan diproses mirip dengan tanaman semusim lainnya, dugaan saya perihal proses panen tembakau juga salah sepenuhnya. Dahulu saya mengira daun-daun yang siap dipanen dari tanaman tembakau ya dipanen begitu saja. Menunggu daun-daun yang tumbuh pada tanaman tembakau siap dipanen, lantas dipanen seluruhnya dalam satu waktu oleh para pekerja di kebun. Nyatanya tidak begitu. Dan lebih rumit dari itu.<\/p>\n\n\n\n

Mayoritas tembakau yang ditanam di wilayah Temanggung berasal dari jenis kemloko. Ada kemloko 1, kemloko 2, dan kemloko 3. Dari ketiga varietas kemloko tersebut, metode panen dan penentuan grade tembakau memiliki tata cara yang sama persis. Seluruh petani di Temanggung menerapkan metode panen yang mirip. Dari metode panen tersebut, ternyata berpengaruh terhadap tingkatan kualitas tembakau yang dipanen, petani di Temanggung kerap menyebut \u2018tiam\u2019 atau \u2018grade\u2019 untuk perbedaan tingkat kualitas tembakau yang dipanen.<\/p>\n\n\n\n

Tidak seperti tanaman semusim lainnya yang dipanen dalam satu waktu, tembakau dipanen bertahap mulai dari daun terbawah pada pohon hingga daun teratas. Dalam satu tanaman tembakau, panen bisa berlangsung sebanyak 13 hingga 15 kali dalam sekali musim tembakau. Jarak antara panen satu dengan panen lainnya, antara lima dan tujuh hari. Dengan kondisi ini, musim panen tembakau di Temanggung atau yang kerap disebut musim \u2018mbakon\u2019 bisa berlangsung selama dua hingga tiga bulan. Tahun ini, panen dimulai pada pertengahan Juli dan diprediksi akan berakhir pada pertengahan Oktober.<\/p>\n\n\n\n

Baca: Tuhan Tidak Menciptakan Tembakau untuk Dibenci dan Dicaci<\/a><\/p>\n\n\n\n

Metode panen seperti itu, yang bertahap dan berjeda dari panen satu daun ke daun lainnya ternyata berpengaruh terhadap tingkatan kualitas daun tembakau. Daun-daun yang dipanen lebih awal, gradenya berada pada grade yang rendah. Grade terus meningkat hingga sampai puncaknya seiring panen-panen selanjutnya pada tanaman yang sama. Dalam satu tanaman tembakau, grade daun sudah pasti berbeda-beda sesuai dengan waktu panenan daun di tanaman tersebut.<\/p>\n\n\n\n

Agar lebih mudah dipahami, mari kita bayangkan sebatang tanaman tembakau yang tumbuh subur dalam kondisi normal dan tanaman itu sudah mulai memasuki masa panen. Pada sebatang tanaman tembakau itu tumbuh sebanyak 17 helai daun dari bawah ke atas. Panen pertama dimulai. Daun paling bawah dari tanaman tembakau itu dipetik untuk dipanen. Hanya satu helai daun saja, yang terbawah. Daun yang pertama dipanen itu, biasanya memiliki grade A. Adakalanya kualitas tembakau pada panenan pertama sudah mulai berada pada grade B. Di beberapa titik bahkan sudah ada yang menghasilkan tembakau grade C. <\/p>\n\n\n\n

Lima hingga tujuh hari kemudian, panen daun kedua dilakukan. Satu daun saja dari sebatang tanaman, daun terbawah yang dipanen. Lima hingga tujuh hari berikutnya lantas dipanen lagi. Begitu seterusnya hingga 12 atau 13 kali panen. Semakin ke atas daun yang dipanen seiring bertambahnya waktu, grade tembakau juga meningkat hingga puncaknya berhenti di grade F. Hanya sedikit tembakau yang bisa melampau grade F, mencapai grade G dan H, itulah tembakau-tembakau jenis srintil berharga jutaan rupiah per kilogramnya.<\/p>\n\n\n\n

Selain waktu panen dan letak daun dalam sebatang tanaman, jenis tanah, unsur hara yang terkandung dalam tanah, asupan embun alami, pancaran sinar matahari yang cukup, serta proses fermentasi dan penjemuran usai daun-daun dipanen, menjadi penentu kualitas tembakau yang menempatkan daun tembakau itu pada grade tertentu. Satu hal lain lagi yang sangat berpengaruh terhadap grade tembakau adalah wilayah tembakau itu ditanam. Ada tiga wilayah tempat tembakau biasa ditanam. Wilayah persawahan (dataran rendah), wilayah tegalan (dataran menengah), dan wilayah gunung (dataran tinggi). Kondisi tanah dan faktor ketinggian dan kondisi geografis lainnya berpengaruh terhadap kualitas tembakau.<\/p>\n\n\n\n

Di wilayah persawahan, tanaman tembakau memang subur dan tumbuh cepat, namun tembakau yang ditanam di sana maksimal hanya bisa menghasilkan tembakau grade D, atau D+. Sedang tembakau yang ditanam di wilayah tegalan, maksimal bisa menghasilkan tembakau grade E hingga E+. Yang terbaik, tentu saja tembakau yang ditanam di wilayah gunung. Meskipun membutuhkan waktu tanam lebih lama dibanding dua wilayah lainnya, rata-rata panenan terakhir mencapai grade F hingga seterusnya dengan tembakau terbaik bernama srintil.   <\/p>\n\n\n\n

Ini sedikit yang saya pelajari di Temanggung hasil belajar langsung dari para petani di sana. Saya tidak tahu dengan metode panen dan penentuan grade tembakau di wilayah lain dengan jenis tembakau lain juga. Menarik sebetulnya mencari tahu di tempat lain. Semoga sekali waktu nanti berkesempatan untuk itu. 
<\/p>\n","post_title":"Penentuan Grade Tembakau di Temanggung","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"penentuan-grade-tembakau-di-temanggung","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-08-30 15:06:14","post_modified_gmt":"2019-08-30 08:06:14","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6008","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5999,"post_author":"877","post_date":"2019-08-28 09:40:02","post_date_gmt":"2019-08-28 02:40:02","post_content":"\n

Direktur Pusat Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Amerika Serikat (CDC), Robert Redfield, mengungkapkan kematian tragis di Illinois memperkuat dugaan karena vape<\/a> atau rokok elektrik. Berita tersebut atas laporan Dinas Kesehatan Illinois yang mengumumkan ada satu pasien yang akhirnya meninggal dunia. Kasus ini kemungkinan jadi kasus pertama kematian akibat penyakit berkaitan dengan vape.
<\/p>\n\n\n\n

Kejadian di atas menjawab keberadaan vape atau rokok elektrik sangat membahayakan. Berbeda dengan resiko rokok kretek, bisa menimbulkan penyakit jika mengkonsumsinya berlebihan atau kebanyakakan, dan hidup tidak seimbang. Misalnya dalam satu hari merokok sampai tiga atau empat bungkus, tanpa makan nasi atau makan-makanan sehat, tanpa olah raga, tanpa minum air putih, selalu didampingi kopi atau teh, istirahatnya kurang dan sebagainya. Maka dipastikan orang tersebut akan jatuh sakit bahkan meninggal dunia.\u00a0<\/p>\n\n\n\n

Baca: Terkuak, Rokok Elektrik Berbahaya bagi Kesehatan<\/a><\/p>\n\n\n\n

Tidak hanya itu, otoritas kesehatan di Amerika Serikat telah berhasil menginvestigasi kemunculan penyakit paru-paru misterius di antara kalangan pengguna rokok elektrik atau vape. Dilaporkan setidaknya ada 195 kasus potensial penyakit paru-paru di 22 Negara karena kena dampak dari vape atau rokok elektrik.
<\/p>\n\n\n\n

Jadi, masyarakat perlu waspada beredarnya vape atau rokok elektrik. Belum lagi, sebetulnya rokok elektrik atau vape, berdampak juga peningkatan perokok anak.\u00a0 Yang menjadi daya tarik bagi anak, selain bentuknya yang elegan, simpel, juga beraroma buah-buahan yang terkemas dalam cairan.<\/strong><\/p>\n\n\n\n

Orang yang mengatakan bahwa vape atau rokok elektrik lebih mensehatkan dari pada rokok kretek, pendapat tersebut sangat keliru. Disampaing efek dari rangkaian listrik dan battre juga cairan dalam rokok elektrik berpengaruh terhadap resiko jantung.  <\/p>\n\n\n\n

Hasil penelitian yang diterbitkan dalam Journal of American College of Cardiology pada Mei lalu ini menambah bukti bahwa cairan rokok elektrik dapat menghambat fungsi sel-sel tubuh yang berperan dalam kesehatan jantung. Cairan dalam vape atau rokok elektrik pada akhirnya merusak sel-sel yang melapisi pembuluh darah. <\/p>\n\n\n\n

Keberadaan vape atau rokok elektrik di pasaran sangat membahayakan bagi orang Indonesia, terlebih pemuda-pemuda, yang banyak memilih merokok vape aatau rokok elektri. Menurutnya, selain bentuk kecil, simpel dibawa dan ada aroma buah-buahan sesuai selera. Akan tetapi dibalik bentuknya yang bagus, menyembunyikan banyak penyakit ketika dikonsumsi.\u00a0<\/p>\n\n\n\n

Baca: Kata Siapa Lebih Sehat? Perokok Elektrik Berisiko Terjangkit Penyakit Kardiovaskular<\/a><\/p>\n\n\n\n

Hingga kini CDC masih melakukan investigasi lebih lanjut, dengan mengimbau agar para dokter mengumpulkan data dan sampel bila menemukan pasien dengan gejala penyakit paru serupa, tentunya akibat rokok elektrik atau vape. Bentuk dan merek rokok elektrik dan vape banyak varian dan banyak merek. JUUL termasuk merek rokok elektrik atau vape yang saat ini naik daun.\u00a0<\/p>\n\n\n\n

Ada yang mengatakan bahwa tak tepat membandingkan rokok tembakau dengan rokok elektrik. Ya benar tak tepat, karena rokok elektrik atau vape resikonya sangat tinggi. Sedang rokok tembakau resikonya kecil, apa lagi rokok kretek mungkin resikonya sangat kecil sekali terhadap tubuh. Alasannya, munculnya rokok kretek bertujuan untuk pengobatan sakit bengek, dan tujuannya berhasil. Hingga banyak orang melakukan pemesanan rokok kretek saat itu, rokok kretek belum sebagai industri besar masih bersifat rumahan,  keadaan tersebut sekitar abad 19. <\/p>\n\n\n\n

Dalam studi ini, tim peneliti menemukan bukti efek toksik pada sel-sel yang melapisi pembuluh darah dan melindungi jantung. Beberapa bukti tersebut termasuk di antaranya gangguan pada fungsi sel dan munculnya tanda-tanda peradangan. Para peneliti mengamati bagaimana respons sel saat bersentuhan dengan cairan rokok elektrik. Efek yang paling kentara terlihat pada cairan dengan rasa kayu manis.<\/p>\n\n\n\n

Baca: Riset Kesehatan Rokok Elektrik<\/a><\/p>\n\n\n\n

Sekelompok ahli kardiovaskular dari University of Massachusetts menganjurkan peneliti agar melakukan uji rokok elektrik atau vape lebih yang beraroma. Karena sumsi sementara, produk vape atau rokok elektrik yang beraroma dan punya pilihan rasa lebih berbahaya dari pada rokok vape natural. Namun yang banyak beredar dipasaran, justru yang beraroma dan berasa buah-buahan, dari pada yang natural. <\/p>\n\n\n\n

Studi pada 2018 lalu menunjukkan, penggunaan rokok elektrik harian berisiko terhadap serangan jantung, meski dengan probabilitas yang lebih rendah daripada perokok tembakau. Menurut dr Lawrence Phillips pakar kardiovaskular NYU Langone Health mengatakan \u201cKita melihat semakin banyak bukti bahwa rokok elektrik berhubungan dengan peningkatan risiko serangan jantung\u201d.<\/p>\n\n\n\n

Dari hasil pakar dan hasil studi di atas menegaskan bahwa keberadaan rokok vape atau rokok elektrik, resikonya sangat besar. Bahan utama rokok vape atau elektrik yang paling besar memberikan efek negatif pada tubuh manusia adalah cairan perasa. Akibat cairan perasa dalam rokok elektrik  atau vape termasuk merek JUUL beresiko terjadi peradangan, terjangkit penyakit jantung dan paru-paru akut, selanjutnya berakibat kematian. <\/p>\n\n\n\n

Untuk itu, demi masa depan bangsa Indonesia harusnya ada regulasi pelarangan peredaran rokok elektrik atau vape yang nyata-nyata telah ada kasus dengan didukung beberapa riset dan studi tentang konten rokok elektrik atau vape, yang hasilnya mempunyai resiko tinggi dapat menyebabkan penyakit berujung kematian.         
<\/p>\n","post_title":"Perokok Elektrik Berisiko Besar Terjangkit Penyakit Mematikan","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"perokok-elektrik-berisiko-besar-terjangkit-penyakit-mematikan","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-08-28 09:40:09","post_modified_gmt":"2019-08-28 02:40:09","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5999","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5988,"post_author":"855","post_date":"2019-08-24 10:41:28","post_date_gmt":"2019-08-24 03:41:28","post_content":"\n

Sumber permasalahan besar dunia pertembakauan sejatinya bukan iklim dan hama, melainkan kebijakan pemerintah dan para plolitisi yang ikut serta membicarakannya, tanpa dasar yang kuat, adil dan cenderung ugal-ugalan.
<\/p>\n\n\n\n

Jika orang dahulu tidak berani bicara kecuali kepada hal-hal yang benar-benar diketahui, kali ini banyak sekali orang yang banyak bicara daripada membaca, baik buku maupun alam kauniyah (dunia nyata). Maka jangan heran, jika tidak sedikit politisi dan pemerintah yang gagal paham dunia pertembakau, dari berbagai sisi, karena mereka mendapatkan informasi sepotong-sepotong, tanpa ada usaha untuk tabayyun <\/em>lebih mendalam apalagi turun ke ladang untuk memastikan.
<\/p>\n\n\n\n

Kini hama petani muncul lagi dari kalangan politisi. Sebut saja namanya Sukamta (nama asli) yang kini menjabat sebagai sekretaris Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS). Kenapa semua orang yang terkait dengan industri hasil tembakau (petani, buruh, dsb) dianggap tidak sejahtera, ya karena partai yang harusnya adil saja tidak mampu berbuat adil, bahkan dalam pikiran dan apa yang keluar dari mulutnya.<\/p>\n\n\n\n

Baca: Tuhan Tidak Menciptakan Tembakau untuk Dibenci dan Dicaci<\/a>
<\/p>\n\n\n\n

Tidak perlu bicara terlalu jauh. Mari kita kita uji omongan Sukamta yang dimuat situs ayosemarang.com, 22 Agustus 2019. Omongan yang sejatinya sebuah template dan selalu dipakai oleh antirokok. Semacam gaya kampanye sholih li kulli zaman wal makan, <\/em>meski dibangun dari logika berantakan dan cenderung mengutamakan kengawuran daripada analisa yang mendalam. Ya memang itulah keistimewaan antirokok, anti terhadap data valid dan percaya diri berlebihan dalam kesesatan berpikir.
<\/p>\n\n\n\n

Bagi Sukamta, harga rokok di Indonesia, sebuah negeri yang besar salah satunya ditopang oleh dunia pertembakauan, harus dinaikkan 700 persen. Alasannya supaya orang miskin tidak dapat membeli rokok. Jika orang miskin yang merokok jatuh sakit, maka negara melalui (Jaminan Kesehatan Nasional) JKN rugi menanggung biayanya. Tentu saja ini berbeda dengan, orang kaya boleh makan junkfood<\/em>, minuman bersoda, dan berlaku semaunya, karena jika jatuh sakit mereka bisa membiayai sendiri dan dapat memperkaya negara.
<\/p>\n\n\n\n

Cara sistematis ini akan diduplikasi dan diperbarui terus menerus. Bermula dari seorang sakit yang berobat ke dokter, jika ia merokok maka dokter akan berkata, \u201cbapak sakit karena rokok\u201d, dan dokter tidak secara jujur bahwa penyakit itu datang dari sebab apapun, bisa gula, bisa gaya hidup yang berantakan, kurang minum air putih, stres dengan obat mahal, dsb.
<\/p>\n\n\n\n

Kenapa Sukamta cenderung ingin menaikkan harga rokok untuk menyelesaikan permasalahan JKN yang rumit itu? Ya karena sudah menjadi tabiat antirokok, bahwa berpikir keras untuk mencari solusi adalah buang-buang waktu, makanya rokok akan disalahkan supaya permasalahan menjadi lekas selesai. 
<\/p>\n\n\n\n

Coba kita kembali ke tahun 2018, saat BPJS Kesehatan defisit dan ditambal oleh cukai rokok. Para pegiat kesehatan beralasan, jumlah masyarakat sakit yang kian bertambah dan narasi yang kemudian dibangun; sakit-sakit itu disebabkan oleh rokok. Tidak berhenti sampai di situ, beragam alasan yang penting pengelola kesehatan \u201cselamat\u201d banyak digaungkan di media (tanpa ada sikap ksatria untuk mengakui bahwa memang masih banyak masalah dalam JKN, baik pengelolaan maupun skema yang lebih baik, yang perlu dicarikan solusi).<\/p>\n\n\n\n

Baca: Kegagalan Lakpesdam PBNU dalam Melihat Produk Tembakau Alternatif<\/a><\/p>\n\n\n\n

Koordinator Advokasi BPJS Watch, Timboel Siregar, megkritisi beragam narasi yang dibangun oleh pegiat kesehatan. Ia mengusulkan agar BPJS fokus pada pengawasan penetapan inasibijis oleh pihak rumah sakit. Timboel menilai, inasibijis merupakan gerbang terjadinya defisit BPJS Kesehatan. Inasibijis (INA-CGB) merupakan sebuah singkatan dari Indonesia Case Base Gropus, yakni sebuah aplikasi yang digunakan rumah sakit untuk mengajukan klaim pada pemerintah. (bisnis.com)
<\/p>\n\n\n\n

Kita tidak pernah tau, apa yang dilakukan rumah sakit terhadap pasien-pasien yang membayar BPJS. Kita juga tidak pernah tau jika ada pasien BPJS kelas I diberi fasilitas kelas II atau III, dan rumah sakit mengklaim biaya kelas I ke negara. Tentu saja yang demikian ini tidak penting bagi antirokok. <\/p>\n\n\n\n

Baca: Ada Campur Tangan Bloomberg dalam Surat Edaran Menkes terkait Pemblokiran Iklan Rokok<\/a><\/p>\n\n\n\n

Sukamta juga bilang, orang-orang yang kecanduan merokok dan mampu membeli rokok yang mahal, dipersilahkan tetap merokok asal menanggung sendiri biaya pengobatan akibat penyakit karena rokok. Asalkan dampak buruk akibat konsumsi rokok tidak membebani negara kerena pemasukan dari cukai tembakau tidak sebanding dengan biaya yang harus dikeluarkan negara. (ayosemarang.com)
<\/p>\n\n\n\n

Bagi saya pribadi, ini adalah statemen yang sangat lucu. Sejak kapan sih negara betul-betul hadir dan perhatian terhadap kesehatan masyarakat, khususnya di pedesaan dan pedalaman? Kalau ada pun, menjalankannya setengah hati. Dan sejak kapan rokok itu menjadi candu, padahal yang candu itu kekuasaan dan menjadikan masyarakat sebagai jembatan untuk menuju \u201ckekuasaan dalam negara\u201d? 
<\/p>\n\n\n\n

Sukamta juga menganggap, bahwa perokok bukan orang yang produktif? Faktanya? Setahu saya orang-orang yang merokok punya produtivitas tinggi, mereka hidup sebagaimana keringat yang diperas setiap hari. Tanpa berharap kepada negara apalagi Sukamta.
<\/p>\n\n\n\n

Sekadar saran saja, sebaiknya PKS tidak perlu ngelantur bicara rokok. Silahkan bicara, asalkan keadilan sosial sebagaimana nama partainya tidak hanya selesai pada tataran konsepsi dan gagah-gagahan, melainkan pada tahap tindakan dan contoh konkrit atasnya.
<\/p>\n","post_title":"Ketika PKS Bicara Rokok","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"ketika-pks-bicara-rokok","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-08-24 10:51:25","post_modified_gmt":"2019-08-24 03:51:25","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5988","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":35},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"epic_block_3"};

\n

Akhirnya kami pun mengikhlaskan, walau sejatinya harus jua bertindak licik dengan menyembunyikan rokok kami di luar. Bukan apa-apa ini lebih faktor mubazir. Tiba saatnya acara dan Ajis Doa Ibu serta Gilang Gombloh memecahkan suasana dengan dark jokes soal agama hingga lelucon soal Fiersa Besari. Goodnigh Electric kemudian menjadi band pembuka dengan membawakan tembang-tembang lawas seperti Am i Robot, Teenage Love and Broken Heart, The Supermarket I Am In, hingga lagu syahdu mereka yang saya tunggu-tunggu untuk dibawakan yaitu Im OK.\u00a0
<\/p>\n\n\n\n

Lagu ini pernah menjadi soundtrack <\/em>hidup saya kala menyukai seseorang. Semenjak mendengar dan suka dengan Goodnight Electric saat SMA, baru kali ini Im Ok dibawakan. Goodnight Electric juga kemudian menutup aksi panggung mereka dengan budaya yang tak pernah mereka lewatkan yaitu dengan lagu Rocket Ship Goes By dan tak lupa melemparkan pesawat kertas di dekat penghujung lagu.
<\/p>\n\n\n\n

Jika Goodnight Electric adalah pembukaan yang manis, seperti memberi rangsangan mengingat masa-masa SMA penuh dengan jadwal pensi, maka The Upstairs yang manggung selanjutnya adalah yang meledakkan pesta itu sendiri. Performa enerjik Jimi Multhaza sang vokalis masih saja seperti yang saya ihat 11 tahun lalu saat The Upstairs manggung di depan TVRI. Tak mau melewatkan momen, saya kemudian merapat ke tengah kerumunan dan berdansa resah didalamnya. Benturan-benturan moshpit tak terelakkan tapi saya nikmati karena adrenalin seperti ini jarang lagi bisa ditemukan.
<\/p>\n\n\n\n

Sama seperti Goodnight Electric, The Upstairs menutupnya dengan bijak. Romansa penonton yang hadir akan\u00a0 Pensi ala anak SMA di awal 2000an dan hingga sepuluh tahun setelahnya tak mereka kecewakan. Jimi dkk memilih lagu Matraman sebegai tembang penutup, lagu yang menurut Jimi (saat populer) bisa diputar hingga berulang kali dalam satu hari di radio-radio lokal. Lagu yang kemudian menjadi soundtrack skena persahabatan, cinta, dan tawuran anak SMA kala itu.\u00a0<\/p>\n\n\n\n

Baca: Smoker Traveller: Hero Coffe Kota Tua Semarang<\/a><\/p>\n\n\n\n

The Adams sebagai band ketiga yang tampil lalu datang meneduhkan suasana. Betul, penonton langsung terbuai saat itu oleh suara yang beradu-adu antara Saleh Husein dan Ario Hendarwan. Sing along kemudian jadi hal yang wajib dilakukan saat itu, semuanya menikmati karaoke masal dari lagu-lagu yang dibawakan seperti Hanya Kau, Berwisata, Konservatif, hingga Halo Beni. Suasana kala itu semakin manis saat sang pianis The Adams (hingga kini belum saya ketahui namanya) selalu melemparkan senyumnya ke arah penonton. Ah sial, saat itu saya berada di posisi yang sangat jauh darinya, itu saja sudah membuat saya bergetar.
<\/p>\n\n\n\n

Karena saya memarkir motor di luar area Kuningan City dan hanya dijaga sampai pukul 23:30, akhirnya kami pulang lebih cepat. Saat keluar venue saya memastikan tetap sebats dulu, mereview apa yang menarik terjadi di dalam sana. Saya lantas menarik kesimpulan bahwa dari pengalaman selama hampir tiga jam lebih menikmati konser tanpa rokok, tak terjadi apa-apa dari kami. Tak ada kekhawatiran berlebihan, perubahan mood karena tak merokok, atau keburukan lainnya. Semuanya sama saja dan normal-normal saja.
<\/p>\n\n\n\n

Hanya jika boleh memberi saran kepada pihak pengelola, perampasan rokok tentu mesti dipertimbangkan ulang. Sekali lagi rokok adalah produk legal dan mempunyai aturan yang sudah disepakati terkait pengkonsumsiannya. Lagian, saya kira para perokok sekarang juga sudah mulai tertib terhadap aturan dan tidak ingin merugikan terhadap yang lainnya.<\/p>\n","post_title":"Pengalaman Tiga Jam Lebih Menyaksikan Konser Musik Tanpa Asap Rokok","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"pengalaman-tiga-jam-lebih-menyaksikan-konser-musik-tanpa-asap-rokok","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-09-04 07:32:19","post_modified_gmt":"2019-09-04 00:32:19","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6017","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":6014,"post_author":"877","post_date":"2019-09-03 09:18:50","post_date_gmt":"2019-09-03 02:18:50","post_content":"\n

Masih ingat kemarin, tulisan Djarum yang ada di kaos para atlit olahraga dipermasalahkan KPAI dan kawan-kawannya? Banyak orang-yang omong, ternyata ada orang kaya yang diusik, tapi dia hanya diam tanpa ada kata sedikitpun sebagai pembalasan terhadap yang mengusiknya. Bahkan cenderung mengalah, bikin orang lain gregetan. Kalimat itu yang aku tangkap dari salah satu temen bernama Nur Cholis asal Desa Gribiq, Kabupaten Kudus.<\/p>\n\n\n\n

Seminggunan kemarin, tepatnya Minggu 25 Agustus, teman MTS dulu pulang dari Jakarta. Ia sehari-harinya beraktivitas dan bekerja di sana. Di Jakarta, bersama anak istrinya, yang setiap hari jualan sayuran keliling. <\/p>\n\n\n\n

Kami yang sudah lama tidak ketemu, bahkan lebaran kemarin ternyata dia tak pulang ke Kudus. Pantesan tak ada yang rebut ngajak ngopi, orang yang biasa ngajak ngopi orangnya masih di Jakarta. Memilih lebaran di sana, karena dititipin rumah tetangganya yang katanya sudah seperti keluarganya sendiri yang kala itu baru mudik.\u00a0<\/p>\n\n\n\n

Baca: Sesat pikir KPAI Melarang Audisi Pencarian Bakat Bulutangkis Anak-Anak<\/a><\/p>\n\n\n\n

Temanku itu panggilannya Djumari, rumahnya dulu daerah Kaliwungu Kudus bagian barat. Ia pulang dalam rangka ada acara nikahan saudara dari istrinya. Dasar Djumari, kalau gak ngopi bareng dan ketemu temen-temen gak puas katanya, karena mumpung di Kudus. Ia gunakan kesempatan sebelum datang kesempitan disela-sela acara nikahan saudaranya. Lewat pesan singkat WA, tanpa hitungan jam ajakan ngopi Djumari, langsung di respon banyak teman yang tergabung di group WA. Ada yang tanya kapan datangnya, ada yang komentar besuk aja ngopinya soalnya masih diluar kota, ada yang bilang sore ini aja tancap gas. Djumari menjawabi dan balas komentar teman-teman. Dihari itu, Djumari kayak artis banyak ajakan dan tawaran teman-teman. <\/p>\n\n\n\n

Memang, teman-teman alumni MTS Madrasah Qudsiyyah Kudus kompak sekali, bahkan sudah kayak saudara sendiri semua. Kita sering kumpul walaupun hanya sekedar ngopi, yang penting bertemu dan ngobrol. Tidak jarang, kita ketemu dengan agenda acara resmi dan agak resmi. Seperti disaat salah satu teman punya hajat, bahkan hajat kecilpun kayak acara \u201cmanaqiban\u201d sering mengundang teman lainya. Pasti ada yang bingung apa itu manaqiban<\/em>?. Aku jelasin sebentar, manaqiban itu, acara membaca sejarah Syeih Abdul Qodir Jaelani ulama dahulu setelah masa Shahabat Nabi, yang terkenal alimnya dan sufi serta berkaromah. Nah, bagi kita-kita penggemarnya, sering kali kita baca sejarahnya. Dengan cerita sejarah  Syeih Abdul Qodir Jaelani, kita penggemar berharap agar apa yang kita lakukan dido\u2019akan atau di amini beliau semua urusan kita lancar. Karena menurut kita penggemar, meyakini Syeih Abdul Qodir Jaelani kekasih Tuhan, kalau dalam bahasa Jawa \u201cbolone Gusti Allah\u201d. Ini sekilas penjelasan tentang istilah manaqiban<\/em>, kalau mau tau lebih lanjut, khasiat-khasiatnya, bisa kita diskusi dilain waktu aja. Yang jelas di acara manaqiban<\/em> ini sudah jadi tradisi ada \u201cingkung\u201d ayamnya. Ini yang biasa kita nantikan.<\/p>\n\n\n\n

Kembali ke acara ngopi, disore itu temenku Djumari langsung nentukan tempat ngopi dan waktunya. Kita biasa ngopi ditempat sederhana. Akhirnya, Djumari mutusin habis isya\u2019 kumpul dan ngopi di rumah teman kita satunya namanya Nur Cholis, juga tergabung dalam group WA. Setelah tahu bakal kerumahnya, Nur Cholis langsung komen, lapan enam laksanakan. Aku langsung teringat temenku namanya Fawaz, orang Betawi keturunan Arab, sering kalau jawab pas di WA pakai tulisan lapan enam.\u00a0<\/p>\n\n\n\n

Baca: PB Djarum, Prestasi Bulutangkis Nasional, dan Kegagalan KPAI Memahami Peristiwa<\/a><\/p>\n\n\n\n

Waktu isya\u2019 tiba, suasana mau hujan, sedikit grimis, hawanya lumayan dingin dibanding sebelumnya panas dan gerah. Tapi semangat ngopi dam ngobrol teman-teman tak mengendor. Bahkan di group sudah ada yang ribut, ngajak-ngajak \u201cayo ayo waktunya kopdar tiba, ada bonus banyak rezeki lho\u201d, Rifai namanya, seorang pembicara atau muballig yang sering ceramah di masyarakat. <\/p>\n\n\n\n

Aku datang sekitar jam 20.00, terlihat banyak tema yang sudah pada kumpul, didepannya ada segelas kopi. Maklum kita orang desa ngopinya gak pakai cangkir, tapi pakai gelas es yang tinggi. Dibenakku ini ngopi apa kehausan?, tapi yang penting tetap ngopi dan merokok. Di meja terlihat banyak rokok bermacam-macam mereknya, sesuai kesukaan masing-masing. Ada yang bawa Sukun Putih, ada yang bawa Gudang Garam, kebanyakan bawa LA, tapi ada juga yang bawa rokok bikinan sendiri alias \u201cTingwe\u201d nglinting dewe dirumah ditaruh plastik. Aku coba rokok tingwe itu sambil ngobrol bareng, ternyata lumayan enak ramuan rokoknya, dibanding tingwe tingwe yang pernah aku rasakan. Yang buat tingwe namanya Sutopo, profesinya sehari-hari memang jual beli tembakau. Karena penasaran, sutopo aku tanya, kok enak, ini tembakau mana?. Dijawabnya \u201cbiasa tembakau Temanggung\u201d tapi aku kasih cengkeh kualitas wahid, dan sedikit ramuan saos sendiri (bahannya dirahasiakan), yang jelas katanya bahan saos dari rempah rempah bikinan sendiri. <\/p>\n\n\n\n

Ngobrol kita mengalir tanpa ada sekat dan batasan, malah terkadang pada ngobrol sendiri-sendiri dengan teman didekatnya. Giliran Djumari disuruh cerita pengalamannya, teman teman pada diam, mungkin pada penasaran. Soalnya dulu, sebelum ke Jakarta ia bekerja di Djarum. Ia ceritakan alasannya harus ke Jakarta. Awalnya, sering pulang pergi Jakarta Kudus untuk pengobatan istrinya yang sedang sakit di salah satu pengobatan alternatif disana atas rekomendasi saudaranya yang sudah lama hidup di Jakarta. Ia menceritakan sakit istrinya yang sering pusing, dan pusingnya bukan pusing biasa, dan seringkali istrinya sampai membentur-benturkan kepalanya. Kemudian, saat diharuskan kontinyu pengobatannya, minimal satu tahun agar cepat sembuh, akhirnya ia putusin meninggalkan Kudus sementara, termasuk pekerjaannya. Alhamdulillah istrinya sekarang sudah sembuh total.\u00a0<\/p>\n\n\n\n

Baca: Cacat Pikir KPAI Memaknai Kata Ekploitasi Anak dan Promosi<\/a><\/p>\n\n\n\n

Disela sela nungguin istrinya sakit, ia sering diajak saudaranya jualan sayuran keliling. Nah, walaupun sekarang istrinya sudah sembuh, ia tetap di Jakarta. Sebab dipikirannya, kalau kembali ke Kudus mulai dari awal lagi, mending yang sudah ada didepan mata dijalanin dulu. Nanti pelan-pelan sambil melihat peluang di Kudus, ia pun akan pulang. Obrolan tetap seru, walaupun djarum jam sudah tepat diangka 12.00 malam. Namun domain obrolan lebih pada Djumari sebagai nara sumber, ia menceritakan semua pengalaman dan kejadia yang ia lihat, sampai ia menceritakan berita kalau pabrik Djarum yang dulu pernah ia singgahi, sedang dipermasalahkan KPAI. Memang sebenarnya ia tak paham alur permasalahanya. Tahunya, KPAI gak suka bulu tangkis Djarum berjalan, memusuhi rokok. <\/p>\n\n\n\n

Sebagai orang yang pernah menjadi karyawan Djarum, jadi wajar dan pantas kalau ia membela Djarum, apalagi ia asli Kudus. Saking semangatnya, ia ngomong \u201cnek aku dadi Djarum, tak tuku iku KPAI, paling ora tak lawan\u201d \u201candaikan aku yang punya Djarum, aku beli KPAI, paling tidak dilawan\u201d. Ada yang menyambar omongan, \u201csampek matek kuwe Djum, ogak bakal dadi bos Djarum\u201d \u201csampai mati kamu Djum, tidak akan jadi bos Djarum\u201d haha\u2026\u2026disambut dengan tawa klakaran teman-teman termasuk saya sendiri. Di sela-sela tawa, tuan rumah ngomong \u201cancen gawe gregeten, kenopo Djarum mung meneng, malah ngalah\u201d \u201cbikin gregeten, kenapa Djarum diam dan cenderung mengalah\u201d. <\/p>\n\n\n\n

Nah, ternyata, banyak orang yang sangat simpati dan membela pabrik Djarum, terutama orang Kudus. Rata-rata mereka, tak tahu apa yang harus dilakukan, apa yang harus diperbuat. Sebagai manusia lemah, mereka hanya bisa marah  yang terpendaam dalam hati, dengan melihat kejadian KPAI menyerang Djarum. Coba, andaikan mereka tahu kalau dibelekang KPAI ada kepentingan asing yang mengusik rokok kretek asli Kudus, yang sudah mendarah daging bagi masyarakat Kudus. Pastinya, pembelaanya lebih dari itu, bahkan mungkin mati-matian.
<\/p>\n","post_title":"Cerita di Balik Segelas Kopi untuk Djarum","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"cerita-di-balik-segelas-kopi-untuk-djarum","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-09-03 09:19:00","post_modified_gmt":"2019-09-03 02:19:00","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6014","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":6008,"post_author":"878","post_date":"2019-08-30 15:06:07","post_date_gmt":"2019-08-30 08:06:07","post_content":"\n

Pada mulanya, saya mengira tanaman tembakau ditanam, dirawat, dan dipanen sama dengan kebanyakan tanaman-tanaman semusim lainnya di negeri ini. Ada proses pembibitan, kemudian proses penanaman, lantas tanaman rutin disiram dan diberi pupuk, ada proses perawatan hingga akhirnya dipanen ketika musim panen tiba. Tapi nyatanya, perkiraan saya salah. Tembakau tanaman yang cukup unik. Beda dari banyak tanaman semusim lain yang lazim ditanam petani di banyak tempat di Indonesia.<\/p>\n\n\n\n

Hal paling menonjol yang membedakan tanaman tembakau dengan tanaman semusim lain ada pada masa tanam dan masa panen tiba. Tanaman tembakau menjadi anomali karena ditanam saat musim penghujan akan berakhir. Lalu dipanen ketika musim kemarau sedang berada pada puncaknya. Saat tanaman-tanaman semusim lainnya enggan tumbuh, bahkan rumput sekalipun mengering karena kemarau.<\/p>\n\n\n\n

Tiga tahun belakangan, saya banyak bergaul dengan petani dan buruh tani tembakau di Kabupaten Temanggung, juga dengan anak-anak mereka. Jika sebelumnya saya sekadar penikmat rokok kretek, tiga tahun belakangan, saya mulai tertarik untuk mempelajari seluk-beluk seluruh lini yang mendukung industri kretek nasional. Yang paling menarik minat saya, tentu saja konteks pertanian dan sosial masyarakat yang memproduksi komoditas yang menjadi bahan baku utama produk kretek. Tembakau dan cengkeh.<\/p>\n\n\n\n

Baca: Melihat Petani Tembakau di Temanggung Memanen Tembakau Mereka<\/a><\/p>\n\n\n\n

Dari sekian banyak hal menarik yang disajikan pertanian tembakau hingga proses penjualan hasil panen tembakau yang saya amati di wilayah Kabupaten Temanggung, hal yang terus menerus menarik minat saya dan hingga saat ini belum sepenuhnya saya pahami adalah proses panen tembakau dan penentuan grade tembakau hasil panenan petani. Sama seperti kesalahan saya mengira tanaman tembakau ditanam dan diproses mirip dengan tanaman semusim lainnya, dugaan saya perihal proses panen tembakau juga salah sepenuhnya. Dahulu saya mengira daun-daun yang siap dipanen dari tanaman tembakau ya dipanen begitu saja. Menunggu daun-daun yang tumbuh pada tanaman tembakau siap dipanen, lantas dipanen seluruhnya dalam satu waktu oleh para pekerja di kebun. Nyatanya tidak begitu. Dan lebih rumit dari itu.<\/p>\n\n\n\n

Mayoritas tembakau yang ditanam di wilayah Temanggung berasal dari jenis kemloko. Ada kemloko 1, kemloko 2, dan kemloko 3. Dari ketiga varietas kemloko tersebut, metode panen dan penentuan grade tembakau memiliki tata cara yang sama persis. Seluruh petani di Temanggung menerapkan metode panen yang mirip. Dari metode panen tersebut, ternyata berpengaruh terhadap tingkatan kualitas tembakau yang dipanen, petani di Temanggung kerap menyebut \u2018tiam\u2019 atau \u2018grade\u2019 untuk perbedaan tingkat kualitas tembakau yang dipanen.<\/p>\n\n\n\n

Tidak seperti tanaman semusim lainnya yang dipanen dalam satu waktu, tembakau dipanen bertahap mulai dari daun terbawah pada pohon hingga daun teratas. Dalam satu tanaman tembakau, panen bisa berlangsung sebanyak 13 hingga 15 kali dalam sekali musim tembakau. Jarak antara panen satu dengan panen lainnya, antara lima dan tujuh hari. Dengan kondisi ini, musim panen tembakau di Temanggung atau yang kerap disebut musim \u2018mbakon\u2019 bisa berlangsung selama dua hingga tiga bulan. Tahun ini, panen dimulai pada pertengahan Juli dan diprediksi akan berakhir pada pertengahan Oktober.<\/p>\n\n\n\n

Baca: Tuhan Tidak Menciptakan Tembakau untuk Dibenci dan Dicaci<\/a><\/p>\n\n\n\n

Metode panen seperti itu, yang bertahap dan berjeda dari panen satu daun ke daun lainnya ternyata berpengaruh terhadap tingkatan kualitas daun tembakau. Daun-daun yang dipanen lebih awal, gradenya berada pada grade yang rendah. Grade terus meningkat hingga sampai puncaknya seiring panen-panen selanjutnya pada tanaman yang sama. Dalam satu tanaman tembakau, grade daun sudah pasti berbeda-beda sesuai dengan waktu panenan daun di tanaman tersebut.<\/p>\n\n\n\n

Agar lebih mudah dipahami, mari kita bayangkan sebatang tanaman tembakau yang tumbuh subur dalam kondisi normal dan tanaman itu sudah mulai memasuki masa panen. Pada sebatang tanaman tembakau itu tumbuh sebanyak 17 helai daun dari bawah ke atas. Panen pertama dimulai. Daun paling bawah dari tanaman tembakau itu dipetik untuk dipanen. Hanya satu helai daun saja, yang terbawah. Daun yang pertama dipanen itu, biasanya memiliki grade A. Adakalanya kualitas tembakau pada panenan pertama sudah mulai berada pada grade B. Di beberapa titik bahkan sudah ada yang menghasilkan tembakau grade C. <\/p>\n\n\n\n

Lima hingga tujuh hari kemudian, panen daun kedua dilakukan. Satu daun saja dari sebatang tanaman, daun terbawah yang dipanen. Lima hingga tujuh hari berikutnya lantas dipanen lagi. Begitu seterusnya hingga 12 atau 13 kali panen. Semakin ke atas daun yang dipanen seiring bertambahnya waktu, grade tembakau juga meningkat hingga puncaknya berhenti di grade F. Hanya sedikit tembakau yang bisa melampau grade F, mencapai grade G dan H, itulah tembakau-tembakau jenis srintil berharga jutaan rupiah per kilogramnya.<\/p>\n\n\n\n

Selain waktu panen dan letak daun dalam sebatang tanaman, jenis tanah, unsur hara yang terkandung dalam tanah, asupan embun alami, pancaran sinar matahari yang cukup, serta proses fermentasi dan penjemuran usai daun-daun dipanen, menjadi penentu kualitas tembakau yang menempatkan daun tembakau itu pada grade tertentu. Satu hal lain lagi yang sangat berpengaruh terhadap grade tembakau adalah wilayah tembakau itu ditanam. Ada tiga wilayah tempat tembakau biasa ditanam. Wilayah persawahan (dataran rendah), wilayah tegalan (dataran menengah), dan wilayah gunung (dataran tinggi). Kondisi tanah dan faktor ketinggian dan kondisi geografis lainnya berpengaruh terhadap kualitas tembakau.<\/p>\n\n\n\n

Di wilayah persawahan, tanaman tembakau memang subur dan tumbuh cepat, namun tembakau yang ditanam di sana maksimal hanya bisa menghasilkan tembakau grade D, atau D+. Sedang tembakau yang ditanam di wilayah tegalan, maksimal bisa menghasilkan tembakau grade E hingga E+. Yang terbaik, tentu saja tembakau yang ditanam di wilayah gunung. Meskipun membutuhkan waktu tanam lebih lama dibanding dua wilayah lainnya, rata-rata panenan terakhir mencapai grade F hingga seterusnya dengan tembakau terbaik bernama srintil.   <\/p>\n\n\n\n

Ini sedikit yang saya pelajari di Temanggung hasil belajar langsung dari para petani di sana. Saya tidak tahu dengan metode panen dan penentuan grade tembakau di wilayah lain dengan jenis tembakau lain juga. Menarik sebetulnya mencari tahu di tempat lain. Semoga sekali waktu nanti berkesempatan untuk itu. 
<\/p>\n","post_title":"Penentuan Grade Tembakau di Temanggung","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"penentuan-grade-tembakau-di-temanggung","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-08-30 15:06:14","post_modified_gmt":"2019-08-30 08:06:14","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6008","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5999,"post_author":"877","post_date":"2019-08-28 09:40:02","post_date_gmt":"2019-08-28 02:40:02","post_content":"\n

Direktur Pusat Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Amerika Serikat (CDC), Robert Redfield, mengungkapkan kematian tragis di Illinois memperkuat dugaan karena vape<\/a> atau rokok elektrik. Berita tersebut atas laporan Dinas Kesehatan Illinois yang mengumumkan ada satu pasien yang akhirnya meninggal dunia. Kasus ini kemungkinan jadi kasus pertama kematian akibat penyakit berkaitan dengan vape.
<\/p>\n\n\n\n

Kejadian di atas menjawab keberadaan vape atau rokok elektrik sangat membahayakan. Berbeda dengan resiko rokok kretek, bisa menimbulkan penyakit jika mengkonsumsinya berlebihan atau kebanyakakan, dan hidup tidak seimbang. Misalnya dalam satu hari merokok sampai tiga atau empat bungkus, tanpa makan nasi atau makan-makanan sehat, tanpa olah raga, tanpa minum air putih, selalu didampingi kopi atau teh, istirahatnya kurang dan sebagainya. Maka dipastikan orang tersebut akan jatuh sakit bahkan meninggal dunia.\u00a0<\/p>\n\n\n\n

Baca: Terkuak, Rokok Elektrik Berbahaya bagi Kesehatan<\/a><\/p>\n\n\n\n

Tidak hanya itu, otoritas kesehatan di Amerika Serikat telah berhasil menginvestigasi kemunculan penyakit paru-paru misterius di antara kalangan pengguna rokok elektrik atau vape. Dilaporkan setidaknya ada 195 kasus potensial penyakit paru-paru di 22 Negara karena kena dampak dari vape atau rokok elektrik.
<\/p>\n\n\n\n

Jadi, masyarakat perlu waspada beredarnya vape atau rokok elektrik. Belum lagi, sebetulnya rokok elektrik atau vape, berdampak juga peningkatan perokok anak.\u00a0 Yang menjadi daya tarik bagi anak, selain bentuknya yang elegan, simpel, juga beraroma buah-buahan yang terkemas dalam cairan.<\/strong><\/p>\n\n\n\n

Orang yang mengatakan bahwa vape atau rokok elektrik lebih mensehatkan dari pada rokok kretek, pendapat tersebut sangat keliru. Disampaing efek dari rangkaian listrik dan battre juga cairan dalam rokok elektrik berpengaruh terhadap resiko jantung.  <\/p>\n\n\n\n

Hasil penelitian yang diterbitkan dalam Journal of American College of Cardiology pada Mei lalu ini menambah bukti bahwa cairan rokok elektrik dapat menghambat fungsi sel-sel tubuh yang berperan dalam kesehatan jantung. Cairan dalam vape atau rokok elektrik pada akhirnya merusak sel-sel yang melapisi pembuluh darah. <\/p>\n\n\n\n

Keberadaan vape atau rokok elektrik di pasaran sangat membahayakan bagi orang Indonesia, terlebih pemuda-pemuda, yang banyak memilih merokok vape aatau rokok elektri. Menurutnya, selain bentuk kecil, simpel dibawa dan ada aroma buah-buahan sesuai selera. Akan tetapi dibalik bentuknya yang bagus, menyembunyikan banyak penyakit ketika dikonsumsi.\u00a0<\/p>\n\n\n\n

Baca: Kata Siapa Lebih Sehat? Perokok Elektrik Berisiko Terjangkit Penyakit Kardiovaskular<\/a><\/p>\n\n\n\n

Hingga kini CDC masih melakukan investigasi lebih lanjut, dengan mengimbau agar para dokter mengumpulkan data dan sampel bila menemukan pasien dengan gejala penyakit paru serupa, tentunya akibat rokok elektrik atau vape. Bentuk dan merek rokok elektrik dan vape banyak varian dan banyak merek. JUUL termasuk merek rokok elektrik atau vape yang saat ini naik daun.\u00a0<\/p>\n\n\n\n

Ada yang mengatakan bahwa tak tepat membandingkan rokok tembakau dengan rokok elektrik. Ya benar tak tepat, karena rokok elektrik atau vape resikonya sangat tinggi. Sedang rokok tembakau resikonya kecil, apa lagi rokok kretek mungkin resikonya sangat kecil sekali terhadap tubuh. Alasannya, munculnya rokok kretek bertujuan untuk pengobatan sakit bengek, dan tujuannya berhasil. Hingga banyak orang melakukan pemesanan rokok kretek saat itu, rokok kretek belum sebagai industri besar masih bersifat rumahan,  keadaan tersebut sekitar abad 19. <\/p>\n\n\n\n

Dalam studi ini, tim peneliti menemukan bukti efek toksik pada sel-sel yang melapisi pembuluh darah dan melindungi jantung. Beberapa bukti tersebut termasuk di antaranya gangguan pada fungsi sel dan munculnya tanda-tanda peradangan. Para peneliti mengamati bagaimana respons sel saat bersentuhan dengan cairan rokok elektrik. Efek yang paling kentara terlihat pada cairan dengan rasa kayu manis.<\/p>\n\n\n\n

Baca: Riset Kesehatan Rokok Elektrik<\/a><\/p>\n\n\n\n

Sekelompok ahli kardiovaskular dari University of Massachusetts menganjurkan peneliti agar melakukan uji rokok elektrik atau vape lebih yang beraroma. Karena sumsi sementara, produk vape atau rokok elektrik yang beraroma dan punya pilihan rasa lebih berbahaya dari pada rokok vape natural. Namun yang banyak beredar dipasaran, justru yang beraroma dan berasa buah-buahan, dari pada yang natural. <\/p>\n\n\n\n

Studi pada 2018 lalu menunjukkan, penggunaan rokok elektrik harian berisiko terhadap serangan jantung, meski dengan probabilitas yang lebih rendah daripada perokok tembakau. Menurut dr Lawrence Phillips pakar kardiovaskular NYU Langone Health mengatakan \u201cKita melihat semakin banyak bukti bahwa rokok elektrik berhubungan dengan peningkatan risiko serangan jantung\u201d.<\/p>\n\n\n\n

Dari hasil pakar dan hasil studi di atas menegaskan bahwa keberadaan rokok vape atau rokok elektrik, resikonya sangat besar. Bahan utama rokok vape atau elektrik yang paling besar memberikan efek negatif pada tubuh manusia adalah cairan perasa. Akibat cairan perasa dalam rokok elektrik  atau vape termasuk merek JUUL beresiko terjadi peradangan, terjangkit penyakit jantung dan paru-paru akut, selanjutnya berakibat kematian. <\/p>\n\n\n\n

Untuk itu, demi masa depan bangsa Indonesia harusnya ada regulasi pelarangan peredaran rokok elektrik atau vape yang nyata-nyata telah ada kasus dengan didukung beberapa riset dan studi tentang konten rokok elektrik atau vape, yang hasilnya mempunyai resiko tinggi dapat menyebabkan penyakit berujung kematian.         
<\/p>\n","post_title":"Perokok Elektrik Berisiko Besar Terjangkit Penyakit Mematikan","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"perokok-elektrik-berisiko-besar-terjangkit-penyakit-mematikan","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-08-28 09:40:09","post_modified_gmt":"2019-08-28 02:40:09","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5999","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5988,"post_author":"855","post_date":"2019-08-24 10:41:28","post_date_gmt":"2019-08-24 03:41:28","post_content":"\n

Sumber permasalahan besar dunia pertembakauan sejatinya bukan iklim dan hama, melainkan kebijakan pemerintah dan para plolitisi yang ikut serta membicarakannya, tanpa dasar yang kuat, adil dan cenderung ugal-ugalan.
<\/p>\n\n\n\n

Jika orang dahulu tidak berani bicara kecuali kepada hal-hal yang benar-benar diketahui, kali ini banyak sekali orang yang banyak bicara daripada membaca, baik buku maupun alam kauniyah (dunia nyata). Maka jangan heran, jika tidak sedikit politisi dan pemerintah yang gagal paham dunia pertembakau, dari berbagai sisi, karena mereka mendapatkan informasi sepotong-sepotong, tanpa ada usaha untuk tabayyun <\/em>lebih mendalam apalagi turun ke ladang untuk memastikan.
<\/p>\n\n\n\n

Kini hama petani muncul lagi dari kalangan politisi. Sebut saja namanya Sukamta (nama asli) yang kini menjabat sebagai sekretaris Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS). Kenapa semua orang yang terkait dengan industri hasil tembakau (petani, buruh, dsb) dianggap tidak sejahtera, ya karena partai yang harusnya adil saja tidak mampu berbuat adil, bahkan dalam pikiran dan apa yang keluar dari mulutnya.<\/p>\n\n\n\n

Baca: Tuhan Tidak Menciptakan Tembakau untuk Dibenci dan Dicaci<\/a>
<\/p>\n\n\n\n

Tidak perlu bicara terlalu jauh. Mari kita kita uji omongan Sukamta yang dimuat situs ayosemarang.com, 22 Agustus 2019. Omongan yang sejatinya sebuah template dan selalu dipakai oleh antirokok. Semacam gaya kampanye sholih li kulli zaman wal makan, <\/em>meski dibangun dari logika berantakan dan cenderung mengutamakan kengawuran daripada analisa yang mendalam. Ya memang itulah keistimewaan antirokok, anti terhadap data valid dan percaya diri berlebihan dalam kesesatan berpikir.
<\/p>\n\n\n\n

Bagi Sukamta, harga rokok di Indonesia, sebuah negeri yang besar salah satunya ditopang oleh dunia pertembakauan, harus dinaikkan 700 persen. Alasannya supaya orang miskin tidak dapat membeli rokok. Jika orang miskin yang merokok jatuh sakit, maka negara melalui (Jaminan Kesehatan Nasional) JKN rugi menanggung biayanya. Tentu saja ini berbeda dengan, orang kaya boleh makan junkfood<\/em>, minuman bersoda, dan berlaku semaunya, karena jika jatuh sakit mereka bisa membiayai sendiri dan dapat memperkaya negara.
<\/p>\n\n\n\n

Cara sistematis ini akan diduplikasi dan diperbarui terus menerus. Bermula dari seorang sakit yang berobat ke dokter, jika ia merokok maka dokter akan berkata, \u201cbapak sakit karena rokok\u201d, dan dokter tidak secara jujur bahwa penyakit itu datang dari sebab apapun, bisa gula, bisa gaya hidup yang berantakan, kurang minum air putih, stres dengan obat mahal, dsb.
<\/p>\n\n\n\n

Kenapa Sukamta cenderung ingin menaikkan harga rokok untuk menyelesaikan permasalahan JKN yang rumit itu? Ya karena sudah menjadi tabiat antirokok, bahwa berpikir keras untuk mencari solusi adalah buang-buang waktu, makanya rokok akan disalahkan supaya permasalahan menjadi lekas selesai. 
<\/p>\n\n\n\n

Coba kita kembali ke tahun 2018, saat BPJS Kesehatan defisit dan ditambal oleh cukai rokok. Para pegiat kesehatan beralasan, jumlah masyarakat sakit yang kian bertambah dan narasi yang kemudian dibangun; sakit-sakit itu disebabkan oleh rokok. Tidak berhenti sampai di situ, beragam alasan yang penting pengelola kesehatan \u201cselamat\u201d banyak digaungkan di media (tanpa ada sikap ksatria untuk mengakui bahwa memang masih banyak masalah dalam JKN, baik pengelolaan maupun skema yang lebih baik, yang perlu dicarikan solusi).<\/p>\n\n\n\n

Baca: Kegagalan Lakpesdam PBNU dalam Melihat Produk Tembakau Alternatif<\/a><\/p>\n\n\n\n

Koordinator Advokasi BPJS Watch, Timboel Siregar, megkritisi beragam narasi yang dibangun oleh pegiat kesehatan. Ia mengusulkan agar BPJS fokus pada pengawasan penetapan inasibijis oleh pihak rumah sakit. Timboel menilai, inasibijis merupakan gerbang terjadinya defisit BPJS Kesehatan. Inasibijis (INA-CGB) merupakan sebuah singkatan dari Indonesia Case Base Gropus, yakni sebuah aplikasi yang digunakan rumah sakit untuk mengajukan klaim pada pemerintah. (bisnis.com)
<\/p>\n\n\n\n

Kita tidak pernah tau, apa yang dilakukan rumah sakit terhadap pasien-pasien yang membayar BPJS. Kita juga tidak pernah tau jika ada pasien BPJS kelas I diberi fasilitas kelas II atau III, dan rumah sakit mengklaim biaya kelas I ke negara. Tentu saja yang demikian ini tidak penting bagi antirokok. <\/p>\n\n\n\n

Baca: Ada Campur Tangan Bloomberg dalam Surat Edaran Menkes terkait Pemblokiran Iklan Rokok<\/a><\/p>\n\n\n\n

Sukamta juga bilang, orang-orang yang kecanduan merokok dan mampu membeli rokok yang mahal, dipersilahkan tetap merokok asal menanggung sendiri biaya pengobatan akibat penyakit karena rokok. Asalkan dampak buruk akibat konsumsi rokok tidak membebani negara kerena pemasukan dari cukai tembakau tidak sebanding dengan biaya yang harus dikeluarkan negara. (ayosemarang.com)
<\/p>\n\n\n\n

Bagi saya pribadi, ini adalah statemen yang sangat lucu. Sejak kapan sih negara betul-betul hadir dan perhatian terhadap kesehatan masyarakat, khususnya di pedesaan dan pedalaman? Kalau ada pun, menjalankannya setengah hati. Dan sejak kapan rokok itu menjadi candu, padahal yang candu itu kekuasaan dan menjadikan masyarakat sebagai jembatan untuk menuju \u201ckekuasaan dalam negara\u201d? 
<\/p>\n\n\n\n

Sukamta juga menganggap, bahwa perokok bukan orang yang produktif? Faktanya? Setahu saya orang-orang yang merokok punya produtivitas tinggi, mereka hidup sebagaimana keringat yang diperas setiap hari. Tanpa berharap kepada negara apalagi Sukamta.
<\/p>\n\n\n\n

Sekadar saran saja, sebaiknya PKS tidak perlu ngelantur bicara rokok. Silahkan bicara, asalkan keadilan sosial sebagaimana nama partainya tidak hanya selesai pada tataran konsepsi dan gagah-gagahan, melainkan pada tahap tindakan dan contoh konkrit atasnya.
<\/p>\n","post_title":"Ketika PKS Bicara Rokok","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"ketika-pks-bicara-rokok","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-08-24 10:51:25","post_modified_gmt":"2019-08-24 03:51:25","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5988","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":35},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"epic_block_3"};

\n

Mungkin saya tidak memerhatikan peraturan yang ada apabila ternyata rokok tidak boleh di bawa masuk ke dalam. Namun jika dilarang, baiknya penyelenggara bisa menyediakan tempat penitipan rokok. Bukan apa-apa, mubazir rasanya jika satu bungkus harus dibuang, apalagi perokok yang hadir juga nampaknya mematuhi peraturan dilarang merokok di dalam. Peraturan ini juga nampaknya mesti dikaji ulang karena jika mengacu pada Perda KTR tentu tidak disebutkan.
<\/p>\n\n\n\n

Akhirnya kami pun mengikhlaskan, walau sejatinya harus jua bertindak licik dengan menyembunyikan rokok kami di luar. Bukan apa-apa ini lebih faktor mubazir. Tiba saatnya acara dan Ajis Doa Ibu serta Gilang Gombloh memecahkan suasana dengan dark jokes soal agama hingga lelucon soal Fiersa Besari. Goodnigh Electric kemudian menjadi band pembuka dengan membawakan tembang-tembang lawas seperti Am i Robot, Teenage Love and Broken Heart, The Supermarket I Am In, hingga lagu syahdu mereka yang saya tunggu-tunggu untuk dibawakan yaitu Im OK.\u00a0
<\/p>\n\n\n\n

Lagu ini pernah menjadi soundtrack <\/em>hidup saya kala menyukai seseorang. Semenjak mendengar dan suka dengan Goodnight Electric saat SMA, baru kali ini Im Ok dibawakan. Goodnight Electric juga kemudian menutup aksi panggung mereka dengan budaya yang tak pernah mereka lewatkan yaitu dengan lagu Rocket Ship Goes By dan tak lupa melemparkan pesawat kertas di dekat penghujung lagu.
<\/p>\n\n\n\n

Jika Goodnight Electric adalah pembukaan yang manis, seperti memberi rangsangan mengingat masa-masa SMA penuh dengan jadwal pensi, maka The Upstairs yang manggung selanjutnya adalah yang meledakkan pesta itu sendiri. Performa enerjik Jimi Multhaza sang vokalis masih saja seperti yang saya ihat 11 tahun lalu saat The Upstairs manggung di depan TVRI. Tak mau melewatkan momen, saya kemudian merapat ke tengah kerumunan dan berdansa resah didalamnya. Benturan-benturan moshpit tak terelakkan tapi saya nikmati karena adrenalin seperti ini jarang lagi bisa ditemukan.
<\/p>\n\n\n\n

Sama seperti Goodnight Electric, The Upstairs menutupnya dengan bijak. Romansa penonton yang hadir akan\u00a0 Pensi ala anak SMA di awal 2000an dan hingga sepuluh tahun setelahnya tak mereka kecewakan. Jimi dkk memilih lagu Matraman sebegai tembang penutup, lagu yang menurut Jimi (saat populer) bisa diputar hingga berulang kali dalam satu hari di radio-radio lokal. Lagu yang kemudian menjadi soundtrack skena persahabatan, cinta, dan tawuran anak SMA kala itu.\u00a0<\/p>\n\n\n\n

Baca: Smoker Traveller: Hero Coffe Kota Tua Semarang<\/a><\/p>\n\n\n\n

The Adams sebagai band ketiga yang tampil lalu datang meneduhkan suasana. Betul, penonton langsung terbuai saat itu oleh suara yang beradu-adu antara Saleh Husein dan Ario Hendarwan. Sing along kemudian jadi hal yang wajib dilakukan saat itu, semuanya menikmati karaoke masal dari lagu-lagu yang dibawakan seperti Hanya Kau, Berwisata, Konservatif, hingga Halo Beni. Suasana kala itu semakin manis saat sang pianis The Adams (hingga kini belum saya ketahui namanya) selalu melemparkan senyumnya ke arah penonton. Ah sial, saat itu saya berada di posisi yang sangat jauh darinya, itu saja sudah membuat saya bergetar.
<\/p>\n\n\n\n

Karena saya memarkir motor di luar area Kuningan City dan hanya dijaga sampai pukul 23:30, akhirnya kami pulang lebih cepat. Saat keluar venue saya memastikan tetap sebats dulu, mereview apa yang menarik terjadi di dalam sana. Saya lantas menarik kesimpulan bahwa dari pengalaman selama hampir tiga jam lebih menikmati konser tanpa rokok, tak terjadi apa-apa dari kami. Tak ada kekhawatiran berlebihan, perubahan mood karena tak merokok, atau keburukan lainnya. Semuanya sama saja dan normal-normal saja.
<\/p>\n\n\n\n

Hanya jika boleh memberi saran kepada pihak pengelola, perampasan rokok tentu mesti dipertimbangkan ulang. Sekali lagi rokok adalah produk legal dan mempunyai aturan yang sudah disepakati terkait pengkonsumsiannya. Lagian, saya kira para perokok sekarang juga sudah mulai tertib terhadap aturan dan tidak ingin merugikan terhadap yang lainnya.<\/p>\n","post_title":"Pengalaman Tiga Jam Lebih Menyaksikan Konser Musik Tanpa Asap Rokok","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"pengalaman-tiga-jam-lebih-menyaksikan-konser-musik-tanpa-asap-rokok","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-09-04 07:32:19","post_modified_gmt":"2019-09-04 00:32:19","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6017","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":6014,"post_author":"877","post_date":"2019-09-03 09:18:50","post_date_gmt":"2019-09-03 02:18:50","post_content":"\n

Masih ingat kemarin, tulisan Djarum yang ada di kaos para atlit olahraga dipermasalahkan KPAI dan kawan-kawannya? Banyak orang-yang omong, ternyata ada orang kaya yang diusik, tapi dia hanya diam tanpa ada kata sedikitpun sebagai pembalasan terhadap yang mengusiknya. Bahkan cenderung mengalah, bikin orang lain gregetan. Kalimat itu yang aku tangkap dari salah satu temen bernama Nur Cholis asal Desa Gribiq, Kabupaten Kudus.<\/p>\n\n\n\n

Seminggunan kemarin, tepatnya Minggu 25 Agustus, teman MTS dulu pulang dari Jakarta. Ia sehari-harinya beraktivitas dan bekerja di sana. Di Jakarta, bersama anak istrinya, yang setiap hari jualan sayuran keliling. <\/p>\n\n\n\n

Kami yang sudah lama tidak ketemu, bahkan lebaran kemarin ternyata dia tak pulang ke Kudus. Pantesan tak ada yang rebut ngajak ngopi, orang yang biasa ngajak ngopi orangnya masih di Jakarta. Memilih lebaran di sana, karena dititipin rumah tetangganya yang katanya sudah seperti keluarganya sendiri yang kala itu baru mudik.\u00a0<\/p>\n\n\n\n

Baca: Sesat pikir KPAI Melarang Audisi Pencarian Bakat Bulutangkis Anak-Anak<\/a><\/p>\n\n\n\n

Temanku itu panggilannya Djumari, rumahnya dulu daerah Kaliwungu Kudus bagian barat. Ia pulang dalam rangka ada acara nikahan saudara dari istrinya. Dasar Djumari, kalau gak ngopi bareng dan ketemu temen-temen gak puas katanya, karena mumpung di Kudus. Ia gunakan kesempatan sebelum datang kesempitan disela-sela acara nikahan saudaranya. Lewat pesan singkat WA, tanpa hitungan jam ajakan ngopi Djumari, langsung di respon banyak teman yang tergabung di group WA. Ada yang tanya kapan datangnya, ada yang komentar besuk aja ngopinya soalnya masih diluar kota, ada yang bilang sore ini aja tancap gas. Djumari menjawabi dan balas komentar teman-teman. Dihari itu, Djumari kayak artis banyak ajakan dan tawaran teman-teman. <\/p>\n\n\n\n

Memang, teman-teman alumni MTS Madrasah Qudsiyyah Kudus kompak sekali, bahkan sudah kayak saudara sendiri semua. Kita sering kumpul walaupun hanya sekedar ngopi, yang penting bertemu dan ngobrol. Tidak jarang, kita ketemu dengan agenda acara resmi dan agak resmi. Seperti disaat salah satu teman punya hajat, bahkan hajat kecilpun kayak acara \u201cmanaqiban\u201d sering mengundang teman lainya. Pasti ada yang bingung apa itu manaqiban<\/em>?. Aku jelasin sebentar, manaqiban itu, acara membaca sejarah Syeih Abdul Qodir Jaelani ulama dahulu setelah masa Shahabat Nabi, yang terkenal alimnya dan sufi serta berkaromah. Nah, bagi kita-kita penggemarnya, sering kali kita baca sejarahnya. Dengan cerita sejarah  Syeih Abdul Qodir Jaelani, kita penggemar berharap agar apa yang kita lakukan dido\u2019akan atau di amini beliau semua urusan kita lancar. Karena menurut kita penggemar, meyakini Syeih Abdul Qodir Jaelani kekasih Tuhan, kalau dalam bahasa Jawa \u201cbolone Gusti Allah\u201d. Ini sekilas penjelasan tentang istilah manaqiban<\/em>, kalau mau tau lebih lanjut, khasiat-khasiatnya, bisa kita diskusi dilain waktu aja. Yang jelas di acara manaqiban<\/em> ini sudah jadi tradisi ada \u201cingkung\u201d ayamnya. Ini yang biasa kita nantikan.<\/p>\n\n\n\n

Kembali ke acara ngopi, disore itu temenku Djumari langsung nentukan tempat ngopi dan waktunya. Kita biasa ngopi ditempat sederhana. Akhirnya, Djumari mutusin habis isya\u2019 kumpul dan ngopi di rumah teman kita satunya namanya Nur Cholis, juga tergabung dalam group WA. Setelah tahu bakal kerumahnya, Nur Cholis langsung komen, lapan enam laksanakan. Aku langsung teringat temenku namanya Fawaz, orang Betawi keturunan Arab, sering kalau jawab pas di WA pakai tulisan lapan enam.\u00a0<\/p>\n\n\n\n

Baca: PB Djarum, Prestasi Bulutangkis Nasional, dan Kegagalan KPAI Memahami Peristiwa<\/a><\/p>\n\n\n\n

Waktu isya\u2019 tiba, suasana mau hujan, sedikit grimis, hawanya lumayan dingin dibanding sebelumnya panas dan gerah. Tapi semangat ngopi dam ngobrol teman-teman tak mengendor. Bahkan di group sudah ada yang ribut, ngajak-ngajak \u201cayo ayo waktunya kopdar tiba, ada bonus banyak rezeki lho\u201d, Rifai namanya, seorang pembicara atau muballig yang sering ceramah di masyarakat. <\/p>\n\n\n\n

Aku datang sekitar jam 20.00, terlihat banyak tema yang sudah pada kumpul, didepannya ada segelas kopi. Maklum kita orang desa ngopinya gak pakai cangkir, tapi pakai gelas es yang tinggi. Dibenakku ini ngopi apa kehausan?, tapi yang penting tetap ngopi dan merokok. Di meja terlihat banyak rokok bermacam-macam mereknya, sesuai kesukaan masing-masing. Ada yang bawa Sukun Putih, ada yang bawa Gudang Garam, kebanyakan bawa LA, tapi ada juga yang bawa rokok bikinan sendiri alias \u201cTingwe\u201d nglinting dewe dirumah ditaruh plastik. Aku coba rokok tingwe itu sambil ngobrol bareng, ternyata lumayan enak ramuan rokoknya, dibanding tingwe tingwe yang pernah aku rasakan. Yang buat tingwe namanya Sutopo, profesinya sehari-hari memang jual beli tembakau. Karena penasaran, sutopo aku tanya, kok enak, ini tembakau mana?. Dijawabnya \u201cbiasa tembakau Temanggung\u201d tapi aku kasih cengkeh kualitas wahid, dan sedikit ramuan saos sendiri (bahannya dirahasiakan), yang jelas katanya bahan saos dari rempah rempah bikinan sendiri. <\/p>\n\n\n\n

Ngobrol kita mengalir tanpa ada sekat dan batasan, malah terkadang pada ngobrol sendiri-sendiri dengan teman didekatnya. Giliran Djumari disuruh cerita pengalamannya, teman teman pada diam, mungkin pada penasaran. Soalnya dulu, sebelum ke Jakarta ia bekerja di Djarum. Ia ceritakan alasannya harus ke Jakarta. Awalnya, sering pulang pergi Jakarta Kudus untuk pengobatan istrinya yang sedang sakit di salah satu pengobatan alternatif disana atas rekomendasi saudaranya yang sudah lama hidup di Jakarta. Ia menceritakan sakit istrinya yang sering pusing, dan pusingnya bukan pusing biasa, dan seringkali istrinya sampai membentur-benturkan kepalanya. Kemudian, saat diharuskan kontinyu pengobatannya, minimal satu tahun agar cepat sembuh, akhirnya ia putusin meninggalkan Kudus sementara, termasuk pekerjaannya. Alhamdulillah istrinya sekarang sudah sembuh total.\u00a0<\/p>\n\n\n\n

Baca: Cacat Pikir KPAI Memaknai Kata Ekploitasi Anak dan Promosi<\/a><\/p>\n\n\n\n

Disela sela nungguin istrinya sakit, ia sering diajak saudaranya jualan sayuran keliling. Nah, walaupun sekarang istrinya sudah sembuh, ia tetap di Jakarta. Sebab dipikirannya, kalau kembali ke Kudus mulai dari awal lagi, mending yang sudah ada didepan mata dijalanin dulu. Nanti pelan-pelan sambil melihat peluang di Kudus, ia pun akan pulang. Obrolan tetap seru, walaupun djarum jam sudah tepat diangka 12.00 malam. Namun domain obrolan lebih pada Djumari sebagai nara sumber, ia menceritakan semua pengalaman dan kejadia yang ia lihat, sampai ia menceritakan berita kalau pabrik Djarum yang dulu pernah ia singgahi, sedang dipermasalahkan KPAI. Memang sebenarnya ia tak paham alur permasalahanya. Tahunya, KPAI gak suka bulu tangkis Djarum berjalan, memusuhi rokok. <\/p>\n\n\n\n

Sebagai orang yang pernah menjadi karyawan Djarum, jadi wajar dan pantas kalau ia membela Djarum, apalagi ia asli Kudus. Saking semangatnya, ia ngomong \u201cnek aku dadi Djarum, tak tuku iku KPAI, paling ora tak lawan\u201d \u201candaikan aku yang punya Djarum, aku beli KPAI, paling tidak dilawan\u201d. Ada yang menyambar omongan, \u201csampek matek kuwe Djum, ogak bakal dadi bos Djarum\u201d \u201csampai mati kamu Djum, tidak akan jadi bos Djarum\u201d haha\u2026\u2026disambut dengan tawa klakaran teman-teman termasuk saya sendiri. Di sela-sela tawa, tuan rumah ngomong \u201cancen gawe gregeten, kenopo Djarum mung meneng, malah ngalah\u201d \u201cbikin gregeten, kenapa Djarum diam dan cenderung mengalah\u201d. <\/p>\n\n\n\n

Nah, ternyata, banyak orang yang sangat simpati dan membela pabrik Djarum, terutama orang Kudus. Rata-rata mereka, tak tahu apa yang harus dilakukan, apa yang harus diperbuat. Sebagai manusia lemah, mereka hanya bisa marah  yang terpendaam dalam hati, dengan melihat kejadian KPAI menyerang Djarum. Coba, andaikan mereka tahu kalau dibelekang KPAI ada kepentingan asing yang mengusik rokok kretek asli Kudus, yang sudah mendarah daging bagi masyarakat Kudus. Pastinya, pembelaanya lebih dari itu, bahkan mungkin mati-matian.
<\/p>\n","post_title":"Cerita di Balik Segelas Kopi untuk Djarum","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"cerita-di-balik-segelas-kopi-untuk-djarum","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-09-03 09:19:00","post_modified_gmt":"2019-09-03 02:19:00","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6014","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":6008,"post_author":"878","post_date":"2019-08-30 15:06:07","post_date_gmt":"2019-08-30 08:06:07","post_content":"\n

Pada mulanya, saya mengira tanaman tembakau ditanam, dirawat, dan dipanen sama dengan kebanyakan tanaman-tanaman semusim lainnya di negeri ini. Ada proses pembibitan, kemudian proses penanaman, lantas tanaman rutin disiram dan diberi pupuk, ada proses perawatan hingga akhirnya dipanen ketika musim panen tiba. Tapi nyatanya, perkiraan saya salah. Tembakau tanaman yang cukup unik. Beda dari banyak tanaman semusim lain yang lazim ditanam petani di banyak tempat di Indonesia.<\/p>\n\n\n\n

Hal paling menonjol yang membedakan tanaman tembakau dengan tanaman semusim lain ada pada masa tanam dan masa panen tiba. Tanaman tembakau menjadi anomali karena ditanam saat musim penghujan akan berakhir. Lalu dipanen ketika musim kemarau sedang berada pada puncaknya. Saat tanaman-tanaman semusim lainnya enggan tumbuh, bahkan rumput sekalipun mengering karena kemarau.<\/p>\n\n\n\n

Tiga tahun belakangan, saya banyak bergaul dengan petani dan buruh tani tembakau di Kabupaten Temanggung, juga dengan anak-anak mereka. Jika sebelumnya saya sekadar penikmat rokok kretek, tiga tahun belakangan, saya mulai tertarik untuk mempelajari seluk-beluk seluruh lini yang mendukung industri kretek nasional. Yang paling menarik minat saya, tentu saja konteks pertanian dan sosial masyarakat yang memproduksi komoditas yang menjadi bahan baku utama produk kretek. Tembakau dan cengkeh.<\/p>\n\n\n\n

Baca: Melihat Petani Tembakau di Temanggung Memanen Tembakau Mereka<\/a><\/p>\n\n\n\n

Dari sekian banyak hal menarik yang disajikan pertanian tembakau hingga proses penjualan hasil panen tembakau yang saya amati di wilayah Kabupaten Temanggung, hal yang terus menerus menarik minat saya dan hingga saat ini belum sepenuhnya saya pahami adalah proses panen tembakau dan penentuan grade tembakau hasil panenan petani. Sama seperti kesalahan saya mengira tanaman tembakau ditanam dan diproses mirip dengan tanaman semusim lainnya, dugaan saya perihal proses panen tembakau juga salah sepenuhnya. Dahulu saya mengira daun-daun yang siap dipanen dari tanaman tembakau ya dipanen begitu saja. Menunggu daun-daun yang tumbuh pada tanaman tembakau siap dipanen, lantas dipanen seluruhnya dalam satu waktu oleh para pekerja di kebun. Nyatanya tidak begitu. Dan lebih rumit dari itu.<\/p>\n\n\n\n

Mayoritas tembakau yang ditanam di wilayah Temanggung berasal dari jenis kemloko. Ada kemloko 1, kemloko 2, dan kemloko 3. Dari ketiga varietas kemloko tersebut, metode panen dan penentuan grade tembakau memiliki tata cara yang sama persis. Seluruh petani di Temanggung menerapkan metode panen yang mirip. Dari metode panen tersebut, ternyata berpengaruh terhadap tingkatan kualitas tembakau yang dipanen, petani di Temanggung kerap menyebut \u2018tiam\u2019 atau \u2018grade\u2019 untuk perbedaan tingkat kualitas tembakau yang dipanen.<\/p>\n\n\n\n

Tidak seperti tanaman semusim lainnya yang dipanen dalam satu waktu, tembakau dipanen bertahap mulai dari daun terbawah pada pohon hingga daun teratas. Dalam satu tanaman tembakau, panen bisa berlangsung sebanyak 13 hingga 15 kali dalam sekali musim tembakau. Jarak antara panen satu dengan panen lainnya, antara lima dan tujuh hari. Dengan kondisi ini, musim panen tembakau di Temanggung atau yang kerap disebut musim \u2018mbakon\u2019 bisa berlangsung selama dua hingga tiga bulan. Tahun ini, panen dimulai pada pertengahan Juli dan diprediksi akan berakhir pada pertengahan Oktober.<\/p>\n\n\n\n

Baca: Tuhan Tidak Menciptakan Tembakau untuk Dibenci dan Dicaci<\/a><\/p>\n\n\n\n

Metode panen seperti itu, yang bertahap dan berjeda dari panen satu daun ke daun lainnya ternyata berpengaruh terhadap tingkatan kualitas daun tembakau. Daun-daun yang dipanen lebih awal, gradenya berada pada grade yang rendah. Grade terus meningkat hingga sampai puncaknya seiring panen-panen selanjutnya pada tanaman yang sama. Dalam satu tanaman tembakau, grade daun sudah pasti berbeda-beda sesuai dengan waktu panenan daun di tanaman tersebut.<\/p>\n\n\n\n

Agar lebih mudah dipahami, mari kita bayangkan sebatang tanaman tembakau yang tumbuh subur dalam kondisi normal dan tanaman itu sudah mulai memasuki masa panen. Pada sebatang tanaman tembakau itu tumbuh sebanyak 17 helai daun dari bawah ke atas. Panen pertama dimulai. Daun paling bawah dari tanaman tembakau itu dipetik untuk dipanen. Hanya satu helai daun saja, yang terbawah. Daun yang pertama dipanen itu, biasanya memiliki grade A. Adakalanya kualitas tembakau pada panenan pertama sudah mulai berada pada grade B. Di beberapa titik bahkan sudah ada yang menghasilkan tembakau grade C. <\/p>\n\n\n\n

Lima hingga tujuh hari kemudian, panen daun kedua dilakukan. Satu daun saja dari sebatang tanaman, daun terbawah yang dipanen. Lima hingga tujuh hari berikutnya lantas dipanen lagi. Begitu seterusnya hingga 12 atau 13 kali panen. Semakin ke atas daun yang dipanen seiring bertambahnya waktu, grade tembakau juga meningkat hingga puncaknya berhenti di grade F. Hanya sedikit tembakau yang bisa melampau grade F, mencapai grade G dan H, itulah tembakau-tembakau jenis srintil berharga jutaan rupiah per kilogramnya.<\/p>\n\n\n\n

Selain waktu panen dan letak daun dalam sebatang tanaman, jenis tanah, unsur hara yang terkandung dalam tanah, asupan embun alami, pancaran sinar matahari yang cukup, serta proses fermentasi dan penjemuran usai daun-daun dipanen, menjadi penentu kualitas tembakau yang menempatkan daun tembakau itu pada grade tertentu. Satu hal lain lagi yang sangat berpengaruh terhadap grade tembakau adalah wilayah tembakau itu ditanam. Ada tiga wilayah tempat tembakau biasa ditanam. Wilayah persawahan (dataran rendah), wilayah tegalan (dataran menengah), dan wilayah gunung (dataran tinggi). Kondisi tanah dan faktor ketinggian dan kondisi geografis lainnya berpengaruh terhadap kualitas tembakau.<\/p>\n\n\n\n

Di wilayah persawahan, tanaman tembakau memang subur dan tumbuh cepat, namun tembakau yang ditanam di sana maksimal hanya bisa menghasilkan tembakau grade D, atau D+. Sedang tembakau yang ditanam di wilayah tegalan, maksimal bisa menghasilkan tembakau grade E hingga E+. Yang terbaik, tentu saja tembakau yang ditanam di wilayah gunung. Meskipun membutuhkan waktu tanam lebih lama dibanding dua wilayah lainnya, rata-rata panenan terakhir mencapai grade F hingga seterusnya dengan tembakau terbaik bernama srintil.   <\/p>\n\n\n\n

Ini sedikit yang saya pelajari di Temanggung hasil belajar langsung dari para petani di sana. Saya tidak tahu dengan metode panen dan penentuan grade tembakau di wilayah lain dengan jenis tembakau lain juga. Menarik sebetulnya mencari tahu di tempat lain. Semoga sekali waktu nanti berkesempatan untuk itu. 
<\/p>\n","post_title":"Penentuan Grade Tembakau di Temanggung","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"penentuan-grade-tembakau-di-temanggung","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-08-30 15:06:14","post_modified_gmt":"2019-08-30 08:06:14","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6008","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5999,"post_author":"877","post_date":"2019-08-28 09:40:02","post_date_gmt":"2019-08-28 02:40:02","post_content":"\n

Direktur Pusat Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Amerika Serikat (CDC), Robert Redfield, mengungkapkan kematian tragis di Illinois memperkuat dugaan karena vape<\/a> atau rokok elektrik. Berita tersebut atas laporan Dinas Kesehatan Illinois yang mengumumkan ada satu pasien yang akhirnya meninggal dunia. Kasus ini kemungkinan jadi kasus pertama kematian akibat penyakit berkaitan dengan vape.
<\/p>\n\n\n\n

Kejadian di atas menjawab keberadaan vape atau rokok elektrik sangat membahayakan. Berbeda dengan resiko rokok kretek, bisa menimbulkan penyakit jika mengkonsumsinya berlebihan atau kebanyakakan, dan hidup tidak seimbang. Misalnya dalam satu hari merokok sampai tiga atau empat bungkus, tanpa makan nasi atau makan-makanan sehat, tanpa olah raga, tanpa minum air putih, selalu didampingi kopi atau teh, istirahatnya kurang dan sebagainya. Maka dipastikan orang tersebut akan jatuh sakit bahkan meninggal dunia.\u00a0<\/p>\n\n\n\n

Baca: Terkuak, Rokok Elektrik Berbahaya bagi Kesehatan<\/a><\/p>\n\n\n\n

Tidak hanya itu, otoritas kesehatan di Amerika Serikat telah berhasil menginvestigasi kemunculan penyakit paru-paru misterius di antara kalangan pengguna rokok elektrik atau vape. Dilaporkan setidaknya ada 195 kasus potensial penyakit paru-paru di 22 Negara karena kena dampak dari vape atau rokok elektrik.
<\/p>\n\n\n\n

Jadi, masyarakat perlu waspada beredarnya vape atau rokok elektrik. Belum lagi, sebetulnya rokok elektrik atau vape, berdampak juga peningkatan perokok anak.\u00a0 Yang menjadi daya tarik bagi anak, selain bentuknya yang elegan, simpel, juga beraroma buah-buahan yang terkemas dalam cairan.<\/strong><\/p>\n\n\n\n

Orang yang mengatakan bahwa vape atau rokok elektrik lebih mensehatkan dari pada rokok kretek, pendapat tersebut sangat keliru. Disampaing efek dari rangkaian listrik dan battre juga cairan dalam rokok elektrik berpengaruh terhadap resiko jantung.  <\/p>\n\n\n\n

Hasil penelitian yang diterbitkan dalam Journal of American College of Cardiology pada Mei lalu ini menambah bukti bahwa cairan rokok elektrik dapat menghambat fungsi sel-sel tubuh yang berperan dalam kesehatan jantung. Cairan dalam vape atau rokok elektrik pada akhirnya merusak sel-sel yang melapisi pembuluh darah. <\/p>\n\n\n\n

Keberadaan vape atau rokok elektrik di pasaran sangat membahayakan bagi orang Indonesia, terlebih pemuda-pemuda, yang banyak memilih merokok vape aatau rokok elektri. Menurutnya, selain bentuk kecil, simpel dibawa dan ada aroma buah-buahan sesuai selera. Akan tetapi dibalik bentuknya yang bagus, menyembunyikan banyak penyakit ketika dikonsumsi.\u00a0<\/p>\n\n\n\n

Baca: Kata Siapa Lebih Sehat? Perokok Elektrik Berisiko Terjangkit Penyakit Kardiovaskular<\/a><\/p>\n\n\n\n

Hingga kini CDC masih melakukan investigasi lebih lanjut, dengan mengimbau agar para dokter mengumpulkan data dan sampel bila menemukan pasien dengan gejala penyakit paru serupa, tentunya akibat rokok elektrik atau vape. Bentuk dan merek rokok elektrik dan vape banyak varian dan banyak merek. JUUL termasuk merek rokok elektrik atau vape yang saat ini naik daun.\u00a0<\/p>\n\n\n\n

Ada yang mengatakan bahwa tak tepat membandingkan rokok tembakau dengan rokok elektrik. Ya benar tak tepat, karena rokok elektrik atau vape resikonya sangat tinggi. Sedang rokok tembakau resikonya kecil, apa lagi rokok kretek mungkin resikonya sangat kecil sekali terhadap tubuh. Alasannya, munculnya rokok kretek bertujuan untuk pengobatan sakit bengek, dan tujuannya berhasil. Hingga banyak orang melakukan pemesanan rokok kretek saat itu, rokok kretek belum sebagai industri besar masih bersifat rumahan,  keadaan tersebut sekitar abad 19. <\/p>\n\n\n\n

Dalam studi ini, tim peneliti menemukan bukti efek toksik pada sel-sel yang melapisi pembuluh darah dan melindungi jantung. Beberapa bukti tersebut termasuk di antaranya gangguan pada fungsi sel dan munculnya tanda-tanda peradangan. Para peneliti mengamati bagaimana respons sel saat bersentuhan dengan cairan rokok elektrik. Efek yang paling kentara terlihat pada cairan dengan rasa kayu manis.<\/p>\n\n\n\n

Baca: Riset Kesehatan Rokok Elektrik<\/a><\/p>\n\n\n\n

Sekelompok ahli kardiovaskular dari University of Massachusetts menganjurkan peneliti agar melakukan uji rokok elektrik atau vape lebih yang beraroma. Karena sumsi sementara, produk vape atau rokok elektrik yang beraroma dan punya pilihan rasa lebih berbahaya dari pada rokok vape natural. Namun yang banyak beredar dipasaran, justru yang beraroma dan berasa buah-buahan, dari pada yang natural. <\/p>\n\n\n\n

Studi pada 2018 lalu menunjukkan, penggunaan rokok elektrik harian berisiko terhadap serangan jantung, meski dengan probabilitas yang lebih rendah daripada perokok tembakau. Menurut dr Lawrence Phillips pakar kardiovaskular NYU Langone Health mengatakan \u201cKita melihat semakin banyak bukti bahwa rokok elektrik berhubungan dengan peningkatan risiko serangan jantung\u201d.<\/p>\n\n\n\n

Dari hasil pakar dan hasil studi di atas menegaskan bahwa keberadaan rokok vape atau rokok elektrik, resikonya sangat besar. Bahan utama rokok vape atau elektrik yang paling besar memberikan efek negatif pada tubuh manusia adalah cairan perasa. Akibat cairan perasa dalam rokok elektrik  atau vape termasuk merek JUUL beresiko terjadi peradangan, terjangkit penyakit jantung dan paru-paru akut, selanjutnya berakibat kematian. <\/p>\n\n\n\n

Untuk itu, demi masa depan bangsa Indonesia harusnya ada regulasi pelarangan peredaran rokok elektrik atau vape yang nyata-nyata telah ada kasus dengan didukung beberapa riset dan studi tentang konten rokok elektrik atau vape, yang hasilnya mempunyai resiko tinggi dapat menyebabkan penyakit berujung kematian.         
<\/p>\n","post_title":"Perokok Elektrik Berisiko Besar Terjangkit Penyakit Mematikan","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"perokok-elektrik-berisiko-besar-terjangkit-penyakit-mematikan","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-08-28 09:40:09","post_modified_gmt":"2019-08-28 02:40:09","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5999","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5988,"post_author":"855","post_date":"2019-08-24 10:41:28","post_date_gmt":"2019-08-24 03:41:28","post_content":"\n

Sumber permasalahan besar dunia pertembakauan sejatinya bukan iklim dan hama, melainkan kebijakan pemerintah dan para plolitisi yang ikut serta membicarakannya, tanpa dasar yang kuat, adil dan cenderung ugal-ugalan.
<\/p>\n\n\n\n

Jika orang dahulu tidak berani bicara kecuali kepada hal-hal yang benar-benar diketahui, kali ini banyak sekali orang yang banyak bicara daripada membaca, baik buku maupun alam kauniyah (dunia nyata). Maka jangan heran, jika tidak sedikit politisi dan pemerintah yang gagal paham dunia pertembakau, dari berbagai sisi, karena mereka mendapatkan informasi sepotong-sepotong, tanpa ada usaha untuk tabayyun <\/em>lebih mendalam apalagi turun ke ladang untuk memastikan.
<\/p>\n\n\n\n

Kini hama petani muncul lagi dari kalangan politisi. Sebut saja namanya Sukamta (nama asli) yang kini menjabat sebagai sekretaris Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS). Kenapa semua orang yang terkait dengan industri hasil tembakau (petani, buruh, dsb) dianggap tidak sejahtera, ya karena partai yang harusnya adil saja tidak mampu berbuat adil, bahkan dalam pikiran dan apa yang keluar dari mulutnya.<\/p>\n\n\n\n

Baca: Tuhan Tidak Menciptakan Tembakau untuk Dibenci dan Dicaci<\/a>
<\/p>\n\n\n\n

Tidak perlu bicara terlalu jauh. Mari kita kita uji omongan Sukamta yang dimuat situs ayosemarang.com, 22 Agustus 2019. Omongan yang sejatinya sebuah template dan selalu dipakai oleh antirokok. Semacam gaya kampanye sholih li kulli zaman wal makan, <\/em>meski dibangun dari logika berantakan dan cenderung mengutamakan kengawuran daripada analisa yang mendalam. Ya memang itulah keistimewaan antirokok, anti terhadap data valid dan percaya diri berlebihan dalam kesesatan berpikir.
<\/p>\n\n\n\n

Bagi Sukamta, harga rokok di Indonesia, sebuah negeri yang besar salah satunya ditopang oleh dunia pertembakauan, harus dinaikkan 700 persen. Alasannya supaya orang miskin tidak dapat membeli rokok. Jika orang miskin yang merokok jatuh sakit, maka negara melalui (Jaminan Kesehatan Nasional) JKN rugi menanggung biayanya. Tentu saja ini berbeda dengan, orang kaya boleh makan junkfood<\/em>, minuman bersoda, dan berlaku semaunya, karena jika jatuh sakit mereka bisa membiayai sendiri dan dapat memperkaya negara.
<\/p>\n\n\n\n

Cara sistematis ini akan diduplikasi dan diperbarui terus menerus. Bermula dari seorang sakit yang berobat ke dokter, jika ia merokok maka dokter akan berkata, \u201cbapak sakit karena rokok\u201d, dan dokter tidak secara jujur bahwa penyakit itu datang dari sebab apapun, bisa gula, bisa gaya hidup yang berantakan, kurang minum air putih, stres dengan obat mahal, dsb.
<\/p>\n\n\n\n

Kenapa Sukamta cenderung ingin menaikkan harga rokok untuk menyelesaikan permasalahan JKN yang rumit itu? Ya karena sudah menjadi tabiat antirokok, bahwa berpikir keras untuk mencari solusi adalah buang-buang waktu, makanya rokok akan disalahkan supaya permasalahan menjadi lekas selesai. 
<\/p>\n\n\n\n

Coba kita kembali ke tahun 2018, saat BPJS Kesehatan defisit dan ditambal oleh cukai rokok. Para pegiat kesehatan beralasan, jumlah masyarakat sakit yang kian bertambah dan narasi yang kemudian dibangun; sakit-sakit itu disebabkan oleh rokok. Tidak berhenti sampai di situ, beragam alasan yang penting pengelola kesehatan \u201cselamat\u201d banyak digaungkan di media (tanpa ada sikap ksatria untuk mengakui bahwa memang masih banyak masalah dalam JKN, baik pengelolaan maupun skema yang lebih baik, yang perlu dicarikan solusi).<\/p>\n\n\n\n

Baca: Kegagalan Lakpesdam PBNU dalam Melihat Produk Tembakau Alternatif<\/a><\/p>\n\n\n\n

Koordinator Advokasi BPJS Watch, Timboel Siregar, megkritisi beragam narasi yang dibangun oleh pegiat kesehatan. Ia mengusulkan agar BPJS fokus pada pengawasan penetapan inasibijis oleh pihak rumah sakit. Timboel menilai, inasibijis merupakan gerbang terjadinya defisit BPJS Kesehatan. Inasibijis (INA-CGB) merupakan sebuah singkatan dari Indonesia Case Base Gropus, yakni sebuah aplikasi yang digunakan rumah sakit untuk mengajukan klaim pada pemerintah. (bisnis.com)
<\/p>\n\n\n\n

Kita tidak pernah tau, apa yang dilakukan rumah sakit terhadap pasien-pasien yang membayar BPJS. Kita juga tidak pernah tau jika ada pasien BPJS kelas I diberi fasilitas kelas II atau III, dan rumah sakit mengklaim biaya kelas I ke negara. Tentu saja yang demikian ini tidak penting bagi antirokok. <\/p>\n\n\n\n

Baca: Ada Campur Tangan Bloomberg dalam Surat Edaran Menkes terkait Pemblokiran Iklan Rokok<\/a><\/p>\n\n\n\n

Sukamta juga bilang, orang-orang yang kecanduan merokok dan mampu membeli rokok yang mahal, dipersilahkan tetap merokok asal menanggung sendiri biaya pengobatan akibat penyakit karena rokok. Asalkan dampak buruk akibat konsumsi rokok tidak membebani negara kerena pemasukan dari cukai tembakau tidak sebanding dengan biaya yang harus dikeluarkan negara. (ayosemarang.com)
<\/p>\n\n\n\n

Bagi saya pribadi, ini adalah statemen yang sangat lucu. Sejak kapan sih negara betul-betul hadir dan perhatian terhadap kesehatan masyarakat, khususnya di pedesaan dan pedalaman? Kalau ada pun, menjalankannya setengah hati. Dan sejak kapan rokok itu menjadi candu, padahal yang candu itu kekuasaan dan menjadikan masyarakat sebagai jembatan untuk menuju \u201ckekuasaan dalam negara\u201d? 
<\/p>\n\n\n\n

Sukamta juga menganggap, bahwa perokok bukan orang yang produktif? Faktanya? Setahu saya orang-orang yang merokok punya produtivitas tinggi, mereka hidup sebagaimana keringat yang diperas setiap hari. Tanpa berharap kepada negara apalagi Sukamta.
<\/p>\n\n\n\n

Sekadar saran saja, sebaiknya PKS tidak perlu ngelantur bicara rokok. Silahkan bicara, asalkan keadilan sosial sebagaimana nama partainya tidak hanya selesai pada tataran konsepsi dan gagah-gagahan, melainkan pada tahap tindakan dan contoh konkrit atasnya.
<\/p>\n","post_title":"Ketika PKS Bicara Rokok","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"ketika-pks-bicara-rokok","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-08-24 10:51:25","post_modified_gmt":"2019-08-24 03:51:25","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5988","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":35},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"epic_block_3"};

\n

Baca: Smoker Travellers: Menengok Fasilitas Ruangan Merokok di Bandara Kulon Progo<\/a>
<\/p>\n\n\n\n

Mungkin saya tidak memerhatikan peraturan yang ada apabila ternyata rokok tidak boleh di bawa masuk ke dalam. Namun jika dilarang, baiknya penyelenggara bisa menyediakan tempat penitipan rokok. Bukan apa-apa, mubazir rasanya jika satu bungkus harus dibuang, apalagi perokok yang hadir juga nampaknya mematuhi peraturan dilarang merokok di dalam. Peraturan ini juga nampaknya mesti dikaji ulang karena jika mengacu pada Perda KTR tentu tidak disebutkan.
<\/p>\n\n\n\n

Akhirnya kami pun mengikhlaskan, walau sejatinya harus jua bertindak licik dengan menyembunyikan rokok kami di luar. Bukan apa-apa ini lebih faktor mubazir. Tiba saatnya acara dan Ajis Doa Ibu serta Gilang Gombloh memecahkan suasana dengan dark jokes soal agama hingga lelucon soal Fiersa Besari. Goodnigh Electric kemudian menjadi band pembuka dengan membawakan tembang-tembang lawas seperti Am i Robot, Teenage Love and Broken Heart, The Supermarket I Am In, hingga lagu syahdu mereka yang saya tunggu-tunggu untuk dibawakan yaitu Im OK.\u00a0
<\/p>\n\n\n\n

Lagu ini pernah menjadi soundtrack <\/em>hidup saya kala menyukai seseorang. Semenjak mendengar dan suka dengan Goodnight Electric saat SMA, baru kali ini Im Ok dibawakan. Goodnight Electric juga kemudian menutup aksi panggung mereka dengan budaya yang tak pernah mereka lewatkan yaitu dengan lagu Rocket Ship Goes By dan tak lupa melemparkan pesawat kertas di dekat penghujung lagu.
<\/p>\n\n\n\n

Jika Goodnight Electric adalah pembukaan yang manis, seperti memberi rangsangan mengingat masa-masa SMA penuh dengan jadwal pensi, maka The Upstairs yang manggung selanjutnya adalah yang meledakkan pesta itu sendiri. Performa enerjik Jimi Multhaza sang vokalis masih saja seperti yang saya ihat 11 tahun lalu saat The Upstairs manggung di depan TVRI. Tak mau melewatkan momen, saya kemudian merapat ke tengah kerumunan dan berdansa resah didalamnya. Benturan-benturan moshpit tak terelakkan tapi saya nikmati karena adrenalin seperti ini jarang lagi bisa ditemukan.
<\/p>\n\n\n\n

Sama seperti Goodnight Electric, The Upstairs menutupnya dengan bijak. Romansa penonton yang hadir akan\u00a0 Pensi ala anak SMA di awal 2000an dan hingga sepuluh tahun setelahnya tak mereka kecewakan. Jimi dkk memilih lagu Matraman sebegai tembang penutup, lagu yang menurut Jimi (saat populer) bisa diputar hingga berulang kali dalam satu hari di radio-radio lokal. Lagu yang kemudian menjadi soundtrack skena persahabatan, cinta, dan tawuran anak SMA kala itu.\u00a0<\/p>\n\n\n\n

Baca: Smoker Traveller: Hero Coffe Kota Tua Semarang<\/a><\/p>\n\n\n\n

The Adams sebagai band ketiga yang tampil lalu datang meneduhkan suasana. Betul, penonton langsung terbuai saat itu oleh suara yang beradu-adu antara Saleh Husein dan Ario Hendarwan. Sing along kemudian jadi hal yang wajib dilakukan saat itu, semuanya menikmati karaoke masal dari lagu-lagu yang dibawakan seperti Hanya Kau, Berwisata, Konservatif, hingga Halo Beni. Suasana kala itu semakin manis saat sang pianis The Adams (hingga kini belum saya ketahui namanya) selalu melemparkan senyumnya ke arah penonton. Ah sial, saat itu saya berada di posisi yang sangat jauh darinya, itu saja sudah membuat saya bergetar.
<\/p>\n\n\n\n

Karena saya memarkir motor di luar area Kuningan City dan hanya dijaga sampai pukul 23:30, akhirnya kami pulang lebih cepat. Saat keluar venue saya memastikan tetap sebats dulu, mereview apa yang menarik terjadi di dalam sana. Saya lantas menarik kesimpulan bahwa dari pengalaman selama hampir tiga jam lebih menikmati konser tanpa rokok, tak terjadi apa-apa dari kami. Tak ada kekhawatiran berlebihan, perubahan mood karena tak merokok, atau keburukan lainnya. Semuanya sama saja dan normal-normal saja.
<\/p>\n\n\n\n

Hanya jika boleh memberi saran kepada pihak pengelola, perampasan rokok tentu mesti dipertimbangkan ulang. Sekali lagi rokok adalah produk legal dan mempunyai aturan yang sudah disepakati terkait pengkonsumsiannya. Lagian, saya kira para perokok sekarang juga sudah mulai tertib terhadap aturan dan tidak ingin merugikan terhadap yang lainnya.<\/p>\n","post_title":"Pengalaman Tiga Jam Lebih Menyaksikan Konser Musik Tanpa Asap Rokok","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"pengalaman-tiga-jam-lebih-menyaksikan-konser-musik-tanpa-asap-rokok","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-09-04 07:32:19","post_modified_gmt":"2019-09-04 00:32:19","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6017","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":6014,"post_author":"877","post_date":"2019-09-03 09:18:50","post_date_gmt":"2019-09-03 02:18:50","post_content":"\n

Masih ingat kemarin, tulisan Djarum yang ada di kaos para atlit olahraga dipermasalahkan KPAI dan kawan-kawannya? Banyak orang-yang omong, ternyata ada orang kaya yang diusik, tapi dia hanya diam tanpa ada kata sedikitpun sebagai pembalasan terhadap yang mengusiknya. Bahkan cenderung mengalah, bikin orang lain gregetan. Kalimat itu yang aku tangkap dari salah satu temen bernama Nur Cholis asal Desa Gribiq, Kabupaten Kudus.<\/p>\n\n\n\n

Seminggunan kemarin, tepatnya Minggu 25 Agustus, teman MTS dulu pulang dari Jakarta. Ia sehari-harinya beraktivitas dan bekerja di sana. Di Jakarta, bersama anak istrinya, yang setiap hari jualan sayuran keliling. <\/p>\n\n\n\n

Kami yang sudah lama tidak ketemu, bahkan lebaran kemarin ternyata dia tak pulang ke Kudus. Pantesan tak ada yang rebut ngajak ngopi, orang yang biasa ngajak ngopi orangnya masih di Jakarta. Memilih lebaran di sana, karena dititipin rumah tetangganya yang katanya sudah seperti keluarganya sendiri yang kala itu baru mudik.\u00a0<\/p>\n\n\n\n

Baca: Sesat pikir KPAI Melarang Audisi Pencarian Bakat Bulutangkis Anak-Anak<\/a><\/p>\n\n\n\n

Temanku itu panggilannya Djumari, rumahnya dulu daerah Kaliwungu Kudus bagian barat. Ia pulang dalam rangka ada acara nikahan saudara dari istrinya. Dasar Djumari, kalau gak ngopi bareng dan ketemu temen-temen gak puas katanya, karena mumpung di Kudus. Ia gunakan kesempatan sebelum datang kesempitan disela-sela acara nikahan saudaranya. Lewat pesan singkat WA, tanpa hitungan jam ajakan ngopi Djumari, langsung di respon banyak teman yang tergabung di group WA. Ada yang tanya kapan datangnya, ada yang komentar besuk aja ngopinya soalnya masih diluar kota, ada yang bilang sore ini aja tancap gas. Djumari menjawabi dan balas komentar teman-teman. Dihari itu, Djumari kayak artis banyak ajakan dan tawaran teman-teman. <\/p>\n\n\n\n

Memang, teman-teman alumni MTS Madrasah Qudsiyyah Kudus kompak sekali, bahkan sudah kayak saudara sendiri semua. Kita sering kumpul walaupun hanya sekedar ngopi, yang penting bertemu dan ngobrol. Tidak jarang, kita ketemu dengan agenda acara resmi dan agak resmi. Seperti disaat salah satu teman punya hajat, bahkan hajat kecilpun kayak acara \u201cmanaqiban\u201d sering mengundang teman lainya. Pasti ada yang bingung apa itu manaqiban<\/em>?. Aku jelasin sebentar, manaqiban itu, acara membaca sejarah Syeih Abdul Qodir Jaelani ulama dahulu setelah masa Shahabat Nabi, yang terkenal alimnya dan sufi serta berkaromah. Nah, bagi kita-kita penggemarnya, sering kali kita baca sejarahnya. Dengan cerita sejarah  Syeih Abdul Qodir Jaelani, kita penggemar berharap agar apa yang kita lakukan dido\u2019akan atau di amini beliau semua urusan kita lancar. Karena menurut kita penggemar, meyakini Syeih Abdul Qodir Jaelani kekasih Tuhan, kalau dalam bahasa Jawa \u201cbolone Gusti Allah\u201d. Ini sekilas penjelasan tentang istilah manaqiban<\/em>, kalau mau tau lebih lanjut, khasiat-khasiatnya, bisa kita diskusi dilain waktu aja. Yang jelas di acara manaqiban<\/em> ini sudah jadi tradisi ada \u201cingkung\u201d ayamnya. Ini yang biasa kita nantikan.<\/p>\n\n\n\n

Kembali ke acara ngopi, disore itu temenku Djumari langsung nentukan tempat ngopi dan waktunya. Kita biasa ngopi ditempat sederhana. Akhirnya, Djumari mutusin habis isya\u2019 kumpul dan ngopi di rumah teman kita satunya namanya Nur Cholis, juga tergabung dalam group WA. Setelah tahu bakal kerumahnya, Nur Cholis langsung komen, lapan enam laksanakan. Aku langsung teringat temenku namanya Fawaz, orang Betawi keturunan Arab, sering kalau jawab pas di WA pakai tulisan lapan enam.\u00a0<\/p>\n\n\n\n

Baca: PB Djarum, Prestasi Bulutangkis Nasional, dan Kegagalan KPAI Memahami Peristiwa<\/a><\/p>\n\n\n\n

Waktu isya\u2019 tiba, suasana mau hujan, sedikit grimis, hawanya lumayan dingin dibanding sebelumnya panas dan gerah. Tapi semangat ngopi dam ngobrol teman-teman tak mengendor. Bahkan di group sudah ada yang ribut, ngajak-ngajak \u201cayo ayo waktunya kopdar tiba, ada bonus banyak rezeki lho\u201d, Rifai namanya, seorang pembicara atau muballig yang sering ceramah di masyarakat. <\/p>\n\n\n\n

Aku datang sekitar jam 20.00, terlihat banyak tema yang sudah pada kumpul, didepannya ada segelas kopi. Maklum kita orang desa ngopinya gak pakai cangkir, tapi pakai gelas es yang tinggi. Dibenakku ini ngopi apa kehausan?, tapi yang penting tetap ngopi dan merokok. Di meja terlihat banyak rokok bermacam-macam mereknya, sesuai kesukaan masing-masing. Ada yang bawa Sukun Putih, ada yang bawa Gudang Garam, kebanyakan bawa LA, tapi ada juga yang bawa rokok bikinan sendiri alias \u201cTingwe\u201d nglinting dewe dirumah ditaruh plastik. Aku coba rokok tingwe itu sambil ngobrol bareng, ternyata lumayan enak ramuan rokoknya, dibanding tingwe tingwe yang pernah aku rasakan. Yang buat tingwe namanya Sutopo, profesinya sehari-hari memang jual beli tembakau. Karena penasaran, sutopo aku tanya, kok enak, ini tembakau mana?. Dijawabnya \u201cbiasa tembakau Temanggung\u201d tapi aku kasih cengkeh kualitas wahid, dan sedikit ramuan saos sendiri (bahannya dirahasiakan), yang jelas katanya bahan saos dari rempah rempah bikinan sendiri. <\/p>\n\n\n\n

Ngobrol kita mengalir tanpa ada sekat dan batasan, malah terkadang pada ngobrol sendiri-sendiri dengan teman didekatnya. Giliran Djumari disuruh cerita pengalamannya, teman teman pada diam, mungkin pada penasaran. Soalnya dulu, sebelum ke Jakarta ia bekerja di Djarum. Ia ceritakan alasannya harus ke Jakarta. Awalnya, sering pulang pergi Jakarta Kudus untuk pengobatan istrinya yang sedang sakit di salah satu pengobatan alternatif disana atas rekomendasi saudaranya yang sudah lama hidup di Jakarta. Ia menceritakan sakit istrinya yang sering pusing, dan pusingnya bukan pusing biasa, dan seringkali istrinya sampai membentur-benturkan kepalanya. Kemudian, saat diharuskan kontinyu pengobatannya, minimal satu tahun agar cepat sembuh, akhirnya ia putusin meninggalkan Kudus sementara, termasuk pekerjaannya. Alhamdulillah istrinya sekarang sudah sembuh total.\u00a0<\/p>\n\n\n\n

Baca: Cacat Pikir KPAI Memaknai Kata Ekploitasi Anak dan Promosi<\/a><\/p>\n\n\n\n

Disela sela nungguin istrinya sakit, ia sering diajak saudaranya jualan sayuran keliling. Nah, walaupun sekarang istrinya sudah sembuh, ia tetap di Jakarta. Sebab dipikirannya, kalau kembali ke Kudus mulai dari awal lagi, mending yang sudah ada didepan mata dijalanin dulu. Nanti pelan-pelan sambil melihat peluang di Kudus, ia pun akan pulang. Obrolan tetap seru, walaupun djarum jam sudah tepat diangka 12.00 malam. Namun domain obrolan lebih pada Djumari sebagai nara sumber, ia menceritakan semua pengalaman dan kejadia yang ia lihat, sampai ia menceritakan berita kalau pabrik Djarum yang dulu pernah ia singgahi, sedang dipermasalahkan KPAI. Memang sebenarnya ia tak paham alur permasalahanya. Tahunya, KPAI gak suka bulu tangkis Djarum berjalan, memusuhi rokok. <\/p>\n\n\n\n

Sebagai orang yang pernah menjadi karyawan Djarum, jadi wajar dan pantas kalau ia membela Djarum, apalagi ia asli Kudus. Saking semangatnya, ia ngomong \u201cnek aku dadi Djarum, tak tuku iku KPAI, paling ora tak lawan\u201d \u201candaikan aku yang punya Djarum, aku beli KPAI, paling tidak dilawan\u201d. Ada yang menyambar omongan, \u201csampek matek kuwe Djum, ogak bakal dadi bos Djarum\u201d \u201csampai mati kamu Djum, tidak akan jadi bos Djarum\u201d haha\u2026\u2026disambut dengan tawa klakaran teman-teman termasuk saya sendiri. Di sela-sela tawa, tuan rumah ngomong \u201cancen gawe gregeten, kenopo Djarum mung meneng, malah ngalah\u201d \u201cbikin gregeten, kenapa Djarum diam dan cenderung mengalah\u201d. <\/p>\n\n\n\n

Nah, ternyata, banyak orang yang sangat simpati dan membela pabrik Djarum, terutama orang Kudus. Rata-rata mereka, tak tahu apa yang harus dilakukan, apa yang harus diperbuat. Sebagai manusia lemah, mereka hanya bisa marah  yang terpendaam dalam hati, dengan melihat kejadian KPAI menyerang Djarum. Coba, andaikan mereka tahu kalau dibelekang KPAI ada kepentingan asing yang mengusik rokok kretek asli Kudus, yang sudah mendarah daging bagi masyarakat Kudus. Pastinya, pembelaanya lebih dari itu, bahkan mungkin mati-matian.
<\/p>\n","post_title":"Cerita di Balik Segelas Kopi untuk Djarum","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"cerita-di-balik-segelas-kopi-untuk-djarum","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-09-03 09:19:00","post_modified_gmt":"2019-09-03 02:19:00","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6014","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":6008,"post_author":"878","post_date":"2019-08-30 15:06:07","post_date_gmt":"2019-08-30 08:06:07","post_content":"\n

Pada mulanya, saya mengira tanaman tembakau ditanam, dirawat, dan dipanen sama dengan kebanyakan tanaman-tanaman semusim lainnya di negeri ini. Ada proses pembibitan, kemudian proses penanaman, lantas tanaman rutin disiram dan diberi pupuk, ada proses perawatan hingga akhirnya dipanen ketika musim panen tiba. Tapi nyatanya, perkiraan saya salah. Tembakau tanaman yang cukup unik. Beda dari banyak tanaman semusim lain yang lazim ditanam petani di banyak tempat di Indonesia.<\/p>\n\n\n\n

Hal paling menonjol yang membedakan tanaman tembakau dengan tanaman semusim lain ada pada masa tanam dan masa panen tiba. Tanaman tembakau menjadi anomali karena ditanam saat musim penghujan akan berakhir. Lalu dipanen ketika musim kemarau sedang berada pada puncaknya. Saat tanaman-tanaman semusim lainnya enggan tumbuh, bahkan rumput sekalipun mengering karena kemarau.<\/p>\n\n\n\n

Tiga tahun belakangan, saya banyak bergaul dengan petani dan buruh tani tembakau di Kabupaten Temanggung, juga dengan anak-anak mereka. Jika sebelumnya saya sekadar penikmat rokok kretek, tiga tahun belakangan, saya mulai tertarik untuk mempelajari seluk-beluk seluruh lini yang mendukung industri kretek nasional. Yang paling menarik minat saya, tentu saja konteks pertanian dan sosial masyarakat yang memproduksi komoditas yang menjadi bahan baku utama produk kretek. Tembakau dan cengkeh.<\/p>\n\n\n\n

Baca: Melihat Petani Tembakau di Temanggung Memanen Tembakau Mereka<\/a><\/p>\n\n\n\n

Dari sekian banyak hal menarik yang disajikan pertanian tembakau hingga proses penjualan hasil panen tembakau yang saya amati di wilayah Kabupaten Temanggung, hal yang terus menerus menarik minat saya dan hingga saat ini belum sepenuhnya saya pahami adalah proses panen tembakau dan penentuan grade tembakau hasil panenan petani. Sama seperti kesalahan saya mengira tanaman tembakau ditanam dan diproses mirip dengan tanaman semusim lainnya, dugaan saya perihal proses panen tembakau juga salah sepenuhnya. Dahulu saya mengira daun-daun yang siap dipanen dari tanaman tembakau ya dipanen begitu saja. Menunggu daun-daun yang tumbuh pada tanaman tembakau siap dipanen, lantas dipanen seluruhnya dalam satu waktu oleh para pekerja di kebun. Nyatanya tidak begitu. Dan lebih rumit dari itu.<\/p>\n\n\n\n

Mayoritas tembakau yang ditanam di wilayah Temanggung berasal dari jenis kemloko. Ada kemloko 1, kemloko 2, dan kemloko 3. Dari ketiga varietas kemloko tersebut, metode panen dan penentuan grade tembakau memiliki tata cara yang sama persis. Seluruh petani di Temanggung menerapkan metode panen yang mirip. Dari metode panen tersebut, ternyata berpengaruh terhadap tingkatan kualitas tembakau yang dipanen, petani di Temanggung kerap menyebut \u2018tiam\u2019 atau \u2018grade\u2019 untuk perbedaan tingkat kualitas tembakau yang dipanen.<\/p>\n\n\n\n

Tidak seperti tanaman semusim lainnya yang dipanen dalam satu waktu, tembakau dipanen bertahap mulai dari daun terbawah pada pohon hingga daun teratas. Dalam satu tanaman tembakau, panen bisa berlangsung sebanyak 13 hingga 15 kali dalam sekali musim tembakau. Jarak antara panen satu dengan panen lainnya, antara lima dan tujuh hari. Dengan kondisi ini, musim panen tembakau di Temanggung atau yang kerap disebut musim \u2018mbakon\u2019 bisa berlangsung selama dua hingga tiga bulan. Tahun ini, panen dimulai pada pertengahan Juli dan diprediksi akan berakhir pada pertengahan Oktober.<\/p>\n\n\n\n

Baca: Tuhan Tidak Menciptakan Tembakau untuk Dibenci dan Dicaci<\/a><\/p>\n\n\n\n

Metode panen seperti itu, yang bertahap dan berjeda dari panen satu daun ke daun lainnya ternyata berpengaruh terhadap tingkatan kualitas daun tembakau. Daun-daun yang dipanen lebih awal, gradenya berada pada grade yang rendah. Grade terus meningkat hingga sampai puncaknya seiring panen-panen selanjutnya pada tanaman yang sama. Dalam satu tanaman tembakau, grade daun sudah pasti berbeda-beda sesuai dengan waktu panenan daun di tanaman tersebut.<\/p>\n\n\n\n

Agar lebih mudah dipahami, mari kita bayangkan sebatang tanaman tembakau yang tumbuh subur dalam kondisi normal dan tanaman itu sudah mulai memasuki masa panen. Pada sebatang tanaman tembakau itu tumbuh sebanyak 17 helai daun dari bawah ke atas. Panen pertama dimulai. Daun paling bawah dari tanaman tembakau itu dipetik untuk dipanen. Hanya satu helai daun saja, yang terbawah. Daun yang pertama dipanen itu, biasanya memiliki grade A. Adakalanya kualitas tembakau pada panenan pertama sudah mulai berada pada grade B. Di beberapa titik bahkan sudah ada yang menghasilkan tembakau grade C. <\/p>\n\n\n\n

Lima hingga tujuh hari kemudian, panen daun kedua dilakukan. Satu daun saja dari sebatang tanaman, daun terbawah yang dipanen. Lima hingga tujuh hari berikutnya lantas dipanen lagi. Begitu seterusnya hingga 12 atau 13 kali panen. Semakin ke atas daun yang dipanen seiring bertambahnya waktu, grade tembakau juga meningkat hingga puncaknya berhenti di grade F. Hanya sedikit tembakau yang bisa melampau grade F, mencapai grade G dan H, itulah tembakau-tembakau jenis srintil berharga jutaan rupiah per kilogramnya.<\/p>\n\n\n\n

Selain waktu panen dan letak daun dalam sebatang tanaman, jenis tanah, unsur hara yang terkandung dalam tanah, asupan embun alami, pancaran sinar matahari yang cukup, serta proses fermentasi dan penjemuran usai daun-daun dipanen, menjadi penentu kualitas tembakau yang menempatkan daun tembakau itu pada grade tertentu. Satu hal lain lagi yang sangat berpengaruh terhadap grade tembakau adalah wilayah tembakau itu ditanam. Ada tiga wilayah tempat tembakau biasa ditanam. Wilayah persawahan (dataran rendah), wilayah tegalan (dataran menengah), dan wilayah gunung (dataran tinggi). Kondisi tanah dan faktor ketinggian dan kondisi geografis lainnya berpengaruh terhadap kualitas tembakau.<\/p>\n\n\n\n

Di wilayah persawahan, tanaman tembakau memang subur dan tumbuh cepat, namun tembakau yang ditanam di sana maksimal hanya bisa menghasilkan tembakau grade D, atau D+. Sedang tembakau yang ditanam di wilayah tegalan, maksimal bisa menghasilkan tembakau grade E hingga E+. Yang terbaik, tentu saja tembakau yang ditanam di wilayah gunung. Meskipun membutuhkan waktu tanam lebih lama dibanding dua wilayah lainnya, rata-rata panenan terakhir mencapai grade F hingga seterusnya dengan tembakau terbaik bernama srintil.   <\/p>\n\n\n\n

Ini sedikit yang saya pelajari di Temanggung hasil belajar langsung dari para petani di sana. Saya tidak tahu dengan metode panen dan penentuan grade tembakau di wilayah lain dengan jenis tembakau lain juga. Menarik sebetulnya mencari tahu di tempat lain. Semoga sekali waktu nanti berkesempatan untuk itu. 
<\/p>\n","post_title":"Penentuan Grade Tembakau di Temanggung","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"penentuan-grade-tembakau-di-temanggung","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-08-30 15:06:14","post_modified_gmt":"2019-08-30 08:06:14","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6008","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5999,"post_author":"877","post_date":"2019-08-28 09:40:02","post_date_gmt":"2019-08-28 02:40:02","post_content":"\n

Direktur Pusat Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Amerika Serikat (CDC), Robert Redfield, mengungkapkan kematian tragis di Illinois memperkuat dugaan karena vape<\/a> atau rokok elektrik. Berita tersebut atas laporan Dinas Kesehatan Illinois yang mengumumkan ada satu pasien yang akhirnya meninggal dunia. Kasus ini kemungkinan jadi kasus pertama kematian akibat penyakit berkaitan dengan vape.
<\/p>\n\n\n\n

Kejadian di atas menjawab keberadaan vape atau rokok elektrik sangat membahayakan. Berbeda dengan resiko rokok kretek, bisa menimbulkan penyakit jika mengkonsumsinya berlebihan atau kebanyakakan, dan hidup tidak seimbang. Misalnya dalam satu hari merokok sampai tiga atau empat bungkus, tanpa makan nasi atau makan-makanan sehat, tanpa olah raga, tanpa minum air putih, selalu didampingi kopi atau teh, istirahatnya kurang dan sebagainya. Maka dipastikan orang tersebut akan jatuh sakit bahkan meninggal dunia.\u00a0<\/p>\n\n\n\n

Baca: Terkuak, Rokok Elektrik Berbahaya bagi Kesehatan<\/a><\/p>\n\n\n\n

Tidak hanya itu, otoritas kesehatan di Amerika Serikat telah berhasil menginvestigasi kemunculan penyakit paru-paru misterius di antara kalangan pengguna rokok elektrik atau vape. Dilaporkan setidaknya ada 195 kasus potensial penyakit paru-paru di 22 Negara karena kena dampak dari vape atau rokok elektrik.
<\/p>\n\n\n\n

Jadi, masyarakat perlu waspada beredarnya vape atau rokok elektrik. Belum lagi, sebetulnya rokok elektrik atau vape, berdampak juga peningkatan perokok anak.\u00a0 Yang menjadi daya tarik bagi anak, selain bentuknya yang elegan, simpel, juga beraroma buah-buahan yang terkemas dalam cairan.<\/strong><\/p>\n\n\n\n

Orang yang mengatakan bahwa vape atau rokok elektrik lebih mensehatkan dari pada rokok kretek, pendapat tersebut sangat keliru. Disampaing efek dari rangkaian listrik dan battre juga cairan dalam rokok elektrik berpengaruh terhadap resiko jantung.  <\/p>\n\n\n\n

Hasil penelitian yang diterbitkan dalam Journal of American College of Cardiology pada Mei lalu ini menambah bukti bahwa cairan rokok elektrik dapat menghambat fungsi sel-sel tubuh yang berperan dalam kesehatan jantung. Cairan dalam vape atau rokok elektrik pada akhirnya merusak sel-sel yang melapisi pembuluh darah. <\/p>\n\n\n\n

Keberadaan vape atau rokok elektrik di pasaran sangat membahayakan bagi orang Indonesia, terlebih pemuda-pemuda, yang banyak memilih merokok vape aatau rokok elektri. Menurutnya, selain bentuk kecil, simpel dibawa dan ada aroma buah-buahan sesuai selera. Akan tetapi dibalik bentuknya yang bagus, menyembunyikan banyak penyakit ketika dikonsumsi.\u00a0<\/p>\n\n\n\n

Baca: Kata Siapa Lebih Sehat? Perokok Elektrik Berisiko Terjangkit Penyakit Kardiovaskular<\/a><\/p>\n\n\n\n

Hingga kini CDC masih melakukan investigasi lebih lanjut, dengan mengimbau agar para dokter mengumpulkan data dan sampel bila menemukan pasien dengan gejala penyakit paru serupa, tentunya akibat rokok elektrik atau vape. Bentuk dan merek rokok elektrik dan vape banyak varian dan banyak merek. JUUL termasuk merek rokok elektrik atau vape yang saat ini naik daun.\u00a0<\/p>\n\n\n\n

Ada yang mengatakan bahwa tak tepat membandingkan rokok tembakau dengan rokok elektrik. Ya benar tak tepat, karena rokok elektrik atau vape resikonya sangat tinggi. Sedang rokok tembakau resikonya kecil, apa lagi rokok kretek mungkin resikonya sangat kecil sekali terhadap tubuh. Alasannya, munculnya rokok kretek bertujuan untuk pengobatan sakit bengek, dan tujuannya berhasil. Hingga banyak orang melakukan pemesanan rokok kretek saat itu, rokok kretek belum sebagai industri besar masih bersifat rumahan,  keadaan tersebut sekitar abad 19. <\/p>\n\n\n\n

Dalam studi ini, tim peneliti menemukan bukti efek toksik pada sel-sel yang melapisi pembuluh darah dan melindungi jantung. Beberapa bukti tersebut termasuk di antaranya gangguan pada fungsi sel dan munculnya tanda-tanda peradangan. Para peneliti mengamati bagaimana respons sel saat bersentuhan dengan cairan rokok elektrik. Efek yang paling kentara terlihat pada cairan dengan rasa kayu manis.<\/p>\n\n\n\n

Baca: Riset Kesehatan Rokok Elektrik<\/a><\/p>\n\n\n\n

Sekelompok ahli kardiovaskular dari University of Massachusetts menganjurkan peneliti agar melakukan uji rokok elektrik atau vape lebih yang beraroma. Karena sumsi sementara, produk vape atau rokok elektrik yang beraroma dan punya pilihan rasa lebih berbahaya dari pada rokok vape natural. Namun yang banyak beredar dipasaran, justru yang beraroma dan berasa buah-buahan, dari pada yang natural. <\/p>\n\n\n\n

Studi pada 2018 lalu menunjukkan, penggunaan rokok elektrik harian berisiko terhadap serangan jantung, meski dengan probabilitas yang lebih rendah daripada perokok tembakau. Menurut dr Lawrence Phillips pakar kardiovaskular NYU Langone Health mengatakan \u201cKita melihat semakin banyak bukti bahwa rokok elektrik berhubungan dengan peningkatan risiko serangan jantung\u201d.<\/p>\n\n\n\n

Dari hasil pakar dan hasil studi di atas menegaskan bahwa keberadaan rokok vape atau rokok elektrik, resikonya sangat besar. Bahan utama rokok vape atau elektrik yang paling besar memberikan efek negatif pada tubuh manusia adalah cairan perasa. Akibat cairan perasa dalam rokok elektrik  atau vape termasuk merek JUUL beresiko terjadi peradangan, terjangkit penyakit jantung dan paru-paru akut, selanjutnya berakibat kematian. <\/p>\n\n\n\n

Untuk itu, demi masa depan bangsa Indonesia harusnya ada regulasi pelarangan peredaran rokok elektrik atau vape yang nyata-nyata telah ada kasus dengan didukung beberapa riset dan studi tentang konten rokok elektrik atau vape, yang hasilnya mempunyai resiko tinggi dapat menyebabkan penyakit berujung kematian.         
<\/p>\n","post_title":"Perokok Elektrik Berisiko Besar Terjangkit Penyakit Mematikan","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"perokok-elektrik-berisiko-besar-terjangkit-penyakit-mematikan","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-08-28 09:40:09","post_modified_gmt":"2019-08-28 02:40:09","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5999","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5988,"post_author":"855","post_date":"2019-08-24 10:41:28","post_date_gmt":"2019-08-24 03:41:28","post_content":"\n

Sumber permasalahan besar dunia pertembakauan sejatinya bukan iklim dan hama, melainkan kebijakan pemerintah dan para plolitisi yang ikut serta membicarakannya, tanpa dasar yang kuat, adil dan cenderung ugal-ugalan.
<\/p>\n\n\n\n

Jika orang dahulu tidak berani bicara kecuali kepada hal-hal yang benar-benar diketahui, kali ini banyak sekali orang yang banyak bicara daripada membaca, baik buku maupun alam kauniyah (dunia nyata). Maka jangan heran, jika tidak sedikit politisi dan pemerintah yang gagal paham dunia pertembakau, dari berbagai sisi, karena mereka mendapatkan informasi sepotong-sepotong, tanpa ada usaha untuk tabayyun <\/em>lebih mendalam apalagi turun ke ladang untuk memastikan.
<\/p>\n\n\n\n

Kini hama petani muncul lagi dari kalangan politisi. Sebut saja namanya Sukamta (nama asli) yang kini menjabat sebagai sekretaris Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS). Kenapa semua orang yang terkait dengan industri hasil tembakau (petani, buruh, dsb) dianggap tidak sejahtera, ya karena partai yang harusnya adil saja tidak mampu berbuat adil, bahkan dalam pikiran dan apa yang keluar dari mulutnya.<\/p>\n\n\n\n

Baca: Tuhan Tidak Menciptakan Tembakau untuk Dibenci dan Dicaci<\/a>
<\/p>\n\n\n\n

Tidak perlu bicara terlalu jauh. Mari kita kita uji omongan Sukamta yang dimuat situs ayosemarang.com, 22 Agustus 2019. Omongan yang sejatinya sebuah template dan selalu dipakai oleh antirokok. Semacam gaya kampanye sholih li kulli zaman wal makan, <\/em>meski dibangun dari logika berantakan dan cenderung mengutamakan kengawuran daripada analisa yang mendalam. Ya memang itulah keistimewaan antirokok, anti terhadap data valid dan percaya diri berlebihan dalam kesesatan berpikir.
<\/p>\n\n\n\n

Bagi Sukamta, harga rokok di Indonesia, sebuah negeri yang besar salah satunya ditopang oleh dunia pertembakauan, harus dinaikkan 700 persen. Alasannya supaya orang miskin tidak dapat membeli rokok. Jika orang miskin yang merokok jatuh sakit, maka negara melalui (Jaminan Kesehatan Nasional) JKN rugi menanggung biayanya. Tentu saja ini berbeda dengan, orang kaya boleh makan junkfood<\/em>, minuman bersoda, dan berlaku semaunya, karena jika jatuh sakit mereka bisa membiayai sendiri dan dapat memperkaya negara.
<\/p>\n\n\n\n

Cara sistematis ini akan diduplikasi dan diperbarui terus menerus. Bermula dari seorang sakit yang berobat ke dokter, jika ia merokok maka dokter akan berkata, \u201cbapak sakit karena rokok\u201d, dan dokter tidak secara jujur bahwa penyakit itu datang dari sebab apapun, bisa gula, bisa gaya hidup yang berantakan, kurang minum air putih, stres dengan obat mahal, dsb.
<\/p>\n\n\n\n

Kenapa Sukamta cenderung ingin menaikkan harga rokok untuk menyelesaikan permasalahan JKN yang rumit itu? Ya karena sudah menjadi tabiat antirokok, bahwa berpikir keras untuk mencari solusi adalah buang-buang waktu, makanya rokok akan disalahkan supaya permasalahan menjadi lekas selesai. 
<\/p>\n\n\n\n

Coba kita kembali ke tahun 2018, saat BPJS Kesehatan defisit dan ditambal oleh cukai rokok. Para pegiat kesehatan beralasan, jumlah masyarakat sakit yang kian bertambah dan narasi yang kemudian dibangun; sakit-sakit itu disebabkan oleh rokok. Tidak berhenti sampai di situ, beragam alasan yang penting pengelola kesehatan \u201cselamat\u201d banyak digaungkan di media (tanpa ada sikap ksatria untuk mengakui bahwa memang masih banyak masalah dalam JKN, baik pengelolaan maupun skema yang lebih baik, yang perlu dicarikan solusi).<\/p>\n\n\n\n

Baca: Kegagalan Lakpesdam PBNU dalam Melihat Produk Tembakau Alternatif<\/a><\/p>\n\n\n\n

Koordinator Advokasi BPJS Watch, Timboel Siregar, megkritisi beragam narasi yang dibangun oleh pegiat kesehatan. Ia mengusulkan agar BPJS fokus pada pengawasan penetapan inasibijis oleh pihak rumah sakit. Timboel menilai, inasibijis merupakan gerbang terjadinya defisit BPJS Kesehatan. Inasibijis (INA-CGB) merupakan sebuah singkatan dari Indonesia Case Base Gropus, yakni sebuah aplikasi yang digunakan rumah sakit untuk mengajukan klaim pada pemerintah. (bisnis.com)
<\/p>\n\n\n\n

Kita tidak pernah tau, apa yang dilakukan rumah sakit terhadap pasien-pasien yang membayar BPJS. Kita juga tidak pernah tau jika ada pasien BPJS kelas I diberi fasilitas kelas II atau III, dan rumah sakit mengklaim biaya kelas I ke negara. Tentu saja yang demikian ini tidak penting bagi antirokok. <\/p>\n\n\n\n

Baca: Ada Campur Tangan Bloomberg dalam Surat Edaran Menkes terkait Pemblokiran Iklan Rokok<\/a><\/p>\n\n\n\n

Sukamta juga bilang, orang-orang yang kecanduan merokok dan mampu membeli rokok yang mahal, dipersilahkan tetap merokok asal menanggung sendiri biaya pengobatan akibat penyakit karena rokok. Asalkan dampak buruk akibat konsumsi rokok tidak membebani negara kerena pemasukan dari cukai tembakau tidak sebanding dengan biaya yang harus dikeluarkan negara. (ayosemarang.com)
<\/p>\n\n\n\n

Bagi saya pribadi, ini adalah statemen yang sangat lucu. Sejak kapan sih negara betul-betul hadir dan perhatian terhadap kesehatan masyarakat, khususnya di pedesaan dan pedalaman? Kalau ada pun, menjalankannya setengah hati. Dan sejak kapan rokok itu menjadi candu, padahal yang candu itu kekuasaan dan menjadikan masyarakat sebagai jembatan untuk menuju \u201ckekuasaan dalam negara\u201d? 
<\/p>\n\n\n\n

Sukamta juga menganggap, bahwa perokok bukan orang yang produktif? Faktanya? Setahu saya orang-orang yang merokok punya produtivitas tinggi, mereka hidup sebagaimana keringat yang diperas setiap hari. Tanpa berharap kepada negara apalagi Sukamta.
<\/p>\n\n\n\n

Sekadar saran saja, sebaiknya PKS tidak perlu ngelantur bicara rokok. Silahkan bicara, asalkan keadilan sosial sebagaimana nama partainya tidak hanya selesai pada tataran konsepsi dan gagah-gagahan, melainkan pada tahap tindakan dan contoh konkrit atasnya.
<\/p>\n","post_title":"Ketika PKS Bicara Rokok","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"ketika-pks-bicara-rokok","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-08-24 10:51:25","post_modified_gmt":"2019-08-24 03:51:25","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5988","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":35},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"epic_block_3"};

\n

Saya kemudian tiba di tempat acara. Saya lantas membeli beberapa minuman dan asyik merokok serta ngobrol dengan teman saya di luar venue<\/em>. Ketika mendekati jadwal open gate<\/em>, kami berbaris rapih untuk masuk ke dalam. Ada satu hal yang menyita perhatian, ternyata rokok kami pun disita. Jika hanya korek kami bisa memaklumi, namun penyitaan terhadap rokok tentu tak masuk di akal. Akhirnya kami mengakalinya dengan menaruh rokok kami di luar, di tempat yang tak mencolok. Adegan ini jika direka ulang laiaknya seorang yang mencoba untuk menyembunyikan narkotika, padahal rokok sejatinya adalah barang legal.<\/p>\n\n\n\n

Baca: Smoker Travellers: Menengok Fasilitas Ruangan Merokok di Bandara Kulon Progo<\/a>
<\/p>\n\n\n\n

Mungkin saya tidak memerhatikan peraturan yang ada apabila ternyata rokok tidak boleh di bawa masuk ke dalam. Namun jika dilarang, baiknya penyelenggara bisa menyediakan tempat penitipan rokok. Bukan apa-apa, mubazir rasanya jika satu bungkus harus dibuang, apalagi perokok yang hadir juga nampaknya mematuhi peraturan dilarang merokok di dalam. Peraturan ini juga nampaknya mesti dikaji ulang karena jika mengacu pada Perda KTR tentu tidak disebutkan.
<\/p>\n\n\n\n

Akhirnya kami pun mengikhlaskan, walau sejatinya harus jua bertindak licik dengan menyembunyikan rokok kami di luar. Bukan apa-apa ini lebih faktor mubazir. Tiba saatnya acara dan Ajis Doa Ibu serta Gilang Gombloh memecahkan suasana dengan dark jokes soal agama hingga lelucon soal Fiersa Besari. Goodnigh Electric kemudian menjadi band pembuka dengan membawakan tembang-tembang lawas seperti Am i Robot, Teenage Love and Broken Heart, The Supermarket I Am In, hingga lagu syahdu mereka yang saya tunggu-tunggu untuk dibawakan yaitu Im OK.\u00a0
<\/p>\n\n\n\n

Lagu ini pernah menjadi soundtrack <\/em>hidup saya kala menyukai seseorang. Semenjak mendengar dan suka dengan Goodnight Electric saat SMA, baru kali ini Im Ok dibawakan. Goodnight Electric juga kemudian menutup aksi panggung mereka dengan budaya yang tak pernah mereka lewatkan yaitu dengan lagu Rocket Ship Goes By dan tak lupa melemparkan pesawat kertas di dekat penghujung lagu.
<\/p>\n\n\n\n

Jika Goodnight Electric adalah pembukaan yang manis, seperti memberi rangsangan mengingat masa-masa SMA penuh dengan jadwal pensi, maka The Upstairs yang manggung selanjutnya adalah yang meledakkan pesta itu sendiri. Performa enerjik Jimi Multhaza sang vokalis masih saja seperti yang saya ihat 11 tahun lalu saat The Upstairs manggung di depan TVRI. Tak mau melewatkan momen, saya kemudian merapat ke tengah kerumunan dan berdansa resah didalamnya. Benturan-benturan moshpit tak terelakkan tapi saya nikmati karena adrenalin seperti ini jarang lagi bisa ditemukan.
<\/p>\n\n\n\n

Sama seperti Goodnight Electric, The Upstairs menutupnya dengan bijak. Romansa penonton yang hadir akan\u00a0 Pensi ala anak SMA di awal 2000an dan hingga sepuluh tahun setelahnya tak mereka kecewakan. Jimi dkk memilih lagu Matraman sebegai tembang penutup, lagu yang menurut Jimi (saat populer) bisa diputar hingga berulang kali dalam satu hari di radio-radio lokal. Lagu yang kemudian menjadi soundtrack skena persahabatan, cinta, dan tawuran anak SMA kala itu.\u00a0<\/p>\n\n\n\n

Baca: Smoker Traveller: Hero Coffe Kota Tua Semarang<\/a><\/p>\n\n\n\n

The Adams sebagai band ketiga yang tampil lalu datang meneduhkan suasana. Betul, penonton langsung terbuai saat itu oleh suara yang beradu-adu antara Saleh Husein dan Ario Hendarwan. Sing along kemudian jadi hal yang wajib dilakukan saat itu, semuanya menikmati karaoke masal dari lagu-lagu yang dibawakan seperti Hanya Kau, Berwisata, Konservatif, hingga Halo Beni. Suasana kala itu semakin manis saat sang pianis The Adams (hingga kini belum saya ketahui namanya) selalu melemparkan senyumnya ke arah penonton. Ah sial, saat itu saya berada di posisi yang sangat jauh darinya, itu saja sudah membuat saya bergetar.
<\/p>\n\n\n\n

Karena saya memarkir motor di luar area Kuningan City dan hanya dijaga sampai pukul 23:30, akhirnya kami pulang lebih cepat. Saat keluar venue saya memastikan tetap sebats dulu, mereview apa yang menarik terjadi di dalam sana. Saya lantas menarik kesimpulan bahwa dari pengalaman selama hampir tiga jam lebih menikmati konser tanpa rokok, tak terjadi apa-apa dari kami. Tak ada kekhawatiran berlebihan, perubahan mood karena tak merokok, atau keburukan lainnya. Semuanya sama saja dan normal-normal saja.
<\/p>\n\n\n\n

Hanya jika boleh memberi saran kepada pihak pengelola, perampasan rokok tentu mesti dipertimbangkan ulang. Sekali lagi rokok adalah produk legal dan mempunyai aturan yang sudah disepakati terkait pengkonsumsiannya. Lagian, saya kira para perokok sekarang juga sudah mulai tertib terhadap aturan dan tidak ingin merugikan terhadap yang lainnya.<\/p>\n","post_title":"Pengalaman Tiga Jam Lebih Menyaksikan Konser Musik Tanpa Asap Rokok","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"pengalaman-tiga-jam-lebih-menyaksikan-konser-musik-tanpa-asap-rokok","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-09-04 07:32:19","post_modified_gmt":"2019-09-04 00:32:19","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6017","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":6014,"post_author":"877","post_date":"2019-09-03 09:18:50","post_date_gmt":"2019-09-03 02:18:50","post_content":"\n

Masih ingat kemarin, tulisan Djarum yang ada di kaos para atlit olahraga dipermasalahkan KPAI dan kawan-kawannya? Banyak orang-yang omong, ternyata ada orang kaya yang diusik, tapi dia hanya diam tanpa ada kata sedikitpun sebagai pembalasan terhadap yang mengusiknya. Bahkan cenderung mengalah, bikin orang lain gregetan. Kalimat itu yang aku tangkap dari salah satu temen bernama Nur Cholis asal Desa Gribiq, Kabupaten Kudus.<\/p>\n\n\n\n

Seminggunan kemarin, tepatnya Minggu 25 Agustus, teman MTS dulu pulang dari Jakarta. Ia sehari-harinya beraktivitas dan bekerja di sana. Di Jakarta, bersama anak istrinya, yang setiap hari jualan sayuran keliling. <\/p>\n\n\n\n

Kami yang sudah lama tidak ketemu, bahkan lebaran kemarin ternyata dia tak pulang ke Kudus. Pantesan tak ada yang rebut ngajak ngopi, orang yang biasa ngajak ngopi orangnya masih di Jakarta. Memilih lebaran di sana, karena dititipin rumah tetangganya yang katanya sudah seperti keluarganya sendiri yang kala itu baru mudik.\u00a0<\/p>\n\n\n\n

Baca: Sesat pikir KPAI Melarang Audisi Pencarian Bakat Bulutangkis Anak-Anak<\/a><\/p>\n\n\n\n

Temanku itu panggilannya Djumari, rumahnya dulu daerah Kaliwungu Kudus bagian barat. Ia pulang dalam rangka ada acara nikahan saudara dari istrinya. Dasar Djumari, kalau gak ngopi bareng dan ketemu temen-temen gak puas katanya, karena mumpung di Kudus. Ia gunakan kesempatan sebelum datang kesempitan disela-sela acara nikahan saudaranya. Lewat pesan singkat WA, tanpa hitungan jam ajakan ngopi Djumari, langsung di respon banyak teman yang tergabung di group WA. Ada yang tanya kapan datangnya, ada yang komentar besuk aja ngopinya soalnya masih diluar kota, ada yang bilang sore ini aja tancap gas. Djumari menjawabi dan balas komentar teman-teman. Dihari itu, Djumari kayak artis banyak ajakan dan tawaran teman-teman. <\/p>\n\n\n\n

Memang, teman-teman alumni MTS Madrasah Qudsiyyah Kudus kompak sekali, bahkan sudah kayak saudara sendiri semua. Kita sering kumpul walaupun hanya sekedar ngopi, yang penting bertemu dan ngobrol. Tidak jarang, kita ketemu dengan agenda acara resmi dan agak resmi. Seperti disaat salah satu teman punya hajat, bahkan hajat kecilpun kayak acara \u201cmanaqiban\u201d sering mengundang teman lainya. Pasti ada yang bingung apa itu manaqiban<\/em>?. Aku jelasin sebentar, manaqiban itu, acara membaca sejarah Syeih Abdul Qodir Jaelani ulama dahulu setelah masa Shahabat Nabi, yang terkenal alimnya dan sufi serta berkaromah. Nah, bagi kita-kita penggemarnya, sering kali kita baca sejarahnya. Dengan cerita sejarah  Syeih Abdul Qodir Jaelani, kita penggemar berharap agar apa yang kita lakukan dido\u2019akan atau di amini beliau semua urusan kita lancar. Karena menurut kita penggemar, meyakini Syeih Abdul Qodir Jaelani kekasih Tuhan, kalau dalam bahasa Jawa \u201cbolone Gusti Allah\u201d. Ini sekilas penjelasan tentang istilah manaqiban<\/em>, kalau mau tau lebih lanjut, khasiat-khasiatnya, bisa kita diskusi dilain waktu aja. Yang jelas di acara manaqiban<\/em> ini sudah jadi tradisi ada \u201cingkung\u201d ayamnya. Ini yang biasa kita nantikan.<\/p>\n\n\n\n

Kembali ke acara ngopi, disore itu temenku Djumari langsung nentukan tempat ngopi dan waktunya. Kita biasa ngopi ditempat sederhana. Akhirnya, Djumari mutusin habis isya\u2019 kumpul dan ngopi di rumah teman kita satunya namanya Nur Cholis, juga tergabung dalam group WA. Setelah tahu bakal kerumahnya, Nur Cholis langsung komen, lapan enam laksanakan. Aku langsung teringat temenku namanya Fawaz, orang Betawi keturunan Arab, sering kalau jawab pas di WA pakai tulisan lapan enam.\u00a0<\/p>\n\n\n\n

Baca: PB Djarum, Prestasi Bulutangkis Nasional, dan Kegagalan KPAI Memahami Peristiwa<\/a><\/p>\n\n\n\n

Waktu isya\u2019 tiba, suasana mau hujan, sedikit grimis, hawanya lumayan dingin dibanding sebelumnya panas dan gerah. Tapi semangat ngopi dam ngobrol teman-teman tak mengendor. Bahkan di group sudah ada yang ribut, ngajak-ngajak \u201cayo ayo waktunya kopdar tiba, ada bonus banyak rezeki lho\u201d, Rifai namanya, seorang pembicara atau muballig yang sering ceramah di masyarakat. <\/p>\n\n\n\n

Aku datang sekitar jam 20.00, terlihat banyak tema yang sudah pada kumpul, didepannya ada segelas kopi. Maklum kita orang desa ngopinya gak pakai cangkir, tapi pakai gelas es yang tinggi. Dibenakku ini ngopi apa kehausan?, tapi yang penting tetap ngopi dan merokok. Di meja terlihat banyak rokok bermacam-macam mereknya, sesuai kesukaan masing-masing. Ada yang bawa Sukun Putih, ada yang bawa Gudang Garam, kebanyakan bawa LA, tapi ada juga yang bawa rokok bikinan sendiri alias \u201cTingwe\u201d nglinting dewe dirumah ditaruh plastik. Aku coba rokok tingwe itu sambil ngobrol bareng, ternyata lumayan enak ramuan rokoknya, dibanding tingwe tingwe yang pernah aku rasakan. Yang buat tingwe namanya Sutopo, profesinya sehari-hari memang jual beli tembakau. Karena penasaran, sutopo aku tanya, kok enak, ini tembakau mana?. Dijawabnya \u201cbiasa tembakau Temanggung\u201d tapi aku kasih cengkeh kualitas wahid, dan sedikit ramuan saos sendiri (bahannya dirahasiakan), yang jelas katanya bahan saos dari rempah rempah bikinan sendiri. <\/p>\n\n\n\n

Ngobrol kita mengalir tanpa ada sekat dan batasan, malah terkadang pada ngobrol sendiri-sendiri dengan teman didekatnya. Giliran Djumari disuruh cerita pengalamannya, teman teman pada diam, mungkin pada penasaran. Soalnya dulu, sebelum ke Jakarta ia bekerja di Djarum. Ia ceritakan alasannya harus ke Jakarta. Awalnya, sering pulang pergi Jakarta Kudus untuk pengobatan istrinya yang sedang sakit di salah satu pengobatan alternatif disana atas rekomendasi saudaranya yang sudah lama hidup di Jakarta. Ia menceritakan sakit istrinya yang sering pusing, dan pusingnya bukan pusing biasa, dan seringkali istrinya sampai membentur-benturkan kepalanya. Kemudian, saat diharuskan kontinyu pengobatannya, minimal satu tahun agar cepat sembuh, akhirnya ia putusin meninggalkan Kudus sementara, termasuk pekerjaannya. Alhamdulillah istrinya sekarang sudah sembuh total.\u00a0<\/p>\n\n\n\n

Baca: Cacat Pikir KPAI Memaknai Kata Ekploitasi Anak dan Promosi<\/a><\/p>\n\n\n\n

Disela sela nungguin istrinya sakit, ia sering diajak saudaranya jualan sayuran keliling. Nah, walaupun sekarang istrinya sudah sembuh, ia tetap di Jakarta. Sebab dipikirannya, kalau kembali ke Kudus mulai dari awal lagi, mending yang sudah ada didepan mata dijalanin dulu. Nanti pelan-pelan sambil melihat peluang di Kudus, ia pun akan pulang. Obrolan tetap seru, walaupun djarum jam sudah tepat diangka 12.00 malam. Namun domain obrolan lebih pada Djumari sebagai nara sumber, ia menceritakan semua pengalaman dan kejadia yang ia lihat, sampai ia menceritakan berita kalau pabrik Djarum yang dulu pernah ia singgahi, sedang dipermasalahkan KPAI. Memang sebenarnya ia tak paham alur permasalahanya. Tahunya, KPAI gak suka bulu tangkis Djarum berjalan, memusuhi rokok. <\/p>\n\n\n\n

Sebagai orang yang pernah menjadi karyawan Djarum, jadi wajar dan pantas kalau ia membela Djarum, apalagi ia asli Kudus. Saking semangatnya, ia ngomong \u201cnek aku dadi Djarum, tak tuku iku KPAI, paling ora tak lawan\u201d \u201candaikan aku yang punya Djarum, aku beli KPAI, paling tidak dilawan\u201d. Ada yang menyambar omongan, \u201csampek matek kuwe Djum, ogak bakal dadi bos Djarum\u201d \u201csampai mati kamu Djum, tidak akan jadi bos Djarum\u201d haha\u2026\u2026disambut dengan tawa klakaran teman-teman termasuk saya sendiri. Di sela-sela tawa, tuan rumah ngomong \u201cancen gawe gregeten, kenopo Djarum mung meneng, malah ngalah\u201d \u201cbikin gregeten, kenapa Djarum diam dan cenderung mengalah\u201d. <\/p>\n\n\n\n

Nah, ternyata, banyak orang yang sangat simpati dan membela pabrik Djarum, terutama orang Kudus. Rata-rata mereka, tak tahu apa yang harus dilakukan, apa yang harus diperbuat. Sebagai manusia lemah, mereka hanya bisa marah  yang terpendaam dalam hati, dengan melihat kejadian KPAI menyerang Djarum. Coba, andaikan mereka tahu kalau dibelekang KPAI ada kepentingan asing yang mengusik rokok kretek asli Kudus, yang sudah mendarah daging bagi masyarakat Kudus. Pastinya, pembelaanya lebih dari itu, bahkan mungkin mati-matian.
<\/p>\n","post_title":"Cerita di Balik Segelas Kopi untuk Djarum","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"cerita-di-balik-segelas-kopi-untuk-djarum","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-09-03 09:19:00","post_modified_gmt":"2019-09-03 02:19:00","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6014","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":6008,"post_author":"878","post_date":"2019-08-30 15:06:07","post_date_gmt":"2019-08-30 08:06:07","post_content":"\n

Pada mulanya, saya mengira tanaman tembakau ditanam, dirawat, dan dipanen sama dengan kebanyakan tanaman-tanaman semusim lainnya di negeri ini. Ada proses pembibitan, kemudian proses penanaman, lantas tanaman rutin disiram dan diberi pupuk, ada proses perawatan hingga akhirnya dipanen ketika musim panen tiba. Tapi nyatanya, perkiraan saya salah. Tembakau tanaman yang cukup unik. Beda dari banyak tanaman semusim lain yang lazim ditanam petani di banyak tempat di Indonesia.<\/p>\n\n\n\n

Hal paling menonjol yang membedakan tanaman tembakau dengan tanaman semusim lain ada pada masa tanam dan masa panen tiba. Tanaman tembakau menjadi anomali karena ditanam saat musim penghujan akan berakhir. Lalu dipanen ketika musim kemarau sedang berada pada puncaknya. Saat tanaman-tanaman semusim lainnya enggan tumbuh, bahkan rumput sekalipun mengering karena kemarau.<\/p>\n\n\n\n

Tiga tahun belakangan, saya banyak bergaul dengan petani dan buruh tani tembakau di Kabupaten Temanggung, juga dengan anak-anak mereka. Jika sebelumnya saya sekadar penikmat rokok kretek, tiga tahun belakangan, saya mulai tertarik untuk mempelajari seluk-beluk seluruh lini yang mendukung industri kretek nasional. Yang paling menarik minat saya, tentu saja konteks pertanian dan sosial masyarakat yang memproduksi komoditas yang menjadi bahan baku utama produk kretek. Tembakau dan cengkeh.<\/p>\n\n\n\n

Baca: Melihat Petani Tembakau di Temanggung Memanen Tembakau Mereka<\/a><\/p>\n\n\n\n

Dari sekian banyak hal menarik yang disajikan pertanian tembakau hingga proses penjualan hasil panen tembakau yang saya amati di wilayah Kabupaten Temanggung, hal yang terus menerus menarik minat saya dan hingga saat ini belum sepenuhnya saya pahami adalah proses panen tembakau dan penentuan grade tembakau hasil panenan petani. Sama seperti kesalahan saya mengira tanaman tembakau ditanam dan diproses mirip dengan tanaman semusim lainnya, dugaan saya perihal proses panen tembakau juga salah sepenuhnya. Dahulu saya mengira daun-daun yang siap dipanen dari tanaman tembakau ya dipanen begitu saja. Menunggu daun-daun yang tumbuh pada tanaman tembakau siap dipanen, lantas dipanen seluruhnya dalam satu waktu oleh para pekerja di kebun. Nyatanya tidak begitu. Dan lebih rumit dari itu.<\/p>\n\n\n\n

Mayoritas tembakau yang ditanam di wilayah Temanggung berasal dari jenis kemloko. Ada kemloko 1, kemloko 2, dan kemloko 3. Dari ketiga varietas kemloko tersebut, metode panen dan penentuan grade tembakau memiliki tata cara yang sama persis. Seluruh petani di Temanggung menerapkan metode panen yang mirip. Dari metode panen tersebut, ternyata berpengaruh terhadap tingkatan kualitas tembakau yang dipanen, petani di Temanggung kerap menyebut \u2018tiam\u2019 atau \u2018grade\u2019 untuk perbedaan tingkat kualitas tembakau yang dipanen.<\/p>\n\n\n\n

Tidak seperti tanaman semusim lainnya yang dipanen dalam satu waktu, tembakau dipanen bertahap mulai dari daun terbawah pada pohon hingga daun teratas. Dalam satu tanaman tembakau, panen bisa berlangsung sebanyak 13 hingga 15 kali dalam sekali musim tembakau. Jarak antara panen satu dengan panen lainnya, antara lima dan tujuh hari. Dengan kondisi ini, musim panen tembakau di Temanggung atau yang kerap disebut musim \u2018mbakon\u2019 bisa berlangsung selama dua hingga tiga bulan. Tahun ini, panen dimulai pada pertengahan Juli dan diprediksi akan berakhir pada pertengahan Oktober.<\/p>\n\n\n\n

Baca: Tuhan Tidak Menciptakan Tembakau untuk Dibenci dan Dicaci<\/a><\/p>\n\n\n\n

Metode panen seperti itu, yang bertahap dan berjeda dari panen satu daun ke daun lainnya ternyata berpengaruh terhadap tingkatan kualitas daun tembakau. Daun-daun yang dipanen lebih awal, gradenya berada pada grade yang rendah. Grade terus meningkat hingga sampai puncaknya seiring panen-panen selanjutnya pada tanaman yang sama. Dalam satu tanaman tembakau, grade daun sudah pasti berbeda-beda sesuai dengan waktu panenan daun di tanaman tersebut.<\/p>\n\n\n\n

Agar lebih mudah dipahami, mari kita bayangkan sebatang tanaman tembakau yang tumbuh subur dalam kondisi normal dan tanaman itu sudah mulai memasuki masa panen. Pada sebatang tanaman tembakau itu tumbuh sebanyak 17 helai daun dari bawah ke atas. Panen pertama dimulai. Daun paling bawah dari tanaman tembakau itu dipetik untuk dipanen. Hanya satu helai daun saja, yang terbawah. Daun yang pertama dipanen itu, biasanya memiliki grade A. Adakalanya kualitas tembakau pada panenan pertama sudah mulai berada pada grade B. Di beberapa titik bahkan sudah ada yang menghasilkan tembakau grade C. <\/p>\n\n\n\n

Lima hingga tujuh hari kemudian, panen daun kedua dilakukan. Satu daun saja dari sebatang tanaman, daun terbawah yang dipanen. Lima hingga tujuh hari berikutnya lantas dipanen lagi. Begitu seterusnya hingga 12 atau 13 kali panen. Semakin ke atas daun yang dipanen seiring bertambahnya waktu, grade tembakau juga meningkat hingga puncaknya berhenti di grade F. Hanya sedikit tembakau yang bisa melampau grade F, mencapai grade G dan H, itulah tembakau-tembakau jenis srintil berharga jutaan rupiah per kilogramnya.<\/p>\n\n\n\n

Selain waktu panen dan letak daun dalam sebatang tanaman, jenis tanah, unsur hara yang terkandung dalam tanah, asupan embun alami, pancaran sinar matahari yang cukup, serta proses fermentasi dan penjemuran usai daun-daun dipanen, menjadi penentu kualitas tembakau yang menempatkan daun tembakau itu pada grade tertentu. Satu hal lain lagi yang sangat berpengaruh terhadap grade tembakau adalah wilayah tembakau itu ditanam. Ada tiga wilayah tempat tembakau biasa ditanam. Wilayah persawahan (dataran rendah), wilayah tegalan (dataran menengah), dan wilayah gunung (dataran tinggi). Kondisi tanah dan faktor ketinggian dan kondisi geografis lainnya berpengaruh terhadap kualitas tembakau.<\/p>\n\n\n\n

Di wilayah persawahan, tanaman tembakau memang subur dan tumbuh cepat, namun tembakau yang ditanam di sana maksimal hanya bisa menghasilkan tembakau grade D, atau D+. Sedang tembakau yang ditanam di wilayah tegalan, maksimal bisa menghasilkan tembakau grade E hingga E+. Yang terbaik, tentu saja tembakau yang ditanam di wilayah gunung. Meskipun membutuhkan waktu tanam lebih lama dibanding dua wilayah lainnya, rata-rata panenan terakhir mencapai grade F hingga seterusnya dengan tembakau terbaik bernama srintil.   <\/p>\n\n\n\n

Ini sedikit yang saya pelajari di Temanggung hasil belajar langsung dari para petani di sana. Saya tidak tahu dengan metode panen dan penentuan grade tembakau di wilayah lain dengan jenis tembakau lain juga. Menarik sebetulnya mencari tahu di tempat lain. Semoga sekali waktu nanti berkesempatan untuk itu. 
<\/p>\n","post_title":"Penentuan Grade Tembakau di Temanggung","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"penentuan-grade-tembakau-di-temanggung","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-08-30 15:06:14","post_modified_gmt":"2019-08-30 08:06:14","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6008","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5999,"post_author":"877","post_date":"2019-08-28 09:40:02","post_date_gmt":"2019-08-28 02:40:02","post_content":"\n

Direktur Pusat Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Amerika Serikat (CDC), Robert Redfield, mengungkapkan kematian tragis di Illinois memperkuat dugaan karena vape<\/a> atau rokok elektrik. Berita tersebut atas laporan Dinas Kesehatan Illinois yang mengumumkan ada satu pasien yang akhirnya meninggal dunia. Kasus ini kemungkinan jadi kasus pertama kematian akibat penyakit berkaitan dengan vape.
<\/p>\n\n\n\n

Kejadian di atas menjawab keberadaan vape atau rokok elektrik sangat membahayakan. Berbeda dengan resiko rokok kretek, bisa menimbulkan penyakit jika mengkonsumsinya berlebihan atau kebanyakakan, dan hidup tidak seimbang. Misalnya dalam satu hari merokok sampai tiga atau empat bungkus, tanpa makan nasi atau makan-makanan sehat, tanpa olah raga, tanpa minum air putih, selalu didampingi kopi atau teh, istirahatnya kurang dan sebagainya. Maka dipastikan orang tersebut akan jatuh sakit bahkan meninggal dunia.\u00a0<\/p>\n\n\n\n

Baca: Terkuak, Rokok Elektrik Berbahaya bagi Kesehatan<\/a><\/p>\n\n\n\n

Tidak hanya itu, otoritas kesehatan di Amerika Serikat telah berhasil menginvestigasi kemunculan penyakit paru-paru misterius di antara kalangan pengguna rokok elektrik atau vape. Dilaporkan setidaknya ada 195 kasus potensial penyakit paru-paru di 22 Negara karena kena dampak dari vape atau rokok elektrik.
<\/p>\n\n\n\n

Jadi, masyarakat perlu waspada beredarnya vape atau rokok elektrik. Belum lagi, sebetulnya rokok elektrik atau vape, berdampak juga peningkatan perokok anak.\u00a0 Yang menjadi daya tarik bagi anak, selain bentuknya yang elegan, simpel, juga beraroma buah-buahan yang terkemas dalam cairan.<\/strong><\/p>\n\n\n\n

Orang yang mengatakan bahwa vape atau rokok elektrik lebih mensehatkan dari pada rokok kretek, pendapat tersebut sangat keliru. Disampaing efek dari rangkaian listrik dan battre juga cairan dalam rokok elektrik berpengaruh terhadap resiko jantung.  <\/p>\n\n\n\n

Hasil penelitian yang diterbitkan dalam Journal of American College of Cardiology pada Mei lalu ini menambah bukti bahwa cairan rokok elektrik dapat menghambat fungsi sel-sel tubuh yang berperan dalam kesehatan jantung. Cairan dalam vape atau rokok elektrik pada akhirnya merusak sel-sel yang melapisi pembuluh darah. <\/p>\n\n\n\n

Keberadaan vape atau rokok elektrik di pasaran sangat membahayakan bagi orang Indonesia, terlebih pemuda-pemuda, yang banyak memilih merokok vape aatau rokok elektri. Menurutnya, selain bentuk kecil, simpel dibawa dan ada aroma buah-buahan sesuai selera. Akan tetapi dibalik bentuknya yang bagus, menyembunyikan banyak penyakit ketika dikonsumsi.\u00a0<\/p>\n\n\n\n

Baca: Kata Siapa Lebih Sehat? Perokok Elektrik Berisiko Terjangkit Penyakit Kardiovaskular<\/a><\/p>\n\n\n\n

Hingga kini CDC masih melakukan investigasi lebih lanjut, dengan mengimbau agar para dokter mengumpulkan data dan sampel bila menemukan pasien dengan gejala penyakit paru serupa, tentunya akibat rokok elektrik atau vape. Bentuk dan merek rokok elektrik dan vape banyak varian dan banyak merek. JUUL termasuk merek rokok elektrik atau vape yang saat ini naik daun.\u00a0<\/p>\n\n\n\n

Ada yang mengatakan bahwa tak tepat membandingkan rokok tembakau dengan rokok elektrik. Ya benar tak tepat, karena rokok elektrik atau vape resikonya sangat tinggi. Sedang rokok tembakau resikonya kecil, apa lagi rokok kretek mungkin resikonya sangat kecil sekali terhadap tubuh. Alasannya, munculnya rokok kretek bertujuan untuk pengobatan sakit bengek, dan tujuannya berhasil. Hingga banyak orang melakukan pemesanan rokok kretek saat itu, rokok kretek belum sebagai industri besar masih bersifat rumahan,  keadaan tersebut sekitar abad 19. <\/p>\n\n\n\n

Dalam studi ini, tim peneliti menemukan bukti efek toksik pada sel-sel yang melapisi pembuluh darah dan melindungi jantung. Beberapa bukti tersebut termasuk di antaranya gangguan pada fungsi sel dan munculnya tanda-tanda peradangan. Para peneliti mengamati bagaimana respons sel saat bersentuhan dengan cairan rokok elektrik. Efek yang paling kentara terlihat pada cairan dengan rasa kayu manis.<\/p>\n\n\n\n

Baca: Riset Kesehatan Rokok Elektrik<\/a><\/p>\n\n\n\n

Sekelompok ahli kardiovaskular dari University of Massachusetts menganjurkan peneliti agar melakukan uji rokok elektrik atau vape lebih yang beraroma. Karena sumsi sementara, produk vape atau rokok elektrik yang beraroma dan punya pilihan rasa lebih berbahaya dari pada rokok vape natural. Namun yang banyak beredar dipasaran, justru yang beraroma dan berasa buah-buahan, dari pada yang natural. <\/p>\n\n\n\n

Studi pada 2018 lalu menunjukkan, penggunaan rokok elektrik harian berisiko terhadap serangan jantung, meski dengan probabilitas yang lebih rendah daripada perokok tembakau. Menurut dr Lawrence Phillips pakar kardiovaskular NYU Langone Health mengatakan \u201cKita melihat semakin banyak bukti bahwa rokok elektrik berhubungan dengan peningkatan risiko serangan jantung\u201d.<\/p>\n\n\n\n

Dari hasil pakar dan hasil studi di atas menegaskan bahwa keberadaan rokok vape atau rokok elektrik, resikonya sangat besar. Bahan utama rokok vape atau elektrik yang paling besar memberikan efek negatif pada tubuh manusia adalah cairan perasa. Akibat cairan perasa dalam rokok elektrik  atau vape termasuk merek JUUL beresiko terjadi peradangan, terjangkit penyakit jantung dan paru-paru akut, selanjutnya berakibat kematian. <\/p>\n\n\n\n

Untuk itu, demi masa depan bangsa Indonesia harusnya ada regulasi pelarangan peredaran rokok elektrik atau vape yang nyata-nyata telah ada kasus dengan didukung beberapa riset dan studi tentang konten rokok elektrik atau vape, yang hasilnya mempunyai resiko tinggi dapat menyebabkan penyakit berujung kematian.         
<\/p>\n","post_title":"Perokok Elektrik Berisiko Besar Terjangkit Penyakit Mematikan","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"perokok-elektrik-berisiko-besar-terjangkit-penyakit-mematikan","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-08-28 09:40:09","post_modified_gmt":"2019-08-28 02:40:09","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5999","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5988,"post_author":"855","post_date":"2019-08-24 10:41:28","post_date_gmt":"2019-08-24 03:41:28","post_content":"\n

Sumber permasalahan besar dunia pertembakauan sejatinya bukan iklim dan hama, melainkan kebijakan pemerintah dan para plolitisi yang ikut serta membicarakannya, tanpa dasar yang kuat, adil dan cenderung ugal-ugalan.
<\/p>\n\n\n\n

Jika orang dahulu tidak berani bicara kecuali kepada hal-hal yang benar-benar diketahui, kali ini banyak sekali orang yang banyak bicara daripada membaca, baik buku maupun alam kauniyah (dunia nyata). Maka jangan heran, jika tidak sedikit politisi dan pemerintah yang gagal paham dunia pertembakau, dari berbagai sisi, karena mereka mendapatkan informasi sepotong-sepotong, tanpa ada usaha untuk tabayyun <\/em>lebih mendalam apalagi turun ke ladang untuk memastikan.
<\/p>\n\n\n\n

Kini hama petani muncul lagi dari kalangan politisi. Sebut saja namanya Sukamta (nama asli) yang kini menjabat sebagai sekretaris Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS). Kenapa semua orang yang terkait dengan industri hasil tembakau (petani, buruh, dsb) dianggap tidak sejahtera, ya karena partai yang harusnya adil saja tidak mampu berbuat adil, bahkan dalam pikiran dan apa yang keluar dari mulutnya.<\/p>\n\n\n\n

Baca: Tuhan Tidak Menciptakan Tembakau untuk Dibenci dan Dicaci<\/a>
<\/p>\n\n\n\n

Tidak perlu bicara terlalu jauh. Mari kita kita uji omongan Sukamta yang dimuat situs ayosemarang.com, 22 Agustus 2019. Omongan yang sejatinya sebuah template dan selalu dipakai oleh antirokok. Semacam gaya kampanye sholih li kulli zaman wal makan, <\/em>meski dibangun dari logika berantakan dan cenderung mengutamakan kengawuran daripada analisa yang mendalam. Ya memang itulah keistimewaan antirokok, anti terhadap data valid dan percaya diri berlebihan dalam kesesatan berpikir.
<\/p>\n\n\n\n

Bagi Sukamta, harga rokok di Indonesia, sebuah negeri yang besar salah satunya ditopang oleh dunia pertembakauan, harus dinaikkan 700 persen. Alasannya supaya orang miskin tidak dapat membeli rokok. Jika orang miskin yang merokok jatuh sakit, maka negara melalui (Jaminan Kesehatan Nasional) JKN rugi menanggung biayanya. Tentu saja ini berbeda dengan, orang kaya boleh makan junkfood<\/em>, minuman bersoda, dan berlaku semaunya, karena jika jatuh sakit mereka bisa membiayai sendiri dan dapat memperkaya negara.
<\/p>\n\n\n\n

Cara sistematis ini akan diduplikasi dan diperbarui terus menerus. Bermula dari seorang sakit yang berobat ke dokter, jika ia merokok maka dokter akan berkata, \u201cbapak sakit karena rokok\u201d, dan dokter tidak secara jujur bahwa penyakit itu datang dari sebab apapun, bisa gula, bisa gaya hidup yang berantakan, kurang minum air putih, stres dengan obat mahal, dsb.
<\/p>\n\n\n\n

Kenapa Sukamta cenderung ingin menaikkan harga rokok untuk menyelesaikan permasalahan JKN yang rumit itu? Ya karena sudah menjadi tabiat antirokok, bahwa berpikir keras untuk mencari solusi adalah buang-buang waktu, makanya rokok akan disalahkan supaya permasalahan menjadi lekas selesai. 
<\/p>\n\n\n\n

Coba kita kembali ke tahun 2018, saat BPJS Kesehatan defisit dan ditambal oleh cukai rokok. Para pegiat kesehatan beralasan, jumlah masyarakat sakit yang kian bertambah dan narasi yang kemudian dibangun; sakit-sakit itu disebabkan oleh rokok. Tidak berhenti sampai di situ, beragam alasan yang penting pengelola kesehatan \u201cselamat\u201d banyak digaungkan di media (tanpa ada sikap ksatria untuk mengakui bahwa memang masih banyak masalah dalam JKN, baik pengelolaan maupun skema yang lebih baik, yang perlu dicarikan solusi).<\/p>\n\n\n\n

Baca: Kegagalan Lakpesdam PBNU dalam Melihat Produk Tembakau Alternatif<\/a><\/p>\n\n\n\n

Koordinator Advokasi BPJS Watch, Timboel Siregar, megkritisi beragam narasi yang dibangun oleh pegiat kesehatan. Ia mengusulkan agar BPJS fokus pada pengawasan penetapan inasibijis oleh pihak rumah sakit. Timboel menilai, inasibijis merupakan gerbang terjadinya defisit BPJS Kesehatan. Inasibijis (INA-CGB) merupakan sebuah singkatan dari Indonesia Case Base Gropus, yakni sebuah aplikasi yang digunakan rumah sakit untuk mengajukan klaim pada pemerintah. (bisnis.com)
<\/p>\n\n\n\n

Kita tidak pernah tau, apa yang dilakukan rumah sakit terhadap pasien-pasien yang membayar BPJS. Kita juga tidak pernah tau jika ada pasien BPJS kelas I diberi fasilitas kelas II atau III, dan rumah sakit mengklaim biaya kelas I ke negara. Tentu saja yang demikian ini tidak penting bagi antirokok. <\/p>\n\n\n\n

Baca: Ada Campur Tangan Bloomberg dalam Surat Edaran Menkes terkait Pemblokiran Iklan Rokok<\/a><\/p>\n\n\n\n

Sukamta juga bilang, orang-orang yang kecanduan merokok dan mampu membeli rokok yang mahal, dipersilahkan tetap merokok asal menanggung sendiri biaya pengobatan akibat penyakit karena rokok. Asalkan dampak buruk akibat konsumsi rokok tidak membebani negara kerena pemasukan dari cukai tembakau tidak sebanding dengan biaya yang harus dikeluarkan negara. (ayosemarang.com)
<\/p>\n\n\n\n

Bagi saya pribadi, ini adalah statemen yang sangat lucu. Sejak kapan sih negara betul-betul hadir dan perhatian terhadap kesehatan masyarakat, khususnya di pedesaan dan pedalaman? Kalau ada pun, menjalankannya setengah hati. Dan sejak kapan rokok itu menjadi candu, padahal yang candu itu kekuasaan dan menjadikan masyarakat sebagai jembatan untuk menuju \u201ckekuasaan dalam negara\u201d? 
<\/p>\n\n\n\n

Sukamta juga menganggap, bahwa perokok bukan orang yang produktif? Faktanya? Setahu saya orang-orang yang merokok punya produtivitas tinggi, mereka hidup sebagaimana keringat yang diperas setiap hari. Tanpa berharap kepada negara apalagi Sukamta.
<\/p>\n\n\n\n

Sekadar saran saja, sebaiknya PKS tidak perlu ngelantur bicara rokok. Silahkan bicara, asalkan keadilan sosial sebagaimana nama partainya tidak hanya selesai pada tataran konsepsi dan gagah-gagahan, melainkan pada tahap tindakan dan contoh konkrit atasnya.
<\/p>\n","post_title":"Ketika PKS Bicara Rokok","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"ketika-pks-bicara-rokok","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-08-24 10:51:25","post_modified_gmt":"2019-08-24 03:51:25","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5988","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":35},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"epic_block_3"};

\n

Karena jarang menikmati konser musik belakangan ini, ada satu peraturan yang cukup menarik perhatian saya yaitu dilarang merokok di dalam venue<\/em>. Pertama saya bisa memaklumi itu mengingat venue indoor<\/em> dan ber-ac. Pertanyaan dalam benak saya lalu tersirat, apa nikmatnya menikmati musik terutama saat konser tanpa menghisap rokok? Tapi bagi saya ini tentu jadi tantangan, karena saya juga bisa memastikan bahwa rokok bukanlah candu dan sebagai perokok juga bisa tertib mengikuti peraturan yang ada.<\/strong>
<\/p>\n\n\n\n

Saya kemudian tiba di tempat acara. Saya lantas membeli beberapa minuman dan asyik merokok serta ngobrol dengan teman saya di luar venue<\/em>. Ketika mendekati jadwal open gate<\/em>, kami berbaris rapih untuk masuk ke dalam. Ada satu hal yang menyita perhatian, ternyata rokok kami pun disita. Jika hanya korek kami bisa memaklumi, namun penyitaan terhadap rokok tentu tak masuk di akal. Akhirnya kami mengakalinya dengan menaruh rokok kami di luar, di tempat yang tak mencolok. Adegan ini jika direka ulang laiaknya seorang yang mencoba untuk menyembunyikan narkotika, padahal rokok sejatinya adalah barang legal.<\/p>\n\n\n\n

Baca: Smoker Travellers: Menengok Fasilitas Ruangan Merokok di Bandara Kulon Progo<\/a>
<\/p>\n\n\n\n

Mungkin saya tidak memerhatikan peraturan yang ada apabila ternyata rokok tidak boleh di bawa masuk ke dalam. Namun jika dilarang, baiknya penyelenggara bisa menyediakan tempat penitipan rokok. Bukan apa-apa, mubazir rasanya jika satu bungkus harus dibuang, apalagi perokok yang hadir juga nampaknya mematuhi peraturan dilarang merokok di dalam. Peraturan ini juga nampaknya mesti dikaji ulang karena jika mengacu pada Perda KTR tentu tidak disebutkan.
<\/p>\n\n\n\n

Akhirnya kami pun mengikhlaskan, walau sejatinya harus jua bertindak licik dengan menyembunyikan rokok kami di luar. Bukan apa-apa ini lebih faktor mubazir. Tiba saatnya acara dan Ajis Doa Ibu serta Gilang Gombloh memecahkan suasana dengan dark jokes soal agama hingga lelucon soal Fiersa Besari. Goodnigh Electric kemudian menjadi band pembuka dengan membawakan tembang-tembang lawas seperti Am i Robot, Teenage Love and Broken Heart, The Supermarket I Am In, hingga lagu syahdu mereka yang saya tunggu-tunggu untuk dibawakan yaitu Im OK.\u00a0
<\/p>\n\n\n\n

Lagu ini pernah menjadi soundtrack <\/em>hidup saya kala menyukai seseorang. Semenjak mendengar dan suka dengan Goodnight Electric saat SMA, baru kali ini Im Ok dibawakan. Goodnight Electric juga kemudian menutup aksi panggung mereka dengan budaya yang tak pernah mereka lewatkan yaitu dengan lagu Rocket Ship Goes By dan tak lupa melemparkan pesawat kertas di dekat penghujung lagu.
<\/p>\n\n\n\n

Jika Goodnight Electric adalah pembukaan yang manis, seperti memberi rangsangan mengingat masa-masa SMA penuh dengan jadwal pensi, maka The Upstairs yang manggung selanjutnya adalah yang meledakkan pesta itu sendiri. Performa enerjik Jimi Multhaza sang vokalis masih saja seperti yang saya ihat 11 tahun lalu saat The Upstairs manggung di depan TVRI. Tak mau melewatkan momen, saya kemudian merapat ke tengah kerumunan dan berdansa resah didalamnya. Benturan-benturan moshpit tak terelakkan tapi saya nikmati karena adrenalin seperti ini jarang lagi bisa ditemukan.
<\/p>\n\n\n\n

Sama seperti Goodnight Electric, The Upstairs menutupnya dengan bijak. Romansa penonton yang hadir akan\u00a0 Pensi ala anak SMA di awal 2000an dan hingga sepuluh tahun setelahnya tak mereka kecewakan. Jimi dkk memilih lagu Matraman sebegai tembang penutup, lagu yang menurut Jimi (saat populer) bisa diputar hingga berulang kali dalam satu hari di radio-radio lokal. Lagu yang kemudian menjadi soundtrack skena persahabatan, cinta, dan tawuran anak SMA kala itu.\u00a0<\/p>\n\n\n\n

Baca: Smoker Traveller: Hero Coffe Kota Tua Semarang<\/a><\/p>\n\n\n\n

The Adams sebagai band ketiga yang tampil lalu datang meneduhkan suasana. Betul, penonton langsung terbuai saat itu oleh suara yang beradu-adu antara Saleh Husein dan Ario Hendarwan. Sing along kemudian jadi hal yang wajib dilakukan saat itu, semuanya menikmati karaoke masal dari lagu-lagu yang dibawakan seperti Hanya Kau, Berwisata, Konservatif, hingga Halo Beni. Suasana kala itu semakin manis saat sang pianis The Adams (hingga kini belum saya ketahui namanya) selalu melemparkan senyumnya ke arah penonton. Ah sial, saat itu saya berada di posisi yang sangat jauh darinya, itu saja sudah membuat saya bergetar.
<\/p>\n\n\n\n

Karena saya memarkir motor di luar area Kuningan City dan hanya dijaga sampai pukul 23:30, akhirnya kami pulang lebih cepat. Saat keluar venue saya memastikan tetap sebats dulu, mereview apa yang menarik terjadi di dalam sana. Saya lantas menarik kesimpulan bahwa dari pengalaman selama hampir tiga jam lebih menikmati konser tanpa rokok, tak terjadi apa-apa dari kami. Tak ada kekhawatiran berlebihan, perubahan mood karena tak merokok, atau keburukan lainnya. Semuanya sama saja dan normal-normal saja.
<\/p>\n\n\n\n

Hanya jika boleh memberi saran kepada pihak pengelola, perampasan rokok tentu mesti dipertimbangkan ulang. Sekali lagi rokok adalah produk legal dan mempunyai aturan yang sudah disepakati terkait pengkonsumsiannya. Lagian, saya kira para perokok sekarang juga sudah mulai tertib terhadap aturan dan tidak ingin merugikan terhadap yang lainnya.<\/p>\n","post_title":"Pengalaman Tiga Jam Lebih Menyaksikan Konser Musik Tanpa Asap Rokok","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"pengalaman-tiga-jam-lebih-menyaksikan-konser-musik-tanpa-asap-rokok","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-09-04 07:32:19","post_modified_gmt":"2019-09-04 00:32:19","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6017","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":6014,"post_author":"877","post_date":"2019-09-03 09:18:50","post_date_gmt":"2019-09-03 02:18:50","post_content":"\n

Masih ingat kemarin, tulisan Djarum yang ada di kaos para atlit olahraga dipermasalahkan KPAI dan kawan-kawannya? Banyak orang-yang omong, ternyata ada orang kaya yang diusik, tapi dia hanya diam tanpa ada kata sedikitpun sebagai pembalasan terhadap yang mengusiknya. Bahkan cenderung mengalah, bikin orang lain gregetan. Kalimat itu yang aku tangkap dari salah satu temen bernama Nur Cholis asal Desa Gribiq, Kabupaten Kudus.<\/p>\n\n\n\n

Seminggunan kemarin, tepatnya Minggu 25 Agustus, teman MTS dulu pulang dari Jakarta. Ia sehari-harinya beraktivitas dan bekerja di sana. Di Jakarta, bersama anak istrinya, yang setiap hari jualan sayuran keliling. <\/p>\n\n\n\n

Kami yang sudah lama tidak ketemu, bahkan lebaran kemarin ternyata dia tak pulang ke Kudus. Pantesan tak ada yang rebut ngajak ngopi, orang yang biasa ngajak ngopi orangnya masih di Jakarta. Memilih lebaran di sana, karena dititipin rumah tetangganya yang katanya sudah seperti keluarganya sendiri yang kala itu baru mudik.\u00a0<\/p>\n\n\n\n

Baca: Sesat pikir KPAI Melarang Audisi Pencarian Bakat Bulutangkis Anak-Anak<\/a><\/p>\n\n\n\n

Temanku itu panggilannya Djumari, rumahnya dulu daerah Kaliwungu Kudus bagian barat. Ia pulang dalam rangka ada acara nikahan saudara dari istrinya. Dasar Djumari, kalau gak ngopi bareng dan ketemu temen-temen gak puas katanya, karena mumpung di Kudus. Ia gunakan kesempatan sebelum datang kesempitan disela-sela acara nikahan saudaranya. Lewat pesan singkat WA, tanpa hitungan jam ajakan ngopi Djumari, langsung di respon banyak teman yang tergabung di group WA. Ada yang tanya kapan datangnya, ada yang komentar besuk aja ngopinya soalnya masih diluar kota, ada yang bilang sore ini aja tancap gas. Djumari menjawabi dan balas komentar teman-teman. Dihari itu, Djumari kayak artis banyak ajakan dan tawaran teman-teman. <\/p>\n\n\n\n

Memang, teman-teman alumni MTS Madrasah Qudsiyyah Kudus kompak sekali, bahkan sudah kayak saudara sendiri semua. Kita sering kumpul walaupun hanya sekedar ngopi, yang penting bertemu dan ngobrol. Tidak jarang, kita ketemu dengan agenda acara resmi dan agak resmi. Seperti disaat salah satu teman punya hajat, bahkan hajat kecilpun kayak acara \u201cmanaqiban\u201d sering mengundang teman lainya. Pasti ada yang bingung apa itu manaqiban<\/em>?. Aku jelasin sebentar, manaqiban itu, acara membaca sejarah Syeih Abdul Qodir Jaelani ulama dahulu setelah masa Shahabat Nabi, yang terkenal alimnya dan sufi serta berkaromah. Nah, bagi kita-kita penggemarnya, sering kali kita baca sejarahnya. Dengan cerita sejarah  Syeih Abdul Qodir Jaelani, kita penggemar berharap agar apa yang kita lakukan dido\u2019akan atau di amini beliau semua urusan kita lancar. Karena menurut kita penggemar, meyakini Syeih Abdul Qodir Jaelani kekasih Tuhan, kalau dalam bahasa Jawa \u201cbolone Gusti Allah\u201d. Ini sekilas penjelasan tentang istilah manaqiban<\/em>, kalau mau tau lebih lanjut, khasiat-khasiatnya, bisa kita diskusi dilain waktu aja. Yang jelas di acara manaqiban<\/em> ini sudah jadi tradisi ada \u201cingkung\u201d ayamnya. Ini yang biasa kita nantikan.<\/p>\n\n\n\n

Kembali ke acara ngopi, disore itu temenku Djumari langsung nentukan tempat ngopi dan waktunya. Kita biasa ngopi ditempat sederhana. Akhirnya, Djumari mutusin habis isya\u2019 kumpul dan ngopi di rumah teman kita satunya namanya Nur Cholis, juga tergabung dalam group WA. Setelah tahu bakal kerumahnya, Nur Cholis langsung komen, lapan enam laksanakan. Aku langsung teringat temenku namanya Fawaz, orang Betawi keturunan Arab, sering kalau jawab pas di WA pakai tulisan lapan enam.\u00a0<\/p>\n\n\n\n

Baca: PB Djarum, Prestasi Bulutangkis Nasional, dan Kegagalan KPAI Memahami Peristiwa<\/a><\/p>\n\n\n\n

Waktu isya\u2019 tiba, suasana mau hujan, sedikit grimis, hawanya lumayan dingin dibanding sebelumnya panas dan gerah. Tapi semangat ngopi dam ngobrol teman-teman tak mengendor. Bahkan di group sudah ada yang ribut, ngajak-ngajak \u201cayo ayo waktunya kopdar tiba, ada bonus banyak rezeki lho\u201d, Rifai namanya, seorang pembicara atau muballig yang sering ceramah di masyarakat. <\/p>\n\n\n\n

Aku datang sekitar jam 20.00, terlihat banyak tema yang sudah pada kumpul, didepannya ada segelas kopi. Maklum kita orang desa ngopinya gak pakai cangkir, tapi pakai gelas es yang tinggi. Dibenakku ini ngopi apa kehausan?, tapi yang penting tetap ngopi dan merokok. Di meja terlihat banyak rokok bermacam-macam mereknya, sesuai kesukaan masing-masing. Ada yang bawa Sukun Putih, ada yang bawa Gudang Garam, kebanyakan bawa LA, tapi ada juga yang bawa rokok bikinan sendiri alias \u201cTingwe\u201d nglinting dewe dirumah ditaruh plastik. Aku coba rokok tingwe itu sambil ngobrol bareng, ternyata lumayan enak ramuan rokoknya, dibanding tingwe tingwe yang pernah aku rasakan. Yang buat tingwe namanya Sutopo, profesinya sehari-hari memang jual beli tembakau. Karena penasaran, sutopo aku tanya, kok enak, ini tembakau mana?. Dijawabnya \u201cbiasa tembakau Temanggung\u201d tapi aku kasih cengkeh kualitas wahid, dan sedikit ramuan saos sendiri (bahannya dirahasiakan), yang jelas katanya bahan saos dari rempah rempah bikinan sendiri. <\/p>\n\n\n\n

Ngobrol kita mengalir tanpa ada sekat dan batasan, malah terkadang pada ngobrol sendiri-sendiri dengan teman didekatnya. Giliran Djumari disuruh cerita pengalamannya, teman teman pada diam, mungkin pada penasaran. Soalnya dulu, sebelum ke Jakarta ia bekerja di Djarum. Ia ceritakan alasannya harus ke Jakarta. Awalnya, sering pulang pergi Jakarta Kudus untuk pengobatan istrinya yang sedang sakit di salah satu pengobatan alternatif disana atas rekomendasi saudaranya yang sudah lama hidup di Jakarta. Ia menceritakan sakit istrinya yang sering pusing, dan pusingnya bukan pusing biasa, dan seringkali istrinya sampai membentur-benturkan kepalanya. Kemudian, saat diharuskan kontinyu pengobatannya, minimal satu tahun agar cepat sembuh, akhirnya ia putusin meninggalkan Kudus sementara, termasuk pekerjaannya. Alhamdulillah istrinya sekarang sudah sembuh total.\u00a0<\/p>\n\n\n\n

Baca: Cacat Pikir KPAI Memaknai Kata Ekploitasi Anak dan Promosi<\/a><\/p>\n\n\n\n

Disela sela nungguin istrinya sakit, ia sering diajak saudaranya jualan sayuran keliling. Nah, walaupun sekarang istrinya sudah sembuh, ia tetap di Jakarta. Sebab dipikirannya, kalau kembali ke Kudus mulai dari awal lagi, mending yang sudah ada didepan mata dijalanin dulu. Nanti pelan-pelan sambil melihat peluang di Kudus, ia pun akan pulang. Obrolan tetap seru, walaupun djarum jam sudah tepat diangka 12.00 malam. Namun domain obrolan lebih pada Djumari sebagai nara sumber, ia menceritakan semua pengalaman dan kejadia yang ia lihat, sampai ia menceritakan berita kalau pabrik Djarum yang dulu pernah ia singgahi, sedang dipermasalahkan KPAI. Memang sebenarnya ia tak paham alur permasalahanya. Tahunya, KPAI gak suka bulu tangkis Djarum berjalan, memusuhi rokok. <\/p>\n\n\n\n

Sebagai orang yang pernah menjadi karyawan Djarum, jadi wajar dan pantas kalau ia membela Djarum, apalagi ia asli Kudus. Saking semangatnya, ia ngomong \u201cnek aku dadi Djarum, tak tuku iku KPAI, paling ora tak lawan\u201d \u201candaikan aku yang punya Djarum, aku beli KPAI, paling tidak dilawan\u201d. Ada yang menyambar omongan, \u201csampek matek kuwe Djum, ogak bakal dadi bos Djarum\u201d \u201csampai mati kamu Djum, tidak akan jadi bos Djarum\u201d haha\u2026\u2026disambut dengan tawa klakaran teman-teman termasuk saya sendiri. Di sela-sela tawa, tuan rumah ngomong \u201cancen gawe gregeten, kenopo Djarum mung meneng, malah ngalah\u201d \u201cbikin gregeten, kenapa Djarum diam dan cenderung mengalah\u201d. <\/p>\n\n\n\n

Nah, ternyata, banyak orang yang sangat simpati dan membela pabrik Djarum, terutama orang Kudus. Rata-rata mereka, tak tahu apa yang harus dilakukan, apa yang harus diperbuat. Sebagai manusia lemah, mereka hanya bisa marah  yang terpendaam dalam hati, dengan melihat kejadian KPAI menyerang Djarum. Coba, andaikan mereka tahu kalau dibelekang KPAI ada kepentingan asing yang mengusik rokok kretek asli Kudus, yang sudah mendarah daging bagi masyarakat Kudus. Pastinya, pembelaanya lebih dari itu, bahkan mungkin mati-matian.
<\/p>\n","post_title":"Cerita di Balik Segelas Kopi untuk Djarum","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"cerita-di-balik-segelas-kopi-untuk-djarum","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-09-03 09:19:00","post_modified_gmt":"2019-09-03 02:19:00","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6014","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":6008,"post_author":"878","post_date":"2019-08-30 15:06:07","post_date_gmt":"2019-08-30 08:06:07","post_content":"\n

Pada mulanya, saya mengira tanaman tembakau ditanam, dirawat, dan dipanen sama dengan kebanyakan tanaman-tanaman semusim lainnya di negeri ini. Ada proses pembibitan, kemudian proses penanaman, lantas tanaman rutin disiram dan diberi pupuk, ada proses perawatan hingga akhirnya dipanen ketika musim panen tiba. Tapi nyatanya, perkiraan saya salah. Tembakau tanaman yang cukup unik. Beda dari banyak tanaman semusim lain yang lazim ditanam petani di banyak tempat di Indonesia.<\/p>\n\n\n\n

Hal paling menonjol yang membedakan tanaman tembakau dengan tanaman semusim lain ada pada masa tanam dan masa panen tiba. Tanaman tembakau menjadi anomali karena ditanam saat musim penghujan akan berakhir. Lalu dipanen ketika musim kemarau sedang berada pada puncaknya. Saat tanaman-tanaman semusim lainnya enggan tumbuh, bahkan rumput sekalipun mengering karena kemarau.<\/p>\n\n\n\n

Tiga tahun belakangan, saya banyak bergaul dengan petani dan buruh tani tembakau di Kabupaten Temanggung, juga dengan anak-anak mereka. Jika sebelumnya saya sekadar penikmat rokok kretek, tiga tahun belakangan, saya mulai tertarik untuk mempelajari seluk-beluk seluruh lini yang mendukung industri kretek nasional. Yang paling menarik minat saya, tentu saja konteks pertanian dan sosial masyarakat yang memproduksi komoditas yang menjadi bahan baku utama produk kretek. Tembakau dan cengkeh.<\/p>\n\n\n\n

Baca: Melihat Petani Tembakau di Temanggung Memanen Tembakau Mereka<\/a><\/p>\n\n\n\n

Dari sekian banyak hal menarik yang disajikan pertanian tembakau hingga proses penjualan hasil panen tembakau yang saya amati di wilayah Kabupaten Temanggung, hal yang terus menerus menarik minat saya dan hingga saat ini belum sepenuhnya saya pahami adalah proses panen tembakau dan penentuan grade tembakau hasil panenan petani. Sama seperti kesalahan saya mengira tanaman tembakau ditanam dan diproses mirip dengan tanaman semusim lainnya, dugaan saya perihal proses panen tembakau juga salah sepenuhnya. Dahulu saya mengira daun-daun yang siap dipanen dari tanaman tembakau ya dipanen begitu saja. Menunggu daun-daun yang tumbuh pada tanaman tembakau siap dipanen, lantas dipanen seluruhnya dalam satu waktu oleh para pekerja di kebun. Nyatanya tidak begitu. Dan lebih rumit dari itu.<\/p>\n\n\n\n

Mayoritas tembakau yang ditanam di wilayah Temanggung berasal dari jenis kemloko. Ada kemloko 1, kemloko 2, dan kemloko 3. Dari ketiga varietas kemloko tersebut, metode panen dan penentuan grade tembakau memiliki tata cara yang sama persis. Seluruh petani di Temanggung menerapkan metode panen yang mirip. Dari metode panen tersebut, ternyata berpengaruh terhadap tingkatan kualitas tembakau yang dipanen, petani di Temanggung kerap menyebut \u2018tiam\u2019 atau \u2018grade\u2019 untuk perbedaan tingkat kualitas tembakau yang dipanen.<\/p>\n\n\n\n

Tidak seperti tanaman semusim lainnya yang dipanen dalam satu waktu, tembakau dipanen bertahap mulai dari daun terbawah pada pohon hingga daun teratas. Dalam satu tanaman tembakau, panen bisa berlangsung sebanyak 13 hingga 15 kali dalam sekali musim tembakau. Jarak antara panen satu dengan panen lainnya, antara lima dan tujuh hari. Dengan kondisi ini, musim panen tembakau di Temanggung atau yang kerap disebut musim \u2018mbakon\u2019 bisa berlangsung selama dua hingga tiga bulan. Tahun ini, panen dimulai pada pertengahan Juli dan diprediksi akan berakhir pada pertengahan Oktober.<\/p>\n\n\n\n

Baca: Tuhan Tidak Menciptakan Tembakau untuk Dibenci dan Dicaci<\/a><\/p>\n\n\n\n

Metode panen seperti itu, yang bertahap dan berjeda dari panen satu daun ke daun lainnya ternyata berpengaruh terhadap tingkatan kualitas daun tembakau. Daun-daun yang dipanen lebih awal, gradenya berada pada grade yang rendah. Grade terus meningkat hingga sampai puncaknya seiring panen-panen selanjutnya pada tanaman yang sama. Dalam satu tanaman tembakau, grade daun sudah pasti berbeda-beda sesuai dengan waktu panenan daun di tanaman tersebut.<\/p>\n\n\n\n

Agar lebih mudah dipahami, mari kita bayangkan sebatang tanaman tembakau yang tumbuh subur dalam kondisi normal dan tanaman itu sudah mulai memasuki masa panen. Pada sebatang tanaman tembakau itu tumbuh sebanyak 17 helai daun dari bawah ke atas. Panen pertama dimulai. Daun paling bawah dari tanaman tembakau itu dipetik untuk dipanen. Hanya satu helai daun saja, yang terbawah. Daun yang pertama dipanen itu, biasanya memiliki grade A. Adakalanya kualitas tembakau pada panenan pertama sudah mulai berada pada grade B. Di beberapa titik bahkan sudah ada yang menghasilkan tembakau grade C. <\/p>\n\n\n\n

Lima hingga tujuh hari kemudian, panen daun kedua dilakukan. Satu daun saja dari sebatang tanaman, daun terbawah yang dipanen. Lima hingga tujuh hari berikutnya lantas dipanen lagi. Begitu seterusnya hingga 12 atau 13 kali panen. Semakin ke atas daun yang dipanen seiring bertambahnya waktu, grade tembakau juga meningkat hingga puncaknya berhenti di grade F. Hanya sedikit tembakau yang bisa melampau grade F, mencapai grade G dan H, itulah tembakau-tembakau jenis srintil berharga jutaan rupiah per kilogramnya.<\/p>\n\n\n\n

Selain waktu panen dan letak daun dalam sebatang tanaman, jenis tanah, unsur hara yang terkandung dalam tanah, asupan embun alami, pancaran sinar matahari yang cukup, serta proses fermentasi dan penjemuran usai daun-daun dipanen, menjadi penentu kualitas tembakau yang menempatkan daun tembakau itu pada grade tertentu. Satu hal lain lagi yang sangat berpengaruh terhadap grade tembakau adalah wilayah tembakau itu ditanam. Ada tiga wilayah tempat tembakau biasa ditanam. Wilayah persawahan (dataran rendah), wilayah tegalan (dataran menengah), dan wilayah gunung (dataran tinggi). Kondisi tanah dan faktor ketinggian dan kondisi geografis lainnya berpengaruh terhadap kualitas tembakau.<\/p>\n\n\n\n

Di wilayah persawahan, tanaman tembakau memang subur dan tumbuh cepat, namun tembakau yang ditanam di sana maksimal hanya bisa menghasilkan tembakau grade D, atau D+. Sedang tembakau yang ditanam di wilayah tegalan, maksimal bisa menghasilkan tembakau grade E hingga E+. Yang terbaik, tentu saja tembakau yang ditanam di wilayah gunung. Meskipun membutuhkan waktu tanam lebih lama dibanding dua wilayah lainnya, rata-rata panenan terakhir mencapai grade F hingga seterusnya dengan tembakau terbaik bernama srintil.   <\/p>\n\n\n\n

Ini sedikit yang saya pelajari di Temanggung hasil belajar langsung dari para petani di sana. Saya tidak tahu dengan metode panen dan penentuan grade tembakau di wilayah lain dengan jenis tembakau lain juga. Menarik sebetulnya mencari tahu di tempat lain. Semoga sekali waktu nanti berkesempatan untuk itu. 
<\/p>\n","post_title":"Penentuan Grade Tembakau di Temanggung","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"penentuan-grade-tembakau-di-temanggung","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-08-30 15:06:14","post_modified_gmt":"2019-08-30 08:06:14","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6008","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5999,"post_author":"877","post_date":"2019-08-28 09:40:02","post_date_gmt":"2019-08-28 02:40:02","post_content":"\n

Direktur Pusat Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Amerika Serikat (CDC), Robert Redfield, mengungkapkan kematian tragis di Illinois memperkuat dugaan karena vape<\/a> atau rokok elektrik. Berita tersebut atas laporan Dinas Kesehatan Illinois yang mengumumkan ada satu pasien yang akhirnya meninggal dunia. Kasus ini kemungkinan jadi kasus pertama kematian akibat penyakit berkaitan dengan vape.
<\/p>\n\n\n\n

Kejadian di atas menjawab keberadaan vape atau rokok elektrik sangat membahayakan. Berbeda dengan resiko rokok kretek, bisa menimbulkan penyakit jika mengkonsumsinya berlebihan atau kebanyakakan, dan hidup tidak seimbang. Misalnya dalam satu hari merokok sampai tiga atau empat bungkus, tanpa makan nasi atau makan-makanan sehat, tanpa olah raga, tanpa minum air putih, selalu didampingi kopi atau teh, istirahatnya kurang dan sebagainya. Maka dipastikan orang tersebut akan jatuh sakit bahkan meninggal dunia.\u00a0<\/p>\n\n\n\n

Baca: Terkuak, Rokok Elektrik Berbahaya bagi Kesehatan<\/a><\/p>\n\n\n\n

Tidak hanya itu, otoritas kesehatan di Amerika Serikat telah berhasil menginvestigasi kemunculan penyakit paru-paru misterius di antara kalangan pengguna rokok elektrik atau vape. Dilaporkan setidaknya ada 195 kasus potensial penyakit paru-paru di 22 Negara karena kena dampak dari vape atau rokok elektrik.
<\/p>\n\n\n\n

Jadi, masyarakat perlu waspada beredarnya vape atau rokok elektrik. Belum lagi, sebetulnya rokok elektrik atau vape, berdampak juga peningkatan perokok anak.\u00a0 Yang menjadi daya tarik bagi anak, selain bentuknya yang elegan, simpel, juga beraroma buah-buahan yang terkemas dalam cairan.<\/strong><\/p>\n\n\n\n

Orang yang mengatakan bahwa vape atau rokok elektrik lebih mensehatkan dari pada rokok kretek, pendapat tersebut sangat keliru. Disampaing efek dari rangkaian listrik dan battre juga cairan dalam rokok elektrik berpengaruh terhadap resiko jantung.  <\/p>\n\n\n\n

Hasil penelitian yang diterbitkan dalam Journal of American College of Cardiology pada Mei lalu ini menambah bukti bahwa cairan rokok elektrik dapat menghambat fungsi sel-sel tubuh yang berperan dalam kesehatan jantung. Cairan dalam vape atau rokok elektrik pada akhirnya merusak sel-sel yang melapisi pembuluh darah. <\/p>\n\n\n\n

Keberadaan vape atau rokok elektrik di pasaran sangat membahayakan bagi orang Indonesia, terlebih pemuda-pemuda, yang banyak memilih merokok vape aatau rokok elektri. Menurutnya, selain bentuk kecil, simpel dibawa dan ada aroma buah-buahan sesuai selera. Akan tetapi dibalik bentuknya yang bagus, menyembunyikan banyak penyakit ketika dikonsumsi.\u00a0<\/p>\n\n\n\n

Baca: Kata Siapa Lebih Sehat? Perokok Elektrik Berisiko Terjangkit Penyakit Kardiovaskular<\/a><\/p>\n\n\n\n

Hingga kini CDC masih melakukan investigasi lebih lanjut, dengan mengimbau agar para dokter mengumpulkan data dan sampel bila menemukan pasien dengan gejala penyakit paru serupa, tentunya akibat rokok elektrik atau vape. Bentuk dan merek rokok elektrik dan vape banyak varian dan banyak merek. JUUL termasuk merek rokok elektrik atau vape yang saat ini naik daun.\u00a0<\/p>\n\n\n\n

Ada yang mengatakan bahwa tak tepat membandingkan rokok tembakau dengan rokok elektrik. Ya benar tak tepat, karena rokok elektrik atau vape resikonya sangat tinggi. Sedang rokok tembakau resikonya kecil, apa lagi rokok kretek mungkin resikonya sangat kecil sekali terhadap tubuh. Alasannya, munculnya rokok kretek bertujuan untuk pengobatan sakit bengek, dan tujuannya berhasil. Hingga banyak orang melakukan pemesanan rokok kretek saat itu, rokok kretek belum sebagai industri besar masih bersifat rumahan,  keadaan tersebut sekitar abad 19. <\/p>\n\n\n\n

Dalam studi ini, tim peneliti menemukan bukti efek toksik pada sel-sel yang melapisi pembuluh darah dan melindungi jantung. Beberapa bukti tersebut termasuk di antaranya gangguan pada fungsi sel dan munculnya tanda-tanda peradangan. Para peneliti mengamati bagaimana respons sel saat bersentuhan dengan cairan rokok elektrik. Efek yang paling kentara terlihat pada cairan dengan rasa kayu manis.<\/p>\n\n\n\n

Baca: Riset Kesehatan Rokok Elektrik<\/a><\/p>\n\n\n\n

Sekelompok ahli kardiovaskular dari University of Massachusetts menganjurkan peneliti agar melakukan uji rokok elektrik atau vape lebih yang beraroma. Karena sumsi sementara, produk vape atau rokok elektrik yang beraroma dan punya pilihan rasa lebih berbahaya dari pada rokok vape natural. Namun yang banyak beredar dipasaran, justru yang beraroma dan berasa buah-buahan, dari pada yang natural. <\/p>\n\n\n\n

Studi pada 2018 lalu menunjukkan, penggunaan rokok elektrik harian berisiko terhadap serangan jantung, meski dengan probabilitas yang lebih rendah daripada perokok tembakau. Menurut dr Lawrence Phillips pakar kardiovaskular NYU Langone Health mengatakan \u201cKita melihat semakin banyak bukti bahwa rokok elektrik berhubungan dengan peningkatan risiko serangan jantung\u201d.<\/p>\n\n\n\n

Dari hasil pakar dan hasil studi di atas menegaskan bahwa keberadaan rokok vape atau rokok elektrik, resikonya sangat besar. Bahan utama rokok vape atau elektrik yang paling besar memberikan efek negatif pada tubuh manusia adalah cairan perasa. Akibat cairan perasa dalam rokok elektrik  atau vape termasuk merek JUUL beresiko terjadi peradangan, terjangkit penyakit jantung dan paru-paru akut, selanjutnya berakibat kematian. <\/p>\n\n\n\n

Untuk itu, demi masa depan bangsa Indonesia harusnya ada regulasi pelarangan peredaran rokok elektrik atau vape yang nyata-nyata telah ada kasus dengan didukung beberapa riset dan studi tentang konten rokok elektrik atau vape, yang hasilnya mempunyai resiko tinggi dapat menyebabkan penyakit berujung kematian.         
<\/p>\n","post_title":"Perokok Elektrik Berisiko Besar Terjangkit Penyakit Mematikan","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"perokok-elektrik-berisiko-besar-terjangkit-penyakit-mematikan","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-08-28 09:40:09","post_modified_gmt":"2019-08-28 02:40:09","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5999","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5988,"post_author":"855","post_date":"2019-08-24 10:41:28","post_date_gmt":"2019-08-24 03:41:28","post_content":"\n

Sumber permasalahan besar dunia pertembakauan sejatinya bukan iklim dan hama, melainkan kebijakan pemerintah dan para plolitisi yang ikut serta membicarakannya, tanpa dasar yang kuat, adil dan cenderung ugal-ugalan.
<\/p>\n\n\n\n

Jika orang dahulu tidak berani bicara kecuali kepada hal-hal yang benar-benar diketahui, kali ini banyak sekali orang yang banyak bicara daripada membaca, baik buku maupun alam kauniyah (dunia nyata). Maka jangan heran, jika tidak sedikit politisi dan pemerintah yang gagal paham dunia pertembakau, dari berbagai sisi, karena mereka mendapatkan informasi sepotong-sepotong, tanpa ada usaha untuk tabayyun <\/em>lebih mendalam apalagi turun ke ladang untuk memastikan.
<\/p>\n\n\n\n

Kini hama petani muncul lagi dari kalangan politisi. Sebut saja namanya Sukamta (nama asli) yang kini menjabat sebagai sekretaris Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS). Kenapa semua orang yang terkait dengan industri hasil tembakau (petani, buruh, dsb) dianggap tidak sejahtera, ya karena partai yang harusnya adil saja tidak mampu berbuat adil, bahkan dalam pikiran dan apa yang keluar dari mulutnya.<\/p>\n\n\n\n

Baca: Tuhan Tidak Menciptakan Tembakau untuk Dibenci dan Dicaci<\/a>
<\/p>\n\n\n\n

Tidak perlu bicara terlalu jauh. Mari kita kita uji omongan Sukamta yang dimuat situs ayosemarang.com, 22 Agustus 2019. Omongan yang sejatinya sebuah template dan selalu dipakai oleh antirokok. Semacam gaya kampanye sholih li kulli zaman wal makan, <\/em>meski dibangun dari logika berantakan dan cenderung mengutamakan kengawuran daripada analisa yang mendalam. Ya memang itulah keistimewaan antirokok, anti terhadap data valid dan percaya diri berlebihan dalam kesesatan berpikir.
<\/p>\n\n\n\n

Bagi Sukamta, harga rokok di Indonesia, sebuah negeri yang besar salah satunya ditopang oleh dunia pertembakauan, harus dinaikkan 700 persen. Alasannya supaya orang miskin tidak dapat membeli rokok. Jika orang miskin yang merokok jatuh sakit, maka negara melalui (Jaminan Kesehatan Nasional) JKN rugi menanggung biayanya. Tentu saja ini berbeda dengan, orang kaya boleh makan junkfood<\/em>, minuman bersoda, dan berlaku semaunya, karena jika jatuh sakit mereka bisa membiayai sendiri dan dapat memperkaya negara.
<\/p>\n\n\n\n

Cara sistematis ini akan diduplikasi dan diperbarui terus menerus. Bermula dari seorang sakit yang berobat ke dokter, jika ia merokok maka dokter akan berkata, \u201cbapak sakit karena rokok\u201d, dan dokter tidak secara jujur bahwa penyakit itu datang dari sebab apapun, bisa gula, bisa gaya hidup yang berantakan, kurang minum air putih, stres dengan obat mahal, dsb.
<\/p>\n\n\n\n

Kenapa Sukamta cenderung ingin menaikkan harga rokok untuk menyelesaikan permasalahan JKN yang rumit itu? Ya karena sudah menjadi tabiat antirokok, bahwa berpikir keras untuk mencari solusi adalah buang-buang waktu, makanya rokok akan disalahkan supaya permasalahan menjadi lekas selesai. 
<\/p>\n\n\n\n

Coba kita kembali ke tahun 2018, saat BPJS Kesehatan defisit dan ditambal oleh cukai rokok. Para pegiat kesehatan beralasan, jumlah masyarakat sakit yang kian bertambah dan narasi yang kemudian dibangun; sakit-sakit itu disebabkan oleh rokok. Tidak berhenti sampai di situ, beragam alasan yang penting pengelola kesehatan \u201cselamat\u201d banyak digaungkan di media (tanpa ada sikap ksatria untuk mengakui bahwa memang masih banyak masalah dalam JKN, baik pengelolaan maupun skema yang lebih baik, yang perlu dicarikan solusi).<\/p>\n\n\n\n

Baca: Kegagalan Lakpesdam PBNU dalam Melihat Produk Tembakau Alternatif<\/a><\/p>\n\n\n\n

Koordinator Advokasi BPJS Watch, Timboel Siregar, megkritisi beragam narasi yang dibangun oleh pegiat kesehatan. Ia mengusulkan agar BPJS fokus pada pengawasan penetapan inasibijis oleh pihak rumah sakit. Timboel menilai, inasibijis merupakan gerbang terjadinya defisit BPJS Kesehatan. Inasibijis (INA-CGB) merupakan sebuah singkatan dari Indonesia Case Base Gropus, yakni sebuah aplikasi yang digunakan rumah sakit untuk mengajukan klaim pada pemerintah. (bisnis.com)
<\/p>\n\n\n\n

Kita tidak pernah tau, apa yang dilakukan rumah sakit terhadap pasien-pasien yang membayar BPJS. Kita juga tidak pernah tau jika ada pasien BPJS kelas I diberi fasilitas kelas II atau III, dan rumah sakit mengklaim biaya kelas I ke negara. Tentu saja yang demikian ini tidak penting bagi antirokok. <\/p>\n\n\n\n

Baca: Ada Campur Tangan Bloomberg dalam Surat Edaran Menkes terkait Pemblokiran Iklan Rokok<\/a><\/p>\n\n\n\n

Sukamta juga bilang, orang-orang yang kecanduan merokok dan mampu membeli rokok yang mahal, dipersilahkan tetap merokok asal menanggung sendiri biaya pengobatan akibat penyakit karena rokok. Asalkan dampak buruk akibat konsumsi rokok tidak membebani negara kerena pemasukan dari cukai tembakau tidak sebanding dengan biaya yang harus dikeluarkan negara. (ayosemarang.com)
<\/p>\n\n\n\n

Bagi saya pribadi, ini adalah statemen yang sangat lucu. Sejak kapan sih negara betul-betul hadir dan perhatian terhadap kesehatan masyarakat, khususnya di pedesaan dan pedalaman? Kalau ada pun, menjalankannya setengah hati. Dan sejak kapan rokok itu menjadi candu, padahal yang candu itu kekuasaan dan menjadikan masyarakat sebagai jembatan untuk menuju \u201ckekuasaan dalam negara\u201d? 
<\/p>\n\n\n\n

Sukamta juga menganggap, bahwa perokok bukan orang yang produktif? Faktanya? Setahu saya orang-orang yang merokok punya produtivitas tinggi, mereka hidup sebagaimana keringat yang diperas setiap hari. Tanpa berharap kepada negara apalagi Sukamta.
<\/p>\n\n\n\n

Sekadar saran saja, sebaiknya PKS tidak perlu ngelantur bicara rokok. Silahkan bicara, asalkan keadilan sosial sebagaimana nama partainya tidak hanya selesai pada tataran konsepsi dan gagah-gagahan, melainkan pada tahap tindakan dan contoh konkrit atasnya.
<\/p>\n","post_title":"Ketika PKS Bicara Rokok","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"ketika-pks-bicara-rokok","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-08-24 10:51:25","post_modified_gmt":"2019-08-24 03:51:25","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5988","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":35},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"epic_block_3"};

\n

Boleh dikata saya termasuk orang yang jarang menikmati pentas musik di beberapa tahun belakangan ini. Selain faktor kesibukan, era digital yang merambah segala lini membuat saya mungkin lebih simpel untuk mendengarkan musik via spotify atau youtube. Tentu ada nilai minusnya yaitu euforia yang kurang saya dapatkan jika tak mendatangi konser musik secara langsung.
<\/p>\n\n\n\n

Karena jarang menikmati konser musik belakangan ini, ada satu peraturan yang cukup menarik perhatian saya yaitu dilarang merokok di dalam venue<\/em>. Pertama saya bisa memaklumi itu mengingat venue indoor<\/em> dan ber-ac. Pertanyaan dalam benak saya lalu tersirat, apa nikmatnya menikmati musik terutama saat konser tanpa menghisap rokok? Tapi bagi saya ini tentu jadi tantangan, karena saya juga bisa memastikan bahwa rokok bukanlah candu dan sebagai perokok juga bisa tertib mengikuti peraturan yang ada.<\/strong>
<\/p>\n\n\n\n

Saya kemudian tiba di tempat acara. Saya lantas membeli beberapa minuman dan asyik merokok serta ngobrol dengan teman saya di luar venue<\/em>. Ketika mendekati jadwal open gate<\/em>, kami berbaris rapih untuk masuk ke dalam. Ada satu hal yang menyita perhatian, ternyata rokok kami pun disita. Jika hanya korek kami bisa memaklumi, namun penyitaan terhadap rokok tentu tak masuk di akal. Akhirnya kami mengakalinya dengan menaruh rokok kami di luar, di tempat yang tak mencolok. Adegan ini jika direka ulang laiaknya seorang yang mencoba untuk menyembunyikan narkotika, padahal rokok sejatinya adalah barang legal.<\/p>\n\n\n\n

Baca: Smoker Travellers: Menengok Fasilitas Ruangan Merokok di Bandara Kulon Progo<\/a>
<\/p>\n\n\n\n

Mungkin saya tidak memerhatikan peraturan yang ada apabila ternyata rokok tidak boleh di bawa masuk ke dalam. Namun jika dilarang, baiknya penyelenggara bisa menyediakan tempat penitipan rokok. Bukan apa-apa, mubazir rasanya jika satu bungkus harus dibuang, apalagi perokok yang hadir juga nampaknya mematuhi peraturan dilarang merokok di dalam. Peraturan ini juga nampaknya mesti dikaji ulang karena jika mengacu pada Perda KTR tentu tidak disebutkan.
<\/p>\n\n\n\n

Akhirnya kami pun mengikhlaskan, walau sejatinya harus jua bertindak licik dengan menyembunyikan rokok kami di luar. Bukan apa-apa ini lebih faktor mubazir. Tiba saatnya acara dan Ajis Doa Ibu serta Gilang Gombloh memecahkan suasana dengan dark jokes soal agama hingga lelucon soal Fiersa Besari. Goodnigh Electric kemudian menjadi band pembuka dengan membawakan tembang-tembang lawas seperti Am i Robot, Teenage Love and Broken Heart, The Supermarket I Am In, hingga lagu syahdu mereka yang saya tunggu-tunggu untuk dibawakan yaitu Im OK.\u00a0
<\/p>\n\n\n\n

Lagu ini pernah menjadi soundtrack <\/em>hidup saya kala menyukai seseorang. Semenjak mendengar dan suka dengan Goodnight Electric saat SMA, baru kali ini Im Ok dibawakan. Goodnight Electric juga kemudian menutup aksi panggung mereka dengan budaya yang tak pernah mereka lewatkan yaitu dengan lagu Rocket Ship Goes By dan tak lupa melemparkan pesawat kertas di dekat penghujung lagu.
<\/p>\n\n\n\n

Jika Goodnight Electric adalah pembukaan yang manis, seperti memberi rangsangan mengingat masa-masa SMA penuh dengan jadwal pensi, maka The Upstairs yang manggung selanjutnya adalah yang meledakkan pesta itu sendiri. Performa enerjik Jimi Multhaza sang vokalis masih saja seperti yang saya ihat 11 tahun lalu saat The Upstairs manggung di depan TVRI. Tak mau melewatkan momen, saya kemudian merapat ke tengah kerumunan dan berdansa resah didalamnya. Benturan-benturan moshpit tak terelakkan tapi saya nikmati karena adrenalin seperti ini jarang lagi bisa ditemukan.
<\/p>\n\n\n\n

Sama seperti Goodnight Electric, The Upstairs menutupnya dengan bijak. Romansa penonton yang hadir akan\u00a0 Pensi ala anak SMA di awal 2000an dan hingga sepuluh tahun setelahnya tak mereka kecewakan. Jimi dkk memilih lagu Matraman sebegai tembang penutup, lagu yang menurut Jimi (saat populer) bisa diputar hingga berulang kali dalam satu hari di radio-radio lokal. Lagu yang kemudian menjadi soundtrack skena persahabatan, cinta, dan tawuran anak SMA kala itu.\u00a0<\/p>\n\n\n\n

Baca: Smoker Traveller: Hero Coffe Kota Tua Semarang<\/a><\/p>\n\n\n\n

The Adams sebagai band ketiga yang tampil lalu datang meneduhkan suasana. Betul, penonton langsung terbuai saat itu oleh suara yang beradu-adu antara Saleh Husein dan Ario Hendarwan. Sing along kemudian jadi hal yang wajib dilakukan saat itu, semuanya menikmati karaoke masal dari lagu-lagu yang dibawakan seperti Hanya Kau, Berwisata, Konservatif, hingga Halo Beni. Suasana kala itu semakin manis saat sang pianis The Adams (hingga kini belum saya ketahui namanya) selalu melemparkan senyumnya ke arah penonton. Ah sial, saat itu saya berada di posisi yang sangat jauh darinya, itu saja sudah membuat saya bergetar.
<\/p>\n\n\n\n

Karena saya memarkir motor di luar area Kuningan City dan hanya dijaga sampai pukul 23:30, akhirnya kami pulang lebih cepat. Saat keluar venue saya memastikan tetap sebats dulu, mereview apa yang menarik terjadi di dalam sana. Saya lantas menarik kesimpulan bahwa dari pengalaman selama hampir tiga jam lebih menikmati konser tanpa rokok, tak terjadi apa-apa dari kami. Tak ada kekhawatiran berlebihan, perubahan mood karena tak merokok, atau keburukan lainnya. Semuanya sama saja dan normal-normal saja.
<\/p>\n\n\n\n

Hanya jika boleh memberi saran kepada pihak pengelola, perampasan rokok tentu mesti dipertimbangkan ulang. Sekali lagi rokok adalah produk legal dan mempunyai aturan yang sudah disepakati terkait pengkonsumsiannya. Lagian, saya kira para perokok sekarang juga sudah mulai tertib terhadap aturan dan tidak ingin merugikan terhadap yang lainnya.<\/p>\n","post_title":"Pengalaman Tiga Jam Lebih Menyaksikan Konser Musik Tanpa Asap Rokok","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"pengalaman-tiga-jam-lebih-menyaksikan-konser-musik-tanpa-asap-rokok","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-09-04 07:32:19","post_modified_gmt":"2019-09-04 00:32:19","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6017","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":6014,"post_author":"877","post_date":"2019-09-03 09:18:50","post_date_gmt":"2019-09-03 02:18:50","post_content":"\n

Masih ingat kemarin, tulisan Djarum yang ada di kaos para atlit olahraga dipermasalahkan KPAI dan kawan-kawannya? Banyak orang-yang omong, ternyata ada orang kaya yang diusik, tapi dia hanya diam tanpa ada kata sedikitpun sebagai pembalasan terhadap yang mengusiknya. Bahkan cenderung mengalah, bikin orang lain gregetan. Kalimat itu yang aku tangkap dari salah satu temen bernama Nur Cholis asal Desa Gribiq, Kabupaten Kudus.<\/p>\n\n\n\n

Seminggunan kemarin, tepatnya Minggu 25 Agustus, teman MTS dulu pulang dari Jakarta. Ia sehari-harinya beraktivitas dan bekerja di sana. Di Jakarta, bersama anak istrinya, yang setiap hari jualan sayuran keliling. <\/p>\n\n\n\n

Kami yang sudah lama tidak ketemu, bahkan lebaran kemarin ternyata dia tak pulang ke Kudus. Pantesan tak ada yang rebut ngajak ngopi, orang yang biasa ngajak ngopi orangnya masih di Jakarta. Memilih lebaran di sana, karena dititipin rumah tetangganya yang katanya sudah seperti keluarganya sendiri yang kala itu baru mudik.\u00a0<\/p>\n\n\n\n

Baca: Sesat pikir KPAI Melarang Audisi Pencarian Bakat Bulutangkis Anak-Anak<\/a><\/p>\n\n\n\n

Temanku itu panggilannya Djumari, rumahnya dulu daerah Kaliwungu Kudus bagian barat. Ia pulang dalam rangka ada acara nikahan saudara dari istrinya. Dasar Djumari, kalau gak ngopi bareng dan ketemu temen-temen gak puas katanya, karena mumpung di Kudus. Ia gunakan kesempatan sebelum datang kesempitan disela-sela acara nikahan saudaranya. Lewat pesan singkat WA, tanpa hitungan jam ajakan ngopi Djumari, langsung di respon banyak teman yang tergabung di group WA. Ada yang tanya kapan datangnya, ada yang komentar besuk aja ngopinya soalnya masih diluar kota, ada yang bilang sore ini aja tancap gas. Djumari menjawabi dan balas komentar teman-teman. Dihari itu, Djumari kayak artis banyak ajakan dan tawaran teman-teman. <\/p>\n\n\n\n

Memang, teman-teman alumni MTS Madrasah Qudsiyyah Kudus kompak sekali, bahkan sudah kayak saudara sendiri semua. Kita sering kumpul walaupun hanya sekedar ngopi, yang penting bertemu dan ngobrol. Tidak jarang, kita ketemu dengan agenda acara resmi dan agak resmi. Seperti disaat salah satu teman punya hajat, bahkan hajat kecilpun kayak acara \u201cmanaqiban\u201d sering mengundang teman lainya. Pasti ada yang bingung apa itu manaqiban<\/em>?. Aku jelasin sebentar, manaqiban itu, acara membaca sejarah Syeih Abdul Qodir Jaelani ulama dahulu setelah masa Shahabat Nabi, yang terkenal alimnya dan sufi serta berkaromah. Nah, bagi kita-kita penggemarnya, sering kali kita baca sejarahnya. Dengan cerita sejarah  Syeih Abdul Qodir Jaelani, kita penggemar berharap agar apa yang kita lakukan dido\u2019akan atau di amini beliau semua urusan kita lancar. Karena menurut kita penggemar, meyakini Syeih Abdul Qodir Jaelani kekasih Tuhan, kalau dalam bahasa Jawa \u201cbolone Gusti Allah\u201d. Ini sekilas penjelasan tentang istilah manaqiban<\/em>, kalau mau tau lebih lanjut, khasiat-khasiatnya, bisa kita diskusi dilain waktu aja. Yang jelas di acara manaqiban<\/em> ini sudah jadi tradisi ada \u201cingkung\u201d ayamnya. Ini yang biasa kita nantikan.<\/p>\n\n\n\n

Kembali ke acara ngopi, disore itu temenku Djumari langsung nentukan tempat ngopi dan waktunya. Kita biasa ngopi ditempat sederhana. Akhirnya, Djumari mutusin habis isya\u2019 kumpul dan ngopi di rumah teman kita satunya namanya Nur Cholis, juga tergabung dalam group WA. Setelah tahu bakal kerumahnya, Nur Cholis langsung komen, lapan enam laksanakan. Aku langsung teringat temenku namanya Fawaz, orang Betawi keturunan Arab, sering kalau jawab pas di WA pakai tulisan lapan enam.\u00a0<\/p>\n\n\n\n

Baca: PB Djarum, Prestasi Bulutangkis Nasional, dan Kegagalan KPAI Memahami Peristiwa<\/a><\/p>\n\n\n\n

Waktu isya\u2019 tiba, suasana mau hujan, sedikit grimis, hawanya lumayan dingin dibanding sebelumnya panas dan gerah. Tapi semangat ngopi dam ngobrol teman-teman tak mengendor. Bahkan di group sudah ada yang ribut, ngajak-ngajak \u201cayo ayo waktunya kopdar tiba, ada bonus banyak rezeki lho\u201d, Rifai namanya, seorang pembicara atau muballig yang sering ceramah di masyarakat. <\/p>\n\n\n\n

Aku datang sekitar jam 20.00, terlihat banyak tema yang sudah pada kumpul, didepannya ada segelas kopi. Maklum kita orang desa ngopinya gak pakai cangkir, tapi pakai gelas es yang tinggi. Dibenakku ini ngopi apa kehausan?, tapi yang penting tetap ngopi dan merokok. Di meja terlihat banyak rokok bermacam-macam mereknya, sesuai kesukaan masing-masing. Ada yang bawa Sukun Putih, ada yang bawa Gudang Garam, kebanyakan bawa LA, tapi ada juga yang bawa rokok bikinan sendiri alias \u201cTingwe\u201d nglinting dewe dirumah ditaruh plastik. Aku coba rokok tingwe itu sambil ngobrol bareng, ternyata lumayan enak ramuan rokoknya, dibanding tingwe tingwe yang pernah aku rasakan. Yang buat tingwe namanya Sutopo, profesinya sehari-hari memang jual beli tembakau. Karena penasaran, sutopo aku tanya, kok enak, ini tembakau mana?. Dijawabnya \u201cbiasa tembakau Temanggung\u201d tapi aku kasih cengkeh kualitas wahid, dan sedikit ramuan saos sendiri (bahannya dirahasiakan), yang jelas katanya bahan saos dari rempah rempah bikinan sendiri. <\/p>\n\n\n\n

Ngobrol kita mengalir tanpa ada sekat dan batasan, malah terkadang pada ngobrol sendiri-sendiri dengan teman didekatnya. Giliran Djumari disuruh cerita pengalamannya, teman teman pada diam, mungkin pada penasaran. Soalnya dulu, sebelum ke Jakarta ia bekerja di Djarum. Ia ceritakan alasannya harus ke Jakarta. Awalnya, sering pulang pergi Jakarta Kudus untuk pengobatan istrinya yang sedang sakit di salah satu pengobatan alternatif disana atas rekomendasi saudaranya yang sudah lama hidup di Jakarta. Ia menceritakan sakit istrinya yang sering pusing, dan pusingnya bukan pusing biasa, dan seringkali istrinya sampai membentur-benturkan kepalanya. Kemudian, saat diharuskan kontinyu pengobatannya, minimal satu tahun agar cepat sembuh, akhirnya ia putusin meninggalkan Kudus sementara, termasuk pekerjaannya. Alhamdulillah istrinya sekarang sudah sembuh total.\u00a0<\/p>\n\n\n\n

Baca: Cacat Pikir KPAI Memaknai Kata Ekploitasi Anak dan Promosi<\/a><\/p>\n\n\n\n

Disela sela nungguin istrinya sakit, ia sering diajak saudaranya jualan sayuran keliling. Nah, walaupun sekarang istrinya sudah sembuh, ia tetap di Jakarta. Sebab dipikirannya, kalau kembali ke Kudus mulai dari awal lagi, mending yang sudah ada didepan mata dijalanin dulu. Nanti pelan-pelan sambil melihat peluang di Kudus, ia pun akan pulang. Obrolan tetap seru, walaupun djarum jam sudah tepat diangka 12.00 malam. Namun domain obrolan lebih pada Djumari sebagai nara sumber, ia menceritakan semua pengalaman dan kejadia yang ia lihat, sampai ia menceritakan berita kalau pabrik Djarum yang dulu pernah ia singgahi, sedang dipermasalahkan KPAI. Memang sebenarnya ia tak paham alur permasalahanya. Tahunya, KPAI gak suka bulu tangkis Djarum berjalan, memusuhi rokok. <\/p>\n\n\n\n

Sebagai orang yang pernah menjadi karyawan Djarum, jadi wajar dan pantas kalau ia membela Djarum, apalagi ia asli Kudus. Saking semangatnya, ia ngomong \u201cnek aku dadi Djarum, tak tuku iku KPAI, paling ora tak lawan\u201d \u201candaikan aku yang punya Djarum, aku beli KPAI, paling tidak dilawan\u201d. Ada yang menyambar omongan, \u201csampek matek kuwe Djum, ogak bakal dadi bos Djarum\u201d \u201csampai mati kamu Djum, tidak akan jadi bos Djarum\u201d haha\u2026\u2026disambut dengan tawa klakaran teman-teman termasuk saya sendiri. Di sela-sela tawa, tuan rumah ngomong \u201cancen gawe gregeten, kenopo Djarum mung meneng, malah ngalah\u201d \u201cbikin gregeten, kenapa Djarum diam dan cenderung mengalah\u201d. <\/p>\n\n\n\n

Nah, ternyata, banyak orang yang sangat simpati dan membela pabrik Djarum, terutama orang Kudus. Rata-rata mereka, tak tahu apa yang harus dilakukan, apa yang harus diperbuat. Sebagai manusia lemah, mereka hanya bisa marah  yang terpendaam dalam hati, dengan melihat kejadian KPAI menyerang Djarum. Coba, andaikan mereka tahu kalau dibelekang KPAI ada kepentingan asing yang mengusik rokok kretek asli Kudus, yang sudah mendarah daging bagi masyarakat Kudus. Pastinya, pembelaanya lebih dari itu, bahkan mungkin mati-matian.
<\/p>\n","post_title":"Cerita di Balik Segelas Kopi untuk Djarum","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"cerita-di-balik-segelas-kopi-untuk-djarum","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-09-03 09:19:00","post_modified_gmt":"2019-09-03 02:19:00","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6014","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":6008,"post_author":"878","post_date":"2019-08-30 15:06:07","post_date_gmt":"2019-08-30 08:06:07","post_content":"\n

Pada mulanya, saya mengira tanaman tembakau ditanam, dirawat, dan dipanen sama dengan kebanyakan tanaman-tanaman semusim lainnya di negeri ini. Ada proses pembibitan, kemudian proses penanaman, lantas tanaman rutin disiram dan diberi pupuk, ada proses perawatan hingga akhirnya dipanen ketika musim panen tiba. Tapi nyatanya, perkiraan saya salah. Tembakau tanaman yang cukup unik. Beda dari banyak tanaman semusim lain yang lazim ditanam petani di banyak tempat di Indonesia.<\/p>\n\n\n\n

Hal paling menonjol yang membedakan tanaman tembakau dengan tanaman semusim lain ada pada masa tanam dan masa panen tiba. Tanaman tembakau menjadi anomali karena ditanam saat musim penghujan akan berakhir. Lalu dipanen ketika musim kemarau sedang berada pada puncaknya. Saat tanaman-tanaman semusim lainnya enggan tumbuh, bahkan rumput sekalipun mengering karena kemarau.<\/p>\n\n\n\n

Tiga tahun belakangan, saya banyak bergaul dengan petani dan buruh tani tembakau di Kabupaten Temanggung, juga dengan anak-anak mereka. Jika sebelumnya saya sekadar penikmat rokok kretek, tiga tahun belakangan, saya mulai tertarik untuk mempelajari seluk-beluk seluruh lini yang mendukung industri kretek nasional. Yang paling menarik minat saya, tentu saja konteks pertanian dan sosial masyarakat yang memproduksi komoditas yang menjadi bahan baku utama produk kretek. Tembakau dan cengkeh.<\/p>\n\n\n\n

Baca: Melihat Petani Tembakau di Temanggung Memanen Tembakau Mereka<\/a><\/p>\n\n\n\n

Dari sekian banyak hal menarik yang disajikan pertanian tembakau hingga proses penjualan hasil panen tembakau yang saya amati di wilayah Kabupaten Temanggung, hal yang terus menerus menarik minat saya dan hingga saat ini belum sepenuhnya saya pahami adalah proses panen tembakau dan penentuan grade tembakau hasil panenan petani. Sama seperti kesalahan saya mengira tanaman tembakau ditanam dan diproses mirip dengan tanaman semusim lainnya, dugaan saya perihal proses panen tembakau juga salah sepenuhnya. Dahulu saya mengira daun-daun yang siap dipanen dari tanaman tembakau ya dipanen begitu saja. Menunggu daun-daun yang tumbuh pada tanaman tembakau siap dipanen, lantas dipanen seluruhnya dalam satu waktu oleh para pekerja di kebun. Nyatanya tidak begitu. Dan lebih rumit dari itu.<\/p>\n\n\n\n

Mayoritas tembakau yang ditanam di wilayah Temanggung berasal dari jenis kemloko. Ada kemloko 1, kemloko 2, dan kemloko 3. Dari ketiga varietas kemloko tersebut, metode panen dan penentuan grade tembakau memiliki tata cara yang sama persis. Seluruh petani di Temanggung menerapkan metode panen yang mirip. Dari metode panen tersebut, ternyata berpengaruh terhadap tingkatan kualitas tembakau yang dipanen, petani di Temanggung kerap menyebut \u2018tiam\u2019 atau \u2018grade\u2019 untuk perbedaan tingkat kualitas tembakau yang dipanen.<\/p>\n\n\n\n

Tidak seperti tanaman semusim lainnya yang dipanen dalam satu waktu, tembakau dipanen bertahap mulai dari daun terbawah pada pohon hingga daun teratas. Dalam satu tanaman tembakau, panen bisa berlangsung sebanyak 13 hingga 15 kali dalam sekali musim tembakau. Jarak antara panen satu dengan panen lainnya, antara lima dan tujuh hari. Dengan kondisi ini, musim panen tembakau di Temanggung atau yang kerap disebut musim \u2018mbakon\u2019 bisa berlangsung selama dua hingga tiga bulan. Tahun ini, panen dimulai pada pertengahan Juli dan diprediksi akan berakhir pada pertengahan Oktober.<\/p>\n\n\n\n

Baca: Tuhan Tidak Menciptakan Tembakau untuk Dibenci dan Dicaci<\/a><\/p>\n\n\n\n

Metode panen seperti itu, yang bertahap dan berjeda dari panen satu daun ke daun lainnya ternyata berpengaruh terhadap tingkatan kualitas daun tembakau. Daun-daun yang dipanen lebih awal, gradenya berada pada grade yang rendah. Grade terus meningkat hingga sampai puncaknya seiring panen-panen selanjutnya pada tanaman yang sama. Dalam satu tanaman tembakau, grade daun sudah pasti berbeda-beda sesuai dengan waktu panenan daun di tanaman tersebut.<\/p>\n\n\n\n

Agar lebih mudah dipahami, mari kita bayangkan sebatang tanaman tembakau yang tumbuh subur dalam kondisi normal dan tanaman itu sudah mulai memasuki masa panen. Pada sebatang tanaman tembakau itu tumbuh sebanyak 17 helai daun dari bawah ke atas. Panen pertama dimulai. Daun paling bawah dari tanaman tembakau itu dipetik untuk dipanen. Hanya satu helai daun saja, yang terbawah. Daun yang pertama dipanen itu, biasanya memiliki grade A. Adakalanya kualitas tembakau pada panenan pertama sudah mulai berada pada grade B. Di beberapa titik bahkan sudah ada yang menghasilkan tembakau grade C. <\/p>\n\n\n\n

Lima hingga tujuh hari kemudian, panen daun kedua dilakukan. Satu daun saja dari sebatang tanaman, daun terbawah yang dipanen. Lima hingga tujuh hari berikutnya lantas dipanen lagi. Begitu seterusnya hingga 12 atau 13 kali panen. Semakin ke atas daun yang dipanen seiring bertambahnya waktu, grade tembakau juga meningkat hingga puncaknya berhenti di grade F. Hanya sedikit tembakau yang bisa melampau grade F, mencapai grade G dan H, itulah tembakau-tembakau jenis srintil berharga jutaan rupiah per kilogramnya.<\/p>\n\n\n\n

Selain waktu panen dan letak daun dalam sebatang tanaman, jenis tanah, unsur hara yang terkandung dalam tanah, asupan embun alami, pancaran sinar matahari yang cukup, serta proses fermentasi dan penjemuran usai daun-daun dipanen, menjadi penentu kualitas tembakau yang menempatkan daun tembakau itu pada grade tertentu. Satu hal lain lagi yang sangat berpengaruh terhadap grade tembakau adalah wilayah tembakau itu ditanam. Ada tiga wilayah tempat tembakau biasa ditanam. Wilayah persawahan (dataran rendah), wilayah tegalan (dataran menengah), dan wilayah gunung (dataran tinggi). Kondisi tanah dan faktor ketinggian dan kondisi geografis lainnya berpengaruh terhadap kualitas tembakau.<\/p>\n\n\n\n

Di wilayah persawahan, tanaman tembakau memang subur dan tumbuh cepat, namun tembakau yang ditanam di sana maksimal hanya bisa menghasilkan tembakau grade D, atau D+. Sedang tembakau yang ditanam di wilayah tegalan, maksimal bisa menghasilkan tembakau grade E hingga E+. Yang terbaik, tentu saja tembakau yang ditanam di wilayah gunung. Meskipun membutuhkan waktu tanam lebih lama dibanding dua wilayah lainnya, rata-rata panenan terakhir mencapai grade F hingga seterusnya dengan tembakau terbaik bernama srintil.   <\/p>\n\n\n\n

Ini sedikit yang saya pelajari di Temanggung hasil belajar langsung dari para petani di sana. Saya tidak tahu dengan metode panen dan penentuan grade tembakau di wilayah lain dengan jenis tembakau lain juga. Menarik sebetulnya mencari tahu di tempat lain. Semoga sekali waktu nanti berkesempatan untuk itu. 
<\/p>\n","post_title":"Penentuan Grade Tembakau di Temanggung","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"penentuan-grade-tembakau-di-temanggung","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-08-30 15:06:14","post_modified_gmt":"2019-08-30 08:06:14","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6008","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5999,"post_author":"877","post_date":"2019-08-28 09:40:02","post_date_gmt":"2019-08-28 02:40:02","post_content":"\n

Direktur Pusat Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Amerika Serikat (CDC), Robert Redfield, mengungkapkan kematian tragis di Illinois memperkuat dugaan karena vape<\/a> atau rokok elektrik. Berita tersebut atas laporan Dinas Kesehatan Illinois yang mengumumkan ada satu pasien yang akhirnya meninggal dunia. Kasus ini kemungkinan jadi kasus pertama kematian akibat penyakit berkaitan dengan vape.
<\/p>\n\n\n\n

Kejadian di atas menjawab keberadaan vape atau rokok elektrik sangat membahayakan. Berbeda dengan resiko rokok kretek, bisa menimbulkan penyakit jika mengkonsumsinya berlebihan atau kebanyakakan, dan hidup tidak seimbang. Misalnya dalam satu hari merokok sampai tiga atau empat bungkus, tanpa makan nasi atau makan-makanan sehat, tanpa olah raga, tanpa minum air putih, selalu didampingi kopi atau teh, istirahatnya kurang dan sebagainya. Maka dipastikan orang tersebut akan jatuh sakit bahkan meninggal dunia.\u00a0<\/p>\n\n\n\n

Baca: Terkuak, Rokok Elektrik Berbahaya bagi Kesehatan<\/a><\/p>\n\n\n\n

Tidak hanya itu, otoritas kesehatan di Amerika Serikat telah berhasil menginvestigasi kemunculan penyakit paru-paru misterius di antara kalangan pengguna rokok elektrik atau vape. Dilaporkan setidaknya ada 195 kasus potensial penyakit paru-paru di 22 Negara karena kena dampak dari vape atau rokok elektrik.
<\/p>\n\n\n\n

Jadi, masyarakat perlu waspada beredarnya vape atau rokok elektrik. Belum lagi, sebetulnya rokok elektrik atau vape, berdampak juga peningkatan perokok anak.\u00a0 Yang menjadi daya tarik bagi anak, selain bentuknya yang elegan, simpel, juga beraroma buah-buahan yang terkemas dalam cairan.<\/strong><\/p>\n\n\n\n

Orang yang mengatakan bahwa vape atau rokok elektrik lebih mensehatkan dari pada rokok kretek, pendapat tersebut sangat keliru. Disampaing efek dari rangkaian listrik dan battre juga cairan dalam rokok elektrik berpengaruh terhadap resiko jantung.  <\/p>\n\n\n\n

Hasil penelitian yang diterbitkan dalam Journal of American College of Cardiology pada Mei lalu ini menambah bukti bahwa cairan rokok elektrik dapat menghambat fungsi sel-sel tubuh yang berperan dalam kesehatan jantung. Cairan dalam vape atau rokok elektrik pada akhirnya merusak sel-sel yang melapisi pembuluh darah. <\/p>\n\n\n\n

Keberadaan vape atau rokok elektrik di pasaran sangat membahayakan bagi orang Indonesia, terlebih pemuda-pemuda, yang banyak memilih merokok vape aatau rokok elektri. Menurutnya, selain bentuk kecil, simpel dibawa dan ada aroma buah-buahan sesuai selera. Akan tetapi dibalik bentuknya yang bagus, menyembunyikan banyak penyakit ketika dikonsumsi.\u00a0<\/p>\n\n\n\n

Baca: Kata Siapa Lebih Sehat? Perokok Elektrik Berisiko Terjangkit Penyakit Kardiovaskular<\/a><\/p>\n\n\n\n

Hingga kini CDC masih melakukan investigasi lebih lanjut, dengan mengimbau agar para dokter mengumpulkan data dan sampel bila menemukan pasien dengan gejala penyakit paru serupa, tentunya akibat rokok elektrik atau vape. Bentuk dan merek rokok elektrik dan vape banyak varian dan banyak merek. JUUL termasuk merek rokok elektrik atau vape yang saat ini naik daun.\u00a0<\/p>\n\n\n\n

Ada yang mengatakan bahwa tak tepat membandingkan rokok tembakau dengan rokok elektrik. Ya benar tak tepat, karena rokok elektrik atau vape resikonya sangat tinggi. Sedang rokok tembakau resikonya kecil, apa lagi rokok kretek mungkin resikonya sangat kecil sekali terhadap tubuh. Alasannya, munculnya rokok kretek bertujuan untuk pengobatan sakit bengek, dan tujuannya berhasil. Hingga banyak orang melakukan pemesanan rokok kretek saat itu, rokok kretek belum sebagai industri besar masih bersifat rumahan,  keadaan tersebut sekitar abad 19. <\/p>\n\n\n\n

Dalam studi ini, tim peneliti menemukan bukti efek toksik pada sel-sel yang melapisi pembuluh darah dan melindungi jantung. Beberapa bukti tersebut termasuk di antaranya gangguan pada fungsi sel dan munculnya tanda-tanda peradangan. Para peneliti mengamati bagaimana respons sel saat bersentuhan dengan cairan rokok elektrik. Efek yang paling kentara terlihat pada cairan dengan rasa kayu manis.<\/p>\n\n\n\n

Baca: Riset Kesehatan Rokok Elektrik<\/a><\/p>\n\n\n\n

Sekelompok ahli kardiovaskular dari University of Massachusetts menganjurkan peneliti agar melakukan uji rokok elektrik atau vape lebih yang beraroma. Karena sumsi sementara, produk vape atau rokok elektrik yang beraroma dan punya pilihan rasa lebih berbahaya dari pada rokok vape natural. Namun yang banyak beredar dipasaran, justru yang beraroma dan berasa buah-buahan, dari pada yang natural. <\/p>\n\n\n\n

Studi pada 2018 lalu menunjukkan, penggunaan rokok elektrik harian berisiko terhadap serangan jantung, meski dengan probabilitas yang lebih rendah daripada perokok tembakau. Menurut dr Lawrence Phillips pakar kardiovaskular NYU Langone Health mengatakan \u201cKita melihat semakin banyak bukti bahwa rokok elektrik berhubungan dengan peningkatan risiko serangan jantung\u201d.<\/p>\n\n\n\n

Dari hasil pakar dan hasil studi di atas menegaskan bahwa keberadaan rokok vape atau rokok elektrik, resikonya sangat besar. Bahan utama rokok vape atau elektrik yang paling besar memberikan efek negatif pada tubuh manusia adalah cairan perasa. Akibat cairan perasa dalam rokok elektrik  atau vape termasuk merek JUUL beresiko terjadi peradangan, terjangkit penyakit jantung dan paru-paru akut, selanjutnya berakibat kematian. <\/p>\n\n\n\n

Untuk itu, demi masa depan bangsa Indonesia harusnya ada regulasi pelarangan peredaran rokok elektrik atau vape yang nyata-nyata telah ada kasus dengan didukung beberapa riset dan studi tentang konten rokok elektrik atau vape, yang hasilnya mempunyai resiko tinggi dapat menyebabkan penyakit berujung kematian.         
<\/p>\n","post_title":"Perokok Elektrik Berisiko Besar Terjangkit Penyakit Mematikan","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"perokok-elektrik-berisiko-besar-terjangkit-penyakit-mematikan","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-08-28 09:40:09","post_modified_gmt":"2019-08-28 02:40:09","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5999","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5988,"post_author":"855","post_date":"2019-08-24 10:41:28","post_date_gmt":"2019-08-24 03:41:28","post_content":"\n

Sumber permasalahan besar dunia pertembakauan sejatinya bukan iklim dan hama, melainkan kebijakan pemerintah dan para plolitisi yang ikut serta membicarakannya, tanpa dasar yang kuat, adil dan cenderung ugal-ugalan.
<\/p>\n\n\n\n

Jika orang dahulu tidak berani bicara kecuali kepada hal-hal yang benar-benar diketahui, kali ini banyak sekali orang yang banyak bicara daripada membaca, baik buku maupun alam kauniyah (dunia nyata). Maka jangan heran, jika tidak sedikit politisi dan pemerintah yang gagal paham dunia pertembakau, dari berbagai sisi, karena mereka mendapatkan informasi sepotong-sepotong, tanpa ada usaha untuk tabayyun <\/em>lebih mendalam apalagi turun ke ladang untuk memastikan.
<\/p>\n\n\n\n

Kini hama petani muncul lagi dari kalangan politisi. Sebut saja namanya Sukamta (nama asli) yang kini menjabat sebagai sekretaris Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS). Kenapa semua orang yang terkait dengan industri hasil tembakau (petani, buruh, dsb) dianggap tidak sejahtera, ya karena partai yang harusnya adil saja tidak mampu berbuat adil, bahkan dalam pikiran dan apa yang keluar dari mulutnya.<\/p>\n\n\n\n

Baca: Tuhan Tidak Menciptakan Tembakau untuk Dibenci dan Dicaci<\/a>
<\/p>\n\n\n\n

Tidak perlu bicara terlalu jauh. Mari kita kita uji omongan Sukamta yang dimuat situs ayosemarang.com, 22 Agustus 2019. Omongan yang sejatinya sebuah template dan selalu dipakai oleh antirokok. Semacam gaya kampanye sholih li kulli zaman wal makan, <\/em>meski dibangun dari logika berantakan dan cenderung mengutamakan kengawuran daripada analisa yang mendalam. Ya memang itulah keistimewaan antirokok, anti terhadap data valid dan percaya diri berlebihan dalam kesesatan berpikir.
<\/p>\n\n\n\n

Bagi Sukamta, harga rokok di Indonesia, sebuah negeri yang besar salah satunya ditopang oleh dunia pertembakauan, harus dinaikkan 700 persen. Alasannya supaya orang miskin tidak dapat membeli rokok. Jika orang miskin yang merokok jatuh sakit, maka negara melalui (Jaminan Kesehatan Nasional) JKN rugi menanggung biayanya. Tentu saja ini berbeda dengan, orang kaya boleh makan junkfood<\/em>, minuman bersoda, dan berlaku semaunya, karena jika jatuh sakit mereka bisa membiayai sendiri dan dapat memperkaya negara.
<\/p>\n\n\n\n

Cara sistematis ini akan diduplikasi dan diperbarui terus menerus. Bermula dari seorang sakit yang berobat ke dokter, jika ia merokok maka dokter akan berkata, \u201cbapak sakit karena rokok\u201d, dan dokter tidak secara jujur bahwa penyakit itu datang dari sebab apapun, bisa gula, bisa gaya hidup yang berantakan, kurang minum air putih, stres dengan obat mahal, dsb.
<\/p>\n\n\n\n

Kenapa Sukamta cenderung ingin menaikkan harga rokok untuk menyelesaikan permasalahan JKN yang rumit itu? Ya karena sudah menjadi tabiat antirokok, bahwa berpikir keras untuk mencari solusi adalah buang-buang waktu, makanya rokok akan disalahkan supaya permasalahan menjadi lekas selesai. 
<\/p>\n\n\n\n

Coba kita kembali ke tahun 2018, saat BPJS Kesehatan defisit dan ditambal oleh cukai rokok. Para pegiat kesehatan beralasan, jumlah masyarakat sakit yang kian bertambah dan narasi yang kemudian dibangun; sakit-sakit itu disebabkan oleh rokok. Tidak berhenti sampai di situ, beragam alasan yang penting pengelola kesehatan \u201cselamat\u201d banyak digaungkan di media (tanpa ada sikap ksatria untuk mengakui bahwa memang masih banyak masalah dalam JKN, baik pengelolaan maupun skema yang lebih baik, yang perlu dicarikan solusi).<\/p>\n\n\n\n

Baca: Kegagalan Lakpesdam PBNU dalam Melihat Produk Tembakau Alternatif<\/a><\/p>\n\n\n\n

Koordinator Advokasi BPJS Watch, Timboel Siregar, megkritisi beragam narasi yang dibangun oleh pegiat kesehatan. Ia mengusulkan agar BPJS fokus pada pengawasan penetapan inasibijis oleh pihak rumah sakit. Timboel menilai, inasibijis merupakan gerbang terjadinya defisit BPJS Kesehatan. Inasibijis (INA-CGB) merupakan sebuah singkatan dari Indonesia Case Base Gropus, yakni sebuah aplikasi yang digunakan rumah sakit untuk mengajukan klaim pada pemerintah. (bisnis.com)
<\/p>\n\n\n\n

Kita tidak pernah tau, apa yang dilakukan rumah sakit terhadap pasien-pasien yang membayar BPJS. Kita juga tidak pernah tau jika ada pasien BPJS kelas I diberi fasilitas kelas II atau III, dan rumah sakit mengklaim biaya kelas I ke negara. Tentu saja yang demikian ini tidak penting bagi antirokok. <\/p>\n\n\n\n

Baca: Ada Campur Tangan Bloomberg dalam Surat Edaran Menkes terkait Pemblokiran Iklan Rokok<\/a><\/p>\n\n\n\n

Sukamta juga bilang, orang-orang yang kecanduan merokok dan mampu membeli rokok yang mahal, dipersilahkan tetap merokok asal menanggung sendiri biaya pengobatan akibat penyakit karena rokok. Asalkan dampak buruk akibat konsumsi rokok tidak membebani negara kerena pemasukan dari cukai tembakau tidak sebanding dengan biaya yang harus dikeluarkan negara. (ayosemarang.com)
<\/p>\n\n\n\n

Bagi saya pribadi, ini adalah statemen yang sangat lucu. Sejak kapan sih negara betul-betul hadir dan perhatian terhadap kesehatan masyarakat, khususnya di pedesaan dan pedalaman? Kalau ada pun, menjalankannya setengah hati. Dan sejak kapan rokok itu menjadi candu, padahal yang candu itu kekuasaan dan menjadikan masyarakat sebagai jembatan untuk menuju \u201ckekuasaan dalam negara\u201d? 
<\/p>\n\n\n\n

Sukamta juga menganggap, bahwa perokok bukan orang yang produktif? Faktanya? Setahu saya orang-orang yang merokok punya produtivitas tinggi, mereka hidup sebagaimana keringat yang diperas setiap hari. Tanpa berharap kepada negara apalagi Sukamta.
<\/p>\n\n\n\n

Sekadar saran saja, sebaiknya PKS tidak perlu ngelantur bicara rokok. Silahkan bicara, asalkan keadilan sosial sebagaimana nama partainya tidak hanya selesai pada tataran konsepsi dan gagah-gagahan, melainkan pada tahap tindakan dan contoh konkrit atasnya.
<\/p>\n","post_title":"Ketika PKS Bicara Rokok","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"ketika-pks-bicara-rokok","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-08-24 10:51:25","post_modified_gmt":"2019-08-24 03:51:25","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5988","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":35},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"epic_block_3"};

\n

Saya langsung mengiyakan untuk membeli tiket konser \u2018Tiba-tiba Sudddenly Pensi Road to Gudfest\u2019<\/em> saat diberitahu teman saya bahwa The Upstairs, The Adams, Goodnight Electric, dan Club Eighties akan manggung di sana. Kebetulan teman saya juga yang membelikan tiket tersebut untuk memastikan saya ikut hadir dan menemaninya datang pada perhelatan musik yang berlangsung di Ballroom Kuningan City, Jakarta, 27 Agustus 2019.
<\/p>\n\n\n\n

Boleh dikata saya termasuk orang yang jarang menikmati pentas musik di beberapa tahun belakangan ini. Selain faktor kesibukan, era digital yang merambah segala lini membuat saya mungkin lebih simpel untuk mendengarkan musik via spotify atau youtube. Tentu ada nilai minusnya yaitu euforia yang kurang saya dapatkan jika tak mendatangi konser musik secara langsung.
<\/p>\n\n\n\n

Karena jarang menikmati konser musik belakangan ini, ada satu peraturan yang cukup menarik perhatian saya yaitu dilarang merokok di dalam venue<\/em>. Pertama saya bisa memaklumi itu mengingat venue indoor<\/em> dan ber-ac. Pertanyaan dalam benak saya lalu tersirat, apa nikmatnya menikmati musik terutama saat konser tanpa menghisap rokok? Tapi bagi saya ini tentu jadi tantangan, karena saya juga bisa memastikan bahwa rokok bukanlah candu dan sebagai perokok juga bisa tertib mengikuti peraturan yang ada.<\/strong>
<\/p>\n\n\n\n

Saya kemudian tiba di tempat acara. Saya lantas membeli beberapa minuman dan asyik merokok serta ngobrol dengan teman saya di luar venue<\/em>. Ketika mendekati jadwal open gate<\/em>, kami berbaris rapih untuk masuk ke dalam. Ada satu hal yang menyita perhatian, ternyata rokok kami pun disita. Jika hanya korek kami bisa memaklumi, namun penyitaan terhadap rokok tentu tak masuk di akal. Akhirnya kami mengakalinya dengan menaruh rokok kami di luar, di tempat yang tak mencolok. Adegan ini jika direka ulang laiaknya seorang yang mencoba untuk menyembunyikan narkotika, padahal rokok sejatinya adalah barang legal.<\/p>\n\n\n\n

Baca: Smoker Travellers: Menengok Fasilitas Ruangan Merokok di Bandara Kulon Progo<\/a>
<\/p>\n\n\n\n

Mungkin saya tidak memerhatikan peraturan yang ada apabila ternyata rokok tidak boleh di bawa masuk ke dalam. Namun jika dilarang, baiknya penyelenggara bisa menyediakan tempat penitipan rokok. Bukan apa-apa, mubazir rasanya jika satu bungkus harus dibuang, apalagi perokok yang hadir juga nampaknya mematuhi peraturan dilarang merokok di dalam. Peraturan ini juga nampaknya mesti dikaji ulang karena jika mengacu pada Perda KTR tentu tidak disebutkan.
<\/p>\n\n\n\n

Akhirnya kami pun mengikhlaskan, walau sejatinya harus jua bertindak licik dengan menyembunyikan rokok kami di luar. Bukan apa-apa ini lebih faktor mubazir. Tiba saatnya acara dan Ajis Doa Ibu serta Gilang Gombloh memecahkan suasana dengan dark jokes soal agama hingga lelucon soal Fiersa Besari. Goodnigh Electric kemudian menjadi band pembuka dengan membawakan tembang-tembang lawas seperti Am i Robot, Teenage Love and Broken Heart, The Supermarket I Am In, hingga lagu syahdu mereka yang saya tunggu-tunggu untuk dibawakan yaitu Im OK.\u00a0
<\/p>\n\n\n\n

Lagu ini pernah menjadi soundtrack <\/em>hidup saya kala menyukai seseorang. Semenjak mendengar dan suka dengan Goodnight Electric saat SMA, baru kali ini Im Ok dibawakan. Goodnight Electric juga kemudian menutup aksi panggung mereka dengan budaya yang tak pernah mereka lewatkan yaitu dengan lagu Rocket Ship Goes By dan tak lupa melemparkan pesawat kertas di dekat penghujung lagu.
<\/p>\n\n\n\n

Jika Goodnight Electric adalah pembukaan yang manis, seperti memberi rangsangan mengingat masa-masa SMA penuh dengan jadwal pensi, maka The Upstairs yang manggung selanjutnya adalah yang meledakkan pesta itu sendiri. Performa enerjik Jimi Multhaza sang vokalis masih saja seperti yang saya ihat 11 tahun lalu saat The Upstairs manggung di depan TVRI. Tak mau melewatkan momen, saya kemudian merapat ke tengah kerumunan dan berdansa resah didalamnya. Benturan-benturan moshpit tak terelakkan tapi saya nikmati karena adrenalin seperti ini jarang lagi bisa ditemukan.
<\/p>\n\n\n\n

Sama seperti Goodnight Electric, The Upstairs menutupnya dengan bijak. Romansa penonton yang hadir akan\u00a0 Pensi ala anak SMA di awal 2000an dan hingga sepuluh tahun setelahnya tak mereka kecewakan. Jimi dkk memilih lagu Matraman sebegai tembang penutup, lagu yang menurut Jimi (saat populer) bisa diputar hingga berulang kali dalam satu hari di radio-radio lokal. Lagu yang kemudian menjadi soundtrack skena persahabatan, cinta, dan tawuran anak SMA kala itu.\u00a0<\/p>\n\n\n\n

Baca: Smoker Traveller: Hero Coffe Kota Tua Semarang<\/a><\/p>\n\n\n\n

The Adams sebagai band ketiga yang tampil lalu datang meneduhkan suasana. Betul, penonton langsung terbuai saat itu oleh suara yang beradu-adu antara Saleh Husein dan Ario Hendarwan. Sing along kemudian jadi hal yang wajib dilakukan saat itu, semuanya menikmati karaoke masal dari lagu-lagu yang dibawakan seperti Hanya Kau, Berwisata, Konservatif, hingga Halo Beni. Suasana kala itu semakin manis saat sang pianis The Adams (hingga kini belum saya ketahui namanya) selalu melemparkan senyumnya ke arah penonton. Ah sial, saat itu saya berada di posisi yang sangat jauh darinya, itu saja sudah membuat saya bergetar.
<\/p>\n\n\n\n

Karena saya memarkir motor di luar area Kuningan City dan hanya dijaga sampai pukul 23:30, akhirnya kami pulang lebih cepat. Saat keluar venue saya memastikan tetap sebats dulu, mereview apa yang menarik terjadi di dalam sana. Saya lantas menarik kesimpulan bahwa dari pengalaman selama hampir tiga jam lebih menikmati konser tanpa rokok, tak terjadi apa-apa dari kami. Tak ada kekhawatiran berlebihan, perubahan mood karena tak merokok, atau keburukan lainnya. Semuanya sama saja dan normal-normal saja.
<\/p>\n\n\n\n

Hanya jika boleh memberi saran kepada pihak pengelola, perampasan rokok tentu mesti dipertimbangkan ulang. Sekali lagi rokok adalah produk legal dan mempunyai aturan yang sudah disepakati terkait pengkonsumsiannya. Lagian, saya kira para perokok sekarang juga sudah mulai tertib terhadap aturan dan tidak ingin merugikan terhadap yang lainnya.<\/p>\n","post_title":"Pengalaman Tiga Jam Lebih Menyaksikan Konser Musik Tanpa Asap Rokok","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"pengalaman-tiga-jam-lebih-menyaksikan-konser-musik-tanpa-asap-rokok","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-09-04 07:32:19","post_modified_gmt":"2019-09-04 00:32:19","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6017","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":6014,"post_author":"877","post_date":"2019-09-03 09:18:50","post_date_gmt":"2019-09-03 02:18:50","post_content":"\n

Masih ingat kemarin, tulisan Djarum yang ada di kaos para atlit olahraga dipermasalahkan KPAI dan kawan-kawannya? Banyak orang-yang omong, ternyata ada orang kaya yang diusik, tapi dia hanya diam tanpa ada kata sedikitpun sebagai pembalasan terhadap yang mengusiknya. Bahkan cenderung mengalah, bikin orang lain gregetan. Kalimat itu yang aku tangkap dari salah satu temen bernama Nur Cholis asal Desa Gribiq, Kabupaten Kudus.<\/p>\n\n\n\n

Seminggunan kemarin, tepatnya Minggu 25 Agustus, teman MTS dulu pulang dari Jakarta. Ia sehari-harinya beraktivitas dan bekerja di sana. Di Jakarta, bersama anak istrinya, yang setiap hari jualan sayuran keliling. <\/p>\n\n\n\n

Kami yang sudah lama tidak ketemu, bahkan lebaran kemarin ternyata dia tak pulang ke Kudus. Pantesan tak ada yang rebut ngajak ngopi, orang yang biasa ngajak ngopi orangnya masih di Jakarta. Memilih lebaran di sana, karena dititipin rumah tetangganya yang katanya sudah seperti keluarganya sendiri yang kala itu baru mudik.\u00a0<\/p>\n\n\n\n

Baca: Sesat pikir KPAI Melarang Audisi Pencarian Bakat Bulutangkis Anak-Anak<\/a><\/p>\n\n\n\n

Temanku itu panggilannya Djumari, rumahnya dulu daerah Kaliwungu Kudus bagian barat. Ia pulang dalam rangka ada acara nikahan saudara dari istrinya. Dasar Djumari, kalau gak ngopi bareng dan ketemu temen-temen gak puas katanya, karena mumpung di Kudus. Ia gunakan kesempatan sebelum datang kesempitan disela-sela acara nikahan saudaranya. Lewat pesan singkat WA, tanpa hitungan jam ajakan ngopi Djumari, langsung di respon banyak teman yang tergabung di group WA. Ada yang tanya kapan datangnya, ada yang komentar besuk aja ngopinya soalnya masih diluar kota, ada yang bilang sore ini aja tancap gas. Djumari menjawabi dan balas komentar teman-teman. Dihari itu, Djumari kayak artis banyak ajakan dan tawaran teman-teman. <\/p>\n\n\n\n

Memang, teman-teman alumni MTS Madrasah Qudsiyyah Kudus kompak sekali, bahkan sudah kayak saudara sendiri semua. Kita sering kumpul walaupun hanya sekedar ngopi, yang penting bertemu dan ngobrol. Tidak jarang, kita ketemu dengan agenda acara resmi dan agak resmi. Seperti disaat salah satu teman punya hajat, bahkan hajat kecilpun kayak acara \u201cmanaqiban\u201d sering mengundang teman lainya. Pasti ada yang bingung apa itu manaqiban<\/em>?. Aku jelasin sebentar, manaqiban itu, acara membaca sejarah Syeih Abdul Qodir Jaelani ulama dahulu setelah masa Shahabat Nabi, yang terkenal alimnya dan sufi serta berkaromah. Nah, bagi kita-kita penggemarnya, sering kali kita baca sejarahnya. Dengan cerita sejarah  Syeih Abdul Qodir Jaelani, kita penggemar berharap agar apa yang kita lakukan dido\u2019akan atau di amini beliau semua urusan kita lancar. Karena menurut kita penggemar, meyakini Syeih Abdul Qodir Jaelani kekasih Tuhan, kalau dalam bahasa Jawa \u201cbolone Gusti Allah\u201d. Ini sekilas penjelasan tentang istilah manaqiban<\/em>, kalau mau tau lebih lanjut, khasiat-khasiatnya, bisa kita diskusi dilain waktu aja. Yang jelas di acara manaqiban<\/em> ini sudah jadi tradisi ada \u201cingkung\u201d ayamnya. Ini yang biasa kita nantikan.<\/p>\n\n\n\n

Kembali ke acara ngopi, disore itu temenku Djumari langsung nentukan tempat ngopi dan waktunya. Kita biasa ngopi ditempat sederhana. Akhirnya, Djumari mutusin habis isya\u2019 kumpul dan ngopi di rumah teman kita satunya namanya Nur Cholis, juga tergabung dalam group WA. Setelah tahu bakal kerumahnya, Nur Cholis langsung komen, lapan enam laksanakan. Aku langsung teringat temenku namanya Fawaz, orang Betawi keturunan Arab, sering kalau jawab pas di WA pakai tulisan lapan enam.\u00a0<\/p>\n\n\n\n

Baca: PB Djarum, Prestasi Bulutangkis Nasional, dan Kegagalan KPAI Memahami Peristiwa<\/a><\/p>\n\n\n\n

Waktu isya\u2019 tiba, suasana mau hujan, sedikit grimis, hawanya lumayan dingin dibanding sebelumnya panas dan gerah. Tapi semangat ngopi dam ngobrol teman-teman tak mengendor. Bahkan di group sudah ada yang ribut, ngajak-ngajak \u201cayo ayo waktunya kopdar tiba, ada bonus banyak rezeki lho\u201d, Rifai namanya, seorang pembicara atau muballig yang sering ceramah di masyarakat. <\/p>\n\n\n\n

Aku datang sekitar jam 20.00, terlihat banyak tema yang sudah pada kumpul, didepannya ada segelas kopi. Maklum kita orang desa ngopinya gak pakai cangkir, tapi pakai gelas es yang tinggi. Dibenakku ini ngopi apa kehausan?, tapi yang penting tetap ngopi dan merokok. Di meja terlihat banyak rokok bermacam-macam mereknya, sesuai kesukaan masing-masing. Ada yang bawa Sukun Putih, ada yang bawa Gudang Garam, kebanyakan bawa LA, tapi ada juga yang bawa rokok bikinan sendiri alias \u201cTingwe\u201d nglinting dewe dirumah ditaruh plastik. Aku coba rokok tingwe itu sambil ngobrol bareng, ternyata lumayan enak ramuan rokoknya, dibanding tingwe tingwe yang pernah aku rasakan. Yang buat tingwe namanya Sutopo, profesinya sehari-hari memang jual beli tembakau. Karena penasaran, sutopo aku tanya, kok enak, ini tembakau mana?. Dijawabnya \u201cbiasa tembakau Temanggung\u201d tapi aku kasih cengkeh kualitas wahid, dan sedikit ramuan saos sendiri (bahannya dirahasiakan), yang jelas katanya bahan saos dari rempah rempah bikinan sendiri. <\/p>\n\n\n\n

Ngobrol kita mengalir tanpa ada sekat dan batasan, malah terkadang pada ngobrol sendiri-sendiri dengan teman didekatnya. Giliran Djumari disuruh cerita pengalamannya, teman teman pada diam, mungkin pada penasaran. Soalnya dulu, sebelum ke Jakarta ia bekerja di Djarum. Ia ceritakan alasannya harus ke Jakarta. Awalnya, sering pulang pergi Jakarta Kudus untuk pengobatan istrinya yang sedang sakit di salah satu pengobatan alternatif disana atas rekomendasi saudaranya yang sudah lama hidup di Jakarta. Ia menceritakan sakit istrinya yang sering pusing, dan pusingnya bukan pusing biasa, dan seringkali istrinya sampai membentur-benturkan kepalanya. Kemudian, saat diharuskan kontinyu pengobatannya, minimal satu tahun agar cepat sembuh, akhirnya ia putusin meninggalkan Kudus sementara, termasuk pekerjaannya. Alhamdulillah istrinya sekarang sudah sembuh total.\u00a0<\/p>\n\n\n\n

Baca: Cacat Pikir KPAI Memaknai Kata Ekploitasi Anak dan Promosi<\/a><\/p>\n\n\n\n

Disela sela nungguin istrinya sakit, ia sering diajak saudaranya jualan sayuran keliling. Nah, walaupun sekarang istrinya sudah sembuh, ia tetap di Jakarta. Sebab dipikirannya, kalau kembali ke Kudus mulai dari awal lagi, mending yang sudah ada didepan mata dijalanin dulu. Nanti pelan-pelan sambil melihat peluang di Kudus, ia pun akan pulang. Obrolan tetap seru, walaupun djarum jam sudah tepat diangka 12.00 malam. Namun domain obrolan lebih pada Djumari sebagai nara sumber, ia menceritakan semua pengalaman dan kejadia yang ia lihat, sampai ia menceritakan berita kalau pabrik Djarum yang dulu pernah ia singgahi, sedang dipermasalahkan KPAI. Memang sebenarnya ia tak paham alur permasalahanya. Tahunya, KPAI gak suka bulu tangkis Djarum berjalan, memusuhi rokok. <\/p>\n\n\n\n

Sebagai orang yang pernah menjadi karyawan Djarum, jadi wajar dan pantas kalau ia membela Djarum, apalagi ia asli Kudus. Saking semangatnya, ia ngomong \u201cnek aku dadi Djarum, tak tuku iku KPAI, paling ora tak lawan\u201d \u201candaikan aku yang punya Djarum, aku beli KPAI, paling tidak dilawan\u201d. Ada yang menyambar omongan, \u201csampek matek kuwe Djum, ogak bakal dadi bos Djarum\u201d \u201csampai mati kamu Djum, tidak akan jadi bos Djarum\u201d haha\u2026\u2026disambut dengan tawa klakaran teman-teman termasuk saya sendiri. Di sela-sela tawa, tuan rumah ngomong \u201cancen gawe gregeten, kenopo Djarum mung meneng, malah ngalah\u201d \u201cbikin gregeten, kenapa Djarum diam dan cenderung mengalah\u201d. <\/p>\n\n\n\n

Nah, ternyata, banyak orang yang sangat simpati dan membela pabrik Djarum, terutama orang Kudus. Rata-rata mereka, tak tahu apa yang harus dilakukan, apa yang harus diperbuat. Sebagai manusia lemah, mereka hanya bisa marah  yang terpendaam dalam hati, dengan melihat kejadian KPAI menyerang Djarum. Coba, andaikan mereka tahu kalau dibelekang KPAI ada kepentingan asing yang mengusik rokok kretek asli Kudus, yang sudah mendarah daging bagi masyarakat Kudus. Pastinya, pembelaanya lebih dari itu, bahkan mungkin mati-matian.
<\/p>\n","post_title":"Cerita di Balik Segelas Kopi untuk Djarum","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"cerita-di-balik-segelas-kopi-untuk-djarum","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-09-03 09:19:00","post_modified_gmt":"2019-09-03 02:19:00","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6014","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":6008,"post_author":"878","post_date":"2019-08-30 15:06:07","post_date_gmt":"2019-08-30 08:06:07","post_content":"\n

Pada mulanya, saya mengira tanaman tembakau ditanam, dirawat, dan dipanen sama dengan kebanyakan tanaman-tanaman semusim lainnya di negeri ini. Ada proses pembibitan, kemudian proses penanaman, lantas tanaman rutin disiram dan diberi pupuk, ada proses perawatan hingga akhirnya dipanen ketika musim panen tiba. Tapi nyatanya, perkiraan saya salah. Tembakau tanaman yang cukup unik. Beda dari banyak tanaman semusim lain yang lazim ditanam petani di banyak tempat di Indonesia.<\/p>\n\n\n\n

Hal paling menonjol yang membedakan tanaman tembakau dengan tanaman semusim lain ada pada masa tanam dan masa panen tiba. Tanaman tembakau menjadi anomali karena ditanam saat musim penghujan akan berakhir. Lalu dipanen ketika musim kemarau sedang berada pada puncaknya. Saat tanaman-tanaman semusim lainnya enggan tumbuh, bahkan rumput sekalipun mengering karena kemarau.<\/p>\n\n\n\n

Tiga tahun belakangan, saya banyak bergaul dengan petani dan buruh tani tembakau di Kabupaten Temanggung, juga dengan anak-anak mereka. Jika sebelumnya saya sekadar penikmat rokok kretek, tiga tahun belakangan, saya mulai tertarik untuk mempelajari seluk-beluk seluruh lini yang mendukung industri kretek nasional. Yang paling menarik minat saya, tentu saja konteks pertanian dan sosial masyarakat yang memproduksi komoditas yang menjadi bahan baku utama produk kretek. Tembakau dan cengkeh.<\/p>\n\n\n\n

Baca: Melihat Petani Tembakau di Temanggung Memanen Tembakau Mereka<\/a><\/p>\n\n\n\n

Dari sekian banyak hal menarik yang disajikan pertanian tembakau hingga proses penjualan hasil panen tembakau yang saya amati di wilayah Kabupaten Temanggung, hal yang terus menerus menarik minat saya dan hingga saat ini belum sepenuhnya saya pahami adalah proses panen tembakau dan penentuan grade tembakau hasil panenan petani. Sama seperti kesalahan saya mengira tanaman tembakau ditanam dan diproses mirip dengan tanaman semusim lainnya, dugaan saya perihal proses panen tembakau juga salah sepenuhnya. Dahulu saya mengira daun-daun yang siap dipanen dari tanaman tembakau ya dipanen begitu saja. Menunggu daun-daun yang tumbuh pada tanaman tembakau siap dipanen, lantas dipanen seluruhnya dalam satu waktu oleh para pekerja di kebun. Nyatanya tidak begitu. Dan lebih rumit dari itu.<\/p>\n\n\n\n

Mayoritas tembakau yang ditanam di wilayah Temanggung berasal dari jenis kemloko. Ada kemloko 1, kemloko 2, dan kemloko 3. Dari ketiga varietas kemloko tersebut, metode panen dan penentuan grade tembakau memiliki tata cara yang sama persis. Seluruh petani di Temanggung menerapkan metode panen yang mirip. Dari metode panen tersebut, ternyata berpengaruh terhadap tingkatan kualitas tembakau yang dipanen, petani di Temanggung kerap menyebut \u2018tiam\u2019 atau \u2018grade\u2019 untuk perbedaan tingkat kualitas tembakau yang dipanen.<\/p>\n\n\n\n

Tidak seperti tanaman semusim lainnya yang dipanen dalam satu waktu, tembakau dipanen bertahap mulai dari daun terbawah pada pohon hingga daun teratas. Dalam satu tanaman tembakau, panen bisa berlangsung sebanyak 13 hingga 15 kali dalam sekali musim tembakau. Jarak antara panen satu dengan panen lainnya, antara lima dan tujuh hari. Dengan kondisi ini, musim panen tembakau di Temanggung atau yang kerap disebut musim \u2018mbakon\u2019 bisa berlangsung selama dua hingga tiga bulan. Tahun ini, panen dimulai pada pertengahan Juli dan diprediksi akan berakhir pada pertengahan Oktober.<\/p>\n\n\n\n

Baca: Tuhan Tidak Menciptakan Tembakau untuk Dibenci dan Dicaci<\/a><\/p>\n\n\n\n

Metode panen seperti itu, yang bertahap dan berjeda dari panen satu daun ke daun lainnya ternyata berpengaruh terhadap tingkatan kualitas daun tembakau. Daun-daun yang dipanen lebih awal, gradenya berada pada grade yang rendah. Grade terus meningkat hingga sampai puncaknya seiring panen-panen selanjutnya pada tanaman yang sama. Dalam satu tanaman tembakau, grade daun sudah pasti berbeda-beda sesuai dengan waktu panenan daun di tanaman tersebut.<\/p>\n\n\n\n

Agar lebih mudah dipahami, mari kita bayangkan sebatang tanaman tembakau yang tumbuh subur dalam kondisi normal dan tanaman itu sudah mulai memasuki masa panen. Pada sebatang tanaman tembakau itu tumbuh sebanyak 17 helai daun dari bawah ke atas. Panen pertama dimulai. Daun paling bawah dari tanaman tembakau itu dipetik untuk dipanen. Hanya satu helai daun saja, yang terbawah. Daun yang pertama dipanen itu, biasanya memiliki grade A. Adakalanya kualitas tembakau pada panenan pertama sudah mulai berada pada grade B. Di beberapa titik bahkan sudah ada yang menghasilkan tembakau grade C. <\/p>\n\n\n\n

Lima hingga tujuh hari kemudian, panen daun kedua dilakukan. Satu daun saja dari sebatang tanaman, daun terbawah yang dipanen. Lima hingga tujuh hari berikutnya lantas dipanen lagi. Begitu seterusnya hingga 12 atau 13 kali panen. Semakin ke atas daun yang dipanen seiring bertambahnya waktu, grade tembakau juga meningkat hingga puncaknya berhenti di grade F. Hanya sedikit tembakau yang bisa melampau grade F, mencapai grade G dan H, itulah tembakau-tembakau jenis srintil berharga jutaan rupiah per kilogramnya.<\/p>\n\n\n\n

Selain waktu panen dan letak daun dalam sebatang tanaman, jenis tanah, unsur hara yang terkandung dalam tanah, asupan embun alami, pancaran sinar matahari yang cukup, serta proses fermentasi dan penjemuran usai daun-daun dipanen, menjadi penentu kualitas tembakau yang menempatkan daun tembakau itu pada grade tertentu. Satu hal lain lagi yang sangat berpengaruh terhadap grade tembakau adalah wilayah tembakau itu ditanam. Ada tiga wilayah tempat tembakau biasa ditanam. Wilayah persawahan (dataran rendah), wilayah tegalan (dataran menengah), dan wilayah gunung (dataran tinggi). Kondisi tanah dan faktor ketinggian dan kondisi geografis lainnya berpengaruh terhadap kualitas tembakau.<\/p>\n\n\n\n

Di wilayah persawahan, tanaman tembakau memang subur dan tumbuh cepat, namun tembakau yang ditanam di sana maksimal hanya bisa menghasilkan tembakau grade D, atau D+. Sedang tembakau yang ditanam di wilayah tegalan, maksimal bisa menghasilkan tembakau grade E hingga E+. Yang terbaik, tentu saja tembakau yang ditanam di wilayah gunung. Meskipun membutuhkan waktu tanam lebih lama dibanding dua wilayah lainnya, rata-rata panenan terakhir mencapai grade F hingga seterusnya dengan tembakau terbaik bernama srintil.   <\/p>\n\n\n\n

Ini sedikit yang saya pelajari di Temanggung hasil belajar langsung dari para petani di sana. Saya tidak tahu dengan metode panen dan penentuan grade tembakau di wilayah lain dengan jenis tembakau lain juga. Menarik sebetulnya mencari tahu di tempat lain. Semoga sekali waktu nanti berkesempatan untuk itu. 
<\/p>\n","post_title":"Penentuan Grade Tembakau di Temanggung","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"penentuan-grade-tembakau-di-temanggung","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-08-30 15:06:14","post_modified_gmt":"2019-08-30 08:06:14","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6008","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5999,"post_author":"877","post_date":"2019-08-28 09:40:02","post_date_gmt":"2019-08-28 02:40:02","post_content":"\n

Direktur Pusat Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Amerika Serikat (CDC), Robert Redfield, mengungkapkan kematian tragis di Illinois memperkuat dugaan karena vape<\/a> atau rokok elektrik. Berita tersebut atas laporan Dinas Kesehatan Illinois yang mengumumkan ada satu pasien yang akhirnya meninggal dunia. Kasus ini kemungkinan jadi kasus pertama kematian akibat penyakit berkaitan dengan vape.
<\/p>\n\n\n\n

Kejadian di atas menjawab keberadaan vape atau rokok elektrik sangat membahayakan. Berbeda dengan resiko rokok kretek, bisa menimbulkan penyakit jika mengkonsumsinya berlebihan atau kebanyakakan, dan hidup tidak seimbang. Misalnya dalam satu hari merokok sampai tiga atau empat bungkus, tanpa makan nasi atau makan-makanan sehat, tanpa olah raga, tanpa minum air putih, selalu didampingi kopi atau teh, istirahatnya kurang dan sebagainya. Maka dipastikan orang tersebut akan jatuh sakit bahkan meninggal dunia.\u00a0<\/p>\n\n\n\n

Baca: Terkuak, Rokok Elektrik Berbahaya bagi Kesehatan<\/a><\/p>\n\n\n\n

Tidak hanya itu, otoritas kesehatan di Amerika Serikat telah berhasil menginvestigasi kemunculan penyakit paru-paru misterius di antara kalangan pengguna rokok elektrik atau vape. Dilaporkan setidaknya ada 195 kasus potensial penyakit paru-paru di 22 Negara karena kena dampak dari vape atau rokok elektrik.
<\/p>\n\n\n\n

Jadi, masyarakat perlu waspada beredarnya vape atau rokok elektrik. Belum lagi, sebetulnya rokok elektrik atau vape, berdampak juga peningkatan perokok anak.\u00a0 Yang menjadi daya tarik bagi anak, selain bentuknya yang elegan, simpel, juga beraroma buah-buahan yang terkemas dalam cairan.<\/strong><\/p>\n\n\n\n

Orang yang mengatakan bahwa vape atau rokok elektrik lebih mensehatkan dari pada rokok kretek, pendapat tersebut sangat keliru. Disampaing efek dari rangkaian listrik dan battre juga cairan dalam rokok elektrik berpengaruh terhadap resiko jantung.  <\/p>\n\n\n\n

Hasil penelitian yang diterbitkan dalam Journal of American College of Cardiology pada Mei lalu ini menambah bukti bahwa cairan rokok elektrik dapat menghambat fungsi sel-sel tubuh yang berperan dalam kesehatan jantung. Cairan dalam vape atau rokok elektrik pada akhirnya merusak sel-sel yang melapisi pembuluh darah. <\/p>\n\n\n\n

Keberadaan vape atau rokok elektrik di pasaran sangat membahayakan bagi orang Indonesia, terlebih pemuda-pemuda, yang banyak memilih merokok vape aatau rokok elektri. Menurutnya, selain bentuk kecil, simpel dibawa dan ada aroma buah-buahan sesuai selera. Akan tetapi dibalik bentuknya yang bagus, menyembunyikan banyak penyakit ketika dikonsumsi.\u00a0<\/p>\n\n\n\n

Baca: Kata Siapa Lebih Sehat? Perokok Elektrik Berisiko Terjangkit Penyakit Kardiovaskular<\/a><\/p>\n\n\n\n

Hingga kini CDC masih melakukan investigasi lebih lanjut, dengan mengimbau agar para dokter mengumpulkan data dan sampel bila menemukan pasien dengan gejala penyakit paru serupa, tentunya akibat rokok elektrik atau vape. Bentuk dan merek rokok elektrik dan vape banyak varian dan banyak merek. JUUL termasuk merek rokok elektrik atau vape yang saat ini naik daun.\u00a0<\/p>\n\n\n\n

Ada yang mengatakan bahwa tak tepat membandingkan rokok tembakau dengan rokok elektrik. Ya benar tak tepat, karena rokok elektrik atau vape resikonya sangat tinggi. Sedang rokok tembakau resikonya kecil, apa lagi rokok kretek mungkin resikonya sangat kecil sekali terhadap tubuh. Alasannya, munculnya rokok kretek bertujuan untuk pengobatan sakit bengek, dan tujuannya berhasil. Hingga banyak orang melakukan pemesanan rokok kretek saat itu, rokok kretek belum sebagai industri besar masih bersifat rumahan,  keadaan tersebut sekitar abad 19. <\/p>\n\n\n\n

Dalam studi ini, tim peneliti menemukan bukti efek toksik pada sel-sel yang melapisi pembuluh darah dan melindungi jantung. Beberapa bukti tersebut termasuk di antaranya gangguan pada fungsi sel dan munculnya tanda-tanda peradangan. Para peneliti mengamati bagaimana respons sel saat bersentuhan dengan cairan rokok elektrik. Efek yang paling kentara terlihat pada cairan dengan rasa kayu manis.<\/p>\n\n\n\n

Baca: Riset Kesehatan Rokok Elektrik<\/a><\/p>\n\n\n\n

Sekelompok ahli kardiovaskular dari University of Massachusetts menganjurkan peneliti agar melakukan uji rokok elektrik atau vape lebih yang beraroma. Karena sumsi sementara, produk vape atau rokok elektrik yang beraroma dan punya pilihan rasa lebih berbahaya dari pada rokok vape natural. Namun yang banyak beredar dipasaran, justru yang beraroma dan berasa buah-buahan, dari pada yang natural. <\/p>\n\n\n\n

Studi pada 2018 lalu menunjukkan, penggunaan rokok elektrik harian berisiko terhadap serangan jantung, meski dengan probabilitas yang lebih rendah daripada perokok tembakau. Menurut dr Lawrence Phillips pakar kardiovaskular NYU Langone Health mengatakan \u201cKita melihat semakin banyak bukti bahwa rokok elektrik berhubungan dengan peningkatan risiko serangan jantung\u201d.<\/p>\n\n\n\n

Dari hasil pakar dan hasil studi di atas menegaskan bahwa keberadaan rokok vape atau rokok elektrik, resikonya sangat besar. Bahan utama rokok vape atau elektrik yang paling besar memberikan efek negatif pada tubuh manusia adalah cairan perasa. Akibat cairan perasa dalam rokok elektrik  atau vape termasuk merek JUUL beresiko terjadi peradangan, terjangkit penyakit jantung dan paru-paru akut, selanjutnya berakibat kematian. <\/p>\n\n\n\n

Untuk itu, demi masa depan bangsa Indonesia harusnya ada regulasi pelarangan peredaran rokok elektrik atau vape yang nyata-nyata telah ada kasus dengan didukung beberapa riset dan studi tentang konten rokok elektrik atau vape, yang hasilnya mempunyai resiko tinggi dapat menyebabkan penyakit berujung kematian.         
<\/p>\n","post_title":"Perokok Elektrik Berisiko Besar Terjangkit Penyakit Mematikan","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"perokok-elektrik-berisiko-besar-terjangkit-penyakit-mematikan","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-08-28 09:40:09","post_modified_gmt":"2019-08-28 02:40:09","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5999","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5988,"post_author":"855","post_date":"2019-08-24 10:41:28","post_date_gmt":"2019-08-24 03:41:28","post_content":"\n

Sumber permasalahan besar dunia pertembakauan sejatinya bukan iklim dan hama, melainkan kebijakan pemerintah dan para plolitisi yang ikut serta membicarakannya, tanpa dasar yang kuat, adil dan cenderung ugal-ugalan.
<\/p>\n\n\n\n

Jika orang dahulu tidak berani bicara kecuali kepada hal-hal yang benar-benar diketahui, kali ini banyak sekali orang yang banyak bicara daripada membaca, baik buku maupun alam kauniyah (dunia nyata). Maka jangan heran, jika tidak sedikit politisi dan pemerintah yang gagal paham dunia pertembakau, dari berbagai sisi, karena mereka mendapatkan informasi sepotong-sepotong, tanpa ada usaha untuk tabayyun <\/em>lebih mendalam apalagi turun ke ladang untuk memastikan.
<\/p>\n\n\n\n

Kini hama petani muncul lagi dari kalangan politisi. Sebut saja namanya Sukamta (nama asli) yang kini menjabat sebagai sekretaris Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS). Kenapa semua orang yang terkait dengan industri hasil tembakau (petani, buruh, dsb) dianggap tidak sejahtera, ya karena partai yang harusnya adil saja tidak mampu berbuat adil, bahkan dalam pikiran dan apa yang keluar dari mulutnya.<\/p>\n\n\n\n

Baca: Tuhan Tidak Menciptakan Tembakau untuk Dibenci dan Dicaci<\/a>
<\/p>\n\n\n\n

Tidak perlu bicara terlalu jauh. Mari kita kita uji omongan Sukamta yang dimuat situs ayosemarang.com, 22 Agustus 2019. Omongan yang sejatinya sebuah template dan selalu dipakai oleh antirokok. Semacam gaya kampanye sholih li kulli zaman wal makan, <\/em>meski dibangun dari logika berantakan dan cenderung mengutamakan kengawuran daripada analisa yang mendalam. Ya memang itulah keistimewaan antirokok, anti terhadap data valid dan percaya diri berlebihan dalam kesesatan berpikir.
<\/p>\n\n\n\n

Bagi Sukamta, harga rokok di Indonesia, sebuah negeri yang besar salah satunya ditopang oleh dunia pertembakauan, harus dinaikkan 700 persen. Alasannya supaya orang miskin tidak dapat membeli rokok. Jika orang miskin yang merokok jatuh sakit, maka negara melalui (Jaminan Kesehatan Nasional) JKN rugi menanggung biayanya. Tentu saja ini berbeda dengan, orang kaya boleh makan junkfood<\/em>, minuman bersoda, dan berlaku semaunya, karena jika jatuh sakit mereka bisa membiayai sendiri dan dapat memperkaya negara.
<\/p>\n\n\n\n

Cara sistematis ini akan diduplikasi dan diperbarui terus menerus. Bermula dari seorang sakit yang berobat ke dokter, jika ia merokok maka dokter akan berkata, \u201cbapak sakit karena rokok\u201d, dan dokter tidak secara jujur bahwa penyakit itu datang dari sebab apapun, bisa gula, bisa gaya hidup yang berantakan, kurang minum air putih, stres dengan obat mahal, dsb.
<\/p>\n\n\n\n

Kenapa Sukamta cenderung ingin menaikkan harga rokok untuk menyelesaikan permasalahan JKN yang rumit itu? Ya karena sudah menjadi tabiat antirokok, bahwa berpikir keras untuk mencari solusi adalah buang-buang waktu, makanya rokok akan disalahkan supaya permasalahan menjadi lekas selesai. 
<\/p>\n\n\n\n

Coba kita kembali ke tahun 2018, saat BPJS Kesehatan defisit dan ditambal oleh cukai rokok. Para pegiat kesehatan beralasan, jumlah masyarakat sakit yang kian bertambah dan narasi yang kemudian dibangun; sakit-sakit itu disebabkan oleh rokok. Tidak berhenti sampai di situ, beragam alasan yang penting pengelola kesehatan \u201cselamat\u201d banyak digaungkan di media (tanpa ada sikap ksatria untuk mengakui bahwa memang masih banyak masalah dalam JKN, baik pengelolaan maupun skema yang lebih baik, yang perlu dicarikan solusi).<\/p>\n\n\n\n

Baca: Kegagalan Lakpesdam PBNU dalam Melihat Produk Tembakau Alternatif<\/a><\/p>\n\n\n\n

Koordinator Advokasi BPJS Watch, Timboel Siregar, megkritisi beragam narasi yang dibangun oleh pegiat kesehatan. Ia mengusulkan agar BPJS fokus pada pengawasan penetapan inasibijis oleh pihak rumah sakit. Timboel menilai, inasibijis merupakan gerbang terjadinya defisit BPJS Kesehatan. Inasibijis (INA-CGB) merupakan sebuah singkatan dari Indonesia Case Base Gropus, yakni sebuah aplikasi yang digunakan rumah sakit untuk mengajukan klaim pada pemerintah. (bisnis.com)
<\/p>\n\n\n\n

Kita tidak pernah tau, apa yang dilakukan rumah sakit terhadap pasien-pasien yang membayar BPJS. Kita juga tidak pernah tau jika ada pasien BPJS kelas I diberi fasilitas kelas II atau III, dan rumah sakit mengklaim biaya kelas I ke negara. Tentu saja yang demikian ini tidak penting bagi antirokok. <\/p>\n\n\n\n

Baca: Ada Campur Tangan Bloomberg dalam Surat Edaran Menkes terkait Pemblokiran Iklan Rokok<\/a><\/p>\n\n\n\n

Sukamta juga bilang, orang-orang yang kecanduan merokok dan mampu membeli rokok yang mahal, dipersilahkan tetap merokok asal menanggung sendiri biaya pengobatan akibat penyakit karena rokok. Asalkan dampak buruk akibat konsumsi rokok tidak membebani negara kerena pemasukan dari cukai tembakau tidak sebanding dengan biaya yang harus dikeluarkan negara. (ayosemarang.com)
<\/p>\n\n\n\n

Bagi saya pribadi, ini adalah statemen yang sangat lucu. Sejak kapan sih negara betul-betul hadir dan perhatian terhadap kesehatan masyarakat, khususnya di pedesaan dan pedalaman? Kalau ada pun, menjalankannya setengah hati. Dan sejak kapan rokok itu menjadi candu, padahal yang candu itu kekuasaan dan menjadikan masyarakat sebagai jembatan untuk menuju \u201ckekuasaan dalam negara\u201d? 
<\/p>\n\n\n\n

Sukamta juga menganggap, bahwa perokok bukan orang yang produktif? Faktanya? Setahu saya orang-orang yang merokok punya produtivitas tinggi, mereka hidup sebagaimana keringat yang diperas setiap hari. Tanpa berharap kepada negara apalagi Sukamta.
<\/p>\n\n\n\n

Sekadar saran saja, sebaiknya PKS tidak perlu ngelantur bicara rokok. Silahkan bicara, asalkan keadilan sosial sebagaimana nama partainya tidak hanya selesai pada tataran konsepsi dan gagah-gagahan, melainkan pada tahap tindakan dan contoh konkrit atasnya.
<\/p>\n","post_title":"Ketika PKS Bicara Rokok","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"ketika-pks-bicara-rokok","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-08-24 10:51:25","post_modified_gmt":"2019-08-24 03:51:25","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5988","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":35},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"epic_block_3"};

\n

Penjelasan perbedaan tiap rokok di atas sengaja tidak dijelaskan pakai rumus matematika atau rumus kimia. Karena kalau dijelaskan hanya orang-orang tertentu yang faham. Namun pada intinya, rokok kretek menyehatkan, rokok jenis lain kebalikannya. Buktinya, sejarah penemuan kretek sebagai media pengobatan sakit bengek atau pernafasan, cengkeh sampai detik ini paling bagus sebagai bahan obat rasa sakit, membuat badan hangat dan sebagainya. Jadi asap rokok (bukan kretek ) apapun jenisnya sangat berbeda dengan asap rokok kretek.  
<\/p>\n","post_title":"Logika Asap Rokok Elektrik dan Asap Kretek Itu Beda","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"logika-asap-rokok-elektrik-dan-asap-kretek-itu-beda","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-09-05 10:09:14","post_modified_gmt":"2019-09-05 03:09:14","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6039","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":6017,"post_author":"919","post_date":"2019-09-04 07:32:17","post_date_gmt":"2019-09-04 00:32:17","post_content":"\n

Saya langsung mengiyakan untuk membeli tiket konser \u2018Tiba-tiba Sudddenly Pensi Road to Gudfest\u2019<\/em> saat diberitahu teman saya bahwa The Upstairs, The Adams, Goodnight Electric, dan Club Eighties akan manggung di sana. Kebetulan teman saya juga yang membelikan tiket tersebut untuk memastikan saya ikut hadir dan menemaninya datang pada perhelatan musik yang berlangsung di Ballroom Kuningan City, Jakarta, 27 Agustus 2019.
<\/p>\n\n\n\n

Boleh dikata saya termasuk orang yang jarang menikmati pentas musik di beberapa tahun belakangan ini. Selain faktor kesibukan, era digital yang merambah segala lini membuat saya mungkin lebih simpel untuk mendengarkan musik via spotify atau youtube. Tentu ada nilai minusnya yaitu euforia yang kurang saya dapatkan jika tak mendatangi konser musik secara langsung.
<\/p>\n\n\n\n

Karena jarang menikmati konser musik belakangan ini, ada satu peraturan yang cukup menarik perhatian saya yaitu dilarang merokok di dalam venue<\/em>. Pertama saya bisa memaklumi itu mengingat venue indoor<\/em> dan ber-ac. Pertanyaan dalam benak saya lalu tersirat, apa nikmatnya menikmati musik terutama saat konser tanpa menghisap rokok? Tapi bagi saya ini tentu jadi tantangan, karena saya juga bisa memastikan bahwa rokok bukanlah candu dan sebagai perokok juga bisa tertib mengikuti peraturan yang ada.<\/strong>
<\/p>\n\n\n\n

Saya kemudian tiba di tempat acara. Saya lantas membeli beberapa minuman dan asyik merokok serta ngobrol dengan teman saya di luar venue<\/em>. Ketika mendekati jadwal open gate<\/em>, kami berbaris rapih untuk masuk ke dalam. Ada satu hal yang menyita perhatian, ternyata rokok kami pun disita. Jika hanya korek kami bisa memaklumi, namun penyitaan terhadap rokok tentu tak masuk di akal. Akhirnya kami mengakalinya dengan menaruh rokok kami di luar, di tempat yang tak mencolok. Adegan ini jika direka ulang laiaknya seorang yang mencoba untuk menyembunyikan narkotika, padahal rokok sejatinya adalah barang legal.<\/p>\n\n\n\n

Baca: Smoker Travellers: Menengok Fasilitas Ruangan Merokok di Bandara Kulon Progo<\/a>
<\/p>\n\n\n\n

Mungkin saya tidak memerhatikan peraturan yang ada apabila ternyata rokok tidak boleh di bawa masuk ke dalam. Namun jika dilarang, baiknya penyelenggara bisa menyediakan tempat penitipan rokok. Bukan apa-apa, mubazir rasanya jika satu bungkus harus dibuang, apalagi perokok yang hadir juga nampaknya mematuhi peraturan dilarang merokok di dalam. Peraturan ini juga nampaknya mesti dikaji ulang karena jika mengacu pada Perda KTR tentu tidak disebutkan.
<\/p>\n\n\n\n

Akhirnya kami pun mengikhlaskan, walau sejatinya harus jua bertindak licik dengan menyembunyikan rokok kami di luar. Bukan apa-apa ini lebih faktor mubazir. Tiba saatnya acara dan Ajis Doa Ibu serta Gilang Gombloh memecahkan suasana dengan dark jokes soal agama hingga lelucon soal Fiersa Besari. Goodnigh Electric kemudian menjadi band pembuka dengan membawakan tembang-tembang lawas seperti Am i Robot, Teenage Love and Broken Heart, The Supermarket I Am In, hingga lagu syahdu mereka yang saya tunggu-tunggu untuk dibawakan yaitu Im OK.\u00a0
<\/p>\n\n\n\n

Lagu ini pernah menjadi soundtrack <\/em>hidup saya kala menyukai seseorang. Semenjak mendengar dan suka dengan Goodnight Electric saat SMA, baru kali ini Im Ok dibawakan. Goodnight Electric juga kemudian menutup aksi panggung mereka dengan budaya yang tak pernah mereka lewatkan yaitu dengan lagu Rocket Ship Goes By dan tak lupa melemparkan pesawat kertas di dekat penghujung lagu.
<\/p>\n\n\n\n

Jika Goodnight Electric adalah pembukaan yang manis, seperti memberi rangsangan mengingat masa-masa SMA penuh dengan jadwal pensi, maka The Upstairs yang manggung selanjutnya adalah yang meledakkan pesta itu sendiri. Performa enerjik Jimi Multhaza sang vokalis masih saja seperti yang saya ihat 11 tahun lalu saat The Upstairs manggung di depan TVRI. Tak mau melewatkan momen, saya kemudian merapat ke tengah kerumunan dan berdansa resah didalamnya. Benturan-benturan moshpit tak terelakkan tapi saya nikmati karena adrenalin seperti ini jarang lagi bisa ditemukan.
<\/p>\n\n\n\n

Sama seperti Goodnight Electric, The Upstairs menutupnya dengan bijak. Romansa penonton yang hadir akan\u00a0 Pensi ala anak SMA di awal 2000an dan hingga sepuluh tahun setelahnya tak mereka kecewakan. Jimi dkk memilih lagu Matraman sebegai tembang penutup, lagu yang menurut Jimi (saat populer) bisa diputar hingga berulang kali dalam satu hari di radio-radio lokal. Lagu yang kemudian menjadi soundtrack skena persahabatan, cinta, dan tawuran anak SMA kala itu.\u00a0<\/p>\n\n\n\n

Baca: Smoker Traveller: Hero Coffe Kota Tua Semarang<\/a><\/p>\n\n\n\n

The Adams sebagai band ketiga yang tampil lalu datang meneduhkan suasana. Betul, penonton langsung terbuai saat itu oleh suara yang beradu-adu antara Saleh Husein dan Ario Hendarwan. Sing along kemudian jadi hal yang wajib dilakukan saat itu, semuanya menikmati karaoke masal dari lagu-lagu yang dibawakan seperti Hanya Kau, Berwisata, Konservatif, hingga Halo Beni. Suasana kala itu semakin manis saat sang pianis The Adams (hingga kini belum saya ketahui namanya) selalu melemparkan senyumnya ke arah penonton. Ah sial, saat itu saya berada di posisi yang sangat jauh darinya, itu saja sudah membuat saya bergetar.
<\/p>\n\n\n\n

Karena saya memarkir motor di luar area Kuningan City dan hanya dijaga sampai pukul 23:30, akhirnya kami pulang lebih cepat. Saat keluar venue saya memastikan tetap sebats dulu, mereview apa yang menarik terjadi di dalam sana. Saya lantas menarik kesimpulan bahwa dari pengalaman selama hampir tiga jam lebih menikmati konser tanpa rokok, tak terjadi apa-apa dari kami. Tak ada kekhawatiran berlebihan, perubahan mood karena tak merokok, atau keburukan lainnya. Semuanya sama saja dan normal-normal saja.
<\/p>\n\n\n\n

Hanya jika boleh memberi saran kepada pihak pengelola, perampasan rokok tentu mesti dipertimbangkan ulang. Sekali lagi rokok adalah produk legal dan mempunyai aturan yang sudah disepakati terkait pengkonsumsiannya. Lagian, saya kira para perokok sekarang juga sudah mulai tertib terhadap aturan dan tidak ingin merugikan terhadap yang lainnya.<\/p>\n","post_title":"Pengalaman Tiga Jam Lebih Menyaksikan Konser Musik Tanpa Asap Rokok","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"pengalaman-tiga-jam-lebih-menyaksikan-konser-musik-tanpa-asap-rokok","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-09-04 07:32:19","post_modified_gmt":"2019-09-04 00:32:19","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6017","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":6014,"post_author":"877","post_date":"2019-09-03 09:18:50","post_date_gmt":"2019-09-03 02:18:50","post_content":"\n

Masih ingat kemarin, tulisan Djarum yang ada di kaos para atlit olahraga dipermasalahkan KPAI dan kawan-kawannya? Banyak orang-yang omong, ternyata ada orang kaya yang diusik, tapi dia hanya diam tanpa ada kata sedikitpun sebagai pembalasan terhadap yang mengusiknya. Bahkan cenderung mengalah, bikin orang lain gregetan. Kalimat itu yang aku tangkap dari salah satu temen bernama Nur Cholis asal Desa Gribiq, Kabupaten Kudus.<\/p>\n\n\n\n

Seminggunan kemarin, tepatnya Minggu 25 Agustus, teman MTS dulu pulang dari Jakarta. Ia sehari-harinya beraktivitas dan bekerja di sana. Di Jakarta, bersama anak istrinya, yang setiap hari jualan sayuran keliling. <\/p>\n\n\n\n

Kami yang sudah lama tidak ketemu, bahkan lebaran kemarin ternyata dia tak pulang ke Kudus. Pantesan tak ada yang rebut ngajak ngopi, orang yang biasa ngajak ngopi orangnya masih di Jakarta. Memilih lebaran di sana, karena dititipin rumah tetangganya yang katanya sudah seperti keluarganya sendiri yang kala itu baru mudik.\u00a0<\/p>\n\n\n\n

Baca: Sesat pikir KPAI Melarang Audisi Pencarian Bakat Bulutangkis Anak-Anak<\/a><\/p>\n\n\n\n

Temanku itu panggilannya Djumari, rumahnya dulu daerah Kaliwungu Kudus bagian barat. Ia pulang dalam rangka ada acara nikahan saudara dari istrinya. Dasar Djumari, kalau gak ngopi bareng dan ketemu temen-temen gak puas katanya, karena mumpung di Kudus. Ia gunakan kesempatan sebelum datang kesempitan disela-sela acara nikahan saudaranya. Lewat pesan singkat WA, tanpa hitungan jam ajakan ngopi Djumari, langsung di respon banyak teman yang tergabung di group WA. Ada yang tanya kapan datangnya, ada yang komentar besuk aja ngopinya soalnya masih diluar kota, ada yang bilang sore ini aja tancap gas. Djumari menjawabi dan balas komentar teman-teman. Dihari itu, Djumari kayak artis banyak ajakan dan tawaran teman-teman. <\/p>\n\n\n\n

Memang, teman-teman alumni MTS Madrasah Qudsiyyah Kudus kompak sekali, bahkan sudah kayak saudara sendiri semua. Kita sering kumpul walaupun hanya sekedar ngopi, yang penting bertemu dan ngobrol. Tidak jarang, kita ketemu dengan agenda acara resmi dan agak resmi. Seperti disaat salah satu teman punya hajat, bahkan hajat kecilpun kayak acara \u201cmanaqiban\u201d sering mengundang teman lainya. Pasti ada yang bingung apa itu manaqiban<\/em>?. Aku jelasin sebentar, manaqiban itu, acara membaca sejarah Syeih Abdul Qodir Jaelani ulama dahulu setelah masa Shahabat Nabi, yang terkenal alimnya dan sufi serta berkaromah. Nah, bagi kita-kita penggemarnya, sering kali kita baca sejarahnya. Dengan cerita sejarah  Syeih Abdul Qodir Jaelani, kita penggemar berharap agar apa yang kita lakukan dido\u2019akan atau di amini beliau semua urusan kita lancar. Karena menurut kita penggemar, meyakini Syeih Abdul Qodir Jaelani kekasih Tuhan, kalau dalam bahasa Jawa \u201cbolone Gusti Allah\u201d. Ini sekilas penjelasan tentang istilah manaqiban<\/em>, kalau mau tau lebih lanjut, khasiat-khasiatnya, bisa kita diskusi dilain waktu aja. Yang jelas di acara manaqiban<\/em> ini sudah jadi tradisi ada \u201cingkung\u201d ayamnya. Ini yang biasa kita nantikan.<\/p>\n\n\n\n

Kembali ke acara ngopi, disore itu temenku Djumari langsung nentukan tempat ngopi dan waktunya. Kita biasa ngopi ditempat sederhana. Akhirnya, Djumari mutusin habis isya\u2019 kumpul dan ngopi di rumah teman kita satunya namanya Nur Cholis, juga tergabung dalam group WA. Setelah tahu bakal kerumahnya, Nur Cholis langsung komen, lapan enam laksanakan. Aku langsung teringat temenku namanya Fawaz, orang Betawi keturunan Arab, sering kalau jawab pas di WA pakai tulisan lapan enam.\u00a0<\/p>\n\n\n\n

Baca: PB Djarum, Prestasi Bulutangkis Nasional, dan Kegagalan KPAI Memahami Peristiwa<\/a><\/p>\n\n\n\n

Waktu isya\u2019 tiba, suasana mau hujan, sedikit grimis, hawanya lumayan dingin dibanding sebelumnya panas dan gerah. Tapi semangat ngopi dam ngobrol teman-teman tak mengendor. Bahkan di group sudah ada yang ribut, ngajak-ngajak \u201cayo ayo waktunya kopdar tiba, ada bonus banyak rezeki lho\u201d, Rifai namanya, seorang pembicara atau muballig yang sering ceramah di masyarakat. <\/p>\n\n\n\n

Aku datang sekitar jam 20.00, terlihat banyak tema yang sudah pada kumpul, didepannya ada segelas kopi. Maklum kita orang desa ngopinya gak pakai cangkir, tapi pakai gelas es yang tinggi. Dibenakku ini ngopi apa kehausan?, tapi yang penting tetap ngopi dan merokok. Di meja terlihat banyak rokok bermacam-macam mereknya, sesuai kesukaan masing-masing. Ada yang bawa Sukun Putih, ada yang bawa Gudang Garam, kebanyakan bawa LA, tapi ada juga yang bawa rokok bikinan sendiri alias \u201cTingwe\u201d nglinting dewe dirumah ditaruh plastik. Aku coba rokok tingwe itu sambil ngobrol bareng, ternyata lumayan enak ramuan rokoknya, dibanding tingwe tingwe yang pernah aku rasakan. Yang buat tingwe namanya Sutopo, profesinya sehari-hari memang jual beli tembakau. Karena penasaran, sutopo aku tanya, kok enak, ini tembakau mana?. Dijawabnya \u201cbiasa tembakau Temanggung\u201d tapi aku kasih cengkeh kualitas wahid, dan sedikit ramuan saos sendiri (bahannya dirahasiakan), yang jelas katanya bahan saos dari rempah rempah bikinan sendiri. <\/p>\n\n\n\n

Ngobrol kita mengalir tanpa ada sekat dan batasan, malah terkadang pada ngobrol sendiri-sendiri dengan teman didekatnya. Giliran Djumari disuruh cerita pengalamannya, teman teman pada diam, mungkin pada penasaran. Soalnya dulu, sebelum ke Jakarta ia bekerja di Djarum. Ia ceritakan alasannya harus ke Jakarta. Awalnya, sering pulang pergi Jakarta Kudus untuk pengobatan istrinya yang sedang sakit di salah satu pengobatan alternatif disana atas rekomendasi saudaranya yang sudah lama hidup di Jakarta. Ia menceritakan sakit istrinya yang sering pusing, dan pusingnya bukan pusing biasa, dan seringkali istrinya sampai membentur-benturkan kepalanya. Kemudian, saat diharuskan kontinyu pengobatannya, minimal satu tahun agar cepat sembuh, akhirnya ia putusin meninggalkan Kudus sementara, termasuk pekerjaannya. Alhamdulillah istrinya sekarang sudah sembuh total.\u00a0<\/p>\n\n\n\n

Baca: Cacat Pikir KPAI Memaknai Kata Ekploitasi Anak dan Promosi<\/a><\/p>\n\n\n\n

Disela sela nungguin istrinya sakit, ia sering diajak saudaranya jualan sayuran keliling. Nah, walaupun sekarang istrinya sudah sembuh, ia tetap di Jakarta. Sebab dipikirannya, kalau kembali ke Kudus mulai dari awal lagi, mending yang sudah ada didepan mata dijalanin dulu. Nanti pelan-pelan sambil melihat peluang di Kudus, ia pun akan pulang. Obrolan tetap seru, walaupun djarum jam sudah tepat diangka 12.00 malam. Namun domain obrolan lebih pada Djumari sebagai nara sumber, ia menceritakan semua pengalaman dan kejadia yang ia lihat, sampai ia menceritakan berita kalau pabrik Djarum yang dulu pernah ia singgahi, sedang dipermasalahkan KPAI. Memang sebenarnya ia tak paham alur permasalahanya. Tahunya, KPAI gak suka bulu tangkis Djarum berjalan, memusuhi rokok. <\/p>\n\n\n\n

Sebagai orang yang pernah menjadi karyawan Djarum, jadi wajar dan pantas kalau ia membela Djarum, apalagi ia asli Kudus. Saking semangatnya, ia ngomong \u201cnek aku dadi Djarum, tak tuku iku KPAI, paling ora tak lawan\u201d \u201candaikan aku yang punya Djarum, aku beli KPAI, paling tidak dilawan\u201d. Ada yang menyambar omongan, \u201csampek matek kuwe Djum, ogak bakal dadi bos Djarum\u201d \u201csampai mati kamu Djum, tidak akan jadi bos Djarum\u201d haha\u2026\u2026disambut dengan tawa klakaran teman-teman termasuk saya sendiri. Di sela-sela tawa, tuan rumah ngomong \u201cancen gawe gregeten, kenopo Djarum mung meneng, malah ngalah\u201d \u201cbikin gregeten, kenapa Djarum diam dan cenderung mengalah\u201d. <\/p>\n\n\n\n

Nah, ternyata, banyak orang yang sangat simpati dan membela pabrik Djarum, terutama orang Kudus. Rata-rata mereka, tak tahu apa yang harus dilakukan, apa yang harus diperbuat. Sebagai manusia lemah, mereka hanya bisa marah  yang terpendaam dalam hati, dengan melihat kejadian KPAI menyerang Djarum. Coba, andaikan mereka tahu kalau dibelekang KPAI ada kepentingan asing yang mengusik rokok kretek asli Kudus, yang sudah mendarah daging bagi masyarakat Kudus. Pastinya, pembelaanya lebih dari itu, bahkan mungkin mati-matian.
<\/p>\n","post_title":"Cerita di Balik Segelas Kopi untuk Djarum","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"cerita-di-balik-segelas-kopi-untuk-djarum","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-09-03 09:19:00","post_modified_gmt":"2019-09-03 02:19:00","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6014","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":6008,"post_author":"878","post_date":"2019-08-30 15:06:07","post_date_gmt":"2019-08-30 08:06:07","post_content":"\n

Pada mulanya, saya mengira tanaman tembakau ditanam, dirawat, dan dipanen sama dengan kebanyakan tanaman-tanaman semusim lainnya di negeri ini. Ada proses pembibitan, kemudian proses penanaman, lantas tanaman rutin disiram dan diberi pupuk, ada proses perawatan hingga akhirnya dipanen ketika musim panen tiba. Tapi nyatanya, perkiraan saya salah. Tembakau tanaman yang cukup unik. Beda dari banyak tanaman semusim lain yang lazim ditanam petani di banyak tempat di Indonesia.<\/p>\n\n\n\n

Hal paling menonjol yang membedakan tanaman tembakau dengan tanaman semusim lain ada pada masa tanam dan masa panen tiba. Tanaman tembakau menjadi anomali karena ditanam saat musim penghujan akan berakhir. Lalu dipanen ketika musim kemarau sedang berada pada puncaknya. Saat tanaman-tanaman semusim lainnya enggan tumbuh, bahkan rumput sekalipun mengering karena kemarau.<\/p>\n\n\n\n

Tiga tahun belakangan, saya banyak bergaul dengan petani dan buruh tani tembakau di Kabupaten Temanggung, juga dengan anak-anak mereka. Jika sebelumnya saya sekadar penikmat rokok kretek, tiga tahun belakangan, saya mulai tertarik untuk mempelajari seluk-beluk seluruh lini yang mendukung industri kretek nasional. Yang paling menarik minat saya, tentu saja konteks pertanian dan sosial masyarakat yang memproduksi komoditas yang menjadi bahan baku utama produk kretek. Tembakau dan cengkeh.<\/p>\n\n\n\n

Baca: Melihat Petani Tembakau di Temanggung Memanen Tembakau Mereka<\/a><\/p>\n\n\n\n

Dari sekian banyak hal menarik yang disajikan pertanian tembakau hingga proses penjualan hasil panen tembakau yang saya amati di wilayah Kabupaten Temanggung, hal yang terus menerus menarik minat saya dan hingga saat ini belum sepenuhnya saya pahami adalah proses panen tembakau dan penentuan grade tembakau hasil panenan petani. Sama seperti kesalahan saya mengira tanaman tembakau ditanam dan diproses mirip dengan tanaman semusim lainnya, dugaan saya perihal proses panen tembakau juga salah sepenuhnya. Dahulu saya mengira daun-daun yang siap dipanen dari tanaman tembakau ya dipanen begitu saja. Menunggu daun-daun yang tumbuh pada tanaman tembakau siap dipanen, lantas dipanen seluruhnya dalam satu waktu oleh para pekerja di kebun. Nyatanya tidak begitu. Dan lebih rumit dari itu.<\/p>\n\n\n\n

Mayoritas tembakau yang ditanam di wilayah Temanggung berasal dari jenis kemloko. Ada kemloko 1, kemloko 2, dan kemloko 3. Dari ketiga varietas kemloko tersebut, metode panen dan penentuan grade tembakau memiliki tata cara yang sama persis. Seluruh petani di Temanggung menerapkan metode panen yang mirip. Dari metode panen tersebut, ternyata berpengaruh terhadap tingkatan kualitas tembakau yang dipanen, petani di Temanggung kerap menyebut \u2018tiam\u2019 atau \u2018grade\u2019 untuk perbedaan tingkat kualitas tembakau yang dipanen.<\/p>\n\n\n\n

Tidak seperti tanaman semusim lainnya yang dipanen dalam satu waktu, tembakau dipanen bertahap mulai dari daun terbawah pada pohon hingga daun teratas. Dalam satu tanaman tembakau, panen bisa berlangsung sebanyak 13 hingga 15 kali dalam sekali musim tembakau. Jarak antara panen satu dengan panen lainnya, antara lima dan tujuh hari. Dengan kondisi ini, musim panen tembakau di Temanggung atau yang kerap disebut musim \u2018mbakon\u2019 bisa berlangsung selama dua hingga tiga bulan. Tahun ini, panen dimulai pada pertengahan Juli dan diprediksi akan berakhir pada pertengahan Oktober.<\/p>\n\n\n\n

Baca: Tuhan Tidak Menciptakan Tembakau untuk Dibenci dan Dicaci<\/a><\/p>\n\n\n\n

Metode panen seperti itu, yang bertahap dan berjeda dari panen satu daun ke daun lainnya ternyata berpengaruh terhadap tingkatan kualitas daun tembakau. Daun-daun yang dipanen lebih awal, gradenya berada pada grade yang rendah. Grade terus meningkat hingga sampai puncaknya seiring panen-panen selanjutnya pada tanaman yang sama. Dalam satu tanaman tembakau, grade daun sudah pasti berbeda-beda sesuai dengan waktu panenan daun di tanaman tersebut.<\/p>\n\n\n\n

Agar lebih mudah dipahami, mari kita bayangkan sebatang tanaman tembakau yang tumbuh subur dalam kondisi normal dan tanaman itu sudah mulai memasuki masa panen. Pada sebatang tanaman tembakau itu tumbuh sebanyak 17 helai daun dari bawah ke atas. Panen pertama dimulai. Daun paling bawah dari tanaman tembakau itu dipetik untuk dipanen. Hanya satu helai daun saja, yang terbawah. Daun yang pertama dipanen itu, biasanya memiliki grade A. Adakalanya kualitas tembakau pada panenan pertama sudah mulai berada pada grade B. Di beberapa titik bahkan sudah ada yang menghasilkan tembakau grade C. <\/p>\n\n\n\n

Lima hingga tujuh hari kemudian, panen daun kedua dilakukan. Satu daun saja dari sebatang tanaman, daun terbawah yang dipanen. Lima hingga tujuh hari berikutnya lantas dipanen lagi. Begitu seterusnya hingga 12 atau 13 kali panen. Semakin ke atas daun yang dipanen seiring bertambahnya waktu, grade tembakau juga meningkat hingga puncaknya berhenti di grade F. Hanya sedikit tembakau yang bisa melampau grade F, mencapai grade G dan H, itulah tembakau-tembakau jenis srintil berharga jutaan rupiah per kilogramnya.<\/p>\n\n\n\n

Selain waktu panen dan letak daun dalam sebatang tanaman, jenis tanah, unsur hara yang terkandung dalam tanah, asupan embun alami, pancaran sinar matahari yang cukup, serta proses fermentasi dan penjemuran usai daun-daun dipanen, menjadi penentu kualitas tembakau yang menempatkan daun tembakau itu pada grade tertentu. Satu hal lain lagi yang sangat berpengaruh terhadap grade tembakau adalah wilayah tembakau itu ditanam. Ada tiga wilayah tempat tembakau biasa ditanam. Wilayah persawahan (dataran rendah), wilayah tegalan (dataran menengah), dan wilayah gunung (dataran tinggi). Kondisi tanah dan faktor ketinggian dan kondisi geografis lainnya berpengaruh terhadap kualitas tembakau.<\/p>\n\n\n\n

Di wilayah persawahan, tanaman tembakau memang subur dan tumbuh cepat, namun tembakau yang ditanam di sana maksimal hanya bisa menghasilkan tembakau grade D, atau D+. Sedang tembakau yang ditanam di wilayah tegalan, maksimal bisa menghasilkan tembakau grade E hingga E+. Yang terbaik, tentu saja tembakau yang ditanam di wilayah gunung. Meskipun membutuhkan waktu tanam lebih lama dibanding dua wilayah lainnya, rata-rata panenan terakhir mencapai grade F hingga seterusnya dengan tembakau terbaik bernama srintil.   <\/p>\n\n\n\n

Ini sedikit yang saya pelajari di Temanggung hasil belajar langsung dari para petani di sana. Saya tidak tahu dengan metode panen dan penentuan grade tembakau di wilayah lain dengan jenis tembakau lain juga. Menarik sebetulnya mencari tahu di tempat lain. Semoga sekali waktu nanti berkesempatan untuk itu. 
<\/p>\n","post_title":"Penentuan Grade Tembakau di Temanggung","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"penentuan-grade-tembakau-di-temanggung","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-08-30 15:06:14","post_modified_gmt":"2019-08-30 08:06:14","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6008","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5999,"post_author":"877","post_date":"2019-08-28 09:40:02","post_date_gmt":"2019-08-28 02:40:02","post_content":"\n

Direktur Pusat Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Amerika Serikat (CDC), Robert Redfield, mengungkapkan kematian tragis di Illinois memperkuat dugaan karena vape<\/a> atau rokok elektrik. Berita tersebut atas laporan Dinas Kesehatan Illinois yang mengumumkan ada satu pasien yang akhirnya meninggal dunia. Kasus ini kemungkinan jadi kasus pertama kematian akibat penyakit berkaitan dengan vape.
<\/p>\n\n\n\n

Kejadian di atas menjawab keberadaan vape atau rokok elektrik sangat membahayakan. Berbeda dengan resiko rokok kretek, bisa menimbulkan penyakit jika mengkonsumsinya berlebihan atau kebanyakakan, dan hidup tidak seimbang. Misalnya dalam satu hari merokok sampai tiga atau empat bungkus, tanpa makan nasi atau makan-makanan sehat, tanpa olah raga, tanpa minum air putih, selalu didampingi kopi atau teh, istirahatnya kurang dan sebagainya. Maka dipastikan orang tersebut akan jatuh sakit bahkan meninggal dunia.\u00a0<\/p>\n\n\n\n

Baca: Terkuak, Rokok Elektrik Berbahaya bagi Kesehatan<\/a><\/p>\n\n\n\n

Tidak hanya itu, otoritas kesehatan di Amerika Serikat telah berhasil menginvestigasi kemunculan penyakit paru-paru misterius di antara kalangan pengguna rokok elektrik atau vape. Dilaporkan setidaknya ada 195 kasus potensial penyakit paru-paru di 22 Negara karena kena dampak dari vape atau rokok elektrik.
<\/p>\n\n\n\n

Jadi, masyarakat perlu waspada beredarnya vape atau rokok elektrik. Belum lagi, sebetulnya rokok elektrik atau vape, berdampak juga peningkatan perokok anak.\u00a0 Yang menjadi daya tarik bagi anak, selain bentuknya yang elegan, simpel, juga beraroma buah-buahan yang terkemas dalam cairan.<\/strong><\/p>\n\n\n\n

Orang yang mengatakan bahwa vape atau rokok elektrik lebih mensehatkan dari pada rokok kretek, pendapat tersebut sangat keliru. Disampaing efek dari rangkaian listrik dan battre juga cairan dalam rokok elektrik berpengaruh terhadap resiko jantung.  <\/p>\n\n\n\n

Hasil penelitian yang diterbitkan dalam Journal of American College of Cardiology pada Mei lalu ini menambah bukti bahwa cairan rokok elektrik dapat menghambat fungsi sel-sel tubuh yang berperan dalam kesehatan jantung. Cairan dalam vape atau rokok elektrik pada akhirnya merusak sel-sel yang melapisi pembuluh darah. <\/p>\n\n\n\n

Keberadaan vape atau rokok elektrik di pasaran sangat membahayakan bagi orang Indonesia, terlebih pemuda-pemuda, yang banyak memilih merokok vape aatau rokok elektri. Menurutnya, selain bentuk kecil, simpel dibawa dan ada aroma buah-buahan sesuai selera. Akan tetapi dibalik bentuknya yang bagus, menyembunyikan banyak penyakit ketika dikonsumsi.\u00a0<\/p>\n\n\n\n

Baca: Kata Siapa Lebih Sehat? Perokok Elektrik Berisiko Terjangkit Penyakit Kardiovaskular<\/a><\/p>\n\n\n\n

Hingga kini CDC masih melakukan investigasi lebih lanjut, dengan mengimbau agar para dokter mengumpulkan data dan sampel bila menemukan pasien dengan gejala penyakit paru serupa, tentunya akibat rokok elektrik atau vape. Bentuk dan merek rokok elektrik dan vape banyak varian dan banyak merek. JUUL termasuk merek rokok elektrik atau vape yang saat ini naik daun.\u00a0<\/p>\n\n\n\n

Ada yang mengatakan bahwa tak tepat membandingkan rokok tembakau dengan rokok elektrik. Ya benar tak tepat, karena rokok elektrik atau vape resikonya sangat tinggi. Sedang rokok tembakau resikonya kecil, apa lagi rokok kretek mungkin resikonya sangat kecil sekali terhadap tubuh. Alasannya, munculnya rokok kretek bertujuan untuk pengobatan sakit bengek, dan tujuannya berhasil. Hingga banyak orang melakukan pemesanan rokok kretek saat itu, rokok kretek belum sebagai industri besar masih bersifat rumahan,  keadaan tersebut sekitar abad 19. <\/p>\n\n\n\n

Dalam studi ini, tim peneliti menemukan bukti efek toksik pada sel-sel yang melapisi pembuluh darah dan melindungi jantung. Beberapa bukti tersebut termasuk di antaranya gangguan pada fungsi sel dan munculnya tanda-tanda peradangan. Para peneliti mengamati bagaimana respons sel saat bersentuhan dengan cairan rokok elektrik. Efek yang paling kentara terlihat pada cairan dengan rasa kayu manis.<\/p>\n\n\n\n

Baca: Riset Kesehatan Rokok Elektrik<\/a><\/p>\n\n\n\n

Sekelompok ahli kardiovaskular dari University of Massachusetts menganjurkan peneliti agar melakukan uji rokok elektrik atau vape lebih yang beraroma. Karena sumsi sementara, produk vape atau rokok elektrik yang beraroma dan punya pilihan rasa lebih berbahaya dari pada rokok vape natural. Namun yang banyak beredar dipasaran, justru yang beraroma dan berasa buah-buahan, dari pada yang natural. <\/p>\n\n\n\n

Studi pada 2018 lalu menunjukkan, penggunaan rokok elektrik harian berisiko terhadap serangan jantung, meski dengan probabilitas yang lebih rendah daripada perokok tembakau. Menurut dr Lawrence Phillips pakar kardiovaskular NYU Langone Health mengatakan \u201cKita melihat semakin banyak bukti bahwa rokok elektrik berhubungan dengan peningkatan risiko serangan jantung\u201d.<\/p>\n\n\n\n

Dari hasil pakar dan hasil studi di atas menegaskan bahwa keberadaan rokok vape atau rokok elektrik, resikonya sangat besar. Bahan utama rokok vape atau elektrik yang paling besar memberikan efek negatif pada tubuh manusia adalah cairan perasa. Akibat cairan perasa dalam rokok elektrik  atau vape termasuk merek JUUL beresiko terjadi peradangan, terjangkit penyakit jantung dan paru-paru akut, selanjutnya berakibat kematian. <\/p>\n\n\n\n

Untuk itu, demi masa depan bangsa Indonesia harusnya ada regulasi pelarangan peredaran rokok elektrik atau vape yang nyata-nyata telah ada kasus dengan didukung beberapa riset dan studi tentang konten rokok elektrik atau vape, yang hasilnya mempunyai resiko tinggi dapat menyebabkan penyakit berujung kematian.         
<\/p>\n","post_title":"Perokok Elektrik Berisiko Besar Terjangkit Penyakit Mematikan","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"perokok-elektrik-berisiko-besar-terjangkit-penyakit-mematikan","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-08-28 09:40:09","post_modified_gmt":"2019-08-28 02:40:09","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5999","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5988,"post_author":"855","post_date":"2019-08-24 10:41:28","post_date_gmt":"2019-08-24 03:41:28","post_content":"\n

Sumber permasalahan besar dunia pertembakauan sejatinya bukan iklim dan hama, melainkan kebijakan pemerintah dan para plolitisi yang ikut serta membicarakannya, tanpa dasar yang kuat, adil dan cenderung ugal-ugalan.
<\/p>\n\n\n\n

Jika orang dahulu tidak berani bicara kecuali kepada hal-hal yang benar-benar diketahui, kali ini banyak sekali orang yang banyak bicara daripada membaca, baik buku maupun alam kauniyah (dunia nyata). Maka jangan heran, jika tidak sedikit politisi dan pemerintah yang gagal paham dunia pertembakau, dari berbagai sisi, karena mereka mendapatkan informasi sepotong-sepotong, tanpa ada usaha untuk tabayyun <\/em>lebih mendalam apalagi turun ke ladang untuk memastikan.
<\/p>\n\n\n\n

Kini hama petani muncul lagi dari kalangan politisi. Sebut saja namanya Sukamta (nama asli) yang kini menjabat sebagai sekretaris Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS). Kenapa semua orang yang terkait dengan industri hasil tembakau (petani, buruh, dsb) dianggap tidak sejahtera, ya karena partai yang harusnya adil saja tidak mampu berbuat adil, bahkan dalam pikiran dan apa yang keluar dari mulutnya.<\/p>\n\n\n\n

Baca: Tuhan Tidak Menciptakan Tembakau untuk Dibenci dan Dicaci<\/a>
<\/p>\n\n\n\n

Tidak perlu bicara terlalu jauh. Mari kita kita uji omongan Sukamta yang dimuat situs ayosemarang.com, 22 Agustus 2019. Omongan yang sejatinya sebuah template dan selalu dipakai oleh antirokok. Semacam gaya kampanye sholih li kulli zaman wal makan, <\/em>meski dibangun dari logika berantakan dan cenderung mengutamakan kengawuran daripada analisa yang mendalam. Ya memang itulah keistimewaan antirokok, anti terhadap data valid dan percaya diri berlebihan dalam kesesatan berpikir.
<\/p>\n\n\n\n

Bagi Sukamta, harga rokok di Indonesia, sebuah negeri yang besar salah satunya ditopang oleh dunia pertembakauan, harus dinaikkan 700 persen. Alasannya supaya orang miskin tidak dapat membeli rokok. Jika orang miskin yang merokok jatuh sakit, maka negara melalui (Jaminan Kesehatan Nasional) JKN rugi menanggung biayanya. Tentu saja ini berbeda dengan, orang kaya boleh makan junkfood<\/em>, minuman bersoda, dan berlaku semaunya, karena jika jatuh sakit mereka bisa membiayai sendiri dan dapat memperkaya negara.
<\/p>\n\n\n\n

Cara sistematis ini akan diduplikasi dan diperbarui terus menerus. Bermula dari seorang sakit yang berobat ke dokter, jika ia merokok maka dokter akan berkata, \u201cbapak sakit karena rokok\u201d, dan dokter tidak secara jujur bahwa penyakit itu datang dari sebab apapun, bisa gula, bisa gaya hidup yang berantakan, kurang minum air putih, stres dengan obat mahal, dsb.
<\/p>\n\n\n\n

Kenapa Sukamta cenderung ingin menaikkan harga rokok untuk menyelesaikan permasalahan JKN yang rumit itu? Ya karena sudah menjadi tabiat antirokok, bahwa berpikir keras untuk mencari solusi adalah buang-buang waktu, makanya rokok akan disalahkan supaya permasalahan menjadi lekas selesai. 
<\/p>\n\n\n\n

Coba kita kembali ke tahun 2018, saat BPJS Kesehatan defisit dan ditambal oleh cukai rokok. Para pegiat kesehatan beralasan, jumlah masyarakat sakit yang kian bertambah dan narasi yang kemudian dibangun; sakit-sakit itu disebabkan oleh rokok. Tidak berhenti sampai di situ, beragam alasan yang penting pengelola kesehatan \u201cselamat\u201d banyak digaungkan di media (tanpa ada sikap ksatria untuk mengakui bahwa memang masih banyak masalah dalam JKN, baik pengelolaan maupun skema yang lebih baik, yang perlu dicarikan solusi).<\/p>\n\n\n\n

Baca: Kegagalan Lakpesdam PBNU dalam Melihat Produk Tembakau Alternatif<\/a><\/p>\n\n\n\n

Koordinator Advokasi BPJS Watch, Timboel Siregar, megkritisi beragam narasi yang dibangun oleh pegiat kesehatan. Ia mengusulkan agar BPJS fokus pada pengawasan penetapan inasibijis oleh pihak rumah sakit. Timboel menilai, inasibijis merupakan gerbang terjadinya defisit BPJS Kesehatan. Inasibijis (INA-CGB) merupakan sebuah singkatan dari Indonesia Case Base Gropus, yakni sebuah aplikasi yang digunakan rumah sakit untuk mengajukan klaim pada pemerintah. (bisnis.com)
<\/p>\n\n\n\n

Kita tidak pernah tau, apa yang dilakukan rumah sakit terhadap pasien-pasien yang membayar BPJS. Kita juga tidak pernah tau jika ada pasien BPJS kelas I diberi fasilitas kelas II atau III, dan rumah sakit mengklaim biaya kelas I ke negara. Tentu saja yang demikian ini tidak penting bagi antirokok. <\/p>\n\n\n\n

Baca: Ada Campur Tangan Bloomberg dalam Surat Edaran Menkes terkait Pemblokiran Iklan Rokok<\/a><\/p>\n\n\n\n

Sukamta juga bilang, orang-orang yang kecanduan merokok dan mampu membeli rokok yang mahal, dipersilahkan tetap merokok asal menanggung sendiri biaya pengobatan akibat penyakit karena rokok. Asalkan dampak buruk akibat konsumsi rokok tidak membebani negara kerena pemasukan dari cukai tembakau tidak sebanding dengan biaya yang harus dikeluarkan negara. (ayosemarang.com)
<\/p>\n\n\n\n

Bagi saya pribadi, ini adalah statemen yang sangat lucu. Sejak kapan sih negara betul-betul hadir dan perhatian terhadap kesehatan masyarakat, khususnya di pedesaan dan pedalaman? Kalau ada pun, menjalankannya setengah hati. Dan sejak kapan rokok itu menjadi candu, padahal yang candu itu kekuasaan dan menjadikan masyarakat sebagai jembatan untuk menuju \u201ckekuasaan dalam negara\u201d? 
<\/p>\n\n\n\n

Sukamta juga menganggap, bahwa perokok bukan orang yang produktif? Faktanya? Setahu saya orang-orang yang merokok punya produtivitas tinggi, mereka hidup sebagaimana keringat yang diperas setiap hari. Tanpa berharap kepada negara apalagi Sukamta.
<\/p>\n\n\n\n

Sekadar saran saja, sebaiknya PKS tidak perlu ngelantur bicara rokok. Silahkan bicara, asalkan keadilan sosial sebagaimana nama partainya tidak hanya selesai pada tataran konsepsi dan gagah-gagahan, melainkan pada tahap tindakan dan contoh konkrit atasnya.
<\/p>\n","post_title":"Ketika PKS Bicara Rokok","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"ketika-pks-bicara-rokok","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-08-24 10:51:25","post_modified_gmt":"2019-08-24 03:51:25","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5988","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":35},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"epic_block_3"};

\n

Keempat<\/em>,  baik rokok elektrik dan rokok putih bukan asli Indonesia. Bahkan bahan baku dan produksinya pun tidak di Indonesia. Beda dengan rokok kretek, mulai dari bahan baku dari petani Indonesia yang tersebar di bumi Indonesia, pekerja dan produksinya di Tanah Air ini. Artinya rokok kretek sebagai industri padat karya, yang menghidupi banyak saudara kita. Sehingga ketika memusuhi rokok kretek sama dengan memusuhi saudara sendiri. Ketika membela rokok impor sama dengan membela penjajah. <\/p>\n\n\n\n

Penjelasan perbedaan tiap rokok di atas sengaja tidak dijelaskan pakai rumus matematika atau rumus kimia. Karena kalau dijelaskan hanya orang-orang tertentu yang faham. Namun pada intinya, rokok kretek menyehatkan, rokok jenis lain kebalikannya. Buktinya, sejarah penemuan kretek sebagai media pengobatan sakit bengek atau pernafasan, cengkeh sampai detik ini paling bagus sebagai bahan obat rasa sakit, membuat badan hangat dan sebagainya. Jadi asap rokok (bukan kretek ) apapun jenisnya sangat berbeda dengan asap rokok kretek.  
<\/p>\n","post_title":"Logika Asap Rokok Elektrik dan Asap Kretek Itu Beda","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"logika-asap-rokok-elektrik-dan-asap-kretek-itu-beda","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-09-05 10:09:14","post_modified_gmt":"2019-09-05 03:09:14","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6039","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":6017,"post_author":"919","post_date":"2019-09-04 07:32:17","post_date_gmt":"2019-09-04 00:32:17","post_content":"\n

Saya langsung mengiyakan untuk membeli tiket konser \u2018Tiba-tiba Sudddenly Pensi Road to Gudfest\u2019<\/em> saat diberitahu teman saya bahwa The Upstairs, The Adams, Goodnight Electric, dan Club Eighties akan manggung di sana. Kebetulan teman saya juga yang membelikan tiket tersebut untuk memastikan saya ikut hadir dan menemaninya datang pada perhelatan musik yang berlangsung di Ballroom Kuningan City, Jakarta, 27 Agustus 2019.
<\/p>\n\n\n\n

Boleh dikata saya termasuk orang yang jarang menikmati pentas musik di beberapa tahun belakangan ini. Selain faktor kesibukan, era digital yang merambah segala lini membuat saya mungkin lebih simpel untuk mendengarkan musik via spotify atau youtube. Tentu ada nilai minusnya yaitu euforia yang kurang saya dapatkan jika tak mendatangi konser musik secara langsung.
<\/p>\n\n\n\n

Karena jarang menikmati konser musik belakangan ini, ada satu peraturan yang cukup menarik perhatian saya yaitu dilarang merokok di dalam venue<\/em>. Pertama saya bisa memaklumi itu mengingat venue indoor<\/em> dan ber-ac. Pertanyaan dalam benak saya lalu tersirat, apa nikmatnya menikmati musik terutama saat konser tanpa menghisap rokok? Tapi bagi saya ini tentu jadi tantangan, karena saya juga bisa memastikan bahwa rokok bukanlah candu dan sebagai perokok juga bisa tertib mengikuti peraturan yang ada.<\/strong>
<\/p>\n\n\n\n

Saya kemudian tiba di tempat acara. Saya lantas membeli beberapa minuman dan asyik merokok serta ngobrol dengan teman saya di luar venue<\/em>. Ketika mendekati jadwal open gate<\/em>, kami berbaris rapih untuk masuk ke dalam. Ada satu hal yang menyita perhatian, ternyata rokok kami pun disita. Jika hanya korek kami bisa memaklumi, namun penyitaan terhadap rokok tentu tak masuk di akal. Akhirnya kami mengakalinya dengan menaruh rokok kami di luar, di tempat yang tak mencolok. Adegan ini jika direka ulang laiaknya seorang yang mencoba untuk menyembunyikan narkotika, padahal rokok sejatinya adalah barang legal.<\/p>\n\n\n\n

Baca: Smoker Travellers: Menengok Fasilitas Ruangan Merokok di Bandara Kulon Progo<\/a>
<\/p>\n\n\n\n

Mungkin saya tidak memerhatikan peraturan yang ada apabila ternyata rokok tidak boleh di bawa masuk ke dalam. Namun jika dilarang, baiknya penyelenggara bisa menyediakan tempat penitipan rokok. Bukan apa-apa, mubazir rasanya jika satu bungkus harus dibuang, apalagi perokok yang hadir juga nampaknya mematuhi peraturan dilarang merokok di dalam. Peraturan ini juga nampaknya mesti dikaji ulang karena jika mengacu pada Perda KTR tentu tidak disebutkan.
<\/p>\n\n\n\n

Akhirnya kami pun mengikhlaskan, walau sejatinya harus jua bertindak licik dengan menyembunyikan rokok kami di luar. Bukan apa-apa ini lebih faktor mubazir. Tiba saatnya acara dan Ajis Doa Ibu serta Gilang Gombloh memecahkan suasana dengan dark jokes soal agama hingga lelucon soal Fiersa Besari. Goodnigh Electric kemudian menjadi band pembuka dengan membawakan tembang-tembang lawas seperti Am i Robot, Teenage Love and Broken Heart, The Supermarket I Am In, hingga lagu syahdu mereka yang saya tunggu-tunggu untuk dibawakan yaitu Im OK.\u00a0
<\/p>\n\n\n\n

Lagu ini pernah menjadi soundtrack <\/em>hidup saya kala menyukai seseorang. Semenjak mendengar dan suka dengan Goodnight Electric saat SMA, baru kali ini Im Ok dibawakan. Goodnight Electric juga kemudian menutup aksi panggung mereka dengan budaya yang tak pernah mereka lewatkan yaitu dengan lagu Rocket Ship Goes By dan tak lupa melemparkan pesawat kertas di dekat penghujung lagu.
<\/p>\n\n\n\n

Jika Goodnight Electric adalah pembukaan yang manis, seperti memberi rangsangan mengingat masa-masa SMA penuh dengan jadwal pensi, maka The Upstairs yang manggung selanjutnya adalah yang meledakkan pesta itu sendiri. Performa enerjik Jimi Multhaza sang vokalis masih saja seperti yang saya ihat 11 tahun lalu saat The Upstairs manggung di depan TVRI. Tak mau melewatkan momen, saya kemudian merapat ke tengah kerumunan dan berdansa resah didalamnya. Benturan-benturan moshpit tak terelakkan tapi saya nikmati karena adrenalin seperti ini jarang lagi bisa ditemukan.
<\/p>\n\n\n\n

Sama seperti Goodnight Electric, The Upstairs menutupnya dengan bijak. Romansa penonton yang hadir akan\u00a0 Pensi ala anak SMA di awal 2000an dan hingga sepuluh tahun setelahnya tak mereka kecewakan. Jimi dkk memilih lagu Matraman sebegai tembang penutup, lagu yang menurut Jimi (saat populer) bisa diputar hingga berulang kali dalam satu hari di radio-radio lokal. Lagu yang kemudian menjadi soundtrack skena persahabatan, cinta, dan tawuran anak SMA kala itu.\u00a0<\/p>\n\n\n\n

Baca: Smoker Traveller: Hero Coffe Kota Tua Semarang<\/a><\/p>\n\n\n\n

The Adams sebagai band ketiga yang tampil lalu datang meneduhkan suasana. Betul, penonton langsung terbuai saat itu oleh suara yang beradu-adu antara Saleh Husein dan Ario Hendarwan. Sing along kemudian jadi hal yang wajib dilakukan saat itu, semuanya menikmati karaoke masal dari lagu-lagu yang dibawakan seperti Hanya Kau, Berwisata, Konservatif, hingga Halo Beni. Suasana kala itu semakin manis saat sang pianis The Adams (hingga kini belum saya ketahui namanya) selalu melemparkan senyumnya ke arah penonton. Ah sial, saat itu saya berada di posisi yang sangat jauh darinya, itu saja sudah membuat saya bergetar.
<\/p>\n\n\n\n

Karena saya memarkir motor di luar area Kuningan City dan hanya dijaga sampai pukul 23:30, akhirnya kami pulang lebih cepat. Saat keluar venue saya memastikan tetap sebats dulu, mereview apa yang menarik terjadi di dalam sana. Saya lantas menarik kesimpulan bahwa dari pengalaman selama hampir tiga jam lebih menikmati konser tanpa rokok, tak terjadi apa-apa dari kami. Tak ada kekhawatiran berlebihan, perubahan mood karena tak merokok, atau keburukan lainnya. Semuanya sama saja dan normal-normal saja.
<\/p>\n\n\n\n

Hanya jika boleh memberi saran kepada pihak pengelola, perampasan rokok tentu mesti dipertimbangkan ulang. Sekali lagi rokok adalah produk legal dan mempunyai aturan yang sudah disepakati terkait pengkonsumsiannya. Lagian, saya kira para perokok sekarang juga sudah mulai tertib terhadap aturan dan tidak ingin merugikan terhadap yang lainnya.<\/p>\n","post_title":"Pengalaman Tiga Jam Lebih Menyaksikan Konser Musik Tanpa Asap Rokok","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"pengalaman-tiga-jam-lebih-menyaksikan-konser-musik-tanpa-asap-rokok","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-09-04 07:32:19","post_modified_gmt":"2019-09-04 00:32:19","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6017","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":6014,"post_author":"877","post_date":"2019-09-03 09:18:50","post_date_gmt":"2019-09-03 02:18:50","post_content":"\n

Masih ingat kemarin, tulisan Djarum yang ada di kaos para atlit olahraga dipermasalahkan KPAI dan kawan-kawannya? Banyak orang-yang omong, ternyata ada orang kaya yang diusik, tapi dia hanya diam tanpa ada kata sedikitpun sebagai pembalasan terhadap yang mengusiknya. Bahkan cenderung mengalah, bikin orang lain gregetan. Kalimat itu yang aku tangkap dari salah satu temen bernama Nur Cholis asal Desa Gribiq, Kabupaten Kudus.<\/p>\n\n\n\n

Seminggunan kemarin, tepatnya Minggu 25 Agustus, teman MTS dulu pulang dari Jakarta. Ia sehari-harinya beraktivitas dan bekerja di sana. Di Jakarta, bersama anak istrinya, yang setiap hari jualan sayuran keliling. <\/p>\n\n\n\n

Kami yang sudah lama tidak ketemu, bahkan lebaran kemarin ternyata dia tak pulang ke Kudus. Pantesan tak ada yang rebut ngajak ngopi, orang yang biasa ngajak ngopi orangnya masih di Jakarta. Memilih lebaran di sana, karena dititipin rumah tetangganya yang katanya sudah seperti keluarganya sendiri yang kala itu baru mudik.\u00a0<\/p>\n\n\n\n

Baca: Sesat pikir KPAI Melarang Audisi Pencarian Bakat Bulutangkis Anak-Anak<\/a><\/p>\n\n\n\n

Temanku itu panggilannya Djumari, rumahnya dulu daerah Kaliwungu Kudus bagian barat. Ia pulang dalam rangka ada acara nikahan saudara dari istrinya. Dasar Djumari, kalau gak ngopi bareng dan ketemu temen-temen gak puas katanya, karena mumpung di Kudus. Ia gunakan kesempatan sebelum datang kesempitan disela-sela acara nikahan saudaranya. Lewat pesan singkat WA, tanpa hitungan jam ajakan ngopi Djumari, langsung di respon banyak teman yang tergabung di group WA. Ada yang tanya kapan datangnya, ada yang komentar besuk aja ngopinya soalnya masih diluar kota, ada yang bilang sore ini aja tancap gas. Djumari menjawabi dan balas komentar teman-teman. Dihari itu, Djumari kayak artis banyak ajakan dan tawaran teman-teman. <\/p>\n\n\n\n

Memang, teman-teman alumni MTS Madrasah Qudsiyyah Kudus kompak sekali, bahkan sudah kayak saudara sendiri semua. Kita sering kumpul walaupun hanya sekedar ngopi, yang penting bertemu dan ngobrol. Tidak jarang, kita ketemu dengan agenda acara resmi dan agak resmi. Seperti disaat salah satu teman punya hajat, bahkan hajat kecilpun kayak acara \u201cmanaqiban\u201d sering mengundang teman lainya. Pasti ada yang bingung apa itu manaqiban<\/em>?. Aku jelasin sebentar, manaqiban itu, acara membaca sejarah Syeih Abdul Qodir Jaelani ulama dahulu setelah masa Shahabat Nabi, yang terkenal alimnya dan sufi serta berkaromah. Nah, bagi kita-kita penggemarnya, sering kali kita baca sejarahnya. Dengan cerita sejarah  Syeih Abdul Qodir Jaelani, kita penggemar berharap agar apa yang kita lakukan dido\u2019akan atau di amini beliau semua urusan kita lancar. Karena menurut kita penggemar, meyakini Syeih Abdul Qodir Jaelani kekasih Tuhan, kalau dalam bahasa Jawa \u201cbolone Gusti Allah\u201d. Ini sekilas penjelasan tentang istilah manaqiban<\/em>, kalau mau tau lebih lanjut, khasiat-khasiatnya, bisa kita diskusi dilain waktu aja. Yang jelas di acara manaqiban<\/em> ini sudah jadi tradisi ada \u201cingkung\u201d ayamnya. Ini yang biasa kita nantikan.<\/p>\n\n\n\n

Kembali ke acara ngopi, disore itu temenku Djumari langsung nentukan tempat ngopi dan waktunya. Kita biasa ngopi ditempat sederhana. Akhirnya, Djumari mutusin habis isya\u2019 kumpul dan ngopi di rumah teman kita satunya namanya Nur Cholis, juga tergabung dalam group WA. Setelah tahu bakal kerumahnya, Nur Cholis langsung komen, lapan enam laksanakan. Aku langsung teringat temenku namanya Fawaz, orang Betawi keturunan Arab, sering kalau jawab pas di WA pakai tulisan lapan enam.\u00a0<\/p>\n\n\n\n

Baca: PB Djarum, Prestasi Bulutangkis Nasional, dan Kegagalan KPAI Memahami Peristiwa<\/a><\/p>\n\n\n\n

Waktu isya\u2019 tiba, suasana mau hujan, sedikit grimis, hawanya lumayan dingin dibanding sebelumnya panas dan gerah. Tapi semangat ngopi dam ngobrol teman-teman tak mengendor. Bahkan di group sudah ada yang ribut, ngajak-ngajak \u201cayo ayo waktunya kopdar tiba, ada bonus banyak rezeki lho\u201d, Rifai namanya, seorang pembicara atau muballig yang sering ceramah di masyarakat. <\/p>\n\n\n\n

Aku datang sekitar jam 20.00, terlihat banyak tema yang sudah pada kumpul, didepannya ada segelas kopi. Maklum kita orang desa ngopinya gak pakai cangkir, tapi pakai gelas es yang tinggi. Dibenakku ini ngopi apa kehausan?, tapi yang penting tetap ngopi dan merokok. Di meja terlihat banyak rokok bermacam-macam mereknya, sesuai kesukaan masing-masing. Ada yang bawa Sukun Putih, ada yang bawa Gudang Garam, kebanyakan bawa LA, tapi ada juga yang bawa rokok bikinan sendiri alias \u201cTingwe\u201d nglinting dewe dirumah ditaruh plastik. Aku coba rokok tingwe itu sambil ngobrol bareng, ternyata lumayan enak ramuan rokoknya, dibanding tingwe tingwe yang pernah aku rasakan. Yang buat tingwe namanya Sutopo, profesinya sehari-hari memang jual beli tembakau. Karena penasaran, sutopo aku tanya, kok enak, ini tembakau mana?. Dijawabnya \u201cbiasa tembakau Temanggung\u201d tapi aku kasih cengkeh kualitas wahid, dan sedikit ramuan saos sendiri (bahannya dirahasiakan), yang jelas katanya bahan saos dari rempah rempah bikinan sendiri. <\/p>\n\n\n\n

Ngobrol kita mengalir tanpa ada sekat dan batasan, malah terkadang pada ngobrol sendiri-sendiri dengan teman didekatnya. Giliran Djumari disuruh cerita pengalamannya, teman teman pada diam, mungkin pada penasaran. Soalnya dulu, sebelum ke Jakarta ia bekerja di Djarum. Ia ceritakan alasannya harus ke Jakarta. Awalnya, sering pulang pergi Jakarta Kudus untuk pengobatan istrinya yang sedang sakit di salah satu pengobatan alternatif disana atas rekomendasi saudaranya yang sudah lama hidup di Jakarta. Ia menceritakan sakit istrinya yang sering pusing, dan pusingnya bukan pusing biasa, dan seringkali istrinya sampai membentur-benturkan kepalanya. Kemudian, saat diharuskan kontinyu pengobatannya, minimal satu tahun agar cepat sembuh, akhirnya ia putusin meninggalkan Kudus sementara, termasuk pekerjaannya. Alhamdulillah istrinya sekarang sudah sembuh total.\u00a0<\/p>\n\n\n\n

Baca: Cacat Pikir KPAI Memaknai Kata Ekploitasi Anak dan Promosi<\/a><\/p>\n\n\n\n

Disela sela nungguin istrinya sakit, ia sering diajak saudaranya jualan sayuran keliling. Nah, walaupun sekarang istrinya sudah sembuh, ia tetap di Jakarta. Sebab dipikirannya, kalau kembali ke Kudus mulai dari awal lagi, mending yang sudah ada didepan mata dijalanin dulu. Nanti pelan-pelan sambil melihat peluang di Kudus, ia pun akan pulang. Obrolan tetap seru, walaupun djarum jam sudah tepat diangka 12.00 malam. Namun domain obrolan lebih pada Djumari sebagai nara sumber, ia menceritakan semua pengalaman dan kejadia yang ia lihat, sampai ia menceritakan berita kalau pabrik Djarum yang dulu pernah ia singgahi, sedang dipermasalahkan KPAI. Memang sebenarnya ia tak paham alur permasalahanya. Tahunya, KPAI gak suka bulu tangkis Djarum berjalan, memusuhi rokok. <\/p>\n\n\n\n

Sebagai orang yang pernah menjadi karyawan Djarum, jadi wajar dan pantas kalau ia membela Djarum, apalagi ia asli Kudus. Saking semangatnya, ia ngomong \u201cnek aku dadi Djarum, tak tuku iku KPAI, paling ora tak lawan\u201d \u201candaikan aku yang punya Djarum, aku beli KPAI, paling tidak dilawan\u201d. Ada yang menyambar omongan, \u201csampek matek kuwe Djum, ogak bakal dadi bos Djarum\u201d \u201csampai mati kamu Djum, tidak akan jadi bos Djarum\u201d haha\u2026\u2026disambut dengan tawa klakaran teman-teman termasuk saya sendiri. Di sela-sela tawa, tuan rumah ngomong \u201cancen gawe gregeten, kenopo Djarum mung meneng, malah ngalah\u201d \u201cbikin gregeten, kenapa Djarum diam dan cenderung mengalah\u201d. <\/p>\n\n\n\n

Nah, ternyata, banyak orang yang sangat simpati dan membela pabrik Djarum, terutama orang Kudus. Rata-rata mereka, tak tahu apa yang harus dilakukan, apa yang harus diperbuat. Sebagai manusia lemah, mereka hanya bisa marah  yang terpendaam dalam hati, dengan melihat kejadian KPAI menyerang Djarum. Coba, andaikan mereka tahu kalau dibelekang KPAI ada kepentingan asing yang mengusik rokok kretek asli Kudus, yang sudah mendarah daging bagi masyarakat Kudus. Pastinya, pembelaanya lebih dari itu, bahkan mungkin mati-matian.
<\/p>\n","post_title":"Cerita di Balik Segelas Kopi untuk Djarum","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"cerita-di-balik-segelas-kopi-untuk-djarum","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-09-03 09:19:00","post_modified_gmt":"2019-09-03 02:19:00","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6014","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":6008,"post_author":"878","post_date":"2019-08-30 15:06:07","post_date_gmt":"2019-08-30 08:06:07","post_content":"\n

Pada mulanya, saya mengira tanaman tembakau ditanam, dirawat, dan dipanen sama dengan kebanyakan tanaman-tanaman semusim lainnya di negeri ini. Ada proses pembibitan, kemudian proses penanaman, lantas tanaman rutin disiram dan diberi pupuk, ada proses perawatan hingga akhirnya dipanen ketika musim panen tiba. Tapi nyatanya, perkiraan saya salah. Tembakau tanaman yang cukup unik. Beda dari banyak tanaman semusim lain yang lazim ditanam petani di banyak tempat di Indonesia.<\/p>\n\n\n\n

Hal paling menonjol yang membedakan tanaman tembakau dengan tanaman semusim lain ada pada masa tanam dan masa panen tiba. Tanaman tembakau menjadi anomali karena ditanam saat musim penghujan akan berakhir. Lalu dipanen ketika musim kemarau sedang berada pada puncaknya. Saat tanaman-tanaman semusim lainnya enggan tumbuh, bahkan rumput sekalipun mengering karena kemarau.<\/p>\n\n\n\n

Tiga tahun belakangan, saya banyak bergaul dengan petani dan buruh tani tembakau di Kabupaten Temanggung, juga dengan anak-anak mereka. Jika sebelumnya saya sekadar penikmat rokok kretek, tiga tahun belakangan, saya mulai tertarik untuk mempelajari seluk-beluk seluruh lini yang mendukung industri kretek nasional. Yang paling menarik minat saya, tentu saja konteks pertanian dan sosial masyarakat yang memproduksi komoditas yang menjadi bahan baku utama produk kretek. Tembakau dan cengkeh.<\/p>\n\n\n\n

Baca: Melihat Petani Tembakau di Temanggung Memanen Tembakau Mereka<\/a><\/p>\n\n\n\n

Dari sekian banyak hal menarik yang disajikan pertanian tembakau hingga proses penjualan hasil panen tembakau yang saya amati di wilayah Kabupaten Temanggung, hal yang terus menerus menarik minat saya dan hingga saat ini belum sepenuhnya saya pahami adalah proses panen tembakau dan penentuan grade tembakau hasil panenan petani. Sama seperti kesalahan saya mengira tanaman tembakau ditanam dan diproses mirip dengan tanaman semusim lainnya, dugaan saya perihal proses panen tembakau juga salah sepenuhnya. Dahulu saya mengira daun-daun yang siap dipanen dari tanaman tembakau ya dipanen begitu saja. Menunggu daun-daun yang tumbuh pada tanaman tembakau siap dipanen, lantas dipanen seluruhnya dalam satu waktu oleh para pekerja di kebun. Nyatanya tidak begitu. Dan lebih rumit dari itu.<\/p>\n\n\n\n

Mayoritas tembakau yang ditanam di wilayah Temanggung berasal dari jenis kemloko. Ada kemloko 1, kemloko 2, dan kemloko 3. Dari ketiga varietas kemloko tersebut, metode panen dan penentuan grade tembakau memiliki tata cara yang sama persis. Seluruh petani di Temanggung menerapkan metode panen yang mirip. Dari metode panen tersebut, ternyata berpengaruh terhadap tingkatan kualitas tembakau yang dipanen, petani di Temanggung kerap menyebut \u2018tiam\u2019 atau \u2018grade\u2019 untuk perbedaan tingkat kualitas tembakau yang dipanen.<\/p>\n\n\n\n

Tidak seperti tanaman semusim lainnya yang dipanen dalam satu waktu, tembakau dipanen bertahap mulai dari daun terbawah pada pohon hingga daun teratas. Dalam satu tanaman tembakau, panen bisa berlangsung sebanyak 13 hingga 15 kali dalam sekali musim tembakau. Jarak antara panen satu dengan panen lainnya, antara lima dan tujuh hari. Dengan kondisi ini, musim panen tembakau di Temanggung atau yang kerap disebut musim \u2018mbakon\u2019 bisa berlangsung selama dua hingga tiga bulan. Tahun ini, panen dimulai pada pertengahan Juli dan diprediksi akan berakhir pada pertengahan Oktober.<\/p>\n\n\n\n

Baca: Tuhan Tidak Menciptakan Tembakau untuk Dibenci dan Dicaci<\/a><\/p>\n\n\n\n

Metode panen seperti itu, yang bertahap dan berjeda dari panen satu daun ke daun lainnya ternyata berpengaruh terhadap tingkatan kualitas daun tembakau. Daun-daun yang dipanen lebih awal, gradenya berada pada grade yang rendah. Grade terus meningkat hingga sampai puncaknya seiring panen-panen selanjutnya pada tanaman yang sama. Dalam satu tanaman tembakau, grade daun sudah pasti berbeda-beda sesuai dengan waktu panenan daun di tanaman tersebut.<\/p>\n\n\n\n

Agar lebih mudah dipahami, mari kita bayangkan sebatang tanaman tembakau yang tumbuh subur dalam kondisi normal dan tanaman itu sudah mulai memasuki masa panen. Pada sebatang tanaman tembakau itu tumbuh sebanyak 17 helai daun dari bawah ke atas. Panen pertama dimulai. Daun paling bawah dari tanaman tembakau itu dipetik untuk dipanen. Hanya satu helai daun saja, yang terbawah. Daun yang pertama dipanen itu, biasanya memiliki grade A. Adakalanya kualitas tembakau pada panenan pertama sudah mulai berada pada grade B. Di beberapa titik bahkan sudah ada yang menghasilkan tembakau grade C. <\/p>\n\n\n\n

Lima hingga tujuh hari kemudian, panen daun kedua dilakukan. Satu daun saja dari sebatang tanaman, daun terbawah yang dipanen. Lima hingga tujuh hari berikutnya lantas dipanen lagi. Begitu seterusnya hingga 12 atau 13 kali panen. Semakin ke atas daun yang dipanen seiring bertambahnya waktu, grade tembakau juga meningkat hingga puncaknya berhenti di grade F. Hanya sedikit tembakau yang bisa melampau grade F, mencapai grade G dan H, itulah tembakau-tembakau jenis srintil berharga jutaan rupiah per kilogramnya.<\/p>\n\n\n\n

Selain waktu panen dan letak daun dalam sebatang tanaman, jenis tanah, unsur hara yang terkandung dalam tanah, asupan embun alami, pancaran sinar matahari yang cukup, serta proses fermentasi dan penjemuran usai daun-daun dipanen, menjadi penentu kualitas tembakau yang menempatkan daun tembakau itu pada grade tertentu. Satu hal lain lagi yang sangat berpengaruh terhadap grade tembakau adalah wilayah tembakau itu ditanam. Ada tiga wilayah tempat tembakau biasa ditanam. Wilayah persawahan (dataran rendah), wilayah tegalan (dataran menengah), dan wilayah gunung (dataran tinggi). Kondisi tanah dan faktor ketinggian dan kondisi geografis lainnya berpengaruh terhadap kualitas tembakau.<\/p>\n\n\n\n

Di wilayah persawahan, tanaman tembakau memang subur dan tumbuh cepat, namun tembakau yang ditanam di sana maksimal hanya bisa menghasilkan tembakau grade D, atau D+. Sedang tembakau yang ditanam di wilayah tegalan, maksimal bisa menghasilkan tembakau grade E hingga E+. Yang terbaik, tentu saja tembakau yang ditanam di wilayah gunung. Meskipun membutuhkan waktu tanam lebih lama dibanding dua wilayah lainnya, rata-rata panenan terakhir mencapai grade F hingga seterusnya dengan tembakau terbaik bernama srintil.   <\/p>\n\n\n\n

Ini sedikit yang saya pelajari di Temanggung hasil belajar langsung dari para petani di sana. Saya tidak tahu dengan metode panen dan penentuan grade tembakau di wilayah lain dengan jenis tembakau lain juga. Menarik sebetulnya mencari tahu di tempat lain. Semoga sekali waktu nanti berkesempatan untuk itu. 
<\/p>\n","post_title":"Penentuan Grade Tembakau di Temanggung","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"penentuan-grade-tembakau-di-temanggung","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-08-30 15:06:14","post_modified_gmt":"2019-08-30 08:06:14","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6008","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5999,"post_author":"877","post_date":"2019-08-28 09:40:02","post_date_gmt":"2019-08-28 02:40:02","post_content":"\n

Direktur Pusat Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Amerika Serikat (CDC), Robert Redfield, mengungkapkan kematian tragis di Illinois memperkuat dugaan karena vape<\/a> atau rokok elektrik. Berita tersebut atas laporan Dinas Kesehatan Illinois yang mengumumkan ada satu pasien yang akhirnya meninggal dunia. Kasus ini kemungkinan jadi kasus pertama kematian akibat penyakit berkaitan dengan vape.
<\/p>\n\n\n\n

Kejadian di atas menjawab keberadaan vape atau rokok elektrik sangat membahayakan. Berbeda dengan resiko rokok kretek, bisa menimbulkan penyakit jika mengkonsumsinya berlebihan atau kebanyakakan, dan hidup tidak seimbang. Misalnya dalam satu hari merokok sampai tiga atau empat bungkus, tanpa makan nasi atau makan-makanan sehat, tanpa olah raga, tanpa minum air putih, selalu didampingi kopi atau teh, istirahatnya kurang dan sebagainya. Maka dipastikan orang tersebut akan jatuh sakit bahkan meninggal dunia.\u00a0<\/p>\n\n\n\n

Baca: Terkuak, Rokok Elektrik Berbahaya bagi Kesehatan<\/a><\/p>\n\n\n\n

Tidak hanya itu, otoritas kesehatan di Amerika Serikat telah berhasil menginvestigasi kemunculan penyakit paru-paru misterius di antara kalangan pengguna rokok elektrik atau vape. Dilaporkan setidaknya ada 195 kasus potensial penyakit paru-paru di 22 Negara karena kena dampak dari vape atau rokok elektrik.
<\/p>\n\n\n\n

Jadi, masyarakat perlu waspada beredarnya vape atau rokok elektrik. Belum lagi, sebetulnya rokok elektrik atau vape, berdampak juga peningkatan perokok anak.\u00a0 Yang menjadi daya tarik bagi anak, selain bentuknya yang elegan, simpel, juga beraroma buah-buahan yang terkemas dalam cairan.<\/strong><\/p>\n\n\n\n

Orang yang mengatakan bahwa vape atau rokok elektrik lebih mensehatkan dari pada rokok kretek, pendapat tersebut sangat keliru. Disampaing efek dari rangkaian listrik dan battre juga cairan dalam rokok elektrik berpengaruh terhadap resiko jantung.  <\/p>\n\n\n\n

Hasil penelitian yang diterbitkan dalam Journal of American College of Cardiology pada Mei lalu ini menambah bukti bahwa cairan rokok elektrik dapat menghambat fungsi sel-sel tubuh yang berperan dalam kesehatan jantung. Cairan dalam vape atau rokok elektrik pada akhirnya merusak sel-sel yang melapisi pembuluh darah. <\/p>\n\n\n\n

Keberadaan vape atau rokok elektrik di pasaran sangat membahayakan bagi orang Indonesia, terlebih pemuda-pemuda, yang banyak memilih merokok vape aatau rokok elektri. Menurutnya, selain bentuk kecil, simpel dibawa dan ada aroma buah-buahan sesuai selera. Akan tetapi dibalik bentuknya yang bagus, menyembunyikan banyak penyakit ketika dikonsumsi.\u00a0<\/p>\n\n\n\n

Baca: Kata Siapa Lebih Sehat? Perokok Elektrik Berisiko Terjangkit Penyakit Kardiovaskular<\/a><\/p>\n\n\n\n

Hingga kini CDC masih melakukan investigasi lebih lanjut, dengan mengimbau agar para dokter mengumpulkan data dan sampel bila menemukan pasien dengan gejala penyakit paru serupa, tentunya akibat rokok elektrik atau vape. Bentuk dan merek rokok elektrik dan vape banyak varian dan banyak merek. JUUL termasuk merek rokok elektrik atau vape yang saat ini naik daun.\u00a0<\/p>\n\n\n\n

Ada yang mengatakan bahwa tak tepat membandingkan rokok tembakau dengan rokok elektrik. Ya benar tak tepat, karena rokok elektrik atau vape resikonya sangat tinggi. Sedang rokok tembakau resikonya kecil, apa lagi rokok kretek mungkin resikonya sangat kecil sekali terhadap tubuh. Alasannya, munculnya rokok kretek bertujuan untuk pengobatan sakit bengek, dan tujuannya berhasil. Hingga banyak orang melakukan pemesanan rokok kretek saat itu, rokok kretek belum sebagai industri besar masih bersifat rumahan,  keadaan tersebut sekitar abad 19. <\/p>\n\n\n\n

Dalam studi ini, tim peneliti menemukan bukti efek toksik pada sel-sel yang melapisi pembuluh darah dan melindungi jantung. Beberapa bukti tersebut termasuk di antaranya gangguan pada fungsi sel dan munculnya tanda-tanda peradangan. Para peneliti mengamati bagaimana respons sel saat bersentuhan dengan cairan rokok elektrik. Efek yang paling kentara terlihat pada cairan dengan rasa kayu manis.<\/p>\n\n\n\n

Baca: Riset Kesehatan Rokok Elektrik<\/a><\/p>\n\n\n\n

Sekelompok ahli kardiovaskular dari University of Massachusetts menganjurkan peneliti agar melakukan uji rokok elektrik atau vape lebih yang beraroma. Karena sumsi sementara, produk vape atau rokok elektrik yang beraroma dan punya pilihan rasa lebih berbahaya dari pada rokok vape natural. Namun yang banyak beredar dipasaran, justru yang beraroma dan berasa buah-buahan, dari pada yang natural. <\/p>\n\n\n\n

Studi pada 2018 lalu menunjukkan, penggunaan rokok elektrik harian berisiko terhadap serangan jantung, meski dengan probabilitas yang lebih rendah daripada perokok tembakau. Menurut dr Lawrence Phillips pakar kardiovaskular NYU Langone Health mengatakan \u201cKita melihat semakin banyak bukti bahwa rokok elektrik berhubungan dengan peningkatan risiko serangan jantung\u201d.<\/p>\n\n\n\n

Dari hasil pakar dan hasil studi di atas menegaskan bahwa keberadaan rokok vape atau rokok elektrik, resikonya sangat besar. Bahan utama rokok vape atau elektrik yang paling besar memberikan efek negatif pada tubuh manusia adalah cairan perasa. Akibat cairan perasa dalam rokok elektrik  atau vape termasuk merek JUUL beresiko terjadi peradangan, terjangkit penyakit jantung dan paru-paru akut, selanjutnya berakibat kematian. <\/p>\n\n\n\n

Untuk itu, demi masa depan bangsa Indonesia harusnya ada regulasi pelarangan peredaran rokok elektrik atau vape yang nyata-nyata telah ada kasus dengan didukung beberapa riset dan studi tentang konten rokok elektrik atau vape, yang hasilnya mempunyai resiko tinggi dapat menyebabkan penyakit berujung kematian.         
<\/p>\n","post_title":"Perokok Elektrik Berisiko Besar Terjangkit Penyakit Mematikan","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"perokok-elektrik-berisiko-besar-terjangkit-penyakit-mematikan","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-08-28 09:40:09","post_modified_gmt":"2019-08-28 02:40:09","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5999","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5988,"post_author":"855","post_date":"2019-08-24 10:41:28","post_date_gmt":"2019-08-24 03:41:28","post_content":"\n

Sumber permasalahan besar dunia pertembakauan sejatinya bukan iklim dan hama, melainkan kebijakan pemerintah dan para plolitisi yang ikut serta membicarakannya, tanpa dasar yang kuat, adil dan cenderung ugal-ugalan.
<\/p>\n\n\n\n

Jika orang dahulu tidak berani bicara kecuali kepada hal-hal yang benar-benar diketahui, kali ini banyak sekali orang yang banyak bicara daripada membaca, baik buku maupun alam kauniyah (dunia nyata). Maka jangan heran, jika tidak sedikit politisi dan pemerintah yang gagal paham dunia pertembakau, dari berbagai sisi, karena mereka mendapatkan informasi sepotong-sepotong, tanpa ada usaha untuk tabayyun <\/em>lebih mendalam apalagi turun ke ladang untuk memastikan.
<\/p>\n\n\n\n

Kini hama petani muncul lagi dari kalangan politisi. Sebut saja namanya Sukamta (nama asli) yang kini menjabat sebagai sekretaris Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS). Kenapa semua orang yang terkait dengan industri hasil tembakau (petani, buruh, dsb) dianggap tidak sejahtera, ya karena partai yang harusnya adil saja tidak mampu berbuat adil, bahkan dalam pikiran dan apa yang keluar dari mulutnya.<\/p>\n\n\n\n

Baca: Tuhan Tidak Menciptakan Tembakau untuk Dibenci dan Dicaci<\/a>
<\/p>\n\n\n\n

Tidak perlu bicara terlalu jauh. Mari kita kita uji omongan Sukamta yang dimuat situs ayosemarang.com, 22 Agustus 2019. Omongan yang sejatinya sebuah template dan selalu dipakai oleh antirokok. Semacam gaya kampanye sholih li kulli zaman wal makan, <\/em>meski dibangun dari logika berantakan dan cenderung mengutamakan kengawuran daripada analisa yang mendalam. Ya memang itulah keistimewaan antirokok, anti terhadap data valid dan percaya diri berlebihan dalam kesesatan berpikir.
<\/p>\n\n\n\n

Bagi Sukamta, harga rokok di Indonesia, sebuah negeri yang besar salah satunya ditopang oleh dunia pertembakauan, harus dinaikkan 700 persen. Alasannya supaya orang miskin tidak dapat membeli rokok. Jika orang miskin yang merokok jatuh sakit, maka negara melalui (Jaminan Kesehatan Nasional) JKN rugi menanggung biayanya. Tentu saja ini berbeda dengan, orang kaya boleh makan junkfood<\/em>, minuman bersoda, dan berlaku semaunya, karena jika jatuh sakit mereka bisa membiayai sendiri dan dapat memperkaya negara.
<\/p>\n\n\n\n

Cara sistematis ini akan diduplikasi dan diperbarui terus menerus. Bermula dari seorang sakit yang berobat ke dokter, jika ia merokok maka dokter akan berkata, \u201cbapak sakit karena rokok\u201d, dan dokter tidak secara jujur bahwa penyakit itu datang dari sebab apapun, bisa gula, bisa gaya hidup yang berantakan, kurang minum air putih, stres dengan obat mahal, dsb.
<\/p>\n\n\n\n

Kenapa Sukamta cenderung ingin menaikkan harga rokok untuk menyelesaikan permasalahan JKN yang rumit itu? Ya karena sudah menjadi tabiat antirokok, bahwa berpikir keras untuk mencari solusi adalah buang-buang waktu, makanya rokok akan disalahkan supaya permasalahan menjadi lekas selesai. 
<\/p>\n\n\n\n

Coba kita kembali ke tahun 2018, saat BPJS Kesehatan defisit dan ditambal oleh cukai rokok. Para pegiat kesehatan beralasan, jumlah masyarakat sakit yang kian bertambah dan narasi yang kemudian dibangun; sakit-sakit itu disebabkan oleh rokok. Tidak berhenti sampai di situ, beragam alasan yang penting pengelola kesehatan \u201cselamat\u201d banyak digaungkan di media (tanpa ada sikap ksatria untuk mengakui bahwa memang masih banyak masalah dalam JKN, baik pengelolaan maupun skema yang lebih baik, yang perlu dicarikan solusi).<\/p>\n\n\n\n

Baca: Kegagalan Lakpesdam PBNU dalam Melihat Produk Tembakau Alternatif<\/a><\/p>\n\n\n\n

Koordinator Advokasi BPJS Watch, Timboel Siregar, megkritisi beragam narasi yang dibangun oleh pegiat kesehatan. Ia mengusulkan agar BPJS fokus pada pengawasan penetapan inasibijis oleh pihak rumah sakit. Timboel menilai, inasibijis merupakan gerbang terjadinya defisit BPJS Kesehatan. Inasibijis (INA-CGB) merupakan sebuah singkatan dari Indonesia Case Base Gropus, yakni sebuah aplikasi yang digunakan rumah sakit untuk mengajukan klaim pada pemerintah. (bisnis.com)
<\/p>\n\n\n\n

Kita tidak pernah tau, apa yang dilakukan rumah sakit terhadap pasien-pasien yang membayar BPJS. Kita juga tidak pernah tau jika ada pasien BPJS kelas I diberi fasilitas kelas II atau III, dan rumah sakit mengklaim biaya kelas I ke negara. Tentu saja yang demikian ini tidak penting bagi antirokok. <\/p>\n\n\n\n

Baca: Ada Campur Tangan Bloomberg dalam Surat Edaran Menkes terkait Pemblokiran Iklan Rokok<\/a><\/p>\n\n\n\n

Sukamta juga bilang, orang-orang yang kecanduan merokok dan mampu membeli rokok yang mahal, dipersilahkan tetap merokok asal menanggung sendiri biaya pengobatan akibat penyakit karena rokok. Asalkan dampak buruk akibat konsumsi rokok tidak membebani negara kerena pemasukan dari cukai tembakau tidak sebanding dengan biaya yang harus dikeluarkan negara. (ayosemarang.com)
<\/p>\n\n\n\n

Bagi saya pribadi, ini adalah statemen yang sangat lucu. Sejak kapan sih negara betul-betul hadir dan perhatian terhadap kesehatan masyarakat, khususnya di pedesaan dan pedalaman? Kalau ada pun, menjalankannya setengah hati. Dan sejak kapan rokok itu menjadi candu, padahal yang candu itu kekuasaan dan menjadikan masyarakat sebagai jembatan untuk menuju \u201ckekuasaan dalam negara\u201d? 
<\/p>\n\n\n\n

Sukamta juga menganggap, bahwa perokok bukan orang yang produktif? Faktanya? Setahu saya orang-orang yang merokok punya produtivitas tinggi, mereka hidup sebagaimana keringat yang diperas setiap hari. Tanpa berharap kepada negara apalagi Sukamta.
<\/p>\n\n\n\n

Sekadar saran saja, sebaiknya PKS tidak perlu ngelantur bicara rokok. Silahkan bicara, asalkan keadilan sosial sebagaimana nama partainya tidak hanya selesai pada tataran konsepsi dan gagah-gagahan, melainkan pada tahap tindakan dan contoh konkrit atasnya.
<\/p>\n","post_title":"Ketika PKS Bicara Rokok","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"ketika-pks-bicara-rokok","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-08-24 10:51:25","post_modified_gmt":"2019-08-24 03:51:25","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5988","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":35},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"epic_block_3"};

\n

Jelas rokok elektrik memakai proses bahan kimia (buatan) untuk mengolah tembakau, sehingga setelah jadi uap kemudian dibantu pembakaran pakai media listrik menghasilkan asap. Akibatnya asap yang dikeluarkan sangat banyak kayak asap knalpot. Beda dengan rokok non elektrik, bahannya asli pembakarannya natural (api). Api diciptakan Tuhan sebagai pemanas untuk penyeimbang alam (baca kitab tafsir Jalalain). Jadi rokok elektrik memakai proses kimia buatan, sedang rokok memakai proses kimia natural. Rokok sendiri ada dua jenis. Rokok putih dan rokok kretek. Rokok putih hanya menggunakan tembakau, rokok kretek menggunakan tembakau dan cengkeh. Tembakau dan cengkeh jika dibakar menghasilkan senyawa dan menyatu yang dapat sebagai media pengobatan. Beda dengan rokok yang kontennya pakai tembakau saja, maka yang dihasilkan tidak bisa untuk pengobatan.  <\/p>\n\n\n\n

Keempat<\/em>,  baik rokok elektrik dan rokok putih bukan asli Indonesia. Bahkan bahan baku dan produksinya pun tidak di Indonesia. Beda dengan rokok kretek, mulai dari bahan baku dari petani Indonesia yang tersebar di bumi Indonesia, pekerja dan produksinya di Tanah Air ini. Artinya rokok kretek sebagai industri padat karya, yang menghidupi banyak saudara kita. Sehingga ketika memusuhi rokok kretek sama dengan memusuhi saudara sendiri. Ketika membela rokok impor sama dengan membela penjajah. <\/p>\n\n\n\n

Penjelasan perbedaan tiap rokok di atas sengaja tidak dijelaskan pakai rumus matematika atau rumus kimia. Karena kalau dijelaskan hanya orang-orang tertentu yang faham. Namun pada intinya, rokok kretek menyehatkan, rokok jenis lain kebalikannya. Buktinya, sejarah penemuan kretek sebagai media pengobatan sakit bengek atau pernafasan, cengkeh sampai detik ini paling bagus sebagai bahan obat rasa sakit, membuat badan hangat dan sebagainya. Jadi asap rokok (bukan kretek ) apapun jenisnya sangat berbeda dengan asap rokok kretek.  
<\/p>\n","post_title":"Logika Asap Rokok Elektrik dan Asap Kretek Itu Beda","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"logika-asap-rokok-elektrik-dan-asap-kretek-itu-beda","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-09-05 10:09:14","post_modified_gmt":"2019-09-05 03:09:14","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6039","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":6017,"post_author":"919","post_date":"2019-09-04 07:32:17","post_date_gmt":"2019-09-04 00:32:17","post_content":"\n

Saya langsung mengiyakan untuk membeli tiket konser \u2018Tiba-tiba Sudddenly Pensi Road to Gudfest\u2019<\/em> saat diberitahu teman saya bahwa The Upstairs, The Adams, Goodnight Electric, dan Club Eighties akan manggung di sana. Kebetulan teman saya juga yang membelikan tiket tersebut untuk memastikan saya ikut hadir dan menemaninya datang pada perhelatan musik yang berlangsung di Ballroom Kuningan City, Jakarta, 27 Agustus 2019.
<\/p>\n\n\n\n

Boleh dikata saya termasuk orang yang jarang menikmati pentas musik di beberapa tahun belakangan ini. Selain faktor kesibukan, era digital yang merambah segala lini membuat saya mungkin lebih simpel untuk mendengarkan musik via spotify atau youtube. Tentu ada nilai minusnya yaitu euforia yang kurang saya dapatkan jika tak mendatangi konser musik secara langsung.
<\/p>\n\n\n\n

Karena jarang menikmati konser musik belakangan ini, ada satu peraturan yang cukup menarik perhatian saya yaitu dilarang merokok di dalam venue<\/em>. Pertama saya bisa memaklumi itu mengingat venue indoor<\/em> dan ber-ac. Pertanyaan dalam benak saya lalu tersirat, apa nikmatnya menikmati musik terutama saat konser tanpa menghisap rokok? Tapi bagi saya ini tentu jadi tantangan, karena saya juga bisa memastikan bahwa rokok bukanlah candu dan sebagai perokok juga bisa tertib mengikuti peraturan yang ada.<\/strong>
<\/p>\n\n\n\n

Saya kemudian tiba di tempat acara. Saya lantas membeli beberapa minuman dan asyik merokok serta ngobrol dengan teman saya di luar venue<\/em>. Ketika mendekati jadwal open gate<\/em>, kami berbaris rapih untuk masuk ke dalam. Ada satu hal yang menyita perhatian, ternyata rokok kami pun disita. Jika hanya korek kami bisa memaklumi, namun penyitaan terhadap rokok tentu tak masuk di akal. Akhirnya kami mengakalinya dengan menaruh rokok kami di luar, di tempat yang tak mencolok. Adegan ini jika direka ulang laiaknya seorang yang mencoba untuk menyembunyikan narkotika, padahal rokok sejatinya adalah barang legal.<\/p>\n\n\n\n

Baca: Smoker Travellers: Menengok Fasilitas Ruangan Merokok di Bandara Kulon Progo<\/a>
<\/p>\n\n\n\n

Mungkin saya tidak memerhatikan peraturan yang ada apabila ternyata rokok tidak boleh di bawa masuk ke dalam. Namun jika dilarang, baiknya penyelenggara bisa menyediakan tempat penitipan rokok. Bukan apa-apa, mubazir rasanya jika satu bungkus harus dibuang, apalagi perokok yang hadir juga nampaknya mematuhi peraturan dilarang merokok di dalam. Peraturan ini juga nampaknya mesti dikaji ulang karena jika mengacu pada Perda KTR tentu tidak disebutkan.
<\/p>\n\n\n\n

Akhirnya kami pun mengikhlaskan, walau sejatinya harus jua bertindak licik dengan menyembunyikan rokok kami di luar. Bukan apa-apa ini lebih faktor mubazir. Tiba saatnya acara dan Ajis Doa Ibu serta Gilang Gombloh memecahkan suasana dengan dark jokes soal agama hingga lelucon soal Fiersa Besari. Goodnigh Electric kemudian menjadi band pembuka dengan membawakan tembang-tembang lawas seperti Am i Robot, Teenage Love and Broken Heart, The Supermarket I Am In, hingga lagu syahdu mereka yang saya tunggu-tunggu untuk dibawakan yaitu Im OK.\u00a0
<\/p>\n\n\n\n

Lagu ini pernah menjadi soundtrack <\/em>hidup saya kala menyukai seseorang. Semenjak mendengar dan suka dengan Goodnight Electric saat SMA, baru kali ini Im Ok dibawakan. Goodnight Electric juga kemudian menutup aksi panggung mereka dengan budaya yang tak pernah mereka lewatkan yaitu dengan lagu Rocket Ship Goes By dan tak lupa melemparkan pesawat kertas di dekat penghujung lagu.
<\/p>\n\n\n\n

Jika Goodnight Electric adalah pembukaan yang manis, seperti memberi rangsangan mengingat masa-masa SMA penuh dengan jadwal pensi, maka The Upstairs yang manggung selanjutnya adalah yang meledakkan pesta itu sendiri. Performa enerjik Jimi Multhaza sang vokalis masih saja seperti yang saya ihat 11 tahun lalu saat The Upstairs manggung di depan TVRI. Tak mau melewatkan momen, saya kemudian merapat ke tengah kerumunan dan berdansa resah didalamnya. Benturan-benturan moshpit tak terelakkan tapi saya nikmati karena adrenalin seperti ini jarang lagi bisa ditemukan.
<\/p>\n\n\n\n

Sama seperti Goodnight Electric, The Upstairs menutupnya dengan bijak. Romansa penonton yang hadir akan\u00a0 Pensi ala anak SMA di awal 2000an dan hingga sepuluh tahun setelahnya tak mereka kecewakan. Jimi dkk memilih lagu Matraman sebegai tembang penutup, lagu yang menurut Jimi (saat populer) bisa diputar hingga berulang kali dalam satu hari di radio-radio lokal. Lagu yang kemudian menjadi soundtrack skena persahabatan, cinta, dan tawuran anak SMA kala itu.\u00a0<\/p>\n\n\n\n

Baca: Smoker Traveller: Hero Coffe Kota Tua Semarang<\/a><\/p>\n\n\n\n

The Adams sebagai band ketiga yang tampil lalu datang meneduhkan suasana. Betul, penonton langsung terbuai saat itu oleh suara yang beradu-adu antara Saleh Husein dan Ario Hendarwan. Sing along kemudian jadi hal yang wajib dilakukan saat itu, semuanya menikmati karaoke masal dari lagu-lagu yang dibawakan seperti Hanya Kau, Berwisata, Konservatif, hingga Halo Beni. Suasana kala itu semakin manis saat sang pianis The Adams (hingga kini belum saya ketahui namanya) selalu melemparkan senyumnya ke arah penonton. Ah sial, saat itu saya berada di posisi yang sangat jauh darinya, itu saja sudah membuat saya bergetar.
<\/p>\n\n\n\n

Karena saya memarkir motor di luar area Kuningan City dan hanya dijaga sampai pukul 23:30, akhirnya kami pulang lebih cepat. Saat keluar venue saya memastikan tetap sebats dulu, mereview apa yang menarik terjadi di dalam sana. Saya lantas menarik kesimpulan bahwa dari pengalaman selama hampir tiga jam lebih menikmati konser tanpa rokok, tak terjadi apa-apa dari kami. Tak ada kekhawatiran berlebihan, perubahan mood karena tak merokok, atau keburukan lainnya. Semuanya sama saja dan normal-normal saja.
<\/p>\n\n\n\n

Hanya jika boleh memberi saran kepada pihak pengelola, perampasan rokok tentu mesti dipertimbangkan ulang. Sekali lagi rokok adalah produk legal dan mempunyai aturan yang sudah disepakati terkait pengkonsumsiannya. Lagian, saya kira para perokok sekarang juga sudah mulai tertib terhadap aturan dan tidak ingin merugikan terhadap yang lainnya.<\/p>\n","post_title":"Pengalaman Tiga Jam Lebih Menyaksikan Konser Musik Tanpa Asap Rokok","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"pengalaman-tiga-jam-lebih-menyaksikan-konser-musik-tanpa-asap-rokok","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-09-04 07:32:19","post_modified_gmt":"2019-09-04 00:32:19","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6017","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":6014,"post_author":"877","post_date":"2019-09-03 09:18:50","post_date_gmt":"2019-09-03 02:18:50","post_content":"\n

Masih ingat kemarin, tulisan Djarum yang ada di kaos para atlit olahraga dipermasalahkan KPAI dan kawan-kawannya? Banyak orang-yang omong, ternyata ada orang kaya yang diusik, tapi dia hanya diam tanpa ada kata sedikitpun sebagai pembalasan terhadap yang mengusiknya. Bahkan cenderung mengalah, bikin orang lain gregetan. Kalimat itu yang aku tangkap dari salah satu temen bernama Nur Cholis asal Desa Gribiq, Kabupaten Kudus.<\/p>\n\n\n\n

Seminggunan kemarin, tepatnya Minggu 25 Agustus, teman MTS dulu pulang dari Jakarta. Ia sehari-harinya beraktivitas dan bekerja di sana. Di Jakarta, bersama anak istrinya, yang setiap hari jualan sayuran keliling. <\/p>\n\n\n\n

Kami yang sudah lama tidak ketemu, bahkan lebaran kemarin ternyata dia tak pulang ke Kudus. Pantesan tak ada yang rebut ngajak ngopi, orang yang biasa ngajak ngopi orangnya masih di Jakarta. Memilih lebaran di sana, karena dititipin rumah tetangganya yang katanya sudah seperti keluarganya sendiri yang kala itu baru mudik.\u00a0<\/p>\n\n\n\n

Baca: Sesat pikir KPAI Melarang Audisi Pencarian Bakat Bulutangkis Anak-Anak<\/a><\/p>\n\n\n\n

Temanku itu panggilannya Djumari, rumahnya dulu daerah Kaliwungu Kudus bagian barat. Ia pulang dalam rangka ada acara nikahan saudara dari istrinya. Dasar Djumari, kalau gak ngopi bareng dan ketemu temen-temen gak puas katanya, karena mumpung di Kudus. Ia gunakan kesempatan sebelum datang kesempitan disela-sela acara nikahan saudaranya. Lewat pesan singkat WA, tanpa hitungan jam ajakan ngopi Djumari, langsung di respon banyak teman yang tergabung di group WA. Ada yang tanya kapan datangnya, ada yang komentar besuk aja ngopinya soalnya masih diluar kota, ada yang bilang sore ini aja tancap gas. Djumari menjawabi dan balas komentar teman-teman. Dihari itu, Djumari kayak artis banyak ajakan dan tawaran teman-teman. <\/p>\n\n\n\n

Memang, teman-teman alumni MTS Madrasah Qudsiyyah Kudus kompak sekali, bahkan sudah kayak saudara sendiri semua. Kita sering kumpul walaupun hanya sekedar ngopi, yang penting bertemu dan ngobrol. Tidak jarang, kita ketemu dengan agenda acara resmi dan agak resmi. Seperti disaat salah satu teman punya hajat, bahkan hajat kecilpun kayak acara \u201cmanaqiban\u201d sering mengundang teman lainya. Pasti ada yang bingung apa itu manaqiban<\/em>?. Aku jelasin sebentar, manaqiban itu, acara membaca sejarah Syeih Abdul Qodir Jaelani ulama dahulu setelah masa Shahabat Nabi, yang terkenal alimnya dan sufi serta berkaromah. Nah, bagi kita-kita penggemarnya, sering kali kita baca sejarahnya. Dengan cerita sejarah  Syeih Abdul Qodir Jaelani, kita penggemar berharap agar apa yang kita lakukan dido\u2019akan atau di amini beliau semua urusan kita lancar. Karena menurut kita penggemar, meyakini Syeih Abdul Qodir Jaelani kekasih Tuhan, kalau dalam bahasa Jawa \u201cbolone Gusti Allah\u201d. Ini sekilas penjelasan tentang istilah manaqiban<\/em>, kalau mau tau lebih lanjut, khasiat-khasiatnya, bisa kita diskusi dilain waktu aja. Yang jelas di acara manaqiban<\/em> ini sudah jadi tradisi ada \u201cingkung\u201d ayamnya. Ini yang biasa kita nantikan.<\/p>\n\n\n\n

Kembali ke acara ngopi, disore itu temenku Djumari langsung nentukan tempat ngopi dan waktunya. Kita biasa ngopi ditempat sederhana. Akhirnya, Djumari mutusin habis isya\u2019 kumpul dan ngopi di rumah teman kita satunya namanya Nur Cholis, juga tergabung dalam group WA. Setelah tahu bakal kerumahnya, Nur Cholis langsung komen, lapan enam laksanakan. Aku langsung teringat temenku namanya Fawaz, orang Betawi keturunan Arab, sering kalau jawab pas di WA pakai tulisan lapan enam.\u00a0<\/p>\n\n\n\n

Baca: PB Djarum, Prestasi Bulutangkis Nasional, dan Kegagalan KPAI Memahami Peristiwa<\/a><\/p>\n\n\n\n

Waktu isya\u2019 tiba, suasana mau hujan, sedikit grimis, hawanya lumayan dingin dibanding sebelumnya panas dan gerah. Tapi semangat ngopi dam ngobrol teman-teman tak mengendor. Bahkan di group sudah ada yang ribut, ngajak-ngajak \u201cayo ayo waktunya kopdar tiba, ada bonus banyak rezeki lho\u201d, Rifai namanya, seorang pembicara atau muballig yang sering ceramah di masyarakat. <\/p>\n\n\n\n

Aku datang sekitar jam 20.00, terlihat banyak tema yang sudah pada kumpul, didepannya ada segelas kopi. Maklum kita orang desa ngopinya gak pakai cangkir, tapi pakai gelas es yang tinggi. Dibenakku ini ngopi apa kehausan?, tapi yang penting tetap ngopi dan merokok. Di meja terlihat banyak rokok bermacam-macam mereknya, sesuai kesukaan masing-masing. Ada yang bawa Sukun Putih, ada yang bawa Gudang Garam, kebanyakan bawa LA, tapi ada juga yang bawa rokok bikinan sendiri alias \u201cTingwe\u201d nglinting dewe dirumah ditaruh plastik. Aku coba rokok tingwe itu sambil ngobrol bareng, ternyata lumayan enak ramuan rokoknya, dibanding tingwe tingwe yang pernah aku rasakan. Yang buat tingwe namanya Sutopo, profesinya sehari-hari memang jual beli tembakau. Karena penasaran, sutopo aku tanya, kok enak, ini tembakau mana?. Dijawabnya \u201cbiasa tembakau Temanggung\u201d tapi aku kasih cengkeh kualitas wahid, dan sedikit ramuan saos sendiri (bahannya dirahasiakan), yang jelas katanya bahan saos dari rempah rempah bikinan sendiri. <\/p>\n\n\n\n

Ngobrol kita mengalir tanpa ada sekat dan batasan, malah terkadang pada ngobrol sendiri-sendiri dengan teman didekatnya. Giliran Djumari disuruh cerita pengalamannya, teman teman pada diam, mungkin pada penasaran. Soalnya dulu, sebelum ke Jakarta ia bekerja di Djarum. Ia ceritakan alasannya harus ke Jakarta. Awalnya, sering pulang pergi Jakarta Kudus untuk pengobatan istrinya yang sedang sakit di salah satu pengobatan alternatif disana atas rekomendasi saudaranya yang sudah lama hidup di Jakarta. Ia menceritakan sakit istrinya yang sering pusing, dan pusingnya bukan pusing biasa, dan seringkali istrinya sampai membentur-benturkan kepalanya. Kemudian, saat diharuskan kontinyu pengobatannya, minimal satu tahun agar cepat sembuh, akhirnya ia putusin meninggalkan Kudus sementara, termasuk pekerjaannya. Alhamdulillah istrinya sekarang sudah sembuh total.\u00a0<\/p>\n\n\n\n

Baca: Cacat Pikir KPAI Memaknai Kata Ekploitasi Anak dan Promosi<\/a><\/p>\n\n\n\n

Disela sela nungguin istrinya sakit, ia sering diajak saudaranya jualan sayuran keliling. Nah, walaupun sekarang istrinya sudah sembuh, ia tetap di Jakarta. Sebab dipikirannya, kalau kembali ke Kudus mulai dari awal lagi, mending yang sudah ada didepan mata dijalanin dulu. Nanti pelan-pelan sambil melihat peluang di Kudus, ia pun akan pulang. Obrolan tetap seru, walaupun djarum jam sudah tepat diangka 12.00 malam. Namun domain obrolan lebih pada Djumari sebagai nara sumber, ia menceritakan semua pengalaman dan kejadia yang ia lihat, sampai ia menceritakan berita kalau pabrik Djarum yang dulu pernah ia singgahi, sedang dipermasalahkan KPAI. Memang sebenarnya ia tak paham alur permasalahanya. Tahunya, KPAI gak suka bulu tangkis Djarum berjalan, memusuhi rokok. <\/p>\n\n\n\n

Sebagai orang yang pernah menjadi karyawan Djarum, jadi wajar dan pantas kalau ia membela Djarum, apalagi ia asli Kudus. Saking semangatnya, ia ngomong \u201cnek aku dadi Djarum, tak tuku iku KPAI, paling ora tak lawan\u201d \u201candaikan aku yang punya Djarum, aku beli KPAI, paling tidak dilawan\u201d. Ada yang menyambar omongan, \u201csampek matek kuwe Djum, ogak bakal dadi bos Djarum\u201d \u201csampai mati kamu Djum, tidak akan jadi bos Djarum\u201d haha\u2026\u2026disambut dengan tawa klakaran teman-teman termasuk saya sendiri. Di sela-sela tawa, tuan rumah ngomong \u201cancen gawe gregeten, kenopo Djarum mung meneng, malah ngalah\u201d \u201cbikin gregeten, kenapa Djarum diam dan cenderung mengalah\u201d. <\/p>\n\n\n\n

Nah, ternyata, banyak orang yang sangat simpati dan membela pabrik Djarum, terutama orang Kudus. Rata-rata mereka, tak tahu apa yang harus dilakukan, apa yang harus diperbuat. Sebagai manusia lemah, mereka hanya bisa marah  yang terpendaam dalam hati, dengan melihat kejadian KPAI menyerang Djarum. Coba, andaikan mereka tahu kalau dibelekang KPAI ada kepentingan asing yang mengusik rokok kretek asli Kudus, yang sudah mendarah daging bagi masyarakat Kudus. Pastinya, pembelaanya lebih dari itu, bahkan mungkin mati-matian.
<\/p>\n","post_title":"Cerita di Balik Segelas Kopi untuk Djarum","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"cerita-di-balik-segelas-kopi-untuk-djarum","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-09-03 09:19:00","post_modified_gmt":"2019-09-03 02:19:00","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6014","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":6008,"post_author":"878","post_date":"2019-08-30 15:06:07","post_date_gmt":"2019-08-30 08:06:07","post_content":"\n

Pada mulanya, saya mengira tanaman tembakau ditanam, dirawat, dan dipanen sama dengan kebanyakan tanaman-tanaman semusim lainnya di negeri ini. Ada proses pembibitan, kemudian proses penanaman, lantas tanaman rutin disiram dan diberi pupuk, ada proses perawatan hingga akhirnya dipanen ketika musim panen tiba. Tapi nyatanya, perkiraan saya salah. Tembakau tanaman yang cukup unik. Beda dari banyak tanaman semusim lain yang lazim ditanam petani di banyak tempat di Indonesia.<\/p>\n\n\n\n

Hal paling menonjol yang membedakan tanaman tembakau dengan tanaman semusim lain ada pada masa tanam dan masa panen tiba. Tanaman tembakau menjadi anomali karena ditanam saat musim penghujan akan berakhir. Lalu dipanen ketika musim kemarau sedang berada pada puncaknya. Saat tanaman-tanaman semusim lainnya enggan tumbuh, bahkan rumput sekalipun mengering karena kemarau.<\/p>\n\n\n\n

Tiga tahun belakangan, saya banyak bergaul dengan petani dan buruh tani tembakau di Kabupaten Temanggung, juga dengan anak-anak mereka. Jika sebelumnya saya sekadar penikmat rokok kretek, tiga tahun belakangan, saya mulai tertarik untuk mempelajari seluk-beluk seluruh lini yang mendukung industri kretek nasional. Yang paling menarik minat saya, tentu saja konteks pertanian dan sosial masyarakat yang memproduksi komoditas yang menjadi bahan baku utama produk kretek. Tembakau dan cengkeh.<\/p>\n\n\n\n

Baca: Melihat Petani Tembakau di Temanggung Memanen Tembakau Mereka<\/a><\/p>\n\n\n\n

Dari sekian banyak hal menarik yang disajikan pertanian tembakau hingga proses penjualan hasil panen tembakau yang saya amati di wilayah Kabupaten Temanggung, hal yang terus menerus menarik minat saya dan hingga saat ini belum sepenuhnya saya pahami adalah proses panen tembakau dan penentuan grade tembakau hasil panenan petani. Sama seperti kesalahan saya mengira tanaman tembakau ditanam dan diproses mirip dengan tanaman semusim lainnya, dugaan saya perihal proses panen tembakau juga salah sepenuhnya. Dahulu saya mengira daun-daun yang siap dipanen dari tanaman tembakau ya dipanen begitu saja. Menunggu daun-daun yang tumbuh pada tanaman tembakau siap dipanen, lantas dipanen seluruhnya dalam satu waktu oleh para pekerja di kebun. Nyatanya tidak begitu. Dan lebih rumit dari itu.<\/p>\n\n\n\n

Mayoritas tembakau yang ditanam di wilayah Temanggung berasal dari jenis kemloko. Ada kemloko 1, kemloko 2, dan kemloko 3. Dari ketiga varietas kemloko tersebut, metode panen dan penentuan grade tembakau memiliki tata cara yang sama persis. Seluruh petani di Temanggung menerapkan metode panen yang mirip. Dari metode panen tersebut, ternyata berpengaruh terhadap tingkatan kualitas tembakau yang dipanen, petani di Temanggung kerap menyebut \u2018tiam\u2019 atau \u2018grade\u2019 untuk perbedaan tingkat kualitas tembakau yang dipanen.<\/p>\n\n\n\n

Tidak seperti tanaman semusim lainnya yang dipanen dalam satu waktu, tembakau dipanen bertahap mulai dari daun terbawah pada pohon hingga daun teratas. Dalam satu tanaman tembakau, panen bisa berlangsung sebanyak 13 hingga 15 kali dalam sekali musim tembakau. Jarak antara panen satu dengan panen lainnya, antara lima dan tujuh hari. Dengan kondisi ini, musim panen tembakau di Temanggung atau yang kerap disebut musim \u2018mbakon\u2019 bisa berlangsung selama dua hingga tiga bulan. Tahun ini, panen dimulai pada pertengahan Juli dan diprediksi akan berakhir pada pertengahan Oktober.<\/p>\n\n\n\n

Baca: Tuhan Tidak Menciptakan Tembakau untuk Dibenci dan Dicaci<\/a><\/p>\n\n\n\n

Metode panen seperti itu, yang bertahap dan berjeda dari panen satu daun ke daun lainnya ternyata berpengaruh terhadap tingkatan kualitas daun tembakau. Daun-daun yang dipanen lebih awal, gradenya berada pada grade yang rendah. Grade terus meningkat hingga sampai puncaknya seiring panen-panen selanjutnya pada tanaman yang sama. Dalam satu tanaman tembakau, grade daun sudah pasti berbeda-beda sesuai dengan waktu panenan daun di tanaman tersebut.<\/p>\n\n\n\n

Agar lebih mudah dipahami, mari kita bayangkan sebatang tanaman tembakau yang tumbuh subur dalam kondisi normal dan tanaman itu sudah mulai memasuki masa panen. Pada sebatang tanaman tembakau itu tumbuh sebanyak 17 helai daun dari bawah ke atas. Panen pertama dimulai. Daun paling bawah dari tanaman tembakau itu dipetik untuk dipanen. Hanya satu helai daun saja, yang terbawah. Daun yang pertama dipanen itu, biasanya memiliki grade A. Adakalanya kualitas tembakau pada panenan pertama sudah mulai berada pada grade B. Di beberapa titik bahkan sudah ada yang menghasilkan tembakau grade C. <\/p>\n\n\n\n

Lima hingga tujuh hari kemudian, panen daun kedua dilakukan. Satu daun saja dari sebatang tanaman, daun terbawah yang dipanen. Lima hingga tujuh hari berikutnya lantas dipanen lagi. Begitu seterusnya hingga 12 atau 13 kali panen. Semakin ke atas daun yang dipanen seiring bertambahnya waktu, grade tembakau juga meningkat hingga puncaknya berhenti di grade F. Hanya sedikit tembakau yang bisa melampau grade F, mencapai grade G dan H, itulah tembakau-tembakau jenis srintil berharga jutaan rupiah per kilogramnya.<\/p>\n\n\n\n

Selain waktu panen dan letak daun dalam sebatang tanaman, jenis tanah, unsur hara yang terkandung dalam tanah, asupan embun alami, pancaran sinar matahari yang cukup, serta proses fermentasi dan penjemuran usai daun-daun dipanen, menjadi penentu kualitas tembakau yang menempatkan daun tembakau itu pada grade tertentu. Satu hal lain lagi yang sangat berpengaruh terhadap grade tembakau adalah wilayah tembakau itu ditanam. Ada tiga wilayah tempat tembakau biasa ditanam. Wilayah persawahan (dataran rendah), wilayah tegalan (dataran menengah), dan wilayah gunung (dataran tinggi). Kondisi tanah dan faktor ketinggian dan kondisi geografis lainnya berpengaruh terhadap kualitas tembakau.<\/p>\n\n\n\n

Di wilayah persawahan, tanaman tembakau memang subur dan tumbuh cepat, namun tembakau yang ditanam di sana maksimal hanya bisa menghasilkan tembakau grade D, atau D+. Sedang tembakau yang ditanam di wilayah tegalan, maksimal bisa menghasilkan tembakau grade E hingga E+. Yang terbaik, tentu saja tembakau yang ditanam di wilayah gunung. Meskipun membutuhkan waktu tanam lebih lama dibanding dua wilayah lainnya, rata-rata panenan terakhir mencapai grade F hingga seterusnya dengan tembakau terbaik bernama srintil.   <\/p>\n\n\n\n

Ini sedikit yang saya pelajari di Temanggung hasil belajar langsung dari para petani di sana. Saya tidak tahu dengan metode panen dan penentuan grade tembakau di wilayah lain dengan jenis tembakau lain juga. Menarik sebetulnya mencari tahu di tempat lain. Semoga sekali waktu nanti berkesempatan untuk itu. 
<\/p>\n","post_title":"Penentuan Grade Tembakau di Temanggung","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"penentuan-grade-tembakau-di-temanggung","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-08-30 15:06:14","post_modified_gmt":"2019-08-30 08:06:14","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6008","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5999,"post_author":"877","post_date":"2019-08-28 09:40:02","post_date_gmt":"2019-08-28 02:40:02","post_content":"\n

Direktur Pusat Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Amerika Serikat (CDC), Robert Redfield, mengungkapkan kematian tragis di Illinois memperkuat dugaan karena vape<\/a> atau rokok elektrik. Berita tersebut atas laporan Dinas Kesehatan Illinois yang mengumumkan ada satu pasien yang akhirnya meninggal dunia. Kasus ini kemungkinan jadi kasus pertama kematian akibat penyakit berkaitan dengan vape.
<\/p>\n\n\n\n

Kejadian di atas menjawab keberadaan vape atau rokok elektrik sangat membahayakan. Berbeda dengan resiko rokok kretek, bisa menimbulkan penyakit jika mengkonsumsinya berlebihan atau kebanyakakan, dan hidup tidak seimbang. Misalnya dalam satu hari merokok sampai tiga atau empat bungkus, tanpa makan nasi atau makan-makanan sehat, tanpa olah raga, tanpa minum air putih, selalu didampingi kopi atau teh, istirahatnya kurang dan sebagainya. Maka dipastikan orang tersebut akan jatuh sakit bahkan meninggal dunia.\u00a0<\/p>\n\n\n\n

Baca: Terkuak, Rokok Elektrik Berbahaya bagi Kesehatan<\/a><\/p>\n\n\n\n

Tidak hanya itu, otoritas kesehatan di Amerika Serikat telah berhasil menginvestigasi kemunculan penyakit paru-paru misterius di antara kalangan pengguna rokok elektrik atau vape. Dilaporkan setidaknya ada 195 kasus potensial penyakit paru-paru di 22 Negara karena kena dampak dari vape atau rokok elektrik.
<\/p>\n\n\n\n

Jadi, masyarakat perlu waspada beredarnya vape atau rokok elektrik. Belum lagi, sebetulnya rokok elektrik atau vape, berdampak juga peningkatan perokok anak.\u00a0 Yang menjadi daya tarik bagi anak, selain bentuknya yang elegan, simpel, juga beraroma buah-buahan yang terkemas dalam cairan.<\/strong><\/p>\n\n\n\n

Orang yang mengatakan bahwa vape atau rokok elektrik lebih mensehatkan dari pada rokok kretek, pendapat tersebut sangat keliru. Disampaing efek dari rangkaian listrik dan battre juga cairan dalam rokok elektrik berpengaruh terhadap resiko jantung.  <\/p>\n\n\n\n

Hasil penelitian yang diterbitkan dalam Journal of American College of Cardiology pada Mei lalu ini menambah bukti bahwa cairan rokok elektrik dapat menghambat fungsi sel-sel tubuh yang berperan dalam kesehatan jantung. Cairan dalam vape atau rokok elektrik pada akhirnya merusak sel-sel yang melapisi pembuluh darah. <\/p>\n\n\n\n

Keberadaan vape atau rokok elektrik di pasaran sangat membahayakan bagi orang Indonesia, terlebih pemuda-pemuda, yang banyak memilih merokok vape aatau rokok elektri. Menurutnya, selain bentuk kecil, simpel dibawa dan ada aroma buah-buahan sesuai selera. Akan tetapi dibalik bentuknya yang bagus, menyembunyikan banyak penyakit ketika dikonsumsi.\u00a0<\/p>\n\n\n\n

Baca: Kata Siapa Lebih Sehat? Perokok Elektrik Berisiko Terjangkit Penyakit Kardiovaskular<\/a><\/p>\n\n\n\n

Hingga kini CDC masih melakukan investigasi lebih lanjut, dengan mengimbau agar para dokter mengumpulkan data dan sampel bila menemukan pasien dengan gejala penyakit paru serupa, tentunya akibat rokok elektrik atau vape. Bentuk dan merek rokok elektrik dan vape banyak varian dan banyak merek. JUUL termasuk merek rokok elektrik atau vape yang saat ini naik daun.\u00a0<\/p>\n\n\n\n

Ada yang mengatakan bahwa tak tepat membandingkan rokok tembakau dengan rokok elektrik. Ya benar tak tepat, karena rokok elektrik atau vape resikonya sangat tinggi. Sedang rokok tembakau resikonya kecil, apa lagi rokok kretek mungkin resikonya sangat kecil sekali terhadap tubuh. Alasannya, munculnya rokok kretek bertujuan untuk pengobatan sakit bengek, dan tujuannya berhasil. Hingga banyak orang melakukan pemesanan rokok kretek saat itu, rokok kretek belum sebagai industri besar masih bersifat rumahan,  keadaan tersebut sekitar abad 19. <\/p>\n\n\n\n

Dalam studi ini, tim peneliti menemukan bukti efek toksik pada sel-sel yang melapisi pembuluh darah dan melindungi jantung. Beberapa bukti tersebut termasuk di antaranya gangguan pada fungsi sel dan munculnya tanda-tanda peradangan. Para peneliti mengamati bagaimana respons sel saat bersentuhan dengan cairan rokok elektrik. Efek yang paling kentara terlihat pada cairan dengan rasa kayu manis.<\/p>\n\n\n\n

Baca: Riset Kesehatan Rokok Elektrik<\/a><\/p>\n\n\n\n

Sekelompok ahli kardiovaskular dari University of Massachusetts menganjurkan peneliti agar melakukan uji rokok elektrik atau vape lebih yang beraroma. Karena sumsi sementara, produk vape atau rokok elektrik yang beraroma dan punya pilihan rasa lebih berbahaya dari pada rokok vape natural. Namun yang banyak beredar dipasaran, justru yang beraroma dan berasa buah-buahan, dari pada yang natural. <\/p>\n\n\n\n

Studi pada 2018 lalu menunjukkan, penggunaan rokok elektrik harian berisiko terhadap serangan jantung, meski dengan probabilitas yang lebih rendah daripada perokok tembakau. Menurut dr Lawrence Phillips pakar kardiovaskular NYU Langone Health mengatakan \u201cKita melihat semakin banyak bukti bahwa rokok elektrik berhubungan dengan peningkatan risiko serangan jantung\u201d.<\/p>\n\n\n\n

Dari hasil pakar dan hasil studi di atas menegaskan bahwa keberadaan rokok vape atau rokok elektrik, resikonya sangat besar. Bahan utama rokok vape atau elektrik yang paling besar memberikan efek negatif pada tubuh manusia adalah cairan perasa. Akibat cairan perasa dalam rokok elektrik  atau vape termasuk merek JUUL beresiko terjadi peradangan, terjangkit penyakit jantung dan paru-paru akut, selanjutnya berakibat kematian. <\/p>\n\n\n\n

Untuk itu, demi masa depan bangsa Indonesia harusnya ada regulasi pelarangan peredaran rokok elektrik atau vape yang nyata-nyata telah ada kasus dengan didukung beberapa riset dan studi tentang konten rokok elektrik atau vape, yang hasilnya mempunyai resiko tinggi dapat menyebabkan penyakit berujung kematian.         
<\/p>\n","post_title":"Perokok Elektrik Berisiko Besar Terjangkit Penyakit Mematikan","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"perokok-elektrik-berisiko-besar-terjangkit-penyakit-mematikan","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-08-28 09:40:09","post_modified_gmt":"2019-08-28 02:40:09","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5999","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5988,"post_author":"855","post_date":"2019-08-24 10:41:28","post_date_gmt":"2019-08-24 03:41:28","post_content":"\n

Sumber permasalahan besar dunia pertembakauan sejatinya bukan iklim dan hama, melainkan kebijakan pemerintah dan para plolitisi yang ikut serta membicarakannya, tanpa dasar yang kuat, adil dan cenderung ugal-ugalan.
<\/p>\n\n\n\n

Jika orang dahulu tidak berani bicara kecuali kepada hal-hal yang benar-benar diketahui, kali ini banyak sekali orang yang banyak bicara daripada membaca, baik buku maupun alam kauniyah (dunia nyata). Maka jangan heran, jika tidak sedikit politisi dan pemerintah yang gagal paham dunia pertembakau, dari berbagai sisi, karena mereka mendapatkan informasi sepotong-sepotong, tanpa ada usaha untuk tabayyun <\/em>lebih mendalam apalagi turun ke ladang untuk memastikan.
<\/p>\n\n\n\n

Kini hama petani muncul lagi dari kalangan politisi. Sebut saja namanya Sukamta (nama asli) yang kini menjabat sebagai sekretaris Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS). Kenapa semua orang yang terkait dengan industri hasil tembakau (petani, buruh, dsb) dianggap tidak sejahtera, ya karena partai yang harusnya adil saja tidak mampu berbuat adil, bahkan dalam pikiran dan apa yang keluar dari mulutnya.<\/p>\n\n\n\n

Baca: Tuhan Tidak Menciptakan Tembakau untuk Dibenci dan Dicaci<\/a>
<\/p>\n\n\n\n

Tidak perlu bicara terlalu jauh. Mari kita kita uji omongan Sukamta yang dimuat situs ayosemarang.com, 22 Agustus 2019. Omongan yang sejatinya sebuah template dan selalu dipakai oleh antirokok. Semacam gaya kampanye sholih li kulli zaman wal makan, <\/em>meski dibangun dari logika berantakan dan cenderung mengutamakan kengawuran daripada analisa yang mendalam. Ya memang itulah keistimewaan antirokok, anti terhadap data valid dan percaya diri berlebihan dalam kesesatan berpikir.
<\/p>\n\n\n\n

Bagi Sukamta, harga rokok di Indonesia, sebuah negeri yang besar salah satunya ditopang oleh dunia pertembakauan, harus dinaikkan 700 persen. Alasannya supaya orang miskin tidak dapat membeli rokok. Jika orang miskin yang merokok jatuh sakit, maka negara melalui (Jaminan Kesehatan Nasional) JKN rugi menanggung biayanya. Tentu saja ini berbeda dengan, orang kaya boleh makan junkfood<\/em>, minuman bersoda, dan berlaku semaunya, karena jika jatuh sakit mereka bisa membiayai sendiri dan dapat memperkaya negara.
<\/p>\n\n\n\n

Cara sistematis ini akan diduplikasi dan diperbarui terus menerus. Bermula dari seorang sakit yang berobat ke dokter, jika ia merokok maka dokter akan berkata, \u201cbapak sakit karena rokok\u201d, dan dokter tidak secara jujur bahwa penyakit itu datang dari sebab apapun, bisa gula, bisa gaya hidup yang berantakan, kurang minum air putih, stres dengan obat mahal, dsb.
<\/p>\n\n\n\n

Kenapa Sukamta cenderung ingin menaikkan harga rokok untuk menyelesaikan permasalahan JKN yang rumit itu? Ya karena sudah menjadi tabiat antirokok, bahwa berpikir keras untuk mencari solusi adalah buang-buang waktu, makanya rokok akan disalahkan supaya permasalahan menjadi lekas selesai. 
<\/p>\n\n\n\n

Coba kita kembali ke tahun 2018, saat BPJS Kesehatan defisit dan ditambal oleh cukai rokok. Para pegiat kesehatan beralasan, jumlah masyarakat sakit yang kian bertambah dan narasi yang kemudian dibangun; sakit-sakit itu disebabkan oleh rokok. Tidak berhenti sampai di situ, beragam alasan yang penting pengelola kesehatan \u201cselamat\u201d banyak digaungkan di media (tanpa ada sikap ksatria untuk mengakui bahwa memang masih banyak masalah dalam JKN, baik pengelolaan maupun skema yang lebih baik, yang perlu dicarikan solusi).<\/p>\n\n\n\n

Baca: Kegagalan Lakpesdam PBNU dalam Melihat Produk Tembakau Alternatif<\/a><\/p>\n\n\n\n

Koordinator Advokasi BPJS Watch, Timboel Siregar, megkritisi beragam narasi yang dibangun oleh pegiat kesehatan. Ia mengusulkan agar BPJS fokus pada pengawasan penetapan inasibijis oleh pihak rumah sakit. Timboel menilai, inasibijis merupakan gerbang terjadinya defisit BPJS Kesehatan. Inasibijis (INA-CGB) merupakan sebuah singkatan dari Indonesia Case Base Gropus, yakni sebuah aplikasi yang digunakan rumah sakit untuk mengajukan klaim pada pemerintah. (bisnis.com)
<\/p>\n\n\n\n

Kita tidak pernah tau, apa yang dilakukan rumah sakit terhadap pasien-pasien yang membayar BPJS. Kita juga tidak pernah tau jika ada pasien BPJS kelas I diberi fasilitas kelas II atau III, dan rumah sakit mengklaim biaya kelas I ke negara. Tentu saja yang demikian ini tidak penting bagi antirokok. <\/p>\n\n\n\n

Baca: Ada Campur Tangan Bloomberg dalam Surat Edaran Menkes terkait Pemblokiran Iklan Rokok<\/a><\/p>\n\n\n\n

Sukamta juga bilang, orang-orang yang kecanduan merokok dan mampu membeli rokok yang mahal, dipersilahkan tetap merokok asal menanggung sendiri biaya pengobatan akibat penyakit karena rokok. Asalkan dampak buruk akibat konsumsi rokok tidak membebani negara kerena pemasukan dari cukai tembakau tidak sebanding dengan biaya yang harus dikeluarkan negara. (ayosemarang.com)
<\/p>\n\n\n\n

Bagi saya pribadi, ini adalah statemen yang sangat lucu. Sejak kapan sih negara betul-betul hadir dan perhatian terhadap kesehatan masyarakat, khususnya di pedesaan dan pedalaman? Kalau ada pun, menjalankannya setengah hati. Dan sejak kapan rokok itu menjadi candu, padahal yang candu itu kekuasaan dan menjadikan masyarakat sebagai jembatan untuk menuju \u201ckekuasaan dalam negara\u201d? 
<\/p>\n\n\n\n

Sukamta juga menganggap, bahwa perokok bukan orang yang produktif? Faktanya? Setahu saya orang-orang yang merokok punya produtivitas tinggi, mereka hidup sebagaimana keringat yang diperas setiap hari. Tanpa berharap kepada negara apalagi Sukamta.
<\/p>\n\n\n\n

Sekadar saran saja, sebaiknya PKS tidak perlu ngelantur bicara rokok. Silahkan bicara, asalkan keadilan sosial sebagaimana nama partainya tidak hanya selesai pada tataran konsepsi dan gagah-gagahan, melainkan pada tahap tindakan dan contoh konkrit atasnya.
<\/p>\n","post_title":"Ketika PKS Bicara Rokok","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"ketika-pks-bicara-rokok","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-08-24 10:51:25","post_modified_gmt":"2019-08-24 03:51:25","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5988","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":35},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"epic_block_3"};

\n

Ketiga<\/em>, tidah faham media dan konten rokok elektri dengan rokok non elektrik. Namanya elektrik pastinya pakai media listrik untuk pembakarannya. Kalau begitu, coba bandingkan, air hasil pemanasan pakai listrik dengan pemanasan pakai api (kompor), hasilnya pasti bagusan kompor. Kok bisa?, jawabnya mudah, kalau bagusan listrik sudah lama pemerintah mencanangkan program pemanas pakai listrik tidak pakai kompor. Nyatanya pemerintah membuat program kompor gas. Yang menimbulkan masalah baru, terjadi peledakan, kelangkaan, harga naik terus dan sebagainya. Justru masyarakat lebih nyaman dan aman pakai minyak. Namaun karena sudah menjadi program pemerintah, masyarakat kecil tak bisa berbuat lebih. Sekarang konten rokok elektrik dan non elektrik. <\/p>\n\n\n\n

Jelas rokok elektrik memakai proses bahan kimia (buatan) untuk mengolah tembakau, sehingga setelah jadi uap kemudian dibantu pembakaran pakai media listrik menghasilkan asap. Akibatnya asap yang dikeluarkan sangat banyak kayak asap knalpot. Beda dengan rokok non elektrik, bahannya asli pembakarannya natural (api). Api diciptakan Tuhan sebagai pemanas untuk penyeimbang alam (baca kitab tafsir Jalalain). Jadi rokok elektrik memakai proses kimia buatan, sedang rokok memakai proses kimia natural. Rokok sendiri ada dua jenis. Rokok putih dan rokok kretek. Rokok putih hanya menggunakan tembakau, rokok kretek menggunakan tembakau dan cengkeh. Tembakau dan cengkeh jika dibakar menghasilkan senyawa dan menyatu yang dapat sebagai media pengobatan. Beda dengan rokok yang kontennya pakai tembakau saja, maka yang dihasilkan tidak bisa untuk pengobatan.  <\/p>\n\n\n\n

Keempat<\/em>,  baik rokok elektrik dan rokok putih bukan asli Indonesia. Bahkan bahan baku dan produksinya pun tidak di Indonesia. Beda dengan rokok kretek, mulai dari bahan baku dari petani Indonesia yang tersebar di bumi Indonesia, pekerja dan produksinya di Tanah Air ini. Artinya rokok kretek sebagai industri padat karya, yang menghidupi banyak saudara kita. Sehingga ketika memusuhi rokok kretek sama dengan memusuhi saudara sendiri. Ketika membela rokok impor sama dengan membela penjajah. <\/p>\n\n\n\n

Penjelasan perbedaan tiap rokok di atas sengaja tidak dijelaskan pakai rumus matematika atau rumus kimia. Karena kalau dijelaskan hanya orang-orang tertentu yang faham. Namun pada intinya, rokok kretek menyehatkan, rokok jenis lain kebalikannya. Buktinya, sejarah penemuan kretek sebagai media pengobatan sakit bengek atau pernafasan, cengkeh sampai detik ini paling bagus sebagai bahan obat rasa sakit, membuat badan hangat dan sebagainya. Jadi asap rokok (bukan kretek ) apapun jenisnya sangat berbeda dengan asap rokok kretek.  
<\/p>\n","post_title":"Logika Asap Rokok Elektrik dan Asap Kretek Itu Beda","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"logika-asap-rokok-elektrik-dan-asap-kretek-itu-beda","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-09-05 10:09:14","post_modified_gmt":"2019-09-05 03:09:14","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6039","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":6017,"post_author":"919","post_date":"2019-09-04 07:32:17","post_date_gmt":"2019-09-04 00:32:17","post_content":"\n

Saya langsung mengiyakan untuk membeli tiket konser \u2018Tiba-tiba Sudddenly Pensi Road to Gudfest\u2019<\/em> saat diberitahu teman saya bahwa The Upstairs, The Adams, Goodnight Electric, dan Club Eighties akan manggung di sana. Kebetulan teman saya juga yang membelikan tiket tersebut untuk memastikan saya ikut hadir dan menemaninya datang pada perhelatan musik yang berlangsung di Ballroom Kuningan City, Jakarta, 27 Agustus 2019.
<\/p>\n\n\n\n

Boleh dikata saya termasuk orang yang jarang menikmati pentas musik di beberapa tahun belakangan ini. Selain faktor kesibukan, era digital yang merambah segala lini membuat saya mungkin lebih simpel untuk mendengarkan musik via spotify atau youtube. Tentu ada nilai minusnya yaitu euforia yang kurang saya dapatkan jika tak mendatangi konser musik secara langsung.
<\/p>\n\n\n\n

Karena jarang menikmati konser musik belakangan ini, ada satu peraturan yang cukup menarik perhatian saya yaitu dilarang merokok di dalam venue<\/em>. Pertama saya bisa memaklumi itu mengingat venue indoor<\/em> dan ber-ac. Pertanyaan dalam benak saya lalu tersirat, apa nikmatnya menikmati musik terutama saat konser tanpa menghisap rokok? Tapi bagi saya ini tentu jadi tantangan, karena saya juga bisa memastikan bahwa rokok bukanlah candu dan sebagai perokok juga bisa tertib mengikuti peraturan yang ada.<\/strong>
<\/p>\n\n\n\n

Saya kemudian tiba di tempat acara. Saya lantas membeli beberapa minuman dan asyik merokok serta ngobrol dengan teman saya di luar venue<\/em>. Ketika mendekati jadwal open gate<\/em>, kami berbaris rapih untuk masuk ke dalam. Ada satu hal yang menyita perhatian, ternyata rokok kami pun disita. Jika hanya korek kami bisa memaklumi, namun penyitaan terhadap rokok tentu tak masuk di akal. Akhirnya kami mengakalinya dengan menaruh rokok kami di luar, di tempat yang tak mencolok. Adegan ini jika direka ulang laiaknya seorang yang mencoba untuk menyembunyikan narkotika, padahal rokok sejatinya adalah barang legal.<\/p>\n\n\n\n

Baca: Smoker Travellers: Menengok Fasilitas Ruangan Merokok di Bandara Kulon Progo<\/a>
<\/p>\n\n\n\n

Mungkin saya tidak memerhatikan peraturan yang ada apabila ternyata rokok tidak boleh di bawa masuk ke dalam. Namun jika dilarang, baiknya penyelenggara bisa menyediakan tempat penitipan rokok. Bukan apa-apa, mubazir rasanya jika satu bungkus harus dibuang, apalagi perokok yang hadir juga nampaknya mematuhi peraturan dilarang merokok di dalam. Peraturan ini juga nampaknya mesti dikaji ulang karena jika mengacu pada Perda KTR tentu tidak disebutkan.
<\/p>\n\n\n\n

Akhirnya kami pun mengikhlaskan, walau sejatinya harus jua bertindak licik dengan menyembunyikan rokok kami di luar. Bukan apa-apa ini lebih faktor mubazir. Tiba saatnya acara dan Ajis Doa Ibu serta Gilang Gombloh memecahkan suasana dengan dark jokes soal agama hingga lelucon soal Fiersa Besari. Goodnigh Electric kemudian menjadi band pembuka dengan membawakan tembang-tembang lawas seperti Am i Robot, Teenage Love and Broken Heart, The Supermarket I Am In, hingga lagu syahdu mereka yang saya tunggu-tunggu untuk dibawakan yaitu Im OK.\u00a0
<\/p>\n\n\n\n

Lagu ini pernah menjadi soundtrack <\/em>hidup saya kala menyukai seseorang. Semenjak mendengar dan suka dengan Goodnight Electric saat SMA, baru kali ini Im Ok dibawakan. Goodnight Electric juga kemudian menutup aksi panggung mereka dengan budaya yang tak pernah mereka lewatkan yaitu dengan lagu Rocket Ship Goes By dan tak lupa melemparkan pesawat kertas di dekat penghujung lagu.
<\/p>\n\n\n\n

Jika Goodnight Electric adalah pembukaan yang manis, seperti memberi rangsangan mengingat masa-masa SMA penuh dengan jadwal pensi, maka The Upstairs yang manggung selanjutnya adalah yang meledakkan pesta itu sendiri. Performa enerjik Jimi Multhaza sang vokalis masih saja seperti yang saya ihat 11 tahun lalu saat The Upstairs manggung di depan TVRI. Tak mau melewatkan momen, saya kemudian merapat ke tengah kerumunan dan berdansa resah didalamnya. Benturan-benturan moshpit tak terelakkan tapi saya nikmati karena adrenalin seperti ini jarang lagi bisa ditemukan.
<\/p>\n\n\n\n

Sama seperti Goodnight Electric, The Upstairs menutupnya dengan bijak. Romansa penonton yang hadir akan\u00a0 Pensi ala anak SMA di awal 2000an dan hingga sepuluh tahun setelahnya tak mereka kecewakan. Jimi dkk memilih lagu Matraman sebegai tembang penutup, lagu yang menurut Jimi (saat populer) bisa diputar hingga berulang kali dalam satu hari di radio-radio lokal. Lagu yang kemudian menjadi soundtrack skena persahabatan, cinta, dan tawuran anak SMA kala itu.\u00a0<\/p>\n\n\n\n

Baca: Smoker Traveller: Hero Coffe Kota Tua Semarang<\/a><\/p>\n\n\n\n

The Adams sebagai band ketiga yang tampil lalu datang meneduhkan suasana. Betul, penonton langsung terbuai saat itu oleh suara yang beradu-adu antara Saleh Husein dan Ario Hendarwan. Sing along kemudian jadi hal yang wajib dilakukan saat itu, semuanya menikmati karaoke masal dari lagu-lagu yang dibawakan seperti Hanya Kau, Berwisata, Konservatif, hingga Halo Beni. Suasana kala itu semakin manis saat sang pianis The Adams (hingga kini belum saya ketahui namanya) selalu melemparkan senyumnya ke arah penonton. Ah sial, saat itu saya berada di posisi yang sangat jauh darinya, itu saja sudah membuat saya bergetar.
<\/p>\n\n\n\n

Karena saya memarkir motor di luar area Kuningan City dan hanya dijaga sampai pukul 23:30, akhirnya kami pulang lebih cepat. Saat keluar venue saya memastikan tetap sebats dulu, mereview apa yang menarik terjadi di dalam sana. Saya lantas menarik kesimpulan bahwa dari pengalaman selama hampir tiga jam lebih menikmati konser tanpa rokok, tak terjadi apa-apa dari kami. Tak ada kekhawatiran berlebihan, perubahan mood karena tak merokok, atau keburukan lainnya. Semuanya sama saja dan normal-normal saja.
<\/p>\n\n\n\n

Hanya jika boleh memberi saran kepada pihak pengelola, perampasan rokok tentu mesti dipertimbangkan ulang. Sekali lagi rokok adalah produk legal dan mempunyai aturan yang sudah disepakati terkait pengkonsumsiannya. Lagian, saya kira para perokok sekarang juga sudah mulai tertib terhadap aturan dan tidak ingin merugikan terhadap yang lainnya.<\/p>\n","post_title":"Pengalaman Tiga Jam Lebih Menyaksikan Konser Musik Tanpa Asap Rokok","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"pengalaman-tiga-jam-lebih-menyaksikan-konser-musik-tanpa-asap-rokok","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-09-04 07:32:19","post_modified_gmt":"2019-09-04 00:32:19","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6017","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":6014,"post_author":"877","post_date":"2019-09-03 09:18:50","post_date_gmt":"2019-09-03 02:18:50","post_content":"\n

Masih ingat kemarin, tulisan Djarum yang ada di kaos para atlit olahraga dipermasalahkan KPAI dan kawan-kawannya? Banyak orang-yang omong, ternyata ada orang kaya yang diusik, tapi dia hanya diam tanpa ada kata sedikitpun sebagai pembalasan terhadap yang mengusiknya. Bahkan cenderung mengalah, bikin orang lain gregetan. Kalimat itu yang aku tangkap dari salah satu temen bernama Nur Cholis asal Desa Gribiq, Kabupaten Kudus.<\/p>\n\n\n\n

Seminggunan kemarin, tepatnya Minggu 25 Agustus, teman MTS dulu pulang dari Jakarta. Ia sehari-harinya beraktivitas dan bekerja di sana. Di Jakarta, bersama anak istrinya, yang setiap hari jualan sayuran keliling. <\/p>\n\n\n\n

Kami yang sudah lama tidak ketemu, bahkan lebaran kemarin ternyata dia tak pulang ke Kudus. Pantesan tak ada yang rebut ngajak ngopi, orang yang biasa ngajak ngopi orangnya masih di Jakarta. Memilih lebaran di sana, karena dititipin rumah tetangganya yang katanya sudah seperti keluarganya sendiri yang kala itu baru mudik.\u00a0<\/p>\n\n\n\n

Baca: Sesat pikir KPAI Melarang Audisi Pencarian Bakat Bulutangkis Anak-Anak<\/a><\/p>\n\n\n\n

Temanku itu panggilannya Djumari, rumahnya dulu daerah Kaliwungu Kudus bagian barat. Ia pulang dalam rangka ada acara nikahan saudara dari istrinya. Dasar Djumari, kalau gak ngopi bareng dan ketemu temen-temen gak puas katanya, karena mumpung di Kudus. Ia gunakan kesempatan sebelum datang kesempitan disela-sela acara nikahan saudaranya. Lewat pesan singkat WA, tanpa hitungan jam ajakan ngopi Djumari, langsung di respon banyak teman yang tergabung di group WA. Ada yang tanya kapan datangnya, ada yang komentar besuk aja ngopinya soalnya masih diluar kota, ada yang bilang sore ini aja tancap gas. Djumari menjawabi dan balas komentar teman-teman. Dihari itu, Djumari kayak artis banyak ajakan dan tawaran teman-teman. <\/p>\n\n\n\n

Memang, teman-teman alumni MTS Madrasah Qudsiyyah Kudus kompak sekali, bahkan sudah kayak saudara sendiri semua. Kita sering kumpul walaupun hanya sekedar ngopi, yang penting bertemu dan ngobrol. Tidak jarang, kita ketemu dengan agenda acara resmi dan agak resmi. Seperti disaat salah satu teman punya hajat, bahkan hajat kecilpun kayak acara \u201cmanaqiban\u201d sering mengundang teman lainya. Pasti ada yang bingung apa itu manaqiban<\/em>?. Aku jelasin sebentar, manaqiban itu, acara membaca sejarah Syeih Abdul Qodir Jaelani ulama dahulu setelah masa Shahabat Nabi, yang terkenal alimnya dan sufi serta berkaromah. Nah, bagi kita-kita penggemarnya, sering kali kita baca sejarahnya. Dengan cerita sejarah  Syeih Abdul Qodir Jaelani, kita penggemar berharap agar apa yang kita lakukan dido\u2019akan atau di amini beliau semua urusan kita lancar. Karena menurut kita penggemar, meyakini Syeih Abdul Qodir Jaelani kekasih Tuhan, kalau dalam bahasa Jawa \u201cbolone Gusti Allah\u201d. Ini sekilas penjelasan tentang istilah manaqiban<\/em>, kalau mau tau lebih lanjut, khasiat-khasiatnya, bisa kita diskusi dilain waktu aja. Yang jelas di acara manaqiban<\/em> ini sudah jadi tradisi ada \u201cingkung\u201d ayamnya. Ini yang biasa kita nantikan.<\/p>\n\n\n\n

Kembali ke acara ngopi, disore itu temenku Djumari langsung nentukan tempat ngopi dan waktunya. Kita biasa ngopi ditempat sederhana. Akhirnya, Djumari mutusin habis isya\u2019 kumpul dan ngopi di rumah teman kita satunya namanya Nur Cholis, juga tergabung dalam group WA. Setelah tahu bakal kerumahnya, Nur Cholis langsung komen, lapan enam laksanakan. Aku langsung teringat temenku namanya Fawaz, orang Betawi keturunan Arab, sering kalau jawab pas di WA pakai tulisan lapan enam.\u00a0<\/p>\n\n\n\n

Baca: PB Djarum, Prestasi Bulutangkis Nasional, dan Kegagalan KPAI Memahami Peristiwa<\/a><\/p>\n\n\n\n

Waktu isya\u2019 tiba, suasana mau hujan, sedikit grimis, hawanya lumayan dingin dibanding sebelumnya panas dan gerah. Tapi semangat ngopi dam ngobrol teman-teman tak mengendor. Bahkan di group sudah ada yang ribut, ngajak-ngajak \u201cayo ayo waktunya kopdar tiba, ada bonus banyak rezeki lho\u201d, Rifai namanya, seorang pembicara atau muballig yang sering ceramah di masyarakat. <\/p>\n\n\n\n

Aku datang sekitar jam 20.00, terlihat banyak tema yang sudah pada kumpul, didepannya ada segelas kopi. Maklum kita orang desa ngopinya gak pakai cangkir, tapi pakai gelas es yang tinggi. Dibenakku ini ngopi apa kehausan?, tapi yang penting tetap ngopi dan merokok. Di meja terlihat banyak rokok bermacam-macam mereknya, sesuai kesukaan masing-masing. Ada yang bawa Sukun Putih, ada yang bawa Gudang Garam, kebanyakan bawa LA, tapi ada juga yang bawa rokok bikinan sendiri alias \u201cTingwe\u201d nglinting dewe dirumah ditaruh plastik. Aku coba rokok tingwe itu sambil ngobrol bareng, ternyata lumayan enak ramuan rokoknya, dibanding tingwe tingwe yang pernah aku rasakan. Yang buat tingwe namanya Sutopo, profesinya sehari-hari memang jual beli tembakau. Karena penasaran, sutopo aku tanya, kok enak, ini tembakau mana?. Dijawabnya \u201cbiasa tembakau Temanggung\u201d tapi aku kasih cengkeh kualitas wahid, dan sedikit ramuan saos sendiri (bahannya dirahasiakan), yang jelas katanya bahan saos dari rempah rempah bikinan sendiri. <\/p>\n\n\n\n

Ngobrol kita mengalir tanpa ada sekat dan batasan, malah terkadang pada ngobrol sendiri-sendiri dengan teman didekatnya. Giliran Djumari disuruh cerita pengalamannya, teman teman pada diam, mungkin pada penasaran. Soalnya dulu, sebelum ke Jakarta ia bekerja di Djarum. Ia ceritakan alasannya harus ke Jakarta. Awalnya, sering pulang pergi Jakarta Kudus untuk pengobatan istrinya yang sedang sakit di salah satu pengobatan alternatif disana atas rekomendasi saudaranya yang sudah lama hidup di Jakarta. Ia menceritakan sakit istrinya yang sering pusing, dan pusingnya bukan pusing biasa, dan seringkali istrinya sampai membentur-benturkan kepalanya. Kemudian, saat diharuskan kontinyu pengobatannya, minimal satu tahun agar cepat sembuh, akhirnya ia putusin meninggalkan Kudus sementara, termasuk pekerjaannya. Alhamdulillah istrinya sekarang sudah sembuh total.\u00a0<\/p>\n\n\n\n

Baca: Cacat Pikir KPAI Memaknai Kata Ekploitasi Anak dan Promosi<\/a><\/p>\n\n\n\n

Disela sela nungguin istrinya sakit, ia sering diajak saudaranya jualan sayuran keliling. Nah, walaupun sekarang istrinya sudah sembuh, ia tetap di Jakarta. Sebab dipikirannya, kalau kembali ke Kudus mulai dari awal lagi, mending yang sudah ada didepan mata dijalanin dulu. Nanti pelan-pelan sambil melihat peluang di Kudus, ia pun akan pulang. Obrolan tetap seru, walaupun djarum jam sudah tepat diangka 12.00 malam. Namun domain obrolan lebih pada Djumari sebagai nara sumber, ia menceritakan semua pengalaman dan kejadia yang ia lihat, sampai ia menceritakan berita kalau pabrik Djarum yang dulu pernah ia singgahi, sedang dipermasalahkan KPAI. Memang sebenarnya ia tak paham alur permasalahanya. Tahunya, KPAI gak suka bulu tangkis Djarum berjalan, memusuhi rokok. <\/p>\n\n\n\n

Sebagai orang yang pernah menjadi karyawan Djarum, jadi wajar dan pantas kalau ia membela Djarum, apalagi ia asli Kudus. Saking semangatnya, ia ngomong \u201cnek aku dadi Djarum, tak tuku iku KPAI, paling ora tak lawan\u201d \u201candaikan aku yang punya Djarum, aku beli KPAI, paling tidak dilawan\u201d. Ada yang menyambar omongan, \u201csampek matek kuwe Djum, ogak bakal dadi bos Djarum\u201d \u201csampai mati kamu Djum, tidak akan jadi bos Djarum\u201d haha\u2026\u2026disambut dengan tawa klakaran teman-teman termasuk saya sendiri. Di sela-sela tawa, tuan rumah ngomong \u201cancen gawe gregeten, kenopo Djarum mung meneng, malah ngalah\u201d \u201cbikin gregeten, kenapa Djarum diam dan cenderung mengalah\u201d. <\/p>\n\n\n\n

Nah, ternyata, banyak orang yang sangat simpati dan membela pabrik Djarum, terutama orang Kudus. Rata-rata mereka, tak tahu apa yang harus dilakukan, apa yang harus diperbuat. Sebagai manusia lemah, mereka hanya bisa marah  yang terpendaam dalam hati, dengan melihat kejadian KPAI menyerang Djarum. Coba, andaikan mereka tahu kalau dibelekang KPAI ada kepentingan asing yang mengusik rokok kretek asli Kudus, yang sudah mendarah daging bagi masyarakat Kudus. Pastinya, pembelaanya lebih dari itu, bahkan mungkin mati-matian.
<\/p>\n","post_title":"Cerita di Balik Segelas Kopi untuk Djarum","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"cerita-di-balik-segelas-kopi-untuk-djarum","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-09-03 09:19:00","post_modified_gmt":"2019-09-03 02:19:00","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6014","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":6008,"post_author":"878","post_date":"2019-08-30 15:06:07","post_date_gmt":"2019-08-30 08:06:07","post_content":"\n

Pada mulanya, saya mengira tanaman tembakau ditanam, dirawat, dan dipanen sama dengan kebanyakan tanaman-tanaman semusim lainnya di negeri ini. Ada proses pembibitan, kemudian proses penanaman, lantas tanaman rutin disiram dan diberi pupuk, ada proses perawatan hingga akhirnya dipanen ketika musim panen tiba. Tapi nyatanya, perkiraan saya salah. Tembakau tanaman yang cukup unik. Beda dari banyak tanaman semusim lain yang lazim ditanam petani di banyak tempat di Indonesia.<\/p>\n\n\n\n

Hal paling menonjol yang membedakan tanaman tembakau dengan tanaman semusim lain ada pada masa tanam dan masa panen tiba. Tanaman tembakau menjadi anomali karena ditanam saat musim penghujan akan berakhir. Lalu dipanen ketika musim kemarau sedang berada pada puncaknya. Saat tanaman-tanaman semusim lainnya enggan tumbuh, bahkan rumput sekalipun mengering karena kemarau.<\/p>\n\n\n\n

Tiga tahun belakangan, saya banyak bergaul dengan petani dan buruh tani tembakau di Kabupaten Temanggung, juga dengan anak-anak mereka. Jika sebelumnya saya sekadar penikmat rokok kretek, tiga tahun belakangan, saya mulai tertarik untuk mempelajari seluk-beluk seluruh lini yang mendukung industri kretek nasional. Yang paling menarik minat saya, tentu saja konteks pertanian dan sosial masyarakat yang memproduksi komoditas yang menjadi bahan baku utama produk kretek. Tembakau dan cengkeh.<\/p>\n\n\n\n

Baca: Melihat Petani Tembakau di Temanggung Memanen Tembakau Mereka<\/a><\/p>\n\n\n\n

Dari sekian banyak hal menarik yang disajikan pertanian tembakau hingga proses penjualan hasil panen tembakau yang saya amati di wilayah Kabupaten Temanggung, hal yang terus menerus menarik minat saya dan hingga saat ini belum sepenuhnya saya pahami adalah proses panen tembakau dan penentuan grade tembakau hasil panenan petani. Sama seperti kesalahan saya mengira tanaman tembakau ditanam dan diproses mirip dengan tanaman semusim lainnya, dugaan saya perihal proses panen tembakau juga salah sepenuhnya. Dahulu saya mengira daun-daun yang siap dipanen dari tanaman tembakau ya dipanen begitu saja. Menunggu daun-daun yang tumbuh pada tanaman tembakau siap dipanen, lantas dipanen seluruhnya dalam satu waktu oleh para pekerja di kebun. Nyatanya tidak begitu. Dan lebih rumit dari itu.<\/p>\n\n\n\n

Mayoritas tembakau yang ditanam di wilayah Temanggung berasal dari jenis kemloko. Ada kemloko 1, kemloko 2, dan kemloko 3. Dari ketiga varietas kemloko tersebut, metode panen dan penentuan grade tembakau memiliki tata cara yang sama persis. Seluruh petani di Temanggung menerapkan metode panen yang mirip. Dari metode panen tersebut, ternyata berpengaruh terhadap tingkatan kualitas tembakau yang dipanen, petani di Temanggung kerap menyebut \u2018tiam\u2019 atau \u2018grade\u2019 untuk perbedaan tingkat kualitas tembakau yang dipanen.<\/p>\n\n\n\n

Tidak seperti tanaman semusim lainnya yang dipanen dalam satu waktu, tembakau dipanen bertahap mulai dari daun terbawah pada pohon hingga daun teratas. Dalam satu tanaman tembakau, panen bisa berlangsung sebanyak 13 hingga 15 kali dalam sekali musim tembakau. Jarak antara panen satu dengan panen lainnya, antara lima dan tujuh hari. Dengan kondisi ini, musim panen tembakau di Temanggung atau yang kerap disebut musim \u2018mbakon\u2019 bisa berlangsung selama dua hingga tiga bulan. Tahun ini, panen dimulai pada pertengahan Juli dan diprediksi akan berakhir pada pertengahan Oktober.<\/p>\n\n\n\n

Baca: Tuhan Tidak Menciptakan Tembakau untuk Dibenci dan Dicaci<\/a><\/p>\n\n\n\n

Metode panen seperti itu, yang bertahap dan berjeda dari panen satu daun ke daun lainnya ternyata berpengaruh terhadap tingkatan kualitas daun tembakau. Daun-daun yang dipanen lebih awal, gradenya berada pada grade yang rendah. Grade terus meningkat hingga sampai puncaknya seiring panen-panen selanjutnya pada tanaman yang sama. Dalam satu tanaman tembakau, grade daun sudah pasti berbeda-beda sesuai dengan waktu panenan daun di tanaman tersebut.<\/p>\n\n\n\n

Agar lebih mudah dipahami, mari kita bayangkan sebatang tanaman tembakau yang tumbuh subur dalam kondisi normal dan tanaman itu sudah mulai memasuki masa panen. Pada sebatang tanaman tembakau itu tumbuh sebanyak 17 helai daun dari bawah ke atas. Panen pertama dimulai. Daun paling bawah dari tanaman tembakau itu dipetik untuk dipanen. Hanya satu helai daun saja, yang terbawah. Daun yang pertama dipanen itu, biasanya memiliki grade A. Adakalanya kualitas tembakau pada panenan pertama sudah mulai berada pada grade B. Di beberapa titik bahkan sudah ada yang menghasilkan tembakau grade C. <\/p>\n\n\n\n

Lima hingga tujuh hari kemudian, panen daun kedua dilakukan. Satu daun saja dari sebatang tanaman, daun terbawah yang dipanen. Lima hingga tujuh hari berikutnya lantas dipanen lagi. Begitu seterusnya hingga 12 atau 13 kali panen. Semakin ke atas daun yang dipanen seiring bertambahnya waktu, grade tembakau juga meningkat hingga puncaknya berhenti di grade F. Hanya sedikit tembakau yang bisa melampau grade F, mencapai grade G dan H, itulah tembakau-tembakau jenis srintil berharga jutaan rupiah per kilogramnya.<\/p>\n\n\n\n

Selain waktu panen dan letak daun dalam sebatang tanaman, jenis tanah, unsur hara yang terkandung dalam tanah, asupan embun alami, pancaran sinar matahari yang cukup, serta proses fermentasi dan penjemuran usai daun-daun dipanen, menjadi penentu kualitas tembakau yang menempatkan daun tembakau itu pada grade tertentu. Satu hal lain lagi yang sangat berpengaruh terhadap grade tembakau adalah wilayah tembakau itu ditanam. Ada tiga wilayah tempat tembakau biasa ditanam. Wilayah persawahan (dataran rendah), wilayah tegalan (dataran menengah), dan wilayah gunung (dataran tinggi). Kondisi tanah dan faktor ketinggian dan kondisi geografis lainnya berpengaruh terhadap kualitas tembakau.<\/p>\n\n\n\n

Di wilayah persawahan, tanaman tembakau memang subur dan tumbuh cepat, namun tembakau yang ditanam di sana maksimal hanya bisa menghasilkan tembakau grade D, atau D+. Sedang tembakau yang ditanam di wilayah tegalan, maksimal bisa menghasilkan tembakau grade E hingga E+. Yang terbaik, tentu saja tembakau yang ditanam di wilayah gunung. Meskipun membutuhkan waktu tanam lebih lama dibanding dua wilayah lainnya, rata-rata panenan terakhir mencapai grade F hingga seterusnya dengan tembakau terbaik bernama srintil.   <\/p>\n\n\n\n

Ini sedikit yang saya pelajari di Temanggung hasil belajar langsung dari para petani di sana. Saya tidak tahu dengan metode panen dan penentuan grade tembakau di wilayah lain dengan jenis tembakau lain juga. Menarik sebetulnya mencari tahu di tempat lain. Semoga sekali waktu nanti berkesempatan untuk itu. 
<\/p>\n","post_title":"Penentuan Grade Tembakau di Temanggung","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"penentuan-grade-tembakau-di-temanggung","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-08-30 15:06:14","post_modified_gmt":"2019-08-30 08:06:14","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6008","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5999,"post_author":"877","post_date":"2019-08-28 09:40:02","post_date_gmt":"2019-08-28 02:40:02","post_content":"\n

Direktur Pusat Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Amerika Serikat (CDC), Robert Redfield, mengungkapkan kematian tragis di Illinois memperkuat dugaan karena vape<\/a> atau rokok elektrik. Berita tersebut atas laporan Dinas Kesehatan Illinois yang mengumumkan ada satu pasien yang akhirnya meninggal dunia. Kasus ini kemungkinan jadi kasus pertama kematian akibat penyakit berkaitan dengan vape.
<\/p>\n\n\n\n

Kejadian di atas menjawab keberadaan vape atau rokok elektrik sangat membahayakan. Berbeda dengan resiko rokok kretek, bisa menimbulkan penyakit jika mengkonsumsinya berlebihan atau kebanyakakan, dan hidup tidak seimbang. Misalnya dalam satu hari merokok sampai tiga atau empat bungkus, tanpa makan nasi atau makan-makanan sehat, tanpa olah raga, tanpa minum air putih, selalu didampingi kopi atau teh, istirahatnya kurang dan sebagainya. Maka dipastikan orang tersebut akan jatuh sakit bahkan meninggal dunia.\u00a0<\/p>\n\n\n\n

Baca: Terkuak, Rokok Elektrik Berbahaya bagi Kesehatan<\/a><\/p>\n\n\n\n

Tidak hanya itu, otoritas kesehatan di Amerika Serikat telah berhasil menginvestigasi kemunculan penyakit paru-paru misterius di antara kalangan pengguna rokok elektrik atau vape. Dilaporkan setidaknya ada 195 kasus potensial penyakit paru-paru di 22 Negara karena kena dampak dari vape atau rokok elektrik.
<\/p>\n\n\n\n

Jadi, masyarakat perlu waspada beredarnya vape atau rokok elektrik. Belum lagi, sebetulnya rokok elektrik atau vape, berdampak juga peningkatan perokok anak.\u00a0 Yang menjadi daya tarik bagi anak, selain bentuknya yang elegan, simpel, juga beraroma buah-buahan yang terkemas dalam cairan.<\/strong><\/p>\n\n\n\n

Orang yang mengatakan bahwa vape atau rokok elektrik lebih mensehatkan dari pada rokok kretek, pendapat tersebut sangat keliru. Disampaing efek dari rangkaian listrik dan battre juga cairan dalam rokok elektrik berpengaruh terhadap resiko jantung.  <\/p>\n\n\n\n

Hasil penelitian yang diterbitkan dalam Journal of American College of Cardiology pada Mei lalu ini menambah bukti bahwa cairan rokok elektrik dapat menghambat fungsi sel-sel tubuh yang berperan dalam kesehatan jantung. Cairan dalam vape atau rokok elektrik pada akhirnya merusak sel-sel yang melapisi pembuluh darah. <\/p>\n\n\n\n

Keberadaan vape atau rokok elektrik di pasaran sangat membahayakan bagi orang Indonesia, terlebih pemuda-pemuda, yang banyak memilih merokok vape aatau rokok elektri. Menurutnya, selain bentuk kecil, simpel dibawa dan ada aroma buah-buahan sesuai selera. Akan tetapi dibalik bentuknya yang bagus, menyembunyikan banyak penyakit ketika dikonsumsi.\u00a0<\/p>\n\n\n\n

Baca: Kata Siapa Lebih Sehat? Perokok Elektrik Berisiko Terjangkit Penyakit Kardiovaskular<\/a><\/p>\n\n\n\n

Hingga kini CDC masih melakukan investigasi lebih lanjut, dengan mengimbau agar para dokter mengumpulkan data dan sampel bila menemukan pasien dengan gejala penyakit paru serupa, tentunya akibat rokok elektrik atau vape. Bentuk dan merek rokok elektrik dan vape banyak varian dan banyak merek. JUUL termasuk merek rokok elektrik atau vape yang saat ini naik daun.\u00a0<\/p>\n\n\n\n

Ada yang mengatakan bahwa tak tepat membandingkan rokok tembakau dengan rokok elektrik. Ya benar tak tepat, karena rokok elektrik atau vape resikonya sangat tinggi. Sedang rokok tembakau resikonya kecil, apa lagi rokok kretek mungkin resikonya sangat kecil sekali terhadap tubuh. Alasannya, munculnya rokok kretek bertujuan untuk pengobatan sakit bengek, dan tujuannya berhasil. Hingga banyak orang melakukan pemesanan rokok kretek saat itu, rokok kretek belum sebagai industri besar masih bersifat rumahan,  keadaan tersebut sekitar abad 19. <\/p>\n\n\n\n

Dalam studi ini, tim peneliti menemukan bukti efek toksik pada sel-sel yang melapisi pembuluh darah dan melindungi jantung. Beberapa bukti tersebut termasuk di antaranya gangguan pada fungsi sel dan munculnya tanda-tanda peradangan. Para peneliti mengamati bagaimana respons sel saat bersentuhan dengan cairan rokok elektrik. Efek yang paling kentara terlihat pada cairan dengan rasa kayu manis.<\/p>\n\n\n\n

Baca: Riset Kesehatan Rokok Elektrik<\/a><\/p>\n\n\n\n

Sekelompok ahli kardiovaskular dari University of Massachusetts menganjurkan peneliti agar melakukan uji rokok elektrik atau vape lebih yang beraroma. Karena sumsi sementara, produk vape atau rokok elektrik yang beraroma dan punya pilihan rasa lebih berbahaya dari pada rokok vape natural. Namun yang banyak beredar dipasaran, justru yang beraroma dan berasa buah-buahan, dari pada yang natural. <\/p>\n\n\n\n

Studi pada 2018 lalu menunjukkan, penggunaan rokok elektrik harian berisiko terhadap serangan jantung, meski dengan probabilitas yang lebih rendah daripada perokok tembakau. Menurut dr Lawrence Phillips pakar kardiovaskular NYU Langone Health mengatakan \u201cKita melihat semakin banyak bukti bahwa rokok elektrik berhubungan dengan peningkatan risiko serangan jantung\u201d.<\/p>\n\n\n\n

Dari hasil pakar dan hasil studi di atas menegaskan bahwa keberadaan rokok vape atau rokok elektrik, resikonya sangat besar. Bahan utama rokok vape atau elektrik yang paling besar memberikan efek negatif pada tubuh manusia adalah cairan perasa. Akibat cairan perasa dalam rokok elektrik  atau vape termasuk merek JUUL beresiko terjadi peradangan, terjangkit penyakit jantung dan paru-paru akut, selanjutnya berakibat kematian. <\/p>\n\n\n\n

Untuk itu, demi masa depan bangsa Indonesia harusnya ada regulasi pelarangan peredaran rokok elektrik atau vape yang nyata-nyata telah ada kasus dengan didukung beberapa riset dan studi tentang konten rokok elektrik atau vape, yang hasilnya mempunyai resiko tinggi dapat menyebabkan penyakit berujung kematian.         
<\/p>\n","post_title":"Perokok Elektrik Berisiko Besar Terjangkit Penyakit Mematikan","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"perokok-elektrik-berisiko-besar-terjangkit-penyakit-mematikan","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-08-28 09:40:09","post_modified_gmt":"2019-08-28 02:40:09","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5999","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5988,"post_author":"855","post_date":"2019-08-24 10:41:28","post_date_gmt":"2019-08-24 03:41:28","post_content":"\n

Sumber permasalahan besar dunia pertembakauan sejatinya bukan iklim dan hama, melainkan kebijakan pemerintah dan para plolitisi yang ikut serta membicarakannya, tanpa dasar yang kuat, adil dan cenderung ugal-ugalan.
<\/p>\n\n\n\n

Jika orang dahulu tidak berani bicara kecuali kepada hal-hal yang benar-benar diketahui, kali ini banyak sekali orang yang banyak bicara daripada membaca, baik buku maupun alam kauniyah (dunia nyata). Maka jangan heran, jika tidak sedikit politisi dan pemerintah yang gagal paham dunia pertembakau, dari berbagai sisi, karena mereka mendapatkan informasi sepotong-sepotong, tanpa ada usaha untuk tabayyun <\/em>lebih mendalam apalagi turun ke ladang untuk memastikan.
<\/p>\n\n\n\n

Kini hama petani muncul lagi dari kalangan politisi. Sebut saja namanya Sukamta (nama asli) yang kini menjabat sebagai sekretaris Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS). Kenapa semua orang yang terkait dengan industri hasil tembakau (petani, buruh, dsb) dianggap tidak sejahtera, ya karena partai yang harusnya adil saja tidak mampu berbuat adil, bahkan dalam pikiran dan apa yang keluar dari mulutnya.<\/p>\n\n\n\n

Baca: Tuhan Tidak Menciptakan Tembakau untuk Dibenci dan Dicaci<\/a>
<\/p>\n\n\n\n

Tidak perlu bicara terlalu jauh. Mari kita kita uji omongan Sukamta yang dimuat situs ayosemarang.com, 22 Agustus 2019. Omongan yang sejatinya sebuah template dan selalu dipakai oleh antirokok. Semacam gaya kampanye sholih li kulli zaman wal makan, <\/em>meski dibangun dari logika berantakan dan cenderung mengutamakan kengawuran daripada analisa yang mendalam. Ya memang itulah keistimewaan antirokok, anti terhadap data valid dan percaya diri berlebihan dalam kesesatan berpikir.
<\/p>\n\n\n\n

Bagi Sukamta, harga rokok di Indonesia, sebuah negeri yang besar salah satunya ditopang oleh dunia pertembakauan, harus dinaikkan 700 persen. Alasannya supaya orang miskin tidak dapat membeli rokok. Jika orang miskin yang merokok jatuh sakit, maka negara melalui (Jaminan Kesehatan Nasional) JKN rugi menanggung biayanya. Tentu saja ini berbeda dengan, orang kaya boleh makan junkfood<\/em>, minuman bersoda, dan berlaku semaunya, karena jika jatuh sakit mereka bisa membiayai sendiri dan dapat memperkaya negara.
<\/p>\n\n\n\n

Cara sistematis ini akan diduplikasi dan diperbarui terus menerus. Bermula dari seorang sakit yang berobat ke dokter, jika ia merokok maka dokter akan berkata, \u201cbapak sakit karena rokok\u201d, dan dokter tidak secara jujur bahwa penyakit itu datang dari sebab apapun, bisa gula, bisa gaya hidup yang berantakan, kurang minum air putih, stres dengan obat mahal, dsb.
<\/p>\n\n\n\n

Kenapa Sukamta cenderung ingin menaikkan harga rokok untuk menyelesaikan permasalahan JKN yang rumit itu? Ya karena sudah menjadi tabiat antirokok, bahwa berpikir keras untuk mencari solusi adalah buang-buang waktu, makanya rokok akan disalahkan supaya permasalahan menjadi lekas selesai. 
<\/p>\n\n\n\n

Coba kita kembali ke tahun 2018, saat BPJS Kesehatan defisit dan ditambal oleh cukai rokok. Para pegiat kesehatan beralasan, jumlah masyarakat sakit yang kian bertambah dan narasi yang kemudian dibangun; sakit-sakit itu disebabkan oleh rokok. Tidak berhenti sampai di situ, beragam alasan yang penting pengelola kesehatan \u201cselamat\u201d banyak digaungkan di media (tanpa ada sikap ksatria untuk mengakui bahwa memang masih banyak masalah dalam JKN, baik pengelolaan maupun skema yang lebih baik, yang perlu dicarikan solusi).<\/p>\n\n\n\n

Baca: Kegagalan Lakpesdam PBNU dalam Melihat Produk Tembakau Alternatif<\/a><\/p>\n\n\n\n

Koordinator Advokasi BPJS Watch, Timboel Siregar, megkritisi beragam narasi yang dibangun oleh pegiat kesehatan. Ia mengusulkan agar BPJS fokus pada pengawasan penetapan inasibijis oleh pihak rumah sakit. Timboel menilai, inasibijis merupakan gerbang terjadinya defisit BPJS Kesehatan. Inasibijis (INA-CGB) merupakan sebuah singkatan dari Indonesia Case Base Gropus, yakni sebuah aplikasi yang digunakan rumah sakit untuk mengajukan klaim pada pemerintah. (bisnis.com)
<\/p>\n\n\n\n

Kita tidak pernah tau, apa yang dilakukan rumah sakit terhadap pasien-pasien yang membayar BPJS. Kita juga tidak pernah tau jika ada pasien BPJS kelas I diberi fasilitas kelas II atau III, dan rumah sakit mengklaim biaya kelas I ke negara. Tentu saja yang demikian ini tidak penting bagi antirokok. <\/p>\n\n\n\n

Baca: Ada Campur Tangan Bloomberg dalam Surat Edaran Menkes terkait Pemblokiran Iklan Rokok<\/a><\/p>\n\n\n\n

Sukamta juga bilang, orang-orang yang kecanduan merokok dan mampu membeli rokok yang mahal, dipersilahkan tetap merokok asal menanggung sendiri biaya pengobatan akibat penyakit karena rokok. Asalkan dampak buruk akibat konsumsi rokok tidak membebani negara kerena pemasukan dari cukai tembakau tidak sebanding dengan biaya yang harus dikeluarkan negara. (ayosemarang.com)
<\/p>\n\n\n\n

Bagi saya pribadi, ini adalah statemen yang sangat lucu. Sejak kapan sih negara betul-betul hadir dan perhatian terhadap kesehatan masyarakat, khususnya di pedesaan dan pedalaman? Kalau ada pun, menjalankannya setengah hati. Dan sejak kapan rokok itu menjadi candu, padahal yang candu itu kekuasaan dan menjadikan masyarakat sebagai jembatan untuk menuju \u201ckekuasaan dalam negara\u201d? 
<\/p>\n\n\n\n

Sukamta juga menganggap, bahwa perokok bukan orang yang produktif? Faktanya? Setahu saya orang-orang yang merokok punya produtivitas tinggi, mereka hidup sebagaimana keringat yang diperas setiap hari. Tanpa berharap kepada negara apalagi Sukamta.
<\/p>\n\n\n\n

Sekadar saran saja, sebaiknya PKS tidak perlu ngelantur bicara rokok. Silahkan bicara, asalkan keadilan sosial sebagaimana nama partainya tidak hanya selesai pada tataran konsepsi dan gagah-gagahan, melainkan pada tahap tindakan dan contoh konkrit atasnya.
<\/p>\n","post_title":"Ketika PKS Bicara Rokok","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"ketika-pks-bicara-rokok","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-08-24 10:51:25","post_modified_gmt":"2019-08-24 03:51:25","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5988","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":35},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"epic_block_3"};

\n

Sekarang kembali ke Gebrak, satu gerakan yang konyol dan tidak konsisten, jauh dari nasionalisme bahkan patriotism. Pertama<\/em>, pernahkan mereka membuat kajian dengan membandingkan volume asap rokok dengan volume asap lainnya (asap buang industri, asap pembakaran, asap knalpot dan lain sebagainya)?, pasti belum pernah. Kalau memang sudah pernah melakukan kajian, tentunya faham jumlah perbandingannya dan asap apa yang paling berdampak pada manusia dan lingkungan hidup. Kalau faham pasti tidak mempermasalahkan (asap rokok). Kedua<\/em>, banyakan mana asap yang dikeluarkan rokok elektrik dengan rokok non elektrik?, nyatanya asap yang dikeluarkan rokok elektrik lebih banyak dari pada rokok non elektrik. <\/p>\n\n\n\n

Ketiga<\/em>, tidah faham media dan konten rokok elektri dengan rokok non elektrik. Namanya elektrik pastinya pakai media listrik untuk pembakarannya. Kalau begitu, coba bandingkan, air hasil pemanasan pakai listrik dengan pemanasan pakai api (kompor), hasilnya pasti bagusan kompor. Kok bisa?, jawabnya mudah, kalau bagusan listrik sudah lama pemerintah mencanangkan program pemanas pakai listrik tidak pakai kompor. Nyatanya pemerintah membuat program kompor gas. Yang menimbulkan masalah baru, terjadi peledakan, kelangkaan, harga naik terus dan sebagainya. Justru masyarakat lebih nyaman dan aman pakai minyak. Namaun karena sudah menjadi program pemerintah, masyarakat kecil tak bisa berbuat lebih. Sekarang konten rokok elektrik dan non elektrik. <\/p>\n\n\n\n

Jelas rokok elektrik memakai proses bahan kimia (buatan) untuk mengolah tembakau, sehingga setelah jadi uap kemudian dibantu pembakaran pakai media listrik menghasilkan asap. Akibatnya asap yang dikeluarkan sangat banyak kayak asap knalpot. Beda dengan rokok non elektrik, bahannya asli pembakarannya natural (api). Api diciptakan Tuhan sebagai pemanas untuk penyeimbang alam (baca kitab tafsir Jalalain). Jadi rokok elektrik memakai proses kimia buatan, sedang rokok memakai proses kimia natural. Rokok sendiri ada dua jenis. Rokok putih dan rokok kretek. Rokok putih hanya menggunakan tembakau, rokok kretek menggunakan tembakau dan cengkeh. Tembakau dan cengkeh jika dibakar menghasilkan senyawa dan menyatu yang dapat sebagai media pengobatan. Beda dengan rokok yang kontennya pakai tembakau saja, maka yang dihasilkan tidak bisa untuk pengobatan.  <\/p>\n\n\n\n

Keempat<\/em>,  baik rokok elektrik dan rokok putih bukan asli Indonesia. Bahkan bahan baku dan produksinya pun tidak di Indonesia. Beda dengan rokok kretek, mulai dari bahan baku dari petani Indonesia yang tersebar di bumi Indonesia, pekerja dan produksinya di Tanah Air ini. Artinya rokok kretek sebagai industri padat karya, yang menghidupi banyak saudara kita. Sehingga ketika memusuhi rokok kretek sama dengan memusuhi saudara sendiri. Ketika membela rokok impor sama dengan membela penjajah. <\/p>\n\n\n\n

Penjelasan perbedaan tiap rokok di atas sengaja tidak dijelaskan pakai rumus matematika atau rumus kimia. Karena kalau dijelaskan hanya orang-orang tertentu yang faham. Namun pada intinya, rokok kretek menyehatkan, rokok jenis lain kebalikannya. Buktinya, sejarah penemuan kretek sebagai media pengobatan sakit bengek atau pernafasan, cengkeh sampai detik ini paling bagus sebagai bahan obat rasa sakit, membuat badan hangat dan sebagainya. Jadi asap rokok (bukan kretek ) apapun jenisnya sangat berbeda dengan asap rokok kretek.  
<\/p>\n","post_title":"Logika Asap Rokok Elektrik dan Asap Kretek Itu Beda","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"logika-asap-rokok-elektrik-dan-asap-kretek-itu-beda","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-09-05 10:09:14","post_modified_gmt":"2019-09-05 03:09:14","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6039","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":6017,"post_author":"919","post_date":"2019-09-04 07:32:17","post_date_gmt":"2019-09-04 00:32:17","post_content":"\n

Saya langsung mengiyakan untuk membeli tiket konser \u2018Tiba-tiba Sudddenly Pensi Road to Gudfest\u2019<\/em> saat diberitahu teman saya bahwa The Upstairs, The Adams, Goodnight Electric, dan Club Eighties akan manggung di sana. Kebetulan teman saya juga yang membelikan tiket tersebut untuk memastikan saya ikut hadir dan menemaninya datang pada perhelatan musik yang berlangsung di Ballroom Kuningan City, Jakarta, 27 Agustus 2019.
<\/p>\n\n\n\n

Boleh dikata saya termasuk orang yang jarang menikmati pentas musik di beberapa tahun belakangan ini. Selain faktor kesibukan, era digital yang merambah segala lini membuat saya mungkin lebih simpel untuk mendengarkan musik via spotify atau youtube. Tentu ada nilai minusnya yaitu euforia yang kurang saya dapatkan jika tak mendatangi konser musik secara langsung.
<\/p>\n\n\n\n

Karena jarang menikmati konser musik belakangan ini, ada satu peraturan yang cukup menarik perhatian saya yaitu dilarang merokok di dalam venue<\/em>. Pertama saya bisa memaklumi itu mengingat venue indoor<\/em> dan ber-ac. Pertanyaan dalam benak saya lalu tersirat, apa nikmatnya menikmati musik terutama saat konser tanpa menghisap rokok? Tapi bagi saya ini tentu jadi tantangan, karena saya juga bisa memastikan bahwa rokok bukanlah candu dan sebagai perokok juga bisa tertib mengikuti peraturan yang ada.<\/strong>
<\/p>\n\n\n\n

Saya kemudian tiba di tempat acara. Saya lantas membeli beberapa minuman dan asyik merokok serta ngobrol dengan teman saya di luar venue<\/em>. Ketika mendekati jadwal open gate<\/em>, kami berbaris rapih untuk masuk ke dalam. Ada satu hal yang menyita perhatian, ternyata rokok kami pun disita. Jika hanya korek kami bisa memaklumi, namun penyitaan terhadap rokok tentu tak masuk di akal. Akhirnya kami mengakalinya dengan menaruh rokok kami di luar, di tempat yang tak mencolok. Adegan ini jika direka ulang laiaknya seorang yang mencoba untuk menyembunyikan narkotika, padahal rokok sejatinya adalah barang legal.<\/p>\n\n\n\n

Baca: Smoker Travellers: Menengok Fasilitas Ruangan Merokok di Bandara Kulon Progo<\/a>
<\/p>\n\n\n\n

Mungkin saya tidak memerhatikan peraturan yang ada apabila ternyata rokok tidak boleh di bawa masuk ke dalam. Namun jika dilarang, baiknya penyelenggara bisa menyediakan tempat penitipan rokok. Bukan apa-apa, mubazir rasanya jika satu bungkus harus dibuang, apalagi perokok yang hadir juga nampaknya mematuhi peraturan dilarang merokok di dalam. Peraturan ini juga nampaknya mesti dikaji ulang karena jika mengacu pada Perda KTR tentu tidak disebutkan.
<\/p>\n\n\n\n

Akhirnya kami pun mengikhlaskan, walau sejatinya harus jua bertindak licik dengan menyembunyikan rokok kami di luar. Bukan apa-apa ini lebih faktor mubazir. Tiba saatnya acara dan Ajis Doa Ibu serta Gilang Gombloh memecahkan suasana dengan dark jokes soal agama hingga lelucon soal Fiersa Besari. Goodnigh Electric kemudian menjadi band pembuka dengan membawakan tembang-tembang lawas seperti Am i Robot, Teenage Love and Broken Heart, The Supermarket I Am In, hingga lagu syahdu mereka yang saya tunggu-tunggu untuk dibawakan yaitu Im OK.\u00a0
<\/p>\n\n\n\n

Lagu ini pernah menjadi soundtrack <\/em>hidup saya kala menyukai seseorang. Semenjak mendengar dan suka dengan Goodnight Electric saat SMA, baru kali ini Im Ok dibawakan. Goodnight Electric juga kemudian menutup aksi panggung mereka dengan budaya yang tak pernah mereka lewatkan yaitu dengan lagu Rocket Ship Goes By dan tak lupa melemparkan pesawat kertas di dekat penghujung lagu.
<\/p>\n\n\n\n

Jika Goodnight Electric adalah pembukaan yang manis, seperti memberi rangsangan mengingat masa-masa SMA penuh dengan jadwal pensi, maka The Upstairs yang manggung selanjutnya adalah yang meledakkan pesta itu sendiri. Performa enerjik Jimi Multhaza sang vokalis masih saja seperti yang saya ihat 11 tahun lalu saat The Upstairs manggung di depan TVRI. Tak mau melewatkan momen, saya kemudian merapat ke tengah kerumunan dan berdansa resah didalamnya. Benturan-benturan moshpit tak terelakkan tapi saya nikmati karena adrenalin seperti ini jarang lagi bisa ditemukan.
<\/p>\n\n\n\n

Sama seperti Goodnight Electric, The Upstairs menutupnya dengan bijak. Romansa penonton yang hadir akan\u00a0 Pensi ala anak SMA di awal 2000an dan hingga sepuluh tahun setelahnya tak mereka kecewakan. Jimi dkk memilih lagu Matraman sebegai tembang penutup, lagu yang menurut Jimi (saat populer) bisa diputar hingga berulang kali dalam satu hari di radio-radio lokal. Lagu yang kemudian menjadi soundtrack skena persahabatan, cinta, dan tawuran anak SMA kala itu.\u00a0<\/p>\n\n\n\n

Baca: Smoker Traveller: Hero Coffe Kota Tua Semarang<\/a><\/p>\n\n\n\n

The Adams sebagai band ketiga yang tampil lalu datang meneduhkan suasana. Betul, penonton langsung terbuai saat itu oleh suara yang beradu-adu antara Saleh Husein dan Ario Hendarwan. Sing along kemudian jadi hal yang wajib dilakukan saat itu, semuanya menikmati karaoke masal dari lagu-lagu yang dibawakan seperti Hanya Kau, Berwisata, Konservatif, hingga Halo Beni. Suasana kala itu semakin manis saat sang pianis The Adams (hingga kini belum saya ketahui namanya) selalu melemparkan senyumnya ke arah penonton. Ah sial, saat itu saya berada di posisi yang sangat jauh darinya, itu saja sudah membuat saya bergetar.
<\/p>\n\n\n\n

Karena saya memarkir motor di luar area Kuningan City dan hanya dijaga sampai pukul 23:30, akhirnya kami pulang lebih cepat. Saat keluar venue saya memastikan tetap sebats dulu, mereview apa yang menarik terjadi di dalam sana. Saya lantas menarik kesimpulan bahwa dari pengalaman selama hampir tiga jam lebih menikmati konser tanpa rokok, tak terjadi apa-apa dari kami. Tak ada kekhawatiran berlebihan, perubahan mood karena tak merokok, atau keburukan lainnya. Semuanya sama saja dan normal-normal saja.
<\/p>\n\n\n\n

Hanya jika boleh memberi saran kepada pihak pengelola, perampasan rokok tentu mesti dipertimbangkan ulang. Sekali lagi rokok adalah produk legal dan mempunyai aturan yang sudah disepakati terkait pengkonsumsiannya. Lagian, saya kira para perokok sekarang juga sudah mulai tertib terhadap aturan dan tidak ingin merugikan terhadap yang lainnya.<\/p>\n","post_title":"Pengalaman Tiga Jam Lebih Menyaksikan Konser Musik Tanpa Asap Rokok","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"pengalaman-tiga-jam-lebih-menyaksikan-konser-musik-tanpa-asap-rokok","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-09-04 07:32:19","post_modified_gmt":"2019-09-04 00:32:19","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6017","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":6014,"post_author":"877","post_date":"2019-09-03 09:18:50","post_date_gmt":"2019-09-03 02:18:50","post_content":"\n

Masih ingat kemarin, tulisan Djarum yang ada di kaos para atlit olahraga dipermasalahkan KPAI dan kawan-kawannya? Banyak orang-yang omong, ternyata ada orang kaya yang diusik, tapi dia hanya diam tanpa ada kata sedikitpun sebagai pembalasan terhadap yang mengusiknya. Bahkan cenderung mengalah, bikin orang lain gregetan. Kalimat itu yang aku tangkap dari salah satu temen bernama Nur Cholis asal Desa Gribiq, Kabupaten Kudus.<\/p>\n\n\n\n

Seminggunan kemarin, tepatnya Minggu 25 Agustus, teman MTS dulu pulang dari Jakarta. Ia sehari-harinya beraktivitas dan bekerja di sana. Di Jakarta, bersama anak istrinya, yang setiap hari jualan sayuran keliling. <\/p>\n\n\n\n

Kami yang sudah lama tidak ketemu, bahkan lebaran kemarin ternyata dia tak pulang ke Kudus. Pantesan tak ada yang rebut ngajak ngopi, orang yang biasa ngajak ngopi orangnya masih di Jakarta. Memilih lebaran di sana, karena dititipin rumah tetangganya yang katanya sudah seperti keluarganya sendiri yang kala itu baru mudik.\u00a0<\/p>\n\n\n\n

Baca: Sesat pikir KPAI Melarang Audisi Pencarian Bakat Bulutangkis Anak-Anak<\/a><\/p>\n\n\n\n

Temanku itu panggilannya Djumari, rumahnya dulu daerah Kaliwungu Kudus bagian barat. Ia pulang dalam rangka ada acara nikahan saudara dari istrinya. Dasar Djumari, kalau gak ngopi bareng dan ketemu temen-temen gak puas katanya, karena mumpung di Kudus. Ia gunakan kesempatan sebelum datang kesempitan disela-sela acara nikahan saudaranya. Lewat pesan singkat WA, tanpa hitungan jam ajakan ngopi Djumari, langsung di respon banyak teman yang tergabung di group WA. Ada yang tanya kapan datangnya, ada yang komentar besuk aja ngopinya soalnya masih diluar kota, ada yang bilang sore ini aja tancap gas. Djumari menjawabi dan balas komentar teman-teman. Dihari itu, Djumari kayak artis banyak ajakan dan tawaran teman-teman. <\/p>\n\n\n\n

Memang, teman-teman alumni MTS Madrasah Qudsiyyah Kudus kompak sekali, bahkan sudah kayak saudara sendiri semua. Kita sering kumpul walaupun hanya sekedar ngopi, yang penting bertemu dan ngobrol. Tidak jarang, kita ketemu dengan agenda acara resmi dan agak resmi. Seperti disaat salah satu teman punya hajat, bahkan hajat kecilpun kayak acara \u201cmanaqiban\u201d sering mengundang teman lainya. Pasti ada yang bingung apa itu manaqiban<\/em>?. Aku jelasin sebentar, manaqiban itu, acara membaca sejarah Syeih Abdul Qodir Jaelani ulama dahulu setelah masa Shahabat Nabi, yang terkenal alimnya dan sufi serta berkaromah. Nah, bagi kita-kita penggemarnya, sering kali kita baca sejarahnya. Dengan cerita sejarah  Syeih Abdul Qodir Jaelani, kita penggemar berharap agar apa yang kita lakukan dido\u2019akan atau di amini beliau semua urusan kita lancar. Karena menurut kita penggemar, meyakini Syeih Abdul Qodir Jaelani kekasih Tuhan, kalau dalam bahasa Jawa \u201cbolone Gusti Allah\u201d. Ini sekilas penjelasan tentang istilah manaqiban<\/em>, kalau mau tau lebih lanjut, khasiat-khasiatnya, bisa kita diskusi dilain waktu aja. Yang jelas di acara manaqiban<\/em> ini sudah jadi tradisi ada \u201cingkung\u201d ayamnya. Ini yang biasa kita nantikan.<\/p>\n\n\n\n

Kembali ke acara ngopi, disore itu temenku Djumari langsung nentukan tempat ngopi dan waktunya. Kita biasa ngopi ditempat sederhana. Akhirnya, Djumari mutusin habis isya\u2019 kumpul dan ngopi di rumah teman kita satunya namanya Nur Cholis, juga tergabung dalam group WA. Setelah tahu bakal kerumahnya, Nur Cholis langsung komen, lapan enam laksanakan. Aku langsung teringat temenku namanya Fawaz, orang Betawi keturunan Arab, sering kalau jawab pas di WA pakai tulisan lapan enam.\u00a0<\/p>\n\n\n\n

Baca: PB Djarum, Prestasi Bulutangkis Nasional, dan Kegagalan KPAI Memahami Peristiwa<\/a><\/p>\n\n\n\n

Waktu isya\u2019 tiba, suasana mau hujan, sedikit grimis, hawanya lumayan dingin dibanding sebelumnya panas dan gerah. Tapi semangat ngopi dam ngobrol teman-teman tak mengendor. Bahkan di group sudah ada yang ribut, ngajak-ngajak \u201cayo ayo waktunya kopdar tiba, ada bonus banyak rezeki lho\u201d, Rifai namanya, seorang pembicara atau muballig yang sering ceramah di masyarakat. <\/p>\n\n\n\n

Aku datang sekitar jam 20.00, terlihat banyak tema yang sudah pada kumpul, didepannya ada segelas kopi. Maklum kita orang desa ngopinya gak pakai cangkir, tapi pakai gelas es yang tinggi. Dibenakku ini ngopi apa kehausan?, tapi yang penting tetap ngopi dan merokok. Di meja terlihat banyak rokok bermacam-macam mereknya, sesuai kesukaan masing-masing. Ada yang bawa Sukun Putih, ada yang bawa Gudang Garam, kebanyakan bawa LA, tapi ada juga yang bawa rokok bikinan sendiri alias \u201cTingwe\u201d nglinting dewe dirumah ditaruh plastik. Aku coba rokok tingwe itu sambil ngobrol bareng, ternyata lumayan enak ramuan rokoknya, dibanding tingwe tingwe yang pernah aku rasakan. Yang buat tingwe namanya Sutopo, profesinya sehari-hari memang jual beli tembakau. Karena penasaran, sutopo aku tanya, kok enak, ini tembakau mana?. Dijawabnya \u201cbiasa tembakau Temanggung\u201d tapi aku kasih cengkeh kualitas wahid, dan sedikit ramuan saos sendiri (bahannya dirahasiakan), yang jelas katanya bahan saos dari rempah rempah bikinan sendiri. <\/p>\n\n\n\n

Ngobrol kita mengalir tanpa ada sekat dan batasan, malah terkadang pada ngobrol sendiri-sendiri dengan teman didekatnya. Giliran Djumari disuruh cerita pengalamannya, teman teman pada diam, mungkin pada penasaran. Soalnya dulu, sebelum ke Jakarta ia bekerja di Djarum. Ia ceritakan alasannya harus ke Jakarta. Awalnya, sering pulang pergi Jakarta Kudus untuk pengobatan istrinya yang sedang sakit di salah satu pengobatan alternatif disana atas rekomendasi saudaranya yang sudah lama hidup di Jakarta. Ia menceritakan sakit istrinya yang sering pusing, dan pusingnya bukan pusing biasa, dan seringkali istrinya sampai membentur-benturkan kepalanya. Kemudian, saat diharuskan kontinyu pengobatannya, minimal satu tahun agar cepat sembuh, akhirnya ia putusin meninggalkan Kudus sementara, termasuk pekerjaannya. Alhamdulillah istrinya sekarang sudah sembuh total.\u00a0<\/p>\n\n\n\n

Baca: Cacat Pikir KPAI Memaknai Kata Ekploitasi Anak dan Promosi<\/a><\/p>\n\n\n\n

Disela sela nungguin istrinya sakit, ia sering diajak saudaranya jualan sayuran keliling. Nah, walaupun sekarang istrinya sudah sembuh, ia tetap di Jakarta. Sebab dipikirannya, kalau kembali ke Kudus mulai dari awal lagi, mending yang sudah ada didepan mata dijalanin dulu. Nanti pelan-pelan sambil melihat peluang di Kudus, ia pun akan pulang. Obrolan tetap seru, walaupun djarum jam sudah tepat diangka 12.00 malam. Namun domain obrolan lebih pada Djumari sebagai nara sumber, ia menceritakan semua pengalaman dan kejadia yang ia lihat, sampai ia menceritakan berita kalau pabrik Djarum yang dulu pernah ia singgahi, sedang dipermasalahkan KPAI. Memang sebenarnya ia tak paham alur permasalahanya. Tahunya, KPAI gak suka bulu tangkis Djarum berjalan, memusuhi rokok. <\/p>\n\n\n\n

Sebagai orang yang pernah menjadi karyawan Djarum, jadi wajar dan pantas kalau ia membela Djarum, apalagi ia asli Kudus. Saking semangatnya, ia ngomong \u201cnek aku dadi Djarum, tak tuku iku KPAI, paling ora tak lawan\u201d \u201candaikan aku yang punya Djarum, aku beli KPAI, paling tidak dilawan\u201d. Ada yang menyambar omongan, \u201csampek matek kuwe Djum, ogak bakal dadi bos Djarum\u201d \u201csampai mati kamu Djum, tidak akan jadi bos Djarum\u201d haha\u2026\u2026disambut dengan tawa klakaran teman-teman termasuk saya sendiri. Di sela-sela tawa, tuan rumah ngomong \u201cancen gawe gregeten, kenopo Djarum mung meneng, malah ngalah\u201d \u201cbikin gregeten, kenapa Djarum diam dan cenderung mengalah\u201d. <\/p>\n\n\n\n

Nah, ternyata, banyak orang yang sangat simpati dan membela pabrik Djarum, terutama orang Kudus. Rata-rata mereka, tak tahu apa yang harus dilakukan, apa yang harus diperbuat. Sebagai manusia lemah, mereka hanya bisa marah  yang terpendaam dalam hati, dengan melihat kejadian KPAI menyerang Djarum. Coba, andaikan mereka tahu kalau dibelekang KPAI ada kepentingan asing yang mengusik rokok kretek asli Kudus, yang sudah mendarah daging bagi masyarakat Kudus. Pastinya, pembelaanya lebih dari itu, bahkan mungkin mati-matian.
<\/p>\n","post_title":"Cerita di Balik Segelas Kopi untuk Djarum","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"cerita-di-balik-segelas-kopi-untuk-djarum","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-09-03 09:19:00","post_modified_gmt":"2019-09-03 02:19:00","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6014","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":6008,"post_author":"878","post_date":"2019-08-30 15:06:07","post_date_gmt":"2019-08-30 08:06:07","post_content":"\n

Pada mulanya, saya mengira tanaman tembakau ditanam, dirawat, dan dipanen sama dengan kebanyakan tanaman-tanaman semusim lainnya di negeri ini. Ada proses pembibitan, kemudian proses penanaman, lantas tanaman rutin disiram dan diberi pupuk, ada proses perawatan hingga akhirnya dipanen ketika musim panen tiba. Tapi nyatanya, perkiraan saya salah. Tembakau tanaman yang cukup unik. Beda dari banyak tanaman semusim lain yang lazim ditanam petani di banyak tempat di Indonesia.<\/p>\n\n\n\n

Hal paling menonjol yang membedakan tanaman tembakau dengan tanaman semusim lain ada pada masa tanam dan masa panen tiba. Tanaman tembakau menjadi anomali karena ditanam saat musim penghujan akan berakhir. Lalu dipanen ketika musim kemarau sedang berada pada puncaknya. Saat tanaman-tanaman semusim lainnya enggan tumbuh, bahkan rumput sekalipun mengering karena kemarau.<\/p>\n\n\n\n

Tiga tahun belakangan, saya banyak bergaul dengan petani dan buruh tani tembakau di Kabupaten Temanggung, juga dengan anak-anak mereka. Jika sebelumnya saya sekadar penikmat rokok kretek, tiga tahun belakangan, saya mulai tertarik untuk mempelajari seluk-beluk seluruh lini yang mendukung industri kretek nasional. Yang paling menarik minat saya, tentu saja konteks pertanian dan sosial masyarakat yang memproduksi komoditas yang menjadi bahan baku utama produk kretek. Tembakau dan cengkeh.<\/p>\n\n\n\n

Baca: Melihat Petani Tembakau di Temanggung Memanen Tembakau Mereka<\/a><\/p>\n\n\n\n

Dari sekian banyak hal menarik yang disajikan pertanian tembakau hingga proses penjualan hasil panen tembakau yang saya amati di wilayah Kabupaten Temanggung, hal yang terus menerus menarik minat saya dan hingga saat ini belum sepenuhnya saya pahami adalah proses panen tembakau dan penentuan grade tembakau hasil panenan petani. Sama seperti kesalahan saya mengira tanaman tembakau ditanam dan diproses mirip dengan tanaman semusim lainnya, dugaan saya perihal proses panen tembakau juga salah sepenuhnya. Dahulu saya mengira daun-daun yang siap dipanen dari tanaman tembakau ya dipanen begitu saja. Menunggu daun-daun yang tumbuh pada tanaman tembakau siap dipanen, lantas dipanen seluruhnya dalam satu waktu oleh para pekerja di kebun. Nyatanya tidak begitu. Dan lebih rumit dari itu.<\/p>\n\n\n\n

Mayoritas tembakau yang ditanam di wilayah Temanggung berasal dari jenis kemloko. Ada kemloko 1, kemloko 2, dan kemloko 3. Dari ketiga varietas kemloko tersebut, metode panen dan penentuan grade tembakau memiliki tata cara yang sama persis. Seluruh petani di Temanggung menerapkan metode panen yang mirip. Dari metode panen tersebut, ternyata berpengaruh terhadap tingkatan kualitas tembakau yang dipanen, petani di Temanggung kerap menyebut \u2018tiam\u2019 atau \u2018grade\u2019 untuk perbedaan tingkat kualitas tembakau yang dipanen.<\/p>\n\n\n\n

Tidak seperti tanaman semusim lainnya yang dipanen dalam satu waktu, tembakau dipanen bertahap mulai dari daun terbawah pada pohon hingga daun teratas. Dalam satu tanaman tembakau, panen bisa berlangsung sebanyak 13 hingga 15 kali dalam sekali musim tembakau. Jarak antara panen satu dengan panen lainnya, antara lima dan tujuh hari. Dengan kondisi ini, musim panen tembakau di Temanggung atau yang kerap disebut musim \u2018mbakon\u2019 bisa berlangsung selama dua hingga tiga bulan. Tahun ini, panen dimulai pada pertengahan Juli dan diprediksi akan berakhir pada pertengahan Oktober.<\/p>\n\n\n\n

Baca: Tuhan Tidak Menciptakan Tembakau untuk Dibenci dan Dicaci<\/a><\/p>\n\n\n\n

Metode panen seperti itu, yang bertahap dan berjeda dari panen satu daun ke daun lainnya ternyata berpengaruh terhadap tingkatan kualitas daun tembakau. Daun-daun yang dipanen lebih awal, gradenya berada pada grade yang rendah. Grade terus meningkat hingga sampai puncaknya seiring panen-panen selanjutnya pada tanaman yang sama. Dalam satu tanaman tembakau, grade daun sudah pasti berbeda-beda sesuai dengan waktu panenan daun di tanaman tersebut.<\/p>\n\n\n\n

Agar lebih mudah dipahami, mari kita bayangkan sebatang tanaman tembakau yang tumbuh subur dalam kondisi normal dan tanaman itu sudah mulai memasuki masa panen. Pada sebatang tanaman tembakau itu tumbuh sebanyak 17 helai daun dari bawah ke atas. Panen pertama dimulai. Daun paling bawah dari tanaman tembakau itu dipetik untuk dipanen. Hanya satu helai daun saja, yang terbawah. Daun yang pertama dipanen itu, biasanya memiliki grade A. Adakalanya kualitas tembakau pada panenan pertama sudah mulai berada pada grade B. Di beberapa titik bahkan sudah ada yang menghasilkan tembakau grade C. <\/p>\n\n\n\n

Lima hingga tujuh hari kemudian, panen daun kedua dilakukan. Satu daun saja dari sebatang tanaman, daun terbawah yang dipanen. Lima hingga tujuh hari berikutnya lantas dipanen lagi. Begitu seterusnya hingga 12 atau 13 kali panen. Semakin ke atas daun yang dipanen seiring bertambahnya waktu, grade tembakau juga meningkat hingga puncaknya berhenti di grade F. Hanya sedikit tembakau yang bisa melampau grade F, mencapai grade G dan H, itulah tembakau-tembakau jenis srintil berharga jutaan rupiah per kilogramnya.<\/p>\n\n\n\n

Selain waktu panen dan letak daun dalam sebatang tanaman, jenis tanah, unsur hara yang terkandung dalam tanah, asupan embun alami, pancaran sinar matahari yang cukup, serta proses fermentasi dan penjemuran usai daun-daun dipanen, menjadi penentu kualitas tembakau yang menempatkan daun tembakau itu pada grade tertentu. Satu hal lain lagi yang sangat berpengaruh terhadap grade tembakau adalah wilayah tembakau itu ditanam. Ada tiga wilayah tempat tembakau biasa ditanam. Wilayah persawahan (dataran rendah), wilayah tegalan (dataran menengah), dan wilayah gunung (dataran tinggi). Kondisi tanah dan faktor ketinggian dan kondisi geografis lainnya berpengaruh terhadap kualitas tembakau.<\/p>\n\n\n\n

Di wilayah persawahan, tanaman tembakau memang subur dan tumbuh cepat, namun tembakau yang ditanam di sana maksimal hanya bisa menghasilkan tembakau grade D, atau D+. Sedang tembakau yang ditanam di wilayah tegalan, maksimal bisa menghasilkan tembakau grade E hingga E+. Yang terbaik, tentu saja tembakau yang ditanam di wilayah gunung. Meskipun membutuhkan waktu tanam lebih lama dibanding dua wilayah lainnya, rata-rata panenan terakhir mencapai grade F hingga seterusnya dengan tembakau terbaik bernama srintil.   <\/p>\n\n\n\n

Ini sedikit yang saya pelajari di Temanggung hasil belajar langsung dari para petani di sana. Saya tidak tahu dengan metode panen dan penentuan grade tembakau di wilayah lain dengan jenis tembakau lain juga. Menarik sebetulnya mencari tahu di tempat lain. Semoga sekali waktu nanti berkesempatan untuk itu. 
<\/p>\n","post_title":"Penentuan Grade Tembakau di Temanggung","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"penentuan-grade-tembakau-di-temanggung","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-08-30 15:06:14","post_modified_gmt":"2019-08-30 08:06:14","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6008","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5999,"post_author":"877","post_date":"2019-08-28 09:40:02","post_date_gmt":"2019-08-28 02:40:02","post_content":"\n

Direktur Pusat Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Amerika Serikat (CDC), Robert Redfield, mengungkapkan kematian tragis di Illinois memperkuat dugaan karena vape<\/a> atau rokok elektrik. Berita tersebut atas laporan Dinas Kesehatan Illinois yang mengumumkan ada satu pasien yang akhirnya meninggal dunia. Kasus ini kemungkinan jadi kasus pertama kematian akibat penyakit berkaitan dengan vape.
<\/p>\n\n\n\n

Kejadian di atas menjawab keberadaan vape atau rokok elektrik sangat membahayakan. Berbeda dengan resiko rokok kretek, bisa menimbulkan penyakit jika mengkonsumsinya berlebihan atau kebanyakakan, dan hidup tidak seimbang. Misalnya dalam satu hari merokok sampai tiga atau empat bungkus, tanpa makan nasi atau makan-makanan sehat, tanpa olah raga, tanpa minum air putih, selalu didampingi kopi atau teh, istirahatnya kurang dan sebagainya. Maka dipastikan orang tersebut akan jatuh sakit bahkan meninggal dunia.\u00a0<\/p>\n\n\n\n

Baca: Terkuak, Rokok Elektrik Berbahaya bagi Kesehatan<\/a><\/p>\n\n\n\n

Tidak hanya itu, otoritas kesehatan di Amerika Serikat telah berhasil menginvestigasi kemunculan penyakit paru-paru misterius di antara kalangan pengguna rokok elektrik atau vape. Dilaporkan setidaknya ada 195 kasus potensial penyakit paru-paru di 22 Negara karena kena dampak dari vape atau rokok elektrik.
<\/p>\n\n\n\n

Jadi, masyarakat perlu waspada beredarnya vape atau rokok elektrik. Belum lagi, sebetulnya rokok elektrik atau vape, berdampak juga peningkatan perokok anak.\u00a0 Yang menjadi daya tarik bagi anak, selain bentuknya yang elegan, simpel, juga beraroma buah-buahan yang terkemas dalam cairan.<\/strong><\/p>\n\n\n\n

Orang yang mengatakan bahwa vape atau rokok elektrik lebih mensehatkan dari pada rokok kretek, pendapat tersebut sangat keliru. Disampaing efek dari rangkaian listrik dan battre juga cairan dalam rokok elektrik berpengaruh terhadap resiko jantung.  <\/p>\n\n\n\n

Hasil penelitian yang diterbitkan dalam Journal of American College of Cardiology pada Mei lalu ini menambah bukti bahwa cairan rokok elektrik dapat menghambat fungsi sel-sel tubuh yang berperan dalam kesehatan jantung. Cairan dalam vape atau rokok elektrik pada akhirnya merusak sel-sel yang melapisi pembuluh darah. <\/p>\n\n\n\n

Keberadaan vape atau rokok elektrik di pasaran sangat membahayakan bagi orang Indonesia, terlebih pemuda-pemuda, yang banyak memilih merokok vape aatau rokok elektri. Menurutnya, selain bentuk kecil, simpel dibawa dan ada aroma buah-buahan sesuai selera. Akan tetapi dibalik bentuknya yang bagus, menyembunyikan banyak penyakit ketika dikonsumsi.\u00a0<\/p>\n\n\n\n

Baca: Kata Siapa Lebih Sehat? Perokok Elektrik Berisiko Terjangkit Penyakit Kardiovaskular<\/a><\/p>\n\n\n\n

Hingga kini CDC masih melakukan investigasi lebih lanjut, dengan mengimbau agar para dokter mengumpulkan data dan sampel bila menemukan pasien dengan gejala penyakit paru serupa, tentunya akibat rokok elektrik atau vape. Bentuk dan merek rokok elektrik dan vape banyak varian dan banyak merek. JUUL termasuk merek rokok elektrik atau vape yang saat ini naik daun.\u00a0<\/p>\n\n\n\n

Ada yang mengatakan bahwa tak tepat membandingkan rokok tembakau dengan rokok elektrik. Ya benar tak tepat, karena rokok elektrik atau vape resikonya sangat tinggi. Sedang rokok tembakau resikonya kecil, apa lagi rokok kretek mungkin resikonya sangat kecil sekali terhadap tubuh. Alasannya, munculnya rokok kretek bertujuan untuk pengobatan sakit bengek, dan tujuannya berhasil. Hingga banyak orang melakukan pemesanan rokok kretek saat itu, rokok kretek belum sebagai industri besar masih bersifat rumahan,  keadaan tersebut sekitar abad 19. <\/p>\n\n\n\n

Dalam studi ini, tim peneliti menemukan bukti efek toksik pada sel-sel yang melapisi pembuluh darah dan melindungi jantung. Beberapa bukti tersebut termasuk di antaranya gangguan pada fungsi sel dan munculnya tanda-tanda peradangan. Para peneliti mengamati bagaimana respons sel saat bersentuhan dengan cairan rokok elektrik. Efek yang paling kentara terlihat pada cairan dengan rasa kayu manis.<\/p>\n\n\n\n

Baca: Riset Kesehatan Rokok Elektrik<\/a><\/p>\n\n\n\n

Sekelompok ahli kardiovaskular dari University of Massachusetts menganjurkan peneliti agar melakukan uji rokok elektrik atau vape lebih yang beraroma. Karena sumsi sementara, produk vape atau rokok elektrik yang beraroma dan punya pilihan rasa lebih berbahaya dari pada rokok vape natural. Namun yang banyak beredar dipasaran, justru yang beraroma dan berasa buah-buahan, dari pada yang natural. <\/p>\n\n\n\n

Studi pada 2018 lalu menunjukkan, penggunaan rokok elektrik harian berisiko terhadap serangan jantung, meski dengan probabilitas yang lebih rendah daripada perokok tembakau. Menurut dr Lawrence Phillips pakar kardiovaskular NYU Langone Health mengatakan \u201cKita melihat semakin banyak bukti bahwa rokok elektrik berhubungan dengan peningkatan risiko serangan jantung\u201d.<\/p>\n\n\n\n

Dari hasil pakar dan hasil studi di atas menegaskan bahwa keberadaan rokok vape atau rokok elektrik, resikonya sangat besar. Bahan utama rokok vape atau elektrik yang paling besar memberikan efek negatif pada tubuh manusia adalah cairan perasa. Akibat cairan perasa dalam rokok elektrik  atau vape termasuk merek JUUL beresiko terjadi peradangan, terjangkit penyakit jantung dan paru-paru akut, selanjutnya berakibat kematian. <\/p>\n\n\n\n

Untuk itu, demi masa depan bangsa Indonesia harusnya ada regulasi pelarangan peredaran rokok elektrik atau vape yang nyata-nyata telah ada kasus dengan didukung beberapa riset dan studi tentang konten rokok elektrik atau vape, yang hasilnya mempunyai resiko tinggi dapat menyebabkan penyakit berujung kematian.         
<\/p>\n","post_title":"Perokok Elektrik Berisiko Besar Terjangkit Penyakit Mematikan","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"perokok-elektrik-berisiko-besar-terjangkit-penyakit-mematikan","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-08-28 09:40:09","post_modified_gmt":"2019-08-28 02:40:09","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5999","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5988,"post_author":"855","post_date":"2019-08-24 10:41:28","post_date_gmt":"2019-08-24 03:41:28","post_content":"\n

Sumber permasalahan besar dunia pertembakauan sejatinya bukan iklim dan hama, melainkan kebijakan pemerintah dan para plolitisi yang ikut serta membicarakannya, tanpa dasar yang kuat, adil dan cenderung ugal-ugalan.
<\/p>\n\n\n\n

Jika orang dahulu tidak berani bicara kecuali kepada hal-hal yang benar-benar diketahui, kali ini banyak sekali orang yang banyak bicara daripada membaca, baik buku maupun alam kauniyah (dunia nyata). Maka jangan heran, jika tidak sedikit politisi dan pemerintah yang gagal paham dunia pertembakau, dari berbagai sisi, karena mereka mendapatkan informasi sepotong-sepotong, tanpa ada usaha untuk tabayyun <\/em>lebih mendalam apalagi turun ke ladang untuk memastikan.
<\/p>\n\n\n\n

Kini hama petani muncul lagi dari kalangan politisi. Sebut saja namanya Sukamta (nama asli) yang kini menjabat sebagai sekretaris Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS). Kenapa semua orang yang terkait dengan industri hasil tembakau (petani, buruh, dsb) dianggap tidak sejahtera, ya karena partai yang harusnya adil saja tidak mampu berbuat adil, bahkan dalam pikiran dan apa yang keluar dari mulutnya.<\/p>\n\n\n\n

Baca: Tuhan Tidak Menciptakan Tembakau untuk Dibenci dan Dicaci<\/a>
<\/p>\n\n\n\n

Tidak perlu bicara terlalu jauh. Mari kita kita uji omongan Sukamta yang dimuat situs ayosemarang.com, 22 Agustus 2019. Omongan yang sejatinya sebuah template dan selalu dipakai oleh antirokok. Semacam gaya kampanye sholih li kulli zaman wal makan, <\/em>meski dibangun dari logika berantakan dan cenderung mengutamakan kengawuran daripada analisa yang mendalam. Ya memang itulah keistimewaan antirokok, anti terhadap data valid dan percaya diri berlebihan dalam kesesatan berpikir.
<\/p>\n\n\n\n

Bagi Sukamta, harga rokok di Indonesia, sebuah negeri yang besar salah satunya ditopang oleh dunia pertembakauan, harus dinaikkan 700 persen. Alasannya supaya orang miskin tidak dapat membeli rokok. Jika orang miskin yang merokok jatuh sakit, maka negara melalui (Jaminan Kesehatan Nasional) JKN rugi menanggung biayanya. Tentu saja ini berbeda dengan, orang kaya boleh makan junkfood<\/em>, minuman bersoda, dan berlaku semaunya, karena jika jatuh sakit mereka bisa membiayai sendiri dan dapat memperkaya negara.
<\/p>\n\n\n\n

Cara sistematis ini akan diduplikasi dan diperbarui terus menerus. Bermula dari seorang sakit yang berobat ke dokter, jika ia merokok maka dokter akan berkata, \u201cbapak sakit karena rokok\u201d, dan dokter tidak secara jujur bahwa penyakit itu datang dari sebab apapun, bisa gula, bisa gaya hidup yang berantakan, kurang minum air putih, stres dengan obat mahal, dsb.
<\/p>\n\n\n\n

Kenapa Sukamta cenderung ingin menaikkan harga rokok untuk menyelesaikan permasalahan JKN yang rumit itu? Ya karena sudah menjadi tabiat antirokok, bahwa berpikir keras untuk mencari solusi adalah buang-buang waktu, makanya rokok akan disalahkan supaya permasalahan menjadi lekas selesai. 
<\/p>\n\n\n\n

Coba kita kembali ke tahun 2018, saat BPJS Kesehatan defisit dan ditambal oleh cukai rokok. Para pegiat kesehatan beralasan, jumlah masyarakat sakit yang kian bertambah dan narasi yang kemudian dibangun; sakit-sakit itu disebabkan oleh rokok. Tidak berhenti sampai di situ, beragam alasan yang penting pengelola kesehatan \u201cselamat\u201d banyak digaungkan di media (tanpa ada sikap ksatria untuk mengakui bahwa memang masih banyak masalah dalam JKN, baik pengelolaan maupun skema yang lebih baik, yang perlu dicarikan solusi).<\/p>\n\n\n\n

Baca: Kegagalan Lakpesdam PBNU dalam Melihat Produk Tembakau Alternatif<\/a><\/p>\n\n\n\n

Koordinator Advokasi BPJS Watch, Timboel Siregar, megkritisi beragam narasi yang dibangun oleh pegiat kesehatan. Ia mengusulkan agar BPJS fokus pada pengawasan penetapan inasibijis oleh pihak rumah sakit. Timboel menilai, inasibijis merupakan gerbang terjadinya defisit BPJS Kesehatan. Inasibijis (INA-CGB) merupakan sebuah singkatan dari Indonesia Case Base Gropus, yakni sebuah aplikasi yang digunakan rumah sakit untuk mengajukan klaim pada pemerintah. (bisnis.com)
<\/p>\n\n\n\n

Kita tidak pernah tau, apa yang dilakukan rumah sakit terhadap pasien-pasien yang membayar BPJS. Kita juga tidak pernah tau jika ada pasien BPJS kelas I diberi fasilitas kelas II atau III, dan rumah sakit mengklaim biaya kelas I ke negara. Tentu saja yang demikian ini tidak penting bagi antirokok. <\/p>\n\n\n\n

Baca: Ada Campur Tangan Bloomberg dalam Surat Edaran Menkes terkait Pemblokiran Iklan Rokok<\/a><\/p>\n\n\n\n

Sukamta juga bilang, orang-orang yang kecanduan merokok dan mampu membeli rokok yang mahal, dipersilahkan tetap merokok asal menanggung sendiri biaya pengobatan akibat penyakit karena rokok. Asalkan dampak buruk akibat konsumsi rokok tidak membebani negara kerena pemasukan dari cukai tembakau tidak sebanding dengan biaya yang harus dikeluarkan negara. (ayosemarang.com)
<\/p>\n\n\n\n

Bagi saya pribadi, ini adalah statemen yang sangat lucu. Sejak kapan sih negara betul-betul hadir dan perhatian terhadap kesehatan masyarakat, khususnya di pedesaan dan pedalaman? Kalau ada pun, menjalankannya setengah hati. Dan sejak kapan rokok itu menjadi candu, padahal yang candu itu kekuasaan dan menjadikan masyarakat sebagai jembatan untuk menuju \u201ckekuasaan dalam negara\u201d? 
<\/p>\n\n\n\n

Sukamta juga menganggap, bahwa perokok bukan orang yang produktif? Faktanya? Setahu saya orang-orang yang merokok punya produtivitas tinggi, mereka hidup sebagaimana keringat yang diperas setiap hari. Tanpa berharap kepada negara apalagi Sukamta.
<\/p>\n\n\n\n

Sekadar saran saja, sebaiknya PKS tidak perlu ngelantur bicara rokok. Silahkan bicara, asalkan keadilan sosial sebagaimana nama partainya tidak hanya selesai pada tataran konsepsi dan gagah-gagahan, melainkan pada tahap tindakan dan contoh konkrit atasnya.
<\/p>\n","post_title":"Ketika PKS Bicara Rokok","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"ketika-pks-bicara-rokok","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-08-24 10:51:25","post_modified_gmt":"2019-08-24 03:51:25","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5988","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":35},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"epic_block_3"};

\n

Baca: Perbandingan Bahan Baku Kretek dan Rokok Elektrik<\/a><\/p>\n\n\n\n

Sekarang kembali ke Gebrak, satu gerakan yang konyol dan tidak konsisten, jauh dari nasionalisme bahkan patriotism. Pertama<\/em>, pernahkan mereka membuat kajian dengan membandingkan volume asap rokok dengan volume asap lainnya (asap buang industri, asap pembakaran, asap knalpot dan lain sebagainya)?, pasti belum pernah. Kalau memang sudah pernah melakukan kajian, tentunya faham jumlah perbandingannya dan asap apa yang paling berdampak pada manusia dan lingkungan hidup. Kalau faham pasti tidak mempermasalahkan (asap rokok). Kedua<\/em>, banyakan mana asap yang dikeluarkan rokok elektrik dengan rokok non elektrik?, nyatanya asap yang dikeluarkan rokok elektrik lebih banyak dari pada rokok non elektrik. <\/p>\n\n\n\n

Ketiga<\/em>, tidah faham media dan konten rokok elektri dengan rokok non elektrik. Namanya elektrik pastinya pakai media listrik untuk pembakarannya. Kalau begitu, coba bandingkan, air hasil pemanasan pakai listrik dengan pemanasan pakai api (kompor), hasilnya pasti bagusan kompor. Kok bisa?, jawabnya mudah, kalau bagusan listrik sudah lama pemerintah mencanangkan program pemanas pakai listrik tidak pakai kompor. Nyatanya pemerintah membuat program kompor gas. Yang menimbulkan masalah baru, terjadi peledakan, kelangkaan, harga naik terus dan sebagainya. Justru masyarakat lebih nyaman dan aman pakai minyak. Namaun karena sudah menjadi program pemerintah, masyarakat kecil tak bisa berbuat lebih. Sekarang konten rokok elektrik dan non elektrik. <\/p>\n\n\n\n

Jelas rokok elektrik memakai proses bahan kimia (buatan) untuk mengolah tembakau, sehingga setelah jadi uap kemudian dibantu pembakaran pakai media listrik menghasilkan asap. Akibatnya asap yang dikeluarkan sangat banyak kayak asap knalpot. Beda dengan rokok non elektrik, bahannya asli pembakarannya natural (api). Api diciptakan Tuhan sebagai pemanas untuk penyeimbang alam (baca kitab tafsir Jalalain). Jadi rokok elektrik memakai proses kimia buatan, sedang rokok memakai proses kimia natural. Rokok sendiri ada dua jenis. Rokok putih dan rokok kretek. Rokok putih hanya menggunakan tembakau, rokok kretek menggunakan tembakau dan cengkeh. Tembakau dan cengkeh jika dibakar menghasilkan senyawa dan menyatu yang dapat sebagai media pengobatan. Beda dengan rokok yang kontennya pakai tembakau saja, maka yang dihasilkan tidak bisa untuk pengobatan.  <\/p>\n\n\n\n

Keempat<\/em>,  baik rokok elektrik dan rokok putih bukan asli Indonesia. Bahkan bahan baku dan produksinya pun tidak di Indonesia. Beda dengan rokok kretek, mulai dari bahan baku dari petani Indonesia yang tersebar di bumi Indonesia, pekerja dan produksinya di Tanah Air ini. Artinya rokok kretek sebagai industri padat karya, yang menghidupi banyak saudara kita. Sehingga ketika memusuhi rokok kretek sama dengan memusuhi saudara sendiri. Ketika membela rokok impor sama dengan membela penjajah. <\/p>\n\n\n\n

Penjelasan perbedaan tiap rokok di atas sengaja tidak dijelaskan pakai rumus matematika atau rumus kimia. Karena kalau dijelaskan hanya orang-orang tertentu yang faham. Namun pada intinya, rokok kretek menyehatkan, rokok jenis lain kebalikannya. Buktinya, sejarah penemuan kretek sebagai media pengobatan sakit bengek atau pernafasan, cengkeh sampai detik ini paling bagus sebagai bahan obat rasa sakit, membuat badan hangat dan sebagainya. Jadi asap rokok (bukan kretek ) apapun jenisnya sangat berbeda dengan asap rokok kretek.  
<\/p>\n","post_title":"Logika Asap Rokok Elektrik dan Asap Kretek Itu Beda","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"logika-asap-rokok-elektrik-dan-asap-kretek-itu-beda","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-09-05 10:09:14","post_modified_gmt":"2019-09-05 03:09:14","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6039","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":6017,"post_author":"919","post_date":"2019-09-04 07:32:17","post_date_gmt":"2019-09-04 00:32:17","post_content":"\n

Saya langsung mengiyakan untuk membeli tiket konser \u2018Tiba-tiba Sudddenly Pensi Road to Gudfest\u2019<\/em> saat diberitahu teman saya bahwa The Upstairs, The Adams, Goodnight Electric, dan Club Eighties akan manggung di sana. Kebetulan teman saya juga yang membelikan tiket tersebut untuk memastikan saya ikut hadir dan menemaninya datang pada perhelatan musik yang berlangsung di Ballroom Kuningan City, Jakarta, 27 Agustus 2019.
<\/p>\n\n\n\n

Boleh dikata saya termasuk orang yang jarang menikmati pentas musik di beberapa tahun belakangan ini. Selain faktor kesibukan, era digital yang merambah segala lini membuat saya mungkin lebih simpel untuk mendengarkan musik via spotify atau youtube. Tentu ada nilai minusnya yaitu euforia yang kurang saya dapatkan jika tak mendatangi konser musik secara langsung.
<\/p>\n\n\n\n

Karena jarang menikmati konser musik belakangan ini, ada satu peraturan yang cukup menarik perhatian saya yaitu dilarang merokok di dalam venue<\/em>. Pertama saya bisa memaklumi itu mengingat venue indoor<\/em> dan ber-ac. Pertanyaan dalam benak saya lalu tersirat, apa nikmatnya menikmati musik terutama saat konser tanpa menghisap rokok? Tapi bagi saya ini tentu jadi tantangan, karena saya juga bisa memastikan bahwa rokok bukanlah candu dan sebagai perokok juga bisa tertib mengikuti peraturan yang ada.<\/strong>
<\/p>\n\n\n\n

Saya kemudian tiba di tempat acara. Saya lantas membeli beberapa minuman dan asyik merokok serta ngobrol dengan teman saya di luar venue<\/em>. Ketika mendekati jadwal open gate<\/em>, kami berbaris rapih untuk masuk ke dalam. Ada satu hal yang menyita perhatian, ternyata rokok kami pun disita. Jika hanya korek kami bisa memaklumi, namun penyitaan terhadap rokok tentu tak masuk di akal. Akhirnya kami mengakalinya dengan menaruh rokok kami di luar, di tempat yang tak mencolok. Adegan ini jika direka ulang laiaknya seorang yang mencoba untuk menyembunyikan narkotika, padahal rokok sejatinya adalah barang legal.<\/p>\n\n\n\n

Baca: Smoker Travellers: Menengok Fasilitas Ruangan Merokok di Bandara Kulon Progo<\/a>
<\/p>\n\n\n\n

Mungkin saya tidak memerhatikan peraturan yang ada apabila ternyata rokok tidak boleh di bawa masuk ke dalam. Namun jika dilarang, baiknya penyelenggara bisa menyediakan tempat penitipan rokok. Bukan apa-apa, mubazir rasanya jika satu bungkus harus dibuang, apalagi perokok yang hadir juga nampaknya mematuhi peraturan dilarang merokok di dalam. Peraturan ini juga nampaknya mesti dikaji ulang karena jika mengacu pada Perda KTR tentu tidak disebutkan.
<\/p>\n\n\n\n

Akhirnya kami pun mengikhlaskan, walau sejatinya harus jua bertindak licik dengan menyembunyikan rokok kami di luar. Bukan apa-apa ini lebih faktor mubazir. Tiba saatnya acara dan Ajis Doa Ibu serta Gilang Gombloh memecahkan suasana dengan dark jokes soal agama hingga lelucon soal Fiersa Besari. Goodnigh Electric kemudian menjadi band pembuka dengan membawakan tembang-tembang lawas seperti Am i Robot, Teenage Love and Broken Heart, The Supermarket I Am In, hingga lagu syahdu mereka yang saya tunggu-tunggu untuk dibawakan yaitu Im OK.\u00a0
<\/p>\n\n\n\n

Lagu ini pernah menjadi soundtrack <\/em>hidup saya kala menyukai seseorang. Semenjak mendengar dan suka dengan Goodnight Electric saat SMA, baru kali ini Im Ok dibawakan. Goodnight Electric juga kemudian menutup aksi panggung mereka dengan budaya yang tak pernah mereka lewatkan yaitu dengan lagu Rocket Ship Goes By dan tak lupa melemparkan pesawat kertas di dekat penghujung lagu.
<\/p>\n\n\n\n

Jika Goodnight Electric adalah pembukaan yang manis, seperti memberi rangsangan mengingat masa-masa SMA penuh dengan jadwal pensi, maka The Upstairs yang manggung selanjutnya adalah yang meledakkan pesta itu sendiri. Performa enerjik Jimi Multhaza sang vokalis masih saja seperti yang saya ihat 11 tahun lalu saat The Upstairs manggung di depan TVRI. Tak mau melewatkan momen, saya kemudian merapat ke tengah kerumunan dan berdansa resah didalamnya. Benturan-benturan moshpit tak terelakkan tapi saya nikmati karena adrenalin seperti ini jarang lagi bisa ditemukan.
<\/p>\n\n\n\n

Sama seperti Goodnight Electric, The Upstairs menutupnya dengan bijak. Romansa penonton yang hadir akan\u00a0 Pensi ala anak SMA di awal 2000an dan hingga sepuluh tahun setelahnya tak mereka kecewakan. Jimi dkk memilih lagu Matraman sebegai tembang penutup, lagu yang menurut Jimi (saat populer) bisa diputar hingga berulang kali dalam satu hari di radio-radio lokal. Lagu yang kemudian menjadi soundtrack skena persahabatan, cinta, dan tawuran anak SMA kala itu.\u00a0<\/p>\n\n\n\n

Baca: Smoker Traveller: Hero Coffe Kota Tua Semarang<\/a><\/p>\n\n\n\n

The Adams sebagai band ketiga yang tampil lalu datang meneduhkan suasana. Betul, penonton langsung terbuai saat itu oleh suara yang beradu-adu antara Saleh Husein dan Ario Hendarwan. Sing along kemudian jadi hal yang wajib dilakukan saat itu, semuanya menikmati karaoke masal dari lagu-lagu yang dibawakan seperti Hanya Kau, Berwisata, Konservatif, hingga Halo Beni. Suasana kala itu semakin manis saat sang pianis The Adams (hingga kini belum saya ketahui namanya) selalu melemparkan senyumnya ke arah penonton. Ah sial, saat itu saya berada di posisi yang sangat jauh darinya, itu saja sudah membuat saya bergetar.
<\/p>\n\n\n\n

Karena saya memarkir motor di luar area Kuningan City dan hanya dijaga sampai pukul 23:30, akhirnya kami pulang lebih cepat. Saat keluar venue saya memastikan tetap sebats dulu, mereview apa yang menarik terjadi di dalam sana. Saya lantas menarik kesimpulan bahwa dari pengalaman selama hampir tiga jam lebih menikmati konser tanpa rokok, tak terjadi apa-apa dari kami. Tak ada kekhawatiran berlebihan, perubahan mood karena tak merokok, atau keburukan lainnya. Semuanya sama saja dan normal-normal saja.
<\/p>\n\n\n\n

Hanya jika boleh memberi saran kepada pihak pengelola, perampasan rokok tentu mesti dipertimbangkan ulang. Sekali lagi rokok adalah produk legal dan mempunyai aturan yang sudah disepakati terkait pengkonsumsiannya. Lagian, saya kira para perokok sekarang juga sudah mulai tertib terhadap aturan dan tidak ingin merugikan terhadap yang lainnya.<\/p>\n","post_title":"Pengalaman Tiga Jam Lebih Menyaksikan Konser Musik Tanpa Asap Rokok","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"pengalaman-tiga-jam-lebih-menyaksikan-konser-musik-tanpa-asap-rokok","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-09-04 07:32:19","post_modified_gmt":"2019-09-04 00:32:19","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6017","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":6014,"post_author":"877","post_date":"2019-09-03 09:18:50","post_date_gmt":"2019-09-03 02:18:50","post_content":"\n

Masih ingat kemarin, tulisan Djarum yang ada di kaos para atlit olahraga dipermasalahkan KPAI dan kawan-kawannya? Banyak orang-yang omong, ternyata ada orang kaya yang diusik, tapi dia hanya diam tanpa ada kata sedikitpun sebagai pembalasan terhadap yang mengusiknya. Bahkan cenderung mengalah, bikin orang lain gregetan. Kalimat itu yang aku tangkap dari salah satu temen bernama Nur Cholis asal Desa Gribiq, Kabupaten Kudus.<\/p>\n\n\n\n

Seminggunan kemarin, tepatnya Minggu 25 Agustus, teman MTS dulu pulang dari Jakarta. Ia sehari-harinya beraktivitas dan bekerja di sana. Di Jakarta, bersama anak istrinya, yang setiap hari jualan sayuran keliling. <\/p>\n\n\n\n

Kami yang sudah lama tidak ketemu, bahkan lebaran kemarin ternyata dia tak pulang ke Kudus. Pantesan tak ada yang rebut ngajak ngopi, orang yang biasa ngajak ngopi orangnya masih di Jakarta. Memilih lebaran di sana, karena dititipin rumah tetangganya yang katanya sudah seperti keluarganya sendiri yang kala itu baru mudik.\u00a0<\/p>\n\n\n\n

Baca: Sesat pikir KPAI Melarang Audisi Pencarian Bakat Bulutangkis Anak-Anak<\/a><\/p>\n\n\n\n

Temanku itu panggilannya Djumari, rumahnya dulu daerah Kaliwungu Kudus bagian barat. Ia pulang dalam rangka ada acara nikahan saudara dari istrinya. Dasar Djumari, kalau gak ngopi bareng dan ketemu temen-temen gak puas katanya, karena mumpung di Kudus. Ia gunakan kesempatan sebelum datang kesempitan disela-sela acara nikahan saudaranya. Lewat pesan singkat WA, tanpa hitungan jam ajakan ngopi Djumari, langsung di respon banyak teman yang tergabung di group WA. Ada yang tanya kapan datangnya, ada yang komentar besuk aja ngopinya soalnya masih diluar kota, ada yang bilang sore ini aja tancap gas. Djumari menjawabi dan balas komentar teman-teman. Dihari itu, Djumari kayak artis banyak ajakan dan tawaran teman-teman. <\/p>\n\n\n\n

Memang, teman-teman alumni MTS Madrasah Qudsiyyah Kudus kompak sekali, bahkan sudah kayak saudara sendiri semua. Kita sering kumpul walaupun hanya sekedar ngopi, yang penting bertemu dan ngobrol. Tidak jarang, kita ketemu dengan agenda acara resmi dan agak resmi. Seperti disaat salah satu teman punya hajat, bahkan hajat kecilpun kayak acara \u201cmanaqiban\u201d sering mengundang teman lainya. Pasti ada yang bingung apa itu manaqiban<\/em>?. Aku jelasin sebentar, manaqiban itu, acara membaca sejarah Syeih Abdul Qodir Jaelani ulama dahulu setelah masa Shahabat Nabi, yang terkenal alimnya dan sufi serta berkaromah. Nah, bagi kita-kita penggemarnya, sering kali kita baca sejarahnya. Dengan cerita sejarah  Syeih Abdul Qodir Jaelani, kita penggemar berharap agar apa yang kita lakukan dido\u2019akan atau di amini beliau semua urusan kita lancar. Karena menurut kita penggemar, meyakini Syeih Abdul Qodir Jaelani kekasih Tuhan, kalau dalam bahasa Jawa \u201cbolone Gusti Allah\u201d. Ini sekilas penjelasan tentang istilah manaqiban<\/em>, kalau mau tau lebih lanjut, khasiat-khasiatnya, bisa kita diskusi dilain waktu aja. Yang jelas di acara manaqiban<\/em> ini sudah jadi tradisi ada \u201cingkung\u201d ayamnya. Ini yang biasa kita nantikan.<\/p>\n\n\n\n

Kembali ke acara ngopi, disore itu temenku Djumari langsung nentukan tempat ngopi dan waktunya. Kita biasa ngopi ditempat sederhana. Akhirnya, Djumari mutusin habis isya\u2019 kumpul dan ngopi di rumah teman kita satunya namanya Nur Cholis, juga tergabung dalam group WA. Setelah tahu bakal kerumahnya, Nur Cholis langsung komen, lapan enam laksanakan. Aku langsung teringat temenku namanya Fawaz, orang Betawi keturunan Arab, sering kalau jawab pas di WA pakai tulisan lapan enam.\u00a0<\/p>\n\n\n\n

Baca: PB Djarum, Prestasi Bulutangkis Nasional, dan Kegagalan KPAI Memahami Peristiwa<\/a><\/p>\n\n\n\n

Waktu isya\u2019 tiba, suasana mau hujan, sedikit grimis, hawanya lumayan dingin dibanding sebelumnya panas dan gerah. Tapi semangat ngopi dam ngobrol teman-teman tak mengendor. Bahkan di group sudah ada yang ribut, ngajak-ngajak \u201cayo ayo waktunya kopdar tiba, ada bonus banyak rezeki lho\u201d, Rifai namanya, seorang pembicara atau muballig yang sering ceramah di masyarakat. <\/p>\n\n\n\n

Aku datang sekitar jam 20.00, terlihat banyak tema yang sudah pada kumpul, didepannya ada segelas kopi. Maklum kita orang desa ngopinya gak pakai cangkir, tapi pakai gelas es yang tinggi. Dibenakku ini ngopi apa kehausan?, tapi yang penting tetap ngopi dan merokok. Di meja terlihat banyak rokok bermacam-macam mereknya, sesuai kesukaan masing-masing. Ada yang bawa Sukun Putih, ada yang bawa Gudang Garam, kebanyakan bawa LA, tapi ada juga yang bawa rokok bikinan sendiri alias \u201cTingwe\u201d nglinting dewe dirumah ditaruh plastik. Aku coba rokok tingwe itu sambil ngobrol bareng, ternyata lumayan enak ramuan rokoknya, dibanding tingwe tingwe yang pernah aku rasakan. Yang buat tingwe namanya Sutopo, profesinya sehari-hari memang jual beli tembakau. Karena penasaran, sutopo aku tanya, kok enak, ini tembakau mana?. Dijawabnya \u201cbiasa tembakau Temanggung\u201d tapi aku kasih cengkeh kualitas wahid, dan sedikit ramuan saos sendiri (bahannya dirahasiakan), yang jelas katanya bahan saos dari rempah rempah bikinan sendiri. <\/p>\n\n\n\n

Ngobrol kita mengalir tanpa ada sekat dan batasan, malah terkadang pada ngobrol sendiri-sendiri dengan teman didekatnya. Giliran Djumari disuruh cerita pengalamannya, teman teman pada diam, mungkin pada penasaran. Soalnya dulu, sebelum ke Jakarta ia bekerja di Djarum. Ia ceritakan alasannya harus ke Jakarta. Awalnya, sering pulang pergi Jakarta Kudus untuk pengobatan istrinya yang sedang sakit di salah satu pengobatan alternatif disana atas rekomendasi saudaranya yang sudah lama hidup di Jakarta. Ia menceritakan sakit istrinya yang sering pusing, dan pusingnya bukan pusing biasa, dan seringkali istrinya sampai membentur-benturkan kepalanya. Kemudian, saat diharuskan kontinyu pengobatannya, minimal satu tahun agar cepat sembuh, akhirnya ia putusin meninggalkan Kudus sementara, termasuk pekerjaannya. Alhamdulillah istrinya sekarang sudah sembuh total.\u00a0<\/p>\n\n\n\n

Baca: Cacat Pikir KPAI Memaknai Kata Ekploitasi Anak dan Promosi<\/a><\/p>\n\n\n\n

Disela sela nungguin istrinya sakit, ia sering diajak saudaranya jualan sayuran keliling. Nah, walaupun sekarang istrinya sudah sembuh, ia tetap di Jakarta. Sebab dipikirannya, kalau kembali ke Kudus mulai dari awal lagi, mending yang sudah ada didepan mata dijalanin dulu. Nanti pelan-pelan sambil melihat peluang di Kudus, ia pun akan pulang. Obrolan tetap seru, walaupun djarum jam sudah tepat diangka 12.00 malam. Namun domain obrolan lebih pada Djumari sebagai nara sumber, ia menceritakan semua pengalaman dan kejadia yang ia lihat, sampai ia menceritakan berita kalau pabrik Djarum yang dulu pernah ia singgahi, sedang dipermasalahkan KPAI. Memang sebenarnya ia tak paham alur permasalahanya. Tahunya, KPAI gak suka bulu tangkis Djarum berjalan, memusuhi rokok. <\/p>\n\n\n\n

Sebagai orang yang pernah menjadi karyawan Djarum, jadi wajar dan pantas kalau ia membela Djarum, apalagi ia asli Kudus. Saking semangatnya, ia ngomong \u201cnek aku dadi Djarum, tak tuku iku KPAI, paling ora tak lawan\u201d \u201candaikan aku yang punya Djarum, aku beli KPAI, paling tidak dilawan\u201d. Ada yang menyambar omongan, \u201csampek matek kuwe Djum, ogak bakal dadi bos Djarum\u201d \u201csampai mati kamu Djum, tidak akan jadi bos Djarum\u201d haha\u2026\u2026disambut dengan tawa klakaran teman-teman termasuk saya sendiri. Di sela-sela tawa, tuan rumah ngomong \u201cancen gawe gregeten, kenopo Djarum mung meneng, malah ngalah\u201d \u201cbikin gregeten, kenapa Djarum diam dan cenderung mengalah\u201d. <\/p>\n\n\n\n

Nah, ternyata, banyak orang yang sangat simpati dan membela pabrik Djarum, terutama orang Kudus. Rata-rata mereka, tak tahu apa yang harus dilakukan, apa yang harus diperbuat. Sebagai manusia lemah, mereka hanya bisa marah  yang terpendaam dalam hati, dengan melihat kejadian KPAI menyerang Djarum. Coba, andaikan mereka tahu kalau dibelekang KPAI ada kepentingan asing yang mengusik rokok kretek asli Kudus, yang sudah mendarah daging bagi masyarakat Kudus. Pastinya, pembelaanya lebih dari itu, bahkan mungkin mati-matian.
<\/p>\n","post_title":"Cerita di Balik Segelas Kopi untuk Djarum","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"cerita-di-balik-segelas-kopi-untuk-djarum","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-09-03 09:19:00","post_modified_gmt":"2019-09-03 02:19:00","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6014","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":6008,"post_author":"878","post_date":"2019-08-30 15:06:07","post_date_gmt":"2019-08-30 08:06:07","post_content":"\n

Pada mulanya, saya mengira tanaman tembakau ditanam, dirawat, dan dipanen sama dengan kebanyakan tanaman-tanaman semusim lainnya di negeri ini. Ada proses pembibitan, kemudian proses penanaman, lantas tanaman rutin disiram dan diberi pupuk, ada proses perawatan hingga akhirnya dipanen ketika musim panen tiba. Tapi nyatanya, perkiraan saya salah. Tembakau tanaman yang cukup unik. Beda dari banyak tanaman semusim lain yang lazim ditanam petani di banyak tempat di Indonesia.<\/p>\n\n\n\n

Hal paling menonjol yang membedakan tanaman tembakau dengan tanaman semusim lain ada pada masa tanam dan masa panen tiba. Tanaman tembakau menjadi anomali karena ditanam saat musim penghujan akan berakhir. Lalu dipanen ketika musim kemarau sedang berada pada puncaknya. Saat tanaman-tanaman semusim lainnya enggan tumbuh, bahkan rumput sekalipun mengering karena kemarau.<\/p>\n\n\n\n

Tiga tahun belakangan, saya banyak bergaul dengan petani dan buruh tani tembakau di Kabupaten Temanggung, juga dengan anak-anak mereka. Jika sebelumnya saya sekadar penikmat rokok kretek, tiga tahun belakangan, saya mulai tertarik untuk mempelajari seluk-beluk seluruh lini yang mendukung industri kretek nasional. Yang paling menarik minat saya, tentu saja konteks pertanian dan sosial masyarakat yang memproduksi komoditas yang menjadi bahan baku utama produk kretek. Tembakau dan cengkeh.<\/p>\n\n\n\n

Baca: Melihat Petani Tembakau di Temanggung Memanen Tembakau Mereka<\/a><\/p>\n\n\n\n

Dari sekian banyak hal menarik yang disajikan pertanian tembakau hingga proses penjualan hasil panen tembakau yang saya amati di wilayah Kabupaten Temanggung, hal yang terus menerus menarik minat saya dan hingga saat ini belum sepenuhnya saya pahami adalah proses panen tembakau dan penentuan grade tembakau hasil panenan petani. Sama seperti kesalahan saya mengira tanaman tembakau ditanam dan diproses mirip dengan tanaman semusim lainnya, dugaan saya perihal proses panen tembakau juga salah sepenuhnya. Dahulu saya mengira daun-daun yang siap dipanen dari tanaman tembakau ya dipanen begitu saja. Menunggu daun-daun yang tumbuh pada tanaman tembakau siap dipanen, lantas dipanen seluruhnya dalam satu waktu oleh para pekerja di kebun. Nyatanya tidak begitu. Dan lebih rumit dari itu.<\/p>\n\n\n\n

Mayoritas tembakau yang ditanam di wilayah Temanggung berasal dari jenis kemloko. Ada kemloko 1, kemloko 2, dan kemloko 3. Dari ketiga varietas kemloko tersebut, metode panen dan penentuan grade tembakau memiliki tata cara yang sama persis. Seluruh petani di Temanggung menerapkan metode panen yang mirip. Dari metode panen tersebut, ternyata berpengaruh terhadap tingkatan kualitas tembakau yang dipanen, petani di Temanggung kerap menyebut \u2018tiam\u2019 atau \u2018grade\u2019 untuk perbedaan tingkat kualitas tembakau yang dipanen.<\/p>\n\n\n\n

Tidak seperti tanaman semusim lainnya yang dipanen dalam satu waktu, tembakau dipanen bertahap mulai dari daun terbawah pada pohon hingga daun teratas. Dalam satu tanaman tembakau, panen bisa berlangsung sebanyak 13 hingga 15 kali dalam sekali musim tembakau. Jarak antara panen satu dengan panen lainnya, antara lima dan tujuh hari. Dengan kondisi ini, musim panen tembakau di Temanggung atau yang kerap disebut musim \u2018mbakon\u2019 bisa berlangsung selama dua hingga tiga bulan. Tahun ini, panen dimulai pada pertengahan Juli dan diprediksi akan berakhir pada pertengahan Oktober.<\/p>\n\n\n\n

Baca: Tuhan Tidak Menciptakan Tembakau untuk Dibenci dan Dicaci<\/a><\/p>\n\n\n\n

Metode panen seperti itu, yang bertahap dan berjeda dari panen satu daun ke daun lainnya ternyata berpengaruh terhadap tingkatan kualitas daun tembakau. Daun-daun yang dipanen lebih awal, gradenya berada pada grade yang rendah. Grade terus meningkat hingga sampai puncaknya seiring panen-panen selanjutnya pada tanaman yang sama. Dalam satu tanaman tembakau, grade daun sudah pasti berbeda-beda sesuai dengan waktu panenan daun di tanaman tersebut.<\/p>\n\n\n\n

Agar lebih mudah dipahami, mari kita bayangkan sebatang tanaman tembakau yang tumbuh subur dalam kondisi normal dan tanaman itu sudah mulai memasuki masa panen. Pada sebatang tanaman tembakau itu tumbuh sebanyak 17 helai daun dari bawah ke atas. Panen pertama dimulai. Daun paling bawah dari tanaman tembakau itu dipetik untuk dipanen. Hanya satu helai daun saja, yang terbawah. Daun yang pertama dipanen itu, biasanya memiliki grade A. Adakalanya kualitas tembakau pada panenan pertama sudah mulai berada pada grade B. Di beberapa titik bahkan sudah ada yang menghasilkan tembakau grade C. <\/p>\n\n\n\n

Lima hingga tujuh hari kemudian, panen daun kedua dilakukan. Satu daun saja dari sebatang tanaman, daun terbawah yang dipanen. Lima hingga tujuh hari berikutnya lantas dipanen lagi. Begitu seterusnya hingga 12 atau 13 kali panen. Semakin ke atas daun yang dipanen seiring bertambahnya waktu, grade tembakau juga meningkat hingga puncaknya berhenti di grade F. Hanya sedikit tembakau yang bisa melampau grade F, mencapai grade G dan H, itulah tembakau-tembakau jenis srintil berharga jutaan rupiah per kilogramnya.<\/p>\n\n\n\n

Selain waktu panen dan letak daun dalam sebatang tanaman, jenis tanah, unsur hara yang terkandung dalam tanah, asupan embun alami, pancaran sinar matahari yang cukup, serta proses fermentasi dan penjemuran usai daun-daun dipanen, menjadi penentu kualitas tembakau yang menempatkan daun tembakau itu pada grade tertentu. Satu hal lain lagi yang sangat berpengaruh terhadap grade tembakau adalah wilayah tembakau itu ditanam. Ada tiga wilayah tempat tembakau biasa ditanam. Wilayah persawahan (dataran rendah), wilayah tegalan (dataran menengah), dan wilayah gunung (dataran tinggi). Kondisi tanah dan faktor ketinggian dan kondisi geografis lainnya berpengaruh terhadap kualitas tembakau.<\/p>\n\n\n\n

Di wilayah persawahan, tanaman tembakau memang subur dan tumbuh cepat, namun tembakau yang ditanam di sana maksimal hanya bisa menghasilkan tembakau grade D, atau D+. Sedang tembakau yang ditanam di wilayah tegalan, maksimal bisa menghasilkan tembakau grade E hingga E+. Yang terbaik, tentu saja tembakau yang ditanam di wilayah gunung. Meskipun membutuhkan waktu tanam lebih lama dibanding dua wilayah lainnya, rata-rata panenan terakhir mencapai grade F hingga seterusnya dengan tembakau terbaik bernama srintil.   <\/p>\n\n\n\n

Ini sedikit yang saya pelajari di Temanggung hasil belajar langsung dari para petani di sana. Saya tidak tahu dengan metode panen dan penentuan grade tembakau di wilayah lain dengan jenis tembakau lain juga. Menarik sebetulnya mencari tahu di tempat lain. Semoga sekali waktu nanti berkesempatan untuk itu. 
<\/p>\n","post_title":"Penentuan Grade Tembakau di Temanggung","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"penentuan-grade-tembakau-di-temanggung","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-08-30 15:06:14","post_modified_gmt":"2019-08-30 08:06:14","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6008","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5999,"post_author":"877","post_date":"2019-08-28 09:40:02","post_date_gmt":"2019-08-28 02:40:02","post_content":"\n

Direktur Pusat Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Amerika Serikat (CDC), Robert Redfield, mengungkapkan kematian tragis di Illinois memperkuat dugaan karena vape<\/a> atau rokok elektrik. Berita tersebut atas laporan Dinas Kesehatan Illinois yang mengumumkan ada satu pasien yang akhirnya meninggal dunia. Kasus ini kemungkinan jadi kasus pertama kematian akibat penyakit berkaitan dengan vape.
<\/p>\n\n\n\n

Kejadian di atas menjawab keberadaan vape atau rokok elektrik sangat membahayakan. Berbeda dengan resiko rokok kretek, bisa menimbulkan penyakit jika mengkonsumsinya berlebihan atau kebanyakakan, dan hidup tidak seimbang. Misalnya dalam satu hari merokok sampai tiga atau empat bungkus, tanpa makan nasi atau makan-makanan sehat, tanpa olah raga, tanpa minum air putih, selalu didampingi kopi atau teh, istirahatnya kurang dan sebagainya. Maka dipastikan orang tersebut akan jatuh sakit bahkan meninggal dunia.\u00a0<\/p>\n\n\n\n

Baca: Terkuak, Rokok Elektrik Berbahaya bagi Kesehatan<\/a><\/p>\n\n\n\n

Tidak hanya itu, otoritas kesehatan di Amerika Serikat telah berhasil menginvestigasi kemunculan penyakit paru-paru misterius di antara kalangan pengguna rokok elektrik atau vape. Dilaporkan setidaknya ada 195 kasus potensial penyakit paru-paru di 22 Negara karena kena dampak dari vape atau rokok elektrik.
<\/p>\n\n\n\n

Jadi, masyarakat perlu waspada beredarnya vape atau rokok elektrik. Belum lagi, sebetulnya rokok elektrik atau vape, berdampak juga peningkatan perokok anak.\u00a0 Yang menjadi daya tarik bagi anak, selain bentuknya yang elegan, simpel, juga beraroma buah-buahan yang terkemas dalam cairan.<\/strong><\/p>\n\n\n\n

Orang yang mengatakan bahwa vape atau rokok elektrik lebih mensehatkan dari pada rokok kretek, pendapat tersebut sangat keliru. Disampaing efek dari rangkaian listrik dan battre juga cairan dalam rokok elektrik berpengaruh terhadap resiko jantung.  <\/p>\n\n\n\n

Hasil penelitian yang diterbitkan dalam Journal of American College of Cardiology pada Mei lalu ini menambah bukti bahwa cairan rokok elektrik dapat menghambat fungsi sel-sel tubuh yang berperan dalam kesehatan jantung. Cairan dalam vape atau rokok elektrik pada akhirnya merusak sel-sel yang melapisi pembuluh darah. <\/p>\n\n\n\n

Keberadaan vape atau rokok elektrik di pasaran sangat membahayakan bagi orang Indonesia, terlebih pemuda-pemuda, yang banyak memilih merokok vape aatau rokok elektri. Menurutnya, selain bentuk kecil, simpel dibawa dan ada aroma buah-buahan sesuai selera. Akan tetapi dibalik bentuknya yang bagus, menyembunyikan banyak penyakit ketika dikonsumsi.\u00a0<\/p>\n\n\n\n

Baca: Kata Siapa Lebih Sehat? Perokok Elektrik Berisiko Terjangkit Penyakit Kardiovaskular<\/a><\/p>\n\n\n\n

Hingga kini CDC masih melakukan investigasi lebih lanjut, dengan mengimbau agar para dokter mengumpulkan data dan sampel bila menemukan pasien dengan gejala penyakit paru serupa, tentunya akibat rokok elektrik atau vape. Bentuk dan merek rokok elektrik dan vape banyak varian dan banyak merek. JUUL termasuk merek rokok elektrik atau vape yang saat ini naik daun.\u00a0<\/p>\n\n\n\n

Ada yang mengatakan bahwa tak tepat membandingkan rokok tembakau dengan rokok elektrik. Ya benar tak tepat, karena rokok elektrik atau vape resikonya sangat tinggi. Sedang rokok tembakau resikonya kecil, apa lagi rokok kretek mungkin resikonya sangat kecil sekali terhadap tubuh. Alasannya, munculnya rokok kretek bertujuan untuk pengobatan sakit bengek, dan tujuannya berhasil. Hingga banyak orang melakukan pemesanan rokok kretek saat itu, rokok kretek belum sebagai industri besar masih bersifat rumahan,  keadaan tersebut sekitar abad 19. <\/p>\n\n\n\n

Dalam studi ini, tim peneliti menemukan bukti efek toksik pada sel-sel yang melapisi pembuluh darah dan melindungi jantung. Beberapa bukti tersebut termasuk di antaranya gangguan pada fungsi sel dan munculnya tanda-tanda peradangan. Para peneliti mengamati bagaimana respons sel saat bersentuhan dengan cairan rokok elektrik. Efek yang paling kentara terlihat pada cairan dengan rasa kayu manis.<\/p>\n\n\n\n

Baca: Riset Kesehatan Rokok Elektrik<\/a><\/p>\n\n\n\n

Sekelompok ahli kardiovaskular dari University of Massachusetts menganjurkan peneliti agar melakukan uji rokok elektrik atau vape lebih yang beraroma. Karena sumsi sementara, produk vape atau rokok elektrik yang beraroma dan punya pilihan rasa lebih berbahaya dari pada rokok vape natural. Namun yang banyak beredar dipasaran, justru yang beraroma dan berasa buah-buahan, dari pada yang natural. <\/p>\n\n\n\n

Studi pada 2018 lalu menunjukkan, penggunaan rokok elektrik harian berisiko terhadap serangan jantung, meski dengan probabilitas yang lebih rendah daripada perokok tembakau. Menurut dr Lawrence Phillips pakar kardiovaskular NYU Langone Health mengatakan \u201cKita melihat semakin banyak bukti bahwa rokok elektrik berhubungan dengan peningkatan risiko serangan jantung\u201d.<\/p>\n\n\n\n

Dari hasil pakar dan hasil studi di atas menegaskan bahwa keberadaan rokok vape atau rokok elektrik, resikonya sangat besar. Bahan utama rokok vape atau elektrik yang paling besar memberikan efek negatif pada tubuh manusia adalah cairan perasa. Akibat cairan perasa dalam rokok elektrik  atau vape termasuk merek JUUL beresiko terjadi peradangan, terjangkit penyakit jantung dan paru-paru akut, selanjutnya berakibat kematian. <\/p>\n\n\n\n

Untuk itu, demi masa depan bangsa Indonesia harusnya ada regulasi pelarangan peredaran rokok elektrik atau vape yang nyata-nyata telah ada kasus dengan didukung beberapa riset dan studi tentang konten rokok elektrik atau vape, yang hasilnya mempunyai resiko tinggi dapat menyebabkan penyakit berujung kematian.         
<\/p>\n","post_title":"Perokok Elektrik Berisiko Besar Terjangkit Penyakit Mematikan","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"perokok-elektrik-berisiko-besar-terjangkit-penyakit-mematikan","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-08-28 09:40:09","post_modified_gmt":"2019-08-28 02:40:09","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5999","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5988,"post_author":"855","post_date":"2019-08-24 10:41:28","post_date_gmt":"2019-08-24 03:41:28","post_content":"\n

Sumber permasalahan besar dunia pertembakauan sejatinya bukan iklim dan hama, melainkan kebijakan pemerintah dan para plolitisi yang ikut serta membicarakannya, tanpa dasar yang kuat, adil dan cenderung ugal-ugalan.
<\/p>\n\n\n\n

Jika orang dahulu tidak berani bicara kecuali kepada hal-hal yang benar-benar diketahui, kali ini banyak sekali orang yang banyak bicara daripada membaca, baik buku maupun alam kauniyah (dunia nyata). Maka jangan heran, jika tidak sedikit politisi dan pemerintah yang gagal paham dunia pertembakau, dari berbagai sisi, karena mereka mendapatkan informasi sepotong-sepotong, tanpa ada usaha untuk tabayyun <\/em>lebih mendalam apalagi turun ke ladang untuk memastikan.
<\/p>\n\n\n\n

Kini hama petani muncul lagi dari kalangan politisi. Sebut saja namanya Sukamta (nama asli) yang kini menjabat sebagai sekretaris Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS). Kenapa semua orang yang terkait dengan industri hasil tembakau (petani, buruh, dsb) dianggap tidak sejahtera, ya karena partai yang harusnya adil saja tidak mampu berbuat adil, bahkan dalam pikiran dan apa yang keluar dari mulutnya.<\/p>\n\n\n\n

Baca: Tuhan Tidak Menciptakan Tembakau untuk Dibenci dan Dicaci<\/a>
<\/p>\n\n\n\n

Tidak perlu bicara terlalu jauh. Mari kita kita uji omongan Sukamta yang dimuat situs ayosemarang.com, 22 Agustus 2019. Omongan yang sejatinya sebuah template dan selalu dipakai oleh antirokok. Semacam gaya kampanye sholih li kulli zaman wal makan, <\/em>meski dibangun dari logika berantakan dan cenderung mengutamakan kengawuran daripada analisa yang mendalam. Ya memang itulah keistimewaan antirokok, anti terhadap data valid dan percaya diri berlebihan dalam kesesatan berpikir.
<\/p>\n\n\n\n

Bagi Sukamta, harga rokok di Indonesia, sebuah negeri yang besar salah satunya ditopang oleh dunia pertembakauan, harus dinaikkan 700 persen. Alasannya supaya orang miskin tidak dapat membeli rokok. Jika orang miskin yang merokok jatuh sakit, maka negara melalui (Jaminan Kesehatan Nasional) JKN rugi menanggung biayanya. Tentu saja ini berbeda dengan, orang kaya boleh makan junkfood<\/em>, minuman bersoda, dan berlaku semaunya, karena jika jatuh sakit mereka bisa membiayai sendiri dan dapat memperkaya negara.
<\/p>\n\n\n\n

Cara sistematis ini akan diduplikasi dan diperbarui terus menerus. Bermula dari seorang sakit yang berobat ke dokter, jika ia merokok maka dokter akan berkata, \u201cbapak sakit karena rokok\u201d, dan dokter tidak secara jujur bahwa penyakit itu datang dari sebab apapun, bisa gula, bisa gaya hidup yang berantakan, kurang minum air putih, stres dengan obat mahal, dsb.
<\/p>\n\n\n\n

Kenapa Sukamta cenderung ingin menaikkan harga rokok untuk menyelesaikan permasalahan JKN yang rumit itu? Ya karena sudah menjadi tabiat antirokok, bahwa berpikir keras untuk mencari solusi adalah buang-buang waktu, makanya rokok akan disalahkan supaya permasalahan menjadi lekas selesai. 
<\/p>\n\n\n\n

Coba kita kembali ke tahun 2018, saat BPJS Kesehatan defisit dan ditambal oleh cukai rokok. Para pegiat kesehatan beralasan, jumlah masyarakat sakit yang kian bertambah dan narasi yang kemudian dibangun; sakit-sakit itu disebabkan oleh rokok. Tidak berhenti sampai di situ, beragam alasan yang penting pengelola kesehatan \u201cselamat\u201d banyak digaungkan di media (tanpa ada sikap ksatria untuk mengakui bahwa memang masih banyak masalah dalam JKN, baik pengelolaan maupun skema yang lebih baik, yang perlu dicarikan solusi).<\/p>\n\n\n\n

Baca: Kegagalan Lakpesdam PBNU dalam Melihat Produk Tembakau Alternatif<\/a><\/p>\n\n\n\n

Koordinator Advokasi BPJS Watch, Timboel Siregar, megkritisi beragam narasi yang dibangun oleh pegiat kesehatan. Ia mengusulkan agar BPJS fokus pada pengawasan penetapan inasibijis oleh pihak rumah sakit. Timboel menilai, inasibijis merupakan gerbang terjadinya defisit BPJS Kesehatan. Inasibijis (INA-CGB) merupakan sebuah singkatan dari Indonesia Case Base Gropus, yakni sebuah aplikasi yang digunakan rumah sakit untuk mengajukan klaim pada pemerintah. (bisnis.com)
<\/p>\n\n\n\n

Kita tidak pernah tau, apa yang dilakukan rumah sakit terhadap pasien-pasien yang membayar BPJS. Kita juga tidak pernah tau jika ada pasien BPJS kelas I diberi fasilitas kelas II atau III, dan rumah sakit mengklaim biaya kelas I ke negara. Tentu saja yang demikian ini tidak penting bagi antirokok. <\/p>\n\n\n\n

Baca: Ada Campur Tangan Bloomberg dalam Surat Edaran Menkes terkait Pemblokiran Iklan Rokok<\/a><\/p>\n\n\n\n

Sukamta juga bilang, orang-orang yang kecanduan merokok dan mampu membeli rokok yang mahal, dipersilahkan tetap merokok asal menanggung sendiri biaya pengobatan akibat penyakit karena rokok. Asalkan dampak buruk akibat konsumsi rokok tidak membebani negara kerena pemasukan dari cukai tembakau tidak sebanding dengan biaya yang harus dikeluarkan negara. (ayosemarang.com)
<\/p>\n\n\n\n

Bagi saya pribadi, ini adalah statemen yang sangat lucu. Sejak kapan sih negara betul-betul hadir dan perhatian terhadap kesehatan masyarakat, khususnya di pedesaan dan pedalaman? Kalau ada pun, menjalankannya setengah hati. Dan sejak kapan rokok itu menjadi candu, padahal yang candu itu kekuasaan dan menjadikan masyarakat sebagai jembatan untuk menuju \u201ckekuasaan dalam negara\u201d? 
<\/p>\n\n\n\n

Sukamta juga menganggap, bahwa perokok bukan orang yang produktif? Faktanya? Setahu saya orang-orang yang merokok punya produtivitas tinggi, mereka hidup sebagaimana keringat yang diperas setiap hari. Tanpa berharap kepada negara apalagi Sukamta.
<\/p>\n\n\n\n

Sekadar saran saja, sebaiknya PKS tidak perlu ngelantur bicara rokok. Silahkan bicara, asalkan keadilan sosial sebagaimana nama partainya tidak hanya selesai pada tataran konsepsi dan gagah-gagahan, melainkan pada tahap tindakan dan contoh konkrit atasnya.
<\/p>\n","post_title":"Ketika PKS Bicara Rokok","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"ketika-pks-bicara-rokok","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-08-24 10:51:25","post_modified_gmt":"2019-08-24 03:51:25","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5988","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":35},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"epic_block_3"};

\n

Apa Anda pikir, saat itu tidak rokok produk luar negeri? Anggapan yang salah. Ada namanya rokok cangklong. Kala itu, yang merokok pakai cangklong hanya orang-orang yang berduit tebal, contohnya para saudagar, bangsawan minimal mandor lapangan. Hanya masyarakat jelata yang merokok kretek dengan bungkus daun jagung yang dikemudian hari berubah menggunakan kertas papier. Bahkan tidak jarang, ceritanya saat itu, perokok kretek jadi ejekan, kampungan. Lama-kelamaan rokok kretek merambah naik jadi rokok kelas atas. Bahkan sangat disukai orang luar. Hingga ada pemuda saat itu menjadi pedagang ekspor rokok ke Negara-negara di dunia, Subhan ZE namanya. Salah satu pemuda kaya dari Kudus saat itu, karena berhasil memasarkan rokok kretek keluar Negeri. Konon ceritanya, ia sampai deket dengan orang-orang terpenting Negara lain. Tak hanya itu, ada cerita, ia pernah dipercaya Bung Karno sebagai pelantara untuk pembelian senjata militer. Inilah sekilas tentang cerita sejarah tokoh-takoh dahulu yang punya jiwa nasionalisme dan patriotis tinggi, menjunjung tinggi produk dalam negeri. Bahkan dahulu di Istana Negara tersedia rokok kretek khusus bergambar burung Garuda.<\/p>\n\n\n\n

Baca: Perbandingan Bahan Baku Kretek dan Rokok Elektrik<\/a><\/p>\n\n\n\n

Sekarang kembali ke Gebrak, satu gerakan yang konyol dan tidak konsisten, jauh dari nasionalisme bahkan patriotism. Pertama<\/em>, pernahkan mereka membuat kajian dengan membandingkan volume asap rokok dengan volume asap lainnya (asap buang industri, asap pembakaran, asap knalpot dan lain sebagainya)?, pasti belum pernah. Kalau memang sudah pernah melakukan kajian, tentunya faham jumlah perbandingannya dan asap apa yang paling berdampak pada manusia dan lingkungan hidup. Kalau faham pasti tidak mempermasalahkan (asap rokok). Kedua<\/em>, banyakan mana asap yang dikeluarkan rokok elektrik dengan rokok non elektrik?, nyatanya asap yang dikeluarkan rokok elektrik lebih banyak dari pada rokok non elektrik. <\/p>\n\n\n\n

Ketiga<\/em>, tidah faham media dan konten rokok elektri dengan rokok non elektrik. Namanya elektrik pastinya pakai media listrik untuk pembakarannya. Kalau begitu, coba bandingkan, air hasil pemanasan pakai listrik dengan pemanasan pakai api (kompor), hasilnya pasti bagusan kompor. Kok bisa?, jawabnya mudah, kalau bagusan listrik sudah lama pemerintah mencanangkan program pemanas pakai listrik tidak pakai kompor. Nyatanya pemerintah membuat program kompor gas. Yang menimbulkan masalah baru, terjadi peledakan, kelangkaan, harga naik terus dan sebagainya. Justru masyarakat lebih nyaman dan aman pakai minyak. Namaun karena sudah menjadi program pemerintah, masyarakat kecil tak bisa berbuat lebih. Sekarang konten rokok elektrik dan non elektrik. <\/p>\n\n\n\n

Jelas rokok elektrik memakai proses bahan kimia (buatan) untuk mengolah tembakau, sehingga setelah jadi uap kemudian dibantu pembakaran pakai media listrik menghasilkan asap. Akibatnya asap yang dikeluarkan sangat banyak kayak asap knalpot. Beda dengan rokok non elektrik, bahannya asli pembakarannya natural (api). Api diciptakan Tuhan sebagai pemanas untuk penyeimbang alam (baca kitab tafsir Jalalain). Jadi rokok elektrik memakai proses kimia buatan, sedang rokok memakai proses kimia natural. Rokok sendiri ada dua jenis. Rokok putih dan rokok kretek. Rokok putih hanya menggunakan tembakau, rokok kretek menggunakan tembakau dan cengkeh. Tembakau dan cengkeh jika dibakar menghasilkan senyawa dan menyatu yang dapat sebagai media pengobatan. Beda dengan rokok yang kontennya pakai tembakau saja, maka yang dihasilkan tidak bisa untuk pengobatan.  <\/p>\n\n\n\n

Keempat<\/em>,  baik rokok elektrik dan rokok putih bukan asli Indonesia. Bahkan bahan baku dan produksinya pun tidak di Indonesia. Beda dengan rokok kretek, mulai dari bahan baku dari petani Indonesia yang tersebar di bumi Indonesia, pekerja dan produksinya di Tanah Air ini. Artinya rokok kretek sebagai industri padat karya, yang menghidupi banyak saudara kita. Sehingga ketika memusuhi rokok kretek sama dengan memusuhi saudara sendiri. Ketika membela rokok impor sama dengan membela penjajah. <\/p>\n\n\n\n

Penjelasan perbedaan tiap rokok di atas sengaja tidak dijelaskan pakai rumus matematika atau rumus kimia. Karena kalau dijelaskan hanya orang-orang tertentu yang faham. Namun pada intinya, rokok kretek menyehatkan, rokok jenis lain kebalikannya. Buktinya, sejarah penemuan kretek sebagai media pengobatan sakit bengek atau pernafasan, cengkeh sampai detik ini paling bagus sebagai bahan obat rasa sakit, membuat badan hangat dan sebagainya. Jadi asap rokok (bukan kretek ) apapun jenisnya sangat berbeda dengan asap rokok kretek.  
<\/p>\n","post_title":"Logika Asap Rokok Elektrik dan Asap Kretek Itu Beda","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"logika-asap-rokok-elektrik-dan-asap-kretek-itu-beda","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-09-05 10:09:14","post_modified_gmt":"2019-09-05 03:09:14","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6039","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":6017,"post_author":"919","post_date":"2019-09-04 07:32:17","post_date_gmt":"2019-09-04 00:32:17","post_content":"\n

Saya langsung mengiyakan untuk membeli tiket konser \u2018Tiba-tiba Sudddenly Pensi Road to Gudfest\u2019<\/em> saat diberitahu teman saya bahwa The Upstairs, The Adams, Goodnight Electric, dan Club Eighties akan manggung di sana. Kebetulan teman saya juga yang membelikan tiket tersebut untuk memastikan saya ikut hadir dan menemaninya datang pada perhelatan musik yang berlangsung di Ballroom Kuningan City, Jakarta, 27 Agustus 2019.
<\/p>\n\n\n\n

Boleh dikata saya termasuk orang yang jarang menikmati pentas musik di beberapa tahun belakangan ini. Selain faktor kesibukan, era digital yang merambah segala lini membuat saya mungkin lebih simpel untuk mendengarkan musik via spotify atau youtube. Tentu ada nilai minusnya yaitu euforia yang kurang saya dapatkan jika tak mendatangi konser musik secara langsung.
<\/p>\n\n\n\n

Karena jarang menikmati konser musik belakangan ini, ada satu peraturan yang cukup menarik perhatian saya yaitu dilarang merokok di dalam venue<\/em>. Pertama saya bisa memaklumi itu mengingat venue indoor<\/em> dan ber-ac. Pertanyaan dalam benak saya lalu tersirat, apa nikmatnya menikmati musik terutama saat konser tanpa menghisap rokok? Tapi bagi saya ini tentu jadi tantangan, karena saya juga bisa memastikan bahwa rokok bukanlah candu dan sebagai perokok juga bisa tertib mengikuti peraturan yang ada.<\/strong>
<\/p>\n\n\n\n

Saya kemudian tiba di tempat acara. Saya lantas membeli beberapa minuman dan asyik merokok serta ngobrol dengan teman saya di luar venue<\/em>. Ketika mendekati jadwal open gate<\/em>, kami berbaris rapih untuk masuk ke dalam. Ada satu hal yang menyita perhatian, ternyata rokok kami pun disita. Jika hanya korek kami bisa memaklumi, namun penyitaan terhadap rokok tentu tak masuk di akal. Akhirnya kami mengakalinya dengan menaruh rokok kami di luar, di tempat yang tak mencolok. Adegan ini jika direka ulang laiaknya seorang yang mencoba untuk menyembunyikan narkotika, padahal rokok sejatinya adalah barang legal.<\/p>\n\n\n\n

Baca: Smoker Travellers: Menengok Fasilitas Ruangan Merokok di Bandara Kulon Progo<\/a>
<\/p>\n\n\n\n

Mungkin saya tidak memerhatikan peraturan yang ada apabila ternyata rokok tidak boleh di bawa masuk ke dalam. Namun jika dilarang, baiknya penyelenggara bisa menyediakan tempat penitipan rokok. Bukan apa-apa, mubazir rasanya jika satu bungkus harus dibuang, apalagi perokok yang hadir juga nampaknya mematuhi peraturan dilarang merokok di dalam. Peraturan ini juga nampaknya mesti dikaji ulang karena jika mengacu pada Perda KTR tentu tidak disebutkan.
<\/p>\n\n\n\n

Akhirnya kami pun mengikhlaskan, walau sejatinya harus jua bertindak licik dengan menyembunyikan rokok kami di luar. Bukan apa-apa ini lebih faktor mubazir. Tiba saatnya acara dan Ajis Doa Ibu serta Gilang Gombloh memecahkan suasana dengan dark jokes soal agama hingga lelucon soal Fiersa Besari. Goodnigh Electric kemudian menjadi band pembuka dengan membawakan tembang-tembang lawas seperti Am i Robot, Teenage Love and Broken Heart, The Supermarket I Am In, hingga lagu syahdu mereka yang saya tunggu-tunggu untuk dibawakan yaitu Im OK.\u00a0
<\/p>\n\n\n\n

Lagu ini pernah menjadi soundtrack <\/em>hidup saya kala menyukai seseorang. Semenjak mendengar dan suka dengan Goodnight Electric saat SMA, baru kali ini Im Ok dibawakan. Goodnight Electric juga kemudian menutup aksi panggung mereka dengan budaya yang tak pernah mereka lewatkan yaitu dengan lagu Rocket Ship Goes By dan tak lupa melemparkan pesawat kertas di dekat penghujung lagu.
<\/p>\n\n\n\n

Jika Goodnight Electric adalah pembukaan yang manis, seperti memberi rangsangan mengingat masa-masa SMA penuh dengan jadwal pensi, maka The Upstairs yang manggung selanjutnya adalah yang meledakkan pesta itu sendiri. Performa enerjik Jimi Multhaza sang vokalis masih saja seperti yang saya ihat 11 tahun lalu saat The Upstairs manggung di depan TVRI. Tak mau melewatkan momen, saya kemudian merapat ke tengah kerumunan dan berdansa resah didalamnya. Benturan-benturan moshpit tak terelakkan tapi saya nikmati karena adrenalin seperti ini jarang lagi bisa ditemukan.
<\/p>\n\n\n\n

Sama seperti Goodnight Electric, The Upstairs menutupnya dengan bijak. Romansa penonton yang hadir akan\u00a0 Pensi ala anak SMA di awal 2000an dan hingga sepuluh tahun setelahnya tak mereka kecewakan. Jimi dkk memilih lagu Matraman sebegai tembang penutup, lagu yang menurut Jimi (saat populer) bisa diputar hingga berulang kali dalam satu hari di radio-radio lokal. Lagu yang kemudian menjadi soundtrack skena persahabatan, cinta, dan tawuran anak SMA kala itu.\u00a0<\/p>\n\n\n\n

Baca: Smoker Traveller: Hero Coffe Kota Tua Semarang<\/a><\/p>\n\n\n\n

The Adams sebagai band ketiga yang tampil lalu datang meneduhkan suasana. Betul, penonton langsung terbuai saat itu oleh suara yang beradu-adu antara Saleh Husein dan Ario Hendarwan. Sing along kemudian jadi hal yang wajib dilakukan saat itu, semuanya menikmati karaoke masal dari lagu-lagu yang dibawakan seperti Hanya Kau, Berwisata, Konservatif, hingga Halo Beni. Suasana kala itu semakin manis saat sang pianis The Adams (hingga kini belum saya ketahui namanya) selalu melemparkan senyumnya ke arah penonton. Ah sial, saat itu saya berada di posisi yang sangat jauh darinya, itu saja sudah membuat saya bergetar.
<\/p>\n\n\n\n

Karena saya memarkir motor di luar area Kuningan City dan hanya dijaga sampai pukul 23:30, akhirnya kami pulang lebih cepat. Saat keluar venue saya memastikan tetap sebats dulu, mereview apa yang menarik terjadi di dalam sana. Saya lantas menarik kesimpulan bahwa dari pengalaman selama hampir tiga jam lebih menikmati konser tanpa rokok, tak terjadi apa-apa dari kami. Tak ada kekhawatiran berlebihan, perubahan mood karena tak merokok, atau keburukan lainnya. Semuanya sama saja dan normal-normal saja.
<\/p>\n\n\n\n

Hanya jika boleh memberi saran kepada pihak pengelola, perampasan rokok tentu mesti dipertimbangkan ulang. Sekali lagi rokok adalah produk legal dan mempunyai aturan yang sudah disepakati terkait pengkonsumsiannya. Lagian, saya kira para perokok sekarang juga sudah mulai tertib terhadap aturan dan tidak ingin merugikan terhadap yang lainnya.<\/p>\n","post_title":"Pengalaman Tiga Jam Lebih Menyaksikan Konser Musik Tanpa Asap Rokok","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"pengalaman-tiga-jam-lebih-menyaksikan-konser-musik-tanpa-asap-rokok","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-09-04 07:32:19","post_modified_gmt":"2019-09-04 00:32:19","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6017","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":6014,"post_author":"877","post_date":"2019-09-03 09:18:50","post_date_gmt":"2019-09-03 02:18:50","post_content":"\n

Masih ingat kemarin, tulisan Djarum yang ada di kaos para atlit olahraga dipermasalahkan KPAI dan kawan-kawannya? Banyak orang-yang omong, ternyata ada orang kaya yang diusik, tapi dia hanya diam tanpa ada kata sedikitpun sebagai pembalasan terhadap yang mengusiknya. Bahkan cenderung mengalah, bikin orang lain gregetan. Kalimat itu yang aku tangkap dari salah satu temen bernama Nur Cholis asal Desa Gribiq, Kabupaten Kudus.<\/p>\n\n\n\n

Seminggunan kemarin, tepatnya Minggu 25 Agustus, teman MTS dulu pulang dari Jakarta. Ia sehari-harinya beraktivitas dan bekerja di sana. Di Jakarta, bersama anak istrinya, yang setiap hari jualan sayuran keliling. <\/p>\n\n\n\n

Kami yang sudah lama tidak ketemu, bahkan lebaran kemarin ternyata dia tak pulang ke Kudus. Pantesan tak ada yang rebut ngajak ngopi, orang yang biasa ngajak ngopi orangnya masih di Jakarta. Memilih lebaran di sana, karena dititipin rumah tetangganya yang katanya sudah seperti keluarganya sendiri yang kala itu baru mudik.\u00a0<\/p>\n\n\n\n

Baca: Sesat pikir KPAI Melarang Audisi Pencarian Bakat Bulutangkis Anak-Anak<\/a><\/p>\n\n\n\n

Temanku itu panggilannya Djumari, rumahnya dulu daerah Kaliwungu Kudus bagian barat. Ia pulang dalam rangka ada acara nikahan saudara dari istrinya. Dasar Djumari, kalau gak ngopi bareng dan ketemu temen-temen gak puas katanya, karena mumpung di Kudus. Ia gunakan kesempatan sebelum datang kesempitan disela-sela acara nikahan saudaranya. Lewat pesan singkat WA, tanpa hitungan jam ajakan ngopi Djumari, langsung di respon banyak teman yang tergabung di group WA. Ada yang tanya kapan datangnya, ada yang komentar besuk aja ngopinya soalnya masih diluar kota, ada yang bilang sore ini aja tancap gas. Djumari menjawabi dan balas komentar teman-teman. Dihari itu, Djumari kayak artis banyak ajakan dan tawaran teman-teman. <\/p>\n\n\n\n

Memang, teman-teman alumni MTS Madrasah Qudsiyyah Kudus kompak sekali, bahkan sudah kayak saudara sendiri semua. Kita sering kumpul walaupun hanya sekedar ngopi, yang penting bertemu dan ngobrol. Tidak jarang, kita ketemu dengan agenda acara resmi dan agak resmi. Seperti disaat salah satu teman punya hajat, bahkan hajat kecilpun kayak acara \u201cmanaqiban\u201d sering mengundang teman lainya. Pasti ada yang bingung apa itu manaqiban<\/em>?. Aku jelasin sebentar, manaqiban itu, acara membaca sejarah Syeih Abdul Qodir Jaelani ulama dahulu setelah masa Shahabat Nabi, yang terkenal alimnya dan sufi serta berkaromah. Nah, bagi kita-kita penggemarnya, sering kali kita baca sejarahnya. Dengan cerita sejarah  Syeih Abdul Qodir Jaelani, kita penggemar berharap agar apa yang kita lakukan dido\u2019akan atau di amini beliau semua urusan kita lancar. Karena menurut kita penggemar, meyakini Syeih Abdul Qodir Jaelani kekasih Tuhan, kalau dalam bahasa Jawa \u201cbolone Gusti Allah\u201d. Ini sekilas penjelasan tentang istilah manaqiban<\/em>, kalau mau tau lebih lanjut, khasiat-khasiatnya, bisa kita diskusi dilain waktu aja. Yang jelas di acara manaqiban<\/em> ini sudah jadi tradisi ada \u201cingkung\u201d ayamnya. Ini yang biasa kita nantikan.<\/p>\n\n\n\n

Kembali ke acara ngopi, disore itu temenku Djumari langsung nentukan tempat ngopi dan waktunya. Kita biasa ngopi ditempat sederhana. Akhirnya, Djumari mutusin habis isya\u2019 kumpul dan ngopi di rumah teman kita satunya namanya Nur Cholis, juga tergabung dalam group WA. Setelah tahu bakal kerumahnya, Nur Cholis langsung komen, lapan enam laksanakan. Aku langsung teringat temenku namanya Fawaz, orang Betawi keturunan Arab, sering kalau jawab pas di WA pakai tulisan lapan enam.\u00a0<\/p>\n\n\n\n

Baca: PB Djarum, Prestasi Bulutangkis Nasional, dan Kegagalan KPAI Memahami Peristiwa<\/a><\/p>\n\n\n\n

Waktu isya\u2019 tiba, suasana mau hujan, sedikit grimis, hawanya lumayan dingin dibanding sebelumnya panas dan gerah. Tapi semangat ngopi dam ngobrol teman-teman tak mengendor. Bahkan di group sudah ada yang ribut, ngajak-ngajak \u201cayo ayo waktunya kopdar tiba, ada bonus banyak rezeki lho\u201d, Rifai namanya, seorang pembicara atau muballig yang sering ceramah di masyarakat. <\/p>\n\n\n\n

Aku datang sekitar jam 20.00, terlihat banyak tema yang sudah pada kumpul, didepannya ada segelas kopi. Maklum kita orang desa ngopinya gak pakai cangkir, tapi pakai gelas es yang tinggi. Dibenakku ini ngopi apa kehausan?, tapi yang penting tetap ngopi dan merokok. Di meja terlihat banyak rokok bermacam-macam mereknya, sesuai kesukaan masing-masing. Ada yang bawa Sukun Putih, ada yang bawa Gudang Garam, kebanyakan bawa LA, tapi ada juga yang bawa rokok bikinan sendiri alias \u201cTingwe\u201d nglinting dewe dirumah ditaruh plastik. Aku coba rokok tingwe itu sambil ngobrol bareng, ternyata lumayan enak ramuan rokoknya, dibanding tingwe tingwe yang pernah aku rasakan. Yang buat tingwe namanya Sutopo, profesinya sehari-hari memang jual beli tembakau. Karena penasaran, sutopo aku tanya, kok enak, ini tembakau mana?. Dijawabnya \u201cbiasa tembakau Temanggung\u201d tapi aku kasih cengkeh kualitas wahid, dan sedikit ramuan saos sendiri (bahannya dirahasiakan), yang jelas katanya bahan saos dari rempah rempah bikinan sendiri. <\/p>\n\n\n\n

Ngobrol kita mengalir tanpa ada sekat dan batasan, malah terkadang pada ngobrol sendiri-sendiri dengan teman didekatnya. Giliran Djumari disuruh cerita pengalamannya, teman teman pada diam, mungkin pada penasaran. Soalnya dulu, sebelum ke Jakarta ia bekerja di Djarum. Ia ceritakan alasannya harus ke Jakarta. Awalnya, sering pulang pergi Jakarta Kudus untuk pengobatan istrinya yang sedang sakit di salah satu pengobatan alternatif disana atas rekomendasi saudaranya yang sudah lama hidup di Jakarta. Ia menceritakan sakit istrinya yang sering pusing, dan pusingnya bukan pusing biasa, dan seringkali istrinya sampai membentur-benturkan kepalanya. Kemudian, saat diharuskan kontinyu pengobatannya, minimal satu tahun agar cepat sembuh, akhirnya ia putusin meninggalkan Kudus sementara, termasuk pekerjaannya. Alhamdulillah istrinya sekarang sudah sembuh total.\u00a0<\/p>\n\n\n\n

Baca: Cacat Pikir KPAI Memaknai Kata Ekploitasi Anak dan Promosi<\/a><\/p>\n\n\n\n

Disela sela nungguin istrinya sakit, ia sering diajak saudaranya jualan sayuran keliling. Nah, walaupun sekarang istrinya sudah sembuh, ia tetap di Jakarta. Sebab dipikirannya, kalau kembali ke Kudus mulai dari awal lagi, mending yang sudah ada didepan mata dijalanin dulu. Nanti pelan-pelan sambil melihat peluang di Kudus, ia pun akan pulang. Obrolan tetap seru, walaupun djarum jam sudah tepat diangka 12.00 malam. Namun domain obrolan lebih pada Djumari sebagai nara sumber, ia menceritakan semua pengalaman dan kejadia yang ia lihat, sampai ia menceritakan berita kalau pabrik Djarum yang dulu pernah ia singgahi, sedang dipermasalahkan KPAI. Memang sebenarnya ia tak paham alur permasalahanya. Tahunya, KPAI gak suka bulu tangkis Djarum berjalan, memusuhi rokok. <\/p>\n\n\n\n

Sebagai orang yang pernah menjadi karyawan Djarum, jadi wajar dan pantas kalau ia membela Djarum, apalagi ia asli Kudus. Saking semangatnya, ia ngomong \u201cnek aku dadi Djarum, tak tuku iku KPAI, paling ora tak lawan\u201d \u201candaikan aku yang punya Djarum, aku beli KPAI, paling tidak dilawan\u201d. Ada yang menyambar omongan, \u201csampek matek kuwe Djum, ogak bakal dadi bos Djarum\u201d \u201csampai mati kamu Djum, tidak akan jadi bos Djarum\u201d haha\u2026\u2026disambut dengan tawa klakaran teman-teman termasuk saya sendiri. Di sela-sela tawa, tuan rumah ngomong \u201cancen gawe gregeten, kenopo Djarum mung meneng, malah ngalah\u201d \u201cbikin gregeten, kenapa Djarum diam dan cenderung mengalah\u201d. <\/p>\n\n\n\n

Nah, ternyata, banyak orang yang sangat simpati dan membela pabrik Djarum, terutama orang Kudus. Rata-rata mereka, tak tahu apa yang harus dilakukan, apa yang harus diperbuat. Sebagai manusia lemah, mereka hanya bisa marah  yang terpendaam dalam hati, dengan melihat kejadian KPAI menyerang Djarum. Coba, andaikan mereka tahu kalau dibelekang KPAI ada kepentingan asing yang mengusik rokok kretek asli Kudus, yang sudah mendarah daging bagi masyarakat Kudus. Pastinya, pembelaanya lebih dari itu, bahkan mungkin mati-matian.
<\/p>\n","post_title":"Cerita di Balik Segelas Kopi untuk Djarum","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"cerita-di-balik-segelas-kopi-untuk-djarum","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-09-03 09:19:00","post_modified_gmt":"2019-09-03 02:19:00","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6014","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":6008,"post_author":"878","post_date":"2019-08-30 15:06:07","post_date_gmt":"2019-08-30 08:06:07","post_content":"\n

Pada mulanya, saya mengira tanaman tembakau ditanam, dirawat, dan dipanen sama dengan kebanyakan tanaman-tanaman semusim lainnya di negeri ini. Ada proses pembibitan, kemudian proses penanaman, lantas tanaman rutin disiram dan diberi pupuk, ada proses perawatan hingga akhirnya dipanen ketika musim panen tiba. Tapi nyatanya, perkiraan saya salah. Tembakau tanaman yang cukup unik. Beda dari banyak tanaman semusim lain yang lazim ditanam petani di banyak tempat di Indonesia.<\/p>\n\n\n\n

Hal paling menonjol yang membedakan tanaman tembakau dengan tanaman semusim lain ada pada masa tanam dan masa panen tiba. Tanaman tembakau menjadi anomali karena ditanam saat musim penghujan akan berakhir. Lalu dipanen ketika musim kemarau sedang berada pada puncaknya. Saat tanaman-tanaman semusim lainnya enggan tumbuh, bahkan rumput sekalipun mengering karena kemarau.<\/p>\n\n\n\n

Tiga tahun belakangan, saya banyak bergaul dengan petani dan buruh tani tembakau di Kabupaten Temanggung, juga dengan anak-anak mereka. Jika sebelumnya saya sekadar penikmat rokok kretek, tiga tahun belakangan, saya mulai tertarik untuk mempelajari seluk-beluk seluruh lini yang mendukung industri kretek nasional. Yang paling menarik minat saya, tentu saja konteks pertanian dan sosial masyarakat yang memproduksi komoditas yang menjadi bahan baku utama produk kretek. Tembakau dan cengkeh.<\/p>\n\n\n\n

Baca: Melihat Petani Tembakau di Temanggung Memanen Tembakau Mereka<\/a><\/p>\n\n\n\n

Dari sekian banyak hal menarik yang disajikan pertanian tembakau hingga proses penjualan hasil panen tembakau yang saya amati di wilayah Kabupaten Temanggung, hal yang terus menerus menarik minat saya dan hingga saat ini belum sepenuhnya saya pahami adalah proses panen tembakau dan penentuan grade tembakau hasil panenan petani. Sama seperti kesalahan saya mengira tanaman tembakau ditanam dan diproses mirip dengan tanaman semusim lainnya, dugaan saya perihal proses panen tembakau juga salah sepenuhnya. Dahulu saya mengira daun-daun yang siap dipanen dari tanaman tembakau ya dipanen begitu saja. Menunggu daun-daun yang tumbuh pada tanaman tembakau siap dipanen, lantas dipanen seluruhnya dalam satu waktu oleh para pekerja di kebun. Nyatanya tidak begitu. Dan lebih rumit dari itu.<\/p>\n\n\n\n

Mayoritas tembakau yang ditanam di wilayah Temanggung berasal dari jenis kemloko. Ada kemloko 1, kemloko 2, dan kemloko 3. Dari ketiga varietas kemloko tersebut, metode panen dan penentuan grade tembakau memiliki tata cara yang sama persis. Seluruh petani di Temanggung menerapkan metode panen yang mirip. Dari metode panen tersebut, ternyata berpengaruh terhadap tingkatan kualitas tembakau yang dipanen, petani di Temanggung kerap menyebut \u2018tiam\u2019 atau \u2018grade\u2019 untuk perbedaan tingkat kualitas tembakau yang dipanen.<\/p>\n\n\n\n

Tidak seperti tanaman semusim lainnya yang dipanen dalam satu waktu, tembakau dipanen bertahap mulai dari daun terbawah pada pohon hingga daun teratas. Dalam satu tanaman tembakau, panen bisa berlangsung sebanyak 13 hingga 15 kali dalam sekali musim tembakau. Jarak antara panen satu dengan panen lainnya, antara lima dan tujuh hari. Dengan kondisi ini, musim panen tembakau di Temanggung atau yang kerap disebut musim \u2018mbakon\u2019 bisa berlangsung selama dua hingga tiga bulan. Tahun ini, panen dimulai pada pertengahan Juli dan diprediksi akan berakhir pada pertengahan Oktober.<\/p>\n\n\n\n

Baca: Tuhan Tidak Menciptakan Tembakau untuk Dibenci dan Dicaci<\/a><\/p>\n\n\n\n

Metode panen seperti itu, yang bertahap dan berjeda dari panen satu daun ke daun lainnya ternyata berpengaruh terhadap tingkatan kualitas daun tembakau. Daun-daun yang dipanen lebih awal, gradenya berada pada grade yang rendah. Grade terus meningkat hingga sampai puncaknya seiring panen-panen selanjutnya pada tanaman yang sama. Dalam satu tanaman tembakau, grade daun sudah pasti berbeda-beda sesuai dengan waktu panenan daun di tanaman tersebut.<\/p>\n\n\n\n

Agar lebih mudah dipahami, mari kita bayangkan sebatang tanaman tembakau yang tumbuh subur dalam kondisi normal dan tanaman itu sudah mulai memasuki masa panen. Pada sebatang tanaman tembakau itu tumbuh sebanyak 17 helai daun dari bawah ke atas. Panen pertama dimulai. Daun paling bawah dari tanaman tembakau itu dipetik untuk dipanen. Hanya satu helai daun saja, yang terbawah. Daun yang pertama dipanen itu, biasanya memiliki grade A. Adakalanya kualitas tembakau pada panenan pertama sudah mulai berada pada grade B. Di beberapa titik bahkan sudah ada yang menghasilkan tembakau grade C. <\/p>\n\n\n\n

Lima hingga tujuh hari kemudian, panen daun kedua dilakukan. Satu daun saja dari sebatang tanaman, daun terbawah yang dipanen. Lima hingga tujuh hari berikutnya lantas dipanen lagi. Begitu seterusnya hingga 12 atau 13 kali panen. Semakin ke atas daun yang dipanen seiring bertambahnya waktu, grade tembakau juga meningkat hingga puncaknya berhenti di grade F. Hanya sedikit tembakau yang bisa melampau grade F, mencapai grade G dan H, itulah tembakau-tembakau jenis srintil berharga jutaan rupiah per kilogramnya.<\/p>\n\n\n\n

Selain waktu panen dan letak daun dalam sebatang tanaman, jenis tanah, unsur hara yang terkandung dalam tanah, asupan embun alami, pancaran sinar matahari yang cukup, serta proses fermentasi dan penjemuran usai daun-daun dipanen, menjadi penentu kualitas tembakau yang menempatkan daun tembakau itu pada grade tertentu. Satu hal lain lagi yang sangat berpengaruh terhadap grade tembakau adalah wilayah tembakau itu ditanam. Ada tiga wilayah tempat tembakau biasa ditanam. Wilayah persawahan (dataran rendah), wilayah tegalan (dataran menengah), dan wilayah gunung (dataran tinggi). Kondisi tanah dan faktor ketinggian dan kondisi geografis lainnya berpengaruh terhadap kualitas tembakau.<\/p>\n\n\n\n

Di wilayah persawahan, tanaman tembakau memang subur dan tumbuh cepat, namun tembakau yang ditanam di sana maksimal hanya bisa menghasilkan tembakau grade D, atau D+. Sedang tembakau yang ditanam di wilayah tegalan, maksimal bisa menghasilkan tembakau grade E hingga E+. Yang terbaik, tentu saja tembakau yang ditanam di wilayah gunung. Meskipun membutuhkan waktu tanam lebih lama dibanding dua wilayah lainnya, rata-rata panenan terakhir mencapai grade F hingga seterusnya dengan tembakau terbaik bernama srintil.   <\/p>\n\n\n\n

Ini sedikit yang saya pelajari di Temanggung hasil belajar langsung dari para petani di sana. Saya tidak tahu dengan metode panen dan penentuan grade tembakau di wilayah lain dengan jenis tembakau lain juga. Menarik sebetulnya mencari tahu di tempat lain. Semoga sekali waktu nanti berkesempatan untuk itu. 
<\/p>\n","post_title":"Penentuan Grade Tembakau di Temanggung","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"penentuan-grade-tembakau-di-temanggung","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-08-30 15:06:14","post_modified_gmt":"2019-08-30 08:06:14","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6008","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5999,"post_author":"877","post_date":"2019-08-28 09:40:02","post_date_gmt":"2019-08-28 02:40:02","post_content":"\n

Direktur Pusat Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Amerika Serikat (CDC), Robert Redfield, mengungkapkan kematian tragis di Illinois memperkuat dugaan karena vape<\/a> atau rokok elektrik. Berita tersebut atas laporan Dinas Kesehatan Illinois yang mengumumkan ada satu pasien yang akhirnya meninggal dunia. Kasus ini kemungkinan jadi kasus pertama kematian akibat penyakit berkaitan dengan vape.
<\/p>\n\n\n\n

Kejadian di atas menjawab keberadaan vape atau rokok elektrik sangat membahayakan. Berbeda dengan resiko rokok kretek, bisa menimbulkan penyakit jika mengkonsumsinya berlebihan atau kebanyakakan, dan hidup tidak seimbang. Misalnya dalam satu hari merokok sampai tiga atau empat bungkus, tanpa makan nasi atau makan-makanan sehat, tanpa olah raga, tanpa minum air putih, selalu didampingi kopi atau teh, istirahatnya kurang dan sebagainya. Maka dipastikan orang tersebut akan jatuh sakit bahkan meninggal dunia.\u00a0<\/p>\n\n\n\n

Baca: Terkuak, Rokok Elektrik Berbahaya bagi Kesehatan<\/a><\/p>\n\n\n\n

Tidak hanya itu, otoritas kesehatan di Amerika Serikat telah berhasil menginvestigasi kemunculan penyakit paru-paru misterius di antara kalangan pengguna rokok elektrik atau vape. Dilaporkan setidaknya ada 195 kasus potensial penyakit paru-paru di 22 Negara karena kena dampak dari vape atau rokok elektrik.
<\/p>\n\n\n\n

Jadi, masyarakat perlu waspada beredarnya vape atau rokok elektrik. Belum lagi, sebetulnya rokok elektrik atau vape, berdampak juga peningkatan perokok anak.\u00a0 Yang menjadi daya tarik bagi anak, selain bentuknya yang elegan, simpel, juga beraroma buah-buahan yang terkemas dalam cairan.<\/strong><\/p>\n\n\n\n

Orang yang mengatakan bahwa vape atau rokok elektrik lebih mensehatkan dari pada rokok kretek, pendapat tersebut sangat keliru. Disampaing efek dari rangkaian listrik dan battre juga cairan dalam rokok elektrik berpengaruh terhadap resiko jantung.  <\/p>\n\n\n\n

Hasil penelitian yang diterbitkan dalam Journal of American College of Cardiology pada Mei lalu ini menambah bukti bahwa cairan rokok elektrik dapat menghambat fungsi sel-sel tubuh yang berperan dalam kesehatan jantung. Cairan dalam vape atau rokok elektrik pada akhirnya merusak sel-sel yang melapisi pembuluh darah. <\/p>\n\n\n\n

Keberadaan vape atau rokok elektrik di pasaran sangat membahayakan bagi orang Indonesia, terlebih pemuda-pemuda, yang banyak memilih merokok vape aatau rokok elektri. Menurutnya, selain bentuk kecil, simpel dibawa dan ada aroma buah-buahan sesuai selera. Akan tetapi dibalik bentuknya yang bagus, menyembunyikan banyak penyakit ketika dikonsumsi.\u00a0<\/p>\n\n\n\n

Baca: Kata Siapa Lebih Sehat? Perokok Elektrik Berisiko Terjangkit Penyakit Kardiovaskular<\/a><\/p>\n\n\n\n

Hingga kini CDC masih melakukan investigasi lebih lanjut, dengan mengimbau agar para dokter mengumpulkan data dan sampel bila menemukan pasien dengan gejala penyakit paru serupa, tentunya akibat rokok elektrik atau vape. Bentuk dan merek rokok elektrik dan vape banyak varian dan banyak merek. JUUL termasuk merek rokok elektrik atau vape yang saat ini naik daun.\u00a0<\/p>\n\n\n\n

Ada yang mengatakan bahwa tak tepat membandingkan rokok tembakau dengan rokok elektrik. Ya benar tak tepat, karena rokok elektrik atau vape resikonya sangat tinggi. Sedang rokok tembakau resikonya kecil, apa lagi rokok kretek mungkin resikonya sangat kecil sekali terhadap tubuh. Alasannya, munculnya rokok kretek bertujuan untuk pengobatan sakit bengek, dan tujuannya berhasil. Hingga banyak orang melakukan pemesanan rokok kretek saat itu, rokok kretek belum sebagai industri besar masih bersifat rumahan,  keadaan tersebut sekitar abad 19. <\/p>\n\n\n\n

Dalam studi ini, tim peneliti menemukan bukti efek toksik pada sel-sel yang melapisi pembuluh darah dan melindungi jantung. Beberapa bukti tersebut termasuk di antaranya gangguan pada fungsi sel dan munculnya tanda-tanda peradangan. Para peneliti mengamati bagaimana respons sel saat bersentuhan dengan cairan rokok elektrik. Efek yang paling kentara terlihat pada cairan dengan rasa kayu manis.<\/p>\n\n\n\n

Baca: Riset Kesehatan Rokok Elektrik<\/a><\/p>\n\n\n\n

Sekelompok ahli kardiovaskular dari University of Massachusetts menganjurkan peneliti agar melakukan uji rokok elektrik atau vape lebih yang beraroma. Karena sumsi sementara, produk vape atau rokok elektrik yang beraroma dan punya pilihan rasa lebih berbahaya dari pada rokok vape natural. Namun yang banyak beredar dipasaran, justru yang beraroma dan berasa buah-buahan, dari pada yang natural. <\/p>\n\n\n\n

Studi pada 2018 lalu menunjukkan, penggunaan rokok elektrik harian berisiko terhadap serangan jantung, meski dengan probabilitas yang lebih rendah daripada perokok tembakau. Menurut dr Lawrence Phillips pakar kardiovaskular NYU Langone Health mengatakan \u201cKita melihat semakin banyak bukti bahwa rokok elektrik berhubungan dengan peningkatan risiko serangan jantung\u201d.<\/p>\n\n\n\n

Dari hasil pakar dan hasil studi di atas menegaskan bahwa keberadaan rokok vape atau rokok elektrik, resikonya sangat besar. Bahan utama rokok vape atau elektrik yang paling besar memberikan efek negatif pada tubuh manusia adalah cairan perasa. Akibat cairan perasa dalam rokok elektrik  atau vape termasuk merek JUUL beresiko terjadi peradangan, terjangkit penyakit jantung dan paru-paru akut, selanjutnya berakibat kematian. <\/p>\n\n\n\n

Untuk itu, demi masa depan bangsa Indonesia harusnya ada regulasi pelarangan peredaran rokok elektrik atau vape yang nyata-nyata telah ada kasus dengan didukung beberapa riset dan studi tentang konten rokok elektrik atau vape, yang hasilnya mempunyai resiko tinggi dapat menyebabkan penyakit berujung kematian.         
<\/p>\n","post_title":"Perokok Elektrik Berisiko Besar Terjangkit Penyakit Mematikan","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"perokok-elektrik-berisiko-besar-terjangkit-penyakit-mematikan","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-08-28 09:40:09","post_modified_gmt":"2019-08-28 02:40:09","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5999","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5988,"post_author":"855","post_date":"2019-08-24 10:41:28","post_date_gmt":"2019-08-24 03:41:28","post_content":"\n

Sumber permasalahan besar dunia pertembakauan sejatinya bukan iklim dan hama, melainkan kebijakan pemerintah dan para plolitisi yang ikut serta membicarakannya, tanpa dasar yang kuat, adil dan cenderung ugal-ugalan.
<\/p>\n\n\n\n

Jika orang dahulu tidak berani bicara kecuali kepada hal-hal yang benar-benar diketahui, kali ini banyak sekali orang yang banyak bicara daripada membaca, baik buku maupun alam kauniyah (dunia nyata). Maka jangan heran, jika tidak sedikit politisi dan pemerintah yang gagal paham dunia pertembakau, dari berbagai sisi, karena mereka mendapatkan informasi sepotong-sepotong, tanpa ada usaha untuk tabayyun <\/em>lebih mendalam apalagi turun ke ladang untuk memastikan.
<\/p>\n\n\n\n

Kini hama petani muncul lagi dari kalangan politisi. Sebut saja namanya Sukamta (nama asli) yang kini menjabat sebagai sekretaris Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS). Kenapa semua orang yang terkait dengan industri hasil tembakau (petani, buruh, dsb) dianggap tidak sejahtera, ya karena partai yang harusnya adil saja tidak mampu berbuat adil, bahkan dalam pikiran dan apa yang keluar dari mulutnya.<\/p>\n\n\n\n

Baca: Tuhan Tidak Menciptakan Tembakau untuk Dibenci dan Dicaci<\/a>
<\/p>\n\n\n\n

Tidak perlu bicara terlalu jauh. Mari kita kita uji omongan Sukamta yang dimuat situs ayosemarang.com, 22 Agustus 2019. Omongan yang sejatinya sebuah template dan selalu dipakai oleh antirokok. Semacam gaya kampanye sholih li kulli zaman wal makan, <\/em>meski dibangun dari logika berantakan dan cenderung mengutamakan kengawuran daripada analisa yang mendalam. Ya memang itulah keistimewaan antirokok, anti terhadap data valid dan percaya diri berlebihan dalam kesesatan berpikir.
<\/p>\n\n\n\n

Bagi Sukamta, harga rokok di Indonesia, sebuah negeri yang besar salah satunya ditopang oleh dunia pertembakauan, harus dinaikkan 700 persen. Alasannya supaya orang miskin tidak dapat membeli rokok. Jika orang miskin yang merokok jatuh sakit, maka negara melalui (Jaminan Kesehatan Nasional) JKN rugi menanggung biayanya. Tentu saja ini berbeda dengan, orang kaya boleh makan junkfood<\/em>, minuman bersoda, dan berlaku semaunya, karena jika jatuh sakit mereka bisa membiayai sendiri dan dapat memperkaya negara.
<\/p>\n\n\n\n

Cara sistematis ini akan diduplikasi dan diperbarui terus menerus. Bermula dari seorang sakit yang berobat ke dokter, jika ia merokok maka dokter akan berkata, \u201cbapak sakit karena rokok\u201d, dan dokter tidak secara jujur bahwa penyakit itu datang dari sebab apapun, bisa gula, bisa gaya hidup yang berantakan, kurang minum air putih, stres dengan obat mahal, dsb.
<\/p>\n\n\n\n

Kenapa Sukamta cenderung ingin menaikkan harga rokok untuk menyelesaikan permasalahan JKN yang rumit itu? Ya karena sudah menjadi tabiat antirokok, bahwa berpikir keras untuk mencari solusi adalah buang-buang waktu, makanya rokok akan disalahkan supaya permasalahan menjadi lekas selesai. 
<\/p>\n\n\n\n

Coba kita kembali ke tahun 2018, saat BPJS Kesehatan defisit dan ditambal oleh cukai rokok. Para pegiat kesehatan beralasan, jumlah masyarakat sakit yang kian bertambah dan narasi yang kemudian dibangun; sakit-sakit itu disebabkan oleh rokok. Tidak berhenti sampai di situ, beragam alasan yang penting pengelola kesehatan \u201cselamat\u201d banyak digaungkan di media (tanpa ada sikap ksatria untuk mengakui bahwa memang masih banyak masalah dalam JKN, baik pengelolaan maupun skema yang lebih baik, yang perlu dicarikan solusi).<\/p>\n\n\n\n

Baca: Kegagalan Lakpesdam PBNU dalam Melihat Produk Tembakau Alternatif<\/a><\/p>\n\n\n\n

Koordinator Advokasi BPJS Watch, Timboel Siregar, megkritisi beragam narasi yang dibangun oleh pegiat kesehatan. Ia mengusulkan agar BPJS fokus pada pengawasan penetapan inasibijis oleh pihak rumah sakit. Timboel menilai, inasibijis merupakan gerbang terjadinya defisit BPJS Kesehatan. Inasibijis (INA-CGB) merupakan sebuah singkatan dari Indonesia Case Base Gropus, yakni sebuah aplikasi yang digunakan rumah sakit untuk mengajukan klaim pada pemerintah. (bisnis.com)
<\/p>\n\n\n\n

Kita tidak pernah tau, apa yang dilakukan rumah sakit terhadap pasien-pasien yang membayar BPJS. Kita juga tidak pernah tau jika ada pasien BPJS kelas I diberi fasilitas kelas II atau III, dan rumah sakit mengklaim biaya kelas I ke negara. Tentu saja yang demikian ini tidak penting bagi antirokok. <\/p>\n\n\n\n

Baca: Ada Campur Tangan Bloomberg dalam Surat Edaran Menkes terkait Pemblokiran Iklan Rokok<\/a><\/p>\n\n\n\n

Sukamta juga bilang, orang-orang yang kecanduan merokok dan mampu membeli rokok yang mahal, dipersilahkan tetap merokok asal menanggung sendiri biaya pengobatan akibat penyakit karena rokok. Asalkan dampak buruk akibat konsumsi rokok tidak membebani negara kerena pemasukan dari cukai tembakau tidak sebanding dengan biaya yang harus dikeluarkan negara. (ayosemarang.com)
<\/p>\n\n\n\n

Bagi saya pribadi, ini adalah statemen yang sangat lucu. Sejak kapan sih negara betul-betul hadir dan perhatian terhadap kesehatan masyarakat, khususnya di pedesaan dan pedalaman? Kalau ada pun, menjalankannya setengah hati. Dan sejak kapan rokok itu menjadi candu, padahal yang candu itu kekuasaan dan menjadikan masyarakat sebagai jembatan untuk menuju \u201ckekuasaan dalam negara\u201d? 
<\/p>\n\n\n\n

Sukamta juga menganggap, bahwa perokok bukan orang yang produktif? Faktanya? Setahu saya orang-orang yang merokok punya produtivitas tinggi, mereka hidup sebagaimana keringat yang diperas setiap hari. Tanpa berharap kepada negara apalagi Sukamta.
<\/p>\n\n\n\n

Sekadar saran saja, sebaiknya PKS tidak perlu ngelantur bicara rokok. Silahkan bicara, asalkan keadilan sosial sebagaimana nama partainya tidak hanya selesai pada tataran konsepsi dan gagah-gagahan, melainkan pada tahap tindakan dan contoh konkrit atasnya.
<\/p>\n","post_title":"Ketika PKS Bicara Rokok","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"ketika-pks-bicara-rokok","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-08-24 10:51:25","post_modified_gmt":"2019-08-24 03:51:25","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5988","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":35},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"epic_block_3"};

\n

Ir, Soekarno atau Bung Karno presiden pertama kali aja bangga dengan produk rokok kretek, kemana-mana selalu ia bawa, bahkan di acara resmi ke Negaraan bertemu dengan tokoh Negara lain pun, rokok kretek selalu dibawa dan disulut. Tak berhenti disitu, dibeberapa pidato Bung Karno selalu disebut dengan perintah untuk melihat Niti Semito pemilik perusaahan rokok kretek terbesar di Kudus sekitar abad 20an. Satu-satunya industri yang masih jaya, dikala industri lain terpuruk masa penjajahan. <\/p>\n\n\n\n

Apa Anda pikir, saat itu tidak rokok produk luar negeri? Anggapan yang salah. Ada namanya rokok cangklong. Kala itu, yang merokok pakai cangklong hanya orang-orang yang berduit tebal, contohnya para saudagar, bangsawan minimal mandor lapangan. Hanya masyarakat jelata yang merokok kretek dengan bungkus daun jagung yang dikemudian hari berubah menggunakan kertas papier. Bahkan tidak jarang, ceritanya saat itu, perokok kretek jadi ejekan, kampungan. Lama-kelamaan rokok kretek merambah naik jadi rokok kelas atas. Bahkan sangat disukai orang luar. Hingga ada pemuda saat itu menjadi pedagang ekspor rokok ke Negara-negara di dunia, Subhan ZE namanya. Salah satu pemuda kaya dari Kudus saat itu, karena berhasil memasarkan rokok kretek keluar Negeri. Konon ceritanya, ia sampai deket dengan orang-orang terpenting Negara lain. Tak hanya itu, ada cerita, ia pernah dipercaya Bung Karno sebagai pelantara untuk pembelian senjata militer. Inilah sekilas tentang cerita sejarah tokoh-takoh dahulu yang punya jiwa nasionalisme dan patriotis tinggi, menjunjung tinggi produk dalam negeri. Bahkan dahulu di Istana Negara tersedia rokok kretek khusus bergambar burung Garuda.<\/p>\n\n\n\n

Baca: Perbandingan Bahan Baku Kretek dan Rokok Elektrik<\/a><\/p>\n\n\n\n

Sekarang kembali ke Gebrak, satu gerakan yang konyol dan tidak konsisten, jauh dari nasionalisme bahkan patriotism. Pertama<\/em>, pernahkan mereka membuat kajian dengan membandingkan volume asap rokok dengan volume asap lainnya (asap buang industri, asap pembakaran, asap knalpot dan lain sebagainya)?, pasti belum pernah. Kalau memang sudah pernah melakukan kajian, tentunya faham jumlah perbandingannya dan asap apa yang paling berdampak pada manusia dan lingkungan hidup. Kalau faham pasti tidak mempermasalahkan (asap rokok). Kedua<\/em>, banyakan mana asap yang dikeluarkan rokok elektrik dengan rokok non elektrik?, nyatanya asap yang dikeluarkan rokok elektrik lebih banyak dari pada rokok non elektrik. <\/p>\n\n\n\n

Ketiga<\/em>, tidah faham media dan konten rokok elektri dengan rokok non elektrik. Namanya elektrik pastinya pakai media listrik untuk pembakarannya. Kalau begitu, coba bandingkan, air hasil pemanasan pakai listrik dengan pemanasan pakai api (kompor), hasilnya pasti bagusan kompor. Kok bisa?, jawabnya mudah, kalau bagusan listrik sudah lama pemerintah mencanangkan program pemanas pakai listrik tidak pakai kompor. Nyatanya pemerintah membuat program kompor gas. Yang menimbulkan masalah baru, terjadi peledakan, kelangkaan, harga naik terus dan sebagainya. Justru masyarakat lebih nyaman dan aman pakai minyak. Namaun karena sudah menjadi program pemerintah, masyarakat kecil tak bisa berbuat lebih. Sekarang konten rokok elektrik dan non elektrik. <\/p>\n\n\n\n

Jelas rokok elektrik memakai proses bahan kimia (buatan) untuk mengolah tembakau, sehingga setelah jadi uap kemudian dibantu pembakaran pakai media listrik menghasilkan asap. Akibatnya asap yang dikeluarkan sangat banyak kayak asap knalpot. Beda dengan rokok non elektrik, bahannya asli pembakarannya natural (api). Api diciptakan Tuhan sebagai pemanas untuk penyeimbang alam (baca kitab tafsir Jalalain). Jadi rokok elektrik memakai proses kimia buatan, sedang rokok memakai proses kimia natural. Rokok sendiri ada dua jenis. Rokok putih dan rokok kretek. Rokok putih hanya menggunakan tembakau, rokok kretek menggunakan tembakau dan cengkeh. Tembakau dan cengkeh jika dibakar menghasilkan senyawa dan menyatu yang dapat sebagai media pengobatan. Beda dengan rokok yang kontennya pakai tembakau saja, maka yang dihasilkan tidak bisa untuk pengobatan.  <\/p>\n\n\n\n

Keempat<\/em>,  baik rokok elektrik dan rokok putih bukan asli Indonesia. Bahkan bahan baku dan produksinya pun tidak di Indonesia. Beda dengan rokok kretek, mulai dari bahan baku dari petani Indonesia yang tersebar di bumi Indonesia, pekerja dan produksinya di Tanah Air ini. Artinya rokok kretek sebagai industri padat karya, yang menghidupi banyak saudara kita. Sehingga ketika memusuhi rokok kretek sama dengan memusuhi saudara sendiri. Ketika membela rokok impor sama dengan membela penjajah. <\/p>\n\n\n\n

Penjelasan perbedaan tiap rokok di atas sengaja tidak dijelaskan pakai rumus matematika atau rumus kimia. Karena kalau dijelaskan hanya orang-orang tertentu yang faham. Namun pada intinya, rokok kretek menyehatkan, rokok jenis lain kebalikannya. Buktinya, sejarah penemuan kretek sebagai media pengobatan sakit bengek atau pernafasan, cengkeh sampai detik ini paling bagus sebagai bahan obat rasa sakit, membuat badan hangat dan sebagainya. Jadi asap rokok (bukan kretek ) apapun jenisnya sangat berbeda dengan asap rokok kretek.  
<\/p>\n","post_title":"Logika Asap Rokok Elektrik dan Asap Kretek Itu Beda","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"logika-asap-rokok-elektrik-dan-asap-kretek-itu-beda","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-09-05 10:09:14","post_modified_gmt":"2019-09-05 03:09:14","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6039","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":6017,"post_author":"919","post_date":"2019-09-04 07:32:17","post_date_gmt":"2019-09-04 00:32:17","post_content":"\n

Saya langsung mengiyakan untuk membeli tiket konser \u2018Tiba-tiba Sudddenly Pensi Road to Gudfest\u2019<\/em> saat diberitahu teman saya bahwa The Upstairs, The Adams, Goodnight Electric, dan Club Eighties akan manggung di sana. Kebetulan teman saya juga yang membelikan tiket tersebut untuk memastikan saya ikut hadir dan menemaninya datang pada perhelatan musik yang berlangsung di Ballroom Kuningan City, Jakarta, 27 Agustus 2019.
<\/p>\n\n\n\n

Boleh dikata saya termasuk orang yang jarang menikmati pentas musik di beberapa tahun belakangan ini. Selain faktor kesibukan, era digital yang merambah segala lini membuat saya mungkin lebih simpel untuk mendengarkan musik via spotify atau youtube. Tentu ada nilai minusnya yaitu euforia yang kurang saya dapatkan jika tak mendatangi konser musik secara langsung.
<\/p>\n\n\n\n

Karena jarang menikmati konser musik belakangan ini, ada satu peraturan yang cukup menarik perhatian saya yaitu dilarang merokok di dalam venue<\/em>. Pertama saya bisa memaklumi itu mengingat venue indoor<\/em> dan ber-ac. Pertanyaan dalam benak saya lalu tersirat, apa nikmatnya menikmati musik terutama saat konser tanpa menghisap rokok? Tapi bagi saya ini tentu jadi tantangan, karena saya juga bisa memastikan bahwa rokok bukanlah candu dan sebagai perokok juga bisa tertib mengikuti peraturan yang ada.<\/strong>
<\/p>\n\n\n\n

Saya kemudian tiba di tempat acara. Saya lantas membeli beberapa minuman dan asyik merokok serta ngobrol dengan teman saya di luar venue<\/em>. Ketika mendekati jadwal open gate<\/em>, kami berbaris rapih untuk masuk ke dalam. Ada satu hal yang menyita perhatian, ternyata rokok kami pun disita. Jika hanya korek kami bisa memaklumi, namun penyitaan terhadap rokok tentu tak masuk di akal. Akhirnya kami mengakalinya dengan menaruh rokok kami di luar, di tempat yang tak mencolok. Adegan ini jika direka ulang laiaknya seorang yang mencoba untuk menyembunyikan narkotika, padahal rokok sejatinya adalah barang legal.<\/p>\n\n\n\n

Baca: Smoker Travellers: Menengok Fasilitas Ruangan Merokok di Bandara Kulon Progo<\/a>
<\/p>\n\n\n\n

Mungkin saya tidak memerhatikan peraturan yang ada apabila ternyata rokok tidak boleh di bawa masuk ke dalam. Namun jika dilarang, baiknya penyelenggara bisa menyediakan tempat penitipan rokok. Bukan apa-apa, mubazir rasanya jika satu bungkus harus dibuang, apalagi perokok yang hadir juga nampaknya mematuhi peraturan dilarang merokok di dalam. Peraturan ini juga nampaknya mesti dikaji ulang karena jika mengacu pada Perda KTR tentu tidak disebutkan.
<\/p>\n\n\n\n

Akhirnya kami pun mengikhlaskan, walau sejatinya harus jua bertindak licik dengan menyembunyikan rokok kami di luar. Bukan apa-apa ini lebih faktor mubazir. Tiba saatnya acara dan Ajis Doa Ibu serta Gilang Gombloh memecahkan suasana dengan dark jokes soal agama hingga lelucon soal Fiersa Besari. Goodnigh Electric kemudian menjadi band pembuka dengan membawakan tembang-tembang lawas seperti Am i Robot, Teenage Love and Broken Heart, The Supermarket I Am In, hingga lagu syahdu mereka yang saya tunggu-tunggu untuk dibawakan yaitu Im OK.\u00a0
<\/p>\n\n\n\n

Lagu ini pernah menjadi soundtrack <\/em>hidup saya kala menyukai seseorang. Semenjak mendengar dan suka dengan Goodnight Electric saat SMA, baru kali ini Im Ok dibawakan. Goodnight Electric juga kemudian menutup aksi panggung mereka dengan budaya yang tak pernah mereka lewatkan yaitu dengan lagu Rocket Ship Goes By dan tak lupa melemparkan pesawat kertas di dekat penghujung lagu.
<\/p>\n\n\n\n

Jika Goodnight Electric adalah pembukaan yang manis, seperti memberi rangsangan mengingat masa-masa SMA penuh dengan jadwal pensi, maka The Upstairs yang manggung selanjutnya adalah yang meledakkan pesta itu sendiri. Performa enerjik Jimi Multhaza sang vokalis masih saja seperti yang saya ihat 11 tahun lalu saat The Upstairs manggung di depan TVRI. Tak mau melewatkan momen, saya kemudian merapat ke tengah kerumunan dan berdansa resah didalamnya. Benturan-benturan moshpit tak terelakkan tapi saya nikmati karena adrenalin seperti ini jarang lagi bisa ditemukan.
<\/p>\n\n\n\n

Sama seperti Goodnight Electric, The Upstairs menutupnya dengan bijak. Romansa penonton yang hadir akan\u00a0 Pensi ala anak SMA di awal 2000an dan hingga sepuluh tahun setelahnya tak mereka kecewakan. Jimi dkk memilih lagu Matraman sebegai tembang penutup, lagu yang menurut Jimi (saat populer) bisa diputar hingga berulang kali dalam satu hari di radio-radio lokal. Lagu yang kemudian menjadi soundtrack skena persahabatan, cinta, dan tawuran anak SMA kala itu.\u00a0<\/p>\n\n\n\n

Baca: Smoker Traveller: Hero Coffe Kota Tua Semarang<\/a><\/p>\n\n\n\n

The Adams sebagai band ketiga yang tampil lalu datang meneduhkan suasana. Betul, penonton langsung terbuai saat itu oleh suara yang beradu-adu antara Saleh Husein dan Ario Hendarwan. Sing along kemudian jadi hal yang wajib dilakukan saat itu, semuanya menikmati karaoke masal dari lagu-lagu yang dibawakan seperti Hanya Kau, Berwisata, Konservatif, hingga Halo Beni. Suasana kala itu semakin manis saat sang pianis The Adams (hingga kini belum saya ketahui namanya) selalu melemparkan senyumnya ke arah penonton. Ah sial, saat itu saya berada di posisi yang sangat jauh darinya, itu saja sudah membuat saya bergetar.
<\/p>\n\n\n\n

Karena saya memarkir motor di luar area Kuningan City dan hanya dijaga sampai pukul 23:30, akhirnya kami pulang lebih cepat. Saat keluar venue saya memastikan tetap sebats dulu, mereview apa yang menarik terjadi di dalam sana. Saya lantas menarik kesimpulan bahwa dari pengalaman selama hampir tiga jam lebih menikmati konser tanpa rokok, tak terjadi apa-apa dari kami. Tak ada kekhawatiran berlebihan, perubahan mood karena tak merokok, atau keburukan lainnya. Semuanya sama saja dan normal-normal saja.
<\/p>\n\n\n\n

Hanya jika boleh memberi saran kepada pihak pengelola, perampasan rokok tentu mesti dipertimbangkan ulang. Sekali lagi rokok adalah produk legal dan mempunyai aturan yang sudah disepakati terkait pengkonsumsiannya. Lagian, saya kira para perokok sekarang juga sudah mulai tertib terhadap aturan dan tidak ingin merugikan terhadap yang lainnya.<\/p>\n","post_title":"Pengalaman Tiga Jam Lebih Menyaksikan Konser Musik Tanpa Asap Rokok","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"pengalaman-tiga-jam-lebih-menyaksikan-konser-musik-tanpa-asap-rokok","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-09-04 07:32:19","post_modified_gmt":"2019-09-04 00:32:19","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6017","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":6014,"post_author":"877","post_date":"2019-09-03 09:18:50","post_date_gmt":"2019-09-03 02:18:50","post_content":"\n

Masih ingat kemarin, tulisan Djarum yang ada di kaos para atlit olahraga dipermasalahkan KPAI dan kawan-kawannya? Banyak orang-yang omong, ternyata ada orang kaya yang diusik, tapi dia hanya diam tanpa ada kata sedikitpun sebagai pembalasan terhadap yang mengusiknya. Bahkan cenderung mengalah, bikin orang lain gregetan. Kalimat itu yang aku tangkap dari salah satu temen bernama Nur Cholis asal Desa Gribiq, Kabupaten Kudus.<\/p>\n\n\n\n

Seminggunan kemarin, tepatnya Minggu 25 Agustus, teman MTS dulu pulang dari Jakarta. Ia sehari-harinya beraktivitas dan bekerja di sana. Di Jakarta, bersama anak istrinya, yang setiap hari jualan sayuran keliling. <\/p>\n\n\n\n

Kami yang sudah lama tidak ketemu, bahkan lebaran kemarin ternyata dia tak pulang ke Kudus. Pantesan tak ada yang rebut ngajak ngopi, orang yang biasa ngajak ngopi orangnya masih di Jakarta. Memilih lebaran di sana, karena dititipin rumah tetangganya yang katanya sudah seperti keluarganya sendiri yang kala itu baru mudik.\u00a0<\/p>\n\n\n\n

Baca: Sesat pikir KPAI Melarang Audisi Pencarian Bakat Bulutangkis Anak-Anak<\/a><\/p>\n\n\n\n

Temanku itu panggilannya Djumari, rumahnya dulu daerah Kaliwungu Kudus bagian barat. Ia pulang dalam rangka ada acara nikahan saudara dari istrinya. Dasar Djumari, kalau gak ngopi bareng dan ketemu temen-temen gak puas katanya, karena mumpung di Kudus. Ia gunakan kesempatan sebelum datang kesempitan disela-sela acara nikahan saudaranya. Lewat pesan singkat WA, tanpa hitungan jam ajakan ngopi Djumari, langsung di respon banyak teman yang tergabung di group WA. Ada yang tanya kapan datangnya, ada yang komentar besuk aja ngopinya soalnya masih diluar kota, ada yang bilang sore ini aja tancap gas. Djumari menjawabi dan balas komentar teman-teman. Dihari itu, Djumari kayak artis banyak ajakan dan tawaran teman-teman. <\/p>\n\n\n\n

Memang, teman-teman alumni MTS Madrasah Qudsiyyah Kudus kompak sekali, bahkan sudah kayak saudara sendiri semua. Kita sering kumpul walaupun hanya sekedar ngopi, yang penting bertemu dan ngobrol. Tidak jarang, kita ketemu dengan agenda acara resmi dan agak resmi. Seperti disaat salah satu teman punya hajat, bahkan hajat kecilpun kayak acara \u201cmanaqiban\u201d sering mengundang teman lainya. Pasti ada yang bingung apa itu manaqiban<\/em>?. Aku jelasin sebentar, manaqiban itu, acara membaca sejarah Syeih Abdul Qodir Jaelani ulama dahulu setelah masa Shahabat Nabi, yang terkenal alimnya dan sufi serta berkaromah. Nah, bagi kita-kita penggemarnya, sering kali kita baca sejarahnya. Dengan cerita sejarah  Syeih Abdul Qodir Jaelani, kita penggemar berharap agar apa yang kita lakukan dido\u2019akan atau di amini beliau semua urusan kita lancar. Karena menurut kita penggemar, meyakini Syeih Abdul Qodir Jaelani kekasih Tuhan, kalau dalam bahasa Jawa \u201cbolone Gusti Allah\u201d. Ini sekilas penjelasan tentang istilah manaqiban<\/em>, kalau mau tau lebih lanjut, khasiat-khasiatnya, bisa kita diskusi dilain waktu aja. Yang jelas di acara manaqiban<\/em> ini sudah jadi tradisi ada \u201cingkung\u201d ayamnya. Ini yang biasa kita nantikan.<\/p>\n\n\n\n

Kembali ke acara ngopi, disore itu temenku Djumari langsung nentukan tempat ngopi dan waktunya. Kita biasa ngopi ditempat sederhana. Akhirnya, Djumari mutusin habis isya\u2019 kumpul dan ngopi di rumah teman kita satunya namanya Nur Cholis, juga tergabung dalam group WA. Setelah tahu bakal kerumahnya, Nur Cholis langsung komen, lapan enam laksanakan. Aku langsung teringat temenku namanya Fawaz, orang Betawi keturunan Arab, sering kalau jawab pas di WA pakai tulisan lapan enam.\u00a0<\/p>\n\n\n\n

Baca: PB Djarum, Prestasi Bulutangkis Nasional, dan Kegagalan KPAI Memahami Peristiwa<\/a><\/p>\n\n\n\n

Waktu isya\u2019 tiba, suasana mau hujan, sedikit grimis, hawanya lumayan dingin dibanding sebelumnya panas dan gerah. Tapi semangat ngopi dam ngobrol teman-teman tak mengendor. Bahkan di group sudah ada yang ribut, ngajak-ngajak \u201cayo ayo waktunya kopdar tiba, ada bonus banyak rezeki lho\u201d, Rifai namanya, seorang pembicara atau muballig yang sering ceramah di masyarakat. <\/p>\n\n\n\n

Aku datang sekitar jam 20.00, terlihat banyak tema yang sudah pada kumpul, didepannya ada segelas kopi. Maklum kita orang desa ngopinya gak pakai cangkir, tapi pakai gelas es yang tinggi. Dibenakku ini ngopi apa kehausan?, tapi yang penting tetap ngopi dan merokok. Di meja terlihat banyak rokok bermacam-macam mereknya, sesuai kesukaan masing-masing. Ada yang bawa Sukun Putih, ada yang bawa Gudang Garam, kebanyakan bawa LA, tapi ada juga yang bawa rokok bikinan sendiri alias \u201cTingwe\u201d nglinting dewe dirumah ditaruh plastik. Aku coba rokok tingwe itu sambil ngobrol bareng, ternyata lumayan enak ramuan rokoknya, dibanding tingwe tingwe yang pernah aku rasakan. Yang buat tingwe namanya Sutopo, profesinya sehari-hari memang jual beli tembakau. Karena penasaran, sutopo aku tanya, kok enak, ini tembakau mana?. Dijawabnya \u201cbiasa tembakau Temanggung\u201d tapi aku kasih cengkeh kualitas wahid, dan sedikit ramuan saos sendiri (bahannya dirahasiakan), yang jelas katanya bahan saos dari rempah rempah bikinan sendiri. <\/p>\n\n\n\n

Ngobrol kita mengalir tanpa ada sekat dan batasan, malah terkadang pada ngobrol sendiri-sendiri dengan teman didekatnya. Giliran Djumari disuruh cerita pengalamannya, teman teman pada diam, mungkin pada penasaran. Soalnya dulu, sebelum ke Jakarta ia bekerja di Djarum. Ia ceritakan alasannya harus ke Jakarta. Awalnya, sering pulang pergi Jakarta Kudus untuk pengobatan istrinya yang sedang sakit di salah satu pengobatan alternatif disana atas rekomendasi saudaranya yang sudah lama hidup di Jakarta. Ia menceritakan sakit istrinya yang sering pusing, dan pusingnya bukan pusing biasa, dan seringkali istrinya sampai membentur-benturkan kepalanya. Kemudian, saat diharuskan kontinyu pengobatannya, minimal satu tahun agar cepat sembuh, akhirnya ia putusin meninggalkan Kudus sementara, termasuk pekerjaannya. Alhamdulillah istrinya sekarang sudah sembuh total.\u00a0<\/p>\n\n\n\n

Baca: Cacat Pikir KPAI Memaknai Kata Ekploitasi Anak dan Promosi<\/a><\/p>\n\n\n\n

Disela sela nungguin istrinya sakit, ia sering diajak saudaranya jualan sayuran keliling. Nah, walaupun sekarang istrinya sudah sembuh, ia tetap di Jakarta. Sebab dipikirannya, kalau kembali ke Kudus mulai dari awal lagi, mending yang sudah ada didepan mata dijalanin dulu. Nanti pelan-pelan sambil melihat peluang di Kudus, ia pun akan pulang. Obrolan tetap seru, walaupun djarum jam sudah tepat diangka 12.00 malam. Namun domain obrolan lebih pada Djumari sebagai nara sumber, ia menceritakan semua pengalaman dan kejadia yang ia lihat, sampai ia menceritakan berita kalau pabrik Djarum yang dulu pernah ia singgahi, sedang dipermasalahkan KPAI. Memang sebenarnya ia tak paham alur permasalahanya. Tahunya, KPAI gak suka bulu tangkis Djarum berjalan, memusuhi rokok. <\/p>\n\n\n\n

Sebagai orang yang pernah menjadi karyawan Djarum, jadi wajar dan pantas kalau ia membela Djarum, apalagi ia asli Kudus. Saking semangatnya, ia ngomong \u201cnek aku dadi Djarum, tak tuku iku KPAI, paling ora tak lawan\u201d \u201candaikan aku yang punya Djarum, aku beli KPAI, paling tidak dilawan\u201d. Ada yang menyambar omongan, \u201csampek matek kuwe Djum, ogak bakal dadi bos Djarum\u201d \u201csampai mati kamu Djum, tidak akan jadi bos Djarum\u201d haha\u2026\u2026disambut dengan tawa klakaran teman-teman termasuk saya sendiri. Di sela-sela tawa, tuan rumah ngomong \u201cancen gawe gregeten, kenopo Djarum mung meneng, malah ngalah\u201d \u201cbikin gregeten, kenapa Djarum diam dan cenderung mengalah\u201d. <\/p>\n\n\n\n

Nah, ternyata, banyak orang yang sangat simpati dan membela pabrik Djarum, terutama orang Kudus. Rata-rata mereka, tak tahu apa yang harus dilakukan, apa yang harus diperbuat. Sebagai manusia lemah, mereka hanya bisa marah  yang terpendaam dalam hati, dengan melihat kejadian KPAI menyerang Djarum. Coba, andaikan mereka tahu kalau dibelekang KPAI ada kepentingan asing yang mengusik rokok kretek asli Kudus, yang sudah mendarah daging bagi masyarakat Kudus. Pastinya, pembelaanya lebih dari itu, bahkan mungkin mati-matian.
<\/p>\n","post_title":"Cerita di Balik Segelas Kopi untuk Djarum","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"cerita-di-balik-segelas-kopi-untuk-djarum","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-09-03 09:19:00","post_modified_gmt":"2019-09-03 02:19:00","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6014","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":6008,"post_author":"878","post_date":"2019-08-30 15:06:07","post_date_gmt":"2019-08-30 08:06:07","post_content":"\n

Pada mulanya, saya mengira tanaman tembakau ditanam, dirawat, dan dipanen sama dengan kebanyakan tanaman-tanaman semusim lainnya di negeri ini. Ada proses pembibitan, kemudian proses penanaman, lantas tanaman rutin disiram dan diberi pupuk, ada proses perawatan hingga akhirnya dipanen ketika musim panen tiba. Tapi nyatanya, perkiraan saya salah. Tembakau tanaman yang cukup unik. Beda dari banyak tanaman semusim lain yang lazim ditanam petani di banyak tempat di Indonesia.<\/p>\n\n\n\n

Hal paling menonjol yang membedakan tanaman tembakau dengan tanaman semusim lain ada pada masa tanam dan masa panen tiba. Tanaman tembakau menjadi anomali karena ditanam saat musim penghujan akan berakhir. Lalu dipanen ketika musim kemarau sedang berada pada puncaknya. Saat tanaman-tanaman semusim lainnya enggan tumbuh, bahkan rumput sekalipun mengering karena kemarau.<\/p>\n\n\n\n

Tiga tahun belakangan, saya banyak bergaul dengan petani dan buruh tani tembakau di Kabupaten Temanggung, juga dengan anak-anak mereka. Jika sebelumnya saya sekadar penikmat rokok kretek, tiga tahun belakangan, saya mulai tertarik untuk mempelajari seluk-beluk seluruh lini yang mendukung industri kretek nasional. Yang paling menarik minat saya, tentu saja konteks pertanian dan sosial masyarakat yang memproduksi komoditas yang menjadi bahan baku utama produk kretek. Tembakau dan cengkeh.<\/p>\n\n\n\n

Baca: Melihat Petani Tembakau di Temanggung Memanen Tembakau Mereka<\/a><\/p>\n\n\n\n

Dari sekian banyak hal menarik yang disajikan pertanian tembakau hingga proses penjualan hasil panen tembakau yang saya amati di wilayah Kabupaten Temanggung, hal yang terus menerus menarik minat saya dan hingga saat ini belum sepenuhnya saya pahami adalah proses panen tembakau dan penentuan grade tembakau hasil panenan petani. Sama seperti kesalahan saya mengira tanaman tembakau ditanam dan diproses mirip dengan tanaman semusim lainnya, dugaan saya perihal proses panen tembakau juga salah sepenuhnya. Dahulu saya mengira daun-daun yang siap dipanen dari tanaman tembakau ya dipanen begitu saja. Menunggu daun-daun yang tumbuh pada tanaman tembakau siap dipanen, lantas dipanen seluruhnya dalam satu waktu oleh para pekerja di kebun. Nyatanya tidak begitu. Dan lebih rumit dari itu.<\/p>\n\n\n\n

Mayoritas tembakau yang ditanam di wilayah Temanggung berasal dari jenis kemloko. Ada kemloko 1, kemloko 2, dan kemloko 3. Dari ketiga varietas kemloko tersebut, metode panen dan penentuan grade tembakau memiliki tata cara yang sama persis. Seluruh petani di Temanggung menerapkan metode panen yang mirip. Dari metode panen tersebut, ternyata berpengaruh terhadap tingkatan kualitas tembakau yang dipanen, petani di Temanggung kerap menyebut \u2018tiam\u2019 atau \u2018grade\u2019 untuk perbedaan tingkat kualitas tembakau yang dipanen.<\/p>\n\n\n\n

Tidak seperti tanaman semusim lainnya yang dipanen dalam satu waktu, tembakau dipanen bertahap mulai dari daun terbawah pada pohon hingga daun teratas. Dalam satu tanaman tembakau, panen bisa berlangsung sebanyak 13 hingga 15 kali dalam sekali musim tembakau. Jarak antara panen satu dengan panen lainnya, antara lima dan tujuh hari. Dengan kondisi ini, musim panen tembakau di Temanggung atau yang kerap disebut musim \u2018mbakon\u2019 bisa berlangsung selama dua hingga tiga bulan. Tahun ini, panen dimulai pada pertengahan Juli dan diprediksi akan berakhir pada pertengahan Oktober.<\/p>\n\n\n\n

Baca: Tuhan Tidak Menciptakan Tembakau untuk Dibenci dan Dicaci<\/a><\/p>\n\n\n\n

Metode panen seperti itu, yang bertahap dan berjeda dari panen satu daun ke daun lainnya ternyata berpengaruh terhadap tingkatan kualitas daun tembakau. Daun-daun yang dipanen lebih awal, gradenya berada pada grade yang rendah. Grade terus meningkat hingga sampai puncaknya seiring panen-panen selanjutnya pada tanaman yang sama. Dalam satu tanaman tembakau, grade daun sudah pasti berbeda-beda sesuai dengan waktu panenan daun di tanaman tersebut.<\/p>\n\n\n\n

Agar lebih mudah dipahami, mari kita bayangkan sebatang tanaman tembakau yang tumbuh subur dalam kondisi normal dan tanaman itu sudah mulai memasuki masa panen. Pada sebatang tanaman tembakau itu tumbuh sebanyak 17 helai daun dari bawah ke atas. Panen pertama dimulai. Daun paling bawah dari tanaman tembakau itu dipetik untuk dipanen. Hanya satu helai daun saja, yang terbawah. Daun yang pertama dipanen itu, biasanya memiliki grade A. Adakalanya kualitas tembakau pada panenan pertama sudah mulai berada pada grade B. Di beberapa titik bahkan sudah ada yang menghasilkan tembakau grade C. <\/p>\n\n\n\n

Lima hingga tujuh hari kemudian, panen daun kedua dilakukan. Satu daun saja dari sebatang tanaman, daun terbawah yang dipanen. Lima hingga tujuh hari berikutnya lantas dipanen lagi. Begitu seterusnya hingga 12 atau 13 kali panen. Semakin ke atas daun yang dipanen seiring bertambahnya waktu, grade tembakau juga meningkat hingga puncaknya berhenti di grade F. Hanya sedikit tembakau yang bisa melampau grade F, mencapai grade G dan H, itulah tembakau-tembakau jenis srintil berharga jutaan rupiah per kilogramnya.<\/p>\n\n\n\n

Selain waktu panen dan letak daun dalam sebatang tanaman, jenis tanah, unsur hara yang terkandung dalam tanah, asupan embun alami, pancaran sinar matahari yang cukup, serta proses fermentasi dan penjemuran usai daun-daun dipanen, menjadi penentu kualitas tembakau yang menempatkan daun tembakau itu pada grade tertentu. Satu hal lain lagi yang sangat berpengaruh terhadap grade tembakau adalah wilayah tembakau itu ditanam. Ada tiga wilayah tempat tembakau biasa ditanam. Wilayah persawahan (dataran rendah), wilayah tegalan (dataran menengah), dan wilayah gunung (dataran tinggi). Kondisi tanah dan faktor ketinggian dan kondisi geografis lainnya berpengaruh terhadap kualitas tembakau.<\/p>\n\n\n\n

Di wilayah persawahan, tanaman tembakau memang subur dan tumbuh cepat, namun tembakau yang ditanam di sana maksimal hanya bisa menghasilkan tembakau grade D, atau D+. Sedang tembakau yang ditanam di wilayah tegalan, maksimal bisa menghasilkan tembakau grade E hingga E+. Yang terbaik, tentu saja tembakau yang ditanam di wilayah gunung. Meskipun membutuhkan waktu tanam lebih lama dibanding dua wilayah lainnya, rata-rata panenan terakhir mencapai grade F hingga seterusnya dengan tembakau terbaik bernama srintil.   <\/p>\n\n\n\n

Ini sedikit yang saya pelajari di Temanggung hasil belajar langsung dari para petani di sana. Saya tidak tahu dengan metode panen dan penentuan grade tembakau di wilayah lain dengan jenis tembakau lain juga. Menarik sebetulnya mencari tahu di tempat lain. Semoga sekali waktu nanti berkesempatan untuk itu. 
<\/p>\n","post_title":"Penentuan Grade Tembakau di Temanggung","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"penentuan-grade-tembakau-di-temanggung","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-08-30 15:06:14","post_modified_gmt":"2019-08-30 08:06:14","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6008","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5999,"post_author":"877","post_date":"2019-08-28 09:40:02","post_date_gmt":"2019-08-28 02:40:02","post_content":"\n

Direktur Pusat Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Amerika Serikat (CDC), Robert Redfield, mengungkapkan kematian tragis di Illinois memperkuat dugaan karena vape<\/a> atau rokok elektrik. Berita tersebut atas laporan Dinas Kesehatan Illinois yang mengumumkan ada satu pasien yang akhirnya meninggal dunia. Kasus ini kemungkinan jadi kasus pertama kematian akibat penyakit berkaitan dengan vape.
<\/p>\n\n\n\n

Kejadian di atas menjawab keberadaan vape atau rokok elektrik sangat membahayakan. Berbeda dengan resiko rokok kretek, bisa menimbulkan penyakit jika mengkonsumsinya berlebihan atau kebanyakakan, dan hidup tidak seimbang. Misalnya dalam satu hari merokok sampai tiga atau empat bungkus, tanpa makan nasi atau makan-makanan sehat, tanpa olah raga, tanpa minum air putih, selalu didampingi kopi atau teh, istirahatnya kurang dan sebagainya. Maka dipastikan orang tersebut akan jatuh sakit bahkan meninggal dunia.\u00a0<\/p>\n\n\n\n

Baca: Terkuak, Rokok Elektrik Berbahaya bagi Kesehatan<\/a><\/p>\n\n\n\n

Tidak hanya itu, otoritas kesehatan di Amerika Serikat telah berhasil menginvestigasi kemunculan penyakit paru-paru misterius di antara kalangan pengguna rokok elektrik atau vape. Dilaporkan setidaknya ada 195 kasus potensial penyakit paru-paru di 22 Negara karena kena dampak dari vape atau rokok elektrik.
<\/p>\n\n\n\n

Jadi, masyarakat perlu waspada beredarnya vape atau rokok elektrik. Belum lagi, sebetulnya rokok elektrik atau vape, berdampak juga peningkatan perokok anak.\u00a0 Yang menjadi daya tarik bagi anak, selain bentuknya yang elegan, simpel, juga beraroma buah-buahan yang terkemas dalam cairan.<\/strong><\/p>\n\n\n\n

Orang yang mengatakan bahwa vape atau rokok elektrik lebih mensehatkan dari pada rokok kretek, pendapat tersebut sangat keliru. Disampaing efek dari rangkaian listrik dan battre juga cairan dalam rokok elektrik berpengaruh terhadap resiko jantung.  <\/p>\n\n\n\n

Hasil penelitian yang diterbitkan dalam Journal of American College of Cardiology pada Mei lalu ini menambah bukti bahwa cairan rokok elektrik dapat menghambat fungsi sel-sel tubuh yang berperan dalam kesehatan jantung. Cairan dalam vape atau rokok elektrik pada akhirnya merusak sel-sel yang melapisi pembuluh darah. <\/p>\n\n\n\n

Keberadaan vape atau rokok elektrik di pasaran sangat membahayakan bagi orang Indonesia, terlebih pemuda-pemuda, yang banyak memilih merokok vape aatau rokok elektri. Menurutnya, selain bentuk kecil, simpel dibawa dan ada aroma buah-buahan sesuai selera. Akan tetapi dibalik bentuknya yang bagus, menyembunyikan banyak penyakit ketika dikonsumsi.\u00a0<\/p>\n\n\n\n

Baca: Kata Siapa Lebih Sehat? Perokok Elektrik Berisiko Terjangkit Penyakit Kardiovaskular<\/a><\/p>\n\n\n\n

Hingga kini CDC masih melakukan investigasi lebih lanjut, dengan mengimbau agar para dokter mengumpulkan data dan sampel bila menemukan pasien dengan gejala penyakit paru serupa, tentunya akibat rokok elektrik atau vape. Bentuk dan merek rokok elektrik dan vape banyak varian dan banyak merek. JUUL termasuk merek rokok elektrik atau vape yang saat ini naik daun.\u00a0<\/p>\n\n\n\n

Ada yang mengatakan bahwa tak tepat membandingkan rokok tembakau dengan rokok elektrik. Ya benar tak tepat, karena rokok elektrik atau vape resikonya sangat tinggi. Sedang rokok tembakau resikonya kecil, apa lagi rokok kretek mungkin resikonya sangat kecil sekali terhadap tubuh. Alasannya, munculnya rokok kretek bertujuan untuk pengobatan sakit bengek, dan tujuannya berhasil. Hingga banyak orang melakukan pemesanan rokok kretek saat itu, rokok kretek belum sebagai industri besar masih bersifat rumahan,  keadaan tersebut sekitar abad 19. <\/p>\n\n\n\n

Dalam studi ini, tim peneliti menemukan bukti efek toksik pada sel-sel yang melapisi pembuluh darah dan melindungi jantung. Beberapa bukti tersebut termasuk di antaranya gangguan pada fungsi sel dan munculnya tanda-tanda peradangan. Para peneliti mengamati bagaimana respons sel saat bersentuhan dengan cairan rokok elektrik. Efek yang paling kentara terlihat pada cairan dengan rasa kayu manis.<\/p>\n\n\n\n

Baca: Riset Kesehatan Rokok Elektrik<\/a><\/p>\n\n\n\n

Sekelompok ahli kardiovaskular dari University of Massachusetts menganjurkan peneliti agar melakukan uji rokok elektrik atau vape lebih yang beraroma. Karena sumsi sementara, produk vape atau rokok elektrik yang beraroma dan punya pilihan rasa lebih berbahaya dari pada rokok vape natural. Namun yang banyak beredar dipasaran, justru yang beraroma dan berasa buah-buahan, dari pada yang natural. <\/p>\n\n\n\n

Studi pada 2018 lalu menunjukkan, penggunaan rokok elektrik harian berisiko terhadap serangan jantung, meski dengan probabilitas yang lebih rendah daripada perokok tembakau. Menurut dr Lawrence Phillips pakar kardiovaskular NYU Langone Health mengatakan \u201cKita melihat semakin banyak bukti bahwa rokok elektrik berhubungan dengan peningkatan risiko serangan jantung\u201d.<\/p>\n\n\n\n

Dari hasil pakar dan hasil studi di atas menegaskan bahwa keberadaan rokok vape atau rokok elektrik, resikonya sangat besar. Bahan utama rokok vape atau elektrik yang paling besar memberikan efek negatif pada tubuh manusia adalah cairan perasa. Akibat cairan perasa dalam rokok elektrik  atau vape termasuk merek JUUL beresiko terjadi peradangan, terjangkit penyakit jantung dan paru-paru akut, selanjutnya berakibat kematian. <\/p>\n\n\n\n

Untuk itu, demi masa depan bangsa Indonesia harusnya ada regulasi pelarangan peredaran rokok elektrik atau vape yang nyata-nyata telah ada kasus dengan didukung beberapa riset dan studi tentang konten rokok elektrik atau vape, yang hasilnya mempunyai resiko tinggi dapat menyebabkan penyakit berujung kematian.         
<\/p>\n","post_title":"Perokok Elektrik Berisiko Besar Terjangkit Penyakit Mematikan","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"perokok-elektrik-berisiko-besar-terjangkit-penyakit-mematikan","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-08-28 09:40:09","post_modified_gmt":"2019-08-28 02:40:09","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5999","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5988,"post_author":"855","post_date":"2019-08-24 10:41:28","post_date_gmt":"2019-08-24 03:41:28","post_content":"\n

Sumber permasalahan besar dunia pertembakauan sejatinya bukan iklim dan hama, melainkan kebijakan pemerintah dan para plolitisi yang ikut serta membicarakannya, tanpa dasar yang kuat, adil dan cenderung ugal-ugalan.
<\/p>\n\n\n\n

Jika orang dahulu tidak berani bicara kecuali kepada hal-hal yang benar-benar diketahui, kali ini banyak sekali orang yang banyak bicara daripada membaca, baik buku maupun alam kauniyah (dunia nyata). Maka jangan heran, jika tidak sedikit politisi dan pemerintah yang gagal paham dunia pertembakau, dari berbagai sisi, karena mereka mendapatkan informasi sepotong-sepotong, tanpa ada usaha untuk tabayyun <\/em>lebih mendalam apalagi turun ke ladang untuk memastikan.
<\/p>\n\n\n\n

Kini hama petani muncul lagi dari kalangan politisi. Sebut saja namanya Sukamta (nama asli) yang kini menjabat sebagai sekretaris Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS). Kenapa semua orang yang terkait dengan industri hasil tembakau (petani, buruh, dsb) dianggap tidak sejahtera, ya karena partai yang harusnya adil saja tidak mampu berbuat adil, bahkan dalam pikiran dan apa yang keluar dari mulutnya.<\/p>\n\n\n\n

Baca: Tuhan Tidak Menciptakan Tembakau untuk Dibenci dan Dicaci<\/a>
<\/p>\n\n\n\n

Tidak perlu bicara terlalu jauh. Mari kita kita uji omongan Sukamta yang dimuat situs ayosemarang.com, 22 Agustus 2019. Omongan yang sejatinya sebuah template dan selalu dipakai oleh antirokok. Semacam gaya kampanye sholih li kulli zaman wal makan, <\/em>meski dibangun dari logika berantakan dan cenderung mengutamakan kengawuran daripada analisa yang mendalam. Ya memang itulah keistimewaan antirokok, anti terhadap data valid dan percaya diri berlebihan dalam kesesatan berpikir.
<\/p>\n\n\n\n

Bagi Sukamta, harga rokok di Indonesia, sebuah negeri yang besar salah satunya ditopang oleh dunia pertembakauan, harus dinaikkan 700 persen. Alasannya supaya orang miskin tidak dapat membeli rokok. Jika orang miskin yang merokok jatuh sakit, maka negara melalui (Jaminan Kesehatan Nasional) JKN rugi menanggung biayanya. Tentu saja ini berbeda dengan, orang kaya boleh makan junkfood<\/em>, minuman bersoda, dan berlaku semaunya, karena jika jatuh sakit mereka bisa membiayai sendiri dan dapat memperkaya negara.
<\/p>\n\n\n\n

Cara sistematis ini akan diduplikasi dan diperbarui terus menerus. Bermula dari seorang sakit yang berobat ke dokter, jika ia merokok maka dokter akan berkata, \u201cbapak sakit karena rokok\u201d, dan dokter tidak secara jujur bahwa penyakit itu datang dari sebab apapun, bisa gula, bisa gaya hidup yang berantakan, kurang minum air putih, stres dengan obat mahal, dsb.
<\/p>\n\n\n\n

Kenapa Sukamta cenderung ingin menaikkan harga rokok untuk menyelesaikan permasalahan JKN yang rumit itu? Ya karena sudah menjadi tabiat antirokok, bahwa berpikir keras untuk mencari solusi adalah buang-buang waktu, makanya rokok akan disalahkan supaya permasalahan menjadi lekas selesai. 
<\/p>\n\n\n\n

Coba kita kembali ke tahun 2018, saat BPJS Kesehatan defisit dan ditambal oleh cukai rokok. Para pegiat kesehatan beralasan, jumlah masyarakat sakit yang kian bertambah dan narasi yang kemudian dibangun; sakit-sakit itu disebabkan oleh rokok. Tidak berhenti sampai di situ, beragam alasan yang penting pengelola kesehatan \u201cselamat\u201d banyak digaungkan di media (tanpa ada sikap ksatria untuk mengakui bahwa memang masih banyak masalah dalam JKN, baik pengelolaan maupun skema yang lebih baik, yang perlu dicarikan solusi).<\/p>\n\n\n\n

Baca: Kegagalan Lakpesdam PBNU dalam Melihat Produk Tembakau Alternatif<\/a><\/p>\n\n\n\n

Koordinator Advokasi BPJS Watch, Timboel Siregar, megkritisi beragam narasi yang dibangun oleh pegiat kesehatan. Ia mengusulkan agar BPJS fokus pada pengawasan penetapan inasibijis oleh pihak rumah sakit. Timboel menilai, inasibijis merupakan gerbang terjadinya defisit BPJS Kesehatan. Inasibijis (INA-CGB) merupakan sebuah singkatan dari Indonesia Case Base Gropus, yakni sebuah aplikasi yang digunakan rumah sakit untuk mengajukan klaim pada pemerintah. (bisnis.com)
<\/p>\n\n\n\n

Kita tidak pernah tau, apa yang dilakukan rumah sakit terhadap pasien-pasien yang membayar BPJS. Kita juga tidak pernah tau jika ada pasien BPJS kelas I diberi fasilitas kelas II atau III, dan rumah sakit mengklaim biaya kelas I ke negara. Tentu saja yang demikian ini tidak penting bagi antirokok. <\/p>\n\n\n\n

Baca: Ada Campur Tangan Bloomberg dalam Surat Edaran Menkes terkait Pemblokiran Iklan Rokok<\/a><\/p>\n\n\n\n

Sukamta juga bilang, orang-orang yang kecanduan merokok dan mampu membeli rokok yang mahal, dipersilahkan tetap merokok asal menanggung sendiri biaya pengobatan akibat penyakit karena rokok. Asalkan dampak buruk akibat konsumsi rokok tidak membebani negara kerena pemasukan dari cukai tembakau tidak sebanding dengan biaya yang harus dikeluarkan negara. (ayosemarang.com)
<\/p>\n\n\n\n

Bagi saya pribadi, ini adalah statemen yang sangat lucu. Sejak kapan sih negara betul-betul hadir dan perhatian terhadap kesehatan masyarakat, khususnya di pedesaan dan pedalaman? Kalau ada pun, menjalankannya setengah hati. Dan sejak kapan rokok itu menjadi candu, padahal yang candu itu kekuasaan dan menjadikan masyarakat sebagai jembatan untuk menuju \u201ckekuasaan dalam negara\u201d? 
<\/p>\n\n\n\n

Sukamta juga menganggap, bahwa perokok bukan orang yang produktif? Faktanya? Setahu saya orang-orang yang merokok punya produtivitas tinggi, mereka hidup sebagaimana keringat yang diperas setiap hari. Tanpa berharap kepada negara apalagi Sukamta.
<\/p>\n\n\n\n

Sekadar saran saja, sebaiknya PKS tidak perlu ngelantur bicara rokok. Silahkan bicara, asalkan keadilan sosial sebagaimana nama partainya tidak hanya selesai pada tataran konsepsi dan gagah-gagahan, melainkan pada tahap tindakan dan contoh konkrit atasnya.
<\/p>\n","post_title":"Ketika PKS Bicara Rokok","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"ketika-pks-bicara-rokok","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-08-24 10:51:25","post_modified_gmt":"2019-08-24 03:51:25","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5988","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":35},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"epic_block_3"};

\n

Nah, dinegaranya sendiri aja diusir, ibarat rumah sendiri. Kok malah di Indonesia dikampanyekan. Yang gak aku pahami, justru yang mempromosikan saudara kita sendiri, anak bangsa. Belum lagi cara mempromosikan dengan menjelek-jelekkan rokok kretek, wah ini sudah kebablasan. Sebagai anak bangsa, harusnya bangga dengan produk dalam negeri, bukan malah terbalik. Produk orang lain dibanggakan, sedang produk sendiri di musuhi. Ini ada apa, pasti timbul pertanyaan. Dimana nasionalisme dan patriotisme kalian, yang sudah ditanamkan di tiap jiwa anak bangsa oleh para pendiri bangsa ini. <\/p>\n\n\n\n

Ir, Soekarno atau Bung Karno presiden pertama kali aja bangga dengan produk rokok kretek, kemana-mana selalu ia bawa, bahkan di acara resmi ke Negaraan bertemu dengan tokoh Negara lain pun, rokok kretek selalu dibawa dan disulut. Tak berhenti disitu, dibeberapa pidato Bung Karno selalu disebut dengan perintah untuk melihat Niti Semito pemilik perusaahan rokok kretek terbesar di Kudus sekitar abad 20an. Satu-satunya industri yang masih jaya, dikala industri lain terpuruk masa penjajahan. <\/p>\n\n\n\n

Apa Anda pikir, saat itu tidak rokok produk luar negeri? Anggapan yang salah. Ada namanya rokok cangklong. Kala itu, yang merokok pakai cangklong hanya orang-orang yang berduit tebal, contohnya para saudagar, bangsawan minimal mandor lapangan. Hanya masyarakat jelata yang merokok kretek dengan bungkus daun jagung yang dikemudian hari berubah menggunakan kertas papier. Bahkan tidak jarang, ceritanya saat itu, perokok kretek jadi ejekan, kampungan. Lama-kelamaan rokok kretek merambah naik jadi rokok kelas atas. Bahkan sangat disukai orang luar. Hingga ada pemuda saat itu menjadi pedagang ekspor rokok ke Negara-negara di dunia, Subhan ZE namanya. Salah satu pemuda kaya dari Kudus saat itu, karena berhasil memasarkan rokok kretek keluar Negeri. Konon ceritanya, ia sampai deket dengan orang-orang terpenting Negara lain. Tak hanya itu, ada cerita, ia pernah dipercaya Bung Karno sebagai pelantara untuk pembelian senjata militer. Inilah sekilas tentang cerita sejarah tokoh-takoh dahulu yang punya jiwa nasionalisme dan patriotis tinggi, menjunjung tinggi produk dalam negeri. Bahkan dahulu di Istana Negara tersedia rokok kretek khusus bergambar burung Garuda.<\/p>\n\n\n\n

Baca: Perbandingan Bahan Baku Kretek dan Rokok Elektrik<\/a><\/p>\n\n\n\n

Sekarang kembali ke Gebrak, satu gerakan yang konyol dan tidak konsisten, jauh dari nasionalisme bahkan patriotism. Pertama<\/em>, pernahkan mereka membuat kajian dengan membandingkan volume asap rokok dengan volume asap lainnya (asap buang industri, asap pembakaran, asap knalpot dan lain sebagainya)?, pasti belum pernah. Kalau memang sudah pernah melakukan kajian, tentunya faham jumlah perbandingannya dan asap apa yang paling berdampak pada manusia dan lingkungan hidup. Kalau faham pasti tidak mempermasalahkan (asap rokok). Kedua<\/em>, banyakan mana asap yang dikeluarkan rokok elektrik dengan rokok non elektrik?, nyatanya asap yang dikeluarkan rokok elektrik lebih banyak dari pada rokok non elektrik. <\/p>\n\n\n\n

Ketiga<\/em>, tidah faham media dan konten rokok elektri dengan rokok non elektrik. Namanya elektrik pastinya pakai media listrik untuk pembakarannya. Kalau begitu, coba bandingkan, air hasil pemanasan pakai listrik dengan pemanasan pakai api (kompor), hasilnya pasti bagusan kompor. Kok bisa?, jawabnya mudah, kalau bagusan listrik sudah lama pemerintah mencanangkan program pemanas pakai listrik tidak pakai kompor. Nyatanya pemerintah membuat program kompor gas. Yang menimbulkan masalah baru, terjadi peledakan, kelangkaan, harga naik terus dan sebagainya. Justru masyarakat lebih nyaman dan aman pakai minyak. Namaun karena sudah menjadi program pemerintah, masyarakat kecil tak bisa berbuat lebih. Sekarang konten rokok elektrik dan non elektrik. <\/p>\n\n\n\n

Jelas rokok elektrik memakai proses bahan kimia (buatan) untuk mengolah tembakau, sehingga setelah jadi uap kemudian dibantu pembakaran pakai media listrik menghasilkan asap. Akibatnya asap yang dikeluarkan sangat banyak kayak asap knalpot. Beda dengan rokok non elektrik, bahannya asli pembakarannya natural (api). Api diciptakan Tuhan sebagai pemanas untuk penyeimbang alam (baca kitab tafsir Jalalain). Jadi rokok elektrik memakai proses kimia buatan, sedang rokok memakai proses kimia natural. Rokok sendiri ada dua jenis. Rokok putih dan rokok kretek. Rokok putih hanya menggunakan tembakau, rokok kretek menggunakan tembakau dan cengkeh. Tembakau dan cengkeh jika dibakar menghasilkan senyawa dan menyatu yang dapat sebagai media pengobatan. Beda dengan rokok yang kontennya pakai tembakau saja, maka yang dihasilkan tidak bisa untuk pengobatan.  <\/p>\n\n\n\n

Keempat<\/em>,  baik rokok elektrik dan rokok putih bukan asli Indonesia. Bahkan bahan baku dan produksinya pun tidak di Indonesia. Beda dengan rokok kretek, mulai dari bahan baku dari petani Indonesia yang tersebar di bumi Indonesia, pekerja dan produksinya di Tanah Air ini. Artinya rokok kretek sebagai industri padat karya, yang menghidupi banyak saudara kita. Sehingga ketika memusuhi rokok kretek sama dengan memusuhi saudara sendiri. Ketika membela rokok impor sama dengan membela penjajah. <\/p>\n\n\n\n

Penjelasan perbedaan tiap rokok di atas sengaja tidak dijelaskan pakai rumus matematika atau rumus kimia. Karena kalau dijelaskan hanya orang-orang tertentu yang faham. Namun pada intinya, rokok kretek menyehatkan, rokok jenis lain kebalikannya. Buktinya, sejarah penemuan kretek sebagai media pengobatan sakit bengek atau pernafasan, cengkeh sampai detik ini paling bagus sebagai bahan obat rasa sakit, membuat badan hangat dan sebagainya. Jadi asap rokok (bukan kretek ) apapun jenisnya sangat berbeda dengan asap rokok kretek.  
<\/p>\n","post_title":"Logika Asap Rokok Elektrik dan Asap Kretek Itu Beda","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"logika-asap-rokok-elektrik-dan-asap-kretek-itu-beda","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-09-05 10:09:14","post_modified_gmt":"2019-09-05 03:09:14","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6039","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":6017,"post_author":"919","post_date":"2019-09-04 07:32:17","post_date_gmt":"2019-09-04 00:32:17","post_content":"\n

Saya langsung mengiyakan untuk membeli tiket konser \u2018Tiba-tiba Sudddenly Pensi Road to Gudfest\u2019<\/em> saat diberitahu teman saya bahwa The Upstairs, The Adams, Goodnight Electric, dan Club Eighties akan manggung di sana. Kebetulan teman saya juga yang membelikan tiket tersebut untuk memastikan saya ikut hadir dan menemaninya datang pada perhelatan musik yang berlangsung di Ballroom Kuningan City, Jakarta, 27 Agustus 2019.
<\/p>\n\n\n\n

Boleh dikata saya termasuk orang yang jarang menikmati pentas musik di beberapa tahun belakangan ini. Selain faktor kesibukan, era digital yang merambah segala lini membuat saya mungkin lebih simpel untuk mendengarkan musik via spotify atau youtube. Tentu ada nilai minusnya yaitu euforia yang kurang saya dapatkan jika tak mendatangi konser musik secara langsung.
<\/p>\n\n\n\n

Karena jarang menikmati konser musik belakangan ini, ada satu peraturan yang cukup menarik perhatian saya yaitu dilarang merokok di dalam venue<\/em>. Pertama saya bisa memaklumi itu mengingat venue indoor<\/em> dan ber-ac. Pertanyaan dalam benak saya lalu tersirat, apa nikmatnya menikmati musik terutama saat konser tanpa menghisap rokok? Tapi bagi saya ini tentu jadi tantangan, karena saya juga bisa memastikan bahwa rokok bukanlah candu dan sebagai perokok juga bisa tertib mengikuti peraturan yang ada.<\/strong>
<\/p>\n\n\n\n

Saya kemudian tiba di tempat acara. Saya lantas membeli beberapa minuman dan asyik merokok serta ngobrol dengan teman saya di luar venue<\/em>. Ketika mendekati jadwal open gate<\/em>, kami berbaris rapih untuk masuk ke dalam. Ada satu hal yang menyita perhatian, ternyata rokok kami pun disita. Jika hanya korek kami bisa memaklumi, namun penyitaan terhadap rokok tentu tak masuk di akal. Akhirnya kami mengakalinya dengan menaruh rokok kami di luar, di tempat yang tak mencolok. Adegan ini jika direka ulang laiaknya seorang yang mencoba untuk menyembunyikan narkotika, padahal rokok sejatinya adalah barang legal.<\/p>\n\n\n\n

Baca: Smoker Travellers: Menengok Fasilitas Ruangan Merokok di Bandara Kulon Progo<\/a>
<\/p>\n\n\n\n

Mungkin saya tidak memerhatikan peraturan yang ada apabila ternyata rokok tidak boleh di bawa masuk ke dalam. Namun jika dilarang, baiknya penyelenggara bisa menyediakan tempat penitipan rokok. Bukan apa-apa, mubazir rasanya jika satu bungkus harus dibuang, apalagi perokok yang hadir juga nampaknya mematuhi peraturan dilarang merokok di dalam. Peraturan ini juga nampaknya mesti dikaji ulang karena jika mengacu pada Perda KTR tentu tidak disebutkan.
<\/p>\n\n\n\n

Akhirnya kami pun mengikhlaskan, walau sejatinya harus jua bertindak licik dengan menyembunyikan rokok kami di luar. Bukan apa-apa ini lebih faktor mubazir. Tiba saatnya acara dan Ajis Doa Ibu serta Gilang Gombloh memecahkan suasana dengan dark jokes soal agama hingga lelucon soal Fiersa Besari. Goodnigh Electric kemudian menjadi band pembuka dengan membawakan tembang-tembang lawas seperti Am i Robot, Teenage Love and Broken Heart, The Supermarket I Am In, hingga lagu syahdu mereka yang saya tunggu-tunggu untuk dibawakan yaitu Im OK.\u00a0
<\/p>\n\n\n\n

Lagu ini pernah menjadi soundtrack <\/em>hidup saya kala menyukai seseorang. Semenjak mendengar dan suka dengan Goodnight Electric saat SMA, baru kali ini Im Ok dibawakan. Goodnight Electric juga kemudian menutup aksi panggung mereka dengan budaya yang tak pernah mereka lewatkan yaitu dengan lagu Rocket Ship Goes By dan tak lupa melemparkan pesawat kertas di dekat penghujung lagu.
<\/p>\n\n\n\n

Jika Goodnight Electric adalah pembukaan yang manis, seperti memberi rangsangan mengingat masa-masa SMA penuh dengan jadwal pensi, maka The Upstairs yang manggung selanjutnya adalah yang meledakkan pesta itu sendiri. Performa enerjik Jimi Multhaza sang vokalis masih saja seperti yang saya ihat 11 tahun lalu saat The Upstairs manggung di depan TVRI. Tak mau melewatkan momen, saya kemudian merapat ke tengah kerumunan dan berdansa resah didalamnya. Benturan-benturan moshpit tak terelakkan tapi saya nikmati karena adrenalin seperti ini jarang lagi bisa ditemukan.
<\/p>\n\n\n\n

Sama seperti Goodnight Electric, The Upstairs menutupnya dengan bijak. Romansa penonton yang hadir akan\u00a0 Pensi ala anak SMA di awal 2000an dan hingga sepuluh tahun setelahnya tak mereka kecewakan. Jimi dkk memilih lagu Matraman sebegai tembang penutup, lagu yang menurut Jimi (saat populer) bisa diputar hingga berulang kali dalam satu hari di radio-radio lokal. Lagu yang kemudian menjadi soundtrack skena persahabatan, cinta, dan tawuran anak SMA kala itu.\u00a0<\/p>\n\n\n\n

Baca: Smoker Traveller: Hero Coffe Kota Tua Semarang<\/a><\/p>\n\n\n\n

The Adams sebagai band ketiga yang tampil lalu datang meneduhkan suasana. Betul, penonton langsung terbuai saat itu oleh suara yang beradu-adu antara Saleh Husein dan Ario Hendarwan. Sing along kemudian jadi hal yang wajib dilakukan saat itu, semuanya menikmati karaoke masal dari lagu-lagu yang dibawakan seperti Hanya Kau, Berwisata, Konservatif, hingga Halo Beni. Suasana kala itu semakin manis saat sang pianis The Adams (hingga kini belum saya ketahui namanya) selalu melemparkan senyumnya ke arah penonton. Ah sial, saat itu saya berada di posisi yang sangat jauh darinya, itu saja sudah membuat saya bergetar.
<\/p>\n\n\n\n

Karena saya memarkir motor di luar area Kuningan City dan hanya dijaga sampai pukul 23:30, akhirnya kami pulang lebih cepat. Saat keluar venue saya memastikan tetap sebats dulu, mereview apa yang menarik terjadi di dalam sana. Saya lantas menarik kesimpulan bahwa dari pengalaman selama hampir tiga jam lebih menikmati konser tanpa rokok, tak terjadi apa-apa dari kami. Tak ada kekhawatiran berlebihan, perubahan mood karena tak merokok, atau keburukan lainnya. Semuanya sama saja dan normal-normal saja.
<\/p>\n\n\n\n

Hanya jika boleh memberi saran kepada pihak pengelola, perampasan rokok tentu mesti dipertimbangkan ulang. Sekali lagi rokok adalah produk legal dan mempunyai aturan yang sudah disepakati terkait pengkonsumsiannya. Lagian, saya kira para perokok sekarang juga sudah mulai tertib terhadap aturan dan tidak ingin merugikan terhadap yang lainnya.<\/p>\n","post_title":"Pengalaman Tiga Jam Lebih Menyaksikan Konser Musik Tanpa Asap Rokok","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"pengalaman-tiga-jam-lebih-menyaksikan-konser-musik-tanpa-asap-rokok","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-09-04 07:32:19","post_modified_gmt":"2019-09-04 00:32:19","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6017","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":6014,"post_author":"877","post_date":"2019-09-03 09:18:50","post_date_gmt":"2019-09-03 02:18:50","post_content":"\n

Masih ingat kemarin, tulisan Djarum yang ada di kaos para atlit olahraga dipermasalahkan KPAI dan kawan-kawannya? Banyak orang-yang omong, ternyata ada orang kaya yang diusik, tapi dia hanya diam tanpa ada kata sedikitpun sebagai pembalasan terhadap yang mengusiknya. Bahkan cenderung mengalah, bikin orang lain gregetan. Kalimat itu yang aku tangkap dari salah satu temen bernama Nur Cholis asal Desa Gribiq, Kabupaten Kudus.<\/p>\n\n\n\n

Seminggunan kemarin, tepatnya Minggu 25 Agustus, teman MTS dulu pulang dari Jakarta. Ia sehari-harinya beraktivitas dan bekerja di sana. Di Jakarta, bersama anak istrinya, yang setiap hari jualan sayuran keliling. <\/p>\n\n\n\n

Kami yang sudah lama tidak ketemu, bahkan lebaran kemarin ternyata dia tak pulang ke Kudus. Pantesan tak ada yang rebut ngajak ngopi, orang yang biasa ngajak ngopi orangnya masih di Jakarta. Memilih lebaran di sana, karena dititipin rumah tetangganya yang katanya sudah seperti keluarganya sendiri yang kala itu baru mudik.\u00a0<\/p>\n\n\n\n

Baca: Sesat pikir KPAI Melarang Audisi Pencarian Bakat Bulutangkis Anak-Anak<\/a><\/p>\n\n\n\n

Temanku itu panggilannya Djumari, rumahnya dulu daerah Kaliwungu Kudus bagian barat. Ia pulang dalam rangka ada acara nikahan saudara dari istrinya. Dasar Djumari, kalau gak ngopi bareng dan ketemu temen-temen gak puas katanya, karena mumpung di Kudus. Ia gunakan kesempatan sebelum datang kesempitan disela-sela acara nikahan saudaranya. Lewat pesan singkat WA, tanpa hitungan jam ajakan ngopi Djumari, langsung di respon banyak teman yang tergabung di group WA. Ada yang tanya kapan datangnya, ada yang komentar besuk aja ngopinya soalnya masih diluar kota, ada yang bilang sore ini aja tancap gas. Djumari menjawabi dan balas komentar teman-teman. Dihari itu, Djumari kayak artis banyak ajakan dan tawaran teman-teman. <\/p>\n\n\n\n

Memang, teman-teman alumni MTS Madrasah Qudsiyyah Kudus kompak sekali, bahkan sudah kayak saudara sendiri semua. Kita sering kumpul walaupun hanya sekedar ngopi, yang penting bertemu dan ngobrol. Tidak jarang, kita ketemu dengan agenda acara resmi dan agak resmi. Seperti disaat salah satu teman punya hajat, bahkan hajat kecilpun kayak acara \u201cmanaqiban\u201d sering mengundang teman lainya. Pasti ada yang bingung apa itu manaqiban<\/em>?. Aku jelasin sebentar, manaqiban itu, acara membaca sejarah Syeih Abdul Qodir Jaelani ulama dahulu setelah masa Shahabat Nabi, yang terkenal alimnya dan sufi serta berkaromah. Nah, bagi kita-kita penggemarnya, sering kali kita baca sejarahnya. Dengan cerita sejarah  Syeih Abdul Qodir Jaelani, kita penggemar berharap agar apa yang kita lakukan dido\u2019akan atau di amini beliau semua urusan kita lancar. Karena menurut kita penggemar, meyakini Syeih Abdul Qodir Jaelani kekasih Tuhan, kalau dalam bahasa Jawa \u201cbolone Gusti Allah\u201d. Ini sekilas penjelasan tentang istilah manaqiban<\/em>, kalau mau tau lebih lanjut, khasiat-khasiatnya, bisa kita diskusi dilain waktu aja. Yang jelas di acara manaqiban<\/em> ini sudah jadi tradisi ada \u201cingkung\u201d ayamnya. Ini yang biasa kita nantikan.<\/p>\n\n\n\n

Kembali ke acara ngopi, disore itu temenku Djumari langsung nentukan tempat ngopi dan waktunya. Kita biasa ngopi ditempat sederhana. Akhirnya, Djumari mutusin habis isya\u2019 kumpul dan ngopi di rumah teman kita satunya namanya Nur Cholis, juga tergabung dalam group WA. Setelah tahu bakal kerumahnya, Nur Cholis langsung komen, lapan enam laksanakan. Aku langsung teringat temenku namanya Fawaz, orang Betawi keturunan Arab, sering kalau jawab pas di WA pakai tulisan lapan enam.\u00a0<\/p>\n\n\n\n

Baca: PB Djarum, Prestasi Bulutangkis Nasional, dan Kegagalan KPAI Memahami Peristiwa<\/a><\/p>\n\n\n\n

Waktu isya\u2019 tiba, suasana mau hujan, sedikit grimis, hawanya lumayan dingin dibanding sebelumnya panas dan gerah. Tapi semangat ngopi dam ngobrol teman-teman tak mengendor. Bahkan di group sudah ada yang ribut, ngajak-ngajak \u201cayo ayo waktunya kopdar tiba, ada bonus banyak rezeki lho\u201d, Rifai namanya, seorang pembicara atau muballig yang sering ceramah di masyarakat. <\/p>\n\n\n\n

Aku datang sekitar jam 20.00, terlihat banyak tema yang sudah pada kumpul, didepannya ada segelas kopi. Maklum kita orang desa ngopinya gak pakai cangkir, tapi pakai gelas es yang tinggi. Dibenakku ini ngopi apa kehausan?, tapi yang penting tetap ngopi dan merokok. Di meja terlihat banyak rokok bermacam-macam mereknya, sesuai kesukaan masing-masing. Ada yang bawa Sukun Putih, ada yang bawa Gudang Garam, kebanyakan bawa LA, tapi ada juga yang bawa rokok bikinan sendiri alias \u201cTingwe\u201d nglinting dewe dirumah ditaruh plastik. Aku coba rokok tingwe itu sambil ngobrol bareng, ternyata lumayan enak ramuan rokoknya, dibanding tingwe tingwe yang pernah aku rasakan. Yang buat tingwe namanya Sutopo, profesinya sehari-hari memang jual beli tembakau. Karena penasaran, sutopo aku tanya, kok enak, ini tembakau mana?. Dijawabnya \u201cbiasa tembakau Temanggung\u201d tapi aku kasih cengkeh kualitas wahid, dan sedikit ramuan saos sendiri (bahannya dirahasiakan), yang jelas katanya bahan saos dari rempah rempah bikinan sendiri. <\/p>\n\n\n\n

Ngobrol kita mengalir tanpa ada sekat dan batasan, malah terkadang pada ngobrol sendiri-sendiri dengan teman didekatnya. Giliran Djumari disuruh cerita pengalamannya, teman teman pada diam, mungkin pada penasaran. Soalnya dulu, sebelum ke Jakarta ia bekerja di Djarum. Ia ceritakan alasannya harus ke Jakarta. Awalnya, sering pulang pergi Jakarta Kudus untuk pengobatan istrinya yang sedang sakit di salah satu pengobatan alternatif disana atas rekomendasi saudaranya yang sudah lama hidup di Jakarta. Ia menceritakan sakit istrinya yang sering pusing, dan pusingnya bukan pusing biasa, dan seringkali istrinya sampai membentur-benturkan kepalanya. Kemudian, saat diharuskan kontinyu pengobatannya, minimal satu tahun agar cepat sembuh, akhirnya ia putusin meninggalkan Kudus sementara, termasuk pekerjaannya. Alhamdulillah istrinya sekarang sudah sembuh total.\u00a0<\/p>\n\n\n\n

Baca: Cacat Pikir KPAI Memaknai Kata Ekploitasi Anak dan Promosi<\/a><\/p>\n\n\n\n

Disela sela nungguin istrinya sakit, ia sering diajak saudaranya jualan sayuran keliling. Nah, walaupun sekarang istrinya sudah sembuh, ia tetap di Jakarta. Sebab dipikirannya, kalau kembali ke Kudus mulai dari awal lagi, mending yang sudah ada didepan mata dijalanin dulu. Nanti pelan-pelan sambil melihat peluang di Kudus, ia pun akan pulang. Obrolan tetap seru, walaupun djarum jam sudah tepat diangka 12.00 malam. Namun domain obrolan lebih pada Djumari sebagai nara sumber, ia menceritakan semua pengalaman dan kejadia yang ia lihat, sampai ia menceritakan berita kalau pabrik Djarum yang dulu pernah ia singgahi, sedang dipermasalahkan KPAI. Memang sebenarnya ia tak paham alur permasalahanya. Tahunya, KPAI gak suka bulu tangkis Djarum berjalan, memusuhi rokok. <\/p>\n\n\n\n

Sebagai orang yang pernah menjadi karyawan Djarum, jadi wajar dan pantas kalau ia membela Djarum, apalagi ia asli Kudus. Saking semangatnya, ia ngomong \u201cnek aku dadi Djarum, tak tuku iku KPAI, paling ora tak lawan\u201d \u201candaikan aku yang punya Djarum, aku beli KPAI, paling tidak dilawan\u201d. Ada yang menyambar omongan, \u201csampek matek kuwe Djum, ogak bakal dadi bos Djarum\u201d \u201csampai mati kamu Djum, tidak akan jadi bos Djarum\u201d haha\u2026\u2026disambut dengan tawa klakaran teman-teman termasuk saya sendiri. Di sela-sela tawa, tuan rumah ngomong \u201cancen gawe gregeten, kenopo Djarum mung meneng, malah ngalah\u201d \u201cbikin gregeten, kenapa Djarum diam dan cenderung mengalah\u201d. <\/p>\n\n\n\n

Nah, ternyata, banyak orang yang sangat simpati dan membela pabrik Djarum, terutama orang Kudus. Rata-rata mereka, tak tahu apa yang harus dilakukan, apa yang harus diperbuat. Sebagai manusia lemah, mereka hanya bisa marah  yang terpendaam dalam hati, dengan melihat kejadian KPAI menyerang Djarum. Coba, andaikan mereka tahu kalau dibelekang KPAI ada kepentingan asing yang mengusik rokok kretek asli Kudus, yang sudah mendarah daging bagi masyarakat Kudus. Pastinya, pembelaanya lebih dari itu, bahkan mungkin mati-matian.
<\/p>\n","post_title":"Cerita di Balik Segelas Kopi untuk Djarum","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"cerita-di-balik-segelas-kopi-untuk-djarum","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-09-03 09:19:00","post_modified_gmt":"2019-09-03 02:19:00","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6014","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":6008,"post_author":"878","post_date":"2019-08-30 15:06:07","post_date_gmt":"2019-08-30 08:06:07","post_content":"\n

Pada mulanya, saya mengira tanaman tembakau ditanam, dirawat, dan dipanen sama dengan kebanyakan tanaman-tanaman semusim lainnya di negeri ini. Ada proses pembibitan, kemudian proses penanaman, lantas tanaman rutin disiram dan diberi pupuk, ada proses perawatan hingga akhirnya dipanen ketika musim panen tiba. Tapi nyatanya, perkiraan saya salah. Tembakau tanaman yang cukup unik. Beda dari banyak tanaman semusim lain yang lazim ditanam petani di banyak tempat di Indonesia.<\/p>\n\n\n\n

Hal paling menonjol yang membedakan tanaman tembakau dengan tanaman semusim lain ada pada masa tanam dan masa panen tiba. Tanaman tembakau menjadi anomali karena ditanam saat musim penghujan akan berakhir. Lalu dipanen ketika musim kemarau sedang berada pada puncaknya. Saat tanaman-tanaman semusim lainnya enggan tumbuh, bahkan rumput sekalipun mengering karena kemarau.<\/p>\n\n\n\n

Tiga tahun belakangan, saya banyak bergaul dengan petani dan buruh tani tembakau di Kabupaten Temanggung, juga dengan anak-anak mereka. Jika sebelumnya saya sekadar penikmat rokok kretek, tiga tahun belakangan, saya mulai tertarik untuk mempelajari seluk-beluk seluruh lini yang mendukung industri kretek nasional. Yang paling menarik minat saya, tentu saja konteks pertanian dan sosial masyarakat yang memproduksi komoditas yang menjadi bahan baku utama produk kretek. Tembakau dan cengkeh.<\/p>\n\n\n\n

Baca: Melihat Petani Tembakau di Temanggung Memanen Tembakau Mereka<\/a><\/p>\n\n\n\n

Dari sekian banyak hal menarik yang disajikan pertanian tembakau hingga proses penjualan hasil panen tembakau yang saya amati di wilayah Kabupaten Temanggung, hal yang terus menerus menarik minat saya dan hingga saat ini belum sepenuhnya saya pahami adalah proses panen tembakau dan penentuan grade tembakau hasil panenan petani. Sama seperti kesalahan saya mengira tanaman tembakau ditanam dan diproses mirip dengan tanaman semusim lainnya, dugaan saya perihal proses panen tembakau juga salah sepenuhnya. Dahulu saya mengira daun-daun yang siap dipanen dari tanaman tembakau ya dipanen begitu saja. Menunggu daun-daun yang tumbuh pada tanaman tembakau siap dipanen, lantas dipanen seluruhnya dalam satu waktu oleh para pekerja di kebun. Nyatanya tidak begitu. Dan lebih rumit dari itu.<\/p>\n\n\n\n

Mayoritas tembakau yang ditanam di wilayah Temanggung berasal dari jenis kemloko. Ada kemloko 1, kemloko 2, dan kemloko 3. Dari ketiga varietas kemloko tersebut, metode panen dan penentuan grade tembakau memiliki tata cara yang sama persis. Seluruh petani di Temanggung menerapkan metode panen yang mirip. Dari metode panen tersebut, ternyata berpengaruh terhadap tingkatan kualitas tembakau yang dipanen, petani di Temanggung kerap menyebut \u2018tiam\u2019 atau \u2018grade\u2019 untuk perbedaan tingkat kualitas tembakau yang dipanen.<\/p>\n\n\n\n

Tidak seperti tanaman semusim lainnya yang dipanen dalam satu waktu, tembakau dipanen bertahap mulai dari daun terbawah pada pohon hingga daun teratas. Dalam satu tanaman tembakau, panen bisa berlangsung sebanyak 13 hingga 15 kali dalam sekali musim tembakau. Jarak antara panen satu dengan panen lainnya, antara lima dan tujuh hari. Dengan kondisi ini, musim panen tembakau di Temanggung atau yang kerap disebut musim \u2018mbakon\u2019 bisa berlangsung selama dua hingga tiga bulan. Tahun ini, panen dimulai pada pertengahan Juli dan diprediksi akan berakhir pada pertengahan Oktober.<\/p>\n\n\n\n

Baca: Tuhan Tidak Menciptakan Tembakau untuk Dibenci dan Dicaci<\/a><\/p>\n\n\n\n

Metode panen seperti itu, yang bertahap dan berjeda dari panen satu daun ke daun lainnya ternyata berpengaruh terhadap tingkatan kualitas daun tembakau. Daun-daun yang dipanen lebih awal, gradenya berada pada grade yang rendah. Grade terus meningkat hingga sampai puncaknya seiring panen-panen selanjutnya pada tanaman yang sama. Dalam satu tanaman tembakau, grade daun sudah pasti berbeda-beda sesuai dengan waktu panenan daun di tanaman tersebut.<\/p>\n\n\n\n

Agar lebih mudah dipahami, mari kita bayangkan sebatang tanaman tembakau yang tumbuh subur dalam kondisi normal dan tanaman itu sudah mulai memasuki masa panen. Pada sebatang tanaman tembakau itu tumbuh sebanyak 17 helai daun dari bawah ke atas. Panen pertama dimulai. Daun paling bawah dari tanaman tembakau itu dipetik untuk dipanen. Hanya satu helai daun saja, yang terbawah. Daun yang pertama dipanen itu, biasanya memiliki grade A. Adakalanya kualitas tembakau pada panenan pertama sudah mulai berada pada grade B. Di beberapa titik bahkan sudah ada yang menghasilkan tembakau grade C. <\/p>\n\n\n\n

Lima hingga tujuh hari kemudian, panen daun kedua dilakukan. Satu daun saja dari sebatang tanaman, daun terbawah yang dipanen. Lima hingga tujuh hari berikutnya lantas dipanen lagi. Begitu seterusnya hingga 12 atau 13 kali panen. Semakin ke atas daun yang dipanen seiring bertambahnya waktu, grade tembakau juga meningkat hingga puncaknya berhenti di grade F. Hanya sedikit tembakau yang bisa melampau grade F, mencapai grade G dan H, itulah tembakau-tembakau jenis srintil berharga jutaan rupiah per kilogramnya.<\/p>\n\n\n\n

Selain waktu panen dan letak daun dalam sebatang tanaman, jenis tanah, unsur hara yang terkandung dalam tanah, asupan embun alami, pancaran sinar matahari yang cukup, serta proses fermentasi dan penjemuran usai daun-daun dipanen, menjadi penentu kualitas tembakau yang menempatkan daun tembakau itu pada grade tertentu. Satu hal lain lagi yang sangat berpengaruh terhadap grade tembakau adalah wilayah tembakau itu ditanam. Ada tiga wilayah tempat tembakau biasa ditanam. Wilayah persawahan (dataran rendah), wilayah tegalan (dataran menengah), dan wilayah gunung (dataran tinggi). Kondisi tanah dan faktor ketinggian dan kondisi geografis lainnya berpengaruh terhadap kualitas tembakau.<\/p>\n\n\n\n

Di wilayah persawahan, tanaman tembakau memang subur dan tumbuh cepat, namun tembakau yang ditanam di sana maksimal hanya bisa menghasilkan tembakau grade D, atau D+. Sedang tembakau yang ditanam di wilayah tegalan, maksimal bisa menghasilkan tembakau grade E hingga E+. Yang terbaik, tentu saja tembakau yang ditanam di wilayah gunung. Meskipun membutuhkan waktu tanam lebih lama dibanding dua wilayah lainnya, rata-rata panenan terakhir mencapai grade F hingga seterusnya dengan tembakau terbaik bernama srintil.   <\/p>\n\n\n\n

Ini sedikit yang saya pelajari di Temanggung hasil belajar langsung dari para petani di sana. Saya tidak tahu dengan metode panen dan penentuan grade tembakau di wilayah lain dengan jenis tembakau lain juga. Menarik sebetulnya mencari tahu di tempat lain. Semoga sekali waktu nanti berkesempatan untuk itu. 
<\/p>\n","post_title":"Penentuan Grade Tembakau di Temanggung","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"penentuan-grade-tembakau-di-temanggung","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-08-30 15:06:14","post_modified_gmt":"2019-08-30 08:06:14","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6008","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5999,"post_author":"877","post_date":"2019-08-28 09:40:02","post_date_gmt":"2019-08-28 02:40:02","post_content":"\n

Direktur Pusat Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Amerika Serikat (CDC), Robert Redfield, mengungkapkan kematian tragis di Illinois memperkuat dugaan karena vape<\/a> atau rokok elektrik. Berita tersebut atas laporan Dinas Kesehatan Illinois yang mengumumkan ada satu pasien yang akhirnya meninggal dunia. Kasus ini kemungkinan jadi kasus pertama kematian akibat penyakit berkaitan dengan vape.
<\/p>\n\n\n\n

Kejadian di atas menjawab keberadaan vape atau rokok elektrik sangat membahayakan. Berbeda dengan resiko rokok kretek, bisa menimbulkan penyakit jika mengkonsumsinya berlebihan atau kebanyakakan, dan hidup tidak seimbang. Misalnya dalam satu hari merokok sampai tiga atau empat bungkus, tanpa makan nasi atau makan-makanan sehat, tanpa olah raga, tanpa minum air putih, selalu didampingi kopi atau teh, istirahatnya kurang dan sebagainya. Maka dipastikan orang tersebut akan jatuh sakit bahkan meninggal dunia.\u00a0<\/p>\n\n\n\n

Baca: Terkuak, Rokok Elektrik Berbahaya bagi Kesehatan<\/a><\/p>\n\n\n\n

Tidak hanya itu, otoritas kesehatan di Amerika Serikat telah berhasil menginvestigasi kemunculan penyakit paru-paru misterius di antara kalangan pengguna rokok elektrik atau vape. Dilaporkan setidaknya ada 195 kasus potensial penyakit paru-paru di 22 Negara karena kena dampak dari vape atau rokok elektrik.
<\/p>\n\n\n\n

Jadi, masyarakat perlu waspada beredarnya vape atau rokok elektrik. Belum lagi, sebetulnya rokok elektrik atau vape, berdampak juga peningkatan perokok anak.\u00a0 Yang menjadi daya tarik bagi anak, selain bentuknya yang elegan, simpel, juga beraroma buah-buahan yang terkemas dalam cairan.<\/strong><\/p>\n\n\n\n

Orang yang mengatakan bahwa vape atau rokok elektrik lebih mensehatkan dari pada rokok kretek, pendapat tersebut sangat keliru. Disampaing efek dari rangkaian listrik dan battre juga cairan dalam rokok elektrik berpengaruh terhadap resiko jantung.  <\/p>\n\n\n\n

Hasil penelitian yang diterbitkan dalam Journal of American College of Cardiology pada Mei lalu ini menambah bukti bahwa cairan rokok elektrik dapat menghambat fungsi sel-sel tubuh yang berperan dalam kesehatan jantung. Cairan dalam vape atau rokok elektrik pada akhirnya merusak sel-sel yang melapisi pembuluh darah. <\/p>\n\n\n\n

Keberadaan vape atau rokok elektrik di pasaran sangat membahayakan bagi orang Indonesia, terlebih pemuda-pemuda, yang banyak memilih merokok vape aatau rokok elektri. Menurutnya, selain bentuk kecil, simpel dibawa dan ada aroma buah-buahan sesuai selera. Akan tetapi dibalik bentuknya yang bagus, menyembunyikan banyak penyakit ketika dikonsumsi.\u00a0<\/p>\n\n\n\n

Baca: Kata Siapa Lebih Sehat? Perokok Elektrik Berisiko Terjangkit Penyakit Kardiovaskular<\/a><\/p>\n\n\n\n

Hingga kini CDC masih melakukan investigasi lebih lanjut, dengan mengimbau agar para dokter mengumpulkan data dan sampel bila menemukan pasien dengan gejala penyakit paru serupa, tentunya akibat rokok elektrik atau vape. Bentuk dan merek rokok elektrik dan vape banyak varian dan banyak merek. JUUL termasuk merek rokok elektrik atau vape yang saat ini naik daun.\u00a0<\/p>\n\n\n\n

Ada yang mengatakan bahwa tak tepat membandingkan rokok tembakau dengan rokok elektrik. Ya benar tak tepat, karena rokok elektrik atau vape resikonya sangat tinggi. Sedang rokok tembakau resikonya kecil, apa lagi rokok kretek mungkin resikonya sangat kecil sekali terhadap tubuh. Alasannya, munculnya rokok kretek bertujuan untuk pengobatan sakit bengek, dan tujuannya berhasil. Hingga banyak orang melakukan pemesanan rokok kretek saat itu, rokok kretek belum sebagai industri besar masih bersifat rumahan,  keadaan tersebut sekitar abad 19. <\/p>\n\n\n\n

Dalam studi ini, tim peneliti menemukan bukti efek toksik pada sel-sel yang melapisi pembuluh darah dan melindungi jantung. Beberapa bukti tersebut termasuk di antaranya gangguan pada fungsi sel dan munculnya tanda-tanda peradangan. Para peneliti mengamati bagaimana respons sel saat bersentuhan dengan cairan rokok elektrik. Efek yang paling kentara terlihat pada cairan dengan rasa kayu manis.<\/p>\n\n\n\n

Baca: Riset Kesehatan Rokok Elektrik<\/a><\/p>\n\n\n\n

Sekelompok ahli kardiovaskular dari University of Massachusetts menganjurkan peneliti agar melakukan uji rokok elektrik atau vape lebih yang beraroma. Karena sumsi sementara, produk vape atau rokok elektrik yang beraroma dan punya pilihan rasa lebih berbahaya dari pada rokok vape natural. Namun yang banyak beredar dipasaran, justru yang beraroma dan berasa buah-buahan, dari pada yang natural. <\/p>\n\n\n\n

Studi pada 2018 lalu menunjukkan, penggunaan rokok elektrik harian berisiko terhadap serangan jantung, meski dengan probabilitas yang lebih rendah daripada perokok tembakau. Menurut dr Lawrence Phillips pakar kardiovaskular NYU Langone Health mengatakan \u201cKita melihat semakin banyak bukti bahwa rokok elektrik berhubungan dengan peningkatan risiko serangan jantung\u201d.<\/p>\n\n\n\n

Dari hasil pakar dan hasil studi di atas menegaskan bahwa keberadaan rokok vape atau rokok elektrik, resikonya sangat besar. Bahan utama rokok vape atau elektrik yang paling besar memberikan efek negatif pada tubuh manusia adalah cairan perasa. Akibat cairan perasa dalam rokok elektrik  atau vape termasuk merek JUUL beresiko terjadi peradangan, terjangkit penyakit jantung dan paru-paru akut, selanjutnya berakibat kematian. <\/p>\n\n\n\n

Untuk itu, demi masa depan bangsa Indonesia harusnya ada regulasi pelarangan peredaran rokok elektrik atau vape yang nyata-nyata telah ada kasus dengan didukung beberapa riset dan studi tentang konten rokok elektrik atau vape, yang hasilnya mempunyai resiko tinggi dapat menyebabkan penyakit berujung kematian.         
<\/p>\n","post_title":"Perokok Elektrik Berisiko Besar Terjangkit Penyakit Mematikan","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"perokok-elektrik-berisiko-besar-terjangkit-penyakit-mematikan","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-08-28 09:40:09","post_modified_gmt":"2019-08-28 02:40:09","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5999","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5988,"post_author":"855","post_date":"2019-08-24 10:41:28","post_date_gmt":"2019-08-24 03:41:28","post_content":"\n

Sumber permasalahan besar dunia pertembakauan sejatinya bukan iklim dan hama, melainkan kebijakan pemerintah dan para plolitisi yang ikut serta membicarakannya, tanpa dasar yang kuat, adil dan cenderung ugal-ugalan.
<\/p>\n\n\n\n

Jika orang dahulu tidak berani bicara kecuali kepada hal-hal yang benar-benar diketahui, kali ini banyak sekali orang yang banyak bicara daripada membaca, baik buku maupun alam kauniyah (dunia nyata). Maka jangan heran, jika tidak sedikit politisi dan pemerintah yang gagal paham dunia pertembakau, dari berbagai sisi, karena mereka mendapatkan informasi sepotong-sepotong, tanpa ada usaha untuk tabayyun <\/em>lebih mendalam apalagi turun ke ladang untuk memastikan.
<\/p>\n\n\n\n

Kini hama petani muncul lagi dari kalangan politisi. Sebut saja namanya Sukamta (nama asli) yang kini menjabat sebagai sekretaris Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS). Kenapa semua orang yang terkait dengan industri hasil tembakau (petani, buruh, dsb) dianggap tidak sejahtera, ya karena partai yang harusnya adil saja tidak mampu berbuat adil, bahkan dalam pikiran dan apa yang keluar dari mulutnya.<\/p>\n\n\n\n

Baca: Tuhan Tidak Menciptakan Tembakau untuk Dibenci dan Dicaci<\/a>
<\/p>\n\n\n\n

Tidak perlu bicara terlalu jauh. Mari kita kita uji omongan Sukamta yang dimuat situs ayosemarang.com, 22 Agustus 2019. Omongan yang sejatinya sebuah template dan selalu dipakai oleh antirokok. Semacam gaya kampanye sholih li kulli zaman wal makan, <\/em>meski dibangun dari logika berantakan dan cenderung mengutamakan kengawuran daripada analisa yang mendalam. Ya memang itulah keistimewaan antirokok, anti terhadap data valid dan percaya diri berlebihan dalam kesesatan berpikir.
<\/p>\n\n\n\n

Bagi Sukamta, harga rokok di Indonesia, sebuah negeri yang besar salah satunya ditopang oleh dunia pertembakauan, harus dinaikkan 700 persen. Alasannya supaya orang miskin tidak dapat membeli rokok. Jika orang miskin yang merokok jatuh sakit, maka negara melalui (Jaminan Kesehatan Nasional) JKN rugi menanggung biayanya. Tentu saja ini berbeda dengan, orang kaya boleh makan junkfood<\/em>, minuman bersoda, dan berlaku semaunya, karena jika jatuh sakit mereka bisa membiayai sendiri dan dapat memperkaya negara.
<\/p>\n\n\n\n

Cara sistematis ini akan diduplikasi dan diperbarui terus menerus. Bermula dari seorang sakit yang berobat ke dokter, jika ia merokok maka dokter akan berkata, \u201cbapak sakit karena rokok\u201d, dan dokter tidak secara jujur bahwa penyakit itu datang dari sebab apapun, bisa gula, bisa gaya hidup yang berantakan, kurang minum air putih, stres dengan obat mahal, dsb.
<\/p>\n\n\n\n

Kenapa Sukamta cenderung ingin menaikkan harga rokok untuk menyelesaikan permasalahan JKN yang rumit itu? Ya karena sudah menjadi tabiat antirokok, bahwa berpikir keras untuk mencari solusi adalah buang-buang waktu, makanya rokok akan disalahkan supaya permasalahan menjadi lekas selesai. 
<\/p>\n\n\n\n

Coba kita kembali ke tahun 2018, saat BPJS Kesehatan defisit dan ditambal oleh cukai rokok. Para pegiat kesehatan beralasan, jumlah masyarakat sakit yang kian bertambah dan narasi yang kemudian dibangun; sakit-sakit itu disebabkan oleh rokok. Tidak berhenti sampai di situ, beragam alasan yang penting pengelola kesehatan \u201cselamat\u201d banyak digaungkan di media (tanpa ada sikap ksatria untuk mengakui bahwa memang masih banyak masalah dalam JKN, baik pengelolaan maupun skema yang lebih baik, yang perlu dicarikan solusi).<\/p>\n\n\n\n

Baca: Kegagalan Lakpesdam PBNU dalam Melihat Produk Tembakau Alternatif<\/a><\/p>\n\n\n\n

Koordinator Advokasi BPJS Watch, Timboel Siregar, megkritisi beragam narasi yang dibangun oleh pegiat kesehatan. Ia mengusulkan agar BPJS fokus pada pengawasan penetapan inasibijis oleh pihak rumah sakit. Timboel menilai, inasibijis merupakan gerbang terjadinya defisit BPJS Kesehatan. Inasibijis (INA-CGB) merupakan sebuah singkatan dari Indonesia Case Base Gropus, yakni sebuah aplikasi yang digunakan rumah sakit untuk mengajukan klaim pada pemerintah. (bisnis.com)
<\/p>\n\n\n\n

Kita tidak pernah tau, apa yang dilakukan rumah sakit terhadap pasien-pasien yang membayar BPJS. Kita juga tidak pernah tau jika ada pasien BPJS kelas I diberi fasilitas kelas II atau III, dan rumah sakit mengklaim biaya kelas I ke negara. Tentu saja yang demikian ini tidak penting bagi antirokok. <\/p>\n\n\n\n

Baca: Ada Campur Tangan Bloomberg dalam Surat Edaran Menkes terkait Pemblokiran Iklan Rokok<\/a><\/p>\n\n\n\n

Sukamta juga bilang, orang-orang yang kecanduan merokok dan mampu membeli rokok yang mahal, dipersilahkan tetap merokok asal menanggung sendiri biaya pengobatan akibat penyakit karena rokok. Asalkan dampak buruk akibat konsumsi rokok tidak membebani negara kerena pemasukan dari cukai tembakau tidak sebanding dengan biaya yang harus dikeluarkan negara. (ayosemarang.com)
<\/p>\n\n\n\n

Bagi saya pribadi, ini adalah statemen yang sangat lucu. Sejak kapan sih negara betul-betul hadir dan perhatian terhadap kesehatan masyarakat, khususnya di pedesaan dan pedalaman? Kalau ada pun, menjalankannya setengah hati. Dan sejak kapan rokok itu menjadi candu, padahal yang candu itu kekuasaan dan menjadikan masyarakat sebagai jembatan untuk menuju \u201ckekuasaan dalam negara\u201d? 
<\/p>\n\n\n\n

Sukamta juga menganggap, bahwa perokok bukan orang yang produktif? Faktanya? Setahu saya orang-orang yang merokok punya produtivitas tinggi, mereka hidup sebagaimana keringat yang diperas setiap hari. Tanpa berharap kepada negara apalagi Sukamta.
<\/p>\n\n\n\n

Sekadar saran saja, sebaiknya PKS tidak perlu ngelantur bicara rokok. Silahkan bicara, asalkan keadilan sosial sebagaimana nama partainya tidak hanya selesai pada tataran konsepsi dan gagah-gagahan, melainkan pada tahap tindakan dan contoh konkrit atasnya.
<\/p>\n","post_title":"Ketika PKS Bicara Rokok","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"ketika-pks-bicara-rokok","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-08-24 10:51:25","post_modified_gmt":"2019-08-24 03:51:25","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5988","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":35},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"epic_block_3"};

\n

Baca: Riset Kesehatan Rokok Elektrik<\/a><\/p>\n\n\n\n

Nah, dinegaranya sendiri aja diusir, ibarat rumah sendiri. Kok malah di Indonesia dikampanyekan. Yang gak aku pahami, justru yang mempromosikan saudara kita sendiri, anak bangsa. Belum lagi cara mempromosikan dengan menjelek-jelekkan rokok kretek, wah ini sudah kebablasan. Sebagai anak bangsa, harusnya bangga dengan produk dalam negeri, bukan malah terbalik. Produk orang lain dibanggakan, sedang produk sendiri di musuhi. Ini ada apa, pasti timbul pertanyaan. Dimana nasionalisme dan patriotisme kalian, yang sudah ditanamkan di tiap jiwa anak bangsa oleh para pendiri bangsa ini. <\/p>\n\n\n\n

Ir, Soekarno atau Bung Karno presiden pertama kali aja bangga dengan produk rokok kretek, kemana-mana selalu ia bawa, bahkan di acara resmi ke Negaraan bertemu dengan tokoh Negara lain pun, rokok kretek selalu dibawa dan disulut. Tak berhenti disitu, dibeberapa pidato Bung Karno selalu disebut dengan perintah untuk melihat Niti Semito pemilik perusaahan rokok kretek terbesar di Kudus sekitar abad 20an. Satu-satunya industri yang masih jaya, dikala industri lain terpuruk masa penjajahan. <\/p>\n\n\n\n

Apa Anda pikir, saat itu tidak rokok produk luar negeri? Anggapan yang salah. Ada namanya rokok cangklong. Kala itu, yang merokok pakai cangklong hanya orang-orang yang berduit tebal, contohnya para saudagar, bangsawan minimal mandor lapangan. Hanya masyarakat jelata yang merokok kretek dengan bungkus daun jagung yang dikemudian hari berubah menggunakan kertas papier. Bahkan tidak jarang, ceritanya saat itu, perokok kretek jadi ejekan, kampungan. Lama-kelamaan rokok kretek merambah naik jadi rokok kelas atas. Bahkan sangat disukai orang luar. Hingga ada pemuda saat itu menjadi pedagang ekspor rokok ke Negara-negara di dunia, Subhan ZE namanya. Salah satu pemuda kaya dari Kudus saat itu, karena berhasil memasarkan rokok kretek keluar Negeri. Konon ceritanya, ia sampai deket dengan orang-orang terpenting Negara lain. Tak hanya itu, ada cerita, ia pernah dipercaya Bung Karno sebagai pelantara untuk pembelian senjata militer. Inilah sekilas tentang cerita sejarah tokoh-takoh dahulu yang punya jiwa nasionalisme dan patriotis tinggi, menjunjung tinggi produk dalam negeri. Bahkan dahulu di Istana Negara tersedia rokok kretek khusus bergambar burung Garuda.<\/p>\n\n\n\n

Baca: Perbandingan Bahan Baku Kretek dan Rokok Elektrik<\/a><\/p>\n\n\n\n

Sekarang kembali ke Gebrak, satu gerakan yang konyol dan tidak konsisten, jauh dari nasionalisme bahkan patriotism. Pertama<\/em>, pernahkan mereka membuat kajian dengan membandingkan volume asap rokok dengan volume asap lainnya (asap buang industri, asap pembakaran, asap knalpot dan lain sebagainya)?, pasti belum pernah. Kalau memang sudah pernah melakukan kajian, tentunya faham jumlah perbandingannya dan asap apa yang paling berdampak pada manusia dan lingkungan hidup. Kalau faham pasti tidak mempermasalahkan (asap rokok). Kedua<\/em>, banyakan mana asap yang dikeluarkan rokok elektrik dengan rokok non elektrik?, nyatanya asap yang dikeluarkan rokok elektrik lebih banyak dari pada rokok non elektrik. <\/p>\n\n\n\n

Ketiga<\/em>, tidah faham media dan konten rokok elektri dengan rokok non elektrik. Namanya elektrik pastinya pakai media listrik untuk pembakarannya. Kalau begitu, coba bandingkan, air hasil pemanasan pakai listrik dengan pemanasan pakai api (kompor), hasilnya pasti bagusan kompor. Kok bisa?, jawabnya mudah, kalau bagusan listrik sudah lama pemerintah mencanangkan program pemanas pakai listrik tidak pakai kompor. Nyatanya pemerintah membuat program kompor gas. Yang menimbulkan masalah baru, terjadi peledakan, kelangkaan, harga naik terus dan sebagainya. Justru masyarakat lebih nyaman dan aman pakai minyak. Namaun karena sudah menjadi program pemerintah, masyarakat kecil tak bisa berbuat lebih. Sekarang konten rokok elektrik dan non elektrik. <\/p>\n\n\n\n

Jelas rokok elektrik memakai proses bahan kimia (buatan) untuk mengolah tembakau, sehingga setelah jadi uap kemudian dibantu pembakaran pakai media listrik menghasilkan asap. Akibatnya asap yang dikeluarkan sangat banyak kayak asap knalpot. Beda dengan rokok non elektrik, bahannya asli pembakarannya natural (api). Api diciptakan Tuhan sebagai pemanas untuk penyeimbang alam (baca kitab tafsir Jalalain). Jadi rokok elektrik memakai proses kimia buatan, sedang rokok memakai proses kimia natural. Rokok sendiri ada dua jenis. Rokok putih dan rokok kretek. Rokok putih hanya menggunakan tembakau, rokok kretek menggunakan tembakau dan cengkeh. Tembakau dan cengkeh jika dibakar menghasilkan senyawa dan menyatu yang dapat sebagai media pengobatan. Beda dengan rokok yang kontennya pakai tembakau saja, maka yang dihasilkan tidak bisa untuk pengobatan.  <\/p>\n\n\n\n

Keempat<\/em>,  baik rokok elektrik dan rokok putih bukan asli Indonesia. Bahkan bahan baku dan produksinya pun tidak di Indonesia. Beda dengan rokok kretek, mulai dari bahan baku dari petani Indonesia yang tersebar di bumi Indonesia, pekerja dan produksinya di Tanah Air ini. Artinya rokok kretek sebagai industri padat karya, yang menghidupi banyak saudara kita. Sehingga ketika memusuhi rokok kretek sama dengan memusuhi saudara sendiri. Ketika membela rokok impor sama dengan membela penjajah. <\/p>\n\n\n\n

Penjelasan perbedaan tiap rokok di atas sengaja tidak dijelaskan pakai rumus matematika atau rumus kimia. Karena kalau dijelaskan hanya orang-orang tertentu yang faham. Namun pada intinya, rokok kretek menyehatkan, rokok jenis lain kebalikannya. Buktinya, sejarah penemuan kretek sebagai media pengobatan sakit bengek atau pernafasan, cengkeh sampai detik ini paling bagus sebagai bahan obat rasa sakit, membuat badan hangat dan sebagainya. Jadi asap rokok (bukan kretek ) apapun jenisnya sangat berbeda dengan asap rokok kretek.  
<\/p>\n","post_title":"Logika Asap Rokok Elektrik dan Asap Kretek Itu Beda","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"logika-asap-rokok-elektrik-dan-asap-kretek-itu-beda","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-09-05 10:09:14","post_modified_gmt":"2019-09-05 03:09:14","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6039","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":6017,"post_author":"919","post_date":"2019-09-04 07:32:17","post_date_gmt":"2019-09-04 00:32:17","post_content":"\n

Saya langsung mengiyakan untuk membeli tiket konser \u2018Tiba-tiba Sudddenly Pensi Road to Gudfest\u2019<\/em> saat diberitahu teman saya bahwa The Upstairs, The Adams, Goodnight Electric, dan Club Eighties akan manggung di sana. Kebetulan teman saya juga yang membelikan tiket tersebut untuk memastikan saya ikut hadir dan menemaninya datang pada perhelatan musik yang berlangsung di Ballroom Kuningan City, Jakarta, 27 Agustus 2019.
<\/p>\n\n\n\n

Boleh dikata saya termasuk orang yang jarang menikmati pentas musik di beberapa tahun belakangan ini. Selain faktor kesibukan, era digital yang merambah segala lini membuat saya mungkin lebih simpel untuk mendengarkan musik via spotify atau youtube. Tentu ada nilai minusnya yaitu euforia yang kurang saya dapatkan jika tak mendatangi konser musik secara langsung.
<\/p>\n\n\n\n

Karena jarang menikmati konser musik belakangan ini, ada satu peraturan yang cukup menarik perhatian saya yaitu dilarang merokok di dalam venue<\/em>. Pertama saya bisa memaklumi itu mengingat venue indoor<\/em> dan ber-ac. Pertanyaan dalam benak saya lalu tersirat, apa nikmatnya menikmati musik terutama saat konser tanpa menghisap rokok? Tapi bagi saya ini tentu jadi tantangan, karena saya juga bisa memastikan bahwa rokok bukanlah candu dan sebagai perokok juga bisa tertib mengikuti peraturan yang ada.<\/strong>
<\/p>\n\n\n\n

Saya kemudian tiba di tempat acara. Saya lantas membeli beberapa minuman dan asyik merokok serta ngobrol dengan teman saya di luar venue<\/em>. Ketika mendekati jadwal open gate<\/em>, kami berbaris rapih untuk masuk ke dalam. Ada satu hal yang menyita perhatian, ternyata rokok kami pun disita. Jika hanya korek kami bisa memaklumi, namun penyitaan terhadap rokok tentu tak masuk di akal. Akhirnya kami mengakalinya dengan menaruh rokok kami di luar, di tempat yang tak mencolok. Adegan ini jika direka ulang laiaknya seorang yang mencoba untuk menyembunyikan narkotika, padahal rokok sejatinya adalah barang legal.<\/p>\n\n\n\n

Baca: Smoker Travellers: Menengok Fasilitas Ruangan Merokok di Bandara Kulon Progo<\/a>
<\/p>\n\n\n\n

Mungkin saya tidak memerhatikan peraturan yang ada apabila ternyata rokok tidak boleh di bawa masuk ke dalam. Namun jika dilarang, baiknya penyelenggara bisa menyediakan tempat penitipan rokok. Bukan apa-apa, mubazir rasanya jika satu bungkus harus dibuang, apalagi perokok yang hadir juga nampaknya mematuhi peraturan dilarang merokok di dalam. Peraturan ini juga nampaknya mesti dikaji ulang karena jika mengacu pada Perda KTR tentu tidak disebutkan.
<\/p>\n\n\n\n

Akhirnya kami pun mengikhlaskan, walau sejatinya harus jua bertindak licik dengan menyembunyikan rokok kami di luar. Bukan apa-apa ini lebih faktor mubazir. Tiba saatnya acara dan Ajis Doa Ibu serta Gilang Gombloh memecahkan suasana dengan dark jokes soal agama hingga lelucon soal Fiersa Besari. Goodnigh Electric kemudian menjadi band pembuka dengan membawakan tembang-tembang lawas seperti Am i Robot, Teenage Love and Broken Heart, The Supermarket I Am In, hingga lagu syahdu mereka yang saya tunggu-tunggu untuk dibawakan yaitu Im OK.\u00a0
<\/p>\n\n\n\n

Lagu ini pernah menjadi soundtrack <\/em>hidup saya kala menyukai seseorang. Semenjak mendengar dan suka dengan Goodnight Electric saat SMA, baru kali ini Im Ok dibawakan. Goodnight Electric juga kemudian menutup aksi panggung mereka dengan budaya yang tak pernah mereka lewatkan yaitu dengan lagu Rocket Ship Goes By dan tak lupa melemparkan pesawat kertas di dekat penghujung lagu.
<\/p>\n\n\n\n

Jika Goodnight Electric adalah pembukaan yang manis, seperti memberi rangsangan mengingat masa-masa SMA penuh dengan jadwal pensi, maka The Upstairs yang manggung selanjutnya adalah yang meledakkan pesta itu sendiri. Performa enerjik Jimi Multhaza sang vokalis masih saja seperti yang saya ihat 11 tahun lalu saat The Upstairs manggung di depan TVRI. Tak mau melewatkan momen, saya kemudian merapat ke tengah kerumunan dan berdansa resah didalamnya. Benturan-benturan moshpit tak terelakkan tapi saya nikmati karena adrenalin seperti ini jarang lagi bisa ditemukan.
<\/p>\n\n\n\n

Sama seperti Goodnight Electric, The Upstairs menutupnya dengan bijak. Romansa penonton yang hadir akan\u00a0 Pensi ala anak SMA di awal 2000an dan hingga sepuluh tahun setelahnya tak mereka kecewakan. Jimi dkk memilih lagu Matraman sebegai tembang penutup, lagu yang menurut Jimi (saat populer) bisa diputar hingga berulang kali dalam satu hari di radio-radio lokal. Lagu yang kemudian menjadi soundtrack skena persahabatan, cinta, dan tawuran anak SMA kala itu.\u00a0<\/p>\n\n\n\n

Baca: Smoker Traveller: Hero Coffe Kota Tua Semarang<\/a><\/p>\n\n\n\n

The Adams sebagai band ketiga yang tampil lalu datang meneduhkan suasana. Betul, penonton langsung terbuai saat itu oleh suara yang beradu-adu antara Saleh Husein dan Ario Hendarwan. Sing along kemudian jadi hal yang wajib dilakukan saat itu, semuanya menikmati karaoke masal dari lagu-lagu yang dibawakan seperti Hanya Kau, Berwisata, Konservatif, hingga Halo Beni. Suasana kala itu semakin manis saat sang pianis The Adams (hingga kini belum saya ketahui namanya) selalu melemparkan senyumnya ke arah penonton. Ah sial, saat itu saya berada di posisi yang sangat jauh darinya, itu saja sudah membuat saya bergetar.
<\/p>\n\n\n\n

Karena saya memarkir motor di luar area Kuningan City dan hanya dijaga sampai pukul 23:30, akhirnya kami pulang lebih cepat. Saat keluar venue saya memastikan tetap sebats dulu, mereview apa yang menarik terjadi di dalam sana. Saya lantas menarik kesimpulan bahwa dari pengalaman selama hampir tiga jam lebih menikmati konser tanpa rokok, tak terjadi apa-apa dari kami. Tak ada kekhawatiran berlebihan, perubahan mood karena tak merokok, atau keburukan lainnya. Semuanya sama saja dan normal-normal saja.
<\/p>\n\n\n\n

Hanya jika boleh memberi saran kepada pihak pengelola, perampasan rokok tentu mesti dipertimbangkan ulang. Sekali lagi rokok adalah produk legal dan mempunyai aturan yang sudah disepakati terkait pengkonsumsiannya. Lagian, saya kira para perokok sekarang juga sudah mulai tertib terhadap aturan dan tidak ingin merugikan terhadap yang lainnya.<\/p>\n","post_title":"Pengalaman Tiga Jam Lebih Menyaksikan Konser Musik Tanpa Asap Rokok","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"pengalaman-tiga-jam-lebih-menyaksikan-konser-musik-tanpa-asap-rokok","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-09-04 07:32:19","post_modified_gmt":"2019-09-04 00:32:19","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6017","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":6014,"post_author":"877","post_date":"2019-09-03 09:18:50","post_date_gmt":"2019-09-03 02:18:50","post_content":"\n

Masih ingat kemarin, tulisan Djarum yang ada di kaos para atlit olahraga dipermasalahkan KPAI dan kawan-kawannya? Banyak orang-yang omong, ternyata ada orang kaya yang diusik, tapi dia hanya diam tanpa ada kata sedikitpun sebagai pembalasan terhadap yang mengusiknya. Bahkan cenderung mengalah, bikin orang lain gregetan. Kalimat itu yang aku tangkap dari salah satu temen bernama Nur Cholis asal Desa Gribiq, Kabupaten Kudus.<\/p>\n\n\n\n

Seminggunan kemarin, tepatnya Minggu 25 Agustus, teman MTS dulu pulang dari Jakarta. Ia sehari-harinya beraktivitas dan bekerja di sana. Di Jakarta, bersama anak istrinya, yang setiap hari jualan sayuran keliling. <\/p>\n\n\n\n

Kami yang sudah lama tidak ketemu, bahkan lebaran kemarin ternyata dia tak pulang ke Kudus. Pantesan tak ada yang rebut ngajak ngopi, orang yang biasa ngajak ngopi orangnya masih di Jakarta. Memilih lebaran di sana, karena dititipin rumah tetangganya yang katanya sudah seperti keluarganya sendiri yang kala itu baru mudik.\u00a0<\/p>\n\n\n\n

Baca: Sesat pikir KPAI Melarang Audisi Pencarian Bakat Bulutangkis Anak-Anak<\/a><\/p>\n\n\n\n

Temanku itu panggilannya Djumari, rumahnya dulu daerah Kaliwungu Kudus bagian barat. Ia pulang dalam rangka ada acara nikahan saudara dari istrinya. Dasar Djumari, kalau gak ngopi bareng dan ketemu temen-temen gak puas katanya, karena mumpung di Kudus. Ia gunakan kesempatan sebelum datang kesempitan disela-sela acara nikahan saudaranya. Lewat pesan singkat WA, tanpa hitungan jam ajakan ngopi Djumari, langsung di respon banyak teman yang tergabung di group WA. Ada yang tanya kapan datangnya, ada yang komentar besuk aja ngopinya soalnya masih diluar kota, ada yang bilang sore ini aja tancap gas. Djumari menjawabi dan balas komentar teman-teman. Dihari itu, Djumari kayak artis banyak ajakan dan tawaran teman-teman. <\/p>\n\n\n\n

Memang, teman-teman alumni MTS Madrasah Qudsiyyah Kudus kompak sekali, bahkan sudah kayak saudara sendiri semua. Kita sering kumpul walaupun hanya sekedar ngopi, yang penting bertemu dan ngobrol. Tidak jarang, kita ketemu dengan agenda acara resmi dan agak resmi. Seperti disaat salah satu teman punya hajat, bahkan hajat kecilpun kayak acara \u201cmanaqiban\u201d sering mengundang teman lainya. Pasti ada yang bingung apa itu manaqiban<\/em>?. Aku jelasin sebentar, manaqiban itu, acara membaca sejarah Syeih Abdul Qodir Jaelani ulama dahulu setelah masa Shahabat Nabi, yang terkenal alimnya dan sufi serta berkaromah. Nah, bagi kita-kita penggemarnya, sering kali kita baca sejarahnya. Dengan cerita sejarah  Syeih Abdul Qodir Jaelani, kita penggemar berharap agar apa yang kita lakukan dido\u2019akan atau di amini beliau semua urusan kita lancar. Karena menurut kita penggemar, meyakini Syeih Abdul Qodir Jaelani kekasih Tuhan, kalau dalam bahasa Jawa \u201cbolone Gusti Allah\u201d. Ini sekilas penjelasan tentang istilah manaqiban<\/em>, kalau mau tau lebih lanjut, khasiat-khasiatnya, bisa kita diskusi dilain waktu aja. Yang jelas di acara manaqiban<\/em> ini sudah jadi tradisi ada \u201cingkung\u201d ayamnya. Ini yang biasa kita nantikan.<\/p>\n\n\n\n

Kembali ke acara ngopi, disore itu temenku Djumari langsung nentukan tempat ngopi dan waktunya. Kita biasa ngopi ditempat sederhana. Akhirnya, Djumari mutusin habis isya\u2019 kumpul dan ngopi di rumah teman kita satunya namanya Nur Cholis, juga tergabung dalam group WA. Setelah tahu bakal kerumahnya, Nur Cholis langsung komen, lapan enam laksanakan. Aku langsung teringat temenku namanya Fawaz, orang Betawi keturunan Arab, sering kalau jawab pas di WA pakai tulisan lapan enam.\u00a0<\/p>\n\n\n\n

Baca: PB Djarum, Prestasi Bulutangkis Nasional, dan Kegagalan KPAI Memahami Peristiwa<\/a><\/p>\n\n\n\n

Waktu isya\u2019 tiba, suasana mau hujan, sedikit grimis, hawanya lumayan dingin dibanding sebelumnya panas dan gerah. Tapi semangat ngopi dam ngobrol teman-teman tak mengendor. Bahkan di group sudah ada yang ribut, ngajak-ngajak \u201cayo ayo waktunya kopdar tiba, ada bonus banyak rezeki lho\u201d, Rifai namanya, seorang pembicara atau muballig yang sering ceramah di masyarakat. <\/p>\n\n\n\n

Aku datang sekitar jam 20.00, terlihat banyak tema yang sudah pada kumpul, didepannya ada segelas kopi. Maklum kita orang desa ngopinya gak pakai cangkir, tapi pakai gelas es yang tinggi. Dibenakku ini ngopi apa kehausan?, tapi yang penting tetap ngopi dan merokok. Di meja terlihat banyak rokok bermacam-macam mereknya, sesuai kesukaan masing-masing. Ada yang bawa Sukun Putih, ada yang bawa Gudang Garam, kebanyakan bawa LA, tapi ada juga yang bawa rokok bikinan sendiri alias \u201cTingwe\u201d nglinting dewe dirumah ditaruh plastik. Aku coba rokok tingwe itu sambil ngobrol bareng, ternyata lumayan enak ramuan rokoknya, dibanding tingwe tingwe yang pernah aku rasakan. Yang buat tingwe namanya Sutopo, profesinya sehari-hari memang jual beli tembakau. Karena penasaran, sutopo aku tanya, kok enak, ini tembakau mana?. Dijawabnya \u201cbiasa tembakau Temanggung\u201d tapi aku kasih cengkeh kualitas wahid, dan sedikit ramuan saos sendiri (bahannya dirahasiakan), yang jelas katanya bahan saos dari rempah rempah bikinan sendiri. <\/p>\n\n\n\n

Ngobrol kita mengalir tanpa ada sekat dan batasan, malah terkadang pada ngobrol sendiri-sendiri dengan teman didekatnya. Giliran Djumari disuruh cerita pengalamannya, teman teman pada diam, mungkin pada penasaran. Soalnya dulu, sebelum ke Jakarta ia bekerja di Djarum. Ia ceritakan alasannya harus ke Jakarta. Awalnya, sering pulang pergi Jakarta Kudus untuk pengobatan istrinya yang sedang sakit di salah satu pengobatan alternatif disana atas rekomendasi saudaranya yang sudah lama hidup di Jakarta. Ia menceritakan sakit istrinya yang sering pusing, dan pusingnya bukan pusing biasa, dan seringkali istrinya sampai membentur-benturkan kepalanya. Kemudian, saat diharuskan kontinyu pengobatannya, minimal satu tahun agar cepat sembuh, akhirnya ia putusin meninggalkan Kudus sementara, termasuk pekerjaannya. Alhamdulillah istrinya sekarang sudah sembuh total.\u00a0<\/p>\n\n\n\n

Baca: Cacat Pikir KPAI Memaknai Kata Ekploitasi Anak dan Promosi<\/a><\/p>\n\n\n\n

Disela sela nungguin istrinya sakit, ia sering diajak saudaranya jualan sayuran keliling. Nah, walaupun sekarang istrinya sudah sembuh, ia tetap di Jakarta. Sebab dipikirannya, kalau kembali ke Kudus mulai dari awal lagi, mending yang sudah ada didepan mata dijalanin dulu. Nanti pelan-pelan sambil melihat peluang di Kudus, ia pun akan pulang. Obrolan tetap seru, walaupun djarum jam sudah tepat diangka 12.00 malam. Namun domain obrolan lebih pada Djumari sebagai nara sumber, ia menceritakan semua pengalaman dan kejadia yang ia lihat, sampai ia menceritakan berita kalau pabrik Djarum yang dulu pernah ia singgahi, sedang dipermasalahkan KPAI. Memang sebenarnya ia tak paham alur permasalahanya. Tahunya, KPAI gak suka bulu tangkis Djarum berjalan, memusuhi rokok. <\/p>\n\n\n\n

Sebagai orang yang pernah menjadi karyawan Djarum, jadi wajar dan pantas kalau ia membela Djarum, apalagi ia asli Kudus. Saking semangatnya, ia ngomong \u201cnek aku dadi Djarum, tak tuku iku KPAI, paling ora tak lawan\u201d \u201candaikan aku yang punya Djarum, aku beli KPAI, paling tidak dilawan\u201d. Ada yang menyambar omongan, \u201csampek matek kuwe Djum, ogak bakal dadi bos Djarum\u201d \u201csampai mati kamu Djum, tidak akan jadi bos Djarum\u201d haha\u2026\u2026disambut dengan tawa klakaran teman-teman termasuk saya sendiri. Di sela-sela tawa, tuan rumah ngomong \u201cancen gawe gregeten, kenopo Djarum mung meneng, malah ngalah\u201d \u201cbikin gregeten, kenapa Djarum diam dan cenderung mengalah\u201d. <\/p>\n\n\n\n

Nah, ternyata, banyak orang yang sangat simpati dan membela pabrik Djarum, terutama orang Kudus. Rata-rata mereka, tak tahu apa yang harus dilakukan, apa yang harus diperbuat. Sebagai manusia lemah, mereka hanya bisa marah  yang terpendaam dalam hati, dengan melihat kejadian KPAI menyerang Djarum. Coba, andaikan mereka tahu kalau dibelekang KPAI ada kepentingan asing yang mengusik rokok kretek asli Kudus, yang sudah mendarah daging bagi masyarakat Kudus. Pastinya, pembelaanya lebih dari itu, bahkan mungkin mati-matian.
<\/p>\n","post_title":"Cerita di Balik Segelas Kopi untuk Djarum","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"cerita-di-balik-segelas-kopi-untuk-djarum","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-09-03 09:19:00","post_modified_gmt":"2019-09-03 02:19:00","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6014","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":6008,"post_author":"878","post_date":"2019-08-30 15:06:07","post_date_gmt":"2019-08-30 08:06:07","post_content":"\n

Pada mulanya, saya mengira tanaman tembakau ditanam, dirawat, dan dipanen sama dengan kebanyakan tanaman-tanaman semusim lainnya di negeri ini. Ada proses pembibitan, kemudian proses penanaman, lantas tanaman rutin disiram dan diberi pupuk, ada proses perawatan hingga akhirnya dipanen ketika musim panen tiba. Tapi nyatanya, perkiraan saya salah. Tembakau tanaman yang cukup unik. Beda dari banyak tanaman semusim lain yang lazim ditanam petani di banyak tempat di Indonesia.<\/p>\n\n\n\n

Hal paling menonjol yang membedakan tanaman tembakau dengan tanaman semusim lain ada pada masa tanam dan masa panen tiba. Tanaman tembakau menjadi anomali karena ditanam saat musim penghujan akan berakhir. Lalu dipanen ketika musim kemarau sedang berada pada puncaknya. Saat tanaman-tanaman semusim lainnya enggan tumbuh, bahkan rumput sekalipun mengering karena kemarau.<\/p>\n\n\n\n

Tiga tahun belakangan, saya banyak bergaul dengan petani dan buruh tani tembakau di Kabupaten Temanggung, juga dengan anak-anak mereka. Jika sebelumnya saya sekadar penikmat rokok kretek, tiga tahun belakangan, saya mulai tertarik untuk mempelajari seluk-beluk seluruh lini yang mendukung industri kretek nasional. Yang paling menarik minat saya, tentu saja konteks pertanian dan sosial masyarakat yang memproduksi komoditas yang menjadi bahan baku utama produk kretek. Tembakau dan cengkeh.<\/p>\n\n\n\n

Baca: Melihat Petani Tembakau di Temanggung Memanen Tembakau Mereka<\/a><\/p>\n\n\n\n

Dari sekian banyak hal menarik yang disajikan pertanian tembakau hingga proses penjualan hasil panen tembakau yang saya amati di wilayah Kabupaten Temanggung, hal yang terus menerus menarik minat saya dan hingga saat ini belum sepenuhnya saya pahami adalah proses panen tembakau dan penentuan grade tembakau hasil panenan petani. Sama seperti kesalahan saya mengira tanaman tembakau ditanam dan diproses mirip dengan tanaman semusim lainnya, dugaan saya perihal proses panen tembakau juga salah sepenuhnya. Dahulu saya mengira daun-daun yang siap dipanen dari tanaman tembakau ya dipanen begitu saja. Menunggu daun-daun yang tumbuh pada tanaman tembakau siap dipanen, lantas dipanen seluruhnya dalam satu waktu oleh para pekerja di kebun. Nyatanya tidak begitu. Dan lebih rumit dari itu.<\/p>\n\n\n\n

Mayoritas tembakau yang ditanam di wilayah Temanggung berasal dari jenis kemloko. Ada kemloko 1, kemloko 2, dan kemloko 3. Dari ketiga varietas kemloko tersebut, metode panen dan penentuan grade tembakau memiliki tata cara yang sama persis. Seluruh petani di Temanggung menerapkan metode panen yang mirip. Dari metode panen tersebut, ternyata berpengaruh terhadap tingkatan kualitas tembakau yang dipanen, petani di Temanggung kerap menyebut \u2018tiam\u2019 atau \u2018grade\u2019 untuk perbedaan tingkat kualitas tembakau yang dipanen.<\/p>\n\n\n\n

Tidak seperti tanaman semusim lainnya yang dipanen dalam satu waktu, tembakau dipanen bertahap mulai dari daun terbawah pada pohon hingga daun teratas. Dalam satu tanaman tembakau, panen bisa berlangsung sebanyak 13 hingga 15 kali dalam sekali musim tembakau. Jarak antara panen satu dengan panen lainnya, antara lima dan tujuh hari. Dengan kondisi ini, musim panen tembakau di Temanggung atau yang kerap disebut musim \u2018mbakon\u2019 bisa berlangsung selama dua hingga tiga bulan. Tahun ini, panen dimulai pada pertengahan Juli dan diprediksi akan berakhir pada pertengahan Oktober.<\/p>\n\n\n\n

Baca: Tuhan Tidak Menciptakan Tembakau untuk Dibenci dan Dicaci<\/a><\/p>\n\n\n\n

Metode panen seperti itu, yang bertahap dan berjeda dari panen satu daun ke daun lainnya ternyata berpengaruh terhadap tingkatan kualitas daun tembakau. Daun-daun yang dipanen lebih awal, gradenya berada pada grade yang rendah. Grade terus meningkat hingga sampai puncaknya seiring panen-panen selanjutnya pada tanaman yang sama. Dalam satu tanaman tembakau, grade daun sudah pasti berbeda-beda sesuai dengan waktu panenan daun di tanaman tersebut.<\/p>\n\n\n\n

Agar lebih mudah dipahami, mari kita bayangkan sebatang tanaman tembakau yang tumbuh subur dalam kondisi normal dan tanaman itu sudah mulai memasuki masa panen. Pada sebatang tanaman tembakau itu tumbuh sebanyak 17 helai daun dari bawah ke atas. Panen pertama dimulai. Daun paling bawah dari tanaman tembakau itu dipetik untuk dipanen. Hanya satu helai daun saja, yang terbawah. Daun yang pertama dipanen itu, biasanya memiliki grade A. Adakalanya kualitas tembakau pada panenan pertama sudah mulai berada pada grade B. Di beberapa titik bahkan sudah ada yang menghasilkan tembakau grade C. <\/p>\n\n\n\n

Lima hingga tujuh hari kemudian, panen daun kedua dilakukan. Satu daun saja dari sebatang tanaman, daun terbawah yang dipanen. Lima hingga tujuh hari berikutnya lantas dipanen lagi. Begitu seterusnya hingga 12 atau 13 kali panen. Semakin ke atas daun yang dipanen seiring bertambahnya waktu, grade tembakau juga meningkat hingga puncaknya berhenti di grade F. Hanya sedikit tembakau yang bisa melampau grade F, mencapai grade G dan H, itulah tembakau-tembakau jenis srintil berharga jutaan rupiah per kilogramnya.<\/p>\n\n\n\n

Selain waktu panen dan letak daun dalam sebatang tanaman, jenis tanah, unsur hara yang terkandung dalam tanah, asupan embun alami, pancaran sinar matahari yang cukup, serta proses fermentasi dan penjemuran usai daun-daun dipanen, menjadi penentu kualitas tembakau yang menempatkan daun tembakau itu pada grade tertentu. Satu hal lain lagi yang sangat berpengaruh terhadap grade tembakau adalah wilayah tembakau itu ditanam. Ada tiga wilayah tempat tembakau biasa ditanam. Wilayah persawahan (dataran rendah), wilayah tegalan (dataran menengah), dan wilayah gunung (dataran tinggi). Kondisi tanah dan faktor ketinggian dan kondisi geografis lainnya berpengaruh terhadap kualitas tembakau.<\/p>\n\n\n\n

Di wilayah persawahan, tanaman tembakau memang subur dan tumbuh cepat, namun tembakau yang ditanam di sana maksimal hanya bisa menghasilkan tembakau grade D, atau D+. Sedang tembakau yang ditanam di wilayah tegalan, maksimal bisa menghasilkan tembakau grade E hingga E+. Yang terbaik, tentu saja tembakau yang ditanam di wilayah gunung. Meskipun membutuhkan waktu tanam lebih lama dibanding dua wilayah lainnya, rata-rata panenan terakhir mencapai grade F hingga seterusnya dengan tembakau terbaik bernama srintil.   <\/p>\n\n\n\n

Ini sedikit yang saya pelajari di Temanggung hasil belajar langsung dari para petani di sana. Saya tidak tahu dengan metode panen dan penentuan grade tembakau di wilayah lain dengan jenis tembakau lain juga. Menarik sebetulnya mencari tahu di tempat lain. Semoga sekali waktu nanti berkesempatan untuk itu. 
<\/p>\n","post_title":"Penentuan Grade Tembakau di Temanggung","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"penentuan-grade-tembakau-di-temanggung","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-08-30 15:06:14","post_modified_gmt":"2019-08-30 08:06:14","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6008","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5999,"post_author":"877","post_date":"2019-08-28 09:40:02","post_date_gmt":"2019-08-28 02:40:02","post_content":"\n

Direktur Pusat Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Amerika Serikat (CDC), Robert Redfield, mengungkapkan kematian tragis di Illinois memperkuat dugaan karena vape<\/a> atau rokok elektrik. Berita tersebut atas laporan Dinas Kesehatan Illinois yang mengumumkan ada satu pasien yang akhirnya meninggal dunia. Kasus ini kemungkinan jadi kasus pertama kematian akibat penyakit berkaitan dengan vape.
<\/p>\n\n\n\n

Kejadian di atas menjawab keberadaan vape atau rokok elektrik sangat membahayakan. Berbeda dengan resiko rokok kretek, bisa menimbulkan penyakit jika mengkonsumsinya berlebihan atau kebanyakakan, dan hidup tidak seimbang. Misalnya dalam satu hari merokok sampai tiga atau empat bungkus, tanpa makan nasi atau makan-makanan sehat, tanpa olah raga, tanpa minum air putih, selalu didampingi kopi atau teh, istirahatnya kurang dan sebagainya. Maka dipastikan orang tersebut akan jatuh sakit bahkan meninggal dunia.\u00a0<\/p>\n\n\n\n

Baca: Terkuak, Rokok Elektrik Berbahaya bagi Kesehatan<\/a><\/p>\n\n\n\n

Tidak hanya itu, otoritas kesehatan di Amerika Serikat telah berhasil menginvestigasi kemunculan penyakit paru-paru misterius di antara kalangan pengguna rokok elektrik atau vape. Dilaporkan setidaknya ada 195 kasus potensial penyakit paru-paru di 22 Negara karena kena dampak dari vape atau rokok elektrik.
<\/p>\n\n\n\n

Jadi, masyarakat perlu waspada beredarnya vape atau rokok elektrik. Belum lagi, sebetulnya rokok elektrik atau vape, berdampak juga peningkatan perokok anak.\u00a0 Yang menjadi daya tarik bagi anak, selain bentuknya yang elegan, simpel, juga beraroma buah-buahan yang terkemas dalam cairan.<\/strong><\/p>\n\n\n\n

Orang yang mengatakan bahwa vape atau rokok elektrik lebih mensehatkan dari pada rokok kretek, pendapat tersebut sangat keliru. Disampaing efek dari rangkaian listrik dan battre juga cairan dalam rokok elektrik berpengaruh terhadap resiko jantung.  <\/p>\n\n\n\n

Hasil penelitian yang diterbitkan dalam Journal of American College of Cardiology pada Mei lalu ini menambah bukti bahwa cairan rokok elektrik dapat menghambat fungsi sel-sel tubuh yang berperan dalam kesehatan jantung. Cairan dalam vape atau rokok elektrik pada akhirnya merusak sel-sel yang melapisi pembuluh darah. <\/p>\n\n\n\n

Keberadaan vape atau rokok elektrik di pasaran sangat membahayakan bagi orang Indonesia, terlebih pemuda-pemuda, yang banyak memilih merokok vape aatau rokok elektri. Menurutnya, selain bentuk kecil, simpel dibawa dan ada aroma buah-buahan sesuai selera. Akan tetapi dibalik bentuknya yang bagus, menyembunyikan banyak penyakit ketika dikonsumsi.\u00a0<\/p>\n\n\n\n

Baca: Kata Siapa Lebih Sehat? Perokok Elektrik Berisiko Terjangkit Penyakit Kardiovaskular<\/a><\/p>\n\n\n\n

Hingga kini CDC masih melakukan investigasi lebih lanjut, dengan mengimbau agar para dokter mengumpulkan data dan sampel bila menemukan pasien dengan gejala penyakit paru serupa, tentunya akibat rokok elektrik atau vape. Bentuk dan merek rokok elektrik dan vape banyak varian dan banyak merek. JUUL termasuk merek rokok elektrik atau vape yang saat ini naik daun.\u00a0<\/p>\n\n\n\n

Ada yang mengatakan bahwa tak tepat membandingkan rokok tembakau dengan rokok elektrik. Ya benar tak tepat, karena rokok elektrik atau vape resikonya sangat tinggi. Sedang rokok tembakau resikonya kecil, apa lagi rokok kretek mungkin resikonya sangat kecil sekali terhadap tubuh. Alasannya, munculnya rokok kretek bertujuan untuk pengobatan sakit bengek, dan tujuannya berhasil. Hingga banyak orang melakukan pemesanan rokok kretek saat itu, rokok kretek belum sebagai industri besar masih bersifat rumahan,  keadaan tersebut sekitar abad 19. <\/p>\n\n\n\n

Dalam studi ini, tim peneliti menemukan bukti efek toksik pada sel-sel yang melapisi pembuluh darah dan melindungi jantung. Beberapa bukti tersebut termasuk di antaranya gangguan pada fungsi sel dan munculnya tanda-tanda peradangan. Para peneliti mengamati bagaimana respons sel saat bersentuhan dengan cairan rokok elektrik. Efek yang paling kentara terlihat pada cairan dengan rasa kayu manis.<\/p>\n\n\n\n

Baca: Riset Kesehatan Rokok Elektrik<\/a><\/p>\n\n\n\n

Sekelompok ahli kardiovaskular dari University of Massachusetts menganjurkan peneliti agar melakukan uji rokok elektrik atau vape lebih yang beraroma. Karena sumsi sementara, produk vape atau rokok elektrik yang beraroma dan punya pilihan rasa lebih berbahaya dari pada rokok vape natural. Namun yang banyak beredar dipasaran, justru yang beraroma dan berasa buah-buahan, dari pada yang natural. <\/p>\n\n\n\n

Studi pada 2018 lalu menunjukkan, penggunaan rokok elektrik harian berisiko terhadap serangan jantung, meski dengan probabilitas yang lebih rendah daripada perokok tembakau. Menurut dr Lawrence Phillips pakar kardiovaskular NYU Langone Health mengatakan \u201cKita melihat semakin banyak bukti bahwa rokok elektrik berhubungan dengan peningkatan risiko serangan jantung\u201d.<\/p>\n\n\n\n

Dari hasil pakar dan hasil studi di atas menegaskan bahwa keberadaan rokok vape atau rokok elektrik, resikonya sangat besar. Bahan utama rokok vape atau elektrik yang paling besar memberikan efek negatif pada tubuh manusia adalah cairan perasa. Akibat cairan perasa dalam rokok elektrik  atau vape termasuk merek JUUL beresiko terjadi peradangan, terjangkit penyakit jantung dan paru-paru akut, selanjutnya berakibat kematian. <\/p>\n\n\n\n

Untuk itu, demi masa depan bangsa Indonesia harusnya ada regulasi pelarangan peredaran rokok elektrik atau vape yang nyata-nyata telah ada kasus dengan didukung beberapa riset dan studi tentang konten rokok elektrik atau vape, yang hasilnya mempunyai resiko tinggi dapat menyebabkan penyakit berujung kematian.         
<\/p>\n","post_title":"Perokok Elektrik Berisiko Besar Terjangkit Penyakit Mematikan","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"perokok-elektrik-berisiko-besar-terjangkit-penyakit-mematikan","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-08-28 09:40:09","post_modified_gmt":"2019-08-28 02:40:09","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5999","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5988,"post_author":"855","post_date":"2019-08-24 10:41:28","post_date_gmt":"2019-08-24 03:41:28","post_content":"\n

Sumber permasalahan besar dunia pertembakauan sejatinya bukan iklim dan hama, melainkan kebijakan pemerintah dan para plolitisi yang ikut serta membicarakannya, tanpa dasar yang kuat, adil dan cenderung ugal-ugalan.
<\/p>\n\n\n\n

Jika orang dahulu tidak berani bicara kecuali kepada hal-hal yang benar-benar diketahui, kali ini banyak sekali orang yang banyak bicara daripada membaca, baik buku maupun alam kauniyah (dunia nyata). Maka jangan heran, jika tidak sedikit politisi dan pemerintah yang gagal paham dunia pertembakau, dari berbagai sisi, karena mereka mendapatkan informasi sepotong-sepotong, tanpa ada usaha untuk tabayyun <\/em>lebih mendalam apalagi turun ke ladang untuk memastikan.
<\/p>\n\n\n\n

Kini hama petani muncul lagi dari kalangan politisi. Sebut saja namanya Sukamta (nama asli) yang kini menjabat sebagai sekretaris Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS). Kenapa semua orang yang terkait dengan industri hasil tembakau (petani, buruh, dsb) dianggap tidak sejahtera, ya karena partai yang harusnya adil saja tidak mampu berbuat adil, bahkan dalam pikiran dan apa yang keluar dari mulutnya.<\/p>\n\n\n\n

Baca: Tuhan Tidak Menciptakan Tembakau untuk Dibenci dan Dicaci<\/a>
<\/p>\n\n\n\n

Tidak perlu bicara terlalu jauh. Mari kita kita uji omongan Sukamta yang dimuat situs ayosemarang.com, 22 Agustus 2019. Omongan yang sejatinya sebuah template dan selalu dipakai oleh antirokok. Semacam gaya kampanye sholih li kulli zaman wal makan, <\/em>meski dibangun dari logika berantakan dan cenderung mengutamakan kengawuran daripada analisa yang mendalam. Ya memang itulah keistimewaan antirokok, anti terhadap data valid dan percaya diri berlebihan dalam kesesatan berpikir.
<\/p>\n\n\n\n

Bagi Sukamta, harga rokok di Indonesia, sebuah negeri yang besar salah satunya ditopang oleh dunia pertembakauan, harus dinaikkan 700 persen. Alasannya supaya orang miskin tidak dapat membeli rokok. Jika orang miskin yang merokok jatuh sakit, maka negara melalui (Jaminan Kesehatan Nasional) JKN rugi menanggung biayanya. Tentu saja ini berbeda dengan, orang kaya boleh makan junkfood<\/em>, minuman bersoda, dan berlaku semaunya, karena jika jatuh sakit mereka bisa membiayai sendiri dan dapat memperkaya negara.
<\/p>\n\n\n\n

Cara sistematis ini akan diduplikasi dan diperbarui terus menerus. Bermula dari seorang sakit yang berobat ke dokter, jika ia merokok maka dokter akan berkata, \u201cbapak sakit karena rokok\u201d, dan dokter tidak secara jujur bahwa penyakit itu datang dari sebab apapun, bisa gula, bisa gaya hidup yang berantakan, kurang minum air putih, stres dengan obat mahal, dsb.
<\/p>\n\n\n\n

Kenapa Sukamta cenderung ingin menaikkan harga rokok untuk menyelesaikan permasalahan JKN yang rumit itu? Ya karena sudah menjadi tabiat antirokok, bahwa berpikir keras untuk mencari solusi adalah buang-buang waktu, makanya rokok akan disalahkan supaya permasalahan menjadi lekas selesai. 
<\/p>\n\n\n\n

Coba kita kembali ke tahun 2018, saat BPJS Kesehatan defisit dan ditambal oleh cukai rokok. Para pegiat kesehatan beralasan, jumlah masyarakat sakit yang kian bertambah dan narasi yang kemudian dibangun; sakit-sakit itu disebabkan oleh rokok. Tidak berhenti sampai di situ, beragam alasan yang penting pengelola kesehatan \u201cselamat\u201d banyak digaungkan di media (tanpa ada sikap ksatria untuk mengakui bahwa memang masih banyak masalah dalam JKN, baik pengelolaan maupun skema yang lebih baik, yang perlu dicarikan solusi).<\/p>\n\n\n\n

Baca: Kegagalan Lakpesdam PBNU dalam Melihat Produk Tembakau Alternatif<\/a><\/p>\n\n\n\n

Koordinator Advokasi BPJS Watch, Timboel Siregar, megkritisi beragam narasi yang dibangun oleh pegiat kesehatan. Ia mengusulkan agar BPJS fokus pada pengawasan penetapan inasibijis oleh pihak rumah sakit. Timboel menilai, inasibijis merupakan gerbang terjadinya defisit BPJS Kesehatan. Inasibijis (INA-CGB) merupakan sebuah singkatan dari Indonesia Case Base Gropus, yakni sebuah aplikasi yang digunakan rumah sakit untuk mengajukan klaim pada pemerintah. (bisnis.com)
<\/p>\n\n\n\n

Kita tidak pernah tau, apa yang dilakukan rumah sakit terhadap pasien-pasien yang membayar BPJS. Kita juga tidak pernah tau jika ada pasien BPJS kelas I diberi fasilitas kelas II atau III, dan rumah sakit mengklaim biaya kelas I ke negara. Tentu saja yang demikian ini tidak penting bagi antirokok. <\/p>\n\n\n\n

Baca: Ada Campur Tangan Bloomberg dalam Surat Edaran Menkes terkait Pemblokiran Iklan Rokok<\/a><\/p>\n\n\n\n

Sukamta juga bilang, orang-orang yang kecanduan merokok dan mampu membeli rokok yang mahal, dipersilahkan tetap merokok asal menanggung sendiri biaya pengobatan akibat penyakit karena rokok. Asalkan dampak buruk akibat konsumsi rokok tidak membebani negara kerena pemasukan dari cukai tembakau tidak sebanding dengan biaya yang harus dikeluarkan negara. (ayosemarang.com)
<\/p>\n\n\n\n

Bagi saya pribadi, ini adalah statemen yang sangat lucu. Sejak kapan sih negara betul-betul hadir dan perhatian terhadap kesehatan masyarakat, khususnya di pedesaan dan pedalaman? Kalau ada pun, menjalankannya setengah hati. Dan sejak kapan rokok itu menjadi candu, padahal yang candu itu kekuasaan dan menjadikan masyarakat sebagai jembatan untuk menuju \u201ckekuasaan dalam negara\u201d? 
<\/p>\n\n\n\n

Sukamta juga menganggap, bahwa perokok bukan orang yang produktif? Faktanya? Setahu saya orang-orang yang merokok punya produtivitas tinggi, mereka hidup sebagaimana keringat yang diperas setiap hari. Tanpa berharap kepada negara apalagi Sukamta.
<\/p>\n\n\n\n

Sekadar saran saja, sebaiknya PKS tidak perlu ngelantur bicara rokok. Silahkan bicara, asalkan keadilan sosial sebagaimana nama partainya tidak hanya selesai pada tataran konsepsi dan gagah-gagahan, melainkan pada tahap tindakan dan contoh konkrit atasnya.
<\/p>\n","post_title":"Ketika PKS Bicara Rokok","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"ketika-pks-bicara-rokok","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-08-24 10:51:25","post_modified_gmt":"2019-08-24 03:51:25","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5988","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":35},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"epic_block_3"};

\n

Coba kita telusuri atau kita cari tahu wujud tembakau alternatif. Pasti jawabannya menunjuk rokok elektrik. Karena di dunia ini tak ada lain produk tembakau alternatif kecuali rokok elektrik. Jenis dan mereknya banyak varian, ada vape, ada JUUL, I-Qos dan masih banyak lagi. Produksinya atau pabrikannya gak ada di Indonesia, adanya jauh disana Negara paman sam alias Amerika. Kira-kira satu bulan yang lalu, berita yang beredar, produk rokok elektrik ini diusir dari asal Negara produksinya (USA), alias dilarang peredarannya. Alasan utama dilarang beredar, rokok elektrik satu satunya produk rokok yang beresiko tinggi memunculkan penyakit paru-paru misterius bahkan mematikan si pengguna. Laporan dari hasil investigasi otorotas kesehatan di Amerika. Dengan didukung data, sudah ada 195 kasus di 22 negara di dunia.<\/p>\n\n\n\n

Baca: Riset Kesehatan Rokok Elektrik<\/a><\/p>\n\n\n\n

Nah, dinegaranya sendiri aja diusir, ibarat rumah sendiri. Kok malah di Indonesia dikampanyekan. Yang gak aku pahami, justru yang mempromosikan saudara kita sendiri, anak bangsa. Belum lagi cara mempromosikan dengan menjelek-jelekkan rokok kretek, wah ini sudah kebablasan. Sebagai anak bangsa, harusnya bangga dengan produk dalam negeri, bukan malah terbalik. Produk orang lain dibanggakan, sedang produk sendiri di musuhi. Ini ada apa, pasti timbul pertanyaan. Dimana nasionalisme dan patriotisme kalian, yang sudah ditanamkan di tiap jiwa anak bangsa oleh para pendiri bangsa ini. <\/p>\n\n\n\n

Ir, Soekarno atau Bung Karno presiden pertama kali aja bangga dengan produk rokok kretek, kemana-mana selalu ia bawa, bahkan di acara resmi ke Negaraan bertemu dengan tokoh Negara lain pun, rokok kretek selalu dibawa dan disulut. Tak berhenti disitu, dibeberapa pidato Bung Karno selalu disebut dengan perintah untuk melihat Niti Semito pemilik perusaahan rokok kretek terbesar di Kudus sekitar abad 20an. Satu-satunya industri yang masih jaya, dikala industri lain terpuruk masa penjajahan. <\/p>\n\n\n\n

Apa Anda pikir, saat itu tidak rokok produk luar negeri? Anggapan yang salah. Ada namanya rokok cangklong. Kala itu, yang merokok pakai cangklong hanya orang-orang yang berduit tebal, contohnya para saudagar, bangsawan minimal mandor lapangan. Hanya masyarakat jelata yang merokok kretek dengan bungkus daun jagung yang dikemudian hari berubah menggunakan kertas papier. Bahkan tidak jarang, ceritanya saat itu, perokok kretek jadi ejekan, kampungan. Lama-kelamaan rokok kretek merambah naik jadi rokok kelas atas. Bahkan sangat disukai orang luar. Hingga ada pemuda saat itu menjadi pedagang ekspor rokok ke Negara-negara di dunia, Subhan ZE namanya. Salah satu pemuda kaya dari Kudus saat itu, karena berhasil memasarkan rokok kretek keluar Negeri. Konon ceritanya, ia sampai deket dengan orang-orang terpenting Negara lain. Tak hanya itu, ada cerita, ia pernah dipercaya Bung Karno sebagai pelantara untuk pembelian senjata militer. Inilah sekilas tentang cerita sejarah tokoh-takoh dahulu yang punya jiwa nasionalisme dan patriotis tinggi, menjunjung tinggi produk dalam negeri. Bahkan dahulu di Istana Negara tersedia rokok kretek khusus bergambar burung Garuda.<\/p>\n\n\n\n

Baca: Perbandingan Bahan Baku Kretek dan Rokok Elektrik<\/a><\/p>\n\n\n\n

Sekarang kembali ke Gebrak, satu gerakan yang konyol dan tidak konsisten, jauh dari nasionalisme bahkan patriotism. Pertama<\/em>, pernahkan mereka membuat kajian dengan membandingkan volume asap rokok dengan volume asap lainnya (asap buang industri, asap pembakaran, asap knalpot dan lain sebagainya)?, pasti belum pernah. Kalau memang sudah pernah melakukan kajian, tentunya faham jumlah perbandingannya dan asap apa yang paling berdampak pada manusia dan lingkungan hidup. Kalau faham pasti tidak mempermasalahkan (asap rokok). Kedua<\/em>, banyakan mana asap yang dikeluarkan rokok elektrik dengan rokok non elektrik?, nyatanya asap yang dikeluarkan rokok elektrik lebih banyak dari pada rokok non elektrik. <\/p>\n\n\n\n

Ketiga<\/em>, tidah faham media dan konten rokok elektri dengan rokok non elektrik. Namanya elektrik pastinya pakai media listrik untuk pembakarannya. Kalau begitu, coba bandingkan, air hasil pemanasan pakai listrik dengan pemanasan pakai api (kompor), hasilnya pasti bagusan kompor. Kok bisa?, jawabnya mudah, kalau bagusan listrik sudah lama pemerintah mencanangkan program pemanas pakai listrik tidak pakai kompor. Nyatanya pemerintah membuat program kompor gas. Yang menimbulkan masalah baru, terjadi peledakan, kelangkaan, harga naik terus dan sebagainya. Justru masyarakat lebih nyaman dan aman pakai minyak. Namaun karena sudah menjadi program pemerintah, masyarakat kecil tak bisa berbuat lebih. Sekarang konten rokok elektrik dan non elektrik. <\/p>\n\n\n\n

Jelas rokok elektrik memakai proses bahan kimia (buatan) untuk mengolah tembakau, sehingga setelah jadi uap kemudian dibantu pembakaran pakai media listrik menghasilkan asap. Akibatnya asap yang dikeluarkan sangat banyak kayak asap knalpot. Beda dengan rokok non elektrik, bahannya asli pembakarannya natural (api). Api diciptakan Tuhan sebagai pemanas untuk penyeimbang alam (baca kitab tafsir Jalalain). Jadi rokok elektrik memakai proses kimia buatan, sedang rokok memakai proses kimia natural. Rokok sendiri ada dua jenis. Rokok putih dan rokok kretek. Rokok putih hanya menggunakan tembakau, rokok kretek menggunakan tembakau dan cengkeh. Tembakau dan cengkeh jika dibakar menghasilkan senyawa dan menyatu yang dapat sebagai media pengobatan. Beda dengan rokok yang kontennya pakai tembakau saja, maka yang dihasilkan tidak bisa untuk pengobatan.  <\/p>\n\n\n\n

Keempat<\/em>,  baik rokok elektrik dan rokok putih bukan asli Indonesia. Bahkan bahan baku dan produksinya pun tidak di Indonesia. Beda dengan rokok kretek, mulai dari bahan baku dari petani Indonesia yang tersebar di bumi Indonesia, pekerja dan produksinya di Tanah Air ini. Artinya rokok kretek sebagai industri padat karya, yang menghidupi banyak saudara kita. Sehingga ketika memusuhi rokok kretek sama dengan memusuhi saudara sendiri. Ketika membela rokok impor sama dengan membela penjajah. <\/p>\n\n\n\n

Penjelasan perbedaan tiap rokok di atas sengaja tidak dijelaskan pakai rumus matematika atau rumus kimia. Karena kalau dijelaskan hanya orang-orang tertentu yang faham. Namun pada intinya, rokok kretek menyehatkan, rokok jenis lain kebalikannya. Buktinya, sejarah penemuan kretek sebagai media pengobatan sakit bengek atau pernafasan, cengkeh sampai detik ini paling bagus sebagai bahan obat rasa sakit, membuat badan hangat dan sebagainya. Jadi asap rokok (bukan kretek ) apapun jenisnya sangat berbeda dengan asap rokok kretek.  
<\/p>\n","post_title":"Logika Asap Rokok Elektrik dan Asap Kretek Itu Beda","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"logika-asap-rokok-elektrik-dan-asap-kretek-itu-beda","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-09-05 10:09:14","post_modified_gmt":"2019-09-05 03:09:14","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6039","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":6017,"post_author":"919","post_date":"2019-09-04 07:32:17","post_date_gmt":"2019-09-04 00:32:17","post_content":"\n

Saya langsung mengiyakan untuk membeli tiket konser \u2018Tiba-tiba Sudddenly Pensi Road to Gudfest\u2019<\/em> saat diberitahu teman saya bahwa The Upstairs, The Adams, Goodnight Electric, dan Club Eighties akan manggung di sana. Kebetulan teman saya juga yang membelikan tiket tersebut untuk memastikan saya ikut hadir dan menemaninya datang pada perhelatan musik yang berlangsung di Ballroom Kuningan City, Jakarta, 27 Agustus 2019.
<\/p>\n\n\n\n

Boleh dikata saya termasuk orang yang jarang menikmati pentas musik di beberapa tahun belakangan ini. Selain faktor kesibukan, era digital yang merambah segala lini membuat saya mungkin lebih simpel untuk mendengarkan musik via spotify atau youtube. Tentu ada nilai minusnya yaitu euforia yang kurang saya dapatkan jika tak mendatangi konser musik secara langsung.
<\/p>\n\n\n\n

Karena jarang menikmati konser musik belakangan ini, ada satu peraturan yang cukup menarik perhatian saya yaitu dilarang merokok di dalam venue<\/em>. Pertama saya bisa memaklumi itu mengingat venue indoor<\/em> dan ber-ac. Pertanyaan dalam benak saya lalu tersirat, apa nikmatnya menikmati musik terutama saat konser tanpa menghisap rokok? Tapi bagi saya ini tentu jadi tantangan, karena saya juga bisa memastikan bahwa rokok bukanlah candu dan sebagai perokok juga bisa tertib mengikuti peraturan yang ada.<\/strong>
<\/p>\n\n\n\n

Saya kemudian tiba di tempat acara. Saya lantas membeli beberapa minuman dan asyik merokok serta ngobrol dengan teman saya di luar venue<\/em>. Ketika mendekati jadwal open gate<\/em>, kami berbaris rapih untuk masuk ke dalam. Ada satu hal yang menyita perhatian, ternyata rokok kami pun disita. Jika hanya korek kami bisa memaklumi, namun penyitaan terhadap rokok tentu tak masuk di akal. Akhirnya kami mengakalinya dengan menaruh rokok kami di luar, di tempat yang tak mencolok. Adegan ini jika direka ulang laiaknya seorang yang mencoba untuk menyembunyikan narkotika, padahal rokok sejatinya adalah barang legal.<\/p>\n\n\n\n

Baca: Smoker Travellers: Menengok Fasilitas Ruangan Merokok di Bandara Kulon Progo<\/a>
<\/p>\n\n\n\n

Mungkin saya tidak memerhatikan peraturan yang ada apabila ternyata rokok tidak boleh di bawa masuk ke dalam. Namun jika dilarang, baiknya penyelenggara bisa menyediakan tempat penitipan rokok. Bukan apa-apa, mubazir rasanya jika satu bungkus harus dibuang, apalagi perokok yang hadir juga nampaknya mematuhi peraturan dilarang merokok di dalam. Peraturan ini juga nampaknya mesti dikaji ulang karena jika mengacu pada Perda KTR tentu tidak disebutkan.
<\/p>\n\n\n\n

Akhirnya kami pun mengikhlaskan, walau sejatinya harus jua bertindak licik dengan menyembunyikan rokok kami di luar. Bukan apa-apa ini lebih faktor mubazir. Tiba saatnya acara dan Ajis Doa Ibu serta Gilang Gombloh memecahkan suasana dengan dark jokes soal agama hingga lelucon soal Fiersa Besari. Goodnigh Electric kemudian menjadi band pembuka dengan membawakan tembang-tembang lawas seperti Am i Robot, Teenage Love and Broken Heart, The Supermarket I Am In, hingga lagu syahdu mereka yang saya tunggu-tunggu untuk dibawakan yaitu Im OK.\u00a0
<\/p>\n\n\n\n

Lagu ini pernah menjadi soundtrack <\/em>hidup saya kala menyukai seseorang. Semenjak mendengar dan suka dengan Goodnight Electric saat SMA, baru kali ini Im Ok dibawakan. Goodnight Electric juga kemudian menutup aksi panggung mereka dengan budaya yang tak pernah mereka lewatkan yaitu dengan lagu Rocket Ship Goes By dan tak lupa melemparkan pesawat kertas di dekat penghujung lagu.
<\/p>\n\n\n\n

Jika Goodnight Electric adalah pembukaan yang manis, seperti memberi rangsangan mengingat masa-masa SMA penuh dengan jadwal pensi, maka The Upstairs yang manggung selanjutnya adalah yang meledakkan pesta itu sendiri. Performa enerjik Jimi Multhaza sang vokalis masih saja seperti yang saya ihat 11 tahun lalu saat The Upstairs manggung di depan TVRI. Tak mau melewatkan momen, saya kemudian merapat ke tengah kerumunan dan berdansa resah didalamnya. Benturan-benturan moshpit tak terelakkan tapi saya nikmati karena adrenalin seperti ini jarang lagi bisa ditemukan.
<\/p>\n\n\n\n

Sama seperti Goodnight Electric, The Upstairs menutupnya dengan bijak. Romansa penonton yang hadir akan\u00a0 Pensi ala anak SMA di awal 2000an dan hingga sepuluh tahun setelahnya tak mereka kecewakan. Jimi dkk memilih lagu Matraman sebegai tembang penutup, lagu yang menurut Jimi (saat populer) bisa diputar hingga berulang kali dalam satu hari di radio-radio lokal. Lagu yang kemudian menjadi soundtrack skena persahabatan, cinta, dan tawuran anak SMA kala itu.\u00a0<\/p>\n\n\n\n

Baca: Smoker Traveller: Hero Coffe Kota Tua Semarang<\/a><\/p>\n\n\n\n

The Adams sebagai band ketiga yang tampil lalu datang meneduhkan suasana. Betul, penonton langsung terbuai saat itu oleh suara yang beradu-adu antara Saleh Husein dan Ario Hendarwan. Sing along kemudian jadi hal yang wajib dilakukan saat itu, semuanya menikmati karaoke masal dari lagu-lagu yang dibawakan seperti Hanya Kau, Berwisata, Konservatif, hingga Halo Beni. Suasana kala itu semakin manis saat sang pianis The Adams (hingga kini belum saya ketahui namanya) selalu melemparkan senyumnya ke arah penonton. Ah sial, saat itu saya berada di posisi yang sangat jauh darinya, itu saja sudah membuat saya bergetar.
<\/p>\n\n\n\n

Karena saya memarkir motor di luar area Kuningan City dan hanya dijaga sampai pukul 23:30, akhirnya kami pulang lebih cepat. Saat keluar venue saya memastikan tetap sebats dulu, mereview apa yang menarik terjadi di dalam sana. Saya lantas menarik kesimpulan bahwa dari pengalaman selama hampir tiga jam lebih menikmati konser tanpa rokok, tak terjadi apa-apa dari kami. Tak ada kekhawatiran berlebihan, perubahan mood karena tak merokok, atau keburukan lainnya. Semuanya sama saja dan normal-normal saja.
<\/p>\n\n\n\n

Hanya jika boleh memberi saran kepada pihak pengelola, perampasan rokok tentu mesti dipertimbangkan ulang. Sekali lagi rokok adalah produk legal dan mempunyai aturan yang sudah disepakati terkait pengkonsumsiannya. Lagian, saya kira para perokok sekarang juga sudah mulai tertib terhadap aturan dan tidak ingin merugikan terhadap yang lainnya.<\/p>\n","post_title":"Pengalaman Tiga Jam Lebih Menyaksikan Konser Musik Tanpa Asap Rokok","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"pengalaman-tiga-jam-lebih-menyaksikan-konser-musik-tanpa-asap-rokok","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-09-04 07:32:19","post_modified_gmt":"2019-09-04 00:32:19","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6017","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":6014,"post_author":"877","post_date":"2019-09-03 09:18:50","post_date_gmt":"2019-09-03 02:18:50","post_content":"\n

Masih ingat kemarin, tulisan Djarum yang ada di kaos para atlit olahraga dipermasalahkan KPAI dan kawan-kawannya? Banyak orang-yang omong, ternyata ada orang kaya yang diusik, tapi dia hanya diam tanpa ada kata sedikitpun sebagai pembalasan terhadap yang mengusiknya. Bahkan cenderung mengalah, bikin orang lain gregetan. Kalimat itu yang aku tangkap dari salah satu temen bernama Nur Cholis asal Desa Gribiq, Kabupaten Kudus.<\/p>\n\n\n\n

Seminggunan kemarin, tepatnya Minggu 25 Agustus, teman MTS dulu pulang dari Jakarta. Ia sehari-harinya beraktivitas dan bekerja di sana. Di Jakarta, bersama anak istrinya, yang setiap hari jualan sayuran keliling. <\/p>\n\n\n\n

Kami yang sudah lama tidak ketemu, bahkan lebaran kemarin ternyata dia tak pulang ke Kudus. Pantesan tak ada yang rebut ngajak ngopi, orang yang biasa ngajak ngopi orangnya masih di Jakarta. Memilih lebaran di sana, karena dititipin rumah tetangganya yang katanya sudah seperti keluarganya sendiri yang kala itu baru mudik.\u00a0<\/p>\n\n\n\n

Baca: Sesat pikir KPAI Melarang Audisi Pencarian Bakat Bulutangkis Anak-Anak<\/a><\/p>\n\n\n\n

Temanku itu panggilannya Djumari, rumahnya dulu daerah Kaliwungu Kudus bagian barat. Ia pulang dalam rangka ada acara nikahan saudara dari istrinya. Dasar Djumari, kalau gak ngopi bareng dan ketemu temen-temen gak puas katanya, karena mumpung di Kudus. Ia gunakan kesempatan sebelum datang kesempitan disela-sela acara nikahan saudaranya. Lewat pesan singkat WA, tanpa hitungan jam ajakan ngopi Djumari, langsung di respon banyak teman yang tergabung di group WA. Ada yang tanya kapan datangnya, ada yang komentar besuk aja ngopinya soalnya masih diluar kota, ada yang bilang sore ini aja tancap gas. Djumari menjawabi dan balas komentar teman-teman. Dihari itu, Djumari kayak artis banyak ajakan dan tawaran teman-teman. <\/p>\n\n\n\n

Memang, teman-teman alumni MTS Madrasah Qudsiyyah Kudus kompak sekali, bahkan sudah kayak saudara sendiri semua. Kita sering kumpul walaupun hanya sekedar ngopi, yang penting bertemu dan ngobrol. Tidak jarang, kita ketemu dengan agenda acara resmi dan agak resmi. Seperti disaat salah satu teman punya hajat, bahkan hajat kecilpun kayak acara \u201cmanaqiban\u201d sering mengundang teman lainya. Pasti ada yang bingung apa itu manaqiban<\/em>?. Aku jelasin sebentar, manaqiban itu, acara membaca sejarah Syeih Abdul Qodir Jaelani ulama dahulu setelah masa Shahabat Nabi, yang terkenal alimnya dan sufi serta berkaromah. Nah, bagi kita-kita penggemarnya, sering kali kita baca sejarahnya. Dengan cerita sejarah  Syeih Abdul Qodir Jaelani, kita penggemar berharap agar apa yang kita lakukan dido\u2019akan atau di amini beliau semua urusan kita lancar. Karena menurut kita penggemar, meyakini Syeih Abdul Qodir Jaelani kekasih Tuhan, kalau dalam bahasa Jawa \u201cbolone Gusti Allah\u201d. Ini sekilas penjelasan tentang istilah manaqiban<\/em>, kalau mau tau lebih lanjut, khasiat-khasiatnya, bisa kita diskusi dilain waktu aja. Yang jelas di acara manaqiban<\/em> ini sudah jadi tradisi ada \u201cingkung\u201d ayamnya. Ini yang biasa kita nantikan.<\/p>\n\n\n\n

Kembali ke acara ngopi, disore itu temenku Djumari langsung nentukan tempat ngopi dan waktunya. Kita biasa ngopi ditempat sederhana. Akhirnya, Djumari mutusin habis isya\u2019 kumpul dan ngopi di rumah teman kita satunya namanya Nur Cholis, juga tergabung dalam group WA. Setelah tahu bakal kerumahnya, Nur Cholis langsung komen, lapan enam laksanakan. Aku langsung teringat temenku namanya Fawaz, orang Betawi keturunan Arab, sering kalau jawab pas di WA pakai tulisan lapan enam.\u00a0<\/p>\n\n\n\n

Baca: PB Djarum, Prestasi Bulutangkis Nasional, dan Kegagalan KPAI Memahami Peristiwa<\/a><\/p>\n\n\n\n

Waktu isya\u2019 tiba, suasana mau hujan, sedikit grimis, hawanya lumayan dingin dibanding sebelumnya panas dan gerah. Tapi semangat ngopi dam ngobrol teman-teman tak mengendor. Bahkan di group sudah ada yang ribut, ngajak-ngajak \u201cayo ayo waktunya kopdar tiba, ada bonus banyak rezeki lho\u201d, Rifai namanya, seorang pembicara atau muballig yang sering ceramah di masyarakat. <\/p>\n\n\n\n

Aku datang sekitar jam 20.00, terlihat banyak tema yang sudah pada kumpul, didepannya ada segelas kopi. Maklum kita orang desa ngopinya gak pakai cangkir, tapi pakai gelas es yang tinggi. Dibenakku ini ngopi apa kehausan?, tapi yang penting tetap ngopi dan merokok. Di meja terlihat banyak rokok bermacam-macam mereknya, sesuai kesukaan masing-masing. Ada yang bawa Sukun Putih, ada yang bawa Gudang Garam, kebanyakan bawa LA, tapi ada juga yang bawa rokok bikinan sendiri alias \u201cTingwe\u201d nglinting dewe dirumah ditaruh plastik. Aku coba rokok tingwe itu sambil ngobrol bareng, ternyata lumayan enak ramuan rokoknya, dibanding tingwe tingwe yang pernah aku rasakan. Yang buat tingwe namanya Sutopo, profesinya sehari-hari memang jual beli tembakau. Karena penasaran, sutopo aku tanya, kok enak, ini tembakau mana?. Dijawabnya \u201cbiasa tembakau Temanggung\u201d tapi aku kasih cengkeh kualitas wahid, dan sedikit ramuan saos sendiri (bahannya dirahasiakan), yang jelas katanya bahan saos dari rempah rempah bikinan sendiri. <\/p>\n\n\n\n

Ngobrol kita mengalir tanpa ada sekat dan batasan, malah terkadang pada ngobrol sendiri-sendiri dengan teman didekatnya. Giliran Djumari disuruh cerita pengalamannya, teman teman pada diam, mungkin pada penasaran. Soalnya dulu, sebelum ke Jakarta ia bekerja di Djarum. Ia ceritakan alasannya harus ke Jakarta. Awalnya, sering pulang pergi Jakarta Kudus untuk pengobatan istrinya yang sedang sakit di salah satu pengobatan alternatif disana atas rekomendasi saudaranya yang sudah lama hidup di Jakarta. Ia menceritakan sakit istrinya yang sering pusing, dan pusingnya bukan pusing biasa, dan seringkali istrinya sampai membentur-benturkan kepalanya. Kemudian, saat diharuskan kontinyu pengobatannya, minimal satu tahun agar cepat sembuh, akhirnya ia putusin meninggalkan Kudus sementara, termasuk pekerjaannya. Alhamdulillah istrinya sekarang sudah sembuh total.\u00a0<\/p>\n\n\n\n

Baca: Cacat Pikir KPAI Memaknai Kata Ekploitasi Anak dan Promosi<\/a><\/p>\n\n\n\n

Disela sela nungguin istrinya sakit, ia sering diajak saudaranya jualan sayuran keliling. Nah, walaupun sekarang istrinya sudah sembuh, ia tetap di Jakarta. Sebab dipikirannya, kalau kembali ke Kudus mulai dari awal lagi, mending yang sudah ada didepan mata dijalanin dulu. Nanti pelan-pelan sambil melihat peluang di Kudus, ia pun akan pulang. Obrolan tetap seru, walaupun djarum jam sudah tepat diangka 12.00 malam. Namun domain obrolan lebih pada Djumari sebagai nara sumber, ia menceritakan semua pengalaman dan kejadia yang ia lihat, sampai ia menceritakan berita kalau pabrik Djarum yang dulu pernah ia singgahi, sedang dipermasalahkan KPAI. Memang sebenarnya ia tak paham alur permasalahanya. Tahunya, KPAI gak suka bulu tangkis Djarum berjalan, memusuhi rokok. <\/p>\n\n\n\n

Sebagai orang yang pernah menjadi karyawan Djarum, jadi wajar dan pantas kalau ia membela Djarum, apalagi ia asli Kudus. Saking semangatnya, ia ngomong \u201cnek aku dadi Djarum, tak tuku iku KPAI, paling ora tak lawan\u201d \u201candaikan aku yang punya Djarum, aku beli KPAI, paling tidak dilawan\u201d. Ada yang menyambar omongan, \u201csampek matek kuwe Djum, ogak bakal dadi bos Djarum\u201d \u201csampai mati kamu Djum, tidak akan jadi bos Djarum\u201d haha\u2026\u2026disambut dengan tawa klakaran teman-teman termasuk saya sendiri. Di sela-sela tawa, tuan rumah ngomong \u201cancen gawe gregeten, kenopo Djarum mung meneng, malah ngalah\u201d \u201cbikin gregeten, kenapa Djarum diam dan cenderung mengalah\u201d. <\/p>\n\n\n\n

Nah, ternyata, banyak orang yang sangat simpati dan membela pabrik Djarum, terutama orang Kudus. Rata-rata mereka, tak tahu apa yang harus dilakukan, apa yang harus diperbuat. Sebagai manusia lemah, mereka hanya bisa marah  yang terpendaam dalam hati, dengan melihat kejadian KPAI menyerang Djarum. Coba, andaikan mereka tahu kalau dibelekang KPAI ada kepentingan asing yang mengusik rokok kretek asli Kudus, yang sudah mendarah daging bagi masyarakat Kudus. Pastinya, pembelaanya lebih dari itu, bahkan mungkin mati-matian.
<\/p>\n","post_title":"Cerita di Balik Segelas Kopi untuk Djarum","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"cerita-di-balik-segelas-kopi-untuk-djarum","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-09-03 09:19:00","post_modified_gmt":"2019-09-03 02:19:00","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6014","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":6008,"post_author":"878","post_date":"2019-08-30 15:06:07","post_date_gmt":"2019-08-30 08:06:07","post_content":"\n

Pada mulanya, saya mengira tanaman tembakau ditanam, dirawat, dan dipanen sama dengan kebanyakan tanaman-tanaman semusim lainnya di negeri ini. Ada proses pembibitan, kemudian proses penanaman, lantas tanaman rutin disiram dan diberi pupuk, ada proses perawatan hingga akhirnya dipanen ketika musim panen tiba. Tapi nyatanya, perkiraan saya salah. Tembakau tanaman yang cukup unik. Beda dari banyak tanaman semusim lain yang lazim ditanam petani di banyak tempat di Indonesia.<\/p>\n\n\n\n

Hal paling menonjol yang membedakan tanaman tembakau dengan tanaman semusim lain ada pada masa tanam dan masa panen tiba. Tanaman tembakau menjadi anomali karena ditanam saat musim penghujan akan berakhir. Lalu dipanen ketika musim kemarau sedang berada pada puncaknya. Saat tanaman-tanaman semusim lainnya enggan tumbuh, bahkan rumput sekalipun mengering karena kemarau.<\/p>\n\n\n\n

Tiga tahun belakangan, saya banyak bergaul dengan petani dan buruh tani tembakau di Kabupaten Temanggung, juga dengan anak-anak mereka. Jika sebelumnya saya sekadar penikmat rokok kretek, tiga tahun belakangan, saya mulai tertarik untuk mempelajari seluk-beluk seluruh lini yang mendukung industri kretek nasional. Yang paling menarik minat saya, tentu saja konteks pertanian dan sosial masyarakat yang memproduksi komoditas yang menjadi bahan baku utama produk kretek. Tembakau dan cengkeh.<\/p>\n\n\n\n

Baca: Melihat Petani Tembakau di Temanggung Memanen Tembakau Mereka<\/a><\/p>\n\n\n\n

Dari sekian banyak hal menarik yang disajikan pertanian tembakau hingga proses penjualan hasil panen tembakau yang saya amati di wilayah Kabupaten Temanggung, hal yang terus menerus menarik minat saya dan hingga saat ini belum sepenuhnya saya pahami adalah proses panen tembakau dan penentuan grade tembakau hasil panenan petani. Sama seperti kesalahan saya mengira tanaman tembakau ditanam dan diproses mirip dengan tanaman semusim lainnya, dugaan saya perihal proses panen tembakau juga salah sepenuhnya. Dahulu saya mengira daun-daun yang siap dipanen dari tanaman tembakau ya dipanen begitu saja. Menunggu daun-daun yang tumbuh pada tanaman tembakau siap dipanen, lantas dipanen seluruhnya dalam satu waktu oleh para pekerja di kebun. Nyatanya tidak begitu. Dan lebih rumit dari itu.<\/p>\n\n\n\n

Mayoritas tembakau yang ditanam di wilayah Temanggung berasal dari jenis kemloko. Ada kemloko 1, kemloko 2, dan kemloko 3. Dari ketiga varietas kemloko tersebut, metode panen dan penentuan grade tembakau memiliki tata cara yang sama persis. Seluruh petani di Temanggung menerapkan metode panen yang mirip. Dari metode panen tersebut, ternyata berpengaruh terhadap tingkatan kualitas tembakau yang dipanen, petani di Temanggung kerap menyebut \u2018tiam\u2019 atau \u2018grade\u2019 untuk perbedaan tingkat kualitas tembakau yang dipanen.<\/p>\n\n\n\n

Tidak seperti tanaman semusim lainnya yang dipanen dalam satu waktu, tembakau dipanen bertahap mulai dari daun terbawah pada pohon hingga daun teratas. Dalam satu tanaman tembakau, panen bisa berlangsung sebanyak 13 hingga 15 kali dalam sekali musim tembakau. Jarak antara panen satu dengan panen lainnya, antara lima dan tujuh hari. Dengan kondisi ini, musim panen tembakau di Temanggung atau yang kerap disebut musim \u2018mbakon\u2019 bisa berlangsung selama dua hingga tiga bulan. Tahun ini, panen dimulai pada pertengahan Juli dan diprediksi akan berakhir pada pertengahan Oktober.<\/p>\n\n\n\n

Baca: Tuhan Tidak Menciptakan Tembakau untuk Dibenci dan Dicaci<\/a><\/p>\n\n\n\n

Metode panen seperti itu, yang bertahap dan berjeda dari panen satu daun ke daun lainnya ternyata berpengaruh terhadap tingkatan kualitas daun tembakau. Daun-daun yang dipanen lebih awal, gradenya berada pada grade yang rendah. Grade terus meningkat hingga sampai puncaknya seiring panen-panen selanjutnya pada tanaman yang sama. Dalam satu tanaman tembakau, grade daun sudah pasti berbeda-beda sesuai dengan waktu panenan daun di tanaman tersebut.<\/p>\n\n\n\n

Agar lebih mudah dipahami, mari kita bayangkan sebatang tanaman tembakau yang tumbuh subur dalam kondisi normal dan tanaman itu sudah mulai memasuki masa panen. Pada sebatang tanaman tembakau itu tumbuh sebanyak 17 helai daun dari bawah ke atas. Panen pertama dimulai. Daun paling bawah dari tanaman tembakau itu dipetik untuk dipanen. Hanya satu helai daun saja, yang terbawah. Daun yang pertama dipanen itu, biasanya memiliki grade A. Adakalanya kualitas tembakau pada panenan pertama sudah mulai berada pada grade B. Di beberapa titik bahkan sudah ada yang menghasilkan tembakau grade C. <\/p>\n\n\n\n

Lima hingga tujuh hari kemudian, panen daun kedua dilakukan. Satu daun saja dari sebatang tanaman, daun terbawah yang dipanen. Lima hingga tujuh hari berikutnya lantas dipanen lagi. Begitu seterusnya hingga 12 atau 13 kali panen. Semakin ke atas daun yang dipanen seiring bertambahnya waktu, grade tembakau juga meningkat hingga puncaknya berhenti di grade F. Hanya sedikit tembakau yang bisa melampau grade F, mencapai grade G dan H, itulah tembakau-tembakau jenis srintil berharga jutaan rupiah per kilogramnya.<\/p>\n\n\n\n

Selain waktu panen dan letak daun dalam sebatang tanaman, jenis tanah, unsur hara yang terkandung dalam tanah, asupan embun alami, pancaran sinar matahari yang cukup, serta proses fermentasi dan penjemuran usai daun-daun dipanen, menjadi penentu kualitas tembakau yang menempatkan daun tembakau itu pada grade tertentu. Satu hal lain lagi yang sangat berpengaruh terhadap grade tembakau adalah wilayah tembakau itu ditanam. Ada tiga wilayah tempat tembakau biasa ditanam. Wilayah persawahan (dataran rendah), wilayah tegalan (dataran menengah), dan wilayah gunung (dataran tinggi). Kondisi tanah dan faktor ketinggian dan kondisi geografis lainnya berpengaruh terhadap kualitas tembakau.<\/p>\n\n\n\n

Di wilayah persawahan, tanaman tembakau memang subur dan tumbuh cepat, namun tembakau yang ditanam di sana maksimal hanya bisa menghasilkan tembakau grade D, atau D+. Sedang tembakau yang ditanam di wilayah tegalan, maksimal bisa menghasilkan tembakau grade E hingga E+. Yang terbaik, tentu saja tembakau yang ditanam di wilayah gunung. Meskipun membutuhkan waktu tanam lebih lama dibanding dua wilayah lainnya, rata-rata panenan terakhir mencapai grade F hingga seterusnya dengan tembakau terbaik bernama srintil.   <\/p>\n\n\n\n

Ini sedikit yang saya pelajari di Temanggung hasil belajar langsung dari para petani di sana. Saya tidak tahu dengan metode panen dan penentuan grade tembakau di wilayah lain dengan jenis tembakau lain juga. Menarik sebetulnya mencari tahu di tempat lain. Semoga sekali waktu nanti berkesempatan untuk itu. 
<\/p>\n","post_title":"Penentuan Grade Tembakau di Temanggung","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"penentuan-grade-tembakau-di-temanggung","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-08-30 15:06:14","post_modified_gmt":"2019-08-30 08:06:14","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6008","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5999,"post_author":"877","post_date":"2019-08-28 09:40:02","post_date_gmt":"2019-08-28 02:40:02","post_content":"\n

Direktur Pusat Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Amerika Serikat (CDC), Robert Redfield, mengungkapkan kematian tragis di Illinois memperkuat dugaan karena vape<\/a> atau rokok elektrik. Berita tersebut atas laporan Dinas Kesehatan Illinois yang mengumumkan ada satu pasien yang akhirnya meninggal dunia. Kasus ini kemungkinan jadi kasus pertama kematian akibat penyakit berkaitan dengan vape.
<\/p>\n\n\n\n

Kejadian di atas menjawab keberadaan vape atau rokok elektrik sangat membahayakan. Berbeda dengan resiko rokok kretek, bisa menimbulkan penyakit jika mengkonsumsinya berlebihan atau kebanyakakan, dan hidup tidak seimbang. Misalnya dalam satu hari merokok sampai tiga atau empat bungkus, tanpa makan nasi atau makan-makanan sehat, tanpa olah raga, tanpa minum air putih, selalu didampingi kopi atau teh, istirahatnya kurang dan sebagainya. Maka dipastikan orang tersebut akan jatuh sakit bahkan meninggal dunia.\u00a0<\/p>\n\n\n\n

Baca: Terkuak, Rokok Elektrik Berbahaya bagi Kesehatan<\/a><\/p>\n\n\n\n

Tidak hanya itu, otoritas kesehatan di Amerika Serikat telah berhasil menginvestigasi kemunculan penyakit paru-paru misterius di antara kalangan pengguna rokok elektrik atau vape. Dilaporkan setidaknya ada 195 kasus potensial penyakit paru-paru di 22 Negara karena kena dampak dari vape atau rokok elektrik.
<\/p>\n\n\n\n

Jadi, masyarakat perlu waspada beredarnya vape atau rokok elektrik. Belum lagi, sebetulnya rokok elektrik atau vape, berdampak juga peningkatan perokok anak.\u00a0 Yang menjadi daya tarik bagi anak, selain bentuknya yang elegan, simpel, juga beraroma buah-buahan yang terkemas dalam cairan.<\/strong><\/p>\n\n\n\n

Orang yang mengatakan bahwa vape atau rokok elektrik lebih mensehatkan dari pada rokok kretek, pendapat tersebut sangat keliru. Disampaing efek dari rangkaian listrik dan battre juga cairan dalam rokok elektrik berpengaruh terhadap resiko jantung.  <\/p>\n\n\n\n

Hasil penelitian yang diterbitkan dalam Journal of American College of Cardiology pada Mei lalu ini menambah bukti bahwa cairan rokok elektrik dapat menghambat fungsi sel-sel tubuh yang berperan dalam kesehatan jantung. Cairan dalam vape atau rokok elektrik pada akhirnya merusak sel-sel yang melapisi pembuluh darah. <\/p>\n\n\n\n

Keberadaan vape atau rokok elektrik di pasaran sangat membahayakan bagi orang Indonesia, terlebih pemuda-pemuda, yang banyak memilih merokok vape aatau rokok elektri. Menurutnya, selain bentuk kecil, simpel dibawa dan ada aroma buah-buahan sesuai selera. Akan tetapi dibalik bentuknya yang bagus, menyembunyikan banyak penyakit ketika dikonsumsi.\u00a0<\/p>\n\n\n\n

Baca: Kata Siapa Lebih Sehat? Perokok Elektrik Berisiko Terjangkit Penyakit Kardiovaskular<\/a><\/p>\n\n\n\n

Hingga kini CDC masih melakukan investigasi lebih lanjut, dengan mengimbau agar para dokter mengumpulkan data dan sampel bila menemukan pasien dengan gejala penyakit paru serupa, tentunya akibat rokok elektrik atau vape. Bentuk dan merek rokok elektrik dan vape banyak varian dan banyak merek. JUUL termasuk merek rokok elektrik atau vape yang saat ini naik daun.\u00a0<\/p>\n\n\n\n

Ada yang mengatakan bahwa tak tepat membandingkan rokok tembakau dengan rokok elektrik. Ya benar tak tepat, karena rokok elektrik atau vape resikonya sangat tinggi. Sedang rokok tembakau resikonya kecil, apa lagi rokok kretek mungkin resikonya sangat kecil sekali terhadap tubuh. Alasannya, munculnya rokok kretek bertujuan untuk pengobatan sakit bengek, dan tujuannya berhasil. Hingga banyak orang melakukan pemesanan rokok kretek saat itu, rokok kretek belum sebagai industri besar masih bersifat rumahan,  keadaan tersebut sekitar abad 19. <\/p>\n\n\n\n

Dalam studi ini, tim peneliti menemukan bukti efek toksik pada sel-sel yang melapisi pembuluh darah dan melindungi jantung. Beberapa bukti tersebut termasuk di antaranya gangguan pada fungsi sel dan munculnya tanda-tanda peradangan. Para peneliti mengamati bagaimana respons sel saat bersentuhan dengan cairan rokok elektrik. Efek yang paling kentara terlihat pada cairan dengan rasa kayu manis.<\/p>\n\n\n\n

Baca: Riset Kesehatan Rokok Elektrik<\/a><\/p>\n\n\n\n

Sekelompok ahli kardiovaskular dari University of Massachusetts menganjurkan peneliti agar melakukan uji rokok elektrik atau vape lebih yang beraroma. Karena sumsi sementara, produk vape atau rokok elektrik yang beraroma dan punya pilihan rasa lebih berbahaya dari pada rokok vape natural. Namun yang banyak beredar dipasaran, justru yang beraroma dan berasa buah-buahan, dari pada yang natural. <\/p>\n\n\n\n

Studi pada 2018 lalu menunjukkan, penggunaan rokok elektrik harian berisiko terhadap serangan jantung, meski dengan probabilitas yang lebih rendah daripada perokok tembakau. Menurut dr Lawrence Phillips pakar kardiovaskular NYU Langone Health mengatakan \u201cKita melihat semakin banyak bukti bahwa rokok elektrik berhubungan dengan peningkatan risiko serangan jantung\u201d.<\/p>\n\n\n\n

Dari hasil pakar dan hasil studi di atas menegaskan bahwa keberadaan rokok vape atau rokok elektrik, resikonya sangat besar. Bahan utama rokok vape atau elektrik yang paling besar memberikan efek negatif pada tubuh manusia adalah cairan perasa. Akibat cairan perasa dalam rokok elektrik  atau vape termasuk merek JUUL beresiko terjadi peradangan, terjangkit penyakit jantung dan paru-paru akut, selanjutnya berakibat kematian. <\/p>\n\n\n\n

Untuk itu, demi masa depan bangsa Indonesia harusnya ada regulasi pelarangan peredaran rokok elektrik atau vape yang nyata-nyata telah ada kasus dengan didukung beberapa riset dan studi tentang konten rokok elektrik atau vape, yang hasilnya mempunyai resiko tinggi dapat menyebabkan penyakit berujung kematian.         
<\/p>\n","post_title":"Perokok Elektrik Berisiko Besar Terjangkit Penyakit Mematikan","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"perokok-elektrik-berisiko-besar-terjangkit-penyakit-mematikan","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-08-28 09:40:09","post_modified_gmt":"2019-08-28 02:40:09","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5999","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5988,"post_author":"855","post_date":"2019-08-24 10:41:28","post_date_gmt":"2019-08-24 03:41:28","post_content":"\n

Sumber permasalahan besar dunia pertembakauan sejatinya bukan iklim dan hama, melainkan kebijakan pemerintah dan para plolitisi yang ikut serta membicarakannya, tanpa dasar yang kuat, adil dan cenderung ugal-ugalan.
<\/p>\n\n\n\n

Jika orang dahulu tidak berani bicara kecuali kepada hal-hal yang benar-benar diketahui, kali ini banyak sekali orang yang banyak bicara daripada membaca, baik buku maupun alam kauniyah (dunia nyata). Maka jangan heran, jika tidak sedikit politisi dan pemerintah yang gagal paham dunia pertembakau, dari berbagai sisi, karena mereka mendapatkan informasi sepotong-sepotong, tanpa ada usaha untuk tabayyun <\/em>lebih mendalam apalagi turun ke ladang untuk memastikan.
<\/p>\n\n\n\n

Kini hama petani muncul lagi dari kalangan politisi. Sebut saja namanya Sukamta (nama asli) yang kini menjabat sebagai sekretaris Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS). Kenapa semua orang yang terkait dengan industri hasil tembakau (petani, buruh, dsb) dianggap tidak sejahtera, ya karena partai yang harusnya adil saja tidak mampu berbuat adil, bahkan dalam pikiran dan apa yang keluar dari mulutnya.<\/p>\n\n\n\n

Baca: Tuhan Tidak Menciptakan Tembakau untuk Dibenci dan Dicaci<\/a>
<\/p>\n\n\n\n

Tidak perlu bicara terlalu jauh. Mari kita kita uji omongan Sukamta yang dimuat situs ayosemarang.com, 22 Agustus 2019. Omongan yang sejatinya sebuah template dan selalu dipakai oleh antirokok. Semacam gaya kampanye sholih li kulli zaman wal makan, <\/em>meski dibangun dari logika berantakan dan cenderung mengutamakan kengawuran daripada analisa yang mendalam. Ya memang itulah keistimewaan antirokok, anti terhadap data valid dan percaya diri berlebihan dalam kesesatan berpikir.
<\/p>\n\n\n\n

Bagi Sukamta, harga rokok di Indonesia, sebuah negeri yang besar salah satunya ditopang oleh dunia pertembakauan, harus dinaikkan 700 persen. Alasannya supaya orang miskin tidak dapat membeli rokok. Jika orang miskin yang merokok jatuh sakit, maka negara melalui (Jaminan Kesehatan Nasional) JKN rugi menanggung biayanya. Tentu saja ini berbeda dengan, orang kaya boleh makan junkfood<\/em>, minuman bersoda, dan berlaku semaunya, karena jika jatuh sakit mereka bisa membiayai sendiri dan dapat memperkaya negara.
<\/p>\n\n\n\n

Cara sistematis ini akan diduplikasi dan diperbarui terus menerus. Bermula dari seorang sakit yang berobat ke dokter, jika ia merokok maka dokter akan berkata, \u201cbapak sakit karena rokok\u201d, dan dokter tidak secara jujur bahwa penyakit itu datang dari sebab apapun, bisa gula, bisa gaya hidup yang berantakan, kurang minum air putih, stres dengan obat mahal, dsb.
<\/p>\n\n\n\n

Kenapa Sukamta cenderung ingin menaikkan harga rokok untuk menyelesaikan permasalahan JKN yang rumit itu? Ya karena sudah menjadi tabiat antirokok, bahwa berpikir keras untuk mencari solusi adalah buang-buang waktu, makanya rokok akan disalahkan supaya permasalahan menjadi lekas selesai. 
<\/p>\n\n\n\n

Coba kita kembali ke tahun 2018, saat BPJS Kesehatan defisit dan ditambal oleh cukai rokok. Para pegiat kesehatan beralasan, jumlah masyarakat sakit yang kian bertambah dan narasi yang kemudian dibangun; sakit-sakit itu disebabkan oleh rokok. Tidak berhenti sampai di situ, beragam alasan yang penting pengelola kesehatan \u201cselamat\u201d banyak digaungkan di media (tanpa ada sikap ksatria untuk mengakui bahwa memang masih banyak masalah dalam JKN, baik pengelolaan maupun skema yang lebih baik, yang perlu dicarikan solusi).<\/p>\n\n\n\n

Baca: Kegagalan Lakpesdam PBNU dalam Melihat Produk Tembakau Alternatif<\/a><\/p>\n\n\n\n

Koordinator Advokasi BPJS Watch, Timboel Siregar, megkritisi beragam narasi yang dibangun oleh pegiat kesehatan. Ia mengusulkan agar BPJS fokus pada pengawasan penetapan inasibijis oleh pihak rumah sakit. Timboel menilai, inasibijis merupakan gerbang terjadinya defisit BPJS Kesehatan. Inasibijis (INA-CGB) merupakan sebuah singkatan dari Indonesia Case Base Gropus, yakni sebuah aplikasi yang digunakan rumah sakit untuk mengajukan klaim pada pemerintah. (bisnis.com)
<\/p>\n\n\n\n

Kita tidak pernah tau, apa yang dilakukan rumah sakit terhadap pasien-pasien yang membayar BPJS. Kita juga tidak pernah tau jika ada pasien BPJS kelas I diberi fasilitas kelas II atau III, dan rumah sakit mengklaim biaya kelas I ke negara. Tentu saja yang demikian ini tidak penting bagi antirokok. <\/p>\n\n\n\n

Baca: Ada Campur Tangan Bloomberg dalam Surat Edaran Menkes terkait Pemblokiran Iklan Rokok<\/a><\/p>\n\n\n\n

Sukamta juga bilang, orang-orang yang kecanduan merokok dan mampu membeli rokok yang mahal, dipersilahkan tetap merokok asal menanggung sendiri biaya pengobatan akibat penyakit karena rokok. Asalkan dampak buruk akibat konsumsi rokok tidak membebani negara kerena pemasukan dari cukai tembakau tidak sebanding dengan biaya yang harus dikeluarkan negara. (ayosemarang.com)
<\/p>\n\n\n\n

Bagi saya pribadi, ini adalah statemen yang sangat lucu. Sejak kapan sih negara betul-betul hadir dan perhatian terhadap kesehatan masyarakat, khususnya di pedesaan dan pedalaman? Kalau ada pun, menjalankannya setengah hati. Dan sejak kapan rokok itu menjadi candu, padahal yang candu itu kekuasaan dan menjadikan masyarakat sebagai jembatan untuk menuju \u201ckekuasaan dalam negara\u201d? 
<\/p>\n\n\n\n

Sukamta juga menganggap, bahwa perokok bukan orang yang produktif? Faktanya? Setahu saya orang-orang yang merokok punya produtivitas tinggi, mereka hidup sebagaimana keringat yang diperas setiap hari. Tanpa berharap kepada negara apalagi Sukamta.
<\/p>\n\n\n\n

Sekadar saran saja, sebaiknya PKS tidak perlu ngelantur bicara rokok. Silahkan bicara, asalkan keadilan sosial sebagaimana nama partainya tidak hanya selesai pada tataran konsepsi dan gagah-gagahan, melainkan pada tahap tindakan dan contoh konkrit atasnya.
<\/p>\n","post_title":"Ketika PKS Bicara Rokok","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"ketika-pks-bicara-rokok","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-08-24 10:51:25","post_modified_gmt":"2019-08-24 03:51:25","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5988","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":35},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"epic_block_3"};

\n

Baru-baru ini atau kemarin, tepatnya pada tanggal 3 September 2019, ada Gerakan Bebas TAR dan Asap Rokok (GEBRAK). Gerakan ini menginginkan Indonesia bebas asap rokok dan tar. Dengan penjelasan fafifu babibu\u2026..,<\/em> yang intinya asap rokok berbahaya, berpotensi menimbulkan masalah, sampai menjelaskan pengaruh asap rokok dapat mengakibatkan kanker . Diujung penjelasan, gerakan ini mendorong dan mengkampanyekan produk tembakau alternatif. Coba, kalau kita nalar dengan pikiran cerdas, gerakan ini lucu dan aneh ya. Katanya mau bebas asap rokok, ini kok menawarkan rokok walaupun dengan bentuk lain. Mungkin gerakan ini harus digebrak juga, biar bangun dari mimpinya dan berpikiran cerdas, atau mungkin perlu ngopi dan ngretek dulu biar hijab wacananya terbuka. <\/p>\n\n\n\n

Coba kita telusuri atau kita cari tahu wujud tembakau alternatif. Pasti jawabannya menunjuk rokok elektrik. Karena di dunia ini tak ada lain produk tembakau alternatif kecuali rokok elektrik. Jenis dan mereknya banyak varian, ada vape, ada JUUL, I-Qos dan masih banyak lagi. Produksinya atau pabrikannya gak ada di Indonesia, adanya jauh disana Negara paman sam alias Amerika. Kira-kira satu bulan yang lalu, berita yang beredar, produk rokok elektrik ini diusir dari asal Negara produksinya (USA), alias dilarang peredarannya. Alasan utama dilarang beredar, rokok elektrik satu satunya produk rokok yang beresiko tinggi memunculkan penyakit paru-paru misterius bahkan mematikan si pengguna. Laporan dari hasil investigasi otorotas kesehatan di Amerika. Dengan didukung data, sudah ada 195 kasus di 22 negara di dunia.<\/p>\n\n\n\n

Baca: Riset Kesehatan Rokok Elektrik<\/a><\/p>\n\n\n\n

Nah, dinegaranya sendiri aja diusir, ibarat rumah sendiri. Kok malah di Indonesia dikampanyekan. Yang gak aku pahami, justru yang mempromosikan saudara kita sendiri, anak bangsa. Belum lagi cara mempromosikan dengan menjelek-jelekkan rokok kretek, wah ini sudah kebablasan. Sebagai anak bangsa, harusnya bangga dengan produk dalam negeri, bukan malah terbalik. Produk orang lain dibanggakan, sedang produk sendiri di musuhi. Ini ada apa, pasti timbul pertanyaan. Dimana nasionalisme dan patriotisme kalian, yang sudah ditanamkan di tiap jiwa anak bangsa oleh para pendiri bangsa ini. <\/p>\n\n\n\n

Ir, Soekarno atau Bung Karno presiden pertama kali aja bangga dengan produk rokok kretek, kemana-mana selalu ia bawa, bahkan di acara resmi ke Negaraan bertemu dengan tokoh Negara lain pun, rokok kretek selalu dibawa dan disulut. Tak berhenti disitu, dibeberapa pidato Bung Karno selalu disebut dengan perintah untuk melihat Niti Semito pemilik perusaahan rokok kretek terbesar di Kudus sekitar abad 20an. Satu-satunya industri yang masih jaya, dikala industri lain terpuruk masa penjajahan. <\/p>\n\n\n\n

Apa Anda pikir, saat itu tidak rokok produk luar negeri? Anggapan yang salah. Ada namanya rokok cangklong. Kala itu, yang merokok pakai cangklong hanya orang-orang yang berduit tebal, contohnya para saudagar, bangsawan minimal mandor lapangan. Hanya masyarakat jelata yang merokok kretek dengan bungkus daun jagung yang dikemudian hari berubah menggunakan kertas papier. Bahkan tidak jarang, ceritanya saat itu, perokok kretek jadi ejekan, kampungan. Lama-kelamaan rokok kretek merambah naik jadi rokok kelas atas. Bahkan sangat disukai orang luar. Hingga ada pemuda saat itu menjadi pedagang ekspor rokok ke Negara-negara di dunia, Subhan ZE namanya. Salah satu pemuda kaya dari Kudus saat itu, karena berhasil memasarkan rokok kretek keluar Negeri. Konon ceritanya, ia sampai deket dengan orang-orang terpenting Negara lain. Tak hanya itu, ada cerita, ia pernah dipercaya Bung Karno sebagai pelantara untuk pembelian senjata militer. Inilah sekilas tentang cerita sejarah tokoh-takoh dahulu yang punya jiwa nasionalisme dan patriotis tinggi, menjunjung tinggi produk dalam negeri. Bahkan dahulu di Istana Negara tersedia rokok kretek khusus bergambar burung Garuda.<\/p>\n\n\n\n

Baca: Perbandingan Bahan Baku Kretek dan Rokok Elektrik<\/a><\/p>\n\n\n\n

Sekarang kembali ke Gebrak, satu gerakan yang konyol dan tidak konsisten, jauh dari nasionalisme bahkan patriotism. Pertama<\/em>, pernahkan mereka membuat kajian dengan membandingkan volume asap rokok dengan volume asap lainnya (asap buang industri, asap pembakaran, asap knalpot dan lain sebagainya)?, pasti belum pernah. Kalau memang sudah pernah melakukan kajian, tentunya faham jumlah perbandingannya dan asap apa yang paling berdampak pada manusia dan lingkungan hidup. Kalau faham pasti tidak mempermasalahkan (asap rokok). Kedua<\/em>, banyakan mana asap yang dikeluarkan rokok elektrik dengan rokok non elektrik?, nyatanya asap yang dikeluarkan rokok elektrik lebih banyak dari pada rokok non elektrik. <\/p>\n\n\n\n

Ketiga<\/em>, tidah faham media dan konten rokok elektri dengan rokok non elektrik. Namanya elektrik pastinya pakai media listrik untuk pembakarannya. Kalau begitu, coba bandingkan, air hasil pemanasan pakai listrik dengan pemanasan pakai api (kompor), hasilnya pasti bagusan kompor. Kok bisa?, jawabnya mudah, kalau bagusan listrik sudah lama pemerintah mencanangkan program pemanas pakai listrik tidak pakai kompor. Nyatanya pemerintah membuat program kompor gas. Yang menimbulkan masalah baru, terjadi peledakan, kelangkaan, harga naik terus dan sebagainya. Justru masyarakat lebih nyaman dan aman pakai minyak. Namaun karena sudah menjadi program pemerintah, masyarakat kecil tak bisa berbuat lebih. Sekarang konten rokok elektrik dan non elektrik. <\/p>\n\n\n\n

Jelas rokok elektrik memakai proses bahan kimia (buatan) untuk mengolah tembakau, sehingga setelah jadi uap kemudian dibantu pembakaran pakai media listrik menghasilkan asap. Akibatnya asap yang dikeluarkan sangat banyak kayak asap knalpot. Beda dengan rokok non elektrik, bahannya asli pembakarannya natural (api). Api diciptakan Tuhan sebagai pemanas untuk penyeimbang alam (baca kitab tafsir Jalalain). Jadi rokok elektrik memakai proses kimia buatan, sedang rokok memakai proses kimia natural. Rokok sendiri ada dua jenis. Rokok putih dan rokok kretek. Rokok putih hanya menggunakan tembakau, rokok kretek menggunakan tembakau dan cengkeh. Tembakau dan cengkeh jika dibakar menghasilkan senyawa dan menyatu yang dapat sebagai media pengobatan. Beda dengan rokok yang kontennya pakai tembakau saja, maka yang dihasilkan tidak bisa untuk pengobatan.  <\/p>\n\n\n\n

Keempat<\/em>,  baik rokok elektrik dan rokok putih bukan asli Indonesia. Bahkan bahan baku dan produksinya pun tidak di Indonesia. Beda dengan rokok kretek, mulai dari bahan baku dari petani Indonesia yang tersebar di bumi Indonesia, pekerja dan produksinya di Tanah Air ini. Artinya rokok kretek sebagai industri padat karya, yang menghidupi banyak saudara kita. Sehingga ketika memusuhi rokok kretek sama dengan memusuhi saudara sendiri. Ketika membela rokok impor sama dengan membela penjajah. <\/p>\n\n\n\n

Penjelasan perbedaan tiap rokok di atas sengaja tidak dijelaskan pakai rumus matematika atau rumus kimia. Karena kalau dijelaskan hanya orang-orang tertentu yang faham. Namun pada intinya, rokok kretek menyehatkan, rokok jenis lain kebalikannya. Buktinya, sejarah penemuan kretek sebagai media pengobatan sakit bengek atau pernafasan, cengkeh sampai detik ini paling bagus sebagai bahan obat rasa sakit, membuat badan hangat dan sebagainya. Jadi asap rokok (bukan kretek ) apapun jenisnya sangat berbeda dengan asap rokok kretek.  
<\/p>\n","post_title":"Logika Asap Rokok Elektrik dan Asap Kretek Itu Beda","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"logika-asap-rokok-elektrik-dan-asap-kretek-itu-beda","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-09-05 10:09:14","post_modified_gmt":"2019-09-05 03:09:14","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6039","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":6017,"post_author":"919","post_date":"2019-09-04 07:32:17","post_date_gmt":"2019-09-04 00:32:17","post_content":"\n

Saya langsung mengiyakan untuk membeli tiket konser \u2018Tiba-tiba Sudddenly Pensi Road to Gudfest\u2019<\/em> saat diberitahu teman saya bahwa The Upstairs, The Adams, Goodnight Electric, dan Club Eighties akan manggung di sana. Kebetulan teman saya juga yang membelikan tiket tersebut untuk memastikan saya ikut hadir dan menemaninya datang pada perhelatan musik yang berlangsung di Ballroom Kuningan City, Jakarta, 27 Agustus 2019.
<\/p>\n\n\n\n

Boleh dikata saya termasuk orang yang jarang menikmati pentas musik di beberapa tahun belakangan ini. Selain faktor kesibukan, era digital yang merambah segala lini membuat saya mungkin lebih simpel untuk mendengarkan musik via spotify atau youtube. Tentu ada nilai minusnya yaitu euforia yang kurang saya dapatkan jika tak mendatangi konser musik secara langsung.
<\/p>\n\n\n\n

Karena jarang menikmati konser musik belakangan ini, ada satu peraturan yang cukup menarik perhatian saya yaitu dilarang merokok di dalam venue<\/em>. Pertama saya bisa memaklumi itu mengingat venue indoor<\/em> dan ber-ac. Pertanyaan dalam benak saya lalu tersirat, apa nikmatnya menikmati musik terutama saat konser tanpa menghisap rokok? Tapi bagi saya ini tentu jadi tantangan, karena saya juga bisa memastikan bahwa rokok bukanlah candu dan sebagai perokok juga bisa tertib mengikuti peraturan yang ada.<\/strong>
<\/p>\n\n\n\n

Saya kemudian tiba di tempat acara. Saya lantas membeli beberapa minuman dan asyik merokok serta ngobrol dengan teman saya di luar venue<\/em>. Ketika mendekati jadwal open gate<\/em>, kami berbaris rapih untuk masuk ke dalam. Ada satu hal yang menyita perhatian, ternyata rokok kami pun disita. Jika hanya korek kami bisa memaklumi, namun penyitaan terhadap rokok tentu tak masuk di akal. Akhirnya kami mengakalinya dengan menaruh rokok kami di luar, di tempat yang tak mencolok. Adegan ini jika direka ulang laiaknya seorang yang mencoba untuk menyembunyikan narkotika, padahal rokok sejatinya adalah barang legal.<\/p>\n\n\n\n

Baca: Smoker Travellers: Menengok Fasilitas Ruangan Merokok di Bandara Kulon Progo<\/a>
<\/p>\n\n\n\n

Mungkin saya tidak memerhatikan peraturan yang ada apabila ternyata rokok tidak boleh di bawa masuk ke dalam. Namun jika dilarang, baiknya penyelenggara bisa menyediakan tempat penitipan rokok. Bukan apa-apa, mubazir rasanya jika satu bungkus harus dibuang, apalagi perokok yang hadir juga nampaknya mematuhi peraturan dilarang merokok di dalam. Peraturan ini juga nampaknya mesti dikaji ulang karena jika mengacu pada Perda KTR tentu tidak disebutkan.
<\/p>\n\n\n\n

Akhirnya kami pun mengikhlaskan, walau sejatinya harus jua bertindak licik dengan menyembunyikan rokok kami di luar. Bukan apa-apa ini lebih faktor mubazir. Tiba saatnya acara dan Ajis Doa Ibu serta Gilang Gombloh memecahkan suasana dengan dark jokes soal agama hingga lelucon soal Fiersa Besari. Goodnigh Electric kemudian menjadi band pembuka dengan membawakan tembang-tembang lawas seperti Am i Robot, Teenage Love and Broken Heart, The Supermarket I Am In, hingga lagu syahdu mereka yang saya tunggu-tunggu untuk dibawakan yaitu Im OK.\u00a0
<\/p>\n\n\n\n

Lagu ini pernah menjadi soundtrack <\/em>hidup saya kala menyukai seseorang. Semenjak mendengar dan suka dengan Goodnight Electric saat SMA, baru kali ini Im Ok dibawakan. Goodnight Electric juga kemudian menutup aksi panggung mereka dengan budaya yang tak pernah mereka lewatkan yaitu dengan lagu Rocket Ship Goes By dan tak lupa melemparkan pesawat kertas di dekat penghujung lagu.
<\/p>\n\n\n\n

Jika Goodnight Electric adalah pembukaan yang manis, seperti memberi rangsangan mengingat masa-masa SMA penuh dengan jadwal pensi, maka The Upstairs yang manggung selanjutnya adalah yang meledakkan pesta itu sendiri. Performa enerjik Jimi Multhaza sang vokalis masih saja seperti yang saya ihat 11 tahun lalu saat The Upstairs manggung di depan TVRI. Tak mau melewatkan momen, saya kemudian merapat ke tengah kerumunan dan berdansa resah didalamnya. Benturan-benturan moshpit tak terelakkan tapi saya nikmati karena adrenalin seperti ini jarang lagi bisa ditemukan.
<\/p>\n\n\n\n

Sama seperti Goodnight Electric, The Upstairs menutupnya dengan bijak. Romansa penonton yang hadir akan\u00a0 Pensi ala anak SMA di awal 2000an dan hingga sepuluh tahun setelahnya tak mereka kecewakan. Jimi dkk memilih lagu Matraman sebegai tembang penutup, lagu yang menurut Jimi (saat populer) bisa diputar hingga berulang kali dalam satu hari di radio-radio lokal. Lagu yang kemudian menjadi soundtrack skena persahabatan, cinta, dan tawuran anak SMA kala itu.\u00a0<\/p>\n\n\n\n

Baca: Smoker Traveller: Hero Coffe Kota Tua Semarang<\/a><\/p>\n\n\n\n

The Adams sebagai band ketiga yang tampil lalu datang meneduhkan suasana. Betul, penonton langsung terbuai saat itu oleh suara yang beradu-adu antara Saleh Husein dan Ario Hendarwan. Sing along kemudian jadi hal yang wajib dilakukan saat itu, semuanya menikmati karaoke masal dari lagu-lagu yang dibawakan seperti Hanya Kau, Berwisata, Konservatif, hingga Halo Beni. Suasana kala itu semakin manis saat sang pianis The Adams (hingga kini belum saya ketahui namanya) selalu melemparkan senyumnya ke arah penonton. Ah sial, saat itu saya berada di posisi yang sangat jauh darinya, itu saja sudah membuat saya bergetar.
<\/p>\n\n\n\n

Karena saya memarkir motor di luar area Kuningan City dan hanya dijaga sampai pukul 23:30, akhirnya kami pulang lebih cepat. Saat keluar venue saya memastikan tetap sebats dulu, mereview apa yang menarik terjadi di dalam sana. Saya lantas menarik kesimpulan bahwa dari pengalaman selama hampir tiga jam lebih menikmati konser tanpa rokok, tak terjadi apa-apa dari kami. Tak ada kekhawatiran berlebihan, perubahan mood karena tak merokok, atau keburukan lainnya. Semuanya sama saja dan normal-normal saja.
<\/p>\n\n\n\n

Hanya jika boleh memberi saran kepada pihak pengelola, perampasan rokok tentu mesti dipertimbangkan ulang. Sekali lagi rokok adalah produk legal dan mempunyai aturan yang sudah disepakati terkait pengkonsumsiannya. Lagian, saya kira para perokok sekarang juga sudah mulai tertib terhadap aturan dan tidak ingin merugikan terhadap yang lainnya.<\/p>\n","post_title":"Pengalaman Tiga Jam Lebih Menyaksikan Konser Musik Tanpa Asap Rokok","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"pengalaman-tiga-jam-lebih-menyaksikan-konser-musik-tanpa-asap-rokok","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-09-04 07:32:19","post_modified_gmt":"2019-09-04 00:32:19","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6017","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":6014,"post_author":"877","post_date":"2019-09-03 09:18:50","post_date_gmt":"2019-09-03 02:18:50","post_content":"\n

Masih ingat kemarin, tulisan Djarum yang ada di kaos para atlit olahraga dipermasalahkan KPAI dan kawan-kawannya? Banyak orang-yang omong, ternyata ada orang kaya yang diusik, tapi dia hanya diam tanpa ada kata sedikitpun sebagai pembalasan terhadap yang mengusiknya. Bahkan cenderung mengalah, bikin orang lain gregetan. Kalimat itu yang aku tangkap dari salah satu temen bernama Nur Cholis asal Desa Gribiq, Kabupaten Kudus.<\/p>\n\n\n\n

Seminggunan kemarin, tepatnya Minggu 25 Agustus, teman MTS dulu pulang dari Jakarta. Ia sehari-harinya beraktivitas dan bekerja di sana. Di Jakarta, bersama anak istrinya, yang setiap hari jualan sayuran keliling. <\/p>\n\n\n\n

Kami yang sudah lama tidak ketemu, bahkan lebaran kemarin ternyata dia tak pulang ke Kudus. Pantesan tak ada yang rebut ngajak ngopi, orang yang biasa ngajak ngopi orangnya masih di Jakarta. Memilih lebaran di sana, karena dititipin rumah tetangganya yang katanya sudah seperti keluarganya sendiri yang kala itu baru mudik.\u00a0<\/p>\n\n\n\n

Baca: Sesat pikir KPAI Melarang Audisi Pencarian Bakat Bulutangkis Anak-Anak<\/a><\/p>\n\n\n\n

Temanku itu panggilannya Djumari, rumahnya dulu daerah Kaliwungu Kudus bagian barat. Ia pulang dalam rangka ada acara nikahan saudara dari istrinya. Dasar Djumari, kalau gak ngopi bareng dan ketemu temen-temen gak puas katanya, karena mumpung di Kudus. Ia gunakan kesempatan sebelum datang kesempitan disela-sela acara nikahan saudaranya. Lewat pesan singkat WA, tanpa hitungan jam ajakan ngopi Djumari, langsung di respon banyak teman yang tergabung di group WA. Ada yang tanya kapan datangnya, ada yang komentar besuk aja ngopinya soalnya masih diluar kota, ada yang bilang sore ini aja tancap gas. Djumari menjawabi dan balas komentar teman-teman. Dihari itu, Djumari kayak artis banyak ajakan dan tawaran teman-teman. <\/p>\n\n\n\n

Memang, teman-teman alumni MTS Madrasah Qudsiyyah Kudus kompak sekali, bahkan sudah kayak saudara sendiri semua. Kita sering kumpul walaupun hanya sekedar ngopi, yang penting bertemu dan ngobrol. Tidak jarang, kita ketemu dengan agenda acara resmi dan agak resmi. Seperti disaat salah satu teman punya hajat, bahkan hajat kecilpun kayak acara \u201cmanaqiban\u201d sering mengundang teman lainya. Pasti ada yang bingung apa itu manaqiban<\/em>?. Aku jelasin sebentar, manaqiban itu, acara membaca sejarah Syeih Abdul Qodir Jaelani ulama dahulu setelah masa Shahabat Nabi, yang terkenal alimnya dan sufi serta berkaromah. Nah, bagi kita-kita penggemarnya, sering kali kita baca sejarahnya. Dengan cerita sejarah  Syeih Abdul Qodir Jaelani, kita penggemar berharap agar apa yang kita lakukan dido\u2019akan atau di amini beliau semua urusan kita lancar. Karena menurut kita penggemar, meyakini Syeih Abdul Qodir Jaelani kekasih Tuhan, kalau dalam bahasa Jawa \u201cbolone Gusti Allah\u201d. Ini sekilas penjelasan tentang istilah manaqiban<\/em>, kalau mau tau lebih lanjut, khasiat-khasiatnya, bisa kita diskusi dilain waktu aja. Yang jelas di acara manaqiban<\/em> ini sudah jadi tradisi ada \u201cingkung\u201d ayamnya. Ini yang biasa kita nantikan.<\/p>\n\n\n\n

Kembali ke acara ngopi, disore itu temenku Djumari langsung nentukan tempat ngopi dan waktunya. Kita biasa ngopi ditempat sederhana. Akhirnya, Djumari mutusin habis isya\u2019 kumpul dan ngopi di rumah teman kita satunya namanya Nur Cholis, juga tergabung dalam group WA. Setelah tahu bakal kerumahnya, Nur Cholis langsung komen, lapan enam laksanakan. Aku langsung teringat temenku namanya Fawaz, orang Betawi keturunan Arab, sering kalau jawab pas di WA pakai tulisan lapan enam.\u00a0<\/p>\n\n\n\n

Baca: PB Djarum, Prestasi Bulutangkis Nasional, dan Kegagalan KPAI Memahami Peristiwa<\/a><\/p>\n\n\n\n

Waktu isya\u2019 tiba, suasana mau hujan, sedikit grimis, hawanya lumayan dingin dibanding sebelumnya panas dan gerah. Tapi semangat ngopi dam ngobrol teman-teman tak mengendor. Bahkan di group sudah ada yang ribut, ngajak-ngajak \u201cayo ayo waktunya kopdar tiba, ada bonus banyak rezeki lho\u201d, Rifai namanya, seorang pembicara atau muballig yang sering ceramah di masyarakat. <\/p>\n\n\n\n

Aku datang sekitar jam 20.00, terlihat banyak tema yang sudah pada kumpul, didepannya ada segelas kopi. Maklum kita orang desa ngopinya gak pakai cangkir, tapi pakai gelas es yang tinggi. Dibenakku ini ngopi apa kehausan?, tapi yang penting tetap ngopi dan merokok. Di meja terlihat banyak rokok bermacam-macam mereknya, sesuai kesukaan masing-masing. Ada yang bawa Sukun Putih, ada yang bawa Gudang Garam, kebanyakan bawa LA, tapi ada juga yang bawa rokok bikinan sendiri alias \u201cTingwe\u201d nglinting dewe dirumah ditaruh plastik. Aku coba rokok tingwe itu sambil ngobrol bareng, ternyata lumayan enak ramuan rokoknya, dibanding tingwe tingwe yang pernah aku rasakan. Yang buat tingwe namanya Sutopo, profesinya sehari-hari memang jual beli tembakau. Karena penasaran, sutopo aku tanya, kok enak, ini tembakau mana?. Dijawabnya \u201cbiasa tembakau Temanggung\u201d tapi aku kasih cengkeh kualitas wahid, dan sedikit ramuan saos sendiri (bahannya dirahasiakan), yang jelas katanya bahan saos dari rempah rempah bikinan sendiri. <\/p>\n\n\n\n

Ngobrol kita mengalir tanpa ada sekat dan batasan, malah terkadang pada ngobrol sendiri-sendiri dengan teman didekatnya. Giliran Djumari disuruh cerita pengalamannya, teman teman pada diam, mungkin pada penasaran. Soalnya dulu, sebelum ke Jakarta ia bekerja di Djarum. Ia ceritakan alasannya harus ke Jakarta. Awalnya, sering pulang pergi Jakarta Kudus untuk pengobatan istrinya yang sedang sakit di salah satu pengobatan alternatif disana atas rekomendasi saudaranya yang sudah lama hidup di Jakarta. Ia menceritakan sakit istrinya yang sering pusing, dan pusingnya bukan pusing biasa, dan seringkali istrinya sampai membentur-benturkan kepalanya. Kemudian, saat diharuskan kontinyu pengobatannya, minimal satu tahun agar cepat sembuh, akhirnya ia putusin meninggalkan Kudus sementara, termasuk pekerjaannya. Alhamdulillah istrinya sekarang sudah sembuh total.\u00a0<\/p>\n\n\n\n

Baca: Cacat Pikir KPAI Memaknai Kata Ekploitasi Anak dan Promosi<\/a><\/p>\n\n\n\n

Disela sela nungguin istrinya sakit, ia sering diajak saudaranya jualan sayuran keliling. Nah, walaupun sekarang istrinya sudah sembuh, ia tetap di Jakarta. Sebab dipikirannya, kalau kembali ke Kudus mulai dari awal lagi, mending yang sudah ada didepan mata dijalanin dulu. Nanti pelan-pelan sambil melihat peluang di Kudus, ia pun akan pulang. Obrolan tetap seru, walaupun djarum jam sudah tepat diangka 12.00 malam. Namun domain obrolan lebih pada Djumari sebagai nara sumber, ia menceritakan semua pengalaman dan kejadia yang ia lihat, sampai ia menceritakan berita kalau pabrik Djarum yang dulu pernah ia singgahi, sedang dipermasalahkan KPAI. Memang sebenarnya ia tak paham alur permasalahanya. Tahunya, KPAI gak suka bulu tangkis Djarum berjalan, memusuhi rokok. <\/p>\n\n\n\n

Sebagai orang yang pernah menjadi karyawan Djarum, jadi wajar dan pantas kalau ia membela Djarum, apalagi ia asli Kudus. Saking semangatnya, ia ngomong \u201cnek aku dadi Djarum, tak tuku iku KPAI, paling ora tak lawan\u201d \u201candaikan aku yang punya Djarum, aku beli KPAI, paling tidak dilawan\u201d. Ada yang menyambar omongan, \u201csampek matek kuwe Djum, ogak bakal dadi bos Djarum\u201d \u201csampai mati kamu Djum, tidak akan jadi bos Djarum\u201d haha\u2026\u2026disambut dengan tawa klakaran teman-teman termasuk saya sendiri. Di sela-sela tawa, tuan rumah ngomong \u201cancen gawe gregeten, kenopo Djarum mung meneng, malah ngalah\u201d \u201cbikin gregeten, kenapa Djarum diam dan cenderung mengalah\u201d. <\/p>\n\n\n\n

Nah, ternyata, banyak orang yang sangat simpati dan membela pabrik Djarum, terutama orang Kudus. Rata-rata mereka, tak tahu apa yang harus dilakukan, apa yang harus diperbuat. Sebagai manusia lemah, mereka hanya bisa marah  yang terpendaam dalam hati, dengan melihat kejadian KPAI menyerang Djarum. Coba, andaikan mereka tahu kalau dibelekang KPAI ada kepentingan asing yang mengusik rokok kretek asli Kudus, yang sudah mendarah daging bagi masyarakat Kudus. Pastinya, pembelaanya lebih dari itu, bahkan mungkin mati-matian.
<\/p>\n","post_title":"Cerita di Balik Segelas Kopi untuk Djarum","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"cerita-di-balik-segelas-kopi-untuk-djarum","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-09-03 09:19:00","post_modified_gmt":"2019-09-03 02:19:00","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6014","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":6008,"post_author":"878","post_date":"2019-08-30 15:06:07","post_date_gmt":"2019-08-30 08:06:07","post_content":"\n

Pada mulanya, saya mengira tanaman tembakau ditanam, dirawat, dan dipanen sama dengan kebanyakan tanaman-tanaman semusim lainnya di negeri ini. Ada proses pembibitan, kemudian proses penanaman, lantas tanaman rutin disiram dan diberi pupuk, ada proses perawatan hingga akhirnya dipanen ketika musim panen tiba. Tapi nyatanya, perkiraan saya salah. Tembakau tanaman yang cukup unik. Beda dari banyak tanaman semusim lain yang lazim ditanam petani di banyak tempat di Indonesia.<\/p>\n\n\n\n

Hal paling menonjol yang membedakan tanaman tembakau dengan tanaman semusim lain ada pada masa tanam dan masa panen tiba. Tanaman tembakau menjadi anomali karena ditanam saat musim penghujan akan berakhir. Lalu dipanen ketika musim kemarau sedang berada pada puncaknya. Saat tanaman-tanaman semusim lainnya enggan tumbuh, bahkan rumput sekalipun mengering karena kemarau.<\/p>\n\n\n\n

Tiga tahun belakangan, saya banyak bergaul dengan petani dan buruh tani tembakau di Kabupaten Temanggung, juga dengan anak-anak mereka. Jika sebelumnya saya sekadar penikmat rokok kretek, tiga tahun belakangan, saya mulai tertarik untuk mempelajari seluk-beluk seluruh lini yang mendukung industri kretek nasional. Yang paling menarik minat saya, tentu saja konteks pertanian dan sosial masyarakat yang memproduksi komoditas yang menjadi bahan baku utama produk kretek. Tembakau dan cengkeh.<\/p>\n\n\n\n

Baca: Melihat Petani Tembakau di Temanggung Memanen Tembakau Mereka<\/a><\/p>\n\n\n\n

Dari sekian banyak hal menarik yang disajikan pertanian tembakau hingga proses penjualan hasil panen tembakau yang saya amati di wilayah Kabupaten Temanggung, hal yang terus menerus menarik minat saya dan hingga saat ini belum sepenuhnya saya pahami adalah proses panen tembakau dan penentuan grade tembakau hasil panenan petani. Sama seperti kesalahan saya mengira tanaman tembakau ditanam dan diproses mirip dengan tanaman semusim lainnya, dugaan saya perihal proses panen tembakau juga salah sepenuhnya. Dahulu saya mengira daun-daun yang siap dipanen dari tanaman tembakau ya dipanen begitu saja. Menunggu daun-daun yang tumbuh pada tanaman tembakau siap dipanen, lantas dipanen seluruhnya dalam satu waktu oleh para pekerja di kebun. Nyatanya tidak begitu. Dan lebih rumit dari itu.<\/p>\n\n\n\n

Mayoritas tembakau yang ditanam di wilayah Temanggung berasal dari jenis kemloko. Ada kemloko 1, kemloko 2, dan kemloko 3. Dari ketiga varietas kemloko tersebut, metode panen dan penentuan grade tembakau memiliki tata cara yang sama persis. Seluruh petani di Temanggung menerapkan metode panen yang mirip. Dari metode panen tersebut, ternyata berpengaruh terhadap tingkatan kualitas tembakau yang dipanen, petani di Temanggung kerap menyebut \u2018tiam\u2019 atau \u2018grade\u2019 untuk perbedaan tingkat kualitas tembakau yang dipanen.<\/p>\n\n\n\n

Tidak seperti tanaman semusim lainnya yang dipanen dalam satu waktu, tembakau dipanen bertahap mulai dari daun terbawah pada pohon hingga daun teratas. Dalam satu tanaman tembakau, panen bisa berlangsung sebanyak 13 hingga 15 kali dalam sekali musim tembakau. Jarak antara panen satu dengan panen lainnya, antara lima dan tujuh hari. Dengan kondisi ini, musim panen tembakau di Temanggung atau yang kerap disebut musim \u2018mbakon\u2019 bisa berlangsung selama dua hingga tiga bulan. Tahun ini, panen dimulai pada pertengahan Juli dan diprediksi akan berakhir pada pertengahan Oktober.<\/p>\n\n\n\n

Baca: Tuhan Tidak Menciptakan Tembakau untuk Dibenci dan Dicaci<\/a><\/p>\n\n\n\n

Metode panen seperti itu, yang bertahap dan berjeda dari panen satu daun ke daun lainnya ternyata berpengaruh terhadap tingkatan kualitas daun tembakau. Daun-daun yang dipanen lebih awal, gradenya berada pada grade yang rendah. Grade terus meningkat hingga sampai puncaknya seiring panen-panen selanjutnya pada tanaman yang sama. Dalam satu tanaman tembakau, grade daun sudah pasti berbeda-beda sesuai dengan waktu panenan daun di tanaman tersebut.<\/p>\n\n\n\n

Agar lebih mudah dipahami, mari kita bayangkan sebatang tanaman tembakau yang tumbuh subur dalam kondisi normal dan tanaman itu sudah mulai memasuki masa panen. Pada sebatang tanaman tembakau itu tumbuh sebanyak 17 helai daun dari bawah ke atas. Panen pertama dimulai. Daun paling bawah dari tanaman tembakau itu dipetik untuk dipanen. Hanya satu helai daun saja, yang terbawah. Daun yang pertama dipanen itu, biasanya memiliki grade A. Adakalanya kualitas tembakau pada panenan pertama sudah mulai berada pada grade B. Di beberapa titik bahkan sudah ada yang menghasilkan tembakau grade C. <\/p>\n\n\n\n

Lima hingga tujuh hari kemudian, panen daun kedua dilakukan. Satu daun saja dari sebatang tanaman, daun terbawah yang dipanen. Lima hingga tujuh hari berikutnya lantas dipanen lagi. Begitu seterusnya hingga 12 atau 13 kali panen. Semakin ke atas daun yang dipanen seiring bertambahnya waktu, grade tembakau juga meningkat hingga puncaknya berhenti di grade F. Hanya sedikit tembakau yang bisa melampau grade F, mencapai grade G dan H, itulah tembakau-tembakau jenis srintil berharga jutaan rupiah per kilogramnya.<\/p>\n\n\n\n

Selain waktu panen dan letak daun dalam sebatang tanaman, jenis tanah, unsur hara yang terkandung dalam tanah, asupan embun alami, pancaran sinar matahari yang cukup, serta proses fermentasi dan penjemuran usai daun-daun dipanen, menjadi penentu kualitas tembakau yang menempatkan daun tembakau itu pada grade tertentu. Satu hal lain lagi yang sangat berpengaruh terhadap grade tembakau adalah wilayah tembakau itu ditanam. Ada tiga wilayah tempat tembakau biasa ditanam. Wilayah persawahan (dataran rendah), wilayah tegalan (dataran menengah), dan wilayah gunung (dataran tinggi). Kondisi tanah dan faktor ketinggian dan kondisi geografis lainnya berpengaruh terhadap kualitas tembakau.<\/p>\n\n\n\n

Di wilayah persawahan, tanaman tembakau memang subur dan tumbuh cepat, namun tembakau yang ditanam di sana maksimal hanya bisa menghasilkan tembakau grade D, atau D+. Sedang tembakau yang ditanam di wilayah tegalan, maksimal bisa menghasilkan tembakau grade E hingga E+. Yang terbaik, tentu saja tembakau yang ditanam di wilayah gunung. Meskipun membutuhkan waktu tanam lebih lama dibanding dua wilayah lainnya, rata-rata panenan terakhir mencapai grade F hingga seterusnya dengan tembakau terbaik bernama srintil.   <\/p>\n\n\n\n

Ini sedikit yang saya pelajari di Temanggung hasil belajar langsung dari para petani di sana. Saya tidak tahu dengan metode panen dan penentuan grade tembakau di wilayah lain dengan jenis tembakau lain juga. Menarik sebetulnya mencari tahu di tempat lain. Semoga sekali waktu nanti berkesempatan untuk itu. 
<\/p>\n","post_title":"Penentuan Grade Tembakau di Temanggung","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"penentuan-grade-tembakau-di-temanggung","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-08-30 15:06:14","post_modified_gmt":"2019-08-30 08:06:14","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6008","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5999,"post_author":"877","post_date":"2019-08-28 09:40:02","post_date_gmt":"2019-08-28 02:40:02","post_content":"\n

Direktur Pusat Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Amerika Serikat (CDC), Robert Redfield, mengungkapkan kematian tragis di Illinois memperkuat dugaan karena vape<\/a> atau rokok elektrik. Berita tersebut atas laporan Dinas Kesehatan Illinois yang mengumumkan ada satu pasien yang akhirnya meninggal dunia. Kasus ini kemungkinan jadi kasus pertama kematian akibat penyakit berkaitan dengan vape.
<\/p>\n\n\n\n

Kejadian di atas menjawab keberadaan vape atau rokok elektrik sangat membahayakan. Berbeda dengan resiko rokok kretek, bisa menimbulkan penyakit jika mengkonsumsinya berlebihan atau kebanyakakan, dan hidup tidak seimbang. Misalnya dalam satu hari merokok sampai tiga atau empat bungkus, tanpa makan nasi atau makan-makanan sehat, tanpa olah raga, tanpa minum air putih, selalu didampingi kopi atau teh, istirahatnya kurang dan sebagainya. Maka dipastikan orang tersebut akan jatuh sakit bahkan meninggal dunia.\u00a0<\/p>\n\n\n\n

Baca: Terkuak, Rokok Elektrik Berbahaya bagi Kesehatan<\/a><\/p>\n\n\n\n

Tidak hanya itu, otoritas kesehatan di Amerika Serikat telah berhasil menginvestigasi kemunculan penyakit paru-paru misterius di antara kalangan pengguna rokok elektrik atau vape. Dilaporkan setidaknya ada 195 kasus potensial penyakit paru-paru di 22 Negara karena kena dampak dari vape atau rokok elektrik.
<\/p>\n\n\n\n

Jadi, masyarakat perlu waspada beredarnya vape atau rokok elektrik. Belum lagi, sebetulnya rokok elektrik atau vape, berdampak juga peningkatan perokok anak.\u00a0 Yang menjadi daya tarik bagi anak, selain bentuknya yang elegan, simpel, juga beraroma buah-buahan yang terkemas dalam cairan.<\/strong><\/p>\n\n\n\n

Orang yang mengatakan bahwa vape atau rokok elektrik lebih mensehatkan dari pada rokok kretek, pendapat tersebut sangat keliru. Disampaing efek dari rangkaian listrik dan battre juga cairan dalam rokok elektrik berpengaruh terhadap resiko jantung.  <\/p>\n\n\n\n

Hasil penelitian yang diterbitkan dalam Journal of American College of Cardiology pada Mei lalu ini menambah bukti bahwa cairan rokok elektrik dapat menghambat fungsi sel-sel tubuh yang berperan dalam kesehatan jantung. Cairan dalam vape atau rokok elektrik pada akhirnya merusak sel-sel yang melapisi pembuluh darah. <\/p>\n\n\n\n

Keberadaan vape atau rokok elektrik di pasaran sangat membahayakan bagi orang Indonesia, terlebih pemuda-pemuda, yang banyak memilih merokok vape aatau rokok elektri. Menurutnya, selain bentuk kecil, simpel dibawa dan ada aroma buah-buahan sesuai selera. Akan tetapi dibalik bentuknya yang bagus, menyembunyikan banyak penyakit ketika dikonsumsi.\u00a0<\/p>\n\n\n\n

Baca: Kata Siapa Lebih Sehat? Perokok Elektrik Berisiko Terjangkit Penyakit Kardiovaskular<\/a><\/p>\n\n\n\n

Hingga kini CDC masih melakukan investigasi lebih lanjut, dengan mengimbau agar para dokter mengumpulkan data dan sampel bila menemukan pasien dengan gejala penyakit paru serupa, tentunya akibat rokok elektrik atau vape. Bentuk dan merek rokok elektrik dan vape banyak varian dan banyak merek. JUUL termasuk merek rokok elektrik atau vape yang saat ini naik daun.\u00a0<\/p>\n\n\n\n

Ada yang mengatakan bahwa tak tepat membandingkan rokok tembakau dengan rokok elektrik. Ya benar tak tepat, karena rokok elektrik atau vape resikonya sangat tinggi. Sedang rokok tembakau resikonya kecil, apa lagi rokok kretek mungkin resikonya sangat kecil sekali terhadap tubuh. Alasannya, munculnya rokok kretek bertujuan untuk pengobatan sakit bengek, dan tujuannya berhasil. Hingga banyak orang melakukan pemesanan rokok kretek saat itu, rokok kretek belum sebagai industri besar masih bersifat rumahan,  keadaan tersebut sekitar abad 19. <\/p>\n\n\n\n

Dalam studi ini, tim peneliti menemukan bukti efek toksik pada sel-sel yang melapisi pembuluh darah dan melindungi jantung. Beberapa bukti tersebut termasuk di antaranya gangguan pada fungsi sel dan munculnya tanda-tanda peradangan. Para peneliti mengamati bagaimana respons sel saat bersentuhan dengan cairan rokok elektrik. Efek yang paling kentara terlihat pada cairan dengan rasa kayu manis.<\/p>\n\n\n\n

Baca: Riset Kesehatan Rokok Elektrik<\/a><\/p>\n\n\n\n

Sekelompok ahli kardiovaskular dari University of Massachusetts menganjurkan peneliti agar melakukan uji rokok elektrik atau vape lebih yang beraroma. Karena sumsi sementara, produk vape atau rokok elektrik yang beraroma dan punya pilihan rasa lebih berbahaya dari pada rokok vape natural. Namun yang banyak beredar dipasaran, justru yang beraroma dan berasa buah-buahan, dari pada yang natural. <\/p>\n\n\n\n

Studi pada 2018 lalu menunjukkan, penggunaan rokok elektrik harian berisiko terhadap serangan jantung, meski dengan probabilitas yang lebih rendah daripada perokok tembakau. Menurut dr Lawrence Phillips pakar kardiovaskular NYU Langone Health mengatakan \u201cKita melihat semakin banyak bukti bahwa rokok elektrik berhubungan dengan peningkatan risiko serangan jantung\u201d.<\/p>\n\n\n\n

Dari hasil pakar dan hasil studi di atas menegaskan bahwa keberadaan rokok vape atau rokok elektrik, resikonya sangat besar. Bahan utama rokok vape atau elektrik yang paling besar memberikan efek negatif pada tubuh manusia adalah cairan perasa. Akibat cairan perasa dalam rokok elektrik  atau vape termasuk merek JUUL beresiko terjadi peradangan, terjangkit penyakit jantung dan paru-paru akut, selanjutnya berakibat kematian. <\/p>\n\n\n\n

Untuk itu, demi masa depan bangsa Indonesia harusnya ada regulasi pelarangan peredaran rokok elektrik atau vape yang nyata-nyata telah ada kasus dengan didukung beberapa riset dan studi tentang konten rokok elektrik atau vape, yang hasilnya mempunyai resiko tinggi dapat menyebabkan penyakit berujung kematian.         
<\/p>\n","post_title":"Perokok Elektrik Berisiko Besar Terjangkit Penyakit Mematikan","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"perokok-elektrik-berisiko-besar-terjangkit-penyakit-mematikan","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-08-28 09:40:09","post_modified_gmt":"2019-08-28 02:40:09","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5999","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5988,"post_author":"855","post_date":"2019-08-24 10:41:28","post_date_gmt":"2019-08-24 03:41:28","post_content":"\n

Sumber permasalahan besar dunia pertembakauan sejatinya bukan iklim dan hama, melainkan kebijakan pemerintah dan para plolitisi yang ikut serta membicarakannya, tanpa dasar yang kuat, adil dan cenderung ugal-ugalan.
<\/p>\n\n\n\n

Jika orang dahulu tidak berani bicara kecuali kepada hal-hal yang benar-benar diketahui, kali ini banyak sekali orang yang banyak bicara daripada membaca, baik buku maupun alam kauniyah (dunia nyata). Maka jangan heran, jika tidak sedikit politisi dan pemerintah yang gagal paham dunia pertembakau, dari berbagai sisi, karena mereka mendapatkan informasi sepotong-sepotong, tanpa ada usaha untuk tabayyun <\/em>lebih mendalam apalagi turun ke ladang untuk memastikan.
<\/p>\n\n\n\n

Kini hama petani muncul lagi dari kalangan politisi. Sebut saja namanya Sukamta (nama asli) yang kini menjabat sebagai sekretaris Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS). Kenapa semua orang yang terkait dengan industri hasil tembakau (petani, buruh, dsb) dianggap tidak sejahtera, ya karena partai yang harusnya adil saja tidak mampu berbuat adil, bahkan dalam pikiran dan apa yang keluar dari mulutnya.<\/p>\n\n\n\n

Baca: Tuhan Tidak Menciptakan Tembakau untuk Dibenci dan Dicaci<\/a>
<\/p>\n\n\n\n

Tidak perlu bicara terlalu jauh. Mari kita kita uji omongan Sukamta yang dimuat situs ayosemarang.com, 22 Agustus 2019. Omongan yang sejatinya sebuah template dan selalu dipakai oleh antirokok. Semacam gaya kampanye sholih li kulli zaman wal makan, <\/em>meski dibangun dari logika berantakan dan cenderung mengutamakan kengawuran daripada analisa yang mendalam. Ya memang itulah keistimewaan antirokok, anti terhadap data valid dan percaya diri berlebihan dalam kesesatan berpikir.
<\/p>\n\n\n\n

Bagi Sukamta, harga rokok di Indonesia, sebuah negeri yang besar salah satunya ditopang oleh dunia pertembakauan, harus dinaikkan 700 persen. Alasannya supaya orang miskin tidak dapat membeli rokok. Jika orang miskin yang merokok jatuh sakit, maka negara melalui (Jaminan Kesehatan Nasional) JKN rugi menanggung biayanya. Tentu saja ini berbeda dengan, orang kaya boleh makan junkfood<\/em>, minuman bersoda, dan berlaku semaunya, karena jika jatuh sakit mereka bisa membiayai sendiri dan dapat memperkaya negara.
<\/p>\n\n\n\n

Cara sistematis ini akan diduplikasi dan diperbarui terus menerus. Bermula dari seorang sakit yang berobat ke dokter, jika ia merokok maka dokter akan berkata, \u201cbapak sakit karena rokok\u201d, dan dokter tidak secara jujur bahwa penyakit itu datang dari sebab apapun, bisa gula, bisa gaya hidup yang berantakan, kurang minum air putih, stres dengan obat mahal, dsb.
<\/p>\n\n\n\n

Kenapa Sukamta cenderung ingin menaikkan harga rokok untuk menyelesaikan permasalahan JKN yang rumit itu? Ya karena sudah menjadi tabiat antirokok, bahwa berpikir keras untuk mencari solusi adalah buang-buang waktu, makanya rokok akan disalahkan supaya permasalahan menjadi lekas selesai. 
<\/p>\n\n\n\n

Coba kita kembali ke tahun 2018, saat BPJS Kesehatan defisit dan ditambal oleh cukai rokok. Para pegiat kesehatan beralasan, jumlah masyarakat sakit yang kian bertambah dan narasi yang kemudian dibangun; sakit-sakit itu disebabkan oleh rokok. Tidak berhenti sampai di situ, beragam alasan yang penting pengelola kesehatan \u201cselamat\u201d banyak digaungkan di media (tanpa ada sikap ksatria untuk mengakui bahwa memang masih banyak masalah dalam JKN, baik pengelolaan maupun skema yang lebih baik, yang perlu dicarikan solusi).<\/p>\n\n\n\n

Baca: Kegagalan Lakpesdam PBNU dalam Melihat Produk Tembakau Alternatif<\/a><\/p>\n\n\n\n

Koordinator Advokasi BPJS Watch, Timboel Siregar, megkritisi beragam narasi yang dibangun oleh pegiat kesehatan. Ia mengusulkan agar BPJS fokus pada pengawasan penetapan inasibijis oleh pihak rumah sakit. Timboel menilai, inasibijis merupakan gerbang terjadinya defisit BPJS Kesehatan. Inasibijis (INA-CGB) merupakan sebuah singkatan dari Indonesia Case Base Gropus, yakni sebuah aplikasi yang digunakan rumah sakit untuk mengajukan klaim pada pemerintah. (bisnis.com)
<\/p>\n\n\n\n

Kita tidak pernah tau, apa yang dilakukan rumah sakit terhadap pasien-pasien yang membayar BPJS. Kita juga tidak pernah tau jika ada pasien BPJS kelas I diberi fasilitas kelas II atau III, dan rumah sakit mengklaim biaya kelas I ke negara. Tentu saja yang demikian ini tidak penting bagi antirokok. <\/p>\n\n\n\n

Baca: Ada Campur Tangan Bloomberg dalam Surat Edaran Menkes terkait Pemblokiran Iklan Rokok<\/a><\/p>\n\n\n\n

Sukamta juga bilang, orang-orang yang kecanduan merokok dan mampu membeli rokok yang mahal, dipersilahkan tetap merokok asal menanggung sendiri biaya pengobatan akibat penyakit karena rokok. Asalkan dampak buruk akibat konsumsi rokok tidak membebani negara kerena pemasukan dari cukai tembakau tidak sebanding dengan biaya yang harus dikeluarkan negara. (ayosemarang.com)
<\/p>\n\n\n\n

Bagi saya pribadi, ini adalah statemen yang sangat lucu. Sejak kapan sih negara betul-betul hadir dan perhatian terhadap kesehatan masyarakat, khususnya di pedesaan dan pedalaman? Kalau ada pun, menjalankannya setengah hati. Dan sejak kapan rokok itu menjadi candu, padahal yang candu itu kekuasaan dan menjadikan masyarakat sebagai jembatan untuk menuju \u201ckekuasaan dalam negara\u201d? 
<\/p>\n\n\n\n

Sukamta juga menganggap, bahwa perokok bukan orang yang produktif? Faktanya? Setahu saya orang-orang yang merokok punya produtivitas tinggi, mereka hidup sebagaimana keringat yang diperas setiap hari. Tanpa berharap kepada negara apalagi Sukamta.
<\/p>\n\n\n\n

Sekadar saran saja, sebaiknya PKS tidak perlu ngelantur bicara rokok. Silahkan bicara, asalkan keadilan sosial sebagaimana nama partainya tidak hanya selesai pada tataran konsepsi dan gagah-gagahan, melainkan pada tahap tindakan dan contoh konkrit atasnya.
<\/p>\n","post_title":"Ketika PKS Bicara Rokok","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"ketika-pks-bicara-rokok","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-08-24 10:51:25","post_modified_gmt":"2019-08-24 03:51:25","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5988","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":35},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"epic_block_3"};